<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-8891727741020518669</atom:id><lastBuildDate>Thu, 14 Mar 2024 12:53:22 +0000</lastBuildDate><category>Pendidikan</category><category>Permasalahan</category><category>Profil</category><category>Ziyadatul Khoir</category><category>Aqidah dan Akhlaq</category><category>Ilmu Falaq</category><category>PAI</category><category>Hadist</category><category>Holly Qor'an</category><category>Sejarah</category><category>Tarikh Tasyri'</category><category>Ushul Fiqh</category><title>PENDIDIKAN MULTIKULTUR</title><description>segala sesuatu yang positif untuk manusia</description><link>http://pendidikan-multikultur.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Munib an-Nihrir)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>31</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>segala sesuatu yang positif untuk manusia</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8891727741020518669.post-5927667157126508188</guid><pubDate>Fri, 14 Feb 2014 18:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-02-14T10:26:16.404-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Profil</category><title>KH. Wahab Hasbulah</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiTC5j3e7SOaRjKD2O56kzKjnUnbz4t_HuMU9Q1LQ6cpmXurO6BXa9H3ID_3RGEF1_OU7iwobBQLRSQ0YufvuprUGLc26PJawOBxh5ab19eedwfx2fVGwmOu5GUEOKVGDF4fkjLEQQASFel/s1600/63302_107588912637329_100001586633118_62520_3050053_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiTC5j3e7SOaRjKD2O56kzKjnUnbz4t_HuMU9Q1LQ6cpmXurO6BXa9H3ID_3RGEF1_OU7iwobBQLRSQ0YufvuprUGLc26PJawOBxh5ab19eedwfx2fVGwmOu5GUEOKVGDF4fkjLEQQASFel/s1600/63302_107588912637329_100001586633118_62520_3050053_n.jpg" height="320" width="227" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Profil Singkat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kiai Haji Abdul Wahab Hasbullah (lahir di Jombang, 31 Maret 1888 – meninggal 29 Desember 1971 pada umur 83 tahun) adalah seorang ulama pendiri Nahdatul Ulama. KH Abdul Wahab Hasbullah adalah seorang ulama yang berpandangan modern, da’wah beliau dimulai dengan mendirikan media massa atau surat kabar, yaitu harian umum “Soeara Nahdlatul Oelama” atau Soeara NO dan Berita Nahdlatul Ulama.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pendidikan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga seorang pelopor dalam membuka forum diskusi antar ulama, baik di lingkungan NU, Muhammadiyah dan organisasi lainnya. Ia belajar di Pesantren Langitan Tuban, Pesantren Mojosari Nganjuk, Pesantren Tawangsari Sepanjang, belajar pada Syaikhona R. Muhammad Kholil Bangkalan Madura, dan Pesantren Tebuireng Jombang di bawah asuhan Hadratusy Syaikh KH. M. Hasyim Asy‘ari. Disamping itu, Kyai Wahab juga merantau ke Makkah untuk berguru kepada Syaikh Mahfudz at-Tirmasi dan Syaikh Al-Yamani dengan hasil nilai istimewa.&lt;br /&gt;Masa pendidikan K.H. Abdul Wahab Hasbullah dari kecil hingga besar banyak dihabiskan di pondok pesantren. Selama kurang lebih 20 tahun, ia secara intensif menggali pengetahuan keagamaan dari beberapa pesantren. Karena tumbuh dilingkungan pondok pesantren, mulai sejak dini ia diajarkan ilmu agama dan moral pada tingkat dasar. Termasuk dalam hal ini tentu diajarkan seni Islam seperti kaligrafi, hadrah, barjanji, diba’, dan sholawat. Kemudian tak lupa diajarkan tradisi yang menghormati leluhur dan keilmuan para leluhur, yaitu dengan berziarah ke makam-makam leluhur dan melakukan tawasul. Beliau dididik ayahnya sendiri cara hidup,seorang santri. Diajaknya shalat berjamaah, dan sesekali dibangunkan malam hari untuk shalat tahajjud. Kemudian Wahab Hasbullah membimbingnya untuk menghafalkan Juz ‘Amma dan membaca Al Quran dengan tartil dan fasih. Lalu beliau dididik mengenal kitab-kitab kuning, dari kitab yang paling kecil dan isinya diperlukan untuk amaliyah sehari-hari. Misalnya: Kitab Safinatunnaja, Fathul Qorib, Fathul Mu’in, Fathul Wahab, Muhadzdzab dan Al Majmu’. Wahab Hasbullah juga belajar Ilmu Tauhid, Tafsir, Ulumul Quran, Hadits, dan Ulumul Hadits.&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kemauan yang keras untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya tampak semenjak masa kecilnya yang tekun dan cerdas memahami berbagai ilmu yang dipelajarinya. Selama enam tahun awal pendidikannya, ia dididik langsung oleh ayahnya, baru ketika berusia 13 tahun, Wahab Hasbullah merantau untuk menuntut ilmu. Maka beliau pergi ke satu pesantren ke pesantren lainnya.&lt;br /&gt;Diantara pesantren yang pernah disinggahi Wahab Hasbullah adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pesantren Langitan Tuban.&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pesantren Mojosari, Nganjuk.&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pesantren Cempaka.&lt;br /&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pesantren Tawangsari, Sepanjang.&lt;br /&gt;5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pesantren Kademangan Bangkalan, Madura dibawah asuhan Kiai Kholil Bangkalan.&lt;br /&gt;6.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pesantren Branggahan, Kediri.&lt;br /&gt;7.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pesantren Tebu Ireng, Jombang dibawah asuhan K.H. Hasyim Asy’ari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus di Pesantren Tebu Ireng, ia cukup lama menjadi santri. Hal ini terbukti, kurang lebih selama 4 tahun, ia menjadi “lurah pondok”, sebuah jabatan tertinggi yang dapat dicicipi seorang santri dalam sebuah pesantren, sebagai bukti kepercayaan kiai dan pesantren tersebut (Mashyuri, 2008:83).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pelopor Kebebasan Berpikir&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;KH. A. Wahab Hasbullah adalah pelopor kebebasan berpikir di kalangan Umat Islam Indonesia, khususnya di lingkungan nahdhiyyin. KH. A. Wahab Hasbullah merupakan seorang ulama besar Indonesia. Beliau merupakan seorang ulama yang menekankan pentingnya kebebasan dalam keberagamaan terutama kebebasan berpikir dan berpendapat. Untuk itu kyai Abdul Wahab Hasbullah membentuk kelompok diskusi Tashwirul Afkar (Pergolakan Pemikiran) di Surabaya pada 1941.&lt;br /&gt;Mula-mula kelompok ini mengadakan kegiatan dengan peserta yang terbatas. Tetapi berkat prinsip kebebasan berpikir dan berpendapat yang diterapkan dan topik-topik yang dibicarakan mempunyai jangkauan kemasyarakatan yang luas, dalam waktu singkat kelompok ini menjadi sangat populer dan menarik perhatian di kalangan pemuda. Banyak tokoh Islam dari berbagai kalangan bertemu dalam forum itu untuk memperdebatkan dan memecahkan permasalahan pelik yang dianggap penting.&lt;br /&gt;Tashwirul Afkar tidak hanya menghimpun kaum ulama pesantren. Ia juga menjadi ajang komunikasi dan forum saling tukar informasi antar tokoh nasional sekaligus jembatan bagi komunikasi antara generasi muda dan generasi tua. Karena sifat rekrutmennya yang lebih mementingkan progresivitas berpikir dan bertindak, maka jelas pula kelompok diskusi ini juga menjadi forum pengkaderan bagi kaum muda yang gandrung pada pemikiran keilmuan dan dunia politik.&lt;br /&gt;Bersamaan dengan itu, dari rumahnya di Kertopaten, Surabaya, Kyai Abdul Wahab Hasbullah bersama KH. Mas Mansur menghimpun sejumlah ulama dalam organisasi Nahdlatul Wathan (Kebangkitan Tanah Air) yang mendapatkan kedudukan badan hukumnya pada 1916. Dari organisasi inilah Kyai Abdul Wahab Hasbullah mendapat kepercayaan dan dukungan penuh dari ulama pesantren yang kurang-lebih sealiran dengannya. Di antara ulama yang berhimpun itu adalah Kyai Bisri Syansuri (Denanyar Jombang), Kyai Abdul Halim, (Leimunding Cirebon), Kyai Alwi Abdul Aziz, Kyai Ma’shum (Lasem) dan Kyai Cholil (Kasingan Rembang). Kebebasan berpikir dan berpendapat yang dipelopori Kyai Wahab Hasbullah dengan membentuk Tashwirul Afkar merupakan warisan terpenting beliau kepada kaum muslimin Indonesia. Kyai Wahab telah mencontohkan kepada generasi penerusnya bahwa prinsip kebebasan berpikir dan berpendapat dapat dijalankan dalam nuansa keberagamaan yang kental. Prinsip kebebasan berpikir dan berpendapat tidak akan mengurangi ruh spiritualisme umat beragama dan kadar keimanan seorang muslim. Dengan prinsip kebebasan berpikir dan berpendapat, kaum muslim justru akan mampu memecahkan problem sosial kemasyarakatan dengan pisau analisis keislaman.&lt;br /&gt;Pernah suatu ketika Kyai Wahab didatangi seseorang yang meminta fatwa tentang Qurban yang sebelumnya orang itu datang kepada Kyai Bisri Syansuri. “Bahwa menurut hukum Fiqih berqurban seekor sapi itu pahalanya hanya untuk tujuh orang saja”, terang Kyai Bisri. Akan tetapi Si Fulan yang bertanya tadi berharap anaknya yang masih kecil bisa terakomodir juga. Tentu saja jawaban Kyai Bisri tidak memuaskan baginya, karena anaknya yang kedelapan tidak bisa ikut menikmati pahala Qurban. Kemudian oleh Kyai Wahab dicarikan solusi yang logis bagi Si Fulan tadi. “Untuk anakmu yang kecil tadi belikan seekor kambing untuk dijadikan lompatan ke punggung sapi”, seru kyai Wahab.&lt;br /&gt;Dari sekelumit cerita di atas tadi, kita mengetahui dengan jelas bahwa seni berdakwah di masyarakat itu memerlukan cakrawala pemikiran yang luas dan luwes. Kyai Wahab menggunakan kaidah Ushuliyyah “Maa laa yudraku kulluh, laa yutraku julluh”, Apa yang tidak bisa diharapkan semuanya janganlah ditinggal sama sekali. Di sinilah peranan Ushul Fiqih terasa sangat dominan dari Fiqih sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pemikiran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jika disejajarkan dengan Gus Dur (Abdurrahman Wahid), maka Kiai Wahab Hasbullah memiliki banyak persamaan yang didasarkan pada masanya masing-masing. Keduanya sama-sama tokoh yang sangat kontraversial di kalangan ulama dan politisi. Abdurrahman Wahid dikenal sebagai ulama dan cendekiawan yang sikap dan maneuver-manuver politik yang dilakukannya sering menimbulkan pertanyaan tentang integritas dan konsistensi idealisme dan cita-cita perjuangannya. Kemudian kenapa Kiai Wahab Hasbullah juga begitu kontraversial?.&lt;br /&gt;Diantara beberapa hal yang menjadikan Kiai Wahab menjadi ulama sekaligus politisi dan cendekiawan yang kontraversial dikalangan umat Islam Indonesia adalah ketika meningginya konflik antara kaum modernis dan reformis dengan kaum tradisionalis, beliau tampil sebagai “guardian” tradisionalisme dengan jalan membentuk Taswirul Afkar pada tahun 1918 yang kemudian melaksanakan perdebatan terhadap permasalahan yang diperdebatkan kaum tradisionalis dan modernis saat itu.&lt;br /&gt;§&amp;nbsp; Bidang Pendidikan&lt;br /&gt;Menurut beliau pendidikan tidak harus dilakukan di pesantren dan mendidik anak harus tepat pada situasi dan kondisi yang dibutuhkan masyarakat, namun bukan berarti pendidikan pesantren dilupakan. Oleh karenanya selain ia melakukan pendidikan di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, juga melakukan pendidikan di luar pesantren yang ditujukan untuk kalangan umum dan terpelajar dengan mendirikan kelompok diskusi bernama Tashwirul Afkar. Melalui Nahdlatun Wathan beliau juga telah berhasil mendirikan beberapa sekolah di berbagai daerah, antara lain:&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sekolah/Madrasah Ahloel Eathan di Wonokromo&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sekolah/Madrasah Far’oel Wathan di Gresik&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sekolah/Madrasah Hidayatoel Wathan di Jombang, dan&lt;br /&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sekolah/Madrasah Khitaboel Wathan di Surabaya (Mashyuri, 2008:86-87).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;http://lutfisayonk.blogspot.com/2013/03/biografi-kh-abdul-wahab-hasbullah.html&lt;br /&gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Abdul_Wahab_Hasbullah&lt;/div&gt;
</description><link>http://pendidikan-multikultur.blogspot.com/2014/02/kh-wahab-hasbulah.html</link><author>noreply@blogger.com (Munib an-Nihrir)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiTC5j3e7SOaRjKD2O56kzKjnUnbz4t_HuMU9Q1LQ6cpmXurO6BXa9H3ID_3RGEF1_OU7iwobBQLRSQ0YufvuprUGLc26PJawOBxh5ab19eedwfx2fVGwmOu5GUEOKVGDF4fkjLEQQASFel/s72-c/63302_107588912637329_100001586633118_62520_3050053_n.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8891727741020518669.post-5641794253093600802</guid><pubDate>Sun, 14 Jul 2013 17:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-07-14T10:03:58.261-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pendidikan</category><title>Teori Belajar Kognitivistik</title><description>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg03SuUvN9Fiy_HI6hNvHAQLPDOYbk94TeEToIR3eEOGVMP65ybXgCAvcojCg8bB3djjuxtJjk0Szs33YKh9cEXUbkoobkVeSIW5CYfk9UOJaxyr3HEL6Zno6C_79XVBWewkJn07H2eQF1R/s1600/fight-smart.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg03SuUvN9Fiy_HI6hNvHAQLPDOYbk94TeEToIR3eEOGVMP65ybXgCAvcojCg8bB3djjuxtJjk0Szs33YKh9cEXUbkoobkVeSIW5CYfk9UOJaxyr3HEL6Zno6C_79XVBWewkJn07H2eQF1R/s1600/fight-smart.jpg" height="200" width="192" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;u&gt;www.fibromyalgia-treatment.com&lt;/u&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Dalam
pekembangan selanjutnya, istilah kognitif ini menjadi populer sebagai salah
satu wilayah psikologi manusia atau suatu konsep umum yang mencakup semua
bentuk pengenalan yang meliputi setiap perilaku mental yang berhubungan dengan
masalah pemahaman, memperhatikan, memberikan, menyangka, pertimbangan, pengolahan
informasi, pemecahan masalah, pertimbangan, membayangkan, memperkirakan,
berpikir, dan keyakinan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Bransford
(1989) mneguraikan singkat tentang teori kognitif. Yang penting dalam hal ini
adalah bagaiman orang belajar, mengerti dan mengingat informasi, dan mengapa
beberapa orang dapat melakukan dengan baik dan yang lainnya tidak. Kenyataannya
ahli-ahli kognitif lebih cenderung menyelidiki aspek-aspek penting dalam
belajar, seperti bagaiman orang dewasa mengingat informasi verbal atau bagaimana
anak-anak memahami cerita-cerita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Berkaitan
dengan belajar, aliran ini berupaya mendeskripsikan apa yang terjadi dalam diri
seseorang ketika belajar. Teori ini lebih menaruh perhatian pada
peristiwa-peristiwa internal. Belajar (menurut teori kognivistik) adalah proses
pemaknaan informasi dengan jalan mengaitkannya dengan struktur informasi yang
telah dimiliki. Peristiwa belajar yang dialami manusia bukan semata masalah
respon terhadap stimulus, melainkan adanya pengukuran dan pengarahan diri yang
dikontrol oleh otak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Teori
belajar kognitivistik lebih mementingkan proses belajar daripada hasil belajar
itu sendiri. Belajar tidak sekedar melibatkan hubungan antara stimulus dan
respon, lebih dari itu belajar melibatkan proses berpikir yang sangat kompleks.
Belajar adalah perubahan persepsi dan pemahaman. Perubahan persepsi dan
pemahaman tidak selalu berbentuk perubahan tingkah laku yang bisa diamati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Teori
belajar kognitif memandang belajar sebagai proses pemberdayaan unsur-unsur kognisi,
terutama unsur pikiran. Hal ini diupayakan untuk mengenal dan memahami stimulus
yang datang dari luar. Aktivitas belajar pada diri manusia ditekankan pada
proses internal berfikir, yakni proses pengolahan informasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Model
belajar kognitif mengatakan bahwa tingkah laku seseorang ditentukan oleh
persepsi serta pemahamannya tentang situasi yang berhubungan dengan belajarnya.
Sehingga belajar merupakan suatu proses internal yang mencakup ingatan,
retensi, pengolahan informasi, emosi, dan aspek-aspek kejiwaan lainya. Proses
belajar terjadi antara lain mencakup pengaturan stimulus yang diterima dan
menyesuaikannya de ngan struktur kognitif yang sudah dimiliki dan terbentuk di
dalam pikiran seseorang berdasarkan pemahaman dan pengalaman-pengalaman sebelumnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Teori
kognitif juga mengambil perspektif bahwa siswa secara aktif memproses informasi
dan pembelajaran berlangsung melalui usaha-usaha siswa ketika siswa
mengaturnya, menyimpanya dan kemudian menemukan hubungan-hubungan antara
informasi, hubungan baru dengan pengetahuan lama, skema, dan teks. Oleh karena
itu, pendekatan kognitif menekankan bagaimana informasi di proses.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Teori
belajar kognitif dibentuk dengan tujuan mengkonstruksi prinsip-prinsip belajar
secara ilmliah yang dapat diterapkan ke situasi kelas dengan menghasilkan
prosedur-prosedur di kelas untuk mendapatkan hasil yang paling
produktif.Penguatan tujuan teori ini adalah mengembangkan individu dapat bernalar
dan dan berfikir menggunakan hipotesa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Teori
belajar kognitif menjelaskan bagaimana seseorang mencapai pemahaman atas
dirinya dan lingkungannya lalu menafsirkan bahwa diri dan lingkungan
psikologisnya merupakan faktor-faktor yang saling tergantung satu dan lainnya.
Teori ini dikembangkan berdasarkan tujuan yang melatar belakangi prilaku,
cita-cita, cara-cara seseorang dan bagaimana seseorang memahami diri dan
lingkungannya dalam usaha untuk mencapai tujuan orang tersebut. Setiap
pengertian yang diperoleh berdasarkan pengertian yang diperoleh dari memahami
diri sendiri dan lingkungannya yang disebut insight.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Adapun
tujuan dari teori ini adalah :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;1.
Membentuk hubungan yang teruji, teramalkan dari tingkah laku orang-orang pada
ruangan kehidupan mereka sendiri secara spesifik sesuai situasi psikologisnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;2.
Membantu guru untuk memahami orang lain terutama muridnya dan membantu dirinya
sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;3.
Mengkonstruksi prinsip-prinsip ilmiah yang dapat diterapkan dalam kelas dan
untuk menghasilkan prosedur yang memungkinkan belajar menjadi produktif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;4.
Teori belajar kognitif menjelaskan bagaimana seseorang mencapai pemahaman atas
dirinya dan lingkungannya lalu menafsirkan bahwa dirinya dan lingkungannya
merupakan faktor yang saling tergantung satu sama lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;5.
Untuk mencapai tujuan teori belajar kognitif, maka prinsip-prinsip belajarnya
perlu ditekankan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;6.
Belajar merupakan peristiwa mental yang berhubungan dengan berfikir, perhatian,
persepsi, pemecahan masalah dan kesadaran walaupun tidak tampak merupakan
sesuatu yang diteliti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Sehubungan
dengan pembelajaran, teori belajar perilaku dan kognitif pada akhirnya sepakat
bahwa guru harus memperhatikan perilaku si belajar yang tampak seperti
penyelesaian tugas rumah, hasil tes, di samping itu juga harus memperhatikan
faktor manusia dan lingkungan psikologisnya. Ahli kognitif percaya bahwa
kemampuan berfikir orang tidak sama antara yang satu dengan yang lain dan tidak
tetap dari waktu ke waktu yang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://pendidikan-multikultur.blogspot.com/2013/07/teori-belajar-kognitivistik.html</link><author>noreply@blogger.com (Munib an-Nihrir)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg03SuUvN9Fiy_HI6hNvHAQLPDOYbk94TeEToIR3eEOGVMP65ybXgCAvcojCg8bB3djjuxtJjk0Szs33YKh9cEXUbkoobkVeSIW5CYfk9UOJaxyr3HEL6Zno6C_79XVBWewkJn07H2eQF1R/s72-c/fight-smart.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8891727741020518669.post-7367073444699768359</guid><pubDate>Sun, 14 Jul 2013 16:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-07-14T09:50:30.721-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pendidikan</category><title>Nilai Pendidikan Karakter Pada Puasa Ramadhan</title><description>&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjjmvX5AJJzbXz9ESBCxODSZkzthH-VrJHW-BcLf59ejDCIFVUYe3zQPJGaYxFpAprP6338vqBzS64WKYlVCh9DxFSL8d-ZT6bfRcB0-elY3LaNo9B3GNMZeXMnLlnlpxRHB-WMFWfnIxp-/s1600/ramadhan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjjmvX5AJJzbXz9ESBCxODSZkzthH-VrJHW-BcLf59ejDCIFVUYe3zQPJGaYxFpAprP6338vqBzS64WKYlVCh9DxFSL8d-ZT6bfRcB0-elY3LaNo9B3GNMZeXMnLlnlpxRHB-WMFWfnIxp-/s1600/ramadhan.jpg" height="320" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;binamuslim.com&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Ramadhan
merupakan bulan dimana kaum muslimin semua menjalankan puasa secara penuh satu
bulan. Allah swt telah memerintahkan ummat Muhammad saw kewajiban puasa pada
bulan ini, seperti termaktub dalam QS. Al-Baqarah Ayat 183.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Pada
tulisan dibawah ini sya akan sedikit mengulas tentang nilai-nilai pendidikan
yang ada dalam kewajiban menjalankan puasa ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;1)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ibadah puasa dapat mendidik manusia menjadi
pribadi muslim yang bertaqwa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Tujuan
utama Allah SWT. mensyari’atkan ibadah puasa adalah supaya manusia bertaqwa,
sebagaimana firman Allah SWT dalam teks Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat ke 183
:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Artinya
: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana
diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (QS. 2:183)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Muhammad
Ibrahim At-Tuwaijiri mengemukakan bahwa ibadah puasa merupakan sarana untuk
mendidik atau membentuk&amp;nbsp; manusia, supaya
dapat menjadi pribadi yang bertaqwa kepada Allah SWT.[8] dengan mengerjakan
kewajiban-kewajiban dan meninggalkan larangan-larangan yang telah ditentukan.
Dimana didalam ibadah puasa ada hal-hal yang harus dikerjakan sebagai syarat
atau rukun ibadah puasa dan ada pula hal-hal yang harus ditinggalkan supaya
ibadah puasa yang dikerjakan dapat diterima disisi Allah SWT.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Inilah
hal utama yang menjadi nilai pendidikan Islam yang dapat diambil dari ibadah
puasa, dimana pendidikan didalam islam diarahkan pada tujuan utama
diciptakannya manusia yaitu untuk mengabdi kepada Allah SWT, mengerjakan
hal-hal yang diperintahkan dan menjauhi hal-hal yang dilarang (Taqwa).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;2)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ibadah puasa dapat menjadi sarana pendidikan
akhlak dan latihan jiwa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;a.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Mendidik
manusia berjiwa sosial tinggi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Di
dalam ibadah puasa semua orang merasakan rasa lapar dan dahaga tanpa pandang
bulu baik orang kaya ataupun miskin, tua maupun muda, semua sama dihadapan
Allah swt. Sehingga dengan persamaan demikian akan tertanam dalam dirinya rasa
persamaan (musawah), perasaan demikian diharapkan membekas dan menjadi prinsip
kehidupan bermasyarakat dan bernegara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Dengan
demikian, maka puasa merupakan salah satu proses menuju terbentuknya masyarakat
yang menjungjung tinggi nilai persamaan, keadilan dan pemerataan. Di sisi lain,
nilai-nilai sosial pada puasa tidak berhenti pada praktek puasa itu saja. Dalam
kenyataannya puasa merupakan salah satu sistem yang jitu untuk dapat
menghilangkan sifat angkuh, sombong, bakhil, egois, dan sifat tidak terpuji
lainnya. Sebab dengan berpuasa, maka seorang mukmin akan mengetahui dan
menyadari betapa lemah dirinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Aspek
sosial sebagai perwujudan dari pengaruh puasa ini, bisa dicapai jika kita mampu
menanamkan secara teguh kesadaran akan kehadiran orang lain dalam diri kita.
Maka, ibadah puasa mencoba membuka tabir ruang-ruang pribadi yang masih
dibingkai sekap egois dan tidak mampu menyentuh dunia luar. Ini berarti, ibadah
puasa menekankan sikap kesetiakawanan sosial dan solidaritas yang tinggi
terhadap orang lain sebagai perwujudan tingkat takwa yang diliputi oleh
ketulusan dan keikhlasan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;b.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&amp;nbsp;Mendidik manusia untuk bersikap jujur dan
amanah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Melalui
ibadah puasa, orang yang beriman dilarang makan, minum dan berhubungan antara
suami istri pada siang hari, hal ini dikarenakan Allah hendak memperlihatkan
faedah besar dari larangan itu. Dan yang paling utama adalah latihan bersikap
jujur dan amanah pada diri sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Jika
di segala waktu, dilarang memakan makanan yang haram, maka di waktu puasa makan
yang&amp;nbsp; halalpun dilarang kalau di makan
sebelum waktu berbuka datang. Orang yang beriman akan dapat menahan hawa dan
nafsunya dalam rangka mematuhi perintah Allah, meskipun dalam keadaan seorang
diri, dimana tidak ada orang lain, namun ia tetap berpuasa, karena ia percaya
bahwa Allah melihatnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Pendidikan
dalam Islam anatara lain diarahkan pada pendidikan akhlak yang baik. Bersikap
jujur terhadap semua ucapan dan perbuatannya, serta amanah (terpercaya) dalam
segala hal yang dipercayakan kepadanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;c.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Mendidik
manusia untuk hidup sederhana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Ibadah
puasa sarat dengan nilai yang mengajarkan manusia untuk memahami pentignya pola
hidup sederhana. Nilai-nilai kesederhanaan yang bisa diperoleh dari puasa dan
amaliah-amaliah Ramadhan, lebih jauh lagi akan menyadarkan orang-orang yang
beriman bahwa harta, benda, kedudukan, dan memperoleh kesempatan memperoleh
kanikmatan dunia, semuanya adalah amanat Allah swt. Manusia jangan sampai
terpukai olehkelezatan dan kemewahan dunia, meskipun diantara mereka ada yang
mampu bahkan berkelebihan dalam mendapatkannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Sebaliknya,
hendaknya manusia selalu mensyukuri dengan membelanjakan kenikmatan-kenikmatan
itu di jalan yang ditentukan Allah swt. Rasulullah SAW. selalu mengajarkan
sifat sederhana kepada pengikut-pengikutnya serta memperingatkan kepada umatnya
tidak menjadi pemboros. Banyak riwayat yang menyatakan tentang kesederhanaan
hidup Nabi, para sahabat Nabi, para zahid, orang-orang saleh, pemimpin umat dan
para pejuang di jalan Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;d.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Mendidik
manusia untuk bersifat sabar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Menurut
Al-Ghazali dalam bukunya Ihya Ulumuddin, sebagaimana ditulis oleh Wahjotomo
sabar dapat diklasifikasikan menjadi tiga bagian, yaitu sabar dalam menghadapi
cobaan (musibah), sabar dalam meninggalkan maksiat, dan sabar dalam memenuhi
perintah (taat).[12] Tiga kelompok ini dapat ditumbuhkan melalui aktivitas
berpuasa. Diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah saw bersabda &amp;nbsp;yang artinya : Menceritakan kepada kami abu
bakar, menceritakan kepada kami : Abdullah bin Al-Mubarak, menceritakan kepada
kami Muhriz bin Salamah al 'Adanity, menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin
Muham, semuanya dari Musa bin "Ubaidah Dari Jumhur, dari Abu Hurairah dia
berkata Rasulullah bersabda : "Setiap sesuatu itu ada zakatnya, sedang
zakatnya badan yaitu puasa. Mukhrij dalam hadits menambahkan Rasulullah saw
bersabda : "Puasa adalah setengan dari kesabaran". (HR. Ibnu Majah)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;e.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Puasa
Sebagai Pendidikan Perubahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Puasa
ramadhan adalah pengendalian diri dari hal-hal yang pokok seperti makan dan
minum. Kemampuan kita dalam mengendalikan diri dari hal-hal yang pokok
semestinya membuat kita mampu mengendalikan diri dari kebutuhan kedua dan
ketiga, bahkan dari hal-hal yang kurang pokok dan tidak perlu sama sekali.
Namun sayangnya, banyak orang telah dilatih untuk menahan makan dan minum yang
sebenarnya pokok, tapi tidak dapat menahan diri dari hal-hal yang tidak perlu,
misalnya ada orang yang mengatakan: "saya lebih baik tidak makan daripada
tidak merokok", padahal makan itu pokok dan merokok itu tidak perlu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Kemampuan
kita mengendalikan diri dari hal-hal yang tidak benar menurut Allah dan
Rasul-Nya merupakan sesuatu yang amat mendesak, bila tidak, kehidupan ini akan
berlangsung seperti tanpa aturan, tak ada lagi halal dan haram, tak ada lagi
haq dan bathil, bahkan tak ada lagi pantas dan tidak pantas atau sopan dan
tidak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Yang
jelas, selama manusia menginginkan sesuatu, hal itu akan dilakukannya meskipun
tidak benar, tidak sepantasnya dan sebagainya. Bila ini yang terjadi, apa
bedanya kehidupan manusia dengan kehidupan binatang, bahkan masih lebih baik
kehidupan binatang, karena mereka tidak diberi potensi akal, Allah berfirman
yang artinya: Dan Sesungguhnya kami jadikan untuk isi neraka jahannam
kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak
dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata
(tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan
mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar
(ayat-ayat Allah). mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih
sesat lagi. mereka Itulah orang-orang yang lalai. (Q. S. Al-A'raf: 179).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;f.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Menumbuh
Kembangkan Kepekaan Sosial.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Setiap
manusia pada dasarnya diberikan kecintaan terhadap harta benda sebagai bagian
dari naluri mempertahankan diri ( gharizah baqa' ). Kecintaan ini memicu
lahirnya sikap bakhil ( pelit dan kikir ) serta individualis, mementingkan diri
sendiri dan enggan berbagi. Salah satu diantara sekian hikmah dan rahasia puasa
ialah memupuk solidaritas, persamaan derajat, kasih sayang, tepa selira,
kepeduliaan sesama dan kesetia kawanan sosial. Tidak hanya dalam bentuk teori
dan kata-kata belaka namun aksi dan praktik langsung. Denagan hikmah dan
rahasia ini, manusia dilatih untuk dapat meminimalisasi sikap bakhil dan
individualis dalam dirinya sehingga dia mau berbagia dengan orang lain, walau
kesukaan terhadap harta benda hakikatnya adalah naluri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Seperti
kita ketahui, sebagian masyarakat terdiri dari golongan dhuafa an mustahd'afin.
Meraka apakah yang lemah karena faktor kultural atau struktural mengalami
kesusahan da penderitaan hidup. Setiap hari mereka menahan lapar dan dahaga,
sementara bekal makanan tidak ada sama sekali kalau tidak menipis. Puasa
baginya dalah halal yang wajar yang dialami mereka sehari-hari. Ditambah lagi
ketika berpuasa ia tidak bisa turut bersuka cita saat berbuka&amp;nbsp; kecuali sekedar syukur ditengah sebagian
masyarakat merayakan buka puasa dengan pesta, mereka kaum dhuafa dan
mustadh'afin sangat membutuhkan kasih sayang dan kepedulian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Denagan
puasa orang-orang kaya akan merasa betapa sakit dan perihnya menahan lapar,
padahal itu hanya sementara waktu. Perasaan ini akan mengingatkan mereka kepada
sebagian saudaranya yang dhuafa dan mustadh'afin yang senantiasa merasakan
lapar dan dahaga sepanjang waktu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Banyak
orang yang menyerukan solidarita sosial, namun banyak pula yang hanya sebatas
retorika, teori, aksesoris dan kata-kata belum pada tahapan aksi dan praktik
langsun. Disinlah nilai kelebihan dari puasa sebagai mana dibuktikan oleh
Nabiyullah Yusuf a.s. Rasul Saw sendiri jika berpuasa ramadhan kedermawanan
beliau bertambah luar biasa. Apalagi usai berjumpa dengan malaikat jibril untuk
menerima wahyu. Para sahabat menggambarkan kemurahan tangan beliau melebihi
cepat dan indahna tiupan angin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Secara
keseluruhan, esensi pendidikan karakter untuk peserta didik semuanya ada dalam
praktik berpuasa. Setidaknya dalam puasa ada tiga nilai pokok: Pertama, adanya
sikap kritis dan peduli terhadap lingkungan sosial sekitar. Kedua, adanya
pertautan antara kesalehan pribadi dan kesalehan sosial (kelompok). Ketiga,
lahirnya jiwa keagamaan yang inovatif, kreatif, dan efisien.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Ketiga
nilai puasa tersebut menjadi pedoman dalam implementasi pendidikan karakter.
Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada
warga sekolah/umat yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan,
dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://aceh.tribunnews.com/2012/08/10/puasa-sebagai-pendidikan-karakter" target="_blank"&gt;Sumber&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://cinta-zayyan.blogspot.com/2011/05/nilai-nilai-pendidikan-dalam-puasa.html" target="_blank"&gt;1&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.bisosial.com/2013/02/makalah-nila-nilai-pendidikan-islam.html" target="_blank"&gt;2&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://pendidikan-multikultur.blogspot.com/2013/07/nilai-pendidikan-karakter-pada-puasa.html</link><author>noreply@blogger.com (Munib an-Nihrir)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjjmvX5AJJzbXz9ESBCxODSZkzthH-VrJHW-BcLf59ejDCIFVUYe3zQPJGaYxFpAprP6338vqBzS64WKYlVCh9DxFSL8d-ZT6bfRcB0-elY3LaNo9B3GNMZeXMnLlnlpxRHB-WMFWfnIxp-/s72-c/ramadhan.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8891727741020518669.post-4943668843705171207</guid><pubDate>Sun, 14 Jul 2013 16:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-07-14T09:05:23.625-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Profil</category><title>KH. Abd. Wahab Hasbullah</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJDKPcvEMEOuwlsvIOss9FYNUN2uOYHrR899vrqocnVF6RIArwq16mt6NFzsbZheX_qPyOHQzX2oM7GuSb7F8PO0MtIRCxy5du_ooirGfuO785-W3tVW4My94b80CZVPgitHVlxPet04yu/s1600/Mbah+KH+Abdi+Wahab+Chasbullah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJDKPcvEMEOuwlsvIOss9FYNUN2uOYHrR899vrqocnVF6RIArwq16mt6NFzsbZheX_qPyOHQzX2oM7GuSb7F8PO0MtIRCxy5du_ooirGfuO785-W3tVW4My94b80CZVPgitHVlxPet04yu/s1600/Mbah+KH+Abdi+Wahab+Chasbullah.jpg" height="200" width="175" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Kiai
Haji Abdul Wahab Hasbullah (lahir di Jombang, 31 Maret 1888 – meninggal 29
Desember 1971 pada umur 83 tahun) adalah seorang ulama pendiri Nahdatul Ulama.
KH Abdul Wahab Hasbullah adalah seorang ulama yang berpandangan modern, da’wah
beliau dimulai dengan mendirikan media massa atau surat kabar, yaitu harian
umum “Soeara Nahdlatul Oelama” atau Soeara NO dan Berita Nahdlatul Ulama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Pendidikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Beliau
juga seorang pelopor dalam membuka forum diskusi antar ulama, baik di
lingkungan NU, Muhammadiyah dan organisasi lainnya. Ia belajar di Pesantren
Langitan Tuban, Pesantren Mojosari Nganjuk, Pesantren Tawangsari Sepanjang,
belajar pada Syaikhona R. Muhammad Kholil Bangkalan Madura, dan Pesantren
Tebuireng Jombang di bawah asuhan Hadratusy Syaikh KH. M. Hasyim Asy‘ari.
Disamping itu, Kyai Wahab juga merantau ke Makkah untuk berguru kepada Syaikh
Mahfudz at-Tirmasi dan Syaikh Al-Yamani dengan hasil nilai istimewa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Masa
pendidikan K.H. Abdul Wahab Hasbullah dari kecil hingga besar banyak dihabiskan
di pondok pesantren. Selama kurang lebih 20 tahun, ia secara intensif menggali
pengetahuan keagamaan dari beberapa pesantren. Karena tumbuh dilingkungan
pondok pesantren, mulai sejak dini ia diajarkan ilmu agama dan moral pada
tingkat dasar. Termasuk dalam hal ini tentu diajarkan seni Islam seperti
kaligrafi, hadrah, barjanji, diba’, dan sholawat. Kemudian tak lupa diajarkan
tradisi yang menghormati leluhur dan keilmuan para leluhur, yaitu dengan
berziarah ke makam-makam leluhur dan melakukan tawasul. Beliau dididik ayahnya
sendiri cara hidup,seorang santri. Diajaknya shalat berjamaah, dan sesekali
dibangunkan malam hari untuk shalat tahajjud. Kemudian Wahab Hasbullah
membimbingnya untuk menghafalkan Juz ‘Amma dan membaca Al Quran dengan tartil
dan fasih. Lalu beliau dididik mengenal kitab-kitab kuning, dari kitab yang
paling kecil dan isinya diperlukan untuk amaliyah sehari-hari. Misalnya: Kitab
Safinatunnaja, Fathul Qorib, Fathul Mu’in, Fathul Wahab, Muhadzdzab dan Al
Majmu’. Wahab Hasbullah juga belajar Ilmu Tauhid, Tafsir, Ulumul Quran, Hadits,
dan Ulumul Hadits.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Kemauan
yang keras untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya tampak semenjak masa kecilnya
yang tekun dan cerdas memahami berbagai ilmu yang dipelajarinya. Selama enam
tahun awal pendidikannya, ia dididik langsung oleh ayahnya, baru ketika berusia
13 tahun, Wahab Hasbullah merantau untuk menuntut ilmu. Maka beliau pergi ke
satu pesantren ke pesantren lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Diantara
pesantren yang pernah disinggahi Wahab Hasbullah adalah sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pesantren Langitan Tuban.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pesantren Mojosari, Nganjuk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pesantren Cempaka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pesantren Tawangsari, Sepanjang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pesantren Kademangan Bangkalan, Madura
dibawah asuhan Kiai Kholil Bangkalan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;6.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pesantren Branggahan, Kediri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;7.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pesantren Tebu Ireng, Jombang dibawah
asuhan K.H. Hasyim Asy’ari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Khusus
di Pesantren Tebu Ireng, ia cukup lama menjadi santri. Hal ini terbukti, kurang
lebih selama 4 tahun, ia menjadi “lurah pondok”, sebuah jabatan tertinggi yang
dapat dicicipi seorang santri dalam sebuah pesantren, sebagai bukti kepercayaan
kiai dan pesantren tersebut (Mashyuri, 2008:83).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Pelopor
Kebebasan Berpikir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;KH.
A. Wahab Hasbullah adalah pelopor kebebasan berpikir di kalangan Umat Islam
Indonesia, khususnya di lingkungan nahdhiyyin. KH. A. Wahab Hasbullah merupakan
seorang ulama besar Indonesia. Beliau merupakan seorang ulama yang menekankan
pentingnya kebebasan dalam keberagamaan terutama kebebasan berpikir dan
berpendapat. Untuk itu kyai Abdul Wahab Hasbullah membentuk kelompok diskusi
Tashwirul Afkar (Pergolakan Pemikiran) di Surabaya pada 1941.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Mula-mula
kelompok ini mengadakan kegiatan dengan peserta yang terbatas. Tetapi berkat
prinsip kebebasan berpikir dan berpendapat yang diterapkan dan topik-topik yang
dibicarakan mempunyai jangkauan kemasyarakatan yang luas, dalam waktu singkat
kelompok ini menjadi sangat populer dan menarik perhatian di kalangan pemuda.
Banyak tokoh Islam dari berbagai kalangan bertemu dalam forum itu untuk
memperdebatkan dan memecahkan permasalahan pelik yang dianggap penting.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Tashwirul
Afkar tidak hanya menghimpun kaum ulama pesantren. Ia juga menjadi ajang
komunikasi dan forum saling tukar informasi antar tokoh nasional sekaligus
jembatan bagi komunikasi antara generasi muda dan generasi tua. Karena sifat
rekrutmennya yang lebih mementingkan progresivitas berpikir dan bertindak, maka
jelas pula kelompok diskusi ini juga menjadi forum pengkaderan bagi kaum muda
yang gandrung pada pemikiran keilmuan dan dunia politik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Bersamaan
dengan itu, dari rumahnya di Kertopaten, Surabaya, Kyai Abdul Wahab Hasbullah
bersama KH. Mas Mansur menghimpun sejumlah ulama dalam organisasi Nahdlatul
Wathan (Kebangkitan Tanah Air) yang mendapatkan kedudukan badan hukumnya pada
1916. Dari organisasi inilah Kyai Abdul Wahab Hasbullah mendapat kepercayaan
dan dukungan penuh dari ulama pesantren yang kurang-lebih sealiran dengannya.
Di antara ulama yang berhimpun itu adalah Kyai Bisri Syansuri (Denanyar
Jombang), Kyai Abdul Halim, (Leimunding Cirebon), Kyai Alwi Abdul Aziz, Kyai
Ma’shum (Lasem) dan Kyai Cholil (Kasingan Rembang). Kebebasan berpikir dan
berpendapat yang dipelopori Kyai Wahab Hasbullah dengan membentuk Tashwirul
Afkar merupakan warisan terpenting beliau kepada kaum muslimin Indonesia. Kyai
Wahab telah mencontohkan kepada generasi penerusnya bahwa prinsip kebebasan
berpikir dan berpendapat dapat dijalankan dalam nuansa keberagamaan yang
kental. Prinsip kebebasan berpikir dan berpendapat tidak akan mengurangi ruh
spiritualisme umat beragama dan kadar keimanan seorang muslim. Dengan prinsip
kebebasan berpikir dan berpendapat, kaum muslim justru akan mampu memecahkan
problem sosial kemasyarakatan dengan pisau analisis keislaman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Pernah
suatu ketika Kyai Wahab didatangi seseorang yang meminta fatwa tentang Qurban
yang sebelumnya orang itu datang kepada Kyai Bisri Syansuri. “Bahwa menurut
hukum Fiqih berqurban seekor sapi itu pahalanya hanya untuk tujuh orang saja”,
terang Kyai Bisri. Akan tetapi Si Fulan yang bertanya tadi berharap anaknya
yang masih kecil bisa terakomodir juga. Tentu saja jawaban Kyai Bisri tidak
memuaskan baginya, karena anaknya yang kedelapan tidak bisa ikut menikmati
pahala Qurban. Kemudian oleh Kyai Wahab dicarikan solusi yang logis bagi Si
Fulan tadi. “Untuk anakmu yang kecil tadi belikan seekor kambing untuk dijadikan
lompatan ke punggung sapi”, seru kyai Wahab.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Dari
sekelumit cerita di atas tadi, kita mengetahui dengan jelas bahwa seni
berdakwah di masyarakat itu memerlukan cakrawala pemikiran yang luas dan luwes.
Kyai Wahab menggunakan kaidah Ushuliyyah “Maa laa yudraku kulluh, laa yutraku
julluh”, Apa yang tidak bisa diharapkan semuanya janganlah ditinggal sama
sekali. Di sinilah peranan Ushul Fiqih terasa sangat dominan dari Fiqih
sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Pemikiran
Kiai Wahab Hasbullah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Jika
disejajarkan dengan Gus Dur (Abdurrahman Wahid), maka Kiai Wahab Hasbullah
memiliki banyak persamaan yang didasarkan pada masanya masing-masing. Keduanya
sama-sama tokoh yang sangat kontraversial di kalangan ulama dan politisi.
Abdurrahman Wahid dikenal sebagai ulama dan cendekiawan yang sikap dan
maneuver-manuver politik yang dilakukannya sering menimbulkan pertanyaan
tentang integritas dan konsistensi idealisme dan cita-cita perjuangannya.
Kemudian kenapa Kiai Wahab Hasbullah juga begitu kontraversial?.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Diantara
beberapa hal yang menjadikan Kiai Wahab menjadi ulama sekaligus politisi dan
cendekiawan yang kontraversial dikalangan umat Islam Indonesia adalah ketika
meningginya konflik antara kaum modernis dan reformis dengan kaum
tradisionalis, beliau tampil sebagai “guardian” tradisionalisme dengan jalan
membentuk Taswirul Afkar pada tahun 1918 yang kemudian melaksanakan perdebatan
terhadap permasalahan yang diperdebatkan kaum tradisionalis dan modernis saat
itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;§&amp;nbsp; Bidang Pendidikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Menurut
beliau pendidikan tidak harus dilakukan di pesantren dan mendidik anak harus
tepat pada situasi dan kondisi yang dibutuhkan masyarakat, namun bukan berarti
pendidikan pesantren dilupakan. Oleh karenanya selain ia melakukan pendidikan
di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, juga melakukan pendidikan di
luar pesantren yang ditujukan untuk kalangan umum dan terpelajar dengan
mendirikan kelompok diskusi bernama Tashwirul Afkar. Melalui Nahdlatun Wathan
beliau juga telah berhasil mendirikan beberapa sekolah di berbagai daerah,
antara lain:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sekolah/Madrasah Ahloel Eathan di Wonokromo&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sekolah/Madrasah Far’oel Wathan di Gresik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sekolah/Madrasah Hidayatoel Wathan di
Jombang, dan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 400.5pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sekolah/Madrasah
Khitaboel Wathan di Surabaya (Mashyuri, 2008:86-87).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 400.5pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 400.5pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;http://lutfisayonk.blogspot.com/2013/03/biografi-kh-abdul-wahab-hasbullah.html&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Abdul_Wahab_Hasbullah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://pendidikan-multikultur.blogspot.com/2013/07/kh-abd-wahab-hasbullah.html</link><author>noreply@blogger.com (Munib an-Nihrir)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJDKPcvEMEOuwlsvIOss9FYNUN2uOYHrR899vrqocnVF6RIArwq16mt6NFzsbZheX_qPyOHQzX2oM7GuSb7F8PO0MtIRCxy5du_ooirGfuO785-W3tVW4My94b80CZVPgitHVlxPet04yu/s72-c/Mbah+KH+Abdi+Wahab+Chasbullah.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8891727741020518669.post-2192497063936577613</guid><pubDate>Mon, 01 Apr 2013 17:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-01T10:56:34.391-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Profil</category><title>Ibu Sina</title><description>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtQno7vKG6aczllj1K-nyG2xEAGOY9091zmtrFU1kLRRCzvzCUdRAsE3ibsmXIjKe0JIpG25VQrKQiSfmVGpHBWwZ7a3K6eTEfD68f0U5F8ycTOqUYh9seovPbzpheLCrxScKRYXIfMMj8/s1600/ibnu-sina.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtQno7vKG6aczllj1K-nyG2xEAGOY9091zmtrFU1kLRRCzvzCUdRAsE3ibsmXIjKe0JIpG25VQrKQiSfmVGpHBWwZ7a3K6eTEfD68f0U5F8ycTOqUYh9seovPbzpheLCrxScKRYXIfMMj8/s200/ibnu-sina.jpg" width="157" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;ibnumariam.wordpress.com&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam sejarah pemikiran filsafat abad pertengahan, sosok Ibnu Sina dalam
 banyak hal unik, sedang diantara para filosof muslim ia tidak hanya 
unik, tapi juga memperoleh penghargaan yang semakin tinggi hingga masa 
modern. Ia adalah satu - satunya filosof besar Islam yang telah berhasil
 membangun sistem filsafat yang lengkap dan terperinci, suatu sistem 
yang telah mendominasi tradisi filsafat muslim beberapa abad. &lt;br /&gt;
Pengaruh ini terwujud bukan hanya karena ia memiliki sistem, tetapi 
karena sistem yang ia miliki itu menampakkan keasliannya yang 
menunjukkan jenis jiwa yang jenius dalam menemukan metode - metode dan 
alasan - alasan yang diperlukan untuk merumuskan kembali pemikiran 
rasional murni dan tradisi intelektual Hellenisme yang ia warisi dan 
lebih jauh lagi dalam sistem keagamaan Islam.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;BIOGRAFI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Nama lengkap Ibnu Sina adalah Abu Ali Husain Ibn Abdillah Ibn Sina. Ia 
lahir pada tahun 980 M di Asfshana, suatu tempat dekat Bukhara. Orang 
tuanya adalah pegawai tinggi pada pemerintahan Dinasti Saman.Di Bukhara 
ia dibesarkan serta belajar falsafah kedokteran dan ilmu - ilmu agama 
Islam. Ketika usia sepuluh tahun ia telah banyak mempelajari ilmu agama 
Islam dan menghafal Al-Qur’an seluruhnya. Dari mutafalsir Abu Abdellah 
Natili, Ibnu Sina mendapat bimbingan mengenai ilmu logika yang elementer
 untuk mempelajari buku Isagoge dan Porphyry, Euclid dan 
Al-Magest-Ptolemus. Dan sesudah gurunya pindah ia mendalami ilmu agama 
dan metafisika, terutama dari ajaran Plato dan Arsitoteles yang murni 
dengan bantuan komentator - komentator dari pengarang yang otoriter dari
 Yunani yang sudah diterjemahkan kedalam bahasa Arab.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Dengan ketajaman otaknya ia banyak mempelajari filsafat dan cabang - 
cabangnya, kesungguhan yang cukup mengagumkan ini menunjukkan bahwa 
ketinggian otodidaknya, namun di suatu kali dia harus terpaku menunggu 
saat ia menyelami ilmu metafisika-nya Arisstoteles, kendati sudah 40 an 
kali membacanya. Baru setelah ia membaca Agradhu kitab ma waraet 
thabie’ah li li Aristho-nya Al-Farabi (870 - 950 M), semua persoalan 
mendapat jawaban dan penjelasan yang terang benderang, bagaikan dia 
mendapat kunci bagi segala simpanan ilmu metafisika. Maka dengan tulus 
ikhlas dia mengakui bahwa dia menjadi murid yang setia dari Al-Farabi &lt;br /&gt;
Sesudah itu ia mempelajari ilmu kedokteran pada Isa bin Yahya, seorang 
Masehi. Belum lagi usianya melebihi enam belas tahun, kemahirannya dalam
 ilmu kedokteran sudah dikenal orang, bahkan banyak orang yang 
berdatangan untuk berguru kepadanya. Ia tidak cukup dengan teori - teori
 kedokteran, tetapi juga melakukan praktek dan mengobati orang - orang 
sakit.Ia tidak pernah bosan atau gelisah dalam membaca buku - buku 
filsafat dan setiap kali menghadapi kesulitan, maka ia memohon kepada 
Tuhan untuk diberinya petunjuk, dan ternyata permohonannya itu tidak  
pernah dikecewakan. Sering - sering ia tertidur karena kepayahan 
membaca, maka didalam tidurnya itu dilihatnya pemecahan terhadap 
kesulitan - kesulitan yang dihadapinya.&lt;br /&gt;
Sewaktu berumur 17 tahun ia telah dikenal sebagai dokter dan atas 
panggilan Istana pernah mengobati pangeran Nuh Ibn Mansur sehingga pulih
 kembali kesehatannya. Sejak itu, Ibnu Sina mendapat sambutan baik 
sekali, dan dapat pula mengunjungi perpustakaan yang penuh dengan buku -
 buku yang sukar didapat, kemudian dibacanya dengan segala keasyikan. 
Karena sesuatu hal, perpustakaan tersebut terbakar, maka tuduhan orang 
ditimpakan kepadanya, bahwa ia sengaja membakarnya, agar orang lain 
tidak bisa lagi mengambil manfaat dari perpustakaan itu .Kemampuan Ibnu 
Sina dalam bidang filsafat dan kedokteran, kedua duanya sama beratnya. 
Dalam bidang kedokteran dia mempersembahkan Al-Qanun fit-Thibb-nya, 
dimana ilmu kedokteran modern mendapat pelajaran, sebab kitab ini selain
 lengkap, disusunnya secara sistematis.&lt;br /&gt;
Dalam bidang materia medeica, Ibnu Sina telah banyak menemukan bahan 
nabati baru Zanthoxyllum budrunga - dimana tumbuh - tumbuhan banayak 
membantu terhadap bebebrapa penyakit tertentu seperti radang selaput 
otak (miningitis).&lt;br /&gt;
Ibnu Sina pula sebagai orang pertama yang menemukan peredaran darah 
manusia, dimana enam ratus tahun kemudian disempurnakan oleh William 
Harvey. Dia pulalah yang pertama kali mengatakan bahwa bayi selama  
masih dalam kandungan mengambil makanannya lewat tali pusarnya.&lt;br /&gt;
Dia jugalah yang mula - mula mempraktekkan pembedahan penyakit - 
penyakit bengkak yang ganas, dan menjahitnya. Dan last but not list dia 
juga terkenal sebagai dokter ahli jiwa dengan cara - cara modern yang 
kini disebut psikoterapi.&lt;br /&gt;
Dibidang filsafat, Ibnu Sina dianggap sebagai imam para filosof di 
masanya, bahkan sebelum dan sesudahnya. Ibnu Sina otodidak dan genius 
orisinil yang bukan hanya dunia Islam menyanjungnya ia memang merupakan 
satu bintang gemerlapan memancarkan cahaya sendiri, yang bukan pinjaman 
sehingga Roger Bacon, filosof kenamaan dari Eropa Barat pada Abad 
Pertengahan menyatakan dalam Regacy of Islam-nya Alfred Gullaume; 
“Sebagian besar filsafat Aristoteles sedikitpun tak dapat memberi 
pengaruh di Barat, karena kitabnya tersembunyi entah dimana, dan 
sekiranya ada, sangat sukar sekali didapatnya dan sangat susah dipahami 
dan digemari orang karena peperangan - peperangan yang meraja lela di 
sebeleah Timur, sampai saatnya Ibnu Sina dan Ibnu Rusyd dan juga 
pujangga Timur lain membuktikan kembali falsafah Aristoteles disertai 
dengan penerangan dan keterangan yang luas.” &lt;br /&gt;
Selain kepandaiannya sebagai flosof dan dokter, iapun penyair. Ilmu - 
ilmu pengetahuan seperti ilmu jiwa, kedokteran dan kimia ada yang 
ditulisnya dalam bentuk syair. Begitu pula didapati buku - buku yang 
dikarangnya untuk ilmu logika dengan syair.&lt;br /&gt;
Kebanyakan buku - bukunya telah disalin kedalam bahasa Latin. Ketika 
orang - orang Eropa diabad tengah, mulai mempergunakan buku - buku itu 
sebagai textbook, dipelbagai universitas. Oleh karena itu nama Ibnu Sina
 dalam abad pertengahan di Eropah sangat berpengaruh.&lt;br /&gt;
Dalam dunia Islam kitab - kitab Ibnu Sina terkenal, bukan saja karena 
kepadatan ilmunya, akan tetapi karena bahasanya yang baik dan caranya 
menulis sangat terang. Selain menulis dalam bahasa Arab, Ibnu Sina juga 
menulis dalam bahasa Persia. Buku - bukunya dalam bahasa Persia, telah 
diterbitkan di Teheran dalam tahun 1954.&lt;br /&gt;
Karya - karya Ibnu Sina yang ternama dalam lapangan Filsafat adalah 
As-Shifa, An-Najat dan Al Isyarat. An-Najat adalah resum dari kitab 
As-Shifa. Al-Isyarat, dikarangkannya kemudian, untuk ilmu tasawuf. 
Selain dari pada itu, ia banyak menulis karangan - karangan pendek yang 
dinamakan Maqallah. Kebanyakan maqallah ini ditulis ketika ia memperoleh
 inspirasi dalam sesuatu bentuk baru dan segera dikarangnya.&lt;br /&gt;
Sekalipun ia hidup dalam waktu penuh kegoncangan dan sering sibuk dengan
 soal negara, ia menulis sekitar dua ratus lima puluh karya. Diantaranya
 karya yang paling masyhur adalah “Qanun”  yang  merupakan ikhtisar 
pengobatan Islam dan diajarkan hingga kini di Timur. Buku ini 
dterjemahkan ke baasa Latin dan diajarkan berabad lamanya di Universita 
Barat. Karya keduanya adalah ensiklopedinya yang monumental “Kitab 
As-Syifa”. Karya ini merupakan titik puncak filsafat paripatetik dalam 
Islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibnu Sina dikenal di Barat dengan nama Avicena (Spanyol aven Sina) dan 
kemasyhurannya di dunia Barat sebagai dokter melampaui kemasyhuran 
sebagai Filosof, sehingga ia mereka beri gelar “the Prince of the 
Physicians”. Di dunia Islam ia dikenal dengan nama Al-Syaikh- al-Rais. 
Pemimpin utama (dari filosof - filosof).&lt;br /&gt;
Meskipun ia di akui sebagai seorang tokoh dalam keimanan, ibadah dan 
keilmuan, tetapi baginya minum – minuman keras itu boleh, selama tidak 
untuk memuaskan hawa nafsu. Minum – minuman keras dilarang karena bias 
menimbulkan permusuhan dan pertikaian, sedangkan apabila ia minum tidak 
demikian malah menajamkan pikiran.&lt;br /&gt;
Didalam al-Muniqdz min al-Dhalal, al-Ghazali bahwa Ibnu Sina pernah 
berjanji kepada Allah dalam salah satu wasiatnya, antara lain bahwa ia 
akan menghormati syari’at tidak melalaikan ibadah ruhani maupun jasmani 
dan tidak akan minum – minuman keras untuk memuaskan nafsu, melainkan 
demi kesehatan dan obta.&lt;br /&gt;
Kehidupan Ibnu Sina penuh dengan aktifitas -aktifitas kerja keras. 
Waktunya dihabiskan untuk urusan negara dan menulis, sehingga ia 
mempunyai sakit maag yang tidak dapat terobati. Di usia 58 tahun (428 H /
 1037 M) Ibnu Sina meninggal dan dikuburkan di Hamazan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
info-biografi.blogspot.com</description><link>http://pendidikan-multikultur.blogspot.com/2013/04/ibu-sina.html</link><author>noreply@blogger.com (Munib an-Nihrir)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtQno7vKG6aczllj1K-nyG2xEAGOY9091zmtrFU1kLRRCzvzCUdRAsE3ibsmXIjKe0JIpG25VQrKQiSfmVGpHBWwZ7a3K6eTEfD68f0U5F8ycTOqUYh9seovPbzpheLCrxScKRYXIfMMj8/s72-c/ibnu-sina.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8891727741020518669.post-750490407595878772</guid><pubDate>Mon, 01 Apr 2013 17:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-01T10:57:15.999-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pendidikan</category><title>Etika Menuntut (Belajar) Ilmu</title><description>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:TrackMoves/&gt;
  &lt;w:TrackFormatting/&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;
  &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;
  &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;
  &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
   &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;
   &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;
   &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;
   &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;
   &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;
   &lt;w:CachedColBalance/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;
  &lt;m:mathPr&gt;
   &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;
   &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;
   &lt;m:brkBinSub m:val="--"/&gt;
   &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;
   &lt;m:dispDef/&gt;
   &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;
   &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;
   &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;
   &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;
   &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;
   &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;
  &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"
  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"
  LatentStyleCount="267"&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
	{mso-style-name:"Table Normal";
	mso-tstyle-rowband-size:0;
	mso-tstyle-colband-size:0;
	mso-style-noshow:yes;
	mso-style-priority:99;
	mso-style-qformat:yes;
	mso-style-parent:"";
	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
	mso-para-margin-top:0cm;
	mso-para-margin-right:0cm;
	mso-para-margin-bottom:10.0pt;
	mso-para-margin-left:0cm;
	line-height:115%;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:11.0pt;
	font-family:"Calibri","sans-serif";
	mso-ascii-font-family:Calibri;
	mso-ascii-theme-font:minor-latin;
	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
	mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
	mso-hansi-font-family:Calibri;
	mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGcAJjjzzR1SpT9MG8_ivxMGeGdfs4bFDO-BlWfP4uO6wlWmZUn8BBhYfK3TC-RCRtDO9A_pFSB9TdzW2x-c7sACCSH3vwxdF22QKuofbHANmwV4NuIcLWkCBT63LQysx25P71KYNjcwe7/s1600/belajar.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="214" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGcAJjjzzR1SpT9MG8_ivxMGeGdfs4bFDO-BlWfP4uO6wlWmZUn8BBhYfK3TC-RCRtDO9A_pFSB9TdzW2x-c7sACCSH3vwxdF22QKuofbHANmwV4NuIcLWkCBT63LQysx25P71KYNjcwe7/s320/belajar.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;cite title="segenggam-harapan.com"&gt;segenggam-harapan.com&lt;/cite&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Setidaknya
ada beberapa kiat sukses dalam belajar menurut islam, yang berkaitan dengan
etika belajar seorang pelajar (santri), dan etika-etika itu sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;1.
IKHLAS KARENA ALLAH&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Rasullulah
shallallahu ‘alaihi wa sallam, menjelaskan bahwa diterimanya amal sholeh
tergantung pada niat dan keikhlasan dalam tujuan. Jadi, apabila seorang pelajar
muslim selalu ikhlas, ia pasti meraih pahala yang besar dan selalu diberkahi
dalam usahanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Imam
Al-Ghazali berkata “ Beberapa malam telah kau hidupkan dengan mengulang-ulang
belajar dan menelaah berbagai buku, dan beberapa malam kau haramkan dirimu
untuk tidur. Aku tidak tau apa motivasi yang mendorong mu berbuat itu?. Jika
niatmu untuk meraih materi duniawi, menarik serpihannya, dan memperoleh
kedudukan, lalu berbangga diri dihadapan kawan-kawan dan orang-orang sesamamu,
maka celakalah engkau. Celakalah engkau ..!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Namun,
jika maksudmu adalah demi menghidupkan syariat nabi Muhammad Shallallahu
‘alaihi wa sallam dan menyucikan akhlakmu, serta mengalahkan jiwamu yang selalu
memrintahkan kejahatan, maka beruntunglah engkau. Beruntunglah engau..!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;2.
AMALKAN ILMU JAUHI MAKSIAT&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dari
Malik bin Dinar Rahimahullah, ia berkata: “seseorang yang berilmu namun tidak
mengamalkannya, maka nasehatnya selalu meleset dari hati, seperti tetesan air
meleset dari batu yang licin”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Banyak
dalil dari kitab dan sunnah juga pandangan ulama tentang mengamalkan ilmu dan
peringatan terhadap ilmu tanpa amal, sekaligus ucapan yang tak disertai dengan
perbuatan (Q.S.As-Shaff/61: 2-3) dan (Q.S Al-Baqarah/2:44).&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ilmu
yang bermanfaat adalah ilmu yang pengaruhnya dapat dilihat oleh orang lain
dalam diri si empunya ilmu, sebagai cahaya di wajahnyadan rasa takut kepada
Allah dalam hatinya, istiqomah dalam tingkah lakunya, jujur kepada Allah dan
kepada sesama manusia dan kepada dirinya sendiri. Serta ilmu itu disertai amal
dan itulah ilmu yang tak terputus. Sebuah hadist berbunyi “ Apabila mati anak
adam terputuslah amalnya keculai 3 perkara, yaitu : shodaqah jariah, ilmu yang
bermanfaat dan doa anak yang sholeh”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Oleh
sebab itu, pencari ilmu harus mengontrol keadaan dirinya, senantiasa melakukan
intropeksi diri dan memohon diri ketika berhasrat melakukan maksiat. Selain
itu, ia harus berhatimu-hati terhadap tipu daya nafsu dan bisikan setan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;3.
TAWADHUK&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Allah
memerintahkan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk bersikap tawadhuk,
merendahkan hati dan berlemah lembut. “ Dan rendakanlah hatimu bagi orang-orang
yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman (QS. Asy-Syuara/26:215).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dari
Mujahid rahimahullah, ia berkata, “ Tidak akan bisa belajar seorang pemalu dan
seorang yang sombong ”. Dari Fudhail bin Iya’ah rahimahullah, ia berkata. “
Sesungguhnya Allah Subhanahu wa ta’ala mencintai orang pandai yang tawadhuk dan
membeci orang pandai yang arogan. Barang siapa bertawadhuk karena Allah niscaya
Allah wariskan kepadanya Ilmu hikmah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dari
Masna rahimahullah, ia berkata : “cukuplah seseorang disebut berilmu dengan
takut kepada Allah dan disebut bodoh karena bangga dengan ilmunya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;4.
HORMATILAH ULAMA DAN MAJELIS ILMU&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;*
Diam dan Dengarkanlah !&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Apabila
penuntut ilmu mendengar dari gurunya sebuah hadist atau suatu masalah yang
sudah ia ketahui, seharusnya ia tidak ikut berbicara dalam meriwayatkannya,
akan tetapi diamlah dan dengarkanlah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;*
Jangan Banyak Berdebat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Rasulullah
memperingatkan kita agar menjahui debat, jika tak dilakukan dengan lebih baik,
sebagaimana sabda-nya : “ Tidaklah suatu kaum tersesat setelah meraih hidayah
kecuali karena mereka suka berdebat“.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Imam
Malik rahimahullah berkata “ Berdebat tentang ilmu membuat hati menjadi besar
menjadi besar dan memancing caci-maki “.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;*
Jangan Banyak Bertanya &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Bertanya
adalah kunci ilmu. Akan tetapi bertanya hanya untuk tujuan mendapatkan
pengetahuan dan pemahaman sekalgus mendapatkan kebenaran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Imam
Ghazali berkata :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Barangsiapa
melontarkan pertanyaan dan sanggahan dengan perasaan hasad dan benci, maka
meskipun setiap kali kamu jawab dengan jawabaan terbaik, terbenar, dan terjelas
pun tidak menambahkan kepadanya selain kebencian dan permusuhan. Karena itu,
janganlah kamu repot-repot menjawabnya”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Hasan
bin Ali berkata kepada putranya, “Hai anakku, jika kamu bergaul dengan ulama,
maka jadilah kamu orang yang lebih suka mendengarkan dengan baik dan janganlah
kamu memutuskan pembicaraan seseorang meskipun ia berbicara panjang, sehingga
ia berhenti berbicara”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;5.
BERSABAR&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Usaha
mencari ilmu membutuhkan pengorbanan besar, bersusah payah, sedikit tidur,
meninggalkan aneka kenikmatan dunia, mendatangani para ulama, belajar ulang,
berfikkir, mengikuti pelajaran dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Al-Hafizh
Ibnu Abdil Barr meriwayatkan dari Yahya bin Abi Katsir, bahwa ia berkata :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“
Aku mendengar ayah berkata : Ilmu tidak bisa diraih dengan santai”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Said
bin Jubair rahimahullah berkata, “seseorang tetap menjadi orang berilmu selama
ia tetap belajar. Jika ia meninggalkan belajar dan mengira bahwa dirinya sudah
cukup dengan apa yang dimiliki, maka ketika itulah ia menjadi orang bodoh”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;6.
TERUSLAH MENCARI&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;-
Bertanya adalah kunci ilmu. Bertambahnya ilmu dengan berusaha mencari dan
diraihnya ilmu dengan bertanya. Ilmu diperoleh dengan lisan yang pandai
bertanya dan hati yang selalu berfikir dan berdzikir.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;-
Berambisilah mendaptkan ilmu. Seorang penyair berkata: “Sebaik-baik penghibur
dan teman adalah buku”. Seperti hadist yang berbunyi “Saudaraku, takkan kau
capai ilmu kecuali dengan 6 hal, kan ku beritahu kepadamu rinciannya dengan
jelas : Cerdas, bersemangat, bersungguh-sungguh, bekal materi, bersama guru,
dan waktu yang panjang”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Al-Khatib
Al-Baghdadi meriwayatkan dari Al-Junaid bahwa ia berkata : “ Tak seorang pun
yang mencari sesuatu dengan sungguh-sungguh dan jujur kecuali ia pasti
mendapatkannya. Kalau pun tidak meraih semuanya, maka sebagiannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;7.
JUJUR DAN AMANAH&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ada
beberapa masalah yng harus dtegaskan agar pelajar muslim tidak terjerumus dalam
pengkhianatan dan kebohongan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;-
Siaga dan Perhatikan Saat Menerima Ilmu : Dalam hal ini pelajar diharapkan
memiliki sifat amanah dlam mencari ilmu agar benar-benar siaga dalam mencari
ilmu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;-
Kembali kepada kebenaran ketika salah : Jika menyampaikan suatu pendapat
kemudian disanggah oleh orang yang lebih tinggi ilmunya, atau sejajar, atau
dibawahnya, sehingga ia tahu bahwa pendapatnya salah dan yang benar adalah
pendapat sahabatnya, maka ia menarik kembali pendapatnya dan berterima kasih
kepada sahabatnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;-
Menjauhi kecurangan dalam ujian dan karya ilmiah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Pelajar
yang amanah memiliki kedudukan terhormat dan tinggi, sehingga banyak orang
mengambil manfaat dari ilmunya, bahkan jumlah orang yang mengambil manfaat
darinya semakin banyak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;8.
SEBARKAN DAN AJARKAN&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dhahak
bin Muzahim rahimahullah berkta : “ Pintu pertama ilmu adalah diam, yang ke-2
mendengarkannya, yang ke-3 mengamalkannya dan yang ke-4 menyebarkan dan
mengajarkannya”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Abdullah
bin Mubarak rahimatulah berkata, “orang yang bakhil akan terkena tiga musibah”
:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;-
ia mati kemudian ilmunya hilang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;-
ia melupakannya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;-
ia mengekor pada penguasa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;9.
ZUHUD TERHADAP DUNIA&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Zuhud
bukan berarti meninggalkan dunia, menjauhi apa yang ada di dalamnya, menjauhi
manusia dan memakai pakaian yang kasar, compang-camping. Melainkan mengambil
dari dunia segala sesuatu yang mendukung untuk taat kepada Tuhan, menjadikan
dunia, harta dan perhiasan hanya ditanganmu saja bukan di hatimu dan menjadikan
usahamu dalam dunia untuk membantu ketaatan di akhirat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Allah
tidak menjadikan 2 hati dalam rongga dada manusia. Oleh karena itu tidak akan
bertemu dalam hati seorang muslim, yaitu dalam 2 hal :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;1.
Semangat mencari ilmu dan mencintainya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;2.
Semangat memburu dunia serta memperebutkan kesenangannya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;10.
KAJILAH ILMU BERULANG-ULANG&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dari
Az-Zuhri berkata : “ Yang bisa menghilngkan ilmu itu hanya lupa dan tidak
mengulang (mudzakarah)”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dari
Abu Abdillah Ja’far bin Muhammad bahwa ia berkata : “Hati itu laksana tanah,
ilmu adalah tanamannya dan mudzakarah adalah airnya, ketika siraman air
terputus dari tanah, maka keringlah tanamannya”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;11.
SOPAN DAN MEMILIKI RASA MALU&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Al-
Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyah berkata, “ Orang yang berilmu dan ahli berfatwa,
tidak ada sesuatu yang lebih ia butuhkan dari sikap santun, tenang dan sopan.
Itulah kelambu bagi ilmuny dab perhiasannya. apabila ia kehilangn itu, maka
ilmunyaseperti badan yang telanjang tanpa busana.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Sopan
dan punya rasa malu adalah sifat yang harus dimiliki oelh setiap pelajar, agar
berbeda dari teman-teman dan para tetangganya. Karena itu, seorang pelajar idak
boleh bersenda gurau bersama mereka, dan tidak menyibukkab diri denga urusan
remeh sebab hal itu akan menghilangkan kemuliaan dan kedudukannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“
Sesungguhnya Allah mencintai perkara-perkara yang luhur dan mulia dan membenci
perbuatan yang hina “. Malik berkata, orang yang mencari ilmu harus memiliki
sifat sopan, takut kepada Allah dan menelusuri jejak orang-orang sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Banyak
bercanda dan tertawa akan menurunkan wibawa dan menghilangkan muni’ah (harga
diri).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;12.
BERSAHABAT DENGAN ORANG SALEH (&lt;i&gt;LEBIH TAU&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Seseorang
tergantung kepada agama teman akrabnya, karena itu, hendaklah seseorang
memperhatikan siapakah yang akan dijadiakan teman akrab”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Sahabat
merupakan penarik kalau ia saleh maka ia akan menggandengmu kepada kebaikan,
namun kalau tidak baik maka ia akan merusak agama dan duniamu, serta
menyibukkanmu dengan urusan dunia, sehingga engkau terhalang dari belajar,
berprestasi dan ilmu yang bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ali
bin Abu Thabib r.a, berkata, janganlah bergaul dengan orang yang bodoh jauhkan
dirimu darinya dan dia darimu. Betapun banyak orang penyantun binasa karena
bergaul dengan orang bodoh. Seseorang dinilai dari sahabatnya sebab seseorang
sama dengan sahabatnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
mrizalismail.blogspot.com</description><link>http://pendidikan-multikultur.blogspot.com/2013/04/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html</link><author>noreply@blogger.com (Munib an-Nihrir)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGcAJjjzzR1SpT9MG8_ivxMGeGdfs4bFDO-BlWfP4uO6wlWmZUn8BBhYfK3TC-RCRtDO9A_pFSB9TdzW2x-c7sACCSH3vwxdF22QKuofbHANmwV4NuIcLWkCBT63LQysx25P71KYNjcwe7/s72-c/belajar.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8891727741020518669.post-2701368933969546841</guid><pubDate>Mon, 01 Apr 2013 17:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-01T10:51:17.814-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ziyadatul Khoir</category><title>Shalat Dhuha</title><description>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:TrackMoves/&gt;
  &lt;w:TrackFormatting/&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;
  &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;
  &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;
  &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
   &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;
   &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;
   &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;
   &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;
   &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;
   &lt;w:CachedColBalance/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;
  &lt;m:mathPr&gt;
   &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;
   &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;
   &lt;m:brkBinSub m:val="--"/&gt;
   &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;
   &lt;m:dispDef/&gt;
   &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;
   &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;
   &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;
   &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;
   &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;
   &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;
  &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"
  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"
  LatentStyleCount="267"&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
	{mso-style-name:"Table Normal";
	mso-tstyle-rowband-size:0;
	mso-tstyle-colband-size:0;
	mso-style-noshow:yes;
	mso-style-priority:99;
	mso-style-qformat:yes;
	mso-style-parent:"";
	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
	mso-para-margin-top:0cm;
	mso-para-margin-right:0cm;
	mso-para-margin-bottom:10.0pt;
	mso-para-margin-left:0cm;
	line-height:115%;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:11.0pt;
	font-family:"Calibri","sans-serif";
	mso-ascii-font-family:Calibri;
	mso-ascii-theme-font:minor-latin;
	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
	mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
	mso-hansi-font-family:Calibri;
	mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOegU_ceDa5p467O7C09FXwkLrcRpm2BHr071ZzAM-hrZ_MqJdrSDH8OWHvRfH5yRPi5IrGyhkQCZlVNaN5obSPqCyUVhkkckJMD2lleFn-pT8EKY25SvKE2jwPwpwYfKdqjPXgMNGyHru/s1600/ruku.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOegU_ceDa5p467O7C09FXwkLrcRpm2BHr071ZzAM-hrZ_MqJdrSDH8OWHvRfH5yRPi5IrGyhkQCZlVNaN5obSPqCyUVhkkckJMD2lleFn-pT8EKY25SvKE2jwPwpwYfKdqjPXgMNGyHru/s200/ruku.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;cite title="mediaislamnet.com"&gt;mediaislamnet.com&lt;/cite&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;
Shalat dhuha adalah shalat sunat
yang dikerjakan pada waktu dhuha. Yaitu waktu ketika matahari terbit hingga
terasa panas menjelang shalat Dzuhur. Mungkin dapat diperkirakan sekitar pukul
tujuh sampai pukul sebelas.&amp;nbsp;Shalat dhuha sebaiknya
dilakukan setelah melewati seperempat hari. Artinya, jika satu hari (12 jam,
terhitung dari pukul 5 pagi – pukul 5 sore) dibagi empat maka shalat dhuha
sebaiknya dilakukan pada seperempat kedua dalam sehari, atau sekitar pukul
sembilan. Sehingga setiap seperempat hari selalu ada shalat. Terhitung dari
shubuh sebagai shalat pertama mengisi waktu paling dini. Kemudian shalat dhuha
sebagai shalat kedua. Ketiga shalat dhuhur dan keempat shalat ashar. Jika
demikian maka dalam satu hari keidupan kita tidak pernah kososng dari shalat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;
Shalat dhuha memiliki beberapa
fadhilah yang pertama adalah mengikuti sunnah Rasulullah saw. sebagaimana
beliau berwasiat kepada Abu Hurairah, ia berkata&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div dir="RTL" style="direction: rtl; line-height: 115%; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="line-height: 115%;"&gt;عن أبي هريرة رضي الله عنه
أنه قال : " أوصاني خليلي بثلاثٍ : صيامِ ثلاثةِ أيامٍ من كل شهر ، وركعتي
الضحى ، وأن أوتر قبل أن أنام " ( رواه البخاري&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Rasulullah saw, kekasihku
itu berwasiat padaku tiga hal pertama puasa tiga hari setiap bulan, kedua dua
rakaat dhuha (setiap hari), ketiga shalat witir sebelum tidur&lt;/i&gt;.&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;
Diantara fadhilah yang lain
adalah menjadikan diri bersih dari dosa yang memungkinkan terkabulnya segala
do’a. Sebagaimana hadits Abu Hurairoh&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="RTL" style="direction: rtl; line-height: 115%; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="line-height: 115%;"&gt;عَنْ
أَبِي هُرَيْرَةَ ، أَنّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ :
" مَنْ حَافَظَ عَلَى سُبْحَةِ الضُّحَى غُفِرَتْ ذُنُوبُهُ ، وَإِنْ كَانَتْ
أَكْثَرَ مِنْ زَبَدِ الْبَحْرِ "&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Barang siapa menjaga shalat
dhuha, maka Allah akan mengampunin segala dosanya walaupun sebanyak buih di
lautan.&lt;/i&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;
Dan yang tidak kalah penting
adalah fadhilah yang langsung ditegaskan oleh Allah melalui Rasulullah saw
dalam hadits Qudsi&lt;/div&gt;
&lt;div dir="RTL" style="direction: rtl; line-height: 115%; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size: 18pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="font-size: small;"&gt;عن أبي الدرداء وأبي ذرِّ ( رضي
الله عنهما ) عن رسول الله صلى الله عليه وسلم : عن الله تبارك وتعالى أنه قال :
ابن آدم ، اركع لي أربع ركعاتٍ من أول النهار أكفك آخره " ( رواه الترمذي )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Dari Abi Darda’ dan Abi Dzar
dari Rasulullah saw (langsung) dari Allah Tabaraka wa Ta’ala “ruku’lah untukku
empat rakaat di permulaan hari (pagi), maka Aku akan mencukupimu di sisa
harimu” &amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;
Shalat dhuha minimal
dilaksanakan dua raka’at, dan yang baik adalah empat rekaat sedangkan
sempunanya adalah enam raka’at, dan yang paling utama adalah ukuran maksimal
yaitu delapan rakaat.Shalat dhuha sebaiknya dilakukan dua rakaat untuk satu
kali salam, walaupun boleh melangsungkannya dalam empat raka’at sekaligus.
Untuk dua rakaat shalat dapat dimulai dengan niat &lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; line-height: 115%;"&gt;أ&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;صلى سنة الضحى ركعتين لله تعالى&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;i&gt;Ushalli sunnatad dhuha rak’ataini lillahi ta’ala&lt;/i&gt;. Aku niat
shalat dua dua raka’at karena Allah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;
Kemudian dilanjutkan dengan
bacaan al-Fatihah dan disusul kemudian surat was-Syamsi wa dhuhaha untuk
raka’at pertama dan qul ya ayyuhal kafirun &amp;nbsp;untuk raka’at kedua.
Demikianlah selanjutnya diulang dengan bacaan surat semampunya.Adapun bacaan
do’a dalam shalat dhuha sangatlah beragam akan tetapi yang masyhur adalah&lt;/div&gt;
&lt;div dir="RTL" style="direction: rtl; line-height: 115%; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size: 18pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&amp;nbsp;اللَّهُمَّ إنَّ الضُّحَى ضَحَاؤُك
وَالْبَهَا بَهَاؤُك وَالْجَمَالُ جَمَالُك وَالْقُوَّةُ قُوَّتُك وَالْقُدْرَةُ
قُدْرَتُك وَالْعِصْمَةُ عِصْمَتُك اللَّهُمَّ إنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ
فَأَنْزِلْهُ وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَإِنْ كَانَ مُعْسِرًا
فَيَسِّرْهُ وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرِّبْهُ
بِحَقِّ ضَحَائِكَ وَبِهَائِك وَجَمَالِك وَقُوَّتِك وَقُدْرَتِك آتِنِي مَا
آتَيْت عِبَادَك الصَّالِحِينَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;allahumma innad dhuhaa dhuha
uka, wal bahaa bahaa-uka, wal jamaala jamaa-luka, wal quwwaata quwwatuka, wal
qudrota qudrotuka, wal ishmata ishmatuka. allahumma inkaana rizqi fis-samaa-i
fa-anzilhu, wainkaana fil-ardli fa akhrijhu, wainkaana mu’siron fayassirhu,
wainkaana charooman fathohhirhu, wainkaana ba’iidan faqorribhu, bichaqqi
dhuhaaika, wajaamalika, wabahaaika, waqudrotika, waquwwatika, waishmatika,
aatini maa’ataita ‘ibaadakash-sholichiin.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;
&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;(ya allah sesungguhnya waktu dhuha adalah dhuha-mu, dan
keindahan adalah keindahan-mu, dan kebagusan adalah kebagusan-mu, dan kemampuan
adalah kemampuan-mu, dan kekuatan adalah kekuatan-mu, serta perlindungan adalah
perlindungan-mu. ya allah apabila rizqiku berada dilangit maka mohon
turunkanlah, bila di bumi mohon keluarkanlah, bila sulit mudahkanlah, bila jauh
dekatkanlah, dan bila haram bersihkanlah, dengan haq dhuha-mu, keindahan-mu, kebagusan-mu,
kemampuan-mu, kekuatan-mu dan perlindungan-mu, berikanlah kepadaku apa saja
yang engkau berikan kepada hamba-hambamu yang sholeh).&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
www.nu.or.id</description><link>http://pendidikan-multikultur.blogspot.com/2013/04/shalat-dhuha.html</link><author>noreply@blogger.com (Munib an-Nihrir)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOegU_ceDa5p467O7C09FXwkLrcRpm2BHr071ZzAM-hrZ_MqJdrSDH8OWHvRfH5yRPi5IrGyhkQCZlVNaN5obSPqCyUVhkkckJMD2lleFn-pT8EKY25SvKE2jwPwpwYfKdqjPXgMNGyHru/s72-c/ruku.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8891727741020518669.post-7962993808575807312</guid><pubDate>Tue, 13 Nov 2012 05:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-11-12T21:27:27.132-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pendidikan</category><title>Konseptual Pembelajaran (Lintas Budaya) Multikultural</title><description>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:TrackMoves/&gt;
  &lt;w:TrackFormatting/&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;
  &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;
  &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;
  &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;AR-SA&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
   &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;
   &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;
   &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;
   &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;
   &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;
   &lt;w:CachedColBalance/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;
  &lt;m:mathPr&gt;
   &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;
   &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;
   &lt;m:brkBinSub m:val="--"/&gt;
   &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;
   &lt;m:dispDef/&gt;
   &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;
   &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;
   &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;
   &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;
   &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;
   &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;
  &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"
  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"
  LatentStyleCount="267"&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-priority:99;
 mso-style-qformat:yes;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
 mso-para-margin-top:0in;
 mso-para-margin-right:0in;
 mso-para-margin-bottom:10.0pt;
 mso-para-margin-left:0in;
 line-height:115%;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:11.0pt;
 font-family:"Calibri","sans-serif";
 mso-ascii-font-family:Calibri;
 mso-ascii-theme-font:minor-latin;
 mso-hansi-font-family:Calibri;
 mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgBnsvR3Rx8j_fDQK-k7Jod6YboRSLhkeOOIUBv83KHVdgps6GvginDI36KZx1CE_qFFHZpIp2dkwRCU4kLVnLH-nb7peXL8RlABh52KAKMH9y29CbGp1fKJ7efMA4_huDz8nFvon7UZRG9/s1600/lintas.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="166" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgBnsvR3Rx8j_fDQK-k7Jod6YboRSLhkeOOIUBv83KHVdgps6GvginDI36KZx1CE_qFFHZpIp2dkwRCU4kLVnLH-nb7peXL8RlABh52KAKMH9y29CbGp1fKJ7efMA4_huDz8nFvon7UZRG9/s320/lintas.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;encompassindonesia.wordpress.com&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-latin;"&gt;Indonesia adalah salah satu negara multikultural
terbesar di dunia. Kenyataan ini dapat dilihat dari kondisi sosio-kultural
maupun geografis yang begitu beragam dan luas. Berdasarkan permasalahan di
atas, maka diperlukan strategi khusus untuk memecahkan persoalan tersebut
melalui berbagai bidang; sosial, ekonomi, budaya, dan pendidikan. Berkaitan
dengan hal ini, maka pendidikan multikultural menawarkan satu alternatif
melalui penerapan strategi dan konsep pendidikan yang berbasis pada pemanfaatan
keragaman yang ada di masyarakat, khususnya yang ada pada siswa seperti
keragaman etnis, budaya, bahasa, agama, status sosial, gender, kemampuan, umur,
dll.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-latin;"&gt;Pendidikan multuikultural didefinisikan sebagai
sebuah kebijakan sosial yang didasarkan pada prinsipprinsip pemeliharaan budaya
dan saling memiliki rasa hormat antara seluruh kelompok budaya di dalam
masyarakat. Pembelajaran multikultural pada dasarnya merupakan program
pendidikan bangsa agar komunitas multikultural dapat berpartisipasi dalam
mewujudkan kehidupan demokrasi yang ideal bagi bangsanya (Banks, 1993). Dalam
konteks yang luas, pendidikan multikultural mencoba membantu menyatukan bangsa
secara demokratis, dengan menekankan pada perspektif pluralitas masyarakat di
berbagai bangsa, etnik, kelompok budaya yang berbeda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-latin;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Pembelajaran berbasis multikultural didasarkan
pada gagasan filosofis tentang kebebasan, keadilan, kesederajatan dan
perlindungan terhadap hak-hak manusia. Kerangka konseptual yang digunakan untuk
mengembangkan model pendidikan multikultural terdiri dari tiga unsur. Pertama,
uraian secara konseptual tentang asumsi teoritik (premis) yang digunakan untuk
mengembangkan pendidikan multikultural. Kedua, definisi tautologis dan
oprasional tentang pendidikan multikultural. Ketiga, pembahasan pedoman umum
dalam menterjemahkan teori ke dalam sebuah tindakan mendidik (educational
endeavors). Keempat, prinsip dasar pengembangan silabus dan model pembelajaran
multikultural berdasarkan kompetensi.&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-latin;"&gt;Premis (Asumsi Teoritik)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-latin;"&gt;&lt;br /&gt;
Asumsi teoritik yang digunakan dalam mengembangkan model pendidikan dan/atau
program pembelajaran multikultural adalah sebagai berikut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-latin;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-latin;"&gt;, bahwa sekolah-sekolah belum sepenuhnya
terpenuhi kebutuhannya, baik itu kebutuhan sosial maupun kebutuhan akademiknya.
Substansi pembelajaran (materi pelajaran) di sekolah belum sepenuhnya digali
dari khasanah sosial dan kultural esensial (suku, agama, ras, tradisi, kearifan
lokal dan sebagainya) masyarakat, khususnya masyarakat minoritas termasuk yang
miskin, yang tidak/kurang berpendidikan, maupun yang berspektif jender.
Dikebanyakan masyarakat Indonesia, wanita sering memperoleh peran dan kedudukan
tak adil dibandingkan pria. Perlakuan kurang adil disebabkan oleh harapan
masyarakat yang bersifat stereotip, akibatnya wanita menjadi subordinasi kaum
pria. Konsekuensinya maka kurikulum pendidikan multikultural mengandung
unsur-unsur keadilan gender, suku, agama, ras maupun kelompok-kelompok
minoritas.&lt;br /&gt;
Kurikulum pendidikan multikultural dirancang sedemikian rupa sehingga
menyediakan kesempatan untuk memperoleh dan menikmati pendidikan bermutu dan
tidak segregatip. Praktek-praktek kurikulum yang segregatip&lt;br /&gt;
akan melanggengkan dan meligitimasi ketimpangan dan disparitas dalam masyarakat
(Hamilton, 1973; Amoda, 1972; McCoy, 1970; Fantini, 1970; Baumann, 1999).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-latin;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-latin;"&gt;, bahwa lingkungan sosial pebelajar justru
sering mengorbankan hampir semua kebutuhan dan jati diri pebelajar di sekolah.
Suzuki lebih lanjut berpandangan bahwa:&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-latin;"&gt; “The sociocultural milieu of
the schools has victimized all students by reinforcing and perpetuating
prejudicial attitudes and values, and inadequately developing their capacity
for understanding and critically analyzing pressing social problems, thereby,
giving them little help in developing the moral commitment and the necessary
skills for the building of a more equitable and therefore, better society
(1979:47).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-latin;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-latin;"&gt;, bahwa dengan semakin banyaknya kampanye,
kothbah atau ceramah tentang nilai-nilai seperti demokrasi, kebebasan,
keadilan, persamaan derajat dan sejenisnya, maka struktur sosial sekolah akan
dapat mempromosikan nilai serta prilaku yang baik dan ideal. Misalnya, sistem
penjurusan atau kegiatan lomba sering memiliki dampak terbalik (counter
productive) terhadap nilai kerjasama, altruistik dan elitis. Sebaliknya
struktur sekolah yang egalitarian sering menciptakan suasana konformitas,
loyal, setia, taat dan sejenisnya, yang sesungguhnya membunuh sikap
memberdayakan diri (Harsono, 2000; Sumartana, 2001; Suparlan, 2001; Susetyo,
2001). Sepatutnya sekolah sebagai tempat pembelajaran bagi siswa dari berbagai
kultur yang berbeda-beda, sebab melalui proses belajar mengajar melahirkan
tingkah laku sosial, menyepakati norma dan nilai bersama membangun struktur
kelembagaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-latin;"&gt;Keempat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-latin;"&gt;, bahwa sekolah tidak dapat menghindar dari
kegiatan mentransmisikan nilai kepada anak didik. Banyak nilai-nilai luhur
ditransmisikan lewat kurikulum tersembunyi (Widja, 2001; Hasan,2000). Dalam
anggapan ini terselip pula anggapan bahwa tidak seorang pendidikpun yang luput
dari kewajiban untuk mentransmisikan nilai kepada anak didik. Pendidikan
multikultural bertujuan untuk ‘promoting some rather explicit values such as
democracy, freedom, equality and resfect for diversity’ (Suzuki,1979; cfWCEFA,
1999; UNESCO, 1992). Demikian pula anak didik diasumsikan bersikap bebas, tidak
ada beban psikologis dan merasa terdorong untuk bertanya atau mengkritisi
nilai-nilai tersebut dan bebas untuk menerima atau menolak nilai-nilai yang
disodorkankepadanya. Dalam asumsi ini terkandung sikap dan unsur kreatifitas,
produktifitas dan kemandirian pada anak (Ford, 1979; Gay, 1977).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-latin;"&gt;Kelima&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-latin;"&gt;, sekolah memiliki kemampuan untuk beroperasi
sendiri dalam mentransmisikan nilai-nilai luhur tersebut, maka dari itu sekolah
hanya berfungsi sebagai wahana utama perubahan sosial. Peran pendidik yang
paling utama adalah membantu siswa untuk dapat mengkonseptualisasikan dan
mengaspirasikan sebuah masyarakat yang lebih baik. Pendidik juga memiliki peran
membantu siswa memperoleh pengetahuan, keterampilan, pemahaman yang
memungkinkan perubahan perubahan yang diperlukan. Pendidik diasumsikan dapat
meningkatkan kualitas sekolah bagi kepentingan siswa secara historis selalu
dimarjinalisasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-latin;"&gt;Referensi:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-latin;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-latin;"&gt;Al-Hakim, Suparlan. 2002. Strategi Pembelajaran
Berdasarkan Deep Dialogue/Critical Thinking (DD/CT), P3G, Dirjen Dikdasmen.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-latin;"&gt;Ali, Muhamad. 2003. Teologi
Pluralis-Multikultural: Menghargai Kemajemukan Menjalin Kebersamaan. Jakarta.
Penerbit Buku Kompas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-latin;"&gt;Banks, J.A. 1993. “Multicultural Educatian:
Historical Development, Dimentions and Practrice” In Review of Research in
Education, vol. 19, edited by L. Darling- Hammond. Washington, D.C.: American
Educational Research Association.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-latin;"&gt;Jary,D dan Jary,J. 1991. Multiculturalism.
Dictionary of Sociology. New York: Harper.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-latin;"&gt;Salamah, Husniyatus. &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-latin;"&gt;Pendidikan Multikultural: &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;Upaya
Membangun Keberagamaan Inklusif di Sekolah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-latin;"&gt;http://www.ditpertais.net/annualconference/ancon06/makalah/Makalah%20Husniyatus%20Salamah.doc.
diakses 22 Maret 2011&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;a href="https://hafismuaddab.wordpress.com/tag/pembelajaran-multikultural/" target="_blank"&gt;Sumber &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://pendidikan-multikultur.blogspot.com/2012/11/konseptual-pembelajaran-lintas-budaya.html</link><author>noreply@blogger.com (Munib an-Nihrir)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgBnsvR3Rx8j_fDQK-k7Jod6YboRSLhkeOOIUBv83KHVdgps6GvginDI36KZx1CE_qFFHZpIp2dkwRCU4kLVnLH-nb7peXL8RlABh52KAKMH9y29CbGp1fKJ7efMA4_huDz8nFvon7UZRG9/s72-c/lintas.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8891727741020518669.post-4557578409608113147</guid><pubDate>Sat, 10 Nov 2012 15:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-11-10T07:58:45.713-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">PAI</category><title>Kompetensi Guru PAI</title><description>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgusfMRKKOBzwWWgO7__RqmLnAYLkpSbNLi-WK24YLFKTCjEuQ3R5m5If3dhsIjlykUuxvBpid3vaY1T88R-WtjDwQLfjW5nWwffaXgjdg2mwtp_WtVAWz8zmTJ-miZ3XmiAhyaDwcgk4Ju/s1600/Pai.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgusfMRKKOBzwWWgO7__RqmLnAYLkpSbNLi-WK24YLFKTCjEuQ3R5m5If3dhsIjlykUuxvBpid3vaY1T88R-WtjDwQLfjW5nWwffaXgjdg2mwtp_WtVAWz8zmTJ-miZ3XmiAhyaDwcgk4Ju/s320/Pai.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;sdntanggeran.blogspot.co&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;h4&gt;
PENGERTIAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PAI&lt;/h4&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kata profesional berasal dari profesi yang artinya menurut Syafruddin Nurdin, diartikan sebagai suatu pekerjaan yang memerlukan pendidikan lanjut di dalam science dan teknologi yang digunakan sebagai prangkat dasar untuk di implementasikan dalam berbagai kegiatan yang bermanfaat.[1] Sedang persyaratannya menurut Uzer Usman adalah:&lt;br /&gt;1. Menuntut adanya keterampilan yang berdasarkan konsep dan teori ilmu pengetahuan yang mendalam.&lt;br /&gt;2. Menemukan pada suatu keahlian dalam bidang tertentu sesuai dengan bidang profesinya.&lt;br /&gt;3. menuntut adanya tingkat pendidikan keguruan yang memadai.&lt;br /&gt;4. Adanya kepekaan terhadap dampak kemasyarakatan.&lt;br /&gt;5. Memungkinkan perkembangan sejalan dengan dinamika kehidupan.&lt;br /&gt;6. Memiliki kode etik sebagai acuan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.&lt;br /&gt;7. Memiliki klien/objek layanan yang tetap, seperti guru dengan muridnya.&lt;br /&gt;8. Diakui oleh masyarakat, karena memang jasanya perlu dimasyarakatkan.&lt;br /&gt;Dari pengertian di atas, bahwa profesi adalah suatu pekerjaan yang memerlukan pendidikan lanjut, profesi juga memerlukan keterampilan melalui ilmu pengetahuan yang mendalam, ada jenjang pendidikan khusus yang mesti dilalui sebagai sebuah persyaratan.&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Dari keterangan di atas kemudian diajukan pertanyaan “lalu apakah professional itu?” Untuk memberikan kesimpulan dari pengertian profesional sedikitnya menurut Harefa ada tiga belas indikator sehingga seseorang dikatakan sebagai profesional yaitu:&lt;br /&gt;1. bangga pada pekerjaan, dan menunjukkan komitmen pribadi pada kualitas.&lt;br /&gt;2. berusaha meraih tanggunjawab.&lt;br /&gt;3. mengantisipasi, dan tidak menunggu perintah, mereka menunjukkan inisiatif.&lt;br /&gt;4. mengerjakan apa yang perlu dikerjakan untuk merampungkan tugas.&lt;br /&gt;5. melibatkan diri secara aktif dan tidak sekedar bertahan pada peran yang telah ditetapkan untuk mereka.&lt;br /&gt;6. selalu mencari cara untuk membuat berbagai hal menjadi lebih mudah bagi orang-orang yang mereka layani.&lt;br /&gt;7. ingin belajar sebanyak mungkin.&lt;br /&gt;8. benar-benar mendengarkan kebutuhan orang-orang yang mereka layani.&lt;br /&gt;9. belajar memahami dan berfikir seperti orang-orang yang mereka layani sehingga bisa mewakili mereka ketika orang-orang itu tidak ada di tempat.&lt;br /&gt;10. mereka adalah pemain tim.&lt;br /&gt;11. bisa dipercaya memegang rahasia.&lt;br /&gt;12. jujur bisa dipercaya dan setia.&lt;br /&gt;13. terbuka terhadap kritik-kritik yang membangun mengenai cara meningkatkan diri.&lt;br /&gt;Dari indikator yang disebutkan di atas dapat disimpulkan bahwa professional itu adalah seseorang yang dipercaya memiliki kemampuan khusus untuk melakukan satu bidang kerja dengan hasil kualitas yang tinggi berdasarkan pengalaman dan pengetahuannya tentang objek pekerjaannya tersebut.&lt;br /&gt;Jika disandangkan kata profesional kepada guru, maka menurut Danim, “guru profesional adalah guru yang memiliki kompotensi tertentu sesuai dengan persaratan yang dituntut oleh profesi keguruan” Kalau begitu guru profesional adalah guru yang senantiasa menguasai bahan atau materi pelajaran yang akan diajarkan dalam interaksi belajar mengajar, serta senantiasa mengembangkannya kemampuannya secara berkelanjutan, baik dalam segi ilmu yang dimilikinya maupun pengalamannya. Dengan cara demikian menurut Uzer Usman&lt;br /&gt;“Dia akan memperkaya diri dengan berbagai ilmu pengetahuan untuk melaksanakan tugasnya sebagai pengajar dalam intraksi belajar mengajar sehingga dengan kemampuannya baiki dalam hal metode mengajar, gaya mengajar ataupun penyampaian materi pelajaraan bisa menyukseskan intraksi belajar mengajar atau pun proses belajar mengajar”.&lt;br /&gt;2. PENINGKATKAN PROFESIONAL GURU PAI&lt;br /&gt;Sebagaimana layaknya makna profesional bagi guru umum, maka guru agama pun mestilah seorang profesional. Seperti kesimpulan di atas bahwa guru profesional adalah guru yang memiliki kemampuan khusus dalam bidang pendidikan. Kemampuan atau kompotensi mempunyai kaitan yang erat dengan intraksi belajar mengajar dalam proses pembelajaran. Dimana seseorang guru akan ragu-ragu menyampaikan meteri pelajaran jika tidak dibarengi dengan kompetensi seperti penguasaan bahan, begitu juga dengan pemilihan dan penggunaan metode yang tidak sesuai dengan materi akan menimbulkan kebosanan dan mempersulit pemahaman belajar siswa. Dengan demikian profesionalitas seseorang guru sangat mendukung dalam rangka merangsang motivasi belajar siswa dan sekaligus tercapainya intraksi belajar mengajar sebagai mestinya.&lt;br /&gt;“Proses intraksi belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas timbal balik yang langsung dalam situasi pendidkan untuk mencapai tujuan tertentu. Interaksi guru dengan siswa bukan hanya dalam penguasaan bahan ajran, tetapi juga dalam penerimaan nilai-nilai, pengembangan sikap serta mengatasi kesulitaan-kesulitan yang di hadapi oleh siswa. Dengan demikian di dalam intraksi belajar mengajar dalam rangka menimbulkan motivasi belajar siswa, guru bukan hanya saja sebagai pelatih dan pengajar tetapi juaga sebagai pendidik dan pembimbing”&lt;br /&gt;Kemampuan atau profesionalitas guru (termasuk guru agama) menurut Mohammad Uzer Usman meliputi hal-hal berikut ini:&lt;br /&gt;1. Menguasai landasan kependidikan&lt;br /&gt;- Mengenal tujuan pendidikan nasional untuk mencapai tujuan&lt;br /&gt;- Mengenal fungsi sekolah dalam masyarakat&lt;br /&gt;- Mengenal prinsip-prinsip psikologi pendidikan yang dapat dimamfaatkan dalam proses belajar mengajar.&lt;br /&gt;2. Menguasai bahan pengajaran&lt;br /&gt;- Mengusai bahan pengajaran kurikulum pendidikan pendidikan dasar dan menegah&lt;br /&gt;- Mengusai bahan pengayaan&lt;br /&gt;3. Menyusun program pengajaran&lt;br /&gt;- Menetapkan tujuan pembelajaran&lt;br /&gt;- Memiliki dan mengembangkan bahan pembelajaran&lt;br /&gt;- Memiliki dan mengembangkan media pengajaran yang sesuai&lt;br /&gt;- Memilih dan memamfaatkan sumber belajar&lt;br /&gt;4. Melaksanakan program pengajaran&lt;br /&gt;- Menciptakan iklim belajar mengajar yang tepat&lt;br /&gt;- Mengatur ruangan belajar&lt;br /&gt;- Mengelola intraksi belajar mengajar&lt;br /&gt;5. Menilai hasil belajar mengajar yang telah dilaksanakan&lt;br /&gt;- Menilai prestasi murid untuk kepentingan pengajaran&lt;br /&gt;- Menilai proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan.&lt;br /&gt;Sesuai dengan kutipan di atas, maka seorang guru profesional adalah guru yang mempunyai strategi mengajar, menguasai bahan, mampu menyusun program maupun membuat penilaian hasil belajar yang tepat.&lt;br /&gt;Selain hal di atas guru juga mesti memiliki kemampuan dalam membangkitkan motivasi bagi belajar siswa. Mengenai hal ini menurut Ibrahim dan Syaodih ada beberapa kemampuan yang mesti dimiliki oleh guru yaitu :&lt;br /&gt;“Pertama, menggunakan cara atau metode dan media mengajar yang bervariasi. Dengan metode dan media yang bervariasi kebosanan pun dapat dikurangi atau dihilangkan. Kedua, memilih bahan yang menarik minat dan dibutuhkan siswa. Sesuatu yang dibutuhkan akan menarik perhatian, dengan demikian akan membangkitkan motivasi untuk mempelajarinya. Ketiga, Memberikan saran antara lain ujian semester, ujian tegah semester, ulangan harian dan juga kuis. Keempat, memberikan kesempatan untuk sukses. Bahan atau soal yang sulit yang hanya bisa dicapai siswa yang pandai. Agar siswa yang kurang pandai juga bisa maka diberikan soal yang sesuai dengan kepandainnya. Kelima, diciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Dalam hal ini di lakukan guru dengan cara belajar yang punya rasa persahabatan, punya humor, pengakuan keberadaan siswa dan menghindari celaan dan makian. Keenam, Mengadakan persaingan sehat melalui hasil belajar siswa. Dalam persaingan ini dapat diberikan pujian, ganjaran ataupun hadiah.”&lt;br /&gt;Seorang guru Agama yang profesional hendaknya berusaha untuk menarik minat belajar siswa, walaupun pada kenyataannya tidak semua materi yang di sampaikan oleh guru disukai siswa. Tetapi disinilah tugas guru memahami sifat, mental, minat dan kebutuhan siswa agar dia bisa memberikan bimbingan dan pelajaran dengan sebaik-baiknya untuk menarik minat siswa. Beberapa cara membangkitkan minat belajar siswa, yaitu :&lt;br /&gt;a. Mengajar dengan cara menarik.&lt;br /&gt;b. Mengadakan selingan yang sehat.&lt;br /&gt;c. Menggunakan alat peraga&lt;br /&gt;d. Sedapat mungkin mengurangi / menghilangkan sesuatu yang menyebabkan perhatian yang tak perlu.&lt;br /&gt;e. Dapat menunjukkan kegunaan bahan pelajaran yang di berikan&lt;br /&gt;f. Berusaha mengadakan hubungan antara apa yang sudah ada diketahui murid dengan yang akan diketahuinya&lt;br /&gt;Bila profesionalitas guru yang memiliki indikator seperti diatas direalisasikan di dalam intraksi belajar mengajar maka siswa akan aktif mengikuti interaksi belajar mengajar, menyelesaikan tugas –tugas dengan penuh kesadaran, mudah memahami materi yang diajarkan oleh guru. Pada kondisi yang seperti itu maka kesuksesan belajar dapat tercapai secara maksimal.&lt;br /&gt;3. RUANG LINGKUP KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PAI&lt;br /&gt;Dari berbagai sumber yang membahas tentang kompetensi guru, secar umum dapat diidentifikasi dan disarikan tentang ruang lingkup kompetensi profesional guru sebagi berikut:&lt;br /&gt;A .Mengerti dan dapat menerapkan landasan kependidikan baik filosofi, psikologis, sosiologis, dan sebagainya.&lt;br /&gt;B. Mengerti dan dapat menerapkan teori belajar sesuai taraf perkembangan peserta didik.&lt;br /&gt;C. Mampu menangani dan mengembankan bidang studi yang menjadi tanggung jawabnya.&lt;br /&gt;D. Mengerti dan dapat menerapkan metode pembelajaran yang bervariasi.&lt;br /&gt;E. Mampu mengembangkan dan menggunakan berbagai alat, media dan sumber belajar yang relevan.&lt;br /&gt;F. Mampu mengorganisasikan dan melaksanakan program pembelajaran.&lt;br /&gt;G. Mampu melaksanakan evaluasi hasil belajar peserta didik.&lt;br /&gt;H. Mampu menumbuhkan kepribadian peserta didik.&lt;br /&gt;Sedangkan secara lebih khusus, kompetensi profesional guru dapat dijabarkan sebagai berikut:&lt;br /&gt;A. Memahami Standar Nasional Pendidikan, yang meliputi:&lt;br /&gt;1.Standar isi&lt;br /&gt;2.Standar proses&lt;br /&gt;3.Standar kompetensi kelulusan&lt;br /&gt;4.Standar pendidik dan tenaga kependidikan.&lt;br /&gt;5.Standar sarana dan prasarana&lt;br /&gt;6.Standar pengelolaan&lt;br /&gt;7.Standar pembiayaan&lt;br /&gt;8.Standar penilaian pendidikan&lt;br /&gt;B. Mengembangkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, yaitu meliputi:&lt;br /&gt;1.Memahami standar kompetensi dan kompetensi dasar (SKKD)&lt;br /&gt;2.Mengembangkan silabus&lt;br /&gt;3.Menyusun rencana pelaksanaan pembelajara (RPP)&lt;br /&gt;4.Melaksanakan pembelajaran dan pembentukan kompetensi peserta didik&lt;br /&gt;5.Menilai hasil belajar&lt;br /&gt;6.Menilai dan memperbaiki KTSP sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan perkembangan zaman&lt;br /&gt;C. Menguasai materi standar, yang meliputi:&lt;br /&gt;1.Menguasai bahan pembelajaran (bidang studi)&lt;br /&gt;2.Menguasai bahan pendalaman (pengayaan)&lt;br /&gt;D .Mengelola program pembelajaran, yang meliputi:&lt;br /&gt;1.Merumuskan tujuan&lt;br /&gt;2.Menjabarkan kompetensi dasar&lt;br /&gt;3.Memilih dan menggunakan metode pembelajaran&lt;br /&gt;4.Memilih dan menyusun prosedur pembelajaran&lt;br /&gt;5.Melaksanakan pembelajaran&lt;br /&gt;E. .Mengelola kelas, yang meliputi:&lt;br /&gt;1.Mengatur tata ruang kelas untuk pembelajaran&lt;br /&gt;2.Menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif&lt;br /&gt;F. Menggunakan media dan sumber pembelajaran, yang meliputi:&lt;br /&gt;1.Memilih dan menggunakan media pembelajaran&lt;br /&gt;2.Membuat alat-alat pembelajaran&lt;br /&gt;3.Menggunakan dan mengelola laboratorium dalam rangka pembelajaran&lt;br /&gt;4.Mengembangkan laboratorium&lt;br /&gt;5.Menggunakan perpustakaan dalam pembelajaran&lt;br /&gt;6.Menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar&lt;br /&gt;G. Menguasai landasan-landasan kependidikan, yang meliputi:&lt;br /&gt;1.Landasan filosofis&lt;br /&gt;2.Landasan psikologis&lt;br /&gt;3.Landasan sosiologis&lt;br /&gt;H. Memahami dan melaksanakan pengembangan peserta didik, yang meliputi:&lt;br /&gt;1.memahami fungsi pengembangan peserta didik&lt;br /&gt;2.Menyelanggarakan ekstrakurikuler dalam rangka pengembangan peserta didik&lt;br /&gt;3.Menyelenggarakan bimbingan dan konseling dalam rangka pengembangan peserta didik&lt;br /&gt;I. Memahami dan menyelenggarakan administrasi sekolah, yang meliputi:&lt;br /&gt;1. Memahami penyelenggaraan administrasi sekolah&lt;br /&gt;2. Menyelenggarakan administrasi sekolah&lt;br /&gt;J. Memahami penelitian dalam pembelajaran, yang meliputi:&lt;br /&gt;4.Mengembangkan rancangan penelitian&lt;br /&gt;5.Melaksanakan penelitian&lt;br /&gt;6.Menggunakan hasil penelitian untuk meningkatkan kualitas pembelajaran&lt;br /&gt;K. Menampilkan keteladanan dan kepemimpinan dalam pembelajaran.&lt;br /&gt;1.Memberikan contoh perilaku keteladanan&lt;br /&gt;2.Mengembangkan sikap disiplin dalam pembelajaran&lt;br /&gt;L. Mengembangkan teori dan konsep dasar kependidikan&lt;br /&gt;1.Mengembangkan teori-teori kependidikan yang relevan dengan kebutuhan peserta didik&lt;br /&gt;2.Mengembangkan konsep-konsep dasar kependidikan yang relevan dengan kebutuhan peserta didik&lt;br /&gt;M. Memahami dan melaksanakan konsep pembelajaran individu, yang meliputi:&lt;br /&gt;1.Memahami strategi pembelajaran individual&lt;br /&gt;2.Melaksanakn pembelajaran individual&lt;br /&gt;4. KOMPETENSI PROFESIONAL BERSIFAT PSIKOLOGIS&lt;br /&gt;Dalam menjalankan kemampuan profesionalnya, guru dituntut memiliki keanekaragaman kecakapan (kompetensi) yang bersifat psikologis, meliputi:&lt;br /&gt;A. Kompetensi Kognitif Guru&lt;br /&gt;Secara kognitif, guru hendaknya memiliki kapasitas kognitif tinngi yang menunjang kegiatan pembelajaran yang dilakukannya.hal utama yang dituntut dari kemampuan kognitif ini adalah adanya fleksibilitas kognitif (keluwesan kognitif). Ini ditandai oleh adanya keterbukaan guru dalam berfikir dan beradaptasi.ketika mengamati dan mengenali suatu objek atau situasi tertentu, guru yang fleksibel selalu berfikir kritis (berfikir dengan penuh pertimbangan akal sehat).&lt;br /&gt;Bekal pengetahuan dan ketrampilan yang dibutuhkan untuk menunjang profesinya secara kognitif menurut Muhibbinsyah (1997) meliputi 2 kategori yaitu :&lt;br /&gt;1. Ilmu pengetahuan kependidikan yaitu ilmu pengetahuan yang diperlukan dalam menunjang proses belajar mengajar baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Yang dikatagorikan ilmu pengetahuan kependidikan antara lain ilmu pendidikan, psikologi pendidikan, administarasi pendidikan, metode pembelajaran, tehnik evaluasi, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. ilmu pengetahuan materi bidang studi yaitu meliputi semua bidang studi yang akan menjadi keahlian atau pelajaran yang akan diajarkan oleh guru.&lt;br /&gt;B. Kompetensi Afektif Guru&lt;br /&gt;Secara efektif guru hendaknya memiliki sikapdan perasaan yang menunjang proses pembelajaran yang dilakukannya, baik terhadap orang lain terutama maupun terhadap dirinya sendiri. Terhadap orang lain khususnya terhadap anak didik guru hendaknya memiliki sikap dan sifat empati, ramah dan bersahabat.Dengan adanya sifat ini, anak didikmerasa dihargai, diakui keberadaannya sehingga semakin menumbuhkan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Pada akhirnya pembelajaran dapat memberikan hasil yang optimal.&lt;br /&gt;Terhadap dirinya sendiripun guru hendaknya juga memiliki sikap positif sehingga pada akhirnya dapat membantu optimalisasi proses pembelajaran. Keadaan efektif yang bersumber dari diri guru sendiri yang menunjang proses pembelajaran antara lain konsep diri yang tinggi dan efikasi diri yang tinggi berkaitan dengan profesi guru yang digelutinya. Ditinjau dari konsep dirinya, guru yang memiliki konsep diri tinggi cenderung memberikan penilaian positif terhadap dirinya sehingga pada akhirnya memberikan sumbangan positif terhadap proses pembelajaran yang dilakukan.Guru yang memiliki konsep diri tinggi umumnya memiliki keberanian untuk mengajak, mendorong, dan membantu siswanya sehingga lebih maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. .Kompetensi Psikomotor Guru&lt;br /&gt;Kompetensi psikomotor seorang guru merupakan ketrampilan atau kecakapan yang bersifat jasmaniah yang dibutuhkan oleh guru untuk menunjang kegiatan profesionalnya sebagai guru. Kecakapan psikomotor ini meliputi kecakapan psikomotor secara umum dan secara khusus. Secara umum direfleksiksan dalam bentuk gerakan dan tindakan umum jasmani guru seperti duduk, berdiri, berjalan, berjabat tangan dan sebagainya. Secara khusus kecakapan psikomotor direfleksiksn dalam bentuk ketrampilan untuk mengekspresikan diri secara verbal maupun nonverbal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;A. KESIMPULAN&lt;br /&gt;Guru adalah tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembibingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi.dengan demikian seorang Guru Agama harus memiliki kompetensi profesional yang meliputi pengetahuan, keterampilan dan sikap profesional tersebut, dan mampu dan setia mengembangkan profesinya menjadi anggota organisasi profesional pendidikan.&lt;br /&gt;B. SARAN&lt;br /&gt;Bagi seorang Guru hendaklah memiliki kompetensi profesional seperti yang dijelaskan diatas, dan direalisasikan di dalam intraksi belajar mengajar maka siswa akan aktif mengikuti intraksi belajar mengajar, menyelesaikan tugas –tugas dengan penuh kesadaran, mudah memahami materi yang diajarkan oleh guru. Pada kondisi yang seperti itu maka kesuksesan belajar dapat tercapai secara maksimal.&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;Ø Syafruddin Nurdin, Guru Profesinal dan Implementasi Kurikulum, (Jakarta : Ciputat Pers, 2002)&lt;br /&gt;Ø Muhammad Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional, (Bandung : Remaja Rosda Karya, 2002 )&lt;br /&gt;Ø Andrias Harefa, Membangkitkan Roh Profesionalisme, (Jakarta: Gramedia: 1999)&lt;br /&gt;Ø Sudarman Danim, Media Komunikasi Pendidikan, (Jakarta : Bumi Aksara, 1994)&lt;br /&gt;Ø R. Ibrahim, Nana Syaodih S. Perencanaan Pengajaran, (Jaakarta : Rineka Cipta, 1996)&lt;br /&gt;Ø Team Didaktik Metodik KurikulumIKIP Surabaya, Pengantar Didaktik Metodik Kurikulum PBM, (Jakarta : Raja Grafindo persada, 1993)&lt;br /&gt;Ø S.Mulyasa .E,Mpd .Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru. (Bandung : Remaja Rosda Karya,2007)&lt;br /&gt;Ø Sugiarto.dkk.Psikologi Pendidikan.(Yogyakarta:UNY Press,2007)&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="http://matoibra.blogspot.com/2011/05/meningkatkatkan-kompetensi-profesional.html" target="_blank"&gt;Sumber&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://pendidikan-multikultur.blogspot.com/2012/11/kompetensi-guru-pai.html</link><author>noreply@blogger.com (Munib an-Nihrir)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgusfMRKKOBzwWWgO7__RqmLnAYLkpSbNLi-WK24YLFKTCjEuQ3R5m5If3dhsIjlykUuxvBpid3vaY1T88R-WtjDwQLfjW5nWwffaXgjdg2mwtp_WtVAWz8zmTJ-miZ3XmiAhyaDwcgk4Ju/s72-c/Pai.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8891727741020518669.post-3121011495794224240</guid><pubDate>Sat, 10 Nov 2012 15:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-11-10T07:50:02.120-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">PAI</category><title>Karakteristik Kompetensi Professional Guru PAI</title><description>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAOMMY1Fgx3IaPgtGtR-DvgxiQD1co6aLTIvz8VgGpm9SpKSTEYOOboQ4YfecxwQIaEl9W97tBKsfzix9Jj35CaTVSa00EjvTLohYdnhIL6p3US6WiWqri-1dtQ4yXBExiNsdCEKf-sawg/s1600/kartun+guru.gif" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAOMMY1Fgx3IaPgtGtR-DvgxiQD1co6aLTIvz8VgGpm9SpKSTEYOOboQ4YfecxwQIaEl9W97tBKsfzix9Jj35CaTVSa00EjvTLohYdnhIL6p3US6WiWqri-1dtQ4yXBExiNsdCEKf-sawg/s320/kartun+guru.gif" width="311" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;km-alhikmah.blogspot.com&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Karakteristik kompetensi professional guru merupakan cerminan yang senantiasa menjadi pertimbangan untuk sosok seorang guru, khususnya dalam hal ini guru PAI yang notabene mempunyai tugas yang cukup berat dalam mengemban amanah sebagai pendidik yang diharapkan berkontribusi dan mampu mewujudkan insan kamil dan senantiasa menjadi manusia yang rahmatan lil ‘alamiin. Adapun karakter kompetensi professional itu sendiri, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menguasi materi bidang studi yang diajarkan, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran yang diampu.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mampu mengembangkan profesionalitas secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mengembangkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sebelum guru tampil di depan kelas dan mengelola proses belajar mengajar, terlebih dahulu harus sudah menguasai bahan apa yang dikontakkan dan sekaligus bahan-bahan apa yang dapat mendukung jalannya proses belajar-mengajar tersebut.&lt;br /&gt;Dengan modal penguasaan bahan, maka guru dapat menyampaikan materi pelajaran secara dinamis.&lt;br /&gt;Penguasaan bahan bagi seorang guru, sangat erat kaitannya dengan bidang studi dalam kurikulum sekolah dan bahan penunjang bidang studi. &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; Dalam kaitan ini Nana Sudjana mengatakan:“Kemampuan menguasai bahan pelajaran sebagai bagaian integral dari proses belajar mengajar jangan dianggap sebagai pelengkap bagi profesi guru. Guru yang bertaraf profesiaonal mutlak harus menguasai bahan yang akan diajarkannya. Adanya buku yang dapat dibaca para sisawa, tidak berate guru tidak perlu menguasai bahan. Sungguh ironis dan memalukan jika terjadi ada siswa yang lebih dahulu tau tentang sesuatu dari pada gurunya”.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Karena itu guru PAI dituntut untuk selalu belajar, baik yang menyangkut bidang studi yang menjadi tanggung jawabnya maupun bidang studi penunjang dan berkaitan dengannya. Penguasaan bahan oleh guru PAI akan dapat meningkatkan kepercayaan dan prestai belajar siswa. Hal ini sangat penting dalam proses belajar mengajar, sehingga bahan pelajaran yang disampaikan guru akan diperhatikan dengan baik oleh siswa.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Karakteristik kompetensi profesional guru adalah menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran yang diampu, yang tercermin pada kepribadian guru. Guru PAI idealnya melakukan berbagai upaya dalam melaksanakan proses pembelajaran, sebab tugas dan tanggung jawab guru PAI bukan hanya menyampaikan bahan pelajaran kepada peserta didik, melainkan dituntut pula agar pelajaran tersebut melahirkan pengetahuan, iman, ketakwaan, ibadah, amal shaleh, dan akhlak mulia. Untuk lebih jelanya tentang karakteristik kompetensi guru PAI dapat penulis jelaskan, sebagai berikut:&lt;br /&gt;1) Kepribadian muslim&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menurut Allport kepribadian adalah “organisasi dinamis dalam individu sebagai sistem psikofisis yang menentukan caranya yang khas dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan”.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kepribadian muslim guru PAI merupakan ciri khasnya dalam berfikir, bersikap dan berprilaku yang tentunya sejalan dengan ajaran Islam. Karena itu guru PAI harus memiliki kepribadian muslim yang baik, antara lain tenang, bersemangat, gembira, sabar, ikhlas, selalu berkata baik dan tentunya juga harus jujur. Sikap dan prilaku guru demikian akan berpengaruh positif bagi minat da perhatian siswauntuk mengikuti kegiatan belajar mengajar.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dalam kaitan ini, Zakiah Daradjat menjelaskan: Guru masuk ke dalam kelas membawa seluruh unsur kepribadiannya, agamanya, akhlaknya, pemikirannya, sikapnya, dan ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Penampilan guru, seperti pakaiannya, gaya bicaranya, bergaul dan cara memperlakukan anak, bahkan emosi dan keadaan jiwanya, ideologi dan paham yang dianutnya pun terbawa tampa disengaja ketika ia berhadapan dengan anak didik tampa disadari oleh guru.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Guru yang goncang atau tidak stabil emosinya, misalnya mudah cemas, penakut, pemarah, penyedih dan pemurung. Anak didik akan terombang-ambing dibawah oleh arus emosi guru yang goncang tersebut karena anak didik masih dalam masa pertumbuhan jiwa itu juga dalam keadaan tidak stabil, karena masih dalam pertumbuhan dan perubahan. Biasanya guru yang tidak stabil emosinya tersebut, tidak menyenangkan bagi anak didik, karena mereka sering kali tidak dimengerti oleh guru. Kegoncangan perasaan anak didik itu akan menyebabkan berkurangnya konsentrasi pikirannya diganggu oleh perasaanya yang goncang karena melihat atau menghadapi gurunya goncang. Dengan demikian kondisi guru sangat berpengaruh terhadap kegiatan belajar peserta didik.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lebih lanjut Zakiah Daradjat menegaskan: Persyaratan ilmiah dan kemampuan mengajar dapat dinomor duakan, sedangkan yang nomor satu dan tidak dapat ditawar adalah persyaratan kepribadian. Kekurangan ilmu dan ketermpilan lebih mudah memperbaiki dan meningkatkannya dan bahayannya sebatas kepada kurangnya pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa. Akan tetapi kekurangan persyaratan kepribadian akan menyebabkan rusaknya jiwa para siswa, mereka akan menjadi orang yang berilmu, terampil akan tetapi kepribadiannya goncang atau tidak sesuai harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Mengelola program belajar mengajar&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Guru yang kompeten, harus mampu mengelola program belajar mengajar, seperti merumuskan tujuan pembelajaran, dapat menggunakan proses intruksional dengan tepat, melaksanakan proses belajar mengajar, mengenal kemampuan peserta didik dan merencanakan serta melaksanakan program remedial.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Langkah-langkah yang harus ditempuh oleh guru dalam mengelola proses belajar mengajar yaitu, “ merumuskan tujuan pembelajaran, melaksanakan program belajar mengajar dengan tepat, mengenal kemampuan peserta didik dan merencanakan serta melaksanakan program remedial. Dengan demikian langkah pertama yang harus dilakukan guru adalah merumuskan tujuan pembelajaran. Hal ini penting karena merupakan pedoman atau petunjuk praktis tentang sejauh mana kegiatan belajar mengajar nantinya harus diarahkan. Selanjutnya guru melaksanakan program belajar mengajar dan dalam hal ini guru dituntut sebisa mungkin mengorganisir program pembelajaran yang sebelumnya sudah dipersiapkan dengan matang. Hendaknya guru menyampaikan materi pelajaran dengan tepat dan jelas.&lt;br /&gt;Proses belajar mengajar akan berjalan baik apabila komponen pembelajaran sesuai dengan kemampuan peserta didik. Untuk keperluan itu guru harus mengenal potensi dan kemampuan peserta didik yang akan mengikuti proses belajar mengajar tersebut. Dan yang tak kalah pentingnya guru harus melaksanakan program remedial karena dalam kegiatan belajar mengajar tidak selamanya dengan mudah dapat berhasil menciptakan perubahan pada anak didik secara menyeluruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Menggunakan media atau sumber&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kedudukan media dalam dalam proses pembelajaran sangat penting dan diperlukan. Dengan media pengajaran maka penyampaian pelajaran menjadi lebih baku, pengajaran lebih menarik, pembelajaran lebih interaktif, lama waktu pengajaran yang diperlukan dapat dipersingkat, kualitas hasil belajar dapat ditingkatkan, pengajaran dapat diberikan kapan dan dimana diinginkan, sikap positif siswa terhadap apa yang mereka pelajari dan peran guru dapat berubah ke arah yang lebih positif.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Manfaat praktis dari penggunaan media pengajaran dalam proses pembelajaran sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Media pengajaran dapat memperjelas perjanjian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Media pengajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar, interaksi yang lebih langsung antara siswa dan lingkungannya, dan memungkinkan siswa untuk belajar sendiri-sendiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Media pengajaran dapat mengatasi keterbatasan indera , ruang dan waktu&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Media pengajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa-peristiwa di lingkungan mereka, serta memungkinkan terjadinya interaksi langsung dengan guru, masyarakat dan lingkungannya misalnya memalui karyawisata, kunjungan-kunjungan ke museum atau kebun binatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Langkah yang perlu diperhatikan oleh guru dalam menggunakan media, yaitu mengenal, memilih dan menggunakan sesuatu metode, membuat alat-alat Bantu pelajaran yang sederhana, menggunakan dan mengelola laboratorium dalam rangka proses pembelajaran, menggunakan buku pegangan/buku sumber dan menggunakan perpustakaan dalam proses pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Menilai prestasi siswa untuk kepentingan pengajaran&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Untuk memperlancar interaksi kegiatan belajar mengajar, masih juga diperlukan sarana-sarana kegiatan pendukung lainnya, antara lain mengetahui prestasi siswa untuk kepentingan pengajaran. Persoalan ini perlu diketahui oleh guru dalam upaya meningkatkan motivasi belajar bagi para siswanya.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Oleh karena itu, pelaksanaan evaluasi atau penilaian harus berangkat dari prinsip-prinsip dasar, yaitu keseluruhan, kesinambungan dan obyektif. Prinsip keseluruhan maksudnya bahwa penilaian dapat dikatakan terlaksana denhgan baik apabila dilaksanakan secara bulat, utuh atau menyeluruh yaitu mencakup berbagai aspek yang dapat digambarkan perkembangan atau perubahan tingkah laku yang terjadi pada diri peserta didik sebagai makhluk hidup yang meliputi kognitif, afektif dan psikomotorik.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sedangkan kesinambungan, bahwa evaluasi atau penilaian hasil belajar yang dilaksanakan secara teratur dan sambung menyambung dari waktu ke waktu atau dalam istilah lain yakni berkelanjutan. Dan obyektif tentunya merupakan kebalikan evaluasi atau penilaian yang sifatnya subyektif, artinya evaluasi dilakukan dengan senantiasa berfikir dan bertindak wajar menurut keadaan yang sebenarnya dan terlepas dari kepentingan-kepentingan menyesatkan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Melakukan bimbingan dan penyuluhan&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dalam tugas dan peranannya di sekolah, guru juga merupakan pembimbing atau konselor/penyuluh. Itulah sebabnya guru harus mengenal fungsi dan program layanan bimbingan dan penyuluhan serta mampu dan mau melaksanakannya. Dalam penyelenggaraan program bimbingan dan penyuluhan hendaknya guru tidak hanya terfokus kepada kegiatan yang menyangkut hal-hal bersifat akademis seperti kognitif, afektif dan psikomotorik saja tetapi lebih dari itu seorang guru kompeten diharapkan mampu memberikan pelayanan tentang problem-problem pribadi siswa yang memungkinkan, sehingga dengan demikian anak didik dapat mengembangkan potensinya secara optimal dan semangat karena merasa di tidak sendirian ketika dalam permasalahan, ada guru yang bisa membantunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Menyelenggarakan administrasi sekolah&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Guru di sekolah disamping berperan sebagai pengajar, pendidik dan pembimbing juga sebagai administrator. Dengan demikian maka guru harus mengenal dan menyelenggarakan administrasi sekolah, sebab administrasi sekolah sangat menunjang pelaksanaan proses pembelajaran.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Oleh karena itu guru mutlak memiliki administrasi tentang kondisi obyektif siswa, seperti keadaan orang tuanya, status ekonomi, status anak tersebut dalam keluarga dan sebagainya. Sehingga dengan bekal pengetahuan tersebut guru akan lebih mudah menyelenggarakan proses belajar mengajar dengan obyektif dan sesuai dengan potensi dan kenyataan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7) Memberikan penghargaan&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penghargaan merupakan bentuk motivasi yang sangat penting diberikan kepada siswa. Apabila ada siswa yang sukses dan berhasil mengerjakan tugas dengan baik atau mendapatkan prestasi terbaik lainnya tentunya sah-sah saja jika ia harus mendapatkan sebuah penghargaan dari guru. Penghargaan tersebut merupakan bentuk reinforcemen yang positif dan sekaligus merupakan motivasi. Dengan penghargaan yang tepat akan memupuk suasana yang menyenangkan dan mempertinggi gairah belajar serta dapat membangkitkan harga diri.&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="http://arnimabruria.blogspot.com/2010/11/karakteristik-kompetensi-professional.html" target="_blank"&gt;Sumber&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://pendidikan-multikultur.blogspot.com/2012/11/karakteristik-kompetensi-professional.html</link><author>noreply@blogger.com (Munib an-Nihrir)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAOMMY1Fgx3IaPgtGtR-DvgxiQD1co6aLTIvz8VgGpm9SpKSTEYOOboQ4YfecxwQIaEl9W97tBKsfzix9Jj35CaTVSa00EjvTLohYdnhIL6p3US6WiWqri-1dtQ4yXBExiNsdCEKf-sawg/s72-c/kartun+guru.gif" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8891727741020518669.post-143039041347117566</guid><pubDate>Wed, 07 Nov 2012 18:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-11-07T10:03:10.546-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pendidikan</category><title>Pendidikan Pluralitas</title><description>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRKta_v6zcsMxGUwjaDdeKijYHWydlFkosOXdMnlVXNkEU2f9u58nYux7ECfLzBFy0kqO_TMyJEwp9CVfCs5upotk9BCWDTZS58P2ns0cIEnezfHuPTt0zDMiXXpfXW7ISFH6O6wj3qnlD/s1600/plu.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="305" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRKta_v6zcsMxGUwjaDdeKijYHWydlFkosOXdMnlVXNkEU2f9u58nYux7ECfLzBFy0kqO_TMyJEwp9CVfCs5upotk9BCWDTZS58P2ns0cIEnezfHuPTt0zDMiXXpfXW7ISFH6O6wj3qnlD/s320/plu.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://islamicdepartmentofdefense.wordpress.com/" target="_blank"&gt;sumber&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pluralitas dalam berbagai bidang, termasuk agama merupakan bagian dari proses perubahan yang saat ini semakin terasa pengaruhnya. Beberapa tahun yang lalu, John Naisbitt bersama Patricia, dalam bukunya Megatrend 2000, membuat prediksi tentang kebangkitan agama, yang ditandai dengan lahir dan berkembangnya agama atau keyakinan baru -dari denominasi hingga pemujaan- tercipta setiap tahun, jumlahnya berlipat ganda menjadi ratusan. Dan saat ini, prediksi di atas semakin nampak jelas indikasinya.&lt;br /&gt;Indonesia yang sejak awal merupakan negara pluralis, baik ras, suku, bahasa, adat istiadat, maupun agama, dari waktu ke waktu memperlihatkan keberagaman yang khas. Wujud keberagaman itu disimbolkan melalui Bhineka Tunggal Ika yang mempunyai makna filosofi dalam kehidupan kebersamaan bagi masyarakat&amp;nbsp; Indonesia, sehingga prinsip pluralisme menjadi suatu keharusan untuk dijunjung tinggi.&lt;br /&gt;Konsep pluralisme tersebut telah menjadi filosofi ketatanegaraan masyarakat dunia saat ini, yang&amp;nbsp; merupakan konsekwensi dari masyarakat yang hidup di era globalisasi. Dalam Islam, pluralisme merupakan dasar dari khilqah (penciptaan) alam dan karenanya pluralisme tidak berpotensi untuk melahirkan konflik.&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Prinsip pluralisme, yang seharusnya memberikan “angin segar” di tengah pluralitas agama&amp;nbsp; dalam realitasnya diartikan oleh masing-masing fihak dalam konteks yang berbeda, yang hanya “disadari” dan “difahami” sebagai sebuah wacana tanpa dibarengi dengan wujud kongkrit dalam prilaku kehidupan sehari-hari. Akibatnya pluralisme yang diharapkan berpotensi untuk mewujudkan dinamisasi hidup beragama, justru sebaliknya. Pluralitas agama di Indonesia, semakin rentan terhadap terjadinya konflik baik yang sifatnya antar agama maupun antar golongan seagama. Konflik agama yanng muncul antara lain, karena masing-masing fihak secara emosional mengklaim dirinya paling benar (truth claim) yang kemudian melahirkan sikap untuk mendominasi dan menguasai golongan lain.&lt;br /&gt;Haedar Nashir dalam bukunya Agama dan Krisis Kemanusiaan Modern menyebutkan bahwa konflik yang muncul di Indonesia, antara lain dipengaruhi oleh stratifikasi sosial, kepentingan ekonomi dan politik, faham atau penafsiran agama, mobilitas keagamaan, dakwah umat dan keyakinan agama. Dengan demikian faktor pemicu konflik, lebih disebabkan karena persoalan agama. Dan ironisnya seringkali agama dijadikan alat propaganda dan legitimasi terhadap persoalan ekonomi dan politik. Sehingga agama kehilangan fungsinya sebagai penjaga cinta kasih dan keselamatan di tengah-tengah sistem sosial yang haus kekayaan dan kekuasaan. Lewat pengajaran agama, orang dapat menaburkan bibit kebencian dan menciptakan individu pemeluk agama tertentu masuk dalam bingkai sektarian untuk membenci pemeluk agama lain.&lt;br /&gt;Pluralitas agama mempunyai tantangan tersendiri bagi dinamika masyarakat. Menurut Berger, tantangan besar agama (religiusitas) di masa depan bukanlah modernisasi, melainkan pluralitas masyarakat. Artinya, kesediaan kita untuk memahami dan berbeda dengan orang lain. Bagi masyarakat Indonesia, yang nota bene adalah masyarakat pluralis, tentu mempunyai tantangan ke depan yang akan jauh lebih kompleks. Dan salah satu persoalan yang menonjol saat ini adalah hubungan antar agama yang tidak rukun, yang melatar belakangi timbulnya perang.&lt;br /&gt;Pluralitas agama di Indonesia merupakan persoalan crusial, yang harus diperhatikan. Kesadaran tentang adanya perbedaan antara satu dengan lainnya merupakan sikap yang perlu untuk ditanamkan dan dikembangkan dalam masyarakat, sehingga klaim right and wrong is my country tidak perlu terjadi yang berbuntut terjadinya konflik agama dan dapat berkembang menjadi konflik yang lebih luas. Di sisi lain pluralitas berpotensi pula terhadap “rapuhnya” keimanan seseorang apabila tidak dibarengi dengan komitmen yang tinggi terhadap agamanya. Apabila pluralisme merupakan realitas yang harus dihadapi, maka penting untuk memahaminya lebih lanjut.&lt;br /&gt;Pendidikan sebagai proses pemberdayaan dan pembudayaan individu dan masyarakat, merupakan salah satu media yang sangat efektif untuk mewujudkan masyarakat yang dinamis di tengah pluralitas agama dan sekaligus dapat menjadi pemicu terhadap terjadinya konflik agama apabila pendidikan dilaksanakan melalui proses yang tidak tepat. Melalui pendidikan, manusia diperkenalkan tentang eksistensi diri, hubungannya dengan sesama, alam, dan Tuhannya. Sehingga idealnya, pendidikan (baca: Pendidikan Agama Islam) yang berlangsung selama ini, seharusnya dapat mengantisipasi dan mencari solusi terhadap terjadinya pertikaian, perselisihan, pembunuhan, dan lainnya, yang antara lain berakar dari persoalan agama.&lt;br /&gt;Namun demikian, kenyataan yang muncul selama saat ini benih-benih konflik, bahkan konflik yang muncul apabila ditelusuri lebih lanjut cenderung disebabkan karena persoalan agama dan menjadikan agama sebagai alat yang ampuh untuk menyulut kerusuhan. Hal ini satu sisi merupakan indikasi “belum berhasilnya” Pendidikan Agama Islam (PAI) terutama di sekolah dalam menanamkan nilai-nilai agama sebagai rahmatan lil’alamin pada anak didik, yang salah satunya disebabkan operasionalisasi dari pendidikan yang hanya cenderung mengarah pada bagaimana menanamkan doktrin-doktrin agama dengan hanya menggunakan pendekatan teologis-normatif .&lt;br /&gt;Memahami agama dengan hanya menggunakan pendekatan ini akan melahirkan sikap keberagamaan yang eksklusif, tidak ada dialog, parsial, saling menyalahkan, saling mengkafirkan, yang dapat membentuk pengkotak-kotakkan umat, tidak ada kerjasama dan tidak akan terjalin kerjasama, dan tidak terlihat adanya “kepedulian sosial”.[7] Sehingga yang sering ditonjolkan hanya perbedaannya –walaupun pada dasarnya masing-masing agama mempunyai perbedaan, karakter, dan ciri khas yang berbeda-beda- sebaliknya nilai toleransi, kebersamaan, tenggang rasa, selama ini kurang ditonjolkan.&lt;br /&gt;Paling tidak hal ini dapat dilihat dari beberapa kritik yang muncul, antara lain bahwa keilmuan dalam pendidikan Islam&amp;nbsp; hanya terbatas pada kumpulan “doktrin agama Islam” yang ditransmisikan begitu saja pada generasi penerus lewat jalur pendidikan formal maupun informal.[8] Sementara, bagaimana nilai-nilai itu diaktualisasikan dalam kehidupan yang lebih riel belum sepenuhnya tersentuh.&amp;nbsp; Di sisi lain, agama yang pada hakekatnya mengajarkan tentang kebersamaan, kerukunan dan toleransi, ketika masuk dalam wilayah empiris dan berhadapan dengan berbagai kepentingan-kepentingan manusia menjadi tidak berdaya, sehingga memerlukan reinterpretasi untuk lebih dapat mengetahui dan memahami makna dibalik doktrin-doktrin yang ada. Pendapat lain mengatakan bahwa pendidikan agama selama ini sedikit yang mengajarkan tentang toleransi.&lt;br /&gt;Dalam sebuah penelitian, yang dilakukan oleh Ibnu Hadjar terhadap para pelajar di tengkat menengah (SMU dan MA) tentang hubungan antara pendidikan agama, keberagaman, dan prasangka terhadap umat Kristen menunjukkan pendidikan agama tidak meningkatkan pemahaman keagamaan dan toleransi kepada kelompok-kelompok yang berbeda.&lt;br /&gt;Kenyataan adanya konflik agama yang muncul, menuntut kita untuk menengok kembali proses pendidikan yang berlangsung selama ini, bagaimana doktrin-doktrin itu diajarkan dan diinterpretasikan dalam kehidupan riel yang terus berubah.&lt;br /&gt;Di atas merupakan gambaran dari sebagian realitas pendidikan agama Islam. Seiring dengan perkembangan dan perubahan zaman, pendidikan Islam akan selalu berproses dengan berbagai problematikanya dari waktu ke waktu. Sehingga selama berproses itu pula pendidikan Islam dituntut untuk selalu responsif, adaptif, dan inovatif terhadap berbagai persoalan yang terjadi dengan selalu mengupayakan bentuk solusi yang tepat. Hal ini penting karena tanpa upaya-upaya tertentu, mustahil pendidikan Islam dapat berperan baik sebagai agent social of change maupun agent social of conservation. Untuk mewujudkan harapan tersebut dalam proses pendidikan (pendidikan formal) sangat terkait erat dengan format kurikulum yang harus dirancang secara tepat dan sesuai dengan sasaran yang diinginkan.&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="http://izaskia.wordpress.com/2010/01/13/peranan-pendidikan-dalam-mewujudkan-pluralisme-agama-di-indonesia-analisa-kritis-terhadap-kurikulum-pendidikan-agama-islam-di-smp-smu/#more-519" target="_blank"&gt;Sumber&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://pendidikan-multikultur.blogspot.com/2012/11/pendidikan-pluralitas.html</link><author>noreply@blogger.com (Munib an-Nihrir)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRKta_v6zcsMxGUwjaDdeKijYHWydlFkosOXdMnlVXNkEU2f9u58nYux7ECfLzBFy0kqO_TMyJEwp9CVfCs5upotk9BCWDTZS58P2ns0cIEnezfHuPTt0zDMiXXpfXW7ISFH6O6wj3qnlD/s72-c/plu.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8891727741020518669.post-802236989430793446</guid><pubDate>Wed, 07 Nov 2012 17:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-11-07T09:43:12.674-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Permasalahan</category><title>Sosiologi Pendidikan</title><description>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3ZURmqjjOfkExP-BhqGS6D_NCRVOGQ5FlU4IHIJM9ATzutZfATzZDFoFcb7jt9yOrikuqXXSrs_ucbZj5TcqAOqS6vuUQFLQh01vsvCGZDGwCbfEbw0GgC8ZX4nAhJi2_Xtb46A3g_brM/s1600/anjal.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3ZURmqjjOfkExP-BhqGS6D_NCRVOGQ5FlU4IHIJM9ATzutZfATzZDFoFcb7jt9yOrikuqXXSrs_ucbZj5TcqAOqS6vuUQFLQh01vsvCGZDGwCbfEbw0GgC8ZX4nAhJi2_Xtb46A3g_brM/s320/anjal.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;antarafoto.com&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada dasarnya, sosiologi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sosiologi umum dan sosiologi khusus. Sosiologi umum menyelidiki gejala sosio-kultural secara umum. Sedangkan Sosiologi khusus, yaitu pengkhususan dari sosiologi umum, yaitu menyelidiki suatu aspek kehidupan sosio kultural secara mendalam. Misalnya: sosiologi masayarakat desa, sosiologi masyarakat kota, sosiologi agama, sosiolog hukum, sosiologi pendidikan dan sebagainya.Jadi sosiologi pendidikan merupakan salah satu sosiologi khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa defenisi sosiologi pendidikan menurut beberapa ahli:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menurut F.G. Robbins, sosiologi pendidikan adalah sosiologi khusus yang tugasnya menyelidiki struktur dan dinamika proses pendidikan. Struktur mengandung pengertian teori dan filsafat pendidikan, sistem kebudayaan, struktur kepribadian dan hubungan kesemuanya dengantata sosial masyarakat. Sedangkan dinamika yakni proses sosial dan kultural, proses perkembangan kepribadian,dan hubungan kesemuanya dengan proses pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menurut H.P. Fairchild dalam bukunya ”Dictionary of Sociology” dikatakan bahwa sosiologi pendidikan adalah sosiologi yang diterapkan untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan yang fundamental. Jadi ia tergolong applied sociology.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menurut Prof. DR S. Nasution,M.A., Sosiologi Pendidikana dalah ilmu yang berusaha untuk mengetahui cara-cara mengendalikan proses pendidikan untuk mengembangkan kepribadian individu agar lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menurut F.G Robbins dan Brown, Sosiologi Pendidikan ialah ilmu yang membicarakan dan menjelaskan hubungan-hubungan sosial yang mempengaruhi individu untuk mendapatkan serta mengorganisasi pengalaman. Sosiologi pendidikan mempelajari kelakuan sosial serta prinsip-prinsip untuk mengontrolnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menurut E.G Payne, Sosiologi Pendidikan ialah studi yang komprehensif tentang segala aspek pendidikan dari segi ilmu sosiologi yang diterapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menurut Drs. Ary H. Gunawan, Sosiologi Pendidikan ialah ilmu pengetahuan yang berusaha memecahkan masalah-masalah pendidikan dengan analisis atau pendekatan sosiologis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa defenisi di atas, dapat disimpulkan bahwa sosiologi pendidikan adalah ilmu yang mempelajari seluruh aspek pendidikan, baik itu struktur, dinamika, masalah-masalah pendidikan, ataupun aspek-aspek lainnya secara mendalam melalui analisis atau pendekatan sosiologis.&lt;br /&gt;Berikut ini beberapa tujuan dari sosiologi pendidikan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sebagai Analisis Proses Sosiolisasi.&lt;br /&gt;Francis Brown mengemukakan bahwa "Sosiologi pendidikan memperhatikan pengaruh keseluruhan lingkungan budaya sebagai tempat dan cara individu memperoleh dan mengorganisasikan pengalamannya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sebagai Analisis Kedudukan Pendidikan Dalam Masyarakat.&lt;br /&gt;L.A. Cook mengutamakan fungsi lembaga pendidikan dalam masyarakat dan menganalisis hubungan sosial antara sekolah dengan berbagai aspek masyarakat, misalnya: penyelidikan tentang hubungan antara masyarakat pedesaan dengan sekolah rendah dan menengah atau meneliti fungsi sekolah berhubungan dengan struktur sosial dalam lingkungan masyarakat tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sebagai Analisis Sosial Disekolah Dan Antara Sekolah Dengan Masyarakat.&lt;br /&gt;Disini diusahakan menganalisis pola-pola interaksi sosial dan peranan sosial dalam masyarakat sekolah dan hubungan orang-orang didalam sekolah dengan kelompok-kelompok diluar sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sebagai Alat Kemajuan Dan Perkembangan Sosial.&lt;br /&gt;Pendidikan dianggap sebagai badan yang sanggup memperbaiki masyarakat dimana pendidikan sebagai alat untuk mencapai kemajuan sosial. Sekolah dapat dijadikan alat kontrol sosial yang membawa kebudayaan ke puncak yang setinggi-tingginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Sebagai Dasar Menentukan Tujuan Pendidikan.&lt;br /&gt;Sejumlah ahli memandang bahwa sosiologi pendidikan sebagai alat untuk menganalisis tujuan pendidikan secara objektif dimana mencoba mencapai suatu filsafat pendidikan berdasarkan analisis masyarakat dan kebutuhan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Sebagai Sosiologi Terapan.&lt;br /&gt;Para ahli sosiologi pendidikan menggunakan segala sesuatu yang diketahui dalam bidang sosiologi dan pendidikan lalu memadukannya kedalam suatu ilmu baru dengan menerapkan prinsip-prinsip sosiologi kepada seluruh proses pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Sebagai Latihan Bagi Petugas Pendidikan.&lt;br /&gt;Sosiologi dapat memberikan sumbangan yang berharga dalam menganalisis pendidikan, untuk memahami hubungan antar manusia didalam sekolah dan struktur masyarakat tempat sekolah itu beroperasi. Sosiologi pendidikan tidak hanya mempelajari masalah-masalah sosial dalam pendidikan melainkan juga tujuan pendidikan, bahan kurikulum, pokok-pokok praktis, etis dan sebagainya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="http://fatamorghana.wordpress.com/2008/03/20/definisi-sosiologi-pendidikan/" target="_blank"&gt;Sumber&lt;/a&gt; &lt;a href="http://zhalabe.blogspot.com/2011/11/tujuan-sosiologi-pendidikan.html#.UJqaz4Gia9s" target="_blank"&gt;2&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;</description><link>http://pendidikan-multikultur.blogspot.com/2012/11/sosiologi-pendidikan.html</link><author>noreply@blogger.com (Munib an-Nihrir)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3ZURmqjjOfkExP-BhqGS6D_NCRVOGQ5FlU4IHIJM9ATzutZfATzZDFoFcb7jt9yOrikuqXXSrs_ucbZj5TcqAOqS6vuUQFLQh01vsvCGZDGwCbfEbw0GgC8ZX4nAhJi2_Xtb46A3g_brM/s72-c/anjal.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8891727741020518669.post-8012720410190065823</guid><pubDate>Sun, 21 Oct 2012 15:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-11-07T09:45:07.762-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Permasalahan</category><title>PENDEKATAN MULKTIKULTURAL DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM</title><description>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:TrackMoves/&gt;
  &lt;w:TrackFormatting/&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;
  &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;
  &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;
  &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
   &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;
   &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;
   &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;
   &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;
   &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;
   &lt;w:CachedColBalance/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;
  &lt;m:mathPr&gt;
   &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;
   &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;
   &lt;m:brkBinSub m:val="--"/&gt;
   &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;
   &lt;m:dispDef/&gt;
   &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;
   &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;
   &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;
   &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;
   &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;
   &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;
  &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"
  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"
  LatentStyleCount="267"&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Namd="Medium List 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-priority:99;
 mso-style-qformat:yes;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
 mso-para-margin-top:0cm;
 mso-para-margin-right:0cm;
 mso-para-margin-bottom:10.0pt;
 mso-para-margin-left:0cm;
 line-height:115%;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:11.0pt;
 font-family:"Calibri","sans-serif";
 mso-ascii-font-family:Calibri;
 mso-ascii-theme-font:minor-latin;
 mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
 mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
 mso-hansi-font-family:Calibri;
 mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLAxgdlcIWAUIBKJhO2kZSYdoYEDxVG7puoO_p8zd7tBKX5z7bjDPU0-hmOqfEx6RqtShMtH0LLNrjp07wPnPX0Ov6mk3xclpkbFozMNtyfzIgXiGS6YKUsg1hghuw2UzZIQnyppJEixTo/s1600/Quran.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLAxgdlcIWAUIBKJhO2kZSYdoYEDxVG7puoO_p8zd7tBKX5z7bjDPU0-hmOqfEx6RqtShMtH0LLNrjp07wPnPX0Ov6mk3xclpkbFozMNtyfzIgXiGS6YKUsg1hghuw2UzZIQnyppJEixTo/s1600/Quran.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;. LATAR BELAKANG MASALAH&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Indonesia
adalah salah satu negara yang multikultural terbesar di dunia. Kenyataan ini
dapat dilihat dari sosiokultural maupun geografis yang begitu beragam dan luas.
Dengan jumlah yang ada di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
sekitar kurang lebih 13.000 pulau besar dan kecil, dan jumlah penduduk kurang
lebih 200 juta jiwa, terdiri dari 300 suku yang menggunakan hampir 200 bahasa
yang berbeda.&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8891727741020518669" name="_ftnref1"&gt;&lt;/a&gt; Selain itu,&amp;nbsp; juga menganut agama dan
kepercayaan yang beragam seperti Islam, Katholik, Kristen Protestan, Hindu,
Budha, Konghucu, serta berbagai macam kepercayaan dan aliran keyakinan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Keragaman
ini diakui atau tidak, akan dapat menimbulkan berbagai macam persoalan yang
sekarang ini dihadapi bangsa ini, seperti KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme),
premanisme,&amp;nbsp;&amp;nbsp; perseteruan&amp;nbsp;&amp;nbsp; politik,&amp;nbsp;&amp;nbsp;
kemiskinan, kekerasan, separatisme, perusakan lingkungan dan hilangnya
kemanusiaan untuk selalu menghargai hak-hak orang lain adalah bentuk nyata dari
multikulturalisme itu. Contoh kongkrit terjadinya tragedi pembunuhan
besar-besaran terhadap pengikut partai PKI pada tahun 1965, kekerasan etnis
China di Jakarta pada bulan Mei 1998, dan perang antara Islam - Kristen di
Maluku Utara sejak 1999 sampai 2003.&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8891727741020518669" name="_ftnref2"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Sebagai
pemeluk agama yang mayoritas penduduknya muslim, maka lembaga pendidikan Islam
cukup mendapat tempat di negeri ini. Namun permasalahan yang mendasar dalam hal
ini adalah sejauhmana orientasi pendidikan Islam dalam mengakomodir
permasalahan-permasalahan yang muncul di tengah-tenagah masyarakat. Mengingat
dalam kondisi masyarakat yang multikultural ini, sangat rentan terhadap
disintegrasi dan gap di tengah masyarakat, jika orientasi dan pemahaman
keagamaan masyarakat tidak mampu menerima fakta sosial di tengah-tengah mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dalam upaya
menjembatani harapan tersebut maka konsep pendidikan multikultural menjadi
salah satu solusi dalam menghadapi permasalahan tersebut. Namun demikian, isu
pendidikan ini masih relatif&amp;nbsp; baru dalam kancah pendidikan di Indonesaia,
terutama dalam lingkup masyarakat muslim. Hal ini mengingat, multikulturalisme
merupakan suatu perkembangan yang relatif baru dalam khasanah ilmu pengetahuan,
khususnya dalam ilmu-ilmu sosial. Namun dengan demikian multikulturalisme terus
berkembang sesuai dengan perubahan sosial yang dihadapi oleh umat manusia
khususnya di dalam era dunia terbuka dan era demokratisasi kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;B.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
RUMUSAN MASALAH&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dari latar
belakang masalah di atas, dapat dirumuskan beberapa permasalahan yang ingin
dijawab dalam tulisan ini, yakni:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Apa yang dimaksud dengan&amp;nbsp; multikultural?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Bagaimana pendidikan multikultural?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Bagaimana Pendidikan Islam Multikultural Dalam Konteks Keindonesiaan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&amp;nbsp;Bagaimana Potret pendidikan agama islam di tengah multikulturalisme &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Bagaiman Kurikulum pendidikan agama islam berwawasan multicultural&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;6.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Apa Faktor pendukung dan penghambat wawasan multikultural dalam PAI.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;BAB II&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;PEMBAHASAN&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;A.
MULTIKULTURALISME&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;1.
Pengertian Multikulturalisme&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Secara
sederhana multikulturalisme berarti “keberagaman budaya”.&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8891727741020518669" name="_ftnref3"&gt;&lt;/a&gt; Istilah multikultural ini sering digunakan untuk menggambarkan
tentang kondisi masyarakat yang terdiri dari keberagaman agama, ras, bahasa,
dan budaya yang berbeda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Selanjutnya
dalam khasanah keilmuan, istilah multikultural ini dibedakan ke dalam beberapa
ekspresi yang lebih sederhana, seperti pluralitas (&lt;i&gt;plurality), &lt;/i&gt;keragaman
(&lt;i&gt;diversity&lt;/i&gt;) dan multikultural (&lt;i&gt;multicultural&lt;/i&gt;) itu sendiri. Konsep
pluralis mengandaikan adanya “hal-hal yang lebihn dari satu (&lt;i&gt;many&lt;/i&gt;)”,
sedangkan keragaman menunjukkan bahwa keberadaan yang “lebih dari satu” itu
berbeda-beda, heterogen, dan bahkan tidak dapat disamakan. Sedangkan
multikulturalisme, sebenarnya masih tergolong relatif baru. Secara konseptual
terdapat perbedaan signifikan antara pluralitas, keragaman, dan multikultural.&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8891727741020518669" name="_ftnref4"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Sebagai
terminologi baru, multikultiralisme, menurut HAR. Tilaar, masih belum banyak
dipahami orang. Karena memang istilah multikulturalisme itu sendiri ternyata
bukanlah hal yang mudah.&amp;nbsp; Di dalamnya mengandung dua pengertian yang
sangat kompleks, yaitu “multi” yang berati jamak atau plural, dan “kulural”
yang berarti&amp;nbsp; kultur atau budaya.&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8891727741020518669" name="_ftnref5"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Pada tahap
pertama multikulturalisme baru mengandung hal-hal yang esensial di dalam
perjuangan kelakuan budaya yang berbeda (&lt;i&gt;the other&lt;/i&gt;). Dan pada tahap
perkembangan berikutnya yang disebut gelombang kedua (&lt;i&gt;second wave&lt;/i&gt;), dari
paham multikulturalisme telah menampung berbagai jenis pemikiran baru sebagai
berikut; &lt;i&gt;&amp;nbsp;Pertama, &lt;/i&gt;&amp;nbsp;pengaruh studi kultural. Studi kultural (&lt;i&gt;cultural
studies&lt;/i&gt;) antara lain melihat secara kritis masalah-masalah esensial di
dalam kebudayaan kontemporer seperti identitas kelompok, distribusi kekuasaan
di dalam masyarakat yang diskriminatif, peranan kelompok-kelompok masyarakat
yang termarjinalisasi, feminisme, dan maslah-maslah kontemporer seperti
toleransi antarkelompok dan agama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kedua,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; postkolonialisme. Pemikiran postkolonialisme
meloihat kembali hubungan antara eks penjajah dengan daerah jajahannya yang
telah meninggalkan banyak stigma yang biasanya merendahkan kaum terjajah.
Pandangan-pandangan postkolonialisme antara lain ingin mengungkit kembali
nilai-nilai &lt;i&gt;indigenous&lt;/i&gt; di dalam budaya sendiri dan berupaya untuk
melahirkan kembali kebanggaan terhadap budaya asing.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ketiga,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; globalisasi. Globalisasi ternyata telah
melahirkan budaya global yang memiskinkan potensi-potensi budaya asli. Untuk
itu timbul suatu upaya untuk menentang globalisasi dengan melihat kembali
peranan budaya-budaya yang berjenis-jenis di dalam masyarakat. Revitalisasi
budaya local merupakan upaya menentang globalisasi yang mengarah kepada
monokultural budaya dunia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Keempat,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; feminisme dan post peminisme. Gerakan
feminisme yang semula berupaya untuk mencari kesejahteraan antara perempuan dan
laki-laki kini meningkat kea rah kemitraan antara laki-laki dan perempuan. Kaum
perempuan bukan hanya menuntut penghargaan yang sama dengan fungsi yang sama
dengan laki-laki tetapi juga sebagai mitra yang sejajar dalam melaksanakan semua
tugas dan pekerjaan di dalam masyarkat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kelima,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; Post-strukturalisme. Pandangan ini
mengemukakan mengenai perlunya dekonstruksi dam rekonstruksi masyarakat yang
telah mempunyai struktur-struktur yang telah mapan yang bisanya hanya untuk
melanggengkan struktur kekuasaan yang ada.&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8891727741020518669" name="_ftnref6"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dari
gambaran pemahaman tentang multikultural yang dikemukakan di atas, maka
dapat&amp;nbsp; dipahami bahwa inti dari konsep multikulturalisme adalah kesediaan
menerima kelompok lain secara sama sebagai kesatuan, tanpa memperdulikan
perbedaan budaya, etnik, jender, bahasa, ataupun agama. Apabila pluralitas
sekadar merepresentasikan adanya kemajemukan (yang lebih dari satu), maka
multikulturalisme memberikan penegasan bahwa dengan segala perbedaannya itu
mereka adalah sama di dalam ruang public. Multikulturalisme menjadi semacam
respons kebijakan baru terhadap keragaman. Dengan kata lain, adanya
komunitas-komunitas yang berbeda saja tidak cukup; sebab yang terpenting adalah
bahwa komunitas-komunitas itu diperlakukan sama oleh Negara. Oleh karena itu,
multikulturalisme sebagai sebuah gerakan menuntut pengakuan (&lt;i&gt;politics of
recognition&lt;/i&gt;) terhadap semua perbedaan sebagai entitas dalam masyarakat yang
harus diterima, dihargai, dilindungi serta dijamin eksistensinya. Diversitas
dalam masyarakat modern bias berupa banyak hal, termasuk perbedaan yang secara
alamiah diterima oleh individu maupun kelompok dan yang dikonstruksikan secara
bersama dan menjadi semacam &lt;i&gt;common sense.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Perbedaan
tersebut menurut Bikhu Parekh bias dikategorikan dalam tiga hal, yaitu; &lt;i&gt;Pertama,&lt;/i&gt;
perbedaan subkultur (&lt;i&gt;subculture diversity&lt;/i&gt;), yaitu individu atau
sekelompok masyarakat yang hidup dengan cara pandang dan kebiasaan yang berbeda
dengan komunitas besar dengan sistem nilai atau budaya pada umumnya yang&amp;nbsp;
berlaku. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kedua,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; perbedaan dalam perspektif (&lt;i&gt;perspective
diversity&lt;/i&gt;), yaitu individu atau kelompok dengan perspektif kritis terhadap &lt;i&gt;mainstream&lt;/i&gt;
nilai atau budaya mapan yang dianut oleh mayoritas masyarakat di sekitarnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ketiga,
&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;perbedaan komunitas (&lt;i&gt;communal
diversity&lt;/i&gt;), yakni individu atau kelompok yang hidup dengan gaya hidup yang &lt;i&gt;genuine&lt;/i&gt;
sesuai dengan identitas komunal mereka (&lt;i&gt;indigeneous people way of life&lt;/i&gt;).&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8891727741020518669" name="_ftnref7"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;2. Sejarah
Multikulturalisme&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;Sebagai
sebuah gerakan, menurut Bhiku Parekh, multikulturalisme baru sekitar tahun
1970-an mulai muncuil pertama kali di Kanada dan Australia, kemudian di Amerika
Serikat, Inggris, Jerman, dan lainnya.(5) Setelah itu, diskursus
meultikulturalisme berkembang dengan sangat cepat. Setelah tiga decade sejak
digulirkan, multikulturalisme sudah mengalami dua gelombang penting, yaitu; &lt;i&gt;Pertama,&lt;/i&gt;
multikulturalisme dalam konteks perjuangan pengakuan budaya yang berbeda.
Prinsip kebutuhan terhadap pengakuan (&lt;i&gt;needs of recognition&lt;/i&gt;) adalah ciri
utama dari gelombang pertama ini. &lt;i&gt;Kedua, &lt;/i&gt;yaitu yang disebut gelombang
kedua, adalah multikulturalisme yang melegitimasi keragaman budaya, yang
mengalami beberapa tahapan, diantaranya: kebutuhan atas pengakuan, melibatkan
berbagai disiplin akademik lain, pembebasan melawan imperealisme dan
kolonialisme, gerakan pembebasan kelompok identitas dan masyarakat asli/ masyarakat
adapt (&lt;i&gt;indigeneous people&lt;/i&gt;), post-kolonialisme, globalisasi,
post-nasionalisme, post-modernisme, dan post-strukturalisme yang
mendekonstruksi struktur kemapanan dalam masyarakat.(6)&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8891727741020518669" name="_ftnref8"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Multikulturalisme
gelombang kedua ini, menurut Steve Fuller pada gilirannya memunculkan tiga
tantangan yang harus diperhatikan sekaligus harus diwaspadai, yaitu, &lt;i&gt;pertama,&lt;/i&gt;
adanya hegemoni Barat dalam bidang politik, ekonomi, sosial dan ilmu
pengetahuan. Komunitas, utamanya Negara-negara berkembang perlu mempelajari
sebab-sebab dari hegemoni Barat dalam bidang-bidang tersebut dan mengambil
langkah-langkah seperlunya dalam mengatasinya, sehingga dapat sejajar dengan
dunia Barat. &lt;i&gt;Kedua, &lt;/i&gt;esensialisme budaya. Dalam hal ini multikulturalisme
berupaya mencari esensi budaya tanpa harus jatuh ke dalam pandangan yang &lt;i&gt;xenophobia&lt;/i&gt;
dan etnosentrisme. Multikulturalisme dapat melahirkan tribalisme yang sempit
yang pada akhirnya merugikan komunitas itu sendiri di dalam era globalisasi. &lt;i&gt;Ketiga,&lt;/i&gt;
proses globalisasi, bahwa globalisasi bias memberangus identitas dan
kepribadian suatu budaya.&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8891727741020518669" name="_ftnref9"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Oleh kaena
itu, untuk menghindari kekeliruan dalam diskursus tentang multikulturalisme,
Bikhu Parekh menggarisbawahi tiga asumsi yang harus diperhatikan dalam kajian
ini, yaitu; &lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;, pada dasarnya manusia akan terikat dengan struktur
dan sistem budayanya sendiri dimana dia hidup dan berinteraksi.&amp;nbsp;
Keterikatan ini tidak berarti bahwa manusia tidak bias bersikap kritis terhadap
system budaya tersebut, akan tetapi mereka dibentuk oleh budayanya dan akan
selalu melihat segala sesuatu berdasarkan budayanya tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kedua,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; perbedaan budaya merupakan representasi dari
system nil;aid an cara pandang tentang kebaikan yang berbeda pula. Oleh karena
itu, suatu budaya merupakan suatu entitas yang relative sekaligus partial dan
memerlukan budaya lainuntuk memahaminya. Sehingga, tidak satu budaya pun yang
berhak memaksakan budayanya kepada system budaya lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ketiga,
&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;pada dasarnya, budaya
secara internal merupakan entitas yang plural yang merefleksikan interaksi
antarperbedeaan tradisi dan untaian cara pandang. Hal ini tidak berarti menegaskan
koherensi dan identitas budaya, akan tetapi budaya pada dasarnya adalah sesuatu
yang majemuk, terus berproses dan terbuka.&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8891727741020518669" name="_ftnref10"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dalam
sejarahnya, melani Budianata menyatakan bahwa multikulturalisme diawali dengan
teori &lt;i&gt;melting pot&lt;/i&gt; yang diwacanak oleh J. Hector St. John \de Crevecour
seorang imigran asal Normandia yang menggambarkan bercampurnya berbagai manusia
dari latar belakang berbeda menjadi bangsa baru “manusia baru”.(9)&amp;nbsp; Dalam
hal ini Hector ingin menekankan penyatuan bangsa dan ‘melelehkan” budaya asal,
sehingga seluruh imigran amerika hanya memiliki satu budaya baru yakni budaya
Amerika. Dalam hal ini bagaimanapun juga, konsep &lt;i&gt;melting pot&lt;/i&gt; masih
menunjukkan perspektif yang bersifat monokultir, karena acuan atau “cetakan
budaya” yang dipakai untuk “melelehkan” berbagai asal budaya tersebut mempunyai
karakteristik yang secara umum diwarnai oleh kelompok berkulit putih,
berorientasi budaya anglo-saksos dan bernuansa Kristen protestan (&lt;i&gt;White
Anglo Saxson Protestan&lt;/i&gt;) – biasa disebut WASP – sebagai kultur imigran kulit
putih berasal Eropa.&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8891727741020518669" name="_ftnref11"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Wacana
multikultural di Barat, pada gilirannya akan menjadi isu global seiring dengan
berjalannya proses globalisasi yang tidak mengenal demarkasi antarnegara.
Terlebih lagi dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang
memungkinkan terjadinya interaksi antarbudaya di tengah masyarakat dunia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;B. &amp;nbsp;PENDIDIKAN MULTIKULTURAL&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Minggu
(25/9/2011), publik Indonesia kembali dikagetkan dengan peristiwa bom bunuh
diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS), Keputon, Solo, Jawa Tengah.&amp;nbsp;
bom bunuh diri yang menewaskan satu orang yang diduga sebagai pelakunya dan
melukai puluhan jamaat Gereja GBIS Solo tersebut mencabik-cabik perasaan jutaan
umat Islam di Indonesia yang terkenal dengan keramahnya karena pelakunya kuat
diduga sebagai seorang Muslim yang salah dalam memaknai "jihad". kita
kaget karena ternyata sebagian umat Islam di Indonesia belum mau menerima
pluralitas dan keberagaman suku, budaya, bahasa, dan agama sebagai sebuah
keniscayaan yang memang di-setting oleh Allah SWT sebagai sebuah &lt;i&gt;sunnat Allah.&lt;/i&gt;
berangkat dari sinilah maka menurut Penulis sudah saatnya kita mengembangkan
pendidikan agama yang berwawasan multikultural agar tercipta harmonisasi dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Wacana
pendidikan multikultural di Indonesia agaknya masih asing di kalangan sebagaian
pendidik, ataupun jika tidak, wacana tersebut sebatas wacana yang “melangit”
dikalangan para praktisi pendidikan dan belum diimplementasikan pada lembaga
pendidikan dengan segenap perangkat (kurikulum)nya. Tulisan ini dimaksudkan
memberikan sebuah tawaran gagasan penerapan pendidikan multikultural dalam
konteks pendidikan agama Islam (PAI) di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Secara garis
besar multikulturalisme dapat dipahami sebagai sebuah paham yang menekankan
pada kesederajatan dan kesetaraan budaya-budaya lokal tanpa mengabaikan hak-hak
dan eksistensi budaya lain. Sebagai sebuah ide, pendidikan multikultural
dibahas dan diwacanakan pertama kali di Amerika dan negara-negara Eropa Barat
pada tahun 1960-an oleh gerakan yang menuntut diperhatikannya hak-hak sipil (&lt;i&gt;civil
right movement&lt;/i&gt;). Tujuan utama dari gerakan ini adalah untuk mengurangi
praktik diskriminasi di tempat-tempat publik, di rumah, di tempat-tempat kerja,
dan di lembaga-lembaga pendidikan yang dilakukan oleh kelompok mayoritas
terhadap kelompok minoritas.&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8891727741020518669" name="_ftnref12"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Gerakan
hak-hak sipil ini, menurut James A. Bank, berimplikasi pada dunia pendidikan,
dengan munculnya beberapa tuntutan untuk melakukan reformasi kurikulum
pendidikan yang sarat dengan diskriminasi. Sehingga pada awal tahun 1970-an
bermunculan sejumlah kursus dan program pendidikan yang menekankan pada
aspek-aspek yang berhubungan dengan etnik dan keragaman budaya (&lt;i&gt;cultural
diversity&lt;/i&gt;). Begitu juga keberadaan masyarakat dengan individu-individu yang
beragam latar belakang bahasa dan kebangsaan (&lt;i&gt;nationality&lt;/i&gt;), suku (&lt;i&gt;race
or etnicity&lt;/i&gt;), agama (&lt;i&gt;religion&lt;/i&gt;), gender, dan kelas sosial (&lt;i&gt;social&lt;/i&gt;
&lt;i&gt;class&lt;/i&gt;) dalam suatu masyarakat juga berimplikasi pada keragaman latar
belakang peserta didik dalam suatu lembaga pendidikan sehingga turut
melatarbelakangi berkembangnya pendidikan multikultural. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Pendidikan
multikultural menurut Prudence Crandall (1803-1890) adalah pendidikan yang
memperhatikan secara sungguh-sungguh latar belakang peserta didik baik dari
aspek keragaman suku, etnis, ras, agama, aliran kepercayaan dan budaya
(kultur).&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8891727741020518669" name="_ftnref14"&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Salah satu yang hendak dituju
dari pendidikan multikultural adalah terpenuhinya kebebasan masing-masing
peserta didik untuk mendapatkan haknya tanpa ada yang menghalangi. Melaksanakan
hak tidak berarti sama dengan berbuat bebas (&lt;i&gt;liberal&lt;/i&gt;) sebebas-bebasnya
karena di sana terdapat orang lain yang juga berhak melakukan sesuatu
(Abdurrahman Assegaf: 2011: 18).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Pendidikan
multikultural membantu siswa mengerti, menerima, dan menghargai orang dari
suku, budaya, nilai, dan agama berbeda sehingga tumbuh sikap saling menghargai
perbedaan (&lt;i&gt;agree in disagreement&lt;/i&gt;), dan dapat hidup saling berdampingan
satu dengan yang lain (&lt;i&gt;to live together&lt;/i&gt;). Dengan kata yang lain, siswa
diajak untuk menghargai – bahkan menjunjung tinggi – pluralitas dan
heterogenitas. Menurut Syafiq A. Mughni (2003: ix),&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8891727741020518669" name="_ftnref15"&gt;&lt;/a&gt;
paradigma pendidikan multikultural mengisyaratkan bahwa individu siswa belajar
bersama dengan individu lain dalam suasana saling menghormati, saling toleransi
dan saling memahami, untuk mengembangkan: i) transformasi diri; ii)
transformasi sekolah dan proses belajar mengajar, dan; iii) transformasi
masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dalam
pandangan Abdullah Aly, tujuan pendidikan multikultural mencakup: (i). Tujuan &lt;i&gt;attitudinal&lt;/i&gt;
(sikap), yaitu membudayakan sikap sadar, sensitif, toleran, respek terhadap
identitas budaya, responsif terhadap berbagai permasalahan yang timbul di
masyarakat. (ii). Tujuan kognitif, yaitu terkait dengan pencapaian akademik,
pembelajaran berbagai bahasa, memperluas pengetahuan terhadap kebudayaan yang
spesifik, mampu menganalisa dan menginterpretasi tingkah laku budaya dan
menyadari adanya perspektif budaya tertentu. (iii).&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8891727741020518669" name="_ftnref16"&gt;&lt;/a&gt;
Tujuan instruksional, yaitu menyampaikan berbagai informasi mengenai berbagai
kelompok etnis secara benar di berbagai buku teks maupun dalam pengajaran,
membuat strategi tertentu dalam menghadapi masyarakat yang plural, menyiapkan
alat yang konseptual untuk komunikasi antarbudaya dan untuk pengembangan
ketrampilan, mempersiapkan teknik evaluasi dan membuka diri untuk
mengklarifikasi dan penerangan mengenai nilai-nilai dan dinamika budaya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Secara
konseptual, menurut Gorsky (dikutip dari Hamid Hasan: 2000: 102), pendidikan
multikultural mempunyai tujuan sebagai berikut: (a). setiap siswa mempunyai
kesempatan untuk mengembangkan prestasi mereka; (b). Siswa belajar bagaimana
belajar dan berpikir secara kritis; (c). mendorong siswa untuk mengambil peran
aktif dalam pendidikan, dengan menghadirkan pengalaman-pengalaman mereka dalam
konteks belajar; (d).&amp;nbsp; mengakomodasi semua gaya belajar siswa; (e).
mengapresiasi kontribusi dari kelompok-kelompok yang berbeda; (f).
mengembangkan sikap positif terhadap kelompok-kelompok yang mempunyai latar
belakang berbeda; (g). untuk menjadi warga negara yang baik di sekolah maupun
di masyarakat; (h). belajar bagaimana menilai pengetahuan dari perspektif yang
berbeda; (i). untuk mengembangkan identitas etnis, nasional dan global, dan;
(j). mengembangkan keterampilan-keterampilan mengambil keputusan dan analisis
secara kritis sehingga siswa dapat membuat pilihan yang lebih baik dalam
kehidupan sehari-hari.&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8891727741020518669" name="_ftnref17"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;C.
PENDIDIKAN ISLAM MULTIKULTURAL DALAM KONTEKS KEINDONESIAAN&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Ismail Faruqi menyebutkan, sebagaimana dikutif oleh Sangkot, bahwa setidaknya
ada empat isu pokok yang dipandang sebagai landasan normative pendidikan Islam
multikultural, khususnya di bidang keagamaan, yaitu: 1) kesatuan dalam aspek
ketuhanan dan pean-Nya (wahyu), 2) kesatuan kenabian, 3) tidak ada paksaan
dalam beragama, dan 4) pengakuan terhadap eksistensi agama lain.&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8891727741020518669" name="_ftnref18"&gt;&lt;/a&gt; Semua yang demikian disebut normatif karena sudah
merupakan ketetapan Tuhan. Masing-masing klasifikasi didukung oleh teks
(wahyu), kendati satu ayat dapat saja berfungsi untuk justifikasi yang
lain.Sedangkan masalah-maslah yang muncul dari pendidikan multicultural di
Indonesia secara umum ada dua hal, yaitu; &lt;i&gt;pertama, &lt;/i&gt;&amp;nbsp;pendidikan multicultural
merupakan suatu proses. Artinya, konsep pendidikan multicultural yang baru
dimulai dalam dunia pendidikan khususnya di Indonesia memerlukan proses
perumusan, refleksi dan tindakan di lapangan sesuai dengan perkembangan
konsep-konsep yang fundamental mengenai pendidikan dan hak-hak asasi manusia.&lt;i&gt;Kedua,&lt;/i&gt;
pendidikan multicultural merupakan suatu yang multifaset. Oleh sebab itu
meminta suatu pendekatan lintas disiplin (&lt;i&gt;border crossing&lt;/i&gt;) dari para
pakar dan praktisi pendidikan untuk semakin memperhalus dan mempertajam konsep
pendidikan multicultural yang dibutuhkan oleh masyarakat yang dalam hal ini
masyarakat Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Konsep dasar
dari pendidikan multicultural itu memiliki empat nilai ini (&lt;i&gt;core values&lt;/i&gt;),
yaitu: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Apresiasi terhadap adanya kenyataan pluralitas budaya dalam masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Pengakuan terhadap harkat manusia dan hak asasi manusia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Pengembangan tanggung jawab masyarakat dunia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Pengembangan tanggung jawab manusia dan terhadap planet bumi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Berdasarkan
nilai-nilai inti di atas, maka dapat dirumuskan beberapa tujuan yang berkaitan
dengan nilai-nilai inti tersebut, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Mengembangkan perspektif sejarah yang beragam dari kelompok-kelompok masyarakat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Memperkuat kesadaran budaya yang hidup di masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Memperkuat kompetensi intelektual dan budaya-budaya yang hidup di masyarakat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Membasmi rarisme, seksisme, dan berbagai jenis prasangka (&lt;i&gt;prejudice&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Mengembangkan kesadaran atas kepemilikan planet bumi, dan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="LsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;6.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Mengembangkan ketrampilan aksi social (&lt;i&gt;social action&lt;/i&gt;).&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8891727741020518669" name="_ftnref19"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dari uraian
di atas kiranya ada beberapa hal yang perlu dikaji dalam penerapan pendidikan
Islam multicultural di Indoneisa, yaitu; &lt;i&gt;Pertama,&lt;/i&gt; pendidikan
multicultural secara inheren sudah ada sejak bangsa Indonesa ini ada. Falsafah
bangsa Indonesia adalah bhineka tunggal ika, suku gotong royong, membantu, dan
menghargai antar satu dengan yang lainnya, betapa dapat dilihat dalam potret
kronologis bangsa ini yang sarat dengan masuknya berbagai suku bangsa asing dan
terus berakulturasi dengan masyarakat pribumi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kedua,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; pendidikan multicultural memberikan secercah
harapan dalam mengatasi berbagai gejolak maryarakat yang terjadi akhir-akhir
ini. Pendidikan multikulural adlah pendidikan ysenantiasa menjunjung tinggi
nilai-nilai, keyakinan, heterogenitas, pluralitas, dan keragaman, apapun
aspeknya dalam masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ketiga,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; pendidikan multicultural menentang pendidikan
yang berorientasi bisnis. Pada saat ini, lembaga pendidikan baik sekolah atau
perguruan tinggi berlomba-lomba menjadikan lembaga pendidikannya sebagai sebuah
institusi yang mampu menghasilkan i&lt;i&gt;ncome&lt;/i&gt; yang besar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Keempat,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; pendidikan multicultural sebagai resistensi
fanatisme yang mengarah pada berbagai jenis kekerasan. Kekerasan muncul ketika
saluran kedamaian sudah tidak ada lagi. Kekerasan tersebut sebagai akibat dari
akumulasinya berbagai persoalan masyarakat yang tidak diselesaikan secara
tuntas dan saling menerima.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;B.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;D.
POTRET PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI TENGAH MULTIKULTURALISME &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dalam
konteks Indonesia, peserta didik di berbagai lembaga pendidikan diasumsikan
juga terdiri dari peserta didik yang memiliki beragam latar belakang agama,
etnik, bahasa, dan budaya. Asumsi ini dibangun berdasarkan pada data bahwa di
Indonesia terdapat 250 kelompok suku, 250 lebih bahasa lokal (&lt;i&gt;lingua francka&lt;/i&gt;),
13.000 pulau, dan 5 agama resmi.&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8891727741020518669" name="_ftnref20"&gt;&lt;/a&gt; Paling tidak keragaman
latar belakang siswa di lembaga-lembaga pendidikan di Indonesia terdapat pada
paham keagamaan, afiliasi politik, tingkat sosial ekonomi, adat istiadat, jenis
kelamin, dan asal daerahnya (perkotaan atau pedesaan). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Apabila
dikaji secara mendalam, Islam sangat ramah dan menghargai keanekaragaman
sebagai realitas (hukum alam- &lt;i&gt;sunnat Allah&lt;/i&gt;).&amp;nbsp; Dalam hal ini, konsep
&lt;i&gt;rahmatan lil ‘alamin &lt;/i&gt;merupakan landasan kultural ajaran Islam. Untuk
menjalankan misi kemanusiaanya tersebut, Islam memiliki instrumen yaitu
meletakkan pendidikan pada barisan terdepan, karena pendidikanlah yang secara
langsung berhadapan dengan umat manusia (Abudin Nata: 2001: 100).&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8891727741020518669" name="_ftnref21"&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;Memperbincangkan
pendidikan (agama) Islam pada hari ini biasanya memunculkan gambaran pilu dalam
pikiran kita tentang ketertinggalan, kemunduran, dan kondisi yang serba tidak
jelas sehingga memberikan kontribusi ekslusivisme dalam Islam. Kautsar Azhari
Noer (dalam Connh Semiawan, tt) menyebutkan empat faktor penyebab kegagalan
pendidikan Agama Islam tersebut, yaitu: &lt;i&gt;pertama, &lt;/i&gt;penekanannya lebih pada
proses transfer ilmu agama ketimbang pada proses transformasi nilai-nilai
keagamaan dan moral kepada anak didik; &lt;i&gt;Kedua,&lt;/i&gt; sikap bahwa pendidikan
agama tidak lebih dari sekedar sebagai “hiasan kurikulum” belaka atau sebagai
“pelengkap” yang dipandang sebelah mata; &lt;i&gt;Ketiga,&lt;/i&gt; kurangnya penekanan
pada nilai-nilai moral yang mendukung kerukunan antaragama, seperti cinta,
kasih sayang, persahabatan, suka menolong, suka damai dan toleransi, dan; &lt;i&gt;Keempat,&lt;/i&gt;
kurangnya perhatian untuk mempelajari agama-agama lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Sedangkan
Muhaimin (2003: 71) mengidentifikasi bahwa kegagalan pendidikan agama Islam
setidaknya disebabkan karena : 1) pendidikan agama masih berpusat pada hal-hal
yang bersifat simbolik, ritualistik, serta bersifat legal formalistik
(halal-haram) dan kehilangan ruh moralnya; 2) kegiatan pendidikan agama
cenderung bertumpu pada penggarapan ranah kognitif dan paling banter hingga
ranah emosional. Selain itu, ada juga beberapa kelemahan lainnya, yaitu: 1)
dalam bidang teologi, ada kecenderungan mengarah pada paham fatalistik; 2)
bidang akhlak yang hanya berorientasi pada urusan sopan santun dan belum dipahami
sebagai keseluruhan pribadi manusia beragama; 3) bidang ibadah diajarkan
sebagai kegiatan rutin agama dan kurang ditekankan sebagai proses pembentukan
kepribadian; 4) dalam bidang hukum (fiqih) cenderung dipelajari sebagai tata
aturan yang tidak akan berubah sepanjang masa, dan kurang memahami dinamika dan
jiwa hukum Islam; 5) agama Islam cenderung diajarkan sebagai dogma dan kurang
mengembangkan rasionalitas serta kecintaan pada kemajuan ilmu pengetahuan; 6)
orientasi mempelajari al-Qur’an masih cenderung pada kemampuan membaca teks,
belum mengarah pada pemahaman arti dan penggalian makna.&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8891727741020518669" name="_ftnref22"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dalam
konteks yang tidak jauh berbeda, M. Amin Abdullah (1998: 65) melihat beberapa
kelemahan pelaksanaan pendidikan agama di sekolah, yaitu: 1) pendidikan agama
lebih banyak terkonsentrasi pada persoalan-persoalan teoritis keagamaan yang
bersifat kognitif semata serta amalan-amalan ibadah praktis; 2) pendidikan
agama kurang &lt;i&gt;concern &lt;/i&gt;terhadap persoalan bagaimana mengubah pengetahuan
agama yang kognitif menjadi “makna” dan “nilai” yang perlu diinternalisasikan
dalam diri anak didik lewat berbagai cara, media dan forum; 3) isu kenakalan
remaja, perkelahian di antara pelajar, tindak kekerasan, premanisme, &lt;i&gt;white
color crime,&lt;/i&gt; konsumsi miras, dan sebagainya, walaupun tidak secara
langsung, memiliki kaitan dengan metodologi pendidikan agama yang selama ini
berjalan secara konvensional-tradisional; 4) metodologi pendidikan agama tidak
kunjung berubah antara &lt;i&gt;pra &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;post&lt;/i&gt; era modernitas; 5) pendidikan
agama lebih menitikberatkan pada aspek korespondensi-tekstual, yang lebih
menekankan hafalan teks-teks keagamaan yang sudah ada; 6) dalam sistem
evaluasi, bentuk-bentuk soal ujian agama Islam menunjukkan prioritas utama pada
kognitif dan jarang pertanyaan tersebut mempunyai bobot muatan “nilai” dan
“makna” spiritual keagamaan yang fungsional dalam kehidupan sehari-hari.&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8891727741020518669" name="_ftnref23"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Oleh karena
itu, untuk membentuk pendidikan yang mampu menghasilkan manusia yang memiliki
kesadaran multikulturalisme, diperlukan rekonstruksi pendidikan agama.
Maksudnya, kalau selama ini pendidikan agama masih menekankan sisi keselamatan
yang dimiliki dan didambakan oleh orang lain di luar diri dan kelompoknya
sendiri, maka pendidikan agama perlu direkonstruksi kembali, agar lebih
menekankan proses edukasi sosial yang tidak semata-mata individual dan memperkenalkan
&lt;i&gt;social contract. &lt;/i&gt;Dengan demikian, pada diri peserta didik tertanam suatu
keyakinan bahwa kita semua sejak semula memang berbeda-beda dalam banyak hal,
lebih-lebih dalam bidang akidah, iman dan kredo. Namun, demi menjaga
keharmonisan, keselamatan dan kepentingan kehidupan bersama, mau tidak mau
harus rela menjalin kerja sama dalam bentuk sosial antarsesama kelompok warga
masyarakat. Dengan reorientasi ini, diharapkan akan terjadi perubahan proses
dan mekanisme pembelajaran menuju ke arah terciptanya pemahaman dan kesadaran
multikultural kepada anak didik. Dalam hubungannya dengan hal ini, setidaknya
peran aktif yang harus segera dikerjakan oleh praktisi pendidikan (Islam)
adalah menyusun dan mengembangkan disain kurikulum dan metode pendidikan agama yang
mampu menumbuhkan sikap saling menghargai antarpemeluk agama dan kepercayaan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;C.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;E.
KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERWAWASAN MULTIKULTURAL&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Sebagaiman
Penulis uraikan diatas, pendidikan multikultural dipahami sebagai&lt;i&gt; &lt;/i&gt;suatu
pengetahuan yang menanamkan kesadaran diri seseorang akan arti perbedaan
antarsesama manusia, berbagai budaya dan nilai-nilai yang terdapat di dalamnya.
Dalam pandangan Ali Maksum dan Luluk Yunan Ruhendi (2004; 191-192), ciri-ciri
dari pendidikan multikultural adalah: (a) tujuannya membentuk “manusia budaya”
dan menciptakan “masyarakat berperadaban” (berbudaya); (b) materinya
mengajarkan nilai-nilai luhur kemanusiaan, nilai-nilai bangsa, dan nilai-nilai
kelompok etnis (kultural); (c) metodenya demokratis, yang menghargai aspek-aspek
perbedaan dan keragaman budaya bangsa dan kelompok etnis (multikulturalis),
dan; (d) Evaluasinya ditentukan pada penilaian terhadap tingkah laku anak didik
yang meliputi persepsi, apresiasi, dan tindakan terhadap budaya lainnya.&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8891727741020518669" name="_ftnref24"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kurikulum
dan materi pendidikan Agama Islam bagaimana pun tidak dapat terlepas dari
dimensi perkembangan dan nilai-nilai pendidikan multikultural. Adapun komponen
yang termasuk dalam kurikulum pendidikan multikultural antara lain tentang
studi etnis, kelompok minoritas, gender, kesadaran kultur, hubungan antarsesama
manusia, dan pengklarifikasian nilai-nilai dalam suatu kebudayaan. Hal-hal
tersebut termasuk pula mengenai konsep rasisme, perbedaan jenis kelamin,
keadilan, diskriminasi, opresi, perbedaan dan semacamnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Pendidikan
Agama Islam yang terintegrasi dengan spirit pendidikan multikultural &lt;span style="color: black;"&gt;perlu segera menampilkan ajaran-ajaran Islam yang toleran
dengan menitikberatkan pada pemahaman dan upaya untuk bisa hidup dalam konteks
perbedaan agama dan budaya, baik secara individual maupun secara kelompok. Oleh
karenanya, dalam upaya pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam harus
diperhatikan dimensi-dimensi berikut ini:&lt;/span&gt; &lt;i&gt;Pertama, &lt;/i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;pembelajaran fiqih dan tafsir al-Qur’an tidak harus
bersifat linier, namun menggunakan pendekatan &lt;i&gt;muqāran&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;
(perbandingan)&lt;span style="color: black;"&gt;. Ini menjadi sangat penting, karena
siswa tidak hanya dibekali pengetahuan atau pemahaman tentang ketentuan hukum
dalam fiqih atau makna ayat yang tunggal, namun juga diberikan pandangan yang
berbeda. Tentunya, bukan sekedar mengetahui yang berbeda, namun juga diberikan
pengetahuan (argumen-&lt;i&gt;dalil&lt;/i&gt;) tentang mengapa bisa berbeda; &lt;i&gt;Kedua, &lt;/i&gt;untuk
mengembangkan kecerdasan sosial, siswa juga harus diberikan pendidikan lintas
agama. Hal ini dapat dilakukan dengan mengadakan dialog antar agama; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ketiga, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;untuk
memahami realitas perbedaan dalam beragama, lembaga-lembaga pendidikan Islam
menyelenggarakan program &lt;i&gt;road show &lt;/i&gt;lintas agama dengan tujuan untuk
menanamkan kepedulian dan solidaritas terhadap komunitas agama lain; &lt;i&gt;Keempat,
&lt;/i&gt;untuk menanamkan kesadaran spiritual, pendidikan Islam perlu
menyelenggarakan program seperti &lt;i&gt;spiritual work camp&lt;/i&gt;, yaitu dengan cara
mengirimkan siswa untuk tinggal dalam sebuah keluarga selama beberapa hari,
termasuk kemungkinan tinggal pada keluarga yang berbeda agama.&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8891727741020518669" name="_ftnref25"&gt;&lt;/a&gt; Dalam program ini, siswa
harus melebur serta melakukan aktifitas sebagaimana aktifitas keseharian dalam
keluarga tersebut. Tujuannya adalah, agar siswa akan mempunyai kesadaran dan
kepekaan untuk menghargai dan menghormati orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Tidak
kalah pentingnya, Pendidikan Islam harus memandang iman yang dimiliki oleh setiap
pemeluk agama adalah bersifat dialogis, artinya iman itu bisa didialogkan
antara Tuhan dan manusia dan antara sesama manusia. Melalui suasana pendidikan
seperti itu, akan terbangun suasana pergaulan dalam kehidupan beragama secara
dewasa, tidak ada perbedaan yang berarti, tidak dikenal &lt;i&gt;superior&lt;/i&gt; ataupun
&lt;i&gt;inferior&lt;/i&gt;, serta memungkinkan terbentuknya suasana dialog yang memiliki
peluang untuk membuka wawasan spritualitas baru tentang keagamaan dan keimanan
masing-masing. Hal ini bisa diajarkan lewat pendidikan akidah yang &lt;i&gt;inklusif&lt;/i&gt;.
Pengajaran agama seperti itu, menuntut untuk bersikap objektif sekaligus
subjektif. Objektif, maksudnya sadar bahwa membicarakan banyak iman secara &lt;i&gt;fair&lt;/i&gt;
itu tanpa harus meminta pertanyaan mengenai benar atau validnya suatu agama. Subjektif
berarti sadar bahwa pengajaran seperti itu sifatnya hanyalah untuk mengantarkan
setiap peserta didik memahami dan merasakan sejauh mana keimanan tentang suatu
agama itu dapat dirasakan oleh orang yang mempercayainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;D.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;F.
&amp;nbsp;FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT WAWASAN MULTIKULTURAL DALAM PAI.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Sebagai
sebuah wacana baru, pendidikan Agama Islam berwawasan multikultural tentunya
memiliki faktor pendukung dan penghambatnya. Diantara faktor pendukung
dikembangkannya pendidikan Agama Islam berwawasan multikultural adalah: (1)
adanya landasan kultural dan &lt;i&gt;theologis&lt;/i&gt; dari al-Qur’an maupun al-Hadits
terhadap nilai-nilai multikultural, yaitu: nilai kejujuran dan tanggungjawab (&lt;i&gt;al-amanah&lt;/i&gt;),
keadilan (&lt;i&gt;al&lt;/i&gt;-&lt;i&gt;adalah&lt;/i&gt;), persamaan (&lt;i&gt;al-musâwah&lt;/i&gt;), permusyawaratan
dan demokrasi (&lt;i&gt;al&lt;/i&gt;-&lt;i&gt;syurâ&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;al&lt;/i&gt;-&lt;i&gt;musyawarah)&lt;/i&gt;, nilai
solidaritas dan kebersamaan (&lt;i&gt;al&lt;/i&gt;-&lt;i&gt;ukhuwwah&lt;/i&gt;),&amp;nbsp; kasih sayang (&lt;i&gt;al&lt;/i&gt;-&lt;i&gt;tarâkhim
&lt;/i&gt;atau &lt;i&gt;al-talathuf&lt;/i&gt;), memaafkan (&lt;i&gt;al-’afw),&lt;/i&gt; perdamaian (&lt;i&gt;al-shulh
&lt;/i&gt;atau &lt;i&gt;al-silm&lt;/i&gt;),&amp;nbsp; toleransi (&lt;i&gt;al-tasamûh&lt;/i&gt;) dan kontrol
sosial (&lt;i&gt;amr al-ma’rûf nahy ‘an al-munkar&lt;/i&gt;); (2) nilai-nilai multikultural
tersebut telah lama dikenal dan diajarkan di lembaga pendidikan Islam, terutama
penjelasannya dalam teks-teks klasik (&lt;i&gt;al-kutub al-mu’tabarâh&lt;/i&gt;) yang lazim
digunakan di pondok pesantren; (3) rakyat Indonesia telah memiliki sejarah yang
panjang mengenai pluralisme dan multikulturalisme karena bangsa Indonesia
dikenal sebagai bangsa yang religius dan multikultur, dan; (4) terbentuknya
Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sebagai tempat untuk memecahkan kebekuan
komunikasi dan kerjasama antar umat beragama di beberapa daerah menjadi angin
segar terhadap pemahaman agama yang &lt;i&gt;inklusif&lt;/i&gt;, toleran dan sejalan dengan
semangat pendidikan multikultural.&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8891727741020518669" name="_ftnref26"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Sementara
yang menjadi penghambat dalam pelaksanaan pendidikan Agama Islam berbasis
multikultural adalah: (1) masih terbangunnya &lt;i&gt;mindset&lt;/i&gt; (kerangka berpikir)
yang keliru dalam memah`mi paham/aliran-aliran kontemporer terkait dengan
ajaran agama. Munculnya fatwa MUI (Majelis Ulama’ Indonesia) tentang larangan /
haramnya paham pluralisme sedikit banyak menghambat upaya pencapaian pendidikan
multikultural tersebut; (2) masih merebaknya konflik, baik antarumat agama
maupun interumat agama itu sendiri serta fundamantalisme pemikiran yang masih
bertahan pada pemikiran lama yang &lt;i&gt;ekslusif&lt;/i&gt; –&lt;i&gt; fundamentalis &lt;/i&gt;dan
berpandangan bahwa kelompok (agama) lain adalah sesat sehingga harus disatukan;
(3) lebih menonjolnya semangat ke-&lt;i&gt;ika-&lt;/i&gt;an dari pada ke-&lt;i&gt;bhineka-&lt;/i&gt;an
dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta kurangnya pengakuan terhadap
keberadaan dan hak agama, suku dan golongan lain; (4) belum tertanamnya
kesadaran bahwa menganggap agama, kelompok/suku yang satu “lebih baik”&amp;nbsp;
dari yang lain adalah pandangan sempit&lt;i&gt; &lt;/i&gt;yang &lt;i&gt;offensive&lt;/i&gt;, dan
karenanya harus ditinggalkan; (5) pengajaran PAI berwawasan multikultural belum
terkonsep dengan jelas terkait dengan kurikulum dan metodenya; (6) guru-guru
agama Islam di sekolah yang&amp;nbsp; berperan sebagai ujung tombak pendidikan
agama nyaris kurang tersentuh oleh gelombang pergumulan pemikiran dan diskursus
pemikiran keagamaan di seputar isu pluralisme, multikulturalisme dan dialog
antarumat beragama, dan; (7) kurangnya pemahaman terhadap multikulturalisme dan
pluralisme sebagai desain Tuhan (&lt;i&gt;design of God)&lt;/i&gt; yang harus diamalkan
berupa sikap dan tindakan yang menjunjung tinggi multikulturalisme dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara.&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8891727741020518669" name="_ftnref27"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Lepas dari
faktor pendukung ataupun penghambatnya, pendidikan Agama Islam berwawasan
multikultural merupakan sebuah keniscayaan yang mendesak untuk segera
diimplementasikan untuk mewujudkan –istilah Gus Dur- “republik surga di bumi”,
yaitu tatanan kehidupan yang penuh dengan harmonisasi, keramahan, kesantunan,
kerukunan dan kedamaian. Sebuah idealisme dalam kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;a href="http://sunardins.blogspot.com/2012/09/mulktikultural-dalam-pendidikan-agama.html" target="_blank"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;(Sumber) &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;</description><link>http://pendidikan-multikultur.blogspot.com/2012/10/pendekatan-mulktikultural-dalam.html</link><author>noreply@blogger.com (Munib an-Nihrir)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLAxgdlcIWAUIBKJhO2kZSYdoYEDxVG7puoO_p8zd7tBKX5z7bjDPU0-hmOqfEx6RqtShMtH0LLNrjp07wPnPX0Ov6mk3xclpkbFozMNtyfzIgXiGS6YKUsg1hghuw2UzZIQnyppJEixTo/s72-c/Quran.jpeg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8891727741020518669.post-7179942937420375174</guid><pubDate>Sun, 21 Oct 2012 15:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-11-07T09:46:18.630-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Aqidah dan Akhlaq</category><title>Iman Kepada Malaikat Allah SWT</title><description>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEid-5tMaMQfKqzrvpcX1UMquaD-7nhymmEkFoAINQXAjNzMWlPoXC7X9ChC7Q3fi27LIyYKf4IPwW5x_5kZKNH4An-BheNd3S4769X1GtDb5bMo6lJ8CfngDLEY0D9brImOBI2d9JZnSc6j/s1600/galaksi.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEid-5tMaMQfKqzrvpcX1UMquaD-7nhymmEkFoAINQXAjNzMWlPoXC7X9ChC7Q3fi27LIyYKf4IPwW5x_5kZKNH4An-BheNd3S4769X1GtDb5bMo6lJ8CfngDLEY0D9brImOBI2d9JZnSc6j/s1600/galaksi.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Galaksi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;1. Definisi malaikat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Menurut bahasa “ مَلَا ئِكَةٌ “ bentuk 
jama’ dari “ مَلَكٌ “. Disebutkan bahwa kalimat itu berasal dari kata “ 
أَلُوكَةُ “ (risalah), dan ada yang meny&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;atakan dari “ لأَ كَ “ 
(mengutus), dan ada pula yang berpendapat selain dari keduanya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Adapun menurut istilah, malaikat adalah 
salah satu jenis makhluk Allah &amp;nbsp;yang Ia ciptakan khusus untuk taat dan 
beribadah kepada-Nya serta mengerjakan semua tugas-tugasnya. Sebagaimana
 dijelaskan Allah &amp;nbsp;dalam firman-Nya:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;“Dan kepunyaan-Nyalah segala yang di
 langit dan di bumi dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada
 mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya, dan tiada (pula) mereka 
letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.”&lt;/i&gt; (QS. Al-Anbiya’: 19-20)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Juga sebagaimana firman Allah , &lt;i&gt;“Dan
 mereka berkata, ‘Tiada yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) 
anak’. Maha Suci Allah. Sebenarnya (malaikat-malaikat itu) adalah 
hamba-hamba yang dimuliakan, mereka itu tiada mendahului-Nya dengan 
perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya.”&lt;/i&gt; (QS. Al-Anbiya’: 26-27)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;2. Kepercayaan manusia tentang malaikat sebelum masuk Islam&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Wujud malaikat diakui dan tidak 
diperselisihkan oleh umat manusia sejak dahulu kala. Sebagaimana tidak 
seorang jahiliyah-pun diketahui mengingkarinya, meskipun cara 
penetapannya berbeda-beda diantara pengikut para Nabi dengan yang 
lainnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Orang-orang musyrik menyangka para 
malaikat itu anak-anak perempuan Allah &amp;nbsp;(Subhaanallah, Maha Suci Allah).
 Allah &amp;nbsp;telah membantah mereka dan menjelaskan tentang ketidaktahuan 
mereka dalam firman-Nya:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;“Dan mereka menjadikan 
malaikat-malaikat yang mereka itu adalah hamba-hamba Allah Yang Maha 
Pemurah sebagai orang-orang perempuan. Apakah mereka menyaksikan 
penciptaan malaikat-malaikat itu? Kelak akan dituliskan persaksian 
mereka dan mereka akan dimintai pertanggungjawabannya.”&lt;/i&gt; (QS. Az-Zukhruf: 19)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan sebagaimana dikisahkan dalam Al-Qur’an, &lt;i&gt;“Atau
 Apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan dan mereka 
menyaksikan(nya)? Ketahuilah bahwa Sesungguhnya mereka dengan kebohongan
 mereka benar-benar mengatakan, “Allah beranak”. dan sesungguhnya mereka
 benar-benar orang yang berdusta.”&lt;/i&gt; (QS. Ash-Shafaat: 150-152)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;3. Beriman kepada malaikat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Iman kepada malaikat adalah rukun iman 
yang kedua. Maksudnya yaitu meyakini secara pasti bahwa Allah &amp;nbsp;mempunyai
 para malaikat yang diciptakan dari nur (cahaya), tidak pernah 
mendurhakai apa yang Allah perintahkan kepada mereka dan mengerjakan 
setiap yang Allah &amp;nbsp;perintahkan kepada mereka.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalil-dalil yang mewajibkan beriman kepada malaikat:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Firman Allah &amp;nbsp;dalam surat Al-Baqarah:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;“Rasul telah beriman kepada Al-Quran
 yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang
 beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, 
kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (mereka mengatakan): “Kami tidak 
membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari 
rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan Kami taat.” 
(mereka berdoa): “Ampunilah kami Ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah 
tempat kembali.”&lt;/i&gt; (QS. Al-Baqarah: 285)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Allah &amp;nbsp;menjadikan iman ini sebagai pokok aqidah (keimanan) seorang mukmin.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Firman Allah I pada ayat lainnya:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke 
arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi Sesungguhnya 
kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian, 
malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi…“&lt;/i&gt; (QS. Al-Baqarah: 177)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Allah &amp;nbsp;mewajibkan percaya kepada hal-hal tersebut di atas dan mengkafirkan orang-orang yang mengingkarinya. Allah &amp;nbsp;berfirman:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;“… Dan barang siapa yang kafir 
kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, 
dan Hari Kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat 
sejauh-jauhnya.”&lt;/i&gt; (QS. An-Nisa’: 136)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
c.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sabda Rasulullah &amp;nbsp;ketika menjawab pertanyaan Jibril &amp;nbsp;tentang iman:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt; “Yaitu engkau beriman kepada Allah,
 malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir 
dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.”&lt;/i&gt; (HR. Muslim, I/37 dan Al-Bukhari, I/19-20)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Rasulullah &amp;nbsp;menjadikan iman itu adalah 
dengan mempercayai semua yang disebut tadi. Sedangkan iman kepada 
malaikat adalah sebagian dari iman tersebut. Keberadaan malaikat 
ditetapkan berdasarkan dalil-dalil yang qath’iy (pasti), sehingga 
mengingkarinya adalah kufur berdasarkan ijma’ umat Islam, karena ingkar 
kepada mereka berarti menyalahi kebenaran Al-Qur’an dan As-Sunnah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;4. Macam-macam malaikat dan tugasnya&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Malaikat adalah hamba Allah &amp;nbsp;yang 
dimuliakan dan utusan Allah&amp;nbsp; yang dipercaya. Allah &amp;nbsp;menciptakan mereka 
khusus untuk beribadah kepada-Nya. Mereka bukanlah putra-putri Allah 
&amp;nbsp;dan bukan pula putra-putri selain Allah . Mereka membawa risalah Allah ,
 dan menunaikan tugas masing-masing di alam ini. Mereka juga 
bermacam-macam, dan masing-masing mempunyai tugas-tugas khusus. Di 
antara mereka adalah:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
a. Malaikat yang ditugasi menyampaikan (membawa) wahyu Allah&amp;nbsp; kepada Rasul-Nya . Ia adalah Ar-Ruh Al-Amin atau Jibril .&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Allah &amp;nbsp;berfirman:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;“Dia dibawa turun oleh Ar-Ruh 
Al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah 
seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan.” &lt;/i&gt;(QS. Asy-Syu’ara: 193-194)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Allah &amp;nbsp;menyifati Jibril &amp;nbsp;dalam tugasnya menyampaikan Al-Qur’an dengan sifat-sifat yang penuh pujian dan sanjungan:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;“Sesungguhnya Al Qur’aan itu 
benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril), 
yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan Tinggi di sisi Allah 
yang mempunyai ‘Arsy, yang ditaati di sana (di alam malaikat) lagi 
dipercaya.”&lt;/i&gt; (QS. At-Takwir: 19-21)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Malaikat yang diserahi urusan hujan dan pembagiannya menurut kehendak Allah .&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hal ini ditunjukkan oleh hadits Muslim dan Abu Hurairah , dari Nabi , beliau bersabda:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;“Tatkala seorang laki-laki berada di
 tengah lapang (gurun) dia mendengar suara di awan, ‘Siramilah kebun 
fulan’, maka menjauhlah awan tersebut kemudian menumpahkan air di suatu 
tanah yang berbatu hitam, maka saluran air di situ –dari saluran-saluran
 yang ada- telah memuat air seluruhnya…”&lt;/i&gt; (HR. Muslim, 4/2288).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ini menunjukkan bahwa curah hujan yang dilakukan malaikat sesuai dengan kehendak Allah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
c.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Malaikat yang diserahi 
terompet shur (sebagaimana yang ditafsirkan Rasulullah adalah tanduk 
yang ditiup), yaitu Israfil .&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ia meniupnya sesuai dengan perintah 
Allah &amp;nbsp;dengan tiga kali tiupan; Tiupan Faza’ (ketakutan), Tiupan Sha’aq 
(kematian), dan Tiupan Ba’ts (kebangkitan). Begitulah yang disebut Ibnu 
Jarir dan mufassir lainnya ketika menafsiri firman Allah :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;“…di waktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang ghaib dan Nampak, dan Dialah Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.”&lt;/i&gt; (QS. Al-An’am: 73)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan firman Allah :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;“…kemudian ditiup lagi sangkakala, lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya.”&lt;/i&gt; (QS. Al-Kahfi: 99)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan ayat-ayat lainnya yang ada sebutan, “an-nafkhu fishshur” (meniup terompet).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
d.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Malaikat yang ditugasi mencabut ruh, yakni malaikat maut dan rekan-rekannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tentang tugas malaikat ini Allah &amp;nbsp;berfirman:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;“Katakanlah: “Malaikat maut yang 
diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikanmu, kemudian hanya 
kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan.”&lt;/i&gt; (QS. As-Sajdah: 11)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Allah &amp;nbsp;juga berfirman, &lt;i&gt;“Dan Dialah 
yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan 
diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang 
kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh 
malaikat-malaikat Kami, dan malaikat- Malaikat Kami itu tidak melalaikan
 kewajibannya.”&lt;/i&gt; (QS. Al-An’am: 61)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
e.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Para malaikat penjaga Surga.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Allah &amp;nbsp;mengabarkan mereka ketika menjelaskan perjalanan orang-orang bertakwa dalam firman-Nya:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;“Dan orang-orang yang bertakwa 
kepada Tuhan dibawa ke dalam surga berombong-rombongan (pula). Sehingga 
apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka 
dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: “Kesejahteraan 
(dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! Maka masukilah surga ini, 
sedang kamu kekal di dalamnya”.&lt;/i&gt; (QS. Az-Zumar: 73)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
f.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Para malaikat penjaga Neraka Jahannam, mereka itu adalah Zabaniyah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Para pemimpinnya ada 19 dan pemukanya 
adalah malaikat Malik . Hal ini ditunjukkan oleh firman Allah &amp;nbsp;ketika 
menyifati Neraka Saqar:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;“Tahukah kamu Apakah (neraka) Saqar 
itu? Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan, (neraka Saqar) 
adalah pembakar kulit manusia. Dan di atasnya ada sembilan belas 
(Malaikat penjaga). Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan 
dari Malaikat.”&lt;/i&gt; (QS. Al-Mudatstsir: 27-31)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan Allah &amp;nbsp;bercerita tentang penduduk Neraka:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;“Mereka berseru, ‘Hai Malik, biarlah Tuhanmu membunuh kami saja’. Dia menjawab, ‘Kamu akan tetap tinggal (di Neraka ini).”&lt;/i&gt; (QS. Az-Zukhruf: 77)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
g.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Para malaikat yang ditugaskan menjaga seorang hamba dalam segala keadaan/ihwalnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mereka adalah (malaikat) Mu’aqqibat, sebagaimana yang diberitakan Allah &amp;nbsp;dalam firman-Nya:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;“Sama saja (bagi Tuhan), siapa 
diantaramu yang merahasiakan ucapannya, dan siapa yang berterus-terang 
dengan ucapan itu, dan siapa yang bersembunyi di malam hari dan yang 
berj`lan (menampakkan diri) di siang hari. Bagi manusia ada 
malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di 
belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah.”&lt;/i&gt; (QS. Ar-Ra’d: 10-11)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan firman Allah :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;“Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga…”&lt;/i&gt; (QS. Al-An’am: 61)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
h.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Para malaikat yang ditugaskan mengawasi amal seorang hamba, amal yang baik maupun amal yang buruk.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mereka adalah Al-Kiram Al-Katibun (para 
pencatat yang mulia). Mereka masuk dalam golongan Hafadzhah (para 
penjaga), sebagaimana firman Allah :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;“Apakah mereka mengira, bahwa Kami 
tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka? sebenarnya (kami 
mendengar), dan utusan-utusan (malaikat-malaikat) Kami selalu mencatat 
di sisi mereka.”&lt;/i&gt; (QS. Az-Zukhruf: 80)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Allah &amp;nbsp;juga menyatakan, &lt;i&gt;“(Yaitu) 
ketika dua orang Malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di 
sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapanpun
 yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya Malaikat Pengawas yang 
selalu hadir.”&lt;/i&gt; (QS. Qaaf: 17-18)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Juga, &lt;i&gt;“Padahal Sesungguhnya bagi 
kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia 
(di sisi Allah) dan mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu), mereka 
mengetahui apa yang kamu kerjakan.”&lt;/i&gt; (QS. Al-Infithar: 10-12)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan ayat-ayat serta hadits-hadits yang menyebut tentang mereka banyak sekali.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hubungan malaikat dengan manusia&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Allah &amp;nbsp;mewakilkan kepada malaikat urusan
 semua makhluk termasuk urusan manusia. Jadi mereka mempunyai hubungan 
yang erat dengan manusia semenjak ia berupa sperma. Hubungan ini 
dijelaskan Imam Ibnul Qayyim dalam kitabnya “Ightsatul Lahfan”, beliau 
berkata, “…mereka diserahi urusan penciptaan manusia dari satu fase ke 
fase yang lain, pembentukannya, penjagaannya dalam tiga lapis kegelapan 
(yaitu pembungkus janin dalam rahim; dua khusus janin dan ketiga khusus 
rahim. Ketiga lapis itu adalah saqith, kuriyan dan aminus. Ketiganya 
berfungsi mencegah suara, cahaya dan panas sampai kepada janin, pen), 
penulisan rizqi, amal, ajal, nasib celaka dan bahagianya, menyertainya 
dalam segala ihwalnya, perhitungan ucapan dan perbuatannya, penjagaannya
 dalam hidupnya, pencabutan ruhnya ketika meninggal, pembawa ruhnya 
ketika meninggal, pembawa ruhnya ketika untuk diperlihatkan kepada 
Penciptanya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Para malaikat-lah yang ditugasi mengurus
 adzab dan nikmat dalam barzakh dan sesudah kebangkitan. Mereka ditugasi
 membuat alat-alat kenikmatan dan adzab. Mereka yang meneguhkan (iman) 
bagi hamba yang mukmin dengan izin Allah , yang mengajarkan baginya apa 
yang bermanfaat, yang berperang membelanya. Merekalah para walinya 
(penolongnya) di dunia dan di akherat. Mereka yang menjajikannya 
kebaikan dan mengajak kepadanya, melarang kejahatan serta 
memperingatkannya. Maka mereka adalah wali dan ansharnya, penjaga dan 
mu’allim (pengajar)-nya, penasihat yang berdo’da dan beristighfar 
untuknya, yang selalu bershalawat atasnya selama ia mengajarkan kebaikan
 untuk manusia. Mereka yang memberi kabar gembira dengan karamah Allah 
&amp;nbsp;ketika tidur, mati dan ketika dibangkitkan. Merekalah yang membuatnya 
zuhud di dunia dan menjadikannya cinta kepada akheratnya. Mereka yang 
mengingatkannya ketika ia lupa, yang menggiatkannya ketika ia malas, dan
 menenangkannya ketika ia panik. Mereka yang mengupayakan kebaikan dunia
 dan akheratnya. Merekalah para utusan Allah I dalam mencipta dan 
mengurusnya. Mereka adalah safir (duta) penghubung antara Allah &amp;nbsp;dan 
hamba-Nya. Turun dengan perintah dari sisi-Nya di seluruh penjuru alam, 
dan naik kepada-Nya dengan perintah (membawa urusan).” (Kitab Ighatsatul
 Lahfan, II/125-126)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sedangkan dalil-dalil keterangan di atas
 adalah Al-Qur’an dan As-Sunnah yang tentunya amat panjang jika 
disebutkan, disamping memang dalil-dalil itu terkenal dan masyhur. 
Wallohu a’lam.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Rujukan: Kitab At-Tauhid Lish Shaffits Tsani Al-’Ali karya DR. Shalih Al-Fauzan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="http://almadinah.or.id/497-beriman-kepada-para-malaikat.html" target="_blank"&gt;(Sumber) &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://pendidikan-multikultur.blogspot.com/2012/10/iman-kepada-malaikat-allah-swt.html</link><author>noreply@blogger.com (Munib an-Nihrir)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEid-5tMaMQfKqzrvpcX1UMquaD-7nhymmEkFoAINQXAjNzMWlPoXC7X9ChC7Q3fi27LIyYKf4IPwW5x_5kZKNH4An-BheNd3S4769X1GtDb5bMo6lJ8CfngDLEY0D9brImOBI2d9JZnSc6j/s72-c/galaksi.jpeg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8891727741020518669.post-7192599122476995882</guid><pubDate>Sun, 21 Oct 2012 15:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-10-21T08:35:04.995-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Permasalahan</category><title>PENDEKATAN MULKTIKULTURAL DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM</title><description>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:TrackMoves/&gt;
  &lt;w:TrackFormatting/&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;
  &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;
  &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;
  &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
   &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;
   &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;
   &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;
   &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;
   &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;
   &lt;w:CachedColBalance/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;
  &lt;m:mathPr&gt;
   &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;
   &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;
   &lt;m:brkBinSub m:val="--"/&gt;
   &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;
   &lt;m:dispDef/&gt;
   &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;
   &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;
   &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;
   &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;
   &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;
   &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;
  &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"
  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"
  LatentStyleCount="267"&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Lncked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-priority:99;
 mso-style-qformat:yes;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
 mso-para-margin-top:0cm;
 mso-para-margin-right:0cm;
 mso-para-margin-bottom:10.0pt;
 mso-para-margin-left:0cm;
 line-height:115%;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:11.0pt;
 font-family:"Calibri","sans-serif";
 mso-ascii-font-family:Calibri;
 mso-ascii-theme-font:minor-latin;
 mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
 mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
 mso-hansi-font-family:Calibri;
 mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLAxgdlcIWAUIBKJhO2kZSYdoYEDxVG7puoO_p8zd7tBKX5z7bjDPU0-hmOqfEx6RqtShMtH0LLNrjp07wPnPX0Ov6mk3xclpkbFozMNtyfzIgXiGS6YKUsg1hghuw2UzZIQnyppJEixTo/s1600/Quran.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLAxgdlcIWAUIBKJhO2kZSYdoYEDxVG7puoO_p8zd7tBKX5z7bjDPU0-hmOqfEx6RqtShMtH0LLNrjp07wPnPX0Ov6mk3xclpkbFozMNtyfzIgXiGS6YKUsg1hghuw2UzZIQnyppJEixTo/s1600/Quran.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;. LATAR BELAKANG MASALAH&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Indonesia
adalah salah satu negara yang multikultural terbesar di dunia. Kenyataan ini
dapat dilihat dari sosiokultural maupun geografis yang begitu beragam dan luas.
Dengan jumlah yang ada di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
sekitar kurang lebih 13.000 pulau besar dan kecil, dan jumlah penduduk kurang
lebih 200 juta jiwa, terdiri dari 300 suku yang menggunakan hampir 200 bahasa
yang berbeda.&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8891727741020518669" name="_ftnref1"&gt;&lt;/a&gt; Selain itu,&amp;nbsp; juga menganut agama dan
kepercayaan yang beragam seperti Islam, Katholik, Kristen Protestan, Hindu,
Budha, Konghucu, serta berbagai macam kepercayaan dan aliran keyakinan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Keragaman
ini diakui atau tidak, akan dapat menimbulkan berbagai macam persoalan yang
sekarang ini dihadapi bangsa ini, seperti KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme),
premanisme,&amp;nbsp;&amp;nbsp; perseteruan&amp;nbsp;&amp;nbsp; politik,&amp;nbsp;&amp;nbsp;
kemiskinan, kekerasan, separatisme, perusakan lingkungan dan hilangnya
kemanusiaan untuk selalu menghargai hak-hak orang lain adalah bentuk nyata dari
multikulturalisme itu. Contoh kongkrit terjadinya tragedi pembunuhan
besar-besaran terhadap pengikut partai PKI pada tahun 1965, kekerasan etnis
China di Jakarta pada bulan Mei 1998, dan perang antara Islam - Kristen di
Maluku Utara sejak 1999 sampai 2003.&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8891727741020518669" name="_ftnref2"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Sebagai
pemeluk agama yang mayoritas penduduknya muslim, maka lembaga pendidikan Islam
cukup mendapat tempat di negeri ini. Namun permasalahan yang mendasar dalam hal
ini adalah sejauhmana orientasi pendidikan Islam dalam mengakomodir
permasalahan-permasalahan yang muncul di tengah-tenagah masyarakat. Mengingat
dalam kondisi masyarakat yang multikultural ini, sangat rentan terhadap
disintegrasi dan gap di tengah masyarakat, jika orientasi dan pemahaman
keagamaan masyarakat tidak mampu menerima fakta sosial di tengah-tengah mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dalam upaya
menjembatani harapan tersebut maka konsep pendidikan multikultural menjadi
salah satu solusi dalam menghadapi permasalahan tersebut. Namun demikian, isu
pendidikan ini masih relatif&amp;nbsp; baru dalam kancah pendidikan di Indonesaia,
terutama dalam lingkup masyarakat muslim. Hal ini mengingat, multikulturalisme
merupakan suatu perkembangan yang relatif baru dalam khasanah ilmu pengetahuan,
khususnya dalam ilmu-ilmu sosial. Namun dengan demikian multikulturalisme terus
berkembang sesuai dengan perubahan sosial yang dihadapi oleh umat manusia
khususnya di dalam era dunia terbuka dan era demokratisasi kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;B.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
RUMUSAN MASALAH&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dari latar
belakang masalah di atas, dapat dirumuskan beberapa permasalahan yang ingin
dijawab dalam tulisan ini, yakni:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Apa yang dimaksud dengan&amp;nbsp; multikultural?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Bagaimana pendidikan multikultural?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Bagaimana Pendidikan Islam Multikultural Dalam Konteks Keindonesiaan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&amp;nbsp;Bagaimana Potret pendidikan agama islam di tengah multikulturalisme &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Bagaiman Kurikulum pendidikan agama islam berwawasan multicultural&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;6.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Apa Faktor pendukung dan penghambat wawasan multikultural dalam PAI.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;BAB II&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;PEMBAHASAN&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;A.
MULTIKULTURALISME&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;1.
Pengertian Multikulturalisme&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Secara
sederhana multikulturalisme berarti “keberagaman budaya”.&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8891727741020518669" name="_ftnref3"&gt;&lt;/a&gt; Istilah multikultural ini sering digunakan untuk menggambarkan
tentang kondisi masyarakat yang terdiri dari keberagaman agama, ras, bahasa,
dan budaya yang berbeda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Selanjutnya
dalam khasanah keilmuan, istilah multikultural ini dibedakan ke dalam beberapa
ekspresi yang lebih sederhana, seperti pluralitas (&lt;i&gt;plurality), &lt;/i&gt;keragaman
(&lt;i&gt;diversity&lt;/i&gt;) dan multikultural (&lt;i&gt;multicultural&lt;/i&gt;) itu sendiri. Konsep
pluralis mengandaikan adanya “hal-hal yang lebihn dari satu (&lt;i&gt;many&lt;/i&gt;)”,
sedangkan keragaman menunjukkan bahwa keberadaan yang “lebih dari satu” itu
berbeda-beda, heterogen, dan bahkan tidak dapat disamakan. Sedangkan
multikulturalisme, sebenarnya masih tergolong relatif baru. Secara konseptual
terdapat perbedaan signifikan antara pluralitas, keragaman, dan multikultural.&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8891727741020518669" name="_ftnref4"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Sebagai
terminologi baru, multikultiralisme, menurut HAR. Tilaar, masih belum banyak
dipahami orang. Karena memang istilah multikulturalisme itu sendiri ternyata
bukanlah hal yang mudah.&amp;nbsp; Di dalamnya mengandung dua pengertian yang
sangat kompleks, yaitu “multi” yang berati jamak atau plural, dan “kulural”
yang berarti&amp;nbsp; kultur atau budaya.&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8891727741020518669" name="_ftnref5"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Pada tahap
pertama multikulturalisme baru mengandung hal-hal yang esensial di dalam
perjuangan kelakuan budaya yang berbeda (&lt;i&gt;the other&lt;/i&gt;). Dan pada tahap
perkembangan berikutnya yang disebut gelombang kedua (&lt;i&gt;second wave&lt;/i&gt;), dari
paham multikulturalisme telah menampung berbagai jenis pemikiran baru sebagai
berikut; &lt;i&gt;&amp;nbsp;Pertama, &lt;/i&gt;&amp;nbsp;pengaruh studi kultural. Studi kultural (&lt;i&gt;cultural
studies&lt;/i&gt;) antara lain melihat secara kritis masalah-masalah esensial di
dalam kebudayaan kontemporer seperti identitas kelompok, distribusi kekuasaan
di dalam masyarakat yang diskriminatif, peranan kelompok-kelompok masyarakat
yang termarjinalisasi, feminisme, dan maslah-maslah kontemporer seperti
toleransi antarkelompok dan agama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kedua,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; postkolonialisme. Pemikiran postkolonialisme
meloihat kembali hubungan antara eks penjajah dengan daerah jajahannya yang
telah meninggalkan banyak stigma yang biasanya merendahkan kaum terjajah.
Pandangan-pandangan postkolonialisme antara lain ingin mengungkit kembali
nilai-nilai &lt;i&gt;indigenous&lt;/i&gt; di dalam budaya sendiri dan berupaya untuk
melahirkan kembali kebanggaan terhadap budaya asing.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ketiga,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; globalisasi. Globalisasi ternyata telah
melahirkan budaya global yang memiskinkan potensi-potensi budaya asli. Untuk
itu timbul suatu upaya untuk menentang globalisasi dengan melihat kembali
peranan budaya-budaya yang berjenis-jenis di dalam masyarakat. Revitalisasi
budaya local merupakan upaya menentang globalisasi yang mengarah kepada
monokultural budaya dunia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Keempat,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; feminisme dan post peminisme. Gerakan
feminisme yang semula berupaya untuk mencari kesejahteraan antara perempuan dan
laki-laki kini meningkat kea rah kemitraan antara laki-laki dan perempuan. Kaum
perempuan bukan hanya menuntut penghargaan yang sama dengan fungsi yang sama
dengan laki-laki tetapi juga sebagai mitra yang sejajar dalam melaksanakan semua
tugas dan pekerjaan di dalam masyarkat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kelima,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; Post-strukturalisme. Pandangan ini
mengemukakan mengenai perlunya dekonstruksi dam rekonstruksi masyarakat yang
telah mempunyai struktur-struktur yang telah mapan yang bisanya hanya untuk
melanggengkan struktur kekuasaan yang ada.&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8891727741020518669" name="_ftnref6"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dari
gambaran pemahaman tentang multikultural yang dikemukakan di atas, maka
dapat&amp;nbsp; dipahami bahwa inti dari konsep multikulturalisme adalah kesediaan
menerima kelompok lain secara sama sebagai kesatuan, tanpa memperdulikan
perbedaan budaya, etnik, jender, bahasa, ataupun agama. Apabila pluralitas
sekadar merepresentasikan adanya kemajemukan (yang lebih dari satu), maka
multikulturalisme memberikan penegasan bahwa dengan segala perbedaannya itu
mereka adalah sama di dalam ruang public. Multikulturalisme menjadi semacam
respons kebijakan baru terhadap keragaman. Dengan kata lain, adanya
komunitas-komunitas yang berbeda saja tidak cukup; sebab yang terpenting adalah
bahwa komunitas-komunitas itu diperlakukan sama oleh Negara. Oleh karena itu,
multikulturalisme sebagai sebuah gerakan menuntut pengakuan (&lt;i&gt;politics of
recognition&lt;/i&gt;) terhadap semua perbedaan sebagai entitas dalam masyarakat yang
harus diterima, dihargai, dilindungi serta dijamin eksistensinya. Diversitas
dalam masyarakat modern bias berupa banyak hal, termasuk perbedaan yang secara
alamiah diterima oleh individu maupun kelompok dan yang dikonstruksikan secara
bersama dan menjadi semacam &lt;i&gt;common sense.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Perbedaan
tersebut menurut Bikhu Parekh bias dikategorikan dalam tiga hal, yaitu; &lt;i&gt;Pertama,&lt;/i&gt;
perbedaan subkultur (&lt;i&gt;subculture diversity&lt;/i&gt;), yaitu individu atau
sekelompok masyarakat yang hidup dengan cara pandang dan kebiasaan yang berbeda
dengan komunitas besar dengan sistem nilai atau budaya pada umumnya yang&amp;nbsp;
berlaku. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kedua,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; perbedaan dalam perspektif (&lt;i&gt;perspective
diversity&lt;/i&gt;), yaitu individu atau kelompok dengan perspektif kritis terhadap &lt;i&gt;mainstream&lt;/i&gt;
nilai atau budaya mapan yang dianut oleh mayoritas masyarakat di sekitarnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ketiga,
&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;perbedaan komunitas (&lt;i&gt;communal
diversity&lt;/i&gt;), yakni individu atau kelompok yang hidup dengan gaya hidup yang &lt;i&gt;genuine&lt;/i&gt;
sesuai dengan identitas komunal mereka (&lt;i&gt;indigeneous people way of life&lt;/i&gt;).&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8891727741020518669" name="_ftnref7"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;2. Sejarah
Multikulturalisme&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;Sebagai
sebuah gerakan, menurut Bhiku Parekh, multikulturalisme baru sekitar tahun
1970-an mulai muncuil pertama kali di Kanada dan Australia, kemudian di Amerika
Serikat, Inggris, Jerman, dan lainnya.(5) Setelah itu, diskursus
meultikulturalisme berkembang dengan sangat cepat. Setelah tiga decade sejak
digulirkan, multikulturalisme sudah mengalami dua gelombang penting, yaitu; &lt;i&gt;Pertama,&lt;/i&gt;
multikulturalisme dalam konteks perjuangan pengakuan budaya yang berbeda.
Prinsip kebutuhan terhadap pengakuan (&lt;i&gt;needs of recognition&lt;/i&gt;) adalah ciri
utama dari gelombang pertama ini. &lt;i&gt;Kedua, &lt;/i&gt;yaitu yang disebut gelombang
kedua, adalah multikulturalisme yang melegitimasi keragaman budaya, yang
mengalami beberapa tahapan, diantaranya: kebutuhan atas pengakuan, melibatkan
berbagai disiplin akademik lain, pembebasan melawan imperealisme dan
kolonialisme, gerakan pembebasan kelompok identitas dan masyarakat asli/ masyarakat
adapt (&lt;i&gt;indigeneous people&lt;/i&gt;), post-kolonialisme, globalisasi,
post-nasionalisme, post-modernisme, dan post-strukturalisme yang
mendekonstruksi struktur kemapanan dalam masyarakat.(6)&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8891727741020518669" name="_ftnref8"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Multikulturalisme
gelombang kedua ini, menurut Steve Fuller pada gilirannya memunculkan tiga
tantangan yang harus diperhatikan sekaligus harus diwaspadai, yaitu, &lt;i&gt;pertama,&lt;/i&gt;
adanya hegemoni Barat dalam bidang politik, ekonomi, sosial dan ilmu
pengetahuan. Komunitas, utamanya Negara-negara berkembang perlu mempelajari
sebab-sebab dari hegemoni Barat dalam bidang-bidang tersebut dan mengambil
langkah-langkah seperlunya dalam mengatasinya, sehingga dapat sejajar dengan
dunia Barat. &lt;i&gt;Kedua, &lt;/i&gt;esensialisme budaya. Dalam hal ini multikulturalisme
berupaya mencari esensi budaya tanpa harus jatuh ke dalam pandangan yang &lt;i&gt;xenophobia&lt;/i&gt;
dan etnosentrisme. Multikulturalisme dapat melahirkan tribalisme yang sempit
yang pada akhirnya merugikan komunitas itu sendiri di dalam era globalisasi. &lt;i&gt;Ketiga,&lt;/i&gt;
proses globalisasi, bahwa globalisasi bias memberangus identitas dan
kepribadian suatu budaya.&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8891727741020518669" name="_ftnref9"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Oleh kaena
itu, untuk menghindari kekeliruan dalam diskursus tentang multikulturalisme,
Bikhu Parekh menggarisbawahi tiga asumsi yang harus diperhatikan dalam kajian
ini, yaitu; &lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;, pada dasarnya manusia akan terikat dengan struktur
dan sistem budayanya sendiri dimana dia hidup dan berinteraksi.&amp;nbsp;
Keterikatan ini tidak berarti bahwa manusia tidak bias bersikap kritis terhadap
system budaya tersebut, akan tetapi mereka dibentuk oleh budayanya dan akan
selalu melihat segala sesuatu berdasarkan budayanya tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kedua,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; perbedaan budaya merupakan representasi dari
system nil;aid an cara pandang tentang kebaikan yang berbeda pula. Oleh karena
itu, suatu budaya merupakan suatu entitas yang relative sekaligus partial dan
memerlukan budaya lainuntuk memahaminya. Sehingga, tidak satu budaya pun yang
berhak memaksakan budayanya kepada system budaya lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ketiga,
&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;pada dasarnya, budaya
secara internal merupakan entitas yang plural yang merefleksikan interaksi
antarperbedeaan tradisi dan untaian cara pandang. Hal ini tidak berarti menegaskan
koherensi dan identitas budaya, akan tetapi budaya pada dasarnya adalah sesuatu
yang majemuk, terus berproses dan terbuka.&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8891727741020518669" name="_ftnref10"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dalam
sejarahnya, melani Budianata menyatakan bahwa multikulturalisme diawali dengan
teori &lt;i&gt;melting pot&lt;/i&gt; yang diwacanak oleh J. Hector St. John \de Crevecour
seorang imigran asal Normandia yang menggambarkan bercampurnya berbagai manusia
dari latar belakang berbeda menjadi bangsa baru “manusia baru”.(9)&amp;nbsp; Dalam
hal ini Hector ingin menekankan penyatuan bangsa dan ‘melelehkan” budaya asal,
sehingga seluruh imigran amerika hanya memiliki satu budaya baru yakni budaya
Amerika. Dalam hal ini bagaimanapun juga, konsep &lt;i&gt;melting pot&lt;/i&gt; masih
menunjukkan perspektif yang bersifat monokultir, karena acuan atau “cetakan
budaya” yang dipakai untuk “melelehkan” berbagai asal budaya tersebut mempunyai
karakteristik yang secara umum diwarnai oleh kelompok berkulit putih,
berorientasi budaya anglo-saksos dan bernuansa Kristen protestan (&lt;i&gt;White
Anglo Saxson Protestan&lt;/i&gt;) – biasa disebut WASP – sebagai kultur imigran kulit
putih berasal Eropa.&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8891727741020518669" name="_ftnref11"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Wacana
multikultural di Barat, pada gilirannya akan menjadi isu global seiring dengan
berjalannya proses globalisasi yang tidak mengenal demarkasi antarnegara.
Terlebih lagi dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang
memungkinkan terjadinya interaksi antarbudaya di tengah masyarakat dunia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;B. &lt;span&gt;&amp;nbsp;PENDIDIKAN MULTIKULTURAL&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Minggu
(25/9/2011), publik Indonesia kembali dikagetkan dengan peristiwa bom bunuh
diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS), Keputon, Solo, Jawa Tengah.&amp;nbsp;
bom bunuh diri yang menewaskan satu orang yang diduga sebagai pelakunya dan
melukai puluhan jamaat Gereja GBIS Solo tersebut mencabik-cabik perasaan jutaan
umat Islam di Indonesia yang terkenal dengan keramahnya karena pelakunya kuat
diduga sebagai seorang Muslim yang salah dalam memaknai "jihad". kita
kaget karena ternyata sebagian umat Islam di Indonesia belum mau menerima
pluralitas dan keberagaman suku, budaya, bahasa, dan agama sebagai sebuah
keniscayaan yang memang di-setting oleh Allah SWT sebagai sebuah &lt;i&gt;sunnat Allah.&lt;/i&gt;
berangkat dari sinilah maka menurut Penulis sudah saatnya kita mengembangkan
pendidikan agama yang berwawasan multikultural agar tercipta harmonisasi dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Wacana
pendidikan multikultural di Indonesia agaknya masih asing di kalangan sebagaian
pendidik, ataupun jika tidak, wacana tersebut sebatas wacana yang “melangit”
dikalangan para praktisi pendidikan dan belum diimplementasikan pada lembaga
pendidikan dengan segenap perangkat (kurikulum)nya. Tulisan ini dimaksudkan
memberikan sebuah tawaran gagasan penerapan pendidikan multikultural dalam
konteks pendidikan agama Islam (PAI) di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Secara garis
besar multikulturalisme dapat dipahami sebagai sebuah paham yang menekankan
pada kesederajatan dan kesetaraan budaya-budaya lokal tanpa mengabaikan hak-hak
dan eksistensi budaya lain. Sebagai sebuah ide, pendidikan multikultural
dibahas dan diwacanakan pertama kali di Amerika dan negara-negara Eropa Barat
pada tahun 1960-an oleh gerakan yang menuntut diperhatikannya hak-hak sipil (&lt;i&gt;civil
right movement&lt;/i&gt;). Tujuan utama dari gerakan ini adalah untuk mengurangi
praktik diskriminasi di tempat-tempat publik, di rumah, di tempat-tempat kerja,
dan di lembaga-lembaga pendidikan yang dilakukan oleh kelompok mayoritas
terhadap kelompok minoritas.&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8891727741020518669" name="_ftnref12"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=7395757900121793187#_ftn12" title=""&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;[12]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Gerakan
hak-hak sipil ini, menurut James A. Bank, berimplikasi pada dunia pendidikan,
dengan munculnya beberapa tuntutan untuk melakukan reformasi kurikulum
pendidikan yang sarat dengan diskriminasi. Sehingga pada awal tahun 1970-an
bermunculan sejumlah kursus dan program pendidikan yang menekankan pada
aspek-aspek yang berhubungan dengan etnik dan keragaman budaya (&lt;i&gt;cultural
diversity&lt;/i&gt;). Begitu juga keberadaan masyarakat dengan individu-individu yang
beragam latar belakang bahasa dan kebangsaan (&lt;i&gt;nationality&lt;/i&gt;), suku (&lt;i&gt;race
or etnicity&lt;/i&gt;), agama (&lt;i&gt;religion&lt;/i&gt;), gender, dan kelas sosial (&lt;i&gt;social&lt;/i&gt;
&lt;i&gt;class&lt;/i&gt;) dalam suatu masyarakat juga berimplikasi pada keragaman latar
belakang peserta didik dalam suatu lembaga pendidikan sehingga turut
melatarbelakangi berkembangnya pendidikan multikultural. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Pendidikan
multikultural menurut Prudence Crandall (1803-1890) adalah pendidikan yang
memperhatikan secara sungguh-sungguh latar belakang peserta didik baik dari
aspek keragaman suku, etnis, ras, agama, aliran kepercayaan dan budaya
(kultur).&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8891727741020518669" name="_ftnref14"&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Salah satu yang hendak dituju
dari pendidikan multikultural adalah terpenuhinya kebebasan masing-masing
peserta didik untuk mendapatkan haknya tanpa ada yang menghalangi. Melaksanakan
hak tidak berarti sama dengan berbuat bebas (&lt;i&gt;liberal&lt;/i&gt;) sebebas-bebasnya
karena di sana terdapat orang lain yang juga berhak melakukan sesuatu
(Abdurrahman Assegaf: 2011: 18).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Pendidikan
multikultural membantu siswa mengerti, menerima, dan menghargai orang dari
suku, budaya, nilai, dan agama berbeda sehingga tumbuh sikap saling menghargai
perbedaan (&lt;i&gt;agree in disagreement&lt;/i&gt;), dan dapat hidup saling berdampingan
satu dengan yang lain (&lt;i&gt;to live together&lt;/i&gt;). Dengan kata yang lain, siswa
diajak untuk menghargai – bahkan menjunjung tinggi – pluralitas dan
heterogenitas. Menurut Syafiq A. Mughni (2003: ix),&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8891727741020518669" name="_ftnref15"&gt;&lt;/a&gt;
paradigma pendidikan multikultural mengisyaratkan bahwa individu siswa belajar
bersama dengan individu lain dalam suasana saling menghormati, saling toleransi
dan saling memahami, untuk mengembangkan: i) transformasi diri; ii)
transformasi sekolah dan proses belajar mengajar, dan; iii) transformasi
masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dalam
pandangan Abdullah Aly, tujuan pendidikan multikultural mencakup: (i). Tujuan &lt;i&gt;attitudinal&lt;/i&gt;
(sikap), yaitu membudayakan sikap sadar, sensitif, toleran, respek terhadap
identitas budaya, responsif terhadap berbagai permasalahan yang timbul di
masyarakat. (ii). Tujuan kognitif, yaitu terkait dengan pencapaian akademik,
pembelajaran berbagai bahasa, memperluas pengetahuan terhadap kebudayaan yang
spesifik, mampu menganalisa dan menginterpretasi tingkah laku budaya dan
menyadari adanya perspektif budaya tertentu. (iii).&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8891727741020518669" name="_ftnref16"&gt;&lt;/a&gt;
Tujuan instruksional, yaitu menyampaikan berbagai informasi mengenai berbagai
kelompok etnis secara benar di berbagai buku teks maupun dalam pengajaran,
membuat strategi tertentu dalam menghadapi masyarakat yang plural, menyiapkan
alat yang konseptual untuk komunikasi antarbudaya dan untuk pengembangan
ketrampilan, mempersiapkan teknik evaluasi dan membuka diri untuk
mengklarifikasi dan penerangan mengenai nilai-nilai dan dinamika budaya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Secara
konseptual, menurut Gorsky (dikutip dari Hamid Hasan: 2000: 102), pendidikan
multikultural mempunyai tujuan sebagai berikut: (a). setiap siswa mempunyai
kesempatan untuk mengembangkan prestasi mereka; (b). Siswa belajar bagaimana
belajar dan berpikir secara kritis; (c). mendorong siswa untuk mengambil peran
aktif dalam pendidikan, dengan menghadirkan pengalaman-pengalaman mereka dalam
konteks belajar; (d).&amp;nbsp; mengakomodasi semua gaya belajar siswa; (e).
mengapresiasi kontribusi dari kelompok-kelompok yang berbeda; (f).
mengembangkan sikap positif terhadap kelompok-kelompok yang mempunyai latar
belakang berbeda; (g). untuk menjadi warga negara yang baik di sekolah maupun
di masyarakat; (h). belajar bagaimana menilai pengetahuan dari perspektif yang
berbeda; (i). untuk mengembangkan identitas etnis, nasional dan global, dan;
(j). mengembangkan keterampilan-keterampilan mengambil keputusan dan analisis
secara kritis sehingga siswa dapat membuat pilihan yang lebih baik dalam
kehidupan sehari-hari.&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8891727741020518669" name="_ftnref17"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;C.
PENDIDIKAN ISLAM MULTIKULTURAL DALAM KONTEKS KEINDONESIAAN&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Ismail Faruqi menyebutkan, sebagaimana dikutif oleh Sangkot, bahwa setidaknya
ada empat isu pokok yang dipandang sebagai landasan normative pendidikan Islam
multikultural, khususnya di bidang keagamaan, yaitu: 1) kesatuan dalam aspek
ketuhanan dan pean-Nya (wahyu), 2) kesatuan kenabian, 3) tidak ada paksaan
dalam beragama, dan 4) pengakuan terhadap eksistensi agama lain.&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8891727741020518669" name="_ftnref18"&gt;&lt;/a&gt; Semua yang demikian disebut normatif karena sudah
merupakan ketetapan Tuhan. Masing-masing klasifikasi didukung oleh teks
(wahyu), kendati satu ayat dapat saja berfungsi untuk justifikasi yang
lain.Sedangkan masalah-maslah yang muncul dari pendidikan multicultural di
Indonesia secara umum ada dua hal, yaitu; &lt;i&gt;pertama, &lt;/i&gt;&amp;nbsp;pendidikan multicultural
merupakan suatu proses. Artinya, konsep pendidikan multicultural yang baru
dimulai dalam dunia pendidikan khususnya di Indonesia memerlukan proses
perumusan, refleksi dan tindakan di lapangan sesuai dengan perkembangan
konsep-konsep yang fundamental mengenai pendidikan dan hak-hak asasi manusia.&lt;i&gt;Kedua,&lt;/i&gt;
pendidikan multicultural merupakan suatu yang multifaset. Oleh sebab itu
meminta suatu pendekatan lintas disiplin (&lt;i&gt;border crossing&lt;/i&gt;) dari para
pakar dan praktisi pendidikan untuk semakin memperhalus dan mempertajam konsep
pendidikan multicultural yang dibutuhkan oleh masyarakat yang dalam hal ini
masyarakat Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Konsep dasar
dari pendidikan multicultural itu memiliki empat nilai ini (&lt;i&gt;core values&lt;/i&gt;),
yaitu: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Apresiasi terhadap adanya kenyataan pluralitas budaya dalam masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Pengakuan terhadap harkat manusia dan hak asasi manusia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Pengembangan tanggung jawab masyarakat dunia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Pengembangan tanggung jawab manusia dan terhadap planet bumi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Berdasarkan
nilai-nilai inti di atas, maka dapat dirumuskan beberapa tujuan yang berkaitan
dengan nilai-nilai inti tersebut, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Mengembangkan perspektif sejarah yang beragam dari kelompok-kelompok masyarakat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Memperkuat kesadaran budaya yang hidup di masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Memperkuat kompetensi intelektual dan budaya-budaya yang hidup di masyarakat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Membasmi rasisme, seksisme, dan berbagai jenis prasangka (&lt;i&gt;prejudice&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Mengembangkan kesadaran atas kepemilikan planet bumi, dan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;6.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Mengembangkan ketrampilan aksi social (&lt;i&gt;social action&lt;/i&gt;).&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8891727741020518669" name="_ftnref19"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dari uraian
di atas kiranya ada beberapa hal yang perlu dikaji dalam penerapan pendidikan
Islam multicultural di Indoneisa, yaitu; &lt;i&gt;Pertama,&lt;/i&gt; pendidikan
multicultural secara inheren sudah ada sejak bangsa Indonesa ini ada. Falsafah
bangsa Indonesia adalah bhineka tunggal ika, suku gotong royong, membantu, dan
menghargai antar satu dengan yang lainnya, betapa dapat dilihat dalam potret
kronologis bangsa ini yang sarat dengan masuknya berbagai suku bangsa asing dan
terus berakulturasi dengan masyarakat pribumi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kedua,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; pendidikan multicultural memberikan secercah
harapan dalam mengatasi berbagai gejolak masyarakat yang terjadi akhir-akhir
ini. Pendidikan multikulural adlah pendidikan ysenantiasa menjunjung tinggi
nilai-nilai, keyakinan, heterogenitas, pluralitas, dan keragaman, apapun
aspeknya dalam masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ketiga,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; pendidikan multicultural menentang pendidikan
yang berorientasi bisnis. Pada saat ini, lembaga pendidikan baik sekolah atau
perguruan tinggi berlomba-lomba menjadikan lembaga pendidikannya sebagai sebuah
institusi yang mampu menghasilkan i&lt;i&gt;ncome&lt;/i&gt; yang besar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Keempat,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; pendidikan multicultural sebagai resistensi
fanatisme yang mengarah pada berbagai jenis kekerasan. Kekerasan muncul ketika
saluran kedamaian sudah tidak ada lagi. Kekerasan tersebut sebagai akibat dari
akumulasinya berbagai persoalan masyarakat yang tidak diselesaikan secara
tuntas dan saling menerima.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;B.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;D.
POTRET PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI TENGAH MULTIKULTURALISME &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dalam
konteks Indonesia, peserta didik di berbagai lembaga pendidikan diasumsikan
juga terdiri dari peserta didik yang memiliki beragam latar belakang agama,
etnik, bahasa, dan budaya. Asumsi ini dibangun berdasarkan pada data bahwa di
Indonesia terdapat 250 kelompok suku, 250 lebih bahasa lokal (&lt;i&gt;lingua francka&lt;/i&gt;),
13.000 pulau, dan 5 agama resmi.&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8891727741020518669" name="_ftnref20"&gt;&lt;/a&gt; Paling tidak keragaman
latar belakang siswa di lembaga-lembaga pendidikan di Indonesia terdapat pada
paham keagamaan, afiliasi politik, tingkat sosial ekonomi, adat istiadat, jenis
kelamin, dan asal daerahnya (perkotaan atau pedesaan). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Apabila
dikaji secara mendalam, Islam sangat ramah dan menghargai keanekaragaman
sebagai realitas (hukum alam- &lt;i&gt;sunnat Allah&lt;/i&gt;).&amp;nbsp; Dalam hal ini, konsep
&lt;i&gt;rahmatan lil ‘alamin &lt;/i&gt;merupakan landasan kultural ajaran Islam. Untuk
menjalankan misi kemanusiaanya tersebut, Islam memiliki instrumen yaitu
meletakkan pendidikan pada barisan terdepan, karena pendidikanlah yang secara
langsung berhadapan dengan umat manusia (Abudin Nata: 2001: 100).&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8891727741020518669" name="_ftnref21"&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;Memperbincangkan
pendidikan (agama) Islam pada hari ini biasanya memunculkan gambaran pilu dalam
pikiran kita tentang ketertinggalan, kemunduran, dan kondisi yang serba tidak
jelas sehingga memberikan kontribusi ekslusivisme dalam Islam. Kautsar Azhari
Noer (dalam Conni Semiawan, tt) menyebutkan empat faktor penyebab kegagalan
pendidikan Agama Islam tersebut, yaitu: &lt;i&gt;pertama, &lt;/i&gt;penekanannya lebih pada
proses transfer ilmu agama ketimbang pada proses transformasi nilai-nilai
keagamaan dan moral kepada anak didik; &lt;i&gt;Kedua,&lt;/i&gt; sikap bahwa pendidikan
agama tidak lebih dari sekedar sebagai “hiasan kurikulum” belaka atau sebagai
“pelengkap” yang dipandang sebelah mata; &lt;i&gt;Ketiga,&lt;/i&gt; kurangnya penekanan
pada nilai-nilai moral yang mendukung kerukunan antaragama, seperti cinta,
kasih sayang, persahabatan, suka menolong, suka damai dan toleransi, dan; &lt;i&gt;Keempat,&lt;/i&gt;
kurangnya perhatian untuk mempelajari agama-agama lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Sedangkan
Muhaimin (2003: 71) mengidentifikasi bahwa kegagalan pendidikan agama Islam
setidaknya disebabkan karena : 1) pendidikan agama masih berpusat pada hal-hal
yang bersifat simbolik, ritualistik, serta bersifat legal formalistik
(halal-haram) dan kehilangan ruh moralnya; 2) kegiatan pendidikan agama
cenderung bertumpu pada penggarapan ranah kognitif dan paling banter hingga
ranah emosional. Selain itu, ada juga beberapa kelemahan lainnya, yaitu: 1)
dalam bidang teologi, ada kecenderungan mengarah pada paham fatalistik; 2)
bidang akhlak yang hanya berorientasi pada urusan sopan santun dan belum dipahami
sebagai keseluruhan pribadi manusia beragama; 3) bidang ibadah diajarkan
sebagai kegiatan rutin agama dan kurang ditekankan sebagai proses pembentukan
kepribadian; 4) dalam bidang hukum (fiqih) cenderung dipelajari sebagai tata
aturan yang tidak akan berubah sepanjang masa, dan kurang memahami dinamika dan
jiwa hukum Islam; 5) agama Islam cenderung diajarkan sebagai dogma dan kurang
mengembangkan rasionalitas serta kecintaan pada kemajuan ilmu pengetahuan; 6)
orientasi mempelajari al-Qur’an masih cenderung pada kemampuan membaca teks,
belum mengarah pada pemahaman arti dan penggalian makna.&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8891727741020518669" name="_ftnref22"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dalam
konteks yang tidak jauh berbeda, M. Amin Abdullah (1998: 65) melihat beberapa
kelemahan pelaksanaan pendidikan agama di sekolah, yaitu: 1) pendidikan agama
lebih banyak terkonsentrasi pada persoalan-persoalan teoritis keagamaan yang
bersifat kognitif semata serta amalan-amalan ibadah praktis; 2) pendidikan
agama kurang &lt;i&gt;concern &lt;/i&gt;terhadap persoalan bagaimana mengubah pengetahuan
agama yang kognitif menjadi “makna” dan “nilai” yang perlu diinternalisasikan
dalam diri anak didik lewat berbagai cara, media dan forum; 3) isu kenakalan
remaja, perkelahian di antara pelajar, tindak kekerasan, premanisme, &lt;i&gt;white
color crime,&lt;/i&gt; konsumsi miras, dan sebagainya, walaupun tidak secara
langsung, memiliki kaitan dengan metodologi pendidikan agama yang selama ini
berjalan secara konvensional-tradisional; 4) metodologi pendidikan agama tidak
kunjung berubah antara &lt;i&gt;pra &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;post&lt;/i&gt; era modernitas; 5) pendidikan
agama lebih menitikberatkan pada aspek korespondensi-tekstual, yang lebih
menekankan hafalan teks-teks keagamaan yang sudah ada; 6) dalam sistem
evaluasi, bentuk-bentuk soal ujian agama Islam menunjukkan prioritas utama pada
kognitif dan jarang pertanyaan tersebut mempunyai bobot muatan “nilai” dan
“makna” spiritual keagamaan yang fungsional dalam kehidupan sehari-hari.&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8891727741020518669" name="_ftnref23"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Oleh karena
itu, untuk membentuk pendidikan yang mampu menghasilkan manusia yang memiliki
kesadaran multikulturalisme, diperlukan rekonstruksi pendidikan agama.
Maksudnya, kalau selama ini pendidikan agama masih menekankan sisi keselamatan
yang dimiliki dan didambakan oleh orang lain di luar diri dan kelompoknya
sendiri, maka pendidikan agama perlu direkonstruksi kembali, agar lebih
menekankan proses edukasi sosial yang tidak semata-mata individual dan memperkenalkan
&lt;i&gt;social contract. &lt;/i&gt;Dengan demikian, pada diri peserta didik tertanam suatu
keyakinan bahwa kita semua sejak semula memang berbeda-beda dalam banyak hal,
lebih-lebih dalam bidang akidah, iman dan kredo. Namun, demi menjaga
keharmonisan, keselamatan dan kepentingan kehidupan bersama, mau tidak mau
harus rela menjalin kerja sama dalam bentuk sosial antarsesama kelompok warga
masyarakat. Dengan reorientasi ini, diharapkan akan terjadi perubahan proses
dan mekanisme pembelajaran menuju ke arah terciptanya pemahaman dan kesadaran
multikultural kepada anak didik. Dalam hubungannya dengan hal ini, setidaknya
peran aktif yang harus segera dikerjakan oleh praktisi pendidikan (Islam)
adalah menyusun dan mengembangkan disain kurikulum dan metode pendidikan agama yang
mampu menumbuhkan sikap saling menghargai antarpemeluk agama dan kepercayaan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;C.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;E.
KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERWAWASAN MULTIKULTURAL&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Sebagaiman
Penulis uraikan diatas, pendidikan multikultural dipahami sebagai&lt;i&gt; &lt;/i&gt;suatu
pengetahuan yang menanamkan kesadaran diri seseorang akan arti perbedaan
antarsesama manusia, berbagai budaya dan nilai-nilai yang terdapat di dalamnya.
Dalam pandangan Ali Maksum dan Luluk Yunan Ruhendi (2004; 191-192), ciri-ciri
dari pendidikan multikultural adalah: (a) tujuannya membentuk “manusia budaya”
dan menciptakan “masyarakat berperadaban” (berbudaya); (b) materinya
mengajarkan nilai-nilai luhur kemanusiaan, nilai-nilai bangsa, dan nilai-nilai
kelompok etnis (kultural); (c) metodenya demokratis, yang menghargai aspek-aspek
perbedaan dan keragaman budaya bangsa dan kelompok etnis (multikulturalis),
dan; (d) Evaluasinya ditentukan pada penilaian terhadap tingkah laku anak didik
yang meliputi persepsi, apresiasi, dan tindakan terhadap budaya lainnya.&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8891727741020518669" name="_ftnref24"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kurikulum
dan materi pendidikan Agama Islam bagaimana pun tidak dapat terlepas dari
dimensi perkembangan dan nilai-nilai pendidikan multikultural. Adapun komponen
yang termasuk dalam kurikulum pendidikan multikultural antara lain tentang
studi etnis, kelompok minoritas, gender, kesadaran kultur, hubungan antarsesama
manusia, dan pengklarifikasian nilai-nilai dalam suatu kebudayaan. Hal-hal
tersebut termasuk pula mengenai konsep rasisme, perbedaan jenis kelamin,
keadilan, diskriminasi, opresi, perbedaan dan semacamnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Pendidikan
Agama Islam yang terintegrasi dengan spirit pendidikan multikultural &lt;span style="color: black;"&gt;perlu segera menampilkan ajaran-ajaran Islam yang toleran
dengan menitikberatkan pada pemahaman dan upaya untuk bisa hidup dalam konteks
perbedaan agama dan budaya, baik secara individual maupun secara kelompok. Oleh
karenanya, dalam upaya pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam harus
diperhatikan dimensi-dimensi berikut ini:&lt;/span&gt; &lt;i&gt;Pertama, &lt;/i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;pembelajaran fiqih dan tafsir al-Qur’an tidak harus
bersifat linier, namun menggunakan pendekatan &lt;i&gt;muqāran&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;
(perbandingan)&lt;span style="color: black;"&gt;. Ini menjadi sangat penting, karena
siswa tidak hanya dibekali pengetahuan atau pemahaman tentang ketentuan hukum
dalam fiqih atau makna ayat yang tunggal, namun juga diberikan pandangan yang
berbeda. Tentunya, bukan sekedar mengetahui yang berbeda, namun juga diberikan
pengetahuan (argumen-&lt;i&gt;dalil&lt;/i&gt;) tentang mengapa bisa berbeda; &lt;i&gt;Kedua, &lt;/i&gt;untuk
mengembangkan kecerdasan sosial, siswa juga harus diberikan pendidikan lintas
agama. Hal ini dapat dilakukan dengan mengadakan dialog antar agama; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ketiga, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;untuk
memahami realitas perbedaan dalam beragama, lembaga-lembaga pendidikan Islam
menyelenggarakan program &lt;i&gt;road show &lt;/i&gt;lintas agama dengan tujuan untuk
menanamkan kepedulian dan solidaritas terhadap komunitas agama lain; &lt;i&gt;Keempat,
&lt;/i&gt;untuk menanamkan kesadaran spiritual, pendidikan Islam perlu
menyelenggarakan program seperti &lt;i&gt;spiritual work camp&lt;/i&gt;, yaitu dengan cara
mengirimkan siswa untuk tinggal dalam sebuah keluarga selama beberapa hari,
termasuk kemungkinan tinggal pada keluarga yang berbeda agama.&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8891727741020518669" name="_ftnref25"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=7395757900121793187#_ftn25" title=""&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;[25]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Dalam program ini, siswa
harus melebur serta melakukan aktifitas sebagaimana aktifitas keseharian dalam
keluarga tersebut. Tujuannya adalah, agar siswa akan mempunyai kesadaran dan
kepekaan untuk menghargai dan menghormati orang lain.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Tidak
kalah pentingnya, Pendidikan Islam harus memandang iman yang dimiliki oleh setiap
pemeluk agama adalah bersifat dialogis, artinya iman itu bisa didialogkan
antara Tuhan dan manusia dan antara sesama manusia. Melalui suasana pendidikan
seperti itu, akan terbangun suasana pergaulan dalam kehidupan beragama secara
dewasa, tidak ada perbedaan yang berarti, tidak dikenal &lt;i&gt;superior&lt;/i&gt; ataupun
&lt;i&gt;inferior&lt;/i&gt;, serta memungkinkan terbentuknya suasana dialog yang memiliki
peluang untuk membuka wawasan spritualitas baru tentang keagamaan dan keimanan
masing-masing. Hal ini bisa diajarkan lewat pendidikan akidah yang &lt;i&gt;inklusif&lt;/i&gt;.
Pengajaran agama seperti itu, menuntut untuk bersikap objektif sekaligus
subjektif. Objektif, maksudnya sadar bahwa membicarakan banyak iman secara &lt;i&gt;fair&lt;/i&gt;
itu tanpa harus meminta pertanyaan mengenai benar atau validnya suatu agama. Subjektif
berarti sadar bahwa pengajaran seperti itu sifatnya hanyalah untuk mengantarkan
setiap peserta didik memahami dan merasakan sejauh mana keimanan tentang suatu
agama itu dapat dirasakan oleh orang yang mempercayainya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;D.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;F.
&amp;nbsp;FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT WAWASAN MULTIKULTURAL DALAM PAI.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Sebagai
sebuah wacana baru, pendidikan Agama Islam berwawasan multikultural tentunya
memiliki faktor pendukung dan penghambatnya. Diantara faktor pendukung
dikembangkannya pendidikan Agama Islam berwawasan multikultural adalah: (1)
adanya landasan kultural dan &lt;i&gt;theologis&lt;/i&gt; dari al-Qur’an maupun al-Hadits
terhadap nilai-nilai multikultural, yaitu: nilai kejujuran dan tanggungjawab (&lt;i&gt;al-amanah&lt;/i&gt;),
keadilan (&lt;i&gt;al&lt;/i&gt;-&lt;i&gt;adalah&lt;/i&gt;), persamaan (&lt;i&gt;al-musâwah&lt;/i&gt;), permusyawaratan
dan demokrasi (&lt;i&gt;al&lt;/i&gt;-&lt;i&gt;syurâ&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;al&lt;/i&gt;-&lt;i&gt;musyawarah)&lt;/i&gt;, nilai
solidaritas dan kebersamaan (&lt;i&gt;al&lt;/i&gt;-&lt;i&gt;ukhuwwah&lt;/i&gt;),&amp;nbsp; kasih sayang (&lt;i&gt;al&lt;/i&gt;-&lt;i&gt;tarâkhim
&lt;/i&gt;atau &lt;i&gt;al-talathuf&lt;/i&gt;), memaafkan (&lt;i&gt;al-’afw),&lt;/i&gt; perdamaian (&lt;i&gt;al-shulh
&lt;/i&gt;atau &lt;i&gt;al-silm&lt;/i&gt;),&amp;nbsp; toleransi (&lt;i&gt;al-tasamûh&lt;/i&gt;) dan kontrol
sosial (&lt;i&gt;amr al-ma’rûf nahy ‘an al-munkar&lt;/i&gt;); (2) nilai-nilai multikultural
tersebut telah lama dikenal dan diajarkan di lembaga pendidikan Islam, terutama
penjelasannya dalam teks-teks klasik (&lt;i&gt;al-kutub al-mu’tabarâh&lt;/i&gt;) yang lazim
digunakan di pondok pesantren; (3) rakyat Indonesia telah memiliki sejarah yang
panjang mengenai pluralisme dan multikulturalisme karena bangsa Indonesia
dikenal sebagai bangsa yang religius dan multikultur, dan; (4) terbentuknya
Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sebagai tempat untuk memecahkan kebekuan
komunikasi dan kerjasama antar umat beragama di beberapa daerah menjadi angin
segar terhadap pemahaman agama yang &lt;i&gt;inklusif&lt;/i&gt;, toleran dan sejalan dengan
semangat pendidikan multikultural.&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8891727741020518669" name="_ftnref26"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Sementara
yang menjadi penghambat dalam pelaksanaan pendidikan Agama Islam berbasis
multikultural adalah: (1) masih terbangunnya &lt;i&gt;mindset&lt;/i&gt; (kerangka berpikir)
yang keliru dalam memahami paham/aliran-aliran kontemporer terkait dengan
ajaran agama. Munculnya fatwa MUI (Majelis Ulama’ Indonesia) tentang larangan /
haramnya paham pluralisme sedikit banyak menghambat upaya pencapaian pendidikan
multikultural tersebut; (2) masih merebaknya konflik, baik antarumat agama
maupun interumat agama itu sendiri serta fundamantalisme pemikiran yang masih
bertahan pada pemikiran lama yang &lt;i&gt;ekslusif&lt;/i&gt; –&lt;i&gt; fundamentalis &lt;/i&gt;dan
berpandangan bahwa kelompok (agama) lain adalah sesat sehingga harus disatukan;
(3) lebih menonjolnya semangat ke-&lt;i&gt;ika-&lt;/i&gt;an dari pada ke-&lt;i&gt;bhineka-&lt;/i&gt;an
dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta kurangnya pengakuan terhadap
keberadaan dan hak agama, suku dan golongan lain; (4) belum tertanamnya
kesadaran bahwa menganggap agama, kelompok/suku yang satu “lebih baik”&amp;nbsp;
dari yang lain adalah pandangan sempit&lt;i&gt; &lt;/i&gt;yang &lt;i&gt;offensive&lt;/i&gt;, dan
karenanya harus ditinggalkan; (5) pengajaran PAI berwawasan multikultural belum
terkonsep dengan jelas terkait dengan kurikulum dan metodenya; (6) guru-guru
agama Islam di sekolah yang&amp;nbsp; berperan sebagai ujung tombak pendidikan
agama nyaris kurang tersentuh oleh gelombang pergumulan pemikiran dan diskursus
pemikiran keagamaan di seputar isu pluralisme, multikulturalisme dan dialog
antarumat beragama, dan; (7) kurangnya pemahaman terhadap multikulturalisme dan
pluralisme sebagai desain Tuhan (&lt;i&gt;design of God)&lt;/i&gt; yang harus diamalkan
berupa sikap dan tindakan yang menjunjung tinggi multikulturalisme dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara.&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8891727741020518669" name="_ftnref27"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Lepas dari
faktor pendukung ataupun penghambatnya, pendidikan Agama Islam berwawasan
multikultural merupakan sebuah keniscayaan yang mendesak untuk segera
diimplementasikan untuk mewujudkan –istilah Gus Dur- “republik surga di bumi”,
yaitu tatanan kehidupan yang penuh dengan harmonisasi, keramahan, kesantunan,
kerukunan dan kedamaian. Sebuah idealisme dalam kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="http://sunardins.blogspot.com/2012/09/mulktikultural-dalam-pendidikan-agama.html" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;(Sumber) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://pendidikan-multikultur.blogspot.com/2012/10/pendekatan-mulktikultural-dalam_21.html</link><author>noreply@blogger.com (Munib an-Nihrir)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLAxgdlcIWAUIBKJhO2kZSYdoYEDxVG7puoO_p8zd7tBKX5z7bjDPU0-hmOqfEx6RqtShMtH0LLNrjp07wPnPX0Ov6mk3xclpkbFozMNtyfzIgXiGS6YKUsg1hghuw2UzZIQnyppJEixTo/s72-c/Quran.jpeg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8891727741020518669.post-3586104874805916454</guid><pubDate>Sun, 21 Oct 2012 15:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-10-21T08:54:51.165-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Permasalahan</category><title>Pendidikan Multikulturalisme Perspektif Islam </title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlMiZccKCNoMzhIZ5dqKQE1G_NlrQi3vqitCW-8kB4rx70uh2rQckdSes3weebEr8F5-ZyEkpCJlvjo0HjUN4t7MUcEQ147_sVnYTE0Xji4t7CpR8xlTwKu7gvqI4CBJK05UoYfOQuGCPv/s1600/multi.jpeg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="238" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlMiZccKCNoMzhIZ5dqKQE1G_NlrQi3vqitCW-8kB4rx70uh2rQckdSes3weebEr8F5-ZyEkpCJlvjo0HjUN4t7MUcEQ147_sVnYTE0Xji4t7CpR8xlTwKu7gvqI4CBJK05UoYfOQuGCPv/s320/multi.jpeg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pembumian wacana multikulturalisme pada ranah pendidikan formal 
(sekolah) dewasa ini semakin menggeliat. Maraknya gagasan 
multikulturalisme disertai dengan penyebaran isu pendahuluan:&amp;nbsp; banyaknya
 peristiwa bentrokan dan konflik horizontal di tengah masyarakat. 
Berbagai pihak kemudian menyuarakan gagasan ini lebih keras dan 
diimplementasikan lebih dini dalam kurikulum pendidikan. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Lebih 
jauh lagi, kini, paham multikulturalisme mulai diintegrasikan pada ranah
 pendidikan agama. Alasannya, seperti dikemukakan dalam buku Pendidikan 
Multikultural; Konsep dan Aplikasi, Pendidikan Agama Islam yang ada saat
 ini dianggap sudah tidak relevan dan telah gagal menciptakan harmoni 
kehidupan dan bahkan menjadi pemicu konflik di tengah masyarakat plural 
(Ngainun Naim dan Achmad Sauqi, 2008:15).&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kementerian Agama RI pun telah menerbitkan sebuah buku berjudul 
“Panduan Integrasi Nilai Multikultur dalam Pendidikan Agama Islam pada 
SMA dan SMK” – selanjutnya disingkat Panduan Integrasi. (Diterbitkan 
dengan kerjasama dengan Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia 
(AGPAII), TIFA Foundation dan Yayasan Rahima). &lt;br /&gt;
Jika ditelisik lebih
 jauh, penanaman paham multikulturalisme – apalagi dalam ranah 
Pendidikan Agama Islam – sebenarnya belum didasari oleh kajian dan 
penelitian yang&amp;nbsp; mendalam.&amp;nbsp; Sebab, dalam perspektif Islam, paham 
multikulturalisme itu perlu ditelaah secara kritis. Berikut ini sejumlah
 catatan kritis atas multikulturalisme:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;, 
persoalan makna istilah. Multikulturalisme memiliki rentang definisi 
yang beragam mulai dari sekedar pengakuan terhadap realitas 
multikultural masyarakat dunia saat ini; upaya untuk menerima dan 
menghormati realitas itu; hingga pada pengertian yang merefleksikan 
relativisme kebenaran dan relativisme agama. Kecenderungan dominan dalam
 beberapa buku, semisal buku berjudul Pendidikan Agama Berwawasan 
Multikultural, istilah ini merefleksikan relativisme kebenaran dan 
agama. Ini karena, multikulturalisme hakikatnya merupakan kelanjutan 
dari paham inklusivisme dan pluralisme agama (Baidhawy, 2005: 69 &amp;amp; 
117). &lt;br /&gt;
Jika pada inklusivisme, integritas agama tertentu masih 
dipertahankan sekalipun ada pengakuan kebenaran pada yang lain, maka 
multikulturalisme dalam makna ini bergerak lebih jauh lagi: memungkinkan
 berbagi agama dengan yang lain. Dalam ide ini terkandung muatan 
sinkretisme agama. Bahkan,&amp;nbsp; bukan tidak mungkin,&amp;nbsp; memunculkan agama baru
 bernama multikulturalisme. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;, kekeliruan 
memahami agama Islam. Konsep multikulturalisme mendudukan Islam sebagai 
agama yang sama dan sederajat dengan agama yang lain. Padahal Islam 
sebagai agama (ad-din) berbeda dengan agama-agama yang ada di dunia ini.
 Islam adalah satu-satunya agama wahyu yang sampai sekarang 
orisinalitasnya terjaga. Dalam istilah Prof. Naquib al-Attas: “Islam is 
the only genuine revealed religion.” (al-Attas, Prolegomena to the 
Metaphysic of Islam)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Islam bukan agama budaya dan bukan agama yang
 dihasilkan oleh proses evolusi budaya. Demikian pula, sistem nilai dan 
sistem pemikiran Islam bukan semata berasal dari unsur-unsur budaya dan 
folosofis yang dibantu sains, tetapi berasal dari sumbernya yang asli 
yaitu wahyu, dikonfirmasi oleh agama serta didukung oleh akal dan 
intuisi. Islam sebagai agama final dan matang dari sejak diturunkannya, 
tidak mengenal adanya proses penyempurnaan. Islam berbeda dengan 
agama-agama lainnya -terutama agama bumi- di dunia ini yang lahir dari 
sebuah evolusi. Sehingga, ketentuan-ketentuan yang sudah diatur oleh 
Allah dan Rasul-Nya adalah ketentuan final sebagai syari’at hidup 
manusia menjalani penghambaan dan pengabdiannya kepada sang Khaliq. 
Sebagaimana tercantum dalam surat Al-Maidah (5) ayat 3. Sementara agama 
lain, hanyalah berupa pengalaman spiritual seseorang atau sekelompok 
orang dalam mencari sisi-sisi transenden untuk melengkapi kekosongan 
nilai spiritual yang ada dalam dirinya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Islam juga bukan agama 
sejarah (historical religion). Islam adalah agama yang mengatasi dan 
melintasi waktu karena sistem nilai yang dikandungnya adalah mutlak. 
Kebenaran nilai Islam bukan hanya untuk masa dahulu, namun juga sekarang
 dan akan datang. Nilai-nilai yang terdapat dalam Islam berlaku 
sepanjang masa. Islam memiliki pandangan-alam mutlaknya sendiri yang 
berbeda dengan agama lain. Pandangan-alam (worldview) ini meliputi 
persoalan ketuhanan, kenabian, kebenaran, alam semesta, dan lain 
sebagainya. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Ketiga&lt;/b&gt;, kekeliruan memahami 
konsep-konsep penting dalam agama. Pemahaman keliru ini berimbas pada 
sikap yang tidak tepat dalam mengatasi berbagai problema di masyarakat 
terkait kehidupan beragama. Konsep-konsep yang dipahami keliru itu 
seperti konsep Tuhan, konsep Wahyu (al-Qur’an dan al-Hadits), konsep 
truth claim (klaim kebenaran agama), toleransi, agama sama dengan 
budaya, kalimatun sawa, dakwah Islamiyah, dan lain sebagainya. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebagai
 contoh, dalam pemahaman multikulturalisme, klaim kebenaran (truth 
claim) tidak boleh lagi digaungkan. Mereka beralasan bahwa klaim 
kebenaran merupakan puncak dari semangat egosentrisme, etnosentrisme, 
dan chauvinisme. Klaim kebenaran bagi paham ini dianggap sebagai 
kelainan jiwa yang disebut narsisme (sikap membanggakan dan 
mengunggulkan diri). Sikap klaim kebenaran inilah yang menurut kalangan 
penggagas pendidikan multikulturalisme ini yang akan menghasilkan friksi
 di masyarakat dan menimbulkan konflik. (Choirul Mahfud,2009: 9). &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Padahal
 dalam Islam, mengakui dan meyakini bahwa Islam adalah satu-satunya 
agama yang benar dan mempersaksikan keyakinan tersebut dihadapan Allah 
SWT juga di hadapan manusia lainnya adalah keniscayaan yang harus 
dilakukan. Selain sebagai bagian dari deklarasi kemusliman serta 
kesiapan untuk tunduk dan patuh, persaksian tersebut menjadi media 
dakwah pada manusia yang lain untuk sama-sama beriman dan berislam. 
Islam mengajarkan prinsip hidup toleran tanpa harus meniadakan kebenaran
 prinsip yang dipegang. Toleransi dalam Islam bukan berarti sepakat, 
setuju, membenarkan ajaran agama lain, melainkan menghormati pemeluk dan
 ajaran agama lain sesuai proporsinya. Proses saling menghargai dan 
menghormati ini dilakukan sambil menegakkan prinsip ajaran agama, 
nilai-nilai agama, dan kewajiban berdakwah dalam bingkai-bingkai yang 
dianjurkan oleh agama itu sendiri. &amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Keempat&lt;/b&gt;, 
kekeliruan memahami budaya dan kesederajatan. Konsep multikulturalisme 
tidak dapat disamakan dengan konsep keanekaragaman suku bangsa atau 
kebudayaan yang menjadi ciri masyarakat majemuk (plural society). Karena
 multikulturalisme menekankan keanekaragaman kebudayaan dalam 
kesederajatan. (Choirul Mahfud, 2009: 95). &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pemahaman seperti ini 
mengharuskan masing-masing budaya manusia atau kelompok etnis 
diposisikan sejajar dan setara. Tidak ada yang lebih tinggi dan tidak 
ada yang lebih dominan. Karena semua kebudayaan pada dasarnya mempunyai 
kearifan tradisional yang berbeda-beda. Kearifan-kearifan (baca: ajaran,
 nilai-nilai, kandungan, dan lain-lain) tersebut tidak dapat dinilai 
sebagai positif-negatif dan tidak dapat dijelaskan melalui kacamata 
kebudayaan yang lain. Hal ini disebabkan oleh sudut pandang dan akar 
baik-buruk dari setiap kebudayaan mempunyai volume yang berbeda pula.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Budaya
 versi kalangan ini tidak terbatas dalam bidang seni, tetapi mencakup 
segala hal yang menjadi proses dan produk sebuah komunitas, meliputi 
agama, ideologi, sistem hukum, sistem pembangunan, dan sebagainya. 
(Choirul Mahfud, 2009: 205). Kalangan multikulturalis memaknai budaya 
secara luas, bahkan termasuk agama di dalamnya. Maka, agama Islam, 
Kristen, hindu, budha, jawa, sunda, batak, kapitalisme, sosialisme, dan 
berbagai produk komunitas lainnya adalah budaya dan posisinya sejajar 
dan sederajat. Islam tidak dapat menyalahkan agama lain, tidak dapat 
menilai baik atau buruk agama lain karena posisinya sama. Begitu pula, 
Islam tidak boleh mengklaim sebagai satu-satunya agama yang benar disisi
 Tuhan karena hal demikian akan mencenderai semangat toleransi dalam 
bingkai multikulturalisme.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Paham ini tidak membedakan antara 
budaya baik dan budaya buruk karena semuanya dalam bingkai 
kesederajatan. Sementara agama Islam tidaklah demikian. Islam memandang 
tinggi budaya baik dan memandang rendah budaya buruk. Jadi dalam Islam, 
persoalan budaya pun tetap dibingkai oleh nilai-nilai Ilahi yang 
sifatnya mutlak dan harus jadi pedoman untuk menakar kualitas budaya 
individu maupun kelompok.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bahaya lebih jauh adalah persepsi bahwa 
budaya bukanlah suatu kemutlakan yang harus dipertahankan, termasuk 
agama di dalamnya. Budaya dipahami sebagai sebuah gerak (move) 
kreatifitas masyarakat yang dibangun oleh gerakan prinsip-prinsip yang 
berbeda yang kemudian membentuk sebuah kesepakatan bersama tentang 
nilai, pandangan, dan sikap masyarakat (reinventing). Dalam arti, budaya
 tumbuh dan berkembang seiring dengan berkembangnya masyarakat itu 
sendiri yang tentunya dipengaruhi oleh faktor ekstern yang mengelilingi 
kehidupannya (Wahid, 2001: 77). &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jika pemahaman ini diaplikasikan,
 maka yang terjadi adalah agama dan nilai-nilai yang terkandung 
didalamnya bukanlah sesuatu yang mutlak dan final. Nilai-nilai atau 
kandungannya akan dan harus selalu berevolusi seiring sejalan dengan 
evolusi masyarakat yang berbeda dari waktu ke waktu. Jika demikian yang 
terjadi, sendi-sendi ajaran agama khususnya Islam lambat laun akan 
hilang dan punah. Terganti oleh nilai-nilai kreatif buatan manusia yang 
justeru akan membahayakan eksistensi kemanusiaannya itu sendiri dan 
eksistensi kehidupan secara keseluruhan. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Kelima&lt;/b&gt;,
 agenda buruk globalisasi. Pendidikan multikulturalisme dalam ranah 
agama patut diduga merupakan agen taktis untuk memuluskan penjajahan 
nilai-nilai sekular-liberal di era globalisasi. Nilai-nilai 
sekular-liberal dapat mengikis dan menghancurkan pemikiran dan keimanan 
umat Islam. Globalisasi bukan hanya melahirkan penjajahan ekonomi tetapi
 juga penjajahan pemikiran, budaya, nilai dan tradisi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
****&lt;br /&gt;
Lebih
 jauh lagi, gagasan multikulturalisme ini dengan tegas menyatakan bahwa 
negara sekuler-liberal merupakan jawaban atas keberagaman agama seperti 
yang terdapat di Indonesia. Yang demikian karena menurut mereka negara 
sdkular-liberal posisinya netral dan mampu memberikan equal opportunity 
kepada keanekaragaman agama.&lt;br /&gt;
Pendidikan multikulturalisme dalam ranah
 agama dapat mengikis keyakinan beragama umat Islam yang benar yang 
bersumber dari al-Qur’an dan as-Sunnah. Keyakinan tersebut diubah dengan
 pemahaman keagamaan yang semata-mata rasional, memenuhi dimensi 
sosiologis dan antropologis manusia semata. Maka, ketika proses ini 
berhasil dijalankan, akan memudahkan kalangan sekular-liberal untuk 
melanjutkan cengkraman penjajahan peradabannya kepada negeri-negeri 
Muslim. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jika konsep pendidikan multikulturalisme seperti hasil 
temuan penulis yang diutarakan di atas, maka pendidikan ini akan sangat 
berbahaya pagi siswa didik muslim. Dengan paham semacam ini, peserta 
didik dijauhkan dari tujuan pendidikan itu sendiri. Pendidikan agama 
Islam sejatinya adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan 
peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, mengimani, bertaqwa,
 berakhlak mulia, mengamalkan ajaran agama Islam dari sumber utamanya 
kitab suci Al-Qur’an dan al-Hadits, melalui kegiatan bimbingan, 
pengajaran latihan, serta penggunaan pengalaman. (Ramayulis, 2010: 21). &amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pendidikan
 agama dalam Islam adalah pendidikan agama yang berbasis tauhidullah 
dilandasi oleh semangat beribadah dan semangat dakwah dalam setiap 
dimensi kehidupan manusia. Dalam Islam, seluruh perbuatan manusia 
termasuk pendidikan, dibingkai oleh motivasi penyerahan total dirinya 
sebagai hamba Allah dan khalifatullah. Inilah hakikat pendidikan dalam 
pandangan alam Islami yang perlu diejawantahkan dalam dunia pendidikan 
dewasa ini. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Secara konseptual dan fakta sejarah, Tauhid Islam 
senantiasa sinergi dengan kerukunan. Karena itu – berbeda dengan kondisi
 di dunia Barat – wacana multikulturalisme tidak menduduki tempat 
penting. Maka, seyogyanya, para cendekiawan Muslim tidak mudah hanyut 
dalam gegap gempita paham-paham baru yang dapat berdampak negatif pada 
pemahaman Islam yang benar. Wallahu’alam bil-shawab.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="http://www.insistnet.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=325:pendidikan-multikulturalisme-perspektif-islam&amp;amp;catid=23:pendidikan-islam&amp;amp;Itemid=23" target="_blank"&gt;(Sumber) &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://pendidikan-multikultur.blogspot.com/2012/10/pendidikan-multikulturalisme-perspektif.html</link><author>noreply@blogger.com (Munib an-Nihrir)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlMiZccKCNoMzhIZ5dqKQE1G_NlrQi3vqitCW-8kB4rx70uh2rQckdSes3weebEr8F5-ZyEkpCJlvjo0HjUN4t7MUcEQ147_sVnYTE0Xji4t7CpR8xlTwKu7gvqI4CBJK05UoYfOQuGCPv/s72-c/multi.jpeg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8891727741020518669.post-7071431424418171877</guid><pubDate>Sun, 21 Oct 2012 15:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-10-21T08:05:18.855-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Permasalahan</category><title>Pendidikan Agama di Era Multikultural </title><description>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjug64gINp51wtvzxTZDSSICkYDnCzLTY1jm3bil86JQqtZTQXOgZ-d34LDlajZeOXldxPcJGWsF_DI0MJJgKj-_Y3bv_K1KXkYzsv6kPZoYRJzCyXLJtDJj6yjejyXREAeL6doromFWWBx/s1600/bineka.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjug64gINp51wtvzxTZDSSICkYDnCzLTY1jm3bil86JQqtZTQXOgZ-d34LDlajZeOXldxPcJGWsF_DI0MJJgKj-_Y3bv_K1KXkYzsv6kPZoYRJzCyXLJtDJj6yjejyXREAeL6doromFWWBx/s1600/bineka.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Bineka Tunggal Ika&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
1. Akhir-akhir ini dampak dari globalisasi maka hubungan antar negara, 
bangsa apalagi suku dan etnis sudah semakin dekat. Hubungan antar orang 
yang berlatar belakang agama, bangsa, suku, adat istiadat yang berbeda 
dialami pada setiap saat. Lebih-lebih, pada interaksi melalui alat 
elektronik seperti TV, internet dan lain-lain, sudah sedemikian mudah 
dilakukan. Dahulu, orang bisa melarang agar membatasi pergaulan dengan 
kelompok atau bangsa tertentu, maka pada saat sekarang ini sudah tidak 
mungkin dicegah-cegah seperti itu. Pergaulan antar manusia, suku bangsa 
dan negara sudah sedemikian bebas dan terbuka. Padahal, hubungan 
kemanusiaan dengan siapapun dan kapanpun harus tetap dijaga untuk saling
 memahami, menghargai dan atau menghormati satu dengan lain agar terjadi
 suasana harmoni. Prsoalannya adalah bagaimana hal itu ketika dihadapkan
 dengan pendidikan agama khususnya Islam. Persoalan ini perlu 
didiskusikan secara panjang lebar untuk menghindar keraguan, apalagi 
kesalah-pahaman.  &lt;br /&gt;2. Beberapa prinsip pokok yang perlu dikemukakan 
sebelum memperbincangkan tentang pendidikan agama multikultural adalah :
 (1) Islam adalah agama yang bersifat universal. Islam bukan 
diperuntukkan bagi salah satu suku bangsa, atau etnis tertentu melaikan 
sebagai rahmatan lil alamien. (2) Islam menghargai agama dan kepercayaan
 agama lain. Islam juga mengajarkan tidak ada pemaksanaan dalam 
beragama; (3) Islam juga merupakan agama yang terbuka untuk diuji 
kebenarannya; (4) Islam juga menegaskan bahwa keanekaragaman dalam 
kehidupan umat manusia adalah alamiah, perbedaan itu mulai dari jenis 
kelamin, suku, bangsa yang beraneka ragam. Perbedaan itu agar terjadi 
saling mengenal;; (5) Islam memiliki sejarah yang cukup jelas terkait 
dengan kehidupan yang majemuk sebagaimana yang ditunjukkan oleh 
rasulullah sendiri tatkala membangun masyarakat madani di madinah. 
Prinsip-prinsip dasar sperti ini perlu dijadikan rujukan dalam 
memperbincangkan pendidikan multikultual. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;3. Atas dasar 
beberapa prinsip tersebut di atas maka sesungguhnya Islam sendiri 
memberikan ruang yang seluas-luas pada pendidikan multikultural. Bahwa 
perbedaan-perbedaan itu justru telah dijelaskan sendiri oleh al Qur’an. 
Oleh karena itu tidak selayaknya ditutup-tutupi, apalagi diingkari. 
Sebagai ajaran yang terbuka, juga tidak selayaknya para umatnya memiliki
 rasa takut untuk terpengaruh dari ajaran lain. Ketakutan dapat dimaknai
 sebagai penyandang mental kalah yang seharusnya tidak dikembangkan oleh
 umat Islam. Atas dasar keyakinan yang kukuh, maka Islam memberikan 
kebebasan umatnya bergaul secara bebas dan terbuka dalam pentas 
pergaulan umat manusia sejagat. Rasulullah, pernah berkirim surat ke 
raja Heraklius, untuk memperkenalkan ajaran Islam. Oleh karena itu 
konsep pendidikan agama multikultural bukan harus dijauhi melainkan 
harus dihadapi secara obyektif dan penuh percaya diri. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;4. 
Pendidikan agama multikultural selain memperkukuh tauhid atau 
dasar-dasar keyakin an Islam maka perlu pula dikembangkan 
prinsip-prinsip dasar pergaulan antar sesama manusia menurut ajaran 
Islam secara lebih mendalam. Bagaimana di tengah-tengah perbedaan di 
antara sesama manusia sesungguhnya Islam mengajarkan konsep (1) kasih 
sayang antar sesama, (2) saling mengenal, (3) saling menghargai, (4) 
saling tolong menolong. Islam melarang merendahkan orang lain, 
bermusuh-musuhan, apalagi saling membinaakan. Membuat kerusakan di muka 
bumi, apalagi menghilangkan nyawa dengan alasan yang tidak benar menurut
 pandangan Islam merupakan dosa besar. Konsep Islam tentang tata 
pergaulan seperti ini mesti dikedepankan dalam pendidikan agama. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;5.
 Dalam tataran implementasi, saya pernah menyaksikan lembaga pendidikan 
yang para siswanya berasal dari berbagai etnis dan bangkan suku bangsa 
yang berlainan. Perbedaan bukan saja dari latar belakang agama dan 
budaya tetapi secara kasat mata dapat disaksikan sebagian anak berkulit 
putih, sebagian lain berkulit hitam dan sebagian lain berkulit kuning 
kehitam-hitaman seperti bangsa asia. Mereka setiap hari duduk dan 
belajar bersama. Di antara mereka diajak untuk saling mengerti, memahami
 dan menghormati dan bahkan saling bekerja sama. Bahkan saya melihat, 
dengan perbedaan itu maka akan terjadi saling berkompetisi dengan cara 
yang terbuka atau fair. Persoalan yang muncul dalam berkomunikasi 
sehingga melahirkan konflik yang tidak perlu, sesunguhnya terjadi oleh 
karena sikap-sikap kurang percaya diri untuk bersaing dan kemudian 
mengambil jalan yang tidak terbuka itu. Sepanjang nilai-nilai 
keterbukaan, sportifitas di jaga betul maka suasana harmoni dalam 
kehidupan multikultural ini dapat dijaga dengan baik. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;6. Di 
lingkungan kita, konsep pendidikan agama multikultual ini masih 
tergolong baru. Walaupun sesungguhnya dalam tataran doktrin yang 
bersumber dari ajaran Islam, al Qur’an dan hadits, sudah sejak 
diturunkan ajaran ini sudah diperkenalkan. Hanya saja, oleh karena 
gejala hidup multikultural merupakan, setidak-tidaknya di Indonesia, dan
 lebih khusus lagi di kota kecil seperti Malang ini, masih merupakan 
gejala baru maka perlu pengenalan melalui diskusi, tukar pendapat dan 
bahkan juga melakukan studi banding ke tempat-tempat yang fenomena itu 
sudah berjalan lebih lama. Pro dan kontra selalu akan terjadi, sebab hal
 yang demikian sudah menjadi kelaziman tatkala hal-hal baru 
diperkenalkan atau terjadi secara tiba-tiba. Akan tetapi, sebagaimana 
lazimnya perubahan itu tokh akhirnya akan diterima jika hal itu sudah 
menjadi kenyataan yang tidak bisa dihindari lagi. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;7. Selama ini
 saya berkeyakinan, jika agama-agama diberikan secara terbuka maka 
justru akan memperkukuh keyakinan yang dimiliki oleh masing-masing 
pemeluk. Cara-cara yang dilakukan sebagian masyarakat untuk melakukan 
proteksi berlebihan, sehingga menjadikan miskin informasi tentang dunia 
luar, justru akan membahayakan. Dalam beragama, bahwa meyakini hanya 
agamanya sendirilah yang paling benar adalah suatu keniscayaan. Akan 
tetapi, semestinya keyakinan seperti itu tidak harus merendahkan agama 
apalagi orang yang memeluk agama lain. Yang dipentingkan adalah bahwa 
pengakuan membenarkan agama sendiri dibekali oleh tanggung jawab, baik 
bersumber hal itu bersumber kitab suci atau alasan-alasan lainnya ang 
dapat dibangunnya. Berangkat dari pandangan ini maka dapat terhindar 
dari sikap keberagamaan yang hanya bersifat ikut-ikutan. Islam sendiri 
membawa umatnya agar beragama secara sungguh-sungguh atau kaffah. 
Artinya, dalam beragama Islam tidak menghendaki dilakukan secara sete 
ngah-setengah, tidak ke sana dan juga tidak kemari.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjug64gINp51wtvzxTZDSSICkYDnCzLTY1jm3bil86JQqtZTQXOgZ-d34LDlajZeOXldxPcJGWsF_DI0MJJgKj-_Y3bv_K1KXkYzsv6kPZoYRJzCyXLJtDJj6yjejyXREAeL6doromFWWBx/s1600/bineka.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjug64gINp51wtvzxTZDSSICkYDnCzLTY1jm3bil86JQqtZTQXOgZ-d34LDlajZeOXldxPcJGWsF_DI0MJJgKj-_Y3bv_K1KXkYzsv6kPZoYRJzCyXLJtDJj6yjejyXREAeL6doromFWWBx/s1600/bineka.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a href="http://www.uin-malang.ac.id/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=448:23-05-2008&amp;amp;catid=25:artikel-rektor" target="_blank"&gt;(Sumber) &lt;/a&gt;</description><link>http://pendidikan-multikultur.blogspot.com/2012/10/pendidikan-agama-di-era-multikultural.html</link><author>noreply@blogger.com (Munib an-Nihrir)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjug64gINp51wtvzxTZDSSICkYDnCzLTY1jm3bil86JQqtZTQXOgZ-d34LDlajZeOXldxPcJGWsF_DI0MJJgKj-_Y3bv_K1KXkYzsv6kPZoYRJzCyXLJtDJj6yjejyXREAeL6doromFWWBx/s72-c/bineka.jpeg" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Malang, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-7.981894 112.626503</georss:point><georss:box>-8.044793499999999 112.547539 -7.9189944999999993 112.705467</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8891727741020518669.post-446616938848393891</guid><pubDate>Fri, 23 Mar 2012 14:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-03-23T08:00:59.978-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pendidikan</category><title>Perkembangan dan Pertumbuhan Peserta Didik</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 14.2pt;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;strong&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;Pertumbuhan&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&amp;nbsp;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;diartikan
sebagai perubahan alamiah secara kuantitatif pada segi jasmaniah atau fisik dan
atau menunjukkan kepada suatu fungsi tertentu yang baru (yang tadinya belum
tampak) dari organisme atau individu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 14.2pt;"&gt;
&lt;strong&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;Perkembangan&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;diartikan
sebagai perubahan-perubahan yang dialami oleh individu atau organisme menuju
tingkat kedewasaannya yang berlangsung secara sistematis, progresif dan
berkesinambungan baik fisik maupun psikis.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 14.2pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Sedikit menyangkut factor- factor perkembangan, saya akan membahas factor
Internal, Eksternal dan Umum yang mempengaruhi perkembangan peserta didik:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 14.2pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Faktok Internal&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 14.2pt;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Bakat atau pembawaan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;, Bakat ini
dapat di umpamakan sebagai bibit kesanggupan atau bibit kemungkinan yang
terkandung dalam diri anak. Anak yang mempunyai bakat music maka dia cenderung
lebih mudah merespon sesuatu hal tentang music, begitu juga dengan kecenderungannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 14.2pt;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Sifat-sifat keturunan,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt; Sifat-sifat
keturunan individu di warisi oleh orangtua atau nenek moyang dapat berupa fisik
dan mental. Fisik seperti bentik muka, hidung, telinga dll. Mental meliputi,
sifat murah hati, pemarah, idealis dll.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 14.2pt;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Dorongan dan Instink,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt; Dorongan
adalah kodrat hidup yang mendorong manusia melaksanakan sesuau atau bertindak
pada saatnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 14.2pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Instink adalah suatu sifat yang dapat menimbulkan perbuatan yang
menyampaikan pada tujuan tanpa didahului dengan latihan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 14.2pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Faktor Eksternal&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 14.2pt;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Makanan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;, makanan
merupakan faktor yang sangat penting bagi pertumbuhan yang normal dari setiap
individu, makanan yang begizi, baik, dan halal sangat mempengaruhi perkembangan
fisik maupun psikisnya. Seperti dalam Qur’an telah dijelaskan, &lt;i&gt;“Dan &lt;/i&gt;makanlah&lt;i&gt;
makanan yang halal lagi baik dari apa yang telah direzekikan kepadamu… &lt;/i&gt;(QS.
Al-Maidah: 88). Pentingnya memperhatikan kualitas makanan dari segi
kehalalannya ini adalah karena menurut Islam makanan mempunyai pengaruh yang
besar, tidak saja terhadap pertumbuhan dan kesehatan jasmani manusia, melainkan
juga terhadap perkembangan jiwa, pikiran dan tingkah laku seseorang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 14.2pt;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Iklim,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt; Keadaan iklim
dan lingkungan tersebut cukup berpengaruh terhadap pertumbuhan fisik dan
perkembangan mental anak, meskipun para ahli masih terus berdebat tentang
sejauh mana pengaruh-pengaruh itu terjadi pada perkembangan seorang anak. Anak Indonesia
akan berbeda dengan anak-anak dari eropa, timur tengah dan lain-lain, karena
kondisi iklim alam yang berbeda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 14.2pt;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Kebudayaan,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt; Latar belakang
budaya suatu bangsa atau lingkungan sedikit banyak juga mempengaruhi dalam&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; perkembangan seseorang. Misalnya latar
belakang budaya desa, keadaan jiwanya masih murni, masih yakin akan kebesaran
dan kekuasaan Tuhan, akan terlihat lebih tenang, karena jiwanya masih berada
dalam lingkungan kultur, kebudayaan bangsa sendiri yang mengandung
petunjuk-petunjuk dan falsafah yang diramu dari pandangan hidup keagamaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 14.2pt;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Ekonomi,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt; Orangtua yang
ekonominya lemah, yang tidak sanggup memenuhi kebutuhan pokok anak-anaknya
dengan baik, sering kurang memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan
anak-anaknya, Bahkan tidak jarang tekanan ekonomi mengakibatkan pada tekanan
jiwa, yang pada gilirannya menimbulkan konflik antara ibu dan bapak, antara
anak dan orangtua, sehingga melahirkan rasa rendah diri pada anak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 14.2pt;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Kedudukan anak dalam lingkungan
keluarga,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt; Kedudukan anak dalam lingkungan keluarga juga mempengaruhi
perkembangannya. Bila anak itu merupakan anak tunggal, biasanya perhatian
orangtua tercurah kepadanya, sehingga ia cenderung memiliki sifat-sifat
seperti: manja, kurang bisa bergaul dengan teman-teman sebayanya, menarik
perhatian dengan cara kekanak-kanakan, dan sebagainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 14.2pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Faktor Umum&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 14.2pt;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Intelegensi,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt; Peaget
mendefinisikan intelegensi sebagai pikiran atau tindakan adaptif. Selain itu,
intelegensi juga dapat didefinisikan sebagai kemampuan untuk berfikir abtrak
dan menyelesaikan masalah secara efektif. Tingkat intelegensi yang tinggi erat
kaitannya dengan kecepatan perkembangannya. Sedangkan tingkat intelegensi yang
rendah erat kaitannya dengan kelambanan perkembangan. Misalanya dalam hal
berbicara pada usia 11 bulan, anak yang rata-rata kecerdasannya pada usia 16
bulan, bagi kecerdasannya yang sangat rendah pada usia 34 bulan, sedangkan bagi
anak-anak idiot baru bisa bicara pada usia 52 bulan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 14.2pt;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Jenis Kelamin,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt; Jenis kelamin
juga memegang peranan yang penting dalam perkembangan fisik dan mental seorang
anak. Dalam hal anak yang baru lahir misalnya, anak laki-laki sedikit lebih
besar daripada anak perempuan, tetapi anak perempuan kemudian tumbuh lebih
cepat daripada anak laki-laki. Demikian juga dalam hal kematangannya, anak
perempuan lebih dahulu dari anak laki-laki.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 14.2pt;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Kelenjar gondok,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt; Pada manusia,
hormon pertumbuhan (Growth Hormone/GH) mempengaruhi kecepatan pertumbuhan
seseorang. Seseorang yang kelebihan hormon akan mengalami pertumbuhan yang luar
biasa/gigantisme. Sebaliknya, jika seseorang kekurangan hormon pertumbuhan maka
dapat mengakibatkan kekerdilan. Hormon tiroksin yang dihasilkan oleh kelenjar
gondok (kelenjar tiroid) mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan manusia.
Bila pada masa kanak-kanak kekurangan hormon tiroksin mengakibatkan kretinisme.
Kretinisme yaitu pertumbuhan yang lambat dan mental yang terbelakang, sehingga
perkembangannya juga terhambat. Pada hewan tingkat tinggi (vertebrata) misalnya
katak, metamorfosis berudu menjadi katak dewasa dipengaruhi oleh hormon
tiroksin yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 14.2pt;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Kesehatan,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt; Mereka yang
kesehatan mental dan fisiknya baik dan sempurna akan mengalami perkembangan dan
pertumbuhan yang memadai. Sebaliknya, mereka yang mengalami gangguan kesehatan,
baik secara mental maupun fisik, perkembangan dan pertumbuhannya juga akan
mengalami hambatan. Serti kata-kata yang lazim dilingkungan kita “&lt;i&gt;akal yang
baik terdapat pada badanyang sehat”&lt;/i&gt;, da;am pertumbuhan fisiknya, manusia
memerlukan kekuatan dan daya tahan tubuh serta perlindungan keamanan fisiknya.
Kondisi fisik amat penting dalam perkembangan dan pembentukan pribadi seseorang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 14.2pt;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Ras,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt; . Misalnya,
anak-anak dari ras &lt;i&gt;Mediterranean &lt;/i&gt;(sekitar laut tengah) mengalami
perkembangan fisik lebih cepat dibandingkan dengan anak-anak dari bangsa Eropa
Utara. Demikian pula anak-anak Negro dan ras Indian, ternyata perkembangannya
lebih cepat dibandingkan dengan anak-anak dari ras bangsa-bangsa yang berkulit
putih dan kuning.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Kesimpulan&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Manusia dalam
penciptaannya di anugrahi dengan berbagai potensi-potensi yang berbeda dari
makhluk yang lainnya. Dalam posisisnya manuasia menjadi makhluk yang paling
sempurna dengan kelebihan dari berbagai aspek, fisik, maupun psikologis. Sesuai
dengan filosofi asal manusia yang diciptakan dari tanah, dalam tanah terdapat
unsur-unsur yang bemacam-macam, seperti debu, air, api, tumbuhan-tumbuhan,
hewan-hwan melata dan lain-lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Hubungannya
dengan perkembangan, bahwa dalam masa –masa perkembangannya manusia mempunyai
tahapan-tahapan yang harus dilalui, dalam masa perkembangannya sangat banyak
yang menjadi factor penentunya, karena konponen-komponen yang berkaitan yang
sangat banyak. seperti yang telah kita bahas yaitu factor-faktor yang ada dalam
diri individu, di luar individunya sampai pada factor-faktor yang umum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Factor yang
berasal dari dalam invidu (internal), meliputi; &lt;i&gt;bakat atau pembawaan,
sifat-sifat keturunan, dorongan dan instink.&lt;/i&gt; Sedangkan factor-faktor diluar
individu (Eksternal), meliputi; &lt;i&gt;makanan&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;iklim, kebudayaan, ekonomi, dan
kedudukan anak dalam keluarga.&lt;/i&gt;dan factor-faktor yang umum meliputi; &lt;i&gt;intelegensi,
jeniskelamin, kelenjar gondok, kesehatan, dan ras.&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Sedikit
pembahasan diatas hanya sebagaian kecil masalah yang bersangkutan dengan
perkembangan manusia. Semoga dengan pembahasan ini kami dapat mengambil manfaat
dari pengetahuan yang da dalam mata pelajaran ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Rujukan&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Desmita, &lt;i&gt;Psikologi Perkembangan Peserta Didik&lt;/i&gt;,PT Remaja Rosdakarya,
2011, Bandung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Hasan, Aliah B. Purwaka, &lt;i&gt;Psikologi Perkembangan Islami&lt;/i&gt;, PT.
Rajagrafindo Pesada, 2006, Jakarta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Hartinah, Sitti, &lt;i&gt;Perkembangan Peserta Didik&lt;/i&gt;, PT. Refika Aditama,
2010, Bandung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;a href="http://edukasi.kompasiana.com/2010/10/25/makalah-perkembangan-peserta-didik/"&gt;http://edukasi.kompasiana.com/2010/10/25/makalah-perkembangan-peserta-didik/&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;</description><link>http://pendidikan-multikultur.blogspot.com/2012/03/perkembangan-dan-pertumbuhan-peserta.html</link><author>noreply@blogger.com (Munib an-Nihrir)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8891727741020518669.post-5557327222528857208</guid><pubDate>Wed, 18 Jan 2012 14:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-01-18T06:30:57.976-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Aqidah dan Akhlaq</category><title>Meningkatkan Iman Kepada Malaikat</title><description>&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;2.1. Pengertian dan Beriman Kepada Malaikat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Menurut bahasa, kata “Malaikat” merupakan kata jamak yang berasal dari Arab malak (&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;ملك&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;) yang berarti kekuatan, yang berasal dari kata mashdar “&lt;i&gt;al-alukah&lt;/i&gt;” yang berarti risalah atau misi, kemudian sang pembawa misi biasanya disebut dengan Ar-Rasul. Beriman kepada malaikat berarti percaya dan membenarkan dengan sepenuh hati bahwa&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;malaikat itu benar-benar ada dan diciptakan oleh Allah SWT &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;yang &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;diciptakan dari nur (cahaya).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Malaikat diciptakan untuk selalu taat melaksanakan tugas-tugas dan&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;perintah yang telah ditentukan oleh Allah SWT. Mereka tidak pernah letih, tidur, dan lupa terhadap&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;tugas-tugasnya. Malaikat bertempat tinggal di langit dan mereka turun karena membawa perintah dari Allah. Ahmad dan Bukhori meriwayatkan dari ibnu abbas bahwa rosulullah bertanya kepada Jibril :”Apa yang menghalangimu berkunjung pada kami lebih banyak daripada kunjungan yang engkau laksanakan?” Jibril menjawab sebagaimana ayat diturunkan : “ Dan tidaklah Kami (Jibril) turun, kecuali dengan perintah Tuhanmu. kepunyaan-Nya-lah apa-apa yang ada di hadapan kita, apa-apa yang ada di belakang kita dan apa-apa yang ada di antara keduanya, dan tidaklah Tuhanmu lupa.(QS: Maryam 64)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Beriman kepada malaikat berarti percaya dan membenarkan dengan sepenuh hati bahwa malaikat itu benar-benar ada dan diciptakan oleh Allah SWT. Keberadaan malaikat bersifat gaib, artinya tidak dapat ditangkap oleh indera manusia. Walaupun tidak dapat dirasakan keberadaannya melalui indera manusia, namun dalam firman-Nya, Allah SWT memberikan penjelasan bahwa malaikat itu benar-benar ada dan diciptakan-Nya. Allah SWT memerintahkan untuk mengimani hal-hal yang gaib. Beriman kepada hal yang gaib juga merupakan salah satu ciri orang yang bertakwa. &amp;nbsp;Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an: &amp;nbsp;“ Kitab&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.do#_ftn1" name="_ftnref1" style="mso-footnote-id: ftn1;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.do#_ftn2" name="_ftnref2" style="mso-footnote-id: ftn2;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, (Al-Baqarah: 2)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Hukum beriman kepada malaikat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Keberadaan malaikat diperkuat dengan dalil Al-Qur’an, Sunnah dan ijma, maka iman kepada malaikat hukumnya wajib. Dan barangsiapa yang mengingkari keberadaan mereka, maka ia telah kafir. Hal ini, tertulis jelas pada Al-Qur’an yang terdapat dalam surat Al-Baqarah ayat 285: “ Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan Kami taat." (mereka berdoa): "Ampunilah Kami Ya Tuhan Kami dan kepada Engkaulah tempat kembali." (Al-Baqarah: 285)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Wujud Malaikat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Wujud para malaikat telah dijabarkan didalam Al Qur’an ada yang memiliki sayap sebanyak 2, 3 dan 4. surah Faathir ayat 1, yang berbunyi: “segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, yang menjadikan Malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS: Fatir: 1)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Sifat-sifat Malaikat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Dalam alqur’an telah dijelaskan beberapa sifat-sifat Malaikat diantaranya: “ Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka), (An-Nahl: 50).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;“ Mereka itu tidak mendahului-Nya dengan Perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintahNya, (Al-Anbiya: 27). “ Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan, (At-Tahriim: 6). “ Yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) Menampakkan diri dengan rupa yang asli. (QS. An-Najm: 6) &amp;nbsp;“ Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mereka mentasbihkan-Nya dan hanya kepada-Nya-lah mereka bersujud, (QS. Al-A’raf: 206)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Diantara dalil-dalil diatas bisa disederhanakan sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Selalu bertasbih siang dan malam tidak pernah berhenti.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Suci dari sifat-sifat manusia dan jin, seperti hawa nafsu, lapar, sakit, makan, tidur, bercanda, berdebat, dan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Selalu takut dan taat kepada Allah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Tidak pernah maksiat dan selalu mengamalkan apa saja yang diperintahkan-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Mempunyai sifat malu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Bisa terganggu dengan bau tidak sedap, anjing dan patung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Tidak makan dan minum.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Mampu merubah wujudnya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Memiliki kekuatan dan kecepatan cahaya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Tidak berjenis kelamin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Malaikat tidak pernah lelah dalam melaksanakan apa-apa yang diperintahkan kepada mereka. Sebagai makhluk ghaib, wujud Malaikat tidak dapat dilihat, didengar, diraba, dicium dan dirasakan oleh manusia, dengan kata lain tidak dapat dijangkau oleh panca indera, kecuali jika malaikat menampakkan diri dalam rupa tertentu, seperti rupa manusia. Ada pengecualian terhadap kisah Muhammad yang pernah bertemu dengan Jibril dengan menampakkan wujud aslinya, penampakkan yang ditunjukkan kepada Muhammad ini sebanyak 2 kali, yaitu pada saat menerima wahyu dan Isra dan Mi’raj.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Tugas-Tugas Malaikat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Dari&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; semua jumlah malaikat yang ada, yang (utama) wajib kita ketahui dalam kedudukannya sebagai rukun islam yang ke-dua yaitu ada sepuluh malaikat saja. Seluruh malaikat itu semua dibebani tugas oleeh Allah yang berbeda-beda, tidak terkecuali malaikat yang sepuluh ini. Diantara tuugas-tugasnya adalah sebagai berikut;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Jibril, malaikat yang bertugas menyampaikan wahyu kepada para Nabi. Para malaikat yang bertugas menyampaikan ilham kepada manusia, jin dan hewan berada di bawah kepemimpinannya. Bahkan di antara malaikat yang sepuluh, malaikat Jibril adalah yang paling mulya. Beliau adalah Ar-Ruhul Qudus yang telah membimbing dan menguatkan Nabi Isa dalam menjalankan tugas kenabian. Jibril pula yang menyampaikan firman kepada Nabi Muhammad dan mengajari beliau SAW. Dan Jibril tidak pernah ‘salah alamat’. Dalam Al-Qur’an di jelaskan: “Sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril), yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi (Allah) Yang mempunyai ‘Arsy, yang dita’ati di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya. (QS. At-Taqwir: 19-21)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Mikail, malaikat yang mengurus rizqi semua makhluq Allah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Ridwan, malaikat penjaga surga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Malik, malaikat penjaga neraka. Beliau membawahi banyak malaikat yang bermuka garang. Dalam Al-Qur’an dijelaskan: “ Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat; dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab dan orang-orang mu’min itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan): “Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan?” Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri. Dan Saqar itu tiada lain hanyalah peringatan bagi manusia. (QS. Al-Muddatstsir: 3)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Raqib, malaikat pencatat amal baik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;‘Atid, malaikat pencatat amal buruk. Dijelaskan dalam Al-Qur’an: “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya, ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. (QS. Qaaf: 16-18)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Munkar, malaikat yang mennyai di alam qubur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Nakir, malaikat yang mennyai di alam qubur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Izrail, malaikat pencabut nyawa. Beliau juga punya bawahan yang sangat banyak. Dijelaskan dalam Al-Qur’an: “Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara jamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya. (QS Al-An'am: 61)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Israfil, malaikat peniup sangkakala tanda kiamat dan berbangkit. Dijelaskan dalam Al-Qur’an:&amp;nbsp; “Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing). (QS. Az-Zumar: 68)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Selain sepuluh malaikat-malaikat utama, ada malaikat-malaikat lain yang juga mempunyai tugas. Di antara mereka ada yang terus berdzikir, ada yang terus beristighfar, ada yang menghadiri majelis-majelis ilmu dan dzikir, dll.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Selain memahami keberadaan nama-nama. tugas. dan sifat-sifat malaikat, maka langkah iman selanjutnya adalah menghayati pemahaman tersebut dan mengambil hikmahnya (dampak positif) dalam kehidupan kita sehari-hari. Dengan kata lain, beriman kepada malaikat tidak&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;cukup hanya dengan mengetahui nama-nama, tugas, dan sifat-sifatnya saja. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Beberapa hikmah yang membawa dampak positif dengan beriman kepada malaikat adalah&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;sebagai berikut. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Meningkatkan keimanan kepada Allah SWT. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Mendorong untuk terus meningkatkan kualitas pribadi dengan melakukan&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;perbuatan-perbuatan yang terpuji (akhlak mulia).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Mewujudkan masyarakat yang bermoral.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Meneladani ketaatan malaikat kepada Allah SWT yang senantiasa bertasbih dan&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;sujud kepada-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Selain hikmah, ada juga fungsi iman kepada Malaikat Allah:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Selalu melakukan perbuatan baik dan merasa najis serta anti melakukan perbuatan buruk karena dirinya selalu diawasi oleh malaikat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Berupaya masuk ke dalam surga yang dijaga oleh malaikat Ridwan dengan bertakwa dan beriman kepada Allah SWT serta berlomba-lomba mendapatkan Lailatul Qodar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Meningkatkan keikhlasan, keimanan dan kedisiplinan kita untuk mengikuti / meniru sifat dan perbuatan malaikat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Selalu berfikir dan berhati-hati dalam melaksanakan setiap perbuatan karena tiap perbuatan baik yang baik maupun yang buruk akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Kesimpulan&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Dari penjabaran teentang masalah meningkatkan keimanan kepada malaikat, maka dapat disimpulkan, bahwa beriman kepada malaikat berarti percaya dan membenarkan dengan sepenuh hati bahwa malaikat itu benar-benar ada dan diciptakan oleh Allah SWT yang diciptakan dari nur (cahaya). Percay berarti mempercayai bahwa Allah SWT telah menciptakan makhluk yang berupa malaikat yang diciptakan dari cahaya, berbeda dengan manusia dan jin, yang tentunya sifat, tugas, karakter dan wujudnya sangat berbeda dengan manusia dan makhluk lainnya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Dalam suatu pendapat, bahwa jumlah malaikat tidak ada yang mengetahinya kecuali hanya Allah SWT. Akan tetapi yang (utama) wajib kita ketahui ada sepuluh malikat saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Adapun tugas-tugas manusia diantaranya, &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Jibril&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Menyampaikan wahyu kepada para rasul dan nabi, Mikail; Membagikan rizki dan menurunkan hujan, Israfil; Meniup sangkakala di hari kiamat, Izrail; Mencabut nyawa, Rakib; Mencatat amal baik, Atid; Mencatat amal buruk, Munkar dan Nakir; Memeriksa dan menanyai manusia di alam kubur, Malik; Menjaga pintu neraka , Ridwan; Menjaga pintu surga&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Dengan demikian dari penjelasan diatas bahwasanya mengimani malaikat adalah hal yang penting yang harus dipahami oleh setiap muslim, karena merupakan salah satu rukun iman bagi setiap muslim, dalam hal ini tidak hanya sekedar mengetahui, akan tetapi menghayati dan mengambil hikmah dari adanya mengimani malaikat ini menjadi instrument (peangkat) bagi seorang muslim untuk menuju derajat iman yang tinggi atau sempurna.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Daftar Pustaka&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Zaini Syahminah. Kuliah Aqidah Islam. Surabaya: Al- Ikhlas , 1993&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Sabiq Sayid. Aqidah Islam. Surabaya: Al-Ikhlas, 1996&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="mso-element: footnote-list;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;hr align="left" size="1" width="33%" /&gt;&lt;div id="ftn1" style="mso-element: footnote;"&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.do#_ftnref1" name="_ftn1" style="mso-footnote-id: ftn1;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; Tuhan menamakan Al Quran dengan Al kitab yang di sini berarti yang ditulis, sebagai isyarat bahwa Al Quran diperintahkan untuk ditulis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn2" style="mso-element: footnote;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.do#_ftnref2" name="_ftn2" style="mso-footnote-id: ftn2;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; Takwa Yaitu memelihara diri dari siksaan Allah dengan mengikuti segala perintah-perintah-Nya; dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya; tidak cukup diartikan dengan takut saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pendidikan-multikultur.blogspot.com/2012/01/meningkatkan-iman-kepada-malaikat.html</link><author>noreply@blogger.com (Munib an-Nihrir)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8891727741020518669.post-448246306513015284</guid><pubDate>Thu, 23 Jun 2011 13:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-06-23T06:11:59.342-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pendidikan</category><title>Konsep Az-Zarnuji</title><description>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;AR-SA&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="--"/&gt;    &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;    &lt;m:dispDef/&gt;    &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;    &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;    &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;    &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"
  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"
  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-priority:99;
 mso-style-qformat:yes;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
 mso-para-margin:0cm;
 mso-para-margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:10.0pt;
 font-family:"Calibri","sans-serif";}
&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;br /&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;PEMBAHASAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;2.1&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Biografi Az Zarnuji&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Nama lengkapnya adalah Burhanuddin Al-Islam Al-Zarnuji. Tanggal kelahirannya belum diketahui secara pasti. Mengenai tanggal wafatnya, terdapat dua pendapat. Ada yang mengatakan beliau wafat pada tahun 591 H/1195 M, dan ada pula yang mengatakan beliau wafat pada tahun 840 H/1243 M. Hidup beliau semasa dengan Ridha Al-Din Al-Naisari, antara tahun 500-600 H. Tidak ada keterangan yang pasti mengenai tempat kelahirannya. Namun dilihat dari nisbahnya, Az Zarnuji, maka sebagian peneliti mengatakan bahwa beliau berasal dari &lt;i&gt;zarnuji&lt;/i&gt;, suatu daerah yang kini dikenal dengan nama Afghanistan.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8891727741020518669#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Az Zarnuji menuntut ilmu di Bukhara dan samarkand, dua kota yang menjadi pusat keilmuan dan pengajaran. Masjid-masjid di kedua kota tersebut dijadikan sebagai lembaga pendidikan dan ta’lim, yang diasuh antara lain oleh Burhanuddin Al-Marginani, Syamsuddin Abd Al-Wajdi Muhammad bin Muhammad bin Abd dan Al-Sattar Al-Amidi. Selain itu,&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Az Zarnuji juga belajar pada Rukn Al-Din Al-Firqinani, seorang ahli Fiqh, satrawan dan penyair (w. 594 H/1196 M), Hammad bin Ibrahim, seorang ahli ilmu kalam, sastrawan dan penyair (w. 564 H/1170 M) dan Rukn Al-Islam Muhammad bin Abi Bakar yang dikenal dengan nama Khawahir Zada, seorang mufti Bukhara dan ahli dalam bidang fiqh, sastra dan syair (w. 573 H/1177 M). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Az Zarnuji, selain ahli dalam bidang pendidikan dan tasawuf, juga menguasai &lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;bidang-bidang lain seperti sastra, fiqh, ilmu kalam dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;2.2&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Situasi Pendidikan pada Zaman Az Zarnuji&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Dalam sejarah pendidikan Islam, terdapat lima tahap pertumbuhan dan perkembangan pendidikan. &lt;i&gt;Pertama, &lt;/i&gt;pendidikan pada masa Nabi Muhammad saw. (571-632 M). &lt;i&gt;Kedua, &lt;/i&gt;pendidikan pada masa Khulafaur Rasyidin (632-661 M). &lt;i&gt;Ketiga, &lt;/i&gt;pendidikan pada masa Bani Umayyah di Damsyik (661-750 M). &lt;i&gt;Keempat, &lt;/i&gt;pendidikan pada masa jatuhnya khalifah di Baghdad (1250-sekarang). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Dari periodisasi di atas, Az Zarnuji hidup pada masa keempat dari periode pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam, antara 750-1250 M. Dalam catatan sejarah, periode ini merupakan zaman keemasan peradaban Islam, terutama dalam bidang pendidikan Islam. Pada masa itu kebudayaan Islam berkembang pesat dengan ditandai oleh tumbuhnya berbagai lembaga pendidikan, mulai tingkat dasar sampai tingkat perguruan tinggi. Di antaranya adalah Madrasah Nizhamiyah, yang didirikan oleh Nizham Al-Mulk (457-1106 M), Madrasah Al-Nuriyah Al-Kubra, didirikan oleh Nuruddin Mahmud Zanki (563-1167 M), Madrasah Al-Mustansyirah didirikan oleh khalifah Abbasyiah, Al-Mustansir Billah di Baghdad (631 H/1234 M).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Selain ketiga madrasah tersebut, masih banyak lembaga pendidikan Islam yang tumbuh dan berkembang pesat pada zaman Az zarnuji hidup. Dengan informasi tersebut, tampak jelas bahwa beliau hidup pada masa ilmu pengetahuan dan kebudayaan Islam mengalami puncak kejayaan, yaitu pada masa Abbasyiah yang ditandai dengan munculnya pemikir-pemikir Islam ensiklopedik yang sukar ditandingi. Kondisi pertumbuhan dan perkembangan tersebut sangat menguntungkan bagi pembentukan Az Zarnuji sebagai seorang ilmuwan atau ulama yang luas pengetahuannya.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8891727741020518669#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;2.3&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Konsep Pendidikan Az Zarnuji&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Konsep pendidikan beliau tertuang dalam karya monumentalnya, kitab “&lt;i&gt;Ta’lim&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;al-Muta’allim Thuruq al-Ta’allum”. &lt;/i&gt;Kitab ini diakui sebagai karya yang monumental dan sangat diperhitungkan keberadaannya. Kitab ini juga banyak dijadikan bahan penelitian dan rujukan dalam penulisan karya-karya ilmiah, terutama dalam bidang pendidikan. Kitab ini tidak hanya digunakan oleh ilmuwan Muslim saja, tetapi juga dipakai oleh para orientalis dan penulis barat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Keistimewaan lain dari kitab &lt;i&gt;Ta’lim Muta’allim &lt;/i&gt;ini terletak pada materi yang dikandungnya. Meskipun kecil dan dengan judul yang seakan-akan hanya membahas metode belajar, sebenarnya esensi kitab ini juga mencakup tujuan, prinsip-prinsip dan strategi belajar yang didasarkan pada moral religius. Kitab ini tersebar hampir ke seluruh penjuru dunia. Kitab ini juga dicetak dan diterjemahkan serta dikaji di berbagai dunia, baik di Timur maupun di Barat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Di Indonesia, kitab &lt;i&gt;Ta’lim Muta’allim &lt;/i&gt;dikaji dan dipelajari hampir di setiap lembaga pendidikan klasik tradisional seperti pesantren, bahkan di pondok pesantren modern. Dari pembahasan kitab ini, dapat diketahui tentang konsep pendidikan Islam yang dikemukakan Az Zarnuji, antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Hakikat ilmu dan keutamaannya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Niat belajar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Memilih guru, ilmu, teman dan ketabahan dalam belajar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;4.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Menghormati ilmu dan ulama&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;5.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sungguh-sungguh, kontinuitas dan minat yang kuat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;6.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Permulaan dan intensitas belajar serta tata tertibnya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;7.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Tawakkal kepada Allah SWT&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;8.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Saat terbaik untuk belajar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;9.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kasih sayang dan memberi nasehat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;10.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Mengambil pelajaran&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;11.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Wara’ (menjaga diri dari yang syubhat dan haram) pada masa belajar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;12.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Penyebab hafal dan lupa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;13.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Masalah rezeki dan umur&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Hakikat ilmu dan keutamaannya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Belajar itu hukumnya fardlu bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan. Namun demikian, menurut Az zarnuji manusia tidak diwajibkan mempelajari segala macam ilmu, tetapi hanya diwajibkan mempelajari &lt;i&gt;ilm al hal &lt;/i&gt;(pengetahuan-pengetahuan yang selalu dperlukan dalam menjunjung kehidupan agamanya). Dan sebaik-baik amal adalah menjaga hal-hal.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8891727741020518669#_ftn3" name="_ftnref3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Di samping itu, manusia juga diwajibkan mempelajari ilmu yang diperlukan setiap saat. Karena manusia diwajibkan shalat, puasa dan haji, maka ia juga diwajibkan mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan kewajiban tersebut. Sebab apa yang menjadi perantara pada perbuatan wajib, maka wajib pula hukumnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Demikian pula, manusia wajib mempelajari ilmu-ilmu yang berkaitan dengan berbagai pekerjaan atau kariernya. Seseorang yang sibuk dengan tugas kerjanya (misalnya berdagang), maka ia wajib mengetahui bagaimana cara menghindari haram. Di samping itu, manusia juga diwajibkan mempelajari ilmu ahwal al-qalb, seperti tawakkal, ridla dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Akhlak yang baik dan buruk serta cara menjauhinya, menurut Az Zarnuji juga harus dipelajari, agar ia senantiasa bisa menjaga dan menghiasi dirinya dengan akhlak mulia. Mempelajari ilmu yang kegunaannya hanya dalam waktu-waktu tertentu, hukumnya fardlu kifayah seperti ilmu shalat jenazah. Dengan demikian, seandainya ada sebagian penduduk kampung telah melaksanakan fardlu kifayah tersebut, maka gugurlah kewajiban bagi yang lainnya. Tetapi jika seluruh penduduk kampung tersebut tidak melaksanakannya, maka seluruh penduduk itu menanggung dosa. Dengan kata lain, ilmu fardlu kifayah adalah di mana setiap umat Islam sebagai suatu komunitas diharuskan menguasainya, seperti ilmu pengobatan, ilmu astronomi, dan lain sebagainya.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8891727741020518669#_ftn4" name="_ftnref4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Sedangkan mempelajari ilmu yang tidak ada manfaatnya atau bahkan membahayakan adalah haram hukumnya seperti ilmu nujum (ilmu perbintangan yang biasanya digunakan untuk meramal). Sebab, hal itu sesungguhnya tidak bermanfaat dan justru membawa marabahaya karena lari dari kenyataan takdir Allah tidak akan mungkin terjadi. Ilmu menurut Az Zarnuji adalah sifat yang kalau dimiliki oleh seseorang, maka menjadi jelaslah apa yang terlintas di dalam pengertiannya. Adapun fiqh adalah pengetahuan tentang&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;kelembutan-kelembutan ilmu. Sedangkan mengenai keutamaan ilmu, Az Zarnuji mengutip ungkapan seorang penyair sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0cm 56.65pt 10pt 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Belajarlah, karena ilmu adalah hiasan bagi penyandangnya, keutamaan dan tanda semua akhlak yang terpuji. Usahakanlah, setiap hari menambah ilmu dan berenanglah di lautan ilmu yang bermanfaat. Belajarlah ilmu fiqh, karena ia pandu yang paling utama pada kebaikan, taqwa dan adilnya orang yang paling adil. Ia adalah tanda yang membawa pada jalan petunjuk, ia adalah benteng yang menyelamatkan dari segala kesulitan. Karena seorang ahli fiqh yang menjauhi perbuatan haram adalah lebih membahayakan bagi setan dari pada seribu orang yang beribadah. &lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Niat belajar&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Mengenai niat dan tujuan belajar, Az Zarnuji mengatakan bahwa niat yang benar dalam belajar adalah untuk mencari keridlaan Allah SWT., memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat, berusaha memerangi kebodohan pada diri sendiri dan orang lain, mengembangkan dan melestarikan ajaran Islam, dan mensyukuri nikmat Allah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Sehubungan dengan hal ini, Az Zarnuji mengingatkan agar setiap penuntut ilmu tidak sampai keliru menentukan niat dalam belajar, misalnya belajar yang diniatkan untuk mencari pengaruh, mendapatkan kenikmatan duniawi atau kehormatan dan kedudukan tertentu. Jika masalah niat ini sudah benar, tentu ia akan merasakan kelezatan ilmu dan amal serta berkuranglah kecintaannya pada harta dunia.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8891727741020518669#_ftn5" name="_ftnref5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Memilih guru, ilmu, teman dan ketabahan dalam belajar&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Peserta didik hendaknya memilih ilmu yang terbaik dan ilmu yang dibutuhkan dalam kehidupan agamanya pada waktu itu, lalu yang untuk waktu mendatang. Ia perlu mendahulukan ilmu tauhid dan ma’rifat beserta dalilnya. Semikian pula, perlu memilih&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;ilmu ‘atiq &lt;/i&gt;(kuno).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Dalam memilih pendidik hendaknya mengambil yang lebih wara’, alim, berlapang dada dan penyabar. Dan peserta didik juga harus sabar dan tabah dalam belajar kepada pendidik yang telah dipilihnya serta sabar dalam menghadapi berbagai cobaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Peserta didik hendaknya memilih teman yang tekun, wara’, jujur, dan mudah memahami masalah. Dan perlu menjauhi pemalas, banyak bicara, penganggur, pengacau dan pemfitnah. Seorang penyair mengatakan: “Teman durhaka lebih berbahaya dari pada ular yang berbisa demi Allah Yang Maha Tinggi dan Suci teman buruk membawamu ke neraka Jahim sedangkan teman baik mengajakmu ke syurga Na’im.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Di samping itu, Az Zarnuji juga menganjurkan pada peserta didik agar bermusyawarah dalam segala hal yang dihadapi. Karena ilmu adalah perkara yang sangat penting, tetapi juga sulit, maka bermusyawarah di sini menjadi lebih penting dan diharuskan pelaksanaannya.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8891727741020518669#_ftn6" name="_ftnref6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;4.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Menghormati ilmu dan ulama&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Menurut Az Zarnuji, peserta didik harus menghormati ilmu, orang yang berilmu dan pendidiknya. Sebab apabila melukai pendidiknya, berkah ilmunya bisa tertutup dan hanya sedikit kemanfaatannya. Sedangkan cara menghormati pendidik di antaranya adalah tidak berjalan di depannya, tidak menempati tempat duduknya, tidak memulai mengajak bicara kecuali atas izinnya, tidak bicara macam-macam di depannya, tidak menanyakan suatu masalah pada waktu pendidiknya lelah, dan tidak duduk tertalu dekat dengannya sewaktu belajar kecuali karena terpaksa. Pada prinsipnya, peserta didik harus melakukan hal-hal yang membuat pendidik rela, menjauhkan amarahnya dan mentaati perintahnya yang tidak bertentangan dengan agama Allah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Termasuk menghormati ilmu adalah menghormati pendidik dan kawan serta memuliakan kitab. Oleh karena itu, peserta didik hendaknya tidak mengambil kitab kecuali dalam keadaan suci. Demikian pula dalam belajar, hendaknya juga dalam keadaan suci. Sebab ilmu adalah cahaya, wudlupun cahaya, maka akan semakin bersinarlah cahaya ilmu itu dengan wudlu. Peserta didik hendaknya juga memperhatikan catatan, yakni selalu menulis dengan rapi dan jelas, agar tidak terjadi penyesalan di kemudian hari. Di samping itu, peserta didik hendaknya dengan penuh rasa hormat, ia selalu memperhatikan secara seksama terhadap ilmu yang disampaikan padanya, sekalipun telah diulang seribu kali penyampaiannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Untuk menentukan ilmu apa yang akan dipelajari, hendaknya ia musyawarah dengan pendidiknya, sebab pendidik sudah lebih berpengalaman dalam belajar serta mengetahui ilmu pada seseorang sesuai bakatnya. Az Zarnuji juga mengingatkan agar peserta didik selalu menjaga diri dari akhlak tercela, terutama sikap sombong. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;5.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sungguh-sungguh, kontinuitas dan minat yang kuat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Peserta didik harus sungguh-sungguh di dalam belajar dan mampu mengulangi pelajarannya secara kontinu pada awal malam dan di akhir malam, yakni waktu antara maghrib dan isya’ dan setelah waktu sahur, sebab waktu-waktu tersebut kesempatan yang memberkahi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Peserta didik jangan sampai membuat dirinya terlalu kepayahan, sehingga lemah dan tidak mampu berbuat sesuatu. Kesungguhan dan&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;minat yang kuat adalah merupakan pangkal kesuksesan. Oleh karena itu, barang siapa mempunyai minat yang kuat untuk menghafal sebuah kitab misalnya. Maka menurut ukuran lahiriyah, tentu ia akan mampu menghafalnya, separuh, sebagian besar, atau bahkan seluruhnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;6.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Permulaan dan intensitas belajar serta tata tertibnya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Belajar hendaknya dimulai pada hari rabu, sebab hari itu Allah menciptakan nur (cahaya), hari sialnya orang kafir yang berarti hari berkahnya orang mukmin. Bagi pemula hendaknya mengambil pelajaran yang sekiranya dapat dikuasai dengan baik setelah di ulangi dua kali. Kemudian tiap hari ditambah sedikit demi sedikit, sehingga apabila telah banyak masih mungkin dikuasai secara baik dengan mengulanginya dua kali, seraya ditambah sedikit demi sedikit lagi. Selain itu, untuk pemula hendaknya dipilihkan kitab-kitab yang kecil, sebab dengan begitu akan lebih mudah dimengerti dan dikuasai dengan baik serta tidak menimbulkan kebosanan. Ilmu yang telah dikuasai dengan baik, hendaknya dicatat dan diulangi berkali-kali. Jangan sampai menulis sesuatu yang tidak dipahami, sebab hal itu bisa menumpulkan kecerdasan dan waktupun hilang dengan sia-sia belaka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Diskusi, menurut Az zarnuji juga perlu dilakukan oleh peserta didik. Manfaat diskusi lebih besar dari pada sekedar mengulangi, sebab dalam diskusi, selain mengulangi juga menambah ilmu pengetahuan. Az Zarnuji juga mengingatkan agar diskusi dilaksanakan dengan penuh kesadaran serta menghindari hal-hal yang membawa akibat negatif.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Peserta didik hendaknya membiasakan diri senang membeli kitab. Sebab hal itu akan bisa memudahkan ia belajar dan menelaah pelajarannya. Oleh karena itu, hendaknya peserta didik berusaha sedapat mungkin menyisihkan uang sakunya untuk membeli kitab. Menurut Az Zarnuji peserta didik di masa dahulu belajar bekerja dulu, baru kemudian belajar, sehingga tidak tamak kepada harta orang lain. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;7.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Tawakkal kepada Allah SWT&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Dalam belajar, peserta didik harus tawakkal kepada Allah dan tidak tergoda oleh urusan rezeki. Peserta didik hendaknya tidak digelisahkan oleh urusan duniawi, karena kegelisahan tidak bisa mengelakkan musibah, bahkan membahayakan hati, akal, badan dan merusak perbuatan-perbuatan yang baik. Oleh karena itu, hendaknya peserta didik berusaha untuk mengurangi urusan duniawi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Peserta didik hendaknya bersabar dalam perjalanannya mempelajari ilmu. Perlu disadari bahwa perjalanan mempelajari ilmu itu tidak akan terlepas dari kesulitan, sebab mempelajari ilmu merupakan suatu perbuatan yang menurut kebanyakan ulama lebih utama dari pada berperang membela agama Allah. Siapa yang bersabar menghadapi kesulitan dalam mempelajari ilmu, maka ia akan merasakan lezatnya ilmu melebihi segala kelezatan yang ada di dunia. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;8.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Saat terbaik untuk belajar&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Masa belajar adalah semenjak dari buaian hingga masuk liang lahat. Adapun masa yang cemerlang untuk belajar adalah awal masa muda. Belajar dilakukan pada waktu sahur dan waktu antara maghrib dan isya’. Namun sebaiknya peserta didik memanfaatkan seluruh waktunya untuk belajar. Bila telah merasa bosan mempelajari suatu ilmu hendaknya mempelajari ilmu yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;9.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kasih sayang dan memberi nasehat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Orang alim hendaknya memiliki rasa kasih sayang, mau memberi nasehat dan jangan berbuat dengki. Peserta didik hendaknya selalu berusaha menghiasi dirinya dengan akhlak mulia. Dengan demikian orang yang benci akan luluh sendiri. Jangan berburuk sangka dan melibatkan diri dalam permusuhan, sebab hal itu hanya menghabiskan waktu serta membuka aib sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;10.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Mengambil pelajaran&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Peserta didik hendaknya memanfaatkan semua kesempatannya untuk belajar, hingga dapat mencapai keutamaan. Caranya dengan menyediakan alat tulis disetiap saat untuk mencatat hal-hal ilmiah yang diperolehnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Az zarnuji mengingatkan bahwa umur itu pendek dan ilmu itu banyak. Oleh karena itu peserta didik jangan sampai menyia-nyiakan waktunya, hendaklah ia selalu memanfaatkan waktu-waktu malamnya dan saat-saat yang sepi. Di samping itu peserta didik hendaknya berani menderita dan mampu menundukkan hawa nafsunya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;11.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Wara’ (menjaga diri dari yang syubhat dan haram) pada masa belajar&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Di waktu belajar hendaknya peserta didik berlaku wara’, sebab dengan begitu ilmunya akan lebih bermanfaat, lebih besar faedahnya dan belajarpun lebih mudah. Sedangkan yang termasuk perbuatan wara’ antara lain menjaga diri dari terlalu kenyang, terlalu banyak tidur dan terlalu banyak membicarakan hal-hal yang tidak bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Di samping itu, jangan sampai mengabaikan adab kesopanan dan perbuatan-perbuatan sunnah. Hendaknya memperbanyak shalat dan melaksanakannya secara khusyuk, sebab hal itu akan membantunya dalam mencapai keberhasilan studinya. Dalam hal ini Az Zarnuji juga mengingatkan kembali agar peserta didik selalu membawa buku untuk dipelajari dan alat tulis untuk mencatat segala pengetahuan yang didapatkannya.ada ungkapan bahwa barang siapa tidak ada buku di sakunya maka tidak ada hikmah dalam hatinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;12.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Penyebab hafal dan lupa&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Yang paling kuat menyebabkan mudah hafal adalah kesungguhan, kontinu, mengurangi makan, melaksanakan shalat malam, membaca al-Quran, banyak membaca shalawat Nabi dan berdoa sewaktu mengambil buku serta seusai menulis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Adapun penyebab mudah lupa antara lain perbuatan maksiat, banyak dosa, gelisah karena urusan-urusan duniawi dan terlalu sibuk dengan urusan-urusan duniawi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;13.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Masalah rezeki dan umur&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Peserta didik perlu mengetahui hal-hal yang bisa menambah rizki, umur dan lebih sehat, sehingga dapat mencurahkan segala kemampuannya untuk mencapai apa yang &lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;dicita-citakan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bangun pagi-pagi itu diberkahi dan membawa berbagai macam kenikmatan, khususnya rizki. Banyak bersedekah juga bisa menambah rizki. Adapun penyebab yang paling kuat untuk memperoleh rizki adalah shalat dengan ta’zhim, khusyu’ sempurna rukun, wajib, sunnah dan adatnya. Di antara faktor penyebab tambah umur adalah berbuat kebajikan, tidak menyakiti orang lain, bersilaturrahim dan lain sebagainya. Terlalu berlebihan dalam membelanjakan harta, bermalas-malasan, menunda-nunda dan mudah menyepelekan suatu perkara, semua itu bisa mendatangkan kefakiran seseorang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Menurut Az zarnuji, peserta didik juga harus belajar ilmu kesehatan dan dapat memanfaatkannya dalam menjaga kesehatan dirinya. Demikianlah deskripsi isi kitab &lt;i&gt;Ta’lim&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;al-Muta’allim Thuruq al-Ta’allum &lt;/i&gt;karya Az Zarnuji. Beliau menulis kitab seperti itu, karena di masanya beliau mengetahui banyak peserta didik yang telah belajar dengan&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sungguh-sungguh, tetapi tidak bisa menyiarkannya. Menurut Az zarnuji hal tersebut dikarenakan mereka salah jalan dan meninggalkan syarat-syarat yang seharusnya mereka penuhi. Oleh karena itu, beliau menulis kitab &lt;i&gt;Ta’lim al-Muta’allim Thuruq al-Ta’allum &lt;/i&gt;dengan maksud menjelaskan kepada para peserta didik tentang cara yang seharusnya mereka tempuh agar tidak salah jalan, sehingga studi yang ditempuhnya bisa berhasil secara optimal dan bermanfaat.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;2.4&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Pemikiran Az Zarnuji tentang pola hubungan guru dan murid&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Ada beberapa pemikiran Az Zarnuji dalam kitab &lt;i&gt;Ta’lim al-Muta’allim Thuruq&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;al-Ta’allum&lt;/i&gt; yang memberi acuan terhadap pola hubungan guru dan murid. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Murid tidak akan memperoleh ilmu yang bermanfaat tanpa adanya pengagungan dan pemuliaan terhadap ilmu dan orang yang mengajarnya (guru), menjadi semangat dan dasar adanya penghormatan murid terhadap guru. Posisi guru yang mengajari ilmu walaupun hanya satu huruf dalam konteks keagamaan disebut bapak spiritual, sehingga kedudukan guru sangat terhormat dan tinggi, yang memberi konsekuensi bagi sikap dan perilaku murid sebagai manifestasi penghormatan terhadap guru baik dalam lingkungan formal maupun nonformal. Sementara tingginya ilmu yang dimiliki oleh guru, menjadikan fungsi guru sebagai dokter, menunjukkan nilai kepercayaan dan pentingnya nasehat bagi murid dalam mencapai tujuan belajar yang optimal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kontekstualisasi hubungan guru murid menurut Az Zarnuji, menunjukkan bahwa penempatan guru pada posisi terhormat terkait oleh sosok guru yang ideal. Yaitu guru yang memenuhi kriteria dan kualifikasi kepribadian sebagai guru yang memiliki kecerdasan ruhaniyah dan tingkat kesucian tinggi, di samping kecerdasan intelektual. Dalam bahasa Az Zarnuji, guru ideal adalah guru yang alim, wira’i dan mempunyai kesalehan sebagai aktualisasi keilmuan yang dimiliki serta tanggung jawab terhadap amanat yang diemban untuk menggapai ridla Allah swt.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8891727741020518669#_ftn7" name="_ftnref7" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Dengan demikian, pemikiran Az Zarnuji berupaya membawa lingkungan belajar pada tingkat ketekunan dan kewibawaan guru dalam ilmu dan pengajarannya. Sedangkan murid sebagai individu yang belajar, menunjukkan keseriusan dan kesungguhan dalam belajar sebagai manifestasi daya juang dalam pencapaian ilmu yang diajarkan oleh guru dalam rangka mencari ridla Allah SWT. dan untuk menuai kemanfaatannya. Karena itu, pola hubungan guru dan murid yang tercipta adalah pola hubungan timbal balik yang menempatkan posisi guru dan murid sesuai proporsi masing-masing menuju tercapainya tujuan pendidikan yang optimal, yaitu terbentuknya pribadi yang berakhlakul karimah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;2.5&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Metode pembelajaran&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Dalam kitab &lt;i&gt;Ta’lim Muta’allim &lt;/i&gt;Az Zarnuji menjelaskan bahwa metode pembelajaran meliputi dua kategori. &lt;i&gt;Pertama, &lt;/i&gt;metode yang bersifat etik mencakup niat dalam belajar. &lt;i&gt;Kedua, &lt;/i&gt;metode yang bersifat teknik strategi meliputi cara memilih pelajaran, memilih guru, memilih teman dan langkah-langkah dalam belajar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;1)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cara memilih pelajaran; bagi orang yang mencari ilmu sebaiknya mendahulukan memilih/mempelajari ilmu yang dibutuhkan dalam urusan-urusan agamanya, seperti ilmu tauhid.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;2)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cara memilih guru; sebaiknya memilih guru yang lebih alim, wara’ dan umurnya lebih tua dari kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;3)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cara memilih teman; mencari teman yang rajin, wara’ dan berwatak baik, mudah paham akan pelajaran, tidak malas, tidak banyak bicara dan lain sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;4)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Langkah-langkah dalam belajar; mengenai hal ini, termasuk juga aspek teknik pembelajaran, menurut Grunebaum dan Abel, terdapat lima hal yang menjadi sorotan Az Zarnuji, yaitu (1) &lt;i&gt;the curruculum and subject matter&lt;/i&gt;, (2) &lt;i&gt;the choice of setting and teacher&lt;/i&gt;, (3) &lt;i&gt;the time for study&lt;/i&gt;, (4) &lt;i&gt;dynamics of learning&lt;/i&gt;, (5) &lt;i&gt;the student’s relationship to other&lt;/i&gt;.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8891727741020518669#_ftn8" name="_ftnref8" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;2.6&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Relevansinya dengan sistem pendidikan kontemporer&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Konsep pendidikan yang tertuang dalam kitab &lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;Ta’lim al-Muta’allim Thuruq &lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;al-Ta’allum &lt;/i&gt;karya Az Zarnuji, relatif bagus dalam persoalan bimbingan belajar. Hanya saja ketika mempelajari konsep pendidikan Az Zarnuji dalam kitab &lt;i&gt;Ta’lim Muta’allim&lt;/i&gt; harus disertai dengan pemahaman yang dalam, karena belum tentu apa yang dikonsepsikan oleh &lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Az Zarnuji dapat pula diterapkan pada saat ini. Seperti membaca tulisan pada nisan dapat menyebabkan lupa, menyapu di malam hari dapat menghambat rizki. Hal-hal tersebut sudah tidak bisa lagi diterapkan karena sudah dipandang tidak logis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Sebenarnya bila dikaji lagi banyak sekali hal-hal yang yang masih relevan untuk diterapkan sebagaimana juga ada beberapa pendapat beliau yang sudah tidak relevan lagi. Oleh karena itu, tidak baik untuk menolak isi kitab ini begitu saja, sama juga dengan tidak bijaknya menerima begitu saja tanpa mencari kebenarannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Maka jika kitab ini dikaji di pesantren, supaya tidak menimbulkan akses yang tidak diinginkan, sebaiknya diajarkan oleh seorang guru yang mempunyai pemahaman mendalam mengenai bimbingan belajar, sehingga bila memenuhi gagasan yang dianggap kurang relevan dengan zaman sekarang, bisa mengadakan reinterpretasi atau merefleksikan dengan masa&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Az Zarnuji hidup.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Karya besar ini sebenarnya dapat dan sangat bisa diterapkan ke arah luar pesantren baik itu madrasah atau sekolah-sekolah umum. Karena bisa diketahui dari analisis konsep pendidikan Az Zarnuji cukup banyak yang masih relevan dan baik untuk diajarkan dan ditanamkan sejak dini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Pada metodologi pendidikan macam apapun, ekses pasti ada. Ekses yang yang seringkali dimunculkan untuk menyudutkan &lt;i&gt;Ta’lim &lt;/i&gt;adalah aspek kepatuhan pada guru yang hampir mematikan dinamika. Meskipun, Az Zarnuji sendiri tidak pernah menganjurkan murid “mengiyakan” kesalahan guru. Pada dasarnya pendidikan yang berhasilbukanlah diciptakan oleh sekolah dan pesantren saja, akan tetapi dukungan dari semua pihak yaitu orang tua dan guru sebagai teladan dan lingkungan sebagai pengaruh pergaulan terbesar dalam hidup seorang anak. Dan hal ini memang sangat sulit sekali karena memang semua orang bisa memberikan &lt;i&gt;mauidlatul hasanah&lt;/i&gt; namun hanya orang-orang pilihan yang mampu menjadi &lt;i&gt;uswatun hasanah&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kalaupun misalnya hal itu benar-benar ada dan memang pengaruh &lt;i&gt;Ta’lim Muta’allim, &lt;/i&gt;maka pasti terjadi secara aksiden dan memiliki faktor serta sumber latar belakang yang sangat komplek. Misalnya, faktor psikologi, sarana, budaya regional atau juga pengaruh tradisi feodal kerajaan jawa yang masih belum sepenuhnya mati.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kontekstualisasi terhadap hubungan guru dan murid saat sekarang adalah pemahaman terhadap pemikiran Az Zarnuji yang signifikan yang bernafas pada religius ethics. Dengan mengambil nilai-nilai dan pesan yang terkandung dalam pemikiran Az zarnuji tersebut, berarti kita telah menggali dan menghidupkan kembali nilai-nilai etika dalam proses pendidikan dan sekaligus menjadikannya sebagai dasar pembentukan akhlak dan landasan dam membina hubungan yang harmonis antara guru dengan murid yang berorientasi pada hubungan yang etis-humanis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;PENUTUP&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-indent: -36pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;1.1&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kesimpulan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Konsep pendidikan Islam yang dikemukakan Az Zarnuji, antara lain: (1) Hakikat ilmu dan keutamaannya; (2) Niat belajar; (3) Memilih guru, ilmu, teman dan ketabahan dalam belajar; (4) Menghormati ilmu dan ulama; (5) Sungguh-sungguh, kontinuitas dan minat yang kuat; (6) Permulaan dan intensitas belajar serta tata tertibnya; (7) Tawakkal kepada &lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Allah SWT; (8) Saat terbaik untuk belajar; (9) Kasih sayang dan memberi nasehat;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;(10) Mengambil pelajaran; (11) Wara’ (menjaga diri dari yang syubhat dan haram) pada masa belajar; (12) Penyebab hafal dan lupa; (13) Masalah rezeki dan umur&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Menurut beliau tentang pola hubungan murid dan guru adalah sebagai berikut: Murid tidak akan memperoleh ilmu yang bermanfaat tanpa adanya pengagungan dan pemuliaan terhadap ilmu dan orang yang mengajarnya (guru), menjadi semangat dan dasar adanya penghormatan murid terhadap guru. guru ideal adalah guru yang alim, wira’i dan mempunyai kesalehan sebagai aktualisasi keilmuan yang dimiliki serta tanggung jawab terhadap amanat yang diemban untuk menggapai ridla Allah swt. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Metode pembelajaran menurut beliau meliputi dua kategori. &lt;i&gt;Pertama, &lt;/i&gt;metode yang bersifat etik mencakup niat dalam belajar. &lt;i&gt;Kedua, &lt;/i&gt;metode yang bersifat teknik strategi meliputi cara memilih pelajaran, memilih guru, memilih teman dan langkah-langkah dalam belajar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Beliau menulis kitab seperti itu, karena di masanya beliau mengetahui banyak peserta didik yang telah belajar dengan&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sungguh-sungguh, tetapi tidak bisa menyiarkannya. Menurut Az zarnuji hal tersebut dikarenakan mereka salah jalan dan meninggalkan syarat-syarat yang seharusnya mereka penuhi. Oleh karena itu, beliau menulis kitab &lt;i&gt;Ta’lim al-Muta’allim Thuruq al-Ta’allum &lt;/i&gt;dengan maksud menjelaskan kepada para peserta didik tentang cara yang seharusnya mereka tempuh agar tidak salah jalan, sehingga studi yang ditempuhnya bisa berhasil secara optimal dan bermanfaat.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Baharuddin dan Esa Nur wahyuni, &lt;i&gt;2010, Teori belajar dan pembelajaran, &lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;Jogjakarta: Ar-Ruzz media&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Tim Dosen fakultas tarbiyah UIN Maliki Malang, 2009, &lt;i&gt;Pendidikan Islam dari Paradigma Klasik Hingga Kontemporer, &lt;/i&gt;Malang: UIN Press&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Jalaluddin dan Usman Said, 1996. &lt;i&gt;Filsafat Pendidikan Islam,&lt;/i&gt; Jakarta : RajaGrafindo Persada.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br clear="all" /&gt;  &lt;hr align="left" size="1" width="33%" /&gt;    &lt;div id="ftn1"&gt;  &lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8891727741020518669#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; Baharuddin dan Esa Nur wahyuni, &lt;i&gt;2010, Teori belajar dan pembelajaran, Jogjakarta: Ar-Ruzz media, hal. 50&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn2"&gt;  &lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8891727741020518669#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; Ibid., hal. 51&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn3"&gt;  &lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8891727741020518669#_ftnref3" name="_ftn3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; Tim Dosen fakultas tarbiyah UIN Maliki Malang, 2009, &lt;i&gt;Pendidikan Islam dari Paradigma Klasik Hingga Kontemporer, &lt;/i&gt;Malang: UIN Press, hal. 268&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn4"&gt;  &lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8891727741020518669#_ftnref4" name="_ftn4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; Baharuddin dan Esa Nur wahyuni, op. Cit., hal. 53&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn5"&gt;  &lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8891727741020518669#_ftnref5" name="_ftn5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; Ibid., hal. 54&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn6"&gt;  &lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8891727741020518669#_ftnref6" name="_ftn6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; Tim Dosen fakultas tarbiyah UIN Maliki Malang, op. Cit., hal 272&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn7"&gt;  &lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8891727741020518669#_ftnref7" name="_ftn7" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; Burhanuddin dan Esa nur Wahyuni, op. Cit., hal. 56&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn8"&gt;  &lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8891727741020518669#_ftnref8" name="_ftn8" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; Ibid., hal. 56&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pendidikan-multikultur.blogspot.com/2011/06/konsep-az-zarnuji.html</link><author>noreply@blogger.com (Munib an-Nihrir)</author><thr:total>4</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8891727741020518669.post-1633996794496937456</guid><pubDate>Wed, 15 Jun 2011 01:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-06-14T18:25:10.749-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ushul Fiqh</category><title>Ushul fiqh</title><description>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;AR-SA&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="--"/&gt;    &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;    &lt;m:dispDef/&gt;    &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;    &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;    &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;    &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"
  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"
  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-priority:99;
 mso-style-qformat:yes;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
 mso-para-margin-top:0cm;
 mso-para-margin-right:0cm;
 mso-para-margin-bottom:10.0pt;
 mso-para-margin-left:0cm;
 line-height:115%;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:11.0pt;
 font-family:"Calibri","sans-serif";
 mso-ascii-font-family:Calibri;
 mso-ascii-theme-font:minor-latin;
 mso-hansi-font-family:Calibri;
 mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;A.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Hukum Taklifie&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Pengertian hukum taklifie&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Hukum taklifie adalah firman Allah swt yang menuntut manusia untuk melakukan atau meninggalkan sasuatu atau memilih antara berbuat dan meninggalkan.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8891727741020518669#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;span lang="IN"&gt;Seperti pada surat &lt;i&gt;An-Nur: 56&lt;/i&gt;, yang menunujukkan arti tuntutan untuk melakuakn perbuatan:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" dir="RTL" style="direction: rtl; line-height: 150%; margin: 0cm 21.3pt 10pt 2cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 22pt; line-height: 150%;"&gt;وَاَقِيْمُواالصَّلوةَ واتُواالزَّكوة&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 22pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 22pt; line-height: 150%;"&gt;واطِيْعُوالرَّسُوْلَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ،&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;النور:56&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 22pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Dan dirikanlah sholat tunaikanlah zakat dan taaitlah rasul, supaya kamu diberi rahmat. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;(Qs. An-nur: 56)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Surat &lt;i&gt;Al-baqarah ayat: 188,&lt;/i&gt; yang menunjukkan arti tuntutan meninggalkan perbuatan:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;“Janganlah kamu memakan harta diantara kamu dengan jalan batil &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;(Qs. Al-Baqarah: 188)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Dan pada surat &lt;i&gt;Al-baqarah&lt;/i&gt; ayat: 187, yang menunjukkan arti memilih:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;“Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;(Qs. Al-Baqarah: 187)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bentuk bentuk hukum taklifie&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: 150%; margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Terdapat dua golongan ulama dalam menjelaskan bentuk-bentuk hikim taklifie: &lt;i&gt;Pertama,&lt;/i&gt; bentuk-bentuk hukum taklifie menurut jumhurul ulam ushul fiqh atau mutakallimin. Menurut mereka bentuk-bentuk hukum tersebut ada lima macam. Yaitu ijab, nadb, ibahah, karohah, dan tahrim. &lt;i&gt;Kedua,&lt;/i&gt; bentuk-bentuk hukum taklifie seperti iftiradh, ijab, nadb, ibahah, karohah tanzhiliyah, karohan tahrimiyah, dan tahrim.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Menurut Imam Syafi’i, penggolongan (didasarkan pada sanksinya) tersebut terdiri:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;a.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Wajib&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Perbuatan atas dasar perintah yang apabila dikerjakan akan mendapatkan pahala kalau ditinggalkan akan berdosa.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Hukum wajib dapat dibedakan menjadi:&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;1). Ditinjau dari Segi Waktu untuk melaksanakannya:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;a). Wajib al- muthlaq yaitu; perintah yang tidak ditentukkan waktu tertentu untuk melaksanakannya, misalnya ibadah haji bagi yang sudah mampu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;b). Wajib al-mu’aqqat yaitu; perintah yang ditentukkan waktu untuk melaksanakannya, misalnya puasa ramadhan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;2). Ditinjau dari Segi Siapa yang wajib me&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;lak&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;sanakan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;nya:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;a). Wajib al-‘aini yaitu perbuatan yang harus dilakukan oleh setiap orang yang sudah dewasa, conoh: kewajiban melaksanakan shalat bagi orang yang mukallaf,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;b). Wajib al-kifa’i yaitu perbuatan yang dapat dilaksanakan secara kolektif, atau kewajiban yang dibebankan kepada setiap orang mukallaf, tetapi apabila telah dikerjakan oleh sebagian dari mereka, maka kewajiban itu telah terpenuhi dan orang yang tidak mengerjakannya tidak di tuntut untuk melaksanakannya, contoh: pelaksanaan shalat jenazah. Akan tetapi Wajib kifayah bisa menjadi wajib aini apabila yang bertanggung jawab dalam kewajiban tersebut hanya satu orang. Contoh; menolong orang tenggelam disungai atau laut, orang yang menyaksikan itu semua terkena wajib kifayah untuk menolongnya, akan tetapi, jika orang yang menyaksikan hanya satu yang pandai berenang maka orang itu terkena wajib ain untuk menolongnya.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8891727741020518669#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;3). Ditinjau dari segi kuantitasnya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;a). Wajib al-muhaddad yaitu kewajiban yang ditentukkan kadarnya (jumlahnya) oleh syara’. Contoh: jumlah harta yang wajib dizakatkan dan jumlah rakaat dalam shalat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;b). Wajib Ghairu al-muhaddad yaitu kewajiban yang tidak ditentukkan batas kadarnya, akan tetapi diserahkan kepada ulama dan pemimpin ummat untuk menentukannya. Contoh: penentuan hukuman dalam &lt;i&gt;jarimah &lt;/i&gt;(tindak pidana diluar &lt;i&gt;hudud&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;qihash&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;4). Ditinjau dari segi kendungan perintah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;a). Wajib &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;al-m&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;u’ayyan yaitu suatu kewajiban yang objeknya adalah tertentu tanpa ada pilihan lain. Contoh: shalat dan puasa pekerjaan yang pada dirinya adalah wajib, adanya harga dalam jual beli dll.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;b). Wajib &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;al-m&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;ukhayyar yaitu kewajiban yang objeknya dapat dipilih dari alternative yang ada.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Contohnya: kafarat sumpah itu terdiri atas memberimakan fakir miskin, memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan budak.&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt; &lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8891727741020518669#_ftn3" name="_ftnref3" title=""&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;b.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sunnah&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Perbauat&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;n atas dasar suruhan atau anjuran yang apabila dikerjakan akan mendapatkan pahala sedang jika ditinggalkan tidak berdosa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sunnah dapat dibagi menjadi beberapa macam:&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;1). Sunnah ‘Amiyah yaitu perbuatan yang diajurkan untuk dilakukan oleh setiap muslim.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;2). Sunnah Kifayah yaitu perbuatan yang dianjurkan untuk dilakukan cukup seorang saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;3). Sunnah Mu’akkadah yaitu perbuatan tidak wajib yang selalu dikerjakan oleh Rasul. Akan tetapi pekerjaan seperti ini jika ditinggalkan mendapat celaan, contohnya: shalat-halat sunnah sebelum shalat wajibadzan, berjamah dll.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Menurut Imam Muhammad Abu Zahra, pekerjaan seperti ini sebagai pendahuluan suatu pekerjaan yang wajib. Sedangkan Imam Asy-Syathibi mengatakan, bahwa &lt;i&gt;mandhub&lt;/i&gt;atausunnah itu apabila ditinjau secara umum,&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;merupakan suatu pelayan dan pendahuluan dari yang wajib. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;4). Sunnah Ghairu Mu’akkadah yaitu segala perbuatan tidak wajib kadang-kadang dikerjakan oleh rasul, kadang-kadang saja ditinggalkan. Contohnya: shalat sunnah dhuha, puasa senin dan kamis, dll. Sunnah seperti ini disebut juga dengan istilah &lt;i&gt;mushtahab&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;nafilah&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;5). Sunnah al-Zawaid atau Az-Zaidah yaitu mengikuti kebiasaan sehari-hari Rasul sebagai manusia.&lt;/span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8891727741020518669#_ftn4" name="_ftnref4" title=""&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; Contoh: cara tidur Nabi, cara makan, minum dll.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;c.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Mubah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Yaitu kebolehan artinya boleh dikerjakan atau ditinggalkan. Mubah dapat dibagi menjadi 3 macam:&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;1). Dinyatakan dalam syara’ tidak berdosa untuk melakukannya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;2). Tidak ada dalil yang mengharamkan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;3). Dinyatakan dalam syara’ boleh memilih dilakukan atau tidak.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;d.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Makruh&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Lawan dari sunnah, yaitu suatu perbuatan jika dikerjakan tidak berdosa sedang jika ditinggalkan akan mendapatkan pahala. Makruh dibedakan menjadi:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;1). Makruh Tanzih ialah perbuatan yang terlarang bila ditinggalkan akan diberi pahala tetapi bila dilakukan tidak berdosa dan tidak dikenakan siksa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;2). Makruh Tahrim ialah perbuatan yang dilakukan namun dasar hukukmnya tidak pasti.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;3). Tarkul Aula ialah meniggalkan perbuatan-perbuatan yang amat diajurkan.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8891727741020518669#_ftn5" name="_ftnref5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;e.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Haram&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sebagai lawan dari wajib, yaitu perbuatan yang apabila dikerjakan berdosa sedang jika ditinggalkan akan mendapatkan pahala. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Haram dibagi menjadi dua yaitu:&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;1). Haram Li Dzatihi yaitu perbuatan yang haram dengan sendirinya bukan karena hal-hal lain yang hukumnya haram. Contoh: memakan bangkai selain ikan dan belalang, berzina, mencuri, dll.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;2). Haram Li Ghairihi yaitu perbuatan yang hukumnya haram karena berbarengan dengan perbuatan lain atau tercampuri dengan sesuatu yang madlorat bagi manusia.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8891727741020518669#_ftn6" name="_ftnref6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;contoh: puasa di hari raya Ied, shalat dengan baju hasil curian, dll.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Jumhur ulama berpendapat, bahwa tidaka ada bedanya antara haram lidzatih dan ghoiru lidzatih, karena dari segi akibatnya sama-sama haram.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8891727741020518669#_ftn7" name="_ftnref7" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Dalam penyebutan istilah yang terdapat dalam bab ini terdapat perbedaan-perbedaan yang dikemukakan oleh para ahli &lt;i&gt;ushul fiqh&lt;/i&gt;, seperti untuk sifatnya perintah ada tiga istilah, yaitu &lt;i&gt;ijab, wujub. Wajib, &lt;/i&gt;dan lainnya, ini disebabkan perbedaan sisi pandang pada persoalan tersebut. Apabila &lt;i&gt;khithab&lt;/i&gt; (ayat) atau tuntutan yang terdapat pada alqur’an, dilihat dari sisi Allah SWT sebagai penuntut, maka tuntutan sholat dan zakat itu disebut &lt;i&gt;ijab&lt;/i&gt;. Apabila ayat tersebut dilihat dari sisi &lt;i&gt;mukallaf&lt;/i&gt; yang dituntut untuk melaksanakannya, maka tuntutan shoalat dan zakat itu disebut &lt;i&gt;wujub&lt;/i&gt;. Sedangkan istilah &lt;i&gt;wajib&lt;/i&gt; merupakan sifat dari perbuatan &lt;i&gt;mukallaf&lt;/i&gt; yang dituntut Allah SWT, namun istilah-istilah yang terdapat dalam hukum taklifie ini semua merupakan tuntutan syar’i.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;B.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Hukum Wad’ie&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 12pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Pengertian hukum wad’ie&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 12pt; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Hukum wadh’i adalah hukum yang menetapkan dan menjadikan sesuatu sebagai sebab (al-sabab), syarat (al-syarthu), atau pencegah (al-mani’). &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Hukum ini dinamakan hukum wadh’&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;i&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;e karena dalam hukum tersebut terdapat dua hal yang saling berhubungan dan berkaitan. Seperti hubungan sebab akibat, syarat, dan lain-lain. Tapi pendapat lain mengatakan bahwa definisi hukum wadh’&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;i&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;e adalah hukum yang menghendaki dan menjadikan sesuatu sebagai sebab (al-sabab), syarat (al-syarthu), pencegah (al-m&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;ni’), atau menganggapnya sebagai sesuatu yang sah (sh&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;h&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;i&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;h), rusak atau batal (f&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;sid), ‘az&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;i&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;mah atau rukhshah. Definisi ini adalah menurut Imam Amidi, Ghazali, dan Syathibi.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 12pt; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa ada ikhtilaf&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;atau&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;perbedaan di kalangan para ulama tentang al-shihhah, al-buthlan atau al-fasid, al-‘azimah, dan al-rukhshah. Sebagian ulama menganggap hukum-hukum tersebut tidak termasuk dalam lingkup hukum wadh’i. Akan tetapi sebaliknya, sebagian ulama lain menganggap bahwa hukum-hukum tersebut termasuk bagian dari hukum wadh’ie.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 12pt; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Adapun alasan mengapa rukhshah dan ‘azimah bukan termasuk dalam hukum wadh’ie akan tetapi masuk dalam hukum taklifiee adalah karena kedua hukum tersebut mengandung kehendak atau permintaan (iqtidha`) dalam hukum ‘azimah dan kebebasan memilih (takhyir) dalam hukum rukhshah. Sebaliknya pendapat yang menganggap bahwa ‘azimah dan rukhshah merupakan bagian dari hukum wadh’ie dan bukan termasuk dalam hukum taklifiee mengatakan bahwa rukhshah pada hakikatnya adalah sifat yang dijadikan Syari’ sebagai sebab peringanan suatu hukum syariat, sedangkan ‘azimah adalah kelangsungan adat dan kebiasaan yang menjadi sebab berlakunya hukum asli, seperti hukum kewajiban salat, zakat, dan lain sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 12pt; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sedangkan alasan mengapa al-shihhah dan al-buthlân atau al-fasid tidak termasuk dalam hukum wadh’ie akan tetapi bagian dari hukum taklifiee, yaitu karena pada hakikatnya al-shihhah adalah pembolehan dari Syari’ untuk memanfaatkan sesuatu, seperti pembolehan memanfaatkan mabi’ (barang yang dijual) oleh pihak pembeli. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 12pt; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sebaliknya al-buthlan adalah keharaman memanfaatkan sesuatu, seperti larangan memanfaatkan mabi’ jika akad jual beli batal atau tidak sah.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8891727741020518669#_ftn8" name="_ftnref8" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Pembagian hukum wad’ie&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;a.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sebab atau al-sabab&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 3.3pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Secara etimologi (al-sabab) mempunyai arti al-hablu (tali) dan sesuatu yang menghantarkan kepada maksud atau tujuan. Allah Swt. berfirman dalam Al-Qur’an:&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.25pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Artinya: &lt;i&gt;Maka hendaklah ia merentangkan tali ke langit.&lt;/i&gt; (QS. Al-Hajj: 15)&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Artinya: &lt;i&gt;Dan kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu, maka iapun menempuh suatu jalan. &lt;/i&gt;(QS. Al-Kahfi: 84)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Adapun secara terminologi al-sabab adalah sesuatu yang dijadikan oleh Syâri’ untuk mengetahui hukum syariat tertentu, artinya hukum syariat tersebut akan muncul jika al-sabab tersebut ada, sebaliknya hukum syariat akan hilang dengan tidak adanya al-sabab tersebut. Seperti firman Allah Swt. dalam surat al-Isr&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;`:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Artinya: &lt;i&gt;Dirikanlah salat dari sesudah matahari tergelincir. &lt;/i&gt;(QS. Al-Isr&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;`: 78)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Dalam ayat tersebut diterangkan bahwa condongnya matahari menjadi al-sabab adanya kewajiban salat dzuhur. Allah Swt. juga berfirman dalam surat al-Baqarah:&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Artinya: &lt;i&gt;Maka barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa. &lt;/i&gt;(QS. Al-Baqarah: 185)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Terkandung dalam ayat tersebut bahwa melihat atau menyaksikan bulan ramadhan menjadi al-sabab kewajiban untuk berpuasa.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8891727741020518669#_ftn9" name="_ftnref9" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Pembagian sebab atau alsabab:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;1). Dilihat dari segi pengaruh yang ditimbulkan, maka al-sabab dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;a).&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Al-Sabab yang menyebabkan adanya hukum taklîfîe. Sebagai contoh, masuknya waktu salat yang dijadikan Syâri’ sebagai al-sabab adanya kewajiban salat. Allah Swt. berfirman:&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 42.55pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Artinya: &lt;i&gt;Dirikanlah salat dari sesudah matahari tergelincir.&lt;/i&gt; (QS. Al-Isr&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;`: 78)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;b). &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Al-Sabab yang menjadi sebab penetapan hak milik dan kehalalan suatu barang, atau sebaliknya menghilangkan keduanya. Seperti akad jual beli, nikah, thalaq, dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;2). Dilihat dari segi ada dan tidaknya kemampuan seorang mukallaf dalam melakukannya, maka al-sabab dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;a). &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sesuatu yang ada dalam batas kamampuan mukallaf untuk melakukannya. Seperti berpergian (safar) yang menjadi al-sabab diperbolehkannya berbuka puasa, pembunuhan yang disengaja yang menjadi al-sabab adanya kewajiban qishâsh, dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;b). &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sesuatu yang berada di luar batas kemampuan mukallaf. Seperti terbenamnya matahari menjadi al-sabab adanya kewajiban salat maghrib.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8891727741020518669#_ftn10" name="_ftnref10" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[10]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;b.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Syarat atau al-syarat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 3.3pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Secara etimologi al-syarthu dapat berarti al-‘alamah al-lazimah (tanda yang lazim), Atau ilzamu al-syai` wa iltizamuhu (melazimkan sesuatu dan mewajibkannya). Bentuk jamaknya adalah al-syuruth. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sedangkan al-syarathu dengan memberi fathah pada huruf ra` berarti tanda (al-‘al&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;mah).&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Adapun secara terminologi al-syarthu oleh para ulama ushûl diartikan sebagai sesuatu yang kemunculan suatu hukum syariat bergantung padanya, yang ia berada di luar hakikat sesuatu tersebut. Dan adanya al-syarthu tidak mengharuskan adanya hukum syariat, akan tetapi ketidakberadaannya mengharuskan hilangnya hukum syariat tersebut. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Dalam definisi lain disebutkan bahwa al-syarthu adalah sesuatu yang sah dan tidaknya suatu hukum syariat tergantung padanya, dan sesuatu tersebut di luar dari pada hakikat. Sebagai contoh wudhu dalam salat. Keberadaan wudhu tidak mengharuskan adanya salat, akan tetapi ketidakberadaannya dapat menghilangkan sahnya salat, dan wudhu sendiri bukan bagian dari salat.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;1). Dilihat dari segi hubungannya dengan al-sabab dan al-musabbab, al-syarthu dibagi menjadi dua macam:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;a). Al-Syarthu yang menjadi pelengkap al-sabab, artinya al-syarthu menguatkan akan makna sebab akibat (al-sababiyyah) yang terdapat dalam hukum tersebut. Sebagai contoh, penjagaan harta benda adalah syarat untuk melaksanakan hadd dalam pencurian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;b). Al-Syarthu yang menjadi pelengkap al-musabbab, artinya menguatkan hakikat al-musabbab atau rukunnya. Sebagai contoh, menghadap kiblat menjadi syarat sahnya salat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;2).&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Dilihat dari segi sumber yang menetapkan, al-syarthu dibagi menjadi dua macam:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;a). Al-Syarthu al-syar’ie, yaitu syarat yang telah ditetapkan oleh Syari’. Seperti syarat-syarat yang terdapat dalam ibadah, muamalat, jin&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;yah, dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;b). Al-Syarthu al-ja’lie, yaitu syarat yang dibuat dan ditetapkan oleh seorang mukallaf. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Seperti syarat terjadinya thalâq yang ditetapkan seorang suami terhadap istrinya. Seorang mukallaf tidak bisa seenaknya dalam membuat dan menetapkan sebuah al-syarthu al-ja’l&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;i&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;e, karena telah ada batasan-batasan syariat yang telah dijelaskan. Sebagai contoh, seorang mukallaf tidak diperbolehkan menetapkan syarat yang dapat menghilangkan hakikat hukum syariat, karena pada esensinya syarat berperan sebagai pelengkap al-sabab yang telah memunculkan hukum syariat tersebut.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8891727741020518669#_ftn11" name="_ftnref11" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[11]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;c.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Mani’atau al-mani’(penghalang)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Definisi al-m&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;ni’ adalah sesuatu yang dijadikan oleh Sy&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;ri’ sebagai sebab hilangnya suatu hukum syariat atau rusaknya suatu al-sabab.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Al-M&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;ni’ terbagi menjadi dua macam:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;1). Mani’&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; al-hukmi, yaitu al-mâni’ yang dapat menghilangkan suatu hukum syariat. Seperti tidak berlakunya qishâsh bagi seorang ayah yang telah membunuh anaknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;2). &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;M&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;ni’ al-sabab, yaitu al-m&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;ni’ yang dapat menghilangkan al-sabab yang telah memunculkan suatu hukum syariat. Seperti mengurangi nisab dalam zakat yang menjadi al-m&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;ni’ dari kewajiban zakat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;d.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Al-Shihhah dan al-Buthl&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;n &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;atau&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bathil&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Definisi al-Shihhah dan al-Buthl&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;n atau &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bathil&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Secara etimologi al-shihhah berarti sehat, antonim dari al-saqam yang berarti sakit. Adapun secara terminologi al-shihhah adalah sesuatu &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;hukum yang sesuai dengan tuntunan syara’, yaitu terpenuhinya sebab, syarat dan tidak ada mani’. Misalnya mengerjakan shalat dluhur setelah tergelincirnya matahari (sebab) dan telah bewudluu (syarat), dan tidak ada halangan bagi orang yang mengerjakannya (tidak haid, nifas, dll). Dalm contoh ini pekerjaan yang dilaksanakannya hukum. Oleh sebab itu, apabila sebab tidak ada dan syaratnya tidak terpenuhi, maka shalat itu tidak sah, sekalipun meni’nya tidak ada.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sedangkan al-fasid dan al-buthlan atau bathil menurut jumhur ulama adalah sinonim, yaitu mempunyai makna yang sama. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Oleh karena itu setiap ibadah, akad muamalat, dan lain sebagainya yang sebagian syarat dan rukunnya tidak terpenuhi disebut al-f&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;sid atau al-buthl&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;n. Sebagai contoh, akad jual beli yang dilakukan oleh orang gila, salat tanpa wudhu, dan lain-lain.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8891727741020518669#_ftn12" name="_ftnref12" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[12]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;e.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Al-‘Az&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;i&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;mah dan al-Rukhshah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;‘Azimah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Secara etimologi ‘azimah berarti al-iradah al-muakkidah atau al-qashdu al-muakkid, yaitu keinginan yang kuat. Allah Swt. berfirman dalam Al-Qur`an:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Artinya&lt;i&gt;: maka ia lupa (akan perintah itu), dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;(QS. Th&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;h&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;: 115)&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Adapun secara terminologi ‘az&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;i&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;mah berarti hukum syariat bagi sorang mukallaf yang berlaku dalam segala situasi dan kondisi. Seperti kewajiban salat, zakat, puasa, dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Rukhshah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Secara etimologi rukhshah berarti al-suhûlah dan al-yusru, atau al-tashil dan al-taisir yang berarti memudahkan atau meringankan. Adapun secara terminologi rukhshah adalah hukum syariat yang telah ditetapkan oleh Syari’ sebagai peringanan beban bagi seorang mukallaf dalam kondisi tertentu, atau hukum syariat yang ditetapkan karena adanya halangan atau masyaqqah dalam keadaan tertentu.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8891727741020518669#_ftn13" name="_ftnref13" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[13]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Pembagian rukhshah:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;a). &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Diperbolehka&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; sesuatu yang haram pada waktu darurat atau terpaksa. Seperti makan bangkai atau makanan yang diharamkan syariat ketika dalam keadaan sangat lapar, tidak ada makanan lain, dan tak&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;ut akan kematian.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;b). Diperbolehkan&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; meninggalkan kewajiban. Seperti berbuka puasa bagi seorang musafir atau seorang yang sedang sakit di bulan ramadhan dikarenakan adanya masyaqqah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;c). &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Diperbolehkan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; suatu akad muamalat yang menjadi kebutuhan manusia. Seperti akad jual beli pemesanan. Pada dasarnya akad jual beli pemesanan tidak diperbolehkan, karena barang yang dibeli tidak ada ketika akad berlangsung. Syâri’ telah membolehkannya karena adanya kebutuhan manusia dan telah menjadi hukum kebiasaan yang telah berlaku.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8891727741020518669#_ftn14" name="_ftnref14" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[14]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;C.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Mahkum&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; Fih atau Mahkum Bih (objek hukum)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Yang dimaksud dengan Mahkum Fih ialah perbuatan mukallaf yang menjadi obyek hukum syara’&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Dan ada pendapat lain, Mahkum fih ialah pekerjaan yang harus dilaksanakan mukallaf yang dinilai hukumnya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sedangkan menurut ulama ushul fiqh yang dimaksud mahkum fih adalah objek hukum, yaitu perbuatan seorang mukallaf yang terkait dengan perintah syar’i baik yang bersifat tuntutan mengerjakan, tuntutan meninggalkan, memilih suatu pekerjaan, dan yang bersifat syarat, sebab, halangan, azimah, rukhsah, sah serta batal&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;span lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Jadi, secara singkatnya dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan mahkum fih adalah perbuatan mukallaf yang berkaitan atau dibebani dengan hukum syar’i.&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8891727741020518669#_ftn15" name="_ftnref15" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[15]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Para ulama pun sepakat bahwa seluruh perintah syari’ itu ada objeknya yaitu perbuatan mukallaf. Dan terhadap perbuatan mukallaf tersebut ditetapkannya suatu hukum: Contoh:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Firman Alloh dalam surat al baqoroh:43&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Artinya:”&lt;i&gt;Dirikanlah &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;shalat”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Ayat ini menunjukkan perbuatan seorang mukallaf,yakni tuntutan mengerjakan sholat,atau kewajiban mendirikan sholat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Firman Alloh dalam surat al an’am:151&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Artinya:”&lt;i&gt;Jangan kamu membunuh jiwa yang telah di haramkan oleh Alloh melainkan dengan sesuatu (sebab)yang benar”&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Dalam ayat ini terkandung suatu larangan yang terkait dengan perbuatan mukallaf,yaitu larangan melakukan pembunuhan tanpa hak itu hukumnya haram.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Firman Alloh dalam surat Al-maidah&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;6&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Artinya:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;”&lt;i&gt;Apabila kamu hendak melakukan sholat,maka basuhlah mukamu dan tangan mu sampai sik&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;u-&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;siku”&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Dari Ayat diatas dapat diketahui bahwa wudlu merupakan salah satu perbuatan orang mukallaf,yaitu salah satu syarat sahnya sholat.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Dengan beberapa contoh diatas,dapat diketahui bahwa objek hukum itu adalah perbuatan mukallaf.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Syarat-syarat mahkum fih&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 39.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;a.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Mukallaf mengetahui perbuatan yang akan dilakukan, sehingga tujuannya jelas dan dapat dilaksanakan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 39.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;b.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Mukallaf harus mengetahui sumber taklif, supaya mengetahui bahwa tuntutan itu dari Allah SWT, sehingga melaksanakannya berdasarkan ketaatan dengan tujuan melaksanakannya karena Allah semata.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 39.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;c.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Perbuatan harus mungkin untuk dilaksanakan atau ditinggalkan.dengan catatan:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;1) Tidak sah suatu tuntutan yang dinyatakan musthil untuk dikerjakan atau ditinggalkan baik berdasarkan zatnya ataupun tidak.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;2) &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Tidak&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; sah hukumnya seseorang melakukan perbuatan yang ditaklifkan untuk dan atas nama orang lain.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;3) &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Tidak&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; sah tuntutan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;yang berhubungan dengan perkara yang berhubungan dengan fitrah manusia.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;4) Tercapainya syarat taklif tersebut&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8891727741020518669#_ftn16" name="_ftnref16" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[16]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Disamping syarat-syarat yang penting diatas bercabanglah berbagai masalah yang lain sebagaimana berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 42.55pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;a.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sanggup mengerjakan, tidak boleh diberatkan sesuatu yang tidak sanggup dikerjakan oleh mukallaf.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 42.55pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;b.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Pekerjaan yang tidak akan terjadi, karena telah dijelaskan oleh Allah bahwa pekerjaan itu tidak akan terjadi, seperti jauhnya Abu Lahab terhadap rasa iman&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 42.55pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;c.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Pekerjaan yang sukar sekali dilaksanakan, yaitu yang kesukarannya luar biasa, dalam arti sangat memberatkan bila perbuatan itu dilaksanakan; dan yang tingkatannya tidak sampai pada tingkat yang sangat memberatkan atau terasa lebih berat daripada yang biasa.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 42.55pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;d.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Pekerjaan-pekerjaan yang diijinkan karena menjadi sebab timbulnya kesukaran yang luar biasa&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8891727741020518669#_ftn17" name="_ftnref17" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[17]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Macam-macam mahkum fih:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Dilihat dari segi yang terdapat dalam perbuatan itu maka mahkum fih di bagi menjadi empat macam:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Semata mata hak Alloh,yaitu sesuatu yang menyangkut kepentingan dan kemaslahatan.dalam hak ini seseorang tidak di benarkan melakukan pelecehan dan melakukan suatu tindakan yang mengganggu hak ini.hak ini semata mata hak Alloh.dalam hal ini ada delapan macam:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;a).&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;ibadah mahdhoh (murni) seperti iman dan rukun iman yang lima&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;b). &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;ibadah&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; yang di dalamnya mengandung makna pemberian dan santunan,seperti:zakat fitrah,karena si syaratkan niat dalam zakat fitrah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;c). &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bantuan&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; atau santunan yang mengandung ma’na ibadah seperti: zakat yang dikeluarkan dari bumi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;d). Biaya atau santunan yang mengandung makna hukuman,seperti: khoroj (pajak bumi) yang di anggap sebagai hukuman bagi orang yang tidak ikut jihad.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;e). &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;hukuman&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; secara sempurna dalam berbagai tindak pidana sperti hukuman orang yang berbuat zina&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;f). &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;hukuman&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; yang tidak sempurna seperti seseorang tidak diberi hak waris,karena membunuh pemilik harta tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;g). &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;hukuman&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; yang mengandung makna ibadah seperti:kafarat orang yang melakukan senggama disiang hari pada bulan ramadhan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;h). &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;hak hak yang harus di bayarkan,seperti: kewajiban mengeluarkan seperlima harta tependam dan harta rampasan.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Hak&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; hamba yang berkait dengan kepentingan pribadi seseorang seperti ganti rugi harta seseorang yang di rusak.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kompromi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; antara hak Alloh dengan hak hamba,tetapi &amp;nbsp;hak alloh didalamnya lebih dominan,seperti hukuman untuk tindak pidana.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;4.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kompromi antara hak Alloh dan hak hamba,tetapi hak hamba lebih dominan,seperti masalah qishos.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8891727741020518669#_ftn18" name="_ftnref18" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[18]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;f.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Al masyaqqoh&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Perlu diketahui bahwa salah satu syarat tuntutan harus bisa dilakukan, tidak terlepas dari itu dalam melaksanakannya pasti ada ada suatu kesulitan. untuk itu akan kami jelaskan yang dimaksud adalah masyaqqoh (halangan)&amp;nbsp; serta pembagiannya&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Masyaqqoh itu ada dua macam yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 39.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Masyaqqoh mu’tadah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Yaitu kesulitan yang mampu diatasi oleh manusia tanpa menimbulkan bahaya bagi dirinya kesulitan seperti ini tidak bisa di jadikan alasan untuk tidak mengerjakan taklif,karena setiap perbuatan itu tidak mungkin terlepas dari kesulitan.contohnya:Diwajibkannya adanya sholat ini buakan bermaksud agar badan capek atau bagaimana,akan tetapi untuk melatih dirinya diantaranya bisa mencegah perbuatan keji dan mungkar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 39.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Masyaqqoh goiru mu’tadah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Yaitu suatu kesulitanataukesusahan yang diluar kekuasaan manusia dalam mengatasinya dan akan merusak jiwanya bila di paksakan.Alloh tidak tidak menuntut manusia untuk melakukan perbuatan yang menyebabkan kesusahan.seperti puasa yang terus menerus sehingga mewajibkan selalu bangun malam untuk sahur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Artinya:Alloh menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu(al baqoroh 185)&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8891727741020518669#_ftn19" name="_ftnref19" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[19]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;D.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Mahkum&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; Alaih(subjek hukum)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Yang dimaksud dengan Mahkum Alaih adalah mukallaf yang menjadi obyek tuntunan hukum syara’. Menurut ulama’ ushul fiqh telah sepakat bahwa mahkum Alaih adalah seseorang yang perbuatannya dikenai k&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;h&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;itab Allah, yang disebut mukallaf. Sedangkan keterangan lain menyebutkan bahwa Mahkum Alaih ialah orang-orang yang dituntut oleh Allah untuk berbuat, dan segala tingkah lakunya telah diperhitungkan berdasakan tuntutan Allah itu. Jadi, secara singkat dapat disimpulkan bahwa Mahkum Alaih adalah orang mukallaf yang perbuatannya menjadi&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;kan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;nya tempat berlakunya hukum Allah.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8891727741020518669#_ftn20" name="_ftnref20" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[20]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Syarat-syarat Mahkum Alaih&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 39.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Orang tersebut mampu memahami dalil-dalil taklif itu dengan sendirinya, atau dengan perantara orang lain&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: 150%; margin-left: 39.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Orang tersebut ahli bagi apa yang ditaklifkan kepadanya (Koto, 2006: 157-158)&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8891727741020518669#_ftn21" name="_ftnref21" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[21]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13pt;"&gt;KESIMPULAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Setelah apa yang telah kami bahas diatas, menghasilkan kesimpulan yang menghimpun secara siingkat dari permasalahan diatas, dintaranya hukum taklifi merupakan suatu redaksi hukumyang menuntut manusia untuk melakukan atau meninggalkan sasuatu atau memilih antara berbuat dan meninggalkannya. Bentuk-bentuk dari redaksi hukum ini adalah yang pertama, wajib atau ijab, sunnah atau nadb, ibahah atau boleh, makruh atau karohah dan tahrim atau haram. Yang kedua, meliputi iftiradh, ijab, nadb, ibahah, karohah tanzhiliyah, karohan tahrimiyah, dan tahrim atau haram. Dalam pembahasan ini terdapat perbedaan diantara para ulama usul, dikarenakan perbedaan pemahaman diantara mereka pada unsur-unsur hukum-hukum ini yang berupa dalil.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sedangkan hukum wad’ie mempunyai kesimpulan, suatu redaksi hukum yang menuntu untuk menjadikan sesuatu sebagia sebab, syarat atau penghalang dari sesuatu yang lain, &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;atau menganggapnya sebagai sesuatu yang sah (shahih), rusak atau batal (fasid), ‘azimah (keinginan yang kuat) atau rukhshah (kemudahan).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Obejek hukum atau mahkum fih, mempunyai pengeritan yaitu perbuatan seorang mukallaf yang terkait dengan perintah syar’i baik yang bersifat tuntutan mengerjakan, tuntutan meninggalkan, memilih suatu pekerjaan, dan yang bersifat syarat, sebab, halangan, azimah, rukhsah, sah serta batal seperti yang di contohkan dalam surat Al-Maidah ayat 6, Al-An’am ayat 151 dan surat Al-Baqarah ayat 43. Dalam mahkum fih ini ada syarat yang mendukung keshahehannya objek, yang berkesimpulan orang yang sudah mengerti dan sehat jasmani dan rohani, karena menyangkut hak Allah dan hambanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 0cm; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Subjek hukum atau mahkum alaih mempunyai pengertian yaitu individu atau orang mukallaf yang perbuatannya menjadikannya tempat berlakunya hukum Allah. Dengan syarat Orang tersebut mampu memahami dalil-dalil taklif itu dengan sendirinya, atau dengan perantara orang lain, dan orang tersebut ahli bagi apa yang ditaklifkan kepadanya, dasar dari hukum ini menurut kebanyakan ulam adalah terdapat pada akal dan pemahamannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: 150%; margin-left: 0cm; text-align: center; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13pt; line-height: 150%;"&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText" style="line-height: 150%; margin-left: 78pt; text-indent: -78pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Anshori,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Abddul Ghofur&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; 2008, &lt;i&gt;Hukum Islam Dinamika dan Perkembangannya di Indonesia&lt;/i&gt;, Kreasi Total Media, Yogyakarta.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText" style="line-height: 150%; margin-left: 78pt; text-indent: -78pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Al-Zahrah, Muhammad Abu&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; 2006&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Ush&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;u&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;l al-Fiqhi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;,Kairo: D&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;r al-Fikri al-‘Arabi&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Firdaus. 2004. &lt;i&gt;Ushul fiqh&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Zikrul hakim: Jakarta timur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText" style="line-height: 150%; margin-left: 78pt; text-indent: -78pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Hakim, &lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Abdul Hamid, &lt;i&gt;Mabadi Awwaliyah fi Ushul al-Fiqhi wa al-Qawa’id al-Fiqhiyah&lt;/i&gt;, Jakarta: Sa’adiyah Putra.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 78pt; text-align: justify; text-indent: -78pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Haroen, &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Nasrun&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;. 1996. &lt;i&gt;Ushul fiqh&lt;/i&gt;. Logos wacana ilmu Persada: Jakarta&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText" style="line-height: 150%; margin-left: 78pt; text-indent: -78pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sutrisno. 1999&lt;i&gt;. Ushul Fiqh&lt;/i&gt;. STAIN Press&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; Jember&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText" style="line-height: 150%; margin-left: 78pt; text-indent: -78pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Syafi’I,Rahmat&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;1999,&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Ilmu Usul Fiqh,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Pustaka Setya: Bandung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText" style="line-height: 150%; margin-left: 78pt; text-indent: -78pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Syukur, Asywaedie. 1990. &lt;i&gt;Ilmu Fiqih dan Ushul Fiqih.&lt;/i&gt; PT. Bina Ilmu: Surabaya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText" style="line-height: 150%; margin-left: 78pt; text-indent: -78pt;"&gt;&lt;a href="http://hk-islam.blogspot.com/2008/12/hukum-taklifi-hukum-wadhi.html"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;http://hk-islam.blogspot.com/2008/12/hukum-taklifi-hukum-wadhi.html&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;. 01:34.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText" style="line-height: 150%; margin-left: 78pt; text-indent: -78pt;"&gt;&lt;a href="http://miftachr.blog.ac.id/"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;http://miftachr.blog.ac.id/&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;. 01:40.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br clear="all" /&gt;  &lt;hr align="left" size="1" width="33%" /&gt;    &lt;div id="ftn1"&gt;  &lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8891727741020518669#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Rahmat Syafi’I,&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; 1999,&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ilmu Usul Fiqh,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Pustaka Setya, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;hal, 296.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn2"&gt;  &lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8891727741020518669#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ibid: 305.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn3"&gt;  &lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8891727741020518669#_ftnref3" name="_ftn3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Abddul Ghofur Anshori, 2008, &lt;i&gt;Hukum Islam Dinamika dan Perkembangannya di Indonesia&lt;/i&gt;, Kreasi Total Media, Yogyakarta, Hal. 28.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn4"&gt;  &lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8891727741020518669#_ftnref4" name="_ftn4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ibid: 28.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn5"&gt;  &lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8891727741020518669#_ftnref5" name="_ftn5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ibid: 30.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn6"&gt;  &lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8891727741020518669#_ftnref6" name="_ftn6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ibid: 29.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn7"&gt;  &lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8891727741020518669#_ftnref7" name="_ftn7" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ibid: 308.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn8"&gt;  &lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8891727741020518669#_ftnref8" name="_ftn8" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Abdul Hamid Hakim, &lt;i&gt;Mabadi Awwaliyah fi Ushul al-Fiqhi wa al-Qawa’id al-Fiqhiyah&lt;/i&gt;, Jakarta: Sa’adiyah Putra, hal,198.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn9"&gt;  &lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8891727741020518669#_ftnref9" name="_ftn9" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ibid:200.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn10"&gt;  &lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8891727741020518669#_ftnref10" name="_ftn10" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[10]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ibid: 201-202.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn11"&gt;  &lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8891727741020518669#_ftnref11" name="_ftn11" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[11]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Muhammad Abu al-Zahrah, 2006&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ush&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;u&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;l al-Fiqhi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;,Kairo: D&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;r al-Fikri al-‘Arabi,&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;hal&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;387.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn12"&gt;  &lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8891727741020518669#_ftnref12" name="_ftn12" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[12]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ibid:388.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn13"&gt;  &lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8891727741020518669#_ftnref13" name="_ftn13" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[13]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;span lang="IN"&gt;Miftachr.blog.uns.ac.i&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;d&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn14"&gt;  &lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8891727741020518669#_ftnref14" name="_ftn14" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[14]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Sutrisno. 1999&lt;i&gt;. Ushul Fiqh&lt;/i&gt;. STAIN Press. Jember&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;, hal:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;119&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn15"&gt;  &lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8891727741020518669#_ftnref15" name="_ftn15" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[15]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ibid: 209.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn16"&gt;  &lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8891727741020518669#_ftnref16" name="_ftn16" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[16]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; Ibid:320.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn17"&gt;  &lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8891727741020518669#_ftnref17" name="_ftn17" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[17]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; Ibid:121-123&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn18"&gt;  &lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8891727741020518669#_ftnref18" name="_ftn18" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[18]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ibid:212.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn19"&gt;  &lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8891727741020518669#_ftnref19" name="_ftn19" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[19]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ibid: 390.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn20"&gt;  &lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8891727741020518669#_ftnref20" name="_ftn20" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[20]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://hk-islam.blogspot.com/2008/12/hukum-taklifi-hukum-wadhi.html"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;http://hk-islam.blogspot.com/2008/12/hukum-taklifi-hukum-wadhi.html&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn21"&gt;  &lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8891727741020518669#_ftnref21" name="_ftn21" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[21]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ibid:392.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pendidikan-multikultur.blogspot.com/2011/06/ushul-fiqh.html</link><author>noreply@blogger.com (Munib an-Nihrir)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8891727741020518669.post-9090038715719586728</guid><pubDate>Sat, 14 May 2011 08:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-05-14T01:43:21.686-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Hadist</category><title>Keutaman Islam di Hadist Nabi</title><description>&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-left: 22.5pt; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo3; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;A.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Pengertian Islam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 27.8pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Secara etimologi, Islam berarti tunduk dan menyerah sepenuhnya pada Allah swt. Secara terminologi, adalah agama yang dilandasi oleh lima dasar, yaitu:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 72.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l9 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Monotype Corsiva'; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Syahadatain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 72.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l9 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Menunaikan shalat wajib pada waktunya, dengan memenuhi syarat, rukun dan memperhatikan adab dan hal-hal yang sunnah.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Monotype Corsiva'; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 72.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l9 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Mengeluarkan zakat.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Monotype Corsiva'; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 72.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l9 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Puasa di bulan ramadhan.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Monotype Corsiva'; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: 150%; margin-left: 72.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l9 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Haji sekali seumur hidup bagi yang mampu, mempunyai biaya untuk ketanah suci dan mampu memenuhi kebutuhan keluarga yang di tinggalkan.&lt;a href="file:///C:/Users/NIHRIRE/AppData/Local/Temp/Rar$DI02.476/BAB%20II1.docx#_ftn1" name="_ftnref1" style="mso-footnote-id: ftn1;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Monotype Corsiva'; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Hal ini sesuai dengan penjelasan hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari sahabat Umar ra, didalam hadist itu menceritakan tentang seorang lelaki mengenakan pakaian yang sangat putih dan rambutnya yang sangat legam. Dia bertanya langsung kepada Nabi tentang Islam sambil menempelkan lututnya pada lutut Nabi, nabi menjawab “ Islam itu engkau&amp;nbsp; bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah Rasul Allah, melaksanakan shalat, mengeluarkan zakat, berpuasa ramadhan, dan menunaikan haji ke baitullah, jika engkau mampu...”&lt;a href="file:///C:/Users/NIHRIRE/AppData/Local/Temp/Rar$DI02.476/BAB%20II1.docx#_ftn2" name="_ftnref2" style="mso-footnote-id: ftn2;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-left: 18.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo3; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;B.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Rukun Islam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 27.8pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Abu Abdurrahman Abdullah bin Umar bin Khattab ra, berkata, aku pernah mendengar rasulullah saw bersabda, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 27.8pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Islamdibangun di atas lima (pondasi) : (1) Persaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah, (2) melaksanakan shalat, (3) mengeluarkan zakat, (4) haji ke Baitullah, dan (5)puasa ramadhan.”&lt;/i&gt; (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;a href="file:///C:/Users/NIHRIRE/AppData/Local/Temp/Rar$DI02.476/BAB%20II1.docx#_ftn3" name="_ftnref3" style="mso-footnote-id: ftn3;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 27.8pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Dalam hadist ini Rasuluulah saw, mengilustrrasikan islam dengan sebuah bangunan yang tertata rapi. Tegak diatas fondasi-fondasi yang kokoh. Fondasi-fondasi tersebut adalah:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 87.75pt; mso-add-space: auto; mso-list: l4 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;1.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Dua kalimat Syahadat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 87.75pt; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kesaksian bahwa tidak da Tuhan selain Allah dan bahwa Nabi Muhammad saw adalah utusan Allah. Artinya, mengakui adanya Allah yang tunggal, dan membenarkan kenabian dan kerasuulan Muhammad saw. Syahadat, demikian pula &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;syuhud &lt;/i&gt;bermakana : “Hadir serta menyaksikan dengan mata kepala ataupun dengan mata hati.” Yang di maksud dengan Syahadat ialah menuturkan perkataan, yang terbit dari suatu pengetahuan ilmu yang hasil dengan jalan musyahadah hati atau dengan musyahadah mata. Maka makna &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Asyhadu&lt;/i&gt;, ialah saya bersaksi, dengan kalimat inilah kita melakukan kesaksian.&lt;a href="file:///C:/Users/NIHRIRE/AppData/Local/Temp/Rar$DI02.476/BAB%20II1.docx#_ftn4" name="_ftnref4" style="mso-footnote-id: ftn4;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 87.75pt; mso-add-space: auto; mso-list: l4 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;2.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Menegakkan Shalat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 87.75pt; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Artinya, senantiasa menunaikan shalat pada waktunya dengan memenuhi syarat dan rukunnya, juga memperhatikan adab dan sunnah-sunnahnya, sehingga dapat memberikan manfaat pada seorang muslim, yaitu meninggalkan segala perbuatan keji dan mungkar. Allah swt. Berfirman, &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;dan tegakkanlah shalat, sesungguhnya shalat dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar.”&lt;/i&gt;(Al-Angkabut: 45). Shalat juga merupakan sebagai perlambang bagi orang mukmin. Rasulullah saw, bersabda, “ pembatas antara seseorang dengan kesyirikan dan kekafiran adalah shalat,”&amp;nbsp; (HR. Abu Naim).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 87.75pt; mso-add-space: auto; mso-list: l4 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;3.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Menunaikan Zakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 87.75pt; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Yaitu memberikan bagian bagian tertentu dari harta yang dimiliki kepada mustahik (orang-orang yang berhak menerima zakat), ketika harta tersebut telah mencapai &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;nishab&lt;/i&gt; (batas minimal wajib zakat) dan telah terpenuhi berbagai syarat wajib zakat. Dalam hadist dijelaskan, dari Ibnu Umar ra berkata,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 87.75pt; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“ Rasulullah saw telah mewajibkan zakat fitrah satu sho qurma atau satu sho gandum bagi budak dan orang merdeka baik laki-laki maupun perempuan, anak kecil maupun orang tua dari orang islam, dan Rasulullah memerintahkan untuk membayarkan sebelum keluarnya seseorang untuk sholat Ied.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; (Muttafqun Alaihi).&lt;a href="file:///C:/Users/NIHRIRE/AppData/Local/Temp/Rar$DI02.476/BAB%20II1.docx#_ftn5" name="_ftnref5" style="mso-footnote-id: ftn5;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 87.75pt; mso-add-space: auto; mso-list: l4 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;4.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Puasa Ramadhan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 87.75pt; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Berasal dari bahasa arab &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;saum&lt;/i&gt; yang berarti menahan, menurut istilah menahan diri dari sesuatu yang membatalkan puasa.&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt; &lt;/i&gt;Puasa ramadhan diwajibkan pada tahun ke-3 hijriyah, melalui firman Allah, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 87.75pt; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“ Bulan ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenain petunjuk itu, dan pembeda (antara kebenaran dan kebbatilan). Karena itu barang siapa yang masuk bulan (ramdhan) maka puasalah...”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;(Al-baqarah: 185). Ibnu umar dalam hadist yang di sepakti oleh Imam Bukhari dan Muslim berkata, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 87.75pt; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Ketika kalian melihat hilal (awal bulan ramadhan)maka puasalah,dan jika kalian melihatnya (akhir bulan ramadhan), maka berbukalah, apabila(tertutup)mendung, maka perkirakanlah.”&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 87.75pt; mso-add-space: auto; mso-list: l4 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;5.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Haji&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 87.75pt; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Haji adalah pergi ke Baitullah di Makkah Al-Mukaromah pada bulan-bulan haji, yaitu Syawal, Dzulqa’dah, dan sepuluh hari pertama di bulan dzulhijjah. Haji dilakukan dengan menjalankan semua manasik (amalan-amalan dalam ibadah haji) yang telah diajarkan Rasulullah saw. Haji merupakan ibadah yang berhubungan dengan harta dan jiwa, yang membawa berbagai dampak positif bagi individu dan masyarakat. Bahkan merupakan Muktamar Islam Internasional dimana umat islam dari seluruh penjuru dunia berkesempatan untuk bertemu dan saling mengenal. Allah swt berfirman: “ ...mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup melakukan perjalanan ke Baitullah...”(Al-Baqarah: 185).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Rukun-rukun islam adalah merupakan suatu kesatuan yang saling terkait, barang siapa yang melaksanakan rukun-rukun islam secara utuh, ia adalah seorang muslim yang yang sempurna imannya. Barangsiapa yang meninggalkan keseluruhannya, ia adalah kafir. Barang siapa yang mengingkari salah satunya , ia bukanlah orang muslim. Barangsiapa yang meyakini keseluruhan, namun mengabaikan salah satunya –selain dua kalimat syahadat- karena malas, ia adalah orang fasik. Barangsiapa yang melaksanakan keseluruhannya dan juga mengakui secara lisan namun hanya berpura-puraan, ia adalah orang munafik.&lt;a href="file:///C:/Users/NIHRIRE/AppData/Local/Temp/Rar$DI02.476/BAB%20II1.docx#_ftn6" name="_ftnref6" style="mso-footnote-id: ftn6;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 22.5pt; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo3; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;C.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Keutamaan Islam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 81.8pt; mso-add-space: auto; mso-list: l7 level1 lfo5; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;1.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Mengampuni Dosa-Dosa Lama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 81.8pt; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Dari Ibnu Syamasyah al-Mahri, ia berkata, “Kami menyaksikan Amr bin al-Ash hampir meninggal, dia banyak menangis dan memalingkan&amp;nbsp; wajahnya ke dinding, anaknya, ‘Wahai ayahku, bukankah Rasulullah SAW telah memberikan kabar gembira kepadamu seperti ini ? Ibnu Syamasyah berkata, “Maka Amr menghadapkan wajahnya seraya berkata, Sesungguhnya amal paling utama yang kksiita siapkan adalah penyaksian bahwa tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Allah. Sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah. Sesungguh aku pernah berada di tiga fase kehidupan: Aku benar-benar melihat diriku dan tidak ada seorangpun selainku yang paling benci kepada Rasulullah SAW, tidak ada yang lebih kusukai selain aku bisa menguasainya, lalu aku membunuhnya. Jika aku meninggal dalam kondisi seperti itu, niscaya aku menjadi penghuni neraka. Tatkala Allah swt telah menganugrahkan islam di dalam hatiku, aku datang kepada nabi saw seraya berkata, ‘Ulurkanlah tanganmu, aku ingin membaiatmu’, maka beliau membuka tangan kanannya.’ Amr bin al-Ash berkata, ‘ Namun aku menahan tangan kananku.’ Beliau bertanya, ‘&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;ada apa denganmu wahai amr?&lt;/i&gt;’ aku menjawab, aku ingin membuat persyaratan. ‘beliau bertanya, apa yang engkau syaratkan?’ aku berkata, ‘agar aku diampuni.’ Nabi saw bersabda,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 81.8pt; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;‘‘tidakkah engkau tahu bahwa Islam menghapus dosa-dosa sebelumnya, sesungguhnya hijrah menghapus dosa-dosa sebelumnya, dan sesungguhnya haji menghapus dosa-dosa sebelumnya.’&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;..........(HR. Muslim).&lt;a href="file:///C:/Users/NIHRIRE/AppData/Local/Temp/Rar$DI02.476/BAB%20II1.docx#_ftn7" name="_ftnref7" style="mso-footnote-id: ftn7;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 81.8pt; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Intisari hadist ini adalah;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 99.8pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo4; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;a.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bahwa Islam sebagai penghapus dosa-dosa sebelumnya. Barangsiapa memperbaiki keislamannya, maka papa yang pernah dilakukannya sebelum Islam tidak akan di hukum. Dan hijrah hijrah juga menjadi penghapus bagi segala dosa dan kesalahan, sebagaimana pula haji. Namun disini ada permasalahan. Memamang bahawa islam menghapus dosa-dosa besar dan kecil, adapun hijrah dan haji, maka ada pebedaan pendapat, karena untuk menghapus dosa-dosa besar disyaratkan adanya &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;taubatan nasuha.&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 99.8pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo4; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;b.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Hadis ini mernunjukkan bahwa amal-amal shalih menjadi penghapus dosa-dosa, dan sesuai dengan besarnya amal shalih itulah dosa dapat terhapus.&lt;a href="file:///C:/Users/NIHRIRE/AppData/Local/Temp/Rar$DI02.476/BAB%20II1.docx#_ftn8" name="_ftnref8" style="mso-footnote-id: ftn8;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 81.8pt; mso-add-space: auto; mso-list: l7 level1 lfo5; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;2.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Lurus dan Toleran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 81.8pt; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Rasulullah saw pernah ditanya, ‘agama apakah yang paling dicintai oleh Allah swt?’ Beliau menjawab, ‘Yaitu agama yang lurus dan toleran’.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; (HR. Ahmad dan dihasankan oleh Ibnu Hajar dalam &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;al-Fath&lt;/i&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 81.8pt; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Intisari hadistnya adalah, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 99.8pt; mso-add-space: auto; mso-list: l3 level1 lfo6; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;a.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bahwa syarioat Rasulullah saw adalah agama lurus yang mengikuti&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 99.8pt; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Agama Ibrahim as, agama yang toleran lagi mudah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 99.8pt; mso-add-space: auto; mso-list: l3 level1 lfo6; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;b.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bahwa Rasulullah saw diutus untuk memberikan kemudahan dan datang untuk menghilangkan beban dan belenggu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 99.8pt; mso-add-space: auto; mso-list: l3 level1 lfo6; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;c.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Anjuran untuk memberikan kemudahan dan menyampaikan kabar gembira serta tidak menyulitkan dan tidak membuat orang lari (dari agama), dan atas dasar penertian inilah hadist (yang berbunyi),&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 99.8pt; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“berilah kabar gembira dan jangan kamu membuat orang lari (dari agama), berilah kemudahan dan jangan menyulitkan.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; (HR. muslim).&lt;a href="file:///C:/Users/NIHRIRE/AppData/Local/Temp/Rar$DI02.476/BAB%20II1.docx#_ftn9" name="_ftnref9" style="mso-footnote-id: ftn9;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 81.8pt; mso-add-space: auto; mso-list: l7 level1 lfo5; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;3.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sikap Tengah-Tengah dan Hati-Hati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 81.8pt; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“sesungguhnya agama ini mudah, dan tidaklah seseorang bersikap ekstrim terhadap agama ini melainkan ia pasti akan menyulitkan dirinya sendiri. Oleh karena itu, bersikaplah tengah-tengah, pilihlah yang paling dekat dengan kebenaran dan kabar gembira. Dan mintalah pertolongan (kepada Allah swt dengan senantiasa beribadah pada waktu bersemangat) pagi, sore dan sebagian malam’.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; (HR. al-Bukhari).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 81.8pt; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Intisari hadistnya adalah,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 99.8pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo7; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;a.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Keharusan bersikap tengah-tengah, tidak berlebih-lebihan dan tidak asal-asalan, itulah jalan yang lurus. Dan apabila ibadah tidak sempurna, maka seorang hamba harus berusaha untuk mendekati (kesempurnaan),&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 99.8pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo7; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;b.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bahwa diantara karakteristik agama Islam adalah mudah dan segala perintah serta larangannya sesuai dengan kemampuan.&lt;a href="file:///C:/Users/NIHRIRE/AppData/Local/Temp/Rar$DI02.476/BAB%20II1.docx#_ftn10" name="_ftnref10" style="mso-footnote-id: ftn10;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[10]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 81.8pt; mso-add-space: auto; mso-list: l7 level1 lfo5; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;4.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Menjamin Harta Benda&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 81.8pt; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Bahwa suatu kaum dari bani salim melrikan diri dari kampung halaman mereka ketika Islam datang, maka aku mengambil ( tanah mereka). Ketika mereka masuk Islam, mereka memperkarakanku kepada Nabi saw dalam persoalan tanah tersebut. Maka beliau mngembalikannya (kepada mereka) seraya bersabda, ‘Apabila seseoarang masuk Islam, maka dia lebih berhak terhadap tanah dan hartanya’.’ &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;(HR. Ahamad).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 81.8pt; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Intisari Hadistnya adalah;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 99.8pt; mso-add-space: auto; mso-list: l8 level1 lfo8; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;a.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bahwa apabila manusia masuk Islam, maka harata dan kepemilikan mereka tetap, semua itu tidakbisa dirampas dari mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 99.8pt; mso-add-space: auto; mso-list: l8 level1 lfo8; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;b.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Akad-akad kepemilikan yang tidak bertentangan dengan syariat dan sebelum Islam bagi pemiliknya, maka hal itu dialanjutkan dan di tetapkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 99.8pt; mso-add-space: auto; mso-list: l8 level1 lfo8; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;c.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bahwa manusia dibenarkan atas kepemilikan, tanah dan rumah-rumah mereka, dan harta serta tanah mengikuti pemiliknya.&lt;a href="file:///C:/Users/NIHRIRE/AppData/Local/Temp/Rar$DI02.476/BAB%20II1.docx#_ftn11" name="_ftnref11" style="mso-footnote-id: ftn11;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[11]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 81.8pt; mso-add-space: auto; mso-list: l7 level1 lfo5; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;5.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Tidak Memandang Derajat, Ras, Suku (Semua Sama)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 81.8pt; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;“Bahwasanya seoarang laki-laki menanyakan kepada Nabi saw: manakah pekerjaan Islam yang paling baik, Nabi menjawab: Engkau memberikan makanan kepada orang-orang miskin dan engkau mengucapkan salam kepada orang yang telah engkau kenal dan kepada orang yang belum engkau kenal&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;, (HR. Bukhari).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 81.8pt; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Intisari haditsnya adalah;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 81.8pt; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Nabi saw menerangkan bahwasanya sebaik-sebaik pekerjaan dalam syariat Islam, ialah memberikan makanan kepada fakir miskin, baik dengan jalan menjamu mereka, atau dengan jalan-jalan yang lain, dan mengucapkan salam (memberikan salam kepada para muslim), baik yang sudah kita kenal, maupun yang belum kita kenal, apabila kita menjumpainya. Hal ini kita memberi pengertian bahwa kita tidak boleh mengkhususkan salam kepada sebagian orang saja. Hendaklah kita mengucapkan kepada setiap muslim, karena orang yang beriman semua adalah saudara.&lt;a href="file:///C:/Users/NIHRIRE/AppData/Local/Temp/Rar$DI02.476/BAB%20II1.docx#_ftn12" name="_ftnref12" style="mso-footnote-id: ftn12;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[12]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Pemaparan hadits-hadits diatas adalah sebagian kecil dari hadits-hadits tentang Islam dan berbagai aspeknya, ini menunjukkan bahwa hadits yang menjelaskan tentang Islam memang banyak, dan sangat banyak fersinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 81.8pt; mso-add-space: auto; mso-list: l7 level1 lfo5; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;6.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Ukhwah Islamiyah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 81.8pt; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Abu Hamzah, Anas bin Malik ra., pelayan Rasulullah, berkata, Rasulullah saw. bersabda, “&lt;i&gt;Seorang diantara kalian tidak beriman jika belum bisa mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri.”&lt;/i&gt;(h.r. bukhari dan Muslim)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 81.8pt; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kandungan Hadits di atas antara lain :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 117.8pt; mso-add-space: auto; mso-list: l5 level1 lfo9; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;a.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Persatuan dan kasih sayang &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 117.8pt; mso-add-space: auto; mso-list: l5 level1 lfo9; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;b.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Iman yang sempurna&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 117.8pt; mso-add-space: auto; mso-list: l5 level1 lfo9; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;c.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Nilai lebih seorang Muslim &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 117.8pt; mso-add-space: auto; mso-list: l5 level1 lfo9; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;d.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Berlomba untuk mendapatkan kebaikan&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 81.8pt; mso-add-space: auto; mso-list: l7 level1 lfo5; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;7.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Jiwa Seorang Muslim terpelihara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 81.8pt; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Ibnu Mas’ud ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “&lt;i&gt;tidak halal darah seorng muslim yang bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah dan aku adalah Rasul-Nya, kecuali karena satu dari tiga hal berikut : Tsayyib (orang yang sudah menikah/janda/duda) yang berzina, membunuh orang, dan mninggalkan agamanya, memisahkan diri dari jamaah.”&lt;/i&gt;(h.r. bukhari dan Muslim)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 81.8pt; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kandungan hadits di atas antara lain :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 117.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l6 level1 lfo10; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;a.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Terpeliharang jiwa seorang Muslim &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 117.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l6 level1 lfo10; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;b.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Rajam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 117.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l6 level1 lfo10; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;c.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Qishash&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 117.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l6 level1 lfo10; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;d.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Hukuman bagi orang yang murtad&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 117.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l6 level1 lfo10; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;e.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Meninggalkan shalat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 117.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l6 level1 lfo10; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;f.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Masalah agama, yang dapat dibuat patokan adalah apa yang disepakati oleh jamaah Mulimah, mayoritas masyarakat Muslim&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 117.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l6 level1 lfo10; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;g.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Dorongan untuk komitmen terhadap sebuah komunitas Muslim&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: 150%; margin-left: 117.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l6 level1 lfo10; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;h.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Menghindari tiga kejahatan di atas agar senantiasa takut kepada Allah swt., baik ketika sendirian maupun ketika dalam keramaian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: 150%; margin-left: 117.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l6 level1 lfo10; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="mso-element: footnote-list;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 24px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;PENUTUP&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 24px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Islam adalah agama yang &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;rahmatan lil ‘alamin&lt;/i&gt;, dari semua yang ada dalam islam semua mengandung maksud yang mempunyai kebaikan bagi umat islam khususnya dan umat manusia umumnya. Seperti halnya, menghargai sesama orang islam sendiri maupun non-islam, ini sangat penting karena kita mengetahui bahwa pada kenyataannya didunia agama ber macam-macam, dan posisi islam disini menjadi penengah bagi semua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; margin-left: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Islam menjamin pemeluknya masuk surga, karena mereka adalah orang-orang yang patuh kepada tuhanya. Islam menjamin harta benda pemeluknya, baik itu sebelum masuk Islam atau harta yang di bawa ketika masuk Islam, Islam mengampuni dosa-dosa pemeluknya, baik yang lampau maupun yang baru, kecil maupun besar, tergantung persyaratanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;div style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Islam merupakan agama yang menghargai kaum lemah dan terbelakang, dan lain-lain, demikian sedikit kesimpulan islam dari hadits Nabi saw, dari berbagai riwayat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; line-height: 24px;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 14pt; font-weight: bold; line-height: 150%;"&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Al-Qorni, Aidh bin Abdullah, Terj. &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;391 Hadits Pilihan mendasri kehidupan sehari-hari, &lt;/i&gt;Jakarta: Darul Haq, 2007.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Al-Bugha, Musthafa Dieb, terj. &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Al-wafi menyelami makna 40 hadits Rasulullah saw,&lt;/i&gt; Jakarta: Al-‘Itishom, 2003.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;As-Shidieqy, Muhammad Hasbi, Teuku, &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Mutiara Hadits-Keimanan, &lt;/i&gt;Semarang; Rizqi Putra, 2002.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Al-Albani, Muhammad Nashiruddin, Terj. &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Mukhtashar shohih al-Imam al-Bukhari,&lt;/i&gt; Jakarta: Gema Insani Press, 2003.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Al-Atsqolani, Ibnu hajar, &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Bulughul Maram,&lt;/i&gt; Surabaya: Darul Ilmi,-.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;hr align="left" size="1" width="33%" /&gt;&lt;div id="ftn1" style="mso-element: footnote;"&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="file:///C:/Users/NIHRIRE/AppData/Local/Temp/Rar$DI02.476/BAB%20II1.docx#_ftnref1" name="_ftn1" style="mso-footnote-id: ftn1;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Musthafa dieb al-Bugha, terj. &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Al-Wafi &lt;/i&gt;(jakarta:Al-I’tisom), 2003. 10&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn2" style="mso-element: footnote;"&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="file:///C:/Users/NIHRIRE/AppData/Local/Temp/Rar$DI02.476/BAB%20II1.docx#_ftnref2" name="_ftn2" style="mso-footnote-id: ftn2;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Ibid&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;, (7)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn3" style="mso-element: footnote;"&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="file:///C:/Users/NIHRIRE/AppData/Local/Temp/Rar$DI02.476/BAB%20II1.docx#_ftnref3" name="_ftn3" style="mso-footnote-id: ftn3;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Ibid, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;(14)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn4" style="mso-element: footnote;"&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="file:///C:/Users/NIHRIRE/AppData/Local/Temp/Rar$DI02.476/BAB%20II1.docx#_ftnref4" name="_ftn4" style="mso-footnote-id: ftn4;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Teuku Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy, &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Mutiara Hadist&lt;/i&gt; (Semarang:Pustaka Rizki Putra),2002.57-58&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn5" style="mso-element: footnote;"&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="file:///C:/Users/NIHRIRE/AppData/Local/Temp/Rar$DI02.476/BAB%20II1.docx#_ftnref5" name="_ftn5" style="mso-footnote-id: ftn5;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Ibnu Hajar Al-atsqolani, &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Bulughul Maram&lt;/i&gt; (Surabaya:Darul Ilmi), - .125&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn6" style="mso-element: footnote;"&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="file:///C:/Users/NIHRIRE/AppData/Local/Temp/Rar$DI02.476/BAB%20II1.docx#_ftnref6" name="_ftn6" style="mso-footnote-id: ftn6;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Ibid,(16)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn7" style="mso-element: footnote;"&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="file:///C:/Users/NIHRIRE/AppData/Local/Temp/Rar$DI02.476/BAB%20II1.docx#_ftnref7" name="_ftn7" style="mso-footnote-id: ftn7;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;‘Aidh bin Abdullah al-Qorni, &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;391 hadits Pilihan, terj.&lt;/i&gt; (Jakarta: Darul Haq), 2007. 20-21&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn8" style="mso-element: footnote;"&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="file:///C:/Users/NIHRIRE/AppData/Local/Temp/Rar$DI02.476/BAB%20II1.docx#_ftnref8" name="_ftn8" style="mso-footnote-id: ftn8;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Ibid(21)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn9" style="mso-element: footnote;"&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="file:///C:/Users/NIHRIRE/AppData/Local/Temp/Rar$DI02.476/BAB%20II1.docx#_ftnref9" name="_ftn9" style="mso-footnote-id: ftn9;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Ibid (22)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn10" style="mso-element: footnote;"&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="file:///C:/Users/NIHRIRE/AppData/Local/Temp/Rar$DI02.476/BAB%20II1.docx#_ftnref10" name="_ftn10" style="mso-footnote-id: ftn10;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[10]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Ibid (22)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn11" style="mso-element: footnote;"&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="file:///C:/Users/NIHRIRE/AppData/Local/Temp/Rar$DI02.476/BAB%20II1.docx#_ftnref11" name="_ftn11" style="mso-footnote-id: ftn11;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[11]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Ibid (28)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn12" style="mso-element: footnote;"&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="file:///C:/Users/NIHRIRE/AppData/Local/Temp/Rar$DI02.476/BAB%20II1.docx#_ftnref12" name="_ftn12" style="mso-footnote-id: ftn12;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[12]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Ibid (101)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pendidikan-multikultur.blogspot.com/2011/05/keutaman-islam-di-hadist-nabi.html</link><author>noreply@blogger.com (Munib an-Nihrir)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8891727741020518669.post-4173781499206034594</guid><pubDate>Sat, 14 May 2011 08:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-05-14T01:17:46.815-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Holly Qor'an</category><title>Qiro'at Al-qur'an</title><description>&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-left: 42.55pt; mso-add-space: auto; mso-list: l7 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;A.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Pengertian Qira’at&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: 20.7pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;‘Al-Qira’at’&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt; adalah bentuk jamak dari kata &lt;i&gt;‘qira’ah’&lt;/i&gt;, dan berasal dari kata ‘&lt;i&gt;qora’a – yaqra’u – qira’atan’&lt;/i&gt;, yang ber-arti membaca/ baca. Menurut istilah, &lt;i&gt;‘qira’ah’ &lt;/i&gt;ialah Salah satu aliran dalam mengucapkan al-Qur’an yang dipakai oleh salah seorang Imam Qura’ yang berbada dengan lainnya dalam hal ucapan Al-Qur’aanul Karim. Qiraah ini berdasarkan sanad-sanadnya sampai kepada Rasul SAW. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: 20.7pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Dalam pengertiannya secara istilah &lt;i&gt;qira’ah&lt;/i&gt; mempunyai berbagai pendapat, diantaranya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 92.7pt; mso-add-space: auto; mso-list: l4 level1 lfo2; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Ibn Al Jarazi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;, mengemukakan bahwa qira’at merupakan pengetahuan tentang cara-cara mengucapkan kalimat-kalimat Al Qur’an dan perbedaannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 92.7pt; mso-add-space: auto; mso-list: l4 level1 lfo2; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Al Shabani&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;, mengemukakan bahwa Al Qur’an oleh seorang imam qurra yang berbeda dengan (bacaan imam) lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 92.7pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 42.55pt; mso-add-space: auto; mso-list: l7 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;B.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Para Ahli Qira’at&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: 27.8pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Para ahli qiro’at (tabi’in sampai seterusnya) ini terbagi menjadi berberapa daerah, sesuai dengan domisili mereka di daerah (wilayah Islam) itu, pembagian itu antara lain:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 78.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo3; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;1.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Para ahli di Madinah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 78.0pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Ibnu Musaiyab, ‘Urwah, Salim, ‘Umar ibn ‘abdil Aziz, Sulaiman ibn Yassar, ‘Atha ibn Yassar, Muadz ibnul Harits yang terkenal dengan nama Muadz al-Qori’, ‘Abdur Rahman ibny Hurmuz ibn Al A’raj, Ibnu Syihab Az Zuhry, muslim ibn Jundub, Zaid ibn Aslam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 78.0pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 78.0pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 78.0pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 78.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo3; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;2.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Para ahli di Makkah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 78.0pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;‘Ubaid ibn ‘Umar, ‘Atha, Thaus, Mujtahid, ‘Ikrimah dan Ibnu Abi Mulaikah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 78.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo3; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;3.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Para ahli di Kuffah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 78.0pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;‘Alqamah, al aswad, Ubaidah, amer ibn Syurahbil, al Haritsnibn qais, Ar Rabi’ ibn Khatsam (Khutsaim), ‘amer ibn Maimum, Abu Abdirrahman as Sulaimiy, Zirr ibn Hubaisy, ‘Ubaid ibn Nudlailah, Abu Zur’ah ibn Amer’ ibn Jarir, Sa’id ibn Jubair, Ibrahim an Nakha’y dan Asy Sya’by.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 78.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo3; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;4.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Para ahli di Bashrah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 78.0pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;‘Amir ibn Abdil Qais, Abdul ‘Aliyah, Abu Raja, Nashar ibn ‘Ashim, Yahya ibn Ya’mura, Muadz, Jabir ibn Zaid, al Hasan, Ibnu Sirrin dan Qatadah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 78.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo3; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;5.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Para ahli di Syam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 78.0pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Al Mughirah ibn Abi Syihab Al Makhzumy, seorang murid ‘Ustman ibn ‘Affan dalam soal Qiroat, Khulaid ibn Sya’ab teman ibn darda’.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 78.0pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Sesudah itu bangunlah segolongan ulama membulatkan tenaganya untuk mempelajari qira’at, sehingga mereka menjadi pemuka-pemuka qira’at yang di anggap dan dipercayai. Oleh karena mereka hanya semata-mata membulatkan tenaganya untuk qiraat dihubungkan qiraat kepada mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 78.0pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Ahli qira’at di Madinah, ialah; Abu ja’far yazid ibnu al Qa’qa, Syaiban ibnu Nashah, Nafi’ ibnu Abi Nu’aim. Ahli qira’at di Makkah; abdullah ibnu Katsir, al Makky, Humaid ibn Qais al A’raj. Dan Muhammad ibn muhaishin. Ahli di Kuffah; Yahya ibn Watshab, dll. Di Basrah; Abdullah ibn Ishaq, di Syam (Damaskus); Abdullah ibn ‘Amir Al Yahshaby, dll.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 78.0pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 42.55pt; mso-add-space: auto; mso-list: l7 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;C.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Awal Mula Adanya Qira’at&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: 20.7pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Periodesasi Qurra’ adalah sejak zaman sahabat sampai dengan masa tabiin. Orang-orang yang menguasai al-qur’an ialah yang menerimanya dari orang-orang yang di percaya dan dari imam demi imam yang akhirnya berasal dari Nabi. Sedangkan mushaf-mushaf tersebut tidaklah bertitik dan berbaris, dan bentuk kalimat di dalamnya mempunyai beberapa kemungkinan berbagai bacaan. Kalau tidak, maka kalimat itu harus di tulis pad mushaf dengan satu wajah yang lain dan bagitulah seharusnya. Tidaklah diragukan lagi bahwa penguasaan tentang riwayat dan penerimaan merupakan pedoman dasar dalam bab &lt;i&gt;qira’ah&lt;/i&gt; dan Al qur’an.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: 20.7pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Kalangan sahabat sendiri dalam pengambilannya dari rasul menggunakan sara yang berbeda-beda. Ada yang membaca dengan satu huruf dan ada yang mengambilnya dari huruf/bacaan. Bahkan, ada yang lebih dari itu. Kemudian mereka tersebar keseluruh penjuru daerah dalam keadaan semacam ini, Ustman ibn Affan r.a. mengirimkan pula para sahabat yang memiliki cara membaca tersendiri dengan masing-masing mushaf yang diturunkan. Setelah para sahabat berpencar keseluruh daerah dengan bacaan yyang berbeda itu, para tabiin mengikuti mereka dalam hal bacaan yang di bawa oleh para sahabat tersebut. Dengan demikian, beranekaragamlah para tabiin sehingga masalah ini bisa menimbukan imam-imam qori yang masyhur yang berkecimpung di dalamnya, dan mencurahkan segalanya untuk qira’at dengan memberi tanda-tanda serta menyebarluaskannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: 20.7pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Qiraat ini ditetapkan berdasarkan sanad-sanadnya sampai kepada Rasulullah. Periode qurra (ahli atau imam qiraat) yang mengajarkan bacaan Quran kepada orang-orang menurut cara mereka-mereka masing adalah dengan berpedoman kepada masa para sahabat. Diantara para sahabat yang terkenal mengajar qiraat ialah Ubai ra, Ali bin Abi Thalib ra, Zaid ra, Ibn Masud ra dan Abu Musa al Ansary ra serta masih banyak lagi yang lainnya. Dari mereka itulah sebagian besar sahabat dan tabi`in di berbagai negeri belajar qiraat. Mereka itu semuanya bersandar kepada Rasulullah.&lt;br /&gt;
Az Zahabi menyebutkan di dalam kitab Tabaqatul Qurra, bahwa sahabat yang terkenal sebagai guru dan ahli qiraat Quran ada tujuh orang, yaitu :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: 20.7pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;1. Usman bin Al-`Affan ra&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: 20.7pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;2. Ali bin Abi Thalib ra&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: 20.7pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;3. Ubai bin Kaab ra&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: 20.7pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;4. Zaid bin Haritsah ra&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: 20.7pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;5. Abu Darda ra&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: 20.7pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;6. Abu Musa al Anshary ra.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: 20.7pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;7. Ibnu Mas`ud ra.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: 20.7pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Lebih lanjut ia menjelaskan, segolongan besar sahabat mempelajari qiraat dari Ubai, diantaranya Abu Hurairah, Ibn Abbas, dan Abdullah bin Sa`id, Ibn Abbas belajar pula kepada Zaid. Kemudian kepada para sahabat itulah sejumlah besar tabiin disetiap negri mempelajari qiraat.&lt;br /&gt;
Diantara para tabiin tersebut ada yang tinggal di Madinah yaitu Ibnul Musayyab, Urwah, Salim, Umar bin Abdul Aziz, Sulaiman dan Ata- keduanya putra Yasar-, Muaz bin Haris yang terkenal dengan Muaz al Qari, Abdurrahman bin Hurmuz al Araj, Ibn Syihab az Zuhri, Muslim bin Jundab dan Zaid bin Aslam.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: 20.7pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Setelah itu, banyaklah qori-qori terkenal di seluruh penjuru dunia serta dikembangkan oleh generasi demi generasi yang berlainan tingkatnya dan berbeda-beda sufatnya. Diantara mereka ada yang sangat baik dalam membacanya, masyhur dari segi riwayatnya da dirayahnya dan sebagian yang hanya mempunyai satu segi bacaan dan yang lainnya ada pula yang lebih dari itu. Oleh karena itulah, timbulnya banyak perbedaan dan ketidakseragaman antara sesamanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 78.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo4; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;1.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Perbedaan di antara para ahli Qiroat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 2.0cm; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: 20.7pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Pengarang kitab &lt;i&gt;al Itqan&lt;/i&gt; menyebutkan macam-macam qiroat yaitu ada yang &lt;i&gt;mutawatir, ahad, &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;syadz ahad, &lt;/i&gt;maupun &lt;i&gt;mudorras.&lt;/i&gt; Qadhi jalaluddin al Bulgini mengatakan bahwa qira’at itu terbagi dalam mutawatir, ahad dan Syadz. Yang mutawatur adalah qira’at sabah (tujuh) yang masyhur. Yang ahad adalah qira’at tsalasa (tiga) yang menjadi qira’at sepuluh (qira’at asyrah), yang kesemuaannya disamakan dengan qira’at para sahabat. Adapun qira’at yang syadz ialah qira’at para tabi’in, seperti qira’at Amasy, Yahya ibn Watsab, Ibn Jubair, dan lain-lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-left: 2.0cm; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: 20.7pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Imam As-Suyuti mengatakan bahwa kata-kata diatas perlu ditinjau kembali. Yang pantas untuk berbicara dalam bidang ini adalah tokoh qurra’ pada masanya yang bernama Syaikh Abu Al-Khair Ibnu Aljazari. Beliau mengatakan dalam muqaddimah kitab An-Nasyr, “semua qira’at yang sesuai dengan bacaan Arab walaupun hanya satu segi saja yang sesuai dengan salah satu mushaf Usmani ataupun hanya sekadar mendekati dan sanadnya benar maka qira’at tersebut adalah sahih (benar), tidak di tolak dan haram bila menentangnya. Bahkan, hal itu termasuk dalam bagian huruf yang tujuh dimana al-qur’an di turunkan. Wajib bagi semua orang untuk menerimanya, baik timbulnya dari imam yang tujuh maupun dari tokoh lebih ternama lagi. Inilah pendapat yang benar menurut para muhaqiq, baik dari kalangan salaf maupun kholaf.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 78.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo4; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;2.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Latar belakang adanya perbedaan Qira’at&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 2.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Latar belakang timbulnya perbedaaan qira’at karena para sahabat berbeda kepentingan dalam mendengarkan atau mengambil bacaan Rasulullah. Sebahagian mereka ada yang merasa cukup dengan satu qiraat saja sementara yang lain mengambil dengan beberapa qiraat. Kemudian para sahabat ini berpencar ke seluruh penjuru dunia dengan tetap menggunakan qiraat yana hanya ia dapati dari Rasul. Menurut al&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Zarqaniy bahwa munculnya perbedaan qiraat disebabkan pada awal–awal al Qur’an turun ditulis tanpa menggunakan titik dan baris. Hal ini mengundang cara pembaca yang ber macam–macam sesuai dengan pengertian yang dipahami dari ayat tersebut. Selanjutnya al Zarqaniy menjelaskan bahwa berbedanya para sahabat mengambil cara pembacaan dari Rasul sehingga menyebabkan para tabi’in dan tabi’ tabi’in meriwayatkan dari mereka dengan jalan yang berbeda–beda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Timbulnya perbedaan qiraat terhadap ayat–ayat al Qur’an, sebagaimana yang dijelaskan oleh al ’Ibyariy ( khususnya qira’at sab’ah ) ialah perbedaan interprestasi (tafsir) dari hadits Rasul yang mengatakan “&lt;i&gt;nazalal qur’ana ’ala sab’atih ahrufi&lt;/i&gt;”. Adapun yang dimaksud tujuh huruf disini adalah tujuh cara bacaan. Umar bin khathtab berkata, bahwa al Qur’an diturunkan dengan bahasa Mudhar. Suku Mudhar memiliki tujuh anak suku yaitu: Huzail, Kinanah, Qays, Dhibbah, Taimurrabab, Asad Ibnu Khuzaimah dan Qureisy&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 2.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Adapun orang yang pertakali menyusun qira’at adalah Abu Ubaid Al Qosim Ibn Salam (wafat tahun 244 H). Beliau telah mengumpulkan para imam qira’at dengan bacaannya masing-masing, para tokoh lain yang turut melopori lahirnya ilmu Qira’at adalah Abu Hatim Al-sijistany, Abu Ja’far al-Thabary dan Ismail al-Qodhi.&lt;br /&gt;
Qira’at ini terus berkembang hingga sampailah pada Abu Bakar Ahmad Ibn Musa Ibn Abbas Ibn mujahid yang terkenal dengan panggilan Ibn Mujahid (wafat tahun 324 H) di Bagdad. Beliaulah yang menyusun dan mengumpulkan Qira’ah sa’bah atau tujuh Qira’at dari tujuh imam yang dikenal di Mekkah, Madinah, Kufah, Basrah, dan Syam. Para tujuh imam dari Qari (yang masyhur) tersebut adalah :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 2.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l5 level1 lfo5; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;1)&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Ibn Amir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 78.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Nama lengkapnya Abdullah aal-Yashubi yang merupakan seorang Qodhi di Damaskus pada masa pemerintahan Ibn Abd al-Malik. Beliau berasal dari kalangan tabi’in yang belajar Qira’at dari al-Mughirah Ibn Abi Syihab al-Mahzumi, Usman bin Affan dan Rsulullah SAW. Beliau wafat tahun 118 H Damaskus. Muridnya yang terkenal dalam Qira’at yaitu Hisyam dan Ibn Szakwan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 2.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l5 level1 lfo5; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;2)&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Ibn Katsir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 78.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Nam lengkapnya Abu Muhammad Abdullah Ibn Kastir Al-Dary al-Makky. Beliau adalah imam Qira’at di Mekkah dari kalangan tabi’in. Yang pernah hidup bersama sahabat Sbdullah Ibn Zubair, Abu Ayyub al-Anshari dan Annas Ibn Malik. Beliau wafat tahun 291 H, muridnya yang terkenal adalah Al-Bazy (wafat tahun 250 H) dan Qunbul (wafat tahun 291 H).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 2.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l5 level1 lfo5; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;3)&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Ashim Al-Khufy&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 78.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Nama lengkapnya ‘Ashim Ibn Abi Al-Nujud M. Asadi disebut juga Ibn Bahdalan dan nama panggilannya adalah Abu Bakar, beliau seorang tabi’in yang wafat sekitar tahun 127-128 H di Kuffah. Kedua perawinya yang terkenal adalah Syu’ban (wafat tahun 193 H) dan Hafsah (wafat tahun 180 H).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 2.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l5 level1 lfo5; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;4)&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Abu Amr&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 78.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Nama lengkapnya Abu Amr Zabban Ibn A’la Ibn Ammar al-Bashti yang sering juga dipanggil Yahya. Beliau seorang guru besar pada rawi yang wafat di Kuffah pada tahun 154 H.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 2.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l5 level1 lfo5; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;5)&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Hamzah al-Kufy&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 78.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Nama lengkapnya Hamzah Ibn Habib Ibn Imarah al-Zayyat al-Fardh al-Thaimi yang sering dipanggil Ibn Imarah. Beliau berasal dari kalangan hamba sahaya ikrimah Ibn Robbi’ Mthaimi yang wafat di Hawan pada masa khalifah Abu Ja’far al-Manshur tahun 156 H. Kedua perawinya yang terkenal adalah khalaf (wafat tahun 229 H) dan Khallat (wafat tahun 220 H).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 78.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l5 level1 lfo5; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;6)&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Imam Nafi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 78.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Nama lengkapnya Abu Ruwaim Nafi Ibn Abd Al-Rahman Ibn Abi Na’im al-Laisry. Beliau berasal dari Isfahan dan wafat di Madinah pad tahun 169 H. Perawinya adalah Qolum (wafat tahun 220 H) dan Warassy (wafat tahun 197 H).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 106.35pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l5 level1 lfo5; text-align: justify; text-indent: -1.0cm;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;7)&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Al-Kisaiy&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 78.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Nama lengkapnya Ali Ibn Hamzah. Selain imam Qori beliau terkenal juga sebagai imam nahwu golongan Kufah. Nama panggilannya Abu al-Hasan dan sering juga disebut Kisaiy karena sewaktu berihram beliau memakai kisa. Beliau wafat pada tahun 189 H di Ronbawyan yaitu sebuah desa di negeri Roy dalam perjalanan menuju Khurasan bersama al-Rasyid. Perawinya yang terkenal adalah Abd al-Haris (wafat tahun 242 h) dan Al-Dury (wafat tahun 246 H).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 78.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Selain tujuh Imam yang masyhur ini ada juga tiga imam, yang tergolong dalam imam sepuluh yaitu:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 96.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l6 level1 lfo6; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;1.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Imam Abu Ja'far Al-Madani&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 78.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; text-indent: 18.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Nama lengkap Beliau Adalah Abu Ja'far yazaid Bin Al-Qa'fa'&lt;br /&gt;
Al-Makhzumi Al-Madani. Wafat Pada tahun 130 Hijrah. Beliau mempunyai 2 Anak Murid Iaitu :&lt;br /&gt;
(1) Abu Al-Harith ( Isa Bin Wardan Al Madani ). Meninggal Dunia pada Tahun 160 Hijrah.&lt;br /&gt;
(2) Ibnu Jammaz ( ABu Al-rabi' Sulaiman Bin Muslim Bin Jammaz Al-Madani. Dilahirkan Pada Tahun 117 Hijrah. Meninggal Dunia Pada Tahun 170 Hijrah.&lt;br /&gt;
2.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Imam Ya'qub Al-Hadhrami &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 78.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; text-indent: 18.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Nama lenggkap Beliau Adalah Abu Muhammad Ya'qub Bin Ishaq Bin Zaid Bin Abdullah Bin Abu Ishaq Al-hadhrami Al Bashri, dilahirkan Pada Tahun 117 Hijrah, wafat pada tahun 205 Hijrah. Beliau mempunyai 2 orang murid yaitu :&lt;br /&gt;
(1) Ruwais ( Abu Abdullah Muhammad Bin Al-Mutawwakil Al Bashri, meninggal dunia Pada tahun 238 Hijrah.&lt;br /&gt;
(2) Abu Al-Hasan Rauh Bin Abdul Mu'min Al-Bashri, beliau meninggal dunia pada tahun 234 Hijrah.&lt;br /&gt;
3.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Imam Khalaf Al-'Asyir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 78.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; text-indent: 18.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Beliau adalah rawi pertama bagi Imam Hamzah Al-Kufi. Nama lengkap Beliau Adalah Abu Muhammad Khalaf Bin Hisyam Bin&lt;br /&gt;
Talib Al-Bazzar, dilahirkan pada tahun 150 Hijrah, wafat pada tahun 229 Hijrah. Mempunyai 2 Anak Murid Iaitu :&lt;br /&gt;
(1) Ishaq ( Abu Ya'qub Ishaq Bin Ibrahim Bin Othman Al-marwazi&lt;br /&gt;
Al-Baghdadi, meninggal dunia pada tahun 286 Hijrah.&lt;br /&gt;
(2) Idris ( Abu Al-hasan Idris Bin Abdul Karim Al-Haddad Al-Baghdadi, beliau dilahirkan pada tahun 189 Hijrah, beliau wafat pada tahun 292 Hijrah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 2.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;3. &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Alasan mengapa hanya tujuh Imam yang populer&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 2.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: 18.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Sebab-sebab mengapa hanya tujuh Imam qiraat saja yang masyhur pada hal masih banyak imam-imam qirat lain yang lebih tinggi kedudukannya atau setingkat dengan mereka dan jumlahnya pun lebih dari tujuh, ialah karena sangat banyaknya periwayat qiraat mereka. Ketika semangat dan perhatian para generasi sesudahnya menurun, mereka lalu berupaya untuk membatasi hanya pada qiraat yang sesuai dengan khat mushaf serta dapat mempermudah penghafalan dan pen-&lt;i&gt;dabit&lt;/i&gt;-an qiraatnya. Langkah yang ditempuh generasi penerus ini ialah memperhatikan siapa diantara ahli qiraat itu yang lebih populer kredibilitas dan amanahnya, lamanya waktu dalam menekuni qiraat dan adanya kesepakatn untuk diambil serta dikembangkan qiraatnya. Kemudian dari setiap negeri dipilihlah seorang imam. Tetapi tanpa mengabaikan penukilan qiraat imam diluar yang tujuh orang itu, seperti qiraat Yakub al Hadrami, Abu Jafar al Madani, Syaibah bin Nassa dsb.&lt;br /&gt;
Para penulis kitab tentang qiraat telah memberikan andil besar dalam membatasi qiraat pada jumlah tertentu, sebab pembatasannya pada sejumlah imam qiraat tertentu tersebut, merupakan faktor bagi popularitas mereka padahal masih banyak qari-qari lain yang lebih tinggi kedudukannya dari mereka. Dan ini menyebabkan orang menyangka bahwa para qari yang qiraat-qiraatnya dituliskan itulah imam-imam qiraat terpercaya. Ibn Jabr al Makki telah menyusun sebuah kitab tentang qiraat, yang hanya membatasi hanya pada lima orang qari saja. Ia memilih seorang Imam dari setiap negeri, dengan pertimbangan bahwa mushaf yang dikirimkan Usman kenegeri-negeri itu hanya lima buah. Sementara itu seebuah pendapat mengatakan bahwa Usman mengirimkan tujuh buah mushaf; lima buah seperti ditulis oleh al makki ditambah satu mushaf ke Yaman dan satu mushaf lagi ke Bahrain. Akan tetapi kedua mushaf terakhir ini tidak terdengar kabar beritanya. Kemudian Ibn Mujahid dan lainnya berusaha untuk menjaga bilangan mushaf yang disebarkan Usman tersebut. Maka dari mushaf Bahrain dan mushaf Bahrain itu mereka mencantumkan pula ahli qiraatnya untuk menyempurnakan jumlah bilangan (tujuh). Oleh karena itu, para ulama berpendapat bahwa berpegang pada qiraat tujuh ahli qiraat itu, tanpa yang lain, tidaklah berdasarkan pada atsar maupun sunah. sebab jumlah itu hanyalah hasil usaha pengumpulan oleh beberapa orang kemudian, yang kemudian kumpulan tersebut tersebar luas. Seandainya Ibn Mujahid menuliskan pula qari itupun akan terkenal pula. Abu Bakar Ibnul Arabi berkata : “Penentuan ketujuh orang qari ini tidak dimaksudkan behwa qiraat yang boleh dibaca itu hanya terbatas tujuh sehingga qiraat yang lainnya tidak boleh dipakai, seperti qiraat Abu Jafa, Syaibah, al Amasyi dll. Karena para qari ini pun kedudukannya sama dengan tujuh atau bahkan lebih tinggi”, pendapat ini dikatakan pula oleh banyak ahli qiraat lainnya.&lt;br /&gt;
Abu Hayyan berkata :&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Dalam kitab karya Ibn Mujahid dan orang yang mengikutinya, sebenarnya tidak terdapat qiraat yang masyhur, kecuali sedikit sekali. Sebagai misal Abu Amr Ibnul Ala, ia terkenal mempunyai tujuh belas perawi kemudian disebutkanlah nama-nama mereka itu. Tetapi dalam kitab Ibn Mujahid hanya disebutkan al Yazidi, dan dari al Yazidi inipun diriwayatkan oleh sepuluh orang perawi. Maka bagaimana ia dapat merasa cukup dengan hanya menyebutkan as Susi dan ad Dauri, padahal keduanya tidak mempunyai kelebihan apa-apa dari yang lain ? sedang para perawi itu sama dalam tingkat ke-&lt;i&gt;dabit&lt;/i&gt;-an, keahlian dan kesetaraannya untuk diambil. Dan katanya pula: aku tidak mengetahui alasan sikap Ibn Mujahid ini selain dari kurangnya ilmu pengetahuan yang dimilikinya.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 2.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;4.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Syarat-Syarat Qira’at Yang Mukhtabar Dan Jenisnya&lt;br /&gt;
&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Adapun Syarat-syarat Qira’at yang mukhtabar :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 3.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;1) Qira’at harus sesuai dengan bahasa Arab, walaupun hanya dalam satu segi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 3.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;2) Qira’at harus sesuai dengan tulisan (rasm) Usmany, sekalipun hanya dalam satu sisi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 3.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;3) Qira’at shahih sanadnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 121.05pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo8; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Jenis-jenisnya berdasarkan Qira’at yang shahih sanadnya;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 106.35pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;1) Mutawatir yaitu Qiraan yang diriwayatkan dan diterima oleh sejumlah banyak orang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 106.35pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;2) Masyhur yaitu Qiraan dengan sanadnya yang shahih, namun jumlah periwayatannya tidak sampai sebanyak mutawatir.&lt;br /&gt;
3) Ahad yaitu Qiraan yang sanadnya shahih, seperti penjelasan kitab al Itsqan yang telah di sebutkan diatas, apabila salah satu atau lebih dari hal tersebut tidak terpenuhi maka qira’at tersebut dihukumi syadz, lemah atau batil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 63.8pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;5.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Contoh pebedaan Qira’at dalam Surat Al Fatihah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 2.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Di terangkan oleh Abu Muhammad Makky dalam kitabnya, tentang perselisihan Imam-Imam yang masyhur yang selain dari Imam tujuh dalam membaca surat Al Fatihah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 92.7pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l3 level1 lfo7; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;a)&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Ibrahim ibn Abi ‘Abalah membaca &lt;i&gt;Al Hamdu lullahi&lt;/i&gt; (dengan mendepankan lam pertama)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 92.7pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l3 level1 lfo7; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;b)&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Al Hasan Al Bisry membaca &lt;i&gt;Alhamdi lillahi&lt;/i&gt; (mengkasrah dal)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 92.7pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l3 level1 lfo7; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;c)&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Abu Saleh membaca &lt;i&gt;Malika yaumiddin&lt;/i&gt; (dengan memanjangkan mim “ma”dan menasabkan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kalimat “malika’ atas dasar munada)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 92.7pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l3 level1 lfo7; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;d)&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Ali ibn Abdul aziz membaca &lt;i&gt;malki&lt;/i&gt; (mematikan lam)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 92.7pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l3 level1 lfo7; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;e)&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Abu Haiwah membaca &lt;i&gt;Malika&lt;/i&gt; (tidak memanjangkan mim dan menasabkan malika atas dasr munada),&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Amar ibn faid membaca &lt;i&gt;iyaka na’budu waiyaka nasta’in&lt;/i&gt; (dengan tidak mentasdid ya), dan masih banyak banyak perbedaan-perbedaan selain yang di sebutkan di atas.&lt;br style="mso-special-character: line-break;" /&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;PENUTUP&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;A.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Kesimpulan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: 20.7pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Dari penjelasan materi di atas bahwasanya bisa di ambil kesimpulan mengenai arti qiroah secara bahasa maupun istilah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: 20.7pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Qiroah berasal dari bentuk madli (lampau) &lt;i&gt;qoroa, yaqro u, qiroatan&lt;/i&gt;, yang berarti baca / membaca, adapun secara istilah ialah: Salah satu aliran dalam mengucapkan al-Qur’an yang dipakai oleh salah seorang Imam Qura’ yang berbada dengan lainnya dalam hal ucapan Al-Qur’anul Karim. Qiraah ini berdasarkan sanad-sanadnya sampai kepada Rasul SAW.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: 20.7pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Latar belakangg dari perbedaan pendapat para imam qira’at juga terdapat banyak pendapat diantaranya, ada yang mengatakan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;karena para sahabat berbeda kepentingan dalam mendengarkan atau mengambil bacaan Rasulullah. Menurut al&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Zarqaniy bahwa munculnya perbedaan qiraat disebabkan pada awal–awal al Qur’an turun ditulis tanpa menggunakan titik dan baris. Hal ini mengundang cara pembaca yang ber macam–macam sesuai dengan pengertian yang dipahami dari ayat tersebut. Atau tabi’in dan tabi’ tabi’in meriwayatkan dari sahabat dengan jalan yang berbeda–beda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Sebagaimana yang dijelaskan oleh al ’Ibyariy ( khususnya qira’at sab’ah ) ialah perbedaan interprestasi (tafsir) dari hadits Rasul yang mengatakan “&lt;i&gt;nazalal qur’ana ’ala sab’atih ahrufi&lt;/i&gt;”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: 20.7pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Ternya dalam mengikuti qira’at al Quran kita boleh juga mengikuti imam selain yang tujuh asalkan memenuhi syarat-syarat qori’ dan qira’atnya sesuai dengan kriteria qira’at yang sahih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: 20.7pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;B.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Saran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: 20.7pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Sebaiknya kita dalam membaca al Qur’an sesuai dengan aturan yang benar (mahaj, tajwid), lebih-lebih mengetahui ,aina dan isinya, karena itu yang telah di ajarkan oleh Nabi SAW.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: 20.7pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Daftar Pustaka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 120.5pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; text-indent: -84.5pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Ash-Shaabuuniy, &lt;i&gt;At-Tibyaan Fii Uluumil Qur’an&lt;/i&gt;, (terj. Aminuddin, Study Ilmu Al-Quran, 1998, Pustaka setia: Bandung).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 120.5pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; text-indent: -84.5pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Ash-shiddieqy, Muhammad Hasbi, Teuku, &lt;i&gt;Sejarah dan Pengantar Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir&lt;/i&gt;, 2000, Pustaka Rizqi Putra:semarang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 120.5pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; text-indent: -84.5pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;http:// &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;a href="http://www.kamisama86.co.cc/2010/04/Ilmu-qiraat"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;www.kamisama86.co.cc/2010/04/Ilmu-qiraat&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;. 15.30.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://pendidikan-multikultur.blogspot.com/2011/05/qiroat-al-quran.html</link><author>noreply@blogger.com (Munib an-Nihrir)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8891727741020518669.post-3262704664841688837</guid><pubDate>Mon, 09 May 2011 08:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-05-09T01:58:05.933-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ziyadatul Khoir</category><title>مُنَجَة</title><description>&lt;div align="center" class="MsoNoSpacing" dir="RTL" style="direction: rtl; text-align: center; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 24pt;"&gt;بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 24pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" dir="RTL" style="direction: rtl; margin-right: 22.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;o&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;الفَاتِحَة&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;x&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;3&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" dir="RTL" style="direction: rtl; margin-right: 22.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;o&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;أسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;x &lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;3&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" dir="RTL" style="direction: rtl; margin-right: 22.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;o&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِا للهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْم&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;x&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;3&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" dir="RTL" style="direction: rtl; margin-right: 22.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;o&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;أللَّهُمَّ صَلِّي عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3x&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" dir="RTL" style="direction: rtl; margin-right: 22.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;o&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;لَا إلهَ إلَّا أنْتَ سُبْحَانَكَ إنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;3x&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" dir="RTL" style="direction: rtl; margin-right: 22.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;o&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;يَا اَللهُ يَا قَدِيْم&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3x&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" dir="RTL" style="direction: rtl; margin-right: 22.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;o&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;يَا سَمِيْعُ يَا بَصِيْرُ&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;33x&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" dir="RTL" style="direction: rtl; margin-right: 22.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;o&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;يَا مُبْدِعُ يَا خَالِقُ&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;33x&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" dir="RTL" style="direction: rtl; margin-right: 22.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;o&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;يَا حَفِيْظُ يَا نَصِيْرُ يَا وَكِيْلُ ياَ اللهُ&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; 33x&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" dir="RTL" style="direction: rtl; margin-right: 22.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;o&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أسْتَغِيْثُ&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; 33x&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" dir="RTL" style="direction: rtl; margin-right: 22.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;o&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;يَا لَطِيْفُ&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; 41x&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" dir="RTL" style="direction: rtl; margin-right: 22.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;o&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;أسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ إنَّهُ كَانَ غَفَّارًا&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; 33x&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" dir="RTL" style="direction: rtl; margin-right: 22.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;o&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;أللَّهُمَّ صَلِّي عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ قَدْ ضَاقَتْ حِيْلَتِي أدْرِكْنِي يارسول الله&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; 3x &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" dir="RTL" style="direction: rtl; margin-right: 22.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;o&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;أللّهُمَّ صَلِّي صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الّذِي تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;1x &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" dir="RTL" style="direction: rtl; margin-right: 22.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;o&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;يَا بَدِيْعُ&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; 41&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;x&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" dir="RTL" style="direction: rtl; margin-right: 22.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;o&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;33&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;x&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" dir="RTL" style="direction: rtl; margin-right: 22.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;o&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;اللهُ أكْبَرُ&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;3x &lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;يَا رَبَّنَا وَإلهَنَا وَسَيِّدَنَا أنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; 3&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;x &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" dir="RTL" style="direction: rtl; margin-right: 22.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;o&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;حَصَّنْتُكُمْ بِالْحَيِّ الْقَيُّوْمِ الَّذِيْ لَا يَمُوْتُ أبَدًا وَدَفَعْتُ عَنْكُمُ السُّوْءَ بِألْفِ ألْفِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِا للهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp; 3x &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" dir="RTL" style="direction: rtl; margin-right: 22.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;o&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أنْعَمَ عَلَيْنَا وَهَدَانَا عَلَى دِيْنِ الإسْلَامِ&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;3x&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" dir="RTL" style="direction: rtl; margin-right: 22.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;o&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;بِسْمِ اللهِ مَاشَاءَ اللهُ لَا يَسُوْقُ الْخَيْرَ إلَّا اللهِ، بِسْمِ اللهِ مَاشَاءَ اللهُ لَا يَصْرِفُ السُّوْءَ إلَّا اللهُ، بِسْمِ اللهِ مَاشَاءَ اللهُ مَا كَانَ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللهِ، بِسْمِ اللهِ مَاشَاءَ اللهُ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِا للهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;3x &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" dir="RTL" style="direction: rtl; margin-right: 22.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;o&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;سَألْتُكَ يَا غَفَّارُ عَفْوًا وَتَوْبَةً وَبِالْقَهْرِ يَا قَهَّارُ خُذْ مَنْ تَحَيَّلَا&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; 3&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;x &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" dir="RTL" style="direction: rtl; margin-right: 22.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;o&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;يَا جَبَّارُ يَا قَهَّارُ يَا ذَا الْبَطْشِ الشَّدِيْدِ، خُذْ حَقَّنَا وَحَقَّ الْمُسْلِمِيْنَ مِمَّنْ ظَلَمَنَا وَالْمُسْلِمِيْنَ وَتَعَدَّى عَلَيْنَا وَعَلَى الْمُسْلِمِيْن&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; 3&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;x &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" dir="RTL" style="direction: rtl; margin-right: 22.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;o&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;الفَاتِحَة&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><link>http://pendidikan-multikultur.blogspot.com/2011/05/munajat_09.html</link><author>noreply@blogger.com (Munib an-Nihrir)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8891727741020518669.post-1175027225103600331</guid><pubDate>Mon, 09 May 2011 08:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-05-09T01:05:14.104-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ziyadatul Khoir</category><title>Sejenak Kita Merenung</title><description>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;AR-SA&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="--"/&gt;    &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;    &lt;m:dispDef/&gt;    &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;    &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;    &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;    &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"
  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"
  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-priority:99;
 mso-style-qformat:yes;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
 mso-para-margin:0cm;
 mso-para-margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:11.0pt;
 font-family:"Calibri","sans-serif";
 mso-ascii-font-family:Calibri;
 mso-ascii-theme-font:minor-latin;
 mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
 mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
 mso-hansi-font-family:Calibri;
 mso-hansi-theme-font:minor-latin;
 mso-bidi-font-family:Arial;
 mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;br /&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 19pt; line-height: 115%;"&gt;Syi’ir Tanpo Waton&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;NGAWITI INGSUN NGLARAS SYI’IRAN # KELAWAN MUJI MARANG PENGERAN&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;KANG PARING ROHMAT LAN KENIKMATAN # RINO WENGINE TANPO PITUNGAN&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;DUH BOLO KONCO PRIO WANITO # AJO MUNG NGAJI SYARE’AT BLOKO&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;GUR PINTER DONGENG NULIS LAN MOCO # TEMBE MBURINE BAKAL SANGSORO&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;AKEH KANG APAL QURAN HADITSE # SENENG NGAFIRKE MARANG LIYANE&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;KAFIRE DEWE DAK DIGATEKKE # YEN ISIH KOTOR ATI AKALE&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;GAMPANG KABUJUK NAFSU ANGKORO # ING PEPAHESE GEBYARE DUNYO&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;IRI LAN MERI SUGIHE TONGGO # MULO &lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;ATINE PETENG LAN NISTO&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;AYO SUDULUR JO NGLALEKAKE # WAJIBE NGAJI SAK PRANATANE&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;NGGO NGANDELAKE IMAN TAUHIDE # BAGUSE SANGU MULYO MATINE&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;KANG ARAN SHOLEH BAGUS ATINE # KERONO MAPAN SARI NGILMUNE&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;LAKU THORIQOT LAN MA’RIFATE # UGO HAKEKOT MANJING RASANE&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;ALQUR’AN QODIM WAHYU MINULYO # TANPO TINULIS ISO DIWOCO&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;IKU WEJANGAN GURU WASKITO # DEN TANCEPAKE ING NJERO DODO&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;KUMANTHIL ATI LAN PIKIRAN # MRASUK ING BADAN KABEH JEROAN&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;MUKJIZAT ROSUL DADI PEDOMAN # MINONGKO DALAN MANJINGE IMAN&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;KELAWAN ALLOH KANG MOHO SUCI # KUDU RANGKULAN RINO LAN WENGI&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;DITIRAKATI DIRIYADHOHI # DZIKIR LAN SULUK JO NGANTI LALI&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;URIPE AYEM RUMONGSO AMAN # DUNUNGE ROSO TONDO YEN IMAN&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;SABAR NARIMO NAJAN PAS-PASAN # KABEH TINAKDIR SAKING PENGERAN&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;KELAWAN KONCO DULUR LAN TONGGO # KANG PODO RUKUN OJO GAE SIO&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;IKU SUNAHE RASUL KANG MULYO # NABI MUHAMMAD PANUTAN KITO&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;AYO NGLAKONI SEKABEHANE # ALLOH KANG BAKAL NGANGKAT DRAJATE&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;SENAJAN ASHOR TOTO DHOHIRE # ANANGING MULYO MAQOM DRAJATE&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;LAMUN PASLASTRO ING PUNGKASANE # ORA KESASAR ROH LAN SUKMANE&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;DEN GADANG ALLOH SWARGO MANGGONE # UTUH MAYYITE UGO ULESE&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pendidikan-multikultur.blogspot.com/2011/05/sejenak-kita-merenung.html</link><author>noreply@blogger.com (Munib an-Nihrir)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>