<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8402305717301042857</id><updated>2024-07-02T20:46:44.830-07:00</updated><category term="http://www.facebook.com/buronan.mertua"/><category term="http://profiles.friendster.com/andriwahyukurniawan"/><category term="http://andryfarera.blogspot.com"/><category term="http://facebook.com/buronan.mertua"/><category term="http://m.facebook.com/buronan.mertua"/><category term="http://twitter.com/Andryfarera"/><title type='text'>PeNgaLaMaN KaMi</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8402305717301042857/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8402305717301042857/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>28</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8402305717301042857.post-1162135122312676988</id><published>2011-10-27T14:12:00.000-07:00</published><updated>2011-10-27T14:12:53.725-07:00</updated><title type='text'>Pengalaman pertama</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiOVk_yEOHtHTh7ti9seGQcRGmF5BxclnW_4IaC0uznyEd528RvRhqdMdWCzBQmvcMB0qpnWbSZ8eCKGl88wLdG3iorIi3uqccWInBCBwDpwWDEQiN48NiWlFZNRBITjMVvo1KH8NTllYk1/s1600/20062009143-002.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;292&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiOVk_yEOHtHTh7ti9seGQcRGmF5BxclnW_4IaC0uznyEd528RvRhqdMdWCzBQmvcMB0qpnWbSZ8eCKGl88wLdG3iorIi3uqccWInBCBwDpwWDEQiN48NiWlFZNRBITjMVvo1KH8NTllYk1/s320/20062009143-002.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Kami kehilangan keperjakaan dan keperawanan kami bersama-sama. Hal itu terjadi ketika usiaku baru menginjak 11 tahun, pada akhir sekolahku di kelas 5. Memang tidak terlalu mengejutkan kalau dipelajari karena pasanganku adalah tetanggaku Kathy, yang usianya setahun diatasku, dan duduk dikelas 6. Kita berdua satu sekolah di pinggir kota Chicago dan kami sudah bersahabat sejak tiga tahun sebelumnya. Sampai kemudian aku menganggapnya lebih dari sahabatku lainnya. Kathy agak tomboy, dia biasa bermain mainan yang biasanya dikerjakan anak laki-laki. Sampai kemudian tubuhnya berkembang seperti selayaknya seorang gadis, dan akupun mulai kikuk kalau sedang bersamanya, tanpa kuketahui dengan jelas apa sebabnya. Ibu Kathy telah cerai dan harus bekerja siang hari pada suatu rumah makan. Keadaan ini semakin menyenangkan buat kami, karena kami berdua biasa ditinggalkan sendirian berjam-jam pada siang hari. Biasanya kami hanya sebatas duduk bersama sambil berbincang-bincang seperti anak-anak lain pada umumnya. Tapi sore ini terjadi keadaan yang berbeda.&lt;br /&gt;Hari itu kami baru mendapatkan pelajaran pendidikan-sex di sekolah. Pada jaman itu, setahun sekali anak laki-laki dan perempuan dipisahkan untuk mendapatkan ‘pendidikan seks’. Sebenarnya pelajaran itu berupa pelajaran biologi dengan sedikit tambahan informasi tentang masalah sex. Informasi tersebut cukup rinci dengan dilengkapi pula dengan buku saku dengan judul ‘Apa yang harus diketahui anak laki-laki’ atau ‘Apa yang harus diketahui anak perempuan’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disana tidak dijelaskan secara gamblang tentang aktivitas sex. Secara alami anak laki-laki selalu ingin tahu apa yang telah diajarkan kepada teman-teman perempuannya, demikian pula sebaliknya anak-anak perempuan ingin tahu apa yang telah diajarkan ke teman-teman laki-lakinya. Demikian pula yang kami perbincangkan hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berdua berada di dalam kamar Kathy, di atas tempat tidurnya yang berukuran besar, terbuat dari kayu jati yang nyaman. Kami duduk berhadapan, Kathy membaca buku sakuku sedang aku membaca buku sakunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kathy, kamu mendapatkan bahan banyak banyak dari yang kuperoleh. Contohnya lihat ini, ada proses haid dan Kotex!”&lt;br /&gt;“Tapi mereka tidak benar-benar menceritakan secara jelas. Aku pikir kita telah memiliki gambar atau semacam anu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku benar-benar sangat mengharapkan, karena aku belum pernah melihat tubuh perempuan yang telanjang dan seperti apa bentuk anunya dibawah sana. Kathy memakai T-Shirt dan celana pendek, aku bisa melihat betuk lengkungan bukit dadanya yang kecil, dan samar-samar aku juga bisa melihat garis celah-celah diantara pahanya yang tertutup oleh celana ketatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku tidak mengetahui mengapa mereka menyebutnya pendidikan-seks. Padahal disini tidak menerangkan bagaimana cara melakukannya.”&lt;br /&gt;“Siapa bilang? Mari kutunjukan kepadamu,” kata Kathy sambil membungkukkan punggung dan meletakkan buku dihadapanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kucium keharuman shampo rambutnya yang membuatku terangsang. Aku pun merasakan ketegangan anuku didalam celanaku. Tapi aku mengharapkan semoga dia tidak menyadari apa yang sedang kurasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lihat! Disini dikatakan penis laki-laki akan tegang kaku dan keras. Sehingga bisa dimasukkan ke vagina perempuan, yang lembut dan mudah mengembang. Ketika dia ejakulasi, cairan sperma yang berisi jutaan sel masuk ke vagina perempuan dan membuahi telur.”&lt;br /&gt;“Itu sudah ceritakan banyak kepadaku,” katanya dengan menyindir,”Seperti dimana letak liang vagina itu? Bagaimana cara penis memasukinya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya aku agak malu mendengar secara fulgar kata-kata itu di depan seorang gadis, sehingga wajahku menjadi merah padam dan penisku semakin menonjol keluar celanaku. Kathy membuka lagi lembar lainnya dan menunjukkannya kepadaku suatu baris gambar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Disini tempatnya,” katanya sambil menunjuk kesuatu gambar.&lt;br /&gt;“Sudah jelas apa yang kumaksudkan? Tidakkah sudah cukup jelas yang kamu cari?” kata Kathy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba sebuah ide masuk keotakku dan aku harus memutuskan untuk mengambil resiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dimana milikmu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hampir tidak percaya bahwa aku benar-benar berani mengucapkannya. Aku tahu aku telah melakukan sesuatu yang bodoh, yang bisa diceritakan Kathy kepada teman-temanku disekolah.&lt;br /&gt;Kathy melirikku dengan ekor matanya beberapa saat. Dia kibaskan rambutnya kebelakang dan menyisihkan rambut yang menutupi wajahnya. Kemudian merebahkan punggungnya dan tangannya digerakkan ketempat diantara kedua pahanya. Aku hampir tidak berani memandang ke arah bagian tersebut. Kemudian disusupkannya disuatu tempat di celananya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Disini tempatnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu terus berjalan dengan cepat dan aku tidak tahu harus berbuat apa lagi. Aku Cuma tertawa dan berkata, “Itu bukan sangat dekat seperti apa yang dikatakan di buku!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kathy juga tertawa, dan aku bisa merasakan ‘anuku’ semakin membesar. Kami berdua melanjutkan membuka lembar lainnya sambil memperbincangkan lebih lanjut. Aku jadi grogi ketika Kathy kemudian berkata,”Jadi bagaimana penis bisa muat kalau dimasukkan kesana? Seperti yang dikatakan buku ini. Apa betul?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ampun! Dia sedang memperbincangkan ‘anuku’! Aku menelan ludah beberapa kali sambil berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kecuali, ketika penis sudah keras dan tegang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merasa jantungku berdebar semakin keras. Aku hampir tidak percaya apa yang sedang terjadi! Itu tidak seperti yang sering aku impikan. Aku belum mulai onani, dan proses ke arah sana terus berlangsung dengan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku masih tidak paham bagaimana caranya penis bisa masuk kesana. Si perempuan mestinya tidur di atas meja atau apa saja sedang laki-laki dalam posisi berdiri.”&lt;br /&gt;“Aku sempat menyaksikan ‘Wild Kingdom’ semalam dan melihat dua singa melakukan itu. Cukup menarik.”&lt;br /&gt;“Bagaimana cara mereka melakukan itu?” Tanya Kathy penasaran.&lt;br /&gt;“Singa betina duduk sana dan singa jantan duduk dibelakangnya. Kukira ia menaruh penisnya dari belakang.”&lt;br /&gt;“Mana bisa?” kata Kathy dengan nada meremehkan yang membuatku marah. Kami memang selalu bersaing dan saling mencintai.&lt;br /&gt;“Benar, Aku melihatnya dengan jelas.”&lt;br /&gt;“Tidak masuk akal, lihat” kata Kathy sambil tubuhnya memberangkang dengan perut menyentuh kasur.&lt;br /&gt;“Dengan posisi seperti ini bagaimana bisa masuk?”&lt;br /&gt;“Singa betina bukan berbaring seperti itu. Kakinya ada dibawahnya,” kataku sambil memperagakan posisi singa betina setengah berjongkok dengan tangan bertumpu pada kasur.&lt;br /&gt;“Sama saja tetap tidak bisa. Lihat?” Kathy memposisikan kakinya dan sikutnya berada dibawah dadanya. Pantatnya diangkat, sehingga bulatan pinggulnya nampak jelas dibungkus celananya yang ketat.&lt;br /&gt;“Vaginaku tepat disini.” Tangannya digerakkan diantara kedua pangkal pahanya dan kulihat cembungan ditempat tersebut.&lt;br /&gt;“Jika penis ditusukkan kesini, tidak akan bisa menjangkaunya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yakin bahwa aku yang benar, dan aku harus membuktikannya.&lt;br /&gt;“Kenapa tidak, coba lihat,” kataku sambil memposisikan tubuhku dibelakang Kathy seperti singa jantan, dan penisku kutempelkan dibulatan pantatnya.&lt;br /&gt;“Hey, apa yang kau lakukan??” tanya Kathy dengan wajah merah padam.&lt;br /&gt;“Membuktikan bahwa aku benar. Begini.” kataku sambil mendorong dan menggesekan tonjolan penisku pada bulatan pantatnya. Kurasakan sensasi kehangatan menyentuh bagian tonjolan penisku.&lt;br /&gt;“Penis akan ditusukkan dari sini, begini.” Kuletakkan jari telunjukku mengacung diposisi penisku, kemudian kugerakkan pinggulku kedepan sehingga ujung telunjukku menusuk kepangkal pahanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, tapi tetap saja tidak bisa,” kata Kathy tidak puas.&lt;br /&gt;“Hey, aku tahu! Tunggu, jangan bergerak. Pindahkan posisi kakimu diantara kakiku, nah sekarang gerakkan maju.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berlandaskan lutut aku berdiri diantara kedua paha Kathy, kugerakkan pinggulku kedepan sehingga ujung jari telunjukku menyentuh cembungan dipangkal paha Kathy.&lt;br /&gt;“Ohh,” desah Kathy. Pinggulnya terjungkit ketika ujung jariku menusuk tepat di vaginanya.&lt;br /&gt;“Begitu sudah tepat di vaginanya, singa jantan kemudian menindih tubuh singa betina, sambil menusukkan penisnya kedepan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurebahkan tubuhku dipunggung Kathy sambil menggerakkan pinggulku maju mundur. Jariku kutusuk-tusukkan ke vagina Kathy. Aku hampir tidak percaya dengan apa yang kulakukan, kenyataannya jari telunjukku sedang menusuk dan menggosok bagian paling rahasia Kathy! Penisku jadi semakin tegang dan kalau diteruskan lagi sepertinya aku bisa orgasme. Aku tak tahu apa yang Kathy rasakan, yang pasti tubuhnya ikut menggeliat-geliat setiap kali kusentuh vaginanya. Akhirnya Kathy sadar akan keadaan kami, tubuhnya kemudian dibalikkan dan menjauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“OK, aku tahu yang kau maksudkan. Kau mungkin benar. Tapi kupikir manusia tidak melakukan dengan cara seperti itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terduduk dengan wajah merah padam, sejenak kutenangkan diriku agar Kathy tidak tahu apa yang sedang bergolak pada diriku.”Aku tidak mengatakan begitu, aku hanya mengatakan bahwa dengan cara seperti itu bisa dilakukan. Disamping itu apa ada cara lain untuk melakukan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku pernah melihat sesuatu di TV dengan Mamaku, tapi dia segera merubah channel sebelum aku sempat melihatnya dengan jelas.” kata Kathy&lt;br /&gt;“Apa itu?”&lt;br /&gt;“Mereka berada dibawah selimut sehingga aku tidak bisa melihatnya dengan jelas. Tetapi perempuannya jelas sedang berbaring terlentang, seperti ini,” kata Kathy sambil berguling terlentang, dengan kedua pahanya direnggangkan.&lt;br /&gt;“Dan ada seorang laki-laki menindihnya dari atas.”&lt;br /&gt;“Tidak, dia tidak akan bisa berbuat sesuatu!” kataku penasaran.&lt;br /&gt;“Kenapa tidak? Mari kita coba!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku benar-benar khawatir. Aku tidak ingin melukai Kathy. Tapi aku ingat katika bermain bola, kathy pernah ditindih beberapa anak laki-laki yang ternyata tidak apa-apa. Tapi ada sesuatu yang membuatku berdebar-debar, dengan posisi itu aku akan bisa bergesekan lebih banyak dengan gundukan kecil di pangkal paha Kathy. Daerah itu terasa hangat dan telah menghipnotisku sehingga sempat bembuatku hampir orgasme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sekarang berbaringlah di atasku,” kata Kathy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merebahkan diri menindih tubuhnya dengan bertumpu pada kedua tanganku. Kurasakan sepasang bukit di dadanya menusuk dadaku! Desah nafasnya menyapu wajahku dan kucium keharuman rambutnya, demikian juga kehangatan yang terpancar dari pangkal pahanya. Aku benar-benar terangsang berat, apalagi ketika kedua tangannya merangkul leherku sehingga tubuh kami berhimpitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu menyukai posisiku seperti ini?” bisikku dengan suara bergetar.&lt;br /&gt;“Yeah. Sepertinya nyaman,” bisik Kathy. Mata kami saling pandang, 1001 perasaan bercampur aduk. Aku tak tahu apa yang harus kulakukan sampai Kathy berbisik,&lt;br /&gt;“Kamu pernah mencium seorang gadis?”&lt;br /&gt;“T.. Tidak pernah,” jantungku berdebar keras, aku tidak pernah sedekat ini dengan Kathy. Wajahnya yang manis sekali tampak merah padam, tapi malah kelihatan semakin cantik. Tubuhnya yang harum, padat tapi lembut sekali.&lt;br /&gt;“Aku juga,” kata Kathy, kemudia kita tertawa bersama.&lt;br /&gt;“Maksudku aku tidak pernah mencium seorang laki-laki, tapi..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba Kathy menarik wajahku dan.. Bibirku bersentuhan dengan bibirnya.. Kami berciuman sambil menutup mata, bibir kami saling bergesekan, saling menghisap dan lidah kami saling menyentuh dan membelai.. Wow, sesuatu yang sangat luar biasa!! Getaran sentuhan bibir kami sampai terasa kesekujur tubuh kami, terasa niimaat sekali, sulit kami gambarkan dengan kata-kata. Ciuman itu terhenti karena kami kehabisan napas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ohh, luar biasa, manis sekali,” desahku.&lt;br /&gt;Tapi tiba-tiba aku terkejut ketika Kathy malah tetawa genit.&lt;br /&gt;“Mnn.. Mmmhmm.” tawanya yang genit lagi.&lt;br /&gt;“Apa yang sangat lucu?” tanyaku penuh tanda tanya.&lt;br /&gt;“Aku dapat merasakan kamu.” kata Kathy sambil tersenyum manis.&lt;br /&gt;“Tapi? Aku dapat merasakan kamu juga.” kataku masih bingung.&lt;br /&gt;“Tidak, maksudku aku dapat merasakan anumu.. Um.. Penismu. Aku merasakan benar-benar sangat keras.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aduh! Aku benar-benar telah melupakan! Aku benar-benar bodoh luar biasa, dan Kathy bisa ceritakan teman-temanku! Aku bisa sangat malu, tapi hal itu terjadi tanpa dapat kukendalikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh.. Aku.. Minta maaf, aku benar-benar tidak sengaja, itu terjadi dengan sendirinya, tanpa dapat kucegah.” kataku terbata-bata, sambil bergerak mengangkat pinggulku.&lt;br /&gt;“Hey, Aku tidak keberatan koq.” kata Kathy, sambil melipat kakinya memeluk pinggulku, sehingga aku tidak bisa bangun, dan kurasakan tonjolan penisku semakin merapat erat dengan cembungan vaginanya.&lt;br /&gt;“Aku.. Aku tidak tahu. Itu kadang-kadang terjadi dengan sendirinya.” kataku mencoba untuk menerangkan keadaanku.&lt;br /&gt;“Benar? Bagus sekali.” kata Kathy sambil menggerak-gerakkan pinggulnya sehingga aku semakin terangsang.&lt;br /&gt;“Seberapa besarnya?” bisik Kathy.&lt;br /&gt;“Apanya?!” tanyaku agak panik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kathy tertawa genit, dia senang melihat kebingunganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seberapa besarnya mm penismu? Aku merasakan cukup besar. Aku hanya tidak bisa memahami apakah anunya seorang gadis bisa dimasuki yang sebesar itu?&lt;br /&gt;“Aku tidak tahu, aku juga tidak pernah memikirkan seberapa besarnya.”&lt;br /&gt;“Coba kulihat,” kata Kathy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatiku semakin berdebar-debar, Kathy ingin melihat penisku! Apakah aku harus telanjang bulat di depan seorang gadis? Tidak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayolah, biarkan aku melihatnya, please?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunggu dulu. Ini adalah kesempatanku untuk melihat seorang gadis telanjang. Ini benar-benar sesuatu yang luar biasa! Tapi aku tidak yakin Kathy membolehkan aku melihatnya. Tapi ternyata Kathy mau! Kathy juga benar-benar ingin melihatku telanjang. Hanya untuk melihat, tanpa berbuat apa-apa lagi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“OK, kamu dulu.” kataku.&lt;br /&gt;“Tidak, kita sama-sama.” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini memang adil. Aku segera membuka bajuku, demikian pula Kathy. Detak jantungku terasa semakin cepat. Aku pernah melihat Kathy dalam pakaian renang, tapi ini benar-benar luar biasa. Sambil melepas bajuku, mataku tidak pernah lepas dari bra-nya yang berwarna putih, dan juga kulit tubuhnya yang kuning mulus. Aku benar-benar tidak pernah membayangkan begitu luar biasa, apalagi ketika Kathy membuka kaitan bra-nya dan melepaskannya.. Jantungku seakan berhenti bertetak..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku benar-benar melihat buah dada seorang gadis!! Bulat, putih bagai cream, puting kecil berwarna pink yang mencuat indah sekali. “Mmm.” Guman Kathy menyadarkanku. Kathy tersenyum-senyum malu melihatku terbengong-bengong melihat kemulusan buah dadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku segera melepaskan sabukku, Kathy menyusupkan jarinya memegang elastik celana pendeknya dan berhenti menungguku. Aku segera melepaskan kancing celana dan terus melepas celana jeanku. Penisku yang tegang langsung tampak mencuat dari dalam celana dalamku. Tiba-tiba mukaku merah padam, ternyata Kathy belum melepas celana pendeknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hey! Ayoi! Kamu kan janji bersama-sama!”&lt;br /&gt;“Oh, maaf. Aku lupa,” kata Kathy sambil sorot matanya tidak lepas dari tonjolan penisku di celana dalamku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kathy kemudian berbaring sambil melepas celena pendeknya melewati pinggulnya yang bulat indah. Tubuh kami berdua sekarang tinggal dibalut oleh celana dalam. Aku benar-benar kagum dengan kemulusan kulit tubuhnya bagaikan kulit bayi, kuning kemerahan dan halus sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siap,” kata Kathy.&lt;br /&gt;“OK,” kataku mantap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku benar-benar sudah tidak sabar lagi melihat tubuh seorang gadis yang telanjang bulat di depanku. Dan.. Hal itu benar-benar menjadi kenyataan ketika Kathy pelahan-lahan melepas celana dalamnya, bersamaan dengan kuturunkan celana dalamku melewati kakiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kemudian kami berdua sama-sama terbengong-bengong melihat tubuh telanjang di depannya. Kulit tubuh Kathy benar-benar mulus, lekukan tubuhnya benar-benar mempesona. Ketika sudut mataku melihat ke Kathy, kulihat wajahnya merah padam dan sorot matanya menjelajahi seluruh tubuhnya. Sepertinya wajahnya jadi semakin cantik dan oohh.. Sepasang bukit dadanya benar-benar mengagumkan dan menggetarkan hatiku, tapi.. Bagian bawahnya.. Kulihat rambut kecil-kecil halus berwarna pirang menutupi cembungan dipangkal pahanya. Tapi tidak ada lagi yang bisa kulihat, sepertinya semuanya tersembunyi dibalik rambut halus itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wow,” seru Kathy.&lt;br /&gt;“Berbaringlah terlentang, aku ingin bisa melihatnya dengan jelas.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak bisa menolaknya, aku terlentang sambil memperhatikan Kathy. Dia bergeser mendekati diriku. Sepasang bukit dadanya ikut bergoyang, pemandangan yang menakjubkan sekali. Aku tidak memperhatikan tangannya sampai ketika jari-jarinya mengelus batang penisku dengan lembut.”Oh besar sekali, keras, tapi kulitnya lembut sekali.” kata Kathy sambil tangannya menjelajahi seluruh bagian penisku, meremas dan mengusap-usapnya dengan lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ouchh!” erangku. Sepertinga tubuhku melambung tinggi..&lt;br /&gt;“Benar-benar luar biasa,” desis Kathy benar-benar terpesona menyaksikan penisku yang tegang kukuh dan keras. Kurasakan jari-jari Kathy mengocok-kocok batang penisku naik turun dengan penuh gairah. Aku tidak pernah melihat penisku menjadi sebesar itu, sepertinya penisku telah mengembang secara maximum. Mataku tertutup rapat-rapat.. Mulutku mendesah-desah tanpa dapat kukendalikan lagi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ooohh.. Aaahh..” aku benar-benar tidak pernah merasakan senikmat ini.&lt;br /&gt;“Kau senang aku beginikan?” bisik Kathy dengan suara genit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan tangannya naik-turun semakin cepat sampai pinggulku terangkat-angkat menahan nikmat dan geli luar biasa. Akhirnya aku tak dapat menahan lagi, dengan diiringi teriakkan nyaringku, spermaku meledak dan menyembur kuat keudara beberapa kali. Inilah untuk pertama kalinya aku mengalami orgasme. Kathy juga berteriak tertahan dan meloncat menjauhiku, gadis ini benar-benar terkejut melihat spermaku yang begitu dasyat menyembur keudara dan sebagian jatuh menimpa tangan, paha dan dadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat aku terkulai lemas. Sepertinya aku sempat tak sadar beberapa detik. Begitu pula Kathy, gadis ini terbengong-bengong melihat kejadian yang benar-benar tak pernah terbayangkan olehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa.. Apa yang terjadi??” kata Kathy terbata-bata.&lt;br /&gt;“A.. A.. Aku tidak tahu. Aku tidak pernah mengalami seperti ini sebelumnya.” kataku tergagap-gagap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berpikir beberapa saat Kathy berkata pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku tahu. Kau mengalami orgasme.” katanya sambil mengusap-usap cairan kental spermaku yang berhamburan kemana-mana.&lt;br /&gt;“Ini adalah sperma. Tapi aku benar-benar tidak menduga proses keluarnya begitu luar biasa.”&lt;br /&gt;“Yeah, memang sangat luar biasa. Aku merasakan kenikmatan yang luar biasa dan sulit kugambarkan.” kataku.&lt;br /&gt;Kathy tertawa genit.&lt;br /&gt;“Itu karena aku! Aku yang membuatmu sampai orgasme! Tadinya aku khawatir, kau mengerang-erang seperti kesakitan.”&lt;br /&gt;“Yeah. Benar-benar luar biasa. Jari-jari tanganmu juga luar biasa” kataku sambil melihat tubuh moleknya yang telanjang bulat. Dan akupun tak ingin membuang tempo lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hey. Sekarang gantian aku!! Cepat kamu berbaring” kataku.&lt;br /&gt;“Tapi.. Tapi kau pelan-pelan ya??” kata Kathy.”Aku takut.”&lt;br /&gt;“OK, jangan khawatir, aku tak akan menyakitimu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Tuhan, inilah hari bersejarahku sebagai seorang laki-laki. Dihadapanku berbaring terlentang sesosok tubuh gadis yang luar biasa cantiknya telanjang bulat. Mataku benar-benar termanjakan dengan pemandangan yang benar-benar menakjubkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelahan-lahan kuusap cairan spermaku yang menempel di bukit kecil di dada Kathy. Tanganku sampai gemetaran meraba kulit kenyal dan halus di sepasang bukit indah itu. Puttingnya yang kecil jadi mengeras ketika tanganku mengelus-elusnya. Apalagi ketika puting itu kepegang dan kupilin-pilin lembut, Kathy mengerang lembut. Hatiku sampai berdesir mendengar erangan aneh itu. Sepertinya mengandung kekuatan magis yang membangkitkan kembali gairahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuturunkan tanganku menelusuri perutnya kebawah sampai daerah pangkal pahanya. Kuusap-usap rambut halus pirang disana. Rambut yang panjangnya sekitar 1/4 inci itu sangat lembut. Aku tidak menduga didaerah itu bisa tumbuh rambut. Ujung jariku kususupkan ke celah-celah yang membelah vertikal gundukan kecil di pangkal pahanya. Daerah itu ternyata basah oleh cairan lendir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Buka lagi pahamu, aku tidak bisa melihat apa-apa disini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Kathy membuka lagi pahanya, tampaklah celah-celah yang berwarna pink yang mengkilat basah oleh cairan lendir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wow!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar-benar pemandangan yang luar biasa, aku tidak pernah membayangkan seperti itu bentuk vagina seorang gadis. Kudekatkan wajahku agar bisa melihat lebih jelas daerah misterius yang sudah lama ingin kulihat. Kucium aroma khas yang segar dan juga cukup harum. Kukita Kathy sangat rajin membersihkan daerah itu. Tapi kembali aku tak bisa melihat apa-apa selain celah vertikal yang tertutup. Dengan hati-hati kususupkan jari-jariku kebibir vertikal yang cukup tebal itu, kurasakan kebasahan dan kehangatan didaerah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pinggul Kathy terjungkit-jungkit setiap kali kugosok celah-celah itu, bibirnya setiap kali juga mengeluarkan desahan-desahan aneh yang merangsang pendengaran, apalagi ketika ujung jariku menyentuh tonjolan clitorisnya. Sepertinya daerah tersebut sangat sensitif seperti juga sulit penisku, dan Kathy juga merasakan nikmat yang tak kalah bebatnya seperti ketika Kathy mengusap penisku. Aku jadi semakin bersemangat menggerakkan jariku menyusuri celah-celah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya mataku melihat lubang kecil berwarna merah muda dibawah tonjolan clitorisnya. Dari lubang itulah cairan bening itu keluar. Lubang itu cuma sebesar ujung jari kelingkingku. Aku yakin itulah yang disebut vagina yang tadi ditunjuk oleh Kathy, dan di buku dikatakan bahwa penis dimasukkan ke lubang itu. Tapi koq begitu kecil? Kumasukkan ujung jariku ke lubang itu, terasa hangat dan ketika kugerak-gerakkan tiba-tiba aku sangat terkejut, sepertinga ujung jariku terhisap oleh lubang itu. Aku jadi penasaran sekali, ketika akan kumasukkan lagi tiba-tiba Kathy membentakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hey! Apa yang kamu lakukan?!” katanya sambil melompat ketika ujung jariku kumasukkan lebih dalam.&lt;br /&gt;“I just want to see what it feels like.”, I said, still pushing. Now, it was past the first knuckle.&lt;br /&gt;“Aku hanya ingin tahu lubang apa itu.”, kataku sambil terus mau memasukkan ujung jariku lagi.&lt;br /&gt;“Cut it out!” she was squirming. I kept pushing. She moaned and said again, but more softly,&lt;br /&gt;“Keluarkan cepar keluarkan.” kata Kathy panik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujung jariku seperti menabrak suatu dinding dan ketika kudorong lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Auw.. aduh stop!!” Jerit Kathy kesakitan. Dengan gugup kutarik ujung jariku keluar lubang kecil dan sempit itu.&lt;br /&gt;“Itukan lubang dimana penis dimasukkan bukan??” kataku mencari kepastian.&lt;br /&gt;“Mungkin.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I started pushing my finger into her again,”Does it feel like a penis?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memulai mendorong lagi jariku ke dalam lubang itu,&lt;br /&gt;“Apakah seperti dimasukkan penis?” tanyaku lagi. Pinggul Kathy kembali menggeliat-geliat.&lt;br /&gt;“Aduuhh stop, stop please!” Rintih Kathy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingat ketika singa jantan memasukkan penisnya kevagina singa betina. Tapi Kathy sepertinya merasa kesakitan dan keenakan sekaligus. Kini jariku kugerakkan keluar masuk. Lubang itu begitu sempit dan ketat menjepit ujung jariku. Cairan lendir semakin banyak keluar. Kulihat Kathy tidak lagi kesakitan, cuman mulutnya tak henti-hentinya mendesis keenakan dan tubuhnya menggeliat-geliat begitu menggairahkan.. Sampai tiba-tiba tubuhnya menggigil dan mengejang,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aaahh.. Ooohh,” jeritnya nyaring sambil menarik tanganku dari liang itu.&lt;br /&gt;“Apa yang terjadi??” tanyaku keheranan.&lt;br /&gt;“Entah, ahh.” Desah Kathy dengan nafas tersegal-segal.&lt;br /&gt;“Mungkin aku orgasme,” bisik Kathy sambil tersenyum manis sekali.&lt;br /&gt;“Ohh, kupikir memang benar penis harus dimasukkan ke lubang itu,” kataku, “Tapi aku tidak yakin lubang itu terlalu kecil untuk ukuran penis.”&lt;br /&gt;“Kenapa tidak?” kata Kathy sambil melihat penisku yang mulai membesar dan menegang lagi.&lt;br /&gt;“Penis terlalu besar. Ujung jariku saja sudah sulit masuk, apalagi penis yang ukurannya jauh lebih besar dan panjang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kathy meraih kembali penisku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yeah aku tahu maksudmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia memperhatikan penisku dengan seksama sambil mengusap-usapnya. Sepertinya dia sangat sangat tertarik dan menyukai penisku itu, seperti barang antik yang sangat berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika tidak cukup, paling tidak kita bisa mencobanya untuk meyakinkan samapi sejauh mana.” kata Kathy sambil melirik ke arahku, senyuman genis tersungging dibibirnya.&lt;br /&gt;“Apa kau pikir cukup aman?” tanyaku ragu-ragu. Tentunya aku sangat senang melakukannya, tapi aku khawatir Kathy akan kesakitan.&lt;br /&gt;Kathy kembali berbaring terlentang dan pahanya dibuka lebar.&lt;br /&gt;“Yakin. Bila tidak muat dimasukkan ke dalam milikku, maka kita akan mencari cara lainnya. Apapun juga kamu bisa ejakulasi, dan itu tidak akan menbuatku hamil karena tidak masuk ke dalam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku segera menempatkan pinggulku diantara kedua pahanya. Terasa hangat, basah dan lembut. Kugerak-gerakkan ujung penisku untuk menemukan lubang itu, begitu menyentuh lubangnya, kutekan sedikit, kemudian kugerakkan pinggulku sambil terus menekan. Sepasang bukit dadanya mengeras, putingnya menusuk dadaku. Kedua tangannya merangkul leherku. Kami kembali berciuman. Tubuh kamu saling menekan dan menggesek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kathy ketawa genit sambil berbisik, “Aku sangat senang kamu ada disini, dalam posisi seperti ini,” katanya sambil memelukku dengan mesra sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami terus saling menggesek dan menekan, tangan kami juga saling mengelus dan meremas-remas. Nafas kami semakin cepat dan tubuh kami juga semakin panas, peluh kami mulai membasahi tubuh kami. Ini benar-benar luar biasa. Gesekan-gesekan itu demikian nikmatnya. Tapi usaha penisku untuk masuk ke lubang itu selalu gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Masih belum bisa masuk?” Bisik kathy.&lt;br /&gt;“Coba kutekan agak keras lagi,” kuangkat sedikit pinggulku, kemudian kutekan keras, tapi ternyata malah meleset kesamping.&lt;br /&gt;“Uhh..” desis Kathy.&lt;br /&gt;“Coba kubantu,” bisik Kathy sambil tangannya meraih batang penisku, kemudian ditempatkan tepat di gerbang liang vaginanya.&lt;br /&gt;“Tekan!!” kata Kathy.&lt;br /&gt;“Yeah,” kataku sambil menekan pinggulku cukup kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuangkat sedikit lagi, kembali kutekan lebih keras sambil tangan Kathy mengarahkan penisku. Kurasakan liang itu semakin mengembang dan tiba-tiba sebagian ujung penisku berhasil melesak ke dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Stop!” teriak Kathy.&lt;br /&gt;“Ohh..” keluhku, sambil menghentikan gerakanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala penisku yang bulat sudah berhasil masuk keliang vagina Kathy. Begitu ketatnya liang itu seperti mengunci ujung penisku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ujung penisku sudah berhasil masuk,” bisikku.&lt;br /&gt;“Ya, aku tahu. Aku dapat merasakannya.” kata Kathy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelahan kutarik sedikit penisku pelan-pelan, kemudian kutekan lagi dengan tekanan lebih kuat. Begitu kulakukan berulang-ulang sampai ujung penisku tiba-tiba menabrak kuat dinding penghalang disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ahh, stop, kita sebaiknya berhenti, ohh jangan!” kata Kathy terbata-bata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun mulutnya mengatakan jangan, tapi kurasakan pelukan Kathy malah semakin erat, dan pinggulnya pun bergerak mengimbangi tusukannku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita sebaiknya berhenti.. Kita, ohh stop!” rintih Kathy.&lt;br /&gt;“Yeah.” kataku, tapi penisku tidak mau berhenti. Tekanan pinggulku makin lama makin kuat sehingga akhirnya..&lt;br /&gt;“Aaahh.. ADUH!! Ohh.. Aaahh,” jeritan Kathy melengking kuat ketika penisku berhasil menembus benteng penghalang itu. Batang penisku tenggelam seluruhnya ke dalam liang yang sudah tidak perawan lagi, sampai bola testicle-ku menekan pangkal pahanya. Jeritan Kathy dan cengkeraman kukunya mencengkeram kuat di pundakku dan pahanya memeluk kuat kuat pinggulku membuatku benar-benar terkejut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aduh! stop, stop!” jerit Kathy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurasakan jepitan liang vagina Kathy yang begitu kuat dan ketat sekali, kurasakan juga denyutan-denyutan dinding liang itu seperti menyedot penisku, dan kurasakan kehangatan disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kathy. Penisku sudah masuk semua.” kataku sambil terengah-engah.&lt;br /&gt;“I can tell. It hurt. A lot.”&lt;br /&gt;“Aku bilang stop! Sakit sekali tahu!” bentak Kathy. Kulihat wajahnya merah padam dan air matanya mengalir membasahi pipinya.&lt;br /&gt;“Maafkan aku Kathy. Aku tidak bisa mengendalikan diriku.”&lt;br /&gt;“OK. Bisa kamu tarik keluar sekarang?”&lt;br /&gt;“OK..” Aku cabut penisku pelan-pelan, Kathy merintih, kutekan lagi pelan-pelan dan kembali kutarik lagi sedikit. Kurasakan sesasi gesekan antara penisku dan dinding liang vagina Kathy begitu luar biasa nikmatnya. Tubuhku sampai menggigil menahan geli dan nikmat yang teramat sangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kathy, sebaiknya jangan dilepas,” bisikku.&lt;br /&gt;“Ya, aku tahu..” desah Kathy sambil menggerakkan pinggulnya keriri-kanan mengikuti gerakan pinggulku. Tangan Kathy kembali memelukku erat-erat. Seperti juga aku, sepertinya Kathy juga merasakan sensasi kenikmatan yang sangat luar biasa. Dia ingin menghentikannya, tapi kenikmatan itu sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja. Dan tiba-tiba kembali tubuh Kathy mengejang sambil mengerang cukup keras, ketika Kathy mencapai orgasmenya yang kedua kali. Kathy sepertinya mengatakan sesuatu kepadaku, tapi tidak jelas, akhirnya ia menggigit pundakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diding liang vaginanya berdenyut-denyut kuat, membuat penisku tersedot-sedot dan sepertinya aku juga tidak kuat lagi menahan diri. Kutekan penisku dalam-dalam dan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aaahh..” spermaku menyembur kuat berkali-kali didasar liang vagina Kathy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah berapa lama kami terkulai sambil berpelukan, penisku masih tertanam diliang vagina Kathy..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kami sadar, segera kutarik penisku yang sudah mengecil itu. Kulihat cairan spermaku bersama cairan vagina Kathy berhamburan dimana-mana. Dan cairan itu berwarna merah.. Memang benar-benar darah Kathy yang bercampur cairan sperma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya ampun, Kathy, aku benar-benar melukaimu, maafkan aku Kathy,” seruku panik.&lt;br /&gt;“Ohh tidak!” jerit Kathy sambil melihat ke vaginanya.&lt;br /&gt;“Kamu ejakulasi di dalam lubang vaginaku!! Kau masukkan spermamu di dalam! Aduh, kamu bisa membuatku hamil!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cepat-cepat kuperiksa vagina Kathy. Tidak kelihatan ada luka disana, tapi darah keluar dari liang vaginanya. Aku yakin, pasti bagian dalam liang vagina itu ada yang luka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kami memutuskan untuk tidak menceritakan kepada orang lain kalau Kathy sembuh nanti. Kami cuman bisa menunggu untuk melihat apakan Kathy hamil atau tidak. Kami segera berpakaian dan aku segera lari pulang kerumah. Sampai beberapa minggu kami berdua dihinggapi perasaan takut. Dan Kathy pun sepertinya takut untuk menemuiku. Dia selalu menghindar kalau melihatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami memang tidak pernah menceritakan kejadian itu kepada orang lain, dan kami juga tidak pernah melakukan hubungan sex lagi, tapi kami masih berteman sampai beberapa tahun, sampai akhirnya aku pindah ke Denver. Tapi aku tidak pernah melupakan hari bersejarah yang sangat menakjubkan itu!!</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/feeds/1162135122312676988/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/2011/10/pengalaman-pertama.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8402305717301042857/posts/default/1162135122312676988'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8402305717301042857/posts/default/1162135122312676988'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/2011/10/pengalaman-pertama.html' title='Pengalaman pertama'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiOVk_yEOHtHTh7ti9seGQcRGmF5BxclnW_4IaC0uznyEd528RvRhqdMdWCzBQmvcMB0qpnWbSZ8eCKGl88wLdG3iorIi3uqccWInBCBwDpwWDEQiN48NiWlFZNRBITjMVvo1KH8NTllYk1/s72-c/20062009143-002.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8402305717301042857.post-4251328324537280609</id><published>2011-10-27T14:07:00.000-07:00</published><updated>2011-10-27T14:07:51.736-07:00</updated><title type='text'>Tukar pasangan</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsk3h-b-a74Ko_BT0I6jnVyyV1HugfbTnoCp8NiO4ur3mBiu_Iyw7T3WRJP6ax7btqS8a-VjQfen4KUyk8QcofIjNulZmgLAWCHl_VnGuT94YpxN8I9rj0-8qeId16JnQUYfGmkI1-UCzE/s1600/SDC14594.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsk3h-b-a74Ko_BT0I6jnVyyV1HugfbTnoCp8NiO4ur3mBiu_Iyw7T3WRJP6ax7btqS8a-VjQfen4KUyk8QcofIjNulZmgLAWCHl_VnGuT94YpxN8I9rj0-8qeId16JnQUYfGmkI1-UCzE/s320/SDC14594.JPG&quot; width=&quot;240&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Setelah peristiwa bersama Rico, hubunganku dengan Risa makin membaik secara kualitas, namun secara kuantitas aku agak jarang bertemu dengan Risa karena aku harus bekerja dan melanjutkan studi di luar kota. Sehingga paling dua minggu atau tiga minggu sekali aku bertemu dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perihal dengan Rico aku tak cemburu lagi dengannya, apalagi aku sudah dikenalkan juga dengan pacarnya Rico. Findi namanya. Anaknya lumayan cantik, badannya juga seksi meski teteknya tak sebesar Risa, pacarku. Kutaksir ukuran BHnya sekitar 34B.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisahku ini terjadi ketika aku pulang ke kota K, untuk menengok Risa. Kangenku padanya sudah nggak ketulungan, harusnya aku pulang 2 minggu lagi, tapi aku pulang seminggu lebih awal, karena udah tak tahan kangen. Sengaja Risa tak kuberi kabar untuk memberikan kejutan kepadanya, karena saat kutelepon katanya ia kangen sekali denganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi-pagi benar aku sudah sampai di kota K, setelah melepas lelah aku meluncur naik taksi ke dekat rumah Risa. Dari wartel yang berjarak 500 m, kutelepon ke rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pagi, Risanya ada?”&lt;br /&gt;“O.. Risanya pergi baru dua menit yang lalu” Ibunya Risa yang mengangkat telephone.&lt;br /&gt;“Kemana ya Bu?”&lt;br /&gt;“Aduh kurang tahu ya.. Katanya mau bimbingan skripsi atau apa gitu?”&lt;br /&gt;“Ya udah Bu, makasih”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu kuletakkan telepon, kulihat mobil Risa melintas di depanku, entah kenapa aku tak terlintas dalam benakku untuk mengikutnya. Kulihat Risa berdandan sangat cantik dan sexy, mungkin itu juga yang membuatku curiga karena selama ini setiap ia bimbingan, dandanannya biasa-biasa saja. Akhirnya kuminta sopir taksi untuk mengikuti mobil Risa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berjalan 3 km, tiba-tiba mobil berhenti, kemudian pintu dibuka, kulihat cowok yang sangat kukenali wajahnya, Rico teman sekampus Risa, sesaat mereka ngobrol kemudian Rico masuk ke mobil melalui sebelah kanan. Ternyata mereka ganti stir, Rico yang memegang stir kemudian Risa duduk si sebelahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat mobil berjalan Risa menoleh ke belakang, aku terkejut langsung kutundukkan badanku agar ia tak mengenaliku. Saat ku munculkan lagi wajahku betapa terkejutnya aku ketika Risa ternyata mencium pipi Rico, kemudian ia menggelayut mesra di bahu Rico sambil Rico terus menyetir. Hampir saja kuminta sopir taksi untuk menghentikan mobil mereka, namun naluriku berkata lain aku harus ikuti kemana mereka pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobil Risa terus meluncur melewati batas kota K melewati kota U arah menuju areal wisata di kota B. Tiba-tiba badanku merinding, keringat dingin membasahi tubuhku, jangan-jangan mereka benar ke kota B, tempat aku dan Risa biasa memadu asmara. Sejenak aku diam menenangkan diri, tiba-tiba kulihat Hpku, aku ada ide coba telp HP Risa, toh ia tidak tahu kalo aku lagi pulang ke kota K.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hallo Sayang, lagi ngapain?”&lt;br /&gt;“Eh Ryan, kupikir siapa kok nggak ada nomornya?” jawab Risa santai&lt;br /&gt;“Oh iya aku pakai private number, sori belum kuganti. Lagi dimana nih?”&lt;br /&gt;“Ini Ryan mau ke tempatnya Bu Ani, konsultasi skripsi”&lt;br /&gt;“Emang rumahnya di mana?”&lt;br /&gt;“E.. Di jl. KS..” Kudengar Risa agak gugup, ia menjawab sekenanya. Padahal setahuku Bu Ani itu rumahnya di Jl. RHT.&lt;br /&gt;“Ya udah, ati-ati ya..”&lt;br /&gt;“Ok Ryan Bye, cup ah..” Gila kupikir Si Risa, dia bohongi aku tapi masih juga sempat bersikap mesra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan jawaban tadi aku yakin betul kalo Risa dan Rico sedang menuju ke tempat wisata di kota B. Terbayang di wajahku pergumulan yang pernah aku lakukan bersama Rico dan Risa, ada gairah, ada cemburu yang membara. Tapi kenapa mereka lakukan ini? Kenapa Risa menghianatiku? Kenapa Rico menyalahgunakan kepercayaanku? Bukankah kuajak dia ikut bergabung pada permainan dulu itu agar tak ada cemburu diantara kita? Kenapa mereka melakukan ini tanpa seijinku bahkan berbohong kepadaku? Sejuta pertanyaan terus melintas di kepalaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menyalahkan diriku sendiri kenapa kuajak Rico waktu itu? Ah semuanya sudah telanjur, aku nggak bisa membayangkan lagi apa yang mereka perbuat selama ini ketika aku di luar kota. Dengan dalih skripsi mereka bebas melakukan apa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sela-sela kegundahanku tiba-tiba kuingat Findi, pacar Rico. Sedang apa kira-kira dia? Tahukah ia kalo Rico selingkuh dengan Risa. Tiba-tiba ada gairah dalam diriku untuk menikmati tubuh Findi, kubayangkan bodynya, putihnya dan pantatnya yang aduhai. Kulihat Hpku kucoba cari nomornya, ah bersyukur aku ternyata aku masih menyimpan nomornya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hallo Findi?”&lt;br /&gt;“Iya.. Siapa nih?”Suaranya merdu dan manja sekali.&lt;br /&gt;“Ini Ryan..”&lt;br /&gt;“Oh Bang Ryan. Gimana kabarnya Bang?” sapanya sangat lembut dan ramah.&lt;br /&gt;“Baik.. Findi sendiri gimana? Baik juga kan?”&lt;br /&gt;“Iya Bang”&lt;br /&gt;“Lagi dimana nih Fin”&lt;br /&gt;“Di tempat temen Bang, di U”&lt;br /&gt;“Lho nggak pacaran, kan hari sabtu?”&lt;br /&gt;“Aduh Bang, Rico lagi sibuk sekali akhir-akhir ini ngerjain skripsi, jangankan pacaran telp aja aku takut ganggu.. Lho bukannya Rico lagi ke dosen ama Mbak Risa? Abang di K kan? Belum ketemu Mbak Risa?” tanyanya seperti memberondong.&lt;br /&gt;“Oh ya tho.. Belum tuh Riss.. Eh kamu di kota U ya? Aku juga di U nih.. Gimana kalo kita ketemu, itung-itung ngilangin kangen sebagai sesama ditinggal pacar sibuk skripsi.. He.. He..” kucoba sambil bercanda sekaligus menghilangkan rasa cemburuku pada Risa dan Rico.&lt;br /&gt;“Ah Abang bisa aja.. Tapi boleh juga Bang, soalnya temenku juga mau pergi bentar lagi”&lt;br /&gt;“Ya udah kujemput kamu ya..” Setelah Findi memberikan alamat temennya lalu kusuruh sopir taksi meluncur ke alamat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pagi Fin”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gila kulihat cantik sekali Findi pagi ini badannya yang dibalut kain ketat serta celana ketat tiga perempat seolah memamerkan semua tonjolan yang ia punya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eh Abang.. Udah dateng kok cepat sekali?”&lt;br /&gt;“Iya nih.. Ternyata posisiku tadi udah dekat.. Yuk” ajakku sambil mengandengnya masuk ke taksi. Terasa harum wangi parfumnya membuat ‘adik’ku menggeliat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memasuki taksi, kemudian kami meluncur dengan cepatnya, seakan tahu betul sopir taksi itu mengarahkan ke obyek wisata B.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kemana kita Bang?” Tanya Findi melihat taksi ke arah B&lt;br /&gt;“Gimana kalo kita ke B, sambil lihat pemandangan. Di jakarta lihatnya gedung terus sih..”&lt;br /&gt;“Boleh Bang.. Siapa takut.. Asal nggak aneh-aneh aja Abang”&lt;br /&gt;“Aneh-aneh gimana maksudnya?”&lt;br /&gt;“Ya kan dah lama nggak ketemu Mbak Risa.. Aku nanti jadi pelampiasan lagi” katanya sambil mengerling penuh arti.&lt;br /&gt;“Dasar kamu..” kataku sambil kucubit dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di perjalanan kami terus bercanda, cerita kesana-kemari sampe akupun agak lupa kalo tujuanku adalah investigasi Risa dan Rico. Hingga karena taksi dikemudikan sangat cepat maka tanpa diduga sebelumnya posisi taksiku persis di belakang mobil Risa yang dikemudikan Rico.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bang itu bukannya mobil Mbak Risa? Yang nyetir Rico kan? Mau kemana mereka? Kok kemari?”&lt;br /&gt;“Itulah yang juga Abang ingin tahu, Abang sejak tadi membuntuti mereka. Trus Abang telp Findi, eh pas di kota U juga, jadi sekalian aja pikirku. Abang juga penasaran kok Fin”&lt;br /&gt;“Pantesan sibuk terus mereka, jangan-jangan”Findi tak meneruskan kata-katanya, matanya berkaca-kaca, ia rebahkan tubuhnya ke dadaku.&lt;br /&gt;“Bang.. Gimana nih Bang?”&lt;br /&gt;“Udahlah Fin.. Gak pa-pa.. Santai aja, toh Findi kan juga sama Abang.. Jadi satu-satu nantinya hehe”&lt;br /&gt;“Ih Abang genit..&lt;br /&gt;“Katanya sambil terus merapatkan ke badanku seakan nggak mau ia lepaskan. Kulihat Findi mulai agak tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taksi kami terus mengikuti arah mobil Risa, dari belakang kulihat sesekali Risa mencium Rico, kadang sebaliknya Rico yang mencium Risa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ih.. Mereka genit sekali” kata Findi sebel.&lt;br /&gt;“Aku cium Abang juga ah..” Tanpa peduli pada sopir taksi tiba-tiba Findi menciumku.&lt;br /&gt;“Ih nakal kamu” Padahal saat itu adikku betul-betul tegang, aku bergairah melihat apa yang akan diperbuat Risa dan Rico sekaligus bergairah karena Findi terus merapat ke badanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba di kota B. Kulihat mobil Risa belok ke arah Hotel KDR, aku hafal betul karena di tempat itu aku dan Risa sering memadu kasih, lalu kuminta sopir taksi untuk terus dulu supaya nggak ketahuan mereka kalo aku dan Findi membuntuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bang mereka ke Hotel. Mau ngapain mereka? Masak konsultasi di Hotel?” Findi semakin sebel diliputi rasa cemburu, rasa yang sama yang pernah kurasakan dulu (Cemburu Membawa Sensasi).&lt;br /&gt;“Udah Fin, tenang aja nanti kita ikutin mereka”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa saat taksi kemudian kuminta berputar masuk ke hotel, aku berbincang-bincang sesaat dengan reseptionist yang aku udah lumayan kenal karena langganan lalu aku minta kamar di sebelah Risa dan Rico. Sedangkan sopir taksi kuminta dia pulang setelah kubayar, karena aku berpikir pulangnya bareng sekalian dengan Risa dan Rico.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan menuju ke kamarku melewati depan kamar Risa dan Rico, saat aku lewat terdengar desahan-desahan yang sangat menggairahkan. Kurang ajar batinku ternyata mereka udah nggak mampu menahan lagi, tapi di sisi lain desahan-desahan itu justru membuatku terasa bergairah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu masuk kedalam kamar aku dan Findi segera mencari lubang yang dapat kami gunakan untuk mengintip aktivitas Risa dan Rico, tanpa menemui kesulitan kami menemukan lubang yang mampu melihat aktivitas mereka secara jelas namun tak mungkin mereka lihat karena tempatnya sangat tersembunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh Ris.. Aku kangen sekali ama tetekmu” ujar Rico sambil memegang dada Risa yang masih terbungkus kain lengkap.&lt;br /&gt;“Ohh.. Ohh.. Aku juga Ric, aku kangen ama batangmu yang tegak itu” desah Risa sambil terus mereka berciuman bibir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat Findi begitu dongkol melihat kelakuan mereka, namun sisi laen aku juga lihat kalo Findi wajahnya merah, kuduga selain menahan amarah ia juga menahan gairah melihat aktivitas Rico dan Risa. Perlahan kuraba paha Findi yang masih terus mengintip aktivitas Rico dan Risa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ohh.. Oh..” Lenguhnya tanpa menggeser posisi mengintipnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di seberang kamar kulihat Rico telah berhasil melucuti pakaian atas Risa hingga yang tertinggal di atas hanyalah BH Risa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ohh.. Ric.. Lidahmu nakal sekali”&lt;br /&gt;“Tapi kamu suka kan?”&lt;br /&gt;“He eh.. Ehm.. Oh.. Terusin nakalmu Ric, lepaskan BH ku” Risa semakin bernafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hafal betul kalau Risa paling tidak tahan jika teteknya di pegang. Dalam sekejap BH Risa sudah terlepas dari tempatnya, kini yang nampak adalah dua buah gunung kembar yang menjulang dengan puting yang sudah mengeras. Rico dengan lahap menjilati puting tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ohh.. Enak sekali Ric.. Kok bisa ya sekecil ini di jilat rasanya sampe ke ubun-ubun.. Oh” lenguh Risa dengan manja menahan gairah. Sementara aku sendiri terus bergerilya di paha Findi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ough.. Ohh.. Enak Bang”&lt;br /&gt;“Lepasin celanamu ya..” Pintaku dengan berbisik&lt;br /&gt;“Ho.. Oh” Kulepas celananya yang tiga perempat, sengaja kusisakan CD-nya biar ada sensasi tersendiri.&lt;br /&gt;“Uhh.. Bang” rintihnya ketika tanganku mengucap vegynya yang masih tertutup CD, namun nampak jelas rambut-rambutnya yang hitam kecoklatan.&lt;br /&gt;“Ohh.. Ouhh.. Ohh.. Kamu pintar sekali Bang” desahannya makin keras tatkala kuraba bibir vegynya yang sudah basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di seberang kamar kulihat Risa dan Rico sudah tak berpakaian lagi alias telanjang bulat. Risa kulihat sedang mengoral penis Rico.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ohh.. Ris enak.. Sekali.. Oh” Rico meracau.&lt;br /&gt;“Enak mana ama kuluman Findi Ric?” Tanya Risa sambil terus mengoral.&lt;br /&gt;“Enakan oralmu Ris”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar ucapan Rico, Findi menjadi jengkel. Seolah ia akan membuktikan ucapan Rico, kemudian ia segera melucuti celanaku. Terpampanglah penisku yang sudah tegak mengacung. Tanpa banyak basa basi ia langsung kulum penisku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh.. Ohh..” Bibir tipis Findi ternyata lihai juga mengoral penisku, memang kuakui bibir tebal Risa lebih mantap untuk mengulum penis, namun demi menyenangkan hati Findi aku tetap memuji dia.&lt;br /&gt;“Auh.. Ogh, enak.. Fin.. Bohong kalo Rico bilang enakan kuluman Risa.. Ohh..” Seakan makin bersemangat Findi terus mengocok penisku dengan cepat.&lt;br /&gt;“Oh.. Fin enak sekali.. Aku nggak tahan Fin..” sambil terus Findi mengulum penisku, tanganku menyelusup ke dada Findi, kutemukan dua gunung yang memang nggak sebesar punya Risa.&lt;br /&gt;“Ohh.. Bang.. Aku bergairah sekali.. Bang.. Oh..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat di kamar sebelah Risa dan Rico sudah tidur berpelukan, terdengar dengkuran halus Risa yang sangat kukenal. Karena aku dan Findi terlalu asyik bermain sehingga tidak sempat melihat sampai klimaks Rico dan Risa dalam mendaki kenikmatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bang masukin punyamu Bang.. Ohh.. Aku nggak tahan lagi” perlahan kumasukin penisku di vagy Findi.&lt;br /&gt;“Pelan-pelan Bang.. Oh.. Nikmat.. Ohh”&lt;br /&gt;“Ohh.. Ough..”&lt;br /&gt;“Ouhh.. Ough.. Oghh.. Ohh” Kami terus berpacu mengjar nafsu yang semakin membara seolah lupa kalo di sebelah ada pasangan kita masing-masing.&lt;br /&gt;“Ohh.. Bang aku hampir sampe”&lt;br /&gt;“He eh.. Abang juga.. Dikeluarin dimana?”&lt;br /&gt;“Di luar aja Bang aku lagi subur.. Oh”&lt;br /&gt;“Ya udah Findi keluarin dulu..”&lt;br /&gt;“Oh.. Bang.. Oh.. Ohh” Rintihan panjang Findi mengakhiri klimaksnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia semburkan lahar basahnya ke penisku, sementara penisku segera kutarik dan kukgoyang-goyangkan dengan keras di atas perut Findi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ohh.. Ohh” cret cret spermaku keluar dengan derasnya di perut Findi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami kemudian berpelukan sangat erat. Sementara itu di kamar sebelah Rico dan Risa masih tertidur, demikian pula dengan Findi, ia tertidur mungkin karena kecapekan. Sedangkan aku sendiri tak bisa tidur. Sambil menghisap rokok aku berpikir keras untuk menggali ide agar dapat menyelesaikan konflik perselingkuhan ini dengan happy ending dengan tanpa amarah bahkan kalo bisa dengan gairah, karena bagaimanapun awalnya aku yang salah dan aku memang sangat mencintai Risa, tapi vegy Findi pun juga lezat rasanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
TAMAT&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maaf! Ini bukan ajang balas dendam dengan mencantumkan no HP orang yang dibenci.Mohon pengertiannya!&lt;br /&gt;
&amp;gt;&amp;gt;Kami  menunggu cerita dari anda,&amp;gt;&amp;gt;Cerita harus panjang dan langsung  TAMAT.&lt;br /&gt;
&amp;gt;&amp;gt;Nama dan Email pengirim akan kami cantumkan di bawah Judul  cerita yang anda kirim.&lt;br /&gt;
&amp;gt;&amp;gt;Kirimkan cerita anda ke email di  bawah.Email : Andry.farera@gmail.com&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Luv Me Hug Me Fuck Me&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Adikku Pembobolku&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;aku pacaran dengan Dian&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;di bangku kelas 3 SMP&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;gadis berumur 18 tahun&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;kehilangan perawan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Keponakanku Nina&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Masa kecil saya di Palembang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;hubungan dengan Kakak beradik&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gang yang tak Pernah Sadar di Purwokerto...&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;HATI2 WAKTU DI WC...&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;KELUARGA BERENCANA...&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;KeHiDuPaN MaLaM Di PuRWoKeRTo...&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
,kM BiZa LiaT di :&lt;br /&gt;
http://ceritapengalamansex.blogspot.com/&lt;br /&gt;
http://andryfarera.blogspot.com/&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Web Design © Andry Purwokerto - Indonesia.&lt;br /&gt;
All Rights Reserved. 2007-2012&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/feeds/4251328324537280609/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/2011/10/tukar-pasangan_27.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8402305717301042857/posts/default/4251328324537280609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8402305717301042857/posts/default/4251328324537280609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/2011/10/tukar-pasangan_27.html' title='Tukar pasangan'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsk3h-b-a74Ko_BT0I6jnVyyV1HugfbTnoCp8NiO4ur3mBiu_Iyw7T3WRJP6ax7btqS8a-VjQfen4KUyk8QcofIjNulZmgLAWCHl_VnGuT94YpxN8I9rj0-8qeId16JnQUYfGmkI1-UCzE/s72-c/SDC14594.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8402305717301042857.post-6516304593620633779</id><published>2011-10-27T13:59:00.000-07:00</published><updated>2011-10-27T14:07:35.912-07:00</updated><title type='text'>Tukar pasangan</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjUQEMH_W6SgfXsJH2XcCq61eptQvL3V_XbX0zYJ4YezuOx2DfsWO6-cZff0tOAuoAeuK4IlfLEuKbKDNBCEdmEgINKI_74beKe5k6vXJ3JhMSZvz0LO-1vx-2He8GDQFFqymaL5z8H90_C/s1600/SDC14977.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjUQEMH_W6SgfXsJH2XcCq61eptQvL3V_XbX0zYJ4YezuOx2DfsWO6-cZff0tOAuoAeuK4IlfLEuKbKDNBCEdmEgINKI_74beKe5k6vXJ3JhMSZvz0LO-1vx-2He8GDQFFqymaL5z8H90_C/s320/SDC14977.JPG&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Seorang temanku, namanya Rudy Manoppo, dia menghubungiku di handphone. Dia lagi berada di hotel Menteng di Jalan Gondangdia lama bersama dua orang ceweknya. Memang dia pernah janji padaku mau mengenalkan pacarnya yang namanya Judith itu padaku, dan sekarang dia memintaku datang untuk bertemu dengan mereka malam ini di sana. Dalam perjalanan ke sana aku teringat dengan seorang cewek yang namanya Judith juga. Lengkapnya Judith Monica. Sudah setahun ini kami tidak pernah bertemu lagi, tapi masih sering menghubungi via telepon, terakhir kali aku menghubungi dia waktu ulang tahunnya tanggal 29 September, dan kukirimi dia kado ulangtahun. Dia adalah orang yang pernah begitu kusayangi. Dalam hatiku berharap semoga dia menjadi isteriku. Wajahnya mirip artis Dina Lorenza, tinggi 170 cm, kulitnya sawo matang. Pokoknya semua tentang dia ini oke punya lah. Ibunya orang Jawa, sedangkan bapaknya dari Sulawesi selatan. Dia sendiri sejak lahir sampai besar menetap di Jakarta bersama orangtuanya.&lt;br /&gt;
Dulunya kami bekerja di satu perusahaan, Judith ini accountingnya kami di kantor, sedangkan aku bekerja diatas kapal. Setiap pulang dari Jepang, sering kubawa oleh-oleh untuk dia. Tetapi salah satu point yang sulit mempersatukan kami adalah soal agama. Terakhir yang kutahu tentang Judith ini dia batal menikah dengan cowoknya yang namanya Adhi itu. Handphone-ku berbunyi lagi, rupanya dari Rudy, mereka menyuruhku masuk ke dalam kamar 310, disitu Rudy bersama dua orang ceweknya. Aku disuruh langsung saja masuk ke kamar nanti begitu tiba di sana. Aku tiba di sana pukul sembilan tiga puluh malam dan terus naik ke atas ke kamar 310. Seorang cewek membuka pintu buatku dan cewek itu hanya bercelana dalam dan BH saja, dan aku langsung masuk. Rupanya Rudy sedang main dengan salah seorang ceweknya itu, keduanya sama-sama telanjang dan lagi seru-serunya berduel. Terdengar suaranya si cewek ini mendesah dan mengerang kenikmatan, sementara Rudy mencium wajahnya dan lehernya. Aku berpaling pada cewek yang satu lagi ini yang memandangku dengan senyuman manis.&lt;br /&gt;
“Oom Errol ya..?” tegurnya sambil duduk di atas tempat tidur yang berada di sebelahnya.&lt;br /&gt;
Aku hanya mengangguk dan membalas senyumnya. Bodynya boleh juga nih cewek, hanya sedikit kurus dan imut-imut.&lt;br /&gt;
“Namanya siapa sich..?” tanyaku.&lt;br /&gt;
“Namaku Lina, Oom buka aja bajunya.”&lt;br /&gt;
Lalu aku pun berdiri dan membuka bajuku, dan kemudian menghampirinya di atas ranjang dan menyentuh punggungnya, sementara Lina ini terus saja menonton ke sebelah. Si cewek yang lagi ‘dimakan’ Rudy rupanya mencapai puncak orgasmenya sambil menggoyang pinggulnya liar sekali, menjerit dan mendesah, dan kemudian Rudy pun keluar. Asyik juga sekali-sekali menonton orang bersenggama seperti ini.&lt;br /&gt;
Sementara keduanya masih tergeletak lemas dan nafas tersengal-sengal, si Lina ini berpaling kepadaku dan aku pun mengerti maksudnya, dan kami pun mulai bercumbu, saling meraba dan berciuman penuh nafsu. Kini berbalik Ricky dan ceweknya itu yang menonton aku dan Lina main. Secara kebetulan aku balik berpaling kepada Ricky dan ceweknya itu, dan betapa kagetnya aku melihat siapa cewek yang bersama Ricky itu. Masih sempat kulihat buah dadanya dan puting susunya sebelum cepat-cepat dia menarik selimut menutupi badannya. Aku langsung jadi ‘down’ dan bangun berdiri, dan menegur Ricky sambil memandang si cewek itu yang masih terbaring. Dia pun nampaknya begitu kaget, untung saja Ricky tidak melihat perubahan pada air wajahnya.&lt;br /&gt;
“Hi Ricky.., sorry aku langsung main tancap nich.” kataku, Ricky hanya tertawa saja padaku.&lt;br /&gt;
“Gimana Roll, oke punya?” tanya Ricky sambil melirik Lina yang masih terbaring di ranjang.&lt;br /&gt;
“Excellent..!” jawabku sambil berdiri di depannya tanpa sadar bahwa aku lagi telanjang bulat dan tegang.&lt;br /&gt;
“Roll, kenalkan ini cewekku yang kubilang si Judith itu,” ucap Ricky sambil tangannya berbalik memegang kepalanya Judith.&lt;br /&gt;
Segera aku menghampirinya dan mengulurkan tanganku yang disambut oleh cewek itu.&lt;br /&gt;
Kami berjabat tangan, terasa dingin sekali tangannya, dan dia menengok ke tempat lain, sementara aku menatapnya tajam. Untunglah Ricky tidak sadar akan perubahan diantara aku dengan cewek ini. Lalu si Judith ini bangun sambil melingkari tubuhnya dengan handuk, kemudian berjalan ke kamar mandi diiringi oleh tatapan mataku, melihat betis kakinya yang panjang indah itu yang dulu selalu kukagumi.&lt;br /&gt;
Tidak sadar aku menarik nafas, terus Rudy mempersilakan aku dan Lina kembali melanjutkan permainan yang tertunda itu. Kami kemudian melakukan foreplay sebelum acara yang utama itu. Kulihat sekilas ke sebelah, Judith sudah balik dari kamar mandi dan memperhatikan aku dan Lina yang sedang bertempur dengan seru, Lina mengimbangiku tanpa terlalu berisik seperti Judith tadi. Lina mengangkangkan kedua kakinya lebar-lebar dan kusodok lubang vaginanya dengan penuh semangat. Maklumlah, dua bulan di laut tidak pernah menyentuh wanita sama sekali.&lt;br /&gt;
Sampai akhirnya kami berdua pun sama-sama keluar, aduuh.. nikmatnyaa… Kuciumi buah dada yang penuh keringat itu dan bibir-bibirnya yang tipis itu, kulitnya benar-benar bersih mulus dan akhirnya kami terbaring membisu sambil terus berpelukan mesrah dan tertidur. Waktu itu sudah jam dua belas tengah malam.&lt;br /&gt;
Ketika aku terbangun, rupanya Lina tidak tidur, dia malah asyik memandangiku. Kulihat ke sebelah, Rudy dan Judith masih terlelap, hanya selimutnya sudah tersingkap. Rudy tidur sambil memeluk Judith dan keduanya masih telanjang bulat. Paha Judith yang mulus sexy itu membuatku jadi terangsang kembali dan terus saja memandangnya dari jauh.&lt;br /&gt;
“Dia cantik ya..?” lalu Lina berbisik padaku, aku hanya mengangguk kepala.&lt;br /&gt;
“Cantik, sexy.. tapi milik banyak orang..” tambah Lina lagi.&lt;br /&gt;
“Dia temanmu kan..?”&lt;br /&gt;
“Kita satu fakultas dulu, dan sama-sama wisuda, setahu gua dia dulunya nggak suka main sama laki, tapi dia melayani tante-tante senang yang suka nyari mangsa di kampus.”&lt;br /&gt;
“Maksud kamu Judith itu lesbian..?”&lt;br /&gt;
“Yah gitu lah, tapi dia juga pacaran waktu itu, terakhir dulu gua dengar dia lama main ama orang cina dari Hongkong.”&lt;br /&gt;
“Bisa jadi dia pernah lesbong, soalnya liat tuh puting susunya udah besar dan panjang lagi, kayak ibu-ibu yang pernah menyusui.” kataku.&lt;br /&gt;
“Pak Rudy ini cuman salah satu dari koleksinya, dia juga suka main ama orang bule dari Italy, terus dia juga ada main sama Pak XXX (orang penting).”&lt;br /&gt;
“Lina kok tau semuanya..?”&lt;br /&gt;
“Soalnya gua sering jalan bareng dia, kalo dia dapat order sering dia bagi-bagi ama gua, orangnya paling baik juga sosial ama temen.” sambung Lina lagi.&lt;br /&gt;
Sementara Lina tidak tahu kalau aku dan Judith juga sudah lama kenal.&lt;br /&gt;
Tiba-tiba Judith menggerakkan badannya membuat bagian perutnya yang tadinya terselimut kini terbuka, gerakannya itu membangunkan Rudy yang melihat buah dadanya begitu menantang langsung mulutnya beraksi, dari buah dada Judith turun terus ke bawah membuka lebar pahanya Judith dan menjilati bibir vaginanya. Aku langsung bangun dan menghampiri ranjang keduanya dan memperhatikan dari dekat Rudy menjilati bibir kemaluan Judith dan menguakkannya. Nampak lubang kemaluan Judith yang memerah terbuka cukup besar. Sementara bulu kemaluannya kelihatan seperti dicukur bersih, licin seperti vagina seorang bayi.&lt;br /&gt;
Melihatku memperhatikannya dengan serius, Rudy lalu bertanya.&lt;br /&gt;
“Kamu suka Roll..? Kita tukaran aja sekarang, aku ama Lina.”&lt;br /&gt;
Lalu Rudy bangun dan pindah ke ranjang sebelah, dan aku segera menggantikan tempat Rudy tadi, tapi betapa terkoyaknya hatiku saat itu. Benar-benar tidak pernah kukira akan mengalami pertemuan kembali yang begini dengan Judith. Aku berbaring sambil mendekap tubuhnya pelan-pelan, seolah takut jangan sampai dia terbangun. Mulutku melahap buah dadanya, menghisap puting susunya yang besar dan panjang itu, tanganku pelan turun ke bawah mengusap selangkangannya, terus memegang vaginanya sambil mencium pipinya, mengulum bibir-bibirnya. Judith mendesah dan menguap sambil menggerakkan badannya, tapi tidak bangun. Aku pun terus melanjutkan aksiku.&lt;br /&gt;
Ketika dia berbalik tertelungkup, segera kupegang pantatnya dan menguakkannya. Nampaklah lubang duburnya yang sudah terbuka itu, merah kehitam-hitaman, kira-kira berdiameter satu senti. Tapi betapa hatiku begitu penuh kasih padanya, pelan-pelan lidahku menjulur ke lubang pantatnya itu dan kujilati pelan-pelan. Tiba-tiba Judith menggerakkan pantatnya, rupanya terasa olehnya sesuatu yang nikmat di pantatnya. Aku terus saja menjilatinya, lalu dia merintih dan menarik napas panjang dan mendesah.&lt;br /&gt;
“Aduuhh.. enak Rudy, terus Sayang.. lidahnya terus mainkan.., duuh.. enaakk..!” desahnya pelansambil semakin kuat menggoyangkan pantatnya, sementara rudalku sudah tegang sekali.&lt;br /&gt;
“Rudy.., jellynya.. jellynya dulu.. baru masukin yaa..!”&lt;br /&gt;
Aku tidak tahu dimana jellynya, lalu kuludahi saja banyak-banyak sampai lubang duburnya itu penuh dengan ludahku dan kuarahkan rudalku ke arah sasarannya, dan mulai menyentak masuk pelan-pelan.&lt;br /&gt;
“Aaacchh..!” dia mendesah.&lt;br /&gt;
Sekali hentak langsung masuk tanpa halangan, kudorong terus rudalku, tangan kananku melingkari lehernya. Dia menarik napas panjang sambil mendesah tertahan, sementara rudalku sudah semuanya masuk tertanam dalam liang pelepasannya yang cengkeramannya sudah tidak terasa lagi. Tangan kiriku memainkan klitorisnya, sambil mencium pipinya kemudian melumat bibirnya. Berarti Judith ini sudah biasa disodomi orang, hanya lubangnya belum terbuka terlalu besar. Aku mulai menarik keluar kembali dan memasukkan lagi, dan mulai melakukan gerakan piston pelan-pelan pada awalnya, sebab takut nanti Judithnya kesakitan kalau aku langsung main hajar dengan kasar.&lt;br /&gt;
Aku tahu bila dalam keadaan normal seperti biasa, tidak akan pernah aku dapat menyentuh tubuhnya ini. Selagi aku mengulum lidahnya itu, Judith membuka matanya, terbangun dan kaget melihat siapa yang lagi menyetubuhinya. Judith mau bergerak bereaksi tapi kudekap dia kuat-kuat hingga Judith tidak mungkin dapat bergerak lagi, dan aku mulai menghentak dengan kekuatan penuh pada lubang duburnya yang memang sudah dol itu.&lt;br /&gt;
Batang rudalku masuk semua tertancap di dalam lubang duburnya dan masuk keluar dengan bebasnya menghajar lubang dubur Judith dengan tembakan-tembakan gencar beruntun sambil mendekapnya kuat-kuat dari belakang meremas payudaranya dengan gemasnya dan mengigit tengkuknya yang sudah basah oleh keringatnya itu. Secara reflex Judith mengoyang pinggulnya begitu merasakan batang kemaluanku masuk, dan mendesah mengerang dengan suara tertahan. Keringat deras bercucuran di pagi yang dingin itu. Seperti kuda yang sedang balapan seru, dia merintih lirih diantara desahan napasnya itu dan mengerang. Judith semakin menggoyang pantatnya seperti kesetanan oleh nikmat yang abnormal itu.&lt;br /&gt;
Sepuluh menit berlalu, lubang duburnya Judith rasanya sangat licin sekali, seperti main di vagina saja. Dan Judith meracau mendesah dan menjerit histeris, wajahnya penuh keringat yang meleleh. Kubalikkan tubuhnya, kini Judith sudah tidak melawan lagi, dia hanya tergeletak diam pasrah ketika kualasi bantal di bawah pantatnya. Dia mengangkat kedua kakinya yang direntangkan dan memasukkan lagi rudalku ke dalam lubang duburnya yang sudah terkuak itu. Seluruh batang rudalku basah oleh cairan kuning yang berbuih, itu kotorannya Judith yang separuhnya keluar meleleh dari lubang duburnya itu. Bagi orang yang tidak biasa dengan anal sex ini pasti akan merasa jijik.&lt;br /&gt;
Kini wajah kami berhadapan, kupegang kepalanya supaya dia tidak dapat berpaling ke kiri ke kanan. Dan kulumat-lumat bibir-bibirnya, sepasang gunung buahdadanya terguncang-guncang dengan hebatnya, lehernya dan dadanya basah oleh keringatnya yang bercampur baur dengan keringatku. Dan inilah yang namanya kenikmatan surga. Pipi-pipinya telah memerah saga oleh kepanasan. Aku semakin keras lagi menggenjot ketika mengetahui kalau Judith mau mencapai puncak klimaksnya. Seluruh tubuhnya lalu jadi mengejang, dan suaranya tertahan di ujung hidungnya, Judith ini benar-benar histeris pikirku. Mungkin juga dia ini sex maniac.&lt;br /&gt;
Judith mulai bergerak lagi dengan napas yang masih tersengal-sengal sambil mendesah.&lt;br /&gt;
“Terus ung.. teeeruus.. aku mau keluar lagi..!” desahnya.&lt;br /&gt;
Benar saja, Judith kembali menjerit histeris seperti kuntilanak, seluruh tubuhnya kembali mengejang sambil wajahnya menyeringai seperti orang menahan sakit yang luar biasa. Butiran keringatnya jatuh sebesar biji jagung membasahi wajahnya, peluh kami sudah bercampuran. Kupeluk erat-erat tubuhnya yang licin mengkilap oleh keringat itu sambil menggigit-gigit pelan daun telinganya agar dia tambah terangsang lagi.&lt;br /&gt;
Akhirnya dia jatuh lemas terkulai tidak berdaya seperti orang mati saja. Tinggal aku yang masih terus berpacu sendiri menuju garis finish. Kubalikkan lagi tubuh Judith tengkurap dan mengangkat pantatnya, tapi tubuhnya jatuh kembali tertelungkup saja, entah apa dia sangat kehabisan tenaga atau memang dia tidak mau main doggy style. Kuganjal lagi bantal di bawah perutnya dan mulai menhajarnya lagi, menindihnya dari atas punggungnya yang basah itu. Tapi keringatnya tetap berbau harum. Napasnya memburu dengan cepatnya seperti seorang pelari.&lt;br /&gt;
“Aduh.. aduuh.. aku mau beol.. nich.. cepeet dikeluarin.. nggak tahan nich..! Ituku udah mo keluar nich..!” desahnya.&lt;br /&gt;
Dadanya bergerak turun naik dengan cepatnya. Tapi aku tidak perduli, soalnya lagi keenakan, kutanamkan kuat-kuat batang kemaluanku ke dalam lubang pantatnya, dan menyemprotkan spermaku begitu banyaknya ke dalam lubang analnya itu.&lt;br /&gt;
“Aduh.. aduuh.., aku mau beol.. nich.. cepeet nggak tahan nich.., udah mo keluar nich..!” desahnya.&lt;br /&gt;
“Aaacchhh.. aach..!” Judith menjerit lagi.&lt;br /&gt;
Ada dua menit baru kucabut batang kemaluanku. Dan apa yang terjadi, benar saja kotorannya Judith ikut keluar bersama rudalku, dan menghambur padaku. Terasa hangat kotorannya yang mencret itu. Hal itu juga berhamburan pada seprei tempat tidur. Praktis kami berenang di atas kotoran tinjanya yang keluarnya banyak sekali itu. Sementara aku lagi menikmati orgasmeku, kudengar suaranya Judith seperti orang yang sedang sekarat, dan napasnya mendengus. Anehnya aku sama sekali tidak merasa jijik, walaupun aku dengan sudah belepotan oleh tinjanya.&lt;br /&gt;
Kami tetap saja berbaring diam sambil terus berpelukan. Napasnya masih tersengal-sengal. Dadanya bergerak naik turun seperti orang yang benar-benar kecapaian. Kucium pipinya yang basah oleh keringatnya, dan menjilati keringat di lehernya yang putih mulus itu. Batinku terasa puas sekali dapat mencicipi tubuh indah ini, walaupun dia ini hanya seorang pelacur saja. Judith pun tetap berbaring diam tidak bergerak walaupun semua bagian bawah tubuhnya sudah berlumuran oleh tinjanya. Dia sepertinya sudah seperti pasrah saja atas semua yang sedang terjadi pada dirinya. Bola matanya menatap kosong ke dinding kamar. Aku membalikkan kepalanya agar menatapku, terus kuhisap bibirnya pelan dan mencium di jidatnya. Tampak senyum di wajahnya, dia seperti senang dengan sikapku ini. Dia menatapku dengan wajah sayu dan letih.&lt;br /&gt;
“I love you Judith..” ucapku tanpa sadar.&lt;br /&gt;
Dia hanya mendengus, menggerakan hidungnya yang mancung itu sambil bola matanya yang hitam bening itu menatapku tajam. Kucium lagi pipinya.&lt;br /&gt;
“Judith.., dari dulu aku tetap cinta kamu..” bisikku di telinganya.&lt;br /&gt;
“Walaupun harus hidup dengan berlumuran tinja seperti ini..?” jawabnya seperti menyindirku.&lt;br /&gt;
“Kita mesti keluar dari kubangan tinja ini Judith..,” kataku, “Kita bersihkan tubuh kita dan kita memulai hidup kita yang baru.”&lt;br /&gt;
Dia tidak menjawab, malah mendorongku ke samping dan dia melompat bangun bergegas menuju kamar mandi diiringi suara ketawa dari Rudy dan Lani.&lt;br /&gt;
Sisa-sisa kotoran di bokong pantatnya itu mengalir turun di paha dan betis kakinya dan ruangan itu telah dipenuhi oleh bau kotoran yang keluar dari dalam perutnya Judith ini. Aku pun berlari ke kamar mandi dan membantu Judith membersihkan badannya dengan air dan bantu dia menyirami tubuhnya dan menyabuni seluruh tubuhnya sampai ke selangkang dan kemaluannya terus sampai pada lubang pantatnya semua kusabuni dan kubilas sampai benar-benar bersih. Barulah kemudian aku mandi. Judith nampaknya senang dengan perlakuanku yang mengistimewakan dirinya itu, dan dia pun membantuku mengelap badanku dengan handuk.&lt;br /&gt;
Kemudian kami kembali ke kamar, aku menarik keluar seprei yang telah penuh dengan kotoran itu, membungkusnya dan melemparnya ke kamar mandi. Judith duduk di kursi mengawasiku bekerja sambil senyum-senyum malu. Aku menatap tubuhnya yang tinggi atletis ini dengan penuh rasa pesona dan syukur. Namun sama sekali tidak kusanga bahwa nanti dalam waktu yang tidak lama lagi dia akan menjadi isteriku. Dan sedikitpun aku tidak menyesal memperisteri Judith, sekalipun dia itu hanyalah seorang bekas wanita nakal, bekas ayam kampus.&lt;br /&gt;
Kami kembali lagi ke atas tempat tidur dan berusaha untuk tidur, padahal hari sudah pagi. Kami tidur berpelukan. Dia menyembunyikan kepalanya di dalam dadaku yang sedang bergemuruh dengan hebatnya itu, dan kami terlelap dalam tidur. Aku hanya dapat tertidur beberapa saat saja, kemudian sudah terbangun lagi, di sampingku Judith masih tertidur lelap, mungkin sebab saking capeknya dia ini. Pelan aku bangun untuk duduk sambil memperhatikan dia dalam ketidurannya, di bibirnya tersungging senyum, sepertinya dia merasa bahagia dalam hidup ini. Rambutnya yang lebat hitam panjang itu tergerai di atas bantal.&lt;br /&gt;
Pelan kusingkap kakinya hingga terbuka lebar, dan tanganku mengusap pahanya yang ditumbuhi bulu-bulu halus itu. Benar-benar merangsangku paha mulus yang bersih ini. Menguakkan bibir vaginanya yang telah ke biru-biruan itu pertanda bahwa dia telah banyak sekali melakukan persetubuhan. Dan kulihat lubang vaginanya yang telah terbuka menganga seperti lubang terowongan turun ke dalam rahimnya. Lalu kujulurkan lidahku untuk membuka vaginanya itu dengan penuh perasaan. Kujilati juga klitorisnya, membuatnya jadi tergerak mungkin oleh rasa enak di klitorisnya itu. Tapi hanya sampai disitu saja. Aku tidak tega untuk membangunkannya dari kelelapan tidurnya yang manis itu.&lt;br /&gt;
Siangnya kami checked out dari Hotmen itu. Dalam mobil aku dan Judith duduk di belakang. Dia tidak pernah berbicara sampai kami tiba di depan rumahnya Lina di Tebet timur, keduanya turun di sini, padahal Judith rumahnya di jalan Kalibata utara.&lt;br /&gt;
Setelah berlalu dari situ, aku bertanya kepada Rudy kenapa tidak membayar keduanya. Rudy bilang biasanya uangnya itu di transfer ke rekening keduanya masing-masing. Dan esoknya hari Senin aku mentransfer uang ke rekening Judith sebesar lima ratus ribu rupiah. Kenangan manis yang tidak terlupakan bagiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
TAMAT&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maaf! Ini bukan ajang balas dendam dengan mencantumkan no HP orang yang dibenci.Mohon pengertiannya!&lt;br /&gt;
&amp;gt;&amp;gt;Kami  menunggu cerita dari anda,&amp;gt;&amp;gt;Cerita harus panjang dan langsung  TAMAT.&lt;br /&gt;
&amp;gt;&amp;gt;Nama dan Email pengirim akan kami cantumkan di bawah Judul  cerita yang anda kirim.&lt;br /&gt;
&amp;gt;&amp;gt;Kirimkan cerita anda ke email di  bawah.Email : Andry.farera@gmail.com&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Luv Me Hug Me Fuck Me&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Adikku Pembobolku&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;aku pacaran dengan Dian&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;di bangku kelas 3 SMP&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;gadis berumur 18 tahun&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;kehilangan perawan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Keponakanku Nina&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Masa kecil saya di Palembang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;hubungan dengan Kakak beradik&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gang yang tak Pernah Sadar di Purwokerto...&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;HATI2 WAKTU DI WC...&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;KELUARGA BERENCANA...&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;KeHiDuPaN MaLaM Di PuRWoKeRTo...&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
,kM BiZa LiaT di :&lt;br /&gt;
http://ceritapengalamansex.blogspot.com/&lt;br /&gt;
http://andryfarera.blogspot.com/&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Web Design © Andry Purwokerto - Indonesia.&lt;br /&gt;
All Rights Reserved. 2007-2012&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/feeds/6516304593620633779/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/2011/10/tukar-pasangan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8402305717301042857/posts/default/6516304593620633779'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8402305717301042857/posts/default/6516304593620633779'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/2011/10/tukar-pasangan.html' title='Tukar pasangan'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjUQEMH_W6SgfXsJH2XcCq61eptQvL3V_XbX0zYJ4YezuOx2DfsWO6-cZff0tOAuoAeuK4IlfLEuKbKDNBCEdmEgINKI_74beKe5k6vXJ3JhMSZvz0LO-1vx-2He8GDQFFqymaL5z8H90_C/s72-c/SDC14977.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8402305717301042857.post-7527201623317851159</id><published>2011-10-27T13:43:00.000-07:00</published><updated>2011-10-27T13:43:10.419-07:00</updated><title type='text'>Hubungan seks antara kakak-beradik...</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipz8Oq1awD11G9tftSAXOJADhx19M81U2QPUgvbCjCDQJRZBhDphNwyIXIejl9ZuHMzft5KPvHJCLpBecEg_4FV-EvwXAIs-6FS-pQ6CtGbYZdQCqpHH0YH5curocA2PCqgHiho7DSkZbI/s1600/SDC14789.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipz8Oq1awD11G9tftSAXOJADhx19M81U2QPUgvbCjCDQJRZBhDphNwyIXIejl9ZuHMzft5KPvHJCLpBecEg_4FV-EvwXAIs-6FS-pQ6CtGbYZdQCqpHH0YH5curocA2PCqgHiho7DSkZbI/s320/SDC14789.JPG&quot; width=&quot;267&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Cerita ini melibatkan saya dan adik kandung saya. Nama saya Andy, saat ini saya pria berumur 26 tahun. Sedangkan adik saya bernama Rindy, berumur 23 tahun. Cerita ini berawal ketika saya berumur 10 tahun, dimana saya mulai menyukai cerita-cerita yang berhubungan dengan seks. Pada umur tersebut saya juga sudah terbiasa melakukan masturbasi. Pada suatu ketika, saya melihat berita di sebuah surat kabar tentang hubungan seks antara kakak-beradik. Saya telah sudah sering membaca tentang berbagai cerita seks, tetapi baru kali ini antara saudara sendiri. Ini merupakan cerita yang sangat menarik. Setiap mengingat cerita tersebut, saya menjadi semakin tertarik. Karena cerita tersebut, sepertinya dapat diwujudkan. Pada saat itu, saya menempati ruangan tidur yang sama dengan adikku, Rindy. Hanya saja menempati ranjang yang berbeda, namun jaraknya hanya sekitar 2 meter. Suatu malam sekitar pukul 00.30, saya terbangun sementara tampaknya semua orang di rumah ini sudah tertidur. Aku lihat Rindy juga tertidur pulas. Selimutnya tersingkap sebagian pada bagian paha. Sementara kedua kakinya membentang, sehingga celana dalamnya terlihat. Hal ini membuat saya menjadi bernafsu, apalagi jika mengingat cerita tentang hubungan seks kakak-beradik.&lt;br /&gt;
Perlahan saya turun dari tempat tidur, dan mendekati ranjang Rindy. Saya ingin memastikan bahwa ia tertidur pulas, dengan menggelitik telapak kakinya. Dan ternyata ia tertidur pulas. Tak tahan lagi, saya sentuhkan jari-jari saya ke CD Rindy yang menutupi vaginanya. Semakin lama sentuhan yang saya berikan semakin keras menekan, dan rindy tetap tertidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasa kurang puas, saya mencoba menyentuh langsung vagina Rindy dengan memasukkan tangan saya ke dalam CD-nya melalaui bagian perut. Tangan saya bergetar cukup keras.Saya tidak perduli, dan akhirnya saya dapat menggapai vagina Rindy secara langsung. Saya remas-remas. Dan jari-jari saya merasakan celah. Setelah beberapa saat, merasa kurang puas, saya keluarkan tangan saya dan bermaksud membuka CD yang dikenakan Rindy. Dengan kedua tangan, perlahan saya turunkan CD-nya. Ketika sebagian vagina mulai terlihat, usaha untuk menurunkan lebih jauh agak sulit.Dengan usaha lebih tekun akhirnya, saya berhasil menurunkan CD Rindy sampai seluruh bagian vagina terlihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak tahan lagi, saya ciumi vagina Rindy. Kemudian saya mencoba mencari lubang yang sering saya dengar, tempat&lt;br /&gt;
melakukan hubungan seks. Saya pikir ada di bagian depan, ternyata pikiran saya selama ini salah. ternyata posisi&lt;br /&gt;
yang sebenarnya ada di bagian bawah. Kembali saya ciumi dan jilati vagina rindy sampai pada bagian lubang. Saya&lt;br /&gt;
sudah benar-benar tidak tahan lagi. Saya lepaskan celana saya, dan perlahan naik ke ranjang Rindy. Sementara tangan kanan menahan tubuh, tangan kiri mengarahkan penis ke lubang vagina. Tampaknya tidak mungkin. Saya mencoba memasukkan dari depan, padahal lubang ada di bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara saya berusaha, tiba-tiba tubuh Rindy bergerak. Karena takut ketahuan, saya cepat-cepat bangun dan merapihkan kembali CD Rindy. Mengenakan celana saya dan kembali ke ranjang. Dan kembali tidur.&lt;br /&gt;
Pengalaman pada malam tersebut, terkenang selalu. Bahkan pada saat belajar di sekolah. Membuat saya selalu&lt;br /&gt;
menunggu datangnya malam, saat dimana semua orang tertidur. Selama beberapa malam saya melakukan usaha serupa,&lt;br /&gt;
tapi selalu gagal ketika takut Rindy terbangun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai suatu malam ketika saya benar-benar sangat bernafsu. Saya sudah melepaskan CD Rindy dan saya sudah tidak mengenakan celana dan baju. Benar-benar bugil. Saya sudah bulatkan tekad untuk melakukannya malam ini. Perlahan saya menaiki ranjang Rindy. Kedua kaki Rindy, saya rentangkan lebar-lebar. Saya ciumi vagina Rindy sepuas hati. Ketika bosan, saya mulai arahkan penis saya ke vagina Rindy. Ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Sulit sekali mengarahkan penis ke vagina. Ketika penis saya mulai memasuki vagina, saya semakin terangsang. Apapun yang terjadi saya harus berhasil malam ini. Saya dorong penis saya semakin memasuki vagina Rindy. Pada suatu saat terasa agak sulit, namun saya terus memaksa. Sampai seluruh penis saya masuk ke dalam vagina Rindy.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua usaha saya tersebut, membuat Rindy terbangun. Mungkin saya pikir membuat rasa sakit pada Rindy. Ia&lt;br /&gt;
bingung dengan apa yang terjadi. Ia merintih dan mulai memprotes apa yang saya lakukan. Namun saya berkata kepada Rindy, &#39;Sst.., jangan berisik dan dimarahin mami. Kalo malam-malam berisik nanti dijewer lho&#39;. Mendengar komentar saya tersebut, ternyata Rindy langsung diam - hanya kadang-kadang merintih menahan sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya terus menggoyang pinggan saya, mendorong penis masuk dan keluar dari vagina Rindy. Karena baru pertama kali, permainan saya hanya berlangsung tidak sampai 2 menit. Saya istirahat sebentar. Dan Rindy pun karena lelah, juga kembali tertidur. Setelah beberapa saat, penis saya mulai bangkit lagi. Kembali aku peluk Rindy, dan aku arahkan penis saya ke vagina Rindy. Kembali vagina Rindy digesek oleh penis saya. Untuk permainan kedua, saya bisa bertahan sampai 3 menit - sampai akhirnya saya kelelahan lagi. Malam itu saya melakukan sampai 3 kali. Setelah itu saya rapihkan pakaian rindy dan juga pakaian saya. Dan kembali tidur di ranjang masing-masing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak malam itu, hampir setiap malam saya melakukan hubungan seks dengan Rindy. Pada awalnya Rindy hanya&lt;br /&gt;
menerima apa yang saya lakukan, tetapi setelah setahun tampaknya Rindy mulai menyukainya. Karena ketika saya&lt;br /&gt;
tertidur, Rindy datang ke ranjang saya dan memegang penis saya. Selama 4 tahun, saya menyetubuhi Rindy dengan leluasa. Tapi ketika ia menginjak 11 tahun, saya tidak bisa leluasa seperti dulu, karena salah-salah bisa saja dapat mengakibatkan Rindy hamil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika saya berumur 12 tahun (Rindy 9 tahun), kami sering mencari kesempatan selain pada malam hari. Ketika hari libur, dimana papi ke kantor dan mami ke pasar. Tapi yang paling kami sukai ketika hari libur, papi dan mami pergi mengunjungi saudara atau ada undangan. Karena bisa seharian kami memuaskan diri melakukan hubungan seks. Bahkan seharian itu, kami sama-sama tidak mengenakan pakaian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika leluasa, kami melakukan seks di kamar kami (tapi sejak saya umur 12 tahun, kamar kami terpisah), kamar mami-papi, di ruang tamu, ruang keluarga atau bahkan di kebun belakang yang tertutup. Mungkin yang paling menggairahkan adalah ketika kami bercinta di kebun belakang. Di atas rumput jepang yang hijau rapih. Dengan atap langit, ditiup angin alami. Bahkan kami pernah melakukannya di saat hujan deras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai saat ini kami tetap melakukannya secara kontinyu. Walau kami masing-masing mempunyai pacar, tetapi hubungan kami tetap berlangsung. Jika di rumah tidak ada kesempatan kami biasanya melakukannya di sebuah hotel. Rupanya hubungan antara saya dan Rindy, ada orang lain yang mengetahui, yaitu Melly, salah seorang adik saya. Pada saat itu saya berumur 24 tahun, Rindy 21 tahun dan Melly 19 tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kejadiannya ketika saat kedua orang tua kami mengunjungi saudara di luar kota selama 3 hari. Di rumah saya dan kedua adik saya. Seperti biasa setiap ada kesempatan saya dan Rindy mempunyai keinginan untuk bercinta. Saat itu Melly hari Sabtu pukul 8.30 dan Melly masih tertidur. Saya dan Rindy saling berpelukan di ruang keluarga. Saya ciumi payudaranya, perut dan lehernya secara begantian. Sementara itu tangan saya melakukan gerilya di balik CD yang dikenakan Rindy, menelusuri gunung dan lembah di balik CD.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beberapa lama melakukan pemanasan, saya mulai melepas daster dan CD yang dikenakan Rindy. Ia terlentang dalam posisi tanpa busana. Sementara saya membuka seluruh pakaian saya, Rindy merentangkan kakinya lebar-lebar dan menggosok-gosok vaginanya dengan tangannya. Saya segera peluk rindy dengan penuh nafsu, kami saling berpeluk erat dan meraba. Penis, saya gesek-gesekan pada bagian luar vagina Rindy. Dada saya menekan keras pada payudara. Bibir kami saling memagut, dan lidah kami saling merasakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika cukup lelah kami bergulat, saya mulai arahkan penis saya yang berukuran 15 cm dan diameter 1,25 inch. Perlahan memasuki liang vagina Rindy. Tiba-tiba saja kaki Rindy melingkar dan menekan di pinggang saya. Dimulai dengan perlahan, saya menggerakan penis masuk dan keluar. Bunyi becek yang kami hasilkan membuat saya menjadi lebih bernafsu. Saya lebih percepat lagi gerakan masuk dan keluar. Hal ini membuat Rindy tambah bernafsu juga, sehingga ia mendesah dengan suara yang tidak bisa dibilang kecil. Kami saling berpelukan, kedua tangan kami masing-masing saling melingkar, menekan punggung. Kaki Rindy melingkar di pinggang saya. Sementara saya mengambil posisi bertumpu pada lutut yang menekuk. Setiap hentakan pinggul saya mendorong, selain menghasilkan bunyi becek juga menghasilnya bunyi hentakan karena paha saya dan bokong Rindy beradu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun saya berusaha menahan nafsu, karena saya tidak ingin orgasme lebih dulu sebelum rindy. Saya coba konsentrasi. Sementara bunyi desahan dan erangan rindy sudah mulai bermacam dan semakin keras. Ketika saya harus berkonsentrasi dan Rindy sudah hampir mencapai orgasme, saya menyadari ternyata dua meter dari posisi saya dan Rindy telah berdiri Melly. Tentu ia tahu apa yang sedang kami lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, saya kaget dan membuat konsentrasi saya pecah. Penis saya melemah, dan membuat gerakan masuk dan keluar terganggu. Hal ini membuat tanda tanya bagi Rindy yang sudah hampir mencapai orgasme. Rindy memperhatikan pandangan saya, dan ia baru menyadari bahwa ada yang memperhatikan aktifitas kami. Namun karena Rindy sedang pada puncak nafsunya, ia hanya berkata, &#39;Biarin aja, ayo dong terusin. Ngga tahan nih&#39;, sambil berusaha membangunkan kembali penis saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar ucapan Rindy, membuat saya kembali konsentrasi dan membangunkan kembali penis. Aktifitas kembali normal, saya terus menggoyang Rindy. Ketika Rindy benar-benar hapir orgasme, tiba-tiba saja ia mendorong tubuh saya sehingga saya terduduk. Sementara penis saya tetap di dalam vagina Rindy, ia juga mengambil posisi duduk dan tetap memeluk saya. Seperti kegilaan, Rindy mengangkat dan menjatuhkan tubuhnya di atas penis saya. Setelah beberapa detik, saya merasakan sesuatu yang panas mengalir menyelimuti penis saya. Rupanya Rindy sudah orgasme. Saya baringkan kembali tubuh Rindy, dan saya guncang tubuhnya lebih keras. Tubuhnya bergetar hebat karena hentakan yang saya berikan. Setelah satu menit, saya mulai merasa akan keluar. Saya benamkan penis saya dalam-dalam ke vagina Rindy. &#39;Mmm ..&#39;, suara Rindy bersamaan dengan saat sperma saya membanjiri vaginanya. Saya tidak khawatir, karena Rindy sudah minum pil. Kami berpelukan beberapa saat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika permainan selesai, ternyata Melly masih tetap di tempat pada saat saya melihat dia. Ia masih memandangi kami. Ketika Rindy melihat dan menyapanya, tiba-tiba saja Melly lari ke kamarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*****&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dan Rindy membawa pakaian kami masing-masing dan menuju kamar mandi untuk bersih-bersih. Di kamar mandi pun, kami masih sempat saling memberi sentuhan. Selesai mandi, Rindy masuk ke kamarnya dan saya masuk ke kamar saya.&lt;br /&gt;
Baru beberapa saat tiduran di kamar, saya merasa ada seseorang yang membangunkan saya. Ketika saya lihat ternyata Melly. Ia bertanya, &#39;Kak Andy, kenapa sih koq dengan Kak Rindy? Saya sebenarnya tahu persis apa yang dimaksud. Untuk memastikan saya bertanya, &#39;Apa maksud Melly?&#39;. &#39;Kenapa koq Kak Andy melakukan hubungan seks dengan Kak Rindy. Dia kan adik kandung sendiri. Koq tega sih.&#39;, Melly menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya agak bingung untuk menjawab apa. &#39;Mel, Kak Andy sayang ke Kak Rindy dan begitu sebaliknya. Karena itu Kak Andy dan Rindy melakukan hal itu. Karena sama-sama suka. Kalo Kak Rindy ngga suka mana mungkin lah bakal terjadi kaya tadi. Iya kan.&#39;.&lt;br /&gt;
&#39;Tapi kan .. tapi kan ..&#39;, Melly terdiam.&lt;br /&gt;
&#39;Mel, Melly ngga mau kan ada keributan di rumah. Jangan bilang mami papi ya. Andy yakin, Melly mengerti apa yang dilakukan Andy dengan Kak Rindy. Dan itu sudah berlangsung lebih dari 12 tahun.&#39;, saya mencoba menenangkan suasana.&lt;br /&gt;
&#39;Apa, 12 tahun?&#39;, Melly tampak kaget dengan penjelasan saya. &#39;Jadi Kak Andy sudah melakukannya sejak kecil. Dan papi-mami ngga tahu.&#39;, enath mengapa hal ini membuat tampang Melly seperti orang bingung.&lt;br /&gt;
&#39;Kalo boleh Mel tahu, bercinta itu rasanya kaya apa sih? Katanya kalo gituan yang untung cuma cowok. Tapi koq banyak cewek yang suka juga.&#39;, tiba-tiba saja Melly menanyakan suatu yang membuat saya cukup kaget.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain, entah mengapa tiba-tiba saja pertanyaan tersebut membuat penis saya mengeras. Dari segi pisik, Melly memang lebih menggairahkan dibandingkan Rindy. Melly pada usia 19 tahun memiliki tinggi 164 cm dengan payudara yang menantang dan tubuh yang padat berisi. Ditambah pertanyaan &#39;Bagaimana rasanya&#39;, membuat saya berkeinginan bercinta dengan Melly. &#39;Susah untuk diceritakan, bagaimana kalo langsung dicoba?, saya memberanikan diri untuk menyatakan langsung. Melly hanya terdiam dan hanya tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah apa yang terjadi dengan saya, langsung Melly saya peluk. Saya berikan ciuman di leher dengan penuh nafsu. Walaupun saya agak canggung begitu pula dengan Melly, tapi karena nafsu membuat segalanya berjalan lancar. Saya raba seluruh bagian tubuh yang sensitif. Saat itu saya tidak ingin berlama-lama. Segera saya buka seluruh pakaian yang dikenakan Melly. Ia malu-malu menutup payudaranya dengan kedua tangan dan menyilangkan kakinya untuk menutup vaginanya. Ternyata Melly benar-benar menggairahkan dalam posisi tanpa busana. Saya pun melepas seluruh pakaian saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya dekati Melly, saya usap keningnya, dan tangan saya turun perlahan ke tangannya. Saya genggam tanggannya, berusaha melepaskan tanggannya yang menutupi payudaranya. Walau pada awalnya melawan, namun akhirnya melepaskan juga. Saya ciumi payudaranya yang kanan, sementara yang kiri saya remas-remas. Saya nikmati payudaranya dari dasar bukit sampai ke puncaknya. Saya setengah duduk pada perut Melly. Dengan kedua tangan saya meremas payudara kanan dan kirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#39;Hmm, Kak Andy sakit ih.&#39;, Melly berkomentar.&lt;br /&gt;
&#39;Kalo gitu berhenti ya?&#39;, saya tahu walaupun merasakan sedikit sakit Melly juga bisa menikmatinya. &#39;Jangan.. jangan dong ..&#39;, tiba-tiba saja Melly setengah berteriak. Dan saat ia sadar dengan teriakannya mukanya memerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya teruskan menikmati tubuh Melly. Lidah saya bergerak dari celah antara kedua payudara turun menjelajah perut. Dan turun lagi mengarungi hutan yang menutupi vagina Melly. Saya ciumi rambut yang menutupi vaginanya, sambil sesekali saya tarik dengan bibir dan lidah saya. Tanpa sadar, Melly melemaskan kedua kakinya membuat saya dengan mudah merentangkan kakinya lebar-lebar. Saya segera mengambil posisi di antara kedua kakinya. Kedua tangan saya mencoba membuka celah vagina Melly sampai lubang vaginanya terlihat. Segera saya cium dan jilati vagina Melly dengan penuh nafsu. Sesekali saya menggigit bagian luar vagina Melly. Saya tahu ini membuat melly kegelian sehingga sesekali mendorong kepala saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah lidah saya puas bermain, penis saya sudah tidak sabar. Saya ambil posisi duduk dengan kedua kaki saya direntangkan. Dan kedua kaki Melly saya letakkan di atas paha saya. Penis saya sudah di mulut vagina Melly. Untuk menenangkan, saya mengatakan, &#39;Mel, untuk pertama mungkin sakit tetapi sesudahnya ngga koq. Tahan ya?&#39;, dan Melly hanya terdiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala penis saya masukkan, perlahan namun pasti penis saya bergerak masuk. Samapi saat saya merasa ada yang menahan untuk maju lebih jauh. Saya tahu pasti itu selaput dara Melly. Tentu ia masih perawan. Waktu pertama dengan Rindy mungkin saya tidak mengerti, tapi pengalaman dengan pacar saya membuat saya tahu. Saya terus mendorong secara perlahan. Rasa sakit mulai mengganggu Melly, sesekali ia menggangkat tubuhnya dengan punggungnya. Tapi suatu kali karena sakit, ia menggerakan tubuhnya cukup keras. Hal ini membuat pinggulnya mendorong ke arah penis saya. Dan .. selaput dara Melly telah saya tembus. Ia merasakan sakit. Untuk sementara, saya diamkan sampai Melly tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia sudah tenang, saya masukan penis saya lebih jauh lagi. Sampai akhirnya seluruhnya masuk. Perlahan saya tarik keluar dan dorong lagi ke dalam. Kalau saya perhatikan, setiap penis saya masuk dan keluar, ada bagian vagian Melly yang terdorong dan keluar. Itu karena vagina Melly masih sangat sempit. Sungguh sangat erotis melihatnya. Saya lihat Melly menyukainya, walaupun masih terlihat ekspresi rasa sakit di wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil menggerakan penis saya keluar masuk vagina Melly, saya lumat payudaranya. Gerakan saya semakin bersemangat. Dorongan dan tarikan saya semakin cepat, mungkin karena sempitnya vagina Melly membuat saya lebih cepat orgasme. Tapi saya tidak berani menyebarkan sperma saya di dalam vagian Melly seperti saya lakukan pada Rindy. Ketika hampir saatnya, saya segera cabut dan saya gosok-gosokan pada bagian luar vaginanya sampai akhirnya meluap dan membanjiri permukaan vagina dan rambut-rambutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya sadar bahwa Melly belum merasa puas, segera saya masukan jari tengah saya ke dalam vaginanya. Saya gosok-gosokan sambil kepala saya rebahan di payudaranya. Setelah dua menit tubuh Melly seperti mengejang. Ia seperti meledak-ledak dan ia terdiam melepaskan kekejangan di ototnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jari saya benar-benar basah dibanjiri cairan dari dalam vaginanya. Saya oleskan ke penis saya, ke pangkalnya ke kepalanya dan lubang penis saya. Hal ini membangkitkan kembali penis saya. Saya berniat memasukkan kembali penis saya ke vagina Melly.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba saya dengar suara Rindy, &#39;Ehh jangan, kamu kan ngga tahu jadwalnya Melly. Nanti bahaya&#39;. Setelah itu ia melepaskan seluruh pakaiannya dan menyiapkan tubuhnya untuk saya. Sekali lagi saya bercinta dengan Rindy. Kali ini pertempuran berlangsung benar-benar lama. Setelah sama-sama sampai pada puncaknya saya terjatuh dan terlelap di atas tubuh Rindy, sementara penis saya masih di dalam vaginanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat saya sadar, ternyata Melly juga tertidur di samping saya dan Rindy. Sore itu aktifitas kami hanya bercinta, mandi, makan dan bercinta. Hari itu saya bercinta dengan Rindy sebanyak 3 kali dan dengan Melly 4 kali. Sampai pukul 23.00, dan terbangun pada hari Minggu pukul 9.30.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak saat itu, selain dengan Rindy saya juga bercinta dengan Melly. Keduanya adik kandung saya. Kami saling menyayangi. Kami masing-masing mempunyai kehidupan di luar rumah, seperti adanya yang lain. Tapi juga punya kehidupan di dalam rumah yang tersendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi pada saat ini saya, mempunyai aktifitas seks dengan tiga orang, yaitu Rindy, Melly dan pacar saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melly mempunyai seorang teman akrab, teman sekolah. Namanya Lili, orangnya cantik, sexy dan menggairahkan. Mereka saling bercerita tentang rahasia mereka masing-masing. Hanya antara mereka. Suatu ketika, saat saya sedang bercinta dengan Melly, ia menceritakan bahwa ia telah menceritakan aktifitas seks antara say dan Melly atau Rindy kepada Lili. Tapi ia menjamin bahwa, Lili akan menyimpan rahasia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu pada saat yang bersamaan, Melly juga mengatakan bahwa Lili punya rahasia. Yaitu Lili sering diminta ayahnya untuk melakukan hubugan seks. Cerita itu membuat saya semakin bernafsu menyetubuhi Melly. Dan Melly tampaknya tahu hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
TAMAT&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maaf! Ini bukan ajang balas dendam dengan mencantumkan no HP orang yang dibenci.Mohon pengertiannya!&lt;br /&gt;
&amp;gt;&amp;gt;Kami  menunggu cerita dari anda,&amp;gt;&amp;gt;Cerita harus panjang dan langsung  TAMAT.&lt;br /&gt;
&amp;gt;&amp;gt;Nama dan Email pengirim akan kami cantumkan di bawah Judul  cerita yang anda kirim.&lt;br /&gt;
&amp;gt;&amp;gt;Kirimkan cerita anda ke email di  bawah.Email : Andry.farera@gmail.com&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Luv Me Hug Me Fuck Me&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Adikku Pembobolku&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;aku pacaran dengan Dian&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;di bangku kelas 3 SMP&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;gadis berumur 18 tahun&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;kehilangan perawan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Keponakanku Nina&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Masa kecil saya di Palembang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;hubungan dengan Kakak beradik&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gang yang tak Pernah Sadar di Purwokerto...&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;HATI2 WAKTU DI WC...&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;KELUARGA BERENCANA...&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;KeHiDuPaN MaLaM Di PuRWoKeRTo...&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;,kM BiZa LiaT di :&lt;br /&gt;
http://ceritapengalamansex.blogspot.com/&lt;br /&gt;
http://andryfarera.blogspot.com/&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;Web Design © Andry Purwokerto - Indonesia.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;All Rights Reserved. 2007-2012&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/feeds/7527201623317851159/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/2011/10/hubungan-seks-antara-kakak-beradik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8402305717301042857/posts/default/7527201623317851159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8402305717301042857/posts/default/7527201623317851159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/2011/10/hubungan-seks-antara-kakak-beradik.html' title='Hubungan seks antara kakak-beradik...'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipz8Oq1awD11G9tftSAXOJADhx19M81U2QPUgvbCjCDQJRZBhDphNwyIXIejl9ZuHMzft5KPvHJCLpBecEg_4FV-EvwXAIs-6FS-pQ6CtGbYZdQCqpHH0YH5curocA2PCqgHiho7DSkZbI/s72-c/SDC14789.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8402305717301042857.post-806699768965509907</id><published>2011-10-27T13:36:00.000-07:00</published><updated>2011-10-27T13:36:18.217-07:00</updated><title type='text'>Saat ibuku berangkat ke Jogja,.</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhF3pAf2I9H1vqRJtrSYH8vPDgHxHRX3gS4QGqzX-gqYqSCrBhlxDB75JKrwp0YB__I8tll-FUTUKlxFgAXpkLPpj_UPysx3D1FgbibnQjUkCJiUkqHVJOX1CqlHRcJEOFMv2eQ5OqrLJlp/s1600/222404_108193609269053_100002352442610_91839_8324062_n.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;234&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhF3pAf2I9H1vqRJtrSYH8vPDgHxHRX3gS4QGqzX-gqYqSCrBhlxDB75JKrwp0YB__I8tll-FUTUKlxFgAXpkLPpj_UPysx3D1FgbibnQjUkCJiUkqHVJOX1CqlHRcJEOFMv2eQ5OqrLJlp/s320/222404_108193609269053_100002352442610_91839_8324062_n.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Malam Minggu tanggal 21 Agustus 2005 kemarin ibuku pergi kerumah temannya yang ada diyogyakarta tapi aku nggak mengerti apa urusan mereka. Yang penting aku ditinggalin &lt;br /&gt;
duit dan terutama bisa berduaan dengan pacarku yang bernama Ayu. Saat itulah kejadian yang benar benar nggak akan aku lupakan ini terjadi. Saat ibuku berangkat ke yogya sekitar jam 16.30 aku segera mengambil sepeda federalku dan pergi kerumah Fitri sahabat pacarku yang jarak rumahnya sekitar satu kiloan. Saat sampai dirumah Fitri aku langsung menyuruh Fitri menjemput Ayu sementara aku menunggu dirumahnya Fitri. Saat menunggu aku bermain dengan adik Fitri yang masih kelas 5 SD. Adik Fitri bernama Mala. Dia kelas 5 SD tapi sudah seperti anak kelas 3 SMP, bongsor dan sexy. Susunyapun sudah seperti anak remaja, ukurannya 32 A tapi fikiranya masih anak kecil. Tingginyapun sama hampir sama seperti kakaknya malahan tinggi Mala. Saat itu orang tua Fitri pergi keMatahari Klaten dan mereka berdua ditinggal pergi. Aku dan Mala bermain diruang tamu yang agak tertutup dari luar sambil nonton tv. Aku duduk disebelah Mala yang juga duduk disebelahku. Saat itu Mala memakai daster longgar dengan rok mini sepaha sehingga saat dia duduk seperti saat ini akan tersingkap. Paha mulusnya kelihatan hingga celana dalamnya yang berwarna putih kelihatan. Karena pemandangan itu kontolku langsung tegang mendesak celana jinsku.&lt;br /&gt;
&quot;Mala main pengantinan yuk&quot; ajakku berusaha untuk mencari cara agar dapat meraba tempik Mala atau susunya.&lt;br /&gt;
&quot;Mas In main apa sih?&quot; kata Mala nggak mengerti.&lt;br /&gt;
&quot;Sini, saat ini pengantin cowoknya sedang main sayang sayangan dengan pengantin ceweknya&quot; kataku sambil berusaha menariknya kepangkuanku menghadapku, diapun diam menurut. Saat sudah dipangkuanku rok mininya aku singkapkan agar kontolku pas ditempik Mala.&lt;br /&gt;
&quot;Lalu cowoknya mencium susu ceweknya seperti ini&quot; kataku sambil menurunkan tali dasternya yang longgar, mala diam saja. Aku melorotkanya sampai melewati tangannya lalu melepaskan daster atasnya. Ternyata Mala tidak memakai kaos dalam sehingga langsung telajang dada ketika dasternya aku pelorotkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bentuk susu kecil Mala sungguh luar biasa indahnya. Kecil mungil masih sebesar jambu biji dengan puting coklat mudanya mencuat sebesar biji kacang tanah. Sekitarnya coklat muda melingkar mengelilingi putting yang mencuat. Aku sungguh terpesona&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku lalu menunduk dan menjilat puting imut Mala dan kemudian mulai melumat lumatnya gemas.&lt;br /&gt;
&quot;Mhh mas In geli, susu Mala kok diisep sih&quot; katanya polos banget.&lt;br /&gt;
&quot;Kan yang cowoknya sayang sama ceweknya&quot; kataku lalu melanjutkan melumati susu Mala kanan kiri bergantian. Lama kelamaan Mala mulai menyukainya karena kepalaku dipeluknya erat erat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa dia sadari tanganku mulai meraba tempiknya yang masih terlapis celana dalam putih. Aku mulai meraba dari atas lalu mulai kebawah. Disaat sampai di depan lubangnya yang kecil dan juga pas didepan kontolku, aku membuka celanaku dan menarik keluar kontolku dari celana dalamku dan membiarkannya mengenai tempiknya. Aku lalu menyelipkan kontolku kedalam celana dalam Mala lalu menggesek gesekkannya pelan pelan. Mala nggak sadar karena keenakan susunya aku lumat lumat.&lt;br /&gt;
&quot;Mhhh mas In apa nih yang ngganjel&quot; katanya lalu tangannya memegang kontolku yang masuk kedalam celana dalamnya menggesekkan dengan tempik Mala.&lt;br /&gt;
&quot;Nggak apa apa Mala, saat ini cowoknya mau buat adik sama ceweknya&quot; kataku sambil terus menggesek gesekkan kontolku ditempik Mala. Tangan Mala aku naikkan lagi dan aku kembali melumat susu Mala dan juga mempetting Mala hingga kurasakan lama lama tempik Mala basah juga. Mungkin karena keringat atau cairan apa aku nggak tau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kudengar diluar ada becak yang datang didepan rumah Fitri. Kudengar juga suara ibunya Fitri sedang membayar ongkos becak. Aku lalu buru buru menurunkan Mala dan memasukkan kontolku kedalam celana dalamku lalu menutup resletingnya.&lt;br /&gt;
&quot;Mala naikkan dastermu nanti dimarahi mama lho tuh mama dateng&quot; kataku lalu menarik tali daster Mala keatas.&lt;br /&gt;
&quot;Iya mas, mama dah dateng&quot; kata Mala polos lalu keluar menghampiri mamanya.&lt;br /&gt;
&quot;Ahh syukurnya&quot; kataku dalam hati karena hampir saja ketahuan. Tenang deh ntar kamu juga dapet bagian juga kata hatiku sambil membelai kontolku yang masih ngaceng.&lt;br /&gt;
&quot;Eh Indra lagi nunggu Fitri yah, mana Fitri?&quot; kata mamanya Fitri ramah karena aku sudah sering main kesana&lt;br /&gt;
&quot;Lagi jemput Ayu bu lek&quot; kataku.&lt;br /&gt;
&quot;ooh ya sudah&quot; lalu Iapun masuk kekamarnya.&lt;br /&gt;
&quot;Mas lain kali main lagi yah kayak tadi&quot; kata Mala.&lt;br /&gt;
&quot;Iya sayang tapi jangan bilang siapa siapa yah&quot; kataku lalu meremas susunya yang kelihatan mengintip menggoda.&lt;br /&gt;
&quot;Ahhh mas In sakit tau&quot; kata Mala merengut sambil menutupi susunya.&lt;br /&gt;
&quot;Jangan bilang bilang yah&quot; kataku lalu Mala mengangguk dan menyusul mamanya kekamar. Aku kembali menunggu Fitri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak lama kemudian Fitri datang sambil membonceng Ayuku yang kusayang.&lt;br /&gt;
&quot;Eh say kamu sudah izin kalau mau nginap?&quot; tanyaku setelah Ayu datang dan duduk disampingku.&lt;br /&gt;
&quot;Sudah sayang, aku izin kalau akan nginap dirumah Fitri&quot; katanya.&lt;br /&gt;
&quot;Ya sudah deh beres kalau gitu&quot; kataku&lt;br /&gt;
&quot;Eh sekarang kita kerumahnya Fandi lalu keinternet bareng&quot; kataku.&lt;br /&gt;
&quot;Ya sudah kalau gitu aku ambil sepedaku dulu dan pamit kemama&quot; kata Fitri masuk kedalam dan tak lama keluar membawa sepedanya disusul ibunya.&lt;br /&gt;
&quot;Bu lek kami main dulu yah&quot; kataku berpamitan kepada mama Fitri lalu kami bertiga langsung pergi bareng kerumah Fandi pacar Fitri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
O iya aku belum memperkenalkan diriku, Ayu dan juga teman temanku. Namaku Krishna. Aku bersekolah sebuah madrasah di Klaten kelas 1. Kata teman temanku aku orangnya mirip bintang film Bollywood tapi yang mana aku sendiri nggak merasa begitu. Tinggiku sekitar 173-175cm. Aku tinggi karena aku sering latihan Tae Kwon Do. Penampilanku juga gaul dan funky jadi nggak kampungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayu siswi kelas tiga di SMP Negri 4 Klaten. Ayu orangnya tinggi semampai(sekitar 160cm), berambut panjang dan juga berkulit kuning langsat bodynya pun sangat sintal jadi kalau dinilai dia dapat 9, nggak 10 karena aku belum pernah bersetubuh dengannyaJ. Dia kalau diamati persis sekali dengan Nilam Koesworo penyanyi dangdut ibukota, dandanan Ayu juga gaul dan sexy menambah nilai lebih baginya saja. Ayu juga banyak yang mengejar terutama teman sesekolahnya tapi dia lebih memilihku. Ayu juga montok, BH nya berukuran 32b dan pantatnya membulat indah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau Fitri nggak kalah cantik dari Ayu tapi Fitri agak pendek dan juga hidungnya nggak semancung Ayu. Dia mirip Lyra Virna model dan juga presenter Tv itu. Dia juga sexy tapi sayang susunya masih imut maklumlah masih kelas dua SMP. Sekolahnya di SMP Negri 3 Klaten jadi nggak sama dengan Ayu. Kalau Fandi anak kelas satu diSMU Negri 3 Klaten orangnya tampan dan berkulit putih. Dia mirip sekali dengan kiannya Westlife tentu juga banyak yang menginginkan Fandi menjadi cowoknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah sampai dirumah Fandi kami langsung pergi keluar jalan jalan berempat. Aku membonceng Ayu dan Fandi membonceng Fitri dengan sepeda federal kami masing masing. Suasana malam itu benar benar romantis banget. Kami berempat langsung menuju warnet LUV yang dekat dengan jarak rumah Fandi. Kami berempat memang memiliki hobby yang sama yaitu catting diinternet atau membuka situs BF. Setelah puas kami berempat keluar dari warnet dan menuju kerumahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami berempat menuju kerumahku dengan sepeda. Setelah sampai Fandi dan Fitri menuju kamarku. Aku cuma tersenyum geli.Pasti deh mereka mau peting lagi kataku dalam hati. Aku lalu menutup pintu rumahku dan memadamkan lampu ruang depan agar telihat seperti kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dan Ayu lalu duduk dilantai ruang makan beralaskan tikar sambil nonton tv. Ayu duduk didepanku sambil rebahan didadaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagi asyiknya memeluk Ayu aku mendengar teriakan kecil Fitri. Aku lalu melihat apa yang terjadi didalam kamarku.Aku langsung menyibakkan tirai kamarku yang menutupi kamar tidurku. Aku cuman bisa terdiam saat menyaksikan Fitri ditindih Fandi dengan telanjang bulat. Fitri dibawah seperti merasakan kesakitan namun juga kenikmatan. Ternyata tadi Fandi menusuk tempik Fitri dengan kontolnya. Kulihat cairan putih kental bercampur merah darah diselakangan Fitri. Ternyata Fitri masih perawan. Aku lalu keluar kamar nggak mau mengganggu kenikmatan mereka. Aku lalu kembali keruang makan dan kembali memeluk Ayuku.&lt;br /&gt;
&quot;Ada apaan sih mas In?&quot; tanya Ayu penasaran&lt;br /&gt;
&quot;Nggak mereka lagi kawin&quot;kataku. Saat itu terdengar rintihan rintihan antara kesakitan dan kenikmatan lirih.&lt;br /&gt;
&quot;Sshhh.. aahkkhh.. aahkkh.. uuhh&quot; desahan itu terdengar menggairahkan.&lt;br /&gt;
&quot;Dengar nggak kamu yang?&quot; tanyaku&lt;br /&gt;
&quot;Iya mas, asyik yah kayaknya. Dah kebelet kali&quot; kata Ayu&lt;br /&gt;
&quot;Cobain yuk, kayaknya enak deh&quot; kataku&lt;br /&gt;
&quot;Iya tapi jangan disini. Dikamar aja yah&quot; kata Ayu&lt;br /&gt;
&quot;Iya kita kekamar sebelah&quot; kataku lalu bangkit berdiri sambil menuju kamar sebelah diikuti Ayu.Sesampai dikamar aku lalu menyibakkan rok Ayu lalu melorotkan celana &lt;br /&gt;
panjangku dan celana dalamku sekalian hingga lepas. Kontolku tegak mengacung acung keras karena tidak ada penghalang. Saat rok Ayu tersibak langsung terlihat tempiknya yang mungil tetapi rimbun dengan rambut halus karena tadi celana dalamnya sudah aku lepas dan kukantongi. Aku lalu melepas rok mini Ayu dengan menarik resleting belakangnya. Lepaslah sudah penghalang kelamin kami tinggal atasan kami. Kami lalu saling melumat dan memainkan lidah kami seperti kesetanan karena kami sudah terangsang. Kontolku aku gesek gesekkan diperut Ayu yang mulus. Ahhh nikmatnya helemku tergesek kulit mulus. Tanganku lalu melepas kaos singlet Ayu dengan mengangkatnya keatas melewati kepala kami. Sekarang Ayu tinggal memakai BH birunya. Aku lalu melepaskan baju atasanku sampai aku bugil. Tanganku meraih kepunggung Ayu dan meraih kaitan BH Ayu lalu melepasnya dan membuang BH Ayu kelantai kamar. Kami lalu naik keranjang berdua. Aku langsung menindih Ayu dan melumat puting kanan Ayu.&lt;br /&gt;
&quot;Ugh.. masshh&quot; rintihan Ayu sangat indah didengar. Kulumat puting Ayu kanan kiri bergantian sementara kontolku aku gesekkan naik turun diselakangan dan tempik Ayu lalu aku menurunkan ciumanku keleher putihnya Ayu kemudian membuat cipokan yang memerahkan leher itu dibeberapa tempat. Setelah puas membuat kenangan untuk Ayu dilehernya sebagai tanda bahwa malam ini kami lagi gituan lalu aku menjilat dada atas Ayu hingga jilatanku sampai pada putingnya yang merah kecoklatan. Aku menjilatinya sebentar lalu aku melumatinya bergantian kanan kiri kanan kiri sambil aku remas remasnya. Bila aku melumat yang kiri tanganku meremas yang kanan tapi bila aku melumat yang kanan maka aku meremas yang kiri sehingga susu Ayu semakin keras dan mumbul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah puas aku nyusu aku lalu menjilat perut Ayu sebentar sampai jilatanku mengenai bulu tempiknya.Terasa geli saat bulunya mengenai hidungku. Aku lalu menjilati lipatan membelah merah ditempik Ayu.&lt;br /&gt;
&quot;Mmhhh.. sshh.. aaahhh.. maasshh geli&quot; rintihan Ayu menggemaskan. Saat aku menjilati sambil terkadang menyedot nyedotnya. Basah sekali ditempiknya. Aku lalu menyelusupkan lidahku ditempik sempit Ayu lalu menjilatinya dengan cara mengeluar masukannya.&lt;br /&gt;
&quot;Aahhh.. maasshh geeliii&quot; rintihanya saat kujilati. Setelah aku puas menjilati tempik Ayu lalu aku berlutut didepanya.&lt;br /&gt;
&quot;Yang emutin dong iniku&quot; kataku sambil memegangi kontolku.&lt;br /&gt;
&quot;Emoh ah geli aku&quot; katanya sambil begidik geli.&lt;br /&gt;
&quot;Nggak apa apa sayang, ayo dong&quot; aku sedikit memaksa sambil mendorong pinggangku maju dan mendekatkan kepala Ayu keselakanganku. Ayu lalu mulai menjilati helm kontolku. Geli bercampur enak mulai kurasakan. Lama lama Ayu mulai memasukkan kontolku kedalam mulutnya. Mulanya kena giginya. Sakit tapi enak menggelikan.&lt;br /&gt;
&quot;Ahh yang jangan kenain gigi&quot; kataku sambil memegang kepala Ayu. Ayu terus saja melumat lumat kontolku sambil sesekali melirik kearahku yang merem melek keenakan.&lt;br /&gt;
&quot;Enak yah say&quot; katanya sambil tertawa kecil.&lt;br /&gt;
&quot;He eh terusin dong&quot; aku meminta kembali lalu Ayu ngemut kontolku lagi. Kali ini aku memaju mundurkan pinggangku seperti menyetubuhi mulut Ayuku. Sensasinya antara enak dan sakit karena kena giginya tapi malah membuatku merasa nikmat. Setelah puas dikemutin Ayu lalu aku melepaskan kontolku dari mulut Ayu.&lt;br /&gt;
&quot;Yang dimulai aja yuk, aku sudah nggak tahan nih yang&quot; kataku lalu mencium bibir merahnya. Dia membalas kecupanku lalu menjawab.&lt;br /&gt;
&quot;Iya, Ayu juga kok sayang. Aku sudah penasaran tapi pelan pelan yah yang&quot; katanya manja.&lt;br /&gt;
&quot;Iya deh sayang&quot; jawabku lalu aku memposisikan diri diatas tubuhnya lalu mengepaskan kontolku dilubang tempik Ayu. Setelah pas dilubangnya lalu aku coba mendorong pelan pelan.&lt;br /&gt;
&quot;Uhkhh...&quot; ternyata susah juga maklum kontolku memang gede(18cm dengan diameter 5 cm). Setelah tiga kali mencoba dorong akhirnya kepala kontolku masuk juga. Walau baru kepala kontolku Ayu kelihatan meringis menahan sakit sepertinya. Aku lalu mencoba mendorong pelan sekali takut menyakiti Ayu.&lt;br /&gt;
&quot;Sleeph...&quot; pelan pelan kontolku masuk tapi setelah 1/3 nya kontolku terhalang selaput tipis sekali seperti mencegah kontolku masuk lagi.&lt;br /&gt;
&quot;Yang apaan nih kok nggak bisa masuk lagi?&quot; tanyaku penasaran.&lt;br /&gt;
&quot;Nggak tau lah mas&quot; jawab Ayu sambil menggigit bibir menahan perih lalu aku menghentakan pinggangku keras keras kedalam tempik Ayu.&lt;br /&gt;
&quot;Aaahhhkkkhhhh...&quot; teriaknya kesakitan saat semua kontolku masuk kedalam tempiknya. Saat kontolku masuk semua seperti ada sesuatu yang robek tadi.&lt;br /&gt;
&quot;Aduh mas tahan sebentar&quot; kata Ayu sambil memegangi pinggangku erat.&lt;br /&gt;
&quot;Tahan yah sayang, kata orang bila pertama kali akan sakit gini&quot; kataku tetap menindihnya. Rasanya sempit, enak, peret dan juga seperti diremas remas pelan pelan oleh dinding hangat dan lunak. Pokoknya enaaakk sekali. Setelah Ayu agak enakan nggak merintih lagi aku mulai mencoba menggoyangkan pinggangku naik turun walau masih pelan sekali karena peretnya tempik Ayu.&lt;br /&gt;
&quot;Sleeephh.. bleess.. slleep.. blleess.. sleep&quot; pelan pelan kontolku keluar masuk pelan pelan sedangkan Ayu menggigit bibir bawahnya menahan perih.&lt;br /&gt;
&quot;Mmhhh maasshhh sakiithh&quot; katanya pelan sekali sambil merintih rintih.&lt;br /&gt;
&quot;Iyahh.. sayanghhh.. tahan yah nanti juga ilang&quot; kataku diselingi desahan nikmat dan linu dikontolku.Rasanya seperti diremes keras keras. Setelah agak lama menaik turunkan kontolku, tempik Ayu sudah agak lancar. Ayupun sudah nggak merintih kesakitan lagi bahkan rintihan sakitnya berubah menjadi desahan keenakan.&lt;br /&gt;
&quot;Maasshh.. aahhh.. oohh.. sshhh.. aahhhh.. iaahhh&quot; desahannya sambil &lt;br /&gt;
penggangnya dinaikkan saat kontolku keluar tinggal helemnya saja lalu kaki indahnya menjepit pinggangku erat erat.&lt;br /&gt;
&quot;Aaahhh... sshh... aaahh... sshhh... aaahkhhh mass In enaakkhh sekarang cepetin dong kocokanya Ayu geli nih.. aahhh.. aaahhh.. aaa&quot; katanya diantara desah sungguh menggoda.&lt;br /&gt;
&quot;Iyah sayang akuu jugaaa.. aaahhh.. oohh.. mmhhh&quot; desahanku juga geli geli nikmat dikontolku. Tiba tiba...&lt;br /&gt;
&quot;Masshhh In.. Ayyuu aahkk.. ohhhkkhh&quot; desahanya&lt;br /&gt;
&quot;Ayu knapa sayanghh...&quot;jawabku.&lt;br /&gt;
&quot;Aaahh... oohhh Ayu mau pipis... iaahhhh&quot; lalu sseerrrr.. serrr... serrr. Ada cairan hangat dan kental mengenai helemku. Oh rupanya Ayu keluar.&lt;br /&gt;
&quot;Aahhkhh... oohhh tahan masshh bentaaarrr... aaaaaa...&quot; teriaknya saat aku tetap menaik turunkan pinggangku saat Ayu keluar. Rupanya geli banget. Lalu aku berhenti sejenak menunggu Ayu yang kepayahan karena pejuhnya keluar tadi tanpa mencabutnya.&lt;br /&gt;
&quot;Enak nggak sayang&quot; tanyaku sambil membelai belai rambut panjangnya.&lt;br /&gt;
&quot;Ehmm nggak tau lah&quot; jawabnya malu malu. Kaki Ayu tetap menjepit pinggangku malah semakin erat. Setelah agak lama kami istirahat sambil saling berciuman memainkan lidah,aku mulai menggoyangkan pinggangku naik turun lagi. Kembali Ayu mendesah desah keenakan.&lt;br /&gt;
&quot;Oohh... aahhh... maass In teruusshhh iyaahhh gitu maasshhh jangan berenti&quot; desahannya keenakan sementara itu aku mendengar ada dua suara orang seperti habis berlari jauh lalu aku menoleh kesamping kanan. Disamping kananku ada dua orang yang sedang mengawasi kegiatan kami. Ternyata Fandi dan Fitri berdiri berdampingan sambil melihat kami. Fitri menyandarkan kepalanya didada Fandi sedangkan tangan Fandi merangkul bahu Fitri.&lt;br /&gt;
&quot;Napa brenti sih mas&quot; kata Ayu nggak sabaran.&lt;br /&gt;
&quot;Itu ada Fandi dan Fitri&quot; kataku&lt;br /&gt;
&quot;Eh kalian dah enakan belum&quot; tanya Ayu kepada mereka tanpa malu malu lagi disaat sedang aku setubuhi.&lt;br /&gt;
&quot;Iyah enak kok&quot; jawab Fandi&lt;br /&gt;
&quot;He-eh&quot; sahut Fitri&lt;br /&gt;
&quot;Ya sudah tunggu kami yah&quot; sambung Ayu lagi&lt;br /&gt;
&quot;Yuk mas lanjuti Ayu belum puas nih&quot; Ajaknya kepadaku lalu aku kembali menaik turunkan pinggangku.&lt;br /&gt;
&quot;Aahhh... oohhh... eennaaakkhhh... maasshhh In terusin kenthu Ayu sampai puas&quot; desahan Ayu dibesar besarkan karena ada Fandi dan Fitri. Aku tidak peduli karena aku merasa ada yang mau keluar dikontolku.&lt;br /&gt;
&quot;Yaanghhh aku mau keluar nih&quot; kataku lalu aku menggenjot tempik Ayu semakin keras.&lt;br /&gt;
&quot;Iya... sama sama masshh... aaahhhh...&quot; jawabnya disertai desahan karena Ayu juga mau sampai.&lt;br /&gt;
Slepph... sleephh... sleepp, kontolku semakin cepat keluar masuk ditempik Ayu karena sama sama merasa nggak mau berenti.&lt;br /&gt;
Sreett... sreett... ssrreeeettt... pejuhku keluar didalam tempik Ayu sebanyak empat kali. Tak lama kemudian disusul Ayu yang memeluk tubuhku erat erat disusul helemku seperti disiram cairan lengket dan hangat. Setelah agak mereda orgasme kami aku langsung ambruk disamping Ayu sambil terengah engah. Sedang Ayu terbaring lemas sambil tersenyum puas.&lt;br /&gt;
&quot;Enak yah tadi mainnya?&quot; tanya Fitri sambil duduk disamping Ayu.&lt;br /&gt;
&quot;He-eh... nikmat banget sampai kepayahan&quot; kata Ayu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami berempat lalu keluar dari kamar dan berbaring diruang makan sambil telanjang bulat.Kami sengaja bertelanjang karena kami merasa sudah nggak ada jarak lagi diantara kami berempat.&lt;br /&gt;
&quot;Kamu bikin aku kewalahan juga yah dik&quot; kata Ayu sambil membelai belai kontolku.&lt;br /&gt;
&quot;Iya nih bikin orang dewasa nggak nahan aja&quot; sahut Fitri sambil meremas punya Fandi dengan gemes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku hanya meringis saja kegelian sambil memeluk kepala Ayu sedangkan Fandi tertawa pelan.Setelah kejadian itu kami sering melakukannya dikamarku,kamar Fandi atau juga bila hanya kami berdua sering melakukan dikamarku karena rumahku kalau malam sepi. Setelah empat bulan Fitri hamil karena Fandi sering mengeluarkannya didalam dan aku sering pakai kondom. Sedangkan Mala lebih sering aku kerjain sampai Mala keluar atau aku suruh ngemut kontolku bila rumah Ayu sepi atau bila Mala sedang sendirian dirumah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
TAMAT&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maaf! Ini bukan ajang balas dendam dengan mencantumkan no HP orang yang dibenci.Mohon pengertiannya!&lt;br /&gt;
&amp;gt;&amp;gt;Kami  menunggu cerita dari anda,&amp;gt;&amp;gt;Cerita harus panjang dan langsung  TAMAT.&lt;br /&gt;
&amp;gt;&amp;gt;Nama dan Email pengirim akan kami cantumkan di bawah Judul  cerita yang anda kirim.&lt;br /&gt;
&amp;gt;&amp;gt;Kirimkan cerita anda ke email di  bawah.Email : Andry.farera@gmail.com&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Luv Me Hug Me Fuck Me&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Adikku Pembobolku&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;aku pacaran dengan Dian&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;di bangku kelas 3 SMP&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;gadis berumur 18 tahun&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;kehilangan perawan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Keponakanku Nina&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Masa kecil saya di Palembang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;hubungan dengan Kakak beradik&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gang yang tak Pernah Sadar di Purwokerto...&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;HATI2 WAKTU DI WC...&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;KELUARGA BERENCANA...&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;KeHiDuPaN MaLaM Di PuRWoKeRTo...&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;,kM BiZa LiaT di :&lt;br /&gt;
http://ceritapengalamansex.blogspot.com/&lt;br /&gt;
http://andryfarera.blogspot.com/&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;Web Design © Andry Purwokerto - Indonesia.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;All Rights Reserved. 2007-2012&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/feeds/806699768965509907/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/2011/10/saat-ibuku-berangkat-ke-jogja.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8402305717301042857/posts/default/806699768965509907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8402305717301042857/posts/default/806699768965509907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/2011/10/saat-ibuku-berangkat-ke-jogja.html' title='Saat ibuku berangkat ke Jogja,.'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhF3pAf2I9H1vqRJtrSYH8vPDgHxHRX3gS4QGqzX-gqYqSCrBhlxDB75JKrwp0YB__I8tll-FUTUKlxFgAXpkLPpj_UPysx3D1FgbibnQjUkCJiUkqHVJOX1CqlHRcJEOFMv2eQ5OqrLJlp/s72-c/222404_108193609269053_100002352442610_91839_8324062_n.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8402305717301042857.post-7700249980444411700</id><published>2011-10-27T13:30:00.000-07:00</published><updated>2011-10-27T13:30:15.412-07:00</updated><title type='text'>Hubungan saya dengan Kakak beradik...</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiUjAcZNcHbf1ttlZZLVmRg1LxCPHTO4NbNu2gJjNXvjDuhatst66emhSvFow3wFjiOq_AI_864ffi35Z_JiZAlwxApNlrbGEpgogAd95hpjhEPE8qbeu9cR5EvLPSs5gCp0Vr_xKSRr9X7/s1600/Image%2528012%2529.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiUjAcZNcHbf1ttlZZLVmRg1LxCPHTO4NbNu2gJjNXvjDuhatst66emhSvFow3wFjiOq_AI_864ffi35Z_JiZAlwxApNlrbGEpgogAd95hpjhEPE8qbeu9cR5EvLPSs5gCp0Vr_xKSRr9X7/s320/Image%2528012%2529.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Masih ingat sama saya? Nama saya Vito, 35 tahun, saya yang beberapa waktu lalu bercerita tentang hubungan saya dengan Kakak beradik Mirna dan Rere. Sekarang saya sudah tidak pernah bertemu mereka lagi, karena sehubungan dengan Andre-suami Mirna-yang dipindah tugaskan ke Jawa Timur, beserta keluarganya tentu saja. Kepindahan Mirna, sekitar 2 bulan lalu itu, tentu saja membawa dampak yang kurang baik bagi saya. Bagaimana Tidak? selama hampir 5 bulan hubungan kami, saya mendapatkan pengalaman sex yang amat sangat indah dan hebat. Sekarang? Ya.., saya terpaksa ‘bertugas’ lagi dengan Jenny, istri saya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, saya punya pengalaman unik lagi. Berawal dari hobby saya berenang, kira-kira 3 minggu yang lalu, saya memulai hubungan lagi dengan seorang Ibu rumah tangga, kali ini beserta putrinya yang masih kelas 2 SMP. Ceritanya begini..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu itu saya berenang di kolam renang milik sebuah Country Club, dimana saya tercatat sebagai membernya. Saat itu sudah amat sore, sekitar pukul 5. Saya baru saja naik ke pinggir kolam renang untuk handukkan. Saya melihat ada seorang gadis mungil bersama anak perempuan kecil, gadis itu kira-kira berusia antara 14-15 tahun. Karena gadis itu berdiri tidak jauh dari saya, saya liatin aja dia. Untuk usia segitu, badannya bolah dibilang bagus, wajah manis, kulit putih bersih, rambut panjang, swimsuit yang benar-benar sexy dan sekilas saya lihat bibir dan dadanya yang menantang sekali. Setelah saya perhatikan baik-baik, tiba-tiba ‘Adik kecil’ saya bangun, bagaimana tidak.., ternyata dia tidak mengenakan celana dalam. Hal ini nyata sekali dari belahan vaginanya yang tercetak di baju renangnya itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eh.., nggak disangka-sangka, si anak kecil (yang ternyata adiknya), menghampiri saya, lalu dia bilang, “Om, mau main bola sama Grisa gak?”&lt;br /&gt;
“Eh.., mmh.., boleh.., kamu sama kakakmu ya?” tanya saya gugup.&lt;br /&gt;
“Iya.., itu Kakak!” katanya sambil menunjuk kakaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu saya hampiri dia dan kami berkenalan. Ternyata, gadis manis itu bernama Revi, dan juga, dia baru kelas 2 SMP.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mmh, Revi cuma berdua sama Grisa?” tanya saya mencoba untuk menghangatkan suasana.&lt;br /&gt;
“Nggak Om, kami sama Mami. Mami lagi senam BL di Gym diatas!” kata Revi sambil menunjuk atas gedung Country Club.&lt;br /&gt;
“Ooo.., sama Maminya, toh” kata saya.&lt;br /&gt;
“Papi kamu ndak ikut Rev?”&lt;br /&gt;
“Nggak, Papi kan kalo pulang malem banget, yaa.., jam-jam 2-an gitu deh. Berangkatnya pagii bener” katanya lucu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya tersenyum sambil memutar otak untuk dapat berkenalan sama Maminya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mmh, Mami kamu bawa mobil Rev? kalo ndak bawa, nanti pulang sama Om saja, mau ndak? Sekalian Om kenalan sama Mami kamu, boleh kan?”&lt;br /&gt;
“Boleh-boleh aja sih Om. Tapi, rencananya, habis dari sini, mau ke Mall sebentar. Grisa katanya mau makan McD.”&lt;br /&gt;
“O, .. Ya udah ndak apa-apa. Om boleh ikut kan? Nanti pulangnya Om anterin”.&lt;br /&gt;
Tapi yang menjawab si kecil Grisa, “Boleh.., Om boleh ikut..”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekitar 1/2 jam kami mengobrol, Mami mereka datang. Dan ternyata, orangnya cantik banget. Tinggi dan postur tubuhnya benar-benar mengingatkan saya pada Mirna, mirip abis. Buah dada yang besar dan ranum, leher dan kulit yang putih.., pokoknya mirip. Singkat cerita, kami pun berkenalan. Revi dan Grisa berebut bercerita tentang awal kami semua berkenalan, dan Mami mereka mendengarkan sambil tersenyum-senyum, sesekali melirik ke saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nama Mami mereka Imel, umurnya sudah 29 tahun, tapi bodinya.., 20 tahun. Ngobrol punya ngobrol, ternyata Imel dan suaminya sedang pisah ranjang. Saya dalam hati berkata, wah.., kesempatan nih. Makanya setelah makan dari Mall, saya memberanikan diri untuk mengantarkan mereka ke rumah, dan ternyata Imel tidak berkeberatan. Setelah sampai di rumahnya di bilangan Cilandak, saya dipersilahkan masuk, langsung ke ruang keluarganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu itu sudah hampir jam 8 malam. Grisa yang sepertinya capek sekali, langsung tidur. Tapi saya, Imel dan Revi ngobrol-ngobrol di sofa depan TV.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mel, suamimu sebenarnya kerja dimana?”, tanya saya.&lt;br /&gt;
“Anu Mas.., dia kontraktor di sebuah perusahaan penambangan gitu,” jawab Imel ogah-ogahan.&lt;br /&gt;
“Iya Om, jangan nanya-nanya Papi. Mami suka sebel kalo ditanya tentang dia,” timpal Revi, yang memang kelihatan banget kalo dia deket sama Maminya.&lt;br /&gt;
Mendengar Revi bicara seperti itu, Imel agak kaget, “Revi, nggak boleh bicara gitu soal Papi, tapi bener Mas, aku nggak suka kalo ditanya soal suamiku itu”.&lt;br /&gt;
“Iya deh, aku nggak nanya-nanya lagi..”, kata saya sambil tersenyum.&lt;br /&gt;
“Eh Iya.., Mas Vito mau minum apa?” tanya Imel sembari bangkit dari sofa, “Kopi mau?”&lt;br /&gt;
“Eh.., iya deh boleh..” jawab saya.&lt;br /&gt;
Tak lama kemudian Imel datang sambil membawa 2 cangkir kopi, “Ini kopinya..”, katanya sambil tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Revi yang sedang nonton TV, dengan mimik berharap tiba-tiba berkata, “Om, malem ini nginep di sini mau ya? bolehkan Mam?”. Imel yang ditanya, menjawab dengan gugup, “Eh.., mmh.., boleh-boleh aja.., tapi emangnya Om Vito mau?”&lt;br /&gt;
Merasa dapat durian runtuh, saya menjawab sekenanya, “Yah.., mau sih..”,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkat cerita, waktu sudah menunjukkan jam 1/2 12 malam ketika Imel berdiri dari sofa dan berkata, “Mas Vito, aku mau ganti baju tidur dulu ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh, iya..”, jawab saya.&lt;br /&gt;
“Kamu ndak tidur Rev, kan besok sekolah?”&lt;br /&gt;
“Mmh, belom ngantuk..”, jawabnya lucu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak lama kemudian, Imel datang lagi ke ruang TV dengan mengenakan busana tidurnya yang tipis sekali. Di dalamnya dia hanya memakai celana dalam jenis G-string dan Bra tanpa tali. Revi yang sedang tidur-tiduran di karpet terbelalak kaget melihat Maminya memakai baju se-sexy itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya ampun.., Mami.., bajunya itu lho, gak sopan banget.”&lt;br /&gt;
“Gak papa Rev’, Mami udah lama nggak pake baju ini. Sekalian nyobain lagi,” kata Imel sambil tersenyum ke arah saya.&lt;br /&gt;
“Om Vito aja nggak keberatan, masa kamu keberatan sih?”. Saya yang masih terkagum-kagum dengan kemulusan body Imel, tidak bisa bicara apa-apa lagi.&lt;br /&gt;
“Rev’ kamu tidur sana, sudah malam. Besok terlambat sekolah.., Mami masih mau ngobrol sama Om Vito.., sana tidur!” kata Imel.&lt;br /&gt;
Saya yang memang sudah pingin sekali mencoba tubuh Imel, juga ikut-ikutan ngomong, “Iya, Rev’ besok telat masuk sekolahnya.., kamu tidur duluan sana.”&lt;br /&gt;
Revi sepertinya kesal sekali di suruh tidur, “Aaahh.., Mami nih. Orang masih mau ngobrol sama Om Vito kok..”, tapi dia masuk juga ke kamarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah ditinggal Revi, saya mulai melakukan agresi militer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mel, kok kamu pake baju kaya gitu sih? kamu tidak malu apa sama aku, kita kan baru kenal. Belum ada 1 hari.., kamu ndak takut apa kalo’ aku apa-apain?”&lt;br /&gt;
“Mas, aku memang sudah lama nggak pake baju ini. Kalaupun toh pake, suamiku sudah nggak peduli lagi kok sama aku. Dia lebih memilih sekretarisnya itu,” kata Imel dengan mimik muka sedih.&lt;br /&gt;
“Berarti suamimu itu tolol. Dia nggak liat apa, kalo istrinya ini punya badan yang bagus, kulitnya putih, bibirnya tipis.., wah, kalo aku jadi suamimu, thak perem kamu ndak boleh keluar kamar,” kata saya bercanda.&lt;br /&gt;
“Dan lagi kamu punya ‘itu’ mengkel banget..”, Si Imel menatap saya dengan wajah lugu.&lt;br /&gt;
“Itu apa Mas?”&lt;br /&gt;
“Mmh, boleh aku jujur tidak?”&lt;br /&gt;
“Boleh.., ngomong aja”&lt;br /&gt;
“Anu.., payudaramu itu lho.., mengkel banget, dan lagi aku yakin kalo ‘anu’mu pasti seukuran satu sendok makan” kata saya sambil melakukan penetrasi dengan mengelus pahanya.&lt;br /&gt;
“Ooo.., ini,” kata Imel sambil memegang buah dadanya sendiri.&lt;br /&gt;
“Mas Vito mau? terus apaku yang seukuran..”&lt;br /&gt;
Belum selesai Imel berbicara, Langsung saja aku potong dengan memegang dan mengelus kemaluannya, “Ini.. Mu.., buka dong bajumu!” kata saya asal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imel yang sepertinya sudah setengah jalan, langsung melepas kain tipis yang menutupi tubuhnya. Sambil mengulum bibirnya yang tipis dan hangat, saya langsung membuka bra-nya. Imel dengan gerakan spontan yang halus sekali, membiarkan celana dalamnya saya lucuti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mas, aku sudah telanjang. Sekarang gantian ya..”, kata Imel tanpa memberi saya kesempatan bicara,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imel langsung melepas baju dan celana serta celana dalam saya, akibatnya dia shock setengah mati melihat batangan saya yang sudah terkenal itu. Hebatnya lagi, dia tanpa minta ijin, langsung jongkok di bawah saya dan mengulum si ‘Adik’ dengan beringas. Sekitar 5 menit kemudian, dia berdiri dan menyuruh saya untuk menjilati bibir vertikalnya. Imel kelojotan setengah mati, ketika lidah saya menyapu dengan kasar klitorisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imel saya suruh terlentang di karpet dan membuka kakinya, ‘Veggy’nya yang sudah basah itu, saya hajar dengan gerakan tajam dan teratur. Sambil terus menyerang, saya meremas buah dadanya yang besar, dan menghisap lidahnya dalam-dalam ke mulut saya. Sekitar 10 menit kami melakukan gaya itu, kemudian dia berdiri dan membelakangi saya dengan posisi menungging dan berpegangan di meja komputer didepannya, dia membuat jalan masuk dengan menggunakan kedua jarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langsung saya pegang pantatnya dan saya tusuk dia perlahan-lahan sebelum gerakan makin cepat karena licinnya liang surga itu. Tak lama kemudian, Imel bergetar hebat sekali.., dia orgasme, tapi cairan sperma saya belum juga mau keluar. Saya percepat gerakan saya, dan tidak memperdulikan erangan dan desahan Imel, dalam hati saya berkata, dia enak sudah klimaks, aku kan belum. Tak lama kemudian saya sudah ndak tahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya tanya, “Mel, aku mau keluar.., dimana nih?”&lt;br /&gt;
Di tengah cucuran keringat yang amat banyak, Imel mendesah sambil berpaling ke arah saya, “Di dalam aja Mas! biar lengkap”.&lt;br /&gt;
Benar saja, akhirnya cairan saya, saya semprotkan semua di dalam liang vaginanya. Banyak sekali, kental dan Lengket.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, kami duduk di sofa sambil dia saya suruh menjilati ‘Mr. Penny’ saya. Hisapan Imel tetap tidak berubah, tetap penuh gairah, walaupun bibirnya terkadang lengket di kepala ‘Mr. Penny’ saya. Sekitar 5 menit, Imel menikmati si ‘vladimir’, sebelum dia akhirnya melepaskan hisapannya dan bangun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mas, aku ke kamar mandi dulu ya,” katanya.&lt;br /&gt;
“Aku mau nyuci ‘ini’ dulu,” sambil dia mengelus vaginanya sendiri.&lt;br /&gt;
“Ya.., jangan lama-lama..”, kata saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena sendirian, saya kocok saja sendiri batangan saya. Tiba-tiba si Revi keluar kamar.., dia berdiri di depan pintu kamarnya sambil memperhatikan saya. Saya kaget sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Loh, Rev.. Kamu belum tidur?” tanya saya setengah panik.&lt;br /&gt;
“Belum.” Jawabnya singkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu dia berjalan ke arah saya, sementara saya berusaha menutupi ‘Mr. Penny’ saya dengan bantal sofa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Om, tadi ngapain sama Mami?” tanyanya lagi.&lt;br /&gt;
“Eh.., anu.., Om sama Mami lagi..” belum selesai saya menjelaskan, Imel masuk ke ruang TV.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia kaget sekali melihat Revi ada di situ. Sambil tangan kanannya menutupi vaginanya dan tangan kirinya menyilang menutupi buah dadanya yang ranum (tidak semua tertutupi sih..), Imel berkata, “Rev kamu ngapain, kok belum tidur?”&lt;br /&gt;
Revi berpaling menghadap Maminya, “Aku nggak bisa tidur, Mami tadi berisik banget. Ngapain sih sama Om Vito?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya saya menjelaskan, setelah sebelumnya menyuruh Imel duduk di samping saya, dan Revi saya suruh duduk di karpet, menghadap kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Revi, kamu kan tahu, Papi sama Mamimu sudah pisah ranjang selama hampir 4 bulan. Sebenarnya Om sama Mami sedang melakukan kegiatan yang sering dilakukan sama Mami dan Papimu setiap malam. Om dan istri Om juga sering melakukan ini,” kata saya sambil melirik Imel yang terlihat sudah agak santai.&lt;br /&gt;
“Tapi karena sekarang ndak ada Papi, Mami minta tolong Om Vito untuk melakukan hal itu.”&lt;br /&gt;
Revi terlihat sedikit bingung, “Hal itu hal apa Om?”&lt;br /&gt;
Di sini, Imel mencoba menjelaskan, “Rev, Mami jangan disalahin ya.., Revi sayang Mami kan?”&lt;br /&gt;
Revi tersenyum, “Iyalah, mi. Revi saayyaang banget sama Mami. Tapi Revi mau tahu, Mami sama Om Vito ngapain?”&lt;br /&gt;
Saya tersenyum sendiri mendengar rasa ingin tahu Revi yang cukup besar, “Om Vito sama Mami lagi making love, kamu tahu artinya kan?”&lt;br /&gt;
“Mmh.., iya dikit-dikit. Jelasin semua dong Om.., Revi mau lihat,” jawab Revi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wah.., kaget sekali mendengar Revi bicara begitu. Lalu saya melirik Imel, dan Imel mengangguk mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Revi beneran mau lihat Mami sama Om Vito making love?” tanya Imel.&lt;br /&gt;
Revi menjawab dengan polos, “Iya mau. Dan kalau Om Vito mau ngajarin, Revi juga mau diajarin.., biar bisa”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya beneran seperti ketiban durian runtuh, “Mmhh, tanya Mami ya?! soalnya Om tidak bisa ngajarin, kalo Mamimu tidak ngijinin.., Om sih mau aja ngajarin.”&lt;br /&gt;
Revi merajuk, merayu Maminya, “Mi, boleh ya?”&lt;br /&gt;
Imel ragu-ragu menjawab, “Kamu lihat aja dulu deh ya?!”&lt;br /&gt;
Sambil tersenyum Revi menjawab, “Iya deh..” senang sekali ia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, Revi saya suruh mundur beberapa langkah, dia masih duduk dan memperhatikan dengan serius, ketika saya ‘memamerkan’ batangan besar saya. Dan Revi hanya bisa melongo ketika saya mengulum bibir Maminya sambil mengelus-elus vagina yang tanpa bulu itu. Tak lama kemudian, Imel saya suruh untuk melakukan pekerjaan menghisap lagi. Sambil Imel disibukkan dengan pekerjaannya itu, saya menyuruh Revi untuk duduk mendekat disamping saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat Rev, Mami seneng banget kan?” kata saya. Sementara Imel melirik kami sambil terus menjilati ‘Mr. Penny’ saya.&lt;br /&gt;
“Revi sudah pernah ciuman belom?” tanya saya.&lt;br /&gt;
“Belum Om.”&lt;br /&gt;
“Mau Om ajarin ndak?” tanya saya lagi sambil melingkarkan tangan saya di lehernya.&lt;br /&gt;
“Mau!” jawabnya singkat.&lt;br /&gt;
“Ya sudah.., Revi ikutin Om aja ya.., apa yang Om Vito lakukan, diikutin ya?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Belum sempat Revi menjawab, saya langsung saja mengulum bibirnya, tegang sekali si Revi. Ketika saya menarik lidah saya dengan lembut di dalam mulutnya, Revi terasa berusaha mengikuti, walaupun dengan gerakan yang tidak beraturan. Imel terus menghisap batangan saya, ketika saya melucuti tubuh anaknya yang putih bersih dan mulus itu. Buah dada&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Revi memang belum begitu besar, tapi untuk ukuran anak kelas 2 SMP, sudah cukup ranum. Puting susunya masih berwarna merah muda dan ketika saya memilin-milinnya, si Revi bergelinjang kegelian. Tak lama kemudian, Imel berlutut di depan saya dan membantu Revi melepas celana dalamnya yang berwarna hijau muda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Revi menurut aja ya sama Om Vito “kata Imel. Sementara saya meremas-remas toketnya, Imel menyuruh Revi untuk menggenggam batang ‘Mr. Penny’ saya.&lt;br /&gt;
“Rev, sekarang kamu jongkok disini ya” kata Imel.&lt;br /&gt;
“Kamu hisap ‘Mr. Penny’nya Om Vito, seperti Mami tadi. Jangan dihisap terus, nanti kamu kehabisan nafas” Imel tersenyum sayang kepada Revi.&lt;br /&gt;
“Kadang di lepas, terus di jilat-jilat. Pokoknya kayak Mami tadi. Bisa kan?”&lt;br /&gt;
Revi menjawab singkat, “Bisa, Mam”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya mengarahkan si ‘Adik’ ke mulut Revi, sambil mengelus rambutnya yang hitam legam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pelan-pelan Rev, jangan ditelan semuanya ya!” Revi tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imel memperhatikan cara Revi menghisap, kadang dia memberikan instruksi. Tak lama setelah itu, saya menyuruh Revi berdiri. Saya tersenyum memandang vaginanya yang masih rapat, tampak bulu-bulu halus menghiasi lubang sempit yang berwarna putih kemerahan itu. Terus terang saya tidak tega untuk menembusnya. Ya sudah, saya ciumi dan jilati saja ‘Veggy’ muda itu. Revi benar-benar kegelian. Akhirnya, Imel menyuruh Revi istirahat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pekerjaannya dilanjutkan oleh Imel. Tanpa berbasa-basi, Imel langsung menduduki ‘Mr. Penny’ saya, dan mulai melakukan gerak maju mundur, nikmat sekali. Sambil Imel terus mengerjai ‘Mr. Penny’ saya, saya meremas-remas toketnya. Setelah itu, kami pindah tempat. Saya berbaring di karpet, dengan Imel masih menduduki si ‘Adik’, kali ini dia membelakangi saya. Revi yang hanya diam melihat aksi kami, saya suruh mendekat ke arah saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya menyuruh dia untuk jongkok, dengan posisi ‘Veggy’nya di mulut saya. Sambil saya remas pantatnya, saya tembus liang sempit itu dengan lidah, terkadang, saya sapu dengan jari, sampai akhirnya, setengah jari tengah saya, masuk ke ‘Veggy’nya dan direspon Dengan gerakan yang sangat liar. Revi mulai mendesah tidak karuan, sementara pada saat bersamaan, Maminya mendesah keenakkan. Saya mulai serius menanggapi Imel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Revi saya suruh menyingkir. Setelah itu, saya membalik tubuh Imel, sekarang dia yang dibawah. Saya lebarkan kakinya dan saya tusuk dengan tajam dan tanpa ampun. Kali ini, Imel bertahan cukup lama, dia sudah mulai terbiasa dengan tusukan-tusukan saya. Akhirnya Imel tidak tahan juga, begitu juga saya. Dia orgasme, berbarengan dengan saya yang kembali memuntahkan sperma ke dalam liang kemaluannya. Setelah melepas si ‘vladimir’, Revi saya suruh menjilatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mmmhh.., Om.. Kok asin sih rasanya?” protes Revi.&lt;br /&gt;
Imel sambil terengah-engah menjawab, “Memang gitu rasa sperma. Tapi enak kan? Mami bagi dong?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya senyum-senyum saja melihat anak beranak itu berebut menjilati ‘Mr. Penny’ saya. Pada saat itu, saya teringat Vina (anak Mirna) yang selalu senang dan tertawa ketika melihat Ibu dan tantenya berebutan ‘Mr. Penny’ dan menjilati sisa sperma di ujungnya. Begitu juga Imel dan anaknya, Revi, yang seperti mengagungkan batangan saya. Saya memegang kepala Ibu dan anak itu, dan dengan maksud bercanda, kadang saya buat gerakan yang memaksa mereka harus berciuman dan menempelkan lidah masing-masing. Mereka tertawa dan tersenyum ceria, tanpa beban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali dua kali, kami masih sering bersenggama bertiga. Tapi sekali tempo, saya hanya berdua saja dengan Revi, yang benar-benar telah merelakan keperawanannya saya ambil. Tapi kalau dengan Imel.., wow, jangan ditanya berapa kali, kami sering janjian di sebuah restoran di PIM, dan Grisa, anak bungsu Imel, selalu diajak. Pernah suatu saat, ketika saya dan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imel sedang ‘perang alat kelamin’ di kamar mandi rumahnya (tanpa menutup pintu), Grisa tiba-tiba masuk dan menonton dengan bingung adegan saya dan Maminya yang sedang nungging di bathtub.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bertanya kepada Maminya (walaupun tidak dijawab, karena sedang ’sibuk’), “Mami diapain Om Vito, kok teriak-teriak?” katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dia pun ikut menyaksikan kakaknya, yang saya senggamai di ruang TV, di samping Maminya yang telanjang bulat, dengan sperma di buah dadanya yang besar itu (bila saya buang di luar, dia tidak mau membersihkan sendiri, selalu menyuruh Revi untuk menjilatinya).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami masih sering melakukan itu sampai sekarang. Untuk yang satu ini, saya tidak mau berbagi rezeki dengan teman kantor saya, tidak seperti sewaktu dengan Mirna dan Rere.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
TAMAT&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maaf! Ini bukan ajang balas dendam dengan mencantumkan no HP orang yang dibenci.Mohon pengertiannya!&lt;br /&gt;
&amp;gt;&amp;gt;Kami  menunggu cerita dari anda,&amp;gt;&amp;gt;Cerita harus panjang dan langsung  TAMAT.&lt;br /&gt;
&amp;gt;&amp;gt;Nama dan Email pengirim akan kami cantumkan di bawah Judul  cerita yang anda kirim.&lt;br /&gt;
&amp;gt;&amp;gt;Kirimkan cerita anda ke email di  bawah.Email : Andry.farera@gmail.com&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Luv Me Hug Me Fuck Me&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Adikku Pembobolku&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;aku pacaran dengan Dian&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;di bangku kelas 3 SMP&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;gadis berumur 18 tahun&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;kehilangan perawan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Keponakanku Nina&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Masa kecil saya di Palembang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;hubungan dengan Kakak beradik&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gang yang tak Pernah Sadar di Purwokerto...&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;HATI2 WAKTU DI WC...&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;KELUARGA BERENCANA...&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;KeHiDuPaN MaLaM Di PuRWoKeRTo...&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;,kM BiZa LiaT di :&lt;br /&gt;
http://ceritapengalamansex.blogspot.com/&lt;br /&gt;
http://andryfarera.blogspot.com/&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;Web Design © Andry Purwokerto - Indonesia.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;All Rights Reserved. 2007-2012&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/feeds/7700249980444411700/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/2011/10/hubungan-saya-dengan-kakak-beradik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8402305717301042857/posts/default/7700249980444411700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8402305717301042857/posts/default/7700249980444411700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/2011/10/hubungan-saya-dengan-kakak-beradik.html' title='Hubungan saya dengan Kakak beradik...'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiUjAcZNcHbf1ttlZZLVmRg1LxCPHTO4NbNu2gJjNXvjDuhatst66emhSvFow3wFjiOq_AI_864ffi35Z_JiZAlwxApNlrbGEpgogAd95hpjhEPE8qbeu9cR5EvLPSs5gCp0Vr_xKSRr9X7/s72-c/Image%2528012%2529.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8402305717301042857.post-7568852431363451857</id><published>2011-10-27T13:20:00.000-07:00</published><updated>2011-10-27T13:20:36.756-07:00</updated><title type='text'>Pembantuku Yang Cantik</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLeTjLJ07SJdSj73pFbiikXnJ98B4mtjupmmFbvnCdrja70JpEp4a95TQuTD9lPSh1QIOjEPNNkB6BjwbIc4Vat0ggd6d2RpjHROSWjlYFr-1gvls4od2jP_bnYFsPY89VGSJeKIZvuOem/s1600/image001.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;281&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLeTjLJ07SJdSj73pFbiikXnJ98B4mtjupmmFbvnCdrja70JpEp4a95TQuTD9lPSh1QIOjEPNNkB6BjwbIc4Vat0ggd6d2RpjHROSWjlYFr-1gvls4od2jP_bnYFsPY89VGSJeKIZvuOem/s320/image001.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Namaku Andre, aku sudah berkeluarga dan mempunyai satu orang anak perempuan yang lucu dan manis. Sejak istriku melahirkan, dia tidak tinggal lagi serumah denganku, dia disuruh tinggal di rumah orang tuanya, dengan alasan agar bayinya lebih terawat. Karena orang tuanya menganggapku baru pertama kali mempunyai bayi sehingga kurang pengalaman, tapi sebenarnya bukan hanya itu, sebab anakku adalah cucu pertamanya jadi dia sangat sayang sekali. Tadinya aku pun disuruh pindah ke rumah orang tuanya tapi aku tidak mau karena aku paling risih kalau disuruh tinggal di rumah orang walaupun rumahnya besar tetapi lebih enak tinggal di rumah sendiri walaupun rumahnya agak kecil (type 70), mau ngapain juga terserah dan bebas. Oleh sebab itu maka sejak istriku melahirkan sampai anakku sekarang berumur 3 tahun, istriku masih sering tinggal di rumah orang tuanya, karena anakku juga sudah terbiasa tinggal di sana jadi kalau diajak pulang ke rumahku suka tidak betah dan minta pulang ke rumah neneknya, soalnya kalau di sana rumahnya selalu ramai ada kakak-kakak iparku yang juga sayang padanya dan selalu dimanjakan sedangkan kalau pulang ke rumahku tidak seramai di sana, di sini dia hanya punya 1 orang teman yaitu pembantuku yang kadang-kadang sibuk mengurusi segala keperluannya, sedangkan aku dan istriku kadang-kadang sibuk mengurusi pekerjaannya masing-masing. &lt;br /&gt;
Karena seringnya istriku jarang pulang sehingga aku lebih sering tinggal bersama pembantuku, segala keperluanku semuanya sudah diatur oleh pembantuku, mulai dari menyiapkan makan, menyiapkan pakaianku untuk ke kantor dan segala-galanya disiapkan olehnya. Hanya satu yang dia tidak bisa membantu yaitu tentang urusan seks. Memang untuk urusan yang satu itu jika aku lagi kepingin aku menyuruh istriku pulang dan aku melakukannya sampai sama-sama puas, tapi bagaimana kalau istriku tidak bisa pulang atau dia lagi kedatangan �tamu� bulanannya? Itulah yang menjadi kendala bagiku, lagi-lagi aku harus bermasturbasi (beronani) sendiri sambil menonton VCD porno atau membaca buku karangan Enny Errow, sambil mengelus-elus alat vitalku yang kian mengeras, tak terasa lama-lama aku jadi mengocoknya sampai akhirnya.. �Cret.. cret..� air maniku keluar. Malah pernah suatu kali aku lagi kepingin berat, ternyata istriku tidak bisa pulang, karena hari itu dia benar-benar capek sekali habis pulang kantor. Dan kalau begini urusannya pasti harus beronani ria lagi deh, maka cepat-cepat aku memutar VCD porno yang baru kupinjam dari temanku di kantor. Sambil menonton aku memainkan batang kemaluanku yang sudah menegang, tapi sampai tanganku pegal aku belum orgasme juga, maka aku pindah ke kamar tidurku dan melepaskan semua pakaian yang melekat di badanku hingga aku benar-benar polos alias bugil. &lt;br /&gt;
Aku tidak sadar kalau pintu kamarku tidak tertutup rapat tidak tahunya pembantuku itu rupanya dari tadi mengintipi aku. Memang biasanya kalau aku sedang onani atau aku sedang bermain bersama istriku, pembantuku kusuruh jangan masuk ke ruang keluarga. Rupanya dia jadi curiga, sedang apa aku di sana dan rupanya dia sering mengintipiku tanpa kusadari. (Oh ya, belum kukasih tahu ya, pembantuku itu orangnya memang agak cantik, pendidikannya SMP, badannya langsing, rambutnya sebahu, kulitnya putih bersih, (mirip seperti artis siapa ya..) tingginya sama seperti istriku, umurnya baru 19 tahun, kalau dilihat sekilas sepertinya dia tidak cocok deh jadi pembantu mungkin cocoknya jadi istri keduaku kali ya). Statusnya juga tidak jelas, janda bukan perawan juga bukan, karena dia pernah dikawinkan oleh orang tuanya, dengan lelaki yang sudah berumur sekitar 55 tahun dan baru kawin 5 hari dia kabur dari rumah suaminya, karena tidak tahan dengan perlakuan suaminya yang sering meminta yang tidak-tidak, dia bercerita kepada istriku. Istriku malah menanyakan lagi yang tidak-tidak bagaimana sih maksudnya. &lt;br /&gt;
�Itu loh Bu (Ibu adalah panggilan untuk istriku) aku disuruh nungging eh tahu-tahu pantat saya ditusuk sama kontol suami saya, wah.. sakitnya bukan kepalang Bu, malah sehabis digituin oleh suami saya jadi tidak bisa tahan lagi kalau saya sakit perut tau-tau langsung berak aja, habis lubangnya jadi gede kali dan tidak bisa balik lagi, padahal kan sudah ada tempatnya Bu, eh malah cari-cari lubang yang lain, ini aja juga lubang memek saya jadinya gatal terus maunya dipegangin aja, padahal kan saya juga sudah kasih tau ke suami saya masukinnya di lubang memek aja Mas, jangan di pantat soalnya sakit sekali Mas dan saya jadi tidak bisa nahan berak, tapi dia masih aja nusuknya di lubang pantat, coba aja Ibu bayangin selama 5 hari pantat saya ditusukin terus, dari pada digituin setiap hari mendingan saya kabur aja ke Jakarta.� &lt;br /&gt;
Aku tahu itu karena aku sering �nguping� pembicaraan istriku dengan pembantuku yang cantik itu. Aku baru sadar kalau pembantuku itu �ngintipi� aku, ketika dia ngintip rupanya dia sambil masturbasi juga, baju roknya diangkat ke atas tanpa pakai CD, jari tangan kanannya dimasukkan ke dalam liang kemaluannya, matanya sambil merem-melek dan tanpa disengaja rupanya dia telah mendorong pintu kamarku yang memang tidak tertutup rapat, aku kaget setengah mati karena tahu-tahu dia sudah berdiri di depan kamar sambil masturbasi dan dia juga tidak kalah kagetnya karena ketahuan mengintipku, maka dia langsung bilang, �Maaf ya Pak tadi saya tidak sengaja menyentuh pintu kamar Bapak, saya lagi mau nyapuin lantai.� Memang sih di sebelah dia ada sapu lantai, aku langsung saja jawab, �Itu tangan kanan kamu kenapa pegangin memek terus, emangnya takut hilang?� rupanya dia tidak sadar bahwa baju roknya masih terangkat ke atas dan tanpa CD sehingga dengan jelas aku dapat memandangi kemaluannya yang indah disertai bulu-bulu halus yang baru mulai tumbuh. �Eh.. anu.. Pak, tidak apa-apa,� jawabnya, dan buru-buru ia menutupi dengan baju roknya dan aku pun dengan gerakan refleks menarik selimut untuk menutupi tubuhku yang masih telanjang. �Tia sini deh bisa tolong pijitin saya, badan saya pada sakit nih,� kataku sambil pura-pura mengalihkan pembicaraan. &lt;br /&gt;
Sambil ragu-ragu akhirnya ia menghampiriku dan berdiri di dekat ranjang. �Ayo Tia pijitin dong! jangan diam saja,� dan akhirnya dia pun mau memijiti badanku. Setelah beberapa lama dia pun bertanya kepadaku, �Pak, tadi Bapak lagi ngapain sih, kok sambil telanjang?�&lt;br /&gt;
�Ah.. tidak, saya lagi pakai obat biar tetap kuat,� jawabku seenaknya.&lt;br /&gt;
�Memangnya kalau tidak pakai obat, tidak kuat ya Pak?�&lt;br /&gt;
�Sembarangan, emangnya kamu kamu coba,� kataku lagi, �Laah kamu sendiri ngapain, lagi nyapu kok tangannya dimasuk-masukin ke memek?�&lt;br /&gt;
�Ah.. nggak Pak, ini memek saya dari pagi gatal terus maunya dipegang-pegang aja..�&lt;br /&gt;
Coba sini saya periksa, jangan-jangan kamu terkena penyakit lagi.�&lt;br /&gt;
�Ah jangan Pak, saya malu, biar saya garuk sendiri aja, tapi ngomong-ngomong Bapak juga lagi ngapain, kok telanjang sendirian?�&lt;br /&gt;
�Ah, tidak, saya juga dari pagi lagi gatal nih.�&lt;br /&gt;
�Ibu nggak datang ya Pak?�&quot;Tidak, Ibu kecapean kali. Habis di kantornya lagi banyak kerjaan.�&lt;br /&gt;
�Pak, kalau saya garukin mau nggak Pak?�&lt;br /&gt;
�Ia sini garukin saya, tapi pelan-pelan ya.�&lt;br /&gt;
�Tenang saja Pak kalau soal garuk-menggaruk saya sudah ahli Pak, soalnya saya pernah diajari oleh bekas suami saya.� &lt;br /&gt;
Tanpa buang waktu lebih lama dia langsung mengusap-usap batang kemaluanku yang dari tadi sudah berdiri tegak, dan tanpa disuruh dia juga langsung menciumi batang kemaluanku serta menjilatinya persis seperti anak kecil dibelikan es krim.&lt;br /&gt;
�Eh Tia, (Setiawati nama pembantuku) kamu kok pintar banget sih, belajar dari mana?�&lt;br /&gt;
�Maaf ya Pak, saya sering ngintip Bapak waktu lagi nonton film porno, jadi saya sudah tau caranya, cuma saya masih ragu apakah Bapak mau berbuat begitu sama saya, soalnya saya kan cuma pembantu.�&lt;br /&gt;
�Pembantu kan cuma jabatannya tapi kalau memeknya kan sama aja.�&lt;br /&gt;
�Iya Pak tapi saya pernah dipesan oleh Ibu. Kamu jangan coba-coba ngerayu suami saya ya, nanti saya keluarin kamu, makanya Pak, Bapak jangan bilang-bilang sama Ibu ya, nanti kalau saya dikeluarin bagaimana, saya mau tinggal di mana Pak.�&lt;br /&gt;
�Iya deh, saya juga tidak bakalan bilang sama Ibu. Pokoknya begini aja deh kalau ada Ibu kamu tidurnya di kamar kamu tapi kalau tidak ada Ibu kamu tidurnya di sini aja sama saya.�&lt;br /&gt;
�Iya deh Pak, tapi saya tidak kuat tidur di kamar ini soalnya AC dingin sih Pak.&lt;br /&gt;
�Nantikan ada saya, kalau sudah dipelukin juga nggak dingin lagi.� &lt;br /&gt;
Memang sih dari dulu juga aku sudah punya niat mau �gituin� dia kalau lagi tidak ada istriku daripada ngocok sendiri. Tapi aku masih ragu, jangan-jangan dia �ngaduin� macam-macam ke istriku, wah.. bisa gawat tuh. Tapi tidak tahunya malah kebalikan dia malah suka, kalau tahu dia suka, dari dulu saja, jadi tidak usah onani sendiri betul tidak teman-teman? Soalnya aku terus terang saja paling tidak suka sama cewek-cewek WTS, soalnya bukanya apa-apa, penyakitnya itu yang paling repot dan juga bayarannya yang mahal. Ya, paling tidak kalau kita mau yang bersih, bayarannya yang �gope� ke atas kalau yang �gope� ke bawah itu mah tidak bisa dijamin kebersihannya, malah pernah temanku main yang harga bookingannya Rp.350.000 katanya bersih tapi tidak tahunya tetap saja kena penyakit. Daripada buang-buang duit dan cari penyakit buat cuma �ngecret� doang mendingan ngocok sendiri. Memang sih waktu dulu aku masih kerja di PT.XX gajiku sangat berlimpah, aku cuma kasih ke istriku setengahnya dan sisanya kusimpan sendiri. Dia memang tidak tahu kalau gajiku dua kali lipatnya, belum tunjangan-tunjangan lainnya seperti uang makan, uang transport, uang perbaikan mobil, uang kopi dan lain-lain, pokoknya yang dia tahu gajiku cuma segitu, sudah mencangkup segala-galanya. Itu saja dia juga masih bisa menyimpan setengahnya dari gaji yang kuberikan setiap bulannya. Wah kalau dipikir-pikir waktu dulu aku benar-benar �happy� banget deh, hampir tiap minggu aku �main� dengan cewek dengan tarif yang high class. Kalau dihitung-hitung sudah berapa puluh juta uang yang dibuang percuma untuk �ngecret� doang. &lt;br /&gt;
Sambil terus melamun batang kemaluanku terus dihisap serta dijilati oleh Tia pembantuku. Tiba-tiba dia berkata, �Kok, ngelamun Pak, pasti keenakan ya..�&lt;br /&gt;
�Iya, habis kamu tidak dari dulu sih bilang kalau kamu juga suka ngeseks..�&lt;br /&gt;
�Iya Pak, saya juga nyesel tidak dari dulu bilang ke Bapak, habis saya takut sih..�&lt;br /&gt;
�Eh, Tia ngomong-ngomong waktu dulu, kalau kamu lagi kepingin bagaimana..?&lt;br /&gt;
�Ya.. saya main sendiri Pak, kadang-kadang kalau saya ke pasar saya beli ketimun Pak buat main sendiri..�&lt;br /&gt;
�Wah.. berarti ketimun yang kamu sering masak bekas kamu pakai ya..?�&lt;br /&gt;
�Tidak Pak, kan saya beli ketimunnya banyak Pak, lagian kalau habis dipakai untuk itu biasanya ketimunnya bonyok Pak..�&lt;br /&gt;
�Tapi pernah kan kamu kasih saya timun yang hancur? waktu itu kamu bilang timunnya hancur gara-gara tas plastik bawaan kamu putus hayyoo..�&lt;br /&gt;
�Iya deh Pak, saya minta maaf lagi, soalnya waktu itu saya kepengen berat Pak, jadi saya pakai dulu ketimunnya, sehabis saya main saya pergi lagi ke pasar untuk beli ketimun eh.. sudah kehabisan Pak, jadi saya pakai saja yang itu, soalnya Bapak kalau makan kan musti ada lalapannya. Tapi tidak usah kawatir Pak, timunnya sudah saya cuci bersih kok Pak..� &lt;br /&gt;
�Tapi rasanya lain ya Tiaa, saya juga sudah curiga..�&lt;br /&gt;
�Lain bagaimana Pak?�&lt;br /&gt;
�Ya, rasanya lebih enak dan gurih, pasti karena sudah kecampur dengan lendir kamu..�&lt;br /&gt;
�Ah.. masa Pak, kalau begitu lain kali sebelum dimakan saya pakai dulu ya Pak, soalnya sayang kan dari pada dibuang.�&lt;br /&gt;
�Ya lain kali ngapain kamu pakai ketimun lagi, kan kamu bisa bilang ke saya nanti saya kasih ketimun saya yang lebih enak dan empuk.�&lt;br /&gt;
�Ia Pak, kok Bapak punya gede banget sih Pak, kayak ketimun saja, punyanya bekas suami saya saja tidak segini besar Pak, wah.. pasti enak banget ya Pak kalau dimasukin ke memek saya. Pak tangan Bapak jangan diam saja dong Pak, mainin memek saya dong, soalnya memek saya juga sudah gatal Pak dari tadi.�&lt;br /&gt;
�Lah.. tadi saya mau garukin katanya kamu bisa garuk sendiri..�&lt;br /&gt;
�Ya kan tangan saya sudah sibuk garukin punya Bapak, jadi saya tidak sempat Pak..�&lt;br /&gt;
�Ya sudah kamu naik dong ke ranjang saya dan baju kamu juga dicopot semuanya, saya saja sudah telanjang kok kamu masih pakai baju..�&lt;br /&gt;
�Iya Pak..�&lt;br /&gt;
�Tia, kalau begitu kita main 69 aja ya, supaya bisa sama-sama saling jilatin..� &lt;br /&gt;
�Aaahh.. Enak banget Pak.. terus Pak.. achh.. ohh.. ahh.. Pak kita masukin aja yuk Pak, saya sudah tidak tahan nih.. Kayaknya saya sudah mau keluar.. Aaahh.. haayyoo Pakk masukin ajaa.. saya sudah tidak tahan niihh..�&lt;br /&gt;
Tapi aku masih terus tahan tidak mau langsung dimasukin dulu, aku mau bikin dia gila dan ketagihan, aku masih terus menjilati serta mengisap klitorisnya yang bikin dia tergila-gila.&lt;br /&gt;
�Aaahh.. haayoo Pakk masukin ajaa.. saya sudahh nggak tahaan niihh.. Aaahh.. haayyoo Pakk masukin ajaa..�&lt;br /&gt;
Tanpa buang waktu dan disuruh lagi, dia langsung membalikkan badan dan dia naik di atas badanku serta dimasukannya batang kemaluanku ke dalam liang kemaluannya yang sudah basah akibat lendir kenikmatan.&lt;br /&gt;
�Aaahh.. haayoo Pakk masukin biar dalam Pak! terus Paakk dorong Pak dari bawah ini musti masuk semua ke dalam memek saya Paakk jangaan disisain Pakk..�&lt;br /&gt;
Sambil terus menggoyangkan pantatnya dia berusaha memasukkan batang kemaluanku yang besar dan panjang ini. Aku tidak tinggal diam, aku berusaha mendorongnya kuat-kuat batang kemaluanku ke dalam liang kemaluannya tapi rasanya sudah tidak bisa masuk lagi karena sudah mentok, karena batang kemaluanku panjangnya 20 cm dengan diameternya 4 cm sedangkan lubang kemaluannya mungkin kedalamannya cuma sekitar 16-17 cm jadi tidak bisa masuk semuanya. &lt;br /&gt;
Oh ya, aku belum menceritakan mengapa batangku bisa panjang seperti itu, ceritanya waktu aku kuliah di Bandung aku pernah datang ke salah satu dukun pengobatan, nah di situ aku diberi ramuan obat dan batang kemaluanku dimasukkan ke dalam bambu yang sudah kupilih sesuai dengan kemauan kita dan kira-kira 1 jam ketika aku bangun ternyata batang kemaluanku sudah membesar seperti itu, memang pada saat itu aku tidak sadarkan diri, aku tahu dari cerita teman wanita di tempat kostku, memang waktu aku ke sana aku diantar olehnya tadinya aku tidak percaya loh, tapi kenyataannya? malah sehabis itu, Sita teman kuliahku itu jadi lengket sama aku, karena cuma aku yang berani mengambil bambu sebesar itu, dan sebelumnya waktu dia mengantar teman-temanku yang lain mereka hanya mengambil bambu yang lebih kecil dari aku. (Maaf ini bukan promosi tapi sekedar informasi saja). &lt;br /&gt;
�Pak.. sekarang gantian dong saya yang di bawah, Bapak yang di atas supaya lebih bervariasi gitu..� sambil batang kemaluanku masih menancap pada lubang kemaluannya, aku merubah posisi yang tadinya aku di bawah sekarang aku di atas sehingga aku lebih leluasa memandangi tubuhnya yang mulus tanpa dibungkus sehelai benang pun yang baru pertama kali aku melihatnya. Memang payudaranya tidak sebasar milik istriku tapi aku justru lebih bergairah melihat payudara yang baru tumbuh dengan puting susunya yang masih kemerah-merahan. &lt;br /&gt;
�Ayo dong Pak.. dorong yang kencang, jangan ngelamun terus, ayoo aahh saayaa sudah nggaak tahaan niihh aahh.. sshh.. aahh sayaa sudah mau keluar nihh.. ini Pak, susu saya juga diisepin dong..�&lt;br /&gt;
Memang dari tadi aku lebih banyak pasif dari pada aktifnya sehingga dia lebih banyak protesnya maka aku pun langsung mengisap puting susunya yang sebelah kanan dan yang selelah kiri kumainkan dengan tanganku. Sementara untuk yang bagian bawah itu urusan kemaluanku.&lt;br /&gt;
�Ssshh.. aahh.. enak ya Tia, lubang kamu masih sempit walaupun sudah banyak lendirnya..�&lt;br /&gt;
�Iyaa.. terruuss Paakk dorong lagi yang kencang, aahh.. sshh.. sayaa sudah enggak taahan nih..� &lt;br /&gt;
Tiba-tiba aku mencabut batang kemaluanku dari lubang kemaluannya. &lt;br /&gt;
�Kenapa dicabut Pak? Hayo masukin lagi Paak.. cepat Paakk!�&lt;br /&gt;
�Tunggu Tia, saya mau pakai kondom dulu, soalnya saya takut nanti kamu hamil..�&lt;br /&gt;
�Iya Pak, ceepett Pak pakainya, saya sudah tidak tahan nih mau keluarr..�&lt;br /&gt;
Sesudah memakai kondom maka aku pun memasukkan kembali batang kemaluanku ke dalam lubang kemaluannya, tiba-tiba..&lt;br /&gt;
�Acch..�&lt;br /&gt;
Dia memelukku erat sekali sampai aku susah sekali bernafas.&lt;br /&gt;
�Aaahh.. aahh.. saya sudah tidak tahan Pak, saya mau keluaarr aahh.. sshh.. wah eenaak sekali Pak, aachh.. aahh tapi Bapak belum keluar ya?�&lt;br /&gt;
�Iya saya juga sebentar lagi.. makanya saya pakai kondom supaya saya bisa keluarin di dalam. Tia sekarang kamu nungging ya, saya mau masukin dari belakang..�&lt;br /&gt;
�Ah jangan Pak, nggak mau ah nanti pantat saya sakit.�&lt;br /&gt;
�Tidak, saya juga tidak mau masukin di pantat, saya masukinnya di memek kamu tapi kamu nungging ya..�&lt;br /&gt;
�Begini Pak..�&lt;br /&gt;
�Iya..� &lt;br /&gt;
Ternyata dengan posisi nungging lubang kemaluannya semakin sempit, lebih terasa gesekannya. Dan akhirnya aku pun mengakhiri permainanku karena aku pun sudah orgasme.&lt;br /&gt;
�Aahh.. Terima kasih Tia kamu sudah membantu saya..�&lt;br /&gt;
�Terima kasih juga Pak, Bapak juga telah membantu saya, rupanya kita sama-sama kesepian ya Pak.�&lt;br /&gt;
�Iya dan hobi kita juga sama ya Tia, suka mencari kenikmatan dengan berseks ria.�&lt;br /&gt;
�Iya Pak, saya juga capai sekali Pak..�&lt;br /&gt;
�Iya sudah kamu tidur di sini saja sekalian temani saya tidur.�&lt;br /&gt;
�Iya deh Pak, tapi dipelukin ya Pak, saya kedinginan nih..�&lt;br /&gt;
�Iya deh.. Oh ya Tia, bagaimana kalau besok kita ke klinik..�&lt;br /&gt;
�Emangnya mau apa Pak, gatal saya sudah sembuh kok Pak.�&lt;br /&gt;
�Bukan maksud saya kamu pakai kontrasepsi aja, jadi saya tidak harus pakai kondom terus, kan kamu juga tidak enak kalau ada plastiknya, nanti kalau ditanya sama dokternya bilang aja kamu istri saya dan kamu tidak mau hamil dulu karena kamu masih sekolah.�&lt;br /&gt;
�Iya deh Pak, kita atur aja Pak, supaya kita sama-sama bisa enak.� &lt;br /&gt;
Dan sejak malam itu kalau istriku tidak ada di rumah, maka Tia yang selalu menemaniku tidur. Tapi sayang Lebaran nanti dia mau pulang kampung untuk menengok orang tuanya, dan dia berjanji akan kembali ke Jakarta, tapi aku ragu apakah dia diperbolehkan kembali ke Jakarta oleh orang tuanya? Kita lihat saja nanti, yang pasti dalam beberapa minggu aku pasti kesepian lagi.&lt;br /&gt;
TAMAT&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maaf! Ini bukan ajang balas dendam dengan mencantumkan no HP orang yang dibenci.Mohon pengertiannya!&lt;br /&gt;
&amp;gt;&amp;gt;Kami  menunggu cerita dari anda,&amp;gt;&amp;gt;Cerita harus panjang dan langsung  TAMAT.&lt;br /&gt;
&amp;gt;&amp;gt;Nama dan Email pengirim akan kami cantumkan di bawah Judul  cerita yang anda kirim.&lt;br /&gt;
&amp;gt;&amp;gt;Kirimkan cerita anda ke email di  bawah.Email : Andry.farera@gmail.com&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Luv Me Hug Me Fuck Me&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Adikku Pembobolku&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;aku pacaran dengan Dian&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;di bangku kelas 3 SMP&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;gadis berumur 18 tahun&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;kehilangan perawan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Keponakanku Nina&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Masa kecil saya di Palembang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;hubungan dengan Kakak beradik&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gang yang tak Pernah Sadar di Purwokerto...&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;HATI2 WAKTU DI WC...&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;KELUARGA BERENCANA...&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;KeHiDuPaN MaLaM Di PuRWoKeRTo...&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;,kM BiZa LiaT di :&lt;br /&gt;
http://ceritapengalamansex.blogspot.com/&lt;br /&gt;
http://andryfarera.blogspot.com/&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Web Design © Andry Purwokerto - Indonesia.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;All Rights Reserved. 2007-2012&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/feeds/7568852431363451857/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/2011/10/pembantuku-yang-cantik.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8402305717301042857/posts/default/7568852431363451857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8402305717301042857/posts/default/7568852431363451857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/2011/10/pembantuku-yang-cantik.html' title='Pembantuku Yang Cantik'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLeTjLJ07SJdSj73pFbiikXnJ98B4mtjupmmFbvnCdrja70JpEp4a95TQuTD9lPSh1QIOjEPNNkB6BjwbIc4Vat0ggd6d2RpjHROSWjlYFr-1gvls4od2jP_bnYFsPY89VGSJeKIZvuOem/s72-c/image001.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8402305717301042857.post-3883333860110246534</id><published>2011-10-27T13:10:00.000-07:00</published><updated>2011-10-27T13:10:27.548-07:00</updated><title type='text'>Awal Dari Perjalanan Sexku,.</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_AH7QVlZTJEMKysfOEO6iK0prYCsogGcvDOWp3XNnfkHl5C338UvCUl5_oM_5TOZxJXJTY7rtWjR2mtxhPf25k9jNIG3k9DX6shW45OqE77_gedTt_fDZmaOYJcHB5YCMWsxLvOolsxaT/s1600/JeLex%255E113.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_AH7QVlZTJEMKysfOEO6iK0prYCsogGcvDOWp3XNnfkHl5C338UvCUl5_oM_5TOZxJXJTY7rtWjR2mtxhPf25k9jNIG3k9DX6shW45OqE77_gedTt_fDZmaOYJcHB5YCMWsxLvOolsxaT/s320/JeLex%255E113.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sewaktu aku masih duduk di SMU di Kota Purbalingga, aku seringkali membantu orangtua dalam menanggulangi keperluan hidup keluarga, seperti bertani, berkebun dan ikut dagang. Bertani dan berkebun sudah menjadi pekerjaan pokok bagi kami sekeluarga, namun berdagang merupakan pekerjaan tambahan yang aku coba geluti saat kecilku yakni ikut-ikut sama Om dan sepupuku yang kebetulan mereka berprofesi selaku pedagang papan. Waktu itu, aku bersama Om dan sepupuku setiap hari Sabtu Pagi berangkat menunggangi kuda menuju suatu daerah pegunungan pada salah satu daerah kecamatan yang bertetangga dengan wilayah kecamatanku. Kami rata-rata harus menempuh perjalanan sehari penuh baru tiba di daerah pegunungan tersebut untuk membeli papan lalu kami jual kembali ke kampungku dan ke kampung-kampung lain yang membutuhkannya. Karena jarak antara kampung kami dengan tempat produksi papan itu cukup jauh, maka tidak heran jika setiap kami berangkat mesti bermalam di daerah tersebut. Tapi karena sudah menjadi langganan kami sejak lama, maka kami bersama rombongan cukup akrab dengan para penjual papan, termasuk keluarganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu hari, tepatnya Minggu pagi, seperti biasanya, kami berangkat ke hutan lewat beberapa gunung bersama penjual papan guna memilih dan memikul papan-papan yang hendak kami bawa pulang dan mengumpulkannya di pinggir jalan yang memudahkan bagi kuda mengangkutnya. Namun, tiba-tiba aku merasa malas jalan menelusuri bukit dan hutan. Apalagi di daerah itu hawanya sangat dingin sampai-sampai aku jarang mandi di daerah itu, karena hampiar seharian penuh terasa dingin. Aku cari alasan agar aku bisa diizinkan pulang ke rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Anis, kenapa kamu berhenti&quot; tanya Omku ketika aku mendadak jongkok sambil memijit perut.&lt;br /&gt;
&quot;Aduh, sakit sekali Om, aahh, perutku terasa tertusuk jarum,&quot; alasanku sambil mengurut-urut perutku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untung Om dan sepupuku tidak terlalu memeriksa kondisi perutku, sehingga mereka tidak terlalu curiga jika sikapku itu hanya alasan semata agar aku tidak dipaksa memikul papan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kalau begitu, biar kamu diantar saja sepupumu pulang ke rumah, nanti ia menyusul. Lagi pula khan ada Liah yang menemanimu di rumah,&quot; kata penjual papan itu dan menyinggung nama anak satu-satunya perempuan yang tinggal jaga rumah sambil masak.&lt;br /&gt;
&quot;Tak usah diantar pulang, biar aku sendiri ke rumah, khan masih dekat&quot; kataku menolak diantar karena memang sakit perutku hanya alasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesampainya aku di rumah penjual papan itu, aku langsung ke tempat tidur yang memang selalu kami tempati tidur bersama rombongan. Setelah Liah keluar, nampaknya ia sedikit kaget melihatku berbaring dalam keadaan terbungkus sarung di seluruh tubuhku dari ujung kaki hingga ujung kepala karena cuacanya masih sangat dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kok tidak ikut ke lokasi ambil papan kak?&quot; tanya Liah padaku penuh kehati-hatian sambil mendekatiku.&lt;br /&gt;
&quot;Ak.. aku sakit peruut dik.. Jadi aku disuruh pulang istirahat&quot; jawabku dengan suara seperti layaknya orang sakit.&lt;br /&gt;
&quot;Sakit sekali kak, perlu obat..?&quot; tanya Liah seolah menghawatirkanku.&lt;br /&gt;
&quot;Iyah.., apa ada minyak sumbawanya dik?&quot; jawabku lagi.&lt;br /&gt;
&quot;Ada kak, tapi bagus jika pakai minyak Etin, kebetulan Mamaku jika sakit perut, ia biasa meminum minyak Etin, lalu menggosokkan sedikit ke bagian perutnya yang sakit,&quot; kata Liah serius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia nampak berlari masuk ke kamar orangtuanya yang terletak di bagian dalam rumah itu. Tak lama kemudian, LiaHPun muncul di samping tempat tidurku sambil berdiri memegang sebotol minyak Etin dengan segelas air putih, lalu menjulurkan padaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ini Kak minyak Etinnya. Silahkan diminum sedikit, lalu sapukan juga sebagian ke bagian perutmu yang sakit,&quot; katanya dengan suara lembut.&lt;br /&gt;
&quot;Terima kasih dik, kamu baik sekali padaku. Untung saja kamu ada di rumah, jika tidak, tentu aku kesulitan cari obat,&quot; kataku merayunya.&lt;br /&gt;
&quot;Mamamu kemana dik? Kok tidak kelihatan,&quot; tanyaku pura-pura meskipun sejak subuh tadi aku lihat Mamanya Liah berangkat ke pasar dengan jalan kaki bersama tetangganya sambil menjunjung gula merah untuk dijualnya.&lt;br /&gt;
&quot;Ia ke pasar sejak tadi subuh kak. Maklum pasarnya agak jauh dari sini, sehingga ia terpaksa cepat-cepat berangkatnya untuk jualan gula merah&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami memang sempat terlibat dalam perbincangan setelah aku meminum dan menggosokkan ke perutku obat yang diberikannya itu. Liah adalah gadis yang kuyakini masih perawan desa karena jarang bergaul di luar rumah, bahkan belum pernah kulihat jalan sama lelaki. Tubuhnya agak langsing, warna kulitnya putih bersih dan mulus karena jarang kena sinar matahari apalagi cuacanya sangat dingin, sehingga keadaan gadisnya mungkin tak jauh beda dengan gadis-gadis Bandung yang konon umumnya cantik-cantik. Liah masih terus berdiri di samping tempat tidurku itu sambil menjawab seluruh pertanyaan basa basiku. Kadang kami bertatapan muka sambil melempar senyum. Kami sering saling memandangi tubuh masing-masing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedikit demi sedikit jantungku mulai berdebar pertanda ada sesuatu yang muncul dan tidak biasa terpikir. Entah apa hal seperti itu juga dialami Liah, tapi aku mulai merasakannya dan memikirkannya. aku diam sejenak memikirkan alasan apa lagi yang harus kutunjukkan sehingga jantungku bisa tenang dan tanda tanya hatiku bisa terjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aduh.. Aahh.. Iihh.. Kambuh lagi sakit perutku Liah, tolong aku dik..&quot; sikapku pura-pura kesakitan agar Liah mau menyentuh tubuhku, karena aku mulai merasakan ada gejolak birahi atau cinta dari lubuk hatiku.&lt;br /&gt;
&quot;Ada apa kak, apanya yang sakit,&quot; tanya Liah seolah bingung melihatku. Ia seolah jalan di tempat antara mau maju mendekatiku dengan mau lari cari bantuan orang lain atau mungkin cari obat yang lain. Entah apa..&lt;br /&gt;
&quot;Toolongngng Dik Liah.. Bantu aakuu.. Ssaakiit sekalii..&quot; teriakku sedikit teriak seolah kesakitan.&lt;br /&gt;
&quot;Mau dibantu bagaimana kak? Aku harus berbuat apa kak..?&quot; tanya Liah kebingungan dan ingin sekali menolongku tapi ia nampaknya ragu juga menyentuh tubuhku, apalagi memegangi perutku yang sedikit terbuka.&lt;br /&gt;
&quot;Tolong disapukan ini ke perutku Liah. aku sakit sekali,&quot; jeritku sedikit tertahan sambil menyerahkan minyak Etin itu ke Liah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
LiaHPun meraih dengan cepatnya, lalu tanpa pikir dan ragu lagi, ia langsung menyentuh perutku yang masih terbungkus sarung, sehingga sarungku jadi basah akibat minyak Etin. Mungkin ia tidak sadar kalau perutku dilapisi kain sarung atau takut menyentuh langsung karena tidak biasa. Tangan kananku langsung memegang tangan kanannya lalu tangan kiriku menyingkap sarungku ke atas hingga ke dadaku. Terbukalah sedikit perutku, namun Liah nampak malu memandanginya, tapi aku menuntun tangannya yang sudah diolesi minyak Etin ke perutku. Terasa agak gemetar menyentuh kulit perutku, tapi ia tidak menolak merabanya, malah sedikit mulai bergerak menyapukan tangannya itu. Liah tetap saja menoleh ke arah lain, tapi lagi-lagi aku minta agar ia menumpahkan semua minyak Etin itu ke atas perutku. Akhirnya ia terpaksa melihatnya dan mulai menggosoknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sungguh hangat, lembut dan nikmat sekali sentuhan telapak tangan Liah di perutku. Meskipun agak malu-malu, tapi ia tetap menolongku dengan menggosok-gosok terus perutku, lalu aku berkata pelan sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Liah, kamu tidak keberatan khan bila kamu terpaksa menyentuh kulitku?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Ti.. Tidak kak, sebab Kak khan sakit. Lagi pula aku hanya menolong kak&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Jadi kamu tidak jijik dan tidak takut padaku Liah?&quot; tanyaku singkat&lt;br /&gt;
&quot;Kenapa jijik dan takut kak. Kita khan sudah seperti keluarga. Lagi pula siapa lagi yang mau menolong Kak kalau bukan saya&quot; jawabnya seolah lebih berani dan sudah tidak malu serta tidak gemetar lagi.&lt;br /&gt;
&quot;Aku betul-betul beruntung hari ini. aku ditemani oleh seorang gadis cantik yang setia menolongku di kala sakit. Mungkin inilah hikmah dari sakit perutku,&quot; ocehanku merayu Liah yang sedang memegangi terus perutku walaupun tak ada rasa sakit sedikitpun, melainkan hanya rasa rindu, nafsu birahi dan kenikmatan semata yang kurasakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ih.. Kak Anis.. Gombal ni yeah..&quot; ucapnya sambil memutar sedikit perutku seolah ia mencubitnya.&lt;br /&gt;
&quot;Sudah berhenti rasa sakitnya kak?&quot; tanya Liah sambil menarik tangannya&lt;br /&gt;
&quot;Masih sedikit sakit dik.. Jangan dihentikan dulu yach.. Nanti tambah sakit lagi. Biar lama-lama kunikmati sentuhan tanganmu yang lembut ini. Lagi pula khan Mama dan papamu masih lama pulangnya&quot; kataku sambil meminta agar Liah tetap menempelkan tangan mulusnya di perutku.&lt;br /&gt;
&quot;Yah deh, jika memang itu maumu. Tapi jangan macam-macam yach?&quot; katanya&lt;br /&gt;
&quot;Ok deh, aku akan mendengar permintaanmu&quot; jawabku singkat, namun aku mencoba menempelkan kedua tanganku di atas tangannya yang sedang mengelus perutku. LiaHPun nampaknya ikut menikmati sedikit sentuhanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena aku semakin penasaran ingin menyentuh lebih banyak tubuh Liah akibat mulai terangsang dibuatnya, maka kucoba sedikit memiringkan tubuhku ke arah Liah yang sedang duduk di tepi tempat tidurku dengan kaki terjulur ke luar, sehingga penisku yang sejak tadi bergerak-gerak dari dalam celanaku dan mulai membesar mengacung ke atas sedikit menyentuh pinggul Liah. LiaHPun nampaknya tidak bergerak, malah sedikit termenung tunduk. Aku coba lebih rapatkan lagi selangkanganku ke pinggulnya, tapi ia tetap diam. Kali ini aku coba angkat tanganku hingga bertengger di atas kedua paha Liah yang terbungkus sarung, namun Liah mengangkatnya kebelakang, sehingga aku hanya bisa merapatkan ke punggungnya. Libidoku terasa semakin naik dan sulit kukendalikan, maka aku pura-pura lupa atas janjiku untuk tidak macam-macam. aku lingkarkan tanganku ke pinggangnya lalu kurangkul erat-erat, sehingga Liah terlihat menggigit bibirnya sambil menunduk tanpa bersuara. Mungkin ia juga terangsang dan menikmatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya aku beranikan diri meningkatkan reaksiku dengan meraih tangan kanan Liah lalu membawanya ke selengkanganku yang masih terbungkus sarung dan celana. Tangan LiaHPun terasa lemas dan menuruti saja. Tak lama tangan Liah tergeletak lemas di atas selangkanganku yang berisi tonjolan keras dan sedikit berdenyut itu, aku lalu menyingkap sedikit sarungku ke atas dan membawa tangan Liah masuk ke selangkanganku lewat bagian atas celanaku sehingga tangannya yang hangat bersentuhan langsung dengan penisku yang keras dan mulai basah ujungnya. Tangan Liah yang tadinya lemas kini mulai bertenaga juga dan bergerak menelusuri celah-celah celanaku hingga ia menggenggam penisku. Malah tanpa kutuntun dan kuajak lagi, tangannya mulai sedikit menggocok kemaluanku sehingga aku semakin panas dan ingin segera membuka seluruh penghalangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Dik Liah, maaf Dik yach jika terpaksa aku mengabaikan janjiku tadi. aku sama sekali tidak mampu lagi menahan cinta dan rasa rinduku padamu sayang. Semoga kamu juga bisa bahagia dan menikmatinya,&quot; bisikku.&lt;br /&gt;
&quot;Terserah kak, asal kamu mau tanggung jawab nantinya,&quot; katanya singkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa kujawab lagi perkataannya itu, aku langsung menurunkan celanaku hingga terbuka semuanya, lalu kutarik tubuh Liah agar masuk ke arahku lebih rapat. Iapun nampaknya pasrah tanpa komentar, malah membaringkan mukanya ke perutku, ke bahuku dan ke wajahku. aku baringkan ia di atas kasur dengan terlentang, lalu kukecup seluruh tubuhnya mulai dari dahi, pipi, dagu, leher dan berhenti di mulut serta bibirnya. Iapun menyambut kecupanku itu dengan sedikit membuka mulutnya seolah memberi kesempatan padaku untuk memasukkan lidahku ke dalam rongga mulutnya. Cukup lama aku bermain lidah hingga tanganku bergerak menelusuri daster yang dikenakan Liah. Tangankupun menemukan dua benda kenyal, hangat, mungil, agak keras serta mulus yang terasa ujungnya mengeras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Buka pakaiannya yach sayang..&quot; pintaku berbisik di telinganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun Liah tidak bergerak sedikitpun. Tapi aku tetap beranikan diri membuka sendiri pakainnya dengan mengangkatnya ke atas hingga terbuka lewat kepalanya. Terlihatlah perutnya yang rata, putih dan mulus, meski masih terbungkus bagian bawahnya dengan sarung. Sedang bagian atasnya sisa selembar kain yang kecil melingkar di dadanya dengan warna putih sehingga kedua benda yang kupegang tadi belum kelihatan dengan jelas. Namun itu tak bertahan lama karena aku segera melepaskannya dengan mudah, lalu aku leluasa menjilatinya, mengisap-isap putingnya dan meremas-remasnya. Akibatnya LiaHPun bergerak-gerak seiring dengan gerakan tangan dan mulutku secara bergantian. Bahkan kali ini ia tak sadar sehingga mengangkat pinggulnya yang masih terbungkus sarung dan menyentuh benda yang ada di selangkanganku yang tak terlapisi kain sedikitpun. Liah menggelinjang bagaikan cacing ketika aku menyapu perut dan pusarnya dengan lidah. Kakinya terangkat sehingga dengan sendirinya sarungnya tersingkap ke atas yang memperlihatkan paha mulusnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Boleh saya buka sarungnya sayang?&quot; tanyaku berbisik, namun lagi-lagi ia tak bersuara kecuali sedikit mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akupun segera menurunkannya dengan ujung kakiku hingga terlepas. Tinggallah celana colornya yang berwarna hitam. Tapi itupun tak lama, sebab aku susul dengan jepitan ujung kaki lalu menurunkannya hingga terlepas semuanya. Kamipun sudah telanjang bulat. Suasana dingin di rumah itu semakin hilang seiring dengan meningkatnya permainan kami. Keringat kami mulai bercucuran. Kutingkatkan gerakanku dengan menjilati bagian bawah pusarnya hingga lidahku menyentuh daging yang terbelah dua dengan baunya yang khas, warna kulitnya agak putih, tonjolan yang menancap di antara kedua bibirnya agak kemerahan dan sedikit keras lagi indah. Kuputar-putar lidahku dan kugocok-gocokkan ke luar masuk pada benda mungil nan indah itu, sehingga Liah terengah-engah dengan nafas terputus-putus, bahkan sedikit bergelinjang keenakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kak, cepat masukin dong, aku sudah nggak tahan nih.. Aahh.. Uuhh..&quot; pinta Liah tiba-tiba, sehingga aku semakin mempercepat permainanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini kurenggangkan kedua pahanya sehingga terlihat dengan jelas benda khusus dan sasaran utama bagi setiap laki-laki itu. Namun karena Liah masih mudah, sehingga wajar jika belum terlihat jelas bulu-bulu yang tumbuh di atasnya. Tapi aku senang karena terasa lembut, jelas dan mudah dijamah. aku merasakan ada cairan hangat yang mulai mengalir dari dalam perutku dan lubang yang sedikit menganga di bawah hidungku juga nampaknya sudah tidak sabaran menunggu hantaman penisku yang dari tadi bergerak mencari pasangan dan lawannya. Lubang kemaluan Liah semakin basah oleh cairan pelicin, sehingga aku segera mengarahkan ujung penisku menancap ke lubang itu. Cukup lama berkenalan di luar pintu dari kedua benda asing itu, seolah mereka bicara dengan mesra.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa kusadari dan kusengaja, ujung penisku masuk pelan-pelan akibat sambutan pantat Liah yang terangkat tinggi-tinggi sehingga sulit aku hindari pertemuannya. Namun sesampai di leher penisku, terasa agak sulit masuk seolah ada pelapis yang menghalangi. Kami saling berusaha, namun tetap sulit. Dalam hati saya mungkin karena baru kali ini ada benda seperti miliku masuk ke lubang Liah sehingga masih sempit. Setelah aku berjuang keras, membantu dengan kedua tanganku membuka kedua bibir lubang Liah, menggerak-gerakkan ke kiri dan ke kanan yang disambut pula oleh gerakan pinggul Liah yang berputar, bahkan aku letakkan bantal guling mengganjal pinggul Liah, akhirnya masuk juga sedikit demi sedikit meskipun nampaknya Liah kesakitan dan memaksa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Auhh.. Aaahh.. Uuuhh.. Mmmhh.. Khh..&quot; suara Liah yang sedikit keras terdengar ketika penisku masuk senti demi senti hingga amblas ditelan oleh vagina Liah yang sempit, mulus dan basah itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah amblas, akupun semakin mempercepat gocokannya seiring dengan gerakan pinggul Liah yang nampaknya tidak mau diam. Suara nafas kami yang saling memburuh mewarnai kesunyian di ruangan itu. Baru aku mau coba terapkan posisi yang lain, misalnya tidur telentang dengan Liah mengangkangiku atau Liah nungging lalu aku menusuk vaginanya dari belakang atau kami sama-sama duduk dan lain-lainnya, tapi tiba-tiba sekujur tubuh Liah gemetaran, menarik rambutku, memelukku dengan keras dan menggigitku sedikit, lalu seolah menjepit kemaluanku dengan keras sehingga terasa berdenyut-denyut, yang akhirnya Liah lemas lunglai dan matanya tertutup tanmpa sedikitpun bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka terpaksa aku urungkan niatku, apalagi hampir bersamaan itu pula aku didesak oleh cairan hangat dari dalam yang seolah memaksa mau tumpah, yang akhirnya kuturuti saja tumpah di dalam lubang Liah yang sudah lemas, sehingga kuyakini tumpahnya hanya di bagian luar saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Belum mataku tertidur setelah menyelesaikan tugas dan merasa terobati oleh Liah, tiba-tiba terdengar suara ribut-ribut di depan rumah. Mak cepat-cepat kubungkus diriku dengan sarung, lalu kubangunkan Liah yang baru saja mulai tertidur. Liah pun segera bangkit mengenakan pakaiannya seperti semula setelah ia melap tubuhnya yang basah dengan kain sarung yang ada di dekatku. Bersamaan dengan keluarnya Liah dari ruangan di mana aku tadi diobati, pintu rumaHPun kedengaran terbuka dan suara maka LiaHPun sangat jelas memanggil Liah untuk membantu mengangkat barang-barang belanja serta sisa jualannya di pasar. Liah terdengar berlari dari dalam setelah kedengaran ada air yang jatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin Liah baru saja membersihkan vaginanya atau badannya yang kelepotan cairan kental. Namun hingga kami kembali ke daerahku bersama rOmbongan dengan membawa papan dagangan kami, tidak seorangpun yang pernah curiga atas apa yang telah kami peraktekkan bersama Liah sewaktu aku sedang sakit pura-pura.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itulah awal dari perjalanan sexku bersama manusia. Hari-hari berikutnya, kami masih beberapa kali melakukannya dengan suka sama suka baik ketika kami berdua di rumahnya maupun ketika kami jalan-jalan ke gunung dan hutan. Tapi sayangnya, sejak aku melanjutkan pendidikan ke kota Kabupaten, aku belum pernah ketemu lagi, bahkan hingga saat aku memiliki 2 orang anak saat ini, kabarnyapun tak pernah terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
TAMAT&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maaf! Ini bukan ajang balas dendam dengan mencantumkan no HP orang yang dibenci.Mohon pengertiannya!&lt;br /&gt;
&amp;gt;&amp;gt;Kami  menunggu cerita dari anda,&amp;gt;&amp;gt;Cerita harus panjang dan langsung  TAMAT.&lt;br /&gt;
&amp;gt;&amp;gt;Nama dan Email pengirim akan kami cantumkan di bawah Judul  cerita yang anda kirim.&lt;br /&gt;
&amp;gt;&amp;gt;Kirimkan cerita anda ke email di  bawah.Email : Andry.farera@gmail.com&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Luv Me Hug Me Fuck Me&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Adikku Pembobolku&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;aku pacaran dengan Dian&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;di bangku kelas 3 SMP&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;gadis berumur 18 tahun&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;kehilangan perawan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Keponakanku Nina&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Masa kecil saya di Palembang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;hubungan dengan Kakak beradik&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gang yang tak Pernah Sadar di Purwokerto...&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;HATI2 WAKTU DI WC...&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;KELUARGA BERENCANA...&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;KeHiDuPaN MaLaM Di PuRWoKeRTo...&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;,kM BiZa LiaT di :&lt;br /&gt;
http://ceritapengalamansex.blogspot.com/&lt;br /&gt;
http://andryfarera.blogspot.com/&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Web Design © Andry Purwokerto - Indonesia.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;All Rights Reserved. 2007-2012&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/feeds/3883333860110246534/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/2011/10/awal-dari-perjalanan-sexku.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8402305717301042857/posts/default/3883333860110246534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8402305717301042857/posts/default/3883333860110246534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/2011/10/awal-dari-perjalanan-sexku.html' title='Awal Dari Perjalanan Sexku,.'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_AH7QVlZTJEMKysfOEO6iK0prYCsogGcvDOWp3XNnfkHl5C338UvCUl5_oM_5TOZxJXJTY7rtWjR2mtxhPf25k9jNIG3k9DX6shW45OqE77_gedTt_fDZmaOYJcHB5YCMWsxLvOolsxaT/s72-c/JeLex%255E113.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8402305717301042857.post-3589799558123159711</id><published>2011-10-27T12:57:00.000-07:00</published><updated>2011-10-27T12:57:06.803-07:00</updated><title type='text'>Aku seorang pelajar SMP kelas II</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdTtBKrsVM3IFbzJRgYe3Uvmh-VcxV7Y39r75yXFndWC1-zYcHTgc6zULtxRIybqYt9t_vfhK2RBEWAp-tYYXC6aeiChnPHiq3q8pEOW4DbqQ0yZYqRkw-CihEDS2f2vGnDxNIXpHk-F0A/s1600/IMG01326.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdTtBKrsVM3IFbzJRgYe3Uvmh-VcxV7Y39r75yXFndWC1-zYcHTgc6zULtxRIybqYt9t_vfhK2RBEWAp-tYYXC6aeiChnPHiq3q8pEOW4DbqQ0yZYqRkw-CihEDS2f2vGnDxNIXpHk-F0A/s320/IMG01326.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;namaku Rima. Kata orang aku cantik, kulitku kuning, hidungku bangir, sepintas aku mirip Indo. Tinggiku 160cm, ukuran Bhku 34, cukup besar untuk seorang gadis seusiaku. Aku punya pacar, Dino namanya. Dia kakak kelasku, kami sering ketemu di sekolah. Dino seorang siswa yang biasa-biasa saja, dia tidak menonjol di sekolahku. Prestasi belajarnyapun biasa saja. Aku tertarik karena dia baik padaku. Entah kebaikan yang tulus atau memang ada maunya. Dia juga mencoba mendekatiku. Di sekolah, aku tergolong populer. Banyak siswa cowok mencari perhatian padaku. Tapi entah mengapa aku memilih Dino. Singkatnya, aku pacaran dengan Dino. Banyak teman-teman cewekku menyayangkannya, padahal masih ada si Anto yang bapaknya pejabat, Si Danu yang juara kelas, Si Andi yang jago basket, dan lainnya. Entah mengapa aku tidak menaruh perhatian pada mereka-mereka itu.Aku dan Dino telah berjalan kurang lebih 6 bulan. Pacaran kami sembunyi-sembunyi, ya karena kami masih SMP jadi kami masih takut untuk pacaran secara terang-terangan. Orang tuaku sebenarnya melarangku untuk berpacaran, masih kecil katanya. Tetapi apabila cinta telah melekat, apapun jadi nikmat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari Sabtu sepulang sekolah aku janjian sama Dino. Aku mau nemanin dia ke rumah temannya. Aku bilang ke orang tua bahwa hari Sabtu aku pulang telat karena ada les tambahan. Aku berbohong. Di tasku. telah kusiapkan kaos dan celana panjang dari rumah. Sepulang sekolah, aku ke wc dan mengganti seragamku dengan baju yang kubawa dari rumah. Dinopun begitu. Dari sekolah kami yang berada di perbatasan Jakarta Timur dan Selatan, kami naik bis kearah Cipinang, Jakarta Timur, rumah teman Dino. Sesampai disana, aku diperkenalkan dengan teman Dino, Agus namanya. Rumahnya sepi, karena orang tua Agus sedang ke luar kota. Agus juga bersama pacarnya, Anggi. Pembantunyapun pulang kampung, sesekali kakak Agus yang telah menikah, datang ke rumah sekalian menengok Agus dan membawakannya makanan. Kakaknya hari ini sudah datang tadi pagi dan akan datang lagi besok, demikian kataAgus. Jadi hanya kami berempat di rumah itu. Kami ngobrol bersama ngalor ngidul. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak lama kemudian, Agus dan Dino pergi ke dapur dan menyiapkan minuman untuk kami. Aku ngobrol dengan Anggi. Dari Anggi, aku tahu bahwa Agus telah berhubungan selama kurang lebih 1 tahun. Keduanya satu sekolah, juga di SMP hanya berlainan dengan sekolahku. 10 menit kemudian, Agus dan Dino kembali dengan membawa 4 gelas sirup dan dua toples makanan kecil. Setelah memberikan minuman dan makanan itu, Agus berdiri dan memutar VCD.Film baru katanya. Aku enggak ngerti, aku pikir film bioskop biasa. Agus menyilakan kami minum. Aku minum sirup yang diberikannya. 10 menit berlalu, kepalaku pusing sekali, bersamaan dengan itu ada rasa aneh menyelimuti tubuhku. Rasa..hangat merinding di tv tampak adegan seorang wanita bule yang sedang dientot oleh 2 laki-laki, satu negro dan satu lagi bule juga. Aku berniat untuk pulang, tetapi entah mengapa dorongan hatiku untuk tetap menyaksikan film itu. Mungkin karena aku baru pertama kali ini nonton blue film. Badanku makin enggak karuan rasanya kepalaku serasa berat dan ah rangsangan di badanku semakin menggila .Aku lihat Agus dan Anggi sudah saling melepaskan baju mereka telanjang bulat di hadapan aku dan Dino.Mereka saling berpelukan, berpagutan tampak Agus menciumi tetek Anggi yang mungil Agus lalu mengisep-isep pentilnya tampaknya keduanya sudah sering melakukannya . Mereka tampak tidak canggung lagi Anggi mengisep-isep peler Agus persis seperti kejadian di film blue itu . Anggi juga sepertinya telah terbiasa Kontol Agus bak permen, diisep, dikulum oleh Anggi Dino merapatkan tubuhnya kepadaku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Rim .kamu sayang aku enggak?&quot;tanyanya padaku. &quot;Eh..emang kenapa, Din ?&quot;kataku kaget karena aku masih asyik menyaksikan Agus dan Anggi &quot;Aku pengen kayak gitu .&quot;kata Agus sambil menunjuk pada Agus dan Anggi yang semakin hot. Tampak Agus mulai menindih Anggi, dan memasukkan batang kontolnya ke nonok Anggi. Dengan diikuti teriakan kecil Anggi, batang kontol itu masuk seluruhnya ke nonok Anggi. Gairahku melonjak-lonjak entah kenapa?Seluruh badanku merinding .&quot;Rima?&quot;kata Dino lagi. &quot;Eh enggak ah enggak mau malu .&quot;kataku. &quot;Malu sama siapa?&quot;kata Dino. Tangannya mulai merayapi dadaku. Kutepis pelan tangannya. &quot;Malu sama Agus dan Anggi tuh &quot;kataku. &quot;Ah mereka aja cuek ayo dong Rima aku sudah enggak tahan nih &quot;kata Dino. &quot;Ah..jangan ah &quot;kataku. Gairahku makin tidak keruan mendengar erangan dan rintihan Agus dan Anggi. Tak terasa tangan Dino mulai membuka kancing bajuku. Entah kenapa aku membiarkannya sehingga bajuku terbuka. Aku hanya mengenakan BH dan celanapanjang jeans. Adegan di TV makin hot tampak sekarang seorang wanita asia di entot tiga orang bule dua orang memasukkan kontolnya ke memek dan pantatnya sedangkan yang satunya kontolnya lagi diisep oleh si wanita. Keempatnya terlihat sedang merasakan kenikmatan Tangan Dino mulai merayapi dan meremas-remas buah dadaku yang masih kencang dan belum pernah disentuh oleh siapapun. Aku menggelinjang, geli nikmat ah..baru pertama kali aku merasakan ini .&quot;Buka Bhnya, ya sayang &quot;pinta Dino. Aku mengangguk, aku jadi inginmerasakan lebih nikmat lagi Dengan cekatan Dino membuka Bhku.. aku sekarang benar-benar telanjang dada. Dino mengisepi pentilku memencet-memencet buah dadaku yang masih kenyal dan bagus &quot;Tetekmu enak bener, sayang belum pernah ada yang pegang yaa&quot;kata Dino sambil terus meremas tetekku dan mengisepi pentilku &quot;Belum Din ahhh enak Din terus terus..jangan berhenti .&quot;kataku. Kenikmatan itu baru kali ini aku rasakan. Kulirik Agus dan Anggi, merekasekarang bermain doggy style. Anggi berposisi nungging dan Agus menusuknya dari belakang terdengar erangan dan eluhan mereka Gairahku makin menggila &quot;Buka celanamu ya sayang aku udah pengen nih &quot;pinta Dino. &quot;Jangan Din takut .&quot;kataku. &quot;Takut apa sayang?&quot;kata Dino. &quot;Takut hamil &quot;kataku. &quot;Enggak Din, aku nanti keluarnya di luar memekmu sayang kalo hamilpun aku akan tanggung jawab, percayalah &quot;katanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku diam saja Dino mulai membuka ristleting celanaku, aku diamkan saja .tak lama kemudian, dia memerosotkan celanaku tampak memekku yang menggumpal dengan jembut yang lumayan tebal. Dino pun memerosotkan celana dalamku Aku benar-benar polos bugil. Dinopun membukaseluruh bajunya, kami berdua telanjang bulat .Tangan Dino tetap meremas-remas tetekku Kulirik Agus dan Anggi, eh mereka bersodomi Anggi sudah biasa bersodomi rupanya kulihat kontol Agus maju mundur di pantat Anggi sedangkan tangan kiri Anggi mengucek-ucek memeknya sendiri yang sudah basah Erangan mereka terdengar makin sering .Dino terus mengerjaiku, tangannya mulai merayapi jembutku. Salah satu jarinya dimasukkan ke nonokku&quot;Ah..sakit, pelan-pelan, Din..&quot;teriakku ketika jari itu memasuki nonokku. Dino agak sedikit mengeluarkan jari itu dan bermain di bibir kemaluanku tak lama kemudian nonokku basah . &quot;Din, isep dong punyaku &quot;pinta Dino sambil menyodorkan kontolnya ke mukaku. &quot;Ah..enggak ah &quot;kataku menolak. &quot;Jijik ya? Punyaku bersih kok ayo dong Anggi saja berani tuh &quot;pinta Dino memelas. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan ragu aku pegang kontol Dino. Baru sekali ini aku memegang punya laki-laki. Ternyata liat dan keras. Kontol Dino sudah berdiri tegang rupanya. &quot;Ayo dong Rima sayang &quot;pinta Dino lagi. Dengan ragu kumasukkan kontol itu ke mulutku, aku diamkan kontol itu sambil kurasa-rasa. Ih, kenyal &quot;Hisap dong sayang seperti kamu makan permen &quot;Dino mengajariku. Pelan-pelankuisap-isap, kujilati bolong kontol itu dengan lidahku lama kelamaan aku merasa senang mengisapnya kuisep keras-keras..kusedot-sedot, kujilati .kumaju mundurkan kontol itu di dalam mulutku terdengar berulang kali erangan Dino. &quot;Ah ah .uuuhhh enak sayang teruskan ..&quot; erang Dino. Tangan Dino terus mengucek-ucek nonokku. Sudah tidak sakit lagi sekarang, mungkinsudah basah Aku jadi senang mengisap kontol Dino terus kulomoh kuisap..kujilati kusedot-sedot ih..enak juga, pikirku Tiba-tiba Dino menarik kontolnya dan mengarahkannya ke nonokku Aku pasrah, dimasukkannya kontolnya ternyata meleset, Dino melumuri tangannya dengan ludahnya kemudian tangannya itu diusapkan ke kontolnya dan mencoba lagi memasukkan kontolnya ke liang nonokku, ketika kepalanya masuk ke nonokku, aku berteriak&quot;Aduuh sakit Din pelan-pelan dong &quot; Gairah semakin meninggi .aku ingin merasakan kenikmatan lebih .Dino melesakkan kontolnya ke nonokku pelan kurasakan sesak nonokku ketika kepala kontol itu masuk ke dalamnya Dino lagi menghentakkan kontolnya sehingga amblas semuanya ke dalam nonokku .&quot;Ahhh perih Din &quot;kataku. Dino diam sebentar memberikan waktu kepadaku untuk menenangkan diri. &quot;Tenang Din, sebentar lagi kamu akan terbiasa kok &quot;katanya. Pelan-pelan Dino mengocokkontolnya di nonokku. Masih terasa perih sedikit kocokkan Dino semakin kencang Aneh, perih itu sudah tidak terasa lagi, yang ada hanya rasa nikmat nikmat sekali &quot;Terus Din Terus ahhhh ah .enak .&quot;kataku. Sempat kulirik Agus dan Anggi masih terus bersodomi. Gimana rasanya disodomi ya, pikirku Agus semakin menggencarkan kocokkanyya Aku semakin menggelinjang .ah ternyata ngentot itu nikmat .surga dunia coba dari dulu.. kataku dalam hati .&quot;Din ah.ah .aku aku .&quot;entah apa yang aku ingin ucapkan. Ada sesuatu yang ingin kukeluarkan dari nonokku entah apa &quot;Keluarkan saja sayang kamu mau keluar .&quot;kata Dino. &quot;Ahh iya Din aku mau keluar ..&quot;tak lama kemudian terasa cairan hangat dari nonokku . &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dino terus mengocok kontolnya kuat juga pacarku ini, pikirku. &quot;Satu nol, sayang&quot;kata Dino tersenyum. Dino mencopot kontolnya, aku sedikit kecewa &quot;Kenapa dicopot Din..&quot;tanyaku. &quot;Kita coba doggy style, sayang &quot;jawabnya sambil membimbingku berposisi seperti anjing. Dino menusukan kontolnya lagi sekarang badanku terguncang-guncang keras terdengar erangankeras dari Anggi dan Agus, mereka ternyata telah mencapai puncaknya kulihat peluh bercucuran dari kedua tubuh mereka, dan akhirnya mereka terkapar kenikmatan tampak wajah puas dari mereka berdua Aku sudah hampir tiga kali keluar Dino tampak belum apa-apa dia terus mengocok kontolnya di memekku. Sudah hampir � jam aku dientot Dino, tapi tampaknya Dino belum menunjukkan akan selesai. Kuat juga aku lemes sekali lalu Dino mencopot lagi kontolnya dan mengambil baby oil yang tersedia dekat kakinya. Aku ingat baby oil itudipakai untuk melumuri pantat Anggi ketika mau disodomi .eh apakah aku mau disodomi Dino? &quot;Mau ngapain Din &quot;tanyaku penasaran .&quot;Seperti Anggi dan Agus lakukan, Rima aku ingin menyodomimu sayang &quot;jawabnya. Sebenarnya aku takut, tapi terdorong rasa gairahku yang melonjak-lonjak dan keingin tahuanku rasanya disodomi, maka aku mendiamkannya ketika Dino mulai mengolesi lubang pantatku dengan baby oil. Tak lama kemudian, kontol Dino yang masih keras itu diarahkan ke pantatku meleset dicoba lagi kepala kontol Dino tampak mulai merayapi lubang pantatku &quot;Aduuuh sakit Din &quot;kataku ketika kontol itu mulai masuk pantatku. &quot;Tenang sayang nanti juga enggak sakit &quot;jawab Dino sambil melesakkan bagian kontolnya kepalanya sudah seluruhnya masuk ke pantatku &quot;Aduuuhh sakiiiitt &quot;kataku lagi. &quot;Tenang Rim, nanti enak deh..aku jadi ketagihan sekarang &quot;kata Anggi sambil mengelus rambutku dan menenangkanku. &quot;Kamu sudah sering disodomi, Nggi?&quot;tanyaku. &quot;Wah bukan sering lagi hampir tiap hari kadang aku yang minta abis enak sih udah tenang saja ayo Dino coba lagi nanti pacarmu pasti ketagihan ayo..&quot;kata Anggi sambil menyuruh Dino mencoba lagi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dino mendesakkan lagi kontolnya sehingga seluruhnya amblas ke pantatku. Terasa perih di pantatku .&quot;Tuuh kan sudah masuk tuh enak kan nanti pantatmu juga terbiasa kok kayak pantatku ini enak kan jadi enggak ada hari libur, kalo lagi mens-pun tetap bisa dientot hi hihi &quot;kata Anggi. Aku diam saja. Ternyata sakit kalo disodomi .Dino mulai mengocok kontolnya di pantatku. &quot;Pelan-pelan, Din masih sakit &quot;pintaku pada Dino. &quot;Iya sayang enak nih sempit&quot;katanya. Anggi ke belakang pantatku dan mengucek-ucek nonokku dengan tangannya aku semakin menggelinjang nikmat &quot;Anggi ah .enak &quot;kataku. &quot;Ayo Din, kocok terus, biar aku mengucek nonoknya, biar rasa sakit itu bercampur rasa nikmat&quot;kata Anggi pada Dino. Benar sekarang rasa sakit itu tidak muncul lagi hanya nikmat .&quot;Hai sayang ini ada lobang nganggur mau pake? Boleh kan Dino? Lubang yang satu ini dipake pacarku Agus &quot;kata Anggi. &quot;Tanya Rima saja deh, aku lagi asyik nih&quot;jawab Agus sambil terus mengocok kontolnya di pantatku. &quot;Gimana Rima? Bolehkan? Enak lo di dobelin aku sering kok &quot;pinta Anggi. &quot;Ah..jangan deh &quot;kataku.&quot;Sudahlah Rima, kasih saja aku rela kok&quot;kata Dino. Tiba-tiba Agus merayap di bawahku dan menciumi tetekku. Kontolnya dipegang oleh Anggi dan diarahkan ke nonokku. Dengan sekali hentakan, kontol itu masuk ke nonokku. &quot;Jaang &quot;kataku hendak berteriak jangan tetapi terlambat, kontol itu sudah masuk ke nonokku. Jadilah aku dientot dan disodomi . � jam Agus dan Dino mengocok kontolku. Aku lemes sekali baru sekali dientot sudah diduain tanganku sudah tidak kuat menopang badanku. Kakiku lemes sekali. Kenikmatan itu sendiri tidak ada duanya .aku sebenarnya jadi senang dientot berdua begini tapi mungkin kali ini kurang siap. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku keluar 2 kali sebelum Agus mencopot kontolnya dan memasukkan kontolnya ke mulut Anggi. Anggi menghirup peju yang keluar dari kontol Agus dengan nikmat. Kemudian Dino melakukan hal yang sama, tadinya aku ragu untuk menghirupnya, tapi lagi-lagi rasa penarasan pada diriku membuatku ingin rasanya menikmati pejunya Dino. Dino memuntahkan pejunya dimulutku akupun menelannya. Ah..rasanya asin dan agak amis setelah kontolnya bersih, Dino mencopot kontolnya dan menciumku yang sudah KO di kasur. &quot;Terima kasih sayang aku puas dan sayang sama kamu &quot;katanya lembut. Aku diam saja sambil merasakan kenikmatan yang baru pertama kali aku rasakan. Badanku lemes sekali Kulihat di seprai ada bercak merah..darah keperawananku dan mungkin bercampur dengan sedikit darah dari pantatku yang mungkin juga sobek karena dirasuki kontol Dino. Aku mencoba duduk, ah masih terasa sakit di kedua lubangku itu, lalu aku menangis di pelukan Dino .&quot;Din, aku sudah enggak perawan lagi sekarang jangan tinggalkan aku yaa .&quot;kataku pada Dino. Kulihat Anggi dan Agus sudah tidur berpelukan dalam keadaan telanjang bulat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Iya sayang aku makin cinta sama kamu aku janji enggak akan meninggalkanmu tapi kamu harus janji yaa &quot;katanya. &quot;Bener Din? Kamu enggak ninggalin aku? Tapi janji apa ?&quot;kataku balik bertanya. &quot;Janji, kita akan mengulangi ini lagi aku bener-bener ketagihan sekarang sama nonokmu dan juga pantatmu, sayang &quot;kata Dino sambil mengelus rambutku. Aku diam saja, aku juga ingin lagi..aku juga ketagihan kataku dalam hati. &quot;Janji ya sayang &quot;katanya lagi mendesakku. Aku hanya mengangguk. &quot;Sudah jangan nangis sekarang kamu mau langsung pulang atau mau istirahat dulu?&quot;tawar Dino. Aku pilih istirahat dulu lalu akupun tertidur berpelukan dengan Dino. Hari ini baru pertama kali aku berkenalan dengan sex. Ternyata enak dan nikmat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
TAMAT&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maaf! Ini bukan ajang balas dendam dengan mencantumkan no HP orang yang dibenci.Mohon pengertiannya!&lt;br /&gt;
&amp;gt;&amp;gt;Kami  menunggu cerita dari anda,&amp;gt;&amp;gt;Cerita harus panjang dan langsung  TAMAT.&lt;br /&gt;
&amp;gt;&amp;gt;Nama dan Email pengirim akan kami cantumkan di bawah Judul  cerita yang anda kirim.&lt;br /&gt;
&amp;gt;&amp;gt;Kirimkan cerita anda ke email di  bawah.Email : Andry.farera@gmail.com&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Luv Me Hug Me Fuck Me&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Adikku Pembobolku&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;aku pacaran dengan Dian&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;di bangku kelas 3 SMP&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;gadis berumur 18 tahun&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;kehilangan perawan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Keponakanku Nina&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Masa kecil saya di Palembang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;hubungan dengan Kakak beradik&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gang yang tak Pernah Sadar di Purwokerto...&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;HATI2 WAKTU DI WC...&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;KELUARGA BERENCANA...&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;KeHiDuPaN MaLaM Di PuRWoKeRTo...&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;,kM BiZa LiaT di :&lt;br /&gt;
http://ceritapengalamansex.blogspot.com/&lt;br /&gt;
http://andryfarera.blogspot.com/&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Web Design © Andry Purwokerto - Indonesia.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;All Rights Reserved. 2007-2012&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/feeds/3589799558123159711/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/2011/10/aku-seorang-pelajar-smp-kelas-ii.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8402305717301042857/posts/default/3589799558123159711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8402305717301042857/posts/default/3589799558123159711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/2011/10/aku-seorang-pelajar-smp-kelas-ii.html' title='Aku seorang pelajar SMP kelas II'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdTtBKrsVM3IFbzJRgYe3Uvmh-VcxV7Y39r75yXFndWC1-zYcHTgc6zULtxRIybqYt9t_vfhK2RBEWAp-tYYXC6aeiChnPHiq3q8pEOW4DbqQ0yZYqRkw-CihEDS2f2vGnDxNIXpHk-F0A/s72-c/IMG01326.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8402305717301042857.post-8310600913716641873</id><published>2011-10-27T12:20:00.000-07:00</published><updated>2011-10-27T12:20:16.938-07:00</updated><title type='text'>“Halo, namaku Andri..</title><content type='html'>Tanggal Post : 11 Maret 2008 &lt;br /&gt;
Judul : sekolah internasional &lt;br /&gt;
Waktu : 05:05&lt;br /&gt;
Kiriman : Andri&lt;br /&gt;
Email : Andry.farera@yahoo.co.id&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEioizVC9cDQo7hgP0tNliMYdKMgfABH6ORB4Ty7fI2f0GqkwVpuCIuK96za9JnEuV1VTdIu3TR8xM05yeCt9aYxbaX-ahhaTaJSPlI2-LgBH2SaiRIVDh931el1gsZ9MGHQ-6-DZUpliw4l/s1600/Andry.farera%2540yahoo.co.id+%252813%2529.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEioizVC9cDQo7hgP0tNliMYdKMgfABH6ORB4Ty7fI2f0GqkwVpuCIuK96za9JnEuV1VTdIu3TR8xM05yeCt9aYxbaX-ahhaTaJSPlI2-LgBH2SaiRIVDh931el1gsZ9MGHQ-6-DZUpliw4l/s320/Andry.farera%2540yahoo.co.id+%252813%2529.jpg&quot; width=&quot;242&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Namaku Andri, sekarang aku lagi kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di Malaysia. Aku akan menceritakan pengalaman tak terlupakanku waktu SMU dulu. &lt;br /&gt;
Kejadiannya sekitar 2 tahun lalu, ketika aku masih bersekolah di sebuah sekolah internasional di kuala lumpur Malaysia. Seperti layaknya sebuah sekolah internasional, banyak sekali murid-muridnya yang berasal dari luar negeri. Akan tetapi, mayoritas berasal dari Korea atau yang lebih dikenal sebagai ‘negeri ginseng. &lt;br /&gt;
Kisahku bermula ketika ada seorang gadis Korea yang baru saja masuk ke sekolahku. Namanya Kim Chi, dia baru duduk di bangku kelas 1 SMP. Tapi biarpun masih kelas 1 SMP, dia sudah memiliki tubuh seperti seorang gadis berusia 17 tahun lebih. Dengan sepasang buah dada yang condong ke depan dan bokong yang begitu montok. Saat itu juga timbullah niat busukku untuk mencumbui tubuhnya yang padat dan berisi itu. Tapi untuk dapat menikmati tubuhnya itu, aku harus dekat dengan dia. Maka saat itu juga, kuputuskan untuk berkenalan. “Halo, namaku Andri.. ” ucapku sembari menawarkan tanganku. Dia pun menjabat tanganku dan memperkenalkan dirinya. Setelah cukup lama berbincang, akhirnya kita saling menukar nomor handphone. Dan sejak saat itu, aku pun sering SMS-an dan juga teleponan sama dia. Kita pun jadi dekat dan mulai berpacaran. &lt;br /&gt;
Minggu-minggu pertama pacaran merupakan minggu-minggu yang membosankan. Ini disebabkan si Kim Chi masih malu-malu kucing. Tiap kali aku ingin menciumnya, dia selalu menghindar. Dan dikalanya tanganku meraba paha ataupun buah dadanya, dia selalu menarik tanganku. Setelah kuselidiki, ternyata Kim Chi berasal dari sebuah sekolah khusus perempuan. Di mana tidak ada yang namanya pria atau lelaki sama sekali. Aku pun heran dan bertanya-tanya pada diriku sendiri, orangtua macam apa yang mau menyekolahkan anak perempuannya ke sekolah yang hanya berisikan perempuan saja. &lt;br /&gt;
Menurut teman-temannya, selama 6 tahun dia tidak pernah mengenal yang namanya laki-laki. Ya ampun, pasti dia belum pernah merasakan yang namanya dicium ataupun dipegang-pegang. Sejak mendengar cerita tersebut, aku pun memberanikan diri. Aku berkata padanya, &lt;br /&gt;
“Kalau dicium itu enak rasanya, apalagi kalau buah dada dan paha kamu diraba-raba.. ” &lt;br /&gt;
Pada mulanya ia menolak dan enggan bibirnya kucumbui dan tubuhnya kupegang-pegang. Tetapi akhirnya, setelah kubujuk beberapa kali, Kim Chi pun mau dan ingin mencoba nikmatnya dicumbu dan diraba-raba. Maka mulai saat itu juga, setiap kali aku dan dia jalan, pasti ada adegan cium-ciuman dan pegang-pegangan. Aku dan Kim Chi sangat sering jalan berduaan di KLCC, sebuah shopping mall di Kuala Lumpur. Dan tempat yang paling aku gemari dari situ adalah di bioskopnya dan juga di tamannya. KLCC memiliki sebuah taman yang cukup besar, jadi seandainya tidak bisa melakukan ‘hal-hal’ tersebut di bioskop, maka taman merupakan tempat kedua paling cocok buat berduaan. &lt;br /&gt;
Pertama kalinya aku mendengar Kim Chi mendesah karena nikmat adalah ketika kami di taman KLCC. Saat itu kebetulan lagi sepi dan tidak banyak orang yang datang untuk belanja. Jadi kuputuskan untuk mengajak Kim Chi ke taman dan duduk berduaan di bawah pohon, tujuannya supaya tidak kelihatan orang lain. Setelah cukup lama berbincang, aku pun sudah tidak sabar lagi, maka langsung saja kuciumi lehernya dan menjilati telinganya. Kedua tanganku juga tidak tinggal diam, tangan kiriku meremas buah dadanya dan tangan kananku menelusuri roknya sambil mengelus-elus vaginanya. Ia pun mendesah dengan hebatnya, &lt;br /&gt;
“Aaah.. Aaah.. ” &lt;br /&gt;
Mendengar desahannya itu, aku jadi tambah bernafsu dan langsung saja kuselipkan jari-jariku ke dalam BH-nya dan bermain dengan putingnya. &lt;br /&gt;
“Ya ampun.. Lembut sekali putingnya.. Begitu menggemaskan.. ” bisikku dalam hati. &lt;br /&gt;
Jari-jariku pun kuselipkan ke dalam CD-nya, dan kurasakan betapa halusnya vagina si Kim Chi. Aku merasakan bulu-bulu halus yang baru tumbuh, tidak hanya itu, kurasakan pula cairan yang keluar membasahi vaginanya. &lt;br /&gt;
“Aaah.. Aaah.. Andri.. ” desahannya semakin menjadi-jadi sembari memelukku dengan erat. Ia begitu lemas dan tidak berdaya, memeluk dan mencium-cium kecil saja yang dapat ia lakukan pada saat itu. &lt;br /&gt;
“Gimana rasanya Chi? Enak kan?” tanyaku padanya. Ia hanya dapat menganggukkan kepalanya saja dan tersenyum malu. Kim Chi kelihatan begitu lelah sekali, wajar saja, ini merupakan pengalaman pertamanya. Pertama kalinya vagina dan buah dadanya dimainkan seorang laki-laki. Maka kuputuskan untuk mengantarnya pulang ke rumahnya saja. &lt;br /&gt;
“Chi, kamu aku antar pulang ya, kamu kelihatan capek sekali.. ” &lt;br /&gt;
Kembali ia diam saja tak mengatakan sepatah kata pun, hanya menganggukkan kepalanya saja. Aku jadi merasa bersalah karena telah berbuat demikian pada dirinya, apalagi kita ini baru saja saling mengenal. Tetapi pemikiranku salah, aku salah besar. Ternyata setelah kejadian itu, si Kim Chi jadi lebih bernafsu. Dia berubah menjadi seorang cewek yang nafsuan, yang sangat liar. Setiap kali ada waktu kosong di sekolah, ketika semua murid lagi pada di dalam kelas, atau di kala semua orang lagi makan siang di kantin, pastinya si Kim Chi selalu mengajakku melakukan “hal-hal” tersebut secara diam-diam. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamar mandi guru, kelas kosong, ataupun di kamar mandi cewek. Tempat-tempat ini merupakan tempat-tempat yang paling digemari Kim Chi buat melakukan ‘hal-hal’ tersebut denganku. Pokoknya setelah kejadian di taman KLCC waktu itu, Kim Chi jadi lebih liar dan ganas. Malah ia jadi begitu aktif memainkan penisku. Yang tadinya tidak tahu sama sekali cara memainkan penisku, jadi sangat aggresif memainkannya. Ia sangat menggemari kegiatan meremas-remas penisku. Kim Chi menjadi seorang cewek yang sangat nakal. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pun mulai mengajari dia cara memainkan vaginanya sendiri ataupun bermain dengan putingnya alias masturbasi. Bukan hanya itu, aku juga mengajarinya cara berphone sex. Sepertinya Kim Chi begitu menikmati phone sex soalnya setiap kalinya aku telpon, dia pasti selalu menanyakanku untuk melakukan phone sex. Karena keseringan melakukan phone sex dan juga ‘hal-hal’ tersebut, maka aku beranggapan kalau sudah waktunya gadis Korea ini merasakan sex yang sungguh-sungguhan. Apalagi sekarang ini, dia sudah menjadi sangat liar dan aggresif, pasti berhubungan sex dengan dia merupakan hal yang tidak cukup sulit. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pun terus berpikir, kapan waktu yang paling bagus buat menghilangkan keperawanan si Kim Chi, dan di mana tempat yang paling sesuai buat melakukan itu semua. Setelah cukup lama berpikir, akhirnya aku menemukan jawabannya. Aku baru ingat kalau aku pernah tanya sama si Kim Chi, kalau dia sudah pernah atau belum dikasih hadiah ulang tahun sama cowok. Kim Chi pun berkata kalau ia belum pernah dikasih hadiah ulang tahun sama cowok, dan ia ingin sekali mendapatkan hadiah ulang tahun dari cowok. Maka kuputuskan untuk melakukannya pada hari ulang tahunnya, di aparteman temanku yang kebetulan lagi kosong dan kuncinya dititipkan padaku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tibalah hari ulang tahun Kim Chi yang ke 13, aku pun mengajaknya makan dan jalan-jalan, seperti biasa di KLCC. Setelah cukup lama keliling KLCC, aku pun bertanya kepada Kim Chi, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Chi.. Kamu mau nggak ikut aku ke suatu tempat spesial? Di sana aku sudah nyiapin sebuah hadiah yang sangat bagus buat kamu.. Kamu bilang kamu ingin banget dapet hadiah ulang tahun dari cowok.. Biarin aku jadi cowok pertama yang kasih kamu hadiah ulang tahun.. ” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kim Chi kelihatan sangat gembira dan setuju dengan tawaranku. Maka pergilah kami ke aparteman temanku itu. Sesampainya di sana, aku langsung saja membawa Kim Chi ke kamar yang sudah kusiapkan. Setelah masuk ke kamar, aku pun mengunci pintu dan langsung saja menanggalkan semua pakaianku. Aku hanya memakai CD-ku saja. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh Andri.. Kamu ngapain buka-buka pakaian kamu? Memangnya kamu mau ngapain? Terus, hadiah yang kamu janjikan ke aku mana?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hadiahnya ya ini Chi.. Kita bisa buat yang gitu-gitu sampai puas.. Plus, biasanya kan kita cuma pegang-pegangan tapi nggak sampai lihat dalamnya kan? Kamu masa nggak mau liat penisku bentuknya gimana.. Masa nggak mau liat apa yang ada di balik CD putih ini.. ” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan seperti biasa, ia hanya tersenyum malu sambil menganggukkan kepalanya. Tapi yang membuatku sangat bernafsu ialah ketika ia menjulurkan lidahnya sambil menggigit-gigit bibirnya. Aku langsung menerkamnya dan menariknya ke tempat tidur. Kubuka kancing bajunya satu demi satu dan juga roknya sehingga ia hanya memakai BH dan CD saja. Betapa indahnya pemandangan pada saat itu, apalagi BH dan CD yang dipakai Kim Chi jenis BH dan CD yang transparan atau tembus pandang. Aku bisa melihat puting dan juga vaginanya secara samar-samar. Aku langsung menuju ke buah dadanya yang sangat menggiurkan dan menanggalkan BH yang dipakainya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wah.. Indah sekali buah dadanya.. Begitu putih dan mulus.. Padat berisi sekitar 34-B. ” Dengan puting yang sangat imut dan masih berwarna merah jambu. Langsung saja kuciumi dan kujilati buah dadanya yang sangat lezat itu. Aku juga menyempatkan untuk menggigit putingnya yang ternyata begitu kenyal dan nikmat. Ia mendesah dengan hebatnya, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aaah.. Ooohh.. “, sambil menarik-narik rambutku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah puas mengulum buah dadanya, aku pun turun ke perutnya. Kembali kuciumi dan kujilati perutnya itu. Ia menggelinjang karena kegelian dan semakin menarik rambutku. Aku turun dan turun hingga ke vaginanya. Kuarahkan lidahku ke clitorisnya dan memainkannya seenakku. Kim Chi pun kembali mendesah sembari menarik rambutku, namun kali ini desahannya begitu keras, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oooh.. Aaah.. Andri.. Oh yeah.. Aaah.. Jangan berhenti.. ” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Desahannya tersebut membuatku semakin bernafsu, membuatku mempercepat permainan lidahku pada clitorisnya. Ia pun mendesah lagi dan nampaknya akan segera menyemprot. Dan betul dugaanku, cairan asin menyemprot ke mukaku yang sedang menjilati vaginanya. Kim Chi pun kelihatan lemas sekali setelah kulakukan foreplay pada dirinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun demikian, aku tidak ingin sampai di situ saja. Aku menyuruhnya untuk mengulum penisku. Ia pun menurut dan langsung menggenggam penisku dan memasukkannya ke dalam mulutnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh yeah.. Oohh.. Chi.. Oooh.. Nikmat sekali..” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia begitu pintar memainkan penisku. Diputar-putar, dijilat-jilat, terus dicelupin ke mulutnya. Bukan hanya itu, ia juga bermain dengan kedua bijiku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pintar sekali ini cewek..”, ujarku dalam hati. Ia menyedot dan juga menjilati kedua bijiku dengan variasi yang berbeda.&lt;br /&gt;
“Oooh.. Oooh.. Oh yeah..”&lt;br /&gt;
Aku pun akhirnya keluar dan menyemprotkan semua spermaku ke dalam mulutnya. Karena baru pertama kali melakukan ini, Kim Chi menelan habis semua spermaku. Ia merasa jijik dan ingin muntah setelah menelan semuanya. Aku hanya bisa tertawa melihat ekspresi wajahnya yang begitu polos dan lugu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah cukup lama berbaring di atas ranjang, Kim Chi pun menyuruhku mengantarnya pulang, apalagi hari sudah hampir malam dan orangtua Kim Chi pasti mencarinya. Akan tetapi, aku belum mengijinkannya untuk pulang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Chi, kamu mau ke mana? Jangan buru-buru.. Aku masih ada satu lagi hadiah ulang tahun buat kamu..” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun heran dan bertanya-tanya. Aku hanya menyuruhnya menutup matanya saja. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Inilah kesempatanku untuk merasakan vaginanya dan menghilangkan keperawanannya.. “, bisikku dalam hati. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan tanpa basa-basi, aku dengan perlahan memasukkan batang penisku ke dalam liang vaginanya. Kim Chi pun kaget dan membuka matanya, ia mau melepaskan diri dan menghindar. Tapi aku menahannya dan membisikkan arah telinganya, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Chi.. Kamu jangan takut.. Apa pun yang akan terjadi, aku tetap sayang sama kamu dan akan bertanggung jawab..” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kim Chi pun hanya dapat menangis kesakitan ketika kumasukkan seluruh batang penisku ke dalam vaginanya. Dan di situ juga, kusaksikan darah mengalir dari liang vaginanya. Aku telah menghilangkan keperawanannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kurasakan dinding-dinding vaginanya yang begitu hangat menjepit penisku. “Oooh.. Aaahh..” Nikmat sekali rasanya. Kim Chi hanya dapat menangis dan menangis, karena keperawanannya telah hilang. Aku pun kembali mengecup keningnya dan berkata, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Chi.. Aku nggak akan meninggalkan kamu.. Aku akan bertanggung jawab.. Kamu jangan nangis ya..” Ia mengangguk dan menurut saja. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keesokan harinya aku mengantar Kim Chi ke rumahnya. Setelah itu aku berkata padanya kalau aku enggak akan ninggalin dia. Tapi aku berbohong, aku belum siap untuk semua ini. Aku belum siap menjalin hubungan seperti ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pun berbohong kepada Kim Chi dan mengatakan kalau aku akan balik ke Indonesia dan tidak akan kembali lagi. Ia mencoba menelponku dan juga mengSMSku. Tapi aku sudah terlanjur membuang kartu telponku dan menukarnya dengan yang baru. Aku pun pindah ke kota lain, kota yang jauh dari Kuala Lumpur, kota yang jauh dari Kim Chi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku begitu menyesal dengan apa yang telah terjadi. Tidak kusangka nafsu seorang pelajar kelas 3 SMU yang berlebihan, bisa menghancurkan masa depan seorang gadis yang masih duduk di bangku kelas 1 SMP. 2 tahun telah berlalu, dan aku pun tidak mengetahui kabar terbaru dari Kim Chi. Aku harap dia baik-baik saja. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kisahku memang kampungan dan terlampau kuno. Tapi aku baru sadar, nafsu yang terlalu berlebihan tidaklah baik. Melakukan hubungan sex dengan gadis Korea memanglah nikmat, dan kuakui itu memang cita-citaku dari dulu. Tapi akibat nafsuku yang berlebihan itu, semuanya menjadi begitu fatal. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E N D&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
TAMAT&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maaf! Ini bukan ajang balas dendam dengan mencantumkan no HP orang yang dibenci.&lt;br /&gt;
Mohon pengertiannya!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;gt;&amp;gt;Kami menunggu cerita dari anda,&lt;br /&gt;
&amp;gt;&amp;gt;Cerita harus panjang dan langsung TAMAT.&lt;br /&gt;
&amp;gt;&amp;gt;Nama dan Email pengirim akan kami cantumkan di bawah Judul cerita yang anda kirim.&lt;br /&gt;
&amp;gt;&amp;gt;Kirimkan cerita anda ke email di bawah.&lt;br /&gt;
Email : Andry.farera@gmail.com&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Luv Me Hug Me Fuck Me&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Adikku Pembobolku&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;aku pacaran dengan Dian&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;di bangku kelas 3 SMP&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;gadis berumur 18 tahun&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;kehilangan perawan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Keponakanku Nina&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Masa kecil saya di Palembang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;hubungan dengan Kakak beradik&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gang yang tak Pernah Sadar di Purwokerto...&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;HATI2 WAKTU DI WC...&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;KELUARGA BERENCANA...&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;KeHiDuPaN MaLaM Di PuRWoKeRTo...&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;,kM BiZa LiaT di :&lt;br /&gt;
http://ceritapengalamansex.blogspot.com/&lt;br /&gt;
http://andryfarera.blogspot.com/&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Web Design © Andry Purwokerto - Indonesia.&lt;br /&gt;
All Rights Reserved. 2007-2012</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/feeds/8310600913716641873/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/2011/10/halo-namaku-andri.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8402305717301042857/posts/default/8310600913716641873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8402305717301042857/posts/default/8310600913716641873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/2011/10/halo-namaku-andri.html' title='“Halo, namaku Andri..'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEioizVC9cDQo7hgP0tNliMYdKMgfABH6ORB4Ty7fI2f0GqkwVpuCIuK96za9JnEuV1VTdIu3TR8xM05yeCt9aYxbaX-ahhaTaJSPlI2-LgBH2SaiRIVDh931el1gsZ9MGHQ-6-DZUpliw4l/s72-c/Andry.farera%2540yahoo.co.id+%252813%2529.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8402305717301042857.post-3096712780974598169</id><published>2011-10-27T12:11:00.000-07:00</published><updated>2011-10-27T12:11:48.715-07:00</updated><title type='text'>SMU kelas 1 berumur 16 tahun</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjo5Tfx3bLo1Oe4-5HXpmwWuVv88Vcy7UjhsKY5JTLa2DgdDHXP1WJvCLJJaVsyHMzrH5ltX8k2n3Lff3n4tFlyEqer6QVjuqJ1broNzAmH-vYi8nNM4YnXuZYZ1-fXRGOg7UqiltP4J2p4/s1600/Picture0127.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjo5Tfx3bLo1Oe4-5HXpmwWuVv88Vcy7UjhsKY5JTLa2DgdDHXP1WJvCLJJaVsyHMzrH5ltX8k2n3Lff3n4tFlyEqer6QVjuqJ1broNzAmH-vYi8nNM4YnXuZYZ1-fXRGOg7UqiltP4J2p4/s320/Picture0127.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sebelumnya kuperkenalkan diri namaku Andre tinggi 170 cm berat badan 55 kg umurku sekarang 20 tahun asalku dari Purbalingga sekarang aku telah masuk jenjang perguruan tinggi negeri di kota Purwokerto. Pengalaman seks yang pertama kualami terjadi sekitar 4 tahun lalu, tepatnya waktu aku masih duduk di bangku SMU kelas 1 berumur 16 tahun. Karena rumahku berasal dari desa maka aku kost dirumah kakakku. Saat itu aku tinggal bersama kakak sepupuku yang bernama Mbak Fitri berusia 30 tahun yang telah bersuami dan mempunyai 2 orang putri yang masih kecil-kecil, namun di tempat tinggal bukan hanya kami berempat tapi ada 2 orang lagi adik Mbak Fitri yang bernama Wina waktu itu berumur 19 tahun kelas 3 SMK dan adik dari suami Kak Fitri bernama Asih berusia 14 tahun. Kejadian tersebut terjadi karena seringnya aku mengintip mereka betiga saat mandi lewat celah di dinding kamar mandi. Biarpun salah satu diantara mereka sudah berumur kepala 3 tapi kondisi tubuhnya sangat seksi dan menggairahkan payudaranya montok, besar dan belahan vaginanya woow..terlihat sangat oh..ooght nggak ku-ku bo.. Saat malam hari saat aku tidur dilantai beralaskan tikar, di ruang tamu yang gelap bersama Mbak Wina, awalnya sich aku biasa-biasa saja tapi setelah lama seringnya aku tidur bersama Mbak Wina maka aku akhirnya tak tahan juga. Malam-malam pertama saat dia tertidur pulas aku cuma berani mencium kening dan membelai rambutnya yang harum. Malam berikutnya aku sudah mulai berani mencium bibirnya yang seksi mungil, tanganku mulai meremas-remas buah dadanya yang padat berisi lalu memijat-mijat vaginanya yang, oh ternyata empuk bagai kue basah yang..oh..oh.., aku melihat matanya masih terpejam pertanda ia masih tertidur tapi dari mulutnya mendesah dengan suara yang tak karuan.&lt;br /&gt;
&quot;Ah..ught..hh..hmm&quot; desahan Mbak Wina mulai terdengar.&lt;br /&gt;
Tanganku terus bergerilya menjamah seluruh tubuhnya.saat aku menciumi vaginanya yang masih tertutup calana, ia mulai terbangun aku takut sekali jangan-jangan ia akan berteriak atau marah-marah tapi dugaan ku meleset.&lt;br /&gt;
Ia malah berkata, &quot;Dik teruskan.. aku sudah lama mendambakan saat-saat seperti ini ayo teruskan saja..&quot;&lt;br /&gt;
Bagai mendapat angin segar aku mulai membuka t-shirt yang ia gunakan kini terpampang buah dada yang seksi masih terbungkus BH. BH-nya lalu kubuka dan aku mulai mengulum putingnya yang sudah mengeras gantian aku emut yang kiri dan kanan bergantian.&lt;br /&gt;
&quot;Mbak, maafkan aku tak sanggup menahan nafsu birahiku!&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Nggak apa-apa kok Dik aku suka kok adik mau melakukan ini pada Mbak karena aku belum pernah merasakan yang seperti ini&quot; jawab Mbak Wina.&lt;br /&gt;
Setelah puas kupermainkan payudaranya lalu aku mulai membuka rok bawahannya, biarpun kedaan gelap gulita aku tahu tempat vagina yang menggiurkan, terus kubuka CD nya, lalu kuciumi dengan lembut.&lt;br /&gt;
&quot;Cup..cup..sret.. srett&quot;, suara jilatan lidahku.&lt;br /&gt;
&quot;Ought..ought..terus Dik enak..!!&quot;&lt;br /&gt;
Karena takut ketahuan penghuni rumah yang lain aku dengan segera mengangkan kedua kakinya lalu kumasukkan penisku yang mulai tegang kedalam vaginanya yang basah.&lt;br /&gt;
&quot;Ehmm..oh..ehh.. mmhh&quot;, rintih kakakku keenakan.&lt;br /&gt;
Setelah kira-kira setengah jam aku mulai merasakan kenikmatan yang akan segera memuncak demikian juga dengan dia.&lt;br /&gt;
&quot;Crot..cret..crett.. crett&quot;, akhirnya spermaku kukeluarkan di dalam vaginanya.&lt;br /&gt;
&quot;Oh..&quot;&lt;br /&gt;
Rupanya ia masih perawan itu kuketahui karena mencium bau darah segar.&lt;br /&gt;
&quot;Terima kasih Dik kamu telah memuaskan Mbak, Mbak sayang padamu lain kali kita sambung lagi yach?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Ok deh mbak&quot;, sahutku.&lt;br /&gt;
Setelah selesai memakai pakaian kembali aku dan dia tidur berpelukan sampai pagi. Sebenarnya kejadian malam itu kurang leluasa karena takut penghuni rumah yang lain pada tahu, sehingga suatu ketika kejadian itu aku ulang lagi.&lt;br /&gt;
Masih ingat dalam ingatan hari itu minggu pagi, saat Mbak Fitri dan adiknya Asih bersama keuarga yang lain pergi ke supermarket yang tidak terlalu jauh dari rumah kami.Karena keadaan rumah yang sepi yang ada hanya aku dan Mbak Wina, aku mulai menutup seluruh pintu dan jendela. Kulihat Mbak Wina sedang menyeterika dengan diam-diam aku memeluknya dengan erat dari balakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Dik jangan sekarang aku lagi nyetrika tunggu sebentar lagi yach.. sayang..!&quot; pinta Kak Wina.&lt;br /&gt;
Tapi aku yang sudah bernafsu nggak memperdulikan ocehannya, segera kumatikan setrika, kuciumi bibirnya dengan ganas.&lt;br /&gt;
&quot;Hm..eght.. hmm.. eght..!&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena masih dalam posisi berdiri sehingga tak leluasa melakukan cumbuan, aku bopong ia menuju ranjang kamar.&lt;br /&gt;
Kubaringkan ia di ranjang yang bersih itu lalu segera kulucuti semua pakaiannya dan pakaian ku hingga kami berdua telanjang bulat tanpa sehelai benang pun yang menempel. Wow..tubuh kakakku ini memang benar sempurna tinggi 165 cm berat sekitar 50 kg sungguh sangat ideal, payudaranya membusung putih bagaikan salju dengan puting merah jambu dan yang bikin dada ini bergetar dibawah pusarnya itu lho.. bukit kecil kembar ditengahnya mengalir sungai di hiasai semak-semak yang rimbun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami berdua tertawa kecil karena melihat tubuh lawan jenis masing-masing itu terjadi sebab saat kami melakukan yang pertama keadaan sangat gelap gulita tanpa cahaya. Sehingga tidak bias melihat tubuh masing-masing.&lt;br /&gt;
Aku mulai menciumi muka tanpa ada yang terlewatkan, turun ke lehernya yang jenjang kukecupi sampai memerah lalu turun lagi ke payudaranya yang mulai mengeras, kujilati payudara gantian kanan kiri dan kugigit kecil bagian putingnya hingga ia menggelinjang tak karuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah puas bermain di bukit kembar tersebut aku mulai turun ke bawah pusar, ku lipat kakinya hingga terpampang jelas seonggok daging yang kenyal di tumbuhi bulu yang lebat. Lidahku mulai menyapu bagian luar lanjut ke bagian dinding dalam vagina itu, biji klitorisnya ku gigit pelan sampai ia keenakan menjambak rambutku.&lt;br /&gt;
&quot;Ught..ugh..hah oh..oh..&quot;desahan nikmat keluar dari mulut Kak Wina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kira-kira 15 menit aku permainkan vaginanya rasanya ada yang membanjir di vaginanya rasanya manis asin campur aduk tak karuan kusedot semua cairan itu sampai bersih, rupanya ia mulai orgasme. Mungkin saking asyiknya kami bercumbu tanpa kami sadari rupanya dari tadi ada yang memperhatikan pergumulan kami berdua, Mbak Fitri dan adik suaminya, Asih sudah berdiri di pinggir pintu. Mungkin mereka pulang berdua tanpa suaminya dan kedua anaknya yang masih mampir ke rumah Pakdhenya mereka ketuk pintu tapi nggak ada sahutan lalu mereka menuju pintu daur yang lupa tak aku kunci. Aku dan Mbak Wina kaget setengah mati, malu takut bercampur menjadi satu jangan-jangan mereka marah dan menceritakan kejadian ini pada orang lain. Tapi yang terjadi sungguh diluar dugaan kami berdua, mereka bahkan ikut nimbrung sehingga kami menjadi berempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Dik main gituan kok kakak nggak di ajak sich kan kakak juga mau, sudah seminggu ini suami kakak nggak ngajak gituan&quot;, ucap Mbak Fitri.&lt;br /&gt;
&quot;Ini juga baru mulai kak!&quot; sahutku.&lt;br /&gt;
&quot;Mas aku boleh nyoba seks sama Mas?&quot; tanya Asih.&lt;br /&gt;
&quot;Boleh&quot;.&lt;br /&gt;
Aku dan Kak Wina selanjutnya menyuruh mereka berdua melepas seluruh pakaiannya.&lt;br /&gt;
&quot;Ck.. ck..ck..ck..&quot;, guman ku.&lt;br /&gt;
Sekarang aku dikerubung 3 bidadari cantik sungguh beruntung aku ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mbak Fitri tubuhnya masih sangat kencang payudaranya putih agak besar kira-kira 36 B vaginanya indah sekali. Sedangkan Asih tubuhnya agak kecil tapi mulus, dadanya sudah sebesar buah apel ukuranya 34 A vaginanya kelihatan sempit baru ditumbuhi bulu yang belum begitu lebat. Pertama yang kuserang adalah Mbak Fitri karena sudah lama aku membayangkan bersetubuh dengannya aku menciumi dengan rakus pentilnya kuhisap dalam-dalam agar air susunya keluar, setelah keluar kuminum sepuasnya rupanya Mbak Wina dan Asih juga kepingin merasakan air susu itu sehingga kami bertiga berebut untuk mendapatkan air susu tersebut, sambil tangan kami berempat saling remas, pegang dan memasukam ke dalam vagina satu sama lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah puas dengan permainan itu, aku meminta agar mereka berbaring baris sehingga kini ada 6 gunung kembar yang montok berada di depanku. Aku mulai mengulum susu mereka satu per satu bergantian sampai 6, aku semakin beringas saat kusuruh mereka menungging semua, dari belakang aku menjilati vagina satu persatu rasanya bagai makan biscuit Oreo di jilat terus lidahku kumasukkan ke dalam vagina mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Giliran mereka mengulum penisku bergantian.&lt;br /&gt;
&quot;Hoh.. hoo.. hh.. ehmm&quot;, desah mereka bertiga.&lt;br /&gt;
Aku yang dari tadi belum orgasme semakin buas memepermainkan payudara dan vagina mereka, posisi kami sekarang sudah tak beraturan. Saling peluk cium jilat dan sebagainya pokok nya yang bikin puas, hingga mereka memberi isyarat bahwa akan sampai puncak.&lt;br /&gt;
&quot;Dik aku mau keluar&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Mas aku juga&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Aku hampir sampai&quot;, kata mereka bergantian.&lt;br /&gt;
&quot;Jangan di buang percuma, biar aku minum!&quot;, pintaku&lt;br /&gt;
&quot;Boleh&quot;, kata Mbak Fitri.&lt;br /&gt;
Aku mulai memasang posisi kutempelkan mulutku ke vagina mereka satu persatu lalu kuhisap dalam-dalam sampai tak tersisa, segarnya bukan main.&lt;br /&gt;
&quot;Srep.., srep&quot;.&lt;br /&gt;
Heran, itulah yang ada di benakku, aku belum pernah nge-sex sama mereka kok udah pada keluar, memang mungkin aku yang terlalu kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena sudah tidak sabar aku mulai memasukkan penisku de dalam vagina Mbak Wina kugenjot naik turun pinggulku agar nikmat, sekitar 5 menit kemudian aku gantian ke Kak Fitri, biarpun sudah beranak 2 tapi vaginanya masih sempit seperti perawan saja.&lt;br /&gt;
&quot;Dik enak.. Uh.. oh..teruss!&quot;, desahnya.&lt;br /&gt;
&quot;Emang kok Kak.. hh ehmm..&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Mas giliranku kapan..?&quot;, rupanya Asih juga sudah tak tahan.&lt;br /&gt;
&quot;Tunggu sebentar sayang.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekitar 10 menit aku main sama Kak Fitri sekarang giliran Asih, dengan pelan aku masukkin penisku, tapi yang masuk hanya kepalanya. Mungkin ia masih perawan, baru pada tusukan yang ke 15 seluruh penisku bisa masuk ke liang vaginanya.&lt;br /&gt;
&quot;Mas.. sakit.. mas.. oght.. hhohh..&quot;, jerit kecil Asih.&lt;br /&gt;
&quot;Nggak apa-apa nanti juga enak, Sih!&quot;, ucapku memberi semangat agar ia senang.&lt;br /&gt;
&quot;Benar Mas sekarang nikmat sekali.. oh.. ought..&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rupanya bila kutinggal ngeseks dengan Asih, Kak Fitri dan Kak Wina tak ketinggalan mereka saling kulum, jilat dan saling memasukkan jari ke vaginanya masing-masing. Posisiku di bawah Asih, di atas ia memutar-mutar pinggulnya memompa naik turun sehingga buah dadanya yang masih kecil terlihat bergoyang lucu, tanganku juga tidak tinggal diam kuremas-remas putingnya dan kusedot, kugigit sampai merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena sudah berlangsung sangat lama maka aku ingin segera mencapai puncak, dalam posisi masih seperti semula Asih berjongkok di atas penisku, kusuruh Mbak Fitri naik keatas perutku sambil membungkuk agar aku bisa menetek, eh.., bener juga lama-lama air susunya keluar lagi, kuminum manis sekali sampai terasa mual. Mbak Wina yang belum dapat posisi segera kusuruh jongkok di atas mulutku sehingga vaginanya tepat di depan mulutku, dan kumainkan klitorisnya.&lt;br /&gt;
Ia mendesah seperti kepedasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ah.. huah.. hm..!&quot;&lt;br /&gt;
Tanganku yang satunya kumasukkan ke vagina Mbak Fitri, kontolku digarap Asih, mulutku disumpal kemaluan Mbak Wina, lengkap sudah.&lt;br /&gt;
Kami bermain gaya itu sekitar 30 menit sampai akhirnya aku mencapai puncak kenikmatan.&lt;br /&gt;
&quot;Ought.. hmm.. cret.. crot..&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Enak Mas..!&quot; desah Asih.&lt;br /&gt;
Spermaku ku semprotkan kedalam vagina Asih dan keluarlah cipratan spermaku bercampur darah menandakan bahwa ia masih perawan. Kami berempat sekarang telah mencapai puncak hampir bersamaan, lelah dan letih yang kami rasakan.&lt;br /&gt;
Sebelum kami berpakaian kembali sisa-sisa sperma di penisku di jilati sampai habis oleh mereka bertiga. Setelah kejadian itu kami selalu mengulanginya lagi bila ada kesempatan baik berdua bertiga maupun berempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun sekarang kami sudah saling berjauhan sehingga untuk memuaskan nafsu birahiku aku sering jajan di kafe-kafe di kota Solo ini ataupun dengan teman-teman wanita di tempat kuliah yang akrab denganku. Tapi tak satu pun dari mereka yang menjadi pacarku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
TAMAT&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maaf! Ini bukan ajang balas dendam dengan mencantumkan no HP orang yang dibenci.&lt;br /&gt;
Mohon pengertiannya!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;gt;&amp;gt;Kami menunggu cerita dari anda,&lt;br /&gt;
&amp;gt;&amp;gt;Cerita harus panjang dan langsung TAMAT.&lt;br /&gt;
&amp;gt;&amp;gt;Nama dan Email pengirim akan kami cantumkan di bawah Judul cerita yang anda kirim.&lt;br /&gt;
&amp;gt;&amp;gt;Kirimkan cerita anda ke email di bawah.&lt;br /&gt;
Email : Andry.farera@gmail.com&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Luv Me Hug Me Fuck Me&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Adikku Pembobolku&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;aku pacaran dengan Dian&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;di bangku kelas 3 SMP&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;gadis berumur 18 tahun&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;kehilangan perawan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Keponakanku Nina&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Masa kecil saya di Palembang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;hubungan dengan Kakak beradik&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gang yang tak Pernah Sadar di Purwokerto...&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;HATI2 WAKTU DI WC...&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;KELUARGA BERENCANA...&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;KeHiDuPaN MaLaM Di PuRWoKeRTo...&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;,kM BiZa LiaT di :&lt;br /&gt;
http://ceritapengalamansex.blogspot.com/&lt;br /&gt;
http://andryfarera.blogspot.com/&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Web Design © Andry Purwokerto - Indonesia.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;All Rights Reserved. 2007-2012&lt;/b&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/feeds/3096712780974598169/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/2011/10/smu-kelas-1-berumur-16-tahun.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8402305717301042857/posts/default/3096712780974598169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8402305717301042857/posts/default/3096712780974598169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/2011/10/smu-kelas-1-berumur-16-tahun.html' title='SMU kelas 1 berumur 16 tahun'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjo5Tfx3bLo1Oe4-5HXpmwWuVv88Vcy7UjhsKY5JTLa2DgdDHXP1WJvCLJJaVsyHMzrH5ltX8k2n3Lff3n4tFlyEqer6QVjuqJ1broNzAmH-vYi8nNM4YnXuZYZ1-fXRGOg7UqiltP4J2p4/s72-c/Picture0127.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8402305717301042857.post-4862217331890549564</id><published>2011-10-27T12:02:00.000-07:00</published><updated>2011-10-27T12:02:34.223-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="http://facebook.com/buronan.mertua"/><title type='text'>permainanku dengan ayahku</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg6GsHK8lYvh1NPah2dWVs5c8Yx1JctpWVzvGrhT3etSQck1QtjJhwnsKJ_jyQF8YJbksSB99ttLeEwMrdfZTIQqBCqh9hXbrejm1MOCH8tMBpXFEv7tKXGzv19eQsCvzlLn6KyQGKFqUmY/s1600/1229048.gif&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg6GsHK8lYvh1NPah2dWVs5c8Yx1JctpWVzvGrhT3etSQck1QtjJhwnsKJ_jyQF8YJbksSB99ttLeEwMrdfZTIQqBCqh9hXbrejm1MOCH8tMBpXFEv7tKXGzv19eQsCvzlLn6KyQGKFqUmY/s320/1229048.gif&quot; width=&quot;229&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Aku adalah anak tunggal. Ibuku adalah seorang wanita yang disiplin dan agak keras sedangkan ayahku kebalikannya bahkan bisa dikatakan bahwa ayah di bawah bendera ibu. Bisa dikatakan ibulah yang lebih mengatur segala-galanya dalam keluarga. Namun, walaupun ibu keras, di luar rumah aku termasuk cewek bandel dan sering tukar-tukar pacar, tentunya tanpa sepengetahuan ibuku. Tapi suatu saat, pada saat aku duduk di kelas 2 SMA, ibuku pergi mengunjung nenek yang sakit di kampung. Dia akan tinggal di sana selama 2 minggu. Hatiku bersorak. Aku akan bisa bebas di rumah. Tak akan ada yang memaksa-maksa untuk belajar. Aku juga bebas pulang sore. Kalau Ayah, yah.. dia selalu kerja sampai hampir malam. Pulang sekolah, aku mengajak pacarku, Anton, ke rumah. Aku sudah beberapa kali mengadakan hubungan kelamin dengannya. Tetapi hubungan tersebut tidak pernah betul-betul nikmat. Selalu dilakukan buru-buru sehingga aku tidak pernah orgasme. Aku penasaran, bagaimana sih nikmatnya orgasme?&lt;br /&gt;
Singkat cerita, aku dan Anton sudah berada di ruang tengah. Kami merasa bebas. Jam masih menunjukkan angka 3:00 sedangkan ayah selalu pulang pukul enam lewat. So, cukup waktu untuk memuaskan berahi. Kami duduk di sofa. Anton dengan segera melumat bibirku. Kurasakan hangatnya bibirnya. &quot;Ah..&quot; kurangkul tanganku ke lehernya. Ciumannya semakin dalam. Kini lidahnya yang mem permainkan lidahku. Tangannya pun mulai bermain di kedua bukitku. Aku benar-benar terangsang. Aku sudah bisa merasakan bahwa vaginaku sudah mulai basah. Segera kujulurkan tanganku ke perut bawahnya. Aku merasakan bahwa daerah itu sudah bengkak dan keras. Kucoba membuka reitsleting celananya tapi agak susah. Dengan segera Anton membukakannya untukku. Bagai tak ingin membuang waktu, secara bersamaan, aku pun membuka kemeja sekolahku sekaligus BH-ku tapi tanpa mengalihkan perhatianku pada Anton. Kulihat segera sesudah CD Anton lepas, senjatanya sudah tegang, siap berperang. Kami berpelukan lagi. Kali ini, tanganku bebas memegang burungnya. Tidak begitu besar, tapi cukup keras dan berdiri dengan tegangnya. Kuelus-elus sejenak. Kedua telurnya yang dibungkus kulit yang sangat lembut, sungguh menimbulkan sensasi tersendiri saat kuraba dengan lembut. Penisnya kemerah-merahan, dengan kepala seperti topi baja. Di ujungnya berlubang. Kukuakkan lubang kecil itu, lalu kujulurkan ujung lidahku ke dalam. Anton melenguh. Expresi wajahnya membuatku semakin bergairah. &quot;Ah..&quot; kumasukkan saja batang itu ke mulutku. Anton melepaskan celana dalamku lalu mempermainkan vaginaku dengan jarinya. Terasa sentuhan jarinya diantara kedua bibir kemaluanku. Dikilik-kiliknya klitorisku. Aku makin bernafsu. Kuhisap batangnya. Kujilati kepala penisnya, sambil tanganku mempermainkan telurnya dengan lembut. Kadang kugigit kulit telurnya dengan lembut. &quot;Nit, pindah di lantai saja yuk, lebih bebas!&quot;&lt;br /&gt;
Tanpa menunggu jawabanku, dia sudah menggendongku dan membaringkanku di lantai berkarpet tebal dan bersih. Dibukanya rok abu-abuku, yang tinggal satu-satunya melekat di tubuhku, demikian juga kemejanya. Sekarang aku dan dia betul-betul bugil. Aku makin menyukai suasana ini. Kutunggu, apa yang akan dilakukannya selanjutnya. Ternyata Anton naik ke atas tubuhku dengan posisi terbalik, 69. Dikangkangkannya pahaku. Selanjutnya yang kurasakan adalah jilatan-jilatan lidahnya yang panas di permukaan vaginaku. Bukan itu saja, klitorisku dihisapnya, sesekali lidahnya ditenggelamkannya ke lubangku. Sementara batangnya tetap kuhisap. Aku sudah tidak tahan lagi. &quot;Ton, ayo masukin saja.&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Sebentar lagi Nitt.&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Ah.. aku nggak tahan lagi, aku mau batangmu, please!&quot;&lt;br /&gt;
Anton memutar haluan. Digosok-gosokannya kepala penisnya sebentar lalu.. &quot;Bless..&quot; batang itu masuk dengan mantap.&lt;br /&gt;
Tak perlu diolesi ludah untuk memperlancar, vaginaku sudah banjir. Amboy, nikmat sekali. Disodok-sodok, maju mundur..&lt;br /&gt;
maju mundur. Aku tidak tinggal diam. Kugoyang-goyang juga pantatku. Kadang kakiku kulingkarkan ke pinggangnya.&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, &quot;Ah.. aku keluar..&quot; Dicabutnya penisnya dan spermanya berceceran di atas perutku.&lt;br /&gt;
&quot;Shit! Sama saja, aku belum puas, dia sudah muntah,&quot; rungutku dalam hati.&lt;br /&gt;
Tapi aku berpikir, &quot;Ah, tak mengapa, babak kedua pasti ada.&quot;&lt;br /&gt;
Dugaanku meleset. Anton berpakaian.&lt;br /&gt;
&quot;Nit, sorry yah.. aku baru ingat. Hari ini rupanya aku harus latihan band, udah agak telat nih,&quot; dia berpakaian dengan buru-buru. Aku betul-betul kecewa.&lt;br /&gt;
&quot;Kurang ajar anak ini. Dasar egois, emangnya aku lonte, cuman memuaskan kamu saja.&quot;&lt;br /&gt;
Aku betul-betul kecewa dan berjanji dalam hati tak akan mau main lagi dengannya. Karena kesal, kubiarkan dia pergi.&lt;br /&gt;
Aku berbaring saja di sofa, tanpa mempedulikan kepergiannya, bahkan aku berbaring dengan membelakanginya, wajahku kuarahkan ke sandaran sofa.&lt;br /&gt;
Kemudian aku mendengar suara langkah mendekat.&lt;br /&gt;
&quot;Ngapain lagi si kurang ajar ini kembali,&quot; pikirku. Tapi aku memasang gaya cuek. Kurasakan pundakku dicolek. Aku tetap cuek.&lt;br /&gt;
&quot;Nita!&quot;&lt;br /&gt;
Oh.. ini bukan suara Anton. Aku bagai disambar petir. Aku masih telanjang bulat.&lt;br /&gt;
&quot;Ayah!&quot; aku sungguh-sungguh ketakutan, malu, cemas, pokoknya hampir mati.&lt;br /&gt;
&quot;Dasar bedebah, rupanya kamu sudah biasa main begituan yah. Jangan membantah. Ayah lihat kamu bersetubuh dengan lelaki itu. Biar kamu tahu, ini harus dilaporkan sama ibumu.&quot;&lt;br /&gt;
Aku makin ketakutan, kupeluk lutut ayahku, &quot;Yah.. jangan Yah, aku mau dihukum apa saja, asal jangan diberitahu sama orang lain terutama Mama,&quot; aku menangis memohon.&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, ayah mengangkatku ke sofa. Kulihat wajahnya makin melembut.&lt;br /&gt;
&quot;Nit, Ayah tahu kamu tidak puas barusan. Waktu Ayah masuk, Ayah dengar suara-suara desahan aneh, jadi Ayah jalan pelan-pelan saja, dan Ayah lihat dari balik pintu, kamu sedang dientoti lelaki itu, jadi Ayah intip aja sampai siap mainnya.&quot;&lt;br /&gt;
Aku diam aja tak menyahut.&lt;br /&gt;
&quot;Nit, kalau kamu mau Ayah puasin, maka rahasiamu tak akan terbongkar.&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Sungguh?&quot;&lt;br /&gt;
Ayah tak menjawab, tapi mulutnya sudah mencium susuku. Dijilatinya permukaan payudaraku, digigitnya pelan-pelan putingku. Sementara tangannya sudah menjelajahi bagian bawahku yang masih basah. Ayah segera membuka bajunya.&lt;br /&gt;
Langsung seluruhnya. Aku terkejut. Kulihat penis ayahku jauh lebih besar, jauh lebih panjang dari penis si Anton. Tak tahu aku berapa ukurannya, yang jelas panjang, besar, mendongak, keras, hitam, berurat, berbulu lebat. Bahkan antara pusat dan kemaluannya juga berbulu halus. Beda benar dengan Anton. Melihat ini saja aku sudah bergetar.&lt;br /&gt;
Kemudian Aku didudukkannya di sofa. Pahaku dibukanya lebar-lebar. Dia berlutut di hadapanku lalu kepalanya berada diantara kedua pangkal pahaku. Tiba-tiba lidah hangat sudah menggesek ke dalam vaginaku. Aduh, lidah ayahku menjilati vaginaku. Dia menjilat lebih lihai, lebih lembut. Jilatannya dari bawah ke atas berulang-ulang. Kadang hanya klitorisku saja yang dijilatinya. Dihisapinya, bahkan digigit-gigit kecil. Dijilati lagi. Dijilati lagi. &quot;Oh.. oh.. enak, Yah di situ Yah, enak, nikmat Yah,&quot; tanpa sadar, aku tidak malu lagi mendesah jorok begitu di hadapan ayahku. Ayah&lt;br /&gt;
&quot;memakan&quot; vaginaku cukup lama. Tiba-tiba, aku merasakan nikmat yang sangat dahsyat, yang tak pernah kumiliki sebelumnya.&lt;br /&gt;
&quot;Oh.. begini rupanya orgasme, nikmatnya,&quot; aku tiba-tiba merasa lemas. Ayah mungkin tahu kalau aku sudah orgasme,&lt;br /&gt;
maka dihentikannya menjilat lubang kewanitaanku. Kini dia berdiri, tepat di hadapan hidungku, penisnya yang besar itu menengadah. Dengan posisi, ayah berdiri dan aku duduk di sofa, kumasukkan batang ayahku ke mulutku. Kuhisap, kujilat&lt;br /&gt;
dan kugigit pelan. Kusedot dan kuhisap lagi. Begitu kulakukan berulang-ulang. Ayah ikut menggoyangkan pantatnya,&lt;br /&gt;
sehingga batangnya terkadang masuk terlalu dalam, sehingga bisa kurasakan kepala penisnya menyentuh kerongkonganku.&lt;br /&gt;
Aku kembali sangat bergairah merasakan keras dan besarnya batang itu di dalam mulutku. Aku ingin segera ayah memasuki lubangku, tapi aku malu memintanya. Lubangku sudah betul-betul ingin &quot;menelan&quot; batang yang besar dan panjang.&lt;br /&gt;
Tiba-tiba ayah menyuruhku berdiri.&lt;br /&gt;
&quot;Mau main berdiri ini,&quot; pikirku.&lt;br /&gt;
Rupanya tidak. Ayah berbaring di sofa dan mengangkatku ke atasnya.&lt;br /&gt;
&quot;Masukkan Nit!&quot; ujar Ayah.&lt;br /&gt;
Kuraih batang itu lalu kuarahkan ke vaginaku. Ah.. sedikit sakit dan agak susah masuknya, tapi ayah menyodokkan pantatnya ke depan.&lt;br /&gt;
&quot;Aduh pelan-pelan, Ayah.&quot;&lt;br /&gt;
Lalu berhenti sejenak, tapi batang itu sudah tenggelam setengah akibat sodokan ayah tadi. Kugoyang perlahan. Dengan perlahan pula batang itu semakin masuk dan semakin masuk. Ajaibnya semakin masuk, semakin nikmat. Lubang vaginaku betul-betul terasa penuh. Nikmat rasanya. Karena dikuasai nafsu, rasa maluku sudah hilang. Kusetubuhi ayahku dengan rakus. Ekspresi ayahku makin menambah nafsuku. Remasan tangan ayahku di kedua payudaraku semakin menimbulkan rasa nikmat. Kogoyang pantatku dengan irama keras dan cepat.&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, aku mau orgasme, tapi ayah berkata, &quot;Stop! Kita ganti posisi. Kamu nungging dulu.&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Mau apa ini?&quot; pikirku.&lt;br /&gt;
Tiba-tiba kurasakan gesekan kepala penis di permukaan lubangku kemudian.. &quot;Bless..&quot; batang itu masuk ke lubangku.&lt;br /&gt;
Yang begini belum pernah kurasakan. Anton tak pernah memperlakukanku begini, begitu juga Muklis, lelaki yang mengambil perawanku. Tapi yang begini ini rasanya selangit. Tak terkatakan nikmatnya. Hujaman-hujaman batang itu terasa menggesek seluruh liang kewanitaanku, bahkan hantaman kepala penis itupun terasa membentur dasar vaginaku, &lt;br /&gt;
yang membuatku merasa semakin nikmat. Kurasakan sodokan ayah makin keras dan makin cepat. Perasaan yang kudapat pun makin lama makin nikmat. Makin nikmat, makin nikmat, dan makin nikmat.&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, &quot;Auh..oh.. oh..!&quot; kenikmatan itu meladak. Aku orgasme untuk yang kedua kalinya. Hentakan ayah makin cepat saja, tiba-tiba kudengar desahan panjangnya. Seiring dengan itu dicabutnya penisnya dari lubang vaginaku.&lt;br /&gt;
Dengan gerakan cepat, ayah sudah berada di depanku. Disodorkannya batangnya ke mulutku. Dengan cepat kutangkap, kukulum dan kumaju-mundurkan mulutku dengan cepat. Tiba-tiba kurasakan semburan sperma panas di dalam mulutku. Aku tak peduli. Terus kuhisap dan kuhisap. Sebagian sperma tertelan olehku, sebagian lagi kukeluarkan, lalu jatuh dan meleleh memenuhi daguku. Ayah memelukku dan menciumku, &quot;Nit, kapan-kapan, kalau nggak ada Mama, kita main lagi yah.&quot; Aku tak menjawab. Sebagai jawaban, aku menggelayut dalam pelukan ayahku. Yang jelas aku pasti mau. Dengan pacarku aku tak pernah merasakan orgasme. Dengan ayah, sekali main orgasme dua kali. Siapa yang mau menolak?&lt;br /&gt;
Sesudah itu asal ada kesempatan, kami melakukannya lagi. Sementara mama masih sering marah, dengan nada tinggi,&lt;br /&gt;
berusaha mengajarkan disiplin. Biasanya aku diam saja, pura-pura patuh. Padahal suaminya, yang menjadi ayahku itu,&lt;br /&gt;
sering kugeluti dan kunikmati. Beginilah kisah permainanku dengan ayahku yang pendiam, tetapi sangat pintar di atasranjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
TAMAT&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maaf! Ini bukan ajang balas dendam dengan mencantumkan no HP orang yang dibenci.&lt;br /&gt;
Mohon pengertiannya!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;gt;&amp;gt;Kami menunggu cerita dari anda,&lt;br /&gt;
&amp;gt;&amp;gt;Cerita harus panjang dan langsung TAMAT.&lt;br /&gt;
&amp;gt;&amp;gt;Nama dan Email pengirim akan kami cantumkan di bawah Judul cerita yang anda kirim.&lt;br /&gt;
&amp;gt;&amp;gt;Kirimkan cerita anda ke email di bawah.&lt;br /&gt;
Email : Andry.farera@gmail.com&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Luv Me Hug Me Fuck Me&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Adikku Pembobolku&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;aku pacaran dengan Dian&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;di bangku kelas 3 SMP&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;gadis berumur 18 tahun&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;kehilangan perawan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Keponakanku Nina&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Masa kecil saya di Palembang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;hubungan dengan Kakak beradik&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gang yang tak Pernah Sadar di Purwokerto...&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;HATI2 WAKTU DI WC...&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;KELUARGA BERENCANA...&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;KeHiDuPaN MaLaM Di PuRWoKeRTo...&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;,kM BiZa LiaT di :&lt;br /&gt;
http://ceritapengalamansex.blogspot.com/&lt;br /&gt;
http://andryfarera.blogspot.com/&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Web Design © Andry Purwokerto - Indonesia.&lt;br /&gt;
All Rights Reserved. 2007-2012</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/feeds/4862217331890549564/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/2011/10/permainanku-dengan-ayahku.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8402305717301042857/posts/default/4862217331890549564'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8402305717301042857/posts/default/4862217331890549564'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/2011/10/permainanku-dengan-ayahku.html' title='permainanku dengan ayahku'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg6GsHK8lYvh1NPah2dWVs5c8Yx1JctpWVzvGrhT3etSQck1QtjJhwnsKJ_jyQF8YJbksSB99ttLeEwMrdfZTIQqBCqh9hXbrejm1MOCH8tMBpXFEv7tKXGzv19eQsCvzlLn6KyQGKFqUmY/s72-c/1229048.gif" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8402305717301042857.post-459162139319751731</id><published>2011-10-27T11:34:00.000-07:00</published><updated>2011-10-27T11:34:29.839-07:00</updated><title type='text'>Cerita Pemerkosaan</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgC0uVpH9hyphenhyphencPltKNzqaX2YNdha_QbVTJUvcdI-pfOLEhHqLEuIReDC4varraXbKgdZ7CR3ffzK2N3EcMruNwupCn7auAeKF7BPqZ_w4JbrBXD0rvuK57YYyybz-_d5ley4U_J-niKMSmO2/s1600/ee52914c9e088e5fe4bc92bc41927fcf.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;285&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgC0uVpH9hyphenhyphencPltKNzqaX2YNdha_QbVTJUvcdI-pfOLEhHqLEuIReDC4varraXbKgdZ7CR3ffzK2N3EcMruNwupCn7auAeKF7BPqZ_w4JbrBXD0rvuK57YYyybz-_d5ley4U_J-niKMSmO2/s320/ee52914c9e088e5fe4bc92bc41927fcf.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Aku baru saja lulus kuliah dan mendapatkan gelar sarjana S1 untuk bidang Teknik Mesin. Berkat bantuan orang tuaku, aku berhasil mendapatkan panggilan untuk bekerja di sebuah perusahaan mesin di Norwegia karena rekan orang tuaku mempunyai bagian saham di perusahaan tersebut. Aku ingat saat kelulusanku, ternyata Winnie, salah seorang temanku dari Fakultas Hukum juga telah menyelesaikan studinya. Usia Winnie terpaut satu tahun dibawahku dan aku berkenalan dengannya sejak masih tahun pertama dia masuk kampus. Winnie seorang gadis yang menarik dengan kulit bersih dan wajah yang cantik mulus. Rambutnya bergelombang dan indah. Tubuhnya langsing dengan pinggang yang ramping. Payudaranya montok, padat dan penuh. Sangat proporsional dengan tubuhnya sehingga sangat menggiurkan bagi banyak lelaki. Entah mengapa, Winnie tampaknya sangat memujaku. Aku sendiri kurang menyukai sifatnya karena menurutku Winnie terlalu lincah dan aktif, dan lagi dia bukan tipe gadis yang kusukai. Tapi harus kuakui kalau secara fisik Winnie benar-benar membuatku terpesona. Teman-temanku berkata bahwa aku bodoh karena tidak menanggapi Winnie. Menurut mereka aku cukup tampan, apalagi orang tuaku tergolong berharta. Winnie pun berasal dari keluarga yang berkecukupan. Namun aku biasanya mengabaikan mereka untuk hal yang satu ini.&lt;br /&gt;
Malam hari sebelum berangkat ke Norwegia, aku berjalan-jalan dengan motorku untuk melepas stres. Sampai lewat jam 11 malam aku berada di suatu taman kota, yang kebetulan sekali berada di dekat tempat tinggal Winnie. Dan anehnya, saat itu Winnie sendirian melintas di depan taman tersebut, seorang diri saja. Dia hanya memakai T-Shirt dan celana pendek. Dan begitu melihatku, dia langsung menegur dengan riangnya, “Hei, Zal! ngapain lo di sini malem-malem gini? mau ngerampok ya?”&lt;br /&gt;
Aku cuma tersenyum sekilas, lalu menjawab, “Nggak.. Lagi ngilangin pusing. Lo sendiri ngapain?”&lt;br /&gt;
“Gue baru dari warung di sana, beli handyplast. Tangan gue luka. Nih, liat aja! Cuma luka kecil sih…” katanya sambil menunjukkan luka di tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah kenapa, aku merasa senang melihat luka di tangannya itu. Dan saat itu terlintas suatu pikiran di kepalaku. “Win, temenin gue jalan-jalan yuk, keliling-keliling aja…” Dia tertawa dan langsung setuju! Luar biasa, dia sama sekali tidak takut dan tidak curiga kalau aku punya niat jahat! Lalu dia naik ke motorku, dan aku pun tancap gas membawa dia pergi dari situ. Aku membawanya ke sebuah kawasan industri yang letaknya cukup jauh dari situ dan tempat ini memang sepi sekali. Maklum, tidak ada perumahan di sini, yang ada hanya bangunan pabrik dan sejenisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia nampak mulai curiga dan bertanya, “Zal, kita mau kemana nih? Anterin gue balik aja deh, ya?”&lt;br /&gt;
Aku berhenti di sebuah bangunan tua di dekat situ dan menjawab, “Anterin pulang? Gue masih pengen sesuatu nih! Gue sebenernya suka ama lo, Win. Gue pusing, soalnya besok gue mau pergi ke luar negri!” (Aku tidak pernah menceritakan tentang rencana kepergianku pada teman-temanku, bahkan teman terdekatku sekalipun).&lt;br /&gt;
Winnie tampak kaget, “Ke luar negri? Ngapain Zal?”&lt;br /&gt;
“Ada urusan. Makanya, gue bilang ke lo supaya gue nggak penasaran.” jawabku munafik, padahal saat itu aku sangat menginginkan bisa menikmati tubuh Winnie.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan benar saja, nampaknya Winnie terjerat. Tidak lama setelah aku menebarkan jeratku, Winnie mulai terpengaruh dan dia menurut saja ketika kuajak dia ke samping bangunan tua itu. Bahkan bangunan itu pada siang hari hampir tidak pernah dikunjungi orang. Hanya lampu jalan saja yang menerangi tempat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian aku nekat memeluknya dan mencium bibirnya. Saat itu aku merasakan Winnie berusaha menolak, tapi aku terus memaksa sehingga akhirnya Winnie pun membalas pelukanku. Aku dapat mencium harum tubuh Winnie yang semakin merangsangku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pun dapat merasakan payudara Winnie yang kenyal dan hangat menekan dadaku dan benar-benar terasa nikmat. Winnie yang sudah terpengaruh nafsu bahkan diam saja ketika tangan kiriku meraba dan meremas pantatnya sementara tangan kananku menurunkan celana pendek yang dipakainya. Sementara lidahku beraksi di dalam mulutnya. Winnie ternyata masih kurang pengalaman dalam berciuman, dapat kurasakan caranya membalas ciumanku. Namun, apa peduliku? Aku hanya menginginkan tubuhnya. Besok aku akan pergi ke luar negeri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melepaskan ciumanku, dan kemudian membuka T-Shirtnya. Seiring dengan itu, kedua payudaranya yang kencang dan memenuhi BH putihnya (bahkan sangat penuh!) berguncang. Aku bertanya kepadanya sambil meremas gumpalan daging miliknya yang kiri, yang masih tertutup BH.&lt;br /&gt;
“Win, tetek lo gede banget! Lo pake ukuran berapa sih?”&lt;br /&gt;
“Mhh.. gue… pake.. 34C, Zal..” jawabnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya aku membaringkannya dan membuka celananya, dan dia memakai celana dalam putih tipis! Dapat kulihat bayangan bulu kemaluannya. Tidak lebat, memang. Aku sangat penasaran, maka aku pun melepaskan celana dalamnya. Winnie merapatkan kedua kakinya, untuk menutupi lubang rahasianya. Semakin penasaran akan keindahan tubuhnya, aku terakhir kali membuka BH-nya. Kedua daging kembar yang kenyal tersebut seperti melompat ketika BH-nya benar-benar terlepas. Besar dan indah sekali. Akan sangat nikmat bila tanganku meremas, mencengkram dan menggenggam gumpalan daging itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum aku beraksi lebih jauh, Winnie memotong, “Lo juga buka dong, Zal! Masa gue aja nih…”Aku turuti permintaannya. Dalam sekejap aku pun bertelanjang bulat di hadapannya. Batang penisku sudah menegang keras sejak tadi. Ukuranku tidaklah panjang, kurang lebih 15 cm. Tapi diameternya cukup besar jika dibandingkan dengan milik teman-temanku. Winnie menyeletuk, “Baru kali ini gue liat punya cowok langsung lho, Zal”.&lt;br /&gt;
Aku bertanya, “Lo belum penah main sama orang?”&lt;br /&gt;
“Belum.. Gue biasanya onani aja kok”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak bertanya lebih lanjut. Langsung saja kuraih Winnie dalam pelukanku, dan kuelus sebelah payudaranya dengan tangan kananku. Oh.. Nikmat sekali. Kenyal, padat dan aku bisa merasakan dagingnya yang begitu empuk! Sementara Winnie mengeluarkan suara desahan pelan. Aku mengambil posisi duduk, sementara kupangku Winnie berhadapan denganku. Tangan kananku masih mengelus-elus sebelah payudaranya, sementara mulutku meraih puting yang menonjol dari payudara lainnya. Putingnya berwarna merah, sedikit tua. Kusedot dengan sangat kuat sehingga Winnie terpekik kecil. “Uhhh… Zal, Lo nyusu ganas banget sihh.. Lo sedot sampe semua isi tetek gue keluar juga, nggak bakal ada air susunya…” komentar Winnie sambil meringis. Di bawah, penisku bersentuhan dengan bibir vaginanya. Hangat dan basah di sana. Aku bisa merasakan pula bulu kemaluannya pada penisku. Sedikit demi sedikit kugerakkan tubuhku agar alat sanggama kami saling bergesek. “Ah… enak sekali rasanya…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selang kemudian Winnie lepas kontrol, sehingga dia berbisik di telingaku, “Uh.. Zal, jangan dielus aja dong, remes tetek gue… gue nggak tahan kalo cuma digituin doang!”&lt;br /&gt;
“Ah, Lo isep dulu ****** gue deh, Win. Mau kan?”&lt;br /&gt;
Winnie mengangguk dan kepalanya menunduk di antara selangkanganku. Kemudian tak lama kurasakan hangat, basah dan geli luar biasa pada penisku. Winnie telah mengulum penisku. Rasanya luar biasa. Aku hanya bisa memegang rambutnya dan merasakan sejuta nikmat pada penisku. Terkadang Winnie menjilat atau menggigit dengan lembut batang penisku sehingga tubuhku bergetar keenakan. Sementara tangannya memijat halus kedua biji penisku. Tak hanya itu, bahkan Winnie juga mengulum kedua biji penisku itu. Dia menyedot dan memainkan lidahnya, membuatku seperti terbang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya merasakan penisku berdenyut-denyut, sehingga aku menghentikan Winnie dan membaringkannya. Aku di atas dan dia di bawah. Tanganku memegang tangannya. Kugesek-gesekkan batang penisku dengan bibir vagina dan klirotisnya sehingga Winnie mengerang merasakan nikmat. Kedua payudaranya berguncang-guncang pelan seirama dengan gerakanku. Gerakanku semakin cepat, dan kurasakan vagina Winnie sangat basah serta mengeluarkan banyak cairan. Winnie bahkan menjerit pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Win, gue masukin ya?”&lt;br /&gt;
Winnie diam saja. Diam artinya setuju kan? Maka aku pun siap tancap, aku mengambil posisi kesukaanku. Aku duduk di bawah sementara dia kupangku, kubuka liang vaginanya dengan kedua jariku, dan kududukkan dia di atasku. Perlahan penisku masuk ke dalam vaginanya. Sebelum selesai, kupaksa dia turun sehingga Winnie mengerang. Penisku seluruhnya berada dalam kehangatan genggaman vaginanya. Ohh.. enak luar biasa di dalamnya. Panas, sempit, dan berdenyut!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Winnie mulai bergerak naik turun di hadapanku. Akh… penisku geli luar biasa. Winnie pun merintih-rintih sambil bergerak. Kedua tangannya bertopang pada bahuku, sementara kedua payudaranya tepat berada di depan wajahku. Bayangkan, kedua daging kenikmatan tersebut melonjak-lonjak di hadapanku. Aku tidak dapat menahan diri, kemudian tangan kananku meraup miliknya yang kiri, kucubit dan kupuntir puting susunya dengan telunjuk dan jempolku. Sementara lidahku menjilati puting susu, areola dan permukaan payudaranya yang lain. Cairan dari vagina Winnie menimbulkan bunyi berkecipak pada persenggamaan kami. Sekali lagi aku mengulum puting susunya dan menyedot sekuat yang kubisa. Kali ini membuat puting susu Winnie tertarik kencang karena gerakan Winnie yang naik turun sementara aku menarik puting susunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Winnie mengaduh, “Aduuh… kalo gini ca..caranya, ukh… isi tetek gue… ekh.. bisa brojol.. ah… keluar… ekh… ah… nanti puting gue.. ukh.. ah bisa putussh..”&lt;br /&gt;
Mendengar perkataan Winnie tersebut semakin memompa nafsuku. Bahkan saat itu juga terlintas di kepalaku untuk melakukan sesuatu yang luar biasa. Aku tiba-tiba saja mengambil kendali persenggamaan tersebut. Kugenggam, kuremas dan kutarik kedua payudara Winnie ke arahku sehingga posisiku terlentang dan Winnie menindihku! Sekali lagi Winnie mengaduh-aduh dengan kekasaranku tadi. Selanjutnya, dengan masih menggunakan kedua payudaranya sebagai peganganku, aku mendorong Winnie sehingga dia terlentang dengan keras. Kali ini aku yang menindihnya. Pinggangku kugerakkan naik turun dengan kasar dan keras sehingga seakan-akan penisku berusaha mendobrak jebol vaginanya. Kali ini Winnie menjerit cukup keras! Tak sampai disitu, kuraih tubuh Winnie dan kupeluk dengan tangan kiriku. Tangan kananku menggenggam dan memeras payudara kirinya dengan kuat, seperti memeras santan. Aku bisa merasakan isi dari payudaranya di genggamanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Adduhh, Zal! Lo bisa hancurin tetek gue… aduh.. aduh… lepasin dong!”&lt;br /&gt;
Aku tidak mempedulikannya. Bahkan aku menggigit bagian bawah payudaranya yang sebelah lagi. Aku berusaha menggigit setiap inci dari payudara tersebut. Tangan kananku pun semakin buas. Bukan hanya memeras, tapi juga menarik dan seakan berusaha mencabut daging kenyal tersebut dari tubuh Winnie. Aku semakin kasar sehingga Winnie menjerit-jerit, dan akhirnya pingsan. Hanya beberapa saat setelah Winnie pingsan, penisku berdenyut-denyut dan memuntahkan cairan nikmat ke dalam rahim Winnie. Aku terkulai lemas dan menindih tubuh Winnie yang telah pingsan. Pinggangku terasa amat pegal dan selangkanganku sedikit ngilu. Tapi aku merasa puas karena tanganku terasa enak. Tanganku telah beroperasi sebebasnya dan sepuasnya pada payudara Winnie. Penisku masih berada di dalam rahimnya, terasa panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian kucabut penisku dan aku memakai bajuku. Kutinggalkan Winnie yang pingsan dalam keadaan telanjang bulat. Sebelum pergi, aku menyentil puting susunya. Besok pagi aku akan berangkat ke Norwegia. Biar saja Winnie menyesali apa yang terjadi. Toh, aku tidak peduli. Hanya saja aku akan terus mengingat kenikmatan yang kuperoleh saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
TAMAT&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
Maaf! Ini bukan ajang balas dendam dengan mencantumkan no HP orang yang dibenci.&lt;br /&gt;
Mohon pengertiannya!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;gt;&amp;gt;Kami menunggu cerita dari anda,&lt;br /&gt;
&amp;gt;&amp;gt;Cerita harus panjang dan langsung TAMAT.&lt;br /&gt;
&amp;gt;&amp;gt;Nama dan Email pengirim akan kami cantumkan di bawah Judul cerita yang anda kirim.&lt;br /&gt;
&amp;gt;&amp;gt;Kirimkan cerita anda ke email di bawah.&lt;br /&gt;
Email : Andry.farera@gmail.com&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Luv Me Hug Me Fuck Me&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Adikku Pembobolku&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;aku pacaran dengan Dian&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;di bangku kelas 3 SMP&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;gadis berumur 18 tahun&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;kehilangan perawan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Keponakanku Nina&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Masa kecil saya di Palembang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;hubungan dengan Kakak beradik&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gang yang tak Pernah Sadar di Purwokerto...&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;HATI2 WAKTU DI WC...&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;KELUARGA BERENCANA...&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;KeHiDuPaN MaLaM Di PuRWoKeRTo...&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;,kM BiZa LiaT di :&lt;br /&gt;
http://ceritapengalamansex.blogspot.com/&lt;br /&gt;
http://andryfarera.blogspot.com/&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Web Design © Andry Purwokerto - Indonesia.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;All Rights Reserved. 2007-2012&lt;/b&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/feeds/459162139319751731/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/2011/10/cerita-pemerkosaan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8402305717301042857/posts/default/459162139319751731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8402305717301042857/posts/default/459162139319751731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/2011/10/cerita-pemerkosaan.html' title='Cerita Pemerkosaan'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgC0uVpH9hyphenhyphencPltKNzqaX2YNdha_QbVTJUvcdI-pfOLEhHqLEuIReDC4varraXbKgdZ7CR3ffzK2N3EcMruNwupCn7auAeKF7BPqZ_w4JbrBXD0rvuK57YYyybz-_d5ley4U_J-niKMSmO2/s72-c/ee52914c9e088e5fe4bc92bc41927fcf.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8402305717301042857.post-6066687264732285191</id><published>2011-10-27T11:12:00.000-07:00</published><updated>2011-10-27T11:12:55.918-07:00</updated><title type='text'>Tugas Kenikmatan</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCSiVn9sCm_S3LZoedYbsSaD4KBwfD9YPuGlQHXkXmzLEAwNdhBKSAgqb9aKrzQLwYWP5i4JFVtGuH3eVQuTez286RxTCPa5L4IuI_aY1jFCCq1ZX-5SEP6bqPpGb9tnV1msa7u84cAR9J/s1600/SDC15996.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;288&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCSiVn9sCm_S3LZoedYbsSaD4KBwfD9YPuGlQHXkXmzLEAwNdhBKSAgqb9aKrzQLwYWP5i4JFVtGuH3eVQuTez286RxTCPa5L4IuI_aY1jFCCq1ZX-5SEP6bqPpGb9tnV1msa7u84cAR9J/s320/SDC15996.JPG&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Halo, perkenalkan namaku Dana usia 27 tahun berasal dari Sumatra Utara. Aku sudah berkeluarga dengan 1 anak yang masih berusia 3 tahun. Aku dan R suamiku hidup sangat romantis dan sebenarnya keharmonisan kami sudah terbentuk sejak kami masih berteman (R adalah rekan kerja satu kantor sampai sekarang) yang seiring berjalannya waktu kamipun berpacaran. Ternyata keasikan pertemanan kami setelah memasuki masa pacaran tidak mengalami perubahan malah semakin kompak karena untuk pulang kerumah aku tidak perlu kuatir jam berapapun karena R dengan setia siap mengantarku pulang atau kalau aku yang lembur maka R akan pulang duluan lalu kembali ke kantor untuk menjemput. Maklumlah sekalipun posisiku dikantor masih tergolong pegawai biasa tetapi kesibukan seolah tidak pernah berhenti dan aku sangat menikmati pekerjaan itu. Oh ya aku saat ini aku bekerja di bagian keuangan salah satu NGO asing yang menangani perpajakan sehingga banyak sekali tugasku menuntut aku harus banyak menghabiskan waktu untuk berhubungan dengan orang-orang pajak yang sudah menjadi rahasia umum sangat banyak tuntutan. Akupun jadi terbiasa menghadapi mereka dan tak jarang untuk dapat &quot;melunakkan&quot; hati mereka aku harus bersikap seluwes bahkan cenderung berpura-pura genit termasuk tampil agak seronok dengan tujuan supaya tugasku dapat selesai dengan mudah. Untungnya suamiku cukup bijaksana dan dapat memahami keberadaanku dengan memberikan kepercayaan 100% kepadaku. Ternyata keleluasaan ini justru membawa aku kedalam situasi yang sulit hingga akhirnya aku memasuki satu dunia yang belum pernah kukenal tapi gilanya aku jadi sulit untuk keluar dari dunia tersebut yaitu threesome sex. Awalnya ketika itu kantorku menjelang tutup buku dan seperti biasanya kesibukan kami di keuangan menjadi luar biasa tingginya sampai-sampai ada beberapa rekanku yang harus pulang kantor menjelang pagi. Aku sendiri tetap pada tugas utama yaitu merapihkan laporan-laporan pajak dengan dibantu oleh petugas-petugas pajak. Syukurlah kali ini yang ditugasi untuk konsolidasi ada 2 orang yang sudah tidak asing bagiku yaitu Heru (26) dan Dimas (25) sehingga aku tidak perlu buang-buang waktu untuk beradoptasi dan menjelaskan kondisi kantorku. Kami janjian ketemu di Hertz Chicken untuk makan siang sekaligus berdiskusi awal menyepakati hal-hal apa yang harus dilakukan dan pembagian tugasnya. Karena sudah akrab kamipun menyelingi diskusi dengan senda gurau dan setelah itu kami lanjutkan pekerjaan inti di kantor mereka yang letaknya cukup jauh yaitu di Tanggerang. 3 hari pertama semua berlangsung normal, ketika memasuki hari ke 4 volume pekerjaan semakin serius sehingga tidak terasa sudah jam 8 malam. Sedangkan target selesai kerjaan kami hari ke 6 sudah harus dilaporkan. Akupun jadi gelisah sendiri dan rupanya Heru menangkap gelagat itu dan mencoba membantuku mencari solusinya. &quot;Bukan apa-apa Her, rumahku kan jauh sekali di Bogor sedangkan jam segini aku masih di Tanggerang&quot; &quot;Ya udah begini saja, bagaimana kalau Mbak Muti bermalam saja di cottage dekat kantor lalu besok pagi minta tolong suami Mbak Dana membawakan pakaian ke kantor. Tapi sekarang harus kasih tahu dulu&amp;nbsp;sama suami supaya dia tidak gelisah nungguin,&quot; usul Heru &quot;Boleh juga, usul diterima&quot; sambutku gembira dan mengangkat tangan untuk TOSH dengan Heru.&lt;br /&gt;
Segera kutelpon suamiku R yang sedang berada di luar kota untuk minta ijin dan R menyetujui bahkan menyuruhku supaya mentuntaskan. Setelah makan malam nasi goreng di kantor akupun minta tolong Heru mengantarku ke cottage yang dimaksud. Setiba disana ternyata tempatnya cukup menyenangkan karena tersedia ruang tamu dan 2 kamar ditambah lagi hari itu ada rate khusus berkenaan dengan ulang tahun cottage tersebut. Melihat itu spontan aku langsung setuju bahkan menyesali.&lt;br /&gt;
&quot;Tahu begitu kita kerja disini saja lebih enak&quot;&lt;br /&gt;
Rupanya reaksiku ini disambut oleh Heru, &quot;kalau begitu bagaimana kalau kita melanjutkan tugas kita disini supaya aku dan Dimas enggak perlu repot-repot karena disini kan bisa sekalian mandi lalu tidur, mumpung kamarnya dua.. gimana Mbak?&quot; &quot;Boleh saja,&quot; jawabku pendek tapi dalam hati menyesali spontanitasku tadi karena berarti malam ini aku akan berada bersama 2 laki-laki dalam satu atap rumah.&lt;br /&gt;
Namun keraguanku pupus karena aku berusaha berpikir positif, toh kita nggak akan macam-macam karena kamar kami terpisah, kalaupun terjadi apa-apa atas diriku aku bisa berteriak. Ah, jahatnya hati ini.. kalau dilihat dari sikap dan penampilan mereka yang intelek mana mungkinlah mereka mau berbuat macam-macam. Tak lama kemudian Dimaspun datang dengan membawa beberapa tumpuk order dan meletakkan di meja makan yang rencananya akan kami jadikan meja kerja. Untuk menghilangkan rasa lelah aku memutuskan untuk berendam di kamarku yang juga dilengkapi dengan kamar mandi.&lt;br /&gt;
Tapi baru kusadar aku tidak membawa pakaian, untunglah aku membawa kaos mirip singlet dan kebetulan dibalik celana panjang yang kupakai aku juga mengenakan celana sport stretch hitam sebatas diatas lutut. Masalah lain adalah aku hanya membawa CD yang menempel.. Duh bagaimana ya.. Akhirnya aku dapat ide untuk mencuci CD itu dan menjemur di kamar mandi dengan harapan besok pagi sudah kering. Sebagai pengganti CD aku melapisi kemaluanku dengan panty liner yang kutempelkan langsung di celana. Beress.. Kan?? Lalu mandilah aku dengan air panas yang sudah kuatur sesuai selera. Usai mandi akupun berbusana seperti yang sudah aku pikirkan dan ketika keluar kamar kulihat Heru dan Dimas sudah segar karena mereka juga sudah mandi dan seolah sudah janjian mereka sama-sama mengenakan celana pendek, tapi bagian atasnya hanya Heru yang mengenakan kaos singlet sedangkan Dimas bertelanjang dada saja membiarkan dadanya yang bidang berotot dan berbulu itu terpampang membuat darahku sedikit berdesir.&lt;br /&gt;
&quot;Maaf Mbak Dana aku terpaksa tidak pakai apa-apa karena tadi waktu mau mandi bajuku jatuh dari kapstok sehingga basah&quot;&lt;br /&gt;
Dimas berusaha menjelaskan dan menutupi rasa saltingnya karena mataku menatap tajam.&lt;br /&gt;
&quot;O ya, tapi sudah dijemur kan?&quot; tanyaku basa basi.&lt;br /&gt;
&quot;Sudah sih,&quot; jawab Dimas sambil pura-pura sibuk dengan kerjaannya lagi.&lt;br /&gt;
&quot;Ah, bilang aja mau pamer bulu sama Mbak Dana.. ck, ck, ck.. Di kampungnya aja segitu banyak apalagi di kotanya.. ha, ha, ha&quot; ganggu Heru sambil melirik ke aku dan kulihat Dimas semakin malu.&lt;br /&gt;
Rupanya introduksinya Heru tidak berhenti disitu karena akhirnya kami kembali bersenda gurau yang selanjutnya topikpun beralih serius menjadi diskusi tukar pikiran seputar hal-hal yang sangat pribadi dan kamipun tenggelam asik dalam pembicaraan tentang teknik-teknik ML. Dari situ baru kuketahui dari kisah-kisah mereka ternyata Heru sangat piawai dalam teknik sex. Heru terus bercerita tentang pengalamannya dengan beberapa teman gadisnya yang menurut pengakuannya cewek-cewek itu sangat tergila-tergila dengan permainannya.&lt;br /&gt;
Lain halnya dengan Dimas yang lebih banyak mendengarkan tapi tanpa sadar Dimas sudah menutupi bagian auratnya dengan bantal, mungkin malu kalau ketahuan &quot;adik&quot;nya sudah meronta-ronta. Semula aku bertahan untuk tidak menceritakan pengalamanku, tapi karena Heru pandai memanfaatkan suasana akhirnya kuceritakan juga apa saja yang aku dan suamiku pernah lakukan tapi masih dalam batas yang sopan karena itu hal yang tabu untuk disampaikan kepada orang lain apalagi lawan jenis dan bukan suami sendiri. Lama kelamaan level cerita kamipun meningkat, aku sudah semakin berani menyampaikan hal yang sekecil-kecilnya tentang apa saja yang masing aku dan suamiku sukai. Begitu juga dengan Dimas yang berhasil dibuat mengaku kalau ternyata selama ini mengalami minder akibat bawaan lahir karena memiliki penis yang sangat besar. Dengan tetap berusaha keras mengendalikan hormon wanitaku aku berusaha untuk menghibur Dimas.&lt;br /&gt;
&quot;Ah, kenapa harus minder.. Justru seharusnya bangga dong. Seperti aku, maaf kata nih, aku suka minder karena memiliki rambut yang berlebihan. kalau laki-laki seperti kamu sih nggak apa-apa, tapi aku suka kuatir suamiku tidak menyukainya. Buktinya setiap aku memintanya untuk mengoral selalu ditolak halus, tapi jangan salah.. Dia selalu puas dengan coitus kami&quot;&lt;br /&gt;
Hari semakin malam dan topik diskusi kami semakin panas dan kamipun sudah berpindah ke sofa. Ketika kami membahas threesome sex dan entah sadar atau tidak sambil bercerita posisi duduk sudah tak karuan.. Aku bersandar di pegangan sofa dengan kaki diatas pangkuan Heru dan kaki sebelah berjuntai ke karpet dimana Dimas duduk dilantai sambil menikmati Heru yang memijat betis indahku d engan bulu-bulu halus yang tumbuh rapih disitu dan Dimas memijit telapak kakiku yang putih bersih dengan kuku dilapisi kutex transparan. Begitu nikmat sensasi pijatan yang mereka berdua lakukan akhirnya aku merasa melayang apalagi pijitan Heru sudah naik ke arah pahaku dan aku ingat aku hanya mengangguk dengan mata terpejam ketika Heru dan Dimas melepaskan celana sportku dengan alasan untuk memudahkan pemijitan dan lupa kalau itulah pertahananku terakhir. Ketika kubuka mata untuk mencegah upaya mereka tapi ternyata terlambat karena celana itu baru saja terlepas dari ujung kakiku.&lt;br /&gt;
&quot;Duh.. Kalian ini.. Aku jadi malu&quot;&lt;br /&gt;
Tapi mereka tidak menggubris sebab mereka sudah asik masing-masing dengan kakiku.. Dan aku semakin bergumul dengan diri ini antara menolak dan sebaliknya.. Yang kesimpulannya aku dengan perlahan dan sambil menggoyang-goyangkan pinggul akibat sensasi yang begitu hebat membuka kakiku terbuka lebar-lebar dan melupakan rasa malu karena telah memamerkan bagian dari wanita yang mestinya aku tutupi dan hanya dapat dibuka didepan suamiku. Tapi peraturan itu seolah tidak berlaku karena dibawah selangkanganku sana dua lelaki muda sedang menggeluti pahaku dan.. Oow mereka tiba-tiba berubah seperti hewan lapar sedang rebutan makanan dan begitulah mereka sedang saling dorong untuk bisa melahap kemaluanku..&lt;br /&gt;
Dan akhirnya Dimas mengalah membiarkan Heru melahap kemaluanku dengan rakusnya, selanjutnya giliran Dimas yang berbeda dari Heru..&lt;br /&gt;
Lebih lembut tapi oougghh seluruh permukaan kemaluanku terasa dikunyah, penasaran mau tahu apa yang sedang Dimas lakukan, kubuka mata dan kulihat mulutnya yang ditumbuhi janggut dan kumis tebal itu telah menutupi kemaluanku membuat aku kegelian hebat serta tiba-tiba kurasakan ada sesuatu yang mendesak dari bagian bawahku yang ternyata cairan kewanitaanku mengalir deras memenuhi rongga kemaluanku..&lt;br /&gt;
Setelah puas menggeluti kemaluanku Heru mengambil handuk dan menyeka kemaluanku.. Dan mengambil sesuatu yang ternyata krim cukur jenggot dan shaver.. Aku tahu apa yang akan Heru lakukan tapi akibat kenikmatan oral sex itu aku seperti tidak berdaya dan tetap telentang dengan posisi mengangkang..&lt;br /&gt;
&quot;Heru apa yang mau kamu lakukan??&quot;&lt;br /&gt;
Tapi pertanyaanku tidak digubris malah Heru memberi kode kepada Dimas yang kemudian Dimas menghampiriku dan didepan mataku dia menurunkan celana pendeknya.. Dan wow.. Batang kemaluan Dimas ternyata sudah memuai sampai sebesar tangan bayi.. Dengan tetap lembut Dimas menyodorkan Super Dicknya ke mulutku sehingga mulutku sekarang penuh sesak dengan penis milik Dimas sementara dibawah sana Heru rupanya asik mencukuri kemaluanku.. Semua proses itu berlangsung kira-kira 15 menit dan ketika &quot;pekerjaan&quot; Heru selesai Dimaspun mencabut penisnya dari mulutku. Ketika kutengok kemaluanku sudah licin memerah.. Setelah membersihkan sofa dari bulu-buluku Heru memulai tugas lainnya, penisnya yang tidak kalah besarnya dari milik Dimas segera melompat dari celana pendeknya.. Sehingga yang terlihat sekarang 3 insan berlawanan jenis sudah polos tidak mengenakan apa-apa terlebih aku sudah seperti bayi karena kemaluanku sudah tidak ditumbuhi bulu lagi dan sedang digosok-gosok oleh batang kemaluan Heru sampai cairanku keluar seolah menyatakan siap untuk menyambut penis Heru yang besar dan penuh urat..&quot;Sshh..&quot; Hanya desisan itu yang keluar dari mulutku ketika kepala cendawan itu menerobos perlahan kewanitaanku yang selama ini hanya digunakan oleh suamiku R. Secara naluri mulutku terbuka lebar ketika kurasakan batang kemaluan Heru sudah tertanam seluruhnya di dalam liang senggamaku.. Setelah beberapa saat didiamkan yang ada dibenakku adalah betapa sesaknya kemaluanku dan gatalnya minta ampun sehingga tanpa sadar pinggulku bergoyang yang disambut dengan genjotan Heru..&lt;br /&gt;
Selang beberapa lama Heru tiba-tiba membalikkan tubuh kami dengan penis masih tetap tertanam sehingga sekarang aku berada diatas Heru memberiku kesempatan untuk mencari sensasi sendiri.. Hal ini berlangsung cukup lama entah sudah berapa kali aku orgasme.. Tak lama kurasakan bokongku ada memukul-mukul pelan, ketika kutengok ternyata Dimas sedang dalam posisi tegak dibelakangku dan mengoleskan baby oil ke anusku.. Selanjutnya yang terjadi adalah kenyataan 2 penis besar mereka sudah tertanam dalam tubuhku.. Luar biasa nikmatnya sampai akhirnya merekapun ejakulasi dan menumpahkan di wajahku..&lt;br /&gt;
Setelah itu kami bertiga tertidur pulas dan pagi-pagi kami bangun melanjutkan pekerjaan yang tersisa. Bedanya dengan kemarin-kemarin adalah sekarang kami bekerja tanpa sehelai benangpun dan bila sudah mulai bosan kami selingi dengan persetubuhan.. Kadang aku melayani sekaligus berdua, kadang satu-satu dan sementara salah satu dari mereka tetap bekerja.&lt;br /&gt;
Lucu memang.. Tapi itulah pengalaman dahsyat yang aku alami dan membuat aku jadi sekarang jadi ketagihan.. Malah aku pernah melayani Heru dan Dimas ditambah 3 orang temannya yang lain.. Luar biasa..&lt;br /&gt;
Benar-benar aku sudah punya dunia sendiri diluar ijin suamiku R.&lt;br /&gt;
E N D&lt;br /&gt;
Judul : Tugas Kenikmatan&lt;br /&gt;
Waktu : Sabtu pada 13:52&lt;br /&gt;
Kiriman : Sadam Sibarani Simanjuntak&lt;br /&gt;
__________________________&lt;br /&gt;
&amp;gt;&amp;gt;Kami menunggu cerita dari anda,&lt;br /&gt;
&amp;gt;&amp;gt;Cerita harus panjang dan langsung TAMAT.&lt;br /&gt;
&amp;gt;&amp;gt;Nama dan Email pengirim akan kami cantumkan di Judul cerita yang anda kirim.&lt;br /&gt;
&amp;gt;&amp;gt;Kirimkan cerita anda ke email di bawah.&lt;br /&gt;
Email : &lt;em style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Andry.farera@gmail.com&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Luv Me Hug Me Fuck Me&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Adikku Pembobolku&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;aku pacaran dengan Dian&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;di bangku kelas 3 SMP&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;gadis berumur 18 tahun&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;kehilangan perawan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Keponakanku Nina&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Masa kecil saya di Palembang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;hubungan dengan Kakak beradik&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gang yang tak Pernah Sadar di Purwokerto...&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;HATI2 WAKTU DI WC...&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;KELUARGA BERENCANA...&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;KeHiDuPaN MaLaM Di PuRWoKeRTo...&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;,kM BiZa LiaT di :&lt;br /&gt;
http://ceritapengalamansex.blogspot.com/&lt;br /&gt;
http://andryfarera.blogspot.com/&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;&lt;/em&gt; &lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Web Design © Andry Purwokerto - Indonesia.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;All Rights Reserved. 2007-2012&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
__________________&lt;br /&gt;
1. PeNjaRaKaN KoRuPtoR, PeNyeLuNduP, TuKaNg SuaP &amp;amp; BaNDar NARKOBA&lt;br /&gt;
(Send to &quot;NUSAKAMBANGAN&quot;)&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; ;****;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;0( @..@ )0&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &quot;(---)&quot;&lt;br /&gt;
2. StoP Free SeX, AboRsi, &amp;amp; Pr0sTiTuSi&lt;br /&gt;
( Go To HELL )&lt;br /&gt;
=o00o===o00o=&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; / / *** / /&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;! ( @ @ ) /&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &#39;)&amp;nbsp; (--)&amp;nbsp; /&lt;br /&gt;
3. StoP PeNCeMaRaN LiNgKuNGaN, PeMBaKaRaN HuTaN &amp;amp; PeMbuRuaN LiaR.&lt;br /&gt;
4. SAY NO TO DRUGS.!!!&lt;br /&gt;
-+KIAMAT SUDAH DEKAT+-&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fbUnderline&quot;&gt;[ By:4/\/|)R1 ]&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/feeds/6066687264732285191/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/2011/10/tugas-kenikmatan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8402305717301042857/posts/default/6066687264732285191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8402305717301042857/posts/default/6066687264732285191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/2011/10/tugas-kenikmatan.html' title='Tugas Kenikmatan'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCSiVn9sCm_S3LZoedYbsSaD4KBwfD9YPuGlQHXkXmzLEAwNdhBKSAgqb9aKrzQLwYWP5i4JFVtGuH3eVQuTez286RxTCPa5L4IuI_aY1jFCCq1ZX-5SEP6bqPpGb9tnV1msa7u84cAR9J/s72-c/SDC15996.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8402305717301042857.post-7884022918781787092</id><published>2011-06-20T15:33:00.000-07:00</published><updated>2011-06-20T15:33:35.793-07:00</updated><title type='text'>:: Tukar pasangan ::</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7E2CkzL3-kBjy8q-ljYcswlYtrhk0U7GntDs2yC74oyQeQmQYHmsN_5aiOg_wu_NaNhzpltoggy35_qcLO9izqf7T_JEdMOxG2o5NyKYUjAkfLR_NdOot9oM9OinF54Sr55cXSa3mYzjx/s1600/SDC14574.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;193&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7E2CkzL3-kBjy8q-ljYcswlYtrhk0U7GntDs2yC74oyQeQmQYHmsN_5aiOg_wu_NaNhzpltoggy35_qcLO9izqf7T_JEdMOxG2o5NyKYUjAkfLR_NdOot9oM9OinF54Sr55cXSa3mYzjx/s320/SDC14574.JPG&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Posted by admin on March 24, 2011 – 10:49 am&lt;br /&gt;
Filed under &lt;b&gt;Tukar pasangan&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Seorang temanku, namanya Rudy Manoppo, dia menghubungiku di handphone. Dia lagi berada di hotel Menteng di Jalan Gondangdia lama bersama dua orang ceweknya. Memang dia pernah janji padaku mau mengenalkan pacarnya yang namanya Judith itu padaku, dan sekarang dia memintaku datang untuk bertemu dengan mereka malam ini di sana.&lt;/div&gt;Dalam perjalanan ke sana aku teringat dengan seorang cewek yang namanya Judith juga. Lengkapnya Judith Monica. Sudah setahun ini kami tidak pernah bertemu lagi, tapi masih sering menghubungi via telepon, terakhir kali aku menghubungi dia waktu ulang tahunnya tanggal 29 September, dan kukirimi dia kado ulangtahun. Dia adalah orang yang pernah begitu kusayangi. Dalam hatiku berharap semoga dia menjadi isteriku. Wajahnya mirip artis Dina Lorenza, tinggi 170 cm, kulitnya sawo matang. Pokoknya semua tentang dia ini oke punya lah. Ibunya orang Jawa, sedangkan bapaknya dari Sulawesi selatan. Dia sendiri sejak lahir sampai besar menetap di Jakarta bersama orangtuanya.&lt;br /&gt;
Dulunya kami bekerja di satu perusahaan, Judith ini accountingnya kami di kantor, sedangkan aku bekerja diatas kapal. Setiap pulang dari Jepang, sering kubawa oleh-oleh untuk dia. Tetapi salah satu point yang sulit mempersatukan kami adalah soal agama. Terakhir yang kutahu tentang Judith ini dia batal menikah dengan cowoknya yang namanya Adhi itu.&lt;br /&gt;
Handphone-ku berbunyi lagi, rupanya dari Rudy, mereka menyuruhku masuk ke dalam kamar 310, disitu Rudy bersama dua orang ceweknya. Aku disuruh langsung saja masuk ke kamar nanti begitu tiba di sana. Aku tiba di sana pukul sembilan tiga puluh malam dan terus naik ke atas ke kamar 310. Seorang cewek membuka pintu buatku dan cewek itu hanya bercelana dalam dan BH saja, dan aku langsung masuk. Rupanya Rudy sedang main dengan salah seorang ceweknya itu, keduanya sama-sama telanjang dan lagi seru-serunya berduel. Terdengar suaranya si cewek ini mendesah dan mengerang kenikmatan, sementara Rudy mencium wajahnya dan lehernya. Aku berpaling pada cewek yang satu lagi ini yang memandangku dengan senyuman manis.&lt;br /&gt;
“Oom Errol ya..?” tegurnya sambil duduk di atas tempat tidur yang berada di sebelahnya.&lt;br /&gt;
Aku hanya mengangguk dan membalas senyumnya. Bodynya boleh juga nih cewek, hanya sedikit kurus dan imut-imut.&lt;br /&gt;
“Namanya siapa sich..?” tanyaku.&lt;br /&gt;
“Namaku Lina, Oom buka aja bajunya.”&lt;br /&gt;
Lalu aku pun berdiri dan membuka bajuku, dan kemudian menghampirinya di atas ranjang dan menyentuh punggungnya, sementara Lina ini terus saja menonton ke sebelah. Si cewek yang lagi ‘dimakan’ Rudy rupanya mencapai puncak orgasmenya sambil menggoyang pinggulnya liar sekali, menjerit dan mendesah, dan kemudian Rudy pun keluar. Asyik juga sekali-sekali menonton orang bersenggama seperti ini.&lt;br /&gt;
Sementara keduanya masih tergeletak lemas dan nafas tersengal-sengal, si Lina ini berpaling kepadaku dan aku pun mengerti maksudnya, dan kami pun mulai bercumbu, saling meraba dan berciuman penuh nafsu. Kini berbalik Ricky dan ceweknya itu yang menonton aku dan Lina main. Secara kebetulan aku balik berpaling kepada Ricky dan ceweknya itu, dan betapa kagetnya aku melihat siapa cewek yang bersama Ricky itu. Masih sempat kulihat buah dadanya dan puting susunya sebelum cepat-cepat dia menarik selimut menutupi badannya. Aku langsung jadi ‘down’ dan bangun berdiri, dan menegur Ricky sambil memandang si cewek itu yang masih terbaring. Dia pun nampaknya begitu kaget, untung saja Ricky tidak melihat perubahan pada air wajahnya.&lt;br /&gt;
“Hi Ricky.., sorry aku langsung main tancap nich.” kataku, Ricky hanya tertawa saja padaku.&lt;br /&gt;
“Gimana Roll, oke punya?” tanya Ricky sambil melirik Lina yang masih terbaring di ranjang.&lt;br /&gt;
“Excellent..!” jawabku sambil berdiri di depannya tanpa sadar bahwa aku lagi telanjang bulat dan tegang.&lt;br /&gt;
“Roll, kenalkan ini cewekku yang kubilang si Judith itu,” ucap Ricky sambil tangannya berbalik memegang kepalanya Judith.&lt;br /&gt;
Segera aku menghampirinya dan mengulurkan tanganku yang disambut oleh cewek itu.&lt;br /&gt;
Kami berjabat tangan, terasa dingin sekali tangannya, dan dia menengok ke tempat lain, sementara aku menatapnya tajam. Untunglah Ricky tidak sadar akan perubahan diantara aku dengan cewek ini. Lalu si Judith ini bangun sambil melingkari tubuhnya dengan handuk, kemudian berjalan ke kamar mandi diiringi oleh tatapan mataku, melihat betis kakinya yang panjang indah itu yang dulu selalu kukagumi.&lt;br /&gt;
Tidak sadar aku menarik nafas, terus Rudy mempersilakan aku dan Lina kembali melanjutkan permainan yang tertunda itu. Kami kemudian melakukan foreplay sebelum acara yang utama itu. Kulihat sekilas ke sebelah, Judith sudah balik dari kamar mandi dan memperhatikan aku dan Lina yang sedang bertempur dengan seru, Lina mengimbangiku tanpa terlalu berisik seperti Judith tadi. Lina mengangkangkan kedua kakinya lebar-lebar dan kusodok lubang vaginanya dengan penuh semangat. Maklumlah, dua bulan di laut tidak pernah menyentuh wanita sama sekali.&lt;br /&gt;
Sampai akhirnya kami berdua pun sama-sama keluar, aduuh.. nikmatnyaa… Kuciumi buah dada yang penuh keringat itu dan bibir-bibirnya yang tipis itu, kulitnya benar-benar bersih mulus dan akhirnya kami terbaring membisu sambil terus berpelukan mesrah dan tertidur. Waktu itu sudah jam dua belas tengah malam.&lt;br /&gt;
Ketika aku terbangun, rupanya Lina tidak tidur, dia malah asyik memandangiku. Kulihat ke sebelah, Rudy dan Judith masih terlelap, hanya selimutnya sudah tersingkap. Rudy tidur sambil memeluk Judith dan keduanya masih telanjang bulat. Paha Judith yang mulus sexy itu membuatku jadi terangsang kembali dan terus saja memandangnya dari jauh.&lt;br /&gt;
“Dia cantik ya..?” lalu Lina berbisik padaku, aku hanya mengangguk kepala.&lt;br /&gt;
“Cantik, sexy.. tapi milik banyak orang..” tambah Lina lagi.&lt;br /&gt;
“Dia temanmu kan..?”&lt;br /&gt;
“Kita satu fakultas dulu, dan sama-sama wisuda, setahu gua dia dulunya nggak suka main sama laki, tapi dia melayani tante-tante senang yang suka nyari mangsa di kampus.”&lt;br /&gt;
“Maksud kamu Judith itu lesbian..?”&lt;br /&gt;
“Yah gitu lah, tapi dia juga pacaran waktu itu, terakhir dulu gua dengar dia lama main ama orang cina dari Hongkong.”&lt;br /&gt;
“Bisa jadi dia pernah lesbong, soalnya liat tuh puting susunya udah besar dan panjang lagi, kayak ibu-ibu yang pernah menyusui.” kataku.&lt;br /&gt;
“Pak Rudy ini cuman salah satu dari koleksinya, dia juga suka main ama orang bule dari Italy, terus dia juga ada main sama Pak XXX (orang penting).”&lt;br /&gt;
“Lina kok tau semuanya..?”&lt;br /&gt;
“Soalnya gua sering jalan bareng dia, kalo dia dapat order sering dia bagi-bagi ama gua, orangnya paling baik juga sosial ama temen.” sambung Lina lagi.&lt;br /&gt;
Sementara Lina tidak tahu kalau aku dan Judith juga sudah lama kenal.&lt;br /&gt;
Tiba-tiba Judith menggerakkan badannya membuat bagian perutnya yang tadinya terselimut kini terbuka, gerakannya itu membangunkan Rudy yang melihat buah dadanya begitu menantang langsung mulutnya beraksi, dari buah dada Judith turun terus ke bawah membuka lebar pahanya Judith dan menjilati bibir vaginanya. Aku langsung bangun dan menghampiri ranjang keduanya dan memperhatikan dari dekat Rudy menjilati bibir kemaluan Judith dan menguakkannya. Nampak lubang kemaluan Judith yang memerah terbuka cukup besar. Sementara bulu kemaluannya kelihatan seperti dicukur bersih, licin seperti vagina seorang bayi.&lt;br /&gt;
Melihatku memperhatikannya dengan serius, Rudy lalu bertanya.&lt;br /&gt;
“Kamu suka Roll..? Kita tukaran aja sekarang, aku ama Lina.”&lt;br /&gt;
Lalu Rudy bangun dan pindah ke ranjang sebelah, dan aku segera menggantikan tempat Rudy tadi, tapi betapa terkoyaknya hatiku saat itu. Benar-benar tidak pernah kukira akan mengalami pertemuan kembali yang begini dengan Judith. Aku berbaring sambil mendekap tubuhnya pelan-pelan, seolah takut jangan sampai dia terbangun. Mulutku melahap buah dadanya, menghisap puting susunya yang besar dan panjang itu, tanganku pelan turun ke bawah mengusap selangkangannya, terus memegang vaginanya sambil mencium pipinya, mengulum bibir-bibirnya. Judith mendesah dan menguap sambil menggerakkan badannya, tapi tidak bangun. Aku pun terus melanjutkan aksiku.&lt;br /&gt;
Ketika dia berbalik tertelungkup, segera kupegang pantatnya dan menguakkannya. Nampaklah lubang duburnya yang sudah terbuka itu, merah kehitam-hitaman, kira-kira berdiameter satu senti. Tapi betapa hatiku begitu penuh kasih padanya, pelan-pelan lidahku menjulur ke lubang pantatnya itu dan kujilati pelan-pelan. Tiba-tiba Judith menggerakkan pantatnya, rupanya terasa olehnya sesuatu yang nikmat di pantatnya. Aku terus saja menjilatinya, lalu dia merintih dan menarik napas panjang dan mendesah.&lt;br /&gt;
“Aduuhh.. enak Rudy, terus Sayang.. lidahnya terus mainkan.., duuh.. enaakk..!” desahnya pelansambil semakin kuat menggoyangkan pantatnya, sementara rudalku sudah tegang sekali.&lt;br /&gt;
“Rudy.., jellynya.. jellynya dulu.. baru masukin yaa..!”&lt;br /&gt;
Aku tidak tahu dimana jellynya, lalu kuludahi saja banyak-banyak sampai lubang duburnya itu penuh dengan ludahku dan kuarahkan rudalku ke arah sasarannya, dan mulai menyentak masuk pelan-pelan.&lt;br /&gt;
“Aaacchh..!” dia mendesah.&lt;br /&gt;
Sekali hentak langsung masuk tanpa halangan, kudorong terus rudalku, tangan kananku melingkari lehernya. Dia menarik napas panjang sambil mendesah tertahan, sementara rudalku sudah semuanya masuk tertanam dalam liang pelepasannya yang cengkeramannya sudah tidak terasa lagi. Tangan kiriku memainkan klitorisnya, sambil mencium pipinya kemudian melumat bibirnya. Berarti Judith ini sudah biasa disodomi orang, hanya lubangnya belum terbuka terlalu besar. Aku mulai menarik keluar kembali dan memasukkan lagi, dan mulai melakukan gerakan piston pelan-pelan pada awalnya, sebab takut nanti Judithnya kesakitan kalau aku langsung main hajar dengan kasar.&lt;br /&gt;
Aku tahu bila dalam keadaan normal seperti biasa, tidak akan pernah aku dapat menyentuh tubuhnya ini. Selagi aku mengulum lidahnya itu, Judith membuka matanya, terbangun dan kaget melihat siapa yang lagi menyetubuhinya. Judith mau bergerak bereaksi tapi kudekap dia kuat-kuat hingga Judith tidak mungkin dapat bergerak lagi, dan aku mulai menghentak dengan kekuatan penuh pada lubang duburnya yang memang sudah dol itu.&lt;br /&gt;
Batang rudalku masuk semua tertancap di dalam lubang duburnya dan masuk keluar dengan bebasnya menghajar lubang dubur Judith dengan tembakan-tembakan gencar beruntun sambil mendekapnya kuat-kuat dari belakang meremas payudaranya dengan gemasnya dan mengigit tengkuknya yang sudah basah oleh keringatnya itu. Secara reflex Judith mengoyang pinggulnya begitu merasakan batang kemaluanku masuk, dan mendesah mengerang dengan suara tertahan. Keringat deras bercucuran di pagi yang dingin itu. Seperti kuda yang sedang balapan seru, dia merintih lirih diantara desahan napasnya itu dan mengerang. Judith semakin menggoyang pantatnya seperti kesetanan oleh nikmat yang abnormal itu.&lt;br /&gt;
Sepuluh menit berlalu, lubang duburnya Judith rasanya sangat licin sekali, seperti main di vagina saja. Dan Judith meracau mendesah dan menjerit histeris, wajahnya penuh keringat yang meleleh. Kubalikkan tubuhnya, kini Judith sudah tidak melawan lagi, dia hanya tergeletak diam pasrah ketika kualasi bantal di bawah pantatnya. Dia mengangkat kedua kakinya yang direntangkan dan memasukkan lagi rudalku ke dalam lubang duburnya yang sudah terkuak itu. Seluruh batang rudalku basah oleh cairan kuning yang berbuih, itu kotorannya Judith yang separuhnya keluar meleleh dari lubang duburnya itu. Bagi orang yang tidak biasa dengan anal sex ini pasti akan merasa jijik.&lt;br /&gt;
Kini wajah kami berhadapan, kupegang kepalanya supaya dia tidak dapat berpaling ke kiri ke kanan. Dan kulumat-lumat bibir-bibirnya, sepasang gunung buahdadanya terguncang-guncang dengan hebatnya, lehernya dan dadanya basah oleh keringatnya yang bercampur baur dengan keringatku. Dan inilah yang namanya kenikmatan surga. Pipi-pipinya telah memerah saga oleh kepanasan. Aku semakin keras lagi menggenjot ketika mengetahui kalau Judith mau mencapai puncak klimaksnya. Seluruh tubuhnya lalu jadi mengejang, dan suaranya tertahan di ujung hidungnya, Judith ini benar-benar histeris pikirku. Mungkin juga dia ini sex maniac.&lt;br /&gt;
Judith mulai bergerak lagi dengan napas yang masih tersengal-sengal sambil mendesah.&lt;br /&gt;
“Terus ung.. teeeruus.. aku mau keluar lagi..!” desahnya.&lt;br /&gt;
Benar saja, Judith kembali menjerit histeris seperti kuntilanak, seluruh tubuhnya kembali mengejang sambil wajahnya menyeringai seperti orang menahan sakit yang luar biasa. Butiran keringatnya jatuh sebesar biji jagung membasahi wajahnya, peluh kami sudah bercampuran. Kupeluk erat-erat tubuhnya yang licin mengkilap oleh keringat itu sambil menggigit-gigit pelan daun telinganya agar dia tambah terangsang lagi.&lt;br /&gt;
Akhirnya dia jatuh lemas terkulai tidak berdaya seperti orang mati saja. Tinggal aku yang masih terus berpacu sendiri menuju garis finish. Kubalikkan lagi tubuh Judith tengkurap dan mengangkat pantatnya, tapi tubuhnya jatuh kembali tertelungkup saja, entah apa dia sangat kehabisan tenaga atau memang dia tidak mau main doggy style. Kuganjal lagi bantal di bawah perutnya dan mulai menhajarnya lagi, menindihnya dari atas punggungnya yang basah itu. Tapi keringatnya tetap berbau harum. Napasnya memburu dengan cepatnya seperti seorang pelari.&lt;br /&gt;
“Aduh.. aduuh.. aku mau beol.. nich.. cepeet dikeluarin.. nggak tahan nich..! Ituku udah mo keluar nich..!” desahnya.&lt;br /&gt;
Dadanya bergerak turun naik dengan cepatnya. Tapi aku tidak perduli, soalnya lagi keenakan, kutanamkan kuat-kuat batang kemaluanku ke dalam lubang pantatnya, dan menyemprotkan spermaku begitu banyaknya ke dalam lubang analnya itu.&lt;br /&gt;
“Aduh.. aduuh.., aku mau beol.. nich.. cepeet nggak tahan nich.., udah mo keluar nich..!” desahnya.&lt;br /&gt;
“Aaacchhh.. aach..!” Judith menjerit lagi.&lt;br /&gt;
Ada dua menit baru kucabut batang kemaluanku. Dan apa yang terjadi, benar saja kotorannya Judith ikut keluar bersama rudalku, dan menghambur padaku. Terasa hangat kotorannya yang mencret itu. Hal itu juga berhamburan pada seprei tempat tidur. Praktis kami berenang di atas kotoran tinjanya yang keluarnya banyak sekali itu. Sementara aku lagi menikmati orgasmeku, kudengar suaranya Judith seperti orang yang sedang sekarat, dan napasnya mendengus. Anehnya aku sama sekali tidak merasa jijik, walaupun aku dengan sudah belepotan oleh tinjanya.&lt;br /&gt;
Kami tetap saja berbaring diam sambil terus berpelukan. Napasnya masih tersengal-sengal. Dadanya bergerak naik turun seperti orang yang benar-benar kecapaian. Kucium pipinya yang basah oleh keringatnya, dan menjilati keringat di lehernya yang putih mulus itu. Batinku terasa puas sekali dapat mencicipi tubuh indah ini, walaupun dia ini hanya seorang pelacur saja. Judith pun tetap berbaring diam tidak bergerak walaupun semua bagian bawah tubuhnya sudah berlumuran oleh tinjanya. Dia sepertinya sudah seperti pasrah saja atas semua yang sedang terjadi pada dirinya. Bola matanya menatap kosong ke dinding kamar. Aku membalikkan kepalanya agar menatapku, terus kuhisap bibirnya pelan dan mencium di jidatnya. Tampak senyum di wajahnya, dia seperti senang dengan sikapku ini. Dia menatapku dengan wajah sayu dan letih.&lt;br /&gt;
“I love you Judith..” ucapku tanpa sadar.&lt;br /&gt;
Dia hanya mendengus, menggerakan hidungnya yang mancung itu sambil bola matanya yang hitam bening itu menatapku tajam. Kucium lagi pipinya.&lt;br /&gt;
“Judith.., dari dulu aku tetap cinta kamu..” bisikku di telinganya.&lt;br /&gt;
“Walaupun harus hidup dengan berlumuran tinja seperti ini..?” jawabnya seperti menyindirku.&lt;br /&gt;
“Kita mesti keluar dari kubangan tinja ini Judith..,” kataku, “Kita bersihkan tubuh kita dan kita memulai hidup kita yang baru.”&lt;br /&gt;
Dia tidak menjawab, malah mendorongku ke samping dan dia melompat bangun bergegas menuju kamar mandi diiringi suara ketawa dari Rudy dan Lani.&lt;br /&gt;
Sisa-sisa kotoran di bokong pantatnya itu mengalir turun di paha dan betis kakinya dan ruangan itu telah dipenuhi oleh bau kotoran yang keluar dari dalam perutnya Judith ini. Aku pun berlari ke kamar mandi dan membantu Judith membersihkan badannya dengan air dan bantu dia menyirami tubuhnya dan menyabuni seluruh tubuhnya sampai ke selangkang dan kemaluannya terus sampai pada lubang pantatnya semua kusabuni dan kubilas sampai benar-benar bersih. Barulah kemudian aku mandi. Judith nampaknya senang dengan perlakuanku yang mengistimewakan dirinya itu, dan dia pun membantuku mengelap badanku dengan handuk.&lt;br /&gt;
Kemudian kami kembali ke kamar, aku menarik keluar seprei yang telah penuh dengan kotoran itu, membungkusnya dan melemparnya ke kamar mandi. Judith duduk di kursi mengawasiku bekerja sambil senyum-senyum malu. Aku menatap tubuhnya yang tinggi atletis ini dengan penuh rasa pesona dan syukur. Namun sama sekali tidak kusanga bahwa nanti dalam waktu yang tidak lama lagi dia akan menjadi isteriku. Dan sedikitpun aku tidak menyesal memperisteri Judith, sekalipun dia itu hanyalah seorang bekas wanita nakal, bekas ayam kampus.&lt;br /&gt;
Kami kembali lagi ke atas tempat tidur dan berusaha untuk tidur, padahal hari sudah pagi. Kami tidur berpelukan. Dia menyembunyikan kepalanya di dalam dadaku yang sedang bergemuruh dengan hebatnya itu, dan kami terlelap dalam tidur. Aku hanya dapat tertidur beberapa saat saja, kemudian sudah terbangun lagi, di sampingku Judith masih tertidur lelap, mungkin sebab saking capeknya dia ini. Pelan aku bangun untuk duduk sambil memperhatikan dia dalam ketidurannya, di bibirnya tersungging senyum, sepertinya dia merasa bahagia dalam hidup ini. Rambutnya yang lebat hitam panjang itu tergerai di atas bantal.&lt;br /&gt;
Pelan kusingkap kakinya hingga terbuka lebar, dan tanganku mengusap pahanya yang ditumbuhi bulu-bulu halus itu. Benar-benar merangsangku paha mulus yang bersih ini. Menguakkan bibir vaginanya yang telah ke biru-biruan itu pertanda bahwa dia telah banyak sekali melakukan persetubuhan. Dan kulihat lubang vaginanya yang telah terbuka menganga seperti lubang terowongan turun ke dalam rahimnya. Lalu kujulurkan lidahku untuk membuka vaginanya itu dengan penuh perasaan. Kujilati juga klitorisnya, membuatnya jadi tergerak mungkin oleh rasa enak di klitorisnya itu. Tapi hanya sampai disitu saja. Aku tidak tega untuk membangunkannya dari kelelapan tidurnya yang manis itu.&lt;br /&gt;
Siangnya kami checked out dari Hotmen itu. Dalam mobil aku dan Judith duduk di belakang. Dia tidak pernah berbicara sampai kami tiba di depan rumahnya Lina di Tebet timur, keduanya turun di sini, padahal Judith rumahnya di jalan Kalibata utara.&lt;br /&gt;
Setelah berlalu dari situ, aku bertanya kepada Rudy kenapa tidak membayar keduanya. Rudy bilang biasanya uangnya itu di transfer ke rekening keduanya masing-masing. Dan esoknya hari Senin aku mentransfer uang ke rekening Judith sebesar lima ratus ribu rupiah. Kenangan manis yang tidak terlupakan bagiku.&lt;br /&gt;
Pembalasan Perselingkuhan&lt;br /&gt;
5&lt;br /&gt;
Posted by admin on March 24, 2009 – 10:44 am&lt;br /&gt;
Filed under Tukar pasangan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah peristiwa bersama Rico, hubunganku dengan Risa makin membaik secara kualitas, namun secara kuantitas aku agak jarang bertemu dengan Risa karena aku harus bekerja dan melanjutkan studi di luar kota. Sehingga paling dua minggu atau tiga minggu sekali aku bertemu dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perihal dengan Rico aku tak cemburu lagi dengannya, apalagi aku sudah dikenalkan juga dengan pacarnya Rico. Findi namanya. Anaknya lumayan cantik, badannya juga seksi meski teteknya tak sebesar Risa, pacarku. Kutaksir ukuran BHnya sekitar 34B.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kisahku ini terjadi ketika aku pulang ke kota K, untuk menengok Risa. Kangenku padanya sudah nggak ketulungan, harusnya aku pulang 2 minggu lagi, tapi aku pulang seminggu lebih awal, karena udah tak tahan kangen. Sengaja Risa tak kuberi kabar untuk memberikan kejutan kepadanya, karena saat kutelepon katanya ia kangen sekali denganku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pagi-pagi benar aku sudah sampai di kota K, setelah melepas lelah aku meluncur naik taksi ke dekat rumah Risa. Dari wartel yang berjarak 500 m, kutelepon ke rumahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pagi, Risanya ada?”&lt;br /&gt;
“O.. Risanya pergi baru dua menit yang lalu” Ibunya Risa yang mengangkat telephone.&lt;br /&gt;
“Kemana ya Bu?”&lt;br /&gt;
“Aduh kurang tahu ya.. Katanya mau bimbingan skripsi atau apa gitu?”&lt;br /&gt;
“Ya udah Bu, makasih”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu kuletakkan telepon, kulihat mobil Risa melintas di depanku, entah kenapa aku tak terlintas dalam benakku untuk mengikutnya. Kulihat Risa berdandan sangat cantik dan sexy, mungkin itu juga yang membuatku curiga karena selama ini setiap ia bimbingan, dandanannya biasa-biasa saja. Akhirnya kuminta sopir taksi untuk mengikuti mobil Risa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berjalan 3 km, tiba-tiba mobil berhenti, kemudian pintu dibuka, kulihat cowok yang sangat kukenali wajahnya, Rico teman sekampus Risa, sesaat mereka ngobrol kemudian Rico masuk ke mobil melalui sebelah kanan. Ternyata mereka ganti stir, Rico yang memegang stir kemudian Risa duduk si sebelahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa saat mobil berjalan Risa menoleh ke belakang, aku terkejut langsung kutundukkan badanku agar ia tak mengenaliku. Saat ku munculkan lagi wajahku betapa terkejutnya aku ketika Risa ternyata mencium pipi Rico, kemudian ia menggelayut mesra di bahu Rico sambil Rico terus menyetir. Hampir saja kuminta sopir taksi untuk menghentikan mobil mereka, namun naluriku berkata lain aku harus ikuti kemana mereka pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mobil Risa terus meluncur melewati batas kota K melewati kota U arah menuju areal wisata di kota B. Tiba-tiba badanku merinding, keringat dingin membasahi tubuhku, jangan-jangan mereka benar ke kota B, tempat aku dan Risa biasa memadu asmara. Sejenak aku diam menenangkan diri, tiba-tiba kulihat Hpku, aku ada ide coba telp HP Risa, toh ia tidak tahu kalo aku lagi pulang ke kota K.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hallo Sayang, lagi ngapain?”&lt;br /&gt;
“Eh Ryan, kupikir siapa kok nggak ada nomornya?” jawab Risa santai&lt;br /&gt;
“Oh iya aku pakai private number, sori belum kuganti. Lagi dimana nih?”&lt;br /&gt;
“Ini Ryan mau ke tempatnya Bu Ani, konsultasi skripsi”&lt;br /&gt;
“Emang rumahnya di mana?”&lt;br /&gt;
“E.. Di jl. KS..” Kudengar Risa agak gugup, ia menjawab sekenanya. Padahal setahuku Bu Ani itu rumahnya di Jl. RHT.&lt;br /&gt;
“Ya udah, ati-ati ya..”&lt;br /&gt;
“Ok Ryan Bye, cup ah..” Gila kupikir Si Risa, dia bohongi aku tapi masih juga sempat bersikap mesra.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan jawaban tadi aku yakin betul kalo Risa dan Rico sedang menuju ke tempat wisata di kota B. Terbayang di wajahku pergumulan yang pernah aku lakukan bersama Rico dan Risa, ada gairah, ada cemburu yang membara. Tapi kenapa mereka lakukan ini? Kenapa Risa menghianatiku? Kenapa Rico menyalahgunakan kepercayaanku? Bukankah kuajak dia ikut bergabung pada permainan dulu itu agar tak ada cemburu diantara kita? Kenapa mereka melakukan ini tanpa seijinku bahkan berbohong kepadaku? Sejuta pertanyaan terus melintas di kepalaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menyalahkan diriku sendiri kenapa kuajak Rico waktu itu? Ah semuanya sudah telanjur, aku nggak bisa membayangkan lagi apa yang mereka perbuat selama ini ketika aku di luar kota. Dengan dalih skripsi mereka bebas melakukan apa saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sela-sela kegundahanku tiba-tiba kuingat Findi, pacar Rico. Sedang apa kira-kira dia? Tahukah ia kalo Rico selingkuh dengan Risa. Tiba-tiba ada gairah dalam diriku untuk menikmati tubuh Findi, kubayangkan bodynya, putihnya dan pantatnya yang aduhai. Kulihat Hpku kucoba cari nomornya, ah bersyukur aku ternyata aku masih menyimpan nomornya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hallo Findi?”&lt;br /&gt;
“Iya.. Siapa nih?”Suaranya merdu dan manja sekali.&lt;br /&gt;
“Ini Ryan..”&lt;br /&gt;
“Oh Bang Ryan. Gimana kabarnya Bang?” sapanya sangat lembut dan ramah.&lt;br /&gt;
“Baik.. Findi sendiri gimana? Baik juga kan?”&lt;br /&gt;
“Iya Bang”&lt;br /&gt;
“Lagi dimana nih Fin”&lt;br /&gt;
“Di tempat temen Bang, di U”&lt;br /&gt;
“Lho nggak pacaran, kan hari sabtu?”&lt;br /&gt;
“Aduh Bang, Rico lagi sibuk sekali akhir-akhir ini ngerjain skripsi, jangankan pacaran telp aja aku takut ganggu.. Lho bukannya Rico lagi ke dosen ama Mbak Risa? Abang di K kan? Belum ketemu Mbak Risa?” tanyanya seperti memberondong.&lt;br /&gt;
“Oh ya tho.. Belum tuh Riss.. Eh kamu di kota U ya? Aku juga di U nih.. Gimana kalo kita ketemu, itung-itung ngilangin kangen sebagai sesama ditinggal pacar sibuk skripsi.. He.. He..” kucoba sambil bercanda sekaligus menghilangkan rasa cemburuku pada Risa dan Rico.&lt;br /&gt;
“Ah Abang bisa aja.. Tapi boleh juga Bang, soalnya temenku juga mau pergi bentar lagi”&lt;br /&gt;
“Ya udah kujemput kamu ya..” Setelah Findi memberikan alamat temennya lalu kusuruh sopir taksi meluncur ke alamat tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pagi Fin”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gila kulihat cantik sekali Findi pagi ini badannya yang dibalut kain ketat serta celana ketat tiga perempat seolah memamerkan semua tonjolan yang ia punya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh Abang.. Udah dateng kok cepat sekali?”&lt;br /&gt;
“Iya nih.. Ternyata posisiku tadi udah dekat.. Yuk” ajakku sambil mengandengnya masuk ke taksi. Terasa harum wangi parfumnya membuat ‘adik’ku menggeliat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memasuki taksi, kemudian kami meluncur dengan cepatnya, seakan tahu betul sopir taksi itu mengarahkan ke obyek wisata B.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kemana kita Bang?” Tanya Findi melihat taksi ke arah B&lt;br /&gt;
“Gimana kalo kita ke B, sambil lihat pemandangan. Di jakarta lihatnya gedung terus sih..”&lt;br /&gt;
“Boleh Bang.. Siapa takut.. Asal nggak aneh-aneh aja Abang”&lt;br /&gt;
“Aneh-aneh gimana maksudnya?”&lt;br /&gt;
“Ya kan dah lama nggak ketemu Mbak Risa.. Aku nanti jadi pelampiasan lagi” katanya sambil mengerling penuh arti.&lt;br /&gt;
“Dasar kamu..” kataku sambil kucubit dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di perjalanan kami terus bercanda, cerita kesana-kemari sampe akupun agak lupa kalo tujuanku adalah investigasi Risa dan Rico. Hingga karena taksi dikemudikan sangat cepat maka tanpa diduga sebelumnya posisi taksiku persis di belakang mobil Risa yang dikemudikan Rico.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bang itu bukannya mobil Mbak Risa? Yang nyetir Rico kan? Mau kemana mereka? Kok kemari?”&lt;br /&gt;
“Itulah yang juga Abang ingin tahu, Abang sejak tadi membuntuti mereka. Trus Abang telp Findi, eh pas di kota U juga, jadi sekalian aja pikirku. Abang juga penasaran kok Fin”&lt;br /&gt;
“Pantesan sibuk terus mereka, jangan-jangan”Findi tak meneruskan kata-katanya, matanya berkaca-kaca, ia rebahkan tubuhnya ke dadaku.&lt;br /&gt;
“Bang.. Gimana nih Bang?”&lt;br /&gt;
“Udahlah Fin.. Gak pa-pa.. Santai aja, toh Findi kan juga sama Abang.. Jadi satu-satu nantinya hehe”&lt;br /&gt;
“Ih Abang genit..&lt;br /&gt;
“Katanya sambil terus merapatkan ke badanku seakan nggak mau ia lepaskan. Kulihat Findi mulai agak tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Taksi kami terus mengikuti arah mobil Risa, dari belakang kulihat sesekali Risa mencium Rico, kadang sebaliknya Rico yang mencium Risa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ih.. Mereka genit sekali” kata Findi sebel.&lt;br /&gt;
“Aku cium Abang juga ah..” Tanpa peduli pada sopir taksi tiba-tiba Findi menciumku.&lt;br /&gt;
“Ih nakal kamu” Padahal saat itu adikku betul-betul tegang, aku bergairah melihat apa yang akan diperbuat Risa dan Rico sekaligus bergairah karena Findi terus merapat ke badanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba di kota B. Kulihat mobil Risa belok ke arah Hotel KDR, aku hafal betul karena di tempat itu aku dan Risa sering memadu kasih, lalu kuminta sopir taksi untuk terus dulu supaya nggak ketahuan mereka kalo aku dan Findi membuntuti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bang mereka ke Hotel. Mau ngapain mereka? Masak konsultasi di Hotel?” Findi semakin sebel diliputi rasa cemburu, rasa yang sama yang pernah kurasakan dulu (Cemburu Membawa Sensasi).&lt;br /&gt;
“Udah Fin, tenang aja nanti kita ikutin mereka”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beberapa saat taksi kemudian kuminta berputar masuk ke hotel, aku berbincang-bincang sesaat dengan reseptionist yang aku udah lumayan kenal karena langganan lalu aku minta kamar di sebelah Risa dan Rico. Sedangkan sopir taksi kuminta dia pulang setelah kubayar, karena aku berpikir pulangnya bareng sekalian dengan Risa dan Rico.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jalan menuju ke kamarku melewati depan kamar Risa dan Rico, saat aku lewat terdengar desahan-desahan yang sangat menggairahkan. Kurang ajar batinku ternyata mereka udah nggak mampu menahan lagi, tapi di sisi lain desahan-desahan itu justru membuatku terasa bergairah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu masuk kedalam kamar aku dan Findi segera mencari lubang yang dapat kami gunakan untuk mengintip aktivitas Risa dan Rico, tanpa menemui kesulitan kami menemukan lubang yang mampu melihat aktivitas mereka secara jelas namun tak mungkin mereka lihat karena tempatnya sangat tersembunyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh Ris.. Aku kangen sekali ama tetekmu” ujar Rico sambil memegang dada Risa yang masih terbungkus kain lengkap.&lt;br /&gt;
“Ohh.. Ohh.. Aku juga Ric, aku kangen ama batangmu yang tegak itu” desah Risa sambil terus mereka berciuman bibir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kulihat Findi begitu dongkol melihat kelakuan mereka, namun sisi laen aku juga lihat kalo Findi wajahnya merah, kuduga selain menahan amarah ia juga menahan gairah melihat aktivitas Rico dan Risa. Perlahan kuraba paha Findi yang masih terus mengintip aktivitas Rico dan Risa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ohh.. Oh..” Lenguhnya tanpa menggeser posisi mengintipnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara di seberang kamar kulihat Rico telah berhasil melucuti pakaian atas Risa hingga yang tertinggal di atas hanyalah BH Risa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ohh.. Ric.. Lidahmu nakal sekali”&lt;br /&gt;
“Tapi kamu suka kan?”&lt;br /&gt;
“He eh.. Ehm.. Oh.. Terusin nakalmu Ric, lepaskan BH ku” Risa semakin bernafsu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku hafal betul kalau Risa paling tidak tahan jika teteknya di pegang. Dalam sekejap BH Risa sudah terlepas dari tempatnya, kini yang nampak adalah dua buah gunung kembar yang menjulang dengan puting yang sudah mengeras. Rico dengan lahap menjilati puting tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ohh.. Enak sekali Ric.. Kok bisa ya sekecil ini di jilat rasanya sampe ke ubun-ubun.. Oh” lenguh Risa dengan manja menahan gairah. Sementara aku sendiri terus bergerilya di paha Findi..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ough.. Ohh.. Enak Bang”&lt;br /&gt;
“Lepasin celanamu ya..” Pintaku dengan berbisik&lt;br /&gt;
“Ho.. Oh” Kulepas celananya yang tiga perempat, sengaja kusisakan CD-nya biar ada sensasi tersendiri.&lt;br /&gt;
“Uhh.. Bang” rintihnya ketika tanganku mengucap vegynya yang masih tertutup CD, namun nampak jelas rambut-rambutnya yang hitam kecoklatan.&lt;br /&gt;
“Ohh.. Ouhh.. Ohh.. Kamu pintar sekali Bang” desahannya makin keras tatkala kuraba bibir vegynya yang sudah basah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di seberang kamar kulihat Risa dan Rico sudah tak berpakaian lagi alias telanjang bulat. Risa kulihat sedang mengoral penis Rico.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ohh.. Ris enak.. Sekali.. Oh” Rico meracau.&lt;br /&gt;
“Enak mana ama kuluman Findi Ric?” Tanya Risa sambil terus mengoral.&lt;br /&gt;
“Enakan oralmu Ris”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar ucapan Rico, Findi menjadi jengkel. Seolah ia akan membuktikan ucapan Rico, kemudian ia segera melucuti celanaku. Terpampanglah penisku yang sudah tegak mengacung. Tanpa banyak basa basi ia langsung kulum penisku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh.. Ohh..” Bibir tipis Findi ternyata lihai juga mengoral penisku, memang kuakui bibir tebal Risa lebih mantap untuk mengulum penis, namun demi menyenangkan hati Findi aku tetap memuji dia.&lt;br /&gt;
“Auh.. Ogh, enak.. Fin.. Bohong kalo Rico bilang enakan kuluman Risa.. Ohh..” Seakan makin bersemangat Findi terus mengocok penisku dengan cepat.&lt;br /&gt;
“Oh.. Fin enak sekali.. Aku nggak tahan Fin..” sambil terus Findi mengulum penisku, tanganku menyelusup ke dada Findi, kutemukan dua gunung yang memang nggak sebesar punya Risa.&lt;br /&gt;
“Ohh.. Bang.. Aku bergairah sekali.. Bang.. Oh..”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kulihat di kamar sebelah Risa dan Rico sudah tidur berpelukan, terdengar dengkuran halus Risa yang sangat kukenal. Karena aku dan Findi terlalu asyik bermain sehingga tidak sempat melihat sampai klimaks Rico dan Risa dalam mendaki kenikmatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bang masukin punyamu Bang.. Ohh.. Aku nggak tahan lagi” perlahan kumasukin penisku di vagy Findi.&lt;br /&gt;
“Pelan-pelan Bang.. Oh.. Nikmat.. Ohh”&lt;br /&gt;
“Ohh.. Ough..”&lt;br /&gt;
“Ouhh.. Ough.. Oghh.. Ohh” Kami terus berpacu mengjar nafsu yang semakin membara seolah lupa kalo di sebelah ada pasangan kita masing-masing.&lt;br /&gt;
“Ohh.. Bang aku hampir sampe”&lt;br /&gt;
“He eh.. Abang juga.. Dikeluarin dimana?”&lt;br /&gt;
“Di luar aja Bang aku lagi subur.. Oh”&lt;br /&gt;
“Ya udah Findi keluarin dulu..”&lt;br /&gt;
“Oh.. Bang.. Oh.. Ohh” Rintihan panjang Findi mengakhiri klimaksnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia semburkan lahar basahnya ke penisku, sementara penisku segera kutarik dan kukgoyang-goyangkan dengan keras di atas perut Findi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ohh.. Ohh” cret cret spermaku keluar dengan derasnya di perut Findi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami kemudian berpelukan sangat erat. Sementara itu di kamar sebelah Rico dan Risa masih tertidur, demikian pula dengan Findi, ia tertidur mungkin karena kecapekan. Sedangkan aku sendiri tak bisa tidur. Sambil menghisap rokok aku berpikir keras untuk menggali ide agar dapat menyelesaikan konflik perselingkuhan ini dengan happy ending dengan tanpa amarah bahkan kalo bisa dengan gairah, karena bagaimanapun awalnya aku yang salah dan aku memang sangat mencintai Risa, tapi vegy Findi pun juga lezat rasanya.&lt;br /&gt;
Tetangga Idaman&lt;br /&gt;
16&lt;br /&gt;
Posted by admin on March 24, 2009 – 10:37 am&lt;br /&gt;
Filed under Tukar pasangan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kurasa tidak perlu aku ceritakan tentang nama dan asalku, serta tempat dan alamatku sekarang. Usiaku sekarang sudah mendekati empat puluh tahun, kalau dipikir-pikir seharusnya aku sudah punya anak, karena aku sudah menikah hampir lima belas tahun lamanya. Walaupun aku tidak begitu ganteng, aku cukup beruntung karena mendapat isteri yang menurutku sangat cantik. Bahkan dapat dikatakan dia yang tercantik di lingkunganku, yang biasanya menimbulkan kecemburuan para tetanggaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Isteriku bernama Resty. Ada satu kebiasaanku yang mungkin jarang orang lain miliki, yaitu keinginan sex yang tinggi. Mungkin para pembaca tidak percaya, kadang-kadang pada siang hari selagi ada tamu pun sering saya mengajak isteri saya sebentar ke kamar untuk melakukan hal itu. Yang anehnya, ternyata isteriku pun sangat menikmatinya. Walaupun demikian saya tidak pernah berniat jajan untuk mengimbangi kegilaanku pada sex. Mungkin karena belum punya anak, isteriku pun selalu siap setiap saat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegilaan ini dimulai saat hadirnya tetangga baruku, entah siapa yang mulai, kami sangat akrab. Atau mungkin karena isteriku yang supel, sehingga cepat akrab dengan mereka. Suaminya juga sangat baik, usianya kira-kira sebaya denganku. Hanya isterinya, woow busyet.., selain masih muda juga cantik dan yang membuatku gila adalah bodynya yang wah, juga kulitnya sangat putih mulus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka pun sama seperti kami, belum mempunyai anak. Mereka pindah ke sini karena tugas baru suaminya yang ditempatkan perusahaannya yang baru membuka cabang di kota tempatku. Aku dan isteriku biasa memanggil mereka Mas Agus dan Mbak Rini. Selebihnya saya tidak tahu latar belakang mereka. Boleh dibilang kami seperti saudara saja karena hampir setiap hari kami ngobrol, yang terkadang di teras rumahnya atau sebaliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada suatu malam, saya seperti biasanya berkunjung ke rumahnya, setelah ngobrol panjang lebar, Agus menawariku nonton VCD blue yang katanya baru dipinjamnya dari temannya. Aku pun tidak menolak karena selain belum jauh malam kegiatan lainnya pun tidak ada. Seperti biasanya, film blue tentu ceritanya itu-itu saja. Yang membuatku kaget, tiba-tiba isteri Agus ikut nonton bersama kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Waduh, gimana ini Gus..? Nggak enak nih..!”&lt;br /&gt;
“Nggak apa-apalah Mas, toh itu tontonan kok, nggak bisa dipegang. Kalau Mas nggak keberatan, Mbak Res diajak sekalian.” katanya menyebut isteriku.&lt;br /&gt;
Aku tersinggung juga waktu itu. Tapi setelah kupikir-pikir, apa salahnya? Akhirnya aku pamit sebentar untuk memanggil isteriku yang tinggal sendirian di rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gila kamu..! Apa enaknya nonton gituan kok sama tetangga..?” kata isteriku ketika kuajak.&lt;br /&gt;
Akhirnya aku malu juga sama isteriku, kuputuskan untuk tidak kembali lagi ke rumah Agus. Mendingan langsung tidur saja supaya besok cepat bangun. Paginya aku tidak bertemu Agus, karena sudah lebih dahulu berangkat. Di teras rumahnya aku hanya melihat isterinya sedang minum teh. Ketika aku lewat, dia menanyaiku tentang yang tadi malam. Aku bilang Resty tidak mau kuajak sehingga aku langsung saja tidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mataku jelalatan menatapinya. Busyet.., dasternya hampir transparan menampakkan lekuk tubuhnya yang sejak dulu menggodaku. Tapi ah.., mereka kan tetanggaku. Tapi dasar memang pikiranku sudah tidak beres, kutunda keberangkatanku ke kantor, aku kembali ke rumah menemui isteriku. Seperti biasanya kalau sudah begini aku langsung menarik isteriku ke tempat tidur. Mungkin karena sudah biasa Resty tidak banyak protes. Yang luar biasa adalah pagi ini aku benar-benar gila. Aku bergulat dengan isteriku seperti kesetanan. Kemaluan Resty kujilati sampai tuntas, bahkan kusedot sampai isteriku menjerit. Edan, kok aku sampai segila ini ya, padahal hari masih pagi.Tapi hal itu tidak terpikirkan olehku lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Isteriku sampai terengah-engah menikmati apa yang kulakukan terhadapnya. Resty langsung memegang kemaluanku dan mengulumnya, entah kenikmatan apa yang kurasakan saat itu. Sungguh, tidak dapat kuceritakan.&lt;br /&gt;
“Mas.., sekarang Mas..!” pinta isteriku memelas.&lt;br /&gt;
Akhirnya aku mendekatkan kemaluanku ke lubang kemaluan Resty. Dan tempat tidur kami pun ikut bergoyang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kami berdua sama-sama tergolek, tiba-tiba isteriku bertanya, “Kok Mas tiba-tiba nafsu banget sih..?”&lt;br /&gt;
Aku diam saja karena malu mengatakan bahwa sebenarnya Rini lah yang menaikkan tensiku pagi ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sorenya Agus datang ke rumahku, “Sepertinya Mas punya kelainan sepertiku ya..?” tanyanya setelah kami berbasa-basi.&lt;br /&gt;
“Maksudmu apa Gus..?” tanyaku heran.&lt;br /&gt;
“Isteriku tadi cerita, katanya tadi pagi dia melihat Mas dan Mbak Resty bergulat setelah ngobrol dengannya.”&lt;br /&gt;
Loh, aku heran, dari mana Rini nampak kami melakukannya? Oh iya, baru kusadari ternyata jendela kamar kami saling berhadapan.&lt;br /&gt;
Agus langsung menambahkan, “Nggak usah malu Mas, saya juga maniak Mas.” katanya tanpa malu-malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begini saja Mas,” tanpa harus memahami perasaanku, Agus langsung melanjutkan, “Aku punya ide, gimana kalau nanti malam kita bikin acara..?”&lt;br /&gt;
“Acara apa Gus..?” tanyaku penasaran.&lt;br /&gt;
“Nanti malam kita bikin pesta di rumahmu, gimana..?”&lt;br /&gt;
“Pesta apaan..? Gila kamu.”&lt;br /&gt;
“Pokoknya tenang aja Mas, kamu cuman nyediain makan dan musiknya aja Mas, nanti minumannya saya yang nyediain. Kita berempat aja, sekedar refresing ajalah Mas, kan Mas belum pernah mencobanya..?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Malamnya, menjelang pukul 20.00, Agus bersama isterinya sudah ada di rumahku. Sambil makan dan minum, kami ngobrol tentang masa muda kami. Ternyata ada persamaan di antara kami, yaitu menyukai dan cenderung maniak pada sex. Diiringi musik yang disetel oleh isteriku, ada perasaan yang agak aneh kurasakan. Aku tidak dapat menjelaskan perasaan apa ini, mungkin pengaruh minuman yang dibawakan Agus dari rumahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba saja nafsuku bangkit, aku mendekati isteriku dan menariknya ke pangkuanku. Musik yang tidak begitu kencang terasa seperti menyelimuti pendengaranku. Kulihat Agus juga menarik isterinya dan menciumi bibirnya. Aku semakin terangsang, Resty juga semakin bergairah. Aku belum pernah merasakan perasaan seperti ini. Tidak berapa lama Resty sudah telanjang bulat, entah kapan aku menelanjanginya. Sesaat aku merasa bersalah, kenapa aku melakukan hal ini di depan orang lain, tetapi kemudian hal itu tidak terpikirkan olehku lagi. Seolah-olah nafsuku sudah menggelegak mengalahkan pikiran normalku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuperhatikan Agus perlahan-lahan mendudukkan Rini di meja yang ada di depan kami, mengangkat rok yang dikenakan isterinya, kemudian membukanya dengan cara mengangkatnya ke atas. Aku semakin tidak karuan memikirkan kenapa hal ini dapat terjadi di dalam rumahku. Tetapi itu hanya sepintas, berikutnya aku sudah menikmati permainan itu. Rini juga tinggal hanya mengenakan BH dan celana dalamnya saja, dan masih duduk di atas meja dengan lutut tertekuk dan terbuka menantang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlahan-lahan Agus membuka BH Rini, tampak dua bukit putih mulus menantang menyembul setelah penutupnya terbuka.&lt;br /&gt;
“Kegilaan apa lagi ini..?” batinku.&lt;br /&gt;
Seolah-olah Agus mengerti, karena selalu saya perhatikan menawarkan bergantian denganku. Kulihat isteriku yang masih terbaring di sofa dengan mulut terbuka menantang dengan nafas tersengal menahan nafsu yang menggelora, seolah-olah tidak keberatan bila posisiku digantikan oleh Agus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian kudekati Rini yang kini tinggal hanya mengenakan celana dalam. Dengan badan yang sedikit gemetar karena memang ini pengalaman pertamaku melakukannya dengan orang lain, kuraba pahanya yang putih mulus dengan lembut. Sementara Agus kulihat semakin beringas menciumi sekujur tubuh Resty yang biasanya aku lah yang melakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlahan-lahan jari-jemariku mendekati daerah kemaluan Rini. Kuelus bagian itu, walau masih tertutup celana dalam, tetapi aroma khas kemaluan wanita sudah terasa, dan bagian tersebut sudah mulai basah. Perlahan-lahan kulepas celana dalamnya dengan hati-hati sambil merebahkan badannya di atas meja. Nampak bulu-bulu yang belum begitu panjang menghiasi bagian yang berada di antara kedua paha Rini ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Peluklah aku Mas, tolonglah Mas..!” erang Rini seolah sudah siap untuk melakukannya.&lt;br /&gt;
Tetapi aku tidak melakukannya. Aku ingin memberikan kenikmatan yang betul-betul kenikmatan kepadanya malam ini. Kutatapi seluruh bagian tubuh Rini yang memang betul-betul sempurna. Biasanya aku hanya dapat melihatnya dari kejauhan, itu pun dengan terhalang pakaian. Berbeda kini bukan hanya melihat, tapi dapat menikmati. Sungguh, ini suatu yang tidak pernah terduga olehku. Seperti ingin melahapnya saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian kujilati seluruhnya tanpa sisa, sementara tangan kiriku meraba kemaluannya yang ditumbuhi bulu hitam halus yang tidak begitu tebal. Bagian ini terasa sangat lembut sekali, mulut kemaluannya sudah mulai basah. Perlahan kumasukkan jari telunjukku ke dalam.&lt;br /&gt;
“Sshh.., akh..!” Rini menggelinjang nikmat.&lt;br /&gt;
Kuteruskan melakukannya, kini lebih dalam dan menggunakan dua jari, Rini mendesis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kini mulutku menuju dua bukit menonjol di dada Rini, kuhisap bagian putingnya, tubuh Rini bergetar panas. Tiba-tiba tangannya meraih kemaluanku, menggenggam dengan kedua telapaknya seolah takut lepas. Posisi Rini sekarang berbaring miring, sementara aku berlutut, sehingga kemaluanku tepat ke mulutnya. Perlahan dia mulai menjilati kemaluanku. Gantian badanku sekarang yang bergetar hebat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rini memasukkan kemaluanku ke dalam mulutnya. Ya ampun, hampir aku tidak sanggup menikmatinya. Luar biasa enaknya, sungguh..! Belum pernah kurasakan seperti ini. Sementara di atas Sofa Agus dan isteriku seperti membentuk angka 69. Resty ada di bawah sambil mengulum kemaluan Agus, sementara Agus menjilati kemaluan Resty. Napas kami berempat saling berkejaran, seolah-olah melakukan perjalanan panjang yang melelahkan. Bunyi Music yang entah sudah beberapa lagu seolah menambah semangat kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kini tiga jari kumasukkan ke dalam kemaluan Rini, dia melenguh hebat hingga kemaluanku terlepas dari mulutnya. Gantian aku sekarang yang menciumi kemaluannya. Kepalaku seperti terjepit di antara kedua belah pahanya yang mulus. Kujulurkan lidahku sepanjang-panjangnya dan kumasukkan ke dalam kemaluannya sambil kupermainkan di dalamnya. Aroma dan rasanya semakin memuncakkan nafsuku. Sekarang Rini terengah-engah dan kemudian menjerit tertahan meminta supaya aku segera memasukkan kemaluanku ke lubangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cepat-cepat kurengkuh kedua pahanya dan menariknya ke bibir meja, kutekuk lututnya dan kubuka pahanya lebar-lebar supaya aku dapat memasukkan kemaluanku sambil berjongkok. Perlahan-lahan kuarahkan senjataku menuju lubang milik Rini.&lt;br /&gt;
Ketika kepala kemaluanku memasuki lubang itu, Rini mendesis, “Ssshh.., aahhk.., aduh enaknya..! Terus Mas, masukkan lagi akhh..!”&lt;br /&gt;
Dengan pasti kumasukkan lebih dalam sambil sesekali menarik sedikit dan mendorongnya lagi. Ada kenikmatan luar biasa yang kurasakan ketika aku melakukannya. Mungkin karena selama ini aku hanya melakukannya dengan isteriku, kali ini ada sesuatu yang tidak pernah kurasakan sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanganku sekarang sudah meremas payudara Rini dengan lembut sambil mengusapnya. Mulut Rini pun seperti megap-megap kenikmatan, segera kulumat bibir itu hingga Rini nyaris tidak dapat bernapas, kutindih dan kudekap sekuat-kuatnya hingga Rini berontak. Pelukanku semakin kuperketat, seolah-olah tidak akan lepas lagi. Keringat sudah membasahi seluruh tubuh kami. Agus dan isteriku tidak kuperhatikan lagi. Yang kurasakan sekarang adalah sebuah petualangan yang belum pernah kulalui sebelumnya. Pantatku masih naik turun di antara kedua paha Rini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Luar biasa kemaluan Rini ini, seperti ada penyedot saja di dalamnya. Kemaluanku seolah tertarik ke dalam. Dinding-dindingnya seperti lingkaran magnet saja. Mata Rini merem melek menikmati permainan ini. Erangannya tidak pernah putus, sementara helaan napasnya memburu terengah-engah.Posisi sekarang berubah, Rini sekarang membungkuk menghadap meja sambil memegang kedua sisi meja yang tadi tempat dia berbaring, sementara saya dari belakangnya dengan berdiri memasukkan kemaluanku. Hal ini cukup sulit, karena selain ukuran kemaluanku lumayan besar, lubang kemaluan Rini juga semakin ketat karena membungkuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kukangkangkan kaki Rini dengan cara melebarkan jarak antara kedua kakinya. Perlahan kucoba memasukkan senjataku. Kali ini berhasil, tapi Rini melenguh nyaring, perlahan-lahan kudorong kemaluanku sambil sesekali menariknya. Lubangnya terasa sempit sekali. Beberapa saat, tiba-tiba ada cairan milik Rini membasahi lubang dan kemaluanku hingga terasa nikmat sekarang. Kembali kudorong senjataku dan kutarik sedikit. Goyanganku semakin lincah, pantatku maju mundur beraturan. Sepertinya Rini pun menikmati gaya ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buah dada Rini bergoyang-goyang juga maju-mundur mengikuti irama yang berasal dari pantatku. Kuremas buah dada itu, kulihat Rini sudah tidak kuasa menahan sesuatu yang tidak kumengerti apa itu. Erangannya semakin panjang. Kecepatan pun kutambah, goyangan pinggul Rini semakin kuat. Tubuhku terasa semakin panas. Ada sesuatu yang terdorong dari dalam yang tidak kuasa aku menahannya. Sepertinya menjalar menuju kemaluanku. Aku masih berusaha menahannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera aku mencabut kemaluanku dan membopong tubuh Rini ke tempat yang lebih luas dan menyuruh Rini telentang di bentangan karpet. Secepatnya aku menindihnya sambil menekuk kedua kakinya sampai kedua ujung lututnya menempel ke perut, sehingga kini tampak kemaluan Rini menyembul mendongak ke atas menantangku. Segera kumasukkan senjataku kembali ke dalam lubang kemaluan Rini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pantatku kembali naik turun berirama, tapi kali ini lebih kencang seperti akan mencapai finis saja. Suara yang terdengar dari mulut Rini semakin tidak karuan, seolah menikmati setiap sesuatu yang kulakukan padanya. Tiba-tiba Rini memelukku sekuat-kuatnya. Goyanganku pun semakin menjadi. Aku pun berteriak sejadinya, terasa ada sesuatu keluar dari kemaluanku. Rini menggigit leherku sekuat-kuatnya, segera kurebut bibirnya dan menggigitnya sekuatnya, Rini menjerit kesakitan sambil bergetar hebat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mulutku terasa asin, ternyata bibir Rini berdarah, tapi seolah kami tidak memperdulikannya, kami seolah terikat kuat dan berguling-guling di lantai. Di atas sofa Agus dan isteriku ternyata juga sudah mencapai puncaknya. Kulihat Resty tersenyum puas. Sementara Rini tidak mau melepaskan kemaluanku dari dalam kemaluannya, kedua ujung tumit kakinya masih menekan kedua pantatku. Tidak kusadari seluruh cairan yang keluar dari kemaluanku masuk ke liang milik Rini. Kulihat Rini tidak memperdulikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlahan-lahan otot-ototku mengendur, dan akhirnya kemaluanku terlepas dari kemaluan Rini. Rini tersenyum puas, walau kelelahan aku pun merasakan kenikmatan tiada tara. Resty juga tersenyum, hanya nampak malu-malu. Kemudian memunguti pakaiannya dan menuju kamar mandi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga saat ini peristiwa itu masih jelas dalam ingatanku. Agus dan Rini sekarang sudah pindah dan kembali ke Jakarta. Sesekali kami masih berhubungan lewat telepon. Mungkin aku tidak akan pernah melupakan peristiwa itu. Pernah suatu waktu Rini berkunjung ke rumah kami, kebetulan aku tidak ada di rumah. Dia hanya ketemu dengan isteriku. Seandainya saja.&lt;br /&gt;
Pengalaman swinger nikmat&lt;br /&gt;
5&lt;br /&gt;
Posted by admin on March 24, 2009 – 10:33 am&lt;br /&gt;
Filed under Tukar pasangan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin saya termasuk aneh atau punya kelainan. Bayangkan, sudah punya istri cantik masih merindukan wanita lain. Kurang ajarnya, wanita itu adalah kakak ipar sendiri. Kalau dibanding-bandingkan maka jelas istri saya memiliki beberapa kelebihan. Selain lebih muda, di mata saya lebih cantik dan manis. Postur tubuhnya lebih ramping dan berisi. Sedangkan kakak ipar saya yang sudah punya dua anak itu badannya sedikit gemuk, tetapi kulitnya lebih mulus. Entah apanya yang sering membuat saya membayangkan berhubungan intim dengan dia. Perasaan itu sudah muncul ketika saya masih berpacaran dengan adiknya. Semula saya mengira setelah menikah dan punya anak perasaan itu akan hilang sendiri. Ternyata lima tahun kemudian setelah punya anak berusia empat tahun, perasaan khusus terhadap kakak ipar saya tidak menghilang. Bahkan terasa tambah mendalam. Ketika menggauli istri saya seringkali tanpa sadar membayangkan yang saya sebadani adalah kakak ipar, dan biasanya saya akan mencapai puncak kenikmatan paling tinggi. Ketika bertemu saya sering secara sembunyi-sembunyi menikmati lekuk-lekuk tubuhnya. Mulai dari pinggulnya yang bulat besar hingga buah dadanya yang proporsional dengan bentuk tubuhnya. Sesekali saya sukses mencuri lihat paha atau belahan buah dadanya yang putih mulus. Jika sudah demikian maka jantung akan berdetak sangat kencang. Nafsu saya menjadi begitu bergelora.&lt;br /&gt;
Pernah suatu ketika saya mengintip saat dia mandi di rumah saya lewat lubang kunci pintu kamar mandi. Namun karena takut ketahuan istri dan orang lain, itu saya lakukan tanpa konsentrasi sehingga tidak puas. Keinginan untuk menikmati tubuh kakak ipar makin menguat. Namun saya masih menganggap itu hanya angan-angan karena rasanya mustahil dia mau suka rela berselingkuh dengan adik ipar sendiri. Namun entah kenapa di lubuk hati yang paling dalam saya punya keyakinan mimpi gila-gilaan itu akan kesampaian. Cuma saya belum tahu bagaimana cara mewujudkan. Kalau pun suatu waktu itu terjadi saya tidak ingin prosesnya terjadi melalui kekerasan atau paksaan. Saya ingin melakukan suka sama suka, penuh kerelaan dan kesadaran, serta saling menikmati. Mungkin setan telah menunjukkan jalannya ketika suatu hari istri saya bilang kakaknya ingin meminjam VCD porno. Kebetulan saya punya cukup banyak VCD yang saya koleksi sejak masih bujangan. Sebelum berhubungan intim saya dan istri biasa nonton VCD dulu untuk pemanasan meningkatkan gairah dan rangsangan. ”Kenapa kakakmu tiba-tiba pengin nonton VCD gituan ?” tanya saya pada istri saya. ”Nggak tahu.” ”Barangkali setelah sterilisasi nafsunya gede,” komentar saya asal-asalan. Beberapa keping VCD pun saya pinjamkan. Ini salah satu jalan untuk mencapai mimpi saya. Tetapi harus sabar karena semua memerlukan proses dan waktu agak panjang. Setelah itu secara rutin kakak ipar saya meminjam VCD porno. Rata-rata seminggu sekali. ”Dia lihat sendiri atau sama suaminya ?” tanya saya. ”Ya sama suaminya dong,” jawab istri saya. ”Kamu cerita sama dia ya sebelum main kita nonton VCD biru ?” ”Iya …,” jawab istri saya malu-malu. ”Wah rahasia kok diceritakan sama orang lain.” ”Kan sama saudara sendiri nggak apa-apa.” ”Eh … kamu bilang sama dia, kapan-kapan kita nonton bareng yuk …” ”Maksudmu ?” ”Ya dia dan suaminya nonton bareng sama kita.” ”Huss … malu ah …” ”Kenapa malu ? Toh kita sama-sama suami istri dan seks itu kan hal wajar dan normal …” Sampai di situ saya sengaja tidak memperpanjang pembicaraan.&lt;br /&gt;
Saya hanya bisa menunggu sambil berharap mudah-mudahan saran itu benar-benar disampaikan kepada kakaknya. Sebulan setelah itu kakak ipar dan suaminya berkunjung ke rumah kami dan menginap. Istri saya mengatakan mereka memenuhi saran saya untuk nonton VCD porno bersama-sama. Diam-diam saya bersorak dalam hati. Satu langkah maju telah terjadi. Namun saya mengingatkan diri sendiri, harus tetap sabar dan berhati-hati. Kalau tidak maka rencana bisa buyar. Malam itu setelah anak-anak tidur kami nonton VCD porno bersama-sama. Saya lihat pada adegan-adegan yang hot kakak ipar tampak terpesona. Tanpa sadar dia mendekati suaminya. Beberapa VCD telah diputar. Tampak nafsu mereka sudah tak terkendali. Saling mengelus dan meremas. Istri saya juga demikian. Sejak tadi tangannya sudah menelusup di balik sarung saya memegangi senjata kebanggaan saya. ”Mbak silakan pakai kamar belakang,” kata saya kepada kakak ipar setelah melihat mereka kelihatan tak bisa menahan diri lagi. Tanpa berkata sepatah pun kakak ipar menarik tangan suaminya masuk kamar yang saya tunjukkan. ”Sekarang kita gimana ?” tanya saya menggoda istri saya. ”Ya main dong …” Kami berdua segera masuk kamar satunya lagi. Anak-anak kami kebetulan tidur di lantai dua sehingga suara-suara birahi kami tak akan mengganggu tidur mereka. Ketika saya berpacu dengan istri saya, di kamar belakang kakak ipar dan suaminya juga melakukan hal serupa. Jeritan dan erangan kenikmatan wanita yang diam-diam saya rindukan itu kedengaran sampai telinga saya. Saya pun jadi makin terangsang. Malam itu istri saya kembali saya bayangkan sebagai kakak ipar. Saya bikin dia orgasme berkali-kali dalam permainan seks yang panjang dan melelahkan tetapi sangat menyenangkan. Selanjutnya kegiatan bersama itu kami lakukan rutin, minimal seminggu sekali. Sesekali di rumah kakak ipar sebagai variasi. Dua keluarga tampak rukun, meski diam-diam saya menyimpan suatu keinginan lain.&lt;br /&gt;
Saat anak-anak liburan sekolah saya mengusulkan wisata bersama ke daerah pegunungan. Istri saya, kakak ipar dan suaminya setuju. Tak lupa saya membawa beberapa VCD porno baru pinjaman teman serta playernya. Setelah seharian bermain kesana-kemari anak-anak kelelahan sehingga mereka cepat tertidur. Apalagi udaranya dingin. Sedangkan kami orang tua menghabiskan malam untuk mengobrol tentang banyak hal. ”Eh … dingin-dingin begini enaknya nonton lagi yuk,” kata saya. ”Nonton apa ?” tanya suami kakak ipar. ”Biasa. VCD gituan. Kebetulan saya punya beberapa VCD baru.” Mereka setuju. Kemudian kami berkumpul di kamar saya, sedangkan anak-anak ditidurkan di kamar kakak ipar yang bersebelahan. Jadilah di tengah udara dingin kami memanaskan diri dengan melihat adegan-adegan persetubuhan yang panas beserta segala variasinya. Sampai pada keping ketiga tampak kakak ipar sudah tak tahan lagi. Dia merapat ke suaminya, berciuman. Istri saya terpengaruh. Wanita itu mulai meraba-raba selangkangan saya. Senjata kebanggaan saya sudah mengeras. ”Ayo kita pindah ….” bisik istri saya. ”Husss .. pindah kemana. Di sebelah ada anak-anak. Di sini saja.” Akhirnya kami bergulat di sofa. Tak risih meski di tempat tidur tidak jauh dari kami kakak ipar dan suaminya juga melakukan hal serupa. Bahkan mereka tampak sangat bergairah. Pakaian kakak ipar sudah tak karuan lagi. Saya bisa melirik paha dan perutnya putih mulus. Mereka berpagutan dengan ganas sehingga sprei tempat tidur juga awut-awutan. Istri saya duduk mengangkangkan paha. Saya tahu, ia minta dioral.&lt;br /&gt;
Mulut dan lidah saya pun mulai mempermainkan perangkat kelaminnya tanpa melepas celana dalam. ”Ohhhh … terus .. enakkkkkk, Mas ….” lenguh istri saya merasa sangat nikmat. Sementara itu ekor mata saya melirik aksi kakak ipar dan suaminya yang berkebalikan dengan saya dan istri. Kakak ipar tampak amat bergairah mengaraoke penis suaminya. Saya pun melanjutkan menggarap vagina dan wilayah sekitarnya milik istri saya. Lidah saya makin dalam mempermainkan lubang, mengisap-isap, dan sesekali menggigit klitoris. ”Ooh … ahhhhh …. ahhhh ……..” istri saya mengerang keras tanpa merasa malu meski di dekatnya ada kakak kandungnya yang juga sedang bergulat dengan suaminya. Satu demi satu saya lepas pakaiannya yang menghalangi. Pertama celana dalamnya, lalu rok bawahnya. Lenguhan istri saya bersahut-sahutan dengan erangan suami kakak ipar. Beberapa saat kemudian posisi berubah. Istri saya gantian mengulum penis saya, sedangkan suami kakak ipar mulai menggarap kelamin istrinya. Erangan saya pun berlomba dengan erangan kakak ipar. Setengah jam kemudian saya mulai menusuk istri saya. Tak lama disusul suami kakak ipar yang melakukan hal serupa terhadap istrinya. Lenguhan dua perempuan kakak beradik yang dilanda kenikmatan terdengar bergantian. ”Mas, batangmu enakkk sekali ….”’ bisik istri saya. ”Lubangmu juga enak,” jawabku. Sembari menaikturunkan pinggul tanganku meremas-remas payudara istri saya yang meski tidak terlalu besar tetapi padat dan tampak merangsang. Setelah beberapa saat bertahan dalam posisi konvensional, lalu saya memutar tubuh istri saya dan menyetubuhi dari belakang. Saya melirik ke tempat tidur. Posisi kakak ipar berada di atas suaminya. Teriakan dan gerakan naik turunnya sangat merangsang saya untuk merasakan betapa enaknya menyetubuhi kakak ipar. Namun saya harus menunggu saat yang tepat.&lt;br /&gt;
Kira-kira ketika istri saya, kakak ipar dan suaminya sudah berada di dekat puncak kenikmatannya, sehingga kesadarannya agak berkurang. Sambil menggenjot istri saya dari belakang saya terus melirik mereka berdua. Entah sudah berapa kali istri saya mencapai puncaknya, saya sudah tak begitu memperhatikan lagi. ”Ayo kita ke tempat tidur,” bisik saya pada istri saya. ”Kan dipakai …. ” Saya segera menggendong tubuhnya, lalu menelentangkan di tempat tidur di samping kakaknya yang sedang digarap suaminya. Mula-mula keduanya agak kaget atas kehadiran kami. Tetapi kemudian kami mulai asyik dengan pasangan masing-masing. Tak perduli dan tak malu. Malah suara-suara erotis di sebelah kami makin meningkatkan gairah seksual. Di tengah-tengah nafsu yang menggelora saya menggamit suami kakak ipar saya. Dia menoleh sambil menyeringai menahan nikmat. ”Ssst … kita tukar ….” ”Hhhh …. ” dia terbengong tak paham. Lalu saya mengambil keputusan. Penis saya cabut dari vagina istri saya, kemudian bergeser mendekati kakak ipar saya yang masih merem-melek menikmati tusukan suaminya. ”Mas sama istri saya, saya gantian dengan Mbak …,” kata saya. Tanpa memedulikan kebengongannya saya langsung memeluk tibuh mulus kakak ipar yang sudah sekian lama saya rindukan. Saya ciumi lehernya, pipinya, bibirnya, dan saya kulum puting susunya yang mengeras. Mula-mula kakak ipar saya kaget dan hendak memberontak. Tapi mulutnya segera saya tutup dengan bibir saya. Kemudian penis saya masukkan pelan-pelan ke vaginanya yang telah basah kuyup.&lt;br /&gt;
Setelah itu saya melakukan gerakan memompa naik-turun sambil sesekali memutar. Ternyata vaginanya masih sangat enak. Untuk menambah gairah kedua payudaranya saya remas dan sesekali saya gigit putingnya. ”Ohhh …. ahhhh ….. hhhhh … shhhh ….,” suaranya mulai tak karuan menahan gempuran hebat saya. Di samping saya, suami kakak ipar saya tampaknya juga tak mau kehilangan waktu percuma. Dia pun menyetubuhi istri saya dengan penuh semangat. Tak ada keraguan lagi. Yang ada hanya bagaimana menuntaskan nafsu yang sudah memuncak di ubun-ubun. Saya merasakan kenikmatan yang luar biasa. Impian menggauli kakak ipar kesampaian sudah. Hampir satu jam kami bertempur dengan berbagai gaya. Mulai konvensional, miring, hingga menungging. Suami kakak ipar saya lebih dulu menyelesaikan permainannya. Beberapa menit kemudian saya menyusul dengan menyemprotkan begitu banyak sperma ke dalam vagina kakak ipar saya. Rasanya belum pernah saya mengeluarkan begitu banyak sperma sebagaimana malam itu. Kakak ipar pun tampak melenguh puas. Vaginanya menjempit penis saya cukup lama. Setelah peristiwa malam itu, kami menjadi terbiasa mengadakan hubungan seks bersama-sama dan bisa ditebak akhirnya kami bergantian pasangan secara sukarela. Tak ada paksaan sama sekali.&lt;br /&gt;
Tamat...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;gt;&amp;gt;Kami menunggu cerita dari anda,&lt;br /&gt;
&amp;gt;&amp;gt;Cerita harus panjang dan langsung TAMAT.&lt;br /&gt;
&amp;gt;&amp;gt;Nama dan Email pengirim akan kami cantumkan di bawah Judul cerita yang anda kirim.&lt;br /&gt;
&amp;gt;&amp;gt;Kirimkan cerita anda ke email di bawah.&lt;br /&gt;
Email : Andry.farera@yahoo.co.id&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gang yang tak Pernah Sadar di Purwokerto...&lt;br /&gt;
HATI2 WAKTU DI WC...&lt;br /&gt;
KELUARGA BERENCANA... &lt;br /&gt;
KeHiDuPaN MaLaM Di PuRWoKeRTo...&lt;br /&gt;
Asal usul hari valentine...&lt;br /&gt;
Sapi Berkepala Manusia...&lt;br /&gt;
List GameHouse Serial Number...&lt;br /&gt;
&quot;StoP Free SeX, AboRsi, Pr0sTiTuSi&quot; &lt;br /&gt;
&quot;AnTi ViRuS&quot; &lt;br /&gt;
MeRPaTi PuTiH &lt;br /&gt;
,kM BiZa LiaT di :&lt;br /&gt;
http://feeds.feedburner.com/PengalamanKami&lt;br /&gt;
http://ceritapengalamansex.blogspot.com&lt;br /&gt;
http://andryfarera.blogspot.com/&lt;br /&gt;
http://www.facebook.com/buronan.mertua&lt;br /&gt;
http://profiles.friendster.com/andriwahyukurniawan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Web Design © Andry Purwokerto - Indonesia.&lt;br /&gt;
All Rights Reserved. 2006&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
__________________&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. PeNjaRaKaN KoRuPtoR, PeNyeLuNduP, TuKaNg SuaP &amp;amp; BaNDar NARKOBA&lt;br /&gt;
(Send to &quot;NUSAKAMBANGAN&quot;)&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; ;****;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;0( @..@ )0&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &quot;(---)&quot; &lt;br /&gt;
2. StoP Free SeX, AboRsi, &amp;amp; Pr0sTiTuSi&lt;br /&gt;
( Go To HELL )&lt;br /&gt;
=o00o===o00o=&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; / / *** / /&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;! ( @ @ ) /&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &#39;)&amp;nbsp; (--)&amp;nbsp; /&lt;br /&gt;
3. StoP PeNCeMaRaN LiNgKuNGaN, PeMBaKaRaN HuTaN &amp;amp; PeMbuRuaN LiaR.&lt;br /&gt;
4. SAY NO TO DRUGS.!!!&lt;br /&gt;
-+KIAMAT SUDAH DEKAT+-&lt;br /&gt;
[ By:4/\/|)R1 ]&lt;br /&gt;
__________________&lt;br /&gt;
__________________&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; .+,&#39;). +&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ___||_&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; /____/\&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; ,,,,|__n_|_|&lt;br /&gt;
__________________&lt;br /&gt;
__________________</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/feeds/7884022918781787092/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/2011/06/tukar-pasangan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8402305717301042857/posts/default/7884022918781787092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8402305717301042857/posts/default/7884022918781787092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/2011/06/tukar-pasangan.html' title=':: Tukar pasangan ::'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7E2CkzL3-kBjy8q-ljYcswlYtrhk0U7GntDs2yC74oyQeQmQYHmsN_5aiOg_wu_NaNhzpltoggy35_qcLO9izqf7T_JEdMOxG2o5NyKYUjAkfLR_NdOot9oM9OinF54Sr55cXSa3mYzjx/s72-c/SDC14574.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8402305717301042857.post-2571360617293688524</id><published>2011-06-20T15:01:00.000-07:00</published><updated>2011-06-20T15:01:35.158-07:00</updated><title type='text'>Suster Shinta</title><content type='html'>Tanggal Post:27 March 2010&lt;br /&gt;
Judul&amp;nbsp; :Suster Shinta &lt;br /&gt;
Waktu :09:22&lt;br /&gt;
Kiriman:angel&lt;br /&gt;
Email :angel_silvia@yahoo.com&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiOPlPYEo0AyoMMY-8iNmLEy9XUtKtBAoQrGlbJ4A6l8SFjttAxgoo6XvFtL2FDQeJE4f9078oIFjcsl-Ly6C-JQTp_Mfj9BkHNChedEPWttz0-_rxs41X_0MU1s4GXBRl4qrqQqPdh4gU1/s1600/magdalena_chordpoprock+%25283%2529.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiOPlPYEo0AyoMMY-8iNmLEy9XUtKtBAoQrGlbJ4A6l8SFjttAxgoo6XvFtL2FDQeJE4f9078oIFjcsl-Ly6C-JQTp_Mfj9BkHNChedEPWttz0-_rxs41X_0MU1s4GXBRl4qrqQqPdh4gU1/s1600/magdalena_chordpoprock+%25283%2529.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Shinta adalah seorang dokter muda yang baru saja menamatkan pendidikan dokternya pada sebuah universitas ternama di Sumatera. Sebagaimana dokter baru ia harus menjalani masa ptt pada sebuah desa di daerah itu. Orang tua dan tunangannya keberatan jika Shinta melaksanakan ptt di daerah itu, selain jauh dari kotanya dan daerah itu masih terbelakang dan terisolir. Orang tua Shinta sangat keberatan dan ia mengupayakan agar Shinta ditempatkan pada daerah yang dekat dan tidak terisolir itu. Upaya orang tuanya ini gagal karena telah menjadi keputusan instansi pusat dan tidak dapat di batalkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekuatiran orang tua dan tunangannya amat beralasan, karena Shinta adalah masih muda dan belum mengetahui seluk beluk masyarakat desa itu, ditambah kerasnya kehidupan di desa yang terkenal dengan kebiasaan masyarakatnya yang primitif itu. Selain itu Shinta akan menikah dengan Rudi tunangannya beberapa bulan lagi. Memang Shinta dan Rudi telah lama pacaran dan kedua orang tua mereka merestui hubungan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shinta adalah seorang gadis yang masih berumur 24 tahun merupakan mahasiswa kedokteran yang memiliki kemampuan yang dapat dibanggakan, sehingga tdk heran ia dalam waktu yang singkat telah menamatkan kuliahnya. Selain itu ia berparas cantik, memiliki sosok yang membuat lawan jenisnya ingin mendapatkannya, namun hatinya telah jatuh kepada Rudi yang merupakan pria yang gigih mendapatkannya, hingga ia mau di pertunangkan dengan nya.Rudi adalah seorang pria yang telah memiliki kehidupan yang mapan pada sebuah BUMN di kota itu, selain itu ia anak dari sahabat ayah Shinta. Selama mereka pacaran hanya diisi dengan makan malam dan kadang nonton. Mereka berdua tidak pernah melakukan hal yang bertentanggan dengan adat dan agama, sebab masing-masing menyadari suatu saat akan mendapatkannya juga nantinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melalui perjalanan yang melelahkan Shinta dengan diantar ayahnya dan Rudi didesa itu. Perjalanan dari kotanya memakan waktu selama 1 hari perjalanan ditambah jalan yang amat rusak dan setapak. Didesa itu Shinta di sambut oleh perangkat desa itu dan kepala dusun. Dengan sedikit acara, barulah Shinta resmi bertugas. Lalu ayahnya dan Rudi pulang ke kota besoknya setelah mewanti-wanti Shinta untuk berhati-hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari pertama ia bertugas Shinta dibantu oleh kader kesehatan yang bertugas penunjuk jalan. Shinta menempati salah satu rumah milik kepala dusun yang bernama pak Tanba. Pak Tanba amat disegani dan ia termasuk orang kaya didesa itu. Umurnya sekitar 67 tahun dan memiliki 3 orang istri. Pak inipun sering meminjamkan sepeda motornya kepada Shinta untuk tugas-tugasnya, kadang-kadang ia sendiri yang memboncengkan Shinta saat Shinta ingin ke desa sebelah. Bagi Shinta keberadaan Pak Tanba ini amat membantunya di saat ia hampir putus asa melihat lingkungan desa yang hanya terdiri dari hutan dan jalan yang hanya bisa ditempuh dengan sepeda motor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena sering diantar kedesa desa lainnya, seringkali tanpa disadari oleh Shinta telah membuat pak Tanba menaruh rasa ingin memiliki dari diri paka Taba, apalagi jika dalam berboncengan seringkali dada Shinta yang montok itu bersentuhan dengan punggung paka Tanba. Sebagai laki-laki normal iapun merasakan ingin yang lebih jauh lagi. Shinta merasa ia tak bisa bertugas jika tanpa dibantu pak Tanba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu hari saat pulang dari desa tetangga, mereka kehujanan dan hari saat itu hujan turun dengan derasnya.Lalu dengan buru-buru pak Tanba mempercepat kendaraannya , secara otomatis Shinta memegang pinggang pak Taba dengan erat dan dalam suasana itu pak Tanba dapat merasakan kehangatan dan sentuhan dada Shinta dengan nyata. Lalu mereka sampai di kediaman Shinta yang merupakan juga rumah milik pak Tanba. Sesampai didalam rumah, Shinta masuk kekamar dan mengganti pakaiannya dengan kimono handuk, sedang pak tanba ia pinjami handuk untuk ganti pakainan yang basah itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Shinta berganti pakaian tadi pak Tanba mengintipnya dari celah pintu kamar itu. Jakunnya naik turun karena melihat kehalusan dan kemulusan kulit tubuh Shinta seluruhnya. Dengan langkah pasti ia duduk di ruang tengah rumah itu karena diluar hari hujan.&lt;br /&gt;
&quot;Wah, hujannya deras sekali pak.&quot; kata Shinta, &lt;br /&gt;
&quot;Bagaimana jika nginap disini saja pak.&quot; &lt;br /&gt;
&quot;Ooooo.. terima kasih bu. Kalau hujan reda saya akan pulang...&quot; terang pak Tanba.&lt;br /&gt;
&quot;Baiklah pak...&quot; jawab Shinta.&lt;br /&gt;
Lalu Shinta kedapur dan membuatkan kopi untuk pak Tanba.&lt;br /&gt;
&quot;Pak, ini kopinya ..&quot;.&lt;br /&gt;
&quot;Wah kopi... bisa begadang saya malam ini buk.&quot;&lt;br /&gt;
&quot;O.. ya.. pak .. apa perlu saya ganti dengan teh hangat?&quot; jawab Shinta.&lt;br /&gt;
&quot;Ohh... nggak usah buk.. ini juga nggak apa.&quot; timpal pak Taba, sambil memandang kearah Shinta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga saat itu hujan belum reda dan paka Tanba terpaksa nginap di rumah itu. Shinta terus menemani paka Tanba ngobrol tentang pekerjaan hingga rencana ia akan menikah. Pak Tanba mendengarnya dengan penuh perhatian dan sesekali mencuri pandang dada Shinta. Shinta tak enak hati jika ia meninggalkan pak Tanba sendirian malam itu karena pak Taba telah banyak membantunya. Sedang matanya mulai ngantuk. Sedang hiburan di rumah itu tidak ada karena tidak adanya jaringan televisi. Melihat Shinta yang mulai ngantuk itu lalu pak Tanba menyuruh Shinta tidur duluan.&lt;br /&gt;
&quot;Bu, tidur aja dulu biar saya diluar sini.&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Wah saya nggak enak ni pak masa pak Tanba saya tinggal.&quot; Shinta memaksakan dirinya untuk terus ngobrol hingga jam menunjukan pukul 9 00 wib yang kalau didesa itu telah larut ditambah hujan deras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari tadi pak tanba terus memperhatikan Shinta karena suasana malam itu membuatnya ingin mengambil kesempatan terhadap Shinta dengan tidak menampakkan keinginannya.&lt;br /&gt;
Padahal saat itu tanpa di sadari Shinta pak Tanba telah duduk disamping Shinta.&lt;br /&gt;
&quot;Bu... Shinta.., dingin ya buk..&quot; kata pak Tanba.&lt;br /&gt;
&quot;Ya pak...,&quot; sahut Shinta.. dengan pasti pak Tanba, meraih tangan&lt;br /&gt;
Shinta...&lt;br /&gt;
&quot;Ini buk, saya pegang tangan ibu ya.., biar dinginnya hilang....&quot; bisik Pak Tanba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shintapun membiarkan pak Tanba meraih tangannya, memang ada hawa hangat yang ia rasakan. Lalu pak Tanba melingkarkan tangannya di bahu Shinta dan mengelus balik telinga Shinta, padahal itulah daerah sensitif Shinta. Kepala Shinta lalu rebah di bahu pak Tanba dan seperti sepasang kekasih pak Tanba terus meransang daerah peka di tengkuk dan bahu Shinta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shintapun meresapi usapan dan elusan lembut laki-laki yang seusia dengan ayahnya itu, matanya hanya merem melek. Mungkin karena suasana dan cuaca yang dingin membuat Shinta membiarkan tindakan Tanba itu. Pak Tanba lalu berdiri, dan menarik tangan Shinta hingga berdiri. Shinta menurut, lalu ia tuntun kekamar yang dan menyilahkan Shinta berbaring.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Bu, tampaknya ibu capai.&quot; kata pak Taba.&lt;br /&gt;
&quot;Ya pak..&quot; kata Shinta.&lt;br /&gt;
Pak Tanba keluar kamar dan mengunci pintu rumah itu dan memeriksa jendela, lalu ia masuk kekamar Shinta kembali sambil menguncinya dari dalam. Ia sudah tidak sabar ingin menggauli Shinta yang telah menjadi obsesinya selama ini malam itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pak Tanba berjalan kearah Shinta, yang saat itu duduk ditepian ranjang.&lt;br /&gt;
&quot;Pak.. koq di kunci?&quot; tanya Shinta.&lt;br /&gt;
&quot;Biasalah bu, jika malam hujan begini kan biar hawa dingin nggak masuk...&quot; timpal pak Taba.&lt;br /&gt;
&quot;Bagaimana bu apa masih Dingin?&quot; tanyanya.&lt;br /&gt;
&quot;Iya pak...&quot; angguk Shinta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Baiklah buk bagaimana jika saya pijitin kepala ibu itu biar segar.&quot; kata pak Tanba&lt;br /&gt;
&quot;Silahkan pak...&quot; jawab Shinta.&lt;br /&gt;
Lalu Shinta duduk membelakangi pak Tanba dan pak Tanbapun naik ke ranjang itu dengan memijit kepala dan tengkuk Shinta. Padahal yang dilakukannya adalah meransang Shinta kembali untuk bisa mengusainya. Sebagai laki-laki berpengalaman tidaklah susah bagi Pak Taba untuk menaklukkan Shinta, yang ia tahu belum begitu tau tentang dunia sex dan laki-laki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan gerakan lembut dan pasti usapan tangannya mulai dari tengkuk hingga balik telinga Shinta.&lt;br /&gt;
Shinta ... menutup matanya menikmati setiap gerakan tangan pak Tanba. Dari dekat pak Tanba dapat merasakan dan menikmati kehalusan kulit Shinta. Beberapa saat lamanya pijitan Tanba itu telah turun ke punggung dan diluar kesadaran Shinta kimononya telah turun dari bahunya dan yang tinggal hanya Bh yang menutup payudaranya. Bh itupun dengan kelincahan tangan pak Tanba jatuh dan sempat dilihat pak taba bernomor 34b. Masih dari belakang gerakan tangan pak taba lalu meremas payudara Shinta. Shinta sadar dan menahan gerakan tangan Pak Tanba..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Sudah pak..., jangan lagi pak...&quot; sambil memakai kimononya kembali sedang bhnya telah terjatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pak tanba kaget dan ia memandang mata Shinta, ada nafsu tertahan, namun ia harus mulai memasang strategi agar Shinta, kembali bisa ia kuasai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Maaf bu.., kalau tadi saya lancang.&quot; kata pak Tanba.&lt;br /&gt;
Shinta diam saja. Sedang saat itu pak Tanba hanya selangkah lagi bisa mengusai Shinta. Lalu pak Taba berjalan keluar dan ia tinggalkan Shinta. Kemudian ia balik lagi kekamar itu, dan duduk disamping Shinta, pakaian Shinta saat itu acak-acakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Bu..., apa ibu marah?&quot; tanaynya.&lt;br /&gt;
&quot;Tidak pak tapi sayalah yang salah. Padahal selama saya pacaran dan tunangan belum pernah seperti ini.&quot; terang Shinta.&lt;br /&gt;
Pak Tanba manggut-manggut mendengar perkataan Shinta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cuaca malam itu tetap hujan deras dan dingin udara terus menusuk tulang, pak Tanba mengerti jika Shinta khawatir sebab ia masih perawan, namun tekadnya sudah bulat bahwa malam itu Shinta harus bisa ia gauli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kebiusan sikap Shinta saat itu, pak Tanba kembali meraih tangan Shinta dan menciumnya, Shinta diam membisu, lalu pak tanba memeluk Shinta dan tidak ada penolakan dari Shinta, Rupanya Shinta saat tadi telah bangkit birahinya namun karena ingat akan statusnya maka ia menolak pak Tanba. Dijari Shinta memang melingkar cincin tunangan dan pak Tanba tidak memperdulikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kelihaiannya, kembali Shinta larut dalam pelukan dan alunan nafsu yang di pancarkan laki-laki desa itu. Sekali sentak maka terbukalah kimono Shinta, hingga terbuka seluruh kulit tubuhnya yang mulus itu, tanpa bisa ditolak Shinta.Dengan penuh nafsu pak Tanba memilin dan membelai dada putih itu hingga memerah dan dengan mulutnya ia gigit putingnya. Keringat telah membasahi tubuh Shinta dan membuatnya pasrah kepada pak Tanba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelah tangan Tanba turun dan merongoh cd Shinta dan memasuki lobang itu yang telah basah. Lalu ia buka dan tubuh Shinta ia baringkan. Ia amat bernafsu sekali melihat belahan vagina Shinta yang tertutup oleh sedikit bulu halus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pak Tanbapun lalu membuka baju dan cdnya, hingga mereka sama-sama bugil diatas ranjang itu. Penis Tanba amat panjang dan besar. Shinta saat itu tidak tahu apa-apa lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pak Tanbapun lalu membuka kedua kaki Shinta dan mengarahkan penisnya kebelahan vagina Shinta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa kali meleset, hingga dengan hati-hati ia angkat kedua kaki Shinta yang panjang itu kebahunya, dan barulah ia bisa memasukan kepala penisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aduhhhhhh pak.. aughhhhghhhhh... ghhh... sakit pak...&quot; jerit Shinta. Pak Tanba lalu menarik penisnya kembali. Lalu dengan mulutnya ia beri air ludah ke pinggiran lobang vagina itu biar lancar. Kemudian ia ulangi memasukan penisnya. Dengan hati2 ia dorong masuk dan kepala penis masuk...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Auuuuuggggkkkk...&quot; jerit Shinta.&lt;br /&gt;
&quot;Sebentar bu...&quot; kata Pak Tanba.&lt;br /&gt;
&quot;Nanti juga hilang sakitnya buk...&quot; terangnya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali hentak maka seluruh penisnya masuk dan ia maju mundurkan. Padahal saat itu Shinta merasa dilolosi tulangnya. ia gigit bibir bawahnya menahan rasa nyilu dan sakit saat penetrasi tadi.Pak Tanba telah berhasil merobek selaput dara Shinta, hingga kelihatan tetesan darah di paha mulus Shinta saat itu dan membasahi sprey yang kusut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan pak Tanbapun terus memilin payudara Shinta dan kembali menahan pinggul Shinta. Lebih kurang 20 menit ia maju mundurkan penisnya kedalam vagina Shinta sedang Shinta telah 2 kali orgasme, barulah ia muntahkan spermanya didalam rahim Shinta. lalu ia tetap diam diatas tubuh Shinta. Terlihat ketika itu, tubuh putih mulus Shinta berada dibawah tubuh pak Tanba yang masih membelai dada dan menjilat bibir dan lidah Shinta. Kedua tubuh manusia itu penuh keringat. Di sudut mata Shinta ada air mata karena keperawanannya telah hilang bukan karena tunangannya tapi oleh laki-laki tua itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak punya pilihan lain karena telah terlanjur di setubuhi Pak tanba. Hingga menjelang pagi pak Tanba kembali mengulang permainan sex itu dengan Shinta, hingga Shinta merasakan kenikmatan dan mengetahui rahasia dalam permaianan dewasa. Rudi tidak ia ingat lagi dan saat itu ia terbelenggu oleh gairah dan nafsu yang di berikan pak tanba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak saat itu, hub kedua insan yang berbeda umur sangat jauh itu terus berlangsung di rumah itu , kadang-kadang di gubuk milik pak Tanba di tengah hutan daerah itu. Shinta merasa heran karena laki-laki seumur pak Tanba masih memiliki stamina yang prima dalam berhubungan. Tidak heran jika pak Tanba memiliki 3 orang istri dan memiliki 3 orang anak yang telah dewasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanbapun bermaksud untuk menjadikan Shinta istrinya yang ke 4 karena ia amat bangga bisa memerawani seorang Dokter dari kota dan cantik. Untuk itulah ia terus berusaha menyetubuhi Shinta hingga bisa hamil oleh bibitnya. Shintapun sulit melepaskan diri dari pak Tanba. Ia sedang berpikir untuk membatalkan pertunangan dengan Rudi, karena bagaimanapun ia sudah tidak perawan lagi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
TAMAT &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;gt;&amp;gt;Kami menunggu cerita dari anda,&lt;br /&gt;
&amp;gt;&amp;gt;Cerita harus panjang dan langsung TAMAT.&lt;br /&gt;
&amp;gt;&amp;gt;Nama dan Email pengirim akan kami cantumkan di bawah Judul cerita yang anda kirim.&lt;br /&gt;
&amp;gt;&amp;gt;Kirimkan cerita anda ke email di bawah.&lt;br /&gt;
Email : Andry.farera@yahoo.co.id&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Web Design © Andry Jakarta - Indonesia.&lt;br /&gt;
All Rights Reserved. 2006 - 2008</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/feeds/2571360617293688524/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/2011/06/suster-shinta.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8402305717301042857/posts/default/2571360617293688524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8402305717301042857/posts/default/2571360617293688524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/2011/06/suster-shinta.html' title='Suster Shinta'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiOPlPYEo0AyoMMY-8iNmLEy9XUtKtBAoQrGlbJ4A6l8SFjttAxgoo6XvFtL2FDQeJE4f9078oIFjcsl-Ly6C-JQTp_Mfj9BkHNChedEPWttz0-_rxs41X_0MU1s4GXBRl4qrqQqPdh4gU1/s72-c/magdalena_chordpoprock+%25283%2529.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8402305717301042857.post-7804785578952212890</id><published>2011-06-20T11:46:00.000-07:00</published><updated>2011-06-20T11:46:03.367-07:00</updated><title type='text'>seks-ku dengan Papa tiriku</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4lmC2jg-Appr7Mdl-uuUUPSngyhSTpKKe3DFLUp7sfGHtSiqVjedNzY8exRlRy_BdsgQXt2nYb7yEARiNLlZSq9VXFv-nT93bnbTmAwgh0qIQfv4NNNMZX87T5X2FQuVdJjMu9mE1y4An/s1600/ee52914c9e088e5fe4bc92bc41927fcf.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4lmC2jg-Appr7Mdl-uuUUPSngyhSTpKKe3DFLUp7sfGHtSiqVjedNzY8exRlRy_BdsgQXt2nYb7yEARiNLlZSq9VXFv-nT93bnbTmAwgh0qIQfv4NNNMZX87T5X2FQuVdJjMu9mE1y4An/s1600/ee52914c9e088e5fe4bc92bc41927fcf.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kisah ini dimulai ketika aku merasakan seks-ku yang pertama dengan Papa tiriku ketika aku masih berumur 16 tahun. Pada saat umurku 3 tahun, Papa kandungku telah meninggal hingga ibu menikah lagi dengan Oom Mardi ketika umurku 5 tahun. Jadi, selama 11 tahun aku telah menganggapnya sebagai Papa kandungku, toh aku juga tidak ingat lagi akan kehadiran Papa kandungku. Namun, sejak kejadian ini aku tidak hanya menganggapnya sebagai Papa, tapi sekaligus juga sebagai pemuas nafsu birahiku. Begitupun Papa Mardi yang menganggapku sebagai anak sekaligus budak seks-nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk lebih memperjelasnya, aku memiliki tubuh yang cukup bagus dengan buah dada berukuran 34B. Kulitku putih bersih dengan rambut panjang sepunggung. Aku beberapa kali menonton dan membuka situs porno karena rasa penasaranku terhadap aktivitas seks yang sangat digemari di kalangan anak laki-laki. Ketika menonton film-film porno itu, ada rasa ingin mencoba karena kulihat betapa nikmatnya wajah sang wanita yang disetubuhi. Aku pun sering membayangkan bahwa yang ada di film itu adalah aku dan pria idamanku, namun ironisnya aku kehilangan keperawanan bukanlah dengan pria idamanku. Beginilah cerita awalnya..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada suatu Minggu pagi, Ibuku tidak ada di rumah hampir sepanjang hari karena harus menunggui kakaknya yang sedang dirawat di rumah sakit. Jadi, aku tinggal di rumah sendiri. Ketika aku berjalan ke ruang makan untuk makan pagi, aku hanya melihat Papa seorang diri sedang menyantap nasi goreng.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Pa, Mama mana? Kok gak ada?&quot; tanyaku sambil mengucek mataku yang masih mengantuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu Papaku tidak langsung menjawab, Ia tercengang untuk beberapa saat dan menatapku dengan pandangan tajam. Ketika kusadari, ternyata pada saat itu aku mengenakan daster putih tipis pendek yang tembus pandang hingga memamerkan lekuk tubuhku. Puting susuku terpampang jelas karena aku tidak memakai bra. Kurasakan mukaku memerah dan spontan aku menutupi dadaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ehem.. Nin, Mama pergi sejak jam 4 subuh. Tante Firda mendadak koma,&quot; kata Papa segera setelah sadar dari kagetnya.&lt;br /&gt;
&quot;Apa?! Tan.. Tante koma?&quot; ujarku terbata-bata.&lt;br /&gt;
&quot;Iya, Nin. Papa tahu kamu kaget. Nanti kita jenguk jam 12 ya?&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku terisak sedih dan air mataku mulai mengalir. Tante Firda adalah tante favoritku. Ia sangat baik terhadap Ibu dan aku. Ketika aku masih terisak, Papa segera menghampiri dan memeluk diriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Tenang Nin, masih ada harapan kok,&quot; hiburnya sambil mengelus rambutku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku balas mendekapnya dan mulai menangis tersedu-sedu. Papa mengelus-elus punggungku ketika aku menangis, namun nafas Papaku terdengar berat dan kurasakan penisnya yang membesar menekan perutku. Aku segera melepaskan pelukanku namun Papa menahannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Pa, lepaskan aku!&quot; jeritku ketakutan.&lt;br /&gt;
&quot;Tidak bisa, Nina sayang.. Salahmu sendiri menggoda Papa dengan baju tipismu itu,&quot; ujar Papa, kemudian tangannya mulai meremas-remas pantatku dengan gemas.&lt;br /&gt;
&quot;Pa, jangan.. Nina gak mau, Pa!&quot; isakku sambil memberontak, namun tenaga Papa jauh lebih kuat daripadaku, tak ada gunanya aku melawan juga.&lt;br /&gt;
&quot;Kamu diam saja, sayang.. Enak kok.. Nanti pasti kamu ketagihan,&quot; bisik Papa sambil terengah-engah, setelah itu tangan Papa mulai menyusup ke dalam celana dalamku dan meremas kembali pantatku dari dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berkali-kali melawan, namun tak berdaya karena perbedaan tenaga kami. Kemudian, Papa mengangkat satu kakiku dan menahannya selagi tangan satunya meraih lubang vaginaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ohh.. Pa.. Ja.. Jangan,&quot; rintihku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, kurasakan birahiku mulai naik, bahkan lebih daripada ketika aku menonton film porno di kamarku diam-diam. Jarinya dengan lincah menggosok-gosok lubang vaginaku yang mulai basah. Nafasku juga mulai cepat dan berat. Melihat reaksiku yang mulai pasrah dan terbawa nafsu, Papa melanjutkan aksinya. Ia membawaku ke sofa ruang tamu dan mendudukkan diriku di pangkuannya dengan posisiku memunggunginya. Tak lupa pula ia membuka celana dalamku dengan kasar. Tangannya dengan kasar membuka lebar-lebar pahaku sehingga vaginaku terpampang lebar untuk dijelajahi oleh tangannya. Sebelum sempat melawan, dengan sigap tangannya kembali meraih vaginaku dan meremasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Nin, memek kamu seksi banget.. Nanti Papa sodok ya..&quot; bisik Papaku di telingaku dan menjilatinya ketika tangannya mulai bermain di klitorisku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Birahiku sudah tak tertahankan lagi hingga aku pun pasrah terhadap perlakuan Papaku ini. Aku mulai mendesah-desah tak keruan. Jilatan maut di telingaku menambah nafsuku. Papa terlihat mencari-cari titik rawan di klitorisku dengan cara menekan-nekan klitorisku dari atas ke bawah. Ketika akhirnya sampai di titik tertentu, aku meracau tak karuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ahh.. Shh.. Paa..&quot; desahku bernafsu.&lt;br /&gt;
&quot;Nin, Papa suka banget sama kamu..&quot; balas Papa sambil mencium pipiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jarinya dengan lihai menggosok-gosok dan menekan titik rawan itu dengan berirama. Rasanya bagaikan melayang dan desahanku berubah menjadi rintihan kenikmatan. Tak sampai 15 menit kemudian, aku mendapat orgasmeku yang pertama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Paa.. Nina pengen pipiss..&quot; desahku tak tahan menahan sesuatu yang ingin meledak di dalam diriku, tanganku meremas tangan Papa yang sedang bermain di klitorisku dengan bernafsu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di luar perkiraanku, Papa malah memperkeras dan mempercepat gerakannya. Papa merebahkanku di sofa dan merentangkan kedua pahaku. Kurasakan jilatan lidah di bibir vaginaku, rasa menggelitik yang luar biasa menyerang tubuhku. Jilatan itu menjalar ke klitoris dan membuat vaginaku membanjir. Di sela jilatan-jilatan Papa yang maut, kurasakan gigitan lembut di klitorisku yang kian merangsang hasrat seks-ku. Aku melenguh keras disertai jeritan-jeritan kenikmatan yang seakan menyuruh papaku untuk terus dan tak berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat reaksiku, Papa semakin berani dan menggesekan jarinya di liang vaginaku yang sudah membanjir. Tak kuasa menahan nikmat, aku pun mendesah keras terus-menerus. Aku meracau tidak beraturan. Kemudian kurasakan sensasi yang luar biasa nikmatnya tak lama kemudian. Vaginaku mengeluarkan cairan deras bening yang sebelumnya belum pernah kulihat. Papa tampak senang melihatku mengalami orgasme yang pertama. Setelah sensasi nikmat itu surut, kurasakan tubuhku lelah tak berdaya bagai tak bertulang. Papa membopongku ke kamarnya dan menidurkanku di kasur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Papa memelukku dengan lembut. Kami tidak berkata apa-apa. Papa kemudian membuka dasterku, kemudian Papa tampak semakin bernafsu ketika melihat payudaraku yang berukuran cukup besar. Hasratku sudah menurun dan rasa malu mulai menyergapku hingga aku segera menutupi payudara dan vaginaku dengan kedua tangan, namun Papa malah menyingkirkan tanganku dengan kasar. Lelah masih terasa karena orgasme tadi sehingga aku tidak mampu melawan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Pa.. Jangan, Pa. Sudah cukup.. Nina takut..&quot; isakku mulai menitikkan air mata. Melihat reaksiku, Papa malah semakin bernafsu.&lt;br /&gt;
&quot;Nina sayang. Papa entot kamu ya.. Oh, Nina. Memekmu pasti nikmat. Sini Papa entotin ya, sayang..&quot; rayu Papa dengan nafas memburu karena nafsu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan semangat 45, Papa meremas payudaraku dengan sangat keras. Pertama-tama, aku berteriak kesakitan namun Papa tak mempedulikan teriakan minta ampunku, malah tampak dia semakin bernafsu untuk menyetubuhiku. Jari-jarinya dengan terampil memilin putingku diselingi dengan cubitan keras sehingga lama kelamaan teriakanku berubah menjadi jeritan nikmat. Libidoku mulai naik lagi dan vaginaku mulai basah. Puting susuku yang berwarna merah muda sekarang berwarna merah tua karena cubitan-cubitan kerasnya, begitu pula dengan payudara putihku yang berubah menjadi kemerahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ahh.. Ahh.. Ukhh.. Paa..&quot; racauku tak karuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasa puas melihat reaksiku, Papa membuka semua bajunya dan betapa terkejutnya aku melihat penis papaku yang berukuran besar. Dengan lihainya, Papa segera menggesekkan kepala penisnya yang kemerahan ke lubang vaginaku yang sudah basah. Aku merasakan sensasi lebih daripada jilatan lidah Papa di vaginaku sebelumnya hingga kutanggapi sensasi luar biasa itu dengan rintihanan keras kenikmatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ahh! Papaa.. Ohh.. Entotin Nina, paa..&quot; racauku. Sudah hilang kesadaran akan harga diriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat lampu hijau dariku, Papa segera menjalankan aksinya. Dengan perlahan ia memasukkan kepala penisnya ke dalam liang vaginaku, namun terhalang oleh selaput daraku. Papa tampak kesulitan menembus selaput daraku. Akhirnya dengan satu sodokan keras, vaginaku berhasil ditembus untuk pertama kalinya. Rasa sakit luar biasa terasa di vaginaku. Papa dengan tanpa perasaan segera menyodok-nyodok penisnya dengan kuat dan keras di vaginaku yang masih sempit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa sakit itu berubah menjadi rasa nikmat bagaikan melayang di surga. Papa mendesah terus-menerus memuji kerapatan dan betapa enaknya vaginaku. Penis Papa yang panjang dan besar terasa menyodok dinding rahimku hingga membuatku orgasme untuk kedua kalinya. Papa tampak masih bernafsu menggenjot vaginaku. Kemudian Papa membalikkan badanku yang telah lemas dan menusukkan penisnya ke dalam vaginaku lewat belakang. Ternyata posisi ini lebih nikmat karena terasa lebih menggosok dinding vaginaku yang masih sensitif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Oh Ninaa.. Memekmu bagaikan sorga, Nin.. Nanti Papa entotin tiap hari yaa.. Ahh..&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya setelah menggenjotku selama setengah jam, Papa mendapatkan orgasmenya yang luar biasa. Spermanya terasa dengan kuat menyemprot dinding vaginaku. Papa menjerit-jerit nikmat dan badannya mengejang-ngejang. Tangannya dengan kuat meremas payudaraku dan menarik-narik putingku. Setelah orgasmenya, Papa berbaring di sebelahku dan menjilati puting susuku. Putingku disedot-sedot dan digerogotinya dengan gemas. Tampaknya Papa ingin membuatku orgasme lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangannya kembali menjelajahi vaginaku, namun kali ini jarinya masuk ke dalam liang vaginaku. Papa menekang-nekan dinding vaginaku yang masih rapat. Ketika sampai pada suatu titik, badanku mengejang nikmat dan Papa tampaknya senang sekali hingga jarinya kembali menggosok-gosok daerah rawan itu dan menekannya terus menerus. Wow! Rasanya ajaib sekali! Terasa seperti ingin pipis, namun nikmatnya tak tertahankan. Ternyata itulah G-Spot.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak bertahan lama dan akhirnya orgasme untuk ketiga kalinya. Badanku mengejang dan cairan orgasme kembali mengalir dengan deras bercampur darah keperawananku. Akhirnya, kami menyudahi permainan seks kami yang perdana dan mandi. Baru setelah itu, kami pergi ke rumah sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak kejadian itu, kami menjadi sering melakukan hubungan seks dan mencari-cari kesempatan untuk melakukannya tanpa sepengetahuan orang lain. Bahkan aku pernah membolos sekolah karena pada saat itu Papa sedang naik libidonya. Akhirnya kami memesan hotel dan sama-sama membolos, aku dari sekolah dan Papa dari kantornya. Papa juga mengajariku berbagai posisi dan bagaimana cara mengulum penis dengan benar (blow-job). Ilmu seks yang Papa berikan akhirnya membuatku dicintai oleh beberapa lelaki lain karena serviceku yang memuaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah pengalaman seks-ku yang pertama kalinya dan tak akan kulupakan seumur hidup. Terima kasih, Papa!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
TAMAT&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;gt;&amp;gt;Kami menunggu cerita dari anda,&lt;br /&gt;
&amp;gt;&amp;gt;Cerita harus panjang dan langsung TAMAT.&lt;br /&gt;
&amp;gt;&amp;gt;Nama dan Email pengirim akan kami cantumkan di bawah Judul cerita yang anda kirim.&lt;br /&gt;
&amp;gt;&amp;gt;Kirimkan cerita anda ke email di bawah.&lt;br /&gt;
Email : Andry.farera@gmail.com&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Web Design © Andry Purwokerto - Indonesia.&lt;br /&gt;
All Rights Reserved. 2006 - 2008</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/feeds/7804785578952212890/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/2011/06/seks-ku-dengan-papa-tiriku.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8402305717301042857/posts/default/7804785578952212890'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8402305717301042857/posts/default/7804785578952212890'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/2011/06/seks-ku-dengan-papa-tiriku.html' title='seks-ku dengan Papa tiriku'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4lmC2jg-Appr7Mdl-uuUUPSngyhSTpKKe3DFLUp7sfGHtSiqVjedNzY8exRlRy_BdsgQXt2nYb7yEARiNLlZSq9VXFv-nT93bnbTmAwgh0qIQfv4NNNMZX87T5X2FQuVdJjMu9mE1y4An/s72-c/ee52914c9e088e5fe4bc92bc41927fcf.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8402305717301042857.post-6129526386017986398</id><published>2010-09-30T02:30:00.000-07:00</published><updated>2010-09-30T02:30:00.952-07:00</updated><title type='text'>main dengan guru bimbingan belajarnya</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTaPbpfJpMG7sc8wbyf1YfSQ4hBoRwTUOQdP65B7flaKrg5yP4YFSkDRPKA54x5hMniyplmrF9L8cSzfw5W0VmbGJt1rZn7FMdam8-I-AU5roqU9BC3dhDlDoUbLTUmubN_CBSwwU2BngB/s1600/Andri+Purwokerto+%282%29.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTaPbpfJpMG7sc8wbyf1YfSQ4hBoRwTUOQdP65B7flaKrg5yP4YFSkDRPKA54x5hMniyplmrF9L8cSzfw5W0VmbGJt1rZn7FMdam8-I-AU5roqU9BC3dhDlDoUbLTUmubN_CBSwwU2BngB/s1600/Andri+Purwokerto+%282%29.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;Tanggal Post : 11 Maret 2010&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Judul : main dengan guru bimbingan belajarnya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Kiriman : Sari dan Rina&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Email : ega6464@yahoo.com&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kira-kira tiga bulan kemudian, Pak Candra kembali mengunjungiku dan memintaku agar mengajar Sara kembali. Tentu saja aku menerimanya dengan antusias sekali. Sudah &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
terbayang rutinitas dengan Sara akan terulang kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ternyata Sara bilang sama teman-temannya kalau dia bisa begitu karena belajar denganku. Akhirnya Sari dan Rina memintaku mengajarinya. Karena jadwalnya ketat, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
akhirnya kuputuskan Senin, Rabu, Jum&#39;at aku mengajari Sari dan Rina. Karena rumah Rina lebih dekat dengan rumahku, maka aku minta Sari yang datang ke rumah Rina. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selasa, Kamis, Sabtu aku mengajar Sara. Sedangkan jamnya adalah sama, dari jam 4 sampai jam 6 sore. Permainanku dengan Sara tidak perlu kuceritakan disini. Karena ini &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
jatahnya Ketty, Sari dan Rina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, aku akan ceritakan tentang Ketty dulu. Ketty itu orangnya agak bongsor. Kalau dia sedang berpakaian biasa, bukan pakaian sekolah, orang pasti mengira dia sudah &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
SMP atau SMA. Hanya sifatnya masih kekanak-kanakan. Maklum masih kelas 6 SD. Tingginya hampir sama dengan kakaknya. Begitu juga dengan body-nya. Bukit kembarnya &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kira-kira sudah sebesar kakaknya. Sebesar bola tennis. Hanya wajahnya agak bulat bila dibandingkan dengan kakaknya. Itu saja. Yang lain hampir mirip dengan kakaknya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi bisa dibilang bidadari kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih ingat ketika Ketty memergoki aku dan kakaknya sedang bertempur..? Rupanya dia tidak bisa melupakan hal tersebut. Dia sering bertanya ke kakaknya, apa yang &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
dilakukan. Tentu saja kakaknya bingung menjawabnya. Akhirnya Sara menyerahkan kepadaku untuk menjawabnya. Dan Ketty memendam pertanyaan itu sampai dia punya &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
waktu berdua denganku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap aku mengajar Sara dan bertemu Ketty, dia sering mencuri pandang ke arahku. Dan setiap aku memandangnya, dia membuang muka. Malu. Sampai di suatu waktu, saat &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
aku akan mengajar Sara,ternyata Sara tidak ada di rumah. Yang ada hanya Ketty dan pembantu-pembantunya. Ibunya seperti biasa sedang ke Pakistan. Sedang ayahnya, tadi &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
telepon dan bilang pulangnya malam, karena ada pertemuan dengan orang Belanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Sara kemana Ket..?&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Tadi pagi Ketty liat dia bawa ransel besar. Katanya dia mau Persami di Cibubur. Pulangnya Minggu sore.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Lho dia kok enggak bilang sama Mas yaa..?&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Yaa.., mana Ketty tahu Mas..!&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ya udah.., Mas pulang dulu yaaa..?&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Eehhh, tunggu dulu Mas.., Ketty mau minta tolong nicchhh..?&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Tolong apa..?&quot; tanyaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ketty mau nonton, tapi kok gambarnya jelek banget.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ok deh.., mana videonya..?&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ada di kamar Ketty. Yuk ke kamar Ketty..!&quot; katanya sambil menggandeng tanganku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketty saat itu memakai daster rumah. Cukup tipis. Aku bisa lihat bayangan celana dalamnya. Saat dia menarik tanganku, aku sempat melirik ke dadanya. Dia tidak memakai &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kaos dalam atau BH. Karena aku bisa melihat segumpal daging putih dari lubang lengannya yang agak lebar. Walaupun dia masih anak-anak, tapi melihat itu aku merasa batang &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kemaluanku mengeras. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesampainya di kamar, aku kembali terkagum-kagum. Kamarnya sama persis sekali dengan kamar kakaknya. Ini baru kamar anak-anaknya, bagaimana dengan kamar orang &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
tuanya..? Aku berkeliling melihat-lihat, masuk ke kamar mandinya. Lho.., sepertinya aku pernah lihat. Ternyata kamar mandinya bisa tembus ke kamar kakaknya. Jadi satu &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kamar mandi dipakai berdua. Pintunya terhalang sekat, jadi aku tidak tahu kalau ada pintu satu lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Mas kok muter-muter sih..? Khan kamar Ketty sama seperti kamarnya Kakak.&quot; katanya agak kesal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ini lho videonya yang rusak..!&quot; sambungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku lalu jongkok di depan videonya. Dia ikut-ikutan jongkok di sampingku. Aku hidupkan, masukkan video, ternyata mau jalan. Tapi gambarnya jelek sekali, begitu juga &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
suaranya. Aku lihat kabel gambarnya. Ooo.., kabelnya hampir putus dimakan tikus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kett, ini lhoo kabelnya hampir putus dimakan tikus.&quot; kataku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar kata tikus, ternyata dia kaget dan langsung memelukku. Aku yang tidak menyangka akan dipeluk begitu, jadi jatuh terguling. Secara refleks aku menangkap &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
tubuhnya, sehingga dia jatuh di atasku. Terasa daging kenyal itu menyentuh dadaku. Dia bangkit dengan wajah merah padam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Maaf Mas.., enggak sengaja. Jadi di kamar Ketty ada tikusnya..?&quot; dia bertanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ya.., mungkin aja. Ini buktinya, kabelnya dimakan tikus. Kamu beli aja racun tikus. Kamu ada kabel lain..?&quot; tanyaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Coba aku cari di gudang.&quot; katanya sambil berlalu keluar kamar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara aku menunggu dia mencari kabel, aku berpikir, &quot;Mungkin enggak ya.. Ketty mengintip perbuatanku dengan kakaknya dari kamar mandi..?&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kalau iya terus kenapa..? Ah.., sebodo amat ah.. kok jadi aku yang pusing.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu pandanganku melihat ke bawah rak TV, ada buku kecil. Aku ambil. Aku kaget lagi. ANY ARROW..! (bacaan stensilan tentang hubungan sex).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Punya siapa ya..? Apa mungkin punya dia..? Dia kan masih kecil..?&quot; batinku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba terdengar langkah kaki. Cepat-cepat kusembunyikan lagi buku itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ini ada Mas, tapi lebih panjang.&quot; katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Enggak apa-apa. Sini Mas coba..!&quot; kataku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kamu mau nonton film apa siihh..?&quot; tanyaku sambil memasang kabel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Mickey mouse Mas. Kata temenku bagus.&quot; katanya sambil memperhatikanku memasangkan kabel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu aku coba. Nah.. gambar dan suaranya jadi bagus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Mas.., temenin nonton yaahhh..! Ketty enggak ada temen niihhh.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Lho.., biasanya Kamu juga sendirian.&quot; balasku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Mas khan jadwalnya disini sampai jam 6 sore, kadang-kadang lebih. Sekarang masih jam 4 lewat 10 Mas.&quot; rajuknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Iyaa deehhh..,&quot; aku mengalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku duduk di karpet bersandar ke tempat tidur. Ketty duduk di sebelahku. 10 menit berlalu. Tiba-tiba gambarnya berubah menjadi adegan sepasang manusia sedang &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
berciuman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kok gambarnya jadi begini..?&quot; tanyaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Enggak tau Mass..!&quot; sahutnya sambil matanya terus melihat ke TV.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adegan di TV semakin panas, kulirik dia. Wajahnya merah padam, nafasnya sudah semakin cepat, tetapi matanya tetap ke TV. Wajahnya jadi semakin cantik. Aku tidak &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
tahan, maka kurangkul dia. Aku cium rambutnya, pipinya, lalu keningnya, hidungnya, matanya. Dia pasrah kucium begitu. Tanganku pun langsung meremas susunya. Sudah agak &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
keras dan putingnya sudah terasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aaahhh.., Mass.., Ketty mauu Masss..!&quot; rintihnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sedikit kaget, &quot;Ketty mau apa..?&quot; tanyaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Mau seperti Kakak Sara. Aaahhh, Maass.., sshshhs..!&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ketty sering mengintip Mas sama Kakak sedang maiiin...&quot; sambungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Deg..! Jantungku seperti berhenti. Gawat niihhh..!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kulepaskan ciuman dan pelukkanku. Aku pandangi dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Beneerr Ketty sering ngintip..?&quot; tanyaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Iyaa.., pertama waktu Ketty di kamar, Ketty dengar suara Kakak agak aneh, takut Kakak sakit, lalu Ketty masuk. Ternyata Mas sedang berantem sama Kakak telanjang &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
bulat. Ketty lari.&quot; katanya terbata-bata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ketty tanya sama Kakak, tapi Kakak enggak mau ngomong. Terus Ketty tanya sama temen. Kata temen, Kakakmu itu sedang ngentot.&quot; sambungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Terus setiap Kakak bersuara aneh begitu, Ketty ngintip dari kamar mandi. Ketty perhatiin kayaknya Kakak keenakan, bukannya kesakitan.&quot; sambungnya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku diam saja. Tiba-tiba, &quot;Maaas.., Mas mau khan ngentot sama Ketty..?&quot; tanyanya polos.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terus terang saat itu aku bingung, akhirnya, &quot;Ket, bukannya Mas enggak mau. Tapi Ketty khan masih kecil.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kakak juga..! Kakak baru 13 tahun jalan 14, aku kan 2 bulan lagi 12 tahun.&quot; balasnya sengit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kalau Mas enggak percaya, lihat nich..!&quot; sambungnya sambil membuka dasternya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka terpampanglah dua bukit kembarnya yang baru tumbuh. Bentuknya bulat. Sangat indah dengan puting kecil berwarna coklat muda kemerahan. Pinggulnya sudah sama &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
seperti kakaknya. &quot;Oke.. Oke.., Mas mau. Tapi Ketty harus janji ya, jangan bilang sama Kakak..!&quot; sahutku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa yang tidak mau ditawari perawan bidadari kecil yang lagi nafsu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Iyaa Mass.., Ketty janji..!&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Eh.. pintunya dikunci dulu doonggg.., nanti kalau ada yang masuk gimana..?&quot; kataku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia pergi mengunci pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku jadi teringat Titin. Dia juga dulu baru 12 tahun saat pertama kusetubuhi. Tetapi bentuk badannya jauh lebih bagus badannya Titin. Lebih putih dan lebih terawat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aku harus super hati-hati memperlakukan Dia..!&quot; pikirku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harus tahap demi tahap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia datang mendekatiku. Langsung kupeluk dia, aku pandangi mukanya, aku tatap matanya. Ada kesan pasrah dimatanya. Aku cium matanya, dia terpejam. Aku cium pipinya, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
keningnya, kukecup hidung, lalu makin mendekati mulutnya. Bibirnya pasrah menerima bibirku tanpa perlawanan. Aku selusupkan lidahku disela-sela giginya. Mulutnya sedikit &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
membuka. Lidahku mulai menari-nari di lidahnya. Mulut dan ludahnya manis. Dia mulai menghisap lidahku. Lalu lidahnyapun mulai bergerak-gerak. Mulai melawan lidahku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kiriku masih mengelus2 punggungnya, tangan kananku dilehernya. Suasana hening, hanya desah napas kami yang terdengar. Kulepas ciumanku, kutatap matanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya sayu, nafasnya naik sudah agak memburu. Lalu tiba-tiba dia mencium bibirku dengan ganas. Pindah kemataku, lalu pipiku. Wajahku basah oleh ludahnya. Ciumanku &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kuturunkan ke lehernya. Dia menengadahkan kepalanya. Tangan kananku pun mulai meraba susunya. Kuusap-usap perlahan sampai puting kecilnya menonjol keras. Bergantian &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kiri dan kanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aaahhh.., Maasss.., eennnaaakkk.. Maasss..! Aaahhh..!&quot; dia mulai mengeluarkan suara desahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu kugendong dia, kurebahkan ke tempat tidur. Kupandangi lagi tubuhnya. Seakan tidak percaya kalau bidadari kecil ini rela menyerahkan tubuhnya. Kupandangi susunya, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
betul-betul sempurna bentuknya, dengan putting kecil kemerahan yang menonjol di bukit putih mulus dengan guratan tipis urat-urat susunya. Payudara gadis mungil kecil &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
yang belum tersentuh oleh jamahan lelaki manapun. Kucium bukitnya, dari lembah sampai mendekati puncaknya. Tanganku meremas yang satunya. Begitu berulang-ulang. Aaahh &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
wanginya. Wangi khas perawan muda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aahhh.., Masss..! Aaddduuuhhh..! Shshshsh..!&quot; tubuhnya menggeliat sambil dadanya disorongkan ke atas, kedua tangannya menekan kepalaku ke dadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanganku yang satu mulai menelusuri betisnya, naik secara perlahan-lahan ke arah pangkal pahanya. Bergantian kiri dan kanan. Terkadang kuremas perlahan pantatnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap kuremas, pantatnya terangkat ke atas. Lalu tanganku mulai mengelus-ngelus bibir kemaluannya dari luar CD cream-nya. Terasa lembab sekali. Pahanya mulai membuka &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
lebar, seakan meminta tanganku untuk berbuat lebih jauh. Kuselusupkan tanganku ke dalam CD-nya. Kuselusuri garis lubang kewanitaannya dengan jari tengahku. Naik-turun, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
naik-turun. Lalu jariku kuselipkan ke celah hangatnya. Basah. Kuputar perlahan-lahan, sambil kucari-cari kedele-nya. Pantatnya bergerak seirama tanganku. Naik turun, ke &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kiri ke kanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Adduuuhhh.. Massss..! Eenaakkk Maasss..! Aaahhh..!&quot; desahnya terus-menerus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu aku berdiri, kupandangi matanya sambil tanganku mulai menurunkan celana dalamnya. Tidak ada tanda penolakan dimatanya. Dia malah mengangkat pantatnya &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
mempermudahku melepaskannya.Sekarang di hadapanku ada seorang bidadari kecil, putih, telanjang bulat menanti sentuhan selanjutnya. Sekitar bibir kemaluannya masih &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
belum ditumbuhi bulu. Masih polos. Karena pahanya membuka, tampaklah isinya yang merah muda, basah dan berkilat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena batang kejantananku yang tegang sejak tadi sakit terjepit, maka kubuka juga seluruh pakaianku. Dia hanya memandangiku sayu tanpa ekspresi. Kucium lembah &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
payudaranya, turun sedikit demi sedikit. Terus sampai ke perutnya. Tanganku terus mengelus paha belakangnya sampai pantatnya. Kugelitik pusarnya dengan lidahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Maaasss.., shshh.. ennaaakk.., geellliii Maaasss..!&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanganku berpindah ke liang keperawanannya sambil terus kuciumi perut dan dadanya bergantian.Kucari, dan setelah ketemu, gosok-gosok perlahan kedele-nya. Kucubit-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
cubit, kupelintir sampai pantatnya bergoyang tidak karuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Mas.., Mass.., diapain memekku Masss..? Aaadduuuhhh..!&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena sepertinya dia sudah tidak tahan, kuhadapkan wajahku ke liang senggamanya. Kucium bibir kemaluannya. Aaahhh.., segaarr. Kuciumi berulang. Lalu dengan kedua &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
tanganku, kubuka vaginanya, basah, licin berkilat-kilat. Kujilat kedele-nya perlahan. Makin lama makin cepat dan makin kutekan. Pantatnya naik turun dengan cepat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangannya menjambak-jambak rambutku. Kupegangi pantatnya dengan kedua tanganku, agar tidak menabrak-nabrak hidung dan mulutku. Gerakannya semakin liar. Makin liar &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
terus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aaahhh.., aaahhh.., ssshhh.., shhh..!&quot; hanya itu saja kata-katanya dari tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba kepalaku ditekan keras-keras, pahanya menjepit kepalaku, pantatnya diangkat setinggi-tingginya. Dan, &quot;Maasss.., Maaasss.., uuuddaaahhh.., Maaasss..!&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Syuurrr.., ssyuuurrr.., syuurrr...,&quot; cairan hangat membanjiri mulutku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kujilat sambil kuhisap cairan itu. Rasanya lebih manis dari punya kakaknya. Walaupun lebih encer. Kujilati sampai bersih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pun tiduran di sebelahnya. Kurangkul dia. Kudekap kepalanya di dadaku, sambil kuelus-elus dan kucium rambutnya. batang kejantananku yang masih keras menyentuh &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
pahanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Gimana Ket.., puass..?&quot; tanyaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Enak sekali Mas. Ketty puasss Maasss..!&quot; jawabnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nafasnya masih sedikit memburu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Mas.., kalau sama Kakak kok kontol Mas dimasukin ke memeknya siihhh..?&quot; tanyanya setelah sensasinya mereda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ini anak kalo ngomong kok engak pake tedeng aling-aling lagi.&quot; pikirku, &quot;To the point.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ketty mau..?&quot; pancingku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Eengg.., sakit nggak Mas..? Kontol Mas khan gede..,&quot; katanya sambil tangannya memegang batang kemaluanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Yaa.., pelan-pelan dong..!&quot; kataku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Untuk pertama kali emang sakit dan perih, tapi itu sebentar. Seterusnya udah enggak sakit. Kakakmu aja sampai ketagihan.&quot; sambungku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia diam saja, tetapi tangannya terus saja memegang batang kemaluanku. Kadang diusap, kadang diremas, kadang diurut. Senjataku semakin keras. Kepalanya senut-senut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aaahhh.., sshhh..!&quot; desahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kenapa Mas..? Sakiitt..?&quot; tangannya tetap mengurut-urut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak menyahut, tetap mendesah. Lalu dia bangun, aku ditelentangkan, dipandanginya senjata kemaluanku yang tegang. Wajahnya dekat sekali dengan batang &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kejantananku. Sampai desah nafasnya terasa di alat vitalku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Bentuknya lucu Mass..!&quot; katanya sambil terus memandangi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ketty pernah lihat Kakak mengedot punya Mas. Rasanya gimana Mass..? Apa enggak jijik ya..?&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Yaa.., enggak jijik dong. Khan bersih. Rasanya enak sekali..!&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ketty boleh coba enggak Mas..?&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Coba aja. Nanti juga Ketty ketagihan.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kalau yang coklat-coklat ini juga enak..?&quot; tanyanya sambil mengelus-elus kedua kantung kemaluanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Pokoknya yang ada disitu semuanya enak. Mangkanya, dicoba dulu..!&quot; pancingku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu dengan ragu-ragu, dia menjilat kepala kemaluanku. Diam sebentar. Lalu dijilat lagi. Diam lagi. Lalu batangnya dia jilat. Diam lagi. Lalu kedua kantung kemaluanku. Diam &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
lagi. Tidak lama kurasakan lidahnya sudah menelusuri kepala penisku sampai batangnya. Tidak begitu enak. Mungkin masih adaptasi dulu pikirku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kett.., seperti makan es krim. Bibirnya juga ditempelin, sambil ditekan sedikit..!&quot; kataku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketty mengerti dan melanjutkan perbuatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bukannya menempelkan bibirnya, tetapi malah memasukkan kepala kemaluanku ke mulutnya. Kena giginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aduuuhh.., sakiiittt..! Jangan kena gigi doong..!&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Naaahhh.., gituu.., agak dihisap. Ya, yaa.., gituu..!&quot; kataku mengajarkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aaahhh.., sshhshhh..,&quot; ketika dia mulai menghisap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Enaakk Kett..?&quot; kubertanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Enak seperti lolipop, tapi yang ini gede, sama anget.&quot; sahutnya sambil memandangi senjataku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ayoo.. lagi doonggg..!&quot; pintaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Masss, dimasukin yuuukk..! Ketty mau ngerasain seperti apa rasanya, tapi pelan-pelan ya Mass..!&quot; katanya sambil dia tiduran telentang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa pikir dua kali, aku bangkit. Kukangkangkan pahanya. Tetapi karena liang keperawanannya sudah agak kering, maka kujilat-jilat lagi supaya basah dan memancing &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
gairah nafsunya supaya bangkit kembali. Langsung kujilat kedele-nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aaahhh.., Maaasss.., ennaaakkk Maasss..!&quot; desahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terus kujilati sampai vaginanya benar-benar basah dan nafsunya memuncak kembali. Supaya cepat, kupelintir-pelintir klit-nya dengan lidahku. Dia semakin menggelinjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ahh.., aah... ahh.., sshshhs... Ayoo Mass..! Ayooo..!&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah aku yakin dia sudah sangat terangsang dan kemaluannya sudah basah, aku hentikan jilatanku. Kubuka lebar-lebar pahanya, kuarahkan batang keperkasaanku kesana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Rileks aja Ket.., jangan tegang. Kalau tegang, nanti sakit. Yaa.., yaa, santai gitu. Naahhh, begitu..!&quot; saat kurasakan ada sedikit rasa takut pada dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kutekan perlahan sekali agar dia tidak kesakitan. Terlihat kepala kejantananku berkilat karena ludahnya. Kutekan perlahan, tetapi dengan tenaga mantap. Kepalanya sudah &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
masuk, dia meringis, menggigit bibir bawahnya. Aku tahan sebentar. Kudiamkan. Setelah agak tenang, kutarik sedikit, lalu kutekan lagi dengan perlahan. Masuk lebih dalam. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertiganya mungkin. Wahhh.., sempit sekali. Penisku seperti dijepit tang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Santai aja Ket.., jangan tegang, nanti malah sakitnya nambah..&quot; kataku saat kurasakan bibir liang senggamanya dengan keras menggigit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kurasakan agak mengendur, kutarik sedikit, lalu kudorong perlahan sekali. Nahh.., sudah setengahnya. Supaya agak lancar, kuturun-naikkan secara perlahan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kupandangi wajahnya, kutatap matanya. Dia menikmati. Aku yakin ini belum menembus selaput daranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Sakit Kett..?&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Sedikit.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kugoyang terus sambil kutekan perlahan-lahan. Sudah setengahnya lebih. Nah.., kepala batang keperkasaanku sudah menyentuh selaput tipis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kett.., tahan sedikit ya..? Ini agak sakit sedikit. Tapi jangan tegang. Nanti sakitnya nambah..!&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia hanya menganggukkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kusiapkan tenaga, lalu kutekan dengan keras, &quot;Blesss.., preettt..!&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aaahhh Masss.., sakkiiittt.. Maasss. Perriihhh..!&quot; katanya sambil berusaha mendorong tubuhku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langsung kupeluk dia. Kuciumi wajahnya, dan kucium bibirnya. Dia membalasnya. Aku lepaskan ciumanku dan kubisikkan kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Sakitnya sebentar khaann.., coba rileks, santai..! Supaya sakitnya cepet ilang..!&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seluruh batang kemaluanku serasa ditekan dari semua arah. Sempit sekali. Kukedutkan penisku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aaahhh Masss..! Jangannn.., masih sakit Mass..!&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kudiamkan lagi beberapa saat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah aku yakin sakitnya sudah mereda, kutarik perlahan sekali. Sampai tinggal kepala batang kejantananku saja yang tertinggal. Lalu kutekan lagi dengan sangat kuat dan &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
dengan mantap. Aku pun meringis karena lubangnya sangat sempit. Lebih sempit dari punya Titin dulu. Apa punyaku yang makin besar. Kulihat dia pun masih meringis-ringis &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sambil memejamkan matanya. Kulihat air matanya meleleh di pipinya. Kuulangi beberapa kali. Setelah dia tidak meringis lagi, kupercepat gerakanku. Kupertahankan iramanya &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sampai terasa licin. Licin tetapi menjepit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah licin, kupercepat gerakanku. Dia sudah bisa menikmatinya. Berarti rasa sakitnya telah hilang. Kupercepat terus iramaku. Dia mendesah-desah tidak karuan karena &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sensasi nikmat yang baru pertama kali dirasakannya. Kepalanya bergoyang ke kiri dan ke kanan. Tangannya meremas sprei tempat tidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Mass.., ooohhh Masss, ennnaaakkk Maasss..! Ooohhh..!&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakinya kuangkat, lalu kuletakkan di pundakku. Nah, dengan posisi ini batang keperkasaanku bisa menyentuh ke rahimnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lima menit kemudian, aku hampir tidak tahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Mass.., aaaddduuuhhh Maaasss.., aaahhh.., aaahhh..,&quot; desahannya saat kurasakan kedutan-kedutan dari liang senggamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Udah mau nyampe nih Dia..&quot; pikirku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu dia menjepit leherku dengan kedua kakinya. Pantatnya dinaikkan, sehingga batang kejantananku amblas masuk semua, pantatnya digoyang-goyangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, &quot;Syuurr.., syuuurrr..,&quot; cairan hangat mengguyur kepala kemaluanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku yang sudah di ujung jalan, mempercepat sodokkanku, karena jalannya jadi becek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Mass.., udahhh Masss. Aaaddduuuhhh.., toolllooonnngg.., Maasss..!&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya sampai juga aku. Kutekan keras-keras batang kejantananku ke liang kenikmatannya, kutarik pantatnya dan, &quot;Croot.., croot.., croot..!&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiga atau empat kali batang kejantananku memuntahkan cairannya di liang keperawanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku langsung lemas. Dan kucabut senjatanku dari luabang surgawinya. Terlihat lendir putih bercampur darah segar mengalir melalui liang kemaluannya. Kupeluk dia, kucium &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
pipinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kett.., Kamu hebat sekali Kett..! Punyamu lebih enak dari punya Kakakmu.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aaahh.., Masss..!&quot; sahutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia lalu tertidur lemas. Kulirik jam dinding. Jam 6 lewat 5 sore. Berarti kira-kira satu setengah jam aku memerawanin dia. Pantas saja aku juga lemas. Kupeluk dia, lalu aku &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
pun tertidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jam 7 kurang 10 aku terbangun. Aku berpakaian, lalu kubangunkan dia. Aku pamit. Dia pun bangun lalu ke kamar mandi. Itulah kisah pertamaku dengan Ketty. Sejak saat itu &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kami sering berhubungan. Biasanya dia suka mengintip permainanku dan Sara. Lalu dengan alasan aku ke kamar mandi, aku ke kamarnya. Disana dia sudah siap. Berbugil ria di &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
bawah selimut. Dia minta jatah. Nafsunya sama besar dengan kakaknya. Dan daya tahannya luar biasa. Kalau aku tidak meladeni, dia mengancam akan memberitahukan skandal &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ini ke ayahnya. Mau tidak mau aku menurutinya. Tetapi siapa yang bisa menolak..? Ini terjadi berulangkali dan ini tetap menjadi rahasia kami berdua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi pada suatu waktu, saat aku sedang menggumuli Ketty, kakaknya masuk ke kamar mandi. Dia tidak menjumpaiku disana. Dan mendengar suara mendesah dari kamar &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
adiknya. Dia marah besar kepadaku dan adiknya. Aku diusirnya. Dia tidak rela membagi senjataku dengan adiknya. Dan diaakhirnya memilih bimbingan belajar resmi, yang &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
menyelenggarakan les privat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kabar terakhir yang kudapat dari adiknya, dia sering main dengan guru bimbingan belajarnya. Selain itu dia juga sering main dengan kawan sekolahnya. Sedang adiknya &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketty, sekarang jadi lebih sering main denganku. Tetapi selama kakaknya tidak di rumah. Karena kakaknya sama sekali tidak mengizinkan dia melampiaskan nafsunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;;Kami menunggu cerita dari anda,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;;Cerita harus panjang dan langsung TAMAT.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;;Nama dan Email pengirim akan kami cantumkan di bawah Judul cerita yang anda kirim.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;;Kirimkan cerita anda ke email di bawah.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Email : Andry.farera@gmail.com&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Web Design © Andry Jakarta - Indonesia.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;All Rights Reserved. 2006 - 2008&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;__________________&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;1. PeNjaRaKaN KoRuPtoR, PeNyeLuNduP, TuKaNg SuaP &amp;amp; BaNDar NARKOBA&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;(Send to &quot;NUSAKAMBANGAN&quot;)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ;****;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;0( @..@ )0&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &quot;(---)&quot; &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;2. StoP Free SeX, AboRsi, &amp;amp; Pr0sTiTuSi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;( Go To HELL )&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;=o00o===o00o=&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp; / / *** / /&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;! ( @ @ ) /&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp; &#39;)&amp;nbsp; (--)&amp;nbsp; /&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;3. StoP PeNCeMaRaN LiNgKuNGaN, PeMBaKaRaN HuTaN &amp;amp; PeMbuRuaN LiaR.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;4. SAY NO TO DRUGS.!!!&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;-+KIAMAT SUDAH DEKAT+-&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;[ By:4/\/|)R1 ]&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;__________________&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;__________________&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; .+,&#39;). +&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ___||_&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; /____/\&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ,,,,|__n_|_|&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;__________________&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;__________________ &lt;/i&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/feeds/6129526386017986398/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/2010/09/main-dengan-guru-bimbingan-belajarnya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8402305717301042857/posts/default/6129526386017986398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8402305717301042857/posts/default/6129526386017986398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/2010/09/main-dengan-guru-bimbingan-belajarnya.html' title='main dengan guru bimbingan belajarnya'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTaPbpfJpMG7sc8wbyf1YfSQ4hBoRwTUOQdP65B7flaKrg5yP4YFSkDRPKA54x5hMniyplmrF9L8cSzfw5W0VmbGJt1rZn7FMdam8-I-AU5roqU9BC3dhDlDoUbLTUmubN_CBSwwU2BngB/s72-c/Andri+Purwokerto+%282%29.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8402305717301042857.post-1009343193999101349</id><published>2010-04-09T21:16:00.000-07:00</published><updated>2010-04-09T21:24:51.495-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="http://twitter.com/Andryfarera"/><title type='text'>pengalaman tak terlupakanku waktu SMU</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSMROerojj9MbF3b1AQhchyphenhyphen72ey-NfgkgDNNbuFCQdq4y84U-n4VyD8_4p0xucMYogTPfDbioYgJoqUEbyKsyrJ4VwPNmzybsqewWpTNnTKbkX7S9c15X9OKlMThvJEkve6lOynRT-hULE/s1600/Foto026.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 232px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSMROerojj9MbF3b1AQhchyphenhyphen72ey-NfgkgDNNbuFCQdq4y84U-n4VyD8_4p0xucMYogTPfDbioYgJoqUEbyKsyrJ4VwPNmzybsqewWpTNnTKbkX7S9c15X9OKlMThvJEkve6lOynRT-hULE/s320/Foto026.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5458359887704296210&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tanggal Post : 11 Maret 2008 &lt;br /&gt;Judul : sekolah internasional &lt;br /&gt;Waktu : 05:05&lt;br /&gt;Kiriman : Andri&lt;br /&gt;Email : Andry.farera@yahoo.co.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namaku Andri, sekarang aku lagi kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di Malaysia. Aku akan menceritakan pengalaman tak terlupakanku waktu SMU dulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadiannya sekitar 2 tahun lalu, ketika aku masih bersekolah di sebuah sekolah internasional di kuala lumpur Malaysia. Seperti layaknya sebuah sekolah internasional, banyak sekali murid-muridnya yang berasal dari luar negeri. Akan tetapi, mayoritas berasal dari Korea atau yang lebih dikenal sebagai ‘negeri ginseng. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisahku bermula ketika ada seorang gadis Korea yang baru saja masuk ke sekolahku. Namanya Kim Chi, dia baru duduk di bangku kelas 1 SMP. Tapi biarpun masih kelas 1 SMP, dia sudah memiliki tubuh seperti seorang gadis berusia 17 tahun lebih. Dengan sepasang buah dada yang condong ke depan dan bokong yang begitu montok. Saat itu juga timbullah niat busukku untuk mencumbui tubuhnya yang padat dan berisi itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi untuk dapat menikmati tubuhnya itu, aku harus dekat dengan dia. Maka saat itu juga, kuputuskan untuk berkenalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Halo, namaku Andri.. ” ucapku sembari menawarkan tanganku. Dia pun menjabat tanganku dan memperkenalkan dirinya. Setelah cukup lama berbincang, akhirnya kita saling menukar nomor handphone. Dan sejak saat itu, aku pun sering SMS-an dan juga teleponan sama dia. Kita pun jadi dekat dan mulai berpacaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu-minggu pertama pacaran merupakan minggu-minggu yang membosankan. Ini disebabkan si Kim Chi masih malu-malu kucing. Tiap kali aku ingin menciumnya, dia selalu menghindar. Dan dikalanya tanganku meraba paha ataupun buah dadanya, dia selalu menarik tanganku. Setelah kuselidiki, ternyata Kim Chi berasal dari sebuah sekolah khusus perempuan. Di mana tidak ada yang namanya pria atau lelaki sama sekali. Aku pun heran dan bertanya-tanya pada diriku sendiri, orangtua macam apa yang mau menyekolahkan anak perempuannya ke sekolah yang hanya berisikan perempuan saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut teman-temannya, selama 6 tahun dia tidak pernah mengenal yang namanya laki-laki. Ya ampun, pasti dia belum pernah merasakan yang namanya dicium ataupun dipegang-pegang. Sejak mendengar cerita tersebut, aku pun memberanikan diri. Aku berkata padanya, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau dicium itu enak rasanya, apalagi kalau buah dada dan paha kamu diraba-raba.. ” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada mulanya ia menolak dan enggan bibirnya kucumbui dan tubuhnya kupegang-pegang. Tetapi akhirnya, setelah kubujuk beberapa kali, Kim Chi pun mau dan ingin mencoba nikmatnya dicumbu dan diraba-raba. Maka mulai saat itu juga, setiap kali aku dan dia jalan, pasti ada adegan cium-ciuman dan pegang-pegangan. Aku dan Kim Chi sangat sering jalan berduaan di KLCC, sebuah shopping mall di Kuala Lumpur. Dan tempat yang paling aku gemari dari situ adalah di bioskopnya dan juga di tamannya. KLCC memiliki sebuah taman yang cukup besar, jadi seandainya tidak bisa melakukan ‘hal-hal’ tersebut di bioskop, maka taman merupakan tempat kedua paling cocok buat berduaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kalinya aku mendengar Kim Chi mendesah karena nikmat adalah ketika kami di taman KLCC. Saat itu kebetulan lagi sepi dan tidak banyak orang yang datang untuk belanja. Jadi kuputuskan untuk mengajak Kim Chi ke taman dan duduk berduaan di bawah pohon, tujuannya supaya tidak kelihatan orang lain. Setelah cukup lama berbincang, aku pun sudah tidak sabar lagi, maka langsung saja kuciumi lehernya dan menjilati telinganya. Kedua tanganku juga tidak tinggal diam, tangan kiriku meremas buah dadanya dan tangan kananku menelusuri roknya sambil mengelus-elus vaginanya. Ia pun mendesah dengan hebatnya, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aaah.. Aaah.. ” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar desahannya itu, aku jadi tambah bernafsu dan langsung saja kuselipkan jari-jariku ke dalam BH-nya dan bermain dengan putingnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya ampun.. Lembut sekali putingnya.. Begitu menggemaskan.. ” bisikku dalam hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jari-jariku pun kuselipkan ke dalam CD-nya, dan kurasakan betapa halusnya vagina si Kim Chi. Aku merasakan bulu-bulu halus yang baru tumbuh, tidak hanya itu, kurasakan pula cairan yang keluar membasahi vaginanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aaah.. Aaah.. Andri.. ” desahannya semakin menjadi-jadi sembari memelukku dengan erat. Ia begitu lemas dan tidak berdaya, memeluk dan mencium-cium kecil saja yang dapat ia lakukan pada saat itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gimana rasanya Chi? Enak kan?” tanyaku padanya. Ia hanya dapat menganggukkan kepalanya saja dan tersenyum malu. Kim Chi kelihatan begitu lelah sekali, wajar saja, ini merupakan pengalaman pertamanya. Pertama kalinya vagina dan buah dadanya dimainkan seorang laki-laki. Maka kuputuskan untuk mengantarnya pulang ke rumahnya saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Chi, kamu aku antar pulang ya, kamu kelihatan capek sekali.. ” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ia diam saja tak mengatakan sepatah kata pun, hanya menganggukkan kepalanya saja. Aku jadi merasa bersalah karena telah berbuat demikian pada dirinya, apalagi kita ini baru saja saling mengenal. Tetapi pemikiranku salah, aku salah besar. Ternyata setelah kejadian itu, si Kim Chi jadi lebih bernafsu. Dia berubah menjadi seorang cewek yang nafsuan, yang sangat liar. Setiap kali ada waktu kosong di sekolah, ketika semua murid lagi pada di dalam kelas, atau di kala semua orang lagi makan siang di kantin, pastinya si Kim Chi selalu mengajakku melakukan “hal-hal” tersebut secara diam-diam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamar mandi guru, kelas kosong, ataupun di kamar mandi cewek. Tempat-tempat ini merupakan tempat-tempat yang paling digemari Kim Chi buat melakukan ‘hal-hal’ tersebut denganku. Pokoknya setelah kejadian di taman KLCC waktu itu, Kim Chi jadi lebih liar dan ganas. Malah ia jadi begitu aktif memainkan penisku. Yang tadinya tidak tahu sama sekali cara memainkan penisku, jadi sangat aggresif memainkannya. Ia sangat menggemari kegiatan meremas-remas penisku. Kim Chi menjadi seorang cewek yang sangat nakal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun mulai mengajari dia cara memainkan vaginanya sendiri ataupun bermain dengan putingnya alias masturbasi. Bukan hanya itu, aku juga mengajarinya cara berphone sex. Sepertinya Kim Chi begitu menikmati phone sex soalnya setiap kalinya aku telpon, dia pasti selalu menanyakanku untuk melakukan phone sex. Karena keseringan melakukan phone sex dan juga ‘hal-hal’ tersebut, maka aku beranggapan kalau sudah waktunya gadis Korea ini merasakan sex yang sungguh-sungguhan. Apalagi sekarang ini, dia sudah menjadi sangat liar dan aggresif, pasti berhubungan sex dengan dia merupakan hal yang tidak cukup sulit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun terus berpikir, kapan waktu yang paling bagus buat menghilangkan keperawanan si Kim Chi, dan di mana tempat yang paling sesuai buat melakukan itu semua. Setelah cukup lama berpikir, akhirnya aku menemukan jawabannya. Aku baru ingat kalau aku pernah tanya sama si Kim Chi, kalau dia sudah pernah atau belum dikasih hadiah ulang tahun sama cowok. Kim Chi pun berkata kalau ia belum pernah dikasih hadiah ulang tahun sama cowok, dan ia ingin sekali mendapatkan hadiah ulang tahun dari cowok. Maka kuputuskan untuk melakukannya pada hari ulang tahunnya, di aparteman temanku yang kebetulan lagi kosong dan kuncinya dititipkan padaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tibalah hari ulang tahun Kim Chi yang ke 13, aku pun mengajaknya makan dan jalan-jalan, seperti biasa di KLCC. Setelah cukup lama keliling KLCC, aku pun bertanya kepada Kim Chi, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Chi.. Kamu mau nggak ikut aku ke suatu tempat spesial? Di sana aku sudah nyiapin sebuah hadiah yang sangat bagus buat kamu.. Kamu bilang kamu ingin banget dapet hadiah ulang tahun dari cowok.. Biarin aku jadi cowok pertama yang kasih kamu hadiah ulang tahun.. ” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kim Chi kelihatan sangat gembira dan setuju dengan tawaranku. Maka pergilah kami ke aparteman temanku itu. Sesampainya di sana, aku langsung saja membawa Kim Chi ke kamar yang sudah kusiapkan. Setelah masuk ke kamar, aku pun mengunci pintu dan langsung saja menanggalkan semua pakaianku. Aku hanya memakai CD-ku saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eh Andri.. Kamu ngapain buka-buka pakaian kamu? Memangnya kamu mau ngapain? Terus, hadiah yang kamu janjikan ke aku mana?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hadiahnya ya ini Chi.. Kita bisa buat yang gitu-gitu sampai puas.. Plus, biasanya kan kita cuma pegang-pegangan tapi nggak sampai lihat dalamnya kan? Kamu masa nggak mau liat penisku bentuknya gimana.. Masa nggak mau liat apa yang ada di balik CD putih ini.. ” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan seperti biasa, ia hanya tersenyum malu sambil menganggukkan kepalanya. Tapi yang membuatku sangat bernafsu ialah ketika ia menjulurkan lidahnya sambil menggigit-gigit bibirnya. Aku langsung menerkamnya dan menariknya ke tempat tidur. Kubuka kancing bajunya satu demi satu dan juga roknya sehingga ia hanya memakai BH dan CD saja. Betapa indahnya pemandangan pada saat itu, apalagi BH dan CD yang dipakai Kim Chi jenis BH dan CD yang transparan atau tembus pandang. Aku bisa melihat puting dan juga vaginanya secara samar-samar. Aku langsung menuju ke buah dadanya yang sangat menggiurkan dan menanggalkan BH yang dipakainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah.. Indah sekali buah dadanya.. Begitu putih dan mulus.. Padat berisi sekitar 34-B. ” Dengan puting yang sangat imut dan masih berwarna merah jambu. Langsung saja kuciumi dan kujilati buah dadanya yang sangat lezat itu. Aku juga menyempatkan untuk menggigit putingnya yang ternyata begitu kenyal dan nikmat. Ia mendesah dengan hebatnya, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aaah.. Ooohh.. “, sambil menarik-narik rambutku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah puas mengulum buah dadanya, aku pun turun ke perutnya. Kembali kuciumi dan kujilati perutnya itu. Ia menggelinjang karena kegelian dan semakin menarik rambutku. Aku turun dan turun hingga ke vaginanya. Kuarahkan lidahku ke clitorisnya dan memainkannya seenakku. Kim Chi pun kembali mendesah sembari menarik rambutku, namun kali ini desahannya begitu keras, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oooh.. Aaah.. Andri.. Oh yeah.. Aaah.. Jangan berhenti.. ” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desahannya tersebut membuatku semakin bernafsu, membuatku mempercepat permainan lidahku pada clitorisnya. Ia pun mendesah lagi dan nampaknya akan segera menyemprot. Dan betul dugaanku, cairan asin menyemprot ke mukaku yang sedang menjilati vaginanya. Kim Chi pun kelihatan lemas sekali setelah kulakukan foreplay pada dirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, aku tidak ingin sampai di situ saja. Aku menyuruhnya untuk mengulum penisku. Ia pun menurut dan langsung menggenggam penisku dan memasukkannya ke dalam mulutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh yeah.. Oohh.. Chi.. Oooh.. Nikmat sekali..” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia begitu pintar memainkan penisku. Diputar-putar, dijilat-jilat, terus dicelupin ke mulutnya. Bukan hanya itu, ia juga bermain dengan kedua bijiku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pintar sekali ini cewek..”, ujarku dalam hati. Ia menyedot dan juga menjilati kedua bijiku dengan variasi yang berbeda.&lt;br /&gt;“Oooh.. Oooh.. Oh yeah..”&lt;br /&gt;Aku pun akhirnya keluar dan menyemprotkan semua spermaku ke dalam mulutnya. Karena baru pertama kali melakukan ini, Kim Chi menelan habis semua spermaku. Ia merasa jijik dan ingin muntah setelah menelan semuanya. Aku hanya bisa tertawa melihat ekspresi wajahnya yang begitu polos dan lugu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah cukup lama berbaring di atas ranjang, Kim Chi pun menyuruhku mengantarnya pulang, apalagi hari sudah hampir malam dan orangtua Kim Chi pasti mencarinya. Akan tetapi, aku belum mengijinkannya untuk pulang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Chi, kamu mau ke mana? Jangan buru-buru.. Aku masih ada satu lagi hadiah ulang tahun buat kamu..” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia pun heran dan bertanya-tanya. Aku hanya menyuruhnya menutup matanya saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Inilah kesempatanku untuk merasakan vaginanya dan menghilangkan keperawanannya.. “, bisikku dalam hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tanpa basa-basi, aku dengan perlahan memasukkan batang penisku ke dalam liang vaginanya. Kim Chi pun kaget dan membuka matanya, ia mau melepaskan diri dan menghindar. Tapi aku menahannya dan membisikkan arah telinganya, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Chi.. Kamu jangan takut.. Apa pun yang akan terjadi, aku tetap sayang sama kamu dan akan bertanggung jawab..” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kim Chi pun hanya dapat menangis kesakitan ketika kumasukkan seluruh batang penisku ke dalam vaginanya. Dan di situ juga, kusaksikan darah mengalir dari liang vaginanya. Aku telah menghilangkan keperawanannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurasakan dinding-dinding vaginanya yang begitu hangat menjepit penisku. “Oooh.. Aaahh..” Nikmat sekali rasanya. Kim Chi hanya dapat menangis dan menangis, karena keperawanannya telah hilang. Aku pun kembali mengecup keningnya dan berkata, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Chi.. Aku nggak akan meninggalkan kamu.. Aku akan bertanggung jawab.. Kamu jangan nangis ya..” Ia mengangguk dan menurut saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya aku mengantar Kim Chi ke rumahnya. Setelah itu aku berkata padanya kalau aku enggak akan ninggalin dia. Tapi aku berbohong, aku belum siap untuk semua ini. Aku belum siap menjalin hubungan seperti ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun berbohong kepada Kim Chi dan mengatakan kalau aku akan balik ke Indonesia dan tidak akan kembali lagi. Ia mencoba menelponku dan juga mengSMSku. Tapi aku sudah terlanjur membuang kartu telponku dan menukarnya dengan yang baru. Aku pun pindah ke kota lain, kota yang jauh dari Kuala Lumpur, kota yang jauh dari Kim Chi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku begitu menyesal dengan apa yang telah terjadi. Tidak kusangka nafsu seorang pelajar kelas 3 SMU yang berlebihan, bisa menghancurkan masa depan seorang gadis yang masih duduk di bangku kelas 1 SMP. 2 tahun telah berlalu, dan aku pun tidak mengetahui kabar terbaru dari Kim Chi. Aku harap dia baik-baik saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisahku memang kampungan dan terlampau kuno. Tapi aku baru sadar, nafsu yang terlalu berlebihan tidaklah baik. Melakukan hubungan sex dengan gadis Korea memanglah nikmat, dan kuakui itu memang cita-citaku dari dulu. Tapi akibat nafsuku yang berlebihan itu, semuanya menjadi begitu fatal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E N D&lt;br /&gt;&gt;&gt;Kami menunggu cerita dari anda,&lt;br /&gt;&gt;&gt;Cerita harus panjang dan langsung TAMAT.&lt;br /&gt;&gt;&gt;Nama dan Email pengirim akan kami cantumkan di bawah Judul cerita yang anda kirim.&lt;br /&gt;&gt;&gt;Kirimkan cerita anda ke email di bawah.&lt;br /&gt;Email : Andry.farera@yahoo.co.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gang yang tak Pernah Sadar di Purwokerto...&lt;br /&gt;HATI2 WAKTU DI WC...&lt;br /&gt;KELUARGA BERENCANA... &lt;br /&gt;KeHiDuPaN MaLaM Di PuRWoKeRTo...&lt;br /&gt;Asal usul hari valentine...&lt;br /&gt;Sapi Berkepala Manusia...&lt;br /&gt;List GameHouse Serial Number...&lt;br /&gt;&quot;StoP Free SeX, AboRsi, Pr0sTiTuSi&quot; &lt;br /&gt;&quot;AnTi ViRuS&quot; &lt;br /&gt;MeRPaTi PuTiH &lt;br /&gt;,kM BiZa LiaT di :&lt;br /&gt;http://andryfarera.blogspot.com/&lt;br /&gt;http://www.facebook.com/buronan.mertua&lt;br /&gt;http://profiles.friendster.com/andriwahyukurniawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Web Design © Andry Purwokerto - Indonesia.&lt;br /&gt;All Rights Reserved. 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;__________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. PeNjaRaKaN KoRuPtoR, PeNyeLuNduP, TuKaNg SuaP &amp; BaNDar NARKOBA&lt;br /&gt;(Send to &quot;NUSAKAMBANGAN&quot;)&lt;br /&gt;   ;****;&lt;br /&gt; 0( @..@ )0&lt;br /&gt;    &quot;(---)&quot; &lt;br /&gt;2. StoP Free SeX, AboRsi, &amp; Pr0sTiTuSi&lt;br /&gt;( Go To HELL )&lt;br /&gt;=o00o===o00o=&lt;br /&gt;  / / *** / /&lt;br /&gt; ! ( @ @ ) /&lt;br /&gt;  &#39;)  (--)  /&lt;br /&gt;3. StoP PeNCeMaRaN LiNgKuNGaN, PeMBaKaRaN HuTaN &amp; PeMbuRuaN LiaR.&lt;br /&gt;4. SAY NO TO DRUGS.!!!&lt;br /&gt;-+KIAMAT SUDAH DEKAT+-&lt;br /&gt;[ By:4/\/|)R1 ]&lt;br /&gt;__________________&lt;br /&gt;__________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         .+,&#39;). +&lt;br /&gt;        ___||_&lt;br /&gt;       /____/\&lt;br /&gt;   ,,,,|__n_|_|&lt;br /&gt;__________________</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/feeds/1009343193999101349/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/2010/04/pengalaman-tak-terlupakanku-waktu-smu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8402305717301042857/posts/default/1009343193999101349'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8402305717301042857/posts/default/1009343193999101349'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/2010/04/pengalaman-tak-terlupakanku-waktu-smu.html' title='pengalaman tak terlupakanku waktu SMU'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSMROerojj9MbF3b1AQhchyphenhyphen72ey-NfgkgDNNbuFCQdq4y84U-n4VyD8_4p0xucMYogTPfDbioYgJoqUEbyKsyrJ4VwPNmzybsqewWpTNnTKbkX7S9c15X9OKlMThvJEkve6lOynRT-hULE/s72-c/Foto026.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8402305717301042857.post-3448808824708226333</id><published>2010-03-17T21:18:00.000-07:00</published><updated>2010-03-17T21:23:59.394-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="http://profiles.friendster.com/andriwahyukurniawan"/><title type='text'>hubungan dengan Kakak beradik</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfuIRhxOVLG2MvrHMPi2oGr7fpnk80gCcVXFN7dd7Y9MU4vUSK6VBBSQN-Ly2YX2cyVgHEVFZIxywFtW4enTrFqgBsS9-mz-sQT38bV3i8DjnfJndo8CZj3FaUMe77UX2-Yh6fsplnNaIS/s1600-h/Image(012).jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfuIRhxOVLG2MvrHMPi2oGr7fpnk80gCcVXFN7dd7Y9MU4vUSK6VBBSQN-Ly2YX2cyVgHEVFZIxywFtW4enTrFqgBsS9-mz-sQT38bV3i8DjnfJndo8CZj3FaUMe77UX2-Yh6fsplnNaIS/s200/Image(012).jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5449824437550766306&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Masih ingat sama saya? Nama saya Vito, 35 tahun, saya yang beberapa waktu lalu bercerita tentang hubungan saya dengan Kakak beradik Mirna dan Rere. Sekarang saya sudah tidak pernah bertemu mereka lagi, karena sehubungan dengan Andre-suami Mirna-yang dipindah tugaskan ke Jawa Timur, beserta keluarganya tentu saja. Kepindahan Mirna, sekitar 2 bulan lalu itu, tentu saja membawa dampak yang kurang baik bagi saya. Bagaimana Tidak? selama hampir 5 bulan hubungan kami, saya mendapatkan pengalaman sex yang amat sangat indah dan hebat. Sekarang? Ya.., saya terpaksa ‘bertugas’ lagi dengan Jenny, istri saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, saya punya pengalaman unik lagi. Berawal dari hobby saya berenang, kira-kira 3 minggu yang lalu, saya memulai hubungan lagi dengan seorang Ibu rumah tangga, kali ini beserta putrinya yang masih kelas 2 SMP. Ceritanya begini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu saya berenang di kolam renang milik sebuah Country Club, dimana saya tercatat sebagai membernya. Saat itu sudah amat sore, sekitar pukul 5. Saya baru saja naik ke pinggir kolam renang untuk handukkan. Saya melihat ada seorang gadis mungil bersama anak perempuan kecil, gadis itu kira-kira berusia antara 14-15 tahun. Karena gadis itu berdiri tidak jauh dari saya, saya liatin aja dia. Untuk usia segitu, badannya bolah dibilang bagus, wajah manis, kulit putih bersih, rambut panjang, swimsuit yang benar-benar sexy dan sekilas saya lihat bibir dan dadanya yang menantang sekali. Setelah saya perhatikan baik-baik, tiba-tiba ‘Adik kecil’ saya bangun, bagaimana tidak.., ternyata dia tidak mengenakan celana dalam. Hal ini nyata sekali dari belahan vaginanya yang tercetak di baju renangnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh.., nggak disangka-sangka, si anak kecil (yang ternyata adiknya), menghampiri saya, lalu dia bilang, “Om, mau main bola sama Grisa gak?”&lt;br /&gt;“Eh.., mmh.., boleh.., kamu sama kakakmu ya?” tanya saya gugup.&lt;br /&gt;“Iya.., itu Kakak!” katanya sambil menunjuk kakaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saya hampiri dia dan kami berkenalan. Ternyata, gadis manis itu bernama Revi, dan juga, dia baru kelas 2 SMP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mmh, Revi cuma berdua sama Grisa?” tanya saya mencoba untuk menghangatkan suasana.&lt;br /&gt;“Nggak Om, kami sama Mami. Mami lagi senam BL di Gym diatas!” kata Revi sambil menunjuk atas gedung Country Club.&lt;br /&gt;“Ooo.., sama Maminya, toh” kata saya.&lt;br /&gt;“Papi kamu ndak ikut Rev?”&lt;br /&gt;“Nggak, Papi kan kalo pulang malem banget, yaa.., jam-jam 2-an gitu deh. Berangkatnya pagii bener” katanya lucu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tersenyum sambil memutar otak untuk dapat berkenalan sama Maminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mmh, Mami kamu bawa mobil Rev? kalo ndak bawa, nanti pulang sama Om saja, mau ndak? Sekalian Om kenalan sama Mami kamu, boleh kan?”&lt;br /&gt;“Boleh-boleh aja sih Om. Tapi, rencananya, habis dari sini, mau ke Mall sebentar. Grisa katanya mau makan McD.”&lt;br /&gt;“O, .. Ya udah ndak apa-apa. Om boleh ikut kan? Nanti pulangnya Om anterin”.&lt;br /&gt;Tapi yang menjawab si kecil Grisa, “Boleh.., Om boleh ikut..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 1/2 jam kami mengobrol, Mami mereka datang. Dan ternyata, orangnya cantik banget. Tinggi dan postur tubuhnya benar-benar mengingatkan saya pada Mirna, mirip abis. Buah dada yang besar dan ranum, leher dan kulit yang putih.., pokoknya mirip. Singkat cerita, kami pun berkenalan. Revi dan Grisa berebut bercerita tentang awal kami semua berkenalan, dan Mami mereka mendengarkan sambil tersenyum-senyum, sesekali melirik ke saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Mami mereka Imel, umurnya sudah 29 tahun, tapi bodinya.., 20 tahun. Ngobrol punya ngobrol, ternyata Imel dan suaminya sedang pisah ranjang. Saya dalam hati berkata, wah.., kesempatan nih. Makanya setelah makan dari Mall, saya memberanikan diri untuk mengantarkan mereka ke rumah, dan ternyata Imel tidak berkeberatan. Setelah sampai di rumahnya di bilangan Cilandak, saya dipersilahkan masuk, langsung ke ruang keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu sudah hampir jam 8 malam. Grisa yang sepertinya capek sekali, langsung tidur. Tapi saya, Imel dan Revi ngobrol-ngobrol di sofa depan TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mel, suamimu sebenarnya kerja dimana?”, tanya saya.&lt;br /&gt;“Anu Mas.., dia kontraktor di sebuah perusahaan penambangan gitu,” jawab Imel ogah-ogahan.&lt;br /&gt;“Iya Om, jangan nanya-nanya Papi. Mami suka sebel kalo ditanya tentang dia,” timpal Revi, yang memang kelihatan banget kalo dia deket sama Maminya.&lt;br /&gt;Mendengar Revi bicara seperti itu, Imel agak kaget, “Revi, nggak boleh bicara gitu soal Papi, tapi bener Mas, aku nggak suka kalo ditanya soal suamiku itu”.&lt;br /&gt;“Iya deh, aku nggak nanya-nanya lagi..”, kata saya sambil tersenyum.&lt;br /&gt;“Eh Iya.., Mas Vito mau minum apa?” tanya Imel sembari bangkit dari sofa, “Kopi mau?”&lt;br /&gt;“Eh.., iya deh boleh..” jawab saya.&lt;br /&gt;Tak lama kemudian Imel datang sambil membawa 2 cangkir kopi, “Ini kopinya..”, katanya sambil tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revi yang sedang nonton TV, dengan mimik berharap tiba-tiba berkata, “Om, malem ini nginep di sini mau ya? bolehkan Mam?”. Imel yang ditanya, menjawab dengan gugup, “Eh.., mmh.., boleh-boleh aja.., tapi emangnya Om Vito mau?”&lt;br /&gt;Merasa dapat durian runtuh, saya menjawab sekenanya, “Yah.., mau sih..”,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, waktu sudah menunjukkan jam 1/2 12 malam ketika Imel berdiri dari sofa dan berkata, “Mas Vito, aku mau ganti baju tidur dulu ya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eh, iya..”, jawab saya.&lt;br /&gt;“Kamu ndak tidur Rev, kan besok sekolah?”&lt;br /&gt;“Mmh, belom ngantuk..”, jawabnya lucu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian, Imel datang lagi ke ruang TV dengan mengenakan busana tidurnya yang tipis sekali. Di dalamnya dia hanya memakai celana dalam jenis G-string dan Bra tanpa tali. Revi yang sedang tidur-tiduran di karpet terbelalak kaget melihat Maminya memakai baju se-sexy itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya ampun.., Mami.., bajunya itu lho, gak sopan banget.”&lt;br /&gt;“Gak papa Rev’, Mami udah lama nggak pake baju ini. Sekalian nyobain lagi,” kata Imel sambil tersenyum ke arah saya.&lt;br /&gt;“Om Vito aja nggak keberatan, masa kamu keberatan sih?”. Saya yang masih terkagum-kagum dengan kemulusan body Imel, tidak bisa bicara apa-apa lagi.&lt;br /&gt;“Rev’ kamu tidur sana, sudah malam. Besok terlambat sekolah.., Mami masih mau ngobrol sama Om Vito.., sana tidur!” kata Imel.&lt;br /&gt;Saya yang memang sudah pingin sekali mencoba tubuh Imel, juga ikut-ikutan ngomong, “Iya, Rev’ besok telat masuk sekolahnya.., kamu tidur duluan sana.”&lt;br /&gt;Revi sepertinya kesal sekali di suruh tidur, “Aaahh.., Mami nih. Orang masih mau ngobrol sama Om Vito kok..”, tapi dia masuk juga ke kamarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ditinggal Revi, saya mulai melakukan agresi militer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mel, kok kamu pake baju kaya gitu sih? kamu tidak malu apa sama aku, kita kan baru kenal. Belum ada 1 hari.., kamu ndak takut apa kalo’ aku apa-apain?”&lt;br /&gt;“Mas, aku memang sudah lama nggak pake baju ini. Kalaupun toh pake, suamiku sudah nggak peduli lagi kok sama aku. Dia lebih memilih sekretarisnya itu,” kata Imel dengan mimik muka sedih.&lt;br /&gt;“Berarti suamimu itu tolol. Dia nggak liat apa, kalo istrinya ini punya badan yang bagus, kulitnya putih, bibirnya tipis.., wah, kalo aku jadi suamimu, thak perem kamu ndak boleh keluar kamar,” kata saya bercanda.&lt;br /&gt;“Dan lagi kamu punya ‘itu’ mengkel banget..”, Si Imel menatap saya dengan wajah lugu.&lt;br /&gt;“Itu apa Mas?”&lt;br /&gt;“Mmh, boleh aku jujur tidak?”&lt;br /&gt;“Boleh.., ngomong aja”&lt;br /&gt;“Anu.., payudaramu itu lho.., mengkel banget, dan lagi aku yakin kalo ‘anu’mu pasti seukuran satu sendok makan” kata saya sambil melakukan penetrasi dengan mengelus pahanya.&lt;br /&gt;“Ooo.., ini,” kata Imel sambil memegang buah dadanya sendiri.&lt;br /&gt;“Mas Vito mau? terus apaku yang seukuran..”&lt;br /&gt;Belum selesai Imel berbicara, Langsung saja aku potong dengan memegang dan mengelus kemaluannya, “Ini.. Mu.., buka dong bajumu!” kata saya asal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imel yang sepertinya sudah setengah jalan, langsung melepas kain tipis yang menutupi tubuhnya. Sambil mengulum bibirnya yang tipis dan hangat, saya langsung membuka bra-nya. Imel dengan gerakan spontan yang halus sekali, membiarkan celana dalamnya saya lucuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mas, aku sudah telanjang. Sekarang gantian ya..”, kata Imel tanpa memberi saya kesempatan bicara,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imel langsung melepas baju dan celana serta celana dalam saya, akibatnya dia shock setengah mati melihat batangan saya yang sudah terkenal itu. Hebatnya lagi, dia tanpa minta ijin, langsung jongkok di bawah saya dan mengulum si ‘Adik’ dengan beringas. Sekitar 5 menit kemudian, dia berdiri dan menyuruh saya untuk menjilati bibir vertikalnya. Imel kelojotan setengah mati, ketika lidah saya menyapu dengan kasar klitorisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imel saya suruh terlentang di karpet dan membuka kakinya, ‘Veggy’nya yang sudah basah itu, saya hajar dengan gerakan tajam dan teratur. Sambil terus menyerang, saya meremas buah dadanya yang besar, dan menghisap lidahnya dalam-dalam ke mulut saya. Sekitar 10 menit kami melakukan gaya itu, kemudian dia berdiri dan membelakangi saya dengan posisi menungging dan berpegangan di meja komputer didepannya, dia membuat jalan masuk dengan menggunakan kedua jarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langsung saya pegang pantatnya dan saya tusuk dia perlahan-lahan sebelum gerakan makin cepat karena licinnya liang surga itu. Tak lama kemudian, Imel bergetar hebat sekali.., dia orgasme, tapi cairan sperma saya belum juga mau keluar. Saya percepat gerakan saya, dan tidak memperdulikan erangan dan desahan Imel, dalam hati saya berkata, dia enak sudah klimaks, aku kan belum. Tak lama kemudian saya sudah ndak tahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tanya, “Mel, aku mau keluar.., dimana nih?”&lt;br /&gt;Di tengah cucuran keringat yang amat banyak, Imel mendesah sambil berpaling ke arah saya, “Di dalam aja Mas! biar lengkap”.&lt;br /&gt;Benar saja, akhirnya cairan saya, saya semprotkan semua di dalam liang vaginanya. Banyak sekali, kental dan Lengket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, kami duduk di sofa sambil dia saya suruh menjilati ‘Mr. Penny’ saya. Hisapan Imel tetap tidak berubah, tetap penuh gairah, walaupun bibirnya terkadang lengket di kepala ‘Mr. Penny’ saya. Sekitar 5 menit, Imel menikmati si ‘vladimir’, sebelum dia akhirnya melepaskan hisapannya dan bangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mas, aku ke kamar mandi dulu ya,” katanya.&lt;br /&gt;“Aku mau nyuci ‘ini’ dulu,” sambil dia mengelus vaginanya sendiri.&lt;br /&gt;“Ya.., jangan lama-lama..”, kata saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sendirian, saya kocok saja sendiri batangan saya. Tiba-tiba si Revi keluar kamar.., dia berdiri di depan pintu kamarnya sambil memperhatikan saya. Saya kaget sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Loh, Rev.. Kamu belum tidur?” tanya saya setengah panik.&lt;br /&gt;“Belum.” Jawabnya singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dia berjalan ke arah saya, sementara saya berusaha menutupi ‘Mr. Penny’ saya dengan bantal sofa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Om, tadi ngapain sama Mami?” tanyanya lagi.&lt;br /&gt;“Eh.., anu.., Om sama Mami lagi..” belum selesai saya menjelaskan, Imel masuk ke ruang TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia kaget sekali melihat Revi ada di situ. Sambil tangan kanannya menutupi vaginanya dan tangan kirinya menyilang menutupi buah dadanya yang ranum (tidak semua tertutupi sih..), Imel berkata, “Rev kamu ngapain, kok belum tidur?”&lt;br /&gt;Revi berpaling menghadap Maminya, “Aku nggak bisa tidur, Mami tadi berisik banget. Ngapain sih sama Om Vito?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya menjelaskan, setelah sebelumnya menyuruh Imel duduk di samping saya, dan Revi saya suruh duduk di karpet, menghadap kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Revi, kamu kan tahu, Papi sama Mamimu sudah pisah ranjang selama hampir 4 bulan. Sebenarnya Om sama Mami sedang melakukan kegiatan yang sering dilakukan sama Mami dan Papimu setiap malam. Om dan istri Om juga sering melakukan ini,” kata saya sambil melirik Imel yang terlihat sudah agak santai.&lt;br /&gt;“Tapi karena sekarang ndak ada Papi, Mami minta tolong Om Vito untuk melakukan hal itu.”&lt;br /&gt;Revi terlihat sedikit bingung, “Hal itu hal apa Om?”&lt;br /&gt;Di sini, Imel mencoba menjelaskan, “Rev, Mami jangan disalahin ya.., Revi sayang Mami kan?”&lt;br /&gt;Revi tersenyum, “Iyalah, mi. Revi saayyaang banget sama Mami. Tapi Revi mau tahu, Mami sama Om Vito ngapain?”&lt;br /&gt;Saya tersenyum sendiri mendengar rasa ingin tahu Revi yang cukup besar, “Om Vito sama Mami lagi making love, kamu tahu artinya kan?”&lt;br /&gt;“Mmh.., iya dikit-dikit. Jelasin semua dong Om.., Revi mau lihat,” jawab Revi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah.., kaget sekali mendengar Revi bicara begitu. Lalu saya melirik Imel, dan Imel mengangguk mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Revi beneran mau lihat Mami sama Om Vito making love?” tanya Imel.&lt;br /&gt;Revi menjawab dengan polos, “Iya mau. Dan kalau Om Vito mau ngajarin, Revi juga mau diajarin.., biar bisa”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya beneran seperti ketiban durian runtuh, “Mmhh, tanya Mami ya?! soalnya Om tidak bisa ngajarin, kalo Mamimu tidak ngijinin.., Om sih mau aja ngajarin.”&lt;br /&gt;Revi merajuk, merayu Maminya, “Mi, boleh ya?”&lt;br /&gt;Imel ragu-ragu menjawab, “Kamu lihat aja dulu deh ya?!”&lt;br /&gt;Sambil tersenyum Revi menjawab, “Iya deh..” senang sekali ia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, Revi saya suruh mundur beberapa langkah, dia masih duduk dan memperhatikan dengan serius, ketika saya ‘memamerkan’ batangan besar saya. Dan Revi hanya bisa melongo ketika saya mengulum bibir Maminya sambil mengelus-elus vagina yang tanpa bulu itu. Tak lama kemudian, Imel saya suruh untuk melakukan pekerjaan menghisap lagi. Sambil Imel disibukkan dengan pekerjaannya itu, saya menyuruh Revi untuk duduk mendekat disamping saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lihat Rev, Mami seneng banget kan?” kata saya. Sementara Imel melirik kami sambil terus menjilati ‘Mr. Penny’ saya.&lt;br /&gt;“Revi sudah pernah ciuman belom?” tanya saya.&lt;br /&gt;“Belum Om.”&lt;br /&gt;“Mau Om ajarin ndak?” tanya saya lagi sambil melingkarkan tangan saya di lehernya.&lt;br /&gt;“Mau!” jawabnya singkat.&lt;br /&gt;“Ya sudah.., Revi ikutin Om aja ya.., apa yang Om Vito lakukan, diikutin ya?!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum sempat Revi menjawab, saya langsung saja mengulum bibirnya, tegang sekali si Revi. Ketika saya menarik lidah saya dengan lembut di dalam mulutnya, Revi terasa berusaha mengikuti, walaupun dengan gerakan yang tidak beraturan. Imel terus menghisap batangan saya, ketika saya melucuti tubuh anaknya yang putih bersih dan mulus itu. Buah dada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revi memang belum begitu besar, tapi untuk ukuran anak kelas 2 SMP, sudah cukup ranum. Puting susunya masih berwarna merah muda dan ketika saya memilin-milinnya, si Revi bergelinjang kegelian. Tak lama kemudian, Imel berlutut di depan saya dan membantu Revi melepas celana dalamnya yang berwarna hijau muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Revi menurut aja ya sama Om Vito “kata Imel. Sementara saya meremas-remas toketnya, Imel menyuruh Revi untuk menggenggam batang ‘Mr. Penny’ saya.&lt;br /&gt;“Rev, sekarang kamu jongkok disini ya” kata Imel.&lt;br /&gt;“Kamu hisap ‘Mr. Penny’nya Om Vito, seperti Mami tadi. Jangan dihisap terus, nanti kamu kehabisan nafas” Imel tersenyum sayang kepada Revi.&lt;br /&gt;“Kadang di lepas, terus di jilat-jilat. Pokoknya kayak Mami tadi. Bisa kan?”&lt;br /&gt;Revi menjawab singkat, “Bisa, Mam”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengarahkan si ‘Adik’ ke mulut Revi, sambil mengelus rambutnya yang hitam legam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pelan-pelan Rev, jangan ditelan semuanya ya!” Revi tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imel memperhatikan cara Revi menghisap, kadang dia memberikan instruksi. Tak lama setelah itu, saya menyuruh Revi berdiri. Saya tersenyum memandang vaginanya yang masih rapat, tampak bulu-bulu halus menghiasi lubang sempit yang berwarna putih kemerahan itu. Terus terang saya tidak tega untuk menembusnya. Ya sudah, saya ciumi dan jilati saja ‘Veggy’ muda itu. Revi benar-benar kegelian. Akhirnya, Imel menyuruh Revi istirahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaannya dilanjutkan oleh Imel. Tanpa berbasa-basi, Imel langsung menduduki ‘Mr. Penny’ saya, dan mulai melakukan gerak maju mundur, nikmat sekali. Sambil Imel terus mengerjai ‘Mr. Penny’ saya, saya meremas-remas toketnya. Setelah itu, kami pindah tempat. Saya berbaring di karpet, dengan Imel masih menduduki si ‘Adik’, kali ini dia membelakangi saya. Revi yang hanya diam melihat aksi kami, saya suruh mendekat ke arah saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menyuruh dia untuk jongkok, dengan posisi ‘Veggy’nya di mulut saya. Sambil saya remas pantatnya, saya tembus liang sempit itu dengan lidah, terkadang, saya sapu dengan jari, sampai akhirnya, setengah jari tengah saya, masuk ke ‘Veggy’nya dan direspon Dengan gerakan yang sangat liar. Revi mulai mendesah tidak karuan, sementara pada saat bersamaan, Maminya mendesah keenakkan. Saya mulai serius menanggapi Imel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revi saya suruh menyingkir. Setelah itu, saya membalik tubuh Imel, sekarang dia yang dibawah. Saya lebarkan kakinya dan saya tusuk dengan tajam dan tanpa ampun. Kali ini, Imel bertahan cukup lama, dia sudah mulai terbiasa dengan tusukan-tusukan saya. Akhirnya Imel tidak tahan juga, begitu juga saya. Dia orgasme, berbarengan dengan saya yang kembali memuntahkan sperma ke dalam liang kemaluannya. Setelah melepas si ‘vladimir’, Revi saya suruh menjilatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mmmhh.., Om.. Kok asin sih rasanya?” protes Revi.&lt;br /&gt;Imel sambil terengah-engah menjawab, “Memang gitu rasa sperma. Tapi enak kan? Mami bagi dong?!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya senyum-senyum saja melihat anak beranak itu berebut menjilati ‘Mr. Penny’ saya. Pada saat itu, saya teringat Vina (anak Mirna) yang selalu senang dan tertawa ketika melihat Ibu dan tantenya berebutan ‘Mr. Penny’ dan menjilati sisa sperma di ujungnya. Begitu juga Imel dan anaknya, Revi, yang seperti mengagungkan batangan saya. Saya memegang kepala Ibu dan anak itu, dan dengan maksud bercanda, kadang saya buat gerakan yang memaksa mereka harus berciuman dan menempelkan lidah masing-masing. Mereka tertawa dan tersenyum ceria, tanpa beban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali dua kali, kami masih sering bersenggama bertiga. Tapi sekali tempo, saya hanya berdua saja dengan Revi, yang benar-benar telah merelakan keperawanannya saya ambil. Tapi kalau dengan Imel.., wow, jangan ditanya berapa kali, kami sering janjian di sebuah restoran di PIM, dan Grisa, anak bungsu Imel, selalu diajak. Pernah suatu saat, ketika saya dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imel sedang ‘perang alat kelamin’ di kamar mandi rumahnya (tanpa menutup pintu), Grisa tiba-tiba masuk dan menonton dengan bingung adegan saya dan Maminya yang sedang nungging di bathtub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bertanya kepada Maminya (walaupun tidak dijawab, karena sedang ’sibuk’), “Mami diapain Om Vito, kok teriak-teriak?” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dia pun ikut menyaksikan kakaknya, yang saya senggamai di ruang TV, di samping Maminya yang telanjang bulat, dengan sperma di buah dadanya yang besar itu (bila saya buang di luar, dia tidak mau membersihkan sendiri, selalu menyuruh Revi untuk menjilatinya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami masih sering melakukan itu sampai sekarang. Untuk yang satu ini, saya tidak mau berbagi rezeki dengan teman kantor saya, tidak seperti sewaktu dengan Mirna dan Rere.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAMAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf! Ini bukan ajang balas dendam dengan mencantumkan no HP orang yang dibenci.&lt;br /&gt;Mohon pengertiannya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt;Kami menunggu cerita dari anda,&lt;br /&gt;&gt;&gt;Cerita harus panjang dan langsung TAMAT.&lt;br /&gt;&gt;&gt;Nama dan Email pengirim akan kami cantumkan di bawah Judul cerita yang anda kirim.&lt;br /&gt;&gt;&gt;Kirimkan cerita anda ke email di bawah.&lt;br /&gt;Email : Andry.farera@yahoo.co.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gang yang tak Pernah Sadar di Purwokerto...&lt;br /&gt;HATI2 WAKTU DI WC...&lt;br /&gt;KELUARGA BERENCANA...&lt;br /&gt;KeHiDuPaN MaLaM Di PuRWoKeRTo...&lt;br /&gt;Asal usul hari valentine...&lt;br /&gt;Sapi Berkepala Manusia...&lt;br /&gt;List GameHouse Serial Number...&lt;br /&gt;&quot;StoP Free SeX, AboRsi, Pr0sTiTuSi&quot;&lt;br /&gt;&quot;AnTi ViRuS&quot;&lt;br /&gt;MeRPaTi PuTiH&lt;br /&gt;,kM BiZa LiaT di :&lt;br /&gt;http://andryfarera.blogspot.com/&lt;br /&gt;http://www.facebook.com/buronan.mertua&lt;br /&gt;http://profiles.friendster.com/andriwahyukurniawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Web Design © Andry Purwokerto - Indonesia.&lt;br /&gt;All Rights Reserved. 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;__________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. PeNjaRaKaN KoRuPtoR, PeNyeLuNduP, TuKaNg SuaP &amp;amp; BaNDar NARKOBA&lt;br /&gt;(Send to &quot;NUSAKAMBANGAN&quot;)&lt;br /&gt;   ;****;&lt;br /&gt; 0( @..@ )0&lt;br /&gt;    &quot;(---)&quot;&lt;br /&gt;2. StoP Free SeX, AboRsi, &amp;amp; Pr0sTiTuSi&lt;br /&gt;( Go To HELL )&lt;br /&gt;=o00o===o00o=&lt;br /&gt;  / / *** / /&lt;br /&gt; ! ( @ @ ) /&lt;br /&gt;  &#39;)  (--)  /&lt;br /&gt;3. StoP PeNCeMaRaN LiNgKuNGaN, PeMBaKaRaN HuTaN &amp;amp; PeMbuRuaN LiaR.&lt;br /&gt;4. SAY NO TO DRUGS.!!!&lt;br /&gt;-+KIAMAT SUDAH DEKAT+-&lt;br /&gt;[ By:4/\/|)R1 ]&lt;br /&gt;__________________&lt;br /&gt;__________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         .+,&#39;). +&lt;br /&gt;        ___||_&lt;br /&gt;       /____/\&lt;br /&gt;   ,,,,|__n_|_|&lt;br /&gt;__________________</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/feeds/3448808824708226333/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/2010/03/hubungan-dengan-kakak-beradik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8402305717301042857/posts/default/3448808824708226333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8402305717301042857/posts/default/3448808824708226333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/2010/03/hubungan-dengan-kakak-beradik.html' title='hubungan dengan Kakak beradik'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfuIRhxOVLG2MvrHMPi2oGr7fpnk80gCcVXFN7dd7Y9MU4vUSK6VBBSQN-Ly2YX2cyVgHEVFZIxywFtW4enTrFqgBsS9-mz-sQT38bV3i8DjnfJndo8CZj3FaUMe77UX2-Yh6fsplnNaIS/s72-c/Image(012).jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8402305717301042857.post-923041779394337440</id><published>2010-03-17T21:14:00.000-07:00</published><updated>2010-03-17T21:18:18.122-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="http://www.facebook.com/buronan.mertua"/><title type='text'>Masa kecil saya di Palembang</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8WiGI-YcfTDRNTGPMt6Pd-WQ3E31SsJaWqGGO-SLpg8B_g5Dl6xK0dQJm7A3IdQP2bUazjctG7-fFGfWIv81f-xuBNzDhPIp1HvhKB-Ig3xJKyA7ZVtNo5uvv_LbrujGVqYD5o9ev77Dp/s1600-h/img0066hguy.JPG&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 170px; height: 200px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8WiGI-YcfTDRNTGPMt6Pd-WQ3E31SsJaWqGGO-SLpg8B_g5Dl6xK0dQJm7A3IdQP2bUazjctG7-fFGfWIv81f-xuBNzDhPIp1HvhKB-Ig3xJKyA7ZVtNo5uvv_LbrujGVqYD5o9ev77Dp/s200/img0066hguy.JPG&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5449823062786709794&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Didalam cerita pengalaman saya yang pertama yang saya beri judul “Masa kecil saya di Palembang”, saya menceritakan bagaimana saya diperkenalkan kepada kenikmatan senggama pada waktu saya masih berumur 13 tahun oleh Ayu, seorang wanita tetangga kami yang telah berumur jauh lebih tua. Saya dibesarkan didalam keluarga yang sangat taat dalam agama. Saya sebelumnya belum pernah terekspos terhadap hubungan laki-laki dan perempuan. Pengetahuan saya mengenai hal-hal persetubuhan hanyalah sebatas apa yang saya baca didalam cerita-cerita porno ketikan yang beredar di sekolah ketika saya duduk di bangku SMP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa itu belum banyak kesempatan bagi anak lelaki seperti saya walaupun melihat tubuh wanita bugil sekalipun. Anak-anak lelaki masa ini mungkin susah membayangkan bahwa anak seperti saya cukup melihat gambar-gambar di buku mode-blad punya kakak saya seperti Lana Lobell, dimana terdapat gambar-gambar bintang film seperti Ginger Roberts, Jayne Mansfield, yang memperagakan pakaian dalam, ini saja sudah cukup membuat kita terangsang dan melakukan masturbasi beberapa kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisalah dibayangkan bagaimana menggebu-gebunya gairah dan nafsu saya ketika diberi kesempatan untuk secara nyata bukan saja hanya bisa melihat tubuh bugil wanita seperti Ayu, tetapi bisa mengalami kenikmatan bersanggama dengan wanita sungguhan, tanpa memperdulikan apakah wanita itu jauh lebih tua. Dengan hanya memandang tubuh Ayu yang begitu mulus dan putih saja sucah cukup sebetulnya untuk menjadi bahan imajinasi saya untuk bermasturbasi, apalagi dengan secara nyata-nyata bisa merasakan hangatnya dan mulusnya tubuhnya. Apalagi betul-betul melihat kemaluannya yang mulus tanpa jembut. Bisa mencium dan mengendus bau kemaluannya yang begitu menggairahkan yang kadang-kadang masih berbau sedikit amis kencing perempuan dan yang paling hebat lagi buat saya adalah bisanya saya menjilat dan mengemut kemaluannya dan kelentitnya yang seharusnyalah masih merupakan buah larangan yang penuh rahasia buat saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin pengalaman dini inilah yang membuat saya menjadi sangat menikmati apa yang disebut cunnilingus, atau mempermainkan kemaluan wanita dengan mulut. Sampai sekarangpun saya sangat menikmati mempermainkan kemaluan wanita, mulai dari memandang, lalu mencium aroma khasnya, lalu mempermainkan dan menggigit bibir luarnya (labia majora), lalu melumati bagian dalamnya dengan lidah saya, lalu mengemut clitorisnya sampai si wanita minta-minta ampun kewalahan. Yang terakhir barulah saya memasukkan batang kemaluan saya kedalam liang sanggamanya yang sudah banjir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kesempatan saya dan Ayu untuk bermain cinta (saya tidak tahu apakah itu bisa disebut bermain cinta) yang pertama kali itu, maka kami menjadi semakin berani dan Ayu dengan bebasnya akan datang kerumah saya hampir setiap hari, paling sedikit 3 kali seminggu. Apabila dia datang, dia akan langsung masuk kedalam kamar tidur saya, dan tidak lama kemudian sayapun segera menyusul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya dia selalu mengenakan daster yang longgar yang bisa ditanggalkan dengan sangat gampang, hanya tarik saja keatas melalui kepalanya, dan biasanya dia duduk dipinggiran tempat tidur saya. Saya biasanya langsung menerkam payudaranya yang sudah agak kendor tetapi sangat bersih dan mulus. Pentilnya dilingkari bundaran yang kemerah-merahan dan pentilnya sendiri agak besar menurut penilaian saya. Ayu sangat suka apabila saya mengemut pentil susunya yang menjadi tegang dan memerah, dan bisa dipastikan bahwa kemaluannya segera menjadi becek apabila saya sudah mulai ngenyot-ngenyot pentilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin saking tegangnya saya didalam melakukan sesuatu yang terlarang, pada permulaannya kami mulai bersanggama, saya sangat cepat sekali mencapai klimaks. Untunglah Ayu selalu menyuruh saya untuk menjilat-jilat dan menyedot-nyedot kemaluannya lebih dulu sehingga biasanya dia sudah orgasme duluan sampai dua atau tiga kali sebelum saya memasukkan penis saya kedalam liang peranakannya, dan setelah saya pompa hanya beberapa kali saja maka saya seringkali langsung menyemprotkan mani saya kedalam vaginanya. Barulah untuk ronde kedua saya bisa menahan lebih lama untuk tidak ejakulasi dan Ayu bisa menyusul dengan orgasmenya sehingga saya bisa merasakan empot-empotan vaginanya yang seakan-akan menyedot penis saya lebih dalam kedalam sorga dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayu juga sangat doyan mengemut-ngemut penis saya yang masih belum bertumbuh secara maksimum. Saya tidak disunat dan Ayu sangat sering menggoda saya dengan menertawakan “kulup” saya, dan setelah beberapa minggu Ayu kemudian berhasil menarik seluruh kulit kulup saya sehingga topi baja saya bisa muncul seluruhnya. Saya masih ingat bagaimana dia berusaha menarik-narik atau mengupas kulup saya sampai terasa sakit, lalu dia akan mengobatinya dengan mengemutnya dengan lembut sampai sakitnya hilang. Setelah itu dia seperti memperolah permainan baru dengan mempermainkan lidahnya disekeliling leher penis saya sampai saya merasa begitu kegelian dan kadang-kadang sampai saya tidak kuat menahannya dan mani saya tumpah dan muncrat ke hidung dan matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang Ayu juga minta “main” walaupun dia sedang mens. Walaupun dia berusaha mencuci vaginanya lebih dulu, saya tidak pernah mau mencium vaginanya karena saya perhatikan bau-nya tidak menyenangkan. Paling-paling saya hanya memasukkan penis saja kedalam vaginanya yang terasa banjir dan becek karena darah mensnya. Terus terang, saya tidak begitu menikmatinya dan biasanya saya cepat sekali ejakulasi. Apabila saya mencabut kemaluan saya dari vagina Ayu, saya bisa melihat cairan darah mensnya yang bercampur dengan mani saya. Kadang-kadang saya merasa jijik melihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hari, kami sedang asyik-asyiknya menikmati sanggama, dimana kami berdua sedang telanjang bugil dan Ayu sedang berada didalam posisi diatas menunggangi saya. Dia menaruh tiga buah bantal untuk menopang kepala saya sehingga saya bisa mengisap-isap payudaranya sementara dia menggilas kemaluan saya dengan dengan kemaluannya. Pinggulnya naik turun dengan irama yang teratur. Kami rileks saja karena sudah begitu seringnya kami bersanggama. Dan pasangan suami isteri yang tadinya menyewa kamar dikamar sebelah, sudah pindah kerumah kontrakan mereka yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sudah ejakulasi sekali dan air mani saya sudah bercampur dengan jus dari kemaluannya yang selalu membanjir. Lalu tiba-tiba, pada saat dia mengalami klimaks dan dia mengerang-erang sambil menekan saya dengan pinggulnya, anak perempuannya yang bernama Efi ternyata sedang berdiri dipintu kamar tidur saya dan berkata, “Ibu main kancitan, iya..?” (kancitan = ngentot, bahasa Palembang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sangat kaget dan tidak tahu harus berbuat bagaimana tetapi karena sedang dipuncak klimaksnya, Ayu diam saja terlentang diatas tubuh saya. Saya melirik dan melihat Efi datang mendekat ketempat tidur, matanya tertuju kebagian tubuh kami dimana penis saya sedang bersatu dengan dengan kemaluan ibunya. Lalu dia duduk di pinggiran tempat tidur dengan mata melotot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hayo, ibu main kancitan,” katanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu pelan-pelan Ayu menggulingkan tubuhnya dan berbaring disamping saya tanpa berusaha menutupi kebugilannya. Saya mengambil satu bantal dan menutupi perut dan kemaluan saya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Efi, Efi. Kamu ngapain sih disini?” kata Ayu lemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Efi pulang sekolah agak pagi dan Efi cari-cari Ibu dirumah, tahunya lagi kancitan sama Bang Johan,” kata Efi tanpa melepaskan matanya dari arah kemaluan saya. Saya merasa sangat malu tetapi juga heran melihat Ayu tenang-tenang saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Efi juga mau kancitan,” kata Efi tiba-tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“E-eh, Efi masih kecil..” kata ibunya sambil berusaha duduk dan mulai mengenakan dasternya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Efi mau kancitan, kalau nggak nanti Efi bilangin Abah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan Efi, jangan bilangin Abah.., kata Ayu membujuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Efi mau kancitan,” Efi membandel. “Kalo nggak nanti Efi bilangin Abah..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya udah, diam. Sini, biar Johan ngancitin Efi.” Ayu berkata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hampir tidak percaya akan apa yang saya dengar. Jantung saya berdegup-degup seperti alu menumbuk. Saya sudah sering melihat Efi bermain-main di pekarangan rumahnya dan menurut saya dia hanyalah seorang anak yang masih begitu kecil. Dari mana dia mengerti tentang “main kancitan” segala?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayu mengambil bantal yang sedang menutupi kemaluan saya dan tangannya mengelus-ngelus penis saya yang masih basah dan sudah mulai berdiri kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sini, biar Efi lihat.” Ayu mengupas kulit kulup saya untuk menunjukkan kepala penis saya kepada Efi. Efi datang mendekat dan tangannya ikut meremas-remas penis saya. Aduh maak, saya berteriak dalam hati. Bagaimana ini kejadiannya? Tetapi saya diam saja karena betul-betul bingung dan tidak tahu harus melakukan apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat tidur saya cukup besar dan Ayu kemudian menyutuh Efi untuk membuka baju sekolahnya dan telentang di tempat tidur didekat saya. Saya duduk dikasur dan melihat tubuh Efi yang masih begitu remaja. Payudaranya masih belum berbentuk, hampir rata tetapi sudah agak membenjol. Putingnya masih belum keluar, malahan sepertinya masuk kedalam. Ayu kemudian merosot celana dalam Efi dan saya melihat kemaluan Efi yang sangat mulus, seperti kemaluan ibunya. Belum ada bibir luar, hanya garis lurus saja, dan diantara garis lurus itu saya melihat itilnya yang seperti mengintip dari sela-sela garis kemaluannya. Efi merapatkan pahanya dan matanya menatap kearah ibunya seperti menunggu apa yang harus dilakukan selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengelus-elus bukit venus Efi yang agak menggembung lalu saya coba merenggangkan pahanya. Dengan agak enggan, Efi menurut, dan saya berlutut di antara kedua pahanya dan membungkuk untuk mencium selangkangan Efi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ibu, Efi malu ah..” kata Efi sambil berusaha menutup kemaluannya dengan kedua tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayo, Efi mau kancitan, ndak?” kata Ayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengendus kemaluan Efi dan baunya sangat tajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Uh, mambu pesing.” Saya berkata dengan agak jijik. Saya juga melihat adanya “keju” yang keputih-putihan diantara celah-celah bibir kemaluan Efi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tunggu sebentar,” kata Ayu yang lalu pergi keluar kamar tidur. Saya menunggu sambil mempermainkan bibir kemaluan Efi dengan jari-jari saya. Efi mulai membuka pahanya makin lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebentar kemudian Ayu datang membawa satu baskom air dan satu handuk kecil. Dia pun mulai mencuci kemaluan Efi dengan handuk kecil itu dan saya perhatikan kemaluan Efi mulai memerah karena digosok-gosok Ayu dengan handuk tadi. Setelah selesai, saya kembali membongkok untuk mencium kemaluan Efi. Baunya tidak lagi setajam sebelumnya dan sayapun menghirup aroma kemaluan Efi yang hanya berbau amis sedikit saja. Saya mulai membuka celah-celah kemaluannya dengan menggunakan lidah saya dan Efi-pun merenggangkan pahanya semakin lebar. Saya sekarang bisa melihat bagian dalam kemaluannya dengan sangat jelas. Bagian samping kemaluan Efi kelihatan sangat lembut ketika saya membuka belahan bibirnya dengan jari-jari saya, kelihatanlah bagian dalamnya yang sangat merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya isap-isap kemaluannya dan terasa agak asin dan ketika saya mempermainkan kelentitnya dengan ujung lidah saya, Efi menggeliat-geliat sambil mengerang, “Ibu, aduuh geli, ibuu.., geli nian ibuu..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kemudian bangkit dan mengarahkan kepala penis saya kearah belahan bibir kemaluan Efi dan tanpa melihat kemana masuknya, saya dorong pelan-pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aduh, sakit bu..,” Efi hampir menjerit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Johan, pelan-pelan masuknya.” Kata Ayu sambil mengelus-elus bukit Efi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya coba lagi mendorong, dan Efi menggigit bibirnya kesakitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sakit, ibu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayu bangkit kembali dan berkata,”Johan tunggu sebentar,” lalu dia pergi keluar dari kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak tahu kemana Ayu perginya dan sambil menunggu dia kembali sayapun berlutut didepan kemaluan Efi dan sambil memegang batang penis, saya mempermainkan kepalanya di clitoris Efi. Efi memegang kedua tangan saya erat-erat dengan kedua tangannya dan saya mulai lagi mendorong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merasa kepala penis saya sudah mulai masuk tetapi rasanya sangat sempit. Saya sudah begitu terbiasa dengan lobang kemaluan Ayu yang longgar dan penis saya tidak pernah merasa kesulitan untuk masuk dengan mudah. Tetapi liang vagina Efi yang masih kecil itu terasa sangat ketat. Tiba-tiba Efi mendorong tubuh saya mundur sambil berteriak, “Aduuh..!” Rupanya tanpa saya sadari, saya sudah mendorong lebih dalam lagi dan Efi masih tetap kesakitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebentar lagi Ayu datang dan dia memegang satu cangkir kecil yang berisi minyak kelapa. Dia mengolesi kepala penis saya dengan minyak itu dan kemudian dia juga melumasi kemaluan Efi. Kemudian dia memegang batang kemaluan saya dan menuntunnya pelan-pelan untuk memasuki liang vagina Efi. Terasa licin memang dan saya-pun bisa masuk sedikit demi sedikit. Efi meremas tangan saya sambil menggigit bibir, apakah karena menahan sakit atau merasakan enak, saya tidak tahu pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya melihat Efi menitikkan air mata tetapi saya meneruskan memasukkan batang penis saya pelan-pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cabut dulu,” kata Ayu tiba-tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menarik penis saya keluar dari lobang kemaluan Efi. Saya bisa melihat lobangnya yang kecil dan merah seperti menganga. Ayu kembali melumasi penis saya dan kemaluan Efi dengan minyak kelapa, lalu menuntun penis saya lagi untuk masuk kedalam lobang Efi yang sedang menunggu. Saya dorong lagi dengan hati-hati, sampai semuanya terbenam didalam Efi. Aduh nikmatnya, karena lobang Efi betul-betul sangat hangat dan ketat, dan saya tidak bisa menahannya lalu saya tekan dalam-dalam dan air manikupun tumpah didalam liang kemaluan Efi. Efi yang masih kecil. Saya juga sebetulnya masih dibawah umur, tetapi pada saat itu kami berdua sedang merasakan bersanggama dengan disaksikan Ayu, ibunya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efi belum tahu bagaimana caranya mengimbangi gerakan bersanggama dengan baik, dan dia diam saja menerima tumpahan air mani saya. Saya juga tidak melihat reaksi dari Efi yang menunjukkan apakah dia menikmatinya atau tidak. Saya merebahkan tubuh saya diatas tubuh Efi yang masih kurus dan kecil itu. Dia diam saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa menit, saya berguling kesamping dan merebahkan diri disamping Efi. Saya merasa sangat terkuras dan lemas. Tetapi rupanya Ayu sudah terangsang lagi setelah melihat saya menyetubuhi anaknya. Diapun menaiki wajah saya dan mendudukinya dan menggilingnya dengan vaginanya yang basah, dan didalam kami di posisi 69 itu diapun mengisap-ngisap penis saya yang sudah mulai lemas sehingga penis saya itu mulai menegang kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah saya begitu dekat dengan anusnya dan saya bisa mencium sedikit bau anus yang baru cebok dan entah kenapa itu membuat saya sangat bergairah. Nafsu kami memang begitu menggebu-gebu, dan saya sedot dan jilat kemaluan Ayu sepuas-puasnya, sementara Efi menonton kami berdua tanpa mengucapkan sepatah katapun. Saya sudah mengenal kebiasaan Ayu dimana dia sering kentut kalau betul-betul sedang klimaks berat, dan saat itupun Ayu kentut beberapa kali diatas wajah saya. Saya sempat melihat lobang anusnya ber-getar ketika dia kentut, dan sayapun melepaskan semburan air mani saya yang ketiga kalinya hari itu didalam mulut Ayu. “Alangkah lemaknyoo..!” saya berteriak dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ugh, ibu kentut,” kata Efi tetapi Ayu hanya bisa mengeluarkan suara seperti seseorang yang sedang dicekik lehernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya sekali itu saja saya pernah menyetubuhi Efi. Ternyata dia masih belum cukup dewasa untuk mengetahui nikmatnya bersanggama. Dia masih anak kecil, dan pikirannya sebetulnya belum sampai kepada hal-hal seperti itu. Tetapi saya dan Ayu terus menikmati indahnya permainan bersanggama sampai dua atau tiga kali seminggu. Saya masih ingat bagaimana saya selalu merasa sangat lapar setelah setiap kali kami selesai bersanggama. Tadinya saya belum mengerti bahwa tubuh saya menuntut banyak gizi untuk menggantikan tenaga saya yang dikuras untuk melayani Ayu, tetapi saya selalu saya merasa ingin makan telur banyak-banyak. Saya sangat beruntung karena kami kebetulan memelihara beberapa puluh ekor ayam, dan setiap pagi saya selalu menenggak 4 sampai 6 butir telur mentah. Saya juga memperhatikan dalam tempo setahun itu penis saya menjadi semakin besar dan bulu jembut saya mulai menjadi agak kasar. Saya tidak tahu apakah penis saya cukup besar dibandingkan suami Ayu ataupun lelaki lain. Yang saya tahu adalah bahwa saya sangat puas, dan kelihatannya Ayu juga cukup puas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak merasa seperti seorang yang bejat moral. Saya tidak pernah melacur dan ketika saya masih kawin dengan isteri saya yang orang bule, walaupun perkawinan kami itu berakhir dengan perceraian, saya tidak pernah menyeleweng. Tetapi saya akan selalu berterima kasih kepada Ayu (entah dimana dia sekarang) yang telah memberikan saya kenikmatan didalam umur yang sangat dini, dan pelajaran yang sangat berharga didalam bagaimana melayani seorang perempuan, terlepas dari apakah itu salah atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAMAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf! Ini bukan ajang balas dendam dengan mencantumkan no HP orang yang dibenci.&lt;br /&gt;Mohon pengertiannya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt;Kami menunggu cerita dari anda,&lt;br /&gt;&gt;&gt;Cerita harus panjang dan langsung TAMAT.&lt;br /&gt;&gt;&gt;Nama dan Email pengirim akan kami cantumkan di bawah Judul cerita yang anda kirim.&lt;br /&gt;&gt;&gt;Kirimkan cerita anda ke email di bawah.&lt;br /&gt;Email : Andry.farera@yahoo.co.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gang yang tak Pernah Sadar di Purwokerto...&lt;br /&gt;HATI2 WAKTU DI WC...&lt;br /&gt;KELUARGA BERENCANA...&lt;br /&gt;KeHiDuPaN MaLaM Di PuRWoKeRTo...&lt;br /&gt;Asal usul hari valentine...&lt;br /&gt;Sapi Berkepala Manusia...&lt;br /&gt;List GameHouse Serial Number...&lt;br /&gt;&quot;StoP Free SeX, AboRsi, Pr0sTiTuSi&quot;&lt;br /&gt;&quot;AnTi ViRuS&quot;&lt;br /&gt;MeRPaTi PuTiH&lt;br /&gt;,kM BiZa LiaT di :&lt;br /&gt;http://andryfarera.blogspot.com/&lt;br /&gt;http://www.facebook.com/buronan.mertua&lt;br /&gt;http://profiles.friendster.com/andriwahyukurniawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Web Design © Andry Purwokerto - Indonesia.&lt;br /&gt;All Rights Reserved. 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;__________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. PeNjaRaKaN KoRuPtoR, PeNyeLuNduP, TuKaNg SuaP &amp;amp; BaNDar NARKOBA&lt;br /&gt;(Send to &quot;NUSAKAMBANGAN&quot;)&lt;br /&gt;  ;****;&lt;br /&gt;0( @..@ )0&lt;br /&gt;   &quot;(---)&quot;&lt;br /&gt;2. StoP Free SeX, AboRsi, &amp;amp; Pr0sTiTuSi&lt;br /&gt;( Go To HELL )&lt;br /&gt;=o00o===o00o=&lt;br /&gt; / / *** / /&lt;br /&gt;! ( @ @ ) /&lt;br /&gt; &#39;)  (--)  /&lt;br /&gt;3. StoP PeNCeMaRaN LiNgKuNGaN, PeMBaKaRaN HuTaN &amp;amp; PeMbuRuaN LiaR.&lt;br /&gt;4. SAY NO TO DRUGS.!!!&lt;br /&gt;-+KIAMAT SUDAH DEKAT+-&lt;br /&gt;[ By:4/\/|)R1 ]&lt;br /&gt;__________________&lt;br /&gt;__________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        .+,&#39;). +&lt;br /&gt;       ___||_&lt;br /&gt;      /____/\&lt;br /&gt;  ,,,,|__n_|_|&lt;br /&gt;__________________&lt;br /&gt;__________________</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/feeds/923041779394337440/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/2010/03/masa-kecil-saya-di-palembang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8402305717301042857/posts/default/923041779394337440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8402305717301042857/posts/default/923041779394337440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/2010/03/masa-kecil-saya-di-palembang.html' title='Masa kecil saya di Palembang'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8WiGI-YcfTDRNTGPMt6Pd-WQ3E31SsJaWqGGO-SLpg8B_g5Dl6xK0dQJm7A3IdQP2bUazjctG7-fFGfWIv81f-xuBNzDhPIp1HvhKB-Ig3xJKyA7ZVtNo5uvv_LbrujGVqYD5o9ev77Dp/s72-c/img0066hguy.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8402305717301042857.post-7694195193549917280</id><published>2010-03-03T13:13:00.000-08:00</published><updated>2010-03-03T14:36:34.989-08:00</updated><title type='text'>Keponakanku Nina</title><content type='html'>Tanggal Post : 15 September 2006&lt;br /&gt;Judul : Keponakanku Nina&lt;br /&gt;Waktu : 13:46Kiriman : erik erik&lt;br /&gt;Email : &lt;a href=&quot;mailto:blalangtempur75@yahoo.co.uk&quot;&gt;blalangtempur75@yahoo.co.uk&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saat dalam liburan sekolah menengah umum tahun 2005 saya gunakan dengan mengambil cuti &amp;amp; berlibur ke jakarta, karena saya bekerja sbg pelatih olah raga bela diri di sebuah SMU di daerah.Tapi sudah sekitar 6 tahun Aku tak pernah lagi liburan ke Jakarta karena sibuk mengurusi kegiatan yg cukup menyita waktu. Baru pada tahun 2005 lalu Aku bisa merasakan nikmatnya liburan panjang.Rumah Om Billy paman saya bisa digolongkan pada rumah mewah namun mungil.Walaupun begitu, rumahnya sangat nyaman. Itulah sebabnya aku senang sekali bisa liburan ke sana.&lt;br /&gt;Aku tiba di rumah Om Billy pada pukul 22.00. karena kelelahan aku langsung tidur pulas.Besok paginya, aku langsung disambut oleh hangatnya nasi goreng untuk sarapan pagi.Dan yang bikin aku kaget, heran bercampur kagum, ada sosok gadis yang dulunya masih kelas 5 SD,tapi kini sudah tumbuh menjadi remaja yang cantik jelita.Namanya Nina. Kulitnya yang putih, matanya yang jernih, serta tubuhnya yang indah dan ramping tdk terlalu montok, tinggi sekitar 162 cm, mengusik mataku yang nakal. &quot;Hallo Kak..! Sorry, tadi malam Nina kecapean jadi tidak menjemput kakak.Silahkan di makan nasi gorengnya, ini Nina buat khusus dan spesial buat Kakak.&quot; Katanya sembari menebarkan senyumnya yang indah. Aku langsung terpana. &quot;Ini benar Nina yang dulu, yang masih ingusan?&quot; Kataku sambil ngeledek. &quot;Ia, Nina siapa lagi! Tapi udah enggak ingusan lagi, khan?&quot; katanya sambil mencibir. &quot;Wah..! Udah lama enggak ketemu, enggak taunya udah gede, cantik lagi, tentu udah punya pacar, ya? sekarang kelas berapa?&quot; tanyaku. &quot;Pacar? Masih belum boleh pacaran sama Papa. Katanya masih kecil.Tapi sekarang Nina udah kelas dua SMA, lho! Khan udah gede?&quot;jawabnya sambil bernada protes terhadap papanya. &quot;Emang Nina udah siap pacaran?&quot; tanyaku. Nina menjawab dengan enteng sambil melahap nasi goreng. &quot;Belum mau sih..! Eh ngomong-ngomong nasinya dimakan, dong. Sayang, kan! Udah dibuat tapi hanya dipelototin.&quot; Aku langsung mengambil piring dan ber-sarapan pagi dengan gadis cantik itu.Selama sarapan, mataku tak pernah lepas memandangi gadis remaja cantik yang duduk didepanku ini. &quot;Mama dan Papa kemana? koq enggak sarapan bareng?&quot; tanyaku sambil celingak-celinguk ke kiri dan ke nanan. Nina langsung menjawab, &quot;Oh iya, hampir lupa. Tadi Mama nitip surat ini buat kakak.Katanya ada urusan mendadak&quot;. Nina langsung menyerahkan selembar kertas yang ditulis dengan tangan.Aku langsung membaca surat itu.Isi surat itu mengatakan bahwa Om Billy dan istri ada urusan Kantor di Surabaya selama 2 minggu.Jadi mereka menitipkan Nina kepadaku.Dengan kata lain Aku kebagian jaga rumah dan menjaga Nina selama 2 minggu. &quot;Emangnya kamu udah biasa ditinggal kayak gini, Nin?&quot; tanyaku setelah membaca surat itu. &quot;Wah, Kak! 2 minggu itu cepat.Pernah Nina ditinggal sebulan&quot; jawabnya. &quot;Oke deh! sekarang kakak yang jaga Nina selama 2 minggu.Apapun yang Nina Mau bilang saja sama kakak. Oke?&quot; kataku. &quot;Oke, deh! sekarang tugas kakak pertama, antarkan Nina jalan-jalan ke Mall.Boleh, Kak?&quot; Nina memohon kepadaku.&quot;Oh, boleh sekali. Sekarang aja kita berangkat!&quot;setelah itu kami beres-beres dan langsung menuju Mall.&lt;br /&gt;Siang itu Nina kelihatan cantik sekali dengan celana Jeans Ketat dan kaos oblong ketat berwarna merah muda. Semua serba ketat. Seakan memamerkan tubuhnya yang seksi.&lt;br /&gt;Pulang Jalan-jalan pukul 19. 00 malam, Nina kecapean.Dia langsung pergi mandi dan bilang mau istirahat alias tidur.Aku yang biasa tidur larut pergi ke ruang TV dan menonton acara TV.Bosan menonton acara TV yang kurang menyenangkan,Aku teringat akan DVD Porno yang Aku bawa dari daerah.Sambil memastikan Nina kalau sudah tidur,Aku memutar Film Porno yang Aku bawa itu.Lumayan, bisa menghilangkan ketegangan akibat melihat bodinya Nina tadi siang. Karena keasyikan nonton, Aku tak menyadari Nina udah sekitar 20 menit menyaksikan Aku Menonton Film itu.&lt;br /&gt;Tiba-tiba, &quot;Akh..! Nina memekik ketika di layar TV terlihat adegan seorang laki-laki memasukkan penisnya ke vagina seorang perempuan.Tentu saja Aku pucat mendengar suara Nina dari arah belakang.Langsung aja Aku matikan DVD itu. &quot;Nin, kamu udah lama disitu?&quot; tanyaku gugup.&quot;Kak, tadi Nina mau pipis tapi Nina dengar ada suara desahan jadi Nina kemari&quot; jawabnya polos. &quot;Kakak ndak usah takut, Nina enggak apa-apa koq.Kebetulan Nina pernah dengar cerita dari teman kalo Film Porno itu asyik.Dan ternyata benar juga.Cuma tadi Nina kaget ada tikus lewat&quot;. Jawab Nina.Aku langsung lega. &quot;Jadi Nina mau nonton juga?&quot;pelan-pelan muncul juga otak terorisku. &quot;Wah, mau sekali kalau Kakak ijinin nina menjawab krn mungkin dia menganggap saya ini sbg kakaknya&quot; Langsung aja ku ajak Nina menonton film itu dari awal. Selama menonton Nina terlihat meresapi setiap adegan itu.Perlahan namun pasti Aku dekati Nina dan duduk tepat disampingnya. &quot;Iseng-iseng kutanya padanya &quot;Nina pernah melakukan adegan begituan?&quot;Nina langsung menjawab tapi tetap matanya tertuju pada TV. &quot;Pacaran aja belum apalagi adegan begini.&quot; &quot;Mau ndak kakak ajarin yang kayak begituan.Asik, lho! Nina akan rasakan pengalaman &amp;amp; kenikmatan yg hebat.Lihat aja cewek yang di TV itu.Dia kelihatannya sangat menikmati adegan itu. Mau ndak?&quot; Tanyaku spontan. &quot;Emang kakak pernah dalam hal begituan?&quot; tanya Nina menantang. &quot;Ee..! nantang, nih?&quot; Aku langsung memeluk Nina dari samping. Eh, Nina diam aja.Terasa sekali nafasnya mulai memburu tanda Dia mulai terangsang dengan Film itu. Aku tak melepaskan dekapanku sambil mengusap-usap lengan nina dan Sayup-sayup terdengar Nina mendesah sambil membisikkan, &quot;Kak,boleh ngga ajarin Nina tapi ini rahasia kita aja!&quot;. Aku seperti disambar petir.&quot;Yang benar, nih?&quot; tanyaku berdebar memastikan.Mendengar itu Nina langsung melumat bibirku dengan lembut.Aku membiarkan Dia memainkan bibirku.Kemudian Nina melepas lumatannya.&lt;br /&gt;&quot;Kak. Nina pengen tau gimana rasanya katanya teman2 sih asik gitu&quot; Mendengar itu, aku langsung tak menyia-nyiakan kesempatan.Aku langsung melumat bibir indah milik Nina.Nina menyambut dengan lumatan yang masih agak kaku dan gemetaran,aku melumat bibir nina sambil mengajarinya cara berciuman kurang lebih 4 menitan setelah itu kami berdua mulai melepaskan pakaian kami satu persatu,saya yg memulainya dgn menarik keatas kaos tidur nina dan tampaklah bh warna kream yg dipakai nina dan tangan saya dgn cekatan melepaskan kaitan dan sambil menurunkan tali bhnya,nina tampak memejamkan matanya saat bhnya saya lepaskan,tampaklah 2 bukit indah yg putih mulus dengan putting susu sebesar kacang tanah berwarna merah muda kecoklatan,saya berkata sama nina, koq...! Tutup mata ?!, jawabnya malu... ah kak, khan nina sekarang sdh beda dgn yg dulu supaya dia tidak jadi ragu saya langsung memeluknya sambil mencium bibirnya sesaat sampai nina tenang lalu tangan saya mulai meraba pantat nina yg tidak terlalu besar namun padat &amp;amp; mulai meremasnya,nina mendesah &amp;amp; berguman ah.....kaka.., tangan kanan saya segera masuk kebagian dalam celana hawai nina sambil merasakan betapa halus kulitnya sambil terus meremas lembut pantat nina,tanpa menyia-nyiakan waktu saya menarik turun celana hawai sekaligus celana dalam yg dikenakan nina sampai paha namun nina sempat menahan dgn merapatkan pahanya sambil berkata malu ah...kak ! Tapi saya bilang: katanya nina pingin tau gimana sih rasanya ?, khan nina lihat sendiri di film, cewek itu mendesah keenakan saat mereka melakukannya, sambil saya cium lembut bibir nina sesaat sementara tanganku kembali menurunkan celana yg sempat terhenti dipaha,dgn bantuan ciuman tadi nina tampaknya ingin melanjutkan percobaan yg dia ingin rasakan,sayapun dgn sigap segera melepaskan celana nina sampai lepas dr kakinya, tampaklah bagian tubuh yg paling pribadi nina yg baru mulai berbulu, itupun masih halus &amp;amp; agak jarang bulu-2 disekitar vagina nina, sayapun mulai melepaskan kaos yg saya kenakan serta celana pendek saya sekaligus cd saya sampai tak ada sehelai benangpun melilit tubuh kami, nina kembali sempat berkata kaget saat saya melepas cd saya krn waktu itu penisku sdh berdiri tegang dgn ukuran 14 cm &amp;amp; diameter 3.5 cm, ukuran sedang untuk size indonesia.Ternyata Nina lebih cantik jika dilihat dalam kondisi telanjang bulat.&lt;br /&gt;Aku mengamati setiap lekuk tubuh Nina dengan mataku yang jelalatan dari ujung rambut sampai ujung kaki. Sempurna.Nina memiliki tubuh yang sempurna untuk gadis seumur dia.Susunya yang tidak terlalu besar dgn ukuran 32B yg masih kencang dan padat berisi, &amp;amp; saya yakin ini belum pernah tersentuh oleh tangan pria manapun &amp;amp; vaginanya yg tampak masih membentuk celah yg masih rapat.&lt;br /&gt;&quot;Koq Cuma dilihat?&quot; Lamunanku buyar oleh kata-kata Nina itu.Merasa tertantang oleh kata-katanya,Aku langsung memeluknya sambil membaringkan Nina di Sofa dan mulai melumat bibirnya kembali sambil tanganku dengan lembutnya meremas-remas susunya Nina yang montok itu.Nina mulai mendesah-desah tak karuan. Tak puas hanya meremas, semenit kemudian sambil tetap meremas-remas,Aku mulai menghisap puting susu yang masih kecil &amp;amp; berwarna merah muda kecoklatan itu, bergantian kiri dan kanan.&lt;br /&gt;&quot;Oh.. Kak.. Kak..!badan nina bergetar krn baru pertama kali dalam hidupnya payudaranya diremas &amp;amp; diisap oleh orang lain oh.......!&quot; desah Nina yang membakar gairahku.Jilatanku turun ke perut dan pusar, lalu turun terus sampai ke gundukan kecil milik Nina yang ditumbuhi bulu-bulu halus yang masih sedikit. &quot;Ah.. Geli sekali, Kak.. ah..ah....!&quot; desah Nina waktu Aku jilat Kelentitnya yang mulai mengeras karena rangsangan hebat yang aku ciptakan.Tanganku tak pernah lepas dari Susu Nina yang montok itu.Tiba-tiba, Nina memekik dan melenguh tertahan sambil mengeluarkan cairan vagina yang banyak sekali. &quot;Akh.. ah.. ah.. ah.. Kak.. oh..!&quot; Itulah orgasme pertama dlm hidupnya.Aku langsung menelan seluruh cairan itu. Rasanya gurih dan nikmat. &quot;Gimana Enak, Nin?&quot; tanyaku sambil mencubit putting susunya. &quot;Wah, Kak! Rasanya Nina terbang melayang&quot; Jawabnya sambil meraih baju dalamnya.Melihat itu, Aku langsung mencegahnya.&quot;Tunggu, Masih ada yang lebih nikmat lagi.&quot; Kataku. &quot;Sekarang kakak mau ajarin Nina yang kayak begitu&quot; sambil menunjuk adegan di TV dimana serang perempuan yang sedang menghisap penis laki-laki.&quot;Gimana, mau?&quot; Tanyaku menantang.&quot;Sempat kaget dia begitu saya bilang tadi tp dgn malu-2 dia bilang boleh deh sambil nyoba!&quot;Nina menjawab dan langsung meraih penisku.Nina mengocok perlahan penisku itu seperti yang ada di TV.Lalu dengan malu-malu Dia memasukkannya ke mulutnya yang hangat sambil menyedot-nyedot dengan lembut. Mendapat perlakuan demikian langsung aja penis ku berdiri penuh.Terasa nikmat sekali diperlakukan demikian.Aku menahan Air maniku yang mau keluar.Karena belum saatnya.Setelah kurang lebih 15 menit diemut dan dibelai olah tangan halus Nina, penisku udah siap tempur. &quot;Nah sekarang pelajaran yang terakhir&quot; Kataku.Nina menurut aja waktu Aku membaringkan di atas karpet.Nina juga diam &amp;amp; kembali menutup dgn dahi berkerut waktu Aku mengesek-gesek penisku di mulut vaginanya yang masih perawan itu. Karena udah kering lagi,Aku kembali menjilat kelentit Nina sampai Vaginanya banjir lagi dengan cairan surga.Nina hanya diam saja ketika Aku mencoba memasukkan penisku ke dalam vaginanya dgn perlahan.&lt;br /&gt;&quot;Ah.. Sakit, Kak.. oh.. Kak..!&quot; jerit Nina ketika kepala penisku berhasil menerobos masuk celah vaginanya.Dengan lembut Aku melumat bibirnya sambil meremas-remas lembut payudaranya sekitar 2 menitan supaya Nina tenang. Setelah itu kembali Aku coba menekan pinggulku.&lt;br /&gt;&quot;Terasa sempit sekali vagina nina untuk penisku, oh..!&quot;Nina hanya memejamkan mata sambil mendesah menahan rasa sakit di vaginanya sekitar baru kepala penisku yg baru masuk ke vagina Nina supaya dia terbiasa dgn penisku,aku tidak langsung memasukan penisku tp dgn menarik keluar masuk ke vagina Nina sebatas tadi.Tampak Nina tidak terlalu tegang lagi namun matanya msh terpejam kuat sambil merasakan sesuatu benda keluar masuk di vaginanya, agak aneh, tegang, geli, kuatir demikian pengakuan Nina waktu menceritakannya pada saya.&lt;br /&gt;Setelah berjuang dengan susah payah,sekitar 5 menitan saya mencoba menekan lebih dalam penisku ke vagina nina dan Bless..!, terasa seperti kepala penis saya menerobos sesuatu yg halus &amp;amp; lembut waktu saya melekukan penekanan tadi &quot;Akh.. Kak.. sakit..!&quot; Nina memekik tertahan &amp;amp; badannya agak menegang sambil memelukku erat ketika Aku berhasil mencoblos keperawanannya dengan penisku.Terus saja dgn perlahan saya memasuk keluarkan penisku dgn gerakan yg hati-2 karena terasa masih seret gesekan kulit penisku dgn dinding vagina Nina,suatu perasaan nikmat yg luar biasa bagi saya saat itu lain dgn Nina,dia bilang cukup sakit saat saya menekan penis saya &amp;amp; merobek selaput perawannya &amp;amp; aneh ada benda di dalam vaginanya.Setelahkira-2 4 sampai 6 menit (kayaknya sih soalnya ngga sempat liat jam) saya tekan penisku sampai mentok, lalu Aku memeluk erat Nina dan berusaha menenangkan Dia dengan lumatan-lumatan serta remasan-remasan yang lembut di payudaranya.Terasa denyutan-2 pada vagina yg menjepit penisku.Nina merasakan penuh vaginanya waktu itu.Setelah tenang, Aku langsung menggenjot Nina dengan perlahan &amp;amp; pasti.&lt;br /&gt;&quot;Oh.. e.. oo.. hh.., ss.. ah..!&quot; Nina mendesah tanpa arti.Kepalanya kekanan-kekiri menahan rasa sakit &amp;amp; geli pada kemaluannya.Nafasnya mulai memburu.Tanganku tak pernah lepas dari payudara yang sejak tadi keremas-remas terus.Karena masih rapat sekali, penisku terasa seperti di remas-remas oleh vaginanya Nina, &quot;Oh.. Nin, vaginamu ini, oh..!&quot; Aku mendesah nikmat.&quot;Gimana, enak? nikmat?&quot; bisikku sambil terus menggenjot Nina. &quot;ah....ah....., Kak.. oh..sakit...perih...pelan pelan, Kak.. oh..!&quot; Desah Nina. Setelah kurang lebih 25 menit Aku menggenjot Nina, tiba-tiba Nina mengejang. &quot;K.. Kak..! Nina udah enggak tahan. Nina mau pi.. piss.. oh..!&quot; Kata Nina sambil tersengal-sengal.&quot;Sabar, Nin! Kita keluarkan Bersama-sama, yah! Satu..&quot;Aku semakin mempercepat gerakan pinggulku. &quot;Dua.., Ti.. nggak.. oh.. yess..!&quot;Aku Menyemburkan Spermaku, croot.. croot.. croott..!Dan bersamaan dengan itu Nina juga mengalami orgasme.&quot;Akh.. oh....!&quot; Nina menyiram kepala penisku dengan cairan orgasmenya.Terasa hangat sekali dan nikmat.Kami saling berpelukan menikmati indahnya orgasme.Setelah penisku mengeluarkan cairan sperma di dalam vagina Nina,aku menarik dgn perlahan, saat menarik nina menahan nafas krn memang penisku msh tegang walaupun tidak full sehingga terasa oleh nina gesekan pada vaginanya, perih....kak ! Ooh.....kak, slepp..... Lepas sudah penisku dr vaginanya terasa msh agak menjepit memang vagina nina krn baru pertama kali dimasuki penis laki-2,setelah itu aku terbaring di samping Nina.Kulihat Nina masih tersengal-sengal dan terlihat badannya berkeringat, Sambil tersenyum puas, Aku mengecup dahi Nina dan berkata &quot;Thank&#39;s Nina! Kamu telah memberikan harta berhargamu kepada kakak. Kamu menyesal?&quot;Sambil dgn ekspresi yg tidak bisa dibayangkan Nina menggelengkan kepalanya dan berkata, &quot;Kakak hebat. Nina bisa belajar banyak tentang Sex malam ini.Dan Nina Serahkan mahkota Nina karena Nina percaya kakak menyayangi Nina.Kakak tak akan ninggalin Nina. Thank&#39;s ya Kak! Yang tadi itu wah...! sekali. Rasanya terus terang ngga bisa dibayangin deh, emang awalnya nina takut apalagi penis kakak itu besar buat nina yg baru pertama kali, ngeri....deh mana sakit waktu kepalanya penis tadi masuk ke vagina nina dan sakit sekali tadi waktu kakak menekannya masuk kayaknya waktu itu seperti robek vagina nina (saat penis saya menembus selaput perawannya Nina tadi) terus kakak tekan sampai masuk semua penis kakak, wah terasa sakit, tegang dan pehuh vagina nina juga waktu kakak mulai narik keluar, rasanya sakit, geli terus waktu nekan masuk, penuh deh vagina nina, rasanya ngga kebayang deh Kak !. Saya tersenyum mendengar itu semua.&lt;br /&gt;Kemudian kami membenahi diri dan saya membersihkan darah perawan Nina yang berceceran di karpet dengan saputangan saya.Masih memakai BH dan celana dalam, Nina minta Aku memandikan Dia seperti yang Aku lakukan sekitar enam tahun yang lalu.Aku menuruti kemauannya.Dan kamipun mandi bareng malam itu.Sementara mandi, pikiran ngereskupun muncul lagi ketika melihat payudara Nina yang mengkilat kena air dari shower. Langsung aja kupeluk Nina dari belakang sambil kuremas payudaranya. &quot;Mau lagi nih..!&quot; Kata Nina menggoda. Birahiku langsung naik digoda begitu. &quot;Tapi di tempat tidur aja, Kak. Nina capek berdiri&quot; kata Nina berbisik.Aku langsung menggendong Nina ke tempat tidurnya dan mulai kembali mencumbu nina dgn penuh perasaan sayang sama Nina di sana. Kembali kami merasakan nikmatnya surga dunia malam itu.Setelah itu kami kelelahan dan langsung tertidur pulas. Pagi harinya, aku bangun dan Nina tak ada disampingku.Aku mencari-cari tak tahunya ada di dapur sedang menyiapkan sarapan pagi.Maklum tak ada pembantu. Kulihat Nina hanya memakai kaos oblong dan celana dalam saja.Pantatnya yang aduhai, sangat elok dilihat dari belakang.Aku langsung menerjang Nina dari belakang sambil mengecup leher putihnya yang indah.Nina kaget dan langsung memutar badannya.Aku langsung mengecup bibir sensualnya.&lt;br /&gt;&quot;Wah.. orang ini enggak ada puasnya..!&quot; kata Nina Menggoda.Langsung saja kucumbu Nina di dapur.Kemudian Dia melorotkan celana dalamku dan mulai menghisap penisku.Wah, ada kemajuan. Hisapannya semakin sempurna dan hebat.Aku pun tak mau kalah. Kuangkat Dia keatas meja dan menarik celana dalamnya dengan gigiku sampai lepas. Tanganku menyusup ke dalam kaos oblongnya. Dan ternyata Nina tak memakai BH.Langsung aja kuremas-remas susunya sambil kujilat-jilat kelentitnya.Nina minta-minta ampun dengan perlakuanku itu dan memohon supaya Aku menuntaskan kerjaanku dengan cepat.&lt;br /&gt;&quot;Kak..,oh.. Kak..&quot; Mendengar desahan itu, langsung aja kumasukkan perlahan penisku kedalam lubang surganya yang telah banjir dengan cairan pelumas.Penisku masuk, terasa msh menjepit vaginanya walaupun sudah tidak perawan lagi, tdk seperti tadi malam saat pertama kali penisku memasuki vagina nina, terasa susah &amp;amp; seret serta menjepit.Dengan leluasa Aku menggenjot Nina di atas meja makan. Setelah sekitar 15 menit, Nina mengalami orgasme dan disusul dengan Aku yang menyemburkan spermaku di dalam vagina Nina. &quot;Oh.. Kak.. akh..!&quot; desah Nina. Aku melenguh dengan keras &quot;Ah.. yes..! Nina, kamu memang hebat..&quot; Setelah itu kami sarapan dan mandi sama-sama. Lalu kami pergi ke Mall. Jalan-jalan. Begitulah setiap harinya kami berdua selama seminggu.Setelah itu Om Billy dan Tante pulang tanpa curiga sedikitpun kamipun merahasiakan semuanya itu.Kalau ada kesempatan, kami melakukannya di dalam kamarku selama 2 minggu kami membina hubungan terlarang ini. Sampai Aku harus pulang ke Manado.Nina menangis karena kepergianku.Tapi Aku berjanji akan kembali lagi dan memberikan Nina Kenikmatan yang tiada taranya. TAMAT&lt;br /&gt;Maaf! Ini bukan ajang balas dendam dengan mencantumkan no HP orang yang dibenci.Mohon pengertiannya!&lt;br /&gt;&gt;&gt;Kami menunggu cerita dari anda,&gt;&gt;Cerita harus panjang dan langsung TAMAT.&gt;&gt;Nama dan Email pengirim akan kami cantumkan di bawah Judul cerita yang anda kirim.&gt;&gt;Kirimkan cerita anda ke email di bawah.Email : &lt;a href=&quot;mailto:Andry.farera@yahoo.co.id&quot;&gt;Andry.farera@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gang yang tak Pernah Sadar di Purwokerto...HATI2 WAKTU DI WC...KELUARGA BERENCANA... KeHiDuPaN MaLaM Di PuRWoKeRTo...Asal usul hari valentine...Sapi Berkepala Manusia...List GameHouse Serial Number...&quot;StoP Free SeX, AboRsi, Pr0sTiTuSi&quot; &quot;AnTi ViRuS&quot; MeRPaTi PuTiH ,kM BiZa LiaT di :&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://andryfarera.blogspot.com/&quot;&gt;http://andryfarera.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.facebook.com/buronan.mertua&quot;&gt;http://www.facebook.com/buronan.mertua&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://profiles.friendster.com/andriwahyukurniawan&quot;&gt;http://profiles.friendster.com/andriwahyukurniawan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Web Design © Andry Purwokerto - Indonesia.All Rights Reserved. 2006&lt;br /&gt;__________________&lt;br /&gt;1. PeNjaRaKaN KoRuPtoR, PeNyeLuNduP, TuKaNg SuaP &amp;amp; BaNDar NARKOBA(Send to &quot;NUSAKAMBANGAN&quot;)   ;****; 0( @..@ )0    &quot;(---)&quot; 2. StoP Free SeX, AboRsi, &amp;amp; Pr0sTiTuSi( Go To HELL )=o00o===o00o=  / / *** / / ! ( @ @ ) /  &#39;)  (--)  /3. StoP PeNCeMaRaN LiNgKuNGaN, PeMBaKaRaN HuTaN &amp;amp; PeMbuRuaN LiaR.4. SAY NO TO DRUGS.!!!-+KIAMAT SUDAH DEKAT+-[ By:4/\/)R1 ]____________________________________&lt;br /&gt;         .+,&#39;). +        ____       /____/\   ,,,,__n____________________</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/feeds/7694195193549917280/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/2010/03/keponakanku-nina.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8402305717301042857/posts/default/7694195193549917280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8402305717301042857/posts/default/7694195193549917280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/2010/03/keponakanku-nina.html' title='Keponakanku Nina'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8402305717301042857.post-4681917878026128337</id><published>2010-02-28T01:02:00.000-08:00</published><updated>2010-02-28T01:19:14.588-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="http://profiles.friendster.com/andriwahyukurniawan"/><title type='text'>kehilangan perawan</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUlRRq72Uc9F557hphpGqJ-VfSou3x_blwKLhXJvF96Ygm1kyGFI2juPovPWgEEeKv_Kf3tPrSnC6EksQqyVNBOOHAnCzZYn2t-7y1ojqca4LayA_xpv2yYmFRdL7GzeuVctrzP4bLW7O9/s1600-h/DSC01431.JPG&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUlRRq72Uc9F557hphpGqJ-VfSou3x_blwKLhXJvF96Ygm1kyGFI2juPovPWgEEeKv_Kf3tPrSnC6EksQqyVNBOOHAnCzZYn2t-7y1ojqca4LayA_xpv2yYmFRdL7GzeuVctrzP4bLW7O9/s200/DSC01431.JPG&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5443219065941489186&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin menceritakan pengalaman seks saya 8 tahun yang lalu, sekarang saya sudah berumur 22 tahun.&lt;br /&gt;Cerita ini mengenai mengapa saya kehilangan perawan saya untuk pertama kali.&lt;br /&gt;Semenjak itu, saya menjadi kesal dengan semua laki-laki tapi bukan berarti saya menjadi lesbi.&lt;br /&gt;Saya bukan lesbi tapi saya juga tidak mau mengenal laki-laki. Tidak tahu lagi apa itu namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya adalah cewek yang lumayan cantik karena saya memiliki hidung yang mancung dengan mata yang kecil dan lentik.&lt;br /&gt;Payudara saya cukup besar untuk cewek berumur 14 tahun saat itu.&lt;br /&gt;Saya tidak mempunyai pacar karena saya ingin belajar giat supaya saya bisa bersekolah di Philadelphia,&lt;br /&gt;United States setelah saya lulus SMA nanti.&lt;br /&gt;Saya memiliki kakak laki-laki yang usianya 2 tahun di atas saya.&lt;br /&gt;Namanya adalah Pons. Dia satu sekolah dengan saya sehingga tiap hari Pons selalu menemani saya di sekolah.&lt;br /&gt;Saya tidak pernah berpikir kenapa dia sampai melakukan perbuatan maksiat itu terhadap saya apalagi saya adalah adik perempuannya satu-satunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu kami berdua sedang libur setelah 2 minggu menjalankan ujian kenaikan kelas.&lt;br /&gt;Saya masih ingat sekali bahwa hari kejadian itu adalah hari senin.&lt;br /&gt;Saat itu saya sedang nonton VCD Donald Duck dan Mickey Mouse.&lt;br /&gt;Ketika saya sedang menonton film tersebut,&lt;br /&gt;tiba-tiba saya mau pipis sehingga saya meninggalkan TV untuk cepat-cepat pergi ke kamar mandi karena saya tidak mau ngompol di sofa di mana saya sedang tiduran karena saya bisa dimarahi mama nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lari ke kamar mandi dan langsung pipis.&lt;br /&gt;Itulah kesalahan saya yang fatal karena saya lupa menutup pintu&lt;br /&gt;Sewaktu saya sedang pipis, kakak saya Pons datang tergopoh-gopoh.&lt;br /&gt;Saya yakin sekali bahwa Pons pasti habis memakai putaw atau jenis drugs yang lain karena saya sering melihat dia teler kalau habis pakai obat.&lt;br /&gt;Pons melihat saya sedang pipis dan saya membiarkan saja ketika dia masuk ke kamar mandi karena saya tidak ada perasaan curiga pada dia.&lt;br /&gt;Ketika dia masuk, tiba-tiba dia mengunci pintu kamar mandi dan tiba-tiba dia menyerang tubuh saya yang saat itu sedang pipis.&lt;br /&gt;Saya kaget dan hendak berteriak tetapi dengan cepat Pons menutup mulut saya dan mengancam mau membunuh saya kalau saya berteriak.&lt;br /&gt;Saya langsung menangis karena saya tidak mengerti kenapa kakak saya tega melakukan perbuatan bejad kepada saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya cuma menangis saja menyaksikan Pons membuka pakaian dan celana dalam yang saya kenakan.&lt;br /&gt;Setelah saya tidak memakai busana apa-apa lagi,&lt;br /&gt;Pons langsung menciumi puting susu saya dengan ganasnya sementara jari-jarinya memainkan klitoris saya.&lt;br /&gt;Saya masih menangis karena saya masih tidak mengerti tetapi di lain pihak,&lt;br /&gt;saya mulai menikmati permainan kakak saya karena saya kadang-kadang mendesah di tengah tangisan saya,&lt;br /&gt;apalagi saya sempat merasakan pipis beberapa kali ketika Pons mulai menjilati liang kemaluan saya dan memainkan lidahnya di dalam lubang kemaluan saya.&lt;br /&gt;Saya yakin dia menelan semua cairan kewanitaan saya.&lt;br /&gt;Perasaan saya saat itu tidak karuan karena saya mulai menyenangi permainannya dan sekaligus benci dengan sikapnya yang telah memperkosa saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pons terus menjilati kemaluan saya dan saya sudah 2 kali merasakan ingin pipis tetapi saya tidak mengerti kenapa saya ingin pipis ketika dia menjilati kemaluan saya, saya merasakan kenikmatan yang maha dasyat.&lt;br /&gt;Tiba-tiba saya melihat Pons mulai membuka pakaiannya dan mulai mempersiapkan batang kemaluannya yang sudah mengacung sempurna.&lt;br /&gt;Pons langsung menciumi saya dan saya cuma bisa berkata, &quot;Jangan.. jangan..&quot;, tetapi Pons diam saja dan mulai memasukkan batang kemaluannya ke dalam liang kenikmatan saya. Saya tahu saya masih perawan makanya saya meronta-ronta ketika dia mau memasukkan batang kemaluannya. Saya menampar pipinya tetapi dia malah membalas tamparan saya sehingga saya menjadi sangat takut waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya cuma diam saja sambil menangis sementara Pons mulai mengarahkan batang kenikmatannya ke dalam liang kemaluan saya.&lt;br /&gt;Ketika batang kemaluan Pons mulai masuk ke dalam kemaluan saya,&lt;br /&gt;saya merasakan sakit yang amat sangat tetapi saya tidak bisa melakukan apa-apa karena saya sangat ketakutan apalagi saya tahu dia dalam pengaruh obat,&lt;br /&gt;jadinya dia tidak menyadari bahwa dia sedang menyetubuhi adiknya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat Pons mulai memainkan batangannya di dalam lubang kenikmatan saya,&lt;br /&gt;saya merasakan ada cairan darah perawan yang keluar dari liang senggama saya yang sudah dirobek oleh kakak saya sendiri.&lt;br /&gt;Saya tiba-tiba menjadi tidak mengerti karena saya mulai menyukai goyangan batang kemaluannya di dalam liang kenikmatan saya karena secara otomatis saya mulai bergoyang-goyang mengikuti irama batang kemaluan Pons di dalam liang senggama saya walaupun saat itu saya masih menangis. Pons memeluk tubuh saya sambil terus menggenjot tubuh saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama 20 menit Pons tetap menggenjot tubuh saya dengan tubuhnya dan batang kenikmatannya yang tertanam di dalam liang kemaluan saya.&lt;br /&gt;Saya mulai merasakan bahwa saya ingin pipis tetapi kali ini saya merasakan sesuatu yang belum pernah saya rasakan sebelumnya tetapi rasanya enak sekali dan saya sama sekali tidak mengerti apa itu tetapi ketika saya mengeluarkan cairan nikmat saya, saya berteriak dan memeluk kakak saya erat-erat dan ketika saya memeluknya erat-erat,&lt;br /&gt;rupanya batang kemaluan kakakku sepertinya tertanam lebih dalam lagi di liang kenikmatan saya sehingga dia sepertinya mengeluarkan cairan dari dalam batang kelaminnya dan membasahi lapisan kemaluan saya.&lt;br /&gt;Setelah itu, Pons melepaskan pelukan saya serta mencabut batang kemaluannya dari dalam liang kenikmatan saya dan kemudian meninggalkan saya seorang diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya masih sempat melihat ada cairan bekas Pons yang masih menetes dari dalam lubang kemaluan saya.&lt;br /&gt;Saya hanya diam dan tiba-tiba saya menangis sedih karena harga diri saya telah dirusak oleh kakak saya sendiri. Sejak saat itu saya mulai membenci laki-laki,&lt;br /&gt;tetapi saya mulai mengenal seks karena ketika saya ingin sekali merasakan pipis nikmat,&lt;br /&gt;saya selalu melakukan masturbasi di kamar mandi atau bahkan di kamar tidur saya.&lt;br /&gt;Tapi tentunya saya selalu melakukannya kalau tidak ada orang di rumah.&lt;br /&gt;Sejak saat itu saya membenci kakak saya dan setiap kali ada lelaki yang mencoba mendekati saya,&lt;br /&gt;saya selalu mengolok-oloknya dengan kata-kata yang kasar sehingga satu persatu dari mereka menjauhi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang saya berada di Philadelphia dan banyak teman saya yang mengatakan bahwa saya ini termasuk cewek bodoh karena saya selalu menolak cowok baik-baik yang cakap dan pandai dan itu tidak terjadi sekali.&lt;br /&gt;Saya memang membenci laki-laki tetapi saya bukan lesbi karena ketika saya menghindari semua laki-laki di dalam hidup saya, ada seorang lesbi yang mendekati saya dan saya juga menghindarinya.&lt;br /&gt;Akibatnya persahabatan kami menjadi renggang dan dia mulai meninggalkan saya.&lt;br /&gt;Saya hanya dapat mencapai orgasme ketika saya melakukan masturbasi ketika saya sedang mandi atau sebelum tidur.&lt;br /&gt;Jadinya itu membuat saya berpikir, kenapa saya perlu laki-laki kalau saya bisa memuaskan nafsu saya dengan swalayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAMAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf! Ini bukan ajang balas dendam dengan mencantumkan no HP orang yang dibenci.&lt;br /&gt;Mohon pengertiannya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt;Kami menunggu cerita dari anda,&lt;br /&gt;&gt;&gt;Cerita harus panjang dan langsung TAMAT.&lt;br /&gt;&gt;&gt;Nama dan Email pengirim akan kami cantumkan di bawah Judul cerita yang anda kirim.&lt;br /&gt;&gt;&gt;Kirimkan cerita anda ke email di bawah.&lt;br /&gt;Email : Andry.farera@yahoo.co.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gang yang tak Pernah Sadar di Purwokerto...&lt;br /&gt;HATI2 WAKTU DI WC...&lt;br /&gt;KELUARGA BERENCANA...&lt;br /&gt;KeHiDuPaN MaLaM Di PuRWoKeRTo...&lt;br /&gt;Asal usul hari valentine...&lt;br /&gt;Sapi Berkepala Manusia...&lt;br /&gt;List GameHouse Serial Number...&lt;br /&gt;&quot;StoP Free SeX, AboRsi, Pr0sTiTuSi&quot;&lt;br /&gt;&quot;AnTi ViRuS&quot;&lt;br /&gt;MeRPaTi PuTiH&lt;br /&gt;,kM BiZa LiaT di :&lt;br /&gt;http://andryfarera.blogspot.com/&lt;br /&gt;http://www.facebook.com/buronan.mertua&lt;br /&gt;http://profiles.friendster.com/andriwahyukurniawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Web Design © Andry Purwokerto - Indonesia.&lt;br /&gt;All Rights Reserved. 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;__________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. PeNjaRaKaN KoRuPtoR, PeNyeLuNduP, TuKaNg SuaP &amp;amp; BaNDar NARKOBA&lt;br /&gt;(Send to &quot;NUSAKAMBANGAN&quot;)&lt;br /&gt;  ;****;&lt;br /&gt;0( @..@ )0&lt;br /&gt;   &quot;(---)&quot;&lt;br /&gt;2. StoP Free SeX, AboRsi, &amp;amp; Pr0sTiTuSi&lt;br /&gt;( Go To HELL )&lt;br /&gt;=o00o===o00o=&lt;br /&gt; / / *** / /&lt;br /&gt;! ( @ @ ) /&lt;br /&gt; &#39;)  (--)  /&lt;br /&gt;3. StoP PeNCeMaRaN LiNgKuNGaN, PeMBaKaRaN HuTaN &amp;amp; PeMbuRuaN LiaR.&lt;br /&gt;4. SAY NO TO DRUGS.!!!</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/feeds/4681917878026128337/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/2010/02/kehilangan-perawan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8402305717301042857/posts/default/4681917878026128337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8402305717301042857/posts/default/4681917878026128337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/2010/02/kehilangan-perawan.html' title='kehilangan perawan'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUlRRq72Uc9F557hphpGqJ-VfSou3x_blwKLhXJvF96Ygm1kyGFI2juPovPWgEEeKv_Kf3tPrSnC6EksQqyVNBOOHAnCzZYn2t-7y1ojqca4LayA_xpv2yYmFRdL7GzeuVctrzP4bLW7O9/s72-c/DSC01431.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8402305717301042857.post-541534077910711196</id><published>2010-02-28T00:37:00.000-08:00</published><updated>2010-02-28T00:59:47.231-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="http://www.facebook.com/buronan.mertua"/><title type='text'>gadis berumur 18 tahun</title><content type='html'>Ini mungkin sebuah pengalaman yang paling gila (menurutku), karena orang pertama yang mengajarkan seks kepadaku adalah kakak kandungku sendiri.&lt;br /&gt;Aku adalah seorang gadis berumur 18 tahun (sekarang), dan kakakku sendiri berusia 23 tahun. Sudah lama aku mengetahui kelainan yang ada pada diri kakakku.&lt;br /&gt;Karena ia sering mengajak teman perempuannya untuk tidur di rumah, dan karena kamarku berada persis di sebelah kamarnya, aku sering mendengar suara-suara aneh, yang kemudian kusadari adalah suara rintihan dan kadang pula teriakan-teriakan tertahan. Tentu saja meskipun orang tuaku ada di rumah mereka tak menaruh curiga, sebab kakakku sendiri adalah seorang gadis.&lt;br /&gt;Ketika aku mencoba menanyakannya pada awal Agustus 1998, kakakku sama sekali tidak berusaha menampiknya. Ia mengakui terus terang kalau ia masuk sebuah klub lesbian di kampusnya, begitu juga dengan kekasihnya. Waktu itu aku merasa jijik sekaligus iba padanya, karena aku menyadari ada faktor psikologis yang mendorong kakakku untuk berbuat seperti itu. Kekasihnya pernah mengecewakannya, kekasih yang dicintainya dan menjadi tumpuan harapannya ternyata telah menikah dengan orang lain karena ia telah menghamilinya.&lt;br /&gt;Kembali pada masalah tadi, sejak itu aku jadi sering berbincang-bincang dengan kakakku mengenai pengalaman seksnya yang menurutku tidak wajar itu.&lt;br /&gt;Ia bercerita, selama menjalani kehidupan sebagai lesbian, ia sudah empat kali berganti pasangan, tapi hubungannya dengan mantan-mantan pacarnya tetap berjalan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah kadang-kadang, ketika ia kembali mengajak pasangannya untuk tidur di rumah, pikiranku jadi ngeres sendiri.&lt;br /&gt;Aku sering membayangkan kenikmatan yang tengah dirasakannya ketika telingaku menangkap suara erangan dan rintihan.&lt;br /&gt;Aku tergoda untuk melakukannya. Pembaca, hubunganku yang pertama dengan kakakku terjadi awal tahun 2000, ketika ia baru saja putus dengan pasangannya.&lt;br /&gt;Ia memintaku menemaninya tidur di kamarnya, dan kami menonton beberapa CD porno, antara tiga orang cewek yang sama-sama lesbian, dan aku merinding karena terangsang secara hebat mengingat kakakku sendiri juga seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, aku meletakkan kepalaku di paha kakakku, dan ia mulai mengelus-elus rambutku.&lt;br /&gt;�Aku sayang kamu, makasih ya, mau nemenin aku, katanya berbisik di telingaku.&lt;br /&gt;Mendengar hal itu, spontan aku mendongakkan wajah dan kulihat matanya berlinang, mungkin ia teringat pada kekasihnya. Refleks, aku mencium pipinya untuk menenangkan, dan ternyata ia menyambutnya dengan reaksi lain.&lt;br /&gt;Di balasnya kecupanku dengan ciuman lembut dari pipi hingga ke telingaku, dan di sana ia menjilat ke dalam lubang telingaku yang membuat aku semakin kegelian dan nafsuku tiba-tiba saja naik.&lt;br /&gt;Aku tak peduli lagi meski ia adalah kakakku sendiri, toh hubungan ini tak akan membuatku kehilangan keperawanan. Jadi kuladeni saja dia.&lt;br /&gt;Ketika ia menunduk untuk melepaskan kancing-kancing kemejaku, aku menciumi kuduknya dan ia menggelinjang kegelian.&lt;br /&gt;�Oh.. all..�, desahnya.&lt;br /&gt;Aku semakin liar menjilati bagian tengkuknya dan memberi gigitan-gigitan kecil yang rupanya disukai olehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kusadari bahwa kemejaku telah terlepas, aku merasa tertantang, dan aku membalas melepaskan T-shirt yang ia kenakan. Ketika ia menunduk dan menjilati puting susuku yang rupanya telah mengeras, aku menggelinjang.&lt;br /&gt;Kakakku demikian lihai mempermainkan lidahnya, kuremas punggungnya.&lt;br /&gt;�Oohh.. Kaakk, ah.. geli�, Ia mendongak kepadaku menatap mataku yang setengah terkatup, dan tersenyum.&lt;br /&gt;�Kamu suka?�.&lt;br /&gt;�Yah..�, kujawab malu-malu, mengakui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia kembali mempermainkan lidahnya, dan aku sendiri mengusap punggungnya yang telanjang (kakakku tak biasa pakai bra ketika hendak tidur) dengan kukuku, kurasakan nafasnya panas di perutku, menjilat dan mengecup. Aku memeluknya erat-erat, dan mengajaknya rebah di peraduan, lantas kutarik tubuhku sehingga ia berada dalam posisi telentang, kubelai payudaranya yang kencang dan begitu indah, lantas kukecup pelan-pelan sambil lidahku terjulur, mengisap kemudian membelai sementara jemariku bermain di pahanya yang tidak tertutup.&lt;br /&gt;Aku menyibakkan rok panjang yang dipakainya kian lebar, dan kutarik celana dalamnya yang berwarna merah sementara ia sendiri mengangkat pantatnya dari kasur untuk memudahkanku melepaskan CD yang tengah dipakainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku meraba ke pangkal pahanya, sudah terasa begitu basah oleh cairan yang menandakan kakakku benar-benar sedang bergairah.&lt;br /&gt;Aku sendiri terus menggelinjang karena remasannya di payudaraku, tapi aku ingin lebih agresif dari pada dia, jadi kubelai lembut kemaluannya, dan merasakan jemariku menyentuh clitorisnya, aku membasahi jemariku dengan cairan yang ada di liang senggamanya kemudian kuusap clitorisnya, lembut pelan, sementara ia mendesah dan kemudian meremas rambutku kuat-kuat.&lt;br /&gt;Oh.. Yeahh.. Ukkhh, ahh, terus, teruss, ahh, celoteh kakakku dengan ributnya. Aku terus mengusap clitoris kakakku, dan tiba-tiba kurasakan tubuhnya mengejang kuat-kuat, jemarinya meremas punggungku, lantas ia merebah lemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memandang ke wajahnya yang bersimbah keringat, Sudah Kak?&lt;br /&gt;Ia mengangguk kecil dan tersenyum.&lt;br /&gt;Thanks yah, aku mengedik.&lt;br /&gt;Aku belum puas, belum. Kukeringkan jemariku sekaligus kemaluan kakakku, kemudian aku turun, dan menciumi pahanya.&lt;br /&gt;Ohh.. teruskan terus.. yeah.. terus.., aku tak peduli dengan erangan itu, aku mendesakkan kepalaku di antara kedua pahanya dan sementara aku mulai menjilati selangkangannya, kulepaskan ritsluiting rok kakakku, dan menariknya turun. Aku juga melepaskan sendiri celana jeans pendek yang tengah kupakai, kemudian aku memutar badanku sehingga kemaluanku berada tepat di atas wajah kakakku.&lt;br /&gt;Ia mengerti dan segera kami saling menjilat, pantat serta pinggul kami terus berputar diiringi desahan-desahan yang makin menggila.&lt;br /&gt;Aku terus menjilati clitorisnya, dan kadangkala kukulum, serta kuberi gigitan kecil sehingga kakakku sering berteriak keenakan.&lt;br /&gt;Kurasakan jemarinya bergerak mengelusi pantatku sementara tangan kirinya merayap ke pinggir dipan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum aku menyadari apa yang ia lakukan, ia menarik tanganku dan menyerahkan sebuah penis silikon kepadaku.&lt;br /&gt;�Kak?�, bisikku tak percaya.&lt;br /&gt;�Masukkan, masukkaan, please.. Ragu, aku kembali ke posisi semula dengan ia terus menjilati clitorisku,&lt;br /&gt;kumasukkan penis buatan itu perlahan-lahan, dan kurasakan ia meremas pantatku kuat-kuat, pinggulnya berputar kian hebat dan kadang ia mendorong pantatnya ke atas, aku sendiri menyaksikan penis itu masuk ke lubang kemaluan kakakku dan asyik dengan pemandangan itu, kusaksikan benda tersebut menerobos liang senggamanya dan aku membayangkan sedang bersetubuh dengan seorang lelaki tampan yang tengah mencumbui kemaluanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama kami berada dalam posisi seperti itu, sampai suatu ketika aku merasakan ada sesuatu di dalam tubuhku yang membuatku seolah merinding seluruh tubuh karena nikmatnya, dan tahu-tahu aku menegang kuat-kuat, �okh.. kaakk.. ahh.. ahh!� Tubuhku serasa luluh lantak dan aku tahu aku telah mengalami orgasme, kucium paha kakakku dan kumasukkan penis silikon itu lebih cepat,&lt;br /&gt;dan pada ritme-ritme tertentu, kumasukkan lebih dalam, kakakku mengerang dan merintih,&lt;br /&gt;dan terus-terang, aku menikmati pemandangan yang tersaji di depanku ketika ia mencapai orgasme.&lt;br /&gt;Terakhir, aku mencium clitorisnya, kemudian perut, payudara dan bibirnya. Lantas ketika ia bertanya, Nyesel nggak? aku menggeleng dengan tegas.&lt;br /&gt;Malam itu kami tidur dengan tubuh telanjang bulat, dan sekarang kami kian sering melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAMAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf! Ini bukan ajang balas dendam dengan mencantumkan no HP orang yang dibenci.&lt;br /&gt;Mohon pengertiannya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt;Kami menunggu cerita dari anda,&lt;br /&gt;&gt;&gt;Cerita harus panjang dan langsung TAMAT.&lt;br /&gt;&gt;&gt;Nama dan Email pengirim akan kami cantumkan di bawah Judul cerita yang anda kirim.&lt;br /&gt;&gt;&gt;Kirimkan cerita anda ke email di bawah.&lt;br /&gt;Email : Andry.farera@yahoo.co.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gang yang tak Pernah Sadar di Purwokerto...&lt;br /&gt;HATI2 WAKTU DI WC...&lt;br /&gt;KELUARGA BERENCANA...&lt;br /&gt;KeHiDuPaN MaLaM Di PuRWoKeRTo...&lt;br /&gt;Asal usul hari valentine...&lt;br /&gt;Sapi Berkepala Manusia...&lt;br /&gt;List GameHouse Serial Number...&lt;br /&gt;&quot;StoP Free SeX, AboRsi, Pr0sTiTuSi&quot;&lt;br /&gt;&quot;AnTi ViRuS&quot;&lt;br /&gt;MeRPaTi PuTiH&lt;br /&gt;,kM BiZa LiaT di :&lt;br /&gt;http://andryfarera.blogspot.com/&lt;br /&gt;http://www.facebook.com/buronan.mertua&lt;br /&gt;http://profiles.friendster.com/andriwahyukurniawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Web Design © Andry Purwokerto - Indonesia.&lt;br /&gt;All Rights Reserved. 2006 - 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;__________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. PeNjaRaKaN KoRuPtoR, PeNyeLuNduP, TuKaNg SuaP &amp;amp; BaNDar NARKOBA&lt;br /&gt;(Send to &quot;NUSAKAMBANGAN&quot;)&lt;br /&gt;   ;****;&lt;br /&gt; 0( @..@ )0&lt;br /&gt;    &quot;(---)&quot;&lt;br /&gt;2. StoP Free SeX, AboRsi, &amp;amp; Pr0sTiTuSi&lt;br /&gt;( Go To HELL )&lt;br /&gt;=o00o===o00o=&lt;br /&gt;  / / *** / /&lt;br /&gt; ! ( @ @ ) /&lt;br /&gt;  &#39;)  (--)  /&lt;br /&gt;3. StoP PeNCeMaRaN LiNgKuNGaN, PeMBaKaRaN HuTaN &amp;amp; PeMbuRuaN LiaR.&lt;br /&gt;4. SAY NO TO DRUGS.!!!&lt;br /&gt;-+KIAMAT SUDAH DEKAT+-&lt;br /&gt;[ By:4/\/|)R1 ]&lt;br /&gt;__________________&lt;br /&gt;__________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         .+,&#39;). +&lt;br /&gt;        ___||_&lt;br /&gt;       /____/\&lt;br /&gt;   ,,,,|__n_|_|&lt;br /&gt;__________________&lt;br /&gt;__________________</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/feeds/541534077910711196/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/2010/02/gadis-berumur-18-tahun.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8402305717301042857/posts/default/541534077910711196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8402305717301042857/posts/default/541534077910711196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/2010/02/gadis-berumur-18-tahun.html' title='gadis berumur 18 tahun'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8402305717301042857.post-5769291115361910018</id><published>2010-02-28T00:28:00.000-08:00</published><updated>2010-02-28T00:36:24.187-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="http://m.facebook.com/buronan.mertua"/><title type='text'>di bangku kelas 3 SMP</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQIQCNR3VZrIG5Egmn5M6bFU4-Uy1i9us-9MgjI0TilECQhga10MaD1cReUBFJOo-bGNRM_-Y_vThAGc77KEo6YGHbxbMN4H5BtFXVxru8tKJXhPM7ftktvMFT8oaynvZ01VuGNESQ-t1N/s1600-h/MaTa_aNdRi.JPG&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 185px; height: 200px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQIQCNR3VZrIG5Egmn5M6bFU4-Uy1i9us-9MgjI0TilECQhga10MaD1cReUBFJOo-bGNRM_-Y_vThAGc77KEo6YGHbxbMN4H5BtFXVxru8tKJXhPM7ftktvMFT8oaynvZ01VuGNESQ-t1N/s200/MaTa_aNdRi.JPG&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5443210233395413666&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Cerita ini terjadi ketika aku masih duduk di bangku kuliah.&lt;br /&gt;Sebagai seorang mahasiswa jurusan bahasa Inggris,&lt;br /&gt;sudah dapat dipastikan kalau kemampuanku dalam bahasa inggris di atas rata-rata dan dinilai cukup baik,&lt;br /&gt;apalagi yang meniai adalah seseorang yang masih duduk di bangku kelas 3 SMP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal perkenalanku dengan gadis imut inilah,&lt;br /&gt;kisah di bawah ini akan saya tuliskan.&lt;br /&gt;Semenjak saya berkenalan dengan Evi, gadis imut yang cantik, dengan bulu mata yang lentik dan bibir merah tipis yang merekah.&lt;br /&gt;Dalam pandangan saya, Evi adalah abg imut yang enak di pandang mata.&lt;br /&gt;Dengan kelebihan ku dalam berbahasa inggris,&lt;br /&gt;aku mulai beraksi untuk memberikan les gratis ke rumahnya, itupun atas permintaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Kak, ajarin aku PR bahasa Inggris dong&quot; pintanya sambil tersenyum.&lt;br /&gt;&quot;Boleh, emang PR nya susah ya?&quot; tanyaku basa-basi.&lt;br /&gt;&quot;Iya, banyak lagi&quot;&lt;br /&gt;&quot;Ya sudah, kamu ambil bukunya, nanti aku ajari&quot; pintaku sambil mataku tak berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menatap wajahnya yang cantik dan imut.&lt;br /&gt;Sungguh hatiku jadi deg-deg an dan pikiran kotor terlintas dalam otakku.&lt;br /&gt;Timbul rencana-rencana yang membuat burungku berdiri bila membayangkan bentuk tubuhnya yang mulai mekar. Dadanya yang mungil, pantatnya yang sekel. Ah, burungku tambah keras aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Ini kak, bukunya, &quot; Tiba-tiba suara merdu mengagetkan lamunanku.&lt;br /&gt;&quot;Eh, Evi, cepet banget ambil bukunya?&quot; tanyaku berdalih dan gelagapan.&lt;br /&gt;&quot;Rumahku dekat dari sini, yang itu, cat warna merah?&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menunjukkan rumahnya sambil menudingkan telunjuknya.&lt;br /&gt;Aku perhatikan bagian dadanya, saat dia menunujuk,&lt;br /&gt;kulihat dari sela ketiaknya bulatan dadanya yang terbungkus kaos sungguh indah,&lt;br /&gt;apalagi terbuka tiada satu lehai benangpun yang menutupinya.&lt;br /&gt;Pikiranku mulai kotor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Kak, di ajak ngomong kok malah bengong.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Evi dengan cepat menurunkan tangannya dan me-nekuk punggungnya sehingga busungan dadanya mengecil.&lt;br /&gt;Rupanya dia tahu apa yang aku perhatikan.&lt;br /&gt;Tapi meskipun posisinya begitu, tetap saja dadanya terlihat, karena ukurannya sedikit besar.&lt;br /&gt;Dia tersenyum memperhatikanku, menjadikan aku salah tingkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Ah, enggak, enggak bengong kok,&quot; jawabku sekenanya.&lt;br /&gt;Lalu aku meminta buku PR nya.&lt;br /&gt;&quot;Wah, ini mah sedikit susah, aku harus liat buku panduanku dulu&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mencari alas an agar aku bebas berduaan dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Buku panduan apaan sih?&quot; tanya Evi.&lt;br /&gt;&quot;Pelajaran kuliahku, atau begini aja, kamu besok sepulang sekolah mampir ke rumahku, nanti aku ajari sampai bisa&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasanku mulai kususun untuk menjebaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Ya sudah, besok aja ya&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menyerahkan kembali buku PR nya sambil meremas tangannya,&lt;br /&gt;Evi buru-buru menarik tangannya sambil tersenyum dan lari menuju rumahnya.&lt;br /&gt;Sebelum menghilang di balik tikungan, dia tersenyum penuh arti kepadaku.&lt;br /&gt;Tepat jam 1 siang Evi datang di saat aku lagi tiduran di kamarku. Pintu kamarku di ketuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Kak.., kak..&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Evi memanggil, lalu kubuka pintu kamarku dan menyuruhnya duduk di sofa ruang tamu.&lt;br /&gt;Sementara aku ganti pakaian.&lt;br /&gt;Setelah basa-basi aku lantas mengerjakan Prnya dan mengajarinya bahasa inggris.&lt;br /&gt;Burungku yang sedari kedatangannya tegang kini mulai terasa pegal dan tak terhitung berapa kali aku menelan air liur, saat dia membungkuk dan secara tak sengaja aku mengintip belahan dadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memperhatikan wajahnya yang sekarang begitu dekat dan mencium parfumnya yang bercampur sedikit keringat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Capek..?&quot; kataku setelah dia selesai menulis Prnya dan menghela nafas berat kelelahan.&lt;br /&gt;&quot;Iya, sedikit..&quot;&lt;br /&gt;&quot;Apanya yang capek?&quot; tanyaku.&lt;br /&gt;&quot;Tangannya pegel, dari tadi nulis melulu&quot; sembari memijit tangan kanannya.&lt;br /&gt;&quot;Ah, enak kak&quot; desah Evi sambil menikmati pijatanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun semakin berani memijat, dari tangan pindah ke bahu, dari bahu pindah ke pangkal leher.&lt;br /&gt;Evi terlihat memejamkan mata. Sepertinya Evi meresapi pijatan di pangkal lehernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Enak enggak?&quot; tanyaku parau.&lt;br /&gt;&quot;Enak sekali kak&quot; desah Evi membuat anuku semakin keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun memberanikan diri membuka kancing bajunya yang paling atas, dan dia diam saja.&lt;br /&gt;Satu kancing baju sudah cukup bagiku untuk melihat betapa mulusnya mundak ABG ini.&lt;br /&gt;Akupun melakukan pemijatan yang pelan dan setengah mengelus elus pundak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Ah.. Enak sekali kak, aku jadi ngantuk&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlihat Evi sudah sedikit tergoda dengan trik yang kumainkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Enggak papa kalau kamu sambil tiduran, aku pijit komplit deh&quot; Aku menawarkan jasa gratis.&lt;br /&gt;&quot;Enggak ah, begini juga sudah enak.&quot; Evi menjawab sambil terpejam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terangsang bukan kepalang dan burungku sudah berdenyut kencang.&lt;br /&gt;Aku meraba pundak dan turun sedikit ke bagian dada atasnya.&lt;br /&gt;Dan Evi masih terdiam.&lt;br /&gt;Aku melangkah ke belakang tubuhnya dan terus melakukan usapan,&lt;br /&gt;dan berusaha menempelkan anuku ke punggungnya. Hangat.&lt;br /&gt;Aku beranikan untuk membuka kancing bajunya yang kedua dan dia masih diam sambil terpejam.&lt;br /&gt;Aku sudah tak tahan, aku raba dadanya yang montok dengan kedua telapak tanganku dan meremasnya perlahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Ah. Kak.. Jangan.. Malu, nanti dilihat orang,&quot; kata Evi sambil berusaha memegang kedua tanganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Evi tidak berusah menghentikan aktifitas tanganku yang sedang mengelus benda bundar di dadanya.&lt;br /&gt;Kemudian aku mencium lehernya yang putih dari belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Ah.. Kak.. Aku malu nanti dilihat orang,&quot; katanya sambil menghindar dari ciumanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terus berusaha mencium lehernya dari belakang saat Evi berusaha berdiri dan memeluknya.&lt;br /&gt;Tangan kiriku memeluk perut, tangan kananku memeluk dadanya.&lt;br /&gt;Dia Seperti kaget melihat tindakanku yang agresif ini. Tapi Evi tidak berusaha menghindar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Evi.. Kamu cantik sekali,&quot; gumamku dengan suara parau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Evi hanya berdiri terdiam. Tangannya memegangi tanganku yang meraba dadanya.&lt;br /&gt;Matanya terpejam dan mulutnya mendesah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Ah.. Kakk..&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan kananku berpindah dari dada turun mengelus pahanya.&lt;br /&gt;Aku singkap rok birunya, burungku aku tempelkan pada belahan pantatnya yang bahenol.&lt;br /&gt;Aku gesekkan kontolku pelan pelan.&lt;br /&gt;Enak sekali rasanya. Aku buka kancing ketiga, keempat dan semua..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Evi diam saja. Tangan kananku mencoba meraba daerah terlarangnya,&lt;br /&gt;tapi tiba-tiba, tanganku di pegangnya dan ditepiskannya.&lt;br /&gt;Tanpa sepatah kata dia berlari ke kamarku yang tidak aku kunci.&lt;br /&gt;Aku kaget. Namun aku jadi lega karena ia berlari ke arah kamar. Berarti..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku segera menyusul dengan cepat ke arah kamar sambil membenarkan posisi kontolku yang menonjol, karena aku tidak pakai CD.&lt;br /&gt;Aku kunci kamar dan aku melihat Evi berdiri di depan cermin besar dengan masih posisi bajunya terbuka, tidak dikancingkan.&lt;br /&gt;Aku mendekat dan aku raih mukanya dengan kedua tanganku dan kemudian tanpa kata-kata aku mencium bibirnya yang aduhai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Emm..&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan kananku mencoba membuka pakaian seragam SMPnya.&lt;br /&gt;Dan kini terpampang kedua dadanya yang dilapisi BH merah.&lt;br /&gt;Dia sudah tidak perduli lagi dengan usahaku, bahkan tangannya merangkul leherku sambil membalas lumatan bibirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku semakin berani membuka kancing Bhnya, sambil mengelus punggungnya.&lt;br /&gt;Sementara bibirku terus mecium bibirnya dengan lahap.&lt;br /&gt;Tak ada kata yang terucap, hanya suara beradunya bibir dan dengau nafas yang kian memburu.&lt;br /&gt;Aku berhasil membuka Bhnya, tapi kedua tangannya menutupi dadanya seolah tidak boleh dilihat.&lt;br /&gt;Aku tidak perduli.&lt;br /&gt;Aku singkap rok birunya dan aku elus-elus pantatnya sambil menempelkan kontolku tepat ke selangkangannya.&lt;br /&gt;Aku tekan sedikit dengan tanganku yang menempel di pantatnya.&lt;br /&gt;Evi pun menekan selangkangannya ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Ah.., Evi..&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mencoba membuka resleting roknya dan dengan sekali sentak, jatuhlah rok itu ke lantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Kak.. Mau ngapain sihh pake lepas rokk..&quot; suaranya sudah tidak beraturan.&lt;br /&gt;&quot;Enggak papa, cuma mau liat aja..&quot; jawabku sekenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan kanan Evi menutup vagina nya dan tangan kiri menutup buah dadanya.&lt;br /&gt;Tapi aku terus mencium sekenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Evi.. Kakak boleh pegang ini enggak?&quot; tanyaku sambil meraba toketnya.&lt;br /&gt;&quot;Enggak boleh..?&quot; katanya sambil tersenyum manis.&lt;br /&gt;&quot;Sedikit aja, masak enggak boleh sih..&quot; aku merayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Evi tidak menjawab dengan kata-kata tapi dia tiba-tiba memelukku dengan menempelkan toketnya ke dadaku. Empuk banget. Enak.&lt;br /&gt;Aku pegang payudara sebelah kirinya dengan tangan kananku dan kuremas perlahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Ah..&quot; Evi mendesah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan kiriku meraba resleting celanaku dan membukanya dan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Kak.. Evii takut..&quot; katanya sambil terus melihat ke kontolku yang ngacung tepat ke arah vagina nya yang masih tertutup CD.&lt;br /&gt;&quot;Enggak usah takut, enak kok, nanti kamu rasain aja, pasti ketagihan&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku tuntun tangannya untuk memegang kontolku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Begini ya bentuknya kontol laki-laki..&quot; kata Evi sambil memegang dan memperhatikan.&lt;br /&gt;&quot;Emang kamu belum pernah tahu?&quot; tanyaku.&lt;br /&gt;&quot;Selama ini Evi hanya baca di stensil dan membayangkan aja.. Gimana bentuknya..&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantas, pikirku sedikit aneh, karena sejak dari tadi Evi tidak berusaha untuk menghindar atau melawan saat aku kerjai, rupanya dia penasaran dan ingin tahu lebih banyak tentang lelaki dan membuktikan kebenaran cerita dari stensil yang dia baca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Apa semua bentuk kontol laki begini ya..?&quot; Evi bertanya sambil mengelus.&lt;br /&gt;&quot;Eemm.. Shh.. Iyyaa.. Samaa..&quot; jawabku keenakan karena elusan tangannya. Lalu aku mencium teteknya dan menghisapnya.&lt;br /&gt;&quot;Ahh.. Enak kak..&quot; desahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangannya semakin kencang memegang Kontolku. Aku coba membuka CD nya dengan tangan kiri sementara tangan kanan meremas pantatnya.&lt;br /&gt;Sedikit turun CD nya. Tapi sudah cukup untuk memamerkan bulu-bulu tebal yang ada di sekitar vagina nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Evi.. Enakk enggak..?&quot; tanyaku basa-basi.&lt;br /&gt;&quot;Enakk kakk..?&quot; jawabnya dengan mata tertutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku sodokkan kontolku ke arah vagina nya yang masih rapat karena posisinya berdiri.&lt;br /&gt;Hangat dan basah. Aku gesek terus maju mundur dan enak sekali aku rasakan.&lt;br /&gt;Evipun terlihat mendesah dan memelukku erat.&lt;br /&gt;Pantatnya aku dorong ke arahku seirama dengan sodokanku ke vagina nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Ahh.. Ahh.. Ehmm..&quot; Evi mendesah enggak karuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sadar bahwa kontol ku tidak masuk ke lubang vagina nya, hanya menggesek bagian luar dan mungkin klit nya. Tapi enaknya bukan kepalang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Kak.. Aku.. Mau pipiss.. Ohh.. Kak.. Ohh..&quot; Evi mendesah panjang.&lt;br /&gt;Rupanya dia mau klimaks, hanya dia tidak tahu, makanya disebutnya mau pipis.&lt;br /&gt;&quot;Ah.. Kakakk.. Juggaa mauu.. Oh.. Shh.. Ouhh..&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Evi memeluk erat sekali. Semakin erat dan erat..&lt;br /&gt;Aku dorong kuat pantatku kedepan dan tanganku mendorong pantanya kuat kuat.&lt;br /&gt;Dan muncratlah spermaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Ahh.. Oh.. Shh.. Evii.. Ouhh..&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Evi tak kalah semangatnya. Dia mendorongkan pantatnya maju bersamaan dengan klimak yang ia dapat.&lt;br /&gt;&quot;Kakk.. Ahh.. Ahh.. Shh..&quot; Dipeluknya aku erat-erat hingga hampir 1 menit.&lt;br /&gt;&quot;shh.. Aduhh.. Enakk.. Vii..&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gumamku disela-sela pelukannya yang erat.&lt;br /&gt;Keringat bercucuran dari kening dan punggung Evi.&lt;br /&gt;Aku elus semua tubuhnya dan kuremas payudara dan pantatnya.&lt;br /&gt;Tampak ketegangan menyelimuti mukanya yang ayu.&lt;br /&gt;Matanya masih tertutup menikmati sisa-sisa kenikmatan yang ada.&lt;br /&gt;Setelah itu Evi melepaskan pelukannya dan menuju kasur yang aku gelar sebagai tempat tidur.&lt;br /&gt;Dia baringkan tubuhnya di situ dengan kaki di tekuk dan tangan di satukan menutupi toketnya.&lt;br /&gt;Matanya kemudian terpejam dengan bibir tersenyum di tahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sibuk mencari lap untuk mengelap cairan sperma yang tumpah di lantai dan sisa yang menempel di kontolku.&lt;br /&gt;Sambil mengelap Kontol, aku perhatikan Evi yang terbaring meringkuk di kasur.&lt;br /&gt;Ah.. Indah sekali bentuk tubuhnya.&lt;br /&gt;Aku mengenakan sarung dan menyelimutinya dan duduk di sampingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Evi.. Kamu pernah melakukan ini ya? tanyaku menyelidik.&lt;br /&gt;&quot;Enggak pernah.&quot; Jawabnya dengan tegas.&lt;br /&gt;&quot;Tapi kamu kok sepertinya tenang-tenang aja waktu aku..&quot; kataku&lt;br /&gt;&quot;Aku penasaran kak, apa iya enak dan asyik seperti cerita di stensil&quot;&lt;br /&gt;&quot;Kamu enggak keberatan kita begini?&quot; tanyaku.&lt;br /&gt;&quot;Aku juga heran, kenapa aku enggak bisa nolak dan sulit untuk melarang.&quot;&lt;br /&gt;&quot;Kamu ngarepin juga kan?&quot; kataku sambil tersenyum&lt;br /&gt;&quot;Ihh.. Enak aja..&quot; Evi mencubit pahaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAMAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf! Ini bukan ajang balas dendam dengan mencantumkan no HP orang yang dibenci.&lt;br /&gt;Mohon pengertiannya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt;Kami menunggu cerita dari anda,&lt;br /&gt;&gt;&gt;Cerita harus panjang dan langsung TAMAT.&lt;br /&gt;&gt;&gt;Nama dan Email pengirim akan kami cantumkan di bawah Judul cerita yang anda kirim.&lt;br /&gt;&gt;&gt;Kirimkan cerita anda ke email di bawah.&lt;br /&gt;Email : Andry.farera@yahoo.co.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gang yang tak Pernah Sadar di Purwokerto...&lt;br /&gt;HATI2 WAKTU DI WC...&lt;br /&gt;KELUARGA BERENCANA...&lt;br /&gt;KeHiDuPaN MaLaM Di PuRWoKeRTo...&lt;br /&gt;Asal usul hari valentine...&lt;br /&gt;Sapi Berkepala Manusia...&lt;br /&gt;List GameHouse Serial Number...&lt;br /&gt;&quot;StoP Free SeX, AboRsi, Pr0sTiTuSi&quot;&lt;br /&gt;&quot;AnTi ViRuS&quot;&lt;br /&gt;MeRPaTi PuTiH&lt;br /&gt;,kM BiZa LiaT di :&lt;br /&gt;http://andryfarera.blogspot.com/&lt;br /&gt;http://www.facebook.com/buronan.mertua&lt;br /&gt;http://profiles.friendster.com/andriwahyukurniawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Web Design © Andry Purwokerto - Indonesia.&lt;br /&gt;All Rights Reserved. 2006 - 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;__________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. PeNjaRaKaN KoRuPtoR, PeNyeLuNduP, TuKaNg SuaP &amp;amp; BaNDar NARKOBA&lt;br /&gt;(Send to &quot;NUSAKAMBANGAN&quot;)&lt;br /&gt; ;****;&lt;br /&gt;0( @..@ )0&lt;br /&gt;  &quot;(---)&quot;&lt;br /&gt;2. StoP Free SeX, AboRsi, &amp;amp; Pr0sTiTuSi&lt;br /&gt;( Go To HELL )&lt;br /&gt;=o00o===o00o=&lt;br /&gt;/ / *** / /&lt;br /&gt;! ( @ @ ) /&lt;br /&gt;&#39;)  (--)  /&lt;br /&gt;3. StoP PeNCeMaRaN LiNgKuNGaN, PeMBaKaRaN HuTaN &amp;amp; PeMbuRuaN LiaR.&lt;br /&gt;4. SAY NO TO DRUGS.!!!&lt;br /&gt;-+KIAMAT SUDAH DEKAT+-&lt;br /&gt;[ By:4/\/|)R1 ]&lt;br /&gt;__________________&lt;br /&gt;__________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       .+,&#39;). +&lt;br /&gt;      ___||_&lt;br /&gt;     /____/\&lt;br /&gt; ,,,,|__n_|_|&lt;br /&gt;__________________&lt;br /&gt;__________________</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/feeds/5769291115361910018/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/2010/02/di-bangku-kelas-3-smp.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8402305717301042857/posts/default/5769291115361910018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8402305717301042857/posts/default/5769291115361910018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritapengalamansex.blogspot.com/2010/02/di-bangku-kelas-3-smp.html' title='di bangku kelas 3 SMP'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQIQCNR3VZrIG5Egmn5M6bFU4-Uy1i9us-9MgjI0TilECQhga10MaD1cReUBFJOo-bGNRM_-Y_vThAGc77KEo6YGHbxbMN4H5BtFXVxru8tKJXhPM7ftktvMFT8oaynvZ01VuGNESQ-t1N/s72-c/MaTa_aNdRi.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>