<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>ILMU HUKUM</title><description>Ilmu hukum adalah ilmu pengetahuan yang objeknya hukum</description><managingEditor>noreply@blogger.com (Anonymous)</managingEditor><pubDate>Fri, 8 Nov 2024 07:35:04 -0800</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">37</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://hukum-indo.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Ilmu hukum adalah ilmu pengetahuan yang objeknya hukum</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Tinjauan Umum Politik Hukum Indonesia</title><link>http://hukum-indo.blogspot.com/2013/03/tinjauan-umum-politik-hukum-indonesia.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 27 Mar 2013 20:51:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5408199780043931307.post-5179996131056301414</guid><description>
Sejarah Timbulnya Politik Hukum



Latar belakang yang menjadi raison d’etre kehadiran disiplin politik  hukum adalah rasa ketidakpuasan para teoritisi hukum terhadap model  pendekatan hukum. Sejak era Yunani Kuno hingga Post Modern, studi hukum  mengalami pasang surut, perkembangan dan pergeseran yang disebabkan oleh  terjadinya perubahan struktur sosial, industrialisasi, politik, ekonomi  dan </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>TINDAK PIDANA KORUPSI DI INDONESIA (TINJAUAN UU No. 31 TAHUN 1999 Jo UU No. 20 TAHUN 2001 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI)</title><link>http://hukum-indo.blogspot.com/2011/12/tindak-pidana-korupsi-di-indonesia.html</link><category>TINDAK PIDANA KORUPSI DI INDONESIA (TINJAUAN UU No. 31 TAHUN 1999 Jo UU No. 20 TAHUN 2001 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI)</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 24 Dec 2011 06:03:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5408199780043931307.post-2164148855212119483</guid><description>
A. PENDAHULUANPerkembangan peradaban dunia semakin sehari seakan-akan berlari menuju modernisasi. Perkembangan yang selalu membawa perubahan dalam setiap sendi kehidupan tampak lebih nyata. Seiring dengan itu pula bentuk-bentuk kejahatan juga senantiasa mengikuti perkembangan jaman dan bertransformasi dalam bentuk-bentuk yang semakin canggih dan beranekaragam. Kejahatan dalam bidang teknologi </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>ASAS-ASAS HUKUM TATA NEGARA</title><link>http://hukum-indo.blogspot.com/2011/11/asas-asas-hukum-tata-negara.html</link><category>ASAS-ASAS HUKUM TATA NEGARA</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 16 Nov 2011 09:15:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5408199780043931307.post-7604735510627475443</guid><description>
1. PengertianMenurut Kamus Bahasa Indonesia yang dimaksud dengan asas adalah dasar,pedoman, atau sesuatu yang menjadi pokok dasar.Asas-asas dalam Hukum Tata Negara dapat dilihat dalam Undang-Undang Dasaryang merupakan hukumpositif dan mengatur mengenai asas-asas dan pengertianpengertiandalam penyelenggaraan Negara.2. Asas-Asas Hukum Tata Negara1. Asas PancasilaBangsa Indonesia telah menetapkan </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total></item><item><title>PERKEMBANGAN TEORI HUKUM TATA NEGARA DAN PENERAPANNYA DI INDONESIA</title><link>http://hukum-indo.blogspot.com/2011/11/perkembangan-teori-hukum-tata-negara.html</link><category>PERKEMBANGAN TEORI HUKUM TATA NEGARA DAN PENERAPANNYA DI INDONESIA</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 16 Nov 2011 09:06:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5408199780043931307.post-562428016659990556</guid><description>


Pada masa lalu, istilah “teori hukum tata negara” sangat jarang sekali terdengar, apalagi dibahas dalam perkuliahan maupun forum-forum ilmiah. Hukum Tata Negara yang dipelajari oleh mahasiswa adalah Hukum Tata Negara dalam arti sempit, atau Hukum Tata Negara Positif. Hal ini dipengaruhi oleh watak rejim orde baru yang berupaya mempertahankan tatanan ketatanegaraan pada saat itu yang memang </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kejahatan Terhadap Nyawa</title><link>http://hukum-indo.blogspot.com/2011/11/kejahatan-terhadap-nyawa.html</link><category>Kejahatan Terhadap Nyawa</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 10 Nov 2011 07:50:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5408199780043931307.post-5721673039525480152</guid><description>
Pengertian


Kejahatan terhadap nyawa (misdrijven tegen het leven) adalah
 berupa penyerangan terhadap nyawa orang lain. Kepentingan hukum yang 
dilindungi dan merupakan obyek kejahatan ini adalah nyawa (leven). Atas dasar kesalahannya, ada dua kelompok kejahatan terhadap nyawa, yaitu:


Kejahatan terhadap nyawa yang dilakukan dengan sengaja (dolus misdrijven), dimuat dalam Bab XIX KUHP, pasal </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">6</thr:total></item><item><title>Tindak Pidana Terhadap Kekayaan</title><link>http://hukum-indo.blogspot.com/2011/11/tindak-pidana-terhadap-kekayaan.html</link><category>Tindak Pidana Terhadap Kekayaan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 10 Nov 2011 07:40:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5408199780043931307.post-1295532946465054443</guid><description>
PENDAHULUAN



Kejahatan terhadap harta benda adalah penyerangan terhadap kepentingan hukum orang atas harta benda milik orang. Dalam buku II KUHP telah dirumuskan secara sempurna, artinya dalam rumusannya memuat unsur-unsur secara lengkap, baik unsur-unsur obyektif maupun unsur-unsur subyektif. Unsur obyektif dapat berupa; unsur perbuatan materiil, unsur benda atau barang, unsur keadaan yang </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tindak Pidana Terhadap Tubuh</title><link>http://hukum-indo.blogspot.com/2011/11/tindak-pidana-terhadap-tubuh.html</link><category>Tindak Pidana Terhadap Tubuh</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 10 Nov 2011 07:34:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5408199780043931307.post-6631274894647064001</guid><description>
BAB I

PENDAHULUAN



Penentuan sebab akibat dalam hukum pidana merupakan hal yang sulit dilakukan karena pada dasarnya KUHP tidak mencantumkan petunjuk tentang cara untuk menentukan sebab suatu akibat yang menciptakan suatu delik. KUHP hanya menentukan dalam pasalnya, bahwa untuk delik-delik tertentu diperlukan adanya suatu akibat tertentu untuk menjatuhkan pidana terhadap pembuat, misalnya </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tindak Pidana Terhadap Nyawa</title><link>http://hukum-indo.blogspot.com/2011/11/tindak-pidana-terhadap-nyawa.html</link><category>Tindak Pidana Terhadap Nyawa</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 10 Nov 2011 07:29:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5408199780043931307.post-2964506151425439329</guid><description>
BAB IPENDAHULUANSuatu kejahatan yang termuat dalam buku II KUHP dengan macam-macam bentuk, sifat, dan akibat hukumnya. Salah satu bab yang termaktub didalamnya menjelaskan tentang kejahatan terhadap nyawa (pasal 338-350).Kejahatan terhadap nyawa yang dapat disebut dengan atau merampas jiwa orang lain. Setiap perbuatan yang dilakukan dengan sengaja untuk menghilangkan atau merampas jiwa orang </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>“SEJARAH HUKUM ACARA PIDANA INDONESIA”</title><link>http://hukum-indo.blogspot.com/2011/11/sejarah-hukum-acara-pidana-indonesia_10.html</link><category>Sejarah perkembangan Hukum Acara Pidana di Indonesia</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 10 Nov 2011 07:05:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5408199780043931307.post-1244768764571829321</guid><description>
I. Sejarah perkembangan Hukum Acara Pidana di Indonesia&amp;nbsp;

1. Sebelum masa kolonial(sebelum abad 16)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tinjauan Hukum Mengenai Perbuatan Melawan Hukum Dalam Transaksi Jual-Beli Melalui Internet (E-Commerce) Dihubungkan Dengan Buku III KUHPerdata</title><link>http://hukum-indo.blogspot.com/2011/11/tinjauan-hukum-mengenai-perbuatan.html</link><category>Tinjauan Hukum Mengenai Perbuatan Melawan Hukum Dalam Transaksi Jual-Beli Melalui Internet (E-Commerce) Dihubungkan Dengan Buku III KUHPerdata</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 9 Nov 2011 13:31:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5408199780043931307.post-8909243642632600350</guid><description>

ABSTRAK


Perkembangan teknologi informasi&amp;nbsp; semakin mendorong munculnya berbagai kegiatan-kegiatan yang dilakukan masyarakat melalui kecanggihan teknologi informasi tersebut dalam hal ini internet.&amp;nbsp; Salah satu kegaiatan di dunia maya termaksud antara lain transaksi jual beli secara elektronik (electronic commerce).&amp;nbsp; Pada transaksi jual beli melalui internet ini tidak menutup </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Perbuatan Melawan Hukum</title><link>http://hukum-indo.blogspot.com/2011/11/perbuatan-melawan-hukum.html</link><category>Perbuatan Melawan Hukum</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 9 Nov 2011 13:14:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5408199780043931307.post-832749450079172660</guid><description>
Perspektif Hukum Perdata



Pasal 1365 BW yang terkenal sebagai pasal yang mengatur tentang perbuatan melawan hukum memegang peranan penting dalam hukum perdata.



Dalam pasal 1365 BW tersebut memuat ketentuan sebagai berikut :



“Setiap perbuatan melawan hukum yang oleh karenanya menimbulkan kerugian pada orang lain, mewajibkan orang yang karena kesalahannya menyebabkan kerugian itu mengganti</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tindak Pidana Perbankan dan Pertanggungjawabannya</title><link>http://hukum-indo.blogspot.com/2011/11/tindak-pidana-perbankan-dan.html</link><category>Tindak Pidana Perbankan dan Pertanggungjawabannya</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 9 Nov 2011 13:06:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5408199780043931307.post-4435501708138752973</guid><description>
ANALISIS HUKUM TERHADAP KASUS BANK CENTURY BERDASARKAN UNDANG-UNDANG

NOMOR 10 TAHUN 1998 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1992 TENTANG PERBANKAN


BAB IKASUS POSISI DAN PERMASALAHAN HUKUMA. Kasus PosisiKasus Bank Century berawal dari kegagalan bank tersebut dalam memenuhi prefund kliring (transaksi antar bank) di Bank Indonesia pada 13 November 2008 (Kontan, 14/11/2008), </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tinjauan Kritis Implementasi GCG di Indonesia dan Pemakaian BPMN v1.0 Dalam Proses Bisnis</title><link>http://hukum-indo.blogspot.com/2011/11/tinjauan-kritis-implementasi-gcg-di.html</link><category>Hukum Perusahaan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 9 Nov 2011 12:04:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5408199780043931307.post-1313815132607582966</guid><description>
Salah satu kesimpulan dari studi yang dilakukan oleh lembaga-lembaga dunia, seperti Booz-Allen &amp;amp; Hamilton, McKinsey dan Bank Dunia terhadap kinerja perekonomian Indonesia adalah rendahnya praktik Good Corporate Governance (GCG). Secara umum, GCG sendiri berarti suatu proses dan struktur yang digunakan untuk mengarahkan dan mengelola bisnis dan akuntabilitas perusahaan dengan tujuan utama </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>HUKUM  PERUSAHAAN</title><link>http://hukum-indo.blogspot.com/2011/11/hukum-perusahaan.html</link><category>Hukum Perusahaan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 9 Nov 2011 11:58:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5408199780043931307.post-8201556195096924614</guid><description>Pengertian Perusahaan
a. Menurut pemerintah Belanda:Yaitu sekelompok perbuatan-perbuatan yang dilakukan secara tidak terputus-putus dengan terang-terangan dalam kedudukan tertentu dan untuk mendapat laba.b. Menurut Molen GraaffAdalah perbuatan-perbuatan yang dilakukan secara terus menerus bertindak keluar untuk memperoleh penghasilan dengan memperniagakan/memperoleh barang-barang atau dengan </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Artikel Politik Hukum : Tujuan Hukum Menurut Gustav Radbruch</title><link>http://hukum-indo.blogspot.com/2011/11/artikel-politik-hukum-tujuan-hukum.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 8 Nov 2011 21:14:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5408199780043931307.post-7794062170469645711</guid><description>
Gustav Radbruch adalah seorang filosof hukum dan seorang legal scholar dari Jerman yang terkemuka yang mengajarkan konsep tiga ide unsur dasar hukum. Ketiga konsep dasar tersebut dikemukakannya pada era Perang Dunia II. Tujuan hukum yang dikemukakannya tersebut oleh berbagai pakar diidentikkan juga sebagai tujuan hukum Adapun tiga tujuan hukum tersebut adalah kepastian, keadilan, dan </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Undang-Undang yang Mengatur Alat Bukti Teknologi Bisa Digunakan Alat Bukti di Pengadilan</title><link>http://hukum-indo.blogspot.com/2011/11/undang-undang-yang-mengatur-alat-bukti.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 8 Nov 2011 21:06:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5408199780043931307.post-39559335502377781</guid><description>
Undang-Undang yang Mengatur Alat Bukti Teknologi Bisa Digunakan Alat Bukti di PengadilanUndang-Undang No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana KorupsiUndang-UndangPasal 27“Dalam hal ditemukan tindak pidana korupsi yang sulit pembuktiannya, maka dapat dibentuk tim gabungan di bawah koordinasi Jaksa Agung.”Penjelasan Pasal 27“Yang dimaksud dengan “tindak pidana korupsi yang sulit </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Sosiologi Hukum Suatu Pengantar</title><link>http://hukum-indo.blogspot.com/2011/11/sosiologi-hukum-suatu-pengantar.html</link><category>SOSIOLOGI SUATU PENGANTAR</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 8 Nov 2011 03:05:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5408199780043931307.post-5240939175670417815</guid><description>
SOSIOLOGI SUATU PENGANTARProf. DR. R. OTJE SALMAN S, S.H.Konsep yang tertuang dalam buku Sosiologi Hukum Suatu Pengantar yang ditulus oleh R. Otje Salman, S.H adalah mengemukakan pengertian dari sosiologi hukum dan bahwa pentingnya ilmu sosiologi hukum dipelajari dan dimengerti khususnya oleh mahasiswa hukum.Sosiologi hukum pertama digunakan istilahnya pada tahun 1882 oleh Anzilotti, yang </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>PERKEMBANGAN HUKUM ISLAM DI INDONESIA</title><link>http://hukum-indo.blogspot.com/2011/11/perkembangan-hukum-islam-di-indonesia.html</link><category>perkembangan hukumislam</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 8 Nov 2011 02:58:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5408199780043931307.post-8616591526887592192</guid><description>
PENDAHULUAN&amp;nbsp;1. A. Latar Belakang Masalah

Tidak dapat dipungkiri bahwa umat Islam di Indonesia adalah unsur paling mayoritas. Dalam tataran dunia Islam internasional, umat Islam Indonesia bahkan dapat disebut sebagai komunitas muslim paling besar yang berkumpul dalam satu batas teritorial kenegaraan.Karena itu, menjadi sangat menarik untuk memahami alur perjalanan sejarah hukum Islam di </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Hukum Islam</title><link>http://hukum-indo.blogspot.com/2011/11/hukum-islam.html</link><category>Hukum Islam</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 8 Nov 2011 02:51:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5408199780043931307.post-3452812342119660440</guid><description>
Hukum Islam&amp;nbsp; Yaitu hukum yang diberlakukan bagi warga negara indonesia yang beragama Islam yang tercantum dalam hukum positif yaitu UU Nomor 1 tahun 1974,&amp;nbsp; UU Nomor 7 tahun 1989 tentang peradilan agama, UU Nomor 1991.Menurut Aulasi Aulawi yaitu hukum yang diyakini memliki keterkaitan dengan sumber dan ajaran Islam yaitu amali.Dalam UU Nomor 1 Tahun 1974 sistem hukum yang diberlakukan </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Sejarah Hukum Pidana di Indonesia</title><link>http://hukum-indo.blogspot.com/2011/11/sejarah-hukum-pidana-di-indonesia.html</link><category>Sejarah Hukum Pidana di Indonesia</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 7 Nov 2011 09:19:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5408199780043931307.post-4993541178355499956</guid><description>




Membicarakan sejarah hukum pidana tidak akan lepas dari sejarah bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia mengalami perjalanan sejarah yang sangat panjang hingga sampai dengan saat ini. Beberapa kali periode mengalami masa penjajahan dari bangsa asing. Hal ini secara langsung mempengaruhi hukum yang diberlakukan di Negara ini, khususnya hukum pidana. Hukum pidana sebagai bagian dari hukum publik </description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEg1oQNu-0y9oJ_puZdDccA41mK_NH5r8lXD83Lp0W_2Zubd0D0ykfylqKOeJs5w0Eq1leYuBsnsl40VCC6jaAhvVPK89cw6ISXM7YCzWAth3snoWL499rPE0M6vJIwZinyChwRmEAemDl/s72-c/Law%252520%2526%252520Policy.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>MENGGAGAS PENDIDIKAN HUKUM PROGRESIF</title><link>http://hukum-indo.blogspot.com/2011/11/menggagas-pendidikan-hukum-progresif.html</link><category>Menggagas progresif pendidikan hukum</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 7 Nov 2011 08:45:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5408199780043931307.post-6903506176105611307</guid><description>
“….bahwa sejak mahasiswa memasuki pintu fakultas hukum, maka rasa kemanusiannya dirampas dan direnggutkan. Mereka hanya dicekoki untuk menjadi ahli hukum profesional, tetapi mengabaikan dimensi kemanusiaannya (Gerry Spence)”.Kutipan pendapat Gerry Spence, menggawali tulisan ini untuk melihat kembali perjalanan pendidikan hukum di Indonesia yang merupakan bagian integral dalam usaha membentuk </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>PENGANTAR ILMU HUKUM</title><link>http://hukum-indo.blogspot.com/2011/11/pengantar-ilmu-hukum.html</link><category>pengantar ilmu hukum</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 7 Nov 2011 02:19:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5408199780043931307.post-2200400886394538448</guid><description>
A) mempelajari :seluk beluk hokum, asal mula, wujud, asas , system macam pembagian, sumber, perkembangan , fungsi, kedudukan hokum dalam masyarakatB) menelaah hokum sebagai gejala, fenomena, kehidupan manusia dimana pun dan kapan pun (universal)C) metode mempelajari hukum1. metode idealis : perwujudan nilai-nilai tertentu = keadilan2. metode normative : analisis hokum sebagai system abstrak </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>FAKTOR-FAKTOR PENEGAKAN HUKUM</title><link>http://hukum-indo.blogspot.com/2011/11/faktor-faktor-penegakan-hukum.html</link><category>FAKTOR-FAKTOR PENEGAKAN HUKUM</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 7 Nov 2011 01:19:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5408199780043931307.post-1703373559341686627</guid><description>
Secara konsepsional, maka inti dan arti penegakan hukum terletak pada kegiatan menyerasikan hubungan nilai-nilai yang terjabarkan di dalam kaidah-kaidah yang mantap dan mengejawantah dan sikap tindak sebagai rangkaian penjabaran nilai tahap akhir, untuk menciptakan, memelihara, dan mempertahankan kedamaian pergaulan hidup.Faktor-faktor tersebut adalah :

Faktor hukumnya sendiri&amp;nbsp;
Penegak </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Ilmu Hukum Pidana Dan Kriminologi Pasangan Yang Masing-Masing Bergerak Kearah Berlawanan</title><link>http://hukum-indo.blogspot.com/2011/11/ilmu-hukum-pidana-dan-kriminologi.html</link><category>Ilmu Hukum Pidana Dan Kriminologi Pasangan Yang Masing-Masing Bergerak Kearah Berlawanan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 6 Nov 2011 11:35:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5408199780043931307.post-2952681500407094402</guid><description>
Pertanyaan yang banyak dikemukakan oleh orang adalah apakah kriminologi itu bagian dari ilmu hukum pidana. Pertanyaan ini muncul disebabkan oleh objek permasalahan yang menjadi perhatian dari hukum pidana juga menjadi perhatian dari kriminologi.Roeslan Saleh mengemukakan bahwa pada masa lampau, perbedaan antara Hukum Pidana dengan Kriminologi sangat besar. Kriminologi bukan merupakan bagian dari</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>CRIMINAL JUSTICE SYSTEM (Materi Kuliah Hukum Acara Pidana)</title><link>http://hukum-indo.blogspot.com/2011/11/criminal-justice-system-materi-kuliah.html</link><category>CRIMINAL JUSTICE SYSTEM</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 6 Nov 2011 11:20:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5408199780043931307.post-9004537076249977675</guid><description>
CRIMINAL JUSTICE SYSTEM

PENGERTIAN

Istilah Criminal Justice System (CJS) atau Sistem Peradilan Pidana (SPP) merupakan suatu istilah yang menunjukkan mekanisme kerja dalam penanggulangan kejahatan dengan mempergunakan dasar pendekatan sistem.Remington dan Ohlin : CJS dapat diartikan sebagai pemakaian pendekatan sistem terhadap mekanisme administrasi peradilan pidana.Mardjono : CJS adalah sistem</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>