<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>pengembangan dan manajemen</title><description></description><managingEditor>noreply@blogger.com (thariq alfatih)</managingEditor><pubDate>Tue, 5 Nov 2024 18:57:31 -0800</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">19</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://upgrade-t-aft.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle/><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>kita orang yang mana</title><link>http://upgrade-t-aft.blogspot.com/2009/08/kita-orang-yang-mana.html</link><category>renungan kehidupan</category><author>noreply@blogger.com (thariq alfatih)</author><pubDate>Fri, 14 Aug 2009 04:09:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3660657034849144717.post-125764190570639210</guid><description>marilah kita bersama-sama merenungi kita bagian yang mana. Berikut adalah kumpulan aktifitas manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Main game, main bola, tidur tiduran, belajar, menulis, berkelahi, membaca, jalan jalan, melamun, bekerja, berdiskusi, bercerita, ngegosip, berdebat, ikuti seminar, ikuti perlombaan, menonton, menghafal, mengaji, shalat, duduk santai, olahraga, ..... dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah lanjutkan daftar kegiatan diatas. Kemdian lingkari mana yang anda sering lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu pisahkan yang akan membawa ke keberhasilah dan mana yang membawa ke kegagalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang putuskan, sebenarnya anda tengah berjalan ke keberhasilah atau ke kegagalan. Putuskanlah apa yagn akan anda lakukan selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tindakan-tindakan kecil kita hari ini, akan berpengaruh pada masa depan kita.&lt;br /&gt;(S. Thariq Al Fatih). Artikel-No:-000081</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total></item><item><title>beda kegagalan dengan keberhasilan.</title><link>http://upgrade-t-aft.blogspot.com/2009/08/beda-kegagalan-dengan-keberhasilan.html</link><category>renungan pengembangan</category><author>noreply@blogger.com (thariq alfatih)</author><pubDate>Fri, 14 Aug 2009 03:57:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3660657034849144717.post-4951802690044864918</guid><description>Jika kita diperlihatkan batu dengan pasir, kita pasti bisa membedakannya dalam sekejap. Begitu pulah buah dengan sayur, pohon dengan rumput, lagit dan bumu. Kenapa kita dapat membedakannya, karena mereka memang beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan ke ke makkah, berbeda dengan jalan ke madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada orang sukses, ada orang gagal. Mereka oarn yagn berbeda, dan jalannya pun jelas berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah perhatikan dengan seksama kemana and berjalan. Menuju keberhasilan atau malah berjalan di jalan kegagalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikanlah jalan anda. Anda tidak perlu khawatir tak bisa membedakannya karena jalan keduanya berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan kegagalan ditempuh banyak orang, tapi jalan kesuksesan hanya dipilih sebagian kecil orang. Sekarang dimana anda berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apel dan pisang tak sama, sebagaimana halnya jalan –jalan kegagalan dan keberhasilan&lt;br /&gt;(S. Thariq Al Fatih). Artikel-No:-000080</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>ilmu dan kebodohan</title><link>http://upgrade-t-aft.blogspot.com/2009/08/ilmu-dan-kebodohan.html</link><category>renungan pengembangan</category><author>noreply@blogger.com (thariq alfatih)</author><pubDate>Fri, 14 Aug 2009 03:57:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3660657034849144717.post-1364323177034442391</guid><description>kebodohan merupakan tanda kematian jiwa, terbunuhnya kehidupan dan membusuknya umur.&lt;br /&gt;Sebaliknya, ilmu adalah cahaya bagi hati nurani, kehidupan bagi ruh dan bahan bakar bagi tabiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagiaan, kedamaian, ketentraman hati senantiasa berawal dari ilmu pengetahuan. Itu terjadi karena ilmu mampu menembus yang samar, menemukan sesuatu yagn hilang, dan menyingkap yang tersembunyi. Selain itu, naluri dari jiwa manusia itu adalah selalu ingin mengetahui hal hal yang baru dan ingin mengungkap sesuatu yang menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebodohan itu sangat membosankan dan menyedihkan. Pasalnya, ia tidak pernah memunculkan hal baru yang lebih menarik dan segar. Yang kemarin sama dengan hari ini, dan yang hari ini pun akan sama dengan yang akan terjadi esok hari. “Aidh al Qarni, La Tahzan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kebodohan menutupi seseorang. Maka cahaya kedamaian akan padam. Sungguh menderitanya jika menjadi orang yang bodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena ketidak tahuan kita, bayak pekerjaan yang gagal. Karena kebodohan kita, bayak bahaya mendekat. Padahal itu tak perlu terjadi, jka sekiranya kita mau belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(S. Thariq Al Fatih). Artikel-No:-000062</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Mencari ilmu</title><link>http://upgrade-t-aft.blogspot.com/2009/08/mencari-ilmu.html</link><category>bumbu kesuksesan</category><author>noreply@blogger.com (thariq alfatih)</author><pubDate>Fri, 14 Aug 2009 03:55:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3660657034849144717.post-458050465243799390</guid><description>“berpengetahuan luas, menguasai banyak teori keilmiaan, berwawasan budaya, berpikir secara orisinil, memahami permasalahan dan argumentasi pijakannya, adalah sedikit dari sekian banyak faktor yang dapat membuat kelapangan dalam hati”. “Aidh al Qarni, La tahzan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah tak dapat disanggkal, banyak ketenangan yang didapat dari ilmu yang luas. Hati menjadi tengang, karena semua yang tersembunyi menjadi terlihat. Semua rahasia kehidupan dapat dicernah oleh pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya kita harus selalu mencari ilmu, dimanapun ilmu itu berada. Ketika berhadapan dengan orang pintar, biasakanlah untuk bertanya. Ketika bertemu dengan buku mereka, bacalah dan resapi isi dan maknanya.&lt;br /&gt;Renungi segala tanda-tanda di alam. Lihat keajaiban penciptaannya. Dan kuatkanlah iman anda karenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh beruntung, jika kita dapat memiliki ilmu yagn luas. Bagaikan seorang raja yang dikawal ribuan pengawal. Yang tekkan pernah dikalahkan oleh bahaya kebodohan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;jika anda menyewa seorang pengawal, mereka akan hilang ketika anda tidak menggajinya. Tapi ketika anda membeli ilmu, ia akan bersamamu dimanapun kau berada.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(S. Thariq Al Fatih). Artikel-No:-000061</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>jadilah seorang teladan</title><link>http://upgrade-t-aft.blogspot.com/2009/08/jadilah-seorang-teladan.html</link><category>renungan pengembangan</category><author>noreply@blogger.com (thariq alfatih)</author><pubDate>Fri, 14 Aug 2009 03:53:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3660657034849144717.post-7937334047290444934</guid><description>orang yang berotak cemerlang akan menjadikan orang lain bergantung kepadanya, bukan dirinya bergantung pada mereka. Ia tidak pernah bersikap atau mengambil keputusan dengan menggantungkannya dengan orang lain. “Aidh al qarni La Tahzan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk hidup yang lebih bermakna. Kita harus maju kedepan menjadi teladan. Jika sekitar kita buruk, jangan ikut-ikutan menjadi buruk. Dan jika orang sekitar kita baik, maka kita harus menjadi jauh lebih baik. Kita harus tampil kedfepan menjadi pemimpin bagi mereka. Bukan sebagai penguasa, tapi sebagai teladan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terkadang ketika kita sedang buntu tak tahu apa yagn harus diperbuat, kita kemudian mencari seorang teladang. Alangkah bagusnya jika anda adalah orang itu&lt;br /&gt;(S. Thariq Al Fatih). Artikel-No:-000058</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>siapa usaha dia dapat</title><link>http://upgrade-t-aft.blogspot.com/2009/08/siapa-usaha-dia-dapat.html</link><category>renungan pengembangan</category><author>noreply@blogger.com (thariq alfatih)</author><pubDate>Fri, 14 Aug 2009 03:46:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3660657034849144717.post-6325636175462335446</guid><description>“keunggulan dan kerja keras tidak mengenal garis keturunan, gelar, mata pencaharian, ataupun jenjang pendidikan. Siapa saja yang memiliki semangat tinggi, jiwa yang selalu ingin tahu, san tingkat kesabaran yang baik, akan masukakan masuk kedalam tingkatan orang-orang yang tinggi” La tahzan, Aidh Al Qani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sangat setuju dengan kalimat diatas. Orang bisa saja kaya, tapi belum tetntu akan sukses. Keturunan petani dan raja memiliki peluang yang sama untuk berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membedakan disini adalah kerjanya. Ada orang terus terusan bermain. Sementara orang yang satu selalu belajar. Pastilah tidak sama keberhasilan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah anda perhatikan kata demi kata kutipan diatas. Renungi dan resapkan dalam jiwa anda. Muda-mudahan anda juga berada dalam tingkatan orang-orang yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika anda belajar berenag, maka anda akan pintar berenang, jika anda rajin mengumpulkan informasi, maka anda akan berwawasan luas. Tapi jika anda hanya bermain dan bermalas-malasan maka anda tak akan mendapatkan apapun&lt;br /&gt;(S. Thariq Al Fatih). Artikel-No:-000055</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>membaca 2 halaman sehari</title><link>http://upgrade-t-aft.blogspot.com/2009/08/membaca-2-halaman-sehari.html</link><category>tip pengembangan</category><author>noreply@blogger.com (thariq alfatih)</author><pubDate>Fri, 14 Aug 2009 03:39:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3660657034849144717.post-6790188539504084543</guid><description>jika kita ingin menjadi pintar, maka kita harus membaca. Membiasakan mata untuk membaca buku. Semakin banyak teks yang anda lihat semakin banyak informasi yang masuk ke otak anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah baca dua halaman setiap hari. Dan rasakan bedanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karna tak sama antara orang yang berlari dengan diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;membaca adalah pintu masuknya ilmu, pintu keluarnya ide-ide cemerlang, dan pelindung dari kebodohan.&lt;br /&gt;(S. Thariq Al Fatih). Artikel-No:-000050</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Memanfaatkan waktu</title><link>http://upgrade-t-aft.blogspot.com/2009/08/memanfaatkan-waktu.html</link><category>renungan pengembangan</category><author>noreply@blogger.com (thariq alfatih)</author><pubDate>Fri, 14 Aug 2009 03:30:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3660657034849144717.post-5431697136425185092</guid><description>Saya rasa nasehat untuk memanfaatkan waktu sudah sangat sering anda dengarkan. Nasehat ini telah terdengar jutaan kali pada telinga kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, bukan berarti kita telah melakukan nasehat tersebut. Kita terlalu boros dalam memakai waktu kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita melakukan bayak sekali perbuatan yang mematikan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu adalah pedang, waktu adalah uang. Pepatah menganggapnya begitu. Lalu bagaimana dengan anda. Apa yagn anda ketahui tentang waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda tidak memanfaaatkan waktu tersebut maka anda akan terbunuh olehnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah pantas jika waktu yang berharga kita bayar dengan menelantarkannya?&lt;br /&gt;(S. Thariq Al Fatih). Artikel-No:-000044</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Jawannya sudah pasti</title><link>http://upgrade-t-aft.blogspot.com/2009/08/jawannya-sudah-pasti.html</link><category>renungan pengembangan</category><author>noreply@blogger.com (thariq alfatih)</author><pubDate>Tue, 11 Aug 2009 05:12:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3660657034849144717.post-6670085602658391737</guid><description>Jika kita berkata (+) maka lawannya pasti (-), dan pasangannya adalah angka. Semuanya ada pasangan dan lawannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita menginkan kesuksesan maka yang harus anda lakukan andalah mencari pasangannya yaitu ’berusaha’. Dan Jelas lawan kesuksesan adalah kegagalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jika anda melihat diri anda pemalas. Anda tidak perlu khawatir soal masa depan anda karena jawabannya sudah pasti!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;lidah bahkan hati kita berkata “kesuksesan” jika kita diberi pilihan ‘gagal dan sukses’. Tapi apa boleh buat ‘diam’ atau bekerja’ itulah yang menentukan’.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(S. Thariq Al Fatih). Artikel-No:-000038</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pilihan kita</title><link>http://upgrade-t-aft.blogspot.com/2009/08/pilihan-kita.html</link><category>menuju kesuksesan</category><author>noreply@blogger.com (thariq alfatih)</author><pubDate>Tue, 11 Aug 2009 05:11:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3660657034849144717.post-6885908317959370768</guid><description>ada ssesuatu yang tengah menunggu kita disana. Dia menungguh kita semua, menuggu saya, anda dan semua orang diduni ini. Dia akan menemui orang yang mau mencarinya. Sebaliknya pasangannya akan meugguh orang yang tidak mencarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita selalu dihadapkan pada dua sisi. Memilih atau tidak memilih kita pasti berada pada sebuah sisi. bekerja ataupun tidak bekerja,bergerak ataupun tergerak, kita akan sampai pada salah satu sisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita melihat ada orang yang sukses, maka kita juga akan melihat orang yang gagal. Seperti halnya ada orang yang baik dan jahat. Ada surga ada neraka, semua itu adalah pilihan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak peduli anda rajin atau tidak, anda kaya atau tidak, anda berlari atau berjalan. Apapun yang anda lakukan. Anda pasti berada pada suatu sisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang anda lakukan detik ini. Apa yang anda lakukan menit ini. Akan semakin mendekatkan anda pada salah satu sisi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu detik yang anda sia-siakan akan mendekatkan anda pada kegagalan. Satu noda dosa yang anda lakukan akan mendekatkan anda pada neraka. Satu kejahatan yang anda lakukan akan mengurangi kebaikan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya adalah sunnatullah. Jika kita berjalan menuju mekkah, maka disitulah kita akan sampai. Kita pasti setuju jika bermalas-malasan sejalan dengan kegagalan. Dosa searah dengan neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ada kebaikan adakejahatan, ada kesuksesan ada kegagalan, ada surga ada neraka, ada pahala ada dosa, ada bekerja ada bermalasan, kita pasti berada pada salah satunya. Dan semua pilihan memiliki konsekuensi dan tempat masing-masing&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(S. Thariq Al Fatih). Artikel-No:-000037</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>lomba lari</title><link>http://upgrade-t-aft.blogspot.com/2009/08/lomba-lari.html</link><category>renungan pengembangan</category><author>noreply@blogger.com (thariq alfatih)</author><pubDate>Tue, 11 Aug 2009 05:09:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3660657034849144717.post-9005368952607317175</guid><description>Cobalah untuk memperhatikan perlombaan lari. Apa yang dilakukan juara perlombaan tersebut. Bagaimana kesunguhan para pemainnya?. Kemana mereka berlari?. Apakah ada yang berhenti berlari?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang akan terjadi sekiranya ada pemain yagn tib-tiba berhenti ditengah jalan. Atau apakah yang akan terjadi apabila ada pemain yang berjalan. Atau apakah yang terjadi jika pemainnya berlari mundur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemain yanhg berlari dengan cepat yang akan memenangakan pertandingan. yang lamabat akan menjadi kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan anda sebenarnya mirip dengan pertandingan tersebut. Agar anda menjadi orang sukses anda harus terus bekerja. Anda harus melalui jalan jalan menuju kesuksesan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda bermalas malasan, Maka kesuksesan akan lambat datangnya atau bahkan anda akan dikeluarkan dari permainan (gagal)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;anda harus terus berlari. Jika anda berjalan, maka anda akan dilampaui oleh yang lainnya. Jika anda berhenti, maka anda tak akan pernah sampai. Jika anda anda berjalan mundur, maka kegagalan akan datang lebih cepat dari pada ketika berhenti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(S. Thariq Al Fatih). Artikel-No:-000035</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>waktu yang berharga</title><link>http://upgrade-t-aft.blogspot.com/2009/08/waktu-yang-berharga.html</link><category>renungan pengembangan</category><author>noreply@blogger.com (thariq alfatih)</author><pubDate>Tue, 11 Aug 2009 05:09:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3660657034849144717.post-6251943489791116291</guid><description>kita merasa biasa-biasa saja ketika kita melakukan sesuatu yagn sia-sia. kita tak merasakan apapun ketika kita duduk didepan televisi hinggah berjam jam. Kita begitu bahagia ketika 24 jam kita lalui dengan bersantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita hidup seakan tak mengahargai waktu. Kita bertingkah bagaikan oranga yang tak mengangap waktu itu penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita seakan tak menghargai waktu. Kita mengisinya dengan ruang kosong. Kita membiarkannya berlalu tanpa memberikan satupun hadiah untuknya.&lt;br /&gt;(S. Thariq Al Fatih). Artikel-No:-000033</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>mengapa harus waktu yang menyadarkan</title><link>http://upgrade-t-aft.blogspot.com/2009/08/mengapa-harus-waktu-yang-menyadarkan.html</link><category>menuju kesuksesan</category><category>renungan pengembangan</category><author>noreply@blogger.com (thariq alfatih)</author><pubDate>Tue, 11 Aug 2009 05:08:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3660657034849144717.post-317280334775907323</guid><description>saya sebenarnya sangat berat mengatakannya. tapi kenyataan terus berkata bahwa kebanyakan dari kita berjalan menuju kegagalan. Kita terus terusan menyangkalnya, tepi disaat yang sama kita terus menempuh jalnnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kita kecil hingga sekarang banyak orang yang memperingatkan kita. Tapi hati kita terus membatu, dan menempu jalan kita sendiri, yaitu jalan menuju kegagalan.&lt;br /&gt;Coba tanya kepada diri anda,sudah sejauh mana anda berusaha menuju kesuksesan. Kita mungkin akan berkata banyak, tapi sayangnya, sekali lagi kebanyakan kita bertingkalaku sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa lama waktu kita gunakan untuk belajar?. Sebaliknya berapa lama kita bermain?. Berapa lama kita duduk bermalas malasan. Atau dalam satu bulan sudah sejauh mana peningkatan yang kita lakukan?. Sudah berapa ilmu baru yang kita ketahui?. Dari 24 jam sehari berapa jam yang kita manfaatkan?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pertanyaan itu kita tanyakan pada diri kita. Jawaban dari kita selalu mengecewakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu kita SD, guru anda pasti pernah memberi anda nasehat. Pertanyaannya sudahkah anda mengerjakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika anda mendengar tentang kisa kesuksesan, sudahkah anda menirunya.&lt;br /&gt;Jika kita diberi dua pilihan antara ‘kesuksesan’ dan ‘kegagalan’. Kita akan memilih’kesuksesan’. Tapi jika pilihannya ‘bekerja keras’ dan ‘bermalas malasan’ kita justru memilih jawaban yang kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita terus-menerus mendapat motivasi, nasehat, dorongan, bahkan paksaan. Tapi kita tak pernah sadar olehnya, kita justru baru tersadarkan ketika waktu yang menyadarkan. Yaitu ketika kita telah sampai pada jurang kegagalan.&lt;br /&gt;(S. Thariq Al Fatih). Artikel-No:-000032</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Lakukanlah Yang Terbaik</title><link>http://upgrade-t-aft.blogspot.com/2009/08/lakukanlah-yang-terbaik.html</link><category>renungan pengembangan</category><author>noreply@blogger.com (thariq alfatih)</author><pubDate>Tue, 11 Aug 2009 05:06:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3660657034849144717.post-7143310591748060408</guid><description>Kita hidup hanya sekali. Kita tidak memiliki klesempatan kedua. Jika kita menyia-nyiakannya, maka hilanglah ia. Jika kita gagal melakukan suatu tugas, kita dapat melakukannya lagi dilain waktu. Tapi hidup ini secata keseluruhan tidak akan bisa diulang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya kita membutuhkan kebijaksanaan untuk menentukan kearah mana hidup ini akan diarahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus melihat dan mempertimbangkan segala aspek dalam melangkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus melakukan yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus memanfaatkan waktu dengan sebaik baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus melakukan perbaikan kemampuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus menyumbangkan yang terbaik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(S. Thariq Al Fatih). Artikel-No:-000030</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>jika setiap hari adalah pembelajaran</title><link>http://upgrade-t-aft.blogspot.com/2009/08/jika-setiap-hari-adalah-pembelajaran.html</link><category>renungan pengembangan</category><author>noreply@blogger.com (thariq alfatih)</author><pubDate>Tue, 11 Aug 2009 05:04:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3660657034849144717.post-4214820356346351299</guid><description>coba hitung hitung berapa jam dalam sehari yang anda sia-siakan. Berapa waktu aygn anda gunakan untuk hal menguntungkan. Kebanyakan dari kita menggunakan waktu kita untuk hal yagn tidak jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah buat daftar aktifitas anda sehari-hari. Lihat dan cermati dengan baik. Apakah banyak waktu yang terbuang untuk untuk kesiasiaan, atau tidak perlu, atau yang kurang bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus kuakui, saya terkejut ketika saya melihat aktifitas saya dalam sehari. Sekitar 60% untuk kesia-sian, 35% untuk kegiatan ayng tidak terlalu penting. Dan sisanya untuk pengembangan diriku. Dari persentase aktivitas itu jelas bawa saya memang kurang bekerja secara optimal dalam pengembangan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saja kita dapat memaksimalkan potensi diri. Cukuplah 50% waktu digunakan untuk pengembangan diri. Jika hal itu kita lakukan, maka beberapa waktu kedepan kita akan menjadi pribadi yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus kita akui bahwa bayak waktu kita yang terbuang percuma. Kita sering melakukan hal tidak penting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika setiap hari adalah pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kemenangan akan selalu didapat tiap hari. (S. Thariq Al Fatih). Artikel-No:-000025</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>belajar dan terus belajar</title><link>http://upgrade-t-aft.blogspot.com/2009/08/belajar-dan-terus-belajar.html</link><category>tip pengembangan</category><author>noreply@blogger.com (thariq alfatih)</author><pubDate>Tue, 11 Aug 2009 05:02:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3660657034849144717.post-6854019579435857017</guid><description>jika kita ingin menjadipribadi yang berpengetahuan luas, maka tak ada jalan lain kecuali belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibaratnya air digelas adalah pengetahuan. Air gelas harus diisi, jika tidak maka gelas akan kosong. Begitupula dengan otak anda. Jika anda tidak mengisinya dengan informasi maka dia akan kering dari pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya kita harus senantiasa melakukan pembelajaran tiap hari. Ibarat dahaga yang akan haus jika tidak minim air. Maka otak andapun akan haus jika anda tidak mengisi nya dengan informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya kita harus belajar, belajar, dan belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memanga, bermain lebih menyenangkan daripada belajar. Tapi jika kita tahu hasil aygn diakibatkan maka kita akan lebih menyukai belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya kita harus belajar. Apapun sarananya pokoknya belajar. Bukan hanya lewat buku, membaca atau kursu. Tapi kita bisa belajar dengan berdiskusi, belajar sambil bermain, ataupun belajar sambil duduk bersantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So. Jadilah manusia pembelajar. Manusia cerdas yang siap memimpin ummat manusia menuju kegemilangan. Menyebarkan islam keseluruh penjuru dunia. Allahu akbar. (S. Thariq Al Fatih). Artikel-No:-000026</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>nasehat kakek pada cucunya</title><link>http://upgrade-t-aft.blogspot.com/2009/08/nasehat-kakek-pada-cucunya.html</link><category>renungan pengembangan</category><author>noreply@blogger.com (thariq alfatih)</author><pubDate>Tue, 11 Aug 2009 05:00:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3660657034849144717.post-3812612245783181713</guid><description>kita semua tahu bahwa usia tua akan menghampiri semua orang. Kita semua yakin akan keumuryang semakin tua. Tapi kita jarang merasa kalau usia tua itu menghampiri, sementara kita belum melakukan apa apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ingat masa masa kecil kita. Dalam sekejap tiba-tiba kita menjadi remaja, berkeluarga, menjadi seorang ayah, kemudian menjadi kakek. Jika kita berumur panjang. Kita akan melihat diri kita dalam keadaan tua renta yang tak berdaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba bayangkan apa yang akan terjadipada anda 20 tahun mendatang. Coba bayangkan akan menjadi apa anda pada masa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pikiran anda apa yang anda lihat. Apakah anda melihat diri anda dalam puncak kesuksesan. Anda melihat anda penuh dengan kebahagiaan. Yah itulah yang anda pikirkan dan harapkan. Tapi coba bayangkan jika apa yang tejadi justru sebaliknya. Anda berada dalam kegagalan, dalam penderitaan, dalam kegelisahan. Jika hal itu terjadi, apa yang anda pikirkan. Mungkin anda akan dipenuhi jutaan penyesalan, menyalahkan keadaan,&lt;br /&gt;Apapun anda di hari tua kelak itu tergantung pilihan anda hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coblah untuk berdiskusi dengan kakek yang gagal dalam hidupnya. Cobalah tanya apa yang mereka pikirkan. Bagai mana perasaan mereka, bagaimana kebahagiaan mereka. Gagal, menderita, penuh beban, penuh masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadar atau tidak, itu adalah diri anda dimasa depan jika prilaku anda hari ini sama dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sosok yang sukses diusia tuanya. Tapi jauh lebih banyak yang gagal.&lt;br /&gt;Umumya sosok yang gagal itu memiliki tindakan perasaan dan nasehat yang sama. Mereka dipenuhi dengan penuh penyesalan, mereka banyak merenungi segala tindakannya, kesalahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan dari mereka bercerita kepada cucunya. Ataupun orang muda yang mereka temui. Mereka memiliki nasehat pamungkas yang dapat mengubah hidup kita.&lt;br /&gt;Nasehat itu adalah jangan “sia siakan”. Jangan siasiakan usia muda anda. Jangan isi dengan kemalasan, teruslah belajar, teruslah bekerja, teruslah berkarya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernakah anda meyesal karna tidak melakukan sesuatu. Anda menyesal karena tidak rajin belajar sewaktu SD. Tidak rajin bekerja waktu masih muda. Peyesalan penyesaln itulah yang kakek ceritakan pada cucunya.&lt;br /&gt;Mereka berkata, “nak, saya menyesal dulu malas belajar, akhirnya sekarang saya tidak mengetahui apa apa diusia yang lanjut ini”. “ nak, janganlah kamu meniru kakek, diusia muda dulu saya banyak berfoya foya, tidak memanfaatkan usia muda dengan bijaksana”. ”nak rajinlah belajar supaya tidak menjadi seperti kakek”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kakek dengan semua keluhan keluhannya tentang hidupnya. Jika anda malas belajar dan bekerja maka hal serupa dapat menimpa anda&lt;br /&gt;SEANDAINYA DULU SAYA BELAJAR GIAT SEWAKTU SEKOLAH, MAKA KEADAAN SAYA PASTI TIDAK SEPERTI INI. Cobalah ingat baik baik kata itu karena mungkin anda akan mengucapkannya lagi diwaktu tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang remaja, meyesali perbuatannya diwaktu anak anak. Sorang dewasa meyesali masa remajanya, seorang kakek menyesali segala tindakan tindakan yagn perna mereka lakukan. Mereka hanya menyesal, tanpa pernah sadar kalau nereka selalu diberikan kesempatan. Mereka menyesali masa kecilnya, dberikan masa remaja untuk memperbaiki hidup. Mereka menyesali masa remaja, diberikan masa dewasa. Kesempatan selalu terbuka leber untuk kita.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>jika kita bisa menjadi yang terbaik, kenapa tidak</title><link>http://upgrade-t-aft.blogspot.com/2009/08/jika-kita-bisa-menjadi-yang-terbaik.html</link><category>motivasi pengembangan</category><author>noreply@blogger.com (thariq alfatih)</author><pubDate>Tue, 11 Aug 2009 04:54:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3660657034849144717.post-5423303472659325407</guid><description>yang belajar dengan giat akan menjadi yang terbaik. Itulah prinsipnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang lain unggul daripada kita karna kerja kita yagn beda. Sebenarnya kita semua memiliki potensi yang sama untuk menjadi aygn terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dahulu kita berusaha belajar dengan giat. Maka anda akan jauh lebih pintar dari sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, anda harus selalu melakukan perbaikan terhadap kemampuan anda, terus melakukan perbaikan dan terus melakukannya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda jangan pernah merasa bosan untuk melakukan perbaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang bisa karena mereka rajin belajar/melakukan perbaikan. Jika anda meniru tingka laku para oran terbaik maka anda memiliki peluang yagn sama untuk menjadi yagn terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi selamat melakukan perbaikan diri. Selamat belajar</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Berburu 100 informasi</title><link>http://upgrade-t-aft.blogspot.com/2009/08/berburu-100-informasi.html</link><category>tips trik</category><author>noreply@blogger.com (thariq alfatih)</author><pubDate>Tue, 11 Aug 2009 04:46:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3660657034849144717.post-8371410249134756358</guid><description>Orang yang pintar adalah orang yang memiliki bayak informasi. Orang yang ahli adalah orang yang memiliki banyak informasi. Semakin bayak informasi anda maka semakin banyak yang dapat anda lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda memiliki dua informasi, maka anda dapat menggabungkannya dan membuat satu informasi baru lagi. Bayangkan jika anda memiliki 100 informasi unik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita ingin menjadi manusia yang luar biasa, maka kita harus memperkaya diri kita dengan informasi. Dengan informasi ini kita dapat membuka cakrawala dunia. Kita dapat mengungkap apa yang tersembunyi. Dan tentu saj ahati akan menjadi lapang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi sangat penting, tapi pertanyaannya mau ngak kita mencari informasi tersebut?. Jika andamau dan sangat mengiginkannya cobalah beberapa tip berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.. Setiap hari anda harus mencari 100 informasi unik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi yang benar benar berbeda dari sebelumnya, Apakah ini sulit?. Tidak perlu anda menyulitkan dri anda. Informasi yang anda cari hanyalah berupa informasi sederhana yang terdii dari satu dua kalimat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh: tata surya terdiri dari 9 planet, satu informasi. Anda cari informasi lainnya. Misalkan: katak yang dimasukkan dalam air panas akan langsung melompat keluar, katak yang dimasukkan kedalam air dingin kemudian dipanaskan akan terus tinggal sampai air mendidih dan kemudian mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda hanya perlu mencatat informasi informasi sederhana seperti diatas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.. hubungkan beberapa informasi yang telah anda dapatkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar informasi yang telah anda dapatkan dapat tertanam dengan baik, anda harus menghubungkan dengan informasi yang lain. Anda dapat menghubungkannya dengan masalah yang anda hadapi supaya anda dapat menemukan solusi. Ataupun anda dapat menghubungkannya dengan berbagai kejadian yang tengah terjadi.&lt;br /&gt;Ibarat sebuah virus, informasi anda terus mengembang dan terus bertamba. Anda bahkan dapat menemukan terobosan baru yang dapat mengubah dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.. ingat kembali informasi yang telah anda catat beberapa hari yang lalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar apa yang anda telah cari tidak terbuang percuma, maka anda harus mengigatnya kembali. Bacalah kembali catatan anda ssambil menghayalkan apa isi informasi itu. Jadikan dia betul netul mengkristal dalam diri anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.. teruslah mencari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Truslah cari informasi baru, jagalah agar info info segar terus mengalir dalam otak anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.. Libatkan semua pihak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda harus mencari informasi dimanapun anda dapat menemukannya. Bacalah surat kabar, internet, buku, buletin, diskusi, bercerita bertanya, lewat beberapa media facebook , blog, dll.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>