<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-2368938367154196222</atom:id><lastBuildDate>Wed, 28 Aug 2024 05:57:59 +0000</lastBuildDate><title>Pengujian dan Sertifikasi Perangkat Telekomunikasi</title><description></description><link>http://testingequipment-telecommunications.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Engineer of Telecommunications)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>7</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle/><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2368938367154196222.post-9041121823382891255</guid><pubDate>Wed, 05 Nov 2008 15:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-07T19:56:49.757+07:00</atom:updated><title>Telekomunikasi</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Telekomunikasi adalah setiap pemancaran, pengiriman, dan atau penerimaan dari setiap informasi dalam bentuk tanda-tanda, isyarat, tulisan, gambar, suara, dan bunyi melalui sistem kawat, optik, radio, atau sistem elektromagnetik Lainnya. Untuk melakukan pengiriman dan atau penerimaan setiap informasi tersebut membutuhkan/memerlukan alat /perangkat telekomunikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perangkat telekomunikasi yang diperdagangkan, dibuat, dirakit, dimasukkan dan atau digunakan di wilayah Negara Republik Indonesia wajib memperhatikan persyaratan teknis dan berdasarkan izin sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia Adapun persyaratan teknis tersebut untuk Menjamin interoperalibity, interkoneksi Mencegah interferensi antar perangkat telekomunikasi Melindungi masyarakat pemakai (user) dari kerugian pemakaian perangkat tersebut&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://testingequipment-telecommunications.blogspot.com/2008/11/telekomunikasi-adalah-setiap-pemancaran.html</link><author>noreply@blogger.com (Engineer of Telecommunications)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2368938367154196222.post-2643288539623009119</guid><pubDate>Sun, 02 Nov 2008 15:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-07T20:19:51.786+07:00</atom:updated><title>Syarat Pengujian Perangkat Telekomunikasi</title><description>PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Wajib membayar biaya pengujian&lt;br /&gt;2. Dokumen teknis&lt;br /&gt;3. Sample perangkat, 2 sample buat cpe, 1 sample non cpe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pencatat Data Pembicaraan Pulsa&lt;br /&gt;2. Faksimili&lt;br /&gt;3. Pesawat Telepon multi koin&lt;br /&gt;4. Pesawat/Key Telepon System (KTS) s.d 20 port&lt;br /&gt;5. Telpon Umum multi koin&lt;br /&gt;6. Komunikasi data&lt;br /&gt;7. Modem&lt;br /&gt;8. Pesawat cordless telepon/Telepon Tanpa Kabel Publik&lt;br /&gt;9. Pesawat/Single Side Band (STB) seluler&lt;br /&gt;11. Pesawat daya rendah (= 100 mW)&lt;br /&gt;12. Radio trunking&lt;br /&gt;13. Terminal (HF),(VHF),(UHF)&lt;br /&gt;14. Wireless Local Area Network (LAN) &gt; 100 mW&lt;br /&gt;15. Very Small Apperture Terminal (VSAT)&lt;br /&gt;16. Interace radio access&lt;br /&gt;17. Booster&lt;br /&gt;18. Rectifier untuk switching&lt;br /&gt;19. Digital Loop Carrier&lt;br /&gt;20. Pemancar Radio Siaran/Repeater&lt;br /&gt;21. Pemancar Televisi/Repeater&lt;br /&gt;22. Pengganda Saluran&lt;br /&gt;23. Radio Microwave&lt;br /&gt;24. Multiplexer&lt;br /&gt;25. Radio base station&lt;br /&gt;26. Base Station Controller (BSC)&lt;br /&gt;27. Mobile Services Switching Center (MSC)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Proses Sertifikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Biaya sertifikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya berdasarkan jenis alat dan perangkat telekomunikasi berlaku untuk setiap model/tipe.&lt;br /&gt;Masa laku sertifikat adalah 3 tahun dan dapat diperpanjang apabila masih diperdagangkan atau digunakan&lt;br /&gt;Sertifikat dapat dipindah-tangankan dengan ketentuan berlaku.&lt;/span&gt;</description><link>http://testingequipment-telecommunications.blogspot.com/2008/11/syarat-pengujian-perangkat_02.html</link><author>noreply@blogger.com (Engineer of Telecommunications)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2368938367154196222.post-3932524891106127557</guid><pubDate>Sun, 02 Nov 2008 12:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-08T03:06:18.128+07:00</atom:updated><title>Peraturan Pemerintah Republik INDONESIA Nomor 28 Tahun 2005</title><description>PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href='http://www.scribd.com/doc/7754778/Peraturan-Pemerintah-Republik-Indonesia-Nomor-28-Tahun-2005?secret_password=2bxyxmnsp3nxuqwp67pe' target='_blank'&gt;&lt;span style=';font-family:georgia;color:#000000;'&gt;Menimbang : bahwa dengan telah terbentuknya Departemen Komunikasi dan Informatika dan sebagai pelaksanaan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak, dipandang perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Departemen Komunikasi dan Informatika&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;</description><enclosure length="0" type="" url="http://www.scribd.com/doc/7754778/Peraturan-Pemerintah-Republik-Indonesia-Nomor-28-Tahun-2005?secret_password=2bxyxmnsp3nxuqwp67pe"/><link>http://testingequipment-telecommunications.blogspot.com/2008/11/peraturan-pemerintah-republik-indonesia.html</link><author>noreply@blogger.com (Engineer of Telecommunications)</author><thr:total>0</thr:total><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2005 Menimbang : bahwa dengan telah terbentuknya Departemen Komunikasi dan Informatika dan sebagai pelaksanaan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak, dipandang perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Departemen Komunikasi dan Informatika</itunes:subtitle><itunes:author>noreply@blogger.com (Engineer of Telecommunications)</itunes:author><itunes:summary>PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2005 Menimbang : bahwa dengan telah terbentuknya Departemen Komunikasi dan Informatika dan sebagai pelaksanaan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak, dipandang perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Departemen Komunikasi dan Informatika</itunes:summary></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2368938367154196222.post-8076006028181260500</guid><pubDate>Sun, 02 Nov 2008 10:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-08T03:10:48.297+07:00</atom:updated><title>Proses Pengujian dan Sertifikasi</title><description>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Syarat Pengujian perangkat telekomunikasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Biaya berdasarkan jenis alat dan perangkat telekomunikasi berlaku untuk setiap model/tipe,Sample alat dan perangkat yang akan diuji, 2 buah sample untuk perangkat consumer premises equipment (CPE) dan 1 untuk perangkat non-CPE, seperti sentral.Masa laku sertifikat adalah 3 tahun dan dapat diperpanjang apabila masih diperdagangkan atau digunakan.Sertifikat dapat dipindah-tangankan dengan ketentuan berlaku.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Proses Pengujian&lt;br /&gt;Saat ini lembaga pengujian alat dan perangkat telekomunikasi yang tersedia adalah Balai Besar Pengujian Perangkat Telekomunikasi Ditjen Postel dan Telkom Risti Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat Pengujian perangkat telekomunikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Wajib membayar biaya pengujian&lt;br /&gt;2. Dokumen teknis&lt;br /&gt;3 Sample perangkat, 2 sample buat cpe, 1 sample non cpe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pencatat Data Pembicaraan Pulsa&lt;br /&gt;2. Faksimili&lt;br /&gt;3. Pesawat Telepon multi koin&lt;br /&gt;4. Pesawat/Key Telepon System (KTS) s.d 20 port&lt;br /&gt;5. Telpon Umum multi koin&lt;br /&gt;6. Komunikasi data&lt;br /&gt;7. Modem&lt;br /&gt;8. Pesawat cordless telepon/Telepon Tanpa Kabel Publik&lt;br /&gt;9. Pesawat/Single Side Band (STB) seluler&lt;br /&gt;11. Pesawat daya rendah (= 100 mW)&lt;br /&gt;12. Radio trunking&lt;br /&gt;13. Terminal (HF),(VHF),(UHF)&lt;br /&gt;14. Wireless Local Area Network (LAN) &gt; 100 mW&lt;br /&gt;15. Very Small Apperture Terminal (VSAT)&lt;br /&gt;16. Interace radio access&lt;br /&gt;17. Booster&lt;br /&gt;18. Rectifier untuk switching&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Digital Loop Carrier&lt;br /&gt;2. Pemancar Radio Siaran/Repeater&lt;br /&gt;3. Pemancar Televisi/Repeater&lt;br /&gt;4. Pengganda Saluran&lt;br /&gt;5. Radio Microwave&lt;br /&gt;6. Multiplexer&lt;br /&gt;7. Radio base station&lt;br /&gt;8. Base Station Controller (BSC)&lt;br /&gt;9. Mobile Services Switching Center (MSC)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://testingequipment-telecommunications.blogspot.com/2008/11/syarat-pengujian-perangkat.html</link><author>noreply@blogger.com (Engineer of Telecommunications)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2368938367154196222.post-2368361653831032475</guid><pubDate>Fri, 31 Oct 2008 15:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-05T05:32:22.907+07:00</atom:updated><title>FM PLL FREQUENCY SYNTHESIZER</title><description>&lt;center&gt;&lt;a href="filehive.com"&gt;&lt;img src="http://www.filehive.com/files/090427/PLL.jpg" border="0" alt="Image Hosted by FileHive.com"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Prinsip kerja PLL frequency Synthesizer ( penyusun frekuensi PLL ) adalah sbb:&lt;br /&gt;Mula-mula VCO berosilasi pada frekuensi yang ditentukan oleh tegangan control Vc dan menghasilkan sinyal frekuensi Fv. Sinyal frekuensi ini selain diperkuat oleh buffer dan tingkat penguat selanjutnya, juga diambil untuk dihubungkan pada pembagi terprogram N. Berapa besar nilai N ditentukan oleh kombinasi tingkat tegangan pada kaki-kaki program dari IC Programmable divider.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya bilangan N diberikan dari saklar/dip switch atau Up-Down Counter di luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluaran pembagi adalah Fv/N, frekuensi ini diumpankan ke Phase detector. Di samping itu pada Phase detector juga terdapat masukan yang berasal dari Oscillator referensi Fr. Frekuensi referensi umumya sekitar 10 KHz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluaran phase detector merupakan sinyal kesalahan ( error voltage ) yang berupa sederetan pulsa-pulsa tipis yang sebanding dengan perbedaan Fasa antara Fr dan Fv/N. Tegangan error ini kemudian diintegrasi dengan LPF ( Low Pass Filter ) dan menghasilkan tegangan DC yaitu Vc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila pembagi N diubah, maka Fv/N juga berubah, beda fasa juga berubah , dan tegangan control Vc berubah, akibatnya VCO menghasilkan frekuensi baru yang berbeda dari frekuensi semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila harga N diubah-ubah maka akan dihasilkan beratus-ratus frekuensi yang stabil , yang kestabilannya setara dengan osilator kristal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;Penjelasan prinsip kerja PLL frequency synthesizer diatas sangat praktis dan sederhana , memang cocok dengan situasi komunitas kita: homebrewer. Mungkin kalau kita kaji teori PLL secara mendalam tentunya sangat “berat” bagi kita.&lt;br /&gt;Kita harus belajar tentang analysis kestabilan system, analysis signal, teori filter, transformasi fourier, Mathlab…dll…pusiiiiiiing deh.</description><link>http://testingequipment-telecommunications.blogspot.com/2009/04/fm-pll-frequency-synthesizer.html</link><author>noreply@blogger.com (Engineer of Telecommunications)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2368938367154196222.post-8025580356201813410</guid><pubDate>Thu, 30 Oct 2008 15:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-05T05:33:21.169+07:00</atom:updated><title>PLL PROGRAMMABLE SWITCH AND DISPLAY</title><description>&lt;center&gt;&lt;img src="http://www.filehive.com/files/090427/PLL-programmable-switch-and-display.jpg" border="0" alt="http://testingequipment-telecommunications.blogspot.com/"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;PLL model Veronica cukup populer di kalangan para experimenter FM Broadcast, dengan kualitas audio yang cukup bagus dan rf sinyal yang begitu bersih , sedikit sekali sinyal spurious/ spleteran nya. Namun sebagaimana kita ketahui PLL model ini masih menggunakan "dip switch" untuk men"setting" frekuensi kerja PLL. Kita harus selalu mengacu pada buku manual atau tabel posisi dip switch untuk tiap-tiap frekuensi yang dikehendaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itulah mungkin dengan menambah rangkaian switch digital terprogram yang dapat menggantikan peran dip switch, maka akan terasa lebih mudah dan tidak merepotkan. Karena hanya dengan melihat tampilan "display", posisi program switch akan sesuai dengan frekuensi yang dikehendaki sebagaimana bila kita menggunakan dipswitch manual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh switch terprogram ini adalah bisa mengcover dari 88 MHz - 108 MHz, selain itu juga harus bisa menyimpan keadaan terakhir program walaupun power dimatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk merealisasikannya, demi kepraktisan dan tentu saja murah, digunakan Mikrokontroller, pada proyek ini menggunakan MIcrocontroller dari keluarga ATMEL yang cukup populer dan banyak di pasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk penyimpan memory menggunakan I2c, (juga dari ATMEL) dengan IC memory ini kita tidak perlu mengeset ulang frekuensi kerja , ketika PLL habis dimatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menggunakan software program IC yang cukup memadai, rangkaian ini bisa diprogram dari frekuensi 88 - 108 MHz, untuk mengubah frekuensi tinggal menekan tombol SET/RESET dilanjutkan menekan tombol UP atau DOWN. Setelah mencapai frekuensi yang diinginkan , kemudian tinggal tekan tombol SAVE. Posisi switch/display akan berada pada saat terakhir kita men"SAVE".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;a href="filehive.com"&gt;&lt;img src="http://www.filehive.com/files/090427/display---counter.jpg" border="0" alt="http://testingequipment-telecommunications.blogspot.com/"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;  &lt;br /&gt;Pada gambar terlihat aplikasi digital programmable switch pada PLL model Veronica, frekuensi yang ditunjukkan oleh display sama dengan penunjukkan RF frequency counter yang dicolokkan pada bagian PA, beroperasi pada frekuensi 100 MHz.</description><link>http://testingequipment-telecommunications.blogspot.com/2008/10/pll-programmable-switch-and-display.html</link><author>noreply@blogger.com (Engineer of Telecommunications)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2368938367154196222.post-6842095228782945639</guid><pubDate>Wed, 29 Oct 2008 05:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-05T05:34:16.956+07:00</atom:updated><title>APLIKASI PLL dengan IC MC145151</title><description>&lt;center&gt;&lt;a href="filehive.com"&gt;&lt;img src="http://www.filehive.com/files/090428/pin-mc145151.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;  &lt;br /&gt;Postingan kali ini merupakan kelanjutan yang lalu, yaitu pengenalan dasar PLL dan aplikasinya. Pada kesempatan ini kita ambil contoh IC PLL MC145151 dari Motorola. Dalam IC ini sudah built-in Phase Detector, Oscillator Reference, dan N Programmable Divider, sehingga dengan menambahkan sebuah kristal, lowpass filter, dan VCO maka kita sudah dapat membangun frequency synthesizer dengan PLL.&lt;br /&gt;Kelebihan IC ini adalah kita dapat mengeset bilangan pembagi untuk frekuensi kristal pada Oscillator Reference, dengan kemungkinan 8 angka pembagian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita lihat susunan pin IC ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fin : Frekuensi Input ( Pin 1 )&lt;br /&gt;Frekuensi Output dari VCO diumpankan ke pin No. 1 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RA0 – RA2 ( pin 5, 6, 7 )&lt;br /&gt;Dari tiga pin ini kita bisa mengeset berapa nilai pembagi ( 8 pilihan ) yang membagi frekuensi kristal Osilator referensi. Detailnya bisa anda lihat pada gambar.&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;a href="filehive.com"&gt;&lt;img src="http://www.filehive.com/files/090428/osc_ref.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;N0 – N11 ( pin 11 – 20 dan pin 22 – 25 )&lt;br /&gt;N Programmable Divider, dari ini kita mengeset berapa nilai N. Perlu dipasang resistor pull-up agar tercapai kondisi yang pasti pada logika 1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OSCin – OSCout ( pin 27 dan 26 )&lt;br /&gt;Pada pin ini kita pasang kristal yang akan menetukan berapa besar frekuensi Osilator Referensi setelah dibagi oleh kombinasi tegangan pada RA0 – RA2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PDout ( pin 4 )&lt;br /&gt;Phase Detector out, dari pin ini keluar tegangan error yang digunakan mengontrol frekuensi VCO setelah melalui Low Pass Filter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LD ( pin 28 )&lt;br /&gt;Lock detector, akan bernilai High jika terjadi ”Lock ” dan Low jika PLL tidak terkunci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VDD ( pin 3 )&lt;br /&gt;Tegangan Positip power supply 3 – 9 Volt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VSS ( pin 2 )&lt;br /&gt;Dihubungkan dengan Ground.&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;a href="filehive.com"&gt;&lt;img src="http://www.filehive.com/files/090428/pll_aplications.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Cara kerjanya sebagai berikut:&lt;br /&gt;Frekuensi Kristal 2,048 MHz dibagi bilangan 2048 ( lihat setting tegangan RA0 –RA2 ), menghasilkan frekuensi referensi 1 KHz. C trimmer pada kristal untuk memastikan frekuensi osilator referensi tepat I KHz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sirkuit R dan C pada keluaran PDout adalah merupakan Low Pass Filter.&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan frekuensi output VCO lock pada frekuensi 5 MHz ( 5000 KHz ), kita harus mengeset kombinasi saklar N Programmable Divider pada bilangan 5000.&lt;br /&gt;Angka N = 5000 ini didapat dari 5000KHz dibagi 1KHz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya:&lt;br /&gt;Frekuensi Output VCO = frekuensi Osilator referensi dikali dengan nilai N.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada contoh gambar untuk mendapatkan frekuensi out sebesar 5 MHz kita harus mengeset saklar programmable divider dengan posisi: 01110001000, darimana mendapatkan ? . posisi saklar pada gambar di atas ( perhatikan betul-betul gambar... ) adalah merupakan representasi bilangan Biner dari bilangan desimal 5000 ( nilai N ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengubah frekuensi out VCO kita tinggal mengubah besarnya nilai N pada Programmable divider. Untuk Datasheet selengkapnya bisa lihat di &lt;a href="http://www.alldatasheet.com/datasheet-pdf/pdf/77356/MOTOROLA/MC145151-2.html"&gt;SINI&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Malam terasa larut dan dingin, besok harus bekerja, mata terasa berat sekali, tetapi tetap harus nge-”posting”. Mungkin tulisan yang dibuat setengah ngantuk ini sedikit berguna atau sekedar bahan diskusi.</description><link>http://testingequipment-telecommunications.blogspot.com/2008/10/aplikasi-pll-dengan-ic-mc145151.html</link><author>noreply@blogger.com (Engineer of Telecommunications)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>