<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2067279926571180522</id><updated>2024-11-05T19:04:30.572-08:00</updated><category term="Amankah Perawatan Tradisional Pasca Persalinan? (Perawatan Pasca Melahirkan)"/><category term="Cara Melangsingkan Badan Setelah Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)"/><category term="Lakukan Perawatan Ini Setelah Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)"/><category term="Pentingnya Perawatan Pasca Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)"/><category term="Pentingnya Perawatan Rahim Pasca Persalinan (Perawatan Pasca Melahirkan)"/><category term="Perawatan Luka Jahitan Setelah Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)"/><category term="Perawatan Pasca Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)"/><category term="Perawatan Pasca Persalinan (Perawatan Pasca Melahirkan)"/><category term="Perawatan Tubuh Pasca Melahirkan Ala Nenek Moyang (Perawatan Pasca Melahirkan)"/><category term="Perawatan Tubuh Setelah Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)"/><category term="Perawatan di Rumah Setelah Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)"/><category term="Perawatan pasca kelahiran  (Perawatan Pasca Melahirkan)"/><category term="Seputar Perawatan Pascaoperasi Caesar (Perawatan Pasca Melahirkan)"/><category term="Tips Merawat Vagina Setelah Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)"/><category term="Tips Perawatan Miss V Pasca Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)"/><category term="Tips Perawatan Setelah Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)"/><title type='text'>Perawatan Pasca Melahirkan</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://perawatanpascamelahirkan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2067279926571180522/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perawatanpascamelahirkan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>senam hamil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15958434023239514819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>16</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2067279926571180522.post-8172652519007347688</id><published>2013-08-09T08:50:00.002-07:00</published><updated>2013-08-09T08:50:16.863-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Lakukan Perawatan Ini Setelah Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)"/><title type='text'>Lakukan Perawatan Ini Setelah Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgh1jkZ0Z97ICVH-2C4kgjtGiqmiOdL0ftfxvuIkm50_nu32xmZ0HE9Xx51u6LPqSpI8SJ_YnDBmVkE1_X5HX05p9qHvEYrQ5Htf5KyoOJqozQwJEjUNQ4iZ7Aifqcl9Vgl_Y4mzYxRIHcP/s1600/A6.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Lakukan Perawatan Ini Setelah Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;151&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgh1jkZ0Z97ICVH-2C4kgjtGiqmiOdL0ftfxvuIkm50_nu32xmZ0HE9Xx51u6LPqSpI8SJ_YnDBmVkE1_X5HX05p9qHvEYrQ5Htf5KyoOJqozQwJEjUNQ4iZ7Aifqcl9Vgl_Y4mzYxRIHcP/s200/A6.jpg&quot; title=&quot;Lakukan Perawatan Ini Setelah Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&amp;nbsp;(Perawatan Pasca Melahirkan)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Lakukan Perawatan Ini Setelah Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)&lt;/b&gt; - Selama kehamilan, Anda pasti mengalami berbagai perubahan baik fisik 
maupun mental, seperti berat badan bertambah, jari tangan dan kaki 
menjadi bengkak, emosi pun naik-turun.&quot;Saat hamil, Anda akan 
sering mengalami pegal dan sesak nafas,&quot; ungkap dr Ardiansjah Dara, 
SpOG, saat seminar kehamilan beberapa waktu lalu di Jakarta. Ia 
menambahkan, kondisi ini hanya terjadi selama kehamilan saja, dan segera
 menghilang setelah melahirkan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Hanya saja untuk mendapatkan 
kembali semua kondisi tubuh prima dan bentuk tubuh seperti sebelum 
hamil, Anda harus melakukan berbagai perawatan setelah melahirkan. 
&quot;Perawatan ini sangat dianjurkan untuk ibu yang baru melahirkan karena 
selain bisa mengembalikan bentuk tubuh, juga bisa membantu 
mengharmoniskan hubungan suami-istri,&quot; tambahnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;1. Masa nifas&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Anda
 pasti sudah tahu bahwa masa nifas merupakan &quot;ritual&quot; yang harus 
dilakukan setelah melahirkan. Dalam masa nifas, Anda dan pasangan harus 
puasa bercinta selama enam bulan. Dr Dara mengungkapkan bahwa masa puasa
 ini dilakukan untuk menghindari terjadinya infeksi atau pendarahan pada
 organ intim perempuan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Setelah melahirkan, organ intim perempuan
 membutuhkan waktu istirahat untuk mengembalikan fleksibilitasnya. 
Ketika terjadi penetrasi, bisa jadi akan mengalami infeksi,&quot; jelasnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Setelah
 melahirkan juga masih ada darah kotor yang harus dikeluarkan. Ketika 
terjadi infeksi, darah kotor ini akan terkena bakteri sehingga 
menimbulkan bau yang tak sedap.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;2. Diet&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Diet 
tak cuma dianjurkan untuk Anda yang ingin menurunkan berat badan, tapi 
juga untuk Anda yang baru melahirkan. Bedanya terletak pada kebutuhan 
asupan dan juga jenis makanan yang dibutuhkan tubuh.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Setelah 
melahirkan, Anda dianjurkan untuk menyantap makanan yang tinggi protein,
 zat besi, kalsium, dan serat. Asupan kalori yang dianjurkan berkisar 
2700 kalori sehari. &quot;Biasanya setelah melahirkan, ibu akan mengalami 
wasir. Ini sebabnya dianjurkan mengonsumsi banyak serat agar wasir cepat
 hilang,&quot; katanya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Selain asupan makanan, Anda juga disarankan 
untuk banyak mengonsumsi cairan. Ia menyarankan agar Anda minum minimal 
tiga liter air putih dan dua liter susu setiap hari.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;3. Perawatan kerampang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kerampang
 atau perineum merupakan selaput pembatas antara vagina dan anus. Saat 
melahirkan, selaput ini akan melebar untuk memudahkan jalan lahir. 
Bahkan ada juga kemungkinan bahwa kerampang ini akan sobek. Maka selama 
hamil, ibu disarankan untuk melakukan pijat kerampang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak cuma 
dirawat selama hamil, kerampang juga harus dirawat setelah melahirkan 
untuk mengecilkan pembuluh darah di selaput ini. Ada beberapa cara untuk
 merawatnya, yaitu dengan kompres air dingin, menggunakan pembalut dan 
celana dalam yang ketat, serta latihan kegel.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Ibu-ibu banyak yang
 memilih pakai celana dalam yang longgar dengan harapan bisa membantu 
menyembuhkan rasa sakit setelah melahirkan. Padahal seharusnya, ibu 
justru pakai celana dalam yang ketat dan pembalut. Pembalut dan celana 
dalam yang ketat akan menekan luka di kerampang sehingga bisa cepat 
sembuh,&quot; sarannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Hormon dan emosi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perubahan hormon dan emosi ibu hamil dan melahirkan sangat mudah berubah. Hal ini disebabkan karena&lt;em&gt; post partum blues&lt;/em&gt;,
 kurang tidur, kelelahan saat mengurus bayi dan lain-lainnya. Oleh 
karena itu, setelah melahirkan Anda juga butuh waktu untuk merawat diri 
sendiri alias&lt;em&gt; me time&lt;/em&gt;. Lakukan berbagai hal yang membuat Anda senang seperti ke spa, ke salon, belanja, dan &lt;em&gt;hang out&lt;/em&gt; dengan teman-teman.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;Lakukan Perawatan Ini Setelah Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan) &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perawatanpascamelahirkan.blogspot.com/feeds/8172652519007347688/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perawatanpascamelahirkan.blogspot.com/2013/08/lakukan-perawatan-ini-setelah.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2067279926571180522/posts/default/8172652519007347688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2067279926571180522/posts/default/8172652519007347688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perawatanpascamelahirkan.blogspot.com/2013/08/lakukan-perawatan-ini-setelah.html' title='Lakukan Perawatan Ini Setelah Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)'/><author><name>senam hamil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15958434023239514819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgh1jkZ0Z97ICVH-2C4kgjtGiqmiOdL0ftfxvuIkm50_nu32xmZ0HE9Xx51u6LPqSpI8SJ_YnDBmVkE1_X5HX05p9qHvEYrQ5Htf5KyoOJqozQwJEjUNQ4iZ7Aifqcl9Vgl_Y4mzYxRIHcP/s72-c/A6.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2067279926571180522.post-6861697918712982721</id><published>2013-08-09T08:44:00.000-07:00</published><updated>2013-08-09T08:44:03.446-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips Perawatan Miss V Pasca Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)"/><title type='text'>Tips Perawatan &quot;Miss V&quot; Pasca Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEglVn2wr-h5VYj4ejWxY_6k3rhX907MbdwrkL9BBdT92vE1018YZsFhhh4S6UIS7d4tPwM2ui5k5Q1srMogQSvWXi0u1S4L3iusePbyBbVtsHXoz-5DOumY0vTkpSydxlRIJevpbln9NDI8/s1600/A5.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Tips Perawatan &amp;quot;Miss V&amp;quot; Pasca Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEglVn2wr-h5VYj4ejWxY_6k3rhX907MbdwrkL9BBdT92vE1018YZsFhhh4S6UIS7d4tPwM2ui5k5Q1srMogQSvWXi0u1S4L3iusePbyBbVtsHXoz-5DOumY0vTkpSydxlRIJevpbln9NDI8/s200/A5.jpg&quot; title=&quot;Tips Perawatan &amp;quot;Miss V&amp;quot; Pasca Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)&quot; width=&quot;135&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;(Perawatan Pasca Melahirkan)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;b&gt;Tips Perawatan &quot;Miss V&quot; Pasca Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)&lt;/b&gt; - Tugas
 berat melahirkan telah dilalui, kini hadir dalam pelukan anggota 
keluarga baru yang mungil dan lucu hadir. Kebahagiaan membahana ke 
setiap ibu dan keluarga yang baru saja melewati proses melahirkan dengan
 kehadiran bayi yang sehat dan selamat. Kini saatnya ibu untuk merawat 
segala sesuatunya pasca melahirkan, termasuk vagina (kita panggil &quot;miss 
V&quot;).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Selama proses melahirkan
 berlangsung tentu saja, &quot;Miss V&quot; mendapatkan tugas yang berat sebagai 
pintu bagi keluarnya bayi dengan rata-rata berat badan 3-4 kg. Bagi yang
 elastis atau telah berulangkali menjalani proses melahirkan normal, 
mungkin kondisi ini telah menjadi &quot;biasa&quot;, sehingga kondisi &quot;Miss V&quot; 
tidak sampai mengalami pengguntingan atau episiotomi (baca: Mengenal Episiotomi),
 namun tidak sedikit pula ibu memerlukan bantuan bidan atau dokter untuk
 memperlebar jalan lahir dengan cara menggunting di area perineum (area 
antara &quot;Miss V&quot; dan dubur), kemudian setelah itu, dokter atau bidan akan
 menjahit kembali bekas guntingan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Bagi
 ibu yang melahirkan tanpa episiotomi, perawatan &quot;Miss V&quot; cukup 
dilakukan dengan cebok dengan air hangat atau larutan antiseptik. 
Sedangkan bagi ibu melahirkan yang mengalami episiotomi, perawatan &quot;Miss
 V&quot; pasca melahirkan dapat dilakukan dengan cara:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Untuk mengurangi rasa sakit atau menenangkan 
luka, ibu dapat menggunakan kompress pada luka jahitan. Ibu bisa 
menggunakan es yang dibungkus kain bersih dan menempelkannya pada bekas 
jahitan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Ibu harus selalu memastikan bahwa luka bekas 
jahitan selalu bersih. Membersihkan luka ini bisa dilakukan dengan 
menggunakan botol semprot yang diisi air untuk membersihkan area 
perineum setelah ibu buang air kecil atau besar. Selain itu, untuk 
membersihkan bekas jahitan ibu juga bisa menggunakan waslap yang 
dibasahi dan sabun. Buatlah busa di waslap tersebut. Bersihkan seluruh 
luka dengan waslap tersebut, pastikan daerah bekas jahitan benar-benar 
bersih. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Siramlah dengan air dingin &quot;Miss V&quot; saat ibu 
sedang buang air kecil. Kemudian lakukan cebok dari arah depan ke 
belakang dengan air bersih (jangan sebaliknya, karena jika terbalik cara
 ceboknya, justru akan mengumpulkan bakteri dari anus ke &quot;Miss V&quot;), dan 
lakukan dengan hati-hati atau menggunakan botol semprot yang berisi air 
tadi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Saat buang air besar, kemungkinan akan terasa 
sakit pada area bekas jahitan. Gunakan bantalan lembut dan bersih pada 
luka bekas jahitan, dan tekan ke bagian atas pada bekas luka untuk 
menghindarkan tekanan atau menghindari robek kembali.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Hindari aktivitas berlebih saat minggu-minggu 
pertama pasca melahirkan. Seringlah berbaring atau duduk, dan hindarkan 
sering berjalan. Saat duduk lakukan dengan hati-hati, kalo bisa usahakan
 mencari bantalan duduk berbentuk donat untuk menghindari tekanan pada 
daerah bekas luka.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Perbanyak lah konsumsi makanan yang banyak 
mengandung serat seperti sayuran dan buah-buahan. Dengan demikian 
diharapkan, tinja yang dikeluarkan saat BAB tidak keras dan hal ini 
menghindarkan sakit berlebih saat BAB.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Lakukan latihan senam kegel untuk mengencangkan bagian sekitar panggul. Lakukan senam kegel ini beberapa hari pasca melahirkan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Seringlah ibu melakukan pergantian celana dalam 
dan usahakan menggunakan bahan yang mampu menyerap keringat. Ibu bisa 
menggunakan panty liner untuk membantu &quot;Miss V&quot; agar terhindar dari 
kelembaban yang berlebih. Selain itu, mencukur rambut &quot;Miss V&quot; juga 
dapat membantu mengurangi kelembaban.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Luka jahitan dapat di olesi dengan menggunakan salep antibiotik, tapi harus sesuai dengan anjuran dokter&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; border: medium none; color: black; overflow: hidden; text-align: justify; text-decoration: none;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tips Perawatan &quot;Miss V&quot; Pasca Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perawatanpascamelahirkan.blogspot.com/feeds/6861697918712982721/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perawatanpascamelahirkan.blogspot.com/2013/08/tips-perawatan-miss-v-pasca-melahirkan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2067279926571180522/posts/default/6861697918712982721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2067279926571180522/posts/default/6861697918712982721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perawatanpascamelahirkan.blogspot.com/2013/08/tips-perawatan-miss-v-pasca-melahirkan.html' title='Tips Perawatan &quot;Miss V&quot; Pasca Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)'/><author><name>senam hamil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15958434023239514819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEglVn2wr-h5VYj4ejWxY_6k3rhX907MbdwrkL9BBdT92vE1018YZsFhhh4S6UIS7d4tPwM2ui5k5Q1srMogQSvWXi0u1S4L3iusePbyBbVtsHXoz-5DOumY0vTkpSydxlRIJevpbln9NDI8/s72-c/A5.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2067279926571180522.post-2278419700831268909</id><published>2013-01-24T20:13:00.001-08:00</published><updated>2013-01-24T20:13:46.396-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Perawatan pasca kelahiran  (Perawatan Pasca Melahirkan)"/><title type='text'>Perawatan pasca kelahiran  (Perawatan Pasca Melahirkan)</title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijh2Y4slZRIyi3zPI_D71r7Gp87PH3_Dju-6kGjrbTKMgtTj63-0yNuRTM_WZPoBzmfroWtt457B_xXuA7LDqgCt-xHGC03b7ulHodRIfKZ49qQ-012F2PaA2mg7838vbE9MR8mH9AEbp0/s1600/APER.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Perawatan pasca kelahiran  (Perawatan Pasca Melahirkan)&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijh2Y4slZRIyi3zPI_D71r7Gp87PH3_Dju-6kGjrbTKMgtTj63-0yNuRTM_WZPoBzmfroWtt457B_xXuA7LDqgCt-xHGC03b7ulHodRIfKZ49qQ-012F2PaA2mg7838vbE9MR8mH9AEbp0/s1600/APER.jpg&quot; height=&quot;200&quot; title=&quot;Perawatan pasca kelahiran  (Perawatan Pasca Melahirkan)&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Perawatan pasca kelahiran&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Perawatan pasca kelahiran&amp;nbsp; (Perawatan Pasca Melahirkan)&lt;/b&gt; - Hari-hari setelah melahirkan merupakan kurun waktu orinentasi baru. Hubungan dengan anak yang baru lahir akan dibangun dan sebuah &quot;keluarga baru&quot; berdiri. Istirahat adalah hal terpenting dalam kurun waktu ini bagi ibu dan anak. Irama kehidupan sehari-hari yang baru pelan-pelan akan ditemukan. Pada masa itu akan terjadi saat-saat diselimuti perasaan senang sekali dengan bayi bercampur baur dengan keletihan yang luar biasa dan tanpa daya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu itu saya sebagai bidan akan menemani keluarga baru dengan penuh kesabaran dan pengalaman. Saya memeriksa proses penyembuhan ibu dan anak dan mencoba untuk memberi semangat dan motivasi baru. Proses perubahan tubuh yang kembali pada keadaan sebelum hamil akan saya bantu antara lain dengan latihan-latihan atau pemijatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mendukung dan memotivasi ibu-ibu agar dapat menyusui dengan puas dan menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menyediakan kesempatan untuk membicarakan pengalaman kelahiran. Imunisasi, nutrisi, kontrasepsi, perubahan tubuh dan kejiwaan juga bisa dijadikan tema pembicaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memeriksa penyebuhan pusat bayi, mengontrol berat badannya dan kebiasaan minumnya serta warna kulit bayi (pucat atau kekunginan). Juga menawarkan bantuan dalam perawatan bayi dan saran-saran jika bayi sakit perut (gembung) atau tidak bisa tidur secara baik. Jika perawatan pasca kelahiran dilakukan di rumah sendiri, maka saya ambil darah bayi untuk pemeriksaan metapolisme tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada ke-10 hari pertama saya akan mengunjungi anak dan ibu di rumah setiap hari dan jika perlu selama ke-8 minggu pertama . Saya selalu bisa dihubungi baik lewat telepon atau kunjungan rumah selama masa menyusui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perawatan tersebut akan ditanggung penuh oleh asuransi kesehatan. Bantuan saya juga dapat dimintai para orang tua yang mendapatkan musibah lahir mati atau keguguran.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;Perawatan pasca kelahiran&amp;nbsp; (Perawatan Pasca Melahirkan)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perawatanpascamelahirkan.blogspot.com/feeds/2278419700831268909/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perawatanpascamelahirkan.blogspot.com/2013/01/perawatan-pasca-kelahiran-perawatan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2067279926571180522/posts/default/2278419700831268909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2067279926571180522/posts/default/2278419700831268909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perawatanpascamelahirkan.blogspot.com/2013/01/perawatan-pasca-kelahiran-perawatan.html' title='Perawatan pasca kelahiran  (Perawatan Pasca Melahirkan)'/><author><name>senam hamil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15958434023239514819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijh2Y4slZRIyi3zPI_D71r7Gp87PH3_Dju-6kGjrbTKMgtTj63-0yNuRTM_WZPoBzmfroWtt457B_xXuA7LDqgCt-xHGC03b7ulHodRIfKZ49qQ-012F2PaA2mg7838vbE9MR8mH9AEbp0/s72-c/APER.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2067279926571180522.post-7843023355042849697</id><published>2013-01-24T20:01:00.001-08:00</published><updated>2013-01-24T20:01:23.773-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Amankah Perawatan Tradisional Pasca Persalinan? (Perawatan Pasca Melahirkan)"/><title type='text'>Amankah Perawatan Tradisional Pasca Persalinan? (Perawatan Pasca Melahirkan)</title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhb5iEAEpxvA8U9aymraO3Y1-Eic5cAbyuEue6OVH90hGgy6nx5LzL434MYkq2ttGQj6_wAkiUVDrO1Cqp8swpzQ1X00BScR28GNVrxpFR_fsNr_FcksRxkvmZz5fiSLdEmvIDyeyydwyfG/s1600/ATRAD.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Amankah Perawatan Tradisional Pasca Persalinan? (Perawatan Pasca Melahirkan)&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhb5iEAEpxvA8U9aymraO3Y1-Eic5cAbyuEue6OVH90hGgy6nx5LzL434MYkq2ttGQj6_wAkiUVDrO1Cqp8swpzQ1X00BScR28GNVrxpFR_fsNr_FcksRxkvmZz5fiSLdEmvIDyeyydwyfG/s1600/ATRAD.jpg&quot; height=&quot;107&quot; title=&quot;Amankah Perawatan Tradisional Pasca Persalinan? (Perawatan Pasca Melahirkan)&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;(Perawatan Pasca Melahirkan)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Amankah Perawatan Tradisional Pasca Persalinan? (Perawatan Pasca Melahirkan)&lt;/b&gt; - Anda ingin mencoba paket perawatan tradisional paska persalinan? Boleh saja, asal tahu tujuan dan caranya. Sebenarnya sejauh mana manfaat dan keamanannya? Simak jawabannya dari dr. Dewi Prabarini S. Soeharto, SpOG berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. JAMU BERSALIN. Jamu bersalin biasanya dibagi menjadi 3 bagian, yakni yang diminum 10 hari pertama, 10 hari kedua dan 10 hari ketiga.&amp;nbsp; Manfaatnya antara lain mengencangkan otot-otot perut yang kendur, mengembalikan stamina, memperlancar ASI, membersihkan darah kotor dalam rahim, membantu pemulihan luka, dan membantu proses pengerutan rahim ke ukuran semula.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Apakah&amp;nbsp; ibu yang baru melahirkan boleh mengonsumsi jamu bersalin? Pada prinsipnya, ibu yang baru melahirkan boleh mengonsumsi jamu bersalin. Namun, bagi yang memiliki gangguan fungsi hati, misalnya hepatitis B positif atau pernah mengalami sakit kuning, sebaiknya tidak mengonsumsi jamu, mengingat jamu dimetabolisme di hati. Atau yang mengalami komplikasi saat persalinan, misalnya rahim robek, jamu bisa membuat kontraksi rahim berlebihan.&amp;nbsp; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sejauh mana ibu hamil dapat meraih manfaat jamu bersalin tersebut? Jamu bisa membantu agar proses nifas&amp;nbsp; berlangsung tepat waktu, yakni kurang lebih 40 hari.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bagaimana jika ada obat-obatan dari dokter yang harus diminum ibu? Sebaiknya, tanyakan dulu pada dokter apakah boleh mengonsumsi jamu bersalin atau tidak. Jika boleh, jangan konsumsi jamu bersama-sama dengan obat dokter. Mungkin, perlu diberi jeda waktu 1-2 jam.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Adakah hal-hal yang perlu diwaspadai pada bayi? Pada bayi, walaupun sedikit, jamu pasti keluar di ASI. Jika bayi&amp;nbsp; menjadi diare,&amp;nbsp; misalnya, maka&amp;nbsp;&amp;nbsp; berarti&amp;nbsp; ia tidak toleran terhadap jamu bersalin yang diminum ibunya.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;2. PILIS. Digunakan dengan cara mengoleskannya memanjang menutupi dahi. Manfaatnya antara lain untuk menghilangkan rasa pening, menjaga kesehatan mata, mengobati sakit kepala, dan mencegah naiknya darah putih ke kepala.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sejauh mana ibu hamil dapat meraih manfaat dari pilis? Sebenarnya, dari segi kesehatan, manfaatnya agak&amp;nbsp; meragukan. Pening yang dirasakan ibu yang baru melahirkan, misalnya, mungkin karena ia kurang tidur. Obatnya ya tidur. Istilah darah putih naik ke kepala juga tidak ada.&amp;nbsp; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Risiko gangguan mata apa yang mungkin dialami oleh ibu yang baru melahirkan? Gangguan mata, seperti pandangan jadi kabur, bisa saja terjadi. Khususnya pada ibu yang mengalami tekanan darah tinggi atau bengkak. Cara mencegahnya dengan mengurangi konsumsi garam dan cukup tidur.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;3. PARAM. Digunakan dengan cara mengoleskannya ke seluruh tubuh, kecuali daerah payudara dan perut. Tujuannya antara lain untuk&amp;nbsp;&amp;nbsp; mengatasi pembengkakan yang dialami oleh ibu yang baru melahirkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Apakah semua ibu yang baru melahirkan boleh menggunakan param? Ya, sejauh kulitnya tidak sensitif dan paramnya tidak terlalu kental. Param punya efek menghangatkan. Jika terlalu hangat, bisa “membakar” kulit. Jadi, perhatikan cara memakainya.&amp;nbsp; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sejauh mana ibu hamil dapat meraih manfaat dari param?&amp;nbsp; Param bisa membantu mengurangi rasa pegal pada otot-otot tangan dan kaki ibu yang baru melahirkan,&amp;nbsp; karena bisa mengatasi bengkak yang terjadi di sana.&amp;nbsp; Hindari daerah payudara dan perut, karena kedua daerah ini mayoritas jaringannya lemah.&amp;nbsp; Param&amp;nbsp; “bekerja” pada otot.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;4. TAPEL. Dicampur dengan kapur sirih dan air jeruk nipis, dibalurkan&amp;nbsp; pada perut sebelum ibu mengenakan bengkung/stagen. Tujuannya antara lain untuk mengurangi rasa sakit-sakit di perut, mengempiskan perut serta memulihkan kondisi kulit perut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Apakah semua ibu yang baru melahirkan boleh memakai tapel? Ya, jika ibu bersalin secara alami. Jika ibu bersalin lewat operasi, tapel tidak boleh digunakan sampai luka operasinya dinyatakan baik oleh dokter, atau kira-kira sampai 2 minggu setelah melahirkan. Namun pemakaian tapel ini sebaiknya&amp;nbsp; tidak kena daerah yang ada luka operasinya.&amp;nbsp; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sejauh mana efektifitas penggunaan tapel? Tapel menghangatkan perut yang membuat usus bekerja atau berkontraksi lebih cepat sehingga angin yang berada di dalamnya bisa keluar dengan mudah, sendawa lebih mudah dan perut terasa kempis. Air kapur sirih dan jeruk nipis memiliki sifat anti selulit. Hanya saja, kalau kulitnya sensitif, atau terlalu banyak kapur sirihnya, maka bisa timbul luka bakar. Tapel sifatnya membantu proses pembakaran lemak bawah kulit. Kalau lemaknya berkurang, kulit yang tadinya meregang juga lebih cepat bertemu.&amp;nbsp; &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;5. BENGKUNG/STAGEN. Alat ini umumnya terbuat dari kain. Ukurannya beragam. Kini sudah ada bentuk yang lebih praktis dan mudah digunakan. Manfaatnya untuk&amp;nbsp; membantu mengempiskan perut dan membuang angin dalam rongga perut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Apakah semua ibu yang baru melahirkan boleh memakai bengkung?&amp;nbsp; Boleh, asal cara memakainya benar, terutama untuk ibu yang bersalin lewat operasi.&amp;nbsp; Bengkung sebaiknya dimulai dari bagian bawah luka operasi (setinggi panggul) sampai sedikit di atas pusar. Jangan terlalu tinggi, karena di situ ada lambung dan paru-paru. Luka operasi yang tertekan bengkung efeknya sama dengan tulang patah yang digips. Luka jadi diam dan rapat sehingga cepat menutup.&amp;nbsp; Untuk ibu yang bersalin normal, gerak geriknya jadi perlahan, dan duduk juga tidak mengangkang. Hal ini baik untuk pemulihan luka.&amp;nbsp; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sejauh mana efektivitas penggunaan bengkung dalam membantu mengempiskan perut? Cara paling efektif untuk mengempiskan perut adalah dengan senam nifas untuk melatih otot perut, dan mengurangi konsumsi lemak. Pemakaian bengkung bisa membuat kita tertipu karena kita merasa perut sudah kempis. Bengkung sifatnya hanya membuat perut terasa lebih nyaman. Selain itu, bengkung juga&amp;nbsp; membantu penyerapan tapel sehingga efek pembakar lemaknya bekerja lebih efektif. Sama seperti orang habis creambath yang kepalanya ditutup handuk.&amp;nbsp; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Apakah bengkung harus&amp;nbsp; dipakai sepanjang hari? Sebaiknya tidak karena kulit&amp;nbsp; perlu bernapas. Jadi, malam hari sebaiknya dibuka saja. Untuk hasil optimal,&amp;nbsp; bengkung dipakai sampai 3 bulan.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;i&gt;Amankah Perawatan Tradisional Pasca Persalinan? (Perawatan Pasca Melahirkan) &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perawatanpascamelahirkan.blogspot.com/feeds/7843023355042849697/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perawatanpascamelahirkan.blogspot.com/2013/01/amankah-perawatan-tradisional-pasca.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2067279926571180522/posts/default/7843023355042849697'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2067279926571180522/posts/default/7843023355042849697'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perawatanpascamelahirkan.blogspot.com/2013/01/amankah-perawatan-tradisional-pasca.html' title='Amankah Perawatan Tradisional Pasca Persalinan? (Perawatan Pasca Melahirkan)'/><author><name>senam hamil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15958434023239514819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhb5iEAEpxvA8U9aymraO3Y1-Eic5cAbyuEue6OVH90hGgy6nx5LzL434MYkq2ttGQj6_wAkiUVDrO1Cqp8swpzQ1X00BScR28GNVrxpFR_fsNr_FcksRxkvmZz5fiSLdEmvIDyeyydwyfG/s72-c/ATRAD.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2067279926571180522.post-5883492350225312283</id><published>2013-01-04T23:04:00.001-08:00</published><updated>2013-01-04T23:15:25.519-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Perawatan di Rumah Setelah Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)"/><title type='text'>Perawatan di Rumah Setelah Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiqjCcGd9_wHbD03CgI2GVHR6WrKaSGWdmt1rGNx1hmpaXcV02g6iPqqQhqaoEkz5gW3KtLvCl_uDQK5r78QbWqtqXNA_8P4-MG0_LJ24i13-AXb6cjAvi_ZTdc2S2w7iddXkAyHanjphaM/s1600/adir.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Perawatan di Rumah Setelah Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;123&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiqjCcGd9_wHbD03CgI2GVHR6WrKaSGWdmt1rGNx1hmpaXcV02g6iPqqQhqaoEkz5gW3KtLvCl_uDQK5r78QbWqtqXNA_8P4-MG0_LJ24i13-AXb6cjAvi_ZTdc2S2w7iddXkAyHanjphaM/s200/adir.jpg&quot; title=&quot;Perawatan di Rumah Setelah Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Perawatan di Rumah Setelah Melahirkan &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;b&gt;Perawatan di Rumah Setelah Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)&lt;/b&gt; - Rahim, masih membesar, masih kontraksi untuk beberapa waktu, menjadi semakin kecil selama 2 minggu kemudian. Kontraksi ini tidak terus menerus dan seringkali terasa sakit. Kontraksi semakin diperkuat dengan menyusui. Menyusui menimbulkan produksi hormon oxytocin. Oxytocin merangsang aliran susu (disebut refleks let-down) dan kontraksi kandungan. biasanya, setelah 5 sampai 7 hari, rahim kuat dan tidak lagi lembut tetapi masih sedikit membesar, memanjang ke separuh saluran antara tulang pubis dan pusar. Selama 2 minggu setelah melahirkan, rahim kembali ke ukuran normal. Meskipun begitu, perut ibu baru tersebut tidak manjadi rata seperti sebelum kehamilan untuk beberapa bulan, bahkan jika dia berolahraga. Tanda kerut bisa tidak terlihat untuk setahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang ibu baru bisa mandi pancuran atau berendam, tetapi dia harus menahan diri dari pembasuhan vagina setidaknya 2 minggu setelah melahirkan. Mencuci daerah sekitar vagina dengan air hangat 2 atau 3 kali sehari membantu mengurangi perih. Mandi air hangat sambil duduk bisa meringankan rasa sakit yang diakibatkan episiotomi atau wasir. Mandi duduk adalah mengambil posisi duduk dengan air hanya sampai ke pinggang dan pantat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibu yang tidak menyusui bisa menggunakan obat-obatan untuk membantu mereka tidur atau untuk meringankan rasa sakit. Untuk rasa sakit, mereka biasanya diberikan asetaminophen atau obat anti-inflammatory nonsteroidal (NSAID). Ibu yang menyusui diberikan beberapa obat-obatan dengan jumlah tertentu karena kebanyakan obat-obatan masuk di air susu ibu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibu yang menyusui perlu belajar bagaimana meletakkan bayi selama menyusui. Jika letak bayi tidak baik, puting ibu bisa menjadi luka. Kadangkala bayi menarik puting dengan bibir bagian bawah dan menghisapnya, melukai putting. Pada beberapa kasus, ibu bisa menyelipkan ibu jari ke dalam bibir pada mulut bayi tersebut. setelah menyusui, dia harus membiarkan air susu kering secara alami pada putting dibandingkan menyeka atau mencucinya. Jika dia mau, dia bisa mengeringkan putingnya dengan pengering rambut yang disetel rendah. Pada udara yang sangat kering, hypoallergenic lanolin atau salep bisa dioleskan pada putting. Pinggiran kutang dari plastik harus dihindari. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama ibu menyusui, dia membutuhkan tambahan gizi, khususnya kalsium. Produk yang mengandung susu adalah sumber kalsium yang paling baik. Kacang-kacangan dan sayuran berhijau daun kemungkinan sebagai pengganti jika ibu tersebut tidak cocok dengan produk yang mengandung susu. Atau dia bisa menggunakan suplemen kalsium. Suplemen vitamin tidak diperlukan jika diet ibu tersebut telah sangat seimbang, terutama jika terpenuhinya jumlah Vitamin B6, B12, dan C. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang ibu yang baru melahirkan bisa mulai beraktifitas secara normal setiap hari ketika dia merasa telah siap. Dia bisa memulai berhubungan seks secepatnya sebagaimana dia inginkan dan merasa nyaman. Penggunaan kontrasepsi dianjurkan karena kehamilan kemungkinan segera sebagaimana ibu tersebut mulai kembali melepaskan sel telur dari indung telur (ovulasi). Ibu yang tidak menyusui biasanya mulai berovulasi kembali sekitar 4 minggu setelah melahirkan, sebelum jangka waktu pertama mereka. Meskipun begitu, ovulasi dapat terjadi lebih awal. Ibu yang menyusui cenderung mulai berovulasi dan masih menstruasi setelah itu, biasanya 10 sampai 12 minggu setelah melahirkan. Jangka waktunya tergantung pada seberapa banyak makanan dibandingkan air susu yang dikonsumsi oleh bayi. Jika lebih dari seperlima makanan bayi adalah air susu, ovulasi tidak mungkin terjadi. Kadangkala, seorang ibu yang menyusui berovulasi, menstruasi dan menjadi hamil secepat ibu yang tidak menyusui. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesembuhan penuh setelah kehamilan memerlukan waktu sekitar 1 sampai 2 tahun. Sehingga dokter biasanya menyarankan ibu baru untuk menunggu sebelum hamil kembali (meskipun dia sudah memilih untuk tidak mengikuti anjuran tersebut). Pada saat perjanjian mengunjungi dokter pertama kali setelah melahirkan, seorang ibu baru bisa membicarakan pilihan kontrasepsi dengan dokter dan memilih salah satu yang sesuai dengan kondisinya. Seorang ibu baru yang baru saja divaksinasi untuk mencegah campak jerman (rubella) harus menunggu setidaknya 1 bulan sebelum mulai hamil lagi untuk menghindari bahaya pada janin&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;Perawatan di Rumah Setelah Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perawatanpascamelahirkan.blogspot.com/feeds/5883492350225312283/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perawatanpascamelahirkan.blogspot.com/2013/01/perawatan-di-rumah-setelah-melahirkan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2067279926571180522/posts/default/5883492350225312283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2067279926571180522/posts/default/5883492350225312283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perawatanpascamelahirkan.blogspot.com/2013/01/perawatan-di-rumah-setelah-melahirkan.html' title='Perawatan di Rumah Setelah Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)'/><author><name>senam hamil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15958434023239514819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiqjCcGd9_wHbD03CgI2GVHR6WrKaSGWdmt1rGNx1hmpaXcV02g6iPqqQhqaoEkz5gW3KtLvCl_uDQK5r78QbWqtqXNA_8P4-MG0_LJ24i13-AXb6cjAvi_ZTdc2S2w7iddXkAyHanjphaM/s72-c/adir.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2067279926571180522.post-5926523227231665293</id><published>2013-01-04T22:58:00.000-08:00</published><updated>2013-01-04T23:12:54.225-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pentingnya Perawatan Pasca Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)"/><title type='text'>Pentingnya Perawatan Pasca Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQ_YnG3_yRwhDvq4C5hffKr06qGeWU7_k9MuxP0N-D3iTt6XULTfDwxOqIzxxV77rBLnYl4lktGfglASTaEu0OSD0KfFwPocc21hit5mGJQLYO4EmHTjDvIz5B20A_CJ3oLJnx02hV3qzV/s1600/APEYA.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Pentingnya Perawatan Pasca Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQ_YnG3_yRwhDvq4C5hffKr06qGeWU7_k9MuxP0N-D3iTt6XULTfDwxOqIzxxV77rBLnYl4lktGfglASTaEu0OSD0KfFwPocc21hit5mGJQLYO4EmHTjDvIz5B20A_CJ3oLJnx02hV3qzV/s1600/APEYA.jpg&quot; title=&quot;Pentingnya Perawatan Pasca Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Pentingnya Perawatan Pasca Melahirkan &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;b&gt;Pentingnya Perawatan Pasca Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)&lt;/b&gt; - Ibu memerlukan perawatan pasca melahirkan selama enam minggu atau 40 hari. Perawatan ini bisa dilakukan oleh ibu sesegera mungkin. Adapun beberapa hal yang perlu ibu perhatikan saat berada di masa pasca kehamilan, antara lain:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perawatan Payudara&lt;br /&gt;
Hindari pembengkakan payudara pada masa pasca kehamilan, caranya adalah memenuhi kebutuhan bayi dengan memberikan ASI sedini mungkin dan sesuai kebutuhan bayi. Usahakan untuk tidak menggunakan bra yang menekan atau sempit. Apabila payudara terasa sakit, pijat ringan bagian payudara yang sakit dengan menggunakan breast oil dan air hangat. Pemijatan menggunakan breast oil ini juga berguna untuk merangsang kelancaran ASI dan merawat payudara ibu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perhatikan Rahim&lt;br /&gt;
Penciutan rahim terjadi pada hari pertama sampai hari ke-9 setelah melahirkan. Hal ini dapat diketahui dengan meraba bagian bulat agak keras di bawah pusat. Pada hari ke-10 sampai 14, rahim tidak teraba lagi. Penciutan rahim dibantu oleh oksitosin, yaitu hormon yang mengontraksikan otot-otot rahim yang keluar saat menyusui. Penciutan rahim ini terjadi karena lancarnya pengeluaran cairan vagina (lochea). Penciutan kandungan yang tidak normal terjadi akibat infeksi lapisan rahim yang rentan infeksi akibat lepasnya plasenta dan kurang mobilisasi. Tanda-tandanya antara lain sedikit demam, agak sakit pada perut bagian bawah, dan kadang vagina berbau kurang sedap karena keluarnya lochea tidak lancar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atasi Selulit dan Stretchmark&lt;br /&gt;
Selulit adalah penumpukan sel-sel lemak yang berlebihan pada jaringan kulit, sehingga membuat permukaan kulit tampak tidak rata. Penumpukan itu terjadi akibat peningkatan kadar hormon estrogen dan progesteron secara drastis. Sedangkan stretchmark adalah garis-garis putih vertikal yang timbul akibat rusaknya jaringan pada lapisan dermis kulit yang mengalami peregangan secara drastis dan mendadak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibu dapat mengatasi selulit dengan cara berolahraga secara teratur, seperti senam, berenang atau bersepeda. Sedangkan untuk perawatan kulitnya, ibu dapat menggunakan cream yang khusus diformulasikan untuk membantu merawat kekencangan kulit setelah melahirkan. Cream ini dapat membantu ibu untuk mengembalikan elastisitas dan mengencangkan kulit setelah melahirkan. Pilihlah cream yang mengandung minyak zaitun agar kulit ibu menjadi lebih halus. Gunakan cream ini saat beberapa bulan setelah melahirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain perawatan dari luar, ibu juga perlu mengonsumsi makanan dan minuman yang dapat memulihkan kondisi pasca melahirkan. Perbanyak serat dan juga makanan sehat bergizi untuk mempercepat proses pemulihan dan juga sekaligus meningkatkan kualitas ASI.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;Pentingnya Perawatan Pasca Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perawatanpascamelahirkan.blogspot.com/feeds/5926523227231665293/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perawatanpascamelahirkan.blogspot.com/2013/01/pentingnya-perawatan-pasca-melahirkan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2067279926571180522/posts/default/5926523227231665293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2067279926571180522/posts/default/5926523227231665293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perawatanpascamelahirkan.blogspot.com/2013/01/pentingnya-perawatan-pasca-melahirkan.html' title='Pentingnya Perawatan Pasca Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)'/><author><name>senam hamil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15958434023239514819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQ_YnG3_yRwhDvq4C5hffKr06qGeWU7_k9MuxP0N-D3iTt6XULTfDwxOqIzxxV77rBLnYl4lktGfglASTaEu0OSD0KfFwPocc21hit5mGJQLYO4EmHTjDvIz5B20A_CJ3oLJnx02hV3qzV/s72-c/APEYA.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2067279926571180522.post-6074337208221408</id><published>2012-12-23T20:02:00.002-08:00</published><updated>2012-12-23T20:02:31.680-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Seputar Perawatan Pascaoperasi Caesar (Perawatan Pasca Melahirkan)"/><title type='text'>Seputar Perawatan Pascaoperasi Caesar (Perawatan Pasca Melahirkan)</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjh04u_L3pglF8pzW60Atf-MaBVWRDQnAylBklW8gHE2yhVGzJiP8HrMhmYGEAi5BHzqSKKnkF_pwnDaXV0YLRX_wjE9o5fsBs_V3m-RhaIeOppesM8vwp9HFArnPvKFmQ-d-0lVQLZeDbf/s1600/ALAHIR.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Seputar Perawatan Pascaoperasi Caesar (Perawatan Pasca Melahirkan)&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjh04u_L3pglF8pzW60Atf-MaBVWRDQnAylBklW8gHE2yhVGzJiP8HrMhmYGEAi5BHzqSKKnkF_pwnDaXV0YLRX_wjE9o5fsBs_V3m-RhaIeOppesM8vwp9HFArnPvKFmQ-d-0lVQLZeDbf/s200/ALAHIR.jpg&quot; title=&quot;Seputar Perawatan Pascaoperasi Caesar (Perawatan Pasca Melahirkan)&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Seputar Perawatan Pascaoperasi Caesar &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Seputar Perawatan Pascaoperasi Caesar (Perawatan Pasca Melahirkan)&lt;/b&gt; - Tak semua persalinan dapat berlangsung mulus, kadang terdapat indikasi medis yang mengharuskan seorang ibu melewati proses persalinan dengan operasi. Operasi ini disebut dengan Sectio Caesarea. Sectio Caesarea berasal dari bahasa Latin, Caedere, artinya memotong. Sectio Caesarea adalah suatu cara melahirkan janin dengan membuat sayatan pada dinding rahim. Pada pasien yang dilakukan operasi pembedahan untuk tindakan sectio cesarea ini memerlukan beberapa perhatian karena ibu nifas yang melahirkan dengan operasi caesarea agar dapat melewati fase penyembuhan pasca operasi tanpa komplikasi. Proses persalinan operasi caesar umumnya berlangsung sekitar satu jam. Pada pasien dengan pembiusan total, kesadaran akan berlangsung pulih secara bertahap seusai penjahitan luka operasi. Sedangkan pada pembiusan regional, dengan anasthesi epidural atau spinal (memasukkan obat bius melalui suntikan pada punggung), ibu bersalin akan tetap sadar hingga operasi selesai dan hanya bagian perut ke bawah akan hilang sensasi rasa sementara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pascaoperasi caesar, dilakukan pengawasan oleh perawat dan bidan dalam ruangan pulih sadar sementara sebelum ibu di pindah ke ruang perawatan nifas. Di sini tenaga kesehatan akan memantau tekanan darah, suhu, jumlah urine yang tertampung, kondisi&amp;nbsp; rahim, jumlah darah yang keluar pascaoperasi, dan pemeriksaan laboratorium bila diperlukan. Setelah ibu dipindah ke ruang nifas untuk perawatan selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek pembiusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pembiusan dengan teknik regional hampir tidak ada keluhan. Perasaan tidak nyaman antara lain karena kaki belum bisa digerakkan sementara waktu, secara bertahap dalam 6 jam pertama kaki mulai bisa aktif digerakkan kembali. Tidak perlu cemas akibat hilangnya sensasi rasa pada kedua kaki. Ini hanya bersifat sementara. Lama pulih setiap pasien berbeda, namun dapat dipastikan semua berlangsung aman dan lancar melewati proses hilangnya efek bius ini. Bila pembiusan umum, Pasca operasi caesar, ibu akan merasa mengantuk, rasa kering pada mulut dan bibir, dan ini juga tak akan berlangsung lama. Secara bertahap ibu akan pulih dan sadar kembali. Berapa lama akan pulih tergantung&amp;nbsp; jenis obat dan dosis pembiusan yang diberikan. Setiap pasien tidak sama. Namun setelah 2 jam dari ruang observasi pascaoperasi, kesadaran ibu perlahan akan pulih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan boleh minum dan makan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pemenuhan kebutuhan makanan dan minum sementara akan diatur oleh bidan sesuai petunjuk dokter ahli anastesi,&amp;nbsp; akan diatur waktunya ibu boleh memulai minum, diet makanan cair dan bertahap makanan padat. Akibat pembiusan fungsi normal seluruh alat pencernaan akan pulih dalam waktu sekitar 12 jam. Namun dalam waktu tersebut ada tahapan dimana pasien akan diberi jadwal untuk mencoba minum air putih hangat sedikit demi sedikit, lalu minuman susu cair, makanan lunak dan akhirnya diet makan nasi biasa. Ketentuan untuk menunggu waktu yang tepat memberikan makanan cair bertahap hingga ke makanan padat adalah dengan pemeriksaan dari tenaga kesehatan, yakni memperhatikan kondisi bising usus, tidak selalu harus buang angin. Sementara waktu diet akan diatur oleh ahli gizi rumah sakit, sebaiknya tidak makan makanan dari luar dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan waktunya infus dan selang kateter urine (untuk mengalirkan dan menampung air seni) akan dilepas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan ini seringkali muncul. Akibat pemasangan kedua alat ini memang menimbulkan sedikit rasa tidak nyaman. Infus diberikan selain untuk mengganti cairan tubuh yang hilang, memasukkan zat makanan dalam bentuk cairan glukosa dan elektrolit, dan juga berguna untuk memasukkan obat-obatan. Setelah kondisi alat pencernakan pulih sempurna, tidak ada komplikasi tambahan misalnya panas, perdarahan dan sebagainya, infus dan selang kateter akan dilepas setelah 24 jam. Namun demikian, ada kebijakan khusus yang dilakukan&amp;nbsp; untuk penundaan melepas&amp;nbsp; infus&amp;nbsp; bila masih diperlukan misalnya jika pemeriksaan kadar Hb menunjukkan anemia dan perlu tranfusi pascaoperasi caesar, dan berbagai kondisi lain. Pemakaian kateter dan penampung urine&amp;nbsp; bertujuan memantau warna dan&amp;nbsp; jumlah cairan tubuh yang keluar lewat saluran kencing. Pelepasan kateter dilakukan bila pasien sudah tidak menggunakan infus. Setelah kateter dilepas, ibu sebaiknya berusaha untuk mencoba buang air seni secara spontan. Dalam waktu 6 jam setelah dilepas kateter buang air kecil sudah lancar. Bila mengalami masalah&amp;nbsp; kesulitan buang air kecil sebaiknya memberitahu pada petugas kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan boleh bergerak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedapat mungkin ibu pascaoperasi caesar aktif bergerak jika dirasakan efek bius sudah berangsur hilang. Mulai dengan menggerak-gerakkan kedua kaki, memutar pergelangan kaki, melakukan&amp;nbsp; gerakan pada sendi bahu dan lengan tangan saat tiduran. Untuk posisi miring ke kanan dan ke kiri juga sudah boleh dilalukan dengan bantuan tenaga medis. Pada&amp;nbsp; pembiusan regional belajar duduk perlu hati-hati agar tidak pusing dan dilakukan dengan bantuan bidan atau perawat. Sekitar 8 jam pascaoperasi, ibu sudah boleh mulai belajar duduk, dan setelah melewati 24 jam latihan jalan dapat dimulai. Semakin aktif bergerak akan mempercepat pemulihan fisik ibu nifas pascaoperasi caesar. Lakukan juga senam kegel untuk melatih otot-otot kandung seni setelah pelepasan alat kateter urine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mengurangi&amp;nbsp; rasa nyeri pada luka bekas operasi selama perawatan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu bisa melakukan senam nifas dan teknik relaksasi di atas tempat tidur. Mulai dari latihan menggerakkan leher, kepala, bahu, lengan dan kaki. Untuk memperlancar peredaran darah&amp;nbsp; dalam tubuh. Sensasi nyeri&amp;nbsp; sedikit masih terasa walau sudah minum obat. Cobalah teknik relaksasi caranya dengan menarik nafas panjang dan menghembuskan perlahan -&amp;nbsp; lahan saat nyeri timbul misalnya saat ibu mencoba duduk atau berdiri. Semakin sering dan aktif bergerak maka rasa nyeri akan segera hilang dan ibu pulih lebih cepat. Bila berbaring terus menerus, peredaran darah tidak lancar dan pemulihan rahim menjadi terlambat, pengeluaran sisa darah kotor (lochea) tidak lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah tetap boleh menyusui pascaoperasi caesar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat dianjurkan untuk tetap menyususi kendati melahirkan dengan operasi caesar. Lakukan menyusui dengan cara bayi dibaringkan di dada, ibu miring ke satu sisi dan bayi menghadap ibu, atau bila sudah boleh duduk lakukan menyususi bayi&amp;nbsp; dengan posisi senyaman mungkin seperti biasa. Tidak perlu ragu dan takut. Justru hisapan bayi akan merangsang kontraksi rahim dan pemulihan akan lebih cepat. Ibu juga akan merasa nyaman, bahagia sehingga sensasi nyeri tidak terasa. Semakin serng menyususi maka ASI juga akan semakin lancar kelur, jadi tidak perlu ditunda untuk menyusui kecuali ada indikasi medis yang membuat ibu terpaksa tidak dapat menyususi bayinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan istirahat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istirahat tetap dibutuhkan bagi seorang ibu setelah melahirkan baik operasi caesar maupun lahir normal. Istirahat tidak berarti ibu harus baring lebih lama namun sebainya penuhi kecukupan waktu tidur dan hindari kelelahan. Istirahat yang kurang akan mempengaruhi tekanan darah ibu, produksi ASI dan menurunnya daya tahan ibu nifas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebersihan tubuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama dalam perawatan ibu akan dibantu untuk kebutuhan mandi dan mengganti pembalut sesering mungkin. Bila sudah boleh jalan, ibu bisa ke kamar mandi, mengganti pembalut, mandi sendiri dengan catatan balutan luka operasi sudah diganti dengan balutan yang tahan air. Pada luka balutan yang belum diganti dengan anti air, maka hindari lokasi balutan luka operasi jangan basah. Bersihkan dengan waslap sekitar daerah perut. Keramas bisa dilakukan dengan bantuan bidan atau perawat. Bila masih pusing hindari berdiri lama&amp;nbsp; dalam kamar mandi sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan makanan dan minum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu pascaoperasi caesar yang telah dijinkan makan makanan padat sebaiknya tidak perlu pantang makanan kecuali bila mengalami alergi akibat jenis makanan tertentu. Bila ibu nifas tidak cukup mengkonsumsi makanan berprotein seperti telur, ikan, tahu, tempe,&amp;nbsp; daging dan susu, maka penyembuhan luka operasi akan berlangsung lama dan berpotensi infeksi akibat kurang gisi. Ibu nifas pascaoperasi caesar juga tidak dianjurkan mengkonsumsi jamu apapun selama masa pemulihan, agar tidak terjadi komplikasi misalnya perdarahan dan diare. Cukupi pemenuhan kebutuhan air putih dan sayur mayur juga buah agar tidak mengalami sembelit. Semoga bermanfaat &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;Seputar Perawatan Pascaoperasi Caesar (Perawatan Pasca Melahirkan)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perawatanpascamelahirkan.blogspot.com/feeds/6074337208221408/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perawatanpascamelahirkan.blogspot.com/2012/12/seputar-perawatan-pascaoperasi-caesar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2067279926571180522/posts/default/6074337208221408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2067279926571180522/posts/default/6074337208221408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perawatanpascamelahirkan.blogspot.com/2012/12/seputar-perawatan-pascaoperasi-caesar.html' title='Seputar Perawatan Pascaoperasi Caesar (Perawatan Pasca Melahirkan)'/><author><name>senam hamil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15958434023239514819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjh04u_L3pglF8pzW60Atf-MaBVWRDQnAylBklW8gHE2yhVGzJiP8HrMhmYGEAi5BHzqSKKnkF_pwnDaXV0YLRX_wjE9o5fsBs_V3m-RhaIeOppesM8vwp9HFArnPvKFmQ-d-0lVQLZeDbf/s72-c/ALAHIR.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2067279926571180522.post-5400376626724636071</id><published>2012-12-23T19:58:00.002-08:00</published><updated>2012-12-23T19:58:09.068-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Perawatan Tubuh Pasca Melahirkan Ala Nenek Moyang (Perawatan Pasca Melahirkan)"/><title type='text'>Perawatan Tubuh Pasca Melahirkan Ala Nenek Moyang (Perawatan Pasca Melahirkan)</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6I2UuBVPheN3jLptr1MXesTcVUcEVntTh2boVXmqRh8oYa1rIj5HkgHzLzVm8z4EyEVeEIdr4enMzswsoasphPiTpuLNoWF9a5hxaJ4bKd2IuPXbviXBp4tZN7HBaWlqRFKbWMDeZhyphenhyphencm/s1600/AHAMIL.gif&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Perawatan Tubuh Pasca Melahirkan Ala Nenek Moyang (Perawatan Pasca Melahirkan)&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6I2UuBVPheN3jLptr1MXesTcVUcEVntTh2boVXmqRh8oYa1rIj5HkgHzLzVm8z4EyEVeEIdr4enMzswsoasphPiTpuLNoWF9a5hxaJ4bKd2IuPXbviXBp4tZN7HBaWlqRFKbWMDeZhyphenhyphencm/s1600/AHAMIL.gif&quot; title=&quot;Perawatan Tubuh Pasca Melahirkan Ala Nenek Moyang (Perawatan Pasca Melahirkan)&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;(Perawatan Pasca Melahirkan)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Perawatan Tubuh Pasca Melahirkan Ala Nenek Moyang (Perawatan Pasca Melahirkan)&lt;/b&gt; - Perawatan tubuh pasca melahirkan seperti apa yang akan Anda jalani? Dari ribuan cara yang mungkin dapat Anda lakukan, bagaimana jika menggunakan cara nenek moyang. Walaupun menggunakan bahan sederhana namun terbukti mampu membentuk tubuh ideal pasca melahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini beberapa tradisi perawatan tubuh apa saja yang biasanya dilakukan nenek moyang pasca melahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat jamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jamu sudah menjadi minuman tradisional Indonesia dan dijadikan obat. Diracik dari bahan-bahan alami namun memiliki kelemahan rasanya yang pahit dan bau menyengat. Pahit dan berbaulah yang dijadikan alasan mengapa banyak orang tidak menyukainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut bisa diatasi dengan mencampur jamu dengan pemanis. Bahkan sekarang Anda bisa menemukan jamu dalam bentuk pil atau kapsul dengan manfaat sama. Jika Anda alergi jamu, seger hentikan penggunaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan gurita atau stagen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stagen dan gurita model lama dengan panjang hingga belasan meter terkadang menurunkan niat Anda untuk menggunakannya. Namun jangan remehkan kedua benda ini. Perut dan pinggang dapat ramping berkat penggunaan stagen atau gurita yang rutin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun sekarang sudah ada korset, namun sifatnya lentur sehingga tidak bisa membentuk tubuh seperti gurita. Untuk mendapatkan bentuk tubuh langsing tentu tidak didapat dengan mudah. Harus ada usaha keras dan pengorbanan, salah satunya rajin menggunakan stagen atau gurita pasca melahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pijat pasca melahirkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh lelah pasca melahirkan bisa diatasi dengan pijatan. Namun pastikan Anda memilih seseorang yang ahli memiijat pasca melahirkan. Ahli pijat dapat membantu Anda mengembalikan bentuk tubuh ideal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perawatan bisa Anda jalani secepat mungkin pasca melahirkan, misalnya tepat setelah keluar dari rumah sakit. Masa nifas, selama 40 hari pun bisa Anda manfaatkan untuk melakukan perawatan secara rutin. Namun jangan sampai Anda melakukan diet ketat sehingga asupan nutrisi pun berkurang bagi tubuh juga bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tradisi perawatan tubuh pasca melahirkan ala nenek moyang memang patut dilestarikan. Jangan lupa iringi perawatan ini dengan olahraga secara teratur.&amp;nbsp; &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;Perawatan Tubuh Pasca Melahirkan Ala Nenek Moyang (Perawatan Pasca Melahirkan)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perawatanpascamelahirkan.blogspot.com/feeds/5400376626724636071/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perawatanpascamelahirkan.blogspot.com/2012/12/perawatan-tubuh-pasca-melahirkan-ala.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2067279926571180522/posts/default/5400376626724636071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2067279926571180522/posts/default/5400376626724636071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perawatanpascamelahirkan.blogspot.com/2012/12/perawatan-tubuh-pasca-melahirkan-ala.html' title='Perawatan Tubuh Pasca Melahirkan Ala Nenek Moyang (Perawatan Pasca Melahirkan)'/><author><name>senam hamil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15958434023239514819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6I2UuBVPheN3jLptr1MXesTcVUcEVntTh2boVXmqRh8oYa1rIj5HkgHzLzVm8z4EyEVeEIdr4enMzswsoasphPiTpuLNoWF9a5hxaJ4bKd2IuPXbviXBp4tZN7HBaWlqRFKbWMDeZhyphenhyphencm/s72-c/AHAMIL.gif" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2067279926571180522.post-8245353566797563698</id><published>2012-11-23T23:54:00.002-08:00</published><updated>2012-11-23T23:54:39.345-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cara Melangsingkan Badan Setelah Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)"/><title type='text'>Cara Melangsingkan Badan Setelah Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqbk33n8YO7bRDkOkeg4X6Talp30WwiMmgb56B0SsGYjbnmFlOPWTrvAe2VENZB9kkkSWeEGKnbgPAG9KK_LhT2VRaBTtCs9B7BocpYylf3lueQWINKoWDVjZQJaxSKW5RYYEPbsd7VASR/s1600/APER.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cara Melangsingkan Badan Setelah Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqbk33n8YO7bRDkOkeg4X6Talp30WwiMmgb56B0SsGYjbnmFlOPWTrvAe2VENZB9kkkSWeEGKnbgPAG9KK_LhT2VRaBTtCs9B7BocpYylf3lueQWINKoWDVjZQJaxSKW5RYYEPbsd7VASR/s1600/APER.jpg&quot; title=&quot;Cara Melangsingkan Badan Setelah Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Cara Melangsingkan Badan Setelah Melahirkan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Cara Melangsingkan Badan Setelah Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan) &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Memberikan ASI Eksklusif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa penelitian para ahli menyimpulkan bahwa aktifitas menyusui bayi merupakan cara melangsingkan badan setelah melahirkan yang paling ampuh, setidaknya selama 6 bulan setelah kelahiran. Karena dalam proses menyusui sejumlah hormon akan dilepaskan ke dalam tubuh, hormon-hormon inilah yang akan membantu rahim untuk mengembalikan tubuh ke bentuk semula seperti sebelum hamil. Ketika menyusui didalam tubuh terjadi proses pembakaran kalori sebesar 200 hingga 500 kalori perhari. Jumlah pembakaran kalori yang sama dengan jika anda naik sepeda selama satu jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Olahraga&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum melakukan cara melangsingkan badan yang satu ini, sebaiknya lakukan konsultasi dengan dokter, olahraga apa yang aman dilakukan dan kapan bisa mulai dilakukan. Terutama bagi ibu yang melahirkan melalui operasi Caesar. Agar lebih bersemangat dalam berolahraga usahakan cari teman juga yang habis melahirkan sehingga bisa saling memotivasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beraktifitas Dengan Bayi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan ini merupakan salah satu cara melangsingkan badan yang menyenangkan. Dengan mengajak bayi berjalan-jalan menggunakan stroller dan mendorongnya atau menggendongnya. Secara tidak langsung ini akan membakar lemak dalam tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atur Pola Makan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetaplah makan 3 kali sehari dengan menu lengkap. Karena ini lebih baik daripada makan satu kali tapi di tambah cemilan yang manis dan kurang menyehatkan seperti cokelat,atau snack. Jangan lupa memperhatikan kecukupan gizi dalam makanan yang dikonsumsi terutama bagi ibu menyusui. Cara melangsingkan badan yang sehat adalah dengan perbanyak konsumsi air putih. Proses hidrasi sangat penting bagi tubuh karena dapat membantu proses pencernaan dan juga membantu melangsingkan tubuh karena dengan minum banyak air putih dapat menekan rasa lapar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat Target yang Realistis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan menginginkan badan kembali langsing seperti sebelum hamil dalam sekejap. Karena cara melangsing badan secara drastis dan instan tidak baik untuk kesehatan tubuh. Buatlah visualisasi untuk memotivasi diri, tempel foto sebelum hamil di tempat yang mudah terlihat, misalnya di kulkas atau lemari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidur Yang Cukup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena harus merawat bayi, mungkin Anda tidak bisa tidur penuh selama 8 jam per malam. Tapi, ternyata kurang tidur bisa menghambat usaha Anda melangsingkan badan. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa ibu yang baru melahirkan yang tidur selama 5 jam atau kurang dalam semalam cenderung lebih sulit menurunkan berat badan dibandingkan mereka yang tidur 7 jam. Karena ketika lelah, tubuh akan melepaskan cortisol serta hormon-hormon stres lainnya yang bisa memicu penambahan berat badan. Selain itu,dalam keadaan lelah Anda cenderung kurang memperhatikan kebutuhan Anda. Seperti, memperhatikan mana makanan yang sehat. Bahkan cenderung memilih makanan yang mudah diolah dan cepat. Selain itu, Anda akan menjadi malas untuk melakukan aktivitas fisik. Anda dapat mencoba tidur saat bayi Anda tidur. Tidur sesering mungkin sepanjang hari dan tidurlah lebih awal, paling tidak sampai bayi Anda mulai tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minta Bantuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mintalah bantuan dokter dan pakar diet Anda agar lebih mengerti tentang cara melangsingkan badan setelah melahirkan. Pakar diet ini bisa membantu Anda dalam menyusun menu makan yang bisa membantu Anda menurunkan berat badan secara aman dan efektif. Sedangkan dokter dapat menuntun Anda dalam menentukan berapa jumlah berat badan yang harus diturunkan dan kapan saat yang tepat untuk mulai berolahraga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah cara-cara melangsingkan badan yang dapat dilakukan setelah melahirkan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;Cara Melangsingkan Badan Setelah Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perawatanpascamelahirkan.blogspot.com/feeds/8245353566797563698/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perawatanpascamelahirkan.blogspot.com/2012/11/cara-melangsingkan-badan-setelah.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2067279926571180522/posts/default/8245353566797563698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2067279926571180522/posts/default/8245353566797563698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perawatanpascamelahirkan.blogspot.com/2012/11/cara-melangsingkan-badan-setelah.html' title='Cara Melangsingkan Badan Setelah Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)'/><author><name>senam hamil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15958434023239514819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqbk33n8YO7bRDkOkeg4X6Talp30WwiMmgb56B0SsGYjbnmFlOPWTrvAe2VENZB9kkkSWeEGKnbgPAG9KK_LhT2VRaBTtCs9B7BocpYylf3lueQWINKoWDVjZQJaxSKW5RYYEPbsd7VASR/s72-c/APER.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2067279926571180522.post-3362244393066852462</id><published>2012-11-23T23:43:00.002-08:00</published><updated>2012-11-23T23:43:20.753-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pentingnya Perawatan Rahim Pasca Persalinan (Perawatan Pasca Melahirkan)"/><title type='text'>Pentingnya Perawatan Rahim Pasca Persalinan (Perawatan Pasca Melahirkan)</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiW0BaNscfKv94CitU0e_m0m1H8tFrN5FhzSc3rKfBwbI8d2kCzUrR0YdHolelqhUVqSOLe4EpLwZHbGtUDARqXYjBo9WCjtIFePU-x4ow6eKe0W0Pa_300l0qNwDagrucYUdJJVUNflqh0/s1600/AMEL.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Pentingnya Perawatan Rahim Pasca Persalinan (Perawatan Pasca Melahirkan)&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiW0BaNscfKv94CitU0e_m0m1H8tFrN5FhzSc3rKfBwbI8d2kCzUrR0YdHolelqhUVqSOLe4EpLwZHbGtUDARqXYjBo9WCjtIFePU-x4ow6eKe0W0Pa_300l0qNwDagrucYUdJJVUNflqh0/s1600/AMEL.jpg&quot; title=&quot;Pentingnya Perawatan Rahim Pasca Persalinan (Perawatan Pasca Melahirkan)&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Pentingnya Perawatan Rahim Pasca Persalinan &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pentingnya Perawatan Rahim Pasca Persalinan (Perawatan Pasca Melahirkan)&lt;/b&gt; - Judul perawatan Rahim pasca persalinan ini sepertinya tidak pantas apabila mbah daur yang mengekspose nya,apalagi menjelaskanya secara detail karena mbah daur sadar bukan orang yang berkompeten dalam dunia Rahim alias kandungan,pada postingan tetang perawatan rhim pasca proses persalinan ini mbah daur angkat karena baru hari ini mbah daur mendapat pengalaman betapa pentingnya melakukan perawatan Rahim pasca melahirkan. Seperti pernah mbah daur ceritakan pada postingan pembelajaran dari peristiwa persalinan yang baru saja istri saya alami,yakni melahirkan anak mbah daur yang pertama tepatnya putri pertama pada alhir minggu bulan juni kemarin,hari ini tepat satu minggu berselang dari proses persalinan istri mbah daur tersebut,mbahdau dan istri melakukan medical check up pasca persalinan yang bertujuan untuk melihat apakah Rahim istri mbah daur sudah benar benar bersih dari darah koto apa belum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang muncul dibenak mbah daur kala itu adalah buat apa kita melakukan USG lagi setelah melahirkan,berikut beberapa pernyataan dari pihak kedokteran tentang pentingnya kebersihan Rahim pasca persalinan :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Meminimalisir penyakit yang ada sangkut pautnya dengan Rahim/kandungan,apabila kandungan yang masih terdapat sisa sisa persalinan sebelumnya dan tidak bisa keluar secara total maka akan menimbulkan penyakit penyakit berbahaya lainya pada Rahim tersebut,misalnya,kangker Rahim dan tumor.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kesuburan Rahim,dengan Rahim yang bersih pasca persalinan maka akan mempermudah Rahim melakukan pembuahan dengan kata lain,dengan bersihnya Rahim pasca persalinan mempermudah untuk hamil lagi berikutnya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menghindari cacat bayi yang akan di kandung kemudian hari,secara logika apabila yang masih tersisa dari Rahim karena kurang bersihnya persalinan pertama maka secara langsung akan ikut serta pada Rahim yang sedang hamil setelahnya dan tentu ini memperngaruhi kebersihan Rahim serta tidak menenutup kemungkinan akan menjadi sumber penyakit untuk bayi yang dikandung setelahnya.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;Demikian beberapa penjelasan tentang perawatan Rahim pasca persalinan,kebanyakan masyarakat Indonesia kurang menyadari akan pentingya merawat Rahim pasca melahirkan terutama masyarakat yang masih berkediaman di pelosok pelosok,terkadang malah yang tejadi sebalinya alih alih ingin merawat Rahim biar bersih ternyata malah salah jalan,nah untuk mengetahui bagaimana perawatan yang benar dan yang salah tentang perawatan Rahim pasca melahirkan akan mbah daur sajikan pada acara cara cara merawat Rahim pasca persalinan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;Pentingnya Perawatan Rahim Pasca Persalinan (Perawatan Pasca Melahirkan)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perawatanpascamelahirkan.blogspot.com/feeds/3362244393066852462/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perawatanpascamelahirkan.blogspot.com/2012/11/pentingnya-perawatan-rahim-pasca.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2067279926571180522/posts/default/3362244393066852462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2067279926571180522/posts/default/3362244393066852462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perawatanpascamelahirkan.blogspot.com/2012/11/pentingnya-perawatan-rahim-pasca.html' title='Pentingnya Perawatan Rahim Pasca Persalinan (Perawatan Pasca Melahirkan)'/><author><name>senam hamil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15958434023239514819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiW0BaNscfKv94CitU0e_m0m1H8tFrN5FhzSc3rKfBwbI8d2kCzUrR0YdHolelqhUVqSOLe4EpLwZHbGtUDARqXYjBo9WCjtIFePU-x4ow6eKe0W0Pa_300l0qNwDagrucYUdJJVUNflqh0/s72-c/AMEL.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2067279926571180522.post-5771744484942788662</id><published>2012-11-12T03:52:00.001-08:00</published><updated>2012-11-12T03:52:26.957-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips Merawat Vagina Setelah Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)"/><title type='text'>Tips Merawat Vagina Setelah Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgL2EVbugQFJm-UuTtUdg0FOIJ4mpW3DHEDa_570V3PnN2cUBLJYs8q6MYvWRMTS3bfGWr72XSS5qREaCKPDO8EKaPpYAhxjV5O2-p1NDFtDjn9CDHnBBFF-Tyj1vbvpNP7MZDzby4WtNkv/s1600/APER.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Tips Merawat Vagina Setelah Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgL2EVbugQFJm-UuTtUdg0FOIJ4mpW3DHEDa_570V3PnN2cUBLJYs8q6MYvWRMTS3bfGWr72XSS5qREaCKPDO8EKaPpYAhxjV5O2-p1NDFtDjn9CDHnBBFF-Tyj1vbvpNP7MZDzby4WtNkv/s1600/APER.jpg&quot; title=&quot;Tips Merawat Vagina Setelah Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Tips Merawat Vagina Setelah Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)&lt;/b&gt; - Cara merawat vagina sesudah melahirkan tentu berbeda dari sebelum masa persalinan.&amp;nbsp; Tips perawatan vagina berikut ini bisa membantu Anda bila mengalami rasa nyeri pada vagina.&amp;nbsp; Sebab, membutuhkan proses yang cukup lama untuk pemulihan. Apa sebenarnya yang terjadi pada vagina usai melahirkan?&amp;nbsp; Simak penjelasannya berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vagina terasa sakit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila pasca melahirkan Anda mengalami episiotomi atau robekan pada bagian vagina, luka ini tentu akan sangat mengganggu selama beberapa minggu.&amp;nbsp; Terutama ketika berjalan ataupun duduk.&amp;nbsp; Sedangkan untuk masa penyembuhan, lakukanlah hal berikut ini:&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
1 . Menenangkan luka.&amp;nbsp; Anda bisa memakai kompres es, atau bungkus dalam kain lap.&lt;br /&gt;2 .Bersihkan luka.&amp;nbsp; Gunakan botol semprot yang diisi dengan air untuk membilas jaringan antara lubang vagina dan anus sesudah menggunakan toilet.&amp;nbsp; Lalu berendamlah dalam bak hangat.&lt;br /&gt;3 .Pilih air hangat untuk buang air kecil.&amp;nbsp; Pada bagian vulva Anda, siram secara perlahan dengan air hangat dan usahakan dengan keadaan jongkok.&lt;br /&gt;4 .Duduk dengan berhati-hati.&amp;nbsp; Agar Anda tidak mengalami peregangan, usakahan tetap rapat pada bagian bokong ketika duduk.&amp;nbsp; Bila merasakan tidak nyaman sewaktu duduk, gunakan bantal berbentuk donat untuk mengurangi tekanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lakukan latihan Kegel.&amp;nbsp; Latihan ini berguna untuk membantu otot dasar panggul dan bisa mengencangkan otot panggul.&amp;nbsp; Lakukan ini beberapa hari pasca melahirkan.&amp;nbsp; Di waktu senggang, cobalah selama lima detik, lakukan empat sampai lima kali berturut-turut setiap hari. Cari tahu tanda-tanda infeksi.&amp;nbsp; Bila rasa sakit atau luka menjadi infeksi seperti rasa panas, bengkak juga nyeri dan bahkan menjadi nanah, konsultasikan segera ke dokter. Ingat selalu untuk jangan menyepelekan masalah kesehatan vagina baik pasca melahirkan ataupun sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tips Merawat Vagina Setelah Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perawatanpascamelahirkan.blogspot.com/feeds/5771744484942788662/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perawatanpascamelahirkan.blogspot.com/2012/11/tips-merawat-vagina-setelah-melahirkan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2067279926571180522/posts/default/5771744484942788662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2067279926571180522/posts/default/5771744484942788662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perawatanpascamelahirkan.blogspot.com/2012/11/tips-merawat-vagina-setelah-melahirkan.html' title='Tips Merawat Vagina Setelah Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)'/><author><name>senam hamil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15958434023239514819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgL2EVbugQFJm-UuTtUdg0FOIJ4mpW3DHEDa_570V3PnN2cUBLJYs8q6MYvWRMTS3bfGWr72XSS5qREaCKPDO8EKaPpYAhxjV5O2-p1NDFtDjn9CDHnBBFF-Tyj1vbvpNP7MZDzby4WtNkv/s72-c/APER.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2067279926571180522.post-1446942450697397472</id><published>2012-11-12T03:42:00.002-08:00</published><updated>2012-11-12T03:42:26.445-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips Perawatan Setelah Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)"/><title type='text'>Tips Perawatan Setelah Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqu6Qo-PXRW5iDYh590dIlbtLBMmAPcRalE0GqtiwHITsXB2ctmR1CBAdgySjed-vD-_3g1Q6CKIRa-IY4ohjsIdAIsyVKaAzl3lur7JxCFH0RvkiYLwLGUJbxs4tVE53yTQ2iCiFXpnyd/s1600/AMEL.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Tips Perawatan Setelah Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqu6Qo-PXRW5iDYh590dIlbtLBMmAPcRalE0GqtiwHITsXB2ctmR1CBAdgySjed-vD-_3g1Q6CKIRa-IY4ohjsIdAIsyVKaAzl3lur7JxCFH0RvkiYLwLGUJbxs4tVE53yTQ2iCiFXpnyd/s200/AMEL.jpg&quot; title=&quot;Tips Perawatan Setelah Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; Tips Perawatan Setelah Melahirkan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Tips Perawatan Setelah Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)&lt;/b&gt; - Perawatan setelah melahirkan dilakukan bagi ibu yang ingin tubuhnya kembali indah seperti kondisi sebelum kehamilan. Namun, untuk waktu melakukan perawatan harus memperhatikan kondisi tubuh si ibu dahulu. Bila tubuh si ibu sudah siap, silahkan melakukan perawatan setelah melahirkan seperti yang akan dibahas di bawah ini. Jika Anda adalah wanita karir yang sibuk dan tidak dapat melakukan, menyiapkan segala hal mengenai perawatan itu sendiri sekarang sudah banyak jasa khusus untuk perawatan setelah melahirkan. Harganya pun tergantung paket yang Anda pilih. Perawatannya pun tidak tanggung-tanggung. Mulai dari Body Message, totok wajah, uap rempah, mandi rempah, ratus vagina dan ramuan-ramuan tradisional hingga modern lainnya. Keuntungan dari mengikuti jasa perawatan setelah melahirkan adalah Anda akan fokus dan rutin melakukannya karena telah memiliki pendamping yang kompeten yang akan mengingatkan serta membantu Anda melakukan tahap demi tahap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Anda si Ibu yang masih memiliki waktu yang fleksibel di rumah dan dapat melakukan perawatan sendiri berikut ini tips perawatan setelah melahirkan yang dapat Anda ikuti. Membuat Jamu Tradisional. Membuat jamu-jamuan herbal memang susah-susah gampang. Tapi tidak perlu khawatir karena walaupun Anda tidak punya cukup waktu atau malas membuatnya, Anda bisa membeli jamu-jamu herbal di apotek terdekat. Jamu beras kencur atau kunyit asam adalah pilihan yang tepat. Menggunakan Gurita atau Stagen. Menggunakan gurita atau stagen tetap menjadi cara yang jitu sejak dari dulu untuk mengecilkan perut.Gurita atau stagen membantu pengecilan perut dan rahim, menahan otot-otot perut, menghindari peregangan pinggul akibat peregangan saat hamil sehingga perut dapat ramping kembali.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Melakukan Lulur. Perubahan hormon setelah melahirkan mempengaruhi warna kulit Ibu. Biasanya kulit menjadi kehitaman di bagian perut, leher, tumit, paha dan bagian tubuh lainnya. Pilih lulur yang berfungsi mencerahkan kulit, mengangkat kulit mati dan melembabkan. Lulur yang mengandung minyak zaitun bisa menjadi pilihan Anda. Perhatikan Pola Makan. Setelah melahirkan nutrisi makanan tetap harus dijaga, apalagi bagi Ibu yang sedang menyusui. Makan 3x sehari dengan menu seimbang. Jaga agar karbohidrat tidak berlebihan. Protein dari ikan sangat penting. Sayur dan buah-buahan wajib dikonsumsi setiap hari Berolahraga. Olahraga yang dilakukan bukanlah olahraga berat. Jogging, senam dan berenang bisa jadi pilihan yang aman untuk perawatan setelah melahirkan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Minum air putih. Manfaat air putih sudah tidak dipertanyakan lagi, begitu pun untuk perawatan setelah melahirkan. Anda bisa menjalani terapi air putih dengan minum air putih 8 gelas sehari. Selain melancarkan proses metabolisme juga diperlukan untuk membersihkan tubuh dari dalam. Inilah tips perawatan setelah melahirkan untuk Ibu yang ingin bentuk tubuhnya cepat kembali ramping. Semoga bermanfaat untuk para ibu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;Tips Perawatan Setelah Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perawatanpascamelahirkan.blogspot.com/feeds/1446942450697397472/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perawatanpascamelahirkan.blogspot.com/2012/11/tips-perawatan-setelah-melahirkan.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2067279926571180522/posts/default/1446942450697397472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2067279926571180522/posts/default/1446942450697397472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perawatanpascamelahirkan.blogspot.com/2012/11/tips-perawatan-setelah-melahirkan.html' title='Tips Perawatan Setelah Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)'/><author><name>senam hamil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15958434023239514819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqu6Qo-PXRW5iDYh590dIlbtLBMmAPcRalE0GqtiwHITsXB2ctmR1CBAdgySjed-vD-_3g1Q6CKIRa-IY4ohjsIdAIsyVKaAzl3lur7JxCFH0RvkiYLwLGUJbxs4tVE53yTQ2iCiFXpnyd/s72-c/AMEL.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2067279926571180522.post-7057153961670159895</id><published>2012-11-02T06:25:00.000-07:00</published><updated>2012-11-02T06:25:16.887-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Perawatan Luka Jahitan Setelah Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)"/><title type='text'>Perawatan Luka Jahitan Setelah Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgA46GGENcHZRwOakRqWuexxDZSFcpCqtKnlfQX2UA0cY7IIW2kVjWA78A2ctS2bkjHzXt-OPqddmaBaIpIgdjQqjBQzy0lvbYV7tSLAaBkpxqvxj4S6MD9UUCIbIWuIaWkqqQwX5MXHNoN/s1600/B.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Perawatan Luka Jahitan Setelah Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgA46GGENcHZRwOakRqWuexxDZSFcpCqtKnlfQX2UA0cY7IIW2kVjWA78A2ctS2bkjHzXt-OPqddmaBaIpIgdjQqjBQzy0lvbYV7tSLAaBkpxqvxj4S6MD9UUCIbIWuIaWkqqQwX5MXHNoN/s1600/B.jpg&quot; title=&quot;Perawatan Luka Jahitan Setelah Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; Perawatan Luka Jahitan Setelah Melahirkan &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Perawatan Luka Jahitan Setelah Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)&lt;/b&gt; - Ibu yang bersalin secara normal, beberapa ada yang tidak mengalami robekan karena jalan lahirnya cukup elastis ketika dilalui bayi saat proses persalinan. Namun ada ibu yang memerlukan bantuan dokter maupun bidan untuk memperlebar jalan lahir dengan dilakukan pengguntingan jaringan di daerah perineum yakni jaringan otot&amp;nbsp; kerampang antara dubur dan vagina. Pengguntingan jaringan otot perineum ini disebut tindakan episiotomi. Setelah selesai persalinan maka dokter atau bidan akan menjahit dan menyatukan kembali luka tersebut sedemikian rupa agar nantinya sembuh dengan sempurna. Nah untuk mempercepat pemulihan luka tersebut diperlukan perawatan yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa perawatan luka bekas jahitan ini penting ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena luka bekas jahitan jalan lahir ini bila tidak dirawat dapat menjadi pintu masuk kuman dan menimbulkan infeksi, ibu menjadi panas, luka basah dan jahitan terbuka, bahkan ada yang mengeluarkan bau busuk dari jalan lahir ( vagina )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan dimulai perawatan luka jalan lahir ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesegera mungkin setelah melahirkan serta ganti pembalut&amp;nbsp; sesering mungkin. Setelah 6 jam dari persalinan normal, Ibu akan dilatih dan dianjurkan untuk mulai bergerak duduk dan latihan berjalan.Tentu saja bila keadaan ibu cukup stabil dan tidak mengalami komplikasi misalnya tekanan darah tinggi atau pendarahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana persiapan dan caranya merawat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Siapkan air hangat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sabun dan waslap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Handuk kering dan bersih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pembalut ganti yang secukupnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Celana dalam yang bersih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepas semua pembalut dan cebok dari arah depan ke belakang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Waslap dibasahi dan buat busa sabun lalu gosokkan perlahanwaslap yang sudah ada busa sabun tersebut ke seluruh lokasi luka jahitan. Jangan takut dengan rasa nyeri, bila tidak dibersihkan dengan benar maka darah kotor akan menempel pada luka jahittan dan menjadi tempat kuman berkembang biak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bilas dengan air hangat dan ulangi sekali lagi sampai yakin bahwa luka benar – benar bersih. Bila perlu lihat dengan cermin kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Setelah luka bersih boleh berendam dalam air hangat dengan menggunakan tempat rendam khusus. Atau bila tidak bisa melakukan perendaman dengan air hangat cukup disiram dengan air hangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mengenakan pembalut baru yang bersih dan nyaman dan celana dalam yang bersih dari bahan katun. Jangan mengenakan celana dalam yang bisa menimbulkan reaksi alergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Segera mengganti pembalut jika terasa darah penuh, semakin bersih luka jahitanmaka akan semakin cepat sembuh dan kering. Lakukan perawatan yang benar setiap kali ibu buang air kecil atau saat mandi dan bila mengganti pembalut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Konsumsi makanan bergizi dan berprotein tinggi agar luka jahitan cepat sembuh. Makanan berprotein ini bisa diperoleh dari telur, ikan, ayam dan daging, tahu, tempe. Jangan pantang makanan, ibu boleh makan semua makanan kecuali&amp;nbsp; bila ada riwayat alergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Luka tidak perlu dikompres obat antiseptik cair tanpa seijin dokter atau bidan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lakukan&amp;nbsp; latihan kegel dan senam nifas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu senam untuk ibu setelah melahirkan, latihan kegel ini berguna untuk menguatkan kembali otot dasar panggul setelah proses persalinan. Untuk senam bisa diawali di tempat tidur dengan gerakan sederhana, misalnya boleh mengangkat kaki saat tiduran secara bergantian. Kaki diangkat satu persatu secara bergantian mulai setinggi&amp;nbsp; 45 ˚ sampai 90 ˚.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbanyak latihan jalan dengan posisi badan lurus jangan membungkuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh jongkok pelan – pelan. Jangan kuatir jahitan akan lepas karena jahitan sangat kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepasnya jahitan seringkali&amp;nbsp; karena ibu tidak rajin membersihkan luka jahitan sehingga terjadi infeksi.&amp;nbsp; Atau pada beberapa kasus yang sangat jarang ibu alergi benang jahitan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa lama jahitan akan kering?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luka jahitan rata – rata akan kering dan baik dalam waktu kurang dari satu minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluhan yang bagaimana yang perlu penanganan dokter atau bidan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila keluar darah kotor bau busuk dari jalan lahir, ibu panas, dan luka jahitan bengkak kemerahan terasa sangat nyeri atau luka jahitan bernanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang perlu ibu ketahui&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Luka jahitan memang akan terasa sedikit nyeri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Jangan cemas, rasa nyeri ini akibat terputusnya jaringan syaraf dan jaringan otot , namun semakin sering di gerakkan maka nyeri akan berkurang. Bila ibu hanya berbaring terus menerus dan takut bergerak karena nyeri akan menghambat proses penyenbuhan. Sirkulasi darah pada luka menjadi tidak lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Luka terlihat sedikit bengkak dan merah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada proses penyembuhan luka tubuh secara alami akan memproduksi zat – zat yang merupakan reaksi perlawanan terhadap kuman. Sehingga dalam proses penyembuhan luka kadang terjadi sedikit pembengkakan dan kemerahan. Asalkan luka bersih ibu tak perlu cemas. Bengkak dan merah ini bersifat sementara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa keluarga masih ada yang menganjurkan untuk mengurangi minum air putih agar jahitan cepat kering. Hal ini sama sekali tidak dibenarkan. Justru ibu harus minum yang banyak, minimal 8 gelas sehari untuk memperlancar buang air kecil, mengganti cairan tubuh yang hilang dan memperlancar proses pengeluaran ASI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pengetahuan tambahan yang perlu kita ketahui adalah tingkatan luka jalan lahir&amp;nbsp; atau robekan Perineum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Robekan pada luka perineum ini sebenarnya ada beberapa tingkatan, yakni secara sederhana dapat di jelaskan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jahitan pada robekan jahitan&amp;nbsp; jalan lahir tingkat 1, yakni jahitan yang hanya menyatukan kulit luar yang robek, lalu yang berikut jahitan pada robekan jalan lahir tingkat II, yang menyatukan kulit dan jaringan otot&amp;nbsp; ( ini yang paling sering terjadi ), dan terakhir adalah jahitan yang menyatukan robekan jalan lahir tingkat III yang&amp;nbsp; robek sampai dubur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;Perawatan Luka Jahitan Setelah Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perawatanpascamelahirkan.blogspot.com/feeds/7057153961670159895/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perawatanpascamelahirkan.blogspot.com/2012/11/perawatan-luka-jahitan-setelah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2067279926571180522/posts/default/7057153961670159895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2067279926571180522/posts/default/7057153961670159895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perawatanpascamelahirkan.blogspot.com/2012/11/perawatan-luka-jahitan-setelah.html' title='Perawatan Luka Jahitan Setelah Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)'/><author><name>senam hamil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15958434023239514819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgA46GGENcHZRwOakRqWuexxDZSFcpCqtKnlfQX2UA0cY7IIW2kVjWA78A2ctS2bkjHzXt-OPqddmaBaIpIgdjQqjBQzy0lvbYV7tSLAaBkpxqvxj4S6MD9UUCIbIWuIaWkqqQwX5MXHNoN/s72-c/B.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2067279926571180522.post-3483704462935639519</id><published>2012-11-02T06:09:00.002-07:00</published><updated>2012-11-02T06:09:35.907-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Perawatan Pasca Persalinan (Perawatan Pasca Melahirkan)"/><title type='text'>Perawatan Pasca Persalinan (Perawatan Pasca Melahirkan)</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiOtLImr7lyleqGY6syhXuiVDEj4_ZlG-GhsSUkHYbfaukqI2RY9d2SnnKxXk2wveHHpxag4d741aZIUGUITj1LlXURtW6eyxwtfkJo4YzJxXKFkT9TcnzB3rtwxlywrT-ukd5dkxRqyE4a/s1600/A.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Perawatan Pasca Persalinan (Perawatan Pasca Melahirkan)&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiOtLImr7lyleqGY6syhXuiVDEj4_ZlG-GhsSUkHYbfaukqI2RY9d2SnnKxXk2wveHHpxag4d741aZIUGUITj1LlXURtW6eyxwtfkJo4YzJxXKFkT9TcnzB3rtwxlywrT-ukd5dkxRqyE4a/s1600/A.jpg&quot; title=&quot;Perawatan Pasca Persalinan (Perawatan Pasca Melahirkan)&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; Perawatan Pasca Persalinan (Perawatan Pasca Melahirkan)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Perawatan Pasca Persalinan (Perawatan Pasca Melahirkan)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;DEFINISI MASA NIFAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Masa nifas (Puerperium) adalah mulai partus selesai, dan berakhir setelah kira-kira 6 minggu. Akan tetapi, seluruh alat genetalia baru pulih kembali seperti sebelum ada kehamilan dalam waktu 3 bulan. (Prawirohardjo, 2005)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Masa nifas (Puerperium) adalah periode dimana organ-organ reproduksi kembali kepada keadaan sebelum hamil, lama masa nifas ini 6 minggu. (Farrer, 1999)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMBAGIAN NIFAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Nifas dibagi dalam 3 periode :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Puerperium Dini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Yaitu kepulihan dimana ibu telah diperbolehkan berdiri dan berjalan-jalan. Dalam agama islam dianggap telah bersih dan boleh bekerja setelah 40 minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Puerperium Intermedial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Yaitu kepulihan yang menyeluruh alat-alat genetalia yang lamanya 6-8 minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Remote Puerperium&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Yaitu waktu persalinan mempunyai komplikasi waktu untuk sempurna bisa berminggu-minggu, atau bulanan atau tahunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERUBAHAN-PERUBAHAN FISIOLOGI MASA NIFAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Perubahan fisik&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Involusi uterus dan pengeluaran lokia&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Perubahan sistem tubuh lainnya&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Perubahan psikis. (Sarwono, 2002)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) PERAWATAN PASCA PERSALINAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mobilisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ibu yang melahirkan secara normal bisa melakukan mobilisasi 6 jam setelah melahirkan dan 8 jam setelah melahirka untuk ibu yang menjalani operasi cesar kemudian ibu dianjurkan melaksanakan mobilisasi dini, misalnya ibu miring kanan-miring kiri, turun dari tempat tidur, belajar duduk, dan berjalan sendiri. Pada hari ke 2 diperbolehkan duduk, hari ke3 diperbolehkan jalan-jalan, dan hari ke 4 atau ke 5 sudah diperbolehkan pulang. Mobilisasi ini bertujuan agar sirkulasi darah menjadi lancar, menghindari pembengkakan, dan mencegah trombosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mobilisasi diatas mempunyai variasi, tergantung pada komplikasi persalinan, nifas dan sembuhnya luka-luka. (Sinsin, 2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mobilisasi dini sangat penting dalam mencegah trombosis vena. Setelah proses persalinan yang normal, jika gerakannya tidak terhalang oleh pemasangan infus, atau kateter dan tanda vitalnya juga memuaskan, biasanya ibu diperbolehkan untuk mandi dan pergi ke WC dengan dibantu satu atau 2 jam setelah melahirkan secara normal. Sebelum waktu ini, ia harus diminta untuk melakukan latihan menarik napas yang dalam serta latihan tungkai yang sederhana dan harus duduk serta mengayunkan tungkainya dari tepi ranjang. Pasien sectio caesarea biasanya mulai mobilisasi dini 24–36 jam sesudah melahirkan. Jika pasien menjalani analgesia epidural, pemulihan sensibilitas yang total harus dibuktikan dahulu sebelum mobilisasi dimulai. (Farrer,1999)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Diet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Diet untuk ibu masa nifas harus banyak mengandung protein, besi, serta kalsium, vitamin serta serat makanan dan harus mencakup 3000 ml cairan yang 1000 ml diantaranya berupa susu. Asupan kalori per hari harus di tingkatkan sampai 2700 kalori (11.500 kilojoule). (Farrer,1999)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Miksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hendaknya kencing dapat dilakukan sendiri secepatnya. Bila kandung kemih penuh wanita sulit kencing. Sebaiknya dilakukan kateterisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Stres inkontinensia dapat terjadi hanya sementara dan akan menghilang setelah tonus otot dasar panggulnya membaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Defikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Buang air besar harus dilakukan 3–4 kali setelah melahirkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Perawatan payudara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Perawatan payudara telah dimulai sejak wanita hamil supaya putting susu lemas, tidak keras dan kering sebagai persiapan untuk mengurus bayinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan-perubahan terjadi pada kelenjar payudara :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Poliferasi jaringan pada kelenjar-kelenjar alveoli dan jaringan lemak bertambah&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Keluar cairan susu jolog dari duktus laktiferus disebut kolostrum berwarna kuning-putih susu.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hipervaskularisasi pada permukaan dan bagian dalam dimana vena-vena berdilatasi sehingga tampak jelas.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Setelah persalinan pengaruh supresi estrogen dan progesteron hilang, maka timbul pengaruh hormon laktogenik (LH) atau prolaktin yang akan merangsang air susu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Cuti hamil dan bersalin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menurut undang-undang bagi wanita pekerja berhak mengambil cuti hamil dan bersalin selama 3 bulan, yaitu 1 bulan sebelum bersalin ditambah 2 bulan setelah bersalin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Pemeriksaan pasca persalinan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pemeriksaan post natal antara lain meliputi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pemeriksaan umum : TTV, keluhan dan sebagainya.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Keadaan umum : kesadaran, selera makan dan lain-lain&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Payudara, ASI, putting susu&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dinding perut, perineum, kandung kemih dan rektum&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sekret yang keluar misalnya lokia, flour albus&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Keadaan alat-alat kandungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Nasehat untuk ibu post natal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sebaiknya bayi segera disusui&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Untuk kesehatan ibu, bayi dan keluarga sebaiknya melakukan KB untuk mengatur jarak kelahiran berikutnya&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bawalah bayi anda untuk memperoleh imunisasi. (Mochtar, 1998)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) TUJUAN ASUHAN MASA NIFAS &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menjaga kesehatan ibu dan bayinya, baik fisik maupun psikologi. Melakukan skrining yang komperhensif, mendeteksi masalah, mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayinya.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Memberikan pedidikan kesehatan tentang kesehatan diri, nutrisi, keluarga berencana, pemberian imunisasi kepada bayinya dan perawatan bayi sehat.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Memberikan pelayanan keluarga berencana. (Mochtar, 1998).&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Perawatan Pasca Persalinan (Perawatan Pasca Melahirkan)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perawatanpascamelahirkan.blogspot.com/feeds/3483704462935639519/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perawatanpascamelahirkan.blogspot.com/2012/11/perawatan-pasca-persalinan-perawatan.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2067279926571180522/posts/default/3483704462935639519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2067279926571180522/posts/default/3483704462935639519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perawatanpascamelahirkan.blogspot.com/2012/11/perawatan-pasca-persalinan-perawatan.html' title='Perawatan Pasca Persalinan (Perawatan Pasca Melahirkan)'/><author><name>senam hamil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15958434023239514819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiOtLImr7lyleqGY6syhXuiVDEj4_ZlG-GhsSUkHYbfaukqI2RY9d2SnnKxXk2wveHHpxag4d741aZIUGUITj1LlXURtW6eyxwtfkJo4YzJxXKFkT9TcnzB3rtwxlywrT-ukd5dkxRqyE4a/s72-c/A.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2067279926571180522.post-1731449863120222341</id><published>2012-10-25T06:11:00.002-07:00</published><updated>2012-10-25T06:11:34.725-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Perawatan Pasca Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)"/><title type='text'>Perawatan Pasca Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-Z5u2BB6epVpyLInglQQJHHiHSS_G-EUmgcNbwSBrqcBhJwXMKebWGvr_kO5cX4YMqKbtvZgP1INqKmLgcTDgf-DR9hOp7ARTUyReAlaq9xYPg0EnVoCzB6sI72oU1AewjnhBo0T2Gxuy/s1600/A2A.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Perawatan Pasca Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-Z5u2BB6epVpyLInglQQJHHiHSS_G-EUmgcNbwSBrqcBhJwXMKebWGvr_kO5cX4YMqKbtvZgP1INqKmLgcTDgf-DR9hOp7ARTUyReAlaq9xYPg0EnVoCzB6sI72oU1AewjnhBo0T2Gxuy/s1600/A2A.jpg&quot; title=&quot;Perawatan Pasca Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; Perawatan Pasca Melahirkan &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Perawatan Pasca Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)&lt;/b&gt; - Pada saat pasca kehamilan, ibu akan mengalami perubahan fisik di bagian kulit maupun di bagian alat reproduksi. Untuk itu, ibu memerlukan perawatan pasca melahirkan selama enam minggu atau 40 hari. Perawatan ini bisa dilakukan oleh ibu sesegera mungkin. Adapun beberapa hal yang perlu ibu perhatikan saat berada di masa pasca kehamilan, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;Perawatan Payudara&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hindari pembengkakan payudara pada masa pasca kehamilan, caranya adalah memenuhi kebutuhan bayi dengan memberikan ASI sedini mungkin dan sesuai kebutuhan bayi. Usahakan untuk tidak menggunakan bra yang menekan atau sempit. Apabila payudara terasa sakit, pijat ringan bagian payudara yang sakit dengan menggunakan breast oil dan air hangat. Pemijatan menggunakan breast oil ini juga berguna untuk merangsang kelancaran ASI dan merawat payudara ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;&amp;nbsp; Perhatikan Rahim&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penciutan rahim terjadi pada hari pertama sampai hari ke-9 setelah melahirkan. Hal ini dapat diketahui dengan meraba bagian bulat agak keras di bawah pusat. Pada hari ke-10 sampai 14, rahim tidak teraba lagi. Penciutan rahim dibantu oleh oksitosin, yaitu hormon yang mengontraksikan otot-otot rahim yang keluar saat menyusui. Penciutan rahim ini terjadi karena lancarnya pengeluaran cairan vagina (lochea). Penciutan kandungan yang tidak normal terjadi akibat infeksi lapisan rahim yang rentan infeksi akibat lepasnya plasenta dan kurang mobilisasi. Tanda-tandanya antara lain sedikit demam, agak sakit pada perut bagian bawah, dan kadang vagina berbau kurang sedap karena keluarnya lochea tidak lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Atasi Selulit dan Stretchmark&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Selulit adalah penumpukan sel-sel lemak yang berlebihan pada jaringan kulit, sehingga membuat permukaan kulit tampak tidak rata. Penumpukan itu terjadi akibat peningkatan kadar hormon estrogen dan progesteron secara drastis. Sedangkan stretchmark adalah garis-garis putih vertikal yang timbul akibat rusaknya jaringan pada lapisan dermis kulit yang mengalami peregangan secara drastis dan mendadak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ibu dapat mengatasi selulit dengan cara berolahraga secara teratur, seperti senam, berenang atau bersepeda. Sedangkan untuk perawatan kulitnya, ibu dapat menggunakan cream yang khusus diformulasikan untuk membantu merawat kekencangan kulit setelah melahirkan. Cream ini dapat membantu ibu untuk mengembalikan elastisitas dan mengencangkan kulit setelah melahirkan. Pilihlah cream yang mengandung minyak zaitun agar kulit ibu menjadi lebih halus. Gunakan cream ini saat beberapa bulan setelah melahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain perawatan dari luar, ibu juga perlu mengonsumsi makanan dan minuman yang dapat memulihkan kondisi pasca melahirkan. Perbanyak serat dan juga makanan sehat bergizi untuk mempercepat proses pemulihan dan juga sekaligus meningkatkan kualitas ASI.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;Perawatan Pasca Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perawatanpascamelahirkan.blogspot.com/feeds/1731449863120222341/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perawatanpascamelahirkan.blogspot.com/2012/10/perawatan-pasca-melahirkan-perawatan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2067279926571180522/posts/default/1731449863120222341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2067279926571180522/posts/default/1731449863120222341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perawatanpascamelahirkan.blogspot.com/2012/10/perawatan-pasca-melahirkan-perawatan.html' title='Perawatan Pasca Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)'/><author><name>senam hamil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15958434023239514819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-Z5u2BB6epVpyLInglQQJHHiHSS_G-EUmgcNbwSBrqcBhJwXMKebWGvr_kO5cX4YMqKbtvZgP1INqKmLgcTDgf-DR9hOp7ARTUyReAlaq9xYPg0EnVoCzB6sI72oU1AewjnhBo0T2Gxuy/s72-c/A2A.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2067279926571180522.post-1655550026660357447</id><published>2012-10-25T05:43:00.002-07:00</published><updated>2012-10-25T05:43:39.557-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Perawatan Tubuh Setelah Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)"/><title type='text'>Perawatan Tubuh Setelah Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKYRha6FZ0K5-9UpcObCU3ui_R6RHi5nZY0WqKg_coanU5tAECLGsRcd9j1-XhdoL9u2cNSVU88WN7tFIq-4EKNX6oTUfWuBqZwaeeUiCrz14I_jaseA2Hu8tknmHgvwF09FKcL2oQNvCI/s1600/A1A.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Perawatan Tubuh Setelah Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKYRha6FZ0K5-9UpcObCU3ui_R6RHi5nZY0WqKg_coanU5tAECLGsRcd9j1-XhdoL9u2cNSVU88WN7tFIq-4EKNX6oTUfWuBqZwaeeUiCrz14I_jaseA2Hu8tknmHgvwF09FKcL2oQNvCI/s1600/A1A.jpg&quot; title=&quot;Perawatan Tubuh Setelah Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; Perawatan Tubuh Setelah Melahirkan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Perawatan Tubuh Setelah Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)&lt;/b&gt; - Melahirkan buah hati yang sehat sudah pasti menjadi impian setiap ibu yang sedang mengandung, tetapi di sisi lain mungkin banyak moms yang dihantui oleh berbagai sindrom setelah melahirkan. Untuk itulah kali ini kami mempersembahkan artikel tentang beberapa cara perawatan tubuh setelah melahirkan khusu untuk bunda semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, memang diakui banyak perubahan terjadi setelah mom melahirkan tidak hanya fisik, tetapi alat reproduksi maupun emosionalnya, perubahan tubuh setelah melahirkan banyak menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian moms setelah proses persalinan, untuk itulah banyak yang mengeluarkan produk khusus perawatan setelah melahirkan untuk membantu mengatasi masa-masa sulit yang moms alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis Perawatan Tubuh Setelah Melahirkan:&lt;br /&gt;Perawatan pasca melahirkan juga bermacam-macam, tidak sedikit pula yang menyediakan jasa khusus perawatan setelah melahirkan mulai dari harga yang tergolong murah hingga harga yang fantastis, selain itu produk yang digunakan juga bermacam-macam mulai dari produk tradisional yang telah dipakai sejak jaman nenek moyang hingga produk modern yang menjanjikan pemulihan bentuk tubuh hanya dalam waktu kurang dari 1 minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap produk yang ditawarkan ada plus-minusnya, namun tidak ada salahnya kita juga membahas produk yang dapat dipakai sendiri di rumah, selain biaya yang dikeluarkan lebih murah moms juga bisa mendapatkan perawatan tubuh dan pemulihan fisik tanpa harus mengurangi waktu dan kasih sayang kepada buah hati. Apa saja sih yang diperlukan untuk perawatan tubuh setelah melahirkan? yuk kita kupas semuanya di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pemijatan dengan massage oil&lt;br /&gt;Pemijatan ini dilakukan dari telapak kaki, paha, bagian pantat, punggung sampai panggul. Untuk menghindari kelelahan fisik bagian kaki, paha, punggung, dan panggul, baik akibat melahirkan maupun menyusui. Dilakukan dengan menambahkan Massage oil yang beraroma segar dapat memberikan perasaan rileks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Lulur atau body scrub&lt;br /&gt;Untuk sebagian mommy yang mengalami perubahan hormon hebat pada saat hamil, biasanya akan mengalami perubahan warna kulit yang cukup signifikan. hitam di bagian tertentu (perut, leher, tumit, paha) atau ada juga yang menghitam secara merata. Dengan lulur diharapkan dapat memulihkan kembali warna kulit, menjadikan kulit lebih halus, mulus dan sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar tips..sebaiknya selama hamil, untuk tetap menjaga kehalusan, seminggu sekali melakukan lulur sekaligus massage. massage ini bisa dilakukan dengan pemakaian krim anti strech mark di bagian perut, paha, lengan dan payudara untuk mencegah perubahan kulit yang signifikan selama masa kehamilan sekaligus juga memberikan perasaan rileks dengan memeilih lulur yang beraroma segar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pemakaian Gurita dan tapel perut&lt;br /&gt;Untuk membantu pengecilan perut dan rahim, menahan otot-otot perut, menghindari peregangan pinggul akibat peregangan saat hamil sehingga setelah memakai gurita dan stagen bisa ramping kembali. Banyak orang punya mitos menggunakan gurita tidak ada gunanya, tapi itu salah besar. Ratusan bahkan ribuan para wanita mengeluh dan menyesali akibat dia tidak menggunakan gurita setelah melahirkan, sehingga walaupun berat badannya kembali normal, tapi perut, pinggul tetap melar bahkan organ intimnya pun ikut menjadi melar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemakaian gurita atau stagen biasanya juga di tambah dengan tapel perut untuk hasil maksimal, tapel perut adalah ramuan khas jawa yang bibuat dari bahan alami yang memberikan rasa hangat dan efektif untuk mengurangi selulit dan strechmark di perut. Dan biasanya kalau sudah melahirkan diatas 1 tahun otot-otot bagian tubuh itu sudah menjadi kuat tidak selembut saat sehabis melahirkan, sehingga sulit untuk dibentuk menjadi ramping kembali seperti orang yang baru melahirkan. BAGI ANDA YANG BELUM TERLAMBAT, sebaiknya setelah melahirkan gunakan gurita minimal 2 bulan, karena saat itu otot anda masih mudah untuk dibentuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mandi Rempah&lt;br /&gt;Mandi rempah berguna untuk menghangatkan tubuh dan mengangkat minyak bekas massage, pilihlah rempah mandi yang mengandung zat-zat yang bisa menghangatkan tubuh dan mengangkat minyak. Antara lain Jahe, Kencur, Lemon, Kayu manis dan lain-lain. Bagi yang belum sehat seharusnya jangan mandi cukup di lap saja. Sedangkan untuk pasien yang lahir secara OPERASI CAESAR, mandi rempah diperbolehkan setelah plester di buka atau minimal 2 minggu setelah operasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pemakaian Parem di Kaki&lt;br /&gt;Membantu mengurangi resiko kram, kaki bengkak, kelelahan bagian kaki akibat proses kehamilan dan membantu menghangatkan area kaki sehingga darah berjalan dengan lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Pemakaian Pilis di dahi&lt;br /&gt;Untuk membantu menghangatkan bagian disekitar mata dan kepala agara darah putih tidak naik, mata tidak lamur dan menghindari pening di bagian kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Ratus Spa&lt;br /&gt;Perawatan dengan menggunakan Ratus Spa dilakukan dengan penguapan ramuan tradisional dibagian V. diharapkan dapat membantu membunuh kuman-kuman akibat terlalu lama memakai pembalut saat masa nifas. Metode ratus sendiri ada dua macam yaitu dengan cara pengasapan dengan memakai ratus dupa ataupun penguapan dari uap ratus rebus, selain itu pemakaian ratus spa juga dapat dulakukan dengan membasuh daerah V dengan rendaman ratus rebus. referensi lengkap ratus spa bisa di baca di Ratus Spa, Eksotisme Perawatan Vagina Warisan Leluhur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;Mungkin banyak yang bilang perawatan setelah melahirkan sangat merepotkan banyak juga yang akhirnya memanggil jasa perawatan pasca melahirkan selama 30-40 hari untuk membantu melakukan semua jenis perawatan diatas dengan kisaran harga antara 2 juta - 4 juta (tergantung produk dan fasiltas yang ditawarkan). Untuk jasa perawatan biasanya moms mendatangi tempat perawatan khusus, namun waktu perawatan yang lama mungkin membuat sebagian mommy tidak rela meninggalkan buah hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi lainnya adalah memakai jasa tukang urut setempat, dengan jadwal yang tentunya bisa lebih fleksibel saya tentukan daripada jasa profesional tersebut yang sudah dihitung paket. Sedangkan untuk pemakaian gurita dan stagen saya akan minta tolong suami, selain lebih mudah suami juga sedikit-sedikit ikut merasakan repotnya menjadi wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain perawatan dari luar, moms juga perlu mengonsumsi makanan dan minuman yang dapat memulihkan kondisi pasca melahirkan. Perbanyak serat dan juga makanan sehat bergizi untuk mempercepat proses pemulihan dan juga sekaligus meningkatkan kualitas ASI.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;Perawatan Tubuh Setelah Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perawatanpascamelahirkan.blogspot.com/feeds/1655550026660357447/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perawatanpascamelahirkan.blogspot.com/2012/10/perawatan-tubuh-setelah-melahirkan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2067279926571180522/posts/default/1655550026660357447'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2067279926571180522/posts/default/1655550026660357447'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perawatanpascamelahirkan.blogspot.com/2012/10/perawatan-tubuh-setelah-melahirkan.html' title='Perawatan Tubuh Setelah Melahirkan (Perawatan Pasca Melahirkan)'/><author><name>senam hamil</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15958434023239514819</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKYRha6FZ0K5-9UpcObCU3ui_R6RHi5nZY0WqKg_coanU5tAECLGsRcd9j1-XhdoL9u2cNSVU88WN7tFIq-4EKNX6oTUfWuBqZwaeeUiCrz14I_jaseA2Hu8tknmHgvwF09FKcL2oQNvCI/s72-c/A1A.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>