<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Perikop Alkitab</title><description>Belajar Firman Tuhan berdasarkan perikop</description><managingEditor>noreply@blogger.com (Hang)</managingEditor><pubDate>Wed, 6 Nov 2024 09:57:15 +0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">2345</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>https://perikopalkitab.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Belajar Firman Tuhan berdasarkan perikop</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Selamat Merayakan Paskah 2023</title><link>https://perikopalkitab.blogspot.com/2023/04/selamat-merayakan-paskah-2023.html</link><category>Renungan</category><author>noreply@blogger.com (Hang)</author><pubDate>Sun, 9 Apr 2023 13:20:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3600150885805560242.post-1135279401817220432</guid><description>Paskah adalah waktu yang penting bagi umat Kristiani di seluruh dunia. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Ini adalah waktu ketika kita merayakan kebangkitan Yesus Kristus dari kematian. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Kematian Kristus di kayu salib bukanlah akhir dari cerita. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Sebaliknya, itu adalah awal dari sesuatu yang lebih besar dan lebih indah. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Kebangkitan Kristus menunjukkan bahwa kematian bukanlah akhir dari hidup kita, tetapi sebuah pintu menuju kehidupan yang kekal.
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Dalam hidup kita, seringkali kita menghadapi kesulitan, kesedihan, dan kekecewaan. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Mungkin, terkadang kita merasa, bahwa semuanya sia-sia dan tidak ada harapan. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Tetapi, Paskah mengajarkan kita, bahwa ada harapan di tengah-tengah kegelapan. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Kita harus percaya, bahwa di balik setiap kesulitan dan kegagalan ada kesempatan untuk belajar, tumbuh, dan berkembang.
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Pada saat yang sama, Paskah juga mengingatkan kita tentang pentingnya pengorbanan dan kasih. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Yesus Kristus mengorbankan nyawanya demi keselamatan kita semua. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Dia menunjukkan kepada kita, bahwa cinta dan pengorbanan adalah bagian penting dari hidup kita. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Dalam hidup kita sehari-hari, kita harus selalu berusaha untuk mencintai dan menghargai orang lain, dan bersedia melakukan pengorbanan untuk mereka.
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Akhirnya, Paskah mengajarkan kita, bahwa ada kekuatan yang lebih besar daripada apapun yang ada di dunia ini.
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Kekuatan itu adalah kasih Allah. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Ketika kita mempercayai kasih Allah, kita dapat mengatasi segala sesuatu yang mungkin terjadi dalam hidup kita.
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Kita dapat merayakan kehidupan dan kebangkitan, dan merasa yakin, bahwa kita memiliki tempat yang aman dan indah di sisi-Nya.
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Semoga renungan ini membawa kedamaian dan sukacita ke dalam hidup kita, dan memberikan pengharapan baru di saat-saat sulit. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Selamat merayakan Paskah.</description></item><item><title>Hamba Tuhan Yang Menderita Berdasarkan Nubuat Kitab Yesaya</title><link>https://perikopalkitab.blogspot.com/2023/04/hamba-tuhan-yang-menderita-berdasarkan.html</link><category>Renungan</category><author>noreply@blogger.com (Hang)</author><pubDate>Wed, 5 Apr 2023 14:25:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3600150885805560242.post-5123676676733256861</guid><description>Kitab Yesaya dipenuhi dengan nubuat tentang kedatangan Mesias yang akan membawa keselamatan bagi umat manusia.
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Nubuat-nubuat ini sering kali menekankan penderitaan yang harus dialami oleh Mesias sebelum tercapainya keselamatan. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Yesus sebagai Hamba Tuhan yang menderita, yang akhirnya disalibkan dan menderita kematian yang mengerikan, merupakan bukti kasih Allah yang besar bagi manusia.
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Dalam kehidupan Yesus di dunia, Dia melayani orang lain dan memperlihatkan contoh kehidupan yang penuh kasih dan pengorbanan. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Ketika Yesus menderita dan mati di kayu salib, banyak orang percaya, bahwa itu adalah suatu bentuk pengorbanan yang besar dan kesaksian yang kuat tentang kasih Allah bagi umat manusia.
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Kematian Yesus adalah sebagai ganti dosa-dosa manusia, sehingga mereka yang percaya pada-Nya dapat menerima pengampunan dan keselamatan.
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Hamba Tuhan Yang Menderita mengajarkan kita tentang pentingnya kesediaan untuk melayani orang lain dan mengorbankan diri untuk kebaikan bersama. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Hamba Tuhan Yang Menderita juga menjadi contoh bagi orang-orang Kristen untuk mengikuti teladan Yesus dan hidup dalam kasih dan pelayanan kepada sesama. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Kita juga diajak untuk memahami, bahwa penderitaan yang kita alami dapat menjadi sarana untuk memperkuat iman dan kepercayaan kita kepada Allah.
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Mari kita merenungkan kembali kasih dan pengorbanan yang telah ditunjukkan oleh Yesus Kristus, yang rela menderita dan mati di kayu salib untuk menebus dosa-dosa kita.
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Mari kita memperkuat iman dan kepercayaan kita kepada Allah dan terus hidup dalam kasih dan pelayanan kepada sesama. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Semoga renungan ini dapat menjadi sumber inspirasi dan kekuatan bagi kita semua. Amin.</description></item><item><title>Yesus Anak Domba Allah</title><link>https://perikopalkitab.blogspot.com/2023/04/yesus-anak-domba-allah.html</link><category>Renungan</category><author>noreply@blogger.com (Hang)</author><pubDate>Tue, 4 Apr 2023 05:26:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3600150885805560242.post-2508796848048822585</guid><description>Yesus Anak Domba Allah adalah julukan untuk Yesus Kristus, yang merujuk pada sifat-Nya sebagai Korban Penghapus Dosa manusia di hadapan Allah. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Anak Domba adalah lambang dari kelembutan, kerendahan hati, dan kepasrahan diri kepada kehendak Allah. Dalam Kitab Suci, kita membaca tentang bagaimana Anak Domba Allah dikorbankan sebagai tebusan bagi dosa umat manusia.
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Dalam Injil Yohanes, Yohanes Pembaptis mengatakan: "Lihatlah Anak Domba Allah, yang mengambil dosa dunia ini!" (Yohanes 1:29). 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Dalam pengakuan iman Kristen, Yesus Kristus diakui sebagai Anak Domba Allah yang datang untuk menghapuskan dosa dunia dan membawa keselamatan kepada umat manusia.
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Renungan tentang Yesus Anak Domba Allah mengajarkan kita untuk menghargai pengorbanan-Nya yang besar bagi kita. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Dia mengambil dosa kita, yang seharusnya menjadi beban berat bagi kita untuk ditanggung, dan membawa keselamatan kepada kita. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Pengorbanan-Nya membebaskan kita dari hukuman dosa yang kita layak terima, dan memberi kita kesempatan untuk hidup dalam persekutuan dengan Allah.
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Selain itu, sifat Anak Domba Allah juga mengajarkan kita untuk memiliki kerendahan hati dan kepasrahan diri kepada kehendak Allah. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Ketika kita mengikuti Yesus Kristus, kita dipanggil untuk menyerahkan hidup kita kepada-Nya dan hidup dalam ketaatan kepada-Nya.
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Dengan melakukan itu, kita dapat belajar untuk hidup dengan kelembutan dan kerendahan hati, dan meniru sifat-Nya yang mengasihi dan melayani orang lain.
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Jadi, mari kita renungkan pengorbanan besar Yesus Kristus sebagai Anak Domba Allah untuk keselamatan kita, dan belajar untuk meniru sifat-Nya yang rendah hati dan penuh kasih. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Semoga renungan ini membantu kita untuk memperdalam hubungan kita dengan Tuhan dan memperkuat iman kita.</description></item><item><title>Minggu Paskah</title><link>https://perikopalkitab.blogspot.com/2023/04/minggu-paskah.html</link><category>Renungan</category><author>noreply@blogger.com (Hang)</author><pubDate>Mon, 3 Apr 2023 16:21:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3600150885805560242.post-1067560844149417015</guid><description>Minggu Paskah adalah momen penting bagi umat Kristen di seluruh dunia.
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Minggu ini menandai akhir dari Perayaan Pekan Suci, yang dimulai dengan peringatan Yesus memasuki Yerusalem dan berakhir dengan Kematian dan Kebangkitan-Nya. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Dalam artikel ini, kita akan merenungkan makna dari kisah Paskah dan apa yang dapat kita pelajari darinya.
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Minggu Paskah dimulai dengan perayaan Minggu Palma, di mana umat Kristen merayakan kedatangan Yesus ke Yerusalem. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Rakyat Yudea menyambut Yesus dengan daun palem, dan Dia memasuki kota tersebut di atas seekor keledai. Orang-orang percaya, bahwa Dia adalah Mesias yang dijanjikan, yang akan menyelamatkan umat Yahudi dari penjajahan Romawi.
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Namun, Minggu Palma juga merupakan pengingat, bahwa kemenangan Yesus tidak seperti yang diharapkan. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Banyak orang mengharapkan Dia akan datang sebagai raja politik, yang akan memerintah atas Israel dan membebaskan mereka dari penjajahan. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Namun, Yesus datang sebagai raja spiritual yang akan membebaskan manusia dari dosa dan kematian.
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Setelah Minggu Palma, kita memasuki Pekan Suci, yang dimulai dengan Perjamuan Terakhir Yesus dengan para murid-Nya.
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Pada hari Kamis, Yesus mengadakan perjamuan terakhir-Nya dengan para murid-Nya, di mana Dia mengajarkan tentang pentingnya kasih dan melayani satu sama lain.
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Di malam itu, Dia juga ditangkap dan disiksa oleh para pemimpin Yahudi.
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Keesokan harinya, pada hari Jumat yang disebut Jumat Agung, Yesus disalibkan di Bukit Golgota dan meninggal di kayu salib. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Kematian-Nya menjadi korban penghapus dosa manusia, sehingga semua orang yang percaya pada-Nya dapat menerima keselamatan dan hidup kekal.
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Namun, kisah Paskah tidak berakhir di sini.
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Pada hari Minggu pagi setelah Kematian-Nya, Yesus bangkit dari antara orang mati. Kebangkitan-Nya menjadi tanda, bahwa Dia adalah Anak Allah yang hidup, dan bahwa Dia memiliki kekuasaan atas kematian dan dosa.
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Minggu Paskah mengajarkan kita banyak hal. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Pertama, kita belajar tentang pentingnya iman dan pengorbanan.
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Yesus datang untuk melayani dan mengorbankan dirinya sendiri agar kita dapat menerima keselamatan.
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Kedua, kita belajar, bahwa kehidupan kita adalah anugerah dari Allah, dan bahwa kita harus bersyukur atas setiap hari yang diberikan kepada kita. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Terakhir, Minggu Paskah juga mengajarkan kita tentang harapan. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Kebangkitan Yesus memberikan harapan akan kehidupan kekal, dan bahwa kematian bukanlah akhir dari segalanya.
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Dalam menghadapi tantangan dan cobaan dalam hidup, kita dapat merenungkan kembali kisah Paskah, dan menemukan kekuatan dan harapan dalam iman kita. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Seperti yang telah ditunjukkan oleh Yesus, iman dan pengorbanan dapat membawa kebaikan bagi diri kita dan orang lain. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Kita dapat memelihara rasa syukur atas kehidupan yang kita miliki dan memandang ke depan dengan harapan akan kehidupan yang lebih baik di masa depan.
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Minggu Paskah mengajarkan kita, bahwa kehidupan kita tidak akan selalu mudah, tetapi dengan iman dan pengorbanan, kita dapat melalui setiap tantangan dan cobaan. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Kita dapat mempercayai, bahwa Tuhan selalu bersama kita, dan bahwa Dia memiliki rencana yang baik untuk kita, bahkan ketika kita menghadapi kesulitan dan kegelapan. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Kita dapat menemukan kekuatan dan harapan dalam iman kita, dan memperjuangkan kebaikan bagi diri kita dan orang lain. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Semoga renungan ini memberikan inspirasi dan berkat bagi kita semua.</description></item><item><title>Daftar Perikop Kitab Wahyu</title><link>https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/05/daftar-perikop-kitab-wahyu.html</link><category>Daftar Perikop PB</category><author>noreply@blogger.com (Hang)</author><pubDate>Wed, 5 May 2021 15:01:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3600150885805560242.post-3911453850106314924</guid><description>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_lCnac7qDKr3YogZYi5O2BszbYR5tSkFR52fvAbdE9AQzi7bD1RevQx221sMS8xDvIRlYrCRg53cwHkbME3tE-HpF_lWPkGyHGYdfBKjEP9cD8KgTBRfHzn4pB0r-K2Lf-9beyVQRo8E/s0/Malaikat+menampakkan+diri+pada+Yohanes.jpg" style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto; padding: 1em 0px; text-align: center;"&gt;&lt;img alt="" border="0" data-original-height="599" data-original-width="447" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_lCnac7qDKr3YogZYi5O2BszbYR5tSkFR52fvAbdE9AQzi7bD1RevQx221sMS8xDvIRlYrCRg53cwHkbME3tE-HpF_lWPkGyHGYdfBKjEP9cD8KgTBRfHzn4pB0r-K2Lf-9beyVQRo8E/s0/Malaikat+menampakkan+diri+pada+Yohanes.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Malaikat menampakkan diri pada Yohanes.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;b&gt;Wahyu&lt;/b&gt; atau &lt;i&gt;Revelation&lt;/i&gt; adalah Kitab Penutup dalam Alkitab.
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Dalam Alkitab Bahasa Indonesia Terbitan Baru (1974), Kitab Wahyu terdiri dari 22 pasal dan 48 perikop.
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Semua perikop dalam Kitab Wahyu dan tafsirannya dapat kita baca pada tautan berikut ini.
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h2&gt;Daftar Perikop Kitab Wahyu&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;a href="https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/04/judul-garis-besar-dan-pendahuluan-wahyu.html" target="_blank"&gt;Judul | Garis Besar dan Pendahuluan Wahyu&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;a href="https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/04/salam-kepada-ketujuh-jemaat.html" target="_blank"&gt;Salam Kepada Ketujuh Jemaat&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;a href="https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/04/penglihatan-yohanes-di-patmos.html" target="_blank"&gt;Penglihatan Yohanes di Patmos&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;a href="https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/04/kepada-jemaat-di-efesus.html" target="_blank"&gt;Kepada Jemaat di Efesus&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;a href="https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/04/kepada-jemaat-di-smirna.html" target="_blank"&gt;Kepada Jemaat di Smirna&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;a href="https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/04/kepada-jemaat-di-pergamus.html" target="_blank"&gt;Kepada Jemaat di Pergamus&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;a href="https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/04/kepada-jemaat-di-tiatira.html" target="_blank"&gt;Kepada Jemaat di Tiatira&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;a href="https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/04/kepada-jemaat-di-sardis.html" target="_blank"&gt;Kepada Jemaat di Sardis&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;a href="https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/04/kepada-jemaat-di-filadelfia.html" target="_blank"&gt;Kepada Jemaat di Filadelfia&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;a href="https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/04/kepada-jemaat-di-laodikia.html" target="_blank"&gt;Kepada Jemaat di Laodikia&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;a href="https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/04/kedua-puluh-empat-tua-tua-dan-keempat.html" target="_blank"&gt;Kedua Puluh Empat Tua-tua dan Keempat Binatang&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;a href="https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/04/kitab-yang-dimeterai-dan-anak-domba.html" target="_blank"&gt;Kitab Yang Dimeterai dan Anak Domba&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;a href="https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/04/keenam-meterai-pertama-dibuka.html" target="_blank"&gt;Keenam Meterai Pertama Dibuka&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;a href="https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/04/orang-orang-yang-dimeteraikan-dari.html" target="_blank"&gt;Orang-orang yang Dimeteraikan Dari Bangsa Israel&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;a href="https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/04/orang-banyak-yang-tidak-terhitung.html" target="_blank"&gt;Orang Banyak Yang Tidak Terhitung Banyaknya&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;a href="https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/04/meterai-yang-ketujuh.html" target="_blank"&gt;Meterai Yang Ketujuh&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;a href="https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/04/keempat-sangkakala-yang-pertama.html" target="_blank"&gt;Keempat Sangkakala Yang Pertama&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;a href="https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/04/sangkakala-yang-kelima.html" target="_blank"&gt;Sangkakala Yang Kelima&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;a href="https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/04/sangkakala-yang-keenam.html" target="_blank"&gt;Sangkakala Yang Keenam&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;a href="https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/04/kitab-terbuka.html" target="_blank"&gt;Kitab Terbuka&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;a href="https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/04/dua-saksi-allah.html" target="_blank"&gt;Dua Saksi Allah&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;a href="https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/04/sangkakala-yang-ketujuh-nyanyian-puji.html" target="_blank"&gt;Sangkakala Yang Ketujuh -- Nyanyian Puji-pujian Para Tua-tua&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;a href="https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/04/perempuan-dan-naga.html" target="_blank"&gt;Perempuan dan Naga&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;a href="https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/04/naga-dikalahkan.html" target="_blank"&gt;Naga Dikalahkan&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;a href="https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/04/nyanyian-kemenangan.html" target="_blank"&gt;Nyanyian Kemenangan&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;a href="https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/04/naga-memburu-perempuan-itu.html" target="_blank"&gt;Naga Memburu Perempuan Itu&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;a href="https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/04/binatang-yang-keluar-dari-dalam-laut.html" target="_blank"&gt;Binatang Yang Keluar Dari Dalam Laut&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;a href="https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/04/binatang-yang-keluar-dari-dalam-bumi.html" target="_blank"&gt;Binatang Yang Keluar Dari Dalam Bumi&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;a href="https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/04/anak-domba-dan-pengikut-nya-yang.html" target="_blank"&gt;Anak Domba dan Pengikut-Nya yang Ditebus-Nya&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;a href="https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/04/pemberitahuan-tentang-penghakiman.html" target="_blank"&gt;Pemberitahuan Tentang Penghakiman&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;a href="https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/04/tuaian-di-bumi.html" target="_blank"&gt;Tuaian Di Bumi&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;a href="https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/04/nyanyian-mereka-yang-menang.html" target="_blank"&gt;Nyanyian Mereka Yang Menang&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;a href="https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/04/tujuh-malaikat-dengan-tujuh-cawan-murka.html" target="_blank"&gt;Tujuh Malaikat Dengan Tujuh Cawan Murka Allah&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;a href="https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/04/ketujuh-malapetaka.html" target="_blank"&gt;Ketujuh Malapetaka&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;a href="https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/04/penghakiman-atas-babel.html" target="_blank"&gt;Penghakiman Atas Babel&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;a href="https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/04/jatuhnya-babel.html" target="_blank"&gt;Jatuhnya Babel&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;a href="https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/04/babel-tidak-akan-bangkit-lagi.html" target="_blank"&gt;Babel Tidak Akan Bangkit Lagi&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;a href="https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/04/nyanyian-atas-jatuhnya-babel.html" target="_blank"&gt;Nyanyian Atas Jatuhnya Babel&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;a href="https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/04/perjamuan-kawin-anak-domba.html" target="_blank"&gt;Perjamuan Kawin Anak Domba&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;a href="https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/04/firman-allah.html" target="_blank"&gt;Firman Allah&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;a href="https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/05/binatang-serta-nabinya-dikalahkan.html" target="_blank"&gt;Binatang Serta Nabinya Dikalahkan&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;a href="https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/05/kerajaan-seribu-tahun.html"&gt;Kerajaan Seribu Tahun&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;a href="https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/05/iblis-dihukum.html" target="_blank"&gt;Iblis Dihukum&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;a href="https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/05/hukuman-yang-terakhir.html" target="_blank"&gt;Hukuman Yang Terakhir&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;a href="https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/05/langit-yang-baru-dan-bumi-yang-baru.html" target="_blank"&gt;Langit Yang Baru dan Bumi Yang Baru&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;a href="https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/05/yerusalem-yang-baru.html" target="_blank"&gt;Yerusalem Yang Baru&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;a href="https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/05/kedatangan-tuhan-yesus.html" target="_blank"&gt;Kedatangan Tuhan Yesus&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;a href="https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/05/penutup.html" target="_blank"&gt;Penutup Kitab Wahyu&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:BritLibAddMS35166ApocalypseFolio003rAngelApeardToJohn.jpg" target="_blank"&gt;Gambar&lt;/a&gt;.&lt;/blockquote&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_lCnac7qDKr3YogZYi5O2BszbYR5tSkFR52fvAbdE9AQzi7bD1RevQx221sMS8xDvIRlYrCRg53cwHkbME3tE-HpF_lWPkGyHGYdfBKjEP9cD8KgTBRfHzn4pB0r-K2Lf-9beyVQRo8E/s72-c/Malaikat+menampakkan+diri+pada+Yohanes.jpg" width="72"/></item><item><title>Wahyu 22:18-21: Penutup Kitab Wahyu</title><link>https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/05/penutup.html</link><category>Wahyu</category><author>noreply@blogger.com (Hang)</author><pubDate>Tue, 4 May 2021 20:09:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3600150885805560242.post-5586486409587068479</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;
&lt;b&gt;Klik:&lt;/b&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="#ayat-alkitab"&gt;Ayat Alkitab&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="#tafsiran-wycliffe"&gt;Tafsiran&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h2 style="background-color: gold;"&gt;
&lt;a name="ayat-alkitab"&gt;Revelation / Wahyu 22:18-21&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Rev 22:18  Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 22:19  Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini." 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 22:20  Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus! 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 22:21  Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin.&lt;/span&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h3 style="background-color: silver;"&gt;
&lt;a name="tafsiran-wycliffe"&gt;Tafsiran Wycliffe&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;Epilog (22:6-20).&lt;/b&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Untuk ayat-ayat penutup Kitab Wahyu, tidak perlu diberikan penafsiran yang terinci.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Sebagian besar yang dinyatakan di dalam bagian ini, sebagaimana halnya bagian terakhir dari hampir seluruh Surat-surat kiriman dalam Perjanjian Baru, bersifat lampiran saja.&lt;/blockquote&gt;
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  18-19. Kitab ini, terkecuali bagian salam, diakhiri dengan satu peringatan yang serius lagi, agar orang tidak &lt;i&gt;menambahkan&lt;/i&gt; atau &lt;u&gt;mengurangi&lt;/u&gt; &lt;i&gt;perkataan-perkataan nubuat dari Kitab ini&lt;/i&gt;.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Saya tidak mengenal orang yang telah memberikan penafsiran yang lebih dapat diterima dibandingkan Lang:
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;blockquote&gt;Pewahyuan kebenaran itu lengkap, sebab tidak ada yang bisa terletak di balik keadaan kekal itu.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Sekalipun menurut isi tepat ancaman yang tercantum dalam peringatan mengerikan ini berlaku bagi Kitab Wahyu, namun karena Kitab ini bersumber pada, terjalin dengan, dan merupakan pelengkap Firman Allah, maka menjadi tidak mungkinlah untuk merusak kelengkapan Kitab terakhir ini tanpa merusak juga apa yang telah dianugerahkan Allah sebelumnya.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  (op. cit., hlm. 384, 385).&lt;/blockquote&gt;
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  20-21. Tiga kata yang terakhir, diucapkan oleh:
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  (1) Kristus = "&lt;i&gt;Ya, Aku datang segera&lt;/i&gt;."
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  (2) Gereja = "&lt;i&gt;Amin, datanglah, Tuhan Yesus&lt;/i&gt;." 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  (3) Yohanes = "&lt;i&gt;Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian&lt;/i&gt;." 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Sekalipun rumusan perpisahan ini mirip dengan yang sering kita jumpai pada akhir Surat-surat kiriman Perjanjian Baru (Rm. 16:20, 24; I Kor. 16:23; Ef. 6:24; II Tim. 4:22; Ibr. 13:25; I Ptr. 5:12; dan lain-lain), bentuk yang persis seperti salam perpisahan ini tidak ada di tempat lain.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Seiring dengan mendekatnya akhir zaman, dan kita ikut menyaksikan terjadinya, yaitu pendahuluannya, beberapa akibat mengerikan dari penolakan akan Firman Allah, ketiga perkataan terakhir ini menjadi makin berharga dan vital.
    &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;blockquote&gt;Sumber ayat Alkitab / tafsiran: &lt;a href="https://www.e-sword.net/index.html" target="_blank"&gt;Software e-sword&lt;/a&gt; dan &lt;a href="https://alkitab.sabda.org/" target="_blank"&gt;Alkitab.sabda.org&lt;/a&gt;.&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;</description></item><item><title>Wahyu 22:6-17: Kedatangan Tuhan Yesus</title><link>https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/05/kedatangan-tuhan-yesus.html</link><category>Wahyu</category><author>noreply@blogger.com (Hang)</author><pubDate>Tue, 4 May 2021 08:19:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3600150885805560242.post-316303713781996164</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;
&lt;b&gt;Klik:&lt;/b&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="#ayat-alkitab"&gt;Ayat Alkitab&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="#tafsiran-wycliffe"&gt;Tafsiran&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h2 style="background-color: gold;"&gt;
&lt;a name="ayat-alkitab"&gt;Revelation / Wahyu 22:6-17&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Rev 22:6  Lalu Ia berkata kepadaku: "Perkataan-perkataan ini tepat dan benar, dan Tuhan, Allah yang memberi roh kepada para nabi, telah mengutus malaikat-Nya untuk menunjukkan kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi." 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 22:7  "Sesungguhnya Aku datang segera. Berbahagialah orang yang menuruti perkataan-perkataan nubuat kitab ini!" 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 22:8  Dan aku, Yohanes, akulah yang telah mendengar dan melihat semuanya itu. Dan setelah aku mendengar dan melihatnya, aku tersungkur di depan kaki malaikat, yang telah menunjukkan semuanya itu kepadaku, untuk menyembahnya. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 22:9  Tetapi ia berkata kepadaku: "Jangan berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama seperti engkau dan saudara-saudaramu, para nabi dan semua mereka yang menuruti segala perkataan kitab ini. Sembahlah Allah!" 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 22:10  Lalu ia berkata kepadaku: "Jangan memeteraikan perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini, sebab waktunya sudah dekat. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 22:11  Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!" 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 22:12  "Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 22:13  Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir." 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 22:14  Berbahagialah mereka yang membasuh jubahnya. Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 22:15  Tetapi anjing-anjing dan tukang-tukang sihir, orang-orang sundal, orang-orang pembunuh, penyembah-penyembah berhala dan setiap orang yang mencintai dusta dan yang melakukannya, tinggal di luar. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 22:16  "Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang." 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 22:17  Roh dan pengantin perempuan itu berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma! &lt;/span&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h3 style="background-color: silver;"&gt;
&lt;a name="tafsiran-wycliffe"&gt;Tafsiran Wycliffe&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;b&gt;Epilog (22:6-20).&lt;/b&gt;
 &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Untuk ayat-ayat penutup Kitab Wahyu, tidak perlu diberikan penafsiran yang terinci.
   &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Sebagian besar yang dinyatakan di dalam bagian ini, sebagaimana halnya bagian terakhir dari hampir seluruh Surat-surat kiriman dalam Perjanjian Baru, bersifat lampiran saja.
   &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
6-10. Pernyataan pertama nyaris sama dengan pernyataan pembukaan Kitab ini (1:1-2), terkecuali bahwa di sana disebut hanya satu &lt;b&gt;hamba&lt;/b&gt;, yaitu Yohanes, sedangkan di sini disebutkan banyak, &lt;i&gt;hamba-hamba-Nya&lt;/i&gt;.
   &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  "Roh para nabi merupakan talenta alamiah dari para nabi, yang dibangkitkan dan dihidupkan oleh Roh Kudus" (Swete). 
   &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Demikian pula di ayat 7 kita dibawa kembali ke 1:3. 
   &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Perintah untuk menaati &lt;i&gt;perkataan-perkataan nubuat Kitab ini&lt;/i&gt; (lih. 3:8, 16; 14:12; 12:17) menekankan kebenaran yang terlalu mudah kita lupakan, yaitu bahwa Alkitab memiliki implikasi moral, nubuat, dan perintah saling terkait.  
   &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  11-15. Di ayat 11, kita menemukan kebenaran yang serius, kadang-kadang disebut keabadian watak.
   &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Satu kali lagi saya harus membawa pembaca saya kepada baris-baris tulisan Swete yang singkat, namun serius. 
   &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  "Kesulitan-kesulitan pada hari-hari terakhir," katanya, "memang akan cenderung menetapkan watak seseorang sesuai dengan kebiasaan-kebiasaan yang sudah dibentuk olehnya, tetapi akan tiba saatnya di mana perubahan tidak dimungkinkan lagi - tidak akan ada kesempatan untuk bertobat dan juga tidak akan ada kesempatan untuk murtad."
 &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Kedatangan Kristus merupakan tema utama dari pendahuluan dan penutup (1:7, 22:7, 12, 20).
   &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Yang dimaksud dengan &lt;i&gt;segera&lt;/i&gt; (ay. 12) bukanlah bahwa Dia akan datang sesaat sesudah Kitab ini selesai ditulis.
   &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Yang dimaksudkan ialah, bahwa rangkaian peristiwa yang mendahului kedatangan kedua tersebut akan terjadi dengan demikian cepatnya, sehingga orang akan terkejut. 
   &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Ayat 13 mengulang gelar Kristus (1:11, 21:6) yang juga dikenakan kepada Allah (1:8). 
   &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Golongan-golongan yang tercantum di sini (22:15) adalah mereka yang tidak bisa memasuki Kota Kudus, masing-masing golongan pada hakekatnya sama dengan 21:8. 
   &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Ayat-ayat ini tidak mungkin berarti bahwa di bumi masih ada kelompok-kelompok manusia yang berbuat dosa pada saat ini.
   &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  16. Kini Kristus sendiri yang berbicara, pertama hanya menyatakan, bahwa Dialah yang merupakan sumber dari semua wahyu yang dicatat oleh Yohanes.
   &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Di sini untuk pertama kalinya kata Gereja atau jemaat (ekklesia) dipakai lagi sesudah surat kepada ketujuh jemaat.
   &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Kemudian Kristus kembali mengenakan dua gelar pada diri-Nya sendiri: Dia adalah &lt;i&gt;tunas, yaitu keturunan Daud&lt;/i&gt;, yang sudah lama dinubuatkan oleh para nabi (Yes. 4:3; 11:1, 2; 55:1-5; Am. 9:11-12); dan Dia juga adalah &lt;i&gt;bintang timur yang gilang-gemilang&lt;/i&gt; (bdg. 2:28).
   &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Bintang timur (fajar) mendahului kecemerlangan terang matahari.
   &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  17. Tiga undangan yang penuh kasih karunia itu kini diumumkan, dan diucapkan oleh (1) Roh, (2) mempelai perempuan, dan (3) mereka yang telah mendengarnya.
   &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Hal ini diikuti oleh dua alamat khusus kepada siapa undangan secara khusus diberikan, yaitu &lt;b&gt;kepada orang-orang yang haus&lt;/b&gt; (Yoh. 7:37), dan &lt;b&gt;kepada orang-orang yang mau&lt;/b&gt;.
      &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;blockquote&gt;Sumber ayat Alkitab / tafsiran: &lt;a href="https://www.e-sword.net/index.html" target="_blank"&gt;Software e-sword&lt;/a&gt; dan &lt;a href="https://alkitab.sabda.org/" target="_blank"&gt;Alkitab.sabda.org&lt;/a&gt;.&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;</description></item><item><title>Wahyu 21:9-22:5: Yerusalem Yang Baru</title><link>https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/05/yerusalem-yang-baru.html</link><category>Wahyu</category><author>noreply@blogger.com (Hang)</author><pubDate>Mon, 3 May 2021 19:04:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3600150885805560242.post-4422769299745210006</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;
&lt;b&gt;Klik:&lt;/b&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="#ayat-alkitab"&gt;Ayat Alkitab&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="#tafsiran-wycliffe"&gt;Tafsiran&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h2 style="background-color: gold;"&gt;
&lt;a name="ayat-alkitab"&gt;Revelation / Wahyu 21:9-22:5&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Rev 21:9  Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba." 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 21:10  Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 21:11  Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 21:12  Dan temboknya besar lagi tinggi dan pintu gerbangnya dua belas buah; dan di atas pintu-pintu gerbang itu ada dua belas malaikat dan di atasnya tertulis nama kedua belas suku Israel. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 21:13  Di sebelah timur terdapat tiga pintu gerbang dan di sebelah utara tiga pintu gerbang dan di sebelah selatan tiga pintu gerbang dan di sebelah barat tiga pintu gerbang. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 21:14  Dan tembok kota itu mempunyai dua belas batu dasar dan di atasnya tertulis kedua belas nama kedua belas rasul Anak Domba itu. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 21:15  Dan ia, yang berkata-kata dengan aku, mempunyai suatu tongkat pengukur dari emas untuk mengukur kota itu serta pintu-pintu gerbangnya dan temboknya. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 21:16  Kota itu bentuknya empat persegi, panjangnya sama dengan lebarnya. Dan ia mengukur kota itu dengan tongkat itu: dua belas ribu stadia; panjangnya dan lebarnya dan tingginya sama. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 21:17  Lalu ia mengukur temboknya: seratus empat puluh empat hasta, menurut ukuran manusia, yang adalah juga ukuran malaikat. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 21:18  Tembok itu terbuat dari permata yaspis; dan kota itu sendiri dari emas tulen, bagaikan kaca murni. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 21:19  Dan dasar-dasar tembok kota itu dihiasi dengan segala jenis permata. Dasar yang pertama batu yaspis, dasar yang kedua batu nilam, dasar yang ketiga batu mirah, dasar yang keempat batu zamrud, 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 21:20  dasar yang kelima batu unam, dasar yang keenam batu sardis, dasar yang ketujuh batu ratna cempaka, yang kedelapan batu beril, yang kesembilan batu krisolit, yang kesepuluh batu krisopras, yang kesebelas batu lazuardi dan yang kedua belas batu kecubung. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 21:21  Dan kedua belas pintu gerbang itu adalah dua belas mutiara: setiap pintu gerbang terdiri dari satu mutiara dan jalan-jalan kota itu dari emas murni bagaikan kaca bening. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 21:22  Dan aku tidak melihat Bait Suci di dalamnya; sebab Allah, Tuhan Yang Mahakuasa, adalah Bait Sucinya, demikian juga Anak Domba itu. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 21:23  Dan kota itu tidak memerlukan matahari dan bulan untuk menyinarinya, sebab kemuliaan Allah meneranginya dan Anak Domba itu adalah lampunya. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 21:24  Dan bangsa-bangsa akan berjalan di dalam cahayanya dan raja-raja di bumi membawa kekayaan mereka kepadanya; 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 21:25  dan pintu-pintu gerbangnya tidak akan ditutup pada siang hari, sebab malam tidak akan ada lagi di sana; 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 21:26  dan kekayaan dan hormat bangsa-bangsa akan dibawa kepadanya. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 21:27  Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 22:1  Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 22:2  Di tengah-tengah jalan kota itu, yaitu di seberang-menyeberang sungai itu, ada pohon-pohon kehidupan yang berbuah dua belas kali, tiap-tiap bulan sekali; dan daun pohon-pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 22:3  Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya, 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 22:4  dan mereka akan melihat wajah-Nya, dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 22:5  Dan malam tidak akan ada lagi di sana, dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka, dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya. &lt;/span&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h3 style="background-color: silver;"&gt;
&lt;a name="tafsiran-wycliffe"&gt;Tafsiran Wycliffe&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;Kota Kudus (21:1-22:5).&lt;/b&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Kini kita sampai pada pewahyuan terakhir yang disampaikan kepada kita dalam Alkitab, sebuah klimaks penuh kemuliaan dari segala yang telah diilhamkan Allah untuk ditulis bagi pembinaan umat-Nya sepanjang zaman.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Di dalam nas ini, kita berpindah dari waktu ke kekekalan.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Dosa, kematian, dan semua kekuatan yang menentang Allah, kini sudah disingkirkan untuk selama-lamanya.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Sebagian besar orang yang mempelajari Firman Allah, yakin bahwa di dalam bagian yang terakhir ini (saya tidak berpikir tentang bagian penutup) terdapat sebuah gambaran tentang rumah abadi dari orang-orang yang ditebus dalam Kristus. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Mungkin rumah ini jangan disamakan dengan surga, tetapi pasti tempat inilah yang seluruh Alkitab sebelumnya menunjuk - kota Allah, Yerusalem Baru, Sion yang di atas.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Di dalam hal ini, kita tidak bisa bersifat tegas di dalam menentukan bagian mana saja yang harus ditafsirkan secara simbolik, dan bagian mana pula yang harus ditafsirkan secara harfiah.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Berbagai pakar, yang sama-sama mengabdi pada kewenangan ilahi dari Alkitab, telah memiliki pandangan yang berbeda tentang bagaimana menafsirkan bagian ini. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Bahkan, Lang, yang biasanya adalah penafsir harfiah, bersikukuh menafsirkan bagian ini sebagai perlambang dan menyatakan, bahwa "alasan pemakaian lambang di sini mungkin disebabkan karena tidak ada cara lain dalam pikiran kita untuk melukiskan keadaan pada waktu itu" (op. cit., hlm. 369).
  &lt;/blockquote&gt;
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
12-21. Kota ini memiliki &lt;i&gt;dua belas pintu gerbang&lt;/i&gt;, yang masing-masing memuat nama salah satu suku Israel, dan masing-masing pintu gerbang dijaga oleh seorang malaikat.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Landasan tembok kota ini didirikan di atas &lt;i&gt;dua belas batu dasar&lt;/i&gt;, yang rupanya, berarti bahwa landasan tembok tersebut terdiri atas dua belas bagian, dan di atas masing-masing bagian tersebut terdapat nama salah satu dari kedua belas rasul.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Panjang, lebar dan tinggi kota tersebut ialah sekitar 1.500 mil. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Tampaknya bila dibaca sekilas, kota ini berbentuk kubus, tetapi saya dengan yakin mengikuti pandangan Simcox dan banyak penafsir lainnya, yang beranggapan bahwa bentuk kota ini seperti kerucut atau piramida. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Kata &lt;b&gt;plateia&lt;/b&gt; yang diterjemahkan sebagai &lt;i&gt;jalan&lt;/i&gt;, secara harfiah berarti &lt;b&gt;tempat yang luas&lt;/b&gt;, dan dari kata ini pula muncul istilah yang kita kenal dengan &lt;b&gt;plaza&lt;/b&gt;.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Tembok kota terbuat dari batu yaspis, sedangkan kota terbuat dari emas, pintu gerbangnya terbuat dari mutiara, dan kedua belas bagian dasar terbuat dari dua belas batu permata.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  (Untuk penelitian tentang penduduk yang mungkin tinggal dalam kota dengan ukuran ini, lihatlah esei yang bagus dari F. W. Boreham, Wisps of Wildfire, hlm. 202-212).
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
J. N. Darby hampir tidak pernah mengatakan, bahwa dia tidak mengetahui arti dari suatu nas Alkitab, namun tentang batu-batu ini, dia pernah mengatakan:
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  "Perbedaan dari masing-masing batu tersebut mengandung rincian-rincian yang ada di luar pengetahuan saya" (Collected Writing, V:154).
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Jika kita membandingkan warna dari batu-batu dasar tersebut dengan warna pelangi, kata Govett (op. cit., in loco), kita akan menemukan, menurut hemat saya, suatu kesamaan yang disengaja, sekalipun, karena kita tidak terlalu mengenal batu-batu yang berharga tersebut, kita tidak dapat mendekati suatu kesimpulan yang memuaskan. Batu-batu tersebut, dengan masing-masing warnanya dibandingkan dengan warna pelangi adalah sebagai berikut:
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;b&gt;Warna Pelangi :&lt;/b&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
1. Merah
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
2. Jingga
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
3. Kuning
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
4. Hijau
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
5. Biru
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
6. Nila
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
7. Ungu
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;b&gt;Warna Batu:&lt;/b&gt;
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
1. Yaspis: agak hijau? agak kuning?
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
2. Nilam: biru langit
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
3. Mirah: kira-kira hijau dan biru
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
4. Zamrud: hijau
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
5. Sardis: merah
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
6. Unam: merah dan putih
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
7. Ratna cempaka: kuning
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
8. Beril: hijau laut
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
9. Krisolit: kuning
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
10. Krisopras: hijau emas
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
11. Lazuardi: ungu
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
12. Kecubung: merah mawar  
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  22-23. Yohanes kemudian mengemukakan, bahwa kota ini tidak ada Bait Sucinya dan diterangi dengan demikian cemerlang oleh kemuliaan Allah, sehingga tidak memerlukan sinar matahari atau bulan, sekalipun keduanya masih tetap bersinar.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Selama manusia tinggal di sini dalam keadaan yang sama dengan rahasia kehadiran-Nya dalam hidup, waktu di mana kita mengklaim dan memberitakan persekutuan dengan Dia, pikiran yang dengan sengaja kita arahkan kepada manifestasi dari kasih-Nya di dalam Kristus, dan dari kehendak-Nya dalam melaksanakan tugas.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Tetapi di sana tidak ada Bait Suci, karena alasan yang sederhana, yaitu Bait Suci tidak diperlukan.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Hal yang saat ini harus dibatasi dan dikhususkan untuk Allah - ya, bahkan yang harus dipertahankan dengan keyakinan dan kekuatan kehendak terhadap serangan yang datang - di sana telah meluas hingga meliputi seluruh wilayah pengalaman dan kegiatan manusia.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Kehadiran Allah tidak perlu dicari lagi; kehadiran itu dikenali, dirasakan, universal dan merasuk segala sesuatu seperti terangnya siang (C. Anderson Scott. op. cit., in loco). 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Nas kita tidak mengatakan, bahwa di dalam kekekalan tersebut tidak ada matahari atau bulan, tetapi bahwa kita tidak memerlukan terang matahari dan bulan, sebab kemuliaan Allah akan menerangi kota itu. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Sebagaimana kita memerlukan lilin pada malam hari, namun tidak memerlukannya pada siang hari, demikian pula kita membutuhkan terang dari matahari dan bulan dalam kehidupan kita saat ini, tetapi tidak akan kita perlukan lagi di hadapan Allah yang adalah terang itu sendiri.
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
24-26. Paragraf yang terdiri atas tiga ayat ini sangat sulit untuk dipahami.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Siapakah gerangan &lt;i&gt;bangsa-bangsa&lt;/i&gt; yang berjalan di dalam cahaya Kota Kudus dan siapa pula &lt;i&gt;raja-raja di bumi&lt;/i&gt; yang membawa kekayaan mereka ini?
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Govett mungkin benar ketika mengatakan:
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;blockquote&gt;
  Yang dimaksudkan dengan &lt;i&gt;raja-raja dibumi&lt;/i&gt; adalah raja dari bangsa-bangsa. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Karena bangsa-bangsa tersebut kini telah dialihkan ke dunia yang baru, demikian pula raja-raja mereka. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Subordinasi kedudukan merupakan bagian dari skema abadi Allah untuk kekekalan.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Mereka disebut &lt;i&gt;raja-raja di bumi&lt;/i&gt; untuk membedakan mereka dengan &lt;b&gt;raja-raja dari kota itu&lt;/b&gt;.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Waktu itu terdapat 2 kelompok raja, yaitu orang-orang yang dijadikan raja dan imam bagi Allah oleh darah Yesus, yang telah bangkit dari kematian dan tinggal bersama dengan Allah; dan orang-orang yang masih di dalam daging dan tinggal di antara bangsa-bangsa di luar kota tersebut.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Hal ini disebabkan karena para anggota kota tersebut adalah raja dari raja dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Dengan demikian, raja-raja di bumi yang sadar akan kedudukan mereka yang lebih rendah, dan yang ingin tampil di hadapan Allah beserta para hamba-Nya yang telah bangkit, datang membawa upeti.&lt;/blockquote&gt;
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  27. Ayat ini termasuk yang paling meyakinkan, menghibur dan penuh harapan dalam Alkitab: mereka yang masuk ke dalam kota itu adalah mereka yang namanya tertulis &lt;i&gt;di dalam Kitab Kehidupan Anak Domba itu&lt;/i&gt;.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Dua faktor mengerikan yang tidak dapat dielakkan mencegah manusia untuk masuk ke dalam Kota Kudus itu: dosa dan maut. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Adalah Anak Domba yang menghapus dosa dunia, dan adalah Anak Allah yang memberikan kepada kita kehidupan sebaliknya dari maut.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;i&gt;Tertulis di dalam Kitab Kehidupan Anak Domba&lt;/i&gt; berarti sudah ditebus oleh Anak Domba Allah.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;b&gt;Keadaan Bahagia Berlaku di Dalam Kota Kudus (22:1-5).&lt;/b&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Aneh bahwa di dalam pasal 21 tidak dijelaskan adanya hal-hal yang alamiah seperti pohon, sungai, dan lain-lain, sebagaimana kita jumpai di dalam gambaran tentang Firdaus yang terdapat dalam Kejadian 2. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rincian semacam itu kini dikemukakan, mengingatkan kita bukan hanya pada pasal dalam Kitab Kejadian tersebut, namun juga pada Yehezkiel 47:1-12. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  "Dosa membuat manusia terusir dari taman yang satu. Kasih karunia membuat manusia memasuki taman Firdaus abadi."
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Di dalam pasal ini, kita menyaksikan keindahan, kehidupan penuh kelimpahan, kedaulatan Allah, kesehatan bagi bangsa-bangsa di bumi, keadaan di dalam mana &lt;i&gt;tidak akan ada lagi laknat&lt;/i&gt; (ay. 3), baik atas manusia maupun atas bumi di mana manusia hidup atau di kota di mana dia tinggal, atau atas hubungan apa pun yang berlaku di antara manusia - Kristus telah menghapus kutuk atau laknat dengan segala akibatnya. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Di sini juga tampak gambaran tentang pelayanan, penglihatan yang sempurna, yaitu &lt;b&gt;melihat wajah Tuhan kita&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;Nama-Nya akan tertulis di dahi kita&lt;/b&gt;. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Di sini dikemukakan dua penghapusan lagi, yakni penghapusan hal-hal yang telah menyulitkan dan membebani manusia: penghapusan semua kutuk, dan penghapusan malam untuk selama-lamanya.
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Sekalipun demikian, yang paling membahagiakan hati kita dari nas ini bukanlah aspek-aspek negatifnya, tetapi berbagai penegasan positif yang disebutkan. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Di dalam pasal ini, kebahagiaan yang diinginkan Allah selama ini dan disediakan oleh-Nya mencapai puncak kesempurnaan: di surga kita akan senantiasa melayani Tuhan (ay. 3b), kita akan melihat wajah-Nya, dan Nama-Nya akan dimeteraikan di dahi kita (ay. 4), kita akan memerintah bersama dengan Dia untuk selama-lamanya (ay. 5).
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Di sini janji-janji yang dikemukakan dalam Matius 5:8, I Yohanes 3:2, I Korintus 15:49 dan lain-lain, akan menjadi pengalaman abadi orang-orang percaya. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Dengan kata lain, kita akan memancarkan sifat Allah, kita akan melayani Tuhan, kita akan memerintah bersama dengan Allah, senantiasa bersukacita dan penuh kepuasan ketika memandang wajah-Nya yang mulia.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  (Pembahasan yang tergolong paling mendalam dan memuaskan mengenai Kota Suci, dapat dijumpai di dalam karya Govett, hlm. 549-610).
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Semua rencana Allah yang ditetapkan sejak dunia didirikan, kini telah tercapai.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Pemberontakan malaikat dan manusia telah dikalahkan sepenuhnya oleh Tuhan sebagai Raja atas segala raja yang memberlakukan kedaulatan-Nya. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Orang yang ditebus melalui darah Anak Domba, telah bangkit dan berada dalam kemuliaan abadi.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Hidup ada di mana-mana - dan maut tidak akan pernah mengganggu lagi.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Langit dan bumi telah dibaharui. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Terang, keindahan, kekudusan, sukacita, kehadiran Allah, penyembahan terhadap Allah, pelayanan kepada Kristus, keserupaan dengan Kristus - semua ini sekarang merupakan kenyataan abadi.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Kosakata manusia untuk hidup sekarang ini, tidak mampu untuk melukiskan dengan memadai apa yang telah dipersiapkan Allah bagi mereka yang mengasihi Dia.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;blockquote&gt;Sumber ayat Alkitab / tafsiran: &lt;a href="https://www.e-sword.net/index.html" target="_blank"&gt;Software e-sword&lt;/a&gt; dan &lt;a href="https://alkitab.sabda.org/" target="_blank"&gt;Alkitab.sabda.org&lt;/a&gt;.&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;</description></item><item><title>Wahyu 21:1-8: Langit Yang Baru dan Bumi Yang Baru</title><link>https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/05/langit-yang-baru-dan-bumi-yang-baru.html</link><category>Wahyu</category><author>noreply@blogger.com (Hang)</author><pubDate>Mon, 3 May 2021 09:30:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3600150885805560242.post-2045571043900637487</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;
&lt;b&gt;Klik:&lt;/b&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="#ayat-alkitab"&gt;Ayat Alkitab&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="#tafsiran-wycliffe"&gt;Tafsiran&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h2 style="background-color: gold;"&gt;
&lt;a name="ayat-alkitab"&gt;Revelation / Wahyu 21:1-8&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Rev 21:1  Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 21:2  Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 21:3  Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: "Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 21:4  Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu." 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 21:5  Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar." 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 21:6  Firman-Nya lagi kepadaku: "Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 21:7  Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 21:8  Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua." &lt;/span&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h3 style="background-color: silver;"&gt;
&lt;a name="tafsiran-wycliffe"&gt;Tafsiran Wycliffe&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;b&gt;Kota Kudus (21:1-22:5).&lt;/b&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Kini kita sampai pada pewahyuan terakhir yang disampaikan kepada kita dalam Alkitab, sebuah klimaks penuh kemuliaan dari segala yang telah diilhamkan Allah untuk ditulis bagi pembinaan umat-Nya sepanjang zaman.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Di dalam nas ini, kita berpindah dari waktu ke kekekalan.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Dosa, kematian, dan semua kekuatan yang menentang Allah, kini sudah disingkirkan untuk selama-lamanya.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Sebagian besar orang yang mempelajari Firman Allah, yakin bahwa di dalam bagian yang terakhir ini (saya tidak berpikir tentang bagian penutup) terdapat sebuah gambaran tentang rumah abadi dari orang-orang yang ditebus dalam Kristus. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Mungkin rumah ini jangan disamakan dengan surga, tetapi pasti tempat inilah yang seluruh Alkitab sebelumnya menunjuk - kota Allah, Yerusalem Baru, Sion yang di atas.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Di dalam hal ini, kita tidak bisa bersifat tegas di dalam menentukan bagian mana saja yang harus ditafsirkan secara simbolik, dan bagian mana pula yang harus ditafsirkan secara harfiah.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Berbagai pakar, yang sama-sama mengabdi pada kewenangan ilahi dari Alkitab, telah memiliki pandangan yang berbeda tentang bagaimana menafsirkan bagian ini. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Bahkan, Lang, yang biasanya adalah penafsir harfiah, bersikukuh menafsirkan bagian ini sebagai perlambang dan menyatakan, bahwa "alasan pemakaian lambang di sini mungkin disebabkan karena tidak ada cara lain dalam pikiran kita untuk melukiskan keadaan pada waktu itu" (op. cit., hlm. 369).
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  1. Gambaran yang terkenal ini, yang tandingannya tidak dapat ditemukan dalam sastra kuno mana pun juga, diawali dengan pernyataan Yohanes, bahwa dia melihat &lt;i&gt;langit yang baru dan bumi yang baru&lt;/i&gt;.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Di dalam Perjanjian Baru, terdapat dua buah kata yang diterjemahkan menjadi &lt;i&gt;baru&lt;/i&gt;, yaitu &lt;b&gt;neon&lt;/b&gt; dan yang dipakai di ayat ini, &lt;b&gt;kainos&lt;/b&gt;, yang memberikan kesan "kehidupan segar baru yang muncul dari tengah-tengah kerapuhan dan kehancuran dunia yang lama" (Swete). 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Oleh karena itu, nas ini tidak mengajarkan, bahwa langit dan bumi yang baru ini, baru ada untuk pertama kalinya saat itu, tetapi bahwa langit dan bumi ketika itu memiliki sifat yang baru.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  (Untuk pemakaian kata &lt;b&gt;kainos&lt;/b&gt; yang lain lihat Matius 27:60, II Korintus 5:17 dan seterusnya, dan untuk sejumlah ulasan yang cemerlang mengenai kedua kata Yunani ini lihat R. C. Trench, Synonyms of the New Testament, hlm. 219-225),
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Mengenai pernyataan, bahwa pada saat itu tidak ada laut lagi, tidak ada yang telah menafsirkan pernyataan ini dengan lebih masuk akan daripada Swete. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;blockquote&gt;Laut merupakan bagian dari tatanan yang sudah berlalu. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Laut sudah tidak ada lagi, sebab, di dalam pikiran sang penulis, laut terkait dengan berbagai pengertian yang tidak cocok dengan sifat Ciptaan Baru.
    &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
    Bagi unsur kegelisahan ini, penyebab kehancuran dan kematian ini, pemisah bangsa dan Gereja ini, tidak ada tempat lagi di dalam dunia yang berisi kehidupan tanpa kematian dan damai sejahtera tak berkesudahan.&lt;/blockquote&gt;
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  2. Yohanes kini melihat &lt;i&gt;kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah&lt;/i&gt;. Jika Yerusalem yang lama disebut Kota Suci, demikian juga kota yang baru, hanya sekarang istilah tersebut benar-benar melukiskan sifat sesungguhnya dari tempat tinggal orang yang ditebus. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Kesucian, sifat agung Allah, merupakan sasaran yang ditetapkan Tuhan Allah bagi manusia sejak awal. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Adalah penting, bahwa tempat tinggal abadi kita disebut &lt;b&gt;kota&lt;/b&gt;, bahkan pada zaman Perjanjian Lama (Mzm. 48:1, 8; Ibr. 11:16).
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
C. Anderson Scott, di dalam sebuah bab yang menakjubkan tentang tempat tinggal orang-orang yang berbahagia ini, mengatakan dengan baik:
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;blockquote&gt;Kota mula-mula merupakan ambisi dan kemudian merupakan keputusasaan manusia ... 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Manusia bangga akan sebuah kota, mereka memakai nama yang sesuai dengan kota itu, mereka membenamkan diri di dalam kuasa dan kemegahannya, tetapi di tangan manusia, kota telah berubah menjadi monster yang melahap anak-anaknya.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Kita nyaris tidak berani memandang timbunan limbah dari kemanusiaan yang usang yang darinya kekayaan sudah dikuras, yang di atas kesedihan dan kejahatannya terletak sebagian besar kenyamanan dan kemegahan kota.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Seluruh usaha kita, legislatif, filantropis dan religius, tampaknya merupakan usaha yang gagal secara menyedihkan untuk menghadapi berbagai kejahatan yang terkait secara tak terpisahkan dengan sebuah kota yang besar.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Sekalipun demikian, bagi kita, Allah mempersiapkan sebuah kota. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Naluri untuk mengutamakan kehidupan bersama, untuk menjalin sebuah jaringan saling belas kasihan dan ketergantungan, yang terwujud di dalam bentuk sebuah kota, sesungguhnya merupakan naluri yang benar, sehingga kesempatan untuk menyelenggarakannya merupakan hal yang hakiki bagi kebahagian sejati manusia, serta pemanfaatan penuh dari kemampuan yang ada padanya. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;b&gt;Tidak baik jika manusia itu sendiri&lt;/b&gt;, bukan hanya berlaku untuk keluarga, atau sekelompok keluarga saja, dan penglihatan ini menunjukkan kepada kita, bahwa &lt;b&gt;peristiwa ilahi yang masih akan datang&lt;/b&gt;, terealisasi di dalam kehidupan bersama umat manusia, di dalam suatu masyarakat yang demikian luas, sehingga tidak ada anak Allah yang tidak memperoleh tempat di dalamnya, tetapi juga demikian sempit, sehingga paling baik bisa dilukiskan sebagai masyarakat yang tinggal di dalam satu kota saja.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  (The Book of Revelation, hlm. 308-310).&lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Bahwa Kota Suci tersebut &lt;b&gt;turun dari surga&lt;/b&gt;, rupanya menunjukkan, bahwa kota tersebut bukan surga. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Di sini terdapat frasa yang sering kali dilewati begitu saja - &lt;i&gt;yang berhias bagaikan pengantin perempuan&lt;/i&gt;. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Satu-satunya saat di mana perempuan berhak untuk berdandan secara meriah, satu-satunya saat di mana dia mempersiapkan diri dengan sangat cermat, dan berdandan secemerlang, semenarik dan secantik mungkin adalah saat dia menikah.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Bahkan, perempuan muda yang tidak terlalu cantik pun akan dikatakan cantik ketika mereka menghiasi dirinya untuk mempelai laki-laki, demikian pula Allah akan mendandani dan memperindah kita ini bagi mereka yang dikasihi-Nya. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Segala hal indah yang ada di dunia sudah dibuat oleh Allah, seperti matahari terbenam, gunung, danau, bunga mawar, pohon-pohon yang indah, butir-butir salju, awan, air terjun. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Betapa akan luar biasa kota itu yang dibangun oleh Arsitek Ilahi. (Lihat juga Yoh. 14:2). 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Kota yang kudus adalah kota di mana tidak akan ada kebohongan, di sana tidak akan diucapkan kata yang kotor, tidak akan ada bisnis gelap yang diupayakan, tidak akan ada gambar tidak senonoh, dan tidak akan pernah ada hidup yang korup.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Kota itu akan kudus, sebab semua orang di dalamnya akan kudus.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
3-4. Seperti dalam banyak nas lainnya di dalam Kitab Wahyu, di dalam ayat 3 kita menemukan penggenapan dan kesimpulan yang sempurna dari tema terkenal mengenai Allah &lt;b&gt;berkemah&lt;/b&gt; di antara manusia. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Kata Yunani yang dipakai untuk &lt;i&gt;kemah&lt;/i&gt; di sini adalah kata di Perjanjian Lama yang dipakai dalam nas-nas yang melukiskan Kemah Suci, di mana juga dikatakan, bahwa di Tempat Yang Mahakudus, Allah akan berjumpa dengan umat-Nya (Im. 26:11 dst.). 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Inilah kalimat yang dipakai Yohanes dalam gambaran pertamanya tentang Inkarnasi.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  "Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran (Yoh. 1:14).
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Kali ini kemah suci itu menetap, tidak akan ada perpisahan lagi di antara Allah dengan umat-Nya, suatu kenyataan yang tampaknya langsung dikemukakan (ay. 3). 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Di sini juga dikemukakan jaminan tentang lenyapnya lima aspek tragis dalam kehidupan umat manusia, yaitu air mata, maut, ratapan, tangisan, dan penderitaan (ay. 4). 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Alkitab tidak menyangkal adanya penderitaan dan maut, tetapi Alkitab memberikan kepastian, bahwa akan tiba saatnya, oleh kasih karunia Allah, ketika semua ini tidak akan ada lagi bagi orang percaya.  
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  5. Sebagian penafsir menunjukkan, bahwa dalam ayat ini untuk pertama kalinya di dalam Kitab Wahyu, yang berbicara adalah Allah sendiri.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Tentu terdapat makna sangat penting dalam fakta, bahwa di dalam Kitab ini saja dari Perjanjian Baru, kebenaran yang terungkap di sini ditekankan. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Allah membuktikan sendiri pernyataan agung-Nya.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Dia menuntut perhatian kita dan menegaskan hakikat dan kebenaran total kita (Walter Scott, op. cit., hlm. 404).
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
    &lt;i&gt;Tepat dan benar&lt;/i&gt; adalah ciri dari Sabda yang diucapkan, dari Sabda yang ditulis, dan dari Firman yang Menjelma (19:9).
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  6-7. Sekali lagi kita berhadapan dengan gelar Kristus, &lt;i&gt;Alfa dan Omega&lt;/i&gt;, yang merupakan huruf pertama dan huruf terakhir dalam abjad Yunani. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Ini menunjukkan, bahwa Kristus sudah ada &lt;u&gt;sebelum&lt;/u&gt; alam semesta yang diciptakan oleh-Nya ini ada, dan bahwa Dia akan tetap ada hingga akhir dari waktu, sebab segala sesuatu akan disempurnakan di dalam Dia.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  8. Kita sekarang berhadapan dengan sesuatu yang kita sungguh-sungguh tidak menyangka akan menjumpainya dalam penggambaran tentang Kota Kudus, yaitu petunjuk tentang golongan orang berdosa yang tidak ada di dalam kota itu, tetapi dapat dijumpai &lt;i&gt;di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang&lt;/i&gt;. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Kata-kata ini sangat mengerikan.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Apabila kita menerima dengan penuh semangat dan rasa bersyukur semua janji dalam Kitab ini, kita juga harus mempercayai peringatan-peringatan-Nya yang keras. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Lang meminta perhatian kita kepada frasa &lt;i&gt;bagian mereka&lt;/i&gt; dengan mengatakan, bahwa "hati dapat berharap bahwa penglihatan ini akan diakhiri pada ketinggian yang cemerlang, namun sebaliknya penglihatan ini justru tenggelam hingga kedalaman yang paling rendah."
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;blockquote&gt;Sumber ayat Alkitab / tafsiran: &lt;a href="https://www.e-sword.net/index.html" target="_blank"&gt;Software e-sword&lt;/a&gt; dan &lt;a href="https://alkitab.sabda.org/" target="_blank"&gt;Alkitab.sabda.org&lt;/a&gt;.&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;</description></item><item><title>Wahyu 20:11-15: Hukuman Yang Terakhir</title><link>https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/05/hukuman-yang-terakhir.html</link><category>Wahyu</category><author>noreply@blogger.com (Hang)</author><pubDate>Sun, 2 May 2021 18:30:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3600150885805560242.post-5359108836104242982</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;
&lt;b&gt;Klik:&lt;/b&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="#ayat-alkitab"&gt;Ayat Alkitab&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="#tafsiran-wycliffe"&gt;Tafsiran&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h2 style="background-color: gold;"&gt;
&lt;a name="ayat-alkitab"&gt;Revelation / Wahyu 20:11-15&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Rev 20:11  Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 20:12  Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 20:13  Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 20:14  Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Rev 20:15  Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.&lt;/span&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h3 style="background-color: silver;"&gt;
&lt;a name="tafsiran-wycliffe"&gt;Tafsiran Wycliffe&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;b&gt;Penghukuman Terakhir (20:11-14).&lt;/b&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Satu peristiwa lebih besar yang mencakup seluruh alam semesta harus terjadi sebelum ada damai sejahtera dan keadilan abadi, yaitu penghukuman orang mati yang tidak bertobat. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Hal ini dikemukakan dalam paragraf terakhir dari pasal yang penuh dengan kisah besar ini. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Hari penghukuman, yang kadang-kadang disebut &lt;b&gt;Hari Terakhir&lt;/b&gt;, lebih banyak disebut oleh Tuhan kita dibandingkan dengan yang dilakukan oleh para rasul dan tulisan-tulisan mereka jika disatukan (Lih. Mat. 10:15; 11:22, 24; 12:36; Yoh. 5:28, 29; 6:39-54; 11:24; Ibr. 9:27; 10:27).
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Di dalam seluruh Alkitab, Kristus diidentifikasi sebagai Hakim (Lih. khususnya Kis. 17:31; Yoh. 5:22-27; II Tim. 4:1).
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Uskup Gore mewakili Gereja ketika mengatakan:
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;blockquote&gt;Saya rasa setiap orang yang percaya kepada Allah para nabi, dan kepada Allah Tuhan kita, pasti percaya juga pada Hari Tuhan, yang membawa sejarah umat manusia zaman ini mencapai puncaknya (Belief in Christ, hlm. 149).&lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Dari penghukuman yang dilaksanakan oleh Negara, setiap tahun ribuan penjahat bisa lolos. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Bahkan sesungguhnya, ada banyak kejahatan yang tidak diketahui oleh pihak yang berwajib. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Namun, tidak seorangpun yang bisa lolos dari penghukuman ini. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Orang yang mati akan dipanggil dari kubur mereka, dari dalam laut, dan dari Hades (ay. 13).
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Dan mereka yang namanya tidak tercantum dalam &lt;i&gt;Kitab Kehidupan&lt;/i&gt;, akan dicampakkan ke dalam lautan api, yaitu kematian kedua (ay. 14).
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Catatan tentang kehidupan setiap orang kemudian akan dibuka pada saat pertemuan akbar ini.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Kematian itu sendiri, tampaknya tidak dihapuskan hingga Takhta Putih yang Besar telah didirikan, dan tujuan hidup umat manusia telah ditentukan untuk selama-lamanya. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Apabila kita mempercayai dan memegang erat dengan sukacita janji-janji tentang kemuliaan abadi yang terdapat di dalam Kitab ini, kita juga harus percaya dengan keyakinan yang sama, bahwa nasib mengerikan yang akan dialami oleh orang mati yang tidak bertobat, juga akan terjadi.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  (Untuk pembahasan tentang seluruh masalah penghakiman ini, lihat buku saya. Therefore Stand, khususnya bagian yang berjudul, "Hukuman Adil yang Akan Datang." hlm. 438-466).
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;blockquote&gt;Sumber ayat Alkitab / tafsiran: &lt;a href="https://www.e-sword.net/index.html" target="_blank"&gt;Software e-sword&lt;/a&gt; dan &lt;a href="https://alkitab.sabda.org/" target="_blank"&gt;Alkitab.sabda.org&lt;/a&gt;.&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;</description></item><item><title>Wahyu 20:7-10: Iblis Dihukum</title><link>https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/05/iblis-dihukum.html</link><category>Wahyu</category><author>noreply@blogger.com (Hang)</author><pubDate>Sun, 2 May 2021 09:30:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3600150885805560242.post-8468377716450298880</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;
&lt;b&gt;Klik:&lt;/b&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="#ayat-alkitab"&gt;Ayat Alkitab&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="#tafsiran-wycliffe"&gt;Tafsiran&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h2 style="background-color: gold;"&gt;
&lt;a name="ayat-alkitab"&gt;Revelation / Wahyu 20:7-10&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Rev 20:7  Dan setelah masa seribu tahun itu berakhir, Iblis akan dilepaskan dari penjaranya, 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 20:8  dan ia akan pergi menyesatkan bangsa-bangsa pada keempat penjuru bumi, yaitu Gog dan Magog, dan mengumpulkan mereka untuk berperang dan jumlah mereka sama dengan banyaknya pasir di laut. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 20:9  Maka naiklah mereka ke seluruh dataran bumi, lalu mengepung perkemahan tentara orang-orang kudus dan kota yang dikasihi itu. Tetapi dari langit turunlah api menghanguskan mereka, 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 20:10  dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya. &lt;/span&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h3 style="background-color: silver;"&gt;
&lt;a name="tafsiran-wycliffe"&gt;Tafsiran Wycliffe&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  7-10. Pada akhir dari &lt;a href="https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/05/kerajaan-seribu-tahun.html" target="_blank"&gt;Milenium&lt;/a&gt;, kita menemukan sisipan sebuah episode yang aneh, yang pasti sumbernya tidak lain adalah ilham ilahi, yaitu bahwa Iblis akan dilepaskan dari tahanannya, dan akan keluar satu kali lagi untuk menipu bangsa-bangsa dan mengumpulkan mereka untuk berperang (ay. 7-8) dengan menuntun mereka untuk &lt;i&gt;mengepung perkemahan tentara orang-orang kudus dan kota yang dikasihi itu&lt;/i&gt; (ay. 9). 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  
  Mungkin yang dimaksud dengan &lt;i&gt;kota yang dikasihi&lt;/i&gt; adalah kota Yerusalem di bumi, sekalipun ada penafsir yang beranggapan, bahwa yang dimaksudkan adalah Kota Suci surgawi, pandangan mana jelas sangat tidak masuk akal.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Scott mengemukakan hal yang bagus ketika mengatakan:
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;blockquote&gt;Tidak disebutkan bagaimana Kristus dan umat-Nya memandang usaha putus asa terakhir dari Iblis ini. 
    &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
    Semua yang berada di dalam kemah dan di dalam kota diam membisu. 
    &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
    Bangsa-bangsa yang murtad berbaris menuju maut. 
    &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
    Penghukuman atas mereka terjadi secara mendadak, cepat, menyeluruh dan final (op.cit., hlm. 388). &lt;/blockquote&gt;
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
    Dengan dimusnahkannya musuh-musuh Allah, Iblis ditangkap dan dicampakkan ke dalam neraka di mana dia akan tinggal untuk selama-lamanya.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Binatang dan nabi palsu sudah dicampakkan ke sana sebelumnya.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Tidak diragukan lagi, bahwa kata ganti jamak &lt;i&gt;mereka&lt;/i&gt; (ay. 10), mengacu kepada tritunggal jahat ini.
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Sering kali dikemukakan pertanyaan: Bagaimana menjelaskan pemberontakan terakhir ini sesudah pemerintahan Kristus yang penuh kedamaian sepanjang seribu tahun? 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Di satu sisi, kenyataan ini menunjukkan, bahwa pemenjaraan Iblis selama seribu tahun tidak mengubah wataknya yang jahat.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Selanjutnya, orang yang tidak dibaharui tidak berubah, dan sekalipun seluruh bumi berada di bawah perintah Yesus, sebagian besar menaati Dia hanya karena takut, dan bukan karena kasih.
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;blockquote&gt;Sumber ayat Alkitab / tafsiran: &lt;a href="https://www.e-sword.net/index.html" target="_blank"&gt;Software e-sword&lt;/a&gt; dan &lt;a href="https://alkitab.sabda.org/" target="_blank"&gt;Alkitab.sabda.org&lt;/a&gt;.&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;</description></item><item><title>Wahyu 20:1-6: Kerajaan Seribu Tahun</title><link>https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/05/kerajaan-seribu-tahun.html</link><category>Wahyu</category><author>noreply@blogger.com (Hang)</author><pubDate>Sat, 1 May 2021 17:17:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3600150885805560242.post-3576454567067392064</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;
&lt;b&gt;Klik:&lt;/b&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="#ayat-alkitab"&gt;Ayat Alkitab&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="#tafsiran-wycliffe"&gt;Tafsiran&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h2 style="background-color: gold;"&gt;
&lt;a name="ayat-alkitab"&gt;Revelation / Wahyu 20:1-6&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Rev 20:1  Lalu aku melihat seorang malaikat turun dari sorga memegang anak kunci jurang maut dan suatu rantai besar di tangannya; 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 20:2  ia menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan. Dan ia mengikatnya seribu tahun lamanya, 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 20:3  lalu melemparkannya ke dalam jurang maut, dan menutup jurang maut itu dan memeteraikannya di atasnya, supaya ia jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa, sebelum berakhir masa seribu tahun itu; kemudian dari pada itu ia akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 20:4  Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 20:5  Tetapi orang-orang mati yang lain tidak bangkit sebelum berakhir masa yang seribu tahun itu. Inilah kebangkitan pertama. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 20:6  Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya. &lt;/span&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h3 style="background-color: silver;"&gt;
&lt;a name="tafsiran-wycliffe"&gt;Tafsiran Wycliffe&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;b&gt;Kerajaan Seribu Tahun (20:1-6).&lt;/b&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Kini kita sampai pada salah satu nas yang paling sering diperdebatkan dalam Firman Allah. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Sepanjang zaman, pada umumnya nas ini ditafsirkan sebagai mengemukakan sebuah periode selama seribu tahun ketika mana Kristus memerintah bumi. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Kita semua akan setuju dengan C. J. Vaughan ketika ia mengatakan:
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;blockquote&gt;  Tidak pernah kita lebih memerlukan pertolongan Allah di dalam memahami nas Alkitab dibandingkan dengan saat kita menafsirkan pasal yang kita hadapi sekarang ini. &lt;/blockquote&gt;
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Hanya di sini saja di dalam Alkitab, kita menjumpai frasa &lt;i&gt;seribu tahun&lt;/i&gt; yang secara kronologis disebut enam kali di dalam enam ayat. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Kata &lt;b&gt;millenium&lt;/b&gt; merupakan istilah Latin yang terdiri dari kata &lt;b&gt;mille&lt;/b&gt; yang artinya &lt;b&gt;seribu&lt;/b&gt;, dan &lt;b&gt;annum&lt;/b&gt; yang artinya &lt;b&gt;tahun&lt;/b&gt;, sehingga artinya adalah &lt;i&gt;seribu tahun&lt;/i&gt;, apapun artinya dalam bagian khusus dari Alkitab ini.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Nas ini dibuka dengan mengatakan, bahwa pada masa ini, Iblis dicampakkan ke dalam jurang maut di mana dia akan tinggal selama seribu tahun. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Jurang ini bukan neraka. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Iblis tampaknya tidak berdaya untuk melawan tindakan malaikat mengikat dirinya.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Yohanes kini melihat sejumlah besar orang yang tidak menyembah kepada binatang, yang duduk di atas takhta dan memerintah bersama dengan Kristus selama seribu tahun. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Saat ini bukanlah waktu untuk memperdebatkan masalah &lt;b&gt;Kerajaan Seribu Tahun&lt;/b&gt;. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Tetapi, tentu rasanya jelas, bahwa Perjanjian Lama berkali-kali mengacu kepada sebuah saat yang besar dan mulia, ketika mana damai sejahtera akan meliputi bumi, yaitu saat Mesias akan memerintah dalam keadilan, dan ketika alam akan dipulihkan keindahan aslinya (lih. misalnya Yes. 9:6, 7; 11:1; 30:15-33; juga pasal 35; 44 dan 49; 65:17-66:14; Yer. 23:5, 6; dan seterusnya).
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;b&gt;Terdapat empat pandangan tentang Milenium: &lt;/b&gt;
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  (1) Ada yang mengatakan, bahwa Milenium merupakan sekedar keadaan rohani dari orang-orang yang ditebus, dan tidak perlu ditafsirkan secara kronologis, sebab pengertian seribu merupakan sekadar lambang dari kepenuhan dan kelengkapan.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  (2) Ada yang memiliki anggapan aneh, bahwa Milenium sudah terjadi, banyak di antara penganut pandangan ini menyebutkan, bahwa Milenium sudah dimulai ketika kaisar Konstantinus bertobat. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Namun, bila Zaman Gelap dianggap merupakan Milenium, maka nubuat-nubuat dalam Alkitab yang mengacu ke periode semacam itu tidak akan pernah tergenapi. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  (3) Ada yang mengatakan, bahwa saat ini kita sudah di dalam Milenium, tetapi kembali saya menandaskan, bahwa bila zaman yang diliputi perang dan penuh dengan anarki dan komunisme ateis ini dianggap Milenium, maka semua pengharapan di dalam Firman Tuhan tentang bumi ini, harus dibuang.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  (4) Akhirnya, banyak yang percaya, bahwa Milenium merupakan sebuah nubuat aktual tentang sebuah periode sepanjang seribu tahun sesudah Harmagedon, ketika mana Kristus akan memerintah bumi ini sebagai Raja atas segala raja. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Seluruh Gereja Mula-mula menganut pandangan ini.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Charles (op. cit) yang tidak menerima pandangan tentang Milenium ini, tetap mengakui, bahwa:
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;blockquote&gt;Nubuat tentang Milenium di pasal 20 harus dipahami secara harfiah.&lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Terdapat sebuah pernyataan terkenal tentang nas ini di dalam New Testament for English Readers dari Alfort yang telah dikutip dalam banyak tafsiran, tetapi saya tetap merasa perlu untuk mengutipnya sekali lagi:
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;blockquote&gt;Seharusnya sudah sejak lama diantisipasi oleh para pembaca buku tafsiran ini, bahwa saya tidak dapat setuju untuk mengubah kata dari artinya yang jelas serta kedudukan kronologisnya di dalam nubuat ini, karena pertimbangan kesulitan, atau risiko penyalahgunaan yang bisa diakibatkan oleh doktrin tentang Milenium.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Orang-orang yang hidup sesudah zaman para Rasul, dan seluruh Gereja sepanjang 300 tahun, telah memahami nas ini dalam arti harfiahnya yang jelas, dan merupakan sebuah kenyataan yang aneh hari-hari ini untuk melihat para penafsir yang merupakan pendukung utama pandangan kuno, dengan berpuas diri mengabaikan contoh konsensus yang paling jelas yang diperkenalkan oleh pandangan kuno itu.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Mengenai nas itu sendiri, penafsiran yang dikenal dengan penafsiran rohani yang sekarang terkenal tidak dapat dibenarkan.&lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Frasa singkat &lt;i&gt;inilah kebangkitan pertama&lt;/i&gt; (ay. 5), telah banyak dibahas.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Teori bahwa yang dimaksudkan dengan &lt;i&gt;kebangkitan pertama&lt;/i&gt; ialah pertobatan, yaitu beralihnya seseorang dari maut kepada kehidupan, yaitu sebuah kebangkitan rohani, rupanya sama sekali tidak cocok di dalam nas seperti ini. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;b&gt;Kebangkitan kedua&lt;/b&gt;, sekalipun tidak disebutkan demikian, pastilah yang diacu pada ayat 11-15 dalam pasal yang sama ini. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Tidak perlu kita beranggapan, bahwa orang-orang  &lt;i&gt;yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama&lt;/i&gt; hanyalah kelompok-kelompok yang disebutkan pada ayat 4. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;i&gt;Kebangkitan pertama&lt;/i&gt; dengan mudah dapat dilihat sebagai terdiri atas berbagai tahap - mereka yang mati dalam Kristus, kemudian kita yang masih hidup, dan, sesudah periode yang singkat, para martir dan mereka yang setia pada zaman Penganiayaan.
    &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;blockquote&gt;Sumber ayat Alkitab / tafsiran: &lt;a href="https://www.e-sword.net/index.html" target="_blank"&gt;Software e-sword&lt;/a&gt; dan &lt;a href="https://alkitab.sabda.org/" target="_blank"&gt;Alkitab.sabda.org&lt;/a&gt;.&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;</description></item><item><title>Wahyu 19:17-21: Binatang Serta Nabinya Dikalahkan</title><link>https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/05/binatang-serta-nabinya-dikalahkan.html</link><category>Wahyu</category><author>noreply@blogger.com (Hang)</author><pubDate>Sat, 1 May 2021 09:30:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3600150885805560242.post-8980654649651465124</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;
&lt;b&gt;Klik:&lt;/b&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="#ayat-alkitab"&gt;Ayat Alkitab&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="#tafsiran-wycliffe"&gt;Tafsiran&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h2 style="background-color: gold;"&gt;
&lt;a name="ayat-alkitab"&gt;Revelation / Wahyu 19:17-21&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Rev 19:17  Lalu aku melihat seorang malaikat berdiri di dalam matahari dan ia berseru dengan suara nyaring kepada semua burung yang terbang di tengah langit, katanya: "Marilah ke sini dan berkumpullah untuk turut dalam perjamuan Allah, perjamuan yang besar, 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 19:18  supaya kamu makan daging semua raja dan daging semua panglima dan daging semua pahlawan dan daging semua kuda dan daging semua penunggangnya dan daging semua orang, baik yang merdeka maupun hamba, baik yang kecil maupun yang besar." 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 19:19  Dan aku melihat binatang itu dan raja-raja di bumi serta tentara-tentara mereka telah berkumpul untuk melakukan peperangan melawan Penunggang kuda itu dan tentara-Nya. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 19:20  Maka tertangkaplah binatang itu dan bersama-sama dengan dia nabi palsu, yang telah mengadakan tanda-tanda di depan matanya, dan dengan demikian ia menyesatkan mereka yang telah menerima tanda dari binatang itu dan yang telah menyembah patungnya. Keduanya dilemparkan hidup-hidup ke dalam lautan api yang menyala-nyala oleh belerang. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Rev 19:21  Dan semua orang lain dibunuh dengan pedang, yang keluar dari mulut Penunggang kuda itu; dan semua burung kenyang oleh daging mereka.&lt;/span&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h3 style="background-color: silver;"&gt;
&lt;a name="tafsiran-wycliffe"&gt;Tafsiran Wycliffe&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
17-21. Saya tidak bisa mengabaikan keyakinan saya, bahwa peperangan ini hendaknya dipahami secara harfiah, sehingga memerlukan perhatian yang cermat walaupun singkat. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Dataran Megido, di bagian lain dinamakan lembah Yizreel, atau Esdraelon, merupakan tempat yang terkenal dalam sejarah Israel, baik sebagai tempat kemenangan maupun tempat kekalahan.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Di sinilah Barak menang atas orang-orang Kanaan (Hak. 4: 5), kemenangan Gideon atas orang-orang Midian (Hak. 7), namun juga tempat kekalahan dan kematian dari raja Saul dan tiga orang putranya di tangan orang Filistin (I Sam. 31).
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Di sini pula terjadi tragedi kekalahan dan kematian raja Yosia di tangan orang Mesir (II Raj. 23:29-30).
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Di dalam sejarah yang kemudian, pada tahun 1187, di sini pasukan perang salib dikalahkan.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Di sini juga jendral Allenby pada tahun 1917 memenangkan suatu pertempuran besar melawan pasukan Turki, yang karena itu ia kemudian diberi kehormatan berupa gelar Lord Allenby dari Megido. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Dataran luas ini, yang lebarnya sekitar 12 mil, terletak di tengah-tengah Palestina, membentang dari pantai Mediterania hingga Lembah Yordan. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Menurut seorang pakar, di lembah ini pula "terjadi perang pertama dalam sejarah di mana kedudukan pasukan dapat dipelajari, sehingga merupakan titik tolak dari sejarah ilmu militer."
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Yang dimaksudkan adalah peperangan pada bulan Mei tahun 1479 SM di antara pasukan Siria melawan pasukan Mesir di bawah pimpinan Firaun Thutmoses III (lih. Harold H. Nelson, The Battle of Megiddo, hlm. 1, 63).
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Mengenai tempat bertempur ini, George Adam Smith pernah menulis: 
  &lt;blockquote&gt;
Dataran ini memang luar biasa! 
    &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
    Di atas dataran ini bukan hanya kerajaan, bangsa dan kepercayaan, timur dan barat, telah bertemu untuk saling mengukur kekuatan.
    &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
 Tetapi masing-masing pihak telah memperoleh pengertian sendiri - sehingga sejak semula, dengan segenap keriuhan dari peperangan manusia, manusia telah merasa, bahwa ada yang bertempur dari surga, bintang-bintang dalam peredarannya ikut bertempur.
    &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
    Sehingga pasukan-pasukan yang paling lengkap dan berhasil pun mengalami ketakutan secara misterius, tetapi yang rendah hati telah ditinggikan dengan kemenangan pada saat kelemahan mereka.
    &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
    Sehingga iman-iman yang palsu, demikian juga pembela-pembela palsu terhadap iman yang benar, dapat tersingkap dan diceraiberaikan.
    &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
    Sehingga sejak zaman Saul, sihir dan takhyul, sekalipun dibantu oleh akal manusia, merupakan hal yang sia-sia.
    &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Dan sejak zaman Yosia, kesalehan yang murni tidak dapat dipadukan dengan semangat yang menggebu, namun salah arah (Historical Geography of the Holy Land, hlm. 409).&lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Berbagai nubuat yang mungkin mengacu kepada peperangan ini sudah dijumpai pada tahun 800 SM (Yl. 3:9-15; Lih. juga Yer. 51:27-36; Zef. 3:8; dan Why. 14:14-20; 16:13-16; 17:14).
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Peperangan ini berlalu secepat dimulai.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Kini dua musuh Allah dikalahkan, yaitu binatang dan nabi palsu (yang tindakannya telah dilukiskan dalam pasal 13), sehingga kini &lt;i&gt;keduanya dilemparkan hidup-hidup ke dalam lautan api yang menyala-nyala oleh belerang&lt;/i&gt; (ay. 20). 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  (Pembahasan yang lebih lengkap mengenai pokok ini lihat: George Adam Smith, op. cit., hlm. 379-410; William Miller, The Least of All Lands, 1888, hlm. 152-212; dan berbagai artikel dalam berbagai ensiklopedi Alkitab; juga buku karangan saya sendiri, World Crises in the Light of Prophetic Scriptures, hlm. 96-119).
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Kata &lt;b&gt;Harmagedon&lt;/b&gt;, kini merupakan bagian dari bahasa Inggris dan secara tepat oleh Oxford English Dictionary didefinisikan sebagai "tempat terjadinya perang menentukan yang terakhir."
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Swete, yang menulis sebelum Perang Dunia I dengan tepat mengatakan: 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;blockquote&gt;
  Orang-orang yang memperhatikan kecenderungan peradaban modern, tidak akan menganggap mustahil untuk memahami, bahwa akan tiba suatu saat, ketika di seluruh wilayah Kristen, roh Antikristus dengan dukungan Negara, akan melancarkan serangan terakhir terhadap keKristenan yang setia kepada Pribadi dan ajaran Kristus.&lt;/blockquote&gt; 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;blockquote&gt;Sumber ayat Alkitab / tafsiran: &lt;a href="https://www.e-sword.net/index.html" target="_blank"&gt;Software e-sword&lt;/a&gt; dan &lt;a href="https://alkitab.sabda.org/" target="_blank"&gt;Alkitab.sabda.org&lt;/a&gt;.&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;</description></item><item><title>Wahyu 19:11-16: Firman Allah</title><link>https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/04/firman-allah.html</link><category>Wahyu</category><author>noreply@blogger.com (Hang)</author><pubDate>Fri, 30 Apr 2021 15:22:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3600150885805560242.post-9058376915672971712</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;
&lt;b&gt;Klik:&lt;/b&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="#ayat-alkitab"&gt;Ayat Alkitab&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="#tafsiran-wycliffe"&gt;Tafsiran&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h2 style="background-color: gold;"&gt;
&lt;a name="ayat-alkitab"&gt;Revelation / Wahyu 19:11-16&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Rev 19:11  Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan berperang dengan adil. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 19:12  Dan mata-Nya bagaikan nyala api dan di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota dan pada-Nya ada tertulis suatu nama yang tidak diketahui seorangpun, kecuali Ia sendiri. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 19:13  Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: "Firman Allah." 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 19:14  Dan semua pasukan yang di sorga mengikuti Dia; mereka menunggang kuda putih dan memakai lenan halus yang putih bersih. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 19:15  Dan dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan memukul segala bangsa. Dan Ia akan menggembalakan mereka dengan gada besi dan Ia akan memeras anggur dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Allah, Yang Mahakuasa. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Rev 19:16  Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: "Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan."&lt;/span&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h3 style="background-color: silver;"&gt;
&lt;a name="tafsiran-wycliffe"&gt;Tafsiran Wycliffe&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  11-16. Paragraf ini senantiasa tampak terlalu mulia untuk ditafsirkan. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Kristus kini terlihat menunggang kuda putih yang turun dari surga untuk &lt;i&gt;menghakimi dan berperang dengan adil&lt;/i&gt;.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Di sini, gelar yang dipakai-Nya adalah &lt;i&gt;Yang Setia dan Yang Benar&lt;/i&gt;, yang dikenakan pada diri-Nya pada awal Kitab ini (1:5; 3:7, 14). 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Frasa &lt;i&gt;dengan adil&lt;/i&gt; adalah penting.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Sepanjang Alkitab, penghakiman senantiasa dikaitkan dengan keadilan. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Frasa yang sama dipakai oleh rasul Paulus di Kisah Para Rasul 17:31. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Sesungguhnya istilah ini dipakai dalam acuan yang pertama kepada Allah sebagai Hakim seluruh bumi (Kej. 18:25; lih. juga Mzm. 9:4, 8; 98:9; Yes. 11:4). 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;b&gt;Keadilan&lt;/b&gt;, menurut pakar bahasa bernama Cremer ialah "patokan ilahi yang tampak dalam perilaku yang sesuai dengan Allah ... yang selaras dengan norma ilahi." 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Tuhan sendiri mengatakan: "Penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menurut kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku" (Yoh. 5:30). 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Penggambaran tentang Kristus di ayat 12-13, &lt;i&gt;mata-Nya bagaikan nyala api&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;memakai jubah yang telah dicelup dalam darah&lt;/i&gt;, membawa kita kembali ke awal dari Kitab ini (1:14 dan 2:18). 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Frasa &lt;i&gt;dicelup dalam darah&lt;/i&gt;, di ambil dari Yesaya 63:3.
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Kristus kini memperoleh gelar agung, yaitu &lt;i&gt;Firman Allah&lt;/i&gt; (ay. 13). 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Sebagai &lt;i&gt;Firman Allah&lt;/i&gt;, Dia telah menciptakan dunia. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Penolakan terhadap Firmanlah yang membawa dosa masuk ke dalam dunia.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Oleh &lt;i&gt;Firman Allah&lt;/i&gt;, keselamatan ditawarkan kepada umat manusia.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Dosa dan anarki, kekafiran dan pemberontakan, dengan cara bagaimanapun juga merupakan penolakan terhadap Firman Allah. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Firman yang Abadi dan Mahakuasa tersebut, kini turun dari surga untuk menggenapi nubuat, memusnahkan musuh-musuh Allah, menunjukkan kepada alam semesta secara pasti, betapa bodohnya kalau menolak Kristus dan betapa tidak mungkin dibantah keunggulan dari &lt;i&gt;Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan&lt;/i&gt; (ay. 16). 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Sekarang kita dibawa ke bumi, di mana raja-raja dari bumi memainkan peranan penting. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Betapa aneh, betapa menyedihkan situasi yang sekarang tampak kepada kita, yaitu situasi ketika para pemimpin dunia tampaknya bersatu dalam satu usaha mengerikan untuk menghancurkan &lt;a href="https://perikopalkitab.blogspot.com/2018/07/raja-yang-diurapi-tuhan.html" target="_blank"&gt;Yang Diurapi Allah&lt;/a&gt;. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Betapa bertentangannya hal ini dengan impian manusia, dengan pernyataan-pernyataan bodoh para nabi palsu mereka, dan dengan kepercayaan tanpa dasar, bahwa peradaban manusia senantiasa bergerak maju di dalam hal perdamaian, kebaikan, persahabatan dan kesejahteraan sosial.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Kini kita menyaksikan penggenapan Mazmur 2.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;blockquote&gt;Psa 2:1 Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia?
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Psa 2:2 Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar bermufakat bersama-sama melawan TUHAN dan yang diurapi-Nya.&lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;blockquote&gt;Sumber ayat Alkitab / tafsiran: &lt;a href="https://www.e-sword.net/index.html" target="_blank"&gt;Software e-sword&lt;/a&gt; dan &lt;a href="https://alkitab.sabda.org/" target="_blank"&gt;Alkitab.sabda.org&lt;/a&gt;.&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;</description></item><item><title>Wahyu 19:6-10: Perjamuan Kawin Anak Domba</title><link>https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/04/perjamuan-kawin-anak-domba.html</link><category>Wahyu</category><author>noreply@blogger.com (Hang)</author><pubDate>Fri, 30 Apr 2021 09:30:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3600150885805560242.post-2951887172167018036</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;
&lt;b&gt;Klik:&lt;/b&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="#ayat-alkitab"&gt;Ayat Alkitab&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="#tafsiran-wycliffe"&gt;Tafsiran&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h2 style="background-color: gold;"&gt;
&lt;a name="ayat-alkitab"&gt;Revelation / Wahyu 19:6-10&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Rev 19:6  Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  
Rev 19:7  Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Rev 19:8  Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.) 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 19:9  Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah." 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 19:10  Maka tersungkurlah aku di depan kakinya untuk menyembah dia, tetapi ia berkata kepadaku: "Janganlah berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama dengan engkau dan saudara-saudaramu, yang memiliki kesaksian Yesus. Sembahlah Allah! Karena kesaksian Yesus adalah roh nubuat." &lt;/span&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h3 style="background-color: silver;"&gt;
&lt;a name="tafsiran-wycliffe"&gt;Tafsiran Wycliffe&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;blockquote&gt;
  19:1-8. Walaupun pasal 19 pada umumnya diberi judul &lt;u&gt;Perang di Harmagedon&lt;/u&gt;, sebetulnya bagian pertama pasal ini membahas pemandangan di sorga yang mengisahkan tiga kidung terakhir dalam Kitab Wahyu.
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Pertama, sekelompok besar orang dikatakan menyanyi: &lt;b&gt;Haleluya! Keselamatan dan kemuliaan dan kekuasaan adalah pada Allah kita&lt;/b&gt;, sebab penghukuman atas pelacur besar telah selesai (ay. 1-2).
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;b&gt;Haleluya&lt;/b&gt; diambil langsung dari bahasa Ibrani dan terdiri dari dua kata, &lt;b&gt;hallel&lt;/b&gt; yang artinya &lt;b&gt;memuji&lt;/b&gt;, dan &lt;b&gt;jah&lt;/b&gt; yang merupakan kata dasar untuk &lt;b&gt;Allah&lt;/b&gt;.
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Haleluya muncul pada permulaan Mazmur 111 dan 112, serta pada awal dan akhir Mazmur 146 hingga 150, dan seterusnya.
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Kidung ini diulang untuk kedua kalinya.
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Kemudian kedua puluh empat tua-tua dan empat makhluk hidup tersungkur di hadapan Allah sambil berseru: "Amin, Haleluya" (ay. 4).
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Akhirnya, Yohanes mendengar suara yang tidak diidentifikasi secara khusus (ay. 6), yang menyanyikan kidung yang terakhir dan diawali dengan Haleluya, yang kali ini tidak disebabkan karena penghukuman atas Babel, tetapi karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba dan pengantin-Nya telah siap sedia (ay. 6-8).
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Setelah kidung ini berlalu, Yohanes diperintahkan untuk menulis ucapan bahagia yang terakhir dalam Kitab ini, yang berisi pemberitaan, bahwa &lt;b&gt;perjamuan kawin Anak Domba&lt;/b&gt;, telah tiba (ay. 7).
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Hubungan di antara Allah dan Kristus dengan orang-orang yang sudah ditebus, diungkapkan dengan memakai istilah &lt;u&gt;pernikahan&lt;/u&gt;, sering kali muncul di dalam kedua Perjanjian (Hos. 2:19-21; Yeh. 16:1 dst.; Mzm. 45; Mrk. 2:19; I Kor. 6:15-17; Ef. 5:25-27).
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Pakaian pengantin secara menyolok berbeda dengan pakaian pelacur besar, sebab pengantin yang kudus hanya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih (ay. 8), lambang dari semua tindakan benar orang-orang kudus.
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Segala sesuatu yang dikatakan Perjanjian Baru yang berhubungan dengan Kristus sebagai mempelai laki-laki dengan Gereja sebagai mempelai wanita, kini digenapi.
  &lt;/blockquote&gt;
    &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;blockquote&gt;Sumber ayat Alkitab / tafsiran: &lt;a href="https://www.e-sword.net/index.html" target="_blank"&gt;Software e-sword&lt;/a&gt; dan &lt;a href="https://alkitab.sabda.org/" target="_blank"&gt;Alkitab.sabda.org&lt;/a&gt;.&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;</description></item><item><title>Wahyu 19:1-5: Nyanyian Atas Jatuhnya Babel</title><link>https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/04/nyanyian-atas-jatuhnya-babel.html</link><category>Wahyu</category><author>noreply@blogger.com (Hang)</author><pubDate>Thu, 29 Apr 2021 18:58:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3600150885805560242.post-7672652899864288916</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;
&lt;b&gt;Klik:&lt;/b&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="#ayat-alkitab"&gt;Ayat Alkitab&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="#tafsiran-wycliffe"&gt;Tafsiran&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h2 style="background-color: gold;"&gt;
&lt;a name="ayat-alkitab"&gt;Revelation / Wahyu 19:1-5&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Rev 19:1  Kemudian dari pada itu aku mendengar seperti suara yang nyaring dari himpunan besar orang banyak di sorga, katanya: "Haleluya! Keselamatan dan kemuliaan dan kekuasaan adalah pada Allah kita, 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 19:2  sebab benar dan adil segala penghakiman-Nya, karena Ialah yang telah menghakimi pelacur besar itu, yang merusakkan bumi dengan percabulannya; dan Ialah yang telah membalaskan darah hamba-hamba-Nya atas pelacur itu." 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 19:3  Dan untuk kedua kalinya mereka berkata: "Haleluya! Ya, asapnya naik sampai selama-lamanya." 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 19:4  Dan kedua puluh empat tua-tua dan keempat makhluk itu tersungkur dan menyembah Allah yang duduk di atas takhta itu, dan mereka berkata: "Amin, Haleluya." 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 19:5  Maka kedengaranlah suatu suara dari takhta itu: "Pujilah Allah kita, hai kamu semua hamba-Nya, kamu yang takut akan Dia, baik kecil maupun besar!" &lt;/span&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h3 style="background-color: silver;"&gt;
&lt;a name="tafsiran-wycliffe"&gt;Tafsiran Wycliffe&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
19:1-8. Walaupun pasal 19 pada umumnya diberi judul &lt;b&gt;Perang di Harmagedon&lt;/b&gt;, sebetulnya bagian pertama pasal ini membahas pemandangan di sorga yang mengisahkan tiga kidung terakhir dalam Kitab Wahyu. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Pertama, sekelompok besar orang dikatakan menyanyi: &lt;i&gt;Haleluya! Keselamatan dan kemuliaan dan kekuasaan adalah pada Allah kita&lt;/i&gt;, sebab penghukuman atas pelacur besar telah selesai (ay. 1-2). 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;i&gt;Haleluya&lt;/i&gt; diambil langsung dari bahasa Ibrani dan terdiri dari dua kata, &lt;b&gt;hallel&lt;/b&gt; yang artinya &lt;u&gt;memuji&lt;/u&gt;, dan &lt;b&gt;jah&lt;/b&gt; yang merupakan kata dasar untuk &lt;u&gt;Allah&lt;/u&gt;. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Haleluya muncul pada permulaan Mazmur 111 dan 112, serta pada awal dan akhir Mazmur 146 hingga 150, dan seterusnya. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Kidung ini diulang untuk kedua kalinya. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Kemudian kedua puluh empat tua-tua dan empat makhluk hidup tersungkur di hadapan Allah sambil berseru: "Amin, Haleluya" (ay. 4).
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Akhirnya, Yohanes mendengar suara yang tidak diidentifikasi secara khusus (ay. 6), yang menyanyikan kidung yang terakhir dan diawali dengan Haleluya, yang kali ini tidak disebabkan karena penghukuman atas Babel, tetapi karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba dan pengantin-Nya telah siap sedia (ay. 6-8). 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Setelah kidung ini berlalu, Yohanes diperintahkan untuk menulis ucapan bahagia yang terakhir dalam Kitab ini, yang berisi pemberitaan, bahwa &lt;i&gt;perjamuan kawin Anak Domba&lt;/i&gt;, telah tiba (ay. 7). 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Hubungan di antara Allah dan Kristus dengan orang-orang yang sudah ditebus, diungkapkan dengan memakai istilah &lt;u&gt;pernikahan&lt;/u&gt; sering kali muncul di dalam kedua Perjanjian (Hos. 2:19-21; Yeh. 16:1 dst.; Mzm. 45; Mrk. 2:19; I Kor. 6:15-17; Ef. 5:25-27). 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Pakaian pengantin secara menyolok berbeda dengan pakaian pelacur besar, sebab pengantin yang kudus hanya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih (ay. 8), lambang dari semua tindakan benar orang-orang kudus.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Segala sesuatu yang dikatakan Perjanjian Baru yang berhubungan dengan Kristus sebagai mempelai laki-laki dengan Gereja sebagai mempelai wanita, kini digenapi.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;blockquote&gt;Sumber ayat Alkitab / tafsiran: &lt;a href="https://www.e-sword.net/index.html" target="_blank"&gt;Software e-sword&lt;/a&gt; dan &lt;a href="https://alkitab.sabda.org/" target="_blank"&gt;Alkitab.sabda.org&lt;/a&gt;.&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;</description></item><item><title>Wahyu 18:21-24: Babel Tidak Akan Bangkit Lagi</title><link>https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/04/babel-tidak-akan-bangkit-lagi.html</link><category>Wahyu</category><author>noreply@blogger.com (Hang)</author><pubDate>Thu, 29 Apr 2021 09:30:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3600150885805560242.post-7805905130866595592</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;
&lt;b&gt;Klik:&lt;/b&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="#ayat-alkitab"&gt;Ayat Alkitab&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="#tafsiran-wycliffe"&gt;Tafsiran&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h2 style="background-color: gold;"&gt;
&lt;a name="ayat-alkitab"&gt;Revelation / Wahyu 18:21-24&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Rev 18:21  Dan seorang malaikat yang kuat, mengangkat sebuah batu sebesar batu kilangan, lalu melemparkannya ke dalam laut, katanya: "Demikianlah Babel, kota besar itu, akan dilemparkan dengan keras ke bawah, dan ia tidak akan ditemukan lagi. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 18:22  Dan suara pemain-pemain kecapi dan penyanyi-penyanyi, dan peniup-peniup seruling dan sangkakala, tidak akan kedengaran lagi di dalammu, dan seorang yang ahli dalam sesuatu kesenian tidak akan ditemukan lagi di dalammu, dan suara kilangan tidak akan kedengaran lagi di dalammu. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 18:23  Dan cahaya lampu tidak akan bersinar lagi di dalammu, dan suara mempelai laki-laki dan pengantin perempuan tidak akan kedengaran lagi di dalammu. Karena pedagang-pedagangmu adalah pembesar-pembesar di bumi, oleh ilmu sihirmu semua bangsa disesatkan." 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 18:24  Dan di dalamnya terdapat darah nabi-nabi dan orang-orang kudus dan darah semua orang, yang dibunuh di bumi. &lt;/span&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h3 style="background-color: silver;"&gt;
&lt;a name="tafsiran-wycliffe"&gt;Tafsiran Wycliffe&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;Penghakiman atas Babel (17:1-18:24).&lt;/b&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Seperdelapan dari Kitab Wahyu, sekitar lima puluh ayat, dimanfaatkan untuk membahas penghukuman atas Babel (14:8-10; 16:17-19:5). 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Sekalipun demikian, penafsiran tentang Babel di dalam Kitab Wahyu telah menimbulkan lebih banyak perbedaan pandangan dibandingkan nas utama lain di dalam Kitab ini. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Di dalam Perjanjian Lama, nama Babel senantiasa melambangkan pemberontakan terhadap Allah dan kekacauan (Kej. 10:8-12; 11:19). 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Babel adalah kerajaan yang berhasil menaklukkan Yehuda, kerajaan dengan pemerintahan teokrasi (II Raj. 24; 25; dan seterusnya). 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Bersama Nebukadnezar, raja Babel, dimulailah masa pemerintahan orang-orang bukan Yahudi (Yer. 27:1-11; Dan. 2:37, 38). 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Babel mendapat banyak tempat di dalam nubuat-nubuat tentang bangsa-bangsa dalam Perjanjian Lama (Yes. 13; 14; 47; Yer. 50; 51).
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Babel dikemukakan kepada kita di dalam dua pasal ini dengan dua aspek yang berbeda.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Di dalam pasal 17, Babel diidentifikasi sebagai pelacur besar, seorang perempuan yang tidak disebut dalam pasal 18. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Binatang dengan tujuh kepala dan sepuluh tanduk hanya terdapat pada pasal 17, di mana kita menjumpai satu-satunya peristiwa ketika mana raja-raja di bumi maju berperang melawan Anak Domba.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Dalam pasal 18, Babel rupanya merupakan sebuah kota yang berada di tepi sungai besar yang penuh dengan kapal para pedagang di bumi, gambaran mana tidak tampak dalam pasal 17. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Barangkali lebih baik kita memperhatikan nasnya terlebih dahulu sebelum membahas penafsirannya.&lt;/blockquote&gt;
    &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;blockquote&gt;  Pasal 18 tampaknya memiliki kepastian geografis yang tidak terdapat dalam pasal 17. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Di sini kita memperoleh pernyataan, bahwa Babel telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis (ay. 2). 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Sebagian besar pasal ini dimanfaatkan untuk melukiskan kekayaan kota, barang-barang yang dibawa ke situ untuk dijual, dan kesedihan para pedagang yang telah menjadi kaya oleh arus perdagangan ini ketika mereka memandang kota yang hancur karena api.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Pada ayat 4-8 penghukuman dinyatakan, dalam ayat 9-20 kita membaca tentang ratapan para raja di bumi, dan dalam 21-24 dilaporkan kehancuran terakhir dari Babel.
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Sekarang kita harus kembali ke masalah penafsiran. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Beberapa penafsir bersikukuh, bahwa di sini kita harus melakukan identifikasi geografis. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Mereka yang menganut skema penafsiran historis beranggapan, bahwa Babel secara umum mengacu kepada Roma yang kafir. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Beberapa penafsir seperti Weidner, Kiddle, dan lain-lain, menegaskan bahwa di sini Babel pasti adalah Yerusalem, namun pandangan ini rupanya sama sekali tidak mungkin. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Saya telah membaca buku-buku yang mendukung pandangan, bahwa Babel adalah London atau Paris. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Bahkan Alford pernah mengatakan, walau dia mengaku merasa masalah ini tidak bisa dipecahkan: "Pastilah ratapan pedagang jauh lebih cocok kepada London daripada Roma, pada saat mana pun dalam sejarahnya" (hlm. 718). 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Satu hal tidak dapat disangkal: sungai Tiber yang berlumpur, yang mengalir melalui Roma, tidak mungkin menampung arus lalu lintas air sebagaimana dilukiskan pada pasal 18. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Selanjutnya, Roma yang kafir tidak pernah terkenal sebagai pusat perdagangan. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Beberapa penafsir telah beranggapan, bahwa nubuat ini hanya bisa digenapi ketika kota Babel sudah dipulihkan. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Scofield Bible secara tegas menolak pandangan ini, namun banyak penyuntingnya secara pribadi percaya, bahwa pandangan ini benar, seperti Gray dan Moorehead, demikian pula penafsir lainnya seperti Seiss, Govett, Pember, G. H. Lang, dan banyak lagi yang lainnya.
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Orang-orang yang menganut penafsiran gerejawi, sebagaimana sudah kita bahas, menganggap Babel melambangkan kepausan, dan ada banyak alasan pendukung bagi pandangan ini.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Sekalipun demikian, saya yakin bahwa yang dimaksudkan di sini adalah sesuatu yang lebih luas daripada kepausan. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Ini adalah orang-orang Kristen yang murtad, sebuah agama duniawi yang telah mengkhianati keKristenan dan terkait erat sekali dengan pemerintahan dunia yang tidak bertuhan.&lt;/blockquote&gt;
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;blockquote&gt;Sumber ayat Alkitab / tafsiran: &lt;a href="https://www.e-sword.net/index.html" target="_blank"&gt;Software e-sword&lt;/a&gt; dan &lt;a href="https://alkitab.sabda.org/" target="_blank"&gt;Alkitab.sabda.org&lt;/a&gt;.&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;</description></item><item><title>Wahyu 18:1-20: Jatuhnya Babel</title><link>https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/04/jatuhnya-babel.html</link><category>Wahyu</category><author>noreply@blogger.com (Hang)</author><pubDate>Wed, 28 Apr 2021 18:00:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3600150885805560242.post-4416593609418276513</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;
&lt;b&gt;Klik:&lt;/b&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="#ayat-alkitab"&gt;Ayat Alkitab&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="#tafsiran-wycliffe"&gt;Tafsiran&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h2 style="background-color: gold;"&gt;
&lt;a name="ayat-alkitab"&gt;Revelation / Wahyu 18:1-20&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Rev 18:1  Kemudian dari pada itu aku melihat seorang malaikat lain turun dari sorga. Ia mempunyai kekuasaan besar dan bumi menjadi terang oleh kemuliaannya. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 18:2  Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci, 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 18:3  karena semua bangsa telah minum dari anggur hawa nafsu cabulnya dan raja-raja di bumi telah berbuat cabul dengan dia, dan pedagang-pedagang di bumi telah menjadi kaya oleh kelimpahan hawa nafsunya." 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 18:4  Lalu aku mendengar suara lain dari sorga berkata: "Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 18:5  Sebab dosa-dosanya telah bertimbun-timbun sampai ke langit, dan Allah telah mengingat segala kejahatannya. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 18:6  Balaskanlah kepadanya, sama seperti dia juga membalaskan, dan berikanlah kepadanya dua kali lipat menurut pekerjaannya, campurkanlah baginya dua kali lipat di dalam cawan pencampurannya; 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 18:7  berikanlah kepadanya siksaan dan perkabungan, sebanyak kemuliaan dan kemewahan, yang telah ia nikmati. Sebab ia berkata di dalam hatinya: Aku bertakhta seperti ratu, aku bukan janda, dan aku tidak akan pernah berkabung. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 18:8  Sebab itu segala malapetakanya akan datang dalam satu hari, yaitu sampar dan perkabungan dan kelaparan; dan ia akan dibakar dengan api, karena Tuhan Allah, yang menghakimi dia, adalah kuat." 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 18:9  Dan raja-raja di bumi, yang telah berbuat cabul dan hidup dalam kelimpahan dengan dia, akan menangisi dan meratapinya, apabila mereka melihat asap api yang membakarnya. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 18:10  Mereka akan berdiri jauh-jauh karena takut akan siksaannya dan mereka akan berkata: "Celaka, celaka engkau, hai kota yang besar, Babel, hai kota yang kuat, sebab dalam satu jam saja sudah berlangsung penghakimanmu!" 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 18:11  Dan pedagang-pedagang di bumi menangis dan berkabung karena dia, sebab tidak ada orang lagi yang membeli barang-barang mereka, 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 18:12  yaitu barang-barang dagangan dari emas dan perak, permata dan mutiara, dari lenan halus dan kain ungu, dari sutera dan kain kirmizi, pelbagai jenis barang dari kayu yang harum baunya, pelbagai jenis barang dari gading, pelbagai jenis barang dari kayu yang mahal, dari tembaga, besi dan pualam, 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 18:13  kulit manis dan rempah-rempah, wangi-wangian, mur dan kemenyan, anggur, minyak, tepung halus dan gandum, lembu sapi, domba, kuda dan kereta, budak dan bahkan nyawa manusia. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 18:14  Dan mereka akan berkata: "Sudah lenyap buah-buahan yang diingini hatimu, dan segala yang mewah dan indah telah hilang dari padamu, dan tidak akan ditemukan lagi." 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 18:15  Mereka yang memperdagangkan barang-barang itu, yang telah menjadi kaya oleh dia, akan berdiri jauh-jauh karena takut akan siksaannya, dan sambil menangis dan meratap, 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 18:16  mereka berkata: "Celaka, celaka, kota besar, yang berpakaian lenan halus, dan kain ungu dan kain kirmizi, dan yang dihiasi dengan emas, dan permata dan mutiara, sebab dalam satu jam saja kekayaan sebanyak itu sudah binasa." 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 18:17  Dan setiap nakhoda dan pelayar dan anak-anak kapal dan semua orang yang mata pencahariannya di laut, berdiri jauh-jauh, 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 18:18  dan berseru, ketika mereka melihat asap api yang membakarnya, katanya: "Kota manakah yang sama dengan kota besar ini?" 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 18:19  Dan mereka menghamburkan debu ke atas kepala mereka dan berseru, sambil menangis dan meratap, katanya: "Celaka, celaka, kota besar, yang olehnya semua orang, yang mempunyai kapal di laut, telah menjadi kaya oleh barangnya yang mahal, sebab dalam satu jam saja ia sudah binasa. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 18:20  Bersukacitalah atas dia, hai sorga, dan kamu, hai orang-orang kudus, rasul-rasul dan nabi-nabi, karena Allah telah menjatuhkan hukuman atas dia karena kamu." &lt;/span&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h3 style="background-color: silver;"&gt;
&lt;a name="tafsiran-wycliffe"&gt;Tafsiran Wycliffe&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;Penghakiman atas Babel (17:1-18:24).&lt;/b&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Seperdelapan dari Kitab Wahyu, sekitar lima puluh ayat, dimanfaatkan untuk membahas penghukuman atas Babel (14:8-10; 16:17-19:5). 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Sekalipun demikian, penafsiran tentang Babel di dalam Kitab Wahyu telah menimbulkan lebih banyak perbedaan pandangan dibandingkan nas utama lain di dalam Kitab ini. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Di dalam Perjanjian Lama, nama Babel senantiasa melambangkan pemberontakan terhadap Allah dan kekacauan (Kej. 10:8-12; 11:19). 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Babel adalah kerajaan yang berhasil menaklukkan Yehuda, kerajaan dengan pemerintahan teokrasi (II Raj. 24; 25; dan seterusnya). 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Bersama Nebukadnezar, raja Babel, dimulailah masa pemerintahan orang-orang bukan Yahudi (Yer. 27:1-11; Dan. 2:37, 38). 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Babel mendapat banyak tempat di dalam nubuat-nubuat tentang bangsa-bangsa dalam Perjanjian Lama (Yes. 13; 14; 47; Yer. 50; 51).
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Babel dikemukakan kepada kita di dalam dua pasal ini dengan dua aspek yang berbeda.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Di dalam pasal 17, Babel diidentifikasi sebagai pelacur besar, seorang perempuan yang tidak disebut dalam pasal 18. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Binatang dengan tujuh kepala dan sepuluh tanduk hanya terdapat pada pasal 17, di mana kita menjumpai satu-satunya peristiwa ketika mana raja-raja di bumi maju berperang melawan Anak Domba.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Dalam pasal 18, Babel rupanya merupakan sebuah kota yang berada di tepi sungai besar yang penuh dengan kapal para pedagang di bumi, gambaran mana tidak tampak dalam pasal 17. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Barangkali lebih baik kita memperhatikan nasnya terlebih dahulu sebelum membahas penafsirannya.&lt;/blockquote&gt;
    &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Pasal 18 tampaknya memiliki kepastian geografis yang tidak terdapat dalam pasal 17. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Di sini kita memperoleh pernyataan, bahwa Babel telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis (ay. 2). 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Sebagian besar pasal ini dimanfaatkan untuk melukiskan kekayaan kota, barang-barang yang dibawa ke situ untuk dijual, dan kesedihan para pedagang yang telah menjadi kaya oleh arus perdagangan ini ketika mereka memandang kota yang hancur karena api.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Pada ayat 4-8 penghukuman dinyatakan, dalam ayat 9-20 kita membaca tentang ratapan para raja di bumi, dan dalam 21-24 dilaporkan kehancuran terakhir dari Babel.
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Sekarang kita harus kembali ke masalah penafsiran. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Beberapa penafsir bersikukuh, bahwa di sini kita harus melakukan identifikasi geografis. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Mereka yang menganut skema penafsiran historis beranggapan, bahwa Babel secara umum mengacu kepada Roma yang kafir. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Beberapa penafsir seperti Weidner, Kiddle, dan lain-lain, menegaskan bahwa di sini Babel pasti adalah Yerusalem, namun pandangan ini rupanya sama sekali tidak mungkin. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Saya telah membaca buku-buku yang mendukung pandangan, bahwa Babel adalah London atau Paris. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Bahkan Alford pernah mengatakan, walau dia mengaku merasa masalah ini tidak bisa dipecahkan: "Pastilah ratapan pedagang jauh lebih cocok kepada London daripada Roma, pada saat mana pun dalam sejarahnya" (hlm. 718). 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Satu hal tidak dapat disangkal: sungai Tiber yang berlumpur, yang mengalir melalui Roma, tidak mungkin menampung arus lalu lintas air sebagaimana dilukiskan pada pasal 18. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Selanjutnya, Roma yang kafir tidak pernah terkenal sebagai pusat perdagangan. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Beberapa penafsir telah beranggapan, bahwa nubuat ini hanya bisa digenapi ketika kota Babel sudah dipulihkan. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Scofield Bible secara tegas menolak pandangan ini, namun banyak penyuntingnya secara pribadi percaya, bahwa pandangan ini benar, seperti Gray dan Moorehead, demikian pula penafsir lainnya seperti Seiss, Govett, Pember, G. H. Lang, dan banyak lagi yang lainnya.
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Orang-orang yang menganut penafsiran gerejawi, sebagaimana sudah kita bahas, menganggap Babel melambangkan kepausan, dan ada banyak alasan pendukung bagi pandangan ini.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Sekalipun demikian, saya yakin bahwa yang dimaksudkan di sini adalah sesuatu yang lebih luas daripada kepausan. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Ini adalah orang-orang Kristen yang murtad, sebuah agama duniawi yang telah mengkhianati keKristenan dan terkait erat sekali dengan pemerintahan dunia yang tidak berTuhan.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;blockquote&gt;Sumber ayat Alkitab / tafsiran: &lt;a href="https://www.e-sword.net/index.html" target="_blank"&gt;Software e-sword&lt;/a&gt; dan &lt;a href="https://alkitab.sabda.org/" target="_blank"&gt;Alkitab.sabda.org&lt;/a&gt;.&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;</description></item><item><title>Wahyu 17:1-18: Penghakiman Atas Babel</title><link>https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/04/penghakiman-atas-babel.html</link><category>Wahyu</category><author>noreply@blogger.com (Hang)</author><pubDate>Wed, 28 Apr 2021 09:30:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3600150885805560242.post-5867219749216563671</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;
&lt;b&gt;Klik:&lt;/b&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="#ayat-alkitab"&gt;Ayat Alkitab&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="#tafsiran-wycliffe"&gt;Tafsiran&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h2 style="background-color: gold;"&gt;
&lt;a name="ayat-alkitab"&gt;Revelation / Wahyu 17:1-18&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Rev 17:1  Lalu datanglah seorang dari ketujuh malaikat, yang membawa ketujuh cawan itu dan berkata kepadaku: "Mari ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu putusan atas pelacur besar, yang duduk di tempat yang banyak airnya. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 17:2  Dengan dia raja-raja di bumi telah berbuat cabul, dan penghuni-penghuni bumi telah mabuk oleh anggur percabulannya." 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 17:3  Dalam roh aku dibawanya ke padang gurun. Dan aku melihat seorang perempuan duduk di atas seekor binatang yang merah ungu, yang penuh tertulis dengan nama-nama hujat. Binatang itu mempunyai tujuh kepala dan sepuluh tanduk. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 17:4  Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 17:5  Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi." 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 17:6  Dan aku melihat perempuan itu mabuk oleh darah orang-orang kudus dan darah saksi-saksi Yesus. Dan ketika aku melihatnya, aku sangat heran. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 17:7  Lalu kata malaikat itu kepadaku: "Mengapa engkau heran? Aku akan mengatakan kepadamu rahasia perempuan itu dan rahasia binatang yang memikulnya, binatang yang berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh itu. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 17:8  Adapun binatang yang telah kaulihat itu, telah ada, namun tidak ada, ia akan muncul dari jurang maut, dan ia menuju kepada kebinasaan. Dan mereka yang diam di bumi, yaitu mereka yang tidak tertulis di dalam kitab kehidupan sejak dunia dijadikan, akan heran, apabila mereka melihat, bahwa binatang itu telah ada, namun tidak ada, dan akan muncul lagi. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 17:9  Yang penting di sini ialah akal yang mengandung hikmat: ketujuh kepala itu adalah tujuh gunung, yang di atasnya perempuan itu duduk, 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 17:10  ketujuhnya adalah juga tujuh raja: lima di antaranya sudah jatuh, yang satu ada dan yang lain belum datang, dan jika ia datang, ia akan tinggal seketika saja. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 17:11  Dan binatang yang pernah ada dan yang sekarang tidak ada itu, ia sendiri adalah raja kedelapan dan namun demikian satu dari ketujuh itu dan ia menuju kepada kebinasaan. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 17:12  Dan kesepuluh tanduk yang telah kaulihat itu adalah sepuluh raja, yang belum mulai memerintah, tetapi satu jam lamanya mereka akan menerima kuasa sebagai raja, bersama-sama dengan binatang itu. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 17:13  Mereka seia sekata, kekuatan dan kekuasaan mereka mereka berikan kepada binatang itu. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 17:14  Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia." 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 17:15  Lalu ia berkata kepadaku: "Semua air yang telah kaulihat, di mana wanita pelacur itu duduk, adalah bangsa-bangsa dan rakyat banyak dan kaum dan bahasa. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 17:16  Dan kesepuluh tanduk yang telah kaulihat itu serta binatang itu akan membenci pelacur itu dan mereka akan membuat dia menjadi sunyi dan telanjang, dan mereka akan memakan dagingnya dan membakarnya dengan api. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 17:17  Sebab Allah telah menerangi hati mereka untuk melakukan kehendak-Nya dengan seia sekata dan untuk memberikan pemerintahan mereka kepada binatang itu, sampai segala firman Allah telah digenapi. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 17:18  Dan perempuan yang telah kaulihat itu, adalah kota besar yang memerintah atas raja-raja di bumi." &lt;/span&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h3 style="background-color: silver;"&gt;
&lt;a name="tafsiran-wycliffe"&gt;Tafsiran Wycliffe&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;b&gt;Penghakiman atas Babel (17:1-18:24).&lt;/b&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Seperdelapan dari Kitab Wahyu, sekitar lima puluh ayat, dimanfaatkan untuk membahas penghukuman atas Babel (14:8-10; 16:17-19:5). 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Sekalipun demikian, penafsiran tentang Babel di dalam Kitab Wahyu telah menimbulkan lebih banyak perbedaan pandangan dibandingkan nas utama lain di dalam Kitab ini. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Di dalam Perjanjian Lama, nama Babel senantiasa melambangkan pemberontakan terhadap Allah dan kekacauan (Kej. 10:8-12; 11:19). 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Babel adalah kerajaan yang berhasil menaklukkan Yehuda, kerajaan dengan pemerintahan teokrasi (II Raj. 24; 25; dan seterusnya). 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Bersama Nebukadnezar, raja Babel, dimulailah masa pemerintahan orang-orang bukan Yahudi (Yer. 27:1-11; Dan. 2:37, 38). 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Babel mendapat banyak tempat di dalam nubuat-nubuat tentang bangsa-bangsa dalam Perjanjian Lama (Yes. 13; 14; 47; Yer. 50; 51).
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Babel dikemukakan kepada kita di dalam dua pasal ini dengan dua aspek yang berbeda.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Di dalam pasal 17, Babel diidentifikasi sebagai pelacur besar, seorang perempuan yang tidak disebut dalam pasal 18. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Binatang dengan tujuh kepala dan sepuluh tanduk hanya terdapat pada pasal 17, di mana kita menjumpai satu-satunya peristiwa ketika mana raja-raja di bumi maju berperang melawan Anak Domba.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Dalam pasal 18, Babel rupanya merupakan sebuah kota yang berada di tepi sungai besar yang penuh dengan kapal para pedagang di bumi, gambaran mana tidak tampak dalam pasal 17. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Barangkali lebih baik kita memperhatikan nasnya terlebih dahulu sebelum membahas penafsirannya.
    &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  17:1-12. Terdapat tiga kelompok yang harus diidentifikasi pada paragraf pembukaan ini: binatang yang memiliki tujuh kepala dan sepuluh tanduk, pelacur besar yang duduk di atas binatang tersebut, dan mereka yang disebut sebagai duduk di tempat yang banyak airnya, yang belakangan disebut sebagai 'bangsa-bangsa dan rakyat banyak dan kaum dan bahasa" (ay. 15). 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Kesepuluh tanduk itu, belakangan diberitahukan kepada kita adalah sepuluh raja (ay. 12), yang pasti masa pemerintahannya sama, dan tujuh kepala adalah tujuh gunung (ay. 9-10), yang juga melambangkan kerajaan. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Kita tidak boleh melupakan kenyataan, bahwa setiap persekutuan para raja di dalam Perjanjian Lama dan juga di sini, senantiasa menentang Allah dan umat Allah (Kej. 15:18-21; Dan. 2:41, 42; 7:7, 20, 24; Mzm. 2:2-4; 83:1-8; Why. 12:3; 13:1; 16:12-16). 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Perempuan ini, yang dinamakan IBU DARI WANITA-WANITA PELACUR (ay. 5) berbuat cabul dengan raja-raja di bumi (ay. 2), dan untuk sesaat menguasai mereka.
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Siapakah yang dimaksud dengan wanita ini? 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Sejak masa Reformasi Gereja, sebagian besar penafsir mengidentifikasi wanita tersebut dengan jabatan kepausan, pandangan mana dianut oleh Luther, Tyndale, Knox, Calvin (Institutes, IV.2.12), Alford, Elliott, Lange dan banyak penafsir lainnya. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Gereja Katolik Roma sendiri menyebutkan, bahwa wanita ini adalah Roma, namun tentu saja yang dimaksudkan adalah Roma kafir yang kini sudah tidak ada lagi. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Pastilah wanita ini adalah sebuah sistem rohani yang luas, yang menganiaya orang-orang kudus Allah, sehingga menunjukkan panggilan aslinya. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Dia mengikat perjanjian dengan berbagai pemerintah di bumi ini, dan untuk sementara waktu memerintah mereka. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Saya menduga, bahwa yang paling mendekati kebenaran ialah, bahwa wanita ini adalah suatu kekuatan rohani luas yang muncul pada akhir zaman, mengikat perjanjian dengan dunia dan berkompromi dengan kekuatan-kekuatan yang ada di dunia ini.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Bukannya benar secara rohani, dia justru palsu secara rohani dan karenanya menggunakan pengaruh yang jahat atas nama agama.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  13-18. Para raja di bumi yang saat ini sudah sepikiran, mengadakan perserikatan, dan memberikan kewenangan kepada binatang yang adalah musuh besar Allah untuk berperang melawan Anak Domba (ay. 13-14). 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Bila saat ini tiba, binatang tersebut, dengan kekuatan raja-raja di bumi, berbalik menyerang pelacur besar, yaitu kekuatan rohani palsu tersebut, dan menghancurkannya (ay. 16). 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Terdapat suatu pernyataan yang sangat menghibur di ayat 17: "Allah telah menerangi hati mereka untuk melakukan kehendak-Nya dengan seia sekata ... sampai segala Firman Allah telah digenapi."
    &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;blockquote&gt;Sumber ayat Alkitab / tafsiran: &lt;a href="https://www.e-sword.net/index.html" target="_blank"&gt;Software e-sword&lt;/a&gt; dan &lt;a href="https://alkitab.sabda.org/" target="_blank"&gt;Alkitab.sabda.org&lt;/a&gt;.&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;</description></item><item><title>Wahyu 16:1-21: Ketujuh Malapetaka</title><link>https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/04/ketujuh-malapetaka.html</link><category>Wahyu</category><author>noreply@blogger.com (Hang)</author><pubDate>Tue, 27 Apr 2021 14:41:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3600150885805560242.post-5356172958900437980</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;
&lt;b&gt;Klik:&lt;/b&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="#ayat-alkitab"&gt;Ayat Alkitab&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="#tafsiran-wycliffe"&gt;Tafsiran&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h2 style="background-color: gold;"&gt;
&lt;a name="ayat-alkitab"&gt;Revelation / Wahyu 16:1-21&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Rev 16:1  Dan aku mendengar suara yang nyaring dari dalam Bait Suci berkata kepada ketujuh malaikat itu: "Pergilah dan tumpahkanlah ketujuh cawan murka Allah itu ke atas bumi." 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 16:2  Maka pergilah malaikat yang pertama dan ia menumpahkan cawannya ke atas bumi; maka timbullah bisul yang jahat dan yang berbahaya pada semua orang yang memakai tanda dari binatang itu dan yang menyembah patungnya. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 16:3  Dan malaikat yang kedua menumpahkan cawannya ke atas laut; maka airnya menjadi darah, seperti darah orang mati dan matilah segala yang bernyawa, yang hidup di dalam laut. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 16:4  Dan malaikat yang ketiga menumpahkan cawannya atas sungai-sungai dan mata-mata air, dan semuanya menjadi darah. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 16:5  Dan aku mendengar malaikat yang berkuasa atas air itu berkata: "Adil Engkau, Engkau yang ada dan yang sudah ada, Engkau yang kudus, yang telah menjatuhkan hukuman ini. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 16:6  Karena mereka telah menumpahkan darah orang-orang kudus dan para nabi, Engkau juga telah memberi mereka minum darah; hal itu wajar bagi mereka!" 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 16:7  Dan aku mendengar mezbah itu berkata: "Ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa, benar dan adil segala penghakiman-Mu." 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 16:8  Dan malaikat yang keempat menumpahkan cawannya ke atas matahari, dan kepadanya diberi kuasa untuk menghanguskan manusia dengan api. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 16:9  Dan manusia dihanguskan oleh panas api yang dahsyat, dan mereka menghujat nama Allah yang berkuasa atas malapetaka-malapetaka itu dan mereka tidak bertobat untuk memuliakan Dia. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 16:10  Dan malaikat yang kelima menumpahkan cawannya ke atas takhta binatang itu dan kerajaannya menjadi gelap, dan mereka menggigit lidah mereka karena kesakitan, 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 16:11  dan mereka menghujat Allah yang di sorga karena kesakitan dan karena bisul mereka, tetapi mereka tidak bertobat dari perbuatan-perbuatan mereka. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 16:12  Dan malaikat yang keenam menumpahkan cawannya ke atas sungai yang besar, sungai Efrat, lalu keringlah airnya, supaya siaplah jalan bagi raja-raja yang datang dari sebelah timur. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 16:13  Dan aku melihat dari mulut naga dan dari mulut binatang dan dari mulut nabi palsu itu keluar tiga roh najis yang menyerupai katak. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 16:14  Itulah roh-roh setan yang mengadakan perbuatan-perbuatan ajaib, dan mereka pergi mendapatkan raja-raja di seluruh dunia, untuk mengumpulkan mereka guna peperangan pada hari besar, yaitu hari Allah Yang Mahakuasa. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 16:15  "Lihatlah, Aku datang seperti pencuri. Berbahagialah dia, yang berjaga-jaga dan yang memperhatikan pakaiannya, supaya ia jangan berjalan dengan telanjang dan jangan kelihatan kemaluannya." 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 16:16  Lalu ia mengumpulkan mereka di tempat, yang dalam bahasa Ibrani disebut Harmagedon. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 16:17  Dan malaikat yang ketujuh menumpahkan cawannya ke angkasa. Dan dari dalam Bait Suci kedengaranlah suara yang nyaring dari takhta itu, katanya: "Sudah terlaksana." 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 16:18  Maka memancarlah kilat dan menderulah bunyi guruh, dan terjadilah gempa bumi yang dahsyat seperti belum pernah terjadi sejak manusia ada di atas bumi. Begitu hebatnya gempa bumi itu. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 16:19  Lalu terbelahlah kota besar itu menjadi tiga bagian dan runtuhlah kota-kota bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Maka teringatlah Allah akan Babel yang besar itu untuk memberikan kepadanya cawan yang penuh dengan anggur kegeraman murka-Nya. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 16:20  Dan semua pulau hilang lenyap, dan tidak ditemukan lagi gunung-gunung. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 16:21  Dan hujan es besar, seberat seratus pon, jatuh dari langit menimpa manusia, dan manusia menghujat Allah karena malapetaka hujan es itu, sebab malapetaka itu sangat dahsyat. &lt;/span&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h3 style="background-color: silver;"&gt;
&lt;a name="tafsiran-wycliffe"&gt;Tafsiran Wycliffe&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;Tujuh Cawan Penghukuman (14:1-16:21).&lt;/b&gt;
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Sebagaimana penghukuman yang terjadi dengan dibukanya tujuh meterai dan peniupan tujuh sangkakala didahului oleh pasal-pasal pendahuluan, demikian pula halnya dengan rangkaian terakhir dari penghukuman.&lt;/blockquote&gt;
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
16:1-3. Kini kita siap untuk memperhatikan ketujuh cawan murka Allah. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Yang pertama, mirip dengan tulah keenam atas Mesir, membuat orang-orang yang memiliki tanda binatang menderita karena &lt;i&gt;bisul yang jahat dan yang berbahaya&lt;/i&gt;, yang tidak dijelaskan secara terinci. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Ketika cawan kedua dicurahkan  ke atas laut, &lt;i&gt;maka airnya menjadi darah, seperti darah orang mati&lt;/i&gt;, dan semua kehidupan di dalamnya pun mati (ay 3, bandingkan dengan tulah pertama atas Mesir).
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Weidner mengarahkan perhatian kita kepada kesamaan dan perbedaan antara malapetaka ini dengan yang terjadi pada peniupan sangkakala kedua (8:8-9): "Penghakiman Allah menjadi makin mengerikan seiring dengan meningkatnya kefasikan dan kesudahan mendekat."  
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  4-11. Cawan murka yang ketiga juga mempengaruhi sungai dan mata air, membawa tanggapan dari &lt;i&gt;malaikat yang berkuasa atas air&lt;/i&gt; mengakui keadilan dan kekudusan Allah, dan pembenaran atas berbagai manifestasi yang demikian mengerikan dari penghukuman ilahi (ay. 5-6). 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Cawan keempat, yang melibatkan matahari, dalam hal tertentu meningkatkan panas yang diperoleh bumi dari matahari, sehingga manusia terbakar olehnya, dan akibatnya mereka menghujat Allah (ay. 8-9). 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Cawan murka Allah yang kelima mirip dengan penghukuman saat sangkakala keempat ditiup dan tulah kesembilan atas Mesir, yaitu terjadi kegelapan, hanya di sini yang digelapkan adalah kerajaan binatang itu (ay. 10-11). 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Allah sekarang mulai menyerang takhta musuh besar-Nya yang merupakan penyebab utama kesesatan manusia, kejahatan mengerikan mereka dan kebencian mereka kepada Allah.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
12-16. Di dalam penuangan cawan keenam di atas sungai Efrat, pada dasarnya Yohanes menyaksikan raja-raja yang datang dari sebelah Timur yang berbaris karena, katakanlah, digiring oleh kekuatan jahat menuju ke &lt;i&gt;Harmagedon&lt;/i&gt; (ay. 16) untuk peperangan pada hari besar, yaitu Hari Allah Yang Mahakuasa (ay. 14). 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Inilah satu-satunya penyebutan &lt;i&gt;Harmagedon&lt;/i&gt; di dalam Kitab Wahyu. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Peperangan itu sendiri dilukiskan pada bagian akhir pasal 19. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Moorehead menulis, bahkan sebelum Perang Dunia I dan kebangkitan Asia di zaman modern: 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  "Pasukan Asia yang banyak sekali akan ikut terlibat di dalam pertempuran yang menentukan dan sangat hebat pada hari Allah itu." 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Timur Jauh berpengaruh besar bagi peradaban Barat baru dalam abad terakhir ini, dan hal serupa berlaku bagi Timur Dekat sejak akhir Perang Salib. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Betapa besar bedanya antara Tiongkok yang kuat saat ini, dalam rezimnya yang komunis dan ateis, dengan negara yang kita kenal relatif lemah pada awal abad ini. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Pengeringan sungai Efrat (ay. 12) memberikan kesempatan kepada pasukan-pasukan dari Timur untuk bergabung, mungkin bersifat sebagai perlambang mungkin juga tidak, tetapi pastilah tidak mungkin mengacu kepada kelemahan kerajaan Ottoman, dan juga ini bukan sungai Missisipi sebagaimana ditafsirkan kalangan tertentu.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Hengstenberg dengan tepat mengemukakan:
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  "Sungai Efrat disebutkan di sini hanya berkenan dengan kedudukannya yang menghambat bergeraknya pasukan tidak bertuhan di dunia memasuki Tanah Suci." 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Raja-raja ini bukan orang Yahudi yang menuju ke Palestina untuk memperoleh berkat, melainkan raja-raja kafir yang pergi ke Megido untuk berperang. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Nas ini mencakup pernyataan yang tergolong paling mengerikan dalam Alkitab, yakni bahwa tiga roh najis (ay. 13), yaitu roh setan yang mengadakan mukjizat, pergi mendapatkan raja-raja di seluruh dunia untuk mengumpulkan mereka guna peperangan (ay. 14). 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Hal ini tidak mungkin memiliki arti yang lain, selain bahwa pada akhir zaman, para pemimpin bumi akan kerasukan setan. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Dan kita nyaris dipaksa untuk percaya oleh rangkaian peristiwa sepanjang empat puluh tahun terakhir ini, bahwa beberapa orang pemimpin di dunia sudah kerasukan setan.  
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
17-21. Walaupun meterai yang ketujuh tidak langsung dibuka sesudah pembukaan meterai yang keenam, dan peniupan sangkakala yang ketujuh ditunda untuk sementara, di dalam pasal ini penumpahan cawan ketujuh langsung dilaksanakan sesudah cawan yang keenam ditumpahkan.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Saat ini murka Allah diarahkan ke angkasa, dan pernyataan tentang penghukuman ini diikuti oleh seperti halnya semua penghukuman lain sebelumnya, memancarlah kilat dan menderulah bunyi guruh, dan terjadilah gempa bumi yang dahsyat (ay. 18-19).
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Saya berpikir, bahwa &lt;i&gt;angkasa&lt;/i&gt; yang dimaksudkan di sini adalah sama dengan frasa yang dipakai Paulus mengenai "penguasa kerajaan angkasa" (Ef. 2:2). 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  (Untuk pembahasan selanjutnya mengenai hal ini lihat buku saya, This Atomic Age and the Word of God, hlm. 222-248). 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Kekacauan di angkasa ini akan berpuncak dengan jatuhnya batu-batu es yang besar dari langit (16:21), yang masing-masing berbobot 28.500 kg atau 48.000 kg, dan manusia kembali menghujat Allah. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt; 
  Pernyataan bahwa pada saat ini &lt;i&gt;runtuhlah kota-kota bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah&lt;/i&gt; (ay. 19), mungkin merupakan acuan kepada Mik. 5:10-15. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Di dalam ayat ini disebut juga dua kota yang lain, yaitu &lt;i&gt;Babel&lt;/i&gt; dan kota besar.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Menurut Milligan, Simcox, Weidner, dan lain-lain &lt;i&gt;kota besar&lt;/i&gt; ini ialah Yerusalem.
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Beberapa penafsir menyatakan, bahwa tiga rangkaian tujuh penghukuman berturut-turut ini merupakan pengulangan peristiwa yang sama. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Maksudnya, sangkakala mengulas kembali apa yang terjadi ketika meterai dibuka, namun dengan intensitas yang ditingkatkan, dan cawan-cawan ini mengulas peristiwa yang sama dengan meningkatkan pula intensitasnya. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Saya tidak bisa menerima pandangan ini.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Alasannya, urutan dari masing-masing rangkaian tidak sama, dan hal ini saja tampaknya menjadikan pandangan mereka mengenai pengulangan itu tidak dapat diterima.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Di halaman 1130, saya mengemukakan urutan dari rangkaian penghukuman dengan memakai penghukuman cawan sebagai penuntun. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Yang terdapat di bawah garis untuk sangkakala dan meterai adalah kejadian-kejadian yang tidak muncul di dalam penghukuman cawan. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Tidak ada usaha untuk menyusun peristiwa-peristiwa di bawah garis secara kronologis, atau bahkan untuk menyejajarkan peristiwa meterai dengan sangkakala.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Peristiwa-peristiwa itu justru ditempatkan berhadapan untuk menghemat tempat.  
    &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;blockquote&gt;Sumber ayat Alkitab / tafsiran: &lt;a href="https://www.e-sword.net/index.html" target="_blank"&gt;Software e-sword&lt;/a&gt; dan &lt;a href="https://alkitab.sabda.org/" target="_blank"&gt;Alkitab.sabda.org&lt;/a&gt;.&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;</description></item><item><title>Wahyu 15:5-8: Tujuh Malaikat Dengan Tujuh Cawan Murka Allah</title><link>https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/04/tujuh-malaikat-dengan-tujuh-cawan-murka.html</link><category>Wahyu</category><author>noreply@blogger.com (Hang)</author><pubDate>Tue, 27 Apr 2021 09:30:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3600150885805560242.post-8904639803313949769</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;
&lt;b&gt;Klik:&lt;/b&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="#ayat-alkitab"&gt;Ayat Alkitab&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="#tafsiran-wycliffe"&gt;Tafsiran&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h2 style="background-color: gold;"&gt;
&lt;a name="ayat-alkitab"&gt;Revelation / Wahyu 15:5-8&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Rev 15:5  Kemudian dari pada itu aku melihat orang membuka Bait Suci--kemah kesaksian--di sorga. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Rev 15:6  Dan ketujuh malaikat dengan ketujuh malapetaka itu, keluar dari Bait Suci, berpakaian lenan yang putih bersih dan berkilau-kilauan dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 15:7  Dan satu dari keempat makhluk itu memberikan kepada ketujuh malaikat itu tujuh cawan dari emas yang penuh berisi murka Allah, yaitu Allah yang hidup sampai selama-lamanya. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Rev 15:8  Dan Bait Suci itu dipenuhi asap karena kemuliaan Allah dan karena kuasa-Nya, dan seorangpun tidak dapat memasuki Bait Suci itu, sebelum berakhir ketujuh malapetaka dari ketujuh malaikat itu. &lt;/span&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h3 style="background-color: silver;"&gt;
&lt;a name="tafsiran-wycliffe"&gt;Tafsiran Wycliffe&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;Tujuh Cawan Penghukuman (14:1-16:21).&lt;/b&gt;
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Sebagaimana penghukuman yang terjadi dengan dibukanya tujuh meterai dan peniupan tujuh sangkakala didahului oleh pasal-pasal pendahuluan, demikian pula halnya dengan rangkaian terakhir dari penghukuman.&lt;/blockquote&gt;
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  5-8. Yohanes mengatakan, bahwa dia melihat &lt;i&gt;Bait Suci--kemah kesaksian--di sorga&lt;/i&gt; (ay. 5). 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Di sini, kata &lt;b&gt;Bait Suci&lt;/b&gt; dipakai untuk terakhir kalinya dalam Kitab ini (bdg. 11:19). 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Dari dalam tempat yang paling kudus ini keluarlah tujuh malaikat dengan tujuh malapetaka yang kini akan dicurahkan ke bumi, &lt;i&gt;cawan dari emas yang penuh berisi murka Allah&lt;/i&gt; (ay. 7). 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Sesaat sebelum rangkaian penghukuman ini dilaksanakan, dikatakan bahwa &lt;i&gt;Bait Suci itu dipenuhi asap karena kemuliaan Allah dan karena kuasa-Nya&lt;/i&gt; (ay. 8), yang mengingatkan kita pada ketidakmungkinan menghampiri Allah di Sinai (Kel. 19:21), dan di dalam penglihatan Yesaya 6:4-5. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Penafsir besar abad lalu, John Albert Bengel, mengatakan mengenai nas ini:
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  "Ketika Allah mencurahkan murka-Nya, adalah pantas bahwa orang-orang yang hubungannya baik dengan Dia pun menjauhkan diri untuk sesaat, mundur dalam sikap amat menghormat, hingga langit cerah kembali" (Introduction to the Exposition of the Apocalypse, in loco).
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;blockquote&gt;Sumber ayat Alkitab / tafsiran: &lt;a href="https://www.e-sword.net/index.html" target="_blank"&gt;Software e-sword&lt;/a&gt; dan &lt;a href="https://alkitab.sabda.org/" target="_blank"&gt;Alkitab.sabda.org&lt;/a&gt;.&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;</description></item><item><title>Wahyu 15:1-4: Nyanyian Mereka Yang Menang</title><link>https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/04/nyanyian-mereka-yang-menang.html</link><category>Wahyu</category><author>noreply@blogger.com (Hang)</author><pubDate>Mon, 26 Apr 2021 16:18:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3600150885805560242.post-3517650318855591171</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;
&lt;b&gt;Klik:&lt;/b&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="#ayat-alkitab"&gt;Ayat Alkitab&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="#tafsiran-wycliffe"&gt;Tafsiran&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h2 style="background-color: gold;"&gt;
&lt;a name="ayat-alkitab"&gt;Revelation / Wahyu 15:1-4&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Rev 15:1  Dan aku melihat suatu tanda lain di langit, besar dan ajaib: tujuh malaikat dengan tujuh malapetaka terakhir, karena dengan itu berakhirlah murka Allah. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  
Rev 15:2  Dan aku melihat sesuatu bagaikan lautan kaca bercampur api, dan di tepi lautan kaca itu berdiri orang-orang yang telah mengalahkan binatang itu dan patungnya dan bilangan namanya. Pada mereka ada kecapi Allah. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 15:3  Dan mereka menyanyikan nyanyian Musa, hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba, bunyinya: "Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa! 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 15:4  Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan, dan yang tidak memuliakan nama-Mu? Sebab Engkau saja yang kudus; karena semua bangsa akan datang dan sujud menyembah Engkau, sebab telah nyata kebenaran segala penghakiman-Mu." &lt;/span&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h3 style="background-color: silver;"&gt;
&lt;a name="tafsiran-wycliffe"&gt;Tafsiran Wycliffe&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;Tujuh Cawan Penghukuman (14:1-16:21).&lt;/b&gt;
    &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Sebagaimana penghukuman yang terjadi dengan dibukanya tujuh meterai dan peniupan tujuh sangkakala didahului oleh pasal-pasal pendahuluan, demikian pula halnya dengan rangkaian terakhir dari penghukuman.&lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  15:1-4. Pasal 15 masih membahas hal-hal yang bersifat antisipatif dan pemandangan yang terjadi di surga. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Bagian ini menyajikan salah satu kidung terbesar dari Kitab ini, kidung mana saat ini dinyanyikan, tampaknya, oleh mereka yang mengalahkan kekuatan-kekuatan jahat pada hari-hari terakhir, yaitu mereka yang &lt;i&gt;telah mengalahkan binatang itu dan patungnya dan bilangan namanya&lt;/i&gt; (ay. 2). 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Nyanyian ini dinamakan &lt;i&gt;nyanyian Musa, hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba&lt;/i&gt; (ay. 3).
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Mengenai nyanyian Musa lihat Kel. 14:31; 15; Bil. 12:7; Ul. 32. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  "Nyanyian Musa yang merayakan kelepasan dari Mesir kini dibaharui dan ditutup dengan sempurna pada saat umat Allah akhirnya dibebaskan oleh Anak Domba" (Lee). 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Nyanyian ini diambil dari nyanyian Musa di Keluaran, Mazmur (86:9; 111:2; 145:17), dan dari Yesaya (2:2-4; 66:23, dan seterusnya).
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;blockquote&gt;Sumber ayat Alkitab / tafsiran: &lt;a href="https://www.e-sword.net/index.html" target="_blank"&gt;Software e-sword&lt;/a&gt; dan &lt;a href="https://alkitab.sabda.org/" target="_blank"&gt;Alkitab.sabda.org&lt;/a&gt;.&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;</description></item><item><title>Wahyu 14:14-20: Tuaian Di Bumi</title><link>https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/04/tuaian-di-bumi.html</link><category>Wahyu</category><author>noreply@blogger.com (Hang)</author><pubDate>Mon, 26 Apr 2021 15:29:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3600150885805560242.post-4460984406695500548</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;
&lt;b&gt;Klik:&lt;/b&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="#ayat-alkitab"&gt;Ayat Alkitab&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="#tafsiran-wycliffe"&gt;Tafsiran&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h2 style="background-color: gold;"&gt;
&lt;a name="ayat-alkitab"&gt;Revelation / Wahyu 14:14-20&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Rev 14:14  Dan aku melihat: sesungguhnya, ada suatu awan putih, dan di atas awan itu duduk seorang seperti Anak Manusia dengan sebuah mahkota emas di atas kepala-Nya dan sebilah sabit tajam di tangan-Nya. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Rev 14:15  Maka keluarlah seorang malaikat lain dari Bait Suci; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada Dia yang duduk di atas awan itu: "Ayunkanlah sabit-Mu itu dan tuailah, karena sudah tiba saatnya untuk menuai; sebab tuaian di bumi sudah masak." 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 14:16  Dan Ia, yang duduk di atas awan itu, mengayunkan sabit-Nya ke atas bumi, dan bumipun dituailah. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 14:17  Dan seorang malaikat lain keluar dari Bait Suci yang di sorga; juga padanya ada sebilah sabit tajam. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 14:18  Dan seorang malaikat lain datang dari mezbah; ia berkuasa atas api dan ia berseru dengan suara nyaring kepada malaikat yang memegang sabit tajam itu, katanya: "Ayunkanlah sabitmu yang tajam itu dan potonglah buah-buah pohon anggur di bumi, karena buahnya sudah masak." 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 14:19  Lalu malaikat itu mengayunkan sabitnya ke atas bumi, dan memotong buah pohon anggur di bumi dan melemparkannya ke dalam kilangan besar, yaitu murka Allah. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 14:20  Dan buah-buah anggur itu dikilang di luar kota dan dari kilangan itu mengalir darah, tingginya sampai ke kekang kuda dan jauhnya dua ratus mil.&lt;/span&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h3 style="background-color: silver;"&gt;
&lt;a name="tafsiran-wycliffe"&gt;Tafsiran Wycliffe&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;Tujuh Cawan Penghukuman (14:1-16:21).&lt;/b&gt;
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Sebagaimana penghukuman yang terjadi dengan dibukanya tujuh meterai dan peniupan tujuh sangkakala didahului oleh pasal-pasal pendahuluan, demikian pula halnya dengan rangkaian terakhir dari penghukuman.&lt;/blockquote&gt;
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
14-20. Pasal ini ditutup dengan dua pemandangan yang hanya terjadi pada akhir zaman saja.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Yang pertama (ay. 14-16) menunjukkan adanya tuaian, tuaian jiwa, dan tampaknya ada pengumpulan orang-orang yang sudah ditebus yang disebutkan oleh Tuhan kita dalam Matius 13:30, 39 dan 24:30-31. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Terdapat sedikit perbedaan pendapat mengenai kedua pemandangan ini, tetapi bagi saya rupanya pemandangan kedua, yang bukan pemandangan tentang penuaian melainkan tentang hasil panen buah anggur pasti melukiskan pengumpulan orang tidak percaya dan orang fasik di bumi. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Paragraf-paragraf ini bersifat antisipatif. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Govett merangkum nas ini dengan tepat dengan mengatakan: "Benih Perempuan menyediakan tuaian, sedangkan benih Naga menyediakan pengumpulan." Lihat juga Yoel 3:13.    
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;blockquote&gt;Sumber ayat Alkitab / tafsiran: &lt;a href="https://www.e-sword.net/index.html" target="_blank"&gt;Software e-sword&lt;/a&gt; dan &lt;a href="https://alkitab.sabda.org/" target="_blank"&gt;Alkitab.sabda.org&lt;/a&gt;.&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;</description></item><item><title>Wahyu 14:6-13: Pemberitahuan Tentang Penghakiman</title><link>https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/04/pemberitahuan-tentang-penghakiman.html</link><category>Wahyu</category><author>noreply@blogger.com (Hang)</author><pubDate>Sun, 25 Apr 2021 16:02:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3600150885805560242.post-4693190357200888440</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;
&lt;b&gt;Klik:&lt;/b&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="#ayat-alkitab"&gt;Ayat Alkitab&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="#tafsiran-wycliffe"&gt;Tafsiran&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h2 style="background-color: gold;"&gt;
&lt;a name="ayat-alkitab"&gt;Revelation / Wahyu 14:6-13&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Rev 14:6  Dan aku melihat seorang malaikat lain terbang di tengah-tengah langit dan padanya ada Injil yang kekal untuk diberitakannya kepada mereka yang diam di atas bumi dan kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan kaum, 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 14:7  dan ia berseru dengan suara nyaring: "Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakiman-Nya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air." 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 14:8  Dan seorang malaikat lain, malaikat kedua, menyusul dia dan berkata: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, yang telah memabukkan segala bangsa dengan anggur hawa nafsu cabulnya." 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 14:9  Dan seorang malaikat lain, malaikat ketiga, menyusul mereka, dan berkata dengan suara nyaring: "Jikalau seorang menyembah binatang dan patungnya itu, dan menerima tanda pada dahinya atau pada tangannya, 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 14:10  maka ia akan minum dari anggur murka Allah, yang disediakan tanpa campuran dalam cawan murka-Nya; dan ia akan disiksa dengan api dan belerang di depan mata malaikat-malaikat kudus dan di depan mata Anak Domba. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 14:11  Maka asap api yang menyiksa mereka itu naik ke atas sampai selama-lamanya, dan siang malam mereka tidak henti-hentinya disiksa, yaitu mereka yang menyembah binatang serta patungnya itu, dan barangsiapa yang telah menerima tanda namanya." 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 14:12  Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 14:13  Dan aku mendengar suara dari sorga berkata: Tuliskan: "Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini." "Sungguh," kata Roh, "supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka."
&lt;/span&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h3 style="background-color: silver;"&gt;
&lt;a name="tafsiran-wycliffe"&gt;Tafsiran Wycliffe&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;Tujuh Cawan Penghukuman (14:1-16:21).&lt;/b&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Sebagaimana penghukuman yang terjadi dengan dibukanya tujuh meterai dan peniupan tujuh sangkakala didahului oleh pasal-pasal pendahuluan, demikian pula halnya dengan rangkaian terakhir dari penghukuman.&lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  6-7. Kita kini menghadapi tiga pesan berturut-turut dari tiga malaikat yang berbeda. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Yang pertama memiliki &lt;i&gt;Injil yang kekal&lt;/i&gt;, yang diberitakan kepada setiap orang di bumi, dan berisi imbauan berikut: "&lt;i&gt;Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakiman-Nya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air.&lt;/i&gt;" 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Saya sepenuhnya setuju dengan Swete, bahwa pemberitaan ini "tidak mengandung acuan kepada pengharapan Kristen, dasar dari imbauan itu adalah teisme murni. Imbauannya itu adalah kepada nurani orang-orang kafir yang tidak berpendidikan, yang masih tidak mampu memahami cara berpikir yang lain." 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Di sini tidak ada petunjuk, bahwa pesan tersebut diterima, atau jika diterima, bahwa ada yang ditebus.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  8-13. Malaikat yang kedua memberitakan keruntuhan Babel yang dilukiskan dengan terinci pada pasal 17 dan 18. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Malaikat ketiga memberitakan penghakiman atas semua orang yang pernah menyembah binatang dan patungnya, dengan pernyataan antisipatif mengenai hukuman abadi atas mereka yang memakai tanda binatang. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Satu abad yang lalu, golongan Advent Hari Ketujuh menganggap ayat-ayat ini tergenapi di dalam keyakinan mereka mengenai Gereja. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Mereka menganggap gerakan Miller dahulu sebagai peringatan kepada Gereja, bahwa mereka (Gereja) adalah Babel. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Oleh karena itu, orang-orang percaya hendaknya keluar dari keKristenan yang terorganisasi -- dan pesan malaikat ketiga akan segera terjadi. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Penganut Advent bersikukuh, bahwa ayat ini merupakan sebuah janji, bahwa pada hari-hari terakhir orang-orang yang diperkenan Allah hanyalah mereka yang &lt;i&gt;menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus&lt;/i&gt; (ay. 12), dan bahwa ini merupakan "panggilan agar manusia menghormati hari Sabat Allah, yaitu sabat hari ketujuh dalam Dasa Titah" (Francis D. Nichol. The Midnight Cry, hlm. 462).
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Mengapa mereka mengkhususkan perintah mengenai hari ketujuh yang sama sekali tidak disebutkan di sini? dan mengapa mereka mengabaikan sembilan perintah lainnya? saya tidak tahu.
    &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;blockquote&gt;Sumber ayat Alkitab / tafsiran: &lt;a href="https://www.e-sword.net/index.html" target="_blank"&gt;Software e-sword&lt;/a&gt; dan &lt;a href="https://alkitab.sabda.org/" target="_blank"&gt;Alkitab.sabda.org&lt;/a&gt;.&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;</description></item><item><title>Wahyu 14:1-5: Anak Domba dan Pengikut-Nya yang Ditebus-Nya</title><link>https://perikopalkitab.blogspot.com/2021/04/anak-domba-dan-pengikut-nya-yang.html</link><category>Wahyu</category><author>noreply@blogger.com (Hang)</author><pubDate>Sun, 25 Apr 2021 09:30:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3600150885805560242.post-4138404813278041549</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;
&lt;b&gt;Klik:&lt;/b&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="#ayat-alkitab"&gt;Ayat Alkitab&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="#tafsiran-wycliffe"&gt;Tafsiran&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h2 style="background-color: gold;"&gt;
&lt;a name="ayat-alkitab"&gt;Revelation / Wahyu 14:1-5&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Rev 14:1  Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 14:2  Dan aku mendengar suatu suara dari langit bagaikan desau air bah dan bagaikan deru guruh yang dahsyat. Dan suara yang kudengar itu seperti bunyi pemain-pemain kecapi yang memetik kecapinya. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 14:3  Mereka menyanyikan suatu nyanyian baru di hadapan takhta dan di depan keempat makhluk dan tua-tua itu, dan tidak seorangpun yang dapat mempelajari nyanyian itu selain dari pada seratus empat puluh empat ribu orang yang telah ditebus dari bumi itu. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 14:4  Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu. 
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Rev 14:5  Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela. &lt;/span&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h3 style="background-color: silver;"&gt;
&lt;a name="tafsiran-wycliffe"&gt;Tafsiran Wycliffe&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;b&gt;Tujuh Cawan Penghukuman (14:1-16:21).&lt;/b&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Sebagaimana penghukuman yang terjadi dengan dibukanya tujuh meterai dan peniupan tujuh sangkakala didahului oleh pasal-pasal pendahuluan, demikian pula halnya dengan rangkaian terakhir dari penghukuman.
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  14:1-5. Pasal ini dibuka dengan pemandangan yang terjadi di &lt;i&gt;bukit Sion&lt;/i&gt;, yang tidak diragukan lagi melambangkan surga -- satu-satunya acuan kepada Sion yang ada di dalam Kitab Wahyu ini. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Kita diperkenalkan dengan kelompok besar yang terdiri atas 144 ribu orang dengan ciri-ciri tersendiri yang menunjukkan, bahwa mereka memiliki pengabdian yang luar biasa: 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  (1) Di dahi mereka tertera Nama Anak Domba dan Nama Allah Bapa - yang akan dialami oleh semua orang tertebus sepanjang kekekalan (22:4). 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  (2) Hanya mereka yang mampu memahami nyanyian baru yang dinyanyikan di hadapan takhta oleh para pemain kecapi.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  (3) Mereka tidak tercemar oleh perempuan, sebab mereka sama seperti perawan -- suatu pernyataan yang akan kita bahas lagi kemudian.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  (4) Mereka mengikuti Anak Domba ke mana pun Dia pergi.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  (5) Mereka merupakan buah sulung bagi Allah.
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  (6) Mereka tanpa noda. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Tidak diragukan lagi, bahwa mereka adalah kelompok pilihan, yakni orang kudus Allah, yang tentang mereka tidak pernah disebutkan lagi.
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Satu-satunya hal yang benar-benar merupakan masalah di sini terdapat dalam ayat 4. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Banyak penafsir beranggapan, bahwa ayat ini harus ditafsirkan secara harfiah, seperti Govett yang memanfaatkan lima halaman untuk membahas ayat ini. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Tidak pernah Alkitab menyebutkan keperawanan, atau hidup membujang sebagai sinonim dari kesucian, atau sebagai hal yang membuat orang cocok terutama untuk melayani Tuhan. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Keluarga merupakan lembaga ilahi sejak awal Alkitab. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Oleh karena itu, saya kira ayat ini pasti mempunyai arti simbolis sama dengan pemakaian istilah-istilah ini oleh Paulus dalam II Korintus 11:2-3. 
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  Pernikahan tidak membuat orang najis (Ibr. 13:4).
  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;blockquote&gt;Sumber ayat Alkitab / tafsiran: &lt;a href="https://www.e-sword.net/index.html" target="_blank"&gt;Software e-sword&lt;/a&gt; dan &lt;a href="https://alkitab.sabda.org/" target="_blank"&gt;Alkitab.sabda.org&lt;/a&gt;.&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;</description></item></channel></rss>