<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Perjalanan Nafs (mencapai Jiwa yang tenang)</title><description>"Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya." (Al-Fajr: 27-28)&#13;
</description><managingEditor>noreply@blogger.com (PengembaraJiwa)</managingEditor><pubDate>Thu, 19 Dec 2024 10:32:45 +0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">524</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://muhammadraydi.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:summary>"Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya." (Al-Fajr: 27-28) </itunes:summary><itunes:subtitle>"Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya." (Al-Fajr: 27-28) </itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>FANA DI DALAM KENYATAAN</title><link>http://muhammadraydi.blogspot.com/2017/09/fana-di-dalam-kenyataan.html</link><author>noreply@blogger.com (PengembaraJiwa)</author><pubDate>Mon, 11 Sep 2017 14:59:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-44980545869163860.post-941502855594997972</guid><description>T&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;b&gt;Fana dalam cahaya, Dan lebur dalam api&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
^Inilah yang bernama ALLAH yang sebenarnya^&lt;br /&gt;
ALIF-kenyataan HAYATULLAH DZAT&lt;br /&gt;
KAF-- kenyataan ALIMULLAH&lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
BA -- Kenyataan KUDRATULLAH&lt;br /&gt;
RO --Kenyataan IBADATULLAH&lt;br /&gt;
^Inilah KeMaha Besaran TUHAN ALLAH AZZAWAZALLA^&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kalau kita simpunkan menjadi satu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1) ALLAH : Adalah Nama bagi DZAT yang WAJIBAL WUJUD&lt;br /&gt;
AKBAR : Adalah Nama bagi SIFAT HAYATULLAH DZAT&lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
2) ALLAH : Nama bagi BATHIN, ALLAH TA'ALA&lt;br /&gt;
AKBAR : Nama bagi ZOHIR&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jadi yang sebenar-benarnya Takbir itu adalah  :&lt;br /&gt;
Menunjukkan keadaan ALLAH pada MUHAMMAD&lt;br /&gt;
ARTINYA : &lt;br /&gt;
ZOHIR TUHAN ada pada MUHAMMAD dan BATHIN MUHAMMAD ada di TUHAN&lt;br /&gt;
Ber'arti: Yang Menyembah juga yang disembah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka yang berlaku dalam keadaan Sembahyang itu, adalah rahasia Allah semata - mata&lt;br /&gt;
DALILNYA :&lt;br /&gt;
LAYA' BUDULLAH ILLALLAH&lt;br /&gt;
ARTINYA : TIADA YANG MENYEMBAH ALLAH, HANYA ALLAH&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Naiknya Nafas    -- SIFAT&lt;br /&gt;
Turunnya Nafas -- DZAT&lt;br /&gt;
Hilangnya Nafas -- ASMA&lt;br /&gt;
Naiknya Nafas,   -- BUKAN HURUF&lt;br /&gt;
Turunnya Nafas - Bukan suara Ataupun dengung&lt;br /&gt;
Lenyapnya Nafas -Turunnya Nafas Naiknya Nafas - Bersatunya Nafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
A I U = Aku ini hidup&lt;br /&gt;
LA HURUFIN WALA SAUTIN.&lt;br /&gt;
"Tiada huruf Tiada suara Tiada kata-kata".&lt;br /&gt;
KUDRAT,ILMU,IRADAT,HAYAT,SAMA,KALAM,SHIFAT 7,BASAR,&lt;br /&gt;
INSAN &lt;br /&gt;
IMAN,RAHASIA ISLAM,NYATA &lt;br /&gt;
TAUHID&lt;br /&gt;
HATI MA'RIFAT, DZAT ,TUBUH MA'RIFAT.&lt;br /&gt;
AF'AL&lt;br /&gt;
SIFAT&lt;br /&gt;
ASMA&lt;br /&gt;
LAISA&lt;br /&gt;
TA'ALA SANI TA'AIN AWAL LA TA'AIN&lt;br /&gt;
ROH IDHOFI UJUD IDHOFI ALLAH&lt;br /&gt;
RAHASIA SIR DZAT, ROH ROH&lt;br /&gt;
NYAWA&lt;br /&gt;
PENGRASA PENGLIHAT PENDENGAR PENCIUM&lt;br /&gt;
KAKI PUSAT DADA KEPALA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maghrib Ashar Zuhur Subuh&lt;br /&gt;
ISYA : meliputi seluruhnya ataupun dengan kata lain zahir bathin&lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
-NYAWA ADAM-&lt;br /&gt;
SYARIAT : Tubuh&lt;br /&gt;
TAREQAT : Hati&lt;br /&gt;
HAKEKAT : Ruh&lt;br /&gt;
MA'RIFAT : Rahasia Nyawa MUHAMMAD FANA MUHAMMAD&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-PADA ALLAH-&lt;br /&gt;
NUR MUHAMMAD = NUR ALLAH&lt;br /&gt;
HA dan ALLAH&lt;br /&gt;
"WAL AWAL WAL AKHIR"&lt;br /&gt;
: Inilah Zikir MA'RIFAT atau Rahasia (Sempurna) Kenal dan Mengenal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-HA ALIF-&lt;br /&gt;
Tidak berhuruf Tidak bersuara dan Tidak ada kata-kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
AKU ADALAH AKU DALAM SEGALA HAL&lt;br /&gt;
Tidak akan diucapkan kalimat AKU : melainkan oleh orang yang berkawan dengan kelengahan dan oleh setiap orang yang terhijab oleh hakikat. Tidaklah semuanya benar bagi orang yang ber-AKU-AKU. Engkau berani mengatakan AKU ; sedang engkau masih terhijab/terdidinding dari padaku. Pesona dunia ini masih mencekam dirinya (dirimu), masing-masing akan menyambar dirimu dengan seruan kepad dzat dirimu, engkau saja masih didalam kegaiban yang kelam daripadaku. Maka apabila engkau telah melihat AKU; dan akupun telah bernyata dihadapanmu, maka tetapkanlah keteguhanmu, maka tiada Aku lagi, melainkan aku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Telah kuciptakan atau kuadakan untukmu dan untuk sesuatu menjadi tujuan ;&lt;br /&gt;
antara lain tujuan itu ialah ; &lt;br /&gt;
"Cintamu kepada Dirimu sendiri".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah tetesan waham atau kalimat yang engkau warisi. &lt;br /&gt;
Kata-kata Aku adalah egomu sendiri ; Aku berlepas diri dari anggapan yang demikian. &lt;br /&gt;
Dan tidak lain DZAT itu, melainkan kepunyaanku jua. &lt;br /&gt;
Dan tidak lain AKU itu, kecuali hanya untukmu semata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akulah yang dia itu : dan adapun hakikatmu itu bukanlah pula persoalan. Hanya sesungguhnya engkau berada pada pembagian yang bersifat waham atau dugaan saja (sangka-sangka).&lt;br /&gt;
Hal ini disebabkan karena caramu berfikir dan pencapaianmu pada pendakian jiwa dan persoalan. Engkau dalam setiap saat terbagi kepada : &lt;br /&gt;
"menyaksikan dan disaksikan"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua menjadi satu dalam bentuk perjodohan. &lt;br /&gt;
Jiwa yang mencapai dan persoalan yang dicapai. &lt;br /&gt;
Adapun hakikatnya sendiri tersembunyi jauh dibalik perjodohan itu, meninggi atasnya, jauh dari segala itu semuanya. Sekarang engkau bukan lagi DZAT dan perjodohan; tetapi engkau hanyalah RUH dari RUHKU, tiada nisbah bagimu melainkan padaku. Engkau tidak mengungkapkan hakikat ini, kecuali dikala terangkat daripadamu tirai penutup dan engkau memandangku ketika itulah engkau telah lenyap dari pada dirimu yang berjodohan yang bersifat serba duga/waham (sangka-sangka).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dirimu yang sebenarnya yang bukan DZAT dan bukan pula dari persoalan. Tetapi hanya engkau semurni-murni RUH yang tidak terbagi-bagi atau JAUHAR, meninggi, tidak nisbah melainkan kepadaku. Maka engkau tidak lagi mengulangi mengata AKU.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melainkan engkau mengatakan "ENGKAU TUHANKU"&lt;br /&gt;
Akumu itu adalah rahasiaku jua adanya. &lt;br /&gt;
Sebab telah engkau ketahui, bahwa AKU adalah untukmu semata. &lt;br /&gt;
Dan sekarang engkau adalah hambaku, &lt;br /&gt;
Jika engkau sudah melihatku, maka tiada lagi engkau dan apabila engkau telah tiada, maka tiada lupa ada tuntutan dan apabila tiada tuntutan hilanglah sebab, dan bila sebab telah lenyap tiada lagi nisbah, sampai disini sirnalah hijab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cinta Mutlak, Cinta hakiki tak mau dibelah dua, dia tetap satu, dia rahasia. &lt;br /&gt;
Inilah akidah/pendirian seorang sumber segala akal yang mengatur alam ini, yang terbit daripadany karena semata-mata limpahan dan anugerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Puncak segala akal ialah aqlul faal atau akal pembuat dan dialah yang mengatur bumi dan segala yang ada dalam bentuknya yang tetap. &lt;br /&gt;
Dan dialah masdar atau tempat timbul jiwa insani. &lt;br /&gt;
Oleh karena jiwa-jiwa itu senantiasa ingin hendak kembali kepadanya maka apabila manusia menyediakan dirinya untuk belajar dan menuntut dan merenungi dan tidak puas-puas/ tidak bosan-bosan menyediakan sedalam-dalamnya, niscaya akan beroleh dia akan kebahagiaan yang dimiliki orang lainnya yaitu dengan ma'rifatul kamilat atau pengetahuan yang sempurna. &lt;br /&gt;
Dan hakikat mujaradat atau hakikat semata, sampai tercapai pertemuan dengan al aqlul faal. &lt;br /&gt;
Permulaan dan kesedahan ujud adalah ALLAH. Diatasnya tidak ada apa-apa lagi, walaupun Adam dia jadi sendirinya dan tidak berkehendak kepada penciptanya/pencipta lainnya buat menciptakan dirinya. &lt;br /&gt;
Karena demikian timbullah bertali-tali dan berlingkar-lingkar yang tiada putus-putusnya. &lt;br /&gt;
Kamilat atau segala yang ada, yang lainnya adalah mashor atau kenyataan daripada adanya, daripada ilmunya dan iradatnya. &lt;br /&gt;
Dan daripadanyalah terambil hayat seluruhnya. &lt;br /&gt;
Memang alam itu adalah mendatang atau ardi. Sebab itu yang ada itu hanya satu pada hakikatnya. Bahkan dialah ujud semata, kainat yang Nampak. Jadi fahamnya kembali kepada keesaan ujud jua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beramal bukan ingin surga dan bukan pahala takut akan neraka,Tetapi karena Cinta. &lt;br /&gt;
Dan yang ada dalam diri sendiri.&lt;br /&gt;
Karena itu adalah tumpahan segala cinta. Jadi siapa-siapa yang telah sampai kepada cinta hakiki atau cinta mutlak atau cinta qudus, maka mereka berhak disebut INSAN KAMIL, atau dengan kata lain, MUHAMMAD INSAN KAMIL.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Muhammad insan kamil itu ialah: orang yang berAkhlak dengan akhlak Allah. &lt;br /&gt;
Orang yang bersifat dengan sifat Allah. &lt;br /&gt;
Orang yang berakal dengan akal Allah. &lt;br /&gt;
Orang yang berbuat dengan perbuatan Allah. &lt;br /&gt;
Orang yang berpandangan dengan pandangan Allah.&lt;br /&gt;
Semuanya demi Allah, bukan demi itu dan,ini.&lt;br /&gt;
Orang yang seperti ini pandangannya hanya satu ialah : SEMUA ITU ALLAH DAN ALLAH ITU SEMUANYA.&lt;br /&gt;
Inilah yang HAMBA maksud dengan :&lt;br /&gt;
FANA DALAM CAHAYA DAN LEBUR DALAM API.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description></item><item><title>HAKIKAT PENGENALAN TUHAN</title><link>http://muhammadraydi.blogspot.com/2017/09/hakikat-pengenalan-tuhan.html</link><author>noreply@blogger.com (PengembaraJiwa)</author><pubDate>Mon, 11 Sep 2017 10:33:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-44980545869163860.post-1356973634645342920</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Hakikat Mengenal Tuhan&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ALIF:&lt;sup&gt;DZAT&lt;/sup&gt; = Kuasa&lt;br /&gt;
LAM AWAL:&lt;sup&gt;SIFAT &lt;/sup&gt;= Menerima Kuasa&lt;br /&gt;
LAM AKHIR:&lt;sup&gt;ASMA&lt;/sup&gt; =Menjalankan Kuasa &lt;br /&gt;
HA : &lt;sup&gt;AF'AL&lt;/sup&gt; = Menyatakan Kuasa &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;b&gt;Hakikat lima Nabi pada diri :&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Nabi Adam : JASAD&lt;br /&gt;
2. Nabi Ibrahim : HATI&lt;br /&gt;
3. Nabi Isa : ROH&lt;br /&gt;
4. Nabi Musa : MULUT&lt;br /&gt;
5. Nabi Muhammad : RUPA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;b&gt;IMAM pada diri :&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imam Syafi'i : PERBUATAN&lt;br /&gt;
Imam Hambali : KATA-KATA&lt;br /&gt;
Imam Hanapi : NIAT HATI&lt;br /&gt;
Imam Maliki : TUJUAN &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;b&gt;MALAIKAT pada diri :&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
JIBRIL : Menyampaikan &lt;br /&gt;
MIKA'IL : Menghidupkan &lt;br /&gt;
ISROFIL : Sekali mati 2x hidup ISRA'IL : Tiap-tiap hidup mati &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;b&gt;MARTABAT Diri ada 7 :&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
DIRI ditakluki oleh HATI&lt;br /&gt;
HATI ditakluki oleh JIWA&lt;br /&gt;
JIWA ditakluki oleh RAHASIA&lt;br /&gt;
RAHASIA ditakluki oleh SIFAT&lt;br /&gt;
SIFAT ditakluki oleh ZAT&lt;br /&gt;
ZAT ditakluki oleh ALLAH&lt;br /&gt;
ALLAH ditakluki oleh HAMBA atau DIRI&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;b&gt;TA " 7" dalam Sembahyang :&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdiri betul : KEPALA&lt;br /&gt;
Takbir : MATA&lt;br /&gt;
Sedekap : TELINGA&lt;br /&gt;
Rukuk : MULUT&lt;br /&gt;
Tahyat : BADAN&lt;br /&gt;
Sujud : TANGAN&lt;br /&gt;
Salam : KAKI&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;b&gt;Titian : &lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KASAD : Kata hati &lt;br /&gt;
TAKRAT : Dikatakan &lt;br /&gt;
TAKYIN : Dikerjakan &lt;br /&gt;
IHRAM : Suci Lahir Batin &lt;br /&gt;
TUBADDIL : Berganti kuasa &lt;br /&gt;
MUNAJAD : Berganti kata &lt;br /&gt;
MIKRAJ: Sampai kepada Allah DZAT INSAN : Allah &lt;br /&gt;
MANUSIA : Allah Ta’ala &lt;br /&gt;
MUHAMMAD : Allah Aza wajalla &lt;br /&gt;
ALLAH : Allah Subhanahuwa Ta'ala &lt;br /&gt;
DZAT : Allah Ruhman &lt;br /&gt;
GHAIBUL GUYUB : Allah Rohim &lt;br /&gt;
DZAT HAKIKI : Allah Robbul Alamin &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;b&gt;IMAN dan AMAL :&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
Iman yang diikuti, Amal Tidak diikuti &lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
Iman itu senantiasa, Amal itu bersama-masa &lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
Iman itu wajib, Amal itu Sunnat &lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
Iman tiada beramal tidak merusak, amal merusak &lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
Iman yang diterima, Amal tidak diterima &lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
Iman masuk surga, Amal tidak masuk surga &lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
Iman diberi Pahala, Amal tidak &lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
Iman tiada ditimbang, Amal ditimbang &lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
Iman boleh berpesan, Amal tidak berpesan, Nabi segalanya beriman serta selamat &lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
Iman jika tidak menjadi kafir, Amal tidak, Nabi semuanya beriman dan beramal &lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
Iman tidak mengharap, Amal mengharap&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;b&gt;Isi Sembahyang :&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tiada yang lain hanya Allah YANG, lain daripada Allah salah inilah isinya Sembahyang &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
HAKEKAT SEMBAHYANG ADA TUJUH:&lt;br /&gt;
1. NIAT : Nafsuku&lt;br /&gt;
2. TAKBIR : Nyawaku&lt;br /&gt;
3. FATEHAH : Kepalaku&lt;br /&gt;
4. RUKUK : Tulangku&lt;br /&gt;
5. SUJUD : Dagingku&lt;br /&gt;
6. TAHYAT : Tanganku&lt;br /&gt;
7. SALAM : Kakiku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;b&gt;Keterangan Tauhid :&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
ROBUN ABDU : Allah Hamba&lt;br /&gt;
ABDU ROBUN : Hamba Allah&lt;br /&gt;
ANNA MUKODDIMU : Aku Kodim &lt;br /&gt;
WA ANNA KHOLKI : Aku Raja &lt;br /&gt;
WA ANNA MUHADDAS : Aku Baharu&lt;br /&gt;
WA ANNA MAHLUK : Aku Mahluk &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;b&gt;Jalan Tauhid Ilmu Ma'rifat :&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
Jasadku bernama Allah, dari pada ALIF itulah AF'AL Allah&lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
Hatiku bernama Muhammad, dari pada LAM awal itulah ASMA Allah &lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
Nyawaku bernama Rasulullah, dari pada LAM Ahir itulah SIFAT Allah &lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
Rahasiaku bernama ALLAH, dari pada itulah DZAT Allah &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
HADIST KUDSI: &lt;br /&gt;
WA AN YAKUN ABDA RABBAN BILASAKIN, &lt;br /&gt;
Artinya :&lt;br /&gt;
"Bermula itu Hamba Allah, jangan syak, jangan ragu, apabila ragu kafir, Kita yakin bahwa Allah itu benar-benar Ada dan Nyata, karena yang nyata ini tiada yang ada hanya Allah semata" &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KATA SYEH MUHYIDIN IBNU ARABI: &lt;br /&gt;
MAN ROANI FAKROL HAK, &lt;br /&gt;
Artinya :&lt;br /&gt;
"Barang siapa mengenal ia akan daku sebenarnya Manusia" &lt;br /&gt;
MAN RONI WAHUWA UJUDUL HAK, &lt;br /&gt;
artinya :&lt;br /&gt;
"Aku lah yang sebenarnya Ujud Allah" &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
HADIST KUDSI : &lt;br /&gt;
"Manusia itu Rahasiaku, tiada lain Sifatku, dan Dzatnya, tiada lain adanya Aku, Allah nama Dzat, arti Dzat ada, itulah Diriku, baru bernama Hamba Allah, Tiada lain engkau itu hanyalah aku, dan Aku itu adalah engkau jua" &lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
BIKANA MAKANA, BIYAKUNU MAYAKUNU, &lt;br /&gt;
Artinya&lt;br /&gt;
"Barang yang belum ada itu adalah Aku, dan Barang yang sudah ada itu adalah Aku jua" &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;b&gt;Puji kejadian Manusia :&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sehari semalam dalam Rahim Ibu Pujinya -HU-&lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
Tiga hari tiga malam Pujinya -HAK-&lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
Tujuh hari tujuh malam pujinya &lt;br /&gt;
-ANALLAH-&lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
Empat puluh hari 40 malam Pujinya &lt;br /&gt;
-SUBHANALLAH-&lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
Tiga bulan Pujinya &lt;br /&gt;
-ALHAMDULILLAH-&lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
Tujuh bulan Pujinya &lt;br /&gt;
-ALLAHU AKBAR-&lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
Sembilan bulan 15 hari Pujinya&lt;br /&gt;
-LAILAHAILALLAH-&lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
Setelah keluar dari Rahim Ibu Pujinya -HU ALLAH-&lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
Jasad serta Nyawa HAMBA namanya, setelah diberi nama baru ALLAH namanya &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
HADIST KUDSI :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* TA’ALAMA MAFINAFSI WALA AKMA MAFI NAFSI,&lt;br /&gt;
Artinya : &lt;br /&gt;
"Hai Isa, engkau ketahui yang ada pada dalam diriku, dan Aku tiada tahu apa yang ada pada dalam dirimu" &lt;br /&gt;
FIRMAN ALLAH : &lt;br /&gt;
* WAANIK BUDUNI HAZA SIROTIM MUSTAKIM, &lt;br /&gt;
Artinya&lt;br /&gt;
"Tauhidkan oleh kamu akan Daku, dan turutilah Perintahku" &lt;br /&gt;
* KHOLAKOL INZANI DO’IFA, &lt;br /&gt;
Artinya&lt;br /&gt;
"Tiap-tiap Manusia itu lemah tiada Berdaya" &lt;br /&gt;
* UDHULUL JANNATA ANTUM WAARWAJUKUM TAKBARUN,&lt;br /&gt;
Artinya :&lt;br /&gt;
"Masuklah Kamu kedalam Syurga, serta Jodoh Kamu" &lt;br /&gt;
* FAAMINU BILLAHI WAROSULAH, &lt;br /&gt;
Artinya&lt;br /&gt;
"Jika kamu percaya padaku, Turutilah Perintah Rasulku" &lt;br /&gt;
* IN KUNTUM SODIKIN, &lt;br /&gt;
Artinya :&lt;br /&gt;
"Apa sebab engkau ceraikan Rohmu dengan Jasadmu, jika engkau mengetahui" &lt;br /&gt;
* FAKULUMAN BIROIRI AKMAL AKMALUHU MARDU DATIN LATAR BALU, &lt;br /&gt;
Artinya :&lt;br /&gt;
"Hai Malaikat, Tamparkan Amalnya mereka itu kehadapan mukanya" &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* ALAINYA MAYINUN WAKOD HOLAKTUKA MIN KOBLU WALAM TAHU SYAIYIA, &lt;br /&gt;
Artinya :&lt;br /&gt;
"Aku telah menjadikanmu dahulu, sedangkan engkau belum jadi sesuatu"&lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
* INNI JAALTUKA FIL FUADIMUHADISTI,&lt;br /&gt;
Artinya :&lt;br /&gt;
"Kujadikan engkau bercakap-cakap dalam Hatiku"&lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
* WAL ABINU KOLBI FI FUADI ANISI, &lt;br /&gt;
Artinya :&lt;br /&gt;
"isi hatiku hanyalah tetap engkau Sendiri"&lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
* ANA MAN AHWA WAMAN AHWA ANA, &lt;br /&gt;
Artinya :&lt;br /&gt;
"Segala yang aku rindui itu ialah aku"&lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
* NAHNU ROHANI HALALNA BADANA, &lt;br /&gt;
Artinya :&lt;br /&gt;
"aku adalah dua Jiwa bersatu di satu Badan"&lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
* FAIZA ABSOR TAHU ABSOR TANA, &lt;br /&gt;
Artinya :&lt;br /&gt;
"Bila engkau lihat aku, terlihatlah Engkau"&lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
* AL ABDU ROBBUN WAROBBU ABDUN, Artinya :&lt;br /&gt;
"Hamba itu adalah Tuhan, Tuhan itu adalah Hamba jua"&lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
* IN KULTA ABDUN FAROKA ABDUN, &lt;br /&gt;
Artinya :&lt;br /&gt;
"Kalau Engkau katakan Hamba, padahal aku adalah Tuhan"&lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
* AN KULTA ROBBUN ANNA YUKALLA, &lt;br /&gt;
Artinya :&lt;br /&gt;
"Kalau Engkau katakana Tuhan, yang mana yang diperintah"&lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
* MAIZTA RUHUKA FIRRUHI KAMA, &lt;br /&gt;
Artinya :&lt;br /&gt;
"Telah bercampur Rohmu dengan RohKu"&lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
* TUM SYIDUL HIOMRATA BIL MAIL ZALLALI, &lt;br /&gt;
Artinya :&lt;br /&gt;
"Laksana bercampur Hamba dengan Air Jernih"&lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
* FAIZA MAZZAKA SYAINU MAZZANI, &lt;br /&gt;
Artinya :&lt;br /&gt;
"Bila menyentuhmu akan sesuatu, maka Tersentuhlah Aku"&lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
* FAIZA ANTA ANA FIKULLI HALIN, &lt;br /&gt;
Artinya :&lt;br /&gt;
"Sebab itu Engkau adalah Aku" &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
HADIST KUDSI : &lt;br /&gt;
MAN AROBTU ROBBI BIROBBI, &lt;br /&gt;
Artinya :&lt;br /&gt;
"Jika Engkau ingin melihat Aku, LIhatlah Diri Mu"&lt;br /&gt;
WAFI ANFUSIKUM APALAH TUBSIRUN, &lt;br /&gt;
Artinya :&lt;br /&gt;
"Aku di dalam Jiwa Kamu, Kamu tiada mengetahui" &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;b&gt;Apakah arti : JUNUB, JANABAT, MUKORONAH ?&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Junub Artinya Mahluk&lt;br /&gt;
2. Jenabat Artinya Islam&lt;br /&gt;
3. Mukoronah Artinya Ilmu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;b&gt;Siapa itu JUNUB, JANABAT, MUKORONAH ?&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Junub Adalah Laut&lt;br /&gt;
2. Jenabat Adalah Bumi&lt;br /&gt;
3. Mukoronah Adalah Mani&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bermula Arti Laut ialah Sirr kita, Ilmu adalah Rahasia kita, Bumi itu adalah Tubuh kita, bermula berkata-kata dengan Perempuan itu dan Sirr kita pada perempuan itu, itulah Junub namanya, Dan Jamak Perempuan itu Janabat namanya, Bercampur Air Laki-laki dengan perempuan itu Mukuronah namanya (Sirr sama), Bermula Junub itu Tamu namanya, Janabat itu Jamak namanya, Dan Mukoronah itu : Rahman, Rahim namanya &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;b&gt;ORANG JANABAT ITU ADA 4 PERKARA:&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. WADA&lt;br /&gt;
2. WADI&lt;br /&gt;
3. MANI&lt;br /&gt;
4. MANIKAM&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
^ WADA Artinya : selagi di dalam Otak kita&lt;br /&gt;
^ WADI Artinya : Ditengah kening kita&lt;br /&gt;
-MANI Artinya : selagi didalam Dada kita&lt;br /&gt;
^ MANIKAM Artinya : selagi di dalam Pusat kita &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka tetap didalam Pusat menjadi 3 macam:&lt;br /&gt;
1. ISTINJAK&lt;br /&gt;
2. JUNUB&lt;br /&gt;
3. JANABAT&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang bernama Istinjak itu Mani, Tatkala didalam Fuad Kalam, kemudian jatuh kepada Bumi Rahmat Allah dari pada tempat yang bernama KUNTU KANZAN MAHFIAN, sudah tetap didalam Bahrul Alam namanya, Ketahuilah tentang WADA, WADI, MANI, MANIKAM, serta kesempurnaannya Istinjak itu, Jika tidak mengenal yang tersebut diatas maka tidak sempurna islam itu, Kering Air Laut tiada Suci Mandinya, dan Sembahyangnya, maka tiada Syah segala Halnya &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;b&gt;MENYATAKAN WADA, WADI, MANI, MANIKAM:&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. WADA itu jadi Kaki, jadi Tubuh, jadi Tanah, jadi Jibril&lt;br /&gt;
2. WADI itu jadi Darah, jadi Jantung, Jadi Mika'il&lt;br /&gt;
3. MANI itu jadi Angin, jadi Tembuni, jadi Limpa, Jadi Isrofil&lt;br /&gt;
4. MANIKAM itu jadi Api, jadi Uri, jadi Empedu, Jadi Isro'il &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Malaikat Jibril pada mata Putih, Malaikat Mika’il pada mata Hitam, Alis mata itu bernama Isrofil, Mata yang Terang itu bernama Isro'il dan Muhammad Rasulullah" &lt;br /&gt;
-HATI itu bernama ABU BAKAR, &lt;br /&gt;
-Hati yang Terang bernama UMAR, &lt;br /&gt;
-Warna Jantung bernama USMAN &lt;br /&gt;
-dan Empedu yang Hitam bernama ALI &lt;br /&gt;
1. Jalannya mati&lt;br /&gt;
2. Hilangnya mati&lt;br /&gt;
3. Selamanya mati&lt;br /&gt;
4. Tempatnya mati&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Empat Perkara tadi pembukaan ghaibnya dzat Allah, oleh karena itu sayangilah, setelahnya menerima keterangan yang dibawah ini : &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.) Jalannya Mati : Jalannya mati ialah Hidayatullah, maksudnya menunjukan kerajaan yang dirakit didalam tubuh manusia jadi dzatnya yang tidak berpindah lagi&lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
2.) Duduknya Mati : Duduknya mati itu petunjuk Allah yang selamat dari keadaan mati, artinya tahu kesempurnaannya&lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
3.) Ketemu Mati atau Selamanya Mati : ialah sabar, artinya pasrah segala-galanya kepada tuhan : Iradatullah&lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
4.) Tempatnya Mati : Tempatnya mati itu adanya didalam pekerjaan Allah, maksdunya ialah sempurnanya dzat yang mempunyai sifat esa, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
supaya diketahui keterangannya dibawah ini : &lt;br /&gt;
1. Syahadat tidak pakai Iman&lt;br /&gt;
2. Takbir tidak pakai Tauhid&lt;br /&gt;
3. Syariat tidak pakai Ma’rifat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Syahadat tidak pakai iman nyatanya tunggal, &lt;br /&gt;
Takbir tidak pakai Tauhid kenyataannya hilangnya tunggal, yang senang didalam dzatullah yang tunggal yang senang kepada sifatullah : &lt;br /&gt;
yang sempurna sifatnya maka inilah yang menerangkan waktu roh mulai keluar :&lt;br /&gt;
1.) Mula-mula dari badan ialah dari telapak kaki pujinya "LAYAKRUJULLAH ILALLAH"&lt;br /&gt;
2.) Roh jalan lagi, berhenti di lutut pujinya "ILAAHU ALLAH"&lt;br /&gt;
3.) Roh jalan lagi, berhenti di pusat pujinya "LAMAUJUD ILALLAH"&lt;br /&gt;
4.) Roh jalan lagi, berhenti di hati pujinya "YAHU ILALLAH"&lt;br /&gt;
5.) Roh jalan lagi, berhenti khalkum pujinya "YUWA ILALLAH"&lt;br /&gt;
6. Roh jalan lagi, berhenti dimuka pujinya "HAK ILALLAH" 7. Roh jalan lagi, berhenti di mata pujinya "Nyawa si badan sepi" &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;b&gt;Adapun ghaibnya, kenyataannya ada 6 perkara :&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Jaman geraknya mati rupanya hitam, jaman yang keluar dari badan kita pribadi&lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
2. Melihat warna merah, pekerjaan yang masih samar-samar&lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
3. Melihat warna kuning, itupun masih remang-remang&lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
4. Melihat warna putih, itu tandanya sudah kumpul, jadi keadaan mati yang tunggal gilang gemilang cahayanya, itulah tanda bayangan dari keadaan mati yang sempurna, yang terang tidak ada yang menghalanginya, tapi walaupun demikian belum sampai jua sebab masih jauh dari rasa gaib, dari itu harus percaya kepada qudrat yang kuasa, Tauhid maksudnya pasrah kepada kehendaknya, ma'rifat maksudnya tahu kepada ilmunya, islam maksudnya selamat dari ilmunya&lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
5. Melihat yang belum tahu pada warna, Sejati yang mulya tak ada batasnya&lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
6. Lengkap riwayatnya yang menerima anugerah yang maha suci &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.) Nabi Ibrahim : Nyawa = Wujud = Ada&lt;br /&gt;
2.) Nabi Yusuf : Cahaya = Sifat = Rupa&lt;br /&gt;
3.) Nabi Isa : Roh = Johar = Nyata &lt;br /&gt;
4.) Nabi Muammad : Nur = Roh = Kedalam&lt;br /&gt;
5.) Nabi Musa : Ceritaan = Nafas = Keluar&lt;br /&gt;
6.) Nabi Daud : Suara = Hawa = Darah&lt;br /&gt;
7.) Nabi Sulaiman : Kesaktian = Nafsu = Tulang &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;-Alif : Allah = Jibril = Nafas&lt;br /&gt;
-Lam : Ta’bil = Mikail = Tanafas &lt;br /&gt;
-Lam : Jalalah = Isrofil = Anfas&lt;br /&gt;
-Ha : Adadah = Isroil = Nufus &lt;br /&gt;
^Tasjid : Haruman, Jaruman,&lt;br /&gt;
^Mukarobin : Nafas Nafsiyah &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description></item><item><title>KENYATAAN INSAN</title><link>http://muhammadraydi.blogspot.com/2017/09/kenyataan-insan.html</link><author>noreply@blogger.com (PengembaraJiwa)</author><pubDate>Sat, 9 Sep 2017 13:46:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-44980545869163860.post-7514128541288499521</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Perkataan NUR Perkataan ROH ;&lt;br /&gt;
Aku yang Awal Dia yang Awal&lt;br /&gt;
Aku yang Akhir Dia yang Akhir &lt;br /&gt;
Aku yang Zahir Dia yang Zahir&lt;br /&gt;
Aku yang Bathin Dia yang Bathin&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila mana kita mengata ALLAH itu adalah MUHAMMAD ,,&lt;br /&gt;
Bila mana MUHAMMAD mengata ALLAH itu adalah TUHAN &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;NASAR ZAHIR NASAR BATHIN ;&lt;br /&gt;
Api NUFUS&lt;br /&gt;
Angin AMPAS&lt;br /&gt;
Air TANUFUS&lt;br /&gt;
Tanah NAFAS&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
Kenyataan yang sebenarnya ;&lt;br /&gt;
1. Kenyataan Tubuh pekerjaan Hati&lt;br /&gt;
Kenyataan Hati pekerjaan Roh&lt;br /&gt;
Kenyataan Roh pekerjaan Nur&lt;br /&gt;
2. Kenyataan Nur pekerjaan Kutub&lt;br /&gt;
Kenyataan Kutub pekerjaan Hati&lt;br /&gt;
Kenyataan Hati pekerjaan Tubuh&lt;br /&gt;
3. Kenyataan Tubuh pekerjaan Hati&lt;br /&gt;
Kenyataan Hati pekerjaan Roh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;INSAN ;&lt;br /&gt;
Berjasadkan Rohani&lt;br /&gt;
Bernyawakan Nurani&lt;br /&gt;
Rahasia Idhafi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
NABI ;&lt;br /&gt;
Berjasadkan Nurani&lt;br /&gt;
Bernyawakan Idhafi&lt;br /&gt;
Rahasia Rabbani&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
NAMA-NAMA ROH ;&lt;br /&gt;
ROH BANYAK MEMPUNYAI NAMA DAN TINGKATAN :&lt;br /&gt;
Kalau diri manusia masih merupakan satu titik, Roh Nabati namanya.&lt;br /&gt;
Kalau ia segumpal darah, Roh Jamadi namanya.&lt;br /&gt;
Kalau ia segumpal daging, Roh Wajdi namanya.&lt;br /&gt;
Kalau ia bergerak, Roh Hayati namanya.&lt;br /&gt;
Kalau ia dilahirkan, Roh Hayawani namanya.&lt;br /&gt;
Kalau ia menyusu, Roh Nafsani namanya.&lt;br /&gt;
Kalau ia berbicara, Roh Insani namanya.&lt;br /&gt;
Kalau ia mempunyai akal, Roh Nurani namanya.&lt;br /&gt;
Kalau ia sampai umur, Roh Ruhani namanya.&lt;br /&gt;
Kalau ia setengah umur, Roh Rahmani namanya.&lt;br /&gt;
Kalau ia berumur 40 tahun, Roh Jamali namanya.&lt;br /&gt;
Kalau ia sudah tua, Roh Kulli namanya.&lt;br /&gt;
Kalau ia mati (mengenal perkataan ma’nawi dari pada mati), Roh Ma’nawiah namanya.&lt;br /&gt;
Kalau ia di dalam kubur, Roh Rabbani namanya.&lt;br /&gt;
Kalau ia bangun dari kubur, Roh Illahiyah namanya.&lt;br /&gt;
Mengenal salah satu dari itu, Roh Ruhul Arwah namanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segala-galanya ini dengan perintah dari RUHUL QUTUB. &lt;br /&gt;
Dan bernama ROH IDHAFI dan bernama ROH 'ULWI dan bernama WUJUD IDHAFI dan WUJUD 'AAMI.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description></item><item><title>TATKALA BISMILLAH DITURUNKAN</title><link>http://muhammadraydi.blogspot.com/2017/09/tatkala-bismillah-diturunkan.html</link><author>noreply@blogger.com (PengembaraJiwa)</author><pubDate>Fri, 8 Sep 2017 16:22:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-44980545869163860.post-1698805965639439043</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Tatkala bismillah diturunkan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Al-kisah : ketika Bismillahirrahmanirrahim diturunkan..&lt;br /&gt;
Awan-awan bergerak ke timur..&lt;br /&gt;
Kemudian…&lt;br /&gt;
Angin-angin menjadi tenang..&lt;br /&gt;
Lautan bergelora,&lt;br /&gt;
Bintang-bintang semua mendengarkan dengan pendengarannya,&lt;br /&gt;
Syaitan-syaitan di lempar dari langit.&lt;br /&gt;
Demikian kehebatan ketika turunnya ayat Bismillahirrahmanirrahim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka tidaklah berlebihan jika ayat ini menjadi bacaan pada setiap pembukaan surah, dan ayat ini juga menjadi bacaan pada saat memulai suatu pekerjaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat ini berawal dari huruf Baa',&lt;br /&gt;
Huruf Baa' .. akan tidak bermakna apa-apa jika tidak mempunyai titik,&lt;br /&gt;
Maka pada titik itulah Rahasia dari segala Rahasia ini di mulai..&lt;br /&gt;
Orang dapat membaca ayat AlQur'an tanpa baris..&lt;br /&gt;
Namun kita tidak dapat membaca ayat tanpa titik..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
AlQur'an itu hanya dapat di baca jika ada mempunyai titik-titik-nya&lt;br /&gt;
Setelah itu barulah datang huruf yang pertama yaitu : ALIF.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam Al-Quran hanya ada tiga titik..&lt;br /&gt;
Huruf ber-titik yang ada dalam Al Quran berjumlah 102.440 huruf&lt;br /&gt;
dari keseluruhan huruf yang berjumlah 320.779.&lt;br /&gt;
Berarti huruf yang bertitik menjadi Nyawa bagi Alqur'an itu sendiri.&lt;br /&gt;
Karena hampir setiap perkataan mempunyai huruf yang ber-titik.&lt;br /&gt;
Kita perlu selami hal ini lebih mendalam..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya apakah peranan titik-titik ini pada asal usulnya yang pada awalnya tiada yaitu : Zaman kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zaman kosong hanya ada dzat yang Maha Agung saja, yaitu zaman Dia bersifat Salbiyah&lt;br /&gt;
Firman Allah:&lt;br /&gt;
"Bukankah (sesungguhnya) telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?"&lt;br /&gt;
(Al Insan ayat 1)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat diatas menunjukkan telah datang di suatu zaman yang kita tidak tahu kapan.. &lt;br /&gt;
Saat itu manusia zahir dan batin masih belum lagi ujud dan tidak tau abad kapan atau mungkin belum ada abad, yang Wujud ketika itu hanya Dzat-nya saja.&lt;br /&gt;
Bahwa pada zaman tersebut.. Rohani belum dijadikan oleh Tuhan atau Nur Muhammad belum lagi Ujud, zaman ini di sebut sebagai :&lt;br /&gt;
La Ta'ayun (zaman yang tiada kenyataan)&lt;br /&gt;
artinya : Pada zaman ini kita tidak dapat membuat apa-apa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Firman Allah didalam hadis qudsi :&lt;br /&gt;
"Aku adalah perbendaharaan yang tersembunyi, Aku ingin di kenal, lalu Aku ciptakan makhluk ini, agar mereka mengenal-Ku".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zaman ini di kenal sebagai.&lt;br /&gt;
Ta'ayun Awal &lt;br /&gt;
(Kenyataan yang pertama)&lt;br /&gt;
Yang mana pada zaman ini awal makhluk hendak dijadikan oleh Allah agar makhluk yang di jadikan-Nya itu mengenal-Nya,&lt;br /&gt;
Zaman ini sudah ada satu kenyataan awal ilmu yaitu zaman keagungan sifat Tuhan,&lt;br /&gt;
zaman ini kita mengetahui bahwa Tuhan itu rupanya berbeda dengan makhluk yang mana Dia bersifat Salbiyah&lt;br /&gt;
"BI KANA MA KANA"&lt;br /&gt;
Maksudnya:&lt;br /&gt;
(Bersama-KU ada apa yang telah ada).&lt;br /&gt;
apa yang telah ada….?&lt;br /&gt;
Nur ala Nur (cahaya diatas cahaya)&lt;br /&gt;
Kemudian diikuti dengan…&lt;br /&gt;
"BI KANU MA YAKUNU"&lt;br /&gt;
Nurullah Maksudnya.. :&lt;br /&gt;
(Bersama-KU akan ada apa saja yang akan ada)&lt;br /&gt;
Apakah yang akan ada..?&lt;br /&gt;
Awal kejadian atau Hakekatul Muhammad yang berasal dari anasir WUJUD, ILMU, NUR dan SHUHUD,&lt;br /&gt;
Yakni…&lt;br /&gt;
Asal WUJUD dari DZAT,&lt;br /&gt;
Asal ILMU dari SIFAT,&lt;br /&gt;
Asal NUR dari ASMA dan&lt;br /&gt;
Asal SHUHUDdari AF'AL&lt;br /&gt;
Yaitu daripada ALLAH&lt;br /&gt;
Zaman ini adalah..&lt;br /&gt;
Zaman dua titik (Ta'ayun Sani)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian Barulah dilengkapi Allah dengan kenyataan yang ketiga yaitu..&lt;br /&gt;
Zaman tiga titik ( Ta'ayun Salasa)&lt;br /&gt;
"FA WUJUDUL 'AWALIMI BI"&lt;br /&gt;
Maksudnya:&lt;br /&gt;
(Adanya sekalian alam ini adalah dengan-Ku)&lt;br /&gt;
Semuanya hal ini wajib diketahui…,&lt;br /&gt;
ASAL-KU KOSONG-NOKTAH-SATU&lt;br /&gt;
DARI HA DICIPTAKAN DIMASUKAN&lt;br /&gt;
DIKELUARKAN.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebenaran tidak sama dengan kata-kata, disini kata-kata hanya sebagai pengantar, untuk bisa menyaksikan kebenaran maka lampauilah kata-kata itu sendiri, semoga apa-apa yang sudah disampaikan disini bermanfaat untuk kita semua.&lt;br /&gt;
Dalam dirimu ada rahasia Allah&lt;br /&gt;
Tanggung jawabmu menjaganya&lt;br /&gt;
Mengenal diri kewajibanmu&lt;br /&gt;
Makrifatullah jalan sebenarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiada hidup dan tiada mati&lt;br /&gt;
Mati itu hanyalah khayalan&lt;br /&gt;
melainkan kita bertukar alam&lt;br /&gt;
Tanggung jawab tak terlupakan.&lt;br /&gt;
Tiada nyata hanya Allah&lt;br /&gt;
Kita penyata sifat DiriNya&lt;br /&gt;
Tiada mati tiada terhenti&lt;br /&gt;
Hanya kita harus kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wassalam&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description></item><item><title>HAKIKAT DISEBALIK ISA A.S</title><link>http://muhammadraydi.blogspot.com/2017/09/hakikat-disebalik-isa-as.html</link><author>noreply@blogger.com (PengembaraJiwa)</author><pubDate>Fri, 8 Sep 2017 15:33:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-44980545869163860.post-8619669804435955189</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Ketahuilah Nabi Isa telah dikandung oleh seorang dara perawan bernama Maryam melalui kekuasaan Tuhan, maka nabi isa As dianggap sebagai manusia dan sekaligus anak Tuhan.&lt;br /&gt;
Hal yang tidak dapat dipahami dengan akal ini kemudian diterima dengan keimanan karena menyadari bahwa bagi tuhan segala sesuatu adalah mungkin.&lt;br /&gt;
Bahwa,,,&lt;br /&gt;
Semua kepercayaan Monoteis menganggap bahwa Tuhan adalah Maha pencipta, pemelihara, mencintai dan mengasihi serta melindungi umat manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang menarik dari Monoteis kristen adalah bahwa mereka menerima suatu 'trinitas' dimana menurut mereka bersama tuhan dan nabi Isa As ada 'pihak ketiga' yakni Ruhul Kudus.&lt;br /&gt;
Tuhan diterima sebagai Bapak, nabi Isa As sebagai Anak dan perawan Maryam walaupun bukan termasuk dari Trinitas namun menempati kedudukan penting karena di pandang sebagai perantara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ruhul Kudus inilah yang bekerja demi kebaikan umat manusia,&lt;br /&gt;
Ruhul kudus berbeda dari bapak dan anak, namun bagian yang tidak terpisahkan karena mempunyai sifat yang sama yaitu ke-Ilahian.&lt;br /&gt;
Ruhul kudus itulah Nur Muhammad SAW&lt;br /&gt;
"KUNTU AWALAN NABIYYINA FIL KHALQI WA AKHIRIHUM FIL BATSI"&lt;br /&gt;
Aku (AHMAD) yang awal-awal dari pada sekalian Nabi-nabi dan Rasul-rasul semua yang ada di dalam RAHASIA awal-awal keadaan, dan adalah Aku (MUHAMMAD) yang menjadi kesudahan mereka itu di dalam masa ke dzahiran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku yang Awal, Aku yang Akhir, Aku yang Dzahir dan Aku yang Batin.&lt;br /&gt;
Aku yang buka dan aku yang Tutup, Aku yang menghimpun semuanya.&lt;br /&gt;
Seperti Nafas kepada Ruh, Ruh kepada Nyawa, kemudian Nyawa meliputi seluruh tubuh.&lt;br /&gt;
Itulah Ahmad kepada Muhammad kepada seluruh Rasul, rupa Muhammad.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang menjadi fokus perhatian adalah nama kebesaran bagi Insan Muhammad yang ada di Madinah di dalam hal kerasullan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Al-Insan itulah yang telah kembali .&lt;br /&gt;
Inilah contoh bagi kita agar mengenal betul-betul junjungan Nabi Besar Muhammad SAW yang bermakam di Madinah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun Ahmad adalah Muhammad terhimpun Rasulullah tetap hidup selama-lamanya..,&lt;br /&gt;
Itulah yang dinamakan Tasauf yang benar-benar hak adanya.&lt;br /&gt;
Karena Tasauf adalah Ilmu Rabbani yang menyatakan pandangan SALASIYAH yang melampaui akal dan fikiran yaitu perihal keadaan awal-awal yang telah ada tentang keadaan Allah SWT yang sebenarnya.&lt;br /&gt;
Sedangkan yang mengatakan Muhadast adalah hukum akal saja, itu hanya paham tasauf pasaran dan tidak boleh diterima.&lt;br /&gt;
Mengapa.. ?&lt;br /&gt;
Bila diterima berarti syahadat tidak sempurna, karena tidak mengetahui ujung pangkal siapakah sebenarnya Diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"ANA ABU ARWAH WA ADAMA ABU BASHAR"&lt;br /&gt;
Aku bapak sekalain ruh dan Adam bapak sekalian tubuh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua telah terhimpun di dalam Nur Muhammad SAW yang bernama Nur Kibriya, U.. Muhammad yaitu Nur sifat kebesaran Nya, Rahmat dan berkat Muhammad yang telah Maujud atas seluruh Rasul termasuk Al-Insan yang ada di madinah itu adalah Nur Kibrinya U.. Muhammad yakni Nur (sifat) kebesaran Rahmat dan berkat safaat Nabi besar Muhammad SAW yang telah maujud yang sangat mulia di dalam alam ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah maksud dari pada paham perkataan ahli Tasauf tentang :&lt;br /&gt;
"SHUHUDUL KASRAH FIL WAHDAH dan SHUHUDUL WAHDAH FIL KASRAH"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maksudnya :&lt;br /&gt;
Pandang akan keadaan Al-Insan yang banyak itu terhimpun di dalam satu kesatuan dan tetap memandang hanya satu RAHASIA yang banyak kepada Nur Muhammad SAW yaitu Nur Kibriyah U..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam pemakaian Ilmu Hakekat&lt;br /&gt;
"SHUHUDUL WAHDAH FIL KASRAH"&lt;br /&gt;
Nafas kita keluar dari kepala keliling, lalu memasukan dan tahan dua detik lalu mesrakan setelah itu di keluarkan nafas pelan-pelan.&lt;br /&gt;
Itulah pemakaian Rahasia memandang yang banyak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"SHUHUDUL WAHDAH FIL WAHDAH"&lt;br /&gt;
Memandang satu diri yang Satu,&lt;br /&gt;
Santau,tenang, tunduk kepala tahan nafas sambil melihat dari hulu-hulu sampai seluruh batang tubuh kita.&lt;br /&gt;
Mesrakanlah baik-baik nafas, dengan lembut.., keluar nafas tidak ada rasanya, itulah yang disebut oleh Al Arif Billah tentang &lt;br /&gt;
"AHMAD AMINULLAH AINUL HAQ"&lt;br /&gt;
Turun Rasulullah SAW….&lt;br /&gt;
Simpul tentang itu bertubuh Rohaniah dzahir dan batin adanya.&lt;br /&gt;
Itulah ilmu tanpa suara tanpa cerita yang berputar-putar.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description></item><item><title>DZAT WAJIBUL WUJUD</title><link>http://muhammadraydi.blogspot.com/2017/09/dzat-wajibul-wujud.html</link><author>noreply@blogger.com (PengembaraJiwa)</author><pubDate>Thu, 7 Sep 2017 12:37:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-44980545869163860.post-2446575326628188537</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Maha suci Allah dari segala macam perumpamaan. &lt;br /&gt;
Walaupun demikian di dalam Al Qur’an, keberadaan wujud Allah merupakan keberadaan wujud yang paling dimanifestasikan. &lt;br /&gt;
Setiap yang berwujud akan mempunyai nama dan sifat.&lt;br /&gt;
Tuhan adalah Cahaya langit dan bumi. Perumpamaan Cahaya Allah adalah seperti rongga dalam dinding. &lt;br /&gt;
Dalam rongga itu ada pelita. &lt;br /&gt;
pelita itu dalam bola kaca.&lt;br /&gt;
 Kaca itu laksana bintang berkilau. Dinyalakan dengan minyak zaitun yang diberkati, yang tumbuhnya bukan di timur dan bukan di barat, yang minyaknya saja hampir-hampir berkilau dengan sendirinya, walaupun api tidak menyentuhnya. Cahaya di atas Cahaya. &lt;br /&gt;
Allah menuntun dengan Cahayanya kepada Cahayanya bagi siapa saja yang dia kehendaki dan Allah membuat perumpamaan bagi manusia. Allah Maha Mengetahui segalanya &lt;br /&gt;
(An-Nur 24 : 35).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Cahaya itu menerangi) rumah-rumah di dalamnya Allah berkenan untuk dihormati dan disebut Namanya dan bertasbih di waktu pagi dan petang &lt;br /&gt;
(A-Nur 24 : 36).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keberadaan (eksistensi, kehadiran) Dzat yang dimanifestasikan disebut wujud idhopi, dinamakan juga bayangan. Sesuai firman Allah :&lt;br /&gt;
Apakah kamu tidak memperhatikan Tuhan memanjangkan bayang-bayang-Nya &lt;br /&gt;
(Al-Furqaan 25 : 45).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agar dia bisa merefleksikan bayangan dirinya Sendiri, maka dia telah membuat cermin-cermin yang beraneka ragam dari Dirinya Sendiri. &lt;br /&gt;
Segala sesuatu yang ada di alam semesta ini adalah merupakan cermin-cermin tersebut. Cermin yang baik adalah cermin yang mempunyai dua sisi, yaitu sisi terang dan sisi gelap (sifat Jamal dan sifat Jalal). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam hal ini ternyata manusia mempunyai sifat seperti cermin tersebut, karena manusiapun mempunyai dua sisi, yaitu qolbu sebagai sisi terang dan jasmani sebagai sisi gelap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 Semakin terang qolbu, semakin jelas pula qolbu merefleksikan Tuhan, sesuai dengan Hadits Qudsi :&lt;br /&gt;
Aku tidak bisa berada di bumi ataupun di langit, tapi aku bisa berada dalam hati seorang mukmin yang benar&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam setiap rongga anak Adam, Aku ciptakan suatu mahligai yang disebut dada, di dalam dada ada qolbu, di dalam qolbu ada fuad, di dalam fuad ada syagofa, di dalam syagofa ada sir, di dalam sir ada Aku tempat Aku menyimpan rahasia …&lt;br /&gt;
(Hadist)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap cermin tidak ambil bagian dalam pengamatan, cahaya yang terang benderang dan kegelapan cermin merupakan alat pengamatan. &lt;br /&gt;
Walaupun cerminnya beraneka ragam, namun Wajah Sang Pengamat Tetap Satu. Bila kemudian cerminnya hancur luluh, Wajah Sang Pengamat Tetap Abadi ….&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
SIFAT-SIFAT DZAT&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sifat Dzat adalah merupakan manifestasi dari Asma dan Asma merupakan manifestasi daripada Dzat.&lt;br /&gt;
 Berarti Sifat juga merupakan manifestasi daripada Dzat. &lt;br /&gt;
Di dalam setiap Sifat Dzat terkandung suatu potensi untuk bertindak dan berbuat yang akan menimbulkan akibat-akibat. &lt;br /&gt;
Sebagai akibat penciptaan maka muncul kehidupan. &lt;br /&gt;
Adanya kehidupan mengakibatkan munculnya kesadaran akan adanya Dzat. Bila tak ada kehidupan maka tidak akan ada yang menyebut Asma Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang pertama kali mengajukan konsep sifat dua puluh dari Dzat adalah Abu Hasan Al Ashary, ulama besar pendiri mahzab Ahlussunnah Wal Jamaah yang ahli dalam Ilmu Kalam (ilmu Usuluddin). &lt;br /&gt;
Konsep sifat dua puluh tersebut sampai saat ini telah dikenal dan diyakini oleh masyarakat Islam secara luas.&lt;br /&gt;
Pada waktu itu konsep Al Ahsary ini banyak mendapat tantangan dari para ulama lainya, diantaranya adalah Hambali dan Al Ghazali yang berpendapat bahwa masalah Ketuhanan tidak bisa dijangkau hanya atas dasar konsepsi akal manusia, Ilmu Kalam ajaran Al Ashary dianggap sebagai penyebab timbulnya silang pendapat diantara sesama Umat Islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adanya perselisihan pendapat diantara para ahli Ilmu Kalam, para ahli filsafat Islam dan para ahli Ilmu Fiqih mengakibatkan umat Islam terpecah belah menjadi bermacam-macam aliran (mazhab), antara lain adalah Mazhab Hanafi, Mazhab Hambali, Mazhab Maliki dan Mazhab Safi’i.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Al Ghazali berhasil mempersatukan pola fikir para ahli syari’at Ilmu Kalam dan pola pikir ahli syari’at Ilmu Fiqih dan juga pola pikir mereka dengan para sufi ahli Tasawwuf. Menurut Al Ghazali : Pendekatan diri dan ma’rifat kepada Allah tidak bisa dilakukan melalui Ilmu Kalam maupun melalui Ilmu Fiqih, akan tetapi harus melalui jalan yang ditempuh oleh para sufi ahli tasawwuf yaitu : Bersihkan hati, istirahatkan pikiran melalui dzikrullah untuk mencapai fana dan kasyaf.&lt;br /&gt;
Jalan tersebut penuh dengan bermacam-macam tantangan dan ujian dari Allah yang harus diatasi dengan tetap berpegang pada Tali Allah, bersih hati, rasa kasih-sayang, ketawakalan, kesabaran dan keihklasan serta dzikrullah, mengingat Allah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena dengan dzikrullah itulah hati akan menjadi tenang dan tentram, tidak akan ada perselisihan lagi, karena sadar bahwa Allah-lah Yang Maha Benar.&lt;br /&gt;
 Akhirnya mi’raj melalui proses fana dan kasyaf.&lt;br /&gt;
Kesempurnaan keberagamaan seorang adalah bila dia telah mencapai tahapan iman, islam dan ihsan.&lt;br /&gt;
 Iman bisa dipelajari melalui ilmu Usuluddin. Islam dipelajari melalui ilmu Fiqih. Ihsan hanya bisa dicapai melalui tasawwuf.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Al Kisah : Ada seorang yang bertanya kepada Rosulullah : Ya Rosulullah apakah Ihsan itu? Kemudian Rosulullah menjawab : Ihsan ialah keadaan ketika engkau menyembah Allah, seakan-akan engkau melihatnya, bila sekiranya engkau tidak melihatnya, maka Allah akan melihat engkau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para ulama Tasawuf mengatakan bahwa Syare’at tanpa Haqekat adalah hampa, sedangkan Haqekat tanpa Syare’at adalah batal…&lt;br /&gt;
Junaed Al Bagdady mengatakan : Syare’at tanpa Haqeqat adalah fasik, sedangkan haqekat tanpa Syare’at adalah zindik, bila seseorang melakukan keduanya maka sempurnalah kebenaran orang itu.&lt;br /&gt;
 Seorang sufi, dia fana dalam dirinya dan baqa dalam Tuhannya. &lt;br /&gt;
Menurut beliau tasawuf adalah mengambil setiap sifat mulia dan meninggalkan setiap sifat tercela.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Asy-Syadzili tasawuf adalah praktik dan latihan diri melalui cinta yang dalam dan ibadah untuk mengembalikan diri kepada jalan Tuhan.&lt;br /&gt;
Ada juga yang mengatakan bahwa tasawuf adalah membina kebiasaan baik serta menjaga hati dari berbagai keinginan dan hasrat hawa nafsu. &lt;br /&gt;
Tasawuf adalah ilmu untuk memperbaiki hati dan menjadikannya memasrahkan diri semata-mata kepada Allah. &lt;br /&gt;
Jalan tasawuf dimulai sebagai ilmu, ditengahnya adalah amal dan pada akhirnya adalah karunia Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Abu Bakar Aceh mengatakan bahwa Al Qur’an adalah sumber pokok, Hadits-Sunnah Rosul petunjuk pelaksanaan yang penting, sedangkan Tassawuf adalah urat nadi pelaksanaan ajaran tersebut.&lt;br /&gt;
Tasawuf adalah suatu seni perjalanan spiritual yang transendental, bukan merupakan pekerjaan intelektual melalui kajian ilmiah, bahkan menurut para sufi ilmu pengetahuan merupakan tabir yang sangat pekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengenai masalah mistik atau tasawuf ini Simuh cenderung memilih definisi dari kamus Inggris yang disusun oleh Hornby dkk yaitu :&lt;br /&gt;
Ajaran atau kepercayaan tentang haqekat (kebenaran sejati) atau Tuhan bisa didapatkan melalui meditasi atau tanggapan kejiwaan yang bebas dari tanggapan akal pikiran dan pancaindera. &lt;br /&gt;
Ciri khusus tassawuf adalah proses fana dan kasyaf.&lt;br /&gt;
Tasawwuf sesuai dengan ajaran Al Ghazali secara garis besarnya adalah pelajaran tentang tata cara memurnikan atau mensucikan jasmani dan ruhani, mensucikan lahir dan batin agar bisa menjadi insan kamil yang mendapatkan keridhoan Allah… disertai dzikrullaah sehingga mencapai proses fana dalam dirinya, baqa dalam Tuhannya, musnah ke-aku-annya, tenggelam dalam Tuhannya. Akhirnya kasyaf terbukanya hijab. Dari tulisan-tulisantentang tasawuf ini, jelas bahwa basis dari tasawuf adalah kesucian hati serta cara menjaganya dari segala hal yang bisa mengotorinya kemudian hasil akhirnya adalah hubungan yang benar-benar harmonis antara manusia dengan Penciptanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dzat Allah merupakan sumber kehidupan. Akibat adanya sifat-sifat kehidupan muncul kesadaran akan adanya (keberadaan) Dzat. Bila tidak ada kehidupan (insan) maka tidak akan ada yang menyebut Asma Dzat (Allah), tak ada yang bersyahadat :&lt;br /&gt;
Laa ilaaha ilallaah Muhammadarosulullaah…&lt;br /&gt;
Pernyataan pertama Laa ilaaha ilallaah memberi nafas kehidupan kepada pernyataan kedua Muhammadarosulullah sedangkan pernyataan kedua menyatakan adanya Dzat Allah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan demikian pernyataan pertama dan kedua sangat erat kaitannya, kedua-duanya tidak bisa dipisahkan satu sama lain, merupakan suatu kesatuan dua kalimah Syahadat.&lt;br /&gt;
Artinya kurang lebih adalah :&lt;br /&gt;
 dua dalam kemanunggalan, manunggal dalam keEsaan Dzat Yang Maha Kuasa.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;G</description></item><item><title>KEESAAN DZAT</title><link>http://muhammadraydi.blogspot.com/2017/09/keesaan-dzat.html</link><author>noreply@blogger.com (PengembaraJiwa)</author><pubDate>Thu, 7 Sep 2017 12:19:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-44980545869163860.post-159532841072449284</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Dalam KeEsaanNya Dzat mempunyai bermacam-macam Asma dan bermacam-macam Sifat. &lt;br /&gt;
Keberagaman Asma dan Sifat tidak menyebabkan Dzat bertambah menjadi lebih dari satu. &lt;br /&gt;
Dalam ke Esaan Nya, Dzat tidak menjadi berjenis-jenis.&lt;br /&gt;
Sifat yang beragam, pasangan dan juga kebalikkannya adalah satu didalam aspek keEsaan Dzat. &lt;br /&gt;
Misalnya Sifat Jamal-Terang dan Jalal-Gelap, Asma Hadi ( Yang Memberikan Petunjuk ) dan Asma Mudzil ( Yang Menyesatkan ), dimana Asma yang satu tidak mengganggu Asma yang lain.&lt;br /&gt;
 Dengan demikian :&lt;br /&gt;
Siapapun yang telah diberi petunjuk Allah, maka tak ada sesuatu apapun yang bisa menyesatkannya,dan siapapun yang telah disesatkan Allah, Rosulullahpun tidak bisa meluruskannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang dapat petunjuk dan barang siapa yang disesatkan-Nya,maka kamu tidak akan mendapat seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk kepada-Nya&lt;br /&gt;
(Al-kahfi 18 : 17)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa-siapa yang dikehendaki Allah dibiarkan-Nya sesat, siapa-siapa yang dikehendaki Allah ditempatkan-Nyadi jalan yang lurus&lt;br /&gt;
 (Al-Anam 6 : 39).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesungguhnya Dzat tidak mempunyai manifestasi apapun tanpa manifestasi dari Asma dan Sifat. &lt;br /&gt;
Apapun yang ada, sifat baik maupun sifat jahat adalah merupakan akibat dari manifestasi Asma dan Sifat, bukan manifestasi dari Dzat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam hal ini harus kita ingat bahwa semua kebaikan berasal dari Allah. &lt;br /&gt;
Dibalik ujian dari Tuhan yang terjadi pada diri kita itulah yang terbaik, karena selalu ada hikmah. &lt;br /&gt;
Semua keburukan yang terjadi pada diri kita, itu karena ulah kita sendiri yang melenceng dari sunnatullah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apapun kebaikan yang kamu terima, datangnya dari Allah. &lt;br /&gt;
Apapun bencana yang menimpa dirimu, karena kesalahanmu&lt;br /&gt;
 (An-Nisa 4 : 79)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersabarlah menunggu keputusan Tuhan-mu, sesungguhnya engkau berada dalam pengawasan Kami dan bertasbihlah dengan memuji Tuhan-mu sewaktu kau bangkit berdiri dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu malam dan tatkala bintang-bintang tenggelam saat fajar &lt;br /&gt;
(Ath-Thur 52 : 48-49).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kita menggali dan mempelajari kerangka teoritis atau hipotesa tentang Dzat serta penurunan martabat Dzat sampai kepada rincian Wahidiyyah maka secara garis besarnya akan tampak empat kerangka dasar dari hipotesa tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description></item><item><title>RAHASIA KEHIDUPAN</title><link>http://muhammadraydi.blogspot.com/2017/09/rahasia-kehidupan.html</link><author>noreply@blogger.com (PengembaraJiwa)</author><pubDate>Thu, 7 Sep 2017 12:07:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-44980545869163860.post-3955146765524366445</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Nafas adalah rahasia dari hidup dan kehidupan, dengan nafas yang benar tidak ada sesuatu apapun di alam semesta ini yang tidak bisa di transformasikan&lt;br /&gt;
semenjak nyawa di masukkan ke dalam jasad manusia kedalam rahim ibunya hingga lahir kedunia, tidak sedetikpun nafasnya berhenti berzikir kepada diri si empunya diri (Tuhan alam semesta)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah yang disebut nyawa ?&lt;br /&gt;
Nyawa adalah nafas rahasia, nyawa itu dijadikan dari jauhar basita, jika hilang nyawa diantara jasmani dan rohani maka seseorang itu akan mengalami apa yang di sebut mati, dan bahwa sesungguhnya nyawa itu terdiri dari 4 unsur kehidupan, &lt;br /&gt;
NAFAS, AMFAS, TANAFAS, NUFUS&lt;br /&gt;
****&lt;br /&gt;
****&lt;br /&gt;
Dan sesungguhnya hidup nafas itu karena amfas, hidup amfas itu karena tanafas, dan hidup tanafas itu karena nufus, dan hidup nufus itu dengan rahasia, dan rahasia itu adalah diri rahasia Allah SWT yaitu diri bathin kita, seperti firman Allah SWT di dalam hadis qudsi yang artinya : “manusia adalah rahasia ku, dan dirikulah rahasianya"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
NAFAS : Nafas adalah nyawa tubuh kita, dan dia adalah sebenar – benar tubuh kita yang tidak mengenal cacat cela juga tidak mengenal binasa, Nafas itu letaknya di mulut, yang menjadi tempat keluar masuknya nyawa dari tubuh manusia adapun zikir nafas ketika masuk ke batang tubuh manusia adalah “ HU “.dan ketika keluar dari batang tubuh manusia adalah “ALLAH” Dan asal nafas itu dari huruf ALIF&lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
AMFAS : Amfas adalah sejatinya hati nurani, yang menjadi nilai kepada ALLAH SWT amfas itu letaknya di hidung, yang menjadi tempat keluar masuknya rahasia dari tubuh manusia, Adapun zikir amfas ketika masuk ke batang tubuh manusia adalah “ HU “ dan ketika keluar dari batang tubuh manusia adalah “ALLAH” Dan asal anfas itu dari huruf ALIF – HAMZAH &lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
TANAFAS : Tanafas adalah sebenar – benar diri yang berdiam di dalam PUAD, adapun zikir tanafas tetap diam dengan HU-ALLAH Dan asal tanafas itu dari huruf ALIF – HAMZAH BARIS BAWAH&lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
NUFUS : Nufus adalah sebenar – benar rahasia yaitu Af’al kepada Dzat ALLAH SWT, nufus tempatnya di dalam tubuh manusia, dia tidak keluar, tidak kekanan, tidak kekiri, tidak ke atas, tidak ke bawah, tidak di depan, tidak ke belakang, dia adalah ALIF pada tubuh insan yang meliputi sekalian tubuh manusia, adapun zikir nufus tetap diam, dan terdiri dari huruf ALIF – HAMZAH BARIS DEPAN&lt;br /&gt;
--------&lt;br /&gt;
Nufus berada di katup jantung dan bahwa sesungguhnya barang siapa yang tidak menemukan dan memahami hakikat zikir nafas maka sesungguhnya orang tersebut tidaklah dapat mencapai makam SHOLAHUDDAIM&lt;br /&gt;
-------&lt;br /&gt;
Adapun nafas anak – anak yang masih di dalam kandungan rahim ibunya tidak keluar masuk melalui hidung dan mulutnya ( belum ada nafas dan amfas ) melainkan bernafas dengan tanafas dan nufus, Jadi zikir rahasia nafas itu adalah : ( A – AA – II – UU )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
INILAH SALAH SATU ILMU DARI 9 ILMU YANG WAJIB DIKETAHUI DAN DIAMALKAN JIKA DIRIMU INGIN MENGENAL SEBENAR DIRIMU, SEBENAR NABIMU DAN SEBENAR TUHANMU, JIKA TIDAK MAKA DIRIMU ADALAH PENIPU&lt;br /&gt;
------------&lt;br /&gt;
“Jika ada seseorang bertanya: “Bagaimanakah aku harus mengeluarkan cinta dunia dari hatiku?” Maka jawabannya adalah: “Hendaklah memperhatikan cintamu pada Allah"&lt;br /&gt;
Ambillah alat ukur berupa cermin, lalu pandanglah dirimu melalui cermin itu, Perhatikanlah, apakah engkau seorang Mukim atau seorang munafik? Apakah engkau seorang yang bertauhid atau seorang musyrik?&lt;br /&gt;
Tolonglah aku ya Allah, agar aku bisa menundukkan hawa nafsuku dan memabukkan akal ku dengan anggur cinta-Mu, agar aku kehilangan diriku guna memperoleh kesadaran-Mu, agar jiwa itu fana dan hidup dalam diri-Mu&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description></item><item><title>AKU MAHA MELIPUTI</title><link>http://muhammadraydi.blogspot.com/2016/08/aku-maha-meliputi.html</link><author>noreply@blogger.com (PengembaraJiwa)</author><pubDate>Wed, 31 Aug 2016 22:58:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-44980545869163860.post-6965787920459856062</guid><description>"Sadaraku, Muslimin dan muslimat ,Jika kau telah mengenal diriMu yang Sejati maka kau bukan lagi seonggok daging atau sekujur tubuh
Apabila saat perkenalan itu telah tiba atau hari terahirmu, maka zikirMu tak lagi dengan suara atau dengan gerak, tetapi zikirMu adalah melihat siapa yang kau ingat, Kau akan melihat wajah Allah dimanapun kau berada, dan kau tak lagi akan melihat mati itu satu kematian, karena sesungguhnya ketika itu kau menyusuri ruang waktu, ketika itu kau adalah cahaya Allah di bumi ini&lt;br&gt;
Dan kau akan tetap menjadi cahaya milik Allah saat di akhirat nanti, dan sesungguhnya karena kau adalah milik Allah, terserah kepada Allah mau dibuat apa engkau itu karena kembali kepada AsalMu, Setelah itu baru apa yang kelihatan itu akan berwajah kau, dan disitu jugalah keadaan yang mana yang memandang dan yang dipandang itu adalah kau yang esa, Kau melihat wajahMu sendiri ketika pandang memandang itu.&lt;br&gt;
Jikalau kau sudah paham dan yakin segala sesuatu selain kau telah fana, itulah tandanya hatiMu itu telah mencapai ketahap puncak Ma'rifat, tahap mengenal dia dengan sebenar-benarnya pengenalan, Jika kau masih juga tidak faham dan yakin, maka akan diterangkan seperti ini untukMu yaitu berawal dari mengenal mani adalah penjelmaan dari bapak dan ibu atau yang disebut sulbi dan taraib ,Jadi mani itu adalah mulanya seberkas cahaya yang dikeluarkan oleh Allah dari mutu manikam 
&lt;br&gt;
sehingga para Ulama berpendapat yaitu:&lt;br&gt;
Mani adalah salah satunya dzat penjelmaan dari dua macam dzat (sulbi dan taraib).... &lt;br&gt;
Dengan adanya KUDRATILLAHI yaitu berasal dari sulbi bapak, dan yang menjadi IRADATILLAHI yaitu berasal dari ibu ,Oleh sebab itu bagaimanapun birahinya kaum ibu, hal ini tidak terlalu nampak karena birahinya kaum ibu ini tidak dapat melampaui batasnya kudrat kaum bapak, Karna kaum ibu ini hanyalah iradat, maka ulama mengistilahkan "&lt;br&gt;
SYURGA ITU DI ATAS TELAPAK KAKI IBU"
&lt;br&gt;.&lt;br&gt;
Untuk lebih jelasnya akan diterangkan dibawah bagian-bagian dari maksud yang di atas:&lt;br&gt;
BAGIAN BAPAK: wadi, madi, mutu, mani, atau disebut sulbi.
&lt;br&gt;
BAGIAN IBU: tanah, air, angin, api, atau disebut taraib.
&lt;br&gt;
BAGIAN ALLAH: ruh idhafi, ruh ruhani, ruh rahmani, ruh jasmani
&lt;br&gt;.&lt;br&gt;
BAGIAN DARI GUDANG RAHASIA DISEBUT MUTU MANIKAM YAITU:&lt;br&gt;
.Tanah itu ialah badan muhammad&lt;br&gt;
.Air itu ialah nur .muhammad&lt;br&gt;
.Angin itu ialah nafas muhammad&lt;br&gt;
.Api itu ialah penglihatan muhammad
&lt;br&gt;.&lt;br&gt;
Awal itu ialah nurani„&lt;br&gt;
Akhir itu ialah ruhani„&lt;br&gt;
Zahir itu ialah insani„&lt;br&gt;
Bathin itu ialah rabbani„
Nurani itu ialah nyawa„&lt;br&gt;
Ruhani itu ialah hati„&lt;br&gt;
Insani itu ialah tubuh„&lt;br&gt;
Rabbani itu ialah rahasia
&lt;br&gt;.&lt;br&gt;
Nyawa itu ialah idhafi„&lt;br&gt;
Hati itu ialah ruhani„&lt;br&gt;
Tubuh itu ialah jasmani„&lt;br&gt;
Rahasia itu ialah aku yang sejati„&lt;br&gt;
Tubuh itu menyatu kepada hati
Hati itu menyatu kepada nyawa„&lt;br&gt;
Nyawa itu menyatu kepada rahasia„&lt;br&gt;
Rahasia itu menyatu kepada nur„&lt;br&gt;
Nur itulah bayang-bayang Allah yang sebenar-benarnya
&lt;br&gt;.&lt;br&gt;
Wadi... kalimahnya: LAA ILAHA
&lt;br&gt;
Madi... kalimahnya: ILALLAH
&lt;br&gt;
Mutu... kalimahnya: ALLAH
&lt;br&gt;
Mani... Kalimahnya: HU
&lt;br&gt;.&lt;br&gt;
Ruh jasmani kalimahnya: &lt;br&gt;
YAHU&lt;br&gt;
Ruh rahmani kalimahnya: IYAHU&lt;br&gt;
Ruh ruhani kalimahnya: YAMANIHU&lt;br&gt;
Ruh idhafi kalimahnya: YAMAN LAYISALAHU&lt;br&gt;
Mutu manikam kalimahnya: MA'DAHU
&lt;br&gt;.&lt;br&gt;
TUJUH PETALA BUMI DIJADIKAN TUJUH TINGKATAN MARTABAT YAITU:&lt;br&gt;
Pertama„ Sifat amarah&lt;br&gt;
kedua„ Sifat lawwamah&lt;br&gt;
Ketiga„ Sifat mulhimah&lt;br&gt;
Keempat„ Sifat mutmainah&lt;br&gt;
kelima„ Sifat radhiyatan&lt;br&gt;
Keenam„ Sifat mardhiyah&lt;br&gt;
Ketujuh„ Sifat ubudiyah
&lt;br&gt;.&lt;br&gt;
TUJUH PETALA LANGIT YANG DIMAKSUD DENGAN TUJUH MARTABAT YAITU:
&lt;br&gt;
Satu„ Lathifatul qolbi&lt;br&gt;
Dua„ Lathifatul ruuhi&lt;br&gt;
Tiga„ Lathifatul sirri&lt;br&gt;
Empat„ Lathifatul ahfa&lt;br&gt;
Lima„ Lathifatul hafi&lt;br&gt;
Enam„ Lathifatul nafsu natika
&lt;br&gt;
Tujuh„ Lathifatul kullu jasad
&lt;br&gt;.&lt;br&gt;
JIKALAU TINGKATAN SEMACAM INI YANG KITA AMBIL HAKIKATNYA PADA ALAM KECIL YANG TERSEMBUNYI (terahasia) DALAM DIRI, MAKA ULAMA MENAMAKAN SEBAGAI BERIKUT:&lt;br&gt;
Satu„ Hayatun jasadi bin-nafasi&lt;br&gt;
Dua„  Hayatun nafasi bir-ruhi
&lt;br&gt;
Tiga„ Hayatun ruhi bis-sirri
&lt;br&gt;
Empat„ Hayatun sirri bil-imani
&lt;br&gt;
Lima„ Hayatun imani bin-nuri
&lt;br&gt;
Enam„ Hayatun nuri bil-qudrati&lt;br&gt;
Tujuh„ Hayatun qudrati bi mu'alamullahi ta'ala dzatullah
&lt;br&gt;.&lt;br&gt;
ARTINYA ADALAH SEBAGAI BERIKUT:&lt;br&gt;
Satu„ Asalnya jasad dari nafas
&lt;br&gt;
Dua„ Asalnya nafas dari ruh
&lt;br&gt;
Tiga„ Asalnya ruh dari dalam rahasia&lt;br&gt;
Empat„ Asalnya rahasia dari dalam iman&lt;br&gt;
Lima„ Asalnya iman dari nur atau cahaya&lt;br&gt;
Enam„ Asalnya nur atau cahaya dari qudrat&lt;br&gt;
Tujuh„ Asalnya qudrat dari ke baqaan Allah
&lt;br&gt;.&lt;br&gt;
KALIMAHNYA SEPERTI INI:
&lt;br&gt;
Satu„ Hayatun jasadi hurufnya Alif kalimahnya LA
&lt;br&gt;
Dua„ Hayatun nafasi hurufnya Lam Awal kalimahnya ILAHA
&lt;br&gt;
Tiga„ Hayatun ruhi hurufnya Lam Akhir kalimahnya ILLA
&lt;br&gt;
Empat„ Hayatun sirri hurufnya Ha kalimahnya ALLAH
&lt;br&gt;
Lima„ Hayatun imani hurufnya Alif (Allah) kalimahnya YAHU
&lt;br&gt;
Enam„ Hayatun nuri hurufnya Lam (jibril) kalimahnya IYAHU
&lt;br&gt;
Tujuh„ Hayatun qudrati hurufnya Mim (muhammad) kalimahnya IYAHU YAMANIHU
&lt;br&gt;.&lt;br&gt;
Dengan demikian apabila kesemuanya ini kau leburkan kedalam ke-baqaan DZAT ALLAH, maka ulama menamakanNya sebagai berikut:
&lt;br&gt;
Satu„ Watujibul wajasadi fi fasaral qolbi&lt;br&gt;
Dua„ Watujibul qolbi fi fasaral ruhi&lt;br&gt;
Tiga„ Watujibul ruhi fi fasaral sirri&lt;br&gt;
Empat„ Watujibul sirri fi fasaral imani&lt;br&gt;
Lima„ Watujibul imani fi fasaral nuri&lt;br&gt;
Enam„ Watujibul nuri fi fasaral qudrati&lt;br&gt;
Tujuh„ Watujibul qudrati fi fasaral dzati fil dzati
&lt;br&gt;.&lt;br&gt;
"Maka uraian atau Tulisan yang di atas sampurnalah amalan orang ARIF BILLAH„</description></item><item><title>SEMBAHYANG TAQWA</title><link>http://muhammadraydi.blogspot.com/2016/08/sembahyang-taqwa.html</link><author>noreply@blogger.com (PengembaraJiwa)</author><pubDate>Tue, 30 Aug 2016 22:35:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-44980545869163860.post-8926719890892703614</guid><description>PERTAMA" Setiap manusia yang melakukan sembahyang wajib mengaku sebagai manusia yang sempurna, yaitu Insan kamil . Karena itu sesiapa yang tidak sembahyang maka ia bukanlah manusia yang sempurna, yang berarti ia bertaraf makhluk sebagaimana Azazil yang telah berkhidmat dengan Tuhan selama 12,000 tahun kepada Tuhan kemudian berakhir dengan durhaka kepadaNya.
&lt;br&gt;
KEDUA". Durhakanya Azazil kepada Tuhan karena tidak mengetahui rahasia perintah tunduk kepada Adam a.s oleh Allah SWT, artinya tidak mau sembahyang dan akhirnya ia terus dilaknat oleh Allah dengan nama syaitan bertaraf iblis.
&lt;br&gt;.&lt;br&gt;
KETIGA". Sembahyang itu adalah untuk mempraktikkan ikrar dan janji kita semasa di Alam Roh. Ia bukanlah membawa kepada masuk ke syurga, hanya menunaikan ikrar dan janji rahasia tunduk di Alam Roh dan rahasia masuknya peristiwa Rohani kedalam jasad bayi kedalam perut ibu yakni tanda Ubudiah (pengabdian seorang hamba).&lt;br&gt;
 Firman Allah yang bermaksud:&lt;br&gt;
"Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah kamu itu sesudah kamu meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (sebagai sumpah itu) sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu lakukan" &lt;br&gt;
(Qs. An-Nahl 91)
&lt;br&gt;.&lt;br&gt;
KEEMPAT". Sembahyang seorang ahli taqwa tidak ada lafaz usalli, karena usalli kepada orang taqwa adalah hal yang maklum, karena usalli itu adalah kerja orang awam, dan sembahyang yang dilaksanakan itu mestilah keluar dari sifat makhluk kepada sifat Insan kamil.
&lt;br&gt;.&lt;br&gt;
3 derajat manusia didalam 3 perkara pokok.&lt;br&gt;
1. Insan kamil - Insan ketuhanan.&lt;br&gt;
2. Insan kamil wa mukammil - Insan bertaraf Muham mad (Mahmudah).&lt;br&gt;
3. Insan mukammil - Insan Abudiah (pengabdian) taraf Adam.
&lt;br&gt;.&lt;br&gt;
KELIMA".Sembahyang mesti fana dalam Dzat Allah, fana dalam Sifat Allah dan fana dalam Af'al Allah, maka fana itu ialah mempraktikkan kerja buat LAA ILLAHA ILLALLAH atau LA HAWLAWALA QUWWATA ILLA BILLAH artinya jasad dalam kalimah Alif artinya HU. &lt;br&gt;
Bagi perempuan HA Artinya HU.
&lt;br&gt;.&lt;br&gt;
KEENAM". Kita berkata didalam hati Tiada Dzat aku hanya Dzat Allah,tiada Sifat aku hanya Sifat Allah, tiada Af'al aku hanya Af'al Allah, tiada ujud aku hanya ujud Allah' dan jangan ingatkan batang tubuh kita, sebaik-baiknya ingatkan dia Dzat dan dia Asma' artinya menyerahkan diri kepadaNya. &lt;br&gt;
Firman Allah yang bermaksud:&lt;br&gt;
"Dan kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur'an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan khabar gembira bagi orang-orang yang menyerahkan dirinya" &lt;br&gt;
(Qs. An-Nahl 89)
&lt;br&gt;.&lt;br&gt;
KETUJUH". Sembahyang itu ialah untuk mempraktikkan kerja buat&lt;br&gt; BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM kepada golongan ahli taqwa. Kepada orang syariat dimaksudkan tiada Tuhan yang disembah melainkan Allah' tetapi kepada golongan ahli taqwa, &lt;br&gt;
BISMILLAH itu Dzat kepada Allah tetapi kepada kita Nyawa (Insan) atau Ruhul Hayat (LA YAHLUQU). &lt;br&gt;
ARAHMAN itu Sifat kepada Allah, maksudnya hati kepada kita, yakni Ruhul Yaqazah,&lt;br&gt;
 ARRAHIM itu Af'al kepada Allah dan kepada kita tubuh (jasad), Jelasnya kita berasal daripada&lt;br&gt; BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM, karena itu kita tidak boleh membaca&lt;br&gt; BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM karena kerja buat perkara 13 rukun sembahyang itu semua dilakukan oleh Tuhan pada keseluruhannya. Rujuk kefahaman pada ilmu IFTIQAR karena itu tidak boleh membaca &lt;br&gt;
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM pada Al-Fatihah dan ayat lazim karena belajar saufisma ini kepada fekah tasawuf yang tiada berkait dengan fekah dan usuluddin hanya semata-mata tasawuf yang dapat mengelakkan perkara syirik khafi dan mukhafi, asrar dan jali.
&lt;br&gt;.&lt;br&gt;
DELAPAN". Sembahyang hendaklah fana dalam Dzat Allah, Sifat Allah dan Af'al Allah dan jangan pula kita didalam Asma Allah karena kita hanya menyembah Dzat dan memuji AsmaNya. Adakala kita sudah fana sebagai Insan kamil, mukammil dan wa mukammil, barulah angkat takbiratul ihram (ALLAHU AKBAR)
&lt;br&gt;.&lt;br&gt;
MEMAHAMI FAEDAH SEMBAHYANG
&lt;br&gt;.&lt;br&gt;
Pertama. Faedah sembahyang ahli taqwa ini adalah untuk mencuci nafsu, karena daripada nafsulah perbuatan fasik dan mungkar itu terjadi. &lt;br&gt;
Karena itu :&lt;br&gt;
1. Sembahyang Subuh untuk mencuci nafsu Ammarah&lt;br&gt;
2. Sembahyang Zuhur untuk mencuci nafsu Lawamah&lt;br&gt;
3. Sembahyang Ashar untuk mencuci nafsu Sawiah&lt;br&gt;
4. Sembahyang Maghrib untuk mencuci nafsu Muthmainah&lt;br&gt;
5. Sembahyang Isya' untuk menyempurnakan nafsu Takmaninah&lt;br&gt;
KEDUA". Sembahyang itu adalah fardhu lagi wajib, fardhu karena sampai waktu hendaklah dilaksanakan tanpa qadha, sampai masanya hendaklah dilaksanakan, melaksanakan sembahyang dengan segala rukunnya adalah wajib kecuali uzur syarie.&lt;br&gt;
KETIGA". Setiap orang bertaqwa hendaklah juga bersembahyang daiem karena sesiapa yang tidak sembahyang daiem ia lebih hina daripada anjing dan babi dan pahalasembahyang daiem 150,000 setiap hari. &lt;br&gt;
Adapun rahasia rukun 13 sembahyang itu ialah:&lt;br&gt;
1. Niat itu tubuh didalam dunia dan akhirat&lt;br&gt;
2. Qiam itu pelita didalam kubur
&lt;br&gt;
3. Takbiratul Ihram itu meluaskan tempat didalam kubur
&lt;br&gt;
4. Al-Fatihah itu pakaian didalam kubur&lt;br&gt;
5. Ruku' itu permaidani didalam kubur&lt;br&gt;
6. Iktidal itu memberatkan timbangan dari kesalahan ketika menghadap Tuhan&lt;br&gt;
7 . Sujud itu mempercepatkan apabila melalui titi Siratulmustaqim.&lt;br&gt;
8. Duduk diantara dua sujud itu payung di Padang Mahsyar&lt;br&gt;
9. Tahyat awal itu kenderaan di Padang Mahsyar&lt;br&gt;
10. Tahyat akhir itu menjawab pertanyaan Mungkar Nangkir&lt;br&gt;
11. Selawat itu bertemu dengan Nabi Muhammad SAW&lt;br&gt;
12. Salam itu membuka pintu syurga&lt;br&gt;
13. Tertib itu menemukan Khalikul Alam di syurga Berarti setiap perbuatan kita didalam sembahyang itu adalah dinilai oleh Allah SWT dan ditentukan ganjarannya didunia dan akhirat, InsyaAllah.&lt;br&gt;
KEEMPAT". Rahasia niat itu menjamin seseorang itu berlaku ikhlas terhadap Tuhan dan membolehkannya mendapat ganjaran kepada 13 rukun sembahyang tanpa niat ia tiada mendapat apa-apa faedah dan niat itu menunjukkan kesadaran seseorang itu sebagai hamba kepada Tuhan karena itu semasa menjelmanya niat tidak boleh:&lt;br&gt;
Hajis - artinya tergerak hati karena sesuatu faedah &lt;br&gt;
2. Khatir - terlintas hati kepada tujuan yang berganda&lt;br&gt;
Waham - artinya was-was lemah ilmu dan iman 
&lt;br&gt;.&lt;br&gt;
(tiga perkara diatas adalah kerja syaitan) Berniat wajib:&lt;br&gt;
Huzur - artinya tetap Roh artinya sebagai menunai janji (Alam Roh)&lt;br&gt;
Azam - cita-cita yang putus . Sadar tanggung jawab&lt;br&gt;
Duhul - artinya sedia tiada halangan&lt;br&gt;
Kasad - artinya hajat (menunaikan amanah) 
&lt;br&gt;.&lt;br&gt;
Adapun niat itu tiada berhuruf, tiada berupa dan tiada bersuara. Ia merupakan kerja hati (Ruhul Yaqazah) dan niat itu meliputi kepada mesra seluruh badan diluar dan dalam. 
&lt;br&gt;.&lt;br&gt;
Didalam niat itu: &lt;br&gt;
Munajat empat perkara niat ini menjadi satu dan niat itu pulang
&lt;br&gt;.&lt;br&gt;
3. Tabdal kepada hakikat dan hakikat itu pulang kepada ma'rifat.
&lt;br&gt;.&lt;br&gt;
4. Miraj Empat perkara niat ini menjadi satu dan niat itu pulang kepada hakikat dan hakikat itu pulang kepada maarifat. Ini berarti tatkala Takbiratul ihram itu nyawa mesrakan dengan jasad dan hancurkan jadi demikian, artinya hapuskan dan lengkapkan perbuatan hamba itu didalam Af'al Allah, didalam Sifat Allah, karamkan Dzat hamba kepada Dzat Allah, maka yang tinggal ialah Dzat Allah, Sifat Allah dan Af'al Allah. Karena itu tiada Dzat kita (Insan), sifat kita(Ruhul Yaqazah) dan Af'al kita (jasad), hapuskan niat itu kepadanya, pulangkan kepada Adam yang sedia, barulah angkat takbir Allahu Akbar maksudnya yang Maujud hanya kerja Allah tidak ada kita.&lt;br&gt; Pada Allahu Akbar itu berlakulah tawakal, yaitu serahkan kelakuan diri kepada kelakuan Allah (Af'al Allah).&lt;br&gt;
 Berlaku Tabdal serah diri dan hapuskan kelakuan hamba kedalam keadaan hak Allah. &lt;br&gt;
Berlaku Miraj yakni berpindah naik ketempat yang tinggi untuk mengembalikan amanah kepada yang tinggi untuk mengembalikan amanah kepada yang punya amanah. &lt;br&gt;
Berlaku munajat serahkan kepada hanya kerja Dia dinamakan Khasul Khas dan kalam itu menjadi Mutakallimun.
&lt;br&gt;.&lt;br&gt;
5. Adapun kunci sembahyang itu Takbiratul ihram, dan anak kunci sembahyang itu noktah ghaib La ta'ayun dan noktah Insan Ta'ayun awal.
&lt;br&gt;.&lt;br&gt;
6. Sembahyang itu Salam Zaman. Semasa melakukan solat itu tidak boleh bid'ah, Apat, syirik.
&lt;br&gt;.&lt;br&gt;
7. Didalam masa melakukan Takbiratul ihram itu hendaklah ma'alom, yaitu masuk pintu Tauhid dan niat didalam musyahadah Dzat Allah, artinya segala tubuh, anggota perasaan, pikirkan bulat menjadi satu menghadap Tuhan.&lt;br&gt;
(kerja buat Dzat dan Asma) 
&lt;br&gt;.&lt;br&gt;
8. Maka usalli itu adalah Dzat wajibul wujud yang menggerakkan amal daripada niat sampai tertib mengikut susunan daripada awal dan akhir, daripada asal dan usulnya.
&lt;br&gt;.&lt;br&gt;
1. Asal Allah daripada Dzat&lt;br&gt;
2. Usul Allah daripada Sifat&lt;br&gt;
3. Asal kita daripada Nyawa&lt;br&gt;
4. Usul kita adalah hati
&lt;br&gt;.&lt;br&gt;
9. Adapun maksud fardhu itu ialah menentukan istana nyawa kita yang bernama Qolbun mukminin, tempat tilik Allah akan perbuatan hambaNya yang berasaskan niat.
&lt;br&gt;.&lt;br&gt;
10. Adapun maksud raka'at itu ialah gerak, qiam, sujud, duduk diantara dua sujud dan Iktidal.
&lt;br&gt;.&lt;br&gt;
11. Adapun usalli itu dinamakan kebangkitan hati yang di sebut inbi’atul qolbi dan bukan hadiksunnafsi atau cerita hati.</description></item><item><title>ALLAH, MUHAMMAD, ISLAM, ALQURAN DAN SHOLAT
</title><link>http://muhammadraydi.blogspot.com/2016/08/allah-muhammad-islam-alquran-dan-sholat.html</link><author>noreply@blogger.com (PengembaraJiwa)</author><pubDate>Sat, 27 Aug 2016 22:03:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-44980545869163860.post-1159741847199095724</guid><description>*ALLAH adalah nama, tuhan derajatnya, dan hakekatnya adalah Dzat, Dzat inilah yang haq, sebelum ada awal dan sebelum ada apa yang namanya "tidak ada apa-apa" hanya DIA semata-mata, kemudian di tajalikannya nur Allah ini, dari kata Allah yaitu Alif, Lam, Lam Ha mengartikan Allah, Lillahi, Lahu, Hu semua kembali kepada ZatuliHaq, Tasjid pada kata Allah mengartikan Nur ala Nur yang artinya diatas nur ada nur inilah ZatullHaq itu, bukankah jelas dikatakan Qul Hu Allahu Ahad = katakan DIA allah itu Satu? Atau Bismillahilazi La Illallah Illa HU = Dengan nama Allah tapi Tidak ada Allah Kecuali DIA, ini semua mengartikan bahwa dengan nama Allah lah maka kalian mengenalKU, bukankah Nama dengan yang punya nama itu berbeda? Lalu kenapa kita selalu permasalahkan tentang nama ini? Bisa saja dengan Dzat yang sama tapi orang lain menyebutnya dengan nama yang berbeda bukan? Apakah ini salah? La sautin = Tidak ada nama yang terucap Wa La Harfun = dan tidak ada huruf yang bisa ditulis, itulah hakekatnya ZATULLHAQ.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
*MUHAMMAD itu Insan Kamil yaitu manusia yang sempurna, Muhammad disini bukanlah Muhammad Bin Abdullah yaitu Muhammad putra Abdullah, tapi Muhammad yang mempunyai arti yang sangat luas karena dia yang awal dan dia yang akhir, dia yang buka dan dia yang tutup, bukankah dulu nabi adam bertobat dengan menyebutkan nama Muhammad? Ini menandakan bahwa sebelum ada nabi adam, Muhammad sudah ada, seluruh nabi-nabi yang ada hakekatnya adalah Muhammad, jadi salah kalau kita menyangka bahwa Muhammad sudah mati. karena dia itu Rahmatan Lil Alamin = Rahmat bagi seluruh alam, tidak mungkin kita yang dirahmati masih hidup sementara yang memberikan rahmat sudah mati bukan? Wa'lamu ana fikum Rasullullah = Sesungguhnya Muhammad ada dalam diri setiap manusia, jadi jelas bagi kita bahwa Muhammad bukan jasmani saja tapi ada Muhammad Rohani sebagaimana dalam syahadat Rasul, Muhammad bin Abdullah telah bersaksi : "Wa ashadu anna Muhammadarasullullah" bukan "Wa ashadu anna Rasullullah" berarti dalam Muhammad ada Muhammad.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
*ISLAM itu Universal mencakup seluruh kehidupan umat manusia, Islam sudah ada sejak permulaan manusia ada dimuka bumi, karena Islam adalah norma-norma agama yang luhur, tetapi arti islam yang selama ini telah kita berikan sebagai salah satu agama yang muncul pada abad ke 6 masehi dengan perlambangan dan tatacara beridahnya sudah mengklsifikasikan umat manusia apalagi dengan adanya beberapa dalil yang telah diartikan secara "Extrem" dengan mengkafirkan orang lain diluar ajaran agama Islam, Apakah adil ketika ada orang yang berahlaq baik lantaran hanya berbeda ajaran menjadi kafir? sesungguhnya Islam tidak sesempit yang mereka pikirkan, dilihat dari kata ISLAM yaitu, Alif, Syin, Lamalif, Mim artinya Alif melambangkan Anna Allah Hu Ahad = ZatullHaq, Syin = Selamat, Lamalif = Laillaha illallah dan Mim = Muhammadrasullullah jika dirangkum menjadi = Allah menyelamatkan orang yang menyebut Laillahaillallah Muhammadarrasullullah, (Laillahaillallah = Diri batin, Muhammadrasullullah=Diri Lahir) kalimat ini kita jabarkan lagi menjadi "Allah menyelamat orang yang menjaga dirinya secara lahir dan batin" maksud akhirnya ditujukan bagi semua umat manusia untuk memelihara diri lahir dan batinnya.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
*AL-QUR'AN bukan sebagai kitab suci umat islam tapi umat manusia di muka bumi ini hanya berupa buku atau benda mati yang berisi petunjuk untuk menjelaskan tentang Al-qur'an yang hidup yang ada pada diri manusia, berbicara tentang manusia = berbicara tentang alam semesta = berbicara tentang tuhan, karena ini semua kait - terkait, jadi Al-qur'an yang hiduplah yang harus kita tanamkan dalam dada bukan al-qur'an yang berupa buku yang kita persoalkan, dalam Al-qur'an ada Al-qur'an artinya Alqur'an tidak bisa di artikan secara harfiahnya saja, ada Al-qur'an yang tersembunyi yang hanya dapat dipahami oleh mereka yang mendapatkan hidayah, kalau saja ilmu Al-qur'an ini tertulis dan bisa dibaca maka semua orang cukup dengan membaca sudah pasti memahami ilmunya, tapi lain teori lain prakteknya karena dalam praktek kita akan mendapatkan teori yang baru, inilah yang dimaksudkan dengan Alqur'an yang hilang tersebut yang harus kita cari, tidak terbatas kepada kata-katanya saja. Al-qur'an telah diartikan sebagai firman tuhan = kata-kata tuhan berarti tuhan berbicara apa yang muncul dipikiran kita ketika mendengar tuhan berbicara?
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
*SHOLAT bukanlah untuk kita menyembah tuhan seperti apa yang kita pahami selama ini karena tuhan tidak butuh disembah, ketika kita menyembah berarti ada yang kena sembah, sesuatu yang disembah selalu berada dihadapan orang yang menyembah sama artinya kita mengatakan tuhan itu bertempat, sedang tuhan tidak bertempat dan tidak ada dimana atau dimana tapi ada dimana-mana dan berlainan dengan apa-apa yang ada di alam semesta ini, sholat mempunyai arti kata "hubungan" artinya mendekatkan diri dengan tuhannya, tuhan ingin dikenal oleh karenanya sholat adalah untuk kita mengenal diriNYA dengan diriNYA yaitu diri rahasia tuhan yang ada dalam diri kita, hubungan dengan tuhan harus terjadi setiap saat dimanapun dan kapanpun karena setiap detik tuhan menunggu kita bukan hanya dalam lima waktu sholat saja, bukankah dalam perjalanan menerima perintah sholat ini tuhan menghendaki 50x dalam sehari? Bahwa inti sholat adalah mengenal diri, mengenal diri mengenal sholat mengenal sholat mengenal tuhan, kalau sudah mengenal tuhan…??
</description></item><item><title>MARTABAT MANUSIA SEJATI</title><link>http://muhammadraydi.blogspot.com/2016/08/martabat-manusia-sejati.html</link><author>noreply@blogger.com (PengembaraJiwa)</author><pubDate>Sat, 27 Aug 2016 09:20:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-44980545869163860.post-2737781734672191485</guid><description>"Jauhar awal ini sifatnya terang benderang, cahayanya gilang gemilang yaitu gulungan Dzat bersama sifat yang Maha Suci, setelah itu barulah ada ASMA ALLAH, dimana dinyatakan bahwa :&lt;br /&gt;
JAUHAR AWAL ISINYA ADALAH : &lt;br /&gt;
Ruh Ilmu Rasulullah...&lt;br /&gt;
BENDA RASULULLAH ITU : &lt;br /&gt;
Merah, kuning, putih dan hitam...&lt;br /&gt;
DAN CAHAYA YANG EMPAT ITU DISEBUT : &lt;br /&gt;
Hakikat Adam...&lt;br /&gt;
BARANG GHAIB YANG DISEBUT : &lt;br /&gt;
Ismu Dzat...
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
BIBIT ALAM ZAHIR ATAU ASMA MAHA SUCI, SATU ASMA ALLAH TA'ALA Adalah : &lt;br /&gt;
Sifat Ruh (Adam Hakiki) menjadi, Sifat Iradat Allah Ta'ala
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Sifat dan Asma Allah Ta'ala yaitu JAUHAR AWAL RASULLULLAH (satu cahaya halus yangg mencukupi untuk seluruh ciptaan)
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Sifat Qudrat yang menghidupkan manusia,&lt;br /&gt;
Sifat Iradat (Ruh) Yang menjadikan :&lt;br /&gt;
RUHUL BASHAR=penglihatan &lt;br /&gt;
RUHUS SAMMA= pendengaran
&lt;br /&gt;
RUHUN NAFASI= penciuman
&lt;br /&gt;
RUHUL KALAM= perkataan
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Jadi, manusia berasal dari Qudrat dan Iradat Allah Ta'ala.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Tidak ada jarak (Dari roh) Wujud rupa jasad, kembali kepada SIFAT FITRAH RUH
&lt;br /&gt;
Suci dan bersihnya jiwa (wujud rupa rasa) yg terdiri dari RUH, NYAWA, BATHIN, HATI, QOLBU, PENGLIHATAN, PENDENGARAN, PENCIUMAN, PERKATAAN
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Kembalinya RASA SEJATI keasalnya KUBUR SEJATI yaitu MARTABAT NURULLAH (jauhar awal) cahaya empat rupa, dan Ruh pulang kembali kepada DZAT SUCI seperti didalam kandungan (Alam Rahim)
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Kembali yang sempurna inilah jalan pulang para nabi dan rasul, para sahabat, ulama sejati dan para wali, kembali ke MARTABAT MANUSIA SEJATI (insan kamil mukamil)
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Sabda rasulullah Saw : &lt;br /&gt;
"APABILA CAHAYA ALLAH TELAH MASUK KEDALAM QALBI, MAKA DADAPUN MENJADI LAPANG DAN TERBUKA"
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
"Seorang sahabat bertanya: &lt;br /&gt;
"APAKAH YANG DEMIKIAN ITU TANDA-TANDANYA YA RASULULLAH?"&lt;br /&gt;
Rasulullah menjawab: &lt;br /&gt;
"YA, ORANG-ORANG YANG MENGALAMINYA LALU MERENGGANGKAN PANDANGANNYA DARI NEGERI TIPUAN (dunia) DAN BERSIAP MENUJU KE NEGERI ABADI (akhirat) SERTA MEMPERSIAPKAN MATI SEBELUM MATI"
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
NABI ADAM pangkatnya adalah KHALIFATULLAHU
&lt;br /&gt;
NABI NUH pangkatnya adalah HABIBULLAHI
&lt;br /&gt;
NABI IBRAHIM pangkatnya adalah KHALILLULLAHU
&lt;br /&gt;
NABI MUSA pangkatnya adalah KALAMULLAHU
&lt;br /&gt;
NABI ISA pangkatnya adalah RUHULLAHI
&lt;br /&gt;
NABI MUHAMMAD pangkatnya adalah RASULULLAH SHALALLAHU A'ALAIHI WASSALAM
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
+MUHAMMAD MAJAZI adalah rupa jasmani:&lt;br /&gt;
MIM AWAL lafaz MUHAMMAD menjadi KEPALA ADAM...&lt;br /&gt;
HA lafaz MUHAMMAD menjadi DADA ADAM...&lt;br /&gt;
MIM AKHIR lafaz MUHAMMAD menjadi PUSAR ADAM...&lt;br /&gt;
DAL lafaz MUHAMMAD menjadi KAKI ADAM...&lt;br /&gt;
Sudah menjadi MIM-HA-MIM-DAL...
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Hadistnya yang wafat, sementara rasul tidak wafat, hakikatnya masih berjalan atau Muhammad Af'al = pekerjaan, kumpul pada diri manusia, ke Enam rasul "BERGULUNG" didalam hidup, hidup adanya pasti, sifatnya ada pada diri manusia di dunia ini
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
+MUHAMMAD HAQ adalah dzat sifat maha agung, rupanya terang benderang yaitu SAMUDRA HIDUP, bibit nyawa semuanya, itulah barangnya dari DZAT SIFAT, sirnanya menjadi CAHAYA EMPAT RUPA disebut MUHAMMAD HAKIKI
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
+MUHAMMAD HAKIKI yaitu:
NARUN sifat CAHAYA MERAH menjadi huruf MIM AWAL...&lt;br /&gt;
HAWAUN sifat CAHAYA KUNING menjadi huruf HA...&lt;br /&gt;
MA'UN sifat CAHAYA PUTIH menjadi huruf MIM AKHIR...&lt;br /&gt;
TUROBUN sifat CAHAYA HITAM menjadi huruf DAL...&lt;br /&gt;
Ke Empat CAHAYA menjadi lafaz MUHAMMAD
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
+ MUHAMMAD HARID yaitu nyatanya RASA pribadi, yaitu RASA JASMANI, sifatnya pasti, nabi muhammad saw yang berada di madinah disebut MUHAMMAD PANGKAT, pangkat nabi rasulullah di utus oleh yang maha suci untuk membawa rukun Agama yaitu &lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
SYARIAT - THARIKAT - HAKIKAT - MARIFAT, agar manusia selamat dunia dan akhirat, dan supaya tahu dan percaya adanya Allah Ta'ala
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Pada waktu baginda rasulullah saw masih hidup, ilmu ini tidak di umumkan kepada umat-umat semuanya, ilmu ini hanya diberikan kepada para sahabat terutama SAYYIDINA ALI BIN ABI THALIB supaya bisa turun temurun kepada anaknya SAYYIDINA HASSAN WAL HUSAIN dan terus kepada PARA WALI dan akhirnya sampai kepada kita.</description></item><item><title>TANYA JAWAB PERKARA SEMBAHYANG</title><link>http://muhammadraydi.blogspot.com/2016/08/tanya-jawab-perkara-sembahyang.html</link><author>noreply@blogger.com (PengembaraJiwa)</author><pubDate>Sat, 27 Aug 2016 09:01:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-44980545869163860.post-6305314875555851826</guid><description>PERTAMA.. "Apakah maksud Solat?&lt;br /&gt;
Jawab = Maksud sholat adalah menyembah dzat, memuji Asma dan mengakui Af'al Allah.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
KEDUA.. Apakah kesempurnaan sholat?&lt;br /&gt;
Jawab = Kesempurnaan sholat apabila kerja­-kerja yang mengandungi:&lt;br /&gt;
1. Kerja-kerja hati (Qalbi)&lt;br /&gt;
2. Kerja-kerja lidah (Qouli)&lt;br /&gt;
3. Kerja-kerja pergerakan anggota (Fe'li)
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
KETIGA.. Apakah kandungan rukun Qalbi, Qouli dan Fe'li?&lt;br /&gt;
Jawab = Adapun kandungan rukun Qalbi itu dua perkara;&lt;br /&gt;
1. Niat&lt;br /&gt;
2. Tertib &lt;br /&gt;
Rukun Qouli itu lima perkara;&lt;br /&gt;
1. Takbiratul Ihram&lt;br /&gt;
2. Membaca Al-Fatihah&lt;br /&gt;
3. Membaca Tahiyat Akhir&lt;br /&gt;
4. Selawat Nabi pada tahiyat Akhir&lt;br /&gt;
5. Mengucap salam yang pertama&lt;br /&gt;
Rukun Fe’li itu enam perkara;
1. Berdiri betul&lt;br /&gt;
2. Ruku'&lt;br /&gt;
3. Iktidal&lt;br /&gt;
4. Sujud&lt;br /&gt;
5. Duduk diantara dua sujud&lt;br /&gt;
6. Duduk membaca Tahiyat Akhir
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
EMPAT.. Apakah kandungan niat (hakikat niat)?&lt;br /&gt;
Jawab = Kandungan niat itu adalah perkara yang berkait dengan ilmu qashad, taaradh dan ta'ayien&lt;br /&gt;
1. Qasad - menyehajakan kerja solat&lt;br /&gt;
2. Taaradh - menyatakan fardhu (kefardhuan)&lt;br /&gt;
3. Ta'ayien - menentukan waktu (nama sembahyang)
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
KELIMA.. Mengapa wujud Sholat?&lt;br /&gt;
Jawab = Ujud sholat karena ujud hamba dan ujud Tuhan.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
KEENAM.. Mengapa ada yang belajar agama tetapi tiada sholat?&lt;br /&gt;
Jawab = karena tiada sampai kepada kefahaman Ma'rifat Hakikat, yang sesunguhnya.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
KETUJUH.. Apa rahasia rukuk dan sujud?&lt;br /&gt;
Jawab = Rahasia rukuk karena tunduk kepada kebesaran Allah dan rahasia sujud bermaksud mempraktikkan pengabdian diri seorang hamba zahir dan batin.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
DELAPAN.. Berapa jenis takbir didalam sembahyang dan diluar sembahyang?&lt;br /&gt;
Jawab = Didalam sembahyang ada dua takbir dan diluar sembahyang pun ada dua takbir. &lt;br /&gt;
- Dalam sembahyang Takbiratul Ihram dan Takbiratul Intiqal &lt;br /&gt;
- Diluar sembahyang Takbir Mursal dan Takbir Muqid.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
SEMBILAN.. Apa maksud sebenar Usalli?&lt;br /&gt;
Jawab = Usalli itu maksudnya mau melaksanakan sembahyang akan tetapi ia bukan Mahiyyah atau Hakikat sembahyang dan Hakekat sembahyang itu dari takbir hingga salam.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
SEPULUH.. Bila hendak memakrifatkan Laa haula wala quwwata illa billah?&lt;br /&gt;
Jawab = Ketika qiam dan sebelum takbir.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
SEBELAS.. Mengapa rukun sembahyang itu 13 perkara?&lt;br /&gt;
Jawab = Rukun sembahyang 13 perkara karena mengikut fitrah kejadian manusia yang terdiri daripada 13 bagian. &lt;br /&gt;
Daripada Allah satu yaitu -Nyawa, Daripada Rasul empat yaitu&lt;br /&gt;
1. Pendengaran&lt;br /&gt;
2. Penglihatan&lt;br /&gt;
3. Penciuman&lt;br /&gt;
4. Perasaan&lt;br /&gt;
5. Daripada Ibu empat yaitu - Darah&lt;br /&gt;
6. Roma&lt;br /&gt;
7. Daging&lt;br /&gt;
8. Otak&lt;br /&gt;
9. Daripada Bapa empat yaitu - Kulit&lt;br /&gt;
10. Urat kecil&lt;br /&gt;
11. Urat besar&lt;br /&gt;
12. Tulang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
DUABELAS.. Apakah rahasia ujud sholat?&lt;br /&gt;
Jawab = Rahasia sholat adalah karena menunaikan janji semasa dialam Roh (semasa manusia belum ujud).&lt;br /&gt;
Firman Allah yang artinya : &lt;br /&gt;
"Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah kamu itu sesudah kamu meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (sebagai sumpah itu) sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu lakukan" &lt;br /&gt;
(An-Nahl ayat 91).
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
TIGABELAS.. Mengapa apabila sholat terpaksa keluar dari sifat makhluk kepada sifat Insan Kamil?&lt;br /&gt;
Jawab = Karena mengelakkan dari perbuatan syirik dan untuk menepati penyerahan diri kepada Allah. &lt;br /&gt;
Firman Allah yang artinya : &lt;br /&gt;
"Dan kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur'an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan khabar gembira bagi orang-orang yang menyerahkan dirinya"&lt;br /&gt;
(An­Nahl ayat 89).
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
EMPATBELAS.. Membaca Al-Fatihah tanpa Bismillah didalam sholat? &lt;br /&gt;
Al-fatihah semasa sholat seperti firman Allah didalam hadis Qudsi. &lt;br /&gt;
Firman Allah:&lt;br /&gt;
Sabda Rasullullah saw Maksudnya: Telah berfirman Allah Azza Wajalla &lt;br /&gt;
"Aku bagi shalat (Al-Fatihah) di antara Aku dan hambaKu menjadi dua bagian, setengah untuk Aku dan setengah untuk hambaKu. &lt;br /&gt;
Bagi hambaKu apa yang mereka minta, apabila hambaKu berkata: Alhamdulillahirobbil'alamiin! &lt;br /&gt;
Allah menjawab: hambaKu telah memujikan Aku &lt;br /&gt;
dan apabila hambaKu berkata:&lt;br /&gt; Arrahmaanirrahiim! &lt;br /&gt;
Allah menjawab: hambaKu telah menyanjung Aku,&lt;br /&gt;
apabila hambaKu berkata: Maaliki yaumiddiin! &lt;br /&gt;
Allah menjawab: hambaKu telah memuliakan Aku, &lt;br /&gt;
dan apabila hambaku berkata: Iyyakana' budu wa iyyakanasta'iin! &lt;br /&gt;
Allah menjawab : Ini setengah untukKu dan setengah lagi untukmu, bagi hambaKu apa yang mereka minta dan apabila hambaKu berkata : &lt;br /&gt;
Ihdinas shirothol mustaqim, shirothollazinaan'amta 'alaihim, ghoiril maghduubi 'alaihim, waladdhooliin! &lt;br /&gt;
Allah menjawab: Ini semua untuk hambaKu dan untuk hambaKu apa yang mereka pinta"
&lt;br /&gt;
(H.R Imam Muslim dariAbu Hurairah)
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Firman Allah yang artinya :&lt;br /&gt;
"Wahai anak Adam! Aku telah turunkan tujuh ayat. Tiga daripadanya untuk Aku, dan tiga untuk engkau. Sementara yang satu lagi Antara Aku dan engkau. &lt;br /&gt;
Adapun tiga untuk Aku, yaitu:&lt;br /&gt;
Alhamdulillahi Rabbil Aalamiin &lt;br /&gt;
(segala pujian bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam).&lt;br /&gt;
Ar-RahmaanirRahiim &lt;br /&gt;
(Yang Maha Pengasih Maha Penyayang).&lt;br /&gt;
Maaliki Yaumiddiin &lt;br /&gt;
(Yang menguasai hari kiamat).
&lt;br /&gt;
Yang antara Aku dan engkau ialah: &lt;br /&gt;
Iyyaaka Na'budu Wa Iyyaa ka Nasta'iin &lt;br /&gt;
(Hanya kepada Engkau sajalah kami menyembah, dan kepada Engkau pulalah kami meminta pertolongan) &lt;br /&gt;
Daripadamulah penyembahan, dan atas Aku pula pertolongan. &lt;br /&gt;
Dan yang tiga untuk engkau ialah: &lt;br /&gt;
Ihdinash-shiraathal Mustaqiim &lt;br /&gt;
(tunjukilah kami jalan yang lurus!) &lt;br /&gt;
Shiraathal ladziina An'amta alaihim &lt;br /&gt;
(jalan orang-orang yang Engkau kurniakan nikmat kepada mereka). &lt;br /&gt;
Ghairil Maghduubi alaihim Waladh-Dh aalliin &lt;br /&gt;
(bukan mereka yang dimurkai dan bukan pula mereka yang sesat.)" &lt;br /&gt;
(Riwayat Thabarani)
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
LIMABELAS.. Apakah maksud menyerahkan diri kepada Tuhan didalam sembahyang?&lt;br /&gt;
Jawab = Maksudnya Rohani dikuasai oleh Allah (artinya ikut kata Allah) sementara Jasmani fana dalam Af'al Allah artinya dibawah pentadbiran Bismillahirrahmanirrahim.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
ENAMBELAS.. Jika sembahyang fana dan dikuasai oleh Allah, siapa yang membaca setiap pujian dan pujaan?&lt;br /&gt;
Jawab = Yang melaksanakan ialah Mutakallimun, yaitu Dzat yang bersifat Kalam inilah yang mesti di'iktikadkan bukan sifat Kalam atau mentakwil kaunuhu Mutakallimun.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
TUJUHBELAS.. Adakah sembahyang itu wajib?&lt;br /&gt;
Jawab = Sembahyang itu Fardhu lagi wajib.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
DELAPANBELAS.. Apakah maksud sholat dalam sholat?&lt;br /&gt;
Jawab = Ada yang menyebut Dan itulah sholat Daim.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
SEMILANBELAS.. Sembahyang dikatakan tidak boleh syirik. Apakah syirik itu?
&lt;br /&gt;
Jawab = Syirik bermaksud menyekutukan Allah pada DzatNya, pada SifatNya dan pada Af'alNya.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
DUAPULUH.. Mengapa kita Sholat sehari-semalam 17 rakaat… ?&lt;br /&gt;
Jawab = Pengertiannya sebagai berikut :&lt;br /&gt;
Hawa, Adam, Muhammad,&lt;br /&gt;
Allah dan Ah.&lt;br /&gt;
1. AH itu menandakan sholat subuh,'2'= Dzat dan Sifat&lt;br /&gt;
2. ALLAH itu menandakan sholat Zuhur, '4' = Wujud, Alam, Nur dan Syahadah.&lt;br /&gt;
3. MUHAMMAD itu menandakan sholat Ashar '4' = Tanah, Air, Api dan Angin.&lt;br /&gt;
4. ADAM itu menandakan sholat Magrib, '3' = Ahda, Wahda, dan Wahdiah.&lt;br /&gt;
5. HAWA itu menandakan sholat Isya , '4' = Mani, Manikam, Madi, dan Di.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
DUAPULUHSATU.. Mengapa kita mengucapkan 2 kalimah Syahadat 9X dalam 5 waktu Sholat .. ?&lt;br /&gt;
Jawab = Sebab diri batin manusia mempunyai 9 wajah.
&lt;br /&gt;
Dua kalimah syahadat pada :
&lt;br /&gt;
# Sholat SUBUH 1X itu memberi kesaksian pada wajah kita pada martabat SIR USIR &lt;br /&gt;
(Rahasia di dalam Rahasia)
&lt;br /&gt;
#Sholat ZUHUR 2X memberi kesaksian pada wajah kita pada martabat SIR dan AHDAH
&lt;br /&gt;
#Sholat ASHAR 2X memberi kesaksian pada wajah kita pada martabat WAHDA dan WAHDIAH
&lt;br /&gt;
#Sholat MAGHRIB 2X memberi kesaksian pada wajah kita pada martabat AHAD dan MUHAMMAD
&lt;br /&gt;
#Sholat ISYA 2X memberi kesaksian pada wajah kita pada martabat MUSTAFA dan MUHAMMAD
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
DUAPULUHDUA.. Mengapa kita harus berniat dalam Sholat… ?&lt;br /&gt;
Jawab = Karena, Niat itu merupakan kepala sembahyang.
Hakekat niat letaknya pada martabat 'Alif' dan qalbu manusia di dalam sholat itu kita lafazkan di dalam hati :&lt;br /&gt;
Niat Sholat : "Aku hendak Sholat menyaksikan diriku karena Allah semata-mata".&lt;br /&gt;
Dalilnya :&lt;br /&gt;
"LA SHOLATAN ILLA BI HUDURIL QALBI"&lt;br /&gt;
Artinya : Tidak Sah Sholat-Nya Kalau Tidak Hadir Hatinya (Qalbunya) 
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
"LAYASUL SHOLAT ILLA BIN MA’RIFATULLAH"&lt;br /&gt;
Artinya : Tidak sah Sholat Tanpa Mengenal Allah
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
"WAKALBUL MU'MININ BAITULLAH"&lt;br /&gt;
Artinya : Jiwa Orang Mu'min Itu Rumahnya Allah
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
"WANAHNU AKRABI MIN HABIL WARIZ"&lt;br /&gt;
Artinya : Aku (Allah) Lebih Dekat Dari Urat Nadi Lehermu
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
"IN NAMAS SHOLATU TAMAS KUNU TAWADU'U"
&lt;br /&gt;
Artinya : Hubungan Antara Manusia Dengan Tuhannya Adalah Cinta. &lt;br /&gt;
Cintailah Allah Yang Karena Allah Engkau Hidup Dan Kepada Allah Engkau Kembali.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
"AQIMIS SHOLATA LI ZIKRI"
Artinya : Dirikan Solat Untuk Mengingat Allah agar bersih dari sifat "dengki iri sombong" sebab didalam Alqur'an tidak ada kata untuk mengatakan orang Lain kafir'sesat. &lt;br /&gt;
Yang ada hanya mengajak orang dijalan yang benar
&lt;br /&gt;
(QS. Taha : 145)
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Sedangkan :&lt;br /&gt;
Al-Fatihah ialah merupakan tubuh sembahyang&lt;br /&gt;
Tahayat ialah merupakan hati sembahyan &lt;br /&gt;
Salam ialah merupakan kaki tangan sembahyang.
</description></item><item><title>NUR RAHASIA DIRI</title><link>http://muhammadraydi.blogspot.com/2016/08/nur-rahasia-diri.html</link><author>noreply@blogger.com (PengembaraJiwa)</author><pubDate>Wed, 24 Aug 2016 20:11:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-44980545869163860.post-8188795306472838568</guid><description>Bermula Nur itu dua. &lt;br /&gt;
Satu Nur pada Khariz dan kedua Nur pada zihin. &lt;br /&gt;
Pada ibarat saja bukan ianya pada makna dan makna Nur itu satu jua seperti kata Mursid. &lt;br /&gt;
Yakni satu Nur yang nyata bagi diri kamu itu ghaib ia dengan segala Asma dan satu Nur yang nyata bagi diri kamu bekasnya daripada langit dan bumi syurga neraka.&lt;br /&gt;
Maka Nur yang awal itu Maujud pada Khariz dan Nur yang kedua itu Maujud pada Zihin, murad dengan bekasnya itu bagaimana kenyataan dalam sanubari itu ataupun sebagainya. 
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Murad dengan Nur itu suci dan tahkid dan tetap barang itu adanya dan terangnya ada.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Sabda Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam ;&lt;br /&gt;
Yakni bahwasanya di dalam jasad Anak Adam ada segumpal daging, apabila baik ia niscaya baik sekalian badan dan apabila binasa niscaya binasa sekalian badan
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
dan kata Imam Ghazali Rahmatullahi Taala ;&lt;br /&gt; Bahwasanya, telah nyata dengan hadith Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam ini, bahwasanya asal kemuliaan manusia itu ialah hati. &lt;br /&gt;
Maka adapun hati itu seperti raja yang diikuti di dalam alam jasad itu. &lt;br /&gt;
Dan segala anggota yang zahir yakni lain daripada hati itu tenteranya yang mengikut akan dia. Yakni hati itu seperti raja dan badan itu seperti negeri tempat kerajaan dan segala anggota yang zahir itu seperti tenteranya dan murad dengan anggota yang zahir itu yaitu seperti mata dan hidung dan teliga dan lidah dan tangan dan faraj dan perut dan kaki 
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Shahdan bermula Lafaz Qolbi dan Lafaz Ruh dan Lafaz Hati dan Lafaz Nafas dan Lafaz Akal itu sebab inilah menyatakan Imam Ghazali Rahmatullahi Ta'ala dengan katanya ;&lt;br /&gt;
Yakni mengenal hati dan makna ruh dan makna nafas dan makna akal. 
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Adapun Lafaz Qolbi yakni hati iaitu di ithlakkan (semata-mata) bagi dua makna.&lt;br /&gt;
Pertama - Daging, rupanya seperti buah kayu sanubari yang ditaruh dalam pihak kiri pada dada dan di dalam bathin itu berlubang tempat diam darah yang hitam yaitu tempat terbit Ruh dan tempat keluarnya. &lt;br /&gt;
Dan daging yang dinamakan hati yang di atas rupa buah kayu sanubari itu ada pula bagi binatang dan bagi orang-orang mati.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Arti makna yang kedua itu Latiful Rabbaniah Ruhaniah yakni jisim yang halus yang dibangsakan kepada Tuhannya, ya itulah Haqiqat Ruh manusia seperti friman Allah Ta'ala
artinya: &lt;br /&gt;
Katakanlah oleh mu Ya Muhammad, bermula Ruh itu perbuatan Tuhanku dan adalah baginya berhubung dengan daging yang bernama hati sanubari dan adalah hati yang bernama Latiful Rabbaniah ini yaitu yang mengetahui akan Allah Ta'ala yang mendapat ia bagi barang yang tiada mendapat akan dia oleh khayal dan waham maka ada pun hati yang bernama Latifatul Rabbaniah itu ia itulah Hakikat Insan dan yang di Qhitab (ditentukan) oleh Allah Ta'ala di dalam Alam Ruh dengan katanya (+) Alastu Birabbikum (+) jawab Qolubala (+) dan adapun yang bernama Ruh Thobii namanya dan yaitu seperti asap yang tempat ternyatanya darah yang hitam yang di dalam bathin daging dan terhembur dengan segala urat-urat yang bergerak dan urat-urat yang memalu-malu di dalam segala suku-suku sekelian badan. &lt;br /&gt;
Yakni dimisalkan itu seperti cahaya pelita di dalam rumah karena terang segala penjuru yang di dalam rumah itu ialah daripada cahaya pelita itunya jua.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
 Maka yang dikehendaki oleh segala ahli tholib dengan ithlak akandia itu akan Ruh Thobii itu Ruh Hawaini (++) dan dengan dialah hidup sekalian haiwan ini dengan dia itu keluar masuk segala nafas dan dengan dialah kekal darah di dalam sekalian badan dan apabila terbit Ruh Thobii itu daripada badan maka ia itu matilah sekalian badan dan putuslah nafas dan hilanglah darahnya. 
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Adapun Latiful Rabbaniah yakni jisim yang halus maujud ia di dalam badan yang dibangsakan kepada perbuatan Tuhan yaitu makna Haqiqat Hati dan adapun Ruh dan Qolbi itu kedua-duanya itu atau bilangan dengan makna yang satu yaitu dinamakan AlLatifatulRabbaniah yang tersebut dahulu itu di datangkan kedua-duanya itu atas anuar yang satu pada hal tiada berbeda dan tiada berlainannya pada ibarat makna yang pertama jua dan kepada makna yang kedua itu karena haqiqat Ruh itu tiada mengetahui akan dia melainkan Allah Ta'ala ataupun orang yang diberi ilmu laduni namanya.&lt;br /&gt;
Wallahu A'lam.
</description></item><item><title>MELEBUR DIRI DENGAN ALLAH</title><link>http://muhammadraydi.blogspot.com/2016/08/melebur-diri-dengan-allah.html</link><author>noreply@blogger.com (PengembaraJiwa)</author><pubDate>Wed, 24 Aug 2016 19:54:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-44980545869163860.post-1751166650521618550</guid><description>"Pemahaman didalam nama ALLAH itu sebenarnya Adalah DZat, SIFAT, ASMA dan AF'AL, sebab pada Lafadz ALLAH itu adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;
- Huruf (ALIF) pada kalimah ALLAH itu masuk pada DZAT,
&lt;br /&gt;
- Huruf (LAM AWAL) pada kalimah ALLAH itu masuk pada SIFAT,&lt;br /&gt;
- Huruf (LAM AKHIR) pada kalimah ALLAH itu masuk pada ASMA&lt;br /&gt;
- Dan Huruf (HA) pada kalimah ALLAH itu masuk pada AF'AL,&lt;br /&gt;
maka itulah yang bernama ALLAH.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Jika memang diri itu HAYAT (Ruh), hendaknya kita jangan berhenti pada RUH saja, akan tetapi teruskan dan tembuskan pandanganmu itu kepada Hal dan SIFAT Allah TA'ALA.&lt;br /&gt; 
Sekiranya pandanganmu itu berhenti hanya kepada NYAWA saja, maka sesungguhnya kita salah dalam memahami pernyataan bahwa
"DIRI ITU RUH".
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
- Sebab Tatkala Ia Nasab bagi sekalian TUBUH NYAWA Namanya,&lt;br /&gt;
- Tatkala Ia keluar masuk NAPAS Namanya,&lt;br /&gt;
- Tatkala Ia berkehendak HATI Namanya,&lt;br /&gt;
- Tatkala Ia percaya akan sesuatu IMAN Namanya,&lt;br /&gt;
- Dan Tatkala Ia dapat memperbuat sesuatu AKAL Namanya.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Pohon AKAL itu adalah ILMU, inilah jalannya dan inilah yang disebut sebenar-benarnya DIRI.
Jika demikian adanya maka dapat dikatakan bahwa sekarang ini kita hanya bertubuhkan RUH semata-mata.
Mengapa demikian . .?
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
"KITA" disini sudah FANA LAHIR dan BATHIN kepada RUH, disini jangan diartikan bahwa kita yang MEMFANAKAN DIRI, akan tetapi FANA itu dari ALLAH jua adanya, sedangkan kata "KITA" itu pun sudah LEBUR kedalam FANA itu sendiri.&lt;br /&gt;
Itu sebabnya jika ada orang yang mengatakan telah dapat dan mampu MEMFANAKAN DIRI akan tetapi Ia sendiri tidak tau dan tidak kenal akan DIRINYA, maka sesungguhnya itu omong kosong dan bohong besar saja, mengapa demikian ?
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Sebab jika seseorang itu tidak tau atau kenal siapa DIRINYA yang sesungguhnya, maka mau di-FANA-kan kemana dirinya itu......?
&lt;br /&gt;
NYAWA itu adalah NUR MUHAMMAD,&lt;br /&gt;
NUR MUHAMMAD itu adalah SIFAT,&lt;br /&gt;
dan SIFAT itulah HAYAT,
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
akan tetapi ingat olehmu bahwasannya RUH itu bukan TUHAN, Tetapi Tiada lain dari Pada TUHAN, asalkan saja diteruskan kepada DZAT dan SIFAT.&lt;br /&gt;
Jika ini dapat dipahami, maka jangan kamu cari lagi akan Ia, karena bila dicari lagi bukannya semakin dekat akan tetapi malah semakin jauh.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Siapa saja yang telah sampai pada MAQOM ini, pastilah Ia tidak akan mau mengatakan kata-kata SYARIAT, TARIKAT, HAKIKAT, MARIFAT,
dan...&lt;br /&gt;
- Ahli SYARIAT tidak BERSYARIAT lagi,&lt;br /&gt;
- Ahli TARIKAT tidak BERTARIKAT lagi,&lt;br /&gt;
- Ahli HAKIKAT tidak BERHAKIKAT lagi,&lt;br /&gt;
- Ahli MARIFAT tidak BERMARIFAT lagi . .&lt;br /&gt;
silahkan direnungkan.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Seseorang yang sampai kepada TUHAN, Ia tidak tahu lagi akan DIRINYA, dan tidak tahu lagi siapa TUHAN-NYA. Emas, Pasir , Syurga, Neraka, sama saja.&lt;br /&gt;
Ia lebih senang Diam.
Karena diam itu adalah kedudukan Tuhan yang maha Agung dan maha Mulia serta maha Tinggi.&lt;br /&gt;
Sebagai tambahan agar kita benar-benar mengenal akan diri yang sebenar-benarnya diri, maka ketahuilah olehmu :
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Rasulullah SAW bersabda:
&lt;br /&gt;
"AKU ADALAH BAPAK DARI SEGALA RUH SEDANGKAN ADAM ITU ADALAH BAPAK DARI SEKALIAN BATANG JASAD/TUBUH".
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Batang Tubuh manusia itu dijadikan oleh ALLAH SWT dari pada Tanah.&lt;br /&gt;
"AKU JADIKAN INSAN (Adam) ITU DARIPADA TANAH".&lt;br /&gt;
(Al-Qur'an)
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
TANAH itu dari pada AIR,
AIR itu dijadikan daripada NUR MUHAMMAD. &lt;br /&gt;
Dengan demikian maka Nyatalah bahwasannya Batang TUBUH dan RUH kita ini jadi dari pada NUR MUHAMMAD, maka MUHAMMAD Jua Namanya, tiada yang lain.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Sesungguhnya TUBUH kita yang kasar ini tidak akan pernah dan tidak akan dapat mengadakan pengenalan kepada ALLAH melainkan dengan NUR MUHAMMAD jua. &lt;br /&gt;
Itulah sebabnya maka dinamakan POHON BUSTAH Artinya yang hampir pada UJUDNYA.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Adapun UJUD itu, adalah UJUD ALLAH TA'ALA jua adanya, sekali-kali jangan ada UJUD yang lain dari pada UJUD ALLAH TA'ALA, itulah yang sebenar-benarnya DIRI, begitu pula dengan kelakuan, jangan ada yang lain, karena tidak ada kelakuan yang lain selain kelakuan ALLAH TA'ALA.
&lt;br /&gt;
Sebab kalimah "FAQAD ARAFAH" itu Tiada akan menerima salah satu, melainkan suci ZAHIR dan BATHIN adanya.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
DZAT Artinya UJUD ALLAH semata-mata, itulah yang sebenarnya,
Melihat itu BASYAR ALLAH,
berkata-kata itu KALAM ALLAH dan seterusnya.
&lt;br /&gt;
Seandainya ada yang lain dari diri-Nya maka seluruh pengenalanmu itu akan menjadi BATAL.</description></item><item><title>INSAN DAN SIRR
</title><link>http://muhammadraydi.blogspot.com/2016/08/insan-dan-sirr.html</link><author>noreply@blogger.com (PengembaraJiwa)</author><pubDate>Wed, 24 Aug 2016 19:46:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-44980545869163860.post-1922322516567947631</guid><description>Mengadakan dua wujud itu adalah perkara yang syirik, karena Dia adanya dengan sendirinya. Jikalau begitu, bagaimana pula ada insan itu adalah dengan Dia?&lt;br /&gt;
Soalnya di sini siapakah insan itu?&lt;br /&gt;
Cobalah cari jawabannya sendiri karena jawaban yang didapati dengan usaha sendiri itu adalah lebih bermakna.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Selanjutnya, Wujud itu bermaksud Ada, maka yang Ada itu adalah Dzat, dengan itu Wujudnya itu adalah bagi menyatakan Dzatnya.&lt;br /&gt;
Sedangkan Wujud insan dapat dilihat pada Sifatnya, karena wujud insan adalah dengan Dzatnya. Dan Dzatnya itu adalah Sirr kepada insan.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Dia berfirman, Insan itu rahasiaku (sirr) dan Aku rahasia insan, dan lagi kataNya, Sifatku adalah sifat Insan.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, perjalanan salik adalah satu proses, salik perlu mengenal dirinya, siapa mengenal jasadnya maka mengenal ia nyawanya, siapa mengenal nyawanya maka mengenal ia Sirrnya, dan lagi siapa mengenal Sirnya maka mengenal ia akan Allah.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Insan adalah Rahasianya, dan Sirr itu adalah Dzatnya.</description></item><item><title>MAKNA AKU DAN ENGKAU ITU ESA
</title><link>http://muhammadraydi.blogspot.com/2016/08/makna-aku-dan-engkau-itu-esa.html</link><author>noreply@blogger.com (PengembaraJiwa)</author><pubDate>Wed, 24 Aug 2016 19:39:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-44980545869163860.post-7660228820248667777</guid><description>Kehidupan engkau selama ini sangat tidak berarti, sangat tidak bermakna, terombang-ambing antara suka dan duka, antara panas dan dingin, antara benar dan tidak benar, Puaskah engkau dengan kehidupan seperti ini?&lt;br /&gt;
"Kecuali engkau tahu diri engkau secara persis, engkau tidak akan dapat mengetahui apa yang nyata dan apa yang proyeksi, engkau tidak akan bisa mengenal yang lain-lain juga, pengetahuan diri menjadi pintu semua pengetahuan
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
"Setiap orang yang sedang meniti jalan kedalam diri pada suatu ketika akan menemukan bahwa "Kebenaran" Itu Satu Ada-Nya. Dan bahwa jalan menuju Kebenaran bukanlah jalan raya. Jalan menuju Kebenaran, Jati Diri, Kesadaran, apa pun nama yang engkau berikan kepada Yang Satu itu merupakan jalan pribadi, Sempit begitu sempit, sehingga engkau harus melewatinya seorang diri, engkau tidak bisa bergandengan tangan dengan siapapun
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Permukaan permata memang memiliki banyak sisi, dan setiap sisi menambah keindahannya, Para saintis, para ilmuwan melihat permukaan yang indah itu, lalu mereka terpesona. Setiap sisi melahirkan satu cabang ilmu. &lt;br /&gt;
Dan setiap cabang ilmu diminati oleh sekian banyak orang. &lt;br /&gt;
Sebaliknya, seorang Mistik, seorang Yogi, seorang Sufi memasuki "inti" permata itu sendiri dan menemukan yang satu itu, dan yang satu itu adaLah "AKU”
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Sehingga wajarlah kalau AKU menjadi rahasia bagi diri-MU, karena yang wujud adalah Engkau, coba saja kalau yang wujud itu adalah AKU, maka siapakah yang akan menjadi rahasia bagi-KU, tentulah engkau wahai mahluk-KU
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Jadi selagi engkau bernama mahkluk, selagi itulah engkau tidak akan mengenal AKU, akuiLah dirimu adalah AKU, Karena hanya AKU yang mengenal AKU, itulah maksud hadist Qudsi, &lt;br /&gt;
"AKU KENAL TUHANKU DENGAN TUHANKU JUA",&lt;br /&gt;
jadi akuiLah bahwa dirimu itu adalah AKU, jika engkau tiidak sanggup mengakui maka jadikanlah dirimu beserta AKU, masih juga engkau tidak sanggup maka SEGERAKANLAH KEMATIAN-MU</description></item><item><title>TITIK PUNCAK</title><link>http://muhammadraydi.blogspot.com/2016/08/titik-puncak.html</link><author>noreply@blogger.com (PengembaraJiwa)</author><pubDate>Wed, 24 Aug 2016 19:32:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-44980545869163860.post-5809825156223800042</guid><description>Agar bisa mengalami titik puncak maka lepaskanLah seluruh citra dan ide-ide tentang AGAMA itu sendiri, karena PUNCAK itu tidak ada sangkut pautnya dengan apa pun yang diajarkan atau pun dipelajari, Orang yang telah mengalami TITIK PUNCAK, tidak akan mengetahui bahwa dirinya telah tercerahkan
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Orang yang tercerahkan mengetahui sebuah pembalikan dalam pikirannya dan menyadari bahwa dunia tidak lain adalah pikirannya sendiri
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Pengalaman apapun, kesadaran kosmik, cahaya, kedamaian, kebahagiaan, dan lain sebagainya bukanlah pencerahan sempurna
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Melangkahlah, melangkahlah.. melangkahlah melampaui.. benar-benar melangkah melampaui… Melampaui wujud, perasaan,
pikiran, pilihan, melampaui kelahiran dan kematian, kearifan dan kelalaian
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Melangkah melampaui inilah yang akan membawa pada pengetahuan, Lentera Yang Bersinar Sendiri, Benar-benar melangkah melampaui akan mencerahkan kearah cahaya
</description></item><item><title>MISTIKUS CINTA</title><link>http://muhammadraydi.blogspot.com/2016/08/mistikus-cinta.html</link><author>noreply@blogger.com (PengembaraJiwa)</author><pubDate>Wed, 17 Aug 2016 06:49:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-44980545869163860.post-5597649189868236779</guid><description>CINTA ADALAH LANGKAH PERTAMA MENUJU TUHAN, &lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
maka akan tampak gila bagi mereka yang menggantungkan cintanya kepada tuhan, dan hanya orang-orang hakikatlah yang bisa memahami seluruh misteri cinta tersebut, karena hal ini dapat dipahami hanya melalui hati, karena Cinta pada tuhan adalah suatu penyakit, yang orang dihinggapinya tidak pernah ingin disembuhkan
&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;
Hanya para Mistikus sajalah yang mengetahui jalan cinta, Selain mistik tidak ada kategori manusia yang pernah mengalaminya, karena cinta itu benar-benar monopoli mistik, Jika engkau ingin tahu cinta engkau harus masuk ke dalam dunia mistik
&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;
Cinta adalah pengalaman spiritual, tidak ada hubungannya dengan jenis kelamin dan tidak ada hubungannya dengan tubuh, tetapi sesuatu yang dilakukan dengan lubuk terdalam, bila engkau belum masuk ke Bait (hati) mu sendiri, maka engkau tidak akan tahu sama sekali siapa engkau, dan cobalah untuk mencari tahu bagaimana mencintai yang lebih baik, Pertama kenali dirimu sendiri Lalu cinta akan datang sebagai hadiah
&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;
Jika Cinta adalah seluruh hal, maka engkau adalah hanya potongan-potongan saja, Cinta adalah laut tanpa akhir, engkau hanyalah setetes, Tanpa cinta, bahkan bintang akan hilang cahayanya, dan padam, simpanLah cinta dari jiwa mu, sehingga perbuatan buruk mu dapat berbuah, dan terus akan tumbuh
&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;
Karena Cinta tidak bertumpu pada pondasi, itu adalah lautan yang tak terbatas, tanpa awal atau akhir, dan Cinta menempatkan segala topeng dan melepas jubah sutra syariat-mu, telanjang itu adalah salah satu jalan menuju kesejatian-mu
&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;
Cinta adalah cermin, di dalamnya engkau tidak melihat apa-apa kecuali refleksi-mu sendiri, karena engkau tidak akan pernah melihat apa-apa kecuali Wajah Nyata-mu sendiri
&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;
Sebuah momen kebahagiaan itu adalah engkau zahir dan aku batin dapat duduk di beranda, tampak nya dua, melainkan satu dalam jiwa, engkau dan aku bagaikan Air Kehidupan mengalir se arah, kau dan aku dengan keindahan taman dan burung-burung bernyanyi
&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;
Pergilah engkau dengan gila, jika kewarasan adalah apa yang engkau ingin temukanlah, karena Akhirnya engkau akan datang untuk memahami bahwa cinta dapat memabukan segala sesuatu, dan cinta adalah semua yang ada
&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;
Saat Cinta muncul dalam hati-mu, maka semua rasa takut-mu menghilang, Cahaya telah datang dan kegelapan tidak pernah akan ditemukan
</description></item><item><title>HAKIKAT DIRI</title><link>http://muhammadraydi.blogspot.com/2016/08/hakikat-diri.html</link><author>noreply@blogger.com (PengembaraJiwa)</author><pubDate>Mon, 15 Aug 2016 05:06:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-44980545869163860.post-8903388327761353178</guid><description>"Aku jadikan ENGKAU karena AKU. Dan Aku jadikan seluruh alam Semesta ini dengan kebesaranmu ya Muhammad"
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Sabda Rasullah SAW : &lt;br /&gt;
"Aku dari Allah dan seluruh orang mukmin adalah dari aku".
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Oleh karena kebesaran Nur Muhammad maka seluruh manusia hendaklah meyakini dan menghayati keagungan CAHAYA MAHA CAHAYA MUHAMMAD tersebut. 
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Jadikan ia sebagai pegangan dalam menjalani hidup guna menghindarkan diri dari segala ke egoan diri Sehingga, kita boleh menemukan HAKIKAT DIRI (Jati Diri), yang ber-selimutkan NUR MUHAMMAD. hakikat JIWA berasal dari NUR MUHAMMAD yang merupakan SIFAT. 
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Hakikat SIFAT yaitu DZAT-Nya yang BAQA;. DZAT ini bukan HAYYUN, akan tetapi GHAIRU. 
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
"Asal-Muasal DIRI itu adalah ROH. &lt;br /&gt;
Saat ROH berada dalam tubuh maka disebut JIWA. &lt;br /&gt;
Saat ROH keluar-masuk disebut NAPAS. &lt;br /&gt;
Saat ROH mempunyai kehendak, disebut HATI, dan &lt;br /&gt; 
Saat ROH menginginkan sesuatu, disebut NAFSU. &lt;br /&gt;
Saat ROH memilih sesuatu, disebut IKHTIAR, &lt;br /&gt;
saat percaya sesuatu disebut IMAN dan saat ROH berbuat sesuatu, disebut AKAL. 
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Adapun POHON AKAL disebut ILMU. Akhirnya, dalam ILMU inilah sesungguhnya JATI DIRI manusia bersemayam, letak ZAHIR (WUJUD- ALLAH dan SABDA RASULULLAH (NUR MUHAMMAD) 'menyatu' dengan 'diri' manusia. 
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Amalan-Amalan itulah yang membedakan manusia dengan makhluk lain dan yang meletakkan manusia sebagai makhluk Termulia di alam semesta raya ini. 
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Simaklah sabda Rasulullah SAW : Zahir (wujud) Allah SWT itu dari batin hambanya.
&lt;br /&gt;
Zahir/wujud/ada-nya Allah SWT sesungguhnya bermula dari batin manusia. Allah SWT mengikuti 'persangkaan' dan kemahuan si batin manusia sendiri.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Simak juga Sabda Rasulullah SAW: Barang siapa yang mengenal dirinya maka ia akan mengenal Allah SWT.</description></item><item><title>SIFAT 20 MEMAHAMI ILMU TAUHID
</title><link>http://muhammadraydi.blogspot.com/2016/08/sifat-20-memahami-ilmu-tauhid.html</link><author>noreply@blogger.com (PengembaraJiwa)</author><pubDate>Fri, 5 Aug 2016 17:02:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-44980545869163860.post-1423061666688018507</guid><description>Ilmu Tauhid ialah ilmu yang membicarakan soal-soal 'aqaid' yakni segala keyakinan dan kepercayaan dalam agama islam dengan dalil-dalil yang yakin.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
arti kata tauhid ialah 
'mengesakan' dari bahasa arab :
(wahhada-yuwahhidu-tauhid). Hadi bertauhid artinya mengesakan Allah Ta'ala pencipta semesta alam, yang tidak ada sekutu bagi-Nya dengan keyakinan yang bulat. Sehingga yakin seyakin-yakinnya bahwa Allah yang Maha Kuasa tidak ada yang dapat menandingi-Nya.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Adapun sebabnya ilmu yang membicarakan soal-soal kepercayaan dalam agama islam itu dinamakan ilmu Tauhid, kerana soal kepercayaan dalam agama Islam itu dinamakan Ilmu Tauhid, kerana soal yang terpenting dalam ilmu ini adalah mengenai keesaan Allah Ta'ala. yakni yang terpenting daripada ilmu ini ialah mengenai adanya Allah yang Maha Esa dengan segala sifat-sifat-Nya. Adapun soal-soal yang lain adalah soal nombor dua. Jadi ilmu ini diberi nama dengan salah satu bab yang terpenting dalam ilmu tersebut.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Iman tentang adanya Allah Ta'ala dan keesaan-Nya akan memberikan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Bahkan seseorang yang mempercayai dengan sepenuh hatinya dan dibenarkan oleh lisannya dan perbuatannya atas adanya Allah Ta'ala dan keeasaan-Nya, maka dia berhak memiliki syurga Allah Ta'ala kelak, termasuk manusia yang berbahagia di dunia dan diakhirat. Soal keesaan ini akan diterang kan dalam bab yang tersendiri.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Soal keesaan Allah Ta'ala itu tercantum dalam Al-Quran:
&lt;br /&gt;"Katakanlah (Wahai Muhammad): (Tuhanku) ialah Allah yang Maha Esa." &lt;br /&gt;(Al-Ikhlas :1)
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Kadang-kadang ilmu Tauhid disebut juga dengan ilmu Usuluddin dan ilmu Kalam.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
ILMU USULUDDIN
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Ilmu Usuluddin ialah ilmu yang membicarakan soal 'aqaid, yakni segala keyakinan dan kepercayaan dalam agama islam disertai dengan dalil-dalil yang yakin.&lt;br /&gt;
Arti kata Usuluddin ialah 'dasar-dasar agama'. Ilmu itu membicarakan soal kepercayaan itu menjadi dasar agama.&lt;br /&gt;
Dan sebenarnya kita dapat memahami dari syariat agama islam apa sebab tauhid itu menjadi dasar agama sehingga dapatlah dikatakan bahwa agama tanpa kepercayaan sama sahaja dengan rumah tanpa dasar. Jadi sendi-sendi tauhid merupakan tiang agama yang utama. Tanpa tauhid maka agama tadi akan roboh. Begitulah ibaratnya.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
ILMU KALAM
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Ilmu kalam ialah ilmu yang membicarakan tentang aqaid segala keyakinan dan kepercayaan dalam agama Islam berdasarkan dalil-dalil yang sudah yakin.&lt;br /&gt;
Arti kalam ialah 'pembicaraan'. Ilmu yang membicarakan soal kepercayaan dinamakan ilmu kalam sebab soal-soal kepercayaan itu menjadi buah pembicaraan yang hangat dikalangan orang-orang yang mempunyai kepercayaan tersebut antara sesama mereka.
&lt;br /&gt;
Terbukti dari zaman dahulu kala manusia selalu memperbincangkan soal kepercayaan itu, bahkan kepercayaan mereka kadang-kadang telah meresap masuk ke dalam tulang sungsum sehingga sukar hilangnya, telah mendarah daging dan kepercayaan tadi di bawa sampai kepada akhir hayatnya yang artinya bahwa mereka itu mati disertai dengan kepercayaannya. untuk menerangkan soal kepercayaan memerlukan pembicaraan yang berliku-liku. Keterangan dan hujah yang kuat hingga dapatlah diterima oleh akal pikiran yang sehat. Memang untuk menghuraikan soal kepercayaan tidak semudah seperti mengira orang.&lt;br /&gt;
Itulah sebabnya maka ilmu yang membicarkan soal kepercayaan disebut ilmu kalam karena pembicaraannya yang berliku-liku. 
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Jadi Ilmu Tauhid, Ilmu Usuluddin dan ilmu Kalam, ketiga-tiganya yang dimaksud ialah sama. Yakni suatu ilmu yang semata-mata membahas soal kepercayaan saja.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Ada pula orang menyebut ilmu Tauhid itu dengan ilmu 'Aqaid (ilmu ikatan, keyakinan ataupun kepercayaan) Karena dalam pengetahuan ini ada pasal-pasal yang harus diikat erat-erat dalam hati kita, yang harus menjadi kepercayaan yang teguh.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Ada pula menamakannya dengan Ilmu Makrifat, yakni ilmu mengenal Allah Ta'ala dengan segala sifat-Nya. Karena dengan ilmu ini, dapat mengetahui segala sifat-sifat-Nya dan dengan keyakinan yang teguh.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Ada pula menamakannya dengan ilmu hakikat (ilmu sejati). Karena ilmu ini menjelaskan hakikat (kesejatian) segala sesuatu, sehingga dapat meyakini akan kepercayaan yang benar (hakiki).
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Ilmu Ma'rifat dan Hakikat terkadang dipakai juga untuk istilah dan pengertian lain.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Maka berbahagialah orang yang dapat memahami Ilmu Tauhid itu sebab tauhid menjadi pedoman bagi tertegaknya syariat Islam.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
TUJUAN MEMPELAJARI ILMU TAUHID
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Tujuan utama mempelajari Ilmu Tauhid ialah untuk mengenal Allah Ta'ala dengan sifat-sifat-Nya. Begitu pula mengenal Rasul 'Alaihis Salam dengan ajaran-ajarannya, berdasarkan dalil-dalil yang jelas dari Al-Quran dan Al-Hadith, agar manusia memperolehi kebahagiaan dalam hidup di dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;
Mengetahui hal-hal yang wajib, mustahil dan harus bagi Allah Ta'ala dan mengetahui hal-hal yang wajib, mustahil dan harus bagi Rasul 'alaihis Salam.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Sebagaimana yang tersebut dalam firman Allah Ta'ala:
&lt;br /&gt;"Katakanlah (wahai Muhammad): Sesungguhnya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwa Tuhan kamu hanyalah Tuhan yang Satu; oleh itu, sesiapa yang percaya dan berharap akan pertemuan dengan Tuhannya, hendaklah ia mengerjakan amal yang soleh, dan janganlah ia mempersekutukan sesiapapun dalam ibadatnya kepada Tuhannya" &lt;br /&gt;
(Kahfi :110)
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Di dalam ayat lain Allah Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;
"Dan muhammad itu tidak lain hanyalah seorang Rasul yang sudahpun didahului oleh beberapa orang Rasul (yang telah mati atau terbunuh) &lt;br /&gt;(Ali-Imran :114)
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Kedua ayat di atas mengandung makna bahwa kita diperintah mengenal Allah Ta'ala dan Rasul-Nya beserta ajaran-ajarannya.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
KEDUDUKAN ILMU TAUHID
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Ilmu ini adalah ilmu yang maha penting dan sangat utama dalam Islam.&lt;br /&gt;
Sebab ilmu ini menyangkut soal dzat Allah Ta'ala dan menyangkut pula diri peribadi Rasul 'Alaihis Salam yang sangat suci lahir batinnya.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Padahal kita telah sama maklum bahwasanya Allah Ta'ala itu adalah dzat Yang Maha Kuasa dalam segala-galanya,sehingga segala isi dunia ini termasuk juga manusia adalah di bawah kekuasaan, kebesaran dan keagungan Allah Ta'ala.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Jelaslah bahwa Allah Ta'ala adalah dzat Yang Maha Agung yang bersifat serba Maha. Sehingga manusia itu kecil jika dibandingkan dengan kekuasaan Allah Ta'ala, dan manusia itu makhluk yang lemah jika dibandingkan dengan kebesaran dan keagungan Allah Ta'ala.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Maka sudah barang tentu ilmu yang membahas tentang dzat Allah Ta'ala yang serba agung itu adalah ilmu yang snangat utama dan maha penting dalam Islam.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
HUKUM MEMPELAJARI ILMU TAUHID
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Oleh karena itu mempelajari ilmu Tauhid itu hukumnya wajib 'aini, yakni wajib bagi tiap-tiap muslim/muslimat mengetahui ilmu Tauhid, sekalipun hanya dengan dalil Ijmal, yakni mengenai garis besarnya sahaja dengan singkat.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Dan akan lebih sempurna lagi yakni fardu kifayah hukumnya mengetahui ilmu Tauhid dengan dalil Tafsil, iaitu sampai perincian-perinciannya dengan panjang lebar. Jadi mempelajari ilmu Tauhid dengan dalil tafsil ini hukumnya fardu kifayah.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
FAEDAH ILMU TAUHID
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Faedah ilmu Tauhid yang terpenting ialah agar dengan ilmu Tauhid, kita akan mempunyai iktiqad yang bersih suci, terhindar dari keyakinan yang keliru dan tersesat , terhindar dari segala macam tahayyul dan kurafat yang mengotori jiwanya.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Karena iktiqad yang tersesat itu akan membahayakan bagi kesuburan kehidupan rohani, yang berarti bahwa rohaninya akan menjadi tidak sehat lagi.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Kalau rohani tidak sehat, akan tidak sehat pula batinnya, padahal kesehatan batin itu adalah menjadi faktor yang amat penting dalam pembentukan peribadi. Dengan memahami ilmu Tauhid kita akan menjadi sihat iktiqadnya, sihat angan-angan dan pikirannya akhirnya akan memiliki iman yang kuat dan membaja.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Dan juga dengan mempelajari ilmu Tauhid kita akan mengetahui sifat wajib, mustahil dan harus bagi Allah Ta'ala, begitu juga sifat wajib, mustahil dan harus bagi Rasul 'Alaihis Salam.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
BERTAUHID
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Bertauhid artinya mengesakan Allah Ta'ala, pencipta semesta alam. Kepercayaan tentang keesaan Allah Ta'ala ini tersimpul dalam hatinya yang menyebabkan ia tunduk dan sujud di hadirat-Nya yang kemudian akan membawa pula kebaikan pada amal perbuatannya.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Kalau jiwa Tauhid ini telah tertanam dalam sanubari seseorang akan terasa olehnya segala apa yang ada di dunia ini kecil jika dibandingkan dengan kebesaran Allah Ta'ala.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Yang demikian akan membawa kesadaran dalam hidup. Dengan sendirinya jiwanya menjadi kuat menghadapi arena pergaulan hidup dan akan terhindar dari segala kegelisahan maupun kebimbangan dalam hidupnya.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Disebabkan Nur Illahi telah memancar dalam kalbunya, hatinya menjadi tenteram, sadar tentang kewajibannya dalam hidup, terhadap diri sendiri, masyarakat, bangsa dan agama. hidupnya akan menjadi lebih berguna.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
MENYERAH KEPADA ALLAH TA'ALA
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Bertauhid itu pula akhirnya akan membentuk peribadi muslim yang menyerah kepada Allah Ta'ala. Yang berarti makin mendalam Tauhidnya kepada Allah Ta'ala makin sempurnalah Islamnya. Hatinya menjadi merdeka dan jiwanya juga merdeka dan tidak dapat diperbudak-budak oleh harta benda. Ia tidak akan menyembah pohon, batu dan lain-lain. Hanya kepada Allah -lah tempat berlindung serta mengharapkan sesuatu.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Dengan sendirinya ia akan merasa bahwa hidup dan mati itu sebenarnya ada di tangan Allah Ta'ala. Akhirnya kepercayaan ini diikuti oleh lidah dan perbuatan. Ia akan selalu menjalankan perintah-perintah Allah Ta'ala serta menjauhi larangan-nya.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Dan inilah disebut takwa kepada Allah Ta'ala.
Akhirnya hidupnya akan selamat dan sejahtera. &lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Perhatikanlah firman Allah Ta'ala dalam Al-Quran:&lt;br /&gt;
"Dan bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang berakal (yang dapat memikir dan memahaminya)." &lt;br /&gt;
(Al-Baqarah :197)
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
KETERANGAN
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Sebenarnya pengertian tentang 'Tauhid' sudah ada dan diamalkan oleh umat islam sejak Nabi Muhammad SAW. masih hidup.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Hanya saja belum disusun dalam satu ilmu yang tertentu. Yang mengaturnya dalam satu ilmu yang tertentu. Yang mengaturnya dalam satu ilmu yang khusus yang penyusunannya seperti yang kita maklumi dari para Ulama'.
</description></item><item><title>KENDARAAN HATI
</title><link>http://muhammadraydi.blogspot.com/2016/08/kendaraan-hati.html</link><author>noreply@blogger.com (PengembaraJiwa)</author><pubDate>Fri, 5 Aug 2016 02:43:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-44980545869163860.post-6781189411872587153</guid><description>"Nur (cahaya) iman dan nur keyakinan itu sebagai kendaraan yang mengantarkan hati manusia dan asror (rahasia) ke hadirat Allah."
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Bismillaahirrahmaanirrahiim Ash-sholatu wasalamu 'alaika wa 'ala aalika yaa sayyidii yaa rosuulalloh 'allimnii wa robbinii...
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Jangan malas untuk bermujahadah sebab Nur Ilahyyah yang diberikan Allah kepada hambanya itu biasanya hasil sebab dzikir dan mujahadah yang rutin terus menerus. kelak "Nur" itulah yang akan menjadi kendaraan hati dan sir yang menyampaikan pada tujuan yaitu masuk dan taqorrub kehadirat Allah SWT.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Nur atau cahaya tauhid adalah sebagai pasukan (tentara) yang membantu hati, sebagaimana gelapnya syirik itu sebagai pasukan (tentara) yang membantu hawa nafsu. 
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Maka apabila Allah menolong hamba-Nya, dibantunya dengan pasukan (tentara) nur Ilahi dan dihentikan bantuan kegelapan dan kepalsuan.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Sesungguhnya Nur-tauhid dan gelapnya syirik keduanya akan selalu berperang, Apabila Allah menolong hambanya maka Allah akan melenyapkan kegelapan syirik dan mengganti dengan nur tauhid.&lt;br /&gt;
seperti contoh, ketika hatimu ingin mengerjakan kebaikan sebaliknya nafsumu mengajak pada perkara keburukan, maka keduanya akan berperang untuk saling mengalahkan. 
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
ketika terjadi seperti itu tidak ada jalan lain kecuali meminta pertolongan dan berserah diri kepada Allah.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
 Dan disinilah terlihat jelas pengertiannya "Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya. &lt;br /&gt;
Dan barangsiapa yang disesatkan oleh Allah, maka tidak ada yang dapat menunjukinya."
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Nur yang diberikan Allah didalam hati itu bisa membuka arti sesuatu yang samar/rahasia. dan Bashiroh (mata hati) bisa menentukan hukum sesuatu sesuai apa yang dilihatnya, sedangkan hati yang melaksanakan atau meninggalkan sesuatu sesuai apa yang telah dilihat oleh bashiroh
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Nur Ilahi itu bisa membuka perkara yang samar dan rahasia seperti baiknya taat dan hinanya maksiat, rahasianya qodar dan lain-lain. dan bashiroh itu juga mempunyai hukum yakni bisa melihat seperti hal tersebut. 
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
lalu kedua kasyaf itu terkadang kurang sempurna, sehingga hamba yang dikaruniai kasyaf tersebut tidak boleh mengerjakan dan menceritakan hal-hal tersebut sebelum meminta fatwa pada hatinya. &lt;br /&gt;Selamat bermujaadah...!!!</description></item><item><title>ROH TEMPAT TERSEMBUNYINYA RAHASIA</title><link>http://muhammadraydi.blogspot.com/2016/08/roh-tempat-tersembunyinya-rahasia.html</link><author>noreply@blogger.com (PengembaraJiwa)</author><pubDate>Thu, 4 Aug 2016 01:50:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-44980545869163860.post-2651521744978627135</guid><description>Badan kita ini merupakan tempat tersembunyinya roh. Manakala disebalik roh pula, adalah tempat tersembunyi rahasianya Allah. Diri kita ini menanggung dua rahasia.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Pertama menanggung rahasia roh, keduanya menanggung rahasia Allah. &lt;br /&gt;
Rahasia Allah tersembunyi didalam roh, manakala wajah roh pula tersembunyi didalam dada-dada kita semua. 
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Untuk mengintai kedua-dua wajah itu, tiliklah kedalam diri kita sendiri. &lt;br /&gt;
Apabila sifat roh telah dapat kita kenal dengan rata, InsyaAllah kedua-dua rahasia wajah itu akan dapat kita kenal dengan nyata dan rata (jelas dan terang)&lt;br /&gt;
Setelah kita mengenal diri dan asal kita mengenal roh, segala rahasia itu, tidak lagi menjadi rahasia.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Apabila kita sudah mencapai kepada tahap makrifat kepada Allah, yang ghaib itu tidak lagi menjadi hilang, yang hilang tidak lagi menjadi tanda tanya dan yang halus itu tidak lagi menjadi sulit.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Apabila matahari sudah mula menerbitkan sinar cahayanya. Kabus tebal yang menyelubungi kita, akan berlalu dengan sendirinya. Dengan berlalunya kabus diri, akan menjelmalah terang sinar wajah Allah, tanpa terselindung atau terdinding lagi, seterang hati mereka yang mengenal Allah.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Oleh karena terlalu terangnya cahaya Allah pada wajah sekalian makhluk menyebabkan penglihatan kepada alam sudah menjadi kabur.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Apabila pandangan terhadap makhluk sudah kabur dan lenyap, pandangan terhadap Allah, tidak lagi terselindung dan terhijab, dimana saja dialihkan pandangan kita, disitulah juga akan kelihatan wajah Allah besertanya.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Diri kita ini telah menjadi rahasia disebalik rahasia. Rahasia kepada badan itu adalah roh, manakala rahasia kepada roh itu adalah Allah. &lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Roh tersembunyi disebalik wajah badan, manakala wajah Allah pula terselindung disebalik roh. Kita ini banyak menyimpan rahasia ketuhanan. 
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Apabila badan mulai menyingkap tabirnya, maka kita akan dapat melihat roh,&lt;br /&gt;
Apabila roh pula menyingkap tabirnya maka Allah pula akan kelihatan melaluinya. 
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Barang siapa yang dapat merungkaikan kedua-duanya sekali, akan kenallah ia kepada Allah.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Keikhlasan dan ketulusan iktikad hati orang makrifat dalam memandang Allah itu, adalah dengan membinasakan pandangan terhadap makhluk, sesuatu, benda dan terhadap diri kita sendiri,&lt;br /&gt;
Itulah caranya membawa kita melihat dan memandang Allah. Dengan terang dan nyata, pada setiap apa yang nampak. &lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Dengan cara itu, ianya akan membuka pintu-pintu ghaib dan membuka kunci-kunci khazanah ketuhanan yang belum kita ketahui.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Kunci pintu khazanah yang ghaib akan terbuka apabila diri zahir memandang diri yang batin (apabila badan mengenal roh = rasa-rasa yang terasa diujung-ujung jari),&lt;br /&gt;
Apabila roh sudah mengenal dirinya sendiri (apabila roh mengenal roh ), itu tandanya kita telah mengenal Allah. Ta'ala (makrifat)
</description></item><item><title>PINTU GURU YANG TERSEMBUNYI
</title><link>http://muhammadraydi.blogspot.com/2016/08/pintu-guru-yang-tersembunyi.html</link><author>noreply@blogger.com (PengembaraJiwa)</author><pubDate>Wed, 3 Aug 2016 12:14:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-44980545869163860.post-6459676349543187726</guid><description>Bismillaahirrahmaanirrahim
Inilah suatu pasal pada menyatakan pintu guru yang tersembunyi yang tiada diajarkan kepada orang-orang yang belum belajar tentang Ilmu Tauhid atau Sifat 20 (dua puluh), sebab huraian ini berisi perihal orang-orang mengenal diri atau tata cara mengenal Allah pencipta Alam dan segala isinya supaya sempurna segala amal ibadahnya.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Adapun di dalam tulang kepala itu Otak&lt;br /&gt;
Di dalam Otak itu Ma'al Hayat atau Air Hidup&lt;br /&gt;
Di dalam Ma'al Hayat itu Akal
Di dalam Akal itu Budi&lt;br /&gt;
Di dalam Budi itu Roh&lt;br /&gt;
Di dalam Roh itu Mani&lt;br /&gt;
Di dalam Mani itu Rasa&lt;br /&gt;
Di dalam Rasa itu Nikmat&lt;br /&gt;
Di dalam Nikmat itu Nurullah &lt;br /&gt;
Di dalam Nur Muhammad
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Firman Allah: &lt;br /&gt;
"AWWALU TAJLI ZATTULLAH TA'ALA BISIFATIHI&lt;br /&gt;
Artinya : Mula-mula timbul Dzat Allah Ta'ala kepada Sifatnya
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
AWWALU TAJLI SIFATULLAH TA'ALA BIASMA IHI&lt;br /&gt;
Artinya : Mula-mula timbul Sifat Allah Ta'ala kepada namanya
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
AWWALU TAJLI ASMADULLAHI TA'ALA BIAF ALIHI&lt;br /&gt;
Artinya : Mula-mula timbul nama Allah Ta'ala kepada perbuatannya
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
AWWALU TAJLI AF'ALULLAHI TA'ALA BIINSAN KAMILUM BIASMAI.&lt;br /&gt;
Artinya : Mula-mula timbul perbuatan Allah Ta'ala kepada Insan yang Kamil yakni Muhammad RasulNya
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
QOLAH NABIYI SAW : &lt;br /&gt;
"AWALUMAA KHALAKALLAHU TA'ALA NURI"&lt;br /&gt;
Artinya : Berkata Nabi SAW, yang mula-mula dijadikan Allah Ta'ala Cahayaku, baru Cahaya sekalian Alam
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
QALAN NABIYI SAW : &lt;br /&gt;
"AWWALU MAA KHALAKALLAHUTA'ALA RUHI"&lt;br /&gt;
Artinya : Yang mula-mula dijadikan Allah Ta'ala Rohku, baru roh sekalian alam
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
QOLAN NABIYI SAW : &lt;br /&gt;
"AWWALU MAA KHALAKALAHU TA'ALA QOBLI"&lt;br /&gt;
Artinya : Yang mula-mula dijadikan Allah Ta'ala Hatiku, baru hati sekalian alam
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
QOLAN NABIYI SAW : &lt;br /&gt;
"AWWALU MAA KHALAKALLAHUTA'ALA AKLI"
&lt;br /&gt;
Artinya : Yang mula-mula dijadikan Allah Ta'ala Akalku, baru akal sekalian alam
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
QOLAN NABIYI SAW : &lt;br /&gt;
"ANA MINNURILAHI WA ANA MINNURIL ALAM"&lt;br /&gt;
Artinya : Aku cahaya Allah dan Aku juga menerangi Alam
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
HADIST : "AWALUDDIN MA'RIFATULLAH"&lt;br /&gt;
Artinya : Awal-awal agama adalah mengenal Allah
Sebelum mengenal Allah terlebih dahulu kita disuruh mengenal diri, 
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
seperti Hadist : &lt;br /&gt;
"MAN'ARA FANAF SAHU FAQAD'ARA RARABBAHU" &lt;br /&gt;
Artinya : Barang siapa mengenal dirinya, mengenal ia akan Tuhannya
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
"MAN 'ARA FANAFSAHU FAKD'RA RARABBAHU LAYA RIFU NAFSAHU"&lt;br /&gt;
Artinya : Barang siapa mengenal Tuhannya, niscaya tiada dikenalnya lagi dirinya
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
"MAN'ARA FANAFSAHU BILFANA FAKAD'ARA FARABBAHU BIL BAQA"&lt;br /&gt;
Artinya : Maka barang siapa mengenal dirinya binasa, niscaya dikenalnya Tuhannya kekal
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
"KHALAK TUKA YA MUHAMMAD WAKHALAK TUKA ASY YA ILA ZALIK"&lt;br /&gt;
Artinya : Aku jadikan Engkau karena Aku dan Aku jadikan Alam dengan segala isinya karena Engkau Ya Muhammad
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Firman Allah : "AL INSAN SIRRU WA ANA SIRRUHU"
&lt;br /&gt;
Artinya : Insan itu RahasiakKu dan Aku Rahasia Insan
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
"WA AMBATNAL ABRU RABBUN AU ZAHIRU RABBUN ABBUN"&lt;br /&gt;
Artinya : Adapun bathin hamba itu Tuhan dan Zahir dan Tuhan itu hamba
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
"LAHIN HUWA WALAHIN GHAIRUH"&lt;br /&gt;
Artinya : Tiada ia tetap dan tiada ia lain dari ia
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Firman Allah Ta'ala didalam Al-quran : &lt;br /&gt;
"FAHUWA MA'AKUM AINAMA KUNTUM"&lt;br /&gt;
Artinya : Di mana saja Engkau berada (pergi) Aku serta kamu
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
"HUWAL AWWALU WAL AKHIRU WALBATHINU WAZZAHIRU"&lt;br /&gt;
Artinya : Ia jua Tuhan yang awal tiada permulaannya, dan Ia jua Tuhan yang akhir tiada kesesudahannya, Ia jua bathin dan Ia jua Zahir
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Dalam pandangan Ma'rifat kita kepada Dzat Allah Ta'ala itu, &lt;br /&gt;"LAISA KAMIS LIHI SYAIUN" tiada seumpamanya bagi sesuatu, dan bukan bertempat.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Adapun Ma'rifat kita atau pengenalan kita akan diri diperikan AF'ALULLAH, &lt;br /&gt;
adapun Ma'rifat kita akan AF'ALULLAH, LAHAULAWALA QUWWATA ILLAH BILLAHHIL'ALIYIL'AZIM.&lt;br /&gt; Artinya : Datang daripada Allah dan kembalinya kepada Allah jua segala sesuatu, 
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
sesuai dengan hadist Nabi yang berbunyi demikian : &lt;br /&gt;
"MUTU ANTAL KABLAL MAUTU".&lt;br /&gt;
Artinya : Matikan diri kamu sebelum mati kamu.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Adapun mati ini ada dua makna, maka apa bila Roh bercerai dengan jasad itu mati hisi namanya, atau mati yang sebenarnya. 
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Adapun mati yang dimaksud hadis Nabi yang di atas tadi, adalah Mati Ma'nawi, artinya mati dalam pengenalan mata hati.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Mahasuci Allah Subhanahu Wata'ala Tuhan Rabbil'izzati dari upayamu, wujudmu, supaya Aku terang sempurna, upaya Allah dan kuat Allah, dan wujudnya Allah "BILLAHI LAYARILLAH" tiada yang mempunyai dan menyembah Allah hanya Allah.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Begitu sekalian Aribbillah mengerjakan ibadat kepada Allah Ta'ala. 
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Adapun yang bernama Rahasia itu "Sirrullah".
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Adapun kita bertubuh akan Muhammad Bathin dan Zahir bertubuh akan Roh. 
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Adapun jadi nyawa itu bertubuh kanan Idhafi Kadim (terdahulu), maka tiada lagi kita kenang tubuh dan zahir dan bathin itu, akan bernama Rahasia Ia Allah, Sir namanya kepada kita, karena rahasia itu Nur. 
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Adapun sebenar-benarnya Sifatullahi Ta'ala kepada kita inilah RahasiaNya yang dibicarakan Rahasia yang sebenarnya RahasiaNya yang kita ketahui.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Adapun jalan hakikat yang sebenarnya yang mengata Allahu Akbar waktu kita sembahyang itu, ialah Dzat, Sifat, Asma, Af'al, Kudrat, Iradat, Ilmu, Hayat, itu nama Rahasia Allah Ta'ala namanya kepada kita, itulah yang mengata Allahu Akbar tiada hati lagi, karena yang bernama Dzat, Sifat, Asma, Af'al, Kudrat Iradat, Ilmu, Hayat itu nama Rahasia Allah Ta'ala namanya kepada kita.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Batin dan zahir kita akan memerintah diri, adapun diri kita tadi ialah Roh. &lt;br /&gt;
Roh tadilah yang menerima perintah rahasia, maka berlakulah berbagai-bagai bunyi dan kelakuan di dalam sembahyang. &lt;br /&gt;
Semua itu adalah perintah rahasia, maka perintah rahasia inilah Sirrullah.&lt;br /&gt;
 Karena Rahasia inilah kita dapat melihat Allah dan menyembah Allah serta hidup berbagai-bagai,itulah rahasia Allah kepada kita.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Firman Allah: "MAN 'ARA FANAFSAHU FAQAD'ARA FARABBAHU"&lt;br /&gt;
Artinya : Maka barang siapa mengenal dirinya, mengenal ia akan Tuhannya.</description></item><item><title>KHAWASUL KHAWAS</title><link>http://muhammadraydi.blogspot.com/2016/08/khawasul-khawas.html</link><author>noreply@blogger.com (PengembaraJiwa)</author><pubDate>Tue, 2 Aug 2016 07:23:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-44980545869163860.post-8645069005891205753</guid><description>Dalam pandangan Tasauf umum maka Khawasul khawas adalah penekanan agar manusia wajib melihat Wajah Allah dengan menggunakan 9 wajahnya, hal ini terkait dengan 5X Sholat fardhu yang didalamnya ada 9 Tashahud, maka pada waktu-waktu itulah wajah-wajah ini akan keluar, (melahirkan semula bayi makna)
Bahwa,
Kita harus mampu mencapai makna Hakekat manusia yang sebenar-benarnya, yang disebut "Tiflul Ma'ani" atau Bayi Ma'nawi.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
" Sembilan Wajah itu bertajjali hakekatnya Satu jua"&lt;br /&gt;
Itulah yang di maksud dengan Hakekat Suluk.&lt;br /&gt;
Tujuannya semata-mata adalah Da'imun Sholat.&lt;br /&gt;
Mengosongkan diri dzahir dan batin, hanya berdiri Rohaniyah adanya.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
"ATTAHILLANI SIFATUL MAZMUMAH WATTA HILLA BIHI SIFATUL MAHMUDAH"
&lt;br /&gt;
Kosongkan diri dari sifat Mazmumah (sifat buruk dzahir dan batin) dan mengisi dengan sifat yang baik-baik.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Pemakaian dalam Sholah 5 waktu :&lt;br /&gt;
1. Mulai sholat, amaliyah, mesrakan mulai dari kepala sampai turun, itulah zuhud diri adanya.&lt;br /&gt;
2. Nafas turun kebawah, sabil turun naik disitu membaca Syahadat Ruh dan waktu menutup tahan dengan syahadat batin, zuhudkan Rupa kita dengan Laisa,&lt;br /&gt;
3. Tuh billah… tuh billah….
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Yang diakui Allah Ta'ala (Rasulullah) adalah rahasia itu,
Bukan diakui dan yang diakui, tiada berbeda, melainkan Ia jua yang mengakui,&lt;br /&gt;
Itulah Rasulullah SAW yang mengenalnya, Ia jua yang mengagumi adanya,&lt;br /&gt;
Itulah sebenar-benarnya Gayatul Ma'rifat,
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Baca-bacaan hanya menjalankan Syareat saja sebagaimana yang di bawa oleh junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW.&lt;br /&gt;
Dialah yang diakui, rahasia itulah Kuncinya.&lt;br /&gt;
Hanya Ia menyembunyikan dirinya, tanpa di ingat karena sudah sedia adanya.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Hanya orang yang di Karunia atau orang yang di Bai'at atau orang yang di pimpin oleh Zuriat Rasulullah SAW itulah yang akan dikenalkan bagi dirinya.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Yaitu lebih dzahir dan terlebih nyata diri dan segala yang nyata adalah Dzat Allah atau Nur yang awal-awal (HUWA) itulah rahasia Gayatul Ma'rifat.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Bermula yang bernama Rahasia AHDIYAH yaitu hidup,&lt;br /&gt;
Lalu berkehendak mendzahirkan dirinya disebut WAHDAH,&lt;br /&gt;
Manakala lanjutlah kehendaknya itulah namanya WAHDIYAH,
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Kemudian menilik Ia pada sifat Jalal dan Jamalnya maka dzahirlah Ia pada alam Kudsi (Alif), isyarat pemakaian yang hakiki, sholat jatim namanya yaitu NUR MANIKAM,&lt;br /&gt;
Adapun alam Kudsi yaitu ubun-ubun bernama RABBUN,&lt;br /&gt;
Tujuh lapis langit itulah BAITUL MAKMUR namanya,&lt;br /&gt;
Dan tatkala rahasia itu berkehendak mendzahirkan dirinya SYAKULLAH namanya
&lt;br /&gt;
Rahasia Allah itulah Nur yang awal-awal,&lt;br /&gt;
Tetap asyiknya SIRULLAH namanya,&lt;br /&gt;
Dan tatkala rahasia itu berkehendak di dada bapak, Tuh billah KUNTU KANZA MAKHFIAH namanya,&lt;br /&gt;
Dan tatkala rahasia pada pusat bapak Tik.. Tik.. samar-samar, KANZA MADZI namanya,&lt;br /&gt;
Dan tatkala rahasia itu turun ke sulbi terus ke kolam DETIK MANI namanya,&lt;br /&gt;
Tatkala rahasia itu jatuh ke rahim ibu KUNTUM MANIKAM namanya, Nuktah rupanya,&lt;br /&gt;
Mengenal dirinya Allah atau tajjali SIFAT namanya,&lt;br /&gt;
Hanya dengan gerak Rabbun, tatkala IA jatuh berfirman :&lt;br /&gt; 
"ASSALAMUALAIKUWARAHMATULLAH"&lt;br /&gt;
Bernama ia RAHMATULLAH,
inilah sebabnya di dalam Sholat ada Salam dan Amin,
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Lalu berfirman IA :&lt;br /&gt;
"AL INSANU SIRRI WA ANA SIRRUHU"&lt;br /&gt;
Ketika jatuh pada rahim itu hanya hidup di hari semalam,
Itulah berkekalan adanya,
SHOLAT DA'IM namanya,&lt;br /&gt;
Pemakaiannya satu gerak mesrakan dengan lembut, bernama IA ALLAH,&lt;br /&gt;
Keluar adalah rahasia diri,&lt;br /&gt; rahasia HUWA, hanya di ketahui saja adanya,
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Tiga hari tiga malam NUR namanya,&lt;br /&gt;
Tiada huruf dan suara, GERAK PERINTAH namanya,&lt;br /&gt;
Ketika tujuh hari tujuh malam ZUHUD namanya,
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Tahan nafas kembalikan diri kita,&lt;br /&gt;
Ujudkan, leburkan, diri tiada berdarah, berdaging, bertulang, berbulu, hanya semata-mata.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Ketika rahasia diri hidup 40 hari RUH namanya (daging segumpal).
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Ketika rahasia diri hidup 4 bulan 20 hari mulai berbentuk rupa INSAN, Mudgah namanya,
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Tujuh bulan tujuh hari MUHAMMAD namanya, hidup sempurna,&lt;br /&gt;
Tatkala IA lahir INSAN KAMIL namanya&lt;br /&gt;
Dzahir berupa insan ini suci lagi kamil,
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Siapa yang mengetahui Ilmu ini maka sempurnalah dirinya dari dunia sampai akhirat.
Pasti akan kenal dengan RASULULLAH SAW.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Ya man huwa siapakah AKU ini aku adalah Engkau"&lt;br /&gt;
Itulah yang hilang lenyap,&lt;br /&gt;
Itulah Rahmatullah,&lt;br /&gt;
Itulah Khawasul khawas,&lt;br /&gt;
Itulah Hakekat Insan,&lt;br /&gt;
Itulah akhir pengajian kita,&lt;br /&gt;
Itulah Ilmu yang HAQ dari ZURIAT Rasulullah SAW.
&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;
Akhirul kalam,&lt;br /&gt;
Carilah sahabat yang bisa di ajak bergaul dari dunia sampai akhirat, karena Rasulullah SAW 'tersenyum' melihat kedudukan yang istimewa akan orang-orang yang cinta akan ilmu yang Haq ini</description></item></channel></rss>