<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" gd:etag="W/&quot;CEUHQnY9fCp7ImA9WxBSF0Q.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-22931584</id><updated>2009-12-26T08:50:33.864+07:00</updated><title>Perjalanan Spiritual</title><subtitle type="html">Bismillahirrahmanirrahiim.
Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh.
Alhamdulillah, Washshalatu wassalamu `ala Rasulillah, wa ba'd.</subtitle><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://perjalanan-spiritual.blogspot.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://perjalanan-spiritual.blogspot.com/" /><link rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><link rel="next" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/22931584/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false&amp;v=2" /><author><name>andirst</name><email>noreply@blogger.com</email></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>130</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/atom+xml" href="http://feeds.feedburner.com/PerjalananSpiritual" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com" /><entry gd:etag="W/&quot;DUACSHg8fCp7ImA9WxdTE0w.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-22931584.post-7209481140145544114</id><published>2008-05-09T13:53:00.002+07:00</published><updated>2008-05-09T14:22:49.674+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-05-09T14:22:49.674+07:00</app:edited><title>ORANG YANG PALING BERANI</title><content type="html">&lt;a href="http://tinypic.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i26.tinypic.com/25i2q94.jpg" border="0" alt="Image and video hosting by TinyPic"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Bazzar meriwayatkan dalam kitab Masnadnya dari Muhammad bin Aqil katanya, "Pada suatu hari Ali bin Abi Talib pernah berkhutbah di hadapan kaum Muslimin dan beliau berkata, "Hai kaum Muslimin, siapakah orang yang paling berani ?"&lt;br /&gt;Jawab mereka, "Orang yang paling berani adalah engkau sendiri, hai Amirul Mukminin."&lt;br /&gt;Kata Ali, "Orang yang paling berani bukan aku tapi adalah Abu Bakar. Ketika kami membuatkan Nabi gubuk di medan Badar, kami tanyakan siapakah yang berani menemankan Rasulullah s.a.w dalam gubuk itu dan menjaganya dari serangan kaum Musyrik ? Di saat itu tiada seorang pun yang bersedia melainkan Abu Bakar sendiri. Dan beliau menghunus pedangnya di hadapan Nabi untuk membunuh siapa saja yang mendekati gubuk Nabi s.a.w. Itulah orang yang paling berani."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pada suatu hari juga pernah aku menyaksikan ketika Nabi sedang berjalan kaki di kota Mekah, datanglah orang Musyrik sambil menghalau beliau dan menyakiti beliau dan mereka berkata, "Apakah kamu menjadikan beberapa tuhan menjadi satu tuhan ?" Di saat itu tidak ada seorang pun yang berani mendekat dan membela Nabi selain Abu Bakar. Beliau maju ke depan dan memukul mereka sambil berkata, "Apakah kamu hendak membunuhorang yang bertuhankan Allah ?"&lt;br /&gt;Kemudian sambil mengangkat kain selendangnya beliau mengusap air matanya. Kemudian Ali berkata, "Adakah orang yang beriman dari kaum Firaun yang lebih baik daripada Abu Bakar ?" Semua jamaah diam saja tidak ada yang menjawab. Jawab Ali selanjutnya, "Sesaat dengan Abu Bakar lebih baik daripada orang yang beriman dari kaum Firaun walaupun mereka sepuluh dunia, kerana orang beriman dari kaum Firaun hanya menyembunyikan imannya sedang Abu Bakar menyiarkan imannya."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22931584-7209481140145544114?l=perjalanan-spiritual.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://perjalanan-spiritual.blogspot.com/feeds/7209481140145544114/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=22931584&amp;postID=7209481140145544114" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/22931584/posts/default/7209481140145544114?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/22931584/posts/default/7209481140145544114?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PerjalananSpiritual/~3/lDCdH3T1-4c/orang-yang-paling-berani.html" title="ORANG YANG PALING BERANI" /><author><name>andirst</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="03617787016653865737" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://perjalanan-spiritual.blogspot.com/2008/05/orang-yang-paling-berani.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0MASXw9eCp7ImA9WxdTEU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-22931584.post-5780362447033905412</id><published>2008-05-07T10:03:00.000+07:00</published><updated>2008-05-07T10:04:08.260+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-05-07T10:04:08.260+07:00</app:edited><title>Pikiran Membentuk Diri Kita</title><content type="html">&lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Arial size=2&gt;Dalam sebuah kisah diceritakan, seorang petani  menemukan telur elang dan menempatkannya bersama telur ayam yang sedang dierami  induknya. Setelah menetas, elang itu hidup dan berperilaku persisi seperti anak  ayam karena ia mengira dirinya memang anak ayam.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt; &lt;P class=MsoNormal&gt;Pada suatu hari, ia melihat seekor elang dengan gagah terbang  mengarungi angkasa.&lt;I style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;"Wow, luar  biasa!Siapakah itu?Terbang cepat sekali dan terlihat gagah,"&lt;/I&gt;katanya penuh  kekaguman.&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal&gt;"Itulah elang. Raja segala burung! Sahut ayam  disekitarnya.&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal&gt;"Kalau saja kita bisa terbang, ya? Luar biasa!"ujar elang  kecil itu.&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal&gt;&lt;ST1:PLACE&gt;Para&lt;/ST1:PLACE&gt; ayam menjawab,&lt;I  style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;"Ah, jangan mimpi! Ia makhluk angkasa,  sedang kita hanya makhluk bumi. Kita hanya ayam!"&lt;/I&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal&gt;Elang itu melihat ada banyak kesamaan antara dirinya dengan  elang yang sedang terbang. Ia menyakini bahwa dirinya pun sanggup untuk terbang.  Namun, ayam-ayam disekitarnya selalu mengatakan bahwa dirinya adalah ayam.  Mereka mengatakan kalau ia tidak bisa terbang karena ia adalah hanya seekor  ayam. Akhirnya, elang itu makan, minum,menjalani hidup, dan akhirnya mati  sebagai seekor ayam.&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal&gt;Begitulah, kita sesuai dengan anggapan kita sendiri. Berpikir  seperti seorang juara bisa membuat kita benar-benar menjadi juara. Berpikir  menjadi orang yang selalu kalah dan rendah malah benar-benar membuat kita selalu  menjadi orang rendahan. Pikiran adalah sumber kekuatan yang dahsyat. Sudut  pandang yang ada dalam pikiran kita akan mempengaruhi apa yang kita lihat. Ini  bisa menjebak.&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal&gt;Ketika kita mempunyai pikiran bahwa orang negro itu jahat dan  setiap kita melihat orang yang kulit hitam legam, tubuh kita bereaksi untuk  bersikap waspada dan menjauhinya. Namun, ketika orang itu malah membantu, kita  terkejut dan menyangka ia pasti memiliki maksud tertentu.&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal&gt;Ketika kita mempunyai pikiran bahwa kita adalah orang biasa,  kita pun akan hidup dan mati seperti orang biasa, Namun, ketika kita yakin kita  bukan orang biasa, yaitu orang yang ditakdirkan menjadi orang yang luar biasa,  kita akan berusaha lebih keras daripada usaha orang lain. Bukan bermaksud  menjadi takabur, tetapi agar menjadi lebih kuat. Tambah dan perluaslah wawasan  hidup agar kita dapat memiliki sudut pandang yang lebih kaya. ( dikutip dari  buku "Bahagia Tanpa Batas" )&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="TEXT-ALIGN: center" align=center&gt;&lt;B  style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;I style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;"  Jika Anda ingin keberhasilan biasa, perbaikilah perilaku ;&lt;/I&gt;&lt;/B&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="TEXT-ALIGN: center" align=center&gt;&lt;B  style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;I style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;Jika  Anda ingin keberhasilan besar, perbaiki pola pikir "&lt;/I&gt;&lt;/B&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="TEXT-ALIGN: center" align=center&gt;&lt;B  style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;I style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;(  Stephen R. Covey )&lt;/I&gt;&lt;/B&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal&gt;&amp;nbsp;&lt;/P&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22931584-5780362447033905412?l=perjalanan-spiritual.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://perjalanan-spiritual.blogspot.com/feeds/5780362447033905412/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=22931584&amp;postID=5780362447033905412" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/22931584/posts/default/5780362447033905412?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/22931584/posts/default/5780362447033905412?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PerjalananSpiritual/~3/rRdCLzrk-9c/pikiran-membentuk-diri-kita.html" title="Pikiran Membentuk Diri Kita" /><author><name>andirst</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="03617787016653865737" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://perjalanan-spiritual.blogspot.com/2008/05/pikiran-membentuk-diri-kita.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUEESXo8fyp7ImA9WB9VF04.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-22931584.post-8886329031114265174</id><published>2007-12-04T10:06:00.001+07:00</published><updated>2007-12-04T10:06:48.477+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2007-12-04T10:06:48.477+07:00</app:edited><title>HADITS-HADITS PALSU TENTANG KEUTAMAAN SHALAT DAN PUASA DI BULAN RAJAB</title><content type="html">&lt;FONT face=Georgia size=2&gt; &lt;DIV&gt;&lt;BR&gt;Oleh&lt;BR&gt;Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas&lt;BR&gt;Bagian Pertama dari  Dua Tulisan 1/2&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;BR&gt;Apabila kita memperhatikan hari-hari, pekan-pekan, bulan-bulan,  sepanjang tahun serta malam dan siangnya, niscaya kita akan mendapatkan bahwa  Allah Yang Maha Bijaksana mengistimewakan sebagian dari sebagian lainnya dengan  keistimewaan dan keutamaan tertentu. Ada bulan yang dipandang lebih utama dari  bulan lainnya, misalnya bulan Ramadhan dengan kewajiban puasa pada siangnya dan  sunnah menambah ibadah pada malamnya. Di antara bulan-bulan itu ada pula yang  dipilih sebagai bulan haram atau bulan yang dihormati, dan diharamkan berperang  pada bulan-bulan itu.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Allah juga mengkhususkan hari Jum'at dalam sepekan untuk berkumpul shalat  Jum'at dan mendengarkan khutbah yang berisi peringatan dan nasehat.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Ibnul Qayyim menerangkan dalam kitabnya, Zaadul Ma'aad,[1] bahwa Jum'at  mempunyai lebih dari tiga puluh keutamaan, kendatipun demikian Rasulullah  Shallallahu 'alaihi wa sallam melarang mengkhususkan ibadah pada malam Jum'at  atau puasa pada hari Jum'at, sebagaimana sabda beliau Shallallahu 'alaihi wa  sallam.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;"Artinya : Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dari Nabi Shallallahu  'alaihi wa sallam, beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Janganlah  kalian mengkhususkan malam Jum'at untuk beribadah dari malam-malam yang lain dan  jangan pula kalian mengkhususkan puasa pada hari Jum'at dari hari-hari yang  lainnya, kecuali bila bertepatan (hari Jum'at itu) dengan puasa yang biasa  kalian berpuasa padanya." [HR. Muslim (no. 1144 (148)) dan Ibnu Hibban (no.  3603), lihat Silsilatul Ahaadits ash-Shahihah (no. 980)]&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Allah Yang Mahabijaksana telah mengutamakan sebagian waktu malam dan siang  dengan menjanjikan terkabulnya do'a dan terpenuhinya permintaan. Demikian Allah  mengutamakan tiga generasi pertama sesudah diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu  'alaihi wa sallam dan mereka dianggap sebagai generasi terbaik apabila  dibandingkan dengan generasi berikutnya sampai hari Kiamat. Ada beberapa tempat  dan masjid yang diutamakan oleh Allah dibandingkan tempat dan masjid lainnya.  Semua hal tersebut kita ketahui berdasarkan hadits-hadits yang shahih dan contoh  yang benar.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Adapun tentang bulan Rajab, keutamaannya dalam masalah shalat dan puasa  padanya dibanding dengan bulan-bulan yang lainnya, semua haditsnya sangat lemah  dan palsu. Oleh karena itu tidak boleh seorang Muslim mengutamakan dan melakukan  ibadah yang khusus pada bulan Rajab.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Di bawah ini akan saya berikan contoh hadits-hadits palsu tentang keutamaan  shalat dan puasa di bulan Rajab.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;HADITS PERTAMA&lt;BR&gt;"Artinya : Rajab bulan Allah, Sya'ban bulanku dan  Ramadhan adalah bulan ummatku"&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Keterangan: HADITS INI " MAUDHU'&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Kata Syaikh ash-Shaghani (wafat th. 650 H): "Hadits ini maudhu'." [Lihat  Maudhu'atush Shaghani (I/61, no. 129)]&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Hadits tersebut mempunyai matan yang panjang, lanjutan hadits itu ada  lafazh:&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;"Artinya : Janganlah kalian lalai dari (beribadah) pada malam Jum'at  pertama di bulan Rajab, karena malam itu Malaikat menamakannya  Raghaaib..."&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Keterangan: HADITS INI MAUDHU'&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Kata Ibnul Qayyim (wafat th. 751 H): "Hadits ini diriwayatkan oleh 'Abdur  Rahman bin Mandah dari Ibnu Jahdham, telah menceritakan kepada kami 'Ali bin  Muhammad bin Sa'id al-Bashry, telah menceritakan kepada kami Khalaf bin  'Abdullah as-Shan'any, dari Humaid Ath-Thawil dari Anas, secara marfu'.  [Al-Manaarul Muniif fish Shahih wadh Dha'if (no. 168-169)]&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Kata Ibnul Jauzi (wafat th. 597 H): "Hadits ini palsu dan yang tertuduh  memalsukannya adalah Ibnu Jahdham, mereka menuduh sebagai pendusta. Aku telah  mendengar Syaikhku Abdul Wahhab al-Hafizh berkata: "Rawi-rawi hadits tersebut  adalah rawi-rawi yang majhul (tidak dikenal), aku sudah periksa semua kitab,  tetapi aku tidak dapati biografi hidup mereka." [Al-Maudhu'at (II/125), oleh  Ibnul Jauzy]&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Imam adz-Dzahaby berkata: " 'Ali bin 'Abdullah bin Jahdham az-Zahudi, Abul  Hasan Syaikhush Shuufiyyah pengarang kitab Bahjatul Asraar dituduh memalsukan  hadits." &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Kata para ulama lainnya: "Dia dituduh membuat hadits palsu tentang shalat  ar-Raghaa'ib." [Periksa: Mizaanul I'tidal (III/142-143, no. 5879)]&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;HADITS KEDUA&lt;BR&gt;"Artinya : Keutamaan bulan Rajab atas bulan-bulan lainnya  seperti keutamaan al-Qur'an atas semua perkataan, keutamaan bulan Sya'ban  seperti keutamaanku atas para Nabi, dan keutamaan bulan Ramadhan seperti  keutamaan Allah atas semua hamba." &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Keterangan: HADITS INI MAUDHU'&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Kata al Hafizh Ibnu Hajar al-'Asqalany: "Hadits ini palsu." [Lihat  al-Mashnu' fii Ma'rifatil Haditsil Maudhu' (no. 206, hal. 128), oleh Syaikh Ali  al-Qary al-Makky (wafat th. 1014 H)]&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;HADITS KETIGA:&lt;BR&gt;"Artinya : Barangsiapa shalat Maghrib di malam pertama  bulan Rajab, kemudian shalat sesudahnya dua puluh raka'at, setiap raka'at  membaca al-Fatihah dan al-Ikhlash serta salam sepuluh kali. Kalian tahu  ganjarannya? Sesungguhnya Jibril mengajarkan kepadaku demikian." Kami berkata:  "Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui, dan berkata: 'Allah akan pelihara  dirinya, hartanya, keluarga dan anaknya serta diselamatkan dari adzab Qubur dan  ia akan melewati as-Shirath seperti kilat tanpa dihisab, dan tidak  disiksa.'"&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Keterangan: HADITS MAUDHU'&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Kata Ibnul Jauzi: "Hadits ini palsu dan kebanyakan rawi-rawinya adalah  majhul (tidak dikenal biografinya)." [Lihat al-Maudhu'at Ibnul Jauzy (II/123),  al-Fawaa'idul Majmu'ah fil Ahaadits Maudhu'at oleh as-Syaukany (no. 144) dan  Tanziihus Syari'ah al-Marfu'ah 'anil Akhbaaris Syanii'ah al-Maudhu'at (II/89),  oleh Abul Hasan 'Ali bin Muhammad bin 'Araaq al-Kinani (wafat th. 963 H).]&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;HADITS KEEMPAT&lt;BR&gt;"Artinya : Barangsiapa puasa satu hari di bulan Rajab dan  shalat empat raka'at, di raka'at pertama baca 'ayat Kursiy' seratus kali dan di  raka'at kedua baca 'surat al-Ikhlas' seratus kali, maka dia tidak mati hingga  melihat tempatnya di Surga atau diperlihatkan kepadanya (sebelum ia mati)"&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Keterangan: HADITS INI MAUDHU'&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Kata Ibnul Jauzy: "Hadits ini palsu, dan rawi-rawinya majhul serta seorang  perawi yang bernama 'Utsman bin 'Atha' adalah perawi matruk menurut para Ahli  Hadits." [Al-Maudhu'at (II/123-124).]&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Menurut al-Hafizh Ibnu Hajar al-'Asqalany, 'Utsman bin 'Atha' adalah rawi  yang lemah. [Lihat Taqriibut Tahdziib (I/663 no. 4518)]&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;HADITS KELIMA&lt;BR&gt;"Artinya : Barangsiapa puasa satu hari di bulan Rajab  (ganjarannya) sama dengan berpuasa satu bulan."&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Keterangan: HADITS INI SANGAT LEMAH&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Hadits ini diriwayatkan oleh al-Hafizh dari Abu Dzarr secara marfu'.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Dalam sanad hadits ini ada perawi yang bernama al-Furaat bin as-Saa'ib, dia  adalah seorang rawi yang matruk. [Lihat al-Fawaa-id al-Majmu'ah (no.  290)]&lt;BR&gt;Kata Imam an-Nasa'i: "Furaat bin as-Saa'ib Matrukul hadits." Dan kata  Imam al-Bukhari dalam Tarikhul Kabir: "Para Ahli Hadits meninggalkannya, karena  dia seorang rawi munkarul hadits, serta dia termasuk rawi yang matruk kata Imam  ad-Daraquthni." [Lihat adh-Dhu'afa wa Matrukin oleh Imam an-Nasa'i (no. 512),  al-Jarh wat Ta'dil (VII/80), Mizaanul I'tidal (III/341) dan Lisaanul Mizaan  (IV/430).]&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;HADITS KEENAM&lt;BR&gt;"Artinya : Sesungguhnya di Surga ada sungai yang dinamakan  'Rajab' airnya lebih putih dari susu dan lebih manis dari madu, barangsiapa yang  puasa satu hari pada bulan Rajab maka Allah akan memberikan minum kepadanya dari  air sungai itu."&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Keterangan: HADITS INI BATHIL&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Hadits ini diriwayatkan oleh ad-Dailamy (I/2/281) dan al-Ashbahany di dalam  kitab at-Targhib (I-II/224) dari jalan Mansyur bin Yazid al-Asadiy telah  menceritakan kepada kami Musa bin 'Imran, ia berkata: "Aku mendengar Anas bin  Malik berkata, ..."&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Imam adz-Dzahaby berkata: "Mansyur bin Yazid al-Asadiy meriwayatkan  darinya, Muhammad al-Mughirah tentang keutamaan bulan Rajab. Mansyur bin Yazid  adalah rawi yang tidak dikenal dan khabar (hadits) ini adalah bathil." [Lihat  Mizaanul I'tidal (IV/ 189)]&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albany berkata: "Musa bin 'Imraan adalah  majhul dan aku tidak mengenalnya." [Lihat Silsilah Ahaadits adh-Dha'ifah wal  Maudhu'ah (no. 1898)]&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;HADITS KETUJUH.&lt;BR&gt;"Artinya : Barangsiapa berpuasa tiga hari pada bulan  Rajab, dituliskan baginya (ganjaran) puasa satu bulan, barangsiapa berpuasa  tujuh hari pada bulan Rajab, maka Allah tutupkan baginya tujuh buah pintu api  Neraka, barangsiapa yang berpuasa delapan hari pada bulan Rajab, maka Allah  membukakan baginya delapan buah pintu dari pintu-pintu Surga. Dan barang siapa  puasa nishfu (setengah bulan) Rajab, maka Allah akan menghisabnya dengan hisab  yang mudah."&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Keterangan: HADITS INI PALSU&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Hadits ini termaktub dalam kitab al-Fawaa'idul Majmu'ah fil Ahaadits  al-Maudhu'ah (no. 288). Setelah membawakan hadits ini asy-Syaukani berkata:  "Suyuthi membawakan hadits ini dalam kitabnya, al-Laaliy al-Mashnu'ah, ia  berkata: 'Hadits ini diriwayatkan dari jalan Amr bin al-Azhar dari Abaan dari  Anas secara marfu'.'"&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Dalam sanad hadits tersebut ada dua perawi yang sangat lemah:&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;[1]. 'Amr bin al-Azhar al-'Ataky.&lt;BR&gt;Imam an-Nasa-i berkata: "Dia Matrukul  Hadits." Sedangkan kata Imam al-Bukhari: "Dia dituduh sebagai pendusta." Kata  Imam Ahmad: "Dia sering memalsukan hadits." [Periksa, adh-Dhu'afa wal Matrukin  (no. 478) oleh Imam an-Nasa-i, Mizaanul I'tidal (III/245-246), al-Jarh wat  Ta'dil (VI/221) dan Lisaanul Mizaan (IV/353)]&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;[2]. Abaan bin Abi 'Ayyasy, seorang Tabi'in shaghiir.&lt;BR&gt;Imam Ahmad dan  an-Nasa-i berkata: "Dia Matrukul Hadits (ditinggalkan haditsnya)." Kata Yahya  bin Ma'in: "Dia matruk." Dan beliau pernah berkata: "Dia rawi yang lemah."  [Periksa: Adh Dhu'afa wal Matrukin (no. 21), Mizaanul I'tidal (I/10), al-Jarh  wat Ta'dil (II/295), Taqriibut Tahdzib (I/51, no. 142)]&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Hadits ini diriwayatkan juga oleh Abu Syaikh dari jalan Ibnu 'Ulwan dari  Abaan. Kata Imam as-Suyuthi: "Ibnu 'Ulwan adalah pemalsu hadits." [Lihat  al-Fawaaidul Majmu'ah (hal. 102, no. 288).&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Sebenarnya masih banyak lagi hadits-hadits tentang keutamaan Rajab, shalat  Raghaa'ib dan puasa Rajab, akan tetapi karena semuanya sangat lemah dan palsu,  penulis mencukupkan tujuh hadits saja. &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;[Disalin dari kitab Ar-Rasaail Jilid-1, Penulis Yazid bin Abdul Qadir  Jawas, Penerbit Pustaka Abdullah, Cetakan Pertama Ramadhan 1425H/Oktober  2004M]&lt;BR&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22931584-8886329031114265174?l=perjalanan-spiritual.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://perjalanan-spiritual.blogspot.com/feeds/8886329031114265174/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=22931584&amp;postID=8886329031114265174" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/22931584/posts/default/8886329031114265174?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/22931584/posts/default/8886329031114265174?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PerjalananSpiritual/~3/9OhO2JtdxmM/hadits-hadits-palsu-tentang-keutamaan.html" title="HADITS-HADITS PALSU TENTANG KEUTAMAAN SHALAT DAN PUASA DI BULAN RAJAB" /><author><name>andirst</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="03617787016653865737" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://perjalanan-spiritual.blogspot.com/2007/12/hadits-hadits-palsu-tentang-keutamaan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D04CQHw6eyp7ImA9WB9VE0U.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-22931584.post-1448848084028189532</id><published>2007-11-30T07:44:00.000+07:00</published><updated>2007-11-30T08:26:01.213+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2007-11-30T08:26:01.213+07:00</app:edited><title>Bolehkan Wudhu Tanpa Membuka Jilbab ???</title><content type="html">&lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Georgia size=2&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Verdana size=2&gt; &lt;H1&gt;&lt;FONT size=3&gt;Wudhu Tanpa Membuka Jilbab&lt;/FONT&gt;&lt;/H1&gt; &lt;P class=pubtime&gt; &lt;P id=action&gt;&lt;A  href="http://www.eramuslim.com/ustadz/send/7b28184910-wudhu-tanpa-membuka-jilbab.htm"&gt;&lt;/A&gt;&lt;/P&gt;Assalamualaikum  wr wb,  &lt;P&gt;&lt;/P&gt; &lt;DIV id=body&gt; &lt;P&gt;Pak Ustadz yang dirahmati Alloh swt, saya baru saja membaca jawaban pak  ustadz tentang berwudhu dengan hanya mengusap sepatu.&lt;/P&gt; &lt;P&gt;Yang ingin saya tanyakan, bagaimana dengan wanita yang berwudhu hanya dengan  mengusap kaus kaki apakah itu sah, pertanyaan saya yang kedua, belehkah berwudhu  tanpa membuka jilbab dan pada waktu mengusap kepala yang diusap bagian atas  jilbabnya saja.karena ada ustadz yang membolehkan tapi setiap melalukannya saya  merasa ragu&lt;/P&gt; &lt;P&gt;Terima kasih banyak sebelumnya atas jawaban pak ustadz&lt;/P&gt; &lt;P&gt;Wassalamualaikum wr wb&lt;/P&gt; &lt;P&gt;Linda Saputra&lt;/P&gt; &lt;H2 id=jawaban&gt;&lt;FONT size=3&gt;Jawaban&lt;/FONT&gt;&lt;/H2&gt; &lt;P&gt;&lt;I&gt;Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, &lt;/I&gt;&lt;/P&gt; &lt;P&gt;Kalau berwudhu' tanpa membuka sepatu dan cukup mengusapkannya saja dengan  air, memang karena Rasulullah SAW mencontohkannya. Sehingga sesuatu yang punya  dasar masyru'iyah dari Rasulullah SAW, tentu akan kita jadikan pegangan.&lt;/P&gt; &lt;P&gt;Akan tetapi, manakala kita tidak menemukan contoh atau masyru'iyah yang tegas  dari Rasulullah SAW, maka kita pun tidak boleh asal bikin ibadah baru, terutama  dalam hal-hal yang terkait dengan ibadah ritual. Karena hal itu malah bisa  menjadi bid'ah. Tentu saja bisa jadi sesat dan malah masuk neraka.&lt;/P&gt; &lt;P&gt;Mengusap sepatu atau lebih dikenal dengan istilah khuff, merupakan sunnah  Rasulullah SAW dengan dasar hadits yang secara eksplisit disebutkan dengan  jelas. Di antaranya adalah hadits berikut ini:&lt;/P&gt; &lt;P&gt;وَعَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ: لَوْ كَانَ الدِّينُ  بِالرَّأْيِ لَكَانَ أَسْفَلُ الْخُفِّ أَوْلَى بِالْمَسْحِ مِنْ أَعْلَاهُ ،  وَقَدْ رَأَيْت رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَمْسَحُ عَلَى  ظَاهِرِ خُفَّيْهِ ، أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُد بِإِسْنَادٍ حَسَنٍ&lt;/P&gt; &lt;P&gt;&lt;I&gt;Dari Ali bin Abi Thalib berkata:`Seandainya agama itu semata-mata  menggunakan akal maka seharusnya yang diusap adalah bagian bawah sepatu  ketimbang bagian atasnya. Sungguh aku telah melihat Rasulullah mengusap bagian  atas kedua sepatunya&lt;/I&gt;.(HR Abu Daud dan Daru Qudni dengan sanad yang hasan dan  disahihkan oleh Ibn Hajar)&lt;/P&gt; &lt;P&gt;Selain itu ada juga hadis Ali Lainnya&lt;/P&gt; &lt;P&gt;عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ جَعَلَ النَّبِيُّ  صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ وَلَيَالِيهنَّ  لِلْمُسَافِرِ ، وَيَوْمًا وَلَيْلَةً لِلْمُقِيمِ - يَعْنِي فِي الْمَسْحِ عَلَى  الْخُفَّيْنِ أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ&lt;/P&gt; &lt;P&gt;&lt;I&gt;Dari Ali bin Abi Thalib r.a berkata bahwa Rasulullah menetapkan tiga hari  untuk musafir dan sehari semalam untuk orang mukim (untuk boleh mengusap  khuff).&lt;/I&gt; (HR Muslim, Abu Daud, Tirmizi dan Ibn Majah.)&lt;/P&gt; &lt;P&gt;Juga ada hadis dari al-Mughirah bin Syu`bah&lt;/P&gt; &lt;P&gt;&lt;I&gt;Dari al-Mughirah bin Syu`bah berkata: Aku bersama dengan Nabi (dalam  sebuah perjalanan) lalu beliau berwudhu. aku ingin membukakan sepatunya namun  beliau berkata:`Tidak usah, sebab aku memasukkan kedua kakiku dalam keadaan  suci." lalu beliau hanya megusap kedua sepatunya &lt;/I&gt;(HR Mutafaqun `Alaih)&lt;/P&gt; &lt;P&gt;Ada juga hadis Sofwan bin `Asal&lt;/P&gt; &lt;P&gt;وَعَنْ صَفْوَانَ بْنِ عَسَّالٍ قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ  عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُنَا إذَا كُنَّا سَفْرًا أَنْ لَا نَنْزِعَ خِفَافَنَا  ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ وَلَيَالِيهِنَّ ، إلَّا مِنْ جَنَابَةٍ وَلَكِنْ مِنْ غَائِطٍ  وَبَوْلٍ وَنَوْمٍ أَخْرَجَهُ النَّسَائِيّ وَالتِّرْمِذِيُّ ، وَاللَّفْظُ لَهُ ،  وَابْنُ خُزَيْمَةَ وَصَحَّحَاهُ&lt;/P&gt; &lt;P&gt;&lt;I&gt;Dari Sofwan bin `Asal berkata bahwa Rasululah saw. memrintahkan kami untuk  mengusap kedua sepatu bila kedua kaki kami dalam keadaan suci. selama tiga hari  bila kami bepergian atau sehari semalam bila kami bermukim, dan kami tidak boleh  membukanya untuk berak dan kencing kecuali karena junub &lt;/I&gt;(HR Ahmad, Nasa`i,  Tirmizi dan dihasankan oleh Bukhari)&lt;/P&gt; &lt;P&gt;&lt;B&gt;Mengusap Kaus Kaki&lt;/B&gt;&lt;/P&gt; &lt;P&gt;Seandainya memang ingin mengusap kaus kaki sebagai ganti dari mencuci kaki,  maka syarat-syaratnya harus dipenuhi. Misalnya, kaus kaki itu harus tidak tembus  air. Juga harus menutupi kaki hingga mata kaki.&lt;/P&gt; &lt;P&gt;Tapi kalau kaus kaki itu tembus air, maka kaus kaki itu tidak memenuhi syarat  menjadi khuff. Sehingga tidak sah bila tidak mencuci kaki.&lt;/P&gt; &lt;P&gt;&lt;B&gt;Mengusap Jilbab&lt;/B&gt;&lt;/P&gt; &lt;P&gt;Problematika para wanita ketika berwudhu' di tempat umum yang terbuka adalah  tidak mungkin bagi mereka untuk melepas jilbab (kerudung). Sehingga ada sebagian  orang yang demi membela tidak membuka aurat di muka umum, lalu berwudhu' tanpa  melepas jilbab, dan kemudian hanya mengusapkannya dengan air.&lt;/P&gt; &lt;P&gt;Mungkin mereka berpikir, kalau sepatu saja boleh tidak dibuka dan diusap  dengan air, maka seharusnya jilbab pun demikian.&lt;/P&gt; &lt;P&gt;Kesalahan ijtihad ini adalah bahwa ternyata tidak ada dalil yang membolehkan  hal itu. Sedangkan mengusap sepatu, memang ada dalilnya. Itu pun dengan petunjuk  yang detail di mana di sana disebutkan bagian mana yang harus diusap dan mana  yang tidak perlu diusap.&lt;/P&gt; &lt;P&gt;Seandainya yang diusap bagian bawah sepatu, maka hukumnya tidak sah. Padahal  masih bagian dari sepatu juga. Sebagaimana yang telah disebutkan dalam hadits di  atas.&lt;/P&gt; &lt;P&gt;&lt;I&gt;Dari Ali bin Abi Thalib berkata:`Seandainya agama itu semata-mata  menggunakan akal maka seharusnya yang diusap adalah bagian bawah sepatu  ketimbang bagian atasnya. Sungguh aku telah melihat Rasulullah mengusap bagian  atas kedua sepatunya&lt;/I&gt;.(HR Abu Daud dan Daru Qudni dengan sanad yang hasan dan  disahihkan oleh Ibn Hajar)&lt;/P&gt; &lt;P&gt;Maka ketika seorang wanita mengusap jilbabnya, manakah dalil yang shahih yang  benar-benar merupakan petunjuk dari Rasulullah SAW atas hal itu? Kalau tidak ada  dalilnya, bagaimana mungkin kita tiba-tiba mengarang sendiri hal tersebut?&lt;/P&gt; &lt;P&gt;&lt;B&gt;Jalan Keluar&lt;/B&gt;&lt;/P&gt; &lt;P&gt;Kalau mengusap jilbab tidak sah, lalu apa yang harus dilakukan?&lt;/P&gt; &lt;P&gt;Yang harus dilakukan adalah tetap mengusap kepala, sebagaimana firman Allah  SWT. Dan itu tetap bisa dilakukan tanpa harus melepas kerudung. Cukup dengan  membasahi kedua tangan dengan air, lalu kedua tangan itu diselipkan masuk ke  dalam kerudung dari dalam.&lt;/P&gt; &lt;P&gt;Dan kalau kita meminjam mazhab Asy-Syafi'i, cukup tiga lembar rambut saja  yang basah, sudah dianggap cukup sah sebagai bentuk dari mengusap kepala.&lt;/P&gt; &lt;P&gt;Jadi jilbab tidak perlu dilepas, tapi wudhu' tetap sah dalam pandangan  syariah. Sedangkan kaus kaki tetap harus dilepas dan kaki tetap harus dicuci.  Kalau tidak mau cuci kaki, maka pakailah sepatu bot anti air yang menutup mata  kaki dan jangan dicopot selama 24 jam.&lt;/P&gt; &lt;P&gt;&lt;I&gt;Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi  wabarakatuh,&lt;/I&gt;&lt;/P&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22931584-1448848084028189532?l=perjalanan-spiritual.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://perjalanan-spiritual.blogspot.com/feeds/1448848084028189532/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=22931584&amp;postID=1448848084028189532" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/22931584/posts/default/1448848084028189532?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/22931584/posts/default/1448848084028189532?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PerjalananSpiritual/~3/ZGD7BDRD9FA/bolehkan-wudhu-tanpa-membuka-jilbab.html" title="Bolehkan Wudhu Tanpa Membuka Jilbab ???" /><author><name>andirst</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="03617787016653865737" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://perjalanan-spiritual.blogspot.com/2007/11/bolehkan-wudhu-tanpa-membuka-jilbab.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUAEQ3o5fyp7ImA9WB5TE08.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-22931584.post-3203746026379090839</id><published>2007-05-28T10:40:00.000+07:00</published><updated>2007-05-28T10:41:42.427+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2007-05-28T10:41:42.427+07:00</app:edited><title>ISLAM: SATU-SATUNYA ALTERNATIF</title><content type="html">&lt;DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Verdana size=2&gt;Kemerosotan peranan politik dan peradaban Islam  tidaklah menyebabkan hilangnya system ajaran Islam sebagai suatu system nilai  (value system) yang telah merasuk pada kalbu Muslimin, dan bahkan memberikan  rembesan tumbuhnya embrio peradaban Barat modern. (Betapa banyak warisan  kebudayaan Islam yang diambil alih dan di'claim' sebagai milik Barat). Sebagai  system ajaran, Islam tetap memiliki alternatif satu-satunya bagi manusia yang  ingin selamat dunia maupun akhirat. Islam juga akan tetap menjadi satu-satunya  alternatif peradaban modern ummat manusia, pada hari ini dan hari depan. Secara  konsepsional, Islamlah yang paling layak untuk menggantikan seluruh konsepsi  spiritual yang telah ada. Hujjah tekstual tak usah dipertanyakan lagi. Semuanya  bisa dilihat dan dikaji kebenarannya dari sumber-sumber pokok ajaran Islam,  yaitu al_Qur'an dan as_Sunnah. Adapun hujjah intelektual ditangan pada peninjau  yang dianggap 'netral', dengan mengikuti disiplin ilmiah tertentu, menyatakan  tentang keunggulan Islam dan memperoleh pensubstitusian sehingga bebas dari  kesan apologetik apapun.&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Verdana&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Verdana size=2&gt;Contok tinjauan netral ini dilakukan oleh Ernest  Gellner, seorang sosiolog agama. Gellner menunjukkan bahwa tradisi agung dalam  Islam tetap bisa dimodernkan (modernizable) tanpa perlu memberi konsesi kepada  pihak luar. Dan ini merupakan kelanjutan dialog ummat Islam sendiri  sepanjang&lt;BR&gt;sejarahnya. "Diantara berbagai agama yang ada", kata Gellner,  "Islam adalah satu-satunya yang mampu mempertahankan sistem keimanannya dalam  abad modern ini, tanpa banyak gangguan doktrinal. Dalam Islam, dan hanya dalam  Islam", lanjut Gellner, "pemurnian dan modernisasi di satu pihak, dan peneguhan  kembali identitias ummat di pihak lain, dapat dilakukan dalam satu bahasa dan  perangkat yang sama. Dunia Islam memang tidak begitu gemilang menerobos dan  mempelopori ummat manusia memasuki abad modern. Tetapi karena watak dasar Islam  sendiri, kaum Muslimin mungkin justru menjadi kelompok manusia yang memperoleh  manfaat terbesar dari kemoderenan dunia. Tentunya kemoderenan disini bermakna  kamajuan teknikalisme. Dengan kata lain, kunci keberhasilan Islam memasuki abad  kegemilangannya terletak pada peneguhan kembali Warisan Syariah yang tak pernah  lapuk. Kekokohan struktural harus dibangun di bawah, serta kemampuan mengambil  alih dan merebut teknikalisme yang dimonopoli Barat".&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Verdana&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Verdana size=2&gt;Sementara itu, optimisme di kalangan ummat  tentang kebangkitan Islam, bukanlah optimisme yang tanpa alasan, terutama  berkaitan dengan potensi besar yang dimiliki kaum Muslimin, yaitu:&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Verdana&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Verdana size=2&gt;Pertama, potensi Syariah Islam itu sendiri  sebagai warisan kemanusiaan yang diberikan oleh Allah SWT. Warisan yang tak  pernah lapuk. Tidak ada satu agamapun di dunia ini yang masih terpelihara  originalitasnya (asholah), kecuali Islam. Lebih dari itu, Islamlah satu-satunya  agama yang&lt;BR&gt;sesuai dengan fitrah manusia itu sendiri.&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Verdana&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Verdana size=2&gt;Kedua, potensi penduduk Muslim yang berjumlah  kurang lebih satu per empat milyar jiwa. Ini berarti seperlima penduduk dunia  adalah Muslim. Islam adalah agama yang paling muda, yang jumlah pengikutnya  sebanding, bahkan melebihi agama-agama lain yang lebih tua, seperti Nasrani dan  Yahudi. Meski gelombang politik Islam naik turun, tetapi jumlah penduduknya -  secara global - tidak pernah berkurang. Islam ibarat air, senantiasa mencari  tempat yang rendah untuk mengalir.&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Verdana&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Verdana size=2&gt;Ketiga, potensi sumber-sumber kekayaan alam yang  melimpah di negeri-negeri Muslim, khususnya minyak bumi dan sumber-sumber  mineral lainnya.&lt;BR&gt;Potensi minyak bumi yang berada di negara-negara Teluk, di  Aljazair, Brunei Darussalam, Indonesia, dan seterusnya. Bahkan di wilayah Sovyet  (pen. former) dan RRC pun ditemukan sumber-sumber minyak yang ditempati kaum  Muslimin Sovyet (pen. former) atau kaum Muslimin RRC. Memang Allah SWT. telah  menyediakan energi material dan immaterial untuk membantu kaum Muslimin,  membangun dan memanfaatkan untuk menegakkan agama-Nya, sekaligus memadamkan  berbagai pemberontakan terhadap Allah SWT. di berbagai penjuru dunia  ini.&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Verdana&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Verdana size=2&gt;Keempat, potensi warisan sejarah. Islam pada masa  lampau telah berjaya memegang kendali peradaban lebih dari tujuh abad lebih.  Belum pernah ada satu agama maupun ideologi yang mampu mengembangkan  peradabannya melebihi dari Islam. Peradaban Barat pun hari ini baru berumur  kurang&lt;BR&gt;lebih 450 tahun. Jika Muslimin pada masa lampau menguasai peradaban,  tentu bisa juga untuk masa depan.&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Verdana&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Verdana size=2&gt;Kelima, janji Allah SWT. yang tidak pernah  diingkari. Bahwa Allah akan mengembalikan kekhalifahannya di muka bumi kepada  orang-orang yang&lt;BR&gt;beriman. (Al Qur'an surat  24:55)&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22931584-3203746026379090839?l=perjalanan-spiritual.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://perjalanan-spiritual.blogspot.com/feeds/3203746026379090839/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=22931584&amp;postID=3203746026379090839" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/22931584/posts/default/3203746026379090839?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/22931584/posts/default/3203746026379090839?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PerjalananSpiritual/~3/smF6ZJT04hA/islam-satu-satunya-alternatif.html" title="ISLAM: SATU-SATUNYA ALTERNATIF" /><author><name>andirst</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="03617787016653865737" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://perjalanan-spiritual.blogspot.com/2007/05/islam-satu-satunya-alternatif.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEAFSXw8eSp7ImA9WBFXGUs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-22931584.post-119435451656317601</id><published>2007-03-27T09:31:00.001+07:00</published><updated>2007-03-27T09:31:58.271+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2007-03-27T09:31:58.271+07:00</app:edited><title>Tahukah anda? Makkah sekarang sudah seperti Las Vegas</title><content type="html">Oleh : Redaksi 12 Mar, 07 - 5:00 pm&lt;p&gt; &amp;quot;Makkah sekarang sudah seperti Las Vegas, &amp;quot; begitulah pernyataan yang &lt;br&gt;dilontarkan Ali al-Ahmad, direktur Institute for Gulf Affairs-lembaga riset &lt;br&gt;oposisi Saudi- yang berbasis di Washington, melihat perkembangan kota suci &lt;br&gt;Makkah saat ini.&lt;p&gt; Kota Makkah yang menyandang sebutan kota suci dan menjadi pusat ibadah haji &lt;br&gt;umat Islam di seluruh dunia, ketenangan dan kekhusyuk-annya makin terkikis,&lt;br&gt;Ka&amp;#39;bah yang terletak di tengah masjid Haram dan menjadi arah sholat Muslim &lt;br&gt;sedunia, semakin tenggelam oleh berdirinya gedung-gedung tinggi.&lt;p&gt; Menurutnya, perkembangan kota Makkah sekarang adalah sebuah bencana. &amp;quot;Hal &lt;br&gt;ini akan memberikan pengaruh buruk bagi umat Islam. Ketika mereka ke Makkah &lt;br&gt;mereka tidak punya perasaan apapun, tidak ada keunikan lagi. Apa yang anda &lt;br&gt;lihat cuma semen dan kaca, &amp;quot; ujar Ahmad serius.&lt;p&gt;Ahmad cukup beralasan melontarkan pernyataannya itu, karena kota Makkah saat &lt;br&gt;ini makin penuh dengan bangunan-bangunan tinggi mulai dari hotel, pusat&lt;br&gt;perbelanjaan dan toko-toko besar yang menjual produk Barat. Sebut saja kedai &lt;br&gt;kopi Starbucks, Cartier and Tiffany, H&amp;amp;M dan Topshop.&lt;p&gt;&lt;p&gt; Pusat perbelanjaan Abraj Al-Bait&lt;p&gt; Pusat perbelanjaan Abraj Al-Bait ( &lt;a href="http://www.abrajalbait.com"&gt;www.abrajalbait.com&lt;/a&gt; ), salah satu mall &lt;br&gt;terbesar di Saudi yang baru dibuka menjelang musim haji bulan Desember 2006&lt;br&gt;kemarin, nampak megah dengan monitor-monitor televisi flat, cahaya &lt;br&gt;lampu-lampu neon, dengan pusat hiburan, resto-resto cepat saji, bahkan toko &lt;br&gt;pakaian dalam.&lt;p&gt;Pusat perbelanjaan itu, nantinya juga akan dilengkapi dengan kompleks hotel &lt;br&gt;yang menjulang tinggi. Bahkan kompleks bangunan yang rencananya selesai &lt;br&gt;tahun 2009 nanti, akan menjadi gedung tertinggi ketujuh di seluruh dunia, &lt;br&gt;dilengkapi dengan fasilitas rumah sakit dan tempat sholat yang luas.&lt;p&gt; Seluruh pegunungan di dekat Jabal Omar, kini sudah diratakan. Di lokasi itu &lt;br&gt;juga akan dibangun kompleks hotel dan lebih dari 130 gedung-gedung tinggi &lt;br&gt;baru.&lt;p&gt; Kota Makkah yang menyandang sebutan kota suci dan menjadi pusat ibadah haji &lt;br&gt;umat Islam di seluruh dunia, ketenangan dan kekhusyuk-annya makin terkikis,&lt;br&gt;Ka&amp;#39;bah yang terletak di tengah masjid Haram dan menjadi arah sholat Muslim &lt;br&gt;sedunia, semakin tenggelam oleh berdirinya gedung-gedung tinggi.&lt;p&gt; &amp;quot;Ini adalah akhir dari Makkah, &amp;quot; kata Irfan Ahmad dari London, pendiri &lt;br&gt;Islamic Heritage Foundation, yang secara khusus aktivitasnya mempertahankan &lt;br&gt;peninggalan-peninggalan bersejarah di Makkah, Madinah dan tempat-tempat &lt;br&gt;lainnya di Arab Saudi.&lt;p&gt; &amp;quot;Sebelumnya, bahkan pada masa Ustmani, tak satu pun gedung-gedung di Makkah &lt;br&gt;yang tingginya melebihi tinggi Masjid Haram. Sekarang, banyak gedung yang&lt;br&gt;lebih tinggi dari Masjid Haram dan tidak menghormati keberadaan masjid itu, &lt;br&gt;&amp;quot; tukas Irfan.&lt;p&gt; Uang, tentu saja menjadi motivasi utama boomingnya gedung-gedung tinggi di &lt;br&gt;Makkah. Karena setiap tahun, kota itu dibanjiri oleh para jamaah haji. &lt;br&gt;Papan-papan iklan di sepanjang jalan menuju Makkah, seolah menjadi daya &lt;br&gt;tarik bagi para investor yang mencari keuntungan dari usaha penginapan.&lt;p&gt; Sejumlah organisasi Islam mengatakan, berdirinya gedung-gedung megah di &lt;br&gt;kota Makkah, juga dilatarbelakangi motif agama. Mereka menuding pemerintah &lt;br&gt;Saudi mengizinkan kelompok konservatif untuk menghancurkan tempat-tempat &lt;br&gt;bersejarah dengan alasan khawatir tempat itu justeru disembah-sembah oleh &lt;br&gt;para pengunjung.&lt;p&gt; Ahmad dari Islamic Heritage Foundation mengaku punya kalatog lebih dari 300 &lt;br&gt;tempat-tempat bersejarah di Arab Saudi, termasuk pemakaman dan &lt;br&gt;masjid-masjid. Ia mengatakan, sebuah rumah tempat Nabi Muhammad dilahirkan &lt;br&gt;dihancurkan untuk membangun tempat kamar mandi.&lt;p&gt; &amp;quot;Sama sekali tidak menghormati Kabah, tidak menghormati rumah Tuhan atau &lt;br&gt;lingkungan dari tempat-tempat bersejarah itu, &amp;quot; kata Sami Angawi, seorang &lt;br&gt;arsitek Saudi yang ingin mempertahankan peninggalan bersejarah di Makkah.&lt;p&gt; &amp;quot;Padahal, memotong pohon saja seharusnya tidak boleh dilakukan di kota ini, &lt;br&gt;&amp;quot; sambungnya.&lt;p&gt; Kemajuan kadang memang harus dibayar mahal. Bahkan pasar malam, di mana &lt;br&gt;para jamaah bisa menjual barang-barang yang dibawanya, kini sudah tidak ada &lt;br&gt;lagi. Begitu juga dengan keluarga-keluarga di Makkah yang biasa menyambut &lt;br&gt;para jamaah haji, sudah tidak terlihat lagi sejak rumah-rumah mereka digusur &lt;br&gt;untuk perluasan Masjid Haram di era tahun 1970-an.&lt;p&gt; Angawi kini berusaha melakukan pendekatan pada kerajaan Arab Saudi agar &lt;br&gt;memberi perhatian besar atas penghancuran tempat-tempat bersejarah. Ahmad &lt;br&gt;melobi pemerintah-pemerintah negara Asia dan Arab untuk menghentikan &lt;br&gt;penghancuran yang dilakukan pemerintah Saudi. Kedua tokoh ini menyayangkan &lt;br&gt;kurangnya kepedulian umat Islam atas isu-isu ini. Kepentingan bisnis dan &lt;br&gt;uang mengalahkan segala-galanya.&lt;p&gt; &amp;quot;Makkah tidak pernah berubah seperti sekarang ini. Apa yang anda lihat &lt;br&gt;sekarang baru 10 persennya saja dari apa yang akan ada, yang akan jauh &lt;br&gt;lebih, lebih buruk lagi, &amp;quot; kata Angawi risau. (ln/IHT/eramuslim)&lt;p&gt; source link : &lt;a href="http://swaramuslim.com/FOTO/more.php?id=5516_0_10_0_M"&gt;http://swaramuslim.com/FOTO/more.php?id=5516_0_10_0_M&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22931584-119435451656317601?l=perjalanan-spiritual.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://perjalanan-spiritual.blogspot.com/feeds/119435451656317601/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=22931584&amp;postID=119435451656317601" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/22931584/posts/default/119435451656317601?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/22931584/posts/default/119435451656317601?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PerjalananSpiritual/~3/GTL748A59Hw/tahukah-anda-makkah-sekarang-sudah.html" title="Tahukah anda? Makkah sekarang sudah seperti Las Vegas" /><author><name>andirst</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="03617787016653865737" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://perjalanan-spiritual.blogspot.com/2007/03/tahukah-anda-makkah-sekarang-sudah.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CU8GRn49cCp7ImA9WBFXFk8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-22931584.post-720750516170292940</id><published>2007-03-23T11:23:00.001+07:00</published><updated>2007-03-23T11:23:47.068+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2007-03-23T11:23:47.068+07:00</app:edited><title>Kaum Nabi Nuh </title><content type="html">&lt;DIV&gt; &lt;DIV  style="FONT-SIZE: 36pt; FONT-FAMILY: times new roman, new york, times, serif"&gt; &lt;DIV&gt; &lt;P&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;&lt;FONT size=2&gt;&lt;SPAN class=basharf&gt;H&lt;/SPAN&gt;ARUN &lt;SPAN  class=basharf&gt;Y&lt;/SPAN&gt;AHYA &lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt; &lt;P&gt;&lt;FONT face=Georgia size=2&gt;Kaum atau bangsa pertama yang dibinasakan secara  massal oleh Allah adalah kaum Nabi Nuh. Allah memusnahkan mereka dengan  mendatangkan banjir besar yang menenggelamkan mereka. "&lt;SPAN class=ayetler&gt;Maka  mereka mendustakan Nuh, kemudian Kami selamatkan dia dan orang-orang yang  bersamanya di dalam bahtera, dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan  ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata  hatinya)."&lt;/SPAN&gt; (Surat Al-A'raaf ayat 64).&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt; &lt;P&gt;&lt;FONT face=Georgia size=2&gt;Menurut Perjanjian Lama, kitab suci orang Yahudi  dan Nasrani yang sudah tidak asli itu, banjir zaman Nabi Nuh itu melanda seluruh  dunia: Dan Tuhan melihat bahwa kejahatan manusia di bumi adalah besar, dan bahwa  setiap imajinasi dari pikiran-pikiran dalam hatinya hanya perbuatan jahat. Dan  ini menjadikan Allah menyesali bahwa Dia telah menciptakan manusia di bumi, dan  ini menyedihkan hati-Nya. Dan Tuhan berkata, "Aku akan membinasakah manusia yang  telah Kuciptakan dari permukaan bumi, kedua jenis yang ada, manusia dan  binatang, dan segala yang merayap, dan unggas-unggas di udara, yang mereka telah  mengecewakan-Ku yang telah menciptakan mereka. Akan tetapi, (Nabi) Nuh  mendapatkan kasih sayang di mata Tuhan. (Kejadian, 6: 5-8).&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt; &lt;P&gt;&lt;FONT face=Georgia size=2&gt;Namun menurut penyelidikan para ahli, banjir yang  terjadi saat itu tidak melanda seluruh dunia, melainkan hanya terjadi di daerah  Mesopotamia (kini termasuk wilayah Iraq), khususnya di daerah lembah antara  sungai Eufrat dan sungai Tigris. Namun karena lembah itu demikian luasnya  sehingga ketika terjadi hujan super lebat berhari-hari, meluaplah kedua sungai  itu lalu airnya menenggelamkan lembah di antara dua sungai tersebut. Demikian  banyak airnya sehingga lembah itu berubah seperti laut lalu menenggelamkan  seluruh ummat Nabi Nuh yang ingkar di lembah itu. &lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt; &lt;P&gt;&lt;FONT face=Georgia size=2&gt;Pada tahun 1922 sampai 1934 Leonard Woolley dari  The British Museum dan University of Pensylvania mempimpin sebuah penggalian  arkeologis di tengah padang pasir antara Baghdad dengan Teluk Persia. Di tempat  yang diperkirakan dulunya pernah berdiri sebuah kota bernama Ur, mereka  melakukan penggalian. &lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt; &lt;P&gt;&lt;FONT face=Georgia size=2&gt;Dari permukaan tanah hingga lima meter ke bawah  terdapat sebuah lapisan tanah yang berisi berbagai benda yang terbuat dari  perunggu dan perak. Ini benda-benda peninggalan bangsa Sumeria yang diperkirakan  hidup sekitar 3.000 tahun sebelum Masehi. Mereka bangsa yang telah dapat membuat  benda dari logam.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt; &lt;P&gt;&lt;FONT face=Georgia size=2&gt;Di bawah lapisan pertama itu mereka menemukan  sebuah lapisan kedua berisi deposit pasir dan tanah liat setebal 2,5 meter. Pada  lapisan itu masih terdapat sisa-sisa hewan laut berukuran kecil. &lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt; &lt;P&gt;&lt;FONT face=Georgia size=2&gt;Yang mengejutkan, di bawah lapisan pasir dan tanah  liat itu terdapat lapisan ketiga berisi benda-benda rumahtangga yang terbuat  dari tembikar. Tembikar itu dibuat oleh tangan manusia. Tidak ditemukan benda  logam satu pun di lapisan itu. Diperkirakan benda-benda peninggalan masyarakat  Sumeria kuno yang hidup di Zaman Batu.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt; &lt;P&gt;&lt;FONT face=Georgia size=2&gt;Diperkirakan oleh para ahli, lapisan kedua itu  adalah endapan lumpur akibat banjir yang terjadi pada zaman Nabi Nuh. Banjir itu  telah menenggelamkan masyarakat Sumeria kuno yang kemungkinan besar mereka  adalah kaum Nabi Nuh lalu lumpur yang terbawa banjir itu menimbun sisa  perabadan masyarakat tersebut. Berabad-abad, atau puluhan abad kemudian setelah  banjir berlalu, barulah hadir kembali masyarakat baru di atas lapisan kedua itu,  yakni masyarakat Sumeria 'baru' yang peradabannya jauh lebih maju daripada  masyarakat Zaman Batu yang tertimbun lumpur itu.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt; &lt;P&gt;&lt;FONT face=Georgia size=2&gt;Penyelidikan arkeologis di beberapa tempat  mendapatkan keterangan, banjir melanda daerah yang memang sangat luas, yakni  membentang 600 km dari utara ke selatan dan 160 km dari barat ke timur. Banjir  itu telah menenggelamkan sedikitnya empat kota masyarakat Sumeria kuno, yakni  Ur, Erech, Shuruppak dan Kish.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt; &lt;P&gt;&lt;FONT face=Georgia size=2&gt;Terbukti, banjir itu tidak melanda seluruh dunia,  tetapi hanya melanda wilayah yang didiami ummat Nabi Nuh. Daerah lain yang bukan  wilayah ummat Nabi Nuh tidak terlanda banjir. Hasil penyelidikan para arkeolog  tersebut dengan firman Allah dalam Al-Quran, bahwa Ia hanya membinasakan  masyarakat suatu negeri yang telah diutus seorang Rasul kepada mereka, lalu  mereka mengingkarinya. Negeri lain tidak. " Dan tidaklah Rabbmu membinasakan  kota-kota sebelum Dia mengutus di ibukota itu seorang rasul yang membacakan  ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan  kota-kota; kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezhaliman. (Surat  Al-Qashash ayat59)&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt; &lt;P&gt;&lt;FONT face=Georgia size=2&gt;Dalam Al-Quran diriwayatkan, Allah memerintahkan  Nabi Nuh untuk mengangkut masing-masing hewan sepasang (jantan dan betina) ke  dalam bahteranya: Hingga apabila perintah Kami datang dan dapur telah  memancarkan air, Kami berfirman: "Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari  masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali  orang yang telah terdahulu ketetapan terhadapnya dan (muatkan pula) orang-orang  yang beriman". Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit. (Surat  Hud ayat 40).&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt; &lt;P&gt;&lt;FONT face=Georgia size=2&gt;Pertanyaan yang mungkin muncul, apakah seluruh  hewan di muka bumi ini dinaikkan ke perahu Nabi Nuh? Para ahli kitab dari  kalangan Kristen menafsirkan, seluruh hewan yang ada di muka bumi, masing-masing  sepasang, dinaikkan ke perahu Nabi Nuh. Sebab, seperti dikatakan di awal, dalam  kitab mereka dikatakan banjir terjadi secara global. Jadi yang harus  diselamatkan pun harus seluruh spesies makhluk hidup yang ada di muka bumi ini.  &lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt; &lt;P&gt;&lt;FONT face=Georgia size=2&gt;Penafsiran seperti itu jelas membingungkan mereka  sendiri. Pertama, pengikut Nabi Nuh sangat sedikit karena kebanyakan mereka  ingkar. Dengan tingkat ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat rendah serta  personil mereka yang sangat sedikit, bagaimana caranya mereka mengumpulkan  ribuan atau ratusan ribu spesies makhluk hidup yang ada di muka bumi ini?  &lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt; &lt;P&gt;&lt;FONT face=Georgia size=2&gt;Berarti harus ada pengikut Nabi Nuh yang dikirim ke  berbagai penjuru dunia, lalu membawa pulang ribuan spesies yang mereka temui  dengan bahtera yang sangat besar. Ada pengikut Nabi Nuh yang dengan sebuah  bahtera besar dikirim kutub utara dan selatan untuk membawa sepasang beruang  kutub, sepasang burung pelikan, sepasang anjing laut dan berbagai hewan kutub  lainnya, lalu semua itu dibawa pulang negeri mereka. &lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt; &lt;P&gt;&lt;FONT face=Georgia size=2&gt;Juga harus ada satu ekspedisi bahtera yang dikirim  ke benua Amerika untuk membawa sepasang bison, sepasang harimau, sepasang  beruang, sepasang ular anaconda, sepasang lintah, sepasang ikan piranha,  sepasang sapi, sepasang cheetah, sepasan kambing, sepasang burung nasar,  sepasang serigala, sepasang kutu anjing, serta sepasang ribuan spesies hewan  lainnya dari benua itu. &lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt; &lt;P&gt;&lt;FONT face=Georgia size=2&gt;Berapa tahun yang mereka butuhkan untuk dapat  mengumpulkan semua hewan itu? Berapa banyak makanan hewan yang harus mereka  siapkan? Bagaimana mereka bisa membedakan kutu jantan dan kutu betina? Ada  berapa ribu kandang yang harus mereka siapkan di bahtera agar para hewan itu  tidak saling memangsa?&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt; &lt;P&gt;&lt;FONT face=Georgia size=2&gt;Setelah sekian bahtera itu kembali pulang, ribuan  atau ratusan ribu spesies hewan dari seluruh penjuru dunia itu dimasukkan ke  dalam satu bahtera Nabi Nuh. Bagaimana ratusan ribu spesies dari berbagai  penjuru dunia bisa bertahan hidup terpisah dengan habitat alamiahnya hingga  banjir surut? Apakah sementara itu siklus rantai makanan berhenti berputar?  Tidak mungkin! &lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt; &lt;P&gt;&lt;FONT face=Georgia size=2&gt;Berbagai pertanyaan itu tidak akan dapat dijawab  dengan logis oleh mereka yang mendukung tafsiran banjir global pada zaman Nabi  Nuh.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt; &lt;P&gt;&lt;FONT face=Georgia size=2&gt;Adapun Al-Quran tidak menyebut banjir masa Nabi Nuh  melanda seluruh dunia. Sebagaimana dijelaskan pada berbagai ayat Al-Quran, adzab  Allah hanya ditimpakan kepada kaum yang zhalim yang mendustakan ajaran nabinya,  tidak kepada kaum lain. Jadi adzabnya pun hanya bersifat lokal atau regional.  &lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt; &lt;P&gt;&lt;FONT face=Georgia size=2&gt;Karenanya hewan yang diangkut Nabi Nuh pun tidak  berasal dari seluruh dunia, melainkan hanya hewan yang terdapat di wilayah itu,  khususnya hewan yang biasa dipelihara dan diternakkan manusia, seperti sapi,  kambing, kuda, unggas, unta dan sejenisnya. Hewan-hewan itulah yang dibutuhkan  Nabi Nuh dan pengikutnya untuk menyangga kehidupan baru mereka pasca banjir  besar&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Georgia size=2&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Georgia size=2&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22931584-720750516170292940?l=perjalanan-spiritual.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://perjalanan-spiritual.blogspot.com/feeds/720750516170292940/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=22931584&amp;postID=720750516170292940" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/22931584/posts/default/720750516170292940?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/22931584/posts/default/720750516170292940?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PerjalananSpiritual/~3/tLAUX0xyfHs/kaum-nabi-nuh.html" title="Kaum Nabi Nuh " /><author><name>andirst</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="03617787016653865737" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://perjalanan-spiritual.blogspot.com/2007/03/kaum-nabi-nuh.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0AHQ3g_eip7ImA9WBFXFEk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-22931584.post-6091832521926551157</id><published>2007-03-21T11:00:00.000+07:00</published><updated>2007-03-21T11:02:12.642+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2007-03-21T11:02:12.642+07:00</app:edited><title>Jauhilah Perbuatan yang Meresahkan</title><content type="html">Dari An Nawas bin Sam&amp;#39;an radhiallahu anhu, dari Nabi shalallahu alaihi &lt;br&gt;wasalam, beliau bersabda: &amp;#39;&amp;#39;Kebajikan itu keluhuran akhlak sedangkan dosa &lt;br&gt;adalah apa-apa yang dirimu merasa ragu-ragu dan kamu tidak suka jika orang &lt;br&gt;lain mengetahuinya&amp;#39;&amp;#39; (HR. Muslim)&lt;p&gt;Dan dari Wabishah bin Ma&amp;#39;bad radhiallahu anhu, ia berkata: &amp;#39;&amp;#39;Aku telah &lt;br&gt;datang kepada Rasulullah shalallahu alaihi wa salam, lalu beliau bersabda: &lt;br&gt;&amp;#39;Apakah engkau datang untuk bertanya tentang kebajikan?&amp;#39; Aku menjawab: &lt;br&gt;&amp;#39;Benar.&amp;#39; Beliau bersabda: &amp;#39;Mintalah fatwa dari hatimu. Kebajikan itu adalah &lt;br&gt;apa-apa yang menentramkan jiwa dan menenangkan hati, dan dosa itu adalah &lt;br&gt;apa-apa yang meragukan jiwa dan meresahkan hati, walaupun orang-orang &lt;br&gt;memberikan fatwa kepadamu dan mereka membenarkannya.&amp;#39; &amp;#39;&amp;#39;(HR. Ahmad dan &lt;br&gt;Darimi, Hadits hasan)&lt;p&gt;Sabda beliau &amp;#39;&amp;#39;Kebajikan itu keluhuran akhlak&amp;#39;&amp;#39;, maksudnya ialah bahwa &lt;br&gt;keluhuran akhlak adalah sebaik-baik kebajikan, sebagaimana sabda beliau &lt;br&gt;&amp;#39;&amp;#39;Haji adalah Arafah&amp;#39;&amp;#39;. Adapun kebajikan adalah perbuatan yang menjadikan &lt;br&gt;pelakunya menjadi baik, selalu berupaya mengikuti orang-orang yang berbuat &lt;br&gt;baik, dan taat kepada Allah yang Maha Mulia lagi Maha Tinggi.&lt;p&gt;Yang dimaksud dengan berakhlak baik yaitu jujur dalam bermuamalah, santun &lt;br&gt;dalam berusaha, adil dalam hukum, bersungguh-sungguh dalam berbuat &lt;br&gt;kebajikan, dan beberapa sifat orang-orang mukmin yang Allah sebutkan di &lt;br&gt;dalam surah Al-Anfal:&lt;p&gt;&amp;#39;&amp;#39;Orang-orang mukmin yaitu orang-orang yang ketika nama Allah disebut, hati &lt;br&gt;mereka gemetar, dan ketika ayat-ayat-Nya dibacakan kepada mereka, iman &lt;br&gt;mereka bertambah, dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (Yaitu) &lt;br&gt;mereka yang melaksanakan shalat dan mengeluarkan infaq dari sebagian harta &lt;br&gt;yang Kami anugerahkan kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang &lt;br&gt;benar-benar mukmin.&amp;#39;&amp;#39; (Al Anfaal: 2-4).&lt;p&gt;Dan firman-Nya:&lt;p&gt;&amp;#39;&amp;#39;Orang-orang yang bertaubat, yang beribadah, yang memuji (Allah), yang &lt;br&gt;mengembara (di jalan Allah), yang ruku&amp;#39;, yang sujud, yang menyuruh berbuat &lt;br&gt;ma&amp;#39;ruf dan mencegah berbuat mungkar, serta yang memelihara hukum-hukum &lt;br&gt;Allah. Dan gembirakanlah orang-orang mukmin itu.&amp;#39;&amp;#39; (At Taubah: 112).&lt;p&gt;Dan firman-Nya:&lt;p&gt;&amp;#39;&amp;#39;Sungguh beruntung orang-orang mukmin. (Yaitu) orang-orang yang khusyu&amp;#39; &lt;br&gt;dalam shalatnya, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang&lt;br&gt;menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau terhadap budak &lt;br&gt;yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. &lt;br&gt;Barang siapa mencari selain dari itu, maka mereka itulah orang-orang yang &lt;br&gt;melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang &lt;br&gt;diberikan kepadanya) dan janjinya, dan orang-orang yang memelihara &lt;br&gt;shalatnya. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi. (Yaitu) mewarisi &lt;br&gt;(surga) Firdaus, mereka kekal di dalamnya.&amp;#39;&amp;#39; (Al-Mukminun: 1-10).&lt;p&gt;Dan firman-Nya:&lt;p&gt;&amp;#39;&amp;#39;Hamba-hamba Tuhan yang Maha Pengasih adalah mereka yang berjalan di atas &lt;br&gt;bumi dengan rasa rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka,&lt;br&gt;mereka menanggapinya dengan kata-kata yang baik.&amp;#39;&amp;#39; (Al-Furqan: 63).&lt;p&gt;Barang siapa yang merasa belum jelas mengenai sifat dirinya, maka hendaklah &lt;br&gt;bercermin pada ayat-ayat tersebut. Dengan adanya semua sifat itu pada &lt;br&gt;dirinya pertanda bahwa dia berakhlak baik. Sebaliknya, jika semuanya tidak &lt;br&gt;ada pada dirinya pertanda dia berakhlak buruk. Bila terdapat sebagian sjaa, &lt;br&gt;maka hendaklah ia bersungguh-sungguh memelihara yang ada itu dan &lt;br&gt;mengupayakan yang belum ada pada dirinya. Janganlah seseorang menganggap &lt;br&gt;bahwa akhlak baik itu hanyalah bersifat lemah lembut kepada orang lain dan &lt;br&gt;meninggalkan perbuatan-perbuatan keji dan doa saja, sebaliknya orang yang &lt;br&gt;tidak seperti itu dianggap rusak akhlaknya. Akan tetapi, yang disebut akhlak &lt;br&gt;baik yaitu seperti yang telah kami sebutkan mengenai sifat-sifat orang &lt;br&gt;mukmin dan perilaku mereka. Termasuk akhlak baik adalah sabar menghadapi &lt;br&gt;gangguan dalam menjalankan agama.&lt;p&gt;Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa ada seorang Arab &lt;br&gt;gunung menarik selendang sutera Nabi shalallahu alaihi wa salam sehingga&lt;br&gt;membekas pada bahu beliau, dan orang itu berkata: &amp;#39;&amp;#39;Wahai Muhammad, &lt;br&gt;serahkanlah kepadaku harta Allah yang ada di tanganmu.&amp;#39;&amp;#39; Kemudian Nabi &lt;br&gt;shalallahu alaihi wasalam menoleh kepada orang itu, beliau kemudian tertawa &lt;br&gt;dan menyuruh untuk memberi kepada orang itu.&lt;p&gt;Sabda Nabi shalallahu alaihi wa salam &amp;#39;&amp;#39;dosa adalah apa-apa yang dirimu &lt;br&gt;merasa ragu-ragu dan kamu tidak suka jika orang lain mengetahuinya&amp;#39;&amp;#39; &lt;br&gt;maksudnya adalah perbuatan yang ditolak oleh hati nurani. Ini merupakan &lt;br&gt;suatu pedoman untuk membedakan antara dosa dan kebaikan. Dosa menimbulkan &lt;br&gt;keraguan dalam hati dan tidak senang jika orang lain mengetahuinya. Yang &lt;br&gt;dimaksud dengan &amp;#39;&amp;#39;orang lain&amp;#39;&amp;#39; di sini adalah orang-orang baik, bukan &lt;br&gt;orang-orang yang telah rusak akhlaknya. Demikianlah yang disebut dosa, &lt;br&gt;karena itu tinggalkanlah perbuatan tersebut. Wallahu a&amp;#39;lam&lt;p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;Sumber: Syarah Hadits Arba&amp;#39;in An Nawawi, Ibnu Daqiq Al-&amp;#39;Ied, Media Hidayah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22931584-6091832521926551157?l=perjalanan-spiritual.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://perjalanan-spiritual.blogspot.com/feeds/6091832521926551157/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=22931584&amp;postID=6091832521926551157" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/22931584/posts/default/6091832521926551157?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/22931584/posts/default/6091832521926551157?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PerjalananSpiritual/~3/ofZ3YEo-iyg/jauhilah-perbuatan-yang-meresahkan.html" title="Jauhilah Perbuatan yang Meresahkan" /><author><name>andirst</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="03617787016653865737" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://perjalanan-spiritual.blogspot.com/2007/03/jauhilah-perbuatan-yang-meresahkan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkAARHc6fip7ImA9WBFTGUU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-22931584.post-117098874582019079</id><published>2007-02-09T09:39:00.000+07:00</published><updated>2007-02-09T09:39:05.916+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2007-02-09T09:39:05.916+07:00</app:edited><title>Memuliakan Wanita</title><content type="html">&lt;DIV&gt; &lt;DIV  style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: times new roman, new york, times, serif"&gt; &lt;DIV&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt"&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial"&gt;Selasa,23 Jan 07/ThnIV&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt"&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial"&gt;Jendela Wanita&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt"&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial"&gt;&lt;/SPAN&gt;&amp;nbsp;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt"&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial"&gt;Memuliakan Wanita&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt"&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial"&gt;&lt;/SPAN&gt;&amp;nbsp;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt"&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial"&gt;Rabi&amp;nbsp;&amp;nbsp;bin Khaitsam adalah  seorang pemuda yang terkenal ahli ibadah dan tidak mau mendekati tempat maksiat  sedikit pun. Jika berjalan pandangannya teduh tertunduk. Meskipun masih muda,  kesungguhan Rabi&amp;nbsp;&amp;nbsp;dalam beribadah telah diakui oleh banyak ulama dan  ditulis dalam banyak kitab. Imam Abdurrahman bin Ajlan meriwayatkan bahwa  Rabi&amp;nbsp;&amp;nbsp;bin Khaitsam pernah shalat tahajjud dengan membaca  &lt;/SPAN&gt;&lt;st1:City&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial"&gt;surat&lt;/SPAN&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial"&gt; Al Jatsiyah. Ketika sampai pada  ayat keduapuluh satu, ia menangis. Ayat itu artinya, \" Apakah orang-orang yang  membuat kejahatan (dosa) itu menyangka bahwa Kami akan menjadikan mereka sama  dengan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh, yaitu sama  antara kehidupan dan kematian mereka. Amat buruklah apa yang mereka sangka itu!  \" &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Seluruh jiwa Rabi&amp;nbsp;&amp;nbsp;larut dalam penghayatan ayat itu.  Kehidupan dan kematian orang berbuat maksiat dengan orang yang mengerjakan amal  shaleh itu tidak sama! Rabi&amp;nbsp;&amp;nbsp;terus menangis sesenggukan dalam  shalatnya. Ia mengulang-ngulang ayat itu sampai terbit fajar. &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Kesalehan  Rabi&amp;nbsp;&amp;nbsp;sering dijadikan teladan. Ibu-ibu dan orang tua sering  menjadikan Rabi&amp;nbsp;&amp;nbsp;sebagai profil pemuda alim yang harus dicontoh oleh  anak-anak mereka. Memang selain ahli ibadah, Rabi&amp;nbsp;&amp;nbsp;juga ramah.  Wajahnya tenang dan murah senyum kepada sesama. &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Namun tidak semua orang  suka dengan Rabi . &lt;/SPAN&gt;&lt;st1:City&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial"&gt;Ada&lt;/SPAN&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial"&gt; sekelompok orang ahli maksiat yang  tidak suka dengan kezuhudan Rabi . Sekelompok orang itu ingin menghancurkan Rabi  . Mereka ingin mempermalukan Rabi&amp;nbsp;&amp;nbsp;dalam lembah kenistaan.  &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN lang=SV  style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: SV"&gt;Mereka tidak  menempuh jalur kekerasan, tapi dengan cara yang halus dan licik. Ada lagi  sekelompok orang yang ingin menguji sampai sejauh mana ketangguhan iman Rabi .  &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Dua kelompok orang itu bersekutu. Mereka menyewa seorang wanita yang  sangat cantik rupanya. Warna kulit dan bentuk tubuhnya mempesona. Mereka  memerintahkan wanita itu untuk menggoda Rabi&amp;nbsp;&amp;nbsp;agar bisa jatuh dalam  lembah kenistaan. Jika wanita cantik itu bisa menaklukkan Rabi , maka ia akan  mendapatkan upah yang sangat tinggi, sampai seribu dirham. Wanita itu begitu  bersemangat dan yakin akan bisa membuat Rabi&amp;nbsp;&amp;nbsp;takluk pada pesona  kecantikannya. &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Tatkala malam datang, rencana jahat itu benar-benar  dilaksanakan. Wanita itu berdandan sesempurna mungkin. Bulu-bulu matanya dibuat  sedemikian lentiknya. Bibirnya merah basah. Ia memilih pakaian sutera yang  terindah dan memakai wewangian yang merangsang. Setelah dirasa siap, ia  mendatangi rumah Rabi&amp;nbsp;&amp;nbsp;bin Khaitsam. Ia duduk di depan pintu rumah  menunggu Rabi&amp;nbsp;&amp;nbsp;bin Khaitsam datang dari masjid. &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Suasana begitu  sepi dan lenggang. Tak lama kemudian Rabi&amp;nbsp;&amp;nbsp;datang. Wanita itu sudah  siap dengan tipu dayanya. Mula-mula ia menutupi wajahnya dan keindahan  pakaiannya dengan kain hitam. &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN lang=PT-BR  style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: PT-BR"&gt;Ia menyapa  Rabi , &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;\" Assalaamu alaikum, apakah Anda punya setetes air penawar  dahaga? \" \" Wa alaikumussalam. Insya Allah ada. Tunggu sebentar.\" Jawab  Rabi&amp;nbsp;&amp;nbsp;tenang sambil membuka pintu rumahnya. Ia lalu bergegas ke  belakang mengambil air. Sejurus kemudian ia telah kembali dengan membawa  secangkir air dan memberikannya pada wanita bercadar hitam. &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;\" Bolehkah  aku masuk dan duduk sebentar untuk minum. Aku tak terbiasa minum dengan  berdiri.\" Kata wanita itu sambil memegang cangkir. Rabi&amp;nbsp;&amp;nbsp;agak ragu,  namun mempersilahkan juga setelah membuka jendela dan pintu lebar-lebar. Wanita  itu lalu duduk dan minum. Usai minum wanita itu berdiri. Ia beranjak ke pintu  dan menutup pintu. Sambil menyandarkan tubuhnya ke daun pintu ia membuka cadar  dan kain hitam yang menutupi tubuhnya. Ia lalu merayu Rabi&amp;nbsp;&amp;nbsp;dengan  kecantikannya. &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Rabi&amp;nbsp;&amp;nbsp;bin Khaitsam terkejut, namun itu tak  berlangsung lama. Dengan tenang dan suara berwibawa ia berkata kepada wanita  itu, \" Wahai saudari, Allah berfirman, \" Sesungguhnya Kami telah menciptakan  manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat  yang serendah-rendahnya. \" Allah yang Maha pemurah telah menciptakan dirimu  dalam bentuk yang terbaik. Apakah setelah itu kau ingin Dia melemparkanmu ke  tempat yang paling rendah dan hina, yaitu neraka?! &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;\" Saudariku,  seandainya saat ini Allah menurunkan penyakit kusta padamu. Kulit dan tubuhmu  penuh borok busuk. Kecantikanmu hilang. Orang-orang jijik melihatmu. Apakah kau  juga masih berani bertingkah seperti ini ?! &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;\" Saudariku, seandainya  saat ini malaikat maut datang menjemputmu, apakah kau sudah siap? Apakah kau  rela pada dirimu sendiri menghadap Allah dengan keadaanmu seperti ini? Apa yang  akan kau katakan kepada malakaikat munkar dan nakir di kubur? Apakah kau yakin  kau bisa mempertanggungjawabkan apa &lt;BR&gt;yang kau lakukan saat ini pada Allah di  padang mahsyar kelak?! \" &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Suara Rabi&amp;nbsp;&amp;nbsp;yang mengalir di relung  jiwa yang penuh cahaya iman itu menembus hati dan nurani wanita itu. Mendengar  perkataan Rabi&amp;nbsp;&amp;nbsp;mukanya menjadi pucat pasi. Tubuhnya bergetar hebat.  Air matanya meleleh. Ia langsung memakai kembali kain hitam dan cadarnya. Lalu  keluar dari rumah Rabi&amp;nbsp;&amp;nbsp;dipenuhi rasa takut kepada Allah swt.  Perkataan Rabi&amp;nbsp;&amp;nbsp;itu terus terngiang di telinganya dan menggedor  dinding batinnya, sampai akhirnya jatuh pingsan di tengah jalan. Sejak itu ia  bertobat dan berubah menjadi wanita ahli ibadah. &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN lang=SV  style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: SV"&gt;Orang-orang  yang hendak memfitnah dan mempermalukan Rabi&amp;nbsp;&amp;nbsp;kaget mendengar wanita  itu bertobat. Mereka mengatakan, \" Malaikat apa yang menemani Rabi . Kita ingin  menyeret Rabi&amp;nbsp;&amp;nbsp;berbuat maksiat dengan wanita cantik itu, ternyata  justru Rabi&amp;nbsp;&amp;nbsp;yang membuat wanita itu bertobat! \" &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Rasa takut  kepada Allah yang tertancap dalam hati wanita itu sedemikian dahsyatnya.  Berbulan-bulan ia terus beribadah dan mengiba ampunan dan belas kasih Allah swt.  Ia tidak memikirkan apa-apa kecuali nasibnya di akhirat. Ia terus shalat,  bertasbih, berzikir dan puasa. Hingga akhirnya wanita itu wafat dalam keadaan  sujud menghadap kiblat. Tubuhnya kurus kering kerontang seperti batang korma  terbakar di tengah padang pasir. &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Sumber : Buku \" Di Atas Sajadah Cinta.  Kisah-Kisah Teladan Islami Peneguh Iman dan Penenteram Jiwa - Habiburrahman El  Shirazy \"&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN lang=SV  style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;BR&gt;&lt;A  href="http://answers.yahoo.com.sg"&gt;&lt;/A&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22931584-117098874582019079?l=perjalanan-spiritual.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://perjalanan-spiritual.blogspot.com/feeds/117098874582019079/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=22931584&amp;postID=117098874582019079" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/22931584/posts/default/117098874582019079?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/22931584/posts/default/117098874582019079?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PerjalananSpiritual/~3/Kstd6JnMy6g/memuliakan-wanita.html" title="Memuliakan Wanita" /><author><name>andirst</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="03617787016653865737" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://perjalanan-spiritual.blogspot.com/2007/02/memuliakan-wanita.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUYMRn4yfip7ImA9WBFTGE4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-22931584.post-117083718670891556</id><published>2007-02-07T15:33:00.000+07:00</published><updated>2007-02-07T15:33:07.096+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2007-02-07T15:33:07.096+07:00</app:edited><title>Waqfah di Awal Tahun 1428</title><content type="html">&lt;DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT size=2&gt;&lt;FONT face=Arial size=3&gt;Waqfah di Awal Tahun 1428  &lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT size=2&gt;&lt;FONT face=Arial size=3&gt;&lt;SPAN class=postedby&gt;Oleh: Ibnu Jarir,  Lc&lt;/SPAN&gt; &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Georgia size=2&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;&lt;/FONT&gt; &lt;DIV align=right&gt;&lt;A title="EMail This Post"  href="http://www.dakwatuna.com/index.php/tazkiyatun-nafs/2007/menata-niat-di-awal-1428-h/email/"  rel=nofollow&gt;&lt;FONT face=Arial size=3&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/A&gt;&lt;FONT face=Arial&gt;&amp;nbsp;&lt;/FONT&gt;&lt;A  title="Print This Post"  href="http://www.dakwatuna.com/index.php/tazkiyatun-nafs/2007/menata-niat-di-awal-1428-h/print/"  rel=nofollow&gt;&lt;FONT face=Arial&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/A&gt;&lt;FONT face=Arial&gt; &lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;P&gt;&lt;FONT face=Arial&gt;&lt;/FONT&gt; &lt;P&gt;&lt;FONT face=Arial&gt;Segala puji hanya bagi-Mu ya Allah, Engkau Maha  membolak-balikkan hati hamba-hamba-Mu, kokohkan hati kami agar tetap dalam  dien-Mu.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt; &lt;P&gt;&lt;FONT face=Arial&gt;Cobalah berhenti sejenak, dari setumpuk aktivitas kita, dari  sekian banyak pekerjaan kita, dari kepenatan pikiran kita, dari kesibukan yang  terus memadat, seakan tiada henti.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt; &lt;P&gt;&lt;FONT face=Arial&gt;Cobalah berhenti sejenak, sejenak saja. Cobalah sejenak  untuk melupakan segala permasalahan yang tengah mendera. Lupakan sejenak.  Lepaskan diri dari beban kepenatan itu.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt; &lt;P&gt;&lt;FONT face=Arial&gt;Renungkan kembali hari-hari yang kita lalui. Renungkan.  Rekam kembali apa yang telah kita lakukan selama ini. Rekamlah, lalu  renungkan.apa yang kita cari sebenarnya dalam hidup ini? Apa yang kita kejar?  apa yang kita buru? apa yang telah membuat kita puas? Apa yang telah membuat  kita bahagia?&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt; &lt;P&gt;&lt;FONT face=Arial&gt;Mungkin di antara kita ada yang telah berhasil menggenggam  dunia ini dengan kemegahan, kebanggaan, kepuasan, kenikmatan. Mungkin juga ada  di antara kita yang masih harus bersusah payah untuk mendapatkannya.  Terserahlah, siapa pun kita, apapun yang kita sandang hakikatnya adalah  sama.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt; &lt;P&gt;&lt;FONT face=Arial&gt;Segala yang kita miliki, yang kita sandang, tak lebih dari  atribut kehidupan, itu semua sekedar ujian. Seberapa kita telah memanfaatkannya,  menyalurkannya, mengaryakannya dan mendedikasikannya untuk panggung kehidupan  duniawi ini.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt; &lt;P&gt;&lt;FONT face=Arial&gt;Sungguh beruntung orang-orang yang hatinya selalu diiringi  niat yang lurus. Merekalah orang-orang kaya yang tak pernah terlihat tumpukan  hartanya, sederhana hidupnya, karena kekayaannya didedikasikan di jalan Allah  dalam bentuk karya, yakni tertegaknya kebenaran dan kesejahteraan  sesama.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt; &lt;P&gt;&lt;FONT face=Arial&gt;Merekalah orang-orang miskin tapi tidak pernah miskin karena  ikhtiarnya untuk lurus dan jujur tak pernah luntur, tetap berusaha dengan niat  tulus, tidak luntur oleh gegap gempitanya keramaian zaman yang kian tidak karuan  dan kezhaliman yang merajalela.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt; &lt;P&gt;&lt;FONT face=Arial&gt;Niatan hati adalah penyuci kerja, kerja bukan lagi sekedar  kesibukan, pelepas kewajiban pencarian nafkah ataupun perburuan materi, tetapi  naik tingkatnya menjadi ibadah, pengabdian, keluhuran dan kemulyaan.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt; &lt;P&gt;&lt;FONT face=Arial&gt;Niatlah motivator awal ketaatan ataupun pelanggaran terhadap  rambu-rambu jalan hidup dan kehidupan yang mengarahkan kita pada apa yang hendak  dicapai.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt; &lt;P&gt;&lt;FONT face=Arial&gt;Mari kita mulai di awal tahun 1428 H ini dengan kembali  menata niat, agar eksistensi kita, kesalehan kita, di manapun dan kapan pun,  dapat berdaya guna bagi kemaslahatan dan peradaban ummat, bagi pembangunan  akhlak,bagi seluruh aspek hidup dan kehidupan di hamparan alam fana ini dalam  kontek rahmatan lil alamin. &lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt; &lt;P&gt;&lt;FONT face=Arial&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/P&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22931584-117083718670891556?l=perjalanan-spiritual.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://perjalanan-spiritual.blogspot.com/feeds/117083718670891556/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=22931584&amp;postID=117083718670891556" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/22931584/posts/default/117083718670891556?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/22931584/posts/default/117083718670891556?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PerjalananSpiritual/~3/rV6SbDzvQ_o/waqfah-di-awal-tahun-1428.html" title="Waqfah di Awal Tahun 1428" /><author><name>andirst</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="03617787016653865737" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://perjalanan-spiritual.blogspot.com/2007/02/waqfah-di-awal-tahun-1428.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkMBSXk_eyp7ImA9WBFTEU4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-22931584.post-117013845863966248</id><published>2007-01-30T13:27:00.000+07:00</published><updated>2007-01-30T13:27:38.743+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2007-01-30T13:27:38.743+07:00</app:edited><title>Masuk Islam lantaran celana dalam</title><content type="html">&lt;DIV&gt; &lt;DIV  style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: times new roman, new york, times, serif"&gt; &lt;DIV&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Verdana"&gt;&lt;FONT  color=#000000&gt;Mungkin kedengaran aneh dan janggal. Hidayah memang bisa datang  kapan saja dan pada siapa saja. Selama ini mungkin kita lebih sering mendengar  masuk islamnya seorang non muslim kedalam islam di sebabkan hal-hal luar biasa  dan penting. Seperti dokter Miller seorang penginjil Kanada yang masuk islam  setelah menjumpai &lt;EM&gt;Ijaz Quran&lt;/EM&gt; dari berbagai segi.Tapi yang ini  benar-benar tidak biasa. Ya,masuk islam gara-gara pakaian dalam!!  &lt;/FONT&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;P&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Verdana"&gt;&lt;FONT color=#000000&gt;Fakta  ini dikisahkan Doktor Sholeh Pengajar di sebuah perguruan Tinggi Islam di Saudi,  saat ditugaskan ke Inggris. Ada seorang perempuan tua yang biasa mencuci pakaian  para mahasiswa Inggris termasuk pakaian dalam mereka.&lt;/FONT&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Verdana"&gt;&lt;FONT color=#000000&gt;Suatu  hari wanita tua ini menceritakan keheranannya selama bertugas pada Doktor  Sholeh, perihal adanya pakaian dalam yang aneh. Ada beberapa pakaian dalam  yang tidak berbau seperti mahasiswa umumnya, apa sebabnya? Maka ustadz ini  menceritakan karena pemiliknya adalah muslim, agama kami mengajarkan bersuci  setiap selesai buang air kecil maupun buang air besar, tidak seperti mereka yang  tidak perhatian dalam masalah seperti ini.&lt;/FONT&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Verdana"&gt;&lt;FONT  color=#000000&gt;&amp;nbsp;&lt;/FONT&gt;&lt;/SPAN&gt; &lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt"&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Verdana"&gt;&lt;FONT color=#000000&gt;Betapa  terkesan ibu tua ini dan tidak lama kemudian ia mengikrarkan syahadat, masuk  islam dengan perantaraan pakaian dalam!!!&lt;/FONT&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt"&gt;&amp;nbsp;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt"&gt;&amp;nbsp;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt"&gt;&amp;nbsp;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt"&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: Verdana"&gt;&lt;FONT color=#000000&gt;Di kutip dari  : Majalah Al-Qawwam edisi 15, dzul qadah 1427 H Badiah,  Riyadh.&lt;/FONT&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=MsoNormal style="MARGIN: 0in 0in 0pt"&gt;&amp;nbsp;&lt;/P&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;BR&gt;&lt;A  href="http://answers.yahoo.com.sg"&gt;&lt;/A&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22931584-117013845863966248?l=perjalanan-spiritual.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://perjalanan-spiritual.blogspot.com/feeds/117013845863966248/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=22931584&amp;postID=117013845863966248" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/22931584/posts/default/117013845863966248?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/22931584/posts/default/117013845863966248?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PerjalananSpiritual/~3/XodaBqOwuCQ/masuk-islam-lantaran-celana-dalam.html" title="Masuk Islam lantaran celana dalam" /><author><name>andirst</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="03617787016653865737" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://perjalanan-spiritual.blogspot.com/2007/01/masuk-islam-lantaran-celana-dalam.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DE8BQHg7eyp7ImA9WBBbGUw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-22931584.post-116891685151525258</id><published>2007-01-16T10:07:00.000+07:00</published><updated>2007-01-16T10:07:31.603+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2007-01-16T10:07:31.603+07:00</app:edited><title>Pandangan Islam Terhadap Ilmu</title><content type="html">&lt;DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Arial color=#000000&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;FONT face=Arial&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;BR&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Arial size=2&gt;&lt;FONT face=Arial&gt;&lt;FONT size=3&gt;Posting &amp;nbsp;:  Senin; 15/01/2007&lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Arial size=2&gt;&lt;FONT face=Arial&gt;&lt;FONT  size=3&gt;Edisi&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: Kajian Islam&lt;BR&gt;Sumber : &lt;/FONT&gt;&lt;A  href="mailto:tarbiyah@isnet.org"&gt;&lt;FONT  size=3&gt;tarbiyah@isnet.org&lt;/FONT&gt;&lt;/A&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT color=#000000 size=2&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;&lt;FONT color=#000000&gt;&lt;FONT  color=#333399&gt;&lt;FONT size=3&gt;&lt;FONT color=#000000&gt;Dengan Nama Allah Yang Maha  Pemurah dan Penyayang&lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT color=#000000&gt;&lt;FONT color=#333399&gt;&lt;FONT color=#000000  size=3&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT color=#000000&gt;&lt;FONT color=#333399&gt;&lt;FONT color=#000000  size=3&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT color=#000000&gt;&lt;FONT color=#333399&gt;&lt;FONT color=#000000  size=3&gt;Pandangan Islam Terhadap Ilmu&lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT size=3&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;&lt;FONT color=#000000&gt;&lt;FONT  color=#333399&gt;&lt;FONT color=#000000&gt; &lt;DIV&gt;&lt;BR&gt;&lt;FONT size=3&gt;Terpisahnya Ilmu Agama dan Ilmu Umum dewasa ini dengan  mudah dapat terlihat dari terpisahnya lembaga pendidikan agama dan pendidikan  umum. Di Indonesia misalnya kita mengenal Pondok Pesantren atau PGA dan IAIN  sebagai institusi yang mengajarkan ilmu agama, sedangkan SD, SMP, SMA dan  Universitas sebagai institusi yang mengajarkan ilmu umum.&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT size=3&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT size=3&gt;Islam sebetulnya tidak mengenal adanya pemisahan antara ilmu  agama dan ilmu umum, karena didalam Islam terdapat pola hubungan dan peranan  yang saling terkait antara keduanya.&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT size=3&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT size=3&gt;Ilmu menurut Islam tidak dapat dipisahkan dari sumbernya.  Sumber ilmu tersebut adalah Al-'Alim (Maha Tahu) dan Al-Khabir (Maha Teliti).  Hal ini dijelaskan dalam Al-Quranul Karim pada surat Al An'aam ayat 59: Dan pada  sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali  Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada  sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh  sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang  kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT size=3&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT size=3&gt;Karena sumber ilmu itu adalah Allah dan karena  La-khaliqa-illa-Allah, maka ilmu itu disampaikan kepada manusia melalui dua  jalur. Jalur pertama, disebut sebagai Atthariqah Ar-rasmiah, yaitu jalur  formal/resmi. Ilmu yang disampaikan melalui jalur ini adalah ilmu formal sering  disebut sebagai revelation (wahyu). Karena ilmunya ilmu formal, maka pembawanya  juga merupakan pembawa formal yaitu Ar-rusul (rasul). Objek dari ilmu formal ini  disebut Al-ayat Alqauliyah yang redaksinya juga formal (tidak  ditambahi/dikurangi atau dirobah). Tujuan dari ilmu formal ini adalah minhaj-ul  hayah (Pedoman Hidup). Dalam surat Al-Baqarah ayat 2 dijelaskan : Kitab  (Al-Quran) ini tiada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.  Karena sudah dijelaskan bahwa Al-Quran itu tiada keraguan didalamnya, maka nilai  kebenaran yang&lt;BR&gt;dikandung oleh Al-Ayat-Alqauliyah ini adalah nilai Al-haqiqat  Al-mutlaqah&amp;nbsp; (kebenaran mutlak).&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT size=3&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT size=3&gt;Jalur kedua, disebut sebagai Atthariqah ghairu rasmiah (jalur  informal). Pada jalur ini ilmu itu disampaikan melalui ilham (inspiration)  secara langsung dan siapapun bisa mendapatkannya sesuai dengan iradat-Allah.  Objek dari ilmu informal ini adalah Al-ayat Alkauniah dan tujuannya adalah wa  sailul hayah (perbaikan sarana hidup). Adapun nilai kebenaran ilmu yang  diperoleh pada jalur ini disebut sebagai&amp;nbsp; Al-haqiqah&lt;BR&gt;attajribiah  (kebenaran eksperimental) atau empiris.&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT size=3&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT size=3&gt;Walaupun jalur memperolehnya&amp;nbsp; berbeda namun pada dasarnya  kedua jalur ini saling berkaitan satu dengan lainnya. Al-ayat Alqauliyah  merupakan isyarat ilmiah terhadap Al-ayat Alkauniyah, sedangkan Al-ayat  Alkauniyah merupakan Al-burhan (memperkaya penjelasan) terhadap Al-ayat  Alqauliyah. Kedua jalur ini akhirnya bermuara pada kemaslahatan  manusia.&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT size=3&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT size=3&gt;Pada dasarnya Al-ayat-Alqauliyah yang tertera didalam Al-Quran  sekurang-kurangnya memiliki 3 macam isyarat. Pertama, disebut isyarat ilmiah,  yang memerlukan sikap ilmiah (riset) untuk mendalaminya. Kedua, disebut isyarat  ghaibiyah (gaib), yang memerlukan sikap beriman untuk memahaminya. Dan ketiga,  disebut sebagai isyarat hukmiyah (hukum) yang memerlukan sikap kesediaan untuk  mengamalkannya. Kadang-kadang sering terjadi kerancuan dalam bersikap terutama  dalam menangkap ketiga jenis isyarat tersebut. Misalnya isyarat hukmiyah  ditanggapi secara ilmiah, contohnya larangan memakan babi. Sering kita terjebak  dengan membuang-buang waktu untuk melakukan riset tentang babi ini dalam  kerangka membuktikan larangan Allah tersebut. Yang jelas ada atau tidak ada  hasil riset tentang babi itu larangan&lt;BR&gt;memakan babi itu tetap adanya. Begitu  juga isyarat ghaibiyah. Walaupun sudah dijelaskan didalam Al-Quran bahwa tentang  yang ghaib ini pengetahuan manusia terbatas pada apa yang disampaikan Allah  didalam Al-Quran, tetapi masih ada orang yang mencoba melakukan riset (me  reka-reka) tentang isyarat gahibiyah ini. Dan yang lebih parah lagi begitu  banyaknya isyarat ilmiah di dalam Al-Quran, namun sikap ilmiah dalam memahami  isyarat ini tidak muncul sehingga ummat Islam tertinggal dalam memahami Al-ayat  Alkauniyah.&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT size=3&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT size=3&gt;Demikianlah salah satu topik pembicaraan yang disampaikan oleh  Bang Ihsan Tanjung tentang ilmu didalam Islam (yang terekam oleh penulis)  sewaktu beliau berada di Pittsburgh.&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT size=3&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT size=3&gt;Jika ada kekurangan ataupun penambahan dari yang aslinya, maka  semua itu datang dari penulis sendiri.&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT size=3&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT size=3&gt;Wabillahi taufiq wal-hidayah.&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT size=3&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT size=3&gt;Wassalam,&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT size=3&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT size=3&gt;(Chairil A. Said)&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT size=3&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT size=3&gt;------------&lt;BR&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;A  href="mailto:tarbiyah@isnet.org"&gt;&lt;FONT  size=3&gt;tarbiyah@isnet.org&lt;/FONT&gt;&lt;/A&gt;&lt;BR&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22931584-116891685151525258?l=perjalanan-spiritual.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://perjalanan-spiritual.blogspot.com/feeds/116891685151525258/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=22931584&amp;postID=116891685151525258" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/22931584/posts/default/116891685151525258?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/22931584/posts/default/116891685151525258?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PerjalananSpiritual/~3/eY3u00KukGU/pandangan-islam-terhadap-ilmu.html" title="Pandangan Islam Terhadap Ilmu" /><author><name>andirst</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="03617787016653865737" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://perjalanan-spiritual.blogspot.com/2007/01/pandangan-islam-terhadap-ilmu.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUUESXg5fip7ImA9WBBVFE8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-22931584.post-116642720853984168</id><published>2006-12-18T14:33:00.000+07:00</published><updated>2006-12-18T14:33:28.626+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2006-12-18T14:33:28.626+07:00</app:edited><title>HUKUM BERQURBAN</title><content type="html">&lt;DIV&gt;Qurban adalah penyembelihan binatang ternak yang di laksanakan atas  perintah Alloh &lt;EM&gt;Subhanahu wa Ta'ala&lt;/EM&gt; dengan tujuan taqarrub (pendekatan)  kepada Alloh &lt;EM&gt;Subhanahu wa Ta'ala &lt;/EM&gt;pada hari Iedul Adhha/Qurban sampai  akhir hari-hari tasyriq diambil dari kata dhahwah disebut awal waktu pelaksanaan  yaitu dhuha (lisanul Arab 19:211, mu'jam Al-Wasith 1:537).&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'; mso-fareast-font-family: Batang; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-language: KO; mso-bidi-language: AR-SA"&gt;Alloh  &lt;EM&gt;Subhanahu wa Ta'ala&lt;/EM&gt; mensyariatkan berqurban dalam firmanNya,  yang&amp;nbsp;artinya: &lt;EM&gt;"Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu; dan  berkorbanlah."&lt;/EM&gt; (QS. Al-Kautsar: 2). Yang dimaksud &lt;EM&gt;berkorban&lt;/EM&gt; di  sini ialah menyembelih hewan qurban dan mensyukuri nikmat Allah.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Dan  firman Alloh &lt;EM&gt;Subhanahu wa Ta'ala&lt;/EM&gt;, yang artinya:&amp;nbsp;&lt;EM&gt;"Dan kami  jadikan untuk kamu unta-unta itu sebagian dari syi'ar Alloh."&lt;/EM&gt; (QS Al-Hajj:  36)&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Hukumnya adalah sunnah muakkad, bagi yang mampu, sebagaimana hadits  beliau riwayat Anas &lt;EM&gt;radhiallaahu anhu&lt;/EM&gt;, bahwa&lt;EM&gt; Nabi ShallAllohu  alaihi wa salam berkurban dua kambing yang bagus, bertanduk, beliau menyembelih  keduanya sendiri dengan tangan beliau, menyebut nama (asma Alloh) dan  bertakbir.&lt;/EM&gt; (HR: Al-Bukhari dan Muslim). &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Adapun orang yang  menghukumi wajib dengan dasar hadits, yang artinya: &lt;EM&gt;"Siapa yang memiliki  kemampuan namun tidak berkurban, maka jangan sekali-kali mendekati masjidku."  &lt;/EM&gt;(HR: Ahmad dan Ibnu Majah). &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Hadits ini derajatnya dha'if dan tidak  bisa dijadikan hujjah, karena ada perowinya yang dha'if yaitu Abdullah bin Iyasy  sebagaimana diterangkan oleh Abu Daud, An-Nasa'i dan Ibnu Hazm (Ibnu Majah 2:  1044, Al-Muhalla 8:7).&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Imam Syafi'i berkata: Andaikan berkurban itu wajib  maka tidaklah cukup bagi satu rumah kecuali mengurbankan setiap orang satu  kambing atau untuk tujuh orang satu sapi, akan tetapi karena tidak berhukum  wajib maka cukuplah bagi seorang yang mau berkurban jika menyebutkan nama  keluarga pada kurbannya ... dan jika tidak menyebut-kannya pun tidak berarti  meninggalkan kewajiban (Al-Umm 2: 189).&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;ST1:PLACE&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'; mso-fareast-font-family: Batang; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-language: KO; mso-bidi-language: AR-SA"&gt;Para&lt;/SPAN&gt;&lt;/ST1:PLACE&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: 'Times New Roman'; mso-fareast-font-family: Batang; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-language: KO; mso-bidi-language: AR-SA"&gt;  sahabat kami berkata "Andaikan kurban itu wajib maka tidaklah gugur (kewajiban  itu) jika kelewatan waktunya, kecuali dengan diganti (ditebus) seperti shalat  berjamaah dan kewajiban lainnya, para ulama madhab Hanafi juga sepakat dengan  kami (madhab Syafi'i) bahwa kurban tidak berhukum wajib (Al-Majmu' Syarah  Al-Muhadzdzab: 8: 301)&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;(Sumber Rujukan: Min Ahkamil Udhiyyah, Asy-Syaikh  Al-Utsaimin)&lt;/SPAN&gt;&amp;nbsp;&lt;A  href="http://www.mediamuslim.info/"&gt;MediaMuslim.Info&lt;/A&gt; - &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;!--SP:dendy.ssa--&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;P&gt;&amp;nbsp;&lt;/P&gt;&lt;!--dendy.ssa:EP--&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22931584-116642720853984168?l=perjalanan-spiritual.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://perjalanan-spiritual.blogspot.com/feeds/116642720853984168/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=22931584&amp;postID=116642720853984168" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/22931584/posts/default/116642720853984168?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/22931584/posts/default/116642720853984168?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PerjalananSpiritual/~3/xNbpdd94aIg/hukum-berqurban.html" title="HUKUM BERQURBAN" /><author><name>andirst</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="03617787016653865737" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://perjalanan-spiritual.blogspot.com/2006/12/hukum-berqurban.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEIBSH4zeyp7ImA9WBBXE0g.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-22931584.post-116435255897159743</id><published>2006-11-24T14:15:00.000+07:00</published><updated>2006-11-24T14:15:59.083+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2006-11-24T14:15:59.083+07:00</app:edited><title>NASEHAT SEKITAR PROBLEMATIKA WANITA DAN DOKTER LAKI-LAKI</title><content type="html">&lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Selasa,21 nov 2006/Thn IV&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV  style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: times new roman, new york, times, serif"&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Tanya jawab&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;NASEHAT SEKITAR PROBLEMATIKA WANITA DAN DOKTER  LAKI-LAKI&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Oleh&lt;BR&gt;Syaikh Abdul Aziz bin  Baz&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Pertanyaan.&lt;BR&gt;Syaikh Abdul Aziz bin Baz ditanya : "Apa pendapat  yang mulai Syaikh Abdul Aziz bin Baz dalam masalah wanita yang sering  dipertanyakan dan menyulitkan kaum muslimin, yaitu masalah wanita dengan dokter  laki-laki. Apa nasehat anda bagi para saudari-saudari muslimah tentang masalah  ini ? Dan apa saran anda untuk pemerintah ?&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Jawaban.&lt;BR&gt;Tidak diragukan  lagi bahwa problematika seorang wanita dengan dokter laki-laki adalah  problematika yang penting dan sesungguhnya hal tersebut banyak menyulitkan.  Tetapi apabila Allah memberi ketakwaan dan akal kepada seorang wanita, maka  tentulah ia akan berhati-hati untuk menjaga dirinya dan memperhatikan masalah  ini. Maka ia tidak boleh berdua-duan dengan dokter laki-laki dan seorang dokter  laki-laki tidak diperbolehkan untuk berdua-duan dengannya.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Sesungguhnya  telah ada peraturan pemerintah yang mengatur hal itu. Maka seorang wanita  hendaknya memperhatikan masalah ini dan berusaha semampunya untuk mencari dokter  wanita. Apabila ia bisa menemukan dokter wanita, maka -segala puji bagi Allah-  dan dokter laki-laki tidak lagi dibutuhkan. Apabila ada kepentingan yang  mengharuskannya mendatangi dokter laki-laki karena ketiadaan dokter wanita maka  tidak ada larangan -ketika ada kepentingan- untuk membuka aurat dan mengobatinya  dan ini termasuk perkara-perkara yang diperbolehkan ketika ada kebutuhan  mendasar. Tetapi membuka aurat tidak bisa dilakukan hanya dengan berduaan namun  harus ditemani mahramnya atau suaminya apabila yang dibuka adalah anggota badan  yang luar seperti kepala, tangan, kaki, dan semisalnya.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Dan apabila yang  dibuka adalah aurat, maka harus disertai dengan suaminya, apabila ia mempunyai  suami atau wanita lain, dan ini lebih baik dan lebih selamat. Atau dengan  kehadiran seorang perawat atau dua orang perawat, tetapi apabila ditemukan  seorang wanita selain perawat maka hal tersebut akan lebih baik dan lebih  terpelihara dari keraguan. Adapun berkhalwat dengan alasan yang demikian  tidaklah diperbolehkan. &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;[Majmu' Fatawa wa Maqalat Mutanawwi'ah, Syaikh  Bin Baz, 5/392]&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;BR&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22931584-116435255897159743?l=perjalanan-spiritual.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://perjalanan-spiritual.blogspot.com/feeds/116435255897159743/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=22931584&amp;postID=116435255897159743" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/22931584/posts/default/116435255897159743?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/22931584/posts/default/116435255897159743?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PerjalananSpiritual/~3/QxIuYPZvUWE/nasehat-sekitar-problematika-wanita.html" title="NASEHAT SEKITAR PROBLEMATIKA WANITA DAN DOKTER LAKI-LAKI" /><author><name>andirst</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="03617787016653865737" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://perjalanan-spiritual.blogspot.com/2006/11/nasehat-sekitar-problematika-wanita.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEMNRHk5eyp7ImA9WBBXEUs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-22931584.post-116416249548687516</id><published>2006-11-22T09:28:00.000+07:00</published><updated>2006-11-22T09:28:15.723+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2006-11-22T09:28:15.723+07:00</app:edited><title>Kisah Fadhalah</title><content type="html">&lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Georgia size=2&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV  style="FONT-SIZE: 10pt; FONT-FAMILY: times new roman, new york, times, serif"&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Kamis,16 Nov 2006/ Thn-IV&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Kisah dan Hikmah&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Kisah Fadhalah Jatuh Cinta&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Pada saat peristiwa Fathu Makkah (penaklukkan Mekkah  oleh pasukan kaum muslimin dibawah pimpinan Rasulullah SAW), ada seseorang di  Mekkah yang berniat membunuh Rasulullah. Orang ini bernama Fadhalah bin Umair  al-Laitsi. Dia bermaksud membunuh Nabi Muhammad SAW ketika beliau sedang thawaf  di Ka'bah.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Untuk melancarkan niatnya itu, Fadhalah mencoba mendekat ke  Rasul yang sedang thawaf. Ketika mendekat, tiba-tiba Rasulullah SAW menegurnya,  "Apakah ini Fadhalah?"&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;"Ya, saya Fadhalah wahai Rasulullah SAW" jawab  Fadhalah.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;"Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Rasulullah  SAW.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;"Tidak memikirkan apa-apa. Aku sedang teringat Allah kok" jawab  Fadhalah.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Mendengar jawaban Fadhalah itu, Rasulullah SAW tersenyum dan  berkata, "Mohonlah ampun kepada Allah..."&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Kemudian Nabi SAW meletakkan  tangannya di atas dada Fadhalah sehingga hatinya menjadi tenang.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Dari  peristiwa itu, Fadhalah mengatakan "Begitu beliau melepaskan tangannya dari  dadaku, aku merasa tak seorang pun yang lebih aku cintai daripada  Beliau."&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Setelah peristiwa itu menimpa Fadhalah, dia tidak jadi membunuh  Rasulullah SAW dan segera pulang ke rumah. Ketika pulang ke rumah, dia melewati  seorang wanita yang pernah dicintainya. Wanita itu memanggil dan mengajaknya  berbicara. Tapi kemudian dari mulut Fadhalah keluar untaian bait-bait  ini:&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;/FONT&gt; &lt;BLOCKQUOTE&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Dia berkata: Marilah kita ngobrol!&lt;BR&gt;Tidak,    jawabku.&lt;BR&gt;Allah dan Islam telah melarangku&lt;BR&gt;Aku baru saja melihat    Muhammad&lt;BR&gt;Di hari penaklukan, hari dihancurkannya semua berhala&lt;BR&gt;Agama    Allah itu sangat jelas dan nyata&lt;BR&gt;Sedang kemusyrikan adalah  kegelapan&lt;/FONT&gt;&lt;/BLOCKQUOTE&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Fadhalah jatuh cinta  kepada Allah dan Rasul-Nya. Fadhalah jatuh cinta kepada  Islam....&lt;BR&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22931584-116416249548687516?l=perjalanan-spiritual.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://perjalanan-spiritual.blogspot.com/feeds/116416249548687516/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=22931584&amp;postID=116416249548687516" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/22931584/posts/default/116416249548687516?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/22931584/posts/default/116416249548687516?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PerjalananSpiritual/~3/xCxXCSZ8ovM/kisah-fadhalah.html" title="Kisah Fadhalah" /><author><name>andirst</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="03617787016653865737" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://perjalanan-spiritual.blogspot.com/2006/11/kisah-fadhalah.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEAHRns6eyp7ImA9WBBQFUg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-22931584.post-116355673737514080</id><published>2006-11-15T09:12:00.000+07:00</published><updated>2006-11-15T09:12:17.513+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2006-11-15T09:12:17.513+07:00</app:edited><title>Anggur pada Jamu, Bolehkah?</title><content type="html">&lt;DIV&gt;&lt;STRONG&gt;&lt;FONT face=Arial size=2&gt;Selasa,14 Nov 2006&lt;/FONT&gt;&lt;/STRONG&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV  style="FONT-SIZE: 12pt; FONT-FAMILY: times new roman, new york, times, serif"&gt; &lt;DIV&gt;&lt;STRONG&gt;&lt;FONT face=Arial size=2&gt;Tanya Jawab&lt;/FONT&gt;&lt;/STRONG&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;STRONG&gt;&lt;FONT face=Arial size=2&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/STRONG&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;STRONG&gt;&lt;FONT face=Arial size=4&gt;Anggur pada Jamu, Bolehkah? &lt;BR&gt;&lt;FONT  color=#000000&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;BR&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/STRONG&gt;&lt;FONT color=#000000 size=2&gt; &lt;P&gt;&lt;FONT face=Arial&gt;Masyarakat Indonesia sudah sangat akrab dengan yang namanya  jamu. Ia dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, baik menjaga kesegaran tubuh,  mengobati berbagai penyakit hingga memulihkan kesehatan sehabis melahirkan.  Berbagai jenis jamu saat ini ditawarkan oleh para produsen dengan khasiatnya  masing-masing. Ada jamu pegal linu, jamu kesehatan laki-laki, jamu nyeri otot  hingga jamu untuk ibu-ibu yang sedang mengalami masa persalinan sehabis  melahirkan.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt; &lt;P&gt;&lt;FONT face=Arial&gt;Bentuk jamu juga bermacam-macam. Kebanyakan berbentuk serbuk  yang dibungkus dengan kertas atau plastik. Dalam bentuk serbuk ini ada yang  masih berupa serbuk asli dari bahan-bahan jamu, ada juga yang sudah diekstrak  komponen aktifnya menjadi jamu instan yang lebih mudah diseduh. Dalam bentuk  serbuk ini tentu saja jamu tersebut harus dilarutkan dengan air dan bahan-bahan  lainnya.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt; &lt;P&gt;&lt;FONT face=Arial&gt;Namun perkembangan teknologi juga telah merambah dunia jamu.  Dulu minum jamu memang harus penuh perjuangan, karena serbuknya yang kasar,  rasanya pahit dan banyak endapan ketika dilarutkan. Saat ini jamu ada juga yang  sudah berbentuk kaplet, tablet, kapsul hingga cairan yang tinggal diteguk.  Kemasannyapun bermacam-macam dan sudah tidak bisa dibedakan dengan produk-produk  obat modern.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt; &lt;P&gt;&lt;FONT face=Arial&gt;Dengan perkembangan teknologi tersebut tentunya banyak  bahan-bahan tambahan yang perlu dicermati dari segi kehalalan. Misalnya saja  jamu yang berbentuk kapsul, perlu dikaji apakah kulit kapsul tersebut halal atau  tidak. Sebab bahan dasar pembuatan kulit kapsul adalah gelatin yang bersumber  dari tulang dan kulit binatang. Selain itu bahan perekat pada pembuatan tablet  dan kaplet juga perlu diwaspadai. Ada yang menggunakan magnesium stearat yang  merupakan turunan dari lemak.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt; &lt;P&gt;&lt;FONT face=Arial&gt;Khusus untuk jamu yang berbentuk cair juga perlu dikaji  kembali, apakah menggunakan alkohol ataukah tidak. Jamu yang berbentuk cair  biasanya berasal dari ekstraksi bahan aktif dari bahan jamu. Proses ekstraksi  ini selain menggunakan air juga kadang-kadang menggunakan alkohol. Pada jamu  instan yang berbentuk bubuk, alkohol ini biasanya telah diuapkan hingga kering.  Namun pada jamu yang berbentuk cair biasanya residu alkoholnya masih cukup  tinggi, sehingga menjadikannya tidak halal.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt; &lt;P&gt;&lt;FONT face=Arial&gt;&lt;STRONG&gt;Penyajian dengan anggur&lt;/STRONG&gt;&lt;BR&gt;Proses  penghidangan jamu juga menjadi titik rawan yang perlu dicermati oleh konsumen.  Ada orang yang bisa dan mau menyeduh sendiri jamu-jamu tersebut. Tetapi ada pula  yang tidak mau repot dengan kegiatan tersebut. Oleh karena itu marak warung jamu  yang sudah menyediakan jamu siap santap. Artinya proses penyeduhan dan  penambahan bahan-bahan tambahan dilakukan oleh warung, sehingga konsumen tinggal  menenggaknya.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt; &lt;P&gt;&lt;FONT face=Arial&gt;Selain itu hal yang menarik pada tukang jamu toko dan tukang  jamu gendongan adalah penambahan bahan-bahan lain yang diyakini ikut membantu  meningkatkan efek dan khasiat jamu tersebut pada kesehatan. Bahan-bahan yang  sering ditambahkan adalah telur, madu, beras kencur, dan anggur obat.  &lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt; &lt;P&gt;&lt;FONT face=Arial&gt;Telur yang sering dipakai oleh para tukang jamu adalah telur  ayam kampung atau telur bebek. Dengan kandungan gizinya yang lengkap, telur ini  memang dikenal luas sebagai makanan kesehatan yang memberikan efek kesehatan.  Telur tersebut disajikan mentah atau setengah matang. Dari segi kandungan gizi,  telur mentah memang lebih baik, karena proteinnya belum mengalami kerusakan  (denaturasi). Namun pada kondisi saat ini dimana wabah virus flu burung cukup  marak, penggunaan telur mentah ini perlu dikaji lagi.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt; &lt;P&gt;&lt;FONT face=Arial&gt;Bahan yang sering dianggap obat dan banyak dikonsumsi  masyarakat adalah anggur obat atau sering dikenal dengan nama anggur kolesom.  Bahan ini adalah minuman fermentasi yang terbuat dari perasan buah anggur. Dari  segi bahan dan proses pembuatan sama persis dengan pembuatan &lt;EM&gt;wine &lt;/EM&gt;atau  minuman keras yang berasal dari anggur. Hanya saja dalam minuman ini juga  ditambahkan ramuan-ramuan lain yang dianggap berkhasiat bagi  kesehatan.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt; &lt;P&gt;&lt;FONT face=Arial&gt;Status hukum anggur obat ini sama dengan &lt;EM&gt;wine &lt;/EM&gt;atau  minuman keras lainnya. Ia termasuk dalam klasifikasi sebagai khamer yang dalam  Islam hukumnya haram. Di dalamnya juga terdapat alkohol yang cukup tinggi, di  atas 5 persen. Masyarakat sering keliru dan menganggapnya sebagai jamu biasa  yang berasal dari buah-buahan. Penggunaan anggur ini tentu saja menjadikan  status jamu yang tadinya halal menjadi haram. &lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt; &lt;P&gt;&lt;FONT face=Arial&gt;Sebagian masyarakat masih menganggap anggur ini sebagai obat  yang bisa dikonsumsi dalam keadaan darurat. Perlu difahami bahwa kondisi darurat  dalam pengertian fiqih adalah suatu keadaan jika tidak mengkonsumsi barang  tersebut maka nyawanya akan terancam. Pertanyaannya adalah, apakah dengan tidak  mengkonsumsi anggur tersebut nyawa kita terancam? Menurut beberapa pengguna yang  sering mengkonsumsi jamu beranggur ini, ia hanya memberikan efek hangat,  sehingga badan menjadi lebih enak. Jika demikian halnya, maka status darurat  sama sekali tidak bisa dikenakan untuk anggur pada jamu tersebut.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt; &lt;P&gt;&lt;FONT face=Arial&gt;Pemahaman ini perlu disosialisasikan kepada masyarakat,  khususnya para pengkonsumsi jamu yang cukup fanatik. Kalau minuman keras saat  ini banyak di razia karena haram dan memabukkan, maka anggur obat ini  keberadaannya tidak pernah digugat. Ia tetap eksis bersama para tukang jamu dan  digemari oleh para pembeli yang tidak tahu. Apalah artinya badan segar jika  harus mengkonsumsi minuman haram? &lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt; &lt;DIV&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;FONT face=Arial color=#6b6b6b size=2&gt;( Nur Wahid, auditor LPPOM MUI  )&lt;/FONT&gt; / republika&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;BR&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22931584-116355673737514080?l=perjalanan-spiritual.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://perjalanan-spiritual.blogspot.com/feeds/116355673737514080/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=22931584&amp;postID=116355673737514080" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/22931584/posts/default/116355673737514080?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/22931584/posts/default/116355673737514080?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PerjalananSpiritual/~3/MFBQ92OoVGc/anggur-pada-jamu-bolehkah.html" title="Anggur pada Jamu, Bolehkah?" /><author><name>andirst</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="03617787016653865737" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://perjalanan-spiritual.blogspot.com/2006/11/anggur-pada-jamu-bolehkah.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0IBQH4-fip7ImA9WBBQFEo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-22931584.post-116347155094754289</id><published>2006-11-14T09:32:00.000+07:00</published><updated>2006-11-14T09:32:31.056+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2006-11-14T09:32:31.056+07:00</app:edited><title>Tanpa AS dan Inggris, Timur Tengah Akan Aman</title><content type="html">&lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Georgia size=2&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Arial size=2&gt; &lt;TABLE class=contentpaneopen&gt;   &lt;TBODY&gt;   &lt;TR&gt;     &lt;TD class=contentheading width="100%"&gt;&lt;STRONG&gt;Tanpa AS dan Inggris, Timur        Tengah Akan Aman&lt;/STRONG&gt; &lt;/TD&gt;     &lt;SCRIPT language=javascript type=text/javascript&gt; 				&lt;!-- 				document.write('&lt;td align="right" width="100%" class="buttonheading"&gt;'); 				document.write('&lt;a href="#" onclick="javascript:window.print(); return false;" title="Cetak halaman ini"&gt;'); 				document.write('&lt;img src="http://hidayatullah.com/images/M_images/printButton.png"  alt="Cetak halaman ini" name="Cetak halaman ini" align="middle" border="0" /&gt;'); 				document.write('&lt;/a&gt;'); 				document.write('&lt;/td&gt;'); 				//--&gt; 				&lt;/SCRIPT&gt;      &lt;TD class=buttonheading align=right width="100%"&gt;&lt;A        title="Cetak halaman ini"        onclick="javascript:window.print(); return false;"        href="http://hidayatullah.com/index2.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=3814&amp;amp;pop=1&amp;amp;page=0&amp;amp;Itemid=66#"&gt;&lt;IMG        alt="Cetak halaman ini"        src="http://hidayatullah.com/images/M_images/printButton.png" align=middle        border=0 name="Cetak halaman ini"&gt;&lt;/A&gt;&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;/TBODY&gt;&lt;/TABLE&gt; &lt;TABLE class=contentpaneopen&gt;   &lt;TBODY&gt;   &lt;TR&gt;     &lt;TD class=createdate vAlign=top colSpan=2&gt;       &lt;DIV&gt;Rabu, 08 November 2006 &lt;/DIV&gt;       &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;   &lt;TR&gt;     &lt;TD vAlign=top colSpan=2&gt;       &lt;DIV align=left&gt;&lt;FONT face="Arial, sans-serif"&gt;&lt;FONT        style="FONT-SIZE: 11pt" size=2&gt;&lt;EM&gt;Jubir Pemerintah Iran, Gholam Hussein        Elham, kemarin mengatakan, tanpa Amerika dan Inggris, kawasan Timur Tengah        akan benar-benar aman&lt;/EM&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;       &lt;DIV align=left&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;       &lt;DIV align=left&gt;&lt;FONT face="Georgia, serif"&gt;&lt;FONT style="FONT-SIZE: 11pt"        size=2&gt;&lt;STRONG&gt;&lt;EM&gt;Hidayatullah.com--&lt;/EM&gt;&lt;/STRONG&gt;Jubir Pemerintah Iran,        kemarin dalam Konferensi Pers mingguannya di depan para wartawan        mengatakan, tanpa Amerika dan Inggris, dipastikan kawasan Timur Tengah        akan benar-benar aman. "Kawasan Timur Tengah akan mampu mengembangkan        kebebasan, keamanan, serta mencapai kemajuan di bidang kebudayaan dan        peradaban, " ujar Elham.&lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;        &lt;P style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;&lt;FONT face="Georgia, serif"&gt;&lt;FONT        style="FONT-SIZE: 11pt" size=2&gt;Elham juga menekankan bahwa AS harus        mengakhiri kehadiran ilegalnya di Iraq. Apalagi setelah terbentuknya        pemerintahan sah dan lembaga-lembaga hukum serta disahkannya konstitusi        Iraq, maka ilegalitas kehadiran AS di negara ini semakin        nyata.&lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;       &lt;P style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;&lt;FONT face="Georgia, serif"&gt;&lt;FONT        style="FONT-SIZE: 11pt" size=2&gt;Seraya menekankan bahwa AS harus menebus        berbagai kekeliruannya di Iraq, ia berkata, "Jika AS angkat kaki dari Iraq        maka rakyat Iraq akan mampu mengelola segala urusan negaranya sendiri.        Sementara itu, seharusnyalah para pejabat AS menunjukkan komitmen terhadap        kaedah-kaedah politik dan moral."&lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;       &lt;P style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;&lt;FONT face="Georgia, serif"&gt;&lt;FONT        style="FONT-SIZE: 11pt" size=2&gt;Berkenaan dengan vonis pengadilan Iraq        untuk Saddam, Elham mengatakan, pihaknya berharap tak akan ada        tekanan-tekanan untuk mencegah pelaksanaannya.&lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;       &lt;P style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;&lt;FONT face="Georgia, serif"&gt;&lt;FONT        style="FONT-SIZE: 11pt" size=2&gt;Seraya menekankan bahwa AS merupakan        pendukung Saddam yang terbesar dalam melaksanakan berbagai kejahatannya,        Elham menyatakan harapannya bahwa hukuman yang adil dan sah akan        diberlakukan terhadap penjahat Iraq, dan hendaknya Saddam dan AS sama-sama        dibuang dari kehidupan rakyat negara tersebut.&lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;       &lt;P style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;&lt;FONT face="Georgia, serif"&gt;&lt;FONT        style="FONT-SIZE: 11pt" size=2&gt;Elham juga menyampaikan sikapnya menyangkut        energi nuklir sipil. Menurutbnya, "Tehran memiliki logika dan argumentasi        yang kokoh, dan dalam membela sikap-sikapnya, Iran berdiri di atas        peraturan-peraturan yang berlaku. Untuk itu Iran sama sekali tidak        mengkhawatirkan reaksi dunia terhadap sikap-sikapnya        ini."&lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;       &lt;P style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;&lt;FONT face="Georgia, serif"&gt;&lt;FONT        style="FONT-SIZE: 11pt" size=2&gt;Elham juga menekankan bahwa AS harus        menghindari penyalahgunaan lembaga-lembaga hukum sebagai alat penekan dan        ancaman. Katanya, dunia tengah bergerak ke arah perilaku legal dan adil.        Untuk itu, Iran berada di atas jalan yang lurus, sama sekali tidak        memerlukan langkah-langkah ilegal.&lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;       &lt;P style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;&lt;FONT face="Georgia, serif"&gt;&lt;FONT        style="FONT-SIZE: 11pt" size=2&gt;Jubir Pemerintah Iran juga menyinggung        kemenangan Daniel Ortega, tokoh yang memiliki kebijakan bertentangan        dengan politik AS, dalam pemilu di Nikaragua. Tambahnya, "Kami berharap        AS, dan siapa pun yang berniat memaksakan kekuasaannya di dunia dengan        segala cara, akan mengambil pelajaran dari sikap dan cara berpikir        bangsa-bangsa lain."  [irib]&lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;/TBODY&gt;&lt;/TABLE&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;BR&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22931584-116347155094754289?l=perjalanan-spiritual.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://perjalanan-spiritual.blogspot.com/feeds/116347155094754289/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=22931584&amp;postID=116347155094754289" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/22931584/posts/default/116347155094754289?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/22931584/posts/default/116347155094754289?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PerjalananSpiritual/~3/TQWGk8cSwWM/tanpa-as-dan-inggris-timur-tengah-akan.html" title="Tanpa AS dan Inggris, Timur Tengah Akan Aman" /><author><name>andirst</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="03617787016653865737" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://perjalanan-spiritual.blogspot.com/2006/11/tanpa-as-dan-inggris-timur-tengah-akan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0YGQHs_fip7ImA9WBBQEU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-22931584.post-116312512139048661</id><published>2006-11-10T09:18:00.000+07:00</published><updated>2006-11-10T09:18:41.546+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2006-11-10T09:18:41.546+07:00</app:edited><title>Ramai-Ramai Tolak Kehadiran Bush</title><content type="html">&lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Georgia size=2&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Arial size=2&gt; &lt;TABLE class=contentpaneopen&gt;   &lt;TBODY&gt;   &lt;TR&gt;     &lt;TD class=contentheading width="100%"&gt;&lt;STRONG&gt;Ramai-Ramai Tolak Kehadiran        Bush&lt;/STRONG&gt; &lt;/TD&gt;     &lt;SCRIPT language=javascript type=text/javascript&gt; 				&lt;!-- 				document.write('&lt;td align="right" width="100%" class="buttonheading"&gt;'); 				document.write('&lt;a href="#" onclick="javascript:window.print(); return false;" title="Cetak halaman ini"&gt;'); 				document.write('&lt;img src="http://hidayatullah.com/images/M_images/printButton.png"  alt="Cetak halaman ini" name="Cetak halaman ini" align="middle" border="0" /&gt;'); 				document.write('&lt;/a&gt;'); 				document.write('&lt;/td&gt;'); 				//--&gt; 				&lt;/SCRIPT&gt;      &lt;TD class=buttonheading align=right width="100%"&gt;&lt;FONT face=Georgia        size=2&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;A title="Cetak halaman ini"        onclick="javascript:window.print(); return false;"        href="http://hidayatullah.com/index2.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=3821&amp;amp;pop=1&amp;amp;page=0&amp;amp;Itemid=65#"&gt;&lt;/A&gt;&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;/TBODY&gt;&lt;/TABLE&gt; &lt;TABLE class=contentpaneopen&gt;   &lt;TBODY&gt;   &lt;TR&gt;     &lt;TD class=createdate vAlign=top colSpan=2&gt;       &lt;DIV&gt;Kamis, 09 November 2006 &lt;/DIV&gt;       &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;   &lt;TR&gt;     &lt;TD vAlign=top colSpan=2&gt;       &lt;DIV align=left&gt;&lt;FONT face="Arial, sans-serif"&gt;&lt;FONT        style="FONT-SIZE: 11pt" size=2&gt;&lt;EM&gt;Organisasi massa Islam menolak        kedatangan Presiden Bush ke Indonesia. Ustad Abubakar Ba'asyir menganggap,        haram berhubungan dengan Bush&lt;/EM&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;       &lt;DIV align=left&gt;       &lt;P&gt;&amp;nbsp;&lt;/P&gt;       &lt;P&gt;&lt;FONT face="Georgia, serif"&gt;&lt;FONT style="FONT-SIZE: 11pt"        size=2&gt;&lt;STRONG&gt;&lt;EM&gt;Hidayatullah.com--&lt;/EM&gt;&lt;/STRONG&gt;Aksi menolak Presiden        AS George Walker Bush ke Indonesia terus berdatangan. Rabu (8/11) kemarin,        sejumlah pimpinan organisasi massa Islam yang tergabung dalam Forum Umat        Islam (FUI) menemui pimpinan DPR di Jakarta, mereka menyampaikan penolakan        atas kunjungan Bush ke Tanah Air pada 20 November        mendatang.&lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;       &lt;P&gt;&lt;FONT face="Georgia, serif"&gt;&lt;FONT style="FONT-SIZE: 11pt" size=2&gt;Selain        FUI, sejumlah elemen masyarakat juga menemui DPR. Mereka adalah FBR dan        beberapa LSM. Di depan Wakil Ketua DPR, Zaenal Ma'arif dan Soetardjo        Soejoguritno yang mewakili pimpinan DPR, mereka menyampaikan protes atas        rencana kedatangan Presiden AS tersebut.&lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;       &lt;P&gt;&lt;FONT face="Georgia, serif"&gt;&lt;FONT style="FONT-SIZE: 11pt" size=2&gt;Apa        urgensinya Indonesia menerima atau bahkan mengundang Presiden AS untuk        datang ke Indonesia, padahal jelas negara itu telah memusuhi bangsa ini,''        kata Wakil Forum Umat Islam (FUI), Achmad Sumargono.&lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;       &lt;P&gt;&lt;FONT face="Georgia, serif"&gt;&lt;FONT style="FONT-SIZE: 11pt"        size=2&gt;Menurutnya, dalam sebuah kajian Bush disebut-sebut telah melakukan        pembunuhan terhadap 655.000 warga Iraq sejak 2003 hingga detik ini.        ''Lalu, apalagi yang diharapkan dari Bush,'' ujar        Margono.&lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;       &lt;P&gt;&lt;FONT face="Georgia, serif"&gt;&lt;FONT style="FONT-SIZE: 11pt" size=2&gt;Selain        FUI dan elemen masyarakat, Pimpinan Ponodok Pesantren Al-Mukmin, Ngruki,        Ustad Abubakar Ba'asyir dikabarkan telah berbicara kepada pimpinan DPR        melalui sambungan telepon yang menyampaikan keberatan, Ustad Abu, begitu        kerap dipanggil mengatakan perlunya bangsa ini memutuskan hubungan dengan        AS.&lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;       &lt;P&gt;&lt;FONT face="Georgia, serif"&gt;&lt;FONT style="FONT-SIZE: 11pt"        size=2&gt;''Karena, bangsa Amerika terutama Presiden Bush harus dilawan,        sehingga haram berhubungan dengan orang semacam itu,'' katanya dikutip        koran Suara Merdeka.&lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;       &lt;P&gt;&lt;FONT face="Georgia, serif"&gt;&lt;FONT style="FONT-SIZE: 11pt"        size=2&gt;Sejumlah ormas Islam itu menganggap tidak ada pentingnya Susilo        Bambang Yudhoyono (SBY) menerima Bush sebagai tamu kehormatannya. Apalagi        kedatangan Presiden AS itu justru merugikan masyarakat, bahkan menjadi        beban keuangan negara.&lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;       &lt;P&gt;&lt;FONT face="Georgia, serif"&gt;&lt;FONT style="FONT-SIZE: 11pt" size=2&gt;Kepada        Wakil Ketua DPR Soetardjo Soeryogoeritno dan Zaenal Ma'arif ormas Islam        itu membawa poster dan topeng yang menggambarkan penolakan terhadap Bush.        Niatan itu disambut baik Soetardjo dengan memeragakan menjewer topeng        Bush.&lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;       &lt;P&gt;&lt;FONT face="Georgia, serif"&gt;&lt;FONT style="FONT-SIZE: 11pt"        size=2&gt;Penolakan yang sama juga disampaikan para mahasiswa di Bandung,        Jawa Barat, dan di Makassar, Sulawesi Selatan. Para mahasiswa di kedua        kota itu menyatakan penolakan dengan cara menggelar unjuk rasa.        &lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;       &lt;P&gt;&lt;FONT face="Georgia, serif"&gt;&lt;FONT style="FONT-SIZE: 11pt" size=2&gt;Senada        dengan organisasi Islam dan mahasiswa, Wakil Ketua DPR Zaenal Maarif juga        merasa kurang sreg menilai kedatangan presiden negara adikuasa tersebut        tidak ada manfaatnya sama sekali.&lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;       &lt;P&gt;&lt;FONT face="Georgia, serif"&gt;&lt;FONT style="FONT-SIZE: 11pt"        size=2&gt;"Justru banyak ruginya," cetusnya dalam jumpa pers di gedung DPR        Senayan Jakarta kemarin. Sepanjang sejarah, perekonomian negara-negara        dunia ketiga yang sempat dikunjungi Bush malah terpuruk.&lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;       &lt;P&gt;&lt;FONT face="Georgia, serif"&gt;&lt;FONT style="FONT-SIZE: 11pt" size=2&gt;Dia        mencontohkan, sejak zaman reformasi bergulir, tidak ada satu pun investor        besar baru dari Amerika Serikat yang menanamkan modalnya di Indonesia.        Semuanya hanya memperpanjang kontrak karya dengan pemerintah dan menguasai        sumber daya energi lokal.&lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;       &lt;P&gt;&lt;FONT face="Georgia, serif"&gt;&lt;FONT style="FONT-SIZE: 11pt"        size=2&gt;Langkah terakhir yang bisa dilakukan, lanjut Zaenal, adalah meminta        kepada Kedutaan Besar Amerika di Indonesia untuk segera membatalkan        kunjungan tersebut.&lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;       &lt;P&gt;&lt;FONT face="Georgia, serif"&gt;&lt;FONT style="FONT-SIZE: 11pt" size=2&gt;"Tidak        akan ada ruginya kalau kunjungan tersebut batal," tandasnya. Bahkan, citra        SBY bakal naik kalau pemerintah berani membatalkan rencana kunjungan        itu.&lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;       &lt;P&gt;&lt;FONT face="Georgia, serif"&gt;&lt;FONT style="FONT-SIZE: 11pt"        size=2&gt;Pihaknya juga telah menerima surat permohonan dari sejumlah ulama        dan LBH yang meminta DPR memelopori penolakan terhadap rencana kedatangan        Bush. Surat tersebut langsung dikonsultasikan dalam rapat pimpinan DPR        yang digelar kemarin siang. Rencananya, hari ini sejumlah ulama akan        datang lagi ke Senayan.&lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;       &lt;P&gt;&lt;FONT face="Georgia, serif"&gt;&lt;FONT style="FONT-SIZE: 11pt"        size=2&gt;Bagaimana sikap Amerika? Duta Besar AS untuk Indonesia B. Lynn        Pascoe kepada SCTV menyatakan, pihaknya sudah memperhitungkan banyaknya        aksi penolakan. Namun dia meyakini kejadian itu tidak akan mengganggu        kunjungan Bush.&lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;       &lt;P&gt;&lt;FONT face="Georgia, serif"&gt;&lt;FONT style="FONT-SIZE: 11pt" size=2&gt;Dilain        pihak, persiapan menyambut kedatangan Bush terus berlangsung. Di sekitar        Kebun Raya Bogor pengamanan diperketat hingga radius dua kilometer. Bahkan        arus lalu lintas sudah akan dialihkan mulai 15 November mendatang.        &lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;       &lt;P&gt;&lt;FONT face="Georgia, serif"&gt;&lt;FONT style="FONT-SIZE: 11pt" size=2&gt;Selain        persiapan penjagaan keamanan super ketat kepada Bush. Kedatangan Presiden        AS itu akan dikawal langsung dua pesawat tempur jenis F-16 milik TNI        Angkatan Udara. Dua pesawat tempur sergap ini akan mengamankan kedatangan        George W Bush saat memasuki wilayah udara Indonesia.        [&lt;STRONG&gt;cha&lt;/STRONG&gt;, &lt;EM&gt;berbagai    sumber&lt;/EM&gt;]&lt;/FONT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/TD&gt;&lt;/TR&gt;&lt;/TBODY&gt;&lt;/TABLE&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22931584-116312512139048661?l=perjalanan-spiritual.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://perjalanan-spiritual.blogspot.com/feeds/116312512139048661/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=22931584&amp;postID=116312512139048661" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/22931584/posts/default/116312512139048661?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/22931584/posts/default/116312512139048661?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PerjalananSpiritual/~3/NmRZiihrHcU/ramai-ramai-tolak-kehadiran-bush.html" title="Ramai-Ramai Tolak Kehadiran Bush" /><author><name>andirst</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="03617787016653865737" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://perjalanan-spiritual.blogspot.com/2006/11/ramai-ramai-tolak-kehadiran-bush.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUUGQX0-eCp7ImA9WBBQEEk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-22931584.post-116304722025945568</id><published>2006-11-09T11:40:00.000+07:00</published><updated>2006-11-09T11:40:20.350+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2006-11-09T11:40:20.350+07:00</app:edited><title>ILHAM</title><content type="html">&lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Georgia size=2&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Arial size=2&gt;SYUBHAT&amp;nbsp; BAHWA&amp;nbsp; ILHAM&amp;nbsp; DAPAT&amp;nbsp;  DIJADIKAN&amp;nbsp; HUJJAH&amp;nbsp; MENURUT&amp;nbsp; SEBAGIAN&amp;nbsp;KAUM&amp;nbsp; SUFI&amp;nbsp;  BERIKUT&amp;nbsp; BANTAHANNYA&amp;nbsp; MENURUT&amp;nbsp; PARA&amp;nbsp; ULAMA&amp;nbsp;  AHLUS-SUNNAH&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&lt;BR&gt;Oleh :&amp;nbsp; Fadhilatu Syaikh, DR Yusuf  Al-Qaradhawi[1]&lt;BR&gt;&amp;nbsp; &lt;BR&gt;HUJJAH&amp;nbsp; PARA&amp;nbsp; ULAMA&amp;nbsp;  AHLUS-SUNNAH&lt;BR&gt;&amp;nbsp; &lt;BR&gt;Telah disebutkan bhw pendapat Jumhur ulama  Ahlus-sunnah bhw : ILHAM TIDAK DAPAT DIAMALKAN KECUALI TIDAK TERDAPAT HUJJAH  SAMA SEKALI DAN HANYA MENYANGKUT HAL-HAL YG MUBAH SAJA.&lt;BR&gt;&amp;nbsp; &lt;BR&gt;Al Imam Ad  Dabusi -rahimahuLLAAH- berkata[2] : "Hujjah Ahli Sunnah tentang tidak bolehnya  berdalil dengan ilham dlm menentukan hukum adalah ayat2 dan nash2 yg menuntut  hujjah, seperti Firman ALLAH SWT:&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&lt;BR&gt;"Katakanlah : Datangkanlah  bukti-bukti kamu sekalian, jika kamu sekalian orang-orang yang benar!"  [3]&lt;BR&gt;&amp;nbsp; &lt;BR&gt;"Kabarkanlah kepadaku berdasarkan ilmu, jika kalian adalah  orang-orang&amp;nbsp;yang benar."[4]&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&lt;BR&gt;"Katakanlah : Apakah kalian  memiliki ilmu sehingga bisa mengemukakannnya pada kami, sesungguhnya apa yang  kalian ikuti itu hanyalah persangkaan saja dan tidaklah kalian kecuali hanya  mengada-ngada."[5]&lt;BR&gt;&amp;nbsp; &lt;BR&gt;Selanjutnya ia (Ad-Dabusi rahimahuLLAAH)  menambahkan bhw apa-apa yang terlintas dalam hati manusia (berupa ilham, dsb)  itu terkadang datang dari ALLAH SWT, terkadang dari Syaithan dan terkadang pula  dari nafsu manusia, sementara sesuatu yang mengandung ketidakpastian tidak bisa  dikatakan sebagai kebenaran[6].&lt;BR&gt;&amp;nbsp; &lt;BR&gt;Bagaimana mungkin manusia yang  tidak ma'shum bisa membedakan antara bisikan Malaikat dengan bisikan Syaithan?  Sebagian dari mereka ada yang mengatakan bahwa bisikan dari ALLAH bersifat  tenang dan tidak goncang, sedang dari Syaithan tidak demikian, akan tetapi  pembedaan ini membutuhkan dalil syariat. Maka perkataan yg benar adalah dari  Ibnu Sam'an : &lt;BR&gt;"Sesungguhnya tiap hal yang didasarkan atas syariat Muhammad  &amp;amp; tidak ada ayat atau hadits yang menolaknya maka bisa diterima, dan jika  tidak demikian maka tertolak dan terjadi lantaran waswasah-nafsiyyah atau  waswasah minasy-syaithan."&lt;BR&gt;Selanjutnya beliau menyimpulkan : "Kami&amp;nbsp;tidak  mengingkari bahwa ALLAH mengkaruniai hamba-NYA&amp;nbsp;dengan tambahan cahaya-NYA,  yang membuat penglihatannya (bashirah) semakin tajam dan pendapatnya semakin  mendekati kebenaran (karena hal ini disebutkan dlm dalil-dalil shahih -pen).  Akan tetapi kami mengingkari jika ia menyandarkan kepada hatinya&amp;nbsp;tentang  suatu pendapat yang tidak diketahui sumbernya. Kamipun&amp;nbsp;tidak menganggapnya  sebagai hujjah, tetapi ia adalah cahaya yang dikhususkan ALLAH SWT kepada siapa  yang dikehendaki-NYA diantara hamba-NYA dan jikapun hal&amp;nbsp;tersebut  sesuai&amp;nbsp;dengan syariat maka yang dijadikan hujjah adalah tetap hukum  syariat."[7]&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&lt;BR&gt;Imam Al-'Allamah Al-Fanari -rahimahuLLAH-  menyebutkan[8] ada 4 hal yang membatalkan prasangka&amp;nbsp;bahwa ilham dapat  dijadikan hujjah, sbb  :&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bahwa  ilham&amp;nbsp;tersebut dapat ditentang oleh ilham yang lain, maksudnya bahwa jika  Zaid berhujjah&amp;nbsp;dengan ilhamnya, lalu ia ditentang oleh 'Amr&amp;nbsp;dengan  ilhamnya yang lain, lalu mana yang benar? Padahal&amp;nbsp;tidak ada kelebihan  antara satu dari keduanya.&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&lt;BR&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Bhw ia bisa bercampur dg bisikan-bisikan yang tidak diketahui asal-muasalnya,  maka jalan keluarnya adalah hanya KitabuLLAH dan Hadits yang shahih, jika hadits  saja yg bertentangan&amp;nbsp;dengan KitabuLLAH (dan hadits yang lebih shahih -pen)  harus ditolak, maka menolak selain hadits adalah lebih  layak.&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&lt;BR&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ALLAH SWT berfirman :  "Dan janganlah engkau mengikuti sesuatu yang engkau&amp;nbsp;tidak memiliki  pengetahuan tentangnya.[9]" Juga ayat-ayat lainnya yang menyeru untuk mencari  hujjah, mendorong untuk meneliti &amp;amp; menolak taqlid kepada nenek-moyang, atau  taat kepada pembesar dan yang  semisalnya.&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&lt;BR&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Berdalil kepada  kesepakatan tentang tidak bolehnya menerima &lt;BR&gt;perkataan seorang rasulpun  kecuali setelah ditampakkan mu'jizatnya, jika tidak maka  Nabi/Rasul&amp;nbsp;tersebut sama&amp;nbsp;dengan peramal, sedangkan menerima perkataan  peramal adalah sebuah kekufuran[10].&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;BEBERAPA&amp;nbsp;  DALIL&amp;nbsp;&amp;nbsp;YANG&amp;nbsp; DIKEMUKAKAN&amp;nbsp; OLEH&amp;nbsp; ORANG-ORANG&amp;nbsp;  YANG&amp;nbsp; BERHUJJAH&amp;nbsp; DENGAN&amp;nbsp; ILHAM&amp;nbsp; BERIKUT&amp;nbsp;  KESALAHANNYA&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Arial size=2&gt;Hadits Nabi SAW kepada Wabishah bin Ma'bad ra :  &lt;BR&gt;&amp;nbsp; &lt;BR&gt;"Wahai Wabishah, minta fatwalah pada hatimu, kebaikan itu  menentramkan hatimu sedangkan dosa itu membuatmu tidak tenang, meskipun para  pemberi fatwa memberikan fatwa kepadamu.[11]"&lt;BR&gt;&amp;nbsp; &lt;BR&gt;Dan juga  hadits-hadits yang semakna[12], berdalil dg hadits ini&amp;nbsp;dengan  menafsirkannya boleh berdalil dengan ilham adalah bathil, karena ia sangat jauh  dari asbabul-wurud hadits ini dan makna yang dikandungnya, sbb :&lt;BR&gt;&amp;nbsp;  &lt;BR&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Al-Munawi menukil bhw hadits itu  turun berkenaan&amp;nbsp;dengan kejadian yang dialami Wabishah ra yang terjadi pd  dirinya, sehingga hadits tersebut tidak menggunakan lafazh yg bersifat umum,  maka tidak bisa diambil kaidah yang umum pula sebagaimana diakui para ahli  ushul-fiqh[13].&lt;BR&gt;&amp;nbsp; &lt;BR&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jikapun ada  yang mengatakan bhw ia bisa diberlakukan umum, maka ia hanya berlaku untuk  hal-hal yang tidak ada nash syar'inya (perkara mubah), karena ia tidak boleh  bertentangan dengan dalil2--dalil lain yang lebih kuat &amp;amp; shahih, seperti :  &lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;BR&gt;&amp;nbsp;&lt;BR&gt;".. maka bertanyalah kepada orang yang berilmu  jika kalian tidak mengetahui.[14]"&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Bagaimana mungkin ALLAH SWT mewajibkan kita untuk bertanya kepada para ahli  ilmu, jika jawaban mereka kita tinggalkan &amp;amp; kembali pada fatwa kita sendiri.  Dlm firman-NYA yg lain : &lt;BR&gt;&amp;nbsp;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&lt;BR&gt;".. dan jika kalian berbeda  pendapat&amp;nbsp;tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada ALLAH &amp;amp; Rasul-NYA,  jika kalian beriman pada ALLAH &amp;amp; Hari Akhir, yang demikian itu lebih utama  &amp;amp; lebih baik bagi kalian.[15]"&lt;BR&gt;&amp;nbsp; &lt;BR&gt;Dalam ayat tersebut ALLAH tidak  berfirman : "Kembalikanlah pada apa yang terlintas dalam hatimu dan  bisikan-bisikan hatimu, tetapi kembalilah pada KitabuLLAH dan  &lt;BR&gt;As-Sunnah."&lt;BR&gt;&amp;nbsp;  &lt;BR&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Tentang hadits Wabishah  tersebut&lt;/FONT&gt;&lt;FONT face=Arial size=2&gt;, Ibnu Rajab mengatakan : "Hadits  tersebut dan hadits yang semakna dengannya menunjukkan bahwa kembali kepada hati  itu &lt;BR&gt;adalah dlm hal-hal yang syubhat, jika hati merasa tenang dan lapang maka  semoga itu merupakan kebaikan, sedangkan jika tidak maka itu merupakan dosa yang  harus dijauhi." Dosa adalah sesuatu yang menimbulkan rasa bersalah, sempit &amp;amp;  resah dan tidak mau terlihat oleh orang lain. Ini adalah tingkatan tertinggi  untuk mengetahui suatu dosa pada saat terjadi syubhat (ketidakjelasan), semakna  dengan ini Ibnu Mas'ud berkata : "Apa yang dipandang baik oleh kaum mu'minin  akan baik pula disisi ALLAH, dan apa yang dipandang jelek oleh kaum mu'minin  maka akan jelek pula disisi ALLAH.[16]?&lt;BR&gt;&amp;nbsp;  &lt;BR&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Maka sekali lagi bahwa sesuatu yang  ada nash-nya maka tidak ada jalan lain bagi seorang mu'min kecuali harus kembali  kepada nash Al-Kitab &amp;amp; As-Sunnah dan tidak boleh berpegang kepada selainnya,  sebagaimana firman-NYA : &lt;BR&gt;&amp;nbsp; &lt;BR&gt;"Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang  mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila ALLAH dan Rasul-Nya  telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain)  tentang urusan mereka, dan barangsiapa mendurhakai ALLAH dan Rasul-Nya maka  sungguh dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata.[17]"&lt;BR&gt;&amp;nbsp;  &lt;BR&gt;Hendaklah hal tersebut diterimanya dengan lapang dada (ridha) dan suka cita,  tanpa rasa berat dan tanpa rasa tidak puas dan yang semisalnya, karena  sifat&amp;nbsp;tersebut (menerima&amp;nbsp;dengan berat, dongkol, tidak puas) sangat  tercela dalam Al-Qur'an, firman-NYA :&lt;BR&gt;&amp;nbsp; &lt;BR&gt;&amp;nbsp;&lt;BR&gt;"Maka demi  RABB-mu, mereka tidak beriman hingga mereka menjadikanmu (wahai Muhammad)  sebagai Hakim atas apa yang mereka perselisihkan, lalu mereka tidak merasa  keberatan dalam hati mereka tentang apa yang kau putuskan, &amp;amp; mereka  menerima&amp;nbsp;dengan sepenuhnya.[18]"&lt;BR&gt;&amp;nbsp;  &lt;BR&gt;5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Adapun jika sesuatu tersebut tidak  ada nash-nya dalam Al-Qur'an maupun As-Sunnah, atau dari para sahabat &amp;amp;  ulama salaf yang dapat dijadikan &lt;BR&gt;hujjah, maka jika kaum mu'minin tidak  menemukan orang yang memberi fatwa, atau ada yang memberi fatwa tetapi ilmu  &amp;amp; agamanya&amp;nbsp;tidak dipercayanya, maka dalam hal ini bolehlah ia kembali  pada apa yang membuat dadanya tentram, hal ini juga pendapat Imam  Ahmad[19].&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;6.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Al-Allamah  Asy-Syaukani menambahkan arti lain dari hadits tersebut, bahwa hal itu berlaku  jika didapatkan dalil-dalil yang bertentangan[20]. Maksudnya adalah jika ada  dalil-dalil yang saling bertentangan &amp;amp; tidak ada murajjih (dalil yang lbh  kuat), maka hati seorang mu'min dan fatwa hatinya adalah suatu yang menguatkan.  Imam Al-Ghazali menambahkan bhw tidak semua hati dapat dijadikan sandaran, sebab  ada hati yang senantiasa waswas hingga menafikan apapun, ada pula hati yang  selalu menerima dan menganggap enteng apa saja yang dikehendakinya, maka hati  yang dapat dijadikan sandaran tersebut adalah hati yang bersih &amp;amp; tenang  (muthma'innah) yang dengannya diuji segala perkara, namun betapa jarangnya hati  yang seperti ini[21].&lt;BR&gt;&amp;nbsp; &lt;BR&gt;WaLLAAHu a'lamu bish  Shawaab...&lt;BR&gt;&amp;nbsp;Nabiel Al Mustawa/milis  ikhwan&lt;BR&gt;--------------------------------------------------------------------------------&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&lt;BR&gt;[1]  Disarikan dari kitab Syaikh Al-Qaradhawi berjudul Mauqif al-Islam minal Ilham  wal Kasyf war Ru'a wa minat Tama'imi wal Kahanah war Ruqa', Maktabah Wahbah,  1415-H, Al-Qahirah Mishr.&lt;BR&gt;[2] Lih. Fathul Bari', XVI/44, Maktabah Musthafa  Al-Halabi&lt;BR&gt;[3] QS Al-Baqarah, 2/111; Aku (Abi AbduLLAAH Nabil Al-Musawa)  berkata : Letak kehujjahan berdalil dengan ayat ini adalah konteks ayat  berbicara tentang&amp;nbsp; masalah kegaiban (masuk Jannah), tetapi ALLAH SWT  meminta mereka mengemukakan bukti-bukti/hujjah, maka apatah lagi dalam masalah  hukum-hukum syari'at, lih. Juga tafsir At-Thabari, II/509 dan Ibnu Katsir,  I/385.&lt;BR&gt;[4] QS Al-An'aam, 6/143; berkata Ibnu Katsir tentang maknanya :  Kabarkanlah kepadaku dengan keyakinan (bukan dugaan), lih. Tafsir Al-Azhim,  III/351. Berkata Imam Abu Ja'far dlm tafsirnya (XII/185) : "Sungguh ini adalah  pemberitahuan dari ALLAH SWT kepada Nabi-NYA bhw apa yang dikatakan oleh  musyrikin tersebut semuanya adalah kedustaan." Aku tambahkan : Karena mereka  tidak mendasarkannya kepada hujjah yang jelas dari Kitab mereka.&lt;BR&gt;[5] QS  Al-An'aam, 6/148; Aku menambahkan : Penjelasan atas ayat&amp;nbsp; ini serupa dengan  tafsir QS Al-Baqarah, 2/111 sebelumnya karena konteks (khithob) nya masih  berkaitan dg aqidah, Imam Al-Qurthubi berkata dlm tafsirnya (I/2047) bhw  maknanya :&amp;nbsp; í Ú&amp;#17375;&amp;#14351;&amp;#7009; &amp;#1697; ä &amp;#21511; &amp;#2000;&amp;#511; (Yaitu : Apakah ada dalil darimu tentang bahwa  hal ini adalah demikian hukumnya?); sementara Imam -Muhyis Sunnah- Al-Baghawi  (iii/202) menafsirkan ilmu dalam ayat itu &lt;BR&gt;sbg :&amp;nbsp; &amp;#1994;&amp;#456; &amp;#25420;&amp;#608;&amp;#14624;&amp;#481;&amp;#6496;(Kitab &amp;amp;  Hujjah dari sisi ALLAH).&lt;BR&gt;&amp;nbsp;[6] Lih. Fathul Bari', XVI/44, Maktabah  Musthafa Al-Halabi &lt;BR&gt;&amp;nbsp;[7] Ibid&lt;BR&gt;&amp;nbsp;[8] Fushulul Bada'i fii Ushulis  Syara'i, Al-Fanari, II/391&lt;BR&gt;&amp;nbsp;[9] QS Al-Israa', 17/36&lt;BR&gt;&amp;nbsp;[10] Saya  menambahkan : Demikian pula oleh dalil-dalil shahih kita dilarang untuk datang  pada paranormal ('arraf), dukun (kahin) dll, dan membedakan antara mana ilham  yang benar dan mana yg paranormal sangat sulit, maka jalan keluarnya adalah  hanya dengan tidak menerima hujjah lain kecuali dari Kitab  was-Sunnah.&lt;BR&gt;&amp;nbsp;[11] HR Ahmad, IV/228; Ad-Darimi, II/245 &amp;amp; 246; Abu  Ya'la no. 1856-1857; At-Thabrani XXII/403. Hadits ini di-hasan-kan oleh  An-Nawawi dlm Riyadhus-Shalihin dan Al-Arba'in no. 27 (II/93) terbitan  Ar-Risalah, juga di-hasan-kan oleh As-Suyuthi dlm Jami' Shaghir dan disepakati  oleh Albani dlm Shahih Jami'. Saya berkata : Bahkan hadits ini juga di-takhrij-  oleh selainnya, seperti Al-Baihaqi, dlm Ad-Dala'il, VII/50 no. 2550 dan Imam  Nawawi dlm Al-Adzkar, I/408 no. 1249.&lt;BR&gt;&amp;nbsp;[12] Seperti hadits Tsa'labah  Al-Kasy'ani ra (Ahmad IV/194, Suyuthi II/95, Ibnu Rajab berpendapat sanadnya  jayyid); Juga hadits Umamah ra, Ibnu Rajab menyatakan hadits tsb diriwayatkan  oleh Ahmad dan Ibnu Hibban dan sand-nya sesuai syarat Muslim.&lt;BR&gt;&amp;nbsp;[13]  Faidhul Qadir, I/495&lt;BR&gt;&amp;nbsp;[14] QS An-Nahl, 16/43&lt;BR&gt;&amp;nbsp;[15] QS An-Nisaa',  4/59&lt;BR&gt;&amp;nbsp;[16] Al Haitsami mencantumkannya dlm bab Hajji (I/177-178), ia  mengatakan bhw hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad, Al-Bazzar &amp;amp; Thabrani (dlm  Al-Kabir) dan para perawinya kuat, disahkan oleh Al-Hakim (III/78-79) dan  disepakati oleh Adz-Dzahabi.&lt;BR&gt;&amp;nbsp;[17] QS Al-Ahzab, 33/36&lt;BR&gt;&amp;nbsp;[18] QS  An-Nisa', 4/65&lt;BR&gt;&amp;nbsp;[19] Jami'ul Ulum wal Hikam, II/101-103, terbitan  Ar-Risalah&lt;BR&gt;&amp;nbsp;[20] Irsyadul Fuhul, hal. 249&lt;BR&gt;&amp;nbsp;[21] Ibid,  hal.249&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Georgia size=2&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22931584-116304722025945568?l=perjalanan-spiritual.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://perjalanan-spiritual.blogspot.com/feeds/116304722025945568/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=22931584&amp;postID=116304722025945568" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/22931584/posts/default/116304722025945568?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/22931584/posts/default/116304722025945568?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PerjalananSpiritual/~3/ruT6XNj0ZrA/ilham.html" title="ILHAM" /><author><name>andirst</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="03617787016653865737" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://perjalanan-spiritual.blogspot.com/2006/11/ilham.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0IDQHg_fip7ImA9WBBRFEk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-22931584.post-116244557059530244</id><published>2006-11-02T12:32:00.000+07:00</published><updated>2006-11-02T12:32:51.646+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2006-11-02T12:32:51.646+07:00</app:edited><title>Benarkah Puasa Syawal Haditsnya Dha'if </title><content type="html">&lt;DIV&gt;&lt;STRONG&gt;Pertanyaan:&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;/STRONG&gt;Ass wr wb,&lt;BR&gt;Yth Pak Ustadz,&lt;BR&gt;Saya  ingin menanyakan tentang hadits puasa sawal,sebab saya pernah dengar bahwa puasa  sawal hadistnya lemah apa betul Pak Ustadz,mohon penjelasan.&lt;BR&gt;Wasslam Wr  Wb&lt;BR&gt;Tarmizi&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;STRONG&gt;Jawaban:&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;/STRONG&gt;&lt;FONT color=blue&gt;Assalamu `alaikum Wr. Wb.  &lt;BR&gt;Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil  Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in, Wa Ba`d&lt;/FONT&gt; &lt;P&gt;&lt;BR&gt;Ketentuan tentang masyru`iyah puasa sebanyak 6 hari di bulan syawwal  didasarkan pada Rasulullah SAW yang shahih riwayat Imam Muslim. &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;FONT  color=green&gt;Dari Abi Ayyub Al-Anshari ra bahwa orang yang puasa ramadhan lalu  dilanjutkan dengan puasa 6 hari Syawwal, maka seperti orang yang berpuasa  setahun&lt;/FONT&gt;&lt;FONT color=red&gt;(HR. Muslim).&lt;/FONT&gt; &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Juga ada hadits  lainnya yang juga menguatkan masyru'iyah puasa syawwal, yaitu hadits Tsauban  berikut ini : &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;FONT color=green&gt;Dari Tsauban ra berkata bahwa Rasulullah  SAW bersabda, Puasa ramadhan pahalanya seperti puasa 10 bulan. Dan puasa 6 hari  setelahnya (syawwal) pahalanya sama degan puasa 2 bulan. Dan keudanya itu genap  setahun). &lt;/FONT&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;B&gt;Sebagian kalangan Al-Hanafiyah tidak menganggapnya  sunnah &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Kalau pun ada yang mengatakan tidak ada kesunnahan puasa 6 hari  bulan syawwal, maka itu adalah pendapat menyendiri dari kalangan mazhab  Al-Hanafiyah. Diriwayatkan bahwa Al-Imam Abu Hanifah mengkarahahkan puasa 6 hari  syawwal baik berturut-turut maupun tidak berturutan. Sedangkan Abu Yusuf, salah  seorang ulama dari mazhab Al-Hanafiyah mengatakan bahwa karahahnya hanyalah bila  puasa 6 hari syawwal itu dilakukan dengan cara berturut-turut. Sedangkan bila  dilakukan dengan tidak berturut-turut, maka tidak makruh. &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Namun para  ulama Al-Hanafiyah dari kalangan mutaakhirin tidak berpendapat sebagaimana  pendapat Al-Imam Abu Hanifah. Mereka sebagaimana pendapat dari mazhab lainnya  menyatakan bahwa puasa 6 hari di bulan syawwal itu memang hukumnya sunnah.  &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Dan sebagaimana kami katakan, bahwa jumhurul fuqaha baik dari kalangan  Al-Malikiyah, Asy-Syafi'iyah mapun Al-Hanabilah semua sepakat mengatakan bahwa  puasa 6 hari di bulan Sawwal itu hukumnya sunnah. Meskipun mereka berbeda  pendapat tentang cara melakukannya. &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;B&gt;Haruskah dilakukan berturut-turut  atau tidak ? &lt;/B&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;a. Asy-Syafi'iyah dan sebagian Al-Hanabilah  &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Al-Imam Asy-Syafi'i dan sebagian fuqaha Al-Hanabilah mengatakan bahwa  afdhalnya puasa 6 hari Syawwal itu dilakukan secarar berturut-turut selepas hari  raya Iedul fithri. Yaitu tanggal 2 hingga tanggal 7 Syawwal. Dengan alasan agar  jangan sampai timbul halangan bila ditunda-tunda. &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;b. Mazhab Al-Hanabilah  &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Tetapi kalangan resmi mazhab Al-Hanabilah tidak membedakan apakah harus  berturut-turut atau tidak, sama sekali tidak berpengaruh dari segi keutamaan.  Dan mereka mengatakan bahwa puasa 6 hari syawwal ini hukumnya tidak mustahab  bila yang melakukannya adalah orang yang tidak puasa bulan ramadhan. &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;c.  Mazhab Al-Hanafiyah &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Sedangkan kalangan Al-Hanafiyah yang mendukung  kesunnahan puasa 6 hari syawwal mengatakan bahwa lebih utama bila dilakukan  dengan tidak berturut-turut. Mereka menyarankan agar dikerjakan 2 hari dalam  satu minggu. &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;d. mazhab Al-Malikiyah &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Adapun kalangan fuqaha  Al-Malikiyah justru mengatakan bahwa puasa itu menjadi makruh bila dikerjakan  bergandengan langsung dengan bulan ramadhan. Yaitu bila langsung dikerjakan  mulai pada tanggal2 syawwal selepas hari Iedul fithri. Bahkan mereka mengatakan  bahwa puasa 6 hari itu juga disunnahkan di luar bulan syawwal, seperti 6 hari  pada bulan Zulhijjah. &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;FONT color=blue&gt;Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in,  Wallahu A`lam Bish-shawab,&lt;BR&gt;Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.  &lt;/FONT&gt;&lt;/B&gt;&lt;/P&gt; &lt;P&gt;&lt;FONT face=Georgia size=2&gt;Sumber :&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt; &lt;P&gt;&lt;FONT face=Georgia size=2&gt;&lt;A  href="http://www.syariahonline.com/new_index.php/id/2/cn/4015"&gt;http://www.syariahonline.com/new_index.php/id/2/cn/4015&lt;/A&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22931584-116244557059530244?l=perjalanan-spiritual.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://perjalanan-spiritual.blogspot.com/feeds/116244557059530244/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=22931584&amp;postID=116244557059530244" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/22931584/posts/default/116244557059530244?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/22931584/posts/default/116244557059530244?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PerjalananSpiritual/~3/diJ02GAjbW4/benarkah-puasa-syawal-haditsnya-dhaif.html" title="Benarkah Puasa Syawal Haditsnya Dha'if " /><author><name>andirst</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="03617787016653865737" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://perjalanan-spiritual.blogspot.com/2006/11/benarkah-puasa-syawal-haditsnya-dhaif.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ak8CR3w9eCp7ImA9WBBREks.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-22931584.post-116226886610959611</id><published>2006-10-31T11:27:00.000+07:00</published><updated>2006-10-31T11:27:46.260+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2006-10-31T11:27:46.260+07:00</app:edited><title>KAJIAN UCAPAN SELAMAT 'IED MENURUT HADITS DAN FIQH</title><content type="html">Oleh : Abi AbduLLAAH, Nabil bin Fuad  Al-Musawa&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;KAJIAN HADITS&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Syaikh Albani berkata[1] : "Hadits di atas  dicantumkan oleh As Suyuthi dalam risalahnya[2] , dan diperkuat oleh Zahir bin  Thahir[3]. Diriwayatkan juga oleh Al-Mahamili[ 4], ia berkata : Telah  menceritakan pd kami Mubasysyir bin Isma'il Al-Halbi dari Shafwan bin Amru  As-Saksakiy berkata : "Aku mendengar AbduLLAH bin Bisru, AbduRRAHMAN bin 'Aidz,  Jubair bin Nufair dan Khalid bin Ma'dan berkata pd kedua Hari Raya :  Taqabbalallahu minnaa wa minkum dan mereka mengkatakan demikian diantara  mereka." Dikeluarkan juga oleh Abul Qasim Al-Asbahani[ 5] dan 2 riwayat ini  shahih, karena para sahabat melakukan ini, sehingga diikuti oleh para tabi'in yg  disebut di atas, waLLAHu a'lam.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Ibnu Turkmani menyebutkan[ 6] dari  riwayat Muhammad bin Ziyad Al-Alhani berkata : "Aku pernah bersama Abu Umamah Al  Bahili dan selainnya dari kalangan sahabat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.  Mereka bila kembali dari shalat Id berkata sebagiannya kepada sebagian yang lain  : Taqabbalallahu minnaa wa minka.[7]" Dan diperkuat oleh As-Suyuthi dg matan :  "Aku melihat Abu Umamah Al-Bahiliy berkata pd Hari Ied kepada sahabatnya :  Taqabbalallahu minnaa wa minkum." Kemudian sebagian ikhwah kami para pelajar  menambahkan bhw telah berkata Al Hafizh Ibnu Hajar[8] : "Dalam "Al Mahamiliyat"  dengan isnad yang hasan dari Jubair bin Nufair, ia berkata dst." [Sekian Kutipan  dari Albani]&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Adapun riwayat dari Tabi'ut Tabi'in dan Ulama Salaf  diantaranya, seperti riwayat Adham salah seorang bekas hamba sahaya Umar bin  Abdul 'Aziz berkata : "Kami mengucapkan saat kedua Hari Raya kepada Umar bin  Abdul Aziz : Taqabbalallahu minnaa wa minka wahai Amirul Mu'minin, maka beliau  menjawabnya dan tidak melarang kami mengucapkan hal tsb.[9]" &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;KAJIAN  FIQH&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Menurut Ulama Hanafiyyah bhw hal tsb tidak diingkari (la inkara  bihi) dan boleh (ijaza) mengucapkannya[ 10]; menurut Ulama Malikiyyah tidak apa2  menjawabnya, berkata Imam Malik : Aku tidak mengenalnya tapi aku juga tidak  mengingkarinya. Berkata Ibnu Habib : Aku melihat sahabat2 Imam Malik tidak  memulai ucapan tsb tapi mereka menjawabnya, tapi tidak mengapa memulainya[11] ;  menurut Ulama Syafi'iyyah boleh mengucapkannya, dan sebagian menyatakan boleh  ditambahkan ucapan semisalnya, spt AhyakumuLLAH atau Kulla 'amin wa antum  bikhair atau 'A'adahuLLAH 'alaykum Bikhair [12]; menurut ulama Hanabilah mubah  mengucapkannya, tidak sunnah juga tdk bid'ah, Imam Ahmad berkata : Aku tidak  pernah memulainya, namun bila ada orang yang mendahuluiku mengucapkannya maka  aku akan menjawabnya[ 13].&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ditanya tentang  ucapan selamat pada Hari Raya yg dilakukan orang2 seperti ucapan 'Ieduka Mubarak  dan yg serupa dengannya, apakah ada asalnya dlm syari'at atau tidak? Jika ada  asalnya maka apa yg diucapkan? Maka beliau menjawab[14] : "Ucapan pada Hari  Raya, di mana sebagian orang mengatakan kepada yang lain jika bertemu setelah  shalat Id : Taqabbalallahu minnaa wa minkum. (yang artinya) : Semoga Allah  menerima dari kami dan dari kalian, Wa ahaalallahu 'alaika dan yg semisalnya,  maka telah diriwayatkan dari beberapa shahabat ra bhw mereka melakukannya dan  diberi rukhshah oleh para Imam, maka barangsiapa yg melakukannya baginya ada  contoh dan barangsiapa yg tidak melakukannya baginya juga ada contoh." WaLLAHu  a'lam.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;------------ --------- --------- --------- --------- ---------  -&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;[1] Tamamul Minah [I/354]&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;[2] Wushul Al Amani bi Ushul At  Tahani" [hal-109] dlm juz-I dari kitab Al Haawi lil Fatawi&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;[3] Tuhfatu  Iedul Fithr&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;[4] Shalatul Iedain, [II/129/2] dg sanad yg semua rijal-nya  tsiqat dan dg sanad yg shahih, tetapi ada perbedaan Habib bin al-Walid dlm  sanad-nya sehingga tdk marfu' sampai pd sahabat Nabi SAW&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;[5] At-Targhib  wa Tarhib, [I/42-II/41]&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;[6] Jauharun Naqiy, [III/320]&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;[7] Imam  Ahmad menyatakan : "Isnad hadits Abu Umamah jayyid (bagus)"&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;[8] Fathul  Bari, [II/446]&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;[9] HR Thabrani dlm Syu'abul Iman, [VIII/234 no.  3565]&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;[10] Al-Bahrur Ra'iq Syarh Kanzud Daqa'iq, [V/206]&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;[11]  At-Taj wal Iklil Li Mukhtashar Khalil, [II/301]; juga Mawahib al-Jalil fi Syarhi  Mukhtashar Syaikh Khalil, [V/308]; juga Al-Fawakih ad-Diwani 'ala Risalati Ibnu  Abi Zaid Al-Qayruniy, [III/244]&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;[12] Hawasyi Asy-Syarwaniy, [III/56];  juga dlm Asna Al-Mathalib, bab Faidah At-Tahni'ah bil 'Ied [IV/121]; Tuhfatul  Muhtaj fi Syarhil Minhaj, [X/203-204]; juga dlm Mughnil Muhtaj ila Ma'rifatil  Alfazh, [IV/141]; juga Nihayatul Muhtaj ila Syarhil Minhaj, bab At-Tahni'ah bil  'Ied, [VII/410-411] ; juga Hasyiyyah Al-Bujairamiy 'alal Khathib, [V/426,  434]&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;[13] Asy-Syarhul Kabir, [II/259]; Al-Iqna' , [I/174]; Al-Furu' Libni  Muflih, [III/137]; Al-Inshaf, [IV/153]; Syarhun Muntaha' Al-Iradat, [II/329];  Kasyaful Qana' An Matanul Iqna', [IV/225]; Al-Mughni [IV/274]; Manarus Sabil  Syarhud Dalil, [I/104]&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;[14] Majmu' Al-Fatawa, bab Mas'alah at-Tahni'ah  fil Ied, [V/430]&lt;BR&gt; &lt;P&gt;&amp;nbsp;&lt;/P&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22931584-116226886610959611?l=perjalanan-spiritual.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://perjalanan-spiritual.blogspot.com/feeds/116226886610959611/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=22931584&amp;postID=116226886610959611" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/22931584/posts/default/116226886610959611?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/22931584/posts/default/116226886610959611?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PerjalananSpiritual/~3/94YLxUb-wYw/kajian-ucapan-selamat-ied-menurut.html" title="KAJIAN UCAPAN SELAMAT 'IED MENURUT HADITS DAN FIQH" /><author><name>andirst</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="03617787016653865737" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://perjalanan-spiritual.blogspot.com/2006/10/kajian-ucapan-selamat-ied-menurut.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Dk4DQXw-eyp7ImA9WBBSEk4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-22931584.post-116123497015379614</id><published>2006-10-19T12:16:00.000+07:00</published><updated>2006-10-19T12:16:10.253+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2006-10-19T12:16:10.253+07:00</app:edited><title>Bolehkah Zakat Fithr Diganti Dengan Uang?</title><content type="html">&lt;DIV&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 9pt; FONT-FAMILY: Verdana"&gt;Assalamu'alaikum,&lt;/SPAN&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;P class=NormalWeb2&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 9pt; FONT-FAMILY: Verdana"&gt;Saya  mempunyai pertanyaan ustadz:&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=NormalWeb2&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 9pt; FONT-FAMILY: Verdana"&gt;1.  Bolehkah mengganti bahan makanan untuk zakat fitrah dengan sejumlah  uang?&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=NormalWeb2&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 9pt; FONT-FAMILY: Verdana"&gt;2. Saya  pernah mendapatkan keterangan bahwa bahan makanan yang kita berikan untuk zakat  fitrah adalah yang sesuai dengan bahan makanan pokok kita sehari - hari. Saya  setiap hari makan di rumah makan yang berbeda dan tentu saja berbeda - beda  kualitas makanan pokoknya. Yang terbagus tentunya mempunyai harga dasar beras  yang paling mahal. Manakah yang saya jadikan patokan zakat fitrah  saya?&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=NormalWeb2&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 9pt; FONT-FAMILY: Verdana"&gt;3.  Kapankah waktunya pembayaran zakat fitrah?&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=NormalWeb2&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 9pt; FONT-FAMILY: Verdana"&gt;Jazakallah atas  jawabannya.&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=NormalWeb2&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 9pt; FONT-FAMILY: Verdana"&gt;Assalamu'alaikum,&lt;BR&gt;Indra&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=NormalWeb2&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 9pt; FONT-FAMILY: Verdana"&gt;&lt;BR&gt;&lt;B&gt;Jawaban:&lt;/B&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=NormalWeb2&gt;&lt;I&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 9pt; FONT-FAMILY: Verdana"&gt;Assalamu 'alaikum warahmatullahi wa  barakatuh&lt;/SPAN&gt;&lt;/I&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 9pt; FONT-FAMILY: Verdana"&gt;&lt;BR&gt;&lt;I&gt;Al-hamdulillah, wash-shalatu  wassalamu 'ala rasulillah, wa ba'du&lt;/I&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=NormalWeb2&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 9pt; FONT-FAMILY: Verdana"&gt;&lt;EM&gt;&lt;/EM&gt;&lt;/SPAN&gt;&amp;nbsp;&lt;/P&gt; &lt;P class=NormalWeb2&gt;&lt;B&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 9pt; FONT-FAMILY: Verdana"&gt;Konversi Zakat Fithr dengan  Uang&lt;/SPAN&gt;&lt;/B&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=NormalWeb2&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 9pt; FONT-FAMILY: Verdana"&gt;Sebenarnya kalau kita lihat  filosofi &lt;I&gt;zakatul fithr&lt;/I&gt; adalah zakat yang bersifat "cepat tanggap."  Maksudnya, zakat itu diberikan pada malam lebaran atau paling lambat pada pagi  hari tanggal 1 Syawwal sebelum kita melakukan shalat 'idul fithr, lalu para  penerimanya bisa langsung menikmatinya di hari yang sama. &lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=NormalWeb2&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 9pt; FONT-FAMILY: Verdana"&gt;Dari segi  bentuknya, zakat ini memang berbentuk bahan pangan yang bisa mengenyangkan.  Sehingga di hari &lt;I&gt;fithr&lt;/I&gt; itu, diharapkan tidak ada lagi orang yang harus  menahan lapar karena kemiskinannya. Semua orang harus terisi perutnya di hari  itu, karena hari itu adalah hari raya &lt;I&gt;fithr&lt;/I&gt;, yaitu hari raya dimana semua  orang tidak puasa. Kata &lt;I&gt;fithr&lt;/I&gt; itu sendiri berasal dari &lt;I&gt;ifthar&lt;/I&gt;,  yang maknanya berbuka puasa. Dan berpuasa pada hari fithr itu sendiri hukumnya  haram.&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=NormalWeb2&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 9pt; FONT-FAMILY: Verdana"&gt;Maka amat  wajar bila Rasulullah SAW mensyariatkan untuk memberikan makanan pokok di hari  itu kepada fakir miskin. Sebab dengan memberi mereka makanan langsung, bisa  segera dimakan. Sedangkan kalau memberi dalam bentuk uang, belum tentu segera  bisa dibelikan makanan. Bayangkan di zaman itu tidak ada restoran, rumah makan,  mall, super market 24 jam dan sebagainya. Padahal waktu membayar zakat fitrah  itu pada malam lebaran. Bisa-bisa di hari raya, orang miskin itu punya uang tapi  tidak bisa makan. Ini hanya sebuah analisa. &lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=NormalWeb2&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 9pt; FONT-FAMILY: Verdana"&gt;Namun  Imam Abu Hanifah membolehkan mengganti makanan itu sesuai dengan harganya.  Pendapat beliau nampaknya lebih sesuai dengan kondisi sekarang ini. Uang di masa  kita ini telah menjadi alat tukar yang sangat praktis. Dan bahan-bahan makanan  di hari raya &lt;I&gt;fithr&lt;/I&gt; itu di zaman kita ini masih tersedia. Karena itu para  ulama di masa kini melihat bahwa dengan membayar &lt;I&gt;zakatul fithr&lt;/I&gt;  menggunakan uang, lebih banyak mashlahatnya ketimbang dengan beras atau bentuk  makanan yang lainnya. &lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=NormalWeb2&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 9pt; FONT-FAMILY: Verdana"&gt;Meski  demikian, perlu juga dilihat realita sebenarnya. Justru tepat pada hari lebaran,  begitu banyak warung atau restoran yang tutup lantaran pemiliknya pada pulang  kampung. Paling tidak, sebagain besar warung tegal di Jakarta ikut tutup. Jadi  kalau ada seorang miskin ingin beli makanan di hari raya &lt;I&gt;fithr&lt;/I&gt;, boleh  jadi dia agak sedikit mengalami kesulitan juga. Yaitu bila dia ingin makan di  'warteg' favoritenya. &lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=NormalWeb2&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 9pt; FONT-FAMILY: Verdana"&gt;&lt;/SPAN&gt;&amp;nbsp;&lt;/P&gt; &lt;P class=NormalWeb2&gt;&lt;B&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 9pt; FONT-FAMILY: Verdana"&gt;Jenis  Makanan&lt;/SPAN&gt;&lt;/B&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=NormalWeb2&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 9pt; FONT-FAMILY: Verdana"&gt;Kita tahu  bahwa jenis makanan tiap orang berbeda-beda. Dan nilainya pun pasti berbeda.  Untuk ukuran kita di Jakarta pada tahun 2005 ini, katakanlah sekali makan di  warung nasi pinggir jalan paling murah seharga Rp 5.000 hingga Rp 10.000. Tapi  kadangkala kita masuk restoran mewah yang tiap orang bisa kena harga hingga  puluhan bahkan ratusan ribu untuk sekali makan. Tetapi memang yang seperti tidak  terjadi setiap hari.&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=NormalWeb2&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 9pt; FONT-FAMILY: Verdana"&gt;Jadi yang  kita tetapkan sebagai ukuran adalah makanan yang paling sering kita makan atau  yang menjadi standar menu makan kita sehari-hari, bukan yang kadang-kadang kita  makan. Namun juga tidak salah kalau kita ingin melebihkan pemberian kita kepada  fakir miskin di hari yang berbahagia itu. Silahkan lebihkan dari porsi biasanya  dan insya Allah akan lebih baik. &lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=NormalWeb2&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 9pt; FONT-FAMILY: Verdana"&gt;Besar  harta yang harus dikeluarkan adalah satu &lt;I&gt;sha'&lt;/I&gt; gandum, kurma atau makanan  sehari-hari. Bila dikonversikan ke bentuk beras menjadi 2, 176 kg. Dalam mazhab  Hanafi, pembayarannya boleh dikonversikan dalam bentuk uang seharga 1  &lt;I&gt;sha'&lt;/I&gt; itu sesuai dengan jenis makanan di negeri masing-masing. &lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=NormalWeb2&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 9pt; FONT-FAMILY: Verdana"&gt;&lt;/SPAN&gt;&amp;nbsp;&lt;/P&gt; &lt;P class=NormalWeb2&gt;&lt;B&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 9pt; FONT-FAMILY: Verdana"&gt;Kapan  Dibayarkan&lt;/SPAN&gt;&lt;/B&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=NormalWeb2&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 9pt; FONT-FAMILY: Verdana"&gt;Zakat  Fithr diberikan pada malam 1 Syawwal hingga shalat &lt;I&gt;Iedul Fithr&lt;/I&gt; dan boleh  dimajukan pembayarannya dua tiga hari sebelum itu. Bahkan ada juga yang  membolehkan sejak awal Ramadhan. &lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P class=NormalWeb2&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 9pt; FONT-FAMILY: Verdana"&gt;&lt;BR&gt;&lt;I&gt;Wallahu a'lam bish-shawab,  Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wa barakatuh&lt;/I&gt;&lt;BR&gt;&lt;B&gt;Ahmad Sarwat,  Lc&lt;/B&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt; &lt;P&gt;&lt;FONT size=2&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/P&gt; &lt;P&gt;&lt;FONT size=2&gt;sumber : eramuslim (rubrik tanya-jawab)&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22931584-116123497015379614?l=perjalanan-spiritual.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://perjalanan-spiritual.blogspot.com/feeds/116123497015379614/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=22931584&amp;postID=116123497015379614" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/22931584/posts/default/116123497015379614?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/22931584/posts/default/116123497015379614?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PerjalananSpiritual/~3/sgz91xgS0zM/bolehkah-zakat-fithr-diganti-dengan.html" title="Bolehkah Zakat Fithr Diganti Dengan Uang?" /><author><name>andirst</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="03617787016653865737" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://perjalanan-spiritual.blogspot.com/2006/10/bolehkah-zakat-fithr-diganti-dengan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0EAR3k6fip7ImA9WBBTGUs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-22931584.post-116071945474714517</id><published>2006-10-13T13:04:00.000+07:00</published><updated>2006-10-16T10:34:06.716+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2006-10-16T10:34:06.716+07:00</app:edited><title>TINJAUAN  DALIL-DALIL  TENTANG  LAYLATUL-QADAR</title><content type="html">&lt;FONT face=Georgia size=2&gt; &lt;DIV&gt;&lt;SPAN class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN lang=IT  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; mso-ansi-language: IT"&gt;&amp;nbsp;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  lang=FI  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; mso-ansi-language: FI"&gt;"Sesungguhnya kami  telah menurunkannya (Al Quran) itu pada malam &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN lang=FI  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; mso-ansi-language: FI"&gt;kemuliaan. Dan  tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN lang=FI  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; mso-ansi-language: FI"&gt;lebih baik dari  seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN lang=SV  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; mso-ansi-language: SV"&gt;malaikat Jibril  dengan izin RABB-nya untuk mengatur segala urusan. &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN lang=FI  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; mso-ansi-language: FI"&gt;Malam itu (penuh)  kesejahteraan sampai terbit fajar."&lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV style="LINE-HEIGHT: 14.4pt"&gt;&lt;SPAN class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN lang=FI  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; mso-ansi-language: FI"&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV style="LINE-HEIGHT: 14.4pt"&gt;&lt;SPAN class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN lang=FI  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; mso-ansi-language: FI"&gt;&amp;nbsp;1.&lt;SPAN  style="mso-spacerun: yes"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/SPAN&gt;Menghidupkan  malam Laylatul Qadar adalah bukti keimanan seseorang :&lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV style="LINE-HEIGHT: 14.4pt"&gt;&lt;SPAN class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN lang=FI  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; mso-ansi-language: FI"&gt;&amp;nbsp;Dari Abu  Hurairah ra, bersabda Nabi SAW : "Barangsiapa menghidupkan &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN lang=SV  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; mso-ansi-language: SV"&gt;malam Laylatul  Qadar dengan iman dan mengharap ridho ALLAH SWT maka &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN lang=SV  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; mso-ansi-language: SV"&gt;diampuni dosanya  yang terdahulu." (HR Bukhari, I/61, hadits no. 34)&lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV style="LINE-HEIGHT: 14.4pt"&gt;&lt;SPAN class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN lang=SV  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; mso-ansi-language: SV"&gt;&amp;nbsp;&lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV style="LINE-HEIGHT: 14.4pt"&gt;&lt;SPAN class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN lang=SV  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; mso-ansi-language: SV"&gt;2.&lt;SPAN  style="mso-spacerun: yes"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/SPAN&gt;Menggapai  Laylatul Qadar hendaklah dalam keadaan berpuasa :&lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV style="LINE-HEIGHT: 14.4pt"&gt;&lt;SPAN class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN lang=SV  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; mso-ansi-language: SV"&gt;&amp;nbsp;&lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow"&gt;Dari Abu  Hurairah ra Nabi SAW bersabda : "Barangsiapa menghidupkan &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN lang=SV  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; mso-ansi-language: SV"&gt;malam Laylatul  Qadar dengan iman dan mengharap ridho ALLAH SWT maka &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN lang=SV  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; mso-ansi-language: SV"&gt;diampuni dosanya  yang terdahulu, dan barangsiapa berpuasa Ramadhan dalam Iman &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN lang=SV  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; mso-ansi-language: SV"&gt;dan mengharap ridho  ALLAH SWT maka akan diampuni dosanya yang telah lalu." &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN lang=SV  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; mso-ansi-language: SV"&gt;(HR Bukhari,  VI/468, hadits no. 1768)&lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV style="LINE-HEIGHT: 14.4pt"&gt;&lt;SPAN class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN lang=SV  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; mso-ansi-language: SV"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV style="LINE-HEIGHT: 14.4pt"&gt;&lt;SPAN class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN lang=SV  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; mso-ansi-language: SV"&gt;3.&lt;SPAN  style="mso-spacerun: yes"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/SPAN&gt;Mencari Laylatul  Qadar itu pada 10 malam yg terakhir : &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV style="LINE-HEIGHT: 14.4pt"&gt;&lt;SPAN class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN lang=SV  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; mso-ansi-language: SV"&gt;&amp;nbsp;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow"&gt;Dari Aisyah ra berkata : "Adalah Nabi SAW  biasa mencari Laylatul Qadar &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow"&gt;pada 10 malam yang terakhir." (HR Bukhari,  VII/147, hadits no. 1880)&lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV style="LINE-HEIGHT: 14.4pt"&gt;&lt;SPAN class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV style="LINE-HEIGHT: 14.4pt"&gt;&lt;SPAN class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow"&gt;4.&lt;SPAN  style="mso-spacerun: yes"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/SPAN&gt;Mencari Laylatul  Qadar itu pada 10 terakhir tersebut terutama pada &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow"&gt;malam-malam  Witirnya : &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV style="LINE-HEIGHT: 14.4pt"&gt;&lt;SPAN class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow"&gt;&amp;nbsp;Dari Aisyah ra : "Adalah Nabi SAW  mencari Laylatul Qadar pada malam2 &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow"&gt;witir di 10  hari terakhir." (HR Bukhari, VII/145, hadits no. 1878)&lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV style="LINE-HEIGHT: 14.4pt"&gt;&lt;SPAN class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow"&gt;&amp;nbsp;&lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV style="LINE-HEIGHT: 14.4pt"&gt;&lt;SPAN class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow"&gt; 5.&lt;SPAN  style="mso-spacerun: yes"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/SPAN&gt;Hadits paling  seringnya tentang Laylatul Qadar adalah tanggal 27 tapi &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow"&gt;terjadi juga  tanggal 23-nya :&lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV style="LINE-HEIGHT: 14.4pt"&gt;&lt;SPAN class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow"&gt;&amp;nbsp;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow"&gt;Dari AbduLLAAH bin Unais ra, bersabda Nabi  SAW : "Aku melihat Laylatul &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow"&gt;Qadar lalu aku dibuat lupa waktunya, dan  ditampakkan padaku saat &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow"&gt;Shubuhnya aku sujud di tanah yg basah,  lalu kata Abdullah : Maka turun hujan &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow"&gt;atas kami pada  malam 23, maka Nabi SAW shalat Shubuh bersama kami, lalu &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow"&gt;beliau SAW  pulang dan nampak bekas air dan tanah di dahi dan hidung &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow"&gt;beliau SAW,  lalu dikatakan : Maka Abdullah bin Unais berkata tanggal 23 &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN lang=SV  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; mso-ansi-language: SV"&gt;itulah Laylatul  Qadar." (HR Muslim, VI/80, hadits no. 1997)&lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV style="LINE-HEIGHT: 14.4pt"&gt;&lt;SPAN class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN lang=SV  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; mso-ansi-language: SV"&gt;&amp;nbsp;&lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV style="LINE-HEIGHT: 14.4pt"&gt;&lt;SPAN class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN lang=SV  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; mso-ansi-language: SV"&gt;6.&lt;SPAN  style="mso-spacerun: yes"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/SPAN&gt;Laylatul Qadar  itu bisa didapati dalam keadaan jaga maupun juga &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN lang=SV  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; mso-ansi-language: SV"&gt;dalam mimpi yang  benar :&lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV style="LINE-HEIGHT: 14.4pt"&gt;&lt;SPAN class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN lang=SV  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; mso-ansi-language: SV"&gt;&amp;nbsp;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow"&gt;&amp;nbsp;&lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow"&gt;Dari Ibnu Umar  ra : "&lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;?XML:NAMESPACE PREFIX = ST1 /&gt;&lt;ST1:CITY&gt;&lt;ST1:PLACE&gt;&lt;SPAN  class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow"&gt;Ada&lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/ST1:PLACE&gt;&lt;/ST1:CITY&gt;&lt;SPAN  class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow"&gt; beberapa  orang laki-laki sahabat Nabi SAW yang &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow"&gt;bermimpi  melihat Laylatul Qadar pada 7 malam terakhir, maka sabda Nabi SAW :  &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN lang=FI  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; mso-ansi-language: FI"&gt;Aku juga melihat  apa yang kalian mimpikan itu jatuhnya pada 7 malam &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN lang=SV  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; mso-ansi-language: SV"&gt;terakhir, maka  barangsiapa yang ingin mencarinya maka carilah pada 7 malam terakhir  &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN lang=SV  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; mso-ansi-language: SV"&gt;tersebut." (HR  Bukhari, VII/142, hadits no. 1876)&lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV style="LINE-HEIGHT: 14.4pt"&gt;&lt;SPAN class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN lang=SV  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; mso-ansi-language: SV"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV style="LINE-HEIGHT: 14.4pt"&gt;&lt;SPAN class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN lang=SV  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; mso-ansi-language: SV"&gt;7.&lt;SPAN  style="mso-spacerun: yes"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/SPAN&gt;Laylatul Qadar  itu tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN lang=SV  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; mso-ansi-language: SV"&gt;tidak ada angin,  tidak hujan :&lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV style="LINE-HEIGHT: 14.4pt"&gt;&lt;SPAN class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN lang=SV  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; mso-ansi-language: SV"&gt;&amp;nbsp;&lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN lang=SV  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; mso-ansi-language: SV"&gt;"Pada malam  Laylatul Qadar itu tidak panas &amp;amp; tidak dingin, tidak &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN lang=SV  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; mso-ansi-language: SV"&gt;berawan dan tidak  hujan dan tidak berangin, tidak juga terang dengan bintang-bintang,  &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN lang=IT  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; mso-ansi-language: IT"&gt;tanda di pagi  harinya adalah Matahari terbit bercahaya lembut." (HR &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN lang=IT  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; mso-ansi-language: IT"&gt;As-Suyuthi dalam  Jami' Shaghir, di-shahih-kan oleh Albani dalam Shahihul Jami',  &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN lang=IT  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; mso-ansi-language: IT"&gt;XX/175, no.  9603)&lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV style="LINE-HEIGHT: 14.4pt"&gt;&lt;SPAN class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN lang=IT  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; mso-ansi-language: IT"&gt;&amp;nbsp;&lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV style="LINE-HEIGHT: 14.4pt"&gt;&lt;SPAN class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN lang=IT  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; mso-ansi-language: IT"&gt; 8.&lt;SPAN  style="mso-spacerun: yes"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/SPAN&gt;Tapi kadang2  Laylatul Qadar itu disertai juga dengan hujan :&lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV style="LINE-HEIGHT: 14.4pt"&gt;&lt;SPAN class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN lang=IT  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; mso-ansi-language: IT"&gt;&amp;nbsp;&lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN lang=IT  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; mso-ansi-language: IT"&gt;Dari Abu Said  Al-Khudriy ra, bersabda Nabi SAW : "? Aku melihat &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN lang=IT  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; mso-ansi-language: IT"&gt;Laylatul Qadar lalu  aku dibuat lupa kapan waktunya, maka barangsiapa yg ingin &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN lang=IT  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; mso-ansi-language: IT"&gt;mencarinya maka  carilah pada 10 hari terakhir pada malam-malam witirnya dan &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN lang=IT  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; mso-ansi-language: IT"&gt;aku melihat diriku  pada malam tersebut sujud di atas tanah yang basah? Maka kami  &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN lang=IT  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; mso-ansi-language: IT"&gt;kembali dan kami  tidak melihat ada awan di langit, maka tiba-tiba ada awan &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN lang=IT  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; mso-ansi-language: IT"&gt;dan turun hujan  sampai airnya menembus sela-sela atap masjid yang terbuat dari  &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN lang=IT  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; mso-ansi-language: IT"&gt;pelepah Kurma, maka  aku melihat Nabi SAW sujud di atas tanah yang basah, &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN lang=IT  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; mso-ansi-language: IT"&gt;sampai kulihat  bekas tanah yang basah itu di dahi beliau SAW." &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow"&gt;(HR  &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow"&gt;Bukhari, VII/174, hadits no.  1895)&lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV style="LINE-HEIGHT: 14.4pt"&gt;&lt;SPAN class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow"&gt;&amp;nbsp;&lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV style="LINE-HEIGHT: 14.4pt"&gt;&lt;SPAN class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow"&gt; 9.&lt;SPAN  style="mso-spacerun: yes"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/SPAN&gt;Pagi hari  setelah Laylatul Qadar cahaya Matahari putih tapi &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow"&gt;tidak silau  :&lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV style="LINE-HEIGHT: 14.4pt"&gt;&lt;SPAN class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow"&gt;&amp;nbsp;&lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow"&gt;Berkata Ubay  bin Ka'ab ra : "Demi ALLAH yg Tiada Ilah kecuali DIA, &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN lang=SV  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; mso-ansi-language: SV"&gt;sungguh malam  terssbut ada di bulan Ramadhan, aku berani bersumpah tentang itu dan  &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN lang=FI  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; mso-ansi-language: FI"&gt;demi ALLAH aku tahu  kapan malam itu, yaitu malam yang kita diperintah Nabi &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN lang=FI  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; mso-ansi-language: FI"&gt;SAW untuk  menghidupkannya yaitu malam 27 dan tanda-tanda nya adalah Matahari  &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN lang=FI  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; mso-ansi-language: FI"&gt;bersinar di pagi  harinya dengan cahaya putih tapi tidak menyilaukan." &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow"&gt;(HR Muslim,  IV/150, hadits no. 1272)&lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV style="LINE-HEIGHT: 14.4pt"&gt;&lt;SPAN class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow"&gt;&amp;nbsp;&lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV style="LINE-HEIGHT: 14.4pt"&gt;&lt;SPAN class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow"&gt; 10.&lt;SPAN style="mso-spacerun: yes"&gt;&amp;nbsp;  &lt;/SPAN&gt;Laylatul Qadar hanya bermanfaat bagi orang yang Iman &amp;amp; Mengharap  &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow"&gt;Ridho ALLAH SWT :&lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV style="LINE-HEIGHT: 14.4pt"&gt;&lt;SPAN class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow"&gt;&amp;nbsp;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow"&gt;Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi SAW  bersabda : "Barangsiapa yang bangun &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow"&gt;saat Laylatul  Qadar lalu pas melihatnya, lalu sabda Nabi SAW : Dan orang &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow"&gt;tersebut  beriman dan mengharap ridho ALLAH SWT maka diampuni dosanya yang  &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow"&gt;telah lalu." (HR Muslim, IV/147, hadits  no. 1269)&lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV style="LINE-HEIGHT: 14.4pt"&gt;&lt;SPAN class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow"&gt;&amp;nbsp;&lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV style="LINE-HEIGHT: 14.4pt"&gt;&lt;SPAN class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow"&gt;11.&lt;SPAN style="mso-spacerun: yes"&gt;&amp;nbsp;  &lt;/SPAN&gt;Saat Laylatul Qadar Malaikat yang turun ke bumi lebih banyak dari  &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow"&gt;Kerikil :&lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV style="LINE-HEIGHT: 14.4pt"&gt;&lt;SPAN class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow"&gt;&amp;nbsp;&lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow"&gt;Bersabda Nabi  SAW : "Laylatul Qadar itu pada malam 27 atau 29, sungguh &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow"&gt;Malaikat yang  turun pada saat itu ke bumi lebih banyak dari jumlah batu &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow"&gt;kerikil." (HR  Thayalisi dalam Musnad-nya no. 2545; juga Ahmad II/519; dan &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow"&gt;Ibnu Khuzaimah  dalam shahih-nya II/223)&lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV style="LINE-HEIGHT: 14.4pt"&gt;&lt;SPAN class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV style="LINE-HEIGHT: 14.4pt"&gt;&lt;SPAN class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow"&gt;12.&lt;SPAN style="mso-spacerun: yes"&gt;&amp;nbsp;  &lt;/SPAN&gt;Apakah doa yang paling baik dibaca saat Laylatul  Qadar?&lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV style="LINE-HEIGHT: 14.4pt"&gt;&lt;SPAN class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow"&gt;&amp;nbsp;&lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow"&gt;Dari Aisyah ra  : Wahai RasuluLLAAH, menurut pendapatmu jika aku tahu &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow"&gt;bahwa malam  terjadinya Laylatul Qadar, maka doa apa yang paling baik &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow"&gt;kuucapkan?  Sabda Nabi SAW : "Ucapkanlah olehmu, Ya ALLAH sesungguhnya ENGKAU  &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow"&gt;adalah Maha Pemaaf, mencintai orang yang  suka memaafkan, maka maafkanlah &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow"&gt;aku."&lt;SPAN  style="mso-spacerun: yes"&gt;&amp;nbsp; &lt;/SPAN&gt;(HR Ahmad, Ibnu Majah &amp;amp; Tirmidzi,  di-shahih-kan oleh Albani dalam &lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN class=HTMLTypewriter3&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow"&gt;Al-Misykah, I/473 no.  2091)&lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22931584-116071945474714517?l=perjalanan-spiritual.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://perjalanan-spiritual.blogspot.com/feeds/116071945474714517/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=22931584&amp;postID=116071945474714517" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/22931584/posts/default/116071945474714517?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/22931584/posts/default/116071945474714517?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PerjalananSpiritual/~3/9JUFiWavPwg/tinjauan-dalil-dalil-tentang-laylatul.html" title="TINJAUAN  DALIL-DALIL  TENTANG  LAYLATUL-QADAR" /><author><name>andirst</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="03617787016653865737" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://perjalanan-spiritual.blogspot.com/2006/10/tinjauan-dalil-dalil-tentang-laylatul.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkYCRn07eCp7ImA9WBBTFUk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-22931584.post-116054016719019239</id><published>2006-10-11T11:16:00.000+07:00</published><updated>2006-10-11T11:16:07.300+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2006-10-11T11:16:07.300+07:00</app:edited><title>Shaum, Kesehatan dan Etos Kerja</title><content type="html">&lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Georgia size=2&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Arial size=2&gt; &lt;DIV id=ygrp-text&gt; &lt;P&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Verdana size=2&gt;&lt;B&gt;Pendahuluan&lt;/B&gt; &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Agama Islam adalah  agam yang diturunkan Allah, melalui Rasul-rasul-&lt;WBR&gt;Nya. Di antaranya membawa  peraturan-peraturan dan hukum yang harus ditaati manusia muslim. Peraturan itu  tidak akan berubah dan telah sempurna. Ajaran Islam mencakup seluruh bidang  kehidupan manusia di dunia ini, termasuk bidang kesehatan. &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Di antara  sabda Nabi Muhammad Saw tentang kesehatan, adalah :  Berpuasalah kalian, maka  kalian akan sehat. &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Islam mengatur kesehatan dan menentukan untuk apa  kita harus sehat serta menjelaskan tujuan hidup kita di dunia. Tentang tujuan  hidup manusia, Allah berfirman,  Dan tidak Aku jadikan jin dan manusia, kecuali  untuk mengabdi kepada-Ku . &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Sabda Rasulullah saw.,  Mohonlah kepada  Allah keselamatan dari penyakit dan bala, sesungguhnya, tiada suatu pemberian  Allah sesudah iman yang lebih baik dari keselamatan. &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;B&gt;Definisi  Shaum&lt;/B&gt; &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Secara bahasa (lughoh), shaum berarti imsak (menahan diri),  yaitu menahan diri secara umum, apakah menahan diri dari berbicara, bergerak,  makan, dan minum. &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Secara istilah syari, shaum adalah menahan diri dari  dua syahwat, yaitu syahwat perut dan syahwat seksual. Menahan diri dari makan  dan minum serta mencampuri istri, mulai dari terbit fajar hingga terbenam  matahari (maghrib). &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Puasa (shaum) harus dikerjakan sesuai dengan  petunjuk Rasulullah saw., yaitu dengan menjaga segala sesuatu yang membatalkan  puasa. Menjaga adab-adab puasa yang merusak nilai puasa dan mengerjakan  amalan-amalan yang dianjurkan selama puasa. &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;B&gt;Pengertian Sehat&lt;/B&gt;  &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Keadaan sehat bukan semata-mata dari kondisi fisik seseorang saja, tapi  keadaan psikis dan sosialnya juga menentukan. Badan Kesehatan Dunia (WHO)  membuat defisi sehat, sebagai berikut : &lt;BR&gt;&lt;BR&gt; Health is a condition of  physical, mental, and social well-being and not just merely the absent of  disease and infirmity. &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Sehat adalah suatu kondisi dimana terdapat  keadaan yang baik (sehat) dari fisik, mental, dan sosial, bukan hanya sekedar  terbebas dari penyakit dan kecacatan. &lt;BR&gt;Puasa dalam hubungannya dengan  kesehatan, akan memberikan pengaruhnya yang sangat positif dan mendasar, yaitu  menghadapi permasalahan kesehatan dari segi pendekatan promotif, preventif, dan  kuratif. &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Dengan berpuasa, seseorang akan mengatur perilaku hidupnya.  Mengatur atau menahan hawa nafsunya dari berbagai perilaku yang merugikan  kesehatan, baik fisik, mental, maupun sosial. Karena sebagaimana kita ketahui,  bahwa perilaku seseorang atau masyarakat sangat besar pengaruhnya terhadap  derajat kesehatan seseorang atau masyarakat tersebut. &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Misalnya, suka  makan terlalu banyak akan menyebabkan kegemukan, yang akan memberikan resiko  kepada beberapa jenis penyakit. Perilaku penyimpangan seksual akan menyebabkan  terjadinya berbagai penyakit kelamin yang berbahaya. Merokok dapat menyebabkan  penyakit paru-paru dan jantung dan sebagainya. &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Para sarjana telah  melakukan penelitian terhadap sejumlah gejala dan tindak kejiwaan yang dibawa  oleh syariat seperti shalat, puasa, kasih sayang dan sebagainya. Mereka mencoba  untuk menemukan pengaruh dari ajaran ini pada sel-sel tubuh manusia, apa yang  terjadi pada sel-sel otak dan sel-sel tubuh lainnya? &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Penelitian ilmiah  ini sampai pada suatu kenyataan yang mengagumkan, yang menambah keimanan mereka.  Sehingga, mereka menjadi tekun beragama dan teguh menjalankan  syariat-syari&lt;WBR&gt;at-Nya. Benarlah apa yang difirmankan Allah,  Sesungguhnya  yang paling takut kepada Allah diantara hamba-hamba-&lt;WBR&gt;Nya adalah para ulama  (cendekiawan) (Fathir : 28) &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Terhadap Tubuh/Jasmani, puasa memberikan  pengaruh yang positif terhadap kesehatan, antara lain: &lt;BR&gt; &lt;OL&gt;   &lt;LI&gt;Pemeliharaan tubuh dari sisa-sisa kelebihan zat tubuh pada sel. &lt;BR&gt;Dalam    keadaan puasa, tubuh akan menggunakan zat-zat makanan yang tersimpan.    Sekiranya zat makanan tersebut habis, maka mulailah digunakan atau dioksidasi    jaringan-jaringan tertentu. &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Bagian tubuh yang paling pertama digunakan    adalah bagian yang terlemah atau sakit, seperti jaringan dengan peradangan dan    pernanahan. Dari jaringan tersebut yang pertama diproses adalah jaringan yang    rusak atau telah tua, untuk selanjutnya dikeluarkan oleh tubuh. &lt;BR&gt;Puasa    dalam hal ini bertindak sebagai pisau operasi yang membuang sel-sel yang rusak    atau lemah dari bagian tubuh yang sakit. Selanjutnya memberi kesempatan kepada    peremajaan sel-sel, sehingga lebih aktif. &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;   &lt;LI&gt;Melindungi Manusia dari Penyakit Gula &lt;BR&gt;Pada waktu puasa, kadar gula    darah akan turun. Hal ini menyebabkan kelenjar pankreas berkesempatan untuk    istirahat. Kita mengetahui fungsi kelenjar ini adalah untuk menghasilkan    hormon visulin. Hormon ini berfungsi mengatur kadar gula dalam darah, mengubah    kelebihan gula menjadi glukogen yang disimpan sebagai cadangan di otot dan    hati. &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;   &lt;LI&gt;Menyehatkan Sistem Pencernaan &lt;BR&gt;Di waktu puasa, lambung atau sistem    pencernaan lainnya akan istirahat selama lebih kurang 12-14 jam, selama lebih    kurang satu bulan. Jangka waktu ini cukup mengurangi beban kerja lambung dari    makanan yang bertumpuk dan berlebihan. &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;   &lt;LI&gt;Puasa Mengurangi Berat Badan yang Berlebih &lt;BR&gt;Puasa dapat menghilangkan    lemak dan kegemukan, secara ilmiah diketahui bahwa rasa lapar tidaklah karena    kekosongan perut dari makanan semata, tetapi juga dipengaruhi penurunan kadar    gula dalam darah. &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Oleh karena itu dianjurkan berbuka dengan yang manis    terlebih dahulu, sehingga bisa mengurangi makan yang berlebihan pada waktu    berbuka, sehingga tidak menghilangkan hikmah puasa yang mengharuskan hemat,    zuhud, melatih nilai rohani, dan lain-lain.&lt;/LI&gt;&lt;/OL&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;B&gt;Etos Kerja dalam  Islam&lt;/B&gt; &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Dalam konsep Islam, kerja atau pekerjaan seseorang tidak  terlepas dari fungsi hidupnya di muka bumi ini yairu mengabdi kepada Allah swt.  semata (Q.S. Adz-Dzariyat : 56). Dalam konsep Islam, pekerjaan seseorang  merupakan bagian dari usahanya dalam memfungsikan dirinya sebagai hamba yang  selalu mengabdi kepada Allah swt. Oleh karena itu, pekerjaan merupakan ibadah.  Dengan kesadaran demikian, maka hampir tidak mungkin seseorang akan melakukan  penyelewengan atau kecurangan dalam pekerjaannya. &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Puasa sebagai salah  satu motivator bagi perbaikan kehidupan rohani dan jasmani seseorang, secara  tidak langsung juga akan meningkatkan kebaikan nilai kerja dan usaha-usahanya.  Seperti yang diisyaratkan oleh Rasulullah bahwa Allah menyukai seseorang yang  dalam melakukan pekerjaannya, dilakukan dengan profesional dan tepat guna.  &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;B&gt;Kesimpulan&lt;/B&gt; &lt;BR&gt; &lt;OL&gt;   &lt;LI&gt;Ibadah secara umum berarti setiap aktivitas /kerja/amal yang baik dari    seseorang yang dilaksanakan sesuai dengan agama dan diniatkan karena Allah    semata. &lt;BR&gt;   &lt;LI&gt;Dari batasan di atas dapat dipahami, bahwa dalam Islam tidak ada    pembatasan amal atau pekerjaan seseorang untuk bersifat dunia semata atau    ukhrawi semata (sekularisme)&lt;WBR&gt;. &lt;BR&gt;   &lt;LI&gt;Shaum sebagai salah satu rukun Islam yang lima, memberikan kontribusi yang    jelas bagi kesehatan ataupun etos kerja seseorang, asalkan dilaksanakan sesuai    dengan petunjuk yang digariskan dalam syariat. &lt;BR&gt;   &lt;LI&gt;Pengalaman menjalankan ibadah puasa Ramadhan dengan segala persyaratannya    (menahan berbagai dorongan nafsu, amarah, dan sebagainya) yang diulang setiap    hari selama satu bulan penuh dan diulang kembali setiap tahun, bila    benar-benar dimulai dengan niat dan kesiapan iman akan merupakan suatu proses    belajar yang efisien dan efektif dalam menuntun perilaku dan disiplin    diri.&lt;/LI&gt;&lt;/OL&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Sumber : &lt;B&gt;30 Tadabur Ramadhan - Menjadi Hamba Rabbani -  IKADI&lt;/B&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;!--~-|**|PrettyHtmlStart|**|-~--&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22931584-116054016719019239?l=perjalanan-spiritual.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://perjalanan-spiritual.blogspot.com/feeds/116054016719019239/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=22931584&amp;postID=116054016719019239" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/22931584/posts/default/116054016719019239?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/22931584/posts/default/116054016719019239?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PerjalananSpiritual/~3/w_rGTDNV_lk/shaum-kesehatan-dan-etos-kerja.html" title="Shaum, Kesehatan dan Etos Kerja" /><author><name>andirst</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="03617787016653865737" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://perjalanan-spiritual.blogspot.com/2006/10/shaum-kesehatan-dan-etos-kerja.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkIFRH45eyp7ImA9WBBTGUo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-22931584.post-116044547788093880</id><published>2006-10-10T08:57:00.000+07:00</published><updated>2006-10-16T10:48:35.023+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2006-10-16T10:48:35.023+07:00</app:edited><title>MENCENGANGKAN PARA ILMUWAN BARAT</title><content type="html">&lt;DIV&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; FONT-FAMILY: Arial"&gt;Assalaamu'alaikum  warahmatulLaah wabarakaatuh,&lt;/SPAN&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; FONT-FAMILY: Arial"&gt;&lt;BR&gt;Pada  sebuah penelitian ilmiah yang diberitakan oleh sebuah majalah sains terkenal,  Journal of plant Molecular Biologist, menyebutkan bahwa sekelompok ilmuwan yang  mengadakan penelitian mendapatkan suara halus yang keluar dari sebagian tumbuhan  yang tidak bisa didengar oleh telinga biasa. Suara tersebut berhasil disimpan  dan direkam dengan sebuah alat perekam tercanggih yang pernah ada.  &lt;/SPAN&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;SPAN style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; FONT-FAMILY: Arial"&gt; &lt;DIV&gt;&lt;BR&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;ST1:PLACE&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; FONT-FAMILY: Arial"&gt;Para&lt;/SPAN&gt;&lt;/ST1:PLACE&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; FONT-FAMILY: Arial"&gt; ilmuwan selama hampir  3 tahun meneliti fenomena yang mencengangkan ini berhasil menganalisis denyutan  atau detak suara tersebut sehingga menjadi isyarat-isyarat yang bersifat cahaya  elektrik (kahrudhahiyah) dengan sebuah alat yang bernama Oscilloscope. Akhirnya  para ilmuwan tersebut bisa menyaksikan denyutan cahaya elektrik itu berulang  lebih dari 1000 kali dalam satu detik. &lt;/SPAN&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; FONT-FAMILY: Arial"&gt; &lt;DIV&gt;&lt;BR&gt;Prof. William Brown yang memimpin para pakar sains untuk mengkaji  fenomena tersebut mengisyaratkan setelah dicapainya hasil bahwasanya tidak ada  penafsiran ilmiah atas fenomena tersebut. Padahal seperti diakui oleh sang  professor bahwa pihaknya telah menyerahkan hasil penelitian mereka kepada  universitas- universitas serta pusat-pusat kajian di Amerika juga Eropa, akan  tetapi semuanya tidak sanggup menfsirkan fenomena itu bahkan semuanya tercengang  tidak tahu harus berkomentar apa? &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;BR&gt;Pada kesempatan terakhir, fenomena tersebut dihadapkan dan dikaji oleh  para pakar dari Britania, dan diantara mereka ada seorang ilmuwan muslim yang  berasal dari &lt;/SPAN&gt;&lt;ST1:COUNTRY-REGION&gt;&lt;ST1:PLACE&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; FONT-FAMILY: Arial"&gt;India&lt;/SPAN&gt;&lt;/ST1:PLACE&gt;&lt;/ST1:COUNTRY-REGION&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; FONT-FAMILY: Arial"&gt; . Setelah 5 hari  mengadakan mengadakan penelitian dan pengkajian ternyata para ilmuwan dari  Inggris tersebut angkat tangan. Sang ilmuwan muslim tersebut mengatakan: ?Kami  umat Islam tahu tafsir dan makna dari fenomena ini, bahkan semenjak 1400 tahun  yang lalu?. &lt;/SPAN&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; FONT-FAMILY: Arial"&gt; &lt;DIV&gt;&lt;BR&gt;Maka para ilmuwan yang hadir pun tersentak dengan pernyataan tersebut,  dan meminta dengan sangat untuk menunjukkan tafsir dan makna dari kejadian itu.  &lt;BR&gt;Sang ilmuwan muslim segera menyitir firman Allah: &lt;BR&gt;??.Dan tak ada  sesuatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak  mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha  Pengampun? (QS. Al-Israa?: 44) &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;BR&gt;Tidaklah suara denyutan itu melainkan lafadz jalalah (nama Allah Azza  wa Jalla) sebagaimana tampak dalam layer (Oscilloscope) . &lt;BR&gt;Maka keheningan  dan keheranan luarbiasa menghiasi aula dimana para ilmuwan muslim tersebut  berbicara. &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;BR&gt;SubhanalLaah, Maha Suci Allah! Ini adalah salah satu mukjizat dari  sekian banyak mukjizat agama yang haq ini!! Segala sesuatu bertasbih menggunakan  nama Allah Jalla wa ?Ala. Akhirnya orang yang bertanggungjawab terhadap  penelitian ini, yaitu Prof. William Brown menemui sang ilmuwan muslim untuk  mendiskusikan tentang agama yang dibawa oleh seorang Nabi yang ummi (tidak bisa  baca tulis) sebelum 1400 tahun lalu tentang fenomena ini. Maka ilmuwan tersebut  pun menerangkan kepadanya tentang Islam, setelah itu ia menghadiahkan alQur?an  dan terjemahnya kepada sang professor. &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;BR&gt;Selang beberapa hari setelah itu, professor William mengadakan ceramah  di universitas Carnich ? Miloun, ia mengatakan: ?Dalam hidupku, aku belum pernah  menemukan fenomena semacam ini selama 30 tahun menekuni pekerjaan ini, dan tidak  ada seorang ilmuwan pun dari mereka yang melakukan dari mereka yang melakukan  pengkajian yang sanggup menafsirkan apa makna dari fenomena ini. Begitu pula  tidak pernah ditemukan kejadian alam yang bisa menafsirinya. Akan tetapi  satu-satunya tafsir yang bisa kita temukan adalah didalam alQur?an. Hal ini  tidak memberikan pilihan lain buatku selain mengucapkan ?Aku bersaksi bahwa  tidak ada ilah yang haq melainkan Allah, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan  utusan-Nya? &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;BR&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN lang=SV  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: SV"&gt;Sang  professor ini telah mengumumkan Islam nya dihadapan para hadirin yang sedang  terperangah. &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN lang=FI  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: FI"&gt;Dikutip  dari Majalah QIBLATI edisi no. 11 tahun 2006/1427 H &lt;BR&gt;Allahu Akbar !!  &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN lang=SV  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: SV"&gt;Maha  Benar Allah dengan Segala FirmanNya. &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Wassalam &lt;BR&gt;Widyani ( ZIS  Konsultan) &lt;/SPAN&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;SPAN lang=SV  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;/SPAN&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;SPAN lang=SV  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; FONT-FAMILY: Arial; mso-ansi-language: SV"&gt;Disalin  dari :&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;www.rumahzakat. org &lt;BR&gt;Zakat? &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN  style="FONT-SIZE: 10pt; COLOR: yellow; FONT-FAMILY: Arial"&gt;Ya Rumah  Zakat&lt;/SPAN&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;P&gt;&amp;nbsp;&lt;/P&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/22931584-116044547788093880?l=perjalanan-spiritual.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://perjalanan-spiritual.blogspot.com/feeds/116044547788093880/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=22931584&amp;postID=116044547788093880" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/22931584/posts/default/116044547788093880?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/22931584/posts/default/116044547788093880?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PerjalananSpiritual/~3/IsWuxWk0Tpo/mencengangkan-para-ilmuwan-barat.html" title="MENCENGANGKAN PARA ILMUWAN BARAT" /><author><name>andirst</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="03617787016653865737" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://perjalanan-spiritual.blogspot.com/2006/10/mencengangkan-para-ilmuwan-barat.html</feedburner:origLink></entry></feed>
