<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7554530350688978084</id><updated>2026-03-22T22:07:22.416+08:00</updated><title type='text'>Perlindungan Hulu</title><subtitle type='html'>Pulau Nias Berubah, Pulau Nias Akan Maju.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7554530350688978084/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7554530350688978084/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false'/><author><name>perlind hulu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12343142022467299159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4pNOyCD8703nWmyJSGfH4MobpBe14G8m4SIfU5cXDiQ0B3W8j0EXjnyLdPWPld5oOtAYiKMZ8yHyGatOnV_cypFr96U4mm8BmpmotIko8iOA5845-xHxr7ymXfA-7rQA/s220/223296_1672497460731_1486243031_1485585_1113015_n.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>83</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7554530350688978084.post-1571848888600267775</id><published>2012-01-04T18:43:00.000+08:00</published><updated>2012-01-04T18:43:34.050+08:00</updated><title type='text'>Presiden SBYpun Mengikuti Perkembangan Sidang Hilangnya Sandal Jepit Polisi.</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA, KOMPAS.com &lt;/strong&gt;— Presiden Susilo Bambang  Yudhoyono dikatakan turut mengikuti pemberitaan persidangan kasus dugaan  pencurian sandal jepit oleh AAL (15), siswa SMK Negeri 3, Kota &lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Palu,  Sulawesi Tengah. Presiden juga telah mengetahui adanya gerakan di  tingkat akar rumput terkait pengumpulan 1.000 pasang sandal jepit.&lt;br /&gt;
&quot;Namun, sementara ini, belum ada&amp;nbsp;pernyataan&lt;em&gt; &lt;/em&gt;dari  Presiden,&quot; kata Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha kepada para  wartawan, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (4/1/2012).&lt;br /&gt;
Pemberitaan dugaan pencurian sandal jepit ini juga telah mendapatkan perhatian dari media internasional. Harian &lt;em&gt;The New Zealand Herald&lt;/em&gt;  dan situs berita Boston.com melaporkan berita tersebut dengan judul,  &quot;Indonesia&#39;s new symbol for injustice: Sandals&quot; atau &quot;Simbol  Ketidakadilan Baru di Indonesia: Sandal&quot;. Berita ini ditulis oleh kantor  berita Amerika Serikat, Associated Press.&lt;br /&gt;
&quot;Masyarakat Indonesia  telah menemukan simbol baru atas frustrasi mereka yang terus tumbuh  akibat ketidakadilan di negara demokratis baru ini: sandal jepit yang  usang dan murah,&quot; begitu tulis AP.&lt;br /&gt;
Sandal jepit ini diklaim  sebagai milik Briptu Anwar Rusdi Harahap, anggota Brimob Polda Sulteng.  AAL disidang di Pengadilan Negeri Palu dan terancam hukuman lima tahun  penjara. Pada persidangan, ada beberapa kejanggalan soal kasus itu.  Barang bukti yang diajukan ke persidangan bukan sandal yang awalnya  dikatakan hilang.&lt;br /&gt;
Awalnya, Rusdi mengaku kehilangan sandal merek  Eiger Nomor 43. Namun, yang dibawa jaksa sebagai barang bukti bermerek  Ando Nomor 9,5. Tak ada satu pun saksi yang melihat langsung apakah  sandal merek Ando itu memang diambil AAL di depan kamar Rusdi.&lt;br /&gt;
Saat  hakim Rommel F Tampubolon dan sejumlah pengacara AAL bertanya,  bagaimana Rusdi yakin itu sandal miliknya, Rusdi menjawab, &quot;Saya ada  kontak batin saat melihat sandal itu.&quot;&lt;br /&gt;
Tak hanya itu, saat hakim meminta mencoba, tampak jelas sandal Ando itu kekecilan untuk kaki Rusdi yang besar.&lt;br /&gt;
Kabar  terakhir, Komisi Yudisial mengatakan memantau jalannya persidangan  kasus tersebut. &quot;KY sudah minta posko pemantauan peradilan di Palu untuk  memberi perhatian pada kasus tersebut. Kasus ini dipantau karena  dikategorikan menarik perhatian masyarakat,&quot; ujar juru bicara KY, Asep  Rahmat Fajar, Rabu (4/1/2012).&lt;br /&gt;
Sesuai kewenangan KY mengawasi  perilaku hakim, Asep menjelaskan, fokus pemantauan KY berkenaan dengan  pertanyaan apakah hakim dalam memimpin persidangan telah menjalankan  kode etik dan pedoman perilaku hakim. Misalnya, sikap imparsialitas,  tidak memihak kepada salah satu pihak, menjalankan sidang sesuai hukum  acara, dan bersikap profesional.                            &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/feeds/1571848888600267775/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/2012/01/presiden-sbypun-mengikuti-perkembangan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7554530350688978084/posts/default/1571848888600267775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7554530350688978084/posts/default/1571848888600267775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/2012/01/presiden-sbypun-mengikuti-perkembangan.html' title='Presiden SBYpun Mengikuti Perkembangan Sidang Hilangnya Sandal Jepit Polisi.'/><author><name>perlind hulu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12343142022467299159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4pNOyCD8703nWmyJSGfH4MobpBe14G8m4SIfU5cXDiQ0B3W8j0EXjnyLdPWPld5oOtAYiKMZ8yHyGatOnV_cypFr96U4mm8BmpmotIko8iOA5845-xHxr7ymXfA-7rQA/s220/223296_1672497460731_1486243031_1485585_1113015_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7554530350688978084.post-6511762395209995403</id><published>2012-01-04T18:31:00.000+08:00</published><updated>2012-01-04T18:31:06.128+08:00</updated><title type='text'>Provinsi Kepulauan Nias Diharapkan Terwujud 2014</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;span class=&quot;font_13&quot;&gt;Maju Terus...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;font_13&quot;&gt;Jangan Hanya Mimpi Belaka.... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;font_13&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class=&quot;font_13&quot;&gt;Provinsi Kepulaun Nias diharapkan dapat terwujud  pada tahun 2014 Mendatang. Tentunya dalam mewujudkan harapan itu, sangat  diharapkan dukungan dari seluruh eleman masyarakat Nias baik yang  berada di Pulau Nias maupun orang Nias yang ada di perantauan.&lt;br /&gt;
Hal itu diungkapkan Drs Firman Harefa, S.Pd. M.Si di Halaman Pendopo  Bupati Nias usai dikukuhkan sebagai Ketua Umum Badan Persiapan  Pembentukan (BPP) Provinsi Kepulauan Nias yang merupakan hasil  penyempunaan kepengurusan Rabu, (21/12).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Firman Harefa mengatakan, untuk menindaklanjuti tanggungjawab berat itu,  dalam waktu dekat pihaknya akan segera melakukan inventarisasi  kegiatan, melakukan konsolidasi terhadap para pengurus serta akan segera  membentuk perwakilan BPP Provinsi Kepulauan Nias, baik ditingkat  Provinsi Sumatera Utara maupun Perwakilan di Jakarta sesuai dengan  dengan arahan dan petunjuk para kepala daerah se Kepulauan Nias. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelumnya dilokasi yang sama, Bupati Nias Drs Sokhiatuli Laoli, MM  selaku Koodinator Forum Kepala Daerah se Kepulauan Nias telah  melaksanakan pengukuhan para pengurus dari hasil penyempuaan itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bupati Nias Drs Sokhiatuli Laoli, MM pada pidatonya mengharapkan kepada  kepada para pengurus yang baru dikukuhkan untuk dapat bekerja dengan  baik, membuat memprogram-program kerja serta mengatur strategi dalam  mewujudkan Provinsi Kepulauan Nias. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pihaknya juga mengucapkan terimakasih kepada pengurus yang telah  direvisi yang telah menunjukkan kerjanya yang baik sehingga rekomendasi  dari DPRD Sumatera Utara telah keluar. Untuk itu pihaknya mengharapkan  kepada para pengurus yang telah direvisi untuk dapat terus memberikan  dukungan untuk tujuan bersama tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walikota Gunungsitoli Drs Martinus Lase, M.SP pada sambutanya mengatakan  dari hasil pemekaran Kabupaten/ Kota di Pulau Nias diakui adanya  perubahan yang dapat dirasakan ditengah-tengah masyarakat meskipun masih  banyak kendala dan kelemahan yang ditemukan. Untuk terus mewujudkan  kesejahteraan masyarakat itu pihaknya sangat mendukung segera  terbentuknya Provinsi Kepulauan Nias.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada kesempatan itu, pihaknya juga mengajak seluruh kepala daerah dan  DPRD se Kepuluan Nias serta masyarakat Nias untuk dapat bersama-sama  mendukung dan mendorong segera terbentuknya Provinsi Kepulauan Nias. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, Walikota Gunungsitoli mengharapkan kepada pengurus BPP  Provinsi Kepulauan Nias untuk segera melakukan pembenahan administrasi  pembentukan perwakilan BPP disetiap tingkatan, sosialisasi ditengah  masyarakat serta hal lain untuk persiapan mewujudkan Provinsi Kepulaun  Nias tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan Ketua DPRD Se Kepulaun Nias, Rasali Zalukhu S.Ag dalam  sambutanya mengatakan, pihakya sebagai perwakilan rakyat Nias yang  kurang lebih 800 jiwa sangat apresiasi pada penyempunaan pengurus BPP  provinsi Kepulaun Nias tersebut, Ia juga sebagai Ketua Umum BPP Provinsi  sebelumnya sangat mendukung dan akan terus bersama-sama dengan pengurus  BPP Provisni Nias mewujudkan Provinsi Kepulaun Nias.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pdt Beny Gulo mewakili deklator pada kesempatan mengatakan, pihaknya  sangat apresiasi dengan pembentukan Forum Kepala Daerah Se Kepulauan  Nias, selanjutnya visi Pembentukan Provinsi Kepulaun Nias merupakan visi  yang sangat tajam dari masyarakat Nias serta pihaknya akan terus  mendorong terwujudkanya provinsi Kepulaun Nias.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Turut Hadir Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Nias Selatan, Hukuasa  Nduru, Ketua DPRD Nias Selatan, Efendi, Ketua DPRD Kota Gunungsitoli,  Sowa’a Laoli, SE, Kajari Gunungsitoli, Edi Sumarno SH, Ketua Pengadilan  Negeri Gunungsitoli, Edison SH. MH, Dandim 0213 Nias, Letkol Ryan  Obersyl, Sekda Nias Utara, Mewakili Bupati Nias Barat dan sejumlah tokoh  masyarakat dan agama se kepulauan Nias. (kap)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/feeds/6511762395209995403/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/2012/01/provinsi-kepulauan-nias-diharapkan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7554530350688978084/posts/default/6511762395209995403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7554530350688978084/posts/default/6511762395209995403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/2012/01/provinsi-kepulauan-nias-diharapkan.html' title='Provinsi Kepulauan Nias Diharapkan Terwujud 2014'/><author><name>perlind hulu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12343142022467299159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4pNOyCD8703nWmyJSGfH4MobpBe14G8m4SIfU5cXDiQ0B3W8j0EXjnyLdPWPld5oOtAYiKMZ8yHyGatOnV_cypFr96U4mm8BmpmotIko8iOA5845-xHxr7ymXfA-7rQA/s220/223296_1672497460731_1486243031_1485585_1113015_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7554530350688978084.post-2751658830494374431</id><published>2011-12-20T18:56:00.001+08:00</published><updated>2012-01-04T18:27:08.705+08:00</updated><title type='text'>Harga Sandal Butut Polisi Adalah Masuk Penjara</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;b&gt;PALU, KOMPAS.com - &lt;/b&gt;Anjar Andreas Lagaronda (15) siswa SMK Negeri 3 Kota Palu, Selasa (20/12/2011), diadili di Pengadilan Negeri Palu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Siswa   SMK kelas I itu, didakwa atas tuduhan mencuri sandal jepit butut milik  Brigadir Ahmad Rusdi Harahap, seorang anggota Brimob Polda Sulawesi  Tengah.  Jaksa mendakwa Anjar dengan Pasal 362 KUHP, dengan ancaman  hukuman sekitar lima tahun.&lt;br /&gt;
Sidang perdana dengan pembacaan  dakwaan dan pemeriksaan saksi-saksi dipimpin hakim tunggal, Rommel F  Tampubolon, dengan jaksa penuntut umum Naseh. Ada  setidaknya 10  pengacara yang mendampingi Anjar dalam kasus ini.&lt;br /&gt;
Dalam sidang  yang berlangsung tertutup, Anjar tidak mengakui perbuatannya. Adapun  Rusdi tetap bersikukuh bahwa sandal merek Ando berwarna putih itu adalah  miliknya, kendati saat diminta hakim untuk mencoba, nampak kekecilan.&lt;br /&gt;
Rusdi  sempat emosi dan bersuara keras, saat hakim dan pengacara bertanya  apakah sandal merek Ando tersebut adalah miliknya. Hakim sempat menegur  Rusdi.&lt;br /&gt;
Sidang kasus sandal jepit itu mengundang perhatian, bukan  hanya pengunjung tetapi juga jaksa dan hakim yang ada di PN Palu.  Kendati  berlangsung tertutup, pengunjung tetap berkerumun di sekitar  ruang sidang dan mencoba mendengar jalannya sidang.&lt;br /&gt;
Banyak  pengunjung yang prihatin dan heran, kasus pencurian sandal  yang  melibatkan anak di bawah umur, harus masuk ke pengadilan.&lt;br /&gt;
Kasus  pencurian sandal jepit itu terjadi setahun lalu. Pada November 2010,  Anjar dan dua orang temannya pulang dari sekolah. Saat itu Anjar masih  duduk di bangkur kelas 3 SMP.&lt;br /&gt;
Mereka lewat di Jalan  Zebra, di  depan rumah kos yang salah satunya ditempati Rusdi. Saat itu Anjar  menemukan sandal  merek Ando warna putih dan membawanya pulang.&lt;br /&gt;
Pada  Mei 2011 sekitar pukul 15.00 Wita, saat Anjar dan   temannya pulang  sekolah, Rusdi yang berada di depan rumah kosnya bertanya pada  ketinganya, soal sandal yang hilang.&lt;br /&gt;
Saat itu Rusdi mengatakan  kehilangan sandal merek Eiger, dan juga mengatakan sudah tiga kali  kehilangan sandal. Anjar dan temannya mengaku tidak mengambil sandal  tersebut.&lt;br /&gt;
Tidak puas dengan jawaban ketiga anak ini, Rusdi terus  menginterogasi bahkan memanggil seorang temannya dari Polda Sulawesi  Tengah, untuk membantu mengiterogasi anak-anakitu hingga pukul 23.00.&lt;br /&gt;
&quot;Saat   itu, mereka sempat memukili anak-anak ini. Merasa terdesak, Anjar  kemudian mengaku pernah mengambil sandal di jalan dekat kost-kostan,  tetapi bukan di depan pintu kamar Rusdi  dan bukan sandal merek Eiger  tapi merek Ando,&quot;  kata Elvis DJ Katuwu , salah seorang pengacara Anjar.&lt;br /&gt;
Tak  puas, Rusdi meminta Anjar mengambil sandal itu. Rusdi mengaku bahwa  sandal Ando ini   juga miliknya yang hilang beberapa bulan sebelumnya.  Kejadian ini  diketahui orang tua Anjar, dan kemudian ada pembicaraan  damai.&lt;br /&gt;
Orang tua Anjar menyanggupi untuk mengganti sandal jepit  tersebut. Namun setelah mengetahui bahwa anaknya memar dipukuli, orang  tua Anjar melaporkan persoalan ini ke Bidang Propam Polda Sulteng.&lt;br /&gt;
Mungkin  karena dilaporkan di Propam dan menjalani sidang kode etik, Rusdi  akhirnya melaporkan Anjar untuk kasus pencurian sandal jepit.&lt;br /&gt;
&quot;Terus  terang kami merasa prihatin, kenapa kasus sekecil ini harus dibawa ke  pengadilan, apalagi pelakunya anak dibawah umur. Lagi pula belum jelas,  apakah sandal Ando itu memang milik Rusdi atau bukan. Toh saat diminta  mencoba, sandal itu kekecilan,&quot;  kata Elvis.&lt;br /&gt;
Sidang kasus sandal  jepit ini, akan dilanjutkan pada 4 Januari dengan pemeriksaan saksi  lainnya. Sidang Anjar menjadi sidang pertama di PN Palu untuk kasus  pencurian sandal jepit.&amp;nbsp; &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/feeds/2751658830494374431/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/2011/12/harga-butut-polisi-adalah-penjara.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7554530350688978084/posts/default/2751658830494374431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7554530350688978084/posts/default/2751658830494374431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/2011/12/harga-butut-polisi-adalah-penjara.html' title='Harga Sandal Butut Polisi Adalah Masuk Penjara'/><author><name>perlind hulu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12343142022467299159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4pNOyCD8703nWmyJSGfH4MobpBe14G8m4SIfU5cXDiQ0B3W8j0EXjnyLdPWPld5oOtAYiKMZ8yHyGatOnV_cypFr96U4mm8BmpmotIko8iOA5845-xHxr7ymXfA-7rQA/s220/223296_1672497460731_1486243031_1485585_1113015_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7554530350688978084.post-4088413700966178559</id><published>2011-11-09T12:45:00.000+08:00</published><updated>2011-11-09T12:45:25.812+08:00</updated><title type='text'>Pemkab Nias Utara Minta Kementerian Kehutanan Tinjau Status Hutan Lindung</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;Ditengarai dapat menimbulkan konflik  antara pemerintah daerah dengan masyarakat,&amp;nbsp;Kementerian Kehutanan RI  diminta melakukan peninjauan terhadap status hutan &lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;lindung di Kabupaten  Nias Utara. Di mana, persentase antara hutan rakyat dengan hutan lindung  dinilai tidak wajar.&lt;br /&gt;
“Hampir 45 persen wilayah Kabupaten Nias Utara berstatus hutan  lindung. Hal ini dapat memicu konflik antara masyarakat dengan  pemerintah. Harusnya Kementerian Kehutanan &amp;nbsp;melakukan peninjauan terkait  data hutan lindung di Kabupaten Nias Utara,” kata Taruli Zega, Kepala  Dinas Pertanian, Kehutanan, Perikanan dan Kelautan Nias Utara, Selasa  (8/11/2011), di ruang kerjanya.&lt;br /&gt;
Taruli Zega mengakui, hingga saat ini pihaknya terus mendesak  pemerintah pusat dan provinsi untuk segera merevisi status hutan lindung  di Nias Utara, “ Tiga bulan lalu, kami telah menyampaikan sanggahan  secara tertulis kepada Kementerian Kehutanan melalui Dinas terkait di  Propinsi Sumatera Utara. Namun sampai sekarang belum ada jawaban,”  ungkapnya.&lt;br /&gt;
Di tempat terpisah, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nias Utara Amizaro  Waruwu, kepada NBC mengatakan, DPRD Nias Utara mendukung upaya Pemkab  Nias Utara meminta peninjauan status hutan lindung. &amp;nbsp;“Kami di DPRD  Kabupaten Nias Utara sangat setuju atas upaya Pemerintah Kabupaten Nias  Utara, yang telah melakukan sanggahan. Menurut saya, pengalihan status  hutan rakyat menjadi hutan lindung di Nias Utara tidak logika,” ujar  Amizaro.&lt;br /&gt;
Fatolosa Zebua, warga Desa Hilimbowo Kare, Kecamatan Alasa Talu  Muzӧi, kepada NBC mengungkapkan, &amp;nbsp;tidak mengetahui bila tanah miliknya  beralih fungsi menjadi hutan lindung.&lt;br /&gt;
“Kami tidak mengetahui kalau kebun kami telah dialihkan menjadi hutan  lindung. Alasan apa pemerintah melakukan hal tersebut. Jika pemerintah  tidak segera mengubah kembali status kebun kami. Apa pun yang terjadi,  kami tetap mempertahankan hak dan milik kami, walau nyawa taruhannya,”  tegas Fatolosa.&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/feeds/4088413700966178559/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/2011/11/pemkab-nias-utara-minta-kementerian.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7554530350688978084/posts/default/4088413700966178559'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7554530350688978084/posts/default/4088413700966178559'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/2011/11/pemkab-nias-utara-minta-kementerian.html' title='Pemkab Nias Utara Minta Kementerian Kehutanan Tinjau Status Hutan Lindung'/><author><name>perlind hulu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12343142022467299159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4pNOyCD8703nWmyJSGfH4MobpBe14G8m4SIfU5cXDiQ0B3W8j0EXjnyLdPWPld5oOtAYiKMZ8yHyGatOnV_cypFr96U4mm8BmpmotIko8iOA5845-xHxr7ymXfA-7rQA/s220/223296_1672497460731_1486243031_1485585_1113015_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7554530350688978084.post-6881762214901969030</id><published>2011-10-20T16:06:00.000+08:00</published><updated>2011-10-20T16:06:32.820+08:00</updated><title type='text'>Pungutan Liar Di Dinas Pendidikan Nias Utara</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;span class=&quot;font_13&quot;&gt;Diberitahukan kepada semua Guru baik KepSek/  PNS/CPNS/GTT/GBK/GBD yang akan berurusan di &lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Dinas Pendidikan Kebudayaan  Pemuda dan Olahraga Nias Utara, akan dibebankan biaya yang lumayan untuk  setiap pengurusan berkas Anda. Urusan kedinasan dimaksud adalah  Pengajuan DU-PAK/Inpassing sebesar Rp. 500.000.- , Pengurusan  Sertifikasi Guru sebesar Rp. 3.000.000 - Rp. 5.000.000 (tergantung  lobby), Pengurusan tunjangan fungsional guru sebesar Rp. 100.000 dan  Pelaporan Dana BOSS/BOMM/Rutin/Blockgrant yang dipagu sebesar 10-20%  dari nilai anggaran yang ditetapkan untuk diterima Satker, dlm hal ini  sekolah sbg satuan pendidikan.&lt;br /&gt;
Instruksi ini diberikan langsung oleh Kadisdikbudpor Nias Utara Yasoni  Nazara, B.A kepada Kabid Dikdas, Kabid Dikmen, Kabid Sarpras, Kabid  PLS-PORA dan Kabid Kebudayaan. &lt;br /&gt;
Perintah ini juga telah diinstruksikan kepada setiap UPT Dinas  Pendidikan di Kecamatan, yaitu kepada setiap satuan Cabdisdikbudpor di  Nias Utara. Instruksi ini sudah dilaksanakan dan akan secara konsisten  dipertahankan, mengingat Yasoni Nazara sama hebatnya dengan Bupati Nias  Utara. Oleh karena itu, diharapkan kepada setiap Guru baik KepSek/  PNS/CPNS/GTT/GBK/GBD yang akan berurusan di Dinas Pendidikan Kebudayaan  Pemuda dan Olahraga Nias Utara, tidak terkejut dan bersiap-siap denga  lipatan uang yang tebal. Sebab motto dinas pendidikan nias utara adalah :  Majukan Pendidikan di Nias Utara tercinta, dan peras para guru yang  bodoh dan tidak tahu apa-apa. Mari sukseskan kprupsi di Nias Utara  melalui birokrasi pendidikan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/feeds/6881762214901969030/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/2011/10/pungutan-liar-di-dinas-pendidikan-nias.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7554530350688978084/posts/default/6881762214901969030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7554530350688978084/posts/default/6881762214901969030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/2011/10/pungutan-liar-di-dinas-pendidikan-nias.html' title='Pungutan Liar Di Dinas Pendidikan Nias Utara'/><author><name>perlind hulu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12343142022467299159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4pNOyCD8703nWmyJSGfH4MobpBe14G8m4SIfU5cXDiQ0B3W8j0EXjnyLdPWPld5oOtAYiKMZ8yHyGatOnV_cypFr96U4mm8BmpmotIko8iOA5845-xHxr7ymXfA-7rQA/s220/223296_1672497460731_1486243031_1485585_1113015_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7554530350688978084.post-6236023506484248728</id><published>2011-10-17T11:36:00.000+08:00</published><updated>2011-10-17T11:36:37.170+08:00</updated><title type='text'>Usulan Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias Belum Diterima Komisi II DPR</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;h1&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div class=&quot;wp-caption alignleft&quot; id=&quot;attachment_7865&quot; style=&quot;width: 310px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://niasonline.net/nox/wp-content/uploads/2011/09/DPR-logo.jpg&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;size-medium wp-image-7865&quot; height=&quot;290&quot; src=&quot;http://niasonline.net/nox/wp-content/uploads/2011/09/DPR-logo-300x290.jpg&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;wp-caption-text&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Kabar mengejutkan terkait usulan pembentukan Provinsi  Kepulauan Nias yang selama ini ramai digaungkan di &lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;kalangan masyarakat  Pulau Nias. Ternyata, hingga kini pengajuan usulan tersebut belum sampai  juga ke DPR RI.&lt;span id=&quot;more-7864&quot;&gt;&lt;/span&gt; “Sampai sekarang Komisi II DPR RI belum menerima usulan pengajuan  pembentukan Provinsi Kepulauan Nias,” ungkap Wakil Ketua Komisi III  Ganjar Pranowo saat menjadi pembicara pada Seminar “Kesiapan Kepulauan  Nias Menjadi Propinsi” di Jakarta, Sabtu (24/9/2011).&lt;br /&gt;
Dengan tidak adanya usulan pembentukan Provinsi Kepulauan Nias di  komisi tersebut, otomatis tidak akan pada embahasan termasuk  persiapan-persiapan terkait usulan itu di DPR, khususnya Komisi II yang  membidangi masalah itu. &lt;br /&gt;
Informasi dari Ganjar tersebut, tak ayal, mengagetkan sejumlah  peserta seminar yang umumnya adalah masyarakat Pulau Nias. Juga hadir  empat bupati dan walikota beserta beberapa ketua DPRD dan sejumlah  pejabat eselon dari lima daerah otonomi di Pulau Nias tersebut.  Sementara Menteri Dalam Negeri yang semula dijadwalkan hadir sebagai  pembicara, ternyata tidak hadir.&lt;br /&gt;
Bupati Nias Sökhiatulö Laoli saat itu juga meminta BPP Badan  Persiapan Pembentukan (BPP) Provinsi Kepulauan Nias menelusuri kenapa  sampai saat ini usulan itu belum sampai juga di DPR.&lt;br /&gt;
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Gunungsitoli Sowa’a Laoli mengatakan,  proses menuju pembahasan usulan itu masih jauh. Apalagi karena sampai  saat ini tidak jelas apakah persyaratan administrasi yang dibutuhkan  kemungkinan belum terselesaikan. Di antaranya, belum adanya kajian  akademik yang menjadi salah satu bahan penting mempertimbangkan usulan  itu.&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Cuap-Cuap&lt;br /&gt;
&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Sementara itu, Bupati Nias Selatan Idealisman Dachi mengatakan, yang  perlu dilakukan saat ini adalah tindakan nyata dan tidak lagi  menghabiskan waktu dalam cuap-cuap di seminar. Kalau persyaratan  administrasi sudah diselesaikan, kata dia, maka sudah bukan waktunya  lagi untuk seminar. &lt;br /&gt;
“Tapi bekerja. Tindakan politis yang saat ini diperlukan. Bukan  cuap-cuap soal layak atau tidak layak. Kalau tidak ada tindakan politik,  lobi politik dan semacamnya, sampai kapanpun, kita tidak akan jadi  provinsi. Kita akan terus dianggap tidak memenuhi syarat. Hal itu pernah  kami lakukan saat memperjuangkan pemekaran Nias Barat, Nias Utara dan  Kota Gunungsitoli,” ujar dia di sela-sela seminar itu.&lt;br /&gt;
Sementara itu, dalam paparannya, Ketua Badan Persiapan Pembentukan  (BPP) Provinsi Kepulauan Nias Rasali Zalukhu mengatakan, Kepulauan Nias  sudah siap untuk dijadikan provinsi. Berbagai persyaratan administrasi  sebagai langkah persiapan telah dilakukan. Dimulai dari pembentukan BPP  pada 17 Pebruari 2009, menyusul deklarasi pembentukan Provinsi Kepulauan  Nias pada 2 Februari 2009 di Gunungsitoli.&lt;br /&gt;
Aspirasi masyarakat Kepulauan Nias tersebut telah disampaikan kepada  Komisi II DPR RI  pada 21 April 2010. Dan puncaknya, kata Ketua DPRD  Nias Utara itu, terbitnya keputusan DPRD Sumatera Utara bernomor No.  31/K/2011 tentang Rekomendasi Pembentukan Propinsi Kepulauan Nias  tanggal 9 Mei 2011. (&lt;strong&gt;EN&lt;/strong&gt;)&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/feeds/6236023506484248728/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/2011/10/usulan-pembentukan-provinsi-kepulauan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7554530350688978084/posts/default/6236023506484248728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7554530350688978084/posts/default/6236023506484248728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/2011/10/usulan-pembentukan-provinsi-kepulauan.html' title='Usulan Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias Belum Diterima Komisi II DPR'/><author><name>perlind hulu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12343142022467299159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4pNOyCD8703nWmyJSGfH4MobpBe14G8m4SIfU5cXDiQ0B3W8j0EXjnyLdPWPld5oOtAYiKMZ8yHyGatOnV_cypFr96U4mm8BmpmotIko8iOA5845-xHxr7ymXfA-7rQA/s220/223296_1672497460731_1486243031_1485585_1113015_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7554530350688978084.post-5261215629584509924</id><published>2011-10-17T11:29:00.000+08:00</published><updated>2011-10-17T11:29:10.292+08:00</updated><title type='text'>Galeri Gaule Ana’a Wakili Nisel Pameran di Lombok</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;h1&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div class=&quot;wp-caption alignleft&quot; id=&quot;attachment_7881&quot; style=&quot;width: 310px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://niasonline.net/nox/wp-content/uploads/2011/09/P80729781.jpg&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;size-medium wp-image-7881&quot; height=&quot;237&quot; src=&quot;http://niasonline.net/nox/wp-content/uploads/2011/09/P80729781-300x237.jpg&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;wp-caption-text&quot;&gt;Ariston Manaö Dengan Latarbelakang Sejumlah Koleksi Galeri Gaule Ana&#39;a&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;JAKARTA,  NIASONLINE – Satu lagi langkah positif pemerintah daerah Nias Selatan  (Nisel) untuk mempromosikan potensi di wilayahnya. Melalui Dinas  Pariwisata, Pemkab Nisel mengikutsertakan hasil karya himpunan pengrajin  yang tergabung dalam Galeri Gaule Ana’a pada Kementerian Pembangunan  Daerah Tertinggal (KPDT) Expo di Lombok, Nusa Tenggara Barat.&lt;span id=&quot;more-7879&quot;&gt;&lt;/span&gt; “Acaranya dibuka pada 29 September 2011 dan berlangsung sampai 2  Oktober 2011,” ujar pimpinan Galeri Gaule Ana’a Ariston Manaö kepada  Nias Online saat dihubungi dari Jakarta, Selasa (27/9/2011).&lt;br /&gt;
Sejak kemarin, Ariston yang juga kepala desa Bawömataluo tersebut  telah tiba Lombok. Dia menjelaskan, pameran itu fokus pada produk  unggulan daerah. Pameran dilaksanakan di Lapangan Tugu Mataram.&lt;br /&gt;
Adapun produk kerajinan yang dibawa ke pameran tersebut di antaranya,  berbagai ukiran kayu, konstruksi rumah adat Nias selatan dalam bentuk  knock-down dan perabot dari batang kelapa. Pihaknya juga turut membawa  berbagai brosur tentang daya tarik pariwisata dan keindahan Nias  Selatan.&lt;br /&gt;
Ditanya harapannya terkait keikusertaan pada pameran itu, Ariston  mengharapkan selain memperkenalkan pariwisata Nias Selatan kepada  pengunjung, juga agar pengalaman Lombok dalam memberdayakan pengrajin  dapat ditransfer pada pengrajin di Nias Selatan. Terutama terkait market  (pangsa pasar) dan kualitas hasil kerajinan.&lt;br /&gt;
“Lebih jauh dari itu, kita juga akan coba hubungi biro travel yang  ada di Lombok untuk mau bekerjasama dengan travel di Pulau Nias untuk  memfasilitasi turis ke sana,” jelas dia.&lt;br /&gt;
Kegiatan pameran serupa juga akan diikuti Galeri Gaule Ana’a pada 20 Oktober 2011 di Batam. (&lt;strong&gt;EN&lt;/strong&gt;)&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/feeds/5261215629584509924/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/2011/10/galeri-gaule-anaa-wakili-nisel-pameran.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7554530350688978084/posts/default/5261215629584509924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7554530350688978084/posts/default/5261215629584509924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/2011/10/galeri-gaule-anaa-wakili-nisel-pameran.html' title='Galeri Gaule Ana’a Wakili Nisel Pameran di Lombok'/><author><name>perlind hulu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12343142022467299159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4pNOyCD8703nWmyJSGfH4MobpBe14G8m4SIfU5cXDiQ0B3W8j0EXjnyLdPWPld5oOtAYiKMZ8yHyGatOnV_cypFr96U4mm8BmpmotIko8iOA5845-xHxr7ymXfA-7rQA/s220/223296_1672497460731_1486243031_1485585_1113015_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7554530350688978084.post-561449154220933015</id><published>2011-10-17T11:25:00.002+08:00</published><updated>2011-10-17T11:25:56.312+08:00</updated><title type='text'>‘Omzet’ Suap Penerimaan CPNS Capai Rp 25 Triliun Per Tahun</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;JAKARTA, NIASONLINE – ‘Bisnis’ jual beli formasi calon pegawai negeri  sipil terjadi merata di seluruh &lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Indonesia. Praktik bayar setoran agar  diluluskan menjadi PNS itu sudah menjadi kelaziman dan bisnis  menggiurkan. Nilai setoran, tidak lagi 5, 10, 20 atau 25 juta, tetapi  kini, 50 juta ke atas.&lt;span id=&quot;more-7869&quot;&gt;&lt;/span&gt; Ketua Komisi II DPR RI Taufik Effendi membenarkan hal itu. bahkan,  kata dia, dalam setahun, dana yang digunakan untuk keperluan suap untuk  masuk CPNS tersebut, mencapai Rp 25 triliun per tahun, untuk seluruh  Indonesia. &lt;br /&gt;
“Praktek perdagangan calon pegawai ini nilainya sangat besar sekitar  Rp 20 sampai Rp 25 triliun per tahun. Dan ini telah merusak sendi-sendi  moralitas pegawai aparatur sipil negara. Apalagi banyak pelamar yang  enggan melaporkan tindakan aparatur tersebut,” ungkap Taufik dalam rapat  dengar pendapat dengan Menteri Pendayagunaan Aparat Negara dan&lt;br /&gt;
Reformasi Birokrasi EE Mangindaan di Jakarta, pekan lalu.&lt;br /&gt;
Taufik menjelaskan, pihaknya mendapat laporan bahwa praktik jual beli  formasi CPNS itu dilakukan oleh oknum pegawai otoritas kepegawaian  pusat dan para pimpinan di daerah. Di tingkat pusat, formasi itu  dihargai 5-10 juta per pegawai. Tetapi di daerah, para pejabat berwenang  menaikkannya berlipat ganda hingga Rp 75-150 juta, tergantung posisi  dan jabatannya.&lt;br /&gt;
Mengatasi masalah itu, kata dia, Komisi II DPR RI akan mengubah  Undang-Undang (UU) Pokok Kepegawaian menjadi RUU Aparatur Sipil Negara  (ASN). RUU yang merupakan inisiatif DPR tersebut diharapkan bisa  mengurangi praktik perdagangan penerimaan calon pegawai negeri sipil  tersebut. &lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Di Pulau Nias, Tarifnya Berapa?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Dari berbagai informasi yang dihimpun oleh Nias Online beberapa waktu  lalu, praktik itu terjadi merata di semua daerah di Kepulauan Nias.  Nilainya, Rp 40-50 juta bahkan lebih. Tidak sedikit warga yang menjual  harta benda, tanah ataupun berutang demi ‘meluluskan’ anaknya menjadi  PNS. Bahkan, setoran itu tetap harus disediakan meski si peserta tes  CPNS sebenarnya dari sisi kemampuan akademisnya lulus murni.&lt;br /&gt;
Dari lima kepala daerah di Pulau Nias, adalah &lt;a href=&quot;http://niasonline.net/2011/02/02/idealisman-jadi-pejabat-pns-tidak-bayar/&quot;&gt;Bupati  Nias Selatan Idealisman Dachi yang terang-terangan berkomitmen  menghentikan praktik setor pada penerimaan CPNS tersebut di wilayahnya.  Praktik serupa juga akan dihentikan pada penempatan pejabat pada semua  posisi. &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Komitmen itu, kata dia, sebagian bagian dari pemberantasan korupsi  yang juga jadi salah satu janji kampanyenya akhir 2010 lalu. Dengan  tidak adanya pungutan, maka diharapkan, CPNS ataupun pejabat yang  ditempatkan pada posisinya tidak meminta pungutan kepada bawahannya atau  di posisi penempatannya.&lt;br /&gt;
Banyak pihak meragukan apakah komitmen itu benar-benar akan  terealisasi. Ada juga yang berpendapat bahwa pungutan itu tidak mungkin  dihentikan, cuma modusnya diubah. Apakah itu semua benar-benar seperti  yang dikomitmenkan, kita tunggu saja buktinya di lapangan. (&lt;strong&gt;EN&lt;/strong&gt;)&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/feeds/561449154220933015/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/2011/10/omzet-suap-penerimaan-cpns-capai-rp-25.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7554530350688978084/posts/default/561449154220933015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7554530350688978084/posts/default/561449154220933015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/2011/10/omzet-suap-penerimaan-cpns-capai-rp-25.html' title='‘Omzet’ Suap Penerimaan CPNS Capai Rp 25 Triliun Per Tahun'/><author><name>perlind hulu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12343142022467299159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4pNOyCD8703nWmyJSGfH4MobpBe14G8m4SIfU5cXDiQ0B3W8j0EXjnyLdPWPld5oOtAYiKMZ8yHyGatOnV_cypFr96U4mm8BmpmotIko8iOA5845-xHxr7ymXfA-7rQA/s220/223296_1672497460731_1486243031_1485585_1113015_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7554530350688978084.post-1630765622551374646</id><published>2011-10-17T11:19:00.002+08:00</published><updated>2011-10-17T11:19:29.587+08:00</updated><title type='text'>Yasona Laoly Ajak Masyarakat Gunung Sitoli Tingkatkan Pemahaman Terhadap Empat Pilar</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;Jakarta, ( Berita) – Anggota  MPR RI  Yasona H Laoly mengajak  masyarakat Gunung Sitoli-Nias untuk lebih &lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;meningkatkan pemahaman  terhadap empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara yang merupakan  jati diri bangsa Indonesia.&lt;span id=&quot;more-7928&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Dia mengingatkan tanpa pemahaman yang kuat terhadap Pancasila, Undang  Undang Dasar (UUD) tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia  (NKRI), serta Bhinneka Tungal Ika, maka perbedaan etnik dan daerah yang  seharusnya  sebagai potensi kekuatan bangsa, malah bisa jadi pemicu  konflik.&lt;br /&gt;
“Saya mencermati kondisi bangsa Indonesia saat ini, banyak generasi  muda yang tidak paham lagi terhadap jati diri bangsa Indonesia,” kata   wakil rakyat dari  PDI Perjuangan, daerah pemilihan Sumut II ini, saat  membuka soialisasi empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara di  Kantor Pemerintah Kota Gunung Sitoli,  Nias, Sumut,  Jumat (14/10),   yang diikuti sekitar 150 guru anggota PGRI Kota Gunung Sitoli.&lt;br /&gt;
Yasona  menjelaskan, kondisi bangsa Indonesia  yang  terdiri dari  beragam etnik,  dan  tinggal di seluruh daerah di Indonesia menjadi  potensi kekuatan bangsa. Tapi,  tanpa pemahaman yang kuat terhadap  Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tnggal Ika, dan  terjadi rasa  kedaerahan yang tinggi dan saling membanggakan daeahnya masing-masing,  maka potensi kekuatan bangsa  itu malah bisa memicu konflik.&lt;br /&gt;
Maka , menurutnya, guna meningkatkan pemahaman terhadap empat pilar  kehidupan berbangsa dan bernegara  yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan  Bhinneka Tungal Ika yag merupakan jati diri bangsa Indonesa,  MPR RI  begitu gencar  melalukan sosialisasi ke seluruh daerah di Indonesia,  mulai dari Aceh hingga Papua.&lt;br /&gt;
MPR RI,  ujar Laoly, sudah melakukan sosialisasi empat pilar  kehidupan berbangsa dan bernegara di Gunung Sitoli, di Pulau Nias, pada  periode 2004-2009 dan saat ini kembali melakukan sosialisasi yang sama  di Gunung Sitoli.&lt;br /&gt;
Menurut dia, sosialisasi tersebut dilakukan MPR dengan pola  presentasi, “training of trainer” (TOT), serta cerdas cemar empat pilar  kepada pelajar SLTA.&lt;br /&gt;
Laoli berharap, sosialisasi yang diikuti para guru  di Gunung Sitoli  ini bisa diterima dengan baik dan disampaikan dengan baik pula kepada  para siswa.&lt;br /&gt;
“Harapan saya para siswa juga bisa menerimanya dengan baik, sehingga  menjadi generasi muda paham terhadap jati diri bangsa Indonesia. Para  siswa tersebut bisa menjadi generasi muda yang menjadi obor yang  menerangi generasi muda lainnya,” katanya.&lt;br /&gt;
Soialisasi empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara  di Gunung  Sitoli ini juga dihadiri, Walikota Gunung Sitoli Martinus Lase MSP,  Kapolresta Gunung Sitoli serta Dandim Gunung Sitoli.&lt;br /&gt;
Sedangkan Anggota MPR RI yang  memberikan sosialisasi , disamping  Laoly,  yakni Sunmandjaja Rukmandis (Fraksi PKS MPR RI), Erik Satriya  Wardhana (Fraksi Hanura MPR RI), serta Dani Anwar (Kelompok DPD RI di  MPR RI).&lt;br /&gt;
Sosialisasi empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara itu diikuti sekitar 150 guru anggota PGRI Kota Gunung Sitoli.&lt;br /&gt;
Walikota Gunung Sitoli, Martinus Hase mengucapkan terima kasih kepada  anggota MPR RI yang melakukan sosialisasi empat pilar kehidupan  berbangsa dan bernegaa di Kota Gunung Sitoli.&lt;br /&gt;
Pada kesempatan tersebut, Martinus mengajak generasi muda untuk lebih  memahami nlai-nilai Pancasila untuk lebih menguatkan rasa cinta kepada  bangsa dan negara Indonesia.&lt;br /&gt;
Menurtu dia, masyarakat Gunung Sitoli terdiri dari beragam etnik sehingga memungkikan terjadi konflik antar-etinik.&lt;br /&gt;
“Melalui peningkatan nilai-nilai Pancasila, maka bisa mencegah dan meredam kemungkinan yang tidak diharapkan tersebut,” &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/feeds/1630765622551374646/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/2011/10/yasona-laoly-ajak-masyarakat-gunung.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7554530350688978084/posts/default/1630765622551374646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7554530350688978084/posts/default/1630765622551374646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/2011/10/yasona-laoly-ajak-masyarakat-gunung.html' title='Yasona Laoly Ajak Masyarakat Gunung Sitoli Tingkatkan Pemahaman Terhadap Empat Pilar'/><author><name>perlind hulu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12343142022467299159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4pNOyCD8703nWmyJSGfH4MobpBe14G8m4SIfU5cXDiQ0B3W8j0EXjnyLdPWPld5oOtAYiKMZ8yHyGatOnV_cypFr96U4mm8BmpmotIko8iOA5845-xHxr7ymXfA-7rQA/s220/223296_1672497460731_1486243031_1485585_1113015_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7554530350688978084.post-4572281782096798675</id><published>2011-10-17T11:17:00.002+08:00</published><updated>2011-10-17T11:17:59.698+08:00</updated><title type='text'>Mantan Kadinkes Nisel Dituntut Dua Tahun Penjara</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;Medan, (Analisa) – Mantan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Nias  Selatan (Nisel), Rahmat Alyakin &lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Dachi, dituntut dua tahun penjara dalam  dugaan korupsi pengadaan obat-obatan generik tahun 2007, Kamis (13/10)  di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan pada Pengadilan  Negeri (PN) Medan.&lt;span id=&quot;more-7931&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dedy Harahap dalam tuntutannya  dibacakan di hadapan majelis hakim diketuai Suhartanto, menuntut agar  menjatuhkan denda Rp50 juta subsider empat bulan kurungan. Selain itu  terdakwa juga diharuskan membayar uang pengganti kerugian negara senilai  Rp140 juta lebih subsider empat bulan kurungan.&lt;br /&gt;
Terdakwa dinyatakan terbukti bersalah dalam dakwaan subsider sehingga  melanggar Pasal 3 jo Pasal 12 UU Pemberantasan Tipikor, jo Pasal 55  ayat (1) ke-1 KUH Pidana.&lt;br /&gt;
Sebagaimana terungkap di persidangan, terdakwa selaku Kuasa Pengguna  Anggaran (KPA), diduga tidak melaksanakan tugasnya mengawasi penggunaan  anggaran dalam pengadaan obat-obatan generik tahun 2007 di Dinkes Nisel.&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Rugi Rp 2,07 M&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Atas tindakan terdakwa negara diduga menderita kerugian sebesar  Rp2,07 miliar lebih. Namun penyidik berhasil menyita aset negara  tersebut senilai Rp1,7 miliar. Sehingga terdakwa hanya dikenakan  membayar uang pengganti kerugian negara senilai Rp 140 juta lebih.&lt;br /&gt;
Pengadaan obat generik dengan nilai kontrak Rp3,7 miliar seharusnya  melalui proses lelang. Namun terdakwa bersama Pejabat Pembuat Komitmen  (PPK) dan Ketua Panitia Lelang menetapkan PT Septa Sarianda sebagai  rekanan melalui Penunjukkan Langsung (PL), dan seolah-olah sebagai  pemenang lelang.&lt;br /&gt;
Apalagi, dokumen yang diserahkan PT Septa Sarianda ternyata fiktif.  Terdakwa yang diketahui sudah sering berhubungan dengan Direktur PT  Septa Sarianda, P Damanik, juga menyusun dokumen yang diperlukan untuk  mengikuti lelang. Setelah menjadi rekanan, P Damanik memasukkan  penawaran senilai Rp3,5 miliar dari anggaran Rp3,7 miliar.&lt;br /&gt;
Selain itu, dalam pengadaan obat itu, panitia juga tidak menetapkan  daftar harga sesuai SK Menkes No:521/Menkes/SK/IV/2007 tentang Harga  Obat Generik. Akibatnya pengadaan 203 jenis obat generik itu, PT Septa  Sarianda membuat di atas harga resmi, sebagaimana ditetapkan dalam SK  Menkes itu.&lt;br /&gt;
Lalu Pemkab Nisel membayar kepada P Damanik senilai Rp3,2 miliar.  Audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumut menemukan  kerugian negara senilai Rp2,07 miliar. (dn) &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/feeds/4572281782096798675/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/2011/10/mantan-kadinkes-nisel-dituntut-dua.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7554530350688978084/posts/default/4572281782096798675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7554530350688978084/posts/default/4572281782096798675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/2011/10/mantan-kadinkes-nisel-dituntut-dua.html' title='Mantan Kadinkes Nisel Dituntut Dua Tahun Penjara'/><author><name>perlind hulu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12343142022467299159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4pNOyCD8703nWmyJSGfH4MobpBe14G8m4SIfU5cXDiQ0B3W8j0EXjnyLdPWPld5oOtAYiKMZ8yHyGatOnV_cypFr96U4mm8BmpmotIko8iOA5845-xHxr7ymXfA-7rQA/s220/223296_1672497460731_1486243031_1485585_1113015_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7554530350688978084.post-8470110126553971388</id><published>2011-10-17T10:21:00.001+08:00</published><updated>2011-10-17T10:21:48.066+08:00</updated><title type='text'>Perlindungan Hulu: DESIMEELI HULU, BA selaku Kacabdisdikbudpor Kecama...</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;http://perlindunganhulu.blogspot.com/2011/10/desimeeli-hulu-ba-selaku.html?spref=bl&quot;&gt;Perlindungan Hulu: DESIMEELI HULU, BA selaku Kacabdisdikbudpor Kecama...&lt;/a&gt;: Keluhan  segenap guru-guru dan gtt dilingkungan Cabang Dinas Pendidikan  Kecamatan Alasa Kabupaten</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/feeds/8470110126553971388/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/2011/10/perlindungan-hulu-desimeeli-hulu-ba.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7554530350688978084/posts/default/8470110126553971388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7554530350688978084/posts/default/8470110126553971388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/2011/10/perlindungan-hulu-desimeeli-hulu-ba.html' title='Perlindungan Hulu: DESIMEELI HULU, BA selaku Kacabdisdikbudpor Kecama...'/><author><name>perlind hulu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12343142022467299159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4pNOyCD8703nWmyJSGfH4MobpBe14G8m4SIfU5cXDiQ0B3W8j0EXjnyLdPWPld5oOtAYiKMZ8yHyGatOnV_cypFr96U4mm8BmpmotIko8iOA5845-xHxr7ymXfA-7rQA/s220/223296_1672497460731_1486243031_1485585_1113015_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7554530350688978084.post-3959792482192070365</id><published>2011-10-17T10:21:00.000+08:00</published><updated>2011-10-17T10:21:12.579+08:00</updated><title type='text'>DESIMEELI HULU, BA selaku Kacabdisdikbudpor Kecamatan Alasa tak bedanya seperti Bupati Nias Utara selalu menakut-nakutkan guru dan gtt katanya kakek istrinya Bupati Nias Utara EDWAR ZEGA</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0pt; margin-top: 15px;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;font_13&quot;&gt;Keluhan  segenap guru-guru dan gtt dilingkungan Cabang Dinas Pendidikan  Kecamatan Alasa Kabupaten &lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Nias Utara oleh tindakan Desimeeli Hulu, BA  selaku Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Alasa atas pemotongan  dana hak guru dan gtt. Rapel Gaji Pokok guru telah dipotongnya sebesar  10% dari jumlah penerimaan dan saya harapkan kepada rekan LSM agar hal  ini kita telusuri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa minggu yang lalu beberapa orang personil guru dan gtt diwilayah  Kecamatan Alasa yang tidak disebut namanya datang kepada saya selaku  LSM menyampaikan keluhan atas tindakan kasar dari oknum Kacabdis  Kecamatan Alasa an. DESIMEELI HULU, BA yang mana selalu menakut-nakutkan  personil guru dan gtt terutama guru-guru di SMA Negeri 1 Alasa yang  mana Ka SMA Negeri 1 Alasa dan satu orang guru bidang studi matematika  telah diancamnya untuk dipindahkan atau dipecat karena dia menganggarkan  Bupati Nias Utara EDWAR ZEGA adalah famili dekatnya, kakek dari  Istrinya FERIDA HAREFA sehingga guru-guru sangat takut kalau dipindahkan  atau dipecat, setiap kali dia memimpin rapat selalu diucapkannya  kata-kata itu dia sepertinya Bupati Nias Utara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu hal lagi keluhan guru-guru terakhir ini tentang pemotongan rapel  tunjangan beras yang mana oleh Kacabdis Desimeeli Hulu menyuruh  Bendaharanya Toloaro Hulu untuk melakukan pemotongan sebesar Rp.10.000  (sepuluh ribu rupiah) per-jiwa, maksunya : 1 Jiwa = 10ribu, 2 Jiwa =  20ribu, 3 Jiwa = 30ribu, 4 Jiwa = 40ribu, 5 Jiwa = 50ribu, bayangkan  berapa jumlah Jiwa personil pegawai guru di Kecamatan Alasa bisa  mencapai puluhan juta rupiah. Menurut keterangan Desimeeli Hulu ini dana  ini akan dibagi-bagi setengah dikasi kepada Bupati Nias Utara, sebagian  dikasi di Dinas Pendapatan sisanya administrasi mereka di Kantor untuk  dibagi kepada seluruh staf. Kepada yang berkepentingan agar menelusuri  hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya harapkan agar jangan dihapus agar kita telusuri bersama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class=&quot;font_12&quot; style=&quot;color: #006666;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;b&gt;Ref&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;: Hal ini merupakan perhatian bagi Bupati Nias Utara, apabila hal ini dibiarkan maka akan timbul audensi besar-besaran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/feeds/3959792482192070365/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/2011/10/desimeeli-hulu-ba-selaku.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7554530350688978084/posts/default/3959792482192070365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7554530350688978084/posts/default/3959792482192070365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/2011/10/desimeeli-hulu-ba-selaku.html' title='DESIMEELI HULU, BA selaku Kacabdisdikbudpor Kecamatan Alasa tak bedanya seperti Bupati Nias Utara selalu menakut-nakutkan guru dan gtt katanya kakek istrinya Bupati Nias Utara EDWAR ZEGA'/><author><name>perlind hulu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12343142022467299159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4pNOyCD8703nWmyJSGfH4MobpBe14G8m4SIfU5cXDiQ0B3W8j0EXjnyLdPWPld5oOtAYiKMZ8yHyGatOnV_cypFr96U4mm8BmpmotIko8iOA5845-xHxr7ymXfA-7rQA/s220/223296_1672497460731_1486243031_1485585_1113015_n.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7554530350688978084.post-7301191031516210746</id><published>2011-10-06T16:24:00.000+08:00</published><updated>2011-10-06T16:24:21.033+08:00</updated><title type='text'>KPK Tahan Mantan Bupati Nias Selatan</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;font_13&quot;&gt;Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan mantan  Bupati Nias Selatan, Fahuwusa Laia. Fahuwusa ditahan dalam kasus dugaan  suap kepada anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) saat Pilkada Nias  Selatan tahun 2010 lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class=&quot;font_13&quot;&gt;&quot;Hari ini kita melakukan penahanan terhadap tersangka FL selama 20 hari  ke depan demi kelancaran proses penyidikan,&quot; ujar Kabiro Humas KPK Johan  Budi di kantornya, Selasa (4/10).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fahuwusa ditahan usai menjalani pemeriksaan perdananya. Dia digiring ke Rutan Cipinang seusai diperiksa KPK pukul 16.00 WIB.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fahuwusa tidak berkomentar apapun mengenai penahanannya. Politikus  Demokrat ini langsung masuk ke mobil tahanan sambil menutupi wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fahuwusa diumumkan sebagai tersangka pada 26 April 2011. Ia dijerat  sebagai tersangka atas dugaan percobaan pemberian suap berupa uang  senilai Rp 100 juta kepada anggota KPU, Saut Hamonangan Sirait.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemberian uang dimaksudkan agar Saut selaku Koordinator Pemilukada  wilayah Sumatera Utara bisa mengikutsertakan Fahuwusa sebagai calon  bupati Nias Selatan periode 2010-2016. Sebabnya, pencalonan Fahuwusa  dalam pemilukada bupati Nias Selatan dianulir karena tidak memiliki  ijazah SMP dan SMA.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kasus dugaan suap ini dilaporkan ke KPK oleh Saut. Anggota KPU Divisi  Pengawas itu melaporkan uang dari Fahuwusa sebagai penerimaan  gratifikasi. Oleh KPK, Fahuwusa dijerat sebagai tersangka menggunakan  Pasal 5 ayat 1 dan atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.  (dtc)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/feeds/7301191031516210746/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/2011/10/kpk-tahan-mantan-bupati-nias-selatan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7554530350688978084/posts/default/7301191031516210746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7554530350688978084/posts/default/7301191031516210746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/2011/10/kpk-tahan-mantan-bupati-nias-selatan.html' title='KPK Tahan Mantan Bupati Nias Selatan'/><author><name>perlind hulu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12343142022467299159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4pNOyCD8703nWmyJSGfH4MobpBe14G8m4SIfU5cXDiQ0B3W8j0EXjnyLdPWPld5oOtAYiKMZ8yHyGatOnV_cypFr96U4mm8BmpmotIko8iOA5845-xHxr7ymXfA-7rQA/s220/223296_1672497460731_1486243031_1485585_1113015_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7554530350688978084.post-3170979295547968531</id><published>2011-09-20T09:02:00.000+08:00</published><updated>2011-09-20T09:02:58.014+08:00</updated><title type='text'>Nias Kantong Anak-anak Bergizi Buruk</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt;
v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}
&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves&gt;false&lt;/w:TrackMoves&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val=&quot;Cambria Math&quot;/&gt;    &lt;m:brkBin m:val=&quot;before&quot;/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val=&quot;--&gt;    &lt;m:smallfrac m:val=&quot;off&quot;&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val=&quot;0&quot;&gt;    &lt;m:rmargin m:val=&quot;0&quot;&gt;    &lt;m:defjc m:val=&quot;centerGroup&quot;&gt;    &lt;m:wrapindent m:val=&quot;1440&quot;&gt;    &lt;m:intlim m:val=&quot;subSup&quot;&gt;    &lt;m:narylim m:val=&quot;undOvr&quot;&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState=&quot;false&quot; DefUnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
  DefSemiHidden=&quot;true&quot; DefQFormat=&quot;false&quot; DefPriority=&quot;99&quot;
  LatentStyleCount=&quot;267&quot;&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;0&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Normal&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 7&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 8&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 9&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 7&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 8&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 9&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;35&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;caption&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;10&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Title&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;1&quot; Name=&quot;Default Paragraph Font&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;11&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtitle&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;22&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Strong&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;20&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Emphasis&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;59&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Table Grid&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Placeholder Text&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;1&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;No Spacing&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Revision&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;34&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;List Paragraph&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;29&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Quote&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;30&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Quote&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;19&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtle Emphasis&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;21&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Emphasis&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;31&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtle Reference&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;32&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Reference&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;33&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Book Title&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;37&quot; Name=&quot;Bibliography&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;TOC Heading&quot;/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;;
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-priority:99;
 mso-style-qformat:yes;
 mso-style-parent:&quot;&quot;;
 mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
 mso-para-margin-top:0cm;
 mso-para-margin-right:0cm;
 mso-para-margin-bottom:10.0pt;
 mso-para-margin-left:0cm;
 line-height:115%;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:11.0pt;
 font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;;
 mso-ascii-font-family:Calibri;
 mso-ascii-theme-font:minor-latin;
 mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
 mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
 mso-hansi-font-family:Calibri;
 mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;span&gt;&lt;img height=&quot;90&quot; src=&quot;file:///C:/DOCUME%7E1/user/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image002.jpg&quot; width=&quot;77&quot; /&gt;&lt;/span&gt;Jakarta, Kemiskinan adalah faktor utama yang memicu tingginya kasus gizi buruk di Kabupaten Nias, Sumatera Utara. Ekonomi yang lemah berdampak pada faktor lain yang memperparah gizi buruk, &lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;termasuk pengetahuan soal pentingnya gizi yang baik.&lt;br /&gt;
Data hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2011 menunjukkan, Provinsi Sumatera Utara memiliki prevalensi atau angka kejadian gizi buruk sebesar 7,8 persen dan gizi kurang 13,5 persen. Meski bukan yang tertinggi di Indonesia, angka ini cukup besar di wilayah Sumatera.&lt;br /&gt;
Dari berbagai wilayah di Provinsi Sumatera Utara, kasus gizi buruk dan gizi kurang paling banyak ditemukan di Kabupaten Nias. Selain karena sanitasi dan asupan nutrisi yang buruk, kemiskinan disebut-sebut sebagai faktor paling dominan di wilayah ini.&lt;br /&gt;
Hal itu diakui oleh dr Monica Sahertian, dokter sekaligus relawan Obor Berkat Indonesia yang merupakan pelaksana lapangan program Tango Peduli Gizi di Nias. Menurutnya, banyak faktor pemicu gizi buruk yang hampir semuanya terkait dengan faktor ekonomi.&lt;br /&gt;
“Pasien kami rata-rata berpenghasilan Rp 200-300 ribu/bulan. Faktor ini menyebabkan pengetahuan masyarakat tentang gizi, serta perilaku hidup bersih di Nias relatif rendah,” ungkap dr Monica usai peluncuran program Tango Peduli Gizi 2011 di Pejaten Village, Jakarta Selatan, Jumat (22/7/2011).&lt;br /&gt;
Menurut dr Monica, warga Nias banyak yang beranggapan makan nasi saja sudah cukup bagi anak balita. Akibatnya anak-anak jarang mendapat asupan sayur, protein baik nabati maupun hewani sehingga wajar jika banyak di antaranya yang akhirnya kurang gizi.&lt;br /&gt;
Sebagai solusi jangka pendek, dr Monica mengatakan program Pemberian Makanan tambahan (PMT) selama 3-4 bulan seperti yang dilakukan dalam Tango Peduli Gizi ini cukup efektif. Namun program semacam itu harus terus menerus, karena jika dihentikan maka dalam beberapa bulan status gizinya akan kembali seperti semula.&lt;br /&gt;
Untuk memberikan solusi jangka panjang, masyarakat juga harus mendapat penyuluhan mengenai pentingnya gizi dan cara mengolah makanan yang benar. Demikian juga soal kebersihan, sanitasi yang baik harus diupayakan sesuai dengan kemampuan ekonominya.&lt;br /&gt;
“Rumah-rumah warga di Nias banyak yang tidak sehat, ukurannya cuma 3×3 meter untuk dihuni satu keluarga yang terdiri dari 4-5 orang. Alasnya masih tanah dan sanitasinya buruk karena memang tidak mampu membuat rumah yang lebih bagus” ungkap dr Monica.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/feeds/3170979295547968531/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/2011/09/nias-kantong-anak-anak-bergizi-buruk.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7554530350688978084/posts/default/3170979295547968531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7554530350688978084/posts/default/3170979295547968531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/2011/09/nias-kantong-anak-anak-bergizi-buruk.html' title='Nias Kantong Anak-anak Bergizi Buruk'/><author><name>perlind hulu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12343142022467299159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4pNOyCD8703nWmyJSGfH4MobpBe14G8m4SIfU5cXDiQ0B3W8j0EXjnyLdPWPld5oOtAYiKMZ8yHyGatOnV_cypFr96U4mm8BmpmotIko8iOA5845-xHxr7ymXfA-7rQA/s220/223296_1672497460731_1486243031_1485585_1113015_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7554530350688978084.post-8362952411281416703</id><published>2011-09-19T09:00:00.002+08:00</published><updated>2011-09-19T09:00:59.275+08:00</updated><title type='text'>Nias Island</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt; &lt;div class=&quot;post-header&quot;&gt;  &lt;/div&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlAr06rcR6L2P-TGoOqrlXveZQzItthr9RSGUuHYysWhoZgTt8loc4gSwM3dmuNG5vU8e0q3lw6Jh3YwVlUFKUVyetwEGlntquYETvBgFfsmB47ebMshSxsbKedIGxAP6Efwse7eRHZhid/s1600/images.jpeg&quot; onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5499078635626325442&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlAr06rcR6L2P-TGoOqrlXveZQzItthr9RSGUuHYysWhoZgTt8loc4gSwM3dmuNG5vU8e0q3lw6Jh3YwVlUFKUVyetwEGlntquYETvBgFfsmB47ebMshSxsbKedIGxAP6Efwse7eRHZhid/s320/images.jpeg&quot; style=&quot;cursor: pointer; float: left; height: 190px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 266px;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Nias&lt;/b&gt;  (&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Nias&quot; title=&quot;Bahasa Nias&quot;&gt;bahasa  Nias&lt;/a&gt; &lt;i&gt;Tano Niha&lt;/i&gt;) adalah sebuah &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Pulau&quot; title=&quot;Pulau&quot;&gt;pulau&lt;/a&gt; yang  terletak di sebelah barat pulau &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Sumatera&quot; title=&quot;Sumatera&quot;&gt;Sumatera&lt;/a&gt;,  &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia&quot; title=&quot;Indonesia&quot;&gt;Indonesia&lt;/a&gt;.  Pulau ini dihuni oleh mayoritas &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Nias&quot; title=&quot;Suku Nias&quot;&gt;suku  Nias&lt;/a&gt; (Ono Niha) yang masih memiliki &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya&quot; title=&quot;Budaya&quot;&gt;budaya&lt;/a&gt;  megalitik. Daerah ini merupakan obyek wisata penting seperti selancar  (surfing), rumah tradisional, penyelaman, lompat batu.  &lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Pulau dengan  luas wilayah 5.625 km² ini berpenduduk 700.000 jiwa. Nias saat ini telah  dimekarkan menjadi empat kabupaten dan 1 kota, yaitu Kabupaten Nias,  Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Nias Barat, Kabupaten Nias Utara, dan  Kota Gunungsitoli.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Bahasa Nias&lt;/b&gt;, atau &lt;i&gt;&lt;b&gt;Li Niha&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;  dalam bahasa aslinya, adalah &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa&quot; title=&quot;Bahasa&quot;&gt;bahasa&lt;/a&gt;  yang dipergunakan oleh penduduk di &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Nias&quot; title=&quot;Pulau Nias&quot;&gt;Pulau  Nias&lt;/a&gt;. Bahasa ini merupakan salah satu bahasa di dunia yang masih  belum diketahui persis dari mana asalnya.&lt;br /&gt;
Bahasa Nias merupakan  salah satu bahasa dunia yang masih bertahan hingga sekarang dengan  jumlah pemakai aktif sekitar setengah juta orang. Bahasa ini dapat  dikategorikan sebagai bahasa yang unik karena merupakan satu-satunya  bahasa di dunia yang setiap akhiran katanya berakhiran huruf  vokal.Bahasa Nias mengenal enam huruf vokal, yaitu a,e,i,u,o dan  ditambah dengan ö (dibaca dengan &quot;e&quot; seperti dalam penyebutan &quot;enam&quot; ).&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Suku  Nias&lt;/b&gt; adalah kelompok &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat&quot; title=&quot;Masyarakat&quot;&gt;masyarakat&lt;/a&gt;  yang hidup di &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Nias&quot; title=&quot;Pulau Nias&quot;&gt;pulau Nias&lt;/a&gt;. Dalam bahasa aslinya, orang Nias  menamakan diri mereka &quot;Ono Niha&quot; (Ono = anak/keturunan; Niha = manusia)  dan pulau Nias sebagai &quot;Tanö Niha&quot; (Tanö = tanah).&lt;br /&gt;
Suku Nias  adalah masyarakat yang hidup dalam lingkungan adat dan kebudayaan yang  masih tinggi. Hukum adat Nias secara umum disebut &lt;b&gt;fondrakö&lt;/b&gt; yang  mengatur segala segi kehidupan mulai dari kelahiran sampai kematian.  Masyarakat Nias kuno hidup dalam budaya megalitik dibuktikan oleh  peninggalan sejarah berupa ukiran pada batu-batu besar yang masih  ditemukan di wilayah pedalaman pulau ini sampai sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kasta&lt;/b&gt;  : Suku Nias mengenal sistem kasta(12 tingkatan Kasta). Dimana tingkatan  kasta yang tertinggi adalah &quot;&lt;b&gt;Balugu&quot;&lt;/b&gt;. Untuk mencapai tingkatan  ini seseorang harus mampu melakukan pesta besar dengan mengundang ribuan  orang dan menyembelih ribuan ekor ternak babi selama berhari-hari.&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Asal_Usul&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;Rumah  Adat Nias&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: 85%;&quot;&gt;                                                             &lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;Salah  satu bu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6REB4kl0JzknHb-RxoXMA4WmvF1XlOxTm9Y3boxUy8Xmjz_LiOdoHxB4zZQaBP3tSU0XrVGDF-nOWSCcR4RUnPUAbPImqFkQg8v3TDuZ2pv9i8Y5AMLdhxaorUtewt61OHcBlWSNWxnoS/s1600/DSC00624.jpg&quot; onblur=&quot;try 
{parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5499081809164264610&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6REB4kl0JzknHb-RxoXMA4WmvF1XlOxTm9Y3boxUy8Xmjz_LiOdoHxB4zZQaBP3tSU0XrVGDF-nOWSCcR4RUnPUAbPImqFkQg8v3TDuZ2pv9i8Y5AMLdhxaorUtewt61OHcBlWSNWxnoS/s320/DSC00624.jpg&quot; style=&quot;cursor: pointer; float: left; height: 320px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 240px;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: 100%;&quot;&gt;kti material kejayaan k&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: 100%;&quot;&gt;ultur para leluhur  masyarakat Nias adalah rumah &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: 100%;&quot;&gt;ada&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: 100%;&quot;&gt;t &lt;em&gt;‘Omo hada’ &lt;/em&gt;atau &lt;em&gt;‘Omo &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;em&gt;Niha’&lt;/em&gt; dengan  berbagai tipe yang masih&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: 100%;&quot;&gt; bisa kita lihat sampai sekarang ini. Keindahan dan  keagungan arsitektur rumah adat Nias te&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: 100%;&quot;&gt;lah menarik minat para peneliti luar negeri u&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: 100%;&quot;&gt;ntuk mengetahui lebih  dalam bagaimana konstruksi rumah-rumah tersebu&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: 100%;&quot;&gt;t. Rumah adat Nias memiliki  filosofi dan merupakan simbol untuk menya&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: 100%;&quot;&gt;-mpaikan berbagai pesan  moral kepada generasi ke genera&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; font-size: 100%;&quot;&gt;si. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/h3&gt;&lt;h3&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/h3&gt;&lt;h3&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/h3&gt;&lt;h3&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/h3&gt;&lt;h3&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9zXSJaufqYnECKVQmlBR8LuHtuEdsBVbmAwMs9APLWG9qTqYHk4ryMishyphenhyphen-8EjnVRnQJGOGve6evlUGRtrUfvMPITTW5fX-QE7vicHko5HF0cpXtEjP_BCBXJ0Lk_Tkzdf0ClVHy5253u/s1600/pantai-sorake3.jpg&quot; onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5499086370788958402&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9zXSJaufqYnECKVQmlBR8LuHtuEdsBVbmAwMs9APLWG9qTqYHk4ryMishyphenhyphen-8EjnVRnQJGOGve6evlUGRtrUfvMPITTW5fX-QE7vicHko5HF0cpXtEjP_BCBXJ0Lk_Tkzdf0ClVHy5253u/s320/pantai-sorake3.jpg&quot; style=&quot;cursor: pointer; float: left; height: 148px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 200px;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3&gt;Tempat  Pariwisata Nias Island&lt;/h3&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Di Pantai  Sorake dan Lagundri-letaknya di Teluk Dalam Nias Selatan&lt;br /&gt;
&quot; Pantai ini  merupakan tujuan wisatawan asing maupun lokal untuk berseancar karena  ombak yang indah dan besar membuat turis asing maupun lokal selalu  mengunjungi pantai ini..&quot;&lt;br /&gt;
Lompat Batu - Desa bawomataluo - Nias  Selatan&lt;br /&gt;
&quot; lompat batu nias merupakan peninggalan leluhur kepada  masyarakat dan desa ini merupakan kunjungan setiap turis karena keunikan  lompat batu nias membuat turis asing maupun lokal penasaran akan  keunikan desa ini.. setiap melakukan lompatbatu...&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Pulau Asu - Nias  Barat&lt;br /&gt;
&quot;Pantai Merah - Kec. Afulu Nias Utara.&lt;br /&gt;
dan banyak lgi  pesona alam lainnya dan juga tempat untuk di kunjungi..&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Mitologi&quot;&gt;Mitologi&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;thumb tright&quot;&gt; &lt;div class=&quot;thumbinner&quot; style=&quot;width: 222px;&quot;&gt;&lt;a class=&quot;image&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Tari_Perang_Nias_3.jpg&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;thumbimage&quot; height=&quot;165&quot; src=&quot;http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/d2/Tari_Perang_Nias_3.jpg/220px-Tari_Perang_Nias_3.jpg&quot; width=&quot;220&quot; /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div class=&quot;thumbcaption&quot;&gt; &lt;div class=&quot;magnify&quot;&gt;&lt;a class=&quot;internal&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Tari_Perang_Nias_3.jpg&quot; title=&quot;Perbesar&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Tari Perang&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Menurut masyarakat Nias, salah satu mitos asal usul suku Nias  berasal dari sebuah pohon kehidupan yang disebut &quot;Sigaru Tora`a&quot; yang  terletak di sebuah tempat yang bernama &quot;Tetehöli Ana&#39;a&quot;. Menurut mitos  tersebut di atas mengatakan kedatangan manusia pertama ke Pulau Nias  dimulai pada zaman Raja Sirao yang memiliki 9 orang Putra yang disuruh  keluar dari Tetehöli Ana&#39;a karena memperebutkan Takhta Sirao. Ke 9 Putra  itulah yang dianggap menjadi orang-orang pertama yang menginjakkan kaki  di Pulau Nias.&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Nias saat ini telah  dimekarkan menjadi empat kabupaten dan 1 kota, yaitu Kabupaten Nias,  Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Nias Barat, Kabupaten Nias Utara, dan  Kota Gunungsitoli.&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;color: #3333ff;&quot;&gt;Kabupaten  Nias&lt;/b&gt; adalah salah satu kabupaten di &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Sumatra_Utara&quot; title=&quot;Sumatra Utara&quot;&gt;Sumatra Utara&lt;/a&gt; yang terletak di pulau &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Nias&quot; title=&quot;Pulau Nias&quot;&gt;Nias&lt;/a&gt;.  Ibukotanya &lt;b&gt;Gunungsitoli&lt;/b&gt; dapat ditempuh dengan perjalanan laut  dari Sibolga selama 10 jam, atau dengan perjalanan udara dari Medan  selama 1 jam menggunakan pesawat SMAC (Fokker F-50) dan Merpati (CN  235), Riau Air lines dan Wings Air.&lt;br /&gt;
Dalam bahasa daerah Nias,  Pulau Nias disebut dengan istilah &lt;i&gt;Tano Niha&lt;/i&gt;. Penghasilan utama  penduduknya sebagian besar masih mengandalkan dari hasil pertanian. Luas  lahan potensial mencapai 81.389 hektar yang terdiri dari sawah 22.486  hektar dan lahan kering 58.903 hektar. Namum, potensi yang dimiliki itu  belum memberikan hasil maksimal untuk mampu mencapai swasembada pangan.  Terbukti, kabupaten ini pada tahun &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/1999&quot; title=&quot;1999&quot;&gt;1999&lt;/a&gt; masih  mendatangkan beras dari luar daerah sebanyak 22.323 ton. Tak jauh  berbeda pula dengan keadaan hasil perkebunan. Keadaan alam Nias yang  subur sangat cocok untuk budi daya tanaman &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Karet&quot; title=&quot;Karet&quot;&gt;karet&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Kelapa&quot; title=&quot;Kelapa&quot;&gt;kelapa&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Kopi&quot; title=&quot;Kopi&quot;&gt;kopi&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Cengkeh&quot; title=&quot;Cengkeh&quot;&gt;cengkeh&lt;/a&gt;  dan &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Nilam&quot; title=&quot;Nilam&quot;&gt;nilam&lt;/a&gt;.  Karet dan kopra menjadi andalan utama hasil perkebunan. Produksi karet  pada 1999 mencapai 13.624 ton, dan kopra 42.230 ton&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h2 style=&quot;color: #3333ff; font-family: arial; font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Kecamatan_di_Kabupaten_Nias&quot;&gt;Kecamatan di  Kabupaten Nias&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Bawolato,_Nias&quot; title=&quot;Bawolato, 
Nias&quot;&gt;Bawolato&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Botomuzoi,_Nias&quot; title=&quot;Botomuzoi, 
Nias&quot;&gt;Botomuzoi&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Gido,_Nias&quot; title=&quot;Gido, Nias&quot;&gt;Gido&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Hili_Serangkai,_Nias&quot; title=&quot;Hili 
Serangkai, Nias&quot;&gt;Hili Serangkai&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Hiliduho,_Nias&quot; title=&quot;Hiliduho, 
Nias&quot;&gt;Hiliduho&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Idanogawo,_Nias&quot; title=&quot;Idanogawo, 
Nias&quot;&gt;Idanogawo&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Ma%27u,_Nias&quot; title=&quot;Ma&#39;u, Nias&quot;&gt;Ma&#39;u&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Somolo-molo,_Nias&quot; title=&quot;Somolo-molo, Nias&quot;&gt;Somolo-molo&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Ulugawo,_Nias&quot; title=&quot;Ulugawo, Nias&quot;&gt;Ulugawo&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;h3&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Pembentukan_Kabupaten_Nias_Utara&quot;&gt; &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Nias_Utara&quot; title=&quot;Kabupaten Nias Utara&quot;&gt;Kabupaten Nias Utara&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;Dengan  disahkannya Undang-Undang RI Nomor 45 Tahun 2008 tentang Pembentukan  Kabupaten Nias Utara di Provinsi &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Sumatera_Utara&quot; title=&quot;Sumatera 
Utara&quot;&gt;Sumatera Utara&lt;/a&gt;, maka sebagian bekas kecamatan di Kabupaten  Nias menjadi berada di wilayah hukum Kabupaten Nias Utara, yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Afulu,_Nias_Utara&quot; title=&quot;Afulu, 
Nias Utara&quot;&gt;Afulu&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Alasa,_Nias_Utara&quot; title=&quot;Alasa, Nias
 Utara&quot;&gt;Alasa&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Alasa_Talumuzoi,_Nias_Utara&quot; title=&quot;Alasa Talumuzoi, Nias Utara&quot;&gt;Alasa Talumuzoi&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Lahewa,_Nias_Utara&quot; title=&quot;Lahewa, 
Nias Utara&quot;&gt;Lahewa&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Lahewa_Timur,_Nias_Utara&quot; title=&quot;Lahewa Timur, Nias Utara&quot;&gt;Lahewa Timur&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Lotu,_Nias_Utara&quot; title=&quot;Lotu, Nias 
Utara&quot;&gt;Lotu&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Namohalu_Esiwa,_Nias_Utara&quot; title=&quot;Namohalu Esiwa, Nias Utara&quot;&gt;Namohalu Esiwa&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Sawo,_Nias_Utara&quot; title=&quot;Sawo, Nias 
Utara&quot;&gt;Sawo&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Sitolu_Ori,_Nias_Utara&quot; title=&quot;Sitolu
 Ori, Nias Utara&quot;&gt;Sitolu Ori&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Tugala_Oyo,_Nias_Utara&quot; title=&quot;Tugala
 Oyo, Nias Utara&quot;&gt;Tugala Oyo&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Tuhemberua,_Nias_Utara&quot; title=&quot;Tuhemberua, Nias Utara&quot;&gt;Tuhemberu&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;font-family: arial;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Pembentukan_Kabupaten_Nias_Barat&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Nias_Barat&quot; title=&quot;Kabupaten Nias Barat&quot;&gt;Kabupaten Nias Barat&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;Dengan  disahkannya Undang-Undang RI Nomor 46 Tahun 2008 tentang Pembentukan  Kabupaten Nias Barat di Provinsi &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Sumatera_Utara&quot; title=&quot;Sumatera 
Utara&quot;&gt;Sumatera Utara&lt;/a&gt;, maka sebagian bekas kecamatan di Kabupaten  Nias menjadi berada di wilayah hukum Kabupaten Nias Barat, yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Lahomi,_Nias_Barat&quot; title=&quot;Lahomi, 
Nias Barat&quot;&gt;Lahomi&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Lolofitu_Moi,_Nias_Barat&quot; title=&quot;Lolofitu Moi, Nias Barat&quot;&gt;Lolofitu Moi&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Mandrehe,_Nias_Barat&quot; title=&quot;Mandrehe, Nias Barat&quot;&gt;Mandrehe&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Mandrehe_Barat,_Nias_Barat&quot; title=&quot;Mandrehe Barat, Nias Barat&quot;&gt;Mandrehe Barat&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Mandrehe_Utara,_Nias_Barat&quot; title=&quot;Mandrehe Utara, Nias Barat&quot;&gt;Mandrehe Utara&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Moro%27o,_Nias_Barat&quot; title=&quot;Moro&#39;o, 
Nias Barat&quot;&gt;Moro&#39;o&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Sirombu,_Nias_Barat&quot; title=&quot;Sirombu, 
Nias Barat&quot;&gt;Sirombu&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Ulu_Moro%27o,_Nias_Barat&quot; title=&quot;Ulu 
Moro&#39;o, Nias Barat&quot;&gt;Ulu Moro&#39;o&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 180%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #3333ff;&quot;&gt;Kota Madya Gunungsitoli&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Dengan  disahkannya Undang-Undang RI Nomor 47 Tahun 2008 tentang Pembentukan  Kota Gunung Sitoli di Provinsi &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Sumatera_Utara&quot; title=&quot;Sumatera 
Utara&quot;&gt;Sumatera Utara&lt;/a&gt;, maka sebagian bekas kecamatan di Kabupaten  Nias menjadi berada di wilayah hukum Kota Gunung Sitoli, yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Sitoli,_Gunung_Sitoli&quot; title=&quot;Gunung Sitoli, Gunung Sitoli&quot;&gt;Gunung Sitoli&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Sitoli_Alo%27oa,_Gunung_Sitoli&quot; title=&quot;Gunung Sitoli Alo&#39;oa, Gunung Sitoli&quot;&gt;Gunung  Sitoli Alo&#39;oa&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Sitoli_Barat,_Gunung_Sitoli&quot; title=&quot;Gunung Sitoli Barat, Gunung Sitoli&quot;&gt;Gunung  Sitoli Barat&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Sitoli_Idanoi,_Gunung_Sitoli&quot; title=&quot;Gunung Sitoli Idanoi, Gunung Sitoli&quot;&gt;Gunung  Sitoli Idanoi&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Sitoli_Selatan,_Gunung_Sitoli&quot; title=&quot;Gunung Sitoli Selatan, Gunung Sitoli&quot;&gt;Gunung  Sitoli Selatan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Sitoli_Utara,_Gunung_Sitoli&quot; title=&quot;Gunung Sitoli Utara, Gunung Sitoli&quot;&gt;Gunung  Sitoli Utara&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/feeds/8362952411281416703/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/2011/09/nias-island.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7554530350688978084/posts/default/8362952411281416703'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7554530350688978084/posts/default/8362952411281416703'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/2011/09/nias-island.html' title='Nias Island'/><author><name>perlind hulu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12343142022467299159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4pNOyCD8703nWmyJSGfH4MobpBe14G8m4SIfU5cXDiQ0B3W8j0EXjnyLdPWPld5oOtAYiKMZ8yHyGatOnV_cypFr96U4mm8BmpmotIko8iOA5845-xHxr7ymXfA-7rQA/s220/223296_1672497460731_1486243031_1485585_1113015_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlAr06rcR6L2P-TGoOqrlXveZQzItthr9RSGUuHYysWhoZgTt8loc4gSwM3dmuNG5vU8e0q3lw6Jh3YwVlUFKUVyetwEGlntquYETvBgFfsmB47ebMshSxsbKedIGxAP6Efwse7eRHZhid/s72-c/images.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7554530350688978084.post-3915505821011407220</id><published>2011-09-19T08:56:00.000+08:00</published><updated>2011-09-19T08:56:47.930+08:00</updated><title type='text'>Luaha Ndroi Waterfall  (Air Terjun Luaha Ndroi, Nias)</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div class=&quot;wp-caption alignleft&quot; id=&quot;attachment_859&quot; style=&quot;width: 310px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.indotourandtravel.com/2011/08/12/luaha-ndroi-waterfall-which-continues-to-rumble-air-terjun-luaha-ndroi-nias/luaha-ndroi-waterfall-nias-north-sumatera-indonesia/&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Luaha Ndroi Waterfall, Nias, North Sumatera, Indonesia&quot; class=&quot;size-medium wp-image-859&quot; height=&quot;138&quot; src=&quot;http://www.indotourandtravel.com/wp-content/uploads/2011/08/Luaha-Ndroi-Waterfall-Nias-North-Sumatera-Indonesia-300x208.jpg&quot; title=&quot;Luaha Ndroi Waterfall, Nias, 
North Sumatera, Indonesia&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;wp-caption-text&quot;&gt;Luaha Ndroi  Waterfall, Nias, North Sumatera, Indonesia (Click image to view large  size)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Luaha Ndroi Waterfall located in the  Village Fulölö, District Alasa, Luaha Ndroi Waterfall is one of the  tourist sites you must visit when visiting the North Nias Regency.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Although not as popular tourist  attraction Bawomataluo in South Nias Regency or Pulau Asu in West Nias  Regency Luaha Ndroi WaterFalls keep its own uniqueness. Where,  waterfalls who has not been widely known to exist, has several levels  like stairs. Each level has the pool as deep as 50 centimeters up to 5  meters.&lt;span id=&quot;more-858&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;From the city of Gunungsitoli, tourist  sites Luaha Ndroi Waterfall is within approximately 1.5 hours drive  using motor vehicle two or four wheels. Before traveling, you should  prepare lunch and change of clothes, because around the waterfall there  are no stalls. While the clothes are needed for those who are tempted to  enjoy a soak in one of the pools of Luaha Ndroi Waterfall.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Arriving in the village of Fulölö, about  1 kilometer from the welcome monument, you will find the intersection  to the waterfall. For motorcyclists do not have to worry about finding a  parking place, because the locals will offer daycare yard into a  motorcycle. As for visitors who use four-wheeled vehicles, can park on  the side of the road.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;After parking the vehicle, the journey  continued to the location on foot as far as 2 Km, past the path that can  not be passed by vehicle. Walk as far as 2 kilometers takes about 15  minutes which is quite strenuous, irreplaceable time until the site.  Rumbling waterfalls and chirping birds that emit various sounds, making  every visitor feel the atmosphere of peace, especially after struggling  with the busyness of everyday life.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;If lucky, around waterfalls, you’ll see  hordes of yellow butterflies, the&lt;br /&gt;
numbers in the thousands. in the vicinity of the waterfall there is no  public toilet facilities, so visitors had to ride the toilet at home  residents&lt;br /&gt;
when returning from the site.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Meanwhile, the social life of local  residents look very simple. The majority of residents worked as rubber  and cocoa farmers, while others are civil servants in public health  centers, schools and district offices.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;North Nias District Government’s  seriousness to enter the tourism development program at one of the  regional development policy, vision and mission of the regent and deputy  regent, is expected to increase income residents in the surrounding of  attractions place.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Location :&lt;br /&gt;
Luaha Ndroi Waterfall located in the Village Fulölö, District Alasa,  North Nias Regency. From the city of Gunungsitoli, tourist sites Luaha  Ndroi Waterfall is within approximately 1.5 hours drive using motor  vehicle two or four wheels.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/feeds/3915505821011407220/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/2011/09/luaha-ndroi-waterfall-air-terjun-luaha.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7554530350688978084/posts/default/3915505821011407220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7554530350688978084/posts/default/3915505821011407220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/2011/09/luaha-ndroi-waterfall-air-terjun-luaha.html' title='Luaha Ndroi Waterfall  (Air Terjun Luaha Ndroi, Nias)'/><author><name>perlind hulu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12343142022467299159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4pNOyCD8703nWmyJSGfH4MobpBe14G8m4SIfU5cXDiQ0B3W8j0EXjnyLdPWPld5oOtAYiKMZ8yHyGatOnV_cypFr96U4mm8BmpmotIko8iOA5845-xHxr7ymXfA-7rQA/s220/223296_1672497460731_1486243031_1485585_1113015_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7554530350688978084.post-1597140921344508496</id><published>2011-09-19T08:51:00.000+08:00</published><updated>2011-09-19T08:51:30.094+08:00</updated><title type='text'>Nias Di Ujung Senja.</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;Tiga  bocah berlarian di tepi pantai mengejar ban bekas yang mereka  gelindingkan. Bayangnya terpantul di genangan air laut kala sinar  lembayung membingkai sore itu,Perpaduan warna langit,  &lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;ombak laut, pasir, dan aktivitas warga menjadi panorama yang begitu  indah memancing siapa saja untuk berlama-lama tinggal.&lt;br /&gt;
Tak jauh  dari anak-anak itu, seorang pelancong penuh konsentrasi memperagakan  gerakan-gerakan yoga. Angin laut yang segar amat membantunya  menghilangkan lelah setelah perjalanan jauh.&lt;br /&gt;
Itulah sekelumit  keindahan Pantai Moale, Nias Selatan. Pantai Moale adalah satu dari 14  pantai indah di pulau Nias. Pantai ini memiliki garis pantai yang lurus  dan panjang. Bagi para pelancong, titik ini menjadi obyek yang wajib  dikunjungi. Jaraknya sekitar dua jam perjalanan darat dari Teluk Dalam,  ibu kota Kabupaten Nias Selatan, atau sekitar tiga jam perjalanan dari  Gunung Sitoli, Nias Induk. Di pantai ini berdiri kafe dan beberapa gubuk  kecil berkapasitas enam sampai delapan orang untuk sekadar duduk-duduk  menikmati indahnya laut.&lt;br /&gt;
”Pantai Sorake di Nias Selatan juga bagus  banget saat matahari terbit. Di bulan Juni-Juli banyak turis bertandang  untuk berselancar,” ujar Darman, sopir yang membawa&lt;em&gt; Kompas&lt;/em&gt;  keliling Nias. Sayang, &lt;em&gt;Kompas&lt;/em&gt; tidak sempat mampir ke pantai  lantaran hujan lebat.&lt;br /&gt;
Pantai di Nias Barat pun tak kalah menggoda.  Persisnya di Desa/Kecamatan Sirombu, Nias Barat. Di sore hari,  pelancong bisa menikmati para penggembala menggiring sapi untuk pulang  melewati pantai. Pemandangan itu begitu unik ketika sapi-sapi itu  berlarian berarak di atas pasir pantai, sementara suara deru  kaki-kakinya beradu dengan bunyi ombak laut yang tiada henti menepi.&lt;br /&gt;
Di  desa ini berdiri pelabuhan yang pemandangannya begitu indah karena  sekitar satu mil dari pelabuhan terdapat pulau-pulau kecil seperti Pulau  Asu dan Pulau Bawa. Ombak di pulau ini dulu mencapai tujuh sampai 10  meter sehingga banyak peselancar memacu andrenalinnya di sana. Keindahan  alam bawah lautnya pun memesona untuk para penyelam.&lt;br /&gt;
”Sekarang  sudah jarang peselancar bermain di sini. Akibat tsunami, ombaknya tidak  sebesar dulu lagi,” kata seorang pemilik warung di Sirombu.&lt;br /&gt;
Sekadar  catatan, desa Sirombu mengalami kerusakan paling parah ketika tsunami  menghantam Nias pada akhir Desember 2004. Puing-puing bangunan di pantai  Sirombu mampu ”memberi” kabar betapa dahsyatnya daya rusak tsunami dan  betapa berat penderitaan warga kala itu. Saat itu tercatat 850 korban  meninggal dan 35.000 rumah hancur dan rusak. Sebagian besar terdapat di  Sirombu.&lt;br /&gt;
Masih ingin menjelajah pantai? Cobalah berkunjung ke  Afulu di Nias Utara. Selain terdapat pantai pasir putih, pantai ini juga  menyajikan keindahan pasir merah. Masyarakat Nias Utara menyimpan  cerita tentang naga raksasa jahat yang tewas di tangan seorang pendekar  sakti. Darah naga mengalir dan menyebabkan sepanjang pantai berwarna  merah. ”Itu yang diyakini warga,” kata Elisman Nazara, warga Nias Utara.&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Wisata  budaya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Bila bosan menikmati keindahan alam, pelancong  bisa menikmati wisata budaya Nias yang masih sangat kental, terutama di  Nias Selatan. Desa-desa adat, situs-situs megalitikum (batu besar),  serta cerita yang melingkupinya amat menarik. Tanpa mengunjungi  tempat-tempat tersebut, cerita mengenai keagungan megalitikum atau  keunikan desa-desa adat terasa hambar.&lt;br /&gt;
Cobalah kunjungi situs  megalitikum di Desa Lahusa Idano Tae, Kecamatan Gomo. Batu-batu ukuran  raksasa itu merekam sejarah kebudayaan bagaimana para pendahulu warga  Nias berperilaku. Nilai-nilai luhur dan kearifan lokal terekam abadi di  antara batu-batu andesit itu. ”Batu-batu itu menjadi saksi bagaimana  pendahulu kami berupaya dan berjuang demi martabat,” kata Atoli alias  Ama Gustav, pemuka adat di Desa Lahusa Idano Tae.&lt;br /&gt;
Menyaksikan batu  yang beratnya berton-ton dengan ketinggian hingga 1,5 meter itu,  terbayang bagaimana suku Nias mengukir, menata, dan mengangkatnya. ”Saya  sendiri masih belum bisa membayangkannya,” kata Ama Gustav yang  dipercaya sebagai generasi ke-11 dari generasi pertama suku Nias.&lt;br /&gt;
Sayangnya,  situs megalit di Lahusa Idano Tae yang diagungkan warga itu tidak  terawat sehingga tidak menarik secara visual. Berbeda dengan megalit di  desa Orahili Fau dan Bawomataluo, Kecamatan teluk Dalam. Batu-batu itu  begitu terawat dan masih dimanfaatkan warga untuk sekadar duduk-duduk  atau untuk upacara adat.&lt;br /&gt;
Hampir di halaman setiap rumah terdapat  batu besar sepanjang 1,5 meter, lebar 1 meter, tebal 20 sentimeter.  Beberapa ukurannya sedikit lebih kecil. Peninggalan leluhur Nias berupa  megalit itu terdapat pula di Desa Ulayama, Kecamatan Lolowa’u, dan  Onolimbu, Nias Barat.&lt;br /&gt;
Khusus di desa Bawomataluo, pelancong bisa  menikmati sajian Tari Perang (Baluse) dan lompat batu (hombo batu), dua  tradisi Nias yang amat terkenal itu. Dua tradisi ini sekarang kerap  diperagakan khusus untuk menjamu para pelancong, tentu tidak gratis.  ”Untuk peragaan tari perang biasanya kami minta tarif Rp 5 juta sampai  Rp 10 juta. Dana ini untuk para pemain yang jumlahnya mencapai 50  orang,” kata Hikayat Manao, tokoh masyarakat Nias.&lt;br /&gt;
Daya tarik  budaya dan keindahan alam Nias seolah tiada habisnya meskipun pernah  dikoyak tsunami. Dari ujung utara sampai ujung selatan Nias menyajikan  keindahan yang sulit ditemukan di tempat lain. Sayangnya, infrastruktur  dan fasilitas lain kurang mendukung keindahan itu. Jika pemerintah  serius memerhatikan Nias, tentu potensi-potensi itu bisa menjadi sumber  kesejahteraan dan kemajuan warga Nias.         &lt;br /&gt;
&lt;!--Tools --&gt;         &lt;!--SUMBER--&gt;&lt;!-- E: forum --&gt;                      &lt;!--FOOTER : datanya harap disesuaikan saja dengan update footer yg terakhir --&gt;      &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/feeds/1597140921344508496/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/2011/09/nias-di-ujung-senja.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7554530350688978084/posts/default/1597140921344508496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7554530350688978084/posts/default/1597140921344508496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/2011/09/nias-di-ujung-senja.html' title='Nias Di Ujung Senja.'/><author><name>perlind hulu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12343142022467299159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4pNOyCD8703nWmyJSGfH4MobpBe14G8m4SIfU5cXDiQ0B3W8j0EXjnyLdPWPld5oOtAYiKMZ8yHyGatOnV_cypFr96U4mm8BmpmotIko8iOA5845-xHxr7ymXfA-7rQA/s220/223296_1672497460731_1486243031_1485585_1113015_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7554530350688978084.post-334052855893495874</id><published>2011-09-15T12:10:00.000+08:00</published><updated>2011-09-15T12:10:04.542+08:00</updated><title type='text'>Tak Mampu Beli Seragam Baru, Siswa Miskin &quot;Dijemur&quot;</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;strong&gt;SURABAYA, KOMPAS.com &lt;/strong&gt;- Fitri Ayu Prasetyo, siswi  kelas II SMPN 37 Surabaya, benar-benar tak &lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;mampu membeli seragam sekolah  baru yang dilengkapi dengan &lt;em&gt;badge &lt;/em&gt;dan logo sekolahnya. Ia pun dihukum berdiri di tengah ratusan peserta upacara bendera di sekolah itu.&lt;br /&gt;
Meski  hukuman jemur pada Senin (12/9/2011) itu dijalani bersama belasan siswa  lain dan hanya selama 45 menit, Ayu mengaku terpukul, karena merasa  keluhannya kepada sekolah tidak diperhatikan.&lt;br /&gt;
“Saat upacara, saya diminta ke depan barisan karena &lt;em&gt;badge&lt;/em&gt; saya tidak baru. Saya takut karena kalau tidak beli orangtua saya akan dipanggil,” kata Fitri, Rabu (14/9/2011). &lt;br /&gt;
Fitri  mengungkapkan, saat dihukum, seorang guru mengancam akan memanggil  orangtuanya kalau tiga kali lagi dipergoki masih berseragam lama. &lt;br /&gt;
Saat  kenaikan kelas, ia sudah mencoba menjelaskan kepada pihak sekolah bahwa  orangtuanya belum mampu membelikan seragam lengkap. Tetapi,  penjelasannya itu tidak dipedulikan, hingga akhirnya ia dihukum saat  upacara berlangsung. &lt;br /&gt;
Sepulang sekolah, Senin lalu, Fitri menangis sepulang dari sekolah. “Saya kaget, Fitri menangis. Ia mengaku dihukum karena bet (&lt;em&gt;badge&lt;/em&gt;) seragamnya tak baru. Saya tidak kuat membelinya,” kata ayah Fitri, Untung Budi Raharjo. &lt;br /&gt;
Penarik  becak ini mengaku, untuk datang ke sekolah dan menjelaskan kondisinya,  ia tidak berani. Ia mengaku pusing begitu tahu harga kelengkapan seragam  anaknya. &lt;br /&gt;
Kelengkapan itu, antara lain, baju batik seharga Rp  55.000, seragam olahraga Rp 65.000, seragam laboratorium Rp 30.000, kaus  kaki 16.000, logo sekolah dan &lt;em&gt;badge&lt;/em&gt; Rp 16.000, dan paket  seragam lain. Selain seragam, siswa juga harus membayar kartu identitas  dan asuransi Rp 25.000, pas foto, dan lembar jawaban komputer Rp 27.000.  Daftar ‘belanja’ itu totalnya mencapai Rp 350.000. &lt;br /&gt;
“Kalau&lt;em&gt; nyicil&lt;/em&gt;  kami bisa. Tetapi kata sekolah tak boleh dicicil. Ada yang mengangsur  Rp 50.000, dikembalikan,” tambah Nurul Latifah, ibu Fitri. &lt;br /&gt;
Baik  Untung maupun Nurul heran, mengapa seluruh siswa diwajibkan membeli  seragam baru. Padahal, baju batik dan seragam olahraga yang lama masih  layak digunakan.&lt;br /&gt;
Keluarga ini tinggal di sebuah rumah papan  warisan keluarga di Jl Sidokapasan IV. Di dindingnya tertempel stiker  tanda penghuninya keluarga miskin. Lantai semen juga sekaligus menjadi  tempat tidur bagi keluarga itu &lt;strong&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanggapan pihak sekolah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Kepala  SMPN 37, Shohibur Rachman berdalih, hukuman yang diberikan kepada Fitri  dan siswa lainnya merupakan upaya penegakan disiplin. “Tetapi khusus  Fitri jadi catatan dan koreksi kami. Tak mungkin guru hapal kondisi  setiap siswa,” katanya   &lt;br /&gt;
Shohibur mengatakan, pihak sekolah  tengah mendata siswa miskin yang berhak mendapatkan seragam baru gratis.  “Ada dana khusus untuk itu siswa miskin dari kelas satu hingga kelas  tiga. Tiap jenjang mendapat jatah Rp 15 juta yang diambilkan dari  keuntungan koperasi,” ujarnya.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/feeds/334052855893495874/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/2011/09/tak-mampu-beli-seragam-baru-siswa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7554530350688978084/posts/default/334052855893495874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7554530350688978084/posts/default/334052855893495874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/2011/09/tak-mampu-beli-seragam-baru-siswa.html' title='Tak Mampu Beli Seragam Baru, Siswa Miskin &quot;Dijemur&quot;'/><author><name>perlind hulu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12343142022467299159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4pNOyCD8703nWmyJSGfH4MobpBe14G8m4SIfU5cXDiQ0B3W8j0EXjnyLdPWPld5oOtAYiKMZ8yHyGatOnV_cypFr96U4mm8BmpmotIko8iOA5845-xHxr7ymXfA-7rQA/s220/223296_1672497460731_1486243031_1485585_1113015_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7554530350688978084.post-3526897716082221634</id><published>2011-09-15T12:06:00.000+08:00</published><updated>2011-09-15T12:06:52.122+08:00</updated><title type='text'>Belanda Terbukti sebagai Penjahat Perang (Perjuangan Masyarakat Rawa Gede)</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;Pengadilan Den Haag, Rabu (14/9/2011), menyatakan Belanda bertanggung  jawab atas pembantaian di desa Rawagede, sekarang bernama Balongsari,  Jawa Barat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Hakim ketua D.A. Schreuder secara tegas menyebut tindakan Belanda sebagai ilegal (&lt;em&gt;onrechtmatig&lt;/em&gt;).  Keputusan ini memandang Belanda bersalah karena dianggap membunuhi  warga sendiri. Pengadilan mendasari putusannya atas pertimbangan bahwa  hukum Belanda dianggap berlaku di Hindia Belanda sampai tahun 1949. &lt;br /&gt;
Radio Nederland melaporkan, hakim menolak pleidoi advokat negara  Belanda, G.J.H. Houtzagers, yang menyebut kejahatan tersebut sudah  kadaluarsa. Hakim memakai asas &lt;em&gt;lex spesialis&lt;/em&gt;. Artinya  pengadilan Den Haag melihat kasus pembantaian Rawagede sebagai kasus  khusus, sehingga preseden kadaluarsa tidak berlaku.&lt;br /&gt;
Anggota  parlemen Belanda dari partai sosialis, SP, terkejut. &quot;Biasanya argumen  kadaluarsa selalu sukses, tapi tidak dalam pengadilan ini. Yang penting  ternyata kejahatan perang tidak bisa kadaluarsa. Saya pikir ini berita  besar. Pertama-tama buat mereka yang terkait, terlebih ini pengakuan  bagi mereka yang sudah tidak ada lagi, karena sudah meninggal atau belum  bergabung dengan komite. Ini keputusan bersejarah.&quot;&lt;br /&gt;
Walau  demikian, hakim tidak mengabulkan seluruh gugatan ganti rugi. Pengadilan  Den Haag membatasi pemberian kompensasi pada janda, korban langsung  atau anaknya. Berarti tidak termasuk cucu korban. &lt;br /&gt;
Pengacara  Liesbeth Zegveld tak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Setelah 64  tahun akhirnya Belanda secara hukum dinyatakan bersalah atas aksinya di  Indonesia. Putusan ini menjadi preseden baru dan bisa saja diterapkan  dalam kasus Westerling di Sulawesi. &quot;Selama mereka masih hidup, dan  kasusnya jelas seperti kasus ini...setiap pihak mengakui terjadi  kesalahan besar, terjadi kejahatan perang...maka akan dilihat apakah ini  sama dengan kasus Rawagede,&quot; kata Liesbeth Zegveld seperti &lt;em&gt;Radio Nederland&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Eksekusi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Kasus ini diajukan oleh keturunan korban pembunuhan massal di desa  Rawagede. Tragedi berdarah ini terjadi pada 9 Desember 1947, pada masa  perang kemerdekaan Indonesia. Tentara Belanda yang mencari pejuang  kemerdekaan Lukas Kustario memasuki desa Rawagede dan mengeksekusi  penduduk laki-laki karena menolak memberi informasi mengenai kapten  Kustario.&lt;br /&gt;
Sebagian besar penduduk laki-laki desa Rawagede  dieksekusi. Menurut saksi mata, para lelaki tersebut dijejerkan dan  ditembak mati. Pihak Indonesia menyatakan, 431 laki-laki dibunuh,  Sedangkan pemerintah Belanda pada 1969 bersikeras jumlahnya “hanya” 150.  Pada 1947 Belanda memutuskan untuk tidak menyeret pelaku eksekusi massa  ke pengadilan.&lt;br /&gt;
Pada 2009 keluarga korban menggugat negara  Belanda. Para janda menuntut pengakuan dan ganti rugi atas meninggalnya  tulang punggung keluarga mereka. Waktu itu, beberapa janda, dan korban  selamat terakhir, Saih bin Sakam, khusus datang ke Belanda untuk proses  ini. Sayangnya ia wafat 8 Mei 2011 dalam usia 88 tahun. Bagi Saih,  pelaku pembunuhan massal tidak perlu lagi diseret ke pengadilan,  permintaan maaf dan ganti rugi sudah cukup.&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Penjahat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Selama ini Belanda menganggap dirinya korban kejahatan Nazi Jerman di  masa Perang Kedua. Keputusan pengadilan Den Haag ternyata membuat  Belanda sekarang menjadi pelaku kejahatan perang. &lt;br /&gt;
&quot;Sekarang  ternyata bukan Jerman saja si penjahat perang. Belanda pun kini  dinyatakan sebagai penjahat,&quot; tukas seorang wartawan luar negeri yang  asyik membuat cerita kasus Rawagede di pengadilan Den Haag.          &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/feeds/3526897716082221634/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/2011/09/belanda-terbukti-sebagai-penjahat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7554530350688978084/posts/default/3526897716082221634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7554530350688978084/posts/default/3526897716082221634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/2011/09/belanda-terbukti-sebagai-penjahat.html' title='Belanda Terbukti sebagai Penjahat Perang (Perjuangan Masyarakat Rawa Gede)'/><author><name>perlind hulu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12343142022467299159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4pNOyCD8703nWmyJSGfH4MobpBe14G8m4SIfU5cXDiQ0B3W8j0EXjnyLdPWPld5oOtAYiKMZ8yHyGatOnV_cypFr96U4mm8BmpmotIko8iOA5845-xHxr7ymXfA-7rQA/s220/223296_1672497460731_1486243031_1485585_1113015_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7554530350688978084.post-1432304725823075631</id><published>2011-09-13T09:33:00.000+08:00</published><updated>2011-09-13T09:33:09.238+08:00</updated><title type='text'>Mendagri Tetap Hargai Wacana Pemekaran Daerah</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div align=&quot;left&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;Menteri Dalam Negeri  Gamawan Fauzi menegaskan bahwa pemerintah sama sekali tidak menutup  adanya wacana pemekaran daerah di sejumlah daerah di tanah air, termasuk  rencana Provinsi Riau Pesisir di Riau, Provinsi Tapanuli, Provinsi  Sumatera Tenggara dan Provinsi Kepulauan Nias di Provinsi Su­matera  Utara.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;left&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;”Yang kita lakukan sekarang itu kan moratorium,  penghentian sementara sambil mengevaluasi daerah-daerah yang sudah  dime­karkan. Kalau ada daerah yang mengusulkan, ya, bisa saja. Tentu  dibahas setelah kran moratorium dibuka kembali,” kata Gamawan di  Kemendagri, Jumat (6/5) siang.    &lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;left&quot;&gt;Mendagri mengakui bahwa saat ini cukup banyak daerah  yang mengusulkan pemekaran wilayah mereka. “Usulan itu sah-sah saja,  toh, moratoriun bukan meng­hentikan total soal pemekaran wilayah.  Pemekaran itu kan dijamin oleh undang-undang,” tukasnya.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;left&quot;&gt;Ia melanjutkan, bila dipandang perlu bahwa suatu daerah  itu dimekarkan, nanti disesuaikan dengan persyaratan yang sudah dibuat,  termasuk grand desain yang sudah disetujui bersama. “Kalau memenuhi  syarat sesuai yang dituntut oleh undang-undang, ya, jalan. Kalau tidak,  ya, tidak dilan­jutkan,” ujar Mendagri.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;left&quot;&gt;Sebagaimana diberitakan, tun­tutan pemekaran Provinsi  Riau dengan nama Riau Pesisir saat ini terus mengemuka. Rapat-rapat  intensif tokoh masyarkat di wilayah ini sudah berlangsung beberapa kali.  Tetapi, memang belum sampai ke pemerintah provinsi dan DPRD Riau.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;left&quot;&gt;Gubernur Riau HM Rusli Zainal sebelumnya hanya  menyam­but baik rencana pemekaran Kabu­paten Indragiri Hilir yang memang  sudah pantas dimekarkan, juga Kabupaten Kampar yang wilayahnya masih  cukup luas. Namun Rusli belum pernah menyinggung-nying­gung wacana  pemekaran provinsi yang dipimpinnya itu.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;left&quot;&gt;Di Sumatera Utara memang sedikit lebih maju. DPRD  setempat sudah akan memparipurnakan usulan Panitia Khusus. Saat ini,  tiga calon provinsi pemekaran yang dibahas pansus, kesemuanya telah  memenuhi syarat untuk dire­komen­dasikan. Ada Provinsi Tapa­nuli  (Protap) Sumatera Tenggara (Sumat­ra) dan Kepulauan Nias (Kepni). Ketiga  calon provinsi pemekaran ini layak. Ini lah nanti yang akan dibahas  oleh paripurna DPRD untuk kemudian diusulkan ke pusat.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;left&quot;&gt;&lt;strong&gt; Akan Hadir&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;left&quot;&gt;Saat ditanya wartawan, apakah pemerintah akan hadir bila  usulan-usulan pemekaran daerah ini dibahas di DPR, Mendagri menegaskan  bahwa pemerintah tentu akan tetap hadir karena UU-nya mengatur demikian.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;left&quot;&gt;Namun demikian, Mendagri berharap agar moratorium itu  tetap dipatuhi dulu sampai daerah-daerah yang sudah dimekarkan dan masih  ada beberapa daerah yang perlu pembinaan lebih lanjut. Sampai saat ini,  sudah hampir 200 usulan yang masuk ke Kemendagri untuk peme­karan  wilayah tersebut.&lt;strong&gt; (h/sal)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/feeds/1432304725823075631/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/2011/09/mendagri-tetap-hargai-wacana-pemekaran.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7554530350688978084/posts/default/1432304725823075631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7554530350688978084/posts/default/1432304725823075631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/2011/09/mendagri-tetap-hargai-wacana-pemekaran.html' title='Mendagri Tetap Hargai Wacana Pemekaran Daerah'/><author><name>perlind hulu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12343142022467299159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4pNOyCD8703nWmyJSGfH4MobpBe14G8m4SIfU5cXDiQ0B3W8j0EXjnyLdPWPld5oOtAYiKMZ8yHyGatOnV_cypFr96U4mm8BmpmotIko8iOA5845-xHxr7ymXfA-7rQA/s220/223296_1672497460731_1486243031_1485585_1113015_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7554530350688978084.post-5853637668768109815</id><published>2011-09-13T09:25:00.000+08:00</published><updated>2011-09-13T09:25:29.082+08:00</updated><title type='text'>Pemekaran Nias Jadi Provinsi Masih Terganjal Grand Desain</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;h1&gt;&lt;/h1&gt;Wacana pemekaran di tiap-tiap provinsi  kemungkinan akan terkendala dan terganjal di pemerintah pusat. Hal &lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;itu  sesuai pertemuan Mendagri dengan para gubernur se Indonesia baru-baru  ini yang membahas tentang pemekaran bahwa pemekaran daerah harus  menunggu rampungnya penyusunan &lt;em&gt;grand design &lt;/em&gt;alias desain utama  aturan pemekaran daerah.&lt;br /&gt;
&lt;span id=&quot;more-53385&quot;&gt;&lt;/span&gt;Gambaran itu dipaparkan Kabiro Otonomi  Daerah (Otda) Provinsi Sumatera Utara Drs Bukit Tambunan MAP, pada  pertemuan membahas soal wacana pemekaran Kabupaten Nias di aula gedung  DPRD Sumut, Senin (31/05). Pertemuan itu dipimpin Ketua Komisi A  Muhammad Nuh, dihadiri Bupati Nias Binahati Baeha serta dihadiri anggota  Komisi A lainnya dan para tokoh pemekaran Nias.&lt;br /&gt;
Menurut Bukit Tambunan meski pada dasarnya semua pihak mendukung  pemekaran Nias menjadi provinsi, termasuk kalangan fraksi-fraksi di DPRD  Sumut juga menyetujuinya, namun kata Tambunan proses pemekaran tetap  masih panjang. “Tidak hanya Nias mungkin daerah-daerah lainnya yang juga  mewacanakan pemekaran di seluruh Indonesia kemungkinan akan terganjal,”  katanya.&lt;br /&gt;
Apalagi dalam grand desain itu juga ada satu poin yang menyatakan  bahwa hanya ada satu pemekaran untuk satu provinsi, misalnya Sumatera  Utara sebagai provinsi induk, hanya mendapat jatah satu provinsi yang  akan dimekarkan di daerah ini.&amp;nbsp; Bahkan, kata dia tidak tertutup  kemungkinan untuk kawasan yang sudah dimekarkan di tingkat kabupaten  kota akan kembali digabungkan dengan induk jika tidak sesuai dengan  tujuan awal yakni mensejahterakan rakyat.&lt;br /&gt;
“Karena kesejahteraan rakyat bagi daerah yang dimekarkan memang sudah  menjadi tuntutan Depdagri dan menjadi visi awal dari pemekaran,” ujar  Tambunan.&lt;br /&gt;
“Jadi saat ini boleh-boleh saja kita semua setuju termasuk di  kalangan wakil rakyat karena adanya kepentingan-kepentingan politis,  namun jika nantinya terganjal di pusat jangan justru kami sebagai Biro  Otda yang diancam dengan demo-demo masyarakat,” tegas Tambunan. Meski  demikian , lanjut dia pihaknya mengaku tetap memberikan laporan yang  baik-baik ke pemerintah pusat terkait kondisi Kabupaten Nias saat ini.&lt;br /&gt;
Di sisi lain, Tambunan juga masih melihat banyaknya kekurangan dari  persyarakatan administratif yang diberikan pihak panitia pemekaran Nias,  untuk kelengkapan persyaratan kajian akademis. “Bahkan saya hanya  melihat satu tandatangan berupa keputusan hanya dari Bupati Nias Pak  Binahati, bagaimana dengan bupati dan walikota lainnya, saya tak melihat  tandatangan dari Bupati Nias Selatan, Nias Barat dan walikota Gunung  Sitoli,” papar Tambunan. Dalam hal ini, Tambunan mengaku hanya  memberikan gambaran dan bukan dalam kapasitas setuju atau tidak setuju.  “Setuju atau tidak setuju tergantung dewan, jika katanya harus dikaji  memang tugas kami untuk mengkaji, sedangkan keputusan ada di pemerintah  pusat,” cetusnya.&lt;br /&gt;
Dalam pertemuan itu kalangan anggota Komisi A menyatakan menyetujui  Nias untuk dimekarkan menjadi provinsi melihat cakupan wilayahnya yang  terlalu luas, namun letaknya sangat jauh dari ibukota provinsi induk  Sumatera Utara.&lt;br /&gt;
“Saya menyetujuinya berdas arkan pengalaman saya ketika terjadi  bencana di Nias, ketika itu kami datang membawa bantuan namun sempat  terganjal di Sibolga, bahkan menyeberangi laut hingga menempuh  perjalanan yang cukup panjang. Itu semua karena bantuan harus melalui  Medan terlebih dahulu,” papar Marahalim politisi Partai Demokrat. Dia  mengatakan jika Nias yang memang merupakan daerah rawan bencana  dimekarkan menjadi provinsi, tentu bala bantuan akan cepat bisa  disalurkan.&lt;br /&gt;
Hal yang sama juga disampaikan Hasbullah Hadi (F Demokrat), Syamsul  Hilal (F PDI Perjuangan) dan Marasal (F PDS), serta Parlautan. (F PAN)  yang memberikan ucapan persetujuan..&lt;br /&gt;
Sebelumnya Binahati Baeha memaparkan, wacana pemekaran Nias  berdasarkan ketertinggalan dan tingginya tingkat kemiskinan di daerah  itu. Padahal, Nias memiliki begitu banyak potensi, baik di bidang  perkebunan yakni&amp;nbsp; karet, kakao dan kelapa, maupun dari sektor kelautan  seperti ikan dan ombaknya yang luar biasa. Daerah ini merupakan potensi  luar biasa di sektor pariwisata dengan panorama pantai yang indah serta  terumbu karang.&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/feeds/5853637668768109815/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/2011/09/pemekaran-nias-jadi-provinsi-masih.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7554530350688978084/posts/default/5853637668768109815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7554530350688978084/posts/default/5853637668768109815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/2011/09/pemekaran-nias-jadi-provinsi-masih.html' title='Pemekaran Nias Jadi Provinsi Masih Terganjal Grand Desain'/><author><name>perlind hulu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12343142022467299159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4pNOyCD8703nWmyJSGfH4MobpBe14G8m4SIfU5cXDiQ0B3W8j0EXjnyLdPWPld5oOtAYiKMZ8yHyGatOnV_cypFr96U4mm8BmpmotIko8iOA5845-xHxr7ymXfA-7rQA/s220/223296_1672497460731_1486243031_1485585_1113015_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7554530350688978084.post-8559907700338060145</id><published>2011-09-13T09:21:00.001+08:00</published><updated>2011-09-13T09:23:09.961+08:00</updated><title type='text'>Wacana Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;table class=&quot;contentpaneopen&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;contentheading&quot; width=&quot;100%&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/td&gt;       &lt;td align=&quot;right&quot; class=&quot;buttonheading&quot; width=&quot;100%&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://monevacehnias.bappenas.go.id/index.php?view=article&amp;amp;catid=1%3Alatest-news&amp;amp;id=90%3Awacana-pembentukan-provinsi-kepulauan-nias-dibahas-di-dprd-sumut&amp;amp;format=pdf&amp;amp;option=com_content&amp;amp;Itemid=117&amp;amp;lang=in&quot; rel=&quot;nofollow&quot; title=&quot;PDF&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;PDF&quot; src=&quot;http://monevacehnias.bappenas.go.id/images/M_images/pdf_button.png&quot; /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/td&gt;        &lt;td align=&quot;right&quot; class=&quot;buttonheading&quot; width=&quot;100%&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://monevacehnias.bappenas.go.id/index.php?view=article&amp;amp;catid=1%3Alatest-news&amp;amp;id=90%3Awacana-pembentukan-provinsi-kepulauan-nias-dibahas-di-dprd-sumut&amp;amp;tmpl=component&amp;amp;print=1&amp;amp;layout=default&amp;amp;page=&amp;amp;option=com_content&amp;amp;Itemid=117&amp;amp;lang=in&quot; rel=&quot;nofollow&quot; title=&quot;Cetak&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cetak&quot; src=&quot;http://monevacehnias.bappenas.go.id/images/M_images/printButton.png&quot; /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/td&gt;        &lt;td align=&quot;right&quot; class=&quot;buttonheading&quot; width=&quot;100%&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://monevacehnias.bappenas.go.id/index.php?option=com_mailto&amp;amp;tmpl=component&amp;amp;link=aHR0cDovL21vbmV2YWNlaG5pYXMuYmFwcGVuYXMuZ28uaWQvaW5kZXgucGhwP29wdGlvbj1jb21fY29udGVudCZ2aWV3PWFydGljbGUmaWQ9OTAlM0F3YWNhbmEtcGVtYmVudHVrYW4tcHJvdmluc2kta2VwdWxhdWFuLW5pYXMtZGliYWhhcy1kaS1kcHJkLXN1bXV0JmNhdGlkPTElM0FsYXRlc3QtbmV3cyZJdGVtaWQ9MTE3Jmxhbmc9aW4%3D&amp;amp;lang=in&quot; title=&quot;E-mail&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;E-mail&quot; src=&quot;http://monevacehnias.bappenas.go.id/images/M_images/emailButton.png&quot; /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/td&gt;      &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table class=&quot;contentpaneopen&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td valign=&quot;top&quot;&gt;&lt;link href=&quot;file:///C:%5CUsers%5CACEHNIAS%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml&quot; mce_href=&quot;file:///C:%5CUsers%5CACEHNIAS%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml&quot; rel=&quot;File-List&quot;&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href=&quot;file:///C:%5CUsers%5CACEHNIAS%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx&quot; mce_href=&quot;file:///C:%5CUsers%5CACEHNIAS%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx&quot; rel=&quot;themeData&quot;&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href=&quot;file:///C:%5CUsers%5CACEHNIAS%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml&quot; mce_href=&quot;file:///C:%5CUsers%5CACEHNIAS%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml&quot; rel=&quot;colorSchemeMapping&quot;&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val=&quot;off&quot;&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val=&quot;0&quot;&gt;    &lt;m:rmargin m:val=&quot;0&quot;&gt;    &lt;m:defjc m:val=&quot;centerGroup&quot;&gt;    &lt;m:wrapindent m:val=&quot;1440&quot;&gt;    &lt;m:intlim m:val=&quot;subSup&quot;&gt;    &lt;m:narylim m:val=&quot;undOvr&quot;&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;
&lt;!--
 /* Font Definitions */
 @font-face
 {font-family:&quot;Cambria Math&quot;;
 panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;
 mso-font-charset:0;
 mso-generic-font-family:roman;
 mso-font-pitch:variable;
 mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 415 0;}
@font-face
 {font-family:Calibri;
 panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;
 mso-font-charset:0;
 mso-generic-font-family:swiss;
 mso-font-pitch:variable;
 mso-font-signature:-520092929 1073786111 9 0 415 0;}
@font-face
 {font-family:Verdana;
 panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4;
 mso-font-charset:0;
 mso-generic-font-family:swiss;
 mso-font-pitch:variable;
 mso-font-signature:-1593833729 1073750107 16 0 415 0;}
 /* Style Definitions */
 p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
 {mso-style-unhide:no;
 mso-style-qformat:yes;
 mso-style-parent:&quot;&quot;;
 margin-top:0cm;
 margin-right:0cm;
 margin-bottom:10.0pt;
 margin-left:0cm;
 line-height:115%;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:11.0pt;
 font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;;
 mso-ascii-font-family:Calibri;
 mso-ascii-theme-font:minor-latin;
 mso-fareast-font-family:Calibri;
 mso-fareast-theme-font:minor-latin;
 mso-hansi-font-family:Calibri;
 mso-hansi-theme-font:minor-latin;
 mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
 mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
.MsoChpDefault
 {mso-style-type:export-only;
 mso-default-props:yes;
 mso-ascii-font-family:Calibri;
 mso-ascii-theme-font:minor-latin;
 mso-fareast-font-family:Calibri;
 mso-fareast-theme-font:minor-latin;
 mso-hansi-font-family:Calibri;
 mso-hansi-theme-font:minor-latin;
 mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
 mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
.MsoPapDefault
 {mso-style-type:export-only;
 margin-bottom:10.0pt;
 line-height:115%;}
@page Section1
 {size:612.0pt 792.0pt;
 margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;
 mso-header-margin:36.0pt;
 mso-footer-margin:36.0pt;
 mso-paper-source:0;}
div.Section1
 {page:Section1;}
--&gt; 
&lt;/style&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;link href=&quot;file:///C:%5CUsers%5CACEHNIAS%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml&quot; rel=&quot;File-List&quot;&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href=&quot;file:///C:%5CUsers%5CACEHNIAS%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx&quot; rel=&quot;themeData&quot;&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href=&quot;file:///C:%5CUsers%5CACEHNIAS%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml&quot; rel=&quot;colorSchemeMapping&quot;&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val=&quot;off&quot;&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val=&quot;0&quot;&gt;    &lt;m:rmargin m:val=&quot;0&quot;&gt;    &lt;m:defjc m:val=&quot;centerGroup&quot;&gt;    &lt;m:wrapindent m:val=&quot;1440&quot;&gt;    &lt;m:intlim m:val=&quot;subSup&quot;&gt;    &lt;m:narylim m:val=&quot;undOvr&quot;&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;
&lt;!--
 /* Font Definitions */
 @font-face
 {font-family:&quot;Cambria Math&quot;;
 panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;
 mso-font-charset:0;
 mso-generic-font-family:roman;
 mso-font-pitch:variable;
 mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 415 0;}
@font-face
 {font-family:Calibri;
 panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;
 mso-font-charset:0;
 mso-generic-font-family:swiss;
 mso-font-pitch:variable;
 mso-font-signature:-520092929 1073786111 9 0 415 0;}
@font-face
 {font-family:Verdana;
 panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4;
 mso-font-charset:0;
 mso-generic-font-family:swiss;
 mso-font-pitch:variable;
 mso-font-signature:-1593833729 1073750107 16 0 415 0;}
 /* Style Definitions */
 p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
 {mso-style-unhide:no;
 mso-style-qformat:yes;
 mso-style-parent:&quot;&quot;;
 margin-top:0cm;
 margin-right:0cm;
 margin-bottom:10.0pt;
 margin-left:0cm;
 line-height:115%;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:11.0pt;
 font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;;
 mso-ascii-font-family:Calibri;
 mso-ascii-theme-font:minor-latin;
 mso-fareast-font-family:Calibri;
 mso-fareast-theme-font:minor-latin;
 mso-hansi-font-family:Calibri;
 mso-hansi-theme-font:minor-latin;
 mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
 mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
p
 {mso-style-noshow:yes;
 mso-style-priority:99;
 mso-margin-top-alt:auto;
 margin-right:0cm;
 mso-margin-bottom-alt:auto;
 margin-left:0cm;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:12.0pt;
 font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;
 mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;}
.MsoChpDefault
 {mso-style-type:export-only;
 mso-default-props:yes;
 mso-ascii-font-family:Calibri;
 mso-ascii-theme-font:minor-latin;
 mso-fareast-font-family:Calibri;
 mso-fareast-theme-font:minor-latin;
 mso-hansi-font-family:Calibri;
 mso-hansi-theme-font:minor-latin;
 mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
 mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
.MsoPapDefault
 {mso-style-type:export-only;
 margin-bottom:10.0pt;
 line-height:115%;}
@page Section1
 {size:612.0pt 792.0pt;
 margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;
 mso-header-margin:36.0pt;
 mso-footer-margin:36.0pt;
 mso-paper-source:0;}
div.Section1
 {page:Section1;}
--&gt;
&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Binahati B Baeha: Kami Juga Ingin menikmati Kemerdekaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8pt; line-height: 115%;&quot;&gt;MEDAN (Berita): Pulau Nias, yang merupakan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tentu  sama telah menikmati kemerdekaan negeri ini selama 67 tahun dari tangan  penjajah Belanda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Namun fakta yang mengemuka masyarakat Nias belum sepenuhnya menikmati kemerdekaan itu.  “Padahal kami &lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;juga ingin menikmatinya, namun kenyataannya Kabupaten yang  merupakan wilayah NKRI masih jauh tertinggal,” kata Bupati Nias Binahati B Baeha SH,&amp;nbsp; dalam pertemuan dengan anggota Komisi A DPRD Sumatera Utara. Pertemuan yang dipimpin Ketua Komisi A Muhammad Nuh didampingi  Sekretaris Nurul Azhar juga menghadirkan panitia Badan Persiapan Pembentukan Provinsi  Kepulauan Nias yang terdiri dari para tokoh masyarakat dan pemuda Nias,  berlangsung di aula gedung DPRD Sumut, Selasa [20/04]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Tercetusnya wacana pemekaran Provinsi Kepulauan Nias (Kepni) menurut mereka bukanlah karena ‘latah-latahan’, disebabkan mengemukanya wacana pemekaran Provinsi  Tapanuli (Protap) atau Sumatera Tenggara (Sumtra) yang sebelumnya juga ingin  memisahkan diri dari provinsi induk yakni Sumatera Utara. Namun, sebagaimana  dipaparkan Binahati, hal ini merupakan fakta di lapangan. Hingga diharapkan  mengemukanya wacana Nias menjadi provinsi dapat disahuti ke pemerintah pusat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Sebagaimana diketahui luas Pulau Nias 5625 Km2, atau dua kali lebih besar dari Pulau  Bali, dengan jumlah 132 pulau di Selatan dan 5 daerah otonom berjumlah 800  ribu penduduk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Namun ironisnya sebagaimana kata Binahati, jumlah tersebut hanya sebagian kecil dari  warga Nias, karena lebih dari 2 juta jiwa warga Nias tersebar merantau mencari poenghidupan di luar pulau tersebut. ‘Ini karena sulitnya perekonomian  di Nias,” ujar Binahati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Salah seorang tokoh masyarakat Nias Yustin Dachi mengungkapkan tercetusnya wacana merupakan aspirasi dari masyarakat Nias secara keseluruhan yang selama ini cukup tertinggal dan menderita. “Penderitaan kami adalah penderitaan semua  warga Indonesia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Wacana pemekaran bertujuan untuk memperpendek rentang kendali agar pemerintah lebih dekat  dengan rakyat,” kata Yustin. Harefa salah seorang tokoh masyarakat yang  berdomisili di luar Medan juga berpendapat ada kesan pembangunan di Nias seperti “dianaktirikan”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8pt;&quot;&gt;Jadi, kata Harefa dengan terbentuknya 4 kabupaten dan 1 kotamadya, yakni Nias, Nias  Selatan, Nias Utara, Nias Barat dan Kota Gunung Sitoli sudah pantas dimekarkan menjadi  satu provinsi. Pada kesempatan itu, seluruh anggota komisi A Marasal Hutasoit memberikan apresiasi akan wacana tersebut. Bahkan salah seorang anggota  dewan dari Fraksi Partai Damai sejahtera (PDS) mengaku fraksinya memberikan  dukungan terbentuknya Provinsi Kepni. “Ketika ada komitmen kenapa harus  dihalangi, kita mendukung,’ ujarnnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 8pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Sedangkan M Nuh (F PKS) dan Nurul Azhar (F PPP), mengatakan akan membawa apresiasi warga Nias ini ke tingkat pimpinan. “Yakinlah akan kita teruskan dan silahkan untuk  dikawal,’ kata M Nuh. Apalagi menurutnya di Komisi A DPRD Sumut juga terdapat tiga anggota dewan yang merupakan daerah pemilihan Nias, yakni Sudirman  Halawa, Ramli dan Suasana Dachi yang pastinya akan fokus mengikuti pembahasan  proses terbentuknya Kepulauan Nias .(irm)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp;      &lt;span class=&quot;article_separator&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/feeds/8559907700338060145/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/2011/09/wacana-pembentukan-provinsi-kepulauan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7554530350688978084/posts/default/8559907700338060145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7554530350688978084/posts/default/8559907700338060145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/2011/09/wacana-pembentukan-provinsi-kepulauan.html' title='Wacana Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias'/><author><name>perlind hulu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12343142022467299159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4pNOyCD8703nWmyJSGfH4MobpBe14G8m4SIfU5cXDiQ0B3W8j0EXjnyLdPWPld5oOtAYiKMZ8yHyGatOnV_cypFr96U4mm8BmpmotIko8iOA5845-xHxr7ymXfA-7rQA/s220/223296_1672497460731_1486243031_1485585_1113015_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7554530350688978084.post-5863148318372559031</id><published>2011-08-12T09:15:00.000+08:00</published><updated>2011-08-12T09:15:18.637+08:00</updated><title type='text'>Rp70 M Peningkatan Kualitas Infrastruktur Membuka Keterisoliran (Korupsi aja Yuk...!)</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;span class=&quot;font_13&quot;&gt;Bupati Nias Utara, Edward Zega BSc mengharapkan,  wartawan turut meningkatkan kualitas pembangunan di &lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;kepulauan Nias.  Demikian Bupati saat temu pers dengan para wartawan media cetak dan  elektronik bersama Wakil Bupati Nias Utara Fangato Lase,SH dan Setda  Kabupaten Nias Utara HS. Hulu serta Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah  (SKPD) se Nias Utara di aula Kantor Bupati Nias Utara, Selasa (9/8).&lt;br /&gt;
Bupati Nias Utara merasa bangga dengan antarpemkab Nias Utara dan  jajarannya dengan para wartawan di wilayah itu karena salah satu upaya  dalam rangka mendukung percepatan peningkatan roda pemerintahan Nias  Utara yang kondusif, aman dan damai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Temu pers Bupati Nias Utara, SKPD dengan Para wartawan pasca 100 hari  Kepala Daerah Nias Utara memulai tugasnya sehingga menurut penilaian  wartawan sebagai mitra kerja pemerintah yang bertugas menyebarluaskan  informasi dari berbagai kegiatan pembangunan hingga kesatuan dan  persatuan di daerah yang terisolir sejak 66 tahun Indonesia merdeka,  tidak akan pernah dicabik-cabik orang yang tidak bertanggung jawab,  sebab motto Pemkab Nias Utara adalah kalau bukan sekarang kapan lagi dan  kalau bukan kita siapa lagi yang membangun Nias utara,&quot; ujar Edward  Zega.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pihaknya juga menyampaikan inti visi Pemkab Nias Utara, mewujudkan Nias  Utara yang beriman, mandiri dan sejahtera. Sedangkan misi meningkatkan  kualitas iman dan takwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan Menatap  Penyelenggaraan Pemerintahan yang baik serta melaksanakan pembangunan  yang merata dan berkeadilan, memberdayakan dan mengoptimalkan potensi  secara efektif dan efisien juga meningkatkan aksebilitas dan  produktivitas perekonomian rakyat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tugas Jurnalistik&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bupati Nias utara sebelum mengakhiri acara itu dengan santap siang  bersama selanjutnya berjanji dalam waktu dekat akan melantik Kabag Humas  Nias Utara dan memrogramkan coffee morning setiap 3 bulan dengan para  wartawan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pihaknya mengharapkan juga kepada seluruh kepala SKPD untuk lebih  memahami dan menghargai tugas jurnalistik yang dilakonkan para wartawan  dalam hal memperoleh data secara sosial kontrol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada alasan bagi SKPD untuk menghindar bila wartawan ingin mendapat  informasi sesuai ketentuan dan undang undang yang berlaku dan tidak  merupakan rahasia ataupun dokumen Negara, kata Zega&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala SKPD Pekerjaan Umum (PU) Nias Utara, Tuhoni Zega ST yang juga  diberikan kesempatan oleh Bupati Nias utara untuk memberikan  tanggapannya mengatakan, hal utama yang merupakan prioritas pembangunan  sarana dan prasarana pemerintahan dan daerah terisolir serta memfokuskan  peningkatan kualitas infrastruktur meliputi jalan dan jembatan yang  menelan biaya berkisar Rp43 Miliar sehingga bila digabung dengan PU  total mega proyek tersebut berbiaya Rp70 miliar lebih, sehingga salah  satu ruas jalan lingkar Alasa- Afulu-Lahewa dapat dilalui roda empat dan  roda dua, sehingga arus perekonomian dapat berjalan dengan baik demi  menunjang kesejahteraan masyarakatnya. (esp)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/feeds/5863148318372559031/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/2011/08/rp70-m-peningkatan-kualitas.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7554530350688978084/posts/default/5863148318372559031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7554530350688978084/posts/default/5863148318372559031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/2011/08/rp70-m-peningkatan-kualitas.html' title='Rp70 M Peningkatan Kualitas Infrastruktur Membuka Keterisoliran (Korupsi aja Yuk...!)'/><author><name>perlind hulu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12343142022467299159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4pNOyCD8703nWmyJSGfH4MobpBe14G8m4SIfU5cXDiQ0B3W8j0EXjnyLdPWPld5oOtAYiKMZ8yHyGatOnV_cypFr96U4mm8BmpmotIko8iOA5845-xHxr7ymXfA-7rQA/s220/223296_1672497460731_1486243031_1485585_1113015_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7554530350688978084.post-6817966245799083823</id><published>2011-08-12T09:09:00.001+08:00</published><updated>2011-08-12T09:10:49.308+08:00</updated><title type='text'>Korupsi Dana Bencana Alam, Mantan Bupati Nias Binahati Benedictus Baeha (B-3) Divonis 5 Tahun</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;span class=&quot;font_11&quot;&gt;&lt;b&gt;Jakarta (Detik.Com)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;font_13&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;font_13&quot;&gt;Dalam putusannya, majelis hakim yang diketuai  Suhartanto menyatakan, terdakwa melanggar pasal 3 ayat 1 &lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;(1), junto  pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi,  sebagaimana diubah jadi UU Nomor 20 tahun 2001, junto pasal 55 ayat (1)  ke 1 KUHP. Selain menjatuhkan vonis lima tahun penjara, hakim juga  mewajibkan terdakwa membayar uang pengganti sebesar Rp 3,1 miliar, dan  denda Rp 100 juta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam persidangan diungkapkan, terdakwa terbukti secara bersama-sama  dengan terdakwa lain, melakukan korupsi dana bantuan bencana tsunami  Nias yang dilakukan sejak tahun 2006 hingga 2008. Dugaan korupsi itu  nilainya sebesar Rp 3.764.798.238 dari Rp 9,4 miliar yang dikucurkan  untuk kepentingan penanggulangan bencana alam tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyelewengan dilakukan dengan cara mark up dana bantuan darurat  kemanusiaan untuk penanggulangan bencana dan penanganan pengungsi,  pengadaan barang untuk mendukung kegiatan pemberdayaan masyarakat akibat  bencana alam gempa dan tsunami di Nias.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Putusan yang diberikan hakim ini lebih ringan tiga tahun dibanding  tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi  (KPK). Dalam persidangan pada 13 Juli lalu, JPU Suwarji mengajukan  tuntutan penjara pselama delapan tahun penjara dan denda Rp 250 juta  subsider enam bulan kurungan, serta membayar uang pengganti sebesar Rp  2,6 miliar lebih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menanggapi vonis majelis hakim ini, Binahati melalui kuasa hukumnya  menyatakan akan banding. “Kita akan mengajukan banding,” kata Farida  Sulistyani, kuasa hukum Binahati Benedictus Baeha.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/feeds/6817966245799083823/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/2011/08/korupsi-dana-bencana-alam-mantan-bupati.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7554530350688978084/posts/default/6817966245799083823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7554530350688978084/posts/default/6817966245799083823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/2011/08/korupsi-dana-bencana-alam-mantan-bupati.html' title='Korupsi Dana Bencana Alam, Mantan Bupati Nias Binahati Benedictus Baeha (B-3) Divonis 5 Tahun'/><author><name>perlind hulu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12343142022467299159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4pNOyCD8703nWmyJSGfH4MobpBe14G8m4SIfU5cXDiQ0B3W8j0EXjnyLdPWPld5oOtAYiKMZ8yHyGatOnV_cypFr96U4mm8BmpmotIko8iOA5845-xHxr7ymXfA-7rQA/s220/223296_1672497460731_1486243031_1485585_1113015_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7554530350688978084.post-2163807642706702356</id><published>2011-08-06T13:39:00.000+08:00</published><updated>2011-08-06T13:39:29.351+08:00</updated><title type='text'>Tanpa Uang, NIP CPNS Kep. Nias Formasi 2009 Tidak Akan Keluar.</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;span class=&quot;font_13&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;font_20&quot; style=&quot;color: darkred;&quot;&gt;&lt;b&gt;DPRD Nias Barat temui BKN, Menpan dan BKN Reg VI Medan terkait penetapan NIP CPNS sisa 2009&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;font_13&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class=&quot;font_13&quot;&gt;Pada hari, rabu tanggal 3 Agustus 2011.&lt;br /&gt;
Ketua DPRD Nias Barat diwakili Wakil ketua Henoki Waruwu, bersama Ketua  dan anggota Komisi A, mengunjungi kantor BKN reg vi 6 Medan, guna  menanyakan realisasi penerbitan NIP CPNS 2009.&lt;br /&gt;
Hasil sementara, bahwa BKN Reg VI Medan sedang memproses berkas CPNS  sisa 2009, dan setelah hasil putusan PTUN sudah disampaikan ke kantor  BKN Reg VI Medan, maka BKN Reg VI Medan akan membuat telaah terkait  hasil putusan sidang PTUN, dan yang menurut BKN Reg VI Medan sesuai  prosedur setiap pelamar dan tidak infieled datanya maka akan diterbitkan  NIP.&lt;br /&gt;
Informasi sementara bahwa, pengumuman tanggal 17 Januari 2011, yang  sedang diproses oleh BKN Reg VI Medan, namun tidak semuanya diterbitkan  NIP, hanya kepada mereka yang datanya tidak fieled(sesuai ranking).&lt;br /&gt;
Sementara, penggugat CPNS pengumuman tanggal 7 Des 2009 ketika  ditanyakan nasib mereka oleh DPRD Kab Nias Barat kepada BKN, maka BKN  menegaskan, bahwa sampai kapan pun NIP 164 pengumuman tanggal 7 Des  2009, tidak akan diterbitkan, karena infielied. Sebaliknya CPNS yang  terakhir diumumkan yakni tanggal 17 Januari 2011, sebanyak 206, itulah  yang sedang diproses oleh BKN, akan tetapi tidak semuanya diakomodir  karena terdapat puluhan orang data infieled sama seperti kasus  sebelumnya.&lt;br /&gt;
Yah, mungkin sekitar seratusan lagi yang bisa diterbitkan NIPnya (tegas ketua BKN Reg VI , 3/8/11)&lt;br /&gt;
Demikian Info, dan masih menunggu informasi selanjutnya, terkait  kunjungan DPRD Nias Barat ke BKN pusat dan Menpan hari ini (4/8/11), &lt;br /&gt;
Silakan ikuti terus perkembanannya, dan bila ada yang sudah memperoleh informasi, segera share di forum ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/feeds/2163807642706702356/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/2011/08/tanpa-uang-nip-cpns-kep-nias-formasi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7554530350688978084/posts/default/2163807642706702356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7554530350688978084/posts/default/2163807642706702356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://perlindunganhulu.blogspot.com/2011/08/tanpa-uang-nip-cpns-kep-nias-formasi.html' title='Tanpa Uang, NIP CPNS Kep. Nias Formasi 2009 Tidak Akan Keluar.'/><author><name>perlind hulu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12343142022467299159</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4pNOyCD8703nWmyJSGfH4MobpBe14G8m4SIfU5cXDiQ0B3W8j0EXjnyLdPWPld5oOtAYiKMZ8yHyGatOnV_cypFr96U4mm8BmpmotIko8iOA5845-xHxr7ymXfA-7rQA/s220/223296_1672497460731_1486243031_1485585_1113015_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>