<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-4600709174614751874</atom:id><lastBuildDate>Thu, 24 Oct 2024 19:04:02 +0000</lastBuildDate><category>Out of The Box</category><category>Business</category><category>Cape Deh</category><category>Sapi Punya Susu</category><category>Telur Columbus</category><category>My Books</category><category>Corruption</category><category>Novel</category><category>Education</category><category>Laskar Pelangi The Movie</category><category>PCI DSS</category><category>Writing Block?</category><title>PERSPective - ACTIVE</title><description>Setelah anda mem &quot;buka kacamata kuda&quot; yang dipakai, maka mari kita memandang wilayah yang lebih luas. Hidup tidak lain dari sekedar PERSPective, sudut pandang. Karena itu kita memang perlu mencari secara ACTIVE sudut pandang yang sesuai dengan tujuan hidup kita.&#xa;&#xa;Maka, mari mencari sudut pandang kita masing-masing.&#xa;&#xa;Silakan menyampaikan pesan melalui komentar, ke email ardian.syam@gmail.com atau twitter @ardiansyam</description><link>http://perspactive.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Ardian)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>124</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4600709174614751874.post-5517316189128682439</guid><pubDate>Tue, 17 Feb 2015 19:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-02-18T02:17:54.686+07:00</atom:updated><title>Menerobos Keterbatasan - Break Through the Limits</title><atom:summary type="text">
Qbaca dibangun dengan tujuan
menjadi media baca yang sangat dinamis. Orang membaca untuk menambah
pengetahuan, mengenal hal baru atau mencari hiburan. Tetapi buku sering ‘memaksa’
kita mendapatkan tujuan itu dengan satu indra, mata. Teks dan teks dan gambar
dan foto dan semuanya diam, statis, tidak berubah-ubah.



Bacaan yang dinikmati dalam
format kertas juga memiliki banyak keterbatasan. Buku</atom:summary><link>http://perspactive.blogspot.com/2015/02/menerobos-keterbatasan-break-through.html</link><author>noreply@blogger.com (Ardian)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4600709174614751874.post-4839288339924061349</guid><pubDate>Tue, 16 Sep 2014 11:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-09-16T18:56:32.282+07:00</atom:updated><title>Dimana Menerbitkan Buku?</title><atom:summary type="text">
Menulis itu menyenangkan, kata
orang-orang. Tetapi setiap tulisan harus mencapai pembacanya. Penulis tidak
bisa mengetahui apakah tulisannya dipahami pembaca, apakah pemahaman itu
bermanfaat bagi pembaca, apakah para pembaca menyebarluaskan informasi. Karena
kebanggaan penulis adalah banyak orang yang paham tentang isi pikirannya yang
dicurahkan dalam tulisan. 

Mengirim ke penerbit? Setiap
</atom:summary><link>http://perspactive.blogspot.com/2014/09/dimana-menerbitkan-buku.html</link><author>noreply@blogger.com (Ardian)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4600709174614751874.post-6653586985198174447</guid><pubDate>Sun, 13 Jul 2014 16:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-07-13T23:29:00.260+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Writing Block?</category><title>Plot Novel Roman</title><atom:summary type="text">
Menyusun plot untuk novel roman bisa menggunakan teori DABDA
(Denial-Anger-Bargaining-Depression-Acceptance). Konsep ini sebenarnya berasal
dari tahapan respon psikologis seseorang menghadapi masalah dalam kehidupan
sehari-hari. Konsep yang ditemukan oleh Elizabeth Kubler-Ross terkait dengan
respon seseorang terhadap keadaan duka yang terjadi.&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;(http://en.wikipedia.org/wiki/</atom:summary><link>http://perspactive.blogspot.com/2014/07/plot-novel-roman.html</link><author>noreply@blogger.com (Ardian)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4600709174614751874.post-4762385573584388239</guid><pubDate>Wed, 25 Jun 2014 17:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-06-26T00:25:56.452+07:00</atom:updated><title>Belanjalah Selalu dengan Uang Tunai?</title><atom:summary type="text">Coba baca berita ini. Dengan kurs 1 poundsterling = 20.625 rupiah, maka itu senilai dengan 10,3 milyar rupiah dan hanya terjadi dalam seminggu. Itu setara dengan Rp.1,5 milyar per hari.

Bahkan pencurian terkecil senilai Rp.35 juta dan yang terbesar senilai Rp.800 juta. Mereka mendapatkan data rekening bank sudah cukup untuk melakukan pencurian sebanyak itu. Tetapi jangan salah, karena mereka </atom:summary><link>http://perspactive.blogspot.com/2014/06/belanjalah-selalu-dengan-uang-tunai.html</link><author>noreply@blogger.com (Ardian)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4600709174614751874.post-7968940068490474827</guid><pubDate>Mon, 23 Jun 2014 06:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-06-23T13:38:39.331+07:00</atom:updated><title>Tips Menulis: Jangan Sebut Merek?</title><atom:summary type="text">Pernah baca di sebuah novel ada deskripsi &quot;dia menunggu lama di teras KFC&quot; kah? Atau yang lain: &quot;dia berdiri memandang kejauhan sambil menyesap Sariwangi&quot;. &quot;Dibalut Armani, dia terlihat gagah malam itu, sayang sekali wajahnya...&quot;. &quot;Turun dari Nissan March dengan Rayban melindungi matanya...&quot; Banyak sekali tulisan yang menyebutkan merek dan pembaca langsung tahu benda apa yang dimaksud. 

Bolehkah</atom:summary><link>http://perspactive.blogspot.com/2014/06/tips-menulis-jangan-sebut-merek.html</link><author>noreply@blogger.com (Ardian)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4600709174614751874.post-6918500012255106494</guid><pubDate>Tue, 10 Jun 2014 07:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-06-10T14:28:01.111+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">PCI DSS</category><title>Transaksi Online, Bayar Pakai Kartu?</title><atom:summary type="text">Online store? Pasti sudah bukan berita baru bagi semua pembaca. Biasa saja sudah bagi sebagian orang, bahkan hingga ke pelosok untuk belanja dari online store. Betapa tidak, menunggu toko-toko di sekitar kita menyediakan barang-barang tertentu yang memang tidak sering dibeli orang, dan toko memperhitungkan keuntungan menyediakan barang yang jarang dibeli. Itu membuat online store lebih diserbu, </atom:summary><link>http://perspactive.blogspot.com/2014/06/transaksi-online-bayar-pakai-kartu.html</link><author>noreply@blogger.com (Ardian)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4600709174614751874.post-6251124541303444692</guid><pubDate>Tue, 18 Mar 2014 15:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-03-18T22:46:17.822+07:00</atom:updated><title>Tips Menulis: Waspadai Pembacamu</title><atom:summary type="text">Iya, lho. Hati-hati dengan pembacamu. Kabarnya, satu orang yang senang akan memberi kabar kepada lima temannya, tetapi satu orang yang kecewa akan memberi tahu kepada dua puluh temannya. 

Tapi apa hubungannya dengan menulis? Bukankah kita bebas menulis apa saja?

Betul, bebas saja menulis bahwa Harry Potter tidak bisa dikalahkan oleh siapapun, penulis bisa berimajinasi seluas mungkin. Bagaimana </atom:summary><link>http://perspactive.blogspot.com/2014/03/tips-menulis-waspadai-pembacamu.html</link><author>noreply@blogger.com (Ardian)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4600709174614751874.post-9017019169074841917</guid><pubDate>Sun, 09 Mar 2014 10:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-03-09T17:17:18.671+07:00</atom:updated><title>Tips Menulis - Dialog Sesuai Gender</title><atom:summary type="text">Nah, apa pula ini? Para penulis lelaki seringkali agak gagap ketika menulis dialog tokoh perempuan, begitu pula sebaliknya. Padahal untuk banyak novel, terutama romans, seringkali ada dialog antar dua gender yang berbeda. Pembaca dapat merasakan apakah dialog itu diucapkan oleh seorang lelaki atau perempuan. Sehingga penulis perlu lebih berhati-hati dalam menulis dialog. 

Bagaimana bila dialog </atom:summary><link>http://perspactive.blogspot.com/2014/03/tips-menulis-dialog-sesuai-gender.html</link><author>noreply@blogger.com (Ardian)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4600709174614751874.post-3234170078009546474</guid><pubDate>Sun, 23 Feb 2014 23:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-02-24T06:49:24.427+07:00</atom:updated><title>Tips Menulis: Membangun Ketegangan</title><atom:summary type="text">Diterjemahkan dan disarikan dari http://www.nownovel.com/blog/how-to-write-suspense-like-the-hunger-games/

Meskipun ditulis sebagai sebuah novel untuk dewasa muda, The Hunger Games oleh Suzanne Collins dibeli dan dibaca oleh pembaca dari segala usia. Salah satu kunci keberhasilannya adalah penggunaan ketegangan, dan kita meniru cara-cara para penulis dalam membangun ketegangan dalam novelnya.

</atom:summary><link>http://perspactive.blogspot.com/2014/02/tips-menulis-membangun-ketegangan.html</link><author>noreply@blogger.com (Ardian)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4600709174614751874.post-135525592135867267</guid><pubDate>Sun, 23 Feb 2014 23:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-02-24T06:04:57.811+07:00</atom:updated><title>Kompetensi Penulis Fiksi?</title><atom:summary type="text">Apa? Seorang penulis fiksi itu ada kompetensinya? Aduh, gimana ya kalau saya tidak punya kompetensi? Eits, jangan panik dulu. Tidak terlalu banyak, hanya 6 saja kok: Konseptualisasi, 
Karakter, Tema,  Plot Sequencing, Konstruksi Adegan dan Menyuarakan. Itu menurut Larry Brooks seorang mantan pemain baseball yang kemudian menjadi penulis. Menurut Larry, kalau 6 hal itu tidak dilakukan, buku kita </atom:summary><link>http://perspactive.blogspot.com/2014/02/kompetensi-penulis-fiksi.html</link><author>noreply@blogger.com (Ardian)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4600709174614751874.post-6855012622494112349</guid><pubDate>Thu, 20 Feb 2014 08:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-02-20T15:19:18.585+07:00</atom:updated><title>Tips Menulis - Dialog</title><atom:summary type="text">Ada beberapa pendapat yang akan kita perhatikan dalam hal pembuatan dialog pada naskah fiksi. Tulisan mereka sudah saya modifikasi ke dalam pemaknaan Bahasa Indonesia agar ajaran mereka dapat dipahami dan diikuti.

MARY COOK – Yang Penting Bukan Apa yang Dikatakan:

Menurut Mary dialog diperlukan untuk menunjukkan karakter tokoh di karya fiksi kita, dan harus dapat melakukan tugas itu. Bacalah </atom:summary><link>http://perspactive.blogspot.com/2014/02/tips-menulis-dialog.html</link><author>noreply@blogger.com (Ardian)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4600709174614751874.post-1490682415253848036</guid><pubDate>Thu, 02 Jan 2014 17:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-01-03T00:34:50.869+07:00</atom:updated><title>Karakter</title><atom:summary type="text">Sebelum diskusi, silakan cek dulu tulisan-tulisan ini ya… Tulisan-01 Tulisan-02 dan Tulisan-03

Sebuah cerita adalah potongan pendek kehidupan seorang manusia termasuk orang-orang di sekitarnya.  Periode pendek tersebut bisa saja sehari, sebulan, setahun, atau sepuluh tahun. Jarang sekali ada sebuah cerita yang menggambarkan kehidupan seseorang dari mulai lahir hingga meninggal di usia lebih dari</atom:summary><link>http://perspactive.blogspot.com/2014/01/karakter.html</link><author>noreply@blogger.com (Ardian)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4600709174614751874.post-6430199026905292583</guid><pubDate>Tue, 31 Dec 2013 18:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-01-03T00:35:41.532+07:00</atom:updated><title>Blurb</title><atom:summary type="text">Penulis selalu ingin karyanya dibaca banyak orang, karena ingin menyebarluaskan pengetahuan dan pemahaman atau ingin menyenangkan hati, bisa juga ingin membuat orang-orang waspada terhadap hal-hal tertentu. Ada pesan yang ingin disampaikan. 

Padahal ketertarikan calon pembaca terhadap sebuah karya disebabkan oleh sumber yang beragam. Judul, nama penulis dan penerbit adalah informasi paling awal </atom:summary><link>http://perspactive.blogspot.com/2013/12/blurb_31.html</link><author>noreply@blogger.com (Ardian)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4600709174614751874.post-3859309749249631634</guid><pubDate>Fri, 13 Dec 2013 19:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-12-14T02:03:19.775+07:00</atom:updated><title>Plot: Kisah yang Emosional</title><atom:summary type="text">Tulisan ini adaptasi dari tulisan Andy Ward dan June Drexler, silakan cek di sini 
 
Kita selalu menganggap bahwa sebuah novel roman mempunyai rumus cowok yang bertemu cewek, si cewek tidak suka dengan si cowok, lalu kemudian si cowok merayu dan membuat si cewek tertarik (atau sebaliknya) dan happily ever after. Tidak semudah itu juga rumus untuk membuat sebuah novel roman yang menarik. 

Sebuah </atom:summary><link>http://perspactive.blogspot.com/2013/12/plot-kisah-yang-emosional.html</link><author>noreply@blogger.com (Ardian)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4600709174614751874.post-6435108794159684563</guid><pubDate>Fri, 13 Dec 2013 12:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-12-13T19:34:29.815+07:00</atom:updated><title>Alur Kerja Penerbit Buku Digital</title><atom:summary type="text">Beberapa hal akan berubah ketika para penerbit ingin melangkah ke bisnis buku digital. Sebentar dulu, saya tidak ingin mendiskusikan bahwa setiap penerbit harus beralih ke digital dan meninggalkan buku kertas. Diskusi ini lebih ditujukan bagi penerbit yang merasa sudah mulai perlu masuk ke bisnis buku digital sebagai complimentary bagi bisnisnya sekarang. 

Semakin banyak saluran penjualan </atom:summary><link>http://perspactive.blogspot.com/2013/12/alur-kerja-penerbit-buku-digital.html</link><author>noreply@blogger.com (Ardian)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4600709174614751874.post-8437701764229115103</guid><pubDate>Mon, 02 Dec 2013 17:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-12-03T00:51:59.697+07:00</atom:updated><title>Kecepatan Bercerita</title><atom:summary type="text">Diskusi kita kali ini terkait dengan narrative journalism, fitur dan fiksi. Tapi untuk hal yang terkait judul diskusi ini, bisa saja dibahas bagi tiga jenis tulisan tersebut, bisa juga kita bahas berbeda. Tetapi, untuk tulisan yang manapun, kecepatan bercerita akan diperlukan. 

Apa sih kecepatan bercerita? Saya mengajak Anda mengingat salah satu tulisan fiksi yang pernah dibaca, terutama novel. </atom:summary><link>http://perspactive.blogspot.com/2013/12/kecepatan-bercerita.html</link><author>noreply@blogger.com (Ardian)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4600709174614751874.post-3606753999384006103</guid><pubDate>Thu, 21 Nov 2013 19:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-11-22T02:05:23.875+07:00</atom:updated><title>Tips Menulis - Mulailah dari Niat</title><atom:summary type="text">Judul diskusi kita sudah benar. Tips Menulis: Mulailah dari Niat. Karena seringkali para penulis merasakan kemacetan idea tau istilahnya writing block, maka kita diskusikan saja dulu tentang niat menulis.

Ada berbagai keinginan yang membuat seseorang kemudian menulis. Mulai dari ingin terkenal, ingin menyampaikan pesan tertentu atau ingin menghibur. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan </atom:summary><link>http://perspactive.blogspot.com/2013/11/tips-menulis-mulailah-dari-niat.html</link><author>noreply@blogger.com (Ardian)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4600709174614751874.post-3011503816836887722</guid><pubDate>Mon, 02 Sep 2013 09:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-09-02T16:34:41.916+07:00</atom:updated><title>Shania Twain?</title><atom:summary type="text">Ya, kita akan bicara tentang Country Music.

Coba buka di youtube: http://www.youtube.com/watch?v=juYk8oYqYdE, http://www.youtube.com/watch?v=GRU8ToWXFMA atau dengan keyword &#39;country singer female&#39;

Kalian akan menemukan nama-nama: Colbie Caliat, Miranda Lambert, Jenette McCurdy, Kellie Pickler, Emmylou Harris, Suzy Bogguss, Marianne Rogers, Lisa Brokop, Melodie Crittenden, Kelli Coffey, Jenny C.</atom:summary><link>http://perspactive.blogspot.com/2013/09/shania-twain.html</link><author>noreply@blogger.com (Ardian)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4600709174614751874.post-5812250640077346178</guid><pubDate>Sun, 10 Mar 2013 15:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-03-10T22:45:23.877+07:00</atom:updated><title>Menulis (Tentu) Bisa Mendapatkan Uang</title><atom:summary type="text">Saya dihubungi oleh seorang teman. Dia dalam proses menulis sebuah biografi dengan gaya penulisan fiksi. Baiklah, itu gaya yang sedang populer sekarang. Tapi pertanyaannya adalah bahwa dirinya akan tanda tangan kontrak dengan si tokoh.

Boleh minta DP kah? Dia minta saya maklum, karena dirinya adalah pemula di bisnis biografi.

Saya bilang, silakan saja. Kan untuk membuat biografi ada biaya-biaya</atom:summary><link>http://perspactive.blogspot.com/2013/03/menulis-tentu-bisa-mendapatkan-uang.html</link><author>noreply@blogger.com (Ardian)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4600709174614751874.post-3737373826447462461</guid><pubDate>Sun, 10 Mar 2013 15:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-03-10T22:12:07.287+07:00</atom:updated><title>Genre Lain</title><atom:summary type="text">Para penerbit sering menerbitkan genre yang sama dari bulan ke bulan. Judul beda, penulis beda, genre tetap sama. Apakah pembaca mereka tidak bosan dengan genre yang sama setiap bulan? Sepertinya tidak, karena terus saja laku.
Akan tetapi, apakah itu akan selalu demikian? Genre yang sama akan terus laku? Memiliki pembaca setia, ya. Laku, nanti dulu. Ambil contoh seri romance terkenal. Harlequin. </atom:summary><link>http://perspactive.blogspot.com/2013/03/genre-lain.html</link><author>noreply@blogger.com (Ardian)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4600709174614751874.post-2342592481507468535</guid><pubDate>Sun, 10 Mar 2013 15:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-03-10T22:10:28.898+07:00</atom:updated><title>Kreatif, Tiada Akhir</title><atom:summary type="text">Saya pernah tanpa sengaja membaca sebuah berita: 8 tahun menulis 300 judul buku. Itu artinya, bila dirata-rata, setiap bulan menciptakan lebih dari 3 judul buku. Astaga! Begitu banyaknya yang dia tulis.

Mungkin ada saja yang mengatakan bahwa tiap buku hanya terdiri dari 20 halaman, atau gampangnya, tiap buku hanya terdiri dari 100 kata. Maka akan mudah untuk mencetak 300 judul buku.

Lalu di </atom:summary><link>http://perspactive.blogspot.com/2013/03/kreatif-tiada-akhir.html</link><author>noreply@blogger.com (Ardian)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4600709174614751874.post-6512537968100010356</guid><pubDate>Wed, 09 Jan 2013 19:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-01-10T02:22:39.839+07:00</atom:updated><title>Ketakutan pada Bacaan Digital</title><atom:summary type="text">Saya memang agak bingung dengan judul diskusi kita kali ini. Karena sudah beberapa kali saya bicara tentang bacaan digital. Sehingga saya pilih kata ketakutan. Karena kata takut seringkali absurd. Banyak hal yang kita takuti ternyata tidak masuk logika akal sehat kebanyakan orang. Jadi mari kita lihat satu persatu.

Penulis, saya fikir satu-satunya ketakutan penulis pada bacaan digital adalah </atom:summary><link>http://perspactive.blogspot.com/2013/01/ketakutan-pada-bacaan-digital.html</link><author>noreply@blogger.com (Ardian)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4600709174614751874.post-6353876865469559584</guid><pubDate>Wed, 09 Jan 2013 05:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-01-09T12:18:29.807+07:00</atom:updated><title>Jinakkan Ide</title><atom:summary type="text">Khrisna Pabichara menulis di Kompasiana berjudul: Dari Mana Datangnya Ide, bisa dicek di http://goo.gl/2RdxJ

Ide itu binatang liar, cari dan jinakkan. Lalu beliau juga menyatakan bahwa prosesnya adalah menangkap, menjinakkan dan mengandangkan. Bagaimana beliau menyatakan ide itu seperti maling, datang tak diundang, pergi tak pamitan. 

Nah, Kbrisna Pabichara mengungkap bagaimana teman-teman </atom:summary><link>http://perspactive.blogspot.com/2013/01/jinakkan-ide.html</link><author>noreply@blogger.com (Ardian)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4600709174614751874.post-3673076756002229636</guid><pubDate>Tue, 08 Jan 2013 14:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-01-08T21:56:44.618+07:00</atom:updated><title>Jurnalisme Naratif</title><atom:summary type="text">Ada banyak sekali istilah untuk tipe jurnalisme yang satu ini. Jurnalisme yang terjadi sejak real time journalism mulai marak. Betul sekali real time journalism, apalagi ditambah dengan citizen journalism menjadi tantangan baru bagi pewarta media cetak. 

Mengapa bisa demikian? Karena real time journalism seperti yang kita kenal salah satunya; detik, membuat semua orang bisa mengetahui suatu </atom:summary><link>http://perspactive.blogspot.com/2013/01/jurnalisme-naratif.html</link><author>noreply@blogger.com (Ardian)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4600709174614751874.post-3233146362291521893</guid><pubDate>Thu, 06 Dec 2012 09:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-12-06T16:49:02.902+07:00</atom:updated><title>Mengapa Memusuhi eBook?</title><atom:summary type="text">Banyak sekali yang menulis tentang buku kertas dan betapa banyak manfaat buku kertas bagi kehidupan. Bahkan ada tulisan yang menyatakan bahwa sastrawan, filsuf, politikus jaman dulu begitu intens dengan buku kertas, sehingga digambarkan sebagai menyatu raga dan indra mereka dengan buku kertas.

Betul sekali bila fakta digambar dari perspektif masa lalu dan dengan paranoia terhadap kekinian. Bahwa</atom:summary><link>http://perspactive.blogspot.com/2012/12/mengapa-memusuhi-ebook.html</link><author>noreply@blogger.com (Ardian)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAvOHUtaL2puwvWim8_C_e7sFPha3LXGl348eQlLtduJlOc1Xu8AR88prMSbXaRV78JbJP0l0MjOkBWKVX1ZzwmbETffdvbXAPoeqWyYHqFDWnqka5TzhQQ9BDkIMp4QRiwgxBbtn3rCri/s72-c/Pertumbuhan+Buku+eBook.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>