<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" gd:etag="W/&quot;CUcERX47fSp7ImA9WxBWEUo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-12785854</id><updated>2010-02-03T11:56:44.005+07:00</updated><title>petawisata.net</title><subtitle type="html">sekedar wadah tongkrongan buat yang suka traveling...</subtitle><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://www.petawisata.net/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.petawisata.net/" /><link rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><link rel="next" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12785854/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false&amp;v=2" /><author><name>sus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11283431258508341850</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>40</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/atom+xml" href="http://feeds.feedburner.com/PetaWisata" /><feedburner:info uri="petawisata" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com" /><entry gd:etag="W/&quot;AkUCQ3w6cSp7ImA9WxBXFkg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-12785854.post-554355770371512755</id><published>2010-01-27T21:41:00.015+07:00</published><updated>2010-01-28T12:57:42.219+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-01-28T12:57:42.219+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jawa Tengah" /><title>Yogyakarta on the road</title><content type="html">Kali ini Dolphinrider melaporkan dari Jogja. (Sebenarnya sudah  ... WOW baru sadar belum di post sejak 23 September 2009)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sudah lama diriku tidak jadi sopir trayek luar provinsi. Kali ini berdua dengan Lik kami menyusuri jalanan Surabaya - Jogja dengan si mungil Karimun. Kami memilih tanggal ini karena kami berharap mereka yang mengambil libur lebaran sedang memasuki arus balik. Dan benar saja, kemacetan di arah sebaliknya kami lihat panjang sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berangkat malam hari sekitar pukul 20.00 WIB dan memutuskan untuk menuju &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Borobudur &lt;/span&gt;langsung sebagai tempat tujuan pertama kami. Tiba sekitar pukul 03.00 di Jogja dengan Lik sbg driver, baru lah diriku yang menggantikan ketika kami menuju Borobudur melalui ringroad (sekitar 45 menit) Karena terlalu pagi, kami harus beristirahat di mobil menunggu gerbang di buka pukul 06.00 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memasuki lahan parkir Candi simbol kebangkitan ini, kita di kenakan tarip Rp 5.000,- /mobil. Dan kemudian juga harus antri di loket wisatawan Nusantara serta membayar tiket masuk Rp 9.000,- / orang dan Rp 1.000,- / kamera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam taman wisata ini pengunjung tidak di perbolehkan untuk membawa makanan di karenakan alasan kebersihan. Jadi jangan tersinggung karena sebelum masuk kita harus membuka tas kita untuk di periksa satu persatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menikmati dan membaca cerita relief Borobudur, kita bisa masuk melalui pintu timur dan bergerak searah jarum jam dan menempatkan candi di sisi kanan kita dari tingkat bawah sampai tingkat tertinggi. Konon sebagai penghormatan kita bisa memutari setiap tingkatan sebanyak 3 kali.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/S2CMPPxAjsI/AAAAAAAAAjg/K_eT3ar_OAw/s1600-h/IMG_7023.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 90px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/S2CMPPxAjsI/AAAAAAAAAjg/K_eT3ar_OAw/s320/IMG_7023.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5431495344166833858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/S2CMO0X6lzI/AAAAAAAAAjY/yoZBJ0dM78Y/s1600-h/IMG_7008.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 216px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/S2CMO0X6lzI/AAAAAAAAAjY/yoZBJ0dM78Y/s320/IMG_7008.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5431495336813827890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ketika keluar menuju tempat parkir kita akan di lewatkan di pasar souvenir yang menjual berbagai pernak pernik sebagai barang oleh2. Jika ingin membeli sesuatu yang khas dari kota ini pahatan batu berbentuk borobudur bisa di jadikan pilihan karena &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Magelang&lt;/span&gt; terkenal sebagai kota pemahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum tidur semalam dan perut yang berteriak minta makan bukan lah perpaduan yang menarik. Jadi kami mencoba mencari solusi keduanya sekaligus di &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bladok Losmen &amp;amp; Restaurant&lt;/span&gt;. Jalan Sosrowijan 76. (0274) 560452. Kenapa Bladok? Karena makanan western food disini emang mantap punya. Dia membuat rotinya sendiri. Nih biar tambah ngiler ...&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/S2CNbPT_XMI/AAAAAAAAAkY/kut7h-CefZ0/s1600-h/Photo-0218.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 229px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/S2CNbPT_XMI/AAAAAAAAAkY/kut7h-CefZ0/s320/Photo-0218.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5431496649715178690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;American Breakfast&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/S2CNbUzswaI/AAAAAAAAAkg/dIxzT4JMeHg/s1600-h/Photo-0219.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 219px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/S2CNbUzswaI/AAAAAAAAAkg/dIxzT4JMeHg/s320/Photo-0219.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5431496651190354338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Makanannya Popeye :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;  Soal harga yah..relatif ya.Nih bocorannya.. ;) Ice tea Rp 5.000,-, American breakfast Rp 21.000,-&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;(Liputan soal Losmen Bladok &lt;a style="color: rgb(255, 0, 0);" href="http://www.petawisata.net/2007/04/yogyakarta.html" target="_blank"&gt; monggo click disini&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, karena masih musim liburan kami tidak mendapat tempat di sekitaran Malioboro. Jadi kami berputar sedikit lebih jauh dan akhirnya menemukan hotel Sala,dan karena kebetulan ini cabang ke 3 dari 5 cabangnya maka di namakan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;hotel Sala Tiga&lt;/span&gt;. Jalan Dagen 48 (0274) 580600. Hotel ini cukup bersih, dengan kamar mandi dalam dan teras sendiri. Karena sudah cukup lelah dan tidak ingin mengadu peruntungan lagi di masa liburan ini. Maka kami ambil 1 kamar ber AC tapi tanpa air panas. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Maaf entah kenapa sepertinya bonny&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;a terselip entah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; dimana, jadi tidak bisa memberikan kisaran harganya)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/S2CMwC2cG4I/AAAAAAAAAj4/v-Rntjwd7v8/s1600-h/IMG_7817.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 156px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/S2CMwC2cG4I/AAAAAAAAAj4/v-Rntjwd7v8/s320/IMG_7817.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5431495907635633026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah tidur pagi :p kami memilih&lt;a href="http://www.ullensentalu.com/" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt; Museum Ullen Sentalu&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;(click saja) di kawasan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kaliurang&lt;/span&gt; sebagai next stop.&lt;br /&gt;Ketika memasuki kawasan Kaliurang akan di kenakan Rp 2.000,- untuk masing2 mobil dan orang.Museum sejarah Jawa dan batik ini buka pada pukul 09.00 - 15.30 WIB. Dan tiket nya seharga Rp 25.000,- untuk wisatawan lokal. Rp 50.000,- for foreigner. Kita akan memasuki museum bersama2 dibatasi sekitar 10 orang /rombongan dan di pandu oleh guide yang akan menceritakan sejarah dari awal kita masuk. Museum ini tutup pada hari Senin. Sebelum memasuki "gua pohon" ini, kita di peringatkan bahwa tidak boleh mengambil foto didalam. Dan jika ada yang mau di titipkan, bisa menggunakan loker yang di sediakan free.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/S2CNb7dbLTI/AAAAAAAAAko/aOFyeTRBvpo/s1600-h/Untitled-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 230px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/S2CNb7dbLTI/AAAAAAAAAko/aOFyeTRBvpo/s320/Untitled-1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5431496661565910322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ullen Sentalu merupakan singkatan dari “ULating blENcong SEjatiNe TAtaraning LUmaku” yang artinya adalah “Nyala Lampu Blencong sebagai Petunjuk Manusia dalam Melangkah Meniti Kehidupan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Museum ini bangunannya tidak tampak dari luar, malah terlihat seperti hutan dan seperti kita akan memasuki pohon beringin tua. Dingin, sejuk menambah suasana oldies dan mistisnya. Setelah masuk, kita akan memasuki ruang bawah tanah yang ternyata di dekorasi dengan wah..dan keren. Pokoknya keren n eksotis deh, dingin dan tidak bau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sang guide kita akan di ajak melihat alat2 musik tradisional Jawa di ruang pertama. Dia bercerita dengan luwes dan cepat lalu membawa kami ke ruang berikut melalui lorong2 yang penuh berisi lukisan yang menceritakan sejarah kerajaan Jogja dan Solo serta keturunan Sultan. Tentang putri2 kerajaan yang ternyata tidak lah kuno. Mereka bahkan sudah bersekolah di luar negeri di jaman dahulu itu. Ada lukisan yang juga di buat 3 dimensi seorang putri yang fashionable, ada lukisan Pangeran Charles n Lady Di beserta Sultan. Ada lukisan yang di buat sedemikian rupa sehingga mata mereka yang ada di lukisan itu mengikuti arah gerak kita. (keren..). Lukisan2 ini di lukis oleh pelukis khusus kerajaan yang tidak di publish namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba kami diruang lain, yang berisikan kumpulan puisi dari seorang putri yang dijodohkan dengan pria yang tidak dicintainya. Puisi2 itu di pajang dalam kotak2 kaca dan bahasanya begitu indah2. Sang putri bertukar surat dengan bibi dan sepupu2nya yang juga membalas dengan puisi balasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ruang lain adalah koleksi motif batik yang menjadi sejarah kerajaan Solo dan Jogja. Ada yang hanya di pakai untuk acara2 kebesaran dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Berikutnya kami di ajak mengenal seorang putri yang sangat modern pemikirannya. Pandai berkuda, menguasai 4 bahasa dan menentang monogami dalam kerajaan. Beliau pernah menolak lamaran Pak Karno karena sudah ada istri2 sebelumnya. Di kisahkan dia baru menikah pada usia 30 tahun pada masa seorang gadis biasanya di nikahkan umur 10 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melewati rimbunnya pohon2 kami sampai di ruangan lain yang tidak kalah dingin dr ruangan sebelum2nya. Lebih berasa dingin lagi ketika nama Nyi Roro Kidul di sebut. Dalam ruangan itu ada lukisan besar tentang tarian yang hanya boleh di tarikan pada saat raja naik tahta. Tarian ini ditarikan oleh 9 penari perawan dan harus dalam keadaan tidak haid serta berpuasa sebelum melakukannya. Bagi orang Jawa 10 adalah angka yg sempurna, sebenarnya ada 1 penari lagi yang diyakini ikut menarikannya yaitu Nyi Roro Kidul yang dalam lukisannya di buat sedikit transparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir kita di suguhi teh ramuan seorang putri keraton secara gratis sembari bisa melihat2 souvenir di toko yang berisi batik2 dengan banyak model. Teh ini konon bisa membuat panjang umur, terbuat dari campuran cengkeh, jahe, daun pandan dan ramuan rahasia dari sang putri.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/S2CMvvMBESI/AAAAAAAAAjo/PVDEcAQfdZM/s1600-h/IMG_7776.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 216px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/S2CMvvMBESI/AAAAAAAAAjo/PVDEcAQfdZM/s320/IMG_7776.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5431495902357426466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dengan pengetahuan baru kami pulang kembali ke Jogja. Kami menyempatkan diri berhenti di &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gudeg Mbarek Bu Hj Ahmad&lt;/span&gt; yang berada di Kaliurang Km 10. Kami ingin menyantap hidangan khas Jogja tersebut. Enak nih apalagi perut belum terisi lagi. Rumah makan yg luas ini tampak kosong tapi kami jg harus menunggu karena ternyata banyak pesanan mrk terima.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/S2CMv0XKC2I/AAAAAAAAAjw/_9fVFFScmI4/s1600-h/IMG_7784.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/S2CMv0XKC2I/AAAAAAAAAjw/_9fVFFScmI4/s320/IMG_7784.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5431495903746329442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sejarah sudah, makanan khas sudah, kami kembali ke kawasan Malioboro tepatnya persis di sebelah stasiun kereta api. Kami sedang mencari sebuah minuman yang terdengar aneh bagi kami dan hampir2 susah membayangkan bagaimana meminumnya.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/S2CMN-WkM9I/AAAAAAAAAjA/dki6bSPNGjY/s1600-h/3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 113px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/S2CMN-WkM9I/AAAAAAAAAjA/dki6bSPNGjY/s320/3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5431495322312651730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Namanya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kopi Joss. &lt;/span&gt;Ternyata ini adalah minuman kopi (bisa juga teh) yang di cemplungin arang membara sehingga bunyinya josss.....dan itulah yang kita minum. Tidak higienis memang mengingat arang itu di ambil dari pembakaran air yang di gunakan untuk membuat kopi tersebut tapi cukup unik nan kreatif. Lek Wi sang pemilik angkringan mengatakan khasiatnya bisa buat badan hangat dan tidak gampang masuk angin. Di jalan ini ada beberapa angkringan(warung dan lesehan mgkn ya kalau di sini) dan penuh dengan remaja2 yg jg menikmati nasi bungkus murah dan gorengan. Angkringan2 ini buka sejak pukul 13.00 sampai pukul 04.00 pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kami melihat jalanan Malioboro yang penuh sesak walau sudah mulai meringkas barang2 mereka, kami memutuskan untuk mencuci mata sejenak di kawasan belanja yang paling ramai di Jogja ini. Tapi kami hanya sekedar lewat karena kami baru akan menelusuri &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Malioboro&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pasar Beringhardjo&lt;/span&gt; keesokan harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehabis sarapan yang di sediakan dari hotel kami tetap beristirahat mengingat akan melakukan perjalanan panjang untuk pulang ke Surabaya lagi. Jadi kami mengumpulkan tenaga sampai waktu check out hotel kemudian menuju ke daerah Malioboro. Kami memilih parkir di sebelah Bank Indonesia karena kami ingin mencoba sebuah resto yg di rekomendasikan oleh seorang pengunjung angkringan di malam sebelumnya. Tidak mau membuang waktu dan tenaga, kami bertanya kepada pak polisi yang kemudian membantu kami memanggil becak dan menjelaskan pada pak becak ttg tujuan kami sekaligus menawarkan harga (baek banget deee pak pol nyaa...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurang lebih 10 menit kami sampai di &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bale Raos&lt;/span&gt; yang ternyata berada di dalam kawasan Keraton. Harganya termasuk tinggi tapi disini kita bisa menikmati hidangan yang di sajikan untuk Sultan dan tamu2 keraton. Pada menunya kita bisa melihat makanan mana yang di sukai oleh Sultan ke brapa. Misalnya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bestik Djawa&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Es Secang &lt;/span&gt;yang merupakan welcome drink untuk tamu2 kerajaan. Tidak terlalu memuaskan perut, tapi lidah cukup puas (alias....kurang banyak makannya hahahaha) Tak apalah, sekali lagi.. tempat yang unik dan tidak akan ditemui di tempat lain.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/S2CMw-bYigI/AAAAAAAAAkI/b8w_y1jvFz0/s1600-h/IMG_7834.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/S2CMw-bYigI/AAAAAAAAAkI/b8w_y1jvFz0/s320/IMG_7834.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5431495923628280322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/S2CMwiHm7fI/AAAAAAAAAkA/kVV1SsPnLt8/s1600-h/IMG_7832.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 262px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/S2CMwiHm7fI/AAAAAAAAAkA/kVV1SsPnLt8/s320/IMG_7832.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5431495916029144562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Es Secang (Minuman tamu kerajaan)&lt;br /&gt;dan Beer Djawa (non-alkohol, minuman favorit Sultan HB VIII)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/S2CNag4YEQI/AAAAAAAAAkQ/B2a5Zd1MGyA/s1600-h/IMG_7838.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/S2CNag4YEQI/AAAAAAAAAkQ/B2a5Zd1MGyA/s320/IMG_7838.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5431496637251326210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bestik Djawa (untuk Sultan HB IX)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/S2CMOg3fG_I/AAAAAAAAAjQ/YtiiiIQ7Zzs/s1600-h/bebek+suwar+suwir.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 206px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/S2CMOg3fG_I/AAAAAAAAAjQ/YtiiiIQ7Zzs/s320/bebek+suwar+suwir.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5431495331577535474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bebek Suwar Suwir (Sajian khas Sultan HB IX)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sehabis deg2an di jalan gara2 kita salah cegat bapak becak yang uda tua gitu(sampe nga tega deh duduknya) pake nabrak becak lain pula si bapak :( akirnya sampe deh kembali di kawasan Malioboro. Untuk menjawab si perut maka berhentilah kami di depan Pasar Beringhardjo untuk makan fastfood khas Jogja yaitu &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pecel Pincuk&lt;/span&gt;. Wah makan pecel, tahu dan tempe bacem di sertai lombok sesuka hati. Puas dah....&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/S2CMOR_uYGI/AAAAAAAAAjI/OapIV4Ljwoo/s1600-h/4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 131px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/S2CMOR_uYGI/AAAAAAAAAjI/OapIV4Ljwoo/s320/4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5431495327585558626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Mengingat saran tips dari teman2 lain, maka proses tawar menawar pun terjadi lah ketika kami memasuki pasar berisikan baju2 batik itu. Baju bayi, ibu hamil, baju tidur, hem kerja, semua ada dari batik. Kelihatannya selain karena musim libur, pasar ini jadi begitu penuh karena batik baru saja di canangkan sebagai warisan asli Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belanja di pasar ini lebih bisa di tawar daripada di luarannya alias jalan Malioboro. Kebanyakan barang di Malioboro hampir seragam harganya dari penjual satu ke lainnya. Jika ingin membeli oleh2 bisa juga membeli &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bakpia pathuk&lt;/span&gt; konon yang terkenal enak nomor &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;25&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;75&lt;/span&gt;. Tapi ada pula toko di tengah2 malioboro itu yang menyajikan bakpia fresh from the oven (bak breadtalk gitu tmptnya). Bisa di cicip dulu sebelum membeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami menyusuri Malioboro sampai kaki berasa mau patah dan sepertinya mobil kami menjadi yang terakhir meninggalkan tmpt parkir. Segera kami menuju ke arah jalanan pulang Surabaya dan mampir di Mc D sebagai santapan akhir kami di Jogja dan untuk berganti baju dan menyegarkan diri menempuh malam, kali ini diriku sebagai driver sampai di Surabaya. (masuk rumah terus keluar lagi menuju Batu...hancur dah... tapi bahagia akhirnya sempat berlibur) :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian laporan dari Jogjakarta, doakan semoga punya waktu lagi dan jumpa di tempat yang lain ya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12785854-554355770371512755?l=www.petawisata.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.petawisata.net/feeds/554355770371512755/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=12785854&amp;postID=554355770371512755" title="3 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12785854/posts/default/554355770371512755?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12785854/posts/default/554355770371512755?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PetaWisata/~3/yYdCdAaUChI/yogyakarta-on-road.html" title="Yogyakarta on the road" /><author><name>Dolphinrider</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="00235211709257644711" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/S2CMPPxAjsI/AAAAAAAAAjg/K_eT3ar_OAw/s72-c/IMG_7023.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total><feedburner:origLink>http://www.petawisata.net/2010/01/yogyakarta-on-road.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ck4AQHY-eyp7ImA9WxNaF0k.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-12785854.post-8070041003861727541</id><published>2009-12-02T14:41:00.007+07:00</published><updated>2009-12-02T15:02:21.853+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-12-02T15:02:21.853+07:00</app:edited><title>Pulau Sempu (2) review...</title><content type="html">&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;15 November 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini hari Minggu, Pukul 08.45 WIB kami berangkat dari Kota Malang. Dan kami berharap sebelum pukul 12.00 WIB agar bisa menyeberang ke Pulau Sempu yang termasuk pulau untuk Cagar Alam. Namun kenyataannya kita berhasil mencapai tempat wisata Sendang Biru kira-kira Pukul 13.00 WIB ini dikarenakan jalan di daerah Dampit ada penutupan jalan sehingga jalan di alihkan dan kita tidak hafal jalan disana, tersesatlah kita sejauh 40 Km ke arah Lumajang.     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Liburan ke P. Sempu sejak 2 tahun terakhir ini (yang saya dengar) lebih mudah, tinggal beli tiket, bayar Perahu, dan jika kurang paham navigasi jalan setapak di Sempu kita dapat booking nelayan untuk mengantar kita ke tempat-tempat menarik yang ada. Untuk itu saya ingin membuktikannya. Berbeda dengan beberapa tahun lalu tepatnya Juli 2004 saya pernah bermalam 2 malam di P. Sempu. Saat itu tujuan kita memang untuk explore P Sempu, perijinan yang kami urus sangat berbelit namun sesuai dengan yang kami harapkan, kami mengunjungi hampir semua tempat menarik di pulau itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Harga tiket untuk masuk ke tempat wisata P Sempu adalah Pengunjung Rp. 1.000/org, Camping Rp. 4.000, Roda 2 Rp. 1.000, Roda 4 Rp. 1.000, dan Roda 6 Rp. 2.000. Tapi ini adalah tiket masuk di sisi Pulau Jawa karena disini juga pantai ya semacam Pantai Ria Kenjeran. Namun disini masih jauh lebih bersih. Untuk biaya kapal ada 2 paket, 1 biaya hanya untuk menyeberang ke P. Sempu Rp. 100.000 dan untuk mengelilingi pulau Rp 300.000 (masih bisa di nego menjadi Rp. 250.000). Jika ingin menghemat biaya kapal kita dapat mencari keluarga-keluarga atau rekan-rekan yang bertujuan sama dengan kita agar biaya lebih murah alias urunan. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dari informasi yang kami dapat wisatawan domestik banyak meluangkan waktu bermain ke tempat wisata ini pada hari Jumat sampai Minggu, untuk wisatawan mancanegara biasanya pada hari Selasa. Di P Sempu ini kita juga dapat melakukan Prewedding, salah satu tema-nya calon pasangan mempelai di naikkan perahu kecil yang kemudian di tarik oleh perahu besar. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" style="'width:340.5pt;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\SA\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.jpg" title="DSC00277e"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" style="'width:340.5pt;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\SA\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.jpg" title="DSC00277e"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_g7uxn-BBJFg/SxYa28mUWeI/AAAAAAAAAAM/2jD-H4yVhd4/s1600-h/DSC00277e.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_g7uxn-BBJFg/SxYa28mUWeI/AAAAAAAAAAM/2jD-H4yVhd4/s320/DSC00277e.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410541533614332386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; font-style: italic;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Perahu Untuk Prewed&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1026" type="#_x0000_t75" style="'width:339.75pt;height:255pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\SA\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image003.jpg" title="DSC00290e"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_g7uxn-BBJFg/SxYbFYA7t-I/AAAAAAAAAAU/mPrJ0wGgPws/s1600-h/DSC00290e.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_g7uxn-BBJFg/SxYbFYA7t-I/AAAAAAAAAAU/mPrJ0wGgPws/s320/DSC00290e.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410541781491890146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; font-style: italic;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Watu Bagong&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;20 menit pertama perjalanan mengelilingi pulau ombak serasa tenang, namun setelah itu ombak yang lumanyan besar terus mengombang ambingkan perahu kami, mungkin juga karena ukuran perahu yang cukup kecil sehingga mayoritas dari kita merasakan mabuk laut. Dari percakapan kami dengan Bapak Nelayan ombak malah belum apa-apa, karena musim ombak besar jatuh pada kisaran bulan Desember sampai Februari dan para nelayan pun tidak berani untuk melaut. Nelayan sendang biru umumnya menjala ikan pada waktu sore hingga dini hari ini didasarkan pada keluar tidak ikan (ikan akan berwarna menyala atau tampak jika keadaan gelap)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1027" type="#_x0000_t75" style="'width:339.75pt;height:255pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\SA\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image005.jpg" title="DSC00340e"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_g7uxn-BBJFg/SxYbTR_gCTI/AAAAAAAAAAc/FH0tBlVDmi8/s1600-h/DSC00340e.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_g7uxn-BBJFg/SxYbTR_gCTI/AAAAAAAAAAc/FH0tBlVDmi8/s320/DSC00340e.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410542020393437490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; font-style: italic;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Perahu yang disewa Para Pemancing&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Selama perjalanan kami bertemu perahu-perahu yang di sewa untuk memancing. Yang sangat saya sayangkan kami tidak sempat mengambil foto lumba-lumba yang sedang bermain di Laut Selatan. Kurang lebih 1 Jam perjalanan, kami di hantarkan di sebuah pantai Waru-waru disalah satu sisi P Sempu yang menghadap langsung ke P Jawa. Disini banyak keluarga-keluarga menghabiskan waktu bermain di pantai ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1028" type="#_x0000_t75" style="'width:339.75pt;height:255pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\SA\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image007.jpg" title="DSC00342e"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_g7uxn-BBJFg/SxYbeC9jbpI/AAAAAAAAAAk/8DmNhmkWtVQ/s1600-h/DSC00342e.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_g7uxn-BBJFg/SxYbeC9jbpI/AAAAAAAAAAk/8DmNhmkWtVQ/s320/DSC00342e.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410542205337300626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; font-style: italic;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pantai Waru-waru&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1029" type="#_x0000_t75" style="'width:339.75pt;height:255pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\SA\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image009.jpg" title="DSC00321e"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_g7uxn-BBJFg/SxYbrH6HKBI/AAAAAAAAAAs/tYkaYYhwF-o/s1600-h/DSC00321e.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_g7uxn-BBJFg/SxYbrH6HKBI/AAAAAAAAAAs/tYkaYYhwF-o/s320/DSC00321e.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410542430003341330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; font-style: italic;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sisi Luar Segara Anak&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1030" type="#_x0000_t75" style="'width:339.75pt;height:255pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\SA\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image011.jpg" title="DSC00328e"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_g7uxn-BBJFg/SxYb2q1exPI/AAAAAAAAAA0/NJkLcHaMr2k/s1600-h/DSC00328e.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_g7uxn-BBJFg/SxYb2q1exPI/AAAAAAAAAA0/NJkLcHaMr2k/s320/DSC00328e.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410542628357719282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12785854-8070041003861727541?l=www.petawisata.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.petawisata.net/feeds/8070041003861727541/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=12785854&amp;postID=8070041003861727541" title="7 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12785854/posts/default/8070041003861727541?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12785854/posts/default/8070041003861727541?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PetaWisata/~3/gEin-csGKII/pulau-sempu-15-november-2009.html" title="Pulau Sempu (2) review..." /><author><name>liemredi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12431928821992112100</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="06745505005897626704" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_g7uxn-BBJFg/SxYa28mUWeI/AAAAAAAAAAM/2jD-H4yVhd4/s72-c/DSC00277e.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">7</thr:total><feedburner:origLink>http://www.petawisata.net/2009/12/pulau-sempu-15-november-2009.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkUNSH87fCp7ImA9WxNVE0s.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-12785854.post-3490855878949066359</id><published>2009-10-21T10:12:00.012+07:00</published><updated>2009-10-24T11:58:19.104+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-10-24T11:58:19.104+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Batam" /><title>Nongsa Beach, Batam</title><content type="html">&lt;div  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Di hari Minggu yang cerah dan sedikit berawan kami memutuskan untuk menikmati pemandangan alam di Batam, dan hal favorit plus membanggakan yang ada di benak smua anak Indonesia adalah "Pantai!!!!" dan tujuan kami adalah Pantai Nongsa, di sisi timur Batam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Area pantai lain yang ingin kami kunjungi adalah di Sekupang (&lt;a href="http://images.google.com.sg/imgres?imgurl=http://www.batamnews.co.cc/wp-content/uploads/2009/04/peta-batam_copyright.jpg&amp;amp;imgrefurl=http://www.batamnews.co.cc/%3Fpage_id%3D76&amp;amp;usg=__CvKtZVMOV-Sm6f6-nHAobmM9LG8=&amp;amp;h=828&amp;amp;w=600&amp;amp;sz=135&amp;amp;hl=en&amp;amp;start=4&amp;amp;um=1&amp;amp;tbnid=xJ3bhL-iFMy1dM:&amp;amp;tbnh=144&amp;amp;tbnw=104&amp;amp;prev=/images%3Fq%3Dbatam,%2Bpeta%26hl%3Den%26client%3Dfirefox-a%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26sa%3DN%26um%3D1"&gt;lihat peta&lt;/a&gt;) yang berada di sisi barat Batam. Namun apa daya, saya hanya ada 1 hari Minggu untuk pelesir :)&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Perjalanan diawali dengan Lontong Sayur (ala jakarta) di kaki lima sebelah mess. Nyam. Dan tak lama kami sudah menemukan angkot (carry) putih yang bertuliskan "Jodoh- Nongsa". Harap diingat untuk selalu menanyakan detail rute karena ada kalanya sopir bypass (melewati) rute tertentu sesuai pertimbangannya saat itu. Jadi setelah teman saya menanyakan "Masuk pantai Nongsa?" dan sopir mengiyakan baru deh "Tariiiik bang!"  Biaya carry 10 ribu (kadang bisa 15 ribu).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dan sampailah kami di pantai Nongsa setelah perjalanan 1 jam (dengan berhenti dan segala macam tipikal angkot).  Cukup menggembirakan karena selain agak mendung area pantai lumayan sepi! Seperti area pribadi sendiri! hahaha....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ni-shpwv-n8/SuJ_Zo9a6XI/AAAAAAAAAbQ/G--xegT9rko/s1600-h/DSCN2268_low.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 214px; height: 255px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ni-shpwv-n8/SuJ_Zo9a6XI/AAAAAAAAAbQ/G--xegT9rko/s400/DSCN2268_low.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396015382011767154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Area pantai sendiri diapit 2 resort besar. Yang kata teman kalau mau menikmati pantai resort bisa membayar dengan 60.000 IDR. Hanya saja saya berpikir mengenai transport yang membawa kami ke resort2 itu. Beberapa tempat menyediakan jasa shuttle bus, tapi kami belum rela membuang waktu karena "surga" telah di depan mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ni-shpwv-n8/SuJ_afWc4pI/AAAAAAAAAbo/sJX7e4EF0i4/s1600-h/DSCN2296_low.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 310px; height: 232px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ni-shpwv-n8/SuJ_afWc4pI/AAAAAAAAAbo/sJX7e4EF0i4/s400/DSCN2296_low.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396015396612268690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ni-shpwv-n8/SuJ_aPpQz6I/AAAAAAAAAbg/kMRZre83bFk/s1600-h/DSCN2338_low.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 310px; height: 231px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ni-shpwv-n8/SuJ_aPpQz6I/AAAAAAAAAbg/kMRZre83bFk/s400/DSCN2338_low.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396015392396201890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kami menyisir pantai sambil mengumpulkan "sampah laut" berupa cangkang kerang, atau seharusnya kami menyebutnya "harta karun lautan", halah. Selalu ada yg menarik tentang segala sesuatu yang alami. Kami berteduh di salah satu tempat makan, sambil menikmati kelapa muda. Dan akhirnya ketika melihat sebuah boat mengangkut 3 penumpang ke pulau Putri, kami ikutan deh!  Untuk boat sebenernya kami bisa mendapatkan 10.000 IDR utk perjalanan pulang pergi. Tapi yah....hari minggu gitu loooh. Dan tak banyak penumpang yang diangkut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a style="font-family: times new roman;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ni-shpwv-n8/SuKAKW2ZFJI/AAAAAAAAAcA/yWoCtxJMZB8/s1600-h/DSCN2346_low.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 310px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ni-shpwv-n8/SuKAKW2ZFJI/AAAAAAAAAcA/yWoCtxJMZB8/s400/DSCN2346_low.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396016218964038802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;font-size:85%;"&gt;menuju Pulau Putri dengan boat &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sesampainya di pulau Putri ada iuran 1000 IDR yg perlu dibayar. Di sisi pantai tadipun juga serupa. Sayangnya pulau Putri bibir pantainya disisakan sekitar 8-10 meter. Sisanya di-paving. Padahal terakhir teman saya ke sana, bisa mengitar sluruh pulau dengan merasakan pasir pantai &gt;.&lt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a style="font-family: times new roman;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ni-shpwv-n8/SuKAKz8NlHI/AAAAAAAAAcI/kpOJCtiXjpM/s1600-h/DSCN2355_low.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 310px; height: 232px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ni-shpwv-n8/SuKAKz8NlHI/AAAAAAAAAcI/kpOJCtiXjpM/s400/DSCN2355_low.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396016226773079154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;font-size:85%;"&gt;area yang belum dipaving&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a style="font-family: times new roman;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ni-shpwv-n8/SuKAKcJhcqI/AAAAAAAAAb4/bzjQ1fQv32s/s1600-h/DSCN2358_low.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 212px; height: 308px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ni-shpwv-n8/SuKAKcJhcqI/AAAAAAAAAb4/bzjQ1fQv32s/s400/DSCN2358_low.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396016220386456226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;font-size:85%;"&gt;ekspedisi pulau-pulau terluar Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a style="font-family: times new roman;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ni-shpwv-n8/SuJ_arwvRXI/AAAAAAAAAbw/f-hk7D2NwL4/s1600-h/DSCN2362_low.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 238px; height: 318px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ni-shpwv-n8/SuJ_arwvRXI/AAAAAAAAAbw/f-hk7D2NwL4/s400/DSCN2362_low.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396015399943751026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;font-size:85%;"&gt;area yang telah dipaving &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Kami sangat bersyukur untuk hari itu. "Ini baru Batam loh" celetuk teman saya. Benar juga. Semoga sekelumit pantai di Batam yang belum dikuasai resort-resort dapat tetap memberikan kebahagiaan seperti yang kami rasakan bagi siapapun (mo pengunjung, mo pengelana, mo turis nyasar). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tips: tabir surya, sun block, jangan lupaa....Kami terlalu meremehkan hal-hal kecil saking tak sabarnya menuju ke pantai. Pulang-pulang dapat oleh-oleh kebakar sinar matahari yang perihnya belum hilang dalam 3 hari, bagoeess...... T_T&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dan minuman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sebenarnya di sisi lain dari pantai Nongsa terdapat banyak restoran seafood. Namun kami harus mengejar acara yang lain dan berpikir menikmati seafood di foodcourt aja deh (nyesel juga...hiks)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Foto-foto pantai Nongsa yang laen dapat di lihat di &lt;a href="http://y3nnyw3n.multiply.com/photos/album/46/Nongsa_Beach_Batam_-_Indonesia_11_oct_09"&gt;sini&lt;/a&gt;.  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12785854-3490855878949066359?l=www.petawisata.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.petawisata.net/feeds/3490855878949066359/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=12785854&amp;postID=3490855878949066359" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12785854/posts/default/3490855878949066359?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12785854/posts/default/3490855878949066359?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PetaWisata/~3/FQ_2Xe_-59k/nongsa-beach-batam.html" title="Nongsa Beach, Batam" /><author><name>pyor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06358225746716676638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="07563593013256447842" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_ni-shpwv-n8/SuJ_Zo9a6XI/AAAAAAAAAbQ/G--xegT9rko/s72-c/DSCN2268_low.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.petawisata.net/2009/10/nongsa-beach-batam.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkUCRXo4eyp7ImA9WxNVE0s.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-12785854.post-8526685619601523784</id><published>2009-10-21T09:35:00.008+07:00</published><updated>2009-10-24T11:57:44.433+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-10-24T11:57:44.433+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Batam" /><title>Batam Oktober 2009</title><content type="html">Tidak banyak yang diketahui dari Batam, kecuali bahwa 10-15 tahun lalu Batam adalah satu pulau kecil bagian dari Kepulauan Riau yang berfungsi sebagai kawasan industri. Bahkan sampai sekarang, sekilas pandang tidak banyak yang menarik mata.&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Namun istilah jangan menilai buku dari sampulnya memang benar. Kesempatan kali ini penulis menikmati Batam bersama seorang teman yang telah tinggal dan bekerja di Batam selama 5 tahun untuk membantu menjelajahi Batam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batam adalah suatu tempat multikultur. Kita dapat menjumpai aneka etnik dari Sabang sampai Merauke. Hampir tidak dirasakan superioritas etnik tertentu karena notabene semua adalah pendatang. Tanpa kaum kapitalis yang mendirikan pabrik-pabrik di Batam tak ada penduduk lokal yang memulai "peradaban".&lt;br /&gt;Makanan dari Jawa sedikit banyak dapat ditemui pula. Tarif makan di warung pinggir jalan untuk Gado-gado dan Lontong Sayur mencapai Rp. 6000,-. Nasi Padang tanpa daging (telur) mencapai Rp. 10.000,- . Lebih mahal sedikit dibanding Jakarta :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ni-shpwv-n8/St_QCQBLmoI/AAAAAAAAAao/Rp6-eEDLiqs/s1600-h/food_seller.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 310px; height: 233px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ni-shpwv-n8/St_QCQBLmoI/AAAAAAAAAao/Rp6-eEDLiqs/s400/food_seller.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5395259615691381378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:85%;"  &gt;Penjual gado-gado, lontong sayur, soto ayam&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Penulis tinggal di daerah Jodoh, dengan penyeberangan ferry ke Singapura terdekat adalah Harbor Bay dan pusat keramaian terdekat adalah Nagoya. Sekilas peta dapat diintip di &lt;a href="http://images.google.com.sg/imgres?imgurl=http://www.batamnews.co.cc/wp-content/uploads/2009/04/peta-batam_copyright.jpg&amp;amp;imgrefurl=http://www.batamnews.co.cc/%3Fpage_id%3D76&amp;amp;usg=__CvKtZVMOV-Sm6f6-nHAobmM9LG8=&amp;amp;h=828&amp;amp;w=600&amp;amp;sz=135&amp;amp;hl=en&amp;amp;start=4&amp;amp;um=1&amp;amp;tbnid=xJ3bhL-iFMy1dM:&amp;amp;tbnh=144&amp;amp;tbnw=104&amp;amp;prev=/images%3Fq%3Dbatam,%2Bpeta%26hl%3Den%26client%3Dfirefox-a%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26sa%3DN%26um%3D1"&gt;sini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ni-shpwv-n8/St_QCrMPS3I/AAAAAAAAAaw/FiFQvS_9gjU/s1600-h/harbour_bay.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 311px; height: 238px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ni-shpwv-n8/St_QCrMPS3I/AAAAAAAAAaw/FiFQvS_9gjU/s400/harbour_bay.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5395259622985517938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Harour Bay, one of 3 ferries to Singapore&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tiga mall besar yang menjadi landmark kota, yang masih bertahan, Megamall di Batam Center, Nagoya Hill di Nagoya, Batam Square Center (terkenal dengan gedung bioskop baru bagi penggemar film-film Hollywood dengan HTM Rp. 10.000,-!!! kecuali Jumat-Minggu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ni-shpwv-n8/St_QDO4wMnI/AAAAAAAAAbA/XNiIN7-9Mr4/s1600-h/nagoya_hill.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 342px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ni-shpwv-n8/St_QDO4wMnI/AAAAAAAAAbA/XNiIN7-9Mr4/s400/nagoya_hill.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5395259632567464562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Nagoya Hill, back entrance&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ni-shpwv-n8/St_QCz4ambI/AAAAAAAAAa4/GvpzZOE3hvQ/s1600-h/jodoh_boulevard.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 311px; height: 233px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ni-shpwv-n8/St_QCz4ambI/AAAAAAAAAa4/GvpzZOE3hvQ/s400/jodoh_boulevard.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5395259625318291890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Jodoh Boulevard &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Transportasi umum jauh lebih memadai dibanding Bali yang turismenya jauh lebih berkembang. Pangkalan ojek dapat dijumpai di mana-mana, dan menjadi alternatif yang paling disukai untuk efisiensi dan efektivitas. Beberapa line angkot (penduduk lokal menyebutnya "carry") juga terlihat berseliweran. Tak kalah dengan kendaraan taksi. Untuk taksi, pakai sistem borongan, alias tidak memakai argo. Bahkan tak jarang dijumpai taksi-taksi gelap tanpa plang "taksi" di atas kendaraan. Di jalanan carry dan taksi biang keributan, bukan karena mereka tidak sabaran untuk melaju, tapi sibuk menggaet penumpang dengan klakson mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak banyak daerah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;clubbing&lt;/span&gt; yang terendus (karena penulis tidak hobi). Hanya sempat melewati kampung bule (istilah mereka) di belakang hotel yang penulis lupa namanya... masih di kawasan Jodoh. Nampak luar tak terlihat hingar bingar, tapi teman penulis pernah melewati salah satu klub yang terbuka pintunya, yang ternyata interior dan musiknya mantab dan berkelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi keamanan, dapat dirasakan lebih aman dari kota-kota besar di jawa (timur)., namun kewaspadaan tetap harus dijaga (penulis terlalu terbiasa dengan hidup di Singapure, jd harap maklum).Selain dari cerita teman, saya melihat sendiri di kaki lima yang menaruh kotak uang dengan enteng di atas meja tanpa perhatian ekstra (kayak uang 100rb dan 50rb ngga ada harganya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikon pariwisata lainnya adalah Jembatan Barelang. Hanya saja setahun lalu ketika penulis diajak ke sana tidak sempat mengambil foto.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="font-style: italic; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jembatan Barelang adalah nama jembatan “megah” yang menghubungkan tiga pulau yaitu Batam-Rempang-Galang. Masyarakat setempat menyebutnya “Jembatan Barelang”, namun ada juga yang menyebutny a “Jembatan Habibie”, karena beliau yang memprakarsai pembangunan jembatan itu untuk menfasilitasi ketiga pulau tersebut yang dirancang untuk dikembangkan menjadi wilayah industri di Kepulauan Riau. Ketiga pulau itu sekarang termasuk Provinsi Kepulauan Riau, Kepri, sebuah provinsi yang baru saja diresmikan keberadaannya oleh menteri dalam negeri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div face="arial" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-style: italic; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;sumber: &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jembatan_Terkenal_di_Indonesia"&gt;wikipedia.org&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sekian pengantar tentang Batam. ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12785854-8526685619601523784?l=www.petawisata.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.petawisata.net/feeds/8526685619601523784/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=12785854&amp;postID=8526685619601523784" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12785854/posts/default/8526685619601523784?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12785854/posts/default/8526685619601523784?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PetaWisata/~3/l3XvjdAzQGI/batam-oktober-2009.html" title="Batam Oktober 2009" /><author><name>pyor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06358225746716676638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="07563593013256447842" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_ni-shpwv-n8/St_QCQBLmoI/AAAAAAAAAao/Rp6-eEDLiqs/s72-c/food_seller.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.petawisata.net/2009/10/batam-oktober-2009.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkMEQ3k6eCp7ImA9WxNTEko.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-12785854.post-1841570319035145585</id><published>2009-08-15T00:42:00.007+07:00</published><updated>2009-08-15T02:33:22.710+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-08-15T02:33:22.710+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jawa Barat" /><title>Old BATAVIA</title><content type="html">Salam wisata,&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berkenaan dengan semangat kemerdekaan aku coba ulas tentang old batavia ya :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama banget kaki ini tak melangkah. Kangen .... tapi seneng jg ngliat liputan temen2 disini. Nice.&lt;br /&gt;Kali ini aku ada berkesempatan ke Jakarta walau cuma 2 hari.  Inipun tidak bisa di bilang berlibur, namun aku menyempatkan mencuri waktu melihat &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TUGU MO&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;NAS&lt;/span&gt;. Iya, hahaha baru kali ini diriku melihat tugu monas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/SoWt9-BmSdI/AAAAAAAAAeo/-t1mcfGQY2k/s1600-h/batavia.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 89px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/SoWt9-BmSdI/AAAAAAAAAeo/-t1mcfGQY2k/s200/batavia.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369889410842511826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi begini ceritanya, aku ingin membagi info hotel yang murah meriah yang letaknya cukup strategis dan yang penting bersih. Namanya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hotel Kana&lt;/span&gt;. Letaknya di Jalan Antara 39. Pasar Baru.  Tidak mewah memang malah kesan hangat dan kekeluargaan lebih terpancar dari para staf hotel ini.  Harga kamar tergantung di tingkat brapa kamar yang kita pilih karena tidak ada lift untuk tamu. (bagi yang merasa muda, nga susah2 amat kok olahraga naik tangga hihihi). Lantai 1-2 mempunyai harga sekitar 250rb dan 275rb kalau tidak salah. Lantai 3-5 berharga 200ribu rupiah. Harga ini sudah termasuk breakfast berupa roti tawar, kopi / teh yang bisa kita ambil sebanyak kita mau. Self service ye.. :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/SoWl6ZGoy5I/AAAAAAAAAeQ/OLVXYBM51bA/s1600-h/IMG_6670.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/SoWl6ZGoy5I/AAAAAAAAAeQ/OLVXYBM51bA/s200/IMG_6670.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369880553298906002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/SoWl5_KUEDI/AAAAAAAAAeI/tnMapODd-Sk/s1600-h/IMG_6669.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/SoWl5_KUEDI/AAAAAAAAAeI/tnMapODd-Sk/s200/IMG_6669.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369880546335002674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/SoWl5Ur1o0I/AAAAAAAAAeA/WjhX2GJjGA8/s1600-h/IMG_6668.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/SoWl5Ur1o0I/AAAAAAAAAeA/WjhX2GJjGA8/s200/IMG_6668.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369880534932890434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jika kita berjalan ke arah kiri, kita akan segera menemui &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gedung Antara&lt;/span&gt; konon di gedung yang di bangun sejak sekitar tahun 1920 inilah naskah proklamasi di kumandangkan ke seluruh dunia. Gedung ini sekarang berubah fungsi menjadi tempat galeri foto para wartawan Antara. Semacam gedung untuk pameran fotografi dengan tema yang berganti2 setiap waktu tertentu.&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/SoWpzUpNwHI/AAAAAAAAAeY/xfbxi22koGc/s1600-h/IMG_6673.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/SoWpzUpNwHI/AAAAAAAAAeY/xfbxi22koGc/s200/IMG_6673.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369884829889183858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak jauh, kita langsung akan bertemu dengan gerbang utama &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PASAR BARU&lt;/span&gt;. Kawasan ini di bangun sejak tahun 1820, dan merupakan kawasan elit yg di bangun oleh pemerintah Belanda dulu. Semacam kawasan Menteng kalau jaman sekarang. Tidak ada kendaraan boleh melewati kawasan ini. Kita bisa berjalan kaki menyusuri sekian banyak toko yang berjajar di kiri kanan. Ada toko sepatu, kain dan tailor, baju, minuman, makanan, alat2 keperluan fotografi, alat olahraga, bahkan ada 1 toko serba ada lengkap dari A-Z. Ada retail seperti Rimo. Ada fastfood seperti A&amp;amp;W. Pokoknya semua ada deh disini. Termasuk beberapa orang yang memperdagangkan uang asing dan kuno di kaki lima.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/SoWp0MTrenI/AAAAAAAAAeg/aDJptLC8C5M/s1600-h/IMG_6674.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 175px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/SoWp0MTrenI/AAAAAAAAAeg/aDJptLC8C5M/s200/IMG_6674.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369884844831242866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bagi penggemar filateli, persis di depan hotel ada &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gedung Filateli Indonesia&lt;/span&gt;. Sayang saya belum sempat mampir melihat2. Di seberang juga ada banyak pelukis sketsa, karikatur dan lukisan cat berjajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kejauhan di arah kanan hotel, kita bisa melihat puncak &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Monas&lt;/span&gt;. Dengan tekad bulat  melawan kantuk aku coba berjalan pagi2 menuju ke arah itu. Dan sekitar 15 menit jalan santai, aku bisa berfoto dengan monumen nasional yang menjadi monumen peringatan semangat perjuangan revolusi kemerdekaan 1945. (Info lengkap http://id.wikipedia.org/wiki/Monumen_Nasional ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu pagi itu banyak sekali orang disana, sebagian besar adalah rombongan yang berwisata, sebagian lain adalah warga Jakarta yang berolahraga, bersantai piknik dengan kluarga atau bersepeda santai. Di depan gerbang kita jumpai banyak sekali bajai dan andong yang siap mengantar kemana kita mau pergi. Di tengah2 lapangan yang sangat luas dan hijau ini ada sekumpulan pedagang yang tergabung dalam 1 asosiasi yang menjual souvenir dgn berbagai macam benda bergambar Tugu Monas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam harinya seorang teman yang tinggal di Jakarta mengajakku mencicip makanan di kawasan Pangeran Jayakarta (Daerah mangga dua, JAKpus). Kami makan di &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bakmi Kepiting A HOK &lt;/span&gt;yang konon terkenal di kalangan penggemar kuliner. Lalu di tempat ini juga ada makanan yang menarik namanya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sekoteng.&lt;/span&gt; Bagi orang Surabaya mungkin begitu mendengar kata Sekoteng = minuman jahe dengan labu dan jelly kering. Namun ada yang beda dengan sekoteng ala jakarta ini. Coba di simak gambar dibawah. Ini semacam makanan sehat ala keturunan Chinese Indonesia. :p Tanpa jahe sama sekali ... hehe..&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/SoW7W0SHl5I/AAAAAAAAAe4/qTVE9xa76EE/s1600-h/IMG_7659.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 197px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/SoW7W0SHl5I/AAAAAAAAAe4/qTVE9xa76EE/s200/IMG_7659.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369904131375339410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sekian dulu liputan petawisata.net dari ibu kota Jakarta. MERDEKA!!!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12785854-1841570319035145585?l=www.petawisata.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.petawisata.net/feeds/1841570319035145585/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=12785854&amp;postID=1841570319035145585" title="7 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12785854/posts/default/1841570319035145585?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12785854/posts/default/1841570319035145585?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PetaWisata/~3/3KGnjOsbwAM/old-batavia.html" title="Old BATAVIA" /><author><name>Dolphinrider</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="00235211709257644711" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/SoWt9-BmSdI/AAAAAAAAAeo/-t1mcfGQY2k/s72-c/batavia.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">7</thr:total><feedburner:origLink>http://www.petawisata.net/2009/08/old-batavia.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A04ARnw-eSp7ImA9WxNVE0g.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-12785854.post-9094338846237098908</id><published>2009-08-12T11:07:00.024+07:00</published><updated>2009-10-24T11:52:27.251+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-10-24T11:52:27.251+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jawa Tengah" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Karimunjawa" /><title>Karimunjawa</title><content type="html">&lt;div  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"mau kemana nih, Bali??"&lt;br /&gt;'kalau Karimunjawa piye? kamu kan pengen kesana'&lt;br /&gt;"hahh.. backpackeran??"&lt;br /&gt;'iya...'&lt;br /&gt;"bukannya mustinya kita santai2 pas hanimun?"&lt;br /&gt;'kan bisa santai juga nanti disana...'&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya dan istri yang baru berumur seminggu memutuskan untuk ke Karimunjawa, sebuah kepulauan yang sejak tiga tahun lalu pengen aku kunjungi tapi selalu gagal. Saya tertarik banget sama &lt;a href="http://wismaapung.wordpress.com/fasilitas/"&gt;wisma apugnya Pak Joko&lt;/a&gt; yang terkenal ituh, tapi semenjak meninggalnya Pak Joko websitenya jadi engga terupdate. Sempat saya hubungi via email juga tidak ada balasan sampai akhinya saya menemukan Pak Ipong, salah satu penduduk Karimun yang kebetulan mempunyai&lt;a href="http://karimunjawa.wordpress.com/"&gt; hotel&lt;/a&gt;&lt;a href="http://karimunjawa.wordpress.com/"&gt; sekaligus birowisata&lt;/a&gt; disana dan mau membantu kami untuk pengurusannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah email-emailan panjang lebar akhirnya kami mempunyai kesepakatan memakai jasa Pak Ipong untuk pengurusan tiket dan tetek bengeknya. Rencana awal mau di Wisma Apung dua malem tapi engga enak.. masa udah bantuin engga nginep di hotelnya hihi.. jadi akhirnya kami memutuskan untuk tinggal di Wisma Apung semalem dan di hotel Duta Karimun semalem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;8 agustus...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kami berangkat dari Surabaya tgl 7 Agustus, mampir ke rumah sodara dulu dan bermalem disana. Kemudian keesokan harinya sesuai jadwal kami menuju ke Pelabuhan Tanjung Mas jam delapan pagi. Disana ternyata ada Pak Ipongnya sendiri, deg-degan juga karena tiketnya sempet ilang.. ehh.. tau2nya keselip.. duh Pak, kalo ga jadi brangkat piye nih?? :p.&lt;br /&gt;Pukul 9 wib tepat kapal Kartini berangkat. Kami dapet tiket bisnis, ruangannya nyaman, ber-AC. Waktu diatas kapal kami sempet ditukerin ama dua orang anak tiket kelas eksekutif, wah mayan nih dapet rejeki!!. Tapi setelah dicoba ternyata kelas eksekutif ada di lantai dua, kalo kapal gerak makin terasa goyangannya. Alamakkk.. kok gini??? akhirnya minta tukeran lagi dah, untuk si mbak engga sewot :p.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/SoJCm5zvEbI/AAAAAAAAAqY/xN-xml9_D3Y/s1600-h/blog_kartini.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/SoJCm5zvEbI/AAAAAAAAAqY/xN-xml9_D3Y/s400/blog_kartini.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368926941899329970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(kiri) kapal kartini, (kanan) ruang bisnis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pukul 13.00 kapal bersandar di pelabuhan Karimun, kami sudah dijemput sama Pak Srianto, driver sekaligus tour guidenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/SoJDIRGRgSI/AAAAAAAAAqo/vSBlKCjhXfc/s1600-h/blog_welcome.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/SoJDIRGRgSI/AAAAAAAAAqo/vSBlKCjhXfc/s400/blog_welcome.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368927515086782754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(kiri) gate selamat datang (kanan) peta tempat wisata di karimun&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kami singgah sebentar di Dewa Daru Resort untuk lunch dengan menu sayur bening, kurupuk teri, ikan goreng, buah pisang dan es kelapamuda. Makanannya sederhana tapi rasanya yummy :). Setelah makan kami di datangin ama Pak Ipong...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/SoJBMKul_aI/AAAAAAAAApo/E4UEVEExhVo/s1600-h/blog_dewadaru.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/SoJBMKul_aI/AAAAAAAAApo/E4UEVEExhVo/s400/blog_dewadaru.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368925383073070498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;salah satu tempat penginapan di dewadaru resort&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Mas, ada rombongan yang engga mau dipisah nih, mas dipindah aja ya?, mau di Dewadaru sini atau Karimun Inn?"&lt;br /&gt;'aduhh.. saya buta nih soal Karimun, saya ngikut deh apa yg baik'&lt;br /&gt;"okeh, di Karimun Inn aja ya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lunch, Pak Sri mengantarkan kami ke Karimun Inn untuk beristirahat sebentar plus mandi-mandi. "Nanti jam tiga siang tak jemput loh ya, siap-siap" pesan Pak Sri yang wajahnya selalu sumringah :p.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/SoJCldyBtkI/AAAAAAAAAqA/R1KwfGDo1eI/s1600-h/blog_inn.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/SoJCldyBtkI/AAAAAAAAAqA/R1KwfGDo1eI/s400/blog_inn.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368926917196101186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(kiri) kamar di karimun inn, (kanan) resto di karimun inn&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Wah, ternyata engga dipinggir pantai ya?" huks.. tau gitu di Dewadaru, sempet nyesel juga awalnya milih di tempat ini.&lt;br /&gt;Di tempat ini Pak Ipong nyewain family room, satu rumah gitu dengan dua kamar plus satu ruang tamu buat nonton TV. Weewww.. ternyata tetangga kita satu rumah menyenangkan banget, dapet kenalan baru yang ramah &amp;amp; baik. Wah, ga jadi kecewa deh udah dipilihin di tempat ini, jadinya liburan double date hahaha...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat pukul tiga sore Pak Sri jemput, kita berempat berlayar gabung dengan rombongan yang ternyata kakak kelas saya pas kuliah tujuh tahun lalu, halah mbulet wae ternyata dunia ini :p. Dasar apes, schedulenya engga saya print dan masih ngendon di email, padahal waktu itu acara snorklingan, uhuks.. ga bawa celana renang. Jadinya saya dan istri cuma bengong2 aja liat orang2 pada jebar jebur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah acara Snorkling di Pulau Cemara Besar kami lanjut berlayar ke Tanjung Gelam untuk melihat sunset. Sepertinya tempat ini masih termasuk Pulau Karimunjawan, tapi sisi yang lain. Sore ini langit kurang bagus, sunset terbentuk engga sempurna, wah.. apes lagi nih... tapi kami sempet bikin foto narsis buat pembaca petawisata, foto yang judulnya salam cinta dari karimunjawa... :p&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/SoJBLmaOcJI/AAAAAAAAApg/PcrZJ8Zu6uo/s1600-h/blog_cinta.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/SoJBLmaOcJI/AAAAAAAAApg/PcrZJ8Zu6uo/s400/blog_cinta.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368925373323964562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;salam cinta dari sunset di karimunjawa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dari Tanjung Gelam kami pulang ke motel untuk mandi, kemudian dilanjutkan makan malam di Dewadaru Resort. Menu kali ini ikan goreng, ikan asep, oseng-oseng kerang, sayur asem (kalo gak salah :p), krupuk, semangka, pisang, teh anget.. nyamm... enak, saya suka oseng kerangnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;9 agustus...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pagi-pagi kami udah dijemput sama Pak Sri untuk berlayar ke Pulau Menjangan Kecil dan Menjangan Besar untuk melihat taman laut. Hari ini juga kami berencana pindah penginapan ke Wisma Apung Pak Joko.&lt;br /&gt;Kami memakai boat milik perhubungan yang di dalemnya ada kaca yang menghadap ke bawah, jadi dari atas kapal bisa melihat terumbu, ikan dll, bagus euy. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/SoJCmbdbjVI/AAAAAAAAAqQ/RuTUeM8NLfs/s1600-h/blog_kapalkaca.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/SoJCmbdbjVI/AAAAAAAAAqQ/RuTUeM8NLfs/s400/blog_kapalkaca.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368926933752712530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(kiri) pemandangan bawah laut dari atas kapal, (kanan) snorkling bareng ikan2&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Pak, mau pipis dimana nih?" celetuk salah satu rombongan ke pengemudi...&lt;br /&gt;"waduh, ya nyebur aja ke laut buk sekalian snorkling" sahut Bapak pengemudi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hiyaaahhh, akhirnya semua pada rame2 nyebur deh sekalian snorklingan huahua... semua pada cengar-cengir tuh waktu nyebur, saya tentu saja ikutan nyumbang pipis di laut :p.  Kali ini persiapan sudah  ok, jadi bisa snorklingan berdua, asiikkk. Makasih banget Pak Srianto buat panduan ke taman lautnya, tepatnya narik kami berdua :p... gpp ya Pak, kan bapak yang pake sepatu katak  haha. Pak Sri ini ternyata anggota scuba diver, pantes di laut enak banget keluar masuk air, tau2 nyelem... eh muncul lagi... nyelem lagi.. sempet diambilin kerang warna pingky dari dasar laut buat kenang2an, tapi kok ya malah ketinggalan di perahu :(( huaakk..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah di Pulau Menjangan kita melanjutkan perjalanan ke Kura-Kura Resort, sebuah pulau yang konon dibeli dan dikelola oleh orang asing. Namun sayang, saat itu rombongan engga boleh bersandar disana, mungkin takut privasi tamu2nya terganggu. Yah, kita maklum sih...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara terakhir kita ke Wisma Apung sekalian pindah rumah. Wisma Apung ternyata ada banyak disini bukan Pak Joko doang (baru tahu nih). Saat itu kami di Wisma Apung lain karena kabarnya di Pak Joko Sudah full booked :(. Wisma Apung yang ini kondisi kamar mandinya mengenaskan, engga ada air.. mampus dah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/SoJBKp0Em7I/AAAAAAAAApY/FW7E2wDI52Q/s1600-h/blog_apung.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/SoJBKp0Em7I/AAAAAAAAApY/FW7E2wDI52Q/s400/blog_apung.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368925357057809330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;wisma apung&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Gimana? mau pindah ato balik ke karimun inn?" tanyaku ke istri yg tampangnya udah keliatan ngeri begitu liat kamar mandinya :p&lt;br /&gt;"tetep di karimun inn aja ya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi kelancaran buang air besar dan kecil akhirnya kami membatalkan untuk pindah ke Wisma Apung dan balik kandang. Wisma Apung ini sekaligus tempat untuk penangkaran Hiu dan Penyu entah dengan tujuan pelestarian atau sengaja sebagai obyek wisata kami kurang tahu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/SoJBNP6YsbI/AAAAAAAAAp4/O5WT5cO1ksE/s1600-h/blog_hiu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/SoJBNP6YsbI/AAAAAAAAAp4/O5WT5cO1ksE/s400/blog_hiu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368925401644577202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(kiri) kolam hiu, (kanan) penangkaran penyu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kalau mau berenang dengan Hiu diperbolehkan loh, kabarnya sih Hiu ini udah jinak. Tapi yang namanya Hiu ya tetep aja Hiu, jadi lebih amannya kami memilih untuk mengamati dari atas saja :p.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dari penangkaran Hiu kami pulang untuk mandi2 kemudian dijemput lagi untuk makan Malam di &lt;a href="http://www.karimun-jawa.com/"&gt;The Nirvana Lodge&lt;/a&gt;. Wuaahh tempat ini keren banget, semua bangunan dari kayu. dam ruangan2nya tertata apik. Arsitekturnya bagus, kami ber empat makan malam  dilantai dua dengan pemandangan depan  menghadap laut dan atas bintang2, romantiss :D. Menu malem terakhir ini rada dimanjakan, kami dapet sate ayam, cumi tepung, ikan bakar, sayur model cap cay gitu dan semangka, semua dalam porsi raksasa. Kami berempat sampe kewalahan, yg habis cuma ikan bakarnya, yg lain nyerah...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/SoJBMin8K8I/AAAAAAAAApw/u_PGT9mY8Dk/s1600-h/blog_dinner.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 234px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/SoJBMin8K8I/AAAAAAAAApw/u_PGT9mY8Dk/s400/blog_dinner.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368925389487614914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;salah satu sisi nirvana lodge&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Setelah makan malam kami mampir di toko souvenir, yang dijual kebanyakan khas daerah situ seperti perhiasan dari kerang berupa gelang, kalung dll. Kalau makanan yang dijual rumput laut, teri, krupuk. Saya pribadi tertarik dengan tongkat yg diukir bentuk naga terbuat dari kayu dewadaru (kayu khas karimun), sayang duit di dompet dah tipis huhuhu...&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;10 agusus...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hari ini rencana pulang... jadwal kapal cepat Kartini engga ada pada hari ini, jadi kami pulang dengan Kapal Muria, lebih gedhe emang tapi ternyata engga menjamin lebih tenang. Atau memang bulan2 Juli-Agustus ini ombak lagi gedhe-gedhenya ya? Goncangannya terasa banget.. buset dah..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: center;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/SoJCnWkvCZI/AAAAAAAAAqg/FJ1qjuW60p8/s1600-h/blog_muria.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/SoJCnWkvCZI/AAAAAAAAAqg/FJ1qjuW60p8/s400/blog_muria.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368926949621041554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(kiri) kapal Muria, (kanan) ruang bisnis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Perjalanan dengan kapal Muria ini lebih lama, waktu itu kami menempuh 7 jam perjalanan laut. Kami menempati kelas Bisnis, bangkunya mayan lebar dan empuk, ber-AC juga. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: center;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/SoJCmBFsidI/AAAAAAAAAqI/34STZeOBrQ4/s1600-h/blog_kapal.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/SoJCmBFsidI/AAAAAAAAAqI/34STZeOBrQ4/s400/blog_kapal.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368926926673840594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;pemandangan dari atas dek Kapal Muria&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sekian share cerita dari karimunjawa...&lt;/span&gt; salam hangat petawisata...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;tips : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- makin atas kapal, goyangan makin krasa, jadi pilih kelas bisnis aja yang berada di dek bawah. antimo wajib dibawa.. abis nelen langsung bobo ato paling ga pura2 merem :p&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- di karimun terkenal dengan kayu yang namanya dewadaru, banyak kerajinan dijual dalam bentuk tongkat dll di toko suvenir, wajib tuh buat kenangan tapi mahal... siap2 aja 300rb. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- karena ini kepulauan jadi kalo buta medan disarankan pake jasa guide aja kecuali bawa duit banyak buat sewa boat pribadi :D &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- kalau mau acara padet benernya 2 hari semalem semua kepulauan udah bisa diputerin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- di pintu masuk pelabuhan ada peta lokasi wisata, baca baik2 kalau mau tau tujuan yg dipengen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- kapal Muria kamar kelasi bisa disewa buat yg suka mabok bisa tidur disana. 1 kamar isi 4 tempat tidur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;note :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;- Makasih banyak buat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Biro Wisata Pak Ipong&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;, pelayanan yang membuat kami selalu kenyang dan hari-hari yang penuh dengan jalan-jalan.&lt;/span&gt; Birowista ini bisa diakses &lt;a href="http://wisatakarimunjawa.wordpress.com/"&gt;disini &lt;/a&gt;dan &lt;a href="http://karimunjawa.wordpress.com/"&gt;disini&lt;/a&gt;. Moga sukses ya Pak..&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;- Thanks buat tetangga kamar sebelah Adi dan Rizki, nice to meet you all...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12785854-9094338846237098908?l=www.petawisata.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.petawisata.net/feeds/9094338846237098908/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=12785854&amp;postID=9094338846237098908" title="15 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12785854/posts/default/9094338846237098908?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12785854/posts/default/9094338846237098908?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PetaWisata/~3/W-1NQ6LZCJA/karimunjawa.html" title="Karimunjawa" /><author><name>sus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11283431258508341850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="09200696786298850970" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/SoJCm5zvEbI/AAAAAAAAAqY/xN-xml9_D3Y/s72-c/blog_kartini.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">15</thr:total><feedburner:origLink>http://www.petawisata.net/2009/08/karimunjawa.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0MHRXk5cSp7ImA9WxNTFkg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-12785854.post-6510570246200984923</id><published>2009-07-24T09:09:00.014+07:00</published><updated>2009-08-19T10:10:34.729+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-08-19T10:10:34.729+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jawa Timur" /><title>Kebun Teh Wonosari &amp; Pantai Balekambang</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kamis kemaren ambil cuti, saya dengan rombongan berencana kabur sejenak dari kota Surabaya untuk melepas penat. Kami berlima menuju ke Kebun Raya Purwodadi, tapi karena teman saya sudah pernah mengulas Purwodadi &lt;a href="http://www.petawisata.net/2007/03/singosari-kebun-raya-purwodadi.html"&gt;disini&lt;/a&gt; jadi saya ulas yang lainnya saja, sebagai oleh-oleh saya aplot foto sekilas di Purwodadi buat kenangan :).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/SmlsvQzrgtI/AAAAAAAAApM/x0qTU3oNdBs/s1600-h/purwodadi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 267px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/SmlsvQzrgtI/AAAAAAAAApM/x0qTU3oNdBs/s400/purwodadi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361936390582665938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;purwodadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Setelah dari Purwodadi kami meluncur ke &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kebun Teh di PT. Perkebunan Nusantara XII, Wisata Agro Wonosari&lt;/span&gt;. Lokasi agrowisata ini terletak  di sebelah utara kota Malang, kira-kira sekitar 30km perjalanan. Berada di kecamatan Lawang di kaki gunung Arjuno. Kalau mau kesana gampang sih, tinggal tengok aja di kiri jalan (kalau dari arah Sby), ada Papan Gedhe banget yang nunjukin tempat ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tempatnya luas buanget, kalau hari libur (katanya) ada kereta api mini gitu buat nganter pengunjung untuk keliling lokasi perkebunannya. Untuk tiket masuknya kami dikenakan biaya Rp. 45.000,- untuk lima orang, mobilnya gratis ga bayar :)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/SmkYejEf2rI/AAAAAAAAAo0/1ZV3Q78z-MM/s1600-h/kebun_teh_2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 267px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/SmkYejEf2rI/AAAAAAAAAo0/1ZV3Q78z-MM/s400/kebun_teh_2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361843744450534066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(1) kebun teh, (2) wisma rolas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Buat yang bawa kendaraan pribadi lebih enak, bisa muter2 sampe puas keliling kebun. Untuk yang mau bermalam juga bisa karena di tempat ini ada juga penginapan dan villa. Suasananya sejuk dingin dengan pemandangan pegunungan, emang cocok banget dah buat tempat peristirahatan. Selain itu sehari-harinya kita juga bisa melihat kegiatan mbok-mbok yang sedang memetik pucuk daun teh, serasa di desa gitu...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/SmkYeUm2WRI/AAAAAAAAAos/-61Bw9Kzz3g/s1600-h/kebun_teh_1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/SmkYeUm2WRI/AAAAAAAAAos/-61Bw9Kzz3g/s400/kebun_teh_1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361843740568082706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(1) wisma rolas, (2) kebun teh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tempat pertemuan juga ada disini seperti foto diatas, mungkin yang berniat rapat dengan suasana yang segar biar kepala ngga puyeng tempat ini cocok banget.. (ato malah ketiduran di tengah rapat karena suasananya yg mendukung? :p)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditempat ini juga terdapat pengolahan daun teh menjadi teh alias pabriknya sendiri. Sayang karena saat itu kami engga punya waktu yang banyak jadi engga sempet mampir meninjau pabriknya. Kabarnya agar bisa masuk ke pabrik ada syaratnya yakni musti rombongan dan lapor dulu untuk persiapan guidenya disana. uhuks...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/Smkb9S3k2cI/AAAAAAAAApE/kU4lqTnyBvU/s1600-h/teh.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 283px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/Smkb9S3k2cI/AAAAAAAAApE/kU4lqTnyBvU/s400/teh.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361847571212196290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(1) bungkus teh kualitas 1, (2) supermarket&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelum melanjutkan perjalanan ke tempat yang lain kami mampir sebentar di supermarket yang letaknya masih didalam kawasan Kebun Teh. Kantin ini menjual hasil Kebun dalam bentuk jadi. Ada teh kualitas satu, kualitas dua, teh hijau, madu dll.. kebanyakan produk2 lokal. Konon teh hasil produksi pabrik ini tidak dipasarkan secara umum, jadi wajib beli kalau kesini. Saya coba sebungkus yang kualitas nomer satu dengan harga sekitar Rp. 5.000,-. Tehnya wangi sedep, saat diseduh.. rasanya juga enak.. teh banget lah pokoknya... :p. Bubuknya rajangan lembut2.. jadi kalo pake saringan musti yang halus biar ampasnya bisa terangkat semua.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/SmkYeN7pLDI/AAAAAAAAAok/_m9SxY52pSY/s1600-h/balekambang_2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/SmkYeN7pLDI/AAAAAAAAAok/_m9SxY52pSY/s400/balekambang_2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361843738776251442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(1) Balekambang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Setelah puas, kami meluncur ke &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pantai Balekambang.&lt;/span&gt; Letaknya ada di pantai pesisir selatan  dengan jarak tempuh kira-kira 2 jam dari kota malang. Harga tiket masuk Rp. 25.000,- untuk lima orang. Pantainya bagus bening banget , tapi sayang.. pasir yang lembut ini dipenuhi dengan kerang kecil2 jadi sakit kalo pas dibuat jalan2 ato lari-lari dipasirnya. Di pantai ini juga ada sebuah Pura yang menjorok agak ke tengah laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/SmkYdzda9DI/AAAAAAAAAoc/VfEw_haHJ7o/s1600-h/balekambang_1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/SmkYdzda9DI/AAAAAAAAAoc/VfEw_haHJ7o/s400/balekambang_1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361843731670168626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(1) Pura Balekambang, (2) Teluk Balekambang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pantai ini lumayan besar ombaknya dan ada beberapa bagian yang pantainya terjal ke dalam. Tapi jangan kuatir karena di bagian yang berbahaya sudah diberi tanda berupa bendera warna merah, jadi jangan coba-coba untuk berenang kecuali merelakan diri tenggelam digondol ombak. Kekurangan dari pantai ini adalah minimnya sarana buat pengisi perut :D. Warung-warung dikitttt banget &amp;amp; kalau menjelang petang ngeri, gelap gulita pantainya. Sepi dari penduduk sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah... itu hasil jalan-jalan kemaren, salam hangat dari Petawisata... ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12785854-6510570246200984923?l=www.petawisata.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.petawisata.net/feeds/6510570246200984923/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=12785854&amp;postID=6510570246200984923" title="5 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12785854/posts/default/6510570246200984923?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12785854/posts/default/6510570246200984923?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PetaWisata/~3/EgwDwUu75D8/kebun-teh-wonosari-pantai-balaikambang.html" title="Kebun Teh Wonosari &amp; Pantai Balekambang" /><author><name>sus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11283431258508341850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="09200696786298850970" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/SmlsvQzrgtI/AAAAAAAAApM/x0qTU3oNdBs/s72-c/purwodadi.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">5</thr:total><feedburner:origLink>http://www.petawisata.net/2009/07/kebun-teh-wonosari-pantai-balaikambang.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUANQn48fip7ImA9WxJUFUs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-12785854.post-7046838018396180589</id><published>2009-07-13T08:47:00.011+07:00</published><updated>2009-07-14T16:29:53.076+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-07-14T16:29:53.076+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jawa Timur" /><title>Taman Safari Indonesia II</title><content type="html">Hari minggu kemarin kami jalan-jalan ke TSI II di Prigen.&lt;br /&gt;Tiket masuk untuk dewasa(6 thn ke atas) Rp 40.000/orang. Anak-anak Rp 35.000. Mobil Rp 10.000.&lt;br /&gt;Dari area parkir awal pengunjung bisa memilih safari walk atau jalur dengan mobil.&lt;br /&gt;Kami memilih yang pakai mobil.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pertama memasuki wilayah America (kalau tidak salah). Di area ini perjalanan lancar2 saja sampai kami bersua dengan si "Teddy Bear". Beruang grizzly.&lt;br /&gt;Si Teddy 'fall in love' dengan mobil kita. Mungkin karena posisi kendaraan terlalu dekat dengan beruang, atau ada yang buka kaca-jadi menarik perhatiannya.&lt;br /&gt;PDKT dimulai dengan mencium-cium ban mobil sebelah kiri, terus entah apa lagi yang dikerjakan-soalnya dari posisiku kurang jelas. Mobil mau dijalankanpun juga tidak bisa, karena takut kakinya terlindas ban. Ntar bisa tambah marah.&lt;br /&gt;Tiba-tiba...ada suara glodak-glodak?!?! Wah, ngapain aja tuh?&lt;br /&gt;Trus, datanglah mobil pengawas dengan kecepatan cukup tinggi sambil nge-dim.&lt;br /&gt;Teddy-nya langsung kabur. Ternyata, si Teddy tadi sempat mencicipi bemper depan mobil kami :D Sampai lubang-lubang.&lt;br /&gt;Oleh si pengawas, kami diarahkan menepi di area yang aman kemudian mengenai ganti rugi disuruh langsung ke kantor.&lt;br /&gt;Perjalanan sempat dilanjutkan sampai ke hutan burung, tapi si pemilik mobil kemudian memutuskan buat mengurus mobil dan pulang. Untung kami bawa 2 mobil, jadi ngga perlu pulang semua deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FA74beIwSE4/SlxNHyzDE8I/AAAAAAAAAEU/um1EHxxH44Y/s1600-h/insiden.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 120px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FA74beIwSE4/SlxNHyzDE8I/AAAAAAAAAEU/um1EHxxH44Y/s320/insiden.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5358242452954354626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menunggu hubby n brother-in law mindahin barang2, aku sempat keliling2 sendiri sama mertua. Ada &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tiger Cave. &lt;/span&gt;Resto dengan nuansa unik, dimana pengunjung bisa menikmati hidangan di dekat 2 harimau putih yang super big size!! (kayaknya di Singapore ada juga resto semacam ini). Harimaunya keren banget! Bolak balik ngintip di balik jendela besar. Mungkin mereka ngeliat tamu resto itu kyk menunya mereka ya hehehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi area orang utan. Ada yang asyik main ayunan. Guling-guling. Berjemur, dll. Lucu sekali. Seperti orang beneran :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FA74beIwSE4/SlxHnWaB0pI/AAAAAAAAAD0/Di4JVlRzK64/s1600-h/IMG_0074.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FA74beIwSE4/SlxHnWaB0pI/AAAAAAAAAD0/Di4JVlRzK64/s320/IMG_0074.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5358236398019269266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Spot foto bersama macan. Untuk foto bersama binatang (ada macan sama orang utan) pengunjung cukup membayar Rp 10.000 (foto dengan kamera sendiri).&lt;br /&gt;Singa/macan yang cukup aman buat berpose ada Yulia (7bln) &amp;amp; Christina (14bln). Mereka 2 bersaudara. Siang itu kerjanya tidur doank. Singa/macan baru aktif sewaktu malam karena mereka termasuk hewan nocturnal. Baru tumbuh surai sekitar usia 5thn. 1 jantan bisa mempunyai betina sampai 20 ekor. Penglihatannya di waktu malam seperti penglihatan kita di waktu siang-bahkan malah beberapa kali lipat jarak pandangannya.Begitulah penjelasan petugasnya.&lt;br /&gt;Jadi siang itu mereka dibangunin buat sekedar berpose sebentar dgnku. Untuk menarik perhatiannya dikasi mainan. Wah, beratnyaaa.... Bulunya agak kasar. Kalau lebih dewasa tambah kasar lagi. Kukunya sudah dipotong. Telapak tangannya besar sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TSI II ini cocok dikunjungi oleh anak2. Selain untuk bermain juga bisa untuk belajar. Berbagai wahana untuk anak2 bnyk dijumpai di sini. Tiket terusan Rp 35.00 (kecuali sepeda layang). Kalau tidak menggunakan tiket itu harga per wahana rata2 Rp 10.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FA74beIwSE4/SlxKON2KFKI/AAAAAAAAAEE/1z2iV6YGBAI/s1600-h/IMG_0123.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FA74beIwSE4/SlxKON2KFKI/AAAAAAAAAEE/1z2iV6YGBAI/s200/IMG_0123.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5358239264759485602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_FA74beIwSE4/SlxKN3t0HqI/AAAAAAAAAD8/jY3fE6rbgCM/s1600-h/IMG_0119.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FA74beIwSE4/SlxKN3t0HqI/AAAAAAAAAD8/jY3fE6rbgCM/s200/IMG_0119.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5358239258818911906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Berbagai show juga disajikan sebagai sarana hiburan &amp;amp; edukasi. Edukasi ini penting, untuk pengunjung dewasa sekalipun. Melalui show2 ini kita diajak untuk lebih mengenal &amp;amp; mencintai lingkungan sekitar. Misalnya dengan membeli kaos hasil lukisan gajah (Rp 80.000 untuk dewasa/Rp 70.000 untuk anak2) atau Rp 10.000 ke kakatua, kita sedikit banyak memberikan  donasi untuk kelestarian mereka.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12785854-7046838018396180589?l=www.petawisata.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.petawisata.net/feeds/7046838018396180589/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=12785854&amp;postID=7046838018396180589" title="2 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12785854/posts/default/7046838018396180589?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12785854/posts/default/7046838018396180589?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PetaWisata/~3/8_KCAXDJ1WI/taman-safari-indonesia-ii.html" title="Taman Safari Indonesia II" /><author><name>petite smurf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="17041199680760024804" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_FA74beIwSE4/SlxNHyzDE8I/AAAAAAAAAEU/um1EHxxH44Y/s72-c/insiden.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><feedburner:origLink>http://www.petawisata.net/2009/07/taman-safari-indonesia-ii.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkUNQ3Y5eCp7ImA9WxJQFks.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-12785854.post-5094045914741717758</id><published>2009-05-11T08:52:00.020+07:00</published><updated>2009-05-30T12:11:32.820+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-05-30T12:11:32.820+07:00</app:edited><title>Yogyakarta (3)</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah perjalanan saya yang &lt;a href="http://www.petawisata.net/2007/04/yogyakarta.html"&gt;pertama &lt;/a&gt;dan &lt;a href="http://www.petawisata.net/2008/07/yogyakarta-2.html"&gt;kedua &lt;/a&gt;ada satu yang tidak berubah dari kota Jogja, yakni lalu lintasnya yang semrawut :p. Lampu merah di terjang, orang belok kanan tapi ambil sisi jalan sebelah kiri udah bukan hal yang aneh. Meskipun hiruk pikuk yg ribet itu bikin puyeng, Jogja tetep sebagai salah satu kota yang ngangenin buat saya. Tahun ini pun akhirnya saya mendatanginya lagi dalam rangka "nyekar" sekaligus liputan disana sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan kali ini ke pemakaman raja-raja Mataram yang letaknya di Kota Gede. Sebelum memasuki kawasan pemakaman, kami melewati jalan yang namanya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dalgendu&lt;/span&gt;, jalan ini konon dulu ditempati oleh para orang-orang yang tajir. Ada beberapa peninggalan yang kelestariannya masih dijaga sampai sekarang seperti sebuah rumah yang tembok dan lantai dihias dengan duit koin. Sayang kemarin kami engga sempet mampir dan mengabadikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar apes, pas kesana kok ya pas jumat legi dan kami datang kepagian, jalan masih bumpet karena di persimpangan jalan menuju pemakaman dipakai buat pasar legi, banyak orang jual-beli burung.  Kendaraan udah ga bisa maju, penuh orang lalulalang. Akhirnya kami  memutuskan berhenti dan parkir di pinggir jalan depan toko kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang di jalan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dalgendu &lt;/span&gt;ini kiri kanan jalan penuh dengan toko yang jual perhiasan dan pernak pernik yang terbuat dari silver (perak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/Sgek0PlJigI/AAAAAAAAAk8/gQW0dbtxecc/s1600-h/blog3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 271px; height: 203px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/Sgek0PlJigI/AAAAAAAAAk8/gQW0dbtxecc/s400/blog3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334413501086140930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;toko yg jualan hasil pengrajin perak&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Anting, kalung, gelang, hiasan dinding, patung2 kecil semua ada disini. Kami sempet mampir sebentar untuk lihat-lihat, wuihhh... harganya ternyata lumayan juga. Tapi ga usah kuatir, harga disini bisa di tawar kok, untuk tips dan triknya saya kurang pinter, keknya itu bagian ibu2 saja :D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/SgevU9d1b8I/AAAAAAAAAlU/qnCISwOdECk/s1600-h/blog6.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 263px; height: 197px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/SgevU9d1b8I/AAAAAAAAAlU/qnCISwOdECk/s400/blog6.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334425058275585986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kawasan pemakaman dilihat dari jalan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Di kawasan pemakaman ada tiga (kalo ga salah :p) gerbang. Pertama gerbang utama untuk masuk ke area pemakaman, yang isinya ada pendopo gedhe engga tau untuk apa, Kedua gerbang tempat masuk ke area wisatanya. Ada dua pendopo di kiri kanan jalan dengan simbol bendera kraton Jogja dan Solo, kemudian ada dua bangunan dari kayu di kiri kanan yang digunakan untuk ganti pakaian cowok dan cewek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/SgeoaRTbjmI/AAAAAAAAAlM/FYBG2lonZH4/s1600-h/blog5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 267px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/SgeoaRTbjmI/AAAAAAAAAlM/FYBG2lonZH4/s400/blog5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334417452918607458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;1. gerbang masuk area wisata pemakaman, 2. gerbang masuk pemakaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kenapa ada ruang ganti pakaian? karena syarat masuk ke pemakaman harus pakai baju tradisional, kalo cewek ya pakai kemben, kalo cowok ya paling jelek pakai sorjan dan jarit, bagi yang engga punya ga usah kuatir, karena disini ada persewaan seharga 10rb per pakaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/Sgekz9M9U_I/AAAAAAAAAk0/HSII1K0_SzQ/s1600-h/blog2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/Sgekz9M9U_I/AAAAAAAAAk0/HSII1K0_SzQ/s400/blog2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334413496152839154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;halaman depan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelum masuk ke pemakaman, di sebelah kiri ada gerbang lagi masuk ke area seperti tempat pemandian tapi engga jelas juga, bentuknya seperti kolam renang tapi berundak-undak.&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dahulu memasuki tempat pemakaman selain harus memakai kemben juga diharuskan laku dodok (jalan sambil jongkok) dengan tujuan "penghormatan". &lt;/span&gt;Sebagian pengunjung yang tua-tua masih melakukan itu saat memasuki gerbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/SgfDzCK6fpI/AAAAAAAAAlc/Z-ENq714mkI/s1600-h/blog7.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 291px; height: 220px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/SgfDzCK6fpI/AAAAAAAAAlc/Z-ENq714mkI/s400/blog7.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334447565167034002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;pengunjung yg laku dodok&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Di dalam kawasan pemakaman dibagi menjadi dua tempat, yakni indoor dan outdoor halah bahasane... :p. Yang ada di dalem ruangan antara lain seperti makam Pangeran Singasari, Mangkunegara, Kyahi Mangir yang sebagian makamnya ada di dalam ruangan dan sebagian lagi diluar (karena musuh yang akhirnya menjadi menantu), total makam ada 81 buah. Di dalam ruangan dingin banget, mungkin karena semua lantai dan makamnya terbuat dari marmer ya? Makam panjangnya rata-rata 2,5 meter, mungkin emang Raja-raja jaman dulu tinggi gedhe, jadi dibuat panjang atau sengaja dibuat seperti itu untuk menunjukkan kesan "Raja".&lt;br /&gt;Sebagian makam ada yang dibuatkan penutup seperti joglo mini. Ruangan indoor ini semua terbuat dari kayu dan diukir, indah banget kalau dicermati. Sayang kawasan pemakaman ini dilarang mengabadikan melalui kamera, jadi ya terpaksa engga ada hasil yg bisa ditunjukkan.. :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibagian Outdoor ada 546 makam, bentuknya biasa dan tidak istimewa.  Yang dimakamkan adalah keturunan dari Raja2 yang ada di area indoor tadi. Kesan mistis masih terasa banget di sini, kadang ada yang datang bawa menyan, ada yang bawa ayam hitam dan disembelih dll, kental banget deh tradisinya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal jogja keknya belum lengkap kalo belum bicara'in tentang gudeg :). Saya punya tempat makan gudeg yang menurut saya rasanya paling sip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/Sgek0CsE7EI/AAAAAAAAAlE/-GsX1PuLCFc/s1600-h/blog4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 228px; height: 199px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/Sgek0CsE7EI/AAAAAAAAAlE/-GsX1PuLCFc/s400/blog4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334413497625537602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;gudeg Yu djum&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Nama depotnya Yu Djum, tempatnya ada di jalan Wijilan No. 31 (Selatan Plengkung Wijilan) Yogyakarta,  kalau mau telpon bisa hubungi ke 0274. 7873332. Rasanya pas, engga terlalu kering tapi juga engga terlalu basah, manisnya pas, legitnya telur ama daging pas, kreceknya juga sip.. mantab pokoknya. Gudeg ini dijual dalam bentuk nasi kotak atapun terpisah yang biasanya dimasukin kedalam kendil dan dibungkus dengan anyaman klasik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Wisata dari Jogja ;)...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;note : thx to sintul, denis, richo, nowel buat puter2nya, juga buat tante buat nunutan nginep. dan ga lupa supre yg nemenin di perjalanan ;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12785854-5094045914741717758?l=www.petawisata.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.petawisata.net/feeds/5094045914741717758/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=12785854&amp;postID=5094045914741717758" title="2 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12785854/posts/default/5094045914741717758?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12785854/posts/default/5094045914741717758?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PetaWisata/~3/Y90Rc_4G4nA/yogyakarta-3.html" title="Yogyakarta (3)" /><author><name>sus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11283431258508341850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="09200696786298850970" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/Sgek0PlJigI/AAAAAAAAAk8/gQW0dbtxecc/s72-c/blog3.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><feedburner:origLink>http://www.petawisata.net/2009/05/yogyakarta-3.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A04MQX05cCp7ImA9WxNVE0g.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-12785854.post-3223856441589201071</id><published>2008-12-09T20:48:00.014+07:00</published><updated>2009-10-24T11:53:00.328+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-10-24T11:53:00.328+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jawa Timur" /><title>(Un)plan Bromo</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Liburan idul adha kemarin (6-8 Dec) diajak teman ke Jatiroto.&lt;br /&gt;Respon pertama: "Ada apanya di sana??"&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ya....nggak ada apa2nya :D. Kalau jadi,  kamu aku ajak ke kaki semeru. Atau diajak Ari liat lokasi berburu&lt;/span&gt;."&lt;br /&gt;Wih...bole juga. Pikar pikir...ngga ada salahnya sih. Lagian sudah lama banget ngga jalan2.&lt;br /&gt;Kerja di kantor perusahaan jasa bikin kakiku terpasung di kantor...hiks.&lt;br /&gt;Sesekali menghirup udara pedesaan n mengistirahatkan mata liat yg hijau2 boleh juga tuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, jumat sore (5Dec) baru beli tiket KA Cantik jurusan Surabaya-Jember.&lt;br /&gt;Turun di Tanggul, nanti qta dijemput di situ.&lt;br /&gt;Berangkat jam 16.00. Harga Rp40rb/tiket (dapet kelas bisnis)-yang executive sudah full (rp 55rb). Menurut "bisikan" seorang teman, ambil aja yg bisnis, nanti kalau di executive ada yg lowong bisa upgrade &amp;amp; pindah dgn bayar selisihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata pada hari H (6Dec), kereta terlambat sekitar 20menit.&lt;br /&gt;Sebelum KA Cantik, Mutiara Selatan masuk dulu. Gerbong kelas bisnis tampak menyedihkan. Kalau dilihat dari luar, gelap sekali di dalam gerbong. Jendela kecil, tampaknya pengap(sudah membayangkan gerbong KA Nazi yang dulu buat menyiksa orang2 Yahudi-terlalu jauh nih imaginasinya :P)&lt;br /&gt;Giliran KA Cantik masuk, ternyata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sami mawon (&lt;/span&gt;sama saja&lt;span style="font-style: italic;"&gt;)&lt;/span&gt;. Tapi tak sejelek yang aku bayangkan tadi. At least ga pengap. Pake fan. Agak gelap iya, apalagi di luar mendung tebal banget. Petugas keliling membagikan bantal (yang ternyata BAYAR!). Ditagih waktu hampir mendekati akhir perjalanan. Setauku makan minum kalo ambil memang bayar, tapi kukira bantal itu free. Ternyata kena charge Rp 2500 (cuma bayar 2400 gara2 nyari2 uang kecil ga ada...hehehe). Atau memang aku yang katrok ya??? (*menyebalkan). Untungnya temanku, Lusi-bawain bekal dari rumah. Nasi udang (sluurp). Udang goreng tepung biasa seh, tapi jadi enak banget kalo dimakan pas di jalan, meskipun cuma 2 biji. Lebih menarik dari roti coklat yang kubawa buat pengganjal perut.&lt;br /&gt;Kereta melewati Jatiroto, berhenti sebentar (entah di stasiunnya/dimana, karena di situ mestinya tidak stop. Di luar gelap banget ngga kelihatan apa2). Kira2 1/2 jam kemudian turun di Tanggul. Dijemput Ari, teman Lusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari stasiun qta makan kupang lontong (depan bank BRI).&lt;br /&gt;Yummy juga. Dikasi perasan air jeruk. Kerasa banget. Bumbunya ngga seperti di Surabaya/Sidoarjo yg item, tapi agak coklat. Ibunya ngeracik bahan2 lain di piring qta, jadi kelihatan dia nyampurin gula pasir, ada bawang juga + lombok bagi yang doyan pedas.&lt;br /&gt;Di sini kupang lontong dikasi tahu. Sayang sate kerangnya habis, dan aku tidak melihat ada krupuk di situ. Minum es degan (sayang dapetnya kelapa tua-alias keras)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_FA74beIwSE4/ST5_D7avazI/AAAAAAAAAB0/x6Ma5cFOr4A/s1600-h/DSC00162.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 248px; height: 186px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_FA74beIwSE4/ST5_D7avazI/AAAAAAAAAB0/x6Ma5cFOr4A/s320/DSC00162.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277795518790986546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Malam itu still no idea besoknya mau ngapain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Day2: 7 Dec&lt;br /&gt;Pagi2 sudah dikasi suguhan pastel goreng sama bakpao..lumayaaaan...cuma kurang lombok ijo aja :)&lt;br /&gt;Ngobrol2 sama Ari dan papinya...akhirnya diputuskan jalan2 ke Bromo. Yah...nothing to loose.&lt;br /&gt;Ke mana saja ok yang penting jalan..hehehe.&lt;br /&gt;berangkat hampir 8.30. Ambil arah Lumajang. Sampai Bromo sekitar 3 jam kemudian.&lt;br /&gt;Sayang sepanjang hari hujan gerimis &amp;amp; banyak kabut. Jadi kawah, gunung batok &amp;amp; teman2nya sering ga kelihatan. kabut melulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_FA74beIwSE4/ST6DPfowbGI/AAAAAAAAACE/LngX4ByO2R4/s1600-h/IMG_0540.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FA74beIwSE4/ST6DPfowbGI/AAAAAAAAACE/LngX4ByO2R4/s200/IMG_0540.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277800115538521186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_FA74beIwSE4/ST6DO-HsDkI/AAAAAAAAAB8/-PApAAHu1kE/s1600-h/IMG_0539.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FA74beIwSE4/ST6DO-HsDkI/AAAAAAAAAB8/-PApAAHu1kE/s200/IMG_0539.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277800106541452866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Mampir di Lava View Resto. Niatnya mau makan, ternyata resto belum buka. Turis2 juga sedikit, kebanyakan bule2. Ditawari naik kuda-75 ribu. Ogah.&lt;br /&gt;Kabut tersingkap sebentar, tapi terus nutupin gunung lagi. Jadi g bisa dapat foto bagus&lt;br /&gt;Berhubung hawa dingin, pesen yang hangat2 pasti enak. Soto ayam kena Rp19000, teh hangat/kopi sekitar 5rb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang lewat Ranu Pane. Padahal qta pake mobil "Kuda" tapi setelah dapet info kalau mobil colt bisa lewat beranilah qta lewat sana.&lt;br /&gt;Yang agak mendebarkan waktu lewat laut pasir. Kondisi gerimis, agak bingung arah juga (ngikutin ada jejak ban). Di situ sepi, ngga kelihatan ada mobil/kendaraan lain. Pasir yang luas, hitam, sunyi...wah...gimanaaaa gitu rasanya. Tapi seru juga. Hujan juga ada sisi positifnya. Mobil qta bisa lewat laut pasir itu karena tanah jadi lebih padat, dan kagak berdebu.&lt;br /&gt;Beberapa kali terhalang kubangan air yang agak besar, 1x ketemu medan yg agak licin, jadi terpaksa mundur agak jauh buat ambil ancang2 naik. It worked!! ^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang perjalanan di kiri kanan seperti karpet hijau. Very beautiful!&lt;br /&gt;Seperti scene Shire-desanya Frodo dkk di Lord of the Ring&lt;br /&gt;Lagi2, sayang cuma bisa turun ngga sampe 5 menit buat motret, itu juga 99% dalam kondisi hujan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FA74beIwSE4/ST6Foe4rL8I/AAAAAAAAACU/W2X-KopTHdI/s1600-h/laut+pasir.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 331px; height: 119px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FA74beIwSE4/ST6Foe4rL8I/AAAAAAAAACU/W2X-KopTHdI/s320/laut+pasir.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277802743856836546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya si "Kuda" selip juga di rintangan terakhir. Memang cukup terjal &amp;amp; licin. Ari dulu pernah lewat situ pake Jip juga sulit, apalagi ini. Ancang2 beberapa kali gagal. Tambah lama ancang2 makin jauh, yang terakhir hampir berhasil tinggal sedikit-tapi masih aja si Kuda ngga mau maju2 lagi. Untung ada truck kecil yg mau lewat dr arah Ranu Pane, jadi dibantu dikasi pasir kasar.&lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian, dari arah belakang kita ada mobil lain juga mau lewat...jadi mereka rame2 bantuin qta, narik dari depan. Berhasil! Berhasil!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_FA74beIwSE4/ST6HFNTqvgI/AAAAAAAAACc/aup4QI_w0NY/s1600-h/selip.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 118px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_FA74beIwSE4/ST6HFNTqvgI/AAAAAAAAACc/aup4QI_w0NY/s320/selip.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277804336866049538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sampai Ranu Pane sempat menikmati sejenak danau yg tenang di sana (maaf, tidak sempat mengambil gambar). Coba tebak, dari mana aku liat danau ini-di depan kamar mandi dekat pos lapor pendakian! Alangkah tidak romantisnya!&lt;br /&gt;Eniwei, di tengah danau ada pura (seperti di Bedugul). Airnya hijau gelap. Ada 2 bebek bermain di tepi danau. Jadi teringat masa2 indah waktu ke &lt;a href="http://petawisata.blogspot.com/2005/07/ranu-kumbolo.html"&gt;Ranu Kumbolo&lt;/a&gt; dulu (tapi kok dulu aku ga tau ada danau ini ya...payah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note: lebih mudah kalau datang lewat Ranupane karena jalan turun-tidak sampai selip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makan malam di Lumajang. Lusi pengen makan mi kuah. Waktu sampe depotnya (Jl. Jend Suprapto, lokasi di belokan-sorry, lupa liat namanya)-ternyata belum buka. Kabarnya kok '&lt;span style="font-style: italic;"&gt;wuenak&lt;/span&gt;'. Secara bukan penggemar mi, aku sih ngikut aja mau makan di mana. Jadi sambil menunggu, kita mampir dulu di mall (atau plaza) disana. Balik lagi jam 5an.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_FA74beIwSE4/ST6KYfsRyYI/AAAAAAAAACk/LLAedwmfqJM/s1600-h/bakwan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 118px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_FA74beIwSE4/ST6KYfsRyYI/AAAAAAAAACk/LLAedwmfqJM/s320/bakwan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277807966753507714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Awalnya aku mau merekomendasikan tempat ini, tapi bagi yang sebelum datang perutnya 'keroncongan berat', aku sarankan buat cari tempat lain aja-karena tempat ini masaknya '&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pake lama (banget)&lt;/span&gt;'. Kira2 nunggu makanan kelar 1 jam (weleeeeeeeh). Mungkin aja karena si taci' masaknya pake arang, jadi matangnya lebih lama ya. Meskipun begitu, tetap saja banyak yg pesen &amp;amp; (so pasti) ngantri. Untung pesenan yang bakwan gorengnya keluar dulu.&lt;br /&gt;PS: Porsi di sini ukuran XL, alias big, alias besar...so bisa ngirit berbagi. Mi kuahnya buat yg 'bertanki kecil' bisa dibagi 3-4 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengeluaran hari ini: 0 (nol, zero)-alias papinya Ari yg nraktir..huehehehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Day 3: 8 Dec&lt;br /&gt;Breakfast: Brownies kukus Amanda, tempe mendoan dari Jateng (wenaak...tapi-kurang lombok hijau, yang akhirnya aku dapat), bakwan (dari depot kemarin-enak bumbu sambelnya).&lt;br /&gt;Pencuci mulut: Incip es putar nangka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini diajak 'city tour' keliling Jatiroto dan rencana makan bakwan Eddy di Jember.&lt;br /&gt;Yang jalan cuma aku, Lusi sama Ari.&lt;br /&gt;Sebagian besar rumah2 penduduk di sana merupakan rumah pegawai pabrik gula. Ada yg gede2 juga, ada yang seperti rumah panggung, halamannya luas. Melewati alun2 (pohon beringin yg dilelilingi pagar besi), lewat pabrik gulanya, gudang gula, dikasi tau lokasi mereka biasanya '&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mbedil&lt;/span&gt;' (=menembak). Ari &amp;amp; papinya hobby berburu celeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di Jember ternyata bakwan Eddy tutup. Yah, ga heran...hari itu Idul Adha, jadi ya cuman mampir sebentar ke teman Lusi, liat mall baru (Golden Mall), liat mobil double cabin yg dipajang di Carrefour n terakhir mampir ke Om ku yang kebetulan rumahnya deket Carrefour (tidak direncanakan juga). Setelah itu kita kembali ke Jatiroto karena akan dijemput travel (dari Jember) jam 4 sore(starting from Jember).&lt;br /&gt;Libur telah usai...Libur telah usai...&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12785854-3223856441589201071?l=www.petawisata.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.petawisata.net/feeds/3223856441589201071/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=12785854&amp;postID=3223856441589201071" title="12 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12785854/posts/default/3223856441589201071?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12785854/posts/default/3223856441589201071?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PetaWisata/~3/CWTQN_hL6Pg/unplan-bromo.html" title="(Un)plan Bromo" /><author><name>petite smurf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="17041199680760024804" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_FA74beIwSE4/ST5_D7avazI/AAAAAAAAAB0/x6Ma5cFOr4A/s72-c/DSC00162.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">12</thr:total><feedburner:origLink>http://www.petawisata.net/2008/12/unplan-bromo.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUYARX0_cCp7ImA9WxNVF00.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-12785854.post-3361721012522919399</id><published>2008-08-11T18:48:00.006+07:00</published><updated>2009-10-28T11:12:24.348+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-10-28T11:12:24.348+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jawa Timur" /><title>trip 2 blitar</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4-6 June 2008&lt;br /&gt;(Perjalanan nebeng tapi jadi rekreasi beneran karena saya dianggap tamu oleh keluarga teman saya di Blitar. Kalau ingat itu jadi sungkan banget. Tapi tetep disyukuri deh, terimakasi banyak untuk keluarga dokter Sukardi dan pak Pitono sang sopir)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ke-1&lt;br /&gt;Biasanya perjalanan ke Blitar dari Surabaya bisa dicapai 2,5 - 3jam. Tergantung kepadatan lalulintas. Kala itu kami mampir ke Malang terlebih dahulu.&lt;br /&gt;Selepas dari Malang kami melewati bendungan Karang Kates, karena keterbatasan waktu dan ternyata loket masuknya tutup maka kami tak sempat menyaksikan kemegahan bendungan besar di jawa timur ini. Kami melewati bendungan versi mininya, bendungan Lahor. Ada taman dan tempat berhenti yang disediakan. Ada beberapa penjual bakso dan es yang nongkrong di pinggir jalan.  Kami menepikan mobil dan turun untuk menikmati pemandangan air dan bangunan bendungan. Parkir gratis kala itu, mungkin bukan hari libur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ni-shpwv-n8/SKAuM8s0pDI/AAAAAAAAAIg/cqwpLfGS7xI/s1600-h/DSCN9759_lowres.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ni-shpwv-n8/SKAuM8s0pDI/AAAAAAAAAIg/cqwpLfGS7xI/s400/DSCN9759_lowres.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5233233566991950898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di Blitar kami dimampirkan ke rumah bu Wardhoyo karena sejalan. Kala itu sudah jam 5, mestinya sudah tutup, tapi kata pak Pit tak apa kami meminta kunci rumah di rumah samping (yang ternyata kerabat bu Wardhoyo, bukan sekedar penunggu atau sejenisnya). Di area rumah bu Wardhoyo sendiri terdiri dari beberapa bangunan dan dihuni beberapa keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah bu Wardhoyo sendiri sudah tidak ditempati, walaupun perabot ruangan-ruangan yang ada masih ditata sesuai fungsinya. Di bangunan belakang ada kamar mandi, ruang makan, dan garasi berisi mobil yang sudah tua banget. Secara keseluruhan saya kurang tertarik dengan interior penataan dan barang-barang di dalamnya. Di ruang depan terdapat banyakan lukisan Bung Karno dari berbagai pelukis dan foto-foto tentunya. Tapi berbeda sekali tingkat kenikmatannya seperti ketika mengunjungi house of Sampoerna Surabaya. Dan karena cahaya sudah minim sekali, saya malas mengambil barang menggunakan flash maka saya tak banyak mengambil foto di dalam.&lt;br /&gt;Disediakan kotak untuk sumbangan sukarela, untuk mengambil foto sumbangan minimal 5rb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://y3nnyw3n.multiply.com/photos/album/27/trip_to_arround_blitar_day_1"&gt;bendungan Lahor &amp;amp; mrs wardhoyo's house  &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ke-2&lt;br /&gt;Tujuan pertama Makam Bung Karno. Sebenarnya area itu tertutup untuk mobil, parkir mobil disediakan tersendiri dan agak jauh. Ini dimaksudkan supaya pengunjung dapat berjalan kaki melewati kios-kios suvenir atau menaiki becak. Tapi itu tak berlaku untuk kami:p Pak Pit cuma menurunkan kami tepat di samping perpustakaan dan mereka akan menjemput kami setelah beberapa jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata dibangun sebuah bangunan baru di area Makam Bung Karno. Arsitekturnya bergaya minimalis modern, sangat bagus, ngga ada di Surabaya. Di sebelah kiri patung Soekarno yang sedang duduk dan membawa buku, terdapat museum Soekarno. Kami hanya perlu mengisi buku tamu tanpa perlu dipungut biaya apapun. Peringatan "anda tak perlu membayar apa-apa di area museum" tertempel di beberapa tempat. Isi museum lebih berjiwa Soekarno dan membangkitkan kenangan akan semangat dan jiwa nasionalis Soekarno. Sayangnya urutan kronologis foto kurang rapi. Begitu juga dengan teks penjelasan foto beraneka ragam. Selain bahasa Indonesia,beberapa foto lain keterangannya ditulis dalam bahasa Inggris dan 1-2 bahasa yang tak saya kenal (Belanda kali ya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu penuh dengan rombongan anak SD. Sekeluarnya dari museum sembari diserbu pedagang suvenir yang 'lepas dari kandang' kami masuk ke perpustakaan. Sekali lagi kami harus melengkapi buku tamu. Koleksinya boleh juga, layaknya perpusatakaan umum lainnya. Hanya saja ini ber-AC dan jauh lebih bersih. Ada 1 ruangan khusus koleksi mengenai Soekarno. Mungkin beberapa buku terlarang dulu ada di sana. Ada fasilitas lift mungil untuk gedung 2 lantai itu. Lantai 2 belum semuanya ready to be used. Apalagi ruangan di gedung seberang (lantai 2 dari museum), masih tertutup bagi pengunjung.&lt;br /&gt;Di perpustakaan kami menuju ke pendopo tempat nisan Soekarno. Melewati kolam teratai yang tak berbunga dan gedung khusus buku dan penitipan anak-anak (keren yah ada perhatian khusus untuk anak-anak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ni-shpwv-n8/SKAuNLvZfOI/AAAAAAAAAIo/K0JZvlvA8Y8/s1600-h/DSCN9797_lowres.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ni-shpwv-n8/SKAuNLvZfOI/AAAAAAAAAIo/K0JZvlvA8Y8/s400/DSCN9797_lowres.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5233233571029286114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kami masuk ke tanpa mengisi buku tamu dan memberikan sumbangan sukarela, kami baru tahu keesokan harinya ketika hendak menuju ke area kios suvenir melewati pintu samping, bukan dari perpustakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu banyak warga yang nyekar, kamipun sebelum masuk gapura ditawari bunga-bunga. Pendoponya luar biasa 'mahal'. Penuh ukiran-ukiran indah nan detail mulai dari tiang sampai plafon, dan pasti itu kayu bukan sembarangan juga. Nisan marmernya sih tidak berubah sejak jama dahulu kala. Kalau anda mengambil foto dari arah frontal maka dari nisan seakan-akan muncul singa. i cannot see it anyway, imajinasiku kurang kali ya:p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan keluar dari makam melewati  area suvenir. Suvenir yang lagi trend benda-benda bikin ribut seperti gamelan kecil, suling, perkusi, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tips: masuk dari area perpustakaan dapat menghindari sumbangan sukarela&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12.30&lt;br /&gt;Perjalanan kami lanjutkan menuju Candi Penataraan yang tak jauh dari lokasi itu. Lagi-lagi kami dicegat untuk mengisi buku tamu dan sumbangan sukarela. Tak ada tiket. Kami melewati papan keterangan sejarah candi yang lumayan berbelit-belit dan lusuh rupanya. Jadi kami menebak-nebak sendiri sambil menaiki candi yang paling gede.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukiran-ukiran yang ada masih terlihat jelas dan lebih indah dibandingkan ukiran di borobudur atau Prambanan. Di belakang, setelah mencari, kami menemukan kolam pemandian yang konon (di mana si sejarah budaya indo yg ga berbau klenik) bisa bikin awet muda. Kata teman, kolam itu dulu ngga sekecil itu. Saya tak menemukan sumber airnya, yang saya bayangkan mengucur tapi saya yakin benar airnya mengalir, karena ada saluran pembuangan. Airnya benar-benar jernih. Dasar pasir dan ikan-ikan di dalamnya terlihat dengan jelas padahal kolam itu tidak dangkal, 2 meter lebih ada. Kami menikmati kejernihan air di bawah keteduhan pohon dan semilir angin. Nyamannnn benarrr...&lt;br /&gt;tips: oleskan sanblock tebal-tebal karena langit cerah dan terik, lagipula berkunjung tengah hari membuat sesi pemotretan terhindar dari manusia yang berseliweran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ni-shpwv-n8/SKAuNLUhS2I/AAAAAAAAAIw/Fx-UduYJOf4/s1600-h/DSCN9853_lowres.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ni-shpwv-n8/SKAuNLUhS2I/AAAAAAAAAIw/Fx-UduYJOf4/s400/DSCN9853_lowres.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5233233570916551522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13.15&lt;br /&gt;Tujuan berikutnya gunung Kelud, ini sih sudah bukan kabupaten Blitar, kurang lebih 1 jam dari Blitar. Jalanan menuju ke Kelud lewat daerah Nglegok (sepelan "e" nya seperti di kata "serong ke kanan"). Indah banget.. Penuh dengan tanaman tebu yg berbungaaa..... Dengan background gunung.&lt;br /&gt;Kanan kiri hijau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14.00&lt;br /&gt;Kami sangat beruntung berkunjung bukan sabtu minggu. Krn hari2 itu, jalan menuju Kelud ditutup, ojek beraksi dengan tarif sekitar 10rb sekali jalan. Mau jalan ? Ya masi jauuuh. Sepiii nyaris tak melihat manusia. Trus mestinya waktu melewati pos penjaga kami lapor, tapi krn ga mudeng ya uda terus aja, ketemu warung di gate yg ditutup (scr resmi emang Kelud ga bole dikunjungi, dasarane org Indo). Kami, aku , Irma, pak Pit jalan. Bu Sukardi menunggu di warung ajah:D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawah ijo yg indah itu dah ga ada. Tertutup smua ama anak gunung baru. Kami bahkan sudah tdk bisa lihat lahar meleleh keluar kalo sore2. Uda 2 th sejak letusan itu..yah...&lt;br /&gt;Sepi, sejuk, asap2 keluar dr samping2 n bawah gunung kecil itu.&lt;br /&gt;tips: gunakan sepatu sneakers atau yang nyaman untuk jalan menanjak walaupun semua jalan telah di-aspal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;more pictures:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://y3nnyw3n.multiply.com/photos/album/28/day_2_Makam_bung_karno_Soekarnos_memorial_park"&gt;Makam BK&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://y3nnyw3n.multiply.com/photos/album/29/day_2_candi_penataran_Penataran_temple"&gt;candi Penataran&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ke-3&lt;br /&gt;Kami sarapan di rumah makan Pasific dengan nasi bakmoy halalnya yang terkenal itu.&lt;br /&gt;Tujuan kami hari itu adalah pantai Tambak Rejo. Sekitar 1 jam dari Blitar melewati gunung dengan aspal yang terjal dan tak selebar jalan menuju ke Kelud. Sekali lagi kami tiba di saat matahari sangat terik. Loket tutup, kondisi sangat sepi. Tapi itu tidak menyurutkan kekaguman kami akan indahnya pantai berpasir putih itu. Pantai Tambak rejo tak terlalu luas, bibir pantai bisa dijangkau dengan jalan kaki bolak balik dalam 30 menitan. Pasirnya bersih, lebih bersih daripada Kuta pastinya! Sayangnya ombak laut selatan terlalu besar untuk sekedar bermain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ni-shpwv-n8/SKAuNSonPuI/AAAAAAAAAI4/d0JmeWqKg4s/s1600-h/DSCN0970.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ni-shpwv-n8/SKAuNSonPuI/AAAAAAAAAI4/d0JmeWqKg4s/s400/DSCN0970.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5233233572879875810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;tips: sunblock, kunjungi di hari biasa selain sabtu-minggu. Depot sangat jarang ditemui, karena itu bawalah makanan dan minuman sendiri untuk amannya. Tak jauh dari pantai terdapat pasar ikan. Harga ikan salem yang diasap 10ribu dapt 9 tusuk.&lt;br /&gt;Kami sempat mampir ke Goa Embultuk, namun karena tidak membawa baju ganti maka kami urung masuk goa.&lt;br /&gt;Kami juga mampir di beberapa monumen-monumen perjuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15.00&lt;br /&gt;Kami makan siang sore di bakso Gangsar. Bakso ini memiliki beberapa cabang di Blitar. Enak, gurih, beda dengan cita rasa manis khas blitar. Tak lupa kami mampir ke toko di gang untuk membeli oleh-oleh khas Blitar: wajik kletik, sale pisang, keripik jahe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16.30&lt;br /&gt;Saya meninggalkan Blitar menuju Malang bersama teman yang rela mampir dan gabung.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12785854-3361721012522919399?l=www.petawisata.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.petawisata.net/feeds/3361721012522919399/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=12785854&amp;postID=3361721012522919399" title="3 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12785854/posts/default/3361721012522919399?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12785854/posts/default/3361721012522919399?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PetaWisata/~3/3ngyraSE3OM/trip-2-blitar.html" title="trip 2 blitar" /><author><name>pyor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06358225746716676638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="07563593013256447842" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_ni-shpwv-n8/SKAuM8s0pDI/AAAAAAAAAIg/cqwpLfGS7xI/s72-c/DSCN9759_lowres.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total><feedburner:origLink>http://www.petawisata.net/2008/08/trip-2-blitar.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0ICRnc6fSp7ImA9WxdbEU0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-12785854.post-2365799927538549237</id><published>2008-08-07T16:37:00.010+07:00</published><updated>2008-08-07T17:39:27.915+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-08-07T17:39:27.915+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="eropa" /><title>Strasbourg</title><content type="html">Mari kita jalan-jalan ke Perancis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strasbourg terletak di bagian utara Perancis yang berbatasan dengan Jerman. Aku masuk melalui Frankfurt, karena jarak dari Frankfurt ke Strasbourg lebih dekat dari jarak Paris - Strasbourg. Kalau kita naik mobil, waktu tempuh perjalanan kurang dari dua jam dari Frankfurt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strasbourg adalah kota kecil yang super indah! Modelnya kayak old town Eropa zaman dulu yang biasa kita lihat di TV-TV atau pas main The Sims. Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Prancis campur sama Bahasa Jerman. Dan ada dialek tertentu yang namanya d'Alsace.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan orang-orang disini nggak bisa Bahasa Inggris. So better have some French vocabulary before going here! Aku mati kutu nih kalo orang2 udah mulai ngajak ngomong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke... di jantung kota Strasbourg, ada yang namanya Petite France. Tempat ini kayak sample dari pedesaan Prancis. Lihat bentuk-bentuk rumahnya dan gimana mereka menghias rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_t7wK03vKDC4/SJrIQu--t8I/AAAAAAAAAEg/V-W5-L1puRY/s1600-h/IMG_4098small.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_t7wK03vKDC4/SJrIQu--t8I/AAAAAAAAAEg/V-W5-L1puRY/s320/IMG_4098small.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5231714106959902658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_t7wK03vKDC4/SJrIet0cpMI/AAAAAAAAAEo/H5YPbk6Djdk/s1600-h/IMG_4130small.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_t7wK03vKDC4/SJrIet0cpMI/AAAAAAAAAEo/H5YPbk6Djdk/s320/IMG_4130small.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5231714347165459650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_t7wK03vKDC4/SJrJlHTIBXI/AAAAAAAAAEw/yh3-Xl0ey0E/s1600-h/IMG_4132.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_t7wK03vKDC4/SJrJlHTIBXI/AAAAAAAAAEw/yh3-Xl0ey0E/s320/IMG_4132.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5231715556595860850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Petite France ini ada beberapa jembatan yang ditandai dengan... apa sih namanya bangunan tinggi yang misah-misahin area itu ya? Pokoknya kayak yang di bawah ini deh. Indah ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_t7wK03vKDC4/SJrL6zt4kRI/AAAAAAAAAFI/IuFKgTzN92o/s1600-h/IMG_4191.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_t7wK03vKDC4/SJrL6zt4kRI/AAAAAAAAAFI/IuFKgTzN92o/s320/IMG_4191.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5231718128319762706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke trus agak jauhan dikit dari Petite France, kayaknya bisa naik tram deh kesini.... ada katedral yang tinggiiiiiii banget dan cantik abis! Namanya &lt;span lang="fr"&gt;&lt;i&gt;Cathédrale Notre-Dame-de-Strasbourg. &lt;/i&gt;Jangan tanya deh kenapa namanya Notre Dame juga. Padahal di Paris juga ada katedral Notre Dame. Bentuknya juga mirip-mirip gini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_t7wK03vKDC4/SJrMhcxy3QI/AAAAAAAAAFQ/hUGuQfvWa_Y/s1600-h/IMG_4222.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_t7wK03vKDC4/SJrMhcxy3QI/AAAAAAAAAFQ/hUGuQfvWa_Y/s320/IMG_4222.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5231718792177048834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menurut Wikipedia, bangunan setinggi 142 meter ini tertinggi di dunia pada tahun 1647 sampai 1874. Dan pada tahun 2000 ada percobaan bomb di Christmas market di sekitar gereja ini oleh Al Qaeda. Tapi bisa dicegah oleh polisi Prancis dan Jerman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya... Strasbourg juga terkenal sebagai kota Natal. Katanya sih... paling indah waktu natal. Jadi pengen liat juga in some December! Tapi duit oh duit...&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Means of transportation.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ga bisa bantu banyak karena aku kemana-mana diantar naik mobil. Ntar deh kuupdate kalo udah nyoba public transportationnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi disini ada bis, dan untuk daerah dalam kota sendiri ada tram. Berhubung sekarang lagi summer, banyak orang naik sepeda kemana-mana. Bisa sewa sepeda juga. Mungkin alternatif terakhir ini yang paling murah berhubung 1 Euro sekarang sudah Rp 14,000-an.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_t7wK03vKDC4/SJrK-8LSJrI/AAAAAAAAAE4/QqsAmHnyZBM/s1600-h/IMG_3999.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_t7wK03vKDC4/SJrK-8LSJrI/AAAAAAAAAE4/QqsAmHnyZBM/s320/IMG_3999.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5231717099798406834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kalau kita mau main turis-turisan, ada boat yang mengelilingi kanal di sekitar Petite France. Harganya ga tau karena belum kucoba. Dan kayaknya aku ga nyoba. Tapi di boat itu kita bakal dikasih headphone dimana ada rekaman suara guide yang diputar saat mengelilingi beberapa tempat tertentu.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_t7wK03vKDC4/SJrLY49FfuI/AAAAAAAAAFA/R8QQKmPYHv0/s1600-h/IMG_4148.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_t7wK03vKDC4/SJrLY49FfuI/AAAAAAAAAFA/R8QQKmPYHv0/s320/IMG_4148.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5231717545610149602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Makanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Ada&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;restoran enak nih... Namanya &lt;a href="http://www.chez-meme.com/"&gt;Chez Meme&lt;/a&gt; di daerah Ittenheim. Ini di daerah outskirtnya Strasbourg. Harga ga tau, tapi dari pakaian orang2 yang pergi kesana, kayaknya rada mahal. Tapi makanannya enak dan tempatnya comfy banget. Kalo lagi jalan-jalan ke daerah itu, boleh deh ngunjungin tempat ini.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Terus ada cocktail khas d'Alsace yang namanya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kir Royal&lt;/span&gt;. Kalo kamu suka minuman beralkohol dan pas pergi ke Strasbourg, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;WAJIB &lt;/span&gt;pesan ini. Enak banget!!&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12785854-2365799927538549237?l=www.petawisata.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.petawisata.net/feeds/2365799927538549237/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=12785854&amp;postID=2365799927538549237" title="2 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12785854/posts/default/2365799927538549237?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12785854/posts/default/2365799927538549237?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PetaWisata/~3/pojdSSWI824/strasbourg.html" title="Strasbourg" /><author><name>Carla Ardian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12006345210890393276</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="05973049335445924844" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_t7wK03vKDC4/SJrIQu--t8I/AAAAAAAAAEg/V-W5-L1puRY/s72-c/IMG_4098small.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><feedburner:origLink>http://www.petawisata.net/2008/08/strasbourg.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkYDQH8-cCp7ImA9WxRaEEs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-12785854.post-8674545583390852716</id><published>2008-07-14T08:22:00.012+07:00</published><updated>2008-12-12T14:49:31.158+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-12-12T14:49:31.158+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jawa Tengah" /><title>Yogyakarta (2)</title><content type="html">Petawisata kembali mengunjungi &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; pelajar, pada tanggal 11-13 Juli 2008. Perjalanan kali ini Petawisata mencoba menginap di kawasan para backpackers bule-bule, di "international villages" dengan liputan Malioboro, Benteng Vredeburg, Pusat jajanan Mataram, pasar Beringharjo.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11 Juli 2008&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dari Surabaya, perjalanan ke Jogja dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih tujuh jam. Bus Patas Eka sudah menanti saat kami masuk ke peron terminal Bungurasih jam tujuh pagi. Kebetulan sekali, Bus langsung tancap gas begitu kami naik, jadi engga perlu nunggu lama-lama sampai penumpangnya penuh. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Harga tiket yang harus dibayar enampuluh enam ribu rupiah per orang sudah termasuk lunch di Resto Duta daerah sekitar Ngawi (kalo ga salah). Bus cukup bersih, AC juga berfungsi dengan baik bahkan cenderung over dingin :D. Di bagian depan sebelah kiri ada alat untuk memcahkan kaca jika keadaan darurat, dan di belakang sebelah kanan ada emergency door. Tampaknya kendaraan umum sekarang sudah lumayan memperhatikan keselamatan penumpang juga, bagus dah. Kernet bus juga baik, membantu mengangkat tas penumpang, selalu tersenyum ramah dan memberi informasi2 lengkap yang dibutuhkan.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Pukul 14.30, kami tiba di Jogja, kemudian sewa taxi milik terminal dengan ongkos 40 ribu untuk perjalanan kemanapun dalam lingkup batasan dalam &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, harga ini keknya terlalu mahal mengingat jogja adalah kota yang engga sebrapa luas.&lt;br /&gt;Delta Homestay daerah jalan Prawirotaman adalah tujuan kami untuk bermalam. Beruntung sekali, kami sempat memesan kamar melalui fasilitas online di &lt;a href="http://www.yogyes.com/en/yogyakarta-hotel/cheap/delta-homestay/"&gt;yogyes.com&lt;/a&gt; sebelumnya, karena tempat ini sering fully booked, terutama untuk high season seperti sekarang.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Ternyata benar juga, Prawirotaman memang layak disebut international villages, banyak sekali bule-bule bertebaran di daerah ini, bahkan di penginapanpun kami adalah satu-satunya tamu domestik berambut hitam, yang lain pada blonde semua.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Setelah sampai hotel kami beristirahat sejenak, kemudian sore hari keluar untuk cari makan. Kami keluar motel berjalan kaki menyusuri remang jalan Parangtritis sambil berburu tempat makan yg enak, engga sedikit juga tukang becak menyambut kami menawarkan harga perjalanan murah meriah. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;st1:city style="font-style: italic;" st="on"&gt;lima&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; ribu mas, muter2 jogja, cari dagadu, bakpia, batik”…&lt;/span&gt; bah, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; ribu muter jogja?? Gak mungkin ah, kami engga mengiyakan langsung tawaran itu, mengingat tips yang pernah kami dengar adalah bahwa tukang becak di Jogja sengaja "menjebak" dengan membawa ke tempat batik, bakpia, dll agar dia dapet tips dari tokonya kalau penumpangnya beli, kalaupun kita engga beli maka dia akan minta uang tambahan dengan alasa sudah muter2 gak jelas. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;‘mboten pak, mlampah mawon’…&lt;/span&gt; itu jawaban singkat dari kami untuk menolaknya. Namun sepertinya tukang becak itu gigih juga, udah hampir 15 menit kami berjalan dia ngikutin terus dari belakang sambil mulut komat-kamit ala marketing… &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“malioboro mas? Badhe teng pundit toh? Adoh loh… bla…bla…”&lt;/span&gt;. Lama-lama kesel juga diikutin, akhirnya kami menyeberang jalan dengan tujuan si tukang becak engga bisa ngikutin lantaran jalan berlawanan arus. Tapi ya tetep aja ternyata, sementara kami jalan dia ngikutin dari seberang… ya amplop, ngeyel amat sih, mau ngajak kuat-kuatan Pak?? Tungguin aja sampe mampus, kami mo maem gudeg dulu hehe… &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Pulang dari maem kami berniat ke persewaan motor untuk mempermudah mobilitas ke esokan harinya. Sayang, semua motor sudah dipesan, jadi kami engga kebagian satu pun, namun pemilik persewaan menyarankan untuk ke jalan di gang sebelah yang (katanya) bertebaran persewaan motor disana.&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;12 Juli 2008&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Setelah mumuk dengan nyenyak, keesokan hari kami melanjutkan perjalanan untuk mencari persewaan motor. &lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt; banyak sekali persewaan, kira2 &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; tempat sudah ditanya namun jawaban yang kami dapat selalu sama &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“motor kosong mas, habis dipesan”&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;‘motor engga disewakan sama turis domestic mas, banyak kejadian di embat motornya hilang mereka kapok!!’&lt;/span&gt; celetuk tukang becak. Ah.. ini mah akal-akalan si tukang becak aja biar kita naik becaknya dia. Kami pun cuek dan tetep cari… namun bener juga, tiap tempat yang ditanya selalu kosong. Kemudian flashback, kami mencoba mengingat kejadian kemaren, di depan hotel ada persewaan motor dan katanya semua motor udah di pesan, namun tadi pagi motor2 itu tampak masih tetap ada. Wah, jangan2 si Pak Becak bener inih? Siyal dah… ya udah, naik becak aja yuk ke Malioboro…&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Rute dari Prawirotaman ke Malioboro ternyata tidak terlalu jauh, kalau ditempuh jalan kaki kira-kira&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;cuma memerlukan waktu satu jam saja. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; baiknya kalau jalannya melalui rute Kraton (dari Parangtritis belok kiri ke Mayjen Sutoyo), jadi banyak pemandangan yang dilihat biar gak jenuh, ada alun-alun, Taman Sari dan Kraton itu sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/SHqroUc1vyI/AAAAAAAAAQk/vgHbpJQVHNc/s1600-h/malio.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 396px; height: 99px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/SHqroUc1vyI/AAAAAAAAAQk/vgHbpJQVHNc/s400/malio.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5222675427062300450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;gbr : pasar beringharjo, malioboro, tempat oleh2 di mataram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Di Malioboro kami mengunjungi Pasar Beringhardjo, pasar ini tempat orang kulakan daster, baby doll, celana yang hampir semuanya bermotif batik. Pasar ternyata rameeee banget, kami Cuma masuk sebentar kemudian keluar, engga tahan dengan hiruk pikuknya. Setelah itu kami menyusuri malioboro dan berbelanja batik, belanja di Malioboro perlu ekstra hati-hati, barang yang ditawarkan biasanya berharga tiga atau empat kalio lebih mahal, jadi jangan sungkan-sungkan untuk menawar. Kami saat itu tertarik dengan mainan yang terbuat dari kayu....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;“Mbak beli brapa itu?”,&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-style: italic;"&gt;‘sepuluh ribu mas, kalo yang diatas itu tiga belas ribu, bapaknya minta &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; belas awalnya’ jawab seorang pembeli…&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Beberapa saa kemudian kami kembali ke tempat itu lagi dan berniat ingin membeli…&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“niki pinten pak?”&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;‘selangkung’.. (dua puluh &lt;/span&gt;&lt;st1:city style="font-style: italic;" st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; ribu)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Nah loh… belom ada satu jam udah naik hampir tiga kali lipat. Dari Malioboro, kami blusukan ke dalam gang di sebelah hotel Mutiara, gang tersebut tembus ke jalan Mataram, tempat orang jualan makanan kecil khas jogja. Ada geplak, bakpia, jenang, wajik, intip dan lain-lain... wah, beli.. beli.. buat oleh-oleh..&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Selain menyusuri Malioboro kami mampir ke benteng Vredeburg, benteng ini benteng peninggalan jaman Belanda, letaknya di ujung jalan Malioboro.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/SHqrojUI7KI/AAAAAAAAAQs/PuLp3ofaaBk/s1600-h/vredeburg.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 404px; height: 101px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/SHqrojUI7KI/AAAAAAAAAQs/PuLp3ofaaBk/s400/vredeburg.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5222675431052340386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;gbr : pintu masuk benteng, halaman depan, ruang diorama &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;Tiket masuk engga mahal, cukup 750 rupiah per orang, murah kan? :). Di dalam ada Diorama, Museum sejarah benteng didirikan dan beberapa ruangan lain yang saat kami kunjungi saat itu masih tutup (ato memang ga pernah dibuka? :p). Ruang diorama menurut kami keren sekali, banyak peristiwa jaman dahulu yang digambarkan dalam bentuk lukisan tiga dimensi dengan perspektif yang indah pula.&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;13 Juli 2008&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;Hari terakhir, duh.. sedih rasanya harus meninggalkan Jogja, masih banyak tempat yang ingin kami kunjungi, namun kami harus kembali lagi ke peradaban. Hari ini kami engga kemana-mana, cuma cari sarapan, beberes dan ngobrol2 menghabiskan waktu sambil nunggu jam untuk check out. Engga lupa juga foto2 mengabadikan motel yang murah meriah bernuansa alami ini :)&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/SHqrod0ffQI/AAAAAAAAAQc/sGv4ylAE228/s1600-h/delta.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 383px; height: 91px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/SHqrod0ffQI/AAAAAAAAAQc/sGv4ylAE228/s400/delta.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5222675429577424130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;gbr : teras depan kamar, pintu masuk ke area penginapan, kolam renang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Penginapan di motel ini cukup menarik, dengan 130rb sudah dapet kamar yang bersih full AC dan kamar mandi dalem. Kalau mau yg lebih murah lagi ada yang dibawah seratus ribu, engga pakai AC dan joint bathroom, tapi jangan kuatir, kamar mandinya dijamin bersih kinclong.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/SHq88_LN8fI/AAAAAAAAAQ0/quWkDTy_BTA/s1600-h/pw.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 183px; height: 121px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/SHq88_LN8fI/AAAAAAAAAQ0/quWkDTy_BTA/s400/pw.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5222694473826169330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;gbr : petawisata contributors&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;/p&gt;Tips :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;hati-hati dengan penawaran becak/ojek murah dengan iming-iming lima ribu muter2 Jogja&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;di Jogja sekarang ada fasilitas bus Trans Jogja yg bersih, manfaatkan semaksimal mungkin&lt;/li&gt;&lt;li&gt;tawar barang di Malioboro paling engga 1/3 dari harga yg diberikan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;di Mirota batik (di Malioboro) tersedia peta jogja gratis buat panduan jalan-jalan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;selalu tanya harga makanan jika masuk area lesehan, kebanyakan menu tanpa harga dan menjebak&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Sampai jumpa Jogja, kami akan kembali lagi dalam liputan yang lebih lengkap dan menarik ;)...&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;* Salut buat bus Eka semoga tetep dipertahankan pelayanannya…&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;* terimakasih untuk Pak Dedy yg bantu untuk booking di Delta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;* Terimakasih untuk hadiahnya yang terlalu awal :p, partner traveling yang paling berkesan… lain kali kita lanjutkan lagi berburu tengleng di kota Jogja... masih penasaran 'rek... :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12785854-8674545583390852716?l=www.petawisata.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.petawisata.net/feeds/8674545583390852716/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=12785854&amp;postID=8674545583390852716" title="8 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12785854/posts/default/8674545583390852716?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12785854/posts/default/8674545583390852716?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PetaWisata/~3/ckFZ5-P34I4/yogyakarta-2.html" title="Yogyakarta (2)" /><author><name>sus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11283431258508341850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="09200696786298850970" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/SHqroUc1vyI/AAAAAAAAAQk/vgHbpJQVHNc/s72-c/malio.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">8</thr:total><feedburner:origLink>http://www.petawisata.net/2008/07/yogyakarta-2.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkYDQHo4cSp7ImA9WxRaEEs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-12785854.post-7781907538953034998</id><published>2008-03-26T15:51:00.004+07:00</published><updated>2008-12-12T14:49:31.439+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-12-12T14:49:31.439+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jawa Timur" /><title>Rafting - Pekalen River, Probolinggo</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Songa - September 2007&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Location: Pekalen river, probolinggo jatim&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami ber-5 berangkat jumat malam, rencananya sih bermalam di tenda dan berapi unggun. Arah yang dituju ke probolinggo, pokoknya terus2 ae, kalo masuk kota pasuruan ya cari yg menuju probolinggo. Cari rumah makan Rawon Nguling yg besar itu, dari sana kurang lebih 30-45 menit lagi menuju base camp. Lupaaa.....soriii....pokoknya ada 2 jalur, malam itu mba yaya menempuh jalur yg lbh jauh, dia hafalnya gang setelah pabrik apa gitu, belok, trus sampai sana kontak2 an ma org songa yg di surabaya! (loh! canggih to!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara melekan dan api unggun ditunda karena benar udara mayan dingin. Esok hari peserta grup dari bank mana gitu udah ramai senam bersama, kami tinggal sikat gigi dll lalu langsung menuju ke tempat pemberangkatan yang lain (mungkin yang kami pakai medan atas-duh serba ga jelas kan!!!!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pk 7.30 kami dengan diangkut truk ternak itu berangkat menuju sungai. Kami harus hiking 15 menitan, dgn medan naik turun. Yg lebih sakti para pembawa boat, mereka melewati medan yg sama. Instruksi dijelaskan ketika kami sudah di atas kapal (mungkin krn kami cuma ber-5, setahu saya ketika kami makan siang , ada rombongan dari bank laen yg dijelaskan sblm diangkut truk ternak). Ada beberapa instruksi yg harus dipatuhi seperti dayung maju, mundur, kiri (maksudnya yg sisi kanan pindah ke kiri, yg di kiri diam aja), boom (ini yg paling asik benernya, maksudnya kita akan melewati jeram, dan smua pesrta duduk masuk di tengah).&lt;br /&gt;Cara duduk kita di pinggiran boat, cara pegang dayung dsb. Dalam 1 boat selain kami ber-5 ada 2 guide, 1 di depan, 1 di belakang yg selaku komando aba2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Debit air saat itu tidak terlalu kencang, mengingat belum memasuki musim hujan walaupun sudah september! Di beberapa area, pemandangan sangat indah, kami leluasa berfoto (walaupun secara resmi dilarang mebawa foto) karena mungkin ketika kami turun tidak bebarengan dengan grup2 laen.Sebelum dekat dengan finish, ada rest shelter, disediakan pisang rebus dan teh jahe.Pada finishing ada jeram yg ditutup, tidak dapat dilewati, karena boat2 pasti terbalik, dalam jangka panjang mereka berencana 'menjinakkan' jeram itu dengan entah memecah batu atau anything else.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FOTO FOTO &lt;a href="http://y3nnyw3n.multiply.com/photos/album/24/rafting_on_sept_07"&gt;http://y3nnyw3n.multiply.com/photos/album/24/rafting_on_sept_07&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Songa-Desember 2007&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kali ini dari rawong nguling kami menggunakan jalur yg lebih pendek utk sampai ke songa medan atas. Hampir saja kami dilarang turun karena cuaca mendung dan diperkirakan hujan. Tapi kami diijinkan turun, cuma ber-3 dari kami dengan 2 guide. Memang di tengah perjalanan sempat gerimis, tapi toh seperti biasa kami bisa leluasa bermain2 dan mengambil foto. Debit air memang lebih deras, tapi bagi saya tidak terlalu seru karena saya masih ingat medannya:(Dan konyolnya saya sempat terlempar dari boat. Penyebabnya diketahui setelah sesampai di surabaya, kenapa ya? Ternyata skenarionya....pada waktu jeram engga bole noleh ke belakang. Waktu itu saya iseng pengin liat guide di belakang mo ngerjain apa lagi, krn terkadang mereka ngerjain seperti ditrabrakin batu lah, di balik kapalnya lah..:D hehehe...mau nya bikin jatuh mba yaya yg di depan tp saya yg di samping kiri mba yaya malah yg terjatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/SGhNECCY6gI/AAAAAAAAAPs/Z5njiRb1uSY/s1600-h/yen2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/SGhNECCY6gI/AAAAAAAAAPs/Z5njiRb1uSY/s320/yen2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5217504899970427394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Regulo - Maret 2008 - Jumat agung&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Berangkat ber 22, untuk memenuhi kuota sehingga dr harga 165 jadi 135. Tapi karena cuaca tak mendukung dan kurangnya manajemen waktu yang ketat, ketika kami sampai di base camp regulo pukul 2, hujan lebat menyambut. Sebelum hujan debit air sudah 70, ketika hujan, kayak melihat banjir bandang di sana.Karena bbrp teman harus kerja sabtunya, tersisa lah 9 dari kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami memang cuma medan bawah, tapi debit air yg 70 itu sudah cukup membuat segala sesuatu seru, baik jeram2nya, maupun lebar sungai.Hanya saja.....karena ada romgongan dr noars yang dialihkan dari medan atas ke bawah, jadi........teknisnya setelah jalan 1 per satu , sebelum jeram yang dianggap berbahaya, kami parkir dengan manis satu persatu, menunggu rescuer boat dr regulo n noars lewat n memasang safety tools, spt tali lah , ato ada yg jaga di titik tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/SGhND1uITGI/AAAAAAAAAPk/jf3MRLsh58c/s1600-h/yen1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/SGhND1uITGI/AAAAAAAAAPk/jf3MRLsh58c/s320/yen1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5217504896664226914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Welll,,,bosan n capek menunggu nya:(Ada 2 jeram yang kami semua harus lewat jalan darat, cuma kapal kosong yag boleh lewat, krn akan terbalik (dengar dr cerita teman yg sblmnya rafting di sana, rescuer boat nya aja terbalik, boat tmnny jg terbalik ampe ada yg berdarah2).Di rest area, disediakan kelapa muda dan jemblem mungil. Jembatan disediakan utk yang terjun bebas, uji nyali. Wala medannya memang tidak sepanjang songa atas, layak dicoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis oleh : Yenny (Pyor) Wen&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12785854-7781907538953034998?l=www.petawisata.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.petawisata.net/feeds/7781907538953034998/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=12785854&amp;postID=7781907538953034998" title="3 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12785854/posts/default/7781907538953034998?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12785854/posts/default/7781907538953034998?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PetaWisata/~3/G22fIoPrUzM/rafting-pekalen-river-probolinggo.html" title="Rafting - Pekalen River, Probolinggo" /><author><name>Dolphinrider</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="00235211709257644711" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/SGhNECCY6gI/AAAAAAAAAPs/Z5njiRb1uSY/s72-c/yen2.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total><feedburner:origLink>http://www.petawisata.net/2008/03/rafting-pekalen-river-probolinggo.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkYDRXgyfip7ImA9WxRaEEs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-12785854.post-8602209924286531095</id><published>2008-03-26T13:50:00.023+07:00</published><updated>2008-12-12T14:49:34.696+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-12-12T14:49:34.696+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Madura" /><title>Road Trip : Madura Island</title><content type="html">&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Long Weekend di akhir bulan April ini akhirnya memberikan kesempatan untuk sekedar melepas kerinduan pada alam. Jadi kali ini kami memutuskan untuk mengelilingi pulau Madura. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Day 1&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pulau Madura tidaklah jauh dari Surabaya, kita hanya perlu menuju ke Pelabuhan Tanjung Perak(Ujung) dan kemudian menumpang kapal Ferry yang tersedia dan berangkat setiap 15-30 menit sekali sepanjang hari ke Pelabuhan Kamal, Madura. Kami tiba di Ujung jam 15.00 dan kebetulan mendapat &lt;strong&gt;FERRY CITRA DHARMA&lt;/strong&gt; yang sangat menyenangkan. Ferry ini sangat bersih, di dek pertama di lengkapi oleh ruang duduk ber-AC dan toilet yang bersih pula. Dek kedua dilengkapi dengan outdoor playground untuk anak2 dan dinding2 kapal jg di hiasi gambar2 menarik untuk anak2 dan beberapa tumbuhan jg menghiasi sisi2 kapal tersebut. &lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5181942458911877714" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/R-n1NhX06lI/AAAAAAAAANw/kPpKS08ajI8/s320/1.jpg" border="0" /&gt;Di dek ketiga terdapat ruang kemudi dan juga kantin yang di mejanya jg terdapat papan catur, ular tangga atau halma untuk dimainkan penumpang. Di dek ini pula ada sebuah sudut "tempat berkumpul darurat" dengan lukisan dinding yang menarik pula. Jadi kalau diandai2kan kapal ini mirip2 kapal pesiar ekonomis kali ya? :) Penyeberangan memakan waktu 24 menit (ini informasi dari nahkoda kapal di ruang kemudi yang kita ajak berbincang) tidak termasuk waktu tunggu masuknya mobil ke kapal dan waktu sandar.&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5181943442459388530" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 217px; height: 150px; text-align: center;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/R-n2GxX06nI/AAAAAAAAAOA/a1a_2wiGeZw/s320/2.jpg" border="0" height="181" width="255" /&gt;Setiba di &lt;strong&gt;Kamal&lt;/strong&gt;, Madura kita langsung lurus menuju arah Bangkalan yang bisa kita capai dalam waktu 15- 20 menit. Kami memutuskan untuk lanjut dulu ke Sampang yang kami tempuh dalam waktu 1 jam 15 menit-an. Sampang pun kemudian kami lalui dan kami lanjutkan menuju Pamekasan dengan waktu 1 jam dalam guyuran hujan. Kami membuktikan ternyata orang madura suka membantu serta baik2 dan ini telah memperlancar perjalanan kami.&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di &lt;strong&gt;Pamekasan&lt;/strong&gt; kami menyempatkan diri survey beberapa hotel yang terkenal disana. Yang paling kami rekomendasikan adalah &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Hotel New Ramayana : Jalan Trunojoyo 88 (0324) 333237,333607&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hotel ini nyaman dengan taman yang cukup asri dan juga kamar hotel yang bersih dan baru. Harganya jg tidak mahal cuman 130ribu untuk 2 orang dengan fasilitas lengkap (TV, air panas, breakfast,springbed) Kelemahannya hotel ini masih 5 menit (mobil) dari pusat kota jauhnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hotel Putri Restoran &amp;amp; Karaoke : Jalan Trunojoyo 107 (0324)322872&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hotel ini lebih ramai dikunjungi orang karena terletak di tengah kotanya dan juga ada restoran dan karaoke yang menjadi hiburan disana. Cukup bersih namun kenyamanannya masih kalah dengan new ramayana karena bangunannya jg lebih tua. Ada yang unik dengan hotel ini. untuk kelas standarnya adalah Rp 125.000,- dan superiornya adalah Rp 175.000,-. Apa coba&lt;br /&gt;bedanya? hehe tak lain dan tak bukan adalah remote TV, dimana jika kita ngambil standard kita nga dapat remote tv. :)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari orang2 di hotel tersebut kami mendapat info ada sebuah kawasan tempat berjual makanan bernama&lt;strong&gt; SAE SALERA&lt;/strong&gt;. Disepanjang jalan 1 arah ini berbagai makanan khas Madura di jual. Ada sate lalat,sate ayam, sate kambing, nasi gule, mie goreng, nasi goreng, seafood, bebek ayam goreng. Kami mampir di &lt;strong&gt;warung lesehan H. Dody / P. Ento&lt;/strong&gt; yang menjual sate. Langsung aja aku tanya berapa 10 tusuk gitu ? Kata si bapak Rp 5.000,-/porsi. Ya uda aku pesen 2 porsi + lontong untuk aku sendiri. Dan ternyata .... hehe 1 porsi tuh kalo disana brarti 23 tusuk, kenyang dahh...hahah. Untung sih ternyata maksudnya sate lalat itu, jadi si ayam tuh dagingnya kecil2 seukuran lalat sehingga kalo sekali lahap bisa 5-6 tusuk sekaligus :p ketahuan rakusnya deh!&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5181943678682589826" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 197px; height: 135px; text-align: center;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/R-n2UhX06oI/AAAAAAAAAOI/ZzSDpqxQM1I/s320/3.jpg" border="0" height="163" width="223" /&gt;Di sebelah kami duduk sekeluarga orang Pamekasan yang kemudian kami ajak ngobrol pula sekilas kota ini dan menyarankan kami mencoba nasi gule. Maka tak lama kami berjalan kaki menuju tenda nasi gule,tapi kami tak berhasil mencobanya karena sudah habis.&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan cuaca yang dingin dan tdk hujan kami mengunjungi &lt;strong&gt;Dhangka (Api Tak Kunjung Padam)&lt;/strong&gt; yang berjarak sekitar 15 menit dari pusat kota tersebut ke arah balik ke Sampang. Sampai di lokasi ada retribusi sebesar 1500 / mobil. Lokasi api itu adalah sebuah areal kecil berdiameter krg lebih 3-4 meter di batasi pagar pendek. Di sekelilingnya ada bbrp kedai berjualan baju,camilan, minum dan bbrp barang khas madura seperti cambuk dan celurit. Sepertnya api itu adalah hasil dari semacam gas dari dalam tanah sehingga terus menerus menyala sekian tahun. Penduduk sana pun sudah tidak tahu tepatnya kapan api ini ada.&lt;br /&gt;Mereka memanfaatkannya untuk keperluan memasak sehari2 mereka juga.&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5181943966445398674" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/R-n2lRX06pI/AAAAAAAAAOQ/a03qaktKFQM/s320/4.jpg" border="0" /&gt; Kesepian yang menyelimuti kami berdua dan 4 turis lainnya pecah oleh kedatangan sekelompok anak2 muda dari Talang (1/2 jam dari Pamekasan). Mereka ber-10 menghidupkan suasana dengan bernyanyi seru dengan gitar, dan membakar potongan2 ayam mentah yang mereka bawa. Suasana menjadi semacam suasana kemping dan kami mulai mengajak mereka ngobrol, bertukar cerita, dan mrk juga memberikan petunjuk2 seputar perjalanan kami. &lt;div&gt;Sekitar 1.30 jam berikutnya kami berdua di ajak mrk ikut menyantap hidangan ayam bakar mrk dgn bumbu yang sudah mereka siapkan. Walau kelihatannya tidak menarik, tapi keramahan mrk dan canda tawa kami membuatnya menjadi hidangan yang cukup menyenangkan. Jam sudah menunjukkan hampir pukul 23.00 kami segera berpamitan untuk melanjutkan perjalanan ke Sumenep karena tidak ada lagi yang bisa kami lakukan di Pamekasan.&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5181944164013894306" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 277px; height: 145px; text-align: center;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/R-n2wxX06qI/AAAAAAAAAOY/grYZ0JAgecE/s320/5.jpg" border="0" height="145" width="294" /&gt;&lt;strong&gt;Sumenep&lt;/strong&gt; kami capai dalam waktu 1 jam 30 menit lalu kami segera mencari hotel yang terkenal disana :&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Hotel Sumekar dan Utami Sumekar : Trunojoyo 51 - 53 (0328)672223.&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Superior room nya Rp 150.000,-Hotel ini luas banget! Tapi keadaannya tidak sebersih dan terawat hotel2 di Pamekasan. Suasana lama dan pengap menyambut kami ketika melihat kamarnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hotel Wijaya 1 &amp;amp; 2 : Trunojoyo juga&lt;/strong&gt; (tapi kami lupa meminta kartu namanya) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;VIP roomnya Rp 100.000,-&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hotel Wijaya 1 : hotel ini sebenarnya hotel sales yang sederhana namun jg punya bbrp kamar VIP yang setelah kami lihat lebih bersih sedikit dari Utami dengan kamar mandi dalam&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hotel Wijaya 2 : Kami melongok kamar VIP yang dimiliki mereka dan ternyata kamar ini bisa buat main bola kali di dalamnya.hahaha ... dengan kamar mandi dalam, 2 bed kapuk besar, 1 set sofa dan meja,TV dan 1 lemari es tua yang tidak tahu bisa berfungsi atau tidak, dan AC lama juga.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Merasa belum cocok, kami berputar2 lagi dan mampir ke Hotel Safari yang tingkatnya dibawah yang 2 tadi. Kemudian dengan rekomendasi si bapak penjaga kami menuju Hotel Garuda yang keberadaannya tidak ada di panduan kami.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Hotel Garuda : Jalan Trunojoyo 280 (0328) 665543&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tampak depannya adalah sebuah rumah besar. Tidak terlalu banyak kamar yang dimilikinya tapi kebersihannya terjamin. Gambar dibawah adalah gambar ruangan yang kami tempati dengan harga Rp 100.000,- sangatlah murah dibanding hotel sebelumnya yang kami lihat. Fasilitasnya : AC baru, 2 springbed, kamar mandi dalam, TV,air welcome drink botol tanggung,sabun mandi kecil,handuk dan makan pagi (nasigoreng, telur, ayam, dan teh manis).Murah abis kan?? Dewi fortuna masih menyertai kami :p &lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5181944327222651570" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 232px; height: 151px; text-align: center;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/R-n26RX06rI/AAAAAAAAAOg/KMnfeZrjyHI/s320/6.jpg" border="0" height="179" width="247" /&gt;&lt;strong&gt;Day 2 &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Setelah merencanakan perjalanan kami di subuh hari tadi sebelom tidur, maka jam 6.00 alarm sudah berteriak2 membangunkan kami. Dengan semangat kami membuka mata, beres2 dan breakfast sebelum check out dan melanjutkan perjalanan ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sang bapak penjaga hotel yang baik hati memberikan info tambahan kepada kami agar berangkat ke &lt;strong&gt;Pantai Slopeng&lt;/strong&gt; dulu sebelum ke &lt;strong&gt;Pantai Lombang&lt;/strong&gt; karena Lombang lebih rindang pepohonannya. Maka kami memutuskan untuk menurutinya. Sebelumnya kami menyempatkan diri mencoba jajanan khas Sumenep yaitu &lt;strong&gt;Apem&lt;/strong&gt; (atau di baca &lt;strong&gt;Apen &lt;/strong&gt;disana). Lokasinya ada di jalanan menuju Lombang di Jalan Gapura, ada 2 kedai yang kami lihat disana, kami mencoba kedai pertama. Apen ini hanya di jual di pagi hari jadi kalau tidak mau kehabisan jangan datang siang2 ya. Apen yang dijual disini ada 2 jenis : dengan atau tanpa telur. Harganya&lt;br /&gt;sama saja, dan di patok Rp 4.500,- /10 buah dan penyajiannya dengan di siram gula aren. &lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5181944516201212610" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 213px; height: 139px; text-align: center;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/R-n3FRX06sI/AAAAAAAAAOo/_DTtBdEGdRg/s320/7.jpg" border="0" height="188" width="258" /&gt; &lt;div align="justify"&gt;Lanjut lagi, kami segera menuju Slopeng. Dan sejak awal perjalanan ini kami melihat sesuatu yang menarik dimana ada banyak sekali PBV (Perkumpulan Bola Volley) yang tak terhitung jumlahnya walau ada yang benar2 berupa lapangan dan ada juga yang mendirikan net di tanah kosong saja, bahkan sampai perjalanan pulang kami pun masih banyak PBV bertebaran. Papan PBV itu di sponsori oleh Sampoerna Hijau, setelah selidik punya selidik ternyata Madura sedang di landa demam Volley!! Di pantai, di teras rumah, di sekolahan, bahkan pagar rumah pun jadi net volley!!! hehehhe .... semangat volley terasa banget dan herannya, banyak banget pemuda pemudi di pulau itu yang cukup mahir bermain volley.&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5181944700884806354" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/R-n3QBX06tI/AAAAAAAAAOw/wgMKO_a-3m8/s320/8.jpg" border="0" /&gt;1 jam kemudian kami tiba di &lt;strong&gt;Slopeng&lt;/strong&gt; setelah melewati sawah2 yang subur menghijau dengan petani2 yang baik hati dan ramah. Sampai di lokasi kami di tarik Rp 5.000,- sebagai biaya masuk. Ada beberapa gazebo2 kecil untuk berteduh, dan banyak nyiur di tepi pantai yang sedang surut. Keadaan tempat wisata ini bisa dibilang cukup bersih dan terawat. Memuaskan diri untuk bermain dan menikmati pantai itu sebentar lalu kami melanjutkan perjalanan ke Lombang. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kami tak mengira kami bakal di hadang oleh jalanan tanah tak beraspal yang tak kunjung habis dijalanan yang menghubungkan Slopeng dan Lombang. Sebenarnya ada jalan lain menuju Lombang tapi dari kota Sumenep. Kami memilih menikmati perjalanan menyusur persawahan dan perbukitan kapur ini, bahkan kami menyempatkan diri untuk menepi dan melihat lokasi penambangan kapur di sana.&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5181947067411786466" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 278px; height: 177px; text-align: center;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/R-n5ZxX06uI/AAAAAAAAAO4/mSh2vXo5Tac/s320/9.jpg" border="0" height="215" width="278" /&gt; 1 jam perjalanan kami tempuh dengan kecepatan 10-20 km /jam di desa ini, terlihat sekali sepertinya jarang atau bahkan langka sebuah mobil bukan truk melewati jalan ini,bahkan mata sang sapi pembajak(banyak banget disana) juga mengawasi mobil kami dari kemunculan kami sampai menghilang di ujung mata mereka(lucu banget deh sapi2 itu).Sempat juga kami harus merepotkan sang petani untuk menggiring para sapi untuk keluar jalan demi membiarkan kami lewat dulu.Selepas desa ini, kami masih dihadang jalan aspal yang buruk sebelum akhirnya kami bertemu dengan jalanan aspal yang bagus dan normal. Kami menghabiskan 1/2 jam lagi setelah keluar dari jalan tanah jelek tersebut sampai akhirnya kami tiba di Lombang. &lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5181947191965838066" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/R-n5hBX06vI/AAAAAAAAAPA/1-78uy6Ym24/s320/10.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pantai Lombang&lt;/strong&gt; bisa di samakan dengan rata2 pantai lain di Indonesia dan memang lebih teduh dan luas dibanding Slopeng. Ada penjual makanan dan minuman juga dan harga yang mereka berikan sangatlah murah untuk sebuah tempat makan di sebuah tempat wisata. 1 buah degan muda hanya dipatok Rp 2.000,-. Saya menyempatkan diri mencoba &lt;strong&gt;Rujak Madura&lt;/strong&gt; yang terlihat berbeda dengan rujak Surabaya. Rujak madura ini memakai petis ikan dan tanpa kecap manis, jadi rasanya asin2 dengan rasa kacang keras sebagai bumbunya. Isinya : ketupat, sayur, timun, kedondong. Hummm di makan pedas nikmatnya top deh!! Sepiring rujak ini juga cuman Rp 2.500,- &lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5181947750311586562" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/R-n6BhX06wI/AAAAAAAAAPI/j_cwuoenCUE/s320/11.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perut yang cukup penuh perjalanan kembali ke Sumenep kami lakukan.45 menit kemudian di kota Sumenep kami memanjakan naga2 di perut kami dengan mencoba &lt;strong&gt;Soto Sabreng&lt;/strong&gt; khas Sumenep di jalan &lt;strong&gt;Irama&lt;/strong&gt;. Sebenarnya kami mencari warung &lt;strong&gt;Ny. Harpini&lt;/strong&gt; di&lt;br /&gt;jalan &lt;strong&gt;Letnan Ramli no 1&lt;/strong&gt; yang katanya sudah berjualan sejak tahun 1955, tapi kami tidak menemukannya. Dalam pencarian kami, ada ibu2 bersepeda motor yang dengan sangat baik hati memandu dan mengantar kami ke depot di jalan Irama itu. hehe... ya uda kami coba disana lah. &lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5181948098203937554" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 219px; height: 161px; text-align: center;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/R-n6VxX06xI/AAAAAAAAAPQ/ApiuLACcSYU/s320/12.jpg" border="0" height="176" width="245" /&gt;Soto Sabreng tuh berisi babat, usus, singkong, lontong,kemudian di siram saus ulekan kacang, petis ikan dan cabai kalo mau dan selanjutnya di siram kuah soto. Hehe nga parah2 kok rasanya, enak juga. Kami merogoh kantong sebesar Rp 13.500,- untuk 2 porsi soto dan 2 gelas teh.Seneng deh makan kenyang trus dengan harga murah :pSetelah kembali kami mendengarkan bbrp petunjuk dari pemilik depot kami membeli beberapa camilan khas sumenep yang kebanyakan berupa hasil laut yang dikemas sebagai oleh2 khas daerah ini tak jauh dari depot itu. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Ternyata kenyang nga menjamin kita nga kesasar hahahaha.... tapi nga lama kami menemukan K&lt;strong&gt;eraton Sumenep&lt;/strong&gt; yang kami cari di belakang alun2 kota ini. Ada biaya Rp 1000,- / orang untuk karcis masuk museum keraton dan kemudian kami harus dipandu oleh petugas untuk masuk ke dalam keraton. Sang bapak pemandu mulai bercerita asal usul dan sejarah kota ini sembari memperlihatkan barang2 peninggalan kerajaaan yang usianya berusia ratusan tahun. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sayang sungguh disayang, keraton ini tidak sebersih penampilan luarnya. Sungguh sayang, banyak foto2 lama yang rusak, barang2 yang berdebu tanpa perawatan khusus yang dibutuhkannya, lapuk rusak dimakan usia. Banyak benda2 sejarah tergeletak begitu saja di dalam etalase. Bahkan ada fosil tulang utuh paus yang cukup besar penuh dengan sarang spiderman. &lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5181951083206208290" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/R-n9DhX06yI/AAAAAAAAAPY/4AnV6_lGA94/s320/13.jpg" border="0" /&gt; &lt;div&gt;Satu2nya ruang yang terawat dan sakral adalah tempat tidur &lt;strong&gt;Putri Kuning&lt;/strong&gt; (ibu dari Jokotole, seorang tokoh Sumenep di jaman kerajaan dulunya). Areal itu tidak boleh dimasuki, kita hanya&lt;br /&gt;bisa mengintip dari lubang jendela kamar sang Putri. Kolam mandi sang Putri sekarang telah berubah fungsi sebagai kolam ikan dan air sumber yang mengalir sejak jaman dulu itu di yakini bisa membuat awet muda. &lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5181951933609732914" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/R-n91BX06zI/AAAAAAAAAPg/Ndhm0hgBHOs/s320/14.jpg" border="0" /&gt;Selesai berkeliling, kami memberikan sedikit tips sekedarnya untuk sang pemandu. Sempat dia menyarankan kita untuk &lt;em&gt;tidak&lt;/em&gt; ke &lt;strong&gt;Kalianget&lt;/strong&gt; (15 menit dari sana) dimana ada &lt;strong&gt;Ladang Garam&lt;/strong&gt; yang menarik untuk dilihat, tapi tidak pada musim hujan. Pada bulan2 musim penghujan, tambak belum di gunakan dan hanya merupakan tambak tanah biasa dengan ikan2. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ya sutra, puas mengelilingi Sumenep kami melanjutkan road trip ini keluar menuju Pamekasan. Namun kembali kami mampir dulu di &lt;strong&gt;Vihara Avalokitesvara&lt;/strong&gt; yang berada di daerah &lt;strong&gt;Talang&lt;/strong&gt; (45 menit dari Sumenep). Vihara ini unik karena benar2 mencerminkan kerukunan hidup umat beragama. Vihara ini menyediakan tempat ibadah untuk agama budha, hindu, islam, konghucu. Kami tidak berhasil menemukan yang untuk kristen tapi kami yakin pasti jg ada di sana. Tak berlama2 setelah menyempatkan diri untuk berterimakasih dan bersembahyang kami melanjutkan perjalanan. &lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5181952238552410946" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/R-n-GxX060I/AAAAAAAAAPo/ObaQFIEW46g/s320/15.jpg" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tak lama kami berhenti di Pantai terakhir yang ingin kami kunjungi, &lt;strong&gt;Pantai Camplong&lt;/strong&gt;. Betapa kecewa, ini pantai terburuk yang kami lihat sepanjang perjalanan ini. Kotor, kumuh, tak terawat, bau tak sedap semua menyambut kami ketika kami tiba disana. Kami tidak perlu membayar karcis karena loket sudah tutup. Ada &lt;strong&gt;Camplong Beach Hotel&lt;/strong&gt; persis di pantai ini, tapi ..... menyedihkan sekali kondisi hotel yang mungkin dulunya jaya ini. Hotel besar,cottage2 yang mungkin dulunya terlihat cantik dengan 2 kolam renang besar yang skrg lebih hitam dari warna air di tambak.Sungguh sayang ... &lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5181952728178682706" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/R-n-jRX061I/AAAAAAAAAPw/eSsyYOASfGQ/s320/16.jpg" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Ya sudahlah kami segera meninggalkan pantai ini dan segera menuju &lt;strong&gt;Bangkalan&lt;/strong&gt;, kota pemberhentian terakhir kami. Di Bangkalan seharusnya ada makanan khas yang cukup lezat seperti &lt;strong&gt;nasi petis depot Amboina&lt;/strong&gt; di sebelah masjid Jamik yang berupa nasi, lauk daging, paru, bihun, telur rebus dengan bumbu petis dan sambal.&lt;strong&gt;Nasi serpang&lt;/strong&gt; (nasi putih,ikan, rempeyek udang, bihun dan telur&lt;br /&gt;asin) dan &lt;strong&gt;sate lappa&lt;/strong&gt; (sate daging dengan bumbu kacang dan kecap), &lt;strong&gt;bebek ketengan,bubur madura, sate sumsum.&lt;/strong&gt; Tapi...... smuanya hanya dijual di pagi hari.hahahaha .... &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Kami mampir di sebuah toko oleh2 khas bangkalan &lt;strong&gt;Nusa Indah Jln KH Moh Kohlil 105 (031)3091608.&lt;/strong&gt; Dijalanan ini juga banyak sekali warung2 tenda yang menjual makanan tapi ya... bukan makanan yang khas sih. Dari sang penjaga toko yang ramah kami di&lt;br /&gt;rekomendasikan untuk makan bebek madura di &lt;strong&gt;Warung Barokah&lt;/strong&gt; beberapa meter dari sana. Warung ini bukan warung tenda, sudah hampir mirip depot. Yang menarik, di dinding warung ini ada sebuah pengumuman pemerintah bahwa warung ini terkena pajak PPn 10% hehehe nga tau beneran nga itu, bebek yang dijual seharga di Surabaya sih masih umum kok. Dengan sambal mentah hasil ulekan saja, dan bumbu racikan berwarna hitam kekuningan dan asin hummmm ini menjadi hidangan penutup yang lumayan indah. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5181952878502538082" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/R-n-sBX062I/AAAAAAAAAP4/eXZWpoes97I/s320/17.jpg" border="0" height="171" width="249" /&gt;Mohon maaf karena 1 dan lain hal sang naga2 di dalam perut mengacau, jadi langsung santap sampe lupa ambil foto nya.hehehe &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;20 menit kemudian kami sudah di atas kapal ferry (kali ini ferry yang seperti pada umumnya). Mengambil tempat di anjungan paling atas kami memandang Madura dengan lampu2 nya untuk terakhir kali dan menutup perjalanan kami. &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12785854-8602209924286531095?l=www.petawisata.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.petawisata.net/feeds/8602209924286531095/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=12785854&amp;postID=8602209924286531095" title="9 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12785854/posts/default/8602209924286531095?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12785854/posts/default/8602209924286531095?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PetaWisata/~3/nI3bRczvYng/road-trip-madura-island.html" title="Road Trip : Madura Island" /><author><name>Dolphinrider</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="00235211709257644711" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/R-n1NhX06lI/AAAAAAAAANw/kPpKS08ajI8/s72-c/1.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">9</thr:total><feedburner:origLink>http://www.petawisata.net/2008/03/road-trip-madura-island.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkYDSXs5eip7ImA9WxRaEEs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-12785854.post-1558083156044325052</id><published>2007-10-21T01:24:00.001+07:00</published><updated>2008-12-12T14:49:38.522+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-12-12T14:49:38.522+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Singapore" /><title>Singapore 2007</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;The Enigma of Arrival&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;13 Okt 2007&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5123839041744363266" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 256px; CURSOR: hand; HEIGHT: 103px; TEXT-ALIGN: center" height="103" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/RxuIdhFzXwI/AAAAAAAAAHI/_QsrhewKbdo/s320/1.jpg" width="280" border="0" /&gt;Barisan kerlip lampu dilandasan dan terminal Juanda menghantar kami tinggal landas, akhirnya aku berangkat ama Lik. Kebetulan dengan penerbangan &lt;strong&gt;AK 917&lt;/strong&gt; kami mendapat pesawat terbaru airbus &lt;strong&gt;AirAsia&lt;/strong&gt;. Dengan tempat duduk yang lebih nyaman dan lebar, dan awak pesawat yang ramah sekali kami memulai liburan kami, kami sempat ngobrol santai begitu sama salah seorang pramugaranya sampai tidak terasa kami sudah tiba di &lt;strong&gt;KLLCC Terminal&lt;/strong&gt;. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah melewati imigrasi, ada counter &lt;strong&gt;Skybus&lt;/strong&gt; yang bisa mengantar kami ke &lt;strong&gt;KL Sentral Station&lt;/strong&gt; yang berjarak kurang lebih 1.5 jam perjalanan dengan hanya 9 RM. Ada juga sih Aeroline yang seharga 8 RM tapi bus nya kelihatannya lebih enak yang Skybus (official punya AirAsia juga). Skybus ini keberangkatannya setiap 30 mnt. Rute LCCT - KL sentral (7a.m. - 1.15a.m) Rute KL Sentral - LCCT (3.30 a.m - 10 p.m). Lalu kami naik taxi (10 RM) ke hostel.Jadi jam 12 tepat kami tiba di &lt;strong&gt;PUDU HOSTEL.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5123493932532194914" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 127px; CURSOR: hand; HEIGHT: 173px; TEXT-ALIGN: center" height="182" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/RxpOlhFzXmI/AAAAAAAAAF4/7LPbTvsWadg/s320/2.jpg" width="155" border="0" /&gt;Reception yang melayani kami adalah seorang cewek Indian yg ramah, kami membayar &lt;em&gt;12 RM/orang&lt;/em&gt; untuk 1 bed dan deposito &lt;em&gt;10 RM/berdua&lt;/em&gt;. Di ruang lobi itu ada cafetaria, pool table, 2 televisi dan banyak sofa yang cukup nyaman dan bersih untuk ukuran hostel di daerah itu. Kamar kami adalah sebuah kamar kecil dengan 2 ranjang double decker, penghuni lainnya adalah cewek dari Ireland dan Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah meletakkan barang kami, kami menyempatkan diri untuk makan &lt;strong&gt;Nasi Lemak di Estana Curry House&lt;/strong&gt; di dekat hostel. Lokasi Pudu Hostel sangat strategis. Tepat dibawahnya adalah 7Eleven, tepat di depannya adalah &lt;strong&gt;Pudu Raya Bus Terminal&lt;/strong&gt;, tidak jauh juga ada &lt;strong&gt;Pasar Rakyat&lt;/strong&gt; LRT terminal, 15 menit perjalanan kaki dari pusat belanja &lt;strong&gt;Bukit Bintang&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sudah kenyang, kami sempat menanyakan tiket bus ke Singapore untuk pagi besok tapi karena ini adalah hari Raya Idul Fitri travel agent itu menyebutkan harga2 yang bisa dibilang rada ngawur. So, dengan gambling kami memutuskan menunggu terminal buka jam 8 baru membeli tiket disana. Harga normal adalah berkisar antara &lt;em&gt;25-30 RM&lt;/em&gt; sekali jalan dan kami ditawari sampai &lt;em&gt;60 RM&lt;/em&gt; :( .Jika kita merencanakan perjalanan PP adalah baik jika kita membelinya di KL karena kurs di Singapore adalah hampir 3 x lipat.30 RM dan 30 SGD hehehehe......jauh bok!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5123830361615457906" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/RxuAkRFzXnI/AAAAAAAAAGA/YYFowUo7G9Y/s320/3.jpg" border="0" /&gt;Pudu Raya Bus Station&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;14 Okt 2007&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bangun tidur kami langsung menyeberang jalan dan mencari tiket, karena liburan buanyak banget orang di stasiun itu dan akhirnya kami mendapat seharga &lt;em&gt;40RM&lt;/em&gt; (lagi2 dengan alasan hari raya). Karena bus akan berangkat 30 menit lagi, tanpa mandi kami langsung packing dan check out hostel :p &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;8.30 perjalanan panjang ke &lt;strong&gt;Singapore&lt;/strong&gt; dimulai dengan bus &lt;strong&gt;Eltabitha&lt;/strong&gt;. Selepas kota KL, pemandangan selama sekitar 4 jam berikutnya adalah perjalanan panjang yang membosankan karena sepanjang itu pula kita hanya di hibur oleh deretan kelapa sawit!!! Sebelum mendekati perbatasan Malaysia - Singapore ada pemberhentian bus bernama &lt;strong&gt;Lucky Garden&lt;/strong&gt; dimana kita bisa makan,ke wc (tandas), or membeli souvenir khas Malaysia. Bus akan berhenti sekitar 30 menit dan melanjutkan perjalanan ke perbatasan. Antrian panjannnggg sekali menghiasi jalanan perbatasan itu, begitu pula ketika kami tiba di &lt;strong&gt;Woodland Checkpoint&lt;/strong&gt; (Imigrasi Singapore) antrian orang pun panjannggggg banget. Dan karena antrian2 ini pula akhirnya ada kesalahan persepsi dari teman2 satu bus ku. Kami semua menuju tempat stop nya bus, tapi bus kami tak ada disana .... semua orang bingung dan akhirnya ada sopir bus lain yang bilang kami sudah ditinggal. So, mereka akhirnya menerima penawaran sopir itu 5 RM untuk membawa mereka ke kota. Aku masih belum rela aja apalagi si sopir itu sok banget, so aku masih bertahan di sana beberapa saat sampai Lik uda nga sabar n memutuskan naik bus umum SMRT yang menuju kota dengan harga&lt;em&gt; 2.30 RM&lt;/em&gt;. Begitu kami duduk di bus itu, aku melihat bus Eltabitha kami berhenti di pemberhentian. Hiks .....mungkin dia sendiri juga antri bus, mungkin juga dia uda putar lagi menunggu kami yang lama banget di Imigrasi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Selepas turun dari bus, kami masuk MRT station terdekat di &lt;strong&gt;BUGIS&lt;/strong&gt; dan keluar di &lt;strong&gt;Clarke Quay&lt;/strong&gt; Station setelah Lik membeli EZ Link card seharga 15 SGD. Dan betapa kagetnya aku, karena ketika keluar aku tak perlu lagi jalan bbrp meter seperti tahun lalu karena begitu keluar station, &lt;strong&gt;SUMMER TAVERN hostel&lt;/strong&gt; adalah tepat di seberangnya. Lalu aku menoleh lagi celingukan, kiri kanan depan blakang dan baru sadar kalau tempat aku berdiri saat ini itu adalah bangunan konstruksi yang belum jadi tahun lalu. Wahhhh keren semakin bagus aja lokasi hostel favoritku ini!! Bangunan konstruksi itu telah disulap jadi mall yang cukup besar dan ada starbuck,Long John Silver serta Burger King di pintu utamanya. Untuk informasi Summer Tavern bisa di lihat di post lain blog ini. Ow iya, skrg taripnya naik jadi 35 SGD semalam include breakfast + locker. &lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5123830374500359858" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/RxuAlBFzXrI/AAAAAAAAAGg/z8fX6cfNfDc/s320/7.jpg" border="0" /&gt; &lt;p align="center"&gt;Summer Tavern Hostel &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Selepas mandi dan menata bawaan kami di sebuah kamar dorm dengan sekitar 12 double decker bed kami keluar menuju &lt;strong&gt;Chinatown&lt;/strong&gt; dengan melewati &lt;strong&gt;Singapore River&lt;/strong&gt; (Some memory come up and make me smile .... hope you're here my friends). &lt;/p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5123830365910425218" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" height="197" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/RxuAkhFzXoI/AAAAAAAAAGI/nsQrWgBDlGQ/s320/4.jpg" width="301" border="0" /&gt; &lt;p align="center"&gt;Singapore River &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Keluar di Chinatown kami menuju &lt;strong&gt;Chinatown Food Street&lt;/strong&gt;. Ketika melihat kata2 Hainanese Chicken Rice langsung air liur menetes. Kami berhenti di depot Tiong Bahru yang ramai penuh mejanya. Ada 2 pilihan harga nasi Hainan ini, yaitu 2/3 SGD (beda banyak ayamnya). Selepas makan kenyang, kami menyusuri toko2 kaki lima di Chinatown itu. Tulisan 3 for 10 tersebar dimana2 dan barang2nya menggoda hati, akhirnya Lik mulai borong barang deh :)&lt;/p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5123830365910425234" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 280px; CURSOR: hand; HEIGHT: 179px; TEXT-ALIGN: center" height="196" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/RxuAkhFzXpI/AAAAAAAAAGQ/kTaFU4bT1hA/s320/5.jpg" width="280" border="0" /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5123830370205392546" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/RxuAkxFzXqI/AAAAAAAAAGY/OB2nopXBgaY/s320/6.jpg" border="0" /&gt; &lt;p align="justify"&gt;Rasa capek mulai merasuk dan akhirnya kami kembali dulu ke hostel untuk meletakkan barang2 bawaan sebelum bersantai dan duduk2 di Singapore River. Kalau udah jalan2 bawaannya laparrr mulu, jadi kita cari Mc D terdekat yang buka 24 jam karena sudah lewat tengah malam. Ternyata ada di belokan setelah food center di sepanjang &lt;strong&gt;Boat Quay (riverside).&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;15 Okt 2007&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hari ini ke &lt;strong&gt;Orchard&lt;/strong&gt;, Lik puter2 cari coklat di lantai bawah &lt;strong&gt;Takashimaya&lt;/strong&gt; trus sekalian kita lunch di food court disana. Jam uda nunjukin jam 2 lebih, tapi food court itu penuh sesak dan mejanya terbatas. Habis isi bensin kita keluar menuju &lt;strong&gt;Border Bookstore&lt;/strong&gt;, tapi aku sendirian lanjut ke &lt;strong&gt;SUNNY bookshop &lt;/strong&gt;di&lt;strong&gt; Far East Plaza&lt;/strong&gt; yang juga jual buku second sebelum nyusul Lik kembali.&lt;br /&gt;Malam menjelang, setelah kembali ke posko alias hotel :p kami lanjut ke &lt;strong&gt;Lau Pa Sat Hawker Centre&lt;/strong&gt; di kawasan Fullerton MRT. Lumayan banyak pilihan makanan dan murah juga.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5123835524166147794" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 232px; CURSOR: hand; HEIGHT: 149px; TEXT-ALIGN: center" height="149" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/RxuFQxFzXtI/AAAAAAAAAGw/-54MR_6yWtE/s320/9.jpg" width="255" border="0" /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5123835532756082402" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 151px; CURSOR: hand; HEIGHT: 196px; TEXT-ALIGN: center" height="196" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/RxuFRRFzXuI/AAAAAAAAAG4/38kYOu5Gyqg/s320/10.jpg" width="182" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kaki sudah lumayan capek tapi jam masih menunjukkan jam 10.30 p.m. so aku memutuskan jalan2 dulu ke &lt;strong&gt;Merlion Park &lt;/strong&gt;duduk2 dulu dan trus jalan kaki menyusuri river sampai ke hostel karena MRT pasti sudah tutup. Hehehehe si Lik malas banget jalan, tapi dengan enggan ya dia ikut akhirnya.&lt;br /&gt;Sampai di hostel sudah jam 1 an, kami kira tinggal masuk dorm dan tidur setelah perjalanan jauh tapi ternyata kami salah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kahlil sang empunya hostel ada disana dengan bbrp teman2nya dan juga penghuni hostel dari berbagai negara. Ada sekitar 10 orang, tapi rame banget di teras itu, penuh dengan canda, olokan, senda gurau,berbagi cerita, dan berbagi pelajaran bahasa sampe kata2 jorok. It feels warm and like home there. Yah perkataan dunia itu kecil terbukti deh (baca blogku).Tak lama Kahlil mengajak kami semua berjalan ke &lt;strong&gt;BOLLYWOOD PUB&lt;/strong&gt; 5 menit jalan kaki dari hostel(milik temannya).Tarian India di peragakan oleh sekitar 5 cewek India secara bergantian,Kahlil menyebutnya belly dancing. Mereka juga menerima tip langsung dari para tamu yang datang.&lt;br /&gt;What an interesting night .... or morning tepatnya karna kita pulang jam 3.30 a.m. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;16 Okt 2007&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tanpa kami ketahui, ternyata di Singapore sedang ada festival &lt;strong&gt;Deepavali&lt;/strong&gt;, sebuah ritual tradisi Indian yang menyalakan lampu2 (krg jelas historynya,blum di google :p) jadi ada juga seperti bazaar dan deepavali heritage gitu di sebuah jalanan di &lt;strong&gt;Little India&lt;/strong&gt;. Pedagang kaki 5 ini menjual segala barang khas India dari kalung bunga, makanan kecil(muaniiissss smua), keripik2, heena(tinta tatoo),CD,lampu2 dengan berbagai bentuk, sesajian, baju, selendang, bindi (tanda di dahi wanita India),Bangle,dll. Ada pertunjukan pembuatan &lt;em&gt;Bangle&lt;/em&gt; dari "lac" semacam kayu begitu,jadi kita bisa order sesuai bentuk dan warna yang kita inginkan. Sayangnya sang pembuat tidak berseni dan susah berkomunikasi,jadi yang dibuat samaaaaaa terus, sampe ngantuk aku lihat sembari nunggu Lik pesan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5123839041744363250" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 202px; CURSOR: hand; HEIGHT: 124px; TEXT-ALIGN: center" height="135" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/RxuIdhFzXvI/AAAAAAAAAHA/515jU23odFc/s320/11.jpg" width="282" border="0" /&gt; &lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5123842666696761106" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 230px; CURSOR: hand; HEIGHT: 165px; TEXT-ALIGN: center" height="175" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/RxuLwhFzXxI/AAAAAAAAAHQ/KtNUju5uv_A/s320/12.jpg" width="252" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5123842670991728418" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/RxuLwxFzXyI/AAAAAAAAAHY/w4b49AzjPvA/s320/13.jpg" border="0" /&gt;Dari Little India kami mampir di &lt;strong&gt;Mustofa Center&lt;/strong&gt; (24 jam) tapi saking padat dan sesaknya kami memutuskan untuk kembali lagi malamnya. So, kami jalan menuju &lt;strong&gt;Arab Street&lt;/strong&gt; untuk mencoba menu makanan ala timur tengah. Kahlil merekomendasikan &lt;strong&gt;Amirah's Grill&lt;/strong&gt; di Busorah Street, untung deh sampe sana langsung hujan. &lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5123842675286695730" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 275px; CURSOR: hand; HEIGHT: 186px; TEXT-ALIGN: center" height="198" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/RxuLxBFzXzI/AAAAAAAAAHg/IdJ83hq8U-0/s320/14.jpg" width="309" border="0" /&gt; &lt;p align="justify"&gt;Tapi kecewa juga soalnya harusnya setelah makan mau ke Sentosa lihat wahana baru &lt;strong&gt;Song of the Sea&lt;/strong&gt;. HIkss.....Alhasil setelah makan dan ketemuan sama teman kerja lama si Jon dan temannya Rocky, kami diantar kembali ke hostel. Hehe thanks ya.Kami juga sudah sempat membeli tiket untuk balik ke Pudu Raya, KL dengan harga 27 SGD di &lt;strong&gt;Golden Mile Complex&lt;/strong&gt; dengan melalui travel agent &lt;strong&gt;SRI MAJU&lt;/strong&gt;.Kembali kami harus meletakkan barang belanjaan, sebelum berpetualang lagi. &lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dengan menggunakan MRT kami turun di &lt;strong&gt;Farrer Park&lt;/strong&gt; dan kembali ke Mustofa Center pada jam 11.30 p.m. dan kami harus menggunakan taxi untuk kembali karena MRT sudah akan tutup.Ini toko serba ada terbesar yang pernah aku datangi saat ini, kaki udah rasanya mau copot tapi belum selesai aku kelilingi semua lantainya sampai jam 3.30 a.m. Aku blanjanya banyak makanan, hihihi makanan yang nga ada di Indo, trus chilli2an,dll gitu deh bahkan juga mie instant dan soup2an.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;17 &amp;amp; 18 Okt 2007&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Buka mata, kaget banget, uda jam 11.15 a.m. hueeeee 45 menit lagi musti check out. Setelah check out,luggage kami tetap titipkan di hostel lalu kami brangkat ke Orchard lagi karena ada bbrp barang yang ketinggalan dibeli. Kami lunch di &lt;strong&gt;Food Republic &lt;/strong&gt;(lantai 4 Wisma Atria) di mana juga merupakan food court.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Malam hari kami mendapatkan pengalaman mahal yang tak kan terlupakan. Kami tertarik untuk makan di Boat Quay sebagai penutup perjalanan kami dan akhirnya setelah melalui setiap sales makanan di depan resto mrk masing2 yang gigih menawarkan menu mrk, kami memilih makan di Haven Restaurant.Suasananya bagus, banyak turis western juga yang makan sana. Tapii ...... &lt;strong&gt;AWAS PENIPUAN!!!! WARNING !! IT'S A TOURIST TRAP!&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya setelah melihat menunya,yah walau termasuk mahal masih reasonable lah so kami ok dan duduk disana. Kami mendapat free drink, bisa segala minuman. Lalu kami pesan menu Ikan masak Asam Manis yang di menu seharga 30 SGD.Tomyam SGD 15 untuk aku sendiri. Sambil menunggu order kami keluar, ada sepiring kecil(lepek sambel) kacang2an. Si Lik mulai curiga dan dia bertanya kepada salah seorang pelayannya apakah itu complimentary? YES! begitu jawabnya. Tapi begitu keluar bonnya, doengg....kacang bayar, tisue basah di meja bayar, dan paling parah, ikannya keluarnya seharga 80 SGD!!!!!!!! DAMN, dirty bussiness, ternyata ikannya di hitung per ounce.Sebelumnya juga seorang westerner di meja sebelah kami hampir tertipu, ada mknan yang masuk ke bill nya padahal dia tidak order untung dia teliti.&lt;br /&gt;Sebuah penutup yang benar2 tidak menyenangkan. Tapi ya sudah deh.... pengalaman emang mahal. Maka semoga blog ini membantu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5123833432517074626" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 231px; CURSOR: hand; HEIGHT: 158px; TEXT-ALIGN: center" height="171" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/RxuDXBFzXsI/AAAAAAAAAGo/t90nHmmARSg/s320/8.jpg" width="251" border="0" /&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kembali kami ke hostel dan say goodbye kepada semua staff yang baik and friendly lalu kami segera memesan taxi via telepon tapi .... ternyata jam 9 - 11 adalah jam sibuk taxi2 itu. So kami berjalan sampai di Singapore River untuk ambil taxi dari sana tapi ternyata masih aja tidak ada satupun yang kosong. Akhirnya kami berjalan lebih jauh lagi sebelum menemukan taxi kosong tapi tanpa argo so dia pasang tarip 15 SGD dari sekitaran Singapore River sampai ke Golden Mile Complex. Dari pengalaman sih yah .. tdk terlalu mahal seharusnya dalam rush hours. &lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Begitulah kami akhirnya kembali ke KL berangkat jam 11.30 p.m. dan sampai jam 5a.m. Begitu sampai di Pudu Raya Bus Station kami menitipkan luggage kami yang cukup berat di Pudu Hostel dengan harga 2 RM / Luggage. Lalu kami berkeliling sampai tengah hari sebelum akhirnya kembali naik taxi ke KL CENTRAL by taxi seharga about 5 RM.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Begitulah catatan perjalanan kami,dan kami diantar kembali ke Indonesia oleh AirAsia :p tanpa kurang apapun, kecuali satu pak rokok yang titipan seorang teman yang koleksi :( Maap Len. Aku lupa pake wrapping ketika masukin ke bagasi, soalnya rencananya aku bawa hand carry. Damn Again! Fool Me! Ternyata pelayanan bandara belum berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------&lt;br /&gt;Keep the light of travelling spirit alive .....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12785854-1558083156044325052?l=www.petawisata.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.petawisata.net/feeds/1558083156044325052/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=12785854&amp;postID=1558083156044325052" title="11 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12785854/posts/default/1558083156044325052?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12785854/posts/default/1558083156044325052?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PetaWisata/~3/oMIUZx9v2Uk/singapore-2007.html" title="Singapore 2007" /><author><name>Dolphinrider</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="00235211709257644711" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/RxuIdhFzXwI/AAAAAAAAAHI/_QsrhewKbdo/s72-c/1.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">11</thr:total><feedburner:origLink>http://www.petawisata.net/2007/10/singapore-2007.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkYMQXw_fCp7ImA9WxRaEEs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-12785854.post-2014535009111651843</id><published>2007-07-24T16:06:00.000+07:00</published><updated>2008-12-12T14:49:40.244+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-12-12T14:49:40.244+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bali" /><title>Dreamland, bongkasa, sangeh</title><content type="html">&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Well, sudah siap untuk bersenang senang ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_AJoT-cu6A90/RqW91BMyD2I/AAAAAAAAAD8/NDRFNgmPafE/s1600-h/red.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AJoT-cu6A90/RqW91BMyD2I/AAAAAAAAAD8/NDRFNgmPafE/s200/red.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5090683672364978018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pagi itu sabtu, 21 juli jam setengah delapan saya janjian bertemu dengan partner saya di depan kantornya. Yaps, hari itu ada satu gawean yang harus diselesaikan. Dan gawean itu adalah jalan jalan seharian penuh.&lt;br /&gt;Cihuiiiii.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 8 pagi menunggu di lobby sebuah hotel di Kuta, dan ternyata pada telat juga si para peserta. Setelah komplit, dan tidak ada peserta yang tertinggal kita berangkat ke arah selatan bali. Stop pertama sebagai warming up hari ini adalah pantai dream land yang terletak di daerah Pecatu, Kuta Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuaca dalam perjalanan agak tidak bersahabat, mendung tebal dan sempat turun titik titik hujan. Sempat muncul khawatir kalau di pantai hujan lebat, bisa bisa acara yang udah tersusun berantakan. Tapi kami masi beruntung, perjalanan 30 menit dari Kuta ke Dream Land disambut dengan langit yang mulai membiru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki daerah Pecatu Graha, mendekati parkir kita diharuskan membayar admission untuk kendaraan 5000 rupiah (gak pake ticket). Di sekitar parkir memang pemandangan terlihat masih sangat gersang. Bukit karang masih dapat terlihat, tapi mungkin beberapa tahun lagi pastinya situasi sudah sangat berbeda karena di daerah ini sedang dikerjakan satu proyek golf 17hole.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dream land merupakan salah satu pantai yang sangat terkenal dikalangan surfers. Dan lokasi pantai inipun awalnya ditemukan oleh orang asing. Tau MLTR kan? salah satu video klip mereka pernah dibuat di tempat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_AJoT-cu6A90/RqR0KRMyDxI/AAAAAAAAADU/V65GjDkxD0s/s1600-h/dream+land+beach.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AJoT-cu6A90/RqR0KRMyDxI/AAAAAAAAADU/V65GjDkxD0s/s200/dream+land+beach.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5090321198600032018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Untuk dapat menginjak pasir pantai dream land, kita harus menuruni anak tangga yang lumayan tinggi. Di pinggir pantai banyak terdapat cafe cafe sekaligus penginapan yang biasanya disewa oleh para surfers. Suasana pantai tidak seramai pantai Kuta, entah apakah karena masi pagi. Lazy chair dan payung yang banyak terpasang pun masih terlihat kosong. Kita bisa lihat beberapa surfers bermain dengan ombak, orang berlari pagi dengan anjingnya dan terntunya kami yang bermain beberapa game di pinggir pantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar satu setengah jam berada di pantai, saatnya untuk meneruskan perjalanan untuk acara selanjutnya ke desa Bongkasa, mengarah ke utara dari Denpasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di markas organizer team building ini, di tengah sawah kami menikmati menu makan siang.&lt;br /&gt;Pumpkin soup yang lumayan enak, seenak jika dibuat 'jaja waluh' ( kue labu? ) dan main course nasi, sayur urap dan sate lilit. Yummy!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah makan siang, beberapa classic car sudah menunggu kami. Mobil mobil keluaran tahun 1930an yang sudah dimodifikasi sedemikian terlihat cantik sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_AJoT-cu6A90/RqW_NhMyD3I/AAAAAAAAAEE/HpBTUq1zSpc/s1600-h/mobil+antik.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AJoT-cu6A90/RqW_NhMyD3I/AAAAAAAAAEE/HpBTUq1zSpc/s200/mobil+antik.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5090685192783400818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Okay, saatnya on road! Ada 6 mobil yang beriringan menyusuri desa desa. Untuk beberapa orang yang selama ini hanya tinggal di besarnya Jakarta, perjalanan ini sangat berkesan karena melewati jalan kecil desa dengan udaranya yang masih segar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_AJoT-cu6A90/RqR0KxMyDzI/AAAAAAAAADk/djYZCMrhNN0/s1600-h/classic+cars.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AJoT-cu6A90/RqR0KxMyDzI/AAAAAAAAADk/djYZCMrhNN0/s200/classic+cars.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5090321207189966642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pemberhentian kami selanjutnya adalah di dekat sebuah pura. Entah, saya tak memperhatikan nama puranya. Tapi jika melihat dari lokasi dan besarnya, kalo gak salah itu adalah pura desa. Di depan pura ini terdapat pohon beringin yang super duper besar. Umurnya mungkin sudah lebih dari ratusan tahun. Akar beringin yang menggantung pun terlihat sangat kokoh, dan mungkin jika saya bergelantungan disana, tidak akan putus juga :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_AJoT-cu6A90/RqR0KxMyD1I/AAAAAAAAAD0/5KnYYCVhEUk/s1600-h/banyantree.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AJoT-cu6A90/RqR0KxMyD1I/AAAAAAAAAD0/5KnYYCVhEUk/s200/banyantree.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5090321207189966674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Beberapa game untuk meningkatkan rasa kerjasama dan solidaritas dimainkan disini. Dari lokasi banyan tree ini, sebagian melanjutkan perjalanan dengan menggunakan sepeda menyusuri desa, dan sebagian dari kami mengendarai mobil. Awalnya saya ingin mengendarai sepeda, tapi mengingat posisi saya sebagai penyusup di group ini jadinya saya harus terima jika saya tidak kebagian sepeda. Huhuhuhu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kamipun berpisah mengambil jalur masing masing. Mereka yang naik sepeda ditemani oleh guide, dan kami yang ada di mobil pun bersenang senang dengan mobil kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_AJoT-cu6A90/RqR0KxMyD0I/AAAAAAAAADs/F31055b-QSE/s1600-h/little+girls.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AJoT-cu6A90/RqR0KxMyD0I/AAAAAAAAADs/F31055b-QSE/s200/little+girls.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5090321207189966658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sangeh, tempat pertemuan kembali seluruh group. Saya sempat test drive dengan Marvia, mobil yang berwarna merah disini. Saya sudah membuat rekan saya di jok belakang tegang saat saya menginjak gas dan mengendarainya sebanyak 2 laps. Tenang, saya tidak akan menabrakkan mobil ini, karena saya dan kamu masih muda. Huehue...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sangeh kita bisa bertemu dengan teman teman lama, para monyet. Tempat ini tidak terlalu ramai dikunjungi turis jika dibandingkan monkey forest di daerah ubud ataupun alas kedaton di Tabanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_AJoT-cu6A90/RqR0KhMyDyI/AAAAAAAAADc/bofTyqIRxB0/s1600-h/monkeys.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AJoT-cu6A90/RqR0KhMyDyI/AAAAAAAAADc/bofTyqIRxB0/s200/monkeys.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5090321202894999330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jika ingin berfoto dengan monyet, akan dibantu oleh local guide sekaligus merangkap fotografer. Guide akan memberikan makanan kepada monyet sehingga monyet mendekat dengan kita. Tinggal pilih, mau foto dengan monyet di pangkuan atokah monyet yang nangkring di atas kepala, semua bisa diatur. Dan kita akan dapat satu lembar foto polaroid yang ditebus seharga 20 rebu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau pakai kamera sendiri? boleh saja, asal tetep ambil satu polaroid dari guide local yang sudah bantuin berpose dengan monyet. *wink*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar jam 4 sore, kami tiba kembali di markas. Kali ini saya memilih perjalanan diatas sebuah truk. Seneng seneng saja awalnya, tapi ketika turun barulah mulai rasa sakit kepala karena masuk angin. Huhuhu... manja yak!&lt;br /&gt;Tapi itu semua harus dicuekin, karena susunan acara belum selesai semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 6 sore, kami bersiap untuk dinner di Jimbaran. Hihihi, tanpa berganti baju, hanya dengan mandi kambing dan dandan sedikit kami meluncur untuk menikmati seafood di pantai Kedonganan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari yang melelahkan dan sangat menyenangkan.&lt;br /&gt;thanks for the trip,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ps. mengingat ini adalah salah satu trip gratisan buat saya, jadinya angka angka yang menyangkut biaya tidak lengkap karena saya tak terlalu peduli. hehehe... sorry yah!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12785854-2014535009111651843?l=www.petawisata.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.petawisata.net/feeds/2014535009111651843/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=12785854&amp;postID=2014535009111651843" title="4 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12785854/posts/default/2014535009111651843?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12785854/posts/default/2014535009111651843?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PetaWisata/~3/YmAKdqLSbqo/dreamland-bongkasa-sangeh.html" title="Dreamland, bongkasa, sangeh" /><author><name>lavender</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01833414610790593437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="05052959479528122759" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_AJoT-cu6A90/RqW91BMyD2I/AAAAAAAAAD8/NDRFNgmPafE/s72-c/red.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">4</thr:total><feedburner:origLink>http://www.petawisata.net/2007/07/dreamland-bongkasa-sangeh.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkYMQXs6fyp7ImA9WxRaEEs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-12785854.post-1184514816626934314</id><published>2007-07-02T14:22:00.000+07:00</published><updated>2008-12-12T14:49:40.517+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-12-12T14:49:40.517+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bali" /><title>Ayung River Rafting</title><content type="html">&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Wanna have some adventure ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kegiatan yang lumayan seru adalah ikutan rafting. Di Bali ada banyak sekali perusahaan rafting, tinggal pinter pinter kita untuk memilih. Dari segi track yang dilalui hampir sama antara satu company dengan yang laennya. Cuman yang sering jadi pertimbangan adalah service yang diberi seperti tingkat profesionalitas guidenya (tentunya gak mau pake guide yang tnyata gak bisa renang kan) yang punya service bagus dan terntunya harganya juga bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu sempet ikutan rafting di sungai ayung dengan Ayung River Rafting. Starting point dimulai di daerah Petang, sekitar 1 jam perjalanan dari Denpasar ke melewati sangeh. Lokasi starting point berdekatan dengan Bali Elephant Camp yang merupakan produk lain dari Ayung River Rafting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiba di starting point, kita diharuskan untuk register dengan menulis nama dan alamat. Hal ini untuk keperluan asuransi jika terjadi kecelakaan pada track. Barang barang bawaan kita seperti baju ganti dan teman temannya kita titip di reception aja dan bisa kita ambil lagi di finish point. Kalo ingin membawa kamera, dompet dan henpon bisa kita simpan di dalam waterproof bag yang ada di raft.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya kita persiapkan diri masing masing dengan memakai life jacket, helm, dan paddle yang disiapkan disana. Pilih yang ukurannya pas biar terasa nyaman. Setelah itu kita turun kebawah menuju sungai lewat tangga yang banyak. hehehe...saya tak sempat menghitungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_AJoT-cu6A90/Roikwx4ok5I/AAAAAAAAACs/LjU902osXek/s1600-h/ayung++rafting1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AJoT-cu6A90/Roikwx4ok5I/AAAAAAAAACs/LjU902osXek/s200/ayung++rafting1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5082493337419158418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Satu perahu karet biasanya berisi 4 - 5 orang ditambah seorang guide. Kita akan mendapat penjelasan singkat sebelum turun ke air. Bagaimana cara memegang paddle, bagaimana cara mengayuh, dan bagaimana cara membuat teman basah kuyup ( ini teori tambahan dari saya ). Yang penting adalah satu team harus selalu kompak kalo tak ingin tercebur. hehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Track yang dilalui kali ini sepanjang 11 kilometer ditempuh dalam waktu 2 jam kurang lebih. Banyak variasi jeram dari yang berupa riak riak kecil sampai dengan jeram yang bisa membuat perahu nyangkut dan terbalik. Sepanjang sungai ayung ini kita akan melewati beberapa hotel besar yang terdapat di daerah Ubud. Melewati tebing tebing tinggi, pohon pohon besar dan merambat, dan tentunya air terjun yang menjadi central point perjalanan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_AJoT-cu6A90/Roilwx4ok7I/AAAAAAAAAC8/HZSqNvteiRg/s1600-h/ayung.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AJoT-cu6A90/Roilwx4ok7I/AAAAAAAAAC8/HZSqNvteiRg/s200/ayung.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5082494436930786226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sempet berhenti dua kali untuk foto foto dan nyebur di sungai. Lebih tepatnya adalah hanyut kebawa arus. Untungnya guide yang punya nama keren Ricky, nyelametin saya. Kalo ga, saya gak isa posting sekarang. hihihihi&lt;br /&gt;Itu sebabnya juga, potonya gak ada yang bener, soalnya udah sibuk nyelametin diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tiba di finish point, bukan berarti perjuangan sudah berakhir. Ada beratus ratus tangga yang harus dilewati supaya bisa kembali ke atas. Whoaa...terus terang sempet buat ngos ngosan juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya sesudah mengeringkan diri, salin pakaian dan sedikit dandan, waktunya buat makan siang. Sepagian main air memang buat perut laperrr banget. Makannya lumayan enak, buffet gitu dah, tinggal pilih pilih sendiri maunya apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat yang mau pergi rafting, paling enak pake celana pendek ama kaos, jangan lupa bawa baju ganti, handuk extra ( biasanya seeh dapet handuk juga ), perlengkapan mandi kecil kecilan gituh, sunblock, trus pake sendal yang tahan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga untuk rafting sekitar 200 rebuan per orang. Umumnya sudah termasuk transfer dan makan siang. Kalo peserta tambah banyak, bisa dapet harga lebih murah lagi loh.&lt;br /&gt;Kebetulan acara rafting saya kemaren gratisan :D. Namanya aja dapat tawaran, gak enak hati kan kalau harus menolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;So kesimpulannya kalau ada yang mau ikutan rafting kapan kapan, boleh deh nanti tak kasi harga special telor ceplok (numpang jualan yaa...*peace)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12785854-1184514816626934314?l=www.petawisata.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.petawisata.net/feeds/1184514816626934314/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=12785854&amp;postID=1184514816626934314" title="2 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12785854/posts/default/1184514816626934314?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12785854/posts/default/1184514816626934314?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PetaWisata/~3/-h06cGkuJsk/ayung-river-rafting.html" title="Ayung River Rafting" /><author><name>lavender</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01833414610790593437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="05052959479528122759" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_AJoT-cu6A90/Roikwx4ok5I/AAAAAAAAACs/LjU902osXek/s72-c/ayung++rafting1.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><feedburner:origLink>http://www.petawisata.net/2007/07/ayung-river-rafting.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkYMQHc9fCp7ImA9WxRaEEs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-12785854.post-622360649364913381</id><published>2007-04-10T14:26:00.000+07:00</published><updated>2008-12-12T14:49:41.964+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-12-12T14:49:41.964+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bali" /><title>Jatiluwih - Tabanan, Bali</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekejap menjauh dari kota, menghilang dari gedung beton, menikmati hijau dan dinginnya mata air, dan tibalah kami di Jatiluwih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_AJoT-cu6A90/RhtKsKjs2oI/AAAAAAAAABI/W62_ebK_P6Y/s1600-h/Hpim3185.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AJoT-cu6A90/RhtKsKjs2oI/AAAAAAAAABI/W62_ebK_P6Y/s200/Hpim3185.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5051713529634937474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jatiluwih adalah satu daerah di Tabanan yang terkenal karena panorama sawahnya yang keren banget. Dikenal juga sebagai daerah lumbung beras. Letaknya sekitar kaki Gunung Batukaru yang banyak dikunjungi masyarakat pada saat upacara keagaamaan. Yaps, di Gunung Batukaru ini terdapat salah satu pura yang terhitung besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hari itu kami berangkat dari Denpasar pukul 8.45 pagi. Melewati tengah kota, dan dalam waktu 30 menit sudah tiba di Tabanan. Menyempatkan mampir ke rumah seorang teman untuk menjemput seorang adik kecil *eh kelas 6 SD masih kecil gak yah?* dan lanjut giliran ngepit di rumah untuk mencuri sedikit ransum bekal perjalanan.&lt;br /&gt;Jam 10 pagi kami lanjut berangkat menuju Jatiluwih. Arah perjalanan ke utara sekitar 25 kilometer dari Tabanan. Tidak terlalu jauh kan? Melewati desa Penebel, udara terasa semakin sejuk dengan kanan kirinya sawah dan pohon kelapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_AJoT-cu6A90/RhtQPKjs2tI/AAAAAAAAABs/jg8Rw4Vc-6A/s1600-h/Hpim3187.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AJoT-cu6A90/RhtQPKjs2tI/AAAAAAAAABs/jg8Rw4Vc-6A/s200/Hpim3187.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5051719628488497874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;First stop kami adalah pinggiran sebuah sungai di tengah sawah. Letaknya di pinggir jalan dan saya ingat betul beberapa tahun lalu setiap datang ke Jatiluwih sering nyebur di kali ini. Airnya segerrr banget, dingin seperti air es yang di kulkas. Batu batu di dasar sungai terlihat jelas saking bening airnya. Pengen banget nyemplung, tapi karena sekarang perginya cuma bawa diri aja, terpaksa niat diurungkan sampai batas waktu yang belum ditentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Sekitar 15 menit disungai, kita berangkat lagi menuju sebuah bendungan. Bendungan Yeh Aya Hulu merupakan bendungan yang digunakan untuk mengatur alur air di daerah Jatiluwih ini. Kita turun ke bawah bendungan, dengan rasa yang nyes nyes gitu, dan lutut juga agak gemeter kalo pake nengok ke bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_AJoT-cu6A90/RhtC6qjs2iI/AAAAAAAAAAY/qSwhy6D4L04/s1600-h/jatiluwih3.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AJoT-cu6A90/RhtC6qjs2iI/AAAAAAAAAAY/qSwhy6D4L04/s200/jatiluwih3.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5051704982650018338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Saat itu air bendungan tidak terlalu tinggi, dan pintu bendungan posisi tertutup. Sempet keluar niat pengen nyoba buka pintu air, tapi takut nanti gak bisa nutup. Ah... niat kan boleh ya? Belom tentu juga dilakuin.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_AJoT-cu6A90/RhtC66js2jI/AAAAAAAAAAg/YOp17hwKuu4/s1600-h/jatiluwih4.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AJoT-cu6A90/RhtC66js2jI/AAAAAAAAAAg/YOp17hwKuu4/s200/jatiluwih4.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5051704986944985650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di bendungan ini kita udah kelaperan dan kita pun buka ransum makan siang. Sate ayam pake lontong. Yummy banget...Gak lupa dessert buah jeruk...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_AJoT-cu6A90/RhtC66js2kI/AAAAAAAAAAo/7DaqwPVSXSE/s1600-h/bendungan.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AJoT-cu6A90/RhtC66js2kI/AAAAAAAAAAo/7DaqwPVSXSE/s200/bendungan.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5051704986944985666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_AJoT-cu6A90/RhtOhqjs2rI/AAAAAAAAABc/k1FmNADTJzs/s1600-h/Hpim3148.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AJoT-cu6A90/RhtOhqjs2rI/AAAAAAAAABc/k1FmNADTJzs/s200/Hpim3148.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5051717747292822194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Puas menyalurkan narsis dengan poto poto, kami pindah lagi ke tempat yang lebih jauh, sekitar sekilo dari bendungan. Ketemu sebuah restoran kecil yang punya view asik banget. Tapina kita gak masuk resto itu, cuman nebeng di bale bengongnya aja. Duduk menghadap sawah luas banget dengan latar belakang gunung Batukaru, menghabiskan sisa bekal srikaya sambil baca baca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uahhh.....semakin lama kami disini, jadinya makin ngantuk. Apalagi pas banget jamnya tidur siang. Suasana yang sepi, hanya suara angin dan sesekali suara burung sawah. Karena takut bablas ketiduran, akhirnya jam 1.30 siang kita balik lagi ke arah Tabanan.&lt;br /&gt;Diperjalanan, seorang dari kami sempat tertidur diatas motor. Wuehh, tapi untung aja gak pake acara jatoh segala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Yaps, perjalanan mengusir kebosanan, mengisi hari dengan sedikit tawa. Menyenangkan bukan?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12785854-622360649364913381?l=www.petawisata.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.petawisata.net/feeds/622360649364913381/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=12785854&amp;postID=622360649364913381" title="4 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12785854/posts/default/622360649364913381?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12785854/posts/default/622360649364913381?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PetaWisata/~3/gUEeJd7uRgw/jatiluwih-tabanan.html" title="Jatiluwih - Tabanan, Bali" /><author><name>lavender</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01833414610790593437</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="05052959479528122759" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_AJoT-cu6A90/RhtKsKjs2oI/AAAAAAAAABI/W62_ebK_P6Y/s72-c/Hpim3185.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">4</thr:total><feedburner:origLink>http://www.petawisata.net/2007/04/jatiluwih-tabanan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkYMR345fSp7ImA9WxRaEEs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-12785854.post-2550334970198213859</id><published>2007-04-02T00:32:00.000+07:00</published><updated>2008-12-12T14:49:46.025+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-12-12T14:49:46.025+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jawa Tengah" /><title>Yogyakarta</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhir Maret kebetulan ada tanggal merah, Hari Sabtu pengennya ke Jogja dalam rangka liat acara Sekatenan di Keraton Jogja pas Mauludan. Pengen berangkat dari Surabaya naik Bus Patas, tapi mempertimbangkan cuaca yang engga menentu &amp;amp; terminal yang jauhnya amit-amit akhirnya perjalanan dengan Kereta Api adalah keputusan yang cukup baik, tapi dasar sial ternyata jadwal kereta api jam 3 sore, sedangkan kantor tutup jam 4 :(. terpaksa deh kami (&lt;a href="http://puzzle_bobble.blogspot.com/"&gt;Boambang &lt;/a&gt;dan aku) numpang kereta jurusan bandung yang berangkat pk. 06.00 sore, tentunya dengan tarif 2 kali lipat karena semua gerbong engga ada bisnisnya alias eksekutif semua.. huks... Ehh... di dalem gerbong ternyata ada kejadian konyol juga, ada tv nyala acara lagu-lagu video klip tapi suaranya ga muncul, dan lagi AC di gerbong kami mati, huaahhh semua pada banyak yang protes tapi ya maklum, apa yang bisa diperbuiat ? terpaksa deh dengan berkeringat dan berpanas ria duduk manis di dalam, piye toh fasilitas pemerintah ini kok ya ga pernah ada yg beres 100%... heran..., di kereta dapat makan malam ternyata, nasi goreng sosis, telur ceplok dan krupuk yg agak mlempem (lagi-lagi protes) hehehe.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hari pertama &lt;/span&gt;engga kemana-mana karena kita tiba di Jogja sudah pk 23.30, jalan kira-kira satu kilometer dari Stasiun Tugu Jogja sambil nggembol tas ransel besar di punggung ala bekpeker  menuju ke jalan Sosrowijayan, kami menginap di motel Bladok sesuai dengan saran si &lt;a href="http://socialindividualist.blogspot.com/"&gt;Carla &lt;/a&gt;via sms malam itu. Tarif semalam yang paling murah Rp. 80.000,- double bed, kamar mandi dalem dan kipas angin (tanpa tv).  Motel ini ok banget, meski kamarnya kecil (sekitar 3x3m) tapi bersih, kamar mandinya juga bersih. Yang paling menarik adalah, ternyata di bagian belakang ada kolam renangnya huehuehue.. siapa nyana harga sekian dapet kolam renang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hari Kedua,&lt;/span&gt; sehabis makan gudeg pincuk di sisi jalan sosrowijayan yang berisi nasi, krecek, telur dan gudeg seharga Rp. 5000,- kami berjalan ke rumah sodara (dapet pinjaman motor gratis). Abis ngobrol2 sama Tante tentang musibah gempa dan angin puting beliung yang ternyata mengerikan banget :(.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan pertama ke &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Candi Borobudur&lt;/span&gt; dengan guide Yeriko (adek sepupu). Dari kota Jogja, motor dipacu ke arah Magelang, kira-kira satu jam (rata-rata kecepatan 60-80 km/jam) dah nyampe di area Candi yang super panas, tapi jangan kuatir, di area sana persewaan payung. Tiket masuk dapat dibeli dengan harga Rp. 9000,- plus kamera Rp. 1000,-, total 10.000,- per orang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/RhE4dzKLL4I/AAAAAAAAADo/wYmY6WNaadk/s1600-h/candi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/RhE4dzKLL4I/AAAAAAAAADo/wYmY6WNaadk/s320/candi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5048878741859282818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;gambar : tugu selamat datang (kiri) dan Candi Borobudur dari bawah (kanan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Candi Borobudur mempunyai sejarah yang unik, tiap tingkat dari tingkat paling bawah sampai ke tingkat paling atas menceritakan perjalanan kehidupan manusia menuju ke kehidupan kekal (muksa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/RhE5jTKLL5I/AAAAAAAAADw/OqhsfcVGSsY/s1600-h/budha.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/RhE5jTKLL5I/AAAAAAAAADw/OqhsfcVGSsY/s320/budha.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5048879935860191122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;gambar : patung Budha di foto dari belakang (kiri) dan salah satu penggalan cerita dari dinding Candi (kanan)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Borobudur, perjalanan dilanjutkan makan siang di depan SMU Van Lith (konon terbagus se DIY), makan kupat tahu.. nyam..nyamm..  kemudian ke &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keteb Merapi&lt;/span&gt; dengan jalannya yang menanjak dan berliku, yakni daerah pemantauan aktivitas Gunung Merapi, tapi sayang karena siang itu mendung banget jadi gunung ketutupan ama kabut tebal alias gunungnya engga keliatan sama sekali, gagal deh melihat lahar yang mustinya keliatan dari pos ini. Nasib sial pula, pas pulang ternyata tutup karburator motor sepupu lepas terpaksa deh itu Honda Ulung di modifikasi ala Macgyver, beli aqua gelas trus dibuat tutupnya biar karburator engga kemasukan air ujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/RhFCWTKLL_I/AAAAAAAAAEg/B8-R2BS4AgI/s1600-h/riko.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/RhFCWTKLL_I/AAAAAAAAAEg/B8-R2BS4AgI/s320/riko.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5048889608126541810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;gambar : aku dan Bo di candi (kiri) dan Riko lagi berpose ala Macgyver (kanan)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abis dari Keteb Merapi yang gagal, perjalanan dilanjutkan menuju &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Taman Sari&lt;/span&gt;, di seputar kraton Jogja. Taman Sari adalah tempat peristirahatan Raja dan selir-selirnya yang berjumlah puluhan, bagus banget, cuma sayang sekarang area sekitar sudah dibangun rumah-rumah abdi dalem kraton (rumah ini dulu adalah bekas kolam raksasa yang dibuat sedemikian rupa seperti laut).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/RhE_ETKLL8I/AAAAAAAAAEI/plIYY_RjltA/s1600-h/ts.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/RhE_ETKLL8I/AAAAAAAAAEI/plIYY_RjltA/s400/ts.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5048886000354013122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;gambar : pintu masuk dari depan dan Taman Sari difoto dari atas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sayang saat kami masuk area sudah tutup, terpaksa nyewa Guide untuk memandu kami muter-muter lewat jalan tikus, beruntung ternyata ada beberapa tempat yang masih buka, antara lain Masjid bawah tanah, terowongan dan puncak menara.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/RhFAbTKLL9I/AAAAAAAAAEQ/_7n9H2Ugktc/s1600-h/ts2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/RhFAbTKLL9I/AAAAAAAAAEQ/_7n9H2Ugktc/s400/ts2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5048887495002632146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;gambar : lorong dan tangga (di seputar Masjid) dan foto Sunset dilihat dari Menara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Taman Sari ini cukup indah, dan biasa dipakai untuk Foto Model para Fotografer karena tempatnya artistik. Orang jaman dahulu sangat pintar dan semua bangunan ternyata menyimpan sebuah cerita unik tersendiri, sebagai contohnya tangga (foto ditengah) yang bercabang 4 ternyata mempunyai arti sebagai penunjuk arah mata angin. Cerita lain yang unik yang dituturkan Guide adalah, tempat bercinta Raja, yang di dalam kamarnya cuma ada dipan dari semen dan dibawahnya dibuat rongga untuk menyalakan kayu bakar. nah loh.. gak kepanasan ?? "engga" jawab si Guide karena kalau kayubakar dinyalakan otomatis suhu ruang panas dan terjadi perbedaan tekanan udara dalam ruangan dan luar ruangan yang menyebabkan udara akan masuk melalui lubang2 jendela kamar... akibatnya.. kipas angin alami menghembus sepoi-sepoi... wahh kerenn....&lt;br /&gt;Tiket masuk Taman Sari perorang Rp. 7000,- dan Guide ongkosnya sukarela... tapi karena kami kemaren masuk nylonong tanpa tiket (udah tutup) jadi ngasih duit ekstra buat Guidenya plus temennya yang masih ada di dalem lorong yg mau nungguin kita jeprat-jepret.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abis dari Taman Sari, balik motel, mandi-mandi bentar trus keluar lagi buat mamam &lt;a href="http://ngincip.blogspot.com/2007/04/lesehan-jaran-jogja.html"&gt;Nasi Jaran&lt;/a&gt; di deket rumah Oom. Nyam.. enak.... abis itu minum di kedai kopi &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lik Man&lt;/span&gt;, pesen kopi joss (kopi yang dicemplungin arang yang membara (joss berasal dari suara saat arang dimasukkan ke gelas... jozzzzzz) kemudian muter-muter jalan bentar sambil lihat Motor Harley berlalu lalang, rupanya hari ini ada perkumpulan arley se Indo, ada acara apa gitu di daerah parang tritis... wah keren bok.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Hari ini ga berhasil lihat sekatenan di kraton gara-gara infonya dateng telat :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hari Ketiga,&lt;/span&gt; bangun pagi mau sarapan di UGM sambil liat orang joging gagal, karena acara misa di Gereja waktunya mepet banget, duh pilih mana ya.. ke UGM atau ke Gereja... ? berhubung orang baik-baik keputusan dipilih ke Gereja hauhauhua.... Minggu Palem soalnya menyambut Paskah, jadi ini momen khusus engga boleh ketinggalan. Ngikutin prosesi selama kurang lebih dua jam sambil mengucap syukur bisa menikmati ini semua.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pulang Gereja perjalanan menuju &lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www2.blogger.com/www.affandi.org"&gt;Museum Affandi&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;yang terletak di Jl. Laksda Adisucipto 167, arsitektur museum ini menarik, dibangun di tepi tebing dengan model bangunan rumah panggung. Di Area terdapat 3 Galeri yakni Galeri lukisan Affandi yang bernilai 1 - 4 Milyar perbiji, galeri keluarga affandi (lukisan istrinya) dll, dan galeri lukisan affandi yang dijual, ada menara untuk panjat-panjat, mushola kecil, tempat tinggal Affandi dan makamnya Affandi dan istrinya yang terletak di depan rumah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/RhE3tjKLL3I/AAAAAAAAADg/xSrd3_RFpWo/s1600-h/rumah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/RhE3tjKLL3I/AAAAAAAAADg/xSrd3_RFpWo/s320/rumah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5048877912930594674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;gambar : Rumah Affandi dari seberang jalan (kiri) dan makam Affandi (kanan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;waktu kami berkunjung ada rombongan anak SMP yang juka ikut datang, yah.. maklum, anak yang masih penasaran dan jahil itu tangannya gatel aja pengen megang itu lukisan dan nyowel-nyowel cat minyaknya yang menyembul.. hiyaahhh deeekkk itu satu lukisan bisa buat biayai kamu sampe lulus sarjana !!!!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/RhE2jzKLL2I/AAAAAAAAADY/b78uJZxt6E4/s1600-h/lukisan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/RhE2jzKLL2I/AAAAAAAAADY/b78uJZxt6E4/s320/lukisan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5048876645915242338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;gamabr : lukisan potret diri Affandi, tidak dijual (kiri) dan lukisan taman, dijual (kanan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Galeri Affandi, perjalanan di lanjutkan ke art gallery &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sapto Hudoyo&lt;/span&gt; yang tempatnya cuma 5 menit dari Affandi. Namun sayang di area ini tidak boleh foto-foto sehingga tidak ada yang bisa ditampilkan disini. Sapto hudoyo adalah art galeri yang terbaik dari segi arsitektur dan penataannya. Banyak barang-barang seni dipajang disini, sebagian untuk koleksi, sebagian lagi untuk di perjual belikan, model bangunannya jawa banget dengan pilar-pilar kayu berplitur dan berukir dan kolam ikan yang besar plus pernik-pernik keris, topeng dll yang di pajang di tembok2. Masuk di art gallery tidak dipungut biaya alias gratis. setelah melihat-lihat kami makan &lt;a href="http://ngincip.blogspot.com/"&gt;Soto Balung&lt;/a&gt;.. duduk di kursi tua berukir ditemani suasana yang tradisional dan artistik.. romantis bok.. sayang pasanganku kok ya lanang.. huks..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perjalanan terakhir sebelum pulang kami memacu kendaraan ke &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Candi Prambanan&lt;/span&gt;, lama perjalanan 30 Menit dari Sapto Hudoyo (+/- 80-100 km/jam). Sesampai di Candi Prambanan terasa sepi, engga seramai Borobudur, ternyata area masih ditutup karena candi masih dalam perbaikan karena gempa, banyak relief2 yang miring-miring dan rawan jatuh, ya.. demi keselamatan pengunjung memang sebaiknya ditutup. Kami hanya bisa menikmati dari luar saja. Tiket Masuk Rp. 8000,- per orang, Kamera Rp. 1000,- tapi kami lolos dari pemeriksaan kamera hehehe....&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/RhE63jKLL6I/AAAAAAAAAD4/HnfIEW984bE/s1600-h/prambanan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/RhE63jKLL6I/AAAAAAAAAD4/HnfIEW984bE/s320/prambanan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5048881383264169890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;gambar : Candi Prambanan yang sudah selesai diperbaiki (kiri) dan candi prambanan yang masih dalam taraf perbaikan (kanan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;note : di area Candi dijual pernik-pernik replika candi, buku sejarah candi, baju, gelang dll (pasar tradisional) dengan harga yang lumayan miring, sepertinya kalau belanja di area ini jauh lebih murah daripada di Malioboro (maklum.. pengunjung lebih fokus ke Candi dari pada blanja)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Reporter Valens, Boambang dan Riko melaporkan dari Kota Jogja... salam petawisata... :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12785854-2550334970198213859?l=www.petawisata.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.petawisata.net/feeds/2550334970198213859/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=12785854&amp;postID=2550334970198213859" title="11 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12785854/posts/default/2550334970198213859?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12785854/posts/default/2550334970198213859?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PetaWisata/~3/UL6UZQg0wOc/yogyakarta.html" title="Yogyakarta" /><author><name>sus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11283431258508341850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="09200696786298850970" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/RhE4dzKLL4I/AAAAAAAAADo/wYmY6WNaadk/s72-c/candi.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">11</thr:total><feedburner:origLink>http://www.petawisata.net/2007/04/yogyakarta.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkYMSX8zeSp7ImA9WxRaEEs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-12785854.post-7904568436405393663</id><published>2007-03-30T00:26:00.000+07:00</published><updated>2008-12-12T14:49:48.181+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-12-12T14:49:48.181+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jawa Timur" /><title>Singosari &amp; Kebun Raya Purwodadi</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/RhsKYwZ4e0I/AAAAAAAAAEo/wubuS0hRT1s/s1600-h/nyo-2.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penat dengan rutinitas dan kehidupan kota, akhirnya kami memutuskan mencari udara segar, menggerakkan kaki sejenak dan menikmati hijaunya alam.&lt;br /&gt;Perjalanan kali ini kami mulai pagi pagi sekali demi menghindari aksi demo yang akan dilakukan di daerah Raya Porong yang masih saja belum ada pemecahannya. Sampai di Pandaan kami menyempatkan diri mengisi perut di &lt;strong&gt;Depot AFF&lt;/strong&gt; yg mempunyai menu andalan &lt;em&gt;Rawon Empal&lt;/em&gt; (mohon maap sementara belum ada dokumentasinya) hehehe. Dengan harga Rp 8.000,- empal yang empuk dan sambal yang lezat menjadi sarapan kami.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu kami langsung menuju &lt;strong&gt;Kawasan Peninggalan Purbakala Singosari.&lt;/strong&gt; Ternyata tidak seperti yang kami bayangkan, kawasan ini sudah cukup berpenghuni, jadi peninggalan2 kerajaan Singosari tersebut sudah dikelilingi rumah2 penduduk dan di batasi pagar. Ketika kita memasuki kawasan ini, ada 2 raksasa yang mengapit jalan. Raksasa yang bertampang seram ini dinamakan &lt;strong&gt;Dwarapala&lt;/strong&gt; yang dibuat dari batu monolitik dengan ketinggian 3,70 m. &lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5047620683550151218" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/RgzARKvr0jI/AAAAAAAAACI/IglCtAeJbdc/s320/2.jpg" border="0" height="236" width="162" /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan dua arca dwarapala itu menunjukkan bahwa lokasi itu pada masa lalu merupakan pintu gerbang dari kerajaan Singosari, sebab fungsi arca dwarapala di masa lalu memang sebagai simbol dari penjaga pintu atau pintu gerbang namun hinga saat ini belum dilakukan rekonstruksi untuk mengetahui dimanakah letak istana Singosari secara tepat apakah disebelah barat atau timur Dwarapala karena situs bangunan istana Singosari sampai sekarang belum diketahui letaknya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Letak kedua arca tersebut berada disisi kiri dan kanan jalan utama desa Candirenggo yang membujur dari timur ke barat.Arca raksasa yang sebelah kiri (selatan) berada diatas pedestal buatan yang dibuat sekitar tahun 1982 sewaktu arca tersebut diangkat dari kondisinya yang tenggelam sebatas perut menghadap utara. Terdapat cerita unik seputar proses pengangkatan arca yang tersebut, dua buah traktor yang diperkirakan mampu mengangkatnya ternyata "kewalahan" ditandai dengan melengkungnya tuas besi pengangkatnya. Akhirnya dari "wangsit" yang diterima oleh salah seorang pekerja, bahwa arca tersebut baru bisa diangkat bila kedua matanya ditutup dengan kain hitam dan menggunakan tiga batang pohon kelapa sebagai tiang penyangganya. Setelah dilakukan upacara ritual dan sesuai dengan petunjuk wangsit tersebut, barulah arca tersebut bisa diangkat dan dipindahkan. (sumber: navigasi.net)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/Rg_sWTKLLzI/AAAAAAAAADA/JQbUanTVpXU/s1600-h/02.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5048513575149842226" style="margin: 0px auto 10px; display: block; cursor: pointer; text-align: center;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/Rg_sWTKLLzI/AAAAAAAAADA/JQbUanTVpXU/s400/02.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Atas petunjuk dari penjaga situs Dwarapala, kami melanjutkan perjalanan ke situs candi &lt;strong&gt;Sumberawan&lt;/strong&gt;. Stupa ini sering disebut “Candi Rawan” yang berasal dari Sumber + Irawan, karena putra Arjuna konon pernah mandi sore di tempat ini. Candi ini tidak bisa di jangkau dengan kendaraan, jadi kami harus memarkir kendaraan di sebuah warung milik warga dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sekitar 400 M. Pemandangan yang kami lalui sungguh menyegarkan mata. Selain hamparan padi yang luas dan hijau, beningnya mata air di sepanjang perjalanan kami benar2 menyejukkan. Banyak kegiatan masyarakat di sepanjang mata air itu termasuk mandi dan mencuci baju, namun airnya tetap jernih dan dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/Rg_rTTKLLyI/AAAAAAAAAC4/oD-6wEiZAKw/s1600-h/01.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5048512424098606882" style="margin: 0px auto 10px; display: block; cursor: pointer; text-align: center;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/Rg_rTTKLLyI/AAAAAAAAAC4/oD-6wEiZAKw/s400/01.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Note : Kita diharapkan mengisi buku tamu di setiap situs di kawasan ini, dan memberikan sumbangan sukarela demi pemeliharaannya.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;Puas bermain air, kami melanjutkan perjalanan menuju &lt;strong&gt;Kebun Raya Purwodadi.&lt;/strong&gt; Setelah membayar tiket masuk sebesar Rp 3.500,- / orang dan retribusi mobil, kami segera di persilakan menikmati hijaunya kebun ini dengan menggunakan mobil. Mobil bisa kami bawa sampai ke suatu tempat tertentu yang ingin kita gunakan sebagai tempat rekreasi. Suasana berawan dan angin semilir &lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5051101726332946290" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/RhkeQhpwB3I/AAAAAAAAACg/5ADlEJ957AQ/s320/7.jpg" border="0" /&gt;menemani kami disana. Pepohonan yang tinggi menjulang dan entah berusia brapa tahun menaungi jalanan beraspal yang kami lewati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/RhsKYwZ4e0I/AAAAAAAAAEo/wubuS0hRT1s/s1600-h/nyo-2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/RhsKYwZ4e0I/AAAAAAAAAEo/wubuS0hRT1s/s320/nyo-2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5051642827452742466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Jika kita tidak membawa minum ato snack sebagai camilan waktu piknik, jangan khawatir, begitu kita berhenti di suatu tempat, segeralah muncul (entah dari mana) ibu2 penjaja snack dan minuman (dingin).&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Note : Seperti wisata alam pada umumnya, nyamuk hutan juga banyak berkeliaran menikmati redupnya suasana pepohonan. Bawalah obat oles anti nyamuk&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_G6FD5VVqRjA/RhsKYwZ4e0I/AAAAAAAAAEo/wubuS0hRT1s/s1600-h/nyo-2.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;Sepulang dari Purwodadi, kami menyempatkan mengisi perut di warung penjual &lt;strong&gt;Lontong Kupang&lt;/strong&gt; di &lt;strong&gt;Tretes&lt;/strong&gt; (tepatnya diseberang Ayam Goreng Sri). Kenikmatan lontong kupang ini terletak pada baunya yang harum dan juga kupang yang segar. Apalagi kalau dimakan bersama bumbunya yang pedas. Bumbunya langsung diracik sesuai pesanan, terdiri dari bawang putih,gula pasir,gula merah, dan cabe merah. hummm.... di hari biasa kita masih bisa mendapatkannya di sore hari. Tapi kalau weekend, jangan berharap banyak deh. Warung ini buka sktr jam 11-12 setiap harinya. Dengan harga Rp 4.000,- per porsi kita bisa menikmati kupang yang dipadukan dengan &lt;em&gt;lento&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;lontong&lt;/em&gt; ini. (Mohon maaf tidak ada dokumentasi nya lagi, abis kalo dah kelaparan jadi lupa....hahahaha) Daripada penasaran,lebih baik dibuktikan sendiri deh.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12785854-7904568436405393663?l=www.petawisata.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.petawisata.net/feeds/7904568436405393663/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=12785854&amp;postID=7904568436405393663" title="6 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12785854/posts/default/7904568436405393663?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12785854/posts/default/7904568436405393663?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PetaWisata/~3/MusMddNa6iA/singosari-kebun-raya-purwodadi.html" title="Singosari &amp; Kebun Raya Purwodadi" /><author><name>Dolphinrider</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="00235211709257644711" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/RgzARKvr0jI/AAAAAAAAACI/IglCtAeJbdc/s72-c/2.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">6</thr:total><feedburner:origLink>http://www.petawisata.net/2007/03/singosari-kebun-raya-purwodadi.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUUMSX47fSp7ImA9WBFVEk0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-12785854.post-116943639793202595</id><published>2007-01-22T09:02:00.000+07:00</published><updated>2007-04-10T18:08:08.005+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2007-04-10T18:08:08.005+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jawa Timur" /><title>Bonbin Surabaya</title><content type="html">Kemarin Minggu nganggur-nganggur, trus nyoba kelilingan cari hiburan sekaligus nganter sensei yg mo hijrah ke Jakarta. Acaranya hunting foto-foto tempat yg khas di Surabaya buat kenang-kenangan, eehh... sekalian aja mampir ke Kebun Binatang Surabaya yang konon koleksi ragam faunanya paling lengkap seantero Indonesia Raya. Ini dia ulasannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebun Binatang Surabaya terletak di Jalan Wonokromo, tempat ini sekaligus menjadi paru-paru kota karena tempatnya yang masih rindang. Di hari libur pelataran di depan lokasi dijadikan area tempat parkir sepeda motor dengan harga Rp. 3000,- jauh lebih mahal dibanding parkir resmi pihak Bonbin yg hanya Rp.500,- (roda dua) dan Rp. 1000,-  (roda empat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/5058/706/1600/664796/BONBIN.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/5058/706/320/904601/BONBIN.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kebun Binatang Surabaya &amp; patung Monumen Sura dan Buaya (didepan lokasi)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk tiket masuk dipatok harga Rp. 8000,-, tidak mahal juga karena di dalam ada beraneka ragam jenis fauna. Kemaren sempet nyatet beberapa diantaranya Merak, Kakaktua (dilepas outdoor), Elang, Pelikan, Tapir, Cheetah, Kera, Onta, Zebra,  Beruang, Jerapah, Lama, Bison, Kuda Nil, Rusa tutul, Harimau, Bekantan, Kambing gunung, Orang utan, Kuda, Keledai, Owa, Anoa, Celeng, Kanguru. Di dalam Kebun Binatang ada tempat lagi dimana kita harus membayar tiket seharga Rp. 3000,- yakni tiket untuk masuk ke area Aquarium, disana disuguhkan aneka ragam Fauna air tawar dan air laut, namun tempat ini agak mengecewakan karena papan nama yang dipajang tidak sesuai dengan hewan yang pamerkan. Di area ini ada juga beragam Kura-kura, Iguana, Ular dan Penyu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/5058/706/1600/840331/BURUNG.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/5058/706/320/457854/BURUNG.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;gambar ragam koleksi Aves di Kebun Binatang Surabaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu-waktu tertentu, di KBS ini diadakan acara-acara hiburan, diantaranya :&lt;br /&gt;Tunggang Gajah setiap hari Pk. 10.00-13.00 kecuali Jumat, Kereta Onta Hari Sabtu &amp; Minggu Pk. 10.00-13.00, Tunggang Kuda Hari Sabtu &amp;amp; Minggu Pk 10.00-13.00, Aneka pertunjukan satwa hari Sabtu dan Minggu Pk. 10.00 - 13.00. Bisa juga kita melihat "waktu makan" binatang tertentu yang menarik yakni Buaya setiap Kamis jam 12.00 dan Komodo setiap tanggal 5 dan 20.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/5058/706/1600/412246/gajah-prau.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/5058/706/320/574449/gajah-prau.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;gambar susur sungai di area KBS &amp;amp; acara naik gajah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selamat berekreasi...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12785854-116943639793202595?l=www.petawisata.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.petawisata.net/feeds/116943639793202595/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=12785854&amp;postID=116943639793202595" title="2 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12785854/posts/default/116943639793202595?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12785854/posts/default/116943639793202595?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PetaWisata/~3/5GBlJzoYwqg/bonbin-surabaya.html" title="Bonbin Surabaya" /><author><name>sus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11283431258508341850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="09200696786298850970" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><feedburner:origLink>http://www.petawisata.net/2007/01/bonbin-surabaya.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkYNQXc4eyp7ImA9WxRaEEs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-12785854.post-116054112893840607</id><published>2006-10-11T10:27:00.015+07:00</published><updated>2008-12-12T14:49:50.933+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-12-12T14:49:50.933+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Thailand" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Phuket" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bangkok" /><title>Backpacking @ Phuket &amp; Bangkok, Thailand</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;Akirnya setelah satu tahun berselang.....free ticket dari Air Asia aku pake dari tanggal 24 - 29 Sept 2006. Namun karna keterbatasan koneksi ke internet ya baru skarang aku post ya. Hehe. So here's the story .....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;24 - 9 - 2006 ( Airport Day )&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kali ini I'm going alone, karena pada susah mau nyocokin jadwal ama teman2 (tahun lalu maksudnya ) ;p So, jam 10 p.m aku dianter ma Pei ke &lt;strong&gt;Juanda&lt;/strong&gt;, soalnya penerbangan ku di delay ampe jam 00.00. So, aku nunggu sekitar 1 jam di Juanda,stlh byr airport tax domestic (Rp 30.000,-) lalu terbang ke &lt;strong&gt;Cengkareng&lt;/strong&gt;. Sampe sana, nunggu lagi ama tiduran di airport +- 2 jam. Setelah check in n bayar fiskal (1 juta Rp....grrrrr) n bayar airport tax internasional (Rp 100.000,-) tunggu lagi 2 jam .....grokkk...grokkk.... akirnya brangkat ke Kuala Lumpur. Sampe KL masuk di terminal &lt;strong&gt;KLLCC,&lt;/strong&gt;terminalnya budget airlines. Tunggu lagi 2 jam, dengerin mp 3 ku n baca buku n makan McD. Akirnya brangkat ke &lt;strong&gt;Phuket&lt;/strong&gt;, fieuh.....dikit banget isi pesawatnya. Aku bisa bobo pake 3 kursi ....nyenyak deh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;25 - 9 - 2006 ( Phuket )&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Akirnya setelah sktr 2 jam perjalanan, aku tiba di Phuket. Di airport ini tersedia berbagai macam penawaran jasa travel untuk booking hotel/tour/car, dsb. Jangan tertipu dengan tulisan loket Pusat Infomasi Pariwisata Thailand Selatan karena ternyata ini juga hanyalah sama juga travel2 yang lain, malah lebih mahal lagi. Ada layanan minibus ke daerah &lt;strong&gt;Patong Beach&lt;/strong&gt; seharga THB 150. Jadi kita langsung di antar ke hotel/tempat tujuan kita di daerah Patong yang berjarak sktr 45 menit dari airport. Sebagai first timer di negara ini akirnya aku putuskan booking hotel dari airport ini. Ternyata di jalanan di dekat airport banyak travel yang menawarkan harga hotel lebih rendah. Wah... ya uda ikhlas deh :( pengalaman emang mahal.Hahaha... Ternyata di mudah sekali cari hotel di Patong Beach, karna sejauh mata memandang, bisa kita temukan hotel dari kelas melati ampe bintang 5.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Recomended Hotel : Aloha Villa @ Rat - U - Thit Road, Patong Beach&lt;br /&gt;The Nice Hotel - 205/14-15 Rat-U-Thit Rd, Patong Beach (THB 500)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Ini 2 hotel yang aku masuk bener2 liat roomnya. Ada TV, air panas, balkon, double bed,lemari es) O ya, harga di atas berlaku pas low season. Aloha letaknya lebih strategis, cuman 5 menit jalan kaki ke pantai. Yang Nice 10 menit lah. Tapi tak usah bingung masalah transportasi di Phuket bagi Anda yang biasa berkendara. Sepanjang mata memandang pula, bisa terlihat tulisan FOR RENT diatas spd motor or mobil dipinggir jalan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify" align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176040396192979170" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/R9T9UQYnmOI/AAAAAAAAAM4/JPSJLpKPAq4/s200/1.jpg" border="0" /&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sambil mencicipi bbrp makanan yang menggiurkan di pinggiran jalan di sktr hotel, aku juga survery harga sewa motor. Untunglah hujan gerimis tidak terlalu mengganggu kegiatan explorasiku. Malam menjelang, lampu lampu bertebaran di kiri kanan &lt;strong&gt;BANGLA ROAD. &lt;/strong&gt;Jalan itu ditutup untuk kendaraan dimalam hari, sebagai gantinya lautan manusia memenuhi jalan yang penuh dengan bar, diskotik, Kickboxing Gym, and segala macam toko. Pramusaji n ladyboys mempromosikan bar nya masing2 dalam bahasa Thai yang bersahut - sahutan. Alhasil Heineken pun laris kayak kacang goreng, itu kayak minuman kebangsaan disono kali ya. Yah disinilah pusat kehidupan malam di Phuket. Walau sarat dengan kehidupan malam, orang Thai sangat kental kehidupan beragamanya. Bahkan di depan bar - bar itu bisa ditemui tempat sembahyang yang sangat terawat. Tempat sembayang ini bisa ditemui hampir disemua sudut kota Phuket. &lt;/p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5175971938709247954" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/R9S_DgYnl9I/AAAAAAAAAKw/dnO6k5CE8H4/s200/2.jpg" border="0" /&gt; &lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5175975331733411810" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/R9TCJAYnl-I/AAAAAAAAAK4/kEDsq4DqQrE/s200/3.jpg" border="0" /&gt; &lt;p align="justify"&gt;Setelah puas berkeliling, capek mulai menghajarku, maklum dari kemarin blum tidur dengan benar. So, aku balik ke hotel n langsung menghilang dalam mimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;26 - 9 - 2006&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Setelah re-charge batere kakiku, pagi2 jam 8 aku sudah kluar hotel. Cuaca mendung masih sama kayak kemarin. Hum... tapi tak lama aku sudah tau pola hujan disana yang aneh banget. Kalo hujan nga perlu bingung, karena nga akan lama turunnya. Kita tidak akan pernah bisa menebak kapan ujannya datang, karna hujan bisa sangat deras tapi menit kemudian panas datang.Begitu pula kalo lagi panas, menit berikutnya tiba2 hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, akirnya aku memutuskan sewa sepeda motor di dekat hotel. Aku memilih tempat persewaan yang cukup terlihat bisa dipercaya (orangnya punya toko disitu) karena kita harus meninggalkan passport ke dia sebagai jaminan. Sebagai gantinya kita dapat surat tanda trima. Aku dapat harga THB 200 soalnya bensinya masih lumayan full. Kalo nga ada bensinya bisa dapet THB 150. Ada pilihan automatic n manual motor di sana, tapi ... aku kan nga pernah naik yang automatic, so ...ya aku pake yang biasa aja. Bapak yang menyewakan motor cukup baik, aku di bonusi ama dia dibawain jas hujan plastik gitu, jadi krasa aman deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbekal petunjuk arah dari resepsionis hotel n juga beberapa peta wisata Phuket, akhirnya aku menuju ke &lt;strong&gt;Karon Beach&lt;/strong&gt; dulu. Humm...udaranya dingin segar, sepanjang perjalanan kesana aku melalui tebing yang di kiri kanan nya pepohonan. Jadi inget lagu anak2, naik2 ke puncak gunung ....tinggi2 sekali ....hahaha.... Untung aku pake sweater deh. Papan petunjuk jalan di Phuket sangat tourist friendly, tidak perlu takut nyasar deh. Akirnya sekitar 15 menit aku sampe. Disana masih sepi, anginnya bener2 keras, ombak bergulung2. Santai n tenang,hanya terlihat beberapa orang berjalan di tepi pantai. &lt;/p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5175980992500308002" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" height="148" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/R9THSgYnmCI/AAAAAAAAALY/d54p6E05rZY/s200/4.jpg" width="164" border="0" /&gt; &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/R9TqKwYnmDI/AAAAAAAAALg/6eizRMp9qMM/s1600-h/5.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/R9TsygYnmGI/AAAAAAAAAL4/ekvkWVFjTmw/s1600-h/6.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176035869297449154" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/R9T5MwYnmMI/AAAAAAAAAMo/sohCfqcfQN0/s320/11.jpg" border="0" /&gt; &lt;p align="justify"&gt;Dari Karon pantai selanjutnya adalah &lt;strong&gt;Kata Beach&lt;/strong&gt;, tapi bolak balik aku cari tuh pantai nga ketemu yang ketemu malah pecahan kecilnya yaitu &lt;strong&gt;Small Kata (Kata Noi). &lt;/strong&gt;Tapi Small Kata ini sepertinya sudah tertutup untuk umum, yang boleh masuk hanya tamu hotel bintang 5 yang letaknya tepat di seberang pantai itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku lanjutkan perjalanan ke &lt;strong&gt;KATA View Point&lt;/strong&gt;, ini tempat ke dua tertinggi di Phuket Island. Dari View Point ini bisa kita saksikan Patong, Karon dan Kata Beach. Di atas, aku rada sulit bernafas, selain karena pemandangannya, juga karena angin yang seakan mau menerbangkan kita.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/R9TtsAYnmHI/AAAAAAAAAMA/IUQo5tmg3xE/s1600-h/7.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176023212028827762" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/R9TtsAYnmHI/AAAAAAAAAMA/IUQo5tmg3xE/s200/7.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Aku ingin berlama - lama di sana,tapi uda nga kuat kena anginnya jadi aku lanjutin perjalanan ke &lt;strong&gt;Promthep Cape.&lt;/strong&gt; Sempat di hajar hujan deras selama 1 menit waktu aku menyempatkan mampir di Unknown Beach (lupa namanya) yang cukup keren, tapi masih bisa aku lihat sisa2 tsunami disana.Sampai di tempat tertinggi di Phuket ini, hujan 1 menit datang lagi,lalu panas menyengat menggantikannya dimenit berikutnya.Benar2 menakjubkan, kita lihat Phuket di kanan kita, kita lihat Samudra lepas di depan kita. Dan yang namanya angin, benar2 uda seperti mengajak kita terbang. Pijakan kakiku sempat goyah diterpanya. Di sini kita juga bisa temui banyak toko souvenir dan restaurant. Tatkala dulunya tempat ini di pergunakan oleh para marinir untuk mengawasi lautan karena merupakan tempat tertinggi di Phuket. Namun skrg dipergunakan sebagai tempat wisata, tempat terbaik melihat sunset. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176029671659640994" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/R9TzkAYnmKI/AAAAAAAAAMY/RQlUKzBm6fo/s320/8.jpg" border="0" /&gt; &lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176026136901556370" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/R9TwWQYnmJI/AAAAAAAAAMQ/rodYbt8lPwQ/s200/9.jpg" border="0" /&gt; &lt;p align="justify"&gt;Turun dari Cape itu, perut ku berteriak2 minta diisi. Aku berhenti di jalan menuju &lt;strong&gt;Phuket Town&lt;/strong&gt;,di sebuah depot mie soup. Makanan Thai bener2 membuat lidah nga mau diam, mie kuah itu kaya akan rempah and sambal yang dihidangkan ada beberapa jenis yang nikmat banget pokoknya. slurpp.... Puas mengisi perut, lanjut aku ke Phuket Town. Kondisinya padat, n juga banyak debu karena sedang ada perbaikan jalan dimana2. Tak lama aku berputar-putar di kota itu, segera aku kembali meneruskan perjalanan ke arah utara, kulewati &lt;strong&gt;Kalim Beach&lt;/strong&gt; yang tidak terlalu indah namun cukup besar. Lalu kutemukan &lt;strong&gt;Laem Sing Beach&lt;/strong&gt; yang menurut buku panduan adalah pantai indah yang terpencil, namun pantai ini memerlukan sedikit tracking di jalan setapak yang menurun dan sedikit licin saat itu karena air hujan serta pengunjung di tarik biaya masuk serta biaya parkir kendaraan. Dengan berbagai pertimbangan akirnya aku memutuskan lanjut saja ke &lt;strong&gt;Surin Beach.&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176030762581334194" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/R9T0jgYnmLI/AAAAAAAAAMg/uY6EOClqdHs/s200/10.jpg" border="0" /&gt; &lt;p align="justify"&gt;Nah, pantai terakhir ini yang paling sesuai dengan seleraku. Dari pintu masuk terlihat sekali bekas2 tsunami masih mengotori beberapa tempat khususnya di bagian ujung2 pantai. Tapi bagian tengah nya sudah cukup bersih dan ada beberapa tempat makan seafood disana. Kesan dai Surin ini santai, dan tidak seperti Patong yang sudah komersial (Bahkan kursi pantainya di tarip seharga kalo nga salah 100 THB). Ada beberapa bule asik berjemur (tidak sampai 5 menit yang lalu hujan sudah datang), aku juga memutuskan menikmati dan istirahat di pantai ini sambil membaca buku setelah menyusuri pantai itu dari ujung ke ujung sambil berharap-harap cemas akankah kusaksikan sunset di Thailand ini? Ternyata jawabannya adalah tidak. Semakin sore,sang awan kelabu kembali datang,lalu tak lama dalam perjalanan pulang hujan datang cukup deras. Dengan menggunakan jas hujan yang kubawa aku melanjutkan perjalanan plg ke hotel yang memakan waktu sekitar 1 jam karena cukup susah mengemudi dlm hujan deras dan di jalan yang basah serta berkelok2 dan naik turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehabis mandi dan hujan uda pergi jam uda menunjukkan jam 5 sore , aku keluar dan memulangkan motor yang uda menemaniku satu hari ini. Dengan kelaparan, aku memasuki sebuah area seafood centre di depan hotel ku. Wah.... aku nga pernah wisata kuliner tapi di sini rasanya pingin makannnnnn trussss. Aku pesan Tom Yum Seafood &amp;amp; Kerang BBQ disertai sambal rempah yang rasanya waaaahhhh crita aja uda buat aku kepingin lagi nih. Alhasil aku keluar dengan kekenyangan hehehe... setelah jalan2 di Bangla dan Patong, aku membeli makanan seperti rujak pencit dengan ikan teri dan kacang serta banyak cabe yang banyak dijual di pinggiran jalan. Makanan di Phuket ini tidak mahal, berkisar antara 20-50 ribu tergantung apa yang kita pesan yang penting puas. So, bagi kalian yang suka makanan pedas jangan terlewat mampir di Thailand dijamin nga rugi deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;27-9-2006&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Waktu ku di Phuket tinggal setengah hari, kusempatkan diri mencoba mencicipi makanan di depot bernama Number 6 diseberang Aloha hotel yang selalu penuh dengan orang khususnya turis bule. Untuk mengobati penasaranku, aku sarapan disana. Dengan 100 THB aku mendapat 1 paket roti toast 2 helai, 1 kopi/teh, 1 es jeruk, 2 ptg sosis, dan 1 omelete. Kenyang banget deh, sayang tidak ada yang istimewa dengan menu yang ini, mgkn bukan menu pilihan ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku habiskan waktu untuk bersantai di Patong sampai di jemput minibus ke airport dengan harga 200 THB yang kupesan dari hotel.Untung bagiku, sepertinya karena hanya aku penumpangnya aku di oper naik semacam sedan taxi gitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku bertemu airport lagi, di airport yang ini Air Asia membagi check-in penumpang dengan bagasi dan yang tanpa bagasi so aku bisa langsung masuk tanpa antri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku sampai di airport Bangkok yang baru diresmikan berjalan hari ini pada pkl 20.00, dan &lt;strong&gt;Suvarnabhumi Airport&lt;/strong&gt; ini bener2 designnya modern punya deh!&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176164662481754354" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/R9VuVgYnmPI/AAAAAAAAANA/3-UTmp9Z-Ug/s320/12.jpg" border="0" /&gt; &lt;p align="justify"&gt;Aku di sambut hujan deras, setelah diberi informasi oleh orang2 yang sengaja di siapkan untuk membantu pengunjung (karena baru dan besarnya airport ini), maka aku tahu bahwa untuk mencapai public transport kita harus naik free shuttle bus menuju stationnya sejauh 20 menit. Lalu sesuai dengan petunjuk aku naik bus 551 yang seharusnya berhenti di Victory Monument, namun setelah hampir 2 jam perjalanan menuju tengah kota, bus itu malah menepi di halte di jalan yang cukup gelap dan sepi untuk ukuran tengah kota. Seorang backpacker lain dari Swedia ikut turun bersama ku, alhasil kami bingung karena menurut pendengaran kami pak kondektur bilang kami harus ganti bus nomor 70 tapi ternyata yang dimaksud adalah 17 yang pengucapannya dalam bahasa Inggris adalah mirip. &lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Teman perjalanan ku turun di &lt;strong&gt;Siam Square &lt;/strong&gt;daerah pusat perbelanjaan di Bangkok. Aku masih harus ganti bus no 15 untuk menuju daerah &lt;strong&gt;Kaosan Road&lt;/strong&gt; daerah pusatnya backpacker berkumpul. Gerimis menyertai ketibaan ku di sana, dengan perut kosong dan lumayan kedinginan aku langsung menuju &lt;strong&gt;Kaosan Palace Hotel&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;yang kudapat infonya melalui net. Hum... saking lamanya sampe lupa harganya..... kalo nga salah about THB 500. Hotel ini tidak mewah malah sangat susah mau dikatakan hotel, tapi memang kamarnya banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;28 - 9 - 2006&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kaosan Road&lt;/strong&gt;, juga dikenal sebagai surganya backpacker. Kalau mau membayangkan persis dah sama Legian-nya Bali. Jalan ini tidak dibuka untuk kendaraan di sore hari. Yang ada disana hanyalah lautan manusia yang menikmati suasana hidup di sepanjang jalan itu. Di kiri kanan jalan penuh dengan bar-bar dan cafe, moneychanger, toko segala macam souvenir, foot massage, bookstore, cd bajakan, dannnnn makanan....... &lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176168390513367298" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/R9VxugYnmQI/AAAAAAAAANI/PIXk5CaYjas/s200/IMG_3827.JPG" border="0" /&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pagi ini cerah, aku putuskan untuk berkeliling ke temple2 yang sangat terkenal keberadaannya di Bangkok. Sebelum membuat kaki ku bekerja keras hari ini aku menanyakan beberapa informasi ke resepsionis. Dan yang sangat di tekankan olehnya ... (yg jg telah di peringatkan oleh seorang ibu2 penjual kelapa bakar di Phuket) &lt;strong&gt;" DON'T TRUST THAI MAN"&lt;/strong&gt; Dengan menggunakan tuk2 yang menawarkan THB 10 untuk keliling 4 temple aku akhirnya mencoba kendaraan khas Thailand itu. Satu lagi yang harus diwaspadai di Bangkok ini &lt;strong&gt;"JANGAN BERURUSAN DENGAN JEWELRY JIKA ANDA BUKAN AHLI" &lt;/strong&gt;peringatan ini bahkan ada di box Tourist Information Centre. Ini dikarenakan banyak sekali penipuan berhubungan dengan perhiasan di kota besar ini apalagi terhadap single women traveller.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, aku keliling berbagai tempat yang di kenal sebagai icon Bangkok sampe kaki ku lecet. Tapi asik juga sih...hehe....matahari masih mau menyertai perjalananku. Ada &lt;strong&gt;Golden Temple&lt;/strong&gt; yang merupakan kuil tertinggi di Bangkok, sehingga kita bisa liat pemandangan kota Bangkok dari atapnya. &lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176176452166981922" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/R9V5DwYnmSI/AAAAAAAAANY/7hi_NmeYZzk/s200/IMG_3872.jpg" border="0" /&gt;Lalu ada &lt;strong&gt;Wat Po&lt;/strong&gt;, sebuah kuil tertua di Bangkok yang dulunya merupakan pusat belajar raja2 Thailand. Di dalam kuil ini ada patung Budha Tidur yang sangat terkenal berwarna kuning emas hehe ..pokonya panjang banget.&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176177251030898994" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/R9V5yQYnmTI/AAAAAAAAANg/C6NCzgPMKZk/s200/13.jpg" border="0" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176179145111476546" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/R9V7ggYnmUI/AAAAAAAAANo/O0Q3mom_a8o/s200/IMG_3890.JPG" border="0" /&gt; &lt;div align="justify"&gt;Oh iya ada &lt;em&gt;&lt;strong&gt;peringatan&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; lain buat temen2.Dalam perjalanan pulang ada taman besar banget dengan merpati memenuhi jalanan. Karena menarik aku berhenti sebentar menonton kumpulan besar merpati itu jalan2 di trotoar yang ramai dengan penjual es, orang duduk2 di kursi taman, dsb. Tak lama datang seorang cowok Thai yang lumayan lusuh menawarkan sebungkus kecil biji2an jagung ama beras mungkin buat kasih makan merpati2 itu. Aku bilang tidak dan mulai melanjutkan perjalanan, dia masih mengikutiku dan memaksa memberikan sampe jatuh2 segala tuh biji2an. Alhasil dia minta duit untuk jagung2 itu. Dengan nada marah aku bilang NO! lalu kukasih recehan yang ada disaku ku sambil trus berjalan. Untuk itu jangan terlalu tertarik dengan merpati2 itu ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam hari aku habiskan waktu menikmati Kaosan Road, keinginan hati sih mau lihat daerah &lt;strong&gt;Siam Square&lt;/strong&gt; yang terkenal tapi gerimis mengurungkan niatku. Aku mencicipi &lt;strong&gt;Pad Thai&lt;/strong&gt; (semacam kwetiau) dan sekali lagi aku jatuh cinta pada makanan Thai dengan acar cabe yagn gede2 n enak ini. Hummm .. lalu aku pesan minibus untuk ke airport di travel agent di Kaosan Road. Harga yagn ditawarkan macam2 tapi harga termurah yagn aku dapat adalah THB 120 dari Kaosan ke Suvarnabhumi Airport.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;29-09-2006&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimulailah lagi kencanku dengan Airasia. Jam 4 pagi aku sudah bangun karena aku dijemput jam 5. Setelah menanti hampir 2 jam di airport akhirnya gate check-in penerbangan Bangkok - Malaysia dibuka, segera setelah check-in bagasi (walaupun kecil tapi uda nga kuat bawa :p) aku bayar international airport tax sebesar THB 500. Airport ini bener2 keren deh dalamnya, keren abis dah! Di pesawat kembali aku punya temen baru, anak Bangkok namanya Amy, penerbangan kali ini nga terlalu terasa lama karena kami banyak ngobrol tentang berbagai hal.&lt;br /&gt;Sesampai di &lt;strong&gt;KLLCC&lt;/strong&gt; (airport khusus AirAsia) aku melanjutkan perjalanan ke Surabaya, nah ini deh udah penyakit yang namanya penumpang dari Malaysia ke Indo yang rata2 orang Indo ini nga tau yang namanya "antri" aduhhh uda gate check-in penerbangan jurusan ini slalu kayak pasar, main serobot! Jadi harus balapan di sini yang nga punya malu slalu lebih menang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukur akhirnya sore hari aku menginjak Surabaya dengan selamat, lalu mikir lagi ..... kemana ya next destination? hehehe......Australia? Doain aja ya... ;p &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12785854-116054112893840607?l=www.petawisata.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.petawisata.net/feeds/116054112893840607/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=12785854&amp;postID=116054112893840607" title="9 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12785854/posts/default/116054112893840607?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12785854/posts/default/116054112893840607?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PetaWisata/~3/UTBYaztQmPE/backpacking-phuket-bangkok-thailand.html" title="Backpacking @ Phuket &amp; Bangkok, Thailand" /><author><name>Dolphinrider</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="00235211709257644711" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_No-vlU3xbHM/R9T9UQYnmOI/AAAAAAAAAM4/JPSJLpKPAq4/s72-c/1.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">9</thr:total><feedburner:origLink>http://www.petawisata.net/2006/10/backpacking-phuket-bangkok-thailand.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CE4HQXkzcSp7ImA9WBFVEk0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-12785854.post-115269126645524192</id><published>2006-07-12T11:03:00.000+07:00</published><updated>2007-04-10T18:02:10.789+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2007-04-10T18:02:10.789+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bali" /><title>Back to Bali</title><content type="html">&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Udah beberapa minggu lalu balik dari Bali. &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kalo mandat dari pak modie g terngiang-ngiang terus di kepalaku..niscaya aku g posting cerita deh d blog ini :P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Berangkat 28 Juni 06 pk 18.00. Pake travel BMW. Setor duit 187 rb. Secara si travel itu pake bus..perjalanan berlangsung cukup nyaman (kalo tidak menghitung sandaran + kaki kursiku yang stuck...g bisa diubah posisinya). Dapat blanket, hot tea/coffee (waktu penyeberangan ke Gilimanuk), makan malam. Awal perjalanan disuguhi VCD karoke Broery Marantika &amp; Dewi Yul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari pertama jalan ke Nusa Dua, Uluwatu, Dreamland &amp;amp; menikmati sunset di kuta.&lt;br /&gt;2 hari pertama keliling pake motor pinjaman, cuma bayar bensin doank...lumayan buat ngirit.&lt;br /&gt;Nginap di rumah saudara di Pulau Moyo-Denpasar.&lt;br /&gt;Bali saat itu cukup sepi turis, baik domestik maupun turis luar, meskipun lagi high season musim liburan. Yang ramai cuma Kuta doank :P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantai Nusa Dua cukup sepi siang itu. Disediakan kursi &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;GRATIS&lt;/span&gt; untuk berjemur, tapi sebaliknya sewaktu Anda menginjakkan kaki di Dreamland. Tiket masuk bayar Rp 2000. Jika Anda ingin berteduh di kursi pantai yang nota bene 1 set dengan payungnya, akan dikenai harga Rp 30.000 yang mendadak akan diturunkan setengah harga kalo Anda menunjukkan tanda2 penolakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/6275/439/1600/uluwatu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6275/439/200/uluwatu.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dari Nusa Dua dilanjutkan ke &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Uluwatu&lt;/span&gt;. Sebelum memasuki daerah pura, pengunjung diwajibkan mengenakan ikat pinggang kain kuning yang sudah disediakan. Ada beberapa orang yang menawarkan jasa buat mengantar, tapi kita lebih memilih untuk jalan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Watch out with the monkeys. They can steal your stuffs. Lebih baik jangan mengenakan topi atau kacamata. Ada beberapa pengunjung yang lagi apes kena copet monyet nakal. Saatnya penjaja kacang beraksi. Membujuk si monyet dengan kacangnya (jangan2 mereka sekongkolan ya...???)&lt;br /&gt;Btw, monyet di sana besar2...jadi agak seram juga. Apalagi kalo melewati tempat yang sepi dan cuma ada monyet di kanan kiri...hiiih...hati-hati dengan kamera Anda juga. Selalu kenakan strap kamera di pergelangan tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penunjuk arah ke Dreamland kurang jelas sehingga pake acara nyasar2 dulu. Dari gerbang Griya Pecatu (yang ada patung besar), ambil jalan kiri (ke kanan masuk perumahan). Dari sana lurus aja terus, tapi lagi2 papan petunjuk ga jelas sama sekali sehingga nyasar lagi ke arah pantai Balangan. Proyek di Dreamland belum selesai, sehingga jalan2 juga masih banyak yang berbatu-batu. Kalo ke sana lebih baik pake mobil aja, kalo pake motor mesti sedia bantalan buat pantat :P Tourists love to surf there.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/6275/439/1600/kuta.0.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6275/439/200/kuta.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;2 hari menikmati sunset di Kuta. Ternyata ada bulan2 tertentu untuk mendapat sunrise &amp; sunset yang bagus (sayang infonya kurang jelas bulan apa saja). Bagus dalam arti sinarnya ngga pecah..mataharinya kelihatan 'bundar'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunrise di Bali sekitar dimulai pk. o6.30 WITA bisa dilihat dari pantai Sanur atau pantai Serangan (not so good sunrise-bring ur jacket)...padahal udah bela2in bangun pagi jam 5...soalnya di Surabaya kan jam 5an dah mulai terang. Sebaliknya, jam 5-5.30 an malah masih gelap gulita seperti malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bali Bird Park&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;www.bali-bird-park.com&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Ke arah Gianyar, di daerah Batubulan.&lt;br /&gt;Di Bali Bird Park ini bisa ditemui koleksi burung2 yang tersebar di Indonesia, Africa &amp; Amerika Selatan. Di depan Bird Park bisa memasuki area Taman Reptil.&lt;br /&gt;Tiket masuk: Rp 58xxx (60 rb)/person&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/6275/439/1600/bird%20park.0.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6275/439/200/bird%20park.0.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;What can u do?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Fed the birds @ Guyu-Guyu Corner. Aku dikasi mangkok yang isinya makanan burung...eh...tau2 ada yang hinggap sendiri...ada yang iseng mangkal di kepalaku lagi :D&lt;br /&gt;- Interactive Feeding Times. Ikutan kasi makan burung2 itu. Ada jadwal tertentu.&lt;br /&gt;- Bird Nursery&lt;br /&gt;- Meet the Bird Stars&lt;br /&gt;- and so on ...and so on...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampe sana udah sore, sekitar jam 3 WITA. Jadi cuma foto sana sini as usually n kasi makan di Guyu-Guyu. Jam 5 udah tutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bedugul, Lovina Beach n Dolphins&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Wiken diajak Om-ku ke Bedugul &amp; Pantai Lovina.&lt;br /&gt;Dari arah Denpasar- Bedugul kalo ada papan penunjuk jalan yang gede ke arah Bedugul di daerah kelokan (mengarah ke kanan), jangan lewat sana, tapi terus aja. Kalo mengikuti papan itu, mau ke pura yang di tengah harus nyewa perahu. +/- Rp 30rb. Kalo gak mau bayar lewat jalan darat saja. Jadi tidak perlu belok kanan mengikuti arah papan, tapi lurus...sampai ketemu tempat parkiran pertama (daerah makanan), terus lagi sedikit (tidak ada makanan).&lt;br /&gt;Di situ bisa menikmati kebun bunga &amp;amp; tenangnya danau Beratan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;PS: bawa jaket/topi karena dingin &amp; sering gerimis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Bedugul menuju Singaraja.&lt;br /&gt;Menginap di Putri Sari Hotel. Rp 110rb/kamar.&lt;br /&gt;Termasuk mahal mengingat kondisi kamar.&lt;br /&gt;Teras gelap (depan kamarku lampunya g ada. Hebat)&lt;br /&gt;Kamar cukup bersih, dilengkapi TV, AC, intercom, tapi sprei + selimut sudah pudar.&lt;br /&gt;Kamar mandi cukup bersih, tapi juga tidak bersih2 amat.&lt;br /&gt;Air dari kran wastafel bau besi :(&lt;br /&gt;Lebih aman mandi pake shower.&lt;br /&gt;Air minum yang disediakan hotel juga berasa aneh.&lt;br /&gt;Kamar menghadap sepetak kecil sawah orang, dengan seekor sapi yang kerjanya cuma muter2 sambil memamah biak.&lt;br /&gt;Ada swiming pool (air hangat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangun pagi 5.20 WITA.&lt;br /&gt;Berangkat ke pantai Lovina sekitar 06.00 WITA.&lt;br /&gt;Om Benny sudah janjian sama tukang perahu langganannya dulu waktu masih jadi guide, Pak Mangku. Sewa perahu sekitar Rp 200 rb (termasuk snorkle tools, tanpa fin).&lt;br /&gt;Seperti biasa...06.30 di ufuk timur  mulai ada semburat merah.&lt;br /&gt;Setelah matahari cukup tinggi, ternyata banyak perahu juga di sana yang seperti qta, hunting dolphin. Beberapa kali lumba2 kelihatan dari kejauhan, sayang terlalu jauh &amp;amp; terlalu cepat mereka menghilang.&lt;br /&gt;Untung pak Mangku cukup sabar &amp; ulet.&lt;br /&gt;Lama juga qt putar2 &amp;amp; nunggu sampe bosan, tapi dolphin tak kunjung menampakkan hidung lucunya :(&lt;br /&gt;Sampai akhirnya, perahu qta bertemu dgn serombongan dolphin, cukup dekat!&lt;br /&gt;HUAAH....senangnya!!&lt;br /&gt;Beautiful creatures! How amazing!&lt;br /&gt;Melihat dolphin dgn mata kepala sendiri di habitat aslinya...wow!!&lt;br /&gt;Sempat kurekam, meskipun dari beberapa kali rekaman ga seberapa bagus, but not bad lah :P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berpisah dgn makhluk2 lucu itu, perahu menepi.&lt;br /&gt;Saatnya snorkling.&lt;br /&gt;Ada trik untuk 'memanggil' ikan2. Pake roti tawar.&lt;br /&gt;Jadi sekalian kasi makan mereka.&lt;br /&gt;Ngga seberapa bagus &amp; banyak macemnya sih. Much much better snorkling di Pulau Menjangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abis check out diajak mancing di Kolam Pancing Daluman.&lt;br /&gt;Pake umpan ulat. Gemuk2...huhuhu...&lt;br /&gt;Belajar mancing. Baru masukin umpan, eh..kok udah dimakan.&lt;br /&gt;Pengunjung lain lama loh dapetnya...huhuhu...jadi seneng juga neeh&lt;br /&gt;Dapet gurami 7 &amp;amp; lele 6...hehehehe...&lt;br /&gt;Hasil pancinganku sendiri gurami 3-4, lele 2.&lt;br /&gt;Gurami Rp 23rb/kg, lele Rp 11-12 rb/kg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wisata Kuliner&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Malamnya janjian sama temanku makan 'the famous' sate babi yang dielu2kan beberapa teman di sini. Sampe penasaran pengen nyoba belum kesampean.&lt;br /&gt;Akhirnya malam itu hunting sate babi di jl. WR Supratman Denpasar tercapai.&lt;br /&gt;Untung buka sampe malam.&lt;br /&gt;Ternyata satenya aneh. Ngga cocok sama lidahku.&lt;br /&gt;Bumbunya kental kayak pake kanji gitu (jadi inget bumbu lumpia semarang). Rasanya kayak taoco....hueeehhh???!!&lt;br /&gt;Kutambah kecap, sapa tau lebih enak, tapi hasilnya sama aja...malah jadi lebih aneh...hehehe.&lt;br /&gt;Waktu itu satenya juga cepat dingin sih. Sayang.&lt;br /&gt;Kami bertukar cerita, ditemani dengan tingkah polah dari tikus2 Bali yang menunaikan 'sidak'nya :( jadi jangan kaget kalo melihat sekelebat sosok hitam mereka lari2 di depot itu...hiii....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besok malamnya janjian lagi sama temanku itu buat mengunjungi teman kami lainnya.&lt;br /&gt;Dengan tampang tak berdosa temanku itu nawarin &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DIVING&lt;/span&gt; di &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PULAU MENJANGAN&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;What?!?&lt;br /&gt;Ikutan dia &amp; keluarga Omnya, yang udah ada kenalan sama kelompok diving apa gitu (lupa). Kan lumayan....&lt;br /&gt;Kalo aku setuju paling ngga pulangnya mesti minggu.&lt;br /&gt;So tempting...tapi sayang banget aku udah beli tiket pulang buat lusa (Trigana Air Rp 281 rb. The cheapest price) &amp;amp; hari minggu dah ada janji. Jadi BATAL deh :((&lt;br /&gt;I hope my chance will come next time.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eniwei, abis dari kos teman, kami makan di &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Restoran Samudra&lt;/span&gt;, Denpasar.&lt;br /&gt;Aku pengen nyoba Kepiting Telor yang dimakan pake roti.&lt;br /&gt;Di sana gak salah namanya Kepiting saus cabe (well, sort of that).&lt;br /&gt;12 rb/kg.&lt;br /&gt;Jadi si kepiting (milih dulu yang ada telornya) disajikan pake saos (kental2 kayak saos fuyunghai), telornya dicampur di saos itu. Nah, ntar saosnya dioleskan di roti.&lt;br /&gt;Nyammmmm....uenaaaaaaaak tenan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari terakhir, Rabu...aku ikut temanku tadi ke Ubud.&lt;br /&gt;Dia ngurusin kerjaan sebentar, terus qta makan salah 1 makanan wajib kalo ke Ubud : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Babi Guling Oka. &lt;/span&gt;15 rb/porsi tapi benar2 sebanding dengan rasanya.&lt;br /&gt;Gurih, renyah...enyak..enyak...enyaaaaak........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS: Recommended babi guling lain: BG. Bakas (biasanya buat oleh2 sama ce2ku) &amp; BG. Rahayu di Nusa Dua (waktu cari tempat ini di-guide sama sopir taxi...hehehe. Dia kebetulan searah. Untunglah). 1 lagi di Sesetan (belum nyoba, tapi menurut orang2 enak).&lt;br /&gt;IMHO, babi guling Oka is da best!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cepat2 balik Dps.&lt;br /&gt;Flight jam 16.55 WITA, tapi sempat delay setengah jam. Untung dah sedia perlengkapan buat pengisi waktu. Buku, Zen, sms n got some calls :P&lt;br /&gt;Trigana Air melayani rute penerbangan ke arah Indonesia Timur.&lt;br /&gt;Tapi masih lebih mending daripada Air Asia.&lt;br /&gt;Di sini masih dikasi minum, kue &amp;amp; roti.&lt;br /&gt;Sampe surabaya rasanya agak aneh.&lt;br /&gt;Back back to people I love,  friends and reality.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Holiday is already end, dude ^o^&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12785854-115269126645524192?l=www.petawisata.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.petawisata.net/feeds/115269126645524192/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=12785854&amp;postID=115269126645524192" title="3 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12785854/posts/default/115269126645524192?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12785854/posts/default/115269126645524192?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PetaWisata/~3/DrjjrrnSOxE/back-to-bali.html" title="Back to Bali" /><author><name>petite smurf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="17041199680760024804" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total><feedburner:origLink>http://www.petawisata.net/2006/07/back-to-bali.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkICR3kyfyp7ImA9WxZXF0Q.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-12785854.post-113825627146954856</id><published>2006-01-26T13:04:00.001+07:00</published><updated>2008-03-06T16:09:26.797+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-03-06T16:09:26.797+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Malaysia" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Singapore" /><title>Singapore - Malaysia</title><content type="html">&lt;strong&gt;Warning !!! Say NO to High Heel.&lt;br /&gt;Demi keselamatan kaki Anda,carilah sepatu/sandal yang nyaman. Sport shoes is the best.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/1600/IMG_2753.jpg"&gt;&lt;img style="CURSOR: pointer" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/200/IMG_2753.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Singapore Culture Shock : &lt;/span&gt;Jangan heran kalau rata2 80% muda-mudi Singapore memakai sumbat telinga(baca:earphone). Mereka tidak terlalu suka dengan basa-basi alias cuek.&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/1600/IMG_2757.jpg"&gt;&lt;img style="CURSOR: pointer" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/200/IMG_2757.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;16 - 1 - 2006 (SUB - JKT)&lt;/strong&gt; &lt;div align="justify"&gt;Malam semakin larut,tapi bagi ke 5 cewek yang sedang berkemas ini bukanlah saatnya berangkat ke alam mimpi. Petualangan sedang menanti kami di depan mata. Jadi malam itu kami (Ve,Lus,May,Cep,Ter) segera berangkat menuju Jakarta dengan menggunakan &lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Air Asia&lt;/span&gt;. Tiketnya cuman 100ribu-an.Murah abis deh,emang terbukti "now everyone can fly" nya Air Asia. Setelah membayar airport tax sebesar Rp 25.000,-/person kami segera berangkat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di Juanda kami mendapat berita buruk, Florence pemilik apartment di Lucky Plaza,Singapore yang akan kami tinggali tiba-tiba memberikan kamar kami ke orang lain padahal DP sudah ditransfer ke dia.Ada ada saja! Langsung dengan meminta bantuan teman untuk online kami mencari no telp Summer Tavern yg memang ada di list pilihan kami.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hujan rintik menyambut kami di Jakarta,lalu terdengar teriakan "Gambir...Gambir...terakhir Gambir". Ternyata itu suara bapak kondektur bus Damri yang telah menanti tepat di pintu kedatangan. Jam sudah menunjukkan tengah malam,kami putuskan untuk segera naik bus itu menuju ke daerah tengah kota JakPus. Tak lama,bang kondektur berkeliling mengumpulkan duit kami, Rp 15.000,- /orang. Kami melanjutkan perjalanan sedikit lagi menuju rumah saudara Ve (tempat kami bermalam) dengan menggunakan Taxi yang telah menanti di pemberhentian bus di Gambir.&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 175px; HEIGHT: 125px; TEXT-ALIGN: center" height="159" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/320/IMG_2392.jpg" width="214" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;17 - 1 - 2006 (JKT - BTM - SIN)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Udara yang sejuk dan hujan gerimis memanjakan kami,tapi waktu tidaklah punya kompromi. Kami segera berkemas dan mempersiapkan diri lalu menuju Gambir dengan menggunakan taxi. Kami membalik rute kemarin malam. Bandara &lt;strong&gt;Soekarno-Hatta&lt;/strong&gt; cukup padat siang itu, kami menuju &lt;strong&gt;Batam&lt;/strong&gt; dengan Air Asia lagi,tiketnya juga sama 100ribu++.Airport tax di Jakarta Rp 35.000,- .Batam kota yang cukup menarik,kecil tapi pesat perkembangannya. Kita bisa menggunakan jasa taxi dari Bandara Hang Nadim menuju Batam Centre dimana kita akan menyeberang ke pelabuhan &lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Harbourfront,Singapore&lt;/span&gt;. Biaya taxi sudah dipatok sebesar Rp 70.000,- untuk perjalanan 15-20 menit itu. Di &lt;strong&gt;Batam Centre&lt;/strong&gt; kita bisa memilih beberapa perusahaan penyedia ferry dengan jam yang bervariasi. Kami memakai jasa &lt;strong&gt;Wavemaster&lt;/strong&gt; dengan harga SGD 18/orang (incl.adm and insurance). Di loket Wavemaster kami juga menerima Immigration Card lalu membayar fiskal sebesar Rp 500.000,- di loket pembayaran fiskal.&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Dari kejauhan terlihat kelap kelip lampu yang semakin mendekat,ombak yang lumayan besar menyambut kedatangan kami. Dan....tibalah kami di &lt;strong&gt;Harbourfront Seaport&lt;/strong&gt;! Hello Singapore... &lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; TEXT-ALIGN: center" height="132" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/200/IMG_2428.jpg" width="183" border="0" /&gt;Kami langsung menuju ke MRT Station dan membeli &lt;strong&gt;EZ Link Card&lt;/strong&gt; seharga SGD 15 yang bisa kita gunakan untuk naik MRT ataupun bus. Jika habis tinggal di isi ulang lagi lewat mesin yang tersedia di semua MRT station.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/1600/IMG_2867.jpg"&gt;&lt;img style="CURSOR: pointer" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/200/IMG_2867.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/1600/IMG_2058.jpg"&gt;&lt;img alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/200/IMG_2058.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mudah sekali! Kami langsung menuju ke Clarke Quay dan mencari &lt;strong&gt;Summer Tavern Hostel. &lt;/strong&gt;Disana kami langsung disambut oleh Kahlil(sang pemilik) dan Bob(yang baru diketahui namanya blakangan) yang menyediakan ice lemon untuk kami semua sebagai welcome drink. Kami diharuskan mengisi form tamu masing2 dan langsung di antar ke kamar dorm yang bisa diisi sekitar 20 orang. SGD 23/person incl.breakfast menjadi pilihan yang lumayan murah bagi kami.&lt;/div&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/1600/IMG_2435.jpg"&gt;&lt;img alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/200/IMG_2435.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mandi membantu kami menghilangkan kepenatan, lalu perut kami juga berteriak minta makan mengingat jam sudah menunjukkan hampir tengah malam. Hanya di ujung jalan,sudah bisa kami temui beberapa depot penjual makanan dan bar/ pub.&lt;/div&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/1600/IMG_2436.jpg"&gt;&lt;img alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/200/IMG_2436.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;18 – 1 – 2006 (Sentosa Island)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Mata kami masih tak kunjung mau bekerjasama, tapi lalu aku ingat hey.. kita di Singapore! Bukan untuk tidur gitu loh! Jadi aku bangunkan yang lain lalu turun untuk breakfast di Living Room nya &lt;strong&gt;Summer Tavern&lt;/strong&gt;. Baru kucermati lagi detil ruangan yang juga sekaligus Lobby ini. Ada 3 komputer berfasilitas internet di pojok ruangan yang bisa digunakan para tamu dari jam 6 a.m. s/d 12 p.m.(free) lalu beberapa sofa tempat para tamu bersantai atau bersosialisasi serta breakfast. Suasananya homely dan hangat banget, di meja bar (tapi tidak menjual liquor) ada kaleng berisi uang receh,dalam hati aku berpikir apa itu uang denda ya? Setelah kuperhatikan lagi ternyata itu koin2 dari berbagai tamu dari berbagai negara.Di dinding backgroundnya ada kayu berbentuk X yang ditempeli uang kertas dari berbagai negara juga.(Terlihat ada Rp 1000,- nya Indo)Di pojok ruangan mungil itu ada rak buku dengan banyak buku referensi travelling. Banyak backpacker berkeliaran di hostel ini.&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/1600/IMG_2448.jpg"&gt;&lt;img alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/200/IMG_2448.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/1600/IMG_2171.jpg"&gt;&lt;img style="CURSOR: pointer" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/200/IMG_2171.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/1600/IMG_2447.jpg"&gt;&lt;img alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/200/IMG_2447.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Setelah breakfast ala western (roti,coffee,tea,orange juice) kami siap berangkat ke &lt;strong&gt;Sentosa Island&lt;/strong&gt;. Kami berjalan ke MRT station terdekat &lt;strong&gt;Clarke Quay&lt;/strong&gt; lalu menuju ke &lt;strong&gt;HarbourFront&lt;/strong&gt;. Sesampai di sana tinggal mengikuti penunjuk jalan menuju Sentosa Bus Station. Dari kejauhan sangat mudah dikenali warnanya yang kuning terang. Berbeda dengan angkutan umum di tanah air, bus ini mempunyai jadwal sendiri dan tidak menunggu penuh baru berangkat. Bus itu langsung menghantar kami ke loket masuk Sentosa Island. Disana tiap orang membayar 2 SGD untuk tiket masuk 1 SGD untuk bus nya. Setelah mengambil brosur pusaka berisi rute free bus di dalam sentosa, kami langsung memulai petualangan kami. Ada 4 rute bus yang dibedakan dengan warna line dan 2 rute beach train.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan yellow line kami sampai di &lt;strong&gt;Dolphin Lagoon&lt;/strong&gt; tapi ternyata baru buka jam 10a.m.,tiba tiba ada kendaraan seperti kereta di pasar malam itu lewat kami segera melompat naik aja berkeliling sebentar dan turun di &lt;strong&gt;Pahlawan Beach&lt;/strong&gt;. Tidak seperti pantai2 pada umumnya, pantai di sini seperti sudah ditata letaknya (So Singapore banget ..) Ombak juga tidak besar,pantainya putih bersih.&lt;/div&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/1600/IMG_2001.jpg"&gt;&lt;img alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/200/IMG_2001.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Next, kami masuk ke &lt;strong&gt;Underwater World&lt;/strong&gt;. Yang menarik,ada dinosaurus kecil (serius nih) entah apa namanya tapi lucu banget ama naga laut (keren kayak di dongeng). Berkeliling Sentosa membuat kami lapar,maka kami menuju daerah &lt;strong&gt;Ferry Terminal&lt;/strong&gt; dan makan Burger King. Dengan adanya jembatan penghubung Singapore – Sentosa Island, maka terminal Ferry ini sudah tidak diaktifkan. Sambil makan, kita tidak akan ditungguin kucing (spt kalo di Indo) melainkan burung hitam(entah apa namanya) dan Perkutut dan juga tak ketinggalan Merak. FYI aja, mereka makan kentang goreng loh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu persatu attractions kami masuki, asik banget kayak di satu pulau penuh tempat wisata. Terakhir sebagai acara penutup, setelah melihat atraksi pink Dolphin kami segera cepat2 menuju tempat atraksi &lt;strong&gt;Magical Fountain&lt;/strong&gt; (permainan air dengan laser). Kami dengan setia menunggu acara yang akan dimulai masih 1 ½ jam lagi. Kami dapat tempat tepat di tengah,pokoknya strategis banget yang diperebutkan ratusan orang disana.Itu yang menyebabkan kami sedikit kecewa ketika acara dimulai jam 7.40 dan hujan deras datang 10 menit kemudian (ditengah show) (_ _o) kami cukup lama bertahan jadi lumayan basah juga.Lalu ketika show selesai hujan pun reda.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tips : Sedia payung sebelum hujan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/1600/IMG_2599.jpg"&gt;&lt;img alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/200/IMG_2599.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kami pulang dari Sentosa Island menuju Harbourfront menggunakan Cable Car. Dari atas bisa terlihat pemandangan kelap kelip lampu Singapore. Keren deh!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Capek? Tapi itu nga menyurutkan semangat ku untuk menikmati pemandangan malam di &lt;strong&gt;Singapore River&lt;/strong&gt; (5 menit dari Summer Tavern). Setelah mengisi perut (Summer Tavern juga dekat dengan lokasi pusat makanan dan hiburan malam) teman2 kembali ke hostel, aku mulai mengambil beberapa foto dan kemudian menyempatkan diri duduk di pinggiran Singapore River. Udaranya bersih dan sejuk, terlihat beberapa orang lain juga duduk menikmati udara malam ini. Sayup2 terdengar musik dari tempat makan2 di seberang. Suara semilir musik Jazz dari pub didekat sana. Dan sesekali musik rancak dari becak dan perahu yang lewat. Perahu itu membawa turis2 yang ingin berkeliling lewat air melihat pemandangan gedung2 pencakar langit yang menjulang di depan ku. Romantis ya? ^.^ Tak terasa sudah tengah malam! Pulang dah...&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/1600/IMG_2640.jpg"&gt;&lt;img style="CURSOR: pointer" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/320/IMG_2640.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/1600/IMG_2634.0.jpg"&gt;&lt;img style="CURSOR: pointer" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/320/IMG_2634.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;19 – 1 – 2006 (Orchard)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Pagi – pagi kaki kami seperti di tambahi beban beberapa kilo barbel. Tapi rugi banget di Singapore kalo bobok mulu. Air hangat membantu melepaskan kepenatan jasmani kami. Hari ini aku berpencar dengan rombongan yang lain, aku harus ke National University Hospital untuk menjenguk suami teman baikku yg kurang beruntung terkena Kanker darah (Get well soon ya). Sehabis bertemu dan mengunjungi gereja di &lt;strong&gt;Novena&lt;/strong&gt;, aku menyusul temen2 yang lain di daerah Orchard untuk rally di toko buku. Ada &lt;strong&gt;T.B. Kinokuniya&lt;/strong&gt; di &lt;strong&gt;Takashimaya Mall&lt;/strong&gt;, trus lanjut ke &lt;strong&gt;Border Book Shop&lt;/strong&gt;, dan tak ketinggalan tempat wajib buat ku, &lt;strong&gt;Sunny Book Shop&lt;/strong&gt; di &lt;strong&gt;Far East Shopping Centre lt. 3.&lt;/strong&gt; Sunny menjual buku2 (kebanyakan novel and komik) second. Temen2 sempat berpencar ke &lt;strong&gt;Toys R Us&lt;/strong&gt; (pusat penjualan mainan, boneka,dsb yang cukup besar). Kalau mau membuktikan kekuatan kaki,bisa dicoba menyusur semua pertokoan di Orchard ^.^.Malam menjelang, kami kembali ke SumTavrn untuk meletakkan belanjaan kami. Teman2 sudah tidak punya tenaga untuk mengangkat kaki mereka lagi bahkan rasa lapar pun terkalahkan. Setelah sang hujan yang berkunjung sebentar pergi, aku keluar sebentar untuk mencari pengganjal perut. Kembali aku duduk di tempat favoritku di Singapore River untuk makan sesaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;20 – 1 – 2006&lt;br /&gt;Destination : Little India, Snow City, Merlion Park,Esplanade,Suntey Fountain, Chinatown&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Katanya kaki uda mau putus tapi kok tujuannya semakin banyak ya? Hahaha....kapan lagi..So, setelah perjuangan berat untuk bangun maka kami segera melangkahkan kaki ke &lt;strong&gt;Little India&lt;/strong&gt;. Pasar tradisional menyambut kami dengan baunya yang khas, penjual untaian bunga berjajar di tepi jalan, toko kelontong juga tak kalah banyak. Tapi semuanya tetap bersih. Tak lama kemudian setelah mampir ke toko 3 for $10 kami sampai di &lt;strong&gt;Sri Veeramakaliamman Temple&lt;/strong&gt; (templenya orang hindu) yg konon katanya di bangun untuk menghormati Kali the Goddess of Power. Kita bisa mengunjungi kuil yang termasuk kuil tua ini selama tidak diantara jam 12.30pm – 4 pm. Sesampai di sana kami melepas sepatu kami untuk menghormati tempat suci ini dan jangan memakai baju yang terbuka/celana pendek jika tidak mau kena tegur. Tak disangka ternyata sedang ada upacara pernikahan, jadi kami bisa sekaligus menyaksikan upacara pernikahan orang India. Mereka cukup ramah bahkan memberikan beberapa kesempatan pada kami sebagai turis untuk mengambil gambar kedua mempelai.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/1600/IMG_2682.jpg"&gt;&lt;img style="CURSOR: pointer" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/200/IMG_2682.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/1600/IMG_2676.jpg"&gt;&lt;img style="CURSOR: pointer" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/200/IMG_2676.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/1600/IMG_2672.jpg"&gt;&lt;img style="CURSOR: pointer" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/200/IMG_2672.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berikutnya kami berjalan menuju &lt;strong&gt;Mustafa Centre&lt;/strong&gt; (pusat perbelanjaan yang buka 24 jam di Little India). Kalau tidak pny banyak waktu pergi saja ke sini karena semua bisa di dapat disini, dari alat mandi, makanan,tas,elektronik,jam tangan,komputer,alat olahraga,obat2an .....uhmmm capek nyebutnya...pokoknya semua deh ada di sini ^.^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak mau membuang waktu kami segera menuju &lt;strong&gt;Jurong&lt;/strong&gt;. Setelah mengisi perut sejenak, kami melanjutkan perjuangan kaki kami menuju &lt;strong&gt;Singapore Science Centre, Omnimax dan Snow City.&lt;/strong&gt; Banyak hal unik bisa kita temui di toko souvenir di SSC, barang2 yg tidak umum seperti makanan astronout,batu luar angkasa, fosil2, kristal, dsb. Bagi yang suka dengan perbintangan, toko souvenir di omnimax theatre juga tidak kalah asyiknya. Tak lama kami masuk ke Snow City. Tak seperti yang telah kubayangkan, ternyata tempat ini tidak terlalu recommended. Selain kecil, saljunya juga tidaklah putih melainkan coklat, banyak lobang di lintasan seluncur (persis aspal di jalanan Indo).Kami membayar SGD 12 (1 jam) termasuk pinjaman jaket n boot.Untuk sarung tangan tambah lagi SGD 1.5. Pinjam loker?Kita harus masukin koin SGD 1.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/1600/IMG_2729.0.jpg"&gt;&lt;img style="CURSOR: pointer" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/200/IMG_2729.0.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Setelah lumayan membeku dalam suhu 2 – 3 derajat Celcius, kembali kami berjalan melintasi Singapore menuju Merlion Park. Di sana kami mengistirahatkan kaki sejenak sambil menunggu gelapnya langit sehingga kami memperoleh 2 pemandangan disaat terang dan gelap. ^.^&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/1600/IMG_2770.jpg"&gt;&lt;img style="CURSOR: pointer" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/320/IMG_2770.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;span style="TEXT-DECORATION: underline"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/1600/IMG_2794.jpg"&gt;&lt;img style="CURSOR: pointer" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/320/IMG_2794.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/1600/IMG_2793.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Kami melanjutkan perjalanan melewati Esplanade menuju &lt;strong&gt;Fountain of Wealth&lt;/strong&gt; di&lt;strong&gt; Suntec City&lt;/strong&gt;. Konon katanya kalau kita menyentuh airnya kita akan ketularan rejeki.(Amin....). Pada tahun 1998 fountain ini masuk Guinness Book Of Record sebagai fountain paling besar sedunia.Setiap jam 8-10 p.m. ada permainan laser di tengah2 fountain itu,kami datang tepat ketika pertunjukan dimulai.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/1600/IMG_2806.jpg"&gt;&lt;img style="CURSOR: pointer" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/200/IMG_2806.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Dari Suntec, rombongan terpisah lagi. Aku dan Cep ke &lt;strong&gt;Chinatown&lt;/strong&gt;. Yang lain kembali ke hostel. Di Chinatown, lautan manusia menyambut kami. Maklumlah sudah kurang seminggu menjelang tahun baru Imlek. Begitu banyak orang disana menutup jalanan, suara teriakan penjual yang bersahut – sahutan, lagu – lagu imlek, suara tambur barongsay, warna merah dimana – mana, seperti itulah suasana di Chinatown...padat.&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/1600/IMG_2814.jpg"&gt;&lt;img style="CURSOR: pointer" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/200/IMG_2814.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Sepulang dari Chinatown ternyata teman2 juga belum makan,akhirnya kami kembali mengisi perut di tempat makan dekat SmrTav langganan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;21 – 1 -2006 (City Hall - Malaysia)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;The last day ... tak ada tujuan. Temen2 hari ini memutuskan untuk bangun lebih siang. Tapi kaki ku sudah berteriak – teriak minta jalan. So, aku menyusuri jalanan setelah Singapore River dan ternyata tidak terlalu jauh aku sampai di daerah &lt;strong&gt;City Hall&lt;/strong&gt;. Banyak kantor pemerintahan berdiri di sana,lalu ada juga gereja &lt;strong&gt;St. Andrew Cathedral&lt;/strong&gt; yang bagaikan kastil istana.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/1600/IMG_2832.jpg"&gt;&lt;img style="CURSOR: pointer" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/200/IMG_2832.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/1600/St.Andrew.jpg"&gt;&lt;img style="CURSOR: pointer" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/200/St.Andrew.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/1600/IMG_2834.jpg"&gt;&lt;img style="CURSOR: pointer" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/200/IMG_2834.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/1600/IMG_2835.jpg"&gt;&lt;img style="CURSOR: pointer" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/200/IMG_2835.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tiba – tiba tanpa sadar aku sudah sampai di tempat dimana akan diadakan &lt;strong&gt;Singapore River Hong Bao&lt;/strong&gt; pada saat tahun baru Imlek. Aku melihat beberapa persiapan dan lampion2 yang sudah dipasang disana, kelihatannya bakal meriah sekali. Sayang kami harus pulang. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sore hari berkat kebaikan hati sang empunya SumTarvn kami tidak terlunta – lunta dijalanan. Sambil menunggu jam berangkatnya bus menuju Malaysia kami duduk dan menggunakan internet di hostel walaupun terhitung kami sudah check out. Sore itu gerimis, dengan menggunakan telepon di lobby aku memanggil taxi. Ternyata memanggil taxi di Singapore tidak memerlukan pembicaraan sama sekali. Tinggal angkat telepon pencet no.1 untuk ok, selesai,taxi segera di kirim. Hebat! &lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kami menuju &lt;strong&gt;Golden Mile Complex&lt;/strong&gt; sebuah tempat transit bagi bus yang menuju Malaysia. Setelah kutanyakan ke beberapa penyedia bus disana rata rata mereka menyebutkan harga SGD 27 / orang. Bus akan memakan 5 jam perjalanan dan berhenti di &lt;strong&gt;Pudu Raya Bus Station (Malaysia).&lt;/strong&gt; Jam keberangkatan bervariasi tapi yang paling malam adalah sekitar jam 10 – 10.30 p.m.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;22 – 1 – 2006 (Malaysia - SUB)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Kami melewati perbatasan Singapore – Malaysia tanpa masalah, dan FYI, bahkan tidak ada X-ray atau pemeriksaan yang berarti di imigrasi &lt;strong&gt;Johor Baru&lt;/strong&gt;. &lt;strong&gt;Tips : Tidak perlu ragu jalan saja terus!&lt;/strong&gt; Sampai di Pudu Raya (yang ternyata seperti halte bukan station) kami langsung di sambut sopir2 taxi yang menawarkan jasa mereka(seperti di Bungurasih).Kerisihan mengusik kami jadi kami memutuskan sekali lagi menguji kaki kami. Kami susuri jalan menuju Bukit Bintang area yang ternyata sangat hidup walaupun itu jam 3 subuh. Gile abis...rombong makanan bertebaran di sepanjang jalan. Letih mulai menyerang, tak lama &lt;strong&gt;Pondok Lodge Hostel&lt;/strong&gt;nampak dikejauhan. Hostel yang di rekomendasikan oleh SumTvrn ini terlihat kecil dari luar tapi ternyata ada 27 kamar di dalamnya. Kamarnya memang mungil dan sederhana,tapi bersih. Harganya cukup miring, hanya 55 RM untuk kamar berisi 2 orang dan 65 RM untuk yg berisi 3. Jadi kalau di hitung 1 orang sekitar Rp 50.000,-/mlm termasuk breakfast. Hostel ini terdiri dari 2 lantai. Di lobby bisa kita temui televisi,2 komputer untuk internet (not free),dan jg loker(lupa brapa ;p),di lemari2 juga banyak tersedia referensi travelling berbagai negara. Jam check-out nya jam 11a.m. Kalau tidak tahan dingin di sini juga tersedia shower dengan air panas.&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/1600/IMG_2883.jpg"&gt;&lt;img style="CURSOR: pointer" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/200/IMG_2883.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/1600/IMG_2885.jpg"&gt;&lt;img style="CURSOR: pointer" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/200/IMG_2885.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/1600/IMG_2886.jpg"&gt;&lt;img style="CURSOR: pointer" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1169/507/200/IMG_2886.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pagi menjelang, semua masih lelap tapi kembali jiwa bertualangku memanggil. Aku keluar melihat lingkungan sekeliling, ternyata Pondok Lodge ini hanya sekitar 5 menit jalan kaki dari &lt;strong&gt;KL Tower.&lt;/strong&gt; Tak banyak yang kulihat, karena tempat yang subuh2 sangat hidup ini, seperti kota mati di pagi hari.&lt;br /&gt;Sambil menunggu taxi yang akan membawa kami ke &lt;strong&gt;KLIA&lt;/strong&gt; dengan ongkos RM 75 / taxi, kami mengeluarkan bekal mie cup yang dibawa dari Indo. Tidak susah karena ada dapur kecil yang bebas dipakai juga di Pondok Lodge. Di lobby terlihat banyak juga backpacker2 dari barat yang tinggal di Pondok mungil ini. Ternyata KLIA lumayan jauh dari KL Central, perjalanan memakan sekitar 1 jam lebih. KLIA terpecah menjadi 2 lokasi bandara. &lt;strong&gt;Duty Free Shop&lt;/strong&gt; hanya akan kita temui setelah kita naik Railway berjarak 5 menit setelah kita melewati keimigrasian. Jadi jangan tertipu dengan toko2 yang terlihat setelah kita check-in. Itu bukanlah toko duty free,walaupun beberapa barang harganya juga lumayan murah dibanding barang di Singapore.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ah....akhirnya sampai di &lt;strong&gt;Juanda,Surabaya&lt;/strong&gt;.Culture Shock : Kembali harus berjuang kalau tidak mau diserobot di imigrasi atau dimanapun tempat antri. Maklum mungkin orang Indo belum berbudaya antri. Semoga dikemudian hari budaya itu bisa tertanam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ngumpulin uang lagi ah.... ;p&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12785854-113825627146954856?l=www.petawisata.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.petawisata.net/feeds/113825627146954856/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=12785854&amp;postID=113825627146954856" title="5 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12785854/posts/default/113825627146954856?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12785854/posts/default/113825627146954856?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PetaWisata/~3/IrIi9uzdNyU/backpacking-in-singapore-malaysia.html" title="Singapore - Malaysia" /><author><name>Dolphinrider</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="00235211709257644711" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">5</thr:total><feedburner:origLink>http://www.petawisata.net/2006/01/backpacking-in-singapore-malaysia.html</feedburner:origLink></entry></feed>
