<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6325305679562915710</id><updated>2024-09-02T11:25:47.165+07:00</updated><category term="Ibadah"/><category term="Sholat"/><category term="Perjuangan"/><category term="aqidah"/><category term="Kesalahan-Kesalahan dalam Thaharah"/><category term="Budaya"/><category term="Tips Wawancara"/><category term="Tips"/><category term="Lomba"/><title type='text'>Petani Menulis</title><subtitle type='html'>Petani adalah pekerjaan yang mulia,&#xa;Dakwah adalah pekerjaan yang mulia&#xa;Menulis pun pekerjaan yang mulia,&#xa;Ketiganya bermanfaat bagi orang lain</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6325305679562915710/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6325305679562915710/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>512</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6325305679562915710.post-3345849796270606649</id><published>2014-08-04T11:03:00.002+07:00</published><updated>2014-08-04T11:03:32.432+07:00</updated><title type='text'> Rahasia Shalat Harus di Awal Waktu</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;color: black; font-family: helvetica; font-size: 12pt;&quot;&gt;&lt;strong&gt; Inilah Rahasia Mengapa Shalat Harus di Awal Waktu -&lt;/strong&gt;
 Rasulullah saw sangat menganjurkan umatnya untuk melaksanakan shalat 
fadhu di awal Seperti yang beliau sabdakan,”Amalan yang paling dicintai 
oleh Allah Swt adalah Shalat pada waktunya, Berbakti kepada kedua orang tua, dan Jihad di jalan Allah Swt.” (HR Bukhari &amp;amp; Muslim)&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;wp-caption aligncenter&quot; id=&quot;attachment_2203&quot; style=&quot;width: 456px;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;wp-caption-text&quot;&gt;
Inilah Rahasia Mengapa Shalat Harus di Awal Waktu&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;h2&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: helvetica; font-size: 12pt;&quot;&gt;Inilah Rahasia Mengapa Shalat Harus di Awal Waktu&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: black; font-family: helvetica; font-size: 12pt;&quot;&gt;Ternyata
 anjuran tersebut ada hikmahnya. Menurut para ahli, setiap perpindahan 
waktu sholat, bersamaan dengan terjadinya perubahan tenaga alam dan 
dirasakan melalui perubahan warna alam. Kondisi tersebut dapat 
berpengaruh pada kesehatan, psikologis dan lainnya. Berikut ini kaitan 
antara shalat di awal waktu dengan warna alam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-family: helvetica; font-size: 12pt;&quot;&gt;Waktu Subuh&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: black; font-family: helvetica; font-size: 12pt;&quot;&gt;Pada
 waktu subuh, alam berada dalam spektrum warna biru muda yang 
bersesuaian dengan frekuensi tiroid (kelenjar gondok). Dalam ilmu 
Fisiologi (Ilmu biologi yang mempelajari berlangsungnya sistem 
kehidupan) tiroid mempunyai pengaruh terhadap sistem metabolisma tubuh 
manusia. Warna biru muda juga mempunyai rahasia tersendiri berkaitan 
dengan rejeki dan cara berkomunikasi. Mereka yang masih tertidur nyenyak
 pada waktu Subuh akan menghadapi masalah rejeki dan komunikasi. 
Mengapa? Karena tiroid tidak dapat menyerap tenaga biru muda di alam 
ketika roh dan jasad masih tertidur. Pada saat azan subuh berkumandang, 
tenaga alam ini berada pada tingkatan optimal. Tenaga inilah yang 
kemudian diserap oleh tubuh kita terutama pada waktu ruku dan sujud.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol start=&quot;2&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-family: helvetica; font-size: 12pt;&quot;&gt;Waktu Zuhur&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: black; font-family: helvetica; font-size: 12pt;&quot;&gt;Alam
 berubah menguning dan ini berpengaruh kepada perut dan sistem 
pencernaan manusia secara keseluruhan. Warna ini juga punya pengaruh 
terhadap hati. Warna kuning ini mempunyai rahasia berkaitan dengan 
keceriaan seseorang. Mereka yang selalu ketinggalan atau melewatkan 
sholat Zuhur berulang kali akan menghadapi masalah dalam sistem 
pencernaan serta berkurang keceriaannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol start=&quot;3&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-family: helvetica; font-size: 12pt;&quot;&gt;Waktu Ashar&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: black; font-family: helvetica; font-size: 12pt;&quot;&gt;Alam
 berubah lagi warnanya menjadi oranye. Hal ini berpengaruh cukup 
signifikan terhadap organ tubuh yaitu prostat, rahim, ovarium/ indung 
telur dan testis yang merupakan sistem reproduksi secara keseluruhan. 
Warna oranye di alam juga mempengaruhi kreativitas seseorang. Orang yang
 sering ketinggalan waktu Ashar akan menurun daya kreativitasnya. Di 
samping itu organ-organ reproduksi ini juga akan kehilangan tenaga 
positif dari warna alam tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol start=&quot;4&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-family: helvetica; font-size: 12pt;&quot;&gt;Waktu Maghrib&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: black; font-family: helvetica; font-size: 12pt;&quot;&gt;Warna
 alam kembali berubah menjadi merah. Sering pada waktu ini kita 
mendengar banyak nasehat orang tua agar tidak berada di&amp;nbsp;luar rumah. 
Nasehat tersebut ada benarnya karena pada saat Maghrib tiba, spektrum 
warna alam selaras dengan frekuensi jin dan iblis. Pada waktu ini jin 
dan iblis amat bertenaga karena mereka ikut bergetar dengan warna alam. 
Mereka yang sedang dalam perjalanan sebaiknya berhenti sejenak dan 
mengerjakan sholat Maghrib terlebih dahulu. Hal ini lebih baik dan lebih
 selamat karena pada waktu ini banyak gangguan atau terjadi 
tumpang-tindih dua atau lebih gelombang yang berfrekuensi sama atau 
hampir sama dan bisa menimbulkan fatamorgana yang bisa mengganggu 
penglihatan kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol start=&quot;5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-family: helvetica; font-size: 12pt;&quot;&gt;Waktu Isya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: black; font-family: helvetica; font-size: 12pt;&quot;&gt;Pada
 waktu ini, warna alam berubah menjadi nila dan selanjutnya menjadi 
gelap. Waktu Isya mempunyai rahasia ketenteraman dan kedamaian yang 
frekuensinya sesuai dengan sistem kontrol otak. Mereka yang sering 
ketinggalan waktu Isya akan sering merasa gelisah. Untuk itulah ketika 
alam mulai diselimuti kegelapan, kita dianjurkan untuk mengistirahatkan 
tubuh ini. Dengan tidur pada waktu Isya, keadaan jiwa kita berada pada 
gelombang Delta dengan frekuensi dibawah 4 Hertz dan seluruh sistem 
tubuh memasuki waktu rehat. Selepas tengah malam, alam mulai bersinar 
kembali dengan warna-warna putih, merah jambu dan ungu. Perubahan warna 
ini selaras dengan kelenjar pineal (badan pineal atau “mata ketiga”, 
sebuah kelenjar endokrin pada otak) kelenjar &lt;em&gt;pituitary&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;thalamus&lt;/em&gt;
 (struktur simetris garis tengah dalam otak yang fungsinya mencakup 
sensasi menyampaikan, rasa khusus dan sinyal motor ke korteks serebral, 
bersama dengan pengaturan kesadaran, tidur dan kewaspadaan) dan &lt;em&gt;hypothalamus&lt;/em&gt;
 (bagian otak yang terdiri dari sejumlah nucleus dengan berbagai fungsi 
yang sangat peka terhadap steroid, glukokortikoid, glukosa dan suhu). 
Maka sebaiknya kita bangun lagi pada waktu ini untuk mengerjakan sholat 
malam (tahajud).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: black; font-family: helvetica; font-size: 12pt;&quot;&gt;Kita
 sebagai umat Islam sepatutnya bersyukur karena telah di’karuniakan’ 
syariat shalat oleh Allah Swt sehingga jika dilaksanakan sesuai aturan 
maka secara tak sadar kita telah menyerap tenaga alam ini. Inilah 
hakikat mengapa Allah Swt mewajibkan shalat kepada kita sebagai 
hambaNya. Sebagai Pencipta Allah swt mengetahui bahwa hambaNya amat 
sangat memerlukan-Nya. Shalat di awal waktu akan membuat badan semakin 
sehat.*** (syaamilquran.com/ sumber: motivasi islami abadi) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/feeds/3345849796270606649/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2014/08/rahasia-shalat-harus-di-awal-waktu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6325305679562915710/posts/default/3345849796270606649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6325305679562915710/posts/default/3345849796270606649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2014/08/rahasia-shalat-harus-di-awal-waktu.html' title=' Rahasia Shalat Harus di Awal Waktu'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6325305679562915710.post-1819094857909166857</id><published>2012-12-26T13:22:00.003+07:00</published><updated>2012-12-26T13:27:26.403+07:00</updated><title type='text'>Waktu terbaik dan Terlarang untuk Bekam</title><content type='html'>&lt;b&gt;Waktu terbaik dan Terlarang untuk Bekam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tidak seperti pengobatan lainnya. Bekam, selain bisa dilakukan setiap saat juga memiliki waktu istimewa untuk dilakukan. Ada beberapa Hadits yang menunjukkan waktu terbaik untuk berbekam, ada 3 hari:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Sesungguhnya waktu terbaik melakukan bekam adalah pada tanggal 17, 19, dan 21 setiap bulannya.” (HR. at-Tirmidzi)&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Barang siapa melakukan bekam pada tanggal 17, 19 atau 21, akan sembuh dari setiap penyakitnya.” (HR.Abu Dawud)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jam Terbaik untuk berbekam :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Menurut pada dokter, bekam yang paling baik dilakukan adalah pada jam dua atau jam tiga siang. Tidak boleh dilakukan setelah berhubungan badan (jima) atau aktivitas berat lainnya, dan tidak boleh setelah kenyang atau ketika tidak lapar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Hari untuk bekam &amp;amp; Larangan&amp;nbsp; bekam:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Rosulullah Saw, bersabda;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Bekam itu bisa menambah daya tahan tubuh, bisa menambah kemampuan berpikir. Lakukanlah bekam dengan menyebut nama Allah. Namun jangan kalian lakukan pada hari kamis, jum’at, sabtu, dan ahad. Lakukanlah pada hari senin. Lepra dan kusta hanya turun pada hari rabu.”&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Beliau Saw. bersabda,”Berbekamlah kalian pada hari senin dan selasa dan janganlah kalian berbekam pada hari rabu,”&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; dari Abu Hurairah secara marfu’:”Barang siapa melakukan bekam pada hari rabu atau hari sabtu, lalu ia terserang penyakit panu atau kusta, hendaknya ia menyalah kan dirinya sendiri,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesimpulan yang umum adalah larangan Bekam adalah Hari Rabu, di Indonesia, Malaysia kebanyakan hari Rabu, Klinik bekam libur. Tapi kalau seandainya ada pasien jantung, sesak, apakah bekam di hari rabu tetap dilarang…?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Link Terkait:&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/12/fakta-ilmiah-bekam.html&quot;&gt;Fakta Ilmiah Bekam&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/12/macam-macam-dan-cara-melakukan-bekam.html&quot;&gt;Macam dan Cara Melakukan Bekam&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/12/tujuan-titik-titik-dan-keajaiban-bekam.html&quot;&gt;Titik-titik tubuh yang&amp;nbsp; dibekam&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sumber http://www.alatbekam.net</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/feeds/1819094857909166857/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/12/waktu-terbaik-dan-terlarang-untuk-bekam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6325305679562915710/posts/default/1819094857909166857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6325305679562915710/posts/default/1819094857909166857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/12/waktu-terbaik-dan-terlarang-untuk-bekam.html' title='Waktu terbaik dan Terlarang untuk Bekam'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6325305679562915710.post-2371263445011170537</id><published>2012-12-26T11:41:00.005+07:00</published><updated>2012-12-26T13:28:28.547+07:00</updated><title type='text'>Tujuan, Titik-titik, dan keajaiban Bekam</title><content type='html'>&lt;b&gt;TUJUAN BEKAM ANTARA lAIN:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Bekam merupakan suatu pengamalan sunnah Nabi&lt;br /&gt;
- Penyembuhan penyakit&lt;br /&gt;
- Pencegahan penyakit&lt;br /&gt;
- Memulihkan dan meningkatkan system imuniti tubuh&lt;br /&gt;
- Membangkitkan saraf-saraf yang tidak aktif atau lemah&lt;br /&gt;
- Mengeluarkan racun dalam darah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;BEBERAPA TITIK-TITIK BEKAM DAN KEAJAIBANNYA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
•&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - ‘Ala Ro’sun ( puncak kepala) : melancarlkan sirkulasi darah dibagian kepala. Bagi anda yang sering sakit kepala menahun, Vertigo, serangan sihir,stroke.&lt;br /&gt;
•&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - Al- akhdain ( dua urat leher) : melancarkan darah ke bagian kepala. Bagi anda yang sering sakit kepala, p using, migrain, vertigo, daya ingat menurun&lt;br /&gt;
•&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - Al- kaahil ( punduk ) : memperbaiki penglihatan. Bagi anda yang penglihatannya kabur dan mata sering lelah. Titik ini juga yang dimaksud Nabi sebagai titik ampuh untuk penyembuhan 72 penyakit.&lt;br /&gt;
•&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - Al-katifain pundak ( bahu) : menormalkan tekanan darah , kadar asam, dan kolestrol. Bagi anda yang m,engidap penyakit hipertensi, asam urat, kolestrol dan sulit menahan emosi.&lt;br /&gt;
•&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - Daerah Belikat : menormalkan kerja jantung dan pernapasan. Bagi anda yang mempunyai gejala berdebar-debar, mudah kaget, nafas pendek, mudah mengantuk, sulit tidur, dada kiri sakit bila di tekan.&lt;br /&gt;
•&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - ‘Ala Warik ( di bawah tulang rusuk iga ) : menormalkan fungsi ginjal. Biasanya sering sakit pinggang dan ruas pangkal jari tangan terlihat gemuk.&lt;br /&gt;
•&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - ‘Ala dzohril qodami ( kaki sebelah atas betis ) : melancarkan sirkulasi darah dibagian kaki. Gejala yang sering timbul adalah pegal, asam urat tinggi, stroke, kaki gajah. Indikasinya bisa dilihat dari kuku bergelombang , telapak tangan keras, biasanya telapak tangan ada bintik-bintik putih.&lt;br /&gt;
Sumber http://rahasiabekam.blogspot.com/&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Artikel terkait&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/12/fakta-ilmiah-bekam.html&quot;&gt;Fakta-fakta Ilmiah bekam &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/12/macam-macam-dan-cara-melakukan-bekam.html&quot;&gt;Cara Melakukan Bekam&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/12/waktu-terbaik-dan-terlarang-untuk-bekam.html&quot;&gt;Waktu terbaik dan terlarang untuk bekam &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/feeds/2371263445011170537/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/12/tujuan-titik-titik-dan-keajaiban-bekam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6325305679562915710/posts/default/2371263445011170537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6325305679562915710/posts/default/2371263445011170537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/12/tujuan-titik-titik-dan-keajaiban-bekam.html' title='Tujuan, Titik-titik, dan keajaiban Bekam'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6325305679562915710.post-6256659779817682207</id><published>2012-12-26T11:40:00.000+07:00</published><updated>2012-12-26T11:45:30.245+07:00</updated><title type='text'>Fakta Ilmiah Bekam</title><content type='html'>&lt;b&gt;FAKTA ILMIYAH TENTANG BEKAM&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di ambil berdasarkan 300 penelitian yang dilakukan di Turki, Syiria, dan Jerman yang dilakukan oleh Dokter Muslim :&lt;br /&gt;
- Pada kasus darah tinggi, tekanan kembali menjadi normal&lt;br /&gt;
- Perbaikan irama jantung pada alat perekam jantung&lt;br /&gt;
- Penurunan kadar gula pada penderita kencing manis&lt;br /&gt;
- Peningkatan sel darah putih pada kasus infeksi paru-paru&lt;br /&gt;
- Penurunan asam urat&lt;br /&gt;
- Penurunan enzim liver dari kasus penyakit liver&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;TERNYATA DOKTER BARAT MENGAKUI KEAJAIBAN BEKAM&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dr. Miceel Reed Rach ( California ) : ia mengatakan bahwa bekam merupakan titik-titik berkhasiat sebagai panduan dalam perawatan diri dan panduan pengobatan umum. Dr. Kohler D ( 1990 ) jaringan ikat sebagai media fisik untuk menghantarkan energy pengobatan dengan Bekam. Dan Thomas Anderson juga seirama mengatakan bahwa ada 100 penyakit yang bisa diobati dengan Bekam. Dan penelitian yang terakhir ini sesuai dengan apa yang disabdajkan Nabi Muhammad SAW&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;“ Hendaklah kalian semua melakukan pengobatan dengan bekam ditengah tengkuk, karena sesungguhnya hal itu merupakan obat dari 72 penyakit ( HR. Thabroni )&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya…..&lt;br /&gt;
Mari kita kembali ke pengobatan Islami yang halalan thoyyiban.. Sehat itu bukan segala-galanya, tapi tanpa kesehatan semua seakan tiada arti.&lt;br /&gt;
Saatnya kedokteran Islam Bangkit………….&lt;br /&gt;
Saatnya menghidupkan kembali Sunnah Nabi SAW………&lt;br /&gt;
“ KATAKANLAH JIKA KAMU BENAR-BENAR MENCINTAI ALLAH, IKUTILAH AKU, NISCAYA ALLAH MENGASIHI DAN MENGAMPUNI DOSA-DOSAMU. ALLAH MAHA PENGAMPUN MAHA PENYAYANG” QS. Ali Imran 31[/left]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber http://rahasiabekam.blogspot.com/&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Link terkait :&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/12/macam-macam-dan-cara-melakukan-bekam.html&quot;&gt;Cara melakukan Bekam dan Macamnya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/12/tujuan-titik-titik-dan-keajaiban-bekam.html&quot;&gt;Titik-titik dan Keajaiban Bekam&lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/feeds/6256659779817682207/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/12/fakta-ilmiah-bekam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6325305679562915710/posts/default/6256659779817682207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6325305679562915710/posts/default/6256659779817682207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/12/fakta-ilmiah-bekam.html' title='Fakta Ilmiah Bekam'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6325305679562915710.post-5352085845449457718</id><published>2012-12-26T11:37:00.002+07:00</published><updated>2012-12-26T13:31:58.205+07:00</updated><title type='text'>Macam-Macam dan Cara Melakukan Bekam Basah-Kering</title><content type='html'>Macam-Macam Bekam&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;A. Bekam Basah (Wet Cupping)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Yaitu metode pengeluaran darah kotor (blood letting) dengan cara disayat dengan silet, lanset, pisau bedah atau jarum steril pada bagian yang dibekam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Cara Melakukan Bekam Basah :&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pilih titik bekam berdasarkan kondisi pasien.&lt;br /&gt;
2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pilih gelas bekam (cup) berdasarkan tingkat penyakit pasien dan postur tubuh. Semakin besar gelas yang digunakan maka tingkat rasa sakit akan semakin besar, namun efeknya akan semakin baik.&lt;br /&gt;
3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bersihkan bagian kulit yang akan dibekam dengan desinfektans/alkohol.&lt;br /&gt;
4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pompa gelas bekam dengan piston pada posisi yang dikehendaki sebanyak 2-3 kali tarikan, atau sampai piston tidak dapat ditarik lagi.&lt;br /&gt;
5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Biarkan selama 3-5 menit.&lt;br /&gt;
6.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lepas gelas bekam dan lukai (kecil-kecil) dengan jarum steril.&lt;br /&gt;
7.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bekam lagi posisi yang dilukai tadi.&lt;br /&gt;
8.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tunggu selama lebih kurang 3 menit sampai darah keluar dan menumpuk pada gelas bekam.&lt;br /&gt;
9.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lepas gelas bekam dan buang darah kotor yang keluar, bersihkan kembali gelas bekam dan desinfeksi.&lt;br /&gt;
10.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bekam lagi sebanyak 3-5 kali, atau sampai keluar cairan putih dari kulit.&lt;br /&gt;
11.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Oles bekas sayatan dan bekam dengan minyak habbatus sauda’ (jinten hitam).&lt;br /&gt;
12.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lakukan setiap bulan atau setiap 2 minggu bagi yang penyakitnya parah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;B. Bekam Kering (Dry Cupping)&lt;/b&gt;Yaitu metode bekam yang tidak mengeluarkan darah dari tubuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Cara Melakukan Bekam Kering :&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pilih titik bekam berdasarkan kondisi pasien.&lt;br /&gt;
2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pilih gelas bekam (cup) berdasarkan tingkat penyakit pasien dan postur tubuh. Semakin besar gelas yang digunakan maka tingkat rasa sakit akan semakin besar, namun efeknya akan semakin baik.&lt;br /&gt;
3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pijat bagian yang akan dibekam dengan dilumuri minyak zaitun atau minyak jinten hitam selama lebih kurang 5 menit.&lt;br /&gt;
4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pompa gelas bekam dengan piston pada posisi yang dikehendaki sebanyak 2-3 kali tarikan, atau sampai piston tidak dapat ditarik lagi.&lt;br /&gt;
5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Biarkan selama 10 menit (bagi pria), 7 menit (bagi wanita) atau 3 menit (bagi anak-anak).&lt;br /&gt;
6.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lepas gelas bekam dan pijat kembali dengan minyak zaitun atau minyak jinten hitam selama 2-3 menit untuk menghilangkan bercak-bercak hitam atau blister.&lt;br /&gt;
7.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lakukan selama 7 hari bagi orang dewasa dan 5 hari bagi anak-anak, kemudian diselingi masa interval selama 3 hari, lalu dilanjutkan lagi pembekaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bekam Seluncur (Sliding Cupping)&lt;br /&gt;
Yaitu metode bekam yang mana gelas bekam diseluncurkan di atas permukaan kulit yang rata (tidak tebal ototnya). Metode ini serupa dengan Guasha (cina), scrapping (inggris) atau kerokan (jawa), namun lebih aman karena tidak merusak pori-pori.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber http://rahasiabekam.blogspot.com/&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Artikel terkait:&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/12/tujuan-titik-titik-dan-keajaiban-bekam.html&quot;&gt;Titik dan keajaiban Bekam &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/12/fakta-ilmiah-bekam.html&quot;&gt;Fakta Ilmiah Bekam&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/12/waktu-terbaik-dan-terlarang-untuk-bekam.html&quot;&gt;Waktu terbaik dan Terlarang untuk Bekam &lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/feeds/5352085845449457718/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/12/macam-macam-dan-cara-melakukan-bekam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6325305679562915710/posts/default/5352085845449457718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6325305679562915710/posts/default/5352085845449457718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/12/macam-macam-dan-cara-melakukan-bekam.html' title='Macam-Macam dan Cara Melakukan Bekam Basah-Kering'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6325305679562915710.post-8920570061681048239</id><published>2012-10-12T13:08:00.004+07:00</published><updated>2012-10-12T13:08:50.752+07:00</updated><title type='text'>Tata Cara Sholat Idul Adha – Fitri (hari Jumat tetap sholat Jumat)</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tata Cara Sholat Idul Adha – Fitri (hari Jumat tetap sholat Jumat)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Waktu dan Tempat&lt;br /&gt;Yang paling utama adalah sholat di tanah lapang kecuali ada uzur / halangan seperti hujan dn sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Abu Said Al Khudri r.a. berkata rasulullah SAW biasa keluar rumah pada hari Idul Fitri dan Adha menuju tanah lapang (Bukhori-Muslim)”&lt;br /&gt;“Ibnu Qayyim mengatakan nabi SAW biasa mengakhirkan sholat Idul Fitri dan menyegerakan sholat Idul Adha”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Berjalan kaki menuju tempat sholat&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Rasulullah SAW biasa berangkat sholat Ied dengan berjalan kaki, begitu pula ketika pulang”(Ibnu Majah)&lt;br /&gt;“Rasulullah saw jika melaksanakan sholat ied beliau melewati jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang “(HR. Bukhori) &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mandi dan memakai pakaian bagus&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa Ibnu Umar ra biasa memakai pakaian yang bagus pada saat sholat Ied&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tidak makan sebelum Sholat Idul Adha&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;“Buraidah ra mengatakan, Nabi saw tidak keluar menuju sholat Idul fitri sebelum makan dan pada hari raya idul adha beliau tidak makan sebelum pulang dari tempat sholat kemudian memakan sembelihan beliau”(Tirmidzi, hasan)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;6.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tidak ada adzan dan iqamah&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Jabir bin sumurah berkata, aku pernah melaksanakan sholat Id bersama rasulullah bukan hanya sekali atau dua kali, ketika itu tidak ada adzan maupun iqamah (Muslim)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tidak ada sholat sebelum dan sesudahnya&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Ibnu Abbas ra berkata, rasulullah saw pernah keluar pada hari raya idul adha atau fitri, bel;iau mengerjakan sholat dua rekaat tetapi tidak mengerjakan sholat sunah sebelum maupun sesudahnya”(Bukhari Muslim)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;8.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tata cara Sholat Idul Adha/ Fitri&lt;br /&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Takbiratul ihram&lt;br /&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pada rekaat pertama ditambah 7 kali takbir tambahan (zawaaid)&lt;br /&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pada rekaat kedua ditambah takbir 5 kali&lt;br /&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dibolehkan mengangkat tangan pada saat takbir tambahan&lt;br /&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tidak ada dzikir khusus disela-sela takbir tambahan. Namun ada riwayat dari Ibnu Masud, beliau mengatakan ,”diantara takbir hendaklah memuji Allah”&lt;br /&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Setelah takbir tambahan dibaca Al Fatihah dan surat pilihan&lt;br /&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dianjurkan surat Qaaf pada rekaat pertama dan AL Qamar (rakaat kedua) atau surat AL A’laa dan Al Ghasiyah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jika bertepatan Hari Jumat&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Muawiyah bertanya kepada Zaid bin Arqam tentang&amp;nbsp; sholat Jumat ketika bersamaan dengan hari raya Idul adha/ Fitri. Zaid mengatakan bahwa Nabi saw melaksanakan sholat Ied dan memberi keringanan untuk meninggalkan sholat Jumat. Lalu zaid melanjutkan, Nabi saw bersabda ,”barang siapa yang mau sholat Jumat maka silakan melaksanakannya” (HR Abu Dawud, shahih)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/feeds/8920570061681048239/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/10/tata-cara-sholat-idul-adha-fitri-hari.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6325305679562915710/posts/default/8920570061681048239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6325305679562915710/posts/default/8920570061681048239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/10/tata-cara-sholat-idul-adha-fitri-hari.html' title='Tata Cara Sholat Idul Adha – Fitri (hari Jumat tetap sholat Jumat)'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6325305679562915710.post-44705363068085622</id><published>2012-09-12T11:33:00.004+07:00</published><updated>2012-09-12T12:29:45.365+07:00</updated><title type='text'>Peluang Income Online tiap 6 Hari (sekaligus sedekah)</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;pre style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Peluang Income Online tiap 6 Hari (dengan sedekah)&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;
&lt;pre style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Ada Perusahaan luar negeri yang akan masuk ke indonesia bulan sepetember 2012. 
Bergerak di bid IT &amp;amp; E commerce, seperti; social media, search engine dll. 
Perusahaan ini memiliki komitmen sosial. Sekarang masih pre launch, tugas&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;
&lt;pre style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt; kita join dan memberi tahu rekan-rekan agar bergabung.&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;pre style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;       &lt;a href=&quot;http://www.ultimatepowerprofits.com/suronokarti&quot;&gt;    &lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;126&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgv55OyB4ZcJHGY-SDVP5vlpswwRlfMIXTq0Y-HZlf3xf7YIuz0NBP4sm7xeWEKhJa_3fUodifKBSA2QoOzEsLYzh7ARxVkUSJK2tm1Zywb5prJn6dJMmWth21dT6iFJ5gY1-ZHq26-q2es/s320/profit2.JPG&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/pre&gt;
&lt;pre style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;/pre&gt;
&lt;pre style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;   
           
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Ayo Gabung dan Ajak Teman2 di GlobalOne (GRATIS). No Hoak. {Anda akan 
mendapatkan Dolar Setiap 6 Hari}

Global One mengalokasikan keuntungan bisnis untuk program sosial&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;
&lt;pre style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&quot;Save a Life Humanitarian Project&quot;.&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;
&lt;pre style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;
Dukunglah sosialisasi proyek sosial Global One tanpa harus menyumbang dana.
Anda akan menerima pembayaran jasa sosialisasi tiap 6 hari.
&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;
&lt;pre style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Silakan daftar gratis&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;
&lt;pre style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;klik Start di&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/goog_161815466&quot;&gt;http://&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.ultimatepowerprofits.com/suronokarti&quot;&gt;www.ultimatepowerprofits.com/suronokarti&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;
&lt;pre style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;(Anda hanya &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;bisa mendaftar bila&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;ada yg mensponsori)&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;
&lt;pre style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;
Globalone ada perusahaan pengelola website www.ultimatepowerprofits.com/suronokarti
dan grup bisnis teknologi lainnya, saat ini globalone dalam masa pra  peluncuran dan memberi kesempatan pada masyarakat utk menjadi mitra dengan mendaftar keanggotaan gratis,&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;
&lt;pre style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;selama masa pra&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;peluncuran belum  ada pembayaran bonus dari perusahaan ke seluruh mitra, bonus baru mulai dibayarkan setelah perusahaan diresmikan, globalone berkantor pusat&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;
&lt;pre style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;di&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;US dan di  Indonesia akan bernama Pionir Globalone Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;
&lt;pre style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
AYO SEGERA GABUNG dan AJAK TEMAN2 ANDA YANG LAIN. JOIN GRATIS dan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;
&lt;pre style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;SEGERA AMBIL BAGIAN MENJADI MITRA LEADER DI INDONESIA. SAAT INI MASIH MASA PROMOSI PRA PELUNCURAN. AWAL SEPTEMBER, TEAM PIONIR GLOBAL ONE INDONESIA AKAN&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; text-align: center;&quot;&gt;MELAKUKAN  PRESENTASI KE KOTA2 BESAR.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;
&lt;pre style=&quot;background-color: white; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;AYO BURUAN.. &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;TUNGGU APALAGI.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;
&lt;pre style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;
Video proyek kemanusiaan GlobalOne klik 
&lt;a href=&quot;http://www.youtube.com/watch?v=U685vs5VTVkINI&quot;&gt;http://www.youtube.com/watch?v=U685vs5VTVkINI&lt;/a&gt; 
&lt;a href=&quot;http://www.youtube.com/watch?v=HC4kat9g3y0&amp;amp;feature=relmfu&quot;&gt;http://www.youtube.com/watch?v=HC4kat9g3y0&amp;amp;feature=relmfu&lt;/a&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.youtube.com/watch?v=Iu42ay9L5KE&amp;amp;feature=relmfu&quot;&gt;http://www.youtube.com/watch?v=Iu42ay9L5KE&amp;amp;feature=relmfu&lt;/a&gt;

PROYEK DARI GLOBALONE nantinya meluncurkan proyek sosial berbasis teknologi 
canggih untuk kemanusiaan dan lingkungan hidup dengan gambaran sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;
&lt;pre style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;
1) &quot;Save a Life Humanitarian Project&quot; didukung 15 ribu dokter dan tenaga medis.
2) Didukung oleh African Chamber of Commerce.
3) Memiliki hak paten Bio-Eco-Science (TM) untuk distribusi air, makanan, dan 
energi bagi lebih dari 1 miliar umat manusia yang kesulitan akses kebutuhan 
dasar hidup
4) Mengembangkan teknologi sanitasi, mengatasi dan menangkal virus HIV, 
hepatitis, dan flu burung.
5) Menyediakan 20.000.000.000.000 (20 triliun) air minum sehat yang sudah 
dimurnikan ke seluruh dunia dalam perioder 12 bulan mendatang
6) Mengembangkan produk anti serangga.
7) Menyuburkan lahan-lahan non produktif untuk meningkatkan bahan pangan 
sebagai solusi mengatasi kelaparan.
8) Mengembangkan teknologi pertanian agar tanaman bisa tumbuh subur tanpa sinar 
matahari sehingga meningkatkan produksi stok bahan pangan untuk mengatasi dan 
antisipasi bencana kelaparan.

Dukunglah dengan daftar gratis klik Start di &lt;a href=&quot;http://www.ultimatepowerprofits.com/suronokarti&quot;&gt;http://www.ultimatepowerprofits.com/suronokarti&lt;/a&gt;

Terimakasih untuk kedermawanan Anda &quot;join gratis&quot; dan sosialisasi mengajak para 
relasi dan famili untuk &quot;join gratis&quot; juga selama promosi pra peluncuran.

Mau ribuan dolar tiap 6 hari tanpa modal?
Join GRATIS klik Start di 
&lt;a href=&quot;http://www.ultimatepowerprofits.com/suronokarti&quot;&gt;http://www.ultimatepowerprofits.com/suronokarti&lt;/a&gt;

&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Mau bisnis besar tanpa modal?&lt;/span&gt;
Join GRATIS klik Start di 
&lt;/span&gt;
&lt;pre style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.ultimatepowerprofits.com/suronokarti&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;http://&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;www.ultimatepowerprofits.com/suronokarti&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/pre&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;

Setelah Melakukan Pendaftaran:
1) Cek email,klik link utk aktifasi,login ewallet,klik next sampai muncul Finish
2) Login ultimatepowerprofits.com. Klik Your Account. Copy paste link web anda
3) Tes web www.ultimatepowerprofits.com/username
4) Sebar materi promosi yg sudah saya di email (dengan judul Ayo Gabung dan 
Ajak Teman2 di GlobalOne (Proyek Kemanusiaan, GRATIS). {Anda akan mendapatkan 
Dolar Setiap 6 Hari}) kemudian anda ganti link URL nya dengan nama anda
5) Fwd sms ini &amp;amp; email ke member2

Terimakasih PAHALA, ijin kopas ya. Makasih
&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/feeds/44705363068085622/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/09/peluang-income-online-tiap-6-hari.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6325305679562915710/posts/default/44705363068085622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6325305679562915710/posts/default/44705363068085622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/09/peluang-income-online-tiap-6-hari.html' title='Peluang Income Online tiap 6 Hari (sekaligus sedekah)'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgv55OyB4ZcJHGY-SDVP5vlpswwRlfMIXTq0Y-HZlf3xf7YIuz0NBP4sm7xeWEKhJa_3fUodifKBSA2QoOzEsLYzh7ARxVkUSJK2tm1Zywb5prJn6dJMmWth21dT6iFJ5gY1-ZHq26-q2es/s72-c/profit2.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6325305679562915710.post-2908335378854070215</id><published>2012-09-11T14:46:00.001+07:00</published><updated>2012-09-11T14:52:40.950+07:00</updated><title type='text'>ISTILAH-ISTILAH IBADAH HAJI DAN UMROH</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maaf meskipun saya belum berhaji, tetapi ijinkanlah saya mengutip artikel ini. dan mohon doanya agar saya dan anda yang belum melaksanakan ibadah haji segera bisa beribadah haji. Amiiin&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ISTILAH HAJI DAN UMROH&lt;br /&gt;
1. &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;b&gt;Haji &lt;/b&gt;ialah : berkunjung ke Baitullah (Ka’bah) dan &amp;nbsp;melakukan beberapa amalan antara lain : Wukuf, Tawaf, Sa’i serta amalan lainya pada masa tertentu, demi memenuhi pangilan Allah SWT. dan mengharap Ridla-Nya.&lt;br /&gt;
2. &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;b&gt;Umroh &lt;/b&gt;ialah : berkunjung ke – Baitullah, dan &amp;nbsp;melakukan Tawaf, Sa’i serta bertahallul demi mengharap Ridho Allah.&lt;br /&gt;
3. &amp;nbsp; &lt;b&gt;&amp;nbsp;Rukun Haji&lt;/b&gt; Ialah : rangkaian amalan yang harus dilakukan dalam ibadah Haji dan tidak dapat diganti dengan yang lain, walaupun dengan dam (denda). Jika ditingalkan maka hajinya tidak sah.&lt;br /&gt;
4. &amp;nbsp; &lt;b&gt;&amp;nbsp;Wajib Haji&lt;/b&gt; : ialah rangkaian amalan yang harus dikerjakan dalam ibadah Haji, bila tidak dikerjakan sah Hajinya, akan tetapi harus membayar dam (denda).&lt;br /&gt;
5. &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;b&gt;Miqat &lt;/b&gt;Zamani ialah : batas waktu Haji. Menurut Jumhur (sebagaian besar) Ulama’, &amp;nbsp;Miqat Zamani mulai tanggal 01 Syawal sampai terbit fajar tangal 10 Dzul Hijah&lt;br /&gt;
6. &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;b&gt;Miqat &lt;/b&gt;Makani ialah : Tempat untuk memulai niat mengerjakan ibadah Haji / Umroh.&lt;br /&gt;
7. &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;b&gt;Ihram &lt;/b&gt;ialah : niat mulai mengerjakan ibadah Haji / Umroh&lt;br /&gt;
8. &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;b&gt;Thawaf&lt;/b&gt; ialah : mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali (Ka’bah selalu berada di sebelah kiri) Dimulai dan diakhiri pada garis sejajar Hajar Aswad&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrGNJnvgm65K9QuFaMtx6mFc94lI9zxl8nJ1HraY1Ud_F44U2oXdHgO1SWcmht6gu3VERhXVrQg1qlTpGDZvdCe9jzl9PyN8MNLIDd6NcC-D6qnIyDWmSFg13lBMnUBrBPD93jTdnhF8vL/s1600/haji.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrGNJnvgm65K9QuFaMtx6mFc94lI9zxl8nJ1HraY1Ud_F44U2oXdHgO1SWcmht6gu3VERhXVrQg1qlTpGDZvdCe9jzl9PyN8MNLIDd6NcC-D6qnIyDWmSFg13lBMnUBrBPD93jTdnhF8vL/s320/haji.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
9. &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;b&gt;Sa’i &lt;/b&gt;ialah &amp;nbsp;: berjalan dari bukit Shafa ke bukit Marwah, dan sebaliknya sebanyak 7 kali dimulai dari bukit Shafa dan berakhir di bukit Marwah. Perjalanan dari bukit Shafa ke bukit Marwah atau sebaliknya masing – masing dihitung 1 kali.&lt;br /&gt;
10. &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;b&gt;Wukuf &lt;/b&gt;ialah : keberadaan diri seseorang di padang Arafah walau sejenak dalam waktu antara tergelincir matahari tanggal &amp;nbsp;9 Dzul Hijjah (hari Arafah) sampai terbit fajar hari Nahar (tanggal 10 Dzul Hijjah)&lt;br /&gt;
11. &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;b&gt;Mabit &lt;/b&gt;ialah : Bermalam / istirahat.&lt;br /&gt;
Mabit terbagi menjadi dua :&lt;br /&gt;
a. &amp;nbsp; &amp;nbsp;Mabit di Muzdalifah ialah : bermalam di Muzdalifah setelah Wukuf di Arafah. Ketentuan Mabit di Muzdalifah adalah keberadaan jamaah dianggap sah walaupun sesaat setelah lewat tengah malam.&lt;br /&gt;
b. &amp;nbsp; &amp;nbsp;Mabit di Mina ialah : bermalam di Mina pada hari – hari Tasyriq (tanggal 11,12,13 Dzul Hijjah). Ketentuan Mabit di Mina adalah keberadaan jamaah Haji dianggap sah apabila melewati lebih separuh malam.&lt;br /&gt;
12. &amp;nbsp; &lt;b&gt;&amp;nbsp;Melempar Jumrah&lt;/b&gt; ialah : melempar dengan batu kerikil yang mengenai marma (lubang Ula, Wustha dan Aqabah) dan batu kerikil harus masuk ke dalam lubang Marma tersebut pada hari Nahar dan hari – hari Tasyrik.&lt;br /&gt;
13. &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;b&gt;Tahallul &lt;/b&gt;ialah : keadaan seseorang yang dihalalkan (dibolehkan) melakukan perbuatan yang sebelumnya dilarang selama berihram.&lt;br /&gt;
Tahallul ada dua macam :&lt;br /&gt;
a. &amp;nbsp; &lt;b&gt;&amp;nbsp;Tahallul awal&lt;/b&gt; ialah : keadaan seseorang yang telah melakukan dua diantara tiga perbuatan, misalnya melempar Jumrah Aqobah dan bercukur atau melempar Jumrah Aqabah dan Thawaf Ifadlah serta Sa’i dan bercukur. Sesudah Tahallul awal seseorang boleh berganti pakaian biasa dan memakai wangi – wangian, dan boleh mengerjakan semua yang dilarang selama Ihram kecuali bersetubuh.&lt;br /&gt;
b. &amp;nbsp;&lt;b&gt; &amp;nbsp;Tahallul Tsani &lt;/b&gt;ialah : keadaan seseorang yang telah melakukan ketiga perbuatan : melontar Jumrah Aqadah, bercukur dan Thawaf Ifadlah serta Sa’i. Bagi yang telah melakukan Sa’i setelah Thawaf Qudum tidak perlu melakukan Sa’i &amp;nbsp;setelah Thawaf Ifadah. Sesudah Tahallul Tsani seseorang baru boleh bersetubuh dengan isterinya.&lt;br /&gt;
14. &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;b&gt;Dam&lt;/b&gt; menurut bahasa artinya darah, sedangkan menurut istilah adalah : mengalirkan darah (menyembelih ternak yang sudah memenuhi syarat untuk berkorban yaitu Kambing, Unta atau Sapi di tanah Haram dalam rangka memenuhi ketentuan manasik Haji)&lt;br /&gt;
15. &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;b&gt;Nafar&lt;/b&gt; menurut bahasa artinya rombongan. Sedangkan menurut istilah adalah : keberangkatan jamaah Haji meninggalkan Mina pada hari – hari Tasyrik.&lt;br /&gt;
Nafar terbagi dua bagian :&lt;br /&gt;
a. &amp;nbsp; &amp;nbsp;Nafar Awal adalah keberangkatan jamaah Haji meninggalkan Mina lebih awal, paling lambat sebelum terbenam matahari tanggal 12 Dzul Hijjah dan setelah melontar Jumrah Ula, Wustha dan Aqobah.&lt;br /&gt;
b. &amp;nbsp; &amp;nbsp;Nafar Tsani adalah keberangkatan jamaah Haji meninggalkan Mina pada tanggal 13 Dzul Hijjah setelah melontar 3 Jumrah tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;16. &amp;nbsp; &amp;nbsp;Hari Tarwiyah&lt;/b&gt; yaitu : hari tanggal 8 Dzul Hijjah. Dinamakan hari Tarwiyah (pembekalan) karena jamaah Haji pada Zaman Rosulullah mulai mengisi perbekalan air di Mina untuk perjalanan ke Arafah.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;17. &amp;nbsp; &amp;nbsp;Hari Arafah&lt;/b&gt; yaitu : hari tanggal 9 Dzul Hijjah. Dinamakan hari Arafah karena semua jamaah Haji harus berada di padang Arafah untuk Wukuf.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;18. &amp;nbsp; &amp;nbsp;Hari Nahr&lt;/b&gt; yaitu : hari tanggal 10 Zul Hijjah. Dinamakan hari Nahr (penyembelihan) karena pada hari itu dilaksanakannya pemyembelihan dam dan Qurban.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;19. &amp;nbsp; &amp;nbsp;Hari tasyrik&lt;/b&gt; &amp;nbsp;yaitu : hari tanggal 11,12,13 Dzull Hijjah. Pada hari – hari itu Jamaah haji berada di Mina untuk melontar Jumrah dan Mabit.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;20. &amp;nbsp; &amp;nbsp;Shalat Qashar dan Jama’&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
a. &amp;nbsp; &amp;nbsp;Shalat Qashar. Qashar artinya memendekkan Shalat yang 4 rekaat menjadi 2 rekaat (Dhuhur, Ashar dan Isya) ketentuan ini hanya diperbolehkan untuk keadaan tertentu saja.&lt;br /&gt;
b. &amp;nbsp; &amp;nbsp;Shalat Jama‘. Jama’ artinya mengumpulkan Shalat, yaitu mengumpulkan 2 Shalat Wajib yang dikerjakan dalam satu waktu yang sama. Shalat yang dapat dijama’ yaitu Shalat Maghrib dengan Isya, Dhuhur dengan Ashar.&lt;br /&gt;
Shalat Jama’ Qoshor adalah 2 shalat fardu dikerjakan bersama dengan memendekkan reka’at – reka’atnya menjadi dua reka’at (Dhuhur, Ashar dan Isya) dan Shalat Jama’ Qoshor dapat saja menjadi Taqdim atau Ta’khir.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;21. &amp;nbsp; &amp;nbsp;Shalat jenazah a&lt;/b&gt;dalah : Shalat yang dikerjakan untuk Jenazah orang Islam. Shalat jenazah merupakan salah satu fardlu kifayah yang hampir selalu dilaksanakan setiap usai Shalat berjamaah, baik di Masjid Nabawi atau Masjid Haram&lt;br /&gt;
Shalat Jenazah terdiri dari empat takbir, yaitu :&lt;br /&gt;
a. &amp;nbsp; &amp;nbsp;Takbiratul Ikhrom dengan niat dalam hati menshalatkan Jenazah. Selesai Takbir kemudian membaca Al – Fatihah&lt;br /&gt;
b. &amp;nbsp; &amp;nbsp;Takbir kedua&lt;br /&gt;
Setelah itu membaca Sholawat pada Nabi Muhammad SAW.&lt;br /&gt;
c. &amp;nbsp; &amp;nbsp;Takbir ketiga&lt;br /&gt;
Lalu membaca do’a bagi orang yang dishalati dan kaum muslimin yang telah wafat.&lt;br /&gt;
d. &amp;nbsp; &amp;nbsp;Takbir keempat&lt;br /&gt;
Setelah takbir keempat boleh langsung salam, boleh juga membaca do’a pendek.&lt;br /&gt;
Shalat jenazah diakhiri dengan membaca salam. Sunnah hukumnya untuk menyempurnakan salam sampai akhir, yaitu : Assalamu ‘alaikum warohmatullohi wabarokaatuh.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;22. &amp;nbsp; &amp;nbsp;Shalat Li Hurmatil Waqti&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ketika kita akan melakukan Shalat Fardlu namun kita tidak menemukan alat bersuci (air / debu), maka kita melakukan Shalat Li Hurmati Waqti, seperti misalnya kita sedang berada di kapal terbang.&lt;br /&gt;
Artinya jika melakukan Shalat tanpa bersuci (karena tidak ada alat bersuci) maka setelah kita sampai tujuan dan mendapatkan air atau debu, maka kita harus Shalat I’adah, yaitu mengulang Shalat yang kita lakukan tadi.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;23. &amp;nbsp; &amp;nbsp;Intiqolul Madzhab / pindah Madzhab&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Artinya kita mengikuti Madzhab lain. Umpamanya kita menganut madzhab Syafi’i, kemudian kita pindah ke madzhab Maliki. Perihal pindah Madzhab ini ada Syarat – Syaratnya, antara lain harus satu qodliyah (masalah), misalnya dalam hal wudlu, jika kita pindah ke madzhab Maliki maka semua yang berkaitan dengan wudlu harus mengikuti madzhab Maliki, yaitu tentang Syarat, rukun dan yang membatalkan wudlu.&lt;br /&gt;
Demikianlah sebagian kecil tentang istilah-istilah seputar ibadah haji dan umroh. Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Artikel ini diambil dari:&amp;nbsp;ibadahhajidanumrah.tohasyahputra.com/istilah-ibadah-haji-dan-umroh.htm</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/feeds/2908335378854070215/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/09/istilah-istilah-ibadah-haji-dan-umroh.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6325305679562915710/posts/default/2908335378854070215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6325305679562915710/posts/default/2908335378854070215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/09/istilah-istilah-ibadah-haji-dan-umroh.html' title='ISTILAH-ISTILAH IBADAH HAJI DAN UMROH'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrGNJnvgm65K9QuFaMtx6mFc94lI9zxl8nJ1HraY1Ud_F44U2oXdHgO1SWcmht6gu3VERhXVrQg1qlTpGDZvdCe9jzl9PyN8MNLIDd6NcC-D6qnIyDWmSFg13lBMnUBrBPD93jTdnhF8vL/s72-c/haji.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6325305679562915710.post-2898307831278906836</id><published>2012-08-16T08:18:00.006+07:00</published><updated>2012-08-16T08:18:51.584+07:00</updated><title type='text'>Panduan Membayar Zakat Fitrah dan Zakat Mal</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Panduan Membayar Zakat Fitrah dan Zakat Mal,&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zakat merupakan rukun Islam yang ketiga, yang artinya memberikan sebagian kekayaan untuk orang yang berhak menerimanya (mustahiq) jika sudah mencapai nisab (jumlah minimal) dan haul (batas waktu).&lt;br /&gt;
“Dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat” (Al Baqarah:110).&lt;br /&gt;
“Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.” (Al Baqarah:43), &amp;nbsp;“…Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya”. (Al Ahzab:33). kemudian juga pada&amp;nbsp;&amp;nbsp;Bayyinah:5, Maryam:55&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;A.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Zakat Fitrah&lt;/b&gt;, merupakan zakat yang wajib dikeluarkan Muslim menjelang Idul Fitri pada bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;
a.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Besarnya adalah 2,5 kg atau 3,5 liter dari makanan pokok yang biasa dimakan.&lt;br /&gt;
b.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Para ulama menganjurkan bayar Zakat Fitrah berupa makanan pokok dibanding uang.&lt;br /&gt;
c.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;harus diberikan sebelum shalat ‘Ied&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para penerima Zakat (Mustahiq) (QS. At-Taubah: 60)&lt;br /&gt;
1.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt; Faqir. Orang beriman yang tidak punya harta dan kemampuan untuk berusaha, sehingga tidak mampu memenuhi segala kebutuhan hidupnya.&lt;br /&gt;
2.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Miskin. Orang beriman yang mempunyai kemampuan untuk berusaha, namun hasil usahanya masih belum mencukupi untuk memenuhi segala kebutuhan hidup.&lt;br /&gt;
3.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Amil. Orang beriman yang ditunjuk untuk mengurusi atau mengumpulkan zakat, sedangkan ia tidak memperoleh gaji atau upah dari kegiatannya itu.&lt;br /&gt;
4.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Muallafah Qulubuhum. Orang yang baru masuk Islam.&lt;br /&gt;
5.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Ar-Riqab. Seorang hamba sahaya yang telah dijanjikan oleh tuannya bahwa dia boleh menebus dirinya dengan sejumlah uang yang telah ditentukan.&lt;br /&gt;
6.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Al-Gharimun. Orang beriman yang berhutang untuk memenuhi kebutuhan hidup (di jalan Allah) dan belum mampu untuk melunasi hutangnya tersebut.&lt;br /&gt;
7.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Fi Sabilillah. Orang beriman yang berjihad di jalan Allah. Dalam hal ini bisa bala tentara yang berperang secara suka rela atau orang-orang yang mengikhlaskan jiwa raganya untuk Islam.&lt;br /&gt;
8.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Ibnu As-Sabil. Orang beriman yang sedang terlantar dalam perjalanan dan membutuhkan bantuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
B.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Zakat Maal (Zakat Harta)&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Kekayaan yang wajib di zakati&lt;br /&gt;
a.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Milik Penuh,&lt;br /&gt;
b.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Berkembang,&lt;br /&gt;
c.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Cukup Nishab,&lt;br /&gt;
d.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt; Lebih Dari Kebutuhan Pokok,&lt;br /&gt;
e.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Bebas Dari hutang,&lt;br /&gt;
f.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Berlalu Satu Tahun (Al-Haul).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang wajib dizakati:&lt;br /&gt;
a.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;binatang ternak (seperti unta, sapi, kerbau, kambing, domba dan unggas) (Al An’aam:141)&lt;br /&gt;
b.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;emas, perak (Al An’aam:141) = 2,5% atau 1/40&lt;br /&gt;
c.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Hasil pertanian: biji makanan yang mengenyangkan seperti beras, jagung, gandum dan sebagainya (Al An’aam:141) dan &amp;nbsp;buah-buahan seperti anggur dan kurma (HR Tirmidzi)&lt;br /&gt;
d.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Harta perniagaan, kost-kostaan, mobil untuk usaha&lt;br /&gt;
e.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Ijtihad ulama: zakat profesi&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Nishab, Ukuran dan Cara Mengeluarkan Zakatnya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. emas (2,5% atau 1/40)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Nishab emas sebanyak 20 dinar.&lt;br /&gt;
1 dinar = 4,25 gr emas&lt;br /&gt;
Jadi, 20 dinar = 85gr emas murni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalil nishab ini adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,&lt;br /&gt;
“Tidak ada kewajiban atas kamu sesuatupun – yaitu dalam emas – sampai memiliki 20 dinar. Jika telah memiliki 20 dinar dan telah berlalu satu haul, maka terdapat padanya zakat ½ dinar. Selebihnya dihitung sesuai dengan hal itu, dan tidak ada zakat pada harta, kecuali setelah satu haul.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Nishab perak (2,5)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Nishab: 200 dirham= 595 gr&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Nishab binatang ternak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
a. Kambing&lt;br /&gt;
Nishab kambing adalah 40 ekor. Perhitungannya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;
Jumlah Kambing&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Jumlah yang dikeluarkan&lt;br /&gt;
40 ekor&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;1 ekor kambing&lt;br /&gt;
120 ekor&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;2 ekor kambing&lt;br /&gt;
201 – 300 ekor&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;3 ekor kambing&lt;br /&gt;
&amp;gt; 300 ekor&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;setiap 100, 1 ekor kambing&lt;br /&gt;
b. Onta&lt;br /&gt;
Nishab onta adalah 5 ekor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c. Sapi&lt;br /&gt;
Nishab sapi adalah 30 ekor.&lt;br /&gt;
Jumlah Sapi&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Jumlah yang dikeluarkan&lt;br /&gt;
30-39 ekor&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;1 ekor tabi’ atau tabi’ah&lt;br /&gt;
40-59 ekor&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;1 ekor musinah&lt;br /&gt;
60 ekor&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;2 ekor tabi’ atau 2 ekor tabi’ah&lt;br /&gt;
70 ekor&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;1 ekor tabi dan 1 ekor musinnah&lt;br /&gt;
80 ekor&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;2 ekor musinnah&lt;br /&gt;
90 ekor&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;3 ekor tabi’&lt;br /&gt;
100 ekor&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;2 ekor tabi’ dan 1 ekor musinnah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keterangan:&lt;br /&gt;
1.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Tabi’ dan tabi’ah adalah sapi jantan dan betina yang berusia setahun.&lt;br /&gt;
2.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Musinnah adalah sapi betina yang berusia 2 tahun.&lt;br /&gt;
3.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Setiap 30 ekor sapi, zakatnya adalah 1 ekor tabi’ dan setiap 40 ekor sapi, zakatnya adalah 1 ekor musinnah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Nishab hasil pertanian&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(Qs. Al-An’am: 141)&lt;br /&gt;
Adapun nishabnya ialah 5 wasaq, berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,&lt;br /&gt;
“Zakat itu tidak ada yang kurang dari 5 wasaq.” (Muttafaqun ‘alaihi)&lt;br /&gt;
1 wasaq = 60 sha’ = 2,175 kg atau 3 kg.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan fatwa dan ketentuan resmi yang berlaku di Saudi Arabia:&lt;br /&gt;
nishab zakat hasil pertanian adalah 300 sha’ x 3 kg = 900 kg.&lt;br /&gt;
a.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Pengairan (atau menggunakan alat penyiram tanaman, irigasi)= 1/20 (5%).&lt;br /&gt;
b.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Tadah hujan &amp;nbsp;1/10 (10%).&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;“Pada yang disirami oleh sungai dan hujan, maka sepersepuluh (1/10); dan yang disirami dengan pengairan (irigasi), maka seperduapuluh (1/20).” (HR. Muslim 2/673)&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;5. Nishab barang dagangan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Nishab sama dengan emas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Syarat-syarat sama dengan syarat-syarat yang ada pada zakat yang lain ditambah dengan:&lt;br /&gt;
1) Memilikinya dengan tidak dipaksa, seperti dengan membeli, menerima hadiah, dll.&lt;br /&gt;
2) Memilikinya dengan niat untuk perdagangan.&lt;br /&gt;
3) Nilainya telah sampai nishab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara Menghitungnya:&lt;br /&gt;
Modal (jumlah seluruh barang + laba bersih) – Hutang (zakat 2,5)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Nishab harta karun (20 %)&lt;br /&gt;
Harta karun yang ditemukan, wajib dizakati secara langsung tanpa mensyaratkan nishab dan haul, berdasarkan keumuman sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:&lt;br /&gt;
“Dalam harta temuan terdapat seperlima (1/5) zakatnya.” (HR. Muttafaqun alaihi)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/feeds/2898307831278906836/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/08/panduan-membayar-zakat-fitrah-dan-zakat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6325305679562915710/posts/default/2898307831278906836'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6325305679562915710/posts/default/2898307831278906836'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/08/panduan-membayar-zakat-fitrah-dan-zakat.html' title='Panduan Membayar Zakat Fitrah dan Zakat Mal'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6325305679562915710.post-7946714450901396876</id><published>2012-08-02T13:28:00.000+07:00</published><updated>2012-08-02T13:28:26.293+07:00</updated><title type='text'>Hadits sholat isyroq/ syuruq/ thulu dan keutamaannya</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;background: white; line-height: 17.25pt; margin-bottom: 17.25pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; line-height: 17.25pt; margin: 0cm 0cm 17.25pt; outline: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 15px;&quot;&gt;&lt;b&gt;Hadits sholat isyroq/ syuruq/ thulu dan keutamaannya&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; line-height: 17.25pt; margin: 0cm 0cm 17.25pt; outline: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #333333; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Sholat ini dinamakan shalat isyroq atau
syuruq atau thulu’. Dinamakan demikian karena pelaksanaannya berkaitan dengan
waktu&lt;br /&gt;
matahari terbit (mulai memancarkan sinarnya).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;outline: 0px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background: white; color: #183c11; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;Shalat isyraq merupakan hal yg sunnah, dilakukan saat
terbitnya matahari, para fuqaha memperkirakannya adalah&lt;span class=&quot;apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;1.45
menit (105 menit) setelah adzan subuh&lt;/strong&gt;&lt;span class=&quot;apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;maka masuklah waktu isyraq dan
berakhirlah waktu subuh, maka bila adzan subuh pk 4.00 tepat misalnya, maka
isyraq adalah pk 5.45 menit. Sabda rasulullah saw : “&lt;em&gt;barangsiapa yg shalat subuh lalu duduk
berdzikir hingga terbitnya matahari (isyraq) maka baginya pahala bagaikan
pahala haji dan umrah, sempurna, sempurna”&lt;/em&gt;&lt;span class=&quot;apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;(hr imam tirmidziy hadits no.586)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background: white; line-height: 17.25pt; margin-bottom: 17.25pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #333333; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Hukum
sholat isyroq/syuruq adalah sunnah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; line-height: 17.25pt; margin: 0cm 0cm 17.25pt; outline: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #333333; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Keutamaannya: orang yang melaksanakannya
diberi pahala oleh allah seperti pahala haji dan umroh dengan sempurna.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; line-height: 17.25pt; margin: 0cm 0cm 17.25pt; outline: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #333333; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Adapun dalil yang menunjukkan keutamaan ini
adalah hadits-hadits berikut ini:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; line-height: 17.25pt; margin: 0cm 0cm 17.25pt; outline: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #333333; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Hadits pertama:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; line-height: 17.25pt; margin: 0cm 0cm 17.25pt; outline: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #333333; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt;&quot;&gt;عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِى جَمَاعَةٍ
ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى
رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ ». قَالَ قَالَ رَسُولُ
اللَّهِ –صلى الله عليه وسلم- « تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ »&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; line-height: 17.25pt; margin: 0cm 0cm 17.25pt; outline: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #333333; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Dari anas bin malik radhiyallahu anhu, ia
berkata: rasulullah&lt;br /&gt;
bersabda: “barangsiapa mengerjakan shalat shubuh berjamaah, lalu dia duduk
berdzikir sampai matahari terbit, kemudian mengerjakan shalat&lt;br /&gt;
dua rakaat, maka ia akan mendapatkan pahala haji dan umrah. Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “sempurna, sempurna, sempurna
(pahalanya, pent).” (hr. At-tirmidzi ii/481 no.586)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; line-height: 17.25pt; margin: 0cm 0cm 17.25pt; outline: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #333333; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Derajat hadits:&lt;br /&gt;
hadits ini derajatnya hasan, sebagaimana dinyatakan oleh&lt;br /&gt;
syaikh al-albani dalam silsilah al-ahadits ash-shohihah ix/189 no.3403, dan
misykatu al-mashobih i/212 no.971, dan shohih at-targhib wa at-tarhib&lt;br /&gt;
i/111 no.464.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; line-height: 17.25pt; margin: 0cm 0cm 17.25pt; outline: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #333333; font-family: Arial, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 15px;&quot;&gt;Demikian penjelasan tentang&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 15px;&quot;&gt;Hadits sholat isyroq/ syuruq/ thulu dan keutamaannya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background: white; line-height: 17.25pt; margin-bottom: 17.25pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #333333; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Diolah dari
berbagai sumber&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/feeds/7946714450901396876/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/08/hadits-sholat-isyroq-syuruq-thulu-dan.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6325305679562915710/posts/default/7946714450901396876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6325305679562915710/posts/default/7946714450901396876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/08/hadits-sholat-isyroq-syuruq-thulu-dan.html' title='Hadits sholat isyroq/ syuruq/ thulu dan keutamaannya'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6325305679562915710.post-4768780118694631213</id><published>2012-08-01T07:44:00.002+07:00</published><updated>2012-08-01T07:44:55.867+07:00</updated><title type='text'>Bapak Ilmu Kimia dunia: Ibnu Hayyan</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
tidak banyak orang yang tahu jika&amp;nbsp;&lt;b&gt;Bapak Ilmu Kimia dunia adalah Ibnu Hayyan. &lt;/b&gt;karena memang hal seperti inilah yang sengaja disembunyikan oleh orang-orang yang tidak menyukai Islam.&lt;br /&gt;
Sebenarnya Al Qur-an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim.” (QS Al Ankabut [29]: 49)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata Kimia, dalam bahasa Inggrisnya &#39;alchemy&#39;, diambil dari judul buku karya Ibnu Hayyan berjudul al-Kimya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibnu Hayyan atau Geber (721-815 M), sebutannya di dunia barat, adalah ilmuwan pertama yang menemukan dan mengenalkan disiplin ilmu kimia. Predikat Bapak Kimia memang sangat pantas didedikasikan kepada Ibnu Hayyan, cendekiawan muslim yang lahir di Tus, Iran dan kemudian wafat di kota Kufah, sekarang Irak. Keahliannya dalam bidang kimia berkembang di masa pemerintahan Khalifah Harun ar-Rasyid di Baghdad, di mana ia berhasil mengembangkan sebuah teknik yang membuat setiap hasil eksperimen dapat diproduksi kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam teknik yang disebut eksperimentasi sistematis, ia menekankan bahwa kuantitas zat sangat berhubungan dengan reaksi kimia yang terjadi, tak heran banyak kalangan di bidang ilmu kimia menganggap bahwa Ibnu Hayyan berhasil merintis arah sebuah hukum perbandingan tetap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beliau juga dikenal sebagai sosok yang memperkenalkan percobaan yang berkaitan dengan pembentukan unsur asam dan mineral, proses serta alat untuk distilasi, kristalisasi, penguapan dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kitab al-Kimya dan Kitab al-Sab’een, salah satu karyanya, diterjemahkan pada tahun 1144 ke dalam bahasa Latin yang dikenal menjadi The Book of the Composition of Alchemy. Dari 500 studi kimia hasil karyanya, banyak yang diterjemahkan ke dalam beberapa judul seperti Book of Kingdom, Book of Balances, dan Book of Eastern Mercury. Beberapa kosakata kimia yang ia gunakan juga masih dikenal hingga saat ini seperti alkali dan lain-lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wallahu a’lam bish-shawab&lt;br /&gt;
demikianlah semoga kita menjadi terang bahwa&amp;nbsp;Bapak Ilmu Kimia dunia sebenarnya adalah Ibnu Hayyan&lt;br /&gt;
*Tim penulis detikRamadan dari PT Asuransi Takaful Keluarga&lt;br /&gt;
sumber http://ramadan.detik.com/&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/feeds/4768780118694631213/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/08/bapak-ilmu-kimia-dunia-ibnu-hayyan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6325305679562915710/posts/default/4768780118694631213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6325305679562915710/posts/default/4768780118694631213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/08/bapak-ilmu-kimia-dunia-ibnu-hayyan.html' title='Bapak Ilmu Kimia dunia: Ibnu Hayyan'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6325305679562915710.post-5853594538626280645</id><published>2012-07-30T11:19:00.001+07:00</published><updated>2012-07-30T11:19:25.735+07:00</updated><title type='text'>Hukum Berpuasa ketika Lebaran Berbeda</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
Apakah&amp;nbsp;Hukum Berpuasa ketika Lebaran Berbeda?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut ulasannya:&lt;br /&gt;
Hampir setiap tahun, sebagian umat muslim di Indonesia sering dipusingkan dengan waktu lebaran yang berbeda. sehingga tidak sedikit orang yang ragu-ragu apakah akan tetap berpuasa ketika orang lain sedang merayakan lebaran.&amp;nbsp;Pertanyaan ini memang patut dikemukakan terlebih beberapa tahun ini di Indonesia sering terjadi perbedaan penanggalan 1 Syawal antara pemerintah dengan beberapa ormas Islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa orang yang tidak mendambakan kesamaan dan kekompakan dalam menjalankan ibadah shaum, khususnya dalam memulai shaum tersebut atau saat Idul Fitri tiba. Tetapi telah sama-sama kita sadari bahwa ternyata dalam penentuan awal Ramadan atau Idul Fitri sampai saat ini masih terjadi perbedaan. Semestinya, kita mafhum jika perbedaan merupakan sunnatullah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karenanya, janganlah sampai perbedaan tersebut membawa bencana. Justru jadikan semua itu aksesori yang menghiasi kehidupan bersama dalam bingkai ukhuwah Islamiah (persaudaraan dalam Islam). Tinggal bagaimana kita mewujudkannya dalam kedewasaan berpikir dan bertindak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah SWT mengingatkan di dalam Alquran, “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya; sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati; semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.” (Q.S. Al-Israa:36)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam menghadapi perbedaan pendapat, langkah pertama yang harus ditempuh berdasarkan ayat tersebut adalah memperkaya diri dengan pengetahuan, khususnya seputar penentuan awal bulan Ramadan dan Syawal sesuai kemampuan. Setelah itu, tanamkan kedewasaan untuk menyikapi perbedaan, sejauh perbedaan itu sama-sama memiliki dasar yang kuat. Terakhir, yakinilah yang menjadi pandangan kita dan jangan ada sedikit pun keraguan atas keputusan yang telah diambil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau kita ragu apakah sudah masuk tanggal 1 Syawal (Idul Fitri) atau belum, maka sebaiknya kita membatalkan puasa karena diharamkan untuk berpuasa pada hari yang meragukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ammar bin Yasir R.A. berkata, “Siapa yang berpuasa pada hari yang meragukan, maka sungguh telah durhaka” (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Nasai).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau orang lain sudah berlebaran sementara kita yakin bahwa hari itu belum waktunya lebaran, kita yakin bahwa lebaran itu besok sesuai penanggalan yang kita yakini benar, maka kita harus meneruskan puasa karena kita tidak termasuk orang yang ragu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi kalau ragu, maka sebaiknya kita membatalkan puasa seperti dijelaskan dalam hadis di atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesimpulannya, kita harus tetap berpuasa kalau kita yakin belum lebaran walaupun orang lain sudah berlebaran.&lt;br /&gt;
Demikian artikel tentang&amp;nbsp;&lt;b&gt;Hukum Berpuasa ketika Lebaran Berbeda&amp;nbsp;&lt;/b&gt;semoga kita mendapatkan ampunanNya.&lt;br /&gt;
sumber&amp;nbsp;http://id.berita.yahoo.com&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/feeds/5853594538626280645/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/07/hukum-berpuasa-ketika-lebaran-berbeda.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6325305679562915710/posts/default/5853594538626280645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6325305679562915710/posts/default/5853594538626280645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/07/hukum-berpuasa-ketika-lebaran-berbeda.html' title='Hukum Berpuasa ketika Lebaran Berbeda'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6325305679562915710.post-4577198373315719439</id><published>2012-07-22T13:50:00.003+07:00</published><updated>2012-07-22T13:50:26.030+07:00</updated><title type='text'>Puasa Ala Dr Oz dari Amerika (Oprah Winfrey Show) dan Makanan Yang Baik di Bulan Ramadhan</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Berikut akan saya sajikan artikel tentang Puasa Ala Dr Oz dari Amerika (Oprah Winfrey Show) dan Makanan Yang Baik di Bulan Ramadhan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda yang suka menonton “Oprah Winfrey Show” pasti tak asing lagi dengan Dr Oz. Ia adalah pengasuh rubrik kesehatan di acara Oprah, sebelum kemudian membikin acara kesehatan sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dr Oz, yang memiliki nama lengkap Mehmet Cengiz Oz, adalah seorang cardiothoracic surgeon(dokter ahli bedah jantung) kenamaan di Amerika. Dokter beragama Islam dan berdarah campuran Turki-Amerika ini mencampurkan metode pengobatan Barat dengan Timur — misalnya akupunktur.&lt;br /&gt;
Puasa dapat mengkondisikan tubuh untuk mengeluarkan racun, menurut Dr. Oz. (WPBF)&lt;br /&gt;
Bila sedang tidak syuting atau praktik dokter, Dr Oz disibukkan dengan tugasnya sebagai pengajar di Columbia University. Ia juga mengisi kesibukan dengan menulis (ada 400 lebih tulisan — juga beberapa buku telah terbit atas namanya).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan prestasinya yang sedemikian, dikutip dari website Oprah, pada tahun 2009 Dr Oz masuk sebagai salah satu dari 500 tokoh muslim yang menginspirasi dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di beberapa kesempatan, Dr Oz menyampaikan bahwa puasa adalah salah satu bentuk diet sehat. Puasa, menurutnya, adalah salah satu bentuk detoksifikasi racun-racun yang ada di tubuh. Puasa juga salah satu bentuk detoksifikasi paling alami dan natural yang dapat dilakukan, daripada melakukan diet tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurutnya, puasa dapat mengkondisikan tubuh untuk mengeluarkan racun, karena sebenarnya tubuh manusia telah memiliki sistem detoksifikasi secara alami. Dengan pola makan teratur di bulan puasa, tubuh kita dapat terkondisikan untuk melakukan detoksifikasi secara alami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Organ-organ metabolisme detoks, yakni hati, usus besar dan ginjal secara sistematis mengolah dan memilah makanan beserta racun yang mungkin terkandung di dalamnya. Puasa akan mengoptimalkan kerja organ metabolisme detoks tersebut sehingga hasil detoksifikasinya lebih lancar dan natural.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam website resminya, Dr Oz memberikan pilihan item menu yang bisa dikonsumsi di saat bulan puasa untuk lebih mengoptimalkan detoksifikasi. Y&lt;b&gt;ang pertama adalah nanas&lt;/b&gt;, karena mengandung zat yang dapat melancarkan pencernaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Yang kedua adalah jahe&lt;/b&gt; — yang disebutkan memiliki kandungan yang dapat merangsang kinerja empedu menjadi lebih optimal. Sayuran seledri, lobak, kol dan mentimun juga disarankan untuk dikonsumsi karena juga memiliki kandungan material yang positif bagi proses detoks ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Yang ketiga&lt;/b&gt;, jangan lupa mengonsumsi pisang yang penuh dengan vitamin B6, salah satu kandungan yang merupakan kunci bagi detoksifikasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untungnya, bahan makanan tadi dapat dicari dengan mudah di pasaran. Dan bila mampu mengkombinasikan menu-menu tadi dengan seimbang, maka tentunya kita akan mampu menjalankan sebulan amal ibadah puasa ini dengan lancar dan efektif. Ibadah didapat, badan pun sehat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Semoga artikel &lt;i&gt;Puasa Ala Dr Oz dari Amerika (Oprah Winfrey Show) dan Makanan Yang Baik di Bulan Ramadhan &lt;/i&gt;&amp;nbsp;bermanfaat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: id.berita.yahoo.com/puasa-detoks-ala-dr-oz-ramadan2012.html&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/feeds/4577198373315719439/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/07/puasa-ala-dr-oz-dari-amerika-oprah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6325305679562915710/posts/default/4577198373315719439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6325305679562915710/posts/default/4577198373315719439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/07/puasa-ala-dr-oz-dari-amerika-oprah.html' title='Puasa Ala Dr Oz dari Amerika (Oprah Winfrey Show) dan Makanan Yang Baik di Bulan Ramadhan'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6325305679562915710.post-6051830889113058284</id><published>2012-06-17T10:37:00.003+07:00</published><updated>2012-06-17T10:37:50.013+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="aqidah"/><title type='text'>Ayat Alquran: Jangan mendekati Zina (al Isra&#39;)</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; Ayat Alquran yang melarang kita mendekati Zina,&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;MENARIK untuk diperhatikan, mengapa Tuhan &amp;nbsp;menggunakan istilah: Wala taqrabu al-zina’ (Janganlah kalian mendekati zina) (QS al-Isra’/17:32)? Mengapa tidak dikatakan: “Jangan melakukan zina” (wa la taf’alu al-zina)? Tentu dengan mudah difahami bahwa mendekati saja tidak boleh, apalagi melakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun secara psikologis bisa dimengerti bahwa Allah Swt yang menciptakan manusia sudah barang tentu Maha Tahu terhadap segala kecenderungan manusia selalu sangat riskan dan sensitif terhadap perbuatan “suami-istri” ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam hadis, Nabi juga pernah menegaskan, jika ada dua makhluk berdua-duaan di suatu tempat; maka iblis yang akan menjadi orang ketiganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kecenderungan biologis manusia ini tidak bisa dipandang enteng. Meskipun tadinya tidak ada rencana dan keinginan untuk melakukannya, namun sepasang manusia memeroleh kesempatan yang baik; maka dengan sendirinya akan muncul keinginan, sekalipun sebelumnya tidak terjadi hubungan cinta, maka iblis langsung bekerja dalam kesempatan itu. Akhirnya kealpaan seperti ini seringkali menimbulkan ketergelinciran orang ke dalam dosa besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin inilah sebabnya mengapa Tuhan menggunakan istilah jangan mendekati, bukan jangan melakukan. Ini artinya mendekati saja sudah berdosa, apalagi melakukannya. Berbeda jika yang dilarang adalah melakukannya, maka saat mendekatinya belum masuk kategori dosa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Larangan Tuhan yang lain umumnya menggunakan larangan melakukan (la taf’alu) dosa, seperti larangan makan riba (la ta’kulu al-riba), tetapi khusus untuk zina digunakan larangan mendekati (la taf’alu).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah seorang ulama tafsir Mesir, Syekh Mutawalli Sya’rawi, mengomentari ayat tersebut dengan mengatakan, begitu kuat daya tarik perbuatan zina, maka dalam radius tertentu bisa menyedot anak manusia untuk melakukannya, sekalipun orang itu tadinya baik-baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjauhi zina di sini bukan hanya menjauhi dari segi tempat, tetapi juga kebijakan dankeputusan yang bisa melonggarkan hubungan seksual termasuk juga perbuatan mendekati zina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai contoh, kebijakan memberikan izin pertunjukan yang bisa memengaruhi orang lain untukberilusi seksual, misalnya sebuah pertunjukan dengan mempertontonkan lekuk-lekuk aurat yang pada akhirnya penonton atau pemirsa bisa terbangkitkan nafsu seksualnya, lalu kekuatan keinginan nafsu itu terekam di dalam alam bawah sadar, kemudian orang itu menyalurkannya kepada lawan jenis yang tidak sah, maka terjadilah perbuatan zina itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perbuatan memberikan izin pertunjukan, meloloskan sensor¸ atau melakukan pembiaran terhadap sebuah penampilan seronok, maka bukan hanya perbuatan dan kebijakan itu melanggar UU Pornografi, tetapi juga sudah masuk ke kategori “mendekati zina” yang diancam dengan dosa besar dari Allah Swt.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika pertunjukan Lady Gaga ternyata bisa menimbulkan hal-hal yang dikhawatirkan di atas, maka pemberian izin pertunjukan itu termasuk kaegori mendekati zina, karena memfasilitasi seseorang untuk mengumbar &amp;nbsp;lekuk-lekuk aurat dengan gaya sensual.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Nasaruddin Umar ; Wakil Menteri Agama Republik Indonesia]&lt;br /&gt;
dikutib dari&amp;nbsp;pelitaonline.com&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/feeds/6051830889113058284/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/06/ayat-alquran-jangan-mendekati-zina-al.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6325305679562915710/posts/default/6051830889113058284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6325305679562915710/posts/default/6051830889113058284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/06/ayat-alquran-jangan-mendekati-zina-al.html' title='Ayat Alquran: Jangan mendekati Zina (al Isra&#39;)'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6325305679562915710.post-6777149186083896922</id><published>2012-06-13T09:45:00.000+07:00</published><updated>2012-06-13T09:45:51.940+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sholat"/><title type='text'>Tata Cara Takbir  dalam Sholat</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;i&gt;Tata Cara Takbir &amp;nbsp;dalam Sholat&lt;/i&gt; memiliki aturan tersendiri. Berdasarkan
kitab Sifat Sholat Nabi secara lengkap disebutkan.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Dalam hadits riwayat Muslim dan Ibnu Majah, disebutkan bahwa
Rasulullah SAW membuka &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
sholatnya dengan ucapan Allohu Akbar (Alloh Mahabesar).
Beliaupun memerintahkan demikian &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
kepada orang yang tidak benar dalam sholatnya, sebagaimana
sabda Beliau SAW &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
”Tidaklah sholat &amp;nbsp;seseorang
itu menjadi sempurna sampai ia&amp;nbsp; berwudhu
dengan benar, lalu berkata Allohu Akbar”(HR Thabrani) &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Rasulullah &amp;nbsp;SAW juga
bersabda ”Kunci sholat adalah suci, tahrimnya (Yaitu melarang
perbuatan-perbuatan yang dilarang Alloh) pengharamannya adalah takbir dan
thalilnya (Yaitu menghalalankan apa saja yang dilakukan diluar sholat),
penghalalannya adalah &amp;nbsp;salam.” (HR Abu
Daud, Tirmidzi &amp;amp; Hakim). &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Dalam hadits riwayat Ahmad dan Hakim disebutkan bahwa
Rasulullah SAW mengangkat suaranya dalam takbir sehingga terdengar oleh
orang-orang yang makmum dibelakangnya. Rasulullah SAW bersabda, ”Apabila imam
mengucapkan Allohu Akbar, maka katakanlah Allohu Akbar” (HR Ahmad dan Baihaqi)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;b&gt;Demikian Tata Cara Takbir&lt;/b&gt; &amp;nbsp;dalam Sholat yang diajarkan Nabi SAW, semoga
kita semua bisa mengikutinya.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Diolah dari SIFAT SHOLAT NABI karya Muhammad Nashiruddin
Al-Alban&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/feeds/6777149186083896922/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/06/tata-cara-takbir-dalam-sholat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6325305679562915710/posts/default/6777149186083896922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6325305679562915710/posts/default/6777149186083896922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/06/tata-cara-takbir-dalam-sholat.html' title='Tata Cara Takbir  dalam Sholat'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6325305679562915710.post-3420789524110235267</id><published>2012-06-09T09:27:00.002+07:00</published><updated>2012-06-09T09:27:57.219+07:00</updated><title type='text'>Perbedaan Zakat, Infaq dan Shodaqah</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Perbedaan Zakat, Infaq dan Shodaqah,&lt;/b&gt; perlu diketahui oleh umat Islam dan juga oleh umat lainnya. Karena jika tidak memahaminya akan bisa menimbulkan kerancuan yang pada akhirnya akan berakibat dalam kesalahan dalam pelaksanaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. ZAKAT&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sebelum membahas&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Perbedaan Zakat, Infaq dan Shodaqah&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp; lebih dahulu kita akan membahas beberapa pengertian antara ketiganya.&lt;br /&gt;
Aarti zakat: sebagai harta yang wajib diberikan kepada orang-orang yang tertentu,dengan syarat-syarat yang tertentu pula.Secara teknis, zakat berarti menyucikan harta milik seseorang dengan cara pendistribusian-oleh kaum kaya-sebagiannya kepada kaum miskin-sebagai hak mereka,denagan membayaran zakat, maka seseorang memperoleh penyucian hati dan dirinya serta melakukan tindakan yang benar dan memproleh rahmat selain hartanya selaen hartanya akan bertambah.&lt;br /&gt;
Dalam al-qur&#39;an diperintahkan sebagai berikut: &quot; Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat, dan rukunlah beserta orang-orang yang ruku ( al-baqorah 43).&lt;br /&gt;
Dari segi istilah fiqih, zakat berarti sejumlah harta tertentu yang diwajibkan Allah yang diserahkan kepada orang-orang yang berhak.Menurut mazhab Imam Syafi&#39;i zakat adalah sebuah ungkapan keluarnya harta atau tubuh sesuai dengan secara khusus. Sedangkian menurut mazhab Imam Hambali, zakat ialah hakl yang wajib dikeluarkan dari harta yang khusus untuk kelompok yang khusus pula, yaitu kelompok yang disyaratkan dalam Al-Qur&#39;an.&lt;br /&gt;
Zakat suatu&#39; ibadah yang penting pula. Kerap kali dalam Al-Qur&#39;an menerangkan zakat beriringan dengan menerangkan Sholat. Tuhan menyebutkan zakat beriringan dengan urusan shalat. Ini menunjukkan bahwa antara zakat dengan shalat mempunyai perhubungan yang erat sekali dalam hal keutamaannya. Sembahyang dipandang seutama-utama &#39;ibadah badaniah dan zakat dipandang seutama-utama &#39;ibadah Maaliyah. Zakat itu wajib untuk semua ummat islam, sama dengan wajib sholat. Allah Swt telah mewajibkan zakat atas hamba-hambanya.&lt;br /&gt;
Barang siapa yang menginkari kewajiban zakat, maka ia menjadi kafir. Orang yang mengakui kefardu&#39;annya tapi tidak mau memberi, didesak dan diambil secara paksa. Tetapi jika mereka berjumlah banyak, maka mereka diperangi, sebagai yang telah dilakukan oleh abu baker siddiq.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;BEBERAPA HUKUM ZAKAT&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
a. zakat itu diwajibkan atas muslim yang merdeka, tidak disyaratkan sampai umur dan&lt;br /&gt;
berakal.&lt;br /&gt;
b. Zakat itu wajib pada permintaan sebagaiman wajib pada unta, sapi, kambing,dan&lt;br /&gt;
pada tiap-tiap tumbuh-tumbuhan dan zakat itu ditunaikan pada tiap-tiap pada tahun&lt;br /&gt;
sekali.&lt;br /&gt;
c. Islam telah memperhatikan soal zakat ini, waktunya kadarnya, nisabnya, orang yang&lt;br /&gt;
wajib atasnya dan orang-orang yang berhak menerimanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Shadaqoh&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Berkaitan denan Perbedaan Zakat, Infaq dan Shodaqah &amp;nbsp;berikutnya, yakni Pengertian shadaqoh atau sedekah secara bahasa berasal dari kata &quot;shadaqa&quot; yang artinya &quot;benar&quot; tersurat dari kata ini bahwa yang bersedekah adalah orang yang benar imannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengertian shadaqoh sama dengan pengertian infaq sama juga hukum dan ketentuannya, perbedaannya adalah infaq hanya berkaitkan dengan meteri sedangan shadaqoh memiliki arti luas menyangkut juga hal yang bersifat non mareril. Hadist riwayat imam muslim Abu Zar, Rasulullah menyatakan bahwa tidak mampu bersedekah dengan harta, membaca tasbih, tahmid, tahlit, berhubungan suami istri atau melakukan kegiatan amar ma&#39;aruf nahi mungkar adalah sedekah. Dalam hadist lain dikatakan senyum adalah shadoqoh&lt;br /&gt;
Shadaqah atau sedekah adalah pemberian sukarela yang dilakukan olehg seseorang kepada orang lain, terutama kepada orang-orang miskin, setiap kesempatan terbuka yang tidak ditentukan baik jenis, jumlah maupun waktunya. Lembaga sedekah sangat digalakkan oleh ajaran islam untuk menanamkan jiwa sosial dan mengurangi penderitaan orang lain. Sedangkan tidak terbatas pada pemberian yang bersifat material saja, tetapi juga berupa jasa yang bermanfaat bagi orang lain. Bahkan senyum yang dilakukan dengan ikhlas untuk menyenangkan orang lain. Termasuk dalam katagori shadaqah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun secara termenologi syariat shadaqah adalah pemberian sukarela yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain, terutama kebada orang-orang miskin setiap kesempatan terbuka yang tidak di tentukan baik jenis, jumlah maupun waktunya, sedekah tidak terbatas pada pemberian yang bersifat material saja tetapi juga dapat berupa jasa yang bermanfaat bagi orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedekah berarti memberi derma, termasuk memberikan derma untuk mematuhi hukum dimana kata zakat digunakan didalam al-qur&#39;an dan sunah. Zakat telah disebut pula sedekah karena zakat merupakan sejenis derma yang diwajibkan sedangkan sedekah adalah sukarela, zakat dikumpulkan oleh pemerintah sebagai suatu pengutan wajib, sedegkan sedekah lainnya dibayarkan secara sukarela. Jumlah dan nisab zakat di tentukan, sedangkan jumlah sedekah yang lainya sepenuhnya tergantung keinginan yang menyumbang. Shadaqah dapat bermakna infaq, zakat dan kebaikan non materi.&lt;br /&gt;
Selain itu ada istilah shadaqah dan infaq, sebagian ulama fiqih, menyatakan bahwa shadaqah wajib dinyatakan zakat, sedangkan shadaqah sunah dinamakan infaq. Sebagian yang lain mengatakan infaq wajib dinamakan zakat, sedangkan infaq sunah dinamakan shadaqah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Infaq&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Perbedaan Zakat, Infaq dan Shodaqah&lt;/i&gt; berikutnya adalah, Infaq adalah pengeluaran sukalrela yang di lakukan seseorang, setiap kali ia memperoleh rizki, sebanyak yang ia kehendakinya. Menurut bahasa infaq berasal dari kata anfaqa yang berarti mengeluarkan harta untuk kepentingan sesuatu. Sedangangkan menurut islilah syari&#39;at, infaq adalah mengeluarkan sebagian harta yang diperintahkan dalam islam. Infaq berbeda dengan zakat, iinfaq tidak mengenal nisab atau jumlah harta yang ditentukan secara hukum. Infaq tidak harus diberikan kepada mustahik tertentu, melainkan kepada siapapun misalnya orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin, atau orong-orang yang sedang dalam perjalanan. Dalil naqli yang mendasadri infaq sebagaimana firman allah dalam al-qur&#39;an (al-imran:4 )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun urgensi infaq bagi seorang muslim antara lain:&lt;br /&gt;
• Infaq merupakan bagian dari keimanan dari seorang muslim&lt;br /&gt;
• Orang yang enggan berinfaq adalah orang yang menjatuhkan diri dalam kebinasaan.&lt;br /&gt;
• Di dalam ibadah terkantung hikmah dan mamfaat besar.hikmah dan mamfaat infaq adalah sebagai realisasi iman kepada allah, merupakan sumber dana bagi pembangunan sarana maupun prasarana yang dibutuhkan ummat islam, menolong dan membantu kaum duafa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PERBEDAAN ZAKAT, INFAQ, DAN SHODAQAH&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Zakat hukumnya wajib sedangkan infaq hukumnya sunnah, zakat ditentukan nisabnya sedangkan infaq tidak memiliki batas, zakat ditentukan siapa saja yang berhak menerimanya sedangkan infaq boleh diberikan kepada siapa saja. Infaq ada yang wajib ada juga yang sunah. Infaq yang wajib diantaranya zakat, kafarat, nazar, dan lain-lain. Infaq sunah diantaranya, infaq kepada para fakir miskin, sesama muslim, infaq bencana alam, infaq kemanusiaan, dan lain-lain. Terkait dengan infaq Rasulullah bersabda dalm hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim ada malaikat yang senantiasa berdoa setiap pagi dan sore: &quot;Ya Allah berilah orang yang berinfaq, gantinya. Dan berkata yang lain: &quot;Ya Allah yang menahan infaq, kehancuran&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KESIMPULAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sumber&lt;br /&gt;
1. KH. Imam Zarkasi, Fiqh 2 (Gontor-Ponogoro Tri Murti press. 95) hal. 1&lt;br /&gt;
2. Nuruddin Mhd. Ali. Zakat Sebagai Instrumen Dalam Kebijakan Fiskal (Jakarta, PT&lt;br /&gt;
Raja Grafindo Persada) hal. 6&lt;br /&gt;
3. Hasbi Ash Shiddieqy. Kuliah Ibadah ( Jakarta, PT. Bulan Bintang ), hal. 168&lt;br /&gt;
4. yusuf qardhawi, kiat islam mengentaskan kemiskinan, (jakarta : Gema insani press,&lt;br /&gt;
1995), cet. 1, h.91&lt;br /&gt;
5. Muhamad Daud Ali, System Ekonomi Islam Zakat Dan Wakaf (Jakarta, Ui-Press) hal..&lt;br /&gt;
23&lt;br /&gt;
6. Naeem siddiqui, muashhi na. Hamwarion-ka-islami, (economic inequalities and their&lt;br /&gt;
islamic solution), h.343&lt;br /&gt;
7. Muhamad Daud Ali. Ibid,h.23&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diolah dari http://uchinfamiliar.blogspot.com/2009/03/pengertian-zakat-infaq-dan-shodaqah.html&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/feeds/3420789524110235267/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/06/perbedaan-zakat-infaq-dan-shodaqah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6325305679562915710/posts/default/3420789524110235267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6325305679562915710/posts/default/3420789524110235267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/06/perbedaan-zakat-infaq-dan-shodaqah.html' title='Perbedaan Zakat, Infaq dan Shodaqah'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6325305679562915710.post-3683173800035484218</id><published>2012-05-10T10:31:00.001+07:00</published><updated>2012-05-10T10:31:15.794+07:00</updated><title type='text'>Jumlah Penduduk Muslim di Dunia, meningkat pesat</title><content type='html'>REPUBLIKA.CO.ID, SOUTHERN CALIFORNIA -- Populasi Muslim di seluruh dunia
 naik pesat. Pew Research Center’s Forum on Religion &amp;amp; Public Life 
memperkirakan populasi Muslim akan tumbuh mencapai 35 persen dari total 
populasi dunia pada 20 tahun mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pada 2010 jumlah 
pemeluk Islam mencapai 1,6&amp;nbsp; miliar jiwa, maka pada 2030 akan mencapai 
2,2 miliar jiwa. Menurut lembaga itu, pertumbuhan jumlah umat Islam dua 
kali lebih besar dibandingkan non-Muslim pada dua dekade mendatang. Jika
 pertumbuhan jumlah umat Islam rata-rata mencapai 1,5 persen, maka 
non-Muslim hanya 0,7 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyikapi fenomena itu, Direktur 
Islamic Center Southern California, Imam Jihad Turk menilai ada dua 
faktor yang menyebabkan populasi muslim meningkat pesat, pertama adalah 
angka kelahiran tinggi di kalangan umat Islam. Dan kedua,&amp;nbsp; 
berbondong-bondongnya non-Muslim memeluk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Tingkat 
kelahiran merupakan faktor utama yang memberikan sumbangsih. Sementara, 
faktor konversi lebih banyak karena pernikahan,&quot; kata dia seperti 
dikutip neontommy.com, Selasa (8/5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moises Gonzalez, yang baru 
saja memeluk Islam, merupakan contoh dari tren pernikahan yang 
dijelaskan Turk. &quot;Saya jatuh cinta dengan seorang Muslimah. Sebagai 
bentuk keseriusan, saya memutuskan untuk berpindah agama,&quot; ungkap 
Gonzalez, yang saat ini tidak lagi mengkonsumsi babi dan alkohol 
semenjak memeluk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal serupa juga dialami Ti Miekel. 
Sebelumnya, ia tidak memeluk agama apapun. Namun, saat bertemu dengan 
suaminya, ia sadar harus membuat langkah perubahan. Salah satunya adalah
 memeluk agama.&quot;Suamiku tidak pernah memintaku untuk memeluk Islam Jadi,
 keputusanku memeluk Islam atas pilihan pribadi,&quot; kenang dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum
 Mikkel memeluk Islam, ia telah mencoba untuk mengenakan jilbab layaknya
 muslimah lain. Ia pun merasakan ketenangan. &quot;Aku tidak memiliki masalah
 dengan tata cara berpakaian. Tapi aku melihat jilbab, sebuah pakaian 
yang memberikan kenyamanan,&quot; kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Wakil 
Direktur Islamic Center Southern California, Soha Yassine, meningkatnya 
populasi muslim dibarengi dengan meningkatnya tentangan yang harus 
dihadapi muslim. Sebabnya, generasi baru muslim perlu untuk tumbuh dalam
 lingkungan dimana mereka dapat berbicara secara terbuka atas masalah 
yang mereka hadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Penting untuk diketahui generasi baru muslim
 untuk memahami bahwa menjadi muslim dan seorang warga AS tidaklah 
ekslusif,&quot; kara dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turk menambahkan, kesalahpahaman tentang 
Islam merupakan pekerjaan rumah bagi setiap muslim. Adalah tugas seorang
 muslim untuk meluruskan hal itu. Harapannya esensi Islam sebagai agama 
cinta damai dapat dipahami. &quot;Kebanyakan orang sekarang ini berpikir 
Islam adalah agama kekerasan. Padahal itu tidak benar,&quot; pungkasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/12/05/09/m3qcqk-2030-pemeluk-islam-capai-22-miliar-jiwa</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/feeds/3683173800035484218/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/05/jumlah-penduduk-muslim-di-dunia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6325305679562915710/posts/default/3683173800035484218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6325305679562915710/posts/default/3683173800035484218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/05/jumlah-penduduk-muslim-di-dunia.html' title='Jumlah Penduduk Muslim di Dunia, meningkat pesat'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6325305679562915710.post-383710215635674824</id><published>2012-05-03T16:55:00.000+07:00</published><updated>2012-05-03T16:55:01.255+07:00</updated><title type='text'>Nama-nama Ka&#39;bah di dalam Al Quran</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;
 &lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState=&quot;false&quot; LatentStyleCount=&quot;156&quot;&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;img src=&quot;http://img2.blogblog.com/img/video_object.png&quot; style=&quot;background-color: #b2b2b2; &quot; class=&quot;BLOGGER-object-element tr_noresize tr_placeholder&quot; id=&quot;ieooui&quot; data-original-id=&quot;ieooui&quot; /&gt;
&lt;style&gt;
st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;;
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-parent:&quot;&quot;;
 mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
 mso-para-margin:0cm;
 mso-para-margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:10.0pt;
 font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
 mso-ansi-language:#0400;
 mso-fareast-language:#0400;
 mso-bidi-language:#0400;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;

&lt;br /&gt;
Berikut adalah nama-nama Ka’bah yang mulia yang kita jumpai ketika membaca
Alquran.&lt;br /&gt;


&lt;strong&gt;1. Ka’bah (persegi empat)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Allah berfirman,&lt;em&gt;“Allah telah menjadikan Ka’bah, rumah suci itu sebagai
pusat (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia.”&lt;/em&gt; (QS. Al-Maidah: 97).&lt;br /&gt;


Ayat serupa juga terdapat dalam surah Al-Maidah pada ayat 95. Alasan mengapa
disebut Ka’bah karena bentuknya yang berbentuk kubus (persegi empat).
Orang-orang Arab menamakan setiap rumah yang bentuknya persegi empat dengan
Ka’bah. Atau, ia disebut Ka’bah karena keberadaannya yang tinggi dari permukaan
bumi atau bisa pula karena ia terpisah dari bangunan yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;


2&lt;b&gt;.&amp;nbsp; Al-Bait (rumah)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Allah berfirman, &lt;em&gt;“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk tempat
beribadah manusia adalah Baitullah yang ada di Bakkah (Makkah) yang diberkahi.”&lt;/em&gt;
(QS. Ali Imran : 96).&lt;br /&gt;


Ayat serupa bisa didapatkan pada surah Al-Baqarah ayat 125,127; Ali Imran
ayat 97; Al-Anfaal ayat 35; Al-Hajj ayat 26; dan Quraisy ayat 3.&lt;br /&gt;


Ka’bah adalah rumah Allah pertama yang dibangun di muka bumi. Ketika
Rasulullah ditanya tentang masjid yang pertama dibangun di atas bumi, maka
Beliau menjawab, “Masjidil Haram.”&amp;nbsp; Penanya tersebut bertanya lagi, “Lalu
setelah Masjidil Haram?” Beliau menjawab, “Masjidil Aqsha.”&lt;br /&gt;


Dalam Shahih Muslim disebutkan juga bahwa Ali RA berkata, “Sebelum Ka’bah
banyak rumah-rumah dibangun. Namun, Ka’bah adalah rumah (bait) pertama yang
dibangun untuk tempat menyembah kepada Allah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;


&lt;b&gt;3.&amp;nbsp; Baitullah (rumah Allah)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Allah telah menisbahkan Ka’bah pada diri-Nya sendiri. Allah berfirman, &lt;em&gt;“Dan
telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail, Bersihkanlah rumah-Ku untuk
orang-orang yang thawaf.”&lt;/em&gt; (QS. Al-Baqarah: 125). Ayat senada juga bisa
didapatkan pada surah Ibrahim ayat 37 dan Al-Hajj ayat 26.&lt;br /&gt;


Dalam Tafsir Al-Qurthubi (2/114) dan Al-Fatni’ Al-Lathiif (18), Imam
Al-Qurthubi berkata, “Allah telah menisbahkan Al-Bait pada diri-Nya sebagai
bentuk penghormatan dan penghargaan. Ia adalah penisbatan makhluk pada Sang
Khalik. Sebagaimana disebutkan oleh seorang penyair, “Cukuplah bagiku kemuliaan
kala aku dinisbatkan padamu. Padahal aku lebih butuh, tahu, dan mengerti
tentang dirimu.”&lt;br /&gt;


&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKIWINl1i7OB6Eju0P_WHsYeRwdDPP6NeCg4XezfU1Nw3yj555S28CBCyQihA-DA3Nder8fpBrLwGvM0dGPLoNOd072rbWWYAsn2PdXinnBkxr4nMVQrDtuz87DWxNSiDEVh9ZF0XmnvFd/s1600/1kaaba1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;207&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKIWINl1i7OB6Eju0P_WHsYeRwdDPP6NeCg4XezfU1Nw3yj555S28CBCyQihA-DA3Nder8fpBrLwGvM0dGPLoNOd072rbWWYAsn2PdXinnBkxr4nMVQrDtuz87DWxNSiDEVh9ZF0XmnvFd/s320/1kaaba1.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;strong&gt;4.&amp;nbsp; Al-Baitul Haram (Rumah yang Haram/Suci)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Allah berfirman, &lt;em&gt;“Allah telah menjadikan Ka’bah, rumah suci itu sebagai
pusat (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia.”&lt;/em&gt; (QS. Al-Maidah: 97).
Ayat serupa juga bisa didapatkan pada ayat 2 surat Al-Maidah.&lt;br /&gt;


Ibnul Jauzi dalam Kitabnya, &lt;em&gt;Zaad Almuyassar fi at-Tafsir&lt;/em&gt;,
mengatakan alasan dinamakannya Baitullah dengan Haram adalah karena diharamkan
berburu binatangnya dan diharamkan menebang pepohonannya, dan demikian besar
kehormatannya. Dan yang dimaksud dengan Baitul Haram adalah semua Tanah Haram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;


&lt;strong&gt;5.&amp;nbsp; Al-Baitul Al-Atiq&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Allah berfirman, &lt;em&gt;“Hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka dan
hendaklah mereka melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah).”&lt;/em&gt;
(QS. Al-Hajj: 29).&lt;br /&gt;


Ayat serupa juga bisa kita dapatkan pada surat Al-Hajj pada ayat 33. Disebut Atiq
karena kemuliaannya. Bisa juga karena dia adalah rumah yang pertama kali
dibangun di atas bumi, karena dia selamat dari kekaraman, karena selamat dari
tangan-tangan orang-orang jahat, atau karena dia bebas dan tidak menjadi milik
makhluk manapun.&lt;br /&gt;


Sehingga dia tidak disebut dengan Baitu Fulan tapi disebut dengan Baitullah.
Atau bisa juga karena tidak ada seorang pun yang ingin berbuat jahat atasnya
kecuali dia pasti akan binasa. Karena Allah akan membebaskan kaum mukminin dari
siksa karenanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;


&lt;strong&gt;6.&amp;nbsp; Kiblat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Allah berfirman, &lt;em&gt;“Maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke Kiblat yang
kamu sukai.”&lt;/em&gt; (QS. Al-Baqarah: 144).&lt;br /&gt;


Kiblat adalah arah muka seseorang menghadap ketika shalat yang tak lain
adalah Ka’bah. Demikian sebagaimana dijelaskan dalam kitab &lt;em&gt;Alqamus Almuhith&lt;/em&gt;
dalam entri qabala.&lt;br /&gt;


&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Sumber: &lt;a href=&quot;http://jurnal/&quot;&gt;http://jurnal&lt;/a&gt;haji.com&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/feeds/383710215635674824/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/05/nama-nama-kabah-di-dalam-al-quran.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6325305679562915710/posts/default/383710215635674824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6325305679562915710/posts/default/383710215635674824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/05/nama-nama-kabah-di-dalam-al-quran.html' title='Nama-nama Ka&#39;bah di dalam Al Quran'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKIWINl1i7OB6Eju0P_WHsYeRwdDPP6NeCg4XezfU1Nw3yj555S28CBCyQihA-DA3Nder8fpBrLwGvM0dGPLoNOd072rbWWYAsn2PdXinnBkxr4nMVQrDtuz87DWxNSiDEVh9ZF0XmnvFd/s72-c/1kaaba1.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6325305679562915710.post-3321458581597647771</id><published>2012-04-24T14:53:00.004+07:00</published><updated>2012-04-24T14:53:49.199+07:00</updated><title type='text'>Tata Cara Sholat Wanita = Pria</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;
 &lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState=&quot;false&quot; LatentStyleCount=&quot;156&quot;&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;;
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-parent:&quot;&quot;;
 mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
 mso-para-margin:0cm;
 mso-para-margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:10.0pt;
 font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
 mso-ansi-language:#0400;
 mso-fareast-language:#0400;
 mso-bidi-language:#0400;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;


&lt;strong&gt;Pertama&lt;/strong&gt;,&lt;br /&gt;
Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;
bersabda,&lt;br /&gt;


&lt;div class=&quot;arab&quot;&gt;
صلُّوا كما رأيتموني أصلّي&lt;/div&gt;
&lt;em&gt;“Shalatlah kalian, sebagaimana kalian melihatku &lt;a href=&quot;http://konsultasisyariah.com/tag/salat&quot; title=&quot;Posts tagged with salat&quot;&gt;salat&lt;/a&gt;”&lt;/em&gt;
(HR. Bukhari).&lt;br /&gt;


Hadis ini menjadi dalil bahwa salatnya &lt;span class=&quot;searchterm5&quot;&gt;wanita&lt;/span&gt;
sama dengan salatnya laki-laki. Karena Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;
perintahkan agar umatnya mengikuti &lt;span class=&quot;searchterm1&quot;&gt;tata&lt;/span&gt; &lt;span class=&quot;searchterm2&quot;&gt;cara&lt;/span&gt; salatnya, tanpa memberikan pengecualian. Imam
Ibrahim An-Nakhai -seorang tabiin- mengatakan,&lt;br /&gt;


&lt;div class=&quot;arab&quot;&gt;
تفعل المرأة في الصلاة كما يفعل الرجل&lt;/div&gt;
&lt;em&gt;“Seorang &lt;/em&gt;&lt;span class=&quot;searchterm5&quot;&gt;&lt;i&gt;wanita&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;
mengerjakan shalat sebagaimana yang dilakukan oleh laki-laki”&lt;/em&gt; (HR. Bukhari
se&lt;span class=&quot;searchterm2&quot;&gt;cara&lt;/span&gt; &lt;em&gt;muallaq&lt;/em&gt; dan disebutkan oleh Ibnu
Abi Syaibah dengan sanadnya dalam Al-Mushannaf).&lt;br /&gt;


&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Kedua&lt;/strong&gt;,&lt;br /&gt;
terdapat sebuah hadis yang menganjurkan &lt;span class=&quot;searchterm5&quot;&gt;wanita&lt;/span&gt; &lt;span id=&quot;high_4&quot;&gt;&lt;span class=&quot;searchterm4&quot;&gt;untuk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
menggabungkan kedua tangannya ketika sujud, tidak sebagaimana laki-laki. Hadis
ini diriwayatkan oleh Abu Daud dalam kitab &lt;em&gt;Al-Marasil&lt;/em&gt;, dari Yazid bin
Abi Habib. Karena hadis ini adalah hadis mursal, maka tidak bisa dijadikan
sebagai dalil. Sebagaimana keterangan dalam &lt;em&gt;Silsilah ad-Dhaifah&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;
Sementara riwayat dalam &lt;em&gt;Masail&lt;/em&gt; Imam Ahmad, dari Ibnu Umar, bahwa Ibnu
Umar memerintahkan para istrinya &lt;span class=&quot;searchterm4&quot;&gt;untuk&lt;/span&gt; duduk
bersila ketika &lt;strong&gt;salat&lt;/strong&gt; adalah riwayat yang sanadnya tidak sahih,
karena dalam sandanya terdapat Abdullah Al-Waqidi, dia perawi yang dhaif.&lt;br /&gt;


&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Ketiga&lt;/strong&gt;,&lt;br /&gt;
Imam Bukhari meriwayatkan dengan sanad yang sahih
dalam kitab &lt;em&gt;At-Tarikh as-Shaghir&lt;/em&gt;, dari Ummu Darda,&lt;br /&gt;


&lt;div class=&quot;arab&quot;&gt;
أنها كانت تجلس في صلاتها جلسة الرجل ، وكانت فقيهة&lt;/div&gt;
&lt;em&gt;“Ummu Darda duduk ketika shalat sebagaimana duduknya lelaki. Padahal ia
adalah seorang ulama &lt;/em&gt;&lt;span class=&quot;searchterm5&quot;&gt;&lt;i&gt;wanita&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;


Demikian penjelasan dalam kitab &lt;em&gt;Sifat Shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;


Semua keterangan di atas, memberikan kesimpulan bahwa tata &lt;span class=&quot;searchterm2&quot;&gt;cara&lt;/span&gt; shalatnya &lt;span class=&quot;searchterm5&quot;&gt;wanita&lt;/span&gt;
sama dengan &lt;span class=&quot;searchterm1&quot;&gt;tata&lt;/span&gt; &lt;span class=&quot;searchterm2&quot;&gt;cara&lt;/span&gt;
shalat laki-laki.&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;Allahu a’lam&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;


&lt;em&gt;Sumber http://konsultasisyariah.com/samakah-cara-salat-laki-laki-dan-perempuan&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/feeds/3321458581597647771/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/04/tata-cara-sholat-wanita-pria.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6325305679562915710/posts/default/3321458581597647771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6325305679562915710/posts/default/3321458581597647771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/04/tata-cara-sholat-wanita-pria.html' title='Tata Cara Sholat Wanita = Pria'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6325305679562915710.post-4446946968223517382</id><published>2012-04-23T14:24:00.000+07:00</published><updated>2012-04-23T14:24:34.901+07:00</updated><title type='text'>Pemakaman Nabi Muhammad SAW dan Warisannya</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;
 &lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState=&quot;false&quot; LatentStyleCount=&quot;156&quot;&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;;
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-parent:&quot;&quot;;
 mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
 mso-para-margin:0cm;
 mso-para-margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:10.0pt;
 font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
 mso-ansi-language:#0400;
 mso-fareast-language:#0400;
 mso-bidi-language:#0400;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;first&quot;&gt;
Belum selang 20 hari setelah tentara berangkat, pihak Muslimin
sudah dapat menyerang Balqa&#39;. Usamah telah dapat mengadakan pembalasan buat
kaum&amp;nbsp; Muslimin dan ayahnya yang telah terbunuh di Muktah dulu. Dalam
peristiwa yang gemilang itu, semboyan perang yang diucapkan ialah: &quot;Untuk
kemenangan, matilah!&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan demikian, baik Abu Bakar maupun Usamah telah dapat melaksanakan perintah
Nabi. Ia kembali dengan pasukannya itu ke Madinah didahului panji yang oleh
Rasulullah dulu diserahkan di tangannya dengan menunggang kuda yang juga dulu
dipakai ayahnya di Muktah sampai syahid.&lt;/div&gt;
Setelah Nabi berpulang, Fatimah putri beliau, meminta kepada Abu Bakar tanah
peninggalan Nabi di Fadak dan di Khaibar diberikan kepadanya. Tetapi Abu Bakar
menjawab dengan kata-kata Rasulullah, &quot;Kami para nabi tidak mewariskan.
Apa yang kami tinggalkan buat sedekah.&quot; &lt;br /&gt;


Kemudian kata Abu Bakar kepada Fatimah, &quot;Kalau ayahmu dulu memang sudah
menghibahkan harta ini kepadamu, maka usulmu itu saya terima, dan saya
laksanakan apa yang dimintanya itu.&quot; &lt;br /&gt;


Tetapi Fatimah menjawab bahwa tentang itu ayahnya tidak berkata apa-apa
kepadanya. Hanya Ummu Aiman yang mengatakan kepada Fatimah bahwa yang demikian
itulah yang dimaksudkan. Dalam hal ini Abu Bakar menekankan supaya Fadak dan
Khaibar tetap dikembalikan ke Baitul Mal untuk kaum Muslimin.&lt;br /&gt;


Demikianlah, Nabi Muhammad SAW pergi melepaskan dunia ini dengan tiada
meninggalkan sesuatu kekayaan dunia yang fana kepada siapa pun. Rasulullah
pergi melepaskan dunia ini seperti ketika beliau datang. Sebagai peninggalan,
beliau telah memberikan agama yang lurus ini kepada umat manusia. Nabi SAW
telah merintis jalan kebudayaan Islam yang maha besar, yang telah menaungi
dunia sebelumnya, dan akan menaungi dunia kemudian.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;


Rasulullah telah menanamkan ajaran tauhid, menempatkan ajaran Allah SWT yang
tinggi di atas dan ajaran orang-orang kafir yang rendah di bawah. Kehidupan
paganisme dalam segala bentuk dan penampilannya telah dikikis habis. Manusia
sekarang diajaknya melakukan perbuatan yang baik dan takwa, bukan perbuatan
dosa dan permusuhan. Kemudian beliau meninggalkan Kitabullah buat manusia,
sebagai rahmat dan petunjuk. Rasulullah meninggalkan teladan yang tinggi,
contoh nan indah.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;


Contoh terakhir diberikannya kepada umat manusia, ketika dalam sakit, beliau
berkata kepada orang banyak, &lt;em&gt;&quot;Wahai manusia, barangsiapa punggungnya
pernah&amp;nbsp; kucambuk, ini punggungku, balaslah! Barangsiapa kehormatannya
pernah kucela, ini kehormatanku, balaslah! Dan barangsiapa hartanya pernah
kuambil, ini hartaku, ambillah! Jangan ada yang takut permusuhan, itu bukan
bawaanku.&quot;&lt;/em&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Suatu ketika, ada orang yang pernah menuntut uang tiga dirham kepada
Rasulullah, kepada orang itu diberikan pula gantinya. Kemudian beliau
melepaskan dunia ini dengan meninggalkan warisan rohani yang agung, yang selalu
memancar di semesta alam. Allah SWT akan menyempurnakan ajaran-Nya, akan
menolong agama-Nya di&amp;nbsp; atas semua agama, sekalipun oleh orang-orang kafir
tidak diakui. &lt;br /&gt;


Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan kedamaian kepada Rasulullah,
penghulu para nabi, Muhammad SAW. &lt;em&gt;Allahumma Amin!&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;


&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Sumber: http://id.berita.yahoo.com/sejarah-hidup-muhammad-saw-pemakaman-rasulullah-3-tamat-141005687.html&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/feeds/4446946968223517382/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/04/pemakaman-nabi-muhammad-saw-dan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6325305679562915710/posts/default/4446946968223517382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6325305679562915710/posts/default/4446946968223517382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/04/pemakaman-nabi-muhammad-saw-dan.html' title='Pemakaman Nabi Muhammad SAW dan Warisannya'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6325305679562915710.post-5154628008131326315</id><published>2012-02-28T08:03:00.000+07:00</published><updated>2012-02-28T08:03:40.324+07:00</updated><title type='text'>Orang Religius Lebih Sehat</title><content type='html'>Acap kali orang religius dianggap kolot. Namun, penelitian terbaru  menunjukkan menjadi orang religius memiliki status kesehatan yang lebih  baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah riset dilakukan oleh perusahaan Gallup terhadap 676  ribu orang Amerika. Para peneliti melakukan survei melalui wawancara  telepon untuk menilai atau menggambarkan seberapa sehat masyarakat, yang  dibagi berdasarkan beberapa kategori, seperti kualitas hidup, kesehatan  emosional, kesehatan fisik, kebiasaan perilaku sehat, kepuasan kerja,  akses ke dokter dan sumber daya kesehatan lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap  tanggapan dari partisipan akan diberikan skor dengan skala 0-100. Dalam  wawancara tersebut, partisipan juga diminta untuk menyebutkan agama  mereka (jika ada).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Survei yang dilakukan sejak awal Januari 2010  ini menunjukkan orang yang beragama memiliki nilai lebih tinggi dalam  skor kesehatan dan kesejahteraan secara umum dibandingkan orang yang  kurang atau tidak religius. Namun, orang yang kurang atau tidak religius  memiliki skor tertinggi dalam kesehatan fisik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam penelitian,  peneliti mencatat bahwa kesehatan dipengaruhi oleh banyak faktor,  termasuk usia, jenis kelamin dan ras/etnis, dimana orang tersebut hidup  dalam sebuah negara, kelas, dan status pernikahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peneliti  beranggapan bahwa ibadah dalam sebuah agama membuat seseorang mengalami  interaksi sosial dan persahabatan dengan orang lain. Sebuah agama juga  bisa menjadi sarana &#39;meditasi&#39; dan menyediakan mekanisme untuk mengatasi  masalah hidup, seperti berdoa, sehingga bisa mengurangi stres, depresi,  kekhawatiran serta meningkatkan kebahagiaan. Akibatnya, orang yang  religius lebih dapat hidup lebih lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penelitian ini turut  mendukung bahwa unsur religius menjadi faktor penting dalam meningkatkan  kualitas kesehatan seseorang. Riset lain yang dilakukan National  Institutes of Health menemukan bahwa orang yang berdoa setiap hari  terbukti memiliki risiko 40 persen lebih rendah terkena hipertensi  dibandingkan dengan mereka yang jarang berdoa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
http://id.she.yahoo.com/orang-religius-lebih-sehat-060819099.html</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/feeds/5154628008131326315/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/02/orang-religius-lebih-sehat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6325305679562915710/posts/default/5154628008131326315'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6325305679562915710/posts/default/5154628008131326315'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/02/orang-religius-lebih-sehat.html' title='Orang Religius Lebih Sehat'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6325305679562915710.post-6220367221187768395</id><published>2012-02-20T14:52:00.001+07:00</published><updated>2012-02-20T14:59:32.311+07:00</updated><title type='text'>Tata cara Wudhlu/Wudhu</title><content type='html'>&lt;h1 align=&quot;center&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Kedudukan wudhu dalam sholat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Wudhu merupakan suatu hal yang tiada asing bagi setiap muslim, sejak kecil ia telah mengetahuinya bahkan telah mengamalkannya. Akan tetapi apakah wudhu yang telah kita lakukan selama bertahun-tahun atau bahkan telah puluhan tahun itu telah benar sesuai dengan apa yang diajarkan Nabi kita Muhammad &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi was sallam&lt;/i&gt;? Karena suatu hal yang telah menjadi konsekwensi dari dua kalimat syahadat bahwa ibadah harus ikhlas mengharapkan ridho Allah dan sesuai sunnah Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi was sallam.&lt;/i&gt; Demikian juga telah masyhur bagi kita bahwa wudhu merupakan &lt;b&gt;syarat sah sholat&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn1&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: none;&quot;&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;, yang mana jika syarat tidak terpenuhi maka tidak akan teranggap/terlaksana apa yang kita inginkan dari syarat tersebut. Sebagaimana sabda Nabi yang mulia, Muhammad &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi was sallam,&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;« لاَ تُقْبَلُ صَلاَةُ مَنْ أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ »&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;“Tidak diterima sholat orang yang berhadats sampai ia berwudhu”.&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn2&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-style: normal; text-decoration: none;&quot;&gt; HR. Bukhori, Muslim)&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-style: normal; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Demikian juga dalam juga Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala &lt;/i&gt;perintahkan kepada kita dalam KitabNya,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki”. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;(QS Al Maidah [5] : 6).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Pengertian wudhu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Secara &lt;b&gt;bahasa&lt;/b&gt; wudhu berarti &lt;i&gt;&lt;b&gt;husnu&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;/keindahan&lt;/b&gt; dan &lt;i&gt;&lt;b&gt;nadhofah&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;/kebersihan&lt;/b&gt;, wudhu untuk sholat dikatakan sebagai wudhu karena ia membersihkan anggota wudhu dan memperindahnya&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn3&quot;&gt;[3]&lt;/a&gt;. Sedangkan pengertian menurut istilah dalam syari’at, wudhu adalah &lt;b&gt;peribadatan &lt;/b&gt;kepada Allah &lt;i&gt;‘azza wa jalla &lt;/i&gt;dengan &lt;b&gt;mencuci&lt;/b&gt; empat anggota wudhu&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn4&quot;&gt;[4]&lt;/a&gt; &lt;b&gt;dengan tata cara tertentu&lt;/b&gt;. Jika pengertian ini telah dipahami maka kita akan mulai pembahasan tentang syarat, hal-hal wajib dan sunnah dalam wudhu secara ringkas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Tata Cara Wudhu secara Global&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Tata cara wudhu berdasarkan hadits Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi was sallam &lt;/i&gt;dari Humroon budak sahabat Utsman bin Affan &lt;i&gt;rodhiyallahu ‘anhu&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn5&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: none;&quot;&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Dari Humroon -bekas budak Utsman bin Affan-, suatu ketika ‘Utsman memintanya untuk membawakan air wudhu (dengan wadah&lt;sup&gt;pent.&lt;/sup&gt;), kemudian ia tuangkan air dari wadah tersebut ke kedua tangannya. Maka ia membasuh kedua tangannya sebanyak tiga kali, lalu ia memasukkan tangan kanannya ke dalam air wudhu kemudian berkumur-kumur, lalu beristinsyaq dan beristintsar. Lalu beliau membasuh wajahnya sebanyak tiga kali, (kemudian) membasuh kedua tangannya sampai siku sebanyak tiga kali kemudian menyapu kepalanya (sekali saja&lt;sup&gt;pent.&lt;/sup&gt;) kemudian membasuh kedua kakinya sebanyak tiga kali, kemudian beliau mengatakan, “Aku melihat Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam berwudhu dengan wudhu yang semisal ini dan beliau shallallahu ‘alaihi was sallam mengatakan, “Barangsiapa yang berwudhu dengan wudhu semisal ini kemudian sholat 2 roka’at (dengan khusyuk&lt;sup&gt;ed.&lt;/sup&gt;)dan ia tidak berbicara di antara wudhu dan sholatnya&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn6&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: none;&quot;&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; maka Allah akan ampuni dosa-dosanya yang telah lalu”&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn7&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: none;&quot;&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Dari hadits yang mulia ini dan beberapa hadits yang lain dapat kita simpulkan tata cara wudhu Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi was sallam &lt;/i&gt;secara ringkas sebagai berikut&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn8&quot;&gt;[8]&lt;/a&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;ol start=&quot;1&quot; type=&quot;1&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Berniat wudhu (dalam hati) untuk menghilangkan      hadats.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Mengucapkan basmalah&lt;i&gt; &lt;/i&gt;(bacaan bismillah).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Membasuh dua telapak tangan sebanyak 3 kali.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Mengambil air dengan tangan kanan kemudian      memasukkannya ke dalam mulut dan hidung untuk berkumur-kumur dan istinsyaq      (memasukkan air dalam hidung). Kemudian beristintsar (mengeluarkan air      dari hidung) dengan tangan kiri sebanyak 3 kali.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Membasuh seluruh wajah dan menyela-nyelai jenggot      sebanyak 3 kali.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Membasuh tangan kanan hingga siku bersamaan      dengan menyela-nyelai jemari sebanyak 3 kali kemudian dilanjutkan dengan      yang kiri.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Menyapu seluruh kepala dengan cara mengusap dari      depan ditarik ke belakang, lalu ditarik lagi ke depan, dilakukan sebanyak      1 kali, dilanjutkan menyapu bagian luar dan dalam telinga sebanyak 1 kali.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Membasuh kaki kanan hingga mata kaki bersamaan      dengan menyela-nyelai jemari sebanyak 3 kali kemudian dilanjutkan dengan      kaki kiri.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Syarat-Syarat Wudhu&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn9&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: none;&quot;&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Syaikh Dr. Sholeh bin Fauzan bin Abdullah Al Fauzan&lt;i&gt; hafidzahullah&lt;/i&gt; menyebutkan &lt;b&gt;syarat wudhu ada tujuh&lt;/b&gt;&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn10&quot;&gt;[10]&lt;/a&gt;, yaitu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type=&quot;disc&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Islam,&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Berakal,&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Tamyiz&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn11&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: none;&quot;&gt;[11]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Berniat&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn12&quot;&gt;[12]&lt;/a&gt;,      (letak niat ini &lt;b&gt;ketika hendak&lt;/b&gt; akan melakukan ibadah      tersebut&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn13&quot;&gt;[13]&lt;/a&gt;,&lt;sup&gt;pent.&lt;/sup&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Air yang digunakan adalah air yang bersih dan      bukan air yang diperoleh dengan cara yang haram,&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Telah beristinja’&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn14&quot;&gt;[14]&lt;/a&gt;      &amp;amp; istijmar&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn15&quot;&gt;[15]&lt;/a&gt;      lebih dulu (jika sebelumnya memiliki keharusan untuk istinja’ dan istijmar      dari hadats),&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Tidak adanya sesuatu hal yang mencegah air sampai      ke kulit &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Kami tidak menyebutkan dalil tentang hal di atas karena kami menganggap hal ini telah ma’ruf dikalangan kaum muslimin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJRWgkGBDxkQnGINyUXtSBwsiT0l0ngGvW1TQx0MLOQAui5ErUOm5C5RVPcp6jGL8uIEJ0VXFVWNQpAmS8HkM31aAl3ukPOGSB_MTk7pfZjIILRuUo4jFij9ZTuzJ30YdSIZoorBYgxmzJ/s1600/wudu.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJRWgkGBDxkQnGINyUXtSBwsiT0l0ngGvW1TQx0MLOQAui5ErUOm5C5RVPcp6jGL8uIEJ0VXFVWNQpAmS8HkM31aAl3ukPOGSB_MTk7pfZjIILRuUo4jFij9ZTuzJ30YdSIZoorBYgxmzJ/s1600/wudu.JPG&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Wajib Wudhu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start=&quot;1&quot; type=&quot;A&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Membaca bismillah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt; ketika hendak wudhu, sebagaimana sabda Nabi kita      &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi was sallam,&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;“Tidak ada sholat bagi orang yang tidak berwudhu, dan &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;tidak ada wudhu bagi orang yang tidak menyebut nama Allah Ta’ala (bismillah) ketika hendak berwudhu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;”.&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn16&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: none;&quot;&gt;[16]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start=&quot;2&quot; type=&quot;A&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Membasuh wajah, &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;termasuk dalam membasuh wajah adalah &lt;b&gt;berkumur-kumur,      istinsyaq dan istintsar&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn17&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: none;&quot;&gt;[17]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. &lt;/b&gt;Para ‘ulama mengatakan batasan bagian wajah yang      dibasuh adalah mulai dari atas ujung dahi (awal tempat tumbuhnya rambut)      sampai bagian bawah jenggot dan batas kiri kanan adalah telinga[*]&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn18&quot;&gt;[18]&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Adapun yang dimaksud dengan istinsyaq adalah sebagaimana yang dikatakan &lt;b&gt;Al Hafidz Ibnu Hajar Al Asqolaniy&lt;/b&gt; &lt;i&gt;rohimahullah&lt;/i&gt;, “Memasukkan air ke hidung dengan menghisapnya sampai ke ujungnya, sedangkan istintsar adalah kebalikannya”&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn19&quot;&gt;[19]&lt;/a&gt;. Dalil tentang hal ini sebagaimana yang firman Allah &lt;i&gt;‘azza wa jalla&lt;/i&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;basuhlah wajah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;”. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;(QS Al Maidah [5] : 6).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Sebagaimana dalam ilmu ushul fiqh&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn20&quot;&gt;[20]&lt;/a&gt; perintah dalam perkara ibadah memberikan konsekwensi wajib. Maka membasuh wajah dalam wudhu adalah wajib. Sedangkan dalil yang menunjukkan wajibnya berkumur-kumur, istinsyaq dan istintsar adalah ayat di atas yang memerintahkan kita untuk membasuh wajah, sedangkan mulut dan hidung merupakan bagian dari wajah. Demikian juga hadits Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi was sallam&lt;/i&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;« إِذَا تَوَضَّأَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَنْشِقْ بِمَنْخِرَيْهِ مِنَ الْمَاءِ ثُمَّ لْيَنْتَثِرْ »&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;“Jika salah seorang dari kalian hendak berwudhu maka beristinsyaqlah di hidungnya dengan air kemudian beristintsarlah”.&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn21&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: none;&quot;&gt;[21]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Dalil khusus dalam masalah kumur-kumur adalah hadits Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi was sallam,&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;« إِذَا تَوَضَّأْتَ فَمَضْمِضْ »&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;“Jika engkau hendak wudhu, maka berkumur-kumurlah”&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn22&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: none;&quot;&gt;[22]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani &lt;i&gt;rohimahullah &lt;/i&gt;mengatakan, “Cara berkumur-kumur, istinsyaq dan istintsar dilakukan bersamaan (satu kali jalan), maka setengah air digunakan untuk berkumur-kumur dan sisanya untuk istinsyaq dan istintsar”.&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn23&quot;&gt;[23]&lt;/a&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start=&quot;3&quot; type=&quot;A&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Menyela-nyelai jenggot&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;, dalil tentang hal ini adalah hadits Nabi &lt;i&gt;shallallahu      ‘alaihi was sallam &lt;/i&gt;dari sahabat Anas bin Malik &lt;i&gt;rodhiyallahu      ‘anhu, &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;“Merupakan kebiasaan (Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam&lt;sup&gt;pent&lt;/sup&gt;. ) jika beliau akan berwudhu, beliau mengambil segenggaman air kemudian beliau basuhkan (ke wajahnya&lt;sup&gt;pent&lt;/sup&gt;) sampai ketenggorokannya kemudian beliau menyela-nyelai jenggotnya”. Kemudian beliau mengatakan, “&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Demikianlah cara berwudhu yang diperintahkan Robbku kepadaku&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;”&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn24&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: none;&quot;&gt;[24]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Dan cara menyela-nyelai jenggot adalah sebagaimana sabda Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi was sallam&lt;/i&gt; di atas yaitu dengan menyela-nyelainya bersamaan dengan membasuh wajah&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn25&quot;&gt;[25]&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start=&quot;4&quot; type=&quot;A&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Membasuh kedua tangan sampai siku&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;, dalilnya adalah firman Allah &lt;i&gt;‘azza wa      jalla,&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;“Apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;sampai dengan siku&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;”. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;(QS Al Maidah [5] : 6).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Demikian juga hadits Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi was sallam&lt;/i&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;“Kemudian beliau membasuh tangannya yang kanan sampai siku sebanyak tiga kali, kemudian membasuh tangannya yang kiri sampai siku sebanyak tiga kali”&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn26&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: none;&quot;&gt;[26]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start=&quot;5&quot; type=&quot;A&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Menyapu&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn27&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: none;&quot;&gt;[27]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; kepala      dengan air, kedua telinga termasuk dalam bagian kepala&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn28&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: none;&quot;&gt;[28]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;. Dalilnya adalah firman Allah &lt;i&gt;‘azza wa      jalla,&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;“Dan sapulah kepalamu”. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;(QS Al Maidah [5] : 6).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Perintah dalam ayat ini menunjukkan hukum menyapu kepala adalah wajib bahkan hal ini diklaim ijma’ oleh An Nawawi Asy Syafi’i &lt;i&gt;rohimahullah&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn29&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: none;&quot;&gt;[29]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;. Demikian juga sabda Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi was sallam,&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;“Kemudian beliau membasuh mengusap kepala dengan tangannya,(dengan cara&lt;sup&gt;pent.&lt;/sup&gt;) menyapunya ke depan dan ke belakang. Beliau memulainya dari bagian depan kepalanya ditarik ke belakang sampai ke tengkuk kemudian mengembalikannya lagi ke bagian depan kepalanya”&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn30&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: none;&quot;&gt;[30]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Hadits ini menunjukkan bagaimana &lt;b&gt;cara mengusap kepala&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn31&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: none;&quot;&gt;[31]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; yang Allah perintahkan dalam surat Al Maidah ayat 6 di atas. Demikian juga hadits ini juga dalil bahwa yang bagian kepala yang dihusap dalam ayat di atas adalah &lt;b&gt;seluruh kepala/rambut&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn32&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: none;&quot;&gt;[32]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/b&gt;dan inilah pendapat Al Imam Malik &lt;i&gt;rohimahullah &lt;/i&gt;demikian juga hal ini merupakan pendapat Al Imam Al Bukhori &lt;i&gt;rohimahullah&lt;/i&gt; sebagaimana dalam kitab shahihnya. Jadi mengusap kepala bukanlah hanya sebagian (hanya ubun-ubun) sebagaimana anggapan sebagian orang. Sedangkan dalil bahwa menyapu kedua telinga termasuk dalam menyapu kepala adalah sabda Nabi &lt;i&gt;’alaihish sholatu was salam&lt;/i&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;« الأُذُنَانِ مِنَ الرَّأْسِ »&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;“Kedua telinga merupakan bagian dari kepala”.&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn33&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: none;&quot;&gt;[33]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Lalu cara menyapu kedua telinga adalah sebagaimana sabda Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi was sallam&lt;/i&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;“kemudian beliau menyapu kedua telinga sisi dalamnya dengan dua telunjuknya dan sisi luarnya dengan kedua jempolnya”.&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn34&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: none;&quot;&gt;[34]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Adapun untuk &lt;b&gt;cara mengusap kepala dan kedua telinga dengan air, untuk perempuan sama seperti untuk laki-laki&lt;/b&gt; sebagaimana yang dikatakan oleh An Nawawi Asy Syafi’i &lt;i&gt;rohimahullah &lt;/i&gt;demikian juga hal ini merupakan pendapat Imam Syafi’i &lt;i&gt;rohimahullah&lt;/i&gt; sendiri dan dinukil oleh Al Bukhori &lt;i&gt;rohimahullah&lt;/i&gt; dalam kitab shohihnya dari Sa’id bin Musayyib&lt;i&gt; rohimahullah&lt;/i&gt; &lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn35&quot;&gt;[35]&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start=&quot;6&quot; type=&quot;A&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Membasuh kedua kaki hingga mata kaki&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;. Dalil hal ini adalah firman Allah &lt;i&gt;Subhanahu      wa Ta’ala,&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;“(basuh) kaki-kaki kalian sampai dengan kedua mata kaki”. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;(QS Al Maidah [5] : 6).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Demikian juga hadits Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi was sallam,&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;“Kemudian beliau membasuh kedua kakinya hingga dua mata kaki”&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn36&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: none;&quot;&gt;[36]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Membasuh kedua mata kaki hukumnya wajib karena Allah sebutkan dengan lafadz/bentuk perintah, dan hukum asal perintah dalam masalah ibadah adalah wajib. Adapun cara membasuhnya adalah sebagaimana yang disabdakan beliau &lt;i&gt;alaihish sholatu was salam,&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;“Jika beliau shallallahu ‘alaihi was sallam berwudhu, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;beliau menggosok jari-jari kedua kakinya dengan dengan jari kelingkingnya&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;”&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn37&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: none;&quot;&gt;[37]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Demikian juga pendapat Al Ghozali &lt;i&gt;rohimahullah, &lt;/i&gt;namun beliau &lt;i&gt;qiyas&lt;/i&gt;kan dengan cara istinja’, sebagaimana yang dinukilkan oleh Al ‘Amir Ash Shon’ani &lt;i&gt;rohimahullah&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn38&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: none;&quot;&gt;[38]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start=&quot;7&quot; type=&quot;A&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Muwalah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Muwalah&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn39&quot;&gt;[39]&lt;/a&gt; adalah berturut-turut dalam membasuh anggota-anggota wudhu dalam artian membasuh anggota wudhu lainnya sebelum anggota wudhu (yang sebelumnya telah dibasuh &lt;sup&gt;pent.&lt;/sup&gt;) mengering dalam kondisi/waktu normal&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn40&quot;&gt;[40]&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Dalil wajibnya hal ini adalah firman Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala,&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;“Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku”.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt; (QS Al Maidah [5] : 6).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Sisi pendalilannya sebagai berikut, jawab syarat (dari kalimat syarat yang ada dalam ayat ini&lt;i&gt;&lt;sup&gt;pent.&lt;/sup&gt;&lt;/i&gt;) merupakan suatu yang berurutan dan tidak boleh diakhirkan&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn41&quot;&gt;[41]&lt;/a&gt;. Adapun dalil dari Sunnah adalah Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi was sallam &lt;/i&gt;berwudhu dengan tidak memisahkan membasuh anggota wudhu (yang satu dengan yang lainnya&lt;i&gt;&lt;sup&gt;pent.&lt;/sup&gt;&lt;/i&gt;) dan hadits Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi was sallam &lt;/i&gt;yang diriwayatkan dari sahabat Umar bin Khottob &lt;i&gt;rodhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;أَنَّ رَجُلاً تَوَضَّأَ فَتَرَكَ مَوْضِعَ ظُفُرٍ عَلَى قَدَمِهِ فَأَبْصَرَهُ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ « ارْجِعْ فَأَحْسِنْ وُضُوءَكَ ». فَرَجَعَ ثُمَّ صَلَّى&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;“Bahwasanya ada seorang laki-laki berwudhu dan meninggalkan bagian yang belum dibasuh sebesar kuku pada kakinya. Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam melihatnya maka Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam mengatakan, “Kembalilah (berwudhu&lt;sup&gt;pent.&lt;/sup&gt;) perbaguslah wudhumu”.&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn42&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: none;&quot;&gt;[42]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Hal ini merupakan pendapat Imam Syafi’i dalam perkataannya yang lama, serta pendapat Al Imam Ahmad dalam riwayat yang masyhur dar beliau&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn43&quot;&gt;[43]&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Sunnah Wudhu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start=&quot;1&quot; type=&quot;1&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Bersiwak&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn44&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: none;&quot;&gt;[44]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;, hal sebagaimana dalam sabda Nabi &lt;i&gt;shallallahu      ‘alaihi was sallam,&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;« لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِى لأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ صَلاَةٍ »&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;“Seandainya jika tidak memberatkan ummatku, niscaya aku perintahkan mereka untuk bersiwak pada setiap hendak berwudhu”&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn45&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: none;&quot;&gt;[45]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start=&quot;2&quot; type=&quot;1&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Mencuci kedua tangan tiga kali ketika hendak      berwudhu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;, sunnah ini lebih      ditekankan &lt;b&gt;ketika bangun dari tidur&lt;/b&gt; atau dengan kata lain      hukumnya &lt;b&gt;wajib&lt;/b&gt;. Dalil yang menunjukkan bahwa mencuci      tangan ketika hendak berwudhu sunnah adalah hadits Nabi &lt;i&gt;shallallahu      ‘alaihi was sallam,&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Dari Humroon budaknya Utsman bin Affan, (ketika ia menjadi budaknya Utsman&lt;sup&gt;pent.&lt;/sup&gt;) suatu ketika beliau memintanya untuk membawakan air wudhu (dengan wadah&lt;sup&gt;pent.&lt;/sup&gt;), kemudian aku tuangkan air dari wadah tersebut ke kedua tangan beliau. Maka ia membasuh tangannya sebanyak tiga kali……kemudian beliau berkata, “Aku dahulu melihat Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam berwudhu dengan wudhu seperti yang aku peragakan ini”&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn46&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: none;&quot;&gt;[46]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Hal ini ditetapkan sebagai sunnah dan bukan wajib sebab Utsman &lt;i&gt;rodhiyallahu ‘anhu &lt;/i&gt;melakukannya karena melihat Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi was sallam&lt;/i&gt; melakukannya. Semata-mata perbuatan Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi was sallam &lt;/i&gt;yang dicontoh para sahabat menunjukkan hukum anjuran atau sunnah&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn47&quot;&gt;[47]&lt;/a&gt;. Kemudian dalil yang menunjukkan wajibnya mencuci tangan ketika bangun dari tidur adalah sabda Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi was sallam,&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;“Jika salah seorang dari kalian bangun dari tidurnya maka hendaklah ia mencuci tangannya sebelum ia memasukkan tangannya ke air wudhu, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;karena ia tidak tahu di mana tangannya bermalam&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;”.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Jika ada yang bertanya apakah hal ini hanya berlaku pada tidur di malam hari saja atau umum? Maka jawabannya adalah sebagaimana yang disampaikan Nabi &lt;i&gt;shollallahu ‘alaihi was sallam &lt;/i&gt;di atas yaitu semua tidur yang menyebabkan orang tidak tahu di mana tangannya berada ketika ia tidur. Dan inilah pendapat yang dipilih oleh Al Imam Asy Syafi’i &lt;i&gt;rohimahullah, &lt;/i&gt;demikian juga mayoritas ‘ulama&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn48&quot;&gt;[48]&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start=&quot;3&quot; type=&quot;1&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Bersungguh-sungguh&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt; dalam &lt;b&gt;beristinsyaq&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;berkumur-kumur&lt;/b&gt;      ketika &lt;b&gt;tidak sedang berpuasa&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn49&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: none;&quot;&gt;[49]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;.      Dalilnya adalah sabda Nabi &lt;i&gt;shollallahu ‘alaihi was sallam,&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;“Bersungguh-sungguhlah dalam beristinsyaq kecuali jika kalian sedang berpuasa”&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn50&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: none;&quot;&gt;[50]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start=&quot;4&quot; type=&quot;1&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Mendahulukan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt; &lt;b&gt;membasuh anggota wudhu yang kanan&lt;/b&gt;.      Dalilnya adalah sabda Nabi &lt;i&gt;shollallahu ‘alaihi was sallam,&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;“Adalah kebiasaan Nabi shollallahu ‘alaihi was sallam sangat menyukai mendahulukan kanan dalam thoharoh (berwudhu&lt;sup&gt;pent.&lt;/sup&gt;)”&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn51&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: none;&quot;&gt;[51]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start=&quot;5&quot; type=&quot;1&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Membasuh anggota wudhu sebanyak 2 kali atau 3      kali&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;. Dalil bahwa Nabi &lt;i&gt;shallallahu      ‘alaihi was sallam &lt;/i&gt;membasuh anggota wudhunya 2 kali adalah hadits      yang diriwayatkan dari sahabat Abdullah bin Zaid,&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;“Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam berwudhu &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;(membasuh anggota wudhunya sebanyak&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;pent.&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;) dua kali-dua kali&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;.&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn52&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: none;&quot;&gt;[52]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Dalil bahwa beliau membasuh anggota wudhu sebanyak tiga kali adalah hadits yang diriwayatkan Humroon dari tentang wudhu Utsman bin Affan &lt;i&gt;rodhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt; ketika melihat cara wudhu Nabi &lt;i&gt;shollallahu ‘alaihi was sallam,&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Dari Humroon budaknya Utsman bin Affan, (ketika ia menjadi budaknya Utsman&lt;sup&gt;pent.&lt;/sup&gt;) suatu ketika beliau memintanya untuk membawakan air wudhu (dengan wadah&lt;sup&gt;pent.&lt;/sup&gt;), kemudian aku tuangkan air dari wadah tersebut ke tangan beliau. Maka ia membasuh tangannya &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;sebanyak &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;3 kali&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;…kemudian dia &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;membasuh wajahnya sebanyak 3 kali….&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn53&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: none;&quot;&gt;[53]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Hal ini sering beliau lakukan pada anggota wudhu selain pada mengusap kepala, berdasarkan salah satu riwayat hadits Abdullah bin Zaid &lt;i&gt;rodhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt; di atas yang juga dalam &lt;i&gt;shohihain&lt;/i&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 11pt;&quot;&gt;ثُمَّ أَدْخَلَ يَدَهُ فَمَسَحَ رَأْسَهُ ، فَأَقْبَلَ بِهِمَا وَأَدْبَرَ مَرَّةً وَاحِدَةً&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;“Kemudian beliau memasukkan tangannya ke dalam wadah air lalu menyapu kepalanya ke arah depan dan belakang sebanyak 1 kali”&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn54&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: none;&quot;&gt;[54]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Namun demikian dianjurkan juga menyapu kepala sebanyak tiga kali&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn55&quot;&gt;[55]&lt;/a&gt;, namun hal ini dianjurkan dengan catatan tidak dilakukan terus menerus berdasarkan salah satu riwayat hadits yang diriwayatkan Humroon tentang cara wudhu Utsman bin Affan &lt;i&gt;rodhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt; ketika beliau melihat cara wudhu Nabi &lt;i&gt;shollallahu ‘alaihi was sallam&lt;/i&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Beliau (Utsman bin Affan &lt;sup&gt;pent.&lt;/sup&gt;)menyapu kepalanya tiga kali kemudian membasuh kakinya tiga kali, kemudian beliau berkata, “Aku melihat Rosulullah shallallahu ‘alaihi was sallam berwudhu dengan wudhu seperti ini”&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn56&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: none;&quot;&gt;[56]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start=&quot;6&quot; type=&quot;1&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Tertib&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;, yang dimaksud tertib di sini adalah membasuh anggota wudhu      sesuai tempatnya (urutan yang ada dalam ayat wudhu&lt;i&gt;&lt;sup&gt;pent.&lt;/sup&gt;&lt;/i&gt;)&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn57&quot;&gt;[57]&lt;/a&gt;.      Hal ini kami cantumkan di sini sebagai sebuah sunnah bukan wajib dalam      wudhu dengan alasan hadits Al Miqdam bin Ma’dikarib Al Kindiy &lt;i&gt;rodhiyallahu      ‘anhu,&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;“Rosulullah shallallahu ‘alaihi was sallam melakukan wudhu dengan membasuh tangannya tiga kali kemudian berkumur-kumur dan istinsyaq tiga kali, kemudian membasuh wajahnya tiga kali, kemudian membasuh kakinya tiga kali, kemudian menyapu kepalanya dan telinga bagian luar maupun dalam”&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn58&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: none;&quot;&gt;[58]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;ol start=&quot;7&quot; type=&quot;1&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Berdo’a ketika telah selesai berwudhu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;. Hal ini berdasarkan sabda Nabi &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;“Tidaklah salah seorang dari kalian berwudhu dan ia menyempurnakan wudhunya kemudian membaca, “Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah” melainkan akan dibukakan baginya pintu-pintu surga yang jumlahnya delapan, dan dia bisa masuk dari pintu mana saja ia mau”&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn59&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: none;&quot;&gt;[59]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;At Tirmidzi menambahkan lafafdz,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;“Ya Allah jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termsuk orang-orang yang selalu mensucikan diri”&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn60&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: none;&quot;&gt;[60]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start=&quot;8&quot; type=&quot;1&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Sholat dua raka’at setelah wudhu. Hal ini      berdasarkan hadits Nabi &lt;i&gt;shollallahu ‘alaihi was sallam,&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;“Barangsiapa berwudhu sebagaimana wudhuku ini, kemudian sholat 2 raka’at (dengan khusyuk&lt;sup&gt;ed.&lt;/sup&gt;) setelahnya dan &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;ia tidak berbicara di antara keduanya&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn61&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: none;&quot;&gt;[61]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;, maka akan diampuni seluruh dosanya yang telah lalu”&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftn62&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: none;&quot;&gt;[62]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Demikianlah akhir tulisan ini, mudah-mudahan bermanfaat bagi kami sebagai tambahan ‘amal dan sebagai tambahan ilmu bagi pembaca sekalian serta berbuah ‘amal bagi kita semua. &lt;i&gt;Allahu a’lam bish showab&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Ketika rintik-rintik hujan membasahi ranah pogung, 1 Dzul Hijjah 1430 H&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Penulis: Aditya Budiman&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Muroja’ah: M. A. Tuasikal&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Artikel &lt;a href=&quot;http://www.muslim.or.id/&quot;&gt;www.muslim.or.id&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;  &lt;hr align=&quot;center&quot; size=&quot;1&quot; width=&quot;100%&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftnref1&quot;&gt;[1]&lt;/a&gt; Bahkan hal ini diklaim ijma’oleh &lt;b&gt;An Nawawi&lt;/b&gt; &lt;i&gt;rohimahullah &lt;/i&gt;[lihat &lt;b&gt;Al Minhaaj Syarh Shohih Muslim&lt;/b&gt; oleh &lt;b&gt;An Nawawi&lt;/b&gt; &lt;i&gt;rohimahullah&lt;/i&gt; hal. 98/III cetakan Darul Ma’rifah, Beirut dengan tahqiq dari &lt;b&gt;Syaikh Kholil Ma’mun Syihaa&lt;/b&gt;] &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftnref3&quot;&gt;[3]&lt;/a&gt; Lihat &lt;b&gt;Al Minhaaj Syarh Shohih Muslim&lt;/b&gt; oleh &lt;b&gt;An Nawawi&lt;/b&gt; &lt;i&gt;rohimahullah&lt;/i&gt; hal. 95/III. Hal senada juga dikatakan oleh &lt;b&gt;Al Hafidz Ibnu Hajar Al Asqolaniy&lt;/b&gt; &lt;i&gt;rohimahullah &lt;/i&gt;dalam &lt;b&gt;Fathul Baari&lt;/b&gt; hal. 214/I.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftnref4&quot;&gt;[4]&lt;/a&gt; Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin &lt;i&gt;rohimahullah &lt;/i&gt;mengatakan, “Penyebut empat anggota wudhu dalam hal ini hanyalah maksudnya adalah penyebutan sebagian namum yang diinginkan adalah seluruh anggota wudhu”. [lihat &lt;b&gt;Syarhul Mumti’ ‘ala Zaadil Mustaqni’&lt;/b&gt; hal. 110/I, terbitan Al Kitabul ‘Alimiy, Beirut, Lebanon.]Atau bisa kita katakan sebagai majas &lt;i&gt;part pro toto&lt;/i&gt; dalam istilah bahasa Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftnref5&quot;&gt;[5]&lt;/a&gt; Hadits ini merupakan salah satu hadits pokok dalam masalah tata cara wudhu Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi was sallam.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftnref6&quot;&gt;[6]&lt;/a&gt; Akan datang penjelasannya &lt;i&gt;insya Allah&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftnref7&quot;&gt;[7]&lt;/a&gt; HR. Bukhori no. 159,Muslim no. 226.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftnref8&quot;&gt;[8]&lt;/a&gt; Lihat &lt;b&gt;Shohih Fiqhis Sunnah&lt;/b&gt; oleh &lt;b&gt;Abu Maalik Kamaal bin Sayyid Salim&lt;/b&gt; hal. 111/I, terbitan Maktabah Tauqifiyah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftnref9&quot;&gt;[9]&lt;/a&gt; Kami menempuh cara menulis seperti ini (membedakan mana perkara yang sunnah dan wajib) bukanlah berarti tidak ingin meniru wudhu Nabi secara menyeluruh akan tetapi agar ‘amal kita bisa memiliki nilai tambah jika berhadapan dua hal yang sama-sama baik, misalnya hal yang wajib dan sunnah ataupun 2 hal yang sunnah namun salah satu lebih ditekankan. &lt;i&gt;Allahu A’lam.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftnref10&quot;&gt;[10]&lt;/a&gt; Lihat &lt;b&gt;Al Mulakhoshul Fiqhiy&lt;/b&gt; hal. 24 oleh &lt;b&gt;Syaikh DR. Sholeh bin Fauzan bin Abdullah Al Fauzan&lt;/b&gt; &lt;i&gt;hafidzahullah&lt;/i&gt; cetakan Dar Ibnul Jauziy Riyadh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftnref11&quot;&gt;[11]&lt;/a&gt; Tolak ukur &lt;i&gt;tamyiz&lt;/i&gt; adalah sebagaimana yang dikatakan Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi was sallam &lt;/i&gt;adalah &lt;b&gt;berumur 7 tahun&lt;/b&gt; dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud no. 495 dan dinyatakan &lt;i&gt;&lt;b&gt;hasan shohih&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; oleh Al Albani &lt;i&gt;rohimahullah &lt;/i&gt;dalam takhrij beliau untuk Sunan Abu Dawud.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftnref12&quot;&gt;[12]&lt;/a&gt; Yang kami maksudkan dengan niat adalah &lt;i&gt;&lt;b&gt;azam&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;/keinginan yang ada dalam hati untuk berwuhu karena ingin melaksanakan perintah Allah dan RosullNya &lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;shallallahu ‘alaihi was sallam&lt;/b&gt;, &lt;/i&gt;Ibnu Taimiyah &lt;i&gt;rohimahullah &lt;/i&gt;mengatakan, “&lt;b&gt;Niat dalam seluruh ibadah tempatnya di hati bukan di lisan dan hal ini telah disepakati para ‘ulama kaum muslimin&lt;/b&gt;, semisal dalam ibadah thoharoh, sholat, zakat, puasa, haji, membebaskan budak, jihad, dan lain-lain. Seandainya ada seorang yang melafadzkan niat dan hal itu berbeda dengan niat yang ada dalam hatinya maka yang menjadi tolak ukur berpahala atau tidaknya amal adalah niat yang ada dalam hatinya bukan yang ada di lisannya”.[lihat &lt;b&gt;Al Fatawatul Qubro&lt;/b&gt; oleh &lt;b&gt;Ibnu Taimiyah&lt;/b&gt;, dengan tahqiq &lt;b&gt;Husnain Muhammad Makhluf&lt;/b&gt; hal. 87/II, terbitan Darul Ma’rifah, Beirut Lebanon]. yang senada juga dikatakan oleh &lt;b&gt;Al Imam An Nawawi Asy Syafi’i&lt;/b&gt;&lt;i&gt; rohimahullah&lt;/i&gt; lihat &lt;b&gt;Qowaid wa Fawaid minal ‘Arbain An Nawawiyah&lt;/b&gt; oleh &lt;b&gt;Syaikh Nadzim Muhammad Shulthon&lt;/b&gt; hal. 30 cetakan Darul Hijroh, Riyadh, KSA demikian juga beliau isyaratkan dalam Kitabnya &lt;b&gt;At Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur’an&lt;/b&gt; hal. 50 dengan tahqiq dari &lt;b&gt;Syaikh Abu Abdillah Ahmad bin Ibrohim Abul ‘Ainain&lt;/b&gt; cetakan Maktabah Ibnu Abbas Kairo, Mesir. Mudah-mudahan dengan penjelasan ringkas ini pembaca bisa memahami defenisi niat yang benar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftnref13&quot;&gt;[13]&lt;/a&gt; Lihat &lt;b&gt;Syarhul Mumti’ ‘ala Zaadil Mustaqni’&lt;/b&gt; hal. 127/I&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftnref14&quot;&gt;[14]&lt;/a&gt; Membersihkan sesuatu yang keluar dari dua jalur kemaluan dengan air. [lihat&lt;b&gt; Syarhul Mumti’ ‘ala Zaadil Mustaqni’&lt;/b&gt; hal. 69/I ]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftnref15&quot;&gt;[15]&lt;/a&gt; Membersihkan sesuatu yang keluar dari dua jalur kemaluan dengan tiga buah batu atau dengan selainnya [lihat &lt;b&gt;Manjaahus Salikin&lt;/b&gt; oleh &lt;b&gt;Syaikh Abdurrohman bin Nashir As Sa’diy&lt;/b&gt; &lt;i&gt;rohimahullah &lt;/i&gt;hal. 38 cetakan Darul Wathon, Riyadh, KSA].&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftnref16&quot;&gt;[16]&lt;/a&gt; HR. Ibnu Hibban no. 399, At Tirmidzi no. 26, Abu Dawud no. 101, Al Hakim no. 7000, Ad Daruquthni no. 232. Hadits ini dinilai &lt;i&gt;&lt;b&gt;shohih&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; oleh &lt;b&gt;Al Albani&lt;/b&gt; &lt;i&gt;rohimahullah &lt;/i&gt;dalam Shohihul Jami’ no. 7514, bahkan &lt;b&gt;Syaikh Abu Ishaq Al Huwainiy&lt;/b&gt; membuat satu juz (kitab yang khusus membahas satu hadits) dan beliau men&lt;i&gt;&lt;b&gt;shohih&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;kan hadits ini. Akan tetapi status hadits ini diperselisihkan para ulama di antara yang men&lt;i&gt;dhoif&lt;/i&gt;kannya &lt;b&gt;‘Ali bin Abu Bakr Al Haitsami&lt;/b&gt; &lt;i&gt;rohimahullah&lt;/i&gt; dalam &lt;b&gt;Majmu’ Az Zawaid&lt;/b&gt; hal. 780/IX terbitan Darul Fikr, Beirut dan &lt;b&gt;penulis Shohih Fiqhis Sunnah&lt;/b&gt; dalam takhrij beliau untuk hadits ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftnref17&quot;&gt;[17]&lt;/a&gt; Lihat &lt;b&gt;Al Wajiz fi Fiqhil Kitab was Sunnah&lt;/b&gt; oleh &lt;b&gt;Syaikh DR. Abdul Adzim bin Badawiy Al Kholafiy&lt;/b&gt; &lt;i&gt;hafidzahullah&lt;/i&gt; hal&lt;i&gt;.&lt;/i&gt; 38 Dar Ibnu Rojab Kairo, Mesir.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftnref18&quot;&gt;[18]&lt;/a&gt; Lihat&lt;b&gt; Syarhul Mumti’ ‘ala Zaadil Mustaqni’&lt;/b&gt; hal. 131-132/I, dan tambahan dari &lt;b&gt;Shohih Fiqhis Sunnah &lt;/b&gt;hal. 113/I.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftnref19&quot;&gt;[19]&lt;/a&gt; Lihat &lt;b&gt;Fathul Baari&lt;/b&gt; hal. 78/X.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftnref20&quot;&gt;[20]&lt;/a&gt; Lihat &lt;b&gt;Mandzumah Ushulil Fiqh wa Qowa’idih&lt;/b&gt; oleh &lt;b&gt;Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin&lt;/b&gt; &lt;i&gt;rohimahullah &lt;/i&gt;hal. 103 cetakan Dar Ibnul Jauziy Riyadh,KSA.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftnref21&quot;&gt;[21]&lt;/a&gt; HR. Muslim no. 237.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftnref22&quot;&gt;[22]&lt;/a&gt; HR. Abu Dawud no. 144, hadits ini dinyatakan &lt;b&gt;shohih&lt;/b&gt; oleh Al Albani dalam takhrij Beliau untuk Sunan Abu Dawud.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftnref23&quot;&gt;[23]&lt;/a&gt; Lihat &lt;b&gt;Ats Tsamrul Mustathob fi Fiqhis Sunnah wal Kitaab&lt;/b&gt; oleh &lt;b&gt;Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani &lt;/b&gt;&lt;i&gt;rohimahullah &lt;/i&gt;hal. 10/I cetakan Ghiroos, Kuwait.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftnref24&quot;&gt;[24]&lt;/a&gt; HR. Abu Dawud no. 145, Al Baihaqi no. 250 dinyatakan &lt;b&gt;shohih&lt;/b&gt; oleh Al Albani dalam &lt;b&gt;Irwa’ul Gholil&lt;/b&gt; no. 92.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftnref25&quot;&gt;[25]&lt;/a&gt; Lihat tanda [*] dalam tulisan ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftnref26&quot;&gt;[26]&lt;/a&gt; HR. Bukhori no. 1832 dan Muslim no. 226.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftnref27&quot;&gt;[27]&lt;/a&gt; Perbedaan antara menghapus/menyapu dan membasuh adalah bahwa pada menghapus/menyapu tidak ada mengalirkan air ke tempat yang akan dihapus namun cukup dengan membasahi tangan dengan air dan menyapukan tangan tersebut ke kepala. [Lihat&lt;b&gt; Syarhul Mumti’ ‘ala Zaadil Mustaqni’&lt;/b&gt; hal. 116/I.]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftnref28&quot;&gt;[28]&lt;/a&gt; Lihat &lt;b&gt;Al Wajiz fi Fiqhil Kitab was Sunnah&lt;/b&gt; oleh &lt;b&gt;Syaikh DR. Abdul Adzim bin Badawiy Al Kholafiy&lt;/b&gt; &lt;i&gt;hafidzahullah&lt;/i&gt; hal&lt;i&gt;.&lt;/i&gt; 38 Dar Ibnu Rojab Kairo, Mesir.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftnref29&quot;&gt;[29]&lt;/a&gt; Lihat &lt;b&gt;Al Minhaaj Syarh Shohih Muslim&lt;/b&gt; oleh &lt;b&gt;An Nawawi&lt;/b&gt; &lt;i&gt;rohimahullah&lt;/i&gt; hal. 102/III.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftnref30&quot;&gt;[30]&lt;/a&gt; HR. Bukhori no. 185, Muslim 235.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftnref31&quot;&gt;[31]&lt;/a&gt; Namun merupakan sunnah Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi was sallam &lt;/i&gt;juga membasuhnya dari arah belakang ke depan. Sebagaimana akan kami cantumkan haditsnya dalam pokok bahasan &lt;b&gt;Membasuh anggota wudhu sebanyak 2 kali atau 3 kali &lt;/b&gt;dalam tulisan ini insya Allah &lt;i&gt;ta’ala.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftnref32&quot;&gt;[32]&lt;/a&gt; Lihat penjelasan masalah ini di &lt;b&gt;Syarhul Mumti’ ‘ala Zaadil Mustaqni’&lt;/b&gt; hal. 117/I.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftnref33&quot;&gt;[33]&lt;/a&gt; HR. Abu Dawud no.134, At Tirmidzi no. 37, Ibnu Majah no. 478, dan lain-lain. Hadits ini dinyatakan &lt;b&gt;shohih&lt;/b&gt; oleh Al Albani &lt;i&gt;rahmatullah ‘alaihi&lt;/i&gt; dalam &lt;b&gt;Ash Shohihah&lt;/b&gt; no. 36. Lihat juga penjelasan tentang takhrij hadits ini dalam &lt;b&gt;Subulus Salaam Al Mausulatu ilaa Bulughil Maroom &lt;/b&gt;oleh &lt;b&gt;Al ‘Amir Ash Shon’ani&lt;/b&gt; &lt;i&gt;rohimahullah&lt;/i&gt; hal. 206/I dengan tahqiq dari &lt;b&gt;Syaikh Muhammad Shubhi Hasan Halaaq&lt;/b&gt; cetakan Dar Ibnul Jauziy, Riyadh, KSA. Di sini muhaqqiq kitab ini menjelaskan panjang lebar tentang hadits ini yang kesimpulannya hadits ini &lt;b&gt;shohih&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftnref34&quot;&gt;[34]&lt;/a&gt; HR. An Nasa’i no. 102, dinyatakan &lt;b&gt;hasan shohih&lt;/b&gt; oleh Al Albani dalam takhrij beliau untuk Sunan Nasa’i.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-praktis-tata-cara-wudhu.html#_ftnref35&quot;&gt;[35]&lt;/a&gt; [lihat &lt;b&gt;Al Majmu’&lt;/b&gt; oleh &lt;b&gt;An Nawawi&lt;/b&gt; &lt;i&gt;rohimahullah &lt;/i&gt;hal. 409/I Asy Syamilah]. Dan hal ini sesuai dengan kaidah fiqh keumuman hukum dalam syari’at antara laki-laki dan perempuan selama tidak ada dalil yang mengkhususkannya pada salah satu dari keduanya, [lihat&lt;b&gt; Ma’alim Ushulil Fiqh ‘inda Ahlis Sunnah wal Jama’ah&lt;/b&gt; oleh &lt;b&gt;Syaikh DR. Muhammad bin Husain bin Hasan Al Jaizaniy&lt;/b&gt; &lt;i&gt;hafidzahullah&lt;/i&gt; hal. 418, cetakan Dar Ibnul Jauziy, Riyadh, KSA].&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/feeds/6220367221187768395/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/02/tata-cara-wudhluwudhu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6325305679562915710/posts/default/6220367221187768395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6325305679562915710/posts/default/6220367221187768395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/02/tata-cara-wudhluwudhu.html' title='Tata cara Wudhlu/Wudhu'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJRWgkGBDxkQnGINyUXtSBwsiT0l0ngGvW1TQx0MLOQAui5ErUOm5C5RVPcp6jGL8uIEJ0VXFVWNQpAmS8HkM31aAl3ukPOGSB_MTk7pfZjIILRuUo4jFij9ZTuzJ30YdSIZoorBYgxmzJ/s72-c/wudu.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6325305679562915710.post-7273533513714222579</id><published>2012-02-20T11:52:00.002+07:00</published><updated>2012-02-20T11:52:37.524+07:00</updated><title type='text'>Hari yang paling baik Untuk Berhubungan Sex dengan Istri/Suami</title><content type='html'>Hari yang paling baik Untuk Berhubungan Sex dengan Istri/Suami&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Barang siapa yang menggauli isterinya pada hari Jumat dan mandi janabah serta bergegas pergi menuju masjid dengan berjalan kaki, tidak berkendaraan, dan setelah dekat dengan Imam ia mendengarkan khutbah serta tidak menyia-nyiakannya, maka baginya pahala untuk setiap langkah kakinya seperti pahala amal selama setahun,yaitu pahala puasa dan sholat malam didalamnya (HR Abu Dawud, An nasai, Ibnu Majah dan sanad hadist ini dinyatakan sahih)   &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari Abu Hurairah radliyallhu ‘anhu, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, Barangsiapa mandi di hari Jum’at seperti mandi janabah, kemudian datang di waktu yang pertama, ia seperti berkurban seekor unta. Barangsiapa yang datang di waktu yang kedua, maka ia seperti berkurban seekor sapi. Barangsiapa yang datang di waktu yang ketiga, ia seperti berkurban seekor kambing gibas. Barangsiapa yang datang di waktu yang keempat, ia seperti berkurban seekor ayam. Dan barangsiapa yang datang di waktu yang kelima, maka ia seperti berkurban sebutir telur. Apabila imam telah keluar (dan memulai khutbah), malaikat hadir dan ikut mendengarkan dzikir (khutbah).” (HR. Bukhari no. 881 Muslim no. 850).  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendapat di atas juga mendapat penguat dari riwayat Aus bin Aus radliyallah ‘anhu yang berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa mandi pada hari Jum’at, berangkat lebih awal (ke masjid), berjalan kaki dan tidak berkendaraan, mendekat kepada imam dan mendengarkan khutbahnya, dan tidak berbuat lagha (sia-sia), maka dari setiap langkah yang ditempuhnya dia akan mendapatkan pahala puasa dan qiyamulail setahun.” (HR. Abu Dawud no. 1077, Al-Nasai no. 1364, Ibnu Majah no. 1077, dan Ahmad no. 15585 dan sanad hadits ini dinyatakan shahih)  &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Hasil penelitian di situs berita internet di:   Detikhealth  Jumat, 15/10/2010 17:58 WIB Seperti dilansir dari The Sun, Jumat (15/10/2010) Kamis, hari terbaik untuk berhubungan seksual Berdasarkan penelitian, tingkat energi kortisol alami yang merangsang hormon seks berada di titik puncak pada hari Kamis. Aturlah jam alarm Anda agar terbangun dan siap untuk melakukan hubungan seks di pagi hari Kamis. Hari ini adalah ketika hormon seks testosteron pada pria dan estrogen pada wanita lima kali lebih tinggi dari biasa.  &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
NB: Ada persesuaian antara hari kamis menurut penelitian dengan  hari jumat dalam hadist  karena Hari Jumat menurut orang islam dimulainya saat Maghrib (hari kamis sore) dan berakhir pada   jumat sore sebelum maghrib</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/feeds/7273533513714222579/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/02/hari-yang-paling-baik-untuk-berhubungan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6325305679562915710/posts/default/7273533513714222579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6325305679562915710/posts/default/7273533513714222579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/02/hari-yang-paling-baik-untuk-berhubungan.html' title='Hari yang paling baik Untuk Berhubungan Sex dengan Istri/Suami'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6325305679562915710.post-3511586503455199592</id><published>2012-02-19T11:26:00.000+07:00</published><updated>2012-02-19T11:26:24.886+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sholat"/><title type='text'>Jadwal Sholat seluruh Dunia (Prayer Time)</title><content type='html'>Berikut ini tabel yang memuat jadwal sholat dimana pun tempat tinggal anda yang bisa anda akses:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;overflow: auto;&quot;&gt;&lt;iframe frameborder=&quot;no&quot; framespacing=&quot;0&quot; height=&quot;600&quot; scrolling=&quot;no&quot; src=&quot;http://www.republika.co.id/jadwal_sholat/index.php&quot; width=&quot;500&quot;&gt; &lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/feeds/3511586503455199592/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/02/jadwal-sholat-seluruh-dunia-prayer-time.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6325305679562915710/posts/default/3511586503455199592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6325305679562915710/posts/default/3511586503455199592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/02/jadwal-sholat-seluruh-dunia-prayer-time.html' title='Jadwal Sholat seluruh Dunia (Prayer Time)'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6325305679562915710.post-5490829624220882917</id><published>2012-02-06T12:51:00.000+07:00</published><updated>2012-02-06T12:51:15.589+07:00</updated><title type='text'>Air wudhu= 2 qullah = berapa liter?</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState=&quot;false&quot; LatentStyleCount=&quot;156&quot;&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;img src=&quot;http://img2.blogblog.com/img/video_object.png&quot; style=&quot;background-color: #b2b2b2; &quot; class=&quot;BLOGGER-object-element tr_noresize tr_placeholder&quot; id=&quot;ieooui&quot; data-original-id=&quot;ieooui&quot; /&gt; &lt;style&gt;
st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;;
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-parent:&quot;&quot;;
 mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
 mso-para-margin:0cm;
 mso-para-margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:10.0pt;
 font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
 mso-ansi-language:#0400;
 mso-fareast-language:#0400;
 mso-bidi-language:#0400;}
&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;br /&gt;
Istilah qullah adalah ukuran &lt;span id=&quot;IL_AD11&quot;&gt;&lt;span class=&quot;ilad&quot;&gt;volume&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; air, memang asing buat telinga kita. Sebab ukuran ini tidak lazim digunakan di zaman sekarang ini. Kita menggunakan ukuran volume benda cair dengan liter, meter kubik atau barrel.&lt;br /&gt;
2 Qullah Adalah Ketetapan Hadits Nabawi&lt;br /&gt;
Ukuran jumlah air 2 qullah sesungguhnya bersumber dari hadits nabawi berikut ini:&lt;br /&gt;
وعَنْ عَبدِ اللهِ بنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رسولُ الله صلى اللهُ عليه وسلم: إِذَا كَانَ المَآءُ قُلَّتَيْنِ لَمْ يَحمِلِ الخَبَثَ، وفي لَفْظٍ: لَمْ يَنْجُسْ، أَخْرَجَهُ الأَرْبَعَةُ، وَصَحَّحَهُ ابْنُ خُزَيْمَةَ والحاكمُ وابْنُ حِبَّانَ.&lt;br /&gt;
Dari &lt;span id=&quot;IL_AD6&quot;&gt;&lt;span class=&quot;ilad&quot;&gt;Abdullah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; bin Umar ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, Apabila jumlah air mencapai 2 qullah, tidak membawa kotoran. Dalam lafadz lainnya, Tidak membuat najis. &lt;br /&gt;
Ibnu Khuzaemah, Al-Hakim dan Ibnu HIbban menshahihkan hadits ini. Sehingga ketentuan air harus berjumlah 2 qullah bukan semata-mata ijtihad para ulama saja, melainkan datang dari ketetapan Rasulullah SAW sendiri lewat haditsnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berapakah Ukuran 2 Qullah?&lt;br /&gt;
Istilah qullah adalah ukuran volume air yang digunakan di masa Rasulullah SAW masih hidup. Bahkan 2 abad sesudahnya, para ulama fiqih di Baghdad dan di Mesir pun sudah tidak lagi menggunakan skala ukuran qullah. Mereka menggunakan ukuran rithl yang sering diterjemahkan dengan istilah kati. Sayangnya, ukuran rithl ini pun tidak standar, bahkan untuk beberapa negeri Islam sendiri. Satu rithl air buat &lt;span id=&quot;IL_AD5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;ilad&quot;&gt;orang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Baghdad ternyata berbeda dengan ukuran satu rithl air buat orang Mesir. Walhasil, ukuran ini agak menyulitkan juga sebenarnya.&lt;br /&gt;
Dalam banyak kitab fiqih disebutkan bahwa ukuran volume 2 qulah itu adalah 500 rithl Baghdad. Tapi kalau diukur oleh orang Mesir, jumlahnya tidak seperti itu. Orang Mesir mengukur 2 qullah dengan ukuran rithl mereka dan ternyata jumlahnya hanya 446 3/7 Rithl. Lucunya, begitu orang-orang di Syam mengukurnya dengan menggunakan ukuran mereka yang namanya rithl juga, jumlahnya hanya 81 rithl. Namun demikian, mereka semua sepakat volume 2 qullah itu sama, yang menyebabkan berbeda karena &lt;span id=&quot;IL_AD7&quot;&gt;&lt;span class=&quot;ilad&quot;&gt;volume 1&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; rithl Baghdad berbeda dengan volume 1 rithl Mesir dan volume 1 rithl Syam.&lt;br /&gt;
Lalu sebenarnya berapa ukuran volume 2 qullah dalam ukuran standar besaran &lt;span id=&quot;IL_AD8&quot;&gt;&lt;span class=&quot;ilad&quot;&gt;international&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; di masa sekarang ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para ulama kontemporer kemudian mencoba mengukurnya dengan besaran zaman sekarang. Dan ternyata dalam ukuran masa kini kira-kira sejumlah 270 liter. Demikian disebutkan oleh Dr. Wahbah az-Zuhaili dalam Al-Fiqhul Islami Wa Adillatuhu.&lt;br /&gt;
Jadi bila air dalam suatu wadah jumlahnya kurang dari 270 liter, lalu digunakan untuk berwudhu, mandi janabah atau kemasukan air yang sudah digunakan untuk berwudhu`, maka air itu dianggap sudah musta`mal. Air itu suci secara pisik, tapi tidak bisa digunakan untuk bersuci . Tapi bila bukan digunakan untuk wudhu` seperti cuci tangan biasa, maka tidak dikategorikan air musta`mal.&lt;br /&gt;
Namun kalau kita telliti lebih dalam, ternyata pengertian musta`mal di antara fuqoha mazhab masih terdapat variasi perbedaan. Sekarang mari coba kita dalami lebih jauh dan kita cermati perbedaan pandangan para fuqaha tentang pengertian air musta’mal, atau bagaimana suatu air itu bisa sampai menjadi musta’mal:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. Ulama Al-Hanafiyah &lt;br /&gt;
Air musta`mal dalam pengertian mereka adalah air yang telah digunakan untuk mengangkat hadats atau untuk qurbah. Maksudnya untuk wudhu` sunnah atau mandi sunnah. Tetapi secara lebih detail, menurut mazhab ini bahwa yang menjadi musta`mal adalah air yang membasahi tubuh saja dan bukan air yang tersisa di dalam wadah. Air itu langsung memiliki hukum musta`mal saat dia menetes dari tubuh sebagai sisa wudhu` atau mandi.&lt;br /&gt;
Sedangkan air yang di dalam wadah tidak menjadi musta`mal. Bagi mereka, air musta`mal ini hukumnya suci tapi tidak bisa mensucikan. Artinya air itu suci tidak najis, tapi tidak bisa digunakan lagi untuk wudhu` atau mandi.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Keterangan seperti ini bisa kita lihat pada kitab Al-Badai` jilid 1 hal. 69 dan seterusnya, juga Ad-Dur Al-Mukhtar jilid 1 hal. 182-186, juga Fathul Qadir 58/1,61.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Ulama Al-Malikiyah &lt;br /&gt;
Air musta`mal dalam pengertian mereka adalah air yang telah digunakan untuk mengangkat hadats baik wudhu` atau mandi. Dan tidak dibedakan apakah wudhu` atau mandi itu wajib atau sunnah. Juga yang telah digunakan untuk menghilangkan khabats .&lt;br /&gt;
Dan sebagaimana Al-Hanafiyah, mereka pun mengatakan bahwa yang musta`mal hanyalah air bekas wudhu atau mandi yang menetes dari tubuh seseorang. Namun yang membedakan adalah bahwa air musta`mal dalam pendapat mereka itu suci dan mensucikan. Artinya, bisa dan syah digunakan untuk mencuci najis atau wadah. Air ini boleh digunakan lagi untuk berwudhu` atau mandi sunnah selama ada air yang lainnya meski dengan karahah.&lt;br /&gt;
Keterangan ini bisa kita dapati manakala kita membukan kitab As-Syahru As-Shaghir 37/1-40, As-Syarhul Kabir ma`a Ad-Dasuqi 41/1-43, Al-Qawanin Al-Fiqhiyah hal. 31, Bidayatul Mujtahid 1 hal 26 dan sesudahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c. Ulama Asy-Syafi`iyyah &lt;br /&gt;
Air musta`mal dalam pengertian mereka adalah air sedikit yang telah digunakan untuk mengangkat hadats dalam fardhu taharah dari hadats. Air itu menjadi musta`mal apabila jumlahnya sedikit yang diciduk dengan niat untuk wudhu` atau mandi meski untuk untuk mencuci tangan yang merupakan bagian dari sunnah wudhu`.&lt;br /&gt;
Namun bila niatnya hanya untuk menciduknya yang tidak berkaitan dengan wudhu`, maka belum lagi dianggap musta`mal. Termasuk dalam air musta`mal adalah air mandi baik mandinya orang yang masuk Islam atau mandinya mayit atau mandinya orang yang sembuh dari gila. Dan air itu baru dikatakan musta`mal kalau sudah lepas/ menetes dari tubuh.&lt;br /&gt;
Air musta`mal dalam mazhab ini hukumnya tidak bisa digunakan untuk berwudhu` atau untuk mandi atau untuk mencuci najis. Karena statusnya suci tapi tidak mensucikan. Silahkan lihat pada kitab Mughni Al-Muhtaj 1/20 dan Al-Muhazzab jilid 5.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
d. Ulama Al-Hanabilah &lt;br /&gt;
Air musta`mal dalam pengertian mereka adalah air yang telah digunakan untuk bersuci dari hadats kecil atau hadats besar atau untuk menghilangkan najis pada pencucian yang terakhir dari 7 kali pencucian. Dan untuk itu air tidak mengalami perubahan baik warna, rasa maupun aromanya.&lt;br /&gt;
Selain itu air bekas memandikan mayit pun termasuk air musta`mal. Namun bila air itu digunakan untuk mencuci atau membasuh sesautu yang di luar kerangka ibadah, maka tidak dikatakan air musta`mal. Seperti membasuh muka yang bukan dalam rangkaian wudhu`. Atau mencuci tangan yang bukan dalam kaitan wudhu`.&lt;br /&gt;
Dan selama air itu sedang digunakan untuk berwudhu` atau mandi, maka belum dikatakan musta`mal. Hukum musta`mal baru jatuh bila seseorang sudah selesai menggunakan air itu untuk wudhu` atau mandi, lalu melakukan pekerjaan lainnya dan datang lagi untuk wudhu`/ mandi lagi dengan air yang sama. Barulah saat itu dikatakan bahwa air itu musta`mal. Mazhab ini juga mengatakan bahwa bila ada sedikit tetesan air musta`mal yang jatuh ke dalam air yang jumlahnya kurang dari 2 qullah, maka tidak mengakibatkan air itu menjadi `tertular` kemusta`malannya.&lt;br /&gt;
Wallahu a’lam bishshawab. wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.&lt;br /&gt;
Ahmad Sarwat, Lc.&lt;br /&gt;
Sumber &lt;b&gt;2 Qullah itu Berapa Liter?&lt;/b&gt; : http://assunnah.or.id&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
1 m kubik = 1 x 1000 = 1000 dm kubik= 1000 liter&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/feeds/5490829624220882917/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/02/air-wudhu-2-qullah-berapa-liter.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6325305679562915710/posts/default/5490829624220882917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6325305679562915710/posts/default/5490829624220882917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://petanidakwahmenulis.blogspot.com/2012/02/air-wudhu-2-qullah-berapa-liter.html' title='Air wudhu= 2 qullah = berapa liter?'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>