<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>PEWAYANGAN</title><description></description><managingEditor>noreply@blogger.com (Anonymous)</managingEditor><pubDate>Thu, 24 Oct 2024 21:05:36 -0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://prizt.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle/><itunes:category text="Society &amp; Culture"><itunes:category text="History"/></itunes:category><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>WEDDING DRESSES: Wedding Dresses</title><link>http://prizt.blogspot.com/2012/12/wedding-dresses-wedding-dresses.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 25 Dec 2012 21:03:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7450115169204755659.post-8646132393810520382</guid><description>&lt;a href="http://sampriste28.blogspot.com/2012/06/wedding-dresses.html?spref=bl"&gt;WEDDING DRESSES: Wedding Dresses&lt;/a&gt;: Whatabeautifullife brings you the latest stylish wedding dresses here. Large selection of wedding dresses in a various styles are provide...</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>elektronik: Laptop Sony EG3 Series</title><link>http://prizt.blogspot.com/2012/12/elektronik-laptop-sony-eg3-series.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 25 Dec 2012 20:16:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7450115169204755659.post-5182740596483833483</guid><description>&lt;a href="http://sampristi01.blogspot.com/p/laptop-sony-eg3-series.html?spref=bl"&gt;elektronik: Laptop Sony EG3 Series&lt;/a&gt;: &amp;nbsp; Click for larger image and other views &amp;nbsp;                                 &amp;nbsp;               Sony EG3 Series Laptop VPCEG3PFX/W 14-Inch...</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Keberhasilan dan Kepiawaian Sengkuni</title><link>http://prizt.blogspot.com/2012/12/keberhasilan-dan-kepiawaian-sengkuni_25.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 25 Dec 2012 20:09:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7450115169204755659.post-3592345878936996079</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;
&lt;img height="229" src="https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcT7l7FyILoCMHfqDl72gFL2p4N-r0iDCio_1ip9dF5h7Es8QnjI0GO-pVQ" width="320" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Ki Surya Wignyocarito menggelar satu
episode wayang, pra-Pandawa, dengan judul Gandamana Luweng. Gandamana seorang
mahapatih Astina, semasa pemerintah¬an Pandu. Gandamana adalah gambaran seorang
ksatria yang jujur, polos, sederhana, adil, penuh pengabdian, dan setia kepada
kebenaran. Ia mendapat tugas dari rajanya untuk mencari fakta yang sebenarnya
ke Pringgandani. Apakah raja raksasa, Tremboko, benar mengirim surat ke Astina
yang berisi sebuah tantangan terhadap Pandu. Nalar Pandu ragu terhadap Tremboko
berulah seperti itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;img src="https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSyIvKHW-3lWKHS-2lENiXL9CjBSKs9rpGNaDwi9BJDfFiR9kcaUDLB_aCHmA" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Sesampai di batas negara Pringgandani,
telah terjadi tawur masa antara prajurit Astina dan Pringgandani. Genderang
perang bertalu-talu; Gandamana mengibarkan bendera putih, pertanda pembawa misi
perdamaian. Agaknya ada penelusup, sekaligus provokator, penggerak amuk masa di
kedua belah pihak. Tidak tahu sebab-musababnya, Gandamana telah dihujani
berbagai senjata dan dikeroyok habis-habisan. Gandamana sama sekali tidak
melawan, sebab yakin ada kesalahpahaman. Gandamana didorong terus ke sebuah
sumur jebakan, “luweng.” Gandamana terperangkap dan ter¬perosok ke dalam luweng
tersebut. Tidak hanya itu, Gandamana ditimbun hidup-hidup dengan bebatuan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Masa Pringgandani yang brutal dapat
dikendalikan dan diundurkan rajanya, Tremboko. Atas bantuan Tremboko pula,
Gandamana dapat terselamatkan dari maut. Keduanya, Gandamana dan Tremboko,
semakin yakin bahwa ada tangan jahil yang mengeruhkan situasi. Keyakinan itu
semakin mantap setelah Tremboko me¬nyerah¬kan surat yang berisi tantangan Pandu
terhadap raja raksasa yang sakti itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Pada akhir cerita dalang, diketahui
bahwa ada sentana Astina, Sengkunilah yang mengatur semuanya, agar terjadi
benturan kekuatan antara Pringgandani dengan Astina. Intinya, adalah Sengkuni
mencari muka, ngaji pumpung, dan mélik nggéndhong lali. Dalam berbagai kasus di
negeri ini, persoalannya tentu tidak sejelas dan semudah seperti alur lakon
Gandamana Luweng di atas. Hal ini sangat bergantung pada kecerdasan,
ke¬canggih¬an, atau sanggit dalang. Permasalahannya adalah, siapa dalang yang
sebenar¬nya, sehingga mampumembikin jagad Nusantara menjadi gonjang-ganjing?
Apakah di balik lakon itu terdapat sebuah, atau lebih, tim pembuat huru-hara
yang menyusun skenario itu.Tokoh-tokoh wayang yang lazimnya memiliki tipologi
bulat, meski tidak hitam dan putih, nampakkah sekarang? Kalau di masa silam
wayang sering dijadikan sebagai simbol, pasemon, dan juga cermin budaya bangsa,
apakah masih mampu menjawab dan memberikan gambaran berbagai persoalan yang
dihadapi Indonesia modern sekarang? Berkaitan dengan banyak kasus yang
melahirkan bermacam-macam masalah rumit, termasuk segala rupa mafia dan makelar
di Indonesia kini, siapa yang berperan sebagai tokoh-tokoh utamanya?Gandamana
yang terkorbankan, atau memang pantas dikorban¬kan? Atau orang-orang baik layak
untuk dijebak, agar keadilan, kearifan, dan kebajikan tidak merebak. Siapa pula
tokoh Nasional yang berkarakter sebagai Sengkuni? Sengkuni yang IQ-nya cerdas
tetapi julig, culas, vested interes, penjilat, pengadu domba, khianat, dan
ambisius. Siapa pula sebenarnya Prabu Pandu yang berpenampilan kalem, terkesan
bijak, tetapi selalu lamban dalam menangani berbagai.permasalahan kini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk itulah Pandu sering mendapat protes, termasuk adiknya sendiri, Yama
Widura. Apalagi setelah Pandu secara sepihak memecat Gandamana, yang dianggap
tidak loyal kepada raja. Bahkan Sengkuni yang licik, telah diangkat sebagai
mahapatih Astina, pengganti Gandamana. Padahal Gandamana, oleh banyak orang
dianggap sangat jujur, tanpa pamrih, dan kesetyaannya terhadap raja dan negara
telah teruji.Di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita sangatlah sulit
untuk mengurai permasalahanya. Sebab, semua yang terlibat—dengan bermodal
kecakapan bicara serta wajah meyakinkan tetapi penuh kepura-puraan—berusaha
menghindar dari tuduhan dan dakwaan. Jika perlu teman-teman dekat didorong
untuk terperosok dalam reka jebakan. Agaknya tokoh Sengkuni, dalam pertunjukan
panggung Indonesia, telah berinkarnasi ke jutaan tokoh di mana-mana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Roh-roh Sengkuni itu telah menyelinap dan menebar di seluruh latar, di
bilik-bilik institusi, di kamar-kamar atasan, di sela-sela bicara, di
jeruji-jeruji bui, di meja-meja pimpinan lembaga, di sidang-sidang pengadilan,
di pansus-pansus markus, di almari-almari dokumen negara, di file-file petinggi
seluruh negeri, di perdebatan-perdebatan pemilu, di kampane-kampanye pilkada,
dan di mana pun serta kapan saja.Akibat dari semuanya, sangat langka menemukan
tokoh ksatria, negarawan, seperti Gandamana yang tangguh, yang jujur, yang
setya, dan yang tidak ambisius. Kesuksesan Sengkuni-Sengkuni di seluruh
institusi negeri ini benar-benar sangat menghantui Surti, seorang pesinden
amatir, yang aktivis pergerakan kesetaraan jender. Akan diarahkan menjadi apa
serta akan dibawa ke mana bangsa dan negeri ini? Gerutu Surti setiap pagi
selepas nonton televisi.Kata dalang: ledhog iliné banyu, air selalu mencari
celah untuk mengalir ke bawah. Kalau sumber air di atas keruh, pasti bermuara
dengan penuh lumpur polusi yang menjijikkan. Pertanyaan-pertanyaan terus
menguntit di relung hati Surti. Apakah negeri ini akan usai pada awal abad ini?
Kalau tidak, siapa tokoh ksatria yang mampu me¬mimpin bangsa ini? Cara apa yang
tepat untuk memberantas korupsi, kolusi, dan nevotisme yang tiada henti? Apakah
semua pejabat negeri ini harus diganti? Siapkah generasi pengganti, untuk
bermental suci, adil, dan percaya diri? Sakbeja-bejané wong lali, isih beja
wong kang éling lan waspada. Kata mutiara ini sudah lama dilupakan banyak orang
dan tidak tahu bagaimana perwujudannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>primbon tanggal lahir</title><link>http://prizt.blogspot.com/2012/12/primbon-tanggal-lahir.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 16 Dec 2012 00:21:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7450115169204755659.post-2399881953526626319</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Weton anda
merupakan gabungan dari tujuh hari dalam seminggu (Senin, Selasa, dll.) dengan
lima hari pasaran Jawa (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Perputaran ini
berulang setiap 35 (7&amp;nbsp;x&amp;nbsp;5) hari, sehingga menurut perhitungan Jawa
hari kelahiran anda berulang setiap lima minggu dimulai dari hari kelahiran
anda.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS'; font-size: 13.5pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="background-color: black; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;center style="background-color: black; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;
&lt;span style="color: silver; font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;Anda dapat menghitung weton anda dengan menggunakan program di bawah ini&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;table border="0" cellpadding="10" style="width: 570px;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;center&gt;
&lt;form method="post" name="my_form"&gt;
&lt;table border="0"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;span style="color: silver; font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Nama Anda :&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;input name="NamaAnda" size="30" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;span style="color: silver; font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Tanggal Lahir Anda :&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;input name="TanggalAnda" size="3" /&gt;&amp;nbsp;&lt;select name="BulanAnda" size="1"&gt;&lt;option selected="" value="0"&gt;Januari&lt;/option&gt;&lt;option value="1"&gt;Februari&lt;/option&gt;&lt;option value="2"&gt;Maret&lt;/option&gt;&lt;option value="3"&gt;April&lt;/option&gt;&lt;option value="4"&gt;Mei&lt;/option&gt;&lt;option value="5"&gt;Juni&lt;/option&gt;&lt;option value="6"&gt;Juli&lt;/option&gt;&lt;option value="7"&gt;Agustus&lt;/option&gt;&lt;option value="8"&gt;September&lt;/option&gt;&lt;option value="9"&gt;Oktober&lt;/option&gt;&lt;option value="10"&gt;Nopember&lt;/option&gt;&lt;option value="11"&gt;Desember&lt;/option&gt;&lt;/select&gt;&amp;nbsp;&lt;input name="TahunAnda" size="4" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;
&lt;input maxlength="256" type="button" value=" Submit! " /&gt;&lt;input type="reset" value=" Reset! " /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/form&gt;
&lt;/center&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: silver; font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Kemudian bacalah horoskop anda di bagian bawah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;
&lt;hr style="background-color: black; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;" /&gt;
&lt;center style="background-color: black; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;
&lt;table cellpadding="3" cellspacing="2"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;span style="color: silver; font-family: Verdana; font-size: x-small; text-decoration: initial;"&gt;Jumat Legi&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;span style="color: silver; font-family: Verdana; font-size: x-small; text-decoration: initial;"&gt;Jumat Pahing&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;span style="color: silver; font-family: Verdana; font-size: x-small; text-decoration: initial;"&gt;Jumat Pon&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;span style="color: silver; font-family: Verdana; font-size: x-small; text-decoration: initial;"&gt;Jumat Wage&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;span style="color: silver; font-family: Verdana; font-size: x-small; text-decoration: initial;"&gt;Jumat Kliwon&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;span style="color: silver; font-family: Verdana; font-size: x-small; text-decoration: initial;"&gt;Sabtu Legi&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;span style="color: silver; font-family: Verdana; font-size: x-small; text-decoration: initial;"&gt;Sabtu Pahing&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;span style="color: silver; font-family: Verdana; font-size: x-small; text-decoration: initial;"&gt;Sabtu Pon&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;span style="color: silver; font-family: Verdana; font-size: x-small; text-decoration: initial;"&gt;Sabtu Wage&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;span style="color: silver; font-family: Verdana; font-size: x-small; text-decoration: initial;"&gt;Sabtu Kliwon&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;span style="color: silver; font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Minggu Legi&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;span style="color: silver; font-family: Verdana; font-size: x-small; text-decoration: initial;"&gt;Minggu Pahing&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;span style="color: silver; font-family: Verdana; font-size: x-small; text-decoration: initial;"&gt;Minggu Pon&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;span style="color: silver; font-family: Verdana; font-size: x-small; text-decoration: initial;"&gt;Minggu Wage&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;span style="color: silver; font-family: Verdana; font-size: x-small; text-decoration: initial;"&gt;Minggu Kliwon&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;span style="color: silver; font-family: Verdana; font-size: x-small; text-decoration: initial;"&gt;Senin Legi&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;span style="color: silver; font-family: Verdana; font-size: x-small; text-decoration: initial;"&gt;Senin Pahing&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;span style="color: silver; font-family: Verdana; font-size: x-small; text-decoration: initial;"&gt;Senin Pon&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;span style="color: silver; font-family: Verdana; font-size: x-small; text-decoration: initial;"&gt;Senin Wage&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;span style="color: silver; font-family: Verdana; font-size: x-small; text-decoration: initial;"&gt;Senin Kliwon&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;span style="color: silver; font-family: Verdana; font-size: x-small; text-decoration: initial;"&gt;Selasa Legi&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;span style="color: silver; font-family: Verdana; font-size: x-small; text-decoration: initial;"&gt;Selasa Pahing&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;span style="color: silver; font-family: Verdana; font-size: x-small; text-decoration: initial;"&gt;Selasa Pon&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;span style="color: silver; font-family: Verdana; font-size: x-small; text-decoration: initial;"&gt;Selasa Wage&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;span style="color: silver; font-family: Verdana; font-size: x-small; text-decoration: initial;"&gt;Selasa Kliwon&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;span style="color: silver; font-family: Verdana; font-size: x-small; text-decoration: initial;"&gt;Rabu Legi&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;span style="color: silver; font-family: Verdana; font-size: x-small; text-decoration: initial;"&gt;Rabu Pahing&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;span style="color: silver; font-family: Verdana; font-size: x-small; text-decoration: initial;"&gt;Rabu Pon&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;span style="color: silver; font-family: Verdana; font-size: x-small; text-decoration: initial;"&gt;Rabu Wage&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;span style="color: silver; font-family: Verdana; font-size: x-small; text-decoration: initial;"&gt;Rabu Kliwon&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;span style="color: silver; font-family: Verdana; font-size: x-small; text-decoration: initial;"&gt;Kamis Legi&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;span style="color: silver; font-family: Verdana; font-size: x-small; text-decoration: initial;"&gt;Kamis Pahing&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;span style="color: silver; font-family: Verdana; font-size: x-small; text-decoration: initial;"&gt;Kamis Pon&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;span style="color: silver; font-family: Verdana; font-size: x-small; text-decoration: initial;"&gt;Kamis Wage&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;span style="color: silver; font-family: Verdana; font-size: x-small; text-decoration: initial;"&gt;Kamis Kliwon&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/center&gt;
&lt;hr style="background-color: black; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;" /&gt;
&lt;h3 style="background-color: black; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;
&lt;/h3&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;1. Jumat Legi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Konon, mereka yang
lahir pada hari ini cenderung bersifat jujur. Bahkan, mereka terkadang mungkin
terlalu jujur, sebab mereka adalah tipe orang yang suka mengungkapkan pikiran
mereka tanpa tedeng aling-aling! Mereka cukup teguh dengan pendirian mereka, tetapi
sikap seperti ini terkadang juga menghambat kemampuan mereka untuk menerima
orang lain secara apa adanya. Sebaiknya kita tidak memancing amarah mereka,
karena mereka dapat bertindak ekstrim bila sedang naik darah. Meskipun
demikian, mereka setia dan murah hati terhadap orang-orang yang dicintainya.
Simpati mereka mudah timbul sehingga tidak keberatan untuk bertindak diluar
jalur mereka untuk membantu teman atau bahkan orang asing.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=7450115169204755659" name="Sabtu_Pahing"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;2.
Sabtu Pahing&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Jika anda lahir
pada hari Sabtu Pahing, kemungkinan anda bersifat lekas naik darah! Untungnya,
secepat anda memuntahkan kemarahan anda secepat itu pula anda melupakan
penyebabnya. Semoga orang lain sebaliknya mudah memaafkan anda pula! Perlu
diingat, bukanlah suatu hal yang menyakitkan untuk mengakui kesalahan yang kita
lakukan. Akan tetapi meskipun anda memiliki semangat hidup yang tinggi yang
terkadang berakibat pada kecerobohan, anda akan bersikap lebih waspada bila
menyangkut materi. Anda adalah salah satu tipe yang selalu siap membantu teman
yang sedang menderita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=7450115169204755659" name="Minggu_Pon"&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;3.
Minggu Pon&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Anda termasuk tipe
yang sensitif. Mungkin karena takut disakiti, anda selalu melindungi perasaan
anda. Hati dan pikiran anda mungkin cukup dalam, tetapi terkadang orang lain
menganggap anda tertutup. Barangkali anda telah mengembangkan penilaian yang
tajam terhadap baik-buruknya watak manusia. Dengan bakat ini, anda dapat
menjadi seorang diplomat yang piawai&amp;nbsp;-- atau malahan seorang manipulator
yang licik! Yang jelas, anda selalu berusaha terlihat baik didepan teman-teman
anda. Walaupun anda mungkin saja mengambil cara yang tidak langsung atau
menunggu saat yang tepat, tetapi lama-lama anda pasti merebut kesempatan untuk
memamerkan kelebihan anda, entah dari segi material ataupun intelektual.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=7450115169204755659" name="Senin_Wage"&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;4.
Senin Wage&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Menurut
kepercayaan Jawa, jika anda lahir pada hari Senin Wage anda jarang terjebak
dalam keadaan yang memalukan! Ini dikarenakan anda suka merencanakan dan
menimbang pilihan anda dengan hati-hati jauh sebelum mengambil tindakan. Anda
cukup jujur dan tidak keberatan mendengarkan permasalahan orang lain. Berkat
pendekatan anda yang tenang, anda mampu tampil meyakinkan di depan masyarakat,
sehingga anda memiliki bekal menjadi diplomat yang baik. Meskipun demikian,
sekali anda marah, anda tidak akan mau menerima alasan apapun. Anda terkadang
begitu ndableg sehingga lebih baik anda dibiarkan sendiri saja untuk menjadi
tenang kembali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=7450115169204755659" name="Selasa_Kliwon"&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;5. Selasa Kliwon&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Mereka yang lahir
pada hari Selasa Kliwon terkenal bersifat ramah. Mereka begitu pandai
mengungkapkan kata-kata yang tepat dalam berbagai situasi sehingga orang lain
cukup mudah menyukainya&amp;nbsp;-- atau malahan cukup mudah diperdayainya bila itu
yang mereka inginkan! Anehnya, mereka juga terkenal berpendirian keras,
walaupun kesan pertamanya mungkin tidak menunjukkan demikian. Mereka juga dapat
bersikap sangat kritis terhadap orang lain pada saat-saat tertentu. Namun, anda
tidak perlu berkecil hati bila menjadi sasaran penilaian tajam mereka:
menunjukkan kesalahan anda barangkali hanyalah cara mereka membantu anda
menjadi orang yang lebih sempurna!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=7450115169204755659" name="Rabu_Legi"&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;6.
Rabu Legi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Anda menghormati
tata krama dan berpegang teguh pada falsafah hidup anda. Kejujuran adalah salah
satu prioritas anda, sehingga anda membenci ketidakadilan. Anda sangat setia
terhadap teman tercinta anda yang sangat banyak. Anda dikagumi oleh banyak
orang karena kata-kata anda yang bijaksana. Lantas, apa gunanya selalu ingin
mencampuri urusan orang lain?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=7450115169204755659" name="Kamis_Pahing"&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;7.
Kamis Pahing&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Anda memiliki
cita-cita yang besar disertai semangat baja untuk mewujudkannya. Anda selalu
siaga mencari kesempatan untuk memajukan kepentingan anda. Tetapi hal itu
bukanlah untuk anda semata; anda juga sangat mempedulikan keluarga dan selalu
siap membantu saudara yang membutuhkan perlindungan atau pengasuhan. Meskipun
demikian, anda mungkin perlu menjaga kecenderungan untuk selalu mengambil
kesimpulan tanpa mengetahui fakta-fakta yang lengkap. Khusus dalam pergaulan
anda, suatu dorongan untuk membantah tanpa lebih dahulu mengatur pikiran dan
kata-kata mungkin akan dapat membuat orang lain merasa tidak dihargai. Cara
penyampaian anda sangat berpengaruh di sini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=7450115169204755659" name="Jumat_Pon"&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;8.
Jumat Pon&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Menurut
kepercayaan jawa, orang yang dilahirkan pada hari Jumat Pon perlu banyak bergaul
dengan berbagai jenis orang. Konon, mereka berpembawaan tenang, serius dan
bijaksana dalam berbicara. Mereka adalah tipe yang berjiwa sosial, murni dan
jujur serta mudah bersimpati terhadap mereka yang tertindas. Mereka mudah
beradaptasi dengan orang-orang di sekitar mereka dan dapat menyesuaikan diri
dengan berbagai situasi seperti seekor bunglon. Akan tetapi, kelebihan ini juga
dapat menjadi kelemahan terbesar mereka, karena jika tidak disertai rasa
percaya diri yang kuat mereka dapat dengan mudah dipengaruhi oleh pendapat dan
kebiasaan buruk orang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=7450115169204755659" name="Sabtu_Wage"&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;9.
Sabtu Wage&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Jika anda lahir
pada hari Sabtu Wage, maka anda akan bersifat teguh pada pendirian dan sangat
mudah naik darah jika rencana tidak berjalan sesuai dengan keinginan anda.
Barangkali anda akan sedikit banyak bergelut dengan masalah seputar kepercayaan
dan rasa memiliki, karena dikatakan bahwa anda bersifat agak cemburuan.
Meskipun demikian, anda sangat setia dan murah hati terhadap orang-orang yang
anda sukai. Di samping itu, anda memiliki bakat besar dalam mengatur
rumahtangga anda agar tetap berjalan tenang. Anda benar-benar menyukai
kemewahan dan sangat menghargai barang-barang yang berkualitas tinggi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=7450115169204755659" name="Minggu_Kliwon"&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;10. Minggu Kliwon&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Satu lagi tipe
pendiam dengan pendirian tegas dan kemauan keras. Anda sangat pandai dalam
membuat orang selalu menduga-duga perasaan anda yang sebenarnya. Anda
sebetulnya cukup sensitif, tetapi jangan berharap orang lain akan
mempercayainya pada saat mendengar anda beradu pendapat. Anda pandai
bersosialisasi, pandai berbicara, dan memiliki bakat politik yang besar. Dengan
kelebihan seperti ini, tidak mengherankan tipe-tipe seperti anda sering
mencapai kedudukan yang tinggi!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=7450115169204755659" name="Senin_Legi"&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;11.
Senin Legi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Kelompok ini suka
berkeliling dan melihat-lihat dunia, entah secara fisik ataupun secara intelektual.
Mereka juga suka berdebat. Namun, mereka tidak bersifat antagonis; kalangan ini
sebenarnya terlalu sopan bahkan untuk bermimpi menyakiti perasaan orang lain.
Konon mereka juga sangat murah hati. Tampaknya, mereka memiliki kepribadian
yang cemerlang... jika saja mereka mau berhenti mencampuri urusan orang lain!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=7450115169204755659" name="Selasa_Pahing"&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;12. Selasa Pahing&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Orang-orang yang
lahir pada hari Selasa Pahing konon bersifat santai dan dapat menerima orang
lain apa-adanya. Mereka terampil dengan tangan mereka, suka menolong, dan mau
berkorban banyak bagi orang yang mereka sayangi. Tetapi jangan tanya tentang
orang-orang yang membuat mereka marah! Kalangan Selasa Pahing mempunyai
reputasi terburuk dalam hal membalas dendam secara membabibuta. Meskipun mereka
cenderung untuk cukup beruntung, mereka harus belajar untuk mengendalikan suatu
kehausan pribadi yang mungkin membuat mereka agak serakah. Lalu di kemudian
hari mereka dapat hidup tenang dan berbahagia, dikelilingi banyak teman yang
baik dan menarik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=7450115169204755659" name="Rabu_Pon"&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;13.
Rabu Pon&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Pada dasarnya, anda
termasuk tipe yang penuh keberuntungan, karena anda selalu merencanakan
tindakan anda dengan hati-hati, terbuka terhadap peluang yang baru, dan tidak
mudah putus asa. Anda juga memiliki beberapa keterampilan sosial, sehingga
sejelek apapun wajah anda, kemungkinan besar anda mudah bergaul dengan orang
lain! Sisi buruknya, anda suka sekali pamer. Mungkin anda hanya haus perhatian
sewaktu masih kecil, sehingga kini anda merasa harus membuat kagum semua orang
dengan kepandaian atau kekayaan anda. Jadilah diri sendiri dan orang lain akan
menyukai anda apa adanya. Akan lebih baik juga bila anda berusaha untuk tidak
terlalu menyalahkan orang lain yang secara tidak sengaja menyakiti perasaan
anda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=7450115169204755659" name="Kamis_Wage"&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;14.
Kamis Wage&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Orang yang lahir
pada hari Kamis Wage biasanya memiliki cita-cita setinggi langit. Tentu saja,
terkadang harapan mereka terlalu tinggi, tetapi mereka juga berpegang pada
aturan dan dapat cukup berhati-hati dalam mewujudkan tujuan mereka sehingga
seringkali tercapai. Kalangan ini mungkin saja pandai, tetapi mereka sering
terpaku pada jalan mereka dan biasanya tidak menghargai saran yang tidak mereka
inginkan. Meskipun demikian, mereka dapat cukup mempesona orang lain dengan
sopan-santunnya dan cenderung tampil baik dalam pergaulan. Mereka mungkin tidak
suka menunjukkan perasaan mereka yang sebenarnya, tetapi mereka mudah dibujuk
dengan rayuan&amp;nbsp;-- beberapa patah kata yang manis dan mereka pasti mulai
berpamer!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=7450115169204755659" name="Jumat_Kliwon"&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;15.
Jumat Kliwon&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Karena sabar dan
murah hati, anda mudah membuat orang menyukai anda. Mungkin hal ini juga
dikarenakan gaya anda yang halus. Anda dapat menjadi seorang pemimpin yang
baik, karena anda cenderung mempunyai kemampuan, dapat berpikir secara luas,
dan dapat mempengaruhi banyak orang dengan lidah anda yang pandai. Mungkin saja
anda sedikit malas pada suatu saat, tetapi orang-orang akan tetap mencintai
anda. Jelasnya, anda tidak akan pernah kekurangan teman!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=7450115169204755659" name="Sabtu_Legi"&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;16.
Sabtu Legi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Anda adalah salah
seorang penggemar gaya hidup yang santai dan mewah. Bagi anda, kualitas selalu
lebih penting daripada harga yang murah. Hal ini berlaku juga pada kehidupan
sosial anda: Anda ingin berada disekitar orang-orang baik yang ber-IQ tinggi.
Anda sendiri tidak kalah dari segi otak. Untungnya anda juga dapat menghargai
pandangan orang lain. Tidak bisa dipungkiri, omongan anda terkadang sedikit
tajam. Tetapi mengapa orang lain mau bersikap sarkatis terhadap anda?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=7450115169204755659" name="Minggu_Pahing"&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;17. Minggu Pahing&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Menurut pengertian
tradisional, orang yang lahir pada hari Minggu Pahing diakui memiliki kemampuan
yang mengagumkan di bidang apa saja yang digelutinya. Mereka adalah
pribadi-pribadi kuat yang mampu mempertahankan pendapatnya dalam keadaan sulit
sekalipun. Tetapi mereka juga berpikiran luas dan cenderung ditanggapi dengan
baik dalam lingkungan sosial. Anehnya, kelompok ini dapat benar-benar ahli dalam
menyembunyikan (atau memendam) perasaan-perasaan yang tidak enak seperti
kemarahan, kesedihan, atau penyesalan. Kontrol diri semacam itu sangat
menguntungkan bagi seorang politikus, doktor UGD, atau agen rahasia. Namun,
semoga sifat ini tidak berakibat pula pada terpendamnya perasaan-perasaan yang
semestinya ditunjukkan secara terbuka kepada orang-orang yang mereka cintai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=7450115169204755659" name="Senin_Pon"&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;18.
Senin Pon&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Jika anda lahir
pada hari Senin Pon, anda adalah seseorang yang penuh kontradiksi. Anda mungkin
terlihat sebagai orang yang tangguh, yang suka tampil kuat, bahkan dengan
bangga memamerkan kekayaan anda (atau kepandaian anda bila hanya itu yang anda
miliki!). Namun, anda sebenarnya adalah seseorang yang sangat perasa. Orang
lain akan selalu terkejut bila mendapati betapa ramah, sopan dan bertanggung
jawab anda sebenarnya. Tidakkah anda merasa lebih baik sekarang?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=7450115169204755659" name="Selasa_Wage"&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;19.
Selasa Wage&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Anda tidak suka
membesar-besarkan diri. Bahkan, anda lebih sering mengalah kepada orang yang
lebih cerewet daripada mempersoalkan hal-hal yang remeh. Meskipun demikian,
anda bersemangat baja. Beberapa orang mungkin mengatakan anda sedikit kaku.
Namun, ada pula yang akan menganggap anda teramat ndableg. Di samping itu,
andaikata anda merasa terancam, ego anda yang sensitif akan sangat mudah
terusik sehingga anda cenderung bersikap cemburu. Meski demikian, terkadang
lawan-lawan anda pun akan mengagumi nafsu anda yang besar akan ilmu pengetahuan
dan tekad kuat yang memungkinkan anda menelaah secara mendalam hal-hal yang
menarik perhatian anda. Bila keadaan mulai memburuk anda akan tetap bertahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=7450115169204755659" name="Rabu_Kliwon"&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;20.
Rabu Kliwon&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Anda adalah
pemikir sejati dengan sikap lembut disertai gaya duniawi yang mempesona yang
mudah menarik orang lain kepada anda. Dikarenakan bakat alami anda akan bahasa
dan kepekaan terhadap perasaan orang lain, maka anda memiliki potensi untuk
menjadi seorang pembicara besar. Banyak di antara orang yang lahir pada hari
Rabu Kliwon menjadi orator atau penulis yang handal. Anda berseri-seri bila
mendapatkan pujian (sebenarnya siapa yang tidak?), akan tetapi mungkin anda
perlu belajar untuk tidak terlalu memasukkan kritikan orang lain ke dalam hati.
Waspadalah agar kelemahan anda terhadap kata-kata yang manis tidak membuat anda
terlalu mudah diperdaya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=7450115169204755659" name="Kamis_Legi"&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;21.
Kamis Legi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Mereka yang lahir
pada hari Kamis Legi memiliki cita-cita yang mulia dan nilai-nilai yang tinggi.
Mereka terkadang amat bijaksana, dikarenakan kemampuannya untuk melihat prospek
jangka panjang dari suatu hal. Walaupun demikian, mereka harus mampu bersikap
tabah dan berhati-hati jika ingin melihat keberhasilan ide-ide mereka yang
besar. Masalahnya, meskipun kalangan ini cenderung berpandangan luas, mereka
sering terjerumus dalam pernik-pernik kehidupan sehari-hari. Mereka termasuk
tipe yang selalu membutuhkan pujian. Namun, kemungkinan dukungan tidak terlalu
sulit diperolehnya, sebab mereka biasanya dikelilingi oleh banyak teman
(kelompok ini terkenal memiliki kemampuan bergaul yang luar biasa). Sementara
itu timbul pertanyaan; benarkah hanya keinginan untuk membantu ataukah dorongan
tersembunyi untuk menguasai lingkungannya yang selalu membuat mereka mencampuri
urusan orang lain?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=7450115169204755659" name="Jumat_Pahing"&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;22.
Jumat Pahing&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Pada dasarnya,
anda adalah pembicara yang menyenangkan dengan cita-cita tinggi dan hati yang
jujur. Apalah artinya jika anda bersikap sedikit boros! Anda bakal memperoleh
banyak poin dari mereka yang ingin melihat anda berhasil&amp;nbsp;-- bahkan jika
anda tidak selalu memanjakan mereka. Anda kelihatan begitu mudah dimanfaatkan
sehingga orang tidak akan menyangka bahwa anda akan mampu bersikap gigih (baca:
keras kepala?) atau menduga betapa ganasnya anda bila sedang mengalami hari
yang menjengkelkan!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=7450115169204755659" name="Sabtu_Pon"&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;23.
Sabtu Pon&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Anda memiliki ego
yang besar dan selalu ingin menjadi penguasa di dalam lingkungan anda. Meskipun
demikian, anda bukanlah tipe orang yang sulit: bila seseorang mengecewakan
anda, anda akan memaafkan dan melupakannya dengan cukup mudah&amp;nbsp;-- asalkan
mereka mengakui kesalahannya dan memohon maaf di kaki anda! Anda suka
membayangkan diri sebagai orang yang kaya dan terkenal. Hal ini tidak berarti
secara otomatis anda materialistis. Namun, jika para peramal Jawa dapat
dipercaya, anda memang menikmati suasana yang mewah dan tidak sungkan
memperlihatkan kelebihan anda dalam hal materi. Mungkin hal ini berhubungan
dengan masa kecil yang kurang bahagia dari segi emosional atau ekonomi. Semoga
saja anda tidak terlalu pelit untuk membagi keberuntungan dengan teman-teman anda.
Ingatlah bahwa mereka yang banyak memberi akan banyak menerima pula!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=7450115169204755659" name="Minggu_Wage"&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;24.
Minggu Wage&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Mereka yang lahir
di hari Minggu Wage konon bersifat pemurah dan mudah menaruh iba. Mereka tahu
cara-cara untuk menghibur orang yang sedang menderita. Mereka merupakan pekerja
keras pula. Akan tetapi, mereka terkadang terlalu teguh dalam pendirian&amp;nbsp;--
bahkan sangat keras kepala! Meskipun mereka pandai menenangkan perasaan orang
lain, mereka tidak akan menunjukkan perasaan mereka sendiri dengan mudah.
Mungkinkah hal ini merupakan pengendalian emosi dari diplomat, doktor UGD, atau
pemadam kebakaran, atau justru kewaspadaan yang berlebihan terhadap kemungkinan
disakiti oleh orang-orang yang telah mereka percayai? Mereka sendiri yang harus
menjawab pertanyaan ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=7450115169204755659" name="Senin_Kliwon"&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;25.
Senin Kliwon&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;"Kehormatan
keluarga" adalah prinsip kalangan Senin Kliwon. Anda terkenal karena
pengabdian anda terhadap orang tua, anak, kakak-adik, bahkan sering pula
kerabat jauh. Anda bersedia mengorbankan semuanya untuk membela keluarga anda.
Anda memiliki perasaan yang kuat terhadap asal anda, bahkan mungkin juga
terhadap negara tempat anda lahir. Sayangnya, segala hal cenderung terlalu
dimasukkan hati, sehingga anda mudah tersinggung. Terkadang perlu waktu untuk
membuat anda tenang kembali. Meskipun demikian, pada dasarnya anda mudah
memaafkan dan tidak suka mendendam. Anda pandai dengan kata-kata dan mungkin
dapat menjadi seorang pembicara atau penulis yang baik jika anda tertarik pada
pekerjaan semacam itu. Orang lain menghargai keramahan, kesopanan dan kelembutan
anda yang terpuji.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=7450115169204755659" name="Selasa_Legi"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;26.
Selasa Legi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Jika anda lahir
pada hari Selasa Legi, anda akan memiliki kepribadian yang kuat. Anda tidak
akan suka melihat orang menghalangi anda, dan tidak akan mau mengalah (walaupun
dalam hal yang sebenarnya sepele) agar orang lain tidak merasa sakit hati.
Sesungguhnya, popularitas anda tidak akan berkurang jika anda mau belajar
sedikit berkompromi. Bila tidak, dorongan anda untuk berkuasa dapat membuat
anda membuang banyak tenaga dalam adu kekuatan dengan teman, pasangan, atau
majikan. Tetapi bagaimanapun kekurangan tersebut, anda adalah tipe yang jujur
dan suka bekerja keras, yang memiliki cita-cita tinggi dan minat yang tak
terpuaskan terhadap ilmu pengetahuan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=7450115169204755659" name="Rabu_Pahing"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;27.
Rabu Pahing&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Orang-orang ini
suka mempertimbangkan segala sesuatu sebelum melakukan suatu tindakan. Mereka
akan merenungkan segala kemungkinan hingga puas terhadap hasil yang dapat
dicapai. Kelompok ini mungkin terlihat cukup santai, tetapi jangan terkecoh!
Mungkin dikarenakan sedikit rasa kurang percaya diri yang membuat mereka
bersikap angkuh. Namun, tidak dapat dipungkiri banyak peramal Jawa juga
mengatakan bahwa mereka memang tidak suka berbagi dengan yang lain. Kewaspadaan
mereka mungkin terlihat berlebihan saat rasa curiga mereka timbul. Orang-orang
ini sangat perlu belajar untuk bersikap lebih santai dan menurunkan pertahanan
mereka. Untungnya mereka memiliki prinsip untuk tidak mencampuri urusan orang
lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=7450115169204755659" name="Kamis_Pon"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;28.
Kamis Pon&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Jika anda lahir di
hari Kamis Pon, anda biasanya memiliki cita-cita tinggi dan tujuan-tujuan mulia
yang berusaha anda wujudkan sekuat tenaga. Anda memiliki pikiran yang cerdas
dan penuh rasa ingin tahu, serta suka mempelajari hal-hal baru yang dapat
memperluas wawasan anda. Meskipun demikian, dengan kecenderungan untuk berpikir
dan bertindak dalam skala besar, kebanggaan serta rasa percaya terhadap
kekayaan materi atau kepandaian dapat dengan mudah menjadi kelemahan anda pada
suatu saat. Anda bukanlah tipe orang yang suka banyak bergaul dan tidak
tertarik pada urusan orang lain. Tampaknya anda cukup puas dengan mengandalkan
kemampuan pribadi untuk memahami suatu situasi dan menghindarkan diri dari
pengaruh orang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=7450115169204755659" name="Jumat_Wage"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;29.
Jumat Wage&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Mereka yang
terlahir pada hari Jumat Wage terkenal sangat mengasihi dan mudah menaruh iba
kepada sesama manusia. Oleh karena itu, anda berpotensi menjadi Ibu Teresa
kecil yang selalu bersedia membantu mereka yang membutuhkan. Anda memiliki
karakter yang sangat jujur, kemurnian hati, dan juga kesetian yang sesuai
dengan julukan tersebut. Anda tidak pernah membesar-besarkan kemampuan anda
sendiri, padahal di dalam hati anda sesungguhnya adalah orang yang tegar.
Sangatlah sulit membuat anda mengubah keputusan yang telah anda tetapkan.
Keyakinan anda dapat sangat mengagumkan... atau bahkan hanya suatu kebodohan.
Anda mungkin perlu belajar untuk menerima saran dari orang lain yang bermaksud
baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=7450115169204755659" name="Sabtu_Kliwon"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;30.
Sabtu Kliwon&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Justru orang
seperti ini yang anda perlukan di pesta anda berikutnya, karena mereka begitu
ramah, sopan, dan mudah terkesan, sehingga mereka dengan mudah membuat orang
lain merasa betah di rumah anda. Mereka juga pintar mengucapkan kata-kata yang
menyenangkan. Bahkan, mereka yang terlahir pada hari Sabtu Kliwon termasuk
salah satu kalangan yang memiliki bakat alamiah dalam berbicara dan menulis
jika mereka memilihnya sebagai pekerjaan. Mereka cenderung memperlakukan semua
orang dengan baik, bahkan musuh mereka sendiri! Mereka tidak dikenal sebagai
orang tegar yang berpegang pada pendiriannya. Akan sangat berguna jika mereka
mau mengembangkan sedikit keberanian dan ketegasan, karena kelompok ini
cenderung sangat mudah menyerah pada rintangan pertama. Mereka biasanya
memperhitungkan dengan cermat segala tindakan yang akan mereka ambil. Dengan
demikian muncullah pertanyaan: mengapa mereka sangat mudah terkecoh oleh penampilan
seseorang atau sesuatu? Mereka adalah pelanggan impian para pedagang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=7450115169204755659" name="Minggu_Legi"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;31.
Minggu Legi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Hanya sedikit
orang yang diperkenankan mengetahui isi hati anda yang terdalam. Anda termasuk
tipe orang yang tegas dan pendiam. Anda terlihat sangat tenang dan terkendali,
bahkan saat anda terbakar amarah, senyuman misterius itu tidak akan pernah
lepas dari bibir anda. Maka dari itu, pada saat anda melepaskan perasaan anda,
baik cinta ataupun benci, hal itu akan menjadi pengalaman yang luar biasa bagi
orang-orang di sekitar anda. Anda berwatak cerdik, bahkan terkadang licik, dan
pandai dalam mengorek rahasia. Anda mudah tertarik pada hal yang aneh, mistis,
atau misterius. Mencampuri urusan orang lain sangat menyenangkan bagi anda.
Oleh karenanya, anda mungkin bisa menjadi seorang detektif, agen rahasia atau
psikiater yang baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=7450115169204755659" name="Senin_Pahing"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;32.
Senin Pahing&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Anda suka
menyampaikan pendapat dengan tegas, dan tidak akan terpengaruh oleh omongan
orang lain bila tidak menemukan alasan untuk mempercayainya. Meskipun demikian,
anda adalah seorang yang perasa, jujur, beriba, dan bercita-cita tinggi. Anda
adalah pekerja giat yang tidak suka menghambur-hamburkan hasil jerih payah.
Cobalah untuk mengendalikan perasaan anda yang sensitif agar tidak selalu
memasukkan dalam hati setiap perkataan atau tindakan orang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=7450115169204755659" name="Selasa_Pon"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;33.
Selasa Pon&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Kalangan ini
sangat menyukai kemewahan. Tingkat pemborosan mereka biasanya tergantung pada
kemampuan finansial yang ada, tetapi keinginan yang kuat akan kehidupan yang
serba mewah akan selalu mereka rasakan. Meskipun cenderung untuk melindungi
perasaan mereka sendiri, mereka dapat menjadi sangat setia dan murah hati
kepada orang-orang yang sesuai dengan standar pribadi mereka. Akan tetapi,
sekali anda dekat berarti anda telah menjadi milik mereka seutuhnya, dan karena
kalangan ini sering terbawa kekhawatiran akan ancaman (nyata maupun khayalan)
maka tidak mengherankan jika rasa cemburu selalu menyertai mereka dalam setiap
hubungan. Meskipun mereka yang dilahirkan pada hari Selasa Pon terkenal
bersifat tertutup, mereka dapat bersikap cukup ramah dalam kehidupan sosial.
Barangkali anda tidak akan menduga bahwa mereka berpendirian sangat kaku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=7450115169204755659" name="Rabu_Wage"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;34.
Rabu Wage&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Secara umum,
mereka yang lahir pada hari Rabu Wage bersifat baik hati dan ramah. Meskipun
terkadang kata-kata mereka agak keras, mereka biasanya mudah bergaul dengan
orang lain serta menjunjung tinggi kejujuran dan niat baik. Mereka suka
menimbang pilihan mereka dengan cermat sebelum melaksanakannya, dan dalam hal
ini mereka memiliki cukup banyak kebijaksanaan. Bisa saja mereka suka menikmati
barang-barang dan pelayanan yang mewah, tetapi mereka bukan tipe pemboros.
Mereka sangat menghargai uang mereka, dan terkadang beberapa dari mereka dapat
bersikap sangat irit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=7450115169204755659" name="Kamis_Kliwon"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;35.
Kamis Kliwon&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;Anda memiliki
rencana-rencana besar dalam hidup anda. Bahkan, terkadang cita-cita anda
sedikit terlalu besar sehingga anda menjadi korban dari imajinasi anda yang
terlalu aktif saat keadaan berada diluar jangkauan anda. Meskipun demikian,
anda tidak mudah menyerah, dan sikap anda yang optimis dan terhormat akan
membuat anda diterima dengan baik oleh kebanyakan orang. Anda suka menjadi
pemimpin, akan tetapi terlebih dulu anda harus mengendalikan kecenderungan anda
untuk terlalu memasukkan hati ide dan tindakan orang lain yang mungkin berbeda
dari sudut pandang anda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Banjaran Cerita Pandhawa (12) Kelahiran Bima</title><link>http://prizt.blogspot.com/2012/08/banjaran-cerita-pandhawa-12-kelahiran.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 7 Aug 2012 12:07:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7450115169204755659.post-9024127305136502835</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Raja Dhestharata dihadap oleh Arya Suman dan Patih Sanjaya. Mereka membicarakan anak Pandhu yang lahir, tetapi masih berada dalam bungkus. Bayi berbungkus itu diasingkan ke hutan Krendhawahana. Konon Premadi telah diutus menghadap Bagawan Abiyasa untuk minta pertolongan agar bayi segera keluar dari bungkus. Dhestharata minta agar Arya Suman dan Warga Korawa berusaha ikut memecahkan bungkus. Setelah pertemuan selesai Dhestharata masuk ke istana, memberi tahu kepada permasuri tentang bayi anak Pandhu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Arya Suman menjumpai para Korawa dan bercerita tentang bayi bungkus. Ia diperintah raja untuk membantu memecahkannya. Dursasana usul agar bayi dalam bungkus dibunuh saja, dengan dalih pura-pura menolongnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kala Dahana raja Batareta dihadap oleh Patih Kala Bantala, Kala Maruta, Kala Ranu dan abdi perempuan bernama Kepet Mega. Raja bercerita tentang mimpinya. Dalam mimpi raja bertemu dengan Citrawarsiti putri raja Karentegnyana di Tasikmadu. Raja Kala Dahana ingin memperisteri putri itu, lalu mengutus Patih Kala Bantala untuk menyampaikan surat lamaran. Patih Kala Bantala segera minta diri, berangkat ke Tasikmadu. Para perajurit raksasa ikut menyertainya. Di tengah perjalanan perajurit raksasa itu bertemu dengan perajurit Korawa. Maka terjadilah perselisihan, mereka bertempur. Perajurit Batareta menyimpang jalan, menghindari perang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Premadi menghadap Bagawan Abiyasa, ia menanyakan peri hal kakaknya yang masih tinggal di dalam bungkus. Bagawan Abiyasa memberitahu, bahwa bayi dalam bungkus segera akan lahir. Premadi diwejang oleh Sang Bagawan, kemudian disuruh pergi ke hutan Krendhawahana. Premadi minta diri, lalu berangkat ke hutan. Para panakawan menyertainya. Di tengah perjalanan Premadi dihadang oleh beberapa raksasa. Terjadilah perkelahian, raksasa berhasil dikalahkan oleh Premadi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Bathara Guru dihadap oleh Dewi Uma, Bathara Narada dan beberapa dewa lainnya. Bathara Narada memberi tahu, bahwa gara-gara terjadi karena seorang bayi dalam bungkus, yang tergolek di hutan Krendhawahana. Bathara Guru minta agar Bathara Narada mengajak Gajahsena turun ke Marcapada, membantu kelahiran bayi bungkus. Bathara Narada dan Gajahsena turun ke Marcapada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Bathara Narada dan Gajahsena tiba di hutan Krandhawahana. Gajahsena diminta untuk memecah bungkus bayi. Bayi dalam bungkus dibanting, maka tiba-tiba dari dalam bungkus larilah seorang anak dewasa lengkap dengan dengan busana dan nampak gagah perkasa. Gajahsena mengejar dan berulang-ulang membanting anak itu, tetapi tidak hancur, bahkan semakin kuat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="color: blue; font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Si bocah yang baru pecah dari bungkusnya merasa teraniaya hidupnya oleh Gajah Raksasa yang bernama Gajah Sena. Maka anak tersebut kemudian berusaha melawan Gajah Sena. Gajah Sena dibanting dan hancur, musnah dan menyatu dengan anak sakti itu, lalu diberi nama Bratasena. Oleh Narada, Premadi dan Bratasena disuruh kembali ke Ngastina.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Bathara Narada membawa bungkus bayi ke Banakeling, ditaruh di atas batu rata. Bungkus bayi diambil oleh raja Sempani, dan dicipta menjadi bayi. Selanjutnya bayi diberikan kepada Dewi Nandhi, isteri raja Sempani. Seketika payudara Dewi Nandhi keluar air susu untuk menyusui bayi itu. Maka bayi diberi nama Tirtanata. Bayi dimandikan dengan Banyu Gege. Seketika menjadi remaja. Tirtanata bertempat tinggal di Banakeling dan mendapat sebutan Jayadrata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kala Bantala telah menghadap raja Karentegnyana di kerajaan Tasikmadu. Surat lamaran diserahkan kepada raja. Raja menolak lamaran raja Batareta, Kala Bantala meninggalkan kerajaan Tasikmadu, dan mengancam kelak akan kembali untuk menyerangnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Patih Mandanasraya usul agar raja Tasikmadu minta bantuan kepada raja Ngastina. Raja mencari bantuan, Citrawarsita ditugaskan ke Ngastina.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Patih Kala Bantala melapor kepada raja Kala Dahana, bahwa lamarannya ditolak. Kala Dahana marah, lalu menyiapkan perajurit untuk menyerang negara Tasikmadu dan Ngastina.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pandu menyambut kedatangannya para Korawa dan Arya Suman. Arya Suman berkata, bahwa kedatangannya disuruh Dhestharata untuk membantu memecahkan bayi nungkus. Tengah mereka berbincang-bincang Premadi dan Bratasena datang. Premadi bercerita tentang pecahnya Bungkus, yang sekarang isi bungkus itu telah ikut menghadap Pandhu. Pandhu merasa bahagia dan senang hati. Arya Suman dan Korawa kecewa, da iri melihat Bratasena yang gagah perkasa itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Citrawasesa datang, memberitahu tentang perajurit raksasa dari Bataretayang menyerang Tasikmadu. Pandhu diminta membantunya, lalu menawarkan kepada Bratasena. Bratasena menyanggupinya, lalu berangkat ke Tasikmadu bersama Citrawasita. Premadi minta diijinkan untuk membantu Bratasena. Mereka berangkat ke Tasikmadu, para Korawa minta ijin kembali ke Gajahoya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kala Dahana dan perajurit raksasa menyerang negara Tasikmadu. Bratasena dan Premadi menahan serangan musuh itu. Kala Dahana, Kala Bantala, Kala Maruta dan Kala Ranu mati terbunuh oleh Bratasena. Sukma mereka menyatu dengan Bratasena.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Premadi berhasil memusnahkan perajurit raksasa. Perang pun selesai, negara Tasikmadu aman dan damai. Raja Karentegnyana berjanji, kelak akan membantu Pandhawa bila terjadi perang besar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pesta kemenangan diadakan di negara Tasikmadu. Keluarga Ngastina diundang untuk ikut berpesta menyambut serta merayakan kemenangan Bratasena dalam memusnahkan musuh yang menyerang Tasikmadu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
unuh b0 &#127; k k �Ov ��y orawa. Bhurisrawa terkena panah Arjuna, lalu ditewaskan oleh Satyaki. Para Pandawa kelelahan, Kresna menolong mereka, dengan cara menutup matahari dengan awan. Korawa mengira hari telah malam, mereka berhenti menyerang Pandawa. Arjuna naik di atas kereta dan berhasil membunuh Jayadratha. Duryodhana menuduh Drona yang bersalah atas kematian Jayadratha, karena Drona menghalang-halangi ketika Jayadratha akan pulang. Karna bersedia mengganti kedudukan Jayadratha. Pratipeya atau Somadatta, ayah Bhurisrawa hendak membunuh Satyaki, tetapi ia terbunuh oleh Bhima.&lt;br /&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Banjaran Cerita Pandhawa (11) Perkawinan Yudhisthira</title><link>http://prizt.blogspot.com/2012/08/banjaran-cerita-pandhawa-11-perkawinan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 7 Aug 2012 12:02:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7450115169204755659.post-166713632038664587</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Prabu Duryodana duduk di atas singhasana, dihadap oleh pendeta Durna, Patih Sakuni, Dursasana, Kartamarma, Jayadrata, Citraksa dan Citraksi. Pada kesempatan tersebut Raja mengungkapkan niatnya, ingin mengawinkan pendeta Durna. Senyampang ada sayembara untuk merebutkan putri Cempalareja yang bernama Dewi Drupadi Jayadrata ditugaskan untuk mengikuti sayembara di Pancalareja atau Cempalareja atas nama pendeta Durna. Setelah selesai perundingan, raja membubarkan pertemuan, lalu masuk istana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Prabu Duryodana disongsong oleh permaisuri dan ibunya. Raja bercerita tentang rencana perkawinan pendeta Durna. Mereka makan bersama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Patih Sakuni mengumpulkan para Korawa, mereka diberitahu tentang kepergian ke Pancalareja dan pembagian tugas. Setelah siap mereka berangkat bersama perajurit untuk mengikuti sayembara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Di negara Umbul Tahunan sang raja Prabu Kala Kuramba juga ingin mengikuti sayembara dan memperisteri Drupadi, putri raja Pancalareja. Raja menugaskan Kala Gragalba untuk menyampaikan surat lamaran. Kala Gragalba disertai Kala Gendhing Caluring, Kala Palunangsa, Wijamantri dan Tejamantri berangkat ke Cempalareja. Perjalanan Kala Gragalba bertemu dengan perajurit Ngastina. Terjadilah perang, Kala Gragalba dan perjuritnya terdesak, mereka menyimpang jalan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Yudisthira dihadap oleh Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa. Mereka menemui Bagawan Abyasa. Begawan Abyasa memberi tahu, bahwa raja Drupada mengadakan sayembara. Yudisthira disuruh mengikuti sayembara itu, Bima diminta mewakilinya. Para Pandhawa menyetujuinya, Arjuna disuruh berangkat lebih dahulu. Arjuna berangkat bersama panakawan. Perjalanan Arjuna bertemu barisan raksasa. Terjadilah perkelahian, perajurit raksasa musnah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kakrasana raja muda di Mandura berunding dengan Patih Pragota dan Patih Prabawa. Patih menyetujuinya, Kakrasana segera berangkat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Di Pancalareja, Prabu Drupada dengan Trusthaketu, sedang membicarakan persiapan sayembara. Patih Sakuni datang, minta ijin untuk mengikuti sayembara, dan akan diwakili oleh Jayadrata. Raja menyuruh agar peserta sayembara hadir di alun-alun. Kemudian raja menyuruh agar Trusthaketu menemui Gandamana memberi tahu, bahwa telah datang peserta sayembara. Gandamana segera pergi ke alun-alun. Jayadrata telah siap menanti. Gandamana dengan sigap menarik Jayadrata, kemudian dibanting. Jayadrata pingsan tidak berdaya, lalu ditarik mundur oleh para Korawa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Selanjutnya datang Kakrasana yang menyamar sebagai pertapa. Gandamana menghadapi dengan tenang. Kakrasana digertak, terpental jauh dan jatuh terjepit batu. Kakrasana berteriak kesakitan, memanggil-manggil Narayana. Kebetulan Narayana lewat, mendengar panggilan atas dirinya. Batu penjepit diminta kembali, narayana meneruskn perjalanan , hendak menyaksikan sayembara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Yudisthira sesaudara menghadap Prabu Drupada. Ia minta diperkenankan mengikuti sayembara. Raja merelakan Drupadi untuk diperisteri Yudisthira tanpa harus melalui sayembasara, tetapi Gandamana tidak merelakannya. Bima juga tidak ingin perkawinan tanpa menempuh sayembara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Bima datang dialun-alun, Gandamana siap melawannya. Mula-mula Bima dapat disergap kuat-kuat,sehingga tidak berdaya. Melihat Bima terdesak, Arjuna dari jauh memberi isyarat agar Bima menggunakan kuku Pancanakanya. Gandamana ditusuk dengan kuku Pancanaka dan jatuh tak berdaya. Sebelum meninggal Gandamana memberikan ilmu kesaktian dan pesan kepada Bima.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Narayana menggugat kemenangan sayembara untuk Yudisthira. Ia bertengkar dengan Arjuna. Trusthajumena datang melerainya, dan mengatakan jika yang bertikai berhasil membunuh Naga yang berada dipohon beringin dialah yang berhak memboyong Drupadi. Mereka mencoba membunuh seekor Naga. Narayana tidak dapat membunuhnya. Panah Arjuna berhasil memusnahkan Naga. Narayana masih belum terima, ia mengajak beradu kesaktian dengan Arjuna. Dan Arjuna meladeni tantangan Narayana. Narayana dipanah oleh Arjuna, terpental jauh, jatuh di luar kerajaan Pancalareja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Prabu Drupada menyerahkan Drupadi kepada Yudisthira. Upacara perkwinan dan pesta besar akan dilaksanankan di kerajaan Pancalareja. Tiba-tiba raksasa Kala Karamba datang bersama perajurit raksasa. Bima ditugaskan untuk melawan musuh. Raja raksasa mati dan perajurit raksasa musnah tak bersisa. Prabu Drupada dan para Pandhawa mengadakan pesta perkawinan di istana Pancalareja&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Banjaran Cerita Pandhawa (10) Kelahiran Yudhisthira</title><link>http://prizt.blogspot.com/2012/08/banjaran-cerita-pandhawa-10-kelahiran.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 7 Aug 2012 11:54:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7450115169204755659.post-3589754594071097972</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pertemuan di istana Ngastina, Pandhu dihadap oleh Dhestharata, Widura dan Patih Jayaprayitna. Mereka membicarakan kandungan Kunthi yang telah sampai bulan kelahirannya belum juga lahir. Tengah mereka berunding, Arya Prabu Rukma datang memberi tahu, bahwa negara Mandura akan diserang perajurit dari negara Garbasumandha. Raja Garbasumandha ingin merebut Dewi Maherah. Raja Basudewa minta bantuan. Arya Widura disuruh pergi ke Wukir Retawu dan ke Talkandha, supaya mohon doa restu demi kelahiran bayi. Raja Pandhu akan ke Mandura untuk membantu raja Basudewa dalam menahan serangan musuh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Raja Pandhu menemui Dewi Kunthi yang sedang berbincang-bincang dengan Dewi Ambika, Dewi Ambiki dan Dewi Madrim. Setelah memberi tahu tentang rencana kepergiannya ke Mandura, Pandhu lalu bersamadi. Kemudian berangkat ke Mandura bersama Arya Prabu Rukma, Dhestharata menunggu kerajaan Ngastina.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Yaksadarma raja Garbasumandha dihadap oleh Arya Endrakusuma, Patih Kaladruwendra, Togog, Sarawita dan Ditya Garbacaraka. Raja berkeinginan memperisteri Dewi Maherah isteri raja Mandura. Ditya Garbacaraka disuruh melamar, Togog menyertainya, Patih Kaladruwendra dan perajurit disuruh mengawal perjalanan mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Perajurit Garbasumandha bertemu dengan perajurit Ngastina. Terjadilah perang, tetapi perajurit Garbasumandha menyimpang jalan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Raja Basudewa dihadap oleh Patih Saraprabawa, Arya Ugrasena dan hulubalang raja. Mereka menanti kedatangan Arya Prabu Rukma. Arya Prabu Rukma datang bersama Pandhu. Setelah berwawancara, raja Basudewa masuk ke istana akan menjumpai para isteri. Namun Garbcaraka telah masuk ke istana lebih dahulu, dan berhasil melarikan Dewi Maherah. Dewi Mahendra dan Dewi Badraini kebingungan. Basudewa dan Pandhu datang, Basudewa minta agar Pandhu segera mencarinya. Pandhu segera berangkat meninggalkan kerajaan Mandura.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pandhu berhasil mengejar Garbacaraka dan merebut Dewi Maherah, lalu dibawa kembali ke Mandura. Setelah menyerahkan Dewi Maherah, Pandhu minta pamit, kembali ke Ngastina, Raja Basudewa mengikutinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Semar, Gareng, Petruk dan Bagong bersenda gurau, kemudian menghadap Begawan Abiyasa. Bagawan Abiyasa sedang berunding dengan Resi Bisma tentang kehamilan Kunthi. Arya Widura datang dan minta sarana untuk kelahiran bayi yang dikandung oleh Kunthi.Arya Widura disuruh berangkat kembali ke Ngastina, Bagawan Abiyasa dan Resi Bisma segera mengikutinya. Perjalanan Arya Widura dihadang oleh raksasa Garbasumandha. Arya Widura mengamuk, perajurit raksasa banyak yang gugur dan melarikan diri.Bathara Guru mengadakan pertemuan di Suralaya, dihadiri oleh Bathara Narada, Bathara Panyarikan, Bathara Dharma dan Bathara Bayu. Mereka berbicara tentang kehamilan Kunthi. Bathara Narada disuruh turun ke marcapada bersama Bathara Dharma, Bathara Panyarikan dan Bathara Bayu. Mereka disuruh memberi pertolongan kepada Dewi Kunthi.Perjalanan raja Basudewa dan Pandhu berjumpa dengan Patih Kaladruwendra. Terjadilah perkelahian, Kaladruwendra terbunuh ole panah Pandhu.Raja Yaksadarma dan Endrakusuma menanti kedatangan Garbacaraka. Garbacaraka datang bercerita tentang hasil yang diperoleh, tetapi direbut oleh raja Pandhu. Cerita belum selesai, tiba-tiba kepala Kaladruwendra jatuh dihadapan raja. Yaksadarma marah, lalu mempersiapkan perajurit, akan menyerang negara Ngastina.Raja Pandhu berbicara dengan Arya Prabu Rukma, Ugrasena, raja Basudewa dan Arya Widura. Arya Widura memberi tahu tentang kesanggupan Bagawan Abiyasa dan Resi Bisma. Tengah mereka berbincang-bincang, Bagawan Abiyasa dan resi Bisma datang. Setelah mereka berdua disambut, lalu diajak masuk ke istana. Bathara Narada dan Bathara Darma datang. Raja Pandhu dan Basudewa cepat-cepat menyambut kedatangan para dewa. Bathara Narada memberi tahu tentang tujuan kedatangannya. Bathara Narada menyuruh agar Bathara Darma merasuk kepada Dewi Kunthi, membimbing kelahiran bayi. Bathara Darma merasuk, bayi dalam kandungan Dewi Kunthi lahir melalui ubun-ubun. Bayi lahir laki-laki. Bathara Narada memberi nama Puntadewa, dan mendapat sebutan Darmaputra. Semua yang hadir menyambut kelahiran sang bayi.Raja Yaksadarma dan para pengikutnya datang menyerang negara Ngastina. Raja Yaksadarma mati oleh Pandhu, Endrakusuma mati oleh Arya Widura, Garbacaraka mati oleh Arya Ugrasena. Bathara Bayu menghalau semua perajurit raksasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
o:p&amp;gt;&amp;lt;� � n &amp;lt; С �px class=MsoNormal style='mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; text-align:justify;line-height:normal'&amp;gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Mendengar cerita Pandhu itu, Kunthi berkesimpulan, bahwa suaminya akan setuju bila ia berupaya untuk beranak. Ia lalu berkata, bahwwa sejak berguru kepada Begawan Durwasa ia mendapat anugerah ilmu bernama Adityahrdaya. Ilmu tersebut dapat untuk menghadirkan dewa yang mau menganugerahi anak. Maharaja Pandhu senang dan menyetujui usaha isterinya dengan menggunakan ilmu itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pertama Pandu meminta Kunti agar mendatangkan dewa Dharma, agar dikaruniani anak yang mengerti kepada darma. Kunti mengucapkan ilmunya, maka datanglah dewa Dharma. Kunthi mengandung, kemudian melahirkan anak dan diberi nama Yudhisthira. Selanjutnya diminta menghadirkan dewa Bayu, agar memberi anak yang sakti. Kunthi hamil, dan ketika lahir bayi dipangkunya, tiba-tiba datang harimau dari belukar. Kunthi lari, bayi jatuh di batu karena lepas dari pangkuan Kunthi. Batu hancur, pandhu kagum, bayi diberi nama Bimasena. bersamaan dengan kelahiran Bimasena, Gendari mempunyai anak Duryodhana. Usaha yang ketiga, Kunthi mendatangkan dewa Indra. Kunthi hamil. Kemudian lahir bayi yang kemudian dinamai Arjuna. Sewaktu Arjuna lahir, Pandhu berkata kepada Kunti, bahwa anaknya akan sakti dan mempunyai keberanian seperti Arjunasasrabahu. Madri minta agar diusahakan beranak juga. Atas persetujuan Kunthi, mereka mendatangkan dewa. Yang hadir adalah Aswino, dewa kembar. Madri hamil dan melahirkan anak kembar, diberi nama Nakula dan Sahadewa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Banjaran Cerita Pandhawa (9) Serat Srikandhi Maguru Manah</title><link>http://prizt.blogspot.com/2012/08/banjaran-cerita-pandhawa-9-serat.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 7 Aug 2012 11:47:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7450115169204755659.post-5601698500110689515</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Jungkungmardeya raja Paranggubarja mimpi bertemu dengan Srikandhi anak raja Cempala. Raja itu lalu menugaskan Patih Jayasudarga untuk menyampaikan surat lamaran kepada Durpada. Sang Raja menyetujui lamaran itu, tetapi Srikandhi tidak menerima lamaran tersebut. Kemudian Srikandi melarikan diri menuju Madukara, dengan dalih untuk berguru memanah. Namun senyatanya, Srikandhi minta perlindungan kepada Arjuna. Kepergian Srikandhi menyebabkan orang se istana kebingungan. Drupadi mencari Srikandi ke Madukara, untuk meminta kepada Srikandhi agar mau kembali ke istana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Arjuna berhasil mengalahkan raja Jungkungmardeya dan prajuritnya. Demikian juga Arjuna harus mengusir Korawa yang ingin merebut Sumbadra yang akan dikawinkan dengan Burisrawa. Arjuna berhasil memperisteri Srikandhi, setelah Larasati mampu mengungguli kepandaian Srikandhi dalam hal berolah panah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Cerita tokoh-tokoh Pandawa secara individu atau kelompok banyak didapat dalam beberapa naskah kumpulan cerita lakon, yaitu cerita prosa yang berisi kerangka cerita sebagai pegangan untuk pementasan pada layar oleh seorang dalang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Cerita Kelahiran Pandhawa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Cerita kelahiran Pandhawa dimuat dalam kitab Adiparwa. Isi pokok cerita itu sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pandhu dinobatkan menjadi raja oleh Bhisma. Ia naik tahta kerajaan untuk melindungi dunia. Negara disekitarnya takluk kepadanya, antara lain negara Magada, Matila, Kasi, Sukma dan Swendra.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Selama menjadi raja Pandhu pernah berburu di hutan yang terletak di gunung Himawan. Kunti dan Madri mengikutinya. Waktu berburu raja melihat kijang jantan dan betina sedang bercumbu-cumbuan. Kijang jantan itu jelmaan Begawan Kindhama yang ingin mencintai kijang betina berwarna putih dan cantik. Kijang yang sedang berwawanasmara itu dipanah oleh Pandhu. Kedua kijang terkena anak panah, musnah bersama. Kemudian didengar suara kutukan. Dikatakan Pandhu amat kejam, tidak menaruh belas kasihan kepada kijang yang sedang bercumbu-cumbuan. Pandhu akan menderita susah, akan mati bila berwawanasmara dengan istrinya. Tetapi Pandhu tidak berdosa meskipun telah membunuh barahmana, sebab ketika dibunuh Kindhama berwujud binatang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pandhu menjadi susah, lalu bercerita kepada kedua isterinya Kunti dan Madri ikut menangis dan ikut bersedih hati. Mereka berdua disuruh kembali ke istana, mengikuti Bhisma dan Widura, supaya memberitahu kepada Dhestarastra, Ambika dan Ambalika. Sedangkan Ia akan hidup bertapa. Kedua isteri tidak mau kembali ke negara, mereka mengikuti Pandhu hidup di pertapaan. Mereka melepas pakaian kebesaran dan mengenakan pakaian kulit kayu, menyusuri gunung Nagasthagiri, Citraratawahana, asrama Nagasthama, Indradyumna, Hangsakuta, berakhir di Saptarengga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pandhu dan dua isterinya tinggal di Saptarengga. Pada suatu ketika Kunti dipanggil, diberi ajaran masalah darma. Bertapa itu darma, tetapi tidak akan kembali ke sorga. Hasil tapa tidak akan dinikmati oleh orang yang tidak beranak. Maka Pandhu berkesimpulan bahwa tapa mereka tidak berguna, karena mereka tidak beranak. Pandhu bercerita tentang Saradandayani yang dianugerahi anak karena mengadakan korban mohon anak. Cerita Badra isteri maharaja Wyusitaswa yang rajin memohon karunia anak, yang kemudian mendapat empat anak. Cerita tentang Bagawan Udalaka yang isterinya ditarik tangannya oleh seorang tamu, karena tamu itu tertarik kecantikan isteri tuan rumah. Anak Bagawan Udalaka marah, karena ibunya ditarik laki-laki tamu. Anak Udalaka yang bernama Swetaketu mengutuk dan membuat larangan bagi laki-laki yang mengambil wanita yang masih setia kepada suaminya. Laki-laki yang mengambil isteri orang lain akan mendapat malapetaka. Tetapi seorang isteri yang menurut darma tidak beranak boleh berusaha memperoleh anak, itu tidak mendatangkan sengsara, karena memperoleh anak itu menurut darma.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Mendengar cerita Pandhu itu, Kunthi berkesimpulan, bahwa suaminya akan setuju bila ia berupaya untuk beranak. Ia lalu berkata, bahwwa sejak berguru kepada Begawan Durwasa ia mendapat anugerah ilmu bernama Adityahrdaya. Ilmu tersebut dapat untuk menghadirkan dewa yang mau menganugerahi anak. Maharaja Pandhu senang dan menyetujui usaha isterinya dengan menggunakan ilmu itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pertama Pandu meminta Kunti agar mendatangkan dewa Dharma, agar dikaruniani anak yang mengerti kepada darma. Kunti mengucapkan ilmunya, maka datanglah dewa Dharma. Kunthi mengandung, kemudian melahirkan anak dan diberi nama Yudhisthira. Selanjutnya diminta menghadirkan dewa Bayu, agar memberi anak yang sakti. Kunthi hamil, dan ketika lahir bayi dipangkunya, tiba-tiba datang harimau dari belukar. Kunthi lari, bayi jatuh di batu karena lepas dari pangkuan Kunthi. Batu hancur, pandhu kagum, bayi diberi nama Bimasena. bersamaan dengan kelahiran Bimasena, Gendari mempunyai anak Duryodhana. Usaha yang ketiga, Kunthi mendatangkan dewa Indra. Kunthi hamil. Kemudian lahir bayi yang kemudian dinamai Arjuna. Sewaktu Arjuna lahir, Pandhu berkata kepada Kunti, bahwa anaknya akan sakti dan mempunyai keberanian seperti Arjunasasrabahu. Madri minta agar diusahakan beranak juga. Atas persetujuan Kunthi, mereka mendatangkan dewa. Yang hadir adalah Aswino, dewa kembar. Madri hamil dan melahirkan anak kembar, diberi nama Nakula dan Sahadewa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Banjaran Cerita Pandhawa (8) Kitab Jawa Baru</title><link>http://prizt.blogspot.com/2012/08/banjaran-cerita-pandhawa-8-kitab-jawa.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 7 Aug 2012 11:37:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7450115169204755659.post-2694223103138674360</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Sejak jaman kepujanggan Surakarta (abad 17-19) cerita pewayangan berkembang dan didukung oleh penulisan kitab-kitab berbahasa Jawa baru. Cerita yang dimuat dalam Jawa kuna menjadi sumber pengembangan dan sebagai bahan penciptaan cerita baru. Kitab-kitab yang berisi cerita pewayangan itu disusun dalam bentuk tembang, teks drama dan kerangka cerita lakon untuk pentas di layar putih atau kelir. Kitab-kitab atau naskah yang berisi cerita itu antara lain:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Serat Mintaraga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Serat Mintaraga karangan Sunan Paku Buwana III ditulis dalam bentuk tembang macapat pada tahun 1704 Jawa. Raden Ngabei Yasadipura I juga mengarang cerita Arjuna bertapa, dikenal dengan sebutan Serat Wiwaha Jarwa. Dr.M. Prijohoetomo mengarang cerita Mintaraga dalam bentuk prosa, berjudul Serat Mintaraga Gancaran (Prijohoetomo, BP. 1953) Isi pokok cerita Mintaraga yaitu sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Bathara Indra berunding dengan para dewa.tentang rencana raja Niwatakawaca yang menggempur Indraloka. Bathara Indra menugaskan tujuh bidadari untuk menguji keteguhan tapa Arjuna, tetapi usaha mereka tidak berhasil. Kemudian Bathara Indra menyamar pendeta tua bernama Resi Padya, menemui Arjuna dan da bertanya tujuan tapa Arjuna. Sementara itu Niwatakawaca menyuruh Momongmurka untuk membunuh Arjuna. Momongmurka berubah menjadi babi hutan, dan ketika mengamuk babi hutan itu dibunuh oleh Arjuna dan Kirata. Kirata dan Arjuna berebut sebagai pembunuh babi hutan. Setelah berkelahi Kirata menampakkan diri sebagai dewa Siwah, lalu menganugerahkan panah Pasupati kepada Arjuna.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Bathara Indra menyuruh dua bidadari untuk menyampaikan surat permintaan agar Arjuna datang ke Indraloka menolong para dewa. Arjuna dan Supraba ditugaskan pergi ke Imantaka untuk mengetahui rahasia kesaktian dan kematian Niwatakawaca. Supraba pura-pura menyerah, dan berhasil mengatehaui rahasia kesaktian dan kematian Niwatakawaca.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Arjuna dan Supraba kembali ke Indraloka. Niwatakawaca bersama perajurit menggempur Indraloka. Para dewa dan Arjuna melawan perajurit raksasa. Niwatakawaca gugur di medan perang karena terkena panah Pasupati pada pangkal lidahnya. Atas keberhasilannya, Arjuna disambut oleh para dewa dan bidadari, dinobatkan menjadi raja dan beristeri Supraba. Kemudian Arjuna menemui saudara-saudaranya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Serat Dewaruci&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Serat Dewaruci karangan Raden Ngabehi Yasadipura I ditulis dalam bentuk tembang macapat. Raden Ngabehi Yasadipura II menulis cerita Bimasuci dalam bentuk tembang gedhe. M. Prijohoetomo menyadur dalam bentuk prosa berjudul Bimasuci (Javaansche Leeboek, 1937). Isi pokok Dewaruci sebagai berikut: Wrekodara disuruh mencari air suci oleh Dhang Hyang Drona, lalu berpamitan kepada saudara-saudaranya. Wrekodara menuju ke gunung Candramuka, bertemu dengan raksasa Rukmuka dan Rukmakala. Terjadilah perkelahian. Kedua raksasa musnah, menjelma menjadi dewa Indra dan dewa Bayu. Dua dewa memberi tahu, bahwa di gunung Candramuka tidak ada air suci. Wrekodara kembali ke kerajaan Hastina.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dhang Hyang Drona menyuruh agar Wrekodara pergi ke samodara tempat air suci itu. Wrekodara pergi ke samodara lalu mencebur ke dalamnya. Waktu mencebur di samodra disambut ular naga. Ular naga itu dibununh oleh Wrekodara. Wrekodara bertemu dengan Dewaruci, lalu diwejangnya. Setelah mendapat wejangan, Wrekodara menjadi suci, lalu kembali ke Ngamarta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Serat Partakrama&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Serat Partakrama karangan Raden Ngabehi Sindusastra (VBG XXXIII No. 169 th. 1875-1876), ditulis dalam bentuk tembang macapat, berisi cerita perkawinan Arjuna dengan Sumbadra, isi pokok cerita sebagai berikut: Arjuna jatuh sakit karena rindu kepada Sembadra. Kresna mengetahuinya,lalu membujuk Sumbadra supaya mau diperisteri Arjuna. Sembadra menyanggupinya asal dipenuhi permintaanya, yaitu pusaka Pulanggeni dan putri Sulastri. Permintaan itu disampaikan kepada Prabu Yudhisthira.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Burisrawa juga ingin memperisteri Sumbadra. Prabu Doryudana minta agar Patih Sengkkuni minta bantuan Prabu Baladewa. Prabu Baladewa datang di Dwarawati, menemui Kresna. Kresna kebingungan, lalu mengadakan sayembara. Calon suami Sembadra harus bisa menyerahkan kereta emas, kerbau danu dan bunga dewandaru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Raja Ngambarmuka di negara Garbaruci juga ingin memperisteri Sumbadara. Raja itu lalu melamarnya. Para Pandhawa berusaha memenuhi permintaan Kresna. Wrekodara berhasil meminjam kereta emas dari Singgela. Gatotkaca memperoleh kerbau dari Sumeru. Arjuna berhasil memperoleh bunga dewa ndaru dari Bathara Guru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Para Korawa berhasil merebut kerbau danu dari tangan Gatotkaca. Sengkuni melapor kepada Baladewa, bahwa barang yang diminta sebagai syarat perkawinan dirampas oleh Pandhawa. Baladewa marah, bersama perajurit Korawa menyerang Pandhawa. Namun Pandhawa dapat menghalau serangan perajurit Korawa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Setelah musuh dapat diundurkan, Arjuna bersama Sumbadra menghadap Baladewa. Melihat Sumbadra adiknya, Baladewa hilang kemarahannya, dan menyetujui Sumbadra diperisteri Arjuna.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Prabu Ngambarmuka bersama perajurit datang menyerang Dwarawati. Baladewa, Wrekodara dan Gatotkaca berhasil memusnahkan musuh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pesta perkawinan Arjuna dengan Sumbadra dilaksanakan di Dwarawati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
ryudhan5 z a y �Ov ��y hima berhasil membunuh banyak keluarga Korawa. Bhurisrawa terkena panah Arjuna, lalu ditewaskan oleh Satyaki. Para Pandawa kelelahan, Kresna menolong mereka, dengan cara menutup matahari dengan awan. Korawa mengira hari telah malam, mereka berhenti menyerang Pandawa. Arjuna naik di atas kereta dan berhasil membunuh Jayadratha. Duryodhana menuduh Drona yang bersalah atas kematian Jayadratha, karena Drona menghalang-halangi ketika Jayadratha akan pulang. Karna bersedia mengganti kedudukan Jayadratha. Pratipeya atau Somadatta, ayah Bhurisrawa hendak membunuh Satyaki, tetapi ia terbunuh oleh Bhima.&lt;br /&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Banjaran Pandawa (6) Kitab Nawaruci dan Kitab Sudamala</title><link>http://prizt.blogspot.com/2012/08/banjaran-pandawa-6-kitab-nawaruci-dan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 7 Aug 2012 10:43:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7450115169204755659.post-4362236122819230633</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Werkodara telah tiba di samodera, ia mengenakan aji Pangawasa. Menjadi gempar seisi dunia. Sang Hyang Nawaruci kasihan melihat Wrkodara. Wrkodara ditolong agar terlepas dari bahaya di lautan. Sang Hyang Nawaruci mencipta pulau Nusakambangan di tengah samodera. Buah-buahan dan pohon-pohonan diciptakan di pulau itu juga. Wrkodara makan buah-buahan. Pulau itu diperindah dengan berbagai tanaman telaga dengan ikannya. Sang Hyang Acintya mencipta bermacam-macam makanan, Wrkodara senang menikmati makanan itu. Si dalang dan Semar mengikutinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Sang Hyang Acintya bersanjak, menyambut kehadiran Wrkodara. Ia memberi tahu, supaya Wrkodara berhati-hati dan waspada, karena ia sedang dicari kematiannya. Wrkodara menghadap Nawruci dan berkata, bahwa ia disuruh mencari air suci. Nawaruci menyuruh agar Wrkodara mau berperang. Citrasena, Citranggada, Citraratha dan Gandharwa akan menemaninya. Nawaruci memberi ajaran hidup dan kehidupan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kemudian Wrkodara bertanya kepada Nawaruci tentang pencipta dunia, hakekat kesucian yang disebut sunya dan yang disebut Sang Hyang Guru. Wrkodara disuruh masuk ke rongga perut Nawaruci. Mula-mula ia melihat cahaya terang. Waktu menghadap ke Timur dilihat warna putih, waktu menghadap ke Selatan dilihat warna merah, waktu menghadap ke Barat dilihat warna kuning, waktu menghadap ke Utara dilihat warna hitam, waktu melihat ke atas dilihat warna belah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Setelah menerima banyak penjelasan Wrkodara keluar dari rongga perut. Setelah itu Wrkodara mendapat sebutan Sang Awirota.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Selama menjelajah di Pulau Nusakambangan Wrkodara banyak berguru dan memperoleh banyak pengetahuan tentang religi dan kebudayaan. Kemudian Wrkodara kembali menemui saudara-saudaranya di Indraprastha. (Sumber Cerita : Nawaruci edisi Prijihoetomo)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kitab Kidung Sudamala&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Cerita Sudamala berisi cerita ruwatan yang melibatkan tokoh Pandawa, terutama Sadewa. Isi ringkas cerita itu sebagai berikut: Sang Hyang Tunggal, Sang Hyang Wisesa dan Sang Hyang Asiprana menghadap Sang Hyang Guru memberi tahu, bahwa Dewi Uma berbuat serong dengan Sang Hyang Brahma. Dewi Uma lalu dikutuk berubah menjadi Durga, dan diberi nama Ranini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Uma minta dikembalikan ke wujud semula, tetapi Sang Hyang Guru menolak. Dikatakannya,setelah menjalani kutuk selama dua belas tahun Ranini akan diruwat oleh Sadewa. Uma pergi ke Setra Gandamayu. Salah satu abdi pengiringnya bernama Kalika.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Sementara itu Dewa Citragada dan Citrasena juga dikutuk oleh Sang Hyang Guru, karena berbuat tidak sopan terhadap Sang Hyang Guru. Dua dewa itu menjadi berujud raksasa, bernama Kalantaka dan Kalanjana. Mereka berdua kemudian disuruh menyusul untuk menemani Ranini di Setra Gandamayu. Oleh Ranini dua raksasa tersebut diangkat menjadi anak dan membantu Duryodana, raja Hastina.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Mengetahui bahwa Kalantaka dan Kalanjana berpihak pada Duryodana, Pandawa menjadi cemas, Kunthi naik ke Kahyangan, minta agar Kalantaka dan Kalanjana dimusnahkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Setelah dua belas tahun, Ranini mengharap kedatangan Sadewa yang dijanjikan akan meruwatnya. Kunti datang di Setra Gandamayu, minta agar Ranini mau memusnahkan Kalantaka dan Kalanjana. Ranini tidak bersedia, karena amat sayang kepada mereka berdua yang diangkatnya sebagai anaknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Ranini minta agar Kunti menyerahkan Sadewa, tetapi Kunti tidak bersedia menyerahkannya, karena Sadewa bukan anaknya. Sebagai ganti, Ranini boleh memilih diantara tiga anaknya yaitu: Dananjaya, Bima atau Darmawangsa. Tetapi Ranini tidak menyukai mereka, kecuali Sadewa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kalika disuruh membujuk Kunti. Mula-mula Kalika tidak mau, karena dipaksa akhirnya mau juga. Kunti disihir oleh Kalika, lalu menjadi setengah sakit ingatan Kunti kemudian lari menemui Ranini. Ranini mendesak agar Sadewa segera diserahkan. Kunti kembali menemui anak-anaknya, lalu bercerita tentang permintaan Ranini. Para Pandawa tidak setuju. Kunti marah, Sadewa diseret hendak dibawa ke Setra Gandamayu. Kalika merasa berhasil lalu keluar dari tubuh Kunti. Kunti menjadi sadar lalu minta maaf kepada Sadewa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Sadewa tidak jadi dibawa di tempat Ranini. Durga marah. Kalika disuruh merasuki Kunti lagi, sehingga Kunti kembali goncang ingatannya. Sadewa dipaksa ikut pergi ke Setra Gandamayu. Sesampainya di Setra Gandamayu, Sadewa diikat pada pohon randu, dan ditunggu oleh Semar. Kalika jatuh cinta pada Sadewa dan membujuk Sadewa agar mau menerima cintanya. Namun Sadewa tidak mau menanggapi, dan lebih baik mati dari pada membalas cinta Kalika. Kalika marah, ditabuhnya tong-tong yang ada disekitarnya. Tak lama kemudian, hantu-hantu keluar bedatangan menakut-nakuti Sadewa. Namun Sadewa tidak takut, bahkan dari tubuhnya mengeluarkan daya kesaktian yang luar biasa. Semua hantu yang menggoda pergi meninggalkan Sadew&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Banjaran Pandawa (5) Pandawa Muksa</title><link>http://prizt.blogspot.com/2012/08/banjaran-pandawa-5-pandawa-muksa.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 7 Aug 2012 10:34:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7450115169204755659.post-7929307837898514604</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pandawa kembali ke perkemahan untuk merayakan hasil kemenangan perangnya. Kresna sedih memikirkan kutukan Duryodhana bahwa Pandawa akan tertindas sebelum kematiannya. Oleh karena itu para Pandawa disuruh segera menyelamatkan diri masuk dalam kemah, dan pada malam hari supaya menebus dosa-dosa dengan memuja ke tempat suci.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pada malam hari Aswatthama berusaha membalas kematian ayah dan para Korawa. Dalam malam gelap itu Aswatthama berhail membunuh lima anak Dropadi yaitu Pancala dan beberapa laki-laki.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Para Pandawa yang datang ke kemah menemukan wanita yang dilanda kesedihan, Dropadi patah hati. Kresna datang menghiburnya. Demikian juga Wiyasa yang telah tiada muncul memberi nasihat kepadanya. Dropada akan membalas kejahatan Aswatthama. Ia meminta Pandawa membawa mutiara yang menghias di dahi Aswatthama. Para Pandawa mencari Aswatthama. Setelah bertemu, Aswatthama akan dibunuh dengan gada. Aswatthama mengangkat panah Brahmasirah yang amat sakti. Arjuna pun mengangkat panah saktinya. Namun Sang Hyang Siwa menyuruh agar mereka menarik panah saktinya. Arjuna menurut tetapi Aswatthama tidak dapat menahan panah saktinya. Anak panah Aswatthama lepas mengenai anak Utari yang masih dalam kandungan. Bayi dalam kandungan lalu dihidupkan oleh Kresna. Setelah dewasa bayi itu akan menjadi raja dengan nama Parikesit. Dropadi menerima mutiara, lalu diberikan kepada Yudhisthira. Yudhisthira lalu menjadi raja di Indraprastha. (Sumber cerita: Bharatayudha edisi Prof. Dr. R. M. Sutjipto Wirjosuparto)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;5. Cerita Pandawa Muksa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Cerita tentang Pandawa sesudah perang Bharatayudha yang dimuat dalam Prasthanikaparwa, dilanjutkan kematian dan perlindungan mereka di surga. Isi pokok cerita itu sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Para Pandawa akan meninggalkan kota Hastina menuju ke hutan. Parikesit diangkat menjadi raja Hastina. Yudhisthira, Bhima, Arjuna, Nakula, Sahadewada dan Dropadi meninggalkan istana. Seekor anjing mengikutinya. Atas perintah Dewi Agni, Arjuna membuang senjatanya di laut. Perjalanan mereka mendaki Gunung Himalaya, lalu melewati gurun pasir. Dropadi, Sahadewa, Nakula, Arjuna dan Bhima berturut-turut meningal dunia. Tinggal Yudhisthira dan anjing yang masih hidup. Dewa Indra dengan kereta membawa Yuhisthira dan anjingnya yang telah menjadi dewa Dharma menuju ke surga. Sesampainya di surga, Yudhisthira heran karena tidak menemukan saudara-saudaranya dan Dropadi. Yang ditemukan justru warga Korawa dan para pahlawannya. Yudhisthira melihat mereka, tetapi tidak mau berkumpul dengan mereka. Ia kecewa, merasa dewa berbuat tidak adil. Dewa Narada menjelaskan bahwa Korawa harus menerima anugerah sesuai dengan amal baiknya, Pandawa harus tinggal di neraka. Yudhisthira ingin mencari saudara-saudaranya, ia ingin suka dan duka bersama. Para dewa mengetahui sikap Yudhistira yang ingin tinggal bersama saudara-saudaranya. Para Pandawa harus menebus dosa-dosanya. Mereka harus turun ke Sungai Gangga untuk menyucikan diri. Sesudah menjadi suci, mereka naik ke surga menggantikan Korawa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;(Sumber cerita: Drie Boeken van het Oudjavaasnche Mahabharata. Edisi Hendrik Herman Juynboll, 1893)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kitab Jawa Tengahan yang mengisahkan tokoh Pandawa&amp;nbsp;&amp;nbsp; yaitu: Kitab Nawaruci Kitab Nawaruci mengisahkan Wrkodara atau Bhima ketika mencari air suci. Isi ringkas cerita itu sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Druyodana menginginkan kematian para Pandawa, lalu minta agar Dang Hyang Drona mengusahakannya. Wrkodara disuruh mencari banyu mahapawitra yang berada di sumur Dorangga. Wrkodara berangkat dari Gajahoya. Perjalanannya melalui tempat berbahaya, tebing dan jurang. Wrkodara sampai di sumur Dorangga, tetapi tidak menemukan air suci. Ular jantan dan betina tinggal di dalam sumur itu. Wrkodara digigit ular, segera ia menusuk ular itu dengan kukunya. Kepala ular dipotong, dibawa kembali ke Gajahoya. Sepasang ular naga berubah menjadi bidadara dan bidadari bernama Harsanandi dan Sarasambadha. Mereka mengucap terima kasih lalu kembali ke Suralaya..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Wrkodara tiba di Gajahoya, menghadap Drona dan menyerahkan dua kepala naga. Wrkodara memberi tahu bahwa di sumur Dorangga tidak berisi air suci. Drona berkata bahwa air suci berada di tegal Andawa. Wrkodara diminta segera berangkat ke tegal itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Di tegal Andawa Wrkodara disambut oleh raksasa Indrabahu. Indrabahu hendak makan Wrkodara, terjadilah perkelahian hebat. Indrabahu kalah, kepalanya dipenggal, dipikul oleh Gagakampuhan dan Twalen. Indrabahu berubah menjadi dewa Indra. Indra berterima kasih atas jasa Wrkodara, lalu kembali ke Suralaya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Wrkodara kembali ke Gajahoya, kepala Indrabahu diserahkan kepada Sang Hyang Drona. Druyodana dan Drona lari ketakutan. Wrkodara mengejarnya. Drona berkata, bahwa air suci berada di dasar laut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Wrkodara berangkat ke samodra. Setelah sampai di samodra segera akan mencebur di dalamnya. Gagakampuhan menasihati, Wrkodara diminta kembali ke Indraprastha, menghadap Dharmawangsa, Kunti, Dropadi, Arjuna, Nakula atau Sakula dan Sahadewa. Wrkodara berpamitan, kemudian mencari air suci. Kunti menghalang- halanginya. Ujung kain Wrkodara dipegang kuat-kuat, tetapi lepas dikebas Wrkodara. Warga Pandawa yang ditinggal pun menagisi kepergian Wrkodara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Banjaran Pandawa (4) Kisah Perang Baratayuda</title><link>http://prizt.blogspot.com/2012/08/banjaran-pandawa-4-kisah-perang.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 7 Aug 2012 10:32:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7450115169204755659.post-8627889609026735500</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Karna menjadi panglima perang, dan berhasil menewaskan musuh. Yudhisthira minta agar Arjuna menahan serangan Karna. Arjuna menyuruh Ghatotkaca untuk menahan dengan ilmu sihirnya, Ghatotkaca mengamuk, Korawa lari tunggang-langgang. Karna dengan berani melawan serangan Ghatotkaca. Namun Ghatotkaca terbang ke angkasa. Karna melayangkan panah, dan mengenai dada Ghatotkaca. Satria Pringgandani ini limbung dan jatuh menyambar kereta Karna, tetapi Karna dapat menghindar dan melompat dari kereta. Ghatotkaca mati di atas kereta Karna. Para Pandawa berdukacita. Hidimbi pamit kepada Dropadi untuk terjun ke perapian bersama jenasah anaknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pertempuran terus berkobar, Drona berhasil membunuh tiga cucu Drupada, kemudian membunuh Drupada, dan raja Wirata. Maka Dhrtadyumna ingin membalas kematian Drupada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kresna mengadakan tipu muslihat. Disebarkannya berita, bahwa Aswatthama gugur. Yudhisthira dan Arjuna mencela sikap Kresna itu. Kemudian Bhima membunuh kuda bernama Aswatthama, kemudian disebarkan berita kematian kuda Aswatthama. Mendengar berita kematian Aswatthama, Drona menjadi gusar, lalu pingsan. Dhrtadyumna berhasil memenggal leher Drona. Aswatthama membela kematian ayahnya, lalu mengamuk dengan menghujamkan panah Narayana. Arjuna sedih atas kematian gurunya akibat perbuatan yang licik. Arjuna tidak bersedia melawan Aswatthama, tetapi Bhima tidak merasakan kematian Drona. Dhrtadymna dan Satyaki saling bertengkar mengenai usaha perlawanan terhadap Aswatthama. Kresna dan Yudhisthira menenangkan mereka. Pandawa diminta berhenti berperang. Tapi Bhima ingin melanjutkan pertempuran, dan maju ke medan perang mencari lawan, terutama ingin menghajar Aswatthama. Saudara-saudaranya berhasil menahan Bhima. Arjuna berhasil melumpuhkan senjata Aswatthama. Putra Drona ini lari dan sembunyi di sebuah pertapaan. Karna diangkat menjadi panglima perang. Banyak perwira Korawa yang memihak kepada Pandawa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pada waktu tengah malam, Yudhisthira meninggalkan kemah bersama saudara-saudaranya. Mereka khidmat menghormat kematian sang guru Drona, dan menghadap Bhisma yang belum meninggal dan masih terbaring di atas anak panah yang menopang tubuhnya. Bhisma memberi nasihat agar Pandawa melanjutkan pertempuran, dan memberi tahu bahwa Korawa telah ditakdirkan untuk kalah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pandawa melanjutkan pertempuran melawan Korawa yang dipimpin oleh Karna. Karna minta agar Salya mau mengusiri keretanya untuk menyerang Kresna dan Arjuna. Salya sebenarnya tidak bersedia, tetapi akhirnya mau asal Karna menuruti perintahnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pertempuran berlangsung hebat, disertai caci maki dari kedua belah pihak. Bhima bergulat dengan Doryudana, kemudian menarik diri dari pertempuran. Dussasana dibunuh oleh Bhima, sebagai pembalasan sejak Dussasana menghina Drupadi. Darah Dussasana diminumnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Arjuna perang melawan Karna. Naga raksasa bernama Adrawalika musuh Arjuna, ingin membantu Karna dengan masuk ke anak panah Karna untuk menembus Arjuna. Ketika hendak disambar panah, kereta yang dikusiri Kresna dirundukkan, sehingga Arjuna hanya terserempet mahkota kepalanya. Naga Adrawalika itu ditewaskan oleh panah Arjuna. Ketika Karna mempersiapan anak panah yang luar biasa saktinya, Arjuna telah lebih dahulu meluncurkan panah saktinya. Tewaslah Karna oleh panah Arjuna.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Doryudhana menjadi cemas, lalu minta agar Sakuni melakukan tipu muslihat. Sakuni tidak bersedia karena waktu telah habis. Diusulkannya agar Salya jadi panglima tinggi. Sebenarnya Salya tidak bersedia. Ia mengusulkan agar mengadakan perundingan dengan Pandawa. Aswatthama menuduh Salya sebagai pengkhianat, dan menyebabkan kematian Karna. Tuduhan itu menyebabkan mereka berselisih, tetapi dilerai oleh saudara-saudaranya. Aswatthama tidak bersedia membantu perang lagi. Salya terpaksa mau menjadi panglima perang. Nakula disuruh Kresna untuk menemui Salya, dan minta agar Salya tidak ikut berperang. Nakula minta dibunuh daripada harus berperang melawan orang yang harus dihormatinya. Salya menjawab, bahwa ia harus menepati janji kepada Duryodhana, dan melakukan darma kesatria. Salya menyerahkan kematiannya kepada Nakula dan agar dibunuh dengan senjata Yudhisthira yang bernama Pustaka, agar dapat mencapai surga Rudra. Nakula kembali dengan sedih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Salya menemui Satyawati, pamit maju ke medan perang. Isteri Salya amat sedih dan mengira bahwa suaminya akan gugur di medan perang. Satyawati ingin bunuh diri, ingin mati sebelum suaminya meninggal. Salya mencegahnya. Malam hari itu merupakan malam terakhir sebagai malam perpisahan. Pada waktu fajar Salya meninggalkan Satyawati tanpa pamit, dan dipotongnya kain alas tidur isterinya dengan keris. Salya memimpin pasukan Korawa. Amukan Bhima dan Arjuna sulit untuk dilawannya. Salya menghujankan anak panahnya yang bernama Rudrarosa. Kresna menyuruh agar Pandawa menyingkir. Yudhisthira disuruh menghadap Salya. Yudhisthira tidak bersedia harus melawan pamannya. Kresna menyadarkan dan menasihati Yudhisthira. Yudhisthira disuruh menggunakan Kalimahosadha, kitab sakti untuk menewaskan Salya. Salya mati oleh Kalimahosadha yang telah berubah menjadi pedang yang bernyala-nyala. Kematian Salya diikuti oleh kematian Sakuni oleh Bhima. Berita kematian Salya sampai kepada Satyawati. Satyawati menuju medan perang, mencari jenasah suaminya. Setelah ditemukan, Satyawati bunuh diri di atas bangkai suaminya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Duryodhana melarikan diri dari medan perang, lalu bersembunyi di sebuah sungai. Bhima dapat menemukan Duryodhana yang sedang bertapa. Duryodhana dikatakan pengecut. Duryodhana sakit hati, lalu bangkit melawannya. Bhima diajak berperang dengan gada. Terjadilah perkelahian hebat. Baladewa yang sedang berziarah ke tempat-tempat suci diberi tahu oleh Narada tentang peristiwa peperangan di Hastina. Kresna menyuruh Arjuna agar Bhima diberi isyarat untuk memukul paha Duryodhana. Terbayarlah kaul Bhima ketika hendak menghancurkan Duryodhana dalam perang Bharatayudha. Baladewa yang menyaksikan pergulatan Bhima dengan Duryodhana menjadi marah, karena Pandawa dianggap tidak jujur, lalu akan membunuh Bhima. Tetapi maksud Baladewa dapat dicegah, dan redalah kemarahan Baladewa..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br class="Apple-interchange-newline" /&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Banjaran Cerita Pandawa (3)</title><link>http://prizt.blogspot.com/2012/08/banjaran-cerita-pandawa-3.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 7 Aug 2012 10:24:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7450115169204755659.post-7496468246454974006</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;3.Kakawin Parthayana atau Subhadrawiwaha (anonim)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Ringkasan isi cerita ‘Parthayana’ atau ‘Subhadrawiwaha’ sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Arjuna bertemu Ulupuy di hulu sungai Gangga. Setelah lewat pembicaraan panjang, Arjuna memperisteri Ulupuy putri raja Korawa. Arjuna meninggalkan Ulupuy meneruskan perjalanan. Sewaktu tiba di permandian Swabhadra, Arjuna diserang oleh seekor buaya. Buaya itu dibunuh, lalu berubah menjadi bidadari. Atas permintaan bidadari itu Arjuna juga membebaskan empat bidadari lainnya. Sang bidadari menyarankan agar Arjuna pergi ke negara Mayura. Arjuna pun pergi ke Mayura, dan diterima oleh raja Citradahana. Arjuna diambil menantu oleh raja itu, dikawinkan dengan Citragandha. Arjuna dan Citragandha dikaruniai anak bernama Wabhruwahana yang kelak akan mewarisi kerajaan Mayura.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Arjuna melanjutkan perjalanan, tiba di tepi sungai Saraswati. Para Yadu mengadakan pesta. Oleh Kresna, Samba disuruh mengundang Arjuna. Arjuna menghadiri pesta bersama Kresna. Arjuna tertarik kecantikan Subhadra. Kresna mengetahui, lalu menyetujui bila Arjuna cinta dan mau melarikan Subhadra. Arjuna membawa lari Subhadra. Baladewa dan para Yadu marah, merasa dihina oleh Arjuna. Kresna menyadarkan mereka. Akhirnya Arjuna berhasil memperisteri Subhadra, lalu memboyongnya ke Indraprastha.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;(Sumber Cerita: Naskah Kirtya Nomor 141)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;4. Kakawin Bharatayudha&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kakawin Bharatayudha dikarang oleh Mpu Sedah dan Mpu Panuluh pada jaman Jayabhaya. Isi ringkas cerita Bharatayudha sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kresna mewakili Pandawa datang di Hastina (Gajahwaya) untuk merundingkan pembagian kerajaan. Raja Dhrtarastra bersiap-siap dan menghias istana untuk menyambut kedatangan tamu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kresna datang di Hastina. Jamuan makan telah siap, tetapi Kresna tidak mau dijamu sebelum selesai perundingan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kresna mengunjungi Kunti, ibu para Pandhawa. Kunti menjadi sedih, dan teringat putra-putranya yang dibuang ke hutan. Kresna menghibur Kunti, lalu pergi menemui Widura. Duryodhana berunding dengan Sengkuni, Dussasana dan Karna. Mereka memandang Kresna sebagai musuh. Kresna diterima oleh Duryodhana di bangsal agung. Kresna minta agar perselisihan Korawa dan Pandawa diselesaikan dengan damai, negara Hastina dibagi dua. Dhrtarastra, para resi, Drona dan Bhisma menyetujui usul itu. Namun Duryodhana bersama keluarga Korawa menolak, dan akan membunuh Kresna. Mengetahui rencana Duryodhana dan para Korawa, Kresna segera meninggalkan bangsal agung. Kresna marah, lalu triwikrama, menampakkan diri sebagai Wisnu yang dahsyat dan menakutkan. Para Korawa ketakutan. Mereka memuja-muja agar tidak membinasakan keluarga Korawa. Kalau Korawa musnah, tidak akan terjadi perang. Jika demikian Bhima dan Dropadi tidak jadi membalas dendam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kresna meninggalkan Hastina, berpesan kepada Kunti agar yang telibat dalam perang bersikap jujur dan berjiwa kesatria, dan mau berkorban jiwa. Karna mengantar kepergian Kresna dari Hastina. Kresna dan Kunti minta agar Karna berpihak kepada Pandawa tetapi Karna tidak menerima bujukan mereka berdua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Para Pandawa bersiap-siap untuk berperang. Mereka mendirikan perkemahan di Kurusetra. Widura dan Kunti mengunjungi perkemahan Pandhawa. Mereka mengangkat Sweta menjadi panglima tertinggi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Korawa ikut bersiap-siap untuk berperang. Bhisma diangkat menjadi senopati. Pandawa dan Korawa mengumumkan perang dan mereka akan menaati peraturan perang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Arjuna berkeberatan dan sedih hatinya, sebab harus berperang melawan saudara. Kresna memperingatkan Arjuna, bahwa perang adalah salah satu tugas dari ksatria.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Yudhisthira maju ke depan, saudara-saudaranya mengikuti dari belakang. Mereka menemui Korawa, lalu menghormat kepada bekas guru, terutama Bhisma, Krpa, Salya dan Drona. Mereka meminta maaf, karena terpaksa melawan pinisepuh yang seharusnya mereka hormati. Para guru meramal, bahwa Pandawa akan menang perang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pertempuran mulai, hebat pertempuran mereka. Dua putra raja Wirata gugur. Sweta membela kematian dua adiknya. Bhisma berhasil menghentikan perlawanan Sweta. Sweta dapat dibunuhnya. Raja Wiratha meratapi kematian tiga putranya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dhrtadyumna diangkat menjadi panglima menggantikan Sweta. Bhisma hebat memimpin pertempuran. Kresna akan melemparkan cakra, tetapi ditahan oleh Arjuna. Bhisma menyuruh agar Yudhisthira tampil ke medan perang, ia tidak akan melawan. Arjuna disuruh melawan Bhisma bersama Srikandi. Bhisma dihujani anak panah dan gugur di medan perang. Para Korawa mengerumuni jenasah Bhisma. Para Pandawa datang menghormat. Bhisma menghormat dengan hati ragu-ragu. Anak panah menopang bingkai Bhisma, sehingga tubuhnya tidak melekat di bumi. Dengan tenang Bhisma menanti kematiannya.Prajurit Korawa dipimpin oleh Drona. Drona diangkat menjadi panglima. Mulailah pertempuran lagi. Bhogadata dapat ditewaskan oleh Arjuna. Drona berusaha menangkap Yudhisthira bila ia lepas dari pengawasan Bhima dan Arjuna. Ketika Korawa datang menyerang, Abhimanyu menembus barisan, dan ingin mendapatkan Doryudhana.Para Pandawa tidak dapat mengawal Abhimanyu, karena Jayadrata berhasil menahan mereka. Abhimanyu dikerumuni Subhadra, Yudhisthira, kedua pamannya, Uttari dan Ksiti Sundari. Mereka meratapi kematian Abhimanyu. Arjuna dan Bhima datang kemudian. Mereka menjadi sedih, lalu ingin memperoleh kematian di medan pertempuran. Kresna menghalang-halangi kehendak mereka berdua.Setelah mereka tahu bahwa kematian Abhimanyu karena Jayadratha, Arjuna ingin membalas kematian anaknya.Jenasah Abhimanyu diperabukan, Ksiti Sundari mengikuti kematian suaminya. Sedangkan Uttari menanti kelahiran anaknya yang masih dalam kandungan.Pertempuran berlangsung lagi. Arjuna menghancurkan kereta Doryudhana. Satyaki dan Bhima berhasil membunuh banyak keluarga Korawa. Bhurisrawa terkena panah Arjuna, lalu ditewaskan oleh Satyaki. Para Pandawa kelelahan, Kresna menolong mereka, dengan cara menutup matahari dengan awan. Korawa mengira hari telah malam, mereka berhenti menyerang Pandawa. Arjuna naik di atas kereta dan berhasil membunuh Jayadratha. Duryodhana menuduh Drona yang bersalah atas kematian Jayadratha, karena Drona menghalang-halangi ketika Jayadratha akan pulang. Karna bersedia mengganti kedudukan Jayadratha. Pratipeya atau Somadatta, ayah Bhurisrawa hendak membunuh Satyaki, tetapi ia terbunuh oleh Bhima.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Banjaran Cerita Pandawa (2)</title><link>http://prizt.blogspot.com/2012/08/banjaran-cerita-pandawa-2.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 7 Aug 2012 10:17:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7450115169204755659.post-4554597663005592236</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;. Kakawin Parthayajna&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kakawin Parthayajna (anonim), berisi cerita perjalanan Arjuna sebelum bertapa di Indrakila. Ringkasan isi ceritanya sebagai berikut: Pandhawa beredih hati karena kekalahan Yudhisthira waktu bermain dadu dan penghinaan Dropadi oleh Dusasana. Mereka harus hidup di hutan selama dua-belas tahun. Bhima ingin perang melawan Korawa dan mati di medan perang, tetapi Yudhisthira menahannya. Widura memberi nasihat kepadaYudhisthira dalam mengatasi penderitaan. Domya menasihati para Pandhawa sejak mereka akan pergi ke hutan. Atas permintaan Yudhisthira, Arjuna disuruh bertapa di Indrakila. Arjuna menyanggupi permintaan kakanya, kemudian ia minta diri kepada Ibunda Kunti, kakak dan adik-adiknya serta Dropadi, lalu masuk ke hutan. Perjalanan Arjuna tiba di pertapaan Wanawati yang didirikan oleh Mahayani. Di tempat itu Arjuna ditemui oleh petapi Mahayani dan di wejang tentang hidup dan kehidupan. Sewaktu bermalam seorang petapi datang dan menyatakan cinta kepada Arjuna, tetapi Arjuan menolaknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Arjuna menghadap dewa Kama dan Ratih yang berada di tepi sebuah danau, kemudian menghormatnya. Dewa Kama banyak memberi nasihat kepada Arjuna dalam hal mencari kebahagiaan. Kemudian Kama memberi petunjuk arah Indrakila dan tempat pertapaan Dwaipayana. Kama memberi tahu, bahwa raksasa Nalamala ingin mengadu kesaktian dengan Arjuna. Nalamala adalah anak Durga yang lahir dari ujung lidah sebelum beranak Ganesya. Bila kalah Arjuna supaya bersamadi memuja dewa Siwa. Tak berapa lama kemudian Kama lenyap, Arjuna melanjutkan perjalanan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Arjuna dicegat oleh banyak raksasa dan Nalamala. Maka terjadilah perkelahian. Nalamala menampakkan diri dalam wujud Kala, Arjuna bersemadi memuja dewa Siwa. Memancarlah sinar pada dahi Arjuna, Nalamala lari dan berkata, kelak akan menjelma lagi, untuk membunuuh para Pandawa. Arjuna meneruskan perjalanan ke Indrakila. Sampailah ia di Inggitamartapada tempat tinggal Dwaipayana. Arjuna bercerita perilaku para Pandawa dan sikap para Korawa. Kakek Arjuna itu menerangkan, bahwa Arjuna diutus untuk memberantas kejahatan itu. Setelah menerima banyak nasihat dari kakek itu, Arjuna pergi ke Indrakila. Ia bertapa dan memeperoleh anugerah dari dewa Siwa yang menampakan diri sebagai orang Kirata. (Sumber Cerita:Naskah Kirtya No. 665)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;2. Kakawin Arjunawiwaha&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kakawin Arjunawiwaha karangan Mpu Kanwa (Naskah Kirtya Nomor 1092) ditulis pada jaman Kediri. Isi ringkas cerita itu sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Niwatakawaca raja Himataka ingin menghancurkan kerajaan Indra, Indra ingin minta bantuan kepada Arjuna yang sedang bertapa di Indrakila. Tujuh bidadari diutus untuk menguji keteguhan tapa Arjuna. Suprabha dan Tilottama memimpin tugas para bidadari itu. Tujuh bidadari menyusuri Indrakila, kemudian tiba di gua tempat Arjuna bertapa. Para bidadari berhias cantik, menggoda dan mencoba menggugurkan tapa Arjuna..usaha meraka tidak berhasil, para bidadari kembali ke kerajaan Indra, lalu melapor hasil tugas mereka kepada Indra.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Indra menyamar dalam wujud orang tua, datang di pertapaan Arjuna. Ia ingin mengethui tujuan tapa Arjuna. Lewat pembicaraan mereka, Indra memperoleh jawaban, bahwa tapa Arjuna bertujuan untuk memenuhi tugasnya sebagai seorang ksatria dan ingin membantu Yudhisthira sewaktu merebut kerajaan dari kekuasaan Duryodhana. Indra sangat senang mendengar penuturan Arjuna, lalu memberi tahu, bahwa dewa Siwa akan memberi anugerah atas tapa Arjuna.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Niwatakawaca menyuruh Muka untuk datang di Indrakila, dan membunuh Arjuna. Muka dalam wujud babi hutan mengganggu tapa Arjuna. Arjuna melepas tapanya, lalu berusaha membunuh babi hutan itu. babi hutan berhasil dibunuh dengan panah. Tancapan panah di tubuh babi hutan bersama dengan tancapan anak panah seorang pemburu. Arjuna berselisih dengan pemburu orang Kirata itu. terjadilah perkelahian seru. Arjuna hampir terkalahkan, lalu memegang erat kaki pemburu. Pemburu menampakan diri dalam wujud dewa Siwa. Arjuna menghormat dan memujanya. Dewa Siwa menganugerahkan panah Pusupati kepada Arjuna, kemudian lenyap dari hadapan Arjuna.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dua bidadari utusan Indra datang menemui Arjuna, minta agar Arjuna bersedia menolong para dewa dengan membunuh Niwatakawaca. Kemudian Arjuna bersama dua bidadari datang di kerajaan Indra.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Arjuna dan Supraba ditugaskan untuk mengetahui rahasia kesaktian Niwatakawaca. Mereka berdua pergi ke Himataka. Supraba disambut oleh bidadari yang lebih dahulu diserahkan kepada Niwatakawaca. Arjuna mengikutinya, tetapi raksasa tidak dapat melihat karena kesaktian Arjuna. Tipu muslihat Supraba berhasil, ia mengetahui rahasia kesaktian Niwatakawaca. Yang berada di ujung lidah. Setelah mengerti rahasia kesaktian Niwaatakawaca, Arjuna membuat huru-hara, dengan menghancurkan pintu gerbang istana. Suprabha terlepas dari kekuasaan Niwatakawaca, lalu meninggalkan Himataka. Niwatakawaca merasa kena tipu, lalu mempersiapkan pasukan untuk menyerang kerajaan Indra. Para dewa juga bersiap-siap melawan serangan prajurit Niwatakawaca. Maka terjadilah perang besar-besaran. Arjuna menyusup ditengah-tengah barisan, mencari kesempatan baik untuk membunuh Niwatakawaca. Akhirnya anak panah Arjuna berhasil menembus ujung lidah Niwatakawaca. Niwatakawaca mati di medang pertempuran. Perang pun selesai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Arjuna memperoleh penghargaan dari para dewa. Ia dinobatkan menjadi raja selama tujuh hari surga, (tujuh bulan dunia) dan memperisteri tujuh bidadari. Mula-mula Arjuna kawin dengan Supraba, kemudian dengan Tilottama, dan selanjutnya lima bidadari lain yang pernah menggoda tapanya. Bidadari Menaka yang mengatur perkawinan mereka. Setelah genap tujuh bulan, Arjuan minta diri kepada dewa Indra untuk kembali ke dunia, menemui saudara-saudaranya. Arjuna naik kereta diantar oleh Matali. Para bidadari menangis atas kepergiannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Banjaran Cerita Pandawa (1)</title><link>http://prizt.blogspot.com/2012/08/banjaran-cerita-pandawa-1.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 7 Aug 2012 10:10:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7450115169204755659.post-7963158975208585379</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Budaya pewayangan telah lama hidup dan berkembang. Istilah ringgit dan wayang telah lama didapat, antara lain ditemukan dalam kakawin Arjunawiwaha yang ditulis oleh Mpu Kanwa pada jaman pemerintahan raja Airlangga, abad sebelas (Poerbatjaraka, 1952:17), dan dalam kakawin Parthayajna pada jaman kerajaan Majapahit. (Zoetmulder, 1983: 462), abad 13-14. Jika menurut sumber cerita yang hidup sejak abad sembilan sampai abad empatbelas dapat diambil kesan, bahwa budaya pewayangan didukung oleh cerita yang berasal dari cerita yang bersumber sikles cerita Ramayana dan Mahabharata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;J.J. Ras mengatakan, bahwa panggung wayang kulit Jawa berkaitan erat dengan panggung wayang kulit Bali, yaitu jenis wayang yang biasa disebut wayang parwa, yaitu jenis wayang yang mementaskan cerita yang diambil dari parwa-parwa Mahabharata dan cerita Ramayana.(Ras, 1976:3).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Parwa-parwa Mahabharata Sansekerta banyak disadur dalam bahasa Jawa kuna. Antara lain: Adiparwa, Sabhaparwa, Aranyakaparwa, (Wanaparwa), Wirataparwa, Udyogaparwa, Bhismaparwa, Mausalaparwa, Prasthanikaparwa dan Swargarohanaparwa. Parwa lain yang sebagian besar isinya dimuat dalam kakawin Bharatayudha karangan Mpu Sedah dan Mpu Panuluh (Naskah Kirtya Nomor 1060), ialah: Dronaparwa, Karnaparwa, Salyaparwa, Gadaparwa, Aswathamaparwa, Stripralayaparwa, Santikaparwa, Aswamedaparwa dan Asramawasaparwa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Beberapa bagian cerita Mahabharata ada yang dikembangkan dengan cara diolah, menurut fiksi dan daya kreasi pujangga penulisnya. Dalam karya sastra Jawa kuna, ditemukan beberapa buku sumber cerita yang isinya merupakan perkembangan dan pengolahan masalah yang dimuat dalam cerita Mahabharata. Cerita yang bersumber karya sastra Jawa kuna itu terus berkembang melalui sastra tulis dan sastra lesan. Pada jaman sesudah kerajaan Majapahit, yaitu pada jaman kerajaan Demak, sekitar abad limabelas, budaya pewayangan hidup dan berkembang pula. Sebuah kitab suluk karangan Sunan Bonang yang dikenal dengan nama Suluk Wujil, memuat kalimat yang isinya sebagai berikut.: ”Dalang Sari dari Pananggungan mewayang dengan cerita permulaan perang Bharatayudha, (Suluk Wujil: bait 90). Selanjutnya diceritakan makna kias Korawa dan Pandhawa. Pandhawa berada disebelah kiri dikiaskan sebagai nafi. Korawa berada disebelah kanan, dikiaskan sebagai isbat. Mereka berebut musbat (Suluk Wujil: bait 99-100)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pada jaman kerajaan Mataram, Kartasura dan surakarta, cerita pewayanagn berkembang pesat sebagai salah satu hasil penciptaan jenis karya sastra pewayangan dan seni pertunjukan wayang kulit. Cerita sikles Arjunasasra, Rama dan Mahabharata banyak diolah menjadi karya sastra tulis. Banyak buku yang bermunculan yang dikarang semacan cerita roman simbolik, teks drama dan cerita pendek. Dengan menampilkan tokoh-tokoh wayag. Dalam pengembangan cerita Mahabharata, tokoh-tokoh Pandhawa dan Korawa menjadi pusat perhatian masyarakat. Cerita yang bertokoh Pandawa banyak mendapat perhatian, dan banyak disusun banyak cerita tentang tokoh-tokoh itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Masyarakat tertarik pada tokoh Pandhawa, terbukti didapatkannya berbagai judul cerita yang menampilkan tokoh Pandhawa secara bersama dan secara individu.. sikap masyarakat sangat memperhatikan dengan tokoh-tokoh Pandhawa, sehingga masing-masing tokoh mempunyai riwayat hidup seperti manusia. Maka didapat cerita yang berisi tentang kelahiran, perkawinan, seluk-beluk kehidupan di masyarakat luas sebagai anggota masyarakat dan kematian tokoh-tokoh Pandhawa itu. Penggambaran peri kehidupan tokoh-tokoh pewayangan itu seperti kehidupan manusia, yang diolah dengan berbagai gaya penceritaan seperti penciptaan karya fiksi yang biasa berlaku dalam dunia sastra roman. Kiranya perlu penelitian terhadap cerita yang menampilkan tokoh-tokoh Pandhawa, yaitu salah sastu kelompok tokoh pewayangan yang mendapat tempat di masyarakat pecintanya. Penelitian terhadapnya, sedikit atau banyak mesti ada manfaatnya, dan diharapkan bisa digunakan sebagai sarana pengembangan sastra nasional dan budaya pewayangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Sumber Cerita Tokoh Pandhawa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dalam bab pendahuluan telah disebut, bahwa cerita yang ada dalam parwa Mahabharata telah hidup dan berkembang lewat kehidupan sastra Jawa kuna dan Jawa baru. Cerita yang dimuat dalam delapan-belas parwa sebagian besar ditulis dalam sastra Jawa kuna prosa, dan sabagian dimuat dalam kakawin Bharatayudha karangan Mpu Sedah Mpu Panuluh. Kitab Adiparwa, Sabhaparwa, Aranyakaparwa dan Wirataparwa memuat cerita tokoh Pandawa sejak kecil, masa remaja dan dewasa setelah mereka kawin. Dalam Swargarohanaparwa dimuat kisah tentang kematian para Pandawa. Kitab Bharatayudha memuat kisah perang saudara antara Pandawa dengan Korawa, dan berakhir kemusnahan para Korawa. Isi pokok dalam kitab Bharatayudha itu sejalan dengan isi cerita dalam Udyogaparwa, Bhismaparwa, Dronaparwa, Karnaparwa, Salyaparwa, Gandaparwa dan Aswatthamaparwa. Dalam parwa lain (Stripralapaparwa, Santikaparwa, Aswamedaparwa, Asramawasaparwa, Mausalaparwa, Prasthanikaparwa), erisi cerita Pandhawa sesudah perang Bharatayudha.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Cerita yang bersumber kitab Mahabharata itu juga menimbulkan kitab-kitab baru, antara lain: kakawin Parthayajna, Arjunawiwaha, Pathayana, Nawaruci dan Sudamala.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>The birth story KurawaDestarastra</title><link>http://prizt.blogspot.com/2012/08/the-birth-story-kurawadestarastra.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 7 Aug 2012 09:57:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7450115169204755659.post-7586703593213859714</guid><description>&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif;" title="Kisah Lahirnya Kurawa"&gt;The birth story Kurawa&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif;" title="Destarastra (saat istrinya hamil belum menjadi raja bahkan prabu pandu masih hidup) merasa sangat bersedih hati, lebih-lebih isterinya yaitu dewi gendari."&gt;Destarastra (when his wife was pregnant yet to be king even prabu scout alive) feel very sad, especially his wife is Gendari.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif;" title="kesedihan mereka disebabkan kandungan dewi gendari yang telah mencapai usia tiga tahun lamanya."&gt;grief they caused Gendari content that has reached the age of three years.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif;" title="walau telah mencapai 1000 hari lebih, melampaaui batas kenormalan usia hamil, akan tetapi belum juga ada tanda-tanda akan melahirkan si jabang bayi."&gt;though have achieved over 1000 hours, melampaaui pregnant age limit of normality, but still there was no sign of giving birth the baby.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif;" title="selama mengandung angan-angan dewi gendari tak pernah lepas dari rasa dendam dan sakit hati kepada prabu pandudewanata,a mbisi untuk menumpas keturunan sang pandu sebagai pelampiasand endam sakit hatinya selalu tak pernah lupa diucapkan dalam permohonan doa dewi gendari kepada dewata."&gt;during the chimera containing Gendari never out of resentment and hurt to prabu pandudewanata, a descendant mbisi to quell the waveguide as pelampiasand endam always hurt never forget pronounced in Gendari prayer requests to the gods.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif;" title="aan tetapi saat itu belum juga ada dampak terkabulnya doa permintaan isteri adipati negara hastinapura ini."&gt;aan but it was still there was no effect of prayer requests granted the duke's wife these Hastinapur.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif;" title="pagi, siang, sore hingga malamhari, hatinya senantiasa dirundung perasaan resah gelisah; gundah gulana; dan bahkan hampir putus asa, mengingat antara apa yang menjadi cita-cita dendam hatinya, maupun ingat akan kandungannya yang telah melampaui kenormalan itu, sama sekali belum membawa hasil"&gt;morning, afternoon, evening up malamhari, his heart was always dogged by feelings of restlessness restless; despondent, and even close to despair, remembering between what the ideals of his revenge, and remember that its contents would have been beyond normality, it did not bring results&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif;" title="seperti apa yang diharapkannya."&gt;what he expects.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif;" title="pendek kata selama masa kehamilan, dewi gendari tak pernah ada rasa ketentraman di hati puteri yang berasal dari plasajenar ini."&gt;during pregnancy in short, never Gendari there is a sense of peace in the hearts of the daughter who comes from this plasajenar.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif;" title="apa lagi setelah mengetahui dewi kunti, permaisuri prabu pandu telah melahirkan puteranya yang pertama, y ang diberi nama raden puntadewa atau juga disebut raden wijakangka."&gt;what else after knowing kunti goddess, consort of King Pandu had given birth to first son, named y ang raden Puntadewa or also called raden wijakangka.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif;" title="bahkan dewi kunti kini telah dan hampir melahirkan puteranya yang kedua."&gt;kunti goddess even now and about to give birth a second son.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif;" title="kecemasan serta seribu satu macam perasaan gelisah dan tidak enak terkandung dalam hati dewi gendari ini semakin menjadi-jadi.ketiada menentuan perasaan hati dewi gendari yang sedang berbadan dua itu, mengakibatkan tubuhnya terasa gerah dan tidak betah tinggal dalam bangsal kaputren,."&gt;anxiety and a thousand and one kinds of uncomfortable feelings of anxiety and heart Gendari contained in this increasingly-jadi.ketiada menentuan Gendari heartstrings are two entities, the resulting body feels hot and does not like living in a ward Kaputren.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif;" title="dewi gendari kemudian melangkahkan kakinya, dengan langkah-langkah gontai menuruni tangga pualam di bangsalnya menulusuri jlan setapak diantara hijaunya rerumputan, menuju ke tamans ari kerajaan hastinapura yang luas dan asri, diikuti oleh empat orang emban sebagai abdi pengiringnya."&gt;Gendari then stepped, with unsteady steps down the marble staircase in the ward browse through jlan path between the green grass, leading to the kingdom of Hastinapur tamans ari extensive and beautiful, followed by four men as a servant retinue waistband.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif;" title="kala itu surya telah condong ke barat, saat dewi beserta empat orang abdinya menulusuri jalan setapak yang terbuat dari pualam, diantara semerbak harum aneka bunga, serta rimbunnya pohon buah-buahan yang menghiasi taman kerajaan, gerbang-gerbang sebagai batas bagian-bagian taman yang luas"&gt;solar system at that time was inclined to the west, while the goddess along with four servants browse through a path made of marble, among the fragrant smell of various flowers, and thick fruit trees that adorn the royal park, the gates of the boundary parts of large gardens&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif;" title="itu telah dilewati dewi gendari, pandangan matanya yang sayu lurus memandang ke depan seakan-akn tak peduli dengan segala keindahan taman di sekelilingnya."&gt;Gendari has passed, the glazed eyes staring straight ahead as if akn not care about the beauty of the garden all around it.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif;" title="tak lama kemudian dewi gendari telah melalui gerbang taman yang ke tujuh dan merupakan bagian taman yang tekrahir."&gt;Gendari soon have gone through seven gates to the park and gardens are part tekrahir.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif;" title="dalam bagian taman ini berisi aneka macam binatang buas maupun jinak serta beragam unggas sebaga hiasannya, tak ubahnya seperti isi kebun binatang layaknya namun tampat terawat bersih dan rapi."&gt;in the park contains a wide assortment of wild and tame animals as well as various decorative sebaga poultry, are like the contents of the zoo as yet tampat maintained clean and tidy.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif;" title="di tengah petamanan margasatwa ini terdapat sebuah kolam besar yang terbuat dari batu pualam dengan dihiasi kelompok bunga teratai nan mekar dengan indahnya."&gt;petamanan wildlife in the middle of this there is a large pool made of marble decorated with the lotus flower blooms with beautiful nan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif;" title="ikan-ikan yang berwarna-warni berlari berpasangan berkejar-kejaran d bawah warna biru jernihnya air."&gt;the fish are running in pairs colorful romp d under crystal clear blue water.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif;" title="tanpa sepengetahuan dewi gendari bahwa kedatangannya di taman satwa itu, telah membuat seluruh binatang buas yang ada di taman menjadi beringas, sementara binatang yang jinak serta unggas seperti gelisah dan ketakutan,semua ini merupakan firasat buruk.hembusan angin keras membuyarkan lamunan dewi gendari, mengetahui cuaca"&gt;Gendari unbeknownst to his arrival at the wildlife park that it has made all the wild beasts in the park to be violent, while the tame animals and birds such as anxiety and fear, all this is a hunch buruk.hembusan winds Gendari interrupted my reverie, knowing the weather&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif;" title="buru, dew gendari mengajak para emban kembali ke kaputren."&gt;hunting, dew Gendari invite Kaputren back waistband.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif;" title="Langkah dewi gendari semakin dipercepat karena renai gerimis telah mulai turun, tiba tiba saja dewi gendari yang sedang mengandung ini tersentak kaget saat mendengar suara harimau mengaum begitu keras."&gt;Gendari step further accelerated because Renai drizzle had begun to fall, it suddenly Gendari who are pregnant are startled at the sound of tiger roar so loud.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif;" title="karena rasa kaget yang teramat sangat tubuh dewi gendari gemetar, wajauh pucat, tak terasa dewi gendari telah melahirkan di tempat di mana ia berdiri, yaitu bebrapa jengkal sebelum mencapai gerbang kaputren tempat tinggalnya."&gt;due to extreme shock Gendari body shaking, wajauh pale, do not feel Gendari gave birth in a place where he stood, that is miraculous Kaputren inch before reaching the gates of his residence.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif;" title="dewi gendari bukan melahirkan bayi sehat dan mungil, melainkan adalah segumpal daging yang bercampur darah mengental, berwarna mrah kehitam-hitaman, daging yang baru lahir dari rahim dewi gendari itu bergerak-gerak serta berdenyut-denyut seakan-akan bernyawa."&gt;Gendari not give birth to healthy babies and small, it is a piece of meat mixed with blood curdling mrah blackish color, the meat of the newborn's womb Gendari twitched and throbbed as if lifeless.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif;" title="setelah melihat dan mengetahui hal ini, bukan main marah dewi gendari, karena emosinya gumpalan daging itu diinjak injah hingga terpecah belah, lalu ditendang-tendang dengan kakinya ke arah yagn tak menentu, pcahans erta serpihan daging yang dilahirkan dewi gendari tercerai berai berserakan di atas rerumputan"&gt;after seeing and knowing this, not playing Gendari angry, because her emotions were trampled injah piece of flesh to disintegrate, then kicked-kick with his foot in the direction yagn erratic, pcahans Erta pieces of flesh that was born Gendari lying scattered in the grass&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif;" title="taman."&gt;the park.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif;" title="dewi gendari merasa emosi, geram dan marah setelah itu iapun menjerit mengangis histeris lalu pingsan, lalu dibawa masuk ke kaputren tempat kediamannya."&gt;Gendari feel emotions, angry and upset after that she began to scream hysterically mengangis then fainted, and then brought into Kaputren own place.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif;" title="anehnya, setiap serpihan daging yang berserakan itu besar atau kecil tetap berdenyut dan bergerak-gerak."&gt;oddly enough, every pieces of flesh were scattered large or small fixed pulsating and moving.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif;" title="atas nasehat begawan abiyasa yang telah datang secara gaib dari pertapaannya, meminta agar adipati destarasta memerintahkan para badinya untuk menutupi setiap serpihand aging itu dengan daun ajti."&gt;abiyasa Begawan on the advice that has come magically from his hermitage, requested that the duke ordered the badinya destarasta to cover each with leaf aging serpihand ajti.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif;" title="dengan was-was serta perasaan takut yang tertahan, maka para emban serta beberapa orang prajurit pengajaga taman melaksanakan tugas ya ng diperintahkan adipatadi destarasta, menutupi serpihan daging itu dengan daun jati, jumlahnya mencapai 99 keping."&gt;with feelings of anxiety and fear are retained, then the waistband and a few soldiers pengajaga park ng task ordered adipatadi destarasta yes, cover the pieces of meat with teak leaves, amounts to 99 pieces.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif;" title="bersamaan dengan kejadian itu, suasana taman di hastinapura berubah menjadi sangat menyeramkan, binatang buas mengeluarkan suaranya, disusul dengan lolongan anjing hutan yang berkepanjangan bersahutan, burung hantu, kelelawar, burung gagak serta binatang malam lainnya."&gt;conjunction with the event, the atmosphere in the park turned into a very creepy Hastinapura, the beast released her voice, followed by a prolonged howl of coyotes shouted, owls, bats, crows and other nocturnal animals.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif;" title="binatang-binatang yang lelolong tak kunjung berhenti, suasana seram dan menakutkan meliputi hastinapura, banyak para emban dan prajurit penjaga malam ketakuan, wajahnya pucat, badannya menggigil, merinding bulu romanya."&gt;lelolong animals that would not stop, the atmosphere is spooky and eerie covers Hastinapur, many of the waistband and fears about night sentry, his face pale, her body shivering, goose bumps romanya fur.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif;" title="dewi gendari yang telah siuman dari pingsannya turun dari tempat peraduannya menuju tempat pemujaan, ia memohon kepada dewa,a gar cita-citanya untuk berputera banyak, bisa terkabul."&gt;Gendari who has regained consciousness from fainting down from dusk to the shrine, he appealed to the gods, a gar berputera his goal for many, can come true.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif;" title="tiba-tiba saja batari durga muncul secara gaib dan memberitahukan, apabila lewat tengah malam mendengar tangisan bayi di taman, dewi gendari agar cepat-cepat menghampiri bayi tsb, karena itu adalah puteranya."&gt;suddenly appearing magical goddess durga and told me, if after midnight to hear a baby crying in the park, so Gendari hurried to the baby they will be, because it is his son.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: arial, sans-serif;" title="setelah memberikan pesan batari durgapun menghilang dari hadapan dewi gendari secara gaib, kembali ke kahyangan di wukir pidikan"&gt;after giving the message disappears from the presence of goddess durgapun Gendari the supernatural, returns to the heaven in wukir pidikan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://destro-asesoris.blogspot.com/2007/05/technorati-direktori-blog-tags.html"&gt;http://destro-asesoris.blogspot.com - Baca Selengkapnya Disini&lt;/a&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Batara Brama</title><link>http://prizt.blogspot.com/2012/08/batara-brama.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 7 Aug 2012 09:55:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7450115169204755659.post-1028083581058742767</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 18px;"&gt;Batara Brama adalah putera kedua Batara Guru.Ia tinggal di Kahyangan Duksinageni.Kahyangan ini disebut juga Hargadahana atau Argadahana.Istrinya ada tiga orang,yakni Dewi Saci atau Dewi Wasi,Dewi Rarasati,dan Dewi Saraswati.Diantara banyak anaknya,yang paling terkenal adalah Dewi Dresanala yang diperistri Arjuna.Perkawinan ini menghasilkan seorang cucu bagi Batara Brama,yakni Bambang Wisanggeni.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 18px;"&gt;Batara Brama pernah melakukan tindakan yang tidak bijaksana dengan menceraikan Dewi Dresanala dari Arjuna.Dresanala kemudian diberikan kepada Dewasrani,meskipun dia sedang hamil tua.Tindakan Batara Brama ini akibat bujukan dan hasutan Batari Durga.Namun akhirnya Batara Brama menyadari kesalahannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 18px;"&gt;Menjelang Baratayuda,Batara Brama mendapat tugas berat dari Batara Guru.Karena para dewa menilai tidak ada satu makhluk pun di dunia yang sanggup menandingi kesaktian Wisanggeni,Batara ditugasi untuk membunuh Wisanggeni.Brama lalu memanggil Wisanggeni dan menanyakan apakah Wisanggeni bersedia berkorban bagi kemenangan Pandawa di Baratayuda.Wisanggeni menyatakan sanggup.Batara Brama lalu menyuruh cucunya memandang salah satu titik diantara mata Batara Brama.Seketika itu juga tubuh Wisanggeni mengecil sampai menjadi debu.Dalam Mahabarata,tokoh Wisanggeni tidak ada.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 18px;"&gt;Batara Brama tergolong dewa yang murah hati tapi terkadang bertindak kurang bijaksana.Suatu ketika,Batara Brama melihat kedua kakak beradik,Hiranyakasipu dan Hiranyawreka yang tekun bertapa selama berbulan-bulan.Ketika Batara Brama bertanya apa tujuan mereka bertapa.Mereka menjawab ingin memiliki kesaktian yang terkalahkan oleh makhluk apapun,termasuk para dewa.Dengan murah hati,tanpa berpikir panjang,Batara Brama mengabulkan permintaan itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 18px;"&gt;Bertahun-tahun kemudian,setelah Hiranyakasipu menjadi raja Alengka dan Hiranyawreka menjadi raja Giyantipura,keduanya bersekutu melawan para dewa.Tentu saja para dewa menjadi kewalahan karena kesaktian kedua kakak beradik itu tidak tertandingi oleh makhluk apapun.Untunglah Batara Wisnu menemukan akal yang cerdik,ia mengubah wujudnya menjadi makhluk baru,yakni berbadan dewa tapi berkepala singa dan menamakan dirinya Narasinga.Dengan bentuk seperti itu,Batara Wisnu dapat mengalahkan dan membunuh kedua raksasa sakti&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Wirata</title><link>http://prizt.blogspot.com/2012/08/wirata.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 7 Aug 2012 09:31:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7450115169204755659.post-6720123229776698043</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Raden Rupa Kenca dan Kencaka Rupa , dan isteri prabu Matsapati Dewi Rekatawati , adalah anak-anak dari Palasara dengan Dewi Durgandini, yang terjadi dari birahi Raden Palasara saat mengobati penyakit bau amis yang ada ditubuh Dewi Durgandini. Ketika obat tersebut dibuang kelaut , bersama sperma Raden Palasara. maka dimakan oleh ikan dan beberapa penghuni laut tersebut.&lt;br /&gt;
Pecahan perahu menjadi Rajamala. Sedang Dewi Durgandini mempunyai saudara kembar , yaitu Raden Durgandana, yang selanjutnya setelah menjadi raja Wiratha bergelar Prabu Matsapati. Kedua kembar dampit Durgandini dan Durgandana adalah putra putri Prabu Basukiswara raja Wirata dengan Dewi Girita, seorang anak Bengawan Yamuna, hasil perkawinan dengan Gunung Arganila. Raden Durgandana yang bergelar Prabu Matswapati berumur panjang dan awet muda. Juga keturunannya&lt;br /&gt;
seperti Dewi Utari yang dipersunting Abimanyu, walau anak Harjuna itu sebenarnya buyut Utari yang tetap&lt;br /&gt;
kinyis-kinyis walau sebutannya mbah buyut.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 18px;"&gt;Putera mahkota kerajaan Wirata, Arya Seta berbini Dewi Kanekawati, puteri Sang Hyang Narada. Walau bukan&lt;br /&gt;raja, Arya Seta menguasai kadipaten Cemarasewu yang cukup luas Putera Wirata kedua bernama Arya Wratsangka , sakti dan beristeri Dewi Tirtawati puteri raja Tasikretna. Putera kedua ini juga menjadi adipati di Cemarajajar. Sedang putra yang lain bernama Raden Utara , dan berikutnya adalah Dewi Utari isteri Raden Abimanyu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kerajaan Wiratha adalah kerajaan yang didirikan oleh Dewa Wisnu, dengan dimulai dari Prabu Basurata yang&lt;br /&gt;mengawini Dewi Bremaniyuta, anak Begawan Bremani putra Dewa Brahma. Selanjutnya Prabu Basurata berputra Prabu Basupati. Prabu Basupati dengan Dewi Anganti berputra tiga yaitu Arya Basunanda, Arya Basukesti dan Arya Basumurti. Arya Basunanda menggantikan Prabu Basupati tidak beberapa lama, karena dia lebih senang menjadi pendeta, apalagi dengan setelah puterinya Dewi Basundari kawin dengan gunung Arganila. Selanjutnya Wirata diperintah oleh Prabu Basukesti dan patih Basumurti. Sedang Prabu Basukiswara sendiri adalah putra dari Prabu Basukesti dengan Dewi Pancawati. Cerita dari Prabu Basukiswara akan saya ceritakan dalam cerita tersendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br class="Apple-interchange-newline" /&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title/><link>http://prizt.blogspot.com/2012/08/raden-rupa-kenca-dan-kencaka-rupa-dan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 7 Aug 2012 09:30:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7450115169204755659.post-5508599548248988</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Raden Rupa Kenca dan Kencaka Rupa , dan isteri prabu Matsapati Dewi Rekatawati , adalah anak-anak dari Palasara dengan Dewi Durgandini, yang terjadi dari birahi Raden Palasara saat mengobati penyakit bau amis yang ada ditubuh Dewi Durgandini. Ketika obat tersebut dibuang kelaut , bersama sperma Raden Palasara. maka dimakan oleh ikan dan beberapa penghuni laut tersebut.&lt;br /&gt;
Pecahan perahu menjadi Rajamala. Sedang Dewi Durgandini mempunyai saudara kembar , yaitu Raden Durgandana, yang selanjutnya setelah menjadi raja Wiratha bergelar Prabu Matsapati. Kedua kembar dampit Durgandini dan Durgandana adalah putra putri Prabu Basukiswara raja Wirata dengan Dewi Girita, seorang anak Bengawan Yamuna, hasil perkawinan dengan Gunung Arganila. Raden Durgandana yang bergelar Prabu Matswapati berumur panjang dan awet muda. Juga keturunannya&lt;br /&gt;
seperti Dewi Utari yang dipersunting Abimanyu, walau anak Harjuna itu sebenarnya buyut Utari yang tetap&lt;br /&gt;
kinyis-kinyis walau sebutannya mbah buyut.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 18px;"&gt;Putera mahkota kerajaan Wirata, Arya Seta berbini Dewi Kanekawati, puteri Sang Hyang Narada. Walau bukan&lt;br /&gt;raja, Arya Seta menguasai kadipaten Cemarasewu yang cukup luas Putera Wirata kedua bernama Arya Wratsangka , sakti dan beristeri Dewi Tirtawati puteri raja Tasikretna. Putera kedua ini juga menjadi adipati di Cemarajajar. Sedang putra yang lain bernama Raden Utara , dan berikutnya adalah Dewi Utari isteri Raden Abimanyu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kerajaan Wiratha adalah kerajaan yang didirikan oleh Dewa Wisnu, dengan dimulai dari Prabu Basurata yang&lt;br /&gt;mengawini Dewi Bremaniyuta, anak Begawan Bremani putra Dewa Brahma. Selanjutnya Prabu Basurata berputra Prabu Basupati. Prabu Basupati dengan Dewi Anganti berputra tiga yaitu Arya Basunanda, Arya Basukesti dan Arya Basumurti. Arya Basunanda menggantikan Prabu Basupati tidak beberapa lama, karena dia lebih senang menjadi pendeta, apalagi dengan setelah puterinya Dewi Basundari kawin dengan gunung Arganila. Selanjutnya Wirata diperintah oleh Prabu Basukesti dan patih Basumurti. Sedang Prabu Basukiswara sendiri adalah putra dari Prabu Basukesti dengan Dewi Pancawati. Cerita dari Prabu Basukiswara akan saya ceritakan dalam cerita tersendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br class="Apple-interchange-newline" /&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Raden Rawan</title><link>http://prizt.blogspot.com/2012/08/raden-rawan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 7 Aug 2012 09:17:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7450115169204755659.post-401541013605679078</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Malam itu bulan menggantung sepenggal. Wilayah Giripurwa yang hampir separonya terdiri dari daerah pegunungan, meniupkan hawa dingin yang berselimut kabut. Bunyi kentongan dari beberapa rumah warga yang masih berpenghuni, bersusul bersautan dengan irama doro-muluk. Mulai dari suara yang paling jauh hinngga suara yang paling dekat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Irama doromuluk adalah irama memukul kentongan mulai dari pukulan lembut dan pelan menuju ke pukulan keras dan cepat. Setelah pukulan tersebut mencapai tingkat suara yang paling keras dan tingkat kecepatan yang paling cepat, irama dikembalikan lagi menuju ke irama semula, yaitu lembut dan pelan. Jika dirasakan, suara kentongan doro-muluk ini seperti sebuah irama kidung yang dibawa angin malam, dari tidak jelas menjadi semakin jelas dan kembali lagi menjadi tidak jelas dan kemudian hilang. Kentongan irama doro-muluk ini biasanya menjadi pertanda bahwa suasana di sebuah wilayah tempat kentongan itu dipukul, dalam keadaan aman. Sehingga irama doro-muluk memberi suasana batin tentram.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Namun tidak untuk malam itu. suara doro-muluk yang di bunyikan warga yang masih tersisa, tidak untuk menggambarkan suara hati yang aman dan tenteram, melainkan merupakan sebuah jeritan permohonan untuk dibebaskan dari rasa takut dan cemas.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ketakutan dan kecemasan dirasakan oleh seluruh rakyat Ekacakra, termasuk keluarga Resi Hijrapa. Malam itu, keluarga Resi Hijrapa, yang terdiri dari isteri dan ketiga anaknya belum dapat terlelap. Segunung rasa takut dan cemas menindih hati mereka. Hal tersebut berkaitan dengan keputusan raja yang memutuskan bahwa salah satu dari tiga remaja anak Resi Hijrapa dikorbankan untuk santapan raja.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Menurut tradisi negara Ekacakra, hari yang dipilih untuk mengadakan korban bakaran secara besar-besaran adalah hari Anggara Jenar atau Selasa Paing, yang jatuh pada bulan pertama pada setiap tahunnya. Dikatakan besar karena sesaji yang dikorbankan paling lengkap, termasuk satu diantaranya adalah ‘ingkung’ manusia.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Lima hari lagi waktunya telah tiba, Resi Hijrapa belum memastikan siapa diantara anaknya yang dipilih untuk dikorbankan. Karena ketidak berdayaan untuk menolak perintah raja dan juga ketidak teganya mengorbankan salah satu anaknya, ketenangan kewibawaan yang biasanya menjadi ciri khas bagi para resi, tak sedikitpun tersisa. Resi Hijrapa gusar pikirannya dan bingung hatinya. Walaupun dalam hati ia mempunyai kecenderungan untuk memilih, namun ia tidak berani menyatakan dihadapan anak-anaknya. Oleh karena kesulitannya, Resi Hijrapa membiarkan isteri dan ke tiga anaknya mengalami kecemasan yang berkepanjangan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam situasi yang tidak berpengharapan itulah, tiba-tiba Raden Rawan anak nomor dua menyatakan kesanggupannya untuk dijadikan korban bagi Prabu Dwaka. Mendengar kesanggupan Raden Rawan Resi Hijrapa, Nyai Resi dan dua saudaranya terharu. Jika mau jujur, dengan pernyataan kesanggupan Raden Rawan tersebut, Resi Hijrapa dibebaskan dari ketidakberdayaannya untuk memilih salah satu diantara ketiga anaknya. Namun bagaimanapun juga sebagai orang tua tentunya hatinya teriris, tatkala menyerahkan anaknya sebagai pangewan-ewan raja..&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dimata orang tua dan keluarga, raden Rawan tidak mempunyai keistimewaan. Selain tidak cukup tampan jika dibandingkan dengan kakak dan adiknya Raden Rawan adalah anak yang paling pendiam dan sederhana. Namun dibalik itu semua sesekali waktu, terutama pada saat-sat yang sulit, muncul pribadi yang mengejutkan dan bahkan mecengangkan, yang tidak terduga sebelumnya&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Seperti yang terjadi pada saat itu, malam dingin beku, dan embunpun mulai turun, tiba-tiba dihanggatkan oleh keberanian Raden Rawan untuk menghadapi Prabu Dwaka dan siap mati menjadi ‘tawur agung.” Resi Hijrapa ingin tahu apa yang mendasari keberanian anaknya tersebut. Dengan jujur raden Rawan mengatakan dihadapan Bapak, ibu, kakak serta adiknya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Bapak dan Ibu, maafkan anakmu ini, jika pernyataanku menyakitkan hati Bapak dan Ibu. Aku berani menghadapi Prabu Dwaka dan siap mati menjadi santapannya, kare di keluarga ini aku adalah anak yang paling tidak berarti. Menurut yang aku rasakan, bapak sangat menyayangi kakaku dan Ibu sangat mengasihi adikku. Sehingga jika aku yang dikorbankan keluarga ini akan segera lupa kesedihannya, lupa akan aku dan cepat pulih kembali”&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Rawaaaan! Ooh Rawaaaan!”&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hampir bersamaan Resi Hijrapa dan Nyai Resi menubruk Rawan anaknya. Kedua orang tua itu menangis seperti anak kecil. Pernyataan Rawan yang jujur dan polos itu.sungguh telah menyadarkan bahwa selama ini tanpa disengaja ia telah melakukan ‘mban cindhe, mban siladan.’ Mengemban anaknya yang satu dengan kain cindhe empuk dan halus, dan mengemban anak yang lainnya dengan siladan, sesetan bambu hitam yang tajam dan melukai. Resi Hijrapa dan Nyai Resi telah pilih kasih dalam mendidik dan mendampingi ke tiga anaknya. Layaklah jika padepokan Giripurwa ambyar diterpa badai ketakutan, karena guru utamanya saja tidak berhasil dalam mengatasi ketakutan dan membagi keadilan di dalam keluarga. Akibatnya para cantriknya pada pergi mengungsi dan sebagian menjadi bebahu desa di Kalurahan Kabayakan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Tidaaaak! Tidak anakku, engkau tidak boleh menjadi korban. Biar aku saja, orang tua ‘balilu’ yang tak tahu malu. Orang tua bangka yang tak banyak guna”. Resi Hijrapa mengakui segala kedunguannya. Namun Rawan tetap pada niatnya, bahwa ia ingin menjadi tumbal negara dan keluarga.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Suara gaduh di ruang tengah itu cukup menggangu Kunthi beserta anaknya yang numpang di emper bagian depan. Bahkan telinga Kunthi telah mendengar semua yang dibicarakan Keluarga Resi Hijrapa.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bersamaan dengan suara kokok ayam, ketegangan keluarga Resi Hijrapa mulai reda. Mau tidak mau mereka harus mengakui kebenaran Raden Rawan. Bahwa untuk memperkecil bencana keluarga, dirinyalah yang harus dikorbankan. Kecuali jika Resi Hijrapa berani dan tegas menentang keputusan Prabu Dwaka, dan berani mengatakan bahwa hal tersebut adalah jahanam, aku tidak sudi untuk melaksanakan. Huh!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ketika fajar nampak merekah diufuk timur, dan sinarnya mulai membagi terang dan kehidupan bagi yang jahat, bagi yang baik dan bagi siapa saja tanpa kecuali, keluarga Resi Hijrapa justru baru mulai terlelap dalam tidur. Entah karena semalamnya belum tidur atau karena mereka enggan atau bahkan malu kepada Matahari yang saban hari memberikan teladan bagaimana seharusnya untuk berlaku adil kepada semua ciptaan.&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Wahyu Wiji Wasesa</title><link>http://prizt.blogspot.com/2012/08/wahyu-wiji-wasesa.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 7 Aug 2012 09:15:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7450115169204755659.post-3792453631996734300</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Kerajaan di ngarcapada tiba tiba dilanda pagebluk, termasuk negara hastina. prabu duryodana mengumpulkan mentri mentrinya di paseban agung. hadir patih snegkuni, raja anga karna, dan resi dorna. raja duryodana bertanya ada gerangan apa ini?kok pagebluk meraja lela?resi dorna menjawab mendapat wangsit dan berkata ada wahyu yang diturunkan dewata di pucak gunung argo piloso berupa wahyu wiji wasesa yang terkandung dalam sebuah tumbuhan bernama tumbuhan mandera kresna. siapa yang mendapat wahyu itu akan diliputi kesentosaan. raja duryodana gembira dan mengutus patih sengkuni membarengi resi dorna ke argo piloso untuk mengambil wahyu wiji wasesa. kurawa dipersiapkan, prajurit bersenjata hastina berangkat ke argo piloso. sementara di argo piloso tampaklah resi begawan hanoman menghadap di depanya 3 satria putra pandawa yaitu gatotkaca, wisanggeni dan antareja. hanoman menyampaikan agar lengkap bisa menggayuh wahyu wiji wasesa harus bisa mengangkat panah dan memanahkannya ke pohon mandero kresna. tapi untuk itu diminta putra pandawa lengkap dengan menghadirkkan raden abimanyu. gatotkaca segera melesat mencari abimanyu&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;rombongan hastina tiba, dan di hadapi oleh antareja dan wisanggeni, rombongan kurawa kocar kacir. resi dorna mengambi akan bulus, meraga sukma hendak mencuri wahyu. dalam bentuk sukma resi dorna melihat dua bungkusan, dan dia ambil yang terbagus. lalu dibawa pulang dengan keyakinan wahyu telah didapat. pasukan kurawa dimundurkan kembali ke kerajaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;abimanyu menghadap eyang abiyasa meminta petunjuk bersama punokawan, dan disuruh segera pergi dengan petunjuk akan datang saudara yang akan menunjukan jalan. maka punakawan dan abimanyu menuruni bukit. ketemu rombongan raksasa dan terjadilah perang besar. abimanyu berhasil memukul mundur wadya bala raksasa. kemudian bertemu gatotkaca, dan diajak segera ke argo piloso untuk mengambil wahyu wiji wasesa. abimanyu menurut karena sesuai wangsit yang dia terima, yaitu akan datang saudara yang memberi pertolongan. keraton ngamarta terlihat puntadewa murung, demikian juga werkudoro dan nakulo sadewa, karena adanya pagebluk besar dan hilangnya harjuna. sekonyong konyong datanglah setyaki patih dwarawati, meminta bantuan, karena pagebluk dan hilangnya sri kresna. puntodewo ahirnya mengutus werkudoro mencari kresna dan harjuna. werkudoro berangkat, dikisahkan sekali melangkah wekudoro mampu menempuh jarak begitu jauh karena aji ajinya.saat melangkah dia melihat ada cahaya begitu indah di sebuah bukit dan dia segera bergegas kesana. di khayangan wisnu menghadap betara guru, disana ada juga bhatara narada. wisnu bertanya siapa yang akan dia bela dalam bharata yudha?dijawab oeh bhatara guru orang yang membangun dan memakmurkan dunia, wisnu lalu bertitah, siapa yang menyusulku itu yang akan saya ikuti. tiba tiba datanglah jisnu. jisnu melapor ke bhatara guru untuk mengajak bhatara wisnu pulang karena pagebluk besar di akibatkan naiknya wisnu ke kayangan dan meninggalkan ngarcapada. wisnu menolak, jisnu memaksa, jisnu menyeret kakaknya wisnu keluar dan terjadi keributan. bhatara narada melempar angin garuda, dan wisnu serta jisnu kembali jatuh ke ngarcapada. wisnu masuk ke tumbuhan mandera kresna, sementara jisnu masuk ke busur panah. sementra itu tibalah werkudoro di argo piloso menemukan adanya antaredja dan hanoman, hanoman menecritakan adanya wahyu wiji wasesa, dan werkudoro berkenan menyoba. ternyata panah itu tak mau dipegang werkudoro. hanoman menenangkan kekecewaan werkudoro dan menyuruh werkudoro untuk tenang menunggu datangnya putranya gatot dan ponakanya abimanyu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-align: justify;"&gt;abimanyu datang bersama gatot dan punakawan, abimanyu memegang panah dan memanah pohon andero kresna. sudah tiba saatnya takdir dewata. pohon berubah prabu kresna, panah berubah harjuna, dan wahyu masuk ke tubuh abimanyu. maka bergembiralah semuanya. abiamanyu lah yang ebrhak menitiskan wiji pengayom di tanah jawa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;keraton hastina, raja duryodana senang, karena dorna katanya berhasil mengambil wahyu. ternyata ketika wadah dibuka isinya wisanggeni, wisanggeni mengutuk resi dorna, atinya dalam keadaan ruh tak wajar pada bharata yudha. karena malu resi dorna mengutuk wisanggeni tak bakal ikut dalam bharata yudha. duryodana marah dan menyerang ngamarta. pasukanya dipukul oleh werkudoro. keadaan kembali tenang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;tancep kayon&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Brajamusti</title><link>http://prizt.blogspot.com/2012/08/brajamusti.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 7 Aug 2012 09:14:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7450115169204755659.post-7051272899838026052</guid><description>&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px; text-align: center;"&gt;Brajamusti adalah salah seorang paman Gatotkaca,karena ia adalah adik Dewi Arimbi.Ia anak keempat Prabu Trembaka,raja Pringgandani,yang mati terbunuh ketika berperang melawan Prabu Pandu Dewanata.Abangnya yang sulung,Prabu Arimba,juga mati dibunuh Bima.Kakaknya yang nomor dua,Dewi Arimbi,menjadi istri Bima,dan sekaligus mewarisi tahta Kerajaan Pringgandani.Kakaknya yang nomor tiga,Brajadenta,ternyata kemudian memberontak ketika Dewi Arimbi mewariskan singgasana pada Gatotkaca.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px; text-align: center;" /&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px; text-align: center;"&gt;Brajamusti tidak menyetujui pemberontakan yang dilakukan Brajadenta itu.Ia menentangnya,sehingga keduanya terlibat dalam peperangan,dan mati sampyuh.Keduanya tewas bersama-sama.Namun sebelum tewas,Brajamusti sempat menyadarkan abangnya bahwa perbuatannya itu keliru.Karena itu arwah kedua raksasa itu lalu menyusup masuk ke tubuh Gatotkaca.Brajadenta menempati telapak tangan kanan,sedangkan Brajamusti menyusup ke telapak tangan kiri.Dengan penyusupan ini,membuat kesaktian Gatotkaca menjadi bertambah.&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>BATARA DARMA</title><link>http://prizt.blogspot.com/2012/08/batara-darma.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 7 Aug 2012 09:11:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7450115169204755659.post-1757572987691511650</guid><description>&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px; text-align: justify;"&gt;Batara Darma dikenal sebagai dewa yang bertugas menjaga tegaknya keadilan dan kebenaran dalam dunia pewayangan.Dewa inilah yang sebenarnya ayah biologis Puntadewa,atas izin Prabu Pandu Dewanata,istrinya yang bernama Dewi Kunti menerapkan ajian Adityarhedaya untuk mengundang para dewa.Dewa yang pertama dipanggil adalah Batara Darma ini.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px; text-align: justify;" /&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px; text-align: justify;"&gt;Suatu ketika,dalam melaksanakan tugas menjaga keadilan Batara Darma pernah bertindak kurang bijaksana,sehingga ia dikutuk oleh Resi Animandaya.Pertapa sakti itu merasa diperlakukan tidak adil,dan ketika kemudian ia menuntut keadilan,Batara Darma tidak sanggup memberikan jawaban yang memuaskan.Karena adanya kutukan ini Batara Darma harus menjalani kehidupan sebagai manusia pincang yang dilahirkan dari wanita berdarah sudra,akhirnya Batara Darma menitis pada Yama Widura,anak bungsu Abiyasa,yang lahir dari seorang dayang bernama Drati.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px; text-align: justify;" /&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px; text-align: justify;"&gt;Batara Darma pernah melindungi Dewi Drupadi,ketika istri Puntadewa itu hendak ditelanjangi oleh Dursasana.Waktu itu setelah Pandawa ditipu dan kalah main judi dengan para Kurawa,Dewi Drupadi dianggap sebagai barang taruhan yang dimenangkan oleh Kurawa.Di hadapan banyak orang,Dursasana mencoba melepas kain yang dikenakan Dewi Drupadi,namun selalu gagal.Setiap kali kain yang dikenakan dilepaskan dari tubuh Drupadi,saat itu pula secara gaib tubuh Drupadi terlapisi oleh kain yang lain,berkat pertolongan Batara Darma.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px; text-align: justify;" /&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px; text-align: justify;"&gt;Setelah itu,menjelang berakhirnya masa pembuangan Pandawa di hutan Kamiyaka,Batara Darma datang menguji rasa keadilan Puntadewa,anaknya.Dewa itu menyaru sebagai raja gandarwa dan membunuh adik-adik Puntadewa satu persatu.Ia lalu mengajukan berbagai pertanyaan ujian pada Puntadewa yang ternyata dijawab dengan sangat memuaskan.Ketika Puntadewa disuruh memilih mana diantara adik-adiknya yang akan dihidupkan kembali,Puntadewa pun menjawab dengan pertimbangan keadilan yang matang.Karena jawaban Puntadewa yang memuaskan ini,raja gandarwa lalu berubah ujud menjadi Batara Darma,dan keempat adik Puntadewa dihidupkan kembali.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px; text-align: justify;" /&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px; text-align: justify;"&gt;Menjelang kematian Pandawa,Batara Darma juga menjelma menjadi anjing peliharaan Puntadewa.Anjing itu terus mengikuti perjalanan Pandawa dalam perjalanan kelana menjemput kematian dan mengantar Puntadewa sampai ke pintu sorga.Namun ketika Puntadewa hendak masuk ke sorga,oleh penjaga gerbang sorga anjing itu dilarang masuk.Karena penolakan itu Puntadewa lalu protes,Puntadewa enggan masuk ke dalam sorga yang tidak menghargai sebuah kesetiaan.Pada saat itulah si anjing berubah ujud menjadi Batara Darma.Menurut kitab Mahabarata,Batara Darma adalah putra Sang Hyang Atri,cucu Batara Brama.&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Batara Candra</title><link>http://prizt.blogspot.com/2012/08/batara-candra_7.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 7 Aug 2012 09:10:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7450115169204755659.post-3863202157130019424</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: small;"&gt;Batara Candra adalah salah seorang putera Batara Ismaya dengan ibunya bernama Dewi Kanastren,sedangkan istrinya berjumlah 27 orang.Mereka itu kakak beradik putera Sang Hyang Daksa.Dalam pewayangan dikatakan Batara Candra adalah dewa yang bertugas mengatur dan memelihara rembulan serta sinarnya.Batara Candra termasuk yang disebut-sebut dalam Hastabrata sebagai dewa yang harus diteladani sifat-sifatnya oleh raja yang bijaksana dan selalu bersikap menyenangkan orang banyak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: small;"&gt;Dalam sebuah kisah diceritakan ada seorang raja siluman gandarwa bernama Prabu Kala Rahu alias Rembuculung yang hendak mencuri Tirta Amerta.Kala Rahu bersembunyi di kegelapan malam,tetapi Batara Candra memergokinya dan melaporkan tempat persembunyiaan itu pada Batara Guru.Pemuka Dewa itu lalu mengutus Batara Wisnu menangkap Kala Rahu.Namun ketika hendak ditangkap,raja siluman itu melawan.Dengan senjata cakra,Batara Wisnu memotong kepala Kala Rahu.Tubuhnya jatuh terhempas ke bumi menjelma menjadi lesung penumbuk padi.Sementara itu kepalanya melayang-layang di angkasa menanti kesempatan membalas untuk menghukum Batara Candra.Itulah yang menimbulkan legenda gerhana rembulan,yang menyebabkan di masyarakat pedesaan di Jawa Tengah,Jawa Timur dan Bali,orang memukul-mukul lesung bila terjadi gerhana bulan,yang dipercaya untuk menghalau Kala Rahu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br class="Apple-interchange-newline" /&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>MAHABHARATA SANSEKERTA</title><link>http://prizt.blogspot.com/2012/04/mahabharata-sansekerta-mahabharata.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 20 Apr 2012 22:59:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7450115169204755659.post-1532142917410592418</guid><description>&lt;b:if cond="data:blog.url != data:blog.homepageUrl"&gt;
&lt;script type="text/javascript"&gt;
function autoLink(){
    this.keywdHref = new Object();
    this.add = function(keyword, href){
        if(keyword.substr(0,1) != &amp;quot; &amp;quot;){keyword = &amp;quot; &amp;quot; + keyword;}
        this.keywdHref[keyword] =  href;
    }
    this.createAnchor = function(){
        var objs = document.getElementsByTagName(&amp;quot;div&amp;quot;);
        for(var i=0; i&amp;lt;objs.length; i++){
            var obj = objs[i];
            if(obj.className.indexOf(&amp;quot;post-body&amp;quot;)&amp;gt;-1){
                var content = obj.innerHTML;
                for(var keyword in this.keywdHref){
                    var href = this.keywdHref[keyword];
                    var newstr = content.replace(keyword, &amp;quot;&amp;lt;a href=&amp;#39;&amp;quot;+href+&amp;quot;&amp;#39;&amp;gt;&amp;quot;+keyword+&amp;quot;&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;quot;, &amp;quot;gi&amp;quot;);
                    obj.innerHTML = newstr;
                    content = newstr;
                }
            }
        }
    }
    this.startScript = function(){
        var onLoad = window.onload;
        window.onload = function(){
            if(onLoad){onLoad();}
            setTimeout(&amp;quot;f.createAnchor()&amp;quot;, 100);
        }
    }
}
&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"&gt;
var f = new autoLink();
f.add(&amp;quot;tutorial,lifestyle,health&amp;quot;, &amp;quot; http://asesoris-destro.blogspot.com/&amp;quot;);
f.startScript();
&lt;/script&gt;
&lt;/b:if&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;b style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Mahabharata adalah sebuah karya
sastra kuno yang konon ditulis oleh Begawan Byasa atau Vyasa dari India. Buku
ini terdiri dari delapan belas kitab, maka dinamakan Astadasaparwa (asta = 8,
dasa = 10, parwa = kitab). Namun, ada pula yang meyakini bahwa kisah ini
sesungguhnya merupakan kumpulan dari banyak cerita yang semula
terpencar-pencar, yang dikumpulkan semenjak abad ke-4 sebelum Masehi.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;
&lt;b style="font-size: 12pt;"&gt;Secara singkat, Mahabharata menceritakan kisah konflik para Pandawa lima
dengan saudara sepupu mereka sang seratus Korawa, mengenai sengketa hak
pemerintahan tanah negara Astina. Puncaknya adalah perang Bharatayuddha di medan
Kurusetra dan pertempuran berlangsung selama delapan belas hari.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b style="font-size: 12pt;"&gt;Pengaruh dalam budaya&lt;/b&gt; &lt;b style="font-size: 12pt;"&gt;Selain berisi cerita kepahlawanan (wiracarita),
Mahabharata juga mengandung nilai-nilai Hindu, mitologi dan berbagai petunjuk
lainnya. Oleh sebab itu kisah Mahabharata ini dianggap suci, teristimewa oleh
pemeluk agama Hindu. Kisah yang semula ditulis dalam bahasa Sansekerta ini
kemudian disalin dalam berbagai bahasa, terutama mengikuti perkembangan
peradaban Hindu pada masa lampau di Asia, termasuk di Asia Tenggara.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b style="font-size: 12pt;"&gt;Di Indonesia, salinan berbagai bagian dari Mahabharata, seperti Adiparwa,
Wirataparwa, Bhismaparwa dan mungkin juga beberapa parwa yang lain, diketahui
telah digubah dalam bentuk prosa bahasa Kawi (Jawa Kuno) semenjak akhir abad
ke-10 Masehi. Yakni pada masa pemerintahan raja Dharmawangsa Teguh (991-1016 M)
dari Kadiri. Karena sifatnya itu, bentuk prosa ini dikenal juga sebagai sastra
parwa.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b style="font-size: 12pt;"&gt;Yang terlebih populer dalam masa-masa kemudian adalah penggubahan cerita itu
dalam bentuk kakawin, yakni puisi lawas dengan metrum India berbahasa Jawa
Kuno. Salah satu yang terkenal ialah kakawin Arjunawiwaha (Arjunawiwāha,
perkawinan Arjuna) gubahan mpu Kanwa. Karya yang diduga ditulis antara
1028-1035 M ini (Zoetmulder, 1984) dipersembahkan untuk raja Airlangga dari kerajaan
Medang Kamulan, menantu raja Dharmawangsa.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b style="font-size: 12pt;"&gt;Karya sastra lain yang juga terkenal adalah kakawin Bharatayuddha, yang
digubah oleh mpu Sedah dan belakangan diselesaikan oleh mpu Panuluh (Panaluh).
Kakawin ini dipersembahkan bagi Prabu Jayabhaya (1135-1157 M), ditulis pada
sekitar akhir masa pemerintahan raja Daha (Kediri) tersebut. Di luar itu, mpu
Panuluh juga menulis kakawin Hariwangśa di masa Jayabaya, dan diperkirakan pula
menggubah Gaţotkacāśraya di masa raja Kertajaya (1194-1222 M) dari Kediri.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b style="font-size: 12pt;"&gt;Beberapa kakawin lain turunan Mahabharata yang juga penting untuk disebut,
di antaranya adalah Kŗşņāyana (karya mpu Triguna) dan Bhomāntaka (pengarang tak
dikenal) keduanya dari jaman kerajaan Kediri, dan Pārthayajña (mpu Tanakung) di
akhir jaman Majapahit. Salinan naskah-naskah kuno yang tertulis dalam
lembar-lembar daun lontar tersebut juga diketahui tersimpan di Bali.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b style="font-size: 12pt;"&gt;Di samping itu, mahakarya sastra tersebut juga berkembang dan memberikan
inspirasi bagi berbagai bentuk budaya dan seni pengungkapan, terutama di Jawa
dan Bali, mulai dari seni patung dan seni ukir (relief) pada candi-candi, seni
tari, seni lukis hingga seni pertunjukan seperti wayang kulit dan wayang orang.
Di dalam masa yang lebih belakangan, kitab Bharatayuddha telah disalin pula
oleh pujangga kraton Surakarta Yasadipura ke dalam bahasa Jawa modern pada
sekitar abad ke-18.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b style="font-size: 12pt;"&gt;Dalam dunia sastera popular Indonesia, cerita Mahabharata juga disajikan
melalui bentuk komik yang membuat cerita ini dikenal luas di kalangan awam.
Salah satu yang terkenal adalah karya dari R.A. Kosasih.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;u&gt;Versi-versiMahabharata&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;u style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/u&gt;&lt;b style="font-size: 12pt;"&gt;Di India ditemukan dua versi utama Mahabharata dalam bahasa Sansekerta
yang agak berbeda satu sama lain. Kedua versi ini disebut dengan istilah
"Versi Utara" dan "Versi Selatan". Biasanya versi utara
dianggap lebih dekat dengan versi yang tertua.Daftar kitab&lt;/b&gt; &lt;b style="font-size: 12pt;"&gt;Mahābhārata
merupakan kisah epik yang terbagi menjadi delapan belas kitab atau sering
disebut Astadasaparwa. Rangkaian kitab menceritakan kronologi peristiwa dalam
kisah Mahābhārata, yakni semenjak kisah para leluhur Pandawa dan Korawa
(Yayati, Yadu, Puru, Kuru, Duswanta, Sakuntala, Bharata) sampai kisah
diterimanya Pandawa di surga.&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Selain
berisi cerita kepahlawanan (wiracarita), Mahabharata juga mengandung
nilai-nilai Hindu, mitologi dan berbagai petunjuk lainnya. Oleh sebab itu kisah
Mahabharata ini dianggap suci, teristimewa oleh pemeluk agama Hindu. Kisah yang
semula ditulis dalam bahasa Sansekerta ini kemudian disalin dalam berbagai
bahasa, terutama mengikuti perkembangan peradaban Hindu pada masa lampau di
Asia, termasuk di Asia Tenggara.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Di Indonesia, salinan berbagai bagian dari Mahabharata, seperti Adiparwa,
Wirataparwa, Bhismaparwa dan mungkin juga beberapa parwa yang lain, diketahui
telah digubah dalam bentuk prosa bahasa Kawi (Jawa Kuno) semenjak akhir abad
ke-10 Masehi. Yakni pada masa pemerintahan raja Dharmawangsa Teguh (991-1016 M)
dari Kadiri. Karena sifatnya itu, bentuk prosa ini dikenal juga sebagai sastra
parwa.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Yang terlebih populer dalam masa-masa kemudian adalah penggubahan cerita itu
dalam bentuk kakawin, yakni puisi lawas dengan metrum India berbahasa Jawa
Kuno. Salah satu yang terkenal ialah kakawin Arjunawiwaha (Arjunawiwāha,
perkawinan Arjuna) gubahan mpu Kanwa. Karya yang diduga ditulis antara
1028-1035 M ini (Zoetmulder, 1984) dipersembahkan untuk raja Airlangga dari
kerajaan Medang Kamulan, menantu raja Dharmawangsa.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Karya sastra lain yang juga terkenal adalah kakawin Bharatayuddha, yang
digubah oleh mpu Sedah dan Adiparwa &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kitab Adiparwa berisi berbagai cerita yang bernafaskan Hindu, seperti
misalnya kisah pemutaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Mandaragiri,
kisah Bagawan Dhomya yang menguji ketiga muridnya, kisah para leluhur Pandawa
dan Korawa, kisah kelahiran Rsi Byasa, kisah masa kanak-kanak Pandawa dan
Korawa, kisah tewasnya rakshasa Hidimba di tangan Bhimasena, dan kisah Arjuna
mendapatkan Dropadi.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sabhaparwa &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kitab Sabhaparwa berisi kisah pertemuan Pandawa dan Korawa di sebuah
balairung untuk main judi, atas rencana Duryodana. Karena usaha licik Sangkuni,
permainan dimenangkan selama dua kali oleh Korawa sehingga sesuai perjanjian,
Pandawa harus mengasingkan diri ke hutan selama 12 tahun dan setelah itu
melalui masa penyamaran selama 1 tahun.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Wanaparwa &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kitab Wanaparwa berisi kisah Pandawa selama masa 12 tahun pengasingan diri
di hutan. Dalam kitab tersebut juga diceritakan kisah Arjuna yang bertapa di
gunung Himalaya untuk memperoleh senjata sakti. Kisah Arjuna tersebut menjadi
bahan cerita Arjunawiwaha.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Wirataparwa &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kitab Wirataparwa berisi kisah masa satu tahun penyamaran Pandawa di
Kerajaan Wirata setelah mengalami pengasingan selama 12 tahun. Yudistira
menyamar sebagai ahli agama, Bhima sebagai juru masak, Arjuna sebagai guru
tari, Nakula sebagai penjinak kuda, Sahadewa sebagai pengembala, dan Dropadi
sebagai penata rias.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Udyogaparwa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kitab Udyogaparwa berisi kisah tentang persiapan perang keluarga Bharata
(Bharatayuddha). Kresna yang bertindak sebagai juru damai gagal merundingkan
perdamaian dengan Korawa. Pandawa dan Korawa mencari sekutu sebanyak-banyaknya
di penjuru Bharatawarsha, dan hampir seluruh Kerajaan India Kuno terbagi
menjadi dua kelompok.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>