<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8495426</id><updated>2024-03-07T00:27:01.345-08:00</updated><title type='text'>Pikiran, Cerita, dan Perjalanan Saya</title><subtitle type='html'>Judul lembaran ini, diambil (dengan segala hormat), dari judul buku mantan Presiden Soeharto. Meskipun ia orang yang tak saya hormati, namun judul buku itu mengilhami. Sebab menggambarkan sebuah jalan panjang.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://latiefs.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8495426/posts/default?alt=atom'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://latiefs.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8495426/posts/default?alt=atom&amp;start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>116</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8495426.post-116695251040587279</id><published>2006-12-24T01:27:00.000-08:00</published><updated>2006-12-24T01:28:30.426-08:00</updated><title type='text'>Bukan cuma Smackdown</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;&lt;img style=&quot;WIDTH: 179px; HEIGHT: 170px&quot; height=&quot;239&quot; hspace=&quot;3&quot; src=&quot;http://www.grinningplanet.com/2005/01-25/coffee-cartoon-copyright2.gif&quot; width=&quot;179&quot; align=&quot;left&quot; /&gt;Aku menyuruhnya lagi. Segelas kopi dan sebungkus rokok pun hadir. Tak lupa ia kubelikan sebungkus rokok juga. Padahal, dulu sepulang dari Inggris aku sudah berniat mengurangi pertolongan &lt;i&gt;office-boy&lt;/i&gt;. Tapi, ketika pertama masuk, aku tak menemukan jejeran gelas dan rak kopi di dapur. Mau tidak mau, aku ikut pegawai lain: menyuruh. Lagipula, dengan memerintah mereka, aku punya peluang “menolong”. Recehan sisa uang rokok atau mie ayam, bisa berpindah tangan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Simpatiku kepada kaum itu, membesar sejak tinggal di Inggris. Disana aku pernah &lt;a href=&quot;http://latief.multiply.com/journal/item/14&quot;&gt;bekerja&lt;/a&gt; seperti mereka. Tapi disana, aku tetap dalam posisi terhormat. Managerku saja menyuruh begini: “Abdul, if you have a time, could you please bla..bla..”. &lt;i&gt;Off course&lt;/i&gt; aku punya waktu bos. Kalaupun tidak, pastilah aku jawab punya, karena itu tugasku. Aku bawahanmu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Disini, tak ada yang aneh dengan menyuruh OB, &lt;i&gt;office boy&lt;/i&gt;. Itu tugas mereka, disuruh2. Dengarlah &lt;i&gt;theme song&lt;/i&gt; &lt;a href=&quot;http://www.rcti.tv/sinetron/index.php?kode=64&quot;&gt;komedi OB&lt;/a&gt; di RCTI: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;&lt;i&gt;OB tolong ini dong..&lt;br /&gt;OB beli itu dong..&lt;br /&gt;OB kesana kemari…&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kita pun tertawa. Padahal, kalau dicermati, itu mengajarkan sejak dini, bahwa OB, pembantu, pramuwisma, atau apapun istilah eufemistis lainnya, adalah untuk disuruh2 karena sudah dibayar. Maka, ramailah liburan Idul Fitri, dengan cerita susahnya tidak ada pembantu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;&lt;img hspace=&quot;4&quot; src=&quot;http://pike.extension.psu.edu/Nutrition/HealthierWeighs/2000/images/pushup.jpg&quot; align=&quot;left&quot; /&gt;Andai mereka terhormat, baik secara gaji maupun perlakuan, tentu bisa berdampak kepada kehidupan pemerintahan. Ah, kejauhan ’Dul. Bukankah kalau kopi sudah tersedia, pemanas air otomatis, kita tak butuh pembantu. Bukankah jika aturan birokratis tertata baik, kita &lt;i&gt;gak&lt;/i&gt; butuh calo, katabelece, dan kolusi dengan orang dalam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Mungkin kita masih butuh sinetron OB. Sama dengan butuhnya kepada pembantu. Tapi kita tak butuh &lt;i&gt;smack down&lt;/i&gt;, sehingga dia harus enyah. Tokh, kekerasan masih bisa kita lihat di program berita sekalipun. Termasuk sinetron OB yang berlabel komedi. Disana ada Odah yang tiap hari mem-&lt;i&gt;bully&lt;/i&gt; rekan kerjanya, dan Pak Taka yang kejam kepada anak buah kecuali sang sekretaris yang &lt;i&gt;oon&lt;/i&gt;. Push up, kamu..!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://latiefs.blogspot.com/feeds/116695251040587279/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8495426/116695251040587279' title='58 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8495426/posts/default/116695251040587279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8495426/posts/default/116695251040587279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://latiefs.blogspot.com/2006/12/bukan-cuma-smackdown.html' title='Bukan cuma Smackdown'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>58</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8495426.post-116520346217343163</id><published>2006-12-03T19:35:00.000-08:00</published><updated>2006-12-03T19:39:17.773-08:00</updated><title type='text'>Pecinta Rima, Pendaki Nunung</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;img style=&quot;WIDTH: 176px; HEIGHT: 107px&quot; height=&quot;85&quot; hspace=&quot;3&quot; src=&quot;http://baird.region14.net/webs/campus.bms/upload/runners--cartoon.jpg&quot; width=&quot;176&quot; align=&quot;right&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Keheningan pagi diganggu teriakan aba-aba. Lapangan kecil di dekat pintu masuk Taman Safari, diramaikan oleh ratusan orang berseragam kaos merah, topi rimba, dan celana gunung. Mereka, peserta lintas alam Trekatlon Kompas 2006, sedang pemanasan dan mendengar petunjuk dokter, sebelum dilemas menyusuri perkebunan dan hutan pegunungan Pangrango, Bogor.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Aku bersama 2 teman kantor, bergabung dalam satu tim di kelas Prestasi. Satu berperawakan gendut, satunya &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;&lt;em&gt;climber&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;&lt;em&gt;,&lt;/em&gt; dan aku penggembira. Paduan yang baik, bukan. Ransel sudah terisi 3 botol air mineral, cemilan coklat, juga air isotonik. Semua pembagian panitia, yang pastilah diperkirakan cukup selama perjalanan. Melihat bekal yang sedikit, aku berpikir bahwa jalur tidaklah berat. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Seperti peserta lain, kami pun ikut berlari dari garis start. Tak sampai setengah jam, aku sudah mulai berjalan. Tanjakan membuat nafasku ngos-ngosan. Otomatis 2 temanku pun ikut berjalan. Permainan ini mengutamakan kecepatan dan kekompakan. Udara segar perkebunan teh dan hamparan sawah, membuat paru-paruku membesar. Segar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Di pos pertama, salah satu temanku mulai terguling. Keringat harus segera tergantikan. Sambil minum kami duduk mengatur nafas. Lepas pos I, tanjakan terjal menyambut. O..oww, temanku si gendut memuntahkan isi sarapan. Terpikir untuk mundur, tapi balik kanan juga sudah jauh. Perlahan kami terus bergerak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Bertemu petani setempat, membakar semangat. Masak orang2 itu sambil membawa beban saja bisa, kita mundur. Dengan bahasa Sunda, aku ajak ngobrol bapak2 yang sedang menyemprot daun teh. Mungkin ia heran, ada apa pagi ini banyak sekali orang melintas. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Gak tau dia, untuk bisa jalan2 di hutan seperti ini, kami “si orang kota”, harus merogoh kocek 600 ribu perak. Jumlah yang mungkin saja sama, dengan yang ia peroleh selama sebulan. Mungkin ia heran, ada orang mau membayar mahal untuk bisa menjelajahi tebing.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Aku teringat masa kecil. Masa kecilku akrab dengan hutan dan sungai. Sekolah lewat sungai, main di hutan. Tak ada teve, apalagi PS. Di salah satu punggung bukit, sebuah bangunan sedang dikerjakan. Mungkin untuk vila. Hutan dan sawah akan segera berganti dengan bata, baja, dan kaca. Argghh.., tahun 2015 nanti, untuk cross country begini, apakah kami harus lebih jauh lagi ke atas bukit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Di pos kedua dari 8 pos, kami dapat kabar sudah ada yang finish. Anggota Kopassus yang dulu menaklukkan gunung Everest. Padahal baru 3 jam sejak start tadi. Tak apa, niat awal memang menikmati alam. Seperti yang disampaikan seorang bapak, yang kesakitan karena kram, ”Kita khan cuma pecinta rima, pendaki nunung. Biarlah pecinta rimba dan pendaki gunung yang menang”. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Pukul 5 petang, dibawah hujan rintik, kami akhirnya tiba di finish. Teman kami si gendut, tiba lebih awal. Ia akhirnya dievakuasi. Masih ada 1 pos yang belum kami capai. Tapi karena sudah sore, hadiah saja sudah dibagi, kami dibawa panitia lewat jalan pintas. Meski jalan seharian, rasanya badan kok segar ya. Bapak2, kami rakyatmu butuh hutan, bukan beton..!!!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://latiefs.blogspot.com/feeds/116520346217343163/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8495426/116520346217343163' title='11 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8495426/posts/default/116520346217343163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8495426/posts/default/116520346217343163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://latiefs.blogspot.com/2006/12/pecinta-rima-pendaki-nunung.html' title='Pecinta Rima, Pendaki Nunung'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8495426.post-116486012949013984</id><published>2006-11-29T20:13:00.000-08:00</published><updated>2006-11-29T20:15:29.530-08:00</updated><title type='text'>Kejar Aku Kau Kusalip</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;&lt;img style=&quot;WIDTH: 251px; HEIGHT: 167px&quot; height=&quot;237&quot; hspace=&quot;4&quot; src=&quot;http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2005/0605/11/03melanggar.gif&quot; width=&quot;251&quot; align=&quot;left&quot; /&gt;&lt;em&gt;Gdubraakk...!!!&lt;/em&gt; Suara kencang di bagian belakang itu, sontak menghentikan laju angkot yang kutumpangi. Sebat, sopir turun. Dari balik kaca, aku lihat si sopir dan pengendara motor yang menabrak angkot bertengkar. Rentetan klakson yang memekakkan telinga dari pengguna jalan lain, menghentikan perdebatan itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Angkot pun melaju kembali. “Motor kudu &lt;em&gt;digituin&lt;/em&gt;, kalo gak kita yang gawat”, kata si sopir melanjutkan amarah. “Digituin”, maksudnya dimarahin duluan, sebab solidaritas motoris bisa membuat motor selalu benar. Kubiarkan sopir meracau menyucikan emosi. Aku diam saja, termasuk saat ia bilang: “ini akibatnya kalo harga motor murah, dimana-mana motor. Bukan aku setuju pendapat itu. Tapi tampaknya ini sudah pendapat umum. Seolah harga murah berkorelasi linier dengan jumlah motor di jalanan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Sewaktu tiba di Norwich, September 2004, niat pertamaku adalah membeli mobil atau motor. Waktu yang luang, dan jalanan lapang menjadi pendorongnya. Tapi hingga pulang setahun kemudian keinginan itu tak terwujud. Bukan karena tak ada duit. Mobil Mitshubishi Galant tahun 2001, cuma 1100 pound (kl 18 juta perak), Range Rover 1997 3000 Pound (kl 50 juta perak). &lt;i&gt;Housemate&lt;/i&gt; kami malah membeli Alfa Romeo setara gajinya sebagai &lt;i&gt;cleaner&lt;/i&gt; rumahsakit, 700 Pound.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;&lt;img style=&quot;WIDTH: 180px; HEIGHT: 229px&quot; height=&quot;280&quot; hspace=&quot;4&quot; src=&quot;http://www.nscc.govt.nz/images/Transport_and_roads/New/Park-ride.jpg&quot; width=&quot;180&quot; align=&quot;left&quot; /&gt;Terpikir cara lain. Sesiangan mobil dibawa saja ke kampus. &lt;em&gt;Eits&lt;/em&gt;, tak semudah itu kawan. Kampus hanya mengeluarkan stiker tanda parkir, bagi mahasiswa yang mondok di kawasan tidak dilewati jalur bus kota. Padahal rumah kami, Gloucester Street berada di kawasan &lt;i&gt;golden triangle&lt;/i&gt; Norwich, dimana bus kota mengalir 24 jam sehari tiap 10 menit. Pihak kampus menganjurkan mobil di parkir di &lt;i&gt;Park and Ride&lt;/i&gt;, lalu naik bus kota ke kampus. Usul yang terlalu gila untuk dituruti, mengingat jika ditarik garis lurus, kampus berada di tengah antara rumah kami dan &lt;i&gt;Park and Ride.&lt;/i&gt; Belum lagi, ternyata tarif parkir juga sangat mahal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Pelan tapi pasti, perburuan memiliki mobil pun terkikis. Tak pernah kami terhalang, untuk bepergian. Baik di dalam mamupun luar kota. Angkutan publik nyaman, tepat waktu, dan bisa murah jika tau triknya. Seperti tiket terusan, atau membeli jauh-jauh hari dari tanggal bepergian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Mungkin itulah syarat utama “memaksa” warga beralih ke angkutan publik. Bahwa naik angkutan umum tidak merubah apa-apa dari kenikmatan naik mobil pribadi. Justru naik mobil pribadi menciptakan kesusahan sendiri. Hanya mobil umum yang boleh melewati kawasan kota. Mobil umum berhenti lebih dekat ke kampus dibanding tempat parkir yang jauh di luar kampus.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Mulai pekan ini, polisi Metropolitan Jakarta memberlakukan jalur khusus motor, dengan ujicoba di kawasan Cawang. Ini bisa jadi “pukulan” buat motoris. Bukankah selama ini, ‘kenikmatan’ naik motor itu bebas dari aturan. Bisa naik trotoar, bisa melawan arah, bisa jalan paling kanan, bisa selap selip diantara mobil. Pemerintah Jakarta juga berencana memberlakukan &lt;i&gt;Electronic Road Pricing&lt;/i&gt;, atawa sistem jalan berbayar untuk Sudirman Thamrin. Jika ini diikuti parkir yang mahal di tengah kota, larangan mobil memasuki pusat keramaian, penyediaan angkutan publik nyaman (busway, monorel), serta trotoar dan penyeberangan elok, maka jalanaan Jakarta nan lengang, bukan mimpi belaka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Ayo, pilih gubernur peduli publik!!!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://latiefs.blogspot.com/feeds/116486012949013984/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8495426/116486012949013984' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8495426/posts/default/116486012949013984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8495426/posts/default/116486012949013984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://latiefs.blogspot.com/2006/11/kejar-aku-kau-kusalip.html' title='Kejar Aku Kau Kusalip'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8495426.post-116105961440895045</id><published>2006-10-16T21:29:00.000-07:00</published><updated>2006-10-16T21:33:34.423-07:00</updated><title type='text'>Syukur di Hari Fitri</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;img style=&quot;WIDTH: 241px; HEIGHT: 169px&quot; height=&quot;286&quot; hspace=&quot;4&quot; src=&quot;http://www.kutaikartanegara.com/berita/2004/tanjong6.jpg&quot; width=&quot;241&quot; align=&quot;left&quot; vspace=&quot;4&quot; border=&quot;3&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Dedaunan masih berselimut embun, ketika aku melangkah menuju sungai. Obor di tangan ayah, cukup terang untuk menghindari tersandung akar pepohonan. Gemeretak gigi beradu dengan kecipak air dan serangga hutan. Bagi ayah, yang terbiasa mandi sebelum subuh, air tentu sudah &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;tak dingin. Tapi bagi aku, wuihhh....&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Ketika pagi terang tanah, aku sudah duduk di atas sadel honda (baca=motor). Memeluk erat ayah(*), melawan dingin. Semua demi melihat kota, membeli baju lebaran. Jarak antara kampungku dengan kota, sebetulnya tak jauh. Hanya 30 kilometer. Tapi jalan berpasir, berkubang lumpur memaksa kami berangkat dini agar bisa pulang petang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Padahal tak banyak yang dibeli. Paling 2 stel, yang panjang dan pendek. Tapi senangnya bukan main. Aku juga membeli rokok, dari merk yang tak masuk ke kampung. Entah kenapa, saat lebaran, anak-anak kecil boleh merokok. Padahal diluar itu, sampai SMA pun, kalau aku menyentuhnya, aku bakal kena gebuk.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;img style=&quot;WIDTH: 123px; HEIGHT: 97px&quot; height=&quot;80&quot; src=&quot;http://www.shabox.com/%5Cj2me_files/kok/0046_103x80.gif&quot; width=&quot;123&quot; align=&quot;left&quot; vspace=&quot;4&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Kelak setelah jalanan diaspal, dan aku bisa naik motor, kok ya pergi ke kota itu biasa saja. Begitu pula, saat sekarang aku bergaji sedikit di atas UMR (&lt;i&gt;Allahumma Inni Nas-aluka Barokatan Fir Rizki&lt;/i&gt;), membeli baju itu terasa biasa. Tak aneh, sepekan sebelum lebaran, aku belum membeli apa-apa. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Aku berpikir, adakah rasio antara kebutuhan dengan ketersediaan? Ketika sesuatu mudah tersedia, maka tingkat kepuasan memperolehnya menjadi nihil. Ketika kuliah dulu dengan uang saku pas-pasan, mencari makan begitu mudah. Karena pilihannya sempit, warung padang atau warung sunda. Kini, terkadang lapar semakin panjang hanya karena bingung mau makan yang mana.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Begitulah, sepekan lagi lebaran, hari nan fitri akan tiba. Suasana lebaran di kampung itu menyeruak. Sayang, aku tak mudik. &lt;strong&gt;Selamat Hari Raya Idul Fitri, Maaf Lahir dan Bathin&lt;/strong&gt;, selamat kembali ke fitrah, selamat kembali ke kampung halaman, selamat kembali ke kesederhanaan. Sesungguhnya di hidup sederhana itu, banyak terselip kebahagiaan. Semoga.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://latiefs.blogspot.com/feeds/116105961440895045/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8495426/116105961440895045' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8495426/posts/default/116105961440895045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8495426/posts/default/116105961440895045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://latiefs.blogspot.com/2006/10/syukur-di-hari-fitri.html' title='Syukur di Hari Fitri'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8495426.post-116073634163553301</id><published>2006-10-13T03:44:00.000-07:00</published><updated>2006-10-13T03:45:41.900-07:00</updated><title type='text'>Berkah di Sisa Malam</title><content type='html'>&lt;img style=&quot;WIDTH: 201px; HEIGHT: 206px&quot; height=&quot;300&quot; hspace=&quot;4&quot; src=&quot;http://www.acclaimimages.com/_gallery/_SM/0093-0602-2307-5343_SM.jpg&quot; width=&quot;214&quot; align=&quot;left&quot; vspace=&quot;3&quot; /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Suara musik, berpadu dengan getaran ponsel beradu dengan meja, membuatku tergeragap. Secepat ini, sudah waktu sahur. Aku alfa, tadi alarm yang biasa aku set-up di angka 03.30, aku geser menjadi 00.30. Mundur 3 jam, karena aku pengen menyalakan mesin air. Maklum, sejak kekeringan melanda, mesih hanya berbunyi mengantar angin. Aku tunggu dibawah tower. Aliran air sporadis, mungkin tiap 2 menit baru tercampak segenggam. Ah, kekeringan yang selalu kuberitakan itu menimpaku juga akhirnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Pagi, dengan mata terkantuk aku periksa lagi mesin. Masih mengaung, dan tentu saja panas. Tetangga mengusulkan, &quot;dalemin aja&quot;. Memang, lima tahun tinggal di kontrakan itu, belum pernah ada upaya pendalaman sumber air. Padahal tetangga, sudah bermain di angka 40 meter. Kami tetap 20 meter.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;&lt;i&gt;&quot;Dalemin aja!&lt;/i&gt; Kata yang mudah. Biaya operasional tidak terlalu mahal. Lalu, tanpa proses administrasi. Betapa &quot;enaknya&quot; hidup di negeri liberal ini, Sobat. Bayangkan, dulu waktu di Norwich, kami meminta &lt;i&gt;landlord&lt;/i&gt; memasang pintu di lorong samping menuju pintu belakang, lebih dari 3 bulan baru terwujud. Rupanya harus ada izin pemda, verifikasi, izin tetangga. Lalu, hanya bengkel yang ditunjuk saja yang boleh mengerjakan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Tolong, jangan bayangkan kerumitan ini terkait dengan upaya KKN. Izin Pemda, dan izin tetangga itu untuk kemaslahatan umat. Karena lorong itu dipakai juga oleh orang lain. Sedang verifikasi, apakah pemagaran tidak mengganggu upaya penyelematan jika terjadi kebakaran. Rumit deh. Coba disini, mau bangun &lt;i&gt;monggo&lt;/i&gt;, bahkan mendirikan bangunan di tanah bukan milik sendiri saja, sah-sah &lt;i&gt;wae&lt;/i&gt;. Bebas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Kebebasan yang dianalogikan Kyai Sejuta Umat, dengan tingkah seorang penumpang kapal. Sang penumpang membayar tempat di dek paling bawah. Karena malas naik turun ke kamar mandi di bagian atas, ia lobangi saja dinding kapal. Ketika ditegor penumpang lain, ia marah: &quot;Aku sudah bayar bagian ini, terserah mau aku apain&quot;. Padahal, ketika air masuk kapal, bukan si penumpang itu saja yang tenggelam, tetapi seisi kapal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Nah, masih mau enak sendiri, dan membiarkan orang lain kekeringan? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://latiefs.blogspot.com/feeds/116073634163553301/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8495426/116073634163553301' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8495426/posts/default/116073634163553301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8495426/posts/default/116073634163553301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://latiefs.blogspot.com/2006/10/berkah-di-sisa-malam.html' title='Berkah di Sisa Malam'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8495426.post-115961511311057625</id><published>2006-09-30T04:15:00.000-07:00</published><updated>2006-10-03T22:35:03.260-07:00</updated><title type='text'>Riwayat Negeri Pilu</title><content type='html'>&lt;img src=&quot;http://www.cartoon-it.com/imagesshirts/header-cart.gif&quot; align=&quot;left&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Terik mentari menyinari pagi bekas hujan. Kurang sempurna apa untuk bepergian. Kuraih sepatu &lt;strong&gt;Clark &lt;/strong&gt;dari dalam kotak. Sejatinya, musim panas begini, enaknya pakai sandal. Setelah berbilang bulan kaki selau tertutup sepatu, apalagi kaos kaki tak lekang kecuali mandi. Tapi tidak. Setelah kubeli akhir tahun lalu saat &lt;em&gt;boxing day&lt;/em&gt; –dimana harga dibanting serendah2nya—sepatu itu belum pernah kupakai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Sejenak aku sudah menunggu bus 25, yang akan membawaku ke &lt;em&gt;city center&lt;/em&gt;. Ada 2 halte di pusat kota, aku memilih halte di dekat &lt;b&gt;boots&lt;/b&gt;. Lebih asyik jalan kaki dari arah situ, banyak pemandangan. Lagi pula sikat gigiku udah mulai rusak. Tepat, &lt;em&gt;&lt;strong&gt;oral b&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; lagi dijual &lt;em&gt;bogof &lt;/em&gt;(&lt;em&gt;buy one get one free&lt;/em&gt;). Sedikit ragu, ada sabun mandi &lt;strong&gt;adidas&lt;/strong&gt; juga lagi diskon. Tapi kami masih punya persediaan. Ari beli beberapa sabun dari &lt;strong&gt;bodyshop&lt;/strong&gt;. Beli ah, baunya lebih pas dengan &lt;em&gt;body splash&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;harvard&lt;/strong&gt; keluaran &lt;strong&gt;Mark and Spencer&lt;/strong&gt; ku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Lanjut lagi. aku mampir di &lt;strong&gt;Mark and Spencer&lt;/strong&gt;. Panas begini kerongkongan cepat kering. Kuraih sebotol minuman. Kalau beruntung, suka ada &lt;em&gt;bogof&lt;/em&gt; juga. Kali ini tidak, tapi tak apa. Tokh harganya sama saja dengan merek lain macam &lt;strong&gt;volvic&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;evian&lt;/strong&gt;. Aku menyeberang, berhenti sesaat di &lt;strong&gt;Debenhams&lt;/strong&gt;. Di depannya ada pengamen menggunakan &lt;em&gt;bagpipe&lt;/em&gt; dan pakaian khas skotlandia. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Ari sms menanyakan aku dimana. Ia bersama teman Indonesia lain sedang berburu diskon di &lt;strong&gt;Topshop&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;Topman&lt;/strong&gt;. Aku meluncur, tapi aku tak masuk. Aku malas, sebab modelnya tak lebih bagus dari distro yang bertebaran di bandung sana. Aku memilih duduk di bangku taman, memandangi orang melintas. Di sebelahku duduk beberapa buruh bangunan yang sedang merapikan trotoar. Mereka sedang istirahat makan siang. Ada yang menyesap kopi &lt;strong&gt;starbuck&lt;/strong&gt;, ada pula yang &lt;strong&gt;coke&lt;/strong&gt;. Tak lupa penganan seperti &lt;em&gt;sandwich&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;fish and chip&lt;/em&gt;, dan entah kenapa pisang. Mereka sangat senang makan pisang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Istriku, Ari sms lagi, mereka lanjut ke &lt;strong&gt;Miss Selfridges&lt;/strong&gt;. Dasar orang Indonesia, beli kalau diskon doang. Maklum pelajar, dengan beasiswa yang untuk ukuran orang inggris masih lebih rendah dengan UMR &lt;em&gt;cleaner&lt;/em&gt;. Aku malas gabung, aku berjalan-jalan saja. Mampir sejenak di &lt;strong&gt;NEXT, &lt;/strong&gt;aku beli kaus kaki. Lagi diskon, 3 helai hanya 3 Pound. Harga yang sama dengan buatan Bata. Terus melintas di salon &lt;strong&gt;Tony and Guy&lt;/strong&gt;. Letaknya, jika dibanding salon &lt;em&gt;Johny Andrean&lt;/em&gt; yang banyak di mal-mal, jauuhh. Aku tertarik dengan sebuah toko penjual bijo kopi. Ia memajang toples kaca gede, mirip di pasar tradisional. Duhai gusti, harga yang paling mahal &lt;em&gt;goes to&lt;/em&gt; kopi mandailing. Kopi nikmat yang pernah aku sesap di pinggir Aek Singolot, Purba Baru. Nun jauh, bangsaku memuja kedai kopi bermerk Barat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Ari telpon, berjumpa di rumah makan Cina. Jauh-jauh merantau aku tetap Indonesia tulen, &lt;em&gt;my stomach growl if i dont eat rice everyday&lt;/em&gt;. (aku bersyukur, bahwa aku bukan Indonesia dalam bentuk lain: &lt;em&gt;makes major decision based on gengsi&lt;/em&gt;). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Aku teringat masa di Norwich ini, setelah dua media besar pekan lalu menulis tentang konsumtivisme yang makin menggila di Jakarta. Ditandai dengan serbuan merk Inggris. Tentunya aku tak ingin mengadili bahwa memuja barang bagus itu salah. Hanya mau sampaikan, di negara asalnya sana, barang2 itu bagian dari keseharian belaka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Pulangnya kami menunggu bus, di depan toko buku &lt;strong&gt;WH Smith&lt;/strong&gt;. Oh ya, kota Norwich yang kecil ini memiliki banyak sekali toko buku. selain WH Smith, ada &lt;strong&gt;Ottakar&lt;/strong&gt; juga &lt;strong&gt;Waterstone&lt;/strong&gt;. Aku ngunandika, kenapa ya para pesohor Indonesia itu tidak ada yang membawa wabah toko buku ini ke Jakarta sini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://latiefs.blogspot.com/feeds/115961511311057625/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8495426/115961511311057625' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8495426/posts/default/115961511311057625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8495426/posts/default/115961511311057625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://latiefs.blogspot.com/2006/09/riwayat-negeri-pilu.html' title='Riwayat Negeri Pilu'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8495426.post-115840641537077117</id><published>2006-09-16T04:32:00.000-07:00</published><updated>2006-09-16T04:33:35.386-07:00</updated><title type='text'>Waktumu Uangku</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;&lt;img style=&quot;WIDTH: 213px; HEIGHT: 119px&quot; height=&quot;157&quot; hspace=&quot;3&quot; src=&quot;http://www1.istockphoto.com/file_thumbview_approve/517578/2/istockphoto_517578_taxi.jpg&quot; width=&quot;213&quot; align=&quot;left&quot; vspace=&quot;3&quot; /&gt;Angkot itu berhenti lagi. Aku nikmati saja. Aku duduk sendirian di depan. Kebetulan kantorku pun, tidak saklek soal jam kerja. Tapi tidak dengan mbak2 di belakang. Ia menggerutu. Karena angkot tak jalan juga, ia pun turun. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;&quot;Ngejar waktu nih, bang&quot;, katanya sewot, sambil melemparkan gumpalan uang kertas. Sopir tak kalah gertak. Katanya, &quot;Kalo mau cepat naik taksi, mbak&quot;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Aku senyum di kulum. Ingat kelakuan sohibku, &lt;a href=&quot;http://dekaakbar.multiply.com/&quot;&gt;Mas Paijo kondo-kondo&lt;/a&gt;. Suatu kali, ia naik angkot, ngejar waktu. Ketika ia desak untuk jalan, sopir menjawab &quot;kalo mau cepat naik taksi&quot;. Tapi ia tak marah, apalagi turun. Tabah. Kelak, ketika ia sampai tujuan, barulah &quot;ketabahan&quot; nya terungkap. Ia hanya membayar &lt;em&gt;seceng&lt;/em&gt;, dari yang seharusnya &lt;em&gt;noceng&lt;/em&gt;. Ketika sopir angkot bilang kurang, dengarlah jawabnya: &quot;Kalo mau dapat ongkos mahal, jadi sopir taksi&quot;. Haha...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Begitulah. Aku salut sama si mbak dan mas paijo. Si mbak berani menanyakan sesuatu yang menjadi hak publik. Hak memperoleh layanan, karena telah membayar. Di negeri maju sana, dimana bus dikelola negara, warga yang merasa pembayar pajak, bisa protes. Termasuk &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.firstgroup.com/ukbus/eastanglia/eastanglia/timetables/timetable.php?day=1&amp;source_id=2&amp;amp;service=25&amp;routeid=725299&quot;&gt;jadwal&lt;/a&gt; yang harus ditepati. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Jika ini bisa dipenuhi, maka angkutan publik disuka, bukan mimpi belaka. Jadi, tak perlu taksi khan, buat cepat. &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://latiefs.blogspot.com/feeds/115840641537077117/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8495426/115840641537077117' title='11 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8495426/posts/default/115840641537077117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8495426/posts/default/115840641537077117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://latiefs.blogspot.com/2006/09/waktumu-uangku.html' title='Waktumu Uangku'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8495426.post-115727679107827170</id><published>2006-09-03T01:12:00.000-07:00</published><updated>2006-09-03T02:46:31.153-07:00</updated><title type='text'>Berakit ke Tepian</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;&lt;img style=&quot;WIDTH: 206px; HEIGHT: 137px&quot; height=&quot;188&quot; src=&quot;http://www.smeru.or.id/newslet/2002/ed02/200202field2.jpg&quot; width=&quot;206&quot; align=&quot;left&quot; border=&quot;4&quot; /&gt;”Jembatan bang”, teriak penumpang kepada sopir. Ini udah berulang kali terjadi, setiap melintasi jalan Raya Bogor. Pagi ini akhirnya, aku cari, apa gerangan yang menbuat tempat turun ini bernama “jembatan”. &lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Biasa&lt;/span&gt;, bangsa ini sangat kreatif menciptakan nama berdasarkan kondisi, situasi. Sebutlah, Pasar Jumat, Pasar Senen, atau Jembatan Lima.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Kreativitas yang pantas diacungi jempol. Kreativitas yang didorong &lt;strong&gt;ketiadaan aturan&lt;/strong&gt;. Dimana &lt;em&gt;halte&lt;/em&gt; hanya pajangan, dan &lt;em&gt;penyebarangan&lt;/em&gt; masih jauh dalam harapan. Padahal, halte dan penyeberangan, adalah bukti kecil ketaatan kepada hukum, dan penanda sebuah peradaban kota.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Kembali ke jembatan. Benar, tepat di seberang RS Tugu Ibu, ada jembatan kecil. Hanya terlihat dari balik deretan kios&lt;/span&gt;. &lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Jembatan memang banyak disini, karena ada sungai persis di sisi jalan. Di beberapa bagian, terutama kawasan pabrik, seperti YKK, Bayer jembatan itu jelas, karena tidak ada bangunan penghalang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Memang, nyaris sepanjang jalan dihiasi bangunan. Umumnya semi permanen. Aku berani bertaruh, banyak bangunan yang berdiri bukan di atas tanah pemilik sah. Bayangkan, jarak antara jalan raya dengan tubir sungai hanya sekitar 3 meter. Bagaimana mungkin, tanah itu ada pemiliknya. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img style=&quot;WIDTH: 200px; HEIGHT: 150px&quot; height=&quot;184&quot; alt=&quot;Foto di Ely, Norfolk, UK&quot; src=&quot;http://img.photobucket.com/albums/v600/alsiregar/ely.jpg&quot; width=&quot;320&quot; border=&quot;2&quot; /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;color:#cc0000;&quot;&gt;&lt;em&gt;Sungai Ely &lt;/em&gt;di&lt;em&gt; UK&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt; &lt;/center&gt;&lt;div align=&quot;left&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;font-size:85%;&quot;&gt;Nah diatas bangunan &quot;liar&quot; itulah berbagai aktivitas berlangsung. Mulai dari jual tiket, warteg, hingga pencucian mobil. Sungguh berbahaya. Aktivitas terus menerus dalam jangka panjang, akan mengurangi kekuatan struktur tanah. Pelan2 akan tergerus, dan suatu masa, akan longsor. &lt;em&gt;Nauzu billahi min zalik&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align=&quot;left&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Ketika masa itu tiba, barulah kita tersedar, betapa sungai itu nikmat Allah yang berbahaya, jika tidak dikelola. Sebaliknya, amat indah, jika dikelola. &lt;em&gt;(Aku pernah lihat iklan, ada buku &quot;power of water&quot;).&lt;/em&gt; Nyaris semua kota2 di Eropa sana, memasukkan sungai dalam brosur wisata. Kita? Menganggap sungai adalah pembuangan. Itulah pula, bangunan rumah (nyaris) selalu membuat sungai sebagai bagian belakang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Di atas angkot yang terus melaju, aku mengkhayal suatu masa, berakit2 di Kali Ciliwung bak Kapten &lt;em&gt;encik Awang&lt;/em&gt;. Sambil mengenang kecantikan &lt;a href=&quot;http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=247989&amp;amp;kat_id=84&amp;kat_id1=&amp;amp;kat_id2=&quot;&gt;Siti Maemunah&lt;/a&gt;, putri  Pangeran Geger dan Nyai Polongan yag kesohor itu. Dayung, bang....!!!!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://latiefs.blogspot.com/feeds/115727679107827170/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8495426/115727679107827170' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8495426/posts/default/115727679107827170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8495426/posts/default/115727679107827170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://latiefs.blogspot.com/2006/09/berakit-ke-tepian.html' title='Berakit ke Tepian'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8495426.post-115573299638584543</id><published>2006-08-16T05:54:00.000-07:00</published><updated>2006-08-16T05:57:11.126-07:00</updated><title type='text'>Bayi di Perutku</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;img style=&quot;WIDTH: 150px; HEIGHT: 130px&quot; height=&quot;180&quot; hspace=&quot;3&quot; src=&quot;http://www.bradfitzpatrick.com/stock_illustration/images/cartoon_pregnant_woman_01.gif&quot; width=&quot;190&quot; align=&quot;left&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Ada kabar menarik di Jepang. Perempuan hamil, yang naik angkutan umum, diberi pin &quot;Ada bayi dalam perut saya&quot; (&lt;i&gt;Thanks to &lt;a href=&quot;http://www.tempointeraktif.com/hg/mbmtempo/arsip/2006/08/14/INO/&lt;b&quot;&gt;Tempo&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;. Tujuannya, menggugah penumpang lain agar memberikan tempat duduk bagi perempuan hamil. Elok benar. &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Andai ini ada di Jakarta, pasti banyak peminatnya. Sebab, di KRL yang selalu padat itu, banyak penumpang yang PPP (Pura-pura Pulas) begitu melihat orang tua dan ibu hamil.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Namanya menggugah, tentu saja tak ada jaminan orang memberi. Belum lagi kalau berhadapan dengan &quot;aktivis PPP&quot; tadi. Yg juga baik, adalah pemerintah mengatur kewajiban memberi ruang bagi kelompok disable ini. Bis di Inggris, dua lapis pertama ditempeli tulisan &quot;Berikan kursi ini untuk orang tua dan ibu hamil&quot;. Lalu sebaris kursi lainnya, dialokasikan menjadi ruang terbuka untuk kereta dorong bayi dan kursi roda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Melihat bis disini, perlu ada aturan semacam IMB dalam bangunan agar bis menjadi nyaman. Yg pernah naik bis eks Jepang, macam nomor 45 UKI-Blok M, pasti berasa berbeda dengan bis lainnya pabrikan Indonesia. Jarak kaki lebih luas, turun naik lebih mudah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img style=&quot;WIDTH: 134px; HEIGHT: 113px&quot; height=&quot;349&quot; hspace=&quot;3&quot; src=&quot;http://www.buttergray.com/file_images/porto_true_images/graphic/merdeka.png&quot; width=&quot;240&quot; align=&quot;right&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Sayang, angkutan publik, sesuai stikernya &quot;Anda butuh cepat, kami butuh uang&quot;, tak pernah membicarakan kenyamanan. Besok, 17 Agustus datang lagi. Tapi merdeka untuk memperoleh pelayanan masih terasa jauh. Merdeka masih sebatas kebebasan berbuat apa saja. Bukan merdeka dari melanggar aturan. Apalagi merdeka dari menjajah orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Merdeka..!!!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://latiefs.blogspot.com/feeds/115573299638584543/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8495426/115573299638584543' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8495426/posts/default/115573299638584543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8495426/posts/default/115573299638584543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://latiefs.blogspot.com/2006/08/bayi-di-perutku.html' title='Bayi di Perutku'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8495426.post-115405921444558126</id><published>2006-07-27T20:56:00.000-07:00</published><updated>2006-07-27T21:00:14.510-07:00</updated><title type='text'>Hilang Tak Berbilang</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;img style=&quot;WIDTH: 246px; HEIGHT: 162px&quot; height=&quot;240&quot; hspace=&quot;4&quot; src=&quot;http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2005/1105/29/03Langgar%20Rambu.gif&quot; width=&quot;277&quot; align=&quot;left&quot; vspace=&quot;4&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Moncong mobil yang kami tumpangi terus memaksa masuk jalan Margonda Raya. Tepat di simpang Kober, angkot menyesak tanpa rasa salah. Akibatnya kami harus menengah, padahal kenderaan yang melaju di jalan Margonda Raya, tak kalah buas siap menyergap. Suara klakson pun menyaru-nyaru kejam, karena jalur terhalang. Apa boleh buat, jika harus menunggu, kapan bisa jalan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;”Kalo nyetir di Inggris, pasti kita udah ketabrak nih”, kataku begitu huru hara itu berlalu. Keponakanku langsung menyambar, “Macam apa rupanya jagonya orang Inggris itu nyupir, Tulang”. Ia wajar “tersinggung”. Sebab jam terbangnya di jalan raya sudah tak diragukan lagi. Sebelum tiba di Depok, ia sudah menyetir dari Palembang, Semarang, Jombang, Surabaya, lalu Bandung. Ia juga sudah berkali menyusuri jalur lintas Sumatera dari Bandung ke Medan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Justru karena mereka tak jago. Sebab mereka terbiasa dengan aturan yang ketat. Angkutan umum tidak akan berhenti sembarangan, dan menyeberang pada tempatnya saja, sudah cukup membantu menjaga arus pada jalur masing-masing. Belum lagi ketersediaan garis dan kepatuhan terhadapnya. Ini membuat tidak ada gangguan arus, yang memaksa kenderaan lain menyalip. Kalau begini, alamat bengkel klakson tak laku, sebab klakson juga menjadi tak berguna.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;&lt;img style=&quot;WIDTH: 246px; HEIGHT: 157px&quot; height=&quot;262&quot; hspace=&quot;4&quot; src=&quot;http://www1.moe.edu.sg/nadi/arkib/2005/ogos/bahasa/cintaibahasa/car_overtaking.gif&quot; width=&quot;215&quot; align=&quot;left&quot; vspace=&quot;4&quot; /&gt;Suatu kali di koran lokal Norwich, ada berita tentang penumpang yang menggugat perusahaan bus. Nenek itu terluka akibat bus mengerem mendadak. Sopir bus tak diam, ia menggugat juga pengemudi lain, yang berhenti mendadak bukan pada tempatnya. Bayangkan, betapa tidak piawainya mereka menyetir.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Lalu disini, mana garisnya yang harus kami patuhi, teriak pengguna. Capek ah, dimana-mana rambu kami dirikan hanya jadi penghias jalan, timpal pemerintah pula. Jika untuk urusan keselamatan di jalan raya, yang jelas-jelas terdeteksi dan terduga kita tak makruf, apatah lagi menghadapi bencana yang datang tak menyapa hilang tak berbilang. &lt;em&gt;Ya Allah&lt;/em&gt;, sayangi negeriku..!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://latiefs.blogspot.com/feeds/115405921444558126/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8495426/115405921444558126' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8495426/posts/default/115405921444558126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8495426/posts/default/115405921444558126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://latiefs.blogspot.com/2006/07/hilang-tak-berbilang.html' title='Hilang Tak Berbilang'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8495426.post-115270558472127657</id><published>2006-07-11T21:22:00.000-07:00</published><updated>2006-07-12T04:59:44.800-07:00</updated><title type='text'>melenguh dalam peluh</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;img style=&quot;WIDTH: 261px; HEIGHT: 180px&quot; height=&quot;240&quot; hspace=&quot;4&quot; src=&quot;http://img.photobucket.com/albums/v600/alsiregar/FIGO.jpg&quot; width=&quot;261&quot; align=&quot;left&quot; vspace=&quot;4&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Ciuman hangat itu menghunjam tajam. Bergantian anak-anak azzuri menumpahkan rindu dendam kepada piala lambang supremasi sepak bola dunia. Suasana makin meriah, ketika confetti warna tercurah dari langit. Menyiram anak muda yang sedang tersiram suka ria. Italia 5 Perancis 3.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Tak ada adegan tukar kaos. Padahal biasanya adegan paling menjijikkan dari pertandingan sepakbola, itu menjadi ritual penutup. Menjijikkan, tetapi bisa sekaligus bermakna keakraban. Egaliter. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Bertukar peluh, ih. Aku bertekad, hanya akan bertukar peluh dengan istriku saja. &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Berpeluh dan melenguh, adalah ciri utama Piala Dunia kali ini. Waktu 90 menit, bahkan 120 menit sekalipun tak membuat kendor semangat para pemain. Aku malah khawatir. tim teknis FIFA mengusulkan menambah jam permainan, atau meminta perluasan lapangan. Tengoklah, bagaimana para pesepakbola itu tetap mengejar bola hingga ke garis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Tiada keluh, hanya peluh dan lenguh. Bahkan ketika pemain memprotes keputusan &lt;a href=&quot;http://latief.multiply.com/journal/item/157&quot;&gt;pengadil&lt;/a&gt;. Pengadil jujur, pemain sopan, maka yang terhidang adalah permainan cantik. Andai saja kehidupan itu teratur dan berkelindan macam itu. LLAJ memasang rambu dan lampu pengatur dengan baik. Polisi menindak setiap pelanggar. Hakim mengadili sesuai aturan. Samsat menggunakan data pelanggaran sebagai pertimbangan perpanjangan. Kas Negara menyimpan uang denda dan mempergunakan untuk rakyat. Aih, indahnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;&lt;img style=&quot;WIDTH: 191px; HEIGHT: 162px&quot; height=&quot;150&quot; hspace=&quot;4&quot; src=&quot;http://img.photobucket.com/albums/v75/persiantiger/Z.jpg&quot; width=&quot;150&quot; align=&quot;left&quot; vspace=&quot;4&quot; /&gt;Sepakbola tak hanya kerja keras. Ia tak luput dari sifat purba tipu muslihat. Lihat aksi Christiano &quot;Diver&quot; Ronaldo, yang setiap masuk kotak pinalti lawan, hampir selalu terjatuh. Hasilnya, anak-anak Portugis berhasil mengusir Wayne Rooney dan menjungkalkan Inggris. Tapi apa lacur, namanya sebagai &lt;em&gt;nominee&lt;/em&gt; &lt;a href=&quot;http://fifaworldcup.yahoo.com/06/en/w/bypa/index.html&quot;&gt;Best Young Player&lt;/a&gt; pun lenyap. Padahal tanpa diving pun, tarian sambanya adalah dribling paling mumpuni,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang yang mendapati &quot;kesuksesan&quot; hidup dengan cara tidak terpuji. Menerapkan manajemen kodok, menyembah ke atas, menendang kiri kanan, dan menginjak ke bawah. Apakah ini kesuksesan hakiki?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Selamat Lippi, Italia, dan 31 tim lainnya. &lt;em&gt;Trinidad and Tobago&lt;/em&gt; yang hanya setitik dalam peta dunia, harum ke seluruh jagad. Jika ada adagium yang bilang: perilaku sebuah bangsa dapat dilihat dari caranya berlalulintas, maka seperti apa kita melihat sebuah bangsa yang jika bermain bola, justru berenergi ketika memburu wasit dan membakar stadion?. Entahlah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://latiefs.blogspot.com/feeds/115270558472127657/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8495426/115270558472127657' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8495426/posts/default/115270558472127657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8495426/posts/default/115270558472127657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://latiefs.blogspot.com/2006/07/melenguh-dalam-peluh.html' title='melenguh dalam peluh'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8495426.post-115198988625644755</id><published>2006-07-03T20:09:00.000-07:00</published><updated>2006-07-03T22:11:26.336-07:00</updated><title type='text'>Hamba Wet Bersuka</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;img style=&quot;WIDTH: 256px; HEIGHT: 182px&quot; height=&quot;331&quot; hspace=&quot;4&quot; src=&quot;http://kotisivu.mtv3.fi/hkpro/ind2.jpg&quot; width=&quot;214&quot; align=&quot;left&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Angkot melaju melampaui jembatan layang UI. Seperti pagi yang lain, kemacetan menyambut di dekat halte UI. Angkot lalu beringsut menyusuri belokan menanjak, di dekat penjaja kembang. Aku menebak, pasti tidak ada polisi, di pertigaan menuju Srengseng. Jadi, kemacetan ini disebabkan berhenti sembarangan di pertigaan itu, dan bersambung dengan pertigaan yang membelah rek KA di depannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Lepas, di depan Universitas Pancasila, angkot sudah melaju normal. &quot;Gangguan&quot; kembali muncul di pertigaan Lenteng Agung, dan nanti di dekat stasiun Tanjung Barat. Penyebabnya serupa: ngetem. Jika di pertigaan jalan Joe lancar, tebaklah pasti ada polisi berjaga.  Tebak2an ini akan semakin panjang, karena setiap kawasan punya kasus seperti ini.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;&lt;img style=&quot;WIDTH: 184px; HEIGHT: 182px&quot; height=&quot;331&quot; hspace=&quot;4&quot; src=&quot;http://www.pcbypaul.com/wpclipart/people/police/policeman_cartoon.png&quot; width=&quot;214&quot; align=&quot;left&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Begitulah, di usianya yang ke-60, 1 Juli, polisi masih figur yang ditakuti. Bukan dihormati, apalagi disegani. Tak apa. Terlalu banyak faktor dibaliknya. Sopir-sopir yang rajin memberi recehan, pasti tau belaka polisi itu gampang diajak berselingkuh mengelabui aturan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Momen milad ini --dimana Polri merayakan tanpa formalitas dan kemegahan, tapi ramah dan akrab di tengah masyarakat--, bisa menjadi titik tolak perubahan citra dan perilaku. Salah satunya menegakkan aturan mengatasi kemacetan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Dalam rangka ulang tahun, bolehlah polisi menjaga titik macet yang ada, tapi menjauhkan diri dari tindakan batil. Seluruh persimpangan rawan macet, dijaga ketat. Pelanggaran sekecil apapun, ganjar dengan tilang. Lalu, setelah dua atau tiga hari, hasilnya dicek. Jika masyarakat puas, maka &lt;em&gt;traffic management&lt;/em&gt; terkini bisa dijalankan. Negara pun puas, mendapat masukan besar dari pembayaran denda yang bukan lewat pat gulipat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Ke depan, dalam penataan lalu lintas, kehadiran polisi secara fisik di jalanan harus dikurangi. Peranan polisi, digantikan oleh kamera pengintai, dan penegakan aturan diwakilkan oleh ketegasan denda tilang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Jika ini berhasil, maka semboyan &quot;Polisi mitra masyarakat&quot; menjadi khalwa telinga yang empuk didengar. Dirgahayu, hamba wet!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://latiefs.blogspot.com/feeds/115198988625644755/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8495426/115198988625644755' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8495426/posts/default/115198988625644755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8495426/posts/default/115198988625644755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://latiefs.blogspot.com/2006/07/hamba-wet-bersuka.html' title='Hamba Wet Bersuka'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8495426.post-115086674670491158</id><published>2006-06-20T20:26:00.000-07:00</published><updated>2006-06-20T23:11:20.430-07:00</updated><title type='text'>Jauh Pengadil dari Batil</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;img style=&quot;WIDTH: 224px; HEIGHT: 169px&quot; height=&quot;152&quot; src=&quot;http://www.bbc.co.uk/worldservice/learningenglish/newsenglish/images/referee_203x152.jpg&quot; width=&quot;224&quot; align=&quot;left&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Perancis menangis, Brazil berhasil. Obrolan itu terus mengiring sepanjang jalan yang macet di Senin pagi. Sopir ini menguasai jagat bola, seperti pemahamannya terhadap jalan dan dinamikanya. Penumpang yang duduk di sebelahnya, tak kalah sigap. Ia bahkan memuja wasit, yang katanya super tegas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Tiba-tiba, “Dasar polisi sialan, mata duitan” umpatnya kesal, melihat polisi mengarah ke angkot 19 yang lain. Angkot itu, tertahan karena KRL sedang melintas di Tanjung Barat. Dan ia berhenti di jalur menuju Pasar Minggu, sehingga menutup arus. Angkot yang semula &lt;i&gt;keukeuh&lt;/i&gt; oleh klakson di belakangnya, akhirnya ngacir ke arah yang salah. “Daripada 20 ribu melayang, mending buang waktu”, kata si sopir terkekeh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Diskusi bola terus berlanjut. Si bapak yang memuja wasit lalu bercerita tentang kekalahan Serbia Montenegro dari Argentina 0-6.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Udah kalah, pemainnya di kartu merah lagi. Mestinya gak usah ya. Kasian&quot;&lt;br /&gt;&quot;Iya, tega kali,&quot; sambung si sopir.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;img style=&quot;WIDTH: 222px; HEIGHT: 187px&quot; height=&quot;172&quot; hspace=&quot;4&quot; src=&quot;http://www.kabaddiinternational.org/images/image98.jpg&quot; width=&quot;250&quot; align=&quot;left&quot; /&gt;Bagi penikmat bola di tanah air, --yang setiap hari disajikan wasit yang menjadi bulan-bulanan pemain dan penonton--, sikap wasit di Piala Dunia memang pantas dipujikan. Wasit menjadi penganjur ketertiban, melarang kekerasan, menjaga ritme persaingan, serta menghindari tindakan batil semacam pembegalan dari belakang. Meskipun, wasit tetaplah manusia yang memiliki sisi lalai, sehingga sering dimanfaatkan pemain dengan tipuan &lt;em&gt;diving,&lt;/em&gt; tetapi ia telah mempraktekkan sikap &lt;strong&gt;pengayom&lt;/strong&gt;. Sikap yang harus diemban aparat negara dan hamba hukum.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jangan2 aparat kita punya sifat ini, tetapi kalah oleh ketidak tegaan. ANgkot pun dibiarkan berhenti sembarangan, karena itu menyangkut receh seribu dua. Polisi membiarkan ojek melawan arah, karena alasan serupa. Pun ketika PKL mengokupasi trotoar dan halte. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Padahal tanpa sadar, pembiaran ini membuat rasa keadilan kita immun. Lalu ketika muncul kasus besar kita terperangah. Sebutlah, pengampunan mantan Presiden Soeharto, penolakan hakim tipikor memeriksa ketua MA, dan ketidakmauan polisi menyidik bekas bossnya dalam kasus suap BNI.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lamunanku buyar. Seorang anak kecil nangkring di lantai angkot. Melantunkan lagu Samson: &quot;Aku.. adalah lelaki&quot;. Mestinya jam segini, ia duduk di bangku sekolah, dan menyanyi:  &quot;Aku seorang kapiten..&quot;. Melihatnya, aku tersadar, jauh panggang dari api bicara aturan, jika urusan perut masih barang utama. Begitukah?&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://latiefs.blogspot.com/feeds/115086674670491158/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8495426/115086674670491158' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8495426/posts/default/115086674670491158'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8495426/posts/default/115086674670491158'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://latiefs.blogspot.com/2006/06/jauh-pengadil-dari-batil.html' title='Jauh Pengadil dari Batil'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8495426.post-114991838517632240</id><published>2006-06-09T22:34:00.000-07:00</published><updated>2006-06-09T22:46:26.246-07:00</updated><title type='text'>Awas Tiga Singa</title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;img style=&quot;WIDTH: 338px; HEIGHT: 218px&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;http://wallpapers.soccerfansnetwork.com/wallpapers/albums/England/england2.sized.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Dingin membungkus siang yang basah. Kami terpaku di halte tanpa atap, di depan supermarket &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.morrisandspottiswood.co.uk/images/projects/morrisons.jpg&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Morrison&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt; . Bus 25 yang menurut jadwal datang tiap 30 menit (khusus Sabtu), tak kunjung nongol. Ada apa gerangan, pelayan publik ini berani mangkir. Oho..ternyata ini Sabtu, kesebelasan Norwich City yang stadionnya bersisian dengan Morrison akan main sore itu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Inilah dampak terparah jika ada pertandingan sepak bola. Selebihnya, biasa saja. Anak-anak, kakek nenek, bahkan orang cacat pun ikut menonton. Tak ada ketakutan rusuh, tak ada lempar2an, tak ada merusak  stadion dan fasilitas kota jika tim kalah. Sebab sepakbola adalah hidup itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Bagaimana kehidupan sehari-hari warga Inggris, lihatlah bagaimana pertandingan sepakbola mereka. Penonton yang berdiri di belakang garis, tetap diam meski tak ada pagar besi pembatas. Pemain yang patuh total kepada wasit. Wasit yang kejam, menghukum pemain hanya karena tersenyum sinis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img style=&quot;WIDTH: 242px; HEIGHT: 167px&quot; height=&quot;302&quot; hspace=&quot;3&quot; src=&quot;http://www.manchesteronline.co.uk/ContentResources/987.$plit/C_17_photogallery_161_list_photo_list_photo_item_5_photo.jpg&quot; width=&quot;261&quot; align=&quot;left&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Kenapa mereka patuh pada aturan. Ya karena sepak bola adalah kehidupan itu sendiri. Tak ada orang yang mau berbuat onar, karena itu artinya dia di &lt;em&gt;blacklist&lt;/em&gt; sebagai anggota Fans Club. Artinya, dia tak bisa nonton bola seumur-umur di stadion. Pemain juga demikian. Prestasi dan kelakuan buruk, berakibat harganya turun, dan berujung putusnya karir.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Bukankah fans Inggris terkenal sebagai &lt;em&gt;hooligan&lt;/em&gt;, perusuh akbar. Setiap bicara hooliganisme, orang pasti merujuk pada tragedi Heysel, Belgia. Aku sendiri melihat, media mengangkat hal ini, karena Inggris menganut hukum  &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.opsi.gov.uk/acts/acts2003/20030038.htm&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Anti social behaviour&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. &lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Dalam pasal ini, jangankan merusuh, menatap perempuan dan si perempuan merasa tidak senang, bisa diperkarakan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Begitulah. Jumat besok perhelatan sepak bola dunia di Jerman akan dimulai. Inggris, &lt;em&gt;the three lions&lt;/em&gt;, akan menjadi salah satunya. Apakah Rooney, Walcot bisa menghidupkan panasnya persaingan, saksikanlah!. &lt;em&gt;Go England&lt;/em&gt;!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://latiefs.blogspot.com/feeds/114991838517632240/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8495426/114991838517632240' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8495426/posts/default/114991838517632240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8495426/posts/default/114991838517632240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://latiefs.blogspot.com/2006/06/awas-tiga-singa.html' title='Awas Tiga Singa'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8495426.post-114956744851736531</id><published>2006-06-05T20:54:00.000-07:00</published><updated>2006-06-05T21:17:28.620-07:00</updated><title type='text'>Bandung, Miris van Sampah</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;img style=&quot;WIDTH: 231px; HEIGHT: 209px&quot; height=&quot;180&quot; src=&quot;http://www2.slac.stanford.edu/tip/2005/nov04/images/recycle_truck.jpg&quot; width=&quot;231&quot; align=&quot;left&quot; /&gt; &lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Hujan membasahi pagi. Titik kecil tak deras, tapi dingin menusuk ngilu. September 2004, Norwich yang &lt;em&gt;autumn&lt;/em&gt; bersuhu 10C di pagi hari. Suhu yang berbeda jauh dengan Jakarta, yang baru kami tinggalkan dua hari bersilih. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Suara gradak gruduk di bawah, memaksaku lepas dari jeratan &lt;em&gt;duvet&lt;/em&gt;. Mengintip dari jendela lantai dua, melihat tukang sampah sedang memindahkan isi tempat ke kereta dorongnya. Gila. Kardus bekas kami membawa rempah dan bumbu untuk setahun, diterlantarkan begitu saja. &quot;Tukang sampah apaan nih&quot;, pikirku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Baru setelah &lt;em&gt;housemate&lt;/em&gt; kami, yang sudah setahun di Norwich bangun, aku tau jawabannya. Pertama:  the bin man hanya mengangkat sampah yang terikat rapi dalam plastik. Kedua, kardus dalah jenis recycle bin, yang pengangkatannya berbeda hari dengan sampah basah. Dan sampah kardus, botol, kertas, dan kain harus ditaruh di halaman, bukan di belakang. Jangan2 tukang sampah tadi, ekawicara: &quot;warga macam apaan nih&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Ya, pelajaran sosial pertama tinggal di Norwich, adalah soal sampah. Penanganan sampah sudah dimulai dari dapur, dengan pemisahan dan penempatan yang baik. Pantesan hanya 2 orang yang mengoperasikan truk besar itu. Sayang, aku tak pernah sampai ke area pengolahan, sebab sama sekali tak menyangka, akan terjadi darurat sampah macam di Bandung saat ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img style=&quot;WIDTH: 200px; HEIGHT: 134px&quot; height=&quot;180&quot; src=&quot;http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2005/0305/29/03sampah.gif&quot; width=&quot;200&quot; align=&quot;left&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Kini bukit dan gunungan sampah merebak di antero kota Bandung. Bukit sampah itu, seperti mengejek &lt;i&gt;sawargi&lt;/i&gt; Bandung, yang memapas bukit jadi &lt;i&gt;griyo&lt;/i&gt;, FO, resto. Sampah memang harus dilihat bukan sebagai tumpukan pembuangan belaka. Tetapi sebagai sampah sebagai muara penerapan aturan yang keliru.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Ketika sungai banjir di msuim hujan, kekeringan di masa kemarau, kita alpa bahwa itu disebabkan pinggiran kali tak tertangani dengan baik. Ketika jalanan macet, akibat penempatan mal dan warung di belokan jalan, kita khilaf bahwa itu bukti penerapan IMB tidak sesuai aturan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Banjir dan macet berlalu seiring waktu. Tapi sampah tidak. Baunya menyengat hingga istana. Presiden yang datang ke Bandung pun, mengaku mencium uapnya. Padahal, ia ada di dalam mobil mewah, dan sepanjang jalan yang dilaluinya pasti sudah &quot;ditertibkan&quot; aparat lokal. Lalu, seperti apa pula bau yang tercium warga Bandung?&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Kalau sesuatu yang sudah terduga macam sampah ini, tak bisa diatasi, &lt;em&gt;pegimane&lt;/em&gt; pula dengan gempa Sabtu kelam di Bumi Mataram? &lt;em&gt;Subhanallah.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://latiefs.blogspot.com/feeds/114956744851736531/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8495426/114956744851736531' title='18 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8495426/posts/default/114956744851736531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8495426/posts/default/114956744851736531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://latiefs.blogspot.com/2006/06/bandung-miris-van-sampah.html' title='Bandung, Miris van Sampah'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>18</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8495426.post-114811196605320365</id><published>2006-05-20T00:53:00.000-07:00</published><updated>2006-05-20T00:59:26.066-07:00</updated><title type='text'>Salah yang Kalah</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;img style=&quot;WIDTH: 186px; HEIGHT: 143px&quot; height=&quot;270&quot; hspace=&quot;3&quot; src=&quot;http://www.istockphoto.com/file_thumbview_approve/104877/2/istockphoto_104877_shake_hands.jpg&quot; width=&quot;186&quot; align=&quot;left&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Aku memandangi perempuan itu lekat. Ia jelita sungguhan. Tapi sungguh aku tak tertarik. Bukan karena aku sudah mengganti orientasi seksual (yukk..), tapi demi melihat lakunya. Ia naik di pojok perempatan jembatan &quot;semanggi&quot; UI. Padahal, di prapatan menuju jalan Akses UI ini, tanpa ada yang berhenti pun jalur ini sudah macet karena lampu merah yang tak pernah berfungsi sejak didirikan. (&lt;em&gt;Eh, Pak Nur yang walikota itu tiap hari lewat sini lho&lt;/em&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Aku terus memandanginya dengan sedikit kekesalan. Ia terlalu cantik, modis, untuk berbuat salah itu. Angkot 112 Depok-Rambutan, terus berjalan. Di pertigaan Taman Bunga, jemari lentik si jelita mengetuk atap angkot, minta berhenti.  Sekali, angkot terus melaju. Memang, saat itu lampu pengatur sedang hijau. Masya Allah, jemari lentik itu berubah menjadi tangan besi bak film &lt;em&gt;cyborg&lt;/em&gt;. Menggedor dengan keras.  Mungkin khawatir atapnya rusak, sang sopir memilih berhenti, diiringi sungut si jelita. Ya Rabb, betapa maha Adil Engkau, Kau beri dia wajah jelita, tapi pekerti tiada.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Aih, kejamnya aku menilai pekerti orang hanya dari disiplin berlalu lintas. Bisa saja, dia tidak tau bahwa yang dilakukannya salah. Bukan kesalahan yang dihalalkan demi kepuasa belaka. &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Di depan kampus Gunadharma, persis di bawah plang berisi Perda no. 14 tahun 2001 tentang larangan berdagang, berderet PKL yang menutup keindahan kampus. Di salah satu kios, tertempel poster &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&quot;Penggusuran=Pembunuhan&quot;.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; Sungguh poster yang ambigu. Apakah artinya, &lt;em&gt;penggusuran itu membunuh saya &lt;/em&gt;atau &lt;em&gt;gusur aku, kau kubunuh&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img style=&quot;WIDTH: 149px; HEIGHT: 132px&quot; height=&quot;132&quot; alt=&quot;gambar dari http://www.muhajirlawfirm.com/images/timbangan.gif&quot; hspace=&quot;3&quot; src=&quot;http://www.muhajirlawfirm.com/images/timbangan.gif&quot; width=&quot;200&quot; align=&quot;left&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Dua pilihan makna yang sulit. Entah rasa salah sudah kalah oleh beratnya kehidupan. Atau betapa sulitnya mencari titik ekuilibrum, dalam neraca kehidupan yang semakin tak adil. Sehingga &lt;em&gt;amok&lt;/em&gt; massa pun menjadi pilihan yang tidak lagi salah.  Tapi bicara tentang neraca, berarti melibatkan dua pendulum yang harus setara di titik berat. Ada salah, ada baik. Ada upat, ada puji. Ada rahayat, ada pejabat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Lalu, darimana mau memulai perasaan bersalah ini. Dari istana yang ternyata kebanjiran dan dimakan rayap itu. Dari Trunojoyo yang kebagian uang batil BNI. Atau dari Senayan, yang pimpinannya tetap pas pus.. merokok di ruang sidang ber-AC itu. Udah ah, dari diri sendiri saja. Karena merasa bersalah membebani &lt;em&gt;inbox&lt;/em&gt; kalian, maka aku akhiri tulisan ini disini. &lt;em&gt;Tabik&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://latiefs.blogspot.com/feeds/114811196605320365/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8495426/114811196605320365' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8495426/posts/default/114811196605320365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8495426/posts/default/114811196605320365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://latiefs.blogspot.com/2006/05/salah-yang-kalah.html' title='Salah yang Kalah'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8495426.post-114665847228478877</id><published>2006-05-03T05:12:00.000-07:00</published><updated>2006-05-03T05:36:14.410-07:00</updated><title type='text'>Berarak Mega</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;img style=&quot;WIDTH: 248px; HEIGHT: 195px&quot; height=&quot;160&quot; hspace=&quot;4&quot; src=&quot;http://alaska.fws.gov/fire/role/unit1/images/introvince.jpg&quot; width=&quot;200&quot; align=&quot;left&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia;&quot;&gt;Desau angin menggoyang dedaunan. Bergesekan, berderak tak ritmis. Lengkingan kera di kejauhan menambah pekat suasana hutan. Mengembalikan kenangan ke masa kecil. Saat hutan, kebun, ladang menjadi satu-satunya hiburan. Tempat bermain. Kuhirup dalam, udara bercampur bau getah karet, dan pesingnya amoniak dari pupuk urea yang tak sempurna tertanam. Sampai kapan ini semua bertahan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia;&quot;&gt;Pertanyaan yang muncul demi melihat “kemajuan” kota kelahiran, Rantau Prapat. Serta orang yang berpikir “keliru” mengenai apa itu &lt;b&gt;&lt;u&gt;kota&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;. Orang yang bertanya: &lt;i&gt;seramai apa Inggris?&lt;/i&gt;. Tanya yang wajar. Sebab aku pun berpikiran serupa, ketika pesawat akan menjejak. Tak ayal, aku pun tergagu, saat perjalanan dari bandara Heathrow menuju pusat kota, masih banyak ditemukan tanah kosong yang dibiarkan meranggas. Dan lebih membisu lagi, sepanjang perjalanan tanah pertanian luas terdapat hampir sepanjang jalan London-Norwich. Antara satu kota dan lainnya, terpisah oleh hutan, ladang, dan sungai.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;center&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia;&quot;&gt;&lt;img style=&quot;WIDTH: 379px; HEIGHT: 227px&quot; height=&quot;160&quot; hspace=&quot;4&quot; src=&quot;http://www.dandypages.com.au/image/cartoon.gif&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia;&quot;&gt;Sementara kotaku, sedang berbenah, atas nama pembangunan. Di Aek Tapa, suatu kawasan yang dulu menjadi pinggir kota, ditandai dengan sawah dan sungai, kini sebagian besar sudah diuruk jadi bangunan. Ruko. Sungai pun mengecil, tanah merekah. Warga kota ini secara finansial maju. Harga karet yang melambung, melampaui harga beras, membuat simbol kemakmuran tampak dimana-mana. Mobil, rumah, mal. Tapi secara sosial –tanpa mereka sadari—mereka terpinggirkan. Hanya karena semua berebut menjadi binatang ekonomi. Karena perbedaan harga tanah di kota dan pinggiran, banyak yang menjual tanah, dan membeli di pinggir kota, demi sebuah margin keuntungan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia;&quot;&gt;Tak ada yg salah dengan cara ini. Ini logika ekonomi biasa. Ada pembeli yang menawar, ada penjual bersedia. Bungkus. Sayang, pemerintah yang semestinya menjadi pengatur, mana yang boleh dibangun, mana yang harus dihutankan, tak berfungsi sebagaimana mestinya. Atau mereka juga menjadi binatang ekonomi, dengan memanfaatkan kuasa untuk praktek kebatilan penyulitan izin?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia;&quot;&gt;Kota kami berubah total, menjadi kota –yang oleh arsitek tata kota Wayne Attoe disebut sebagai &quot;sistemik fungsionalis&quot;--. Kota yang terdominasi oleh hegemoni fungsi infrastruktur atau fungsi ekonomi semata, sehingga kehadiran dan wujud fisiknya jauh dari rasa keadilan dan nilai-nilai humanis. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia;&quot;&gt;Tak apa, nun di Jakarta sana pun demikian. Tak puas dengan metropolitan yang besar dan segala kekacauannya, mereka ingin lebih besar, dengan mengarak istilah “megapolitan”. Seolah itu adalah konsep. Padahal, berdirilah suatu masa di atas ketinggian. Lalu tatap lalu lintas dibawah sana. Semua berebutan, terkadang 3 jalur, 4 jalur. Naik turun dimana saja bisa. Adakah bedanya dengan di kampong sepi. Kotakah ini, jika menyeberang saja sulit, jika membuang sampah bebas dimana-mana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia;&quot;&gt;Awan terus berarak, dan mentari mulai condong. Penderes (ada juga yang menyebut penakik) sudah pulang sedari tadi. Kupandangi getah yang menetes perlahan. Ini adalah aliran air yang menghidupi keluarga besar kami. Yang memungkinkan bisa sekolah. Malamnya, aku akan kembali ke Jakarta, tempatku menderes rezeki.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://latiefs.blogspot.com/feeds/114665847228478877/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8495426/114665847228478877' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8495426/posts/default/114665847228478877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8495426/posts/default/114665847228478877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://latiefs.blogspot.com/2006/05/berarak-mega.html' title='Berarak Mega'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8495426.post-114628667378732744</id><published>2006-04-28T21:50:00.000-07:00</published><updated>2006-04-28T21:57:53.800-07:00</updated><title type='text'>Strategi Jangka Imah</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;img height=&quot;200&quot; hspace=&quot;5&quot; src=&quot;http://www.pedigreecharm.co.uk/acatalog/MPP57-Cavalier-King-Charles-Spaniel-dog-lover-gifts.jpg&quot; width=&quot;160&quot; align=&quot;left&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Malam melarut, embun pun menitik. Sesekali raungan suara beca motor, memecah hening malam. Tetangga yang tadi memenuhi undangan menghadiri maulid, sudah kembali. Tapi beberapa kerabat terdekat, masih terus bercengkerama. Maklum dua tahun tak pulang, berpadu dengan kesenangan orang Batak “markombur”, plus kopi pekat dan pisang goreng --(yang dijamin lebih enak dari pisang Pontianak yang sedang digandrungi publik Jakarta itu)--jadilah malam yang seru. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Berbagai hal kami bicarakan. Harga getah karet yang menjulang, tanah yang semakin banyak dikuasai saudara kita dari tirai bambu, hingga pemerintah daerah. Bupati yang memasuki masa jabatan kedua tetap tak berbuat apa-apa. Wakil Bupati yang bekas guru STM, tetapi pengurus &lt;u&gt;Pujakesuma&lt;/u&gt; (Putra Jawa Kelahiran Sumatera), diuntungkan oleh pilkada langsung. Populasi suku Jawa di Kabupaten Labuhan Batu, daerah perkebunan di timur Sumatera Utara, memang lebih besar dibanding penduduk lokal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Aku iseng: “&lt;em&gt;Gimana&lt;/em&gt; kalau 5 tahun nanti aku ikut maju”. Bukan keinginan sungguh-sungguh, hanya sekedar membaca aura politik lokal. Tapi diluar dugaan, sambutan mereka antusias. Yang bikin sedih dan miris, tak satu pun mereka yang mendukung karena alasan perbaikan daerah. Ada yang bilang, “Sudah capek &lt;em&gt;nih &lt;/em&gt;diatur, sekali2 jadi pengatur”. Atau, “Biar keponakanmu bisa masuk kantor Pemda”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Lebih banyak lagi alasan finansial. “Bentar lagi pensiun, jadi kontraktor pemda khan lumayan”. Pastilah mereka belajar dari kenyataan yang sudah ada, bagaimana keluarga yang tadinya biasa, menjadi “lain”, setelah ada saudaranya yang moncer. Memang di jalan yang kami tempati saja, ada Camat, yang semua sanaknya ikut jadi camat. Ada pula yang sebelum jadi anggota dewan, setia dengan motor tua, kini memarkir Inova. Entah ini terjadi juga diluar sana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Aku ingat, waktu mahasiswa di Bandung, masa-masa kampanye dulu. Ketika jurkam berapi-api membeberkan strategi jangka panjang, jangka menengah, dan jangka pendek, seseorang di barisan pendengar berteriak: &lt;i&gt;“Aya nu bade jangka imah, teu!”&lt;/i&gt;. Teriakan yang lalu disambut tawa meriah. &lt;b&gt;Jang ka imah&lt;/b&gt; ini, kira2 bermakna: &lt;u&gt;yang bisa dibawa pulang ke rumah&lt;/u&gt;. Maksudnya kalau menjabat tidak usah sibuk dengan pembangunan segala macem deh, pikirkan saja yang bisa dibawa pulang. Atau, sperti plesetan ...... “jangan tanya apa yang bisa yang kamu berikan kepada negara, tapi pikirkan, apa milik negara yang bisa kamu bawa pulang”. Satir. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img hspace=&quot;4&quot; src=&quot;http://www.grinningplanet.com/2004/07-20/money-cartoon-copyright2.gif&quot; align=&quot;left&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Fakta ini memilukan, sungguh. Karena aku pernah baca, korupsi dan tindakan batil lain yang dilakukan pejabat, banyak dipengaruhi oleh orang terdekat. Sehingga jagad politik kita, mengenal diksi “diplomasi ranjang”, yang kira2 maknanya: kalau mau sesuatu dari pejabat anu, dekati istrinya. Biar istrinya yang mengurus. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Tapi ini di kampung kami saja kok. Lebih spesifik lagi, di keluarga kami saja. Dulu, waktu aku masih meliput, bertugas melihat keluarga Kuntoro Mangkusubroto (sekarang bos BRR di Aceh), akan ditunjuk menjadi Menteri Pertambangan era Soeharto. Begitu diumumkan, istrinya tersedu. Bukan karena gembira belaka. Katanya, ia ingat bagaimana beratnya tugas suaminya, saat menjadi Direktur PT Timah di Bangka sana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Dinihari menjelang tidur, aku cium kening istriku yang sudah lelap dari tadi. Sambil &lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;menyatakan syukur, bahwa ia –setidaknya hingga malam itu—tak pernah mendorongku &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;masuk pemufakatan jahat. Semoga keluarga kami, tetap &lt;em&gt;nrimo ing pandum&lt;/em&gt;. Amin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://latiefs.blogspot.com/feeds/114628667378732744/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8495426/114628667378732744' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8495426/posts/default/114628667378732744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8495426/posts/default/114628667378732744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://latiefs.blogspot.com/2006/04/strategi-jangka-imah.html' title='Strategi Jangka Imah'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8495426.post-114611585811754185</id><published>2006-04-26T22:22:00.000-07:00</published><updated>2006-04-26T22:30:58.153-07:00</updated><title type='text'>The Butek Airline</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;img style=&quot;WIDTH: 233px; HEIGHT: 151px&quot; height=&quot;200&quot; hspace=&quot;3&quot; src=&quot;http://www.liputan6.com/files/sosbud/pic/181205cadamair.jpg&quot; width=&quot;205&quot; align=&quot;left&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Kami makan berlauk klakson. KFC di terminal 1 Bandara Soekarno Hatta, tempatnya asik. Terbuka. Tapi mobil, bus, taksi dibawah sana berebut tempat tak sabaran. Aneh, tak jauh dari sini, di Terminal 2 sana, pembagian parkir sudah ok. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Namanya makanan cepat saji, makannya juga &lt;em&gt;kudu&lt;/em&gt; cepat. Kami pun &lt;em&gt;check in&lt;/em&gt; jauh sebelum jam H. Soalnya sewaktu beli tiket, agennya sudah wanti-wanti, jika telat 45 menit saja, tiket sudah dijual untuk penumpang &lt;em&gt;go show&lt;/em&gt;. Boardinglah kami satu jam sebelum jadwal 19.15. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Menunggu, aku pandangi logo besar &lt;a href=&quot;http://www.flyadamair.com/funstuff/logo-rear-angel.htm&quot;&gt;Adam Air, The boutique Airline&lt;/a&gt;. Sambil membayangkan, besok pagi sudah sarapan di rumah mamak. 15 menit sebelum jadwal terbang, belum juga diminta naik, aku tanya. Santai mereka menjawab, &quot;telat. Ini sudah seharian. Masalah operasional&quot;. Kalau udah seharian, kenapa tadi waktu &lt;em&gt;check-in&lt;/em&gt; tidak diberitahu ya. Aku kembali duduk sambil bersungut. Tak lama, baru ada pengumuman. &lt;em&gt;Just information&lt;/em&gt;. Bukan permintaan maaf.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Seolah telat itu biasa. Mungkin memang biasa. Lihatlah, mereka sudah menyiapkan &lt;em&gt;box&lt;/em&gt; berisi 2 potong kue, yang segera diserbu penumpang. &lt;em&gt;Gilaning&lt;/em&gt;, ada juga &lt;em&gt;extra joss&lt;/em&gt;. Mungkin.. agar kuat menahan amarah. Aku pandangi wajah2 penumpang lain. Semua tenang, tidak ada yang risau, apalagi marah. Jangan-jangan lucu, jika aku protes. Konsumen memang selalu menjadi pihak yang dirugikan. Padahal dalam relasi produsen dan konsumen, produsen adalah entitas terbesar, karena memegang hak regulasi. Mestinya hak ini dibarengi tanggungjawab besar, bukan wewenang besar saja, seperti menjual tiket begitu penumpang terlambat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Aku hanya bisa kesal. Bukan aku sok Inggris, sok tepat waktu. Tapi jadwal perjalananku akan buyar, jika ada salah satu yang terkendala. Perjalanan pendek 2 hari, membuatku harus membuat &lt;em&gt;itenerary&lt;/em&gt; yang ketat. Aku sudah pegang tiket KA Medan-Rantau Prapat. Waktu memesan tiket ke &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://dennysb.multiply.com/&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Medan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;, beberapa hari sebelum berangkat, aku ditertawakan Ari, “Ini bukan Inggris, &lt;em&gt;mate&lt;/em&gt;”. Maksudnya, di Inggris itu biasa kita lakukan. Semua perjalanan harus diatur dengan ketat. Karena yakin, nyaris tidak ada yang meleset.  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Setelah ikut-ikutan minum &lt;em&gt;extra joss&lt;/em&gt;, akhirnya pukul 20.40, telat 85 menit, kami terbang juga. Berdoa agar selamat, dan kereta api terlambat berangkat. Tibalah di Polonia pukul 22.45. Bergegas ke stasiun KA. Taksi tiba pukul 23.05 dan mendapati pelataran stasiun yang melompong. Terang saja, jadwal KA khan 22.45. Uh..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;Kami lalu mencari alternatif. Menginap dan berangkat besok pagi, atau carter mobil. Tengah malam itu, dapat mobil yang mengantar ke Rantau Prapat, tapi harus membaya full 7 penumpang x Rp 75 ribu. Sudahlah, itu jumlah yang setara jika harus menginap. Bukankah lebih cepat sampai, lebih banyak waktu bercengkerama. Gara-gara &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.adamair.co.id/&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;the boutique airline&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;, eh gara-gara 85 menit jumlah pengeluaran melipat. &lt;em&gt;Gimana&lt;/em&gt; turis mau datang ke Parapat yang indah itu, jika jadwal pesawat --moda angkutan termahal-- saja jika tidak pasti. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Georgia;&quot;&gt;Setelah terkantuk-kantuk selama 5 jam di jalan yang tidak sepenuhnya mulus, kami tiba. Disambut dengan derai tawa, senda gurau kerabat. Dua tahun tidak pulang, pohon kekerabatan itu semakin rimbun. Dulu cuma sampai ranting keponakan, kini keponakan itu pun sudah bercabang. Aku sudah bercucu. Ah, aku semakin senja rupanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://latiefs.blogspot.com/feeds/114611585811754185/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8495426/114611585811754185' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8495426/posts/default/114611585811754185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8495426/posts/default/114611585811754185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://latiefs.blogspot.com/2006/04/butek-airline.html' title='The Butek Airline'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8495426.post-114559418404745066</id><published>2006-04-20T19:52:00.000-07:00</published><updated>2006-04-20T23:53:01.750-07:00</updated><title type='text'>Sepenggal Paris van Java</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;img src=&quot;http://www.asiatravelling.net/indonesia/bandung/images/bandung_gedung_sate.jpg&quot; align=&quot;left&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia;&quot;&gt;Dua tahun berlalu. Aku kembali menyusuri jalan ini. Keluar tol di Buah Batu, lalu menyusuri jalan Terusan Buah Batu. Aku membayangkan kemacetan akan menyambut, menjelang jembatan hingga perempatan by pass Soekarno Hatta. Lho, hamparan jalanan lebar melancarkan arus kenderaan. Wow, aku nanar, meski tak sampai gila sasar. Nyaris aku salah arah ke RM Laksana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia;&quot;&gt;Beruntung, perubahan itu tak sampai ke Laksana. Sambelnya tetap nyoss, melilit lidah dan menggelontor ludah serta desis kenikmatan. Apalagi teman kami, &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://dekaakbar.multiply.com/&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia;&quot;&gt;Mas Paijo Kondo-kondo&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia;&quot;&gt; yang baru sekali menjejak kaki ke Laksana. Memang, niat utama kami ke Bandung kali ini, adalah mengantar teman itu, yang sudah beberapa kali ke Bandung tapi cuma berpusing-pusing di daerah Lembang, Ledeng, Setiabudi. Kami sendiri, sejak kedatangan dua tahun lalu --sebelum merantau ke Norwich-- baru datang lagi kali ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia;&quot;&gt;Selesai makan, berteman hujan lebat, kami masuki daerah tengah. Di Cikapayang, aku tergagap. Bentangan jalan layang membuat bingung, ini Cikapayang atau Mampang (Jakarta). Jalan layang itu membuat Bandung bak kota yang bergegas. Rupanya jalan layang ini juga membunuh komunitas Balubur. Ada berapa banyak jiwa yang kehilangan masa silam. Nyaris semua anak ITB, pasti pernah menjelajah Pasar Balubur saat Opspek tiba. Mencari karung, bola plastik, tali temali.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia;&quot;&gt;&lt;img hspace=&quot;3&quot; src=&quot;http://cest-ma-maison.net/album/campus/aulasj.gif&quot; align=&quot;right&quot; /&gt;Kami berbelok ke jalan Ganesa. Mas Paijo menginginkan anaknya juga berwisata ilmu. Seperti yang biasa dilakukan orang di &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://latiefs.blogspot.com/2005/07/berlayar-ke-lembah-ilmu.html&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia;&quot;&gt;Cambridge&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia;&quot;&gt; sana. Mesjid Salman, masih seperti yang dulu. Lantai kayu yang mengkilat, orang belajar bersama, dan aturan &lt;i&gt;no smoking&lt;/i&gt; sejak &lt;i&gt;baheula&lt;/i&gt;. Sedikit berbeda pada gedung kantin, meski menu dan cara penataan makanan tetaplah serupa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia;&quot;&gt;Karena perjalanan hany sehari, dan ini kali pertama mas Paijo punya guide (ck..ck..ck.), kami berusaha mengelilingi seluruh Bandung. Di kawasan Setiabudi, kami disambut ratusan billboard yang tak lagi menyisakan pemandangan. Deretan segala pedagang, tak ayal membuat suasana tidak teratur. Macet. Selain Setiabudi, di Bandung kini tersebar banyak pusat keriaan, macam Dago, jalan Riau. Entah bagaimana kondisi alun-alun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia;&quot;&gt;Padahal, jika pusat kota terpadu macam alun-alun --ada terminal kebun kelapa (dulu), dekat stasion KA, ada alun-alun, banyak pertokoan--, maka pengaturan lalulintas, dan &lt;strong&gt;area jalan kaki&lt;/strong&gt; lebih mudah. Aku membayangkan jika pada akhir pekan pemda Bandung menerapkan sistem Park and Ride, yang sudah teruji ampuh menekan kemacetan. Maka, para pelancong Jakarta itu pun &quot;dipaksa&quot; memarkir mobilnya, dan beralih ke bus kota yang nyaman. Bergerak bebas menyusuri &lt;em&gt;factory outlet&lt;/em&gt; yang menjamur, mencicipi makanan yang jadi enak karena banyak dipublikasikan, serta membeli barang benar-benar baru yang dilabeli barang bekas di &lt;em&gt;babe&lt;/em&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia;&quot;&gt;Hari hampir berganti. Setelah kesusahan mencari makanan, karena deretan pedagang di Simpang Dago sudah bergeser, kami meninggalkan Bandung, yang malam itu masih saja hangat&lt;/span&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://latiefs.blogspot.com/feeds/114559418404745066/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8495426/114559418404745066' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8495426/posts/default/114559418404745066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8495426/posts/default/114559418404745066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://latiefs.blogspot.com/2006/04/sepenggal-paris-van-java.html' title='Sepenggal Paris van Java'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8495426.post-114463895459941071</id><published>2006-04-09T19:57:00.000-07:00</published><updated>2006-04-14T23:03:32.380-07:00</updated><title type='text'>Sepi nan Sepoi di UI</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia, times new roman, times, serif;&quot;&gt;&lt;img hspace=&quot;3&quot; src=&quot;http://web.uvic.ca/hrd/indonesian/images/rektorat.jpg&quot; align=&quot;left&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia;&quot;&gt;Suara klakson menyeru bertautan. Tapi itu tak membuatku menggegas langkah. Dengan perlahan kutapaki zebra cross di halte bis kuning, tak memedulikan pengendara yang terus menekan tombol klakson. Agaknya ia mau meberitahu dunia: hei, ada orang tolol nih lagi nyebrang. Ah, peduli syaiton. Ini penyeberangan, ini kampus. Orang terdidik, mestinya tau zebra cross tempat orang melintas dengan aman. Sesama pengguna jalan memiliki hak sama. Di rontal mana engkau membaca, bahwa pengendara mobil berkasta lebih mulia daripada pejalan kaki. Mpu mana yang mengajarmu, kalau engkau memiliki mobil maka engkau telah berkasta brahmana, lebih mulya dari pejalan kaki sudra itu. Aku berlalu tiada berlawan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia;&quot;&gt;Buat apa kuganggu hari indah ini dengan persoalan kecil macam itu. Kuhirup udara segar di hari yang mulai menaik. Menyusuri trotoar, menyapa penyapu jalan. Aku selalu menyukai suasana kampus UI pagi dan sore hari. Jalanan luas, trotoar (meski &lt;i&gt;grajal grujul&lt;/i&gt;, pepohonan hijau, danau, halte bis, dan kereta api mengingatkan pada kampung kecil tercinta, Norwich. Mungkin karena luasnya yang tidak jauh berbeda pula. Aku selalu mengkhayal, sebagai kampus --jika mau--, UI bisa menjadi laboratorium contoh sistem lalulintas yang baik. Juga sistem penataan kota.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia;&quot;&gt;Tapi dekat dengan bundaran psikologi, ada hal yang membuatku tersenyum simpul. Disitu, ada tanda larangan parkir dwi-bahasa, plus ancaman denda untuk melepas &lt;i&gt;clamp&lt;/i&gt;. Pastilah inisiatornya, alumni luar negeri yang mahfum efektifitas sebuah denda dalam penegakan aturan. Namun ohoii.. persis dibawah rambu itu, dipasangi drum berisi semen, menjorok 1 meter dari trotoar. Tujuannya pastilah agar tidak ada yang parkir disana. Seharusnya, warga UI yang notabene cerdik cendekia terpelajar, &lt;u&gt;memprotes&lt;/u&gt; ini. Bukankah perbedaan mendasar orang terdidik dengan yang tidak adalah kepandaian membaca simbol. Tidak cukupkah rambu dwibahasa tadi sebagai larangan. Lain hal, jika ini terminal, dimana garis pembatas jalan pun harus dibuatkan tembok, baru tidak dilanggar. ....&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia;&quot;&gt;&lt;em&gt;&lt;a href=&quot;http://latief.multiply.com/journal/item/147 &quot;&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;round about&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; &lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://latiefs.blogspot.com/feeds/114463895459941071/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8495426/114463895459941071' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8495426/posts/default/114463895459941071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8495426/posts/default/114463895459941071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://latiefs.blogspot.com/2006/04/sepi-nan-sepoi-di-ui.html' title='Sepi nan Sepoi di UI'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8495426.post-114389061104197696</id><published>2006-03-31T20:02:00.000-08:00</published><updated>2006-04-14T23:05:27.510-07:00</updated><title type='text'>Menatap Blair di Tanah Air</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:&#39;georgia,;&quot;&gt;&lt;center&gt;&lt;img hspace=&quot;3&quot; src=&quot;http://img.photobucket.com/albums/v600/alsiregar/blair.jpg&quot; /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia;&quot;&gt;Jarum jam sudah berlalu beberapa menit dari angka 11. Tapi &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.sctv.co.id/&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia;&quot;&gt;di layar&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia;&quot;&gt; masih tersiar pertandingan sepakbola. Padahal aku sudah menunda jam berenang, hanya untuk melihat Haji Awan, live dari istana. Lalu, wajah itu muncul. Ia mengabarkan kedatangan PM Inggris, &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://latief.multiply.com/journal/item/62&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia;&quot;&gt;Tony Blair&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia;&quot;&gt; ke Indonesia. Mulai dari pertemuan empat mata dengan Presiden, bertemu tokoh Islam, dan rencana ke pesantren Darunnajah, di Ulujami sana.&lt;/span&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia;&quot;&gt;Hingga ia masuk ke bagian “menarik” ini: “Saudara, hal yang menarik adalah, Tony Blair berjalan kaki dari istana ke kantor Presiden”. Aku langsung berpandangan dengan Ari. Sebagai orang Inggris &lt;i&gt;sepuhan&lt;/i&gt; atawa palsu, tentu saja kami tak heran dengan acara jalan kaki itu. Ternyata koran pun mengangkat bagian ini, menjadi hal menarik dari kunjungan Blair, selain pakaian casual yang ia kenakan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia;&quot;&gt;Aku membayangkan, jika pihak media &lt;i&gt;Downing Street&lt;/i&gt; mengumpulkan semua pemberitaan tentang bossnya. Pastilah bagian jalan kaki dan pakaian casual ini menjadi perbincangan hangat. &lt;a href=&quot;http://latief.multiply.com/journal/item/146&quot;&gt;MI-5 dipanggil&lt;/a&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://latiefs.blogspot.com/feeds/114389061104197696/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8495426/114389061104197696' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8495426/posts/default/114389061104197696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8495426/posts/default/114389061104197696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://latiefs.blogspot.com/2006/03/menatap-blair-di-tanah-air.html' title='Menatap Blair di Tanah Air'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8495426.post-114363953407766487</id><published>2006-03-29T05:28:00.000-08:00</published><updated>2006-04-14T23:06:12.553-07:00</updated><title type='text'>Menyambut Raksasa</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;img height=&quot;150&quot; hspace=&quot;3&quot; src=&quot;http://www.amin.org/cartoon/2005/april/baha/big/11.jpg&quot; width=&quot;250&quot; align=&quot;left&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia;&quot;&gt;Ada yang menarik pada sebuah toko dekat rumah kami di Norwich, Inggris. Toko Burrel and Son, yang berdagang alat rumah tangga macam ember, sapu, dan paku genap berusia seabad. Selain memasang spanduk besar tanda syukur, hari itu radio BBC Norwich pun siaran langsung dari toko yang terletak di jalan Unthank Road tersebut. Kepada warga yang melintas, sekelompok orang membagikan selebaran. Selebaran yang sama ditempel di kaca toko-toko seputaran &lt;em&gt;Burrel and Son&lt;/em&gt;. Isinya: mengajak warga menolak pendirian supermarket &lt;em&gt;Tesco&lt;/em&gt;. Karena berada di jalan Unthank, maka toko baru itu disebut Unthank Tesco. Agaknya, para aktivis yang menolak Tesco, memanfaatkan ulang tahun seabad Burrel&amp;amp;Sons sebagai momentum perlawanan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia;&quot;&gt;Aku teringat kisah yang terjadi beberapa bulan lalu itu, saat membaca berita supermarket &lt;strong&gt;GIANT&lt;/strong&gt; di Margo City menyebabkan kemacetan. &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://margocity.com/MCsquare_ProgressReport/indexprogress.htm&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia;&quot;&gt;Margo City&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia;&quot;&gt;, pertokoan besar tentu tak sebanding dengan &lt;em&gt;Unthank Tesco&lt;/em&gt;, yang menilik luas tanahnya hanya akan sebesar gerai Indomaret yang kini tersebar di banyak komunitas warga. Lewat sebuah proses panjang dan demokratis, akhirnya Unthank Tesco gagal berdiri. Sedangkan Giant, meskipun sempat diancam tidak diresmikan walikota, karena belum memenuhi berbagai persyaratan, seperti pembangunan jalur lambat dan gorong-gorong pembuangan air, tetap beroperasi. Sebuah perbedaan mencolok akan kita lihat nanti. &lt;a href=&quot;http://latief.multiply.com/journal/item/145&quot;&gt;&lt;U&gt;Kembali ke Norwich...&lt;/U&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://latiefs.blogspot.com/feeds/114363953407766487/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8495426/114363953407766487' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8495426/posts/default/114363953407766487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8495426/posts/default/114363953407766487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://latiefs.blogspot.com/2006/03/menyambut-raksasa.html' title='Menyambut Raksasa'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8495426.post-114302702021202657</id><published>2006-03-22T03:27:00.000-08:00</published><updated>2006-03-22T03:30:20.223-08:00</updated><title type='text'>Seribu Air Seribu Masalah</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;img style=&quot;WIDTH: 171px; HEIGHT: 171px&quot; height=&quot;200&quot; hspace=&quot;4&quot; src=&quot;http://collectiblefun.com/gif/collectible-fun-lg57.jpg&quot; width=&quot;160&quot; align=&quot;left&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia;&quot;&gt;Kokok ayam menyeru-nyeru membawaku bangkit dari peraduan. Diluar, pagi masih kelam. Semakin paripurna untuk melanjut tidur, karena hujan titik merintik. Tapi gegas aku berdiri. Ada sesuatu dari perut yang paling dalam, yang meronta ingin melesak. Sesaat, aku sudah berada dalam permenungan. Menikmati salah satu karunia dengan penuh ikhlas. Selesai, kubasuh tangan dengan sabun cair antiseptik. Di pagi yang masih buta ini, peracunan air dan bumi telah kumulai.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia;&quot;&gt;Beberapa jenak, aku mulai mandi. Diawali menggunakan shampo, lalu sabun. Selesai, aku mengoleskan deodoran ke bawah ketiak, memakai tonik untuk rambut yang mulai masuk musim &lt;i&gt;autumn&lt;/i&gt;, menumpahkan &lt;i&gt;body splash&lt;/i&gt;, dan menyemprotkan parfum. Di kamar mandi, Ari mulai byur..byur. Pastilah ia menggunakan bahan kimia yang lebih banyak. Pun nanti, dalam hal mengolesi badan serta rambut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia;&quot;&gt;Disaat kami berkemas, mbak Siti sang &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://arisemut.multiply.com/journal/item/25&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia;&quot;&gt;bedinda&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia;&quot;&gt;, sudah datang dan memulai aktivitas yang tak kalah seru. Merendam cucian dengan deterjen, mencuci piring, mengepel lantai dengan cairan pewangi, menggosok lantai kamar mandi, mengusir lalat dan nyamuk dengan semprotan, mengkilatkan kaca, memoles meja, dan nanti menyetrika pakai cairan pewangi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia;&quot;&gt;Nah, di pagi hari saja, 3 orang warga bumi sudah menggunakan air berliter-liter dan 25 (7 + 10 + 8) bahan kimia yang meracuni air dan udara. Dulu di sewaktu di Arab, pihak hotel memamasang pesan di dekat gantungan handuk. Bunyinya kira-kira begini: “Ada jutaan handuk yang dicuci setiap hari. Itu membutuhkan ribuan liter detergen dan ribuan galon air. Sayangilah bumi dan anak cucu. Jika anda berkenan, jangan buru-buru mengganti handuk”. Sebagai sebuah pesan, tentulah ia mendapat berbagai tanggapan. Ada yang bilang, ini akal-akalan pihak hotel, agar mereka tak mengganti handuk setiap hari.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia;&quot;&gt;&lt;img height=&quot;180&quot; hspace=&quot;3&quot; src=&quot;http://www.uea.ac.uk/menu/admin/rsd/accom/profiles/images/Riverside.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;img height=&quot;180&quot; src=&quot;http://www.rpfuller.com/photographs/Yorkshire/York/River/2002_1228_113820AA_640.JPG&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Pinggir sungai Norwich dan York, UK&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia;&quot;&gt;Pagi ini di radio, aku mendengar : &lt;strong&gt;Ada 100 juta rakyat Indonesia yang tidak mempunyai akses kepada air bersih. Padahal, setelah udara, air adalah kebutuhan dasar kedua yang paling dibutuhkan manusia&lt;/strong&gt;. Akibatnya banyak warga yang tinggal di bantaran kali, mengotori kali yang sudah kotor menjadi semakin kotor&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia;&quot;&gt;Padahal &lt;i&gt;setting&lt;/i&gt; kota-kota lama, selalu berpusat di dekat air, sang sumber kehidupan. Sayang, kota-kota macam itu, tersisa di negara maju sana. Disana, sungai adalah sumber kehidupan, keindahan, dan kenyaman. Sementara kita. Jawablah!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://latiefs.blogspot.com/feeds/114302702021202657/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8495426/114302702021202657' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8495426/posts/default/114302702021202657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8495426/posts/default/114302702021202657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://latiefs.blogspot.com/2006/03/seribu-air-seribu-masalah.html' title='Seribu Air Seribu Masalah'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8495426.post-114239242968573344</id><published>2006-03-14T18:56:00.000-08:00</published><updated>2006-04-14T23:09:11.453-07:00</updated><title type='text'>Republik (kereta api) Indonesia</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;center&gt;&lt;img style=&quot;WIDTH: 365px; HEIGHT: 182px&quot; height=&quot;265&quot; src=&quot;http://www.nicholsoncartoons.com.au/cartoons/new/2005-04-23%20Joh%20Bjelke%20Petersen%20for%20Canberra%20train%20450.JPG&quot; width=&quot;385&quot; /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia;&quot;&gt;Sia-sia aku bergegas memburu kereta. Kereta sudah di peron saat aku tiba di depan loket stasiun UI. Ada beberapa orang yang sedang antri. Tergoda untuk berbuat “curang”, dengan membayar di atas. Tapi akhirnya aku putuskan membeli tiket, meski harus telat. Penjaga loket menukas yakin: “15 menit lagi”, ketika kutanya jadwal berikutnya. &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia;&quot;&gt;Aku lalu larut dalam kepikukan stasiun, yang tak beda dengan pasar. Ada wartel, rental komputer, &lt;i&gt;game stasion&lt;/i&gt;, hingga warung seafood. Dulu, 9 tahun lalu saat aku berkantor di &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://gatra.com&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia;&quot;&gt;Wisma Kosgoro&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia;&quot;&gt;, dan pemegang tiket bulanan, suasana stasiun masih resik. Sejauh mata memandang, hijau, “hijau”, dan rindang. Pertumbuhan ekonomi begitu pesat rupanya, sehingga setiap jengkal tanah harus bertunas uang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia;&quot;&gt;15 menit janji berlalu, kereta tak juga nongol. Setengah jam. Lalu, menit ke 40 kereta pun datang. Penjaga mengumumkan, kereta ini penuh, tidak usah memaksakan naik. Kereta berikutnya akan datang 10 menit. Kereta memang sudah bak bersayap, saking banyaknya yang bergelantung. Janji 10 menit lagi, tapi tidak, aku tak mau tertipu. Tadi katanya 15 menit, nyatanya 40 menit. &lt;a href=&quot;http://latief.multiply.com/journal/item/143&quot;&gt;...&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:georgia;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://latief.multiply.com/journal/item/143&quot;&gt;bergelantungan.... &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://latiefs.blogspot.com/feeds/114239242968573344/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8495426/114239242968573344' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8495426/posts/default/114239242968573344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8495426/posts/default/114239242968573344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://latiefs.blogspot.com/2006/03/republik-kereta-api-indonesia.html' title='Republik (kereta api) Indonesia'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry></feed>