<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-7458036</atom:id><lastBuildDate>Mon, 07 Oct 2024 04:59:01 +0000</lastBuildDate><category>Didik</category><category>Elisa</category><category>Harapan</category><category>Naaman</category><category>Natal</category><category>Roh</category><category>Salomo</category><category>altruism</category><category>care</category><category>celebrity</category><category>community</category><category>dos</category><category>jalan yg patut</category><category>karl barth</category><category>kebenaran</category><category>love</category><category>neo ortodoksi</category><category>pelayanan</category><category>penebusan</category><category>pengkhotbah</category><category>renungan minggu</category><category>sia-sia</category><category>teologi liberal</category><title>Pikiran Donny</title><description>Donny A. Wiguna, ST, MA, CFP® QWP® AEPP® QFE. Perencana Keuangan Profesional. Pengajar Keuangan. Pengikut Kristus.</description><link>http://pikiran-donny.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Donny A. Wiguna)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>169</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7458036.post-6186114820572016847</guid><pubDate>Tue, 25 Apr 2017 16:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-04-25T23:02:14.685+07:00</atom:updated><title>Mematikan Api, Merajut Kembali</title><description>&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;SEANDAINYA SAJA Pilkada DKI Jakarta yang lalu diisi oleh adu program, adu cerdas bagaimana membangun Ibukota, maka perhelatan Pilkada DKI Jakarta hanya bagian dari hidup warga kota DKI Jakarta saja. Tidak ada urusannya dengan orang dari luar Jakarta. Seandainya saja isu-isu yang diangkat hanya seputar apa yang disediakan di Jakarta, entah itu rumah, atau transportasi, atau kesehatan di Jakarta, itu adalah urusan orang Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Namun, saat yang ditunjukkan adalah semangat anti korupsi, tentang bagaimana Gubernur berani menolak APBD yang diberi muatan siluman bertriliun-triliun, keteladanan itu menggugah seluruh rakyat Indonesia. Ketika yang diperlihatkan adalah bagaimana dengan anggaran yang sama dengan tahun sebelumnya (karena ribut soal anggaran) tetapi pertumbuhan pembangunan terlihat nyata -- itu membuat ngiler semua rakyat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Oh, seandainya saja Gubernur di propinsi saya seperti Ahok! Dia tidak korupsi, benar-benar bersih, transparan -- kita bisa melihat segala pertemuannya di youtube dan laporan pemakaian anggaran di website resmi Pemda DKI -- dan menjalankan segala sesuatu secara profesional. Gubernur yang tahu betul soal hukum dan aturan, yang paham betul prosedur, dan secara nyata bekerja di dalam sistem. Seharusnya, sepantasnya, beginilah Gubernur di seluruh Indonesia! Kita punya Presiden yang bersih, juga punya Gubernur yang bersih. Indonesia bisa bersih!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Jadi, terjadi pergeseran dari soal memilih siapa Gubernur, menjadi seperti apakah Gubernur itu seharusnya. Rakyat sudah muak dengan korupsi. Sudah jenuh dengan perilaku pemburu duit negara yang dengan sombong memperkaya diri, meminta dilayani, padahal mereka tidak mengerjakan apa yang seharusnya dikerjakan. Ini bukan hanya kisah pembangunan DKI Jakarta, melainkan kisah seluruh propinsi di Indonesia, tanpa kecuali. Apa yang terjadi di Jakarta, juga diharapkan terjadi di seluruh Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Hukum harus ditegakkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Menghukum rakyat kecil itu tidak susah. Kejahatan jalanan, atau muda mudi yang dekat melewati batas (baca: mereka berada terlalu dekat dalam satu area, bukan berhubungan intim), bisa jadi sasaran hukuman yang hebat dan terus terang terlihat lebih biadab dibandingkan kesalahan yang dilakukan. Lihat saja bagaimana&lt;a href=&quot;http://ragam.analisadaily.com/read/langgar-hukum-syariah-dua-muda-mudi-ini-dihukum-cambuk/201328/2015/12/29&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt; muda mudi yang melanggar syariah dihukum cambuk&lt;/a&gt; di Banda Aceh. Gila, jaman sekarang masih pakai hukum cambuk?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Bandingkan dengan perbuatan &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.acehhariini.com/2017/04/17/kasus-korupsi-650-miliar-mata-desak-gubernur-aceh-lapor-ke-kpk/&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;korupsi dana Otonomi Khusus Aceh&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&amp;nbsp;tentang pemakaian dana bantuan ekonomi bagi mantan GAM, sebesar Rp 650 Miliar. Apakah Gubernur Aceh berani menyidik dan menangkap pelakunya di bawa ke tengah-tengah alun-alun untuk dihukum? Atau, beranikah membawa kasus ini ke KPK di Jakarta untuk ditindaklanjuti?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Mencambuki punggung anak muda tidak susah. Bisakah mencambuki punggung koruptor dan raja preman yang menyengsarakan rakyat di satu kota, atau kabupaten? Apa yang dilakukan oleh Ahok, dia membongkar kemaksiatan Kalijodo, mengubahnya jadi ruang publik terpadu ramah anak. Dia tidak mencambuki perempuan dan laki-laki, tetapi Ahok mematikan usaha dan sumber duit sejumlah cukong dan pengusaha yang mengeksploitasi perempuan. Tidake ada lagi bisnis pelacuran di sana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Ahok dengan caranya telah menyalakan api yang membakar koruptor, menghilangkan bertriliun-triliun Rupiah dari anggaran yang biasanya bisa dikorupsi. Ini bukan soal program, melainkan tentang prinsip yang dilaksanakan dengan konsisten dan tidak pandang bulu. Sesuatu yang tidak pernah terdengar dilakukan oleh seorang Gubernur di Indonesia dalam kurun waktu puluhan tahun. Api ini menakutkan banyak pihak yang selama ini menikmati kekayaan Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pihak-pihak ini tidak tinggal diam. Api dilawan dengan api. Bagaimanapun juga, Gubernur seperti Ahok harus dihentikan. Bila Ahok secara prinsip menyatakan pemerintahan yang bersih, transparan, dan profesional, maka lawan menyatakan prinsip agama. Pemerintahan harus dipimpin orang Islam. Biar korup pun, prinsipnya lebih baik dikepalai oleh orang Islam yang bejat, daripada non-Muslim yang bersih. Api ini disambut dengan gembira oleh banyak cukong dan pengusaha yang selama ini kehilangan banyak uang di Jakarta karena ketegasan Ahok.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Setiap orang punya kelemahan, dan dalam diri Ahok kelemahannya adalah kata-kata yang dikeluarkan. Dia membuka peluang dengan kata-kata &#39;Al-maidah 51&#39; nya. Langsung disambar oleh Buni Yani, yang dengan bodoh mau saja disuruh -- sekarang dia sendiri harus berhadapan dengan hukum dan menjadi tersangka. Tapi, kobaran api terus diberi segala bumbu hebat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Maka, tidak pernah dalam sejarah Indonesia kita melihat ada gelombang demo anti penista agama sebesar itu. Sasaran yang dituju bukan hanya Ahok, melainkan juga Presiden Joko Widodo yang sama-sama berprinsip bersih anti korupsi. Demo-demo itu adalah peristiwa yang gila, yang berbahaya bagi rakyat, karena berniat membenturkan rakyat jelata yang dihasut dengan polisi dan tentara. Kita menemukan betapa hebatnya polisi dan TNI menjaga kesatuan bangsa: banyak polisi yang harus masuk rumah sakit diserang demonstran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Api ini menyebar dengan meruntuhkan jembatan-jembatan antar kelompok masyarakat. Islam terpisah dari Kristen, Buddha, Hindu, Konghucu. Islam Sunni terpisah dari Islam Syiah. Islam Sunni moderat terpisah dari Sunni Wahabbi. Api yang membakar jembatan persatuan ini terus menyala dan menghilangkan pertemanan. Banyak yang mengalami unfriend di sosmed facebook. Cyber bullying menggila.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Apakah setelah Pilkada DKI usai, apinya padam? Karena yang menjadi pokok adalah hal prinsip, tidak mudah mematikan api radikalisme itu. Orang harus berpikir ulang tentang apa yang dipercayainya -- tadinya ia didorong untuk percaya bahwa agama lebih utama dari segala sesuatu, lebih daripada negara. Bagaimana ia dapat kembali berpikir sebaiknya kita semua hidup bersama dalam ideologi Pancasila? Dia sudah yakin kalau ajaran yang diterimanya mutlak benar -- artinya semua yang lain itu salah, dan yang salah harus dimusnahkan atau ditaklukkan. Ajaran itu bukan berasal dari kitab suci, melainkan dogma dari pemimpin agama. Tafsir yang dibuat sekehendak hatinya, toh tidak ada yang berani protes.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Jika api ini tidak dipadamkan, kobarannya bukan hanya menelan Presiden atau Gubernur, tapi juga bisa memusnahkan sendi-sendi dasar negara. Merusak Negara Kesatuan Republik Indonesia, karena punya pikiran picik bahwa paling penting mengutamakan syariah agama dalam pemerintahan khilafah. Ini adalah pokok-pokok yang disuarakan ormas semacam HTI tanpa ragu-ragu. Mau perang, mau mati, mereka sudah siap dengan sepenuh hati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Mereka seperti kanker yang berkembang tak terkendali, mengajak anak-anak muda untuk masuk ke dalam kefanatikan yang sama melalui potongan-potongan tafsir ayat agama sepihak dan semaunya. Bagaimana kanker dianggap enteng? Jika dibiarkan, negara ini bisa rusak dan menjadi seperti situasi di Timur Tengah, bedanya di sini ada sangat banyak kekayaan alam yang akan diperebutkan. Rakyat bodoh dan fanatik akan berjuang sampai berdarah-darah bahkan hilang nyawa, untuk sesuatu yang tidak mereka pahami, demi ilusi yang dimanipulasi nampak sungguhan. Kebodohan yang tidak ada batasnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Untuk melawan kanker, harus dilakukan isolasi. Harus berani mematikan sel-sel kanker. Pelaku terorisme harus ditangkap, demikian pula dengan guru-guru agama yang menyebar ajaran radikal yang menyesatkan. Orang-orang yang mengajar untuk tidak mensholatkan jenazah yang mendukung Ahok, harus ditindak. Jika mereka mau mendengar, mereka bisa belajar agama lagi dengan benar dan menyeluruh. Jika mereka sudah terlalu keras kepala, setidaknya jangan ijinkan untuk berkotbah lagi. Tidak ada tempat untuk radikal revolusioner.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Kita harus merajut kembali kebhinekaan dan hidup bersama, dengan kembali memberi hormat pada pilihan-pilihan yang berbeda. Allahmu berbeda dengan Allahku, tetapi kita hidup bersama di tanah air yang sama. Kita harus belajar mengerti bahwa nilai-nilai spiritual itu tidak sama dengan politik yang pragmatis dan praktis. Beragama bukan tentang kekuasaan politik, dan fatwa bukanlah hukum positif negara. Dalam hidup bersama, setiap orang harus tunduk pada UUD 45, pada UU, serta turunannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sekalipun disebut imam besar, warganegara yang jadi tersangka harus hadir di panggilan polisi, harus hadir di pengadilan. Jika diputus inkracht bersalah, ya harus menjalani hukuman sama seperti warganegara lainnya. Ia mungkin imam besar di kelompoknya, tapi bagi umat agama lain, ia hanya warganegara biasa. Kalau mengacau, tempatnya adalah di penjara, suruh belajar lagi untuk bermasyarakat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Percayalah, TNI dan Polri masih sangat kuat untuk menindas para pengacau.&lt;/span&gt;</description><link>http://pikiran-donny.blogspot.com/2017/04/mematikan-api-merajut-kembali.html</link><author>noreply@blogger.com (Donny A. Wiguna)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7458036.post-3064892544821871934</guid><pubDate>Mon, 24 Apr 2017 10:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-04-25T17:02:00.262+07:00</atom:updated><title>Ahokers Kecewa? Gaklah</title><description>&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px;&quot;&gt;
Ahokers KECEWA....? Begini, bahkan Ko Ahok juga bilang kalau kalah ya sudah, diterima saja. Kalau memang Ahokers sejati, maka jika Ahok kalah, hanya akan mengatupkan tangan dan berdoa, terima kasih Tuhan, terjadilah kehendak-Mu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #1d2129; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;&quot;&gt;
Ahokers tidak kecewa karena Ahok kalah. Toh kalah dengan wajar, tidak ada kecurangan yg terlihat. Memang ada intimidasi, tapi tidak signifikan. Legal formal, Anies menang. Ahok tidak panas terus mengadu ke MK. Jadi, ya sudah. Hidup Ahok lebih mudah ka&lt;span class=&quot;text_exposed_show&quot; style=&quot;display: inline; font-family: inherit;&quot;&gt;lau tidak jadi Gubernur kok. Let&#39;s move on....&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;text_exposed_show&quot; style=&quot;background-color: white; color: #1d2129; display: inline; font-family: Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: inherit; margin-bottom: 6px;&quot;&gt;
Bagaimana jika Pak Anies jadi Gubernur? Ada banyak pertanyaan, dan ini adalah proses sebab-akibat. Sebab kita semua sudah melihat bagaimana Anies-Sandi mengungkapkan diri di debat pilkada, putaran pertama dan kedua. Sebab kita sudah melihat betapa absurd nya program yang dicanangkan oleh Anies. Ini bukan soal perasaan, bukan soal emosi &#39;jagoanku kok kalah&#39; melainkan kening yang mengernyit memikirkan, kalau kampanyenya begitu, bagaimana dengan prakteknya saat menjabat?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: inherit; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;&quot;&gt;
Karena, sangat menyebalkan jika rakyat dibohongi hanya karena ingin memenangkan pilkada. Pembohong itu tidak pernah disukai, dulu, sekarang, sampai selama-lamanya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: inherit; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;&quot;&gt;
Apakah karena tidak bisa move on, lantas merasa sebal melihat foto2 perayaan kemenangan pesta pora di jl wijaya?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: inherit; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;&quot;&gt;
Apakah karena mewek jagoan kalah, lantas merasa eneg menonton video bagi2 hadiah dari para pengusaha kaya yg membalikkan semua gambaran saleh semasa kampanye?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: inherit; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;&quot;&gt;
Tidak, Ahok kalah itu bukan masalah. Yang jadi masalah adalah Anies bilang bahwa programnya baru bisa dijalankan tahun 2019. Kenapa harus selama itu?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: inherit; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;&quot;&gt;
Apakah karena Anies sudah melihat sistem pemda DKI yg e-budgeting dan dijagai password, terhubung ke KPK dan BPK, sehingga tidak bisa kembali digarong sambil kongkalikong dengan oknum2 DPRD, seperti di saat2 Ahok memaki &quot;pemahaman Nenek Lu!&quot; -- jadi Anies butuh waktu untuk merombak semua yang dikerjakan Ahok?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: inherit; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;&quot;&gt;
Gak masalah Ahok gak jadi gubernur. Masalahnya adalah bila kemudian anggaran dikorupsi, pengelolaan kota tidak beres, preman beraksi, dan Jakarta kembali tidak enak untuk dihuni. Kekhawatiran ini beralasan dan tidak perlu menunggu sampai nanti serah terima jabatan. Lihat saja sekarang, selagi Ahok digantikan oleh Plt Gubernur, dan preman kembali berusaha berkuasa di Kalijodo.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: inherit; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;&quot;&gt;
Apakah setelah menang, Anies menunjukkan bahwa ia akan menjadi gubernur yang sama efektifnya dan siap mengatasi masalah DKI Jakarta yang kompleks, dengan banyak garong dan preman dan koruptor di setiap sudut kantor?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: inherit; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;&quot;&gt;
Ini bukan move on dari pihak yang kalah. Ini tuntutan move on kepada pihak yang menang. Anda memenangkan jabatan jadi pelayan rakyat, bukan jadi pemimpin yang seenaknya sendiri. Bisa move on?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: inherit; margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;&quot;&gt;
Karena, apapun yang terjadi di Jakarta, akan terjadi juga di tempat lain di negeri ini.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://pikiran-donny.blogspot.com/2017/04/ahokers-kecewa-gaklah.html</link><author>noreply@blogger.com (Donny A. Wiguna)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7458036.post-1467463973779064770</guid><pubDate>Fri, 17 Feb 2017 04:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-02-17T12:08:33.212+07:00</atom:updated><title>Mudah Bersama Danareksa Investment Management</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEitwH-0mSYlHDTSqeGOYRxSG_tCJgPsNp7DMMienSsC3H96ume8lcd0imsS9JlbvNEtpEWs4YTxvPQHbbtF1uHOJAwLtinRJiuVP-tsr5clDhOxeDAntEv7dKj3II_OtS1N46pyTA/s1600/hope.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;217&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEitwH-0mSYlHDTSqeGOYRxSG_tCJgPsNp7DMMienSsC3H96ume8lcd0imsS9JlbvNEtpEWs4YTxvPQHbbtF1uHOJAwLtinRJiuVP-tsr5clDhOxeDAntEv7dKj3II_OtS1N46pyTA/s320/hope.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;KEHIDUPAN ADALAH PERGUMULAN ANTARA HARAPAN DAN TANGGUNG JAWAB. Begitulah yang dihadapi orang: di saat harapannya tinggi untuk membeli rumah, atau membangun usaha, atau berjalan-jalan ke luar negeri, ia harus memenuhi tanggung jawab menafkahi keluarga, menyantuni orang tua, dan membayar uang sekolah anaknya. Kalau sudah dihadapkan pada pilihan, hati menjerit ingin liburan namun dompet tetap dikeluarkan dan uang dibayarkan kepada pihak sekolah. Biasanya, masa depan anak lebih penting.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Namun, pergumulan itu semakin berat karena kenyataannya kenaikan pendapatan tidak sebesar kenaikan biaya masuk kuliah setiap tahun, atau kenaikan harga rumah. Harapan semakin jauh dari jangkauan, sementara tanggung jawab semakin berat menekan. Beberapa orang memilih untuk tidak mengambil tanggung jawab keluarga; maka mereka pun memutuskan tidak menikah atau punya anak. Apakah memang harus demikian?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Di dunia keuangan,instrumen seperti Reksa Dana sudah lama diatur dalam UU No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. Bab IV UU ini isinya tentang Reksa Dana, yang dijabarkan dalam PP, diatur oleh peraturan dan keputusan Menteri Keuangan, serta diregulasi oleh OJK. Sayangnya, banyak orang yang masih lebih suka mencari bunga tinggi dan pasti dalam skema piramida money game, lantas kehilangan banyak hartanya di investasi bodong itu. Semua hanya karena ingin mendapat BUNGA PASTI yang sebenarnya tidak masuk akal. Bagaimana memastikan keuntungan besar di masa depan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Yang benar adalah, seharusnya orang mencari PROFESIONALISME PASTI yang disediakan oleh lembaga yang berpengalaman dan bereputasi seperti &lt;a href=&quot;http://reksadana.danareksaonline.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Investasi Reksa Dana Danareksa&lt;/a&gt;. Profesionalisme berarti suatu sikap dan cara kerja yang mengutamakan profesi, bekerja dengan sungguh-sungguh dan memenuhi berbagai peraturan yang ada, yang dengan pasti diberikan kepada Nasabah. Soal hasil dari investasi memang naik dan turun, tetapi jika pengelolanya pasti kerja sekuat tenaga, bukankah kita bisa merasa tenang?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Banyak yang mungkin merasa sukar dan rumit untuk mendapatkan profesionalisme pasti semacam itu. Mungkin itu hanya untuk korporasi besar -- kenyataannya, hari ini kebanyakan investor di reksa dana adalah korporat. Mungkin dahulu begitu, tetapi kini ada &lt;a href=&quot;http://reksadana.danareksaonline.com/produk/layanan-transaksi-reksa-dana/reksa-dana-online.aspx&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Investasi Reksa Dana Online DIM&lt;/a&gt; yang mudah diakses. Hanya tinggal klik saja tulisan itu!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Tapi... ah, jadi apa sih Reksa Dana yang diatur UU dan dikelola oleh &lt;a href=&quot;http://reksadana.danareksaonline.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Investasi Indonesia&lt;/a&gt; ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Sederhananya, bayangkan bahwa ada manajer &lt;a href=&quot;http://reksadana.danareksaonline.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Investasi Terbaik&lt;/a&gt; yang membuat penawaran kepada publik, yang disebut dengan &lt;b&gt;Prospektus&lt;/b&gt;. Karena mereka ini adalah manajer terbaik, ada perencanaan yang sangat bagus tentang bagaimana berinvestasi di pasar modal, misalnya bursa saham. Publik bisa mengambil bagian dalam investasi ini, masuk dalam Kontrak Investasi Kolektif yang telah disetujui oleh regulator yaitu OJK.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Bagaimana orang-orang berinvestasi? Mereka bisa menyerahkan uangnya untuk ditukar dengan unit penyertaaan modal, atau disingkat unit saja. Ketika baru diluncurkan satu unit nilainya Rp 1000. Jika orang menyerahkan dana Rp 1.000.000, setelah dikurangi biaya tertentu misalnya 1% atau Rp 10.000, maka nilai Rp 990.000 berubah menjadi 990 unit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Kok ada biaya? Ya ada, kan untuk formulir, administrasi, gaji pegawai, dan sebagainya dalam menerima dan mengadministrasi dana perlu dibayar dengan pantas, bukan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Jika seseorang telah menerima 990 unit tercatat dalam rekeningnya, jumlah itu tidak akan berubah selama tidak ada transaksi lain. Sementara itu, nilai per unit bisa naik atau turun tergantung dari besarnya kumpulan dana yang dikelola oleh manajer investasi, disebut sebagai Nilai Aktiva Bersih atau NAB. Waktu bursa saham bergairah dan nilai saham meningkat, demikian pula kumpulan dana alias Aktiva yang dikelola meningkat, dan NAB pun membesar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Dahulu Rp 1000, setelah lima tahun misalnya menjadi Rp 2000. Maka nilai investasi dari Rp 1 juta yang masuk, kini menjadi Rp 2000 x 990 = Rp 1,980.000. Ini hanya gambaran ya, karena dalam prakteknya kita tidak mungkin bisa mengetahui apakah lima tahun lagi NAB pasti menjadi dobel. Mungkin hanya naik 1,5x lipat. Mungkin juga naik 3x lipat. Siapa tahu? Tidak ada jaminan tentang nilai NAB di masa depan. Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Yang bisa dijamin adalah, selama kurun waktu ini manajer investasi akan memberikan profesionalisme yang pasti dalam segala keputusan dan pilihannya. Tidak main-main. Tidak sembarangan. Ada analisa fundamental dan analisa teknikal yang rumit dan sukar dijelaskan secara awam tentang bagaimana menghitung dan memilih jual beli saham. Yang perlu kita ketahui, semua itu dikerjakan dengan serius.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Maka, nilai investasi di reksa dana saham baru bisa dinilai setelah kurun waktu minimal 3 tahun, dan dianjurkan untuk ditarik setelah melalui periode minimal 5 tahun. Harus ada cukup waktu bagi manajer investasi mengelola dan meningkatkan nilai investasinya. Toh, waktu yang dibutuhkan masih tersedia cukup besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Cukup lama waktu untuk berinvestasi secara teratur, agar belasan tahun lagi bisa menarik dana untuk bayar kuliah anak selama 4 tahun, dari bayar uang masuk hingga bayar uang wisuda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Cukup lama waktu untuk berinvestasi mengumpulkan dana pensiun, sehingga saat rambut telah memutih dan tenaga tidak lagi kuat bekerja, ada dana yang membebaskan diri dari mencari uang. Hidup dan kejarlah aspirasi Anda!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Cukup lama waktu untuk berinvestasi menyediakan sebuah kumpulan dana abadi, yang nilainya bisa dicairkan secara berkala untuk menyokong Yayasan Sosial yang dibangun untuk sebuah tujuan mulia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Jika Anda masih membutuhkan penjelasan tambahan, silakan hubungi saya. Atau, langsung saja klik&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://reksadana.danareksaonline.com/produk/layanan-transaksi-reksa-dana/reksa-dana-online.aspx&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Investasi Reksa Dana Online DIM&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dan mengambil langkah pertama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Selamat membangun Masa Depan!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://reksadana.danareksaonline.com/produk/layanan-transaksi-reksa-dana/reksa-dana-online.aspx&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;80&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNtu_WDc8HMJ8LQB07lZNitOPgvN8LvIKzE60QtcgRPzE7IG-0Xdzd8y3b-oakeiPylOEkAwMhUwkhkQ1lsiU-0uNVvgfVNQPsMUWRooOzlG3tWqlQpBFMvs8reNqiyo0ewG-wbg/s320/banner-1.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Donny A. Wiguna, CFP&lt;br /&gt;0818-222-634&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #494a4c; font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;calibri&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot;; font-size: 13px; text-align: justify;&quot;&gt;Artikel ini diikutsertakan dalam kompetisi blog ‘Blogging Competition - Reksa Dana Online DIM, Investasi Aman dan Mudah’. Isi dan tulisan dari artikel/&lt;/span&gt;&lt;em style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; color: #494a4c; font-family: verdana, calibri, arial; font-size: 13px; line-height: inherit; text-align: justify;&quot;&gt;blog post&lt;/em&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #494a4c; font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;calibri&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot;; font-size: 13px; text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;ini diluar tanggung jawab Danareksa Investment Management&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://pikiran-donny.blogspot.com/2017/02/mudah-bersama-danareksa-investment.html</link><author>noreply@blogger.com (Donny A. Wiguna)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEitwH-0mSYlHDTSqeGOYRxSG_tCJgPsNp7DMMienSsC3H96ume8lcd0imsS9JlbvNEtpEWs4YTxvPQHbbtF1uHOJAwLtinRJiuVP-tsr5clDhOxeDAntEv7dKj3II_OtS1N46pyTA/s72-c/hope.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7458036.post-5107138259323701095</guid><pubDate>Wed, 17 Aug 2016 04:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-08-17T11:49:03.308+07:00</atom:updated><title>INDONESIA KERJA NYATA</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHTMzI9rE68NjhFjIScOPWLM3CllgG6dm_M-8GPsZDG3zYFrpYlpDt90VPb6uNS3Xplltfz7KNHitDhmq9YpzoMUosUBFwdJUiQDPII-pcIwkrUyyYes7A5Jwtoeg9zO8uVH9tGg/s1600/logo_71.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;226&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHTMzI9rE68NjhFjIScOPWLM3CllgG6dm_M-8GPsZDG3zYFrpYlpDt90VPb6uNS3Xplltfz7KNHitDhmq9YpzoMUosUBFwdJUiQDPII-pcIwkrUyyYes7A5Jwtoeg9zO8uVH9tGg/s320/logo_71.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;Apa artinya Kerja Nyata? Dalam perayaan Dirgahayu Indonesia Ke-71, motto yang dengan jelas diangkat adalah Kerja Nyata. Apakah makna yang bisa diperoleh dari sana? Untuk itu, mari sedikit mengulang sejarah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;Indonesia adalah wilayah yang besar dan kaya. Ada berbagai suku yang menempati 13.466 pulau, dengan berbagai hasil yang sangat berharga. Tanah pulau Jawa menjadi pusat peradaban, di sinilah bangsa-bangsa berdatangan. Dari arah barat, datang orang-orang India, membawa budaya dan agama. Candi Borobudur adalah bukti agama Buddha, di abad kesembilan oleh Dinasti Syailendra. Candi Prambanan adalah bukti agama Hindu, juga di abad kesembilan oleh Dinasti Sanjaya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;Bisa dibilang, kedua Dinasti ini berkompetisi. Satu Buddha, lainnya Hindu. Apakah mereka berperang? Tidak, mereka tidak saling bunuh. Yang mereka lakukan adalah kerja nyata, membuat keajaiban dunia. Sayangnya, di abad ke sepuluh terjadi letusan Gunung Merapi yang memaksa penduduk menyelamatkan diri, pindah ke Jawa Timur oleh Mpu Sindok yang membangun Dinasti Isyana. Di abad ke-16, gempa bumi kembali meruntuhkan sebagian candi di Prambanan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXjVSEbHD01EJVqPohpp1EhWPVq-d2Yy5xugPgz9Li37rXvbKL0gKrXSYiJyroTFNOHn8DVe8Qoxg4Ya4s9Gh7ROWwwlU0ZKr1sU1-ddIt6CgeMKK3QxuToK0yTZXGg-vFQJbeEA/s1600/276.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;213&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXjVSEbHD01EJVqPohpp1EhWPVq-d2Yy5xugPgz9Li37rXvbKL0gKrXSYiJyroTFNOHn8DVe8Qoxg4Ya4s9Gh7ROWwwlU0ZKr1sU1-ddIt6CgeMKK3QxuToK0yTZXGg-vFQJbeEA/s320/276.JPG&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;Kerajaan Majapahit yang didirikan oleh Raden Wijaya berkuasa antara akhir abad ke-13 hingga awal abad ke-16. Dengan pusat di Trowulan, Jawa, Kerajaan Majapahit mempunyai area kurang lebih serupa dengan Indonesia saat ini. Puncak kejayaan Majapahit ada pada masa raja Hayam Wuruk, berkuasa 1350-1389. Banyak hal dalam kebudayaan di seluruh Indonesia, dibangun di dalam Kerajaan Majapahit; ini juga adalah kerja nyata. Majapahit adalah leluhur dari Bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal kerja nyata berdirinya Majapahit, itu adalah sejarah yang menakjubkan, melibatkan perang dengan pasukan Kublai Khan dari Mongol, datang dengan 1000 buah kapal... ini mungkin ditulis dalam posting lain. Singkat kata, Indonesia sudah lama menjadi bangsa yang besar. Sayangnya, kita melupakan kebesaran itu, seperti orang-orang yang melupakan masa lalu candi Borobudur dan candi Prambanan. Dibutuhkan ketekunan orang Barat untuk menemukan kembali kebesaran Indonesia!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;Mungkin ada keserakahan dan kebodohan yang melanda bangsa ini, sehingga sedikit orang-orang Belanda, Portugis, Inggris dari tempat yang jauh, bisa menguasai dan menjajah. Kebodohan yang membuat orang-orang kehilangan rasa hormat pada diri sendiri, kehilangan rasa hormat pada bangsa sendiri. Kita belajar lagi dari orang Belanda tentang kemanusiaan dan menjadi cerdas. Kita belajar lagi dari orang Jepang tentang kehormatan, tentang lebih baik mati daripada hidup tidak terhormat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;Dari pengetahuan itu, sejak awal abad ke-20, kesadaran untuk merdeka muncul. Bersatu sebagai Indonesia, tanah dan air dan langit menjadi saksi proklamasi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kemerdekaan adalah hak kita, hak segala bangsa. Tidak ada tempat untuk penjajahan, pilihannya hanya dua: Merdeka atau Mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerja Nyata rakyat Indonesia adalah menyatakan dan mempertahankan kemerdekaan ini, dengan menumpahkan darah dan air mata.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;Sayang, ternyata kemanusiaan dan kehormatan tidak cukup. Bangsa Indonesia waktu itu harus belajar untuk menjadi negara merdeka, berubah dari budaya yang terbentuk selama tiga abad. Lepas dari kebiasaan diperintah dan diberi tahu; itu tidak mudah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;Lagipula, negara boleh berdiri namun penguasaan dan penjajahan masih bisa berlangsung terus. Tidak harus jadi pemerintah untuk bisa menguasai. Ada banyak kepentingan yang ingin mengeruk kekayaan Indonesia, sementara orang Indonesia sendiri belum cukup pintar dan terampil untuk mengeksplorasi dan mengolah kekayaan negeri sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;Di utara ada Uni Sovyet, juga ada Cina. Setelah perang dunia kedua, Sovyet berperang dingin melawan Amerika. Kita mengingat sejarah pertempuran dari kedua blok itu di sepanjang sisi timur Pasifik: China vs Taiwan, Korea Utara vs Korea Selatan, Vietnam Selatan vs Vietnam Utara. Hari ini hanya Vietnam yang telah bersatu, Amerika Serikat sudah kalah dan meninggalkannya. Masih ada ketegangan di Korea, juga antara China daratan dengan Taiwan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;Kalau berpikir bahwa Indonesia luput dari perang dingin, mungkin kita keliru. Ketika Presiden Soekarno nampak mendekat ke Sovyet dan China, blok Amerika tidak akan tinggal diam. Eskalasi meningkat, sampai PKI yang merepresentasikan pihak China ingin menegaskan posisi kekuasaan. Terjadilah G30S PKI, yang membuka pintu bagi Amerika bekerja sama dengan Jenderal Soeharto mengambil alih kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama orde baru, tidak banyak yang dibangun; Indonesia menjadi pendiri dan penggerak Gerakan Non Blok, namun dari Amerika Serikat datanglah perusahaan-perusahaan besar yang mengeksploitasi di berbagai penjuru, dari Sumatra hingga Papua. Indonesia seperti kembali menjadi dinasti, Dinasti Soeharto, yang keluarganya menguasai banyak sekali hal, membuat tata niaga untuk segala macam hasil bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita diajari untuk kagum pada Pemerintah, untuk menjadi Pegawai Negeri, dan sangat kagum pada bangsa Asing. Kita dibuat percaya bahwa produk dari luar negeri lebih baik, karena percuma berharap bisa membuat barang yang kualitasnya setara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyh4W7v-TqJ2uK9Gs_qWwy_L67_w1BqzXWhxUoVJCLPkx3QOtibjyd5eaZWnuhQkUF1eoFOE7l1qtUxPRTWRZfx8ODIY9PiBy6g8XYTj_-XjD0AqRvKFYOMuarKPrNn-CnoRREKA/s1600/korpri+golkar.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;134&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyh4W7v-TqJ2uK9Gs_qWwy_L67_w1BqzXWhxUoVJCLPkx3QOtibjyd5eaZWnuhQkUF1eoFOE7l1qtUxPRTWRZfx8ODIY9PiBy6g8XYTj_-XjD0AqRvKFYOMuarKPrNn-CnoRREKA/s320/korpri+golkar.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;Kita dilatih untuk mempunyai kesetiakawanan sosial, yang berarti jangan jadi orang yang terlalu tinggi atau terlalu maju dibandingkan orang-orang lain. Mereka yang terlalu pandai justru dijauhi, karena bisa bikin susah. Kita belajar untuk taat pada perintah dan hormat setia pada Kepala. Jabatan menjadi kebanggaan dan sumber keuntungan, bukan suatu amanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dibuat tidak peduli pada masa depan atau menjaga keluarga, karena bergantung pada nasib dan segala hal yang diberikan atau diijinkan oleh Pemerintah. Kalau Pemerintah bilang bangun pabrik tekstil, maka bangunlah pabrik tekstil. Siapa yang peduli membuat pabrik benang polyester? Kita membuat banyak industri yang membuat barang jadi, tapi tidak membuat industri bahan baku. Semua bahan baku harus diimpor!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita belajar disiplin dengan keras untuk mematuhi guru dan kepala sekolah yang membuat kita siap menjadi karyawan, tapi tidak kreatif menjadi pengusaha. Orang asinglah yang datang sebagai pengusaha, anak-anak kita siap menjadi karyawannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhr6zvGhLDxQ8cHdv-IilZy4veMUD9bFjZtta44Tm44NoZ-0qMSDLh21nXAxr6Fd9Cxd2M5C99qPaWIqj2QAhlnG2cYnpNplkyEdX-bU_bDdF8NsIeD08vvVgvsqhLHEJStfuDYtg/s1600/wanita-pada-masa-kolonial-dengan-kebaya-1900.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhr6zvGhLDxQ8cHdv-IilZy4veMUD9bFjZtta44Tm44NoZ-0qMSDLh21nXAxr6Fd9Cxd2M5C99qPaWIqj2QAhlnG2cYnpNplkyEdX-bU_bDdF8NsIeD08vvVgvsqhLHEJStfuDYtg/s1600/wanita-pada-masa-kolonial-dengan-kebaya-1900.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;Ketika era reformasi datang, tidak ada lagi Uni Sovyet, tidak ada lagi perang dingin. Indonesia jatuh ke tangan korporasi-korporasi, jatuh ke bawah paham agama yang membawa gaya dan keyakinan Timur Tengah di Indonesia. Beragama menjadi urusan pakaian, urusan penampilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Indonesia bicara moral, tetapi bukan moralitas Indonesia. Mau contoh? Berabad-abad, orang Indonesia biasa melihat payudara perempuan. Dari dahulu orang di Jawa sudah biasa melihat perempuan memakai kemben, belahan payudara adalah hal yang wajar dan biasa. Moralitas agamawi dan budaya serba-tertutup dari Arab yang sekarang membuat semua penampilan belahan dada di televisi harus dibuat buram!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;Mungkin, memang orang Indonesia masih harus belajar untuk bangga dengan Indonesia. Islam Nusantara sudah lama, sejak abad ke-14 datang ke Indonesia, dan berabad-abad ada dengan corak Indonesia, dengan kebaya dan kemben dan sanggul. Bangsa ini hidup dalam kesopanan dan penghormatan pada perkawinan. Tetapi sejak era reformasi, orang di bawah pengaruh Timur Tengah itu ingin membuat Islam yang lain, yang asing bagi rakyat negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seberapa besar pengaruh orang asing terhadap bangsa ini? Bagaimana mereka, di belakang layar, melakukan lobi dan pendekatan pada penguasa, pada tokoh-tokoh politik, pada pimpinan dan anggota DPR yang katanya wakil rakyat itu? Mana kerja nyata yang sudah dibuat oleh DPR? Membuat UU Pilkada yang memaksa petahana untuk cuti selama 4 BULAN karena kembali ikut Pilkada? Rasanya, itu saja UU yang benar-benar dikebut oleh DPR. Untuk UU yang lebih penting seperti UU Pengampunan Pajak, mereka begitu lama membahasnya, menunda-nunda, sehingga saat akhirnya diluncurkan, hanya ada sedikit waktu saja untuk membuat semua petunjuk pelaksanaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang sudah dibuat oleh Partai-Partai Politik yang puluhan tahun sudah merajalela di negeri ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bersyukur bahwa hari ini, kita memiliki Presiden Jokowi yang kembali berdiri bagi Indonesia. Ada beban besar untuk kembali bekerja nyata, untuk melakukan apa yang benar, mengatakan apa yang benar, berdiri bagi apa yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerja berat, karena dimulainya dengan UU yang tidak karuan, yang tidak dibuat dalam kebijaksanaan demi kepentingan seluruh bangsa, seluruh penduduk dengan segala suku, agama, budaya. Apa boleh buat, bahkan Presiden pun harus mengikuti UU, apapun situasinya. Butuh waktu panjang dan lama, sebelum kita bisa mempunyai kesadaran untuk kerja nyata. Untuk memberi hasil, bukan cuma gaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita bekerja. Dirgahayu Republik Indonesia Ke-71, Kerja Nyata&lt;/span&gt;</description><link>http://pikiran-donny.blogspot.com/2016/08/indonesia-kerja-nyata.html</link><author>noreply@blogger.com (Donny A. Wiguna)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHTMzI9rE68NjhFjIScOPWLM3CllgG6dm_M-8GPsZDG3zYFrpYlpDt90VPb6uNS3Xplltfz7KNHitDhmq9YpzoMUosUBFwdJUiQDPII-pcIwkrUyyYes7A5Jwtoeg9zO8uVH9tGg/s72-c/logo_71.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7458036.post-554304750669892485</guid><pubDate>Sat, 30 Jul 2016 02:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-07-30T09:44:39.486+07:00</atom:updated><title>Pengantar Trading Bagian 1</title><description>&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;270&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/dm8TkqsIBNw&quot; width=&quot;480&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian pertama dari Pengantar Trading, yang tujuannya untuk membangun kekayaan. Semoga berkenan...</description><link>http://pikiran-donny.blogspot.com/2016/07/pengantar-trading-bagian-1.html</link><author>noreply@blogger.com (Donny A. Wiguna)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://img.youtube.com/vi/dm8TkqsIBNw/default.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7458036.post-2311082690780263478</guid><pubDate>Thu, 28 Jul 2016 06:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-07-28T13:18:23.380+07:00</atom:updated><title>Mengelola Keuangan Pribadi</title><description>&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;344&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/k-thET5k2Lw&quot; width=&quot;459&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Silakan disimak dan dishare... maaf masih baru belajar nih</description><link>http://pikiran-donny.blogspot.com/2016/07/menjadi-sejahtera.html</link><author>noreply@blogger.com (Donny A. Wiguna)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://img.youtube.com/vi/k-thET5k2Lw/default.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7458036.post-2178908102938354764</guid><pubDate>Thu, 28 Jul 2016 01:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-07-28T12:45:25.168+07:00</atom:updated><title>Poli-kampret</title><description>&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;KAMPRET ITU KELELAWAR yang makan tanaman, makan buah. Dahulu para petani sebal sekali dengan kampret, karena mahluk kecil bersayap itu keluar bergerombol di malam hari, menyerbu ladang dan pohon-pohon, menjadi hama.&lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan tikus yang kerjanya menggerogoti ini dan itu, merusak banyak hal, membawa penyakit. Bayangkan kalau tikus-tikus itu jadi punya sayap, lantas bisa terbang. Itulah kampret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaman dahulu, anak-anak muda memakai kata kampret sebagai makian, bagi orang yang merugikan orang lainnya. Dasar kampret lu! -- hanya sekarang, kita hidup semakin jauh dari alam, tidak lagi mengerti kampret yang sungguhan hidup. Tahunya adalah kampret yang lain.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau banyak tikus (poli-tikus) berada di pusat pemerintahan, yang paling atasnya mungkin bisa disebut banyak kampret, karena mereka itu seperti tikus-tikus bersayap hingga bisa terbang dan susah untuk menjeratnya turun. Polikampret sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana menerangkan dengan akal sehat, bahwa sekali waktu ada Pimpinan DPR yang melakukan tindakan tercela. Semua rakyat Indonesia tahu bagaimana kasus ini dibawa ke Majelis Kehormatan Dewan (MKD), dan setelah melalui pemeriksaan panjang, para anggota MKD memutuskan Setya Novanto bersalah dan divonis dipecat, minimal dipecat dari posisi Ketua DPR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya, sebelum vonis dibacakan, Setya Novanto mengumumkan dirinya meletakkan jabatan sebagai Ketua DPR. Dia seperti &quot;menghukum diri sendiri&quot; dengan vonis paling ringan, walaupun para anggota MKD menyatakan kesalahannya berat. Kasus pun selesai tanpa keputusan akhir MKD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sekarang, Setya Novanto menjadi Ketua Golkar. Orang yang telah diekspose secara publik dan didapati bersalah serius dalam hal etik dan hukum, menjadi Ketua Partai Golkar. Hebat kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan DPR? Ada lagi sosok Pimpinan DPR yang telah DIPECAT dari partai politiknya sendiri, tetapi terus mengajukan banding ke Pengadilan.... dan tetap menjabat sebagai Wakil Ketua DPR. Kalau Pemimpin DPR seperti ini, apa keadaan orang-orang yang dipimpin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam situasi begini, muncullah revisi UU Pilkada yang sama tidak masuk akalnya, yang jelas nampak untuk menjegal calon independen. Majunya Ahok yang didukung rakyat Jakarta, dibuktikan dengan dukungan sejuta KTP, dihambat oleh UNDANG UNDANG.... buset &#39;kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kita melihat, yang penting itu apa? Ahok kembali menjadi Gubernur DKI dan menghabisi para tikus, atau pokoknya harus maju secara independen?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagusnya, sudah ada tiga partai dan cukup suara untuk pencalonan Ahok, yang berarti tidak ada lagi upaya verifikasi dukungan suara yang dibuat begitu tidak masuk akalnya. Sejuta suara harus diverifikasi dengan kontak langsung dan harus beres dalam waktu singkat. Bahkan KPU nya juga keberatan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gila memang, para kampret itu. Tapi inilah sistem negara, di mana UU adalah UU, bagaimanapun cara membuatnya. Kalau tujuan akhirnya adalah agar DKI Jakarta kembali dipimpin Ahok, jalan melalui Partai Politik adalah cara yang paling masuk akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman Ahok sangat hebat, dan menurut saya ini adalah hal terbesar, yaitu melepaskan semua ego, agar tujuan akhir tercapai. Toh pertarungan sebenarnya bukan dalam hal mendaftarkan KTP. Pertarungan sebenarnya ada dalam Pilkada &#39;kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah lantas Teman Ahok bekerja sia-sia? Tidak, karena dengan apa yang dilakukan, jelas terlihat siapa yang ingin Ahok kembali, dan siapa yang berada di belakang para tikus dan kampret. Jelas juga bagi penduduk DKI Jakarta bahwa mereka tidak punya pilihan lain yang benar dan masuk akal, selain memilih Ahok di Pilkada nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, juga nampak bagi SELURUH RAKYAT INDONESIA mana saja Partai Politik yang kampret dan tidak layak dipilih. Apakah kita mau UU dibuat mainan politik, untuk kepentingan golongan tertentu? Apakah kita membiarkan anggota DPR itu menginjak-injak amanah yang mereka terima?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan beri suara pada partai kampret!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga pencalonan Ko Ahok lancar jaya, dan semua bisa berusaha agar Beliau pasti muncul kembali sebagai Gubernur DKI Jakarta, yang menjadi acuan bagi semua Propinsi di Indonesia.&lt;/span&gt;</description><link>http://pikiran-donny.blogspot.com/2016/07/poli-kampret.html</link><author>noreply@blogger.com (Donny A. Wiguna)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7458036.post-6752317569560427297</guid><pubDate>Sun, 17 Jul 2016 10:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-07-28T12:45:48.655+07:00</atom:updated><title>Sungguhan</title><description>&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;KITA ORANG TUH, KADANG ANEH... karena kita lebih memikirkan alat daripada tujuan. Lebih menghargai bungkus daripada isi. Lebih mementingkan kebiasaan daripada menjadi benar. Berapa banyak hal yang dicari karena itu populer?&lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Maka, orang bisa berhutang dan menyusahkan diri demi nampak mentereng pakai smartphone terbaru, atau pakai mobil baru, atau motor baru. Make-up dan tampilan kilau wajah halus sempurna lebih penting daripada memikirkan pelajaran buat mengisi kepala. Hiasan buttercream dan banyak boneka lebih penting daripada kue di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kan, kue ultah yang bagus dilihat, tetapi begitu dipotong, dimakan, rasanya pahit kebanyakan obat. Atau rasanya ekstra manis....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa banyak dari kita yang lebih memikirkan dan mengusahakan apa yang penting? Daripada ngebelain beli baju, lebih baik menyediakan makanan bergizi dan sehat. Dan berhenti merokok. Daripada menghabiskan dana untuk smartphone terbaru yang belasan juta itu, lebih baik dananya untuk beli buku, menambah ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pilihan-pilihan begitu tidak terlihat keren, tidak asyik. Banyak yang merasa lebih oke kalau punya gadget keren dan tahan air itu, lantas bergabung dengan komunitas instan di seluruh dunia, yaitu kumpulan orang-orang yang berburu pokemon. Pokemon Go!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang merasa heboh karena para pemain kini berkeliaran di jalan dan di sawah dan di sungai. Kalau dibandingkan bagaimana mereka mendekam di balik monitor komputer atau hanya memandangi gadget di pojokan -- main Clash of Clans -- kan lebih baik mereka keluar dan melihat-lihat dunia yang ada di sekitar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, walaupun melihat pemandangan indah di gunung, di sungai, atau di tepi pantai, atau walaupun berada di depan gedung yang arsiteknya unik dan bersejarah.... itu semua tidak penting, karena yang dilihat adalah Bulbasaur di rumput itu, atau kalau beruntung bisa ketemu Nuzleaf.... Dalam Augmented Reality, bagian &#39;augmented&#39; lebih penting daripada &#39;reality&#39; nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan-kebiasaan saat ini adalah mengerjakan yang termudah, tercepat. Instan. Kue instan, pakai premix. Atau mie instan. Tidak salah sih, hanya jadinya orang tidak lagi mengerti dan memahami pengetahuan yang ada di baliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita menjadi bangsa yang cepat menerima apa saja yang disodorkan, tidak lagi mau belajar segala tetek bengek teori atau pengetahuan di dalamnya. Entah itu cara bikin kue, atau cara mengatur keuangan, atau produk asuransi, atau teknologi komputer. Bahkan juga tentang TUHAN... beriman bukan lagi sesuatu yang dipikirkan dengan hikmat dan direnungkan siang dan malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betul, sekarang semuanya jadi lebih mudah. Mau jadi orang beragama? Mudah. Banyak petunjuk dan cara-cara praktis, serta asesoris yang &#39;sah&#39; untuk jadi orang saleh. Dalam semalam, orang yang kemarin hidup berantakan segera tampil seperti orang baik sepanjang hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bikin kue sedikit lebih susah, tapi itupun sekarang ada bahan premix yang membuat semua orang bisa bikin kue kalau mau beli bahan itu dan punya alat yang memadai... tralaaa! Jadilah. Kini semua orang bisa bikin kue tanpa perlu tahu kenapa kue bisa jadi kue!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urusan duit juga begitu. Kemarin dulu asuransi jadi tempat berinvestasi. Sekarang sudah berevolusi, bukan lagi investasi melainkan menyediakan peluang bisnis. Nabung saja 350ribu per bulan, dan ajak teman, keluarga, rekan di mana saja untuk melakukan hal serupa, maka dijanjikan makmur dengan pendapatan jutaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat-lihat, sudah ada tiga perusahaan asuransi jiwa yang dimanfaatkan untuk menyediakan &quot;kemakmuran&quot; dan &quot;passive income&quot; seperti itu. Sementara semuanya berbasis asuransi jiwa, sama sekali tidak dibutuhkan pengetahuan tentang asuransi jiwa untuk melakukan bisnisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, tidak butuh pengetahuan tentang apapun juga selain jadi hijau matanya lihat potensi pendapatan yang ada, dan keteguhan hati untuk mengajak sebanyak-banyaknya orang bergabung serta melakukan hal yang sama....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya punya keyakinan, Tuhan tidak bisa dipermainkan. Kebenaran pada akhirnya akan muncul, dan semua kabut impian akan hilang di bawah terang sinar matahari. Apa yang benar tetap benar; realita sudah terjadi dan tidak bisa diubah lagi. Kalau orang bertekad untuk berdusta dan mengubah penuturan tentang apa yang sebenarnya terjadi, mungkin ia berhasil untuk sementara tapi kemudian konsekuensi dari kebenaran akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang memang bebas untuk memilih keputusan, tapi tidak bebas dari konsekuensi keputusannya. Kalau bisa, ya bisa. Kalau tidak mampu, ya tidak mampu -- meskipun berusaha keras meyakinkan orang-orang bahwa ia mampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang adalah masanya kebenaran datang, korupsi menghilang. Keberhasilan adalah karena kompetensi, bukan berdasarkan koneksi. Jadi, yang memang serius bisa bekerja, yang kompeten dalam mengatasi masalah, akan menjadi pokok utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang belum kompeten, sekarang masih ada sedikit waktu untuk berbenah meningkatkan diri.... tidak tahu berapa lama. Kita semua bergerak maju dalam waktu, tidak ada yang mundur. Kehidupan berada di masa depan, jika kita sanggup untuk berjuang melaluinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuk berjuang sungguhan!&lt;/span&gt;</description><link>http://pikiran-donny.blogspot.com/2016/07/sungguhan.html</link><author>noreply@blogger.com (Donny A. Wiguna)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7458036.post-1223480971961168387</guid><pubDate>Wed, 15 Jun 2016 06:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-07-28T12:47:42.148+07:00</atom:updated><title>Sejarahnya Isa menurut Islam.... bukan Yesus Kristus</title><description>&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Ada yang bilang, Nabi Isa AS dalam Islam adalah Yesus Kristus dalam sejarah, karena sama-sama punya ibu bernama Maria, seorang perawan yang mengandung tanpa dibuahi oleh laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, pasti ada kekeliruan dalam pandangan yang menyamakan itu, karena sejarah keluarganya sungguh berbeda.&lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam keyakinan Islam, dimulainya adalah dari orang Israel, dari keturunan Daud, seorang pemimpin Israel yang bernama Imran (bahasa Aram: Amram). Nah, Imran ini mempunyai seorang istri bernama Hanna, dia ini keponakan perempuan Imam Zakaria. Masalahnya, Hanna ini mandul. Jadi Hanna sangat-sangat ingin punya anak sehingga menyatakan pada Allah kalau dia punya anak, maka anak itu akan diserahkan ke Bait Allah di Yerusalem. Allah mendengarkan dia, maka Hanna pun hamil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat Hanna hamil itu, Imran meninggal. Hanna kemudian melahirkan seorang bayi perempuan. Dia berdoa dengan sangat kepada Allah agar Allah melindungi diri dan anaknya dari Setan. Anak perempuan ini diberi nama Maria. Sesuai dengan nazarnya, Maria diserahkan kepada Zakaria -- jadi masalah karena perempuan biasanya tidak boleh di Bait Allah. Tapi karena Maria ini adalah anaknya mendiang Imran, lagipula Zakaria adalah pamannya Hanna, maka Maria diterima dan dibesarkan di ruangan terpisah di kompleks Bait Allah. Allah menyediakan makanan bagi Maria, Zakaria melihat anak ini selalu dicukupkan makannya, bahkan juga bisa makan buah yang tidak dalam musimnya. Imam Zakaria mengerti bahwa Allah mengistimewakan Maria di atas semua perempuan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maria ini lalu bertemu malaikat, yang mengatakan Allah akan memberinya seorang anak. Maria sangat galau, lalu ketika kehamilannya mulai membesar, terasa bayi menendang di perutnya, Maria lalu meninggalkan Bait Allah, menuju ke Nazaret, tempat kelahiran Maria. Di sana ia tinggal di rumah petani sederhana. Namun di sana, Maria juga amat sangat gelisah, tidak bisa menjelaskan kepada orang-orang tentang kehamilannya. Padahal ia adalah anak pemimpin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kegelisahan, Maria lalu pergi meninggalkan Nazaret dan berjalan cukup jauh, hingga akhirnya diserang sakit melahirkan. Ia duduk di tumpukan daun palem kering, dan di sana ia melahirkan seorang bayi laki-laki. Dia sangat sedih karena melahirkan anak tanpa ayah. Tapi tiba-tiba terdengar suara yang menghibur dan pohon palem yang kering itu kembali menjadi hijau, keluar buahnya sehingga Maria bisa makan dan jadi kuat. Ia tahu Allah yang menjagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maria membawa bayinya ke kota dan kembali diserang rasa takut. Bagaimana menjelaskan pada orang-orang tentang bayi yang digendongnya? Tapi tiba-tiba bayi itu berkata-kata, agar Maria memberitahu orang bahwa ia sedang puasa bicara….. Melihat keajaiban itu, Maria jadi tenang lagi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Sampai di kota Nazaret, benar saja orang-orang semua melihat dan menuduh Maria. Tapi Maria hanya menutup mulut dan menunjuk pada bayinya. Orang-orang melihat bayinya, dan tiba-tiba saja sang bayi itu berbicara bahwa dia adalah Nabi dari Allah…. Dia diberi nama Isa, putera Maria, saudari Harun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bukan sejarahnya Yesus Kristus ya….. Hanya nama yang sama saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imran bukanlah Amram/Imran yang ayahnya Maryam, Harun, dan Musa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zakaria bukanlah Imam Zakaria yang menjadi bisu, suami Elizabet, ayah dari Yohanes Pembaptis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanna bukanlah Hanna yang mandul, istri Elkana, yang melahirkan Samuel yang diberikan ke Eli di Bait Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maria bukanlah Maria anak Eli, tunangan Yusuf, yang melahirkan anaknya di kandang di Bethlehem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isa, Nabi bukanlah Yesus, Tuhan. Isa dalam Islam adalah satu ciptaan Allah. Yesus Kristus adalah Pencipta, melalui Dia segala sesuatu dijadikan, Dia selalu ada bersama-sama Bapa-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://pikiran-donny.blogspot.com/2016/06/sejarahnya-isa-menurut-islam-bukan.html</link><author>noreply@blogger.com (Donny A. Wiguna)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7458036.post-7064908481057403486</guid><pubDate>Sun, 12 Jun 2016 10:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-07-28T12:49:18.617+07:00</atom:updated><title>Agama vs Kebenaran</title><description>&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Sementara beragama menjadi bagian dari politik, penentu dari kebenaran pernyataan-pernyataan agamawi adalah REALITA. Tidak peduli seperti apapun pakaian, atau kata-kata yang saleh, &quot;puji Tuhan!&quot;, &quot;Alhamdullilah!&quot;, &quot;Haleluyah!&quot;, atau apapun kegiatan seremonial - ritual - sakramental yang diliput media dengan pesan yang keras-keras: &quot;SAYA ORANG BAIK! SAYA ORANG BERIBADAH!&quot;&lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tindakan dalam realita menunjukkan kebenarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tindakan berbicara negatif, buruk, maka ada dua kemungkinan:&lt;br /&gt;1. Manusia itu adalah pembohong besar, atau&lt;br /&gt;2. Ajaran agama itu salah dan bohong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan ini membuktikan fakta bahwa agama adalah upaya manusia untuk mencapai Tuhan. Jadi, harus orang yang memilih untuk memutuskan mengikuti agama ini, atau agama itu. Bagi orang yang mengikuti, tentunya ia mempercayai dan meyakini bahwa agamanya benar, agamanya sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sempurna atau tidak sempurna, agama senantiasa pasif. Pengikutnya bersikap benar, atau bersikap tidak benar -- tidak ada konsekuensi dari agama. Kalau yang menyimpang adalah pemimpin, atau pejabat yang berkuasa; agama justru tunduk pada kehendak penguasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sedang bicara tentang sejarah: bagaimana agama Kristen di Jerman, pada saat kepemimpinan Adolf Hitler, justru berbelok dan tunduk pada kehendak Fuhrer. Kita bisa menemukan sejarah kelam dalam tiap agama. Bagaimana agama bisa menyelamatkan manusia? Mengikuti agama adalah pilihan, bukan keharusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara agama adalah pilihan, REALITA atau kenyataan dalam sejarah tidak bisa dipilih oleh manusia. Kadang realita itu sukar diterima, tidak disukai. Orang kemudian membelokkan sejarah, berdusta -- tapi untuk itu dibutuhkan kekuasaan, dan hanya bersifat sementara. Cepat atau lambat, kebenaran akan muncul juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran, realita apa yang terjadi dalam sejarah manusia di masa lampau, dapat menjadi penentu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Orang bisa saja membelokkan kenyataan itu dengan kekuasaan -- tapi kali ini kita bicara tentang kebenaran tentang Tuhan. Hal pertama yang nyata adalah, alam semesta ini, langit dan bumi ini, membuktikan bahwa Tuhan itu ada, dan berkuasa. Tuhan tidak akan membiarkan kebenaran-Nya terus menerus tertutupi oleh manusia. Orang bisa apa sih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, Tuhan yang ada dan berkuasa itu turut berbuat sesuatu dalam sejarah manusia. Ini bukan agama di mana manusia mencari Tuhan. Ini adalah sejarah Tuhan yang masuk, turut campur dalam kehidupan manusia. Kebenaran tentang apa yang dilakukan, tentang apa yang diajarkan, tentang apa yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama yang benar harus berkaitan dengan sejarah ini, dengan apa yang Tuhan kerjakan. Hanya Tuhan sendiri yang bisa menandatangani Perjanjian dengan manusia, melalui tanda dan mujizat-Nya. Ketika bertemu dengan Tuhan, manusia hanya bisa tunduk, dan takut. Tidak ada hal apapun di atas muka bumi yang lebih besar daripada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga, tidak ada yang bisa mengatur Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Tuhan berkenan dengan ritual si A, atau tindakan si B? Bukan manusia yang memutuskan. Bukan manusia yang berhak menghakimi. Namun apa yang manusia alami selanjutnya, bagaimana Tuhan bekerja dalam kehidupannya -- itu adalah realita tentang Tuhan yang hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Tuhan yang hidup tidak akan membiarkan orang jahat bersenang-senang dalam kemenangan bejatnya. Pembalasan bukan urusan manusia, itu adalah haknya Tuhan. Perlindungan juga adalah karunianya Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin mengalami perjumpaan dengan Tuhan?&lt;br /&gt;Inilah satu rahasia:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesus Kristus telah datang dua ribu tahun yang lalu.&lt;br /&gt;Dia hidup kekal. Dia menyertai orang percaya.&lt;br /&gt;Yesus Kristus tetap berada di tengah umat-Nya dan hidup, berkarya dalam kehidupan orang percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama? Bukan, ini realita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama Kristen, agama Katolik, hanyalah cara manusia untuk merespon realita ini. Bisa salah, bisa menyimpang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kesalahan agamawi, tidak membatalkan kebenaran sejarah kehadiran Tuhan Yesus. Juga tidak tergantung pada kepercayaan orang. Yesus adalah Tuhan, dia lahir, dia mengajar dan buat mujizat, dia ditangkap, disalibkan, mati dikuburkan, bangkit dari kubur, dan terus naik ke Surga dengan disaksikan banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sejarahnya.&lt;/span&gt;</description><link>http://pikiran-donny.blogspot.com/2016/06/agama-vs-kebenaran.html</link><author>noreply@blogger.com (Donny A. Wiguna)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7458036.post-6954888742216640545</guid><pubDate>Mon, 23 May 2016 04:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-07-28T12:50:43.919+07:00</atom:updated><title>Fed Rate gimana?</title><description>&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;RASANYA nggak ingat kapan terakhir melihat situasi di mana semua ekonom kelas dunia ramai dan berdebat tentang apakah bulan Juni nanti akan ada kenaikan bunga The Fed. Betul-betul terpecah. Ada yang bilang, seriusan? Harusnya The Fed tidak memutuskan di bulan Juni. Harusnya bunga The Fed gak usah berubah dululah. Soalnya pada tanggal 23 Juni itu akan ada referendum di Inggris tentang Brexit -- apakah Inggris tetap mau berada dalam Masyarakat Ekonomi Eropa. Soal ini juga ada ketidakpastian yang mencemaskan. Nyeremin.&lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di balik layar, yang menjadi sumber kecemasan lain adalah fakta tentang besarnya hutang Amerika Serikat - hampir 19 Trillion - yang semakin kelihatan ini tidak bisa dibayar pada waktunya. Dengan produktivitas yang rendah dan pengeluaran yang besar, maka tiap tahun Amerika Serikat perlu menambah hutang. Semakin lama, semakin jauh dari kemampuan untuk membayar kembali. Analis seperti Peter Schiff menegaskan: yah, Donald Trump benar tentang satu hal ini, yaitu bahwa United States tidak sanggup bayar hutangnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita melihat ada angka-angka yang menunjukkan pertumbuhan, apakah itu karena memang muncul pertumbuhan produktivitas, atau karena ada gelembung yang ditiup oleh kredit berbunga super rendah dalam 7 tahun terakhir. Jika kita melihat ada indikator menurunnya orang yang meminta pertolongan karena menganggur, apakah itu karena mereka telah bekerja atau karena mereka tidak lagi ingin meminta-minta dukungan hidup dari dinas sosial?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita-berita begini bikin ramai kampanye Presiden Amerika Serikat. Rada mengejutkan juga melihat Donald Trump menjadi calon dari kubu Republik. Dari Demokrat, masih ada persaingan Bernie Sanders dan Hillary Clinton. Siapa ya, yang akan jadi Presiden Amerika Serikat berikutnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak tahu bagaimana nantinya, tapi kita bisa MERASAKAN, bahwa risiko dunia akan meningkat. Dan itu juga berpengaruh pada rakyat Indonesia. Pertanyaan besarnya: jika ada MUSIBAH dalam masa seperti ini. Jika orang, ketika ANDA meninggal dunia. Apa yang terjadi dengan keluarga? Mungkin kita terus terbang ke Surga di balik awan, dan ternyata ada jendela kaca untuk melihat ke bawah. Di sana, kita melihat keluarga yang ditinggalkan harus berjuang dalam masa-masa seperti begini, istri dan anak-anak harus berjuang untuk hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kita di atas sana tidak bisa berbuat apa-apa. Sampai tahu-tahu Tuhan berbelas kasihan dan menyuruh malaikat-Nya bilang, &quot;ayo sana balik lagi urus keluarga. Waktumu ternyata belum sampai untuk masuk Surga. Hanya, ingat ya… jika waktunya tiba, tidak akan ada tanda-tandanya. Keluargamu akan sama terkejutnya seperti saat kematianmu kemarin.&quot; Dan wusssshhhh….. Kita kembali ke bumi, hidup lagi, dan semua orang bersukacita atas mujizat yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya: dengan membawa pengalaman dan pengetahuan ini, APA yang perlu kita lakukan? Karena, risiko finansialnya tetap tinggi. Dan kematian itu memang dapat datang kapan saja, tak seorang pun mengetahuinya. Sudah tahu bagaimana berhitungnya?&lt;/span&gt;</description><link>http://pikiran-donny.blogspot.com/2016/05/fed-rate-gimana.html</link><author>noreply@blogger.com (Donny A. Wiguna)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7458036.post-4776055079937773694</guid><pubDate>Fri, 20 May 2016 04:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-07-28T12:52:19.760+07:00</atom:updated><title>Kebangkitan Nasional</title><description>&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Kebangkitan Nasional, hari ini ya. Kita mengingat berdirinya Boedi Oetomo, 20 Mei 1908. Pada saat itu, ada sekolah kedokteran STOVIA yang memiliki mahasiswa bernama Soetomo yang punya gagasan mendirikan organisasi untuk memperjuangkan masa depan bangsa dan tanah air. Pada waktu berdiri, Boedi Oetomo bukan gerakan politik. Pimpinannya adalah para bangsawan Jawa, sedang penggeraknya adalah para pemuda Jawa.&lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mau dibilang nasionalisme.... awalnya ini untuk suku Jawa saja, dengan Bupati Karanganyar, Raden Adipati Tirtokoesoemo menjadi Ketua atau Presiden yang pertama. Utamanya adalah kebudayaan dan pendidikan, bukan politik. Setelah Boedi Oetomo, juga ada Sarekat Dagang Islam, yang belakangan jadi Sarekat Islam, yang menjadi organisasi yang menyatukan orang-orang Islam di Solo. Ini pun bukan nasionalisme, karena hanya untuk orang Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasionalisme baru tercetus oleh Douwes Dekker, juga oleh Soewardi Suryaningrat alias Ki Hadjar Dewantara dan Tjipto Mangoenkoesoemo - ini membuat Belanda marah dan memasukkan ketiganya ke penjara. Nasionalisme tidak lagi melihat suku Jawa. Tidak lagi melihat agama. Nasionalisme adalah tentang kemerdekaan orang-orang yang lahir di tanah air Indonesia, bebas dari kehendak orang asing, menolak eksploitasi asing atas tanah air dan darah Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa banyak bangsa di dunia yang berminat untuk mengeksploitasi tanah air dan darah Indonesia? Banyak. Ada Portugis, ada Belanda. Lalu ada Jepang, dalam peperangan mereka melawan Amerika di PD II. Cara-cara lama adalah melalui peperangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah PD II, peperangan bukan lagi menjadi opsi yang mudah atau murah. Lebih mudah memanipulasi dan melobi pemimpin, dan kita lihat selama periode orde baru ada banyak perusahaan Amerika Serikat yang bebas mengeksploitasi Indonesia oleh rezim Soeharto. Kalau orang meributkan bagaimana kondisinya pada hari ini, meributkan perpanjangan kontrak Freeport -- ingatlah bagaimana Freeport McMoran memulainya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam periode kebangkitan gerakan Islam di Arab Saudi, siapa bilang orang dari Timur Tengah tidak berminat pada Indonesia? Pergerakan melalui cara yang lain, lewat cara-cara penyebaran agama. Tiba-tiba saja kita dikejutkan oleh orang-orang yang berjubah ala Timur Tengah di tengah jalan -- mereka tidak lagi berbudaya nusantara. Orang-orang ini bahkan dengan terang-terangan menyatakan mau mendirikan kekhalifahan di Indonesia, mereka menolak Pancasila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, orang Indonesia memang gampang untuk dibeli. Waktu Belanda datang untuk berdagang -- VOC itu adalah perusahaan dagang -- raja-raja yang serakah dengan sengaja &#39;memanfaatkan&#39; kekuatan para bule itu, dengan bedil dan teknologi besi untuk bikin senjata, sehingga bisa mendesak kerajaan tetangga. Waktu itu belum ada persatuan Indonesia, semua raja masih ingin berkuasa sesukanya. Tanpa mereka sadari, para bule Belanda itulah yang mengendalikan mereka, membuat mereka hanya jadi boneka. Satu abad kemudian, VOC bisa menjajah Indonesia. Siapa yang salah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saat ini orang Arab membawa agama (bukan mereka yang datang ke sini, melainkan kita yang datang ke sana), apakah orang Indonesia tidak jatuh untuk kembali menjadi boneka? Dengan datangnya pengaruh Timur Tengah, masuk pula keributan yang terjadi di sana. Keributan Sunni melawan Syiah, Arab Saudi melawan Iran --- dan di Indonesia juga ada gerakan anti Syiah yang luar biasa. Keributan dengan Ahmadiyah dari Pakistan-India Utara, dan di Indonesia juga ada gerakan anti Ahmadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini baru terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Padahal, kehadiran Syiah, Ahmadiyah, sudah puluhan tahun ada di Indonesia. Ini adalah negara yang beragam dan terbuka, bukan negara Islam. Entah kenapa, orang lupa bahwa dahulu sekali, agama Hindu menguasai Nusantara lalu datang Buddha, terus Islam oleh Walisongo di abad ke-14,  lalu datang Kristen bersama orang Belanda di abad ke-16. Agama Islam baru berkembang secara nasional di abad ke 20 oleh Sarekat Islam…. dan nasionalisme adalah menerima semua perbedaan ini, sebagai sama-sama memiliki tanah air yang sama. Entah dia itu Jawa, atau Batak, atau Tionghoa, atau Dayak, atau Toraja, atau Ambon, atau Papua. Entah dia itu Islam, atau Hindu, atau Buddha, atau Kristen atau Katolik, atau kepercayaan lama. Entah dia itu bangsawan priyayi, atau dia itu petani atau nelayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia adalah bagi semua yang terlahir di tanah ini. Ketika ibunya berdarah-darah melahirkan, mengalir di tanah Indonesia. Ketika hirupan nafas pertama adalah dari udara Indonesia. Keberbedaan latar belakang di antara kita tidak memberi ijin bagi bangsa asing, entah itu Belanda atau Amerika atau Arab -- untuk mengatur-atur kehidupan di Indonesia. Kebangkitan Nasional adalah momen munculnya Nasionalisme -- walaupun mungkin belum disadari oleh pendirinya pada saat Boedi Oetomo didirikan. Kita dapat bermusyawarah untuk menentukan kehidupan kita sendiri. Orang asing, tidak usah ikut campur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Kebangkitan Nasional. Semoga tetap bangun dan berdiri di sisi yang benar.&lt;/span&gt;</description><link>http://pikiran-donny.blogspot.com/2016/05/kebangkitan-nasional.html</link><author>noreply@blogger.com (Donny A. Wiguna)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7458036.post-126362590199643410</guid><pubDate>Fri, 13 May 2016 02:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-07-28T12:55:28.407+07:00</atom:updated><title>Palu Arit</title><description>&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;KOMUNISME TELAH GAGAL dengan bukti pecahnya Uni Soviet tahun 1991. Palu telah patah. Arit telah tumpul. Penyebabnya belum sepenuhnya dipahami orang, karena ada banyak sekali faktor, tapi bisa terlihat bahwa akhirnya, bubar. Yang bubar adalah negara Uni Soviet. Bagaimana dengan komunisme? &lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Komunisme itu sendiri mempunyai ciri komunal, artinya berkelompok, di mana ada yang mengarahkan, mengatur, tanpa ada kebebasan individual secara utuh. Doktrinnya tidak boleh dikritik, tindakannya harus selalu ditaati, dan yang paling berkuasa adalah ucapan Pemimpin Besar. Dalam prakteknya, ucapan seorang Pemimpin dapat menggerakkan massa dan partai, yang menjadi kekuatan yang hebat -- melakukan demonstrasi, membuat revolusi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa revolusi? Karena sebelumnya, kehidupan dikuasai oleh segelintir orang yang mempunyai modal, punya kapital. Komunisme adalah reaksi terhadap kapitalisme yang kebablasan, yang serakah dan manipulatif. Begini lho: dahulu sekali, di Eropa, penduduk hidup sebagai petani, dengan para bangsawan sebagai penguasa sekaligus pelindung mereka. Lalu, tibalah jaman modern dan industrialisasi. Ada orang yang lebih cerdas daripada orang lainnya, mereka berhasil berproduksi dan berdagang, sehingga mempunyai modal atau kapital lebih banyak. Mereka terus membuat pabrik baru, lahan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan-lahan, para pemilik modal, para kapitalis menggantikan peran para bangsawan. Kalau bangsawan punya tanah, para kapitalis punya pabrik. Tetapi keduanya serupa: mereka memandang diri tinggi dan para pekerja adalah kaum yang lebih rendah (secara harafiah: para bangsawan tinggal di puri yang tinggi, dan para kapitalis berkantor di lantai gedung tertinggi. Semua pekerja beraktivitas di bawah mereka). Semua orang bekerja banting tulang dengan upah rendah, sementara kapitalis mendapatkan keuntungan yang gila-gilaan bagi dirinya sendiri, yang memampukan untuk buat pabrik berikutnya dan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanah dan pemakaiannya diatur oleh negara, jadi para bangsawan itu juga diatur oleh raja atau perdana menteri. Tetapi pabrik didirikan dan dijalankan hanya oleh keinginan si kapitalis. Lama-lama, para pekerja yang diberi nama &quot;kaum proletar&quot; itu berpikir -- kurang ajar sekali si kapitalis ini. Proletar bekerja seperti orang gila, si boss hidup bersosialita dan tidak berkeringat namun mendapat keuntungan terbesar. Bukankah hasil kerja adalah kumpulan dari keringat banyak orang? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, komunisme muncul dan menghancurkan para kapitalis. Negara menjadi komunis, maka harta dan aset tidak lagi ada yang milik individual -- semua disita, jadi milik negara, milik bersama. Para pemimpin membentuk partai politik, partai komunis, dan menjadi pengatur bagi semua kehidupan. Yang terjadi kemudian: lepas dari kapitalisme, paham komunisme mengembalikan orang dalam sistem yang serupa dengan kediktatoran feodalisme. Gantinya peran para bangsawan adalah para Pemimpin Partai. Sifat korupsi dan manipulatif dari manusia membuat pemimpin partai sebagai raja baru yang memerintah dengan gaya baru, tapi prinsipnya serupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti raja, mereka tidak boleh dikritik, tidak boleh dipertanyakan, dan setiap penentang bisa dihukum atau disingkirkan. Pemimpin besar menjadi tokoh kharismatik dan semua tindakannya harus dipandang benar. Rakyat dibatasi dari informasi dan &quot;ajaran menyesatkan&quot;, sebaliknya semua informasi hanya boleh datang dari &quot;sumber resmi yang benar&quot; kata lain dari sumber yang telah disensor dan dimanipulasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang boleh saja berusaha, dan dalam banyak kasus, kecakapan dan kecerdasan individual memulai berkembangnya sebuah bisnis. Dalam kenyataan, bisnis tidak dibangun oleh banyak orang; ide cemerlang biasanya muncul dari satu kelompok kecil (atau bahkan individual) yang bertekad mewujudkan mimpi. Usaha boleh dibuka dan dibiarkan berkembang, hingga besar. Ketika telah menjadi besar dan melibatkan banyak orang, tiba-tiba negara datang dan bisa mengambil alih semua karya dan hasil jerih payah perseorangan, demi menjadi manfaat bagi rakyat. Tidak ada orang yang boleh mempunyai aset pribadi yang terlalu banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya di negara komunis, para pemimpinnya menyimpan kekayaan pribadi mereka melalui jalur Panama. Tuh, nama mereka muncul di Panama Papers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi mereka? Semua pemberitaan tentang Panama Papers disensor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah yang seperti ini ditentukan oleh nama organisasinya? Atau oleh simbol-simbol, seperti palu dan arit? Tidak. Komunisme ada dalam pikiran, bukan dalam simbol. Tanpa simbol apapun, orang bisa menjadi komunis kok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika orang-orang itu mengkultuskan Pemimpin Besar, yang tidak pernah boleh dibilang salah. Apalagi dikritik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika orang-orang itu menolak peran pemodal, dan tidak menghargai keberhasilan individual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika orang-orang itu dengan tegas mengatakan &quot;pokoknya ajaran ini benar, yang lain salah&quot; tanpa boleh didebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika orang-orang itu dengan tekun membuat pertemuan secara rutin, menjadi ritual wajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika orang-orang itu membuat lambang dan slogan dan pakaian menjadi ukuran moral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua menolak lambang dan simbol palu arit, sebagai tanda komunisme yang eksplisit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kita juga menolak sikap dan perilaku yang komunis, walau dalam jubah yang lain, seperti jubah agama?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikirkan lagi. Komunisme adalah bahaya laten, bukan karena lambangnya melainkan manipulasi pikirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.kompasiana.com/imizona/remaja-tanggung-dengan-kaos-palu-arit_560a93092d7a61bf16ab52db&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;http://www.kompasiana.com/imizona/remaja-tanggung-dengan-kaos-palu-arit_560a93092d7a61bf16ab52db&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://pikiran-donny.blogspot.com/2016/05/palu-arit.html</link><author>noreply@blogger.com (Donny A. Wiguna)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7458036.post-9079454459314291337</guid><pubDate>Mon, 09 May 2016 14:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-07-28T12:57:05.939+07:00</atom:updated><title>Menyalahkan</title><description>&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;TOM AND JERRY adalah film kartun sejak masa saya masih anak-anak. Lucu, bikin gemas, juga menyentuh dengan caranya sendiri. Film klasik ini diputar di seluruh dunia. Kebanyakan merasa senang, lucu, dan kadang jadi berpikir tentang hidup.&lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hanya, di Mesir saat ini Tom And Jerry telah dinyatakan sebagai teroris. Tom and Jerry dinyatakan sebagai biang keladi tingginya kekerasan di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu pertanyaan: bukankah di Mesir ada kehidupan yang sangat kental dengan aturan dan ajaran agama? Bagaimanakah, sebuah FILM KARTUN bisa membuat kekerasan terjadi di jalanan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beralih ke Indonesia, saat ini kita semua sangat marah dengan tragedi yang menimpa Yuyun, gadis 14 tahun yang diperkosa 14 pemuda sampai mati (konon dia sudah mati saat diperkosa, bukan mati karena dilempar ke jurang). Bagusnya, sebagian besar pelaku sudah ditangkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana respon orang terhadap tragedi ini? Yang satu langsung menyebut minuman beralkohol menjadi penyebab. Minuman beralkohol memang buruk, tapi di mana logikanya kemabukan membuat orang jadi memerkosa? Banyak negara yang budayanya minum alkohol, tapi tingkat perkosaan rendah. Kalau ada kasus, biasanya justru pihak perempuan yang mabuk lah yang membuatnya tidak berdaya diperkosa oleh banyak lelaki yang bernafsu -- bukan lelaki yang mabuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lain menyebut penyebabnya adalah pornografi. Dan memang pornografi juga buruk, tapi di negara yang jauh lebih bebas dalam pornografi, di sana tingkat perkosaan rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini kita melihat ada keengganan untuk menunjuk kepada manusia sebagai sumber kejahatan, sebagai pelaku dan penyebab kejahatan. Kita melihat manusia sebagai orang yang beragama, maka perbuatan salahnya adalah akibat &#39;penyesatan&#39; dan akar masalahnya ada pada &#39;penyesat&#39; itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan begitu, yang harus diberantas, yang harus dibasmi adalah segala &#39;penyesat&#39; di luar manusia. Orangnya sendiri, bukan dilihat sebagai penjahat melainkan sebagai &#39;korban penyesatan&#39; yang bisa segera jadi baik kembali bila sudah dijauhkan dari segala sumber kesesatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah cara berpikir yang tidak logis, yang menyangkal kejahatan dan dosa manusia. Kejahatan terjadi karena pilihan manusia, yang melekat pada pikirannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar manusia ada hal-hal buruk dan hal-hal baik, entah itu adalah film kartun, atau minuman beralkohol atau pornografi, atau bahkan seorang perempuan yang cukup bodoh untuk berpakaian super minim dan seksi dan berjalan melenggok di tempat yang penuh lelaki kasar. Itu semua berada di luar manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah manusia itu akan memilih untuk hanya tertawa, atau terus memukul temannya -- itu adalah pilihannya sendiri. Apakah manusia itu akan memilih untuk duduk tenang menikmati minumnya, atau terus bersikap kurang ajar -- itu adalah pilihannya sendiri. Apakah manusia itu akan memilih untuk lihat pornografi terus bermasturbasi sendiri di kamar mandi, atau terus mencari perempuan untuk diperkosanya -- itu adalah pilihannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang lebih riil adalah, mengapa memilih untuk memukul orang? Mengapa memilih untuk bersikap kurang ajar? Mengapa memilih untuk memerkosa orang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang salah dalam pendidikan, dalam segala hal yang masuk dalam pikiran mereka yang berbuat kejahatan? Seberapa banyak mereka paham tentang apa yang benar dan apa yang salah, dan bukan hanya sibuk untuk lebih memikirkan bagaimana berpakaian atau bagaimana mengikuti ritual agama?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai orang menyadari bahwa yang lebih utama adalah membuat manusia Indonesia, pemuda Indonesia tahu apa yang benar dan apa yang salah, dan mau berjuang untuk menjaga nilai yang luhur.... dan tidak mencari-cari alasan &#39;kejahatan&#39; yang dibawa oleh film Tom and Jerry.... barulah bisa diharapkan ada perubahan berarti dan mendasar. Itu adalah suatu kelahiran baru dari manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa itu, orang masih menyalahkan semua hal lain diluarnya dan tidak mau berubah, dan menipu diri mengatakan bahwa mereka telah menjadi saleh karena jauh dari segala penyesat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10209404754786797&amp;amp;set=a.2178519833512.126542.1562394611&amp;amp;type=3&quot;&gt;https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10209404754786797&amp;amp;set=a.2178519833512.126542.1562394611&amp;amp;type=3&amp;amp;theater&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://pikiran-donny.blogspot.com/2016/05/menyalahkan.html</link><author>noreply@blogger.com (Donny A. Wiguna)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7458036.post-1667141030242100113</guid><pubDate>Fri, 06 May 2016 05:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-07-28T13:00:00.460+07:00</atom:updated><title>Sebatang Roti Tawar</title><description>&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Di Walmart Amerika, 5 lbs (baca: pon) terigu all-purpose harganya $2.61. Diterjemahkan: 1 lbs kira2 0.4xx... jadi 5 lbs adalah 2,268 kg dan harganya adalah Rp 34.559. Berarti, 1 kg terigu serbaguna di sana harganya Rp 15.237. &lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; Nah, 1 kg terigu kalau diolah menjadi roti, ditambah air, gula, minyak -- total berat adonan (dough) jadi hampir 2 kg. Kalau dibuat jadi satu batang roti tawar (500 gr), dari 1 resep bisa jadi 4 batang. Berapa harga 1 batang roti tawar? Di Amerika, $2,56... itu jadi Rp 33.896 per batang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Di Indonesia, di Sari Roti Sukabumi, harga Roti Tawar Spesial adalah Rp 10.500 .... okelah, mungkin beratnya tidak sampai 500 gr. Tapi, tidak akan jauh dari angka itu, karena untuk membuat roti tawar ada rumusan di dapur seperti ini: berat gr adonan yang dibutuhkan untuk satu loyang roti tawar adalah panjangxlebarxtinggi loyang dibagi 4. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jadi kalau loyangnya 20x10x10 cm, itu jadi 2000 / 4 = 500 gr adonan. Kalau pakai loyang lebih kecil, beratnya lebih sedikit. Namun tidak mungkin terlalu sedikit juga &#39;kan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kalau dibuat setara, katakanlah harga roti tawar di Indonesia untuk ukuran yang sama adalah Rp 12.000. Dibandingkan dengan Rp 33.896, harga di Indonesia hanya 35,4% nya harga di Amerika. Sedangkan bikin roti... ya sama sajalah. Bahan dan cara pembuatannya tidak jauh berbeda. Apa yang mau kita pelajari dari urusan bikin roti ini (tentang CARA membuatnya, dibahas lain kali ya)? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pada satu aspek, nilai bahan di mana-mana sama. Ketika tanah menumbuhkan gandum, nilainya di mana-mana juga hampir serupa: murah sekali. Yang menjadi pembeda adalah nilai TENAGA MANUSIA untuk membuatnya. Di Amerika, bahan murah tapi tenaga manusianya dihargai tinggi. Di Indonesia, tenaga manusia dihargai rendah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang sedih, kalau orang tanya &quot;kenapa harganya mahal, bahannya kan cuman itu?&quot; -- seolah kalau sebuah kue dibuat, maka nilainya hanya ada pada material bakunya saja. Tenaga manusia, kepandaiannya, keterampilannya -- itu tidak dihargai. Untuk buat roti tawar kan bahannya itu-itu saja: terigu, garam, air, ragi, lalu ditambah gula dan shortening dan bread improver. Mungkin tambah susu (bikin enak tapi jadi tidak tahan lama). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Manusianyalah yang dihargai berbeda. Di sana tenaga manusia bernilai tinggi. Di sini tenaga manusia bernilai rendah. Karena tidak bernilai tinggi, maka tidak ada kebutuhan untuk berinvestasi pada manusia. Untuk apa sekolah tinggi dan pengetahuan luas? Untuk apa ikut pelatihan dan peningkatan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh, orang yang cakap dan pandai harganya tidak jauh berbeda dari orang yang bodoh. Karena orangnya tidak bernilai, maka lebih baik pasang alat-alat berteknologi tinggi yang bisa dijalankan tanpa banyak pikir oleh manusia. Semuanya otomatis, manusia hanya menjadi bagian dari sistem yang sudah diset. Dengan begitu, harga manusianya tetap rendah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Masalah tidak menghargai ini sudah lama -- jadi orang juga tidak menghargai dirinya sendiri untuk menjadi lebih cerdas dan berpengetahuan. Saat bersekolah, sasarannya adalah mendapat nilai bagus, ijazah bernilai bagus, nilai UN bagus, atau IPK bagus. Apakah saat IPK tinggi, lantas bisa dipastikan kecerdasannya juga tinggi? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harusnya begitu. Lantas kalau begitu, kenapa ada keluhan dari industri terhadap lulusan sarjana baru, yang ternyata tidak cukup cerdas untuk bekerja -- tidak sebanding dengan nilai IPK nya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lulus sarjana, tapi bekerjanya tidak lebih efektif dari lulusan SMA yang memang cerdas betulan, walau nilai UN nya tidak tinggi. Ada yang seperti ini. Hasil dari orang yang berjuang sekolah untuk mendapatkan nilai, bukan untuk menjadi manusia yang sungguh berharga lebih tinggi karena punya kemampuan lebih besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sekarang, apakah di Amerika orang-orangnya juga amat sangat menghargai diri dan kemampuannya? Survei tidak menunjukkan hal begitu. Banyak juga pemuda di Amerika yang pendidikannya tidak karuan. Orang bodoh juga ada di Amerika. Namun, sistem dalam masyarakat mereka sudah terbangun di dalam nilai tinggi bagi kemampuan manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai ini bertambah -- dan di sana mungkin muncul masalah ketika nilai manusia sudah terlalu jauh tinggi melebihi hasil sejati yang diberikan, dibandingkan dengan segala harga lainnya. Mungkin, harga roti tawar di sana sudah terlalu tinggi. Siapa tahu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan bagi kita adalah meningkatkan diri dan memberi nilai tambah dari diri kita, bukan dari bahan. Menjadi kaya bukan karena bahan dan produk, melainkan karena kita memberi sesuatu yang penting dan berharga ke dalam produk yang kita tangani. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; http://www.numbeo.com/cost-of-living/country_result.jsp?country=United+States&lt;/span&gt;</description><link>http://pikiran-donny.blogspot.com/2016/05/sebatang-roti-tawar.html</link><author>noreply@blogger.com (Donny A. Wiguna)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7458036.post-5226465615475346797</guid><pubDate>Sun, 01 May 2016 16:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-05-01T23:00:37.669+07:00</atom:updated><title>Cuma Sales?</title><description>&lt;div class=&quot;&quot; data-block=&quot;true&quot; data-editor=&quot;8ecbm&quot; data-offset-key=&quot;7eihf-0-0&quot; style=&quot;background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;_1mf _1mj&quot; data-offset-key=&quot;7eihf-0-0&quot; style=&quot;direction: ltr; position: relative;&quot;&gt;
&lt;span data-offset-key=&quot;7eihf-0-0&quot;&gt;http://www.bloomberg.com/news/articles/2016-04-30/buffett-says-hedge-funds-get-unbelievable-fees-for-bad-results&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;&quot; data-block=&quot;true&quot; data-editor=&quot;8ecbm&quot; data-offset-key=&quot;e4scn-0-0&quot; style=&quot;background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;_1mf _1mj&quot; data-offset-key=&quot;e4scn-0-0&quot; style=&quot;direction: ltr; position: relative;&quot;&gt;
&lt;span data-offset-key=&quot;e4scn-0-0&quot;&gt;&lt;br data-text=&quot;true&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;&quot; data-block=&quot;true&quot; data-editor=&quot;8ecbm&quot; data-offset-key=&quot;ebq51-0-0&quot; style=&quot;background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;_1mf _1mj&quot; data-offset-key=&quot;ebq51-0-0&quot; style=&quot;direction: ltr; position: relative;&quot;&gt;
&lt;span data-offset-key=&quot;ebq51-0-0&quot;&gt;Warren Buffet bilang, “There’s been far, far, far more money made by people in Wall Street through salesmanship abilities than through investment abilities,”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;&quot; data-block=&quot;true&quot; data-editor=&quot;8ecbm&quot; data-offset-key=&quot;dnhe7-0-0&quot; style=&quot;background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;_1mf _1mj&quot; data-offset-key=&quot;dnhe7-0-0&quot; style=&quot;direction: ltr; position: relative;&quot;&gt;
&lt;span data-offset-key=&quot;dnhe7-0-0&quot;&gt;&lt;br data-text=&quot;true&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;&quot; data-block=&quot;true&quot; data-editor=&quot;8ecbm&quot; data-offset-key=&quot;4pngh-0-0&quot; style=&quot;background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;_1mf _1mj&quot; data-offset-key=&quot;4pngh-0-0&quot; style=&quot;direction: ltr; position: relative;&quot;&gt;
&lt;span data-offset-key=&quot;4pngh-0-0&quot;&gt;Ada jauh lebih banyak uang yang dihasilkan orang di Wall Street melalui kemampuan Salesmanship, daripada kemampuan dalam berinvestasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;&quot; data-block=&quot;true&quot; data-editor=&quot;8ecbm&quot; data-offset-key=&quot;a7lmq-0-0&quot; style=&quot;background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;_1mf _1mj&quot; data-offset-key=&quot;a7lmq-0-0&quot; style=&quot;direction: ltr; position: relative;&quot;&gt;
&lt;span data-offset-key=&quot;a7lmq-0-0&quot;&gt;&lt;br data-text=&quot;true&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;&quot; data-block=&quot;true&quot; data-editor=&quot;8ecbm&quot; data-offset-key=&quot;3v5an-0-0&quot; style=&quot;background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;_1mf _1mj&quot; data-offset-key=&quot;3v5an-0-0&quot; style=&quot;direction: ltr; position: relative;&quot;&gt;
&lt;span data-offset-key=&quot;3v5an-0-0&quot;&gt;Karena Warren Buffet yang ngomong, semua terdiam, tertunduk. Dan terus melaksanakan apa yang biasa mereka kerjakan: mendapatkan hasil melalui salesmanship, alias pinter jualan. Nah, seandainya saja Warren Buffet berkeliling Indonesia, apa yang dia akan dapatkan?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;&quot; data-block=&quot;true&quot; data-editor=&quot;8ecbm&quot; data-offset-key=&quot;1un9r-0-0&quot; style=&quot;background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;_1mf _1mj&quot; data-offset-key=&quot;1un9r-0-0&quot; style=&quot;direction: ltr; position: relative;&quot;&gt;
&lt;span data-offset-key=&quot;1un9r-0-0&quot;&gt;&lt;br data-text=&quot;true&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;&quot; data-block=&quot;true&quot; data-editor=&quot;8ecbm&quot; data-offset-key=&quot;5u8el-0-0&quot; style=&quot;background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;_1mf _1mj&quot; data-offset-key=&quot;5u8el-0-0&quot; style=&quot;direction: ltr; position: relative;&quot;&gt;
&lt;span data-offset-key=&quot;5u8el-0-0&quot;&gt;Berapa banyak orang di Indonesia yang punya kemampuan yang betul-betul teruji dalam bidang keuangan dan mendapatkan hasil dari jasa profesional yang disediakan? Atau, kebanyakan para penjual atau sales produk keuangan itu -- walaupun diberi titel &quot;Financial Consultant&quot; atau &quot;Perencana Keuangan&quot; -- pada dasarnya hanya pandai dalam ilmu menjual?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;&quot; data-block=&quot;true&quot; data-editor=&quot;8ecbm&quot; data-offset-key=&quot;29ng3-0-0&quot; style=&quot;background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;_1mf _1mj&quot; data-offset-key=&quot;29ng3-0-0&quot; style=&quot;direction: ltr; position: relative;&quot;&gt;
&lt;span data-offset-key=&quot;29ng3-0-0&quot;&gt;&lt;br data-text=&quot;true&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;&quot; data-block=&quot;true&quot; data-editor=&quot;8ecbm&quot; data-offset-key=&quot;9gq9-0-0&quot; style=&quot;background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;_1mf _1mj&quot; data-offset-key=&quot;9gq9-0-0&quot; style=&quot;direction: ltr; position: relative;&quot;&gt;
&lt;span data-offset-key=&quot;9gq9-0-0&quot;&gt;Jadi, tidak ada bedanya entah mau jualan investasi, atau asuransi, atau mobil, atau rumah, atau supplemen kesehatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;&quot; data-block=&quot;true&quot; data-editor=&quot;8ecbm&quot; data-offset-key=&quot;cqooo-0-0&quot; style=&quot;background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;_1mf _1mj&quot; data-offset-key=&quot;cqooo-0-0&quot; style=&quot;direction: ltr; position: relative;&quot;&gt;
&lt;span data-offset-key=&quot;cqooo-0-0&quot;&gt;&lt;br data-text=&quot;true&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;&quot; data-block=&quot;true&quot; data-editor=&quot;8ecbm&quot; data-offset-key=&quot;8jp83-0-0&quot; style=&quot;background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;_1mf _1mj&quot; data-offset-key=&quot;8jp83-0-0&quot; style=&quot;direction: ltr; position: relative;&quot;&gt;
&lt;span data-offset-key=&quot;8jp83-0-0&quot;&gt;Ketika masyarakat semakin pandai, masalahnya bukan tentang investasi atau asuransi atau mobil atau rumah atau supplemen kesehatan. Masalahnya adalah kemampuan pas-pasan dari si agen penjual....&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;&quot; data-block=&quot;true&quot; data-editor=&quot;8ecbm&quot; data-offset-key=&quot;b8an-0-0&quot; style=&quot;background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;_1mf _1mj&quot; data-offset-key=&quot;b8an-0-0&quot; style=&quot;direction: ltr; position: relative;&quot;&gt;
&lt;span data-offset-key=&quot;b8an-0-0&quot;&gt;&lt;br data-text=&quot;true&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;&quot; data-block=&quot;true&quot; data-editor=&quot;8ecbm&quot; data-offset-key=&quot;2f3im-0-0&quot; style=&quot;background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;_1mf _1mj&quot; data-offset-key=&quot;2f3im-0-0&quot; style=&quot;direction: ltr; position: relative;&quot;&gt;
&lt;span data-offset-key=&quot;2f3im-0-0&quot;&gt;Bedanya, kalau bicara mobil atau rumah, banyak orang yang mempunyai hobi atau minat dan memiliki informasi yang digali. Atau jika bicara supplemen obat, masih ada kalangan dokter yang mungkin bisa memberi penjelasan. Tapi, jika bicara investasi dan asuransi dan perbankan?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;&quot; data-block=&quot;true&quot; data-editor=&quot;8ecbm&quot; data-offset-key=&quot;4b0kc-0-0&quot; style=&quot;background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;_1mf _1mj&quot; data-offset-key=&quot;4b0kc-0-0&quot; style=&quot;direction: ltr; position: relative;&quot;&gt;
&lt;span data-offset-key=&quot;4b0kc-0-0&quot;&gt;&lt;br data-text=&quot;true&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;&quot; data-block=&quot;true&quot; data-editor=&quot;8ecbm&quot; data-offset-key=&quot;a98ok-0-0&quot; style=&quot;background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;_1mf _1mj&quot; data-offset-key=&quot;a98ok-0-0&quot; style=&quot;direction: ltr; position: relative;&quot;&gt;
&lt;span data-offset-key=&quot;a98ok-0-0&quot;&gt;Tak heran, banyak yang memandang dengan skeptis. Atau malah antipati, kepada produk keuangan. Kenyataannya juga, di OJK ada gerakan agar masyarakat memakai produk jasa keuangan. Sangat besar energi untuk itu -- karena selama ini masyarakat Indonesia masih banyak yang belum ikut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;&quot; data-block=&quot;true&quot; data-editor=&quot;8ecbm&quot; data-offset-key=&quot;2d8lq-0-0&quot; style=&quot;background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;_1mf _1mj&quot; data-offset-key=&quot;2d8lq-0-0&quot; style=&quot;direction: ltr; position: relative;&quot;&gt;
&lt;span data-offset-key=&quot;2d8lq-0-0&quot;&gt;&lt;br data-text=&quot;true&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;&quot; data-block=&quot;true&quot; data-editor=&quot;8ecbm&quot; data-offset-key=&quot;4ttrk-0-0&quot; style=&quot;background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;_1mf _1mj&quot; data-offset-key=&quot;4ttrk-0-0&quot; style=&quot;direction: ltr; position: relative;&quot;&gt;
&lt;span data-offset-key=&quot;4ttrk-0-0&quot;&gt;Lha, kenapa belum ikut?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;&quot; data-block=&quot;true&quot; data-editor=&quot;8ecbm&quot; data-offset-key=&quot;dad3-0-0&quot; style=&quot;background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;_1mf _1mj&quot; data-offset-key=&quot;dad3-0-0&quot; style=&quot;direction: ltr; position: relative;&quot;&gt;
&lt;span data-offset-key=&quot;dad3-0-0&quot;&gt;Lha, kalau tidak paham, kenapa harus ikut?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;&quot; data-block=&quot;true&quot; data-editor=&quot;8ecbm&quot; data-offset-key=&quot;109fi-0-0&quot; style=&quot;background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;_1mf _1mj&quot; data-offset-key=&quot;109fi-0-0&quot; style=&quot;direction: ltr; position: relative;&quot;&gt;
&lt;span data-offset-key=&quot;109fi-0-0&quot;&gt;Lha, kalau ada begitu banyak cerita seram tentang kerugian karena ikut, misalnya ikut asuransi....&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;&quot; data-block=&quot;true&quot; data-editor=&quot;8ecbm&quot; data-offset-key=&quot;88gb5-0-0&quot; style=&quot;background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;_1mf _1mj&quot; data-offset-key=&quot;88gb5-0-0&quot; style=&quot;direction: ltr; position: relative;&quot;&gt;
&lt;span data-offset-key=&quot;88gb5-0-0&quot;&gt;&lt;br data-text=&quot;true&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;&quot; data-block=&quot;true&quot; data-editor=&quot;8ecbm&quot; data-offset-key=&quot;8rim8-0-0&quot; style=&quot;background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;_1mf _1mj&quot; data-offset-key=&quot;8rim8-0-0&quot; style=&quot;direction: ltr; position: relative;&quot;&gt;
&lt;span data-offset-key=&quot;8rim8-0-0&quot;&gt;Ayolah. Di agensi Asuransi Jiwa sering dibahas tentang baru 10% rakyat Indonesia yang berasuransi jiwa, berarti ada banyak sekali pasar asuransi jiwa yang bisa digarap. Artinya, ada potensi bisnis yang luar biasa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;&quot; data-block=&quot;true&quot; data-editor=&quot;8ecbm&quot; data-offset-key=&quot;dgdj3-0-0&quot; style=&quot;background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;_1mf _1mj&quot; data-offset-key=&quot;dgdj3-0-0&quot; style=&quot;direction: ltr; position: relative;&quot;&gt;
&lt;span data-offset-key=&quot;dgdj3-0-0&quot;&gt;&lt;br data-text=&quot;true&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;&quot; data-block=&quot;true&quot; data-editor=&quot;8ecbm&quot; data-offset-key=&quot;5kkiv-0-0&quot; style=&quot;background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;_1mf _1mj&quot; data-offset-key=&quot;5kkiv-0-0&quot; style=&quot;direction: ltr; position: relative;&quot;&gt;
&lt;span data-offset-key=&quot;5kkiv-0-0&quot;&gt;Jadi, mau dong, menggarap potensi bisnis luar biasa?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;&quot; data-block=&quot;true&quot; data-editor=&quot;8ecbm&quot; data-offset-key=&quot;7un56-0-0&quot; style=&quot;background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;_1mf _1mj&quot; data-offset-key=&quot;7un56-0-0&quot; style=&quot;direction: ltr; position: relative;&quot;&gt;
&lt;span data-offset-key=&quot;7un56-0-0&quot;&gt;Hanya, apa yang dilakukan? Mengumpulkan orang? Mendesak untuk jadi agen asuransi, lantas berjualan setelah beri training tiga hari?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;&quot; data-block=&quot;true&quot; data-editor=&quot;8ecbm&quot; data-offset-key=&quot;5utth-0-0&quot; style=&quot;background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;_1mf _1mj&quot; data-offset-key=&quot;5utth-0-0&quot; style=&quot;direction: ltr; position: relative;&quot;&gt;
&lt;span data-offset-key=&quot;5utth-0-0&quot;&gt;&lt;br data-text=&quot;true&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;&quot; data-block=&quot;true&quot; data-editor=&quot;8ecbm&quot; data-offset-key=&quot;d61de-0-0&quot; style=&quot;background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;_1mf _1mj&quot; data-offset-key=&quot;d61de-0-0&quot; style=&quot;direction: ltr; position: relative;&quot;&gt;
&lt;span data-offset-key=&quot;d61de-0-0&quot;&gt;Ayolah. Bisnis konsultasi apa yang bisa dikuasai dalam training selama tiga minggu, atau tiga bulan? Apalagi hanya tiga hari! Tapi karena orang-orang menginginkan menerima komisi yang besar, mereka berjuang untuk berjualan. Ini seperti orang mau memperoleh penghasilan dokter (dalam hal kesehatan), lantas belajar tiga hari terus membuka &#39;klinik pengobatan&#39; yang intinya menjual produk supplemen makanan yang diklaim lewat kata-kata -- tentu tidak dalam bentuk tulisan -- bisa mengobati banyak penyakit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;&quot; data-block=&quot;true&quot; data-editor=&quot;8ecbm&quot; data-offset-key=&quot;f6a8b-0-0&quot; style=&quot;background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;_1mf _1mj&quot; data-offset-key=&quot;f6a8b-0-0&quot; style=&quot;direction: ltr; position: relative;&quot;&gt;
&lt;span data-offset-key=&quot;f6a8b-0-0&quot;&gt;&lt;br data-text=&quot;true&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;&quot; data-block=&quot;true&quot; data-editor=&quot;8ecbm&quot; data-offset-key=&quot;5cinb-0-0&quot; style=&quot;background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;_1mf _1mj&quot; data-offset-key=&quot;5cinb-0-0&quot; style=&quot;direction: ltr; position: relative;&quot;&gt;
&lt;span data-offset-key=&quot;5cinb-0-0&quot;&gt;Lalu, jika berhasil terus menulis &quot;WE ARE THE WINNING TEAM&quot; serta foto-foto bepergian ke luar negeri sebagai apresiasi pencapaian penjualan yang luar biasa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;&quot; data-block=&quot;true&quot; data-editor=&quot;8ecbm&quot; data-offset-key=&quot;2djer-0-0&quot; style=&quot;background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;_1mf _1mj&quot; data-offset-key=&quot;2djer-0-0&quot; style=&quot;direction: ltr; position: relative;&quot;&gt;
&lt;span data-offset-key=&quot;2djer-0-0&quot;&gt;&lt;br data-text=&quot;true&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;&quot; data-block=&quot;true&quot; data-editor=&quot;8ecbm&quot; data-offset-key=&quot;6pgqf-0-0&quot; style=&quot;background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;_1mf _1mj&quot; data-offset-key=&quot;6pgqf-0-0&quot; style=&quot;direction: ltr; position: relative;&quot;&gt;
&lt;span data-offset-key=&quot;6pgqf-0-0&quot;&gt;Itu adalah kemenangan para penjual. Bagaimana dengan para pembeli, para klien, para pasien, para nasabah? Apakah mereka juga jadi pemenang?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;&quot; data-block=&quot;true&quot; data-editor=&quot;8ecbm&quot; data-offset-key=&quot;5krp9-0-0&quot; style=&quot;background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;_1mf _1mj&quot; data-offset-key=&quot;5krp9-0-0&quot; style=&quot;direction: ltr; position: relative;&quot;&gt;
&lt;span data-offset-key=&quot;5krp9-0-0&quot;&gt;&lt;br data-text=&quot;true&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;&quot; data-block=&quot;true&quot; data-editor=&quot;8ecbm&quot; data-offset-key=&quot;1nntr-0-0&quot; style=&quot;background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;_1mf _1mj&quot; data-offset-key=&quot;1nntr-0-0&quot; style=&quot;direction: ltr; position: relative;&quot;&gt;
&lt;span data-offset-key=&quot;1nntr-0-0&quot;&gt;Sampai di sini, ayo kembali membaca artikel tentang kritik pedas dari Warren Buffet. Ada kebenaran yang harus direnungkan semua konsultan yang mengaku sebagai Profesional.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;&quot; data-block=&quot;true&quot; data-editor=&quot;8ecbm&quot; data-offset-key=&quot;c78l6-0-0&quot; style=&quot;background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;_1mf _1mj&quot; data-offset-key=&quot;c78l6-0-0&quot; style=&quot;direction: ltr; position: relative;&quot;&gt;
&lt;span data-offset-key=&quot;c78l6-0-0&quot;&gt;&lt;br data-text=&quot;true&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;&quot; data-block=&quot;true&quot; data-editor=&quot;8ecbm&quot; data-offset-key=&quot;3aqo6-0-0&quot; style=&quot;background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;_1mf _1mj&quot; data-offset-key=&quot;3aqo6-0-0&quot; style=&quot;direction: ltr; position: relative;&quot;&gt;
&lt;span data-offset-key=&quot;3aqo6-0-0&quot;&gt;Termasuk saya juga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://pikiran-donny.blogspot.com/2016/05/cuma-sales.html</link><author>noreply@blogger.com (Donny A. Wiguna)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7458036.post-1566035315722493604</guid><pubDate>Fri, 29 Apr 2016 01:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-04-29T08:11:47.109+07:00</atom:updated><title>Tax Amnesty Indonesia 2016</title><description>Perkembangan menarik di Indonesia. Adanya Tax Amnesty membuat beberapa reaksi. Bagi negara2 yang selama ini memperoleh dana dari Indonesia, mereka ketar ketir. Bila Tax Amnesty (TA) berjalan dan menarik dana dari negaranya, akan jadi masalah ekonomi. Jadi mereka melakukan lobi dan entah apa, untuk menggagalkan TA, atau untuk membuat TA jadi tidak menarik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain, investor melihat Indonesia bisa terbang sangat cepat dengan &quot;rocket fuel&quot; dana sangat besar yang dibawa masuk jika TA berjalan. Indonesia masih sangat luas, sangat banyak daerah yang belum berkembang. Jadi ada dana banyak, ada banyak juga daerah bisa dibangun. Keunggulan Indonesia: Stabil dalam pemerintahan, demokratis, dan sekarang kuat membersihkan diri dari korupsi. Aturan yang lebih adil dan terbuka. Plus, jumlah penduduk yang banyak. Saat ini, 252 juta jiwa, dan masih bertumbuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bandingkan dengan negara maju yang tidak ada tempat untuk dibangun besar-besaran, yang penduduknya malas menikah, malas berkeluarga dan punya anak, yang secara statistik orang tuanya banyak sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demografi adalah akar masalah ekonomi saat ini: Orang muda yg lebih sedikit harus menanggung orang tua dan anak-anak mereka, sementara ada hutang besar yang juga harus dibayar. Hutang yang timbul dari skema serupa Ponzi, tapi ukurannya raksasa, dilakukan oleh negara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Indonesia bebas dari semua penyakit itu. Hutang Indonesia masih dibawah 60% PDB, dan masih berupa hutang produktif. Bukan hutang untuk bayar gaji PNS, yang merupakan hutang konsumtif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak heran kalau dana dari luar negeri terus masuk, investor yang mau ambil bagian ketika ekonomi Indonesia melesat. Lihat bagaimana IHSG tetap positif ketika yang lain negatif?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah cukup lama kita duduk sedih dalam kondisi investasi suram dunia. Kini waktunya untuk bangkit dan melihat ada kesempatan bagus yang mungkin segera terjadi.... Tentunya masih ada perjuangan, karena banyak yang tidak mau TA jadi kenyataan hebat, yang berarti musibah hebat bagi mereka....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mari berdoa dan bersemangat!</description><link>http://pikiran-donny.blogspot.com/2016/04/tax-amnesty-indonesia-2016.html</link><author>noreply@blogger.com (Donny A. Wiguna)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7458036.post-3778915488257572976</guid><pubDate>Sat, 16 Apr 2016 08:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-04-16T15:37:22.972+07:00</atom:updated><title>Sektor Jasa Keuangan dan OJK</title><description>&lt;div style=&quot;border-width: 100%; direction: ltr;&quot;&gt;

&lt;div style=&quot;direction: ltr; margin-left: 0in; margin-top: 0in; width: 7.3993in;&quot;&gt;

&lt;div style=&quot;direction: ltr; margin-left: 0in; margin-top: 0in; width: 7.3993in;&quot;&gt;

&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
SEKTOR JASA KEUANGAN
-- adalah area di mana produk keuangan diluncurkan. Di Indonesia, pengawasan
dan regulasi SJK ada di bawah Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dan kita saat ini
bisa melihat Master Plan dari OJK untuk SJK dari tahun 2015-2019. Bagian ini penting
karena OJK, yang baru muncul 2014, kini mengambil peran sentral dan penting
dalam sektor jasa keuangan di Indonesia.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Hanya, yang memahami
situasinya, mungkin masih mengangkat alis. Atau angkat tangan? Masih ingat, dua
tahun lalu orang meributkan soal bagian yang harus dibayarkan oleh Lembaga Jasa
Keuangan (LJK) kepada OJK. Lha, ini regulator atau mau pungut memungut dana
saja dari perusahaan keuangan? Ahh…. Itu salah paham yang terjadi dua tahun
lalu.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Ada lima kelompok
yang ditangani OJK. Ada perbankan, ada perusahaan pembiayaan, ada perusahaan
sekuritas dan manajemen aset, ada perusahaan asuransi, dan ada bursa efek juga
bursa berjangka. Eh, dari sudut pandang OJK, pembagiannya adalah Perbankan,
Pasar Modal, IKNB, dan Syariah. OJK juga menangani Konsumen; bagaimana mendidik
konsumen untuk lebih paham.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Ribet-ribetnya:
belum tentu para pelaku, para agen, di dalam SJK ini sungguh memahami
urusannya. Berapa banyak agen bank yang sungguh-sungguh mengerti dan bisa
membantu nasabah untuk membuat perhitungan usaha? Berapa banyak agen asuransi
jiwa yang sungguh-sungguh dapat melayani nasabah memperoleh asuransi jiwa yang
sesuai?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Ok deh. Bicara fakta
ya. Faktanya, orang modern tidak mungkin lepas dari jasa keuangan. Jika mau
bertransaksi, jaman sekarang ini sangat butuh jasa bank. Butuh taruh dana di
bank. Butuh buat penjaminan di bank. Sebaiknya menaruh uang dan menarik uang
melalui bank -- daripada memakai jasa tetangga.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Jadi, ayo pakai jasa
bank! Kalau kantor cabang nggak ada, kan sekarang ada program LAKU PANDAI yang
bisa bawa bank ke depan pintu toko. Manfaatkan dong? Tapi, namanya transaksi ya
ini berjangka pendek.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Untuk jangka
panjang? Sebaiknya menaruh di instrumen investasi; saya menyukai REKSA DANA,
yang bahasa Inggrisnya adalah Mutual Fund. Ini adalah suatu Kontrak Investasi
Kolektif, di mana dana dikelola oleh Manajer Investasi dari suatu perusahaan
Manajemen Aset. Jadi, kalau berpikir mau menabung jangka panjang, lebih dari 1
tahun, ya taruh di Reksa Dana sajalah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Asuransi sangat
penting sebagai penjamin, memastikan adanya PERTANGGUNGAN di saat terjadi
musibah. Maksudnya begini: kalau terkena musibah (dan semua musibah itu bakal
mengambil duit Anda), ada yang menanggung sebagian atau seluruh pengeluaran
yang besar itu. Kalau nggak ditanggung orang lain, ya siap-siap menanggung
sendiri semua kehilangan itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Pusingnya begini:
buat menabung jangka panjang, orang memilih taruh di deposito. Lha, itu kan
jangka pendek? Tapi mereka memakai fasilitas ARO - Automatic Roll Over, dalam
deposito yang tidak lagi dicek, tidak lagi dikendalikan, dan tidak lagi dilihat
apakah bunga riilnya positif atau negatif. Jadi bank dikasih banyak uang yang
tidak mengalir. Tahu apa yang terjadi ketika sang pemilik uang meninggal dunia?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Untuk itu, ada agen
asuransi yang mengajari bahwa lebih baik menabung jangka panjang -- misalnya
untuk biaya pensiun, di Asuransi Jiwa. Nah dibuatlah perbandingan begini: kalau
nabung di bank dapatnya cuma segini, nabung di asuransi unit link dapatnya segini,
lebih besar! Ada salah paham besar di sini: yang namanya investasi itu tidak
pasti, tidak dijamin. Kalau ada ilustrasi asuransi unit link, baca baik-baik
HASIL INVESTASI TIDAK DIJAMIN. Maka tidak bisa dibilang bahwa hasilnya akan
segini dan nanti pasti jadi segini.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Lagipula, sudah
sadar belum, kalau dalam program asuransi unit link, investasi berupa unit itu
akan OTOMATIS dicairkan secara periodik SEPANJANG KONTRAK untuk membayar biaya
asuransi? Jadi misalnya orang berinvestasi untuk pensiun, tapi investasinya
secara periodik dicairkan untuk bayar biaya asuransi. Ini bukan tipuan, MEMANG
seperti itulah Asuransi Unit Link.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terbayang.… ini ayah dan bunda setengah mati menabung untuk ananda nanti
kuliah, tanpa sadar unitnya banyak dihabiskan untuk biaya asuransi, karena
agennya dengan manis membujuk untuk mengambil banyak manfaat tambahan dalam
asuransi, yang semuanya bakal meminta dibayar biaya asuransi. Soalnya, bagi
sang agen, semakin banyak manfaat tambahan, semakin banyak pula komisi
didapatkan. Miris &#39;kan? &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Masih mau, menabung
buat biaya pendidikan nanti, di produk Asuransi? Begini lho: jika MEMANG mau
berinvestasi, pilihlah produk investasi. Sekali lagi: sebaiknya menaruh di
instrumen investasi seperti Reksa Dana. Atau kalau punya kemampuan dan
kompetensi cukup, belilah SAHAM. Tuh, OJK juga buat program NABUNG SAHAM….&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Susahnya, banyak
yang tidak paham ya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Seperti, banyak
orang yang gagal paham bahwa Asuransi itu memberikan PERTANGGUNGAN yang sangat
dibutuhkan dalam kondisi terjadi musibah. Semua orang punya risiko, tidak bisa
dihindari. Satu-satunya jasa keuangan yang memberi dana saat musibah terjadi
adalah Asuransi. Yang lain, kalau misalnya punya kredit ke bank, itu kredit
langsung JATUH TEMPO ketika debitor meninggal dunia.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Jadi, yang
terpenting dari Asuransi adalah UANG PERTANGGUNGAN yang diberikan. Dalam
Asuransi Jiwa yang sampai usia 100 tahun, besarnya Uang Pertanggungan (UP) itu
hampir pasti akan diterima, karena jarang yang hidup lebih dari 99 tahun. Dalam
kepastian itu, orang bisa hitung berapa premi yang dibayarkan dibanding berapa
UP yang diterima oleh keluarga…. Dan dengan demikian, Asuransi Jiwa juga
menjadi instrumen untuk pemindahan kekayaan yang sangat efisien, bebas pajak
dan bebas dari biaya hukum. (Soal ini, nanti kapan2 ditulis lebih banyak).&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Kondisi saat ini
adalah: banyak yang salah jual, banyak yang salah beli. Produk keuangan itu
bagus, tapi kalau ada salah jual, ada salah beli, dan pastinya salah paham --
maka bisa terjadi kerugian yang sangat menyebalkan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Peran OJK sangat
penting sebagai regulator, yang memberikan kontribusi untuk mengembangkan
pembangunan. Dengan OJK menjaga kestabilan sektor jasa keuangan, masyarakat
akan lebih aman untuk mengambil produk jasa keuangan -- karena kalau ada yang
ngawur, bisa mengadu ke OJK &#39;kan? Masyarakat bisa bilang ke OJK, ini produk
ngawur, saya dirugikan! -- maka OJK bisa datang untuk menyelidiki.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Bisa saja,
perusahaan memang salah. Atau agennya salah. Atau konsumennya yang salah. Ada
aturan, dan kita bisa lihat apakah peraturan diikuti, atau dilanggar. Eh. Belum
tentu perusahaan atau agen salah ya. Yang mau nakal terhadap lembaga keuangan
juga ada. Rampok ada di mana-mana…..&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
UU memberikan
kekuasaan kepada OJK. UU No. 40 Tahun 2014 Tentang Perasuransian, misalnya,
memberi banyak kekuasaan kepada OJK untuk mengatur. UU itu juga memberikan
ancaman pidana kepada agen atau pihak manapun yang memanipulasi nasabah, yang
merugikan nasabah. Jadi, merasa ditipu oleh agen asuransi? Sekarang bisa datang
ke polisi dan buat LP, atas pelanggaran UU No. 40 Tahun 2014. Ancaman max
hukuman 5 Milyar dan/atau 5 tahun penjara….. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Nggak main-main jadi
agen asuransi ya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Hal-hal begini,
seharusnya memberikan ketentraman bagi nasabah. Semoga agen yang tidak kompeten
menjadi takut karena ancaman ini dan terus keluar. Maka hanya agen profesional
yang betul-betul mampu yang datang melayani masyarakat. Lebih baik bagi masyarakat
&#39;kan?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Profesionalisme
dibutuhkan, karena kita sedang mengalami situasi yang sukar dalam perekonomian
global. Pilihan yang salah, membawa akibat yang berat. Misalnya begini: dulu
orang tua kita nabung sebisanya, itu cukup untuk memasukkan kita masuk kuliah.
Sekarang, jika kita jadi orang tua, program menabung/berinvestasi harus dibuat
secara serius. Kalau tidak begitu, tidak cukup uang untuk memasukkan anak kita
kuliah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Asuransi juga
begitu: dulu kalau ada yang kena musibah, banyak keluarga yang datang dan
membantu, juga secara finansial. Untuk pemakaman juga ada uang patungan. Tapi
sekarang, kalau sang ayah meninggal dunia…. Ibu dan anak-anak harus menanggung
sendiri. Mana keluarga besar yang datang membantu? Malah, keluarga harus
keluarkan biaya untuk makan-makan para keluarga yang datang melayat…. Biaya
final jaman sekarang mahal, dan semakin mahal. Kalau asuransi jiwa cuma 10 - 50
juta, mana cukup?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Melek finansial --
literasi finansial -- menjadi suatu kebutuhan yang semakin mendesak. Umm…. OJK
sampai di mana ya, untuk ini? Semoga, OJK bisa bekerja lebih cepat, lebih
profesional, dan tidak terus bingung karena aturan-aturan lama yang tidak cocok
dengan kondisi lapangan….&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Namun, nampaknya
kita harus bersabar…. Apalagi dengan para pembuat UU yang nampaknya tidak
begitu paham dengan seluk beluk riil dari kondisi ekonomi dan masyarakat
Indonesia. Dan coba lihat, bukankah ruang media kita masih penuh dengan
keributan tentang Sumber Waras -- yang sebenarnya lebih memperlihatkan betapa
TIDAK KOMPETEN nya BPK dalam bekerja?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Sampai, tidak tahu
lagi, apa sih pentingnya semua pemberitaan dan keramaian begini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini bagus untuk disimpan: &lt;a href=&quot;http://www.ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/info-terkini/Pages/Master-Plan-Sektor-Jasa-Keuangan-Indonesia-2015-2019.aspx&quot;&gt;http://www.ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/info-terkini/Pages/Master-Plan-Sektor-Jasa-Keuangan-Indonesia-2015-2019.aspx&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://pikiran-donny.blogspot.com/2016/04/sektor-jasa-keuangan-dan-ojk.html</link><author>noreply@blogger.com (Donny A. Wiguna)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7458036.post-1052061938812742700</guid><pubDate>Sat, 16 Apr 2016 06:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-04-16T13:17:44.647+07:00</atom:updated><title>Indonesia - Quo Vadis?</title><description>&lt;div style=&quot;border-width: 100%; direction: ltr;&quot;&gt;

&lt;div style=&quot;direction: ltr; margin-left: 0in; margin-top: 0in; width: 7.6041in;&quot;&gt;

&lt;div style=&quot;direction: ltr; margin-left: 0in; margin-top: 0in; width: 7.6041in;&quot;&gt;

&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
INDONESIA berada di
tengah ekonomi global yang lelah. Seperti orang yang terus-menerus harus meniup
balon yang bocor, tapi harus dijaga tetap mengembang. Kalau balon ini kempes,
ekonomi kempes, hancurlah gaya hidup dan kehidupan banyak negara, banyak rakyat
yang akan menderita. Tapi terus menerus meniup balon bocor ini selalu
melelahkan…&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Perbankan, bank
sentral, mempunyai kewenangan dalam menetapkan kebijakan moneter. Sudah tahu
belum, sekarang Bank Indonesia akan menetapkan BI Rate dengan cara berbeda?
Tadinya, BI Rate berlaku untuk jangka waktu 12 bulan. Jadi misalnya mau taruh
duit di deposito, diberi bunga yang hitungannya per tahun (walau depositonya
hanya 1 bulan). Mulai bulan Agustus 2016, yang jadi patokan adalah suku bunga
pinjaman antar-bank yang dikenal sebagai
7-days-reverse-repo-rate.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sederhananya (mohon maaf dan koreksi kalau ada salah dalam penyederhanaan ini).
Pemerintah kan mengeluarkan surat utang negara (SUN). Nah, SUN ini dijual BI
kepada Bank dengan perjanjian nanti, 7 hari kemudian, dijual balik oleh Bank
kepada BI (makanya disebut repo) dengan harga lebih rendah (alias reverse).
Bank memperoleh keuntungan dari reverse-repo. Rate dari 7-days-reverse-repo ini
menjadi patokan, ambil 75 bps lebih rendah untuk suku bunga tabungan dan 75 bps
lebih tinggi untuk suku bunga pinjaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akibatnya? Di satu sisi, suku bunga tabungan jadi nggak tinggi. Di sisi lain,
suku bunga pinjaman juga jadi nggak tinggi. Secara keseluruhan, pergerakan suku
bunga bisa menjadi lebih sempit untuk transaksi yang jangka waktunya lebih
pendek. Yang diharapkan, duit lebih banyak beredar di pasar, daripada di bank.
Posisi bank adalah jadi intermediasi bisnis, dukung transaksi bisnis. Taruh
duit di bank untuk bisnis!&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Nah, repot-repotnya,
orang masih menaruh duit di bank, seperti deposito, untuk jangka panjang. Kalau
boleh menduga-duga, nanti perubahan BI Rate bisa lebih seru, jadi bunga
deposito juga bisa lebih fluktuatif dari bulan ke bulan. Siapa bilang menaruh
duit di deposito itu stabil dan garis lurus tetap sama? Sebaiknya orang taruh
duit jangka panjang di instrumen investasi, seperti Reksa Dana.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Namun gimana nih,
saat ini dana di reksa dana kebanyakan datang dari institusi baik perusahaan,
yayasan, maupun dana pensiun, bukan perorangan. Jumlah reksa dana dari
perorangan hanya berapa % ya? (belum dapat datanya).&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Lantas, ada juga
urusan perpajakan. Pemerintah nampak bingung karena ingin menarik pajak
sekaligus menjaga konsumsi masyarakat. Maka, Pendapatan Tidak Kena Pajak (PTKP)
naik dan diwacanakan naik lagi, sementara kegiatan Dirjen Pajak mengejar WP
Perorangan semakin giat. Yang bayar pajak tentunya adalah para WP yang
pendapatannya di atas 3 jt per bulan (saat ini -- diwacanakan nanti jadi 4,5 jt
per bulan).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalahnya, orang pajak hanya melihat bahwa ada penghasilan sekian untuk
dipajaki. Pendapatan lebih tinggi sebenarnya bisa dibagi dua kelas: yang datang
sebagai pendapatan/gaji/upah/income, dan yang datang sebagai kapitalisasi dari
risiko dalam mengerjakan aset. Ada perbedaan besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau namanya gaji, itu kan stabil, tidak pakai risiko. Karyawan dapat gaji
rutin, apapun kondisi perusahaannya.&lt;br /&gt;
Kalau namanya aset, bisa untung bisa juga rugi. Hari ini untung besar. Besok
rugi besar. Biasa dalam bisnis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi tidak biasa, ketika semuanya dipajaki dengan cara yang sama, asal lihat
angka penghasilan. Jadi lebih tidak cocok lagi, ketika pajak juga melihat
kekayaan dan peningkatan kekayaan sebagai pokok pengenaan pajak yang sama
besarnya. Kenapa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena kalau memiliki aset dan terus mengalami dipajaki selangit adalah
peraturan yang harus diikuti tanpa bisa ditawar lagi, maka… lebih baik jadi
karyawan dan terima gaji. Sebaiknya setinggi-tingginya jadi karyawan dan terima
gaji besar. Mungkin pajaknya besar, tapi kan pendapatan itu nggak ada
risikonya?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Daripada jadi
pengusaha. Waktu ada pendapatan besar, harus dilaporkan dan dipajaki sama
besarnya seperti karyawan. Tapi waktu ada kerugian, akibatnya pajaknya lebih
kecil -- terus datanglah petugas pajak dan mencari tahu kenapa pendapatan
menurun, kenapa bayar pajak lebih sedikit? Maunya pajak tinggi terus, makin
tinggi terus….&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Dalam ekonomi
seperti sekarang di mana tingkat risiko lebih tinggi, pengusaha mempunyai beban
berat mempertahankan tingkat perputaran usaha. Mau sama saja sudah susah --
bagaimana caranya bisa membuat usaha bertumbuh? Tapi orang pajak punya target
dalam memperoleh pungutan pajak. Ini kan jadi pilar penopang APBN, apalagi
dengan kondisi harga minyak rendah, harga komoditi rendah, dan pajak dari
ekspor tidak bisa diharapkan sebesar dahulu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Dengan PTKP
dinaikkan ke 4,5 jt per bulan, sebagian besar rakyat Indonesia tidak bayar
pajak. Yang sebagian kecil harus bayar pajak dengan taat -- bukan saja laba,
tapi juga aset dikenakan pajak. Bagi orang yang punya aset, mau taruh di mana?
Menaruh aset di negara-negara yang tidak memajaki aset dan kekayaan menjadi
menarik (termasuk di Amerika Serikat -- di sana aset nggak dipajaki).&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Tax Amnesty adalah
usaha &#39;mengampuni kesalahan&#39; orang yang menaruh aset di luar negeri, sehingga
kekayaannya itu tidak dikenakan pajak. Harapannya, dengan tax amnesty maka
asetnya boleh kembali ke Indonesia…. Nggak dipajaki atas apa yang sudah terjadi
di masa lalu, tapi untuk selanjutnya bisa dikenakan pajak dong?! Lagipula, aset
yang jumlahnya sangat besar itu -- konon mencapai 11 quaddrilliun -- akan
membuat dorongan yang sangat besar dalam likuiditas di Indonesia; dan utamanya
adalah selanjutnya menjadi objek pajak.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Kemarin, dari
konsultasi DPR dengan Presiden, RUU Tax Amnesty nampaknya akan segera
dikeluarkan sebagai UU.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Sejujurnya saya
merasa takut dengan kondisi yang mungkin terjadi. Bayangkan, semisal ada duit
11.000 Triliun (buat perbandingan, total dana pihak ketiga di perbankan
Indonesia sekitar 4.000 Triliun) masuk ke Indonesia…. Duit itu kan milik
institusi dan individu. Lari ke mana? Taruh di Bank?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Kalau taruh di bank,
itu bank nya kelimpungan kebanyakan duit. Mau dikemanain duitnya? Siapa yang
mau pinjam duit, yang punya tingkat risiko sepadan?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Kalau ditaruh ke
pasar, misalnya terus dibelanjakan properti, maka harga properti akan terus
terbang ke langit, sampai menjadi gelembung yang nggak masuk akal.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Kalau ditaruh ke
pasar modal, terjadi gelembung pasar modal yang gila-gilaan -- karena semua
investor (termasuk saya) pasti akan terus beli saham apapun, yang harganya akan
naik jauh berlipat-lipat dibandingkan earning dari perusahaan. Mau beli saham
dengan PER berapa?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Inflasi, jadi
hyper-inflation. Kalau berpikir ada duit banyak masuk Indonesia itu lantas
bagus, mungkin di depannya saja nampak bagus. Sudah tahu belum, ada orang mati
karena kebanyakan makan? Ini perbankan sedang berusaha membuat duit nggak
banyak dan nggak lama2 di perbankan kok, dengan pengaturan BI Rate baru itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Hampir pasti, duit
yang banyak itu nggak akan masuk secara merata ke akar rumput, terbagi ke
seluruh rakyat. Kemampuan dan kompetensi orang tetap akan jadi pembeda -- yang
terjadi adalah gap yang lebih besar antara orang kaya dan miskin, parameternya
coba cek koefisien gini yang terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi orang pajak kan punya target ya…. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Bagaimana ya, nasib
rakyat Indonesia?&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://pikiran-donny.blogspot.com/2016/04/indonesia-quo-vadis.html</link><author>noreply@blogger.com (Donny A. Wiguna)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7458036.post-2149793896295469506</guid><pubDate>Sat, 16 Apr 2016 06:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-04-16T13:16:33.212+07:00</atom:updated><title>Secular Stagnation</title><description>&lt;div style=&quot;border-width: 100%; direction: ltr;&quot;&gt;

&lt;div style=&quot;direction: ltr; margin-left: 0in; margin-top: 0in; width: 7.6041in;&quot;&gt;

&lt;div style=&quot;direction: ltr; margin-left: 0in; margin-top: 0in; width: 7.6041in;&quot;&gt;

&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
SECULAR STAGNATION
-- adalah kondisi pertumbuhan ekonomi rendah sekali di mana dalam tingkat
kekayaan yang besar, jumlah tabungan melebihi jumlah investasi jangka menengah
- panjang. Artinya, uang tersimpan lebih banyak di brankas daripada diputarkan
untuk bangun (misalnya) infrastruktur dan pendidikan, yang sangat dibutuhkan
untuk pertumbuhan yang berkelanjutan. Alhasil, pertumbuhan ekonomi menurun,
pendapatan per kapita menurun. Bisa dibilang: ekonominya stagnan. Bagi yang
punyai duit di tabungan, nggak mau nilainya menurun dong…. Jadi mereka terus
mengalihkan kekayaannya di negara yang pertumbuhannya masih bagus. Akibatnya,
duit mengalir keluar dan menyebabkan devaluasi mata uang, kalau jumlah uang
keluar banyak sekali.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Devaluasi mata uang
itu membuat nilai barang ekspor jadi menurun, dan terus meningkatkan pesanan,
membuat pabrik berjalan, orang bekerja, dan pendapatan tetap dijaga nggak
jeblok-jeblok amat, pertumbuhan ekonomi nggak sampai negatif -- masih berkisar
di angka 0%.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cerita ini terjadi di berbagai negara maju, di Eropa dan Jepang. Lihat saja
Jepang: ekonomi Jepang parah, tapi investor Jepang banyak taruh duit di
Indonesia. Dan bagi negara-negara ini, penguatan mata uang adalah masalah.
Mereka mau supaya terjadi devaluasi -- perang mata uang adalah kompetisi saling
menurunkan nilai mata uangnya. Mungkin cuma orang Indonesia saja yang suka
kalau mata uang Rupiah menguat….&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Bagi negara seperti
Jepang, duit dikeluarkan dari sistem perbankan dengan membuat rate suku bunga
negatif; artinya orang DIHUKUM karena menaruh duitnya di perbankan Jepang.
Begitu juga dengan Eurozone. Ya itu duit terus dikeluarkan…. Dan untuk itu bank
sentralnya tidak berbuat apa-apa. Tidak melakukan apa-apa adalah pilihan yang
mereka ambil.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Sementara, uang
mengalir kembali ke AS, dan dengan ragu-ragu masuk ke pasar saham serta
investasi lain. Masalahnya, dengan Secular Stagnation maka nilai barang Amrik
jadi tinggi, biaya dan harga barang &amp;amp; jasa Amrik tinggi…. Dan The Fed yang
neracanya seperti gajah bengkak itu, pelan-pelan tapi pasti menaikkan suku
bunganya. Bagi The Fed, sudah tidak banyak pilihan, opsi mereka terbatas. Mau
ikutan bikin duit keluar dari Amerika? Itu bisa meruntuhkan pasar saham. Mau
menahan duit terus ada di dalam negeri? Harga barang menjadi tinggi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Logika ekonominya
gampang sih. Di mana duit berkumpul, di sana terjadi kenaikan harga yang
menyebabkan barang nggak kompetitif lagi. Kalau mau tetap ada pesanan, tetap
ada pertumbuhan ekonomi, maka duit nggak boleh kumpul terlalu banyak terlalu
lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi secular stagnation ini bikin frustasi para pemegang duit. Kalau
berlama-lama begini, kepercayaan kepada para pembuat kebijakan menjadi semakin
terkikis. Para pembuat kebijakan bank sentral itu mungkin membuat keputusan
yang secara politis bagus buat kebanyakan rakyat, 80% penduduk yang hidup dari
gaji mereka. Tapi, itu jelek untuk 5% high-net-worth-individual investors yang
punya uang sedemikian banyak dan ingin melihat ada pertumbuhan. Mereka kalau
mau charity ya charity, yang bisa dipakai potong pajak. Nggak mau disuruh
menerima rate negatif.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Jadi…. Ada
kemungkinan pasar saham di amrik bakal anjlok, yang tidak selalu berarti bursa
efek Indonesia ikutan anjlok…. Haeh. Kondisinya susah
diprediksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Moga-moga nggak lelah membaca posting begini…. Hahaha (NEXT: bagaimana
Indonesia)&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://pikiran-donny.blogspot.com/2016/04/secular-stagnation.html</link><author>noreply@blogger.com (Donny A. Wiguna)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7458036.post-7365679984454392063</guid><pubDate>Tue, 12 Apr 2016 07:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-04-14T14:56:30.834+07:00</atom:updated><title>Panama Papers</title><description>&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
PANAMA PAPERS
membuat mata terbuka tentang praktek orang-orang kaya untuk menyelamatkan
kekayaannya dari incaran pajak. Ok. Sebelum lebih lanjut, lebih dahulu harus
dipahami ada dua hal yang berbeda soal tidak membayar pajak ini. Yang pertama
adalah PENGGELAPAN PAJAK (Tax Evasion), yang merupakan kriminal. Yang kedua
adalah PENGHINDARAN PAJAK (Tax Avoidance), yang bisa saja sepenuhnya
legal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penggelapan pajak adalah, situasi dimana orang atau badan usaha seharusnya
membayar pajak, namun melakukan berbagai manipulasi dan pat pat gulipat,
sehingga tidak bayar pajak atau membayar pajak lebih kecil. Seringkali caranya
kerjasama dengan petugas pajak…. Itu adalah tindakan kriminal, berakhir di
penjara.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Penghindaran pajak
adalah, situasi dimana orang mengatur badan atau aset dan hasilnya menjadi
BUKAN objek pajak, atau setidaknya hanya sebagian membayar pajak, melalui
penetapan yang SAH dan diijinkan. Ini bukan tindakan kriminal, namun secara
moral patut dipertanyakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa patut dipertanyakan? Karena, secara moral, seorang warganegara yang baik
akan bersedia membela dan membangun negaranya dengan rela membayar pajak secara
penuh. Seharusnya, selayaknya, pajak dibayar agar negara memperoleh cukup
pendapatan untuk bekerja, menjaga kehidupan seluruh rakyat.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Di sisi dirjen
pajak, pokok utamanya sederhana: ada target yang harus dicapai, di mana
penerimaan pajak menjadi salah satu pendukung utama APBN. Jadi, harus
dipikirkan bagaimana pungutan pajak bisa dilakukan lebih banyak, lebih luas --
supaya anggaran belanja negara tercukupi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Di sisi wajib
pajak…. Apakah seseorang yang bekerja lebih banyak, lebih keras, menjadi wajib
untuk mendukung bangsa dan negara ini? Mereka yang berjerih lelah membangun
perekonomian, patutkah mereka diberi hadiah berupa dikejar-kejar untuk bayar
pajak?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Sedangkan, sebagian
besar orang di usia kerja, yang pendapatannya 3 jt per bulan, tidak dikenakan
pajak (PTKP adalah 3 jt per bulan atau 36 jt per tahun)?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Pertanyaannya
berlanjut menjadi, masih adakah hak azasi seorang untuk memiliki, menyimpan,
dan mengelola hartanya sesuai dengan apa yang dikehendakinya? Jika masih ada
hak azasi itu, maka apa yang melarangnya untuk menaruh hartanya di luar negeri?
Orang Indonesia bisa menaruh harta di mana saja, kan?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Mereka menaruh harta
di luar negeri, dengan cara membentuk perusahaan asing. Sahamnya dibuat atas
nama warganegara asing tempat perusahaan didirikan, sementara si pemilik harta
sebenarnya hanya menjadi direktur pelaksana. &quot;Perusahaan asing&quot; ini
terus bekerja di Indonesia, mendapatkan untung, dan tentunya membayar pajak
badan secara normal (bukan menggelapkan pajak lho).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena ada keuntungan, maka ada dividen dari saham. Keuntungan ini secara hukum
diterima oleh warganegara asing tadi, tapi itu hanya nama saja…. Dan oleh orang
Indonesia ini dana itu terus dibuatkan menjadi aset lain, perusahaan lain, juga
di luar negeri. Dari waktu ke waktu, kekayaannya bertambah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Orang Indonesia ini
akan &#39;dibayari&#39; oleh perusahaan asing yang didirikannya -- itu adalah biaya
operasional yang mengurangi laba. Tentunya sebagai &#39;pegawai&#39; ia akan dikenakan
pajak penghasilan -- tetapi bukan dihitung dari segala kekayaan yang sebenarnya.
Pajak yang dibayarnya jauh lebih kecil daripada peningkatan kekayaan yang
dimilikinya. Perusahaannya terus bertambah, bertumbuh, berada di luar negeri.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Perusahaan Panama
itu menjadi penyedia jasa untuk membuat semua hal ini bisa terjadi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Secara hukum, semua
ketentuan perpajakan dipenuhi. Tidak ada penggelapan pajak. Kekayaan, aset
perusahaan bertumbuh di negara yang tidak mengenakan pajak pada aset dan
kekayaan. Negara-negara ini hanya memungut sebagian kecil dari pendapatan laba
perusahaan, untuk menutupi biaya negeri yang kecil mungil dan berpenduduk tidak
sampai satu juta orang itu. Kalaupun mau melakukan &#39;pelacakan&#39; kekayaan, nama
orang Indonesia tidak muncul dalam dokumen pemilik di akte. Perjanjian antara
orang Indonesia dan warga asing yang ditunjuk, itu adalah perjanjian khusus
berdua saja, yang tidak diumumkan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Jadi….. Kalau tidak
ada pelanggaran hukum, maka tidak bisa dilakukan tindakan hukum. Namun secara
moral, hal ini mengganggu -- dan muncul usaha untuk mengambil kembali
&#39;kekayaan&#39; itu…. Masalahnya, secara politik, bagaimana menyelaraskan antara hak
individu dengan kebutuhan komunitas? Jika secara politik, demi popularitas
partai politik, dilakukan langkah-langkah represif, misalnya memenjarakan orang
kaya itu untuk memaksanya….. Apa dasar hukum untuk memenjarakan orang karena
melakukan penghindaran pajak, dan secara hukum memasang nama orang lain sebagai
pemilik yang sah?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Lebih jauh lagi,
tindakan represif hanya membuat orang-orang kaya itu terus pergi dari
Indonesia, dan menarik semua aset dan usaha mereka. Sebagai pemilik yang
sebenarnya, bukankah mereka bisa melakukan hal itu? Toh masih ada negara lain
di atas muka bumi ini. Pemerintah tidak bisa menjadi lebih pandai daripada
orang yang memikirkan cara untuk memperoleh kekayaannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Orang Indonesia
tidak harus punya aset di Indonesia.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Orang Indonesia
tidak harus berbisnis di Indonesia.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Orang Indonesia
tidak harus berbahasa Indonesia.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Orang Indonesia bisa
berubah menjadi bukan Indonesia.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Yang tertinggal
hanya orang Indonesia yang biasa-biasa saja, dan bisanya cari makan -- bukan
menyediakan pekerjaan. Jadi, siapa yang sebenarnya kehilangan?&lt;/div&gt;
</description><link>http://pikiran-donny.blogspot.com/2016/04/panama-papers.html</link><author>noreply@blogger.com (Donny A. Wiguna)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7458036.post-8901809029459618219</guid><pubDate>Wed, 23 Mar 2016 08:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-03-23T15:32:13.983+07:00</atom:updated><title>Paskah, Jalan Langsung</title><description>&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Ketika tanggal 21
Maret kemarin orang-orang berdemo, ada sesuatu yang berbeda.&lt;br /&gt;
Demo kemarin bukan tentang kebijakan. Bukan tentang keputusan Pemerintah atas
sesuatu.&lt;br /&gt;
Demo kemarin adalah tentang persaingan. Pemerintah didemo karena tidak membuat
keputusan, karena tidak mencegah ada kemajuan dan perubahan. Kenapa Pemerintah
tidak membuat segala sesuatu seperti sediakala?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Orang-orang ini
terbiasa berhubungan dengan &quot;jalur bisnis&quot; -- mereka jadi sopir,
bekerja pada perusahaan, yang menyediakan jalan dan cara kerja serta
pengharapan. Berharap bahwa situasinya akan seperti itu bagi semua orang: kalau
mau berusaha maka harus memakai jalur perusahaan, harus memakai baju seragam,
harus mentaati peraturan perusahaan, dan memenuhi setoran. Selebihnya, boleh
bawa pulang. Bersaing dalam cara seperti itu, bergerak dengan koridor itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Jalur langsung?
Tidak masuk akal. Hubungan melalui gadget? Tidak bisa diterima. Harus memakai
jalur ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Peristiwa ini
terjadi dalam masa Paskah, yang puncaknya pada hari Minggu, 27 Maret nanti.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Peristiwa kemarin
itu bisa menggambarkan bagaimana manusia mau berhubungan dengan Tuhan. Cara
yang lama, cara yang dahulu, adalah melalui &quot;jalur rohani&quot; -- mereka
jadi umat, beribadah melalui upacara agama tertentu, yang menyediakan jalan dan
cara kerja serta pengharapan. Berharap bahwa situasinya akan seperti itu bagi
semua orang: kalau mau berkomunikasi dengan Tuhan maka harus memakai jalur
imam. Pemimpin agama. Pandito. Pendeta.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Lalu tibalah cara
baru, yang tidak masuk akal. Kini orang berhubungan langsung. Direct Access.
Ya, orang tetap berdoa -- tapi kini ada Roh Kudus yang berada bersama setiap
individu. Ini seperti aplikasi khusus yang tertanam dalam hati manusia (bukan
gadget), yang mengajarkan kebenaran, yang berdoa bagi manusia dengan keluhan
yang tidak tersampaikan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Semua ini terjadi
karena Tuhan Yesus Kristus dahulu sudah disalibkan, mati, dan bangkit pada hari
ketiga, lalu naik ke Sorga, duduk di sebelah kanan Allah, Bapa yang Maha Kuasa.
Jreng! Connected! Tuhan Yesus menjadi Imam yang menghubungkan manusia dengan
Bapa. Roh Kudus menjadi ujung satunya yang menyertai setiap orang percaya.
Langsung.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Dan ini adalah
situasi yang juga tidak dapat diterima. Bagaimana mungkin, seorang biasa boleh
berhubungan dengan Sang Khalik, Pencipta alam semesta? Maka beberapa juga
melakukan demo, menolak, mencibir -- para imam yang kehilangan sumber
pemasukan, juga mencegat orang Kristen di tengah jalan dan menganiaya mereka.
Para pemimpin agama, bahkan juga pemimpin gereja, menginginkan orang-orang
hanya bisa berhubungan dengan Tuhan melalui mereka saja -- ada banyak
keuntungan di sana.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Hubungan langsung
ini, adalah suatu kerugian. Tapi, kenapa harus melalui imam jika Tuhan sudah
membuat jalan bagi semua orang?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Paskah adalah momen
pembebasan. Bebas dari kuasa maut. Bebas dari ikatan seremoni ritual. Semua
hubungan dengan Tuhan adalah anugerah, pemberian. Tidak ada lagi bagian dari
seremoni manusia yang &#39;berjasa&#39; membuat hubungan dengan Tuhan. Jika itu pernah
terjadi dahulu di Bait Allah, tirai pembatas Bait Allah telah terobek. Bait
Allah juga tidak ada lagi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Ketika kita
melakukan kebaktian, ketika melaksanakan seremoni -- itu adalah respon terhadap
anugerah. Kita beribadah karena bersyukur, bukan karena ingin mencapai sesuatu.
Kita berbakti sebagai wujud bakti orang yang telah menerima, bukan sedang
mencari. Merayakan Paskah adalah merayakan penerimaan, bukan pencarian.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Maka, dalam Paskah
yang ada hanyalah Berita. Tuhan Yesus telah bangkit! Yesus adalah Kristus,
Tuhan! -- Berita ini disebarkan dan diteruskan dan dirayakan. Dibuat jadi
drama. Dibuat jadi kegiatan anak-anak. Dicampurkan dengan kebudayaan lama --
telur dan kelinci, yang merupakan simbol kehidupan dan kesuburan. Beberapa
melihatnya sebagai bagian dari ritual terpenting untuk mengingat bagaimana
Tuhan sudah mati dan berkorban bagi manusia. Jadi, umat Tuhan harus tunduk dan
taat pada segala perintah dan dogma dari pemimpin gereja…. dan kembali lagi
pada keterikatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuhan sudah bangkit, dan itu membuat setiap orang dapat menjalani jalan yang
langsung kepada Allah Bapa. Wahai, bukankah kita memangil-Nya,
&quot;Bapa&quot;, seperti yang diajarkan Yesus? Hormatilah anugerah itu.
Rayakanlah Paskah. Bersyukurlah, terimalah, nikmatilah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Selamat menjalani
kehidupan yang diberikan-Nya. Hidup itu kekal, tidak ada kesudahannya.&lt;/div&gt;
</description><link>http://pikiran-donny.blogspot.com/2016/03/paskah-jalan-langsung.html</link><author>noreply@blogger.com (Donny A. Wiguna)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7458036.post-8426704387772729113</guid><pubDate>Mon, 21 Mar 2016 01:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-03-21T09:10:22.636+07:00</atom:updated><title>Talenta</title><description>&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Sebab itu ambillah
talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh
talenta itu. Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi,
sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang
ada padanya akan diambil dari padanya. Dan campakkanlah hamba yang tidak
berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat
ratap dan kertak gigi.&quot; &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
(Mat 25:14-30)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Tiga hal yang bisa
dipelajari.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Hal yang pertama,
bagian perikop ini ada di Matius 25, yang membahas tentang hari kedatangan
Tuhan yang kedua. Ini kisah yang dituturkan Yesus setelah kisah tentang 10
gadis yang menunggu pengantin pria, 5 pandai dan 5 bodoh. Ini kisah yang
dilanjutkan tentang Tuhan akan memisahkan ilalang dan gandum di hari
kedatangan-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka perlu kita taruh seluruh bagian ini dalam pengajaran tentang akhir
jaman.&lt;br /&gt;
Bagaimana pada akhirnya? Bagaimana kita mempertanggungjawabkan karya kita di
hadapan Tuhan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua ini akan dialami manusia pada akhir jaman. Kalau meninggal sekarang, akan
menunggu sampai tiba saatnya. Tetapi kesempatan manusia adalah ketika masa
dalam hidupnya. Yang penting adalah pemahaman bahwa kehidupan ini bukan
berakhir dalam tubuh ini saja. Manusia mempunyai waktu yang lebih panjang
dibandingkan masa hidup tubuhnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Hal yang kedua,
pengertian bahwa TUHAN mempunyai orang-orang yang berada dalam rumah-Nya.
Kepada orang-orang ini, TUHAN memberikan:&lt;/div&gt;
&lt;ol style=&quot;direction: ltr; font-family: Calibri; font-size: 11pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 0.375in; margin-top: 0in; unicode-bidi: embed;&quot; type=&quot;1&quot;&gt;
&lt;li style=&quot;margin-bottom: 0; margin-top: 0; vertical-align: middle;&quot; value=&quot;1&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Kemampuan untuk mengelola
     uang&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;margin-bottom: 0; margin-top: 0; vertical-align: middle;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Talenta, yaitu uang&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;margin-bottom: 0; margin-top: 0; vertical-align: middle;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Wewenang untuk mengerjakannya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, kita mempunyai
kesanggupan dan sumber daya dan wewenang untuk mengerjakan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Ada yang diberikan
banyak. Ada yang diberikan sedikit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Yang menerima
banyak, akan menghadapi situasi yang lebih kompleks, lebih rumit. Urusan yang
lebih besar; mengerjakan satu proyek dengan modal 5 talenta, langsung
menghasilkan 10 talenta -- kalau berhasil. Risiko besar&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang menerima sedikit, akan menghadapi situasi yang lebih sederhana, dengan
risiko kecil, hasil yang kecil juga. Untuk mendapatkan hasil duakali lipat,
harus berulang-ulang mengerjakan hal yang sama, yang sederhana. Risikonya
kecil, tapi butuh ketekunan untuk mengulang-ulang pekerjaan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Ada orang yang mampu
mengerjakan hal besar yang rumit, ada juga orang yang sederhana. Tuhan tidak
perlu memberikan semua orang dengan kekuatan yang sama. Tapi bagi yang menerima
kemampuan besar, ada risiko yang lebih besar. Tanggung jawabnya sama; tidak berarti
orang yang mendapat sedikit akan lebih sedikit bertanggungjawab.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Hal yang ketiga
adalah tuntutan untuk MEMBERI. Kita melihat hal ini dari apa yang terjadi
ketika Tuhan datang. Orang yang mendapat 5 talenta dan 2 talenta, memberikan
kemampuannya. Orang yang menerima satu talenta, tidak bersedia memberi -- ia
merasa Tuhan tidak adil, tidak menanam (tidak bekerja) tapi mengharapkan hasil.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Perhatikanlah: hamba
dituntut untuk memberi, bekerja. Orang harus positif, artinya memberi. Tujuan
orang Kristen adalah memberi, bukan menerima.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Dunia ini bekerja
sebaliknya: mau menerima, bukan memberi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Mari kita lihat
sekarang, bagaimana masalah terjadi. Tujuan orang adalah menerima
sebanyak-banyaknya dengan modal, tenaga, dan waktu yang sesedikit-sedikitnya.
Ketika situasi menjadi sukar maka yang menjadi sasaran adalah memperoleh UANG
TUNAI sebanyak-banyaknya. Cash is the King.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Kenapa Cash is The
King? Karena dalam bentuk Cash, penurunan tidak terjadi. Paling sedikit nilai
yang tertera pada uang tidak akan berkurang. Bank Sentral di berbagai negara
maju membuat kondisi di mana Suku Bunga adalah NEGATIF. Kalau orang taruh uang
di Bank, ia kena &#39;hukuman&#39; pengurangan uangnya. Maka paling baik memegang uang
tunai, menyimpan uang tunai secara harafiah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Masalahnya? Karena
saat ini kemampuan orang untuk menghasilkan tidak lagi sebesar dahulu. Kenapa
tidak sebesar dahulu? Karena, situasi saat ini tidak lagi seperti 10 tahun yang
lalu, tahun 2006.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Apa yang terjadi 10
tahun yang lalu?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Saat itu, orang
membesarkan harapan. Karena mempunyai harapan, maka investasi dilakukan.
Harapan dikonversi menjadi peningkatan uang, dalam bentuk peningkatan nilai
efek dan property. Beli rumah 500 juta. Langsung tawarkan kepada orang lain 750
juta -- ada yang beli karena punya harapan harganya jadi 1 M.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Kenapa bisa begitu?
Karena orang meyakini bahwa uangnya akan bertambah dengan cepat, bisnisnya akan
bertumbuh dengan cepat, diharapkan demikian. Banyak pernyataan, cerita, suara,
yang didengungkan tentang peningkatan ekonomi -- di seluruh dunia.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Kenapa bisa
meningkat begitu?&lt;br /&gt;
Karena, saat itu The Fed membuat suku bunganya rendah sekali sedangkan imbal
hasil masih tinggi. Waktu itu, The Fed membuat gelembung…. Yang meletus di
tahun 2007, jadi krisis subprime mortgage 2008. Yang belum dipahami orang waktu
itu adalah, bagaimana gelembung juga terjadi dalam kehidupan orang-orang yang
menikmati gelembung yang dibuat The Fed.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Jadi waktu gelembung
itu pecah, CDO yang berdasarkan subprime mortgage jadi &#39;racun&#39;…. Itu tidak ada
di seluruh bank, tetapi masalahnya tidak ada yang tahu mana bank yang kena
racun dan bank mana yang aman. Situasinya membuat semua bank dianggap bisa bermasalah
dan mudah runtuh. Diam-diam, gaya hidup juga merupakan gelembung dan pecah. Ini
menjadi letusan susulan di tahun 2011.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Prinsipnya begini:
orang bekerja sama, atau bahkan lebih sedikit, tetapi mendapat bayaran lebih
tinggi, dan meyakini bahwa ia bisa dibayar lebih tinggi lagi, mereka membuat
hutang yang hanya bisa dibayar jika di masa depan gajinya naik lebih besar
lagi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Berhutang, ia
membeli rumah yang sebenarnya tidak sanggup ia beli, tetapi bank memberikannya
juga karena yakin bahwa kenaikan harga rumahnya lebih besar daripada bunga
kreditnya. Sederhananya: mengambil lebih banyak, memberi lebih sedikit. Tidak
mampu (atau tidak mau capek) memproduksi, tapi ingin dapat semua peningkatan
gaya hidup, sesuai dengan apa yang ditampilkan film dan tv….&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Ketika terjadi
gelembung pecah, semua kehilangan kepercayaan. Maka, harapan juga hilang;
bagaimana bisa berharap pada apa yang tidak dipercayai? Orang lantas mengejar
uang sebagai Raja jika kondisinya tunai, karena dalam kondisi ini nilainya
tetap, tidak menurun.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Untuk itu, orang
menyimpan dan mereka juga berusaha mengambil -- tidak bekerja, tapi meminta
makan. Siapa yang peduli pada mandat Tuhan untuk terus bekerja dengan tekun,
memutarkan uangnya? Mereka memilih menyimpan uangnya di bawah kasur!&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Jadi, dalam hal ini
orang-orang menjadi seperti yang menerima hanya 1 talenta itu, sesuai dengan
kondisi di mana ekonomi susah dan tidak ada yang menerima 5 talenta. Merasa
tidak menerima kemampuan lebih, merasa Tuhan tidak &quot;cukup bekerja dalam
diri saya&quot; -- maka memilih untuk berdiam diri, tidak mau ambil risiko,
tidak mau cape.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Kepada yang
demikian, yang meributkan soal &quot;keadilan&quot; dan menuntut Tuhan bekerja
-- mereka tidak memberi apa-apa, karena tidak merasa menerima apa-apa.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Orang Kristen juga,
bisa merasa Tuhan tidak bekerja apa-apa, tidak memberi saya apa-apa. Mungkin
Tuhan sudah memberi kemampuan, tapi Dia tidak memberi cukup modal. Tidak
memberi cukup uang untuk bekerja lebih.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Maka orang memilih
untuk tidak memberi lebih. Tidak produktif, tidak melayani, tidak mengusahakan.
Sudah saja begini, tunggu saja nanti Tuhan bekerja. Sementara itu hidup masih
terus berjalan, jadi boleh dong berhutang untuk smartphone baru itu kan…. Sesuatu
yang tidak produktif, tidak meningkatkan produktivitas.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Inilah masalah dunia
sekarang. Apakah kita menjadi bagian dari masalah, atau jadi bagian dari
solusi?&lt;/div&gt;
</description><link>http://pikiran-donny.blogspot.com/2016/03/talenta.html</link><author>noreply@blogger.com (Donny A. Wiguna)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7458036.post-145876547016547262</guid><pubDate>Tue, 15 Mar 2016 02:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-03-15T09:10:46.484+07:00</atom:updated><title>Mau resesi?</title><description>Sekarang ini sedang melihat Bloomberg TV dan chart harga komoditas tetap tiarap sambil merosot turun, walau ada pantulan naik sedikit di sana sini. Rating perusahaan tambang logam Fortescue yang dipangkas Moody. Pasar Future yang turun, merah semua... DOW FUT, S&amp;amp;P FUT ....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada satu tulisan kolumnis Inggris yang saya sukai. Dikatakan, di Inggris sekarang ini ada dua kelompok. Satu kelompok besar adalah orang-orang yang tidur dan bermimpi. Satu kelompok kecil adalah orang-orang yang bangun dan memandang ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang yang tertidur, mereka bergembira dengan banyak indikator yang menunjukkan situasi positif, pencapaian pertumbuhan besar, dan bermimpi untuk kembalinya Britania Raya yang Hebat. Orang yang terbangun melihat kemungkinan masa depan, dengan menganalisa saat ini. Berusaha melihat apa yang akan muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Misalnya ya: orang senang sekali dengan peningkatan upah. Namun ada data yang menunjukkan bahwa rata-rata jam kerja orang semakin pendek. Artinya, peningkatan upah terjadi untuk waktu kerja yang lebih singkat. Artinya, biaya per jam menjadi lebih tinggi..... padahal, harga-harga mengalami deflasi alias penurunan harga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Artinya: perusahaan-perusahaan harus menanggung peningkatan biaya dan penurunan pendapatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan: berapa lama dan berapa banyak modal yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan menahan situasi seperti ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenyataan: sudah banyak pengusaha yang menyerah dan menutup usahanya. Biaya terlalu tinggi, pendapatan terlalu rendah. Pemerintah yang membuat paksaan ini kepada para pengusaha.... tapi jika pengusaha itu berhenti, apakah Pemerintah bisa melarang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
So, ketika para pengusaha mundur, maka investasi juga mundur. Permintaan bahan logam mengalami penurunan; tidak banyak yang beli mesin baru, atau membangun pabrik baru. Toh ada kapasitas produksi besar yang tidak terpakai --- order terlalu sedikit, sudah berjalan berbulan-bulan seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masa depan? Kemungkinan resesi akan datang, dan kali ini lebih keras dan kejam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang jadi reaksi Pemerintah dan Bank Sentral? NEGATIVE RATE HIT BANKS, judul di Bloomberg TV barusan (ini sambil nulis sambil mendengarkan TV) .... orang sekarang dihukum jika menaruh dananya di bank. Mestinya kan uang dialirkan ke usaha?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka memilih menaruh uangnya di bawah kasur secara harafiah.....</description><link>http://pikiran-donny.blogspot.com/2016/03/mau-resesi.html</link><author>noreply@blogger.com (Donny A. Wiguna)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7458036.post-4174129125537377296</guid><pubDate>Sat, 12 Mar 2016 23:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-03-13T06:11:53.492+07:00</atom:updated><title>Kebenaran Yang Dipilih</title><description>&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Agama adalah hak
asasi manusia yang pertama. Manusia bebas untuk beragama -- walau, tentunya,
tidak bisa bebas dari konsekuensinya. Sebagai hak, beragama adalah pilihan
manusia.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Di sisi lain, TUHAN
berhak untuk menilai, menghakimi, dan menghukum manusia. Keberadaan TUHAN
membuat ada hal-hal yang benar, dan ada hal-hal yang salah. Biasanya, kita akan
menyatakan sesuatu &#39;salah&#39; karena tidak sesuai dengan kenyataan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Ambil contoh ya?
Kebanyakan kaum muslim mengatakan bahwa ajaran Ahmadiyah itu salah. Ajaran itu
membuat orang tidak sesuai dengan ajaran Islam, yang diyakini berasal dari
Allah. Jadi, ajaran Islam Ahmadiyah itu salah; bahkan itu tidak boleh disebut
&#39;Islam&quot;.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Nah, apakah orang
yang percaya Ahmadiyah, masih berhak beragama Ahmadiyah?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Ya, berdasarkan hak
asasi manusia, mereka berhak. Tetapi ada konsekuensinya, yaitu tidak lagi
diterima bersekutu dengan umat Islam lainnya. Itu dari sudut pandang umat Islam
pada umumnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Lihat dari sudut
pandang pengikut Ahmadiyah: mereka percaya apa yang mereka pegang ini benar,
sedang orang Islam lainnya tidak tepat, alias salah. Setiap usaha untuk
&quot;meluruskan&quot; adalah suatu paksaan untuk mengambil jalan yang salah.
Bayangkan bagaimana rasanya dipaksa demikian.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Jadi agama memang
suatu pencarian, dan penentunya adalah kebenaran kenyataan tentang kehidupan.
Adakah agama itu mendorong umat menjadi lebih baik, menjadi lebih sesuai dengan
standar kehidupan orang yang mempercayai Allah?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Kenyataan adalah
penentu. Mau contoh?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Lihat FPI. Mereka
mengaku sebagai pembela Islam. Apakah yang mereka lakukan membuat agama Islam
menjadi lebih mulia? Orang-orang ini percaya demikian. Tapi akan tiba satu saat
di mana mereka berada di hadapan Allah dan mendapati kenyataan penilaian Allah
sendiri. Tidak ada manusia yang bisa menyatakan, &quot;dosamu diampuni&quot;.
Itu adalah haknya Allah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Hanya Anak Allah
yang mampu mengatakan demikian. Yesus Kristus, yang dalam sejarah telah membuat
perubahan besar di atas muka bumi. Dialah yang membuka jalan kepada Allah di
Surga. Dialah yang menyatakan semua kata-kata Allah, Firman Allah, bagi dunia.
Maka dikatakan, Firman itu telah menjadi manusia.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Apakah kenyataan ini
dapat diterima manusia? Tidak, mereka yang menjadi Pemimpin Agama adalah
orang-orang yang menyalibkan Yesus. Pernyataan diri Yesus adalah suatu hujatan
di mata mereka, karena mereka tidak dapat menerima kenyataan bahwa Anak Allah
menjadi manusia.&amp;nbsp; Mereka mengharuskan
Allah mengikuti aturan agama yang mereka percayai.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Lihatlah, bukankah
sekarang ini juga masih begitu juga?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Contoh yang sangat
ramai saat ini adalah Ahok kembali menjadi Gubernur. Lihat kenyataan, ada
begitu banyak yang telah dilakukan untuk Jakarta. Ada banyak pembersihan yang
telah dilakukan. Jakarta menjadi tempat yang lebih baik dan nyaman untuk hidup.
Melihat kenyataan ini, sangat masuk akal untuk kembali mengangkat Ahok menjadi
Gubernur Jakarta. Orang-orang lain, para pesaing dan penantangnya, mereka tidak
punya kenyataan apapun untuk dilihat sebagai karya sebagai seorang Pemerintah
Daerah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Tapi, isu yang
kemudian muncul adalah Ahok bukan umat Islam. Orang-orang FPI itu mengharuskan
Ahok mengikuti aturan agama yang mereka percayai. Masa bodoh dengan kenyataan.
Tidak peduli apa kebenarannya. Pokoknya, tidak cocok aturan agama, tidak boleh
jadi Pemimpin. Mereka juga tidak peduli bahwa ini adalah Republik Indonesia,
yang berdasarkan Pancasila.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Dalam Pancasila,
seorang beragama Kristen sama layaknya dengan seorang beragama Islam.
Penentunya adalah kenyataan, kebenaran. Bukan seperti apa kalimat yang terucap,
atau cara ritual agamanya dijalankan, melainkan apakah orang itu melakukan
kehendak Allah, yang bisa dilihat buahnya oleh semua orang. Apakah orang itu
telah bekerja, membangun sesuatu yang hasilnya bisa disaksikan semua orang.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Pemerintahan yang
lebih bersih? Ruang hidup yang lebih baik? Pelayanan masyarakat yang lebih
profesional? Penegakkan peraturan yang lebih tegas? Kalau memilih Gubernur,
ingatlah bahwa hal-hal ini menjadi tujuan rakyat. Kita mau hidup lebih baik,
bukan?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Sedangkan bagi
orang-orang yang masih meributkan agama itu menjadi segala ukuran…. Satu
Pertanyaan: jika suatu hari bertemu dengan Allah secara langsung, seandainya
Dia bertanya &quot;apakah yang sudah kamu lakukan atau kamu miliki untuk masuk
ke dalam Surga-Ku?&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Calibri; font-size: 11.0pt; margin: 0in;&quot;&gt;
Apakah jawaban Anda
kepada Allah?&lt;/div&gt;
</description><link>http://pikiran-donny.blogspot.com/2016/03/kebenaran-yang-dipilih.html</link><author>noreply@blogger.com (Donny A. Wiguna)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>