<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Piranez Area</title><description></description><managingEditor>noreply@blogger.com (Piranez Area)</managingEditor><pubDate>Fri, 20 Sep 2024 06:30:25 -0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">11</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://gu3blo9.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle/><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Laporan Perkembangan MDGs</title><link>http://gu3blo9.blogspot.com/2009/02/laporan-perkembangan-mdgs.html</link><category>Greenland</category><author>noreply@blogger.com (Piranez Area)</author><pubDate>Fri, 6 Feb 2009 15:58:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-974904384124683764.post-8745163173738795473</guid><description>Kantor statistik PBB mengeluarkan laporan rutin kemajuan MDG dengan menggunakan indikator-indikator yang telah ditetapkan dalam mencapai target–target pembangunan di negara-negara berkembang. UNDP (The United Nations Development Programme) membantu negara-negara berkembang dalam membuat laporan dan rencana MDG di tingkat negara. Monitoring di tingkat negara ini merupakan elemen penting dalam menilai kemajuan MDG dan dapat membantu negara-negara berkembang menggunakan sumber daya yang ada untuk dapat mencapai target.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Indonesia sendiri mengeluarkan laporan MDG pertama kali pada tahun 2004. Di bawah kepemimpinan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), berbagai elemen pemerintah dibantu oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan kelompok kerja PBB untuk MDG menyusun laporan MDG dengan memanfaatkan sumber data yang tersedia, diantaranya dari Survei Sosial-Ekonomi Nasional (Susenas), Sensus Penduduk, data-data dari Departemen Kesehatan, Dinas Pendidikan Nasional serta sumber-sumber data lainnya. Tim tersebut mengkaji kembali sumber-sumber data yang ada yang dipergunakan sebagai indikator dalam mencapai MDG. Dengan dibuatnya laporan perkembangan MDG ini diharapkan ada kesamaan persepsi tentang posisi Indonesia berkaitan dengan sasaran MDG serta menetapkan sasaran yang harus dicapai di masa yang akan datang. Laporan ini diperbaharui setiap tahun, sejak tahun 2004, dan dapat diakses melalui http://www.undp.or.id/pubs/mdg_report.asp, tersedia dalam dua bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bidang Air Minum&lt;br /&gt;Keadaan dan kecenderungan yang terjadi dalam bidang air minum di Indonesia yakni belum terpenuhinya pelayanan kualitas air minum serta masih rendahnya cakupan dan tingkat pelayanan air minum. Saat ini, kualitas air yang dialirkan PDAM hingga sampai ke pelanggan tidak/belum memenuhi kualitas standar air minum. Dengan kata lain, masih dalam batas kualitas air bersih. Hal itu terjadi karena terkontaminasinya air dalam proses pengalirannya yang disebabkan jaringan distribusi yang kurang layak dan kondisi perpipaan yang buruk. Selain itu, terdapat kerancuan penggunaan terminologi air minum dan air bersih. Sesuai dengan standar kualitas air yang berlaku di Indonesia, kualitas air untuk masyarakat adalah standar air minum sesuai dengan PP No.16/2005 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum dan Kebijkanan Nasional Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Berbasis Masyarakat bahwa pelayanan air kepada masyarakat harus memenuhi kualitas air minum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam laporan Perkembangan Pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium Indonesia dipaparkan juga mengenai tingginya tingkat un-accounted for water yaitu tingkat kebocoran air.  Data menunjukkan pada tahun 2000 tingkat kebocoran air untuk PDAM seluruh Indonesia mencapai 22-43% dengan rata-rata sebesar 36%. Akibat tingginya biaya investasi air minum, dibutuhkan anggaran khusus untuk bidang air minum  sebesar Rp 42,8 triliun. Dengan kata lain, dibutuhkan Rp. 3,3 triliun per tahun hingga 2015 dengan tidak memasukkan kebutuhan anggaran guna pengembangan institusi investasi per kapita US$ 40. Rendahnya keterlibatan swasta,  pembangunan dan pengelolaan air bersih (air minum) di Indonesia yang masih sangat rendah. Pasalnya, baru 20 perusahaan swasta yang telah beroperasi. Penurunan kualitas dan kuantitas sumber air baku, yang diakibatkan penurunan kualitas lingkungan dan kualitas air di beberapa aliran sungai menurun akibat polusi. Rendahnya keperdulian dan kesadaran masyarakat yang berkaitan dengan rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Namun, terdapat potensi pada masyarakat bahwa masyarakat memiliki daya tersembunyi dalam bentuk kesediaan membayar untuk pelayanan air minum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka terkait tantangan yang dihadapi di bidang air minum, pencapaian target Millenium Development Goal (MDG) 2005 antara lain :&lt;br /&gt;Perdebatan mengenai kesepakatan kualitas air yang dialirkan ke masyarakat yang harus memenuhi standar kualitas air layak minum&lt;br /&gt;Untuk meningkatkan cakupan maupun kualitas pelayanan air minum kepada masyarakat diperlukan perencanaan penyediaan air yang mengacu pada permintaan, memobilitasi seluruh potensi pendanaan untuk memenuhi permintaan yang ada, terus memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat, terus melakukan kampanye pentingnya hidup bersih dan sehat kepada masyarakat&lt;br /&gt;Anggaran yang dibutuhkan sampai 2015 di bidang air minum mencapai Rp.42,28 triliun atau Rp 3,3 triliun per tahun agar terjadi penambahan kapasitas pengaliran minimal 93.000 l/detik&lt;br /&gt;Diperlukannya partisipasi aktif dunia usaha, swasta dan masyarakat untuk membiayai investasi air mengingat terbatasnya anggaran pemerintah&lt;br /&gt;Penyediaan database yang valid dan akurat bagi kawasan perkotaan dan perdesaan&lt;br /&gt;Keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan, pembangunan, pengoperasian dan pengelolaan yang berhubungan dengan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya hidup sehat perlu ditingkatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kebijakan sebagai pertimbangan dalam mencapai target  MDG 2005 adalah :&lt;br /&gt;Penyusunan kebijakan dan strategi yang mencakup rencana tindak pencapaian target.&lt;br /&gt;Pengembangan alternatif sumber pembiayaan untuk pengembangan maupun pembangunan prasarana dan sarana air minum yang bertumpu pada kemampuan pemerintah kabupaten/kota.&lt;br /&gt;Peningkatan mekanisme penyesuaian tarif agar mengarah pada beroperasinya PDAM secara swadana.&lt;br /&gt;Pengembangan alternatif pola pembiayaan bagi pembangunan dan pengelolaan air minum.&lt;br /&gt;Perlindungan sumber air baku secara lintas sektoral dan lintas kabupaten/kota dengan membentuk Water Board Authority.&lt;br /&gt;Pengembangan program konservasi alam, lingkungan hidup, dan sumber daya air sebagai upaya mempertahankan  keandalan ketersediaannya air baku.&lt;br /&gt;Peningkatan kemampuan teknis dan pengelolaan PDAM menuju profesionalisme korporasi  serta pemisahan secara tegas antara fungsi operator dan regulator dalam pembangunan dan pengelolaan air bersih.&lt;br /&gt;Peningkatan partisipasi dunia usaha swasta dan masyarakat dalam pembangunan dan pengelolaan air bersih.&lt;br /&gt;Pendidikan serta kampanye PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat) yang berkelanjutan bagi masyarakat pedesaan melalui pemberdayaan masyarakat pedesaan.&lt;br /&gt;Peningkatan peran aktif masyarakat pedesan dalam penyedian  dan pengelolaan air bersih pedesaan.&lt;br /&gt;Pemberian bantuan teknis dan pelatihan teknis bagi masyarakat pedesaan serta peningkatan rasa memiliki masyarakat  pedesaan.&lt;br /&gt;Perbaikan pemantauan sistem dan evaluasi melalui pendekatan patisipatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program yang telah dilakukan oleh Indonesia untuk mencapai target MDG adalah penyusunan dan sosialisasi kebijakan nasional pembangunan prasarana dan sarana air minum dan penyehatan lingkungan guna memfasilitasi pemerintah daerah dalam melaksanakan pembangunan dan penyediaan air minum serta penyehatan lingkungan; bantuan pendampingan bagi PDAM untuk memperbaiki kinerja menuju profesionalisme; peningkatan peran aktif masyarakat melalui sharing investment approach; penyusunan format dan kriteria pencatatan data dasar cakupan pelayanan air bersih pedesaan maupun perkotaan</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Millennium Development Goals</title><link>http://gu3blo9.blogspot.com/2009/02/millennium-development-goals.html</link><category>Greenland</category><author>noreply@blogger.com (Piranez Area)</author><pubDate>Fri, 6 Feb 2009 15:57:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-974904384124683764.post-1341522056328933959</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Millennium Development Goals (MDG) atau Tujuan Pembangunan Milenium adalah delapan (8) tujuan yang ingin dicapai oleh berbagai bangsa pada tahun 2015 untuk menjawab tantangan-tantangan utama pembangunan di seluruh dunia. MDG merupakan komitmen bersama negara-negara maju dan negara-negara berkembang dalam menangani permasalahan utama pembangunan termasuk didalamnya kemiskinan dan hak asasi manusia di dalam satu paket.&lt;br /&gt;Delapan poin ini tergabung dalam tujuan yang dinamakan Millennium Development Goals (MDGs adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Eradicate extreme poverty and hunger: Penghapusan kemiskinan&lt;br /&gt;2. Achieve universal primary education: Pendidikan untuk semua&lt;br /&gt;3. Promote gender equality and empower women: Persamaan gender&lt;br /&gt;4. Combat HIV/AIDS, malaria, and other diseases: Perlawanan terhadap penyakit&lt;br /&gt;5. Reduce child mortality: Penurunan angka kematian anak:&lt;br /&gt;6. Improve Maternal Health: peningkatan kesehatan ibu&lt;br /&gt;7. Ensure environmental sustainability: Pelestarian lingkungan hidup&lt;br /&gt;8. Develop a global partnership for development: Kerjasama global&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Millenium_Development_Goals"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MDG dideklarasikan pada bulan september tahun 2000, disepakati oleh 189 negara dan ditandatangi oleh 147 kepala pemerintahan dan kepala negara dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Milenium Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat. Dalam KTT tersebut seluruh perwakilan negara yang hadir sepakat untuk menurunkan proporsi penduduk yang pendapatannya kurang dari US$ 1 per hari menjadi setengahnya antara periode 1990-2015, menemukan solusi untuk: mengatasi kelaparan, masalah gizi buruk dan penyakit, mempromosikan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, menjamin pendidikan dasar bagi setiap orang dan  mendukung prinsip-prinsip Agenda 21 mengenai pembangunan berkelanjutan serta dukungan langsung dari negara-negara maju kepada negara-negara berkembang dalam bentuk bantuan, perdagangan, pembebasan utang dan investasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fokus utama dalam MDG adalah pembangunan manusia, dengan meletakkan dasar pada konsensus dan kemitraan global untuk pembangunan. Diharapkan, negara-negara yang lebih kaya dapat mendukung negara-negara miskin dan berkembang dalam melaksanakan tugas pembangunan mereka. Informasi lebih lanjut mengenai MDG dapat dilihat di situs UNDP bagian MDG yaitu http://www.undp.org/mdg/, dan http://www.undp.or.id/mdg/ khusus untuk MDG dan Indonesia.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekretariat dan beberapa agen pembangunan PBB bersama perwakilan berbagai lembaga internasional seperti IMF, Bank Dunia dan OECD serta ahli pembangunan internasional lainnya menetapkan delapan tujuan pembangunan milenium dengan satu atau beberapa target untuk setiap tujuan (seluruhnya ada 18 target), serta 48 indikator untuk memonitor dan mengukur kemajuan target-target dan tujuan-tujuan yang ditetapkan, antara periode 1990 – 2015. Informasi lengkap mengenai indikator-indikator tersebut dibahas dalam salah satu situs PBB yaitu http://milenniumindicators.un.org/unsd/mi/mi_goals.asp.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Dengan menetapkan berbagai target serta indikator, diharapkan setiap negara yang berkomitmen untuk mencapai MDG dapat lebih mudah memberikan gambaran  pencapaian pembangunan manusia di negaranya. Meskipun merupakan kesepakatan global, MDG tetap diarahkan untuk mengakomodasi nilai-nilai lokal sesuai dengan karakteristik masing-masing negara, agar setiap negara lebih mudah melaksanakan usaha-usaha pembangunan dalam mencapai MDG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MDG dan Indonesia&lt;br /&gt;Bagaimana MDG dipandang dalam konteks pembangunan di Indonesia? Menghadapi berbagai tantangan dan hambatan serta masih banyaknya pekerjaan yang belum diselesaikan dalam melaksanakan pembangunan, diantaranya masih tingginya jumlah penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan, terutama perempuan, masih belum terpenuhinya akses pendidikan dasar yang merata bagi semua orang, masih tingginya angka kematian ibu dan bayi serta masih tingginya angka pengangguran terutama pengangguran terbuka dan kurangnya kesempatan kerja di sektor formal, pemerintah Indonesia bertekad untuk dapat mencapai MDG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menandatangani Deklarasi Milenium, Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk menempatkan MDG menjadi referensi penting dalam pelaksanaan pembangunan di Indonesia.  Hal ini ditunjukkan dengan menggunakan MDG sebagai bahan acuan dalam pembangunan, mulai dari tahap perencanaan seperti yang dinyatakan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) sampai tahap implementasi. MDG bahkan telah menjadi dasar perumusan Strategi Penanggulangan Kemiskinan di tingkat nasional dan daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyadari bahwa sumber pendanaan dalam negeri yang ada masih belum mencukupi untuk membiayai program-program pembangunan, pemerintah  memandang penting dukungan dunia internasional bagi pelaksanaan pembangunan di Indonesia. Hal ini dipertegas dengan adanya pernyataan dalam laporan MDG Indonesia tahun 2005, bahwa bagi Indonesia, pelaksanaan tujuan ke-8 yaitu “membangun kemitraan global untuk pembangunan” merupakan salah satu prasyarat dalam mencapai tujuan ke-1 hingga ke-7. Kerjasama dan kerja keras berbagai pelaku pembangunan, termasuk lembaga swadaya masyarakat, sektor swasta serta komunitas donor/lembaga internasional memegang peranan penting dalam mencapai MDG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Harga Waktu Ayah</title><link>http://gu3blo9.blogspot.com/2009/02/harga-waktu-ayah_06.html</link><category>Kisah Inspiratif</category><author>noreply@blogger.com (Piranez Area)</author><pubDate>Fri, 6 Feb 2009 15:55:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-974904384124683764.post-5059970020563234231</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Andre, seorang anak yang setiap sore selalu menanti kepulangan ayahnya dari kantor untuk sekedar mengajaknya bermain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sore itu, sepulang kerja, sang ayah ditanya oleh Andre,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andre : "Ayah, ayah kerja di kantor dibayar berapa sih sebulan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah   : sembari mengernyitkan dahi si ayah menjawab, " Ya, sekitar Rp 2.500.000!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andre : "Kalau sehari berarti berapa, yah?" sela Andre.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah mulai bingung,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah   : "Seratus ribu rupiah, ada apa sih? Kok tanya gaji segala!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, Andre tetap bertanya lagi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andre  : "kalau setengah hari berarti Rp 50.000, dong?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah    : "Iya, memangnya kenapa?" sahut sang ayah mulai jengkel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si anak dengan mantap mengajukan permohonan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andre : "Gini Yah! Tolong tambahin dong tabungan andre, Rp 5.000 saja. Soalnya, Andre sudah punya tabungan sebesar Rp 45.000. Rencananya, Andre mau membeli ayah setengah hari saja!... supaya kita bisa pergi memancing bersama!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Dikutip dari : Buku Setengah Kosong, Setengah Isi (Parlindungan Marpaung)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Thanks For This Inspiration"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tantangan dan Masalah Merupakan Tanda Kalau Kita Masih Hidup</title><link>http://gu3blo9.blogspot.com/2009/02/tantangan-dan-masalah-merupakan-tanda.html</link><category>Makna Hidup</category><author>noreply@blogger.com (Piranez Area)</author><pubDate>Fri, 6 Feb 2009 15:48:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-974904384124683764.post-8112015733483007250</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hidup yang tidak teruji adalah hidup yang tidak layak untuk dihidupi. Hanya ada satu tempat dimana manusia terbebas dari segala ujian hidup, yakni kuburan. ini berarti, tanda bahwa manusia tersebut masih hidup adalah ketika dia mengalami ujian, kegagalan, dan penderitaan. (Socrates)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Terkadang hidup ini terasa begitu tertekan dengan permasalahan yang bertubi-tubi, baik itu masalah dalam lingkungan keluarga maupun pekerjaan. Setiap hari timbunan masalah-masalah tersebut dirasakan semakin berat saja, sampai-sampai berbagai masalah tersebut cenderung membuat kita menjadi pesimis melihat kehidupan ini. Lebih hebatnya lagi, peristiwa kecil yang terjadi dapat dikembangkan dalam pikiran melaui imajinasinya seolah-olah peristiwa tersebut demikian tragisnya sehingga memfonis terhadap dirinya sendiri dan sekaligus memastikan bahwa dia tidak bisa melakuan apa-apa lagi.  Pada prinsipnya semakin individu tersebut terbang tinggi, maka semakin kuat pula tarikan untuk menghambatnya.  Semakin gemilang seseorang dalam berprestasi, maka semakin deras pula arus yang menekannya. Apakah kita hidup hanya untuk menghadapai masalah ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu kita sadari bahwa ketika kita menghadapi suatu masalah sesungguhnya kita sedang diuji guna menuju suatu proses kedewasaan dan pengembangan mental emosional kita. hal ini merupan suatu pengalaman hidup yang patut "dinikmati" karena tidak akan terulang kembali. Berkenaan dengan hal itu, maka pilihan tepat ada di pundak kita masing-masing. Mau tetap terbang tinggi bersama bersama kompetensi dan prestasi yang dimiliki sambil mengucap selamat tinggal kepada para pecundang, atau mengambil keputusan untuk turun lalu hidup bersama para pecundang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pengalaman hidup bukanlah apa yang dialami seseorang semasa hidup, melaikan apa yang dilakukan seseorang terhadap apa yang terjadi padanya selama ia hidup.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Manusia dibekali akal, hati, nurani dan dorongan oleh sang pencipta untuk bangkit dari kegagalan atau masalah-masalah yang begitu menekan dan melakukan pembaharuan agar hal serupa tidak terulang lagi. Karena sebuah keberhasilan bukan diukur dari posisi yang telah dicapai seseorang dalam kehidupan, melainkan dari rintangan-rintangan yang diatasinya saat berusaha untuk berhasil. disinilah letak makna kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Lebih baik kita tahu mengapa kita gagal daripada tidak tahu mengapa kita berhasil&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Perlu dingat bahwa tak ada masalah yang terlalu besar untuk dihadap, tak ada langkah yang terlalu panjang untuk dilalui, dan tak ada orang yang begitu sulit untuk dihadapi ketika kita mampu menyikapi setiap permasalahan yang terjadi dengan hati yang jernih dan kepala yang dingin, karena semua lika-liku kehidupan sesungguhnya telah diatur oleh Sang Khalik sehingga tak akan melewati batas kemampuan kita sebagai manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kesejahtraan dan kebahagiaan bagi kalian, karena kalian telah sabar dalam menaati Allah dan menerima cobaan-Nya. Surga adalah sebaik-baiknya tempat kesudahan. (QS 13 : 24)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sang Pencipta tidak pernah menjanjikan langit yang selalu biru, namun satu hal yang pasti, setelah hujan reda selalu tampak pelangi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kita tidak dapat menentukan arah kehidupan, namun yang pasti kita dapat mengatur layar dan bahtera kehidupan dengan maksimal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber : Setengah isi, Setengah Kosong (Parlindungan Marpaung)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>POLITIK AMERIKA DI TIMUR TENGAH</title><link>http://gu3blo9.blogspot.com/2009/02/politik-amerika-di-timur-tengah.html</link><author>noreply@blogger.com (Piranez Area)</author><pubDate>Fri, 6 Feb 2009 15:44:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-974904384124683764.post-5755194220060749902</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    Setelah berakhirnya Perang Dunia II perhatian Amerika Serikat tertuju pada kawasan Timur Tengah meningkat secara cepat bersamaan dengan surutnya kekuatan Inggris sebagai major power tidak saja di Timur Tengah, tetapi juga di tingkat internasional pada umumnya. Minyak, masalah Palestina dan persaingan dengan Soviet adalah masalah-masalah besar yang di hadapi oleh amerika di Timur Tengah. Produksi minyak yang melimpah dari Saudi Arabia, Kuwait, Bahrain dan Irak makin meyakinkan Amerika tentang arti strategis dari Timur Tengah. Demikian juga penolakan pemerintah Inggris pada Deklarasi Balfour melalui “White Paper” 1939 dan kerusuhan-kerusuhan di Palestina yang terjadi kemudian telah mendorong Amerika untuk menentukan sikapnya yang jelas terhadap masalah Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Strategi&lt;br /&gt;    Bahwa Timur Tengah mempunyai arti vital dan strategis bagi Amerika Serikat nampak dari pidato bekas presiden Gerald Ford di San Fransisco pada bulan Oktober 1975&lt;br /&gt;    “ American concern for the Middle East is not a matter of choice; it is a matter of vital necessity. It is a strategic part of the world and the source of a significant and growing portion of our energy recources and those of Western Europe and Japan “.&lt;br /&gt;    Strategi suatu negara ditentukan sepenuhnya oleh kepentingan nasionalnya. Di Timur Tengah kepentingan nasional Amerika Serikat pada pokoknya berkisar pada hal-hal berikut :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;mengusahakan agar sumber-sumber alam Timur Tengah tidak jatuh ketangan kekuatan musuh;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; memelihara kemampuan destruksi unsur-unsur regional dari kekuatan-kekuatan strategis Amerika;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;menjamin tersalurnya sumber-sumber alam yang penting bagi industri dan militer Amerika;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;menjamin suplay sumber-sumber alam Timur Tengah bagi sekutu-sekutu Amerika agar mereka tetap kuat secara ekonomis dan militer;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;memelihara kontinuitas mengalir keuntungan invasi dan usaha-usaha komersial Amerika;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;menjaga kredibilitas dengan jalan memenuhi komitmen-komitmen Amerika di Timur Tengah; dan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;meneruskan hak transit dan “ overflight “ bagi pesawat-pesawat udara dan kapal laut Amerika.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Konfrontasi global terhadap Uni Soviet tidak pernah di tinggalkan oleh Amerika Serikat dan dalam hal ini mudah kita pahami. Taktik “flexible response” menekankan berbagai aksi militer yang tidak usah menimbulkan benturan strategis dengan Soviet, namun seperti di pandang oleh Pentagon, akan dapat melemahkan posisi Soviet maupun kekuatan-kekuatan pro-Soviet. Contoh aplikasi taktik diatas sangat jelas kita saksikan di Vietnam Selatan, Laos dan Kamboja sampai awal 1970-an.&lt;br /&gt;Masuknya armada Keenam Amerika Serikat ke laut tengah berkaitan erat dengan usaha Amerika untuk memperkuat posisinya di Timur Tengah vis-à-vis Uni Soviet. Di antara tujuan Sixth Fleet di laut tengah adalah antara lain : memperkuat sayap selatan NATO; membawa berbagai kapal selam berpeluru kendali nuklir lebih dekat ke Soviet; menjamin terlindunginya kepentingan Amerika di Timur Tengah; dan menjadi sarana tekanan Amerika bagi Negara-negara di kawasan Timur Tengah.&lt;br /&gt;Menjauhkan pengaruh Soviet di Timur Tengah kemudian menjadi prioritas penting dalam politik Amerika. Atau dengan perumusan lain, kehadiran Soviet diTimur Tengah harus di cegah, setidak-tidaknya di minimalisir. Kehadiran Soviet dalam kaitan ini berarti kehadiran angkatan lautnya di laut tengah dan hubungan politik serta militer yang akrab antara Soviet dengan beberapa Negara Arab.&lt;br /&gt;Sementara itu pada awal 1970-an mulai nampak bahwa akhirnya tercapai suatu perimbangan kekuatan baru yang secara kwalitatif menunjukan paritas antara kedua super power. Dengan adanya ekuilibrium militer dan strategi antara Amerika dan Soviet kedua Negara raksasa sampai pada kesimpulan bahwa semacam koeksistensi damai harus menjdi pola hubungan diantara mereka. Masing-masing Negara pada 1970-an menunjukan kesediaan untuk mengendalikan konflik-konflik mereka, termasuk di Timur Tengah agar konfrontasi nulkir dapat dielakkan.&lt;br /&gt;Beberapa ahli politik Amerika menekankan bahwa konfrontasi terbatas dengan Soviet harus terus di jalankan selama tidak akan melampaui “critical threshold” yang dapat membawa konfrontasi total antara Amerika dan Uni Soviet.&lt;br /&gt;Amerika pada khususnya dan barat pada umumnya menganggap kehadiran angkatan laut Soviet di samudra India sebagai penghalang terhadap usaha-usaha Amerika dalam mengatasi krisis yang terjadi di kawasan samudra India. Dalam kaitan ini krisis India-Pakistan 1971 sering disebut sebagai contoh keterbatasan kemampuan Amerika dalam membantu rezim Yahya Kahn mengatasi separasi Bangladesh dari Pakistan barat serta konfrontasi militer India-Pakistan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Minyak&lt;br /&gt;    Timur Tengah di anggap memiliki posisi strategis dalam pemikiran politik luar negri Amerika karena peranan minyak dan gas alam menjadi kian penting bagi kelangsungan industri dan ekonomi barat sejak perang dunia II. Keuntungan yang di peroleh perusahan-perusahan Amerika dalam eksploitasi minyak di Timur Tengah sampai sekarang merupakan suatu factor yang menstabilisir ekonomi Amerika. Lima perusahaan minyak raksasa dari Amerika (Exxon Mobil, Texaco, Socal dan Gulf) sejak sebelum perang dunia II telah menguasai sejak dari produksi sampai pemasaran minyak Timur Tengah, walaupun akhir-akhir ini peranan mereka agak menurun akibat nasionalisasi parsial yang dilakukan oleh Negara-negara Arab produsen minyak. Kelima perusahan minyak Amerika ini bersama dengan British Petroleum dan Royal Dutch Shell sering dinamakan Seven Sisters yang ikut menentukan suasana perdagangan minyak internasional. Tujuh perusahan minyak internasional diatas sampai beberapa tahun yang lalu diatas masih menguasai 80% produksi minyak di luar Amerika Utara dan blok Soviet. Mereka juga menguasai 70% kapasitas penyulingan dan 50% armada tanker di kawasan Timur Tengah.&lt;br /&gt;    Alasan lain mengapa Timur Tengah menjadi sangat penting bagi Amerika adalah kenyataan bahwa sekutu-sekutu Amerika juga sangat tergantung pada minyak Timur Tengah. Pada pertengahan 1970-an Inggris memperoleh 50% suplay minyaknya dari dunia Arab, sedangkan ekonomi Jepang sepenuhnya beragantung pada minyak arab. 80% impor minyak oleh Negara-negara pasaran bersama Eropa juga berasal dari dunia Arab. Di perkirakan sampai 10 tahun mendatang kedudukan Arab tetap di segani oleh sekutu-sekutu Amerika karena minyak yang dimilikinya. Sementara itu sumber minyak di Alaska Mexico dan Laut Utara sama stidak dapat menyaingi produksi minyak Timur Tengah.&lt;br /&gt;    Pada tahap tertentu minyak memang dapat digunakan sebagai senjata pada saat dan kondisi yang tepat. Komitmen Amerika pada Israel sering terganggu akibat kebutuhan Amerika pada minyak Timur Tengah, khususnya dari Saudi Arabia. Kerja sama Saudi Amerika yang berlangsung selama 40 tahun dalam bidang ekonomi dan militer tidak dapat begitu saja diabaikan oleh kedua belah pihak yang saling membutuhkan.&lt;br /&gt;    Sampai menjelang revolusi Iran 1979, Amerika mengambil peranan sebagai penjamin mengalirnya minyak Timur Tengah ke Amerika sendiri, Negara-negara Eropa Barat dan Jepang. Khusus untuk kawasan Teluk, Iran berperan sebagai penjaga keamanan dan stabilitas Teluk, dengan bantuan Amerika. Dengan pecahnya revolusi Khomeini, salah satu pilar yang menyangga kepentingan nasional Amerika Tengah hilang dengan sendirinya dan Amerika di hadapkan dengan beberapa pilihan untuk “mengamankan” aliran minyak dari teluk ke dunia Barat dan Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Lobi Israel&lt;br /&gt;    Setiap analisa tentang mekanisme peranan dan politik Amerika di Timur Tengah kurang lengkap kiranya jika tidak membahas, walaupun secara sepintas, Lobi Israel di Washington. Sekitar 6,5 juta warga negara Amerika keturunan Yahudi rata-rata aktif dalam kegiatan politik dan mereka menaruh perhatian yang besar terhadap setiap perkembangan di Timur Tengah. Memang tidak seluruh Yahudi Amerika membela politik ekspansionis Israel, akan tetapi sebagian besar jelas telah di pengaruhi oleh propaganda Zionis dan sedikit banyak cenderung untuk bersikap anti-Arab. Berbagai organisasi Zionis mengambil keuntungan dari kenyataan ini dan mereka terus berusaha mempengaruhi proses pengambilan keputusan politik Amerika di Timur Tengah. Kedutaan Besar Israel barangkali merupakan semacam markas besar berbagai organisasi Zionis dan ada hubungan timbal balik antara Israel dengan kaum Zionis Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Masalah Palestina dalam Perserikatan Bangsa Bangsa</title><link>http://gu3blo9.blogspot.com/2009/02/masalah-palestina-dalam-perserikatan.html</link><category>Konflik di Timur Tengah</category><author>noreply@blogger.com (Piranez Area)</author><pubDate>Fri, 6 Feb 2009 15:43:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-974904384124683764.post-3597766516178761938</guid><description>Dalam usahanya menyelesaikan masalah Palestina, Inggris mengundang Pihak-pihak yang bersangkutan untuk berunding di London, Negara-negara Arab bersedia hadir, tapi tadak demikian dengan Komite Tinggi Arab yang menolak, karena Inggris tadak mengizinkan Mufti Amin al-Huseini duduk dalam komisi KTA.Jewish Agensi yang mewakili masyarakat Yahudi Palestina juga menolak, dengan alasan bahwa tidak bersedia menerima syarat yang diajukannya, yakni agar rencana partisi Palestina dijadikan bahan konferensi. Negara-negara Arab juga menyodorkan rencana mereka untuk terbantuknya Palestina Merdeka yang akan mengakhiri imigran Yahudi.&lt;br /&gt;    Sehubungan dengan kegagalannya mempertemukan Arab-Yahudi, maka pada 12 April 1947, inggris secara resmi meminta sekretaris Jenderal PBB memanggil Majelis Umum untuk membicarakan masalah Palestina.&lt;br /&gt;    Pada 15 Mei, Majelis umum membentuk panitia khusus PBB tentang Palestina (United Nation Special Committee on Palestine. UNSCOP). Namun dalam UNSCOP sendiri tidak terdapat kesepakatan dalam menyelesaikan masalah Palestina.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Selama dan Sesudah Perang Dunia II.</title><link>http://gu3blo9.blogspot.com/2009/02/selama-dan-sesudah-perang-dunia-ii.html</link><category>Konflik di Timur Tengah</category><author>noreply@blogger.com (Piranez Area)</author><pubDate>Fri, 6 Feb 2009 15:43:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-974904384124683764.post-5962272270939101026</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    Organisasi Zionis memanfaatkan perang dunia II sebagai peluang emas untuk melatih meningkatkan pengalaman militer para pemuda Yahudi. Pada awal 1944 terdapat 43.000 orang prajurit Yahudi yang bergabung dalam Angkatan Bersenjata Inggris. Mereka bahkan merupakan satuan khusus, terkenal dengan “the Jewish Brigade”. Sebelumnya, masyarakat Yahudi Palestina telah mempunyai pasukan bersenjata sendiri, Haganah.&lt;br /&gt;    Di pihak lain, pemerintah-pemerintah Arab, sendiri-sendiri ataupun secara bersama-sama, berusaha mengimbangi kegiatan internasional Zionis itu. Pada bulan April 1945 misalnya, Raja Ibnu Saud meminta perhatian Presiden Roosovelt untuk kepentingan Arab dalam setiap usaha penyelesaian masalah Palestina.&lt;br /&gt;    Akhir Perang Dunia ke II di Eropa disertai pula oleh berita tragis tentang genocide yang dilakukan Nazi Jerman atas orang-arang Yahudi Eropa. Peristiwa tersebut semakin memperkeras sikap Zionis, yang akan mampu melindungi dan membala bangsa Yahudi diseluruh dunia. Terpengaruh oleh pendapat umum Amerika Serikat dan tekanan umum Zionis, presiden Harry Truman yang meneruskan Franklin D. Roosevelt, mendesak pemerintah inggris untuk segera membuka pintu Palestina bagi 100,000 orang imigran baru Yahudi.&lt;br /&gt;    Perkembangan ini menegangkan hubungan Arab-Barat. Pada 27 dan 28 mei 1946 kepala Negara Mesir, Transjordania, Arab Saudi dan Yamanmengadakan pertemuan istimewadi Inchass, Mesir. Begitu pula Liga Arab yang mengadakan sidang luar biasanya sebulan kemudian di Bulan Suria, menyusun langkah-langkah untuk membela bangsa Arab Palestina, tidak lupa mengecam Amerika Serikat yang dianggapnya tidak berhak campur tangan dalaqm masalah Palestina.&lt;br /&gt;    Demi kepentingannya di Timur Tengah, situasi kritis antara Arab-Barat ini segera ditumpangi oleh Uni Soviet. Surat-surat kabar Soviet menyalahkan Inggris dan Amerika Serikat karena telah melangkahi Negara-negara Arab dan PBB untuk menyelesaikan masalah Palestina; sedang Zionisme dicapnya sebagai agen imprealisma Inggris.&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Mandat Palestina, 1922-1948</title><link>http://gu3blo9.blogspot.com/2009/02/mandat-palestina-1922-1948.html</link><category>Konflik di Timur Tengah</category><author>noreply@blogger.com (Piranez Area)</author><pubDate>Fri, 6 Feb 2009 15:42:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-974904384124683764.post-7922735035846398172</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    Mandat Palestina sebagaimana diterima inggris dari Konferensi Perdamaian Paris 1920 sebenarnya mencakup pula Transjordania. Tetapi pada 1922 Transjordania ditetapkan menjadi daerah mandate tersendiri. Pihak Arab menganggap keputusan perjanjian perdamaian Paris itu sebagai tidak adil, tidak demokratis, dan bertentangan dengan semua janji yang pernah disampaikan kepada mereka.&lt;br /&gt;    Pada penghujung perang dunia I, hanya terdapat lebih kurang 55.000 orang yahudi di Palestina. Organisasi-organisasi zionis di seluruh dunia mengerahkan dana dan dayanya untuk melancarkan arus imigrasi tersebut, baik secara legal maupun illegal. Pada tahun 1939 masyarakat yahudi di Palestina telah mencapai jumlah 450.000 orang – lebih kurang 30% dari jumlah penduduk Palestina seluruhnya.&lt;br /&gt;    Sementara orang-orang yahudi di seluruh dunia sedang menghimpun kekuatan untuk mendukung perjuangan zionis di Palestina, dunia Arab sendiri terpecah-belah atas aneka unit politik. Ada yang berada di bawah sistim mandat, ada yang menjadi daerah protektorat, dan ada pula yang merupakan negara-negara “merdeka”.&lt;br /&gt;    Bagaimanapun juga perkembangan yang tengah berperang di kalangan Yahudi itu telah meningkatkan kegelisahan orang-orang Arab Palestina. Mereka khawatir bahwa akhirnya mereka akan menjadi minoritas dan akan terpaksa meringkuk di bawah dominasi ekonomi dan politik Yahudi di negeri mereka sendiri.&lt;br /&gt;    Pada April 1936, seluruh Arab Palestina baik maupun kristiani, membentuk Komite Tinggi Arab (Arab Higher Committee). Sebagai keputusan utamanya Komite segera menyerukan masyarakat Arab Palestina untuk melancarkan aksi mogok umum di seluruh negeri, memprotes ketidak-adilan sistim mandate serta ancaman Zionisme yang mereka hayati.&lt;br /&gt;    Menghadapi perkembangan demikian, inggris merencanakan untuk membagi Palestina atas dua bagian, masing-masing untuk bangsa Arab dan bangsa Yahudi. Kongres Zionis 1937 menerima prinsip partisi itu. Pada pendapat mereka, untuk pertama kali adalah bijaksana lagi praktis untuk menerima saja sebuah negara dengan luas wilayah yang kecil, karena ini memungkinkan mereka untuk menyelenggarakan pemerintahan sendiri sambil menyalurkan tanpa batas para imigran Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Konferensi Perdamaian Paris</title><link>http://gu3blo9.blogspot.com/2009/02/konferensi-perdamaian-paris.html</link><category>Konflik di Timur Tengah</category><author>noreply@blogger.com (Piranez Area)</author><pubDate>Fri, 6 Feb 2009 15:40:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-974904384124683764.post-4727089606243824340</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    Konferensi Perdamaian Paris (1920) dihadiri pula oleh delegasi Zionis yang terdiri atas tokoh-tokon internasional dari berbagai negeri.&lt;br /&gt;Antara lain mereka berusaha untuk :&lt;br /&gt;1). Mencantumkan Deklarasi Balfour dalam perjanjian perdamaian;&lt;br /&gt;2). Mengesampingkan prinsip hak menentukan nasib sendiri. Karena sampai  waktu       itu orang yahudi hanya merupakan 10% penduduk Palestina;&lt;br /&gt;3). Menolak ditetapkannya Palestina sebagai Negara Arab ataupun dibawah administrasi Internasional;&lt;br /&gt;4). Imigrasi tanpa orang Yahudi ke palestina.&lt;br /&gt;    Di pihak lain argumentasi Arab pada Konferensi itu antara lain adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;Bahwa orang arab yang telah menetap di Palestina sejak abad 7 sampai abad 20 M lebih mempunyai hak histories di sana dari pada orang Yahudi yang sejarah singkatnya telah berakhir 2000 tahun yang lalu.&lt;br /&gt;    Akhirnya keputusan Konferensi Perdamaian Paris ialah ditetapkannya Palestina sebagai daerah mandat inggris. Ini bersesuaian dengan strategi zionis dan sangat memperkuat kedudukan serta usaha-usaha mereka selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Gerakan Zionisme.</title><link>http://gu3blo9.blogspot.com/2009/02/gerakan-zionisme.html</link><category>Konflik di Timur Tengah</category><author>noreply@blogger.com (Piranez Area)</author><pubDate>Fri, 6 Feb 2009 15:39:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-974904384124683764.post-8687020464338422295</guid><description>Orang - orang Yahudi senantiasa mendambakan berakhirnya “diaspora” mereka dengan jalan kembali ke Negeri yang di janjikan, sebagaimana termaktub dalam Kitab Taurat. Alas an yang digunakan adalah alasan histories religius dan kemanusiaan. Tapi pada akhir abad 19 beberapa tokoh Yahudi Eropa mulai melihat Palestina dari sudut pandang politik.&lt;br /&gt;    Yang pertama-tama mengemukakan wawasan nasionalisme Yahudi ialah Leon Pinsker, seworang Yahudi Rusia, pada tahun 1882 namun, yang menumbuhkannya menjadi deologi dan gerakan Zionisme ialah Theodor Hels, seorang Yahudi Austria.&lt;br /&gt;Atas prakarsanya, pada tahun 1897 diselenggarakanlah kongres Zionis pertama di Basel Swiss, yang menghasilkan terbentuknya Organisasi Zionisme Dunia. Hamper seluruh utusan yang hadir di kongres itu menyatakan keinginan mereka untuk menjadikan palestina sebuah Negara Yahudi, namun karena pertimbangan-pertimbangan praktis maka dalam resolusi kongres hanya disebutkan tentang “rumah bangsa Yahudi di Palestina”&lt;br /&gt;    Tokoh-tokoh Zionis terkemuka lainnya ialah Chaim Weizmann dan Nahum Sakolov. Masing-masing adalah Yahudi Inggris dan Rusia. Sejak tahun 1906 Weizmann telah menjalin hubungan yang baik dengan tokoh-tokoh pemerintahan Inggris. Melalui hubungan ini dia meyakinkan pemerintahan Inggris, bahwa posisi Inggris tentulah akan semakin kuat di kawaasan itu, bila Palestina berada di bawah dominasi Yahudi.&lt;br /&gt;    Pada 2 November 1917 MENLU inggris. Arthur Balfour, mengirimkan sepucuk surat yang kemudian lebih dikenal sebagai Deklarasi Balfour kepada seorang tokoh Zionis terkemuka, memuat dukungan resmi pemerintah Inggris untuk “the establishment in Palestina of a National Home for the jewish People” politik pemerintah Inggris ini kemudian disokong oleh Amerika Serikat, Perancis dan Italia.&lt;br /&gt;    Sementara itu, Inggris sebagai anggota Sekutu sedang berperang melawan Negara-negara Poros. Dalam usahanya menghadapi Ottoman Empire (Daulah Usmania) yang berpihak kepada Poros. Inggris merangsang dan membantu Negara-negara arab memberontak kepada Turki. Tapi bangsa Arab yang selama ini berada dibawah dominasi Daulah Usmania tidaklah begitu saja mempercayai Inggris. Mereka baru bersedia memihak kepasa Sekutu bila Inggris menyetujui persyaratan-persyaratan tertentu yang menyangkut kepentingan bangsa-bangsa Arab. Juru bicara bangsa-bangsa arab ialah Syarif Husein dari Hajaz.&lt;br /&gt;    Nota pertama atas bangsa-bangsa Arab, tertangagal 14 juli 1915 Husein meminta Inggris, melalui komisaris tingginya di Mesir, Sir Henry McMahon untuk mengakui kemerdakaan bangsa Arab dalam kawasan disebelah utara di batasi oleh garis yang ditarik dari Mersin-Adana sampai tepal batas Persia, sedangkan disebelah timur dibatasi oleh Persia dan teluk Persia, di selatan oleh samudera Indonesia, sedang disebelah barat oleh Laut Merah. Yang tidak termasuk hanya Aden. Ini dijawab oleh Sir Henry McMahon dengan suratnya tertanggal 24 oktober 1915, bahwa dia bisa menyetujui dengan beberapa pengecualian yang semuanya jelas bahwa Palestina tidak tercantum dalam pengecualian tersebut.masih ada beberapa hal yang belum menemukan kesepakatan diantara kedua pihak, namun Husein setuju bahwa itu akan diselesaikan kelak, bila perang telah berakhir. Pada 5 juni 1916 pecahlah revolusi bersenjata bangsa-bangsa Arab melawan Turkia Usmaniah. Perlawanan Arab ini tidak kecil artinya bagi kemenangan sekutu dalam memenangkan perang dunia I.&lt;br /&gt;    Sementara itu, pada 16 mei 1916, pemerintah Perancis dan Inggris secara rahasia menandatangani persetujuan Sykes Picot. Dalam perjanjian itu kedua Negara membagi negeri-negeri Arab atas dua bagian, masing-masing ditempatkan dibawah pengaruh Perancis dan Inggris. Sedang untuk palestina akan dilakukan Internasionalisasi.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Latar Belakang konflik di Timur Tengah</title><link>http://gu3blo9.blogspot.com/2009/02/latar-belakang-konflik-di-timur-tengah.html</link><category>Konflik di Timur Tengah</category><author>noreply@blogger.com (Piranez Area)</author><pubDate>Fri, 6 Feb 2009 15:37:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-974904384124683764.post-2675979647721301019</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    Permasalahan palestina berakar dari perkembangan sejarah yang panjang yang dihayati dua macam bangsa di negeri itu, yaitu bangsa Arab dan bangsa yahudi. Kehadiran orang-orang Yahudi di “tanah yang menjanjikan” sekitar tahun 1800 SM dibawah pimpinan Ibrahim. Dan untuk beberapa abad lamanya, mereka berhijrah ke Mesir. Dibawah pimpinan Musa mereka kembali ke Palestina sekitar abad 12 SM. Dari keadaan yang lemah dan terpecah-belah Talut (Saul) berhasil mempersatukan mereka dan mendirikan sebuah kerajaan. Dan kerajaan ini semakin berkembang dibawah pimpinan Daud, pada abad 10 M, Sulaiman, putra Daud, mendirakan temple pertama di Jerusalem. Kerajaan Israel yang berlangsung kurang dari 2 abad, yang telah meletakkan dasar religius dan emosional bagi kepentingan Yahudi di Palestina maupun tuntutan Zionis atas wilayah tersebut.&lt;br /&gt;    Sejak abad ke 8 sampai ke 7 SM negeri ini berturut-turut dikuasai oleh Assiria, Babilonia, Persia, dan Rumawi. Temple-tempel Yahudi, termasuk Tempel pertama di runtuhkan, sedang orang-orang yahudi mengalami pengusiran (diaspora).&lt;br /&gt;    Sebagai tempat lahir Jesus dan agama Kristiani, Palestina dapat tempat khusus dalam kalbu dunia Kristiani. Sejak tahun 395 M orang Yahudi sudah merupakan minoritas kecil. Dibawah pimpinan Umar Bin Khattab Palestina jatuh ketangan Muslim Arab. Pada tahun 634 M, Islam mengalami perkembangan pesat. Para penduduk palestina lebih merasa dirinya sebagai orang arab. Pada abad 12 – 13 M berlangsunglah secara sporadic perang salib yang dilancarkan Gereja untuk merebut Palestina dari tangan orang Islam. Tetapi usaha itu ternyata tidak berhasil, Palestina tetap merupakan negeri Muslim Arab, baik dibawah pemerintahan Memluk Mesior (1260 -1517) maupun seterusnya pemerintahan Turkia Usmania (1517 – PD I ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>