<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>Pitutur 4.0</title>
	
	<link>http://www.pitutur.net</link>
	<description>teman, teman dari teman, musuh dari musuh</description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 Jun 2010 03:25:15 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/Pitutur" /><feedburner:info uri="pitutur" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId>Pitutur</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item>
		<title>Sekilas Tentang Kasus Video Porno</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Pitutur/~3/QXulupgzcg4/sekilas-tentang-kasus-video-porno.jsp</link>
		<comments>http://www.pitutur.net/sekilas-tentang-kasus-video-porno.jsp#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jun 2010 03:24:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mbah Dipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mampir Ngombe]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pitutur.net/sekilas-tentang-kasus-video-porno.jsp</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin simbah membaca dua buah hadits yang setidaknya membantu simbah untuk memahami kasus pidio porno mirip artis. Hadits tersebut adalah :
Pertama: Dari Yazid bin Nu&#8217;aim bin Hazzal dari Bapaknya ia berkata, &#8220;Ma&#8217;iz bin Malik adalah seorang anak yatim yang diasuh oleh bapakku. Dan ia pernah berzina dengan seorang budak wanita dari suatu kampung. Bapakku lalu [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin simbah membaca dua buah hadits yang setidaknya membantu simbah untuk memahami kasus pidio porno mirip artis. Hadits tersebut adalah :</p>
<p><b>Pertama:</b> Dari Yazid bin Nu&#8217;aim bin Hazzal dari Bapaknya ia berkata, &#8220;Ma&#8217;iz bin Malik adalah seorang anak yatim yang diasuh oleh bapakku. Dan ia pernah berzina dengan seorang budak wanita dari suatu kampung. Bapakku lalu berkata kepadanya, &#8220;Datanglah kepada Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam, kabarkan kepada beliau dengan apa yang telah engkau lakukan, semoga saja beliau mau memintakan ampun untukmu.&#8221; Hanyasanya ayahku menginginkan hal itu agar Maiz mendapatkan jalan keluar, lalu ia bergegas menemui Rasulullah. <br />Ma&#8217;iz lantas berkata, &#8220;Wahai Rasulullah, aku telah berzina, maka laksanakanlah hukum Kitabullah terhadapku!&#8221; </p>
<p>Beliau berpaling darinya. Maka Ma&#8217;iz mengulangi lagi, &#8220;Wahai Rasulullah, aku telah berzina, maka laksanakanlah hukum Kitabullah terhadapku!&#8221; Beliau berpaling. Ma&#8217;iz mengulanginya lagi, &#8220;Wahai Rasulullah, aku telah berzina, maka laksanakanlah hukum Kitabullah terhadapku!&#8221; Ia ulangi hal itu hingga empat kali. <span id="more-437"></span><div class="ad-ui">
<div class="grid_8 alpha">
<!-- Begin: KlikSaya.com -->
<script src="http://scr.kliksaya.com/js-ad.php?zid=42354" type="text/javascript">
</script>
<!-- End: KlikSaya.com -->
</div>
<div class="grid_8 omega">
<!-- Begin: KlikSaya.com -->
<script src="http://scr.kliksaya.com/js-ad.php?zid=42355" type="text/javascript">
</script>
<!-- End: KlikSaya.com -->

</div>
<div class="clear" /></div>
</div></p>
<p>Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam kemudian bersabda: &#8220;Engkau telah mengatakannya hingga empat kali, lalu dengan siapa kamu melakukannya?&#8221; Ma&#8217;iz menjawab, &#8220;Dengan Fulanah.&#8221; Beliau bertanya lagi: &#8220;Apakah menidurinya?&#8221; Ma&#8217;iz menjawab, &#8220;Ya.&#8221; beliau bertanya lagi: &#8220;Apakah kamu menyentuhnya?&#8221; Ma&#8217;iz menjawab, &#8220;Ya.&#8221; beliau bertanya lagi: &#8220;Apakah kamu menyetubuhinya?&#8221; Ma&#8217;iz menjawab, &#8220;Ya.&#8221; Akhirnya Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam memerintahkan untuk merajamnya. Ma&#8217;iz lantas dibawa ke padang pasir, maka ketika ia sedang dirajam dan mulai merasakan sakitnya terkena lemparan batu, ia tidak tahan dan lari dengan kencang. Namun ia bertemu dengan Abdullah bin Unais, orang-orang yang merajam Ma&#8217;iz sudah tidak sanggup lagi (lelah), maka Abdullah mendorongnya dengan tulang unta, ia melempari Ma&#8217;iz dengan tulang tersebut hingga tewas. </p>
<p>Kemudian Abdullah menemui Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam dan menyebutkan kejadian tersebut, beliau bersabda:<i><b> &#8220;Kenapa kalian tidak membiarkannya, siapa tahu ia bertaubat dan Allah menerima taubatnya.&#8221;&nbsp; </b></i></p>
<p><b>Kedua:</b> Dari Buraidah r.a: &#8220;Suatu ketika ada seorang wanita Ghamidiyah datang menemui Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam seraya berkata, &#8220;Wahai Rasulullah, diriku telah berzina, oleh karena itu sucikanlah diriku.&#8221; <br />Tetapi untuk pertama kalinya Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam tidak menghiraukan bahkan menolak pengakuan wanita tersebut. Keesokan harinya wanita tersebut datang menemui Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam sambil berkata, &#8220;Wahai Rasulullah, kenapa anda menolak pengakuanku? Sepertinya anda menolak pengakuan aku sebagaimana pengakuan Ma&#8217;iz. Demi Allah, sekarang ini aku sedang mengandung bayi dari hasil hubungan gelap itu.&#8221; </p>
<p>Mendengar pengakuan itu, Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda: &#8220;Sekiranya kamu ingin tetap bertaubat, maka pulanglah sampai kamu melahirkan.&#8221; Setelah melahirkan, wanita itu datang lagi kepada beliau sambil menggendong bayinya yang dibungkus dengan kain, dia berkata, &#8220;Inilah bayi yang telah aku lahirkan.&#8221; Beliau lalu bersabda: &#8220;Kembali dan susuilah bayimu sampai kamu menyapihnya.&#8221; Setelah mamasuki masa sapihannya, wanita itu datang lagi dengan membawa bayinya, sementara di tangan bayi tersebut ada sekerat roti, lalu wanita itu berkata, &#8220;Wahai Nabi Allah, bayi kecil ini telah aku sapih, dan dia sudah dapat menikmati makanannya sendiri.&#8221; Kemudian beliau memberikan bayi tersebut kepada laki-laki muslim, dan memerintahkan untuk melaksanakan hukuman rajam. </p>
<p>Akhirnya wanita itu ditanam dalam tanah hingga sebatas dada. Setelah itu beliau memerintahkan orang-orang supaya melemparinya dengan batu. </p>
<p>Sementara itu, Khalid bin Walid ikut serta melempari kepala wanita tersebut dengan batu, tiba-tiba percikan darahnya mengenai wajah Khalid, seketika itu dia mencaci maki wanita tersebut. Ketika mendengar makian Khalid, Nabi Allah shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda: <b><i>&#8220;Tenangkanlah dirimu wahai Khalid, demi dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya perempuan itu telah benar-benar bertaubat, sekiranya taubat (seperti) itu dilakukan oleh seorang pelaku dosa besar niscaya dosanya akan diampuni.&#8221;</i></b> Setelah itu beliau memerintahkan untuk menshalati jenazahnya dan menguburkannya.&#8221;</p>
<p>Dua buah hadits tersebut shahih, dikeluarkan oleh Imam Muslim dan Abu Dawud.</p>
<p>Dalam kasus perzinahan, hukuman ditegakkan dikarenakan adanya 4 orang saksi yang melaporkan kesaksian tindakan zina. Atau jika tidak ada saksi, hukuman ditegakkan apabila ada pengakuan dari si pelaku. Atau jika pelaku tidak mengaku, hukuman ditegakkan karena adanya kehamilan si wanita yang diketahui tak bersuami yang syah.</p>
<p>Dalam hal kasus pidio porno mirip wajah artis, ada 2 sudut pandang pembahasan. Pertama dari sudut pandang syariah. Kedua dari sudut pandang hukum negara.</p>
<p>Dari sudut pandang syariah, walaupun ada rekaman pidionya, namun tetap dibutuhkan setidaknya 4 saksi yang disumpah berani maju dan mengklaim bahwa itu adalah <b>benar-benar</b> si artis. Jadi bukan hanya &#8216;klaim&#8217; mirip saja. Jika tidak dapat menghadirkan setidaknya 4 saksi, maka tidak ada hak untuk tetap melemparkan tuduhan zina. Karena penuduh zina tanpa saksi, sanksi hukumnya ada. Sehingga jika sudah begini yang ditunggu adalah &#8216;pengakuan&#8217; si pelaku.</p>
<p>Dalam hal pengakuan si Pelaku, jika kita menyimak 2 buah hadits perihal pengakuan pezina, Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam sendiri seperti enggan menerima pengakuan si pelaku. Bahkan jika pelaku mengambil keputusan untuk tidak mengaku dan cukup bertaubat kepada Allah, Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam pun mengijinkannya. Jadi tidak malah <b>memaksa dan mendesak si pelaku untuk mengakui </b>sebagaimana yang dilakukan kebanyakan orang, yang bahkan termasuk tokoh Islam sekalipun.<br />Namun jika pelaku benar-benar pingin taubat dengan menjalani hukumannya, ya tentu saja difasilitasi, tetapi tetap dengan menjaga kehormatan si pelaku zina. Jadi tidak boleh diejek atau dilecehkan dalam prosesnya.</p>
<p>Dari sudut pandang hukum negara, apa yang dilakukan di pidio porno tersebut tidak melanggar hukum negara selama tidak ada aduan dari pihak isteri atau suami yang bersangkutan. Adapun yang dianggap melanggar hukum adalah peredaran pidio tersebut ke khalayak ramai. Maka jika si artis dipanggil ke Mabes, yang ditanyakan bukan &#8220;Itu sampeyan apa bukan sih?&#8221;. Karena pertanyaan seperti itu hanyalah untuk level inpotainmen. Namun yang ditanyakan polisi adalah, &#8220;Sampeyan mengedarkan pidio itu apa tidak?&#8221;</p>
<p>Agar tidak salah paham, simbah menulis ini semata-mata sekedar upaya tawashaubil haqqi, tawashau bish shobri. Agar kita tidak gampang-gampang melemparkan tuduhan zina, atau memaksa dan mendesak orang untuk mengaku zina yang sama sekali tidak pernah dicontohkan oleh suri tauladan kita.</p>
<p>Adapun bagi artis yang disangka pelaku zina, jika sampeyan tidak melakukan perbuatan zina tersebut, bersabarlah atas musibah yang menimpa sampeyan. Berhubunganlah dengan lawan jenis secara syar&#8217;i. Dan jangan runtang-runtung gak karuan yang melanggar aturan Allah.</p>
<p>Namun jika sampeyan benar-benar melakukan perbuatan zina tersebut, bertobatlah kepada Allah. Juga bagi para artis yang lain dan para pejabat yang juga masih gemar berzina hanya saja tak direkam dan tak diedarkan, bertobat jugalah kalian. Jangan menunggu dipermalukan baru mau bertobat.</p>
<div class="zemanta-pixie"><img class="zemanta-pixie-img" alt="" src="http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=7a969de8-f749-8e5f-b0ae-5a48557358c0" /></div>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Pitutur/~4/QXulupgzcg4" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pitutur.net/sekilas-tentang-kasus-video-porno.jsp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.pitutur.net/sekilas-tentang-kasus-video-porno.jsp</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Konsultasi Acakadut</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Pitutur/~3/rx24kVx_G3A/konsultasi-acakadut.jsp</link>
		<comments>http://www.pitutur.net/konsultasi-acakadut.jsp#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 May 2010 03:49:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mbah Dipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bumbu Urip]]></category>
		<category><![CDATA[Selingan]]></category>
		<category><![CDATA[togel yg klr hr sabtu 10 07 2010]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pitutur.net/konsultasi-acakadut.jsp</guid>
		<description><![CDATA[Lama sudah simbah tak pernah posting di blog ini. Bukan karena malas nulis. Justru hampir setiap hari simbah menulis walau hanya beberapa paragrap. Tapi simbah nulis dalam rangka ngupoyo upo menjemput takdir rejeki yang masih gemandul di depan mata simbah. Simbah hanya berikhtiar menggerakkan tangan sehingga yang berada di depan mata tersebut bisa berpindah ke [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lama sudah simbah tak pernah posting di blog ini. Bukan karena malas nulis. Justru hampir setiap hari simbah menulis walau hanya beberapa paragrap. Tapi simbah nulis dalam rangka <i>ngupoyo upo</i> menjemput takdir rejeki yang masih <i>gemandul</i> di depan mata simbah. Simbah hanya berikhtiar menggerakkan tangan sehingga yang berada di depan mata tersebut bisa berpindah ke tangan simbah.</p>
<p>Beberapa hari terakhir simbah agak dikejutkan dengan membanjirnya email yang masuk yang berasal dari kotak konsultasi di blog ini. Bayangkan, biasanya konsultasi hanya 2 hingga 3 email seminggu. Lha ini sehari saja bisa puluhan email.</p>
<p>Maka satu persatu email simbah buka dan simbah baca. Welhadalah, ha kok isi konsultasinya rada <i>pating klenyit</i>. Bayangkan saja, ada puluhan email menanyakan pada simbah nomer buntutan togel Singapura. Ada lagi pertanyaan perihal buntutan di Batam. Pertanyaannya cukup ringkes, <i>&#8220;Sabtu ini keluarnya apa Mbah?&#8221;</i></p>
<p>Yang lain tak kalah banyaknya adalah pertanyaan tentang nasib dan masa depan. Di awali dengan menyebut hari, weton, tanggal bulan dan tahun kelahiran. Terus dipungkasi dengan ending pertanyaan yang cukup mantabh: <i>&#8220;Pekerjaan apa yang cocok buat saya mbah?&#8221;</i> atau <i>&#8220;Bagaimana masa depan karir saya mbah?&#8221;</i> atau <i>&#8220;Kapan saya kaya mbah?&#8221; </i>atau <i>&#8220;Saya kok dari dulu cuma tukang becak, apakah saya akan terus jadi tukang becak mbah?&#8221;</i>&#8230;. Haduh.. Yo embuh lee..le..<span id="more-435"></span><div class="ad-ui">
<div class="grid_8 alpha">
<!-- Begin: KlikSaya.com -->
<script src="http://scr.kliksaya.com/js-ad.php?zid=42354" type="text/javascript">
</script>
<!-- End: KlikSaya.com -->
</div>
<div class="grid_8 omega">
<!-- Begin: KlikSaya.com -->
<script src="http://scr.kliksaya.com/js-ad.php?zid=42355" type="text/javascript">
</script>
<!-- End: KlikSaya.com -->

</div>
<div class="clear" /></div>
</div></p>
<p>Simbah tidak tahu, apakah ini efek samping dari kematian Mama Loren, sehingga simbah jadi <i>paran pitakonan</i> perihal nasib? Ha wong nasib simbah sendiri entar pigimanah juga tidak tahu, ha kok disuruh mbaca nasibnya orang lain. Walaupun sebenarnya jika simbah pingin kaya mendadak sebenarnya bisa. Lha tinggal simbah kasih nomer rekening, trus semua pertanyaan yang masuk diharuskan menyerahkan <i>sesajen sekian ripis </i>ke rekening simbah agar mendapatkan kesuksesan karir atau tembus togelnya. </p>
<p>Biar makin mantabh, secara berkala simbah bikin testimoni dari pihak-pihak yang sudah berhasil berkat berkonsultasi dengan simbah, kayak begini misalnya:</p>
<p><i>&#8220;Tadinya saya gak percaya simbah gadungan ini bisa mengubah nasib saya. Ha wong cuma cukup kirim seratus ribu ripis ke rekeningnya kok. Tapi rupanya setelah saya kirim uang tersebut, perlahan tapi pasti nasib saya berubah. Bayangkan hanya dalam waktu seminggu saya bisa membeli rumah di kawasan Pantai Indah kapuk. Luar biasa.&#8221;</i> (Jon Koplo, 0811288xxxx)</p>
<p><i>&#8220;Tak dinyana, empat angka yang saya minta ternyata benar-benar tembus. Sayang saya agak ragu, sehingga hanya pasang kecil. Coba kalo pasang gede, bandar Singapura bisa kobol-kobol itu&#8230; Tapi satu setengah eM cukup lumayanlah. Terimakasih Mbah, simbah memang Oye..!</i> (Tom Gembus, 08194345xxx)</p>
<p><i>&#8220;Berkat wejangan simbah, suami saya sekarang tak pernah nglirik wanita lain. Entah karena matanya blawur atau mulai sadar bahwa isterinya sekarang tampil cantik. Dan tiap malam bagaikan malam bulan madu. Terimakasih Mbah Dipo.&#8221;</i> (Lady Cempluk, 08154534xxx)</p>
<p><i>&#8220;Setelah berkonsultasi dengan mbah Dipo, saya sekarang bisa mendapat kursi empuk di kantor saya. Sebelumnya saya selalu berkarir di kursi yang bisa bikin pantat kapalan. Dan semua itu cuma bermodalkan seratus rebu ripis yang saya kirim ke rekening Mbah Dipo. Trust me, it&#8217;s work.&#8221;</i> (Genduk Nicole, 081209867xxxx)</p>
<p>Padahal tak ada pembaca yang tahu siapa itu Jon Koplo, Tom Gembus, Lady Cempluk atau Genduk Nicole. Apalagi orang Jakarta. Tapi kalo ketanggor wong Solo, <i>cilaka mencit</i> tenan simbah. Konangan pisan&#8230;</p>
<p>Yah semoga semuanya diberi pemahaman bahwa nasib seseorang betul di Tangan Tuhan, tapi keputusan memilih adalah di otak dan tindakan sampeyan.</p>
<p>Oya, dalam waktu dekat ini insya Allah simbah segera merampungkan buku kedua simbah. Isinya tentang perjalanan lahir dan batin simbah di dalam menempuh perjalanan hidup. 90 persen tulisan di dalamnya belum pernah dimuat di blog manapun. Jadi tunggu saja, semoga masih ada penerbit yang mau menerbitkannya.</p>
<div class="zemanta-pixie"><img class="zemanta-pixie-img" alt="" src="http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=dd57ba44-f22a-87ee-bb1e-d9b9b6e7a204" /></div>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Pitutur/~4/rx24kVx_G3A" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pitutur.net/konsultasi-acakadut.jsp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.pitutur.net/konsultasi-acakadut.jsp</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Back From The Future</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Pitutur/~3/EmTnlr_N_ak/back-from-the-future.jsp</link>
		<comments>http://www.pitutur.net/back-from-the-future.jsp#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Mar 2010 03:49:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mbah Dipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Selingan]]></category>
		<category><![CDATA[Future]]></category>
		<category><![CDATA[Nikah Siri]]></category>
		<category><![CDATA[Perkawinan]]></category>
		<category><![CDATA[UU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pitutur.net/back-from-the-future.jsp</guid>
		<description><![CDATA[Pertengahan 2010  : Pengajuan Draft RUU Perkawinan yang mengatur tentang Nikah Sirri, poligami dan larangannya.
November 2010  : Pro Kontra perihal Kriminalisasi Nikah sirri dan poligami. Banyak demo digelar, baik oleh aktifis perempuan maupun aktifis laki-laki. Anggota Komnas Perempuan turun ke jalan-jalan, sedangkan Komnas laki-laki tidak, karena belum terbentuk.
Awal Januari 2011  : UU [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pertengahan 2010 </strong> : Pengajuan Draft RUU Perkawinan yang mengatur tentang Nikah Sirri, poligami dan larangannya.</p>
<p><strong>November 2010 </strong> : Pro Kontra perihal Kriminalisasi Nikah sirri dan poligami. Banyak demo digelar, baik oleh aktifis perempuan maupun aktifis laki-laki. Anggota Komnas Perempuan turun ke jalan-jalan, sedangkan Komnas laki-laki tidak, karena belum terbentuk.</p>
<div id="attachment_391" class="wp-caption alignnone" style="width: 400px"><a rel="attachment wp-att-391" href="http://www.pitutur.net/back-from-the-future.jsp/back-from-the-future-2"><img class="size-full wp-image-391" title="Back from the Future" src="http://www.pitutur.net/wp-content/uploads/2010/03/Back-from-the-Future.jpg" alt="Back from the Future" width="400" height="261" /></a><p class="wp-caption-text">Back from the Future</p></div>
<p><strong>Awal Januari 2011 </strong> : UU Perkawinan disyahkan, termasuk pasal mengenai Nikah sirri dimana dalam RUU tersebut nyata-nyata terkandung klausul pemidanaan (kriminalisasi). dengan kata lain bagi siapa saja yang melakukan nikah siri, poligami dan juga kawin kontrak mereka bisa diancam dengan hukuman penjara maksimal 5 bulan dan denda 5 juta rupiah. Aktifis perempuan syukuran dengan bancakan tumpeng yang bentuknya berbeda. Karena bentuk tumpeng yang sudah ada, dan biasanya dipangkas ujungnya tersebut dianggap merendahkan salah satu organ perempuan.<br />
<span id="more-352"></span><div class="ad-ui">
<div class="grid_8 alpha">
<!-- Begin: KlikSaya.com -->
<script src="http://scr.kliksaya.com/js-ad.php?zid=42354" type="text/javascript">
</script>
<!-- End: KlikSaya.com -->
</div>
<div class="grid_8 omega">
<!-- Begin: KlikSaya.com -->
<script src="http://scr.kliksaya.com/js-ad.php?zid=42355" type="text/javascript">
</script>
<!-- End: KlikSaya.com -->

</div>
<div class="clear" /></div>
</div></p>
<p><strong>20 Maret 2011 </strong> : Ratusan pasang suami isteri ditangkapi di sepanjang bantaran kali Ciliwung dan juga perumahan kumuh, karena tak bisa menunjukkan akta nikah pada petugas Satpol PP. Mereka diancam kena denda jutaan rupiah atau masuk penjara 5 bulan.</p>
<p><strong>25 Agustus 2011 </strong> : Demo ribuan jomblo yang susah nikah karena banyak oknum pejabat KUA menerapkan tarif pencatatan nikah seenaknya. Demo yang dimotori oleh IPTN (Ikatan Pemuda Telat Nikah) ini menuduh KUA sebagai lembaga yang mengambil untung dengan adanya kriminalisasi Nikah siri dan poligami. Karena pengesahan akta nikah dimonopoli oleh KUA, maka biaya siluman pun banyak bermunculan.<br />
<strong><br />
12 September 2011 </strong> : Polda Jabar meminta maaf atas tindakan anak buahnya yang menangkap seorang pejabat dengan tuduhan punya isteri simpanan yang dinikah Siri. Setelah ditelusuri ternyata sang wanita bukan isteri simpanan, melainkan Pelacur alumnus Kampus Kramat Tunggak. Artis Dangdut yang tak mau disebutkan namanya berkomentar: <em>“Kalau melacur malah Polisinya yang minta maaf. Tetapi kalau bener isteri syah, malah pejabatnya yang ditangkep. Bener-bener negeri Genthonesia…”<br />
</em><br />
<strong>14 Februari 2012 </strong> :  Pelacur jalanan menuntut disyahkannya profesi mereka, setelah terkuak skandal bahwa 3 dari 4 pejabat tidak berani poligami dan lebih banyak yang memilih pelacur, karena poligami adalah tindakan kriminal menurut UU yang berlaku. Sedangkan sex bebas dilindungi undang-undang, karena merupakan hak privasi yang dilindungi undang-undang berdasarkan Pancasila.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>18 Maret 2010 pukul 04.00 pagi</strong></span> : Mbah Dipo bangun dari tidur karena njlungup di lincaknya. Ternyata deretan peristiwa di atas hanyalah bagian dari mimpi buruknya.<br />
“Welhadhalah… mugo-mugo mimpi ini tidak menjadi kenyataan..” desah Mbah Dipo.</p>
<p>Oalah, jebul cuman ngimpi&#8230; <img src='http://www.pitutur.net/smilies/yahoo_tongue.gif' alt='&#58;&#80;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#80;' /></p>
<div class="zemanta-pixie"><img class="zemanta-pixie-img" src="http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=e87d8fdd-8a37-86c1-bd6d-066a249cbf82" alt="" /></div>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Pitutur/~4/EmTnlr_N_ak" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pitutur.net/back-from-the-future.jsp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.pitutur.net/back-from-the-future.jsp</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Sebab Kebahagiaan</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Pitutur/~3/rmRFNKkOVtY/sebab-kebahagiaan.jsp</link>
		<comments>http://www.pitutur.net/sebab-kebahagiaan.jsp#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 02:52:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mbah Dipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mampir Ngombe]]></category>
		<category><![CDATA[Harapan]]></category>
		<category><![CDATA[Iblis]]></category>
		<category><![CDATA[Kebahagiaan]]></category>
		<category><![CDATA[Sebab]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pitutur.net/sebab-kebahagiaan.jsp</guid>
		<description><![CDATA[Syahdan, tersebutlah kang Dulkamid yang hidupnya terkenal kesrakat secara dhohir. Adalah kekayaannya berupa rumah reyot hampir rubuh, sepeda onthel yang rantainya rajin lepas, baju berjumlah tujuh -nanti dulu&#8230;- maksudnya tujuh tambalannya, sebuah tempat tidur Spring Bed tanpa &#8220;S&#8221; (baca: Pring Bed) alias lincak dari bambu yang lebih terkenal dengan sebutan tempat tidur &#8216;kelas tinggi&#8217; karena [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Syahdan, tersebutlah kang Dulkamid yang hidupnya terkenal kesrakat secara dhohir. Adalah kekayaannya berupa rumah reyot hampir rubuh, sepeda onthel yang rantainya rajin lepas, baju berjumlah tujuh -nanti dulu&#8230;- maksudnya tujuh tambalannya, sebuah tempat tidur <em>Spring Bed</em> tanpa &#8220;S&#8221; (baca: Pring Bed) alias <em>lincak</em> dari bambu yang lebih terkenal dengan sebutan tempat tidur <em>&#8216;kelas tinggi&#8217;</em> karena banyak <em>&#8220;tinggi&#8221;nya (tinggi=kutu busuk bin bangsat)</em> dan sejumlah lima juta ripis &#8211; nanti dulu&#8230;- maksudnya berupa utang. Tak seorangpun ibu dan tak juga sampeyan yang sedang menggendong anaknya menginginkan anaknya menjadi semisal si Dulkamid. Keunggulan satu-satunya yang dimiliki adalah kejujurannya. Tapi banyak orang mencibir, kejujuran tak membuat dia kaya.</p>
<p><div id="attachment_395" class="wp-caption alignnone" style="width: 618px"><a rel="attachment wp-att-395" href="http://www.pitutur.net/sebab-kebahagiaan.jsp/sebab-kebahagiaan-happy-mor"><img class="size-large wp-image-395" title="sebab-kebahagiaan-happy-mor" src="http://www.pitutur.net/wp-content/uploads/2010/03/sebab-kebahagiaan-happy-mor-618x239.jpg" alt="Sebab Kebahagiaan - Happy Morning" width="618" height="239" /></a><p class="wp-caption-text">Sebab Kebahagiaan</p></div><br />
<span id="more-348"></span><div class="ad-ui">
<div class="grid_8 alpha">
<!-- Begin: KlikSaya.com -->
<script src="http://scr.kliksaya.com/js-ad.php?zid=42354" type="text/javascript">
</script>
<!-- End: KlikSaya.com -->
</div>
<div class="grid_8 omega">
<!-- Begin: KlikSaya.com -->
<script src="http://scr.kliksaya.com/js-ad.php?zid=42355" type="text/javascript">
</script>
<!-- End: KlikSaya.com -->

</div>
<div class="clear" /></div>
</div></p>
<p>Syahdan, <em>dumadakan</em> si Dulkamid didatangi seorang konglomerat yang menginginkan si Dulkamid menjadi asisten pribadinya. Tidak tanggung-tanggung, dia DIJANJIKAN gaji 30 juta ripis per bulan oleh si konglomerat. Konglomerat itu bilang, dia boleh langsung bekerja sebulan kemudian, dan langsung menerima gaji di muka 30 juta ripis.</p>
<p>Sampai di sini simbah mau bertanya, miturut sampeyan semua, kira-kira bagaimana keadaan hati si Dulkamid selama menunggu selama sebulan itu? Gembirakah atau sedihkah? Tentu saja dia gembira luar biasa.</p>
<p>Pertanyaan selanjutnya. Apakah dengan janji akan bekerja dan digaji di muka 30 juta ripis itu keadaan dhohirnya sudah berubah? Apakah dengan janji itu Pring Bed &#8220;kelas tinggi&#8221;nya itu menjadi sungguh-sungguh Spring Bed dengan &#8220;S&#8221;? Apakah dengan janji itu bajunya langsung rontok tambalannya seketika? Apakah dengan janji itu sepeda onthelnya tiba-tiba berubah menjadi Ducati 500 cc? Tidak!! Dengan janji itu kondisi dhohirnya tetep!! Tapi suasana hatinya berbeda. Si Dulkamid bisa tidur lebih nyenyak dengan mimpi indah. Tak masalah bajunya bertambal, utangnya masih tetep lima juta ripis dan masih miskin. Ada yang berubah pada dirinya yang tak terlihat secara dhohir.</p>
<p>Syahdan, di lain pihak tersebutlah si Dulkenyung, pengusaha sugeh mblegedhu berkantong tebal. Rumah real estate, mobilnya mewah, harta melimpah, orang memanggilnya bos eksekutif, tokoh papan atas &#8230; halah mirip lagu &#8216;Bento&#8217; pokoknya. Simpanannya banyak, baik berupa uang maupun istri.</p>
<p>Syahdan, baru saja datang surat dari KPK yang meminta dirinya datang bulan depan, untuk ditanyai perihal semua bisnisnya yang ternyata bermasalah. Hingga disinyalir bisnisnya tersebut merugikan negara trilyunan ripis, dan berpotensi menyebabkan dia masuk penjara seumur idup.</p>
<p>Miturut sampeyan semua, bagaimanakah si Dulkenyung menjalani hidupnya sebulan ke depan? Bahagiakah atau cemaskah? Apakah dengan surat panggilan dari KPK itu tiba-tiba dia jadi miskin, lalu hilang semua simpanannya, atau hancur semua mobilnya atau bangkrut semua bisnisnya? Tentu saja tidak!! Hartanya tetap utuh, tapi kondisi hatinya sudah tidak seutuh seperti semula. Ketakutan mulai membayangi dirinya. Dengan kondisi kekayaan yang sama, hidupnya berubah menjadi seperti neraka.</p>
<p>Syahdan, simbah lantas bertanya, apakah yang menjadi penyebab bagi ketentraman hati dan kebahagiaan pada seseorang jika melihat cerita si Dulkamid dan si Dulkenyung di atas? Kekayaankah? Atau sepeda onthel? Atau Pring Bed kelas tinggi? Atau kemewahan dan segala keglamoran semisal yang dimiliki si Dulkenyung? Mengapa Dulkenyung di tengah kekayannya tidak menikmati masa sebulan penantian dipanggil oleh KPK, sementara di tengah kemelaratannya si Dulkamid hatinya bergembira menjalani <em>sebulan penantian</em> dipanggil konglomerat?</p>
<p>Seorang motivator yang tak mau disebut namanya menjelaskan, bahwa letak kebahagiaan dan penyebab kebahagiaan seseorang tergantung pada HARAPAN nya. Si Dulkamid memang <em>mlarat kesrakat wal sekarat</em>. Tapi harapannya sebulan ke depan luar biasa bagus, yang menjadikan kemlaratannya tak terasa pahit. Ada harapan walau belum berwujud, tapi mampu menyingkirkan segala rasa pahit kemiskinan dan kemlaratan yang menderanya.</p>
<p>Beda dengan si Dulkenyung walau hartanya melimpah, harapan sebulan ke depannya serba rumit dan gelap. Mobil mewahnya tak cukup bisa menghiburnya, istri denok deblongnya tak cukup cantik untuk menenangkan kegelisahannya. Spring Bed mewahnya tak cukup empuk untuk membuatnya tidur nyenyak. Semua diawali dari harapan yang suram.</p>
<p>Ilustrasi di atas menggambarkan tentang adanya harapan baik dan harapan buruk dengan durasi &#8217;sebulan ke depan&#8217;. Harapan yang indah dalam sebulan ke depan, membuat bulan yang dilewati ikut menjadi indah. Harapan yang suram dalam sebulan ke depan, membuat durasi waktu sebulan yang dilewati ikut menjadi suram. Tidakkah sampeyan bisa mengambil satu kesimpulan dalam kalimat-kalimat di atas?</p>
<p>Hidup adalah satu waktu yang durasinya kita tidak tahu. Simbah tidak tahu, diberi durasi berapa tahun tinggal di planet bumi menghirup O2. Namun jika kita berpikir sederhana, sebab kebahagiaan pun juga sederhana. <span style="text-decoration: underline;"><strong><em>Sebab kebahagiaan terletak pada harapan yang hendak diraihnya.</em></strong></span></p>
<p>Bagi orang beriman diberikan janji harapan <strong><em>&#8220;Laa khoufun &#8216;alaihim wa laa hum yahzanuun&#8221;.</em></strong> Tidak ada ketakutan atas mereka dan tidak pula mereka bersedih. Mengapa? Karena berapapun durasi hidup yang harus dijalani, endingnya adalah kalimat dalam bahasa arab yang sudah diterjemahkan di atas.</p>
<p><strong>Apa ruginya hidup miskin berdurasi seumur hidup, jika endingnya bahagia selama-lamanya?</strong> Apa sedihnya hidup serba terbatas, jika endingnya senang tak terbatas? Durasi sebulan menunggu janji yang dialami si Dulkamid hanyalah gambaran betapa seharusnya seorang beriman menjalani hidupnya penuh harapan baik sebagaimana Dulkamid menunggu janji si konglomerat. Bedanya hanya di sisi durasi, mau sebulan, setahun, seabad&#8230; tak masalah.</p>
<p>Tapi mengapa ada saja orang yang hidupnya susah dan penuh kesedihan, jika ternyata untuk bahagia sangat sederhana caranya?</p>
<p><em>Penyebabnya ada beberapa:</em></p>
<p><strong>1. Tidak yakin dengan isi janji dan si pembuat janji.</strong><br />
Jika si pembuat janji pada si Dulkamid adalah sesama kere yang <em>gak gableg</em> duit, maka isi janjinya pantas diragukan. Walaupun si Dulkamid dijanjkan gaji semilyar, tidurnya gak bakal jadi nyenyak. Masalahnya yang memberikan janji adalah si Dulkembung yang hanya bisa jual abab dan malah sering ngutang pada Dulkamid. Janji segede apapun tak akan menenangkan.<br />
Demikian, pula jika sampeyan tak percaya janji Tuhan sampeyan, hidup sampeyan sedih dan menyedihkan. Mungkin sampeyan nyembah Tuihan yang salah. Tuhan yang dalam sejarahnya selalu ingkar janji. Tuhan yang tak jelas juntrungnya. Tuhan imaginer bikinan ahli ketuhanan yang suka menipu untuk kepentingan dunia. Jika sampeyan benar memilih Tuhan, sampeyan bisa pegang janji-Nya, dan menjadi tenanglah hidup sampeyan berapapun durasi hidup sampeyan.</p>
<p><strong>2. Harapan hidupnya buruk.</strong><br />
Jika sampeyan berwatak ala Dulkenyung, si kaya berakhlak rajakaya (baca: hewan ternak), maka sudah terbayang ending hidup sampeyan pasti busuk. Maka berapapun durasi hidup yang diberikan pada sampeyan, mustahil sampeyan bisa bahagia. Hidup akan selalu dibayangi ketakutan, kekhawatiran dan ketidaktenangan. Kecuali sampeyan sudah terkontaminasi DNA nya si Iblis.</p>
<p>Iblis tahu ending hidupnya, yakni binasa. Namun buat dia oke-oke saja. Dia anggap sepadan. Toh hidupnya seumur dunia. Bisa hidup seenaknya, tak terikat aturan dlsb. Nah manusia yang sudah teracuni DNA Iblis akan menganggap kenikmatan dunia yang tanpa aturan itu sepadan jika harus mengalami ending busuk. Iblis dan kroninya lupa, bahwa bilangan berapapun jika dibagi bilangan tak terbatas, hasilnya NOL. Berapapun lamanya hidup di dunia, jika DIBANDINGKAN dengan waktu tak terbatas akherat, semuanya jadi tidak bernilai dan tak pantas diperjuangkan. Tak ada yang sepadan jika harus ditebus kesengsaraan tak terbatas.</p>
<p>Jadi jika sampeyan mau hidup bahagia, <strong>caranya sederhana. Perbaiki harapan hidup sampeyan</strong>. Ingat: <strong>harapan berbeda dengan khayalan.</strong> Jika petani menebar benih padi dan menunggu padi tumbuh, itu namanya harapan. Namun jika petani menebar kerikil dan menunggu kerikil itu tumbuh menjadi tanaman padi, itu namanya khayal.</p>
<p><em>Gambar via Om Google design by Lucem</em></p>
<div class="zemanta-pixie"><img class="zemanta-pixie-img" src="http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=9340b7da-1c49-8889-bff5-df7923c066ae" alt="" /></div>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Pitutur/~4/rmRFNKkOVtY" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pitutur.net/sebab-kebahagiaan.jsp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.pitutur.net/sebab-kebahagiaan.jsp</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Pagar Moral</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Pitutur/~3/1eG4cGDi9Kg/pagar-moral.jsp</link>
		<comments>http://www.pitutur.net/pagar-moral.jsp#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Dec 2009 04:38:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mbah Dipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mampir Ngombe]]></category>
		<category><![CDATA[artis]]></category>
		<category><![CDATA[co-ass]]></category>
		<category><![CDATA[kewibawaan]]></category>
		<category><![CDATA[pagar moral]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pitutur.net/pagar-moral.jsp</guid>
		<description><![CDATA[Adalah Kang Mondhol dan Kang Jebol (bukan nama sebenarnya), dua orang sohib simbah di masa co-ass yang cukup akrab pergaulannya dengan simbah. Pertama kali masuk co-ass, simbah belum begitu akrab dengan mereka. Hingga akhirnya dikarenakan sering satu rombongan dan jaga bersama nginep di RS, keakraban itu mulai terbentuk.
Pada suatu ketika, bersama sekian co-ass yang lain [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Adalah <em>Kang Mondhol</em> dan <em>Kang Jebol</em> (bukan nama sebenarnya), dua orang sohib simbah di masa co-ass yang cukup akrab pergaulannya dengan simbah. Pertama kali masuk co-ass, simbah belum begitu akrab dengan mereka. Hingga akhirnya dikarenakan sering satu rombongan dan jaga bersama nginep di RS, keakraban itu mulai terbentuk.</p>
<p><div id="attachment_410" class="wp-caption alignleft" style="width: 618px"><a href="http://www.pitutur.net/pagar-moral.jsp/pagar-moral-2" rel="attachment wp-att-410"><img src="http://www.pitutur.net/wp-content/uploads/2009/12/Pagar-Moral-618x336.jpg" alt="Pagar Moral" title="Pagar-Moral" width="618" height="336" class="size-large wp-image-410" /></a><p class="wp-caption-text">Pagar Moral Kehidupan</p></div><br />
Pada suatu ketika, bersama sekian co-ass yang lain simbah dan 2 sohib ini jaga di bagian Obsgyn. Pada saat jaga, simbah dan sohib-sohib ditempatkan di satu ruangan yang sebenarnya secara normal hanya muat 5 orang. Namun karena keterbatasan tempat, akhirnya dimuati sebanyak 9 orang. <em>Kasur kapuk</em>pun dijejer biar muat.<br />
<span id="more-345"></span><div class="ad-ui">
<div class="grid_8 alpha">
<!-- Begin: KlikSaya.com -->
<script src="http://scr.kliksaya.com/js-ad.php?zid=42354" type="text/javascript">
</script>
<!-- End: KlikSaya.com -->
</div>
<div class="grid_8 omega">
<!-- Begin: KlikSaya.com -->
<script src="http://scr.kliksaya.com/js-ad.php?zid=42355" type="text/javascript">
</script>
<!-- End: KlikSaya.com -->

</div>
<div class="clear" /></div>
</div></p>
<p>Awalnya masing-masing co-ass masih pada <em>jaim</em>. Namun disaat nginep bareng dan berjubel macem ikan teri semacam itu, kejaiman mulai luntur. Lha mau jaim pigimanah, ha wong siangnya berlagak rapi jali, dipanggil <strong><em>dakdok-dakdok</em></strong> padahal masih co-ass, begitu malem tiba jebul <em>ngileran, ngowohan, ngorokan</em> dan menjadi makhluk pengerat saat tidur.</p>
<p>Tadinya peristiwa ngowoh, ngorok, ngiler dan mengerat tak dibicarakan. Begitu satu co-ass ditegur kang Mondhol, &#8220;<em>Dul, mambengi sampeyan tidurnya kok kreat-kreot kayak ngunyah sekrup ki ngapain tho&#8230;?&#8221;</em></p>
<p>Pertanyaan ini meruntuhkan pager kewibawaan, kejaiman dan moral yang sebelumnya masih dijaga ketat. Si Dul yang sebelumnya ngempet gak bicara apa-apa akhirnya ngomyang juga :<em> &#8220;Halah, lha sampeyan aja genah tidur nyirami bantal terus gitu kok. Ntar lagi klenthengnya numbuh itu jadi pohon randhu.&#8221;</em></p>
<p>Kang Jebol yang tadinya diem saja jadi ketawa ngakak&#8230;. Kang mondhol jadi dongkol. <em>&#8220;Rasah ngguyu,&#8221;</em>katanya. <em>&#8220;Lha wong sampeyan ki kalo tidur suaranya kayak illegal logging gitu kok. Grakgrok-grakgrok ngorok macem suara graji mesin lagi nebang pohon.&#8221;</em></p>
<p>Mulai dari situ, semuanya tak ada yang malu-malu. Saling ejek dan ledek, namun dalam suasana canda yang cair. Jeroan masing-masing dikupas gak ada yang merasa malu. Karena pager jaim dan pager moralnya sudah dijebol bareng-bareng. Hingga akhirnya tiba-tiba terdengar suara <em><strong>&#8220;Broooott..!!&#8221;</strong></em></p>
<p>Suara itu tak asing, karena semua co-ass pernah mengeluarkannya. Semuanya terdiam saling pandang. Namun pandangan semuanya tertuju pada kang Jebol. Mungkin saat itu semua sepakat untuk berkata dalam benak masing-masing, <em>&#8220;Iki mesti klep anusnya Kang Jebol bener-bener jebol, lha kenthut kok sampai sedahsyat itu.&#8221;<br />
</em><br />
Hanya simbah yang berani nyeletuk, <em>&#8220;Sampeyan ki yen ngising jangan disini, galo mbesenya disana&#8230;Ambune kang-kang.&#8221;</em></p>
<p>Kang Jebol tiba-tiba ngakak. Aktifitas kenthut yang sakral dan dijaga dengan pager moral tebal itupun pagernya runtuh seketika. Dan sejak saat itu hampir setiap saat, salah satu dari suara berikut ini hampir selalu terdengar di kamar co-ass. Kalo nggak <em>&#8220;Duut, preet, bruut&#8221;</em> atau setidaknya <em>&#8220;besss&#8221;</em>&#8230;. yang terakhir ini tidak nyaring tapi aromanya  mematikan. Aktifitas kenthut yang sebelumnya dilakukan sembunyi-sembunyi penuh was-was kalo konangan, tiba-tiba dengan leluasanya bisa dilepas dengan penuh kelegaan tanpa takut ditegur. Karena pager moral yang menjaganya sudah dirubuhkan bareng-bareng dengan meletupnya klep anus kang Jebol yang ternyata bukan diingatken, ditegur atau dimarahi tapi disambut dengan renyah.</p>
<p>Sebagaimana kenthut, perbuatan yang tidak pantas ataupun kemaksiatan lainnya sebenarnya memiliki pager moral yang sebelumnya sudah terbentuk secara alami dan fitrah. Pagar ini dibawa dan dibekalkan pada manusia sejak lahirnya. Sehingga perbuatan yang buruk pasti akan dirasakan memalukan jika dilakukan secara terbuka ataupun di muka umum. Walaupun sebenarnya secara pribadi ada sisi kenikmatan ketika seseorang melakukan hal yang kurang senonoh, maksiat ataupun dosa besar sekalipun.</p>
<p>Namun ketika pagar moral masing-masing amal maksiat dan tak senonoh itu ambruk, dan ambruknya ini sudah pasti ada yang memulai , maka yang muncul adalah aksi maksiat dilakukan tanpa malu, dan aksi tak senonoh menjadi tidak tabu lagi dipertontonkan.</p>
<p>Maka di masa dahulu, hal yang sungguh memalukan manakala seorang wanita tampak betisnya di muka umum. Pagar ini terjaga hingga akhirnya roboh ketika beberapa wanita yang bersedia menjadi pionir berani mempertontonkan tidak hanya betis, tapi juga paha dan selangkangan mereka. Awalnya banyak yang protes. Hingga akhirnya suara protes itu lama-lama tenggelam dan dianggap kuno. Sementara suara lantang yang mendukung aksi keterbukaan auroth itulah yang makin kenceng dan dianggap modern. Bahkan justru datang dari kalangan wanita sendiri, yang katanya tak ingin didikte caranya berpakaian (tapi mau didikte oleh arus fashion). Yang modern adalah yang makin tinggi roknya, makin tipis bahan kainnya dan makin menampakan sisi kefeminiman.</p>
<p>Di masa lampau, hamil di luar nikah adalah hal tabu memalukan. Semua bangsa dan suku pernah mengalami masa dengan pagar moral semacam ini. Tiba-tiba pagar moral ini diterjang oleh aksi <em>zina demonstratip</em> dengan banyak sebutan, diantaranya &#8220;kumpul kebo&#8221;, dan tiba-tiba masyarakat jadi permisif dengan kelakukan ini. Dan jika kita mau perhatikan, pagar moral yang fitrah dan alami sudah mulai hilang. Roboh satu-persatu oleh pionir kemaksiatan yang tak pernah dicegah, ditegur ataupun dihukum dengan pantas.</p>
<p>Padahal satu bangsa atau umat manakala pagar moralnya runtuh, semuanya jadi pantas namun bejat. Akan tampak di depan mata umum perbuatan maksiat dilakukan tanpa malu. Pejabat minta sogok tidak malu. Guru minta amplop agar anak didik naik ranking pun tak malu. Korupsi triliunan terbongkar tidak malu. Mahasiswa tawuran tidak tahu malu. Pelajar mbunuh pelajar malah bangga dan tidak malu. Wanita jual kehormatan tidak malu, malah dikonteskan.</p>
<p>Penjebol dan perubuh pagar moral ini makin banyak berkeliaran. Ada yang berwujud artis, pejabat, LSM, profesional, kere, kyai, dlsb. Dengan robohnya pagar moral, roboh juga rasa malu. Jika sudah tidak punya malu, segalanya jadi pantas. Tak heran, malu adalah salah satu cabang iman. Tak punya malu berarti tercabut satu cabang keimanan.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Pitutur/~4/1eG4cGDi9Kg" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pitutur.net/pagar-moral.jsp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.pitutur.net/pagar-moral.jsp</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Tabib Dukunoid</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Pitutur/~3/LT9hkBDU8Jk/tabib-dukunoid.jsp</link>
		<comments>http://www.pitutur.net/tabib-dukunoid.jsp#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 02:04:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mbah Dipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bumbu Urip]]></category>
		<category><![CDATA[diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[Dukun]]></category>
		<category><![CDATA[gempita]]></category>
		<category><![CDATA[Tabib]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pitutur.net/tabib-dukunoid.jsp</guid>
		<description><![CDATA[Adalah Kang Cidromoto, seorang penyandang katarak akibat diabetes yang disandangnya, sudah bertahun-tahun mertombo ke segala penjuru dokter ahli mata. Sudah mengalami kembola-kembali dioperasi dengan hasil cukup mengecewakan. Mata blawur bin kabur hasil kerja kataraknya tak kunjung cerah. Yang namanya keblegong wal kejlungup comberan, menjadi kekhawatiran utamanya. Karena jikalau tak hati-hati, selokan deket masjid yang menganga [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Adalah <em>Kang Cidromoto</em>, seorang penyandang katarak akibat diabetes yang disandangnya, sudah bertahun-tahun mertombo ke segala penjuru dokter ahli mata. Sudah mengalami kembola-kembali dioperasi dengan hasil cukup mengecewakan. Mata <em>blawur bin kabur</em> hasil kerja kataraknya tak kunjung cerah. Yang namanya keblegong wal kejlungup comberan, menjadi kekhawatiran utamanya. Karena jikalau tak hati-hati, selokan deket masjid yang menganga cukup lebar, hampir pasti menjadi area <em>accidental crash landing</em> yang cukup bikin kedandaban wal babak bundhas.</p>
<p>Lain lagi dengan <em>Kang Paroloyo</em>, penderita stroke yang sekarang lumpuh separo itu masih penasaran menanti turunnya sang penyembuh yang mampu memulihkan kelumpuhan akibat strokenya. Segala macem omongan baik yang berupa katanya-katanya tetangga maupun advis medis ngeciwis dilakoninya demi kepulihan anggota badannya yang lumpuh. Dari <em>ngemplok jamu deplok</em> hingga <em>tablet kaplet berderet</em> terpaksa dia kepret hingga kadang sampai mencret. Namun kesembuhan yang ditunggunya tak kunjung menjemputnya.</p>
<p>Baik Kang Cidromoto maupun Kang Paroloyo tak pernah menyerah. Dengan aktifnya, dicarilah segala macam sarana penyembuh. Dan saat ini kebetulan di kantor RW di komplek simbah sedang kedatangan seorang yang konon tabib top markotop yang mampu mengusir segala macam penyakit. Baik penyakit akibat makhluk kasar maupun makhluk halus. Konon ini adalah tabib yang sakti, hingga ibarat <em>setan ora doyan, demit ora ndulit, iblis ora nggubris, vampir ora mampir, tapi duit ora nolak.<br />
</em><br />
<span id="more-344"></span><div class="ad-ui">
<div class="grid_8 alpha">
<!-- Begin: KlikSaya.com -->
<script src="http://scr.kliksaya.com/js-ad.php?zid=42354" type="text/javascript">
</script>
<!-- End: KlikSaya.com -->
</div>
<div class="grid_8 omega">
<!-- Begin: KlikSaya.com -->
<script src="http://scr.kliksaya.com/js-ad.php?zid=42355" type="text/javascript">
</script>
<!-- End: KlikSaya.com -->

</div>
<div class="clear" /></div>
</div></p>
<p>Lapaknya digelar dengan gegap gempita. Disampaikan juga bahwa arena penyembuhan tersebut tidak memungut biaya tertentu. Hanya infaq seiklashnya saja, agar sang tabib dan para cantriknya bisa menyambung napas. Tak disebut infaqnya berapa, bahkan katanya seribu ripis pun tak masalah asalkan ikhlas dan punyanya hanya itu. Kesan pertama sungguh menggoda. Kesan hebat, jumawa, jauh dari cinta dunia, dan semua kesan yang dibutuhkan bagi seorang penyembuh yang turun dari kayangan ada semua. Beda dengan kesan saat masuk ruang dokter spesialis yang kempling, sejuk dingin, berhalaman luas dengan minuman gratis disediakan di pojok ruangan, dimana sudah terbayang tarif konsultasinya pasti sudah mengakomodasi segala kegratisan yang dinikmati saat ngantri.</p>
<p>Hingga pada satu malam, datanglah kang Cidromoto ke tempat sang tabib. Setelah dilihat dan diperiksa sebentar, diberilah sejumlah air yang katanya sudah dihewes-hewesi oleh sang tabib. Kang Cidromoto dipeseni agar matanya ditetesi dengan air hewes-hewes itu tiap hari. Dan walhasil, sampai air hewes-hewes itu habis nggusis, sang mata tetep burem. Hingga kang Cidormoto datang lagi ke tempat sang tabib. Rupanya karena pasien mangkin membludak, pasien dilayani sesuai panggilan sang tabib. Kalau tak dipanggil ya mlongo saja hingga pengobatan tutup. Sementara yang ketiban sampur dipanggil sang tabib, dilayani hingga tuntas. Mulai dari amandel yang diambil tanpa operasi secara demonstratip hingga batu ginjal yang diambil pakai gelas dan silet tanpa rasa sakit. Tentu saja demonstrasi pengobatan ala abrakadabra dan alakazam ini menjadi tontonan spektakular warga komplek simbah.</p>
<p>Setelah mlongo beberapa hari, Kang Cidromoto akhirnya tak sabar untuk bertanya pada para cantrik mengapa dirinya tak kunjung dipanggil dan segera didumuk agar seger waras matanya. Maka para cantrikpun menyampaikan aspirasi kang Cidromoto ke sang tabib. Hingga akhirnya dijawablah pertanyaan kang Cidormoto:</p>
<p><em>&#8220;Begini kang, mata sampeyan itu sudah terlanjur dioprek-oprek oleh para dokter. Maka sudah kebacut rusak dan memang agak susah. Jadi butuh sarana tersendiri yang tentu saja &#8216;ono rego, ono rupo&#8217;&#8230;.&#8221;</em> begitulah kira-kira isi pernyataan sang tabib.</p>
<p>Singkat cerita, maksud dari ono rego ono rupo itu adalah harus bayar duit setidaknya 3,6 juta ripis. Harga yang cukup murah buat sarana yang namanya penglihatan. Yang menjadi pertanyaan adalah uang 3,6 juta ripis itu nantinya buat mbayar apa belum jelas. Kalau itu operasi di RS, sudah jelas duit itu rinciannya buat cost apa saja. Buat obat, bea operasi, bea dokter, bea perawatan dlsb. Lha ini 3,6 juta ripis masih gelap buat apa. Mekanisme sembuhnya gimana juga tak dijelaskan. Walhasil kang Cidromoto pilih tak melanjutkan terapi. Dan musnah sudah gambaran tabib yang bak dewa penyembuh turun dari kayangan itu. Yang ada adalah pemburu rupiah dengan segala polesan modus operandinya.</p>
<p>Lain lagi dengan kang Paroloyo, beliaunya memang hanya mencari terapi yang mangsuk akal. Maka didatanginyalah tabib penyembuh yang informasinya didapat di satu acara terapi alternatip. Sesuai dengan klaim sang tabib, bahwa dia hanya menggunakan bahan herbal alami, maka tabib ini menjadi pilihan kang Paroloyo.</p>
<p>Taripnya lumayan mahal untuk ukuran seorang tabib. Namun bagi kang Paroloyo harga tak menjadi masalah asalkan sembuh. Untuk konsultasi doang setidaknya duit bergambar Soekarno-Hatta harus pindah kantong. Sedangkan untuk dua kali terapi, setidaknya enam lembar uang bergambar Soekarno Hatta harus ikhlas pindah kantong. Lumayanlah, soalnya duit itu tak seperti Naruto yang bisa dikloning dengan jurus<em> kage bunshin no jutsu</em> nya. Jika dua kali terapi belum sembuh bisa ikut paket selanjutnya.</p>
<p>Lantas dapat apa dari dua kali terapi itu? Kang Paroloyo mendapatkan terapi dipijit dan <em>diborehi</em> dengan ramuan tumbukan wal deplokan herbal. Mulai dari kencur, bawang merah, dan segala rempah-rempah diracik, ditumbuk dan dipoles ke tubuh yang sakit. Dan itulah yang dibawa pulang. Disangoni dan disuruh bawa brambang bawang macem <em>bumbu pawon</em> untuk ditumbuk dan diboreh sendiri di rumah.</p>
<p>Setelah dua kali terapi, kang Paroloyo baru ngeh. Ternyata enam lembar soekarno Hattanya hanya mendapat bumbu pawon itu. Hingga akhirnya dia ngomong di akhir sesi terapinya :</p>
<p><em>&#8220;Pak Tabib, terimakasih sudah mau menterapi saya. Namun maaf saya belum mendapat manfaat berarti dari dua kali terapi ini. Dan saya nilai terapi pak tabib ini terlalu mahal untuk hanya sekedar mborehi bumbon ke tubuh saya. Jadi saya mungkin tak bisa melanjutkan terapi lagi,&#8221;</em> katanya.</p>
<p>Sang tabib akhirnya buka bicara, <em>&#8220;Maaf Kang, sebenarnya saya ini bekerja tidak sendiri. Saya ini hanya buruh, di bawah satu manajemen bersama.&#8221; </em>kata sang tabib mulai menerangkan. Dan akhirnya terungkap bahwa dia hanya alat, yang diperalat satu pemodal memanfaatkan jaringan televisi swasta. Dimunculkan secara karbitan, tampil wawancara di tipi dalam satu acara terapi alternatip. Sasaran tembak konsumennya adalah pasien yang penasaran yang belum pernah mencoba cara terapinya. Bukan hendak sungguh-sungguh membantu terapi, tapi hanya mengorek duit pasien yang masih terus mencari jalan kesembuhan.</p>
<p>Duit yang dikeluarkan pasien adalah <strong><em>&#8220;tarip rasa penasaran&#8221;</em></strong> sang pasien, seperti apa sih model terapinya? Kalo seratus orang saja yang penasaran ingin mengetahui terapinya, itu berarti 60 juta ripis. Sedang bea untuk bisa tampil di tipi, cukup dengan pengeluaran sekitar 6 jutaan ripis setor ke stasiun tipinya. Hasilnya sepuluh kali lipat. Masalah nantinya pasien gak kembali lagi itu no problem. Tinggal bikin lagi dengan tabib yang lain yang serupa modusnya. Lalu duplikasi ke kota lain. Masih ratusan kota di seluruh Indonesia dengan stasiun swasta di daerah masing-masing. Dan masyarakat hanya tahu, kalo sudah bisa masup tipi pasti valid. Padahal tipi itu bisa dimasupin siapa saja asalkan taripnya sesuai buat menyambung napas tayang tipinya.</p>
<p>Pesan simbah, buat yang masih sakit kronis dan berusaha sembuh jangan putus asa. Hanya saja berhati-hatilah memilih terapi. Contoh kang Cidromoto adalah kasus riil dimana dia hampir cilaka karena mendatangi tabib dukunoid. Tabib tapi sebenarnya dukun materilistis manipulatif yang bisa mengancam amalan akheratnya dan menguras kantongnya. Sedangkan kang Paroloyo adalah contoh kasus yang juga riil, betapa terapi alternatip dijadikan ajang mencari duit dengan memanfaatkan rasa penasaran sang pasien seperti apa bentuk terapi yang ditawarkan. Bukan sungguh-sungguh berpraktek hendak menyembuhkan. Intinya adalah berhati-hatilah terhadap <strong><em>tabib dukunoid manipulospekuloopportunismaterialisadistis</em></strong>. Satu julukan bikinan mbah Dipo yang boleh dikoreksi ejaannya dan gak bakalan masup di search engine sehingga memang kurang menjual dari segi SEO.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Pitutur/~4/LT9hkBDU8Jk" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pitutur.net/tabib-dukunoid.jsp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.pitutur.net/tabib-dukunoid.jsp</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Husnuzhon</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Pitutur/~3/jzPWCep8jF4/husnuzhon.jsp</link>
		<comments>http://www.pitutur.net/husnuzhon.jsp#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 03:53:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mbah Dipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mampir Ngombe]]></category>
		<category><![CDATA[Baik Sangka]]></category>
		<category><![CDATA[Husnuzhon]]></category>
		<category><![CDATA[Kufur]]></category>
		<category><![CDATA[Nikmat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pitutur.net/husnuzhon.jsp</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa kali simbah ikut Jum&#8217;atan akhir-akhir ini, sang khatib hampir selalu membahas yang namanya bencana alam yang sedang menimpa beberapa daerah di tanah air. Gaya dan karakter materinya hampir sama, yakni memvonis korban. Hampir semua penceramah, tidak hanya di khutbah, membahas bencana yang terjadi sebagai adzab yang dikirim Allah. Yang sekaligus tersirat makna bahwa korban [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa kali simbah ikut Jum&#8217;atan akhir-akhir ini, sang khatib hampir selalu membahas yang namanya bencana alam yang sedang menimpa beberapa daerah di tanah air. Gaya dan karakter materinya hampir sama, yakni memvonis korban. Hampir semua penceramah, tidak hanya di khutbah, membahas bencana yang terjadi sebagai adzab yang dikirim Allah. Yang sekaligus tersirat makna bahwa korban bencana alam adalah pihak yang pantas dihukum. Apalagi ada kyai mengaitkan jam terjadinya yakni pukul 17.16 dengan nomer surat dan ayat dalam Al Qur&#8217;an, yakni surat 17 (Al Isra) ayat 16. Wah.. ini mah gaya gathuk enthuk. Setali tiga duit sama dukun klenik.</p>
<p>Simbah kadang mencoba memposisikan diri seandainya simbah korbannya, pasti sangat sakit jika di saat kehilangan harta benda, sanak family, lalu tiba-tiba divonis dengan perkataan, <em>&#8220;Emang pantes diadzab elo pade.&#8221;</em> Dan ngomongnya di depan mimbar, didengar ratusan bahkan ribuan orang.<br />
<span id="more-343"></span><div class="ad-ui">
<div class="grid_8 alpha">
<!-- Begin: KlikSaya.com -->
<script src="http://scr.kliksaya.com/js-ad.php?zid=42354" type="text/javascript">
</script>
<!-- End: KlikSaya.com -->
</div>
<div class="grid_8 omega">
<!-- Begin: KlikSaya.com -->
<script src="http://scr.kliksaya.com/js-ad.php?zid=42355" type="text/javascript">
</script>
<!-- End: KlikSaya.com -->

</div>
<div class="clear" /></div>
</div></p>
<p>Satu contoh kasus saja, sewaktu di jalan raya mendadak ada pemuda sok jagoan bergaya bromocorah, naik motor dengan ugal-ugalan bak orang buta warna, karena lampu merah diterjang seenak udel. Dasar lagi apes atau memang hukum sebab akibat berlaku, tiba-tiba ban depannya nggiles muntahan orang gila dan keplesetlah si jagoan bromocorah tadi dengan mantabhnya. Sudah wajahnya nyungsep di parit, motornya babak bundhas lagi. Dalam kondisi seperti itu saja yang paling bijaksana adalah memberikan pertolongan dengan segera. Karena kalo tidak, sang korban bisa-bisa mati ngenggon (di tempat). Masalah akhirnya si pemuda itu nantinya dinasehati, itu entar ajalah. Tapi tentu saja nasehat diperlukan, biar nantinya tidak ugal-ugalan.</p>
<p>Padahal sebenarnya bencana yang menimpa ini merupakan ujian <span style="text-decoration: underline;"><strong>BAGI SEMUA.</strong></span> Bagi yang kena musibah Allah ingin menguji seberapa sabar hamba-Nya menanggung ketentuan yang Dia tetapkan. Mengeluh apa tidak dengan jatah yang diberikan-Nya, kufur apa tidak dengan adanya nikmat yang masih Allah berikan di tengah bencana tersebut, dan sederet pertanyaan ujian yang ingin dilihat Allah jawabannya dari orang yang diuji-Nya.</p>
<p>Sedangkan bagi kita yang tidak kena musibah, kita diuji bagaimana respon kita kalau saudaranya kena musibah, mau mbantu apa kagak, mau menenangkan apa menyalahkan, mau meringankan apa malah memberatkan? Ujian Allah itu ditunggu jawabannya dari kita yang masih terhindar dari bencana. Kalau gagal ujian, tidak menutup kemungkinan justru berikutnya kita tidak diuji dengan <em>&#8220;selamat dari bencana&#8221;</em>, bahkan mungkin kitalah yang akan diuji dengan<em> &#8220;ditimpa bencana&#8221;</em>.</p>
<p>Cobalah <strong>berhusnuzhon</strong> dengan berbaik sangka pada saudara kita yang terkena bencana. Caranya bisa bermacam-macam, asal jangan langsung memvonis kalo bencana yang menimpa merupakan kiriman adzab. Ini menyebabkan yang mau nyumbang jadi males. Lah gimana mau simpati mau mbantu kalo korbannya dicap sebagai orang yang pantas dihukum?</p>
<p>Saat ini simbah hanya bisa berhusnuzhon bahwa ini adalah jalan yang diberikan Allah untuk memberikan derajat syahid bagi saudara-saudara muslim yang kematiannya menurut hadits shahih bisa masuk kategori syahid, yakni mati tertimpa. Tentu saja yang mati lagi nyabu di diskotek trus ketimpa sound system sampai duut van modiyar nggak termasuk kriteria ini. Yang jelas mari kita bantu saudara kita yang tertimpa bencana sebagai <strong>jawaban ujian Allah bagi kita</strong>. Biar saudara kita yang tertimpa bencana bisa <strong>menjawab ujian Allah dengan kesabaran</strong> mereka dengan support bantuan dari kita.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Pitutur/~4/jzPWCep8jF4" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pitutur.net/husnuzhon.jsp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.pitutur.net/husnuzhon.jsp</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Atas Nama Kemiskinan</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Pitutur/~3/MG0H1ah1tvI/atas-nama-kemiskinan.jsp</link>
		<comments>http://www.pitutur.net/atas-nama-kemiskinan.jsp#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 03:54:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mbah Dipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mampir Ngombe]]></category>
		<category><![CDATA[Selingan]]></category>
		<category><![CDATA[Angkot]]></category>
		<category><![CDATA[Atas Nama]]></category>
		<category><![CDATA[Kemiskinan]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[PUISI KEMISKINAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pitutur.net/atas-nama-kemiskinan.jsp</guid>
		<description><![CDATA[Karena aku miskin dan merasa miskin
Maka angkotku tak perlu taat rambu
Kejar setoran lebih perlu
Maka ku ngetem seenak brutu
Kalian yang sekilo meter di belakangku jangan menggerutu
Ini juga demi anak isteriku
Karena aku miskin dan merasa miskin
Maka ku tak mampu beli mobil
Hanya motor itupun mencicil
Jalan mobil ku srobot dan kuambil
Pecicilan di jalanan macam si kancil
Kupikir tak apa karna [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Karena aku miskin dan merasa miskin<br />
Maka angkotku tak perlu taat rambu<br />
Kejar setoran lebih perlu<br />
Maka ku ngetem seenak brutu<br />
Kalian yang sekilo meter di belakangku jangan menggerutu<br />
Ini juga demi anak isteriku</p>
<p>Karena aku miskin dan merasa miskin<br />
Maka ku tak mampu beli mobil<br />
Hanya motor itupun mencicil<br />
Jalan mobil ku srobot dan kuambil<br />
Pecicilan di jalanan macam si kancil<br />
Kupikir tak apa karna ku miskin dan ekonomi labil<br />
<span id="more-341"></span><div class="ad-ui">
<div class="grid_8 alpha">
<!-- Begin: KlikSaya.com -->
<script src="http://scr.kliksaya.com/js-ad.php?zid=42354" type="text/javascript">
</script>
<!-- End: KlikSaya.com -->
</div>
<div class="grid_8 omega">
<!-- Begin: KlikSaya.com -->
<script src="http://scr.kliksaya.com/js-ad.php?zid=42355" type="text/javascript">
</script>
<!-- End: KlikSaya.com -->

</div>
<div class="clear" /></div>
</div></p>
<p>Karena aku miskin dan merasa miskin<br />
Maka aku ke kota modal nekat<br />
Tanah kosong kukangkangi dan kusikat<br />
Kubangun kerajaanku tanpa sertipikat<br />
Kudirikan mesjid buat pengaman dan pemikat<br />
Karena kupikir orang kaya juga tak kalah bejat</p>
<p>Karena aku miskin dan merasa miskin<br />
Kupikir pantas jika mengemis<br />
Kujual wajah sendu isak dan tangis<br />
Bayi kusewa agar hati kalian makin miris<br />
Kupoles badan dengan bau busuk dan amis<br />
Agar kalian mau memberi demi janji sorga kalian yang manis</p>
<p>Karena aku miskin dan merasa miskin<br />
Kubangun supermarket di trotoar<br />
Berkaki lima dagangan dan jasa kugelar<br />
Ke bahu jalanan supermarketku melebar<br />
Jalanan macet bukanlah masalah besar<br />
Karena ku harus bersaing dengan mall dan super bazaar</p>
<p>Karena aku miskin dan merasa miskin<br />
Maka ku bisa berbuat onar dan menyakiti<br />
Demi ketenangan kutarik uang keamanan dan upeti<br />
Kugalang massa kubentuk kelompok orang sakti<br />
Kebal tusukan dan kebal aturan yang membatasi<br />
Karena penyewa dan pelindungku pejabat yang sedang sakit hati</p>
<p>Karena aku miskin dan merasa miskin<br />
Maka ku berhak ambil paksa dari orang kaya<br />
Ngamen tak diberi kugores cat mobilnya<br />
Kuminta tak dikasih kurampok rumahnya<br />
Sukur-sukur ada kerusuhan, kujarah kekayaannya<br />
Karna kupikir begitulah seharusnya</p>
<p>Karena aku miskin dan merasa miskin<br />
Aku hanyalah sekedar pekerja buruh<br />
Kumerasa hidupku hanya untuk disuruh-suruh<br />
Maka jika diajak mbangkang kusambut dengan riuh<br />
Tanpa kutahu tujuan yang hendak ditempuh<br />
Yang penting hari itu ku bisa mbolos dan tak perlu kerja berpeluh</p>
<p>Itulah diri dan hidupku<br />
Kuharap kalian tak perlu meniru<br />
Hidup penuh pembenaran dari kelakuan palsu<br />
Inti sebenarnya hanyalah hawa napsu<br />
Dibungkus tuntutan keadilan sebagai bahan isu<br />
Padahal hakikatnya kemalasan penuh lesu</p>
<p>Mbah Dipo, 6 Oktober 2009<br />
Seorang yang sudah mambu lemah<br />
Siap mujur ngalor mlumah<br />
Menuju alam barzah<br />
Hidup harus pantang menyerah<br />
Jangan sedih dan susah<br />
Kerja keras tanpa lelah</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Pitutur/~4/MG0H1ah1tvI" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pitutur.net/atas-nama-kemiskinan.jsp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.pitutur.net/atas-nama-kemiskinan.jsp</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Kiamat</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Pitutur/~3/11bdWjhcY_M/kiamat.jsp</link>
		<comments>http://www.pitutur.net/kiamat.jsp#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Oct 2009 04:15:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mbah Dipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bumbu Urip]]></category>
		<category><![CDATA[Mampir Ngombe]]></category>
		<category><![CDATA[akherat]]></category>
		<category><![CDATA[cerita tentang hari kiamat]]></category>
		<category><![CDATA[fenomena alam 6 juli 2010]]></category>
		<category><![CDATA[Holiwud]]></category>
		<category><![CDATA[Kiamat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pitutur.net/kiamat.jsp</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Kapan Kiamat datang?&#8221; tanya Kang Harjo Linthing.
&#8220;Yo embuh,&#8221; jawab Lik Giman Mbako. &#8220;Gak ada yang tahu itu, kecuali Gusti Allah.&#8221;
&#8220;Halah, sebentar lagi kiamat juga dateng, biasanya datengnya bareng nyi amat,&#8221; sahut Kadi Semprul sambil nglekar. &#8220;Kalo nggak percaya silakan ditunggu deket lincak situ..hehehe..&#8221;
Glodakk..!! Kadi Semprul bablas njlungup didhupak Kang Harjo Linthing.
&#8220;Dapurmu kuwi, ditanya serius malah [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Kapan Kiamat datang?&#8221; tanya Kang Harjo Linthing.</p>
<p>&#8220;Yo embuh,&#8221; jawab Lik Giman Mbako. &#8220;Gak ada yang tahu itu, kecuali Gusti Allah.&#8221;</p>
<p>&#8220;Halah, sebentar lagi kiamat juga dateng, biasanya datengnya bareng nyi amat,&#8221; sahut Kadi Semprul sambil nglekar. &#8220;Kalo nggak percaya silakan ditunggu deket lincak situ..hehehe..&#8221;</p>
<p>Glodakk..!! Kadi Semprul bablas njlungup didhupak Kang Harjo Linthing.</p>
<p>&#8220;Dapurmu kuwi, ditanya serius malah njawabnya ngomyang,&#8221; bentak Kang Harjo Linthing.</p>
<p>Kejadian di atas adalah fiktif. Nama dan tokohnya juga fiktif. Tapi percakapan model di atas pernah terjadi. Kalo di dunia pilem, biar mengangkat temanya jadi lebih riil, di posternya diembel-embeli &#8220;Diinspirasi oleh Kisah Nyata.&#8221;<span id="more-339"></span><div class="ad-ui">
<div class="grid_8 alpha">
<!-- Begin: KlikSaya.com -->
<script src="http://scr.kliksaya.com/js-ad.php?zid=42354" type="text/javascript">
</script>
<!-- End: KlikSaya.com -->
</div>
<div class="grid_8 omega">
<!-- Begin: KlikSaya.com -->
<script src="http://scr.kliksaya.com/js-ad.php?zid=42355" type="text/javascript">
</script>
<!-- End: KlikSaya.com -->

</div>
<div class="clear" /></div>
</div></p>
<p>Melihat bertubi-tubinya bencana datang silih berganti, beberapa orang yang mengaku memiliki daya linuwih mulai mengeluarkan statement yang nganeh-nganehi. Topik bahasannya adalah tentang Kiamat, bukan Ki Amat suaminya Nyi Amat. Entah demi mengatrol namanya di dunia perparanormalan, atau demi embuh ra weruh, tiba-tiba muncullah ramalan-ramalan yang memprediksi datangnya saat kiamat.</p>
<p>Saat Ramadhan kemarin anak simbah yang mbarep bertanya, &#8220;Pak kata bu guru, kiamat itu terjadi nanti tahun 2020. Apa bener itu pak?&#8221;</p>
<p><em>&#8220;Wah, gurumu salah le. Dapet info darimana itu? Wong molekat Jibril dan Kanjeng Nabi saja nggak tahu. Yang tahu hanya Allah le,&#8221;</em> jawab simbah.</p>
<p>Tak kalah ramenya, topik kiamat ini juga diangkat oleh dalang-dalang pilem <strong>Holiwud</strong> spesialis pilem disaster macem dalang pilem The Day After Tommorow. Judulnya 2012, yang menggambarkan datengnya kiamat ala Holiwud. Apa dasarnya menetapkan angka 2012 gak jelas, tapi ada dalang pilem lain yang mbikin pilem dijuduli Doomsday 2012. Kayaknya ada sesuatu di angka 2012 ini.</p>
<p>Padahal di tahun 1999 kemarin, tukang otak atik angka juga sempat bikin heboh dengan ramalan bahwa kiamat akan terjadi tanggal 9 bulan 9 tahun 99. Dan ternyata saat tanggal itu lewat, <em>&#8220;Dunia Belum Kiamat&#8221;</em>. Untung saja gak ada penjahat segila David Quraisy ..eh. David Koresh yang ngajak bunuh diri rame-rame di hari yang diramalkan kiamat itu.</p>
<p>Tema kiamat memang tema yang menarik. Banyak orang yang berusaha mengambil untung dengan tema ini. Korbannya adalah orang yang tak paham perihal kiamat. Ataupun kalo ngaku paham, ternyata salah paham. Banyak isu bisa diusung dari tema kiamat, yang dapat diambil keuntungan duniawinya.</p>
<p>Isu Imam Mahdi menjelang kiamat, dipakai segolongan orang buat melegitimasi ketokohan dirinya dilambari hadits gathuk enthuk buat menguntungkan diri. Mulai dari isu satrio piningit, Lia Eden, dan tokoh-tokoh mitos bikinan dalang maupun empu yang sebenarnya penyalahgunaan hadits Imam Mahdi demi kepentingan golongan dan kelompoknya.</p>
<p>Tak kurang munculnya Dajjal dengan segala versi tafsir beserta turunnya Nabi Isa as, menjadi komoditi buat mengeruk keuntungan dan seringkali dipakai buat memukul golongan lain yang tak sepaham. Jika kebetulan gak cocok sama Sekubidu, maka dianggaplah Sekubidu itu Dajjal. Kalo cocok sama Minimos, maka disanjunglah Minimos habis-habisan dan diangkat menjadi nabi Isa sekaligus Imam mahdi walaupun Minimos itu jelas-jelas wedhok. Bahkan fenomena alam yang sebenarnya alami, karena tak paham, ditapsir macem-macem. Mulai dari tapsir markas jin sampai markasnya dajjal diwedar dan diluncurkan. Hal beginian merupakan menu lezat pecinta hal yang berbau sensasi. Makin sensasional makin nyamleng. Hingga akhirnya yang kurang sensasional nggak laku. Ujung dan kesensasionalannya adalah menyebut angka pasti tahun terjadinya kiamat.</p>
<p>Bagi yang berilmu, sebutan yang paling tepat bagi hal beginian cuma satu : <em>&#8220;Kurang Gaweyan.&#8221;</em> Bagi yang berilmu, yang penting bukan kapan terjadinya kiamat, namun yang terpenting adalah kesiapan bekal. Bagi yang sibuk menyiapkan bekal, tak ada waktu buat mikir kapan datangnya kiamat. Karena kesibukan menyiapkan bekal buat kiamat tak memberi waktu baginya buat aktifitas yang berjudul &#8220;Kurang Gaweyan&#8221; ini.</p>
<p>Bagi orang yang luang waktu dan tak merasa perlu untuk sibuk menyiapkan bekal buat kiamat, waktu kapan terjadinya kiamat dirasa lebih penting buat dibahas daripada menyiapkan bekalnya.</p>
<p>Saran simbah, di tengah banjir bencana yang ada. <strong>Tetaplah fokus nyari bekal buat akherat.</strong> Galang dana buat yang membutuhkan adalah salah satunya. Dan tak perlu meributkan kapan kiamat datang. Jika sampeyan tak peduli nyari bekal buat kiamat, maka saat itulah kiamat sampeyan sudah datang.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Pitutur/~4/11bdWjhcY_M" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pitutur.net/kiamat.jsp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.pitutur.net/kiamat.jsp</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Plu Celeng</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Pitutur/~3/sRo-bxcPn34/plu-celeng.jsp</link>
		<comments>http://www.pitutur.net/plu-celeng.jsp#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2009 08:00:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mbah Dipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Selingan]]></category>
		<category><![CDATA[Celeng]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Plu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pitutur.net/plu-celeng.jsp</guid>
		<description><![CDATA[Salah seorang kawan simbah yang biasa blayangan ke njaban rangkah seringkali membandingkan kondisi sanitasi lingkungan di Indonesia, khususnya di Daerah Khusus Ibukota mBetawi dengan negeri-negeri yang konon maju macem Singapura, Hong Kong, mBeijing dll.
Tak bisa dipungkiri, kekemprohan warga mBetawi Raya ini memang sangatlah mblondrok sekali. Dengan anggunnya kekemprohan itu diperagakan melalui aliran sungai yang lebih [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah seorang kawan simbah yang biasa <em>blayangan</em> ke <em>njaban rangkah </em>seringkali membandingkan kondisi sanitasi lingkungan di Indonesia, khususnya di Daerah Khusus Ibukota mBetawi dengan negeri-negeri yang konon maju macem <strong>Singapura, Hong Kong, mBeijing</strong> dll.</p>
<p>Tak bisa dipungkiri, <em>kekemprohan</em> warga mBetawi Raya ini memang sangatlah <em>mblondrok</em> sekali. Dengan anggunnya kekemprohan itu diperagakan melalui aliran sungai yang lebih tepat disebut <em>The Giant Comberan.</em> Atau melalui gunungan sampah yang dirubung laler dan belatung beraroma jumbleng. Atau kelakuan warga yang seenaknya ngidu wal meludah sak karepe jidat, atau mbuang ingus yang mungkin berpirus, atau mbuang hajat seenak pantat.</p>
<p>Selalu dan selalu sang kawan berkomentar, dengan beragam komentar melihat perilaku kemproh dan tidak disiplin warga mBetawi yang barusan ulang tahun ini. Misalnya :</p>
<p><em>&#8220;Wah, kalo di Singapur, ngidu kayak preman itu sudah didenda sekian dollar tuh.&#8221;</em> katanya saat melihat preman ngidu nggilani yang didahului bunyi <em>khoak-khoek</em> yang meneror sistem antimuntah kita.</p>
<p><em>&#8220;Lhadalah, lha kali kok nggilaninya ngudubilah setan. Kayak gitu kok buat ciblon adus plus umbah-umbah. Opo gak gudigen orang-orang itu. Lhah, itu malah kumur-kumur buat gosok gigi&#8230; jian kumuh temen..&#8221;</em> katanya saat melihat asiknya komunitas pengguna air Ciliwung yang sedang memanfaatkan hitamnya air Ciliwung untuk kebutuhan sehari-hari mereka.<span id="more-335"></span><div class="ad-ui">
<div class="grid_8 alpha">
<!-- Begin: KlikSaya.com -->
<script src="http://scr.kliksaya.com/js-ad.php?zid=42354" type="text/javascript">
</script>
<!-- End: KlikSaya.com -->
</div>
<div class="grid_8 omega">
<!-- Begin: KlikSaya.com -->
<script src="http://scr.kliksaya.com/js-ad.php?zid=42355" type="text/javascript">
</script>
<!-- End: KlikSaya.com -->

</div>
<div class="clear" /></div>
</div></p>
<p>Simbah sendiri juga lumayan <em>gumun</em>. Rumah simbah sendiri deket dengan perkampungan sampah. Dimana lahan sampah berhektar-hektar dihuni oleh ratusan rumah yang mengelilinginya, dan mereka mendapat penghidupan dari sampah. Jika lewat area situ, lobang hidung orang sehat tak akan betah terbuka lama-lama. Pasti langsung ditutup. Karena jikalau tidak, aroma <em>badeg</em> berkekuatan <em>3 megaton enthut mberut</em> akan segera menghantam hidung sampeyan jika lewat situ. Namun herannya warga situ malah tinggal dengan nyaman dan sentausa. Seringkali simbah lihat orang-orang pada ngopi di areal yang badegnya bikin tobat nasuha itu dengan nyaman dan tentram.</p>
<p>Lebih mengherankan lagi, penyakit yang menghebohkan dunia justru tidak datang dari lingkungan mereka. <em>Plu Genjik </em>alias <em>Plu Celeng</em> atau plu apalah itu namanyah, justru berkembang biak dari negeri bersih kempling yang dipuji-puji karena kedisiplinan kebersihannya. Plu menghebohkan itu tumbuh subur di negeri yang jika meludah sembarangan saja didenda. Justru tidak datang dari negeri yang warganya jika mbenjret di pojokan terminal, bukannya ditegur, tapi malah ditambahi gunungan mbenjretannya.</p>
<p>Salah seorang tokoh yang diklaim sebagai ahli hikmah mengatakan, bahwa  kekemprohan batiniah efeknya lebih menakutkan dan mematikan daripada kekemprohan lahiriah. Kekemprohan lahiriah menimbulkan penyakit lahiriah saja. Sedangkan kekemprohan batiniah, selain menggerogoti kesehatan batiniah, akan menggerogoti kesehatan lahiriah secara akut. Buktinya ya peristiwa plu celeng ini.</p>
<p>Sebersih apapun kotanya, karena k<em>elangenan</em>nya ngemplok celeng yang diharamkan Yang Mencipta Celeng, maka didatangkanlah musibah beruntun yang berasal dari celeng. Bukan hanya plu yang bisa <em>dicangking</em> sang celeng. Sejarah mencatat sekian parasit, bakteri dan virus bercokol dengan mantabh di binatang kelangenannya penikmat kuliner haram itu.</p>
<p><em>&#8220;Lho mbah, kalau begitu sampeyan hendak membela kekemprohan jasmani warga kumuh yang kebanyakan muslimin itu? Jadi apakah miturut simbah lebih baik kemproh mambu tapi sehat daripada bersih kempling tapi sumber penyakit maut?&#8221;</em> mungkin itu yang menjadi pertanyaan sampeyan saat membaca tulisan simbah.</p>
<p>Lhadalah, bukannya kita sudah diajarkan bahwa kita harus menjaga kebersihan jasmani dan rohani. Kalau masih kemproh, berarti Islamnya belum kaffah. Kalo masih mbenjret sembarangan, berarti ada unsur kapirnya disitu, dalam artian kapir terhadap nikmat Allah. Bukan kapir yang mengeluarkan dari islam, tapi kapir yang menghina keindahan ajaran Islam yang mengajarkan kebersihan jasmani.</p>
<p>Hanya saja simbah ingin menunjukkan, kerusakan akibat kekemprohan ruhani itu memang lebih merusak dari kekemprohan jasmani. HIV AIDS, plu celeng, bahkan plu burung yang akhir-akhir ini ditakuti, lahir dari permisivitas terhadap larangan Sang pencipta. Walaupun derivatnya tidak selalu begitu. Derivat penderitanya lahir karena mendiamkan kenyataan bahwa yang haram dibiarkan diterjang tanpa ada tindakan mencegah dan menasehati. Semuanya karena kebebasan. Bebas mau ngemplok yang haram atau halal. Toh tidak ngganggu hak orang lain, itu kata mereka.</p>
<p>Tidak!! Semua perbuatan haram, walaupun dilakukan ditengah hutan sendirian, atau di Kutub selatan sendirian, pasti akan berdampak pada orang lain. <strong>Tak ada maksiat yang tak berdampak pada orang lain.</strong> Lantas kalo begitu, kita mau diam saja membiarkan yang haram dinikmati setiap hari dengan alasan tak mengganggu hak orang lain? Genjik bin Babi, aurot binti syahwat dan setumpuk barang haram digelar didepan sampeyan. Tak usah bertaruh apakah musibah akan datang lagi dari kemaksiatan. Karena selamanya orang yang &#8216;pinter-pinter&#8217; itu tak akan menemukan korelasi antara maksiat dan adzab. Kalo ketemu korelasinya, mereka sudah tobat dari dulu&#8230;.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Pitutur/~4/sRo-bxcPn34" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pitutur.net/plu-celeng.jsp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.pitutur.net/plu-celeng.jsp</feedburner:origLink></item>
	</channel>
</rss>
