<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>Pitutur 5.0</title>
	
	<link>http://www.pitutur.net</link>
	<description>teman, teman dari teman, musuh dari musuh</description>
	<lastBuildDate>Sun, 13 May 2012 11:38:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.4</generator>
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/Pitutur" /><feedburner:info uri="pitutur" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId>Pitutur</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item>
		<title>The Story Of Nyumed Sumbu</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Pitutur/~3/crYl_w-nVr4/the-story-of-nyumed-sumbu-2.jsp</link>
		<comments>http://www.pitutur.net/the-story-of-nyumed-sumbu-2.jsp#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 May 2012 10:54:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mbah Dipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mampir Ngombe]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pitutur.net/the-story-of-nyumed-sumbu-2.jsp</guid>
		<description><![CDATA[Lama simbah tak menulis di blog ini. Bukan karena malas nulis. Di rentang waktu tulisan terakhir simbah dengan tulisan ini, simbah telah merampungkan 2 buku kesehatan. Alhamdulillah buku pertama yang berjudul “Jurus Dahsyat Sehat Sepanjang Hayat” telah terbit, dan tak lama lagi buku kedua tentang Habbatussauda juga akan terbit. Tahun lalu simbah menyaksikan dengan agak [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lama simbah tak menulis di blog ini. Bukan karena malas nulis. Di rentang waktu tulisan terakhir simbah dengan tulisan ini, simbah telah merampungkan 2 buku kesehatan. Alhamdulillah buku pertama yang berjudul “Jurus Dahsyat Sehat Sepanjang Hayat” telah terbit, dan tak lama lagi buku kedua tentang Habbatussauda juga akan terbit.<br />
<img style="max-width: 800px;" src="http://www.pitutur.net/wp-content/uploads/2012/05/Habatus-sauda-Obat-Segala-Penyakit.jpg" alt="" width="630" height="1186" /><br />
Tahun lalu simbah menyaksikan dengan agak sedih anak simbah mbarep, dimana bacaan Al Qur’annya gak mundhak-mundhak kemampuannya. Bar Iqro’ 5 trus pancet. Bacaan Al Qur’annya yang blekak wal blekuk mbikin simbah risih. Akhirnya seketika itu simbah memutuskan untuk mengeluarkan seluruh anak simbah dari TPA yang mereka ikuti. Sejak saat itu simbah kumpulkan anak-anak simbah di ruang dokter di klinik untuk simbah ajari ngaji. Jadi 3 anak simbah yang kecil ikut simboknya, sementara yang 3 lagi simbah ajari ngaji.</p>
<p>Tindakan simbah ini tercium salah seorang pasien yang melihat simbah ngajar ngaji di klinik. Maka ada 2 pasien simbah yang nitip anaknya untuk sekalian diajari ngaji. Kedua anak tersebut simbah terima. Maka murid ngaji di klinik jadilah 5. Ha kok trend ini tidak berhenti, sehingga banyak orang tua yang berniat nitip anak buat diajari ngaji. Wah, ruang dokter di klinik makin sumuk kalo begini..<span id="more-516"></span></p>
<p>Walhasil, akhirnya bulan Romadhon tahun lalu simbah membuat TPA pindahan dari ruang dokter di klinik tersebut, simbah alihkan ke Musholla di komplek simbah. Karena jumlah murid mulai banyak, simbah alokasikan waktu bakda ashar untuk mengajar dan tidak menerima pasien selama 1 jam. Mengingat kesibukan simbah yang sering keluar kota serta mengadakan pelatihan-pelatihan medis dan herbal, simbah merekrut 3 pemuda yang Alhamdulillah bersedia membantu simbah.</p>
<p>Singkat cerita, kini TPA tersebut memiliki 6 pengajar termasuk simbah dengan jumlah murid 40 an anak yang berasal dari dalam dan luar komplek. TPA simbah ini tak pernah pasang pengumuman pendaftaran, pasang iklan ataupun woro-woro keluar musholla. Sama sekali tidak pernah. Juga tidak pernah menarik biaya apapun dari orang tua murid.</p>
<p>Dalam perjalanannya, pernah suatu hari simbah dan seorang teman merintis ngasih snack dan minuman gratis untuk penyemangat agar anak rajin masuk. Sehingga saat anak-anak pulang, mereka nyangking bungkusan berisi makanan dan minuman. Dan hal ini dilihat oleh orang tua mereka. Entah apa yang ada di benak mereka, yang jelas sekarang setiap minggu silih berganti orang tua siswa TPA nitip snack atau minuman atau seringkali uang untuk dibagikan gratis kepada seluruh peserta ngaji TPA. Hal tersebut berlaku hingga sekarang, tanpa diminta dan tanpa dikomando.</p>
<p>Mungkin sampeyan bertanya, apakah para pengajarnya gak digaji. Jangan salah, walaupun tidak besar simbah masih memberikan honor ala kadarnya. Dana honor ini berasal dari majelis tafsir simbah, dimana di majelis taklim tersebut simbah mengutarakan perihal program TPA yang simbah setting gratis, namun tetap membuka kesempatan bagi yang mau berperan serta untuk andil amal sholeh. Dan luar biasanya dana yang terkumpul tiap bulannya, selalu mencukupi dan bahkan lebih jika digunakan untuk membayar honor pengajar yang ada. Dan TPA tetap gratis serta masih rutin menghadiahi peserta dengan snack dan minuman&#8230; Temtu saja hal ini makin memikat anak-anakuntuk ikut ngaji.</p>
<p>Bahkan saat simbah utarakan bahwa TPA akan mengadakan camping dan berencana memiliki tenda sendiri, para orang tua dan simpatisan dengan antusias menghubungi simbah dan nitip uang dari ratusan ribu hingga jutaan ripis. Sehingga saat ini TPA simbah sudah memiliki 6 tenda dengan peralatan camping yang lumayan memadai, dan masih sisa dana beberapa juta ripis. Dan uang snack yang dititipkan pun juga menumpuk hingga beberapa ratus ribu, mengingat tidak mungkin membelanjakan semua sekaligus. Sampai suatu ketika simbah ditegur seorang pengusaha muda:</p>
<p>“Mbah mosok ngadain kayak begini saya nggak diajak rembugan mbah. Saya kan juga pingin urun. Dah … sekarang butuhnya apa tolong simbah bilang ke saya, mumpung saya ada rejeki. Insya Allah saya siap mbah…”</p>
<p>Dan benar, beliaunya langsung ngrogoh kocek tak tanggung-tanggung untuk mensupport kegiatan yang berjalan. Hanya saja sampai saat ini simbah masih menjaga diri dan gak pernah secara lisan meminta kepada beliau ini, walau kalau minta pasti dikasih.</p>
<p>Subhanallah… simbah tidak menyangka majelis bonek yang tadinya hanya terisi beberapa gelintir orang, sekarang menjadi TPA yang Alhamdulillah senantiasa penuh hingar bingar suara lantunan ayat Al Qur’an. Surat-surat dalam Juz Amma yang panjang sebagian besar sudah dikuasai. Puluhan anak sudah lancar baca Al Qur’an. Dan yang terpenting, di TPA simbah gak ada yang namanya wisuda. Aktifitas yang berjuluk wisuda ini simbah tiadakan agar si anak terus menerus ngaji dan tak ada yang namanya selesai ngaji.</p>
<p>At last… simbah tak hendak minta sumbangan di akhir tulisan ini. Hanya simbah ingin menyampaikan pesan, bahwa manakala apa yang sampeyan kerjakan memberikan manfaat dan sampeyan sungguh-sungguh mengerjakannya, ketahuilah banyak orang di luar sana yang dengan antusias akan membantu dan memberikan support terhadap apa yang sampeyan kerjakan. Bahkan bedasar pengalaman simbah, yang namanya dana atawa apapun namanya berupa materi, sebenarnya bukanlah hal yang harus ada pertama kali  saat sampeyan memulai satu kegiatan amal agama. Justru saat sampeyan mulai mengerjakan amal tersebut, segala macem tetek bengek urusan dunia itu akan dihantar ke hadapan sampeyan tanpa sampeyan harus merengek dan meminta.</p>
<p>Simbah hanya prihatin melihat banyak aktifis dakwah yang jalan di tempat, pancet dan merasa tak bisa berbuat banyak hanya karena merasa kurang dana dan akhirnya sibuk ke sana kemari mengumpulkan donatur. Dan ketika dana terkumpul seringkali malah terjadi rebutan masalah penggunaan dananya, terutama karena ada yang merasa paling berjasa dalam pengumpulan dananya… hwarakadah.</p>
<p>Jadi, Mulailah langsung dengan amal. Orang membangun raksasa bisnis saja di awal tombok dulu, mosok ngejar akherat dan untuk amal akherat nggak mau tombok…. Jian medhit temen sampeyan jikalau begitu. Di negeri ini masih banyak orang-orang yang seneng jika dilibatkan dalam amal soleh. Ibarat sumbu mercon, tinggal nyumed saja. Hanya saja jika amal sampeyan gak mbejaji dalam merintis penyulutan, hanya akan menghasilkan percikan mejen. Blas gak mbledhos… malah ngosos thok. Naudzubillah.</p>
<p>Doakan semoga simbah dan teman-tema simbah istiqomah. Amiin.</p>
<div class="zemanta-pixie"><img class="zemanta-pixie-img" src="http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=e30bd485-fb52-84a3-8a85-094731f2f33b" alt="" /></div>
<h4 class='lite'>The Best Query for the Content</h4><div class='dicari'><a href="http://www.pitutur.net/the-story-of-nyumed-sumbu-2.jsp" title="dahsyatnya shalat khusyu">dahsyatnya shalat khusyu</a></div><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin --><img src="http://www.pitutur.net/?ak_action=api_record_view&id=516&type=feed" alt="" />

<p>No related posts.</p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Pitutur/~4/crYl_w-nVr4" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pitutur.net/the-story-of-nyumed-sumbu-2.jsp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.pitutur.net/the-story-of-nyumed-sumbu-2.jsp</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Studi Banding</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Pitutur/~3/bVrU6eVO8OQ/studi-banding.jsp</link>
		<comments>http://www.pitutur.net/studi-banding.jsp#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Oct 2011 12:32:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mbah Dipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mampir Ngombe]]></category>
		<category><![CDATA[Amal]]></category>
		<category><![CDATA[BUS]]></category>
		<category><![CDATA[Kucing]]></category>
		<category><![CDATA[Panti Asuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Studi Banding]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pitutur.net/studi-banding.jsp</guid>
		<description><![CDATA[Walaupun judulnya &#8216;Studi Banding&#8217;, simbah bukan mau mengulas kelakuan koplo wakil rakyat yang suka dengan wisata gratis berkedok studi banding. Sama sekali tidak. Simbah hanya ingin bercerita perihal pengalaman simbah selama mudik pas lebaran kemarin. Sebenarnya sudah lama mau diomyangkan disini, namun baru sekarang kelakon. Di sela-sela kemacetan yang simbah harus alami pas perjalanan mudik, [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Walaupun judulnya &#8216;Studi Banding&#8217;, simbah bukan mau mengulas kelakuan koplo wakil rakyat yang suka dengan wisata gratis berkedok studi banding. Sama sekali tidak. Simbah hanya ingin bercerita perihal pengalaman simbah selama mudik pas lebaran kemarin. Sebenarnya sudah lama mau diomyangkan disini, namun baru sekarang kelakon.</p>
<p>Di sela-sela kemacetan yang simbah harus alami pas perjalanan mudik, simbah mendapatkan kesempatan untuk ngobrol dengan teman duduk simbah di  bus. Yang simbah tangkap, teman bicara simbah ini orang kaya. Walaupun sudah berusaha dengan segala upaya namun akhirnya dia hanya dikaruniai satu anak laki-laki.</p>
<div id="attachment_509" class="wp-caption alignnone" style="width: 628px"><a rel="attachment wp-att-509" href="http://www.pitutur.net/studi-banding.jsp/gambar-orang-dalam-bus"><img class="size-large wp-image-509" title="Gambar Orang dalam BUS" src="http://www.pitutur.net/wp-content/uploads/2011/10/Gambar-Orang-dalam-BUS-618x347.jpg" alt="Gambar Orang dalam BUS" width="618" height="347" /></a><p class="wp-caption-text">Gambar Orang dalam BUS</p></div>
<p>Untuk mengisi kekosongan dan kesepian dalam kesehariannya, si anak laki semata wayang yang berharap seorang adik ini akhirnya memelihara piaraan berwujud kucing. Simbah lupa harga yang disebutkan, namun tembus angka jutaan ripis untuk seekor kucingnya. Sang ayah ternyata juga ikut senang. Maka dengan sangat antusias simbah ditunjuki foto-foto kucing tersebut yang bergaya dengan beragam pose di koleksi foto Blackberry nya. Wajah teman bicara simbah ini berbinar, seakan sedang bercerita tentang anak kesayangannya yang sedang bergaya. Padahal cuma seekor kucing.</p>
<p>Sambil terus menunjukkan koleksi foto kucingnya, teman bicara simbah menceritakan berapa biaya makan kucingnya yang bisa tembus angka jutaan per bulan. Belum biaya perawatan, pemeriksaan kesehatan dan juga keperluan kecantikan kucingnya. Yang jelas kucing piaraannya gak bakalan doyan kalo dikasih makanan biasa. Sego kucing yang kalo sampeyan makan bikin kenyang, bisa mbikin kucing si teman bicara simbah ini <em>mencret ngenggon</em>. Padahal namanya sudah <strong>‘sego kucing’.</strong><span id="more-506"></span></p>
<p>Sesampai di tanah air tercinta, Negeri Karanganyar Tenteram Darussalam, simbah menyempatkan kumpul-kumpul dengan <em>konco lawas</em>. Sebagiannya merupakan guru-guru simbah dan teman seperguruan. Sebagaimana lazimnya kalo teman lama gak ketemu maka yang pertama ditanyakan adalah kabar. Baik kabar pekerjaan, keluarga dan juga tentu saja jumlah anak masing-masing.</p>
<p>Simbah yang sering dibilang banyak anak karena berhasil mengoleksi setengah lusin anak ini ternyata harus tertunduk malu di majelis konco lawas itu. Karena jebulaknya, konco-konco simbah jumlah anaknya berkisar 7 hingga 10 anak  dari satu isteri. Mantebh tenanh. Bahkan ada yang isterinya tengah hamil anak ke-11.</p>
<p>Simbah sangat salut dengan salah seorang konco yang anaknya sepuluh. Umurnya selisih 4 tahun dari simbah. Pekerjaan pokoknya dari hasil reparasi dan jual beli HP beserta asesorisnya. Tapi  walau begitu ternyata cukup mitayani. Tak Nampak wajah susah atau sedih dari penampilannya yang justru malah murah senyum dan banyak canda.</p>
<p>Simbah berseloroh, “Dari sekian orang ini yang paling banyak sedekahnya ya sampeyan kok kang.”</p>
<p>Benar. Bayangkan, sehari ngasih makan 11 orang setiap hari bukanlah hal sepele. Padahal apa yang masuk perut anak isteri merupakan sedekah. Konsep pemikiran ini yang sering dilupakan orang. Bahwa memberi makan anak isteri adalah sedekah, bahkan sedekah wajib yang pastinya berpahala lebih dibanding sedekah lain yang sifatnya sunnah.</p>
<p>Di sinilah simbah melakukan studi banding. Dua keluarga dengan perbedaan keadaan. Satu keluarga menginvestasikan hartanya untuk membesarkan kucing, dan satu keluarga membelanjakan hartanya demi membesarkan sepuluh bahkan nantinya sebelas anak. Memberi makan kucing bukannya tak berpahala, bahkan ada ancaman neraka pada tuan kucing yang tak memberi makan kucingnya. Namun ini adalah penggambaran betapa memberi makan kucing saja pahalanya besar, maka bagaimana pula jika memberi makan manusia.</p>
<p>Sebagaimana cerita pelacur yang memberii minum ajing lalu diampuni dosanya oleh Allah, maka bagaimana pula jika yang diberi minum itu adalah manusia..? Maka seorang bapak yang menafkahi keluarga dan memberi makan keluarganya, berpotensi mendapat karunia pahala dan ampunan yang luar biasa, melebihi ampunan yang bisa diberikan Allah kepada dosa sang pelacur.</p>
<p>Sebenarnya simbah hendak menasehati teman bicara simbah di bus itu dengan menganjurkan menginvestasikan uangnya untuk memelihara anak yatim. Apa daya, simbah tak bisa banyak bicara. Ada kekhawatiran teman bicara simbah ini nantinya tersinggung.</p>
<p>Investasi kepada manusia adalah investasi paling menguntungkan. Jika anak sampeyan bisa membaca Al Fatihah karena sampeyan ajari, maka setidaknya sepanjang umur si anak, sampeyan akan mendapatkan pahala Al Fatihah yang dibacanya tanpa si anak harus bilang “kukirimkan pahalanya untuk ibu/bapakku”. Sehari setidaknya 17 kali pahala Al Fatihah masuk ke kantong pahala sampeyan. Itu jika satu anak, jika sepuluh anak tinggal mengalikan. Dan semakin banyak kebaikan kita ajarkan kepada si anak, makin banyak pula pahala mengalir kepada diri kita.</p>
<p>Kebanyakan orang lebih suka investasinya diletakkan untuk menambah jumlah harta, baik itu rumah, tanah, mobil, emas, tabungan dlsb. Banyak yang berpikir lebih baik anaknya sedikit agar bisa punya rumah lebih luas. Banyak anak akan banyak pula makan biaya. Padahal  biaya itu bisa diinvestkan untuk menambah jumlah mobil, memperluas pekarangan, memperbesar usaha, meningkatkan rekening tabungan, memelihara kucing, menekuni hobby seperti koleksi perangko langka, koleksi keris pusaka atau koleksi korek api zippo, yang gak bakal bisa dilakukan kalo banyak anak. Wow….</p>
<p>Yah, itu semua hak masing-masing orang untuk membelanjakan apa yang dimilikinya. Dan memang tidak semua orang bisa beranak banyak. Namun alangkah beruntungnya jika pembelanjaan rejekinya digunakan untuk investasi membesarkan manusia, walaupun bukan anaknya sendiri. Karena satu manusia yang menjadi baik karena usaha kita, maka itu merupakan harta yang tak bisa dibandingkan dengan kekayaan apapun di dunia ini.</p>
<p><em>Sumber Photo <a href="http://www.flickr.com/photos/epsos/5644801034/" rel="nofollow">http://www.flickr.com/photos/epsos/5644801034/</a></em></p>
<div class="zemanta-pixie"><img class="zemanta-pixie-img" src="http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=8b8054c6-84c1-82d7-89d2-94d258ab4f2b" alt="" /></div><img src="http://www.pitutur.net/?ak_action=api_record_view&id=506&type=feed" alt="" />

<p>No related posts.</p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Pitutur/~4/bVrU6eVO8OQ" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pitutur.net/studi-banding.jsp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.pitutur.net/studi-banding.jsp</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Pahlawan Kurang Tanda Jasa</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Pitutur/~3/Jv7S5qHWqVk/pahlawan-kurang-tanda-jasa.jsp</link>
		<comments>http://www.pitutur.net/pahlawan-kurang-tanda-jasa.jsp#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jul 2011 03:06:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mbah Dipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bumbu Urip]]></category>
		<category><![CDATA[Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pitutur.net/pahlawan-kurang-tanda-jasa.jsp</guid>
		<description><![CDATA[Tahun ajaran baru. Identik dengan seragam baru, buku baru dan kelas baru bagi kalangan siswa sekolah. Bagi kalangan orang tua, tahun ajaran baru adalah saatnya invest ke dunia pendidikan. Keperluan apapun bagi sekolah anak harus tersedia. Bahkan urusan sekolah jadi prioritas utama. Sudah lazim difahami, di tahun ajaran baru beberapa klinik biasanya menjadi agak sepi. [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tahun ajaran baru. Identik dengan seragam baru, buku baru dan kelas baru bagi kalangan siswa sekolah. Bagi kalangan orang tua, tahun ajaran baru adalah saatnya invest ke dunia pendidikan. Keperluan apapun bagi sekolah anak harus tersedia. Bahkan urusan sekolah jadi prioritas utama.</p>
<div id="attachment_502" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-502" href="http://www.pitutur.net/pahlawan-kurang-tanda-jasa.jsp/guru-pahwalan-tanpa-tanda-jasa"><img class="size-medium wp-image-502" title="Guru - Pahwalan Tanpa Tanda Jasa" src="http://www.pitutur.net/wp-content/uploads/2011/07/Guru-Pahwalan-Tanpa-Tanda-Jasa-300x509.jpg" alt="Guru - Pahwalan Tanpa Tanda Jasa" width="300" height="509" /></a><p class="wp-caption-text">Guru - Pahwalan Tanpa Tanda Jasa</p></div>
<p>Sudah lazim difahami, di tahun ajaran baru beberapa klinik biasanya menjadi agak sepi. Yang berobat biasanya yang memang sakitnya sudah <em>setengah mati.</em> Sakit yang ringan masih bisa ditahan dan <em>dibanjeli </em>obat sekadarnya dari warung. Masalahnya duit yang ada dipakai untuk biaya sekolah yang tak bisa ditawar lagi.</p>
<p>Pagi ini, simbah melihat iklannya Dedy Mizwar yang menyebutkan bahwa sekolah gratis. Bahwa sarana sekolah disupport dengan dana BOS. Agak <em>semedhot</em> melihat iklan ini. Karena kenyataan yang simbah temui tak seindah iklan tersebut. Terutama karena simbah mengalami sendiri bahwa sekolah SD pun masih dijejali dengan segala macem trik dari guru.. maaf.. oknum guru, yang banyak mencoreng wajah pendidikan dasar negeri ini.</p>
<p><span id="more-500"></span></p>
<p>Adalah anak kedua simbah sekolah di satu sekolah yang ‘berbau’ agama. Dengan nama kearaban, yakni “Madrasah Ibtidaiyah Negeri” alias Sekolah Dasar dalam <em>bahasa dewek.</em> Dengan harapan, akhlak anak simbah bisa menjadi baik sebagaimana visi dan misi dari sekolah tersebut.</p>
<p><em>Hananging wal hanamun</em>, beberapa kejadian membuat simbah miris menyaksikan sepak terjang para pelaku pendidikan di Madrasah anak simbah tersebut. Ada beberapa kasus yang menyesakken dada simbah, namun simbah ulas dua kasus saja yang cukup membuat cicak pun kepleset jatuh karena terkejut mendengarnya… (halah).</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Pertama, kasus tabungan</strong></span>. Sudah menjadi kelaziman bahwa anak kita dididik untuk mau hemat dan menabung. Satu pendidikan yang luhur. <em>Walakin</em>, niat baik berhemat dan menabung ini dimanfaatkan oleh “system oknum” sekolah yang hendak mengais rejeki dengan cara tidak luhur.</p>
<p>Bayangkan, setelah kenaikan kelas kemarin, tabungan dibagikan. <em>Dumadakan</em> ada pengumuman yang menyebutkan bahwa tabungan anak-anak dipotong 10% untuk alas an yang tidak jelas juntrungnya. <em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Hwarakadah</em>….. baru kali ini ada orang naruh duit bukannya berkembang namun menyusut. Simbah cukup kasian pada seorang ibu yang menabung hingga 4 juta ripis di sekolah itu. Dia kena potong 400 rebu ripis untuk alasan yang gak jelas.  Satu jumlah besar untuk satu pungutan yang jelas-jelas liar. Simbah sendiri yang gak gableg duit kena potong  sembilan belas rebu ripis, karena tabungan Cuma 190 rebuan. Tetep saja simbah gak ikhlas didzholimi segitu.</p>
<p><em>Muda menabung, tua beruntung</em>. <strong>Murid muda menabung, oknum sekolah yang tua yang beruntung. </strong></p>
<p>Banyak yang mengeluh, namun tak banyak yang mau bersuara. Kasus satu keluarga di Surabaya yang jujur lalu kemudian diajur oleh tetangganya cukup memberikan trauma untuk ngomong jujur apa adanya. Kasus bu Prita, juga cukup membuat orang gak berani nulis di media. Makanya, inipun simbah beraninya ngomyang dengan identitas Madrasah yang masih anonym. Namun sukur-sukur ada pegawai dinas pendidikan atau depag yang masih punya hati mau melacak dan mengusut, dengan seneng hati simbah memberikan informasi dengan jelas.</p>
<p><strong>Kedua, kasus buku Pelajaran</strong>. Simbah gak tahu, apakah ada larangan sekolah menjual buku ke muridnya. Namun kelihatannya larangan itu ada. Karena pihak Madrasah ini juga melakukan hal yang sama dengan cara tersembunyi. Modus operandinya cukup rapi dan akan mudah berkelit tatkala diusut.</p>
<p><em>Modus operandinya begini</em>:</p>
<p>Madrasah tersebut menetapkan buku-buku yang dipakai untuk pegangan siswa. Buku-buku pelajaran tersebut adalah buku-buku yang dipesan dari penerbit yang jauh dan sulit dicari di Jakarta ini. Maka saking sulitnya, setelah menjelajah ke sekian toko buku, orang tua murid tetep kelabakan <em>nggak nemu</em> buku-buku yang direkomendasikan pihak Madrasah.</p>
<p>Setelah <em>setengah modar</em> nyari buku dan akhirnya nyerah, pihak Madrasah datang bak pahlawan penolong dengan mengatakan,</p>
<p><strong>“Bapak-bapak ibu-ibu, buku tersebut bisa dibeli dengan mudah di koperasi sekolah”</strong></p>
<p>Hwarakadah… Inipun mash berlapis perlindungannya. Buku tersebut tidak dijual di koperasi Madrasah Ibtidaiyah nya, namun di Madrasah Aliyah yang <em>letaknya berdampingan</em> dengan Madrasah Ibtidaiyah tersebut. <em>Bayangkan, sekolah MAN jualan buku untuk MIN.<br />
</em><br />
Harga keseluruhan buku yang harus dibeli adalah 250 rebu ripis. Ya … seperempat juta untuk buku anak setingkat SD. Mbah Dedy Mizwar boleh berkoar terus di iklan, anak SD bukunya gratis karena ada BOS. Tapi anak simbah dan temen-temennya tetep bayar karena oknum BOSOK.</p>
<p>Pertanyaan pentingnya: kemana simbah harus lapor untuk kasus seperti ini? Apakah untuk jalur MIN tidak ada BOS karena jalurnya beda dengan SD Negeri umum? Simbah tunggu masukan dari pembaca pitutur semua.</p>
<p>*Buat simbah sendiri, harga buku segitu tidaklah berat. Tulisan ini mewakili orang tua murid yang penghasilannya seret dan hidup kurang beruntung dan menyekolahkan anaknya ke Madrasah tersebut.</p>
<div class="zemanta-pixie"><img class="zemanta-pixie-img" src="http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=2f3291ef-4fa9-83a8-b6e8-68edbf14e656" alt="" /></div>
<h4 class='lite'>The Best Query for the Content</h4><div class='dicari'><a href="http://www.pitutur.net/pahlawan-kurang-tanda-jasa.jsp" title="cerkak bahasa jawa untuk anak sd">cerkak bahasa jawa untuk anak sd</a></div><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin --><img src="http://www.pitutur.net/?ak_action=api_record_view&id=500&type=feed" alt="" />

<p>No related posts.</p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Pitutur/~4/Jv7S5qHWqVk" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pitutur.net/pahlawan-kurang-tanda-jasa.jsp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.pitutur.net/pahlawan-kurang-tanda-jasa.jsp</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Hidup dan Matinya Anak</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Pitutur/~3/3XO_FWgwZL4/hidup-dan-matinya-anak.jsp</link>
		<comments>http://www.pitutur.net/hidup-dan-matinya-anak.jsp#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 May 2011 00:11:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mbah Dipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mampir Ngombe]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pitutur.net/hidup-dan-matinya-anak.jsp</guid>
		<description><![CDATA[Dalam hidup berumah tangga, adakalanya dalam sebuah keluarga dikaruniai anak sebagai penerus keturunan. Namun adapula yang mengalami kematian anak dengan berbagai sebab. Baik yang diamanahi anak maupun yang diambil amanahnya, masing-masing memiliki keutamaan dan keuntungan sendiri-sendiri. Berikut beberapa keterangan yang bisa diambil pelajarannya:Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah seorang dari [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.pitutur.net/sekilas-tentang-kasus-video-porno.jsp' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sekilas Tentang Kasus Video Porno'>Sekilas Tentang Kasus Video Porno</a> <small>Kemarin simbah membaca dua buah hadits yang setidaknya membantu simbah untuk memahami kasus pidio porno mirip artis. Hadits tersebut adalah : Pertama: Dari Yazid bin Nu&#8217;aim bin Hazzal dari Bapaknya...</small></li>
<li><a href='http://www.pitutur.net/anak-anak-perang.jsp' rel='bookmark' title='Permanent Link: ANAK-ANAK PERANG'>ANAK-ANAK PERANG</a> <small>&#8220;Kalian sudah pernah mbunuh obet?&#8221; tanya simbah kepada seorang anak kecil yang berumur 12 tahun, yang saat itu sedang memanggul senapan rakitan.&#8220;Sudah lah, tiga orang mbah,&#8221; jawab anak itu lugu....</small></li>
<li><a href='http://www.pitutur.net/berani-nambah-anak.jsp' rel='bookmark' title='Permanent Link: BERANI NAMBAH ANAK?'>BERANI NAMBAH ANAK?</a> <small>Siapa yang gak seneng lihat anak-anak yang lugu, lucu, njloned dan nggemesin? Siapapun suka. Tapi kesukaan terhadap anak ini tidak lantas membuat orang suka menambah jumlah anaknya. Bahkan manakala seorang...</small></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam hidup berumah tangga, adakalanya dalam sebuah keluarga dikaruniai anak sebagai penerus keturunan. Namun adapula yang mengalami kematian anak dengan berbagai sebab. Baik yang diamanahi anak maupun yang diambil amanahnya, masing-masing memiliki keutamaan dan keuntungan sendiri-sendiri. <b>Berikut beberapa keterangan yang bisa diambil pelajarannya:<br /></b><br />Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah seorang dari kalian ditinggal mati oleh tiga orang anaknya dan dia mencari ridha Allah dengannya, melainkan dia masuk surga.”<br />Seorang wanita dari mereka bertanya: “Atau dua orang anak ya Rasulullah?”<br />Beliau menjawab: “Atau dua orang anak.” (HR. Muslim)</p>
<p>Dalam keterangan hadits yang lain disebutkan, bahwa anak yang meninggal tersebut belum mencapai usia hints atau baligh.</p>
<p>Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah dua orang muslim ditinggal mati oleh tiga orang anaknya yang belum baligh, melainkan Allah memasukkan keduanya ke surga karena keutamaan kasih sayang-Nya kepada mereka”</p>
<p>Beliau bersabda: “Dikatakan kepada mereka (anak-anak itu) ‘Masuklah kalian ke surga’. Lalu mereka berkata: ‘(Tidak) hingga orang tua kami masuk’. Maka dikatakan: ‘Masuklah kalian dan orang tua kalian ke surga!’”(HR. Nasai, Shahih)</p>
<p>Keterangan di atas bagi yang kematian dua atau tiga anak. <b>Bagaimana jika hanya seorang anak saja??</b> Lihatlah hadits di bawah ini:<span id="more-497"></span></p>
<p>Dari Qurrah, seorang lelaki mendatangi Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam dengan seorang anaknya. Nabi saw bertanya: “Apakah engkau mencintainya?” Dia jawab: “Semoga Allah mencintaimu sebagaimana aku mencin-tainya”.<br />Lalu anak itu meninggal dunia dan diapun merasa kehilangan, lalu dia bertanya tentang itu. Nabi shallallaahu alaihi wa sallam pun bersabda:</p>
<p>“Tidakkah kamu suka jika kamu datangi salah satu pintu dari pintu surga, melainkan kamu dapati (anakmu) di sisinya, dia berusaha membukakannya untukmu?” (HR. An Nasai, Shahih)</p>
<p>Dalam riwayat Ahmad: Laki-laki itu bertanya: “Apakah ini hanya untuknya saja atau untuk kami semua?”<br />Beliau menjawab: “Bahkan untuk kalian semua.”</p>
<p>Dari hadits ini, <b>kematian satu anakpun</b> dapat menolong orangtuanya ke surga. Bahkan jika orang tuanya sabar, anaknya sendirilah yang nantinya akan membukakan pintu surga tersebut bagi orang tuanya.</p>
<p><b>Bagaimana jika anaknya hidup dan diasuh dengan tanggung jawab oleh orang tuanya? Perhatikan hadits-hadits di bawah ini:</b></p>
<p>Dari Uqbah bin Amir ia berkata, aku mendengar rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa memiliki tiga anak perempuan dan ia bersabar terhadap mereka, serta memberi pakaian kepada mereka dari hartanya, maka mereka akan menjadi penghalang baginya dari neraka.” (HR. Bukhari, Shahih).</p>
<p>Dari Anas bin Malik ra ia berkata, Nabi shallallaahu alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa merawat dua anak perempuannya hingga keduanya baligh, maka ia akan datang pada hari kiamat dalam keadaan aku bersama dia,” seraya beliau menyatukan jari-jarinya. (HR. Muslim, Shahih).</p>
<p>Dan Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam</p>
<p>Dari Abu Hurairah, secara marfu’ :<br />“Sebaik-baik wanita penunggang unta adalah wanita Quraisy yang shalihah, yang sangat penyayang pada anak-anaknya di masa kecil dan lebih memelihara hak-hak suaminya.” (HR. Bukhari, Shahih).</p>
<p>Hadits-hadits di atas menunjukkan, anak yang hidup dan dititipkan pada orang tuanya bisa menjadi asset untuk masuk surga atau terhindar dari api neraka, manakala anak-anak tersebut dipelihara dengan penuh amanah serta bertujuan dalam rangka peribadatan kepada Allah.</p>
<p>Adalah bunyi doa Nabi shallallaahu alaihi wa sallam kepada sahabat Anas bin Malik sebagai berikut:<br />“Ya Allah banyakkanlah hartanya dan banyakkanlah anaknya, dan berkahilah apa yang Engkau telah berikan kepadanya.” (HR. Bukhari, Muslim).</p>
<p>Anas berkata, <i>&#8220;Demi Allah hartaku sangat melimpah, sampai kurma dan anggurku berbuah dua kali dalam setahun. Jumlah anak-anak dan cucuku &#8211; cucuku mencapai seratus.&#8221;</i> dalam riwayat lain seratus enam. Dalam riwayat lain juga disebutkan dari anak perempuannya Aminah, mengabarkan tentang anak beliau yang mati dan dikuburkan saja itu mencapai 120 anak, selain cucunya, itu pada saat Hajjaj berkuasa di Basrah. </p>
<p>Dari hadits ini kita mengetahui bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam menyukai umatnya memiliki banyak anak. Dalam hadits lain disebutkan, beliau akan berbangga dengan banyaknya umat beliau kelak di hari kiamat. <b>Tentu saja banyak anak yang diurus penuh rasa tanggung jawab dalam rangka ikut serta menegakkan agama Allah.</b></p>
<div class="zemanta-pixie"><img class="zemanta-pixie-img" alt="" src="http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=c30267fb-1f72-838c-b976-7a8e711eaaf5" /></div>
<h4 class='lite'>The Best Query for the Content</h4><div class='dicari'><a href="http://www.pitutur.net/hidup-dan-matinya-anak.jsp" title="hadits mati hidup anak">hadits mati hidup anak</a>, <a href="http://www.pitutur.net/hidup-dan-matinya-anak.jsp" title="contoh proposal anak yatim">contoh proposal anak yatim</a>, <a href="http://www.pitutur.net/hidup-dan-matinya-anak.jsp" title="hadits anak sholeh">hadits anak sholeh</a>, <a href="http://www.pitutur.net/hidup-dan-matinya-anak.jsp" title="hadits tentang tanggung jawab manusia">hadits tentang tanggung jawab manusia</a>, <a href="http://www.pitutur.net/hidup-dan-matinya-anak.jsp" title="hutbah jumat tentang penghalang masuk surga">hutbah jumat tentang penghalang masuk surga</a>, <a href="http://www.pitutur.net/hidup-dan-matinya-anak.jsp" title="tulisan arab nama amelia">tulisan arab nama amelia</a></div><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin --><img src="http://www.pitutur.net/?ak_action=api_record_view&id=497&type=feed" alt="" />

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.pitutur.net/sekilas-tentang-kasus-video-porno.jsp' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sekilas Tentang Kasus Video Porno'>Sekilas Tentang Kasus Video Porno</a> <small>Kemarin simbah membaca dua buah hadits yang setidaknya membantu simbah untuk memahami kasus pidio porno mirip artis. Hadits tersebut adalah : Pertama: Dari Yazid bin Nu&#8217;aim bin Hazzal dari Bapaknya...</small></li>
<li><a href='http://www.pitutur.net/anak-anak-perang.jsp' rel='bookmark' title='Permanent Link: ANAK-ANAK PERANG'>ANAK-ANAK PERANG</a> <small>&#8220;Kalian sudah pernah mbunuh obet?&#8221; tanya simbah kepada seorang anak kecil yang berumur 12 tahun, yang saat itu sedang memanggul senapan rakitan.&#8220;Sudah lah, tiga orang mbah,&#8221; jawab anak itu lugu....</small></li>
<li><a href='http://www.pitutur.net/berani-nambah-anak.jsp' rel='bookmark' title='Permanent Link: BERANI NAMBAH ANAK?'>BERANI NAMBAH ANAK?</a> <small>Siapa yang gak seneng lihat anak-anak yang lugu, lucu, njloned dan nggemesin? Siapapun suka. Tapi kesukaan terhadap anak ini tidak lantas membuat orang suka menambah jumlah anaknya. Bahkan manakala seorang...</small></li>
</ol></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Pitutur/~4/3XO_FWgwZL4" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pitutur.net/hidup-dan-matinya-anak.jsp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.pitutur.net/hidup-dan-matinya-anak.jsp</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Proposal Hidup</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Pitutur/~3/8BmmeZK69wY/proposal-hidup.jsp</link>
		<comments>http://www.pitutur.net/proposal-hidup.jsp#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Mar 2011 00:11:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mbah Dipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mampir Ngombe]]></category>
		<category><![CDATA[Hidup Islami]]></category>
		<category><![CDATA[Panduan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Pedoman]]></category>
		<category><![CDATA[Proposal Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pitutur.net/proposal-hidup.jsp</guid>
		<description><![CDATA[Setelah kurang lebih 10 tahun menikah, simbah dikaruniai 6 orang anak. Anak keenam telah diakikahi dua minggu yang lalu. Bagi sebagian orang, jumlah anak 6 adalah jumlah yang fantastis untuk ukuran keluarga abad 21 ini. Anggapan tersebut tentu saja hasil pengkondisian, dimana ditanamkan di benak semua manusia bahwa jumlah anak haruslah sedikit jika mau menghasilkan [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.pitutur.net/hidup-dan-matinya-anak.jsp' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hidup dan Matinya Anak'>Hidup dan Matinya Anak</a> <small>Dalam hidup berumah tangga, adakalanya dalam sebuah keluarga dikaruniai anak sebagai penerus keturunan. Namun adapula yang mengalami kematian anak dengan berbagai sebab. Baik yang diamanahi anak maupun yang diambil amanahnya,...</small></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah kurang lebih 10 tahun menikah, simbah dikaruniai 6 orang anak. Anak keenam telah diakikahi dua minggu yang lalu. Bagi sebagian orang, jumlah anak 6 adalah jumlah yang fantastis untuk ukuran keluarga abad 21 ini. Anggapan tersebut tentu saja hasil pengkondisian, dimana ditanamkan di benak semua manusia bahwa jumlah anak haruslah sedikit jika mau menghasilkan generasi yang nyakdhut.</p>
<div id="attachment_493" class="wp-caption alignnone" style="width: 628px"><a rel="attachment wp-att-493" href="http://www.pitutur.net/proposal-hidup.jsp/proposal-hidup-islam"><img class="size-large wp-image-493" title="Proposal Hidup Islami" src="http://www.pitutur.net/wp-content/uploads/2011/03/Proposal-Hidup-Islam-618x412.jpg" alt="Proposal Hidup Islami" width="618" height="412" /></a><p class="wp-caption-text">Proposal Hidup Islami</p></div>
<p>Penanaman pemahaman tersebut masih terus berlanjut walaupun sudah berpuluh bahkan beratus kasus terkuak, dimana seorang ibu dibacok anak semata wayangnya karena tak dibelikan motor, atau si bapak yang diancam bunuh karena tak segera menulis surat warisan buat anaknya yang ragil (no.2), atau sang ibu yang terpaksa siang malam banting tulang menghidupi 2 anak SMA nya yang aktif nge<em>PUNK</em> mencukur gundul rambutnya, <em>mengantingi</em> hidung dan <em>lambenya yang persis lambe sumur</em> itu tanpa menghiraukan gaji simboknya yang dibawah UMR guna menghidupi gaya hidup ngepunknya.</p>
<p>Sebagian besar orang ketakutan dengan jumlah anak bukan karena khawatir anaknya kurang terurus, tapi lebih banyak yang khawatir jika anaknya banyak, <em>kelangenan</em> dirinya menjadi terganggu. Simbok-simbok yang kelangenannya berkarir di luar rumah merasa terganggu jika harus tersita waktunya ngurus anak. Mereka lupa bahwa mengurus anak di rumah pun merupakan karir yang dapat mencemerlangkan hidupnya.<span id="more-491"></span></p>
<p>Ada satu pasien simbah yang anaknya baru satu. Dua ortunya sibuk berkarir. Mereka bukan orang miskin, bahkan bisa dibilang kaya raya. Tapi setiap simbah tanya perihal kondisi penyakit anaknya, si ibu menjawab,</p>
<blockquote><p>“Wah nggak tahu ya dok, soalnya ini tadi yang momong simbahnya. Katanya sih agak mencret.”</p></blockquote>
<p>Ha wong berobat kok gak weruh pigimanah penyakit anaknya dan hanya mengandalkan kata embahnya yang tak dihadirkan saat pemeriksaan. Kedua ortu ini sudah berangkat sejak bakda shubuh, dan pulang selepas Isya’… Demi anak yang kalau sakit, orang tuanya tak tahu sakit apa dan bagaimana sakitnya.</p>
<p>Orang tua sebagimana yang simbah ceritakan di atas pasti akan tak habis pikir bagaimana orang semodel simbah kok mau-maunya punya anak enem. Ha wong satu saja sudah merusak kenyamanan mereka dalam berkarir, apalagi lipat enem.</p>
<p>Sebagian beranggapan, simbah berani punya anak enam dikarenakan simbah adalah dokter yang duitnya pasti sak jagad abuh. Sehingga tak lagi dipusingkan dengan urusan financial buat <em>ngopeni</em> anak. Ini juga <em>rembug ngoyoworo</em>. Biasanya yang ngomong begini adalah orang yang kebetulan belum pernah ketemu simbah langsung.</p>
<p><strong>Ah, sudahlah…..</strong> Tulisan ini tak berkehendak membahas hal-hal tersebut di atas. Hanya saja kebetulan memang simbah dikaruniai anak banyak. Satu-satunya hal yang membuat simbah tetap optimis bahwa hidup simbah ada yang membantu hanyalah<em> proposal hidup simbah</em>. Bukan kekayaan, bukan kelonggaran dan bukan masalah financial.</p>
<p>Sampeyan tahu, jika sampeyan memiliki proposal bisnis yang sangat menguntungkan dan masuk akal, ketika kita presentasikan proposal tersebut, pastilah si pemilik modal akan dengan senang hati merogoh koceknya untuk menyokong usulan bisnis kita tersebut. Bahkan jika bisnis tersebut sangat prospekktif dan menguntungkan, pemilik modal akan dengan gembira mau <em>menggelontorkan</em> duit banyak walaupun hanya <em>dibagehi</em> 10% dari keuntungan.</p>
<p>Tapi jika proposal bisnisnya beresiko, sampeyan harus mati-matian meyakinkan investor untuk mau menyerahkan modalnya. Itupun sang investor pasti menghendaki porsi besar karena bisnisnya beresiko.</p>
<p>Pertanyaan besarnya,<strong> APA PROPOSAL HIDUP ANDA?</strong> Apa tujuan hidup anda yang nantinya Allah akan sukacita membantu dan menyokong segala aspek kehidupan anda dengan sepenuhnya. Jika proposal hidup anda hanya sekedar menggapai hidup nyaman, maka proposal hidup anda tak lebih dan bahkan sama dengan si <strong>Pleki</strong> kiriknya lik Pailul itu. Percuma Allah mengaruniai sampeyan kemampuan bicara, kemampuan menalar, kemampuan berpikir dan segala kemampuan milik manusia yang tak dimiliki hewan, jika cita-cita hidup sampeyan hanya selevel hewan. <em>Betapa rendahnya proposal hidup sampeyan.</em></p>
<p>Namun jika sampeyan mempersembahkan hidup ini benar-benar dalam rangka beribadah, membantu agama Allah (walau Allah sebenarnya tak butuh bantuan), mempersembahkan apa yang sampeyan miliki dalam rangka menyempurnakan peribadatan kepada-Nya, maka Allah Maha Kaya untuk mencukupi segala kebutuhan hidup sampeyan. Proposal hidup yang begitulah yang Allah kehendaki, yang pasti hidup sampeyan tak akan sia-sia.</p>
<p>Maka anak satu atau dua, jika proposalnya benar, itu merupakan kebaikan. Anak enam bahkan sepuluh, jika proposalnya benar,<em> bisa jadi jumlah enam atau sepuluh kurang.</em> Semakin banyak anak semakin banyak kebaikan terbikin, jikalau proposal hidupnya betul.</p>
<p>Dengan anak makin banyak, simbah hanya dituntut untuk memperbaiki isi proposal hidup simbah. Jika masih dalam rangka ngibadah, insya Allah tak ada kekhawatiran dalam diri simbah akan kekurangan rejeki. <strong>Karena simbah yakin, Allah yang telah memakmurkan mereka yang durhaka, tentulah Maha Kaya dari menelantarkan hamba-Nya yang telah berniat mempersembahkan hidupnya demi mengabdi pada-Nya.</strong></p>
<p>Ada ayat <strong>INTAN</strong> yang nilainya melebihi intan jika dipahami:</p>
<blockquote><p><strong>“Intan</strong>shurullaaha yanshurkum. Wa yutsabbit aqdaamakum..”<br />
<em>Jika kalian menolong Allah, maka Allah akan menolong kalian. Dan mengokohkan tumit-tumit kalian…</em></p></blockquote>
<div class="zemanta-pixie"><img class="zemanta-pixie-img" src="http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=d763f5c9-bfb3-8951-a001-abdfec9093f1" alt="" /></div>
<h4 class='lite'>The Best Query for the Content</h4><div class='dicari'><a href="http://www.pitutur.net/proposal-hidup.jsp" title="PROPOSAL HIDUP">PROPOSAL HIDUP</a>, <a href="http://www.pitutur.net/proposal-hidup.jsp" title="hidup">hidup</a>, <a href="http://www.pitutur.net/proposal-hidup.jsp" title="proposal">proposal</a>, <a href="http://www.pitutur.net/proposal-hidup.jsp" title="gambar hidup">gambar hidup</a>, <a href="http://www.pitutur.net/proposal-hidup.jsp" title="gambar sedih islami">gambar sedih islami</a>, <a href="http://www.pitutur.net/proposal-hidup.jsp" title="gambara kata2 islami">gambara kata2 islami</a>, <a href="http://www.pitutur.net/proposal-hidup.jsp" title="sesorah bahasa jawa KEMATIAN">sesorah bahasa jawa KEMATIAN</a></div><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin --><img src="http://www.pitutur.net/?ak_action=api_record_view&id=491&type=feed" alt="" />

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.pitutur.net/hidup-dan-matinya-anak.jsp' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hidup dan Matinya Anak'>Hidup dan Matinya Anak</a> <small>Dalam hidup berumah tangga, adakalanya dalam sebuah keluarga dikaruniai anak sebagai penerus keturunan. Namun adapula yang mengalami kematian anak dengan berbagai sebab. Baik yang diamanahi anak maupun yang diambil amanahnya,...</small></li>
</ol></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Pitutur/~4/8BmmeZK69wY" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pitutur.net/proposal-hidup.jsp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>35</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.pitutur.net/proposal-hidup.jsp</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Aman dan Iman</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Pitutur/~3/yODNM--Sdbg/aman-dan-iman.jsp</link>
		<comments>http://www.pitutur.net/aman-dan-iman.jsp#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Feb 2011 23:41:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mbah Dipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mampir Ngombe]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pitutur.net/aman-dan-iman.jsp</guid>
		<description><![CDATA[Saat simbah masih kecil, yang namanya kelangan sandal ketika sholat tarawih adalah hal lumrah. Mengingat sholat tarawih pesertanya mbludag, dan seringkali yang hadir tidak hanya yang biasa ke mesjid tapi juga yang sama sekali gak pernah ngambah mesjid. Biasanya memang yang gak pernah ngambah mesjid dari kalangan anak-anak adalah mereka yang sekedar pingin menjadi “Jaburan [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat simbah masih kecil, yang namanya kelangan sandal ketika sholat tarawih adalah hal lumrah. Mengingat sholat tarawih pesertanya <i>mbludag,</i> dan seringkali yang hadir tidak hanya yang biasa ke mesjid tapi juga yang sama sekali gak pernah ngambah mesjid. Biasanya memang yang gak pernah ngambah mesjid dari kalangan anak-anak adalah mereka yang sekedar pingin menjadi <b>“Jaburan Hunter”</b> atau <b>“Sendal Jepit Changer”</b>.<br /><i><br />Jaburan Hunter</i> adalah kalangan anak-anak yang hadir ke mesjid sekedar mengejar hidangan penghibur saat tarawih yang masyhur disebut <i>“jaburan”.</i> Sedangkan Sendal Jepit Changer adalah kalangan anak-anak yang hadir untuk sekedar cari-cari sendal bagus buat dituker dengan sendalnya yang bulukan. Mereka ini sungguh-sungguh mengamalkan nasehat <i>“Tinggalkan yang buruk, ambil yang baik!&#8221;</i></p>
<p>Walhasil, kalangan <i>Sendal Jepit Changer</i> ini senantiasa mbikin simbah was-was jika hendak menaruh sandal di pintu masuk masjid. Apalagi jika sandal jepitnya baru dan agak bermerk, semisal <i>Swallow </i>atau <i>Daimatu</i>, dua merk sandal jepit <i>kawentar</i> di jaman simbah. Jika sudah begitu sandal jepit pastilah <i>dibongkok</i> wal diiket, lalu ditaruh di tempat tersembunyi.<span id="more-489"></span></p>
<p>Efek samping kelakuan para sandal jepit changer ini cukup mengganggu. Sholat tarawih yang harusnya khusyuk berubah menjadi suasana was-was. Walaupun sudah dibongkok dan ditaruh di tempat tersembunyi, tetap terpikir, <i>“Ojo-ojo konangan trus diembat”.</i> (Jangan-jangan ketahuan dan diambil).</p>
<p>Sebenarnya kehilangan terbesar dari kejadian kelangan sandal jepit ini bukanlah nilai sandal jepitnya. Kalau dikalkulasi, nilai sandal jepitnya sendiri tak cukup mahal untuk dibeli. Kehilangan terbesar dari peristiwa tersebut adalah <b>“Kehilangan Rasa Aman”.</b></p>
<p>Rasa aman ini tak bisa dibeli. Satu negeri yang rasa amannya tercabut akan diliputi kekhawatiran dan ketakutan. Tercabutnya rasa aman adalah bentuk adzab yang dikirim Allah. Musuh-musuh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah mengalami hal ini. Walaupun jumlah dan kekuatan mereka cukup bisa membuat mereka disebut adikuasa atau adidaya, namun Allah kirim rasa takut dan khawatir pada mereka sebulan sebelum muslimin masuk wilayah mereka. <b>Rasa aman adalah hal pertama yang dicabut Allah saat hendak membinasakan orang kafir.</b></p>
<p>Di negeri ini, pencurian, perampasan, pemalakan, pembalakan, sampai penggaglakan paksa dilakukan dengan derajat tahu sama tahu. Sebenarnya tanpa harus mendatangkan bukti pun, pak pulisi dan jaksa juga tahu, bahwa orang dengan jabatan tertentu pastilah sulit untuk dikatakan tidak nyolong hingga terbukti sebaliknya. Kelakuan ini mencabut rasa aman semua orang. Apalagi orang-orang tersebut tak pernah dihukum dengan pantas. Jangankan dihukum, ditangkap saja tidak mengingat ini adalah Negara hukum. Dan sebelum nyolong memang orang harus paham hukum agar bisa berkelit dan nyolongnya tak dikenai pasal hukum.</p>
<p>Saat rasa aman ini tercabut, dimana-mana yang ada adalah rasa takut dan khawatir. Di jalan, di tempat kerja, di tempat hiburan, dan juga bahkan di tempat ibadah. Orang jual beli tak lagi aman. Berurusan dengan apapun tak aman. Naruh mobil, motor bahkan onthelpun tak lagi aman. Bahkan sekedar diambil sampahnya pun tak lagi aman, ketika pandangan penuh curiga dialamatkan pada pemulung yang diantaranya terdapat oknum yang pernah khianat.</p>
<p>Aman dan iman adalah dua hal yang berhubungan. Saat tak ada iman, akan muncul tindakan orang-orang yang mencabut rasa aman. Rasa aman akan diturunkan Allah ke tengah-tengah penduduk negeri, saat penduduk negeri itu menghadirkan perilaku iman. Perilaku yang terjaga dengan iman mencegah orang melakukan hal-hal tercela yang berakibat tercabut rasa aman. </p>
<p>Sayangnya pembahasan tentang pentingnya iman tak lagi gencar. Orang sibuk membuat pagar-pagar yang mengandalkan pengawasan manusia. Selain tak murah, manusia masih bisa dibeli, yang berakibat sang pengawas dan yang diawasi bergotong royong merobohkan rasa aman. </p>
<p><i>Tanpa basa-basi</i>: <b>mari kita gencarkan bicara pentingnya iman</b>. Dan tentu saja iman yang diikuti amal sholeh. Dengan itu Allah akan turunkan keamanan dan rasa aman. Siapa sih yang merasa tidak aman saat yang menjaga adalah Allah?</p>
<p><b>&#8220;Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu&#8230;..!&#8221;</b> demikian potongan nasehat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.</p>
<div class="zemanta-pixie"><img class="zemanta-pixie-img" alt="" src="http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=f23c9caa-31e7-8471-bbc5-854185ca434f" /></div><img src="http://www.pitutur.net/?ak_action=api_record_view&id=489&type=feed" alt="" />

<p>No related posts.</p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Pitutur/~4/yODNM--Sdbg" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pitutur.net/aman-dan-iman.jsp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.pitutur.net/aman-dan-iman.jsp</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Klakson Jahanam</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Pitutur/~3/-ZJsyvNZlag/klakson-jahanam.jsp</link>
		<comments>http://www.pitutur.net/klakson-jahanam.jsp#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Jan 2011 22:32:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mbah Dipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mampir Ngombe]]></category>
		<category><![CDATA[Pengaosan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pitutur.net/klakson-jahanam.jsp</guid>
		<description><![CDATA[Peristiwa ini terjadi tahun lalu. Peristiwanya terjadi sekitar pukul 2 dini hari. Saat itu rombongan keluarga simbah dari Solo hendak berta’ziah ke Cilacap, atas meninggalnya bapak Mertua yang tinggal di desa pelosok yang berjudul Citepus. Melihat medannya, perjalanan ke Citepus bukanlah perjalanan yang ramah pantat. Karena sepanjang perjalanan, pantat kita akan berulang kali terpontang-panting dikarenakan [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Peristiwa ini terjadi tahun lalu. Peristiwanya terjadi sekitar pukul 2 dini hari. Saat itu rombongan keluarga simbah dari Solo hendak berta’ziah ke Cilacap, atas meninggalnya bapak Mertua yang tinggal di desa pelosok yang berjudul Citepus. Melihat medannya, perjalanan ke Citepus bukanlah perjalanan yang <i>ramah pantat. </i>Karena sepanjang perjalanan, pantat kita akan berulang kali terpontang-panting dikarenakan jalanan -yang walaupun berulang kali diperbaiki tetep saja- mirip lintasan off road.</p>
<p>Dini hari itu mobil rombongan keluarga simbah tepat melintasi daerah yang <i>kawentar</i> dengan <i>kewingitannya</i>. Masyarakat Citepus menamai daerah itu sebagai daerah <b>“Punden”</b>. Di situ terdapat kuburan keramat yang senantiasa diberi sesajian secara rutin. Dumadakan mobil yang ditumpangi rombongan ngadat. Ngadatnya tepat di area punden tersebut. Secara berseloroh, ibunda simbah berkata:</p>
<p><i>“Wah iki mesti diganggu demit …” </i>kata beliau. Perlu diketahui, bahwa seluruh rombongan tak satupun yang mengetahui bahwa di dekat situ ada punden keramat. Dan kebetulan daerah tempat mogoknya mobil agak gelap. Maka didoronglah mobil tersebut ke tempat yang ada lampu jalannya.<span id="more-487"></span></p>
<p>Setelah <i>dioprek</i> sebentar, diketahuilah bahwa penyebab mogoknya mobil adalah koil mobil yang terletak di bawah dalam keadaan  basah kuyup. Setelah dilap dan dikeringkan, mobil dapat berjalan kembali.</p>
<p>Peristiwa mogoknya mobil di dekat punden tersebut diceritakan kepada warga Citepus saat itu. Kebanyakan dari mereka berkomentar:</p>
<p><i>“Wah, kejadian kayak gitu biasa mbah. Makanya kalo lewat situ, mobilnya harus kasih klakson sebagai isyarat permisi mau lewat,”</i> begitu kata mereka.</p>
<p>Klakson dibunyikan sebagai bentuk kata permisi buat si penunggu punden. Karena kalo tidak kasih klakson dianggap lancang dan tidak menghormati demit dan danyang penunggu punden. <i>Halah, mbuh ra weruh…</i> Buat simbah keberadaan danyang atau demit penunggu punden itu saja sudah cukup merusak akal sehat dan keimanan. Apalagi kalo harus diikuti dengan <i>ritual tetek bengek</i> yang makin merendahkan derajat kemanusiaan.</p>
<p>Simbah teringat akan hadits yang kurang bunyinya kurang lebih begini:</p>
<p>Rasulullah Shalallahu Alayhi Wa Salam Bersabda <i>&#8220;Ada seseorang masuk surga karena seekor lalat dan masuk neraka karena seekor lalat pula&#8221;</i> Para Sahabat bertanya, <i>&#8220;Bagaimana bisa terjadi demikian, wahai Rasulullah?&#8221;<br /></i><br />Beliau menjawab &#8220;Terdapat dua orang yang berjalan melewati suatu kaum yang mempunyai berhala, tak seeorangpun diperkenankan melewati berhala itu sebelum memberikan sesuatu. Mereka berkata kepada salah seorang dari kedua lelaki tersebut,</p>
<p>&#8220;Berikanlah korban kepada berhala itu!&#8221; <br />Dia menjawab, &#8220;Aku tidak mempunyai apa-apa untuk berkorban.&#8221; </p>
<p>Mereka berkata lagi, &#8220;Berikanlah korban sekalipun dengan seekor lalat.&#8221; Kemudian dengan seekor lalat itu, ia memberikan sesaji dan oleh mereka diperkenankan ia meneruskan perjalanannya. Karena perbuatannya itu, ia kemudian masuk neraka!</p>
<p>Kemudian mereka berkata kepada yang seeorang lagi,&#8221;Berikanlah korban!&#8221; Orang yang kedua ini menjawab, &#8220;Aku tidak akan berkorban sedikitpun kecuali kepada Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala. Kemudian ia memenggal leher orang itu, dan ia masuk syurga.&#8221;</p>
<p>Pelajaran yang bisa diambil dari kejadian dini hari itu adalah, <b>betapa banyak orang tidak menyadari bahwa syirik menyekutukan Allah bisa terwujud dalam amalan yang sangat sepele.</b> Syirik yang merupakan dosa yang tidak akan diampuni oleh Allah tersebut bisa berujud lalat, ataupun sekedar sekali <i>pencet tombol klakson</i>. Karena dengan mempersembahkan lalat atau bunyi klakson, seseorang sudah bersaksi bahwa <i>ada zat lain yang dapat memberi madharat, bencana, ataupun kecelakaan selain Allah.</i></p>
<p>Di beberapa daerah, bunyi klakson tersebut bisa berujud sapaan semisal: <i>kulonuwun mbah, nderek langkung, permisi, amit-amit jabang bayi atau kadang cukup dengan kedipan lampu mobil.</i> Namun pada intinya, semua perilaku tadi dilakukan adalah untuk menghindari terjadinya musibah ataupun madharat.</p>
<p>Dengan dalih berusaha menghindari madharat ini jugalah maka di setiap awal tahun baru China, tiba-tiba kaum muslimin ikut-ikutan menilik nasib mereka melalui shio. Juga tak lupa menghitung peruntungannya melalui zodiac, nogo dino, weton dan <i>itungan-itungan koclok</i> lainnya. Yang sudah tentu dengan ilmu pernujuman semacam ini, muslimin menghendaki terhindar dari kemadharatan dan kecelakaan.</p>
<p>Sangat disayangkan, umat Islam merasa tidak cukup memiliki satu illah yang diyakini dapat mendatangkan manfaat dan menolak musibah. Padahal inti dari syahadat yang diucapkan tatkala memeluk Islam adalah meniadakan segala macam illah yang diyakini mendatangkan manfaat dan mendatangkan madharat, KECUALI ALLAH. Dan umat tidak sadar, bahwa hanya dengan sekali pencet klakson, tindakan sepele ini dapat mengantar seseorang masuk ke neraka jahanam. <i>Na’udzubillah min dzalik.</i></p>
<div class="zemanta-pixie"><img class="zemanta-pixie-img" alt="" src="http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=12c6cc21-42b4-8a81-b3e7-5e27415321ad" /></div>
<h4 class='lite'>The Best Query for the Content</h4><div class='dicari'><a href="http://www.pitutur.net/klakson-jahanam.jsp" title="contoh artikel basa jawa">contoh artikel basa jawa</a>, <a href="http://www.pitutur.net/klakson-jahanam.jsp" title="acara 4 bulanan nindy">acara 4 bulanan nindy</a>, <a href="http://www.pitutur.net/klakson-jahanam.jsp" title="contoh khotbah jumatbasa sunda">contoh khotbah jumatbasa sunda</a>, <a href="http://www.pitutur.net/klakson-jahanam.jsp" title="Jumlah dan Ciri Ayat Perintah dalam Al-Quran">Jumlah dan Ciri Ayat Perintah dalam Al-Quran</a>, <a href="http://www.pitutur.net/klakson-jahanam.jsp" title="Khutbah Jawa Dino kang muspro">Khutbah Jawa Dino kang muspro</a>, <a href="http://www.pitutur.net/klakson-jahanam.jsp" title="klakson jahanam">klakson jahanam</a>, <a href="http://www.pitutur.net/klakson-jahanam.jsp" title="pidato pengaosan">pidato pengaosan</a>, <a href="http://www.pitutur.net/klakson-jahanam.jsp" title="tombol klakson mobil">tombol klakson mobil</a></div><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin --><img src="http://www.pitutur.net/?ak_action=api_record_view&id=487&type=feed" alt="" />

<p>No related posts.</p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Pitutur/~4/-ZJsyvNZlag" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pitutur.net/klakson-jahanam.jsp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>42</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.pitutur.net/klakson-jahanam.jsp</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Lingkaran Keberkahan</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Pitutur/~3/ZpJSnNYS7iI/lingkaran-keberkahan.jsp</link>
		<comments>http://www.pitutur.net/lingkaran-keberkahan.jsp#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Jan 2011 22:11:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mbah Dipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mampir Ngombe]]></category>
		<category><![CDATA[Jlantah]]></category>
		<category><![CDATA[Keberkahan]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkaran]]></category>
		<category><![CDATA[Nahwu Sorop]]></category>
		<category><![CDATA[uborampe]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pitutur.net/lingkaran-keberkahan.jsp</guid>
		<description><![CDATA[Walaupun kasta simbah belum bisa disebut borju, tapi simbah diijinkan bertemu dan berkenalan dengan mereka yang sudah pantas disebut “juragan” dalam arti yang sesungguhnya. Mereka disebut juragan bukan lantaran diharapkan ‘ijo-ijo’ atau ‘cendolnya’, namun memang apa yang menempel pada diri mereka menyebabkan siapapun akan setuju menyebutnya sebagai juragan. Kalangan juragan ini tentu saja memiliki perilaku. [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_482" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-482" href="http://www.pitutur.net/lingkaran-keberkahan.jsp/lingkaran-keberkahan-mosque-hassan-ii-casablanca"><img class="size-full wp-image-482" title="Lingkaran Keberkahan - Mosque Hassan II, Casablanca" src="http://www.pitutur.net/wp-content/uploads/2011/01/Lingkaran-Keberkahan-Mosque-Hassan-II-Casablanca.jpg" alt="Lingkaran Keberkahan - Mosque Hassan II, Casablanca" width="300" height="466" /></a><p class="wp-caption-text">Lingkaran Keberkahan - Mosque Hassan II, Casablanca</p></div>
<p>Walaupun kasta simbah belum bisa disebut <em>borju</em>, tapi simbah diijinkan bertemu dan berkenalan dengan mereka yang sudah pantas disebut <strong>“juragan”</strong> dalam arti yang sesungguhnya. Mereka disebut juragan bukan lantaran diharapkan ‘ijo-ijo’ atau ‘cendolnya’, namun memang apa yang menempel pada diri mereka menyebabkan siapapun akan setuju menyebutnya sebagai juragan.</p>
<p>Kalangan juragan ini tentu saja memiliki perilaku. Dan dimana-mana yang namanya perilaku selalu terbagi menjadi dua kutub. Yakni perilaku yang baik yang tidak <em>nabyak-nabyak</em> aturan, dan perilaku busuk yang pasti menebar efek racun bagi banyak orang.</p>
<p>Sebut saja <em>Kang Pawiro Kampret</em>, juragan Pasar Paingan yang juga merajai distribusi Mie Ayam ini adalah <em>aktifis penenggak ciu</em> nomer wahid yang tiada tanding dan tiada banding, karena memang belum pernah bertanding. Bau mulutnya tak lepas dari bau khas ciu. Bahkan kencingnya pun tak beda jauh dengan vodka oplosan yang dicampur <em>lengo jlantah</em>. Di saat dia merekrut anak buah buat menyalurkan produk Mie Ayamnya yang sudah kawentar itu, tidak mungkin dia mengambil pegawai yang rajin ngaji dan sholat ke mesjid. Mengapa? Dia tak ingin kebiasaan maboknya diganggu gugat oleh anak buahnya yang berbeda perilakunya. Lebih nyaman dia ambil pegawai yang juga pemabok yang bisa diajak bersama-sama <em>masup </em>dalam grup <em>Pangunci (Paguyuban Ngunjuk Ciu)</em>. Kalo perlu bisa diajak melengkapi Molimo agar Lima Sempurna.<span id="more-479"></span></p>
<p>Ditambah lagi semua pegawenya juga tahu, bahwa ayam dalam mie nya <strong>Kang Pawiro Kampret</strong> tidak 100% ayam. Demi menekan biaya produksi, daging tikus wirokpun turut meramaikan gundukan daging mie tersebut. Dan demi menarik lidahnya konsumen tionghoa, dia masukkan minyak babi yang membuat tampil beda. Bahkan untuk operasional malam, grobag mienya menyediakan tambahan menu, <em>“Ciu sak botole”.</em> Pegawe yang rajin sholat dan ngaji gak bakalan betah kerja disitu. Dan konsumen yang terjaringpun juga segmen tertentu. <em>Mbah Kaji Ngalim </em>yang guru <em>nahwu sorop</em> itu gak bakalan mau pesen mie di grobagnya.</p>
<p>Berbeda dengan <em>Lik Karto Ngabidin</em> yang juragan warteg. Dia adalah seorang religius sejati. Puluhan wartegnya yang tersebar di ibukota, tak membuat dia sekedar menjadi pengumpul harta. Beberapa Panti Asuhan dia dirikan, dan sebagian anak yatim didikannya menjadi karyawan wartegnya. Lik Karto Ngabidin hanya mau menerima daging yang bener sembelihannya untuk wartegnya. Titipan yang dia terima hanyalah yang halal saja. Gorengan semacem <em>saren, kikil babi, sate jamu </em>dan wadyabalanya dia tolak. Dijamin barang semodel itu tak akan ditemui di wartegnya. Otomatis konsumen yang mau mampir ke wartegnya juga segmen yang mau mencari makanan halal.</p>
<blockquote><p>Itulah hakikinya permainan hidup di dunia. <strong>Masing-masing membentuk lingkaran rantainya sendiri</strong>. Lingkaran Rantai rejeki yang terbentuk di lingkungan Kang Pawiro Kampret adalah rantai rejeki haram, sesuai perilaku juragannya. Pegawai yang bekerja serta materi jualannyapun nabyak-nabyak aturan syariat. Yang bertahan mengais rejeki disanapun pastilah mereka yang tak pernah mempermasalahkan halal-haram. Yang mau berhubungan dengan segala <em>uborampe</em> bisnisnya Kang pawiro Kampret pastilah juga mereka yang nyaman dengan keharaman.</p></blockquote>
<p>Berbeda dengan lingkaran rantai rejeki yang mengelilingi Lik Karto Ngabidin. Juragan religius ini hanya akan dikitari oleh pebisnis yang konsen dengan halal-haram. Pegawe yang betah kerja disitupun hanya pegawe yang perhatian dengan rambu syariat. Dan sudah pasti konsumen yang memburu produk Lik Karto adalah konsumen yang peduli dengan kehalalan produk. Dijamin rejeki yang berputar di sini adalah rejeki halal dan berkah.</p>
<p>Oke, sekarang kita berhenti membahas Kang Pawiro Kampret dan Lik Karto Ngabidin. <strong>Bagaimana dengan diri sampeyan semua dan juga simbah?</strong> Jika sampeyan punya atasan yang sering menugasi buat nyogok, atau menyuruh membuat dokumen perjalanan palsu, atau membuat kwitansi palsu, atau membuat laporan dobel beda isi, masihkah anda yakin anda berada di lingkaran rantai rejeki yang pantas diberkahi..??? Atau anda berada di satu seksi yang berisi anggota-anggota yang sepakat<strong> ngglembuk berjamaah</strong>, atau mbolos jamaah, atau narik biaya siluman berjamaah, atau <strong>mbejat jamaah</strong>, masihkah anda yakin anda berada di pihak Lik Karto Ngaidin yang peduli halal..???</p>
<p>Sampeyan mungkin akan beralasan, <em>“Mbah sekarang nyari kerja susah. Ya sudahlah, adanya ini. Kalo gak begini saya dipecat, jadi pengangguran, anak isteri saya makan apa? Mosok dikasih makan kerikil?” </em>(Pertanyaan serupa ini pernah dijawab ringkes oleh guru simbah: <em>“Ha nek doyan beneran..”</em>)</p>
<p>Padahal alasan itu tak pantas keluar jika sampeyan benar-benar ingin mencari lingkaran rantai rejeki yang berkah dan halal. Karena jika sampeyan adalah pribadi yang peduli terhadap kehalalan dan keberkahan rejeki, ketahuilah oleh sampeyan bahwa di luar sana terdapat puluhan, ratusan bahkan ribuan juragan yang pasti akan menemukan sampeyan jika sampeyan sekarakter dengan mereka. Namun jika masih pesimis bahwa hanya yang haram, atau yang burem, atau yang abu-abu saja yang mungkin bisa sampeyan raih untuk rejeki sampeyan dan keluarga sampeyan, maka selamanya sampeyan akan berada di bawah juragan bejat dan membejatkan yang tak paham arti kehalalan dan keberkahan rejeki.</p>
<p><strong>Baguskan akhlak sampeyan</strong>, maka akan datang pada sampeyan sumber-sumber rejeki yang sepadan dengan kebagusan akhlak sampeyan. Derajat sampeyan akan dinaikkan oleh tangan-tangan berakhlak yang tahu menghargai akhlak. Namun jika sampeyan <em>narimo</em> dengan kemunafikan dan kepura-puraan yang terjadi di sekitar sampeyan, akan datang rejeki yang hanya akan menambah penyesalan sampeyan di akherat. Tak mengenyangkan, tidak berkah dan sebenarnya tak pantas buat menumbuhkan daging jika nantinya daging tersebut hanya menjadi santapan api jahanam. Tidak hanya daging sampeyan, tapi juga keluarga sampeyan.</p>
<p>Sumber Gambar <a href="http://www.flickr.com/photos/amerune/531887049/">disini</a></p>
<h4 class='lite'>The Best Query for the Content</h4><div class='dicari'><a href="http://www.pitutur.net/lingkaran-keberkahan.jsp" title="pawarta jawa tengah">pawarta jawa tengah</a>, <a href="http://www.pitutur.net/lingkaran-keberkahan.jsp" title="lingkaran">lingkaran</a></div><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin --><img src="http://www.pitutur.net/?ak_action=api_record_view&id=479&type=feed" alt="" />

<p>No related posts.</p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Pitutur/~4/ZpJSnNYS7iI" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pitutur.net/lingkaran-keberkahan.jsp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.pitutur.net/lingkaran-keberkahan.jsp</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Pokoknya Ngikut</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Pitutur/~3/7or2YuXNHjA/pokoknya-ngikut.jsp</link>
		<comments>http://www.pitutur.net/pokoknya-ngikut.jsp#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Jan 2011 23:40:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mbah Dipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mampir Ngombe]]></category>
		<category><![CDATA[Doa]]></category>
		<category><![CDATA[Syukuran]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh Agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pitutur.net/pokoknya-ngikut.jsp</guid>
		<description><![CDATA[Dalam suatu acara syukuran yang pernah simbah ikuti, ada satu tokoh agama setingkat modin (tokoh agama) yang waktu itu didapuk sebagai pembaca doa penutup. Doa dibuka dengan lancarnya, dilanjutkan dengan suara agak samar semi hewes-hewes. Para hadirin mengamininya dengan agak semangat, dikarenakan acara segera bubaran. Namun simbah agak terkaget manakala di tengah hewes-hewes itu, sang [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_475" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-475" href="http://www.pitutur.net/pokoknya-ngikut.jsp/pokoknya-ngikut-kue-unik"><img class="size-medium wp-image-475" title="Pokoknya Ngikut - Kue Unik" src="http://www.pitutur.net/wp-content/uploads/2011/01/Pokoknya-Ngikut-Kue-Unik-300x300.jpg" alt="Pokoknya Ngikut - Kue Unik" width="300" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Pokoknya Ngikut - Kue Unik</p></div>
<p>Dalam suatu acara syukuran yang pernah simbah ikuti, ada satu tokoh agama setingkat modin (tokoh agama) yang waktu itu didapuk sebagai pembaca doa penutup. Doa dibuka dengan lancarnya, dilanjutkan dengan suara agak samar semi hewes-hewes. Para hadirin mengamininya dengan agak semangat, dikarenakan acara segera bubaran. Namun simbah agak terkaget manakala di tengah hewes-hewes itu, sang modin membaca doa <em>&#8220;Allahummaghfirlahu, warhamhu, wa’aafihii, wa&#8217;fu’anhu.&#8221;</em> Sampeyan yang hapal doa ini pasti tahu, ini doa buat jenazah. Simbah agak terkaget, karena judul acaranya adalah syukuran.</p>
<p>Pada kali yang lain, yakni pada saat acara pemberangkatan salah seorang warga yang berangkat haji, sang modin kembali lagi <em>didapuk</em> membaca doa penutup. Rupa-rupanya ini merupakan spesialisasinya. Dan lagi-lagi doa buat jenazah itu terucap lagi di tengah hewes-hewes yang diamini dengan semangat oleh hadirin yang gak paham isi doa yang diamininya. Dan hebatnya, di saat peresmian satu tempat ibadah pun doa itu terucap juga. Lhadalah&#8230; <em>jebulnya</em> doa hapalan sang modin ini doa paketan. Lha dulunya si modin ini belajar doanya buat tahlilan dan kirim doa buat mayit, lalu tiba-tiba disuruh mimpin doa dengan topik acara yang berbeda. Ya sudah&#8230;.. apa pun acaranya, doa tahlilan penutupnya. Kebetulan yang hadir juga rada-rada kosong ilmu agamanya, jadi pokoknya amin saja.<span id="more-472"></span></p>
<p>Itulah sedikit gambaran kebanyakan masyarakat Muslim di negeri kita. Ilmu agama tingkat basic saja babar blas sama sekali tak menguasai. Semuanya pokoknya nurut mbah modin, yang entah bener entah tidak didukung dengan gegap gempita. Jika masyarakat di kampung posisi kepala keagamaan dipegang mbah modin, maka di beberapa tempat posisi ini dipegang oleh orang dengan berbagai macam sebutan. Intinya adalah pemuka agama.</p>
<p>Masyarakat mulai membuat satu pengkotakan, bahwa pada intinya kewajiban mempelajari agama adalah tugas modin atau pemuka agama. Masyarakat tak perlu dalem-dalem belajar agama. Pokoknya kalau ada apa-apa, tinggal nurut saja sama mbah kyai, mbah modin atau yang sejenisnya. Keadaan seperti ini sepertinya malah dimanfaatkan oleh beberapa orang yang dipanggil kyai atau modin itu. Karena posisi kyai atau modin atau pemuka agama itu adalah posisi terhormat yang kadang-kadang pada event-event tertentu cenderung basah, maka manakala ada penyelewengan tak satu pun masyarakat yang tahu. Lha ilmunya <em>kopong</em> babar blas. Tentu saja ini menambah nikmat posisi pemuka agama itu.</p>
<p>Konflik akan muncul manakala ada seseorang dari luar mencium adanya kebusukan yang dilestarikan kyai atau modin mursal ini. Sehingga manakala ada usaha perbaikan, yang muncul adalah tentangan dari masyarakat yang pastinya sangat jelas siapa sponsornya. Yakni modin wal kyai mursal yang tak ingin <em>lengser keprabon</em> dari kursi empuknya. Maka dibuatlah isu-isu bahwa para pendatang yang hendak memperbaiki kondisi umat itu adalah perusuh yang merongrong kewibawaan pemerintah. Dengan dibumbui sedikit masalah khilafiyah, biasanya para kyai, modin ataupun pemuka agama mursal ini bersikukuh hendak mempertahankan tahtanya. Dan biasanya, masyarakat sangat pro dengan yang namanya status quo.</p>
<p>Kondisi inilah yang dulunya ditemui di tengah masyarakat ahli kitab, baik Yahudi atau pun Nasrani. Kebanyakan mereka adalah ummy, buta hurup, tak tahu menahu tentang kitab. Pengetahuan akan kitab hanya dikuasai segelintir rahib atau pendeta, yang dengan monopoli pengetahuannya dia mampu menjungkirbalikkan kebenaran dan kebatilan. Para rakyat di level <em>bodho longa-longo</em> pokoknya nurut kayak kebo yang dicocok hidungnya. Sampai-sampai isi kitab suci diobok-obok, ditambahi dan dikurangi seenak polonya sendiripun tak diketahui oleh masyarakat. Karena rahib dan pendeta ini mendapatkan kepercayaan mutlak dari pengikutnya.</p>
<p>Kalau sampeyan perhatikan, ada kesamaan dari apa yang dialami oleh ahli kitab maupun oleh Muslimin kebanyakan saat ini. Sama-sama tak berilmu dan dimanfaatkan secara tidak benar oleh mereka yang justru mengaku berilmu. Mengapa kondisi ini bisa bertahan? Karena kondisi ini menghasilkan simbiosis mutualisme. Masyarakat menginginkan agar pemuka agamanya tak terlalu mengekang keinginan mereka, sehingga segala-galanya membutuhkan dalil resmi yang menyenangkan hati. Sementara si pemuka agama menginginkan kebasahan posisi mereka dipertahankan, setidaknya nasi besekan saat tahlilan, syukuran, amplop mingguan, bulanan dan tahunan tetep di tangan. Atau pada level lebih tinggi lagi, bisa duduk bersama penguasa, jabat tangan dengan mereka, mempersaksikan event-event bersejarah mereka, dan menikmati sanjungan-sanjungan bertendensi yang menipu hati.</p>
<p>Kondisi ini berawal dari ketidakmauan masyarakat untuk mempelajari agama mereka dengan benar, yang lantas menghasilkan masyarakat yang awam perihal agama. Keawaman ini dilanjutkan dengan menjalani agama berdasar praduga. Karena praduga ini dijalani turun temurun, maka jadilah satu adat. Kalau sudah menjadi yang namanya adat, masyarakat biasanya pasang harga mati. <em>Mbebegeg ugeg-ugeg</em> (tak bergeming) tak mau berubah. Dengan alasan menghormati para pendahulu, nenek moyang dan lain sebagainya. Sampai-sampai jikalau adat itu berbau pornografi pun, harus dilestarikan dan minta dilindungi undang-undang, demi menjaga wajah nenek moyang yang boleh jadi dulu menjalani itu lantaran memang benar-benar cabul. Tapi karena sudah menjadi adat, <em>cabul pun dianggap adi luhung.</em></p>
<p>Jadi rupa-rupanya kejadian yang dialami oleh ahli kitab baik Nasrani maupun khususnya Yahudi, setapak demi setapak diikuti oleh Muslimin sebagaimana sinyalemen Kanjeng nabi Saw. Jika amalnya sedikit demi sedikit diikuti, maka akibat adzabnya pun akan juga sedikit demi sedikit dialami. Jikalau dulu ada kaum Yahudi yang diubah wajahnya menjadi munyuk yang hina, maka sebenarnya Muslimin saat ini pun sedikit demi sedikit mulai memantaskan diri bagi <em>karakter munyuk</em> ini, yang untuk selanjutnya tinggal ditambahi kata &#8220;kun&#8221; lalu &#8220;fayakun&#8221;. Jika ada segolongan Yahudi yang dikutuk menjadi babi, maka sekarang pun kerakusan sebagian Muslimin di negeri gentho wal maling ini juga mulai menunjukkan kerakusan ala babi. Bahkan, tidak cukup dengan hanya meniru babi, negeri ini pun mulai menunjukkan sikap permisif terhadap perilaku seks menyimpang seperti homoseksual. Walaupun saat ini belum ada wacana tentang caleg waria, tapi suatu ketika wacana ini pasti akan keluar juga dari cobrotnya kaum yang mengatasnamakan kemanusiaan dan kesetaraan gender. Padahal gender waria ini sama sekali tak jelas, tapi ingin disetarakan.</p>
<p>Simbah bersama rekan pernah mengadakan satu program pendidikan bagi warga kampung di satu desa dengan maksud mengenalkan agama ini untuk mereka. Namun, kebanyakan dari mereka salah tujuan. Banyak yang mundur lantaran pelajaran yang kita berikan tak mengajari caranya doa tahlilan. Koleksi tahlilan dan yasinan tak bertambah dengan ikut taklim yang kita gelar. Maka, mereka menganggap percuma ngaji bersama kita. Hal ini terjadi karena warga kampung sudah berasumsi bahwa yang namanya ngaji itu adalah belajar caranya doa tahlilan atau yasinan. Berbekal dua senjata pamungkas itu Mereka berharap nantinya dapat memungkasi segala acara dengan doa yang walaupun tidak pas, tapi yang penting berbau arab dan diamini dengan sentausa. Menyedihkan&#8230;</p>
<p>Taken from : <em>&#8220;Republik Genthonesia: Maju Perut Pantat Mundur&#8221; </em>by <strong>Mbah Dipo</strong></p>
<div class="zemanta-pixie"><img class="zemanta-pixie-img" src="http://img.zemanta.com/pixy.gif?x-id=f3415ac1-983d-8c48-9e72-38cc3b8c3ba5" alt="" /></div>
<h4 class='lite'>The Best Query for the Content</h4><div class='dicari'><a href="http://www.pitutur.net/pokoknya-ngikut.jsp" title="doa kewibawaan">doa kewibawaan</a>, <a href="http://www.pitutur.net/pokoknya-ngikut.jsp" title="TUGAS MODIN">TUGAS MODIN</a>, <a href="http://www.pitutur.net/pokoknya-ngikut.jsp" title="allahummaghfirlahu">allahummaghfirlahu</a>, <a href="http://www.pitutur.net/pokoknya-ngikut.jsp" title="kumpulan doa tahlilan">kumpulan doa tahlilan</a>, <a href="http://www.pitutur.net/pokoknya-ngikut.jsp" title="sebutan pemuka agama">sebutan pemuka agama</a></div><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin --><img src="http://www.pitutur.net/?ak_action=api_record_view&id=472&type=feed" alt="" />

<p>No related posts.</p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Pitutur/~4/7or2YuXNHjA" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pitutur.net/pokoknya-ngikut.jsp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.pitutur.net/pokoknya-ngikut.jsp</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Disunat Jin</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Pitutur/~3/MWti0GrG1xA/disunat-jin.jsp</link>
		<comments>http://www.pitutur.net/disunat-jin.jsp#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Jan 2011 23:36:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mbah Dipo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mertombo]]></category>
		<category><![CDATA[Pengaosan]]></category>
		<category><![CDATA[bodoh persisten]]></category>
		<category><![CDATA[Jin]]></category>
		<category><![CDATA[klenik]]></category>
		<category><![CDATA[Sunat]]></category>
		<category><![CDATA[tahayul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pitutur.net/disunat-jin.jsp</guid>
		<description><![CDATA[Ini bukan peristiwa ganjil pertama yang simbah alami. Tentu sampeyan inget pigimanah simbah menghadapi kasus kuntilanak yang nimbrung taklim. Atawa kasus kesurupan yang berulang simbah tandangi. Nah kali ini kasusnya berkaitan dengan seorang anak kecil berumur 3 tahunan yang menurut pengakuan warga disunat oleh jin. Ceritanya begini: Pagi itu simbah diserbu oleh serombongan orang yang [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_467" class="wp-caption alignright" style="width: 260px"><a rel="attachment wp-att-467" href="http://www.pitutur.net/disunat-jin.jsp/disunat-jin-masjid-putrajaya-malaysia"><img class="size-full wp-image-467" title="Disunat Jin - Masjid Putrajaya Malaysia" src="http://www.pitutur.net/wp-content/uploads/2011/01/Disunat-Jin-Masjid-Putrajaya-Malaysia.jpg" alt="Disunat Jin - Masjid Putrajaya Malaysia" width="250" height="391" /></a><p class="wp-caption-text">Disunat Jin - Masjid Putrajaya Malaysia</p></div>
<p>Ini bukan peristiwa ganjil pertama yang simbah alami. Tentu sampeyan inget pigimanah simbah menghadapi kasus <strong><em>kuntilanak yang nimbrung taklim</em></strong>. Atawa kasus kesurupan yang berulang simbah <em>tandangi</em>. Nah kali ini kasusnya berkaitan dengan seorang anak kecil berumur 3 tahunan yang menurut pengakuan warga disunat oleh jin.</p>
<p><em><strong>Ceritanya begini:</strong></em><br />
Pagi itu simbah diserbu oleh serombongan orang yang berduyun nggrudug ke klinik. Di wajah salah seorang ibu tergambar mimik wajah khawatir sambil menggendong anak laki-lakinya yang masih berumur 3 tahunan. Setelah masup ke ruang praktek sang ibu bercerita:</p>
<blockquote><p><em>“Mbah ini anak laki-laki saya, kata tetangga disunat jin,”</em> kata sang ibu sambil <em>mlotrokne</em> celana anaknya. <em>“Coba mbah, tolong dilihat  apa betul ini hasil kerja jin?”</em></p></blockquote>
<p>Hwarakadah, begitu simbah melihat <em>manuknya si thole</em>, simbah terkagum-kagum dengan kondisinya. Manuk itu benar-benar sudah tampak seperti disunat dengan rapi. Bahkan alat sunat paling mutakhirpun belum tentu menghasilkan adikarya mantabh seperti itu. Kulup sang manuk sudah sangat rapi terbuka sebagaimana layaknya seorang anak yang sudah disunat oleh seorang <em>Maestro Supit</em>. Wah, jin alam mana yang bisa nyunat serapi itu?<span id="more-464"></span></p>
<p>Sejenak simbah bingung mau <em>nggedabrus</em> apa. Lha kasus ini belum pernah simbah temui dulu saat koas. Memang pas kuliah dulu simbah jarang masup, kalopun masup hampir selalu <em>terngowoh-ngowoh</em> karena ngantuk. Tapi memang kasus satu ini masup dalam jajaran disiplin ilmu apa juga masih menjadi misteri buat simbah saat itu.</p>
<p><strong>Agar suasana tidak tambah panik</strong>, simbah pasang tampang sok tahu agar para pengantar pasien dan ibunya menjadi tenang. Maka keluarlah <em>gedabrusan</em> ala simbah yang ternyata cukup ampuh meredam keributan:</p>
<blockquote><p><em>“Begini bu, ini mah bukan disunat jin,” </em>kata simbah seakan biasa menghadapi kasus kayak begituan.<em> “Itu kulupnya si thole sebenarnya kena iritasi bahan kimia hingga tampang nglunthung begitu. Coba sampeyan perhatikan, bagian ujung kulupnya keras kan? Ini ciri khas kena racun kimia. Nah yang perlu dicari adalah racun kimia darimana ini?”</em></p></blockquote>
<p><em>“Mosok sih mbah?”</em> nada bicara sang ibu gak begitu yakin dengan uraian simbah. <em>“Bahan kimia darimana mbah?”</em></p>
<blockquote><p><em>“Kemungkinan besar dari serangga, ceremende, kecoa atau dari bahan kain yang dipakai anaknya. Akibatnya kulup si anak mengkeret rata, sehingga tampak nglunthung kayak sudah disunat.”</em> Terus terang simbah heran, kok bisa-bisanya menyusun kata-kata <em>pating tirik</em> yang sebenarnya sekedar menenangkan rombongan orang panic itu.</p></blockquote>
<p><em>“Trus ini obatnya apa mbah? Apa masih bisa kembali ke posisi semula lagi?”</em></p>
<p>Gedubrak… inilah pertanyaan yang simbah khawatirkan akan muncul, karena akan membutuhkan uraian panjang lebar. Coba kalo dijawab, <em>“Ooo ini bener disunat jin bu. Jin nya yang mbaurekso pohon ciplukan depan komplek itu bu. Sudahlah sekarang tinggal bikin bancakan saja…”</em> kalimat ini lebih selamat, soalnya simbah pasti nggak dikejar pertanyaan baru. Dan tentu saja sorenya sekotak sego genduren (nasi kenduren) pasti terkirim dengan sentausa. Akhirnya pertanyaan si ibu simbah jawab:</p>
<p><em>“Ini simbah kasih salep tolong dioles ke seluruh permukaan kulup dan manuk si thole. Kalau belum kasep insya Allah masih bisa mbalik kulupnya. Tapi kalo nggak balik ya sudah, wong sudah rapi begitu mau diapain lagi,” </em>kata simbah diplomatis agak beraroma ngeles sambil menyerahkan salep berisi kortikosteroid dosis menengah yang merupakan kesimpulan spekulatif simbah terhadap kasus medis yang masih hung liwang-liwung ini.</p>
<p>Tak dinyana, tak lebih dari sepeminum teh dan sepemakan sego aking, si ibu sudah bisa tersenyum saat melihat anaknya bangun tidur sore dan kulupnya sudah kembali nutup dengan sempurna. Simbah yang mendengar kisah si ibu juga gembira campur kaget, ha wong tadinya simbah juga gak yakin kalo resep simbah tersebut benar-benar bisa bekerja. Di status si anak itu simbah juga belum menulis diagnosanya apa. Namun memang simbah putuskan itu adalah kasus akibat reaksi kimia, makanya simbah kasih krim kortikosteroid.</p>
<p>Yang lebih menggembirakan simbah adalah simbah bisa membungkam mulut para penggemar klenik dan tahayul yang saat itu ngoceh kalo itu adalah hasil hasta karya jin. Memang sudah menjadi kebiasaan orang negeri ini, jika ada peristiwa yang tak masup akal lantas dihubung-hubungkan dengan alam jin. Simbah bukan tak percaya jin. Tapi mengaitkan sesuatu yang tak dipahami lalu divonis itu adalah<em> hasil kerja jin, gendruwo, wewe gombel, kuntilanak ataupun makhluk alien dari alas setan kobar adalah terlalu tergesa-gesa</em>.</p>
<p>Jika kasus simbah tersebut terjadi di pedalaman, simbah yakin gak bakalan dibawa ke dokter, melainkan ke dukun klenik. Lalu sang dukun memutuskan dengan kaca mata kleniknya bahwa sang anak benar-benar disunat jin. Tentu saja setelah akting secukupnya, sembar-sembur sekedarnya dan diakhiri kalimat penutup kalo sang dukun tak kuasa melawan tuah sang jin. Dan ujung-ujungnya: sego genduren, selembar amplop, ketenaran dan tentu saja… <strong>bodoh persisten</strong>.</p>
<p><em>Sumber Gambar dari sini <a href="http://www.flickr.com/photos/azmil77/2348099827/" rel="nofollow">http://www.flickr.com/photos/azmil77/2348099827/</a></em></p>
<h4 class='lite'>The Best Query for the Content</h4><div class='dicari'><a href="http://www.pitutur.net/disunat-jin.jsp" title="sejarah masjid jin">sejarah masjid jin</a>, <a href="http://www.pitutur.net/disunat-jin.jsp" title="sunat jin">sunat jin</a>, <a href="http://www.pitutur.net/disunat-jin.jsp" title="anak kecil di sunat jin">anak kecil di sunat jin</a>, <a href="http://www.pitutur.net/disunat-jin.jsp" title="ibu ibu paling ganjil">ibu ibu paling ganjil</a>, <a href="http://www.pitutur.net/disunat-jin.jsp" title="masjid">masjid</a>, <a href="http://www.pitutur.net/disunat-jin.jsp" title="masjid kecil">masjid kecil</a>, <a href="http://www.pitutur.net/disunat-jin.jsp" title="masjid putrajaya">masjid putrajaya</a>, <a href="http://www.pitutur.net/disunat-jin.jsp" title="putrajaya malaysia">putrajaya malaysia</a>, <a href="http://www.pitutur.net/disunat-jin.jsp" title="rasanya tidak disunat">rasanya tidak disunat</a></div><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin --><img src="http://www.pitutur.net/?ak_action=api_record_view&id=464&type=feed" alt="" />

<p>No related posts.</p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Pitutur/~4/MWti0GrG1xA" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pitutur.net/disunat-jin.jsp/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.pitutur.net/disunat-jin.jsp</feedburner:origLink></item>
	</channel>
</rss>

