<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-794116975846986833</id><updated>2024-09-12T07:10:19.470+07:00</updated><category term="blog plendhus"/><category term="wawawuwiwowa"/><category term="Belukar"/><category term="Romantisme"/><category term="Semak"/><category term="catatan"/><category term="The Rooms"/><category term="DJ"/><category term="Hosting Murah"/><category term="Kemerdekaan"/><category term="djmurah.com"/><category term="lomba"/><title type='text'>plendhus-isme</title><subtitle type='html'>Romantisme Semak Belukar - Plendhus-isme</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://plendhus.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794116975846986833/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://plendhus.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>plendhus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00833127344320258552</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQEC3fFE3xK15xqAumcUfTVgOPIqBZuKSyfYZkla_-krPdB6WV29B2B-n3D-2yBpU3BowU5Ti28lC9qnNvA5cZf_cVdlPpHUhqqv2jCg6YxYTvZHPbUovHpJdEA6lPTD0/s220/4949_89011287877_557192877_1806877_4013377_n.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>15</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794116975846986833.post-6557280490121113152</id><published>2010-03-01T09:50:00.002+07:00</published><updated>2010-03-11T23:00:52.305+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Belukar"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="catatan"/><title type='text'>Menangkap Jemari Tuhan</title><content type='html'>Menangkap jari jemari Tuhan.. Ini adalah khayalanku sebagai seekor manusia. Terlalu berharap, namun tak henti-hentinya diperbudak mimpi. Entah dimana letak langit. Entah juga dimana letak singgasana-Mu. Yang ku tahu aku inging menangkap jari jemari Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Tersungkur dan terkubur hidup-hidup di kerontangnya jaman. Menempaku untuk menjadi pecundang kelas bulu. Susah untuk bisa bangkit, ketika kepala kita dihempaskan ke bumi dan diinjak setengah tenaga raksasa kerasnya kehidupan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terseyok dan cacat perasaan. Tak ku sangkal, pikiran untuk menghempaskan diri ke jalan lebih ditumbuhi duri terlintas dari kepala bocorku. Namun terjengan badai bukanlah pembelajaran baik. Dan bersimpuh adalah upaya mendamaikan diri dengan keadaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sekarang aku ingin menangkap jari jemari Tuhan.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://plendhus.blogspot.com/feeds/6557280490121113152/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://plendhus.blogspot.com/2010/03/menangkap-jemari-tuhan.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794116975846986833/posts/default/6557280490121113152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794116975846986833/posts/default/6557280490121113152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://plendhus.blogspot.com/2010/03/menangkap-jemari-tuhan.html' title='Menangkap Jemari Tuhan'/><author><name>plendhus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00833127344320258552</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQEC3fFE3xK15xqAumcUfTVgOPIqBZuKSyfYZkla_-krPdB6WV29B2B-n3D-2yBpU3BowU5Ti28lC9qnNvA5cZf_cVdlPpHUhqqv2jCg6YxYTvZHPbUovHpJdEA6lPTD0/s220/4949_89011287877_557192877_1806877_4013377_n.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794116975846986833.post-4563455514735897327</id><published>2009-10-23T00:01:00.001+07:00</published><updated>2010-03-01T02:07:56.782+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Romantisme"/><title type='text'>North</title><content type='html'>Sedari sabtu minggu lalu, Dia sukses menaruh kepalanya. Ada keresahan-kerasahan yang datang lewat jendela, masuk ke ruang-ruang galau kemudian bunuh diri disana, sehingga bangkainya sulit di endus anjing kurap. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebotol air putih, mengguyur kerongkongannya yang mengering. Peluh mengucur seenak perutnya. Berlarian, berebut sela-sela kain pembatas pinggang dan kemaluannya. Merembes dan mengering. Duduk. Berkompromi dengan pikirannya yang berpautan, membentuk simpul mati. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Belum  juga datang apa itu solusi, mungkin di jadwalkan setahun kemudian atau dalam batas-batas waktu yang tak menentu. Tetap saja membaringkan calon-calon bangkai itu, tidak juga melepas nyawanya untuk sekedar mencicipi janji-janji para kyai, akan adanya taman tanpa dosa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang terjadi matanya terpejam setelah jauh menitih perkiraan-perkiraan dan menghitung waktu mundur, akan apa yang ingin dia lakukan, sekarang.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://plendhus.blogspot.com/feeds/4563455514735897327/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://plendhus.blogspot.com/2009/10/north.html#comment-form' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794116975846986833/posts/default/4563455514735897327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794116975846986833/posts/default/4563455514735897327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://plendhus.blogspot.com/2009/10/north.html' title='North'/><author><name>plendhus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00833127344320258552</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQEC3fFE3xK15xqAumcUfTVgOPIqBZuKSyfYZkla_-krPdB6WV29B2B-n3D-2yBpU3BowU5Ti28lC9qnNvA5cZf_cVdlPpHUhqqv2jCg6YxYTvZHPbUovHpJdEA6lPTD0/s220/4949_89011287877_557192877_1806877_4013377_n.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794116975846986833.post-766991542939377640</id><published>2009-10-05T07:30:00.001+07:00</published><updated>2010-03-01T02:08:52.126+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Belukar"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="blog plendhus"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="catatan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Romantisme"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Semak"/><title type='text'>Dulkemon dan Dia</title><content type='html'>Dan bubar. Begitu saja, tidak ada cekcok tidak ada debat terbuka tidak ada embel-embel konsensus. Katabelece tidak berlaku, surat menyurat di tiadakan. Keputusan sudah jatuh di kata final. Bubar tanpa adanya sirene peringatan. Tidak ada waktu untuk mempersiapkan ke-alphaan tidak ada detik untuk menata kesalahan. Benar adanya Dulkemon dan Mie Goreng kisah mereka harus mendarat darurat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diselisih tahun yag lalu, ketika Dulkemon menyatakan dirinya adalah benda paling kesepian, disaat itulah datang tanpa diduga Mie Goreng. Dengan baunya yang menawan. Keempukkan mienya yang direbus dengan cinta dan panas yang pas. Juga racikan penyajian yang begitu menawan hati. Membuat Doraemon kelimpungan. Tidak ada pilihan lain, Dulkemon memutuskan untuk mengenal lebih jauh Mie Goreng itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Hai..., Sembari mengemas wajahnya yang tersipu malu-malu badak air asin, Dulkemon melempar kertas ajaibnya ke angkasa. Tidak begitu lama, kertas itu tiba dan...satu tulisan ditorehkan dalam kertas ajaib milik Dulkemon, Hai juga... balasan renyah dari Mie Goreng. Apa kabar... Dulkemon dengan semangat melayangkan pertanyaan keduanya. Aku baik... kamu? dibalas dengan halus. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan seterusnya sampai pada satu tulisan Dulkemon... Senangnya bisa gila-gilaan dengan kamu...  Aku juga...balas Mie Goreng kepada Dulkemon, hangat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya dengan kekuatan balon, Dulkemon pun memberanikan diri mengangkat gagang telpon dan...Dan di telpon pertama, Dulkemon benar-benar pingsan dari ujung jempol merambat ke bulu hidungnya. Walhasil, hari berlalu dengan keresahan yang indah tiada tara. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidur tak nyaman, makan tak enak, ikan asin tak selera, susu murni bikin muntah, bahkan nungging dibawah tiang listrikpun serasa tak asik. Kolong meja se-akan begitu cerah, tidak gelap, penuh dengan lampion berbentuk alien dari Depok. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap kali detik berhenti selalu yang terbayang adalah Mie Goreng. Ketika pup selalu yang terngiang merdu suara mie goreng. Dan ketika ekor dijilati si pleki selalu kenyal dan lenturnya gelak tawa Mie Goreng yang muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dulkemon menikmati itu semua. Pelangi dan awan yang bergerombol sepaket dengan burung blekok, seperti menari menyanyikan lagu-lagu kerinduan Obie Mesah. Senyum lebar dan mata yang berbinar terlukis syahdu di wajah Dulkemon. Tak ada yang mampu membasmi keceriaan Dulkemon, bahkan iblis yang terjungkal jatuh dari neraka pun tak di gubris oleh Dulkemon. Yang ada hanyalah Mie Goreng dan Mie Goreng. Namun...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada suatu hari...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Debu jalanan terbang tersapu geliat angin laut. Membawa plastik terbang tinggi dan jatuh di kening pak polisi.  Gelisah dan tawa resah Pohon matoa oleh cicak pohon yang bersenggama bebas.  Burung blekok pulang dari dinasnya, dengan sebotol anggur cap separuh baya. Ngomel gak karuan tentang kejamnya lautan yang tak lagi menyisakan ikan melainkan kondom kelas 3oooan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sore itu belum terperosok ke waktu malam. Semua mahkluk dan benda saling mengais cerita-cerita harapan dan esensi balas dendam. Untuk mereka bawa serta dalam lamunan tengah malam. Dan tak jauh dari hiruk pikuk bumi yang menawan. Dibawah remang lampu jalan. Dulkemon terduduk lesu. Telpon genggam masih erat dalam dekapan jemarinya yang kuat. Lirih terdengar suara dari telpon genggam, memanggil nama Dulkemon. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Raut muka kusam. Mata terpaku tajam di seonggok sampah. Tubuh tak bergeming. Bibir tergigit dan gemeretak gigi menggetarkan pipinya yang gembul. TTIIIIDDDDDAAAAKKKKK!!! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mie Goreng pergi ke mulut tiram laut. Meninggalkan Dulkemon dengan keputusasaan yang tak berujung penyelesaian. Kejelasan akan nasib dan ceritanya yang disimpan untuk bisa menikmati bercengkrama dengan Mie Goreng lebih lama, harus lenyap seiring penjelasan Dulkemon yang terpendam tak terungkap. Terlalu cepat kenikmatan itu hilang. kepulan asap senyum Mie Goreng. Kekenyalan renyah canda Mie Goreng. Dan Aduhainya lendir bumbu curhat Mie Goreng. Pergi moksa begitu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin yang tertinggal hanyalah kenangan. Tak ada lagi lantunan lagu romantik era 80an, yang merdu mengiringi gelak tawa. Tak ada lagi bising sopran seekor tokek yang mendadak cemburu. Dan tak ada lagi mata-mata juling dan mulut penuh gosip jangkrik-jangkrik semak belukar. Itu semua tinggal kenangan yang akan ditulis serta merta dalam catatan harian belanja sakit hati. Huff! Dulkemon menghela nafas panjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mie Goreng berlalu dimulut tiram laut. Kesepian kembali merajam hari-hari Dulkemon. Ikan asin tak lagi segurih mutasi singkong. Tikus darat tak lagi dekil sedekil tai kuda delman ujung jalan. Dan kumis tak lagi rapi, serapi rambut Marlon Brando. Semua seakan kembali ke waktu-waktu usang. Sepi, sendiri tanpa kelakar dan hahahihi yang biasa Dulkemon dan Mie Goreng sruupputtt setiap malam diseperempat bulan celingukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
WC kumuh... Kotak kecil bertuliskan aturan pipis seribuan. Terdengar desah gemeruh didalam wc itu. Dulkemon sedang bercinta dengan deterjen.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://plendhus.blogspot.com/feeds/766991542939377640/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://plendhus.blogspot.com/2009/10/dulkemon-dan-dia.html#comment-form' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794116975846986833/posts/default/766991542939377640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794116975846986833/posts/default/766991542939377640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://plendhus.blogspot.com/2009/10/dulkemon-dan-dia.html' title='Dulkemon dan Dia'/><author><name>plendhus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00833127344320258552</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQEC3fFE3xK15xqAumcUfTVgOPIqBZuKSyfYZkla_-krPdB6WV29B2B-n3D-2yBpU3BowU5Ti28lC9qnNvA5cZf_cVdlPpHUhqqv2jCg6YxYTvZHPbUovHpJdEA6lPTD0/s220/4949_89011287877_557192877_1806877_4013377_n.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794116975846986833.post-20386062303332303</id><published>2009-10-01T07:54:00.002+07:00</published><updated>2009-10-01T07:59:55.335+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="The Rooms"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="wawawuwiwowa"/><title type='text'>Gempa Di Padang, Bukan Lagi Pembelajaran Tanggap Darurat Bencana!</title><content type='html'>&lt;b&gt;Gempa&lt;/b&gt; berkekuatan &lt;b&gt;7,6 SR&lt;/b&gt; terjadi di &lt;b&gt;Padang&lt;/b&gt; Sumatera Barat. Sampai saat ini belum diketahui data pasti kerusakkan maupun jumlah korban. Yang diakibatkan oleh &lt;b&gt;Gempa&lt;/b&gt; tersebut. Menurut berita yang dilansir oleh beberapa media warta online. Diperkirakan 75 orang menjadi korban dari &lt;b&gt;Gempa&lt;/b&gt; di &lt;b&gt;Padang&lt;/b&gt; tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikabarkan sempat terputusnya aliran listrik serta jaringan komunikasi. Ada warta online yang memberitakan bahwa &lt;b&gt;gempa di &lt;/b&gt;Padang diperkirakan lebih parah dari kejadian &lt;b&gt;gempa&lt;/b&gt; yang menimpa Yogyakarta. Semoga itu tidak benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan tentunya dari sekian banyaknya pembelajaran penanganan tanggap darurat bencana. Diharapkan masyarakat maupun pemerintah lokal. Mau bahu membahu berkoordinasi cepat. Dan meninggalkan persoalan yang mampu menghambat kelancaran laju distribusi bantuan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(DOH!) Namun kok ya ada ya portal warta online yang mengabarkan berita yang bikin gemes. Alias gak penting banget. Coba apa pentingnya berita yang menyebutkan salah satu provider layanan komunikasi nir kabel yang dikaitkan dengan kata-kata guncang dan &lt;b&gt;gempa&lt;/b&gt;. Apakah informasi seperti itu yang kita butuhkan???&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan portal tersebut portal yang sampai saat ini menjadi rujukan untuk mengunduh berita maupun informasi penting karena dipercaya mampu menyuguhkan berita tercepat. Namun apa yang terjadi gempa menjadi lahan dan media promisi salah satu provider layanan komunikasi nir kabel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kayaknya kok terkesan gempa ya gempa, cari duit jalan terus! tapi pliss dueehhh jangan terkesan maksa banget gitu lhooooo!!! Nyebahi!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang paling utama sekarang adalah doa dan bantuan kita kepada sodara-sodara kita yang tertimpa bencana. Jika mampu dan berkeinginan terjun langsung. Mulailah bergerak tanpa harus menunggu dan menunggu.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://plendhus.blogspot.com/feeds/20386062303332303/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://plendhus.blogspot.com/2009/10/gempa-di-padang-bukan-lagi-pembelajaran.html#comment-form' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794116975846986833/posts/default/20386062303332303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794116975846986833/posts/default/20386062303332303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://plendhus.blogspot.com/2009/10/gempa-di-padang-bukan-lagi-pembelajaran.html' title='Gempa Di Padang, Bukan Lagi Pembelajaran Tanggap Darurat Bencana!'/><author><name>plendhus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00833127344320258552</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQEC3fFE3xK15xqAumcUfTVgOPIqBZuKSyfYZkla_-krPdB6WV29B2B-n3D-2yBpU3BowU5Ti28lC9qnNvA5cZf_cVdlPpHUhqqv2jCg6YxYTvZHPbUovHpJdEA6lPTD0/s220/4949_89011287877_557192877_1806877_4013377_n.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794116975846986833.post-4105619658890489213</id><published>2009-09-26T02:37:00.007+07:00</published><updated>2009-09-29T04:01:14.646+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Belukar"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="catatan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Romantisme"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Semak"/><title type='text'>Lima Menit</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kamu bilang tunggu aku di Stasiun Tugu pukul dua siang. Katamu juga aku harus tepat waktu, karena kereta transit. Aku datang, pukul dua lebih. Iya, aku panik saat itu. Apa kah lepas pertemuan kita? &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Senang bukan kepalang, keretamu mogok sebelum Balapan. Setidaknya masih ada waktu untukku menata kembali senyumku yang berantakkan. Keringat keburu mengucur deras. Aku lupa bawa sapu tangan. Ku seka keringat dengan lengan baju. Walaupun memang aku sudah pecah belah menjadi bagian-bagian yang sulit di kremasi. Aku tidak ingin kamu melihatku kucel seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Cinta adalah media promosi hati, menawarkan kehebatan-kehebatan yang tersimpan jauh di dalamnya. Ketika hati bersama cinta melangit ke pura-pura asmara. Muncul pesimis dan optimis ditawarkan sebagai media penjawab hancur atau kokohnya pura-pura asmara.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/blockquote&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tapi katamu ada harapan. Aku nurut saja. Aku tidak ada pilihan. &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Adalah aku ikan sepat yang jatuh dari toples, ke lantai marmer Itali, bernafas dengan sisa beceknya.Adalah kamu air muncrat dari toples ke lantai marmer, yang memilih merembes ke pori-porinya .&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/blockquote&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Buat apa memilih selagi diberi harapan, pikirku. Saat itu. Apa boleh buat, untuk sebuah penyederhanaan harapan_ entahlah kalo jodoh takkan kemana_itu, legawa ku tunggu keretamu lepas Balapan. &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Satu jam lagi, perkiraanku, kereta mu bakalan muncul dari timur. Tapi, sekali lagi kamu kabari kereta mogok di Klaten. &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pukul dua semakin habis dimakan perjalanan waktu, mendekati reinkarnasi pukul tiga, sore menjelang petang. Tetap aku tunggu kamu. Keretamu datang. Aku mendekati jalur 3. Jalur yang akan membawamu lenyap ke barat. Ada degup gugup ada juga degup takut dan mampir tanpa permisi degup rindu. Mana yang aku pilih untuk menghadapi senyummu. &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Gerbong 2, berhenti jauh ke Barat, aku susul dengan langkah kecil. Ku hitung tidak lebih satu menit. Masih empat menit lebih untuk menikmati degupan-degupan itu. Wajahmu pun muncul dari balik tepian pintu gerbong. Maaf aku biarkan kamu celingukan. Sembari melihat jam tanganmu. &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Matamu panik berkejaran dengan waktu. Waktu berjalan juga, apakah kita berpikir sama. Rindu yang tak habis dalam tiga menit. Dan sekali lagi resah juga bisa kamu miliki. Aku suka. Andaikan kamu saat itu ada dibalik waktu sebuah film roman kondang, mungkin akan aku perlambat durasinya. Biar bisa berlama-lama aku menikahi pertemuan ini. Dan menggumam. Kamu cantik. Aku rindu. Kenapa tawamu sangat ku miliki. Tercenung menatapmu. &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kamu melangkah menghampiri. Gempal tubuhmu meyakinkanku perempuan ini yang aku pilih. Putih kulitmu menerjang lamunanku akan sebuah tarian bercinta beralas rumput liar. Matamu berkaca-kaca, aku sadar intan ini begitu sempurna. Hanya yang layaklah yang bisa menciuminya. Dan aku? Aku cukup layak untuk bergumul dengan imaji yang kamu terbangkan dengan pesawat-pesawat kertas yang kamu lipat mesra. &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jemarimu.. halus , terawat, menawan, dan berapa pujian yang harus aku lepas untuk sekedar memotongnya dan ku bawa pulang? Jemari itu melambai benarkah memilihku? Kamu jabat tanganku. Kamu tanyakan kabarku. Kamu tanyakan hidupku, aktivitasku, dan segala pertanyaan lazimnya kawan bersua kawan lama. &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tidak aku tidak butuh itu. Ku biarkan mulutku menjawab. Ku tunggu saat kamu diam. Dan mempersilahkan hatiku yang bertanya. Ingin ku ingatkan basa-basi ini membuang-buang waktu.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kenapa tidak kamu kecup saja pipiku? Kenapa tidak kamu beberkan kerinduanmu, aku dan nasib hati ini? Kenapa ucapan salam dari dia yang mengakhir basa-basimu?&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Entah datang dari mana lokomotif keparat itu. Menerjangku sampai aku terpental ke bagian-bagian yang tidak nyaman. Remuk redam.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;“maaf aku mengenalmu melalui senyum yang kamu tawarkan, dan cinta adalah jabatan tangan yang ku tawarkan, jadi bagaimana aku bisa menganggapmu teman, jika masih ada senyum-senyum itu, jangan memberiku dongeng jika memang kamu memilih tidur”.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/blockquote&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Waktu habis. Ku jabat tanganmu lagi. Ku janjikan suatu saat ada waktu lima menit lagi untuk saling menghancurkan.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jogja, Februari pertengahan waktu tertipu 2005&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://plendhus.blogspot.com/feeds/4105619658890489213/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://plendhus.blogspot.com/2009/09/lima-menit.html#comment-form' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794116975846986833/posts/default/4105619658890489213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794116975846986833/posts/default/4105619658890489213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://plendhus.blogspot.com/2009/09/lima-menit.html' title='Lima Menit'/><author><name>plendhus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00833127344320258552</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQEC3fFE3xK15xqAumcUfTVgOPIqBZuKSyfYZkla_-krPdB6WV29B2B-n3D-2yBpU3BowU5Ti28lC9qnNvA5cZf_cVdlPpHUhqqv2jCg6YxYTvZHPbUovHpJdEA6lPTD0/s220/4949_89011287877_557192877_1806877_4013377_n.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794116975846986833.post-6187802336963857187</id><published>2009-09-25T02:02:00.000+07:00</published><updated>2009-09-25T02:02:56.096+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Belukar"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="blog plendhus"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="catatan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Romantisme"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Semak"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="wawawuwiwowa"/><title type='text'>Cermin</title><content type='html'>Bulan bunuh diri dibalik teralis awan. Malam tak urung terlelap. Kian mempesona bersenggama dengan desir angin barat. Mahkluk penghuni malam tergopoh-gopoh berlari, ketika derap kaki membuyarkan kasak-kusuk mereka tentang gelap dan kedahsyatan-kedahsyatannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rintik hujan tak menghalangi derap langkah, tergesa-gesa menembus semak belukar dan pekatnya malam. Menyibak kebun dan pematang sawah. Menapaki jalan setapak. Dan jembatan kecil penghubung dua kebun ketela. Berpayung daun pisang dan langkah dibimbing oleh cahaya senter kecil.&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Derap langkah itu kian dipercepat. Tak kala petir melahap sekejap malam. Menyilaukan awan. Dan suaranya memekik membelah kesunyian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Buruan gan...&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rumah loji tua. Dibeberapa sudut, temboknya seakan rapuh termakan waktu. Jendela-jendela besar bukti kemegahan dimasalalu, hanya tinggal mitos. Bercerita sendiri seiring perjalan malam yang silih berganti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari kejauhan derap kaki itu kian mendekat. Sesekali berdecak kretak suara ranting kering terinjak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Sssstttt!  Pelan-pelan bodoh!&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tikus wirok berlari membelah ruang tengah. Ubin abu-abu tak nampak lagi kilaunya setelah ditinggal mati oleh pemiliknya 58 tahun yang lalu. Cermin tua nampak melamun memantulkan bayangan jendela besar. Bebauan malam teselip diantara lubang-lubangnya. Laba-laba bergeleyut disinggasananya. Menggulung rapi nyamuk yang terjerat jaring-jaring.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kamu simpan dimana dia?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Dikamar belakang gan..&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Guoblok! Kenapa harus kamar belakang!!&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Cari aman gan..&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Bweh!&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian kedua orang itu melangkah meninggalkan ruang tengah. Menuju kamar belakang. Senter membantu mereka menemukan lorong penghubung ruang tengah dengan halaman belakang. Lorong itu gelap, dari tempat kedua orang itu berdiri, terlihat dikejauhan temmaram malam menerangi halaman belakang. Dapur kemudian kamar belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aduh! Kenapa berhenti?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Gan kok perasaan saya tidak enak ya gan ya..&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Kenapa?! Tumben kamu berperasaan, sekalinya berperasaan malah gak enak!&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Beneran gan saya tidak bohong!&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Iya tapi gak usah pake pegang-pegang lenganku! Ihhh lepasin gak tanganmu! Buset! Lepasin gak!!!&quot;&lt;br /&gt;
&quot;...&quot;&lt;br /&gt;
&quot;LEPASIN!!!&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Samar-samar wajah pintu-pintu kamar terkuak oleh cahaya senter. Pintu-pintu itu masih berada ditempatnya. Menutup rapat rahasia-rahasia yang tersimpan di masing-masing kamar. KUsen dan pintu terbuat dari kayu jati. Kokoh, tinggi meranggai langit-langit. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langit-langit ruangan tak rapat lagi. Lobang disana sini. Gelap tak menyisakan cahaya untuk menembus kepekatannya. Kini semua terpaku diam tak berbisik. Sesekali decat decit engsel tua jendela kamar menderit oleh semilir angin dari halaman belakang. Berbaur lirih dengan suara &lt;br /&gt;
Srekkk.. srekkk....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba Jangkrik terdiam. Raungannya seakan ditelan pengabnya udara ruangan itu. Dengung sayap-sayap nyamukpun seakan melambat. Pelan kemudian hilang dibalik kusen jendela tua. Cericit tikus yang bergedubrak diatas atap, tak dengar lagi. Semua diam. Hanya desir angin dari halaman belakang. Derit jendela kamar tua. Derik gesekan daun dikebon sebelah. Dan suara lirih itu... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
srekkk... srekkkk...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Gan.. beneran perasaan saya gak enak...&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Kemariin senternya!&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Gan.. serius gan... ini.. ini...&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Ini itu ini itu! Mana senternya! Aduh!&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Aduh! Gan biar saya saja yang pegang...&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Udah aku aja! Udah deh gak usah kamu umpetin! Sini! Siiniii..&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Gak gan biar saya yang peg...&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Sini! Nah hehehehehehe!&quot;&lt;br /&gt;
&quot;...&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Heh? kenapa kamu?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Ini.. gak bener gan...&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Apanya? Duh! Ni senter kenapa lagi! Tadi gak kamu beliin batere baru ya?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;GANN!!&quot;&lt;br /&gt;
&quot;APA!! Duh! kok meredup gini sih!&quot; PLOK! PLOK!&lt;br /&gt;
&quot;Gan...&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Nahhhh... Nyala deh... apa? Kamu tadi mau ngom...mong...&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah cermin besar tersemat didinding ujung lorong yang menghubungkan ruang tengah dan halaman belakang. Cermin yang terbingkai ukiran jati tua. Nampak berdebu. Kusam dan sudah termakan umur. Namun tidak menghalangi bayangan yang terpantul di cermin itu. Tiga orang berdiri menghadap tepat didepan cermin tua itu.&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://plendhus.blogspot.com/feeds/6187802336963857187/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://plendhus.blogspot.com/2009/09/cermin.html#comment-form' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794116975846986833/posts/default/6187802336963857187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794116975846986833/posts/default/6187802336963857187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://plendhus.blogspot.com/2009/09/cermin.html' title='Cermin'/><author><name>plendhus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00833127344320258552</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQEC3fFE3xK15xqAumcUfTVgOPIqBZuKSyfYZkla_-krPdB6WV29B2B-n3D-2yBpU3BowU5Ti28lC9qnNvA5cZf_cVdlPpHUhqqv2jCg6YxYTvZHPbUovHpJdEA6lPTD0/s220/4949_89011287877_557192877_1806877_4013377_n.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794116975846986833.post-3210924207760882284</id><published>2009-09-19T17:46:00.000+07:00</published><updated>2009-09-19T17:46:35.260+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Belukar"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Romantisme"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Semak"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="The Rooms"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="wawawuwiwowa"/><title type='text'>Lebaran Tetap Akan Datang</title><content type='html'>Lebaran, lembaran waktu yang mendadak dapet jackpot semuanya di posisikan ke nol. Aku yakin semua bahagia menyambut kedatangan hari kemenangan itu. Sebulan penuh harus berkubang pada kenikmatan-kenikmatan yang dipaksa ditunda. Sekarang kenikmatan itu dilepas lagi diumbar kesana-sini, menghampiri tuan-tuannya. &lt;a href=&quot;http://wawawuwiwowa.blogspot.com/2009/09/lebaran-tetap-saja-masih-lama.html/&quot;&gt; Lebaran Tetap Saja Masih Lama &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan apapun yang akan diperoleh di hari kemenangan ini. Nikmatilah dengan suka cita. Tinggalkan persoalan-persoalan dan nikmati lebaran senikmat mungkin.&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4y6z1CENcezYkerBbUWOjAOducB4HcYSz7fstRGSps52TzyTDAAUq6RtC1Ml8tx0ht9j5yXH8M-3kY_M4NfSz2ksnxoD1WCrnPlWIQN3drAswOtvQtyATRxUa1UwtjyIpwAQXzRBDjOxO/s1600-h/lebaran.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4y6z1CENcezYkerBbUWOjAOducB4HcYSz7fstRGSps52TzyTDAAUq6RtC1Ml8tx0ht9j5yXH8M-3kY_M4NfSz2ksnxoD1WCrnPlWIQN3drAswOtvQtyATRxUa1UwtjyIpwAQXzRBDjOxO/s400/lebaran.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://plendhus.blogspot.com/feeds/3210924207760882284/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://plendhus.blogspot.com/2009/09/lebaran-tetap-akan-datang.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794116975846986833/posts/default/3210924207760882284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794116975846986833/posts/default/3210924207760882284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://plendhus.blogspot.com/2009/09/lebaran-tetap-akan-datang.html' title='Lebaran Tetap Akan Datang'/><author><name>plendhus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00833127344320258552</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQEC3fFE3xK15xqAumcUfTVgOPIqBZuKSyfYZkla_-krPdB6WV29B2B-n3D-2yBpU3BowU5Ti28lC9qnNvA5cZf_cVdlPpHUhqqv2jCg6YxYTvZHPbUovHpJdEA6lPTD0/s220/4949_89011287877_557192877_1806877_4013377_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4y6z1CENcezYkerBbUWOjAOducB4HcYSz7fstRGSps52TzyTDAAUq6RtC1Ml8tx0ht9j5yXH8M-3kY_M4NfSz2ksnxoD1WCrnPlWIQN3drAswOtvQtyATRxUa1UwtjyIpwAQXzRBDjOxO/s72-c/lebaran.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794116975846986833.post-7750988554234377097</id><published>2009-09-18T01:48:00.001+07:00</published><updated>2009-09-19T17:34:33.937+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="blog plendhus"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="The Rooms"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="wawawuwiwowa"/><title type='text'>Kemana Mau Apa?</title><content type='html'>Setelah ibu kota sempat menghebohkan bumi republikkan dengan adanya kisruh antara KPK dan Kepolisian, yang merujuk pada kasus &lt;b&gt;BanK Century&lt;/b&gt;. Belum lagi, alam yang secara tiba-tiba membangunkan kita dengan adanya &lt;b&gt;Gempa Tasikmalaya&lt;/b&gt;, yang banyak menelan korban sodara-sodara kita. Masih pantaskah negeri ini ikhlas dipasung pada realitas, mau kemana negeri ini berdiri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang di penghujung workshop tahunan dari Pencipta Langit dan Bumi, tersiar kabar. &lt;b&gt;Noordin M. Top&lt;/b&gt; berhasil digajul nyawanya dari raga yang selama ini menyamarkan gerak-gerik kejahatannya. Entah apa ini kebetulan atau memang dibetulkan dengan adanya kejadian itu. &lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi apapun itu, dibulan dan akhir hari yang baik ini. Tidak ada salahnya kita mengembalikan wacana otak ke arah &lt;b&gt;think positif&lt;/b&gt;. Stop grusah grusuh dan hentikan adanya tindakan kekerasan logika dan penghilangan kenyataan. Dan kembali ke solidaritas antar sesama makhluk bernyawa dan berakhlak untuk lebh peduli dengan sesama. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bumi ini memang tercipta tanpa apa adanya. Butuh waktu lama untuk bisa mendulang kemenangan demi kemenangan yang disusun untuk kenyamanan generasi penerusnya. Namun tak henti-hentinya bumi ini diguncang prahara, yang seharusnya mendewasakan makhluk-makhluk pemanfaatnya untuk lebih berjiwa ke Indonesiaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi pilihan ada dalam diri kita dan generasi penerusnya. Lalu generasi peneruss apa yang dibutuhkan oleh negeri ini? Entah biarkan yang merasa dan punya peri pertanggunjawaban yang menjawab itu. &lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://plendhus.blogspot.com/feeds/7750988554234377097/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://plendhus.blogspot.com/2009/09/kemana-mau-apa.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794116975846986833/posts/default/7750988554234377097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794116975846986833/posts/default/7750988554234377097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://plendhus.blogspot.com/2009/09/kemana-mau-apa.html' title='Kemana Mau Apa?'/><author><name>plendhus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00833127344320258552</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQEC3fFE3xK15xqAumcUfTVgOPIqBZuKSyfYZkla_-krPdB6WV29B2B-n3D-2yBpU3BowU5Ti28lC9qnNvA5cZf_cVdlPpHUhqqv2jCg6YxYTvZHPbUovHpJdEA6lPTD0/s220/4949_89011287877_557192877_1806877_4013377_n.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794116975846986833.post-1897177914888322747</id><published>2009-09-17T02:23:00.002+07:00</published><updated>2009-09-17T19:35:25.431+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="blog plendhus"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="catatan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="wawawuwiwowa"/><title type='text'>Berternak Blog</title><content type='html'>ud25bkrtx9&lt;br /&gt;
Nge-blog... hmmm... banyak esensi dari nge-&lt;b&gt;blog&lt;/b&gt; yang dijumpai di bumi blogosphere. Ada yang menimang &lt;b&gt;blog&lt;/b&gt; sebagai &lt;a href=&#39;http://wawawuwiwowa.blogspot.com/&#39;&gt; media ekspresi &lt;/a&gt; dan apresiasi. Ada yang &lt;a href=&#39;http://plendhus.blogspot.com/&#39;&gt; berternak blog &lt;/a&gt; seperti lahan kosong yang bisa di olah untuk mendulang dollar. Namun ada pula memanfaatkan blog sebagai bukan apa-apa, alias biar dikatain pernah ngeblog. Dan tentu saja banyak tujuan atau esensi yang lain.&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Blog adalah ekspresi dan diusahakan mampu menciptakan oportunasi untuk bisa memberikan segepok nasi. Di blogku yang &lt;a href=&#39;http://wawawuwiwowa.blogspot.com/2009/09/lebaran-masih-lama.html/&#39;&gt; The Rooms &lt;/a&gt; adalah sebagai kanvas kosong dan tulisan adalah lukisan yang ku torehkan. Memang ada yang beranggapan bahwa &lt;a href=&#39;http://wawawuwiwowa.blogspot.com/2009/08/njengking.html/&#39;&gt; The Rooms &lt;/a&gt; terlalu mengedepankan &lt;b&gt;kebebasan&lt;/b&gt; bahkan terlalu bebas tanpa filter kata, namun bagiku itu bukan lah menjadi soal. Dengan catatan tidak terkait SARA. Atau ngatain orang tepat didepan hidungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi kebebasan adalah bagian dari diriku untuk mengekspresikannya ke dalam blogku. Kalopun ada yang tidak berkenan dengan tulisan-tulisan ku di &lt;a href=&#39;http://wawawuwiwowa.blogspot.com/2009/08/njengking.html/&#39;&gt; The Rooms &lt;/a&gt;, sekali lagi itu bukan tanggungjawabku wakakkakakak! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
So bebaskan diri, jadi bukan ngeblog dengan hati tapi ngeblog dengan ekspresi lalu cari ciri kemudian &lt;a href=&#39;http://wawawuwiwowa.blogspot.com/2009/08/njepat-seri-dua.html/&#39;&gt; lets make a money &lt;/a&gt;. Komersil! PREK lah! &lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://plendhus.blogspot.com/feeds/1897177914888322747/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://plendhus.blogspot.com/2009/09/berternak-blog.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794116975846986833/posts/default/1897177914888322747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794116975846986833/posts/default/1897177914888322747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://plendhus.blogspot.com/2009/09/berternak-blog.html' title='Berternak Blog'/><author><name>plendhus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00833127344320258552</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQEC3fFE3xK15xqAumcUfTVgOPIqBZuKSyfYZkla_-krPdB6WV29B2B-n3D-2yBpU3BowU5Ti28lC9qnNvA5cZf_cVdlPpHUhqqv2jCg6YxYTvZHPbUovHpJdEA6lPTD0/s220/4949_89011287877_557192877_1806877_4013377_n.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794116975846986833.post-3228831723301000181</id><published>2009-09-14T04:12:00.002+07:00</published><updated>2009-09-17T14:43:58.379+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Belukar"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="blog plendhus"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Romantisme"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Semak"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="wawawuwiwowa"/><title type='text'>Pelosok Waktu dan Kelakar-kelakarnya.</title><content type='html'>Bukan purnama jika tidak segera di karantina dalam hati para pujangga kacangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan juga rembulan dan segenap kebinalannya, jika tidak dipaksa bersenggama kata-kata oleh pujangga karbitan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan pula chandra dan seluruh keseksiaanya, jika tidak direngkuh dan ditelan remuk oleh pujangga bala Batarakala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena hanya di benda bulat nang menawan itulah, para pujangga bebas merintihkan luka dan sukanya atas nama berhala cinta.&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dipelosok waktu yang berbeda...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah nasib si Gadis, diberi kekebalan anti duka lara untuk bisa mencabik dunia&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah nasib si Gadis, punyai amarah dan gelora untuk bisa menginjak-ijak perbedaan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah nasib si Gadis, lebih menawan dengan kepalan tangan, dalam baku hantam melawan penindasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah nasib si Gadis, rajam batu dan cambuk tak goyahkan jiwa raganya untuk berontak dan menantang nasib satu lawan satu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemanakah kubus besar yang bernama negeri republikkan. Lari dan bersembunyi diselangkangan pertiwi dengan segepok harga diri yang ditukar oleh nasib para pahlawan devisa negeri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan satu kata dari sang pujangga kelas teri kepada si Gadis. &lt;i&gt;Bukan aku yang menghamilimu! &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://plendhus.blogspot.com/feeds/3228831723301000181/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://plendhus.blogspot.com/2009/09/pelosok-waktu-dan-kelakar-kelakarnya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794116975846986833/posts/default/3228831723301000181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794116975846986833/posts/default/3228831723301000181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://plendhus.blogspot.com/2009/09/pelosok-waktu-dan-kelakar-kelakarnya.html' title='Pelosok Waktu dan Kelakar-kelakarnya.'/><author><name>plendhus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00833127344320258552</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQEC3fFE3xK15xqAumcUfTVgOPIqBZuKSyfYZkla_-krPdB6WV29B2B-n3D-2yBpU3BowU5Ti28lC9qnNvA5cZf_cVdlPpHUhqqv2jCg6YxYTvZHPbUovHpJdEA6lPTD0/s220/4949_89011287877_557192877_1806877_4013377_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794116975846986833.post-5721602815586253475</id><published>2009-09-06T01:20:00.008+07:00</published><updated>2009-09-17T14:45:58.139+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="blog plendhus"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="DJ"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="djmurah.com"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hosting Murah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kemerdekaan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="lomba"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="wawawuwiwowa"/><title type='text'>Merdeka untuk Lomba Blog DJ 2009</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkOzx6gU5hYcL96tZ-TKiAyEOSP_TNtEB5_3RSjiilxJ2OEMxvZcWRTulNFxBu1qI80zwVGlbCz5Xx0i-5NP2SXSbODVLbRzKHEi7QNVHVa38mccdKFk40dHLhFGrxz_ZrHtoZ3E3fwWUn/s1600-h/6.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkOzx6gU5hYcL96tZ-TKiAyEOSP_TNtEB5_3RSjiilxJ2OEMxvZcWRTulNFxBu1qI80zwVGlbCz5Xx0i-5NP2SXSbODVLbRzKHEi7QNVHVa38mccdKFk40dHLhFGrxz_ZrHtoZ3E3fwWUn/s200/6.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Hari-hari di bulan Agustus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Trotoar depan sebuah rumah makan padang. Seto, bocah kecil berbaju lusuh, kulit hitam dekil membalut daging dan perutnya yang ramping. Berdiri tertegun melihat lendir lemak rendang daging sapi, masakan padang. Lidahnya terjulur keluar, menyapu bibirnya yang mengering. Pantulan tubuh dan wajah laparnya tertempel jelas di etalase penyaji masakan padang itu. Seorang bapak berdasi, brutal mengeruk lendir lemak rendang daging sapi dan menumpahkannya di piring dengan nasi hangat yang mengepul, ini jam makan siang.&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segerombolan salesman berdasi masuk ke rumah makan tersebut. Melewati Seto yang tak juga beranjak dari tempatnya berdiri. Rasa lapar dan cacing yang dipelihara dalam perutnya tidak juga menunjukkan sikap kompromi. Bahkan mulai meneriakkan amarah dan memukul genderang perang. Nasib mempertemukan Seto dengan rendang daging sapi yang berbumbu dan berlendir lemak aduhai. &quot;Lapar...&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terpaksa lamunan Amir terputus ditengah jalan. Mamak yang menyewanya untuk bekerja di perempatan jalan Jend. Soedirman, melotot dan mengacungkan sendal jepit ke arahnya. Amir harus kembali bekerja. Mengelap motor yang mengkilap. Mengusap kaca mobil yang bening. Dan pergi diusir tanpa sepeser cepekan. Berjam-jam Amir bergelut dengan nasib yang mempertemukan telapak kakinya dengan panasnya aspal jalanan Ibu Kota. Bertarung sendiri mengejar setoran yang sudah disepakati dengan si Mamak. Lapar dan terik matahari adalah persoalan sepele. Berdamai dengan nasib adalah jalan-jalan satunya untuk mempertahan nyawa yang dikandung badan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suasana kampus ricuh. Seorang mahasiswa tiba-tiba berteriak, boikot kuliah. Entah apa yang terjadi, yang pasti seisi kampus berhamburan keluar. Saling bergunjing dengan tatapan mata penuh selidik. Lapangan parkir kampus itu mendadak ramai, yang sebelumnya lengang karena sedang dalam suasana ujian. Kembali mahasiswa itu berteriak, boikot kuliah. &quot;Percuma aku teriak atas nama rakyat, jika kampusku sendiri tidak mmenggubris keluhku!&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelumnya si Mahasiswa bergerombol dengan rekan seperjuangannya. Berbekal kecaman, tuntutan dan permintaan yang dipilok dituliskan dan ditebalkan dalam berlembar-lembar kertas putih besar dan bendera-bendera pergerakkan. Si Mahasiswa menuntut negeri ini untuk mau tunduk sekali saja. Memberikan ruang-ruang kepada nasib bangsa yang ditindas oleh bangsa sendiri. Pengungkapan kebenaran yang hakiki tentang kejahatan masa lalu. Kejahatan kerah putih yang semakin hari semakin membuat gerah kaum grass root. Si Mahasiswa lantang berteriak hentikan kebejatan teroganisasi negeri ini. Merdekakan yang seharusnya merdeka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghembus nafas panjang. Dirapikan tatanan rambutnya, dibelah pinggir dengan sisir paling rapat ujung-ujungnya, disisir serapi mungkin, klimis sudah. Dicium keteknya,  minyak wangi kelas delapan ribuan masih menyengat, keluar dari sela ketiaknya. Dikenakannya kemeja warna coklat krim. Dikancingkan, kemudian ujug paling bawah dikempitkan ke selangkangannya. Buru-buru dipakainya celana panjang warna hitam, kemudian dikencangkan dengan sabuk kulit. Terakhir jemari kaki terbungkus sepatu kulit imitasi, tersemir mengkilat. Pagi ini Bayu ada panggilan interview. &quot;Ini yang 28 kali aku diinterview, apakah setiap pagi, ini yang menjadi pekerjaan tetapku?&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah lulus setahun yang lalu, ijazah Bayu yang diperolehnya dari kuliah selama 5 tahun, belum bisa memberikan sesuap nasi. Pengalaman kerja selalu menjadi pengakhir yang sempurna ketika menghadapi Manager Personalia. &quot;Saya hanya memiliki pengalaman kuliah, jadi kalau yang dicari oleh perusahaan ini adalah pengalaman kerja... maaf saya baru mencari pengalaman tersebut!&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mbah Suto duduk termangu dikursi jati tua. Radio kecil pemberian anak tertuanya, dipangku dan ditimang seperti cucunya sendiri yang pergi jauh merantau bersama orang tuanya. Dengan mata terpejam,  jemari keriput Mbah Suto, sibuk mencari gelombang siaran radio kesayangnya. Tiba-tiba mbah Suto terkesiap. Sayup terdengar lagu yang begitu akrab ditelinganya. Lagu yang dulu pernah didendangkan didepan orang sekampung ketika perayaan 17 Agustus. Buru-buru jemari keriput itu sibuk memutar arah antena, mencari gelombang tepat. Ketemu.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikepalkan tangannya memicu semangat untuk bibirnya bernyanyi seindah sedia dulu kala. Bibirnya bergetar, stroke tidak menghambat keinginannya untuk menyanyikan lagu itu. Sekuat tenaga Mbah Suto mencoba menegakkan posisi tubuhnya yang terbungkuk. Pelan dan pasti suara lirih parau keluar dari mulutnya. Air mata bergulir dari sudut matanya. Kenangan ketika pentas dipanggung kecil dikampungnya dulu, seakan-akan kembali. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
***&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
16 Agustus 2009, pukul 19.05, malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Warga sekampung berkumpul di halaman kecil depan rumah Mbah Suto. Panggung kecil dengan hiasan kertas kerlap kerlip dan bendera Merah Putih terbentang mempercantik panggung itu. Hanya diterangi lampu neon, satu demi satu acara berlangsung dengan meriah. Warga kampung nampak bersuka cita dengan perayaan HUT kemerdekaan RI itu. Bayu nampak sibuk mengatur giliran siapa yang akan pentas dibantu oleh si Mahasiswa yang merangkap sebagai fotografer dokumentasi acara tersebut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anggi nampak ceria dengan hadiah yang dia peroleh dari lomba lari klereng. Orang tuanya tersenyum lebar menyambut kebahagiaan anaknya. Dan Amir sibuk membantu bagian konsumsi membagikan makanan kecil ala kadarnya kepada warga kampung yang datang malam itu. Dan acara yang ditunggu-tunggu pun tiba. Semua warga terdiam ketika Mbah Suto dengan kursi rodanya dipapah ke atas panggung. Matanya nampak berkaca-kaca melihat warga kampung yang sebegitu antusiasnya menyambut gemuruh tepuk tangan ketika. Bayu mengumumkan mbah Suto akan menyanyikan sebuah lagu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kembali warga kampung mendadak terdiam, ketika Mbah Suto mulai memetik ukulele kesayanganya. Stroke telah melumpuh mulut dan sebagian tubuhnya yang lain. Namun semangat untuk bisa bernyanyi di HUT Kemerdekaan RI meyakinkan hati Mbah Suto untuk mempersembahkan yang terbaik untuk malam itu. Mbah Suto dengan ukulelenya, dan iringan tepuk tangan dari warga kampung yang terkesima, ketika mendendangkan lagu Rayuan Pulau Kelapa ciptaan Ismail Marzuki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;Tanah airku Indonesia&lt;br /&gt;
Negeri elok amat kucinta&lt;br /&gt;
Tanah tumpah darahku yang mulia&lt;br /&gt;
Yang kupuja sepanjang masa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanah airku aman dan makmur&lt;br /&gt;
Pulau kelapa yang amat subur&lt;br /&gt;
Pulau melati pujaan bangsa&lt;br /&gt;
Sejak dulu kala&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Reff:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melambai lambai&lt;br /&gt;
Nyiur di pantai&lt;br /&gt;
Berbisik bisik&lt;br /&gt;
Raja Kelana&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memuja pulau&lt;br /&gt;
Nan indah permai&lt;br /&gt;
Tanah Airku&lt;br /&gt;
Indonesia&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
***&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
17 Agustus 2009, Pukul 7.02, pagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
SD impres itu tak nampak seperti dulu kala. Bangunannya tak lagi nyaman dan aman untuk belajar. Genting tak lagi rapat, tembok tak mulus, bahkan ompong disana-sini. Dulu saat diresmikan oleh pak Lurah SD ini begitu Indah. Taman terawat rapih. Tiang bendera dicat putih mengkilap. Pelataran upacara tak berdebu. Bahkan rata tertutup semen padat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang ada upacara Bendera. Ini 17 Agustus setiap siswa diwajibakan berseragam, lengkap dengan topi dan dasi. Namun tidak harus bersepatu jika memang sudah hilang atau rusak. Atau memang sepatu mahal untuk dibeli. Tapi tanpa sepatu dan hanya bersendal jepit usang. Anggi bersemangat untuk mengikuti upacara bendera di sekolahannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peluh menetes ditengkuk, dijidat kemudian membasahi topinya. Di leher pun tak kalah bercucuran, mengguyur dasi mungilnya. Dipunggung pun sama, menyumbangkan risih dibajunya yang putih kumal. Tak urungkan sikap hormat Anggi kepada sang Merah Putih yang dikibarkan di Upacara Bendera di Sekolahannya. Diiringi sumbang lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan serempak oleh teman-teman sebayanya. Matanya tak bergeming melepas sang merah putih merangkak menggapai puncak tiang bendera. Terik sang Matahari belum terlalu murka. Awan berarak disebalik tiang besi karatan. Pelan dan pasti Merah Putih menunjukkan tariannya disela gejolak angin yang lirih. &quot;Kapan sampai puncaknya, jika pelan-pelan kayak gitu?&quot; Gumam Anggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
***&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tulisan diatas hanyalah sebuah tulisan refleksi saya tentang kemerdekaan. Kemerdekaan itu adalah kebersamaan. Menemukan romantisme ditengah-tengah gejolak carut marut bangsa ini. Bagaimana kemerdekaan adalah menemukan kembali patriotisme dalam menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada dalam kehidupan kita. Kemerdekaan bagi saya adalah persoalan humanisasi, kembali ke hakekat kita sebagai manusia yang memiliki kemandirian disamping kelebihan dan kekurangan yang sepaket ada dalam diri kita. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Persoalan atau permasalahan baik dalam diri kita atau bangsa ini akan selalu ada dan tidak akan pernah hilang. Tapi bagaimana kita menjadi cerdas, menyikapi dan mensiasati persoalan-persoalan itulah kemerdekaan yang sesungguhnya. Indonesia itu kaya, Indonesia itu indah, Indonesia itu tidak banyak menagih. Tapi Indonesia akan tetap menjadi Indonesia yang kosong apabila kita tidak mengisinya dengan hal-hal yang membangun, mulai dari diri sendiri selesaikan kemudian rencanakan untuk kemaslahatan. Amin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tulisan ini juga saya persembahkan untuk memerdekakan diri mengungkapkan ekspresi. Dan kesempatan itu diberikan oleh &lt;a href=&quot;http://www.dijaminmurah.com/&quot;&gt;&lt;b&gt;dijaminmurah.com&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;. Sebuah portal penyedia layanan hosting termurah. Yang berani dan menghargai kemerdekaan bahkan sebrutal mungkin untuk kita memilih beberapa paket termurah yang &lt;a href=&quot;http://www.dijaminmurah.com/&quot;&gt;&lt;b&gt;dijaminmurah.com&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; sediakan. Diantarnya adalah :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.dijaminmurah.com/hosting_free_domain_iix.php&quot;&gt;&lt;b&gt;paket freedom - beli hosting gratis domain&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://dijaminmurah.com/blog_hosting_2009.php&quot;&gt;&lt;b&gt;paket blogger - cocok buat blogger&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://dijaminmurah.com/pegasus2009.php&quot;&gt;&lt;b&gt;paket server US! - hosting murah server USA&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://lomba.dijaminmurah.com/www.dijaminmurah.com/&quot;&gt;&lt;b&gt;paket standard - pas dikantong&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://dijaminmurah.com/domain.php&quot;&gt;&lt;b&gt;registrasi domain - domain murah&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merdekakan diri anda untuk memilih paket yang sesuai, dan itu semua hanya bisa didapatkan di &lt;a href=&quot;http://www.dijaminmurah.com/&quot;&gt;&lt;b&gt;dijaminmurah.com&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://plendhus.blogspot.com/feeds/5721602815586253475/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://plendhus.blogspot.com/2009/09/merdeka-untuk-lomba-dj.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794116975846986833/posts/default/5721602815586253475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794116975846986833/posts/default/5721602815586253475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://plendhus.blogspot.com/2009/09/merdeka-untuk-lomba-dj.html' title='Merdeka untuk Lomba Blog DJ 2009'/><author><name>plendhus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00833127344320258552</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQEC3fFE3xK15xqAumcUfTVgOPIqBZuKSyfYZkla_-krPdB6WV29B2B-n3D-2yBpU3BowU5Ti28lC9qnNvA5cZf_cVdlPpHUhqqv2jCg6YxYTvZHPbUovHpJdEA6lPTD0/s220/4949_89011287877_557192877_1806877_4013377_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkOzx6gU5hYcL96tZ-TKiAyEOSP_TNtEB5_3RSjiilxJ2OEMxvZcWRTulNFxBu1qI80zwVGlbCz5Xx0i-5NP2SXSbODVLbRzKHEi7QNVHVa38mccdKFk40dHLhFGrxz_ZrHtoZ3E3fwWUn/s72-c/6.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794116975846986833.post-8215913968159810023</id><published>2009-08-29T00:09:00.002+07:00</published><updated>2009-09-17T14:47:23.001+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Belukar"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="blog plendhus"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Romantisme"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Semak"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="wawawuwiwowa"/><title type='text'>Ketiga Amarah</title><content type='html'>Apa yang dijanjikan oleh seorang teman, pada akhirnya gagal. Si Juragan memilih acara diselenggarakan di hotel. Uang yang diidamkan bisa untuk bekal lebaran, lenyap sudah. Janji ibu kepada ketiga anaknya, moksa dimakan mulut lebar si Juragan Perusahaan Sosial itu. &lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Teman hanya bisa berujar minta maaf. Binar mata menjadi luluhan air mata. Janji yang dibayangkan indah, kini menjadi sampah dan menyesakkan hati. Baunya tak jauh buruknya dari mulut berak si Juragan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikatupkan mulut si Ragil. Dibelainya rambut si Dimas dan di kecupnya kening si Anggi. Dalam pulas tidur mereka, Apri berbenah pakaian kering, dilipat,  dirapikan dan ditepikan dimeja kecil. Mencoba untuk berbaring ditempat tidur, Apri mencari sisa tempat yang termakan oleh ketiga tubuh anaknya yang pulas mendengkur lirih. kepala berbantalkan lengan tangan, tubuh berselimutkan kain tipis. Apri mencoba untuk memejamkan matanya. Mencoba untuk melepaskan sesak hati sedari pagi tadi. Melepaskan bayangan lebaran yang menyesakkan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Janji yang terbatalkan itu tidak segera lepas dari lamunannya. Janji kepada ketiga anaknya. Janji untuk membelikan pakaian baru dan selop dengan warna lucu pilihan anak-anaknya. Lampu 5 watt bertutur kepada nyamuk deritanya sehabis gelap. Dan cicak merangkak menjauh jebakan tikus, lalu bersembunyi dan melahap separuh akhir tubuh nyamuk. Dan Apri, meremas hati dan meluluhkan air mata. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan ditempat tidur lain. Berbaring tubuh gempal dengan istri telanjang dipelukkannya. Semalaman mereka bercinta membabibuta. Mulai dari gaya babi sampai dengan anjing kencing mereka lakukan demi satu tujuan lepas dari klimaks durasi 5 menitan. Si istri nampak muram mukanya. Di elap lendir yang salah sasaran. Dibenahi kutangnya dan dipalingkan tubuhnya membelakangi si suami. &quot;Lagi-lagi 5 menitan, itu aja aku belum!&quot; gerutu si istri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Suami melihat ke arah alat kejatanannya yang benar-benar terkulai. Tidak ada kesan kejatanan yang nampak dan bisa dibuktikan ke istrinya selama 3 tahun pernikahan mereka. Berbagai usaha dilakukan oleh si suami. Mulai dari rutin berolah raga sampai dengan pelampiasan amarah di kantor hanya untuk si istri seorang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ditempat tidur lain, seorang teman Apri, nampak gelisah. Berkali-kali jari-jarinya menari diatas keypad telpon genggamnya. Muka masam masih mendarahdaging di wajahnya. Amarah dan rasa malu belum juga mereda sedari siang tadi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Telpon dari si juragan mengubah hari-harinya. Janjinya kepada si Apri untuk memberikan pekerjaan masak, terpaksa harus dibatalkan karena si juragan minta acara diadakan di hotel. Si teman Apri sekali lagi berteriak dalam hati. Sumpahinya si Juragan berkali-kali. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Lo Gak ada waktu rapat panitia, kenapa lo juga yang bikin keputusan goblok!&quot;. &lt;br /&gt;
&quot;Katanya Manager, manage kelamin aja gak becus, mau manage orang lain!&quot; &quot;Kalo mau bikin keputusan itu ya lihat kondisi dooonggg!!!&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Gue sumpahin lo...... Mampus!&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan diluar sana, diredupnya lampu kota dan desing bising motor-motor pemuda tanpa masa depan. Berbaring ketiga orang itu dalam dekapan amarahnya masing-masing.&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://plendhus.blogspot.com/feeds/8215913968159810023/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://plendhus.blogspot.com/2009/08/ketiga-amarah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794116975846986833/posts/default/8215913968159810023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794116975846986833/posts/default/8215913968159810023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://plendhus.blogspot.com/2009/08/ketiga-amarah.html' title='Ketiga Amarah'/><author><name>plendhus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00833127344320258552</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQEC3fFE3xK15xqAumcUfTVgOPIqBZuKSyfYZkla_-krPdB6WV29B2B-n3D-2yBpU3BowU5Ti28lC9qnNvA5cZf_cVdlPpHUhqqv2jCg6YxYTvZHPbUovHpJdEA6lPTD0/s220/4949_89011287877_557192877_1806877_4013377_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794116975846986833.post-5705839823344408939</id><published>2009-08-27T18:13:00.002+07:00</published><updated>2009-09-17T14:47:50.226+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Belukar"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="blog plendhus"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Romantisme"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Semak"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="wawawuwiwowa"/><title type='text'>Romantisme Semak Belukar</title><content type='html'>Ranti hanya bisa diam terpaku. Dipakainya baju yang dia beli di owelan. Dan dikancingkan lagi celana jeannya yang ketat meliukkan pantatnya yang bohai. Supir Truk itu terkapar di alas tikar. Dengan sengal nafasnya yang menderu dan kemainnya yang terkulai lemas. &lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rerumputan seakan diam tak bergoyang. Deru nafas 5 menit yang lalu tak lagi mengganggu raungan jangkrik yang berdendang kelu. Percintaan malam ini berbuah hasil uang segepop 25000, lembaran seribuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gincu dan bedak diwajah Ranti amburadul. Sekitar mulutnya yang berbau lendir dan bercampur merah gincu di usapnya dengan ujung bajunya. Tak ada bekas bentuk lagi. Hanya tinggal sisa nikotin dan bau lendir si supir truk. Disulutnya sebatang rokok kretek merk kampungan. Dibuangnya setetes demi tetes air lendir yang masuk keliang garbanya di celana dalam yang membungkus kemaluannya. Sembari Ranti melangkah gontai di betulkannya posisi tali kutangnya yang berlarian dari pundaknya. Malam belum terlalu larut dan pagi belum juga menunjukkan kedewasaannya. Sekali dua kali mengusap kelamin si pejantan kesepian, cukup untuk makan keesokkan harinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dentum stereo kelas kampung berdegum dikedai minum diujung jalan. Beberapa lelaki nampak asik menenggak air-air oplosan. Dan ada 3 perempuan tanpa malu memuja lelaki-lelaki itu dengan gelayutan payudara yang sengaja diumbar dari balik baju mereka yang seksi. Rantipun menitihkan langkahnya menuju ke kedai itu. Berharap ada lelaki yang terjebak di kerlingan pinggulnya yang dipaksa bertingkah merangsang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar juga tak butuh 1001 dongeng untuk diceritakan, seorang lelaki kekar berjaket kulit hiam, berambut cepak. Menghampiri jebakan Ranti. Disentuhnya pipi Ranti yang sengaja dimerahkan sok malu-malu kucing. Dirabanya payudara Ranti yang sengaja dibusungkan menantang. Dan dibisikkan kekuping Ranti harga tawar paling rendah untuk sekedar melakukan Romantisme Semak Belukar!&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://plendhus.blogspot.com/feeds/5705839823344408939/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://plendhus.blogspot.com/2009/08/romantisme-semak-belukar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794116975846986833/posts/default/5705839823344408939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794116975846986833/posts/default/5705839823344408939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://plendhus.blogspot.com/2009/08/romantisme-semak-belukar.html' title='Romantisme Semak Belukar'/><author><name>plendhus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00833127344320258552</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQEC3fFE3xK15xqAumcUfTVgOPIqBZuKSyfYZkla_-krPdB6WV29B2B-n3D-2yBpU3BowU5Ti28lC9qnNvA5cZf_cVdlPpHUhqqv2jCg6YxYTvZHPbUovHpJdEA6lPTD0/s220/4949_89011287877_557192877_1806877_4013377_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794116975846986833.post-3381822909513917469</id><published>2009-08-27T15:26:00.002+07:00</published><updated>2009-09-17T14:48:22.962+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Belukar"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="blog plendhus"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Romantisme"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Semak"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="wawawuwiwowa"/><title type='text'>Surat Untuk Si BleNug</title><content type='html'>Siang, pukul entah berapa, belum sempat ku melihat jam dinding. Namun panas di luar rumah bisa aku rasakan didalam kamarku yang kumuh. Paling enggak sekarang matahari sudah merangkak naik ke atas genting rumahku. Telpon genggamku berdering, nama seorang teman tertera di layar hitam putih kecil itu. Hmmm... Pagi jam segini sudah menelpo? Gerangan adakah apa?&lt;br /&gt;
&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Setelah kita saling berkicau. Beradu kata dan meracik tanya jawab. Maka kami simpulkan bahwa ada satu masalah yang perlu untuk disegera dipecahkan, keburu menjadi bisul yang mengeras dan membengkakkan pantat masing-masing. Teman, sebut saja Nug namanya. Mengeluhkan kenapa blog yang sudah dilaunchingnya di pesbuk, tidak bisa diakses lagi. Alias  tidak bisa masuk ke area dashboard dan setting. Hmmmm... serumit itukah blogspot.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan rasa penasaran. Maka aku membuat blog plendhus ini dengan menggunakan email yahoo, seperti yang blog yang dibuat oleh teman Nug. Mulai dari proses pembuatan di frontpage blogger.com (create blog) sampai tahap terakhir tidak aku temui kendala apapun dan permasalah apapun. Sampai aku sign out dan sign in pun tidak aku temui masalah apapun. Yang perlu di ingat ketika kita fresh bikin blog, lihat &lt;b&gt;dashboard&lt;/b&gt; kita. Akan ada &lt;b&gt;notifikasi verikasi email yang jatuhnya ke email yahoo kita&lt;/b&gt;. Memang semenjak blogger.com diakuisisi oleh Google, mau tidak mau email yang biasa kita gunakan di blogger.com baik dengan email yahoo atau email yang lain. Nampaknya oleh embah gugel ini di konvert ke Gmail.com.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi yang lebhi utama adalah check lagi antara username kita dan password. Karena walopun belum terverifikasi tetap saja kita bisa mengakses dashboard. &lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://plendhus.blogspot.com/feeds/3381822909513917469/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://plendhus.blogspot.com/2009/08/siang-pukul-entah-berapa-belum-sempat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794116975846986833/posts/default/3381822909513917469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794116975846986833/posts/default/3381822909513917469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://plendhus.blogspot.com/2009/08/siang-pukul-entah-berapa-belum-sempat.html' title='Surat Untuk Si BleNug'/><author><name>plendhus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00833127344320258552</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQEC3fFE3xK15xqAumcUfTVgOPIqBZuKSyfYZkla_-krPdB6WV29B2B-n3D-2yBpU3BowU5Ti28lC9qnNvA5cZf_cVdlPpHUhqqv2jCg6YxYTvZHPbUovHpJdEA6lPTD0/s220/4949_89011287877_557192877_1806877_4013377_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794116975846986833.post-1733914156685539463</id><published>2007-09-29T02:03:00.002+07:00</published><updated>2009-09-29T02:09:50.634+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="blog plendhus"/><title type='text'>Plendhus-isme</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhgJZQo88HgS1_PaXQk6PB-TtDfCpoJksbovN9VCL8XtiIww6CDqbCRdoBLmA7poNJd0SyMKphyaqYlCgQ5sZxUbI8y7FKL_DQFAIM62MvDquLSzvvVncYhHlC9LEx6PYxQe8a6Z3yxqOwq/s1600-h/4949_89011287877_557192877_1806877_4013377_n.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhgJZQo88HgS1_PaXQk6PB-TtDfCpoJksbovN9VCL8XtiIww6CDqbCRdoBLmA7poNJd0SyMKphyaqYlCgQ5sZxUbI8y7FKL_DQFAIM62MvDquLSzvvVncYhHlC9LEx6PYxQe8a6Z3yxqOwq/s200/4949_89011287877_557192877_1806877_4013377_n.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Selamat Datang, di plendhus-isme. Blog ini adalah semacam jurnal yang berisikan segala aktivitasku ketika bergumul dengan kata-kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Plendhus-isme tergerak bukan dari aliran logika. Namun mengalir bersama logika yang berbentuk apapun. Plendhus-isme hanyalah ekspresi, hanyalah mediasi, dan hanya bukan apa-apa...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selamat berplendhuss...</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794116975846986833/posts/default/1733914156685539463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794116975846986833/posts/default/1733914156685539463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://plendhus.blogspot.com/2007/09/plendhus-isme.html' title='Plendhus-isme'/><author><name>plendhus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00833127344320258552</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQEC3fFE3xK15xqAumcUfTVgOPIqBZuKSyfYZkla_-krPdB6WV29B2B-n3D-2yBpU3BowU5Ti28lC9qnNvA5cZf_cVdlPpHUhqqv2jCg6YxYTvZHPbUovHpJdEA6lPTD0/s220/4949_89011287877_557192877_1806877_4013377_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhgJZQo88HgS1_PaXQk6PB-TtDfCpoJksbovN9VCL8XtiIww6CDqbCRdoBLmA7poNJd0SyMKphyaqYlCgQ5sZxUbI8y7FKL_DQFAIM62MvDquLSzvvVncYhHlC9LEx6PYxQe8a6Z3yxqOwq/s72-c/4949_89011287877_557192877_1806877_4013377_n.jpg" height="72" width="72"/></entry></feed>