<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8899064921617956398</id><updated>2024-10-24T13:17:42.690+07:00</updated><category term="Kitab Rijal"/><title type='text'>Universitas Alam Raya</title><subtitle type='html'>Hidup Hanya Sementara.   Tapi Karya Selamanya.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://dargombezkhan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8899064921617956398/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dargombezkhan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Munir_Khan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06786171824106899784</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDTTOJtIj2TDJHoDy4WfImtceJ3Qb4PlWGoV1vb1oeqhABSoOscgMiRLc09JmGzGYlGkLHxqIPOrjv4h2ja7OtEOBjtLZwOvb8EMjaO8nh_Z74bwS8F6JPSeXVotD0vg/s220/DSC00879.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>1</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8899064921617956398.post-2904680267273446346</id><published>2011-04-14T20:11:00.001+07:00</published><updated>2011-04-14T22:03:08.304+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kitab Rijal"/><title type='text'>Kitab Madinah Dimasyqi (Kota Damaskus)</title><content type='html'>Kitab madinati dimisqo, &lt;br /&gt;
Dalam pendahiuluannya yang ditahqiq  oleh ...&lt;br /&gt;
Dibagi ke dalam dua bagian&lt;br /&gt;
1. Sejarah pengarangnya dari kelahiran hingga wafatnya&lt;br /&gt;
2. Sejarah kota dimisyqo, yang sudah dalam tahqiq&lt;br /&gt;
Bagian pertama&lt;br /&gt;
Ia memilikin kakek dari garis ibu Yahya ibnu Ali bin abdil aziz, seorang hakim faqih yang agung. Yang mana sangat bakat dalam kenbahasaan –khsusunya arab- .&lt;br /&gt;
Buyut dari Yahya bin Ali  atau abdul aziz al-kattani telah berpindah ke Baghdad untuk menimba ilmu ke beberapa ulama diantaranya kepada  Abi bakar as-Syasi, kkemudian di kota Damaskus mendapat ilmu dari seorang hakim al-Marwazi, seorang yang faqih, anak turunnya telah mendapat riwayat dari beliau yaitu abu Qasim bin asakir (karena beliau disamping mendapat ilmu dari gugu-guru di luar keluarga ia juga menimba ilmu dari kerabat dekatnya.&lt;br /&gt;
Sedangkan pamannya (dari jalur ibu) Abu al-Ma’ali Muhammad bin Yahya, telah banyak yang menimba ilmu dari beliau, diantaranya abu al-Qasim sendiri, hasan bin abi al-hadid, al-faqih nasir al-muqoddasi, aba muhammad bin al-bari, hakim al- khila’i yang berasal dari mesir, Ali bin abdi al-Malik ad-Dabiqi berasal dari ‘Aka, mereka semua belajar kepada beliau.&lt;br /&gt;
Beliau menggantikan bapaknya sebagai qadi / hakim yang mana beliau terkenal bersih, lurus, dan berprinsip dalam menentukan hukum, ini dikuatkan oleh as-sam’ani bahwa beliau sangat terpuji, baik peringainya.&lt;br /&gt;
Sementara paman dari jalur ibu yang terakhir sulton ibnu Yahya abu al-makarim al-Qursyi ad-dimisqi, seorang dengan gelar hiasan para hakim, abu qasim meriwayatkan dari abi ‘ala’ bahwa beliau mewakili atau menjadi pengganti bapaknya sebagai seorang hakim, yang bertugas memberi nasehat sekaligus seorang mufti.&lt;br /&gt;
Beliau mengawali belajarnya pada usia yang sangat dini, yaitu berawal pada tahun 505 hijriyah, pada usia enam tahun beliau belajar kepada bapaknya dan saudaranya yanmg bernama as-Soin, kemudian kepada Qowam bin Zaid, subi’ bin Qairodz,aba tohir al-hanaiy, aba al-hasan al mawazini.&lt;br /&gt;
Rihlah ilmiyah&lt;br /&gt;
Pertama, ke bagdad, uolama yang ditemui beliau diantaranya: al-faqih abi al-hasan ali bin al-musallam bin muhammad bin ali as-silmi berasal dari syam sebagai seorang mufti bagi penduduk syam. Beliau juga sering bertatap muka dengan al-ghazali selama beliau berada di damaskus, dan abal qasim telah mendapat ilmu dari al-ghazali yang didapat dari gurunya abi al-hasan as-salmi. As-silmi adalah seorang yang stiqoh, kuat hapalan, seorang yahng mahir dalam madhab&lt;br /&gt;
Lawatannya ke baghdad diawali pada tahun 520 H, beliau saat ituberusia  21 tahun, beliau telah memenuhi dalam menuntut ilmu kepada  guru-gurunya yang berada di damaskus,yang mana sangat ragam ilmunya,beliau juga mempelajari ilmu hadis yang meliputi ilmu sanad dan matan, beliau juga menghafal dan sangat baik dalam menjaganya, beliau ketika mencari ilmu berprinsip bahwa ketika hendakmenimbailmu maka baiknya dituntaskan sematangnya, seperti halnya pendapat para guru dalam berargumentasi, beliau sangat cinta ketika menimba ilmu di damaskus lantaran banyak para ulama yang tinggal di sana.&lt;br /&gt;
Begitu banyak para ulama yang \betebaran di damaskus, para fuqoha’, cendekiawan. Sehingga berdampak kepada banyaknya markaz atau pusat studi keilmuwan yang tersebar keseluruh penjuru kota. Diskusi ilmiyah sangat mewarnai berbagai pusat umum, spertihalnya masjid, sekolahan. Di sana banyak para ahli hadis, fiqih, dan para cendekiawan yang ikut meramaikan diskusi ini.&lt;br /&gt;
Ketika menuntut ilmu di bagdad beliau menyempatkan diri untuk berhaji,yaitu pada tahun 521 H, dan saat itu beliau mendapat ilmu dari makah, madinah, dan mina. Setelah sepulang dari haji, banyalk kalangan yang merasa ta’ajub kepada beliau, terutama mereka yang berasal dari irak, mereka menyatakan bahwa mereka belum pernah melihat seorang pun yang semisal (kemampuannya) seperti beliau.&lt;br /&gt;
Beliau menjalani rihlah ilmiyah ini hingga tahun 525 H, selama itu beliau telah berhasil menghapal banyak hadis dan menuntaskannya dari beberapa ulama, kemudian beliau kembali ke damaskus untuk menuntut ilmu kepada guru-gurunya kembali.&lt;br /&gt;
Rihlah ilmiyah kedua; pergi ke negara-negara ‘Ajam (non Arab)&lt;br /&gt;
Aba al-qasim beradadi damaskus beserta para ulama, dan para fuqoha serta para muhaddis yang ternama guna untuk terus menimba ilmu dari mereka, setelah berada di damaskus hingga tahun 529 H, setelkah itu beliau berkeinginan untuk meneruskan rihlah ilmiyahnya ke daerah lain, yaitu beliau berkeinginan menimba ilmu ke daerah timur, dimana mereka banyak yang tidak menggunakan bahasa arab sebagai pengantarnya. Pada saatlawatannya itu beliau sempat bertemu dengan asbahani, an-naisaburi, zanjan, hamdzan,dll.&lt;br /&gt;
Saat berlawat ke khurasan dengan melewati azerbaijan, disana beliau mendapat pengakuan kredibilitas intelektualnya dari para ulamayang berasal dari daerahnya masing-masing, dari khurosan beliau mendapati ulama yang memberikan ilmu, yaitu aba abdullah al-farawi.&lt;br /&gt;
Lawatan beliau ke berbagai daerah ini memakan waktu selama empat tahun yang digunakan untuk bermulazamah dengan para fuqoha dan para ulama’.&lt;br /&gt;
Kembali ke damaskus; suatu lembaran baru&lt;br /&gt;
Setelah sekembalinya ke damaskus, beliau telah mengalami banyak kemajuan dalam bidang keilmuan, seperti halnya banyaknya pengalaman yang beliau dapat, sehingga banyak para cendekiawan yang begitu kagum dengan kemajunayng beliau dapatkan. &lt;br /&gt;
Banyak kesaksian yang datang dari para ulama yang menyatakan peningkatan keilmuan beliau, inilah perjalanan beliau yang begitu panjang dan banyak sekali manfaat yang didapat beliau. Kemudian setelah kepulangan beliau ke daerah asal, beliau mendedikasikan diri untuk mengarang kitab, sehingga banyak buah karya beliau yang terlahir dari tangannya, telah banyak kitab-kitab yang tertulis yang berpuluh-puluh jumlahnya&lt;br /&gt;
Diantara karya beliau adalah;&lt;br /&gt;
Beliau wafat pada bulan rajab 571 H bertepatan pada malam ke 12 bulan rajab,begitu banyak jasa beliau yang telah disumbangkan kepada para pecinta ilmu, sehingga para ulama memberikan apresiasi tinggi tentang jasa beliau.&lt;br /&gt;
Bagian kedua&lt;br /&gt;
Latarbelakang dinamakannya tarikh madinatu ad-dimisqo adalah karenapembahasannya yang mencakup kemulyaanyang dimiliki, para penduduknya, dan segala apa pun yang melingkupinya.&lt;br /&gt;
Dapat dipahami bahwa latar belakang ini beralaskan bahwa beliau begitu tertarik dengan kota damaskus dan rihlah ilmiyah yang dilakukan oleh beliau,dan yang memberikan sumbangan pada isi kitab ini adalah tidak hanya pembahasan tentang kota damaskus saja, akan tetapi percakan juga dimasukkan ke dalam kitab ini, dengan kriteria yang masih ada hubungannya dengan damaskus atau yang melingkupinya.&lt;br /&gt;
Dotor sukri mengatakan bahwa kitab ini tidak hanya mengedepankan kepada para pembaca sejarah damaskus saja, atau sejarah yang lengkap tentang damaskus, akan tetapi penulis berkeinginan untuk mengedepankan perkembangan peradaban negara damaskus ini disetiap tahapnya. Dan juga dengan adanya dampak agama islam dengan perkembangan di negeri ini. Dan juga berita tentang hijrahnya umat muslim antara penghujung timur yaitu samping sungai hingga seluruh benua atau jazirah.&lt;br /&gt;
Penulis mengkhususkan jilid pertamanya dengan pembahasan kota suam, dan apa pun yang melingkupinya mulai dari pembukaan kota secara umum.dan sebagian jilid membahas kota damaskus, masjid-masjid yang ada di dalamnya, gerija-gerija, rumah-rumahnya, gerbang-gerbang, sungai-sungai, , lalu sesudah pembahasan itu semua penulis memulai fokus pada permasalahan diskripsi detil tentang kerangka besar di atas, atau lebih mengerucut pada tokoh-tokoh yang ada di dalamnya, seperti halnya menyebutkan para para pemimpin, para wali, ahli fiqihnya, cendekiawan, para ahli qur’an, ahli semantik, ahli morfologinya, para penyair, dan para rawi-rawinya.&lt;br /&gt;
Karangan ini tidaklah karangan yang pertama kali muncul yang membahas kota damaskus ataupun yang membahas kota secara umum, akan tetapi telah ada karangan sebelumnya yang lahir dari ulama terdahulunya. Seperti halnya kitab “tarikh ar-riqqah” karangan  qusyairi, “tarikh al-asbahan” karya abi na’im, dan “tarikh an-Naisaburi”  karya al-hakim, juga “tarikh bagdad” karya al-khotib albaghdadi, itu semua adalah karangany yang otoritatif saat itu.&lt;br /&gt;
Kelebihan tarikh dimisyqo adalah, bahwa kitab ini lebih lengkap dalam menguak segala sisi apa pun yang dimiliki kota damaskus dibandingkan kitab tarikh lainnya, lantaran karya ini memang memfokuskan diri pada trikh damaskus. Banyak pendapat ulama yang menyatakan keungguklan kitab ini dalam mengupas masalah kota damaskus dibandingkan dengan kitab tarikh lainnya.&lt;br /&gt;
Dan sebagai bahan penguat dari karya ini adalah, bahwa penulisnya elah mendedikasikan diri dalam menulis karya ini smenejak masih belia.dan semogadengan adanya karya besar ini dapat menginspirasikan paragenerasi setelahnya untuk tetap menjaga ghirah mereka dalam melengkapi khazanah keilmuwan tentang damaskus. Dan semoga gambaran secara umum ini memberi manfaat besar bagi mereka. Adapu keutamaan lainnya adalah ada penjelasan diluar kota damaskus, bahwa lawatan beliau ke berbagai daerah seperti makah, madinah, khurasan, hijaz danlainnya, dan juga kota-kota selain arab (’ajam).&lt;br /&gt;
Dalam menulis kitab ini, beliau memulainya ketika hendak memulai pergi ke negara ‘Ajam, ini ditegaskan oleh sam’ani. Seorang teman beliau ketika mel;awat ke berbagai daerah luar arab.&lt;br /&gt;
Sekemalinya beliau ke damaskus setelah menghabiskan banyak rihlah ilmiyah untuk menulis dan mengajar, beliau selesai dalam menulis pada tahun 549 H, ketika usia 75 tahundalam penulisannya ini beliau menghabiskan 80 jilid, ini setelah di perbarui.&lt;br /&gt;
Pembahasan beliau tetntang sejarah juga tidak dilewatkan, sepakterjang para nabi, nabi muhammad saw, para khulafaurrasidin, dan para sahabat dijelaskan oleh beliau.&lt;br /&gt;
Perjalanan islam dalam melebarkan wilayah juga beliau kupas, mulai peperangan yang ada, seperti halnya ketika menjelaskan kota syam ketika ditundukkan, beliau membahas peperangannya, hingga daerah-daerah lain yang ditaklukkan oleh islam seperti halnya konstantinopel, afrika, dll beliau bahas di dalam kitab ini.&lt;br /&gt;
Sesungguhnya tarikh damaskus ini juga ditujukan oleh mereka yang menuntut ilmu di andalusia, seperti tarikh pembukaan, politik, kepemimpinan, perundang-undangan, keilmuan, budaya, sastra dan pemikiran dan segala apa pun yang membahas sepak terjang mulai dari awal hingga akhir.&lt;br /&gt;
Tarikh ini juga membahas kota syam mulai dari ujung selatan hingga utara, lalu menghidangkan kepada para pembaca tenntang peran agama islam di dalamnya.&lt;br /&gt;
Salah atu hal yang terpenting dari kitab ini adalah bahwa pengarang telah menjadi ahlihadis terlebih dahulu sebelum menulis karya ini, kredibilitas yang melekat dalam diri beliau merupakan kemampuan yang mumpuni karena menguasai aspek sanad dan matan hadis yangbeliau hapal.&lt;br /&gt;
Adapun biografi yang ada di dalamnya beliau susun secara hijai, atau alfabetis hijaiyah. Ketika menyebutkan nama biografinya, beliau tidak lupa untuk mencantumkan nama bapak dan bahkan kakek seorang yang hendak ditulis tersebut.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dargombezkhan.blogspot.com/feeds/2904680267273446346/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dargombezkhan.blogspot.com/2011/04/kajian-kitab-madinah-dimasyqi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8899064921617956398/posts/default/2904680267273446346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8899064921617956398/posts/default/2904680267273446346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dargombezkhan.blogspot.com/2011/04/kajian-kitab-madinah-dimasyqi.html' title='Kitab Madinah Dimasyqi (Kota Damaskus)'/><author><name>Munir_Khan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06786171824106899784</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDTTOJtIj2TDJHoDy4WfImtceJ3Qb4PlWGoV1vb1oeqhABSoOscgMiRLc09JmGzGYlGkLHxqIPOrjv4h2ja7OtEOBjtLZwOvb8EMjaO8nh_Z74bwS8F6JPSeXVotD0vg/s220/DSC00879.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>