<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>pojok sehat</title><description>info dan tips untuk hidup sehat dari berbagai sumber</description><managingEditor>noreply@blogger.com (admin)</managingEditor><pubDate>Thu, 29 Aug 2024 02:22:41 +0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">77</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://pojok-sehatku.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>info dan tips untuk hidup sehat dari berbagai sumber</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Kunci Dapatkan Ejakulasi Wanita dengan G-Spot</title><link>http://pojok-sehatku.blogspot.com/2012/09/kunci-dapatkan-ejakulasi-wanita-dengan.html</link><category>Info Seks</category><author>noreply@blogger.com (admin)</author><pubDate>Sun, 23 Sep 2012 06:23:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7419254454625935679.post-8893107965725821599</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiV0H1vtFmEuUUvm57eFvULSebftofLzI9DkJyW776Igz_q_AI84K8WV7noIav98G-pvkJMpf8pBSPd4rc9oKzJB20tiq_LGqs3ANWUjaCnSnS9EHQLxDjjXzQX91s0clY6eLrKZgQCLceW/s1600/seks8.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiV0H1vtFmEuUUvm57eFvULSebftofLzI9DkJyW776Igz_q_AI84K8WV7noIav98G-pvkJMpf8pBSPd4rc9oKzJB20tiq_LGqs3ANWUjaCnSnS9EHQLxDjjXzQX91s0clY6eLrKZgQCLceW/s1600/seks8.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Banyak cara untuk memuaskan pasangan dan membuatnya ejakulasi. Salah satunya yaitu dengan menemukan dan memainkan &lt;i&gt;G-Spot&lt;/i&gt; si dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ingin mendapatkan ejakulasi pada wanita, Anda bisa mencoba trik di bawah ini seperti yang dikutip dari &lt;i&gt;okezone&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Sebelum mulai&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mintalah pada istri untuk buang air kecil terlebih dahulu, sehingga Anda yakin bahwa cairan yang keluar nantinya bukanlah urin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Berikan stimulasi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Berikanlah
 pasangan stimulasi dengan cara yang biasa Anda lakukan. Pastikan setiap
 sel di tubuhnya merasakan sensasi ini, bila tidak, trik ini akan gagal.
 &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Temukan &lt;em&gt;G-spot&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Lumuri jari Anda dengan pelumas dan rasakan bagian dalam dinding Miss V. &lt;em&gt;G-spot&lt;/em&gt; memiliki tekstur yang berbeda dengan otot Miss V lainnya. Anda akan lebih mudah menemukannya saat pasangan merasa &lt;em&gt;turn on&lt;/em&gt;, sebab saat itu dialiri dengan cairan dan darah. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Sentuh &lt;em&gt;G-spot&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Fokuslah pada bagian depan dinding Miss V dan jelajahi dengan jari dan pelumas. Tekanlah &lt;em&gt;G-spot&lt;/em&gt;
 dan lihatlah bagaimana reaksinya. Kemungkinan dia akan merasa seperti 
akan buang air kecil, namun selama dia sudah buang air kecil sebelumnya,
 hal ini tak akan terjadi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siap memuaskan pasangan Anda malam ini :)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: &lt;a href="http://lifestyle.okezone.com/read/2012/09/17/197/690823/g-spot-kunci-dapatkan-ejakulasi-wanita" target="_blank"&gt;&lt;i&gt;okezone&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiV0H1vtFmEuUUvm57eFvULSebftofLzI9DkJyW776Igz_q_AI84K8WV7noIav98G-pvkJMpf8pBSPd4rc9oKzJB20tiq_LGqs3ANWUjaCnSnS9EHQLxDjjXzQX91s0clY6eLrKZgQCLceW/s72-c/seks8.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tips Membaca Bersama Anak Yang Baik</title><link>http://pojok-sehatku.blogspot.com/2012/09/tips-membaca-bersama-anak-yang-baik.html</link><category>Ibu dan Anak</category><author>noreply@blogger.com (admin)</author><pubDate>Sun, 23 Sep 2012 06:10:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7419254454625935679.post-7653513583507780390</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlpdDrXAzHjVGnFHHJxjmpMpU8B4lo-z5_xfU2531xfD2NeFRkSMjUm8JL4lUWGvRTMzLrzbMkSsf__tHdeKxv6WT7Y9p7LUq_IN_324kp6Lqt2uVc6btk0Rb74FLd5gzxdXl3ulTCGiFq/s1600/ibu+dan+anak.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlpdDrXAzHjVGnFHHJxjmpMpU8B4lo-z5_xfU2531xfD2NeFRkSMjUm8JL4lUWGvRTMzLrzbMkSsf__tHdeKxv6WT7Y9p7LUq_IN_324kp6Lqt2uVc6btk0Rb74FLd5gzxdXl3ulTCGiFq/s1600/ibu+dan+anak.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Mendidik anak untuk mau membaca memang membutuhkan proses. Selain bersabar, orang tua hendaknya tidak memaksa anak untuk membaca. Ketika membaca,usahakan si anak dalam posisi melihat huruf dari kata-kata yang dibacakan dan si anak berbaring bersebelahan atau berada dalam pangkuan orang tua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut ini tips &lt;a href="http://pojok-sehatku.blogspot.com/"&gt;cara membaca buku bersama anak yang baik&lt;/a&gt; dari Ariyo, seorang pendongeng dari komunitas Reading Bugs seperti yang dikutip &lt;i&gt;kompas&lt;/i&gt;. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;* Tak perlu 
menghabiskan 1 buku dalam 1 waktu, utamakan pengalaman membaca cerita 
dengan anak. Ladeni si anak jika ia banyak bertanya dalam 1-2 halaman 
saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Selalu jujur. "Ajakan untuk membaca bersama anak ini 
bisa menjadi ajang komunikasi antara orangtua dengan anak dan 
sebaliknya. Jujurlah jika Anda memang belum pernah membaca buku itu. 
Katakan, 'Mama belum pernah baca buku ini, nih. Kita baca barengan, ya?'
 Mengapa? Supaya anak tak punya ekspektasi berlebih Anda tahu segalanya 
dari buku ini," jelas Ariyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Bacakan dari hati. Jangan terkesan
 terpaksa dan seperti enggan, apalagi malas-malasan. Membacakan dengan 
hati akan membuat Anda bersemangat berekspresi dan menarik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 
Posisikan anak dan Anda senyaman mungkin. Upayakan ada sentuhan kulit, 
dan si anak bisa melihat kata-kata yang Anda tunjuk saat membaca. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*
 Perkenalkan bukunya. "Bacakan judul bukunya, perlihatkan sampul buku 
kepada anak. Bacakan pula pihak yang bertanggungjawab atas buku 
tersebut, siapa pengarangnya, dan siapa ilustratornya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Sampul 
buku juga bisa jadi bahan diskusi tersendiri, misalnya dengan membahas 
warna busana si tokoh atau atribut lain pada sampul buku tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Saat bercerita, penting agar si pembaca cerita tenang dan tidak tergesa-gesa. Ambillah waktu secukupnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*
 Setiap kata yang tertulis di buku, tunjuk dengan jari Anda. Saat si 
anak mendengar kata itu, ia akan mengasosiasikannya. Awalnya, dia akan 
menyadari vokal, lalu ia akan melihat huruf yang tertera, kemudian 
menyadari arti kata. Karena itulah, membaca untuk anak sudah bisa 
dilangsungkan sejak usia 0. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Jangan menganggap remeh tanda baca
 titik, koma, tanda seru, maupun tanda tanya. Tunjukkan dengan intonasi 
atau gerak-gerik saat ada kata-kata yang menunjukkan sifat, seperti 
"besar", "kecil", "cepat", dan lainnya. Buat sedikit dramatisasi dari 
cerita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Jangan lupa tetap jaga kontak mata dengan anak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Bila ada kata-kata yang sekiranya si anak belum paham, tanyakan apakah si anak paham atau tidak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Posisikan buku supaya si anak bisa melihat buku dan gambar-gambarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*
 Untuk anak prasekolah, apa yang diceritakan tidak harus sesuai buku. 
Jika ia tertarik hanya dengan 1 halaman saja, karena warnanya atau 
gambar, atau lainnya, kembangkan saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Usahakan menggunakan suara/intonasi berbeda-beda, sesuai karakter dan teknik "&lt;em&gt;fast, slow, pause&lt;/em&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*
 Gunakan efek drama, ada tertawa, merengek, menjerit, berbisik, cepat, 
lambat, stop, sedih, meraung, meringkuk, dan lainnya, sesuaikan dengan 
karakter dalam cerita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tambahkan "&lt;em&gt;body language&lt;/em&gt;". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut
 Roosie Setiawan, penggagas Reading Bugs, membacakan cerita untuk anak 
bisa dimulai sejak trimester akhir kehamilan. Membacakan buku saat hamil
 bisa dilakukan dengan jenis buku apa pun yang ingin kita baca. Saat 
kehamilan, orangtua membacakan cerita adalah momen untuk memperkenalkan 
suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://female.kompas.com/read/2011/02/14/15494364/Tips.Membaca.Bersama.Anak?utm_source=female&amp;amp;utm_medium=cpc&amp;amp;utm_campaign=artbox"&gt;sumber&lt;/a&gt; </description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlpdDrXAzHjVGnFHHJxjmpMpU8B4lo-z5_xfU2531xfD2NeFRkSMjUm8JL4lUWGvRTMzLrzbMkSsf__tHdeKxv6WT7Y9p7LUq_IN_324kp6Lqt2uVc6btk0Rb74FLd5gzxdXl3ulTCGiFq/s72-c/ibu+dan+anak.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tips Mengatasi Sakit Kepala</title><link>http://pojok-sehatku.blogspot.com/2012/09/tips-mengatasi-sakit-kepala.html</link><category>Tips Kesehatan</category><author>noreply@blogger.com (admin)</author><pubDate>Sun, 23 Sep 2012 06:08:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7419254454625935679.post-1926418450106237477</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgV1CTWaJiDNA1vb5jUXObKnh6q1GsuBM5fMG7i8c-0d6uAp480EK81YoRPcfn_qtPKjKppg7mw-4b1imXEjDwB8Nj5f9gfonbmT1iueEecxcezDMDJgSq-efpKTFBTUF8QwRjVGy1QCJdL/s1600/Sakit+kepala.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgV1CTWaJiDNA1vb5jUXObKnh6q1GsuBM5fMG7i8c-0d6uAp480EK81YoRPcfn_qtPKjKppg7mw-4b1imXEjDwB8Nj5f9gfonbmT1iueEecxcezDMDJgSq-efpKTFBTUF8QwRjVGy1QCJdL/s1600/Sakit+kepala.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Sakit kepala disebabkan oleh banyak hal dan paling sering dirasakan oleh orang. Sebelum memutuskan untuk membeli obat warung, Anda mungkin bisa mencoba nutrisi sehat yang bisa mengobati sakit kepala secara instan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara gampang untuk menghindari sakit kepala atau menyembuhkannya yaitu dengan makan yang benar dan menghindari makanan yang dapat menyebab sakit kepala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Berikut ini beberapa makanan terbaik yang dapat meredakan sakit kepala seperti yang dikutip &lt;i&gt;detikhealth&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Segelas air putih&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penyebab
 yang paling jelas dari sakit kepala adalah dehidrasi, karena itu minum 
segelas air dapat membantu meredakan sakit kepala. Tambahkan elektrolit 
seperti garam, gula dan lemon untuk untuk menyembuhkan sakit kepala 
lebih cepat. Pastikan Anda mendapatkan asupan air putih yang cukup, 
setidaknya 8 gelas setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Minyak zaitun dan kacang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Saat
 menstruasi, wanita kerap merasa sakit kepala karena aktivitas hormonal 
yang rendah. Nutrisi yang kaya vitamin E seperti minyak zaitun dan 
kacang-kacangan dapat membantu menyeimbangkan kadar hormon, juga 
meningkatkan sirkulasi darah dan anti-inflamasi, sehingga bisa dengan 
cepat meredakan sakit kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Salmon dan makanan laut lain&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Peradangan
 kecil pada otak dapat memberikan rasa sakit yang tajam dan tak 
tertahankan pada kepala. Obatnya cukup sederhana, Anda mengonsumsi 
salmon, tuna, mackerel atau makanan laut lainnya. Ini merupakan sumber 
asam lemak omega-3 yang dapat membantu mengurangi radang otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Jahe&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jahe
 sebenarnya adalah makanan yang menyembuhkan sakit kepala, mual, batuk, 
dan masih banyak lagi masalah kesehatan kecil. Akar jahe memiliki sifat 
anti-inflamasi dan anti-histamin. Jadi jika kepala Anda sakit karena 
batuk dan flu, seduhan teh dengan jahe pasti akan menyembuhkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Gandum utuh&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang,
 sindrom pra-menstruasi dapat diperparah karena kekurangan mineral 
terutama defisiensi magnesium. Biji-bijian berserat tidak hanya akan 
memberikan banyak serat tetapi juga mengurangi rasa sakit kepala selama 
menstruasi. Anda bisa mencoba gandum utuh berupa roti atau oat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://health.detik.com/read/2012/09/22/075649/2030495/766/trik-agar-sakit-kepala-cepat-pergi?l11755bank" target="_blank"&gt;sumber&lt;/a&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgV1CTWaJiDNA1vb5jUXObKnh6q1GsuBM5fMG7i8c-0d6uAp480EK81YoRPcfn_qtPKjKppg7mw-4b1imXEjDwB8Nj5f9gfonbmT1iueEecxcezDMDJgSq-efpKTFBTUF8QwRjVGy1QCJdL/s72-c/Sakit+kepala.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>10 Mitos Keliru Tentang Penyakit Diabetes</title><link>http://pojok-sehatku.blogspot.com/2012/09/10-mitos-keliru-tentang-penyakit.html</link><category>Diabetes</category><category>Info Kesehatan</category><author>noreply@blogger.com (admin)</author><pubDate>Sun, 23 Sep 2012 05:54:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7419254454625935679.post-7959061078367613062</guid><description>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:TrackMoves/&gt;
  &lt;w:TrackFormatting/&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;
  &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;
  &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;
  &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
   &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;
   &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;
   &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;
   &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;
   &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;
   &lt;w:CachedColBalance/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;m:mathPr&gt;
   &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;
   &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;
   &lt;m:brkBinSub m:val="--"/&gt;
   &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;
   &lt;m:dispDef/&gt;
   &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;
   &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;
   &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;
   &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;
   &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;
   &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;
  &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"
  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"
  LatentStyleCount="267"&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-priority:99;
 mso-style-qformat:yes;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
 mso-para-margin-top:0in;
 mso-para-margin-right:0in;
 mso-para-margin-bottom:10.0pt;
 mso-para-margin-left:0in;
 line-height:115%;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:11.0pt;
 font-family:"Calibri","serif";
 mso-ascii-font-family:Calibri;
 mso-ascii-theme-font:minor-latin;
 mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
 mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
 mso-hansi-font-family:Calibri;
 mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;

&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhABm6jPlo2cXBDnTPMGiN4rX_zeOVdaGBgZXesYvHggwVUUkQoY2qeyiUg4Dqna3Wy5dRlULuAZdBSeWqzrr5GOIT6VwZvk_f7Xtrk59MYKl2ng9xDoK-vK61x6py0mcaBx990KiOUnWgY/s1600/Diabetes.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhABm6jPlo2cXBDnTPMGiN4rX_zeOVdaGBgZXesYvHggwVUUkQoY2qeyiUg4Dqna3Wy5dRlULuAZdBSeWqzrr5GOIT6VwZvk_f7Xtrk59MYKl2ng9xDoK-vK61x6py0mcaBx990KiOUnWgY/s1600/Diabetes.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Diabetes adalah salah satu dari empat Penyakit Tidak Menular (PTM) tertinggi
yang berakibat pada kematian, diantara penyakit penyakit jantung dan pembuluh
darah, penyakit kanker dan penyakit paru-paru kronik.&lt;br /&gt;


&lt;br /&gt;


Pada tahun 2007, riset kesehatan menunjukkan bahwa diabetes merupakan
penyebab kematian nomor 6 dari seluruh kematian pada semua kelompok umur. &lt;br /&gt;


&lt;br /&gt;


Paasien cenderung tidak menyadari kondisi pre-diabetes yang dialaminya.
Pasien diabetes, khususnya tipe II kerap datang ke dokter dalam kondisi sudah
mengalami komplikasi.&lt;br /&gt;


&lt;br /&gt;


Kebanyakan dari kita masih mempercayai informasi serta mitos-mitos yang
tidak benar seputar diabetes, dan hal tersebut perlu diluruskan.&amp;nbsp; Berikut
ini 10 mitos tentang diabetes yang berkembang seperti yang dikutip dari kompas.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;
&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Diabetes diturunkan menyilang, dari ibu ke anak lelakinya, atau dari ayah ke anak perempuannya.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Faktanya:
 Punya riwayat keluarga menderita diabetes memang menaikkan resiko 
diabetes. Tetapi, punya golongan darah yang sama dengan ayah belum tentu
 membuat Anda otomatis terkena diabetes. Demikian juga diabetes yang 
ditularkan secara menyilang hanya mitos. Terkena diabetes atau tidak itu
 tergantung pola makan dan gaya hidup. Kalau gaya hidup yang diikuti 
sehat, risiko diabetes dapat dihindari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Diabetes itu penyakit orang tua&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Faktanya:
 Diabetes yang diderita orang tua berlaku untuk diabetes tipe 2, karena 
pada umumnya dijumpai pada orang dewasa. Tapi, kini semakin banyak anak 
dan remaja yang didiagnosis menderita diabetes tipe 2 terutama mereka 
yang mengalami kelebihan berat badan. Diabetes bisa menimpa usia berapa 
saja, meski paling banyak menimpa orang berusia di atas 40 tahun. Namun,
 karena perubahan gaya hidup modern yang kurang sehat membuat prevalensi
 penderita diabetes berusia 20 tahun atau 30 tahun.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;3. Sering makan manis menyebabkan diabetes&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Faktanya
 : Diabetes tipe I disebabkan faktor genetik dan masih terus diteliti 
pemicunya. Sedangkan diabetes tipe 2 disebabkan faktor genetik yang 
dipicu gaya hidup tidak sehat. Diabetes tipe 1 disebabkan oleh kerusakan
 sel-sel di pankreas yang memproduksi insulin, yang tidak berhubungan 
dengan konsumsi gula. Diet tinggi kalori, baik dari gula atau dari 
lemak, dapat meningkatkan berat badan yang pada akhirnya meningkatkan 
resiko terkena diabetes tipe 2.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Penyandang diabetes harus berhenti total konsumsi gula&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Faktanya:
 Jika dikonsumsi sebagai bagian dari rencana diet yang sehat atau 
dikombinasikan dengan olahraga, makanan dan minuman manis boleh 
dikonsumsi oleh penderita diabetes. Namun, meski bukan pantangan, 
penderita diabetes tetap perlu membatasi makanan minuman yang manis. 
Untuk menjaga glukosa darah, makanan atau minuman yang manis sebaiknya 
dikonsumsi setelah makanan rendah karbohidrat, itupun dibatasi. 
Kemudian, jangan lupa lakukan cek gula darah untuk memonitor perubahan 
glukosa tubuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Diabetes bisa sembuh&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Faktanya:
 Kadangkala individu mengira bahwa gula darah yang selalu stabil dan 
normal dalam jangka waktu lama, dianggap diabetesnya sembuh. Padahal, 
gangguan fungsi pankreas sifatnya permanen dan irreversible. Diabetes 
memang tidak dapat disembuhkan, namun dengan pengelolaan yang baik maka 
gula darah dapat dijaga tetap normal. Gula darah yang dijaga dalam batas
 normal membuat penyandang diabetes tidak berbeda sama sekali dengan 
orang sehat, serta menjauhkan diabetisi dari resiiko komplikasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;6. Obat tradisional lebih baik dari obat dokter&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Faktanya:
 Beda obat tradisional dengan obat medis yang paling mencolok adalah 
adanya bukti penelitian klinis atau tidak. Setiap obat modern yang 
beredar di pasaran telah melewati fase uji klinis. Berbeda obat 
tradisional umumnya tidak mengalami fase uji klinis, sehingga belum 
diketahui secara ilmiah dampaknya bagi manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;7. Penyandang diabetes tidak perlu alat ukur khusus&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Faktanya:
 Gejala seseorang yang mengalami gula darah tinggi atau hiperglikemia 
bisa jadi dirasakan. Namun, justru banyak pula pasien diabetes 
melaporkan mereka tidak menyadari sama sekali. Jika tidak diukur, 
kondisi hiperglikemia ekstrim berpotensi menimbulkan ketoasidosis yang 
bisa mengakibatkan koma pada pasien.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;8. Diabetes bikin umur pendek&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Faktanya:
 Orang dengan diabetes memang disarankan mendapat vaksinasi flu. Hal ini
 dikarenakan penyakit apapun yang menimbulkan infeksi, bisa menyebabkan 
diabetes lebih sulit dikontrol. Sehingga lebih rawan untuk mengalami 
hiperglikemia yang bisa memacu perkembangan komplikasi serius. Dengan 
pola makan dan gaya hidup sehat, penyandang diabetes&amp;nbsp; bisa mengurangi 
risiko terkena berbagai macam penyakit.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;9. Pakai insulin, diabetes berarti sudah parah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Faktanya:
 Hal ini hanya berlaku untuk pasien diabetes tipe I. Untuk penderita 
diabetes tipe II, biasanya dapat menjaga glukosa darah dengan menjaga 
pola makan dan berolahraga. Apabila itu tidak cukup, dokter menyarankan 
pasien untuk mengonsumsi obat oral penurun glukosa. Seiring waktu, tubuh
 pasien bertahap menghasilkan insulin lebih sedikit dan akhirnya 
obat-obatan tidak cukup menjaga kadar glukosa darah yang normal. 
Suntikan insulin diperlukan untuk mengendalikan kadar glukosa darah ke 
tingkat normal.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;10. Yang paling penting menjaga gula darah puasa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Faktanya:
 Gula darah tinggi baik sebelum atau sesudah makan sama bahayanya untuk 
jangka panjang. Gula darah yang tinggi sesudah makan merupakan pemicu 
utama bagi timbulnya komplikasi makrovaskuler (gangguan jantung dan 
pembuluh darah). Banyak penyandang diabetes meninggal karena komplikasi 
jantung dan pembuluh darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://health.kompas.com/read/2012/09/20/13574222/10.Mitos.Keliru.Diabetes.yang.Perlu.Diluruskan" target="_blank"&gt;sumber&lt;/a&gt; </description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhABm6jPlo2cXBDnTPMGiN4rX_zeOVdaGBgZXesYvHggwVUUkQoY2qeyiUg4Dqna3Wy5dRlULuAZdBSeWqzrr5GOIT6VwZvk_f7Xtrk59MYKl2ng9xDoK-vK61x6py0mcaBx990KiOUnWgY/s72-c/Diabetes.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>6 Tips Mencegah Impotensi</title><link>http://pojok-sehatku.blogspot.com/2012/09/6-tips-mencegah-impotensi.html</link><category>Disfungsi Ereksi</category><category>Impotensi</category><category>Info Seks</category><author>noreply@blogger.com (admin)</author><pubDate>Tue, 18 Sep 2012 20:41:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7419254454625935679.post-5303565479846759898</guid><description>&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4v7rGvzKo6K8RQupWWouxr8iPzrjeSZUaXWoiu7q6-goOLgPbvw1fnh3TZlyStQddV3CUOJ68eW3OMVbZpp30iwJWL2A83qNIV88q743ypJlIfTKW0C5do5n-QZAqosJw52tB30Bbzyll/s1600/DE.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4v7rGvzKo6K8RQupWWouxr8iPzrjeSZUaXWoiu7q6-goOLgPbvw1fnh3TZlyStQddV3CUOJ68eW3OMVbZpp30iwJWL2A83qNIV88q743ypJlIfTKW0C5do5n-QZAqosJw52tB30Bbzyll/s1600/DE.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Disfungsi ereksi merupakan ketidakmampuan pria untuk
mencapai dan mempertahankan ereksi pada penis dalam waktu yang cukup untuk melakukan
aktivitas seksual. Namun dalam masyarakat, disfungsi ereksi lebih dikenal
sebagai impotensi. &lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;
Masalah ini merupakan momok bagi kaum pria. Badan Kesehatan
Dunia (WHO) memperkirakan di Asia pada tahun 1995 terdapat sekitar 87 juta pria
menderita disfungsi ereksi.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Anda tidak mau kan hal tersebut menimpa Anda maupun pasangan yang Anda sayangi? Berikut ini ada 6 langkah mudah yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya impotensi atau disfungsi ereksi seperti yang dikutip &lt;b&gt;&lt;i&gt;vemale.com&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Konsumsi Makanan Sehat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Impotensi
 erat kaitannya dengan kesehatan pembuluh darah, kehidupan seks yang 
aktif dan sehat memerlukan pembuluh darah dan jantung yang juga sehat. 
Tersumbatnya aliran darah dan menurunnya kemampuan jantung dapat 
memperlambat aliran darah menuju penis. Untuk mencegah hal itu, sarankan
 pasangan Anda untuk mengonsumsi makanan seperti buah-buahan segar, 
sayur dan biji-bijian. Masukkan juga makanan kaya asam lemak omega 3 
yang bisa membuat sistem saraf Anda dan pasangan lebih sehat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Perhatikan Berat Badan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penelitian
 menunjukkan bahwa pria yang memiliki berat badan berlebih memiliki 
risiko menderita impotensi dua kali lebih besar dibandingkan pria-pria 
yang memiliki berat badan ideal. Sebuah penelitian yang diterbitkan &lt;i&gt;Journal of American Medical Association&lt;/i&gt;bahwa
 sepertiga pria yang memiliki masalah impotensi dan menurunkan berat 
badan akan menghilangkan masalah impotensi. Selain itu, obesitas juga 
akan menurunkan hormon testosteron (salah satu hormon seks) pada pria.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Hati-Hati Penggunaan Obat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selalu
 gunakan obat dalam pengawasan dokter, karena kesehatan organ reproduksi
 bisa mengalami gangguan jika sembarangan mengonsumsi obat. Sebuah 
penelitian yang dilaporkan dalam &lt;i&gt;Journal of Urology&lt;/i&gt;menemukan 
bahwa pria yang menggunakan obat penghilang rasa sakit seperti aspirin 
acetaminophen, ibuprofen, dan celebrex, memiliki kemungkinan lebih mudah
 mengalami impotensi sebesar 38 persen dibandingkan pria yang tidak 
mengonsumsi obat-obatan tersebut. Para peneliti percaya bahwa 
obat-obatan penghilang rasa sakit tersebut dapat menghalangi hormon 
untuk mengontrol ereksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Gunakan Niasin&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam &lt;i&gt;Journal of Sexual Medicine&lt;/i&gt;menemukan
 bahwa mengonsumsi vitamin B-3 atau niacindosis harian sebanyak 1.500 mg
 dapat membantu pria menyembuhkan impotensi. Menurut peneliti, niasin 
adalah cara jangka panjang untuk mengobati impotensi, tidak seperti 
viagra yang hanya bersifat sementara. "Niasin jauh lebih nyaman," Dr 
Chi-Fai Ng dari Universitas China Hong Kong dalam sebuah pernyataan. 
"Anda hanya perlu memakannya sekali sehari, setiap kali Anda inginkan, 
dan Anda bisa berhubungan intim kapan saja."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Olahraga&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan
 pernah bosan dengan tips mengenai olahraga. Ada hubungan yang sangat 
kuat antara gaya hidup yang sehat dan impotensi. Sebuah penelitian 
menemukan bahwa olahraga setidaknya berjalan santai 3,2 km setiap hari 
dapat menurunkan risiko impotensi sebesar 70 persen. Sedangkan latihan 
aerobik seperti lari, bersepeda dan jalan cepat dapat mencegah 
impotensi. Tapi berhati-hati dengan sepeda, pastikan tempat duduk pada 
sepeda nyaman dan ampuh, karena tempat duduk yang keras justru dapat 
membuat pria mengalami impotensi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;6. Berhenti Merokok!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukankah
 peringatan ini sudah ada di kemasan rokok? Salah satu penyebab utama 
impotensi berdasarkan penelitian yang dilaporkan pada konferensi &lt;i&gt;American Heart Association&lt;/i&gt;adalah
 rokok. Pria perokok lebih dari 20 batang setiap hari meningkatkan 
risiko impotensi sebesar 60 persen dibandingkan pria yang tidak merokok.
 Stop rokok mulai sekarang, Anda akan menikmati sesi aktivitas intim 
dengan sensasi yang lebih baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sumber: &lt;a href="http://vemale.com/" target="_blank"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;vemale.com&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/a&gt; </description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4v7rGvzKo6K8RQupWWouxr8iPzrjeSZUaXWoiu7q6-goOLgPbvw1fnh3TZlyStQddV3CUOJ68eW3OMVbZpp30iwJWL2A83qNIV88q743ypJlIfTKW0C5do5n-QZAqosJw52tB30Bbzyll/s72-c/DE.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Cara Merawat Payudara Tetap Kencang dan Indah</title><link>http://pojok-sehatku.blogspot.com/2012/09/cara-merawat-payudara-tetap-kencang-dan.html</link><category>Payudara</category><category>Tips Kesehatan</category><author>noreply@blogger.com (admin)</author><pubDate>Tue, 18 Sep 2012 18:44:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7419254454625935679.post-7213769280862141029</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGJhDKQNiw2UEzlDReZPH7lyXM59SgyiHzfMJYzCCpEp8Vz4sh3vWlcB6OYIUkWHJ_IXNs2zy4_xtJA5v_bVR9jWPSjx5Yu-mcv_B4g9Fmsaay82xaYk0g5_vyC2TxM8NLv7PgRxyNteTS/s1600/payudara3.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGJhDKQNiw2UEzlDReZPH7lyXM59SgyiHzfMJYzCCpEp8Vz4sh3vWlcB6OYIUkWHJ_IXNs2zy4_xtJA5v_bVR9jWPSjx5Yu-mcv_B4g9Fmsaay82xaYk0g5_vyC2TxM8NLv7PgRxyNteTS/s1600/payudara3.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Setiap wanita pasti menginginkan payudaranya sehat dan indah.
Untuk itu, seperti tubuh yang lain, payudara juga harus dijaga dan dirawat agar
tidak mengendur sehingga mempengaruhi keindahannya. Terutama bagi ibu-ibu yang
pernah hamil dan menyusui, karena mungkin payudaranya tidak lagi kencang akibat
menyusutnya kelenjar susu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Penyebab payudara tidak kencang biasanya dialami oleh
ibu-ibu yang pernah hamil dan menyusui, dimana payudaranya tidak lagi kencang
akibat menyusutnya kelenjar susu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Penyebab lainnya bisa akibat melemahnya jaringan ikat
penyangga payudara dan elastisitas kulit payudara yang berkurang. Jadi, sangat
penting bagi Anda kaum hawa untuk merawat payudara agar tetap indah, baik dari
dalam maupun luar tubuh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Berikut ini ada langkah mudah dalam merawat payudara untuk
tetap kencang dan indah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .25in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -.25in;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;1.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Memperhatikan konsumsi makanan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .25in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Payudara membutuhkan nutrisi, oleh
sebab itu konsumsilah makanan yang bergizi seimbang dengan jumlah kalori yang
cukup, untuk menjaga berat badan ideal. Karena, berat badan yang ideal dapat
memperbaiki bentuk tubuh secara alami, termasuk payudara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .25in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .25in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -.25in;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;2.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Menghindari gesekan yang terlalu keras&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .25in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Seperti diketahui, kulit payudara
mengandung hanya sedikit kolagen, terutama dibagian areola yaitu kulit
disekitar puting. Oleh karena itu, jangan menggesek payudara dengan benda
kasar, seperti handuk dan scrub.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .25in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .25in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -.25in;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;3.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Memberikan pelembab pada payudara&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .25in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Gunakan pelembab tanpa pewangi untuk
mengatasi kulit kering, atau dapat pula menggunakan minyak zaitun. Untuk mendapatkan
hasil yang maksimal, sertai dengan pijatan ringan dengan gerakan lembut. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .25in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Bersihkan pula secara rutin daerah
seputar putting dengan kapas yang dibasahi air hangat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .25in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -.25in;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;4.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Menggunakan bra yang sesuai&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .25in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto;"&gt;
&lt;span style="mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Sesuikan bra dengan ukuran dan bentuk
payudara yang Anda miliki. Pilih ukuran yang sesuai agar dapat menopang
payudara dengan baik. Pastikan bra tersebut nyaman dan enak dipakai. Untuk berolahraga,
gunakanlah bra khusus yang mudah menyerap keringat dengan baik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .25in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .25in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -.25in;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;5.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Olahragalah secara rutin&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in;"&gt;
Rutin berolahlaga seperti senam ringan
dengan memfokuskan untuk memperkuat otot dada, karena hal tersebut akan melatih
otot-otot dada. Lakukan hal tersebut secara teratur untuk mendapatkan hasil
yang maksimal.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in;"&gt;
Oke deh, semoga tips&lt;a href="http://pojok-sehatku.blogspot.com/"&gt; cara merawat payudara tetap kencang dan indah&lt;/a&gt; dapat bermanfaat.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .25in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGJhDKQNiw2UEzlDReZPH7lyXM59SgyiHzfMJYzCCpEp8Vz4sh3vWlcB6OYIUkWHJ_IXNs2zy4_xtJA5v_bVR9jWPSjx5Yu-mcv_B4g9Fmsaay82xaYk0g5_vyC2TxM8NLv7PgRxyNteTS/s72-c/payudara3.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Jangan Abaikan Keputihan Saat Hamil</title><link>http://pojok-sehatku.blogspot.com/2012/09/jangan-abaikan-keputihan-saat-hamil.html</link><category>Info Kesehatan</category><category>Kehamilan</category><category>Keputihan</category><author>noreply@blogger.com (admin)</author><pubDate>Tue, 18 Sep 2012 16:06:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7419254454625935679.post-161994016270059801</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLw-I8dlxM6RF4TFb7fYXCrqTUxOuR1qJEJzOcRhSUBpslkuFcPdVqyEubvnbdC4daIaR6e3C9FNep1FFa8JX5rEp0Wc_Vx7-UYpyZFN9640Y7fwXbPsZN1G9BXO8ig-rz-fI0OCiI1w_p/s1600/wanita+hamil1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLw-I8dlxM6RF4TFb7fYXCrqTUxOuR1qJEJzOcRhSUBpslkuFcPdVqyEubvnbdC4daIaR6e3C9FNep1FFa8JX5rEp0Wc_Vx7-UYpyZFN9640Y7fwXbPsZN1G9BXO8ig-rz-fI0OCiI1w_p/s1600/wanita+hamil1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Tidak sedikit perempuan yang terserang keputihan ketika hamil. Sebenarnya
keputihan tersebut hal yang biasa tapi bisa juga kondisi tersebut berbahaya.
Jadi, diharapkan wanita hamil jangan sepelekan keputihan saat hamil, apalagi
pada trimester pertama dimana kondisi janin masih sangat lemah sehingga
membutuhkan perawatan lebih, termasuk dalam menjaga kebersihan vagina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keputihan ini merupakan salah satu gejala terjadinya infeksi pada vaniga. Hal
ini terjadi akibat terganggunya keseimbangan normal bakteri “baik” akibat
bakteri “jahat” yang tumbuh pesat di vagina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bakteri jahat yang tumbuh di
vagina ini akan membuat pH (tingkat keasaman) vagina meningkat.&lt;br /&gt;
Kondisi pH vagina yang normal berada pada kisaran 4,5 ke bawah. Tapi ketika
aktivitas bakteri yang meningkat dapat mengakibatkan keputihan serta
meningkatkan kadar pH-nya sampai angkat tujuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada wanita hamil, infeksi bakteri ini akan mengganggu perkembangan janin,
dan merusak sel-sel ketuban sehinggan meningkatkan resiko ketuban pecah sebelum
waktunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apalagi jika keputihan tersebut ditandai dengan adanya lendir yang berwarna
putih kehijauan dan berbau juga bisa berakibat pada kelahiran bayi premature&lt;span class="st"&gt;. Bahkan sekitar 50 persen kelahiran bayi prematur disebabkan oleh
infeksi vagina akibat bakteri. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="st"&gt;Bayi yang lahir premature bisa mengalami berbagai gangguan
kesehatan, seperti lumpuh otak, kebutaan, sampai gangguan kognitif. Keputihan
juga bisa meningkatkan risiko kematian bayi sampai dengan 40 kali lipat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="st"&gt;Dan perlu diingat ya, ketika mengalami keputihan saat hamil,
jangan sembarangan minum obat anti keputihan. Untuk lebih tepatnya,
konsultasikan dengan dokter agar keputihannya bisa diobati tanpa mengganggu
jabang bayi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="st"&gt;&lt;i&gt;Soo&lt;/i&gt;, bu… jangan anggap enteng keputihan, ya.. &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="st"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-char-type: symbol; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-symbol-font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style="mso-char-type: symbol; mso-symbol-font-family: Wingdings;"&gt;J&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLw-I8dlxM6RF4TFb7fYXCrqTUxOuR1qJEJzOcRhSUBpslkuFcPdVqyEubvnbdC4daIaR6e3C9FNep1FFa8JX5rEp0Wc_Vx7-UYpyZFN9640Y7fwXbPsZN1G9BXO8ig-rz-fI0OCiI1w_p/s72-c/wanita+hamil1.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Cara Alami Menghilangkan Komedo</title><link>http://pojok-sehatku.blogspot.com/2012/09/cara-alami-menghilangkan-komedo.html</link><category>Tips Kesehatan</category><author>noreply@blogger.com (admin)</author><pubDate>Tue, 18 Sep 2012 12:00:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7419254454625935679.post-1381224602819208059</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEie0dqLnol0EI9s20phk6y5fsRG9qq582rTNZ5FczsoNMzwgmMZZO4YXTO-KQ2GnT2vQsLOIyY-UvrKfWPP-3x027rnO8s5lUBbRRVAQo47TLpjSnTGt2ZJSnBPGQ9g_tdGUKvg6_t51pcR/s1600/Komedo.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEie0dqLnol0EI9s20phk6y5fsRG9qq582rTNZ5FczsoNMzwgmMZZO4YXTO-KQ2GnT2vQsLOIyY-UvrKfWPP-3x027rnO8s5lUBbRRVAQo47TLpjSnTGt2ZJSnBPGQ9g_tdGUKvg6_t51pcR/s320/Komedo.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Komedo merupakan hal yang sangat mengganggu bagi sebagian orang. Ingin sekali membersihkan jika komedo datang. Apa sih komedo itu dan bagaimana cara menghilangkannya? Mungkin informasi di bawah ini berguna bagi Anda yang dikutip dari &lt;i&gt;tipskesehatan&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana cara menghilangkan komedo? Bagi seseorang atau Anda yang suka 
melakukan perawatan wajah atau perawatan kulit, komedo merupakan masalah
 yang sangat umum terjadi. Tentu saja dengan munculnya komedo di wajah 
sangat mengganggu penampilan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelumnya ada baiknya kita pelajari jenis dari komedo:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Blackhead adalah komedo terbuka, karena teroksidasi oleh udara komedo
 jenis ini berwarna kehitaman dan terlihat seperti pori-pori yang 
membesar dan menghitam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Whitehead adalah komedo tertutup, komedo jenis ini terlihat seperti benjolan kecil dibawah kulit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang komedo bukanlah suatu penyakit yang berbahaya yang dapat membunuh
 kita, namun rasa percaya diri kita dapat terbunuh oleh komedo. Biasanya
 sudah banyak cara yang digunakan untuk menghilangkan komedo, namun 
seringkali kita gagal dalam melakukannya. Berikut ada cara yang alami 
untuk Anda coba. Semoga dengan cara alami ini komedo Anda bisa hilang, 
karena bila Anda menggunakan obat-obatan yang tidak cocok dengan kulit 
Anda malah akan membuat kulit Anda menjadi rusak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahan-bahan yang digunakan untuk menghilangkan komedo secara alami 100 
persen terbuat dari bahan alami dan tidak mengandung bahan-bahan kimia 
yang dapat berbahaya bagi tubuh kita. Tentunya cara alami ini akan 
mengurangi risiko dari kerusakan kulit wajah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila pengobatan secara alami ini dilakukan dengan tepat akan mencegah 
timbulnya komedo yang akan sangat mengganggu penampilan Anda. pastinya 
dari tadi Anda bertanya-tanya, bagaimana cara menghilangkan jerawat 
secara alami? Berikut tipsnya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Cara Menghilangkan Komedo&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setidaknya seminggu sekali berikan wajah Anda dengan uap. Agar uap air 
menyentuh kulit wajah, tempatkanlah wajah Anda di atas mangkuk berisi 
air mendidih. Tutup kepala Anda dengan handuk untuk mendapatkan uap 
secara maksimal. Kemudian lakukan scrubbing dengan menggunakan campuran 
madu dan gula. Langkah ini akan melembutkan kulit Anda sekaligus 
menghilangkan komedo.&lt;br /&gt;
Penggunaan kosmetik dalam bentuk krim dan minyak perlu Anda hindari karena dapat meningkatkan peluang terjadinya komedo.&lt;br /&gt;
Langkah yang penting untuk membantu menghilangkan sel-sel kulit mati 
adalah pengelupasan. Hal ini membantu untuk menyingkirkan kulit mati 
yang menyebabkan komedo serta jerawat.&lt;br /&gt;
Anda dapat membuat masker pembasmi komedo, caranya campurkanlah air 
jeruk nipis, gliserin dan minyak almond. Selama beberapa menit oleskan 
pada wajah. Cara ini tidak hanya menghilangkan komedo saja tapi bisa 
menyingkirkan noda hitam bekas jerawat.&lt;br /&gt;
Setiap malam selama 15 menit, lembabkan wajah dengan kain basah hangat. 
Cara ini berguna untuk mengangkat kotoran, sel kulit mati, dan partikel 
lain yang dapat menyumbat pori-pori. Selesai menggunakan sebaiknya rebus
 kain dengan air mendidih untuk membunuh kuman serta bakteri.&lt;br /&gt;
Madu dihangatkan terlebih dahulu lalu oleskan pada wajah yang berkomedo.
 Setelah 10 menit cuci wajah. Madu di sini berfungsi sebagai pelembab 
sekaligus untuk mengangkat komedo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara menghilangkan komedo sudah di jelaskan sedikit di atas, namun tidak
 hanya itu saja. Anda dapat menghilangkan komedo dengan cara alami. 
Selanjutnya akan dijelaskan beberapa bahan alami yang bisa dimanfaatkan 
untuk menghilangkan komedo. Berikut penjelasannya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Garam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Campur garam dengan air hangat lalu cuci wajah Anda dengan air hangat 
yang sudah dicampur garam. Fungsi garam bagi wajah adalah untuk 
mengurangi kadar minyak berlebih, dan juga membantu menghilangkan 
komedo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Lidah buaya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lendir yang ada pada batang lidah buaya dioleskan ke area yang 
berkomedo. Bagi wajah lidah buaya berfungsi untuk menghaluskan kulit 
serta mempercepat penyembuhan luka pada kulit. Hasil yang didapat wajah 
tanpa komedo, terasa halus dan segar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Es batu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kira-kira 10 menit usapkan es batu di sekitar area yang berkomedo. 
Penggunaan es batu ini untuk membuat pori kulit menyempit sehingga 
komedo kesulitan untuk menembusnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Air putih&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konsumsilah lebih banyak air putih, karena air putih membantu sistem 
pencernaan menjadi bersih dan menjadikan kulit lebih bercahaya serta 
halus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Putih telur&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebutir putih telur dicampur dengan satu sendok teh madu. Kemudian 
oleskan pada wajah, selama 20-30 menit biarkan sampai mengering, setelah
 selesai bersihkan menggunakan air hangat. Langkah ini untuk mengurangi 
komedo serta mencegah komedo baru bermunculan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tadi di atas sudah dijelaskan beberapa cara yang dapat dilakukan untuk 
menghilangkan komedo dengan cara alami. Untuk mendapatkan hasil yang 
maksimal lakukanlah langkah di atas dengan konsisten. Semua itu 
dilakukan untuk menjaga kesehatan dan penampilan Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sumber: &lt;i&gt;&lt;a href="http://tipskesehatan.web.id/cara-alami-menghilangkan-komedo"&gt;http://tipskesehatan.web.id &lt;/a&gt;&lt;/i&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEie0dqLnol0EI9s20phk6y5fsRG9qq582rTNZ5FczsoNMzwgmMZZO4YXTO-KQ2GnT2vQsLOIyY-UvrKfWPP-3x027rnO8s5lUBbRRVAQo47TLpjSnTGt2ZJSnBPGQ9g_tdGUKvg6_t51pcR/s72-c/Komedo.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Ini Dia Posisi Seks Favorit Pria</title><link>http://pojok-sehatku.blogspot.com/2012/09/ini-dia-posisi-seks-favorit-pria.html</link><category>Info Seks</category><author>noreply@blogger.com (admin)</author><pubDate>Sun, 16 Sep 2012 08:17:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7419254454625935679.post-4268369332891970528</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhp2lx6kgtyvatNf5cWAaFN118hSNixXKlpsxgJwhX00X77RkZb-6ZxFnl5GTGqKn8tyin36pRXT3I56tV5ofPj_GMU6gGeZU45_U2uMppIc4kDBOnXE_GAskhgbqmHycQw-uq8psq4FKCG/s1600/gambar1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhp2lx6kgtyvatNf5cWAaFN118hSNixXKlpsxgJwhX00X77RkZb-6ZxFnl5GTGqKn8tyin36pRXT3I56tV5ofPj_GMU6gGeZU45_U2uMppIc4kDBOnXE_GAskhgbqmHycQw-uq8psq4FKCG/s1600/gambar1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Seks merupakan kegiatan yang menyenangkan bagi suami istri. Dengan seks, hubungan dengan pasangan akan semakin dekat, hangat, dan harmonis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi jika rutinitas itu dilakukan tanpa variasi, maka akan timbul kebosanan atau kejenuhan. Untuk itu, lakukan variasi dalam berhubungan intim. Pelajari &lt;a href="http://pojok-sehatku.blogspot.com/2012/09/posisi-favorit-wanita-ketika-bercinta.html"&gt;posisi seks yang menjadi favorit wanita&lt;/a&gt; atau posisi seks favorit pria.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikuti ini posisi-posisi seks favorit pria yang mungkin berguna bagi para istri agar dapat memuaskan pasangan Anda malam ini seperti yang dikutip dari &lt;i&gt;vemale&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Awali dengan missionaris&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Memang terdengar 
standard dan klasik, namun mengawali keintiman dengan posisi misionaris 
akan membuat Anda dan pasangan jauh merasa lebih dekat. Permainan ini 
juga bisa memperpanjang session intim Anda, karena tak harus membuang 
tenaga berlebihan di awal.&lt;br /&gt;
Konsentrasi saja pada penetrasi awal dan ciptakan komunikasi tubuh dengan pasangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;You on top!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Nah,
 kalau sudah terjalin komunikasi antara tubuhnya dan Anda, kini saatnya 
berganti posisi. Ambil alih kendali dan ciptakan pemandangan menarik 
untuknya. Kali ini giliran Anda memberikan hiburan dan membuatnya puas 
dengan gerakan pinggul Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Reverse cowgirl&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jangan 
biarkan dia hanya puas dengan posisi klasik saja. Variasikan woman on 
top dengan memberikan 'remasan' istimewa pada mr. P. Reverse cowgirl 
juga meningkatkan keintiman pasangan, karena di posisi ini Anda dapat 
mengendalikan permainan dengan si dia yang bisa berimprovisasi memainkan
 payudara Anda dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Doggie style&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Penetrasi 
akan semakin dalam bila Anda melanjutkannya diengan doggie style. Dengan 
kecepatan yang bisa diatur, di posisi ini Anda dan pasangan bisa 
mencapai orgasme.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Standing up&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jika memang doggie 
style dirasa belum cukup membawa Anda dan pasangan menuju klimaks, maka 
raih klimaks dengan posisi standing up. Sangat perlu diperhatikan bahwa 
posisi ini baiknya tidak dilakukan di kamar mandi atau di atas lantai 
yang licin. Posisi spontan ini bisa dilakukan setelah Anda mencapai 
orgasme berulang-ulang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi perlu diketahui, setiap orang kadang mempunyai posisi favoritnya masing-masing. Komunikasi dengan pasangan Anda. Posisi apa yang menjadi favoritnya dan langsung lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selamat mencoba, ya :) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://vemale.com/"&gt;vemale&lt;/a&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhp2lx6kgtyvatNf5cWAaFN118hSNixXKlpsxgJwhX00X77RkZb-6ZxFnl5GTGqKn8tyin36pRXT3I56tV5ofPj_GMU6gGeZU45_U2uMppIc4kDBOnXE_GAskhgbqmHycQw-uq8psq4FKCG/s72-c/gambar1.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>5 Tips Mencegah Sakit Punggung Saat Hamil</title><link>http://pojok-sehatku.blogspot.com/2012/09/5-tips-mencegah-sakit-punggung-saat.html</link><category>Kehamilan</category><author>noreply@blogger.com (admin)</author><pubDate>Sun, 16 Sep 2012 08:03:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7419254454625935679.post-4831827056092951076</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5rocNRWqTLwDTGML1Ci2P4oIvXDCEMceEKSS_aRVX-cP8p7Rd0MqPBDsi1jPodC4AV_MqXS9-Ts-ZFaCLu4QaLaVR3_kPbCPRIpDVRL4HmucUvgcAKmkpzyNhd8XQBSKJwHS4FcstlKB0/s1600/ibu+hamil.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5rocNRWqTLwDTGML1Ci2P4oIvXDCEMceEKSS_aRVX-cP8p7Rd0MqPBDsi1jPodC4AV_MqXS9-Ts-ZFaCLu4QaLaVR3_kPbCPRIpDVRL4HmucUvgcAKmkpzyNhd8XQBSKJwHS4FcstlKB0/s200/ibu+hamil.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Masa kehamilan merupakan masa yang menyenangkan sekaligus masa yang berat bagi seorang ibu, khusunya bagi ibu muda. Karena, seiring bertambahnya usia kehamilan, maka semakin berat beban yang harus ditopang. Jadi, janganlah heran jika ada ibu hamil yang pernah mengalami sakit punggung ketika sedang mengandung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi jangan khawatir, berikut ini ada beberapa tips yang mungkin berguna dan bisa dicoba bagi ibu hamil agar bisa terhindar dari masalah sakit atau pegal pada punggung seperti yang dilansir oleh &lt;a href="http://vemale.com/"&gt;&lt;i&gt;vemale&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Lakukan Kegiatan Fisik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dalam
 kondisi kehamilan yang sehat, Anda bisa melakukan banyak aktivitas 
seperti saat sebelum hamil, tentu saja dengan batasan-batasan tertentu. 
Biarkan tubuh Anda bergerak melakukan berbagai kegiatan ringan, misalnya
 memasak, jalan santai saat sore atau pagi hari dan berbagai aktivitas 
fisik ringan yang membuat tubuh bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Duduk Dengan Posisi Tepat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jika
 Anda bekerja di kantor dan harus duduk dalam waktu yang lama, pastikan 
kursi Anda cukup nyaman. Kursi harus menopang pinggul hingga seluruh 
punggung. Jika kursi kantor dirasa tidak nyaman, bawa bantal dengan 
ketebalan yang nyaman untuk Anda sebagai penyangga.&lt;br /&gt;
Pastikan kaki 
Anda berpijak pada lantai atau berada pada pijakan meja dengan nyaman. 
Jangan pernah duduk sambil menyilangkan kaki atau menopang satu kaki di 
atas kaki yang lain. Sesekali (sekitar 30 menit sekali) berdirilah dan 
berjalan sebentar di sekitar kantor agar punggung Anda tidak pegal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Ganti Posisi Perlahan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dimulai
 sejak kehamilan masih kecil, biasakan untuk berpindah posisi dengan 
gerakan perlahan. Ketika Anda sedang duduk dan akan berdiri, lakukan 
perlahan. Demikian juga saat Anda akan duduk. Gerakan yang pelan akan 
membuat punggung Anda nyaman dan tidak tersentak. Demikian juga saat 
melakukan kegiatan lain, lakukan perlahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Hindari Membungkuk&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ibu
 hamil tidak disarankan membungkuk, apalagi membungkuk sambil mengangkat
 atau membawa barang. Beban pada perut akan menarik punggung sehingga 
bisa mengakibatkan nyeri bahkan cedera. Jika Anda ingin mengambil barang
 yang terjatuh di lantai atau mengangkat barang (yang ringan sekalipun),
 usahakan tidak membungkuk. Lebih baik tekuk kedua lutut Anda hingga 
tubuh merendah, ambil barang, lalu luruskan kembali lutut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Memakai Penopang Punggung&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jika
 Anda ingin mencegah nyeri punggung dan menjaga postur tubuh tetap sehat
 saat kehamilan, Anda bisa memakai penopang punggung khusus untuk ibu 
hamil. Penopang tersebut bisa berupa bebat khusus untuk bagian punggung 
dan perut (bisa Anda beli di apotik atau toko perlengkapan ibu hamil), 
termasuk bra dan celana dalam khusus ibu hamil. Sesekali, minta bantuan 
suami untuk memberi pijatan ringan di bagian punggung Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga bermanfaat dan semoga kehamilan Anda lancar dan nyaman :) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://vemale.com/"&gt;sumber&lt;/a&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5rocNRWqTLwDTGML1Ci2P4oIvXDCEMceEKSS_aRVX-cP8p7Rd0MqPBDsi1jPodC4AV_MqXS9-Ts-ZFaCLu4QaLaVR3_kPbCPRIpDVRL4HmucUvgcAKmkpzyNhd8XQBSKJwHS4FcstlKB0/s72-c/ibu+hamil.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Benarkah Bayi Lahir Normal, IQ-nya Lebih Tinggi?</title><link>http://pojok-sehatku.blogspot.com/2012/09/benarkah-bayi-lahir-normal-iq-nya-lebih.html</link><category>Kehamilan</category><author>noreply@blogger.com (admin)</author><pubDate>Fri, 14 Sep 2012 16:13:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7419254454625935679.post-4038651386338287804</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTLPLBuujJXEIw6VSqbeyyDdP4q1TjhX8gDil0FYAEORzyffOx3kIww8JazSOrscv4toZZeL4bSAQz69_bGOkQvGD-3BeqyuqF-96cyEfZ-HplQAR48aaRl9gRd_jI0EN1rWCO8wH5uMua/s1600/ibu+da+anak.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTLPLBuujJXEIw6VSqbeyyDdP4q1TjhX8gDil0FYAEORzyffOx3kIww8JazSOrscv4toZZeL4bSAQz69_bGOkQvGD-3BeqyuqF-96cyEfZ-HplQAR48aaRl9gRd_jI0EN1rWCO8wH5uMua/s1600/ibu+da+anak.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span id="goog_1436752144"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_1436752145"&gt;&lt;/span&gt;Proses persalinan bisa terjadi secara normal maupun caesar. Kalau diamati, sebagian wanita ingin melahirkan secara normal, sebagian lagi harus caesar karena sesuatu hal, bahkan ada beberapa lagi ingin melahirkan caesar walaupun bisa melahirkan normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Info ini mungkin bisa menjadi bahan pertimbangan dan pengetahuan bagi Anda, khususnya ibu hamil, yang dikutip dari &lt;a href="http://www.vemale.com/relationship/ibu-bayi-dan-balita/14451-melahirkan-normal-atau-caesar-mana-yang-lebih-baik.html" target="_blank"&gt;vemale&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penelitian terbaru dari Yale University, AS, menyatakan bahwa bayi 
yang terlahir secara normal kemungkinan besar memiliki tingkat 
intelejensia (IQ) yang lebih tinggi, dibandingkan dengan bayi yang lahir
 melalui operasi sesar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut para ilmuwan, saat ibu menjalani 
proses persalinan secara normal, secara bersamaan otak bayi akan 
meningkatkan kadar protein yang bernama UCP2. Protein ini dapat membantu
 meningkatkan intelejensia bayi, seiring bertambahnya usia mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Protein
 UCP2 pada bayi yang terlahir secara normal, dapat membantu 
mengembangkan daya ingat mereka. Menurut para ilmuwan ini, daya ingat 
adalah komponen penting pada intelegensia manusia, sebagaimana dilansir 
dari DailyMail.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penemuan ini terungkap, setelah para ilmuwan 
melakukan penelitian terhadap beberapa bagian otak hippocampal pada 
beberapa ekor bayi tikus, yang terlahir secara normal dan secara sesar. 
Para peneliti menyimpulkan bahwa bayi tikus yang terlahir melalui 
operasi sesar, memiliki kadar protein UCP2 yang lebih rendah. Hasilnya, 
saat dewasa, tikus ini mengalami gangguan perilaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Protein ini juga memiliki keunggulan untuk membantu meningkatkan peluang menyusui untuk bayi yang baru lahir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara
 bersamaan penemuan ini juga menimbulkan kontroversi mengenai proses 
persalinan sesar. Dikatakan bahwa proses kelahiran secara sesar dapat 
meningkatkan risiko pendarahan dalam dan dapat memicu masalah reproduksi
 pada ibu sesudahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang peneliti yang hasil penelitiannya 
disiarkan pada jurnal kesehatan PLoS ONE, Dr Tamas Horvath, mengatakan 
bahwa penemuan tersebut mengungkap peranan penting protein UCP2 pada 
perkembangan sirkuit otak bayi yang terkait dengan perilaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Meningkatnya
 prevalensi ibu bersalin secara sesar, dipicu oleh rasa nyaman yang 
mereka harapkan, dibandingkan dengan pentingnya efek jangka panjang yang
 berpengaruh pada perkembangan otak bayi serta fungsinya," ujar 
Horvarth.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menambahkan, bahwa proses kelahiran secara normal memicu ekspresi protein UCP2 di dalam otak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Ekspresi UCP2 ini hilang saat tikus dilahirkan melalui proses bersalin secara sesar," kata Horvarth.&lt;br /&gt;
UCP2 yang hilang, dapat menghambat kerja otak terutama hippocampal, yang terkait dengan perilaku saat seseorang beranjak dewasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
source: &lt;b&gt;vemale.com&lt;/b&gt; </description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTLPLBuujJXEIw6VSqbeyyDdP4q1TjhX8gDil0FYAEORzyffOx3kIww8JazSOrscv4toZZeL4bSAQz69_bGOkQvGD-3BeqyuqF-96cyEfZ-HplQAR48aaRl9gRd_jI0EN1rWCO8wH5uMua/s72-c/ibu+da+anak.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>Jika Keputihan Datang</title><link>http://pojok-sehatku.blogspot.com/2012/09/jika-keputihan-datang.html</link><category>Info Kesehatan</category><category>Keputihan</category><category>Tips Kesehatan</category><author>noreply@blogger.com (admin)</author><pubDate>Fri, 14 Sep 2012 15:40:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7419254454625935679.post-17871047090139535</guid><description>&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWDIYfLIp9O4L8oulNAd__uPuR1gaf26xD-UNC9PTOOTGDHiJ23BnLShWOypfz3hNXXaO4Wn6Yrm4gnNqQdAEONY8eJZMeP7tQmyLGH27rMbYOF3W1hlnatE1hKlZDDh0fXiR0SLjEBIox/s1600/keputihan1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWDIYfLIp9O4L8oulNAd__uPuR1gaf26xD-UNC9PTOOTGDHiJ23BnLShWOypfz3hNXXaO4Wn6Yrm4gnNqQdAEONY8eJZMeP7tQmyLGH27rMbYOF3W1hlnatE1hKlZDDh0fXiR0SLjEBIox/s1600/keputihan1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a href="http://www.produkabe.com/majakani.php?id=andriyawan" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Jika Keputihan Datang&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;. Jika mengalami keputihan, sebaiknya
jangan menganggap enteng. Memang, gejala keputihan yang normal biasanya
dikaitkan dengan fungsi kelenjar di sekitar vagina, mulut rahim, maupun bagian
dalam rahim yang menjadi lebih aktif yang diakibatkan hormon.&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;
Keputihan normal biasanya terjadi
pada dua minggu setelah haid. Selain itu, ketika seorang wanita dalam kondisi
terangsang secara seksual, maka produksi lendir vagina meningkat yang akan
membuat vagina menjadi lembab, sehingga memudahkan proses hubungan seksual dan
mencegah terjadinya iritasi pada vagina akibat gesekan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;
Keputihan dapat berguna untuk
membersihkan kotoran yang mungkin menempel di vagina. Jadi, normal jika vagina
agak basah. Oia, keputihan juga bisa menjadi tanda bagi kesuburan seorang
wanita.&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;
Keputihan yang normal dapat mempunyai
ciri jernih seperti putih telur, tidak gatal atau pun bau. Tapi jika lendir
tampak lebih kental, berwarna putih susu, hijau kekuningan (seperti nanah), dan
mempunyai bau tak sedak serta rasa gatal, maka dapat dikatakan kondisi
keputihan nya tidak normal lagi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;
Keputihan penyakit disebabkan oleh
bakteri, jamur, parasit, maupun virus. Anda harus hati-hati ketika keputihan
tak kunjung sembuh. Jangan dibiarkan, apalagi keputihan sering dikaitkan dengan
&lt;a href="http://pojok-sehatku.blogspot.com/search/label/Kanker%20Serviks"&gt;kanker rahim&lt;/a&gt;. Segera berobat dan konsultasikan dengan dokter ahlinya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;
Mencegah lebih baik dari pada
mengobati. Slogan itu terdengar klasik tapi benar adanya. Untuk mencegah
keputihan penyakit, maka perlu diperhatikan tentang kebersihan, baik itu
kebersihan lingkungan, kamar mandi, WC, pakaian dan juga vagina itu sendiri.&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;
Selalu keringkan alat kelamin
ketika berkeringat atau setelah buang air menggunakan handuk atau tisu. Dan
perlu diketahui, dianjurkan cebok dari arah depan ke belakang untuk mencegah
infeksi dari mikro organisme yang berasal dari anus atau dubur.&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;
Dan jika menggunakan WC umum (jika
sedang berpergian), usahakan jangan cebok dengan air tergenang (di dalam bak).
Pakailah air mengalir dari kran, karena hal tersebut dikhawatirkan air tersebut
sudah terkontaminasi dengan jamur candida&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;
Jika yang sudah menikah, hindari
hubungan seksual sampai keputihan hilang, dan jika menderita diabetes, usahakan
agar gula tetap normal&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;
Pilihlah sabun yang bebas parfum, alcohol,
dan bahan kimia agar keseimbangan alami daerah Miss V tetap terjaga.&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;
Sekali lagi, jangan anggap enteng
keputihan, karena berbagai penyakit berbahaya seputar rahim bisa timbul
karenanya, &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;seperti penyakit radang panggul,
kehamilan di luar kandungan maupun persalinan prematur dan kelahiran bayi
dengan berat lahir rendah sampai kepada &lt;a href="http://pojok-sehatku.blogspot.com/search/label/Kanker%20Serviks"&gt;kanker rahim&lt;/a&gt;. &lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWDIYfLIp9O4L8oulNAd__uPuR1gaf26xD-UNC9PTOOTGDHiJ23BnLShWOypfz3hNXXaO4Wn6Yrm4gnNqQdAEONY8eJZMeP7tQmyLGH27rMbYOF3W1hlnatE1hKlZDDh0fXiR0SLjEBIox/s72-c/keputihan1.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Posisi Bercinta untuk Penis "Imut"</title><link>http://pojok-sehatku.blogspot.com/2012/09/posisi-bercinta-untuk-penis-imut.html</link><category>Info Seks</category><author>noreply@blogger.com (admin)</author><pubDate>Thu, 13 Sep 2012 17:24:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7419254454625935679.post-6961987111581289533</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibFZzbidx_0mzPmcp_ifJbRRuR3oCCKvOTw_xldL9n9Zxat4-APhUaJmouNX717F0lG7PVd3ykw1ERXHV12d3DbltZbd10VGL0JB6aX6ImssO-D6ZIi5NSwYsuGK-lIBRNl8CONvJWKNUk/s1600/Seksi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibFZzbidx_0mzPmcp_ifJbRRuR3oCCKvOTw_xldL9n9Zxat4-APhUaJmouNX717F0lG7PVd3ykw1ERXHV12d3DbltZbd10VGL0JB6aX6ImssO-D6ZIi5NSwYsuGK-lIBRNl8CONvJWKNUk/s1600/Seksi.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Kebanyakan pria merasa bangga dengan ukuran penisnya yang besar, padahal jangan terlalu merisaukan soal ukuran. Karena, kepuasan dalam berhubungan intim tidak ditentukan oleh besar kecilnya ukuran Mr.P tapi banyak faktor yang menyertainya, seperti posisi dalam bercinta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada yang berpendapat bahwa ukuran penis yang besar dikaitkan dengan kepuasan seksual hanyalah mitos. Faktanya ada dua jenis ukuran Mr. P. &amp;nbsp;Pertama adalah tipe&lt;i&gt; grower&lt;/i&gt; yaitu yang membesar dan memanjang saat ereksi&amp;nbsp; dan yang kedua adalah tipe &lt;i&gt;shower&lt;/i&gt; yang sudah besar dari awal sehingga sewaktu ereksi tidak terlihat pertambahannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut ini beberapa tips agar hubungan seksual lebih nyaman dan memuaskan.&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Pria yang merasa penisnya "imut", posisi yang dapat dilakukan yaitu melakukan posisi dari belakang (&lt;i&gt;doggy-style&lt;/i&gt;) dengan posisi kepala wanita lebih rendah dari bokong. Posisi ini akan memberi sensasi penuh,&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Posisi yang lain yang dapat dicoba adalah wanita di atas (&lt;i&gt;women on top&lt;/i&gt;) dimana ia bisa mengontrol tekanan pada bagian dinding vagina (area &lt;i&gt;g-spot&lt;/i&gt;).&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Untuk posisi klasik, seperti posisio misionari, disarankan agar meletakkan bantal di bawah bokong wanita.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Untuk pria yang merasa alat vitalnya berukuran di atas rata-rata juga diperlukan variasi dalam bercinta. Walaupun ukuran penis besar banyak menjadi dambaan pria, namun sebenarnya banyak wanita yang mengeluh merasa kesakitan ketika berhubungan. Anda dapat memilih posisi yang tidak menyebabkan penetrasi terlalu dalam seperti wanita di atas. Untuk posisi lainnya, 
pastikan saja tubuh pria tidak terlalu rapat dengan pasangannya.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibFZzbidx_0mzPmcp_ifJbRRuR3oCCKvOTw_xldL9n9Zxat4-APhUaJmouNX717F0lG7PVd3ykw1ERXHV12d3DbltZbd10VGL0JB6aX6ImssO-D6ZIi5NSwYsuGK-lIBRNl8CONvJWKNUk/s72-c/Seksi.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Disfungsi Ereksi</title><link>http://pojok-sehatku.blogspot.com/2012/09/disfungsi-ereksi.html</link><category>Disfungsi Ereksi</category><category>Impotensi</category><category>Info Penyakit</category><category>Info Seks</category><author>noreply@blogger.com (admin)</author><pubDate>Thu, 13 Sep 2012 16:19:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7419254454625935679.post-3576076517650829241</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJ3UPNk_HQnw2XoIgtk7m9JUDpmlWQz0bP6iAsuDqZW90vJJcBgxFU_wINRjh7QtGFtfC-dhYu6uqSV4IdlUFnCZqcUgettvRgEaPBSy-3TShPrUwaLhwPnyxyBpWGH0RJZwtGbTCywgKb/s1600/DE.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJ3UPNk_HQnw2XoIgtk7m9JUDpmlWQz0bP6iAsuDqZW90vJJcBgxFU_wINRjh7QtGFtfC-dhYu6uqSV4IdlUFnCZqcUgettvRgEaPBSy-3TShPrUwaLhwPnyxyBpWGH0RJZwtGbTCywgKb/s1600/DE.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Selain&lt;a href="http://www.produkabe.com/foredi.php?id=andriyawan"&gt; ejakulasi dini&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.produkabe.com/gasa.php?id=andriyawan"&gt;disfungsi ereksi&lt;/a&gt; juga merupakan
bentuk gangguan fungsi seksual pada laki-laki. &lt;a href="http://www.produkabe.com/gasa.php?id=andriyawan"&gt;Disfungsi ereksi&lt;/a&gt; merupakan
masalah yang umum dimana seorang pria merasa kesulitan menjaga ereksi penisnya
pada waktu hubungan intim.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;a href="http://www.produkabe.com/gasa.php?id=andriyawan"&gt;Disfungsi ereksi&lt;/a&gt; dapat berupa penis yang tidak cukup keras
atau tidak dapat mempertahankan ereksi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;cukup lama ketika melakukan hubungan seksual. Dampak yang dapat
dirasakan dari masalah &lt;a href="http://www.produkabe.com/gasa.php?id=andriyawan"&gt;disfungsi ereksi &lt;/a&gt;ini adalah terganggunya keharmonisan
rumah tangga.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Seorang pria dikatakan mengalami &lt;a href="http://www.produkabe.com/gasa.php?id=andriyawan"&gt;disfungsi ereksi&lt;/a&gt; ketika dia
kesulitan mempertahankan ereksi secara terus menerus mengalaminya sampai enam
bulan atau lebih&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;a href="http://www.produkabe.com/gasa.php?id=andriyawan"&gt;Disfungsi ereksi &lt;/a&gt;dapat terjadi pada pria di semua usia, baik
muda maupun tua. Tapi pada umumnya masalah ini sering terjadi pada pria
setengah baya atau tua. Diperkirakan hanya dua persen pria berusia 30-an yang
mengalaminya, sedangkan setengah dari pria berusia 60-70 tahun mengalaminya.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;a href="http://www.produkabe.com/gasa.php?id=andriyawan"&gt;Disfungsi ereksi &lt;/a&gt;disebabkan oleh faktor fisik dan
psikologis, atau gabungan dari keduanya. Sekitar 60-80% kasus &lt;a href="http://www.produkabe.com/gasa.php?id=andriyawan"&gt;disfungsi ereksi &lt;/a&gt;disebabkan oleh faktor fisik.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
Faktor fisik biasanya disebabkan oleh inflamasi prostat,
penyakit jantung, hipertensi, aterosklerosis, diabetes, anemia, tuberculosis,
pneumonia, dll. Penyebab lainnya bisa karena ganguan hormonal maupun
mengkonsumsi obat tertentu dalam jangkan panjang.

&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
Sedangkan faktor psikologis berasal dari dalam diri si pria
sendiri. Banyak yang merasa gagal sebagai lelaki ketika daya seks nya melemah.
Hal tersebut diperparah dengan perasaan cemas dan stress&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang menyertainya.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
Faktor psikologis bisa disebabkan oleh kurang percaya diri,
kurangnya hasrat seksual, cemas, depresi, stress, konflik rumah tangga, dll.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
Kebanyakan kasus&lt;a href="http://www.produkabe.com/gasa.php?id=andriyawan"&gt; disfungsi ereksi&lt;/a&gt; dapat disembuhkan,
semakin cepat ditangani&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;semakin tinggi
kemungkinan untuk sembuh. Cuman sayangnya, banyak pria yang enggan memeriksakan
dirinya ke seksolog atau urolog karena malu atau alasan lainnya.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
Penanganan terhadap faktor fisik bisa dimulai dengan memperbaiki
penyakit yang mendasarinya. Pada beberapa penyakit kronis, yang dapat dilakukan
hanyalah memperbaiki kondisi, tidak sepenuhnya memulihkan.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
Untuk pengobatan &lt;a href="http://www.produkabe.com/gasa.php?id=andriyawan"&gt;disfungsi ereksi&lt;/a&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang disebabkan oleh factor psikologis pasien
memerlukan terapi atau konseling dengan terapis.&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJ3UPNk_HQnw2XoIgtk7m9JUDpmlWQz0bP6iAsuDqZW90vJJcBgxFU_wINRjh7QtGFtfC-dhYu6uqSV4IdlUFnCZqcUgettvRgEaPBSy-3TShPrUwaLhwPnyxyBpWGH0RJZwtGbTCywgKb/s72-c/DE.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Hubungan Seks dan Diabetes</title><link>http://pojok-sehatku.blogspot.com/2012/09/hubungan-seks-dan-diabetes.html</link><category>Info Kesehatan</category><category>Info Seks</category><author>noreply@blogger.com (admin)</author><pubDate>Wed, 12 Sep 2012 10:58:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7419254454625935679.post-2676129315059499207</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkgqMh6YUW3e0Lu2omplOKHAsAVToB2NlB2h1K7zDJ0GNvVO-p1eqZzBYo4JVIhRPHZgMqgOlY2DwaH0pAU31dDcdEudusuA_WwgXFqnOV4pWEt7xGeF9x1ZQhegmylWuQLZmSpQmbY9eT/s1600/diabetes.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkgqMh6YUW3e0Lu2omplOKHAsAVToB2NlB2h1K7zDJ0GNvVO-p1eqZzBYo4JVIhRPHZgMqgOlY2DwaH0pAU31dDcdEudusuA_WwgXFqnOV4pWEt7xGeF9x1ZQhegmylWuQLZmSpQmbY9eT/s1600/diabetes.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a href="http://www.produkabe.com/abecell.php?id=andriyawan" target="_blank"&gt;Hubungan Seks dan Diabetes&lt;/a&gt;. Selain faktor psikologis, kehidupan seksual dipengaruhi juga oleh faktor fisik seseorang. Orang yang menderita penyakit tertentu seperti diabetes, memiliki resiko besar menghadapi gangguan kehidupan seksualnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang dikutip dari&lt;i&gt; kompas&lt;/i&gt;,bahwa penelitian 
menunjukkan, dua puluh lima persen dari semua perempuan dengan diabetes 
dan sekitar 50 persen pria akan mengalami beberapa jenis masalah seksual
 atau hilangnya gairah seksual sebagai akibat dari kondisi mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pada pria&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangka
 panjang diabetes pada pria bisa menyebabkan kerusakan pada sistem 
saraf, yang terlibat dalam proses ereksi kompleks. Hal ini berarti pria 
dengan diabetes mungkin menderita disfungsi ereksi (DE) dan tidak mampu 
untuk mendapatkan atau mempertahankan ereksi. Sebanyak sepertiga dari 
pria dengan diabetes pada akhirnya akan mengalami impotensi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan,
 beberapa pria baru mengetahui bahwa mereka mengidap diabetes ketika 
mereka mencari pengobatan terkait masalah disfungsi ereksi mereka.&amp;nbsp; 
Namun Anda tidak perlu cemas, hal ini dapat di atasi dengan mengatur 
pola diet yang tepat dan ditunjang dengan konsumsi obat-obatan atau 
insulin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pada perempuan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejumlah wanita 
dengan diabetes dapat menderita vaginitis berulang (radang vagina), yang
 biasanya disebabkan jamur infeksi. Kondisi ini akan membuat hubungan 
seks terasa tidak nyaman dan menyakitkan. Bahkan pada beberapa 
perempuan, mungkin akan mengalami gatal atau sensasi seperti terbakar, 
dan keluarnya cairan putih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perempuan dengan diabetes juga bisa 
mendapatkan sistitis berulang - salah satu penyakit Infeksi Saluran 
Kemih (ISK). Selain itu, beberapa bukti menunjukkan bahwa perempuan 
dengan diabetes cenderung memiliki masalah dengan gairah, dan klitoris 
(pusat saraf seks pada perempuan) mungkin tidak merespon rangsangan 
dengan cara yang biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Mungkinkah berhubungan seks setelah mengidap diabetes?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jika
 Anda merasa diabetes menyebabkan masalah dengan kehidupan seks Anda, 
segera konsultasikan hal ini dengan dokter.Biasanya, dokter akan mencoba
 mencari tahu apakah masalah seksual tersebut disebabkan oleh cacat pada
 saraf atau sistem sirkulasi akibat diabetes, atau apakah lebih karena 
faktor psikologis. Seringkali perbedaan ini sulit untuk dikelompokan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam
 kasus apapun, ketika problem disfungsi seksual mulai terjadi secara 
teratur dan cenderung memburuk, maka faktor psikologis akan terlibat di 
dalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria yang mengidap diabetes dan impotensi dapat dibantu
 dengan obat-obatan yang diresepkan dokter seperti sildenafil (Viagra), 
tadalafil (Cialis) dan vardenafil (Levitra). Namun, jika hasil tes 
menunjukkan bahwa sistem saraf Anda belum rusak oleh diabetes, dan tidak
 ada masalah peredaran darah yang terkait, maka sebenarnya Anda tidak 
mengalami masalah dengan kehidupan seksual. Dibutuhkan dukungan dari 
pasangan dan dokter untuk mengatasi kondisi ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sumber: &lt;a href="http://health.kompas.com/read/2012/06/08/1742009/Seks.dan.Diabetes.Apa.Hubungannya" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;health.kompas.com&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; </description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkgqMh6YUW3e0Lu2omplOKHAsAVToB2NlB2h1K7zDJ0GNvVO-p1eqZzBYo4JVIhRPHZgMqgOlY2DwaH0pAU31dDcdEudusuA_WwgXFqnOV4pWEt7xGeF9x1ZQhegmylWuQLZmSpQmbY9eT/s72-c/diabetes.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Cara Merawat Payudara Semasa Hamil</title><link>http://pojok-sehatku.blogspot.com/2012/09/cara-merawat-payudara-semasa-hamil.html</link><category>Kehamilan</category><author>noreply@blogger.com (admin)</author><pubDate>Wed, 12 Sep 2012 09:46:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7419254454625935679.post-4752732697634206118</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtOPfVj5KeVqs-2Lujelpdal9Yf9wyPxLYbg9jlcqAhcYRKurNVmEijj3CzdusetqqCqRIs4sk9d34jQwuyA10DzC7zUhDD3BaO6Sjh187oF8dWRyQ2n04HSd3KGFHicnkpLzfq4MjuxY1/s1600/Merawat+Payudara+Hamil.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtOPfVj5KeVqs-2Lujelpdal9Yf9wyPxLYbg9jlcqAhcYRKurNVmEijj3CzdusetqqCqRIs4sk9d34jQwuyA10DzC7zUhDD3BaO6Sjh187oF8dWRyQ2n04HSd3KGFHicnkpLzfq4MjuxY1/s1600/Merawat+Payudara+Hamil.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a href="http://pojok-sehatku.blogspot.com/search/label/Kehamilan"&gt;Ibu hamil (bumil)&lt;/a&gt; yang usia kehamilannya sudah mencapai 5 bulan, diharuskan
melakukan perawatan payudara untuk persiapan menyusui.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perawatan payudara tersebut bisa dilakukan saat mandi maupun setelah mandi. Berikut
ini caranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="margin-left: .25in; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -.25in;"&gt;
&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;1.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Setelah dibersihkan, oleskan dengan baby oil.&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-left: .25in; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -.25in;"&gt;
&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;2.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Lakukan pemijatan disekeliling payudara dengan kedua
tangan searah jarum jam, kemudian berbalik berlawanan dengan jarum jam.&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-left: .25in; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -.25in;"&gt;
&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;3.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Melakukan pemijatan dari bawah menuju putting (bukan
memijat putting).&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-left: .25in; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -.25in;"&gt;
&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;4.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Mengetuk-ketuk payudara dengan ruas jari untuk
memperlancar peredaran darah di payudara&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-left: .25in; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -.25in;"&gt;
&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;5.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Membersihkan putting menggunakan kapas dan bay oil,
lalu bersihkan payudara dan putting dengan air hangat, kemudian air dingin dan
keringkan dengan handuk.&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-left: .25in; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -.25in;"&gt;
&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;6.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Lakukan pemijatan secara rutin.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga bermanfaat artikel &lt;a href="http://pojok-sehatku.blogspot.com/"&gt;Cara Merawat Payudara Semasa Hamil&lt;/a&gt; ini.&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtOPfVj5KeVqs-2Lujelpdal9Yf9wyPxLYbg9jlcqAhcYRKurNVmEijj3CzdusetqqCqRIs4sk9d34jQwuyA10DzC7zUhDD3BaO6Sjh187oF8dWRyQ2n04HSd3KGFHicnkpLzfq4MjuxY1/s72-c/Merawat+Payudara+Hamil.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Penyakit Kista Pada Wanita</title><link>http://pojok-sehatku.blogspot.com/2012/09/penyakit-kista-pada-wanita.html</link><category>Info Kesehatan</category><category>Penyakit dan Terapi</category><category>Penyakit Kista</category><author>noreply@blogger.com (admin)</author><pubDate>Wed, 12 Sep 2012 09:43:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7419254454625935679.post-5511265825120700622</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg91tKv7KypGHGsRNTot2G3XjcDhevKPuhtUfv43cZTcBF_guZGVtxSxj_1F42-bAkkusYFsxuOvgP8BnK0nzwTgY93khHsIn8B1jtGxTckk3BZ38EWGCW_i1skcKBxkZyWoPU7KO4MIsP2/s1600/Kista+1.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="237" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg91tKv7KypGHGsRNTot2G3XjcDhevKPuhtUfv43cZTcBF_guZGVtxSxj_1F42-bAkkusYFsxuOvgP8BnK0nzwTgY93khHsIn8B1jtGxTckk3BZ38EWGCW_i1skcKBxkZyWoPU7KO4MIsP2/s400/Kista+1.png" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-normal;"&gt;Secara
keseluruhan, struktur tubuh wanita lebih kompleks daripada struktur tubuh pria.
Demikian pula organ vital dan penyakit yang mungkin di deritanya,
misalnya penyakti kista &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-normal;"&gt;Kista
ovarium adalah kantung kecil berisi cairan yang berkembang dalam
ovarium (indung telur) wanita. Kebanyakan kista tidak berbahaya.
Namun, beberapa dapat menimbulkan masalah, mulai dari nyeri haid,
kista pecah, perdarahan, hingga penyakit serius, seperti: terlilitnya
batang ovarium, gangguan kehamilan, infertilitas hingga kanker
endometrium.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-normal;"&gt;&lt;b&gt;Perbedaan
Kista dengan Mioma&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kista berbeda dengan mioma. Kista
berbentuk cairan, sedangkan mioma berbentuk massa solid (tumor).
Kista biasanya tumbuh dalam ovarium (indung telur) wanita, sedangan
mioma pada dinding rahim wanita. Pada kenyataannya, seorang wanita
bisa mengalami baik kista maupun mioma secara bersamaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bagaimana
Kista Terbentuk&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita normal biasanya memiliki dua
ovarium seukuran kenari di sisi kiri &amp;amp; kanan rahim. Masing-masing
ovarium menghasilkan satu telur yang terbungkus dalam folikel
(kantong). Ketika telur keluar, hormon estrogen akan memberi sinyal
kepada rahim. Pada gilirannya, lapisan rahim mulai menebal dan
mempersiapkan pembuahan telur oleh sperma (kehamilan). Bila telur
tidak dibuahi, maka seluruh isi rahim akan dikeluarkan dalam bentuk
haid bulanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika folikel gagal untuk pecah dan melepaskan
telur, cairannya tetap tinggal dan dapat membentuk kista kecil (
lebih kecil dari 4 cm). Ini normal terjadi dan biasanya terjadi pada
salah satu ovarium. Kondisi ini disebut sebagai kista fungsional,
biasanya akan hilang dengan sendirinya, dan tidak perlu diobati. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-normal;"&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-normal;"&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;Jenis-Jenis
Kista Ovarium&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-normal;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;b&gt;Kista
Corpus Luteum:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-normal;"&gt;Jenis
ini, adalah yang paling umum terjadi, biasanya tidak ada gejala dan
dapat berukuran 2-6 cm diameternya. Pada saat telur keluar dari
ovarium ke rahim, maka folikel dapat terkunci dan terisi darah
ataupun cairan. Inilah yang membentuk kista jenis ini. Bilamana
ukurannya membesar dan menyebabkan batang ovarium terlilit (twisted),
dapat menimbulkan rasa sakit yang luar biasa, dan memerlukan tindakan
operasi. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-normal;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;b&gt;Kista
hemorrhagic:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-normal;"&gt;Yaitu
timbulnya perdarahan dalam kista fungsional. Gejalanya biasanya kram
perut. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-normal;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;b&gt;Kista
dermoid:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-normal;"&gt;Jenis
ini biasanya menyerang wanita berusia lebih muda dan dapat tumbuh
besar (15 cm) dan berisi tidak hanya cairan, tapi juga lemak, rambut,
jaringan tulang ataupun tulang rawan. Jenis ini dapat meradang dan
menyebabkan posisi tuba fallopi terlilit (torted/twisted). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-normal;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;b&gt;Kista
Endometrium:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-normal;"&gt;Disebut
juga endometriosis. Jenis ini terjadi ketika jaringan lapisan rahim
(endometrial) hadir dalam ovarium wanita. Biasanya berisi darah
kecoklatan, dan ukurannya berkisar antara 2 cm hingga 20 cm.
Karakteristiknya: menyerang wanita usia reproduksi, menimbulkan sakit
nyeri haid yang luar biasa, dan mengganggu kesuburan (fertilitas).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-normal;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;b&gt;Kistadenoma:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yaitu
bila tumor terbentuk dari jaringan ovarium. Tumor jenis ini biasanya
berisi cairan dan dapat berukuran sangat besar, bahkan hingga 30cm
atau lebih diameternya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;b&gt;Polycystic-appearing
ovary:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yaitu suatu kondisi dimana kista-kista kecil
terbentuk disekeliling luar ovarium. Kondisi ini bisa terjadi pada
wanita normal, maupun pada wanita yang mengalami gangguan hormon
endokrin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;b&gt;Sindrom
Polisistik Ovari (Polycystic Ovarian Syndrom - PCOS):&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PCOS
adalah kondisi dimana ditemukan banyak kista dalam ovarium. Hal ini
terjadi karena ovarium memproduksi hormone androgen secara
berlebihan, dan bisa terjadi karena faktor genetic (diturunkan).
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PCOS dapat memiliki gejala seperti: bulu lebat tumbuh, wajah
berjerawat, ataupun gangguan siklus haid. Komplikasinya dapat berupa
meningkatnya resiko penyakit jantung, kolesterol, Diabetes Mellitus
tipe 2 maupun tekanan darah tinggi sebagai akibat resistansi insulin.
Selain itu juga dapat meningkatkan resiko kanker endometrium bila
jarak antar periode haid &amp;gt; 60 hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit PCOS ini,
juga seringkali diasosiasikan dengan infertilitas, meningkatnya
resiko keguguran &amp;amp; komplikasi kehamilan, dan perdarahan di luar
siklus haid. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, penyakit ini sangat lazim terjadi,
yaitu menimpa sekitar 4-7% wanita usia reproduksi. &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-normal;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;b&gt;Penyebab
Kista Ovarium&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Beberapa faktor resiko berkembangnya
kista ovarium, adalah wanita yang biasanya memiliki:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;
&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-normal;"&gt;riwayat kista ovarium terdahulu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;
&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-normal;"&gt;siklus haid tidak teratur&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;
&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-normal;"&gt;perut buncit&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;
&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-normal;"&gt;menstruasi di usia dini (11 tahun atau lebih muda)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;
&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-normal;"&gt;sulit hamil&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;
&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-normal;"&gt;penderita hipotiroid&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-normal;"&gt;penderita kanker payudara yang pernah menjalani kemoterapi
 (tamoxifen). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

 

&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;b&gt;Gejala
dan Diagnosa Kista Ovarium&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kista ovarium biasanya tidak
menimbulkan gejala dan tidak sengaja terdeteksi melalui USG saat
pemeriksaan rutin kandungan. Namun, beberapa orang dapat mengalami
gejala ini:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;
&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-normal;"&gt;kram
 perut bawah atau nyeri panggul yang timbul tenggelam dan tiba-tiba
 menusuk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;
&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-normal;"&gt;siklus
 haid tidak teratur&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;
&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-normal;"&gt;perut
 bawah sering terasa penuh atau tertekan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;
&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-normal;"&gt;Nyeri
 haid yang luar biasa, bahkan terasa hingga ke pinggang belakang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;
&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-normal;"&gt;Nyeri
 panggul setelah olahraga intensif atau senggama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;
&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-normal;"&gt;Sakit
 atau tekanan yang menyertai saat berkemih atau BAB&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;
&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-normal;"&gt;Mual
 dan muntah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-normal;"&gt;Rasa
 nyeri atau keluarnya flek darah dari vagina &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

 

&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-normal;"&gt;&lt;br /&gt;Biasanya
wanita baru memeriksakan diri ke dokter bila rasa sakit sudah tak
tertahankan, pingsan, ataupun mengalami perdarahan yang luar biasa
hebat hingga lemas/anemia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter spesialis kandungan
(Obsgyn), biasanya akan melakukan test mulai dari USG, CT Scan, test
darah, seperti CA125 - ovarium tumor marker test, ataupun test
kehamilan untuk mendeteksi kehamilan anggur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;b&gt;Pengobatan
Kista Ovarium&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Studi menemukan bahwa penggunaan
kontrasepsi oral (pil KB) dapat menurunkan resiko terkena kista
ovarium, karena mencegah ovarium memproduksi telur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kista
berukuran besar dan menetap setelah berbulan-bulan biasanya
memerlukan operasi pengangkatan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-normal;"&gt;Selain
itu, wanita menopause yang memiliki kista ovarium juga disarankan
operasi pengangkatan untuk meminimalisir resiko terjadinya kanker
ovarium. Wanita usia 50-70 tahun memiliki resiko cukup besar terkena
kanker jenis ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila hanya kista-nya yang diangkat, maka
operasi ini disebut ovarian cystectomy. Bila pembedahan mengangkat
seluruh ovarium termasuk tuba fallopi, maka disebut
salpingoo-ophorectomy. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor-faktor yang menentukan tipe
pembedahan, antara lain tergantung pada: usia pasien, keinginan
pasien untuk memiliki anak, kondisi ovarium dan jenis kista. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kista
ovarium yang menyebabkan posisi batang ovarium terlilit (twisted) dan
menghentikan pasokan darah ke ovarium, memerlukan tindakan darurat
pembedahan (emergency surgery) untuk mengembalikan posisi
ovarium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Langkah Pengobatan Alternatif Kista Ovarium&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Untuk
benar-benar bebas dari kista, seorang wanita perlu menjaga berat
badan (tidak gemuk di daerah perut), diet sehat (mengurangi konsumsi
daging) dan rajin berolah-raga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;b&gt;Kista
dan Kehamilan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kista ovarium berukuran kecil biasanya
tidak membahayakan janin dan tidak beresiko menimbulkan komplikasi
kehamilan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kista ovarium berukuran besar (6-8 cm) dapat
menimbulkan masalah bagi ibu hamil. Kadang-kadang, kista ini tumbuh
pada batang yang memutar dan pecah, menyebabkan rasa sakit pada Ibu.
Meskipun substansi yang pecah ini tidak membahayakan pertumbuhan
janin, namun rasa sakit yang luar biasa dapat memicu kelahiran
prematur ataupun keguguran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter biasanya akan memberikan
obat pereda sakit yang aman bagi Ibu dan janin sambil terus mengamati
perilaku kista. Biasanya kista mengecil dan menghilang dengan
sendirinya pada trimester kedua kehamilan. Bila tidak juga ada
tanda-tanda mengecil ataupun pecah, operasi pembedahan mungkin
disarankan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-normal;"&gt;&lt;i&gt;Source:&lt;a href="http://www.cancerhelps.com/kista.htm" target="_blank"&gt;http://www.cancerhelps.com/kista.htm&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg91tKv7KypGHGsRNTot2G3XjcDhevKPuhtUfv43cZTcBF_guZGVtxSxj_1F42-bAkkusYFsxuOvgP8BnK0nzwTgY93khHsIn8B1jtGxTckk3BZ38EWGCW_i1skcKBxkZyWoPU7KO4MIsP2/s72-c/Kista+1.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Sumber-sumber Vitamin C Selain Jeruk</title><link>http://pojok-sehatku.blogspot.com/2012/09/sumber-sumber-vitamin-c-selain-jeruk.html</link><category>Info Kesehatan</category><author>noreply@blogger.com (admin)</author><pubDate>Wed, 12 Sep 2012 08:56:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7419254454625935679.post-2393482320354530216</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgaBgyH7mu5NgvXFVE8gBH6CGdw_D_XVi24k00peRl4w6lvCiYnimsjFhQ7n3Ds7G8Qr3kTTyLUhWftVKGGX8-nXidSxxVgirgI5wJXUuz0qQKCEDfy3IITl_95mRJygcQAHJvyeJxWkyIh/s1600/jeruk.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgaBgyH7mu5NgvXFVE8gBH6CGdw_D_XVi24k00peRl4w6lvCiYnimsjFhQ7n3Ds7G8Qr3kTTyLUhWftVKGGX8-nXidSxxVgirgI5wJXUuz0qQKCEDfy3IITl_95mRJygcQAHJvyeJxWkyIh/s1600/jeruk.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Selain jeruk, ada beberapa bahan makanan lain yang banyak mengandung vitamin C, baik itu sayuran ataupun buah-buahan.&lt;br /&gt;
Berikut ini 10 sumber vitamin C yang baik untuk kesehatan selain jeruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Pepaya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Satu
 buah pepaya ukuran kecil sekitar 157 gram memiliki 95,6 miligram 
vitamin C. Secangkir pepaya yang dihaluskan memiliki 140 miligram. 
Pepaya memiliki kandungan vitamin A tinggi, kaya folat dan serat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Paprika merah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Satu cangkir isi paprika merah yang telah diiris memiliki 190,3 miligram vitamin C. Pada paprika hijau memiliki 119,8 miligram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Brokoli&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Satu porsi brokoli sekitar 148 gram mengandung 132 miligram vitamin C&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Kubis&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dua cangkir kubis memiliki 160,8 miligram vitamin C. Bahan sayuran ini kaya vitamin A, C, dan K, serta fitonutrien dan serat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Stroberi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Satu porsi stroberi 147 gram memiliki 86,5 miligram vitamin C&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;6. Kiwi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Satu porsi buah kiwi memiliki kandungan vitamin C sebanyak 137,2 miligram&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;7. Kembang kol&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Satu kepala kecil kembang kol dengan diamete empat inci memiliki 127,7 miligram vitamin C&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;8. Mini kol (brussels sprouts)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Brussels sprouts memiliki 48,4 miligram vitamin c. Sayuran ini kaya riboflavin, zat besi, mangesium, vitamin A dan kaya serat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;9. Ubi jalar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ubi
 jalar tidak memiliki vitamin C sebanyak jeruk. Tapi, bahan makanan ini 
bisa dipertimbangkan karena satu ubi jalar besar mengandung 35,3 
miligram vitamin C. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;10. Blewah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sama seperti ubi jalar, Blewah juga tidak memiliki vitamin C sebanyak jeruk. Satu porsi blewah memiliki 49,2 miligram vitamin C. (sumber: &lt;a href="http://health.kompas.com/read/2012/08/21/13383652/10.Sumber.Vitamin.C.Selain.Jeruk" target="_blank"&gt;&lt;i&gt;health.kompas.com&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgaBgyH7mu5NgvXFVE8gBH6CGdw_D_XVi24k00peRl4w6lvCiYnimsjFhQ7n3Ds7G8Qr3kTTyLUhWftVKGGX8-nXidSxxVgirgI5wJXUuz0qQKCEDfy3IITl_95mRJygcQAHJvyeJxWkyIh/s72-c/jeruk.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Zat Adiktif dalam Makanan yang Harus Dihindari Bumil</title><link>http://pojok-sehatku.blogspot.com/2012/09/zat-adiktif-dalam-makanan-yang-harus.html</link><category>Info Kesehatan</category><category>Kehamilan</category><author>noreply@blogger.com (admin)</author><pubDate>Tue, 11 Sep 2012 15:57:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7419254454625935679.post-3251272813818872985</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5BgLX5n8MJqKvWq1cGH7lTDHbRuQTavULIOiAF6SntQNEW5MqDXeS-GOFIJoIXUH-COC5Z9D9Nw9h-94oUvzSFA9FDjEtAUeKOgK98NQEbizlkk_xJtWxZSDeowAONsGjMD7-CwoQH2F0/s1600/wanita+hamil.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5BgLX5n8MJqKvWq1cGH7lTDHbRuQTavULIOiAF6SntQNEW5MqDXeS-GOFIJoIXUH-COC5Z9D9Nw9h-94oUvzSFA9FDjEtAUeKOgK98NQEbizlkk_xJtWxZSDeowAONsGjMD7-CwoQH2F0/s320/wanita+hamil.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Di bawah ini &lt;a href="http://pojok-sehatku.blogspot.com/"&gt;zat adiktif dalam makanan yang harus dihindari Bumil &lt;/a&gt;karena berbahaya jika dikonsumsi oleh ibu hamil yang dapat berakibat buruk bagi kondisi kehamilan dan janin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oke, berikut ini 4 macam zat adiktif dalam makanan yang harus dihindari oleh bumil seperti yang dikutip dari &lt;i&gt;detikhealth&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Pemanis buatan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa
 jenis pemanis buatan baru-baru ini juga ditemukan dalam permen karet, 
minuman ringan, camilan dan bahkan makanan sehat seperti yoghurt 
sekalipun. Tubuh tidak dapat mengenali zat yang terkandung dalam pemanis
 buatan, sehingga ketika proses metabolisme tubuh mengolah zat asing 
tersebut akan mengakibatkan berbagai masalah kesehatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Efek 
berbahaya dari pemanis buatan termasuk sakit kepala, pusing, kejang, 
gangguan penglihatan, dan stroke. Hal ini tentu saja dapat membahayakan 
kondisi seseorang yang sedang hamil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Indikator umum bahwa produk 
makanan tertentu mengandung pemanis buatan adalah dengan memberikan 
label 'tanpa gula' atau 'diet'. Meskipun terlalu banyak gula buruk bagi 
kesehatan, tetapi gula jauh lebih baik bila dibandingkan dengan pemanis 
buatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Monosodium glutamat (MSG)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
MSG 
adalah penyedap rasa yang umumnya digunakan dalam masakan seperti sup, 
makanan ringan seperti keripik dan lain sebagainya. Zat aditif ini 
dikategorikan sebagai eksitoksin, yang menyebabkan sel-sel otak menjadi 
hiperaktif dalam aktivitasnya untuk berkomunikasi dengan sel-sel lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
MSG
 telah terbukti dapat meningkatkan risiko terhadap kanker, penyakit 
jantung, obesitas, dan gangguan perilaku yang berbahaya jika dikonsumsi 
oleh orang yang sedang hamil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayangnya, untuk mengenali adanya 
kandungan MSG dalam makanan kemasan cukup sulit karena disamarkan dalam 
banyak nama. Cara terbaik untuk menghindari MSG adalah menghindari 
makanan cepat saji, makanan olahan dan makanan kemasan yang memiliki 
rasa gurih yang terlalu kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Nitrat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nitrat
 adalah zat aditif yang seringkali digunakan dalam daging, hot dog, dan 
sejenisnya. Ketika daging yang mengandung nitrat dimasak, akan 
dilepaskan suatu senyawa karsinogenik yang telah diketahui berhubungan 
dengan berbagai macam kanker.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penelitian juga menunjukkan bahwa 
konsumsi bahan kimia ini selama kehamilan meningkatkan risiko yang lebih
 tinggi terhadap tumor otak pada anak. Nitrat awalnya digunakan untuk 
mengawetkan daging dan mencegah botulisme.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi para produsen 
daging kini menggunakannya untuk memberi warna sedikit kemerahan untuk 
menarik minat beli pelanggan. Berhati-hatilah dalam berbelanja daging 
dengan berbelanja di pasar lokal yang mungkin lebih aman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Pestisida&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buah
 dan sayuran yang dijual secara komersial, umumnya dirawat dengan 
menggunakan pestisida dan herbisida oleh para petani agar mendapatkan 
hasil yang banyak dan bagus. Tetapi, bahan kimia ini dapat memiliki efek
 berbahaya pada janin, terutama selama tahap perkembangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara 
terbaik untuk menghindari hal ini adalah makan buah-buahan dan sayuran 
organik, menggunakan air filter karbon untuk menghilangkan zat aditif 
dari air minum, dan memilih untuk tidak menggunakan insektisida untuk 
membersihkan rumah dari serangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://detikhealth.com/" target="_blank"&gt;detikhealth&lt;/a&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5BgLX5n8MJqKvWq1cGH7lTDHbRuQTavULIOiAF6SntQNEW5MqDXeS-GOFIJoIXUH-COC5Z9D9Nw9h-94oUvzSFA9FDjEtAUeKOgK98NQEbizlkk_xJtWxZSDeowAONsGjMD7-CwoQH2F0/s72-c/wanita+hamil.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Teknik Menunda Ejakulasi Dini</title><link>http://pojok-sehatku.blogspot.com/2012/09/teknik-menunda-ejakulasi-dini.html</link><category>Ejakulasi Dini</category><category>Info Seks</category><author>noreply@blogger.com (admin)</author><pubDate>Tue, 11 Sep 2012 15:31:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7419254454625935679.post-2289080113224525621</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjS3mxL_EBVoSwHMdkIUmLISZDk7rwDBx5gO4zM0TIXS9UaXSRKTbUcEMkv3wQakn1aR4ghX5V2-T_V57w3zya6jnDsx9yKgeYDXAPMGaoUom5OpYW-7Lckl8ccuPxVJFXpQO3CVCDVrZby/s1600/Ejakulasi+dini1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjS3mxL_EBVoSwHMdkIUmLISZDk7rwDBx5gO4zM0TIXS9UaXSRKTbUcEMkv3wQakn1aR4ghX5V2-T_V57w3zya6jnDsx9yKgeYDXAPMGaoUom5OpYW-7Lckl8ccuPxVJFXpQO3CVCDVrZby/s1600/Ejakulasi+dini1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a href="http://www.produkabe.com/foredi.php?id=andriyawan" target="_blank"&gt;Ejakulasi dini &lt;/a&gt;menempati urutan kedua setelah disfungsi ereksi sebagai keluhan yang sering dialami pria. ED akan sangat mengganggu bagi hubungan suami istri, pria akan merasa kurang perkasa di depan pasangannya dan tentunya saja si pasangannya akan merasa tidak terpuaskan dalam berhubungan intim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria bisa disebut mengalami ED jika ia sudah ejakulasi kurang dari dua menit. ED dibagi dua, ED primer dan ED sekunder.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ED Primer yaitu pria tidak dapat mengontrol ejakulasinya sejak asal ia berhubungan, sedangkan ED sekunder terjadi bila dulunya orang tersebut bisa mengontrol ejakulasi tapi beberapa waktu terakhir dia tidak dapat mengontrolnya lagi karena suatu sebab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengatasi &lt;a href="http://www.produkabe.com/foredi.php?id=andriyawan" target="_blank"&gt;ejakulasi dini&lt;/a&gt; cara yang paling efektif yaitu dengan melakuakan terapi seks. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan bantuan istri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang dikutip dari &lt;i&gt;kompas&lt;/i&gt;, pada dasarnya, terapi seks melibatkan dua teknik, yaitu teknik &lt;i&gt;start and stop,&lt;/i&gt; serta teknik &lt;i&gt;squeeze&lt;/i&gt; (penekanan), yakni istri menekan bagian pangkal atau ujung penis pada saat suami merasa akan ejakulasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada beberapa langkah yang bisa dipilih pasangan untuk melakukan terapi seks.&lt;br /&gt;
1.
 Suami berbaring telentang dan istri melakukan masturbasi dengan tangan.
 Saat suami akan ejakulasi, istri menekan penis (di bagian pangkal atau 
ujung) untuk menghambat ejakulasi selama 5-10 detik atau sampai rasa 
ingin ejakulasi reda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Dengan posisi wanita di atas, suami 
melakukan penetrasi ke vagina. Namun suami tidak boleh melakukan gerakan
 apa pun. Bila merasa akan ejakulasi, segera cabut penis keluar dan 
istri melakukan penekanan pada penis. Lakukan beberapa kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. 
Sama seperti langkah dua, namun suami boleh melakukan sedikit gerakan. 
Bila akan ejakulasi, segera cabut penis keluar dan istri melakukan 
penekanan untuk mempertahankan ereksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Bila suami sudah mulai 
bisa mengontrol ejakulasi, pasutri bisa melakukan hubungan seksual 
dengan posisi menyamping (depan atau belakang). Begitu suami merasa akan
 ejakulasi, coba untuk berhenti dan istri melakukan teknik penekanan. 
Lalu diulangi lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut dr.Andi, terapi seks harus dilakukan 
berulang-ulang, minimal selama enam bulan. Terapi ini juga membutuhkan 
komitmen dari dua belah pihak. "Keengganan dan malas latihan merupakan 
faktor penyebab kegagalan terapi ini," paparnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menunjang 
terapi seks, penderita ED disarankan untuk melakukan senam kegel untuk 
menguatkan otot-otot panggul. Caranya adalah dengan mengontraksikan 
otot-otot panggul, seperti saat ingin menahan pipis. Lakukan minimal 10 
kali setiap hari, secara otomatis Anda akan terbiasa untuk menunda 
ejakulasi. (kompas)</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjS3mxL_EBVoSwHMdkIUmLISZDk7rwDBx5gO4zM0TIXS9UaXSRKTbUcEMkv3wQakn1aR4ghX5V2-T_V57w3zya6jnDsx9yKgeYDXAPMGaoUom5OpYW-7Lckl8ccuPxVJFXpQO3CVCDVrZby/s72-c/Ejakulasi+dini1.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Kanker Serviks Penyebab dan Cara Mencegahnya</title><link>http://pojok-sehatku.blogspot.com/2012/09/kanker-serviks-penyebab-dan-cara.html</link><category>Info Kesehatan</category><category>Info Penyakit</category><category>Kanker Serviks</category><author>noreply@blogger.com (admin)</author><pubDate>Tue, 11 Sep 2012 11:18:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7419254454625935679.post-7699264297560154214</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjF-D2mrcwpHf70AGfKyZl8scKIoTWqLCYfuTIc7ly1r9Rv8EuoK8hVIe9duXtaO47Qs6fhrlDxLlpETuCV8bfIaNPO4qNbB3EquaC_2sMfsUjNUQ-yCIvlA5OOTYORcZcPaiJKGAkVMjuN/s1600/kanker+serviks.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjF-D2mrcwpHf70AGfKyZl8scKIoTWqLCYfuTIc7ly1r9Rv8EuoK8hVIe9duXtaO47Qs6fhrlDxLlpETuCV8bfIaNPO4qNbB3EquaC_2sMfsUjNUQ-yCIvlA5OOTYORcZcPaiJKGAkVMjuN/s200/kanker+serviks.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a href="http://pojok-sehatku.blogspot.com/"&gt;Kanker serviks&lt;/a&gt; atau&amp;nbsp; adalah penyakit kanker yang terjadi pada daerah leher rahim, yaitu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanker serviks atau kanker leher rahim terjadi di bagian organ reproduksi seorang wanita. Leher rahim adalah bagian yang sempit di sebelah bawah antara vagina dan rahim seorang wanita. Di bagian inilah tempat terjadi dan tumbuhnya kanker serviks. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit paling banyak terjadi pada kaum wanita. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dunia, setiap 1 menit ada perempuan yang meninggal karena penyakit ini. Indonesia pun termasuk negara dengan kasus kanker serviks cukup tinggi: setiap 1 hari, 1 perempuan meninggal akibat penyakit yang juga disebut kanker leher rahim ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengingat fakta yang mengerikan ini, maka berbagai tindakan pencegahan dan pengobatan telah dibuat untuk mengatasi kanker serviks atau kanker leher rahim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Penyebab kanker serviks&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kanker serviks disebabkan oleh human papilomavirus (HPV), sedangkan penyebab banyak kematian pada kaum wanita adalah virus HPV tipe 16 dan 18. Virus ini sangat mudah berpindah dan menyebar, tidak hanya melalui cairan, tapi juga bisa berpindah melalui sentuhan kulit. Selain itu, penggunaan wc umum yang sudah terkena virus HPV, dapat menjangkit seseorang yang menggunakannya jika tidak membersihkannya dengan baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, kebiasaan hidup yang kurang baik juga bisa menyebabkan terjangkitnya kanker serviks ini. Seperti kebiasaan merokok, kurangnya asupan vitamin terutama vitamin c dan vitamin e serta kurangnya asupan asam folat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebiasaan buruk lainnya yang dapat menyebabkan kanker serviks adalah seringnya melakukan hubungan intim dengan berganti pasangan. Sering kali, pria yang tidak menunjukkan gejala terinfeksi HPV itulah yang menularkannya kepada pasangannya. Seorang pria yang melakukan hubungan seks dengan seorang wanita yang menderita kanker serviks, akan menjadi media pembawa virus ini. Selanjutnya, saat pria ini melakukan hubungan seks dengan istrinya, virus tadi dapat berpindah kepada istrinya dan menginfeksinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melakukan hubungan intim pada usia dini ternyata bisa menyebabkan terkena kanker serviks, karena melakukan hubungan intim pada usia &amp;lt; 16 tahun dapat meningkatkan resiko 2x terkena kanker serviks.&lt;br /&gt;
Faktor lain penyebab kanker serviks adalah adanya keturunan kanker, penggunaan pil KB dalam jangka waktu yang sangat lama dan terlalu sering melahirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Mendeteksi kanker serviks&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Gejala seseorang terinfeksi HPV memang tidak terlihat dan tidak mudah diamati. Cara paling mudah untuk mengetahuinya dengan melakukan pemeriksaan sitologis leher rahim. Pada stadium awal kanker serviks hampir tidak menimbulan gejala apapun.&lt;br /&gt;
Gejala biasanya baru akan muncul setelah kanker mencapai tahap stadium lanjut. Sedangkan pada stadium ini, sel kanker sudah menyebar dan cukup sulit untuk disembuhkan. Oleh karena itu, kanker serviks juga disebut sebagai the &lt;i&gt;silent killer&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemeriksaan ini saat ini populer dengan nama Pap smear atau Papanicolaou smear, yaitu dokter menggunakan pengerik atau sikat untuk mengambil sedikit sampel sel-sel serviks atau leher rahim. Kemudian sel-sel tersebut akan dianalisa di laboratorium. Tes itu dapat menyingkapkan apakah ada infeksi, radang, atau sel-sel abnormal. Menurut laporan sedunia, dengan secara teratur melakukan tes Pap smear telah mengurangi jumlah kematian akibat kanker serviks&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ada juga berbagai metode lainnya untuk deteksi dini terhadap infeksi HPV dan kanker serviks seperti metode IVA (inspeksi visual) dengan asam asetat, yaitu dengan mengoles serviks atau leher rahim dengan asam asetat. Kemudian diamati apakah ada kelainan seperti area berwarna putih. Jika tidak ada perubahan warna, maka dapat dianggap tidak ada infeksi pada serviks.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Metode lainnya yaitu Thin prep yang lebih akurat dibanding Pap smear. Jika Pap smear hanya mengambil sebagian dari sel-sel di serviks atau leher rahim, maka Thin prep akan memeriksa seluruh bagian serviks atau leher rahim. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Mencegah Kanker Serviks&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Mencegah lebih baik dari pada mengobati. Pepatah itu sangat benar. Lebih baik mencegah kanker serviks dari pada kita sudah terserang penyakit tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut ini beberapa cara praktis yang dapat Anda lakukan dalam kehidupan sehari-hari dalam mencegah kanker serviks antara lain:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Pola makan yang sehat. Seperti makan sayuran, buah dan sereal untuk merangsang sistem kekebalan tubuh. Misalnya mengkonsumsi berbagai karotena, vitamin A, C, dan E, dan asam folat dapat mengurangi risiko terkena kanker leher rahim.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Stop merokok, karena penggunaan tembakau dapat meningkatkan risiko terkena kanker serviks.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jangan gunta ganti pasangan dan hindari seks sebelum menikah atau pada usia sangat muda .&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menghindari seks selama masa haid untuk mencegah dan menghambat terbentuknya dan berkembangnya kanker serviks.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lakukan tes pap smear secara teratur, sebagai upaya pencegahan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pemberian vaksin atau vaksinasi HPV untuk mencegah terinfeksi HPV&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Membersihkan organ intim (vagina toilet). Hal ini dapat dilakukan sendiri atau dengan bantuan dokter ahli, untuk membersihkan organ intim wanita dari kotoran ataupun penyakit.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Semoga artikel tentang &lt;a href="http://pojok-sehatku.blogspot.com/"&gt;Kanker Serviks Penyebab dan Cara Mencegahnya&lt;/a&gt; dapat bermanfaat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjF-D2mrcwpHf70AGfKyZl8scKIoTWqLCYfuTIc7ly1r9Rv8EuoK8hVIe9duXtaO47Qs6fhrlDxLlpETuCV8bfIaNPO4qNbB3EquaC_2sMfsUjNUQ-yCIvlA5OOTYORcZcPaiJKGAkVMjuN/s72-c/kanker+serviks.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Penyebab Keputihan Pada Wanita</title><link>http://pojok-sehatku.blogspot.com/2012/09/penyebab-keputihan-pada-wanita.html</link><category>Info Kesehatan</category><category>Keputihan</category><author>noreply@blogger.com (admin)</author><pubDate>Mon, 10 Sep 2012 20:06:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7419254454625935679.post-4285268027766898856</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiaPyqdZuACztRIaDDO4JQfOJvMQTnpH62vd3gAcTDZp-wL_mBXL0k0CrmsJwbjPzXEayX72b58YF_svT35a6jQEgkC_BwjqvAPLFA-MwCN9Wh4KGF6eA3VHQCObren6hLgrfJ29tnz_3hJ/s1600/keputihan1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiaPyqdZuACztRIaDDO4JQfOJvMQTnpH62vd3gAcTDZp-wL_mBXL0k0CrmsJwbjPzXEayX72b58YF_svT35a6jQEgkC_BwjqvAPLFA-MwCN9Wh4KGF6eA3VHQCObren6hLgrfJ29tnz_3hJ/s320/keputihan1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;a href="http://pojok-sehatku.blogspot.com/"&gt;Keputihan &lt;/a&gt;merupakan masalah klasik bagi
kaum wanita. Tidak sedikit wanita yang mengangap enteng masalah keputihan ini,
padahal jika tidak ditangani dengan baik bisa berakibat fatal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Akibat keputihan bisa menyebabkan
kemandulan dan kehamilan ekpotik (hamil di luar kandungan). Keputihan juga bisa
menjadi gejala awal kanker rahim, dan kanker rahim merupakan penyakit berbahaya
yang jika tidak ditangani dengan baik bisa berakibat kematian. Soo, jadi jangan
anggap enteng keputihan, ya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Keputihan bisa dibagi menjadi dua
jenis, yaitu keputihan yang bersifat fisiologis dan patalogis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Keputihan fisiologis biasa terjadi pada
masa subur dan saat sebelum dan sesudah menstruasi. Pada kondisi tersebut,
biasanya sering terdapat lendir yang berlebih, hal tersebut hal normal. Biasanya
tidak menyebabkan rasa gatal dan tidak berbau.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Ciri-ciri keputihan fisiologis biasanya
cairan keputihannya encer, berwarna krem atau bening, tidak berbau, tidak
menyebabkan gatal, dan jumlahnya terbilang sedikit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Keputihan patalogis dinekal juga
sebagai keputihan tidak normal. Jenis keputihan patalogis sudah termaduk ke
dalam jenis penyakit. Keputihan ini akan sangat mengganggu bagi kesehatan
daerah kewanitaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Bagi wanita hamil, harus hati-hati
karena keputihan patalogis bisa mengakibatkan resiko bayi lahir premature dan
bayi pun bisa terkena infeksi yang bisa beresiko mengalami gangguan pencernaan
dan gangguan pernapasan hingga bisa mengalami kematian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Ciri-ciri keputihan patalogis adalah
seperti cairan bersifat kental, berwarna putih seperti susu atau berwarna
kuninga atau bisa juga hijau. Keputihan ini menyebabkan gatal, memiliki bau
yang tidak sedap, biasanya menyisakan bercak-bercak yang terlihat pada celana
dalam, dan cairan yang keluar sangat banyak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Penyebab keputihan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Faktor kebersihan. Jika organ
kewanitaan tidak dirawat dengan baik akan menimbulkan baerbagai macam penyakit
yang salah satunya adalah keputihan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Stress. Ketika dalam kondisi stress
akan menyebabkan terjadinya perubahan dan keseimbangan hormone dalam tubuh yang
dapat menimbulkan keputihan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Konsumsi obat-obatan. Penggunaan obat-obatan
seperti obat anti biotik dalam jangka waktu yang lama bisa menyebabkan
keputihan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Selain yang diuraikan di atas, keputihan
bisa disebabkan oleh jamur, parasit, bakeri, dan virus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Jamur Monilia atau Candidas. Keputihan yang
disebabkan oleh jamur ini memiliki ciri cairannya berwarna putih seperti susu,
sangat kental, sangat berbau, dan menimbulkan rasa gatal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Parasit trichomonas alat kelaminlis. Penularannya
biasanya memlalui hubungan intim, bibir kloset, atau juga oleh perlengkapan
mandi. Cirinya memiliki cairan yang sangat kental, berwarna kuning atau hijau,
berbuih, dan berbau anyir, tidak menimbulkan gatal tapi jika ditekan alat
kelamin akan terasa sakit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Bakteri Gardnella. Ciri-ciri yang
dimiliki cairan berwarna keabuan, sedikit encer, berbau amis dan berbuih, serta
menimbulkan rasa gatal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Virus. Keputihan ini timbul akibat
penyakit kelamina (seperti HIV). Keputihan yang disebabkan oleh virus mempunyai
ciri-ciri adanya luka yang melepuh di sekitar lubang alat kelamin, terasa panas
dan menimbulkan rasa gatal. Kanker serviks atau kanker mulut rahim dapat dipicu
oleh keputihan akibat virus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiaPyqdZuACztRIaDDO4JQfOJvMQTnpH62vd3gAcTDZp-wL_mBXL0k0CrmsJwbjPzXEayX72b58YF_svT35a6jQEgkC_BwjqvAPLFA-MwCN9Wh4KGF6eA3VHQCObren6hLgrfJ29tnz_3hJ/s72-c/keputihan1.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Bagaimana Merawat Kemaluan Bayi Perempuan</title><link>http://pojok-sehatku.blogspot.com/2012/09/bagaimana-merawat-kemaluan-bayi.html</link><category>Ibu dan Anak</category><author>noreply@blogger.com (admin)</author><pubDate>Sun, 9 Sep 2012 09:23:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7419254454625935679.post-1789320603666182803</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhf2AlNJug92f32LglDgYdQMs_ac4syPlBfcg3OM6fGNE3UoJbhst0JV07ffsl0ynqlG8pr0twQAx0c4iODtUNL05YTGFIpI1WQt-6Ipyk69obzs0_72-9keBiaFI3PKPi0BQJv1IkHAzN3/s1600/menjaga+anak.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhf2AlNJug92f32LglDgYdQMs_ac4syPlBfcg3OM6fGNE3UoJbhst0JV07ffsl0ynqlG8pr0twQAx0c4iODtUNL05YTGFIpI1WQt-6Ipyk69obzs0_72-9keBiaFI3PKPi0BQJv1IkHAzN3/s1600/menjaga+anak.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Vagina adalah area sensitif yang harus selalu dirawat dan dibersihkan. Daerah Miss V ini rentan akan rasa gatal, iritasi, bahkan infeksi, bahkan pada anak sekalipun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di bawah ini ada tips yang dikutip dari detikhealth tentang cara menjaga dan merawatnvagina anak balita Anda, terutama bagi ibu muda. Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Usap dengan cara yang benar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika
 Anda mengganti popok, selalu bersihkan vagina balita Anda dari arah 
depan ke belakang untuk menghindari penyebaran bakteri yang dapat 
menyebabkan infeksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Periksa celah-celah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika
 Anda akan mengganti popok balita Anda setelah buang besar, jangan lupa 
bersihkan celah-celah di sekitar vagina dan vulva anak Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak
 perlu untuk menghapus debit keputihan dalam vulva karena itu sangat 
normal. Tapi jika debit ini tiba-tiba mengalami perubahan jumlah, warna,
 atau bau maka periksakan anak Anda ke dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Jangan menggunakan produk yang memungkinkan iritasi pada vagina&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan wewangian beralkohol, minyak, tisu, lotion, dan krim meningkatkan risiko iritasi vagina pada anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan membuat anak Anda mandi busa karena dapat mengiritasi dan bahkan menyebabkan infeksi saluran kemih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Jangan membiarkan anak Anda berlama-lama di bak mandi dengan air bekas sabun&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Banyak balita suka menghabiskan waktu di bak mandi karena 
menyenangkan. Jangan biarkan anak Anda duduk di dalam bak mandi dengan 
air yang telah kotor oleh busa sampo dan sabun yang berpotensi 
menyebabkan iritasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai mandi, cucilah vagina anak 
Anda dan bilas dengan air bersih, gunakan waslap untuk menghilangkan 
semua sisa sabun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Jaga kelembaban vagina anak Anda&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan
 membiarkan popok atau pakaian anak dengan kondisi basah atau lembab 
karena dapat mengiritasi kulit sensitif di sekitar vagina. Pilihlah 
pakaian anak yang terbuat dari kain yang menyerap keringat karena 
keringat yang tertahan di area vagina juga dapat menyebabkan iritasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6. Periksakan kondisi vagina anak yang tidak sehat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jika
 anak Anda tampak kesakitan setelah buang air kecil atau area vaginanya 
tampak merah, mungkin anak Anda menderita peradangan pada vagina atau 
vulva, yang disebut vaginitis, segera periksakan kondisi anak Anda 
tersebut ke dokter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sumber: &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://detikhealth.com/" target="_blank"&gt;detikhealth&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; </description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhf2AlNJug92f32LglDgYdQMs_ac4syPlBfcg3OM6fGNE3UoJbhst0JV07ffsl0ynqlG8pr0twQAx0c4iODtUNL05YTGFIpI1WQt-6Ipyk69obzs0_72-9keBiaFI3PKPi0BQJv1IkHAzN3/s72-c/menjaga+anak.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>3 Hal Ini Harus Dihindari Saat Keputihan</title><link>http://pojok-sehatku.blogspot.com/2012/09/3-hal-ini-harus-dihindari-saat-keputihan.html</link><category>Info Kesehatan</category><category>Keputihan</category><author>noreply@blogger.com (admin)</author><pubDate>Sun, 9 Sep 2012 09:02:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7419254454625935679.post-5203098291300031848</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi90Do-UhK1sKG0lohWQYT2xx8L5K9jBO3Hpz5DCHaDSdt775vk693Akq8eCbEnLGZz81gmKwlezmIc-HZeq5viaP_cmDxTLucRyscCH3IrqOMJwu4zSeB8vNWtMm2QJ4xHLRIqV-xf5Dp0/s1600/keputihan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi90Do-UhK1sKG0lohWQYT2xx8L5K9jBO3Hpz5DCHaDSdt775vk693Akq8eCbEnLGZz81gmKwlezmIc-HZeq5viaP_cmDxTLucRyscCH3IrqOMJwu4zSeB8vNWtMm2QJ4xHLRIqV-xf5Dp0/s1600/keputihan.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Keluhan yang sering dikemukakan oleh wanita adalah tentang
keputihan. Keputihan disebabkan oleh infeksi di bagian kewanitaan yang biasanya
oleh jamur &lt;i&gt;candida, &lt;/i&gt;yang jika jamur
ini tumbuh secara berlebihan akan menyebabkan keluarnya cairan yang tidak
normal yang disebut keputihan.
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Jika jamur ini tumbuh secara berlebih akan menyebabkan
gatal, nyeri saat berhubungan intim atau bisa terdapat bercak darah.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Seperti yang dikutip detikhealth, Dr William Crook, MD dalam
bukunya&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; The Yeast Connection&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;
merekomendasikan orang yang memiliki infeksi Candida ini sebaiknya menghindari
makanan berikut ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;1. Hindari gula&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dr Crook menuturkan gula bisa meningkatkan pertumbuhan ragi atau jamur, untuk
itu asupan karbohidrat total per hari sebaiknya dibatasi. Sebagai contoh selama
2-3 minggu awal diet, asupan karbohidrat dibatasi kurang dari 60 gram per hari
tergantung usia, kondisi kesehatan dan tingkat aktivitas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai gantinya tingkatkan makanan seperti daging, ayam, kalkun, sayuran
non-tepung, kacang-kacangan. Jika gejala sudah mereda maka secara bertahap
kadar karbohidratnya ditingkatkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kandungan gula ini bisa didapat dari berbagai jenis makanan dan minuman seperti
minuman soda, cracker, alkohol serta minuman jus yang ditambah dengan gula.
Serta buah yang memiliki kandungan glikemik tinggi seperti pisang, jagung
manis, anggur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;2. Hindari makanan yang mengandung ragi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dalam hal ini termasuk makanan fermentasi seperti roti yang dibuat dengan ragi,
keju, pasta tomat, jamur dan bir. Meski begitu belum ada pembatasan untuk
jumlah makanan ragi ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;3. Hindari mengonsumsi buah-buahan yang sudah
dikeringkan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Hal ini karena buah yang dikeringkan mengandung kadar gula fruktosa yang
tinggi. Jika ingin konsumsi buah sebaiknya pilih buah dengan kadar gula rendah
seperti apel, jeruk, melon dan strawberry.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sumber: &lt;a href="http://detikhealth.com/" target="_blank"&gt;detikhealth&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi90Do-UhK1sKG0lohWQYT2xx8L5K9jBO3Hpz5DCHaDSdt775vk693Akq8eCbEnLGZz81gmKwlezmIc-HZeq5viaP_cmDxTLucRyscCH3IrqOMJwu4zSeB8vNWtMm2QJ4xHLRIqV-xf5Dp0/s72-c/keputihan.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>5 Penyakit yang Harus Diwaspadai Wanita</title><link>http://pojok-sehatku.blogspot.com/2012/09/5-penyakit-yang-harus-diwaspadai-wanita.html</link><category>Info Kesehatan</category><author>noreply@blogger.com (admin)</author><pubDate>Sun, 9 Sep 2012 08:27:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7419254454625935679.post-8256168510700883153</guid><description>&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9703qsvBmeJarmZLkbdYStxYpOpaXU88HM0UoeHszwaLNzyz9dN-TPnsa-pQuMKiSKvrpFLN2Zc7AJMzU6xqHmmTgqkRJhsjHJV82EbX6ntfwptaKgesly49otW_R-TMiwqBPjs2-KtnZ/s1600/penyakit+wanita.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9703qsvBmeJarmZLkbdYStxYpOpaXU88HM0UoeHszwaLNzyz9dN-TPnsa-pQuMKiSKvrpFLN2Zc7AJMzU6xqHmmTgqkRJhsjHJV82EbX6ntfwptaKgesly49otW_R-TMiwqBPjs2-KtnZ/s320/penyakit+wanita.jpg" width="247" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Kalau ingin sehat maka kita harus menerapkan pola hidup
sehat dan apabila pola hidup tak sehat maka penyakit-penyakit berbahaya bisa menghampiri.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Berikut ini info bagi wanita tentang penyakit yang paling banyak
menghantui wanita seperti yang dikutip detikhealth&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;1. Osteoporosis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Begitu wanita memasuki usia 40 tahun atau mulai mengalami menopause, sakit dan
nyeri seperti sudah menjadi teman setianya. Pengobatan osteoporosis menjadi
sulit karena jarang terdiagnosis sebelum wanita mulai mengalami kerapuhan
tulang. Penyebabnya adalah kekurangan kalsium.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, pengurangan pasokan alami hormon estrogen ketika menopause dapat
menyebabkan ketidakseimbangan hormon serta fungsi organ dalam tubuh dan
perubahan dalam kesehatan secara keseluruhan. Inilah yang menyebabkan wanita
menopause rentan terhadap osteoporosis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;2. Serangan jantung&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Data statistik 10 tahun terakhir menunjukkan bahwa serangan jantung pada wanita
semakin meningkat dan jumlah wanita yang bertahan hidup hanya beberapa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;3. Depresi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Depresi pada wanita semakin merajalela dan hasilnya benar-benar menyeramkan.
Baru-baru ini ditemukan bahwa ketidakseimbangan hormonal yang terjadi pada
wanita setelah menopause bisa menjadi penyebab terbesar depresi, yang
menyebabkan ledakan psikotik dan bunuh diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;4. Kanker serviks dan payudara&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kanker serviks dan payudara adalah pembunuh nomor satu di kalangan wanita.
Setiap wanita harus melakukan pemeriksaan payudara sendiri secara teratur untuk
membantu mendeteksi kanker payudara lebih dini. Untuk kanker serviks, lakukan
vaksin atau pemeriksaan pap smear bila Anda sudah pernah berhubungan intim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;5. PCOS (Poly Cystic Ovaries)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
PCOS merupakan kondisi di mana terdapat kista kecil pada ovarium (indung
telur). Kondisi ini mengakibatkan terjadinya gangguan keseimbangan hormonal
pada wanita. Gangguan keseimbangan hormonal ini dapat menyebabkan perubahan
pada siklus menstruasi, perubahan pada kulit, kesulitan untuk hamil dan
masalah-masalah lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang wanita normal memiliki hormon estrogen dan progesteron. Gejala yang
paling terlihat adalah perubahan siklus pada menstruasi, bisa lebih sering atau
lebih jarang dan bervariasi, dari yang sedikit hingga sangat banyak. Hal ini
disebabkan karena terjadinya ketidakseimbangan hormonal yang berpengaruh pada
proses ovulasi.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
sumber: &lt;a href="http://detikhealth.com/" target="_blank"&gt;detikhealth&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9703qsvBmeJarmZLkbdYStxYpOpaXU88HM0UoeHszwaLNzyz9dN-TPnsa-pQuMKiSKvrpFLN2Zc7AJMzU6xqHmmTgqkRJhsjHJV82EbX6ntfwptaKgesly49otW_R-TMiwqBPjs2-KtnZ/s72-c/penyakit+wanita.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>