<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>POLUSI INDUSTRI</title><description>Sedikit kisah yang menceritakan Fenomena    
Kerusakan Lingkungan di Sumatera Selatan</description><managingEditor>noreply@blogger.com (Dolly Reza Pahlevi)</managingEditor><pubDate>Wed, 18 Dec 2024 19:19:30 -0800</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">9</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://polusiindustri.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:summary>Sedikit kisah yang menceritakan Fenomena Kerusakan Lingkungan di Sumatera Selatan</itunes:summary><itunes:subtitle>Sedikit kisah yang menceritakan Fenomena Kerusakan Lingkungan di Sumatera Selatan</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Palembang Ku Malang.. Banjir lagi..Banjir lagi..</title><link>http://polusiindustri.blogspot.com/2009/08/palembang-ku-malang-banjir-lagibanjir.html</link><author>noreply@blogger.com (Dolly Reza Pahlevi)</author><pubDate>Tue, 11 Aug 2009 22:16:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1478845419496482903.post-1598440473397556753</guid><description>Palembang lagi-lagi dihantam banjir, hujan yang mengguyur kota Palembang selama 3 jam mulai dari pukul 17.00 Wib sampai pukul 20.00 Wib mengakibatkan kendaraan baik roda empat maupun roda dua mengalami mogok. Berdasarkan pantauan di lapangan ada 5 titik yang mengalami banjir hingga 3/4 meter atau sebatas dengkul orang dewasa. 5 titik tersebut diantaranya jl. Angkatan 45 (dekat Mall Palembang Square), sepanjang Jl. Sudirman, Jl. Sekanak dan Jl. Basuki Rahmat (simpang polda).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan tersebut sebenarnya sudah dinanti sebagian warga kota Palembang, seperti komentar salah satu warga yang bernama Ian "hujan memang sangat dinanti karena banyak sebagian warga mengalami kekeringan, tapi sangat disayangkan bukan mendatangkan berkah tapi malah membawa bencana".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diketahui palembang yang daratannya lebih kurang 40 % adalah daerah rawa yang dipenuhi dengan ekosistem tanaman ilalang (&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;imperata cilindrica&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;) yang berfungsi menyerap air dan sebagai penahan erosi. Sebagian besar masyarakat memanfaatkan daerah rawa tersebut sebagai tempat pemancingan dan bertambak dengan tidak merusak ekosistem yang ada, hal ini sejalan dengan pemanfaatan kawasan rawa.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal yang mengakibatkan banjir tersebut diantaranya kurangnya daerah tangkapan air akibat konversi rawa menjadi bangunan (penimbunan), drainase, sampah, berkurangnya hutan kota (resapan air / &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;cathcmen area&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;), tumpah tindih regulasi pemanfaatan ruang, tata kelola dll. Padahal pemerintah sudah berupaya melakukan beberapa tindakan dengan memberdayakan pasukan kuning, menindak pemilik bangunan yang tidak disertai RKL (drainase) tapi hal ini tidak berpengaruh secara signifikan ini terbukti dengan diperolehnya piala Adipura kota Palembang sebagai kota yang bersih dan mempunyai komitment kuat terhadap kebersihan lingkungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat disayangkan ditengah meningkatnya perekonomian Makro (Variabel Pembangunan) dengan berdirinya Mal-mal, ruko maupun pusat perkantoran Palembang masih mengalami banjir yang sudah terjadi selama kurang lebih 5 tahun yang lalu apalagi Visi Kota Pelembang menjadikan Kota internasional yang berbudaya dan religius tidak dibarengi dengan komitmen terhadap perbaikan ekologis (lingkungan). Hal ini tidak sejalan dengan kerusakan ekologi (berkurangnya daerah resapan air).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah saatnya Pemerintah Daerah, Pemerintah Provinsi, seluruh dinas terkait, pihak swasta, masyarakat sipil duduk bersama untuk menyelesaikan persoalan "tahunan" ini dengan merubah paradigma &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Eco developmentalisme&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; (lingkungan untuk pembangunan) menjadi &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Eco populisme&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; (lingkungan untuk masyarakat) karena masyarakatlah yang mengalami kerugian terbesar (kualitas, kuantitas) akibat dampak dari banjir tersebut. Mulai dari regulasi, perencanaan tata ruang, sampai dilevel aksi harus melibatkan semua stake holder sehingga bisa saling terintegritas, berkelanjutan, fungsi kontrol dengan tidak meniscayakan kearifan lokal dengan demikian program yang diterapkan pemerintah selama ini (drainase, kolam penampungan) tidak menjadi &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Proyek Hansih"&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dolly&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>WALHI SULTENG Menantang PT. KLS</title><link>http://polusiindustri.blogspot.com/2009/08/walhi-sulteng-menantang-pt-kls.html</link><author>noreply@blogger.com (Dolly Reza Pahlevi)</author><pubDate>Tue, 11 Aug 2009 22:01:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1478845419496482903.post-1316796167242262428</guid><description>Radar Sulteng Selasa, 11 Agustus 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhi Menyilakan KLS Melapor Polisi, Penggusuran Lahan Masyarakat adalah&lt;br /&gt;Fakta&lt;br /&gt;PALU-Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulteng merespon positif&lt;br /&gt;rencana PT. Kurnia Luwuk Sejati (KLS) untuk mempolisikan mereka. Data&lt;br /&gt;tentang penggusuran lahan yang diekspos Walhi di Radar Sulteng 3 Agustus&lt;br /&gt;sesuai fakta lapangan.&lt;br /&gt;"data ini tidak mengada-ada. Kami memiliki bukti akurat tentang adanya&lt;br /&gt;pelanggaran dalam penggusuran lahan warga," ungkap Direktur WALHI Sulteng,&lt;br /&gt;Wilianita Selviana kepada wartawan di kantornya, kemarin (10/8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wilianita yang saat itu didampingi 12 pengacara dan sejumlah aktivis non&lt;br /&gt;government organization (NGO) di Sulteng yang antara lain koordinator&lt;br /&gt;Kontras Sulawesi Edmond Leonardo Siahaan, Dewan Pendiri Kelompok Perjuangan&lt;br /&gt;Kesetaraan Perempuan Sulawesi Tengah (KPKPST) Eva, Lembaga Bantuan Hukum&lt;br /&gt;(LBH) Sulteng Sujarwadi, Dewan Pimpinan Nasional Serikat Pekerja Hukum&lt;br /&gt;Progresif (SPHP) Agusfaisal Said, Solidaritas Perempuan Palu, dan&lt;br /&gt;Perhimpunan Bantuan Hukum Rakyat (PBHR) Sulteng, menegaskan, saat ini mereka&lt;br /&gt;sementara menyusun laporan kasus penggusuran lahan masyaakat yang diduga&lt;br /&gt;dilakukan PT. KLS. kasus ini akan dilaporkan kepada Polisi. Tetapi, karena&lt;br /&gt;PT. KLS berencana mempolisikan WALHI, maka mereka meminta KLS untuk&lt;br /&gt;mempercepat laporan polisi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut Wilianita menjelaskan, bahwa masalah penggusuran lahan warga&lt;br /&gt;untuk dijadikan perkebunan sawit tidak mengada-ada. sebelumnya, puluhan&lt;br /&gt;warga berdemonstrasi di kantor DPRD Banggai untuk meminta penyelesaian&lt;br /&gt;masalah penggusuran lahan mereka yang diduga dilakukan PT. KLS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan yang sama, Badan Pimpinan Pusat SPHP Sulteng, Agusfaisal&lt;br /&gt;Said menegaskan selama 30 tahun berkiprah, Walhi memiliki pengalaman digugat&lt;br /&gt;dan menggugat. "Karena itu, kami menunggu gugatan PT. KLS. Alhamdulilah,&lt;br /&gt;kami sangat bersyukur dengan adanya rencana KLS menggugat Walhi," ungkap&lt;br /&gt;Agus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak 10 tahun terakhir tegas Agus, Walhi bersama jaringannya intens&lt;br /&gt;melakukan advokasi terhadap isu-isu lingkungan dan peningkatan akses&lt;br /&gt;masyarakat terhadap pemanfaatan sumber daya alam. "soal gugatan kami tunggu&lt;br /&gt;secepatnya. dengan gugatan ini akan membuktikan fakta-fakta tentang adanya&lt;br /&gt;pelanggaran hukum dalam penggusuran lahan masyarakat," tegas Agus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAsih menurut Lita sapaan akrab Wilianita Selviana, beberapa hari lalu&lt;br /&gt;sejumlah kepala desa di dataran Toili meminta warga untuk menyerahkan&lt;br /&gt;sertifikat tanahnya. Saat itu juga kata Lita, warga memenuhi permintaan&lt;br /&gt;tersebut, karena kades meyakinkan warga bahwa sertifikat itu akan digunakan&lt;br /&gt;untuk menolak perkebunan sawit di daerah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kejadian ini kata Lita, ada korelasi dengan pernyataan dukungan&lt;br /&gt;terhadap perkebunan sawit yang disampaikan sejumlah kepala desa di daerah&lt;br /&gt;itu. Dia menduga sertifikat tanah warga yang diberikan kepada sejumlah kades&lt;br /&gt;justru digunakan untuk mendukung kegiatan perkebunan sawit di daerah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sujarwadi dari LBH Sulteng pada kesempatan yang sama mengemukakan, PT KLS&lt;br /&gt;pernah melakukan penggusuran terhadap lahan warga agro estate seluas 175&lt;br /&gt;hektar, dengan alasan bahwa lahan tersebut masuk dalam wilayah Hak Guna&lt;br /&gt;Usaha (HGU) PT. KLS. padahal lahan tersebut milik warga yang dibuktikan&lt;br /&gt;dengan sertifikat. Buntut penggusuran itu kata sujarwadi, warga menggugat&lt;br /&gt;PT. KLS. Saat ini katanya, proses hukum kasus tersebut masuk dalam tahap&lt;br /&gt;proses pembuktian, yang dalam tiga minggu ke depan akan dilakukan peninjauan&lt;br /&gt;lahan oleh hakim di Pengadilan Negeri Luwuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edmond Leonardo Siahaan dari Kontras Sulawesi menambahkan, rencana PT. KLS&lt;br /&gt;untuk menggugat Walhi perlu dibuktikan. Ancaman gugatan terhadap Walhi ini&lt;br /&gt;kata Edmond juga disampaikan PT. KLS Beberapa puluh tahun lalu tetapi tidak&lt;br /&gt;kunjung dilakukan. " Sebenarnya, KLS tidka punya dasar menggugat WALHI,&lt;br /&gt;karena data yang diekspos di media massa adalah fakta. Tetapi kalau KLS&lt;br /&gt;ingin menggugat kita silakan, " ungkap Edmond.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan tersebut, Lita membeberkan kronologis dugaan kasus&lt;br /&gt;penggusuran di Kabupaten Banggai. Pada awal tahun 1980-an kata Lita,&lt;br /&gt;transmigrasi di kecamatan Toili dibuka. Setiap Kepala keluarga diberi jatah&lt;br /&gt;dua hektar lahan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selengkapnya baca di www.radarsulteng.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-- &lt;br /&gt;=============================&lt;br /&gt;ED WALHI SULAWESI TENGAH&lt;br /&gt;Jl. Kihajar Dewantara&lt;br /&gt;Kec. Palu Timur Kota Palu 94111&lt;br /&gt;Sulawesi Tengah - INDONESIA&lt;br /&gt;Telp/Fax : (0451) 427821&lt;br /&gt;Email : walhisulteng@gmail.com&lt;br /&gt;sulteng@walhi.or.id&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>BBM</title><link>http://polusiindustri.blogspot.com/2008/06/bbm.html</link><author>noreply@blogger.com (Dolly Reza Pahlevi)</author><pubDate>Wed, 4 Jun 2008 11:57:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1478845419496482903.post-7888797972660678312</guid><description>
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Skenario Asing Di Balik Tragedi Monas
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Ditengah menguatnya gerakan rakyat seluruh indonesia menolak kebijakan Pemerintah Sby-Jk atas kenaikan BBM, mencuat tragedi konflik horizontal antara organisasi Front Pembela Islam (FPI) dan Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan dan Berkeyakinan (AKKB)। Pemerintah Sby-Jk sudah kehilangan akal dan mengalami kekhawatiran besar jika isu menolak kenaikan BBM berbuntut menjadi ketidak percayaan rakyat terhadap rezim SBY-JK yang kemudian akan menjadi gerakan menumbangkan pemerintahan mereka.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Kenaikan BBM adalah salah satu krisis yang melanda Indonesia sudah banyak kasus-kasus yang mencuat saat pemerintahan Sby-Jk berkuasa diantaranya, kasus Lapindo Brantas, Pencemaran Newmont Teluk Buyat, tragedi berdarah Ambon, yang lebih miris adalah keluarnya PP untuk menyewakan hutan sebesar 300।000,00/hektar kepada 13 perusahaan asing termasuk perusahaan amerika dan inggris dan kalaupun Pemerintah SBY-JK tidak berani membuat kebijakan tersebut maka akan diancam arbitrase internasional. Yang kesemuanya itu mengakibatkan kerugian besar dan korban jiwa bagi seluruh rakyat Indonesia, baik secara materiil maupun non materiil
&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Lahirnya ajaran-jaran baru seperti Nabi baru kyai Musadik dengan waktu sangat cepat mampu mengorganisir kekuatan (infrastruktur) adalah salah satu bentuk skenario asing untuk memecah belah kekuatan Islam yang ada di Indonesia, kemudian kasus terbaru Paham Islam Ahmadiyah (bukan agama baru) yang telah dinyatakan oleh MUI sebagai aliran sesat dan MUI juga meminta Sby-Jk untuk segara mengeluarkan surat keputusan, yang kemudian Sby-Jk cendrung memperlambat SKB tersebut, hal ini mengindisikan adanya kesengajaan untuk memelihara konflik antar umat beragama (Islam) atau ketidakpastian hukum bersama (SKB)। Kesemuanya itu adalah bagian dari skenario menghancurkan kekuatan-kekuatan yang berpotensi besar menjadi kekuatan penanding kepentingan asing yaitu Islam, karena mayoritas penduduk Indonesia adalah beragama Islam।Kejadian seperti ini sama persis terjadi ketika peristiwa pembunuhan massal terhadap PKI di Indonesia.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Mengulas Aksi Monas
&lt;br /&gt;Perlu diketahui aksi yang dilakukan kedua kelompok tersebut telah mendapatkan izin dari pihak kepolisian setempat tapi anehnya, pada saat aksi tidak terlihat adanya pengamanan yang dilakukan, padahal lokasi areal Monas adalah termasuk kategori pengamanan ring 1 oleh pihak kepolisian। Hal ini mengindisikan adanya pembiaran untuk memunculkan konflik horizontal karena adanya kemungkinan penyusupan terhadap kedua kelompok tersebut oleh pihak-pihak tertentu untuk memprovokasi kedua belah pihak, apalagi kedua kelompok tersebut di lokasi yang sama atau berhadap-hadapan dengan isu yang berbeda, FPI mengusung isu penolakan kenaikan BBM sementara AKKB mengusung isu kebebasan beragama.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Beberapa media (pernyataan, film, photo dll) mengulas kejadian tersebut dari beberapa kelompok tertentu disayangkan bahkan sangat menyesatkan karena tidak mengetahui akar persoalan sebenarnya. Hal ini justru memperuncing potensi konflik antar rakyat (horizontal), dan bisa jadi ini merupakan bagian dari skenario asing. Akar Persoalan adalah krisis kepemimpinan dalam hal ini Sby-Jk karena memilih tunduk terhadap kepentingan Imperialisme, neoliberalisme dan ketidakmampuan negara dalam menegakan supremasi hukum di Indonesia.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Wujudkan Jalan Baru Kedaulatan Rakyat Indonesia!! Tumbangkan Pemerintahan yang tidak mensejahterakan rakyat dan menolak tunduk menjadi negara boneka AS!!
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Salam,
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;dolly
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>Industrialisasi</title><link>http://polusiindustri.blogspot.com/2008/02/industrialisasi.html</link><author>noreply@blogger.com (Dolly Reza Pahlevi)</author><pubDate>Tue, 26 Feb 2008 03:38:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1478845419496482903.post-3013441619195701536</guid><description>&lt;p class="MsoSubtitle"  style="text-align: center; font-weight: bold;font-family:georgia;" align="center"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:130%;"&gt;Ancaman Ekologi dan Sosial Ekonomi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoSubtitle" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:16;"   lang="IN"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Yang Semakin Meminggirkan Hak-Hak Rakyat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoSubtitle"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoSubtitle"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"   lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoSubtitle"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="IN"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ancaman Investasi HTI di Sumatera Selatan&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoSubtitle"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="IN"&gt;Luas kawasan di Sumatera Selatan 11.212.317&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt; Ha. Luas kawasan hutan (2005) &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="IN"&gt;5.011.700&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt; Ha.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table class="MsoTableGrid" style="border: medium none ; border-collapse: collapse;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0cm 5.4pt; width: 32.4pt;" valign="top" width="43"&gt;   &lt;p class="MsoSubtitle"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;No.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 189pt;" valign="top" width="252"&gt;   &lt;p class="MsoSubtitle"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Jenis Hutan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoSubtitle"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Luas/Hektar &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoSubtitle"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Persentase&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 32.4pt;" valign="top" width="43"&gt;   &lt;p class="MsoSubtitle"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 189pt;" valign="top" width="252"&gt;   &lt;p class="MsoSubtitle"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Hutan lindung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoSubtitle"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;847.300&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoSubtitle"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;16,91&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 32.4pt;" valign="top" width="43"&gt;   &lt;p class="MsoSubtitle"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 189pt;" valign="top" width="252"&gt;   &lt;p class="MsoSubtitle"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Suaka Alam dan Hutan Wisata&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoSubtitle"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;822.300&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoSubtitle"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;16,40&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 32.4pt;" valign="top" width="43"&gt;   &lt;p class="MsoSubtitle"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 189pt;" valign="top" width="252"&gt;   &lt;p class="MsoSubtitle"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Hutan Produksi Terbatas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoSubtitle"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;298.600&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoSubtitle"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;5,95&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 32.4pt;" valign="top" width="43"&gt;   &lt;p class="MsoSubtitle"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;4&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 189pt;" valign="top" width="252"&gt;   &lt;p class="MsoSubtitle"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Hutan Produksi Tetap&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoSubtitle"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="IN"&gt;2.269.400&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoSubtitle"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;45,28&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 32.4pt;" valign="top" width="43"&gt;   &lt;p class="MsoSubtitle"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 189pt;" valign="top" width="252"&gt;   &lt;p class="MsoSubtitle"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Hutan Konversi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoSubtitle"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="IN"&gt;774.100&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoSubtitle"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;15,44&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 32.4pt;" valign="top" width="43"&gt;   &lt;p class="MsoSubtitle"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 189pt;" valign="top" width="252"&gt;   &lt;p class="MsoSubtitle"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;TOTAL&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoSubtitle"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="IN"&gt;5.011.700 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoSubtitle"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;100&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;Program Sumsel sebagai lumbung Pangan Nasional semakin memicu masuknya peran investasi. Pemerintah Provinsi Sumsel telah melakukan program Hutan Tanaman Industri (HTI) dengan luas areal 1,4 juta ha pada 2005. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoSubtitle"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Data Dinas Kehutanan 2006 Luas kawasan hutan 2,28 juta hektar (ha) diperkirakan dalam kondisi kritis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sebaran Konsesi HTI di Sumsel&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;Luas lahan konsesi HTI di Sumatera Selatan 2006&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoTableGrid" style="border: medium none ; border-collapse: collapse;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0cm 5.4pt; width: 32.4pt;" valign="top" width="43"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;No.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 135pt;" valign="top" width="180"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;Nama Perusahaan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 144pt;" valign="top" width="192"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;Wilayah konsesi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 117pt;" valign="top" width="156"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;Luas lahan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 32.4pt;" valign="top" width="43"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 135pt;" valign="top" width="180"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;Sinar Mas group (PT. SBA Wood, Bumi Mekar   Hijau)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 144pt;" valign="top" width="192"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;3 kecamatan Selapan, Sengal dan Air Sugihan   Kabupaten Ogan Komering Ilir&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 117pt;" valign="top" width="156"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;600.000 hektar (ha)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 32.4pt;" valign="top" width="43"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 135pt;" valign="top" width="180"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;PT. Musi Hutan Persada&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 144pt;" valign="top" width="192"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;Wilayah Suban Jeriji (Muara Enim dan Ogan   Komering Ulu)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;Musi Banyu Asin (Muba), Musi Rawas&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;Wilayah Benakat (Muara Enim, lahat, Musi   Rawas, Musi Banyuasin)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 117pt;" valign="top" width="156"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;120.470 hektar (ha)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;104.100 hektar (ha)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;222.450 hektar (ha)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="MsoSubtitle"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sekilas Tentang PT Tel PP&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;PT Tanjung Enim Lestari Pulp &amp;amp; Paper terletak di Kabupaten Muara Enim Kecamatan Rambang dangku, dibangun pada tahun 1995 diatas tanah seluas 1.250 ha dengan menggusur kawasan pertanian produktif, seperti karet, padi, duku dan durian. PT Tel ini disokong oleh sindikasi pendanaan dengan perbandingan 30% modal dalam negeri, pinjaman 70% senilai US$ 650 juta, sisanya dari pinjaman berupa kredit ekspor dan pinjaman konersial. Investasi yang ditanamkan dalam proyek ini lebih dari US$ 1 Milyar, atau sebesar 7 Triliun Rupiah, jika menggunakan nilai kurs Rp.7000,-/Dolar. Investor berasal dari dalam dan luar negeri yakni ;PT. Barito Pacific Group, PT. Citra Lamtorogung, PT. Mukti Lestari Kencana, OECF Jepang, Marubeni Corp, Nippon Paper Industries, Morgan Glenfel Co. Swedia. Dan melibatkan sindikasi berbagai Bank, Export Development Corp (Canada), Finish Export Credit Ltd dan Merita Bank Ltd (Finlandia), Skandinaviske Enskilda Banken (Swedia), Korea First Bank (Korea Selatan), Fuji Bank, Bank Of Tokyo-Mitsubishi(Jepang) dan Bank Austria(Austria).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;PT Tel pp mengolah Accasia Mangium sebagai bahan mentah yang disupport oleh HTI milik PT Musi Hutan Persada (MHP) yang dikuasai PT inhutani dan Barito Fasifik Timber Group.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dalam Proses perwujudan HTI dengan konsesi 300.000 ha ini berlaku paktek kotor seperti wacana yang berkembang dimasyarakat. Dengan bentuk pendekatan militeristik, intimidasi, dan perampasan hutan adat dan tanah rakyat. Di Kecamatan penukal Abab Muara Enim, di Kawasan PT MHP dijadikan Kawasan Latihan Militer. Bekas kekerasan tersebut terbukti dari bekas lars yang menjebol pintu dan palang utama atap rumah warga desa S.Langan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Lahan Rakyat seluas 12.000 ha akhirnya dikembalikan ke eks Marga Rambang Kapak Tengah I setelah melalui perjuangan panjang (Sriwijaya Post, 28/4/2000), hal ini menjadi bukti bahwa PT MHP telah merampas tanah rakyat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;h2&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="IN"&gt;Tabel. 1 Struktur Modal Proyek PT TEL PP&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="border: medium none ; border-collapse: collapse;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0cm 5.4pt; width: 338.4pt;" valign="top" width="451"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;PT. Barito   Pacific Timber + PT Tridan Satriapura&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 171pt;" valign="top" width="228"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;US $   200.000.000,-&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 338.4pt;" valign="top" width="451"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;OECF Jepang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 171pt;" valign="top" width="228"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;US $&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;45.000.000,-&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 338.4pt;" valign="top" width="451"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;Marubeni, Co &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 171pt;" valign="top" width="228"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;US $&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;47.000.000,-&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 338.4pt;" valign="top" width="451"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;Nippon Paper   Industries&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 171pt;" valign="top" width="228"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;US $&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;8.000.000,-&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;   &lt;td colspan="2" style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 509.4pt;" valign="top" width="679"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;OECF,   Marubeni &amp;amp; Nippon Paper Ind Bergabung Menjadi Sumatera Paper Corporation&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 338.4pt;" valign="top" width="451"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;North America +   Europe&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 171pt;" valign="top" width="228"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;US $   650.000.000,-&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 338.4pt;" valign="top" width="451"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;Bank of Scotland&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 171pt;" valign="top" width="228"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;US $ 431.000.000,-&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="page-break-inside: avoid;"&gt;   &lt;td colspan="2" style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 509.4pt;" valign="top" width="679"&gt;   &lt;h1 style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="IN"&gt;Total   Investasi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;US $&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;1.291.000.000,-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;h2&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Luas Wilayah dan Jumlah Penduduk Desa Korban PT. TEL PP&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="border: medium none ; border-collapse: collapse;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0cm 5.4pt; width: 26.25pt;" valign="top" width="35"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;NO&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 159.15pt;" valign="top" width="212"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Desa/   Kecamatan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 81pt;" valign="top" width="108"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Luas   Wilayah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 108pt;" valign="top" width="144"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Jumlah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Penduduk   / KK&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 126pt;" valign="top" width="168"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pemanfaatan   Sungai&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 26.25pt;" valign="top" width="35"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 159.15pt;" valign="top" width="212"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Banuayu/&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Rambang Dangku&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 81pt;" valign="top" width="108"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;1400 Ha&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 108pt;" valign="top" width="144"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;2600/544&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 126pt;" valign="top" width="168"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sumber Air&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;MCK&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Transportasi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pertanian&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 26.25pt;" valign="top" width="35"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 159.15pt;" valign="top" width="212"&gt;   &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Muara Niru/&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Rambang Dangku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 81pt;" valign="top" width="108"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;3330 Ha&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 108pt;" valign="top" width="144"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;1209/344&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 126pt;" valign="top" width="168"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sumber Air&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;MCK&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Transportasi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pertanian&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 26.25pt;" valign="top" width="35"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;3&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 159.15pt;" valign="top" width="212"&gt;   &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Tebat Agung/ &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Rambang Dangku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 81pt;" valign="top" width="108"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;2250 Ha&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 108pt;" valign="top" width="144"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;3382/1028&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 126pt;" valign="top" width="168"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Transportasi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 26.25pt;" valign="top" width="35"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;4&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 159.15pt;" valign="top" width="212"&gt;   &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Gerinam/ &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Rambang Dangku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 81pt;" valign="top" width="108"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;1400 Ha&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 108pt;" valign="top" width="144"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;760/184&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 126pt;" valign="top" width="168"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Transportasi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 26.25pt;" valign="top" width="35"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;5&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 159.15pt;" valign="top" width="212"&gt;   &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Kuripan/&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Rambang Dangku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 81pt;" valign="top" width="108"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;3210 Ha&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 108pt;" valign="top" width="144"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;3687/1059&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 126pt;" valign="top" width="168"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sumber Air&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;MCK&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Transportasi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pertanian&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 26.25pt;" valign="top" width="35"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;6&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 159.15pt;" valign="top" width="212"&gt;   &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Dalam/&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Gunung Megang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 81pt;" valign="top" width="108"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;2500 Ha&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 108pt;" valign="top" width="144"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;3571/600&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 126pt;" valign="top" width="168"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sumber Air&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;MCK&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Transportasi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pertanian&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 26.25pt;" valign="top" width="35"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;7&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 159.15pt;" valign="top" width="212"&gt;   &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Baturaja/&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Rambang Dangku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 81pt;" valign="top" width="108"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;4025 Ha&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 108pt;" valign="top" width="144"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;1794/260&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 126pt;" valign="top" width="168"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sumber Air&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;MCK&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Transportasi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pertanian&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Praktek-praktek Investasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Masuknya industri dilahan masyarakat dengan tekanan&amp;amp;penipuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;- &lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Didukung sepenuhnya oleh pihak Pemerintah Indonesia,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;baik pemerintah pusat, propinsi, kabupaten sampai aparat desa, dan adanya bala bantuan dari pihak Militer dan Kepolisian yang telah menjelma menjadi tukang pukul perusahaan. Memburu para petani yang tidak mau melepaskan lahannya, intimidasi, teror, penipuan, stigmatisasi komunis, anti pembangunan sampai dengan kekerasan fisik yang didukung sepenuhnya oleh Kepolisian dan Militer demi mengejar keuntungan.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Tak jarang penggusuran lahan dilakukan pada malam hari, pada sore hari petani pulang kerumahnya, keesokan harinya mereka sudah mendapatkan kebunnya sudah rata dengan tanah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;-    Pemda setempat ternyata memiliki naluri bisnis yang tinggi, dengan melanggar instrumen hukum mereka menjadi makelar (calo) tanah antara pihak perusahaan dengan penduduk। Upaya pembebasan lahan dimulai tahun 1995। PT TEL mengucurkan dana sebesar Rp 1,6 Milyar yang kesemuanya di serahkan ke Pemda Muara Enim, dengan janji pihak perusahaan terima beres। Warga tani dipaksa menerima ganti rugi Rp 5।000,-/batang karet (harga saat itu Rp 11.000,-/batang), mereka juga terpaksa merelakan jumlah batang karet mereka dimanipulasi. Akhirnya terungkap bahwa Pemda Muara Enim meminta ganti rugi kepada PT TEL dan meminta biaya operasional sebesar Rp 657.764.800,- melalui    &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; Bupati Muara Enim No। 593/1264/I.1/1995.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;III.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Korban Industri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; -    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Penduduk di tujuh desa yaitu, Desa Dalam, Banuayu, Muara Niru, Tebat Agung, Gerinam, Baturaja dan Kuripan dari dua kecamatan yaitu Kecamatan Gunung Megang dan Kecamatan Rambang Dangku, Muara Enim yang menjadi areal Pabrik Pengolahan Pulp&amp;amp;Paper. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;-    Sebelum adanya penggusuran, warga sekitar PT TEL mengusahakan tanaman karet dengan luas sekitar 2 Ha/KK, yang dapat menghasilkan getah rata-rata 10 kg/hari/Ha &lt;i style=""&gt;(masa aktif menyadap karet adalah 21 hari/bulan) &lt;/i&gt;dengan harga jual Rp 1.500,-/Kg &lt;i style=""&gt;(sekarang harga jual karet berkisar 4.500 – 6000 rupiah/kg) &lt;/i&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;-&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, disana terdapat pula lahan yang sengaja dijadikan “hutan peramuan”, yang dipergunakan masyarakat, utamanya untuk bahan kayu bakar dan bahan bangunan, disamping terdapat tumbuhan tertentu yang dipergunakan untuk pengobatan। &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;-   Sungai lematang untuk kegiatan sehari-hari seperti antara lain; mandi, mencuci, mencari ikan, tambak, sarana transportasi. Sungai Lematang melewati empat &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; yang ada di Sumatera Selatan yaitu Pagar Alam, Lahat, Muara Enim dan Prabumulih yang bermuara ke sungai Musi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;-   Gejolak dimasyarakat juga muncul karena persoalan ketenaga kerjaan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Warga sekitar lokasi pabrik&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kehilangan mata pencaharian, akibat aset produksi mereka (lahan perkebunan) digusur untuk areal industri. Malah ada yang menjadi pemulung disekitar areal pembangunan pabrik. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; - Bau limbah menusuk dan sangat mengganggu masyarakat। Membuat masyarakat desa disekitarnya sering mengalami mual, muntah, mata perih। Selain itu menyebabkan tanaman rusak, kerdil dan gagal panen।&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;-    Muncul ketakutan-ketakutan akan pencemaran dikalangan kaum perempuan yang aktivitasnya tinggi di sungai Lematang. Penyakit kulit seperti gatal gatal, koreng, khususnya dirasakan sekali oleh banyak perempuan dan anak anak. Setiap harinya perempuan memang mempunyai waktu bersentuhan lebih banyak dibanding laki laki yang dilakukan rutin setiap hari. Kegiatan di air seperti mencuci peralatan dapur, bahan masakan, pakaian, memandikan anak, tidak jarang perempuan juga mencari ikan dan mengontrol tambak seperti laki laki (biasanya pada saat suami atau anak laki lakinya tidak ditempat, ada pekerjaan lain, kadang karena memang suka). Hasil analisa medis dari tim dokter yang diundang oleh Walhi Sumsel untuk uji kesehatan terhadap masyarakat menyatakan terindikasi secara jelas bahwa kelainan pada kulit (penyakit kulit) tersebut disebabkan kandungan unsure logam, zat zat dan senyawa yang sesuai dengan unsure – senyawa limbah perusahaan. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; kasus perempuan, ibu rumah tangga mengalami dan gagal melahirkan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;-    Produksi ikan menurun, dari 4 Kg/hari menjadi 1 Kg/hari karena penurunan kualitas air&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;-   1250 Ha hutan yang diubah menjadi kawasan pabrik, perumahan dan perkantoran, berdampak meningkatnya suhu udara, hal ini sangat dirasakan warga, karena sangat berbeda&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari sebelum datangmya perusahaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;-   Areal pabrik dan perumahan karyawan dijaga ketat oleh pihak militer&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;selain keamanan dari perusahaan sendiri. Selain itu didepan pintu masuk pabrik dipasang papan tulisan “Daerah Latihan Militer” untuk menakuti warga. Militer juga selalu dilibatkan dalam setiap usaha penyelesaian kasus antara warga dengan perusahaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;-    Menjamurnya warung remang-remang di sekitar pabrik, yang menyediakan minuman keras dan wanita tunasusila. Berdasarkan amdal PT. TEL sendiri disebutkan di sekitar lokasi pabrik akan di adakan lokalisasi sebagai sarana hiburan pekerja perusahaan.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;IV.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Aksi aksi masyarakat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;-   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Penutupan jalan utama menuju pabrik PT TEL yang mengakibatkan kontraktor pengerjaan pabrik mengalami kerugian sebesar 70 ribu Dolar AS karena karyawan tidak dapat melakukan aktivitas sementara upah mereka harus tetap dibayar (&lt;i&gt;Sriwijaya Post, 15 Februari 1999)&lt;/i&gt;, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;-   Aksi kaum perempuan desa sambil bertelanjang (bugil) memagari tanah desa ketika bulldozer perusahaan hendak menghancurkan perkebunan mereka. Tidak hanya sampai disitu, aksi-aksi di tingkatan desa, kecamatan, kabupaten, propinsi, sampai ke &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; bahkan ke tingkat Internasional (Jepang) juga telah dilakukan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;-   Beratus-ratus &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; protes yang dibuat oleh petani serta Ornop Lingkungan dan HAM telah dikeluarkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;-   Masyarakat memngorganisir diri membentuk ikatan dalam organisasi. Antara lain tergabung dalam KSKP (Kesatuan Solidaritas Kesejahteraan Petani), IMASS (Ikatan Masyarakat Adat Sumatera Selatan)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;-   Berbagai pengujian kondisi oleh masyarakat dan dibantu tim ilmiah untuk membuktikan uji kesehatan lingkungan dan masyarakat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;V.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Respon pemerintah dan perusahaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;-   Tenang tenang saja… Industri dan laju produksi adalah target utama. Beberapa orang tokoh masyarakat “dijinakkan”. Kalau tidak “dibeli” bisa “dikriminalkan”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;-    Perusahaan membuat sumur sumur untuk dikonsumsi masyarakat, sebagai jawabannya terhadap protes masyarakat atas perubahan kondisi sungai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;-  Menjanjikan prospek tenaga kerja, berbuntut pada gejolak sesama masyarakat berebut pekerjaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;-    Masyarakat sekitar PT TEL tetap menuntut perusahaan. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; desa yang menuntut agar PT TEL memberikan kesempatan kerja, tetapi ada juga yang menuntut pengembalian lahan. Pada bulan agustus tahun 1999 pihak PT TEL akhitnya berhasil mempengaruhi warga sekitar PT TEL untuk menerima uang tambahan ganti rugi sebesar Rp. 1.500.000,-.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;PT. SBA Wood&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Palembang&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span lang="IN"&gt;, Rabu 19 April 2006&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kecewa dengan janji palsu Komisi II DPRD Sumatera Selatan, Masyarakat melakukan aksi di camp &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(kronologis Aksi Masyarakat Riding)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Masyarakat sejak pagi menjelang siang melakukan aksi di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placetype st="on"&gt;camp&lt;/st1:placetype&gt;  &lt;st1:placename st="on"&gt;perusahaan&lt;/st1:placename&gt;&lt;/st1:place&gt; yang berlokasi di daerah Penyabungan luar/dusun 3 desa Riding, aksi ini bertujuan untuk meminta penjelasan penyelesaian sengketa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Humas PT. SBA Sambosir. Sambosir datang ke lokasi &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placetype st="on"&gt;Camp&lt;/st1:placetype&gt; &lt;st1:placename st="on"&gt;perusahaan&lt;/st1:placename&gt;&lt;/st1:place&gt; sekitar jam 2 siang, dikawal oleh 3 orang polisi (menurut informasi warga bersala dari satuan brimob polda sumsel) dengan menggunakan helikopter, langsung diblokade warga dan dituntut memberikan penjelasan soal penyelesaian sengketa mereka dengan perusahaan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tidak puas dengan penjelasan Sambosir atas pertanyaan masyarakat, Sambosir dan pengawalnya (3 orang anggota polisi) dihalau untuk tidak pulang dengan menggunakan helikopter yang dibawanya dan diajak masyarakat untuk ke dusun 1 desa Pampangan yang berjarak sekitar 17 kilometer dari lokasi camp perusahaan tersebut dengan menggunakan truk. Rencananya akan dibawa kerumah Kepala Desa untuk dimintai keterangan dan kejelasan soal upaya penyelesaian sengketa. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Informasi (jam 17.30); Sambosir dan 3 orang polisi pengawalnya sudah berada dirumah Kepala Desa Riding&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan pengawalan ketat masyarakat untuk melakukan dialog dengan utusan masyarakat di rumah kepala desa Riding. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Informasi perkembangan terakhir (jam 21. 20); saat ini masih terus berlangsung proses dialog negosiasi masyarakat dengan humas perusahaan tersebut di rumah kepala desa Riding. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Aksi yang dilakukan oleh masyarakat ini adalah akumulasi dari kekecewaan mereka kepada aparatur pemerintahan negara, dalam hal ini adalah pihak DPRD Sumsel karena dinilai ingkar janji dan tidak ada upaya kongkrit&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terhadap aspirasi masyarakat sebagai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tindak lanjut upaya penyelesaian sengketa PT. Sinar Bumi Agung Woods (SBA Woods) dengan masyarakat Desa Riding Kecamatan Pampangan OKI,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sebelumnya, dalam dialog dengan komisi 2 DPRD Sumsel tanggal 6 April di ruang sidang komisi II yang dipimpin oleh Denny (Sekretaris Komisi II) DPRD Sumsel menjanjikan akan menurunkan tim kelapangan yang khususnya terdiri dari unsur Pemprov untuk melakukan tinjauan posisi kasus sengketa lahan masyarakat OKI tersebut.. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sumber informasi dari warga mengatakan; hingga konfirmasi yang dilakukan oleh utusan warga secara langsung kepada Denny kemarin (18 April 2006) beliau menyatakan tim turun kelokasi tidak jadi dengan alasan lupa… &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dialog tanggal 6 april 2006 ini dilakukan sebagai tindak lanjut respon DPRD Sumsel atas aksi yang dilakukan oleh sekitar 1500an warga Riding, Jermun, Talang Nangka, Siju, Secondong di halaman Pemprov dan DPRD sumsel (tanggal 21 Maret 2006) yang menolak HTI dan Perkebunan Kelapa Sawit dan menuntut pengembalian lahan desa mereka yang di okupasi oleh perusahaan besar Industri HTI (SBA Woods) &amp;amp; Perkebunan Kelapa Sawit (PT. PSM).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sebelum aksi di pemrov dan DPRD Sumsel, sejak bulan desember 2005 lalu masyarakat sudah merulang kali melakukan rangkaian aksi di kabupaten OKI namun tidak mendapat tanggapan positif dari pemerintah, bahkan tiga orang warga mengalami proses dijadikan polisi sebagai tersangka atas pengaduan oleh pihak PT। SBA woods.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="content"&gt;&lt;span class="block" style="margin-left: 0px ! important;"&gt;&lt;code class="plain"&gt;&lt;/code&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">4</thr:total></item><item><title>Banjir</title><link>http://polusiindustri.blogspot.com/2008/02/banjir.html</link><author>noreply@blogger.com (Dolly Reza Pahlevi)</author><pubDate>Tue, 12 Feb 2008 22:20:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1478845419496482903.post-8151155977659590664</guid><description>&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: center;font-family:arial;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;Pernyataan Sikap Bersama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: center;font-family:arial;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;Perumahan Kartika Rw 07. Kel.karya Baru&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: center;font-family:arial;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;Dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: center;font-family:arial;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;Sumatera selatan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Kasus konflik antara masyarakat perumdam kartika dan aktivitas penggalian tanah telah terjadi cukup lama, semenjak tahun 1999- 2007. Masyarakat yang selama ini (1991) tinggal dilokasi tersebut mengalami keresahan, bahkan telah terjadi intimidasi dan kriminasasi terhadap masyarakat yang berjuang meminta haknya untuk menghentikan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;aktivitas penggalian karena telah merugikan mereka baik materiil maupun non materiil. Ada kesan pemerintah tinggal diam dan cendrung membiarkan konflik ini terus terjadi, perlu dikertahui, setiap warga Negara dilindungi oleh hukum dan dijamin keselamatan sesuai dengan pembukaan Undang-undang Dasar 19945 bahwa Kemerdekaan adalah hak segala bangsa untuk itulah segalah bentuk penjajahan harus dihapuskan. Konflik terus meruncing/tidak terselesaikan bukan tidak mungkin kedaulatan Negara yang seharusnya memfasilitasi rakyat dinegasikan atau tidak diakui oleh rakyat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Berdasarkan Surat Keputusan Walikota Palembang Nomor 1100 Tahun 2007 tentang izin pertambangan galian C kepada CV. Berkat Yakin didalamya (Berita acara )terhadap persyaratan dan wewenang Pemerintah kota Palembang poit ke 10. Menurut. Kami ketentuan tersebut telah dilanggar oleh CV. Berkat Yakin dan melanggar UU 23 Tahun 1997 Tentang pengelolaan lingkugan Hidup.Beberapa temuan kami (Warga dan Walhi Sumsel) :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Pertama, pada saat musim hujan terjadi banjir sampai satu meter dan endapan Lumpur terutama pada daerah-daerah dataran rendah seperti perumahan warga dan gedung sekolah, sedangkan musim kemarau lahan perbukitan tersebut menjadi tandus akibat tidak adanya/habisnya tanaman sebagai penyangga air .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Kedua,Banyaknya pondasi penyangga tiang listrik PLN di sekitar lokasi galian terkikis dan kalau ini terus dibiarkan memungkinkan robohnya tiang tersebut. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Ketiga, Rusaknya sisi jalan dan badan jalan yang dilalui oleh truk- truk pengakat tanah .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Keempat,tidak adanya kajian lingkugan berupa Amdal, RKL dan RPL perumahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Kelima, tanah yang dikuasi oleh perusahaan merupakan tanah hak milik perseorangan tanpa ada batas- batas jelas/area penggalian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Berdsarkan situasi tersebut CV. Berkat Yakin telah melanggar ketentuan dan Peraturan perundang-undang, Undang- undang 23 tahun 1997 tentang pengelolaan lingkugan hidup yang dengan jelas menyebutkan setiap badan usaha yang berdampak pada masyarakat harus memiliki Analisasi Mengenai Dampak Lingkugan (Amdal),Rencana Kelola Lingkungan (RKL)dan Rencana Pengelolaan Lingkungan RPL. Bagi Pelagar dapat terkena sanksi administratif maupun pidana, dan diatur mengenai tata cara tuntutan baik melalui Class Action maupun Legal Standing. Mengenai Surat Keputusan yang ditandatangani oleh Walikota Palembang cacat hukum karena telah melanggar hirarki hukum diatasnya dan secara otomatis dinyatakan batal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Maka kami Wahana Lingkugan Hidup Indonesia (Walhi) Sumsel dan Persatuan perumahan perumdam menyatakan sikap:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left: 39.75pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Menurut kementerian Lingkugan Hidup (KLH) untuk mencabut izin perusahaan atas pelanggaran Undang- undang 23 Tahun 1997 Tentang pengelolaan Lingkungan Hidup.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 39.75pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Menurut pemerintah kota Palembang untuk mencabut Surat Keputusan nomor 1100 Tahun 2007 tentang izin pertambangan daerah kepada CV. Berkat Yakin dan menghentikan segala aktivitas perusahaan sebelum adanya kejelasan penyelesaian berdasarkan peraturan perundang- undang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 39.75pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Meminta Aparat penegak hukum untuk berlaku objektip dalam penyelesaian pemasalahan warga dan CV. Berkat yakin &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 39.75pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Mengajak semua elemen masyarakat untuk berjuang bersama melawan semua bentuk penjajahan demi terciptanya kedaulatan Republik Indonesia yang kita cintai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 39.75pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 39.75pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Palembang,29 November 2007 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 39.75pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 39.75pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 39.75pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Wahana Lingkungan Hidup Indonesia&lt;span style=""&gt;                                &lt;/span&gt;Persatuan Warga perumdam &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 39.75pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;WALHI &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 39.75pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;SUMATERA SELATAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 39.75pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 39.75pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left: 39.75pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;Dolly Reza Pahlevi&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;                                                         &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;Letkol (purn) Jonson Monte&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 39.75pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;Kadiv Polusi Industri &lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;                   &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;                                      &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;              &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Gambaran Kasus Galian Tanah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Perumahan kartika keluran karya Baru&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Kronologis Kasus :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left: 26.25pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;  Pada Tahun 1991 perumahan perumdam (perumahan kodam )yang di bangun oleh poskopat dengan setifikat hak milik &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 26.25pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;  Lahan yang digali peruntukan usaha tersebut merupakan tanah hak milik (setifikat ).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 26.25pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt; Pada tahun 1999 masyarakat (perumdam) RW O7 RT 23 keluran karya baru mengalami keresahan akibat aktivitas penggalian tanah oleh beberapa kelompok preman. Kerena perumahan warga setiap musim hujan mengalami kebanjiran, tanah lonsor dan rusaknya jalan umum.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>POLUSI</title><link>http://polusiindustri.blogspot.com/2008/02/polusi.html</link><author>noreply@blogger.com (Dolly Reza Pahlevi)</author><pubDate>Tue, 12 Feb 2008 22:11:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1478845419496482903.post-5035579163413216171</guid><description>&lt;p style="font-weight: bold; text-align: center;" class="MsoTitle"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;DIBALIK PEMBANGUNAN &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-weight: bold; text-align: center;" class="MsoTitle"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;PELABUHAN TANJUNG API-API DI KAWASAN &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoTitle"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SEMENANJUNG BANYUASIN DAN TAMAN NASIONAL SEMBILANG&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1 style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"   lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pengantar&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Saat ini, Pemerintah Propinsi Sumatera Selatan sedang gencar-gencarnya mempromosikan pembangunan pelabuhan Tanjung Api-api. Untuk mendukung kegiatan pembangunan ini, serangakaian kegiatan Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) terhadap proyek ini telah dilakukan oleh Pemerintah Propinsi Sumatera Selatan (Anon 2004) berdasarkan kepada suatu Disain Rencana Tata Ruang Detail (&lt;i style=""&gt;Desember,2002&lt;/i&gt;). Sayangnya, dari kedua dokumen yang telah disusun tersebut terdapat beberapa kelemahan yang sangat mendasar. Salah satu sisi lemah dari isi dokumen tersebut adalah sedikitnya informasi yang akurat mengenai Keanekaragaman Hayati dilokasi pembangunan pelabuhan tersebut dan yang lebih parah lagi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;sedikit sekali disinggung keberadaan Taman Nasional Sembilang yang berada dekat sekali dengan kawasan calon pelabuhan Samudera. Isi dokumen tersebut bahkan tidak menyinggung sama sekali dampak dari pembangunan pelabuhan Tanjung api-api terhadap Keanekaragaman Hayati Taman Nasional Sembilang yang lokasinya sangat dekat dengan lokasi pelabuhan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Posisi Pelabuhan Samudera sekitar 5-6 km di Sebelah tenggara dari Taman Nasional Sembilang jelas-jelas akan menimbulkan dampak kepada keberadaan TNS. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Dampak yang ditimbulkan dapat berupa dampak ekologi, ekonomi maupun social. Dari sisi ekologi, dampak dapat dibagi kepada dampak kepada fisik kawasan dan dampak terhadap keanekaragaman hayati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Oleh karena itu perlu kami berikan suatu kajian pengantar yang dapat memperkaya informasi-informasi yang masih diperlukan dalam mengelola dan mewujudkan pelabuhan Samudera Tanjung Api api yang ramah lingkungan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dampak terhadap kawasan Taman Nasional Sembilang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Berdasarkan pengamatan pada peta TNS dan Tj Api2, diketahui bahwa titik terdekat antara dua kawasan ini berjarak sekitar 5-6 km saja, dipisahkan oleh laut/muara dari sungai Lalan. Dengan jarak yg tidak terlalu jauh memiliki potensi dimana segala perubahan kondisi lingkungan di daerah Tanjung Api2 akan mempengaruhi ekosistem alami TNS, termasuk konversi dari habitat Hutan Bakau dan Nipah menjadi kawasan Pelabuhan, pemukiman dan Industri. Dalam hal ini, salah satu habitat yang terganggu adalah kawasan dataran lumpur (&lt;i style=""&gt;mudflat&lt;/i&gt;) yang umum terdapat di muara-muara sungai yang membawa endapan Lumpur. Di semenanjung Banyuasin (termasuk sktr Tjg Api2) banyak terdapat dataran lumpur yang terbentuk secara alami akibat pengaruh dari sedimentasi lumpur yang terbawa arus sungai yang ditangkap oleh akar-akar pohon bakau. Dataran lumpur ini memiliki fungsi ekologis dan merupakan suatu bagian kesatuan dengan TNS. Menurut Komite Nasional Pengelolaan Ekosistem Lahan BAsah (2004) kawasan yang kelihatannya seperti tandus ini sebetulnya sangat subur karena banyak menerima suplai nutrient dan dihuni oleh berbagai jenis organisme bentik. Ketika air surut, kawasan ini menjadi surga makan bagi burung air, sedangkan di saat pasang akan dipenuhi oleh berbagai jenis ikan yang menguntungkan bagi para nelayan. Dalam dokumen ini juga dinyatakan bahwa Semenanjung Banyuasin adalah salah satu daerah yang memiliki ekosistem dataran Lumpur yang sangat luas. Dataran Lumpur di wilayah ini dapat menjorok sejauh kearah laut lebih dari 1,5 km dari garis pantai, dengan kondisi dinamis yang dipengaruhi oleh pasang surut dan sedimentasi yang terjadi. Setiap tahunnya jutaan burung migrant memanfaatkan kawasan ini untuk beristirahat dalam perjalanan migrasinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Adanya usaha-usaha pengerukan untuk memperdalam kedalaman air di sekitar lokasi pelabuhan, dikhawatirkan akan merusak keberadaan dataran lumpur. Dimana selain dataran lumpur tersebut terkena kerukan juga dikhawatirkan tererosi oleh hempasan ombak kapal-kapal besar yang lewat. Pengambilan lumpur untuk menimbun daratan yang akan dibangun sebagai lokasi pelabuhan juga akan berdampak negatif apabila tanah yang digunakan berasal dari dataran lumpur yang ada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Sebenarnya, sejak ditetapkannya kawasan TN Sembilang oleh SK Menhut No. 95 Tahun 2003 dengan luas 202.000 ha, telah pula diusulkan rasionalisasi batas-batas kawasan TNS. Rasionalisasi ini termasuk mengusulkan masuknya daerah-daerah penting di hulu sungai dikawasan TNS, dan areal pantai/laut sekeliling kawasan. Termasuk wilayah perairan dan dataran lumpur Semenanjung Banyuasin di sebelah barat laut Tjg Api2. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="FI"&gt;Proses rasionalisasi ini masih berjalan dan saat ini usulan telah sampai di tingkat Departemen Kehutanan di pusat untuk penetapan rasionalisasi batas. Akan tetapi sehubungan dengan belum ditunjuknya UPT khusus kawasan ini, proses penetapan ini menjadi tersendat. AKan tetapi komponen pemerintah kabupaten dan propinsi telah mengetahui rasionalisasi kawasan ini dan telah memberikan input dan masukan. Demi keberadaan TNS, sudah sepantasnya pembangunan kawasan Tj Api-api juga mengindahkan kesepakatan dalam rasionalisasi dan tidak hanya memandang batas kawasan yang sudah ditetapkan menteri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="FI"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dari sisi pengelolaan, sepatutnya UPT TNS (saat ini masih dikelola oleh BKSDA SS) dilibatkan dalam persiapan dan pengelolaan kawasan sekitar Tjg Api-api. Atau paling tidak memiliki wewenang dalam menentukan apakah suatu kegiatan dapat dilakukan di sekitar kawasan TNS yang berdampingan dengan lokasi Pelabuhan. Pembangunan sebuah kantor atau Pos Jaga di sisi TNS beserta sarana dan prasarananya akan sangat membantu dalam kegiatan pengawasana kawasan, yang sebenarnya juga meringankan tugas dan tanggung jawab pengelola Pelabuhan.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="line-height: normal;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dampak Terhadap Keanekaragaman hayati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Fakta mengenai kondisi Burung di TN. Sembilang&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText2" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Paling sedikit 213 spesies burung telah dicatat untuk TN Sembilang (data PBS) termasuk banyak dari spesies residen yang berstatus genting. Spesies burung ini meliputi spesies penetap (&lt;i style=""&gt;resident&lt;/i&gt;) yang terancam seperti Pecuk-ular Asia (&lt;i style=""&gt;Anhinga melanogaster&lt;/i&gt;), koloni terakhir dari Pelikan (&lt;i style=""&gt;Pelecanus philippensis&lt;/i&gt;) di region Indo-Malaya, Bangau Storm (&lt;i style=""&gt;Ciconia stormi&lt;/i&gt;), lebih dari 1.000 ekor Bangau Bluwok (&lt;i style=""&gt;Mycteria cinerea&lt;/i&gt;), lebih dari 300 ekor Bangau Tongtong (&lt;i style=""&gt;Leptoptilos javanicus&lt;/i&gt;), Cangak Laut (&lt;st1:personname st="on"&gt;&lt;i style=""&gt;Ardea&lt;/i&gt;&lt;/st1:personname&gt;&lt;i style=""&gt; sumatrana&lt;/i&gt;), Rangkong (&lt;i style=""&gt;Buceros vigil, Aceros subruficollis, &lt;/i&gt;dan &lt;i style=""&gt;Aceros corrugatus&lt;/i&gt;)&lt;i style=""&gt;, &lt;/i&gt;serta lebih dari 28 spesies burung air migran, termasuk 10.000-13.000 Trinil-lumpur Asia (&lt;i style=""&gt;Limnodromus semipalmatus&lt;/i&gt;), 28 ekor Trinil Nordmann (&lt;i style=""&gt;Tringa guttifer&lt;/i&gt;)&lt;i style=""&gt;, &lt;/i&gt;lebih dari 2.600 Gajahan Timur (&lt;i style=""&gt;Numenius madagascariensis&lt;/i&gt;), dan beberapa ribu individu spesies dara laut (&lt;i style=""&gt;Sternidae&lt;/i&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText2" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Jumlah total burung air pantai yang memanfaatkan dataran lumpur di kawasan ini sekitar 0.5-1 juta ekor (Danielsen &amp;amp; Verheught, 1990) dengan sekitar 80.000 ekor dapat dijumpai setiap harinya di Delta Banyuasin. Dataran lumpur Banyuasin juga merupakan tempat mencari makan bagi ratusan Bangau Bluwok, Bangau Tongtong, dan Ibis-Cucuk Besi (&lt;i style=""&gt;Threskiornis melanocephalus&lt;/i&gt;), dan juga lebih dari 2.000 spesies Kuntul (Silvius 1986).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText2" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Fakta mengenai TN. Sembilang sebagai habitat hidupan liar:&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 27pt; text-indent: -18pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Daerah TN Sembilang masih mendukung keberadaan satwa yang sebagian diantaranya adalah jenis yang terancam punah dan dilindungi. Hutan bakau di kawasan ini merupakan daerah penting sebagai tempat mencari makan, bersarang, beristirahat bagi beberapa jenis satwa yang terancam punah seperti Bluwok &lt;i&gt;Mycteria cinerea&lt;/i&gt;, Bangau tongtong &lt;i&gt;Leptoptilus javanicus&lt;/i&gt;, Harimau sumatera &lt;i&gt;Panthera tigris sumatrae&lt;/i&gt;, buaya muara &lt;i&gt;Crocodillus porosus&lt;/i&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 27pt; text-indent: -18pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Danielsen &amp;amp; Verheught, 1990 menyebutkan bahwa daerah hutan bakau (bagian berlumpur, &lt;i&gt;mudflat&lt;/i&gt;) di kawasan pesisir timur Sumatera Selatan menyediakan tempat untuk mencari makan dan tempat bertengger bagi burung migran seperti Trinil-lumpur Asia &lt;i&gt;Limnodromus semipalmatus&lt;/i&gt;, Biru-laut ekor hitam &lt;i&gt;Limosa limosa&lt;/i&gt;, Biru-laut ekor blorok &lt;i&gt;Limosa lapponica&lt;/i&gt;, Gajahan &lt;i&gt;Numenius spp&lt;/i&gt;. Saat ini sebagian besar hutan bakau yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tersisa di pantai Timur Sumatera berada di kawasan Sembilang, dan masih menjadi tempat mencari makan dan beristirahat bagi burung pantai migran tersebut. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Namun saat ini tekanan oleh tingginya aktivitas manusia di kawasan ini sangat mengancam keberadaan burung pantai migran tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText2" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Kemungkinan yang dapat terjadi sehubungan pembangunan pelabuhan tg.api-api:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 27pt; text-indent: -18pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Pengerukan yang akan dilakukan dapat berdampak terhadap daerah tempat istirahat dan mencari makan bagi burung-burung air (baik yang bermigrasi maupun penetap). Lokasi-lokasi yang penting antara lain: Daerah mudflat sekitar Tanjung Tengkorak (mulai Sungai Barong hingga dekat muara Sungai Semibilang, Daerah Tanjung Carat, Muara Sungai Solok Buntu, serta daerah mudflat antara muara Sungai Bungin hingga Sungai Solok Buntu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 27pt; text-indent: -18pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Perubahan yang terjadi dapat berakibat menurunnya kualitas perairan di sekitar lokasi pembangunan pelabuhan ini dapat berdampak pada hilangnya berbagai plasma nuftah yang menjadi makanan burung-burung tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 27pt; text-indent: -18pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Pencemaran daerah perairan akan meningkat seiring meningkatnya lalu-lintas kapal di daerah tersebut, tentu ini dapat berdampak buruk juga bagi hidupan liar di Semenanjuan Banyuasin. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText2" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hilangnya tempat bersinggah bagi burung migran berarti semakin besar ancaman kepunahannya karena tidak adanya tempat yang bisa menyediakan makanan baginya di musim dingin. Punahnya populasi burung migran akibat perubahan/konversi habitat alaminya oleh kegiatan manusia akan memicu kemarahan dunia internasional karena burung migran merupakan satwa yang dilindungi secara global. Secara tidak disadari, pembangunan pelabuhan Samudera Tanjung Api-api dapat menimbulkan dampak global pula.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="line-height: normal;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=""&gt;Fakta mengenai keberadaan Lumba-lumba di Semenanjung Banyuasin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Salah satu fauna penting yang terdapat di pesisir Banyuasin yang juga terdapat dilokasi pembangunan pelabuhan Tanjung Api-api yang tidak disinggung oleh tim penyusun dokumen AMDAL adalah keberadaan populasi Lumba-lumba. Di pesisir Banyuasin juga (termasuk di sekitar lokasi pelabuhan Tanjung Api-api) dilaporkan terdapat dua jenis Lumba-lumba, yaitu Lumba-lumba Bongkok &lt;i&gt;Sousa chinensis &lt;/i&gt;dan Pesut &lt;i&gt;Orcaella brevirostris. &lt;/i&gt;Keberadaan dua jenis lumba-lumba ini pertama kali dilaporkan oleh Danielsen &amp;amp; Verheught (1990) dan dikonfirmasi keberadaannya oleh Iqbal (2004). Dua jenis ini adalah dua jenis yang sudah pasti tercatat di kawasan ini. Beberapa jenis lumba-lumba yang wilayah sebarannya di kawasan Pasifik barat (&lt;i style=""&gt;Western Central Pacific&lt;/i&gt;)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang terdapat dalam Kinze (2001) kemungkinan juga terdapat di Kawasan ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=""&gt;Status Perlindungan Lumba-lumba yang terdapat di sekitar Tanjung Api-api&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Kedua jenis Lumba-lumba (Lumba-lumba bongkok dan Pesut) yang terdapat di sekitar lokasi pelabuhan Tanjung Api-api&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;merupakan jenis yang dilindungi oleh Pemerintah Republik &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; (Noerdjito &amp;amp; Maryanto 2001). Kedua jenis tersebut dilindungi melalui ; SK Mentan No. 35/Kpts/Um/10/1975 (tertulis Dolphin), SK Mentan No. 716/Kpts/Um/10/1980 (tertulis Cetacea) dan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 (tertulis semua jenis dari famili cetacea).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Secara global, baik Lumba-lumba Bongkok maupun Pesut teramsuk dalam kategori Data Deficient atau Kurang Data (IUCN 2000). Sedangkan CITES (Convention International of Trade of Endangered Species atau Konvensi Internasional yang mengatur Perdagangan mengenai jenis-jenis yang terancam punah) memasukkan Lumba-lumba Bongkok ke dalam CITES Appendix 1 dan Pesut ke dalam Appendix II (Mardiastuti &amp;amp; Soehartono 2002). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=""&gt;Arti Penting Tanjung Api-api bagi Populasi Lumba-lumba&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Lokasi pelabuhan Tanjung Api-api yang merupakan kawasan laut dan perairan sungai merupakan jenis habitat yang sangat disukai bagi Lumba-lumba bongkok dan Pesut. Dari beberapa referensi maka dapat diketahui bahwa daerah muara yang terlaetak di Sungai-sungai besar seperti kawasan Tanjung api-api merupakan habitat utama bagi pergerakan lumba-lumba dari laut menuju ke Sungai dan sebaliknya. Catatan yang dikompilasi oleh Reeves and Leatherwood (1994) menunjukkan bahwa pesut dan Lumba-lumba bongkok seringkali melakukan pergerakan dari sungai ke laut dan sebaliknya. Lumba-lumba bongkok seringkali bergerak masuk dari pesisir menuju ke sungai-sungai besar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terutama daerah sungai yang pesisirnya memiliki hutan mangrove. Untuk pesut, jenis ini kadangkali masuk sangat jauh kedalam sungai-sungai besar. Di Sungai Gangga (&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;India&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;) jenis ini dapat bergerak menuju sungai sampai jarak 300 km dari laut dan di Sundans (&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Bangladesh&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;) mereka dapat dijumpai masuk sampai 100 km dari laut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Seperti halnya dengan Lumba-lumba bongkok dan pesut ditempat lain diatas, populasi Lumba-lumba bongkok dan Pesut diatas juga memiliki biologi yang serupa. Laporan-laporan masyarakat lokal mengenai teramatinya Lumba-lumba bongkok dan Pesut menunjukkan bahwa Lumba-lumba bongkok dan Pesut pesisir Banyuasin kerap kali masuk menuju hulu sungai (Iqbal Pers. Com 2005). Untuk pesut, seorang petugas Dinas perhubungan bahkan melaporkan pernah melihat Pesut di P 11 Karang Agung (lokasi perairan yang letaknya cukup jauh dari laut). Adapun untuk Pesut pesisir Banyuasin (termasuk wilayah Tanjung Api-api), populasi yang terdapat di kawasan ini diperkirakan melakukan pergerakan reguler dari pesisir Banyuasin menuju ke sungai-sungai besar disekitarnya (seperti Sungai Lalan dan Sungai Tanjung Sereh). Asumsi ini juga diperkuat dengan adanya laporan dari data tahun 1990 (Danielsen &amp;amp; Verheught 1990) mengenai teramatinya Pesut di sekitar Sungai Tanjung Sereh, dan laporan serupa dari masyarakat lokal mengenai hal ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=""&gt;Dampak Pembangunan Tanjung Api-api terhadap Populasi Lumba-lumba&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style=""&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=""&gt; beberapa dampak yang diperkirakan akan terjadi terhadap populasi Lumba-lumba di Pesisir Banyuasin jika pembangunan pelabuhan Tanjung Api-api jadi dilaksanakan. Dampak-dampak tersebut yaitu ;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;Posisi pelabuhan Tanjung Api-api yang merupakan penghubung antara perairan laut dan Sungai-sungai besar akan sangat berpotensi memutus jalur pergerakan alami dari Lumba-lumba ini. Hal ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diduga kuat dapat mengakibatkan berkurangnya populasi Lumba-lumba di daerah tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;Kegaduhan yang ditimbulkan akibat pembangunan pelabuhan Tanjung Api-api diduga kuat akan sangat mengganggu sistem komunikasi mereka yang menggunakan sistem sonar (pantulan suara/getar yang dikeluarkan). Hal ini diduga kuat akan meningkatkan tingginya angka kematian (mortalitas) dari Pesut dan Lumba-lumba di kawasan Pesisir Banyuasin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;Pembangunan pelabuhan Tanjung api-api nantinya akan membabat hutan mangrove dikawasan pesisir Tanjung Api-api dan kemungkinan juga kawasan lain yang berdekatan (misalnya Sungai Bungin yang masih masuk kawasan TN Sembilang). Hal ini jelas akan mengurangi berkurangnya jumlah ikan dan biota laut karena hutan mangrove merupakan tempat bagi ikan-ikan memijah. Dengan berkurangnya jumlah ikan dan biota laut lainnya, maka sumber makanan lumba-lumba tersebut juga akan berkurang dan ini dikhawatirkan dapat menyusutkan jumlah populasi Lumba-lumba di pesisir Banyuasin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Konversi Kawasan Hutan Lindung Mangrove &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Keberadaan Pelabuhan Tanjung Api-Api, disamping manfaat terhadap ekonomi Sumatera Selatan tetapi sekaligus merupakan &lt;i style=""&gt;ancaman&lt;/i&gt; &lt;i style=""&gt;serius&lt;/i&gt; terhadap lingkungan hidup, dalam hal ini adalah kawasan lindung hutan bakau dan Taman Nasional Sembilang. Mangrove atau hutan bakau menurut Kepres No. 32 Tahun 1990 adalah kawasan pesisir laut yang merupakan habitat alami hutan bakau (mangrove) yang berfungsi memberi perlindungan kepada perikehidupan pantai dan lautan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Pembangunan ini diperkirakan akan merubah kawasan lindung mangrove menjadi cagar budibudaya (pelabuhan) seluas 5.960,23 hektar pada Sub Kawasan A (&lt;i style=""&gt;AMDAL &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dan RDTR Tanjung Api-Api 200,&lt;/i&gt;) untuk lokasi dermaga dan bongkar muat barang.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Menurut SK. Menhut No. 48 Tahun 2004 tentang Perubahan Status Kawasan Hutan, Perubahan Status Kawasan Lindung harus melakukan hal-hal sebagai berikut yaitu : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Penelitian Tim      Terpadu terhadap kawasan hutan yang dimohon dan usulan tanah pengganti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Pelaksanaan Tata      Batas oleh Panitia Tata Batas (PTB) terhadap kawasan hutan yang akan      dilepas maupun tanah pengganti&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan      dibuat serta ditanda tangani Berita Acara Tata Batas (BATB) dan Peta Tata      Batas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Peta Tata Batas      Kawasan Setelah Dilepas dan Peta Usulan Kawasan Pengganti. Untuk Tata      Batas kawasan yang dilepas dan kawasan pengganti harus disahkan oleh      Keputusan Menteri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Selanjutnya persyaratannya adalah sebagai berikut : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Tidak menimbulkan dampak negatif terhadap      lingkungan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Tidak menimbulkan enclave atau memotong-memotong      kawasan hutan menjadi bagian-bagian yang tidak layak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Tidak mengurangi cakupan luas minimal kawasan hutan      dalam wilayah DAS (30%).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Apabila berdampak penting dan cakupan luas serta      strategis maka harus mendapatkan persetujuan DPR. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Dalam kasus Tanjung Api-Api ini, didalam dokumen &lt;b style=""&gt;Amdalnya sama sekali tidak pernah disebutkan&lt;/b&gt; rencana pengganti kawasan, letak dan luasannya serta hasil penelitian tim terpadu mengapa dan bagaimana kalau kawasan ini dirubah fungsinya padahal ini sangat penting dan masuk dalam kategori strategis karena :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Perubahan fungsi kawasan mangrove seluas lebih      kurang 5.960,23 hektar tentu akan berpengaruh terhadap fungsi kawasan      sebagai &lt;i style=""&gt;water catchman area&lt;/i&gt; dan      tempat tinggal biodiversity.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Kawasan ini berdekatan dengan Taman Nasional      Sembilang yang diresmikan satu tahun sebelum Lumbung Energi digulirkan.      Didalam kawasan TNS hidup ribuan satwa dan tumbuhan, dan diantaranya      adalah jenis-jenis yang langkah dan&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;dilindungi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Mangrove yang terdapat disepanjang Sungai Banyuasin      sampai ke pantai timur adalah kawasan mangrove terpanjang di Asia (lebih      kurang 30 Km).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;color:#000000;"    lang="SV"&gt;Menurut SK Menhut No. 70 Tahun 2001      &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Kepentingan strategis adalah kepentingan yang      mempunyai pengaruh besar bagi kemajuan perekonomian nasional dan      kesejahteraan rakyat serta diprioritaskan oleh pemerintah, antara lain      untuk bangunan industri, pelabuhan atau bandar udara, maka &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;color:#000000;"    lang="SV"&gt;pembangunan pelabuhan Tanjung      Api-Api masuk dalam kategori &lt;b style=""&gt;kepentingan      strategis&lt;/b&gt; untuk itu sebelum pelaksanaanya dia harus mendapatkan &lt;b style=""&gt;persetujuan &lt;/b&gt;dari DPR.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Dampak Terhadap Mangrove&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Hutan mangroove merupakan sumberdaya alam daerah tropika yang mempunyai manfaat ganda dengan pengaruh yang sangat luas ditinjau dari aspek sosial, ekonomi dan ekologi. Besarnya peranan hutan atau ekosistem mangroove bagi kehidupan, dapat diketahui dari banyaknya jenis hewan, baik yang hidup didalam perairan, diatas lahan maupun tajuk-tajuk pohon mangrove serta manusia yang hidup bergantung pada mangrove. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Para ahli sependapat bahwa hutan mangrove merupakan suatu ekosistem yang unik, dengan fungsi bermacam-macam, yaitu fungsi fisik,biologi dan ekonomi atau produksi. &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Fungsi fisik&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style=""&gt;:&lt;/i&gt; Secara fisik hutan atau ekositem mangrove menjaga garis pantai agar tetap stabil, melindingi pantai dan tebing sungai, mencegah terjadinya erosi laut serta sebagai perangkap zat-zat pencemar dan limbah. &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Fungsi Biologi&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;: Secara biologi hutan atau ekosistem mangrove mempunyai fungsi sebagai daerah asuhan pasca larva dan yuwana jenis-jenis tertentu dari ikan, udang dan bangsa krustasea lainnya serta menjadi tempat kehidupan jenis-jenis kerang dan kepiting, tempat bersarang burung-burung dan menjadi habitat alami bagi berbagai jenis biota.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;Ekosistem hutan mangrove memiliki produktifitas yang tinggi. Produktifitas primer ekosistem mangrove ini, sekitar 400 – 5.000 g karbon/m2/tahun adalah tujuh kali lebih produktif dari ekosistem perairan pantai lainnya (white 1987). Oleh karenanya mampu menopang keanekaragaman jenis yang tinggi. Daun mangrove yang berguguran, oleh fungsi, bakteri dan protozoa diurai menjadi komponen-komponen bahan organik yang lebih sederhana ( detritus) yang menjadi sumber makanan bagi banyak biota perairan (udang, kepiting, dll).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Fungsi ekonomi atau fungsi produksi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;. Selain mempunyai fungsi dan manfaat seperti tersebut di atas, ekosistem dan hutan mangrove juga sejak lama telah dimanfaatkan oleh masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Saeger et al. (1983) mencatat 67 macam produk yang dapat dihasilkan oleh ekosistem hutan mangrove dan sebagian besar telah dimanfaatkan oleh masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pertimbangan lain&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Namun begitu tidak dipungkiri pula, keberadaan pelabuhan Tjg Api2 beserta akses jalannya, secara tidak langsung akan memberikan kemudahan akses menuju TNS. Sebelumnya akses hanya dapat dilakukan melalui transportasi air dr &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Palembang&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; dan memakan waktu cukup lama dan melelahkan. Dengan adanya akses jalan ini, maka dpaat digunakan transportasi darat dan disambung dengan transportasi air sehingga waktu tempuh akan menjadi lebih singkat dan lebih murah. Hal ini akan memberikan dampak positif kepada pengelola kawasan untuk lebih mudah mencapai lokasi. Sehingga alasan kawasan jauh dan biaya mahal, sehingga pos jaga sering kosong sudah dapat dikurangi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Faktor lain yang akan merasakan dampak positifnya adalah akan berkembangnya kegiatan ekowisata di TN Sembilang yang selama ini terkendala oleh mahal dan jauhnya tranportasi ke kawasan. Perlu dilakukan suatu koordinasi dan komitmen agar nantinya pihak masyarakat sekitar kawasan yang paling merasakan manfaatnya dengan berkembangnya kegiatan ekowisata sehingga mengurangi tekanan terhadap kawasan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Pembangunan sebuah kantor atau Pos Jaga di sisi TNS beserta sarana dan prasarananya akan sangat membantu dalam kegiatan pengawasana kawasan, yang sebenarnya juga meringankan tugas dan tanggung jawab pengelola Pelabuhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Penetapan kawasan TN Sembilang juga didasari kepada fungsinya terhadap konservasi global selain karena keunikan bentang alamnya juga karena TNS merupakan habitat penting bagi berbagai flora fauna yang penting secara internasional. Belum lagi fungsinya sebagai paru-paru dunia. Gangguan dan kerusakan terhadap TN Sembilang tidak hanya mempengaruhi isu-isu lokal saja akan tetapi akan menjadi isu internasional pula. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="FI"&gt;Untuk itu perlu dilakukan keputusan-keputusan yang tepat dan bijaksana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Kesimpulan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.7pt; text-indent: -17.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Analisis kawasan dalam AMDAL harus lebih diperluas, tidak hanya terfokus pada Pelabuhan dan Jalan tetapi harus lebih luas dengan memasukkan keberadaan Taman Nasional Sembilang dan &lt;i style=""&gt;buffer zone-&lt;/i&gt;nya karena keberadaan Pelabuhan Tanjung Api-Api dapat dipastikan akan berpengaruh terhadap TN Sembilang, apalagi batasnya hanya muara Sungai Banyuasin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.7pt; text-indent: -17.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Tinjauan biodiversity yang muncul dalam AMDAL sangat sedikit, terkesan tidak serius dan asal-asalan padehal didaerah tersebut sangat kaya dengan biodiversity dilindungi terutama yang terdapat dihutan bakau, gambut dan air. Misalnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;burung yang teridentifikasi hanya 16 jenis padehal daerah Tanjung Api-Api adalah daerah persinggahan burung migran yang berjumlah ribuan ekor per tahun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.7pt; text-indent: -17.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Pengalihan atau perubahan status kawasan lindung bakau harus mengacu kepada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;SK Menhut No. 70 Tahun 2001 dan SK. Menhut No. 48 Tahun 2004 tentang perubahan status kawasan, dimana setiap perubahan status kawasan harus dilaiukan kajian ilmiah oleh tim terpadu dan disediakan kawasan penggantinya dan dalam AMDAL ini tidak disinggung sama sekali kemana dan bagaimana pengalihannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.7pt; text-indent: -17.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Keterlibatan masyarakat harus lebih diperluas, dalam AMDAL yang terlihat baru Desa Sungsang I padahal yang sangat dimungkinkan akan terkena dampak adalah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rasyarakat yang tinggal di Sungai Bungin, Teluk Payou dan Solok Buntu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.7pt; text-indent: -17.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Untuk melengkapi asumsi dan informasi diatas, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut/khusus untuk memperkirakan dampak-dampak yang akan terjadi sehubungan dengan pembangunan pelabuhan tersebut. Suatu tim kajian independen sangat disarankan untuk dibentuk dan segera bekerja sebelum segalanya menjadi terlambat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.7pt; text-indent: -17.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"   lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Perubahan fungsi mangrove menjadi pelabuhan akan merubah fungsi mangrove sebagai fungsi fisik, ekonomi dan biologi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.7pt; text-indent: -17.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"   lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>Tolak LEI</title><link>http://polusiindustri.blogspot.com/2008/02/tolak-lei.html</link><author>noreply@blogger.com (Dolly Reza Pahlevi)</author><pubDate>Tue, 12 Feb 2008 00:56:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1478845419496482903.post-1753789707535342632</guid><description>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Daftar Pendukung Petisi Menolak Sertfikasi LEI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumatera Selatan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoTableGrid" style="border: medium none ; border-collapse: collapse; width: 680px; height: 1369px;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0cm 5.4pt; width: 32.4pt;" valign="top" width="43"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;No.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Nama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Lembaga / Intitusi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 135pt;" valign="top" width="180"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Alamat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 95.4pt;" valign="top" width="127"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Email&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 32.4pt;" valign="top" width="43"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;1. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Dolly Reza   Pahlevi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;IMPALM Wahana   Pecinta Alam &amp;amp; Lingkungan Hidup Sriwijaya &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 135pt;" valign="top" width="180"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jl. Borang 10 No. 1166 Prumnas Sematang Borang &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Palembang&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; SumSel&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 95.4pt;" valign="top" width="127"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;dolly.rezapahlevi   @gmail.com&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 32.4pt;" valign="top" width="43"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;2.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Sri Lestari   Kaldariah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Walhi Sumsel&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 135pt;" valign="top" width="180"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Jl. Basuki   Rahmat Palembang Sumatera Selatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 95.4pt;" valign="top" width="127"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Lestariplg&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;@yah&lt;/span&gt;oo.com&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 32.4pt;" valign="top" width="43"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;3. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Mualimin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;LP3Ham&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 135pt;" valign="top" width="180"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Jl. Limbungan   No.60/1703 Rt. 07/02 Kel. 26 ilir Kecamatan Bukit Kecil Palembang Sumsel&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 95.4pt;" valign="top" width="127"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a href="mailto:penk_sumsel@yahoo.com"&gt;penk_sumsel @yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 32.4pt;" valign="top" width="43"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;4.&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Adi Jatmiko&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;GSM Sumsel&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 135pt;" valign="top" width="180"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jl. Kapt. Arivai No. 690 A. Buki&lt;span style="" lang="IT"&gt;t Kecil &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Palembang&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;   Sumatera Selatan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 95.4pt;" valign="top" width="127"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a href="mailto:Adi_gsmoke@yahoo.co.id"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Adi_gsmoke @yahoo.co.id&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 32.4pt;" valign="top" width="43"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;5.&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;M. Syarifudin&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sumsel Watch&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 135pt;" valign="top" width="180"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jl. Kapt. &lt;span style="" lang="IT"&gt;Arivai   No. 690 A. Bukit Kecil Palembang Sumatera Selatan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 95.4pt;" valign="top" width="127"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a href="mailto:ricob@yahoo.co.id"&gt;ricob &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="MsoHyperlink"&gt;&lt;a href="mailto:ricob@yahoo.co.id"&gt;@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 32.4pt;" valign="top" width="43"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;6.&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;M. Ali &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;YKM&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 135pt;" valign="top" width="180"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Jl. Darmapala   no. 9E RT. 49 Bukit Lama Palembang Sumatera Selatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 95.4pt;" valign="top" width="127"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;a href="mailto:Kualamerdeka@yahoo.com"&gt;Kualamerdeka @yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 32.4pt;" valign="top" width="43"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;7.&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Sudarto Marelo&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;ROTAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 135pt;" valign="top" width="180"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jl. Kapt. &lt;span style="" lang="IT"&gt;Arivai   No. 690 A. Bukit Kecil Palembang Sumatera Selatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 95.4pt;" valign="top" width="127"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 32.4pt;" valign="top" width="43"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;9. &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;J. Fitria   Agustina&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;WCC Palembang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 135pt;" valign="top" width="180"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Jl. Angkatan 45   Palembang Sumatera Selatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 95.4pt;" valign="top" width="127"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 32.4pt;" valign="top" width="43"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;10.&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Ridho Akbar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Gemapala Wigwam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 135pt;" valign="top" width="180"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kampus Unsri Bukit Besar &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Palembang&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; Sumatera Selatan&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 95.4pt;" valign="top" width="127"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 32.4pt;" valign="top" width="43"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;11.&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Yurlan Chandra&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Lp3Ham&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 135pt;" valign="top" width="180"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Jl. Limbungan   No.60/1703 Rt. 07/02 Kel. 26 ilir Kecamatan Bukit Kecil Palembang Sumsel&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 95.4pt;" valign="top" width="127"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 32.4pt;" valign="top" width="43"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;12.&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Anwar Sadat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Sumsel Watch&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 135pt;" valign="top" width="180"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jl. Kapt. &lt;span style="" lang="IT"&gt;Arivai   No. 690 A. Bukit Kecil Palembang Sumatera Selatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 95.4pt;" valign="top" width="127"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 32.4pt;" valign="top" width="43"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;13.&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Vebri Al   Lintani&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Kobar 9&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 135pt;" valign="top" width="180"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Jl. Merdeka   Palembang Sumatera Selatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 95.4pt;" valign="top" width="127"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 32.4pt;" valign="top" width="43"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;14.&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;JJ Polong&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;SPORA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 135pt;" valign="top" width="180"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Jl. Jenderal   Sudirman Palembang Sumatera Selatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 95.4pt;" valign="top" width="127"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 32.4pt;" valign="top" width="43"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;15.&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Dhabi K.   Gumayra&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;MPA SHI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 135pt;" valign="top" width="180"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Jl. Merdeka   Palembang Sumatera Selatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 95.4pt;" valign="top" width="127"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 32.4pt;" valign="top" width="43"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;16.&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Tarech Rasyid&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;DPW SHI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 135pt;" valign="top" width="180"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Jl. Radial   Rusun Blok 33 Palembang Sumatera Selatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 95.4pt;" valign="top" width="127"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 32.4pt;" valign="top" width="43"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;17.&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Ade Indriani   Zuchri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;OWA Indonesia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 135pt;" valign="top" width="180"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Jl. Jenderal   Sudirman Palembang Sumatera Selatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 95.4pt;" valign="top" width="127"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 32.4pt;" valign="top" width="43"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;18.&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Aidil Fikri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Mafesripala&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 135pt;" valign="top" width="180"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kampus Unsri Bukit Besar &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Palembang&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 95.4pt;" valign="top" width="127"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 32.4pt;" valign="top" width="43"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;19.&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Andre   Meilansyah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;LBH Palembang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 135pt;" valign="top" width="180"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jl. Kampus Pom 9 Angkatan 45 &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Palembang&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 95.4pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="127"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 32.4pt;" valign="top" width="43"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;20.&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Rina Bakrie&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Puspa Indonesia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 135pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="180"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Jl. Radial   Rusun Blok 33 Palembang Sumatera Selatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 95.4pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="127"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 32.4pt;" valign="top" width="43"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;21.&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Nyimas Nur   Khotimah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;SP Palembang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 135pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="180"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Jl. Jenderal   Sudirman Palembang Sumatera Selatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 95.4pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="127"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 32.4pt;" valign="top" width="43"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;22.&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Fadli&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Walhi Sumsel&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 135pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="180"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jl. Kapt. Arivai No. 690 A. Buki&lt;span style="" lang="IT"&gt;t Kecil &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Palembang&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;   Sumatera Selatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td  style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 95.4pt;color:-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" valign="top" width="127"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 32.4pt;" valign="top" width="43"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;23.&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Ahmad Muhaimin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;IMPALM&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 135pt;" valign="top" width="180"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tangga Buntung &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Palembang&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;   &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td color="-moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color" style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 95.4pt;" valign="top" width="127"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 32.4pt;" valign="top" width="43"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;24.&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Dedy Permana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;WBH&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 135pt;" valign="top" width="180"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jl. Cut Nyak Dien Bukit Kecil &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Palembang&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 95.4pt;" valign="top" width="127"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 32.4pt;" valign="top" width="43"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;25.&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Chandra Anugrah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Mafesripala&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 135pt;" valign="top" width="180"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kampus Bukit Unsri &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Palembang&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;   &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 95.4pt;" valign="top" width="127"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Ancaman Das Musi Dan Bencana Ekologis</title><link>http://polusiindustri.blogspot.com/2008/02/ancaman-das-musi-dan-bencana-ekologis.html</link><category>Polusi</category><author>noreply@blogger.com (Dolly Reza Pahlevi)</author><pubDate>Sat, 9 Feb 2008 09:03:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1478845419496482903.post-8488503984499446056</guid><description>&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; text-align: center;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;“ANCAMAN DAS MUSI DAN BENCANA EKOLOGIS &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; text-align: center;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;DI SUMATERA SELATAN” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; text-align: center;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Oleh Dolly Reza Pahlevi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; text-align: center;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;Gambaran Umum&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pembangunan berkelanjutan, yaitu konsep yang melihat pembangunan tidak hanya pada sisi ekonomi tetapi juga pada sisi sosial dan lingkungan hidup, hingga kini belum berhasil diterapkan di Indonesia. Selama ini boleh dibilang pembangunan hanya dilihat pada sisi ekonomi saja sehingga lingkungan hidup semakin rusak. Kondisi ini tidak bisa dibiarkan karena justru akan mengakibatkan kemunduran pembangunan&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;”&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1478845419496482903&amp;amp;postID=8488503984499446056#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Statemen diatas masih pantas kita gunakan untuk mencermati situasi lingkungan di Sumatera Selatan hingga hari ini. Konsep pembangunan yang diterapkan, sejati memang belum berubah kearah yang sesuai dengan semangat dan cita cita Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945, mendorong terbangunnya nasionalisme di Indonesia (kedaulatan sejati sebagai sebuah bangsa) atas pengelolaan lingkungan hidup yang adil, berkelanjutan dan berkemakmuran bagi Rakyat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Orientasi pokok yang menjadi landasan (paradigm) pembangunan sejauh ini tetap saja bertumpu pada peran dominan sector swasta (individu/sekelompok pemegang modal), demi mengejar laju pendapatan (PAD, APBN) dan pemenuhan kebutuhan pasar global (dominan kebutuhan eropa, Amerika, sebagian kecil di Asia tengah/selatan; seperti Jepang, Korea, SIngapura, Malaysia). Target penerapan pembangunan yang relative masih sama persis dengan aplikasi/penerapan pembangunan yang dilakukan oleh ORDE BARU selama berkuasa 32 tahun di Indonesia. Situasi yang sesungguhnya, secara implementatif tidak berbeda, bahkan sejak zaman kolonialisme Belanda di Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Di Sumatera Selatan, munculnya program-program pemerintah; Sumsel sebagai Lumbung Pangan dan Energi Nasional, Palembang Kota Wisata Air justru meminggirkan hak-hak rakyat terhadap sumber daya alam itu sendiri, prakteknya melegalkan perusahaan tersebut untuk menguras habis sumber daya alam (pencemaran; air, udara, tanah, Penimbunan rawa, Eksplorasi Pertambangan dll). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kampanye Pembangunan industri sektor kehutanan dan perkebunan besar meningkatkan pendapatan negara (APBN, APBD) = kesejahteraan rakyat sangat patut menjadi tantangan bagi pemikiran kritis public. Jika mengingat sebagian besar rakyat Indonesia hidup dibawah garis kemiskinan, dan KORUPSI Anggaran Negara oleh Aparat negara dan pemegang modal merupakan praktek dan rahasia umum bagi bangsa dan Rakyat Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;Melihat Hubungan Hulu dan Hilir Sungai Musi&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoBodyText"  style="text-indent: 36pt;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Suhu sungai musi mengalami peningkatan 3’ Celcius mulai dari tahun 1960 sampai 1993. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="IN"&gt;Penataan Sungai dan lingkungannya dalam Rencana Strategis Kota Palembang termaktub dalam Program Strategis kedua. Amat disayangkan bahwa dalam Rencana strategis tersebut memposisikan masyarakat sebagai masalah pokok&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="IN"&gt;, seperti beberapa pernyataan pemerintah provinsi Sumatera Selatan, mengenai penyumbang terbesar penurunan kualitas dan kuantitas sungai musi disebabkan 70% limbah rumah tangga masyarakat yang berada disepanjang Das musi (BAPEDALDA 2007).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyText"  style="text-indent: 36pt;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="IN"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyText"  style="text-indent: 36pt;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="IN"&gt;Kondisi sungai Musi dan Anak Sungai musi yang berjumlah 108 buah sungai diindikasikan mengalami penurunan kualitas dan kuantitas akibat pendangkalan, penyempitan akibat pemukiman dan banyaknya sampah. Masalah Keempat dalam penataan sungai dan lingkungannya barulah menyentuh persoalan pencemaran Sungai Musi yang dijadikan sumber air baku PDAM Tirta Musi&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1478845419496482903&amp;amp;postID=8488503984499446056#_edn1" name="_ednref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;" lang="IN"&gt;[i]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sementara PDAM Tirta Musi sampai akhir tahun ini sebanyak dikonsumsi oleh 40% dari &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;1,7&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="IN"&gt; juta penduduk Palembang, dengan jumlah pelanggan kurang lebih &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;500&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="IN"&gt;.000-an.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoBodyText" style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Ancaman terhadap DAS &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="IN"&gt;Musi &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;sebagai daerah aliran &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="IN"&gt;sungai terpanjang di Sumatera Selatan, juga merupakan sungai terpanjang di Pulau Sumatra&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="IN"&gt;membelah kota Palembang dari timur (hulu) ke barat (hilir), dengan panjang 460 km&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="IN"&gt;memiliki 8 anak sungai yang menjelma menjadi sungai-sungai kecil yang tak kalah pentingnya, yaitu: Komering, Ogan, Lematang, Kelingi, Lakitan, Semangus, Rawas, dan Batanghari Leko.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"  style="text-indent: 36pt;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="IN"&gt;Data yang simpang siur mengenai kuantitas pendangkalan, antara 2,54 juta – 6 juta ton per tahun adalah akibat konversi hutan di kawasan hulu dan rawa-rawa dikawasan hilir untuk kepentingan Hutan tanaman Industri, HPH, perkebunan besar, pertambangan, industri maupun perumahan mewah. Besaran konversi hutan mencapai luasan 70 % dari total luasan darat Sumatera Selatan (11 juta ha). Sehingga pola pengelolaan DAS dengan pengerukan Musi yang dilakukan Pemerintah Provinsi selama ini tidak memberikan perubahan yang signifikan. Karena pola pengelolaan DAS yang masih sangat sektoral dan tidak menyentuh akar masalah.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Lain hal dengan kasus pencemaran sungai, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;berdasarkan catatan investigasi Walhi Sumsel 2006-2007, setidaknya ada sekitar 25 kasus lingkungan (pencemaran, penimbunan rawa dll)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;tidak pernah terselesaikan, Artinya sampai hari ini kasus-kasus tersebut berpotensi terus terjadi sepanjang tahun dengan pola yang sama, penyelesaian yang dilakukan oleh pemerintah maupun perusahaan melalui bantuan-bantuan lewat program-program pengembangan masyarakat (Community Development) hanyalah bersifat “&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;lip service” &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;terbukti tidak ada satupun perusahaan yang dapat dijerat ke meja hijau seuai dengan UU 23 tahun 1997 tentang pengelolaan lingkungan hidup. Beberapa temuan Walhi memperlihatkan indikasi kuat; ternyata pelaku-pelakunya adalah perusahaan besar yang memiliki standarisasi kelayakan lingkungan (Amdal, RKL, RPL dan ISO), tidak sedikit korban dari masyarakat mengalami kerugian baik materiil maupun non materiil. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Anehnya, Pelaku pencemaran itu adalah perusahaan sama dan pola yang sama. Kasus polusi dan pencemaran di Sumatera Selatan selama 1 tahun terakhir yang diakibatkan oleh sekurangnya 17 pelaku praktek industri sektoral. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tercatat; sebagai bahwa industry berpotensi besar sebagai pelaku utama pencemaran a.l : &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;PT. PUSRI dengan kejadian yang berulang ulang sebanyak 10 kali, mengorbankan puluhan        ribu KK di 3 kelurahan 1 ilir, 2 ilir dan 3 ilir sepanjang DAS Musi kota Palembang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;PERTAMINA, Eksplorasi tambang minyak di sumsel; yang telah melakukan 5 kali mengancam ekologi dan kehidupan masyarakat di MUBA, Muara Enim, Prabumulih dan Palembang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;PT. Indo Karya Internusa; hampir tiap hari (januari – april 2007) masyarakat 3 ilir mencium bau menyengat dan pusing, puncaknya maret 2007 3 orang warga mengalami mual, pusing dan tidak sadarkan diri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;PT. TEL, industry Pulp Paper di Muara Enim yang mengancam masyarakat dalam radius 40 KM, melalui polusi udara dan pencemaran terhadap air sungai dan tanaman&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1478845419496482903&amp;amp;postID=8488503984499446056#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0cm; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;PT. BTM, berkali kali mengalirkan limbah kandungan logam berat di kabupaten MURA&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Industri Sektor Perkebunan Kelapa Sawit, sebagai pelaku pencemaran limbah cair, hasil olahan pabrik CPO. Tercatat terjadi di beberapa kabupaten a.l : MUBA, MURA, Muara Enim, Lahat&amp;amp; Palembang.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Industri Crum Rubber, Pabrik Olahan Karet ada sekitar 14 perusahaan karet yang tersebar di sepanjang Das Musi, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;teridentifikasi sebagai pelaku penting bagi pencemaran di daerah Kota Palembang dan sekitarnya &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;8.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Industri olahan Kayu (Woods), teridentifikasi melakukan pencemaran udara dan air di OKI, MUBA dan Palembang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;9.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tambang Batubara, PTBA dan perusahann sub kontrak dibawahnya, teridentifikasi secara berulang kali melakukan pencemaran udara dan air, berikut kerusakan material bangunan masyarakat di Kab. Muara Enim, Lahat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;10.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Industri Semen, teridentifikasi setidaknya meresahkan masyarakat di Baturaja dan sekitarnya akibat gangguan udara (debu bubuk semen) yang mengancam kesehatan dan aktifitas ekonomi social masyarakat di kabupaten OKU.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;11.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Penimbunan Rawa di Kalidoni telah mengakibatkan masyarakat di sekitar mengalami kebanjiran sampai 0,5 meter di areal pemukiman mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;12.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;PT. Gemilang Mas Km.7 Perumahan Perumdan Kartika talang buruk, setidaknya masyarakat mengeluh dan mengadukan persoalan mereka akibat galian/pengerukan tanah yang berdampak banjir dan longsor. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoBodyText" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Pandangan Walhi Sumsel atas fenomena yang digambarkan dalam Renstra ini adalah; pertama persoalan tata ruang yang menihilkan fungsi rawa sebagai reservoar alami akibat pengembangan ekonomi yang semakin rakus dengan daratan. Dalam catatan Walhi adalah sangat naif memposisikan masyarakat sebagai penyebab utama pendangkalan sungai Musi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoBodyText" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Data yang simpang siur mengenai kuantitas pendangkalan, antara 2,54 juta – 6 juta ton per tahun adalah akibat konversi hutan di kawasan hulu dan rawa-rawa dikawasan hilir untuk kepentingan Hutan tanaman Industri, HPH, perkebunan besar, pertambangan, industri maupun perumahan mewah. Besaran konversi hutan mencapai luasan 70 % dari total luasan darat Sumatera Selatan (11 juta ha). Sehingga pola pengelolaan DAS dengan pengerukan Musi yang dilakukan Pemerintah Provinsi selama ini tidak memberikan perubahan yang signifikan. Karena pola pengelolaan DAS yang masih sangat sektoral dan tidak menyentuh akar masalah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoBodyText" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Penurunan Kualitas air sungai Musi dan anak-anak sungai Musi juga diakibatkan aktivitas ndustri di Sepanjang DAS musi yang mengeluarkan limbah cair maupun limbah padat dalam bentuk &lt;i&gt;sludge.&lt;/i&gt; Di DAS musi kawasan kota Palembang sendiri memiliki 386 industri yang berpotensi mencemari S. Musi. Menurut Bapedalda Kota Palembang, 60 % dari total jumlah industri tersebut berpotensi mencemari perairan Musi akibat tidak layaknya sistem IPAL (Instalasi Pengelolaan Limbah) industri tersebut. Bahkan masih banyak pula yang tidak memiliki IPAL sama sekali. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" face="verdana" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div  style="font-family:arial;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;hr style="height: 3px;font-size:78%;"  width="33%" align="left"&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;div style="" id="ftn1"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1478845419496482903&amp;amp;postID=8488503984499446056#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Prof. Dr Emil Salim (mantan menteri KLH) selaku ketua komite persiapan “World Summit on Sustainable Development, &lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Kompas, &lt;/i&gt;16 Mei 2001&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn2"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1478845419496482903&amp;amp;postID=8488503984499446056#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Kertas Posisi dan catatan riset Pulp Paper, Walhi Sumsel, 2003&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div  style="font-family:arial;"&gt;&lt;!--[if !supportEndnotes]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;hr style="height: 3px;font-size:78%;"  width="33%" align="left"&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;div style="" id="edn1"&gt;  &lt;p class="MsoEndnoteText"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1478845419496482903&amp;amp;postID=8488503984499446056#_ednref1" name="_edn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;" lang="IN"&gt;[i]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Rencana Strategis Pemerintah Kota പലെമ്പന്‍&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoEndnoteText"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>Terima kasih</title><link>http://polusiindustri.blogspot.com/2008/02/terima-kasih.html</link><author>noreply@blogger.com (Dolly Reza Pahlevi)</author><pubDate>Thu, 7 Feb 2008 00:24:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1478845419496482903.post-5508918197800904071</guid><description>oke bosssssssssss</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>