<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-863526906965455326</atom:id><lastBuildDate>Fri, 08 Nov 2024 15:31:46 +0000</lastBuildDate><category>Burung</category><category>Pleci</category><category>Pakan</category><category>Cacing</category><category>Download</category><category>Istilah</category><category>Murai</category><title>Portal Info Pecinta Burung</title><description>Artikel Seputar Burung Kicau Indonesia</description><link>http://infoburungberkicau.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Oyong Wibisono)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>19</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-863526906965455326.post-2529336885623381414</guid><pubDate>Mon, 06 Jul 2015 18:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2020-01-27T11:53:08.445+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Burung</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pleci</category><title>Perawatan Burung Pleci Mabung</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-_ZTrSqZcmz5UaFj3MZ87BsELLhSJ3tQNM0jEoRMLfsge5RtGIy4RQ-G7Fxl1gxOhc07nPSqhR42Y-6bRuXVXFUd3ahA0yQCBWZ0eXOwgHo0ZgKKU95ASDtJRoncEvaFVfNOKn5q91u9T/s1600/Perawatan+Pleci+Mabung1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Perawatan Burung Pleci Mabung&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-_ZTrSqZcmz5UaFj3MZ87BsELLhSJ3tQNM0jEoRMLfsge5RtGIy4RQ-G7Fxl1gxOhc07nPSqhR42Y-6bRuXVXFUd3ahA0yQCBWZ0eXOwgHo0ZgKKU95ASDtJRoncEvaFVfNOKn5q91u9T/s320/Perawatan+Pleci+Mabung1.jpg&quot; title=&quot;Perawatan Burung Pleci Mabung&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Anda sudah mengerti tentang &lt;a href=&quot;http://infoburungberkicau.blogspot.com/2015/03/perawatan-burung-pleci-dengan-menjemur-burung-di-pagi-hari.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Perawatan Burung Pleci dengan Menjemur Burung di Pagi Hari&lt;/a&gt; dan sekarang mari kita membahas tentang &lt;i&gt;&lt;b&gt;Perawatan Burung Pleci Mabung&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;. Khusus untuk burung Pleci, memang sangat jarang terjadi mabung total dan yang biasa terjadi hanyalah ganti bulu secara bergantian atau biasa disebut nyulam. Tetapi apabila burung mengalami masa nyulam dengan banyak bulu yang rontok, maka dianjurkan untuk memberikan perlakuan spesial untuk burung mabung.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Masa mabung&amp;nbsp; atau biasa disebut moulting merupakan masa yang sangat menuntut perhatian penuh pencinta burung kicau. Karena bulu-bulu yang rontok dan digantikan selama masa mabung atau meranggas ini menyerap hingga 25% dari total protein yang ada di dalam tubuh burung. Dari teori Inilah mengapa selama masa mabung perlu ditambahkan juga protein sebesar seperempat total protein dalam tubuh burung.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Semua bulu dan selongsongnya terdiri lebih dari 90% kandungan protein, dan mayoritas dari protein keratin. Yang perlu dipahami bahwa protein bulu berbeda dengan protein pada tubuh dan telur serta memerlukan jumlah proporsional yang berbeda atas asam amino. Maka burung harus dapat mengonsumsi makanan dengan kandungan asam amino jenis ini kemudian menyerap dan disimpan sebagai protein (keratin) khusus bagi keperluan pertumbuhan bulu. Dan pada proses ini sangat penting bagi burung untuk harus bekerja ekstra untuk mendapatkan gizi yang cukup untuk membentuk bulu secara sempurna.&lt;/div&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Perawatan Burung Pleci Mabung Harus Sempurna&lt;/h2&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1OIRBOfC7PTddzTK1dpdfD2wzV4rPsyEp3RaN8jgCkzN0-KqCzg9ztz20_qXYftkzjRPpQChaW4MECzTTh1fsufDIHgmUl2reh4fg2Vr_rVJms3j-mcji6dbC0CCjboyBcbzw8JtUZLac/s1600/Perawatan+Pleci+Mabung.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Perawatan Burung Pleci Mabung&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1OIRBOfC7PTddzTK1dpdfD2wzV4rPsyEp3RaN8jgCkzN0-KqCzg9ztz20_qXYftkzjRPpQChaW4MECzTTh1fsufDIHgmUl2reh4fg2Vr_rVJms3j-mcji6dbC0CCjboyBcbzw8JtUZLac/s320/Perawatan+Pleci+Mabung.jpg&quot; title=&quot;Perawatan Burung Pleci Mabung&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jadi pada saat burung sedang mabung, maka burung juga memerlukan energi yang besar untuk memproduksi bulu baru. Besarnya energi yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan protein menyebabkan burung harus mengonsumsi lebih banyak makanan selama meranggas untuk dapat mempertahankan pertumbuhan bulu baru. Yang perlu anda ketahui adalah energi yang diperlukan burung selama masa mabung sebesar dua setengah kali lebih banyak ketimbang burung yang sedang memproduksi telur.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Banyak sekali faktor yang berpengaruh pada saat burung mabung dan tidak bisa sepenuhnya dipahami karena sangat kompleks dan variatif. Misal seperti musim saat mabung, umur burung, kadar hormon, cuaca harian dan siklus perkembangbiakan, semua hal tersebut dapat menjadi faktor penentu bagi keberhasilan atau kegagalan burung melewati masa mabung. Akan tetapi hal yang paling utama untuk diingat adalah bahwa pada saat burung mabung, maka anda harus memberikan asupan pakan yang cukup sehingga burung tersebut bisa mengembangkan bulu-bulu semaksimal mungkin. Agar pada proses menyediakan protein yang diperlukan untuk peningkatan produksi bulu selalu terjaga, dan anda harus meningkatkan asam amino yang mengandung sulfur seperti sistin dan metionin. Jenis protein tersebut bisa ditemukan di dalam daging hewan. Asupan jenis daging dapat diberikan kepada kebanyakan burung yang sedang mabung dalam jumlah kecil plus pemberian suplemen makanan yang baik. Pemberian asupan multivitamin dan multimineral yang baik seharusnya mengandung berbagai kandungan vitamin dan mineral serta asam amino untuk memungkinkan tumbuhnya bulu secara normal.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Penghambat dalam Perawatan Burung Pleci Mabung&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Walaupun biasanya proses mabung berjalan normal, tetapi bisa terjadi beberapa hal yang sering mengganggu masa mabung, gangguan tesebut terletak pada tumbuhnya bulu yang tidak merata atau bahkan ada bulu yang tidak rontok (hanya sekadar nyulam).&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Yang perlu diketahui bahwa waktu maksimal ganti bulu adalah antara 6 - 7 minggu. Dan apabila melebihi batasan waktu tersebut, maka dapat dimaknai bahwa ada yang salah dan terjadi gangguan yang diterima burung terlalu banyak, seperti burung jenis yang lainnya, untuk pertumbuhan bulu memerlukan asupan gizi yang lebih jika dibandingkan pada saat perawatan hariannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pemberian asupan gizi porsi extra ini, bertujuan untuk : sebagai asupan untuk pertumbuhan bulu, dan juga mempunyai tujuan untuk menjaga kondisinya agar tetap stabil serta setelah pergantian bulu ini maka burung memiliki kualitas suaranya menjadi lebih baik. Karena pada biasanya setelah ganti bulu, maka kualitas mental dan kualitas suara burung akan menjadi lebih baik.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dari semua bahasan di atas maka sekarang anda dapat lebih mengerti dalam &lt;u&gt;&lt;b&gt;Perawatan Burung Pleci Mabung&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;. &lt;/div&gt;
</description><link>http://infoburungberkicau.blogspot.com/2015/07/perawatan-burung-pleci-mabung.html</link><author>noreply@blogger.com (Oyong Wibisono)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-_ZTrSqZcmz5UaFj3MZ87BsELLhSJ3tQNM0jEoRMLfsge5RtGIy4RQ-G7Fxl1gxOhc07nPSqhR42Y-6bRuXVXFUd3ahA0yQCBWZ0eXOwgHo0ZgKKU95ASDtJRoncEvaFVfNOKn5q91u9T/s72-c/Perawatan+Pleci+Mabung1.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total><georss:featurename>Sewon, Sewon, Bantul Regency, Special Region of Yogyakarta, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-7.8529367000000008 110.3606701</georss:point><georss:box>-7.9158557000000007 110.2799891 -7.7900177000000008 110.44135109999999</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-863526906965455326.post-2177603317580378800</guid><pubDate>Mon, 30 Mar 2015 03:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-03-30T10:33:56.665+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Burung</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pleci</category><title>Perawatan Burung Pleci dengan Menjemur Burung di Pagi Hari</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiOnC2m1md8HxA2IJHzLbbnXITNylXEpRTrsBFVcVL-eDmMyILjQtvOVn1uqZDEmCaLgfz48Jzn0_-5h7zHvSVaPwuNJitFs4bb0ZvGw63ED2QcEyZbRDticIDwhcK1tEHpXiqv5_YxWsvk/s1600/Perawatan+Burung+Pleci+dengan+Menjemur+Burung+di+Pagi+Hari.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Perawatan Burung Pleci dengan Menjemur Burung di Pagi Hari&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiOnC2m1md8HxA2IJHzLbbnXITNylXEpRTrsBFVcVL-eDmMyILjQtvOVn1uqZDEmCaLgfz48Jzn0_-5h7zHvSVaPwuNJitFs4bb0ZvGw63ED2QcEyZbRDticIDwhcK1tEHpXiqv5_YxWsvk/s1600/Perawatan+Burung+Pleci+dengan+Menjemur+Burung+di+Pagi+Hari.jpg&quot; height=&quot;179&quot; title=&quot;Perawatan Burung Pleci dengan Menjemur Burung di Pagi Hari&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Setelah anda mengetahui tentang &lt;a href=&quot;http://infoburungberkicau.blogspot.com/2015/03/tips-dan-trik-menjaga-kesehatan-mental-burung-pleci.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Tips dan Trik Menjaga Kesehatan Mental Burung Pleci&lt;/a&gt; maka anda perlu juga untuk mengetahui tentang &lt;u&gt;&lt;b&gt;Perawatan Burung Pleci dengan Menjemur Burung di Pagi Hari&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;. Ada beberapa anggapan dari pecinta burung pleci bahwa menjemur burung di pagi hari cukup sesekali saja dan tidaklah begitu penting. Dan ditambah dengan argumen lain seperti hanya dengan memberikan vitamin yang lebih lengkap, maka dapat menggantikan porses menjemur di pagi hari tersebut. Menurut saya ini anggapan yang salah besar karena tidak pernah ada vitamin yang bisa menggantikan manfaat dari sinar matahari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Beberapa manfaat menjemur burung pleci di pagi hari :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Ternyata sinar matahari di pagi hari mengandung sinar infra merah yang sangat berguna untuk membentuk hormon progesterone, hormon estrogen dan hormon testosteron, yang semuanya ada di dalam tubuh burung. Ketiga hormon penting ini berkaitan erat dengan organ reproduksi lainnya dan rangsangan birahi burung. Manfaat sinar matahari di pagi hari juga mengandung sinar ultra violet yang bisa meng-ektrak pro-vitamin D yang ada di tubuh burung menjadi vitamin D3 yang&amp;nbsp;&amp;nbsp; sangat berpengaruh pada daya tahan organ, struktur tulang dan organ penting lainnya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Manfaat sinar matahari di pagi hari membuat sistem metabolisme di tubuh burung pleci menjadi optimal dan lancar. Oleh karena itu proses pendistribusian sari-sari makanan dan penyerapan sari makanan jadi tepat dan lebih efesien.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Manfaat sinar matahari di pagi hari juga dapat membunuh bibit jamur atau jamur-jamur yang bersarang di ruji, lantai sangkar atau ornamen sangkar lainnya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sinar matahari di pagi hari dapat mematikan virus hampir 85% yang menyebabkan penyakit pada&amp;nbsp; burung.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Manfaat sinar matahari di pagi hari sebetulnya kebutuhan dasar biologis bagi burung, proses penjemuran dapat berdampak besar terhadap perkembangan psikologis burung. Dengan proses penjemuran maka burung akan merasa senang menikmati hangatnya sinar matahari pagi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Manfaat sinar matahari di pagi hari membuat burung bersih dari kutu yang selama ini bersarang di tubuh burung.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihtxoGLB0-7ycR8m-xDOvYOMIM_0PiA4PONfb_9gNK9zNM_HlCIs1KAJ90jQ5X-q62gfhJeIxoQ2Expj9ubBfr96gUTqqV-4xrOp6RWe9BAQzmlywL_6WhyM0t-UBy30lWHenJ-GGNyF1M/s1600/Perawatan+Burung+Pleci+dengan+Menjemur+Burung+di+Pagi+Hari+1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Perawatan Burung Pleci dengan Menjemur Burung di Pagi Hari&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihtxoGLB0-7ycR8m-xDOvYOMIM_0PiA4PONfb_9gNK9zNM_HlCIs1KAJ90jQ5X-q62gfhJeIxoQ2Expj9ubBfr96gUTqqV-4xrOp6RWe9BAQzmlywL_6WhyM0t-UBy30lWHenJ-GGNyF1M/s1600/Perawatan+Burung+Pleci+dengan+Menjemur+Burung+di+Pagi+Hari+1.jpg&quot; height=&quot;297&quot; title=&quot;Perawatan Burung Pleci dengan Menjemur Burung di Pagi Hari&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Perawatan Burung Pleci dengan Menjemur Burung di Pagi Hari&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Apakah anda ingin burung pleci tetap selalu prima? maka anda wajib menjemur secara rutin di hangatnya sinar matahari pagi minimal 15 menit setiap hari antara jam 06.00-09.00 WIB. Memang terlihat mudah untuk melakukan &lt;i&gt;&lt;b&gt;Perawatan Burung Pleci dengan Menjemur Burung di Pagi Hari&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; tetapi sebetulnya diperlukan konsistensi dan kesungguhan.&lt;/div&gt;
</description><link>http://infoburungberkicau.blogspot.com/2015/03/perawatan-burung-pleci-dengan-menjemur-burung-di-pagi-hari.html</link><author>noreply@blogger.com (Oyong Wibisono)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiOnC2m1md8HxA2IJHzLbbnXITNylXEpRTrsBFVcVL-eDmMyILjQtvOVn1uqZDEmCaLgfz48Jzn0_-5h7zHvSVaPwuNJitFs4bb0ZvGw63ED2QcEyZbRDticIDwhcK1tEHpXiqv5_YxWsvk/s72-c/Perawatan+Burung+Pleci+dengan+Menjemur+Burung+di+Pagi+Hari.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total><georss:featurename>Jalan IMOGIRI Barat, Kabupaten Bantul, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-7.8514225999999994 110.37444670000002</georss:point><georss:box>-7.9143420999999989 110.29376570000002 -7.7885031 110.45512770000002</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-863526906965455326.post-4306846133606601030</guid><pubDate>Sun, 22 Mar 2015 03:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-03-22T10:17:40.504+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Burung</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pleci</category><title>Tips dan Trik Menjaga Kesehatan Mental Burung Pleci</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLJ1JFczNxSle_f7dXJ1OeEUvKGFZJws9EO12KxHdjueVVvtCYRpKesA7z-aLFODQeFpUiFvVgwFjourGmpPBDr3tBJ0dor83kDozbeb-6co8W-zfCh5AnZcbaqhzWKQNwdH3btGgU7_pi/s1600/Tips+dan+trik+menjaga+kesehatan+mental+burung.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Tips dan Trik Menjaga Kesehatan Mental Burung Pleci&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLJ1JFczNxSle_f7dXJ1OeEUvKGFZJws9EO12KxHdjueVVvtCYRpKesA7z-aLFODQeFpUiFvVgwFjourGmpPBDr3tBJ0dor83kDozbeb-6co8W-zfCh5AnZcbaqhzWKQNwdH3btGgU7_pi/s1600/Tips+dan+trik+menjaga+kesehatan+mental+burung.jpg&quot; height=&quot;320&quot; title=&quot;Tips dan Trik Menjaga Kesehatan Mental Burung Pleci&quot; width=&quot;189&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pada artikel sebelumnya anda telah membaca tentang &lt;a href=&quot;http://infoburungberkicau.blogspot.com/2015/03/menjaga-konsistensi-dalam-perawatan-burung-pleci-jantan.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Menjaga Konsistensi dalam Perawatan Burung Pleci Jantan&lt;/a&gt; dan sekarang mari kita membahas tentang &lt;b&gt;&lt;u&gt;Tips dan Trik Menjaga Kesehatan Mental Burung Pleci&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; agar burung kesayangan anda tetap dalam performa yang baik.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Tips dan trik menjaga kesehatan mental burung : &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Gantungkan sangkar burung pleci dengan diubah-ubah tempatnya yang relatif ramai orang, berisik, gaduh.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jangan dirubah posisi tempat pakannya, dan jangan diubah-ubah ukuran dan bentuk tempat tangkringannya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Biasakan burung pleci dengan kerodong, payung, topi dan lain-lain, dengan warna yang beragam.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Biasakan untuk kontak dengan burung jenis lain ataupun dengan sesama jenisnya. Jangan lama-lama kontaknya, jika belum yakin dengan kondisi mental burung kesayangan anda.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Biasakan dibawa bepergian entah pakai motor ataupun mobil, pergi untuk latber, lomba, atau sekadar jalan-jalan di kota. Bertujuan untuk membiasakan burung beradaptasi dengan tempat ramai.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sebaiknya anda memiliki burung sejenis sebagai sparring partner dengan kualitas mental yang jelek, bertujuan untuk meningkatkan mental agar burung kita tambah percaya diri.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3papNC7n82dzGVt6jL-x0IjmNwo9veDJRbI23zifNs7rmOZ32AGaeX-UQn9VmzVM3MTFS76NUOYJi0MysylazUzXrT2geAJVZMDPhLV6Xa28mzA2F56MOsVxiVBmW16VFhQIEBla1HQcm/s1600/Tips+dan+trik+menjaga+kesehatan+mental+burung+1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Tetap Menjaga Mental Burung Pleci Agar Tampil Maksimal&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3papNC7n82dzGVt6jL-x0IjmNwo9veDJRbI23zifNs7rmOZ32AGaeX-UQn9VmzVM3MTFS76NUOYJi0MysylazUzXrT2geAJVZMDPhLV6Xa28mzA2F56MOsVxiVBmW16VFhQIEBla1HQcm/s1600/Tips+dan+trik+menjaga+kesehatan+mental+burung+1.jpg&quot; height=&quot;320&quot; title=&quot;Tips dan Trik Menjaga Kesehatan Mental Burung Pleci&quot; width=&quot;224&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Tetap Menjaga Mental Burung Pleci Agar Tampil Maksimal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Catatan 1 :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jenis burung yang sangat peka atau sensitif terhadap perubahan perawatan, pakan dan lingkungan adalah :&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Jenis anis / kacer (AM = anis merah atau punglor, AK = anis kembang, kacer atau poci)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jenis cucak (terutama CR = cucak rowo dan CI = cucak ijo).&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Catatan 2 :&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dalam hal konsistensi dapat anda abaikan ketika anda sedang merawat burung dalam proses ngurak/mabung/bodol&amp;nbsp; karena untuk jenis burung tertentu memang diperlukan treatment khusus yang sama sekali berbeda.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jika tips ini bermanfaat maka anda dapat bagikan ke saudara atau teman sesama pecinta atau pehobi burung pleci, artikel tentang &lt;i&gt;&lt;b&gt;Tips dan Trik Menjaga Kesehatan Mental Burung Pleci&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; ini semoga berguna bagi semua.&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://infoburungberkicau.blogspot.com/2015/03/tips-dan-trik-menjaga-kesehatan-mental-burung-pleci.html</link><author>noreply@blogger.com (Oyong Wibisono)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLJ1JFczNxSle_f7dXJ1OeEUvKGFZJws9EO12KxHdjueVVvtCYRpKesA7z-aLFODQeFpUiFvVgwFjourGmpPBDr3tBJ0dor83kDozbeb-6co8W-zfCh5AnZcbaqhzWKQNwdH3btGgU7_pi/s72-c/Tips+dan+trik+menjaga+kesehatan+mental+burung.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total><georss:featurename>Jalan IMOGIRI Barat, Kabupaten Bantul, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-7.8514225999999994 110.37444670000002</georss:point><georss:box>-7.9143420999999989 110.29376570000002 -7.7885031 110.45512770000002</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-863526906965455326.post-4997155558069614312</guid><pubDate>Thu, 19 Mar 2015 08:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-03-19T15:44:52.688+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Burung</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pakan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pleci</category><title>Menjaga Konsistensi dalam Perawatan Burung Pleci Jantan</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifMuYVBAygeE4u0jN-hoe1fxUOKtvvQX_T_83FaGHGNqHJ9upok7bn0kr4UtG976BzwtbTqEQEgyO-XwTdC0v2LvDz5D9xMdu4sopDjtPK41UJEtodS7QBJtKAWGm61r6lqDlqDPfiVWbI/s1600/Menjaga+Konsistensi+dalam+Perawatan+Burung+Pleci+Jantan.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Menjaga Konsistensi dalam Perawatan Burung Pleci Jantan&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifMuYVBAygeE4u0jN-hoe1fxUOKtvvQX_T_83FaGHGNqHJ9upok7bn0kr4UtG976BzwtbTqEQEgyO-XwTdC0v2LvDz5D9xMdu4sopDjtPK41UJEtodS7QBJtKAWGm61r6lqDlqDPfiVWbI/s1600/Menjaga+Konsistensi+dalam+Perawatan+Burung+Pleci+Jantan.jpg&quot; height=&quot;210&quot; title=&quot;Menjaga Konsistensi dalam Perawatan Burung Pleci Jantan&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Anda wajib untuk &lt;u&gt;&lt;b&gt;Menjaga Konsistensi dalam Perawatan Burung Pleci Jantan&lt;/b&gt;&lt;/u&gt; jika ingin burung pleci anda tampil maksimal. Faktor yang sangat penting dalam perawatan burung pleci adalah masalah konsistensi dalam &lt;a href=&quot;http://infoburungberkicau.blogspot.com/2015/02/pemberian-pakan-burung-pleci-dalam.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;pemberian pakan sehari-hari&lt;/a&gt;, baik dalam hal takaran maupun jadwal. Karena jika memberikan pakan dengan jadwal yang tidak teratur, misalnya seperti memberikan pakan di pagi kemudian diterkadang diganti sore hari, atau jumlah takaran yang tidak teratur, kadang tiga sendok kadang juga hanya satu sendok, atau kasus lain seperti jenis pakan (misalnya voer) yang sering diganti-ganti, kadang merk B kadang merk A, semua hal yang disebutkan ini dapat membuat burung kicau menjadi tidak stabil.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Oleh karena itu dengan menyangkut masalah konsistensi inilah maka perlu kiranya bagi anda untuk segera menetapkan jadwal, jenis dan jumlah pakan yang nantinya wajib untuk dilaksanakan secara konsisten dan rutin.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Misalnya anda sudah menetapkan jadwal makan : di pagi hari jangkrik 4 ekor, siang hari kroto satu sendok, sore hari jangkrik 5 ekor plus cacing 2 ekor, maka anda harus tetap konsisten untuk rutin dilakukan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Demikian pula halnya dalam hal menjemur dan memandikan. Anda wajib untuk konsisten, jika burung anda biasa untuk dimandikan pagi hari, maka sebaiknya tetap dilakukan di pagi hari secara terus menerus dan jangan diubah ke sore hari. Jika sore, maka sebaiknya sore terus. Jika pagi dan sore, maka dilakukan pagi dan sore terus. Jika dalam satu minggu hanya sekali pada hari Minggu, maka tetap dilakukan seminggu sekali saja pada hari minggu. Jangan diubah menjadi seminggu dua kali hanya karena kebetulan pada pekan itu ada Iibur selain hari minggu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jika dirasa memang perlu adanya perubahan jadwal maka hendaknya perubahan tersebut tidak dilakukan secara tiba-tiba dan kemudian konsisten menerapkan pola yang baru tersebut. Sebaiknya adakan perubahan secara bertahap. Misalkan ingin mengganti merk pakan, maka campurkan saja pakan yang biasanya dengan pakan yang baru. Dan pada hari berikutnya, porsi voer merk yang lama sedikit demi sedikit terus dikurangi porsinya, sampai pada akhirnya hanya voer yang baru atau pengganti yang kita sodorkan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh82arP-cbPOQlgsCRQSWumICsRZz6KRtYOhm_3oNFYKSQvL2LaZL9zKilGx7g93_UcuHJ68BsdUbppICrzcWI8KjtUmFxmO-q8StOZF2UpPUx3uCMW_6wNGk_CFR9x2ruaY9LEFkr_p-FB/s1600/Menjaga+Konsistensi+dalam+Perawatan+Burung+Pleci+Jantan+1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Burung Pleci Merapi&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh82arP-cbPOQlgsCRQSWumICsRZz6KRtYOhm_3oNFYKSQvL2LaZL9zKilGx7g93_UcuHJ68BsdUbppICrzcWI8KjtUmFxmO-q8StOZF2UpPUx3uCMW_6wNGk_CFR9x2ruaY9LEFkr_p-FB/s1600/Menjaga+Konsistensi+dalam+Perawatan+Burung+Pleci+Jantan+1.jpg&quot; height=&quot;320&quot; title=&quot;Menjaga Konsistensi dalam Perawatan Burung Pleci Jantan&quot; width=&quot;308&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Burung Pleci Merapi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Menjaga Konsistensi dalam Perawatan Burung Pleci Jantan Agar Tetap Kicau Gacor&lt;/h2&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Tips dan trik menjaga performa burung pleci :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Jangan memberi pakan kepada burung tidak pada jadwal waktunya (misalnya memasukkan jangkrik yang lepas ke dalam kandang burung karena dekat dengan kandang burung tersebut).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jangan memandikan burung tidak pada jadwal waktunya (misal jadwal memandikan sepekan dua kali, lalu menjadi setiap hari selama sepekan).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jangan menjemur burung lebih lama dari biasanya, hanya karena anda kebetulan mempunyai waktu luang yang lama juga.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jangan meniru-niru pola pakan dari teman anda, kalau anda tidak yakin bisa konsisten untuk dapat melaksanakannya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Selalu memberi makan merk voer yang sama dan jangan berganti-ganti. jadi anda harus selalu menjaga stok voer burung kesayangan jangan sampai habis.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Konsistensi memang salah satu faktor utama dalam menjaga performa suara dan kesehatan burung pleci anda, oleh karena itu buatlah jadwal yang sekiranya dapat anda ikuti dan laksanakan. Ya begitulah sekiranya cara dalam &lt;i&gt;&lt;b&gt;Menjaga Konsistensi dalam Perawatan Burung Pleci Jantan&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; jika bermanfaat bagikan juga ke teman atau saudara anda.&lt;/div&gt;
</description><link>http://infoburungberkicau.blogspot.com/2015/03/menjaga-konsistensi-dalam-perawatan-burung-pleci-jantan.html</link><author>noreply@blogger.com (Oyong Wibisono)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifMuYVBAygeE4u0jN-hoe1fxUOKtvvQX_T_83FaGHGNqHJ9upok7bn0kr4UtG976BzwtbTqEQEgyO-XwTdC0v2LvDz5D9xMdu4sopDjtPK41UJEtodS7QBJtKAWGm61r6lqDlqDPfiVWbI/s72-c/Menjaga+Konsistensi+dalam+Perawatan+Burung+Pleci+Jantan.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total><georss:featurename>Jalan IMOGIRI Barat, Kabupaten Bantul, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-7.8514225999999994 110.37444670000002</georss:point><georss:box>-7.9143420999999989 110.29376570000002 -7.7885031 110.45512770000002</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-863526906965455326.post-6771428274293417949</guid><pubDate>Sat, 07 Mar 2015 08:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-03-07T15:21:51.272+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Burung</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pleci</category><title>Suara Burung Pleci Jantan Favorit untuk Lomba</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQdhTHz2jV8samt9urozySJX-fWt4NPtcNlCZNu8xLglwY6l3uyOAMS4hULR-mLQQMjx0tVTeRmY0dP6BtGNE9Nr5G1td9OqyZFm3Pq0vi9mU0H0SPCAUtMupEG9kq7LjKqdTxw8Ngf5MP/s1600/Suara+Burung+Pleci+Jantan+Favorit+untuk+Lomba.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Suara Burung Pleci Jantan Favorit untuk Lomba&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQdhTHz2jV8samt9urozySJX-fWt4NPtcNlCZNu8xLglwY6l3uyOAMS4hULR-mLQQMjx0tVTeRmY0dP6BtGNE9Nr5G1td9OqyZFm3Pq0vi9mU0H0SPCAUtMupEG9kq7LjKqdTxw8Ngf5MP/s1600/Suara+Burung+Pleci+Jantan+Favorit+untuk+Lomba.jpg&quot; height=&quot;320&quot; title=&quot;Suara Burung Pleci Jantan Favorit untuk Lomba&quot; width=&quot;192&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kita telah membahas tentang &lt;a href=&quot;http://infoburungberkicau.blogspot.com/2015/03/habitat-burung-pleci-wallacei-atau-zosterops-wallacei.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Habitat Burung Pleci Wallacei atau Zosterops wallacei&lt;/a&gt; pada artikel sebelumnya dan sekarang mari kita membahas tentang &lt;u&gt;&lt;b&gt;Suara Burung Pleci Jantan Favorit untuk Lomba&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;. Burung pleci atau kacamata pada jaman dahulu hanya dipandang sebelah mata keberadaannya, tetapi sekarang dalam perkembangannya burung pleci dengan postur tubuh mungil ini telah mampu menebarkan pesona dan daya pikat tersendiri bagi kalangan penghobi burung kicau. Dan saat ini burung pleci banyak yang turun untuk berlaga di setiap ajang kontes atau perlombaan. Kenapa lebih memilih kelamin jantan? karena pleci jantan memiliki suara kicau dan mental yang lebih bagus dari pleci betina.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Burung&amp;nbsp; pleci sendiri ada berbagai macam jenis. Ada orang yang menyebut pleci dada kuning mata coklat (dakun macok), dan jenis burung pleci ini sering dijumpai masih di dalam ombyokan yang banyak ditemukan di pasar-pasar burung wilayah DIY Jawa Tengah. Mempunyai ciri khas suaranya nyaring (call).&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ada Iagi jenis yang disebut pleci auriventer yang mempunyai ciri khas alunan suara yang mendayu dan nge-bass. Dan harga masih ombyokan (bakalan) juga&amp;nbsp; lumayan merogoh kocek sekitar Rp.125.000 - Rp.150.000. Ciri yang membedakan ada di warna bulunya abu-abu pada bagian dada dengan punggung kehijauan tua, memiliki sedikit garis tipis kuning di bagian dada.&lt;/div&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pengembunan agar Suara Burung Pleci Jantan Favorit untuk Lomba&lt;/h2&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Burung pleci banyak disukai hampir semua lapisan masyarakat karena harganya yang terjangkau. Apabila sudah jadi dan mental serta suaranya bagus, ditambah pleci sudah dapat berkicau dengan gaya teler, dipastikan harganya bisa sangat mahal.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Agar dapat membuat ocehan burung pleci bisa tampil maksimal dan gacor memang butuh tips dan perawatan tersendiri. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi performa pleci di antaranya adalah umur pleci maupun kondisi sangkar. Jika kondisi kandang atau sangkar terlalu luas atau tangkringan terlalu tinggi dapat membuat pleci tidak merasa nyaman.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tips perawatan harian yang wajib dilakukan agar dapat memaksimalkan performa pleci yakni dengan melakukan pengembunan. Proses pengembunan adalah tehnik perawatan untuk menjaga paru-paru burung pleci tetap segar dan mampu untuk bernafas lebih panjang. Disamping itu juga membuat kondisi burung pleci lebih sehat. Teknik pengembunan ini cukup simpel dan sederhana.&amp;nbsp; Ketika fajar tiba, maka anda keluarkan burung pleci kernudian digantang di daerah terbuka sambil dikerodong, akan lebih baik lagi jika proses pengembunan dilakukan di bawah pohon karena kadar oksigen (02) lebih tinggi.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Suara Burung Pleci Jantan Favorit untuk Lomba&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dalam setiap kontes atau lomba, burung pleci juga punya kelas tersendiri. Ada kelemahan dari merawat pleci saat ini, karena keberadaan pleci masih susah untuk ditangkarkan. Jadi sampai saat ini rata-rata burung pleci didapat dari&amp;nbsp; tangkapan alami. Padahal burung pleci yang bagus itu jika dirawat dari mulai anakan yang diambil dari sarangnya. Karena kalau mulai dari anakan, maka melatihnya akan menjadi mudah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ok jika bermanfaat anda bisa share ke teman-teman tentang&amp;nbsp; &lt;i&gt;&lt;b&gt;Suara Burung Pleci Jantan Favorit untuk Lomba&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; ini.&lt;/div&gt;
</description><link>http://infoburungberkicau.blogspot.com/2015/03/suara-burung-pleci-jantan-favorit-untuk-lomba.html</link><author>noreply@blogger.com (Oyong Wibisono)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQdhTHz2jV8samt9urozySJX-fWt4NPtcNlCZNu8xLglwY6l3uyOAMS4hULR-mLQQMjx0tVTeRmY0dP6BtGNE9Nr5G1td9OqyZFm3Pq0vi9mU0H0SPCAUtMupEG9kq7LjKqdTxw8Ngf5MP/s72-c/Suara+Burung+Pleci+Jantan+Favorit+untuk+Lomba.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Jalan IMOGIRI Barat, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-7.8514225999999994 110.37444670000002</georss:point><georss:box>-7.9143420999999989 110.29376570000002 -7.7885031 110.45512770000002</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-863526906965455326.post-9125433379869288354</guid><pubDate>Thu, 05 Mar 2015 07:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-03-05T14:14:09.878+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Burung</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Download</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pleci</category><title>Habitat Burung Pleci Wallacei atau Zosterops wallacei</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgBHN8y62xDkNDj-fcMBU5hmaZnkkOZGjw8ZBm9FpJEXbjCHDj2oc-owtEUTAWIDMxOXPy_HS3MTcijOiRYuRvLVFkYVkTlREUSWXDhv4E5mrlkqeH_Jr5U_-GGiHVuJ7JhYQjyfMpHP16M/s1600/zosterops+wallacei+I+found+a+lot+of+mountain+forests+in+the+bush+in+the+village+Lambu,+Bima,+West+Nusa+Tenggara+IndonesiaI+found+a+lot+of+mountain+forests+in+the+bush+in+the+village+Lambu,+Bima,+West+Nusa+Tenggara+Indonesia.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Habitat Burung Pleci Wallacei atau Zosterops wallacei&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgBHN8y62xDkNDj-fcMBU5hmaZnkkOZGjw8ZBm9FpJEXbjCHDj2oc-owtEUTAWIDMxOXPy_HS3MTcijOiRYuRvLVFkYVkTlREUSWXDhv4E5mrlkqeH_Jr5U_-GGiHVuJ7JhYQjyfMpHP16M/s1600/zosterops+wallacei+I+found+a+lot+of+mountain+forests+in+the+bush+in+the+village+Lambu,+Bima,+West+Nusa+Tenggara+IndonesiaI+found+a+lot+of+mountain+forests+in+the+bush+in+the+village+Lambu,+Bima,+West+Nusa+Tenggara+Indonesia.JPG&quot; height=&quot;228&quot; title=&quot;Zosterops wallacei&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Mari kita mengenal dan tahu tentang &lt;u&gt;&lt;b&gt;Habitat Burung Pleci Wallacei atau Zosterops wallacei&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;, burung ini merupakan endemik asli Indonesia yang tersebar di wilayah NTT, NTB, Pulau Sumba, Lambu, Bima, Sumbawa, Flores, Komodo, and Lomblen, di mana burung pleci wallacei ini mendiami hutan dataran rendah lembab subtropis atau tropis. Secara sekilas memang hampir sama dengan &lt;a href=&quot;http://infoburungberkicau.blogspot.com/2015/02/jenis-jenis-burung-pleci-yang-ada-di.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;jenis burung pleci&lt;/a&gt; yang lain, tetapi burung ini mempunyai ciri kepala kuning semua atau yang lebih dikenal dikenal dengan pleci kepala emas.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Hirarki taksonomi&lt;/b&gt; :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Kingdom : Animalia&amp;nbsp; – Animal, animaux, animals&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Subkingdom : Bilateria&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Infrakingdom : Deuterostomia&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Phylum : Chordata&amp;nbsp; – cordés, cordado, chordates&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Subphylum : Vertebrata&amp;nbsp; – vertebrado, vertébrés, vertebrates&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Infraphylum : Gnathostomata&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Superclass : Tetrapoda&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Class : Aves&amp;nbsp; – Birds, oiseaux&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Order : Passeriformes&amp;nbsp; – Perching Birds, passereaux&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Family : Zosteropidae Bonaparte, 1853 – White-eyes&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Genus : Zosterops Vigors &amp;amp; Horsfield, 1827 – Lesser White-eyes&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Species : Zosterops wallacei Finsch, 1901 – Yellow-ringed White-eye&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;b&gt;Video habitat asli dari burung Pleci wallacei atau Zosterops wallacei&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWXuUABOGk7HUHsyq8Y_5FVN8UIKpGwcWA6a1O0gbggqUGU9lfVgSvQX0bxQi-E_EP1JGh7M1d6dmZGXDGPuTDOtzzfaF96T5fcJe2OWHmcXgVxEK-GpFO6dyvoWH3uuUnuLMoM_2FLNHH/s1600/Zosterops+wallacei+Yellow+spectacled+White-eye+video.+A+few+birds+foraging+around..mp4&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Video habitat asli dari burung Pleci wallacei atau Zosterops wallacei&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWXuUABOGk7HUHsyq8Y_5FVN8UIKpGwcWA6a1O0gbggqUGU9lfVgSvQX0bxQi-E_EP1JGh7M1d6dmZGXDGPuTDOtzzfaF96T5fcJe2OWHmcXgVxEK-GpFO6dyvoWH3uuUnuLMoM_2FLNHH/s1600/Zosterops+wallacei+Yellow+spectacled+White-eye+video.+A+few+birds+foraging+around..mp4&quot; height=&quot;178&quot; title=&quot;Video habitat asli dari burung Pleci wallacei atau Zosterops wallacei&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Ciri-ciri fisik umum&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Panjang tubuh sekitar 11.5 cm, biasa hidup di semak kering tepi hutan dan lahan pertanian dari dataran rendah hingga ketinggian 1.050 mdpl. Biasa mencari makanan di bagian tengah pohon dan atas pohon, menyukai makanan berupa buah-buahan kecil dan nektar bunga. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bagi yang ingin ingin &lt;b&gt;mendownload suara burung pleci wallacei atau Zosterops wallacei&lt;/b&gt; silahkan klik &lt;a href=&quot;https://onedrive.live.com/redir?resid=ABDE814A3A72A79%2145947&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;DI SINI&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Habitat Burung Pleci Wallacei atau Zosterops wallacei&lt;/div&gt;
&lt;/h2&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Perawatan dari burung Pleci wallacei ini sama dengan jenis burung pleci yang lain, jaga kesehatan mental dan kesehatan fisik burung agar tetap selalu terjaga. Ok begitulah uraian saya tentang &lt;i&gt;&lt;b&gt;Habitat Burung Pleci Wallacei atau Zosterops wallacei&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;, semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;ibc.lynxeds.com&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;video by Yoel Jimenez&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://infoburungberkicau.blogspot.com/2015/03/habitat-burung-pleci-wallacei-atau-zosterops-wallacei.html</link><author>noreply@blogger.com (Oyong Wibisono)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgBHN8y62xDkNDj-fcMBU5hmaZnkkOZGjw8ZBm9FpJEXbjCHDj2oc-owtEUTAWIDMxOXPy_HS3MTcijOiRYuRvLVFkYVkTlREUSWXDhv4E5mrlkqeH_Jr5U_-GGiHVuJ7JhYQjyfMpHP16M/s72-c/zosterops+wallacei+I+found+a+lot+of+mountain+forests+in+the+bush+in+the+village+Lambu,+Bima,+West+Nusa+Tenggara+IndonesiaI+found+a+lot+of+mountain+forests+in+the+bush+in+the+village+Lambu,+Bima,+West+Nusa+Tenggara+Indonesia.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Jalan IMOGIRI Barat, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-7.8514225999999994 110.37444670000002</georss:point><georss:box>-7.9143420999999989 110.29376570000002 -7.7885031 110.45512770000002</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-863526906965455326.post-5188866625726268792</guid><pubDate>Tue, 03 Mar 2015 09:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-03-05T11:57:07.417+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Burung</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Download</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pleci</category><title>Download mp3 Suara Burung Pleci Ngalas Gacor</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8Iovz18xhmoGjcqyjQQVrRel50n34G7C5VeLQNlb2DqMdnqteUeHk3oeRkfeKTT4jZuUPbaNJsC2P75JsoP4q9M00gfQ5NuZi8JFxdVWzL_loYtT39XkuYEeSJumlUN47wefpNnMpF3QQ/s1600/Download+mp3+Suara+Burung+Pleci+Ngalas+Gacor+(2).jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Download mp3 Suara Burung Pleci Ngalas Gacor&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8Iovz18xhmoGjcqyjQQVrRel50n34G7C5VeLQNlb2DqMdnqteUeHk3oeRkfeKTT4jZuUPbaNJsC2P75JsoP4q9M00gfQ5NuZi8JFxdVWzL_loYtT39XkuYEeSJumlUN47wefpNnMpF3QQ/s1600/Download+mp3+Suara+Burung+Pleci+Ngalas+Gacor+(2).jpg&quot; height=&quot;320&quot; title=&quot;Download mp3 Suara Burung Pleci Ngalas Gacor&quot; width=&quot;180&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Untuk &lt;u&gt;&lt;b&gt;Download mp3 Suara Burung Pleci Ngalas Gacor&lt;/b&gt;&lt;/u&gt; anda dapat klik link yang ada di akhir artikel ini. Tidak hanya itu, saya akan sedikit memberikan tips agar &lt;a href=&quot;http://infoburungberkicau.blogspot.com/2015/02/jenis-jenis-burung-pleci-yang-ada-di.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;jenis burung pleci&lt;/a&gt; anda bisa maksimal dalam berkicau. Perlu diketahui bahwa ada beberapa tahap kicau burung pleci, mari kita simak bersama :&lt;/div&gt;
&lt;ol style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Nada Panggil (Call)&lt;/b&gt;, pada tahapan ini burung Pleci mengeluarkan suara single, double dan bahkan triple yang bertujuan untuk memanggil koloni atau pasangannya. Nada panggil burung pleci biasa kita dengar seperti cuit... cuit... atau..&amp;nbsp; ciew... ciew... (seperti anak ayam) dan lainnya sesuai jenis dan endemik masing-masing burung pleci tersebut, yang disuarakan dengan paruh terbuka lebar (istilah sekarang bukpar).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Ngeriwik&lt;/b&gt;, pada tahap ini burung Pleci mulai mereplay lagu dan isian dengan volume suara pelan. Paruh masih cenderung tertutup, sehingga suara masih di tahan pada bagian tenggorokan, hanya sesekali terlihat paruh sedikit terbuka. Lagu yang dilantunkan atau dimainkan burung umumnya berasal dari pemasteran alami/buatan yang terekam di Auditory Memori (otak) burung tersebut. Dałam step ini, memang masih belum jelas jenis suara burung apa yang sedang dinyanyikan. Karena pada umumnya pada fase ngeriwik ini, gaya burung Pleci terlihat seperti menggelenggelengkan kepala yang oleh sebagian besar orang disebut dengan sebutan &quot;teler&quot;. Tetapi gaya teler yang dimaskudkan pada burung Pleci TIDAK SAMA dengan gaya teler pada burung Anis&amp;nbsp; Merah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Ngeriwik Kasar&lt;/b&gt;, adalah tahapan penting berikutnya dimana burung pleci mulai untuk mereplay lagu dengan isian dan volume suara yang keluar lebih jelas dengan paruh sudah mulai terbuka. Artinya adalah burung pleci tersebut tidak lagi menahan kicauanya di tenggorokan melainkan sudah dikeluarkan dengan posisi paruh lebih sering buka tutup. Selain itu burung pleci dapat mengeluarkan riwikannya sambil menggelengkan kepala atau teler ke kiri-kanan mirip seperti burung Anis Merah (punglor). Burung pleci yang mulai anteng (mapan) dan birahi biasanya berani untuk mengeluarkan riwikan kasarnya bila di dekatkan dengan pleci lain. Pada tahapan ini, bila suara isian sudah terdengar cukup jelas seperti misalya suara burung prenjak, ciblek, gelatik wingko, kenari, kutilang, kolibri, dan lain-lain. Suara kriwikan yang pasti dikeluarkan burung pleci masih dapat terdengar hingga sampai jarak 5-10 meter. Umumnya pada fase ngeriwik ini, ada gaya burung pleci yang terlihat menggeleng-gelengkan kepala dimana oleh rata-rata orang menyebut dengan sebutan teler. Padahal persepsi gaya teler burung pleci yang dimaskud tidak sama dengan gaya teler pada burung Anis Merah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Ngeplong&lt;/b&gt;, pada tahap ini burung Pleci berkicau variatif lantang dengan volume suara yang keras (loud). Ngeplong pada burung pleci disebut juga dengan buka paruh (bukpar). Sebetulnya masih banyak kategori dalam hal ngeplong (buka paruh) ini, yang pertama adalah Ngalas yang artinya melagukan suara kicauan asli burung Pleci seperti di habitatnya (alas=hutan). Yang kedua adalah burung Pleci yang ngeplong dengan berbagai isian yang bukan suara asli burung Pleci. Pada saat ngeplong ini, suara kicauan burung Pleci tersebut dapat terdengar dari jarak puluhan meter. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Ngerol&lt;/b&gt;, adalah tahapan berkicau pada burung pleci yang paling tinggi yang artinya kurang lebih suara Ngeplong (baik standar suara Pleci, full isian ataupun semi isian) dibawakan saling sambung menyambung secara sangat variatif, kemudian diulang-ulang dan bahkan dibarengi dengan berbagai suara isian dengan volume suara naik turun yang lantang dengan paruh terbuka lebar (buka paruh). Suara kicau yang dibunyikan dapat terdengar dari jarak puluhan meter.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Silahkan Download mp3 Suara Burung Pleci Ngalas Gacor &lt;/h2&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dari 5 tahap kicau burung pleci, sampai tahap mana burung kesayanganmu? Ok, saya sediakan link untuk membantu pemasteran kicau burung pleci. Silahkan untuk &lt;i&gt;&lt;b&gt;Download mp3 Suara Burung Pleci Ngalas Gacor&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; klik &lt;a href=&quot;https://onedrive.live.com/redir?resid=ABDE814A3A72A79%2143865&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;DI SINI&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;
</description><link>http://infoburungberkicau.blogspot.com/2015/03/download-mp3-suara-burung-pleci-ngalas-gacor.html</link><author>noreply@blogger.com (Oyong Wibisono)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8Iovz18xhmoGjcqyjQQVrRel50n34G7C5VeLQNlb2DqMdnqteUeHk3oeRkfeKTT4jZuUPbaNJsC2P75JsoP4q9M00gfQ5NuZi8JFxdVWzL_loYtT39XkuYEeSJumlUN47wefpNnMpF3QQ/s72-c/Download+mp3+Suara+Burung+Pleci+Ngalas+Gacor+(2).jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total><georss:featurename>Jalan IMOGIRI Barat, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-7.8514225999999994 110.37444670000002</georss:point><georss:box>-7.9143420999999989 110.29376570000002 -7.7885031 110.45512770000002</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-863526906965455326.post-7440271301172696885</guid><pubDate>Fri, 27 Feb 2015 12:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-03-19T12:19:22.213+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Burung</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pakan</category><title>Pemberian Pakan Burung Pleci dalam Perawatan Sehari-Hari</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnck4SxuBQj-VQoiTgJc-V52LOMB6W2UT6scucZeaR0A_a_PdW4h_TjUmEbQA3HvftZEbvcZLrP9PI0KGTjMS0iMN8qxxEur_lncyuPnJK_ukAWcKXA5eHhxtMRpLjjNPem2r5utf2DDo1/s1600/Pemberian+Pakan+Burung+Pleci+dalam+Perawatan+Sehari-Hari.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Pemberian Pakan Burung Pleci dalam Perawatan Sehari-Hari&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnck4SxuBQj-VQoiTgJc-V52LOMB6W2UT6scucZeaR0A_a_PdW4h_TjUmEbQA3HvftZEbvcZLrP9PI0KGTjMS0iMN8qxxEur_lncyuPnJK_ukAWcKXA5eHhxtMRpLjjNPem2r5utf2DDo1/s1600/Pemberian+Pakan+Burung+Pleci+dalam+Perawatan+Sehari-Hari.jpg&quot; height=&quot;257&quot; title=&quot;Pemberian Pakan Burung Pleci dalam Perawatan Sehari-Hari&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kita telah membahas tentang &lt;a href=&quot;http://infoburungberkicau.blogspot.com/2015/02/cara-memilih-burung-pleci-jantan-atau.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Cara Memilih Burung Pleci Jantan atau Betina&lt;/a&gt; dan sekarang mari kita berbincang tentang &lt;u&gt;&lt;b&gt;Pemberian Pakan Burung Pleci dalam Perawatan Sehari-Hari&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;. Kicauan burung berhubungan erat dengan faktor kesehatan sebagai variabel independen (yang mempengaruhi). Faktor kesehatan ini dibagi menjadi dua yaitu mental dan fisik, dan kedua faktor ini tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Sesehat apapun kondisi fisik burung, tetapi jika terganggu kondisi mentalnya, imbasnya kesehatan fisik akan langsung terganggu dan burung tidak akan pernah mau bunyi, apalagi berkicau yang bagus. Begitu juga dengan kasus ketika mentalnya bagus, tetapi apabila kondisi fisiknya terganggu, misalnya ngruji (menabrak jeruji) sehingga pangkal paruhnya berdarah, maka dapat mengakibatkan burung tidak bisa tampil maksimal.&lt;/div&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pemberian Pakan Burung Pleci dalam Perawatan Sehari-Hari &lt;/h2&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5NY7KHPJJk2lvTvlmfL0zfX7PQpJ6ItGIo4yf-7ROXuCizg4SYDdpFljFoYwLNldz8UFZLJHp0yNE7IY4lTDwc8pS-uA9BwPEM3qo7ifzWGIxH-e6HdSoq-vD7wVB2dTC8nnR_9PXrRi5/s1600/Pemberian+Pakan+Burung+Pleci+dalam+Perawatan+Sehari-Hari1.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Pemberian Pakan Burung Pleci dalam Perawatan Sehari-Hari&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5NY7KHPJJk2lvTvlmfL0zfX7PQpJ6ItGIo4yf-7ROXuCizg4SYDdpFljFoYwLNldz8UFZLJHp0yNE7IY4lTDwc8pS-uA9BwPEM3qo7ifzWGIxH-e6HdSoq-vD7wVB2dTC8nnR_9PXrRi5/s1600/Pemberian+Pakan+Burung+Pleci+dalam+Perawatan+Sehari-Hari1.jpg&quot; height=&quot;264&quot; title=&quot;Pemberian Pakan Burung Pleci dalam Perawatan Sehari-Hari&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Kesehatan fisik pasti tercapai apabila burung tercukupi dalam hal pakan (4 sehat, 5 sempurna), ditambah dengan air dan sinar matahari.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kesehatan secara mental pasti tercapai bila burung berada dalam kondisi atau mood &quot;senang&quot; dan tidak dalam keadaan tertekan.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Agar 4 sehat 5 sempurna dapat terpenuhi, maka sangat penting bagi burung untuk selalu disuplai makanan tambahan.&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Untuk jenis burung dengan pakan utama adalah serangga (Murai Batu, jenis-jenis kacer) maka perlu diberi tambahan vitamin secara terukur dan rutin. Untuk jenis burung yang sudah terbiasa diberi voor, dapat juga dipertimbangkan perlu tidaknya pemberian vitamin. Bida dilihat pada kemasan voor sudah tertulis bahwa voor tersebut kaya akan kandungan vitamin, mungkin tidak perlu ada tambahan suplemen. Untuk burung-burung yang belum voor (karena dikhawatirkan akan menurunkan kualitas suara) maka hukumnya wajib untuk ditambah suplemen (khususnya vitamin).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Untuk jenis burung dengan pakan utama buah-buahan seperti jenis cucak, maka perlu diberi serangga secara terukur dan teratur.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Untuk jenis burung pemakan biji-bijian, maka perlu diberi buah/sayuran dan serangga. Burung branjangan dan kenari misalnya perlu ada kroto dalam menu makanannya.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kesimpulan Pemberian Pakan Burung Pleci dalam Perawatan Sehari-Hari &lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sinar matahari sangat penting bagi kesehatan burung untuk pengubahan pro vitamin D menjadi vit D, mematikan kutu dan juga mematikan jamur, maka diperlukan penjemuran dan sebaiknya di pagi hari pada interval jam 6 sampai jam 9 pagi, dan dari interval jam tersebut penjemuran rutin cukup 30 — 60 menit saja di pagi hari.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jadi perlu diperhatikan faktor kesehatan burung yaitu mental dan fisik. Setelah mencukupi kebutuhan pakan maka diperlukan juga air minum yang cukup dan penjemuran sinar matahari agar burung dapat berkicau bagus. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ok, jika artikel &lt;i&gt;&lt;b&gt;Pemberian Pakan Burung Pleci dalam Perawatan Sehari-Hari&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; bermanfaat maka dapat di &quot;like&quot; atau di share.&lt;/div&gt;
</description><link>http://infoburungberkicau.blogspot.com/2015/02/pemberian-pakan-burung-pleci-dalam.html</link><author>noreply@blogger.com (Oyong Wibisono)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnck4SxuBQj-VQoiTgJc-V52LOMB6W2UT6scucZeaR0A_a_PdW4h_TjUmEbQA3HvftZEbvcZLrP9PI0KGTjMS0iMN8qxxEur_lncyuPnJK_ukAWcKXA5eHhxtMRpLjjNPem2r5utf2DDo1/s72-c/Pemberian+Pakan+Burung+Pleci+dalam+Perawatan+Sehari-Hari.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total><georss:featurename>Jalan IMOGIRI Barat, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-7.8514225999999994 110.37444670000002</georss:point><georss:box>-7.9143420999999989 110.29376570000002 -7.7885031 110.45512770000002</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-863526906965455326.post-944610641857731223</guid><pubDate>Thu, 26 Feb 2015 15:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-02-26T22:52:32.238+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Burung</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pleci</category><title>Cara Memilih Burung Pleci Jantan atau Betina</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnxXzFdxj_47O9xoooTa-gZVZfrfRcQVGtALpqVmIMK2Padd47hrksc_ZO82NG1N4vPseoHLnDO-ikJo4LzFtBCKFXTjtOnFANuIGLyT2eEidCHU0Tv9acDQvhj1kxPzz5yK7d112GVCCI/s1600/Cara+Memilih+Burung+Pleci+Jantan+atau+Betina.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cara Memilih Burung Pleci Jantan atau Betina&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnxXzFdxj_47O9xoooTa-gZVZfrfRcQVGtALpqVmIMK2Padd47hrksc_ZO82NG1N4vPseoHLnDO-ikJo4LzFtBCKFXTjtOnFANuIGLyT2eEidCHU0Tv9acDQvhj1kxPzz5yK7d112GVCCI/s1600/Cara+Memilih+Burung+Pleci+Jantan+atau+Betina.jpg&quot; height=&quot;181&quot; title=&quot;Cara Memilih Burung Pleci Jantan atau Betina&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Kita telah membahas tentang &lt;a href=&quot;http://infoburungberkicau.blogspot.com/2015/02/tips-memilih-burung-pleci-atau-burung.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Tips Memilih Burung Pleci atau Burung Kacamata&lt;/a&gt; pada artikel sebelumnya dan kali ini mari kita membahasa tentang &lt;u&gt;&lt;b&gt;Cara Memilih Burung Pleci Jantan atau Betina&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;. Jika akan memilih burung pleci ombyokan (jumlah burung banyak dalam satu sangkar) maka dibutuhkan kejelian dan kesabaran untuk menentukan burung pleci yang unggulan. Untuk memilih burung pleci yang berkualitas tinggi di pasar maka pilihlah burung dengan ciri :&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Secara keseluruhan fisik burung tidak cacat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Burung pleci bergerak sangat agresif dan lincah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bulu kering.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Postur badan ideal dengan panjang proporsional.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sayap simetris dan mengepit rapat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penampilan bulunya rapi dan warna tidak kusam.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pangkal paruh lebar.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ukuran kepala lebih besar dengan leher panjang padat berisi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kaki kering dan mencengkeram kuat pada tangkringan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Paruh tebal panjang selaras dengan lebar pangkal paruh.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sedangkan untuk memilih burung pleci kelamin jantan maka pilihlah pleci dengan ciri:&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Mempunyai warna hijau yang lebih tajam.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Warna di lingkar mata yang lebih tebal dan tajam.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dapat juga dilihat pada bagian kloaka atau duburnya dengan cara di tiup kalau lebih menonjol.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Cara Memilih Burung Pleci Jantan vs Betina&lt;/h2&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Ciri-ciri Pleci Jantan :&lt;/b&gt; 
&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Postur ukuran badan lebih panjang ideal dan proporsional.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ukuran kepala cenderung lebih besar.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ukuran bola mata besar dengan garis melingkar kacamata yang putih solid dan lebih tebal. (tebal lingkar kacamata juga bisa mengidentifikasi umur).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Paruh lebih tebal dan panjang lurus.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kaki lebih tinggi atau jenjang.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ekor lebih panjang dengan ujung ekor berbentuk V.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Ciri-ciri Pleci betina :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Postur ukuran badan cenderung berbentuk bulat lebih pendek.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ukuran kepala lebih kecil.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bola mata ukuran normal dengan garis melingkar kacamata yang lebih tipis dan tidak solid. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Paruh umumnya lebih pendek dan tipis.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kaki lebih pendek.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ekor lebih pendek dengan ujung ekor yang rata.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Yak, demikian saya sampaikan, jika berguna bisa di like atau di share ke teman-teman. Dari uraian di atas maka dapat membantu dalam &lt;i&gt;&lt;b&gt;Cara Memilih Burung Pleci Jantan atau Betina&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;
</description><link>http://infoburungberkicau.blogspot.com/2015/02/cara-memilih-burung-pleci-jantan-atau.html</link><author>noreply@blogger.com (Oyong Wibisono)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnxXzFdxj_47O9xoooTa-gZVZfrfRcQVGtALpqVmIMK2Padd47hrksc_ZO82NG1N4vPseoHLnDO-ikJo4LzFtBCKFXTjtOnFANuIGLyT2eEidCHU0Tv9acDQvhj1kxPzz5yK7d112GVCCI/s72-c/Cara+Memilih+Burung+Pleci+Jantan+atau+Betina.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total><georss:featurename>Jalan IMOGIRI Barat, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-7.8514225999999994 110.37444670000002</georss:point><georss:box>-7.9143420999999989 110.29376570000002 -7.7885031 110.45512770000002</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-863526906965455326.post-8280150749862190331</guid><pubDate>Thu, 26 Feb 2015 09:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-03-02T22:40:08.867+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Burung</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pleci</category><title>Tips Memilih Burung Pleci atau Burung Kacamata</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidpxoYToJAAWCTRE9hMH0a0LiulaQSE-yUeqOQzZM-tE9AY05nhge_R8K8wB8Gr5Sv_0k2Le2jueH6GHFYNQxY1dE-JwtRkBa8s06aDfH0rFCdl3rcMCXlITYknAvYkC3ZoPDeRNVnu-Q4/s1600/Tips+Memilih+Burung+Pleci+atau+Burung+Kacamata.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Tips Memilih Burung Pleci atau Burung Kacamata&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidpxoYToJAAWCTRE9hMH0a0LiulaQSE-yUeqOQzZM-tE9AY05nhge_R8K8wB8Gr5Sv_0k2Le2jueH6GHFYNQxY1dE-JwtRkBa8s06aDfH0rFCdl3rcMCXlITYknAvYkC3ZoPDeRNVnu-Q4/s1600/Tips+Memilih+Burung+Pleci+atau+Burung+Kacamata.jpg&quot; height=&quot;180&quot; title=&quot;Zosterops buxtoni&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kemarin kita telah membahas tentang &lt;a href=&quot;http://infoburungberkicau.blogspot.com/2015/02/jenis-jenis-burung-pleci-yang-ada-di.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Jenis-Jenis Burung Pleci yang ada di Indonesia&lt;/a&gt; pada artikel sebelumnya dan sekarang mari kita berbicara tentang &lt;u&gt;&lt;b&gt;Tips Memilih Burung Pleci atau Burung Kacamata&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;. Burung pleci terkadang dianggap sepele bagi sebagian orang. Tapi yang perlu diketahui performa dan juga kicau isian burung ini tidak kalah dengan daya tampung burung cendet. Burung-burung pleci kacamata ini sering dicirikan dengan lingkaran di sekitar mata berwarna putih, sayapnya melingkar dan memiliki kaki yang kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Download mp3 Kicauan Burung Pleci Masteran Pleci Full Suara Isian&lt;/b&gt; di &lt;a href=&quot;https://onedrive.live.com/redir?resid=ABDE814A3A72A79%2143865&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Memiliki ukuran realtif kecil, dengan panjang rata-rata 10 - 11 cm. Mayoritas warna bulu biasanya hijau kelabu, tetapi ada juga jenis burung pleci yang memiliki bulu leher dan perut berwarna kuning atau putih. Burung pleci memang tergolong burung yang cerdas, karena ia dapat menirukan ocehan burung lain. Suara khas cicitannya yang ngeroll, halus dan bening menjadi daya tarik tersendiri. Dan di saat berkicau, si burung pleci ini bisa menggoyangkan badannya dan bisa teler (goyang) ke kiri dan ke kanan sehingga terlihat tampak asik.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ada kekurangan dari burung pleci ini, di saat burung pleci teler maka suaranya kurang tembus, karena semua isi suaranya akan dikeluarkan bersamaan telernya tersebut sehingga berakibat kurang maksimal. Tetapi burung pleci termasuk burung yang mudah dalam pemeliharaan. Makanan burung pleci juga mudah, burung ini sangat suka sekali dengan jangkrik, kroto dan ulat. Buah pisang menjadi makanan favoritnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Burung pleci atau kacamata mempunyai suara yang lantang dan keras seolah-olah tidak mau mengalah dengan burung kicauan yang Iain. Burung cucak jenggot dan burung pleci adalah dua jenis burung yang selama ini dianggap burung pinggiran. Karena burung pleci ini merupakan burung koloni dan berkelompok yang suka terbang dalam kawanan. Kalau untuk masalah kandang sebenarnya tidak perlu kandang khusus. Harga di ombyokan burung pleci dibandrol dengan harga Rp.40.000 - 60.000 per ekor (data survey diambl pada 26 Februari 2015), apalagi harga ombyokan burung pleci auriventer yang mencapai Rp.125.000 - Rp.150.000. Boleh dibilang harga tersebut naik tajam jika beberapa tahun lalu harga ombyokan hanya sebesar Rp.8.000 - Rp.10.000.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Siapa sangka dengan harga murah tersebut ternyata burung pleci yang sudah jadi bisa mempunyai suara yang apik dan variatif harganya dapat mencapai jutaan rupiah. Agar dapat melatih seekor burung pleci untuk dapat berkicau lantang dan melagukan lagu-lagu terbaiknya secara sambung menyambung (ngerol) di tengah kerumunan burung pleci lain adalah menjadi faktor yang sangat penting.&amp;nbsp; &lt;/div&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kesimpulan Tips Memilih Burung Pleci atau Burung Kacamata&lt;/h2&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Untuk bisa menghasilkan burung pleci juara maka anda harus dapat mengenali karakter dari burung pleci tersebut. Berkicau dan melantunkan lagu yang merdu adalah salah satu cara bagi sebuah burung untuk dapat menarik lawan jenis dengan memberikan informasi kepada burung-burung lain tentang batas-batas daerah teritorialnya. Burung Pleci betina dan jantan bisa dibedakan dari ciri fisiknya, yaitu dengan melihat dominan lingkaran mata yang berwarna putih. Jika berkelamin jantan maka lingkaran warna putih tidak putus-putus dan sangat tebal (tegas). Jika burung pleci yang berkelamin betina maka lingkaran putih di mata terputus-putus.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Perawatan burung pleci sebenarnya tidak sulit. Pada pagi hari burung pleci perlu diangin-anginkan, dan jangan lupa untuk selalu mengganti pakan dan minum sekalian membersihkan sangkar. Semprot dengan air secukupnya dan biarkan burung pleci mandi sendiri di tempat minumnya. Dan pada saat burung turun dan dijemur beri krodong tipis, kemudian dekatkan ke burung lain yang sudah gacor.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ok begitulah tips nya, apabila berguna maka anda boleh like atau share ke yang lain. Sekian dan terima kasih anda telah membaca tentang &lt;i&gt;&lt;b&gt;Tips Memilih Burung Pleci atau Burung Kacamata&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;. &lt;/div&gt;
</description><link>http://infoburungberkicau.blogspot.com/2015/02/tips-memilih-burung-pleci-atau-burung.html</link><author>noreply@blogger.com (Oyong Wibisono)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidpxoYToJAAWCTRE9hMH0a0LiulaQSE-yUeqOQzZM-tE9AY05nhge_R8K8wB8Gr5Sv_0k2Le2jueH6GHFYNQxY1dE-JwtRkBa8s06aDfH0rFCdl3rcMCXlITYknAvYkC3ZoPDeRNVnu-Q4/s72-c/Tips+Memilih+Burung+Pleci+atau+Burung+Kacamata.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total><georss:featurename>Jalan IMOGIRI Barat, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-7.8514225999999994 110.37444670000002</georss:point><georss:box>-7.9143420999999989 110.29376570000002 -7.7885031 110.45512770000002</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-863526906965455326.post-6976381063720436633</guid><pubDate>Mon, 23 Feb 2015 16:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-02-23T23:39:29.183+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Burung</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pleci</category><title>Jenis-Jenis Burung Pleci yang ada di Indonesia</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jika anda sudah mengerti tentang &lt;a href=&quot;http://infoburungberkicau.blogspot.com/2015/02/makanan-dan-perawatan-burung-pleci.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Makanan dan Perawatan Burung Pleci&lt;/a&gt; di artikel sebelumnya maka mari kita membahas tentang &lt;u&gt;&lt;b&gt;Jenis-Jenis Burung Pleci yang ada di Indonesia&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;. Ada banyak sekali ras atau anak jenis dari &lt;b&gt;Zosterops palpebrosus&lt;/b&gt;, dan berikut ini dijabarkan sekitar 26 jenis burung pleci atau kacamata yang tersebar di seluruh Indonesia. Jenis-jenis tersebut dilengkapi dengan gambar dan uraian singkat agar anda mudah untuk melihat dan memahaminya. Ok, mari kita cermati dengan seksama &lt;u&gt;Jenis-Jenis Burung Pleci yang ada di Indonesia&lt;/u&gt; :&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
1. &lt;b&gt;Kacamata Ambon, Zosterops kuehni&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgoEE3nnmNAv6H6OS0zk5Zm9sXmfO0PnkqMKJzzgRyD56lI-gFW84U1hGcv78duGdpjNqgWWCQGquRdUHwKxClunT9Fzz4ER4oCVPx7vLv54nBdsiwFmCauyy2bNsdjgfWK-VU4ax96WOj-/s1600/Kacamata+Ambon,+Zosterops+kuehni.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kacamata Ambon, Zosterops kuehni&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgoEE3nnmNAv6H6OS0zk5Zm9sXmfO0PnkqMKJzzgRyD56lI-gFW84U1hGcv78duGdpjNqgWWCQGquRdUHwKxClunT9Fzz4ER4oCVPx7vLv54nBdsiwFmCauyy2bNsdjgfWK-VU4ax96WOj-/s1600/Kacamata+Ambon,+Zosterops+kuehni.jpg&quot; height=&quot;223&quot; title=&quot;Kacamata Ambon, Zosterops kuehni&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. &lt;b&gt;Kacamata Arfak, Zosterops fuscicapilla&lt;/b&gt; – sebelumnya fuscicapillus&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNP82IB6dKP1jZYZNY4g6qdLHO1DtEjpvLbEea6B9lx-IK341E6omxXjGyl69xjsPFcN-n1l6QcXcSIpz212Cl4SN7IvJpiE9aA0N7YtqJldBSE05EnTOcIx_PcUFRtyhPf-SSIZ9rtlZl/s1600/Kacamata+Arfak,+Zosterops+fuscicapilla+%E2%80%93+sebelumnya+fuscicapillus.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kacamata Arfak, Zosterops fuscicapilla – sebelumnya fuscicapillus&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNP82IB6dKP1jZYZNY4g6qdLHO1DtEjpvLbEea6B9lx-IK341E6omxXjGyl69xjsPFcN-n1l6QcXcSIpz212Cl4SN7IvJpiE9aA0N7YtqJldBSE05EnTOcIx_PcUFRtyhPf-SSIZ9rtlZl/s1600/Kacamata+Arfak,+Zosterops+fuscicapilla+%E2%80%93+sebelumnya+fuscicapillus.jpg&quot; height=&quot;211&quot; title=&quot;Kacamata Arfak, Zosterops fuscicapilla – sebelumnya fuscicapillus&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. &lt;b&gt;Kacamata Biak, Zosterops mysorensis&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinf_8GBOS1OIVIA9Uq-Mn5u-a3uqcsHxOxOaE1a0O4YErfIYoaiAuq5slbmYhRda7LRqbyLeWVbsipGku9DCrRm_rSov4FPOaSpJ7X3oTft0NHIBmUY4FHXyS-MgRnLB-eqF7ldhn7t0-f/s1600/Kacamata+Biak,+Zosterops+mysorensis.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kacamata Biak, Zosterops mysorensis&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinf_8GBOS1OIVIA9Uq-Mn5u-a3uqcsHxOxOaE1a0O4YErfIYoaiAuq5slbmYhRda7LRqbyLeWVbsipGku9DCrRm_rSov4FPOaSpJ7X3oTft0NHIBmUY4FHXyS-MgRnLB-eqF7ldhn7t0-f/s1600/Kacamata+Biak,+Zosterops+mysorensis.jpg&quot; height=&quot;196&quot; title=&quot;Kacamata Biak, Zosterops mysorensis&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. &lt;b&gt;Kacamata dahi-hitam, Zosterops atrifrons (manado)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxzbgwlgGvPb0IvEaf9PFMmfkZBMUM39OQsADex3UKHJZ10fgZxnP2MOf9Ardx8nmlKDo5GbH89Z-vFZ49M96hA62jS-qHbXO8RG6iK9UMQndxjmrHxBTdFzZVelM7YwUT38NZhCpjP3xt/s1600/Kacamata+dahi-hitam,+Zosterops+atrifrons+(manado).jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kacamata dahi-hitam, Zosterops atrifrons (manado)&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxzbgwlgGvPb0IvEaf9PFMmfkZBMUM39OQsADex3UKHJZ10fgZxnP2MOf9Ardx8nmlKDo5GbH89Z-vFZ49M96hA62jS-qHbXO8RG6iK9UMQndxjmrHxBTdFzZVelM7YwUT38NZhCpjP3xt/s1600/Kacamata+dahi-hitam,+Zosterops+atrifrons+(manado).jpg&quot; height=&quot;262&quot; title=&quot;Kacamata dahi-hitam, Zosterops atrifrons (manado)&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. &lt;b&gt;Kacamata Halmahera, Zosterops atriceps&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmJtuYZ2laS22M3dvo0h9XGEWFCczXeni9bkX1lGBtSYtY30-ROnOXn2iSkIE1WGPLGqVTPbr9hkU-Fd9DUr4TfsflDWpWSzIizxrrOzUv8E97naNGQ74C2QS7DJ3YGYz4HBrPz6stAhvT/s1600/Kacamata+Halmahera,+Zosterops+atriceps.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kacamata Halmahera, Zosterops atriceps&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmJtuYZ2laS22M3dvo0h9XGEWFCczXeni9bkX1lGBtSYtY30-ROnOXn2iSkIE1WGPLGqVTPbr9hkU-Fd9DUr4TfsflDWpWSzIizxrrOzUv8E97naNGQ74C2QS7DJ3YGYz4HBrPz6stAhvT/s1600/Kacamata+Halmahera,+Zosterops+atriceps.jpg&quot; height=&quot;216&quot; title=&quot;Kacamata Halmahera, Zosterops atriceps&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. &lt;b&gt;Kacamata Jawa, Zosterops flavus&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-jTUwR7tJ2Y5CMbOsdows0ukuGG9SE-ak8Y0Hr6_XY3wyaWKvaWjb4yko8G2n5-A6stnbkttZlSoymiw9g2tDkQtz96VH4EDgz8ekrjdX526tTjy1szc1JMprQ4HH3SCBVoCh7p4n06cq/s1600/Kacamata+Jawa,+Zosterops+flavus.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kacamata Jawa, Zosterops flavus&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-jTUwR7tJ2Y5CMbOsdows0ukuGG9SE-ak8Y0Hr6_XY3wyaWKvaWjb4yko8G2n5-A6stnbkttZlSoymiw9g2tDkQtz96VH4EDgz8ekrjdX526tTjy1szc1JMprQ4HH3SCBVoCh7p4n06cq/s1600/Kacamata+Jawa,+Zosterops+flavus.jpg&quot; height=&quot;173&quot; title=&quot;Kacamata Jawa, Zosterops flavus&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7. &lt;b&gt;Kacamata Kai, Zosterops grayi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpPhJJHsznk1TNVhALIjNWsH_97ZQx4wawDNemJ-0qEF_ROoFm1dvOtCgpIrB_utqMvmBjMuhhK-crBrxc9CbRBGznt-80H6zROFWYTtzA6o_mkp8KeTdcDlEhp5eshQAJVZMI6YHuJI2_/s1600/Kacamata+Kai,+Zosterops+grayi.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpPhJJHsznk1TNVhALIjNWsH_97ZQx4wawDNemJ-0qEF_ROoFm1dvOtCgpIrB_utqMvmBjMuhhK-crBrxc9CbRBGznt-80H6zROFWYTtzA6o_mkp8KeTdcDlEhp5eshQAJVZMI6YHuJI2_/s1600/Kacamata+Kai,+Zosterops+grayi.jpg&quot; height=&quot;239&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8. &lt;b&gt;Kacamata kecil, Zosterops minor&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVvFt94A_kEtfzPlunLUonbXefeRbsirC5fZsijHIDUHpoHWynJ0iBz7acdgBeY05tsjZNWN3Scu6sqIxX9Reu7u48nqmNoTmd96I-KRJ_8GH4VAdZYXNPEoYM799bKPawASF38xVXBuFr/s1600/Kacamata+kecil,+Zosterops+minor.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVvFt94A_kEtfzPlunLUonbXefeRbsirC5fZsijHIDUHpoHWynJ0iBz7acdgBeY05tsjZNWN3Scu6sqIxX9Reu7u48nqmNoTmd96I-KRJ_8GH4VAdZYXNPEoYM799bKPawASF38xVXBuFr/s1600/Kacamata+kecil,+Zosterops+minor.jpg&quot; height=&quot;200&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
9. &lt;b&gt;Kacamata kepala-hitam, Zosterops hypoxanthus&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbjPW_hZLb2GyCnmZZXExL2hZ9DSoQ1fHGtKhgtD9oGnR2RFjd53pvz1bHrFoN55FtCJYeeB-tIuBX3khfVZ5l3-THWWGuGuS3zGBkMAmywKfOvkE2qG7eMMCEN-bAsoMcJhLVoqXkOVJT/s1600/Kacamata+kepala-hitam,+Zosterops+hypoxanthus.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kacamata kepala-hitam, Zosterops hypoxanthus&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbjPW_hZLb2GyCnmZZXExL2hZ9DSoQ1fHGtKhgtD9oGnR2RFjd53pvz1bHrFoN55FtCJYeeB-tIuBX3khfVZ5l3-THWWGuGuS3zGBkMAmywKfOvkE2qG7eMMCEN-bAsoMcJhLVoqXkOVJT/s1600/Kacamata+kepala-hitam,+Zosterops+hypoxanthus.jpg&quot; height=&quot;212&quot; title=&quot;Kacamata kepala-hitam, Zosterops hypoxanthus&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
10. &lt;b&gt;Kacamata laut, Zosterops chloris&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4EssVR2JOLruZUv1wflWZMDXBndGXPRDB4RLei8mS3oNbz5S0NJjulno_HEXqnMwVHq2h-zxTMJ7OeHiKCrP_Sd70f8kUEHdpi_roYamgsc5-A_cujLl0wSHBtzOywDyx8Y42o6e6eklA/s1600/Kacamata+laut,+Zosterops+chloris.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kacamata laut, Zosterops chloris&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4EssVR2JOLruZUv1wflWZMDXBndGXPRDB4RLei8mS3oNbz5S0NJjulno_HEXqnMwVHq2h-zxTMJ7OeHiKCrP_Sd70f8kUEHdpi_roYamgsc5-A_cujLl0wSHBtzOywDyx8Y42o6e6eklA/s1600/Kacamata+laut,+Zosterops+chloris.jpg&quot; height=&quot;248&quot; title=&quot;Kacamata laut, Zosterops chloris&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
11. &lt;b&gt;Kacamata limau, Zosterops citrinella - sebelumnya citrinellus&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6BDWIwrPiMRVTE1xKa2I22mLugEss30KqqMqbEKburBGh7yy2-Hz6mcJPJ5pMmlfnxRd8FTwWg8UKcf_cj2P3kun4Zx5BSXhgKX9P24Slh14gjWhzmDAQh9MKR02arJhrWqIEbgsk84h2/s1600/Kacamata+limau,+Zosterops+citrinella+-+sebelumnya+citrinellus.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kacamata limau, Zosterops citrinella - sebelumnya citrinellus&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6BDWIwrPiMRVTE1xKa2I22mLugEss30KqqMqbEKburBGh7yy2-Hz6mcJPJ5pMmlfnxRd8FTwWg8UKcf_cj2P3kun4Zx5BSXhgKX9P24Slh14gjWhzmDAQh9MKR02arJhrWqIEbgsk84h2/s1600/Kacamata+limau,+Zosterops+citrinella+-+sebelumnya+citrinellus.jpg&quot; height=&quot;231&quot; title=&quot;Kacamata limau, Zosterops citrinella - sebelumnya citrinellus&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
12. &lt;b&gt;Kacamata Makasar, Zosterops anomalus&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjS7ztjTaS1IGiiwxf70vbMVUwgIvZjE0nYid1WO2QkXsfH2DEBzOYxIIQr20jOeZOvhE47DT94sUFlB_x9GA2gPs-jmKG6fJnbrI6lexuP6qRgOs4B-RseUcNxS3GM4fPtETufKJoFW8Ff/s1600/Kacamata+Makasar,+Zosterops+anomalus.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kacamata Makasar, Zosterops anomalus&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjS7ztjTaS1IGiiwxf70vbMVUwgIvZjE0nYid1WO2QkXsfH2DEBzOYxIIQr20jOeZOvhE47DT94sUFlB_x9GA2gPs-jmKG6fJnbrI6lexuP6qRgOs4B-RseUcNxS3GM4fPtETufKJoFW8Ff/s1600/Kacamata+Makasar,+Zosterops+anomalus.jpg&quot; height=&quot;320&quot; title=&quot;Kacamata Makasar, Zosterops anomalus&quot; width=&quot;266&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
13. &lt;b&gt;Kacamata Papua, Zosterops novaeguineae&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-FZ1L_HWAinZF7QQcUu8G1UPF_iyHliyaw5ktAXIZ5U_QYJZQK3QTRCsQkM8NVVC50pQIdyombFwD33o81YBpsIlnWWGAIUCPJx7GHnV0Itv-lEfTlV4CRfRzTjUH_7uz2VVn0AbAA_0I/s1600/Kacamata+Papua,+Zosterops+novaeguineae.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kacamata Papua, Zosterops novaeguineae&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-FZ1L_HWAinZF7QQcUu8G1UPF_iyHliyaw5ktAXIZ5U_QYJZQK3QTRCsQkM8NVVC50pQIdyombFwD33o81YBpsIlnWWGAIUCPJx7GHnV0Itv-lEfTlV4CRfRzTjUH_7uz2VVn0AbAA_0I/s1600/Kacamata+Papua,+Zosterops+novaeguineae.jpg&quot; height=&quot;307&quot; title=&quot;Kacamata Papua, Zosterops novaeguineae&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
14. &lt;b&gt;Kacamata Sulawesi, Zosterops consobrinorum&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlAMSS5jUbsOzcdZ53aFxvqVvYGguf5gL3NcAUHmXxYrvHA7YeK3d7dDCHLudB2wkqhFFl1sNfvQlmaqd__p4OAbsTHXNiX5NmTgp_rMUiS9nMSbYty9NiLEuQ8JCPrQ0wCAoy_cnrwNtF/s1600/Kacamata+Sulawesi,+Zosterops+consobrinorum.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kacamata Sulawesi, Zosterops consobrinorum&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlAMSS5jUbsOzcdZ53aFxvqVvYGguf5gL3NcAUHmXxYrvHA7YeK3d7dDCHLudB2wkqhFFl1sNfvQlmaqd__p4OAbsTHXNiX5NmTgp_rMUiS9nMSbYty9NiLEuQ8JCPrQ0wCAoy_cnrwNtF/s1600/Kacamata+Sulawesi,+Zosterops+consobrinorum.jpg&quot; height=&quot;241&quot; title=&quot;Kacamata Sulawesi, Zosterops consobrinorum&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
15. &lt;b&gt;Kacamata Tagula, Zosterops meeki&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcAwIqf0zsl3gjQ8NBVAuSd9Dpvj4MdPAA6U7QFhKU_hZiHr38eFJuHVdHd6LWBIlObE8Y7KqdzRM75_sCPKdItmak2mwMQUEdAoXe_sZ4_2yNRfcJCI2DpqWux46kzXwif6dwfXmpZC4s/s1600/Kacamata+Tagula,+Zosterops+meeki.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kacamata Tagula, Zosterops meeki&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcAwIqf0zsl3gjQ8NBVAuSd9Dpvj4MdPAA6U7QFhKU_hZiHr38eFJuHVdHd6LWBIlObE8Y7KqdzRM75_sCPKdItmak2mwMQUEdAoXe_sZ4_2yNRfcJCI2DpqWux46kzXwif6dwfXmpZC4s/s1600/Kacamata+Tagula,+Zosterops+meeki.jpg&quot; height=&quot;256&quot; title=&quot;Kacamata Tagula, Zosterops meeki&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
16. &lt;b&gt;Kacamata Togian, Zosterops somadikartai&lt;/b&gt; – baru dideskripsi tahun 2008&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWtIlSGYWxAwVqpUT47zfCTv6EvU2ZZyW2sN_rpiIcckPwkIlPkOgue-ZtvqXjCs4aOwz1qQLAPy6UXyuuIZvdlMcy2M9MkwAO_XYaoWtnMZ_F8aelyM2eJuN7pcQOUm3qnEuwtXWF54Js/s1600/Kacamata+Togian,+Zosterops+somadikartai+%E2%80%93+baru+dideskripsi+tahun+2008.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kacamata Togian, Zosterops somadikartai – baru dideskripsi tahun 2008&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWtIlSGYWxAwVqpUT47zfCTv6EvU2ZZyW2sN_rpiIcckPwkIlPkOgue-ZtvqXjCs4aOwz1qQLAPy6UXyuuIZvdlMcy2M9MkwAO_XYaoWtnMZ_F8aelyM2eJuN7pcQOUm3qnEuwtXWF54Js/s1600/Kacamata+Togian,+Zosterops+somadikartai+%E2%80%93+baru+dideskripsi+tahun+2008.jpg&quot; height=&quot;214&quot; title=&quot;Kacamata Togian, Zosterops somadikartai – baru dideskripsi tahun 2008&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
17. &lt;b&gt;Kacamata Tual, Zosterops uropygialis&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoUuEsqnkIR2K_Njf8O4WSBpApj0Do3TxV-dwyElPHhvZcZ7EDKqZCd_ONz__vpFe3ZKCYrbFnYFh6gQsbqcbA_auapexzy0Rv-h-O_3FH87wgsdRdA3zHCUeUVLVOfwEHBGRBU5CZgf5-/s1600/Kacamata+Tual,+Zosterops+uropygialis.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kacamata Tual, Zosterops uropygialis&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoUuEsqnkIR2K_Njf8O4WSBpApj0Do3TxV-dwyElPHhvZcZ7EDKqZCd_ONz__vpFe3ZKCYrbFnYFh6gQsbqcbA_auapexzy0Rv-h-O_3FH87wgsdRdA3zHCUeUVLVOfwEHBGRBU5CZgf5-/s1600/Kacamata+Tual,+Zosterops+uropygialis.jpg&quot; height=&quot;320&quot; title=&quot;Kacamata Tual, Zosterops uropygialis&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
18. &lt;b&gt;Kacamata Wallacea, Zosterops wallacei&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUWFrMSfwa1K8X7dubYKku8tvCovOcIOIRS01oSDp7K6bZiwwfcqNSiH5tV8Y51-pa7J0Ro4kc5CTmUgtM2pzTEJOPPawUSvvDdR2bySLLGzEX0aTSx-zBGgR36lUNawEzJunAIewzeuAD/s1600/Kacamata+Wallacea,+Zosterops+wallacei.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kacamata Wallacea, Zosterops wallacei&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUWFrMSfwa1K8X7dubYKku8tvCovOcIOIRS01oSDp7K6bZiwwfcqNSiH5tV8Y51-pa7J0Ro4kc5CTmUgtM2pzTEJOPPawUSvvDdR2bySLLGzEX0aTSx-zBGgR36lUNawEzJunAIewzeuAD/s1600/Kacamata+Wallacea,+Zosterops+wallacei.jpg&quot; height=&quot;213&quot; title=&quot;Kacamata Wallacea, Zosterops wallacei&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
19. &lt;b&gt;Kacamata Seram (Opior dwiwarna), Zosterops stalkeri&lt;/b&gt;. Terkadang jenis ini dimasukkan ke dalam genus Tephrozosterops&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoZ5f6qzFF-4tqXacMrSGPZmbl-jy53PwwgJWgFlCZsn4q_k0F2Ug8S50xwhHILd0sGGroZPc6Kwlips2IOOxY8qKrVVgEOkSB4cD1NeLXR2aplFpXUQ6kuXNGI6pruP38NX9pbvbMgWNs/s1600/Opior+dwiwarna+(kacamata%2BSeram)%2C%2BZosterops%2Bstalkeri%2B%E2%80%93%2Bterkadang%2Bdimasukkan%2Bke%2Bdalam%2Bgenus%2BTephrozosterops.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kacamata Seram (Opior dwiwarna), Zosterops stalkeri – terkadang dimasukkan ke dalam genus Tephrozosterops&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoZ5f6qzFF-4tqXacMrSGPZmbl-jy53PwwgJWgFlCZsn4q_k0F2Ug8S50xwhHILd0sGGroZPc6Kwlips2IOOxY8qKrVVgEOkSB4cD1NeLXR2aplFpXUQ6kuXNGI6pruP38NX9pbvbMgWNs/s1600/Opior+dwiwarna+(kacamata%2BSeram)%2C%2BZosterops%2Bstalkeri%2B%E2%80%93%2Bterkadang%2Bdimasukkan%2Bke%2Bdalam%2Bgenus%2BTephrozosterops.jpg&quot; height=&quot;232&quot; title=&quot;Kacamata Seram (Opior dwiwarna), Zosterops stalkeri – terkadang dimasukkan ke dalam genus Tephrozosterops&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
20. &lt;b&gt;Kacamata Buru, Zosterops buruensis&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYiPjj400RyAILQuyyVzoQj0D_rN8N0srr5ZxXxT_WYdwJzrpAjwUeiKn0gjzYiyUHmBZiTUUn5fGHLtAZcixr3t0kT-Sai7MafKnlcmm4lYy0vd3qCEaNaTNjCDTm9n299qUd6CMVMdYx/s1600/Zosterops+buruensis.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kacamata Buru, Zosterops buruensis&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYiPjj400RyAILQuyyVzoQj0D_rN8N0srr5ZxXxT_WYdwJzrpAjwUeiKn0gjzYiyUHmBZiTUUn5fGHLtAZcixr3t0kT-Sai7MafKnlcmm4lYy0vd3qCEaNaTNjCDTm9n299qUd6CMVMdYx/s1600/Zosterops+buruensis.jpg&quot; height=&quot;240&quot; title=&quot;Kacamata Buru, Zosterops buruensis&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
21. &lt;b&gt;Kacamata Sangihe, Zosterops nehrkorni&lt;/b&gt;. Dikenal sebagai burung Kacamata Sangihe. Burung pleci ini adalah endemik asli pulau Sangihe dan sudah tergolong dalam jenis burung langka di Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eksistensi burung Kacamata Sangihe saat ini berada dalam status terancam punah oleh IUCN Redlist dan birdlife, kemudian dimasukkan ke dalam status konservasi kritis (Critically Endangered). Kondisi status keterancaman yang tertinggi lantaran diperkirakan burung endemik Sangihe ini jumlahnya saat ini kurang dari 50 ekor burung dewasa. Memiliki habitat di areal hutan pegunungan dengan iklim subtropik atau tropis lembab.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi47w-nLXpu3jxy17ol4QDrbGbK77_AciZgFGWvpG3JeojufZfGjErX2MvQVDX39wDfaum8SKwMZj1MJO_mjoEm8Kbzvpfiv7PFGBy9-GAGZpKCy7rEJ5WW2DVgN9gsoa3wbumQQzXMJERC/s1600/Kacamata+Sangihe,+Zosterops+nehrkorni.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kacamata Sangihe, Zosterops nehrkorni&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi47w-nLXpu3jxy17ol4QDrbGbK77_AciZgFGWvpG3JeojufZfGjErX2MvQVDX39wDfaum8SKwMZj1MJO_mjoEm8Kbzvpfiv7PFGBy9-GAGZpKCy7rEJ5WW2DVgN9gsoa3wbumQQzXMJERC/s1600/Kacamata+Sangihe,+Zosterops+nehrkorni.jpg&quot; height=&quot;238&quot; title=&quot;Kacamata Sangihe, Zosterops nehrkorni&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
22. &lt;b&gt;Kacamata Auri, Zosterops auriventer&lt;/b&gt;. Memiliki habitat di daerah Kalimantan, Sumatera, dan sebagian asia tenggara.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhYFnuGwVNsdL-P-yfKMil1R46QiGJr6EY6dRuxCXR7zIDxg9n-6qYk2DyTsEbOzKxZHSSBHx0GbxdO9mgci0_uT312Com96xm3LihxDAe-128kv-5UEzCQNbduUsKQIkDG1s9HPFv_wWk6/s1600/Zopterops+auriventer.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kacamata Auri, Zosterops auriventer&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhYFnuGwVNsdL-P-yfKMil1R46QiGJr6EY6dRuxCXR7zIDxg9n-6qYk2DyTsEbOzKxZHSSBHx0GbxdO9mgci0_uT312Com96xm3LihxDAe-128kv-5UEzCQNbduUsKQIkDG1s9HPFv_wWk6/s1600/Zopterops+auriventer.jpg&quot; height=&quot;180&quot; title=&quot;Kacamata Auri, Zosterops auriventer&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
23. &lt;b&gt;Kacamata Buxtoni, Zosterops buxtoni&lt;/b&gt;. Memiliki habitat asli di Jawa badian barat, Kalimantan, Sumatera. Hampir mirip dengan kacamata gunung &lt;b&gt;Zosterops montanus&lt;/b&gt;, tetapi sisi bawah tubuh berwarna abu-abu keputihan, perbedaan mencolok dari buxtoni adalah memiliki sebuah garis kuning membujur di tengah dada hingga perut, paha berwarna putih kemudian iris mata kecoklatan (kalo montanus iris mata putih).&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTrRVFRzUmUOIxhHuFIqa54Hh5G3uB8ZJoS97OwCq54O6f4nF8Zv89jXGl_80uO22E2bAx6-QjqKoP9RYyMUX1vU6d9GAO8BVB9Y8tfYkcv05765YmPmF6ETEqwCMwwuWykWoc1OnDLeL5/s1600/Kacamata+Buxtoni,+Zosterops+buxtoni.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kacamata Buxtoni, Zosterops buxtoni&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTrRVFRzUmUOIxhHuFIqa54Hh5G3uB8ZJoS97OwCq54O6f4nF8Zv89jXGl_80uO22E2bAx6-QjqKoP9RYyMUX1vU6d9GAO8BVB9Y8tfYkcv05765YmPmF6ETEqwCMwwuWykWoc1OnDLeL5/s1600/Kacamata+Buxtoni,+Zosterops+buxtoni.jpg&quot; height=&quot;240&quot; title=&quot;Kacamata Buxtoni, Zosterops buxtoni&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
24. &lt;b&gt;Zosterops everetti&lt;/b&gt;, ciri-cirinya adalah perut lebih berwarna abu-abu dan pita kuning di dadanya lebih lebar.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKV4ll28scMsk4wsouk1LwQrQsuphdCw3shunEwM1dn3-HM2dFIguh1XeZdj6gAzSjeZruMF7kxtKhpxZzCh5Pb9QgkpwkUV7rl3RG4H7-X7sIMoali170H4oE0b_9IT9h6lBYmcK4i6WL/s1600/Zosterops+everetti.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Zosterops everetti&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKV4ll28scMsk4wsouk1LwQrQsuphdCw3shunEwM1dn3-HM2dFIguh1XeZdj6gAzSjeZruMF7kxtKhpxZzCh5Pb9QgkpwkUV7rl3RG4H7-X7sIMoali170H4oE0b_9IT9h6lBYmcK4i6WL/s1600/Zosterops+everetti.jpg&quot; height=&quot;169&quot; title=&quot;Zosterops everetti&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
25. &lt;b&gt;Zosterops melanurus&lt;/b&gt;, habitat area Jawa dan Bali, ciri-cirinya adalah sisi bawah tubuh kuning seluruhnya, dan di sisi atas tubuh berwarna hijau zaitun dengan bercak kuning di atas paruh. Hampir mirip dengan kacamata laut &lt;b&gt;Zosterops chloris&lt;/b&gt; yang memiliki tubuh lebih besar dan memiliki kekang warna hitam gelap.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRGcMT66eI0YrrvL3FFYU-G9aOPOAMqK_C6MPhkxrIIvpQ7MQK0Fth5xE1jz532BpjBi3PiFLTpapnaD8Dsq2aOezkDkjRK4P4ljt03rQOHyX-7cB0SEW4uU3zrVYJGm0cD01qPAvcmqfq/s1600/Zosterops+melanurus.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Zosterops melanurus&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRGcMT66eI0YrrvL3FFYU-G9aOPOAMqK_C6MPhkxrIIvpQ7MQK0Fth5xE1jz532BpjBi3PiFLTpapnaD8Dsq2aOezkDkjRK4P4ljt03rQOHyX-7cB0SEW4uU3zrVYJGm0cD01qPAvcmqfq/s1600/Zosterops+melanurus.jpg&quot; height=&quot;213&quot; title=&quot;Zosterops melanurus&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
26. &lt;b&gt;Zosterops unicus&lt;/b&gt; yang berhabitat di daerah Flores dan Sumbawa, sama halnya dengan &lt;b&gt;Zosterops melanurus&lt;/b&gt; namun tunggirnya memiliki warna kuning.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgnYJUrF8E9v3p69yI9mJGwIJ9Hmq9YxA1egWb3FRhc-xriPxdNqmyl-wJ1wWX__1yRa2nB7JC-vPucT2sVfeLt6jqAHOMDhzxpKT87KvABPeGKx-TY3GR6J6Gv5jGE9kkO5fbPYBHcF93U/s1600/Zosterops+unicus.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Zosterops unicus&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgnYJUrF8E9v3p69yI9mJGwIJ9Hmq9YxA1egWb3FRhc-xriPxdNqmyl-wJ1wWX__1yRa2nB7JC-vPucT2sVfeLt6jqAHOMDhzxpKT87KvABPeGKx-TY3GR6J6Gv5jGE9kkO5fbPYBHcF93U/s1600/Zosterops+unicus.jpg&quot; height=&quot;213&quot; title=&quot;Zosterops unicus&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dari penjelasan di atas maka dapat kita pahami bahwa di Indonesia memiliki keanekaragaman jenis burung pleci yang sangat kaya, jadi anda sekarang dapat membedakan semua &lt;i&gt;&lt;b&gt;Jenis-Jenis Burung Pleci yang ada di Indonesia&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sumber : tipspetani.blogspot.com, orientalbirdimages.org.&lt;/div&gt;
</description><link>http://infoburungberkicau.blogspot.com/2015/02/jenis-jenis-burung-pleci-yang-ada-di.html</link><author>noreply@blogger.com (Oyong Wibisono)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgoEE3nnmNAv6H6OS0zk5Zm9sXmfO0PnkqMKJzzgRyD56lI-gFW84U1hGcv78duGdpjNqgWWCQGquRdUHwKxClunT9Fzz4ER4oCVPx7vLv54nBdsiwFmCauyy2bNsdjgfWK-VU4ax96WOj-/s72-c/Kacamata+Ambon,+Zosterops+kuehni.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total><georss:featurename>Jalan IMOGIRI Barat, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-7.8514225999999994 110.37444670000002</georss:point><georss:box>-7.9143420999999989 110.29376570000002 -7.7885031 110.45512770000002</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-863526906965455326.post-7081448402446490193</guid><pubDate>Sat, 21 Feb 2015 13:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-02-21T20:28:43.005+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Burung</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cacing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pakan</category><title>Beberapa Manfaat Cacing Tanah</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiPITj1JJDROLXQdwEKRljsHNxMYXMMTBn9LHM4QALmTk2kOMI3hepTn6N5xAXRL9dmig87f63B8lYlRxLqMkLi82G0vGKJErv8fyLggC6OA6EPndnpwvi0iEyXIbcpnlPMvXRy_f2YxSPE/s1600/Beberapa+Manfaat+Cacing+Tanah.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Beberapa Manfaat Cacing Tanah&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiPITj1JJDROLXQdwEKRljsHNxMYXMMTBn9LHM4QALmTk2kOMI3hepTn6N5xAXRL9dmig87f63B8lYlRxLqMkLi82G0vGKJErv8fyLggC6OA6EPndnpwvi0iEyXIbcpnlPMvXRy_f2YxSPE/s1600/Beberapa+Manfaat+Cacing+Tanah.jpg&quot; height=&quot;320&quot; title=&quot;Beberapa Manfaat Cacing Tanah&quot; width=&quot;256&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span id=&quot;goog_1502455394&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id=&quot;goog_1502455395&quot;&gt;&lt;/span&gt;Kita telah membahas tentang &lt;a href=&quot;http://infoburungberkicau.blogspot.com/2015/02/jenis-jenis-cacing-tanah-untuk-pakan.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Jenis-jenis Cacing Tanah Untuk Pakan Burung&lt;/a&gt; dan sekarang mari kita membahas tentang &lt;u&gt;&lt;b&gt;Beberapa Manfaat Cacing Tanah&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;. Dalam bidang pertanian, manfaat cacing dapat menghancurkan bahan organik sehingga memperbaiki aerasi dan struktur tanah. Sehingga lahan menjadi lebih subur dan penyerapan nutrisi oleh tanaman menjadi lebih baik. Keberadaan cacing di dalam tanah akan meningkatkan populasi mikroba yang menguntungkan tanaman. Selain itu cacing tanah dapat berguna sebagai :&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Bahan Pakan Ternak&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Berkat kandungan lemak, protein dan mineralnya yang tinggi, cacing tanah dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak seperti ikan, unggas, kodok dan udang.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Bahan Baku Obat tradisional dan bahan ramuan untuk penyembuhan berbagai penyakit&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Secara tradisional manfaat cacing tanah dipercaya dapat meredakan menurunkan tekanan darah, demam, reumatik sendi, menyembuhkan bronchitis, tipus dan sakit gigi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Bahan Baku Kosmetik&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Cacing tanah dapat diolah dan digunakan sebagai bahan baku pembuatan lipstik dan pelembab kulit.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Makanan Manusia&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Cacing merupakan salah satu sumber protein yang berpotensi untuk dimasukkan sebagai bahan makanan manusia seperti halnya daging ayam atau sapi.&lt;/div&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kesimpulan Beberapa Manfaat Cacing Tanah&lt;/h2&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sedangkan untuk bahan pakan unggas yang berprotein tinggi dan berasal 
dari hewan biasanya cukup mahal. Cacing tanah merupakan salah satu 
solusi di dalam mengatasi kelangkaan masalah protein hewani untuk 
unggas. Jadi artinya cacing tanah dapat menggantikan beberapa sumber pakan protein hewani untuk unggas karena memiliki banyak kelebihan dan mudah untuk di dapat. Uraian di atas adalah &lt;i&gt;&lt;b&gt;Beberapa Manfaat Cacing Tanah&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;
</description><link>http://infoburungberkicau.blogspot.com/2015/02/beberapa-manfaat-cacing-tanah.html</link><author>noreply@blogger.com (Oyong Wibisono)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiPITj1JJDROLXQdwEKRljsHNxMYXMMTBn9LHM4QALmTk2kOMI3hepTn6N5xAXRL9dmig87f63B8lYlRxLqMkLi82G0vGKJErv8fyLggC6OA6EPndnpwvi0iEyXIbcpnlPMvXRy_f2YxSPE/s72-c/Beberapa+Manfaat+Cacing+Tanah.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total><georss:featurename>Jalan IMOGIRI Barat, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-7.8514225999999994 110.37444670000002</georss:point><georss:box>-7.9143420999999989 110.29376570000002 -7.7885031 110.45512770000002</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-863526906965455326.post-1417381306053155979</guid><pubDate>Fri, 20 Feb 2015 08:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-03-02T23:53:57.810+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Burung</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Murai</category><title>Penangkaran Burung Murai Batu Diperlukan Suasana Sejuk dan Nyaman</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjtKWgc1Bo611j60ZH2LeG2aCygzgv-dIrbcW1VvC5Pdi9p2IrKLmd15noTNMdzl7olc1qjULwQZ813B8OtgYKU7CFqNxBesK0eex8tHAOjp5iktqeoL4QiJOTdbHZqnZFZBAB87iAhCegH/s1600/Penangkaran+Burung+Murai+Batu+Diperlukan+Suasana+Sejuk+dan+Nyaman.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Penangkaran Burung Murai Batu Diperlukan Suasana Sejuk dan NyamanPenangkaran Burung Murai Batu Diperlukan Suasana Sejuk dan Nyaman&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjtKWgc1Bo611j60ZH2LeG2aCygzgv-dIrbcW1VvC5Pdi9p2IrKLmd15noTNMdzl7olc1qjULwQZ813B8OtgYKU7CFqNxBesK0eex8tHAOjp5iktqeoL4QiJOTdbHZqnZFZBAB87iAhCegH/s1600/Penangkaran+Burung+Murai+Batu+Diperlukan+Suasana+Sejuk+dan+Nyaman.jpg&quot; height=&quot;240&quot; title=&quot;Burung Murai&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Kita telah membahas tentang &lt;a href=&quot;http://infoburungberkicau.blogspot.com/2015/02/nama-dan-istilah-populer-di-burung-kicau.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Nama dan Istilah Populer di Burung Kicau&lt;/a&gt; pada artikel sebelumnya dan sekarang mari membahas tentang &lt;u&gt;&lt;b&gt;Penangkaran Burung Murai Batu Diperlukan Suasana Sejuk dan Nyaman&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;. Suasana alami sangat berpengaruh dalam usaha penangkaran murai batu, Apalagi jenis burung berkicau ini senang hal-hal yang kental dengan nuansa sejuk dan nyaman. Dengan menciptakan suasana sejuk dan nyaman, maka diharapkan indukan murai batu bisa produktif dan anakan-anakan yang&amp;nbsp; dihasilkan berkualitas tinggi. Suatu hal wajar, jika&amp;nbsp; penangkar murai batu menerapkan beragam cara&amp;nbsp; agar tercipta suasana nyaman, alami dan sejuk di lingkungan kandang penangkaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Download mp3 suara burung murai batu versi panjang&lt;/b&gt; di &lt;a href=&quot;https://onedrive.live.com/redir?resid=ABDE814A3A72A79%2143867&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Anda dapat membangun kolam di tengah-tengah kompleks kandang penangkaran. Dengan memberi suara gemercik air yang masuk kolam mampu memberi suasana khas dan alami. Beberapa sudut area penangkaran dapat diberi tanaman, misalnya ditanam di pot. Ada lagi sejumlah tanaman paku-pakuan yang tumbuh sendiri tak perlu dicabut alias dibiarkan berkembang biak. Tak kalah penting, dengan menerapkan sejumlah teknologi, anda dapat membuat hujan buatan. Air hujan tertampung di kolam dan memutar lagi lewat pipa peralon kecil.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
ketika cuaca terasa panas, maka hujan buatan wajib dinyalakan. Suasana yang panas memicu murai batu merasa tidak betah hidup di kandang, bahkan jika cuaca panas terus-menerus bisa&amp;nbsp; memicu munculnya penyakit bagi murai batu seperti tetelo.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Hujan buatan dinyalakan terlebih saat cuaca banyak&amp;nbsp; panas, termasuk hal yang disenangi&amp;nbsp; murai batu. Meski tak sampai langsung ke kandang penangkaran, namun dapat memunculkan suasana&amp;nbsp; sejuk. Murai batu yang ditangkarkan, yakni asal Sumatera maupun Thailand juga senang dengan kelembaban. Selain itu di dalarn kandang penangkaran juga diberi seperti wadah yang dapat menampung air, selain untuk minum juga dapat&amp;nbsp; digunakan untuk mandi. Perlengkapan lain di dalam kandang penangkaran, seperti kotak terbuat dari kayu untuk bersarang, wadah pakan/minurnan dan tempat bertengger seperti memanfaatkan dahan pohon kering.&lt;/div&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Penangkaran Burung Murai Batu Diperlukan Suasana Sejuk dan Nyaman&lt;/h2&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sepasang murai batu ditempatkan dalam kandang penangkaran dengan tinggi dinding 2,5 meter, panjang 2 meter dan lebar 1 meter. Saat penjodohan belum ditempatkan di kandang ini, namun di sangkar biasa. Kedua sangkar rutin didekatkan sehingga akan saling mengenal Ketika keduanya sudah matang kelamin, matang kelamin burung murai sebaiknya berumur minimal sudah dua tahun, proses pengenalan biasanya cukup satu minggu. Setelah itu murai batu betina dimasukkan kandang penangkaran dahulu. Jantannya masih di luar, namun sangkarnya tetap dilihatkan dan sekitar tiga hari kemudian dapat dicampurkan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tanda proses penjodohan berhasil, misalnya keduanya terus ingin berdekatan dan murai batu betina menunjukkan logat ingin seperti diloloh, lalu sayapnya turun-naik atau kleper-kleper.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
ketika ingin menangkarkan murai&amp;nbsp; batu dan agar berhasil memang membutuhkan&amp;nbsp; banyak pertimbangan. Misalnya, mulai dari persiapan tempat/kandang penangkaran yang ideal, pengadaan indukan berkualitas dan siap dengan beberapa risiko terlebih pada awal-awal usaha penangkaran. Ada beberapa kasus penangkar yang sekitar empat tahun membudidayakan murai batu. Pada dua tahun pertama menemukan beberapa kendala seperti, susah menjodohkan, telur tak bisa menetas, anakan-anakan ada cacat pada&amp;nbsp; tulang kaki (kaki tidak kuat). Ketika ada anakan yang cacat seperti pada tulang kaki, salah satu pencegahannya ditambah vitaminnya seperti dicampurkan pada air minum. Akhirnya anda tahu dan mengerti tentang &lt;i&gt;&lt;b&gt;Penangkaran Burung Murai Batu Diperlukan Suasana Sejuk dan Nyaman&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;
</description><link>http://infoburungberkicau.blogspot.com/2015/02/penangkaran-burung-murai-batu.html</link><author>noreply@blogger.com (Oyong Wibisono)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjtKWgc1Bo611j60ZH2LeG2aCygzgv-dIrbcW1VvC5Pdi9p2IrKLmd15noTNMdzl7olc1qjULwQZ813B8OtgYKU7CFqNxBesK0eex8tHAOjp5iktqeoL4QiJOTdbHZqnZFZBAB87iAhCegH/s72-c/Penangkaran+Burung+Murai+Batu+Diperlukan+Suasana+Sejuk+dan+Nyaman.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Jalan IMOGIRI Barat, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-7.8514225999999994 110.37444670000002</georss:point><georss:box>-7.9143420999999989 110.29376570000002 -7.7885031 110.45512770000002</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-863526906965455326.post-8957939885070804131</guid><pubDate>Fri, 20 Feb 2015 04:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-02-20T11:13:09.289+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Burung</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Istilah</category><title>Nama dan Istilah Populer di Burung Kicau</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqywsBpDoXallZScaA-mlvJZJYZG2pytZyEdkbUBWfQMDScmB5vMVjcrOUjYnqaI2xh2YuXKJW68YwMzSOjmLR9NSEuMZzI3uj12A0Zu7ZTOKnrl5E8bek6PfCOIqJ2bJxaOCgiWZYB3dV/s1600/Nama+dan+Istilah+Populer+di+Burung+Kicau.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Nama dan Istilah Populer di Burung Kicau&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqywsBpDoXallZScaA-mlvJZJYZG2pytZyEdkbUBWfQMDScmB5vMVjcrOUjYnqaI2xh2YuXKJW68YwMzSOjmLR9NSEuMZzI3uj12A0Zu7ZTOKnrl5E8bek6PfCOIqJ2bJxaOCgiWZYB3dV/s1600/Nama+dan+Istilah+Populer+di+Burung+Kicau.jpg&quot; height=&quot;320&quot; title=&quot;Kacer Poci Gacor&quot; width=&quot;256&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Kemarin saya telah menulis tentang &lt;a href=&quot;http://infoburungberkicau.blogspot.com/2015/02/jenis-jenis-cacing-tanah-untuk-pakan.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Jenis-jenis Cacing Tanah Untuk Pakan Burung&lt;/a&gt; dan sekarang mari kita membahas tentang &lt;u&gt;&lt;b&gt;Nama dan Istilah Populer di Burung Kicau&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;. Di dalam dunia burung kicau banyak digunakan nama-nama atau istilah yang sering diucapkan oleh pecinta burung, dan saat ini saya akan mencoba merangkum sebagian istilan yang sangat populer di kalangan pecinta burung kicau.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Berikut ini &lt;u&gt;Nama dan Istilah Populer di Burung Kicau&lt;/u&gt; :&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Burung MH (Muda hutan)&lt;/b&gt;, artinya adalah burung hasil tangkapan dari hutan atau dari alam liarnya.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Burung Bahan&lt;/b&gt;, adalah burung yang masih liar atau burung yang belum jadi.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Burung Bakalan&lt;/b&gt;, biasa diartikan burung yang umurnya masih muda.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Jinak Lalat&lt;/b&gt;, adalah burung yang sikapnya sudah jinak dan tidak terlalu giras atau liar.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Burung Gacor&lt;/b&gt;, yaitu burung yang rajin sekali untuk berkicau dengan lantang. Istilah lain juga di sebut burung bocor atau burung gacor dor.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Ngeriwik&lt;/b&gt;, adalah burung yang belajar untuk berkicau dan cirinya dengan mengeluarkan suara kicauan tetapi masih lirih dan masih terdengar pelan.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Ngeplong&lt;/b&gt;, yaitu burung yang sudah berkicau dengan keras atau lantang, dan tidak lagi ngeriwik.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Buka Paruh&lt;/b&gt;, istilah yang biasa disematkan pada burung pleci artinya sama juga dengan ngeplong.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Suara Kristal&lt;/b&gt;, adalah burung yang berkicau keras dan nyaring, ibarat suara lengkingan tinggi.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Suara Tembus&lt;/b&gt;, yaitu kicau burung yang keras dan nyaring sehingga mengalahkan kicau burung lainnya, burung yang suaranya di atas rata-rata burung lain dan sangat keras.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Ngeroll&lt;/b&gt;, ialah kicau burung yang suaranya sering di ulang hingga berkali-kali seperti pada burung Black Troath, Kenari dll.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Suara Tembakan&lt;/b&gt;, artinya suara burung yang satu tipe atau monoton dengan speed yang rapat seperti pada burung Cililin, Ciblek, Kapas Tembak,dan lain-lain.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Ngebrem&lt;/b&gt;, yaitu istilah seperti suara tembakan yang rapat seperti pada burung Ciblek.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Ngekek&lt;/b&gt;, istilah ini biasa digunakan pada suara tembakan burung Lovebird.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Mbeset&lt;/b&gt;, yaitu kicau tembakan tajam seperti burung Cucak Jenggot.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Ngalas&lt;/b&gt;, artinya suara kicau burung yang masih alami atau seperti di alam liarnya.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Ngeban&lt;/b&gt;, adalah suara kicau burung yang sering di ulang-ulang.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Burung Siapan&lt;/b&gt;, adalah burung yang memang sudah siap untuk dijadikan sebagai indukan.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Burung Unjal&lt;/b&gt;, artinya burung yang siap kawin atau siap bikin sarang.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Ngeleper&lt;/b&gt;, yaitu burung bisa membuka sayap dan menggetarkan sayapnya tersebut seperti burung betina yang siap kawin.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Burung Trotol&lt;/b&gt;, cirinya ada bintik-bintik (trotol) pada bulu burung dan biasanya burung yang masih piyik atau burung yang belum keluar bulu dewasa nya.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Ngurak atau Mbodol&lt;/b&gt;, artinya burung tersebut sedang mengalami siklus pergantian bulunya.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Ambrol&lt;/b&gt;, ialah burung yang bulunya sudah lepas (mbodol) semua.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Mabung&lt;/b&gt;, adalah burung yang mbodol dan telah keluar rebung atau calon bulu barunya.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Sulam&lt;/b&gt;, adalah burung yang bulu barunya sudah mulai tumbuh.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Dorong ekor&lt;/b&gt;, artinya ekor burung masih dalam proses pertumbuhan.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Ngeplay&lt;/b&gt;, adalah saat burung bermain bagus saat tarung seperti Burung Murai batu yang memainkan ekornya saat tarung.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Ndegek&lt;/b&gt;, adalah burung yang berdiri dengan tegap seperti mau menantang, istilah ini sering disematkan pada burung Murai batu dan Kacer.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Ngobra&lt;/b&gt;, yaitu gaya tarung pada Burung Kacer yang ekornya terbuka seperti kipas dan kepalanya mendongak ke atas.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Mbagong&lt;/b&gt;, ciri fisiknya adalah menggelembung bulu sekitar dada dan perutnya terjadi pada burung Kacer.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Nopeng&lt;/b&gt;, arti lain dari &quot;memakai topeng&quot; dan istilah ini sering di gunakan pada burung Cucak ijo yang bulu pada mukanya sudah berwarna hitam.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Ngentrok&lt;/b&gt;, yaitu gaya bertarung pada burung Cucak ijo yang menggetar-getarkan tubuhnya sambil ngentrok-ngentrok.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Kaki Medang&lt;/b&gt;, ciri fisik pada burung yang kakinya sudah kering atau berumur tua.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Salto&lt;/b&gt;, adalah gerak burung yang suka melompat dengan memutar tubuhnya seperti orang melakukan salto.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Ngeruji&lt;/b&gt;, ialah gerakan burung yang suka menabrak jeruji sangkar dan sering terjadi luka pada burung tersebut.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Ngevoer total&lt;/b&gt;, adalah burung yang sudah bisa makan voer sebagai pakan utama sehingga tidak lagi menggantungkan makanan hewani seperti kroto, ulat hongkong, jangkrik, dll.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;EF(Extra fooding)&lt;/b&gt;, yaitu makanan suplemen tambahan pada burung selain voer atau makanan utamanya.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;UH (Ulat Hongkong)&lt;/b&gt;, adalah ulat yang ukurannya besar dan biasa digunakan untuk pakan burung.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Aril Luna Bety&lt;/b&gt;, ketiga istilah tersebut untuk menentukan jenis kelamin burung. Aril = jantan, Luna dan bety = betina.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Nama dan Istilah Populer di Burung Kicau&lt;/h2&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Itulah sebagian dari beberapa istilah yang sering di gunakan dalam bahasa dunia burung kicau, semoga bisa membantu para pemula atau pecinta burung untuk dapat memahaminya. Karena memang banyak sekali penggemar burung dan bahkan di luar Indonesia, jadi saya kira anda mulai dapat mengerti tentang &lt;i&gt;&lt;b&gt;Nama dan Istilah Populer di Burung Kicau&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;
</description><link>http://infoburungberkicau.blogspot.com/2015/02/nama-dan-istilah-populer-di-burung-kicau.html</link><author>noreply@blogger.com (Oyong Wibisono)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqywsBpDoXallZScaA-mlvJZJYZG2pytZyEdkbUBWfQMDScmB5vMVjcrOUjYnqaI2xh2YuXKJW68YwMzSOjmLR9NSEuMZzI3uj12A0Zu7ZTOKnrl5E8bek6PfCOIqJ2bJxaOCgiWZYB3dV/s72-c/Nama+dan+Istilah+Populer+di+Burung+Kicau.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>13</thr:total><georss:featurename>Jalan IMOGIRI Barat, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-7.8514116 110.37445060000005</georss:point><georss:box>-7.9143310999999992 110.29376960000005 -7.7884921 110.45513160000004</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-863526906965455326.post-6609414170389838067</guid><pubDate>Thu, 19 Feb 2015 18:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-02-21T20:29:04.077+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Burung</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cacing</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pakan</category><title>Jenis-jenis Cacing Tanah Untuk Pakan Burung</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinIDDDEwSTUrZ9FtUm6n3-aDLDfIOoWeiS_D8cVnzv5RoAkKf-R8A-5amf74IzpNm-bwBNJmgvnIiJASeOBku-_Dy9lThfnbIswftYmNI2dPqQj2-fE2z7pcuNK1Cf9u5gX57Fc5FsQ_9p/s1600/Jenis-jenis+Cacing+Tanah+Untuk+Pakan+Burung.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Jenis-jenis Cacing Tanah Untuk Pakan Burung&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinIDDDEwSTUrZ9FtUm6n3-aDLDfIOoWeiS_D8cVnzv5RoAkKf-R8A-5amf74IzpNm-bwBNJmgvnIiJASeOBku-_Dy9lThfnbIswftYmNI2dPqQj2-fE2z7pcuNK1Cf9u5gX57Fc5FsQ_9p/s1600/Jenis-jenis+Cacing+Tanah+Untuk+Pakan+Burung.jpg&quot; title=&quot;Lumbricus rubellus&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Saya telah membahas tentang &lt;a href=&quot;http://infoburungberkicau.blogspot.com/2015/02/jenis-jenis-burung-pleci.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Jenis-jenis Burung Pleci&lt;/a&gt; dan sekarang mari kita membahas tentang &lt;u&gt;&lt;b&gt;Jenis-jenis Cacing Tanah Untuk Pakan Burung&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;. Cacing memang digunakan secara luas oleh para penghobi burung untuk pakan hewan kesayangan mereka, dan karena cacing adalah hewan tingkat rendah tidak bertulang belakang (invertebrata). Dalam konteks pakan burung, maka kita akan membahas cacing tanah dan kerabatnya yang biasa diumpankan kepada burung. Cacing tanah sendiri termasuk kelas oligochaeta dengan famili terpenting dari kelas ini adalah Lumbricidae dan Megascilicidae.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sebelum berbicara lebih jauh tentang manfaat pakan cacing untuk burung, sebaiknya kita membahas sedikit tentang jenis cacing itu sendiri.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jenis cacing yang paling banyak dibudidayakan saat ini berasal dari famili Lumbricidae dan Megascolicidae dengan genus Eiseinia, Lumbricus, Perionyx, Pheretima, Lidrillus dan Diplocardi. Dari beberapa jenis tersebut yang paling populer antara Iain adalah Perionyx, Pheretima dan Lumbricus. Ketiga jenis cacing tanah ini sangat menyukai bahan organik yang berasal dari sisa-sisa tumbuhan dan pupuk kandang. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Lumbricus&lt;/b&gt;. Cacing ini berbentuk pipih dengan jumlah segmen sekitar 90-195 dan klitelum yang terletak pada segmen 27-32. Jenis Lumbricus kalah bersaing dengan jenis Iain dan berdampak pada tubuhnya yang lebih kecil. Namun bila jenis ini diternakkan, maka besar tubuhnya bisa menyamai atau melebihi jenis Iain.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Pheretima&lt;/b&gt;. Cacing ini bersegmen sampai 95 -150. Klitelumnya terletak pada segmen ke 14 - 16. Ciri tubuhnya berbentuk silindris dan gilik panjang berwarna merah keunguan. Jenis cacing tanah yang termasuk ke dalam Pheretima antara Iain cacing koot, cacing merah dan cacing kalung.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Perionyx&lt;/b&gt;. Cacing ini berbentuk gilik berwarna merah kecokelatan sampai ungu tua dengan jumlah segmen 75-165 dan klitelumnya terletak pada segmen 13 dan 17. Jenis cacing Perionyx termasuk cacing agak manja sehingga dalam pemeliharaannya diperlukan perhatian yang lebih serius.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kesimpulan Jenis-jenis Cacing Tanah Untuk Pakan Burung&lt;/h2&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Cacing tanah jenis Lumbricus rubellus ini memang memiliki keunggulan lebih banyak dibanding kedua jenis yang Iainnya, karena produktivitasnya tinggi (penambahan berat badan, produksi telur/ anakan dan produksi bekas cacing &quot;kascing&quot;)&amp;nbsp; serta tidak banyak bergerak. Jadi kesimpulannya bahwa jenis Lumbricus rubellus lebih mudah dibudidayakan dan sangat potensial sebagai pakan burung. Dari tulisan tersebut anda akhirnya mengerti tentang &lt;i&gt;&lt;b&gt;Jenis-jenis Cacing Tanah Untuk Pakan Burung&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;
</description><link>http://infoburungberkicau.blogspot.com/2015/02/jenis-jenis-cacing-tanah-untuk-pakan.html</link><author>noreply@blogger.com (Oyong Wibisono)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinIDDDEwSTUrZ9FtUm6n3-aDLDfIOoWeiS_D8cVnzv5RoAkKf-R8A-5amf74IzpNm-bwBNJmgvnIiJASeOBku-_Dy9lThfnbIswftYmNI2dPqQj2-fE2z7pcuNK1Cf9u5gX57Fc5FsQ_9p/s72-c/Jenis-jenis+Cacing+Tanah+Untuk+Pakan+Burung.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Jalan IMOGIRI Barat, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-7.8514116 110.37445060000005</georss:point><georss:box>-7.9143310999999992 110.29376960000005 -7.7884921 110.45513160000004</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-863526906965455326.post-5956015227494266295</guid><pubDate>Fri, 13 Feb 2015 10:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-02-13T17:17:56.323+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Burung</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pleci</category><title>Jenis-jenis Burung Pleci</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKdVB_ok7akMAehnAXtt47u5lwSYw3F9dqz_15ZHENlm7_RGaEbf2kiajR1m4qymbLMesHb5dS5v-2WX6gN04ItVxrd8c-ui8c2Excfq9KlH0_apvc_I_4hBEXD_OADcatxE7VXHEWPcub/s1600/Jenis-jenis+Burung+Pleci.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Jenis-jenis Burung Pleci&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKdVB_ok7akMAehnAXtt47u5lwSYw3F9dqz_15ZHENlm7_RGaEbf2kiajR1m4qymbLMesHb5dS5v-2WX6gN04ItVxrd8c-ui8c2Excfq9KlH0_apvc_I_4hBEXD_OADcatxE7VXHEWPcub/s1600/Jenis-jenis+Burung+Pleci.jpg&quot; height=&quot;225&quot; title=&quot;Jenis-jenis Burung Pleci&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kemarin kita sudah membahas tentang &lt;a href=&quot;http://infoburungberkicau.blogspot.com/2015/02/sifat-dan-karakter-dasar-burung-pleci.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Sifat dan Karakter Dasar Burung Pleci&lt;/a&gt; dan sekarang mari kita belajar tentang &lt;u&gt;&lt;b&gt;Jenis-jenis Burung Pleci&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;. Burung pleci atau burung kacamata mencakup sejumlah burung pengicau (Passeriformes) kecil yang cenderung tersebar di daerah tropika di Dunia Lama (termasuk Australasia). Genus pencirinya adalah Zosterops. Burungburung anggota suku ini dicirikan dengan lingkaran di sekitar mata berwarna putih (dari sini nama bahasa Inggris white-eye berasal) atau abu-abu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Banyak anggota dari burung kacamata ini yang bersifat endemik di suatu pulau atau kepulauan, seperti jenis yang baru ditemukan tahun 2007 di Kepulauan Togian, Sulawesi Tengah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Penampilan anggotanya memang sangat &quot;biasa&quot;, karena tidak ada ciri khusus yang mencolok, kecuali dengan adanya segaris lingkaran di sekitar mata. Sayap pleci melingkar dan memiliki kaki yang kuat. Ukurannya termasuk kecil, Rata-rata hanya sepanjang 15cm. Warna bulu hijau kelabu, tetapi memang ada jenis pleci yang memiliki bulu leher dan perut berwarna kuning atau putih. Semua anggota burung pleci senang untuk berkelompok, dan terbang dalam kawanan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ketika datang musim kawin, maka burung pleci ini membangun sarang di pohon dengan telur biru pucat 2-4 butir. Menu utama makanan burung pleci adalah buah-buah kecil dan serangga, serta nektar. Di negara Australia bahkan ada yang menjadi hama di perkebunan anggur karena hinggap di tangkai / ranting dan akhirnya melukai tanaman.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Akan tetapi biarpun kecil ukuran badannya, burung berwarna hijau kekuningan ini termasuk sangat unik. Lingkar mata putihnya sangat khas, dan terkesan seperti sedang memakai kacamata. Memang akhirnya tidak salah kalau burung ini disebut sebagai burung kacamata meskipun ada beberapa jenis burung pleci yang tidak memilikinya. Daerah persebaran burung kacamata adalah di wilayah tropika Afrika, Asia (Indomalaya), dan Australia bagian utara. Nama marga burung pleci berasal dari kata Yunani zosterops, yang berarti &quot;sabuk mata&quot;.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dari kurang lebih 22 jenis burung kacamata yang ada di seluruh Indonesia, si burung kacamata biasa (Zosterops palpebrosus) ini salah satunya. Burung khas pemakan buah-buahan kecil, nektar dan serangga ini bisa kita temui di berbagai kawasan, mulai dari perkotaan, dataran rendah hingga pegunungan di ketinggian hingga 1.400 m. Ukurannya yang kecil, ditambah dengan gaya yang gesit dan lincah, membuat burung kacamata ini kadang sulit untuk dilihat. Karena warna bulunya pun mirip dedaunan. Meskipun demikian, suara kicau cicitan &quot;ciw&quot; yang tinggi dan berulang membuat burung ini dengan gampang dapat dideteksi keberadaannya. Apalagi burung pleci ini yang juga biasa disebut Oriental white-eye ini sering dijumpai dalam rombongan dan berkelompok.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Baru-baru ini para peneliti Indonesia mempublikasikan temuan satu jenis burung kacamata baru yang diberi nama kacamata Togian atau Togian white-eye (Zosterops somadikartai) (2007). Tetapi anehnya, burung pleci in yang termasuk endemik Pulau Togian, Sulawesi Tengah ini tidak punya tanda kacamata seperti burung kacamata biasa atau burung pleci yang lainnya. Burung kacamata togian berhasil menambah daftar keragaman burung Indonesia menjadi 1.599 jenis. Hasil riset tersebut memang membanggakan itupun semakin mengukuhkan negara kita sebagai negara urutan pertama di dunia dari segi banyaknya jumlah burung endemik yang dimiliki.&lt;/div&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jenis-jenis Burung Pleci&lt;/h2&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Zosterops merupakan marga penciri burung pleci, dan memang memiliki jumlah anggota yang paling besar. Genus ini kemudian dimasukkan ke dalam suku Zosteropidae namun berdasarkan kajian filogeni terbaru, bisa jadi kelompok ini merupakan bagian dari suku Timaliidae.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kajian-kajian terhadap data DNA yang terbaru menghasilkan gambaran bahwa marga ini bukan termasuk monofiletik. Walaupun demikian baru sedikit saja spesies yang telah dipelajari, dengan jenis-jenis dari Kepulauan Mikronesia yang paling banyak dikaji contohnya. Agaknya terdapat dua kelompok garis kekerabatan; kelompok timur yang nampak jelas berbeda dan kelompok barat yang kekerabatannya lebih dekat dengan jenis-jenis Asia Timur. Kekerabatan kelompok yang timur dengan burung-burung marga Rukia memang masih harus diteliti lebih lanjut. Dan juga, jenis kacamata Tanjung Harapan nampak berbeda garis kekerabatannya dengan jenis-jenis selebihnya, tetapi hal ini belum bisa dipastikan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Berikut beberapa jenis burung kacamata/pleci&lt;/b&gt; &lt;b&gt;:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Kacamata-kuning Afrika, Zosterops senegalensis&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata Kamerun, Zosterops (senegalensis) stenocricotus&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata Kirk, Zosterops (senegalensis) kirki&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata Pemba, Zosterops vaughani&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata sisi-berangan, Zosterops mayottensis&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata sisi-berangan Seychelles, Zosterops (mayottensis) semiflava - punah (akhir abad-19)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata tepi-lebar, Zosterops poliogastrus — sebelumnya poliogaster&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata Kulal, Zosterops (poliogastrus) kulalensis&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata Taita, Zosterops (poliogastrus) silvanus&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata Pare selatan, Zosterops (poliogastrus) winifredae&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata Kikuyu, Zosterops (poliogastrus) kikuyuensis.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata dada-putih, Zosterops abyssinicus&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata Tanjung Harapan, Zosterops pallidus&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata Sungai Orange, Zosterops (pallidus) pallidus&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata Madagascar, Zosterops maderaspatanus&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata Komoro, Zosterops mouroniensis&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata Sa* Tome, Zosterops ficedulinus&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata Annobon, Zosterops griseovirescens&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata Mascarene, Zosterops borbonicus&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata-kelabu Réunion, Zosterops (borbonicus) borbonicus&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata-kelabu Mauritius, Zosterops (borbonicus) mauritianus&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata Reunion, Zosterops olivaceus&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata-zaitun Mauritius, Zosterops chloronothos&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata Seychelles, Zosterops modestus&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata Sri Lanka, Zosterops ceylonensis&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata paha-berangan, Zosterops erythropleurus&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata biasa, Zosterops palpebrosus&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata Jepang, Zosterops japonicus&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata dataran-rendah, Zosterops meyeni&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata Enggano, Zosterops salvadorii&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bridled White-eye, Zosterops conspicillatus - kemungkinan polifiletik atau parafiletik&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata Guam, Zosterops (conspicillatus) conspicillatus — punah (1983)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata Rota, Zosterops rotensis — baru-baru ini dipisahkan dari Z. conspicillatus&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata polos, Zosterops hypolais&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata Kepulauan Caroline, Zosterops semperi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata topi-hitam, Zosterops atricapilla sebelumnya atricapillus&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata belukar, Zosterops everetti&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata kekuningan, Zosterops nigrorum&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata gunung, Zosterops montanus&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata Pulau Christmas, Zosterops natalis&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata Jawa, Zosterops flavus&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata laut, Zosterops chloris&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata limau, Zosterops citrinella —&amp;nbsp; citrinellus&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata Kai, Zosterops grayi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata Tual, Zosterops uropygialis&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata Sulawesi, Zosterops consobrinorum&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata Makasar, Zosterops anomalus&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata Wallacea, Zosterops wallacei&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata dahi-hitam, Zosterops atrifrons&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata Sangihe, Zosterops nehrkorni&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Opior dwiwarna (kacamata Seram), Zosterops stalkeri — terkadang dimasukkan ke dalam genus Tephrozosterops&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata Halmahera, Zosterops atriceps&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata kecil, Zosterops minor&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata Tagula, Zosterops meeki&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata kepala-hitam, Zosterops hypoxanthus&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata Biak, Zosterops mysorensis&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata Arfak, Zosterops fuscicapilla — sebelumnya fuscicapillus&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata Buru, Zosterops buruensis&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata Ambon, Zosterops kuehni&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata Papua, Zosterops novaeguineae&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata-kuning Australia, Zosterops luteus&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata pulau, Zosterops griseotinctus&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata Rennell, Zosterops rennellianus&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata belang, Zosterops vellalavella&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata Ranongga, Zosterops splendidus&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata Ghizo, Zosterops luteirostris&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata Solomon, Zosterops kulambangrae&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata Murphy, Zosterops murphyi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata tenggorokan-kuning, Zosterops metcalfii&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata tenggorokan-kelabu, Zosterops rendovae&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata Malaita, Zosterops stresemanni&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata Santa Cruz, Zosterops santaecrucis&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Silvereye, Zosterops lateralis&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lord Howe Silvereye, Zosterops (lateralis) tephropleurus - sebelumnya tephropleurus&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lord Howe White-eye, Zosterops strenuus - sebelumnya strenua; punah (1k. 1918)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata paruh-ramping, Zosterops tenuirostris&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata leher-putih, Zosterops albogularis&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata Lifou besar, Zosterops inornatus&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Layard&#39;s White-eye, Zosterops explorator&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata dahi-kuning, Zosterops flavifrons&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata punggung-hijau, Zosterops xanthochroa sebelumnya xanthochrous&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata Lifou kecil, Zosterops minutus&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata Samoa, Zosterops samoensis&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dusky White-eye, Zosterops finschii&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata kecoklatan, Zosterops cinereus&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata-zaitun Yap, Zosterops oleagineus — terkadang ditempatkan dalam marga Rukia (R. oleaginea)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata Togian, Zosterops somadikartai — baru dideskripsi tahun 2008&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jadi ada 87 &lt;i&gt;&lt;b&gt;Jenis-jenis Burung Pleci&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sumber : Merawat &amp;amp; memaster burung pleci oleh Rudi Hermawan S.Pt.&lt;/div&gt;
</description><link>http://infoburungberkicau.blogspot.com/2015/02/jenis-jenis-burung-pleci.html</link><author>noreply@blogger.com (Oyong Wibisono)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKdVB_ok7akMAehnAXtt47u5lwSYw3F9dqz_15ZHENlm7_RGaEbf2kiajR1m4qymbLMesHb5dS5v-2WX6gN04ItVxrd8c-ui8c2Excfq9KlH0_apvc_I_4hBEXD_OADcatxE7VXHEWPcub/s72-c/Jenis-jenis+Burung+Pleci.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Jalan IMOGIRI Barat, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-7.8514116 110.37445060000005</georss:point><georss:box>-7.9143310999999992 110.29376960000005 -7.7884921 110.45513160000004</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-863526906965455326.post-5973618252089829784</guid><pubDate>Wed, 11 Feb 2015 09:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-02-11T16:31:05.084+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Burung</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pleci</category><title>Sifat dan Karakter Dasar Burung Pleci</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiC4CCxXMCLq6WRojN3lJ9xcvpCtmeXwfz5H3dmqsduUljbijSC57_AD8JT-CmQk2xFZ8Ju_Thy9_eKtKWtLIzvs-FkHBLJY2L9PAehwdE721gqOm4ksITE9dWqLmnsTBBlFoBoy2FIAFki/s1600/Sifat+dan+Karakter+Dasar+Burung+Pleci.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Sifat dan Karakter Dasar Burung Pleci&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiC4CCxXMCLq6WRojN3lJ9xcvpCtmeXwfz5H3dmqsduUljbijSC57_AD8JT-CmQk2xFZ8Ju_Thy9_eKtKWtLIzvs-FkHBLJY2L9PAehwdE721gqOm4ksITE9dWqLmnsTBBlFoBoy2FIAFki/s1600/Sifat+dan+Karakter+Dasar+Burung+Pleci.jpg&quot; height=&quot;300&quot; title=&quot;Sifat dan Karakter Dasar Burung Pleci&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pada artikel sebelumnya saya telah menulis &lt;a href=&quot;http://infoburungberkicau.blogspot.com/2015/02/makanan-dan-perawatan-burung-pleci.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Makanan dan Perawatan Burung Pleci&lt;/a&gt;, dan berikut ini beberapa &lt;i&gt;&lt;b&gt;Sifat dan Karakter Dasar Burung Pleci&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; berdasar pengamatan di alam bebas maupun yang terpelihara. Area pengamatan adalah di hutan-hutan sekitar gunung panderman, batu malang, gunung banyak, welirang, gunung Arjuna (daerah batu) gunung Indrakila (di daerah Pasuruan) dan di bendungan/danau wilayah Jatim.&lt;/div&gt;
&lt;ol style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Semi fighter.&lt;/b&gt; Burung pleci bukanlah tipe burung petarung murni, tingkat tarung yang ada pada burung ini cenderung karena efek tingkat birahi pada level tertentu yang tentunya akan membuat burung ini rajin berkicau untuk menjaga menjaga daerah teritorialnya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Mudah Beradaptasi.&lt;/b&gt; Burung Kacamata atau Pleci sangat mudah untuk beradaptasi terhadap berbagai lingkungan yang baru sehingga tidak mudah stress. Namun, ternyata burung ini mudah sekali kaget apabila di sekitarnya ada sesuatu yang tiba-tiba mengganggu ketenangannya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Burung koloni.&lt;/b&gt; Burung pleci seringkali membentuk gerombolan besar yang bergerak bersama di antara tajuk pepohonan, sangat gemar untuk berkelompok, dan bahkan sering juga berbaur atau bercampur dengan jenis-jenis burung yang lain.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Mudah jinak&lt;/b&gt;. Meskipun burung ini termasuk burung kecil yang lincah, namun dalam kondisi dan waktu tertentu dan&amp;nbsp; mendapat perlakuan serta perawatan yang baik, maka burung ini akan mudah menjadi jinak kepada sang pemiliknya. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Makanan utama&lt;/b&gt;. Jika melihat dari tipe bentuk paruh, maka burung kacamata adalah jenis pemakan serangga, namun perlu untuk anda ketahui pula bahwa burung ini pun sangat suka memakan nektar dan aneka jenis buah.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sifat dan Karakter Dasar Burung Pleci Yang Lain&lt;/h2&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Kicau&lt;/b&gt;. Sebenarnya burung pleci mengeluarkan suara kicau untuk mengumpulkan koloninya pada pagi hari (fajar) dimana salah satu burung pleci (sang pemimpin atau raja) akan bangun terlebih dahulu dan kemudian menyanyikan lantunan nada kicauannya, dan kejadian diatas dilakukan pula oleh koloni-koloni jenis lainnya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Suara ciap atau ciw panjang.&lt;/b&gt; Apabila burung pleci berdekatan dengan sesamanya, maka burung ini sering mengeluarkan suara ciw-ciw rendah sembari mencari mangsanya di sela-sela daun dan ranting kecil, burung ini akan terus bergerak dari satu ranting ke lain ranting, dan kemudian akan berpindah ke lain pohon yang berdekatan, kadangkala burung pleci juga mengeluarkan suara berkeciap tinggi beberapa saat untuk berkomunikasi dengan anggota kelompok yang lainnya yang agak jauh ataupun bagi sang pemimpin adalah sebagai ajakan untuk segera berpindah tempat.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Uraian singkat diatas menggambarkan &lt;u&gt;&lt;b&gt;Sifat dan Karakter Dasar Burung Pleci &lt;/b&gt;&lt;/u&gt;yang dapat menjadi pengetahuan bagi kita agar dapat merawat dengan baik dan sehat. &lt;/div&gt;
&lt;ol style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://infoburungberkicau.blogspot.com/2015/02/sifat-dan-karakter-dasar-burung-pleci.html</link><author>noreply@blogger.com (Oyong Wibisono)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiC4CCxXMCLq6WRojN3lJ9xcvpCtmeXwfz5H3dmqsduUljbijSC57_AD8JT-CmQk2xFZ8Ju_Thy9_eKtKWtLIzvs-FkHBLJY2L9PAehwdE721gqOm4ksITE9dWqLmnsTBBlFoBoy2FIAFki/s72-c/Sifat+dan+Karakter+Dasar+Burung+Pleci.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Jalan IMOGIRI Barat, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-7.8514116 110.37445060000005</georss:point><georss:box>-7.9143310999999992 110.29376960000005 -7.7884921 110.45513160000004</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-863526906965455326.post-9013248057261359701</guid><pubDate>Wed, 11 Feb 2015 05:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-02-11T12:39:09.443+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Burung</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pleci</category><title>Makanan dan Perawatan Burung Pleci</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiij9gmhd5v5JyserINDPcj2rJwarYcD_2yCYJlPRUUNIfqgwC_WjNkyAlHsI4ULHoRge0sVDgP3a65S4YfnADE_vn6QLn81lNyaivGg5NoW6YfQ3sQwHQROeNcGPWU6j4Wyidyd_FLXVOJ/s1600/pleci+post+2.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Makanan dan Perawatan Burung Pleci&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiij9gmhd5v5JyserINDPcj2rJwarYcD_2yCYJlPRUUNIfqgwC_WjNkyAlHsI4ULHoRge0sVDgP3a65S4YfnADE_vn6QLn81lNyaivGg5NoW6YfQ3sQwHQROeNcGPWU6j4Wyidyd_FLXVOJ/s1600/pleci+post+2.jpg&quot; height=&quot;225&quot; title=&quot;Makanan dan Perawatan Burung Pleci&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pada artikel sebelumnya sudah dibahas tentang &lt;a href=&quot;http://infoburungberkicau.blogspot.com/2015/02/mengenal-tentang-habitat-dan-ciri.html&quot;&gt;Mengenal Tentang Habitat dan Ciri Burung Pleci&lt;/a&gt; secara gambalang dan sekarang mari membahas tentang &lt;i&gt;&lt;b&gt;Makanan dan Perawatan Burung Pleci&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;. Pada habitat aslinya, makanan pokok burung pleci adalah nektar dari bunga tumbuhan buah yang manis, buah-buahan, ulat, serangga kecil, larva, pupa, telur semut atau biasa disebut kroto. Burung mungil ini termasuk kategori burung yang monomorpic, artinya adalah antara burung berkelamin jantan dan betina memiliki tampilan fisik yang sama. Dan sebutan nama untuk burung pleci sangat variatif, ada yang menyebutnya burung &quot;Kacamata&quot;, &quot;Prenjak Kacamata&quot;, &quot;Perci&quot;, &quot;Mata Puteh&quot; dan lain-lain.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Burung Zosterops berasal dari nama latin dari bahasa Yunani yang berarti Sabuk Mata. Burung ini juga memiliki beberapa nama nama lain diantaranya adalah :&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Burung Pleci&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Burung Mata Puteh (Malaysia)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Burung Kacamata&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Burung Mejiro (Jepang)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Klasifikasi ilmiah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Kerajaan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Animalia&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Filum&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Chordata&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kelas&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Aves&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ordo&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Passeriformes&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Famili&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Zosteropidae&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Genus&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Zosterops&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Spesies&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Z. palpebrosus&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Nama binomial&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Zosterops palpebrosus (Temminck, 1824)&lt;/div&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Makanan dan Perawatan Burung Pleci Cukup Mudah&lt;/h2&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Perawatan&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Perawatan burung pleci termasuk sangat mudah dan tidak merepotkan. Karena perawatannya hanya cukup dengan memandikan burung ini setiap pagi hari menggunakan semprot sprayer tetapi jangan terlalu basah, karena burung pleci tersebut akan mandi sendiri di tempat air minum. Oleh karena kebiasaan rutinitas mandi tersebut, maka kita hanya perlu menyediakan tempat minum dengan ukuran besar untuk kenyamanan pleci ketika berendam dan mandi. Kemudian setelah mandi burung pleci tersebut diangin-anginkan, tapi harus diperhatikan cuacanya supaya tidak mengganggu kesehatan pleci itu sendiri. Ketika diangin-anginkan, maka usahakan pleci tidak terlalu dekat dengan burung Iainnya karena akan selalu bersahutan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Makanan&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Makanan yang baik untuk burung pleci memamng sangat mudah didapat, seperti buah-buahan misal pepaya atau pisang kapok. Selain itu juga dapat diberikan pakan buatan yang banyak dijumpai di pasaran. Sebagai tambahan gizi maka bisa diberikan kroto atau ulat tetapi jangan terlalu berlebihan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pemasteran&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Burung pleci termasuk burung yang sangat cerdas. Pleci pun dapat dimasteri dengan bermacam macam tipe burung karena sifat alami dari burung ini yang suka menirukan burung Iain. Setelah dimaster hasil speednya akan ngerol, mengkristal dan volumenya tajam.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dari uraian di atas maka anda sekarang mengerti dan paham tentang &lt;u&gt;&lt;b&gt;Makanan dan Perawatan Burung Pleci&lt;/b&gt;&lt;/u&gt; sehingga nantinya mendapatkan hasil yang maksimal. &lt;/div&gt;
</description><link>http://infoburungberkicau.blogspot.com/2015/02/makanan-dan-perawatan-burung-pleci.html</link><author>noreply@blogger.com (Oyong Wibisono)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiij9gmhd5v5JyserINDPcj2rJwarYcD_2yCYJlPRUUNIfqgwC_WjNkyAlHsI4ULHoRge0sVDgP3a65S4YfnADE_vn6QLn81lNyaivGg5NoW6YfQ3sQwHQROeNcGPWU6j4Wyidyd_FLXVOJ/s72-c/pleci+post+2.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Jalan IMOGIRI Barat, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-7.8693486 110.37446249999994</georss:point><georss:box>-7.9951816 110.21310099999994 -7.7435156 110.53582399999993</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-863526906965455326.post-8613525015625610340</guid><pubDate>Tue, 10 Feb 2015 17:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-02-11T12:32:08.876+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Burung</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pleci</category><title>Mengenal Tentang Habitat dan Ciri Burung Pleci</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSrlbrCN0CORAHBhp8qig01plmXa2qQCKoFHEzHjP3UJhoeOFiZ6N2jznYiRcdxBxEYeXQSGEbjRENKaSg6p2XgKXMD5eTIGKhkJxpStxTX_thcsMYzN7pYC5E2a3Tas8gqqoCJwGQHuSH/s1600/pleci+post+1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Mengenal Tentang Habitat dan Ciri Burung Pleci&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSrlbrCN0CORAHBhp8qig01plmXa2qQCKoFHEzHjP3UJhoeOFiZ6N2jznYiRcdxBxEYeXQSGEbjRENKaSg6p2XgKXMD5eTIGKhkJxpStxTX_thcsMYzN7pYC5E2a3Tas8gqqoCJwGQHuSH/s1600/pleci+post+1.jpg&quot; height=&quot;400&quot; title=&quot;Mengenal Tentang Habitat dan Ciri Burung Pleci&quot; width=&quot;247&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Saya sudah menulis tentang &lt;a href=&quot;http://infoburungberkicau.blogspot.com/2015/02/makanan-dan-perawatan-burung-pleci.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Makanan dan Perawatan Burung Pleci&lt;/a&gt;, dan sebaiknya anda juga mengerti dan tahu tentang &lt;i&gt;&lt;b&gt;Mengenal Tentang Habitat dan Ciri Burung Pleci&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;. Burung pleci (suku Zosteropidae) tampaknya menjadi burung kicau paling populer di tahun 2015, sehingga burung ini menjadi idola baru dan banyak penghobi yang ramai-ramai memeliharanya. Burung yang memiliki lingkar mata bulat ini begitu memesona. Selain karena mudah perawatannya, kicauannya pun cukup asyik didengar. Di luar negeri, khususnya Singapura, Malaysia, dan Vietnam, burung pleci termasuk burung favorit yang banyak dipelihara masyarakat.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Banyak suku dan ras dari burung yang acap dipanggil &quot;Cici&quot;, &quot;Mata Putih&quot;, atau &quot;si Kacamata&quot; ini. Semua tersebar di seluruh Indonesia dan memiliki kekhasan masing-masing sesuai daerahnya. Bahkan ada jenis pleci yang hampir punah sehingga masyarakat dilarang memburunya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Harga pleci saat masih ombyokan sangat murah, berkisar antara 15 ribu sampai 25 ribu rupiah. Tapi kalau sudah rawatan dan sudah berkicau, bisa dihargai 200 ribu - 300 ribu. Kalau sudah menjadi juara di beberapa kontes, akan menanjak bahkan sampai puluhan juta rupiah. Tentunya sangat menarik bukan?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Setiap diadakan pagelaran lomba pleci, selalu ramai diminati pengunjung dari berbagai daerah. Tak hanya kalangan tua, anak muda dan pelajar pun ikut bersama. Hal itu menunjukkan bahwa pleci digemari dari berbagai kalangan.&lt;/div&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Mengenal Tentang Habitat dan Ciri Burung Pleci Mulai dari Awal&lt;/h2&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Burung pleci merupakan kategori burung yang sedang trend dan populer di kalangan kicaumania. Cara perawatan dan budidaya pleci yang tergolong cukup mudah serta harga bakalan burung pleci yang sangat terjangkau membuat burung ini sering ditemui berbagai lokasi pasar burung. Burung pleci kalau dari segi fisik hanya biasa saja, tetapi fakta uniknya terdapat sebuah garis lingkaran di matanya. Burung ini memiliki keunikan ukuran tubuh yang cukup mungil, hanya berkisar 15 cm dan sayapnya yang melingkar dan memiliki kaki yang kuat. Pleci pada umumnya memiliki corak warna bulu hijau - kelabu, akan tetapi ada beberapa jenis yang memiliki perut dan bulu leher yang berwarna kuning atau putih. Burung pleci normalnya selalu hidup berkelompok dalam kawanan. Dan pada saat memasuki musim kawin, maka burung pleci akan membangun sarang di pohon dan burung ini akan bertelur 2-4 butir dengan telur yang berwarna biru pucat.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Burung &quot;Pleci&quot; atau biasa disebut juga dengan burung &quot;Cici Kacamata&quot; memiliki bentuk, kicau, dan warna yang indah. Di hampir semua kalangan pecinta burung, burung pleci ini memang lebih sering dipanggil dengan sebutan &#39;cici kacamata&#39;. Di alam aslinya burung pleci hidup bergerombol dengan kelompoknya, dan burung ini termasuk burung yang monomorpic, artinya adalah burung yang berkelamin betina dan jantan memiliki tampilan fisik yang hampir mirip atau sama. Banyak sekali corak ragam warna dari burung ini, ada yang menyebut cici kacamata abu-abu, cici kacamata kuning, ada juga orang yang menyebutnya burung pleci ataupun pleci cina.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Suku burung-burung kacamata (zosteropidae) mencakup sejumlah burung pengicau (passeriformes) kecil yang tersebar luas di daerah tropika di Dunia Lama (termasuk Australasia). Genus pencirinya adalah &quot;Zosterops&quot;. Burung-burung anggota suku ini dicirikan dengan lingkaran di sekitar mata berwarna putih (dari sini sebutan bahasa Inggris white-eye berasal) atau warna abu-abu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Burung ini memang memiliki suara yang cukup bagus. Karena suara kicauannya tidak begitu keras tapi sangat menghibur bagi si pemiliknya, dan burung pleci ini cukup energik dan aktif, dan khusus bagi semua orang yang ingin memelihara burung pleci atau cici kacamata ini tidak akan menyesal karena ocehannya sangat menyenangkan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Banyak anggota burung pleci yang bersifat endemik di kepulauan atau suatu pulau, seperti beberapa jenis yang baru ditemukan pada tahun 2007 di Kepulauan Togian, Provinsi Sulawesi Tengah. Dari segi penampilan anggotanya terlihat biasa, tidak ada satupun ciri-ciri yang mencolok, kecuali adanya segaris lingkaran di sekitar daerah mata. Sayapnya melingkar dan memiliki kaki yang kuat. Ukurannya relatif kecil hanya sepanjang 15cm. Warna bulu biasanya hijau kelabu, tetapi ada juga jenis yang memiliki bulu di daerah perut dan leher berwarna putih atau kuning. Semua anggota burung pleci memang senang hidup berkelompok dan terbang dalam kawanan. Pada musim kawin, maka burung pleci membangun sarang di pohon dengan telur biru pucat rata-rata sebanyak 2-4 butir. Makanan utamanya adalah buah-buah kecil dan serangga, serta nektar. Di&amp;nbsp; Benua Australia bahkan ada yang menjadi hama di daerah perkebunan buah anggur karena burung pleci bertengger di tangkai dan melukai tanaman. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Burung kecil yang lincah, dengan panjang tubuh (dari ujung paruh hingga ujung ekor) sekitar 10—11 cm. Sisi atas tubuh tertutup bulu-bulu kehijauan atau hijau kekuningan (hijau zaitun), sedangkan Sisi bawahnya sedikit bervariasi bergantung rasnya, kecuali leher dan dadanya yang berwarna kuning terang. Sayapnya membundar dan kaki-kakinya kuat.&amp;nbsp; &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;h3&gt;
Ringkasan Mengenal Tentang Habitat dan Ciri Burung Pleci&lt;/h3&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;/h3&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Nama-namanya (&quot;kacamata&quot;, white-eye) merujuk&amp;nbsp; pada lingkaran bulu-bulu kecil berwarna putih di sekeliling matanya. Nama marganya berasal dari kata Yunani&amp;nbsp; zosterops, yang berarti &quot;sabuk mata&quot;. Gemar berkelompok, burung ini kerap membentuk gerombolan besar yang bergerak bersama di antara tajuk pepohonan; bahkan sering juga bercampur dengan spesies lain seperti burung sepah (Pericrocotus). Meskipun utamanya burung kacamata bersifat pemakan serangga, namun ia juga memakan nektar dan aneka jenis buah. Sembari mencari mangsanya di sela-sela dedaunan, burung ini terus bergerak dari satu ranting ke lain ranting, dan kemudian berpindah ke lain pohon yang berdekatan, sambil terus&amp;nbsp; mengeluarkan suara berkeciap tinggi setiap beberapa saat&amp;nbsp; sekali untuk berkomunikasi dengan anggota kelompok&amp;nbsp; yang lainnya. Dari beberapa uraian di atas maka anda sudah &lt;u&gt;&lt;b&gt;Mengenal Tentang Habitat dan Ciri Burung Pleci&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;.&lt;/div&gt;
</description><link>http://infoburungberkicau.blogspot.com/2015/02/mengenal-tentang-habitat-dan-ciri.html</link><author>noreply@blogger.com (Oyong Wibisono)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSrlbrCN0CORAHBhp8qig01plmXa2qQCKoFHEzHjP3UJhoeOFiZ6N2jznYiRcdxBxEYeXQSGEbjRENKaSg6p2XgKXMD5eTIGKhkJxpStxTX_thcsMYzN7pYC5E2a3Tas8gqqoCJwGQHuSH/s72-c/pleci+post+1.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Jalan IMOGIRI Barat, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-7.8514116 110.37445060000005</georss:point><georss:box>-7.9143310999999992 110.29376960000005 -7.7884921 110.45513160000004</georss:box></item></channel></rss>