<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>PositiF NegatiF</title><description>Mengenal Positif dan Negatif untuk Kebahagiaan</description><managingEditor>noreply@blogger.com (BanyuAdem)</managingEditor><pubDate>Mon, 7 Oct 2024 10:55:34 +0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">5</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://positifitagen.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Mengenal Positif dan Negatif untuk Kebahagiaan</itunes:subtitle><itunes:category text="Society &amp; Culture"><itunes:category text="Philosophy"/></itunes:category><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Tukar Banner/Link Dengan PositiF NegatiF</title><link>http://positifitagen.blogspot.com/2010/12/tukar-banner-link-dengan-positif.html</link><category>Tukar Banner PlugBoard</category><author>noreply@blogger.com (BanyuAdem)</author><pubDate>Thu, 2 Dec 2010 23:55:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2479276574618872324.post-2122068221714277622</guid><description>Selamat Datang di Blog Positif Negatif&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;script type="text/javascript" src="http://www.blenza.com/linkies/autolink.php?owner=positif&amp;postid=02Dec2010"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tambahkan sendiri Badge Anda kedalam Blog ini. Sebaiknya badge berukuran 80 x 15 px.&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align="left"&gt;&lt;iframe allowtransparency="true" frameborder="0" height="36" marginheight="0" marginwidth="0" name="plugboard" scrolling="no" src="http://www.plugme.net/board.php?username=positifnegatif" width="332"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;form action="http://www.plugme.net/add.php" method="post" name="plugform" target="plugboard"&gt;&lt;input name="username" type="hidden" value="positifnegatif" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;input maxlength="255" name="button" onblur="if (this.value == '') this.value = 'Button URL';" onfocus="if (this.value == 'Button URL') this.value = '';" value="Button URL" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;input maxlength="255" name="website" onblur="if (this.value == '') this.value = 'Website URL';" onfocus="if (this.value == 'Website URL') {this.value = '';}" value="Website URL" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;input class="button" type="submit" value="Plug" /&gt; &lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.plugme.net/" target="_blank"&gt;&lt;small&gt;Get a free plugboard!&lt;/small&gt;&lt;/a&gt;&lt;/form&gt;&lt;/div&gt;&lt;iframe frameborder="yes" height="350" name="banniere300x30" scrolling="auto" src="http://www.plugboard.be/banniere300x30/index.php" width="420"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Silahkan Berlangganan&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Utang Kita</title><link>http://positifitagen.blogspot.com/2010/11/utang-kita.html</link><category>Utang Kita</category><author>noreply@blogger.com (BanyuAdem)</author><pubDate>Tue, 30 Nov 2010 00:50:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2479276574618872324.post-3919496833266525759</guid><description>&lt;b&gt;Selamat Datang di Blog Positif Negatif&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSFM8ZaRP6vT7sZq7LJIyxXjK4YX99rwg0I02wXHrMAyE1VNHR7Bjtw8uEEpU-JzowUAqi0K4ZOkixLMpY4l9TRYjYVAuZPLJOwdUaa5kc6OTinVSIrWw8oWne7anff6cJjRxmFL0FlYE/s1600/sera.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSFM8ZaRP6vT7sZq7LJIyxXjK4YX99rwg0I02wXHrMAyE1VNHR7Bjtw8uEEpU-JzowUAqi0K4ZOkixLMpY4l9TRYjYVAuZPLJOwdUaa5kc6OTinVSIrWw8oWne7anff6cJjRxmFL0FlYE/s1600/sera.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Utang kita (Indonesia), terutama utang luar negeri, baik utang pemerintah maupun swasta, sudah semakin besar. Berdasarkan data Perkembangan Utang Negara (Pinjaman Luar Negeri &amp;amp; Surat Berharga Negara), Edisi Juni 2010, yang dipublikasikan Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan RI, Posisi Utang Pemerintah pada Mei 2010 telah mencapai Rp.1.609,31 triliun atau USD.175,31 miliar. Terdiri dari Pinjaman LN sebesar USD 63,46 miliar dan SBN sebesar USD 111,84 miliar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam data statistik tersebut, BI dan Kemkeu mendefinisikan utang luar negeri sebagai utang penduduk (resident) yang berdomisili di suatu wilayah teritori ekonomi kepada bukan penduduk (non resident). Konsep terminologi utang luar negeri mengacu pada IMF’s External Debt Statistic: Guide for compilers and Users (2003), beberapa ketentuan pemerintah RI dan Peraturan BI.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Besarnya jumlah utang luar negeri Indonesia itu, telah mencemaskan. Kendati pemerintah berusaha meyakinkan bahwa semakin tingginya nilai nominal utang itu tidak perlu dicemaskan. Karena ratio utang Indonesia terhadap PDB kini sudah berada dalam zona aman yakni 26 persen dari PDB.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzXDwZodkhYqgjOwMPsQJJ11VaIZmETYQ9Xu1lpy1XfbQOtZR9ZB899IU3Y1AvPX98P7ZMHtgDin5fYH-DGvyd7r_aunX5tefXh1KgZWDKCEBu2IZs3aJfHvvtuDXji8bwqRM1myLQNvQ/s1600/srtutang.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzXDwZodkhYqgjOwMPsQJJ11VaIZmETYQ9Xu1lpy1XfbQOtZR9ZB899IU3Y1AvPX98P7ZMHtgDin5fYH-DGvyd7r_aunX5tefXh1KgZWDKCEBu2IZs3aJfHvvtuDXji8bwqRM1myLQNvQ/s1600/srtutang.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Moody’s Investors Service pada (21/6/2010) juga menaikkan peringkat utang Indonesia berdominasi rupiah dan mata uang asing dari stabil menjadi positif dengan level Ba3, atau satu level di bawah investment grade (level layak investasi). Sebagaimana dikutip Reuters Senin (21/6/2010), Moody’s Investors Service menyebut dengan demikian Indonesia memiliki kapasitas yang kuat untuk mewujudkan pertumbuhan berkelanjutan, stabilitas dan efektifitas keuangan dan kebijakan moneter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelumnya, Maret 2010, Standard &amp;amp; Poor’s juga meningkatkan rating utang Indonesia berdominasi mata uang asing dua tingkat di bawah investment grade. Bahkan Januari 2010, Fitch Ratings telah meningkatkan rating Indonesia menjadi satu tingkat di bawah level layak investasi (investment grade).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, justru gencarnya puja-puji ini yang perlu diwaspadai. Pemerintah boleh bangga dengan kenaikan peringkat ini. Tapi kita mendukung pernyataan Menkeu Agus Martowardojo dalam menanggapi hal ini, pemerintah harus semakin berhati-hati dalam menetapkan kebijakan fiskal dan moneter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLyyPeWNYlLfc0vepFmte82EXYVW8bdOJGwfKtGhExCCj2PQT6Sx6fp_5xuaCDKp6Gq-SsMOuQrzsZF6g_-l-lWOCEOi1fYWBGOlbGkEq6Svl7jAEEr5NjX8s5aNF38p-IGFOH-y-x7Hk/s1600/dollar.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLyyPeWNYlLfc0vepFmte82EXYVW8bdOJGwfKtGhExCCj2PQT6Sx6fp_5xuaCDKp6Gq-SsMOuQrzsZF6g_-l-lWOCEOi1fYWBGOlbGkEq6Svl7jAEEr5NjX8s5aNF38p-IGFOH-y-x7Hk/s1600/dollar.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sebab naiknya peringkat utang tersebut juga bermakna bahwa Indonesia yang terus didorong lembaga dan negara-negara maju (kreditor) untuk melanjutkan ketergantungan meminjam (berutang), untuk membayar utang dan bunga yang jatuh tempo, tetapi bukan lagi pinjaman lunak (berbunga rendah) melainkan dengan pinjaman komersial berbunga lebih tinggi. Sehingga, kenaikan peringkat utang ini bisa menjadi perangkap jika pemerintah tidak berhati-hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemerintah, maupun pihak swasta seharusnya lebih berhati-hati, jangan-jangan penawaran pinjaman luar negeri itu justru diskenariokan untuk melanggengkan ketergantungan dan sekaligus mengeruk habis sumber daya alam Indonesia, sebagaimana telah terjadi selama ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemerintah maupun swasta jangan lagi selalu bangga menerima tawaran negara lain atau investor asing yang bersedia memberikan utang, tanpa peruntukan produktif. Jangan lagi ada proyek yang kurang dirasakan manfaatnya tetapi sengaja diada-adakan untuk menampung uluran dana utang. Apalagi bila pemberian pinjaman tersebut diembel-embeli persyaratan yang lebih menguntungkan lembaga atau negara kreditor dan merugikan Indonesia. Antara lain, seperti terjadi selama ini, dipersyaratkan membeli barang produk dan jasa konsultan dari negara kreditor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sadar atau tidak, sesungguhnya ketergantungan kita pada utang telah mengakibatkan kedaulatan pengelolaan ekonomi Indonesia terampas. Kerap kali negara-negara kreditor, melalui Bank Dunia dan IMF, mengintervensi perumusan kebijakan ekonomi Indonesia, sesuai kepentingan mereka. Salah satu yang paling nyata dan berdampak luas adalah langkah IMF yang mendikte Indonesia memberlakukan ekonomi pasar bebas. IMF memaksa pemerintah Indonesia memprivatisasi BUMN serta menghapus subsidi secara total. Bahkan ‘memaksa’ Indonesia menetapkan kebijakan privatisasi BUMN itu dalam Ketetapan MPR. Bukankah hal ini telah membuat kemandirian ekonomi Indonesia semakin rapuh yang pada gilirannya bermuara pada proses penyengsaraan rakyat banyak?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itu, marilah kita hentikan sindrom kebijakan mencari pinjaman luar negeri itu, dengan menggalang kekuatan sendiri dan menegakkan kedaulatan ekonomi negara ini. Memang, pengurangan (penghentian) utang luar negeri, itu memerlukan pemimpin yang visioner dan punya integritas tinggi. Berani bersikap, jujur dan sungguh-sungguh antikorupsi. Akan sangat sulit meninggalkan ketergantungan (ketagihan) berutang jika korupsi masih merajalela dan bahkan semakin canggih. Sebab korupsi telah membuat rakyat semakin sengsara yang pada gilirannya membuat mereka apatis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Korupsi telah mengakibatkan kesiapan rakyat untuk berkorban, bekerja keras dan berpartisipasi semakin rendah. Termasuk dalam hal keikhlasan rakyat (terutama golongan menengah ke atas) membayar pajak. Padahal, kesadaran rakyat (golongan menengah ke atas) membayar pajak sangat diyakini akan mampu mengurangi ketergantungan pemerintah pada utang luar negeri. Hal ini akan bergerak, manakala pemerintah (Presiden) lebih visioner, jujur dan sungguh-sungguh anti koprupsi. Redaksi (Berita Indonesia 78)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : http://www.beritaindonesia.co.id/visi-berita/utang-kita&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Silahkan Berlangganan&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSFM8ZaRP6vT7sZq7LJIyxXjK4YX99rwg0I02wXHrMAyE1VNHR7Bjtw8uEEpU-JzowUAqi0K4ZOkixLMpY4l9TRYjYVAuZPLJOwdUaa5kc6OTinVSIrWw8oWne7anff6cJjRxmFL0FlYE/s72-c/sera.jpeg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>9 Langkah Menuju Sikap Mental Positif</title><link>http://positifitagen.blogspot.com/2010/11/9-langkah-menuju-sikap-mental-positif.html</link><category>Sikap Positif</category><author>noreply@blogger.com (BanyuAdem)</author><pubDate>Mon, 29 Nov 2010 23:41:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2479276574618872324.post-1861185563323068276</guid><description>&lt;b&gt;Selamat Datang di Blog Positif Negatif&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUk3CtFB-xE-vzsv5hg0FE-akYlYB7geuMw81ft3xWZbsVqNjQKm-J1r5IKsOB6Sns6XZTjyy3KeTVntlewmHyjsovDD3exfqGMrlR39yNlP_ufkcjLp5v561SV2AgXJxYUk8kCPJ5iyE/s1600/images1.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="120" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUk3CtFB-xE-vzsv5hg0FE-akYlYB7geuMw81ft3xWZbsVqNjQKm-J1r5IKsOB6Sns6XZTjyy3KeTVntlewmHyjsovDD3exfqGMrlR39yNlP_ufkcjLp5v561SV2AgXJxYUk8kCPJ5iyE/s320/images1.jpeg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Saya baru saja selesai membaca buku berjudul Keys to Positive Thinking karangan Napoleon Hill dan Michael J. Ritt, Jr. (versi Bahasa Indonesia). Menurut saya, buku ini termasuk salah satu buku positif yang luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam postingan blog kali ini, saya akan mengisinya dengan rangkuman apa yang saya baca dalam buku hebat tersebut.&lt;br /&gt;
Jika anda ingin membaca lebih lengkap, anda bisa mendapatkannya di toko buku Gramedia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oke, inilah 9 Langkah Menuju Sikap Mental Positif :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Langkah 1 : Kuasai Pikiran Anda Dengan Penuh Keyakinan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Hanya ada satu jalan menuju sikap mental positif: Anda harus mengendalikan pikiran anda dengan penuh keyakinan. Pikiran kita adalah keajaiban terbesar di alam semesta.&lt;br /&gt;
Setiap orang memiliki harta karun yang menakjubkan yaitu otak dan saraf. Semua orang normal pada prinsipnya mewarisi kekuatan untuk meraih segala hal yang telah diraih oleh orang lain atau sedang berusaha diraih orang lain. Kita memiliki kekuasaan untuk mengarahkan semangat, emosi, naluri, kecendrungan, perasaan, suasana hati, sikap dan perilaku anda menuju sebuah hasil akhir. Terserah anda bagaimana menggunakan semua ini.&lt;br /&gt;
Untuk menangkis segala hal negatif, afirmasikan selalu seperti ini :&lt;br /&gt;
”Pikiran saya adalah milik saya, saya akan mengendalikannya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Langkah 2 : Tetapkan Pikiran Anda pada Apa yang Anda Inginkan dan Singkirkan dari Apa yang Tidak Anda Inginkan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebanyakan cara kita berpikir akan digantikan oleh kata-kata, tetapi pikiran motivasional yang terdalam biasanya berupa gambar, bukan kata-kata. Jika sebuah gagasan muncul, biasanya berupa gambar, bukan sebagai rangkaian kalimat yang berjalan di kepala kita. Gambar adalah cara berpikir paling awal dan paling kuat.&lt;br /&gt;
Oleh karenanya, kita harus belajar mendisiplinkan pikiran kita dan memvisualisasikan hal-hal yang anda inginkan. Jangan biarkan lingkungan atau orang lain mendiktekan bayangan negatif pada kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Langkah 3 : Terapkan Hukum Utama&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlakukan orang lain seperti anda ingin diperlakukan. Sebaliknya jangan memperlakukan orang lain dengan buruk jika kita tidak ingin diperlakukan demikian.&lt;br /&gt;
Carilah hal-hal baik pada setiap orang dan setiap situasi secara konsisten.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Langkah 4 : Singkirkan Semua Pikiran Negatif Melalui Pemeriksaan Diri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagian besar orang tidak menyadari bahwa mereka sedang berpikir negatif kecuali jika mereka secara sadar berusaha untuk memeriksa pikiran, tindakan dan reaksi mereka sendiri. Cukup tanyakan pada diri kita,”apakah ini positif atau negatif?”. Ketika kita gagal menguasai pikiran kita, maka reaksi kita cenderung akan negatif.&lt;br /&gt;
Semakin sering kita berlatih menggunakan sikap mental positif, semakin cepat kita menyadari munculnya pikiran negatif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Langkah 5 : Berbahagialah! Buatlah orang lain bahagia!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Supaya kita merasa bahagia, bertingkahlah seperti orang bahagia! Agar bersemangat, kita harus bertindak dengan penuh semangat.&lt;br /&gt;
Anda pada akhirnya akan mengalami rasa bahagia dan semangat yang akan terlihat dengan sendirinya tanpa anda harus memusatkan perhatian padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Langkah 6 : Bentuklah Kebiasaan Bertolerensi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpikirlah terbuka terhadap orang lain. Cobalah untuk menyukai dan menerima orang lain apa adanya dan bukan menuntut atau berharap mereka bisa seperti yang kita harapkan. Carilah kebaikan dalam diri orang lain dan belajarlah menyukai orang lain.&lt;br /&gt;
Berikut adalah sedikit kutipan dari tulisan Napoleon Hill : ”Berapa lama, oh Tuhan, kami mahluk yang lemah ini akan menyadari kebodohan kami dengan mencoba merusak satu sama lain karena perbedaan agama dan ras?”&lt;br /&gt;
Cinta dan kasih menciptakan lingkungan mental dan fisik dimana sikap mental positif bisa berkembang. Setiap hari, lakukanlah sesuatu yang baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Langkah 7 : Berikan Sugesti Positif Pada Diri Sendiri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sugesti adalah stimulus tertentu yang dikirimkan menuju otak anda lewat kelima indera: penglihatan, pendengaran, perasa, peraba atau pembau. Semuanya adalah jalan yang digunakan oleh untur-unsur eksternal untuk memengaruhi hidup kita setiap hari. Selama proses ini dapat kita kontrol, upayakan agar apa yang masuk dalam kelima indera anda adalah sesuatu yang bermanfaat dan memberikan kebahagiaan. Ambillah hal-hal yang indah saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Langkah 8 : Gunakan Kekuatan Doa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika anda berdoa, percayalah pada apa yang anda minta. Dalam setiap badai, jiwa anda akan mendapat perlindungan dari sebuah doa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Langkah 9 : Tetapkan Tujuan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menetapkan tujuan adalah satu cara untuk menjaga pikiran kita tetap berada pada hal yang kita inginkan, dan menjauhi hal-hal yang tidak kita inginkan.&lt;br /&gt;
Tuliskan tujuan anda dalam selembar kertas. Visualisasikan diri anda sendiri sedang meraih tujuan ini. Buatlah perencanaan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, kemudian ubahlah rencana tersebut menjadi sebuah tindakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oke seperti biasa para pembaca yang budiman, cobalah untuk melakukan apa yang bisa anda lakukan terlebih dahulu, setahap demi setahap. Berpikir dan bertindak positif dibentuk melalui suatu aktivitas yang berulang-ulang dan akhirnya menjadi suatu kebiasaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga bermanfaat bagi para pembaca sekalian. &lt;br /&gt;
Sumber : http://www.akuinginsukses.com/9-langkah-menuju-sikap-mental-positif/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Silahkan Berlangganan&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUk3CtFB-xE-vzsv5hg0FE-akYlYB7geuMw81ft3xWZbsVqNjQKm-J1r5IKsOB6Sns6XZTjyy3KeTVntlewmHyjsovDD3exfqGMrlR39yNlP_ufkcjLp5v561SV2AgXJxYUk8kCPJ5iyE/s72-c/images1.jpeg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Miliki Sikap Positif</title><link>http://positifitagen.blogspot.com/2010/11/miliki-sikap-positif.html</link><category>Sikap Positif</category><author>noreply@blogger.com (BanyuAdem)</author><pubDate>Mon, 29 Nov 2010 23:01:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2479276574618872324.post-8882151490471397359</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiIzbNNgKSRm4NFMqIULAuqu6wE9wEYtn_HIlS4-Bd7EYCqNEmeqdcMNVVt_C-PzGlj8aSRbXDktjvIwCcUYZk9AawbEg062P-cKbiMvBjER1Hl6h3mhvqppVvkOVoC4cNYZBGv7lFhZy8/s1600/images.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiIzbNNgKSRm4NFMqIULAuqu6wE9wEYtn_HIlS4-Bd7EYCqNEmeqdcMNVVt_C-PzGlj8aSRbXDktjvIwCcUYZk9AawbEg062P-cKbiMvBjER1Hl6h3mhvqppVvkOVoC4cNYZBGv7lFhZy8/s1600/images.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.andriewongso.com/artikel/viewarticleprint.php?idartikel=1012"&gt;&lt;b&gt;Eloy Zalukhu - Motivator &amp;amp; Business Trainer&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Selama bertahun-tahun, saya telah menghadiri begitu banyak seminar, membaca ratusan buku, mendengarkan kaset berjam-jam, mewawancarai sejumlah orang sukses, melatih ribuan orang, dan menjalani hidup yang penuh lika-liku. Semuanya itu telah mengukuhkan keyakinan saya bahwa sikap positif sungguh-sungguh merupakan titik awal sekaligus faktor utama dan terpenting dalam perjalanan mencapai kesuksesan dan kebahagiaan sejati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesimpulan di atas jelas bukan penemuan baru. Prinsip yang tak lekang oleh zaman ini memang telah menjadi kosa-kata umum dan digunakan secara populer. Namun bila kita intropeksi diri dan berani berkata jujur, kita mudah menemukan bahwa prinsip tersebut masih jauh dari praktik umum. Padahal ini bukan soal berapa banyak kita tahu tentang pentingnya memelihara sikap positif; ini adalah soal seberapa baik dan seberapa konsisten kita menerapkan pengetahuan itu dalam kehidupan kita sehari-hari.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Karena itu saya berharap tulisan ini menjadi wake-up call bagi setiap pembaca untuk menjadikan sikap positif sebagai prioritas utama. Artinya, jika Anda ingin kenaikan jabatan, jangan hanya bekerja lebih keras - meskipun Anda perlu melakukannya - namun lebih dari itu olah diri Anda sedemikian rupa sehingga Anda menjadi pribadi yang lebih mulia dan bernilai bagi perusahaan. Setelah Anda memiliki sikap yang lebih positif, mereka yang dapat mempromosikan Anda akan melihat bahwa Anda telah melampaui posisi Anda sekarang dan perlu pindah ke posisi yang lebih tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagian orang berkata bahwa sikap adalah segala-galanya, dan saya kira mereka benar. Faktor lain seperti perencanaan yang baik, kerja keras bahkan keterampilan memimpin semua dibangun di atas dasar sikap positif. Tanpa sikap yang baik tidak akan mungkin ada hasil yang baik. Maka tidak jadi soal berapa umur Anda, posisi atau lingkungan Anda sekarang, gender, atau status perkawinan Anda, saya yakin bahwa sikap positif dapat memberikan sesuatu yang sungguh berarti dalam hidup Anda. Kenyataannya, aset paling berharga yang dapat Anda miliki adalah sikap positif. Intinya adalah sikap Anda hari ini menentukan sukses Anda di masa depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal Urban, dalam bukunya berjudul "Life's Greatest Lessons" memaparkan penelitian yang dilakukan di Harvard dan beberapa universitas terkenal lainnya yang membenarkan kesimpulan di atas. Mereka menemukan bahwa sikap jauh lebih penting daripada kecerdasan, pendidikan, bakat, atau keberuntungan. Mereka  menyimpulkan bahwa hampir 85% dari kesuksesan seseorang disebabkan oleh sikap, sedangkan 15% lainnya karena kemampuan. Walaupun sangat sulit memberikan persentase yang spesifik bagi karakteristik semacam ini, namun siapa pun yang pernah mempelajari perilaku manusia akan setuju bahwa titik awal bagi semua kesuksesan adalah sikap positif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berita baiknya adalah Anda mungkin tidak dapat mengubah warna kulit namun Anda dapat mengubah sikap Anda. Banyak peneliti percaya - dan saya setuju sepenuh hati - bahwa sikap positif bukanlah produk genetis atau ketuturunan, melainkan sebuah ciri yang dipelajari dengan pelatihan yang tepat. Karena itu jika Anda memiliki sikap yang buruk, Anda dapat mengubahnya menjadi baik. Jika sikap Anda sudah baik, sikap itu dapat dilatih untuk menjadi lebih baik lagi, mulai dari sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Apa itu Sikap?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun istilah "sikap" merupakan sesuatu yang umum, namun masih banyak yang belum memahami artinya. Setelah membaca cukup banyak referensi saya berhasil menemukan beberapa definisi. Tetapi saya kira yang paling mudah dipahami adalah definisi versi American Heritage Dictionary, yakni: "Cara berpikir atau merasakan dalam kaitannya dengan sejumlah persoalan".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain sikap adalah apa yang terjadi dalam diri seseorang, pikiran - pikiran dan perasaan - perasaan; tentang diri sendiri, orang lain, keadaan dan kehidupan secara umum. Pikiran positif dan perasaan positif itu biasanya bermanifestasi dalam bentuk optimisme yang tinggi, pantang menyerah, percaya diri, mudah bersyukur, sabar, menghargai orang lain, menghargai perbedaan, mudah berteman, mengambil tanggung jawab atas dirinya sendiri atau pantang menyalahkan orang lain dan keadaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang pikirkan beberapa orang yang Anda kenal dan bagi dalam dua kelompok. Orang-orang yang Anda anggap sukses dan bahagia masukkan dalam kelompok A, sementara orang-orang yang Anda anggap kurang sukses dan kurang bahagia  masukkan dalam kelompok B. Kemudian pikirkan dan tuliskan sikap yang mereka miliki masing-masing seperti tingkat optimisme, ketekunan, rasa syukur, kerja keras, kestabilan emosi, dan lainnya. Bila Anda betul-betul melakukannya Anda akan menemukan betapa besar pengaruh sikap positif maupun negatif terhadap kehidupan seseorang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu contoh dari sikap positif diceritakan ulang oleh Zig Ziglar dalam bukunya berjudul "Better than Good"; Majalah Rotarian yang terbit pada bulan Maret 1988 mengisahkan tentang suatu organisasi alam liar yang menawarkan imbalan sebesar lima ribu dollar untuk setiap serigala yang tertangkap hidup-hidup untuk tujuan relokasi. Sam dan Jed menerima tantangan itu dan menjadi pemburu hadiah. Yang terutama merasa yakin adalah Sam; ia yakin dengan pengetahuannya dan Jed yakin tentang habitat serigala, mereka bisa meraih keberuntungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka menghabiskan waktu siang-malam menjelajahi wilayahnya, mencari-cari gerombolan serigala untuk dijadikan sasaran, tetapi tidak sedikit pun melihat sesuatu. Setelah lelah berhari-hari melakukan pencarian, mereka jatuh tertidur jauh di tengah malam, di sekitar api unggun mereka. Sesuatu menyebabkan Sam terbangun dari tidurnya yang nyenyak. Sambil bersandar pada satu siku, ia mendapati dirinya dan Jed dikelilingi oleh kira-kira lima puluh serigala yang menggeram-geram dengan mata yang berkilat-kilat dan gigi-gigi yang diperlihatkan. Ia menyodok Jed dengan tongkat dan berbisik, "Jed! Bangun! Kita kaya!"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sahabatku, kisah di atas adalah contoh tentang sikap positif. Sam adalah orang yang melihat gelas setengah penuh bukan setengah kosong. Ia tipe orang yang optimis!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana dengan Anda, apakah saat ini Anda sedang menghadapi serigala buas dalam pekerjaan, usaha atau keluarga? Semua kita memiliki pengalaman seperti Sam dan Jed. Serigala kita bisa saja datang dalam wujud tuntutan kerja yang semakin meningkat, atasan yang susah dipuaskan, pelanggan yang menyebalkan, atau kompetisi yang semakin menggila.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam wilayah keluarga, serigala itu bisa datang dalam wujud pasangan yang egois dan selalu ingin menang sendiri, atau mungkin putra-putri Anda yang semakin susah untuk diarahkan. Sementara dalam wilayah personal, serigala itu bisa datang dalam bentuk kesehatan yang masih belum membaik, pendidikan dan pengalaman yang terbatas, atau mungkin sekedar kejadian di masa lalu yang masih membawa luka hati hingga hari ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari kemarin, saya mendapat pesan singkat dari seorang peserta Training yang pernah saya adakan di kota Medan. Ia menulis "Pak Eloy, ternyata menuju sukses itu sangat banyak rintangannya...terkadang membuat kita sangat stress." Saya menjawab...:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Iya, rintangan itu merupakan sarapan para juara. Tidak ada kesuksesan sejati tanpa perjuangan dan tidak ada perjuangan tanpa pengorbanan. Setiap kita memiliki rintangannya sendiri. Tinggal terserah kita masing-masing, kita dapat memilih untuk menyerah atau kita memilih untuk bertekun hingga titik darah terakhir. Itu adalah sikap, dan sikap adalah sebuah pilihan."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kiat Praktis&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai di sini mudah-mudahan Anda merasa sudah tidak sabar untuk mendapatkan sejumlah kiat praktis tentang bagaimana membangun sikap positif. Namun saya minta maaf karena topik itu selengkapnya akan saya bahas pada artikel berikutnya. Untuk sementara, mulai saat ini, ketika menghadapi situasi apapun, latih diri Anda untuk memiliki pikiran yang "terbuka".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai contoh, ketika hujan mulai mengguyur Jakarta, Anda berdoa: "Tuhan, kalau benar Engkau mengasihiku, maka halau banjir ini masuk ke dalam rumahku." Doa semacam itu adalah doa orang yang berpikiran tertutup. Ia telah menentukan satu-satunya cara untuk Tuhan membuktikan kasihNya adalah dengan menghentikan air masuk ke dalam rumahnya. Sikap berpikir semacam ini sangat berbahaya, karena Tuhan bisa saja berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Bagi-Ku, jangankan menghalau air masuk ke dalam rumahmu, membelah laut saja Aku mampu. Tetapi kali ini, Aku ingin menunjukkan kasih-Ku kepadamu dengan cara yang berbeda, yakni dengan membiarkan air itu masuk ke dalam rumahmu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuannya, Aku ingin kamu belajar berenang...karena Aku sudah mempersiapkan perkerjaan baru untukmu, dengan posisi dan gaji yang lebih tinggi...semuanya jauh lebih baik dari pekerjaanmu yang sekarang. Namun dalam pekerjaan itu kamu harus bisa berenang. Maka inilah cara-Ku untuk melatihmu berenang agar kamu dapat sukses dalam pekerjaan barumu nanti."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maksudnya adalah jangan menjadi orang yang kaku dan tertutup. Buka pikiran dan Anda akan melihat begitu banyak kesempatan tersedia bagi Anda. Jangan pula tergoda untuk terburu-buru menilai ucapan atau tindakan seseorang berdasarkan asumsi, prasangka ataupun kejadian masa lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih-lebih bila Anda sedang dalam keadaan emosi negatif. Percayalah apapun yang Anda katakan atau lakukan dalam keadaan emosi negatif pasti salah. Karena itu latih diri Anda untuk menjadi lebih tenang ketika menghadapi situasi apapun. Langkah awal untuk bisa memiliki ketenangan adalah dengan membangun hubungan yang baik dengan Tuhan melalui doa, karena dasar dari sikap positif adalah hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sukses untuk Anda!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.andriewongso.com/artikel/viewarticleprint.php?idartikel=1012"&gt;www.eloy-zalukhu.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Silahkan Berlangganan&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiIzbNNgKSRm4NFMqIULAuqu6wE9wEYtn_HIlS4-Bd7EYCqNEmeqdcMNVVt_C-PzGlj8aSRbXDktjvIwCcUYZk9AawbEg062P-cKbiMvBjER1Hl6h3mhvqppVvkOVoC4cNYZBGv7lFhZy8/s72-c/images.jpeg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Membentuk Sikap Positif</title><link>http://positifitagen.blogspot.com/2010/11/membentuk-sikap-positif.html</link><category>Motivasi</category><author>noreply@blogger.com (BanyuAdem)</author><pubDate>Mon, 29 Nov 2010 22:50:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2479276574618872324.post-5971253805569398274</guid><description>Oleh : AnneAhira.com Content Team&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.anneahira.com/motivasi/sikap.htm"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="64" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhHWzrxemkXO6-p_Q8srHrUWFfEdpy-o2QQKDMBdHinkdDi2ofudV69EMzt5X8BNsacUkXXAC9mWnsVtp8699aBxA0hb-CYVwyJgOXATKsbxzdSCAZMkwdUrp6_QyGosMoGYsn6GlCv8Y8/s320/logo-anne-ahira.jpg" width="320" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Sikap  mulai menjadi fokus pembahasan dalam ilmu sosial semenjak awal abad 20. Secara bahasa, Oxford Advanced Learner Dictionary (Hornby, 1974) mencantumkan bahwa attitude, berasal dari bahasa Italia \"attitudine\" yaitu \"Manner of placing or holding the body, dan Way of feeling, thinking or behaving\".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Definisi lain adalah cara menempatkan atau membawa diri, atau cara merasakan, jalan pikiran, dan perilaku. Kata ini bisa juga dimaknai sebagai perasaan seseorang tentang obyek, aktivitas, peristiwa dan orang lain. Perasaan ini menjadi konsep yang merepresentasikan suka atau tidak sukanya (positif, negatif, atau netral) seseorang pada sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Konsep sikap pertama kali diangkat dalam bahasan ilmu sosial pertama kali oleh Thomas (1918), sosiolog yang banyak menelaah kehidupan dan perubahan sosial, yang menulis buku Polish Peasant in Europe and America: Monograph of an Immigrant Group yang merupakan hasil riset yang dilakukannya bersama Znaniecki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sikap muncul dari berbagai bentuk penilaian, yang dikembangkan dalam tiga model, yaitu afeksi, kecenderungan perilaku, dan kognisi. Respon afektif adalah respon fisiologis yang mengekspresikan kesukaan individu pada sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kecenderungan perilaku adalah indikasi verbal dari maksud seorang individu. Respon kognitif adalah pengevaluasian secara kognitif terhadap suatu objek. Kebanyakan individu berperilaku dari hasil belajar sosial dari lingkungannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdapat kaitan antara sikap dan perilaku seseorang, walaupun tergantung pada faktor lain, yang kadang bersifat irasional. Sebagai contoh, seseorang yang menganggap penting transfusi darah belum tentu mendonorkan darahnya. Hal ini masuk akal bila orang tersebut takut melihat darah, yang akan menjelaskan irasionalitas tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sikap dapat mengalami perubahan sebagai akibat dari pengalaman. Tesser (1993) berargumen bahwa faktor bawaan juga dapat berpengaruh dalam hal ini. Aliran musik orang yang cenderung ekstrovert, akan berbeda dengan orang yg introvert.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah seorang ahli yang membahas tentang sikap adalah Carl Jung. Ia mendefinisikannya sebagai kesiapan dari psike untuk bertindak atau bereaksi dengan cara tertentu. Ia sering muncul dalam bentuk pasangan, satu disadari sedang yang lainnya tidak disadari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kadang-kadang kita mendengar istilah kepribadian yang karismatik, yang merupakan kombinasi yang langka dari ciri-ciri yang memancarkan pesona atau daya tarik tertentu.Sikap begitu pentingnya sehingga dapat menjadi lebih penting daripada karakteristik-karakteristik fisik dan mental dalam suatu kepribadiaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sikap positif begitu kuat dapat memperkuat ciri-ciri kepribadian. Ia dapat membuat orang cantik menjadi dua kali lebih cantik. Hal ini dapat mengubah kepribadian yang membosankan menjadi kepribadian yang dipandang orang menarik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia juga bisa \"mencemerlangkan\" karakteristik kepribadian yang lain. Dalam proses ini, citra keseluruhan orang yang bersangkutan menjadi lebih bersinar dan lebih menarik bagi orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasanya tidak perlu diragukan lagi bahwa sikap positif dapat membantu orang menampilkan kepribadian yang sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak orang berbakat, termasuk mereka yang memiliki karakteristik dan karisma yang didambakan orang lain merasa kesepian dan tidak bahagia, baik dalam kehidupan pekerjaan maupun dalam kehidupan pribadi, karena mereka tidak menyadari pentingnya sikap yang positif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : http://www.anneahira.com/motivasi/sikap.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Silahkan Berlangganan&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhHWzrxemkXO6-p_Q8srHrUWFfEdpy-o2QQKDMBdHinkdDi2ofudV69EMzt5X8BNsacUkXXAC9mWnsVtp8699aBxA0hb-CYVwyJgOXATKsbxzdSCAZMkwdUrp6_QyGosMoGYsn6GlCv8Y8/s72-c/logo-anne-ahira.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>