<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5667936900631355691</id><updated>2012-05-28T07:57:19.781+07:00</updated><category term="institution" /><category term="mutual funds" /><category term="general" /><category term="product" /><title type="text">Capital Market For All</title><subtitle type="html">everybody can learn easily&amp;#8482</subtitle><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://produkkapitalis.blogspot.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://produkkapitalis.blogspot.com/" /><link rel="next" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5667936900631355691/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25" /><author><name>Abdalloh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08749483980177692073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://photos.friendster.com/photos/60/76/9376706/1_439256010m.jpg" /></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>33</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/atom+xml" href="http://feeds.feedburner.com/ProdukKapitalis" /><feedburner:info uri="produkkapitalis" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5667936900631355691.post-2321862069284310181</id><published>2010-10-17T17:16:00.003+07:00</published><updated>2010-10-17T18:22:00.663+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="institution" /><title type="text">Perusahaan Efek Sebagai Manajer Investasi</title><content type="html">Mari kita lanjutkan cerita tentang perusahaan efek. &lt;a href="http://produkkapitalis.blogspot.com/2010/10/perusahaan-efek-sebagai-penjamin-emisi.html"&gt;Blog sebelumnya &lt;/a&gt;bercerita tentang perusahaan efek yang memiliki izin sebagai penjamin emisi efek dan perantara pedagang efek, berarti sekarang saatnya untuk bercerita tentang perusahaan efek yang memiliki izin sebagai manajer investasi. Looh kok bisa bentuknya perusahaan tapi kok izinnya perorangan sebagai manajer investasi? naaah, ini yang harus diingat juga yah, bahwa manajer dalam konteks ini bukan berarti perorangan karena untuk pasar modal Indonesia izin perorangan untuk pengelolaan aset investasi itu disebut dengan wakil manajer investasi (WMI). Halah apa pula itu? Ok, gini aja sekarang abaikan dulu tentang WMI, kita fokus membahas tentang manajer investasi dulu yah. &lt;em&gt;Next&lt;/em&gt; blog, Insya Alloh kita akan cerita khusus tentang izin-izin perorangan yang ada di Indonesia dalam konteks industri pasar modal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti juga dengan izin kegiatan perusahaan efek yang lainnya, perusahaan efek yang akan menjalankan kegiatan sebagai manajer investasi harus mendapatkan izin dari &lt;a href="http://www.bapepam.go.id/"&gt;Bapepam dan LK&lt;/a&gt; terlebih dahulu. Hal tersebut secara tegas di atur dalam UU No. 8 Tahun 1998 tentang Pasar Modal khususnya pasal 34. Naah, apa sih kegiatan utama dari perusahaan efek yang menjadi manajer investasi? pastinya perusahaan efek ini berhak untuk mengelola investasi di pasar modal dong hehehe. Agar lebih mantaf penjelasannya, mari kita lihat dalam penjelasan pasal 34 tersebut. Dalam penjelasannya, disebutkan bahwa kegiatan utama manajer investasi adalah memberikan nasehat untuk menjual dan membeli efek termasuk pemeringkat efek yah, makanya bahasa yang digunakan dalam UU PM adalah penasehat investasi bukan manajer investasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naah, yang menarik apabila kita coba telusuri peraturan &lt;a href="http://www.bapepam.go.id/"&gt;Bapepam dan LK&lt;/a&gt; yang mengatur tentang manajer investasi. Terdapat dua kumpulan peraturan yang berbeda looh antara penasehat investasi dengan manajer investasi. Padahal dalam UU PM tidak dibedakan antara manajer investasi dan penasehat investasi looh. Ok, sekarang kita lihat di peraturan pemerintah yang berfungsi mengelaborasi UU PM. Peraturan pemerintah yang mengatur tentang kegiatan pasar modal di Indonesia adalah PP No 45 tahun 1995. Ternyata dalam PP tersebut juga sami mawon nih, ketika berbicara tentang izin perusahaan efek, salah satunya adalah manajer investasi tetapi ketika dalam uraiannya tidak ada istilah manajer investasi yang ada adalah penasehat investasi yang diatur dalam Bab VI. Hehehe, ok kita ambil kesimpulan aja yah bahwa manajer investasi dan penasehat investasi dalam PP No. 45 dan UU PM adalah mahluk yang sama. Terus kalo dalam peraturan Bapepam dan LK gimana dong?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peraturan Bapepam dan LK yang mengatur tentang manajer investasi ada 9 peraturan sedangkan yang mengatur tentang penasehat investasi ada 11 peraturan. Semuanya adalah peraturan yang berbeda yaah jadi tidak ada peraturan yang &lt;em&gt;over lapping&lt;/em&gt; atau satu peraturan mengatur manajer investasi sekaligus penasehat investasi. Kita coba lihat di salah satu peraturan yah, di peraturan No. V.C.1 tentang perizinan penasehat investasi ternyata ada yang disebut dengan penasehat investasi perorangan dan penasehat investasi berbentuk perusahaan. Aha, berarti ada dua jenis penasehat investasi dong. Naah, khusus untuk pemeringkat efek, izinnya adalah khusus untuk perusahaan yah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, sekarang kita lihat salah satu peraturan yang mengatur tentang manajer investasi. Dalam peraturan V.D.11 tentang Pedoman Pelaksanaan Fungsi-fungsi Manajer Investasi, meskipun tidak ada kalimat atau kata yang secara ekplisit menyebutkan bahwa manajer investasi itu adalah berbentuk perusahaan tetapi dalam uraiannya jelas terlihat bahwa yang di maksud dengan manajer investasi itu adalah berbentuk perusahaan. Ngga percaya nih? kita lihat deh pasal 1 nya, dalam pasal tersebut secara jelas disebutkan bahwa manajer investasi harus memiliki minimal 10 fungsi dalam menjalankan usahanya yang dilakukan oleh karyawan yang berbeda dengan izin wakil perusahaan efek yang berbeda juga. Tuuhkan, jelas dong ngga mungkin manajer investasi itu adalah perorangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, dapat kita katakan bahwa manajer investasi itu adalah penasehat investasi yang berbentuk perusahaan dong. Nah, kalo versi global apa sih yang dimaksud dengan investment manager itu? kalo ingin tau, silahkan gunakan investopedia search dalam blog ini yah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5667936900631355691-2321862069284310181?l=produkkapitalis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ProdukKapitalis/~4/7cxc-1TRzS8" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://produkkapitalis.blogspot.com/feeds/2321862069284310181/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5667936900631355691&amp;postID=2321862069284310181&amp;isPopup=true" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5667936900631355691/posts/default/2321862069284310181" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5667936900631355691/posts/default/2321862069284310181" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ProdukKapitalis/~3/7cxc-1TRzS8/perusahaan-efek-sebagai-manajer.html" title="Perusahaan Efek Sebagai Manajer Investasi" /><author><name>Abdalloh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08749483980177692073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://photos.friendster.com/photos/60/76/9376706/1_439256010m.jpg" /></author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://produkkapitalis.blogspot.com/2010/10/perusahaan-efek-sebagai-manajer.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5667936900631355691.post-947477926451242261</id><published>2010-10-10T14:38:00.003+07:00</published><updated>2010-10-10T15:29:48.373+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="institution" /><title type="text">Perusahaan Efek Sebagai Penjamin Emisi Efek</title><content type="html">Di Indonesia, yang disebut dengan perusahan efek itu terdiri dari 3 jenis izin usaha: penjamin emisi efek, perantara pedagang efek dan atau manajer investasi. blog sebelum ini bercerita tentang perusahaan efek secara global , naah sekarang saatnya kita bercerita tentang masing-masing izin usaha tersebut. Oh iya, satu hal yang harus diingat bahwa perusahaan efek dapat memiliki satu atau lebih dari semua izin tersebut sepanjang disetujui oleh &lt;a href="http://www.bapepam.go.id/"&gt;Bapepam dan LK&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama-tama kita kenalan dulu sama izin usaha sebagai penjamin emisi efek yah. Perusahaan efek yang mempunyai izin sebagai penjamin emisi efek dapat juga menjalankan usaha sebagai perantara pedagang efek looh. Naah yang aneh itu sebaliknya, kalau perusahaan efek hanya mempunyai izin perantara pedagang efek maka perusahaan efek tersebut tidak boleh menjalankan usaha emisi efek. Artinya, perusahaan efek tersebut harus mengajukan izin lagi kaan. kok bisa yah? tanya yang berwenang deh hehe. Keterangan tersebut bukan karangan saya looh tapi tertuang dalam peraturan Bapepam dan LK No. V.A.1 tentang Perizinan Perusahaan Efek khususnya di Pasal 1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau perusahaan efek sudah memperoleh izin sebagai penjamin emisi efek maka perusahaan efek tersebut boleh menjalankan usaha penjaminan emisi efek dan usaha korporasi lainnya yang diperlukan oleh perusahaan yang akan menerbitkan efek, khususnya lagi perusahaan yang akan mencatatkan efeknya di &lt;a href="http://www.idx.co.id/"&gt;Bursa Efek Indonesia&lt;/a&gt;. Karena dapat juga menjalan usaha sebagai perantara pedagang efek maka perusahaan efek yang sudah mempunyai izin sebagai penjamin emisi efek juga berhak melakukan usaha jual beli efek baik untuk keperluan sendiri maupun pihak lain. Halah ribet amat yah penjelasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara sederhananya perusahaan efek ini boleh mencari calon emiten trus memprosesnya sampai jadi emiten, naah setelah emiten tercatat di BEI, perusahaan efek ini juga berhak melakukan transaksi sahamnya. Dengan demikian, maka jelaslah bahwa perusahaan efek yang berhak menjalankan amanat investor untuk transaksi efek di &lt;a href="http://www.idx.co.id/"&gt;Bursa Efek Indonesia&lt;/a&gt; hanyalah perusahaan efek yang mempunyai izin sebagai penjamin emisi efek dan atau perantara pedagang efek. Jangan salah yah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan selanjutnya darimana investor tau perusahaan efek mana saja yang mempunyai izin usaha tersebut. Tenang, tidak perlu tanya satu-satu yah, cape bow hehe, cukup lihat &lt;a href="http://www.bapepam.go.id/pasar_modal/data_pm/pe.htm"&gt;daftarnya&lt;/a&gt; di Bapepam-LK.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5667936900631355691-947477926451242261?l=produkkapitalis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ProdukKapitalis/~4/KJ8W5K9EDV0" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://produkkapitalis.blogspot.com/feeds/947477926451242261/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5667936900631355691&amp;postID=947477926451242261&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5667936900631355691/posts/default/947477926451242261" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5667936900631355691/posts/default/947477926451242261" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ProdukKapitalis/~3/KJ8W5K9EDV0/perusahaan-efek-sebagai-penjamin-emisi.html" title="Perusahaan Efek Sebagai Penjamin Emisi Efek" /><author><name>Abdalloh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08749483980177692073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://photos.friendster.com/photos/60/76/9376706/1_439256010m.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://produkkapitalis.blogspot.com/2010/10/perusahaan-efek-sebagai-penjamin-emisi.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5667936900631355691.post-2933489483115418520</id><published>2010-06-06T17:41:00.004+07:00</published><updated>2010-10-10T15:38:23.039+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="institution" /><title type="text">Securities Company</title><content type="html">&lt;em&gt;Welcome Back&lt;/em&gt;!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi malu nih, blog ini sempet &lt;em&gt;off&lt;/em&gt; cukup lama lebih dari 1 tahun. Ok mulai dari sekarang, Insya Alloh, blog ini akan segera aktif lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, kita coba untuk "menelanjangi" mahluk yang bernama perusahaan efek, hihi istilahnya serem yah. Apa sih perusahaan efek itu? hhmm kalo sempet baca blog-blog saya di awal sudah beberapa kali mahluk yang bernama perusahaan efek di singgung (kalo belum sempet segeralah baca hehe). Selain istilah perusahaan efek, sering juga digunakan istilah perusahaan sekuritas loh, naah kalo penah denger istilah tersebut maksudnya sama dengan perusahaan efek yah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara sederhana, perusahaan efek adalah perusahaan yang 'bergaul' dengan efek atau sekuritas atau produk-produk pasar modal. Loh kenapa pake istilah bergaul yah bukan jual beli saja? karena perusahaan efek itu tidak hanya melakukan jual beli efek saja tetapi bisa juga melakukan bisnis lainnya. Jadi kalau kita pake istilah jual beli efek doang, nanti salah kesimpulan, terus blog ini yang disalahin hehehe. Di Indonesia, suatu perusahaan bisa menjadi perusahaan efek apabila sudah mendapat izin operasional dari Bapepam-LK. Nah, kegiatan bisnisnya ada tiga jenis yah, hal ini sesuai dengan &lt;a href="http://bapepam.go.id/pasar_modal/regulasi_pm/uu_pm/index.htm"&gt;UU No 8 1995 tentang Pasar Modal&lt;/a&gt; maupun &lt;a href="http://bapepam.go.id/pasar_modal/regulasi_pm/peraturan_pm/index.htm"&gt;Peraturan Bapepam-LK&lt;/a&gt;. Secara khusus, tentang perusahaan efek di bahas di &lt;a href="http://bapepam.go.id/pasar_modal/regulasi_pm/uu_pm/bab_V.htm"&gt;Bab V UU Pasar Modal&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://bapepam.go.id/pasar_modal/regulasi_pm/peraturan_pm/index.htm#pe"&gt;sekumpulan peraturan Bapepam-LK&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Izin usaha perusahaan efek di Indonesia terdiri dari 3 yaitu: penjamin emisi efek, perantara pedagang efek dan manajer investasi. Nah loh, apa bedanya tuh antara masing-masing kegiatan usaha tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oke, kita lanjutkan di blog berikutnya yah, udah magrib nih hehe. Oh iya, biar cerita perusahaan efek ini lebih jelas, wajib hukumnya untuk mengenal dulu efek. Itulah sebabnya, sebelum baca blog ini coba baca dulu tentang &lt;a href="http://produkkapitalis.blogspot.com/2007/10/apa-sih-yang-di-jual-di-pasar-modal.html"&gt;produk pasar modal&lt;/a&gt; yah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5667936900631355691-2933489483115418520?l=produkkapitalis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ProdukKapitalis/~4/t_8WGNWhQJQ" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://produkkapitalis.blogspot.com/feeds/2933489483115418520/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5667936900631355691&amp;postID=2933489483115418520&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5667936900631355691/posts/default/2933489483115418520" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5667936900631355691/posts/default/2933489483115418520" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ProdukKapitalis/~3/t_8WGNWhQJQ/securities-company-1.html" title="Securities Company" /><author><name>Abdalloh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08749483980177692073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://photos.friendster.com/photos/60/76/9376706/1_439256010m.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://produkkapitalis.blogspot.com/2010/06/securities-company-1.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5667936900631355691.post-8037290206571237894</id><published>2008-10-26T22:50:00.002+07:00</published><updated>2008-10-26T23:20:05.208+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="general" /><title type="text">Apa sih Auto Rejection itu ?</title><content type="html">Mahluk lain yang sekarang lagi gentayangan di bursa efek hampir di seluruh dunia dan terutama di Indonesia adalah &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;auto rejection&lt;/span&gt;. Mahluk apa lagi nih ? apa bedanya sama &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;a href="http://produkkapitalis.blogspot.com/2008/10/why-is-market-suspended.html"&gt;market suspension&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; yang sebelumnya pernah kita bahas ? saya sepertinya perlu bercerita tentang mahluk &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;auto rejection&lt;/span&gt; ini karena setelah diperhatikan ternyata keberadaan mahluk ini menjadi perdebatan yang menarik di pasar. Pemicunya ? sepertinya gara-gara &lt;a href="http://www.idx.co.id/"&gt;BEI&lt;/a&gt; mengeluarkan &lt;a href="http://www.idx.co.id/NewsAnnouncements/EventsPressRelease/tabid/124/articleType/ArticleView/articleId/320/Default.aspx"&gt;surat edaran&lt;/a&gt; mengenai hal ini.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Secara sederhana, &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;auto rejection&lt;/span&gt; itu berarti mesin secara otomatis akan menolak setiap transaksi yang menyentuh batas yang telah ditentukan. Halah masih bingung nih! mari kita lihat ilustrasi sederhana deh:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;misalnya harga TLKM 5000&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;auto rejection&lt;/span&gt; untuk jual 10% dan untuk beli 10%&lt;/div&gt;&lt;div&gt;berarti maksimal kenaikan  harga TLKM adalah 5000 + (10% x 5000) = 5500, sedangkan penurunannya adalah 5000 - (10% x 5000) = 4500&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Berarti TLKM tidak bisa ditransaksikan melebihi kedua harga tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Terus kenapa sih kok jadi perdebatan ? yaa karena berdampak terhadap potensi keuntungan, soalnya kalau kenaikan dibatasi hanya 10% berarti kita ngga bisa nyari untung gede-gedean tuh, maksimal kan yaa cuma 10% itu, padahal pasar lagi fluktuatif begini wuaaah mantap untuk mencari keuntungan yang sebesar-besarnya nih.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Terus kenapa &lt;a href="http://www.idx.co.id/"&gt;BEI&lt;/a&gt; sekarang ngebatasin yah, padahal kan sebelumnya kebijakannya ngga begini deh! penyebabnya adalah karena pasar kan lagi gonjang ganjing ngga jelas nih dan kebanyakan disebabkan bukan oleh faktor fundamental sahamnya, naah daripada pasar makin ngga stabil gara-gara ada pelaku yang mengambil kesempatan dalam kondisi tersebut, mending dibatasi deh sementar oleh &lt;a href="http://www.idx.co.id/"&gt;BEI&lt;/a&gt; biar pasar bisa stabil lagi. Gitu ceritanya...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Emang BEI sebelumnya udah punya gitu kebijakan &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;auto rejection&lt;/span&gt; ini ? sudah ada tuh! tetapi konsep kebijakannya agak beda dengan yang lagi diterapkan sekarang ini. Apa sih bedanya ? nanti deh di blog selanjutnya kita cerita lagi yah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jadi, jelas beda dong antara &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;auto rejection&lt;/span&gt; dengan market suspension! sederhananya kalau auto rejection transaksi di tolak tetapi perdagangan tidak berhenti naah kalau &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;market suspension&lt;/span&gt; yaa pasar bener-bener di berhentiin tuh! udah pasti dong kalau pasar lagi berhenti gitu, yaa ngga mungkinlah bertransaksi. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5667936900631355691-8037290206571237894?l=produkkapitalis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ProdukKapitalis/~4/iNZnFLzyxUM" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://produkkapitalis.blogspot.com/feeds/8037290206571237894/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5667936900631355691&amp;postID=8037290206571237894&amp;isPopup=true" title="2 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5667936900631355691/posts/default/8037290206571237894" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5667936900631355691/posts/default/8037290206571237894" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ProdukKapitalis/~3/iNZnFLzyxUM/apa-sih-auto-rejection-itu.html" title="Apa sih Auto Rejection itu ?" /><author><name>Abdalloh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08749483980177692073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://photos.friendster.com/photos/60/76/9376706/1_439256010m.jpg" /></author><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://produkkapitalis.blogspot.com/2008/10/apa-sih-auto-rejection-itu.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5667936900631355691.post-7708286241010986812</id><published>2008-10-15T21:18:00.004+07:00</published><updated>2008-10-15T22:21:02.003+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="general" /><title type="text">Is it possible ?</title><content type="html">&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;T&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;emen kuliah saya di paramadina melontarkan suatu pertanyaan yang cukup menggelitik yang mendorong saya mencoba untuk berbagi cerita disini "apakah mungkin bursa efek tanpa adanya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;short selling&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;margin trading&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;derivatives&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; ?" hipotesa saya, pertanyaan ini muncul karena banyak analisa yang mengatakan bahwa gonjang ganjing pasar modal saat ini gara-gara ketiga faktor tersebut. Hhmmm mungkin ngga yah ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Sebelum kita mencoba menjawab pertanyaan tersebut, hal yang perlu kita coba cari tahu terlebih dahulu adalah apa sih sebenarnya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;short selling&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;margin trading&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;derivatives&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; itu ? Ok, kita coba urai satu persatu yah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Dari &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Short_selling"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;wikipedia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; didapatkan definisi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;short selling&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; sebagai berikut&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; "&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  line-height: 19px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;In &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Finance" title="Finance" style="text-decoration: none; color: rgb(0, 43, 184); background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; background-position: initial initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;finance&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;short selling&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; or &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;"shorting"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; is the practice of selling a &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Financial_instrument" title="Financial instrument" style="text-decoration: none; color: rgb(0, 43, 184); background-image: none; background-repeat: initial; background-attachment: initial; -webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-color: initial; background-position: initial initial; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;financial instrument&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; that the seller does not own at the time of the sale. Short selling is done with intent of later repurchasing the financial instrument at a lower price. Short-sellers attempt to profit from an expected decline in the price of a financial instrument" &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  line-height: normal; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;maksudnya apa yah ? itu loh jual barang tapi barangnya belum punya terus beli kembali barang yang sama di harga yang rendah. Terus darimana dia dapet untung ? ya itu dari selisih jual pas harga mahal dan beli pas harga rendah. Loh kok bisa seh ? bisa dong, kan dalam transaksi bursa ada &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;time lag&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; antara saat transaksi dengan saat delivery barang dan uang, bahasa pasarnya sih beli atau jual sekarang tapi barang dan bayarnya diserahterimakan nanti. Terus kenapa sekarang di larang ? karena investor yang melakukan short berharap harga turun jadi semakin harga turun mereka semakin senang tuh. Nah, kalau tidak di larang, mereka akan terus nge-short sehingga harga akan terus drop dong.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  line-height: 19px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  line-height: normal; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Terus kalau margin trading apa yah ? dari &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.investordictionary.com/definition/margin+trading.aspx"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;investor dictionary&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; di dapat definisi margin trading sebagai berikut "&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;The use of borrowed money to buy securities with the expectation of magnifying profits. Margin trading can lead greater returns, but is also very risky." &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Maksudnya itu misalnya punya uang cuma 100 tapi beli barang lebih dari seratus, nah sisanya pinjem dulu dengan harapan nanti dapat untung pas jual kembali  barang. Terus kenapa berbahaya ? karena sangat beresiko, yaaa gimana ngga beresiko lha wong besar pasak daripada tiang toh. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  line-height: 19px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  line-height: normal; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Sederhananya, short selling berbahaya karena jual tapi ngga punya barangnya sedangkan margin trading berbahaya karena beli barang tapi ngga ada duitnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  line-height: 19px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  line-height: normal; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Terus kalau derivatives apa yah ? dalam konteks produk pasar modal bisa lihat blog saya sebelumnya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://produkkapitalis.blogspot.com/2007/11/sekilas-tentang-derivatif.html"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;sekilas tentang derivatif.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; Hehehe sengaja tidak saya uraikan lagi biar jalan-jalan di blognya lebih lama.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  line-height: 19px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  line-height: normal; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Jadi kembali ke pertanyaan awal, sudah jelas dong jawabannya bahwa sangat mungkin bursa efek ada tanpa ketiga faktor tersebut. Lha wong ketiga hal tersebut adalah hasil kreasi atau pengembangan dari kegiatan bursa efek yang telah ada. Kita lihat di &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.idx.co.id/"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;BEI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; deh, produk derivatifnya baru diluncurkan tahun 2004, jadi masih baru toh, sebelumnya tanpa derivatif &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.idx.co.id/"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;BEI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; bisa berjalan dengan baik kan. Apalagi kebijakan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;short selling&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;margin trading&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;, wuiih itu sih baru banget di&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  "&gt;&lt;a href="http://www.idx.co.id/"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; BEI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;. Kalau begitu, terus kenapa regulator mengeluarkan kebijakan-kebijakan tersebut  ? Ngga diaturpun sebenarnya banyak pelaku pasar yang telah melakukan transaksi-transaksi tersebut, naah daripada bergerak dalam ranah ilegal mending diatur saja oleh regulator sehingga bisa diawasi dan di kontrol dengan ketat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  line-height: 19px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  line-height: normal; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;So, buat teman yang nanya mudah-mudahan cerita singkat ini bisa menjawab pertanyaannya yah.        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5667936900631355691-7708286241010986812?l=produkkapitalis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ProdukKapitalis/~4/vhH1kbWGhgA" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://produkkapitalis.blogspot.com/feeds/7708286241010986812/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5667936900631355691&amp;postID=7708286241010986812&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5667936900631355691/posts/default/7708286241010986812" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5667936900631355691/posts/default/7708286241010986812" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ProdukKapitalis/~3/vhH1kbWGhgA/is-it-possible.html" title="Is it possible ?" /><author><name>Abdalloh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08749483980177692073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://photos.friendster.com/photos/60/76/9376706/1_439256010m.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://produkkapitalis.blogspot.com/2008/10/is-it-possible.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5667936900631355691.post-2985685663431250632</id><published>2008-10-08T20:26:00.004+07:00</published><updated>2008-10-08T22:03:54.465+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="general" /><title type="text">Why is market suspended ?</title><content type="html">&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Heboh! cerita pasar modal Indonesia hari ini, sampai-sampai saya lagi cuti juga di tanya oleh temen tentang kejadian pasar hari ini. Ya gimana lagi, akhirnya saya pantau juga perkembangannya. Pertanyaan teman saya yang mendorong saya segera ngeblog (padahal sih masih capee deh setelah berjuang jadi supir demi arus balik hehhe), "wan, kenapa perdagangan di bursa dihentikan ?" bener juga yah, kenapa coba pasar mesti dihentikan ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Oke, sebelum kita bercerita tentang kenapa, kita coba cari tahu dulu apa sih mahluk yang bernama &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;market suspended&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; itu ? menariknya adalah kalau kita &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;search&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; di &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Special:Search?search=market+suspended&amp;amp;go=Go"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;wikipedia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; dengan key &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;market suspended &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;maka yang muncul adalah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" line-height: 19px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;There is no page titled "market suspended", &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" line-height: normal; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;aneh kan ? nah, lain lagi kalau kita &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;search&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; via&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.investopedia.com/search/searchresults.aspx?q=market+suspended&amp;amp;submit=go"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; investopedia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;, memang sih tidak ada juga kata tersebut tetapi ada pilihan lain diantaranya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;suspended trading&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;trading halt&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;. Kalau berdasarkan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.investorwords.com/657/buy_stop_order.html"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;investor word&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;suspended market&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; itu sering disebut juga sebagai &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;buy stop order&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;. Nah looh, jadi apa sih &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;market suspended&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; itu ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" line-height: 19px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" line-height: normal; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Bayangkan kalau PD Pasar Jaya tiba-tiba mengumumkan bahwa pasar inpres akan di tutup sejak jam 12.00. Artinya, setelah jam tersebut semua pelaku pasar inpres, baik pedagang maupun pembeli, tidak boleh melakukan transaksi perdagangan. Pedagang yang lagi buka jongko, pembeli yang lagi lihat-lihat barang sampai proses tawar menawar yang sedang terjadipun otomatis berhenti. Nah, seperti itulah yang dimaksud dengan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;market suspeded&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;, dimana perusahaan efek maupun investor diberhentikan dahulu aktivitas transaksinya sejak keputusan tersebut dikeluarkan. Artinya semua pelaku di larang melakukan transaksi sampai dengan suspensi-nya dicabut oleh pihak regulator. Sederhananya, pasar di tutup oleh pengelola pasar. Coba simak pengumuman &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.idx.co.id/"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;BEI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; tentang suspensi tersebut &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.idx.co.id/NewsAnnouncements/EventsPressRelease/tabid/124/articleType/ArticleView/articleId/280/Default.aspx"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;disini&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" line-height: 19px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" line-height: normal; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Terus, kenapa sih di tutup ? alasan terbanyak adalah karena terjadinya penurunan indeks yang cukup signifikan yang tidak mencerminkan kondisi sebenarnya dari kinerja pasar. Maksudnya apa ? gampangnya sih anggap saja indeks turun karena alasan yang ngga jelas gitu deh. Nah, batasan cukup signifikan ini sangat relatif tergantung dari kondisi dan kedewasaan dari pasar modal suatu negara. Biasanya, ukuran signifikan ini di ukur ke dalam prosentase penurunan indeksnya, misalnya BEI dihentikan karena dalam jangka waktu sekitar 1 jam 30 menit IHSG telah turun sekitar 10,38%. Artinya, pihak regulator melihat angka tersebut dianggap sebagai cukup signifikan untuk pasar modal Indonesia tetapi belum tentu di negara lain looh, misalnya di Rusia angka 6,37% sudah mendorong regulatornya melakukan suspensi pasar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" line-height: 19px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" line-height: normal; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Nah, apa sih tujuannya ? coba bayangkan kalau tiba-tiba harga saham dari 1000 hanya dalam tempo 1,5 jam tinggal 900, apa ngga panik tuh! biasanya kalau manusia panik sudah hilang akal sehatnya kan, maka akan terjadilah transaksi di luar kebiasaan atau sering disebut dengan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;panic transaction &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;(lebih tetapnya lagi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;panic selling&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;). Bayangkan lagi kalau kepanikan tersebut di respon oleh kepanikan lagi oleh investor lainnya, maka harga saham akan terus turun dan investor akan sangat dirugikan. Jadi, alasan regulator melakukan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;market suspension&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; itu adalah untuk melindungi investor dong ! yap benul sekali.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" line-height: 19px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" line-height: normal; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Mudah-mudahan sudah jelas dong mahluk apa sebenarnya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;market suspension&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; itu. Sedikit saran dari saya dalam menghadapi kondisi pasar seperti ini adalah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://produkkapitalis.blogspot.com/2008/06/dont-be-panic.html"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;don't be panic&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;! tetaplah berpikir normal dan konsisten dengan tujuan awal investasi karena pada suatu waktu pasar akan kembali menemukan kondisi ekuilibriumnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Oh ya, udah lihat om pasikom di Kompas hari ini ? itu adalah gambaran jelas dari blog saya sebelum ini, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://produkkapitalis.blogspot.com/2008/09/why-market-crash.html"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;why market crashed&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; ? hehehe jangan-jangan om pasikom terinspirasi dari blog saya neh, huhuhu kembali narsis deh.      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5667936900631355691-2985685663431250632?l=produkkapitalis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ProdukKapitalis/~4/kbrJ2UldgBU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://produkkapitalis.blogspot.com/feeds/2985685663431250632/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5667936900631355691&amp;postID=2985685663431250632&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5667936900631355691/posts/default/2985685663431250632" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5667936900631355691/posts/default/2985685663431250632" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ProdukKapitalis/~3/kbrJ2UldgBU/why-is-market-suspended.html" title="Why is market suspended ?" /><author><name>Abdalloh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08749483980177692073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://photos.friendster.com/photos/60/76/9376706/1_439256010m.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://produkkapitalis.blogspot.com/2008/10/why-is-market-suspended.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5667936900631355691.post-2432709524671550206</id><published>2008-09-29T14:26:00.003+07:00</published><updated>2008-09-29T14:55:32.188+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="general" /><title type="text">why market crash ?</title><content type="html">Menarik untuk disimak pergerakan pasar modal di dunia beberapa waktu ini, terutama sejak lehman brothers mengaku bangkrut. Banyak cerita dengan berbagai versi dan banyak analisa yang sudah dikeluarkan baik penyebab maupun dampak yang akan terjadi. Dalam hal ini, saya tidak akan cerita maupun ikut-ikutan menjadi analis loh tetapi yang ingin disampaikan adalah &lt;em&gt;behind story why this happen&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba deh googling dengan masukan nama lehman brothers, akan sangat banyak analisa dan cerita mengenai kebangkrutannya. Tapi yang menarik adalah dari semua cerita tersebut ternyata buntut-buntutnya karena satu hal yaitu lehman brothers telah melanggar &lt;em&gt;rule number one&lt;/em&gt; dalam berinvestasi: &lt;em&gt;&lt;a href="http://produkkapitalis.blogspot.com/2008/04/tips-2-dont-be-greedy.html"&gt;DON'T BE GREEDY&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita yang paling nyata yang bisa kita pelajari dari gunjang ganjing pasar modal abad ini adalah ternyata &lt;em&gt;being greedy&lt;/em&gt; akan berdampak tidak sehat bagi pasar. Ketika &lt;em&gt;greedy&lt;/em&gt; sudah hinggap, biasanya pelaku akan semakin tidak terkendali dan lama-kelamaan akan melanggar etika-etika investasi lainnya. So, buat kita yang baru belajar untuk berinvestasi, ini adalah contoh konkret yang sangat jelas untuk menerapkan &lt;a href="http://produkkapitalis.blogspot.com/2008/04/tips-2-dont-be-greedy.html"&gt;tips no. 2&lt;/a&gt; yang sudah saya sampaikan pada blog sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, &lt;em&gt;why market crash&lt;/em&gt; ? ini semua terjadi bukan karena sistem maupun karena produknya yang salah tetapi karena adanya sekelompok &lt;em&gt;educated investor&lt;/em&gt; yang sudah lupa diri dan menjadi &lt;em&gt;greedy&lt;/em&gt; agar dapat meningkatkan performa &lt;em&gt;short term&lt;/em&gt;. Mereka lupa bahwa pasar modal adalah pasar jangka panjang dan mereka lupa bahwa &lt;em&gt;greedy&lt;/em&gt; sangat berbahaya bagi kelangsung hidup pasar modal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin mereka harus membaca blog &lt;em&gt;capital market for all&lt;/em&gt; yah, hehehe sori narsis dikit.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5667936900631355691-2432709524671550206?l=produkkapitalis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ProdukKapitalis/~4/FrJ-jRjE_tA" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://produkkapitalis.blogspot.com/feeds/2432709524671550206/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5667936900631355691&amp;postID=2432709524671550206&amp;isPopup=true" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5667936900631355691/posts/default/2432709524671550206" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5667936900631355691/posts/default/2432709524671550206" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ProdukKapitalis/~3/FrJ-jRjE_tA/why-market-crash.html" title="why market crash ?" /><author><name>Abdalloh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08749483980177692073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://photos.friendster.com/photos/60/76/9376706/1_439256010m.jpg" /></author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://produkkapitalis.blogspot.com/2008/09/why-market-crash.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5667936900631355691.post-4069812201405728788</id><published>2008-09-14T23:33:00.004+07:00</published><updated>2008-09-14T23:57:43.153+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="product" /><title type="text">Exchange Traded Funds (ETF) seri ke 2</title><content type="html">Mari kita lanjutkan cerita tentang perbedaan dan persamaan antara ETF dengan reksadana. ETF relatif lebih transparan dibandingkan dengan reksadana. Loh kok bisa ? bisa banget lah, karena ETF itu diperdagangkan di bursa maka jelas transparan dong, maksudnya adalah pergerakan harganya bisa kita pantau kapanpun. Nah, kalo reksadana harganya baru dapat kita ketahui T+1 dari saat kita transaksi. Maksudnya gimana sih ? Kalau kita mau melakukan jual beli ETF, kita bisa langsung melihat pada harga berapa kita mau bertransaksi melalui informasi real time yang diberikan bursa, sama seperti saham sedangkan kalau kita bertransaksi reksadana, maka kita baru mengetahui pada harga berapa kita bertransaksi adalah pada besok hari.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Berarti untuk reksadana, timbul resiko perbedaan harga dong antara harga yang diharapkan pada saat transaksi dengan harga realisasinya ? yap, betul bangget tuh. Kalau di ETF resiko tersebut hampir tidak mungkin terjadi, karena transaksi akan langsung terjadi sesuai dengan harga yang kita inginkan apabila ada "lawannya" di pasar. Selain itu, ada perbedaan likuiditas cash pada saat penjualan unit penyertaan. Kalau di ETF, cash akan kita terima sebagai hasil dari penjualan unit kita adalah pasti T+3 sama dengan perdagangan saham sedangkan kalau di reksadana biasanya T+3 sampai T+7, tidak jelas tergantung dari kebijaksanaan si manajer investasinya. Nah, itu semua adalah perbedaan yang paling signifikan antara ETF dan reksadana.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lalu, bagaimana cara transaksi ETF ? wah, ini sih gampang banget yaaa sama dengan transaksi saham tuh. Kalau kita mau melakukan transaksi, kita tinggal hubungi anggota bursa dan bilang deh kita mo jual atau beli ETF, selesai, tinggal kita tunggu aja realisasinya. Rekening cash kita pada T+3  akan bertambah kalau kita menjual ETF dan sebaliknya kalau kita membeli ETF berarti yang bertambah adalah rekening saham kita. Rekening tidak usah buka baru, cukup dengan rekening yang kita gunakan untuk transaksi saham dan transaksi bisa melalui AB manapun tidak harus pada AB penerbit ETF saja. Gampang toh ?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;So, gimana, mulai tertarik untuk berinvestasi di ETF ?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sekedar mengingatkan saja bahwa bagaimanapun produk ETF adalah produk turunan, artinya kesulitan dalam memahaminya relatif lebih tinggi dibandingkan reksadana ataupun saham. Oleh sebab itu, mengenali dan mempelajari produk ini secara mendalam akan sangat membantu dalam berinvestasi pada ETF.              &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5667936900631355691-4069812201405728788?l=produkkapitalis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ProdukKapitalis/~4/LACNWgDPeBM" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://produkkapitalis.blogspot.com/feeds/4069812201405728788/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5667936900631355691&amp;postID=4069812201405728788&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5667936900631355691/posts/default/4069812201405728788" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5667936900631355691/posts/default/4069812201405728788" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ProdukKapitalis/~3/LACNWgDPeBM/exchange-traded-funds-etf-seri-ke-2.html" title="Exchange Traded Funds (ETF) seri ke 2" /><author><name>Abdalloh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08749483980177692073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://photos.friendster.com/photos/60/76/9376706/1_439256010m.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://produkkapitalis.blogspot.com/2008/09/exchange-traded-funds-etf-seri-ke-2.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5667936900631355691.post-165127154165756382</id><published>2008-09-07T05:44:00.004+07:00</published><updated>2008-09-07T06:28:08.372+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="product" /><title type="text">Exchange Traded Funds (ETF)</title><content type="html">&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic; "&gt;Welcome back&lt;/span&gt;! mudah-mudahan mulai sekarang &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic; "&gt;capital market for all&lt;/span&gt; bisa secara rutin lagi bercerita. Setelah sekian lama membisu dalam sepi hehehe. Untuk sekarang kita akan bercerita tentang &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic; "&gt;exchange traded funds&lt;/span&gt; atau ETF. Waduh, mahluk apalagi tuh. Tenang, jangan kaget dulu sama namanya yang cukup aneh karena sebenarnya ETF itu mahluk yang gampang untuk di mengerti kok.&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kok, gampang seh ? beneran kok gampang bangget untuk di mengerti apalagi buat kita yang sebelumnya sudah mengenal saham dan &lt;a href="http://produkkapitalis.blogspot.com/search/label/mutual%20funds"&gt;reksadana&lt;/a&gt;. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;ETF ini adalah salah satu produk yang tergolong baru di pasar modal tetapi perkembangannya sangat cepat. Secara sederhana, ETF ini adalah hasil kawin silang antara saham dan &lt;a href="http://produkkapitalis.blogspot.com/search/label/mutual%20funds"&gt;reksadana&lt;/a&gt;. Loh kok bisa produk pasar modal di kawin silangkan ? bisalah emang cuma tanaman doang yang bisa hehe. Secara harfiah sebenarnya ETF termasuk ke dalam produk derivatif tetapi dalam prakteknya produk ini "tidak mau" digolongkan sebagai derivatif tetapi berdiri sendiri sebagai suatu produk. Coba aja lihat di beberapa website bursa efek di negara lain yang menjual ETF.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;ETF itu sebenarnya adalah produk yang sejenis dengan &lt;a href="http://produkkapitalis.blogspot.com/search/label/mutual%20funds"&gt;reksadana&lt;/a&gt; tetapi mekanisme perdagangannya sama dengan saham. Maksudnya apa sih ? maksudnya ETF itu adalah &lt;a href="http://produkkapitalis.blogspot.com/search/label/mutual%20funds"&gt;reksadana&lt;/a&gt; yang diperdagangkan di bursa efek seperti saham. Jadi, kita bisa membeli dan menjual unit penyertaannya melalui bursa efek dengan harga yang &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;real time&lt;/span&gt;. Terus apa bedanya dengan &lt;a href="http://produkkapitalis.blogspot.com/search/label/mutual%20funds"&gt;reksadana&lt;/a&gt; biasa ? yah bedalah masa beda dong hehehe. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Oke, sekarang kita coba urai persamaan dan perbedaan antara &lt;a href="http://produkkapitalis.blogspot.com/search/label/mutual%20funds"&gt;reksadana&lt;/a&gt; dengan ETF. Keduanya sama-sama merupakan wadah dari sekumpulan produk investasi. Bedanya adalah sekumpulan produk investasi yang ada dalam ETF biasanya direpresentasikan ke dalam suatu indeks sedangkan &lt;a href="http://produkkapitalis.blogspot.com/search/label/mutual%20funds"&gt;reksadana&lt;/a&gt; biasanya tidak. Berarti ETF harus sekumpulan produk yang sejenis dong ! yap betul sekali karena indeks memang representasi dari sekumpulan produk yang sejenis, misalnya IHSG adalah indeks yang merepresentasikan seluruh saham yang dijual di &lt;a href="http://www.idx.co.id/"&gt;Bursa Efek Indonesia&lt;/a&gt;. Nah, kalau &lt;a href="http://produkkapitalis.blogspot.com/search/label/mutual%20funds"&gt;reksadana&lt;/a&gt; bisa campuran kan misalnya &lt;a href="http://produkkapitalis.blogspot.com/search/label/mutual%20funds"&gt;reksadana&lt;/a&gt; campuran antara saham dengan obligasi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selain itu, kita biasanya tidak terlalu mudah untuk melihat detil komposisi dari suatu &lt;a href="http://produkkapitalis.blogspot.com/search/label/mutual%20funds"&gt;reksadana&lt;/a&gt;, tetapi kalau ETF gampang untuk melihat komposisinya. Bagaimana caranya ? yaaa tinggal lihat saja komposisi dari indeks yang dijadikan acuan ETF. Misalnya, ETF LQ45 yang saat ini sudah diperdagangkan di BEI, itu adalah produk ETF yang menggunakan Indeks LQ45 sebagai acuannya. Artinya, komposisi dari ETF tersebut akan mengikuti komposisi dari saham yang ada pada indeks LQ45. Bahkan apabila ETFnya itu adalah &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic; "&gt;full replication&lt;/span&gt;, kita bisa dengan jelas mengetahui prosentase dari setiap saham yang diinvestasikan oleh ETF tersebut hanya dengan melihat prosentase saham tersebut di indeksnya.  Nah, kalau kita mau lihat komposisi suatu reksadana, kita harus minta ke penerbitnya dan itupun belum tentu diberikan secara detil prosentase besaran investasi dari masing-masing produk.  &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Terus apalagi sih  perbedaan dan persamaanya ? dan bagaimana cara bertransaksi ETF ini ? Oke, nanti akan kita ceritakan pada blog selanjutnya yah, soale kalau langsung diceritain disini kepanjangan nih.    &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5667936900631355691-165127154165756382?l=produkkapitalis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ProdukKapitalis/~4/85fmrQjDuqY" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://produkkapitalis.blogspot.com/feeds/165127154165756382/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5667936900631355691&amp;postID=165127154165756382&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5667936900631355691/posts/default/165127154165756382" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5667936900631355691/posts/default/165127154165756382" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ProdukKapitalis/~3/85fmrQjDuqY/exchange-traded-funds-etf.html" title="Exchange Traded Funds (ETF)" /><author><name>Abdalloh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08749483980177692073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://photos.friendster.com/photos/60/76/9376706/1_439256010m.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://produkkapitalis.blogspot.com/2008/09/exchange-traded-funds-etf.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5667936900631355691.post-3009803598366889065</id><published>2008-06-08T17:28:00.002+07:00</published><updated>2008-06-08T17:47:47.654+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="general" /><title type="text">Don't Be Panic!</title><content type="html">Tadinya saya berencana untuk bercerita tentang salah satu produk baru yang belum lama ini di perdagangkan di &lt;a href="http://www.idx.co.id/"&gt;IDX&lt;/a&gt;, yaitu &lt;em&gt;exchange traded funds&lt;/em&gt; (ETF). Tetapi rencana tersebut terpaksa saya tahan dulu mengingat kondisi pasar yang saat ini sangat gonjang-ganjing. Lebih baik saya bercerita sedikit tentang &lt;em&gt;how to manage our portfolio in this condition&lt;/em&gt;. Meskipun, perlu saya informasikan bahwa apa yang akan saya ceritakan ini bukan jaminan (&lt;em&gt;ingat nothing is absolute in capital market&lt;/em&gt;!) untuk mengoptimalkan &lt;em&gt;our assets&lt;/em&gt; tapi setidaknya &lt;em&gt;we try to manage&lt;/em&gt;!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu tips yang gampang disebutkan tetapi sangat sulit dipraktekan adalah DON'T BE PANIC! gimana ngga dibilang sulit pas kita lihat our portfolio terus menerus turun seiring dengan anjloknya pasar, bohong bangget kalo tidak panik or stress!. Kalo kita adalah pemain pemula don't be panic adalah alat yang ampuh untuk tetap berpikir normal dan fokus pada tujuan investasi. Kenapa kok bisa gitu ? karena semakin kita panik akan semakin memperburuk kondisi pasar, bayangkan apabila ada 100.000 investor panik yang serta merta langsung menyerbu pasar, maka akan terjadi yang namanya panic selling/buying. Nah, pasar yang kayak gitu itu adalah pasar yang ngga sehat dan sangat menyenangkan bagi para spekulan or para pemilik modal gede, investor kacangan akan semakin jadi korban loh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, itulah sebabnya mendingan kita don't be panic, memang betul seh investasi kita bisa minus tetapi in the long run it will be back to positive ! Makanya, dalam blog saya di sesi-sesi awal selalu diingatkan bahwa investasi di pasar modal itu lebih baik untuk jangka panjang dan menggunakan dana "niat" bukan dana operasional. Dana niat itu maksudnya adalah dana yang memang disiapkan untuk investasi bukan dana untuk sekolah misalnya yang sementara dipakai dulu buat investasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, don't be panic and believe me that market will be return!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5667936900631355691-3009803598366889065?l=produkkapitalis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ProdukKapitalis/~4/rjYOG7mJBHo" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://produkkapitalis.blogspot.com/feeds/3009803598366889065/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5667936900631355691&amp;postID=3009803598366889065&amp;isPopup=true" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5667936900631355691/posts/default/3009803598366889065" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5667936900631355691/posts/default/3009803598366889065" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ProdukKapitalis/~3/rjYOG7mJBHo/dont-be-panic.html" title="Don't Be Panic!" /><author><name>Abdalloh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08749483980177692073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://photos.friendster.com/photos/60/76/9376706/1_439256010m.jpg" /></author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://produkkapitalis.blogspot.com/2008/06/dont-be-panic.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5667936900631355691.post-2829152331507757748</id><published>2008-04-24T07:34:00.002+07:00</published><updated>2008-04-24T07:50:04.837+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="general" /><title type="text">InvestEd : Web edukasi investasi yang lengkap</title><content type="html">2 hari yang lalu saya menambahkan link baru di My Links saya dengan tag &lt;a href="http://www.invested.hk/invested/html/EN/index.htm"&gt;InvestEducation&lt;/a&gt;. Seperti biasa, link ini saya add karena saya anggap isinya sangat bagus sebagai sumber edukasi untuk kita yang ingin mengetahui dunia investasi khususnya di pasar modal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.invested.hk/invested/html/EN/index.htm"&gt;InvestEd&lt;/a&gt; diciptakan oleh &lt;a href="http://www.sfc.hk/sfc/html/EN/"&gt;SFC&lt;/a&gt; (&lt;em&gt;Securities &amp;amp; Futures Comission&lt;/em&gt;) Hong Kong -&lt;a href="http://www.bapepam.go.id/"&gt;Bapepam&lt;/a&gt;nya HongKong- yang memang ditujukan untuk edukasi investor. Seperti yang tertulis dalam salah satu paragraf di kolom &lt;a href="http://www.invested.hk/invested/html/EN/common/about_index.htm"&gt;about us &lt;/a&gt;"&lt;em&gt;One of our statutory objectives is investor education. As a regulator, we cannot give investment advice on when and where to invest, or how much you should set aside for investing. However, we can offer generic advice and help you get the key facts&lt;/em&gt;."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, yang menjadi &lt;em&gt;competitive advantage&lt;/em&gt; dari web ini adalah penjelasan yang mudah di mengerti, cakupan edukasinya sangat luas, updated dan di kelola dengan profesional. Sedihnya, saya belum menemukan web di Indonesia yang seperti ini, menjadi pusat edukasi semua produk investasi secara lengkap, mudah di mengerti dan yang penting di kelola dengan profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan untuk menelusuri web tersebut agar &lt;a href="http://produkkapitalis.blogspot.com/2008/03/tips-1-be-educated-investor.html"&gt;tips 1&lt;/a&gt; menjadi seorang investor dapat dipenuhi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5667936900631355691-2829152331507757748?l=produkkapitalis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ProdukKapitalis/~4/PQYV9oMC9uQ" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://produkkapitalis.blogspot.com/feeds/2829152331507757748/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5667936900631355691&amp;postID=2829152331507757748&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5667936900631355691/posts/default/2829152331507757748" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5667936900631355691/posts/default/2829152331507757748" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ProdukKapitalis/~3/PQYV9oMC9uQ/invested-web-edukasi-investasi-yang.html" title="InvestEd : Web edukasi investasi yang lengkap" /><author><name>Abdalloh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08749483980177692073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://photos.friendster.com/photos/60/76/9376706/1_439256010m.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://produkkapitalis.blogspot.com/2008/04/invested-web-edukasi-investasi-yang.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5667936900631355691.post-1682752181691799699</id><published>2008-04-22T16:40:00.002+07:00</published><updated>2008-04-22T17:09:30.168+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="general" /><title type="text">Tips 2: Don't Be Greedy !</title><content type="html">Sebelum cerita mengenai tips 2 ini saya lanjutkan, saya mau minta maaf karena lag antara posting terakhir dengan ini cukup lama. Bukan karena tidak mau posting tetapi karena kesibukan saya di posisi baru yang sangat menghabiskan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, mari kita lanjutkan cerita ini. Don't be greedy ! ini tips mudah diucapkan tetapi sangat sulit diterapkan, apalagi kalau berhubungan dengan masalah materi. Kok bisa ? karena berbenturan dengan sifat dasar manusia. Apa sih maksudnya ? Pada dasarnya manusia itu serakah loh, sejarah membuktikan, bahkan sejak kisah Nabi Adam mulai turun ke bumi. Nah, karena serakah itu naluri setiap manusia maka akan sangat sulit untuk menahannya. Padahal tips kedua ini jelas-jelas menyebutkan bahwa serakah sangat dilarang pada saat investasi di pasar modal (bahkan pada saat investasi dimanapun).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ngga ngerti nih kenapa ngga boleh serakah! secara definisi sederhana serakah itu bisa dikatakan sebagai rasa tidak puas dengan apa yang sudah diperoleh dan selalu ingin memperoleh lebih. Dalam konteks investasi, bisa dikatakan bahwa seorang investor itu serakah apabila dia mengabaikan return yang sudah jelas akan diperoleh dengan berusaha untuk memperoleh return yang lebih tinggi. Masih bingung kan, kita lihat ilustrasinya deh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A beli saham TLKM pada Rp 1.000,00, pada suatu hari saham TLKM naik menjadi 1.500,00, berdasarkan hasil perhitungan pada harga tersebut saat yang tepat untuk jual, tetapi si A masih berharap besok bakal naik dan berharap akan mendapat return yang lebih tinggi sehingga mengabaikan perhitungan tersebut. Eh, ternyata malah harganya turun ke Rp 1.200,00. Si A ngomel-ngomel tetapi tidak mau jual juga karena dia berfikir masih bakal naik ke 1.500,00 esok harinya. Ternyata, besoknya malah terjun bebas ke Rp 950,00.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, apa yang dilakukan si A itu sudah termasuk dalam kategori serakah. Sangat alamiah kan. Terus gimana cara nge-rem sifat serakah tersebut ? Yang jelas kita harus menjadi investor yang teredukasi karena dengan demikian kita bisa menghitung kira-kira pada posisi return atau loss berapa kita harus menjual investasi kita. Gimana ? susah kan ....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5667936900631355691-1682752181691799699?l=produkkapitalis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ProdukKapitalis/~4/x6sJ74ryIf4" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://produkkapitalis.blogspot.com/feeds/1682752181691799699/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5667936900631355691&amp;postID=1682752181691799699&amp;isPopup=true" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5667936900631355691/posts/default/1682752181691799699" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5667936900631355691/posts/default/1682752181691799699" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ProdukKapitalis/~3/x6sJ74ryIf4/tips-2-dont-be-greedy.html" title="Tips 2: Don't Be Greedy !" /><author><name>Abdalloh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08749483980177692073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://photos.friendster.com/photos/60/76/9376706/1_439256010m.jpg" /></author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://produkkapitalis.blogspot.com/2008/04/tips-2-dont-be-greedy.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5667936900631355691.post-7910968784527059937</id><published>2008-03-18T12:27:00.004+07:00</published><updated>2008-03-18T18:43:34.080+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="general" /><title type="text">Search Engine khusus Finansial</title><content type="html">Banyak istilah-istilah yang tidak familiar yang sering muncul di dunia pasar modal. Beberapa email yang masuk ke &lt;a href="mailto:abdalloh@gmail.com"&gt;abdalloh@gmail.com&lt;/a&gt; juga menanyakan istilah-istilah tersebut. Nah, untuk memudahkan dalam mencari pengertian dari istilah-istilah yang di maksud, di blog ini saya sediakan 2 alat pencari khusus untuk istilah finansial, &lt;a href="http://www.investopedia.com/"&gt;investopedia&lt;/a&gt; search dan &lt;a href="http://www.wikipedia.com/"&gt;wikipedia&lt;/a&gt; search.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa saya pake &lt;a href="http://www.investopedia.com/"&gt;investopedia&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.wikipedia.com/"&gt;wikipedia&lt;/a&gt; ? karena berdasarkan pengalaman saya, kedua website tersebut sangat dapat diandalkan. Ini sih hanya masalah referensi saja, bisa jadi buat yang lain ada &lt;em&gt;source&lt;/em&gt; yang lebih cocok. Apa ngga cukup pake &lt;a href="http://www.google.com/"&gt;google&lt;/a&gt; or &lt;a href="http://www.yahoo.com/"&gt;yahoo&lt;/a&gt; or &lt;em&gt;search engine&lt;/em&gt; lainnya ? keunggulan dari &lt;a href="http://www.investopedia.com/"&gt;investopedia&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.wikipedia.com/"&gt;wikipedia&lt;/a&gt;, begitu kita ketik&lt;em&gt; keywords&lt;/em&gt; yang kita inginkan langsung fokus pada definisi dan pembahasan teknis lainnya yang berhubungan dengan &lt;em&gt;keyword&lt;/em&gt; tersebut. Sedangkan kalo pake &lt;a href="http://www.google.com/"&gt;google&lt;/a&gt; misalnya, kita mesti milah-milah sendiri dari ratusan ribu link yang muncul. Ngga percaya ? silahkan coba ketik &lt;em&gt;stock&lt;/em&gt;, dan bandingkan hasilnya antara 3 &lt;em&gt;search engine&lt;/em&gt; yang ada di blog ini, &lt;a href="http://www.google.com/"&gt;google&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.investopedia.com/"&gt;investopedia&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.wikipedia.com/"&gt;wikipedia&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, saya pernah nyoba untuk membuat &lt;em&gt;search engine&lt;/em&gt; dari google yang &lt;em&gt;customized&lt;/em&gt; khusus untuk pasar modal, tetapi cukup merepotkan juga karena kita mesti masukin semua link website yang berhubungan dengan pasar modal. Akhirnya saya pilih yang lebih praktis aja deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, semoga &lt;em&gt;search engine&lt;/em&gt; yang saya sediakan bisa bermanfaat dan memudahkan bagi siapa saja yang ingin mengenal dan mempelajari pasar modal.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5667936900631355691-7910968784527059937?l=produkkapitalis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ProdukKapitalis/~4/MwFhx2rcvS4" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://produkkapitalis.blogspot.com/feeds/7910968784527059937/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5667936900631355691&amp;postID=7910968784527059937&amp;isPopup=true" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5667936900631355691/posts/default/7910968784527059937" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5667936900631355691/posts/default/7910968784527059937" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ProdukKapitalis/~3/MwFhx2rcvS4/search-engine-khusus-finansial.html" title="Search Engine khusus Finansial" /><author><name>Abdalloh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08749483980177692073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://photos.friendster.com/photos/60/76/9376706/1_439256010m.jpg" /></author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://produkkapitalis.blogspot.com/2008/03/search-engine-khusus-finansial.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5667936900631355691.post-8061316905244129488</id><published>2008-03-09T15:31:00.006+07:00</published><updated>2008-03-09T16:08:23.032+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="general" /><title type="text">Tips 1: Be an Educated Investor</title><content type="html">Cerita pasar modal yang ada di blog ini belum lengkap. Pedagang efek, produsen dan jenis-jenis pasar yang umum ada di pasar modal belum diceritakan secara lebih detil. Sekedar selingan, ada sedikit tips yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk mulai berinvestasi di pasar modal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti juga kalau kita mau beli barang di pasar tradisional, biasanya kita pernah denger beberapa saran dari pihak lain mengenai tips biar dapet barang yang bagus dengan harga ok, atau intinya biar tidak tertipu dan dirugikan. Begitu juga dengan berinvetasi di pasar modal, ada beberapa tips yang paling mendasar yang perlu kita perhatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertama: Be an educated investor&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;maksudnya apa yah ? sederhananya adalah kita mesti jadi investor yang terdidik, atau investor yang mengerti apa yang akan kita lakukan. Bayangkan kalo kita mau beli mangga ke pasar tapi kita ngga ngerti jenis-jenis mangga, mangga apa yang paling enak dan berapa harga yang masuk akal. Lebih parah lagi kalo kita belum tau mangga itu bentuknya seperti apa. Kemungkinan besar kita akan tertipu dengan transaksi mangga tersebut. Apalagi kalo transaksi di pasar modal, bisa berabe tuw kalo kita ngga ngerti.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagaimana sih biar jadi an &lt;em&gt;educated investor&lt;/em&gt; itu ? gampang kok, intinya harus mempelajari dulu seluk beluk pasar modal. Banyak cara kok untuk mempelajari pasar modal, selain lewat buku, surfing di internet, bisa juga dengan mengikuti sekolah pasar modal yang diadakan oleh &lt;a href="http://www.idx.co.id/"&gt;BEI&lt;/a&gt; secara rutin dan gratis pula. Info sekolah pasar modal gratis bisa klik &lt;a href="http://www.idx.co.id/MainMenu/Education/StockExchangeEducationProgram/tabid/91/lang/id-ID/language/id-ID/Default.aspx"&gt;disini&lt;/a&gt;. Atau baca terus blog produk kapitalis, hehehe sedikit promosi dan narsis boleh dong.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengetahuan apa sih yang minimal harus kita ketahui ? Yang pasti adalah kita minimal harus tau dulu produknya, terus harus kenal dengan pedagangnya dan terakhir siapa produsennya. Untuk yang pertama, cerita tentang produk, sudah cukup detil di ulas pada blog ini. Sedangkan untuk yang kedua dan ketiga, pedagang dan produsen, belum diceritakan di blog ini tetapi pasti akan ada ceritanya dengan cukup detil juga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terus, tips lainnya apalagi yah ? Ok, akan kita bahas di next blog yah.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5667936900631355691-8061316905244129488?l=produkkapitalis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ProdukKapitalis/~4/AcCwhX3kQLc" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://produkkapitalis.blogspot.com/feeds/8061316905244129488/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5667936900631355691&amp;postID=8061316905244129488&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5667936900631355691/posts/default/8061316905244129488" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5667936900631355691/posts/default/8061316905244129488" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ProdukKapitalis/~3/AcCwhX3kQLc/tips-1-be-educated-investor.html" title="Tips 1: Be an Educated Investor" /><author><name>Abdalloh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08749483980177692073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://photos.friendster.com/photos/60/76/9376706/1_439256010m.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://produkkapitalis.blogspot.com/2008/03/tips-1-be-educated-investor.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5667936900631355691.post-8350423155196480951</id><published>2008-02-21T08:54:00.004+07:00</published><updated>2008-02-28T11:27:19.228+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="product" /><title type="text">Kapan sih harus beli saham ?</title><content type="html">Setelah kita tau barang yang akan kita beli, dan niat kita jelas untuk investasi saham, selanjutnya yang perlu kita pelajari juga adalah waktu yang tepat kalo mo bertransaksi saham. Kok ada waktunya segala sih ? emang ngga bisa kapan aja nih ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sederhananya gini deh, kenapa kita beli buah pas lagi musimnya ? karena harganya bakal lebih murah kan, terus bisa ngga kita beli buah pas lagi ngga musimnya ? bisa dong tapi harganya pasti mahal. Sama persis dengan transaksi saham. Kita harus tau kapan saat yang tepat untuk beli atau jual saham karena akan berdampak terhadap peluang untuk mendapatkan &lt;em&gt;gain&lt;/em&gt;. Bedanya, kalau pasar buah relatif bisa dipastikan bahwa kalau tidak musim harganya akan mahal, sedangkan kalo di saham tidak ada sesuatu yang pasti, itulah sebabnya disebut sebagai peluang mendapatkan &lt;em&gt;gain&lt;/em&gt; bukan pasti mendapatkan &lt;em&gt;gain&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Nah, untuk mengetahui waktu yang tepat, kita harus mempelajari karakteristik dari saham yang akan kita transaksikan. Cara mempelajarinya bisa menggunakan salah satu metode yang sebelumnya udah dibahas, analisa teknikal ataupun analisa fundamental. Jadi sangat erat looh kaitan antara waktu bertransaksi dengan niat kita. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Biasanya, para penganut analisa teknikal selalu berpedoman bahwa waktu yang tepat untuk membeli adalah ketika harga saham sedang turun dan sebaliknya kalo mau menjual saham pada saat harga saham sedang tinggi. Kok kayaknya gampang bangget yah ? hehe kelihatannya sih begitu tapi masalahnya adalah &lt;em&gt;nobody knows&lt;/em&gt; kapan harga saham itu sedang turun dan sebaliknya. Jadi, hipotesa tersebut akan sulit diterapkan dalam dunia nyata tapi ngga tau sih kalau pakai jasa dukun hehehe. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nah, untuk para penganut fundamental biasanya keputusan kapan harus beli atau jual adalah berdasarkan hasil perhitungan dari beberapa indikator yang dijadikan sebagai patokan utama. Biasanya nilai PER atau P/E Ratio (&lt;em&gt;&lt;a href="http://www.investopedia.com/terms/p/price-earningsratio.asp"&gt;Price Earning Ratio&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;) sering dijadikan indikator utama. Pasti sih ada indikator lainnya yang berperan dalam mengambil keputusan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari beberapa tulisan mengenai transaksi saham yang sudah disampaikan disini, intinya adalah kita harus mempelajari berbagai hal yang berhubungan dengan saham sebelum memutuskan berinvestasi. Diharapkan kita termasuk dalam kelompok &lt;em&gt;educated investor&lt;/em&gt; yang bisa mengukur resiko yang timbul dari transaksi saham.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5667936900631355691-8350423155196480951?l=produkkapitalis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ProdukKapitalis/~4/0mFI_FEGW5c" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://produkkapitalis.blogspot.com/feeds/8350423155196480951/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5667936900631355691&amp;postID=8350423155196480951&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5667936900631355691/posts/default/8350423155196480951" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5667936900631355691/posts/default/8350423155196480951" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ProdukKapitalis/~3/0mFI_FEGW5c/kapan-sih-harus-beli-saham.html" title="Kapan sih harus beli saham ?" /><author><name>Abdalloh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08749483980177692073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://photos.friendster.com/photos/60/76/9376706/1_439256010m.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://produkkapitalis.blogspot.com/2008/02/kapan-sih-harus-beli-saham.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5667936900631355691.post-2107749776505668387</id><published>2008-02-01T13:21:00.000+07:00</published><updated>2008-02-01T13:57:02.246+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="product" /><title type="text">Niat Investasi di Saham</title><content type="html">Setelah kita mengenal saham, hal selanjutnya yang harus kita tetapkan adalah niat investasi di saham. Maksudnya apa sih pake niat segala ? Benar bahwa semua orang yang melakukan investasi pasti ingin memperoleh keuntungan atau bahasa kerennya &lt;a href="http://www.investopedia.com/terms/c/capitalgain.asp"&gt;capital gain&lt;/a&gt;, tetapi harus kita tanyakan lagi pada diri sendiri apakah niat kita investasi itu untuk jangka pendek atau jangka panjang ? Kenapa dibedain yah ? karena akan berpengaruh terhadap cara menganalisa dan terutama berpengaruh terhadap berapa lama dana kita mengendap di suatu saham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua metode terkenal yang sering digunakan ketika kita memutuskan untuk melakukan transaksi saham. Pertama, yang disebut dengan &lt;a href="http://www.investopedia.com/terms/t/technicalanalysis.asp"&gt;technical analysis &lt;/a&gt;atau bahasa awamnya analisa teknikal. Apa sih itu ? secara sederhana metode ini menggunakan grafik harga atau indeks sebagai alat bantu dalam berinvestasi di saham. Metode ini mengandalkan &lt;em&gt;historical data&lt;/em&gt; sebagai alat untuk memprediksi kemana harga saham akan bergerak. Kebanyakan para pengguna metode ini mengabaikan performa perusahaannya dalam melakukan transaksi. Nah, metode ini sering digunakan oleh para investor jangka pendek. Pokoknya, kalo harga naik segera jual sahamnya, kalo harga turun segera beli saham!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode yang lain sering disebut sebagai &lt;a href="http://www.investopedia.com/terms/v/valuation_analysis.asp"&gt;fundamental analysis&lt;/a&gt; atau analisa fundamental, yang sering dijadikan alat analisa bagi para investor jangka panjang. Performa dari perusahaan merupakan alat utama yang digunakan dalam melakukan analisa fundamental. Nah, biasanya metode ini yang sering diberikan di sekolah/perguruan tinggi ketika membahas tentang manajemen portofolio. Biasanya, para investor jangka panjang atau yang menggunakan metode ini sebagai alat analisa, selain mengharapkan &lt;a href="http://www.investopedia.com/terms/c/capitalgain.asp"&gt;capital gain &lt;/a&gt;juga mengharapkan &lt;a href="http://www.investopedia.com/terms/d/dividend.asp"&gt;dividen&lt;/a&gt; dari saham yang dibelinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuuuh kan, penentuan niat itu penting looh sebelum kita memutuskan mulai berinvestasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo niatnya udah jelas nih, terus kapan waktu yang tepat untuk membeli saham ? ok, nanti kita akan ceritakan mengenai hal tersebut di blog selanjutnya yah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5667936900631355691-2107749776505668387?l=produkkapitalis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ProdukKapitalis/~4/VbsxBz2Pht0" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://produkkapitalis.blogspot.com/feeds/2107749776505668387/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5667936900631355691&amp;postID=2107749776505668387&amp;isPopup=true" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5667936900631355691/posts/default/2107749776505668387" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5667936900631355691/posts/default/2107749776505668387" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ProdukKapitalis/~3/VbsxBz2Pht0/niat-investasi-di-saham.html" title="Niat Investasi di Saham" /><author><name>Abdalloh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08749483980177692073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://photos.friendster.com/photos/60/76/9376706/1_439256010m.jpg" /></author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://produkkapitalis.blogspot.com/2008/02/niat-investasi-di-saham.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5667936900631355691.post-3104544866293894104</id><published>2008-01-16T07:27:00.001+07:00</published><updated>2008-01-18T14:22:39.577+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="product" /><title type="text">Investasi saham: hal yang harus diperhatikan</title><content type="html">Ok, pada cerita sebelumnya telah kita uraikan ilustrasi bagaimana melakukan investasi saham. Nah, yang harus di ingat bahwa pada saat melakukan transaksi saham ada yang namanya &lt;em&gt;transaction fee&lt;/em&gt;, yaitu biaya yang harus dikeluarkan karena kita melakukan transaksi saham. Anggap aja sama dengan &lt;em&gt;fee&lt;/em&gt; yang biasa kita keluarkan kalau kita melakukan transaksi perbankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa aja sih yang mesti diperhatikan pada saat transaksi saham ? Yang paling utama, jelas dong, kita harus tahu dulu saham yang akan kita beli. Sampai dengan hari kemaren (17/01), ada 385 perusahaan yang telah mencatatkan sahamnya di &lt;a href="http://www.bei.co.id/"&gt;BEI&lt;/a&gt;. Artinya, kita mempunyai pilihan investasi sebanyak 385 jenis saham. Nah, untuk memudahkan dalam memilih saham, &lt;a href="http://www.bei.co.id/"&gt;BEI&lt;/a&gt; membagi saham tersebut ke dalam 9 kelompok berdasarkan sektor industri. Misalnya, TLKM masuk ke dalam sektor industri &lt;em&gt;Infrastructure, Utilities &amp;amp; Transportation&lt;/em&gt; dan sub sektor &lt;em&gt;Telecommunication&lt;/em&gt; atau Bank Mandiri Tbk masuk dalam sektor &lt;em&gt;Finance&lt;/em&gt; dan sub sektor Bank. Untul detil bisa lihat di websistenya &lt;a href="http://www.bei.co.id/"&gt;BEI&lt;/a&gt; yah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.bei.co.id/"&gt;BEI&lt;/a&gt; juga membagi saham yang tercatat ke dalam dua papan pencatatan, yaitu papan utama dan papan pengembangan. Apa sih papan pencatatan ? dulu sebelum digunakan sistem perdagangan otomatis, semua perusahaan yang tercatat di bursa dituliskan dalam sebuah papan, itulah sebabnya disebut dengan papan pencatatan, yang sebenarnya merupakan list dari saham yang ada di bursa efek. Nah, perbedaan antara papan utama dan pengembangan terletak pada assetnya (khususnya &lt;a href="http://www.investopedia.com/terms/n/nettangibleassets.asp"&gt;net tangible asset&lt;/a&gt;=NTA) dan umur usahanya, dimana untuk papan utama NTA-nya minimal Rp 100 milyar dan minimal sudah 3 tahun beroperasi sedangkan papan pengembangan NTA-nya minimal Rp 5 milyar dengan opersional minimal 1 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kita juga bisa memilih saham berdasarkan kelompok indeks. Kok bisa sih ? kan indeks itu adalah indikator dari pergerakan harga saham jadi bisa banget dijadikan acuan dalam memilih saham. Nah, di &lt;a href="http://www.bei.co.id/"&gt;BEI&lt;/a&gt; itu ada yang namanya:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang merupakan indikator pergerakan harga seluruh saham yang diperdagangkan di &lt;a href="http://www.bei.co.id/"&gt;BEI&lt;/a&gt;. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Indeks LQ 45 yaitu indeks yang merupakan indikator pergerakan harga dari 45 saham yang dianggap paling likuid di &lt;a href="http://www.bei.co.id/"&gt;BEI&lt;/a&gt;. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Jakarta Islamic Index&lt;/em&gt; (JII) yang merupakan indikator pergerakan harga dari 30 saham yang masuk dalam kategori syariah. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Indeks sektoral yang merupakan indikator dari pergerakan harga saham per sektor. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Indeks papan utama (MBX=&lt;em&gt;Main Board Index&lt;/em&gt;) dan indeks papan pengembangan (DBX=&lt;em&gt;Development Board Index&lt;/em&gt;) yang merupakan indikator dari pergerakan saham dari masing-masing papan pencatatan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Yang terbaru ada juga indeks Kompas 100 yang merupakan indikator pergerakan harga dari 100 saham yang diperdagangkan di BEI. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Masih ada beberapa hal lagi yang mesti diperhatikan sebelum kita berinvestasi di saham, tapi ceritanya nanti yah di blog berikutnya.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5667936900631355691-3104544866293894104?l=produkkapitalis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ProdukKapitalis/~4/TR_c5Q2zEK0" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://produkkapitalis.blogspot.com/feeds/3104544866293894104/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5667936900631355691&amp;postID=3104544866293894104&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5667936900631355691/posts/default/3104544866293894104" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5667936900631355691/posts/default/3104544866293894104" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ProdukKapitalis/~3/TR_c5Q2zEK0/investasi-saham-hal-yang-harus.html" title="Investasi saham: hal yang harus diperhatikan" /><author><name>Abdalloh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08749483980177692073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://photos.friendster.com/photos/60/76/9376706/1_439256010m.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://produkkapitalis.blogspot.com/2008/01/investasi-saham-hal-yang-harus.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5667936900631355691.post-1696329076613262839</id><published>2008-01-01T18:10:00.000+07:00</published><updated>2008-01-01T18:52:53.592+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="product" /><title type="text">Masih Cerita Tentang Saham</title><content type="html">Seperti telah disebutkan di blog sebelumnya, bahwa untuk melakukan transaksi saham yang harus didatangi adalah perusahaan efek bukan &lt;a href="http://www.bei.co.id/"&gt;BEI&lt;/a&gt; maupun Bank. Meskipun tidak semudah transaksi reksadana yang bisa dilakukan via bank, tetapi sebenarnya transaksi saham juga saat ini sudah lebih mudah dibandingkan dengan sebelumnya. Loh kok bisa ? yap, karena saat ini kepemilikan saham sudah dalam bentuk kode &lt;em&gt;account&lt;/em&gt; bukan lagi lembaran saham atau bahasa kerennya sih sekarang sudah &lt;em&gt;scriptless&lt;/em&gt;. Jadi sudah kayak buka tabungan di bank kok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu kita memutuskan untuk berinvestasi di saham, terus kita tinggal datang saja ke perusahaan efek untuk buka rekening dengan menyetorkan saldo tertentu. Nanti setelah mengisi form yang sudah disiapkan, maka otomatis kita akan diberikan rekening efek atas nama kita di perusahaan efek tersebut. Nah, rekening kita akan langsung di catat di &lt;a href="http://www.ksei.co.id/"&gt;KSEI&lt;/a&gt; sebagai investor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besaran saldo yang harus kita setor nilainya adalah relatif, sangat tergantung dari kebijakan masing-masing perusahaan efek. Yang jelas saldo tersebut yang nantinya akan dijadikan sebagai dana untuk melakukan jual beli saham. Bedanya dengan tabungan, saldo yang ada di rekening efek bisa berkurang malah bisa sampai habis. Loh kok bisa ? karena tergantung dari apakah hasil investasi kita untung atau rugi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biar gampang, kita lihat contoh deh untuk melihat mekanisme jual beli saham yah.&lt;br /&gt;misalnya kita buka rekening efek dengan saldo 50.000.000,00&lt;br /&gt;terus kita beli saham TLKM sebanyak 10 lot (= 10 x 500 lembar saham = 5000 saham)&lt;br /&gt;harga saham TLKM Rp 1.000,00&lt;br /&gt;maka uang yang dikeluarkan Rp 5.000.000,00&lt;br /&gt;Artinya saldo dana kita akan berkurang menjadi Rp 45.000.000,00&lt;br /&gt;tetapi kita menjadi memiliki saham TLKM sebanyak 10 lot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus, kita memutuskan untuk menjual seluruh saham tersebut pada saat harganya Rp 2.000.00. Artinya, dana yang akan kita terima dari penjualan tersebut sebanyak Rp 10.000.000,00 sehingga otomatis akan menambah saldo uang kita menjadi Rp 55.000.000,00. Tetapi saldo saham kita jadi habis kan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, itu adalah contoh bahwa investasi kita untung, terus kalau seandainya investasi kita rugi ? yaah tinggal di balik aja ilustrasi diatas dengan kondisi kita jual sahamnya pada saat harga saham di bawah Rp 1.000,00.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu diketahui juga bahwa keluar masuknya uang dan saham hasil transaksi saham tidak &lt;em&gt;real time&lt;/em&gt;, sekarang jual atau beli saham sekarang juga uangnya masuk atau sahamnya kita terima. Untuk saat ini, &lt;a href="http://www.bei.co.id/"&gt;BEI &lt;/a&gt;baru menerapkan T+3 untuk transaksi saham. Loh maksudnya apa tuh ? artinya kalau kita menjual saham maka uangnya baru kita terima 3 hari kemudian, demikian juga kalau kita membeli saham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, cerita tentang saham masih bakal lanjut nih, soalnya masih banyak detil yang perlu diketahui sebelum kita mulai memutuskan untuk investasi di saham.  Jadi, jangan lupa untuk terus ikuti blog ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5667936900631355691-1696329076613262839?l=produkkapitalis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ProdukKapitalis/~4/Si7zKY3TAxc" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://produkkapitalis.blogspot.com/feeds/1696329076613262839/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5667936900631355691&amp;postID=1696329076613262839&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5667936900631355691/posts/default/1696329076613262839" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5667936900631355691/posts/default/1696329076613262839" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ProdukKapitalis/~3/Si7zKY3TAxc/masih-cerita-tentang-saham.html" title="Masih Cerita Tentang Saham" /><author><name>Abdalloh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08749483980177692073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://photos.friendster.com/photos/60/76/9376706/1_439256010m.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://produkkapitalis.blogspot.com/2008/01/masih-cerita-tentang-saham.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5667936900631355691.post-3513954318765057118</id><published>2007-12-17T14:09:00.000+07:00</published><updated>2007-12-18T10:12:29.196+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="product" /><title type="text">Lebih dekat dengan saham</title><content type="html">Setelah sebelumnya kita bercerita tentang reksadana, sudah saatnya kita mengenal lebih dekat dengan saham. Yang akan diceritakan disini lebih bersifat teknis yang sangat bermanfaat pada saat akan mencoba investasi di saham. Tetap harus selalu di ingat bahwa resiko investasi langsung di saham lebih tinggi dibandingkan melalui reksadana. Kok bisa sih ? karena kalo reksadana, khususnya reksadana saham, dana kita akan diinvestasikan ke dalam beberapa jenis saham sehingga terjadi penyebaran resiko sedangkan kalo langsung investasi saham maka resikonya terpusat pada saham yang diinvestasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap saham yang dijualbelikan di bursa efek akan diberikan suatu kode khusus. Untuk di &lt;a title="Indonesia Stock Exchange" href="http://www.bei.co.id/" target="_blank"&gt;BEI&lt;/a&gt; setiap saham harus diberi kode 4 hurup yang di tulis dalam hurup besar. Kode tersebut dipilih oleh masing-masing perusahaan dan diajukan kepada &lt;a title="Indonesia Stock Exchange" href="http://www.bei.co.id/" target="_blank"&gt;BEI&lt;/a&gt; untuk disetujui. Misalnya PT Telekominikasi Indonesia Tbk kodenya TLKM atau PT Aneka Tambang Tbk kodenya ANTM. Jadi, jangan heran kalau investor yang sudah terbiasa investasi di saham akan lebih sering menyebut kode saham daripada nama perusahaannya pada saat melakukan transaksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga saham yang ditransaksikan mengacu pada harga per lembar saham, misalnya harga saham TLKM Rp 5.000,00 artinya 1 lembar saham TLKM mempunyai nilai Rp 5.000,00. Meskipun demikian, satuan yang digunakan untuk melakukan transaksi saham bukan lembar saham tetapi ada istilah khusus yaitu LOT. Secara definisi, LOT itu artinya sejumlah lembar saham untuk jenis saham yang sama, dimana untuk saat ini, 1 LOT sama dengan 500 lembar saham. Misalnya, 1 LOT saham TLKM berarti 500 lembar saham TLKM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa sih jumlah minimal saham yang dapat ditransaksikan ? Sampai saat ini, untuk melakukan transaksi saham adalah berdasarkan kelipatan LOT dengan minimal 1 LOT. Artinya, setiap transaksi hanya boleh kelipatan 500 lembar saham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, biar lebih jelas kita lihat contoh deh. Misalnya saya berencana untuk membeli saham TLKM (PT Telekomunikasi Indonesia Tbk) sebanyak 5 LOT dengan harga saham Rp 5.000,00. Maka uang yang harus saya keluarkan :&lt;br /&gt;5 LOT TLKM = 5 x 500 = 2.500 lembar saham&lt;br /&gt;harga Rp 5.000,00&lt;br /&gt;Nilai saham = Rp 5.000,00 x 2.500 = Rp 12.500.000,00&lt;br /&gt;Jadi uang yang harus saya keluarkan sebanyak Rp 12.500.000,00.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat yah, kalau mau melakukan transaksi saham jangan datang ke &lt;a title="Indonesia Stock Exchange" href="http://www.bei.co.id/" target="_blank"&gt;BEI&lt;/a&gt;! karena &lt;a title="Indonesia Stock Exchange" href="http://www.bei.co.id/" target="_blank"&gt;BEI&lt;/a&gt; bukan penjual efek tapi pengelola bursa (kalau lupa silahkan lihat lagi arsip blog yah). Beda dengan reksadana, untuk transaksi saham, sampai saat ini belum bisa melalui bank jadi hanya bisa melalui perusahaan efek.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5667936900631355691-3513954318765057118?l=produkkapitalis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ProdukKapitalis/~4/Imtl0poq-W8" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://produkkapitalis.blogspot.com/feeds/3513954318765057118/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5667936900631355691&amp;postID=3513954318765057118&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5667936900631355691/posts/default/3513954318765057118" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5667936900631355691/posts/default/3513954318765057118" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ProdukKapitalis/~3/Imtl0poq-W8/lebih-dekat-dengan-saham.html" title="Lebih dekat dengan saham" /><author><name>Abdalloh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08749483980177692073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://photos.friendster.com/photos/60/76/9376706/1_439256010m.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://produkkapitalis.blogspot.com/2007/12/lebih-dekat-dengan-saham.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5667936900631355691.post-1901687915745417279</id><published>2007-12-11T18:33:00.000+07:00</published><updated>2007-12-11T18:50:37.289+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="institution" /><title type="text">Info kilat : perubahan link BEJ dan BES</title><content type="html">Sekedar mau menginformasikan bahwa sejak efektifnya penggabungan &lt;a href="http://www.jsx.co.id/" target="_blank" title="Jakarta Stock Exchange"&gt;BEJ&lt;/a&gt; dengan &lt;a href="http://www.bes.co.id/" target="_blank" title="Bursa Efek Surabaya"&gt;BES&lt;/a&gt; menjadi &lt;a href="http://www.bei.co.id/" target="_blank" title="Bursa Efek Indonesia"&gt;Bursa Efek Indonesia (BEI)&lt;/a&gt; per tanggal 30 November 2007, maka apabila kita klik link &lt;a href="http://www.jsx.co.id/" target="_blank" title="Jakarta Stock Exchange"&gt;BEJ&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.bes.co.id/" target="_blank" title="Bursa Efek Surabaya"&gt;BES&lt;/a&gt; di &lt;em&gt;my links&lt;/em&gt; pada blog ini, akan otomatis pindah ke &lt;a href="http://www.bei.co.id/" target="_blank" title="Bursa Efek Indonesia"&gt;BEI&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan informasi dari &lt;a href="http://www.bei.co.id/NewsAnnouncements/Headline/tabid/155/articleType/ArticleView/articleId/74/Website-Transisi-Bursa-Efek-Indonesia.aspx"&gt;webnya&lt;/a&gt; bahwa pada saat ini website &lt;a href="http://www.bei.co.id/" target="_blank" title="Bursa Efek Indonesia"&gt;BEI&lt;/a&gt; masih bersifat transisi karena masih dalam proses harmonisasi dari dua web yang berbeda. Oleh sebab itu, kemungkinan terjadi error pada saat klik masih sangat terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berarti, sejak tanggal 1 Desember 2007 sudah tidak ada lagi &lt;a href="http://www.jsx.co.id/" target="_blank" title="Jakarta Stock Exchange"&gt;BEJ&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.bes.co.id/" target="_blank" title="Bursa Efek Surabaya"&gt;BES&lt;/a&gt; dan hanya ada satu bursa efek di Indonesia yaitu &lt;a href="http://www.bei.co.id/" target="_blank" title="Bursa Efek Indonesia"&gt;Bursa Efek Indonesia (BEI)&lt;/a&gt; atau dalam bahasa Inggrisnya menjadi &lt;a href="http://www.bei.co.id/" target="_blank" title="Bursa Efek Indonesia"&gt;Indonesia Stock Exchange(IDX)&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat datang &lt;a href="http://www.bei.co.id/" target="_blank" title="Bursa Efek Indonesia"&gt;Bursa Efek Indonesia&lt;/a&gt;!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5667936900631355691-1901687915745417279?l=produkkapitalis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ProdukKapitalis/~4/J9-uNPggoK0" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://produkkapitalis.blogspot.com/feeds/1901687915745417279/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5667936900631355691&amp;postID=1901687915745417279&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5667936900631355691/posts/default/1901687915745417279" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5667936900631355691/posts/default/1901687915745417279" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ProdukKapitalis/~3/J9-uNPggoK0/info-kilat-perubahan-link-bej-dan-bes.html" title="Info kilat : perubahan link BEJ dan BES" /><author><name>Abdalloh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08749483980177692073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://photos.friendster.com/photos/60/76/9376706/1_439256010m.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://produkkapitalis.blogspot.com/2007/12/info-kilat-perubahan-link-bej-dan-bes.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5667936900631355691.post-7898672454708197281</id><published>2007-12-07T08:41:00.000+07:00</published><updated>2007-12-07T13:37:28.040+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="mutual funds" /><title type="text">Mari Beli Reksadana</title><content type="html">Masih cerita tentang reksadana nih. Ok, kita sudah tahu tentang mahluk seperti apa reksadana itu, terus bagaimana cara membelinya ? Sebelum kita bercerita lebih lanjut, satu hal yang perlu dipahami adalah "membeli" reksadana artinya melakukan investasi melalui reksadana. Jadi jangan sampai salah mengerti yah, kalau ada orang bilang membeli reksadana sebenarnya mereka sedang berinvestasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap reksadana itu terdiri dari unit-unit investasi, dimana nilai 1 unit sama dengan NAB/NAV/harga dari reksadana tersebut. Jadi, apabila kita membeli reksadana sejumlah Rp xxx, maka jumlah unit yang akan kita terima adalah sebanyak Rp xxx dibagi dengan NAB-nya.&lt;br /&gt;Kita lihat contoh deh, biar gampang yah.&lt;br /&gt;misalnya Reksadana ABCD NABnya Rp 2.000,00&lt;br /&gt;Kita membeli reksadana ABCD sejumlah Rp 1.000.000,00&lt;br /&gt;Maka unit reksadana ABCD yang kita miliki sebanyak 500 unit (1.000.000/2.000).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kita yang belum familiar dengan perusahaan efek, pada saat akan membeli reksadana bisa mendatangi bank. Tapi harus diingat bahwa tidak semua bank menjadi agen penjual reksadana, biasanya sih bank-bank besar saja yang menjadi agen. Untuk mengetahui bank mana saja yang menjadi agen reksadana bisa bertanya pada banknya langsung, bertanya kepada penerbit reksadana atau bisa juga dengan melihat prospektus reksadana yang akan kita beli. Apa sih prospektus ? nanti kita bahas secara khusus yah, yang jelas prospektus itu berisi tentang profil reksadana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosesnya gampang banget, tinggal datang ke bank, terus isi formulir, terus setor uang, beres deh, pokoknya hampir sama dengan buka rekening kok. Malahan ada bank yang bisa membeli reksadana via ATM. Terus kalau mau jual gimana caranya ? hampir sama dengan proses pembelian, tinggal datang ke bank dimana kita beli reksadana, terus bilang mau jual reksadananya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, jangan dilupakan juga bahwa setiap kita melakukan transaksi reksadana (jual atau beli) ada yang namanya biaya. Ada biaya pembelian dan juga biaya penjualan (&lt;em&gt;redemption&lt;/em&gt;). Besarnya biaya tersebut biasanya dalam bentuk prosentase dari nilai reksadana yang kita transaksikan. Rata-rata, baik jual maupun beli, biayanya sekitar 0,5% - 1,5%. Kalau kita cermat dan teliti dalam memilih reksadana, ada juga yang tidak mengenakan biaya loh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus kalau mau tahu bahwa kita untung atau tidak gimana caranya ? gampang kok, tinggal hitung aja prosentase dari NAB saat akan dijual dengan NAB pada saat beli. Yang jelas, kalau NAB saat kita jual lebih kecil dari NAB saat kita beli, sudah pasti kita bakal rugi deh. Oh ya, perlu di ingat bahwa reksadana itu diarahkan untuk investasi jangka panjang, jadi membeli reksadana harus diniatkan untuk jangka panjang yah. Fakta nih, dalam setahun ada reksadana yang menghasilkan return lebih dari 50% loooh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mau tahu jenis dan tipe reksadana bisa lihat di surat kabar, khususnya surat kabar bisnis, atau bisa klik &lt;a title="pusat informasi reksadana" href="http://www.bapepamlk.depkeu.go.id/reksadana/" target="_blank"&gt;disini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;So, moved your assets to mutual funds and enjoy your return&lt;/em&gt;!. Selamat membeli reksadana yah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5667936900631355691-7898672454708197281?l=produkkapitalis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ProdukKapitalis/~4/xMpexAPmtLM" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://produkkapitalis.blogspot.com/feeds/7898672454708197281/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5667936900631355691&amp;postID=7898672454708197281&amp;isPopup=true" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5667936900631355691/posts/default/7898672454708197281" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5667936900631355691/posts/default/7898672454708197281" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ProdukKapitalis/~3/xMpexAPmtLM/mari-beli-reksadana.html" title="Mari Beli Reksadana" /><author><name>Abdalloh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08749483980177692073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://photos.friendster.com/photos/60/76/9376706/1_439256010m.jpg" /></author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://produkkapitalis.blogspot.com/2007/12/mari-beli-reksadana.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5667936900631355691.post-5702841513517083639</id><published>2007-11-30T09:32:00.000+07:00</published><updated>2007-11-30T13:21:32.506+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="mutual funds" /><title type="text">Reksadana itu instrumen investasi</title><content type="html">Kita lanjutkan cerita lain tentang reksadana. Yang paling penting adalah jangan pernah berpikir bahwa reksadana itu seperti saham ataupun obligasi tetapi yang harus diingat bahwa reksadana itu adalah alat untuk investasi bukan produk investasi. Maksudnya apa sih ? karena dia adalah alat maka perubahan "harganya" sangat tergantung dari perubahan harga produk yang diwadahinya bukan karena reksadananya sendiri yang berubah. Misalnya, apabila reksadana saham mengalami perubahan "harga", maka penyebabnya adalah karena harga saham yang dijadikan produk investasi oleh reksadana tersebut yang berubah. Sederhananya, perubahan pada produk investasi yang menyebabkan fluktuasi harga reksadana bukan sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kita yang belum mengerti tentang produk investasi tetapi ingin mencoba atau ingin mengenalnya, maka reksadana adalah pilihan yang tepat. Lho kok bisa ? karena tanpa perlu memiliki pengetahuan tentang produk-produk investasi, kita bisa berinvestasi pada produk-produk tersebut. Sekali lagi, karena reksadana adalah wadah dari sekumpulan produk investasi atau sering disebut juga sebagai investasi kolektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus bagaimana mengenai resikonya ? pasti dong ada resiko rugi juga yang nilainya sangat tergantung dari kemampuan si pengelola reksadana dalam memilih produk investasinya. Tingkat resikonya berbanding lurus dengan resiko pada produk investasinya, dimana reksadana saham merupakan reksadana yang tingkat resikonya paling tinggi dan sebaliknya untuk reksadana pendapatan tetap (atau reksadana obligasi) adalah yang paling kecil resikonya. Itulah sebabnya, yang harus diperhatikan ketika memilih reksadana, selain komposisi produk investasinya juga si pengelola reksadananya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu apa lagi yang mesti diperhatikan ? jangan lupa juga untuk memperhatikan "harga" suatu reksadana. Apa sih harga itu ? harga reksadana ditunjukan oleh NAB (Nilai Aktiva Bersih) atau NAV (&lt;em&gt;Net Asset Value&lt;/em&gt;) yang biasanya dihitung secara harian. Untuk detil dari perhitungan NAV/NAB bisa lihat &lt;a title="net asset value from wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Net_asset_value" target="_blank"&gt;disini&lt;/a&gt;. Harga reksadana pada saat pertama kali diluncurkan biasanya 1000 dan terus berubah secara harian. Jadi, jangan bingung kalau ada yang menyebutkan harga reksadana ataupun NAB/NAV karena maksudnya sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus dimana kita bisa "membeli" reksadana tersebut ? yang sudah pasti adalah di perusahaan pengelola atau penerbit reksadana. Nah, untuk mempermudah dalam mengumpulkan dana kelolaan, saat ini banyak penerbit reksadana yang bekerjasama dengan perbankan dalam menjual unit reksadana, dimana bank berfungsi sebagai agen penjual. Itulah sebabnya, sekarang apabila kita ingin membeli reksadana bisa mendatangi bank. Harap diingat, bukan berarti bank adalah penerbit reksadana yah!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5667936900631355691-5702841513517083639?l=produkkapitalis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ProdukKapitalis/~4/VtrMyD3jt40" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://produkkapitalis.blogspot.com/feeds/5702841513517083639/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5667936900631355691&amp;postID=5702841513517083639&amp;isPopup=true" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5667936900631355691/posts/default/5702841513517083639" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5667936900631355691/posts/default/5702841513517083639" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ProdukKapitalis/~3/VtrMyD3jt40/reksadana-itu-instrumen-investasi.html" title="Reksadana itu instrumen investasi" /><author><name>Abdalloh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08749483980177692073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://photos.friendster.com/photos/60/76/9376706/1_439256010m.jpg" /></author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://produkkapitalis.blogspot.com/2007/11/reksadana-itu-instrumen-investasi.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5667936900631355691.post-9170949100936258498</id><published>2007-11-23T15:02:00.000+07:00</published><updated>2007-11-27T17:51:31.025+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="mutual funds" /><title type="text">Apa sih Reksadana itu ?</title><content type="html">Banyak masyarakat yang salah mengerti tentang reksadana. Selain sering dianggap sama dengan produk pasar modal, saham atau obligasi, juga ada yang sering tertukar dengan danareksa. Semakin salah kaprah ketika ada informasi di media bahwa bank menjual reksadana. Ok, kita coba urai disini sebenarnya reksadana itu mahluk seperti apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling utama harus diinformasikan adalah reksadana itu bukan &lt;a title="danareksa" href="http://www.danareksa.com/" target="_blank"&gt;danareksa&lt;/a&gt;, karena &lt;a title="danareksa" href="http://www.danareksa.com/" target="_blank"&gt;danareksa&lt;/a&gt; itu adalah nama perusahaan efek yang dimiliki oleh pemerintah (tentang perusahaan efek nanti akan saya ceritakan ketika membahas penjual di pasar modal). Kebetulan saja namanya hampir sama dan kebetulan juga &lt;a title="danareksa" href="http://www.danareksa.com/" target="_blank"&gt;danareksa&lt;/a&gt; mempunyai ijin untuk mengelola reksadana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan kita datang ke toko roti dimana banyak pilihan, misalnya donut, croissant, roti tawar ataupun roti biasa dengan berbagai macam pilihan isinya. Kita bisa beli satu jenis roti saja ataupun beberapa jenis roti sekaligus. Apabila kita memutuskan untuk membeli langsung beberapa jenis roti maka butuh wadah untuk menampungnya. Nah, reksadana itu seperti wadah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara sederhana reksadana atau &lt;em&gt;mutual funds&lt;/em&gt; diartikan sebagai sebuah wadah yang berisi sekumpulan produk-produk finansial (bukan hanya produk pasar modal) dan di kelola oleh perusahaan yang mempunyai izin mengelola investasi. Artinya, tidak sembarang perusahaan yang dapat mengelola suatu reksadana. Kenapa sih ? karena reksadana itu adalah salah satu instrumen untuk investasi sehingga pengelolanya harus mempunyai kemampuan mengelola investasi yang dibuktikan dengan izin sebagai pengelola investasi, dimana izinnya dikeluarkan oleh &lt;a title="Badan Pengawas Pasar Modal" href="http://www.bapepam.go.id/" target="_blank"&gt;Bapepam&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun produk-produk pasar keuangan itu banyak jenisnya tetapi yang biasanya dijadikan pilihan untuk dikelola oleh reksadana terbatas pada saham, obligasi, deposito, pasar uang dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Nah, berdasarkan jenis produk yang di kelolanya, maka reksadana sering dibedakan menjadi reksadana saham, reksadana campuran, reksadana pendapatan tetap dan reksadana pasar uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reksadana saham adalah reksadana yang mengelola produk saham saja, sedangkan reksadana campuran adalah reksadana yang mengelola produk campuran, bisa saham dan pasar uang atau saham dengan pendapatan tetap, yang jelas terdiri dari dua atau lebih jenis produk finansial dengan komposisi yang berbeda-beda. Kalau reksadana pendapatan tetap adalah reksadana yang mengelola obligasi dan produk sejenisnya, terakhir reksadana pasar uang adalah reksadana yang mengelola produk pasar uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gimana, sudah mulai jelas mahluk seperti apa reksadana itu. Di blog selanjutnya, kita masih akan bercerita mengenai reksadana juga agar semakin tergambar dengan jelas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5667936900631355691-9170949100936258498?l=produkkapitalis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ProdukKapitalis/~4/YAveYhbo1xk" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://produkkapitalis.blogspot.com/feeds/9170949100936258498/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5667936900631355691&amp;postID=9170949100936258498&amp;isPopup=true" title="3 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5667936900631355691/posts/default/9170949100936258498" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5667936900631355691/posts/default/9170949100936258498" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ProdukKapitalis/~3/YAveYhbo1xk/apa-sih-reksadana-itu.html" title="Apa sih Reksadana itu ?" /><author><name>Abdalloh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08749483980177692073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://photos.friendster.com/photos/60/76/9376706/1_439256010m.jpg" /></author><thr:total>3</thr:total><feedburner:origLink>http://produkkapitalis.blogspot.com/2007/11/apa-sih-reksadana-itu.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5667936900631355691.post-4922832875631293997</id><published>2007-11-20T15:13:00.000+07:00</published><updated>2007-11-28T10:25:03.162+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="product" /><title type="text">Sekilas tentang derivatif</title><content type="html">Perlu di ingat bahwa yang dibicarakan dalam blog ini adalah produk derivatif yang berasal dari produk pasar modal bukan dari produk pasar finansial lainnya. Mengapa perlu saya ingatkan ? karena yang namanya produk derivatif itu bukan hanya monopoli pasar modal saja tetapi juga ada di pasar finansial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di cerita sebelumnya, produk derivatif bisa juga disebut sebagai produk modifikasi, karena penciptaan produk derivatif selalu berasal dari produk utama, saham dan obligasi, yang di modifikasi. Itulah sebabnya, dalam konteks derivatif, saham dan obligasi sering disebut sebagai &lt;em&gt;underlying assets&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;underlying products&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, karena derivatif adalah produk turunan maka modifikasinya tidak pernah melenceng dari produk yang diturunkannya. Secara teori, ada juga produk derivatif yang diciptakan sebagai alat untuk melakukan &lt;em&gt;hedging&lt;/em&gt; dari produk utamanya. Maksudnya, agar si pemilik produk utama dapat menjaga produknya dari kerugian yang terlalu besar. Karakteristik dari pergerakan produk tersebut akan relatif sama dengan &lt;em&gt;underlying product&lt;/em&gt;-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini, produk derivatif yang di jual di pasar modal Indonesia masih relatif terbatas. Kondisi tersebut sangat masuk akal karena pengetahuan masyarakat Indonesia tentang saham dan obligasi saja masih terbatas apalagi untuk mengerti tentang produk derivatif. Itulah sebabnya, aktivitas perdagangan produk derivatif di Indonesia masih sangat sedikit, baik secara volume maupun secara nilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini, produk derivatif yang di jual di pasar modal Indonesia diantaranya adalah yang ada di &lt;a title="jakarta stock exchange" href="http://www.jsx.co.id/" target="_blank"&gt;BEJ&lt;/a&gt;: waran, HMETD (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu) atau &lt;em&gt;right&lt;/em&gt;, KOS (Kontrak Opsi Saham); sedangkan yang ada di &lt;a title="bursa efek surabaya" href="http://www.bes.co.id/" target="_blank"&gt;BES&lt;/a&gt; diantaranya EBA (Efek Beragun Aset), dan &lt;em&gt;Index Future&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus, kalau produk komoditas dan reksadana apakah termasuk produk derivatif pasar modal ? Ok, untuk produk komoditas jelas bukan merupakan salah produk derivatif di industri pasar modal karena ada pasar sendiri untuk produk tersebut yang disebut dengan pasar komoditas atau &lt;em&gt;commodity market&lt;/em&gt;. Nah, kalau reksadana akan kita ceritakan tersendiri di blog selanjutnya. Yang perlu dicatat adalah reksadana itu sebenarnya bukan termasuk produk pasar modal seperti saham, obligasi ataupun derivatif tetapi merupakan wadah yang diciptakan oleh perusahaan efek, yang mempunyai izin sebagai &lt;em&gt;fund manager,&lt;/em&gt; untuk mengelola investasi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5667936900631355691-4922832875631293997?l=produkkapitalis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ProdukKapitalis/~4/-oA3MYrRr58" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://produkkapitalis.blogspot.com/feeds/4922832875631293997/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5667936900631355691&amp;postID=4922832875631293997&amp;isPopup=true" title="27 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5667936900631355691/posts/default/4922832875631293997" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5667936900631355691/posts/default/4922832875631293997" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ProdukKapitalis/~3/-oA3MYrRr58/sekilas-tentang-derivatif.html" title="Sekilas tentang derivatif" /><author><name>Abdalloh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08749483980177692073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://photos.friendster.com/photos/60/76/9376706/1_439256010m.jpg" /></author><thr:total>27</thr:total><feedburner:origLink>http://produkkapitalis.blogspot.com/2007/11/sekilas-tentang-derivatif.html</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5667936900631355691.post-373203498347232124</id><published>2007-11-12T18:34:00.000+07:00</published><updated>2007-11-28T10:28:36.884+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="institution" /><title type="text">Bursa Efek Indonesia</title><content type="html">Cerita tentang produk pasar modal, saya &lt;em&gt;break&lt;/em&gt; dulu untuk informasi terbaru mengenai bursa efek yang ada di Indonesia. Masih ingat cerita saya bahwa &lt;a href="http://www.jsx.co.id/" target="_blank"&gt;BEJ&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.bes.co.id/" target="_blank"&gt;BES&lt;/a&gt; akan melakukan penggabungan usaha ? Ya, per tanggal 30 Oktober 2007 yang lalu &lt;a href="http://www.jsx.co.id/NewsAnnouncements/Headline/tabid/155/articleType/ArticleView/articleId/72/Default.aspx" target="_blank"&gt;secara resmi &lt;/a&gt;mereka bergabung, tepatnya &lt;a href="http://www.bes.co.id/" target="_blank"&gt;BES&lt;/a&gt; menggabungkan diri ke dalam &lt;a href="http://www.jsx.co.id/" target="_blank"&gt;BEJ&lt;/a&gt;, dan namanya berubah menjadi Bursa Efek Indonesia. Meskipun demikian, efektif berlakunya direncanakan tanggal 1 Desember 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sih untungnya ? secara teori penggabungan tersebut harusnya dapat menjadikan pasar modal Indonesia lebih efisien dibandingkan sebelumnya karena ada beberapa biaya yang hilang dan ada proses yang lebih sederhana. Tetapi, bagaimanapun hal tersebut sangat tergantung dari banyak aspek, terutama produktivitas sumber daya Bursa Efek Indonesia. Yang jelas dengan penggabungan ini, maka konsentrasi untuk bertarung di level regional akan semakin fokus dan terarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggabungan ini juga sebenarnya adalah amanat dari para pelaku pasar moda nasional yang tertuang dalam &lt;a href="http://www.bapepam.go.id/pasar_modal/publikasi_pm/info_pm/master_plan_2006_2009.pdf" target="_blank"&gt;&lt;em&gt;Master Plan&lt;/em&gt; Pasar Modal Indonesia 2005 - 2009&lt;/a&gt;, jadi suka tidak suka penggabungan ini harus dilakukan sebelum tahun 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, mari kita sama-sama lihat apakah Bursa Efek Indonesia akan dapat mengemban misi pasar modal Indonesia untuk dapat diperhitungkan di level regional ataupun internasional.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5667936900631355691-373203498347232124?l=produkkapitalis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ProdukKapitalis/~4/3on0nokjVA0" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://produkkapitalis.blogspot.com/feeds/373203498347232124/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5667936900631355691&amp;postID=373203498347232124&amp;isPopup=true" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5667936900631355691/posts/default/373203498347232124" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5667936900631355691/posts/default/373203498347232124" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ProdukKapitalis/~3/3on0nokjVA0/bursa-efek-indonesia.html" title="Bursa Efek Indonesia" /><author><name>Abdalloh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08749483980177692073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://photos.friendster.com/photos/60/76/9376706/1_439256010m.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://produkkapitalis.blogspot.com/2007/11/bursa-efek-indonesia.html</feedburner:origLink></entry></feed>

