<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" gd:etag="W/&quot;AkIBRn05eCp7ImA9WhdVGU0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2918302000313367963</id><updated>2011-09-25T06:55:57.320+07:00</updated><category term="jodoh" /><category term="selingkuh" /><category term="mimpi" /><category term="khitbah" /><category term="istikharah" /><category term="persiapan nikah" /><category term="Suami Adil" /><category term="kepribadian" /><category term="lorem" /><category term="seksual" /><category term="psikologi" /><category term="pengumuman" /><category term="ipsum" /><category term="konflik" /><title>Psikologi Cinta</title><subtitle type="html">tinjauan psikologis terhadap berbagai fenomena cinta</subtitle><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://psikologi-cinta.blogspot.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://psikologi-cinta.blogspot.com/" /><author><name>M Shodiq Mustika</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="http://bp1.blogger.com/_Jk4ixzSwB5k/SHvAb1N1III/AAAAAAAAABI/u0zr-gDqg0A/S220/muhshodiq-128.jpg" /></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>5</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/atom+xml" href="http://feeds.feedburner.com/PsikologiCinta" /><feedburner:info uri="psikologicinta" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId>PsikologiCinta</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><entry gd:etag="W/&quot;DkAHR305cSp7ImA9WxVRF04.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2918302000313367963.post-5592787742763697206</id><published>2009-01-24T01:17:00.000+07:00</published><updated>2009-01-24T01:18:56.329+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-01-24T01:18:56.329+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kepribadian" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="mimpi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="psikologi" /><title>Takwil Mimpi Melahirkan Anak</title><content type="html">&lt;blockquote&gt;nama saya anyss.dari malaysia.saya pernah bermimpi.saya mahu tuan memberi pandangan terhadap mimpi yang pernah saya alami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. saya bermimpi melahirkan anak sulung ketika berusia 13 tahun.comel.putih melepak.saya bermimpi seakan-akan betul-betul di saat sedang melahirkan anak.saya terlihat seorang lelaki yang seakan-akan ayah kepada bayi tersebut. samar-samar mukanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. ketika berusia 16 atau 17 tahun…saya bermimpi sekali lagi…saya sedang melahirkan anak kedua…bayi lelaki juga.yang sulung juga lelaki sedang berlari-larian mendapatkan ayahnya. bayi kedua sangat kacak. seiras mat salleh. ayah mereka seakan-akan menjauh daripada saya. juga samar wajahnya. seingat saya…lelaki yang sama dengan mimpi pertama saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. mimpi seterusnya berulang…saya sedang mengandung pula anak ketiga. lelaki atau ayah mereka juga sama..kelihatan anak sulung sudah berusia seperti 4 atau 5 tahun. anak kedua seakan 1 tahun. tapi…mimpi itu tidak berakhir dengan kelahiran…mimpi ketiga ini saya alami ketika berusia 19 tahun…lelaki itu seakan-akan merenung jauh pada saya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
tuan…saya takut…kerana saya dapat merasakan lelaki itu sedang memberitahu kepada saya…saya dapat mengingati ketiga-tiga mimpi ini kerana sangat unik bagi saya.ibarat saya sudah dapat merasakan pengalaman bersalin anak.sangat enak….nikmatnya dapat melahirkan anak…tapi…mengapa lelaki itu seperti jauh daripada saya???…sangat misteri…saya ingin ketahui jawapannya…ini adalah mimpi benar saya alami.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Takwil M Shodiq Mustika:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melahirkan anak dalam mimpi tersebut mungkin melambangkan perubahan diri Anda, seolah-olah menjadi manusia baru yang jauh lebih baik daripada sebelumnya. Usia 13, 16, 19, itu memang usia peralihan dari satu tahap tertentu ke tahap berikutnya, dalam pengembangan-diri (self-growth) kita. Mungkin pada usia 22 dan 25, Anda juga akan mengalami mimpi serupa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nikmatnya pengalaman melahirkan dalam mimpi itu mengisyaratkan bahwa Anda menikmatan perubahan-perubahan dalam perkembangan diri Anda. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sosok ayah dalam mimpi tersebut mungkin melambangkan sesuatu yang menjadi penyebab utama perkembangan-perkembangan Anda itu. Jauhnya dan samar-samarnya sosok tersebut melambangkan bahwa Anda belum benar-benar mengenal apa yang sesungguhnya menjadi penyebab utama perkembangan-perkembangan Anda itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berulangnya mimpi-mimpi tersebut menunjukkan bahwa Anda perlu mengenali penyebab utama perkembangan-perkembangan Anda. Oleh karena itu, Anda perlu mengenali sifat-sifat yang baik pada diri Anda, yang membuat Anda berkembang ke arah yang lebih baik. Untuk itu, Anda dapat menempuh &lt;i&gt;personality test&lt;/i&gt;, seperti "&lt;a href="http://similarminds.com/embj.html"&gt;Jung + Enneagram Personality Test&lt;/a&gt;".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apabila Anda sudah mengenali dengan lebih jelas sifat-sifat baik tersebut, maka insya'Allah perkembangan diri Anda akan lebih bagus lagi. Anda pun akan lebih dapat menikmati perubahan-perubahan selama perkembangan berlangsung.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2918302000313367963-5592787742763697206?l=psikologi-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/PsikologiCinta/~4/GdkszgA-8Sk" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://psikologi-cinta.blogspot.com/feeds/5592787742763697206/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://psikologi-cinta.blogspot.com/2009/01/takwil-mimpi-melahirkan-anak.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2918302000313367963/posts/default/5592787742763697206?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2918302000313367963/posts/default/5592787742763697206?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PsikologiCinta/~3/GdkszgA-8Sk/takwil-mimpi-melahirkan-anak.html" title="Takwil Mimpi Melahirkan Anak" /><author><name>M Shodiq Mustika</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="http://bp1.blogger.com/_Jk4ixzSwB5k/SHvAb1N1III/AAAAAAAAABI/u0zr-gDqg0A/S220/muhshodiq-128.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://psikologi-cinta.blogspot.com/2009/01/takwil-mimpi-melahirkan-anak.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUYHRXs5eip7ImA9WxVSFEU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2918302000313367963.post-6244474491571554618</id><published>2009-01-09T13:12:00.000+07:00</published><updated>2009-01-09T13:38:54.522+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-01-09T13:38:54.522+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="mimpi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="persiapan nikah" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="jodoh" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="khitbah" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="istikharah" /><title>Mau dilamar pacar, tapi belum siap nikah, gimana?</title><content type="html">&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;Saat ini saya menjalin kasih (pacaran) dengan seseorang, sebut saja B. Hubungan kami sudah berjalan kurang lebih 6 bulan. Dan Alhamdulillah perilaku kami tidak menjurus ke hal2 yang negatif (karena kami sering menghabiskan waktu di rumah, dan ada orang tua). Dia merencanakan untuk meng-khitbah saya dalam waktu dekat ini. Saya senang mendengar berita itu, tapi saya takut saya tidak siap. Lagipula saya masih menyimpan cinta untuk seseorang, sebut saja R. Pernah saya berharap R yang datang pertama untuk meng-khitbah saya. Saya juga sudah pernah istikharah, dan yang muncul dalam mimpi saya adalah R. Tapi waktu itu saya memikirkan dia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apa yang muncul di mimpi saya itu adalah jodoh saya? Jika iya, apa yang harus saya lakukan, karena saya tidak mau menyakiti H?? Lalu jika H memang benar datang meng-khitbah saya, apa yang sebaiknya saya lakukan?? KArena saya takut tidak siap &amp; takut kalo dia bukan jodoh saya??&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mohon segera diberi solusi yang terbaik buat saya.&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;0) Alhamdulillaah... Aku pun senang kau dan pacarmu mampu menjaga diri. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;1) Mimpi itu tidak selalu pertanda jodoh terbaik, walaupun terjadi setelah istikharah. Karena sebelum bemimpi itu kau memikirkan R dengan mendalam, maka mimpimu tersebut menurutku hanyalah &lt;b&gt;bunga tidur&lt;/b&gt;. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;2) Untuk mengatasi masalah takut belum siap nikahmu, kita perlu lebih dulu mengenali apakah ketakutanmu atau kebelumsiapanmu ini bersifat obyektif ataukah subyektif. Untuk itu, silakan periksa halaman "&lt;a href="http://pacaranislami.wordpress.com/sukses-pacaran/"&gt;Kriteria Siap Nikah&lt;/a&gt;". &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apabila sebagian besar dari kriteria-kriteria itu sudah terpenuhi, maka ketakutanmu ini mungkin bersifat subyektif, bersumber dari dalam dirimu. Untuk mengatasinya, amalkanlah doa/zikir yang relevan sebagaimana kupaparkan di buku &lt;a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2008/06/11/cara-dzikir-untuk-atasi-segala-masalah-cinta/"&gt;Doa &amp; Zikir Cinta&lt;/a&gt;. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun jika sebagian besar dari kriteria-kriteria itu belum terpenuhi, maka kebelumsiapanmu ini cenderung bersifat obyektif, bersumber dari luar dirimu. Untuk mengatasinya, mintalah kepada pacarmu supaya menunda dulu rencananya untuk meminang dirimu. Mintalah waktu secukupnya untuk memenuhi sebagian besar dari kriteria-kriteria itu. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Wallaahu a'lam.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2918302000313367963-6244474491571554618?l=psikologi-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/PsikologiCinta/~4/OtA4mirEg9I" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://psikologi-cinta.blogspot.com/feeds/6244474491571554618/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://psikologi-cinta.blogspot.com/2009/01/mau-dilamar-pacar-tapi-belum-siap-nikah.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2918302000313367963/posts/default/6244474491571554618?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2918302000313367963/posts/default/6244474491571554618?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PsikologiCinta/~3/OtA4mirEg9I/mau-dilamar-pacar-tapi-belum-siap-nikah.html" title="Mau dilamar pacar, tapi belum siap nikah, gimana?" /><author><name>M Shodiq Mustika</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="http://bp1.blogger.com/_Jk4ixzSwB5k/SHvAb1N1III/AAAAAAAAABI/u0zr-gDqg0A/S220/muhshodiq-128.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://psikologi-cinta.blogspot.com/2009/01/mau-dilamar-pacar-tapi-belum-siap-nikah.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkUAQ3o4fyp7ImA9WxVSEU0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2918302000313367963.post-8133431009035741313</id><published>2009-01-05T03:15:00.000+07:00</published><updated>2009-01-05T03:17:22.437+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-01-05T03:17:22.437+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="konflik" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="selingkuh" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Suami Adil" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="seksual" /><title>konsultasi pasca perselingkuhan</title><content type="html">&lt;blockquote&gt;Kami suami-istri menikah sudah 16 tahun. Dua tahun yang lalu, istri saya membuat pengakuan telah berselingkuh dan telah melakukan hubungan intim sebanyak 2 kali. Semenjak itu, hubungan kami menjadi buruk, karena meskipun saya telah memaafkan, saya selalu curiga kepada istri saya, apalagi istri saya suka pergi tidak mau ditemani oleh saya. Apabila terjadi pertengkaran, istri saya selalu minta cerai, tetapi sampai saat ini saya tdk pernah mengabulkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kejadian ini dipicu semenjak istri saya gaji &amp;amp; karir menanjak dengan drastis (jabatan &amp;amp; gaji lebih banyak dari saya). Dan masalah gaji saya sekarang yg. lebih kecil dari istri, selalu menjadi alasan bahwa saya suami yang tidak bertanggung jawab, dan menjadi alasan istri saya supaya saya tidak boleh melarang bergaul dengan teman-teman prianya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami terakhir berciuman pada 23 bulan yang lalu dan terkahir berhubungan sex pada 5 bulan yang lalu. Sampai kini, istri saya tidak mau lagi berciuman dan berhubungan sex dengan saya dengan alasan istri saya sudah tidak menyukai lagi, malahan saya disuruh mencari wanita lain yg. mau dengan saya. Sampai sekarang ( 6 bulan) istri tidak mau lagi tidur dengan saya (tidur di kamar lain) dan dia hanya mau bicara kepada saya hanya seperlunya saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mohon saran dan solusi untuk mengatasi masalah ini. Terus terang saja, saya masih mencintai istri saya.&lt;/blockquote&gt;Tanggapan M Shodiq Mustika:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya merasa kagum atas kesetiaan Anda terhadap istri. Anda suami yang langka. Kesetiaan Anda patut diteladani oleh para suami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, kesetiaan itu belumlah mencukupi untuk membina rumah tangga yang sakinan. Kita masih membutuhkan sikap dan langkah lain untuk itu. Yang utama adalah berupaya &lt;strong&gt;memahami sudut pandang pasangan kita&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari kata-kata yang Anda tulis, saya menduga bahwa Anda hampir selalu menggunakan sudut pandang yang khas laki-laki. Saran saya, untuk mengatasi masalah ini, gunakanlah pula sudut pandang perempuan. Berikut ini beberapa diantaranya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1) Bila dia meminta cerai setiap kali terjadi pertengkaran dengan Anda, dapat kita "terjemahkan" bahwa itu mengisyaratkan bahwa dia &lt;strong&gt;perlu lebih Anda hargai&lt;/strong&gt; selaku istri Anda. Dia tidak sungguh-sungguh ingin cerai dari Anda. (Kalau dia betul-betul mau cerai, dia akan mengatakannya justru pada saat tenang, bukan ketika bertengkar.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2) Bila Anda bermaksud menemani dia pergi, &lt;strong&gt;lakukanlah demi kepentingan dia&lt;/strong&gt;. Umpamanya: demi keselamatannya atau demi kenyamanannya. Jangan melakukannya demi kepentingan Anda sendiri. Misalnya: lantaran curiga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3) Perlakukanlah hubungan seks dan "pra-seks" (berciuman dsb) dengan istri Anda &lt;strong&gt;sebagai ekspresi cinta Anda kepadanya&lt;/strong&gt;. Jangan memperlakukannya sebagai pemenuhan kebutuhan biologis Anda sendiri. Wanita bisa menolak seks, tapi takkan menolak untuk dicintai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4) Kalau memang sudah memaafkan, belajarlah untuk menaruh kepercayaan kepadanya. Jangan curiga! Jangan pula mengungkit-ungkit kesalahannya. Cukuplah Anda bersandar kepada Sang Mahatahu. Berdoalah kepada-Nya supaya istri Anda lebih mencintai Anda dan tidak selingkuh lagi. (Kalau Anda muslim, silakan pilih doa yang relevan di buku &lt;a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2008/06/11/cara-dzikir-untuk-atasi-segala-masalah-cinta/"&gt;Doa &amp;amp; Zikir Cinta&lt;/a&gt;.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Supaya lebih dapat memahami sudut pandangnya, bacalah buku-buku yang menerangkan perbedaan pria-wanita. Diantaranya, &lt;a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/08/23/buku-taaruf-yang-best-seller/"&gt;Ta'aruf Forever&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian saran saya. Wallaahu a'lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2918302000313367963-8133431009035741313?l=psikologi-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/PsikologiCinta/~4/EoHnX7jvWZ0" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://psikologi-cinta.blogspot.com/feeds/8133431009035741313/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://psikologi-cinta.blogspot.com/2009/01/konsultasi-pasca-perselingkuhan.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2918302000313367963/posts/default/8133431009035741313?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2918302000313367963/posts/default/8133431009035741313?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PsikologiCinta/~3/EoHnX7jvWZ0/konsultasi-pasca-perselingkuhan.html" title="konsultasi pasca perselingkuhan" /><author><name>M Shodiq Mustika</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="http://bp1.blogger.com/_Jk4ixzSwB5k/SHvAb1N1III/AAAAAAAAABI/u0zr-gDqg0A/S220/muhshodiq-128.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://psikologi-cinta.blogspot.com/2009/01/konsultasi-pasca-perselingkuhan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0AMQnYzfyp7ImA9WxVSEEQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2918302000313367963.post-6687841661638929068</id><published>2009-01-05T02:59:00.000+07:00</published><updated>2009-01-05T03:09:43.887+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-01-05T03:09:43.887+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pengumuman" /><title>Alamat Psikologi Cinta Berpindah (lagi) ke Sini</title><content type="html">Alamat blog Psikologi Cinta ini berpindah lagi. Baru beberapa pekan di dagdigdug.com, aku sudah tidak betah. Penyebabnya yang utama, ternyata eMail notification-nya tidak berjalan dengan semestinya. Akibatnya, aku sering terlambat menanggapi komentar pembaca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, kalau yang di blogspot ini, sebagaimana di wordpress.com, fasilitasnya dapat diandalkan. Jadilah mulai sekarang, blog Psikologi Cinta menempati alamat baru di sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam proses pemindahan ini, mungkin para pembaca merasa agak kurang nyaman. Untuk itu, aku mohon maaf, ya!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2918302000313367963-6687841661638929068?l=psikologi-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/PsikologiCinta/~4/zhIagSqBA2A" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://psikologi-cinta.blogspot.com/feeds/6687841661638929068/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://psikologi-cinta.blogspot.com/2009/01/alamat-psikologi-cinta-berpindah-lagi.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2918302000313367963/posts/default/6687841661638929068?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2918302000313367963/posts/default/6687841661638929068?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PsikologiCinta/~3/zhIagSqBA2A/alamat-psikologi-cinta-berpindah-lagi.html" title="Alamat Psikologi Cinta Berpindah (lagi) ke Sini" /><author><name>M Shodiq Mustika</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="http://bp1.blogger.com/_Jk4ixzSwB5k/SHvAb1N1III/AAAAAAAAABI/u0zr-gDqg0A/S220/muhshodiq-128.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://psikologi-cinta.blogspot.com/2009/01/alamat-psikologi-cinta-berpindah-lagi.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ck4CQ3Y7eip7ImA9WxRUGE4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2918302000313367963.post-2109882011063465652</id><published>2008-11-27T17:55:00.002+07:00</published><updated>2008-11-28T07:09:22.802+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-11-28T07:09:22.802+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="lorem" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ipsum" /><title>Lorem Ipsum</title><content type="html">&lt;p&gt;Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Donec ac diam. Sed magna nunc, aliquam vel, suscipit eget, dignissim sed, dui. Sed vulputate. Mauris adipiscing odio aliquet augue. Suspendisse vitae nisi hendrerit libero aliquam feugiat. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pellentesque tristique, sapien ultrices sodales semper, nunc urna adipiscing nisi, eu viverra nisl dui vel orci. Aliquam quis lacus. Donec suscipit, turpis et semper tristique, mi velit aliquet turpis, sit amet ornare pede leo in metus. &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;Aliquam nec metus. Ut nec libero. Nulla facilisi. Etiam nisi mi, ornare venenatis, fermentum in, ornare sed, urna. Praesent ac metus.&lt;/blockquote&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Maecenas risus orci,&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;aliquet sed, euismod&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;et, auctor et, nulla.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Duis et nisi.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Nullam sollicitudin sagittis dui. Duis ipsum. Nam vel arcu sit amet libero tristique ullamcorper. Proin est sapien, eleifend non, iaculis in, mattis ac, pede. Integer id ligula. Nullam rhoncus cursus felis. Integer eget orci. Nulla ac nisi et libero fringilla consectetuer. Sed turpis leo, varius id, porta sed, hendrerit eget, lectus.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2918302000313367963-2109882011063465652?l=psikologi-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/PsikologiCinta/~4/edT6mtjM2Oo" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://psikologi-cinta.blogspot.com/feeds/2109882011063465652/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://psikologi-cinta.blogspot.com/2008/11/lorem-ipsum.html#comment-form" title="1 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2918302000313367963/posts/default/2109882011063465652?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2918302000313367963/posts/default/2109882011063465652?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/PsikologiCinta/~3/edT6mtjM2Oo/lorem-ipsum.html" title="Lorem Ipsum" /><author><name>M Shodiq Mustika</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="http://bp1.blogger.com/_Jk4ixzSwB5k/SHvAb1N1III/AAAAAAAAABI/u0zr-gDqg0A/S220/muhshodiq-128.jpg" /></author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://psikologi-cinta.blogspot.com/2008/11/lorem-ipsum.html</feedburner:origLink></entry></feed>

