<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>PT. Subur Jaya Abadi</title><description>Budidaya dan Pertanian</description><managingEditor>noreply@blogger.com (Anonymous)</managingEditor><pubDate>Fri, 27 Mar 2026 15:05:35 +0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">32</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://pt-sja.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>yes</itunes:explicit><itunes:subtitle>Budidaya dan Pertanian</itunes:subtitle><itunes:category text="Arts"><itunes:category text="Food"/></itunes:category><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Tips Menanam Cabe Di Musim Hujan</title><link>http://pt-sja.blogspot.com/2012/04/tips-menanam-cabe-di-musim-hujan.html</link><category>Cabai</category><category>Teknologi dan Pengembangan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 12 May 2014 10:16:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6110995029340629139.post-561083522482276159</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href="http://pt-sja.blogspot.com/"&gt;PT. SJA&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; - Menanam cabe di musim hujan memerlukan teknik budidaya yang lebih intensif dibandingkan jika kita menanam cabe pada musim kemarau. Menanam cabe pada musim hujan bukanlah musim yang idela bagi budidaya cabe, sehingga biasanya menanam cabe pada musim hujan ini disebut sebagai bertanam cabe di luar musim (off season).&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Menanam cabe pada musim hujan akan menghadapi kendala cuaca yang tidak kondusif &amp;nbsp;bagi tumbuh dan kembangnya tanaman cabe secara normal. &amp;nbsp;Musim hujan ditandai dengan &amp;nbsp;curah hujan yang tinggi dan kelembaban yang tinggi sehingga pada beberapa hal akan memicu berkembangnya &lt;b&gt;&lt;a href="http://pt-sja.blogspot.com/2012/04/tips-menanam-cabe-di-musim-hujan.html"&gt;OPT&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; baik hama maupun penyakit tanaman. &amp;nbsp;Sehingga risiko kegagalan &amp;nbsp;panenya menjadi lebih besar.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidPF6G-uvckBdt6GyLSFqW8HUsrqHXR1iZNgAwlK3g_OvJvXValCy31EDgzk3p2YUjCMT-cSlULsTFZe8byFPFFLhFelxqc6rUwYR33F9XifXCyndfWWzTw9nAMTvtyXSAawz-Z7EUxj4H/s320/cabai2.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Walaupun demikian menanam cabe pada musim hujan mempunyai potensi untuk memperoleh keuntungan yang tinggi. &amp;nbsp;Harga yang tinggi pada saat musim hjan menjadi incara para petani. &amp;nbsp;Naiknya harga cabe pada saat musim hujan ini disebabkan suplai cabe menurun drastis karena pada saat musim hujan hanya sedikit yang mengusahakan tanaman cabe karena risiko kegagalanya sangat besar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Beberapa jenis penyakit yang berkembang dan mengancam tanaman cabe pada saat musim hujan antara lain penyakit karena bakteri seperti Pseudomonas solanacearum, penyakit antraknosa &amp;nbsp;maupun penyakit karena jamur seperti layu fusarium.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Pengendalian beberapa OPT baik hama maupun penyakit tanaman cabe sudah pernah kami bahas pada beberapa tulisan terdahulu. &amp;nbsp;Untuk pengendalian penyakit Antraknosa silahkan buka kembali disini, untuk pengendalian penyakit layu fusarium dan layu bakteri silahkan baca kembali disini dan pengendalian penyakit tanaman cabe lainya silahkan baca kembali disini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Sedangkan untuk pengendalian hama ulat grayak pada tanaman cabe silahkan baca kembali disini dan pengendalian hama ulat buah cabe Helicoverpa silahkan buka kembali tulisanya disini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Untuk mengantisipasi agar tanaman cabe selama musim hujan tidak terancam gagal. &amp;nbsp;Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan selama kita menanam cabe pada musim hujan,antara lain :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Memperbaiki drainase di sekitar pertanaman. Air yang menggenang menjadi pemicu berkembangnya OPT baik hama maupun penyakit tanaman cabe. Usahakan agar air tidak tergenang di sekitar pertanaman dengan cara memperbaiki saluran pembuangan air sehingga air mengalir dengan lancar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&amp;nbsp;Membuat bedengan yang lebih tinggi. Membuat bedengan yang lebih tinggi akan mengurangi tingginya kelembaban tanah karena banyaknya air, usahakan membuat bedengan tanaman yang lebih tinggi dari saat menanam cabe di musim kemarau. &amp;nbsp;Tinggi bedengan bisa menjadi 60 - &amp;nbsp;70 cm yang biasanya hanya 50 cm.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Mengatur jarak tanam yang lebih lebar. Untuk mengurangi kelembaban udara yang tinggi di sekitar pertanaman dan untuk memberikan keleluasaaan cahaya matahari masuk ke skitar tanaman cabe, tanamlah cabe dengan jarak tanam yang lebih lebar dengan pola zig zag / segitiga. &amp;nbsp;Beberapa petani yang sudah berpengalaman sering memakai pola ini dengan jarak tanam 60 x 70 cm, walalupun populasinya menjadi berkurang namun mempermudah pemeliharaan tanaman dan memberikan iklim mikro yang lebih baik bagi tanaman cabe.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Menggunakan Mulsa Pulsa Hitam Perak. Usahakan memakai mulsa plastik hitam perak untuk mengntrol kelembaban tanah serta mengurangi penyebaran penyakit karena cipratan tanah yang terkena hujan yang kemungkinan mengandung bibit penyakit / patogen.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&amp;nbsp;Pemantauan perkembangan OPT secara intensif. Perkembangan OPT baik hama maupun penyakit sangat cepat pada musim hujan karena cuaca yang mendukung perkembanganya. Oleh karena aturlah pemantuan perkembangan OPT ini sejak awal untuk mengantisipasi dan mengendalikan OPT sejak awal secara intensif terpadu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Sanitasi sekitar pertanaman. Bersihkan areal pertanaman dari rerumputan liar, gulma atau tanaman lainya yang bisa menjadi inang / tempat hidup sementara bagi hama / penyakit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Penggunaan pestisida dengan perekat dan perata untuk effektifitas penggunaan pestisida. Pada musim hujan penggunaan pestisida untuk mengendalikan hama / penyakit harus lebioh dieffektifkan dengan menggunajkan bahan perekat perata sehingga pestisida mempunyai daya lekat dan daya sebar yang lebih tinggi karena tidak mudah tercuci oleh air hujan dengan intensitas tinggi. &amp;nbsp;Bahan perekat perata yang biasa dipakai oleh petani antara lain Agristic, untuk bahan perekat perata lainya silahkan dipakai dengan rekomendasi petugas teknis atau penyuluh pertanian setempat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Penggunaan naungan plastik / paranet untuk pelindung tanaman. Untuk mengurangi terpaan air hujan dengan intensitas tinggi, anda bisa menggunakan naungan dengan plastik atau paranet. &amp;nbsp;naungan plastik bisa berbentuk rumah plastik sederhana (green house) maupun berbentuk naungan memanjang sepanjang bedengan tanaman. &amp;nbsp;Tentu harus diperhitungkan pembiayaanya sebelum anda menggunakan rumah plastik atau paranet ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;

&lt;!-- Blogger automated replacement: "https://images-blogger-opensocial.googleusercontent.com/gadgets/proxy?url=http%3A%2F%2F2.bp.blogspot.com%2F-e45nv8mbLJA%2FT4xN8sCHXiI%2FAAAAAAAAAXE%2FdTi9RumwxjQ%2Fs320%2Fcabai2.jpg&amp;amp;container=blogger&amp;amp;gadget=a&amp;amp;rewriteMime=image%2F*" with "https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidPF6G-uvckBdt6GyLSFqW8HUsrqHXR1iZNgAwlK3g_OvJvXValCy31EDgzk3p2YUjCMT-cSlULsTFZe8byFPFFLhFelxqc6rUwYR33F9XifXCyndfWWzTw9nAMTvtyXSAawz-Z7EUxj4H/s320/cabai2.jpg" --&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidPF6G-uvckBdt6GyLSFqW8HUsrqHXR1iZNgAwlK3g_OvJvXValCy31EDgzk3p2YUjCMT-cSlULsTFZe8byFPFFLhFelxqc6rUwYR33F9XifXCyndfWWzTw9nAMTvtyXSAawz-Z7EUxj4H/s72-c/cabai2.jpg" width="72"/></item><item><title>Informasi Penyakit Pada Tanaman Cabai Serta Pengendaliannya</title><link>http://pt-sja.blogspot.com/2013/07/informasi-penyakit-pada-tanaman-cabai.html</link><category>Cabai</category><category>Hama Penyakit</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 27 Apr 2014 14:42:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6110995029340629139.post-6283294874792662477</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="http://pt-sja.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;Informasi Penyakit Pada Tanaman Cabai Serta Pengendaliannya &lt;/b&gt;&lt;/a&gt;- Salah satu kendala penyebab rendahnya produksi adalah gangguan penyakit yang dapat menyerang sejak tanaman di persemaian sampai hasil panennya. Patogen, berarti sesuatu yang menyebabkan tanaman menderita. Penyebab tanaman menderita tidak selalu berupa mahkluk hidup, tetapi juga sesuatu yang tidak hidup, seperti &lt;a href="http://pt-sja.blogspot.com/2013/07/informasi-penyakit-pada-tanaman-cabai.html"&gt;&lt;i&gt;virus, hara, air &lt;/i&gt;&lt;/a&gt;atau penyebab lainnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Gangguan penyakit maupun hama pada tanaman cabe sangat kompleks, baik pada musim hujan maupun musim kemarau. Bahkan dapat menimbulkan kerugian cukup besar, seperti yang diuraikan oleh Dr. Ati Srie Duriat, peneliti dari Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) bersama timnya. Untuk mengatasi masalah ini, umumnya para petani melakukan pengendaliannya secara konvensional, yaitu, penggunaan pestisida secara intensif. Penggunaan pestisida ini bahkan mencapai 51% dari biaya produksi. Dari sejumlah tersebut, 17,6% digunakan untuk mengatasi masalah penyakit tanaman, dan sisanya untuk penggunaan insektisida.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiIxU3zAy16YG5UB-W6cyKX_xWd2TBUyiUSDJAJAEk4JifpY16vvV36m1OfIQW3WqbiiZ7JFSzbnwtPUlexHOY8SCxdY9-a4GxgOhAusVyZyWztMrGNheZUiD-WkfOX7qFxlRlQMu00jx_z/s1600/penyakit+cabe.jpg" /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Penggunaan pestisida berlebih selain tidak efisien juga dapat menimbulkan berbagai masalah serius seperti akumulasi residu pestisida, penyakit menjadi resisten, epidemi penyakit, terbunuhnya musuh alami dan pencemaran lingkungan. Jalan keluar dari masalah ini adalah pengendalian penyakit dengan konsep pengelolaan tanaman terpadu (PTT), yaitu penggabungan berbagai upaya tindakan terhadap faktor-faktor yang memperngaruhi perkembangan penyakit untuk mendapatkan tanaman cabe yang sehat, aman dan bebas dari cemaran yang membahayakan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Badan Litbang Pertanian melalui Balitsa telah melakukan serangkaian penelitian tentang penyakit tanaman cabe dan bagaimana penanggulangannya. Hasil penelitian ini disusun dan dikemas sebagai bahan informasi yang membahas tentang penyakit tanaman cabe yang terbawa dari biji, penyakit di persemaian, penyakit pada masa pertumbuhan vegetatif-generatif, penyakit yang menyerang buah, penyakit yang disebabkan oleh makhluk hidup seperti hama penghisap daun, penyakit keracunan, penyakit perubahan kromosom.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Informasi tentang penyakit tanaman cabe ini dilengkapi dari mulai gejala tanaman terserang penyakit, pencegahan dan pengendaliannya serta dilengkapi dengan foto-foto tanaman yang terserang penyakit untuk lebih memperjelas anda dalam mengambil keputusan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Sumber : Balai Penelitian Tanaman Sayuran&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;

&lt;!-- Blogger automated replacement: "https://images-blogger-opensocial.googleusercontent.com/gadgets/proxy?url=http%3A%2F%2F3.bp.blogspot.com%2F-X_BjeOU10qc%2FUeOiFNmc0uI%2FAAAAAAAAAA4%2FnVA61T6vr_8%2Fs1600%2Fpenyakit%2Bcabe.jpg&amp;amp;container=blogger&amp;amp;gadget=a&amp;amp;rewriteMime=image%2F*" with "https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiIxU3zAy16YG5UB-W6cyKX_xWd2TBUyiUSDJAJAEk4JifpY16vvV36m1OfIQW3WqbiiZ7JFSzbnwtPUlexHOY8SCxdY9-a4GxgOhAusVyZyWztMrGNheZUiD-WkfOX7qFxlRlQMu00jx_z/s1600/penyakit+cabe.jpg" --&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiIxU3zAy16YG5UB-W6cyKX_xWd2TBUyiUSDJAJAEk4JifpY16vvV36m1OfIQW3WqbiiZ7JFSzbnwtPUlexHOY8SCxdY9-a4GxgOhAusVyZyWztMrGNheZUiD-WkfOX7qFxlRlQMu00jx_z/s72-c/penyakit+cabe.jpg" width="72"/></item><item><title>Varietas Padi Unggulan Untuk Lahan Sawah 'Ciherang'</title><link>http://pt-sja.blogspot.com/2013/07/varietas-padi-unggulan-untuk-lahan.html</link><category>Padi</category><category>Teknologi dan Pengembangan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 14 Jul 2013 15:28:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6110995029340629139.post-4951048687327011887</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Indonesia merupakan negara agraris dimana sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani, sehingga sektor pertanian memegang peranan penting sebagai penyedia pangan nasional. Upaya peningkatan produksi dan mutu tanaman padi sawah tersebut dapat melalui cara dan dikerjakan atau budidaya dengan baik dan benar.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
Kebutuhan pangan dalam negeri semakin meningkat seiring dengan jumlah penduduk yang terus bertambah. Kondisi perekonomian negara yang terpuruk dan dilanda krisis ekonomi yang berkepanjangan merupakan cobaan berat yang harus dihadapi oleh bangsa Indonesia. Salah satu penyebab terpuruknya perekonomian negara adalah ketergantungan bangsa Indonesia terhadap bangsa lain dalam memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri. Oleh karena itu, sektor pertanian harus dapat meningkatkan produksinya sehingga mampu memenuhi kebutuhan pangan dari produksi dalam negeri. Salah satu program Kementrian Pertanian yaitu peningkatan produksi beras 2 juta ton tahun 2007 dan peningkatan produksi 5 persen per tahun sampai tahun 2009 yang perlu terus ditingkatkan dalam rangka pemantapan ketersediaan beras yang bersumber dari produksi dalam negeri.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigO9t0ekrOOSFpxKG9yEqFyidq_JsOfOyL8KrjYrH3iSl4TYY-B1SS1KHzWb7Qjj-XIQlv9KEUlj22vpKepNH3rqNxIF1tnKSfEgnN0RVsMUfBYn4SdPDqVI3ZMuVlGc4bIaQqMHj-fos/s1600/ciherang.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigO9t0ekrOOSFpxKG9yEqFyidq_JsOfOyL8KrjYrH3iSl4TYY-B1SS1KHzWb7Qjj-XIQlv9KEUlj22vpKepNH3rqNxIF1tnKSfEgnN0RVsMUfBYn4SdPDqVI3ZMuVlGc4bIaQqMHj-fos/s1600/ciherang.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Swasembada beras lestari adalah salah satu perwujudan dari kemandirian pangan dan ketahanan pangan nasional yang merupakan salah satu tujuan dari gerakan Revitalisasi Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (RPPK). Ketahanan pangan nasional adalah merupakan kunci dari ketahanan nasional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Upaya peningkatan produksi tanaman padi sawah tersebut dapat melalui cara dan dikerjakan atau budidaya dengan baik dan benar, agar supaya dapat meningkatkan produksi dan mutu tanaman padi sawah. Dengan demikian, tanaman padi dapat tubuh dan berkembang dengan baik serta memperoleh hasil yang tinggi. Berkaitan dengan hal tersebut, tehnik budidaya padi yang baik dan benar menjadi hal yang perlu diperhatikan yaitu mulai dari :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Memilih varitas padi unggul&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Diusahakan kita memilih bibit padi yang bersertifikat atau sudah resmi dari pemerintah. Setelah bibit padi didapat lebih baik direndam selama satu sampai lima baru air rendaman diganti satu hari sekali. Contoh padi yang bersertifikat : &lt;a href="http://pt-sja.blogspot.com/2013/07/varietas-padi-unggulan-untuk-lahan.html"&gt;&lt;b&gt;padi ciherang&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Persemaian&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dalam membuat persemaian harus dipilih lokasi yang aman dari serangan tikus dan mudah dikontrol setiap hari. Luas persemaian adalah 4 (empat) persen dari luas areal yang akan ditanami. Tanaman padi yang akan di buat persemaian kira-kira berumur 23 sampai 26 hari dan sudah bisa ditanam di lahan sawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Pengolahan Tanah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pengolahan tanah harus sempurna, sebelum di bajak terlebih dahulu digenangi air, sesudah di genangi air lalu dibajak dengan menggunakan mesin pembajak sawah atau bisa juga dengan sapi/kerbau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Tanaman Padi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jarak tanaman diatur garis lurus dengan jarak 20 kali 20 Cm, dan tiap lubang ditanami 2 sampai 3 saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Pemupukan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dalam budi daya padi diperlukan bermacam - macam pupuk, yaitu pupuk : (1) Organik berfungsi untuk memperbaiki fisik kesuburan tanah; (2) Urea/ pupuk N (niteogen) berfungsi untuk merangsang pertumbuhan tanaman secara keseluruan dan kususnya batang, cabang, dan daun serta membantu menghijaukan daun dengan sempurna dan dapat membantu fotosintesis; (3) SP36 berfungsi untuk pertumbuhan akar kususnya tanaman muda dan dapat membantu asimilasi dan pernafasan serta mempercepat pembungaan dan memasakan buah; (4) Organik Cair atau POC digunakan untuk menambah unsur - unsur mikro dan sesuai dengan tanaman padi; (5) KCL atau Kalium yang berfungsi untuk memperkuat tanaman agar daun,bunga,dan buah tidak mudah gugur, juga menjadikan tanaman lebih tahan terhadap kekeringan dan pemasakan buah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;6. Jumlah pupuk dan waktu pemupukan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dalam melakukan pemupukan diperlukan cara-cara mengatur komposisi pupuk yang benar, yaitu: (1) pemupukan pertama, pupuk Urea 100kg/hektar, SP36 100kg/hektar, waktunya diberikan 1 hari sebelum tanam; (2) pemupukan ke 2 Urea 100kg/hektar, waktunya 15 hari sesudah tanam, dengan cara di semprotkan; (3) pemupuken ke 3 Urea 100kg/hektar, waktunya padi berusia 45 tahun setelah tanam, dengan cara di semprotkan ke tanaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;7. Pemberian Air&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pemberian air tanaman harus umur 0 sampai 10 hari dan minimal padi setinggi 5cm (genangan air), umur 10 sampai 35 hari air setinggi 10 cm, umur 40 sampai 100 hari air setinggi 10 cm dan tanaman padi pada umur 110 hari air dibuang atau di keringkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;8. Pengendalian Hama dan Penyakit&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Hama yang perlu di waspadai adalah tikus,wereng, sundep, dan harus diadakan pengendalian atau pemberantasan. Apabila ada serangan sebaiknya di semprot dengan insektisida dan kalau tidak ada tidak perlu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;9. Panen&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Panen di lakukan pada saat tanaman padi sudah umur 130 hari atau sudah 90% menguning, cara memanen dengan alat sabit kemudian alas untuk memotong batang padi dan kemudian di tumpuk. Setelah di tumpuk padi dirontokan dengan alat perontok yang namanya doser. Sesudah dirontokan baru dibawa pulang dan di jemur dibawah terik matahari kalau sudah menguning dikemas dalam karung dan terus dijual di pengepul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Sumber :&lt;/i&gt;1. Anonimous ( 2008). Masalah Lapang; Hama, Penyakit dan Hara, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Jakarta&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigO9t0ekrOOSFpxKG9yEqFyidq_JsOfOyL8KrjYrH3iSl4TYY-B1SS1KHzWb7Qjj-XIQlv9KEUlj22vpKepNH3rqNxIF1tnKSfEgnN0RVsMUfBYn4SdPDqVI3ZMuVlGc4bIaQqMHj-fos/s72-c/ciherang.jpg" width="72"/></item><item><title>Teknologi Budidaya Semangka Non Biji</title><link>http://pt-sja.blogspot.com/2012/11/teknologi-budidaya-semangka-non-biji.html</link><category>Semangka</category><category>Teknologi dan Pengembangan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 19 Nov 2012 09:18:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6110995029340629139.post-8412997012935776006</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tanaman semangka (Citrullus vulgaris. Scard) adalah tanaman yang berasal dari Benua Afrika tepatnya di gurun pasir Kala hari. Penyebarannya ke India, China dan Amerika dilakukan oleh para pelayar dari pedagang. Buah semangka memiliki daya tarik tersendiri dari buahnya yang segar dan manis. Kandungan airnya mencapai 92 %, karbohidrat 7 % dan sisanya adalah vitamin. Semangka termasuk tanaman musim kering, tetapi akhir-akhir ini dengan teknologi yang makin berkembang, semangka dapat ditanam kapan saja. Agar dapat tumbuh dengan baik dan cepat, tanaman semangka membutuhkan iklim yang kering, panas dan tersedia cukup air.&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Iklim yang basah akan menyebabkan pertumbuhannya terhambat, mudah terserang penyakit, serta produksi dan kualitas buahnya akan menurun. Perkembangan teknologi budidaya semangka di daerah Sub-tropika lebih maju dibandingkan daerah asalnya (tropika). Jenis-jenis baru baik, hibrida yang diploid (semangka berbiji) maupun yang triploid (semangka tak berbiji), telah banyak dikembangkan dengan kualitas buah dan hasil jauh lebih baik dibandingkan dengan semangka tropis (varietas asalnya).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9PXEqfqM6_fAn8_QDCO6N3tvxJqW3ZDWUuiagMfqNKekiShvBu8KzAb_K5wewuo7umS2GF4e6klTXJOJTu5IfYlHN7nA-o15CgVqQ-kxw-tb6311-8V-01uTYs-fz1si7SbDhFz6h7pdm/s320/1036848_quality4.jpg" /&gt;&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;SEMANGKA TANPA BIJI&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Semangka tanpa biji atau biasa disebut semangka seedless adalah merupakan semangka hibrida F-1 juga. Namun tetua atau induknya masing-masing berasal dari tetua betina semangka tetraploid dengan tetua jantan semangka diploid. Oleh karena itu semangka ini disebut juga semangka hibrida tetraploid. Teknik pembenihan semangka tanpa biji ditemukan oleh Prof. Dr. Hitoshi Kihara. Untuk memperoleh tetua yang tetraploid harus melalui pelipat gandaan jumlah kromosom yang dalam istilah ilmiahnya sering disebut dengan mutasi duplikasi. Dari persilangan semangka tetraploid dengan diploid ini akan diperoleh semangka triploid (semangka seedless) yang mempunyai daya vitalitas rendah. Jika suhu udara rendah (kurang dari 290 C), maka daya kecambahnya pun akan lambat. Oleh karena itu, perkecambahan benih semangka triploid memerlukan suhu udara yang cukup tinggi agar perkecambahannya dapat terjamin. Pertumbuhan tanaman muda pada awalnya lemah, bahkan terkadang tidak normal, tetapi selanjutnya tanaman akan tumbuh kuat. Daya kecambah rata-rata biji semangka triploid adalah antara 27,5 – 85 % dengan bentuk kotiledon yang lebih kecil daripada semangka diploid. Tanaman semangka triploid sebenarnya memiliki bunga jantan dan betina yang lengkap, tetapi bakal biji dan benang sarinya mandul, maka biji tidak akan terbentuk. Meskipun demikian, biji kosong yang berwarna putih atau coklat terkadang masih dijumpai. Terbentuknya biji kosong yang berwarna coklat biasanya disebabkan karena kelebihan dosis pemupukan unsur hara phospor (P205.).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
METODE PENGECAMBAHAN BENIH SEMANGKA NON BIJI MODEL SITUBONDO&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Usaha budidaya semangka, baik yang berbiji maupun yang nonbiji, pada dasarnya hampir sama, tetapi pelaksanaannya ada sedikit perbedaan terutama dalam proses perkawinan antara bunga jantan dan bunga betina serta dalam perlakuan pengecambahan biji. Pada semangka nonbiji diperlukan proses pengecambahan dan penyemaian yang spesifik yang tidak dilakukan pada semangka berbiji. Seringkali dalam budidaya semangka nonbiji mengalami kegagalan akibat dari penyemaian benih yang kurang benar sehingga menyebabkan benih yang disemai mengalami kegagalan tumbuh. Perlakuan yang spesifik pada benih semangka nonbiji diperlukan dalam penyemaiannya karena benih semangka non biji memiliki kulit biji yang tebal dan keras, endosperm (cadangan makanan dalam biji) yang kecil, dan kotiledon (calon akar) sangat kecil, sehingga sangat dianjurkan kepada para petani untuk tidak menyimpan benih semangka nonbiji terlalu lama karena daya tumbuhnya cepat sekali turun. Memperhatikan keadaan tersebut di atas dalam budidaya semangka nonbiji sangat dianjurkan untuk melakukan pengecambahan sebelum bibit disemai, sehingga akan diperoleh manfaat, di antaranya:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
1. Mengurangi kematian benih.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
2. Mempertinggi persentase daya tumbuh.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
3. Mempercepat penyemaian benih.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
4. Menyeragamkan pertumbuhan tanaman.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
5. Menghemat pemakaian benih.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
6. Menghindari kekurangan benih.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
7. Meminimalkan serangan hama penyakit dan memudahkan perawatan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam proses pengecambahan benih semangka non biji banyak cara yang dilakukan oleh petani, dan di setiap daerah memiliki cara yang berbeda. Akan tetapi, pada dasarnya hanya mengacu pada persyaratan berkecambahnya benih semangka non biji. Persyaratan untuk berkecambahnya benih adalah suhu antara 25-300 C dan tidak membutuhkan sinar matahari secara langsung.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9PXEqfqM6_fAn8_QDCO6N3tvxJqW3ZDWUuiagMfqNKekiShvBu8KzAb_K5wewuo7umS2GF4e6klTXJOJTu5IfYlHN7nA-o15CgVqQ-kxw-tb6311-8V-01uTYs-fz1si7SbDhFz6h7pdm/s72-c/1036848_quality4.jpg" width="72"/></item><item><title>Pola Pembiayaan Budidaya Cabai Merah (Konvensional)</title><link>http://pt-sja.blogspot.com/2012/11/pola-pembiayaan-budidaya-cabai-merah.html</link><category>Cabai</category><category>Teknologi dan Pengembangan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 15 Nov 2012 12:42:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6110995029340629139.post-3247684100381316489</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kebutuhan akan cabai merah, diduga masih dapat ditingkatkan dengan pesat sejalan dengan kenaikan pendapatan dan atau jumlah penduduk sebagaimana terlihat dari trend permintaan yang cenderung meningkat yaitu tahun 1988 sebesar 4,45 kg/kapita, menjadi sebesar 2,88 kg/kapita pada tahun 1990, dan pada tahun 1992 mencapai sebesar 3,16 kg/kapita.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
Sekalipun ada kecenderungan peningkatan kebutuhan, tetapi permintaan terhadap cabai merah untuk kebutuhan sehari-hari dapat berfluktuasi, yang disebabkan karena tingkat harga yang terjadi di pasar eceran. Fluktuasi harga yang terjadi di pasar eceran, selain disebabkan oleh faktor-faktor yang mempengaruhi sisi permintaan juga disebabkan oleh faktor-faktor yang mempengaruhi sisi penawaran. Dapat dijelaskan bahwa kadang-kadang keseimbangan harga terjadi pada kondisi jumlah yang ditawarkan relatif jauh lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah yang diminta. Hal inilah yang mengakibatkan harga akan sangat tinggi. Demikian pula terjadi sebaliknya sehingga harga sangat rendah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhb1pKMWSnxZYEtYSKihcceuEq-8z4oiWBh3EnTeSVz-NUrzUOcCdzpTaR4g3rCNSfoZzPt6buhdmW2Hgb_X08BLd0gFkfNP0kfTpQ5Am0tVtteFl5due5Ezn9hEL6G-nb1bjjLYJzthj1V/s320/cabai2.jpg" style="text-align: start;" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari sisi penawaran menunjukkan bahwa proses penyediaan (produksi dan distribusinya) cabai merah belum sepenuhnya dikuasai para petani. Faktor utama yang menjadi penyebab adalah bahwa petani cabai merah adalah petani kecil-kecil yang proses pengambilan keputusan produksinya diduga tidak ditangani dan ditunjang dengan suatu peramalan produksi dan harga yang baik.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sumber Data :&amp;nbsp;Direktorat Kredit, BPR dan UMKM&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Contact :&amp;nbsp;DKBU,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Telp : (021) 3817512 / 3818043 / 3818581, Fax : (021) 3518951&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhb1pKMWSnxZYEtYSKihcceuEq-8z4oiWBh3EnTeSVz-NUrzUOcCdzpTaR4g3rCNSfoZzPt6buhdmW2Hgb_X08BLd0gFkfNP0kfTpQ5Am0tVtteFl5due5Ezn9hEL6G-nb1bjjLYJzthj1V/s72-c/cabai2.jpg" width="72"/></item><item><title>Beberapa Varietas Padi Unggulan Untuk Lahan Rawa</title><link>http://pt-sja.blogspot.com/2012/04/beberapa-varietas-padi-unggulan-untuk.html</link><category>Padi</category><category>Teknologi dan Pengembangan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 28 Jun 2012 23:00:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6110995029340629139.post-7428718271821842547</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Lahan rawa merupakan lahan yang potensial untuk pengembangan padi.  Pengembangan padi pada lahan rawa memerlukan padi dengan spesifikasi tertentu yang toleran dengan karakteristik lahan rawa yang sangat khas.  Karakteristik lahan rawa yang sangat khas antara lain rendaman/genangan air serta kandungan aluminium (Al) serta zat besi (Fe) yang dapat menjadi faktor penghambat pertumbuhan dan perkembangan tanaman.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Beberapa varietas padi rawa yang telah dilepas ke masyarakat antara lain beberapa varietas Inpara seperti Inpara 2, Inpara 3, Inpara 4 dan Inpara 5; varietas Batanghari, varietas Indragiri dan varietas Air Tengulang.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtLqHwgKL_bHHCtLw4iqS9z2OrwwWrziWJ-z_fbGmTa6IB5_Jc9XhJ_lt2xStkW7y9IbUaLRvSJ1nIOwxj_ayxmwxF4F7zV3IvuEM5lafuUQ3fjz_lubGJUKTPR7blxhqvAkwg3OQnUMY/s244/Varietas+unggul+untuk+lahan+rawa.jpg"&gt;&lt;img border="0" height="251" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtLqHwgKL_bHHCtLw4iqS9z2OrwwWrziWJ-z_fbGmTa6IB5_Jc9XhJ_lt2xStkW7y9IbUaLRvSJ1nIOwxj_ayxmwxF4F7zV3IvuEM5lafuUQ3fjz_lubGJUKTPR7blxhqvAkwg3OQnUMY/s320/Varietas+unggul+untuk+lahan+rawa.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Inpara 2.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Varietas Inpara 2  ini dilepas pada tahun 2008, termasuk dalam golongan padi cere dan toleran terhadap keracunan Al (Aluminimum) dan zat besi (Fe) sehingga adaptif ditanam pada laha rawa lebak maupun pasang surut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Inpara 2 morfologi tanamanya tegak dengan tinggi tanaman sekitar 103 cm dengan jumlah anakan produktif mencapai 16 batang per rumpun.  Umur tanaman mencapai 128 hari. Sedangkan nasinya mempunyai kandungan amilosa 22,05 % dan tekstur nasi pulen.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Inpara 2 mempunyai ketahanan agak tahan terhadap wereng batang coklat Biotipe 2, tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri patotipe III serta penyakit Blas.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Inpara 2 mempunyai tingkat kerebahan padi  dan kerontokan gabah sedang.  Bobot 1.00 butirnya mencapai 25, 66 gram.  Potensi hasilnya adalah 6, 08 ton per hektar, sedangkan rata-rata hasilnya mencapai 5,49 ton per hektar pada rawa lebak dan 4, 82 ton per hektar pada rawa pasang surut,&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Inpara 3.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Inpara 3 termasuk padi golongan indica dan dilepas pada tahun 2008.  Inpara 3 morfologinya tegak dengan tinggi 108 cm dan anakan produktif 17 batang per rumpun serta umur tanaman 127 hari. Inpara 3 mempunyai tekstur nasi yang pera, kandungan amilosanya 28,6% dan indeks glikemiknya sedang sebesar 59,2%.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Inpara 3 cocok ditanam pada lahan rawa lebak dan pasang surut potensial serta lahgan sawah irigasi yang rawan terhadap banjir.  Inpara 3 ini agak tahan terhadap rendaman selama 6 hari pada saat fase vegetatif dan agak toleran terhadap keracunan Fe dan Al.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Inpara 3 ini agak tahan terhadap Wereng Coklat Biotipe 3, tahan terhadap Blas Ras 001, 123, 141 dan 373 namun rentan terhadap penyakit Hawar Daun Bakteri.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Inpara 3 mempunyai kerebahan padi dan kerontokan gabah yang sedang.  Bentuk gabahnya sedang dengan warna kuning.  Bobot 1.000 butir mencapai 25,7 gram.  Rata-rata hasil mencapai 4, 6 ton per hektar dengan potensi hasil 5,6 ton per hektar.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Inpara 4.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Inpara 4 ini dilepas pada tahun 2010, merupakan introduksi dari IRRI dan termasuk dalam golongan cere indica. Tanamannya tegak, dengan tinggi sekitar 94 cm dan umur 135 hari.  Anakan produktif mencapai 18 batang per rumpun.  Inpara 4 termasuk padi yang tahan rebah dan tingkat kerontokanya sedang.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Inpara 4 cocok di tanampada lahan rawa lebak dangkal dan sawah rawan banjir karena toleran terhadap rendaman selama 14 hari pada fase vegetatif.  Inpara 4 juga tahan terhadap penyakit Hawar Daun Bakteri Patotipe IV dan VII dan agak tahan terhadap hama wereng coklat Biotipe 3.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bentuk gabahnya sedang dengan warna gabah kuning,  dengan tekstur nasi pera.  Kandungan amilosa 29% dan indeks glikemik 50,9%.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Inpara 4 mempunyai potensi hasil mencapai 7,6 ton per hektar dengan rata-rata hasil mencapai 4,7 ton per hektar.  Bobot 1.000 butir mencapai 19,5 gram.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Inpara 5.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sama halnya dengan Inpara 4, Inpara 5 dilepas pada tahun 2010 dan merupakan introduksi IRRI termasuk golongan padi cere indica. Inpara 5 mempunyai morfologi tegak dengan tinggi tanaman sekitar 92 cm, umur 115 hari dan jumlah anakan produktif mencapai 18 batang per rumpun.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Inpara 5 toleran terhadap rendaman selam 15 hari selama fase vegetatif, sehingga cocok ditanam pada lahan rawa lebak dangkal dan sawah rawan banjir.  Inpara 5 juga mempunyai ketahanan terhadap serangan penyakit Hawar Daun Bakteri Patotipe IV dan VII namun agak rentan terhadap wereng coklat Biotipe 3.  Inpara 5 juga tahan rebah dengan tingkat kerontokan sedang.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
bentuk gabahnya ramping dengan warna kuning dan tekstur nasinya sedang.  kandungan amilosa 25,2% dan indeks glikemik 59.  Sedang bobot 1.000 butirnya mencapai 25 gram.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Inpara 5 mempunyai potensi hasil tinggi mencapai 7,2 ton per hektar dengan rata-rata hasil mencapai 4,5 ton per hektar.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Batanghari.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Batanghari dilepas sudah agak lama pada tahun 1999,termasuk dalam golongan padi cere. Tanaman tegak, tahan rebah, kerontokan sedang dengan tinggi tanaman  105 -122 cm, umur tanaman 122-128 hari dan jumlah anakan produktif 10-15 per rumpun. Batanghari baik ditanam pada rawa gambut maupun sulfat masam.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Batanghari mempunyai bentuk gabah yang sedang dengan warna gabah kuning, sedangkan tekstur nasinya pera dengan kandungan amilosa 26%. Bobot 1.000 butir gabahnya mencapai 24 gram.   Varietas ini mempunyai potensi hasil yang tinggi yaitu mencapai 6,5 ton per hektar dengan produksi rata-rata mencapai 5,5 ton per hektar.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Varietas batanghari mempunyai karakter yang tahan terhadap penyakit Blas dan agak tahan terhadap Hawar Daun Bakteri Patptipe III serta agaktahan terhadap wereng cokelat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Indragiri&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Varietas ini cocok ditanam pada lahan rawa gambut maupun sulfat masam. Indragiri termasuk padi rawa golongan cere.  Morfologi tanamanya tegak, dengan tinggi mencapai 100 cm dan umur tanaman 117 hari.  Jumlah anakan produktif 15 – 20 per rumpun.  Tanaman tahan rebah dan kerontokanya sedang.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bobot 1.000 butir gabahnya mencapai 24 gram, dengan bentiuk gabah sedang dan warnanya kuning bersih. Tekstur nasinya sedang dengan kandungan amilosa 23,5%.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Varietas Indragiri ini tahan terhadap wereng cokelat biotipre 2, hawar daun bakteri patotipe III dabn Blas.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Indragiri mempunyai potensi hasilmencapai 6,0 ton per hektar dengan rata-rata hasil mencapai 5,0 ton per hektar.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Air Tenggulang.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Varietas Air Tenggulang cocock ditanam pada lahan gambut dan sulfat masam.  Varietas ini dilepas pada tahun 2001.  Air Tenggulang termasuk padi golongan cere, morfologi tanaman tegak dengan tinggi mencapai 118-122 cm, umur tanaman 123-127 hari dan jumlah anakan produktif mencapai 15-20 batang per rumpun.  Termasuk padi yang agak tahan rebah maupun agak tahan kerontokan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bentuk gabahnya gemuk dengan waranya kuning bersih dan boboit 1.00 butir menbcapai 27 gram.  Tekstur nasinya pera dengan kandungan amilosa 26%.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
AirTenggulang termasuk tahan terhadap serangan wereng cokelat biotipe 2, namun rentan wereng cokleat biotipe 3.  Agak tahan terhadap bercak daun coklelat, tahan hawar daun bakteri patotipe III dan agak  tahan dengan patotipe IV.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Air Tenggulang mempunyai potensi hasil yang tinggi mencapai 6,0 ton per hektar dengan rata-rata hasil mencapai 5,0 ton per hektar (Bahan : BALLITPA Sukamandi).&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtLqHwgKL_bHHCtLw4iqS9z2OrwwWrziWJ-z_fbGmTa6IB5_Jc9XhJ_lt2xStkW7y9IbUaLRvSJ1nIOwxj_ayxmwxF4F7zV3IvuEM5lafuUQ3fjz_lubGJUKTPR7blxhqvAkwg3OQnUMY/s72-c/Varietas+unggul+untuk+lahan+rawa.jpg" width="72"/></item><item><title>Teknologi Produksi Budidaya Singkong</title><link>http://pt-sja.blogspot.com/2012/04/teknologi-produksi-budidaya-singkong.html</link><category>Singkong</category><category>Teknologi dan Pengembangan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 19 Apr 2012 16:33:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6110995029340629139.post-7243112679408845852</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ubikayu, singkong, ketela pohon atau bahasa latinya  Manihot esculenta pertama kali ditemukan di Amerika Selatan terutama di Brasil dan Paraguay.  Singkong ini ditanam secara luas di Indonesia pada tahun 1810 setelah dibawa oleh bangsa Portugis ke Indonesia.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Umbi singkong merupakan bahan sumber energi yang kaya akan karbohidrat, namun singkong memiliki kandungan protein yang rendah.  Singkong banyak mengandung glukosa.  Singkong yang rasanya kurang manis sampai pahit disebabkan karena kandungan glukosida yang dapat membentuk asam sianida yang beracun.  Kandungan sianida mencapai 20 mg HCN per kilogram singkong segar sedangkan pada singkong yang pahit bisa mencapai 50 kali lipat (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Singkong"&gt;Wikipedia&lt;/a&gt;).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Singkong dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan manusia, sebagai bahan pangan, pakan ternak maupun keperluan industri.  Sebagai bahan pangan  non beras, diolah segar maupun diolah untuk berbagai macam masakan, hampir ditiap daerah mempunyai masakan khas yang berasal dari singkong ini dengan berbagai variasinya.  Tepung singkong juga dapat diolah lebih lanjut baik untuk penganan maupun industri.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Teknologi Produksi Budidaya Singkong.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjghG3_8vj3XZKZ3KcRah4b5uXJvqHm6Q-H9qFVr1xN84KHJNPjIYvsgwCpI3cLK7KNuzVS_Sw-fMa7xgXqjlyKzgc-fBUGdNX4oYqx_30olTBIhFgsUARnu7UJR5XQ2JIWfflyJkYa9b8/s1600/ILUSTRASI+SINGKONG+GAJAH+DI+KOTA+TARAKAN.jpg" style="text-align: start;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjghG3_8vj3XZKZ3KcRah4b5uXJvqHm6Q-H9qFVr1xN84KHJNPjIYvsgwCpI3cLK7KNuzVS_Sw-fMa7xgXqjlyKzgc-fBUGdNX4oYqx_30olTBIhFgsUARnu7UJR5XQ2JIWfflyJkYa9b8/s320/ILUSTRASI+SINGKONG+GAJAH+DI+KOTA+TARAKAN.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bibit.  Bibit singkong berasal dari stek.  Stek untuk bibit ini diambil dari tanaman yang sehat dan berumur antara 7 – 14 bulan.  Pilih batang yang berada ditengah, bagian yang terlalu muda pada pucuk dan terlalu tua pada batang jangan dipakai untuk stek bibit singkong.  Potong stek dengan gergaji dengan panjang stek antara 15-20 cm setiap stek.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Untuk varietasnya, pilihlah varietas singkong unggul dengan potensi hasil yang tinggi sesuai dengan daerah anda dan tujuan produksinya nanti.  Untuk konsumsi langsung anda bisa  memilih varietas yang rasanya enak  (manis) seperti Adira 1 atau Malang 1, jika menanam untuk diolah lebih lanjut untuk tepung atau pati anda bisa memilih varietas Adira 4, Malang 4, Malang 6,  UJ 3 dan  UJ 5.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pengolahan Tanah. Tanah sebaiknya diolah sempurna dengan bajak atau dicangkul.  Tanah diolah sedalam 15 cm.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Penanaman.  Stek ditanam dengan cara menancapkan ke tanah sedalam sekitar 3-5 cm.  Saat menanam harus hati-hati agar jangan sampai posisi stek terbalik. Jarak tanam yang dianjurkan adalah 80 x 70 cm atau 100 x 70 cm disesuaikan dengan varietasnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pemupukan.  Dosis pupuk yang dianjurkan pada tanaman singkong adalah 200 kg Urea, 100 kg SP 36 dan 100 kg KCl per hektar.  Pemupukan pertama dilakukan pada umur 7 – 10 hari setelah tanam (HST) dengan dosis 100 kg Urea, 100 kg SP 36 dan 50 kg KCl.  Pemupukan kedua dilakukan pada saat tanaman berumur 2- 3 bulan setelah tanam dengan dosis 100 kg Urea da 50 kg KCl per hektar.  Pemupukan dilakukan dengan cara ditugal 15 cm dari tanaman singkong.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pewiwilan.  Pewiwilan atau pembuangan tunas yang berlebih dengan cara dirompes dan hanya disisakan 2 tunas yang pertumbuhanya paling baik.  Pewiwilan dilakukan paling lambat 1 bulan setelah tanam.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Penyiangan dan Pembumbunan.  Penyiangan dilakukan sebanyak 1 – 2 kali pada saat tanaman berumur kurang dari 3 bulan setelah tanam.  Kemudian pembumbunan dilakukan pada saat tanaman berumur 2 – 3  bulan setelah tanam.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Panen.  Umur panen singkong biasanya antara 8 – 11 bulan setelah tanam sesuai dengan varietasnya.  Panen dilakukan dengan cara dicabut,kemudian singkong dipisahkan dari batangnya dan dibersihkan dari tanah maupun kulitnya.  Selanjutnya singkong siap untuk dkonsumsi atau diolah lebih lanjut.&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjghG3_8vj3XZKZ3KcRah4b5uXJvqHm6Q-H9qFVr1xN84KHJNPjIYvsgwCpI3cLK7KNuzVS_Sw-fMa7xgXqjlyKzgc-fBUGdNX4oYqx_30olTBIhFgsUARnu7UJR5XQ2JIWfflyJkYa9b8/s72-c/ILUSTRASI+SINGKONG+GAJAH+DI+KOTA+TARAKAN.jpg" width="72"/></item><item><title>Beberapa Varietas Unggul Singkong</title><link>http://pt-sja.blogspot.com/2012/04/beberapa-varietas-unggul-singkong.html</link><category>Singkong</category><category>Teknologi dan Pengembangan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 19 Apr 2012 16:30:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6110995029340629139.post-9135471194384787790</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Singkong atau ubikayu merupakan tanaman pangan yang sudah dibudidayakan sejak lama oleh para petani.  Singkong juga dibudidayakan secara luas, hampir disetiap daerah dengan mudah dapat kita temui tanaman ini.  Selain itu singkong juga mudah untuk dibudidayakan,singkong tidak memerlukan teknologi budidaya yang kompleks.  Namun masih banyak yang membudidayakan singkong ini tanpa mengetahui varietas apa yang ditanam.  Bahkan banyak yang menanam singkong ini dengan bibit yang asal-asalan hanya mengikuti kebiasaan setempat saja.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Padahal Kementrian Pertanian Republik Indonesia melalui Badan penelitian dan Pengembangan Pertanian sudah mampu menghasilkan bibit singkong unggul dengan potensi hasil yang tinggi. Potensi hasilnya rata-rata lebih dari 20 ton per hektar, bahkan ada yang mencapai lebih dari 100 ton per hektar umbi segar.  Namun sayang sekali sosialisasinya dikalangan petani masih sedikit sekali sehingga petani belum mengetahui beberapa varietas unggul singkong ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Beberapa varietas unggul singkong yang telah dilepas oleh Kementrian Pertanian antara lain Adira 1, Adira 2, Adira 4, Malang 1, Malang 2, Darul Hidayah, Malang 4 maupun Malang 6.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_R1eeR-VMnhne0-4mVT_Ffj5qVkStFoDuPsee-RFKtHgFWy0fGokVW48UpSajMpZpVwUPZiB4fYY77x3fyGFBLOqPTW1BLMlHjHxselm4a1Ns3An2_I-ODIQpppunfP4bKNmXYI2T135_/s1600/1.jpg" style="text-align: start;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_R1eeR-VMnhne0-4mVT_Ffj5qVkStFoDuPsee-RFKtHgFWy0fGokVW48UpSajMpZpVwUPZiB4fYY77x3fyGFBLOqPTW1BLMlHjHxselm4a1Ns3An2_I-ODIQpppunfP4bKNmXYI2T135_/s1600/1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Adira 1.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Adira 1 mempunyai pucuk daun berwarna coklat dengan tangkai merah pada bagian atas dan merah muda pada bagian bawahnya.  Bentuk daunya menjari agak lonjong.  Warna batang muda hijau muda  sedangkan batang tua coklat kuning. Umur tanaman antara 7 -10 bulan dengan tinggi tanaman mencapai 1-2 meter.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Umbinya berwarna kuning dengan kulit luar coklat dan kulit dalam kuning.  Umbinya mempunyai rasa yang enak direbus, degan kadar tepung 45% dan kadar protein 0,5% pada saat basah serta kadar sianida (HCN) mencapai 27,5 mg per kilogram.  Umbinya cocok untuk diolah menjadi tape, kripik singkong atau dikonsumsi langsung.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Adira 1 agak tahan terhadap serangan hama tungau merah (Tetranichus bimaculatus), tahan terhadap bakteri hawar daun Pseudomonas sonacaearum, dan Xantohomonas manihots.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Adira 1 mempunyai potensi hasil yang cukup tinggi mencapai rata-rata 22 ton per hektar&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Adira 2.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Adira 2 mempunyai ciri-ciri daunya berbentuk menjaai agak lonjong dan gemuk dengan warna pucuknya ungu.  Warna tangkai daun bagian atas merah muda dan bagian bawahnya hijau muda.  Warna tulang daunya merah muda pada bagian atas dan bagian bawahnya hijau muda. Warna batang muda hijau  muda dan menjadi putih coklat saat sudah tua.  Tinggi tanaman sekitar 1 – 2 meter dengan umur tanaman mencapai 8 -12 bulan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Warna umbi putih dengan kulit bagian luar putih coklat dan bagian dalamnya ungu muda.  Kualitas rebusnya bagus namun rasanya agak pahit.  Umbinya mempunyai kandingan tepung 41% dan protein 0,7% saat basah dengan kadar sianida (HCN) sekitar 124 mg per kilogram.  Umbinya cocok untuk bahan baku tepung tapioka.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Adira 2 ini tahan terhadap serangan penyakit layu (Pseudomonas solanacearum) dan agak tahan terhadap tugau merah (Tetrabnichus bimaculatus).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Adira 2 mempunyai potensi hasil cukup tinggi mencapai 22 ton per hektar umbi basah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Adira 4.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ciri-ciri dari Adira 4 ini antara lain pucuk daun berwarna hijau dengan bentuk daunya biasa agak lonjong dan tulang daunya berwarna merah muda pada bgaian atas serta hijau muda pada bagian bawahnya.  Warna tangkai daun bagian ataas merah kehijauan dan bagian bawahnya hijau muda.  Warna batang muda hijau dan batang tua abu-abu. Tinggi tanaman antara 1,5 – 2 meter dengan umur tanaman mencapai 10 bulan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Umbinya berwarna putih dengan kulit luar coklat dan ros bagian dalamnya.  Umbinya mempunyai kualitas rebus yang bagus namun agak pahit.  Umbinya mempunyai kandungan tepung mencapai 18-22 % dan proteinya 0,8 – 22% dengan kadar HCN sekitar 68 mg per kilogram. Umbinya  cocok untuk  bahan baku tepung tapioka.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Adira 4 tahan terhadap serangan Pseudomonas solanacearum, dan Xanthomonas manihots, dan agak  tahan terhadap hama tungau merah (Tetranichus bimaculatus).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Adira 4 ini mempunyai potensi hasil yang tinggi mencapai 35 ton per hektar umbi basah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Malang 1.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Malang 1 mempunyai daun berwarna hijau keunguan dengan bentuk daun menjari agak gemuk.  Dengan tangkai daun bagian atas hijau kekuningan dengan becak ungu merah pada bagian pangkal bawah.  Warna batang muda hijau muda dan hijau keabu-abuan pada bagian bawahnya.  Tinggi tanaman mencapai 1,5 – 3,0 meter dengan umur tanaman mencapai 9-10 bulan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Umbinya berwarna putih kekuningan dengan kualitas rebus yang enak dan rasa manis. Kandungan tepungnya mencapai 32-36% dan proteinya mencapai 0,5 % umbi segar.  Kadar sianida (HCN) kurang dari 40 mg per kilogram dengan metode asam pikrat.  Umbinya cocok sebagai bahan baku tepung tapioka.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Malang 1 ini toleran terhadap serangan tungau merah Tetranichus sp dan becak daunCercospora sp serta daya adaptasinya cukup luas.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Potensi hasilnya cukup tinggi antara 24,3 sampai 48,7 ton per hektar dengan rata-rata hasil mencapai 36,5 ton per hektar.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Malang 2.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Malang 2 mempunyai bentuk daun menjari dengan cuping yang sempit.  Warna pucuk daunya hijau muda kekuningan dengan tangkai daun atas hijau muda kekuningan dan bagian bawahnya hijau.  Warna batang muda hijau muda dan batang tua coklat kemerahan.  Tinggi tanamn mencapai 1,5 – 3,0 meter dengan unmur mencapai 8 – 10 bulan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Warna umbinya kuning muda dengan warna kulit luar coklat kemerahan dan putih kecoklatan bagian dalamnya.  rasa umbinya enak dengan kandungan tepungnya mencapai 32 – 36%, protein 0,5% umbui segar dan sianida (HCN) kurang dari 40 mg per kilogram dengan metode asam pikrat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Malang 2 toleran terhadap penyakit becak daun Cercospora sp dan hawar daun (Cassava bacterial blight) namun agak peka terhadap tungau merah Tetranichus sp.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Potensi hasilnya tinggi mencapai 20 – 42 ton per hektar dengan rata-rata hasil mencapai 31, 5 ton per hektar umbi basah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Malang 4.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bentuk daunya menjari dengan lamina gemuk.  Warna daun muda ungu dan berubah menjadi hijau saat tua dengan tangkai daun berawarna hijau.  Warna batang keunguan. Malang 4 termasuk varietas singkong yang tidak bercabang. Tinggi tanaman kurang dari 2 meter dan umur tanaman mencapai 9 bulan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Umbinya berwarna putih dengan kulit luar coklat dan kulit bagian dalam kuning.  Ukuran umbinya besar dan kualitas rebusnya baik namun rasanya agak pahit.  Kandungan tepung 25 – 32 % dan sianida (HCN) kurang dari 100 ppm dengan metode asam pikrat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Malang 4 agak tahan terhadap tungau merah Tetranichus sp.  Selain itu Malang 4 juga adaptif pada lahan-lahan dengan kandungan hara sub optimal.  Potensi hasilnya tinggi mencapai 39.7 ton per hektar umbi basah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Malang 6.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bentuk daunya menjari dengan lamina gemuk. Warna daun muda ungu dan yang tua berwarna hijau dengan tangkai daun hijau muda.  batang berwarna abu-abu.  Tinggi tanamn kurang dari 2 meter dengan umur tanaman mencapai 9 bulan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Umbinya berwarna putih dengan kulit luar berwarna putih dan berwarna kuning pada bagian dalamnya.  Ukuran umbi termasuk sedang dengan kualitas rebusnya baik, namun rasanya pahit.  kandungan tepung 25 – 32 % dan sianida (HCN) kurang dari 100 ppm dengan metode asam pikrat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Malang 6 agak tahan terhadap tungau merah Tetranichus sp. Potensi hasilnya tinggi  dengan rata-rata hasilnya mencapai 36,41 ton per hektar umbi basah.  Selain itu Malang 6 adaptif terhadap hara sub optimal.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Darul Hidayah.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bentuk daunya menjari agak ramping dengan warna pucuk daun hijau agak kekuningan dan tangkai daun tua berwarna  merah.    Warna batang muda hijau dan yang tua berwarna putih.  Kulit batangnya  mudah  mengelupas.  Bercabang sangat ekstensif hingga mencapai 4 cabang.  Tinggi tanamn mencapai 3,65 meter dengan umur tanaman mencapai 8 -12 bulan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Umbinya memanjang berwarna putih dengan tekstur padat, kualitas rebus baik dengan rasa umbinya kenyal seperti ketan.  kandungan tepung 25 – 31,5 %, kandungan air 55 – 65%, kandungan serat 0,96% dan dan kandungan sianida (HCN) cukup rendah   kurang dari 40 mg per kilogram dengan metode asam pikrat.  Umbinya cocok untuk bahan baku kripik singkong.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Potensi hasilnya sangat tinggi mencapai 102,10 ton per hektar  umbi basah namun varietas ini agak peka terhadap tunga merah Tetranichus sp dan penyakit bususk jamur Fusarium sp.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Varietas unggul singkong di atas bagus sekali sebagai alternatif untuk mengganti singkong yang ditanam selama ini yang tidak jelas asal usulnya.  Dengam menanam varietas singkong yang unggul dengan potensi hasil yang tinggi tentu usaha tani kita menjadi lebih baik. Untuk informasi lebih lanjut mengenai beberapa varietas singkong unggul ini , anda dapat menghubungi Balai Penelitian Tanamn Kacang-Kacangan dan Umbi-umbian   (BALITKABI) Malang &lt;a href="http://balitkabi.litbang.deptan.go.id/"&gt;disini.&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_R1eeR-VMnhne0-4mVT_Ffj5qVkStFoDuPsee-RFKtHgFWy0fGokVW48UpSajMpZpVwUPZiB4fYY77x3fyGFBLOqPTW1BLMlHjHxselm4a1Ns3An2_I-ODIQpppunfP4bKNmXYI2T135_/s72-c/1.jpg" width="72"/></item><item><title>Sepuluh Langkah Pengendalian Ulat Bulu</title><link>http://pt-sja.blogspot.com/2012/04/sepuluh-langkah-pengendalian-ulat-bulu.html</link><category>Hama Penyakit</category><category>Teknologi dan Pengembangan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 18 Apr 2012 12:25:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6110995029340629139.post-8716741169693550528</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/04/13/108819_ulat-bulu_300_225.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/04/13/108819_ulat-bulu_300_225.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: inherit;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Berikut ini adalah&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;a href="http://pt-sja.blogspot.com/2012/04/sepuluh-langkah-pengendalian-ulat-bulu.html"&gt;Sepuluh Langkah Pengendalian Ulat Bulu&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; yang bisa langsung diterapkan pada tanaman anda yang terserang ulat bulu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjX2jm56NNWABLAEmN57yjPWM1wGvAvBcI5O4MaHoNg2aDkFLyaqsWyvLf15PwYu2bCQjE8mndPz6F2gN57p4kUn0574hGTPS-mT3cAjlRUdC-_apCpmeqIHs3PjUq4rRXUHP94eSikHsM/s1600/cara+pengendalian+ulat+bulu.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjX2jm56NNWABLAEmN57yjPWM1wGvAvBcI5O4MaHoNg2aDkFLyaqsWyvLf15PwYu2bCQjE8mndPz6F2gN57p4kUn0574hGTPS-mT3cAjlRUdC-_apCpmeqIHs3PjUq4rRXUHP94eSikHsM/s1600/cara+pengendalian+ulat+bulu.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #4c4c4c; font: inherit; line-height: 18px; list-style-image: initial; list-style-position: initial; margin-bottom: 1.5em; margin-left: 1.75em; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;li style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Pemantauan dan identifikasi jenis hama, stadia hama, bagian dan jenis tanaman yang diserang,&amp;nbsp; tingkat/intensitas serangan, serta kondisi lingkungan untuk disampaikan kepada petugas&amp;nbsp; terkait.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Lakukan pengendalian secara mekanis dengan cara mengumpulkan dan memusnahkan ulat, antara lain dengan cara dibakar atau dibenamkan dalam tanah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Pemasangan lampu perangkap (light trap) untuk membunuh ngengat, karena ngengat aktif di malam hari dan tertarik cahaya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Mengumpulkan&amp;nbsp;&amp;nbsp; pupa/kepompong&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; memasukannya&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; kedalam&amp;nbsp; botol plastik yang diberi lubang-lubang, sehingga ngengat yang terbentuk tidak dapat keluar sedangkan parasit yang muncul dapat keluar dan kembali berperan di alam.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Pelihara dan lestarikan&amp;nbsp; musuh alami seperti predator semut rangrang dan burung dengan cara melarang penangkapan&amp;nbsp; burung dan melarang pengambilan telur semut di pohon, atau melestarikan dan memperbanyak koloni semut dengan cara memasang sarang buatan dari daun kering dan bambu.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Gunakan insektisida hayati berupa jamur, virus, bakteri, nematode, antara lain dengan cara (a). Mengumpulkan ulat yang mati terkena virus (menggelantung) dan mengaduknya dengan air, lalu menyemprotkan kembali ke ulat, (b). Mengumpulkan kepompong atau ulat yang terkena jamur (berwarna putih – jamur Beauveria dan hijau – jamur Metarhizium), lalu perbanyak di media jagung dan semprotkan ke ulat,&amp;nbsp;&amp;nbsp; (c). menggunakan insektisida hayati yang sudah diproduksi dan tersedia di&amp;nbsp; Dinas/lembaga yang berwenang.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Pemasangan pembatas (burrier) pada batang pohon mangga berupa lem atau kain beracun, khususnya bagi ulat Arctornis yang memiliki sifat ketika malam hari naik ke bagian atas (kanopi) untuk memakan daun dan pada siang hari&amp;nbsp; turun ke batang untuk bersembunyi dari serangan predator.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Jika kondisi populasi ulat sangat mengkhawatirkan&amp;nbsp; dapat digunakan insektisida alami yang relatif ramah lingkungan, berupa insektisida nabati (berasal dari tumbuhan), seperti mimba, tembakau, akar tuba, piretrum, gadung, suren dan lainnya. Perlu diketahui bahwa insektisida nabati tidak menyebabkan kematian langsung&amp;nbsp; seperti insektisida sintetis.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Pada kondisi kritis, maka jalan terakhir dapat digunakan insektisida kimia sintetis yang berdaya racun rendah&amp;nbsp; berlabel hijau.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Jangan menggunakan insektisida kimia sintetis untuk tindakan pencegahan, karena akan mengganggu keberadaan musuh alami dan mencemari lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;ol style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #4c4c4c; font: inherit; line-height: 18px; list-style-image: initial; list-style-position: initial; margin-bottom: 1.5em; margin-left: 1.75em; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br class="Apple-interchange-newline" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjX2jm56NNWABLAEmN57yjPWM1wGvAvBcI5O4MaHoNg2aDkFLyaqsWyvLf15PwYu2bCQjE8mndPz6F2gN57p4kUn0574hGTPS-mT3cAjlRUdC-_apCpmeqIHs3PjUq4rRXUHP94eSikHsM/s72-c/cara+pengendalian+ulat+bulu.jpg" width="72"/></item><item><title>Hati-hati serangan hama wereng coklat!</title><link>http://pt-sja.blogspot.com/2012/04/hati-hati-serangan-hama-wereng-coklat.html</link><category>Hama Penyakit</category><category>Padi</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 18 Apr 2012 01:41:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6110995029340629139.post-6060275649587374944</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Akhir-akhir ini di Jalur Pantura Jawa Barat dan Jawa Tengah telah terjadi serangan hama wereng coklat yang cukup mengkhawatirkan bahkan sudah dianggap kejadian luar biasa (KLB). Intensitas serangan hama tinggi terdapat di Kabupaten Subang, Karawang, dan Purwakarta (Jawa Barat) dan di Kabupaten Pati, Kudus, Demak dan Jepara (Jawa Tengah).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sejak Agustus 2009 lalu, serangan wereng coklat ini mulai terjadi di Kecamatan Ciasem, Kec. Pamanukan, Jawa Barat. Serang ini terus mengalami perluasan ke Kecamatan Patokbeusi, Pabuaran, Ciasem, dan Blanakan, Jawa Barat dengan total luasan mencapai 2964 dengan intensitas serangan berat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnHur5gE3MkFFVzNnqYQsWtiNYmDZW25X5Z1UQ8IT7AFlwteZREe9JAjvXZi6cyzF_IpWBVzFHC9YlE-VZL1pi6zI_UhmGfdccajPlRi1jCEYCdApAypTbXOwILVhvKtCol30V8snHJmQ/s1600/wereng-menyerang-padi.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnHur5gE3MkFFVzNnqYQsWtiNYmDZW25X5Z1UQ8IT7AFlwteZREe9JAjvXZi6cyzF_IpWBVzFHC9YlE-VZL1pi6zI_UhmGfdccajPlRi1jCEYCdApAypTbXOwILVhvKtCol30V8snHJmQ/s320/wereng-menyerang-padi.gif" width="275" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hama wereng coklat Nilaparvata lugens (Stal) menjadi salah satu hama utama tanaman padi di Indonesia sejak pertengahan tahun 1970-an. Awal mula munculnya hama wereng coklat adalah sebagai konsekuensi dari penerapan sistem intensifikasi padi (varietas unggul, pemupukan N dosis tinggi, penanaman IP&amp;gt;200, penggunaan insektisida yang tidak tepat jenis, dosis, dan waktu aplikasi).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Terjadinya ledakan hama wereng coklat di daerah Pantura Jawa Barat pada musim tanam 2010 ini dikarenakan waktu tanam tidak serempak, varietas rentan, dan petani banyak menggunakan insektisida tidak direkomendasikan. Hal ini menyebabkan resurgensi hama wereng coklat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam keadaan panik, petani mencampur insektisida dengan berbagai bahan lain seperti solar, oli dan baygon. Pengetahuan petani mengenai teknik pengendalian hama wereng coklat masih kurang.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hal ini ditunjukkan masih ditemukan petani mencampur 2-3 macam insektisida, waktu penyemprotan yang tidak tepat, dan penyemprotan dilakukan di atas kanopi tanaman padi dan dilakukan pada pagi hari yang embunnya masih tinggi sehingga menyebabkan efikasi insektisida rendah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dampak kerugian yang ditimbulkan oleh adanya ledakan wereng coklat ini sangat luas. Di areal BB Padi sekitar 350 ha pertanaman padi berumur sekitar 15-30 hari setelah tanam harus dieradikasi dan ditanam ulang. Akibat dari eradikasi ini kerugian yang diderita petani penggarap dan kebun percobaan mencapai 1,5 milyar rupiah untuk penggarapan lahan dan sarana produksi. Kerugian yang lebih besar lagi adalah hilangnya materi-materi penelitian seperti plasma nutfah dan lain-lain yang tidak ternilai dengan uang ( sumber : &lt;a href="http://www.sinartani.com/proteksi/lima-langkah-antisipasi-wereng-coklat-1273479081.htm"&gt;Sinar Tani Online&lt;/a&gt; )

&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnHur5gE3MkFFVzNnqYQsWtiNYmDZW25X5Z1UQ8IT7AFlwteZREe9JAjvXZi6cyzF_IpWBVzFHC9YlE-VZL1pi6zI_UhmGfdccajPlRi1jCEYCdApAypTbXOwILVhvKtCol30V8snHJmQ/s72-c/wereng-menyerang-padi.gif" width="72"/></item><item><title>Peluang usaha budidaya cabe</title><link>http://pt-sja.blogspot.com/2012/04/peluang-usaha-budidaya-cabe.html</link><category>Cabai</category><category>Teknologi dan Pengembangan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 18 Apr 2012 01:36:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6110995029340629139.post-7882975520581644191</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhsjHkYeTvRBiGw7xIf63aNy-m2VKC8Of7QSK2Y_52OxBSoODVdhH3uXgYtJMfEXRIWmAvUNJlNqEKjuetM_MqVsacTjKVdPVUuGSgjIHDUmziXaRVG4dnfMHWOj-FQIZyMs4T7wtTdxZFh/s1600/cabe_merah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhsjHkYeTvRBiGw7xIf63aNy-m2VKC8Of7QSK2Y_52OxBSoODVdhH3uXgYtJMfEXRIWmAvUNJlNqEKjuetM_MqVsacTjKVdPVUuGSgjIHDUmziXaRVG4dnfMHWOj-FQIZyMs4T7wtTdxZFh/s320/cabe_merah.jpg" width="320" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #3f3f3f; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Meroketnya harga cabe beberapa pekan terakhir hingga menembus 100 ribu rupiah per kilogram cukup menyentak konsumen di tanah air.&amp;nbsp; Kenaikan harga yang sangat melonjak ini sungguh merepotkan bagi para konsumen baik rumah tangga, rumah makan, warung maupun industri olahan baik skala rumah tangga maupun besar.&amp;nbsp; Kenaikan harga cabe yang luar biasa ini dimungkinkan karena kurangnya pasokan dari beberapa sentra cabe,&amp;nbsp; akibat terkena banjir maupun serangan OPT (hama penyakit).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #3f3f3f; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;span id="more-460" style="font-family: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #3f3f3f; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Kenaikan harga cabe ini sebenarnya merupakan peluang bagi kita untuk mengembangkan budidaya cabe pada lahan-lahan baru yang potensial.&amp;nbsp; Gejolak harga cabe ini juga disebabkan tergantungnya pasokan cabe pada beberapa sentra produksi di Jawa dan Sumatra.&amp;nbsp; Jika sentra cabe&amp;nbsp; di pulau Jawa mengalami gangguan produksi karena banjir atau serangan OPT maka pasokan juga akan berkurang yang mengakibatkan harga juga akan melonjak.&amp;nbsp; Seharusnya kita bisa mengembangkannya di kawasan lain sehingga tidak tergantung pada sentra cabe tertentu seperti Brebes misalnya. Padahal cabe dapat dibudidayakan baik didataran tinggi maupun rendah, cabe memerlukan lahan yang subur dengan tingkat kemasaman (pH) antara 5 -6.&amp;nbsp; Namun budidaya cabe juga berisiko berkaitan dengan penguasan teknis budidaya, penyediaan pembiayaan, iklim / cuaca, serangan organisme pengganggu tanaman (hama/penyakit) maupun stabilitas harga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #3f3f3f; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Sebenarnya budidaya cabe bukanlah sesuatu yang tidak bisa dikuasai dengan baik oleh para petani.&amp;nbsp; Sudah banyak teknis budidaya cabe ini yang di bahas baik oleh para pakar maupun agronom, secara umum budidaya cabe meliputui persiapan lahan, persemaian, penanaman, pemeliharan, pengendalian OPT dan pemanenan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol style="background-color: white; color: #3f3f3f; list-style-position: inside; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;li style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 2px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 2px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Persiapan Lahan. Lahan diolah sempurna dengan dibajak dan digaru, namun sebelumnya ditebarkan pupuk kandang terlebih dulu dengan takaran 0,5 – 1 ton per hektar dan dibiarkan selama 1 minggu.&amp;nbsp; Selanjutnya ditaburkan kapur pertanian (Kaptan, Dolomit) sebanyak 0, 25 ton per 1.000 m persegi.&amp;nbsp; Tahapan selanjutnya di buat bedengan dengan ukuran lebar 100 cm dan ukuran parit selebar 80-100 cm.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bedengan kemudian di tutup dengan mulsa baik dari sisa – sisa panen (jerami) maupun memakai mulsa plastik hitam perak dan dibuat jarak tanam 60 cm x 70 cm dengan pola zig zag. Biarkan selama 1 – 2 minggu.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 2px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 2px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Persemaian bibit.&amp;nbsp; Sebelum disemaikan benih di rendam terlebih dulu dengan air hangat kemudian baru diperam selama semalam.&amp;nbsp; Persemaian dibuat dengan arah ke timur dengan naungan plastik, rumbia atau daun kelapa.&amp;nbsp; Media tumbuh untuk persemaian terdiri dari campuran tanah dengan pupuk kandang / kompos yang telah disaring terlebih dulu dengan perbandingan 3 : 1.&amp;nbsp; Kemudian masukan media tumbuh dalam polibag ukuran 4 x 6 cm.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Benih diletakkan secara hati-hati dalam polibag lalu ditutup dengan lapisan tipis campuran tanah dan pupuk kandang / kompos.&amp;nbsp; Persemaian selalu dijaga kelembabanya dengan menyiram air pada pagi dan sore hari.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 2px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 2px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Penanaman. Bibit ditanam setelah bibit berumur 2 – 3 minggu.&amp;nbsp; Bibit memiliki daun antara 5 – 6 helai.&amp;nbsp; Sebelum tanam pilihlah bibit yang tumbuh normal, pertumbuhanya bagus dan pilih bibit yang tidak diserang hama/penyakit.&amp;nbsp; Sebelum ditanam dilepas dulu polibagnya, baru bibit dimasukkan ke ke lubang tanam dan tutup dengan tanah yang dicampur dengan pupuk kandang/kompos.&amp;nbsp; Penanaman dilakukan pada pagi atau sore hari.&amp;nbsp; Selesai tanam bibit disiram dengan air atau dicampur dengan pupuk organik cair (POC).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 2px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 2px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Pengendalian OPT.&amp;nbsp; Pengendalian OPT merupakan teknik budidaya&amp;nbsp; yang harus dilakukan secara optimal.&amp;nbsp; Serangan OPT pada beberapa kasus menyebabkan kegagalan budidaya cabe dan menimbulkan kerugian yang besar.&amp;nbsp; Gangguan OPT ini sudah mulai sejak fase pembibitan sampai dengan penanaman di lahan.&amp;nbsp; Oleh karena itu&amp;nbsp; gangguan OPT ini maka harus dilakukan tindakan pengendalian secara tepat dan cepat sehingga gangguan OPT dapat dikendalikan dan tidak berkembang meluas yang dapat merugikan.&amp;nbsp; &amp;nbsp; Berkaitan dengan pengendalian OPT ini akan dibahas tersendiri dalam tulisan selanjutnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 2px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 2px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Pemeliharaan Tanaman.&amp;nbsp; Tindakan pemeliharaan tanaman cabe yang dapat dilakukan antara lain pengairan tanaman, pemupukan, pengamatan terhadap gangguan OPT termasuk pengendalian gulma dan “perempelan”.&amp;nbsp; (a).&amp;nbsp; Pengairan / irigasi perlu dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan tanaman, jika tanaman kondisinya memerlukan pengairan segera lakukan pengairan dengan sistem kocor atau dengan penggenangan.&amp;nbsp; Pengairan ini sebaiknya dilakukan pada sore sampai malam hari.&amp;nbsp; (b).&amp;nbsp; Pengamatan terhadap gangguan OPT dilakukan dengan memperhatikan kondisi tanaman secara cermat dan dilakukan secara rutin, jangan sampai gangguan OPT ini meluas dan berkembang yang merusak pertanaman.&amp;nbsp; Untuk gulma dapat dikendalikan dengan herbisida secara hati-hati atau secara mekanis.&amp;nbsp; (c).&amp;nbsp; Perempelan adalah pembuangan tunas-tunas baru yang tidak produktif, profil tanaman cabe yang bagus dan produktif adalah terdiri dari 2-3 cabang utama per tanaman, jika berlebihan berakibat tidak maksimalnya produksi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 2px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 2px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Pemupukan.&amp;nbsp; Selain dengan kocoran,pemupukan juga dilakukan dengan aplikasi penyemprotan pupuk organik cair (POC).&amp;nbsp; POC ini banyak sekali janisnya di pasaran, tinggal anda pilih sesuai dengan keperluan dan biaya yang tersedia.&amp;nbsp; Aplikasi POC ini dlakukan pada saat tanaman berumur 10, 20, 40 dan 50 hari setelah tanam (HST) dengan takaran&amp;nbsp; sesuai anjuran.&amp;nbsp;Pemupukan dilakukan melalui penyiraman secara kocor (“pengocoran”) dilakukan seminggu sekali tiap lubang. Pupuk kocoran ini merupakan campuran pupuk makro Urea, SP 36 dan KCl&amp;nbsp; dengan perbandingan 250 : 250 : 250&amp;nbsp; gr dalam 50 liter&amp;nbsp; air.&amp;nbsp; Diberikan pada umur 1 – 4 minggu setelah tanam (MST) dengan takaran 250 cc/lubang,&amp;nbsp; sedangkan pada umur 5 – 12 MST takaranya ditambah menjadi 500 cc/lubang tanam dengan perbandingan pupuk makro Urea, TSP dan KCl&amp;nbsp; sebesar 500 : 250 : 250&amp;nbsp; gr dalam 50 liter air.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 2px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 2px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Panen dan Pasca panen.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Cabe sudah dapat dipanen pertama kali pada saat tanaman beumur antara 60 -75 hari setelah tanam (HST). &amp;nbsp; Panen dilakukan pada buah yang tingkat kemasakanya sudah mencapai antara 80 -90%, kecuali panen saat muda untuk produk cabe hijau tentu dilakukan pada saat kemasakan antara 50-60 % dan dilakukan pada pagi hari setelah embunya mengering.&amp;nbsp; Sortasi dilakukan sekaligus dilahan, pisahkan yang rusak / cacat/ bekas terkena serangan OPT.&amp;nbsp; Panen kedua dan seterusnya dilakukan 2-3 hari sesudahnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #3f3f3f; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Mudah-mudahan petunjuk teknis budidaya cabe secara singkat ini dapat membantu kita untuk mengembangkan budidaya cabe mumpung harganya sedang membubung tinggi. Mari bertanam cabe untuk memanfaatkan momentum ditengah kenaikan harga cabe yang luar biasa ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhsjHkYeTvRBiGw7xIf63aNy-m2VKC8Of7QSK2Y_52OxBSoODVdhH3uXgYtJMfEXRIWmAvUNJlNqEKjuetM_MqVsacTjKVdPVUuGSgjIHDUmziXaRVG4dnfMHWOj-FQIZyMs4T7wtTdxZFh/s72-c/cabe_merah.jpg" width="72"/></item><item><title>Pengendalian penyakit layu pada tanaman cabe.</title><link>http://pt-sja.blogspot.com/2012/04/pengendalian-penyakit-layu-pada-tanaman.html</link><category>Cabai</category><category>Hama Penyakit</category><category>Teknologi dan Pengembangan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 18 Apr 2012 01:34:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6110995029340629139.post-3711629636514745372</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Cabai walaupun mempunyai prospek pasar yang bagus dalam agribisnis tetapi tanaman cabe juga banyak menemui masalah kaitanya dengan banyaknya jenis dan intensitas serangan penyakit tanaman.&amp;nbsp; Penyakit layu pada tanaman cabe merupakan penyakit yang cukup merugikan dan jika tidak dilakukan pengendalian secara tepat dapat menyebabkan kerusakan dan menggagalkan pertanaman.&lt;span id="more-506" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;penyakit layu pada tanaman cabe ini secara umu ada 2 jenis yaitu layu fusarium yang disebabkan oleh&amp;nbsp;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Fusarium oxysporium f.sp.capsici&lt;/em&gt;&amp;nbsp;dan layu bakteri yang disebabkan oleh bakteri&amp;nbsp;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Psudomonas solanacearum (E.F.) Sm&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Penyakit Layu Fusarium.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;a href="http://cybex.deptan.go.id/files/layufusarium%20cabe.jpg" imageanchor="1" style="background-color: transparent; clear: left; display: inline !important; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiowbbr5y_wzWDwY5z-M1b3wMOg65LJ4LRHeBAJrbgYZt9s-ewsQNLKYzKX1H5S-mhWWJfJVq2MdS553yNvJiyKdk-XZ3PXmthsiGzH592AN1bHV-TGEd8vxjCKSNxsM-kCCmooQUPJAyrJ/s1600/image015.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: inherit;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiowbbr5y_wzWDwY5z-M1b3wMOg65LJ4LRHeBAJrbgYZt9s-ewsQNLKYzKX1H5S-mhWWJfJVq2MdS553yNvJiyKdk-XZ3PXmthsiGzH592AN1bHV-TGEd8vxjCKSNxsM-kCCmooQUPJAyrJ/s320/image015.jpg" width="212" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Penyebab penyakit ini adalah cendawan&amp;nbsp;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Fusarium oxysporium f.sp.capsici Schlecht.&lt;/em&gt;&amp;nbsp;Penyakit ini biasanya menyerang tanaman cabe yang ditanam pada tanah masam (ph tanah rendah, kurang dari 6). &amp;nbsp;&amp;nbsp; Serangan ditandai dengan memucatnya tulang daun sebelah atas dan diikuti menunduknya tangkai daun.&amp;nbsp; Jika pada batas antara akar dengan batang dipotong akan terlihat cicncin coklat kehitaman diikuti busuk basah pada berkas pembuluh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Pengendalian penyakit layu fusarium dapat dilakukan dengan beberapa cara pengendalian antara lain :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol style="background-color: white; list-style-position: inside; margin: 0px 0px 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;li style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 2px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 2px;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Pengapuran lahan sebelum tanam untuk meningkatkan pH tanah dan mengurangi kemasaman tanah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 2px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 2px;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Pengaturan pengairan dengan baik, jangan sampai air menggenang berlebihan pada lahan pertanaman. Jika pertanaman pada musim hujan maka bedengan agar dibuat lebih tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 2px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 2px;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Pencelupan&amp;nbsp; bibit ke dalam air yang telah dicampur dengan fungisida seperti&amp;nbsp;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Derosal&amp;nbsp;&lt;/em&gt;1,5 g per liter air&amp;nbsp; sebelum bibit di tanam untuk pencegahan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 2px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 2px;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Penyiraman dengan larutan fungisida seperti seperti&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Derosal&lt;/em&gt;&amp;nbsp;dengan takaran 1,5 gram per liter air pada saat tanaman berumur 25 – 40 hari setelah tanam (HST).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 2px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 2px;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Lakukan&amp;nbsp;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;eradikasi&lt;/em&gt;&amp;nbsp;pada tanaman terserang dengan cara mencabut tanaman yang terserang.&amp;nbsp; Usahakan jangan sampai tanahnya tercecer dan bertebaran ke mana-mana karena dapat menulari tanaman yang sehat.&amp;nbsp; Setelah dicabut, taburi lubang bekas tanaman terserang tadi dengan kapur secukupnya dan lubang ditutup kembali dengan tanah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 2px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 2px;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Untuk tanaman yang sehat yang berada di sekitar tanaman terserang, disiram dengan larutan formalin dengan takaran 2 – 5 cc per liter air sebanyak 200 ml per tanaman.&amp;nbsp; Gunanya untuk pencegahan agar tidak tertular oleh&amp;nbsp;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;fusarium&lt;/em&gt;&amp;nbsp;dari tanaman yang terserang tadi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 2px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 2px;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Pengendalian yang lain adalah secara teknis budidaya dengan pergiliran tanaman lain selain tanaman dari famili&amp;nbsp;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Solancea&amp;nbsp;&lt;/em&gt;(terung-terungan).&amp;nbsp; Jika sebelumnya lahan pernah ditanami cabe atau tanaman lain yang masih satu famili, lebih baik cari lahan yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;strong style="line-height: 1.5em; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Penyakit Layu Bakteri.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg33otiJHr9YZfdqNs_e60RQzLjwPxPaiAx8GBeaLwpZ_PQRf1lQsxvujqZ3d59sO8uenn7XLlW2rAlMsBrdSO5uzgfy6c-l3UsHxYJyV4MvE_3TgobA6Aejl_8rkgYSXv0xLSwb1TLA0Et/s1600/ad.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: inherit;"&gt;&lt;img border="0" height="251" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg33otiJHr9YZfdqNs_e60RQzLjwPxPaiAx8GBeaLwpZ_PQRf1lQsxvujqZ3d59sO8uenn7XLlW2rAlMsBrdSO5uzgfy6c-l3UsHxYJyV4MvE_3TgobA6Aejl_8rkgYSXv0xLSwb1TLA0Et/s320/ad.jpg" width="320" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Penyakit layu bakteri ini biasanya menyerang tanaman cabe yang ditanam di dataran rendah dibandingkan di dataran tinggi.&amp;nbsp; Gejala serangan yang kelihatan adalah layu pada beberapa daun muda dan atau menguningnya daun tua sebelah bawah.&amp;nbsp; Gejala lain yang terlihat adalah berkas pembuluh pengangkut yang berwarna cokelat tua dan membusuk setelah batang, cabang atau pangkal batangnya kita belah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Namun jangan sampai kita salah identifikasi terhadap layu bakteri ini, sebab gejala seranganya hampir-hampir mirip dengan gejala serangan layu fusarium.&amp;nbsp; Untuk membedakanya secara mudah, siapkan air putih dalam sebuah gelas. Kemudian potong cabang atau batang tanaman cabe yang terserang layu tadi dan dijepit dengan pisau dan dicelupkan ke dalam air putih tadi.&amp;nbsp; Perhatikan jika dari potongan cabang atau batang tadi keluar exudat berwarna putih seperti asap, dapat dipastikan tanaman tadi terserang bakteri&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Pseudomonas&amp;nbsp;&lt;/em&gt;bukan layu karena serangan Fusarium.&amp;nbsp; Jika tidak keluar eksudat putih berarti tanaman terserang oleh penyakit layu fusarium.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Pengendalian penyakit layu bakteri ini dapat dilakukan dengan beberapa cara pengendalian yang kompatibel antara lain :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol style="background-color: white; list-style-position: inside; margin: 0px 0px 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;li style="line-height: 1.5em; margin: 0px; padding: 2px 0px;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Pengaturan irigasi dengan baik,jjangan sampai lahan pertanaman tergenang air berlebihan.&amp;nbsp; Segera buang air yang berlebihan dengan sistem drainase yang baik.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="line-height: 1.5em; margin: 0px; padding: 2px 0px;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Pencelupan bibit dengan larutan bakterisida seperti Agrimycin&amp;nbsp; dengan takaran 1,2 gram per liter air atau dengan Agrept dengan takaran 2 gram per liter air untuk pencegahan serangan layu bakteri.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="line-height: 1.5em; margin: 0px; padding: 2px 0px;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Penyemprotan atau penyiraman dengan bakterisida pada saat tanaman berumur 25&amp;nbsp; hari setelah tanam (HST) dan diulangi 1 – 2 kali penyemprotan dengan interval 10 hari sekali.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="line-height: 1.5em; margin: 0px; padding: 2px 0px;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Untuk penanganan tanaman yang terserang dapat dilakukan seperti halnya pada tanaman yang terserang layu fusarium di atas.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="line-height: 1.5em; margin: 0px; padding: 2px 0px;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;pengendalian yang lain dengan pergiliran tanaman yang bukan sefamili untuk menghindari penularan patogen.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiowbbr5y_wzWDwY5z-M1b3wMOg65LJ4LRHeBAJrbgYZt9s-ewsQNLKYzKX1H5S-mhWWJfJVq2MdS553yNvJiyKdk-XZ3PXmthsiGzH592AN1bHV-TGEd8vxjCKSNxsM-kCCmooQUPJAyrJ/s72-c/image015.jpg" width="72"/></item><item><title>Pengendalian penyakit antraknosa pada tanaman cabe</title><link>http://pt-sja.blogspot.com/2012/04/pengendalian-penyakit-antraknosa-pada.html</link><category>Cabai</category><category>Hama Penyakit</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 18 Apr 2012 01:30:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6110995029340629139.post-1699880838357601849</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Penyakit antraknosa termasuk salah satu jenis penyakit penting yang menyerang tanaman cabe.&amp;nbsp; Daya rusak penyakit ini sangat tinggi dan penularanya juga sangat cepat sehingga sangat merugikan petani / pengusaha&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.penyuluhpertanian.com/" style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;agribisnis&lt;/a&gt;&amp;nbsp;apabila tidak dikenali dan dikendalikan dengan tepat dan cepat. Bahkan yang paling ekstrem bisa menggagalkan usaha agribisnis ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRKGVxmM-jwYJFodFPUG0rlO3qeqzj_BRdMUsK9jNjhgpEh0RPZnf16w3r_oue0F6DIvDe_UOvPbzAfdejzVJozmyUwdsGnviIJ50CrLgQN5IopKBNaP1p1XIDSENbeybEg44Q2mA6wc8/s1600/patek-pada-cabe.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRKGVxmM-jwYJFodFPUG0rlO3qeqzj_BRdMUsK9jNjhgpEh0RPZnf16w3r_oue0F6DIvDe_UOvPbzAfdejzVJozmyUwdsGnviIJ50CrLgQN5IopKBNaP1p1XIDSENbeybEg44Q2mA6wc8/s1600/patek-pada-cabe.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;span id="more-520" style="font-family: inherit; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Penyebab penyakit antraknosa yang menyerang tanaman cabe ini adalah cendawan terutama cendawan&amp;nbsp;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Colletotrichum capsici&lt;/em&gt;&amp;nbsp;Butl dan&amp;nbsp;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Gloesporium piperatum&lt;/em&gt;&amp;nbsp;Ell.et Ev.&amp;nbsp; Penyakit antraknosa ini biasanya menyerang tanaman cabe pada saat kondisi kelembaban yang tinggi (95%) pada suhu&amp;nbsp; yang rendah berkisar&amp;nbsp; 32 derajat celcius.&amp;nbsp; Penyakit antraknosa juga menyerang tanaman cabe yang ditanam pada lahan dengan drainase yang tidak dikelola dengan baik, sehingga banyak genangan air di sekitar tanaman.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Biasanya cendawan&amp;nbsp;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;C. capsici&lt;/em&gt;&amp;nbsp;menyerang tanaman dengan menginfeksi jaringan buah dan membentuk bercak cokelat kehitaman yang kemudian meluas menjadi busuk lunak.&amp;nbsp; Serangan yang berat menyebabkan buah mengering dan keriput seperti jerami.&amp;nbsp; Pada bagian tengah bercak yang mengering terlihat kumpulan titik-titik hitam dari koloni cendawan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Sedangkan cendawan&amp;nbsp;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;G. piperatum&lt;/em&gt;&amp;nbsp;menyerang tanaman cabe pada saat&amp;nbsp;&amp;nbsp; buah masih berwarna hijau dan menyebabkan mati ujung (die back).&amp;nbsp; Ciri-ciri yang dapat dikenali akibat serangan cendawan ini adalah&amp;nbsp; buah yang terserang terlihat bintik-bintik kecil berwarna kehitaman dan berlekuk.&amp;nbsp; Bintik-bintik ini pada bagian tepi berwarna kuning, membesar dan memanjang.&amp;nbsp; Pada kondisi lembab, cendawan memiliki lingkaran memusat berwarna merah jambu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Penyakit antraknosa atau yang biasanya dikenal dengan nama penyakit&amp;nbsp;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;patek&amp;nbsp;&lt;/em&gt;ini sangat menakutkan karena daya rusaknya yang sangat tinggi dan dapat menggagalkan pertanaman secara keseluruhan.&amp;nbsp; Seluruh pertanaman pada satu lokasi bisa hancur karena serangan antraknosa yang ganas ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Oleh karena itu penyakit antraknosa ini harus dikendalikan dengan tepat mulai sebelum tanam sampai dengan tanaman berbuah.&amp;nbsp; Tindakan pengendalian sebelum tanam dapat dilakukan dengan pembuatan sistem drainase yang baik sehingga nantinya lokasi pertanaman akan terbebas dari genangan air yang tidak diperlukan.&amp;nbsp; Selain itu benih cabe yang akan ditanam harus kita perhatikan betul-betul, belilah benih yang terbebas dari patogen&amp;nbsp; dan tanyakan dengan penjualnya / sumbernya mengenai patogen ini.&amp;nbsp; Untuk memastikannya dan mengantisipasi patogen bawaan maupun penularan patogen,&amp;nbsp; benih dapat diberi perlakuan :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="background-color: white; font-family: inherit; line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: inherit; line-height: 1.5em;"&gt;Perlakuan benih dengan cara merendam benih dengan air panas pada suhu 55 derajat celcius selama 30 menit .&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: inherit; line-height: 1.5em;"&gt;Benih direndam dalam air hangat yang dicampur dengan fungisida seperti Derosal 60 WP dengan takaran 2 gram per liter.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/span&gt;&lt;ol style="background-color: white; list-style-position: inside; margin: 0px 0px 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Sedangkan pengendalian penyakit antraknosa saat tanaman mulai berbuah adalah dengan beberapa cara, antara lain :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="background-color: white; font-family: inherit; line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: inherit; line-height: 1.5em;"&gt;Apabila sudah ada buah cabe yang terserang, buah yang terserang tersebut harus dipanen setiap hari dan dibakar.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: inherit; line-height: 1.5em;"&gt;Usahakan jangan sampai ada buah cabe berserakan disekitar pertanaman karena dapat menularkan dan menyebarkan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="font-family: inherit; line-height: 1.5em; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;patogen&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family: inherit; line-height: 1.5em;"&gt;&amp;nbsp;kepada tanaman lainya yang sehat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: inherit; line-height: 1.5em;"&gt;Penyemprotan dengan fungisida seperti Derosal 60 WP dengan takaran 2 gram per liter atau dengan campuran dengan beberapa fungisida seperti Derosal 60 WP dan Dithane M-45&amp;nbsp; dengan perbandingan 1 : 5 dan dosis campuran 2,5 gram per liter.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/span&gt;&lt;ol style="background-color: white; list-style-position: inside; margin: 0px 0px 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRKGVxmM-jwYJFodFPUG0rlO3qeqzj_BRdMUsK9jNjhgpEh0RPZnf16w3r_oue0F6DIvDe_UOvPbzAfdejzVJozmyUwdsGnviIJ50CrLgQN5IopKBNaP1p1XIDSENbeybEg44Q2mA6wc8/s72-c/patek-pada-cabe.jpg" width="72"/></item><item><title>Teknologi Budidaya Jagung Hibrida</title><link>http://pt-sja.blogspot.com/2012/04/teknologi-budidaya-jagung-hibrida.html</link><category>Jagung</category><category>Teknologi dan Pengembangan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 18 Apr 2012 01:27:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6110995029340629139.post-7871149691384221979</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #3f3f3f; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeHWrF2O-XB08pYbKtP9qHQ5r36U7WDk-dH6NK4Z40rP5PcFjQ9Qe8wh_zcsjn-QmIldIodF5K8HoEScTNlxvASlLPOJFYgXG_NhCC2C0YNz9CutN6ERHB4P33P1yVzthMR5LsLC7G2wXu/s1600/jagung-hibrida-Bima.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeHWrF2O-XB08pYbKtP9qHQ5r36U7WDk-dH6NK4Z40rP5PcFjQ9Qe8wh_zcsjn-QmIldIodF5K8HoEScTNlxvASlLPOJFYgXG_NhCC2C0YNz9CutN6ERHB4P33P1yVzthMR5LsLC7G2wXu/s320/jagung-hibrida-Bima.jpg" width="305" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Jagung hibrida mempunyai potensi hasil yang tinggi.&amp;nbsp; Potensi hasil tersebut dapat dimaksimalkan apabila selama&amp;nbsp;budidayanya&amp;nbsp;kita dapat memberikan lingkungan produksi yang optimal bagi tumbuh kembangnya tanaman.&amp;nbsp; Oleh karena itu jagung hibrida memerlukan komponen teknlogi produksi yang optimal yang perlu kita persiapkan sebelum kita menngusahakan jagung hibrida.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #3f3f3f; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Pada saat ini Indonesia sudah mampu memproduksi benih jagung hibrida dengan produksi yang tidak kalah dengan benih jagung hibrida impor.&amp;nbsp; Benih-benih jagung hibrida dalam negeri ini sebagian besar diprosuksi oleh Balai Penelitian Sereal (BALLITSEREAL) Maros.&amp;nbsp; Jenisnya anatara lain&amp;nbsp;Bima 1 sampai Bima 11.&lt;span id="more-956" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #3f3f3f; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Komponen Teknologi Produksi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #3f3f3f; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Benih. Benih yang diperlukan sebanyak 20 kg per hektar dengan daya kecambah minimal 90%.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #3f3f3f; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Penyiapan lahan.&amp;nbsp; Lahan diolah dengan bajak dan garu. Lahan bisa juga tanpa olah tanah sempurna apabila lahan termasuk lahan yang gembur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #3f3f3f; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Tanam. Buat lubang tanam dengan tugal sedalam 5 cm dengan jarak tanam 75 cm x 40 cm masing-masing 2 biji per lubang tanam atau dengan jarak tanam 75 cm x 20 cm dengan jumla biji 1 biji per lubang tanam.&amp;nbsp; Benih dimasukan ke dalam lubang tanam dan tutup tipis dengan tanah atau pupuk kandang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #3f3f3f; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Pemupukan.&amp;nbsp; Takaran pupuk yang dianjurkan untuk jagung hibrida ini adalah 450 kg Urea per&amp;nbsp; hektar, 100 – 150 kg SP 36 per hektar dan 50 – 100 kg KCl per hektar.&amp;nbsp; Pemupukan dilakukan secara bertahap,Tahap I 7-10 hari setekllah tanam (HST) dengan pupuk yang diberikan 150 kg Urea dan TSP dan KCl seluruhnya diberikan.&amp;nbsp; Sedangkan pemupukan kedua dilakukan pada 30 – 35 HST dengan pupuk yang diberikan hanya 300 kg Urea per hektar. Pemupukan dilakukan pada lubang atau larikan kurang lebih 10 cm di samping tanaman dan ditutup dengan tanah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #3f3f3f; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Penyiangan.&amp;nbsp; Penyiangan dilakukan pada saat tanaman berumur 15 hari setelah tanam (HST).&amp;nbsp; Penyiangan kedua dilakukan pada saat tanaman berumur 28 – 30 hari setelah tanam (HST) pada saat sebelum dilakukan pemupukan kedua.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #3f3f3f; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Pengendalian OPT.&amp;nbsp; Organisme pengganggu tanaman (OPT) perlu dikendalikan agar tanaman dapat tumbuh dan&amp;nbsp; berkembang dengan baik.&amp;nbsp; Pengendalian hama pengerek dikendalikan dengan pemberian insektisida Furadan 3G melalui pucuk tanaman dengan takaran 3-4 butir Furadan 3G per pucuk tanaman.&amp;nbsp; Sedangkan penyakit bulai yang biasa menyerang dikendalikan dengan perlakuan benih.&amp;nbsp; Sebelum benih ditanam dicampur dulu dengan Ridomil atau Saromil.&amp;nbsp; Ridomil atau saromil sebanyak 2 gram per kilogram benih jagung dilaritkan dulu dalam air 7,5 – 10 ml.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #3f3f3f; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Irigasi.&amp;nbsp; Pemberian air atau irigasi dilakukan pada saat musim kemarau.&amp;nbsp; Pemberian air dilakukan sebelum tanam, 15 hari setelah tanam (HST), 30 hari setelah tanam (HST), 45 hari setelah tanam (HST), 60 hari setelah tanam (HST), dan 75 hari setelah tanam (HST).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #3f3f3f; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Panen.&amp;nbsp; Jagung sudah dapat dipanen jika klobot atau kulit jagung sudah mengering dan berwarna coklat muda,dengan biji mengkilap dan bila ditekan dengan kuku tidak membekas. (Bahan : BALLITSEREAL Maros).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeHWrF2O-XB08pYbKtP9qHQ5r36U7WDk-dH6NK4Z40rP5PcFjQ9Qe8wh_zcsjn-QmIldIodF5K8HoEScTNlxvASlLPOJFYgXG_NhCC2C0YNz9CutN6ERHB4P33P1yVzthMR5LsLC7G2wXu/s72-c/jagung-hibrida-Bima.jpg" width="72"/></item><item><title>Teknologi Budidaya Tanaman Tomat</title><link>http://pt-sja.blogspot.com/2012/04/teknologi-budidaya-tanaman-tomat.html</link><category>Tomat</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 17 Apr 2012 00:34:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6110995029340629139.post-4157683525596026703</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWg6rCFjcIsh3m92LReQCh8t_SIjW4YTDETar5oXVOfGmC0Nx0Al8fwlBASGwF7QjoA9hhF85YEMuonjoef1GoM_MHqnexPYnebOYPixwEy0k_nekZtzocgQhyYO4KRIaFuOCmKIrPjYME/s1600/tomat.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: inherit;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWg6rCFjcIsh3m92LReQCh8t_SIjW4YTDETar5oXVOfGmC0Nx0Al8fwlBASGwF7QjoA9hhF85YEMuonjoef1GoM_MHqnexPYnebOYPixwEy0k_nekZtzocgQhyYO4KRIaFuOCmKIrPjYME/s1600/tomat.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Tomat (&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Lycopersicon esculentum Mill&lt;/em&gt;.) adalah komoditas hortikultura yang penting baik karena harganya yang cukup baik maupun penggunanya dalam konsumsi masyarakat.&amp;nbsp; Tomat dapat dikonsumsi sebagai sayur atau buah segar maupun dikonsumsi dalam bentuk olahan seperti saus tomat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/em&gt;Secara umum tomat dapat ditanam di dataran rendah sampai dataran tinggi. Tomat menghendaki tanah yang gembur, porus, subur&amp;nbsp; dengan&amp;nbsp; kemasaman tanah (pH)&amp;nbsp; antara 5 – 6, curah hujan 750-1. 250 mm/tahun&amp;nbsp; dan kelembaban relatif&amp;nbsp; 25%.&lt;span id="more-560" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Teknis budidaya tomat dapat berbeda-beda antara daerah yang satu dengan daerah yang lain tergantung kondisi lahan, ketinggian tempat, kondisi agroklimat, kebiasan dan kemampuan petani yang bersangkutan serta pembiayaan yang tersedia.&amp;nbsp; Oleh karena penting sebelum mengusahakan tomat secara intensif harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan petugas teknis atau penyuluh pertanian setempat, namun secara umum teknis budidaya&amp;nbsp; tomat secara singkat dapat kami sampaikan&amp;nbsp; sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Persiapan Lahan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Pilihlah lahan yang gembur dan subur&amp;nbsp; dengan pengairan yang baik.&amp;nbsp; Pilih juga lahan yang sebelumnya tidak ditanami dengan tomat&amp;nbsp; atau tanaman lain yang masih dalam satu famili&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Solanaceae&lt;/em&gt;&amp;nbsp;seperti cabai, terong, tembakau atau kentang&amp;nbsp; untuk memutus siklus organisme pengganggu tanaman (OPT) .&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Tanah diolah sempurna,&amp;nbsp; apabila pH tanah rendah tambahkan kapur pertanian dengan takaran 150 kg per 1. 000 meter persegi , disebar dan diaduk rata bersamaan dengan pengolahan tanah.&amp;nbsp; Kemudian dibuat&amp;nbsp; bedengan dengan lebar 120 – 160 cm untuk barisan ganda dan 40-50 cm untuk barisan tunggal. Diantara bedengan dibuat parit dengan lebar 20-30 cm dengan kedalaman 30 cm.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Pupuk dasar perlu diberikan, biasanya terdiri dari 4 kg Urea/ZA,&amp;nbsp; 7,5 kg TSP dan 4 kg KCl untuk setiap 1. 000 meter persegi atau&amp;nbsp; jika memakai&amp;nbsp; Pupuk Majemuk NPK (15-15-15) takaranya&amp;nbsp; kurang lebih&amp;nbsp; 20 kg per 1000 meter persegi.&amp;nbsp; Pupuk dasar dicampur merata dengan tanah di atas bedengan dan biarkan selama 5-7 hari sebelum tanam. Lubang tanam dibuat dengan ukuran diameter&amp;nbsp; kurang lebih 10 cm sedalam 15 cm dengan jarak antar lubang tanam 60 x 80 cm atau 60 x 50 cm di atas bedengan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Persemaian&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Pilih benih tomat dari varietas unggul yang telah direkomendasikan.&amp;nbsp; Siapkan media tanam yang merupakan campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2 : 1, kemudian masukkan dalam polibag.&amp;nbsp; Masukkan benih satu per satu dalam polibag dan tutup tipis dengan tanah halus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Setelah benih berumur 8-10 hari , pilih bibit yang baik, tegar dan sehat dipindahkan dalam bumbunan daun pisang atau dikepeli yang berisi campuran media tanam.&amp;nbsp; Penyiraman dilakukan setiap hari (lihat kondisi tanah).&amp;nbsp; Bibit berdaun 5-6 helai daun (25-30 HSS=hari setelah semai) pindahkan ke lapangan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Tanam&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Tanam dilakukan pada saat bibit berumur 3 – 4 minggu dengan daun 5-6 helai. Tanam sebaiknya dilakukan pada sore hari.&amp;nbsp; Buka polibag terlebih dahulu, kemudian masukan bibit pada lubang tanam sampai batas pangkal batang,&amp;nbsp; ditimbun dengan tanah dengan agak ditekan dan siram dengan air.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Untuk bibit yang mati, rusak atau pertumbuhan nya tidak normal lakukan penyulaman maksimal sampai tanaman berumur 2 minggu setelah tanam (MST) dan lakukan pengairan/penyiraman setap hari sampai tanaman&amp;nbsp; tumbuh normal. Segera pasang ajir agar tidak&amp;nbsp; merusak perakaran tanaman dengan ketinggian ajir 1 – 1,5 m.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Pemupukan Tanaman.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Pemupukan pertama dilakukan pada saat tanaman berumur 1 MST dengan Urea dan KCl dengan perbandingan 1 : 1 dengan takaran 1-2 gram per tanaman.&amp;nbsp; Pupuk diberikan 3 cm di sekeliling tanaman, tutupkembali dengan tanah dan siram air.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pemupukan kedua dilakukan umur 2-3 MST dengan pupuk yang sama dengan takaran&amp;nbsp; 5 gr , diberikan 5 cm&amp;nbsp; sekeliling batang tanaman.&amp;nbsp; Pemupukan selanjutnya dilakukan pada saat tanaman berumur 4 MST&amp;nbsp; dengan pupuk yang sama dengan takaran 7 gram per tanaman, diberikan 7 cm sekeliling tanaman.&amp;nbsp; Pupuk organik cair dapat diaplikasikan setiap 7 hari sekali dengan cara disemprotkan dengan takaran sesuai rekomendasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Penyiangan dan Pembumbunan.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Penyiangan dan pembumbunan dilakukan pada&amp;nbsp; saat tanaman berumur 28 hari setelah tanam (HST) bersamaan dengan penggemburan dan pemupukan susulan diikuti pengguludan tanaman. Penyiangan dan pembmbunan selanjutnya dilakukan pada saat tanaman berumur 40 – 45 HST.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Pengajiran&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Untuk menopang tanaman agar tidak mudah roboh, tanaman yang telah mencapai ketinggian 10 – 15 cm harus segera diikat pada ajir.&amp;nbsp; Pengikatan diakukan kembali setiap tanaman bertambah tinggi kurang lebih 20 cm.&amp;nbsp; Tanaman diikat dengan bentuk seperti angka 8&amp;nbsp; dengan tali plastik (rafia/rumput jepang),&amp;nbsp; sehingga tanaman tidak rusak tergesek oleh ajir.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Pembuangan Tunas / Perempelan.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Perempelan atau pembuangan tunas yang tidak produktif dilakukan setiap minggu dan&amp;nbsp; hanya mempertahankan 3 cabang utama untuk setiap tanaman.&amp;nbsp; Perempelan ini bertujuan untuk merangsang pembungaan pada saat tanaman berumur 32 HST.&amp;nbsp; Sebaiknya perempelan dilakukan pada pagi hari agar luka cepat mengering sehingga tidak menjadi tempat masuknya penyakit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Ketinggian tanaman dapat dibatasi dengan memotong ujung tanaman apabila jumlah dompolan buah mencapai 5-7 buah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman&amp;nbsp; (OPT).&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Beberapa jenis OPT penting yang menyerang tanaman tomat antara lain Ulat buah (&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Helicoperva armigera&lt;/em&gt;&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Heliothis sp&lt;/em&gt;.), Lalat buah (&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Brachtocera&lt;/em&gt;&amp;nbsp;atau&amp;nbsp;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Dacus sp&lt;/em&gt;.),&amp;nbsp;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Aphid,&amp;nbsp; Trips,&amp;nbsp; Nematoda&lt;/em&gt;, penyakit yang disebabkan oleh cendawan seperti layu&amp;nbsp;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;fusarium&lt;/em&gt;, bercak daun, busuk daun dan&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Antraknosa.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Berkaitan dengan banyaknya jenis&amp;nbsp; OPT yang menyerang tanaman tomat ini, maka secara lengkap jenis OPT dan cara-cara pengendalianya akan di bahas secara khusus dalam tulisan – tulisan&amp;nbsp; selanjutnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Panen dan Pasca Panen.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/strong&gt;Tomat dapat dipanen apabila kulit tomat telah berubah warna dari hijau menjadi&amp;nbsp; kekuning-kuningan. Panen sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari dengan interval panen antara 2-3 hari sekali.&amp;nbsp; Setelah dipetik buah segera dimasukan ke wadah angkut dan letakkan ditempat yang teduh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWg6rCFjcIsh3m92LReQCh8t_SIjW4YTDETar5oXVOfGmC0Nx0Al8fwlBASGwF7QjoA9hhF85YEMuonjoef1GoM_MHqnexPYnebOYPixwEy0k_nekZtzocgQhyYO4KRIaFuOCmKIrPjYME/s72-c/tomat.jpg" width="72"/></item><item><title>India Kembangkan Beras Lembut (Soft rice) yang Tak Perlu Ditanak</title><link>http://pt-sja.blogspot.com/2012/04/india-kembangkan-beras-lembut-soft-rice.html</link><category>Berita</category><category>Padi</category><category>Teknologi dan Pengembangan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 17 Apr 2012 00:27:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6110995029340629139.post-1495820930593858826</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Beras biasanya disantap sebagai nasi dengan ditanak terlebih dahulu. Namun pada saat ini India telah mengembangkan varietas padi yang berasnya tidak perlu ditanak saat memasaknya. Dalam bahasa India beras jenis ini disebut sebagai “komul saul”, yang merupakan salah satu jenis tanaman padi lembut (&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;soft rice&lt;/em&gt;).&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Para ilmuwan dari Pusat penelitian padi India Central Rice Research Institute (CRRI) di Orissa telah mengembangkan padi lembut dan bahkan berniat mengembangkan lebih luas lagi ke seluruh India. Sehingga penduduk India nanti bisa menikmati beras yang tidak perlu ditanak atau dimasak terlebih dulu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6dxp5VMppjgCRvPQJ0UjV7qlbk3LlmAm_JFrj0T0NDDIN92dar1RJaSKeXZfKG6Z2cc3jNd-rHliorlR6i915BZGw4BKKoCdUInWJ5hrErjNIjeI18pIhwA2wc-1_aEsoo8SzhtD8nDA/s1600/soft+rice.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6dxp5VMppjgCRvPQJ0UjV7qlbk3LlmAm_JFrj0T0NDDIN92dar1RJaSKeXZfKG6Z2cc3jNd-rHliorlR6i915BZGw4BKKoCdUInWJ5hrErjNIjeI18pIhwA2wc-1_aEsoo8SzhtD8nDA/s1600/soft+rice.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: inherit; line-height: 1.5em;"&gt;Padi lembut tersebut sudah dikenal sejak lama di India, tetapi ditemukan tumbuh hanya dikawasan tenggara negara bagian Assam. Di daerah tersebut komul saul sudah sejak dahulu dimanfaatkan sebagai padi konsumsi. Masyarakat setempat memiliki resep tradisional yakni merendam beras komul saul dengan air selama satu malam lalu menyantapnya bersama minyak mostar (&lt;/span&gt;&lt;em style="font-family: inherit; line-height: 1.5em; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;mustard&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family: inherit; line-height: 1.5em;"&gt;) dan bawang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Di waktu lalu, budidaya padi lembut itu tidak berkembang dan meluas ke luar Assam Tenggara karena hasilnya atau produktivitasnya rendah. Untuk memperoleh padi lembut yang produksinya tinggi dan tumbuh baik di kawasan lain yang iklimnya berbeda dengan daerah Assam. Para ilmuwan CRRI telah mengembangkan varietas padi hibrida dari reguler yang hasilnya tinggi. Salah satu varietas padi hibrida tersebut yang kini menjadi andalan ialah yang dinamai&amp;nbsp;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Aghunibora&lt;/strong&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;DR. T.P. Adhyua, direktur CRRI menjelaskan bahwa uji lapang&amp;nbsp;&lt;strong style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Aghunibora&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;telah memberikan hasil yang positif yang menunjukkan bahwa varietas ini bisa ditanam di daerah-daerah yang berbeda iklimnya di India. Ini pertama kali padi lembut di tanam di mana saja di negeri itu. Pengembangan ini lanjutnya memungkinkan masyarakat di seluruh India bisa menyediakan dan menyantap nasi cukup dengan merendam berasnya, tidak perlu dimasak atau ditanak dulu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6dxp5VMppjgCRvPQJ0UjV7qlbk3LlmAm_JFrj0T0NDDIN92dar1RJaSKeXZfKG6Z2cc3jNd-rHliorlR6i915BZGw4BKKoCdUInWJ5hrErjNIjeI18pIhwA2wc-1_aEsoo8SzhtD8nDA/s72-c/soft+rice.jpg" width="72"/></item><item><title>Pengendalian Penyakit Hawar Daun Bakteri (HDB) Pada Padi</title><link>http://pt-sja.blogspot.com/2012/04/pengendalian-penyakit-hawar-daun.html</link><category>Hama Penyakit</category><category>Padi</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 17 Apr 2012 00:10:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6110995029340629139.post-4905579699593211061</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jika anda menemukan tanaman padi yang muda pada saat fase awal pertumbuhan tiba-tiba layu dan akhirnya mati. Begitu juga jika anda menemukan tanaman padi yang telah dewasa tepi daunya berwarna keabu-abuan dan akhirnya mengering. Kemungkinan besar tanaman padi anda terserang penyakit hawar daun bakteri (HDB).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tanaman padi yang terserang penyakit hawar daun bakteri (HDB) pada fase awal pertumbuhan, tanaman layu dan akhirnya mati. Gejala inilah yang biasanya oleh petani disebut dengan penyakit kresek. Sedangkan pada tanaman dewasa serangan mulai dari tepi daun berwarna keabu-abuan dan akhirnya mengering sehingga tanaman tidak dapat berfotosintesisi dengan baik sehingga pertumbuhan tanaman terganggu. Apabila serangan pada saat tanaman berbunga, hawar daun bakteri ini dapat menyebabkan kerugian yang sangat besar dengan mengurangi hasil sampai 50-70% akibat pengisian gabah terhambat sehingga gabah hampa meningkat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Penyakit hawar daun bakteri (HDB) ini disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae pv.oryzae. Bakteri patogen ini biasa disebut juga dengan patogen Xoo.  Di masyarakat secara umum penyakit hawar daun bakteri ini disebut juga sebagai  penyakit kresek.  Mungkin tanaman yang terserang penyakit hawar daun bakteri ini bunyinya kresek-kresek pada saat tertiup angin, sehingga untuk memudahkan akhirnya disebut sebagai penyakit kresek.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Serangan penyakit hawar daun bakteri ini menyerang tanaman padi mulai dari persemaian sampai tanaman padi menjelang panen.  Infeksi dimulai dari bagian daun melalui  luka seperti bekas potongan bibit padi atau lubang alami daun seperti stomata (lubang daun) dan merusak klorofil daun, sehingga kemampuan daun untuk melakukan fotosintesis menjadi menurun  dan pertumbuhan tanaman terhambat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Penyakit hawar daun bakteri (HDB) ini biasanya menyerang tanaman padi pada saat musim hujan.  Kondisi pertanaman dengan kelembaban yang tinggi dan pemupukan yang tidak berimbang dengan dosis pupuk nitrogen yang tinggi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilH_Oj5S8KxkjJely4AmZLFT7RR4MKkuY-a_ZC0ArTDvBb3UgnOJm7s19-12BY5e1sePGy7btOY58usGbWSyihTMboJojiO6QODbDEDIobHQXXEYMyJCkAGwb2guLmW5U1xHYAyrhApAc/s320/bakterihawar1.png" style="line-height: normal; text-align: start;" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Menanam Varietas Padi Tahan Hawar Daun Bakteri (HDB)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Pengendalian Hawar Daun Bakteri (HDB)&amp;nbsp; dengan menanam varietas yang tahan dilakukan dengan cara menanam varietas-varietas padi&amp;nbsp; yang tahan terhadap serangan penyakit hawar daun bakteri ini.&amp;nbsp; Pada saat ini sudah ada beberapa varietas padi yang tahan pada beberapa strain / patotipe hawar daun bakteri . Tingkat ketahananan terhadap hawar daun bakteri ini&amp;nbsp; bervariasi antara agak tahan dan tahan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Varietas – varietas padi yang agak tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri ini antara lain Ciliwung, Fatmawati, Mekongga dan Aek Sibundoong&amp;nbsp; (patotipe IV),Widas, Rokan dan Hipa 3 ( patotipe III dan IV), Ketonggo, Ciherang, Inpari 2 dan Inpari 3 (patotipe III), Tukad Unda dan Tukad Petanu (patotipe VIII),&amp;nbsp; Hipa 4, Hipa 5 Ceva, Hipa 6 Jete (patotipe IV dan VIII), Inpari 1 dan Inpari 6 Jete (patotipe III, IV dan VIII).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Sedangkan varietas padi yang tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri (HBD) ini antara lain Memberamo, Cibodas, Maros, Sintanur, Wera, (patotipe III),&amp;nbsp; Way Apo Buru, Singkil, Konawe, Intani, Sunggal, Ketan Hitam (patotipe III dan IV),&amp;nbsp; Code, Angke, Ciujung, Inpari 1, Inpari 6 Jete (patotipe III, IV dan VIII) .&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Namun menanam varietas tahan juga harus dilakukan secara hati-hati.&amp;nbsp; Strain / patotipe penyakit hawar daun bakteri&amp;nbsp; cepat sekali membentuk strain/patotipe&amp;nbsp; baru yang lebih&amp;nbsp; ganas (virulen).&amp;nbsp; Sehingga tingkat ketahanan padi varietas tahan hawar daun bakteri terhadap serangan bakteri&amp;nbsp;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Xanthomoasn sp&lt;/em&gt;&amp;nbsp;penyebab HDB juga menjadi tidak bertahan lama.&amp;nbsp; Selain itu varietas tahan yang ditanam pada suatu wilayah tertentu bisa menjadi varietas yang rentan jika ditanam pada wilayah lainya, hal ini disebabkan karena strain&amp;nbsp; / patotipe HDB ini cepat bergeser dari wilayah yang satu ke wilayah yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Pengendalian Hawar Daun Bakteri (HDB) Dengan teknik budidaya.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Pengendalian penyakit hawar daun bakteri dilakukan secara terpadu dengan menggunakan teknik budidaya.&amp;nbsp; Beberapa teknik budidaya yang disarankan antara lain dengan perlakuaan bibit dan pergiliran varietas, menanam dengan jarak tanam yang tidak terlalu rapat, irigasi / pengairan secara berselang (intermeten), pemupukan sesuai kebutuhan tanaman dan menanam varietas tahan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Perlakukan bibit dilakukan dengan cara jangan menanam bibit yang dipotong akar atau daunya terlebih dulu sebab akan mempermudah infeksi bakteri Xoo..&amp;nbsp; Strain / Patogen HBD ini biasanya menginfeksi melalui luka bekas potongan pada bibit padi yang ditanam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Penyakit hawar daun bakteri ini dipicu juga oleh keadaan lingkungan sekitar pertanaman dengan kelembaban yang tingi.&amp;nbsp; Oleh karena untuk menekan perkembangan HBD ini dilakukan dengan menanam padi dengan jarak yang tidak terlalu rapat. Pengairan dilakukan secara berselang&amp;nbsp; (&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;intermiten)&lt;/em&gt;&amp;nbsp;sesuai dengan fase pertumbuhan tanaman dan jangan menggenangi tanaman padi&amp;nbsp; secara terus menerus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Hawar daun bakteri juga berkembang pada tanaman padi yang dipupuk dengan pupuk Nitogen dengan dosis yang tinggi tanpa diimbangi dengan pupuk Kalium.&amp;nbsp; Pupuk Nitrogen yang tinggi akan memacu pertumbuhan vegetatif tanaman namun tanaman kurang tahan terhadap infeksi bakteri patogen Xoo.&amp;nbsp; Oleh karena itu untuk menekan perkembangan hawar daun bakteri&amp;nbsp; ini harus pemupukan tanaman padi harus dilakukan secara berimbang.&amp;nbsp; Pupuk Nitrogen yang diaplikasikan harus diimbangi dengan aplikasi pupuk Kalium.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Sedangkan pengendalian hawar daun bakteri dengan aplikasi bahan kimia dapat dilakukan dengan bakterisida.&amp;nbsp; Namun penggunaan bakterisida ini harus dilakukan secara bijaksana dan sesuai dengan rekomendasi setempat (Bahan : BBPadi Sukamandi)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;

&lt;!-- Blogger automated replacement: "https://images-blogger-opensocial.googleusercontent.com/gadgets/proxy?url=http%3A%2F%2F3.bp.blogspot.com%2F-Dne11O8WOsI%2FTe-JlZn0zFI%2FAAAAAAAAAJU%2FqORKv0WGVns%2Fs320%2Fbakterihawar1.png&amp;amp;container=blogger&amp;amp;gadget=a&amp;amp;rewriteMime=image%2F*" with "https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilH_Oj5S8KxkjJely4AmZLFT7RR4MKkuY-a_ZC0ArTDvBb3UgnOJm7s19-12BY5e1sePGy7btOY58usGbWSyihTMboJojiO6QODbDEDIobHQXXEYMyJCkAGwb2guLmW5U1xHYAyrhApAc/s320/bakterihawar1.png" --&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilH_Oj5S8KxkjJely4AmZLFT7RR4MKkuY-a_ZC0ArTDvBb3UgnOJm7s19-12BY5e1sePGy7btOY58usGbWSyihTMboJojiO6QODbDEDIobHQXXEYMyJCkAGwb2guLmW5U1xHYAyrhApAc/s72-c/bakterihawar1.png" width="72"/></item><item><title>Pengendalian Tikus Sawah Dengan Sistem Bubu Perangkap</title><link>http://pt-sja.blogspot.com/2012/04/pengendalian-tikus-sawah-dengan-sistem.html</link><category>Hama Penyakit</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 17 Apr 2012 00:05:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6110995029340629139.post-8406337905025412281</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Tikus merupakan hama utama pada tanaman padi. Akibat serangan hama tikus ini sangat merugikan bagi petani.&amp;nbsp; Tikus menyerang padi pada semua stadia pertumbuhan padi mulai dari persemaian sampai padi menjelang panen.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Tikus sawah&amp;nbsp;mempunyai kemampuan reproduksi yang tinggi. Periode perkembang-biakan hanya terjadi pada saat tanaman padi periode generatif. Dalam satu musim tanam padi, tikus sawah mampu beranak hingga 3 kali dengan rata-rata 10 ekor anak per kelahiran. Tikus betina relatif cepat matang seksual (±1 bulan) dan lebih cepat daripada jantannya (±2-3 bulan). Cepat/lambatnya kematangan seksual tersebut tergantung dari ketersediaan pakan di lapangan. Masa kebuntingan tikus betina sekitar 21 hari dan mampu kawin kembali 24-48 jam setelah melahirkan (&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;post partum oestrus&lt;/em&gt;).&lt;span id="more-1185" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Terdapatnya padi yang belum dipanen (selisih hingga 2 minggu atau lebih) dan keberadaan ratun (Jawa : singgang) terbukti memperpanjang periode reproduksi tikus sawah. Dalam kondisi tersebut,anak tikus dari kelahiran pertama sudah mampu bereproduksi sehingga seekor tikus betina dapat menghasilkan total sebanyak 80 ekor tikus baru dalam satu musim tanam padi. Dengan kemampuan reproduksi tersebut, tikus sawah berpotensi meningkatkan populasinya dengan cepat jika daya dukung lingkungan memadai (BBPadi).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;img border="0" height="181" src="http://bbpadi.litbang.deptan.go.id/images/stories/penyakit-hama/hama6.png" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
Sumber : BBPadi Sukamandi&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Be&lt;span style="background-color: white; font-family: inherit; line-height: 1.5em;"&gt;gitu merugikanya serangan tikus ini sehingga tikus harus dikendalikan sejak dini.&amp;nbsp; Salah satu cara pengendalian tikus yang dianjurkan adalah dengan Sistem&amp;nbsp; Bubu Perangkap / Trap Barrier System (TBS) yang dilakukan pada daerah endemik tikus.&amp;nbsp; Teknik pengendalian tikus dengan&amp;nbsp; sistem bubu perangkap ini dapat anda saksikan secara audiovisual pada video yang ada di bawah ini yang merupakan produksi dari Balai Besar Tanaman Padi (BBPadi) Sukamandi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;center style="background-color: white; margin: 0px; padding: 0px; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;iframe frameborder="0" height="315" src="http://www.youtube.com/embed/1ozrkFTahNM" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" width="420"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: center;"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;(Video :&amp;nbsp;BBPadi Sukamandi, sumber :&amp;nbsp;Youtube.com)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Mudah-mudahan video teknik pengedalian tikus dengan sistem bubu perangkap / Barrier Trap System ini dapat menjadi bahan bagi anda untuk mengendalikan tikus terutama bagi anda yang daerahnya merupakan endemik tikus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://img.youtube.com/vi/1ozrkFTahNM/default.jpg" width="72"/></item><item><title>Panduan Pemupukan Padi Sawah Spesifik Lokasi (PHSL dan PuPS)</title><link>http://pt-sja.blogspot.com/2012/04/panduan-pemupukan-padi-sawah-spesifik.html</link><category>Padi</category><category>Teknologi dan Pengembangan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 17 Apr 2012 00:04:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6110995029340629139.post-1755562065667488957</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://www.penyuluhpertanian.com/wp-content/uploads/2011/10/farmer3-300x300.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvyJsjgEvlKyDEoglAMbDLK3oFbEvzVk6TEeWWAgRX3RX_SEGDgBWBgKmSrtBU-lsDzuUofVqa4Df3OuSfkrM_2SfjPW9HLhq_kgISbRyL64C3gEgOwYYdm4WNL4pXraAzLHNAu9VGpx2Y/s1600/images.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: inherit;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvyJsjgEvlKyDEoglAMbDLK3oFbEvzVk6TEeWWAgRX3RX_SEGDgBWBgKmSrtBU-lsDzuUofVqa4Df3OuSfkrM_2SfjPW9HLhq_kgISbRyL64C3gEgOwYYdm4WNL4pXraAzLHNAu9VGpx2Y/s1600/images.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="background-color: white; line-height: 1.5em;"&gt;Seringkali para petani padi memupuk tanamanya menggunakan perhitungan secara turun temurun, pada beberapa petani bahkan asal memberi&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;strong style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;pupuk&lt;/strong&gt;&lt;span style="background-color: white; line-height: 1.5em;"&gt;&amp;nbsp;saja tidak tahu berapa jumlah dan jenis pupuk apa saja yang&amp;nbsp; seharusnya diberikan.&amp;nbsp; Kebiasaan yang kurang tepat ini menyebabkan tanaman tidak mampu berproduksi secara maksimal sesuai potensinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Walaupun di beberapa daerah sudah mempunyai&amp;nbsp;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;rekomendasi pemupukan padi sawah&lt;/strong&gt;, namun rekomendasi pemupukan ini juga masih banyak yang belum mengetahuinya secara jelas.&amp;nbsp; Selain itu rekomendasi pemupukan ini juga masih bersifat umum, belum memperhatikan kondisi setempat secara detil seperti varietas apa yang ditanam, bagaimana teknik budidaya yang dilakukan maupun&amp;nbsp; kisaran hasil yang diharapkan.&amp;nbsp; Kondisi ini memerlukan suatu panduan&amp;nbsp; yang dapat memberikan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;rekomendasi pemupukan padi sawah&lt;/strong&gt;yang bisa diakses dengan mudah, bersifat praksis, mudah diaplikasikan&amp;nbsp; serta murah.&lt;span id="more-1236" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian,&amp;nbsp; Kementrian Pertanian&amp;nbsp; RI bekerjasama dengan Internasional Rice Research Institute (IRRI) telah merilis&amp;nbsp;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;panduan pemupukan padi sawah spesifik lokasi&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;ini dengan nama&amp;nbsp;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Pemupukan Hara Padi Sawah Spesifik Lokasi (PHSL)&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;atau disebut juga dengan&amp;nbsp;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Nutrien Manager for Rice (NM Rice)&lt;/strong&gt;.&amp;nbsp; Aplikasi piranti lunak telah dirilis cukup lama mulai Januari 2011, piranti ini disediakan untuk memudahlkan para petani, petugas teknis maupun penyuluh pertanian dalam menghitung kebutuhan pemupukan tanaman padi spesifik lokasi sehingga pemupukan dapat dialakukan secara tepat pada saat yang tepat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Aplikasi ini sangat praktis karena anda hanya menjawab 15 – 20 pertanyaan tentang kondisi&amp;nbsp; setempat serta teknik budidaya padi&amp;nbsp; yang biasa anda lakukan dan anda akan menerima rekomendasi pemupukaan padi spesifik lokasi sesuai dengan kondisi setempat.&amp;nbsp; Rekomendasi ini dapat digunakan untuk meningkatkan produksi padi yang ditanam dan meningkatkan keuntungan yang dapat diperoleh dengan mengaplikasikan pupuk dengan jumlah yang tepat pada saat yang tepat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Panduan&amp;nbsp;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;pemupukan hara tanaman padi spesifik lokasi&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;ini dapat diakses&amp;nbsp; secara oline melalui web PHSL / NM Rice dengan alamat http :&amp;nbsp;http://webapps.irri.org/nm/id/index.php&amp;nbsp;atau&amp;nbsp;disini.&amp;nbsp; Aplikasi yang dikembangkan oleh Litbang Kementrian Pertanian dan IRRI&amp;nbsp; ini di Filipina&amp;nbsp; bukan&amp;nbsp; hanya dapat diakses melalui web namun sudah dapat diakses juga menggunakan telepon seluler, sayang sekali kami masih belum mengetahui apakah aplikasi PHSL di Indonesia sudah bisa&amp;nbsp; diakses menggunakan telepon seluler atau tidak?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Aplikasi panduan PHSL ini dapat diakses&amp;nbsp; menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.&amp;nbsp; Sedangkan versi Indonesianya dapat diakses juga dengan empat bahasa daerah yaitu bahasa Jawa, Sunda, Bali dan Bugis.&amp;nbsp; Anda tinggal&amp;nbsp; memilih bahasa yang pulang mudah dimengerti dengan mengklik pilihan bahasanya dan lanjut pada halaman selanjutnya.&amp;nbsp; Silahkan diisi pertanyaan – pertanyaan yang diminta sesuai dengan keadaan di tempat kita.&amp;nbsp; Ketepatan hasil rekomendasi pemupukan hara spesifik lokasi yang dihasilkan oleh aplikasi ini tergantung kepada informasi yang anda masukan,&amp;nbsp; oleh karena itu masukan informasi yang diminta dengan tepat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Anda dapat mempelajari panduan penggunaan aplikasi&amp;nbsp;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Pemupukan Hara Padi Sawah Spesifik Lokasi (PHSL)&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;ini melalui tayangan video di bawah ini :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;center style="background-color: white; margin: 0px; padding: 0px; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;iframe frameborder="0" height="233" src="http://www.youtube.com/embed/QH8IpsiC16s?rel=0" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" width="400"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: left;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Sedangkan secara offline aplikasi panduan&amp;nbsp;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Pemupukan hara Padi sawah Spesifik Lokasi&lt;/strong&gt;(PHSL) ini dapat menggunakan piranti lunak PuPS.&amp;nbsp;&amp;nbsp; PuPS ini dapat diperoleh secara mudah dengan mengunduhnya di Bank Pengetahuan Tanaman Pangan Indonesia&amp;nbsp;disini.&amp;nbsp; Sampai saat ini piranti lunak PuPS yang tersedia berupa PuPS versi 1.1.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Aplikasi piranti lunak PuPS&amp;nbsp; ini dapat berjalan pada komputer dengan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Operating System Windows&lt;/em&gt;&amp;nbsp;dan dioperasikan dengan&amp;nbsp;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Microsoft Office Access 2003&lt;/em&gt;.&amp;nbsp; Jika program tersebut belum tersedia atau sudah tersedia namun bukan&amp;nbsp;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Microsoft Office Access&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;2003&lt;/em&gt;, maka komputer anda terlebih dahulu harus diisi atau dilengkapi dengan program&amp;nbsp;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Access 2003 Runtime&lt;/em&gt;&amp;nbsp;yang sudah tersedia dalam file yang diunduh tadi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Hasil / keluaran dari penggunaan aplikasi piranti lunak&amp;nbsp;&lt;strong style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Pemupukan Hara Padi Sawah Spesifik Lokasi&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;menggunakan PuPS ini adalah Rekomendasi pemupukan per hektar, Rekomendasi pemupukan jika menggunakan Bagan Warna Daun (BWD)berdasarkan luas lahan dan&amp;nbsp; Rekomendasi pemupukan berdasarkan jenis pupuk yang akan digunakan berdasarkan luas lahan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvyJsjgEvlKyDEoglAMbDLK3oFbEvzVk6TEeWWAgRX3RX_SEGDgBWBgKmSrtBU-lsDzuUofVqa4Df3OuSfkrM_2SfjPW9HLhq_kgISbRyL64C3gEgOwYYdm4WNL4pXraAzLHNAu9VGpx2Y/s72-c/images.jpg" width="72"/></item><item><title>Pengendalian Ulat Buah Cabai Helicoverpa spp.</title><link>http://pt-sja.blogspot.com/2012/04/pengendalian-ulat-buah-cabai.html</link><category>Cabai</category><category>Hama Penyakit</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 16 Apr 2012 23:59:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6110995029340629139.post-7616146391860118424</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiUO7hky6VLXNC8oj9gQf8ClzOxCzGUGuCu1BrEVXMHXohXC4-HU2MPcdF7gyWZRf9c9_g8YXWuN1w2peFCtn28PjEWX9rTXvCjtCg0g41aUH7zdEyM2iWLfIM1UpZ1IdE4Ms6X_pb1cfOS/s1600/Cabe+keriting.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiUO7hky6VLXNC8oj9gQf8ClzOxCzGUGuCu1BrEVXMHXohXC4-HU2MPcdF7gyWZRf9c9_g8YXWuN1w2peFCtn28PjEWX9rTXvCjtCg0g41aUH7zdEyM2iWLfIM1UpZ1IdE4Ms6X_pb1cfOS/s1600/Cabe+keriting.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Ulat Buah Cabai Helicoverpa spp HSN ini dulunya dikenal dengan nama Ulat Buah Heliothis spp. &amp;nbsp;Ulat buah cabai ini biasanya akan menyerang cabai mulai cabai masih berwarna hijau hingga pada saat cabai masak. &amp;nbsp;Ulat menyerang cabai dengan cara mengebor dan masuk ke dalam buah cabai. &amp;nbsp;Akibat serangan ulat ini cabai menjadi rusak sehingga tidak bisa dijual ke pasar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Ulat buah cabai Helicoverpa dapat dikendalikan dengan beberapa cara, &amp;nbsp;antara lain :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Secara Kultur Teknis, dengan cara menanam tanaman cabai pada lahan yang sebelumnya bukan ditanami dengan tanaman cabai atau tomat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Secara Mekanis. &amp;nbsp;ulat buah dapat dikendalikan dengan cara mengumpulkan buah-buahan yang terserang ulat dan memusnahkanya dengan cara &amp;nbsp;menguburnya di dalam tanah atau di bakar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Secara Sanitasi, dengan cara membersihkan gulma atau rerumputan di sekitar pertanaman. &amp;nbsp;Gulma atau rerumputan merupakan inang / tempat hidup bagi ulat, dengan pembersihan gulma / rerumputan berarti akan menekan populasi ulat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Secara kimiawi. &amp;nbsp;Pengendalian ulat buah dilakukan dengan cara penyemprotan dengan bahan kimia pestisida secara bijak sesuai dengan anjuran / rekomendasi setempat. &amp;nbsp;Pestisida yang biasa dipakai adalah pestisida berbahan aktif enamektin benzoat 5% dan lamda sihalotrin 25 g/l. &amp;nbsp;Sebelum mengaplikasikan pestisida ini alangkah baiknya apabila anda berkonsultasi terlebuih dulu dengan petugas teknis, penyuluh pertanian atau pengamat OPT yang terdekat dengan anda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Penyemprotan pestisida ini sebaiknya dilakukan pada malam hari sebab ulat buah Helicoverpa ini biasanya aktif pada malam hari. &amp;nbsp;Untuk menambah daya rekatnya, saat penyemprotan pestisida dapat ditambah dengan perekat perata dengan dosis sesuai anjuran atau label sehingga penyemprotan pestisida menjadi lebih effektif. &amp;nbsp;Carilah bahan perekat perata untuk pestisida yang sudah banyak di jual di pasar dengan .&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Sebaiknya untuk mengendalikan ulat buah cabai Helicoverpa ini dilakukan secara terpadu dengan menggabungkan berapa teknik pengendalian hama yang memungkinkan. &amp;nbsp;keberhasilan teknik pengendalian ini sejak awal akan dapat mengurangi serangan ulat buah cabai Helicoverpa ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiUO7hky6VLXNC8oj9gQf8ClzOxCzGUGuCu1BrEVXMHXohXC4-HU2MPcdF7gyWZRf9c9_g8YXWuN1w2peFCtn28PjEWX9rTXvCjtCg0g41aUH7zdEyM2iWLfIM1UpZ1IdE4Ms6X_pb1cfOS/s72-c/Cabe+keriting.jpg" width="72"/></item><item><title>Mengenal berbagai macam zat pengatur tumbuh (ZPT)</title><link>http://pt-sja.blogspot.com/2012/04/mengenal-berbagai-macam-zat-pengatur.html</link><category>Teknologi dan Pengembangan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 16 Apr 2012 23:57:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6110995029340629139.post-8843006052309133985</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8F8yjQJv1yNnhekKcWsmOubEB11KBYVD4W_QpjAIeYlvW9oV35nUnXZfqPbnt_G25IGRkCtkYOwpxLeSJEEdz9tY1178VaWOT5EcSj3bLpsh50o2qb12sCQnUT5qgCOZKp9oUAyMFk9-Q/s1600/skema+persebaran+zpt+-2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8F8yjQJv1yNnhekKcWsmOubEB11KBYVD4W_QpjAIeYlvW9oV35nUnXZfqPbnt_G25IGRkCtkYOwpxLeSJEEdz9tY1178VaWOT5EcSj3bLpsh50o2qb12sCQnUT5qgCOZKp9oUAyMFk9-Q/s320/skema+persebaran+zpt+-2.jpg" width="294" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Hormon tumbuhan, atau pernah dikenal juga dengan nama &amp;nbsp;fitohormon, adalah sekumpulan senyawa organik bukan hara , baik yang terbentuk secara alami maupun dibuat oleh manusia, yang dalam kadar sangat kecil dapat mendorong, menghambat, atau mengubah pertumbuhan, perkembangan dan atau pergerakan tumbuhan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Hormon tumbuhan / fitohormon ini selanjutnya dikenal dengan nama zat pengatur tumbuh (plant growt regulator) untuk membedakanya dengan hormon pada hewan. &amp;nbsp;Zat Pengatur Tumbuh (ZPT ) mempunyai peranan penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan &amp;nbsp;suatu tanaman.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Pada saat ini dikenal lima kelompok utama ZPT yaitu auksin (auxins), sitokinin (cytokinins), giberelin (gibberellins, GAs), etilena (etena, ETH), dan asam absisat (abscisic acid, ABA). &amp;nbsp;Auksin, Sitokinin, dan Giberelin bersifat positif bagi pertumbuhan tanaman pada konsentrasi fisiologis, etilena dapat mendukung maupun menghambat pertumbuhan, dan asam absisat merupakan penghambat (inhibitor) pertumbuhan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;ZPT sintetik ada yang memiliki fungsi sama dengan ZPT alami, meskipun secara struktural berbeda. Dalam praktik, seringkali ZPT sintetik yang dibuat manusia lebih efektif atau lebih murah bila diaplikasikan untuk kepentingan usaha tani daripada ekstraksi ZPT alami. &amp;nbsp;Yang jelas ZPT sintetik lebih praktis dalam aplikasinya dan kandungan ZPT &amp;nbsp;-nya sudah diketahui dengan pasti, berbeda dengan ZPT alami yang &amp;nbsp;belum terukur kandunganya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;Auksin&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Auksin merupakan ZPT yang berperanan dalam perpanjangan sel pucuk/tunas tanaman. Selain memacu pemanjangan sel yang menyebabkan pemanjangan batang dan akar, peranan auksin lainnya adalah kombinasi auksin dan giberelin memacu perkembangan jaringan pembuluh dan mendorong pembelahan sel pada kambium pembuluh sehingga mendukung pertumbuhan diameter batang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Auksin mempengaruhi pertambahan panjang batang, pertumbuhan, diferensiasi dan percabangan akar, perkembangan buah, &amp;nbsp;dominansi apikal, fototropisme dan geotropisme.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Selain itu auksin (IAA) sering dipakai pada budidaya tanaman antara lain untuk menghasilkan buah tomat, mentimun dan terong tanpa biji; dipakai pada pengendalian pertumbuhan gulma berdaun lebar dari tumbuhan dikotil di perkebunan jagung &amp;nbsp;dan memacu perkembangan meristem akar adventif dari stek mawar dan bunga potong lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;Sitokinin&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Sitokinin berperanan dalam pembelahan sel (sitokinesis). &amp;nbsp;Golongan sitokinin, sesuai namanya, merangsang atau terlibat dalam pembelahan sel. &amp;nbsp; Senyawa dari golongan ini yang pertama ditemukan adalah kinetin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Sitokinin alami &amp;nbsp;misalnya kinetin dan zeatin, &amp;nbsp;Sitokinin alami dihasilkan pada jaringan yang tumbuh aktif terutama pada akar, embrio dan buah. Sitokinin yang diproduksi di akar selanjutnya diangkut oleh xilem menuju sel-sel target pada batang. Kinetin banyak ditemui pada bulir jagung yang muda, sedangkan zeatin banyak ditemui pada air kelapa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Sitokinin berperanan dalam mempengaruhi pertumbuhan dan diferensiasi akar, mendorong pembelahan sel dan pertumbuhan secara umum, mendorong perkecambahan dan menunda penuaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;Giberelin&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Giberelin merupakan ZPT yang berperan dalam mendorong perkembangan biji, perkembangan kuncup, pemanjangan batang dan pertumbuhan daun, mendorong pembungaan dan perkembangan buah, mempengaruhi pertumbuhan dan diferensiasi akar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Giberelin dikenal juga dengan nama asam giberelat, mempunyai &amp;nbsp;peranan dalam pembelahan sel dan atau perpanjangan sel tanaman. &amp;nbsp;Senyawa pertama yang ditemukan memiliki efek fisiologi adalah GA3 (asam giberelat 3). GA3 merupakan substansi yang diketahui menyebabkan pertumbuhan membesar pada padi yang terserangfungi Gibberella fujikuroi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Giberelin juga berperan dalam memacu pembungaan pada beberapa tanaman, mematahkan dormansi biji serta memcu perkecambahan biji.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;Etena&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Etena atau dikenal juga dengan nama etilena merupakan zat pengatur tumbuh &amp;nbsp;yang berwujud gas pada suhu dan tekanan ruang. &amp;nbsp;Etena berperan dalam mempercepat pemasakan buah. Contohnya dengan pemeraman merupakan usaha untuk menaikan konsentrasi etilena di sekitar jaringan buah sehingga buah cepat masak. &amp;nbsp;Contoh lainya adalah pengarbitan pada pemeramana akan usaha pembentukan asetilena (gas karbid) yang di udara akan tereduksi oleh gas hidrogen menjadi etilena.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Contoh Etilena yang sudah dibuat orang antara lain Ethepon (asam 2-kloroetil-fosfonat) &amp;nbsp;yang diperdagangkan dengan nama Ethrel dan beta-hidroksil-etilhidrazina (BOH). Etilena juga dapat menyeragamkan pembungaan pada tanaman semusim, misalnya pada tanaman nanas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;Inhibitor&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Inhibitor merupakan zat pengtur tumbuh yang berperan dalam penghambatan proses biokimia dan proses fisiologis bagi aktivitas keempat Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) diatas. &amp;nbsp;Secara alami Inhibitor adalah asam absisat (ABA), yang selanjutnya diproses menjadi metabolit ABA . Inhibitor sintetik yang dibuat untuk menghambat metabolisme atau menunda metabolisme tanaman antara lain MH (2-kloroetil) amonium klorida, &amp;nbsp;Contohnya Cyocel dan Chlormequat), SADH, ancymidol, asam triiodobenzoat (TIBA) dan morphacyn.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Pengenalan terhadap berbagai ZPT sangat penting agar kita lebih familiar sehingga jika mengaplikasikanya pada suatu saat nanti tidak mengalami kesulitan. &amp;nbsp;Yang perlu anda ketahui secara singkat tentang ZPT adalah jenisnya, manfaatnya dan bagaimana mengaplikasikanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Bagi anda yang tertarik dengan aplikasi ZPT ini dan mencari ZPT dengan mudah. &amp;nbsp;Kami juga menyediakan berbagai jenis hormon tanaman atau ZPT dengan harga cukup murah. &amp;nbsp;Mulai dari Auksin, Giberelin, Sitokinin dan kolkisin bahkan Pestisida organik juga kami sedikan. &amp;nbsp;Bebagai jenis ZPT tersebut kami tawarkan dengan harga bervariasi antara Rp. 50.000 sampai Rp. 60. 000, ZPT ini sangat praktis dalam aplikasinya dan kadarnya sudah terukur dengan baik. &amp;nbsp;Anda tinggal pesan dan aplikasikan pada bebagai jenis tanaman anda.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8F8yjQJv1yNnhekKcWsmOubEB11KBYVD4W_QpjAIeYlvW9oV35nUnXZfqPbnt_G25IGRkCtkYOwpxLeSJEEdz9tY1178VaWOT5EcSj3bLpsh50o2qb12sCQnUT5qgCOZKp9oUAyMFk9-Q/s72-c/skema+persebaran+zpt+-2.jpg" width="72"/></item><item><title>Menggali potensi Perhiptani</title><link>http://pt-sja.blogspot.com/2012/04/menggali-potensi-perhiptani.html</link><category>Teknologi dan Pengembangan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 16 Apr 2012 23:53:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6110995029340629139.post-1393516190868706611</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqNpGjf1aAfDcVfSHMha4eks1jNOE5rpuuLe32Ro6ISal3pm5_eIYh3ipJsFY37SHn62_72ZDx9yv0Safqwl-PlfuIIjqaN-LqktiwqxAKtE1qG2KOCfN27lIYCALHPsFs-kSLE0OlwJOP/s1600/195545_100002229193515_7081906_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: inherit;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqNpGjf1aAfDcVfSHMha4eks1jNOE5rpuuLe32Ro6ISal3pm5_eIYh3ipJsFY37SHn62_72ZDx9yv0Safqwl-PlfuIIjqaN-LqktiwqxAKtE1qG2KOCfN27lIYCALHPsFs-kSLE0OlwJOP/s1600/195545_100002229193515_7081906_n.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Ironis sekali kiranya jika kita melihat masih banyaknya Saudara kita yang masih perlu uluran tangan karena himpitan ekonomi keluarga. &amp;nbsp;Masih banyaknya pengangguran, kemiskinan, perampokan, pencurian dan berbagai masalah social lain yang sebenarnya bisa diminimalisir dengan perbaikan ekonomi masyarakat. &amp;nbsp;Sebenarnya kita kaya akan Sumberdaya ekonomi yang belum optimal kita manfaatkan. &amp;nbsp;Potensi pertanian, peternakan, perkebunan sampai perikanan darat dan laut dari usaha Hulu sampai Hilir yang itu semua bisa kita kelola dengan kemampuan kita sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Penyuluh, selain menguasai keterampilan dalam pengelolaan usaha pertanian secara luas seperti bercocok tanam, berternak, perikanan bahkan dari penyediaan sarana prasarananya sampai pengolahan serta pemasaran sangat menguasai atau memungkinkan dilakukan oleh Penyuluh. &amp;nbsp;Untuk itu, perlu kiranya managemen strategi yang efektif dalam pengelolaan SDM dan SDA yang ada.&lt;span id="more-891" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Selain itu, berbagai teknologi terbaru juga dikuasai Penyuluh sebagai bekal dalam menjalankan tugasnya yang diperoleh dari berbagai pelatihan, sehingga Penyuluh/ Perhiptani berpeluang menjadi terdepan dalam inovasi sector pertanian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Kerjasama antara Penyuluh, Petani dan Stake holders lain akan menjadi kekuatan ekonomi yang besar dimasyarakat. &amp;nbsp;Semua ini merupakan konsekuensi logis dari Tupoksi Penyuluh dalam membina petani dan keluarganya dimana selain memberikan saran juga memberikan solusi riil dari permasalahan yang dihadapi dengan merangkul petani sebagai mitra kerja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Dalam hal ini Perhiptani, sebagai organisasi profesi Penyuluh, berpeluang mengambil peran strategis dalam membawa kesejahteraan masyarakat pada umumnya dan Penyuluh sendiri pada khususnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Salah satu elemen terpenting dalam pengembangan perekonomian suatu wilayah adalah dengan menumbuhkan perekonomian mikro. &amp;nbsp;Negara-negara yang memiliki perekonomian tangguh adalah negara-negara yang sebagian besar penduduknya sebagai entrepreneur/ Pengusaha. &amp;nbsp;Jepang dengan home industrinya, Singapura dengan jaringan usahanya, China, India, Malaysia merupakan sebagian kecil contoh Negara yang mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan pesat, melalui pengembangan ekonomi mikro.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Harapan kita, Perhiptani mampu mengambil peran untuk memulai perubahan sesuai kapasitas dan kemampuan. &amp;nbsp;Perubahan besar dimasyarakat akan terjadi dimulai dari perubahan kecil yang itu harus dilakukan segera, tidak hanya retorika. &amp;nbsp;Dengan potensi kualitas SDM dan SDA yang besar tersebut, melalui Perhiptani kita harapkan bisa menjadi pelopor/ pendorong perkembangan perekonomian mikro di masyarakat, meningkatnya pertumbuhan ekonomi sehingga membawa masyarakat pada kehidupan yang lebih sejahtera.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Beberapa tahapan yang bisa dilalui adalah dengan Perencanaan usaha dengan road map usaha yang jelas dan luwes. &amp;nbsp;Hal ini bisa dilanjutkan dengan &amp;nbsp;pembagian tugas dengan system kerja yang jelas dan dikelola secara professional. &amp;nbsp;Selanjutnya pengoptimalan Sumberdaya yang ada sehingga pengelolaan bisa dilakukan dengan efektif dan efisien. &amp;nbsp;Tahap selanjutnya perlu kiranya perluasan usaha.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Dengan demikian, sekiranya keharmonisan seluruh Penyuluh akan lebih erat, peningkatan kesejahteraan Penyuluh dan stake holders nya terutama petani sebagai binaan. &amp;nbsp;Selain itu, Penyuluh juga memiliki bargaining position yang lebih kuat dengan pihak manapun sehingga mampu memperjuangkan cita-cita dalam kesejahteraan anggotanya pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Bagi pemerintah, adanya Perhiptani diharapkan program penyuluhan akan bisa dilaksanakan dengan cepat terserap, lebih efektif dan efisien serta adaptif dimasyarakat. &amp;nbsp;Selain itu, dampak lain adalah akan ada peningkatan lapangan kerja bagi masyarakat, Sumber Daya Alam terkelola dengan lebih baik sesuai potensinya dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Selain itu, harapan kita Perhiptani mampu menjadi mitra kerja bagi Petani dan keluarganya sebagai binaan Penyuluh sehingga mampu saling mendorong dalam mewujudkan kesejahteraan bersama. &amp;nbsp;Penyuluh tidak hanya berusaha meningkatkan kesejahteraan Petani, tetapi juga sekaligus meningkatkan kesejahteraannya sendiri dan masyarakat luas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Hal lain yang kita harapkan adalah ketergantungan petani kita pada pihak lain terutama swasta asing bisa kita minimalisir. &amp;nbsp;Hal ini dengan tujuan ada penghematan devisa Negara dalam menjalankan usaha tani bahkan harapan kita bisa menyumbangkan devisa bagi Negara dengan cara peningkatan export.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Ketika usaha telah berjalan dengan baik, seiring pertambahan dan pergantian penyuluh di instansi tempat bernaungnya Penyuluh, usaha ini bisa kita katakan bagaikan bola salju tergelinding yang makin lama makin membesar. &amp;nbsp;Dengan demikian harapan kita, tidak hanya kita yang menikmati hasil kerja keras kita, tapi juga tak hayal jika berharap usaha kita dinikmati anak cucu kita kelak. &amp;nbsp;Sangat disayangkan jika Perhiptani dengan Potensi sebesar ini, tidak kita manfaatkan dengan lebik bijak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Harapan kita kehadiran Perhiptani membawa angin segar bagi Penyuluh, bagi penyuluhan dan bagi masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr" style="background-color: white; line-height: 1.5em; margin-bottom: 10px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;(Keterangan :&amp;nbsp;&lt;em style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Tulisan ini merupakan kiriman Bapak Rudi Priono, seorang Penyuluh Pertanian dari Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Admin hanya menampung dan memuatnya. Trims&lt;/em&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqNpGjf1aAfDcVfSHMha4eks1jNOE5rpuuLe32Ro6ISal3pm5_eIYh3ipJsFY37SHn62_72ZDx9yv0Safqwl-PlfuIIjqaN-LqktiwqxAKtE1qG2KOCfN27lIYCALHPsFs-kSLE0OlwJOP/s72-c/195545_100002229193515_7081906_n.jpg" width="72"/></item><item><title>Tom Cat sebenarnya serangga yang bermanfaat bagi petani.</title><link>http://pt-sja.blogspot.com/2012/04/tom-cat-sebenarnya-serangga-yang.html</link><category>Hama Penyakit</category><category>Padi</category><category>Teknologi dan Pengembangan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 16 Apr 2012 20:32:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6110995029340629139.post-635833107506250156</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqZedSmGh8pXY2gV2jEduE4woPELWnkj2bOg5p4BDZojxYfN_D2A0fdtYp0HSee7GIccOLNEMq26cnGSYiat6VyAZV3qWkhtWmEh-UOCrcsYnvo_Hl63piIcN4kNq9rhyphenhyphenFOfrmfKZJBjrJ/s1600/serangga-tomcat_3.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqZedSmGh8pXY2gV2jEduE4woPELWnkj2bOg5p4BDZojxYfN_D2A0fdtYp0HSee7GIccOLNEMq26cnGSYiat6VyAZV3qWkhtWmEh-UOCrcsYnvo_Hl63piIcN4kNq9rhyphenhyphenFOfrmfKZJBjrJ/s320/serangga-tomcat_3.jpg" width="320" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Isu timbulnya serangan serangga Paederus fuscipes yang biasa disebut dengan nama Tom cat merebak beberapa hari terakhir ini. &amp;nbsp;Serangan Tom Cat ini muncul dengan jumlah besar di Surabaya dan sudah mulai merembes ke beberapa daerahnya. Media bahkan memblow up serangan Tom Cat dengan berlebihan, tak salah jika masyarakat agak takut. &amp;nbsp;Padahal Tom Cat ini sebenarnya serangga yang bermanfaat bagi petani karena perananya sebagai predator bagi hama padi terutama wereng.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Berkaitan dengan itu Kementrian Pertanian melalui Badan Litbang Pertanian memberikan rilis kepada masyarakat perihal Tom Cat yang sebenarnya serangga yang bermanfaat ini. Berikut rilis dari Kementrian Pertanian sebagai kami kutip melalui website resmi Kementrian Pertanian di http://www.deptan.go.id.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Masyarakat tidak perlu panik, namun harus tetap hati-hati agar tidak terkena oleh racun yang dikeluarkan kumbang kecil yang sering disebut Tom Cat. Tom Cat ini mempunyai cairan yang mengandung toksin/racun Piderin untuk melindungi diri. Bila kita dihinggapi Tom Cat, tidak usah panik dan usahakan jangan ditepuk tetapi usirlah dengan cara meniup atau menghalaunya. Bila ternyata Tom Cat sudah terlanjur ditepuk, segeralah dicuci dengan air sabun agar dampak dari cairan yang mengandung racun tersebut dapat diminimalisir. Binatang sejenis kumbang ini sudah ada di sekitar kita sejak lama (bukan serangga baru) dan tidak mematikan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Tom Cat yang mempunyai nama latin Paederus fuscipes &amp;nbsp;ini berbentuk kumbang kecil termasuk Ordo Coleoptera. &amp;nbsp;Menyukai hidup pada daun-daun yang lapuk. &amp;nbsp;Kumbang kecil ini tidak menggigit atau menyengat, namun apabila diganggu akan mengeluarkan racun yang disebut pederin yang menimbulkan iritasi serius pada kulit, sehingga kulit terlihat seperti terbakar dan berlangusng sekitar satu minggu bahkan lebih.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Dalam penjelasannya Dr. Haryono yang didampingi para peneliti bidang Entomologi Badan Litbang Pertanian mengatakan, sebenarnya kumbang kecil ini temasuk predator yang memangsa serangga hama, sehingga dalam konteks pertanian menguntungkan bagi petani karena turut menjaga dan menekan populasi hama. &amp;nbsp;Serangga ini menyukai cahaya, oleh karena itu ketika malam hari dia akan pindah ke rumah yang terang dan masuk. &amp;nbsp;Ledakan populasi biasanya terjadi diakhir musim hujan dan akan menurun ketika musim kemarau.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Tindakan pertolongan pertama adalah dengan mencuci daerah terkontaminasi serangga dengan air sabun untuk menghilangkan racun pederin yang dikeluarkan oleh serangga, namun apabila sakit terus berlanjut segera pergi ke dokter. &amp;nbsp;Racun pederin tidak menular atau menyebar ke bagian lain (bersifat iritasi kulit lokal) dan tidak akan sampai mematikan seperti diberitakan di media TV bahwa racunnya 12 kali racun ular. &amp;nbsp;Namun, apabila tidak ditangani dengan baik, misal karena gatal lalu digaruk dengan tangan kotor, sehingga timbul serangan sekunder berupa bakteri atau jamur atau mungkin virus, maka hal inilah yang mengakibatkan dampaknya akan meluas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Mudah-mudahan masyarakat mempunyai pemahaman yang tepat mengenai Tom Cat ini dan dapat memperlakukan serangga Tom Cat yang bermanfaat ini untuk keperluan usaha tani padinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqZedSmGh8pXY2gV2jEduE4woPELWnkj2bOg5p4BDZojxYfN_D2A0fdtYp0HSee7GIccOLNEMq26cnGSYiat6VyAZV3qWkhtWmEh-UOCrcsYnvo_Hl63piIcN4kNq9rhyphenhyphenFOfrmfKZJBjrJ/s72-c/serangga-tomcat_3.jpg" width="72"/></item><item><title>Perubahan Iklim dan Terganggunya Ekosistem Jadi Sebab Merebaknya Tomcat</title><link>http://pt-sja.blogspot.com/2012/04/perubahan-iklim-dan-terganggunya.html</link><category>Berita</category><category>Hama Penyakit</category><category>Teknologi dan Pengembangan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 16 Apr 2012 19:40:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6110995029340629139.post-2335182449453285418</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jakarta – Terganggunya ekosistem Tomcat disinyalir menjadi salah satu sebab merebaknya serangga kumbang tersebut ke pemukiman penduduk. Demikian dikatakan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Litbang), Dr.Ir. Haryono, M.Sc di Jakarta beberapa waktu lalu. Menurutnya, fenomena munculnya serangan Tomcat sudah ada sejak dulu. Bahkan, serangga tersebut biasa ada di sekitar rumah karena hidupnya banyak pada tumbuhan dan rumput-rumputan. “Kumbang ini sudah ada sejak lama. Jadi bukan serangan baru dan tidak mematikan,” katanya.
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-h5jFIkGZXQAl7EE-9hOs25P1KQQlo2Ar4amd6AWqAQaelHk1B9cduhrKBPB1Miz_ULgT2V8Op8IWCD4W3fhgBjo-wTplPkGtYWdnRATfb8YVHLxmpETm7Ut7y1VS3M4IX9uDhePAmqk/s1600/tomcat.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-h5jFIkGZXQAl7EE-9hOs25P1KQQlo2Ar4amd6AWqAQaelHk1B9cduhrKBPB1Miz_ULgT2V8Op8IWCD4W3fhgBjo-wTplPkGtYWdnRATfb8YVHLxmpETm7Ut7y1VS3M4IX9uDhePAmqk/s1600/tomcat.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Dr. Ir. Haryono, M.Sc memprediksi, munculnya serangan serangga ini lebih banyak karena adanya perubahan iklim, terutama saat memasuki musim pancaroba. Tapi biasanya setelah musim pancaroba selesai, serangga tersebut dengan sendirinya akan menghilang. “Fenomena perubahan iklim memang bisa mempengaruhi pertumbuhan serangga dan hama,” katanya. Selain itu, terganggunya ekosistem akibat alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian, seperti perumahan membuat serangga Tomcat memasuki wilayah pemukiman penduduk.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Pada kesempatan yang sama, Peneliti Utama bidang Hama dan Penyakit Badan Litbang Pertanian, Deciyanto Soetopo mengatakan, dari sisi pertanian sebenarnya serangga ini bermanfaat karena membantu petani membasmi hama wereng yang banyak merusak tanaman padi. Karena itu tidak ada keinginan dari pemerintah untuk membasmi secara massal serangga tersebut, terutama yang berada di ekosistem pertanian.Jika ada upaya membasmi besar-besaran serangga ini, maka dikuatirkan akan mengganggu ekosistem. Dampaknya justru hama yang selama ini jadi makanan serangga Tomcat seperti wereng malah berkembang besar. “Jadi harus hati-hati dalam menangangi serangga yang memang sudah ada disekitar kita,” jelasnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Masyarakat Diminta Jangan Panik&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Sementara itu, menanggapi maraknya serangan Tomcat, Pemerintah menghimbau agar masyarakat tidak perlu panik. Karena kumbang ini tidak menggigit atau menyengat. Namun jika diganggu akan mengeluarkan racun yang disebut pederin. &amp;nbsp;Racun ini memang bisa menimbulkan iritasi serius pada kulit, sehingga kulit bisa terlihat seperti terbakar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Untuk itu, masyarakat diminta lebih arif mengatasi wabah Tomcat ini. Jika Tomcat ini menempel pada kulit, maka jangan digerus atau dihancurkan. Tapi cukup dengan mengusir secara halus, misalnya dengan ditiup atau dihalau secara hati-hati agar tidak mengeluarkan racun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Namun jika sudah terkena racun, maka pertolongan pertama yang bisa dilakukan adalah dengan mencuci daerah yang terkontaminasi serangga tersebut dengan air sabun agar racunnya dapat diminimalisir. Perlu diketahui, racun ini tidak menular atau menyebar ke bagian lain (bersifat iritasi kulit lokal) dan tidak sampai mematikan bagi manusia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Sumber: Biro Umum dan Humas&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br class="Apple-interchange-newline" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-h5jFIkGZXQAl7EE-9hOs25P1KQQlo2Ar4amd6AWqAQaelHk1B9cduhrKBPB1Miz_ULgT2V8Op8IWCD4W3fhgBjo-wTplPkGtYWdnRATfb8YVHLxmpETm7Ut7y1VS3M4IX9uDhePAmqk/s72-c/tomcat.jpg" width="72"/></item><item><title>Pemerintah Apresiasi Program One Day No Rice di Depok</title><link>http://pt-sja.blogspot.com/2012/04/pemerintah-apresiasi-program-one-day-no.html</link><category>Berita</category><category>Teknologi dan Pengembangan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 16 Apr 2012 19:40:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6110995029340629139.post-5456514480955572803</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
Depok – Pemerintah mengapresiasi program One Day No Rice (Satu Hari Tanpa Nasi) yang dicanangkan oleh Pemkot Depok setiap hari Selasa. Hal ini disampaikan Menteri Pertanian, Dr. Ir. Suswono, MMA saat menghadiri sosialisasi kegiatan tersebut di Gedung Pemerintah Kota Depok pada Selasa (3/4/2012). ”Upaya Pak Walikota ini merupakan bagian dari upaya nasional untuk mewujudkan percepatan penganekaragaman atau diversifikasi pangan yang telah dicanangkan dua tahun lalu di Mataram, NTB,” kata Mentan
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Menurut Mentan, program tersebut merupakan salah satu langkah nyata untuk meningkatkan kualitas konsumsi pangan masyarakat melalui program Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan. “Melalui program One Day No Ricei ini masyarakat diminta untuk mengurangi konsumsi nasi dari beras sebagai makanan pokok dan mulai mengganti dengan makanan pokok lain dengan bahan dari jenis umbi – umbian,” jelas Mentan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-2JI-xN3I7LM8cgqvkrIEKNOL676FFaboRhhDe5C72iYhw0DZA49TgR1dVps3X2r6roq2kv3LJiRRgo-ExmWg3-CUIs4Z284uSkCLjUaL9qbuZc97a_3BcJPJrsRI1HqT7YYNH1RxtdQ/s1600/Gambar-Minggu-001-One-Day-No-Rice.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-2JI-xN3I7LM8cgqvkrIEKNOL676FFaboRhhDe5C72iYhw0DZA49TgR1dVps3X2r6roq2kv3LJiRRgo-ExmWg3-CUIs4Z284uSkCLjUaL9qbuZc97a_3BcJPJrsRI1HqT7YYNH1RxtdQ/s320/Gambar-Minggu-001-One-Day-No-Rice.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Selama ini, pemerintah telah berusaha keras mengubah pola konsumsi pangan masyarakat dengan tujuan untuk merubah mindset masyarakat atau pola pikir ke arah pola makan yang beragam, bergizi seimbang, aman dan halal serta menurunkan rata – rata konsumsi beras/ kapita sebesar 1,5 persen/tahun. ”Selera dan kebiasaan makan kan terkait dengan pola pikir yang dipengaruhi oleh kondisi sosial budaya masyarakat. Oleh karena itu sangatlah sulit untuk mengubahnya, sehingga diperlukan sosialisasi yang terus – menerus, salah satu caranya dengan mengubah mindset atau pola pikir masyarakat,” urai Mentan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Sebagaimana diketahui, tingkat konsumsi per kapita Indonesia sebesar 139 kg/ tahun. Sementara untuk konsumsi kelompok padi – padian (beras, jagung dan terigu) rumah tangga sebesar 316/gram per kapita/hari, padahal menurut Standar Pola Pangan Harapan (PPH) seharusnya 275 gram/hari saja. Sementara itu, konsumsi umbi –umbian hanya 40 gram per kapita per hari, jumlah ideal 100 gram per kapita per hari. ”Banyak yang kelebihan berat badan di masyarakat kita, dan Indonesia peringkat empat dunia pengidap penyakit diabetes,” kata Mentan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Lebih lanjut dikatakan Mentan, pola konsumsi pangan masyarakat Indonesia pada saat ini umumnya masih timpang, belum beragam dan bergizi seimbang. Skor PPH pada tahun 2011 baru mencapai 77,3 dari skor ideal 100. Skor tersebut muncul karena masyarakat terlalu banyak mengonsumsi beras, sementara konsumsi karbohidrat dari sumber pangan umbi – umbian relatif kecil dan cenderung menurun, padahal konsumsi terigu meningkat terus. Selain itu, konsumsi pangan sumber protein, vitamin dan mineral juga masih relatif rendah. “Konsumsi daging per kapita baru sekitar 6,5 kg/kapita, jauh lebih rendah dibandingkan konsumsi di negara ASEAN lainnya,” ungkapnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Sumber: Biro Umum dan Humas&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br class="Apple-interchange-newline" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-2JI-xN3I7LM8cgqvkrIEKNOL676FFaboRhhDe5C72iYhw0DZA49TgR1dVps3X2r6roq2kv3LJiRRgo-ExmWg3-CUIs4Z284uSkCLjUaL9qbuZc97a_3BcJPJrsRI1HqT7YYNH1RxtdQ/s72-c/Gambar-Minggu-001-One-Day-No-Rice.jpg" width="72"/></item></channel></rss>