<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-1324799153478274134</atom:id><lastBuildDate>Thu, 19 Dec 2024 03:27:31 +0000</lastBuildDate><category>Warkah</category><category>Renungkanlah Hikmahnya</category><category>cerite</category><category>rahsia</category><category>friends</category><category>isu semasa</category><category>novel</category><category>TOKOH ISLAM</category><category>Tazkirah</category><category>Make More Profit</category><category>note books</category><title>Puteri Mieya</title><description>Semalam, Kelmarin masih hujan. Cuaca yang sejuk dan basah banyak memberi rahmat kepada alam. Tumbuhan yang kekeringan mula menyegar dan tumbuh subur mewarnai pandangan mata. Tetapi disebalik rahmat itu aku melihat warna-warna suram dan sayu pada pandanganku…Perasaan aku agaknya seperti itu. Masih berkecamuk entah apa yang aku fikir. Masih ada sedikit emosi dan kadang-kadang aku mengelamun sendirian..</description><link>http://opieh.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Unknown)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>223</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>yes</itunes:explicit><copyright>puteri mieya</copyright><itunes:image href="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/hs443.snc4/50253_155187674518287_4727337_n.jpg"/><itunes:keywords>islam,cerita,taskirah,novel,warkah</itunes:keywords><itunes:summary>Semalam, Kelmarin masih hujan. Cuaca yang sejuk dan basah banyak memberi rahmat kepada alam. Tumbuhan yang kekeringan mula menyegar dan tumbuh subur mewarnai pandangan mata. Tetapi disebalik rahmat itu aku melihat warna-warna suram dan sayu pada pandanganku…Perasaan aku agaknya seperti itu. Masih berkecamuk entah apa yang aku fikir. Masih ada sedikit emosi dan kadang-kadang aku mengelamun sendirian..</itunes:summary><itunes:subtitle>puteri mieya</itunes:subtitle><itunes:category text="Religion &amp; Spirituality"><itunes:category text="Islam"/></itunes:category><itunes:author>puteri mieya</itunes:author><itunes:owner><itunes:email>puteri_mieya@yahoo.com.my</itunes:email><itunes:name>puteri mieya</itunes:name></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1324799153478274134.post-2412841430452532223</guid><pubDate>Thu, 16 Jun 2011 08:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-06-16T16:15:34.192+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">cerite</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">novel</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">rahsia</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Warkah</category><title>Kenangan Yang Lalu</title><description>&lt;p align="justify"&gt;Aku sendiri dalam lamunan dengan dihiasi cahaya bintang yang bertaburan di angkasa. Malam ini tak ada seorang pun kawan yang menemaniku. Aku rasakan hampa malam minggu ini. Biasanya malam minggu selalu ada kawan yang menemani. Dia adalah Ahdi selama setahun lebih terakhir ini selalu datang untuk menghilangkan rasa sepi. Tak terasa dari sudut mataku keluar cairan bening, saat ingatanku melayang pada minggu lepas. Pertengkaran itu tak dapat dihindari. Kata-kata yang seharusnya tak kuucapkan padanya tanpa sengaja terkeluar dari mulut. Sebuah perkataan yang tak di inginkan oleh setiap insan itu adalah “CLASH”. Kata yang menghancurkan semua kenanganku dengannya. Aku tidak tahu mengapa harus terlontar perkata itu, saat itu aku benar-benar marah kepadanya padahal alasan yang aku ucapkan untuk mengakhiri hubungan itu tidak jelas sama sekali.&lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p&gt;“Ahdi, Aku nak gtau ni!” kataku malam itu &lt;/p&gt;    &lt;p&gt;“Kamu nak gtau pa ye?” jawab Ahdi &lt;/p&gt;    &lt;p&gt;“Aku tak suka dengan cara Kamu yang begitu, kamu pikir Aku apa?” tanyaku dengan nada marah waktu itu &lt;/p&gt;    &lt;p&gt;“Maksud Kamu apa? Aku tidak faham.”Ahdi balik bertanya &lt;/p&gt;    &lt;p&gt;“Kenapa Kamu menyakiti Aku? Kenapa Kamu harus dengan wanita lain di belakangku?” &lt;/p&gt;    &lt;p&gt;“Apa maksud Kamu ni? Aku tidak pernah mengkhianatimu, Aku sayang sangat dengan Kamu.” jawab Ahdi &lt;/p&gt;    &lt;p&gt;“Ahdi, berapa kali Aku nak tanya dengan Kamu ye?. Aku paling tak suka dengan orang yang suka berbohong. Aku Cuma nak Kamu jujur dengan apa yang telah Kamu lakukan.&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saat aku bertanya hal itu. Ahdi seakan-akan tak mampu untuk bicara. Apatah lagi saat aku putuskn bahwa keputusan yang ku ambil adalah mengakhiri semua hubungan dengannya. Saat itu ku beranikan untuk menatapnya. Kulihat cairan bening di sudut matanya, tapi dia berusaha untuk menyembunyikannya. Namun Ahdi tak dapat menyembunyikan kesedihannya, walaupun ia sudah berusaha. Wajahnya tidak dapat membohongi kalau sebenarnya ia merasakan kesedihan yang sangat dalam.&lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p&gt;“Eira, bererti hubungan yang telah kita bina selama ini tidak ada ertinya bagimu?”tanya Ahdi saat keheningan mulai menghinggapi suasana. &lt;/p&gt;    &lt;p&gt;“ Kamu bersalah Ahdi! Kamu telah menyakiti aku, kamu mengkhianati aku. Jadi lebih baik kita akhiri semuanya, kerna aku tidak ingin ada lagi pengkhianatan di antara kita.”jawabku &lt;/p&gt;    &lt;p&gt;“Eira, padahal kamu tahu bahwa aku tidak pernah menyakiti. Aku tahu bahwa engkau sudah tidak menyintaiku, sehingga kamu ingin melupakanku dan mencari penggantiku.” kata Ahdi dengan pelan &lt;/p&gt;    &lt;p&gt;“Keputusan sudah aku ambil, jadi tidak ada yang bisa menggangu gugat. Lebih baik kamu pulang sekarang juga, aku sudah tidak mau melihat wajahmu lagi.” kataku dengan nada marah dan langsung saja aku masuk ke rumah.&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;p&gt;Saat aku sampai di kamar, aku tumpahkan semua kesedihanku. Aku sedih mengapa hal ini harus terjadi, padahal semua orang kata bahwa Ahdi adalah seorang yang baik. Seharusnya aku bangga mempunyai kekasih seperti Ahdi, kerna ia selalu ada setiap aku memerlukannya. Ahdi adalah insan yang istimewa, kerna ia selalu saja meredakan setiap marah dan menyedarkan aku tentang semua hal. Saat aku sedang menumpahkan semua kesedihanku, tiba-tiba terdengar suara Mama mengejutkan lamunanku.&lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p&gt;“ Eira, ada ,telepon dari kawanmu!!!!”teriak mama &lt;/p&gt;    &lt;p&gt;“Iya Ma sebentar!!!”jawabku sambil menyeka air mataku dan langsung mengangkat gagang telepon yang ada di kamarku &lt;/p&gt;    &lt;p&gt;“ Hello!!!”terdengar suara dari seberang &lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;p&gt;Untuk menjawab telepon itu aku mulai ragu, kerna aku mengenal betul suara itu. Suara itu tak lain adalah suara Ahdi, akhirnya aku putuskan untuk menjawab telepon itu walaupun aku harus berbicara sewajarnya.&lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p&gt;“Hello, ini sapa ya?” tanyaku seakan-akan lupa akan suara yang selalu ku dengar dan membuatku bahagia. &lt;/p&gt;    &lt;p&gt;“ Kamu sudah lupa sama aku?” &lt;/p&gt;    &lt;p&gt;“Aku lupa, siapa ya? &lt;/p&gt;    &lt;p&gt;“Aku Ahdi. Aku tidak tahu, kenapa kamu tidak mau dengar penjelasanku lagi. Apa yang membuatmu berkata begitu? sehingga kamu benar-benar benci aku?” &lt;/p&gt;    &lt;p&gt;“ Sudahlah Ahdi, lupakanlah semua termasuk aku. Tak ada gunanya kita pertahankan semua kalau tidak ada kesetiaan di antara kita. &lt;/p&gt;    &lt;p&gt;”Kamu menangis Eira?” tanya Ahdi&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;p&gt;Aku sangat terkejut saat Ahdi berkata hal itu, padahal aku sudah berusaha menyembunyikan kesedihan agar Ahdi tak pernah tahu.&lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p&gt;“Tidak?”jawabku &lt;/p&gt;    &lt;p&gt;“Jangan bohong dengan aku Eira! Aku tahu kamu sebenarnya masih sayang dan aku pun tahu kalau kamu sebenarnya percaya dengan aku yang aku tidak pernah mencintai orang lain” kata Ahdi &lt;/p&gt;    &lt;p&gt;“Krak.”&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;p&gt;Akupun langsung menutup gagang telepon itu, kerna aku tak ingin membuat hal ini menjadi keruh. Akhirnya tangisan Aku pun meratapi semua yang terjadi.&lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p&gt;“Maafkan aku Ahdi! Aku telah menyakitimu, aku sebenarnya masih sangat menyayangimu. Aku tidak ingin berpisah denganmu tapi apa boleh di kata aku ingin memlihat sahabatku bahagia. Disatu pihak aku sangat menyayangimu, tapi dipihak lain aku harus meninggalkanmu demi sahabat baikku. Sahabatku dan sekaligus bekas kekasihmu yang sedang sakit dan ia ingin agar aku melepaskan dan membiarkanmu kembali padanya, kerna ia masih sayangkan kamu. Aku juga merasakan hal yang sama seperti yang kamu rasakan, kerna aku juga sayang sangat denganmu. Aku telah mengatakan hal yang sebenarnya tidak pernah kamu lakukan, itu aku lakukan agar kamu dapat melupakan dan meninggalkanku”.&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;p&gt;Saat jam dinding telah menunjukan pukul 12 malam aku baru saja tersadar dari lamunanku yang panjang. Kenangan bersama Ahdi seakan-akan melekat dalam hatiku, tapi aku tahu kini Ahdi telah kembali pada Sakina. Akupun berusaha memejamkan mataku untuk mengejar mimpiku yang telah hilang dan tinggal kenangan. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Keesokan harinya ku temukan sebuah surat di ruang tamu yang tertulis buat aku. Saat aku membuka surat itu,dan membaca isinya:&lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;Aku telah mengembara ke hujung dunia, mencari cinta Aku.. Tapi pertama kali bertemu Kamu, hati Aku terus terpaut.. Demi Tuhan, Aku tak tahu kenapa.. Tapi itulah kebenarannya..&lt;/i&gt; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;Aku telah menolak Kamu.. Tapi Kamu mencabar Aku dengan kejujuran Kamu.. Kamu tahu yang Kamu tidak bertepuk sebelah tangan.. Dan Kamu berjanji, Aku bukan salah seekor dari kupu-kupu perhiasan di dinding kamar Kamu..&lt;/i&gt; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;Hanya dengan sebuah renungan, Aku jatuh tersungkur ke penjuru mata Kamu.. Semakin mengenali Kamu, Aku tak dapat lagi membohongi perasaan Aku, bahawa Aku menyayangi Kamu.. Bersama masa, perasaan sayang ini menjadi dewasa.. Dewasa menjadi cinta..&lt;/i&gt; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;Dan saat Aku mencintai Kamu, Aku jatuh ke dasar perasaan yang paling dalam.. Lemas dan hampir tenggelam, dalam lautan kasih sayang, seribu impian.. Dan Aku mula terfikir.. Aku mengembara ke hujung dunia, mencari Kamu.. Rupanya Kamu ada di sisi Aku selama ini.. Dan baru Aku sedari, tika dan saat itu..&lt;/i&gt; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;Bagai merpati putih, cinta Aku berkelana, mencari singgahsana di hati Kamu, untuk bertakhta.. Dan telah nyata, Aku tak temui, noktah cinta itu..&lt;/i&gt; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;Tapi akhirnya, bila Kamu telah memiliki cinta Aku, Kamu mencampakkannya jauh ke dasar laut yang tak mampu Aku selam.. Di sana, Aku tak mampu melihat cahaya.. Kamu beri Aku harapan yang sangat besar.. Dan akhirnya, Kamu juga yang menyalakan api dan membakar Aku dalam diam..&lt;/i&gt; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;Aku sedih sangat, bila Kamu kata Kamu tak tau apa yang sebenarnya Kamu cari.. Tapi jauh di sudut hati, Aku merasakan, bahawa Kamu masih belum cukup dewasa untuk memahami apa itu cinta.. Dan mungkin takkan pernah dewasa.. Atau mungkin juga, Kamu belum pernah benar-benar jatuh cinta pada seseorang..&lt;/i&gt; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;Jadi, selama ini, siapa Aku sebenarnya di hati Kamu? Adakah selama ini, Kamu sebenarnya tak pernah mencintai Aku? Siapa yang memujuk Aku untuk membuka pintu hati? Siapa yang mengajar Aku, bahawa cinta itu perlukan pengorbanan? Siapa yang memberitahu Aku, agar sentiasa jujur pada perasaan sendiri?&lt;/i&gt; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Sebelum Aku menghilang dari dunia Kamu, Aku ingin menyatakan sesuatu, yang tak pernah Kamu tahu. Kalaulah Kamu bertanya pada Aku, sedalam mana Aku cintakan Kamu, inilah jawapan Aku.. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;‘Kalau suatu hari, Kamu kehilangan sepasang mata, Aku akan memberi sepasang mata Aku, agar Kamu dapat melihat semula. Meski pun untuk itu, Aku harus buta buat selama-lamanya..’&lt;/em&gt; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;‘Kalau suatu hari, Kamu kehilangan suara, Aku akan memberi suara Aku, agar Kamu dapat bersuara semula. Meski pun untuk itu, Aku harus bisu buat selama-lamanya..’&lt;/em&gt; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;‘Dan kalau suatu hari, Kamu kehilangan hati, Aku akan memberi hati Aku, agar Kamu dapat hidup untuk selama-lamanya. Meski pun untuk itu, Aku tiada lagi di dunia ini..’&lt;/em&gt; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;Kenali lah musim hujan yang basah dan kemarau yang meranggaskan daun-daun kering di sepanjang hari dalam dua belas purnama kerana cintaku bersemi di dua musim..&lt;/i&gt; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;Kenali lah gelisah angin di antara buluh-buluh bamboo yang meliuk ke kanan dan meliuk ke kiri yang menggemerisik di antara sunyi kerana ada bisikan tentang gelisahku..&lt;/i&gt; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;Ketika senja turun di bukit-bukit tak berpenghuni ada rona yang dilukiskan pada latar langitnya merah membara dan kadang-kadang lembayung kenalilah warnanya yang disapukan dari rinduku..&lt;/i&gt; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;Malam-malamku adalah catatan tentang cinta dinginnya menghangatkan dan memberi aroma rasa aku jejaki purnama yang tenggelam di antara awan dan aku ingin terbenam bersama cinta yang kau bawa..&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;Ketahuilah bahawa Aku mencintai Kamu.. Terlalu cintakan Kamu.. Dan kerana Aku mencintai Kamulah, Aku melangkah pergi, demi kebahagiaan Kamu..&lt;/i&gt; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;Aku berdoa, supaya suatu hari nanti, Kamu akan temui apa yang Kamu cari.. Supaya suatu hari nanti, Kamu akan memahami, apa erti cinta yang sebenar.. Supaya suatu hari nanti, Kamu akan dapat mengetahui, bagaimana rasanya, terlalu mencintai seseorang..&lt;/i&gt; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;Dan semoga Kamu tak akan pernah terlewat untuk menghargainya..&lt;/i&gt; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;Aku percaya pada Tuhan yang mempertemukan kita.. Aku tahu, ada hikmah di sebalik semua ini.. Dan Aku tak akan menyoal.. Aku juga tak pernah kesal.. Sekurang-kurangnya, sepanjang mengenali Kamu, Aku telah bersikap ikhlas dan jujur dengan perasaan Aku..&lt;/i&gt; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;Aku juga percaya, andai benar kita punya jodoh, Kamu akan kembali semula pada Aku.. Itu bukanlah harapan Aku.. Tapi Aku ingin belajar untuk pasrah pada ketentuan.. Dan kalau pun Kamu takkan pernah kembali pada Aku, Aku percaya, mungkin itu yang terbaik..&lt;/i&gt; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;Di mana pun Kamu berada, Kamu tetap bertakhta di hati Aku.. Dan di mana pun Aku berada, Aku akan tetap mencintai Kamu..&lt;/i&gt; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;Maut sekali pun, tidak akan pernah mampu membunuh rasa cinta Aku pada Kamu.. Semuanya untuk Kamu.. Tapi sayang, Kamu tak pernah tahu..&lt;/i&gt; &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Seseorang pernah berkata : &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;‘If you really love someone, then let that person go. If that person is meant for you, that person will come back to you eventually. But if that person does not, then that person was never meant for you, in the first place..’&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;p&gt;Setelah ku baca surat itu, tak terasa air mata menetes dari sudut mataku. Teringat lagi akan kenangan-kenangan dengan Ahdi, kenangan yang akan selalu ku ingat. Kadang aku merasakan bahagia saat aku sedang berada di tengah-tengah teman-temanku, namun kesedihan akan kembali menyusup ke dalam hatiku saat teringat akan semua yang pernah terjadi antara aku dengan Ahdi. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kamu..   &lt;br /&gt;Kamu mungkin jenis lelaki yang boleh mencintai ramai perempuan berkali-kali.. Tapi Aku pula seorang perempuan yang percaya, bahawa dalam hidup Aku, Aku hanya akan ada 1 lelaki, 1 cinta dan 1 perkahwinan.. Kita hidup sekali, mati sekali, dan mencintai sekali.. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Melangkah pergi meninggalkan Kamu, telah mengambil seluruh kekuatan yang Aku ada.. Jangan anggap bahawa Aku tinggalkan Kamu kerana Aku bencikan Kamu.. Jangan pernah menganggap.. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bagaimana harus Aku bencikan Kamu, sedangkan setiap hari, Aku merindui Kamu, biar pun pada ketika Kamu berada di sisi Aku.. Setiap saat, Aku mengingati Kamu.. Seumur hidup ini, Aku mencintai Kamu.. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kamu..&lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p align="center"&gt;Inilah aku apa adanyaa.. &lt;/p&gt;    &lt;p align="center"&gt;yang ingin membuatmu bahagia.. &lt;/p&gt;    &lt;p align="center"&gt;maafkan bila ku tak sempurna.. &lt;/p&gt;    &lt;p align="center"&gt;sesempurna cintaku padamu.. &lt;/p&gt;    &lt;p align="center"&gt;&amp;#160; &lt;/p&gt;    &lt;p align="center"&gt;Ini juga ku apa adanya.. &lt;/p&gt;    &lt;p align="center"&gt;yang ingin selalu disampingmu.. &lt;/p&gt;    &lt;p align="center"&gt;ku tau semua tiada yang sempurna.. &lt;/p&gt;    &lt;p align="center"&gt;&amp;#160; &lt;/p&gt;    &lt;p align="center"&gt;Jalan kita masih panjang.. &lt;/p&gt;    &lt;p align="center"&gt;ku ingin kau selalu disini.. &lt;/p&gt;    &lt;p align="center"&gt;Biar cinta kita tumbuh harum mewangi.. &lt;/p&gt;    &lt;p align="center"&gt;dan dunia menjadi saksinya.. &lt;/p&gt;    &lt;p align="center"&gt;untuk apa kita membuang buang waktu.. &lt;/p&gt;    &lt;p align="center"&gt;dengan kata kata perpisahan.. &lt;/p&gt;    &lt;p align="center"&gt;&amp;#160; &lt;/p&gt;    &lt;p align="center"&gt;Demi cinta kita aku akan menjaga,, &lt;/p&gt;    &lt;p align="center"&gt;cinta kita yang telah kita bina.. &lt;/p&gt;    &lt;p align="center"&gt;walau hari terus berganti hari lagi.. &lt;/p&gt;    &lt;p align="center"&gt;cinta kita abadi selamanyaa..&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;  </description><link>http://opieh.blogspot.com/2011/06/kenangan-yang-lalu.html</link><thr:total>1</thr:total><author>puteri_mieya@yahoo.com.my (puteri mieya)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1324799153478274134.post-3162584759915288731</guid><pubDate>Thu, 16 Jun 2011 07:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-06-16T15:32:04.336+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">cerite</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">TOKOH ISLAM</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Warkah</category><title>PemberianNYA keatas hambaNYA</title><description>&lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;Saat kau bangun di pagi hari, Aku memandangmu dan berharap engkau akan berbicara kepadaKu., bercerita, meminta pendapatKu, mengucapkan sesuatu untukKu walaupun hanya sepatah kata. Atau berterima kasih kepadaKu atas sesuatu hal yang indah yang terjadi dalam hidupmu pada tadi malam, kemarin, atau waktu yang lalu.... Tetapi Aku melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan diri untuk pergi bekerja... Tak sedikitpun kau menyedari Aku di dekat mu.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;i&gt;     &lt;br /&gt;Aku kembali menanti saat engkau sedang bersiap, Aku tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapaKu, tetapi engkau terlalu sibuk... Di satu tempat, engkau duduk tanpa melakukan apapun. Kemudian Aku melihat engkau menggerakkan kakimu. Aku berfikir engkau akan datang kepadaKu, tetapi engkau berlari ke telefon dan menelefon seorang teman untuk sekadar berbual-bual.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;i&gt;   &lt;p align="justify"&gt;     &lt;br /&gt;Aku melihatmu ketika engkau pergi bekerja dan Aku menanti dengan sabar sepanjang hari. Namun dengan semua kegiatanmu Aku berfikir engkau terlalu sibuk untuk mengucapkan sesuatu kepadaKu.&lt;/p&gt; &lt;/i&gt;&lt;i&gt;   &lt;p align="justify"&gt;     &lt;br /&gt;Sebelum makan siang Aku melihatmu memandang ke sekeliling, mungkin engkau merasa malu untuk berbicara kepadaKu, itulah sebabnya mengapa engkau tidak sedikitpun menyapaKu.      &lt;br /&gt;Engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan melihat beberapa temanmu berbicara dan menyebut namaKu dengan lembut sebelum menjamah makanan yang kuberikan, tetapi engkau tidak melakukannya.....&lt;/p&gt; &lt;/i&gt;&lt;i&gt;   &lt;p align="justify"&gt;     &lt;br /&gt;Ya, tidak mengapa, masih ada waktu yang tersisa dan Aku masih berharap engkau akan datang kepadaKu, meskipun saat engkau pulang ke rumah kelihatannya seakan-akan banyak hal yang harus kau lakukan.&lt;/p&gt; &lt;/i&gt;&lt;i&gt;   &lt;p align="justify"&gt;     &lt;br /&gt;Setelah kerjamu selesai, engkau menghidupkan TV, Aku tidak tahu apakah kau suka menonton TV atau tidak, hanya engkau selalu ke sana dan menghabiskan banyak waktu setiap hari di depannya, tanpa memikirkan apapun dan hanya menikmati siaran yang ditayangkan, hingga waktu- waktu untukKu dilupakan.&lt;/p&gt; &lt;/i&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;Aku menanti dengan sabar saat engkau menikmati makananmu tetapi engkau lupa menyebut namaKu dan berterima kasih atas makanan yang telah Kuberikan.     &lt;br /&gt;Saat tidur Kufikir kau merasa terlalu lelah. Setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu, kau melompat ke tempat tidurmu dan tertidur tanpa sepatahpun namaKu kau sebut. Tidak mengapa kerana mungkin engkau masih belum menyedari bahawa Aku selalu hadir untukmu.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;i&gt;   &lt;p align="justify"&gt;     &lt;br /&gt;Aku telah bersabar lebih lama dari yang kau sedari. Aku bahkan ingin mengajarkan bagaimana bersabar terhadap orang lain. Aku sangat menyayangimu, setiap hari Aku menantikan sepatah kata darimu, ungkapan isi hatimu, namun tak kunjung tiba.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;     &lt;br /&gt;Engkau bangun dari tidormu kembali dan kembali Aku menanti dengan penuh kasih bahawa hari ini kau akan memberiKu sedikit waktu untuk menyapaKu... Tapi yang Kutunggu... ah tak juga kau menyapaKu. Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, Isya dan Subuh lagi kau masih tidak mempedulikan Aku.&lt;/p&gt; &lt;/i&gt;&lt;i&gt;   &lt;p align="justify"&gt;     &lt;br /&gt;Tak ada sepatah kata, tak ada seucap doa, tak ada pula harapan dan keinginan untuk sujud kepadaKU.... Rezeki yang Kulimpahkan, kesihatan yang Kuberikan, Harta yang Kurelakan, makanan yang Kuhidangkan, Keselamatan yang Kukurniakan, kebahagiaan yang Kuanugerahkan, apakah hal itu tidak membuatmu ingat kepadaKu???&lt;/p&gt; &lt;/i&gt;&lt;i&gt;   &lt;p align="justify"&gt;     &lt;br /&gt;Percayalah, Aku selalu mengasihimu, dan Aku tetap berharap suatu saat engkau akan menyapaKu, memohon perlindunganKu, bersujud menghadapKu, Kembali kepadaKu.      &lt;br /&gt;Yang selalu bersamamu setiap saat, Tuhanmu....&lt;/p&gt;&lt;/i&gt;  </description><link>http://opieh.blogspot.com/2011/06/pemberiannya-keatas-hambanya.html</link><thr:total>0</thr:total><author>puteri_mieya@yahoo.com.my (puteri mieya)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1324799153478274134.post-4003806471741222607</guid><pubDate>Mon, 17 Jan 2011 11:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-17T19:35:52.336+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Warkah</category><title>Before I go</title><description>&lt;blockquote&gt;   &lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="3" face="Times New Roman"&gt;My Dear,&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="3" face="Times New Roman"&gt;There’s no way to say this, but it’s impossible not to say it either. I’m sure you’ve sensed my distance recently, and I owe you an explanation. The trouble is there is no good explanation any reason I offer will fall short of what you deserve. Before I go any further I want to say that you have done nothing wrong. You are the same angel I started dating earlier this year.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="3" face="Times New Roman"&gt;What’s happened is something has changed within me. I can’t identify or fix it, but I know as a result of it I should break up with you. I hate that I just said that. I’ve been struggling with this, hoping things would click back into place. I fear if we keep moving forward I’ll become more and more emotionally detached and I don’t want you to have to deal with that. I can try to answer any questions you have. I hope you can forgive me. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="3" face="Times New Roman"&gt;As far as I know I have done nothing to justify such behavior, I’ve told you distinctly that I do not love you any longer. I shook your hand and asked you to accept friendship in place of love. Why do you reproach me? Surely not for a lack of frankness. I have been loyal: I have never deceived you; I have been yours completely. It’s your fault that you have not known how to hold on to what is yours. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="3" face="Times New Roman"&gt;Besides, My Dear, you must realize that I am not made for happiness. It is not my fault that I am constantly in search of new sensations, new emotions. That is how I shall be until my life is worn away. I am just as unsatisfied in the morning after, as I am the night before. My heart demands more excitement than anyone can give it. My frail body is exhausted by the act of love. Never is it the love I dream of. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="3" face="Times New Roman"&gt;At this moment I am in a complete prostration. My life seems to have stopped. I feel neither joy nor sorrow. I wish you could forget me. What can I do? You must not be angry with me. I’m an incomplete person but a good one at heart. If I could prevent your suffering I would do so!!! But you demand my love and it is you who have killed it!.. I really mean that.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; &lt;font size="3"&gt;&lt;font face="Miriam"&gt;opieh&lt;/font&gt; &lt;/font&gt;&lt;/blockquote&gt;  </description><link>http://opieh.blogspot.com/2011/01/before-i-go.html</link><thr:total>0</thr:total><author>puteri_mieya@yahoo.com.my (puteri mieya)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1324799153478274134.post-2224065937944026072</guid><pubDate>Fri, 14 Jan 2011 09:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-14T17:42:50.916+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">cerite</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Warkah</category><title>My Soul Left Behind</title><description>&lt;p style="padding-bottom: 0px; line-height: normal; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm" align="justify"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8UbeE7E8GYcrY9HbCipLUm2aJWCecbttgOtJ8ZzJa2U94k2cMY3VDYC7w_vDrExCZbL7_9ti3SQpr1z7SMSZXtMVTiCMESAG1moMRTvh4BSfaJN685j_wzkh8E1h5f8A2LZlB53rhfMc/s1600-h/image6.png"&gt;&lt;font face="Calibri"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-qYc9DvSfHY8dQ7bKlke-_zYA5D0b5U106zZs7sfhLRVKcyABsd7KlzPZTKAS4P40M8ayIxjRI3z2LJROYimM9hSQ7N2xchztUYFQtoTpdYcE-hXqrmdkmjhnNa7Nh0q3t63yZrlqkZA/s1600-h/image10.png"&gt;&lt;img style="margin: ; padding-left: ; padding-right: ; display: inline; float: left; padding-top: " title="don`t worry be happy" alt="(@_~)" align="left" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimUxDVrJZMTr9npZVeH7WDPkjlSvYk0e-VQ70ZKELY3Q0qGaaRsoi8_NXxGT5Z25PznEAsyjO-V4vPjhOgxcr5s21ZYn0axGFeaHuVPh977wTwmg450gTtLptG53xlS_IOYZcIMnFJbSI/?imgmax=800" width="267" height="213" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/a&gt;&lt;/a&gt;&lt;font style="font-size: 12pt"&gt;&lt;font face="Calibri"&gt;&lt;font color="#0000ff" size="6"&gt;A&lt;/font&gt;ku bingung harus mula dari mana tulisan ini… Aku sudah terkurung dalam waktu dan kesakitan seharusnya aku mampu belajar tuk mencari celah dan keluar dari kekacauan hati ini.. Tapi kenyataannya aku mulai betah dan bertahan disini.. Entah apa yang ada di mindaku sekarang.. Hatiku mungkin saja sudah mati, dan sudah menyerah pada jalan hidup yang membawaku hingga hari ini, kekuataan yang aku miliki sudah habis terhakis tuk mengerti dan menerima apa yang sudah ditakdirkan pada nadi kehidupanku..&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-bottom: 0px; line-height: normal; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm" align="justify"&gt;&lt;font size="3" face="Calibri"&gt;&amp;#160;&amp;#160; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-bottom: 0px; line-height: normal; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm" align="justify"&gt;&lt;font size="3" face="Calibri"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: ; padding-bottom: 0px; line-height: normal; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm" align="justify"&gt;&lt;font size="3" face="Calibri"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: ; padding-bottom: 0px; line-height: normal; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm" align="justify"&gt;&lt;font style="font-size: 12pt" face="Calibri"&gt;Seribu satu kesah sudah, kulalui bermusim-musim yang berganti memberi aku erti bahwa semua ini pasti kan berakhir pada waktunya.. Kerna tak ada satu pun yang kekal abadi begitu juga dengan semua kesah ini.. Suatu waktu yang pernah ku lalui… Sayangnya ketika hatiku belum menemukan seorang yang mencintaiku melebihi dirimu.. Aku masih terkurung pada masa lalu dan terusik sebuah cerita masa lalu dari sebuah lagu kenangan saat itu.. Aku sempat termenung, terdiam, pikiranku melayang ke dalam kehampaan betapa aku tak pernah menyangka semua berakhir seperti ini… Aku benci saat seperti ini, saat semua harus ku rasakan lagi kepedihan hidup dalam kesendirian, terlalu lama aku tercari-cari dalam badai kehidupan yang membawaku dari dunia kesepian ke dunia kesepian yang lainnya. Mata menjadi sayu, pucat, lemah tak berdaya.. Masa yang lalu menyeretku tuk selalu menangis masa itu….&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: ; padding-bottom: 0px; line-height: normal; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm" align="justify"&gt;&lt;font size="3" face="Calibri"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: ; padding-bottom: 0px; line-height: normal; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm" align="justify"&gt;&lt;font size="3" face="Calibri"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: ; padding-bottom: 0px; line-height: normal; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm" align="justify"&gt;&lt;font size="3" face="Calibri"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: ; padding-bottom: 0px; line-height: normal; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm" align="justify"&gt;&lt;font style="font-size: 12pt" face="Calibri"&gt;Namun aku harus menyedari bahwa kenyataan sekarang aku adalah “tuan penyendiri” aku telah lelah berkawan dengan waktu, mencuba berkelahi dengan takdir dan mencuba membuat garis kehidupanku sendiri… Kerna itulah sampai sekarang, mungkin saja Tuhan masih menghukumku.. Agar aku dan hatiku menjadi kaku terayuh menjadi sepi tuk mengakui bahwa aku sudah kalah dan pulang dengan hati tertunduk menyembunyikan perasaan yang tak pernah kugambarkan betapa aku adalah seorang pergembara dalam dunia cinta yang selalu berkata bahwa aku kuat tuk menjalani semua ini… Padahal hatiku menangis semahu-mahunya..&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: ; padding-bottom: 0px; line-height: normal; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm" align="justify"&gt;&lt;font size="1" face="Calibri"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: ; padding-bottom: 0px; line-height: normal; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm" align="justify"&gt;&lt;font size="3" face="Calibri"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: ; padding-bottom: 0px; line-height: normal; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm" align="justify"&gt;&lt;font size="3" face="Calibri"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: ; padding-bottom: 0px; line-height: normal; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm" align="justify"&gt;&lt;font size="3" face="Calibri"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: ; padding-bottom: 0px; line-height: normal; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm" align="justify"&gt;&lt;font style="font-size: 12pt" face="Calibri"&gt;Aku selalu berharap yang mengetuk pintu kesepianku adalah kebahagian namun yang datang hanya angan-angan dan selalu berakhir dengan kesedihan.. Saat mengetahui hal itu berulang dan terulang aku pun mulai terbiasa dengan semua ini selalu menyeksaku, seperti menggulitku, menerjah kepercayaanku bahwa suatu saat seorang itu membuka pintu itu dan membawaku pergi dari tempat ini..! &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: ; padding-bottom: 0px; line-height: normal; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm" align="justify"&gt;&lt;font size="1" face="Calibri"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: ; padding-bottom: 0px; line-height: normal; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm" align="justify"&gt;&lt;font size="3" face="Calibri"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: ; padding-bottom: 0px; line-height: normal; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm" align="justify"&gt;&lt;font size="3" face="Calibri"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: ; padding-bottom: 0px; line-height: normal; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm" align="justify"&gt;&lt;font style="font-size: 12pt" face="Calibri"&gt;Cinta? Aku sudah tak mengerti bagaimana cara mengungkapkanya, bagaimana cara membangkitkannya dari tidur yang panjang dan kelam.. Aku tak mampu lagi merasakan hangatnya perhatian dan kasih yang asalnya adalah benar untukku, hanya untukku.. Tapi aku menafikannya dan tetap berkeras tuk sendiri.. Ada apa dengan hatiku? Apa yang sebenarnya terjadi.? Aku menjadi lelah dan tak dapat berpikir serius.. Aku begitu terpukau dengan masa lalu yang terlalu hebat dalam sejarah hidupku dan sampai hari ini belum ada yang mengalahkannya… Huhhh…..Aku kalah, ternyata aku memang tak dapat terpisah dari masa lalu… Ia, aku masih disini… Aku merasa terlalu berat beban yang ku tanggung pada masa ini.. Kerna harus menemukan cinta yang lebih hebat darimu dan aku tak tau harus kemana dan dimana mencari cinta seperti itu…&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: ; padding-bottom: 0px; line-height: normal; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm" align="justify"&gt;&lt;font size="1" face="Calibri"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: ; padding-bottom: 0px; line-height: normal; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm" align="justify"&gt;&lt;font size="3" face="Calibri"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: ; padding-bottom: 0px; line-height: normal; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm" align="justify"&gt;&lt;font size="3" face="Calibri"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: ; padding-bottom: 0px; line-height: normal; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm" align="justify"&gt;&lt;font style="font-size: 12pt" face="Calibri"&gt;Malam ini begitu dingin tuk tetap terjaga dan menulis kesah nasib ini.. Lelah meniti waktu dengan sendiri, berkeluh resah dan meratapi nasib yang sangat membosankan.. Mengubati luka hati dengan sendiri adalah hal yang sulit, karena melupakan adalah tidak mungkin maka aku berusaha tuk menerima kepergian seorang yang begitu hebat mencintaiku, dan begitu hebat pula meninggalkanku.. Dan akhirnya inilah aku insan yang sering menyendiri dan mengagumi kesah yang sudah kau tinggalkan padaku..&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: ; padding-bottom: 0px; line-height: normal; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm" align="justify"&gt;&lt;font size="1" face="Calibri"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: ; padding-bottom: 0px; line-height: normal; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm" align="justify"&gt;&lt;font size="3" face="Calibri"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: ; padding-bottom: 0px; line-height: normal; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm" align="justify"&gt;&lt;font size="3" face="Calibri"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: ; padding-bottom: 0px; line-height: normal; margin: 0cm 0cm 10pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font face="Calibri"&gt;&lt;span style="font-family: ; font-size: ; mso-fareast-font-family: &amp;#39;Times New Roman&amp;#39;; mso-ansi-language: ms; mso-fareast-language: ms"&gt;&lt;font style="font-size: 12pt"&gt;Inilah yang aku lalui, jasadku disini di masa ini tapi hatiku, jiwaku seakan tertinggal dimasa lalu.. Masa dimana aku selalu tersenyum, tertawa dan tidak merasakan kehampaan yang panjang seperti ini.. Dan &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;font style="font-size: 12pt"&gt;&lt;span style="font-family: ; font-size: " lang="EN-GB"&gt;tak ada satu pun yang ingin hidupnya hanya di isi oleh pertanyaan “kenapa aku masih mencintainya..? Mencintai hati yang tidak mencintaiku..?”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: ; font-size: ; mso-fareast-font-family: &amp;#39;Times New Roman&amp;#39;; mso-ansi-language: ms; mso-fareast-language: ms" lang="EN-GB"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-family: ; font-size: " lang="EN-GB"&gt;&lt;font style="font-size: 12pt"&gt;Aargghhhhhhhhhhhhh..! entahlah, aku tak mampu mengatakannya. Aku memang seperti ini..&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: ; padding-bottom: 0px; line-height: normal; margin: 0cm 0cm 10pt; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font face="Calibri"&gt;&lt;span style="font-family: ; font-size: ; mso-fareast-font-family: &amp;#39;Times New Roman&amp;#39;; mso-ansi-language: ms; mso-fareast-language: ms"&gt;&lt;font style="font-size: 12pt"&gt;Kini masa telah berlalu, aku mengetahuinya tapi entah kenapa jiwaku kembali lagi ke masa lalu dan tak mampu kembali lagi…walau sendirian aku harus tetap bertahan menahan tangis yang terasa sesak di dada… Mengumpulkan kembali kekuatan tuk tetap berada pada jalan-jalan sepi tak bertepi yang akan membawaku kembali pulang ke tempat dimana seharusnya aku berada dalam kedamaian dan dalam tenang. Aku hanya duduk diam dan termenung mengingat semua kenangan indah itu walau hanya untukku sendiri.. Ia sendiri, &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;font style="font-size: 12pt"&gt;&lt;span style="font-family: ; font-size: " lang="EN-GB"&gt;hati yang tak lagi pernah tersentuh.. Hati yang tenggelam di dasar samudera, hati seorang pengembara cinta…&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-family: ; font-size: ; mso-fareast-font-family: &amp;#39;Times New Roman&amp;#39;; mso-ansi-language: ms; mso-fareast-language: ms"&gt;&lt;font style="font-size: 12pt"&gt;i’ve been move on but my soul left behind and no one can help me..&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p style="text-align: ; padding-bottom: 0px; line-height: normal; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm" align="center"&gt;&lt;font style="font-size: 12pt" face="Calibri"&gt;“Menjadi setia pada satu hati yang tak pernah mencintaimu adalah menyakitkan dan aku menikmatinya..?”&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;span style="font-family: ; font-size: ; mso-ansi-language: ms"&gt;&lt;font style="font-size: 12pt"&gt;     &lt;p style="padding-bottom: 0px; line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0pt; mso-layout-grid-align: none" class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;font face="Calibri"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;     &lt;font face="Calibri"&gt;       &lt;hr /&gt;&lt;/font&gt;      &lt;p&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/font&gt;&lt;/span&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;h1 align="center"&gt;&lt;span style="font-family: ; font-size: ; mso-ansi-language: ms"&gt;&lt;font style="font-size: 12pt" face="Calibri"&gt;&lt;font style="font-weight: normal"&gt;Dugaan Demi Dugaan..&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;    &lt;h1 align="center"&gt;&lt;span style="font-family: ; font-size: ; mso-ansi-language: ms"&gt;&lt;font style="font-size: 12pt" face="Calibri"&gt;&lt;font style="font-weight: normal"&gt;Aku Masih Di Sini..&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;    &lt;h1 align="center"&gt;&lt;span style="font-family: ; font-size: ; mso-ansi-language: ms"&gt;&lt;font style="font-size: 12pt" face="Calibri"&gt;&lt;font style="font-weight: normal"&gt;Menanti Jawapan..&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;    &lt;h1 align="center"&gt;&lt;span style="font-family: ; font-size: ; mso-ansi-language: ms"&gt;&lt;font style="font-size: 12pt" face="Calibri"&gt;&lt;font style="font-weight: normal"&gt;Jiwa Ku Sudah Kekeringan Dengan Penantian&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;    &lt;h1 align="center"&gt;&lt;span style="font-family: ; font-size: ; mso-ansi-language: ms"&gt;&lt;font style="font-size: 12pt" face="Calibri"&gt;&lt;font style="font-weight: normal"&gt;Kekadang Resah Ku...&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;    &lt;h1 align="center"&gt;&lt;span style="font-family: ; font-size: ; mso-ansi-language: ms"&gt;&lt;font style="font-size: 12pt" face="Calibri"&gt;&lt;font style="font-weight: normal"&gt;Membawa Kelamunan..&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;    &lt;h1 align="center"&gt;&lt;span style="font-family: ; font-size: ; mso-ansi-language: ms"&gt;&lt;font style="font-size: 12pt" face="Calibri"&gt;&lt;font style="font-weight: normal"&gt;Yang Aku Sendiri Kuatir&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;    &lt;h1 align="center"&gt;&lt;span style="font-family: ; font-size: ; mso-ansi-language: ms"&gt;&lt;font style="font-size: 12pt" face="Calibri"&gt;&lt;font style="font-weight: normal"&gt;Akan Bekukah Hati Ku Nanti...&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;    &lt;h1 align="center"&gt;&lt;span style="font-family: ; font-size: ; mso-ansi-language: ms"&gt;&lt;font style="font-size: 12pt" face="Calibri"&gt;&lt;font style="font-weight: normal"&gt;Bila Sapaan Mu Bermula Kembali..&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;    &lt;h1 align="center"&gt;&lt;span style="font-family: ; font-size: ; mso-ansi-language: ms"&gt;&lt;font style="font-size: 12pt" face="Calibri"&gt;&lt;font style="font-weight: normal"&gt;Setelah Harapan Tinggal Harapan...&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;   &lt;font face="Calibri"&gt;&lt;span style="font-family: ; font-size: ; mso-ansi-language: ms"&gt;&lt;font style="font-size: 12pt"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt; &lt;/font&gt;    &lt;h1 align="center"&gt;&lt;span style="font-family: ; font-size: ; mso-ansi-language: ms"&gt;&lt;font style="font-size: 12pt" face="Calibri"&gt;&lt;font style="font-weight: normal"&gt;Dugaan Mu Pada Ku&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;    &lt;h1 align="center"&gt;&lt;span style="font-family: ; font-size: ; mso-ansi-language: ms"&gt;&lt;font style="font-size: 12pt" face="Calibri"&gt;&lt;font style="font-weight: normal"&gt;Dugaan Illahi Jua Pada Ku...&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;    &lt;h1 align="center"&gt;&lt;span style="font-family: ; font-size: ; mso-ansi-language: ms"&gt;&lt;font style="font-size: 12pt" face="Calibri"&gt;&lt;font style="font-weight: normal"&gt;Akan Ku Tabah Hati Ini...&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;    &lt;h1 align="center"&gt;&lt;span style="font-family: ; font-size: ; mso-ansi-language: ms"&gt;&lt;font style="font-size: 12pt" face="Calibri"&gt;&lt;font style="font-weight: normal"&gt;Untuk Merepuh Belantara Hidup...&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;    &lt;h1 align="center"&gt;&lt;span style="font-family: ; font-size: ; mso-ansi-language: ms"&gt;&lt;font style="font-size: 12pt" face="Calibri"&gt;&lt;font style="font-weight: normal"&gt;Gelap Dan Sepi&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;    &lt;h1 align="center"&gt;&lt;span style="font-family: ; font-size: ; mso-ansi-language: ms"&gt;&lt;font style="font-size: 12pt" face="Calibri"&gt;&lt;font style="font-weight: normal"&gt;Mataku Masih Buta Untuk Esok Hari...&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;    &lt;h1 align="center"&gt;&lt;span style="font-family: ; font-size: ; mso-ansi-language: ms"&gt;&lt;font style="font-size: 12pt" face="Calibri"&gt;&lt;font style="font-weight: normal"&gt;Tak Dapat Ku Buka Tirai Yang Tersedia...&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;    &lt;h1 align="center"&gt;&lt;span style="font-family: ; font-size: ; mso-ansi-language: ms"&gt;&lt;font style="font-size: 12pt" face="Calibri"&gt;&lt;font style="font-weight: normal"&gt;Kerna Tirai Itu Adalah Pandangan Mu...&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;    &lt;h1 align="center"&gt;&lt;span style="font-family: ; font-size: ; mso-ansi-language: ms"&gt;&lt;font style="font-size: 12pt" face="Calibri"&gt;&lt;font style="font-weight: normal"&gt;Yang Ku Rindu Saban Waktu...&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;   &lt;font face="Calibri"&gt;&lt;span style="font-family: ; font-size: ; mso-ansi-language: ms"&gt;&lt;font style="font-size: 12pt"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt; &lt;/font&gt;    &lt;h1 align="center"&gt;&lt;span style="font-family: ; font-size: ; mso-ansi-language: ms"&gt;&lt;font style="font-size: 12pt" face="Calibri"&gt;&lt;font style="font-weight: normal"&gt;Kasih Seandai Adanya Penghujung Cerita Kita..&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;    &lt;h1 align="center"&gt;&lt;span style="font-family: ; font-size: ; mso-ansi-language: ms"&gt;&lt;font style="font-size: 12pt" face="Calibri"&gt;&lt;font style="font-weight: normal"&gt;Maka Bagai Sempurna Mimpi Ku ...&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;    &lt;h1 align="center"&gt;&lt;span style="font-family: ; font-size: ; mso-ansi-language: ms"&gt;&lt;font style="font-size: 12pt" face="Calibri"&gt;&lt;font style="font-weight: normal"&gt;Sayang Ku Kan Ku Tabur Lagi&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;    &lt;h1 align="center"&gt;&lt;span style="font-family: ; font-size: ; mso-ansi-language: ms"&gt;&lt;font style="font-size: 12pt" face="Calibri"&gt;&lt;font style="font-weight: normal"&gt;Benih Benih Kasih Untuk Semua...&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;    &lt;h1 align="center"&gt;&lt;span style="font-family: ; font-size: ; mso-ansi-language: ms"&gt;&lt;font style="font-size: 12pt" face="Calibri"&gt;&lt;font style="font-weight: normal"&gt;Kan Ku Siram Pengorbananku Untok Semua...&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;   &lt;font face="Calibri"&gt;&lt;span style="font-family: ; font-size: ; mso-ansi-language: ms"&gt;&lt;font style="font-size: 12pt"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt; &lt;/font&gt;    &lt;h1 align="center"&gt;&lt;span style="font-family: ; font-size: ; mso-ansi-language: ms"&gt;&lt;font style="font-size: 12pt" face="Calibri"&gt;&lt;font style="font-weight: normal"&gt;Agar Senyuman Mereka Berbunga&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;    &lt;h1 align="center"&gt;&lt;span style="font-family: ; font-size: ; mso-ansi-language: ms"&gt;&lt;font style="font-size: 12pt" face="Calibri"&gt;&lt;font style="font-weight: normal"&gt;Doa Untuk Merestui Idaman Ku..&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;    &lt;h1 align="center"&gt;&lt;span style="font-family: ; font-size: ; mso-ansi-language: ms"&gt;&lt;font style="font-size: 12pt" face="Calibri"&gt;&lt;font style="font-weight: normal"&gt;Kau Yang Ku Amat Rindui...&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;    &lt;h1 align="center"&gt;&lt;span style="font-family: ; font-size: ; mso-ansi-language: ms"&gt;&lt;font style="font-size: 12pt" face="Calibri"&gt;&lt;font style="font-weight: normal"&gt;Masih Membisu...&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;    &lt;h1 align="center"&gt;&lt;span style="font-family: ; font-size: ; mso-ansi-language: ms"&gt;&lt;font style="font-size: 12pt" face="Calibri"&gt;&lt;font style="font-weight: normal"&gt;Sepatah Tiada...&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;    &lt;h1 align="center"&gt;&lt;span style="font-family: ; font-size: ; mso-ansi-language: ms"&gt;&lt;font style="font-size: 12pt" face="Calibri"&gt;&lt;font style="font-weight: normal"&gt;Namun Ku Kan Senantiasa Setia ...&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;    &lt;h1 align="center"&gt;&lt;span style="line-height: normal; font-family: ; font-size: ; mso-fareast-font-family: calibri; mso-ansi-language: ms; mso-fareast-language: en-us; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-bidi-language: ar-sa"&gt;&lt;font style="font-size: 12pt" face="Calibri"&gt;&lt;font style="font-weight: normal"&gt;Hanya Pada Mu...&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Calibri"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="Calibri"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style="padding-bottom: 0px; margin: 0px auto; padding-left: 0px; width: 448px; padding-right: 0px; display: block; float: none; padding-top: 0px" id="scid:5737277B-5D6D-4f48-ABFC-DD9C333F4C5D:ec1bb9f4-ab02-40ef-8274-618f04d4875f" class="wlWriterEditableSmartContent"&gt;&lt;div id="4345e004-1f41-4eb5-96f5-9f36f040a024" style="margin: 0px; padding: 0px; display: inline;"&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=PuAidu6CQW8&amp;amp;feature=related" target="_new"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGRvvoQQlEHHtGlGZhPnbEIRnndqbErEOeLZUHpFTr5ZE9NyBlV8KVpI2R3xgIdzywo26ajV6ezwn6jgK7q4kGTPLKIWoA_P6Kmff1W3B9SLgxlzoX6wFvrMinHXvE5Xf0tCGgT1u42yY/?imgmax=800" style="border-style: none" galleryimg="no" onload="var downlevelDiv = document.getElementById('4345e004-1f41-4eb5-96f5-9f36f040a024'); downlevelDiv.innerHTML = &amp;quot;&amp;lt;div&amp;gt;&amp;lt;object width=\&amp;quot;448\&amp;quot; height=\&amp;quot;252\&amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;param name=\&amp;quot;movie\&amp;quot; value=\&amp;quot;http://www.youtube.com/v/PuAidu6CQW8?hl=en&amp;amp;hd=1\&amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;\/param&amp;gt;&amp;lt;embed src=\&amp;quot;http://www.youtube.com/v/PuAidu6CQW8?hl=en&amp;amp;hd=1\&amp;quot; type=\&amp;quot;application/x-shockwave-flash\&amp;quot; width=\&amp;quot;448\&amp;quot; height=\&amp;quot;252\&amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;\/embed&amp;gt;&amp;lt;\/object&amp;gt;&amp;lt;\/div&amp;gt;&amp;quot;;" alt=""&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;  </description><link>http://opieh.blogspot.com/2011/01/my-soul-left-behind.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimUxDVrJZMTr9npZVeH7WDPkjlSvYk0e-VQ70ZKELY3Q0qGaaRsoi8_NXxGT5Z25PznEAsyjO-V4vPjhOgxcr5s21ZYn0axGFeaHuVPh977wTwmg450gTtLptG53xlS_IOYZcIMnFJbSI/s72-c?imgmax=800" width="72"/><thr:total>1</thr:total><author>puteri_mieya@yahoo.com.my (puteri mieya)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1324799153478274134.post-9089801889826560140</guid><pubDate>Tue, 11 Jan 2011 10:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-11T18:01:25.613+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">cerite</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Warkah</category><title>Cinta–Kenapa?</title><description>&lt;h3 style="line-height: normal" class="post-title entry-title"&gt;&amp;#160;&lt;/h3&gt;  &lt;div style="line-height: normal" class="post-header-line-1"&gt;&lt;/div&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;div style="line-height: normal" class="post-body entry-content"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;&lt;font style="font-size: 12pt" color="#000000"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgo1JUWMI5fVq__pf21VCTWXn52fyKUmEO3jq0WW2BMcL8dXyGFP4lKUz3YbWDlyU5KyZoji-Xkv4n41ig_IKK_q6dUOJaosmByhxi5txqGxl2iwwC4I-2_RHkQzGNYTkVO2hyphenhyphenfY-UlQBo/s1600-h/cinta-kenapa%5B6%5D.jpg"&gt;&lt;img style="background-image: none; border-right-width: 0px; margin: ; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; float: left; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; padding-top: 0px" title="cinta-kenapa" border="0" alt="cinta-kenapa" align="left" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOr-WRuuh2CCziRi5-2YBnHza-FpdmQsFbUyDR42FcBJVmlwshALNX1xmPBY_RbqMcPrDS8RKluod_IZI2ViKjFdPVoHefMpCM6RXqDRFJL91arr_NKda8cT418JJNQjsJDFKdhquiXcw/?imgmax=800" width="203" height="333" /&gt;&lt;/a&gt;kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?           &lt;br /&gt;ketika kita menangis?           &lt;br /&gt;ketika kita membayangkan?           &lt;br /&gt;itu karena hal terindah di dunia tdk terlihat           &lt;br /&gt;          &lt;br /&gt;ketika kita menemukan seseorang yang           &lt;br /&gt;keunikannya sejalan dengan kita, kita bergabung           &lt;br /&gt;dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan           &lt;br /&gt;serupa yang dinamakan cinta.           &lt;br /&gt;          &lt;br /&gt;Ada hal2 yang tidak ingin kita lepaskan,           &lt;br /&gt;seseorang yang tidak ingin kita tinggalkan,           &lt;br /&gt;tapi melepaskan bukan akhir dari dunia,           &lt;br /&gt;melainkan suatu awal kehidupan baru,           &lt;br /&gt;kebahagiaan ada untuk mereka yang tersakiti,           &lt;br /&gt;mereka yang telah dan tengah mencari dan           &lt;br /&gt;mereka yang telah mencoba.           &lt;br /&gt;karena merekalah yang bisa menghargai betapa           &lt;br /&gt;pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka.           &lt;br /&gt;          &lt;br /&gt;Cinta yang sebenarnya adalah ketika kamu           &lt;br /&gt;menitikan air mata dan masih peduli terhadapnya,           &lt;br /&gt;adalah ketika dia tidak memperdulikanmu dan           &lt;br /&gt;kamu masih menunggunya dengan setia.           &lt;br /&gt;          &lt;br /&gt;Adalah ketika di mulai mencintai orang lain dan           &lt;br /&gt;kamu masih bisa tersenyum dan berkata           &lt;br /&gt;&amp;quot;aku turut berbahagia untukmu&amp;quot;           &lt;br /&gt;          &lt;br /&gt;Apabila cinta tidak bertemu bebaskan dirimu,           &lt;br /&gt;biarkan hatimu kembalike alam bebas lagi.           &lt;br /&gt;kau mungkin menyadari, bahwa kamu menemukan           &lt;br /&gt;cinta dan kehilangannya, tapi ketika cinta itu mati           &lt;br /&gt;kamu tidak perlu mati bersama cinta itu.           &lt;br /&gt;          &lt;br /&gt;Orang yang bahagia bukanlah mereka yang selalu           &lt;br /&gt;mendapatkan keinginannya, melainkan mereka           &lt;br /&gt;yang tetap bangkit ketika mereka jatuh, entah           &lt;br /&gt;bagaimana dalam perjalanan kehidupan.           &lt;br /&gt;kamu belajar lebih banyak tentang dirimu sendiri           &lt;br /&gt;dan menyadari bahwa penyesalan tidak           &lt;br /&gt;seharusnya ada, cintamu akan tetap di hatinya           &lt;br /&gt;sebagai penghargaan abadi atas pilihan2 hidup           &lt;br /&gt;yang telah kau buat.           &lt;br /&gt;          &lt;br /&gt;Teman sejati, mengerti ketika kamu berkata &amp;quot;aku lupa&amp;quot;           &lt;br /&gt;menunggu selamanya ketika kamu berkata &amp;quot;tunggu sebentar&amp;quot;           &lt;br /&gt;tetap tinggal ketika kamu berkata &amp;quot;tinggalkan aku sendiri&amp;quot;           &lt;br /&gt;mebuka pintu meski kamu belum mengetuk dan           &lt;br /&gt;belum berkata &amp;quot;bolehkah saya masuk ?&amp;quot;           &lt;br /&gt;mencintai juga bukanlah bagaimana kamu           &lt;br /&gt;melupakan dia bila ia berbuat kesalahan,           &lt;br /&gt;melainkan bagaimana kamu memaafkan.           &lt;br /&gt;          &lt;br /&gt;Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan,           &lt;br /&gt;melainkan bagaimana kamu mengerti.           &lt;br /&gt;bukanlah apa yang kamu lihat, melainkan apa yang kamu rasa,           &lt;br /&gt;bukanlah bagaimana kamu melepaskan melainkan           &lt;br /&gt;bagaimana kamu bertahan.           &lt;br /&gt;          &lt;br /&gt;Mungkin akan tiba saatnya di mana kamu harus           &lt;br /&gt;berhenti mencintai seseorang, bukan karena orang           &lt;br /&gt;itu berhenti mencintai kita melainkan karena kita           &lt;br /&gt;menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia           &lt;br /&gt;apabila kita melepaskannya.           &lt;br /&gt;          &lt;br /&gt;kadangkala, orang yang paling mencintaimu adalah           &lt;br /&gt;orang yang tak pernah menyatakan cinta           &lt;br /&gt;kepadamu, karena takut kau berpaling dan           &lt;br /&gt;memberi jarak, dan bila suatu saat pergi, kau akan           &lt;br /&gt;menyadari bahwa dia adalah cinta yang tak kau sadari &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;  </description><link>http://opieh.blogspot.com/2011/01/cintakenapa.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOr-WRuuh2CCziRi5-2YBnHza-FpdmQsFbUyDR42FcBJVmlwshALNX1xmPBY_RbqMcPrDS8RKluod_IZI2ViKjFdPVoHefMpCM6RXqDRFJL91arr_NKda8cT418JJNQjsJDFKdhquiXcw/s72-c?imgmax=800" width="72"/><thr:total>0</thr:total><author>puteri_mieya@yahoo.com.my (puteri mieya)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1324799153478274134.post-975370526116652938</guid><pubDate>Tue, 11 Jan 2011 05:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-11T13:35:41.087+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Warkah</category><title>puisi SA</title><description>&lt;div style="line-height: normal" class="GBThreadMessageRow_Body"&gt;   &lt;blockquote&gt;     &lt;div class="GBThreadMessageRow_Body_Content" align="center"&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;&lt;font style="font-size: 12pt"&gt;Aku tak pernah berlari meninggalkanmu !           &lt;br /&gt;Melangkah menjauhi pun tak pernah terlintas            &lt;br /&gt;Aku masih disini…. Aku masih ada…            &lt;br /&gt;Namun sebait pun kini tak sempat lagi kubuat            &lt;br /&gt;            &lt;br /&gt;Setiap hari kuhanya bisa berkata pada hati            &lt;br /&gt;Besok mungkin dapat kuluangkan waktu lagi            &lt;br /&gt;Tuk menulis tentang hati…            &lt;br /&gt;Dalam sebentuk puisi            &lt;br /&gt;            &lt;br /&gt;Nyatanya aku tak pernah sempat            &lt;br /&gt;Ragaku s’lalu saja terlebih dahulu penat            &lt;br /&gt;Sehingga asa dan rasa tak pernah sempat            &lt;br /&gt;Dapatkan waktu yang tepat untuk puisi-puisi baru kubuat            &lt;br /&gt;            &lt;br /&gt;Hingga sekali lagi di pagi ini            &lt;br /&gt;Kerinduan pada puisi kembali menjadi            &lt;br /&gt;Curahan hatiku dalam sebentuk puisi            &lt;br /&gt;Semoga esok aku bisa segera kembali &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/blockquote&gt;    &lt;div class="GBThreadMessageRow_ReferrerLink"&gt;&lt;/div&gt;    &lt;div class="GBThreadMessageRow_Body_Attachment"&gt;&lt;img style="display: block; float: none; margin-left: auto; margin-right: auto" class="img" src="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs031.snc6/166179_1793915693941_1421152569_32002176_670795_s.jpg" width="187" height="233" /&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;&lt;font style="font-size: 12pt"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p align="center"&gt;Inilah Cinta: Terbang tinggi ke langit     &lt;br /&gt;Setiap saat mencampakkan ratusan hijab      &lt;br /&gt;Pertama kali menyangkal hidup (zuhud),      &lt;br /&gt;Pada akhirnya (jiwa) berjalan tanpa kaki (tubuh)      &lt;br /&gt;Cinta memandang dunia telah raib      &lt;br /&gt;Dan tak mempedulikan yang nampak di mata&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;  </description><link>http://opieh.blogspot.com/2011/01/puisi-sa.html</link><thr:total>0</thr:total><author>puteri_mieya@yahoo.com.my (puteri mieya)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1324799153478274134.post-4755562929989556051</guid><pubDate>Tue, 28 Dec 2010 16:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-12-29T00:20:27.081+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">cerite</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungkanlah Hikmahnya</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Warkah</category><title>Anak Derhaka kerana Isteri tercinta</title><description>&lt;p align="justify"&gt;Beberapa hari selepas kami berada di Mekah, saya mula terdengar cerita-cerita daripada jemaah yang saya bawa tentang hubungan dingin antara seorang ibu dengan anak lelaki dan menantunya. Si ibu berusia 60-an sementara anak dan menantunya akhir 30-an. Mereka bertiga ialah antara beberapa ratus jemaah yang saya bawa untuk mengerjakan haji beberapa tahun lalu.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saya diberitahu, hubungan dingin itu sebenarnya bermula sejak di Malaysia lagi kerana wanita berkenaan kurang senang dengan perangai menantunya yang sombong dan mengongkong suami. Kerana hidup dalam kemewahan, menantunya itu tidak menghormati wanita berkenaan selayaknya sebagai mentua, apatah lagi seperti ibunya sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Seperkara lain yang wanita itu benar-benar kecewa ialah biarpun anaknya itu ahli perniagaan berjaya, tetapi apabila berhadapan dengan isteri, dia jarang membantah, apa lagi mengangkat suara. Apa sahaja kehendak isteri diturutkan walaupun kadangkala menyinggung perasaan ibu dan keluarganya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Walaupun telah bertahun-tahun mendirikan rumahtangga, wanita tersebut kesal kerana anak dan menantunya itu amat jarang balik ke kampung. Apatah lagi hendak tidur disana. Kalau singgah pun menantunya tidak mahu berada lama di rumahnya. Pelbagai alasan diberi supaya mereka cepat berangkat pulang.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Si ibu tadi telah menasihatkan anaknya supaya menegur sikap buruk isterinya itu, tetapi ia seperti tidak dilayan. Menantunya terus bongkak dan sombong. Si ibu juga mengingatkan anaknya jangan terlalu menurut kehendak isteri, namun dari sehari ker sehari, anaknya itu tetap mengikut telunjuk isterinya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saya dimaklumkan juga, wanita tersebut berkecil hati kerana menantunya tidak senang dengan kehadirannya di Mekah. Kalau boleh dia mahu pergi ke tanah suci bersama suaminya sahaja tetapi kerana lelaki berkenaan berkeras juga hendak membawa ibunya sekali, dia terpaksa mengalah, namun dengan bibir yang memuncung panjang dan kata-kata sinis serta sindiran tajam. Kerana itulah sejak sampai ke Madinah dan Mekah hubungan dingin itu menjadi semakin parah.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Oleh kerana mereka tinggal sebilik, si anak dapat melihat sendiri di depan matanya hubungan buruk antara ibu dengan isterinya. Pada mulanya dia tidak mengendahkan sangat kerana kedua-duanya orang yang dia sayang. Tambahan pula dialah yang membayar semua perbelanjaan mereka bertiga untuk ke Mekah.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tetapi semakin hari perselisihan faham itu bertambah parah. Hubungan ibu lelaki tadi dengan isterinya semakin buruk. Bukan sekali mereka bertegang leher. Si ibu yang telah agak lanjut usianya, pastilah hendak supaya sentiasa dilayan hati dan perasaannya. Tetapi menantunya pula sombong dan panas baran. Dia tidak suka melayan kehendak mentuanya itu yang baginya cerewet.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Akibat perselisihan faham, mereka tidak menegur sapa dan si ibu pula enggan memakan makanan yang dimasak oleh menantunya itu. Ini menyebabkan si anak tadi terpaksa membeli makanan diluar untuk ibunya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Macam mana isteri kau nih Man. Emak pun tak dihormatnya. Emak minta tolong si kit dia membebel. Emak nak itu dia tak layan, nak ini, dia tak peduli, “rungut si ibu kepada anaknya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Abang tengok-tengoklah si kit emak abang tu. Cerewet, nak itulah, nak inilah, macam-macam. Saya dah cakap jangan bawa abang nak bawa juga. Hah…sekarang macam mana?” kata si menantu pula dengan suara yang kasar.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kedua-duanya memberikan alasan masing-masing hingga si anak berasa amat tertekan. Hendak dimenangkan ibunya, khuatir isteri bermasam muka. Hendak dimenangkan isteri, khuatir ibunya pula terasa hati. Jadi sedaya yang boleh dia cuba memekakkan telinga dan membutakan mata daripada pertelingkahan itu.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Perbalahan mereka tiga beranak terbawa-bawa keluar. Apabila berjalan, duduk di meja makan atau bersiar-siar, masing-masing membawa arah sendiri. Akhirnya masalah itu dihidu oleh jemaah-jemaah lain. Mereka mula menjadi perhatian. Begitu juga saya. Pelbagai cerita yang saya dengar tentang mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Selepas lama berselisih faham, si anak sedi kit demi sedi kit menyebelahi isterinya. Bagi lelaki itu, ibunya yang bersalah kerana terlalu banyak meminta, cerewet dan terlalu ambil hati.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Orang tua, macam tulah yang,” kata lelaki itu memujuk isterinya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Suatu hari, si ibu memanggil anaknya. “Man, boleh tak kau belikan sejadah untuk emak? Di kedai bawah tu aja, “katanya. “Emak nak berapa?” soal anaknya. “Dalam 10 helai.” “Eh, nak buat apa banyak-banyak? ” soal si anak lagi. “Alaaah….nak buat kenangan, lebih tuh nak kasi pada kawan-kawan dan orang kampung. Dapat juga pahala, kau pun dapat pahala sama,” kata si ibu dengan tersenyum.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mendengar permintaan mentuanya itu, isteri si anak menarik muka masam. Matanya merenung tajam wajah suaminya sebagai isyarat “jangan layan!” Kemudian mukanya ditoleh ke arah lain. Ekoran itu, si anak yang pada mulanya mahu menuruti permintaan ibunya, kembali ke tempat duduk.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Tak bolehlah mak. Saya penatlah. Nantilah bila nak balik nanti saya belikan,” jawab si anak.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tetapi kata-kata itu menyebabkan ibunya berkecil hati. Dia kecewa anak kesayangannya itu sanggup mengetepikan permintaannya, sebaliknya menurut saja apa kata isteri.Lantas dia berkata,”Kau nih Man,emak nak benda tu pun tak boleh beri. Tapi kalau orang rumah kau, dah sampai penuh begnya pun kau nak belikan barang lagi. Emak ni kau belikan sedi kit aja. Sampai hati kau Man.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sepatutnya kata-kata ibu tadi diterima dengan keinsafan tetapi tanpa disangka anaknya naik berang.Dengan meninggikan suara, dia memarahi ibunya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Emak ni! Apa mak nak buat dengan barang-barang tu? Mak kan dah tua, buat apa nak beli itu beli ni. Isteri saya adalah sebab saya beri macam-macam, sampai penuh beg. Saya ada anak. Saya nak belikan barang-barang untuk anak kami juga!” katanya dengan muka masam mencuka. Dadanya turun naik menahan marah. Isterinya pula tersenyum puas.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Si ibu terkejut, lantas berkata, “Sampai hati kau cakap macam tu dengan emak. Aku ni emak kau, tak boleh kau tengking herdik. Kalau sayang bini pun janganlah sampai emak sendiri engkau ketepikan, engkau marah-marah, “katanya dengan kecewa.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Si anak bertambah berang. “Emak tu dah tua,buatlah cara tua! Jangan nak minta itu minta ini!”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ibunya makin terkilan.Hatinya begitu hancur apabila anak yang dipeliharanya sejak kecil dengan penuh kasih sayang sanggup mengherdiknya sebegitu rupa. Tindakan anaknya yang sudah melampau itu menyebabkan si ibu marah.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sambil merenung tajam wajah anaknya, si ibu berkata, “Man, Aku ni emak kau tau. Aku yang lahirkan engkau. Bila masa isteri engkau beranakkan kau? Bila masa dia besarkan kau?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Ingat Man, emaklah yang susah payah jaga kau, cari duit nak besarkan kau, hantar ke sekolah sampai kau berjaya sekarang. Tapi bila dah berjaya kau buat emak macam ni. Isteri kau lebihkan daripada emak kau sendiri. Dengan isteri kau cakap dengan baik tapi emak kau sendiri kau tengking-tengkingka n.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dan dengan suara tegas si ibu tadi menyambung, “Kalau beginilah sikap engkau Man, mulai hari ini emak haramkan susu emak yang dulunya kau minum!”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Takdir Allah, serentak dengan kata-kata si ibu tadi,anaknya terus jatuh terjelepok ke lantai. Bagai panahan petir, kata-kata tersebut seolah-olah “membunuh” si anak tadi serta-merta. Begitu cepat balasan Allah kepada hamba-Nya. Tan pa menoleh kepada anaknya yang terbaring di lantai, si ibu tadi bergegas keluar dari biliknya. Sambil berjalan dia mengesat air matanya yang menitis dengan lengan bajunya. Dia tidak menoleh ke belakang lagi. Sementara itu si anak pula terkulai dengan mata terkebil-kebil. Badannya longlai dan lembik. Isterinya pula menangis tersedu-sedu.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sejak itu kesihatan si anak mula terganggu. Badannya seperti sedang sa kit , namun apabila diperiksa, doktor gagal mengesan apa puncanya. Bagaimanapun, bala yang menimpanya itu masih gagal menyedarkan si anak tadi. Dia dan isterinya tetap enggan bertegur sapa dengan ibunya. Apa yang telah menimpanya langsung tidak diambil iktibar. Bagi lelaki berkenaan, apa yang berlaku bukanlah balasan Allah dan tubuhnya tidak sihat juga bukan satu petunjuk daripada Allah tentang kesilapannya. Ia cuma kebetulan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tinggallah si ibu tadi memendam perasaan kesal dan kecewa. Biarpun duduk sebilik dia diasingkan oleh anak dan menantunya sendiri. Makanan dan minuman terpaksa dia pergi membelinya di luar. Di bilik, dan apabila berada di luar dia lebih banyak termenung dan menangis. Jika jemaah lain bertanya mengapa, atau di mana anak dan menantunya, wanita tersebut tidak menjawab. Sebaliknya terus menangis dan menangis.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Anak yang derhaka tidak akan terlepas daripada balasan Allah. Kesihatan si anak tadi semakin buruk. Badan dan kakinya lemah hingga dia tidak terdaya untuk berdiri sendiri. Akibatnya si anak itu terpaksa dipapah dan diusung semasa wukuf, sai, melontar jamrah, tawaf dan sebagainya. Badannya benar-benar lemah untuk melakukan i bad ah-i bad ah tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sementara itu, kerana tidak ada lagi tempat bergantung, si ibu tadi menunaikan haji bersama-sama kami, dengan bantuan dan pertolongan kami, bukan oleh anak dan menantunya. Masing-masing menjauhkan diri dan tidak bertegur sapa seolah-olah tidak kenal antara satu sama lain. Suatu hari saya menemui wanita tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Mak aji…sudahlah tu. Maafkanlah anak makcik tu. Yang lepas tu lepaslah, dia dah terima balasannya,” kata saya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Wanita itu cuma mendiamkan diri. Dia menangis dan mengesat air matanya yang gugur. Saya terus juga menasihatkannya, tapi seperti tadi, wanita itu langsung tidak mahu menjawab barang sepatah pun. Dia sebaliknya cuma menangis. Dari raut wajahnya ternyata dia benar-benar kesal dengan sikap anak dan menantunya hingga dia tidak sanggup lagi bercakap tentang mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Selepas itu saya menemui anaknya pula.Lelaki berkenaan seolah-olah terpinga-pinga dan tidak tahu apa yang telah berlaku dan apa yang sepatutnya dibuat untuk menyelesaikan masalah tersebut.Isterinya pula cuma mencebikkan bibir bila saya sebut nama mentuanya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Begitulah keadaan mereka hingga selesai musim haji dan seterusnya kembali ke tanah air. Sejak itu saya tidak menghubungi mereka lagi. Khabar yang saya terima memang mengejutkan. Saya diberitahu, sejak pulang ke tanah air si anak tadi sa kit terus-menerus. Penya kit nya agak kronik dan gagal diubati doktor.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Namun dalam tempoh itu hubungan mereka tiga beranak tetap tidak berubah. Anak yang telah mendapat balasan Allah juga masih tidak insaf dengan kesilapannya. Ibu pula yang telah terkilan dengan sikap anaknya, tetap enggan memaafkannya. Sejak kembali dari Mekah,mereka langsung tidak mengunjungi antara satu sama lain.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Berita terakhir saya terima ialah lelaki terbabit telah meninggal dunia selepas menderita sa kit selama 10 tahun.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“TUHANMU TELAH MEMERINTAHKAN HENDAKLAH KAMU TIDAK BERBAKTI KECUALI KEPADA-NYA DAN BERBUAT BAIK KEPADA ORANG TUA, JIKA SALAH SATU ANTARA MEREKA ATAU KEDUA-DUANYA SUDAH SAMPAI UMUR TUA DAN BERADA DALAM PEMELIHARANMU, MAKA JANGANLAH KAMU KATAKAN KEPADA MEREKA ITU KATA-KATA “AH”, DAN JANGAN KAMU BENTAK MEREKA TETAPI KATAKANLAH KEPADA MEREKA BERDUA KATA-KATA MULIA. DAN RENDAHKANLAH TERHADAP MEREKA BERDUA SAYAP KERENDAHAN KERANA KASIH, DAN DOAKANLAH KEPADA TUHANMU: BERILAH RAHMAT KEPADA MEREKA ITU SEBAGAIMANA MEREKA TELAH MEMELIHARAKU PADA WAKTU AKU MASIH KECIL.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;[Surah al-Israa ' 7:23-24.]&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Diriwayatkan oleh Hakim, sesungguhnya Rasulullah s.a.w bersabda:&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“SEMUA DOSA AKAN DITANGGUHKAN OLEH ALLAH SAMPAI HARI KIAMAT NANTI APA SAHAJA YANG DIA KEHENDAKI KECUALI DERHAKA KEPADA ORANG TUA, MAKA SESUNGGUHNYA ALLAH AKAN MENYEGERAKAN KEPADA PELAKUNYA DALAM HIDUPNYA SEBELUM MENINGGAL DUNIA.”&lt;/p&gt;  &lt;hr /&gt;source: Diceritakan oleh Ustaz Mohamad Din Yusoh  &lt;br /&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Utas Travel and Tours Sdn.Bhd.  </description><link>http://opieh.blogspot.com/2010/12/anak-derhaka-kerana-isteri-tercinta.html</link><thr:total>0</thr:total><author>puteri_mieya@yahoo.com.my (puteri mieya)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1324799153478274134.post-891913964819181076</guid><pubDate>Sun, 12 Dec 2010 11:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-12-12T21:14:31.439+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">cerite</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">novel</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Warkah</category><title>Kebebasan @_@</title><description>&lt;p style="padding-bottom: 0px; line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 10pt" class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 15pt; font-family: ; color: ; font-size: " lang="EN-GB"&gt;&lt;font style="font-size: " color="#000000" size="2" face="Comic Sans MS"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimd1NeBF0eDn-oFbK4exzNca5G63WT-d8XqSOxdzJEEk5dscjKBXEb0yevDrqcUZsRI2B9SP3qkkiLXY-Iw9KrBtyU1Hdn1zO-lGd-pyJbn0FYPObA5g08LntWZVKH5grcYZwDPl2WrT4/s1600-h/menung-baju-hijau-siap%5B4%5D.jpg"&gt;&lt;img style="background-image: none; border-right-width: 0px; margin: ; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; float: ; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; padding-top: 0px" title="menung-baju-hijau-siap" border="0" alt="menung-baju-hijau-siap" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7iIan8ePtuLNZ9mfSyHW1ebW-epyAtkP-1fDh4swJKFhbBpsPllDqd7j6s4mgWD_t9jemuOTC4fFBPl77Fbnf5vbrlyjkd9N1L7cXuSnWo7dU7BevFdbUBw5xM6VtDbAefo0hEuHEFaM/?imgmax=800" width="446" height="349" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;font size="2" face="Lucida Handwriting"&gt;“Kebebasan itu satu kata yang mudah di ucapkan tapi sukar untuk dipraktikkan. Maka di setiap ia terbangun di pagi harinya. Dia selalu bertanya, apa itu bebas? Mungkin kebebasan itu seperti udara yang meniupnya dan matahari yang menyinarnya di setiap pagi. Membuatkannya merasa seperti manusia atau kebebasan itu ertinya cinta. Sayangnya senja terlalu lebih awal datang di hari-harinya dan ia menutup matanya kembali. Ia belum menemukan pertanyaan yang di mulainya pagi tadi. Apa itu bebas?”&lt;/font&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;p style="padding-bottom: 0px; line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 10pt" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 15pt; font-family: ; color: ; font-size: " lang="EN-GB"&gt;&lt;font style="font-size: " color="#000000" face="Comic Sans MS"&gt;K&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 15pt; font-family: ; color: ; font-size: " lang="EN-GB"&gt;&lt;font style="font-size: " color="#000000" face="Comic Sans MS"&gt;inazatul asrar, gadis manis itu kini tersungkur lemah dibalik pintu kamarnya. Perlahan air matanya mulai menitis. Masih terbayang pertengkaran dengan kakaknya, Arnezatul wisuda malam tadi.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-bottom: 0px; line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 10pt" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span style="line-height: 15pt; font-family: ; font-size: " lang="EN-GB"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: "&gt;&lt;font style="font-size: " color="#000000" size="2" face="Comic Sans MS"&gt;“Kamu pikir ini hotel? Jadi kamu boleh pulang pergi sesukanya? Begitu?” tuding Arnezatul, sinis. Kina terdiam sejenak.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: ; padding-bottom: 0px; line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 10pt" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 15pt; font-family: ; color: ; font-size: " lang="EN-GB"&gt;&lt;font style="font-size: " color="#000000" size="2" face="Comic Sans MS"&gt;“Tapi Ka…aku kan…” Kina mencuba membela diri. Tapi tomahan panjang kembali terlontar dari mulut kakaknya.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: ; padding-bottom: 0px; line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 10pt" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 15pt; font-family: ; color: ; font-size: " lang="EN-GB"&gt;&lt;font style="font-size: " color="#000000" size="2" face="Comic Sans MS"&gt;“ Tak yahh banyak alasan!! Ingat, kamu tuh masih kecil, baru kelas 1 SMA. Jadi tak usah berkawan, tak yahh keluar terus.”&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: ; padding-bottom: 0px; line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 10pt" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 15pt; font-family: ; color: ; font-size: " lang="EN-GB"&gt;&lt;font style="font-size: " color="#000000" size="2" face="Comic Sans MS"&gt;“ Tapi, kalau Kina pergi juga dan tau waktu baliknya Kak..!!” Timpal Kina.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: ; padding-bottom: 0px; line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 10pt" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 15pt; font-family: ; color: ; font-size: " lang="EN-GB"&gt;&lt;font style="font-size: " color="#000000" size="2" face="Comic Sans MS"&gt;“ Bijak ya kamu sekarang! Sudah berani kamu melawan Kakak?? Kina, masuk ke bilik kamu. Sekarang. Apapun kamu harus duduk dirumah. Diam, belajar, dan bantu kakak mengurus Ibu, urus rumah” tutur Arnezatul panjang lebar.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: ; padding-bottom: 0px; line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 10pt" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 15pt; font-family: ; color: ; font-size: " lang="EN-GB"&gt;&lt;font style="font-size: " color="#000000" size="2" face="Comic Sans MS"&gt;“ Awas kalau sampai kamu berani keluar besok pagi” tambahnya, menggertak.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: ; padding-bottom: 0px; line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 10pt" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span style="line-height: 15pt; font-family: ; font-size: " lang="EN-GB"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;font style="font-size: "&gt;&lt;font color="#000000"&gt;&lt;font face="Comic Sans MS"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: "&gt;Kina menyeka air matanya, pelan. Kata-kata itu masih saja terngiang di telinganya. Rasanya sakit… bahkan lebih sakit dari tamparan Arnezatul tadi malam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: "&gt;Gadis itu kadang berfikir. Apa punya ramai kawan itu salah? Apa sebagai seorang gadis remaja, jaga penampilan itu salah? Apa malam minggu kumpul bersama kawan itu juga salah?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: "&gt;&lt;font style="font-size: " color="#000000" face="Comic Sans MS"&gt;Kina sendiri bingung dengan kakaknya. Apa pun yang dilakukan Kina, selalu saja dinilai salah oleh Arnezatul. Padahal setiap hari, Kina sering sangat melakukan kerja mengurus rumah. Mulai dari mengemas, menyapu lantai, menyuci, menyeterika baju, terkadang juga masak. Tapi semua itu sama sekali tak pernah dilakukan oleh Arnezatul. Karena dia selalu nilai, kalau Adiknya itu tak boleh buat apa-apa.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: ; padding-bottom: 0px; line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 10pt" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;font color="#000000"&gt;&lt;font face="Comic Sans MS"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 15pt; font-family: ; color: ; font-size: " lang="EN-GB"&gt;&lt;font style="font-size: "&gt;Kina selalu merasai, kakaknya itu suka marah-marah sejak Ayah mereka meninggal, dan Ibu mulai sering jatuh sakit. Tapi Kina tak tau kenapa!! Dia bahkan tak pernah tau apa-apa selain ini. Jadi kenapa harus Kina yang jadi pelampiasan ni? Bahkan sekarang ini, dia juga dikurung dibilik hanya gara-gara semalam pulang jam 8.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 15pt; font-family: ; font-size: " lang="EN-GB"&gt;&lt;font style="font-size: "&gt; &lt;/font&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: "&gt;&lt;font style="font-size: "&gt;Sementara Kina, masih tertunduk lemah. Meratapi kehidupan remajanya terkongkong dan tak bebas gara-gara kakaknya, Arnezatul.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-bottom: 0px; line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 10pt" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 15pt; font-family: ; color: ; font-size: " lang="EN-GB"&gt;&lt;font style="font-size: " color="#000000" size="2" face="Comic Sans MS"&gt;*******&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-bottom: 0px; line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 10pt" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span style="line-height: 15pt; font-family: ; font-size: " lang="EN-GB"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;font style="font-size: "&gt;&lt;font color="#000000"&gt;&lt;font face="Comic Sans MS"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: "&gt;Jam 4 petang, Kina masih lagi terkurung di dalam bilik. Tiba-tiba terdengar alunan musik yang dipilihnya sebagai nada dering. Panggilan dari ‘Dalila’, Kina segera menekan punat answer ‘yes’….&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;               &lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: "&gt;&lt;font style="font-size: " color="#000000" face="Comic Sans MS"&gt;“ Hello…” sape ye, di sana.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: ; padding-bottom: 0px; line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 10pt" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 15pt; font-family: ; color: ; font-size: " lang="EN-GB"&gt;&lt;font style="font-size: " color="#000000" size="2" face="Comic Sans MS"&gt;“ Kina!!! Kamu dimana sekarang? Aku dengan yang lain sudah lama menunggu kamu di tempat yang kita janji semalam. Katanya kamu mau ikut sekali menjenguk Erfan di hospital. Iffah sudah teringin sangat nak pergi tuh dari tadi. Kamu Tau kan, dia memang sayang dengan si Erfan. Eh, kamu jadi ikut tak nih??” Dalila berceloteh panjang.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: ; padding-bottom: 0px; line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 10pt" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 15pt; font-family: ; color: ; font-size: " lang="EN-GB"&gt;&lt;font style="font-size: " color="#000000" size="2" face="Comic Sans MS"&gt;“ Sorry La, aku lagi ada masalah nih di rumah. Jadi tak dapat keluar, maaf ya!! Aku titip salam aja ye buat Erfan” Keluhnya.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: ; padding-bottom: 0px; line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 10pt" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 15pt; font-family: ; color: ; font-size: " lang="EN-GB"&gt;&lt;font style="font-size: " color="#000000" size="2" face="Comic Sans MS"&gt;“ Masalah? Kina… jangan cakap yang kamu dikurung lagi dengan Kak Arnezatul..”&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: ; padding-bottom: 0px; line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 10pt" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 15pt; font-family: ; color: ; font-size: " lang="EN-GB"&gt;&lt;font style="font-size: " color="#000000" size="2" face="Comic Sans MS"&gt;“ Ya…memang begitu lah kenyataannya” Kina, lirih.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: ; padding-bottom: 0px; line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 10pt" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 15pt; font-family: ; color: ; font-size: " lang="EN-GB"&gt;&lt;font style="font-size: " color="#000000" size="2" face="Comic Sans MS"&gt;“ kejam sangat la kakakmu tu ya! Boleh-bolehnya dia mengurung adik sendiri. Macam takde perasaan langsung betul orang tuh? Arghh…tak payah la di sesali ye. Tapi kamu tak apa-apa kan, Kina? atau aku datang ke tempatmu dulu ya!! ” Suara di seberang kedengeran mulai Emosi.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: ; padding-bottom: 0px; line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 10pt" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 15pt; font-family: ; color: ; font-size: " lang="EN-GB"&gt;&lt;font style="font-size: " color="#000000" size="2" face="Comic Sans MS"&gt;“ Tak yehh… Tak yehh. Nanti kamu malah kena marah juga lagi dengan kak Arnezatul” Kina melarang.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: ; padding-bottom: 0px; line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 10pt" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 15pt; font-family: ; color: ; font-size: " lang="EN-GB"&gt;&lt;font style="font-size: " color="#000000" size="2" face="Comic Sans MS"&gt;“ Serius tak yehh??” Sahabat Kina itu kedengaran ragu-ragu.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: ; padding-bottom: 0px; line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 10pt" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 15pt; font-family: ; color: ; font-size: " lang="EN-GB"&gt;&lt;font style="font-size: " color="#000000" size="2" face="Comic Sans MS"&gt;“ Iya tak perlu ke. Betul nih..!!” Jawabnya dengan nada menyakinkan.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: ; padding-bottom: 0px; line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 10pt" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 15pt; font-family: ; color: ; font-size: " lang="EN-GB"&gt;&lt;font style="font-size: " color="#000000" size="2" face="Comic Sans MS"&gt;“ Ya sudah. kamu… tabah dan sabar saja ya. Aku salut dengan ketegaran kamu dalam menghadapi keadaan selama ini. Terus semangat ya, kalau ada masalah jangan lupa cerita dengan aku. Kalau kamu perlukan bantuan juga begitau saja yee.. Jangan segan” tegas Dalila dari telepon. Kina tersenyum kecil, sahabatnya yang satu ini memang the best.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: ; padding-bottom: 0px; line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 10pt" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 15pt; font-family: ; color: ; font-size: " lang="EN-GB"&gt;&lt;font style="font-size: " color="#000000" size="2" face="Comic Sans MS"&gt;“ Iya. Makaseh juga yeh sudah tenangkan jiwa aku”&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: ; padding-bottom: 0px; line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 10pt" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 15pt; font-family: ; color: ; font-size: " lang="EN-GB"&gt;&lt;font style="font-size: " color="#000000" size="2" face="Comic Sans MS"&gt;“ Sama-sama.. sudah dulu ya Kina. Iffah sudah mengeluh nih, tak sabar. Nanti aku sampaikan salam kamu ke Erfan. Dah….” Dalila mengakhiri perbincangan via telefon petang itu.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: ; padding-bottom: 0px; line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 10pt" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 15pt; font-family: ; color: ; font-size: " lang="EN-GB"&gt;&lt;font style="font-size: " color="#000000" size="2" face="Comic Sans MS"&gt;***&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 15pt; font-family: ; font-size: " lang="EN-GB"&gt;&lt;font style="font-size: "&gt;        &lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: "&gt;&lt;font style="font-size: " color="#000000" size="2" face="Comic Sans MS"&gt;Seminggu kemudian, Kina mengemas beberapa baju dan barang-barangnya kedalam begnya. Dia sudah bertekad untuk menginap di rumah Dalila beberapa hari ini. Gadis ini betul-betul dah tak kuat tinggal di rumah itu dengan sikap kakaknya yang semakin menjadi-jadi.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: ; padding-bottom: 0px; line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 10pt" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 15pt; font-family: ; color: ; font-size: " lang="EN-GB"&gt;&lt;font style="font-size: " color="#000000" size="2" face="Comic Sans MS"&gt;Kina baru saja hendak keluar dari biliknya. Tapi ternyata dengan wajah terkejutnya, Arnezatul sudah berdiri di depan pintu,&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: ; padding-bottom: 0px; line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 10pt" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 15pt; font-family: ; color: ; font-size: " lang="EN-GB"&gt;&lt;font style="font-size: " color="#000000" size="2" face="Comic Sans MS"&gt;“ Kamu mau kemana? kina? Kenapa sudah tak mau lagi tinggal di rumah ini?” Bentak Arnezatul.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: ; padding-bottom: 0px; line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 10pt" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 15pt; font-family: ; color: ; font-size: " lang="EN-GB"&gt;&lt;font style="font-size: " color="#000000" size="2" face="Comic Sans MS"&gt;“ Tak Kak!! Aku Cuma mau bermalam dirumahnya Dalila untuk beberapa hari”&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: ; padding-bottom: 0px; line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 10pt" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 15pt; font-family: ; color: ; font-size: " lang="EN-GB"&gt;&lt;font style="font-size: " color="#000000" size="2" face="Comic Sans MS"&gt;“ Siapa yang mengizinkan kamu keluar? Ingat ya, Kina. Kakak tak akan mengizinkan kamu pergi kemana pun hari ini” Arnezatul kembali menggertak.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: ; padding-bottom: 0px; line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 10pt" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 15pt; font-family: ; color: ; font-size: " lang="EN-GB"&gt;&lt;font style="font-size: " color="#000000" size="2" face="Comic Sans MS"&gt;“ Kina tau kak, kalau kakak tak akan mengizinkan. Tapi Kina tetap juga akan pergi. Lagipun Kina juga tak perlu keizinan dari Kakak” Ujarnya seraya berlalu menuju pintu.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: ; padding-bottom: 0px; line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 10pt" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 15pt; font-family: ; color: ; font-size: " lang="EN-GB"&gt;&lt;font style="font-size: " color="#000000" size="2" face="Comic Sans MS"&gt;“ Kina…!!! Berhenti. Sejak bila kamu berani melawan kakak?? Masuk ke bilik kamu sekarang. Atau kakak ceritakan kejadian di supermarket itu sama Mama” kali ini Arnezatul mengancam.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 15pt; font-family: ; font-size: " lang="EN-GB"&gt;&lt;font style="font-size: "&gt;        &lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: "&gt;&lt;font style="font-size: " color="#000000" size="2" face="Comic Sans MS"&gt;Langkah kina terhenti. Pikirannya kembali melayang pada saat kejadian waktu itu. Saat dia dituduh mencuri dan akhirnya di bawa ke bilik security. Tapi waktu itu kina dituduh, dan dia tau yang dia memang tak buat. Tapi sayangnya tak ada saipa yang percaya.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: ; padding-bottom: 0px; line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 10pt" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 15pt; font-family: ; color: ; font-size: " lang="EN-GB"&gt;&lt;font style="font-size: " color="#000000" size="2" face="Comic Sans MS"&gt;Dan kalau mama tau pasal ini, pasti serangan jantungnya akan bertambah parah lagi. Oh… rasanya Kina tak sanggup kalau mesti egonya begini tanpa memikirkan keadaan mama nantinya. Arnezatul memang…. Kebelakangan. Dan tanpa pikir panjang, Kina segera masuk kembali ke bilikya.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-bottom: 0px; line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 10pt" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 15pt; font-family: ; color: ; font-size: " lang="EN-GB"&gt;&lt;font style="font-size: " color="#000000" size="2" face="Comic Sans MS"&gt;******&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-bottom: 0px; line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 10pt" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span style="line-height: 15pt; font-family: ; font-size: " lang="EN-GB"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: "&gt;&lt;font style="font-size: " color="#000000" size="2" face="Comic Sans MS"&gt;Tiga tahun berlalu. Kinazatul asrar tumbuh menjadi seorang gadis cantik dan dewasa. Tapi keadaan masih sama seperti dulu, belum berubah. Arnezatul masih lagi mengongkong Kina sebagai budak kecil yang tak tau menguruskan diri, dan harus selalu disalahkan. Sementara Kina sendiri, mencuba bersikap lebih dewasa menghadapi semuanya.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: ; padding-bottom: 0px; line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 10pt" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 15pt; font-family: ; color: ; font-size: " lang="EN-GB"&gt;&lt;font style="font-size: " color="#000000" size="2" face="Comic Sans MS"&gt;Yah… walaupun Arnezatul sudah terlalu kelewatan. Tak mau membiayai kuliah Kina dengan wang orang tuanya, hanya kerana Kina lulus dengan nilai purata 3.68. Bukan !0 seperti yang Arnezatul inginkan. Dan mau tak mau, akhirnya Kina bekerja sambilan untuk menambah wang saku dan dengan bantuan biasiswa itu dapat lah juga meringankan perbelanjaan kuliahnya yang memang tinggi.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-bottom: 0px; line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 10pt" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 15pt; font-family: ; color: ; font-size: " lang="EN-GB"&gt;&lt;font style="font-size: " color="#000000" size="2" face="Comic Sans MS"&gt;*****&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-bottom: 0px; line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 10pt" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span style="line-height: 15pt; font-family: ; font-size: " lang="EN-GB"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: "&gt;&lt;font style="font-size: " color="#000000" size="2" face="Comic Sans MS"&gt;Hari ini, Arnezatul wisuda. Da tak boleh buat apa-apa dan keistimewaan yang dia miliki. Ibu mereka masih lagi dengan keadaan seperti biasa yang masih juga sakit. Sedangkan Kina sendiri? Dia tak sudi membalas dendam mahupun menyeksa Arnezatul wisuda orang yang selalu membuat hidupnya sengsara. Walaupun itu kakaknya sendiri.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: ; padding-bottom: 0px; line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 10pt" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 15pt; font-family: ; color: ; font-size: " lang="EN-GB"&gt;&lt;font style="font-size: " color="#000000" size="2" face="Comic Sans MS"&gt;Tapi setelah beberapa harinya, Ibu mereka tiba-tiba sakit teruk hingga berakhirnya kesengsaraan sakit yang di tanggung ibunya. Ibunya pergi meninggalkan mereka dan Kini hanya duka dan haru yang terasa. Tapi seperti kata pepatah ‘selalu ada hikmah di balik musibah’ Dan akhirnya, Kina memutuskan untuk tak terlalu larut dalam kesedihan.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: ; padding-bottom: 0px; line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 10pt" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 15pt; font-family: ; color: ; font-size: " lang="EN-GB"&gt;&lt;font style="font-size: " color="#000000" size="2" face="Comic Sans MS"&gt;Kina merasai, kerana Mama sudah tenang disana, maka dia boleh pergi keluar dari sangkar emas ciptaan kakaknya. Kerana kini Arnezatul tak punya alasan lagi untuk menahan dia pergi. Akhirnya saat ini detik, saat dimana Kina ingin bebas… bebas dari kekangan kakaknya selama ini.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-bottom: 0px; line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 10pt" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 15pt; font-family: ; color: ; font-size: " lang="EN-GB"&gt;&lt;font style="font-size: " color="#000000" size="2" face="Comic Sans MS"&gt;Tak lama, Kina lalu mengemas semua barangnya dan segera memanggil teksi. Dan ketika Kina mula meletakkan begnya di bagasi, pintu depan tiba-tiba terbuka. Kakaknya, Arnezatul, muncul dari dalam….&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-bottom: 0px; line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 10pt" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span style="line-height: 15pt; font-family: ; font-size: " lang="EN-GB"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: "&gt;&lt;font style="font-size: " color="#000000" size="2" face="Comic Sans MS"&gt;“ Ingat Kina. Sekali kamu pergi dari sini. Maka selamanya kamu tak akan pernah boleh kembali kesini lagi” Bentak Arnezatul, keras.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: ; padding-bottom: 0px; line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 10pt" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 15pt; font-family: ; color: ; font-size: " lang="EN-GB"&gt;&lt;font style="font-size: " color="#000000" size="2" face="Comic Sans MS"&gt;“ Ok. Lagipun aku juga tak perlukn hidup dengan amarah seorang kakak yang gila!!” Kali ini Kina balas membentak. Gadis itu kemudian masuk ke dalam teksi, tanpa memperdulikan kakaknya yang masih bersungut kesal.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-bottom: 0px; line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 10pt" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 15pt; font-family: ; color: ; font-size: " lang="EN-GB"&gt;&lt;font style="font-size: " color="#000000" size="2" face="Comic Sans MS"&gt;*****&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="padding-bottom: 0px; line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 10pt" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span style="line-height: 15pt; font-family: ; font-size: " lang="EN-GB"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: "&gt;&lt;font style="font-size: " color="#000000" size="2" face="Comic Sans MS"&gt;Teksi yang ditumpangi Kina bergerak dengan lajunya, tiba-tiba di persimpangan, sebuah bus meluruh laju dari arah berlawanan. Hendak berhenti, tapi break teksi tersebut kurang berfungsi. Pemandu teksi kehilangan kawalan, lalu terbabas ke kiri, namun akhirnya melanggar keras pembahagi jalan.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: ; padding-bottom: 0px; line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 10pt" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 15pt; font-family: ; color: ; font-size: " lang="EN-GB"&gt;&lt;font style="font-size: " color="#000000" size="2" face="Comic Sans MS"&gt;Teriakan-teriakan membahana. Orang-orang berkerumun memenuhi tempat kecelakaan. Jasad Kina ditemukan terbujur kaku di atas jalan. Bersimbah darah, dan tanpa nyawa..&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: ; padding-bottom: 0px; line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 10pt" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 15pt; font-family: ; color: ; font-size: " lang="EN-GB"&gt;&lt;font style="font-size: " color="#000000" size="2" face="Comic Sans MS"&gt;Dan kini…. Kina benar-benar tenang. Ia bebas… ia terbebas dari segala kekangan di dunia ini. Damai bersama kedua orang tua yang ia cintai, di alam yang lain. Namun… walau jasadnya mati, tapi didalam jiwa gadis itu, terdapat sebuah dilemma yang tak akan pernah hilang…&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  </description><link>http://opieh.blogspot.com/2010/12/kebebasan.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7iIan8ePtuLNZ9mfSyHW1ebW-epyAtkP-1fDh4swJKFhbBpsPllDqd7j6s4mgWD_t9jemuOTC4fFBPl77Fbnf5vbrlyjkd9N1L7cXuSnWo7dU7BevFdbUBw5xM6VtDbAefo0hEuHEFaM/s72-c?imgmax=800" width="72"/><thr:total>3</thr:total><author>puteri_mieya@yahoo.com.my (puteri mieya)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1324799153478274134.post-7207259893264194031</guid><pubDate>Fri, 10 Dec 2010 14:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-12-10T22:03:41.059+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">novel</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungkanlah Hikmahnya</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Warkah</category><title>KEBABASAN ADALAH UJIAN KETAHANAN IMANMU</title><description>&lt;blockquote&gt;   &lt;p align="center"&gt;&lt;font size="3"&gt;Kau maukan seseorang        &lt;br /&gt;Memenuhi hatimu         &lt;br /&gt;Kerana kini kau bebas tidak seperti dulu         &lt;br /&gt;Dulu kau disekat dijaga         &lt;br /&gt;Maka kau pun boleh jaga juga         &lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="center"&gt;&lt;font size="3"&gt;Tetapi kini kau bebas        &lt;br /&gt;Tak boleh jaga nampaknya         &lt;br /&gt;Satu demi satu tersungkur         &lt;br /&gt;Atau sekurang-kurangnya tumbang         &lt;br /&gt;Atau sekurang-kurangnya kecundang         &lt;br /&gt;Tidak ramai yang boleh jaga         &lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="center"&gt;&lt;font size="3"&gt;Cinta bermaharajalela        &lt;br /&gt;Tiada tujuhala         &lt;br /&gt;Ingatlah kau dari sekolah mana         &lt;br /&gt;Sbt sbh mempunyai harapan yang tinggi         &lt;br /&gt;Kami mempunyai impian         &lt;br /&gt;Yang kami mahukan kamu semua memahaminya         &lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="center"&gt;&lt;font size="3"&gt;Kami mahukan anak-anak semua        &lt;br /&gt;Meneruskan kegigihan kami         &lt;br /&gt;Menegakkan kalimah itu         &lt;br /&gt;Jangnlah leka nak         &lt;br /&gt;Janganlah kau ikutkan nafsu nak         &lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="center"&gt;&lt;font size="3"&gt;Kau belum tahu penanganan dunia ini        &lt;br /&gt;Bukankah kau selalu mendengar nasihat di sekolah itu         &lt;br /&gt;Telah lupakah kau?         &lt;br /&gt;Semuanya?         &lt;br /&gt;Kan belum lama kau keluardarinya         &lt;br /&gt;Di merata tempat         &lt;br /&gt;Disana sini         &lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="center"&gt;&lt;font size="3"&gt;Ramai wakil-wakil kami        &lt;br /&gt;Yang ingin membantumu         &lt;br /&gt;Apakah responmu semua?         &lt;br /&gt;Positivekah?         &lt;br /&gt;Atau kau yang mengelak?         &lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="center"&gt;&lt;font size="3"&gt;Hati Mama luka        &lt;br /&gt;Jika kau tidak memikirkan DIA         &lt;br /&gt;Dalam melayani nafsu muda yang menggila         &lt;br /&gt;Mama lakukan yang terbaik         &lt;br /&gt;Kerana mencari keredhoan NYA         &lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="center"&gt;&lt;font size="3"&gt;Anak-anak Mama tentu lebih faham dari Mama        &lt;br /&gt;Kerana Mama tidak belajar di sekolah itu         &lt;br /&gt;Anak-anak Mama sayang         &lt;br /&gt;Letaklah DIA dalam hatimu         &lt;br /&gt;Penuhilah hatimu dengan cinta terhadapNYA         &lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="center"&gt;&lt;font size="3"&gt;Bukan cinta kepada dia yang sementara        &lt;br /&gt;Yang digelar infatuations         &lt;br /&gt;Tidak bermakna         &lt;br /&gt;Cinta kepada dia         &lt;br /&gt;Jika membelakangkan DIA&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; source: dari novel hatiku milikmu  </description><link>http://opieh.blogspot.com/2010/12/kebabasan-adalah-ujian-ketahanan-imanmu.html</link><thr:total>0</thr:total><author>puteri_mieya@yahoo.com.my (puteri mieya)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1324799153478274134.post-2543739761987061249</guid><pubDate>Tue, 07 Dec 2010 12:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-12-07T20:36:53.526+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungkanlah Hikmahnya</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tazkirah</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Warkah</category><title>SURAT HAWA UNTUK ADAM</title><description>&lt;blockquote&gt;   &lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;font color="#000000"&gt;&lt;b&gt;Wahai Adam...            &lt;br /&gt;&lt;/b&gt;          &lt;br /&gt;Adam….Maafkan aku jika coretan ini memanaskan hatimu. Sesungguhnya aku adalah Hawa, temanmu yang kau pinta semasa kesunyian di syurga dahulu. Aku asalnya dari tulang rusukmu yang bengkok. Jadi, tidak hairanlah jika perjalanan hidupku sentiasa inginkan bimbingan darimu, sentiasa mahu terpesong dari landasan, kerana aku buruan syaitan.&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;   &lt;font size="2"&gt;&lt;font color="#000000"&gt;       &lt;p align="justify"&gt;Adam…Maha Suci Allah yang mentakdirkan kaumku lebih ramai bilangannya dari kaummu di akhir zaman, itulah sebenarnya ketelitian Allah dalam urusanNya. Jika bilangan kaummu mengatasi kaumku nescaya merahlah dunia kerana darah manusia, kacau bilaulah suasana, Adam sama Adam bermusuhan kerana Hawa, kaumku sendiri rupanya!&lt;/p&gt;       &lt;font size="2"&gt;&lt;/font&gt;        &lt;p align="justify"&gt;Buktinya cukup nyata dari peristiwa Habil dan Qabil sehinggalah pada zaman cucu-cicitnya. Pun, jika begitu maka tidak selaraslah undang-undang Allah yang mengharuskan Adam beristeri lebih dari satu, tapi semestinya tidak lebih dari empat pada satu waktu. Tentu engkau lebih tahu dari diriku sendiri.&lt;/p&gt;        &lt;p align="justify"&gt;Adam…Bukan kerana ramainya isterimu yang membimbangkan aku. Bukan kerana sedikitnya bilanganmu yang merungsingkan aku. Tetapi, aku risau, gundah dan gulana menyaksikan tingkahmu. Aku sejak dulu lagi sudah tahu bahawa aku mesti tunduk ketika menjadi isterimu. Ah..semuanya sudah aku maklumi. Namun…terasa berat pula untukku nyatakan isi perkara pokoknya… &lt;/p&gt;        &lt;p align="justify"&gt;Adam…aku tahu bahawa dalam Al-Quran ada ayat yang menyatakan kaum lelaki adalah menguasai terhadap kaum wanita. Kau diberi amanah untuk mendidikku, kau diberi tanggungjawab untuk menjagaku, malah untuk memerhati dan mengawasi gerak perilaku aku agar sentiasa di dalam redha Tuhanku dan Tuhanmu, Allah azzawajalla…&lt;/p&gt;        &lt;p align="justify"&gt;Tetapi Adam, nyata dan rata-rata apa yang sudah terjadi pada kaumku kini, aku dan kaumku telah ramai menderhakaimu. Ramai yang telah menyimpang dari landasan yang sepatutnya lebih lurus, jalan yang ditetapkan asalnya Allah mahukan aku tinggal tetap di dalam rumah. Di jalan-jalan, di pasar-pasar, di bandar-bandar bukan patutnya menjadi jejak kaki ini. Jikapun ada, patutnya engkau lebih maklum tentu kerana aku hanya terpaksa, tetapi aku tak lupa untuk menutup seluruh tubuh dan aurat perempuanku, darilah hujung rambut( kalau tak botak), hinggalah hujung kakiku yang ayu. Tetapi…realitinya kini, hawa telah mengada-ngada, telah lebih dari yang sepatutnya!&lt;/p&gt;        &lt;p align="justify"&gt;Adam…mengapa kau hanya membiarkan aku begini? Engkau mahu aku jadi isteri, aku sudah buat. Engkau mahu aku jadi ibu pada anakmu, juga aku telah laksanakan. Engkau mahu aku jadi seorang guru, juga aku anggukkan kepala. Engkau lihat, aku telah menjadi ibu dan guru pada anak-anakmu. Engkau suka kan? Tetapi, pada masa yang sama juga, adakah engkau faham, aku telah menjaja diriku ke muka dunia, menguruskan hal Negara, aku ke hutan memikul senjata…padahal engkau hanya mampu duduk goyangkan kaki, sambil menyanyi lagu Mariah Carey lagi. Seronokkan? Engkau lihat, ada antara kaummu yang mengganggur tiada kerja. Kau perhatikan sahaja aku panjat tangga di pejabat bomba, kainku tinggi menyinsing peha…seksi kan? Tetapi aku masih baik, masih mahu selamatkan Negara kita. Apakah sekarang engkau tidak lagi seperti dulu? Apakah sudah hilang kasih sucimu terhadap perempuan baik seperti aku?&lt;/p&gt;        &lt;p align="justify"&gt;Adam...Marahkah jika ku katakan andainya Hawa terpesong, maka Adam lah puncanya, engkaulah yang patut tanggung! Mengapa begitu Adam?! Ya!! Ramai orang berkata jika anak jahat emak-bapak tak pandai mendidik, kononnya kita ni macam orang tak pernah pergi sekolah. Jika murid bodoh, guru yang tidak pandai mengajar, seolah tak ada sijil universiti lulusan dari Amerika! Adam…kau selalu berkata, hawa memang degil, tak mahu dengar kata, tak suka makan nasihat (sebab kami suka makan coklat ajer), kepala batu (walaupun rambutku pakai syampu sunsilk)! Pada fikiranku ini Adam, seharusnya kau tanya dirimu dahulu, apakah didikanmu terhadapku sama seperti didikan Nabi Muhammad SAW terhadap isteri-isterinya? Memang engkau bukanlah seorang Nabi, tetapi sedarlah bahawa namamu seorang Lelaki?! Engkau kenal siapa itu lelaki? Kau tanya dirimu, adakah kaum Adam melayani kaum Hawa sama adilnya seperti psikologi Muhammad terhadap mereka? Adakah akhlak Adam-Adam boleh dijadikan contoh terhadap kaum Hawa?&lt;/p&gt;        &lt;p align="justify"&gt;Adam…Kau sebenarnya imam dan tentulah aku menjadi makmumnya. Aku adalah pengikut-pengikutmu kerana kau adalah seorang ketua. Tentu kau suka kan Adam-atau lebih patut ke Hawa memanggil diri Adam sebagai Boss? Kau hanya mampu duduk tersengih. Itu sahajakah yang mampu kau hadiahkan? Ketua-jika kau benar, maka benarlah aku. Jika kau lalai, lalailah aku. Kau punya kelebihan akal dan aku banyak dilebihkan dengan nafsu.&lt;/p&gt;        &lt;p align="justify"&gt;Akalmu sembilan (9), nafsumu satu (1)…akalku (1), nafsuku beribu! Banyakkan Adam?! Oleh itu, pimpinlah tanganku kerana aku ini seorang yang pelupa, aku juga lalai dan alpa. Aku banyak kekurangan. Sering juga aku tergelincir ditolak sorang oleh nafsu dan kuncu-kuncunya.&lt;/p&gt;        &lt;p align="justify"&gt;Bimbinglah daku untuk menyelami kalimah Allah. Perdengarkanlah daku mengenai kalimah syahdu daru Tuhan kita agar dapat menjadi terang hidupku ini. Tiuplah roh jihad ke dalam dadaku, agar aku menjadi mujahidah kekasih Allah!&lt;/p&gt;        &lt;p align="justify"&gt;Adam…andainya kau masih lalai dan alpa dengan karenahmu sendiri, masih segan mengikut langkah para sahabat, masih gentar mencegah mungkar, maka kita tunggu dan lihatlah, dunia ini akan kau saksikan hingga menjadi hancur bila kaumu sendiri yang akan mentertawakanmu, kerana pada masa itu tentu kaum Hawa berpeluang memerintah Negara! Malulah engkau Adam! Malulah engkau pada dirimu sendiri dan pada Tuhan kita yang engkau agungkan…Jika hari ini kau tidak mampu berganjak, engkau tunggu dan lihatlah...nantazir wa nara...ilal liqa`&lt;/p&gt;     &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#000000" size="2"&gt;Wallahualam..&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;p align="left"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--&lt;br /&gt;google_ad_client = "ca-pub-5351257938433849";&lt;br /&gt;/* adam */&lt;br /&gt;google_ad_slot = "1354509200";&lt;br /&gt;google_ad_width = 728;&lt;br /&gt;google_ad_height = 90;&lt;br /&gt;//--&gt;&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;/p&gt;  </description><link>http://opieh.blogspot.com/2010/12/surat-hawa-untuk-adam.html</link><thr:total>0</thr:total><author>puteri_mieya@yahoo.com.my (puteri mieya)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1324799153478274134.post-3269562579835302195</guid><pubDate>Mon, 06 Dec 2010 10:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-12-06T18:07:41.523+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">cerite</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">rahsia</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungkanlah Hikmahnya</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tazkirah</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Warkah</category><title>Renungkan kesah ini….</title><description>&lt;p align="justify"&gt;Janganlah buat begini, seburuk-buruk anak akan ada baiknya. Semuanya dugaan belaka&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;MENITIK AIR MATA BILA BACA NI…..   &lt;br /&gt;Subject: Ibu Terjahat Didunia – Harus Baca….&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;20 tahun yang lalu saya melahirkan seorang bayi laki-laki, wajahnya comel tetapi nampak bodoh. Ali, suamiku memberinya nama Yusri. Semakin lama semakin nampak jelas bahawa anak ini memang agak terkebelakang.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saya berniat mahu memberikannya kepada orang lain saja supaya dijadikan budak atau pelayan bila besar nanti. Namun Ali mencegah niat buruk itu. Akhirnya terpaksa saya membesarkannya juga. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pada tahun kedua kelahiran Yusri, saya pun melahirkan pula seorang anak perempuan yang cantik. Saya menamakannya Yasmin. Saya sangat menyayangi Yasmin, begitu juga Ali. Seringkali kami mengajaknya pergi ke taman hiburan dan membelikan pakaian anak-anak yang indah-indah…&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Namun tidak demikian halnya dengan Yusri. Ia hanya memiliki beberapa helai pakaian lama. Ali berniat membelikannya, namun saya selalu melarang dengan alasan tiada wang. Ali terpaksa menuruti kata saya. Saat usia Yasmin 2 tahun, Ali meninggal dunia. Yusri sudah berumur 4 tahun ketika itu. Keluarga kami menjadi semakin miskin dengan hutang yang semakin bertambah. Saya mengambil satu tindakan yang akhirnya membuatkan saya menyesal seumur hidup. Saya pergi meninggalkan kampung kelahiran saya bersama Yasmin. Saya tinggalkan Yusri yang sedang tertidur lelap begitu saja.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Setahun…, &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;2 tahun.., &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;5 tahun.., &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;10 tahun.. berlalu sejak kejadian itu.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saya menikah kembali dengan Kamal, seorang bujang. Usia pernikahan kami menginjak tahun kelima. Berkat Kamal, sifat-sifat buruk saya seperti pemarah, egois, dan tinggi hati, berubah sedikit demi sedikit menjadi lebih sabar dan penyayang. Yasmin sudah berumur 15 tahun dan kami menyekolahkan dia di sekolah jururawat.. Saya tidak lagi ingat berkenaan Yusri dan tiada memori yang mengaitkan saya kepadanya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Hinggalah le satu malam, malam di mana saya bermimpi mengenai seorang anak. Wajahnya segak namun kelihatan pucat sekali. Dia melihat ke arah saya. Sambil tersenyum dia berkata, &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Makcik, makcik kenal mama saya? Saya rindu sekali pada mama!”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sesudah berkata demikian ia mulai pergi, namun saya menahannya,&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Tunggu…, saya rasa saya kenal kamu. Siapa namamu wahai anak yang manis?”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Nama saya Yusri, makcik.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Yusri…? Yusri… Ya Tuhan! Benarkah engkau ni Yusri???”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saya terus tersentak dan terbangun. Rasa bersalah, sesal dan pelbagai perasaan aneh yang lain menerpa diri saya pada masa itu juga. Tiba-tiba terlintas kembali kisah yang terjadi dulu seperti sebuah filem yang ditayangkan kembali di kepala saya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Baru sekarang saya menyedari betapa jahatnya perbuatan saya dulu. Rasanya seperti mahu mati saja saat itu. Ya, saya patut mati…, mati…, mati… Ketika tinggal seinci jarak pisau yang ingin saya goreskan ke pergelangan tangan, tiba-tiba bayangan Yusri melintas kembali di fikiran saya. Ya Yusri, mama akan menjemputmu Yusri, tunggu ya sayang!…&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Petang itu saya membawa dan memarkir kereta Civic biru saya di samping sebuah pondok, dan ia membuatkan Kamal berasa hairan. Beliau menatap wajah saya dan bertanya,&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Hasnah, apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa kita berada di sini?”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Oh, Kamal, kau pasti akan membenciku selepas saya menceritakan hal yang saya lakukan dulu,” &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Aku terus menceritakan segalanya dengan terisak-isak… Ternyata Tuhan sungguh baik kepada saya. Ia memberikan suami yang begitu baik dan penuh pengertian. Selepas tangisan saya reda, saya keluar dari kereta dengan diikuti oleh Kamal dari belakang.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mata saya menatap lekat pada gubuk yang terbentang dua meter dari hadapan saya. Saya mula teringat yang saya pernah tinggal dalam pondok itu dan saya tinggalkannya, Yusri..&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Yusri… Di manakah engkau?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saya meninggalkan Yusri di sana 10 tahun yang lalu. Dengan perasaan sedih saya berlari menghampiri pondok tersebut dan membuka pintu yang diperbuat daripada buluh itu… Gelap sekali… Tidak terlihat sesuatu apapun di dalamnya! Perlahan-lahan mata saya mulai terbiasa dengan kegelapan dalam ruangan kecil itu. Namun saya tidak menemui sesiapa pun di dalamnya. Hanya ada sehelai kain buruk yang berlonggok di lantai tanah.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saya mengambil seraya mengamatinya dengan betul-betul……. Mata mulai berkaca-kaca, saya mengenali potongan kain itu . Ini adalah baju buruk yang dulu dipakai oleh Yusri setiap hari…&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Beberapa saat kemudian, dengan perasaan yang sangat sedih dan bersalah, saya pun keluar dari ruangan itu… Air mata saya mengalir dengan deras. Saat itu saya hanya diam saja. Sesaat kemudian saya dan Kamal mulai menaiki kereta untuk meninggalkan tempat tersebut. Namun, saya melihat seseorang berdiri di belakang kereta kami. Saya terkejut sebab suasana saat itu gelap sekali. Kemudian terlihatlah wajah orang itu yang sangat kotor. Ternyata ia seorang wanita tua. Saya terkejut lagi apabila dengan tiba-tiba dia menegur saya. Suaranya parau.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Heii…! Siapa kamu?! Apa yang kamu mahu?!”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dengan memberanikan diri, saya pun bertanya, &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Ibu, apakah ibu kenal dengan seorang anak bernama Yusri yang dulunya tinggal di sini?”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ia menjawab, “Kalau kamu ibunya, kamu adalah perempuan terkutuk!! Tahukah kamu, 10 tahun yang lalu sejak kamu meninggalkannya di sini, Yusri terus menunggu ibunya dan memanggil, ‘Mama…, mama!’&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kerana tidak tahan melihat keadaannya, kadang-kadang saya memberinya makan dan mengajaknya tinggal bersama saya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Walaupun saya orang miskin dan hanya bekerja sebagai pemungut sampah, namun saya tidak akan meninggalkan anak saya seperti itu!&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tiga bulan yang lalu Yusri meninggalkan sehelai kertas ini….. Ia belajar menulis setiap hari selama bertahun-tahun hanya untuk menulis ini untukmu…”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saya pun membaca tulisan di kertas itu… &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“mama, mengapa mama tidak pernah kembali lagi…? mama marah pada Yusri, ya? mama, biarlah Yusri yang pergi saja, tapi mama harus berjanji mama tidak akan marah lagi pada Yusri.” &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saya menjerit histeria membaca surat itu. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Tolong bagi tahu.. di mana dia sekarang? Saya berjanji akan menyayanginya sekarang! Saya tidak akan meninggalkannya lagi! Tolonglah cakap…!!!” &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kamal memeluk tubuh saya yang terketar-ketar dan lemah.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Semua sudah terlambat (dengan nada lembut). Sehari sebelum kamu datang, Yusri sudah meninggal dunia. Dia meninggal di belakang pondok ini. tubuhnya sangat kurus, ia sangat lemah. Hanya demi menunggumu ia rela bertahan di belakang pondok ini tanpa berani masuk ke dalamnya. Dia takut apabila mamanya datang, mamanya akan pergi lagi apabila melihatnya ada di dalam sana … Dia hanya berharap dapat melihat mamanya dari belakang pondok ini… Meskipun hujan deras, dengan keadaannya yang lemah ia terus berkeras menunggu kamu di sana. Dosa kamu tidak akan terampun!” &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saya kemudian pengsan dan tidak ingat apa-apa lagi. Semoga menjadi pelajaran bagi kita sebagai orang tua ataupun bagi yang akan berkahwin. Janganlah menyalahkan apa yang sudah diberikan oleh Allah. Tetapi hargailah apa yang diberikan oleh Allah. Dan cuba bersabar. Kerana DIA tidak akan memberikan sesuatu apapun dengan sia-sia.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Moral of the story – sayangi orang di sekitar anda. kita tidak tahu siapa yang benar benar menyayangi kita…………&lt;/p&gt;  </description><link>http://opieh.blogspot.com/2010/12/renungkan-kesah-ini.html</link><thr:total>0</thr:total><author>puteri_mieya@yahoo.com.my (puteri mieya)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1324799153478274134.post-4290745501775586246</guid><pubDate>Sat, 27 Nov 2010 23:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-11-28T15:08:30.697+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">cerite</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">novel</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">rahsia</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungkanlah Hikmahnya</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Warkah</category><title>Duka Lara Se0rg Pencinta Setia</title><description>&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Assalamualaikum warahmatullah..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;     &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Ntah mengapa hari ni aku asyik teringatkan kesah lamaku yg telah pergi buat selamanya??..&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Tentang chenta…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Ada seorang gadis yg bernama chenta, dia merupakan seorang gadis yg baik hati tapi kekadang tu perangai dia ada giler22 sikit arr.. Besa arr xde org yg sempurna kat dunia ni.. dalam hidup dia, dia x pernah couple22, dia x pernah wat yg ntah22 tu dan ini. Hidup dia sama seperti semua perempuan, tapi pergaulannya mmg sgt terjaga arr.. Dalam hidup nya xda seorg pun teman laki yg sgt istimewa.. Pada suatu hari tu,, tnpa di duga perkenalan nye dgn seorg lelaki yg agak baik lah..secara kebetulan perkenalan tu bermula dgn teradd mail YM lelaki tu sebab mail YM dak laki tu cam pompuan sikit..hehehe..&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Bermula la sebuah kesah chating dalam YM,, hari demi hari chating tu sentiasa bernyawa kerna ada yg memberi n ada yg menerima. Kemesraan kian terjalin, tapi malang nye si chenta ni hanya tahu yg teman chat nye adalah seorg pompuan.. Setelah sekian lama dalam dunia chat.. Akhirnya chating punya chating laki tu pun mintak la no phone..&amp;nbsp; Tapi si chenta ni masih lagi x tau yg org tu sebenar nye laki. Demi persahabatan chenta pun berikn la no phone nye..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Selepas je laki tu dapat no phone, dia pun mula la hantar mesej. Tp mesej laki tu macam mesej seorg pompuna je.. Watak laki tu mmg terbaik...hahaha.. [P/S jgn tiru aksi ini].. Tu yg chenta pun x de rasa sangsi.. Setiap kata yg laki tu sampai kan penuh dgn kasih sayang dikala chenta membaca mesej22 tu.. Lama kelamaan akhirnya chenta pun makin la sayang dgn kwan nya tu.. Chenta pun x pernah terfikir dalam kepala otak dia kenapa dia boleh sayang sgt dgn kawan nye tu.. apa yg dia tahu kawan nye tu seorg yg caring giler22. Akhir nye rahsia tu pun terbongkar yg selama ini dia YM, dia mesej dgn seorg laki. Setelah laki tu add chenta guna mail YM dlm fbnye.. Selepas chenta approve request friend laki dlm facebook... belek punya belek tiap foto yg terselit kat fb laki tu dia terkejut kucing,, hati dia mula membara atas penipuan yg selama ini..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;khirnya chenta pun buat la keputusan tuk bertanya pada laki tu..“ awk ne laki ke pmpuan sbnrnye”.. Last2 laki tu pun jwb “ana Rijal”.. Terkejut kambing chenta setelah pengakuan laki tu..huhuh.. Pastu chenta pun naik marah giler arr.. “nape awak xgtau dy awl2 yg awak tu laki”.. laki tu pun jawab; “ habis awak x pernah pun tanye saye” “camner sy nak gtau awak”.. laki tu pun satu punye sengal sgt.. nak tackle awek pun bia arr jujur.. hehehe &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Dgn perasaan marah,, chenta pun mendiam kn diri..h0h0..:xde persoalan yg perlu beri jwpn”. Hamper 3 bulan chenta x msj, x on9, x chat, kerna amarah nye.. tp dalam diam –diam ada plak perasaan rindunye pada laki tu.. Akhirnya dia pun hanta la mesej,, pelagi yg laki tu bkn men pujuk lagi la..hehehhe.. pelbagai cara laki tu laku kan dgn penuh mintak kemaafan dari chenta, akhirnya chenta pun terpujuk la.. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Akhirnya bermula la sebuah kesah cinta chenta yg x pernah terlintas di hatinye,, kata pujanga “ cinta datang x perlukn masa, x kira pada sape dia nak dtg, tp dia datang dgn penuh misteri yg membawa kesakitan dan kebahagian”.dalam hubungan ada pasang surut xsemestnye slalu hepi kn kerna itu la cinta manusia mysterious.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Lama juga hubungan tu terjalin, tp tmbul plak rase cemburu dalam hati chenta tu. Sebab laki ne jiwa dy mmg sensitif sgt ngan pompuan2.. sume pmpuan dia lyn k0t..h0h0h0.. Laki baek hati yg sedikit sengal,, hahahah,,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Pada satu hari, laki tu tersilap antar msj ta0..mybe,, Allah nk tnjuk k0t yg dia nak aanta msj kt s0rg pmpuan tu. Tp tersilap send,, chenta yg dapat mesej tu,, time tu.. dah la tgh mlm k0t.. Mula2 tu dpt msj je terus senyum lebar giler tgk name pengirim nye.. bke je isi msj tu.. bertape pedihnye.......... dalam mesej tu ada name pompuan lain.. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;“oit nina cuk! da td0 ke?=)”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;“ Lama x dgr citer..”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Dah la mse tu chenta dok tggu msj dr pkwe dia tu,&amp;nbsp; tp dpt plk msj camtu.. dah la sehari tu pakwe dia xmsj2.. Last2 dpt msj camtu plak..huhuhu.. agk perit ye... Lepas dia bace msj tu, chenta terus je off kn nset.. laki tu bagai kan nak giler calling masuk voice mail mesej x reply..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;keesokkan harinye.. chenta buke blek nset tu.. tengok22 je da ada 87misscall n 99 msj.. wahh laki tu x tid0 mlm kerna nak jelas kn hal sebenar.&amp;nbsp; Malam tu gak laki tu call balik,, nset on.. pe lagi laki tu pun send la kata maaf n citer la kesah yg sebenar dgn chenta.. Laki tu kata tu Cuma kwn dia je, tapi dulu dia ada taruh ati, tapi pompuan tu tolak..pastu,, Chenta ne piker l0gik akal dia,, dia tanye lak laki tu; dah berape kali awak penah couple.. laki tu pun jawab; byk kali k0t, p sume xjd.. dgr je tu hancuq ati chenta....h0h0h0..sunyi seketika... tanpa msj tnpa kata..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Akhir nya chenta buat keputusan, dia nekad n buat istikharah.. lau laki tu jodoh nya dekat kan lah dgn hati mereka.. Tapi lau laki tu bkn jodoh nye hilangkan la rase cinta itu.. Makin lame hati chenta ni makin tawar n hilang rasa suka kat laki tu.. Kekadang tu, chenta pikir gak.. “nape lah aku bodoh kot lepaskn laki tu. Sbb laki tu baik.. x pernah lg jumpa org camtu.. tp dia tanamkn dlm hati,, Allah kn dh jnji.. laki baik tuk pompuan yg baik n sebaliknye,, Firman ALLAH dalam surah AN-NUR; (ayat 26:)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEheijpBONmFe31jL4RwvqdwqMD1RjPkv6k8fef3_PTQ0A9sjOg-QvwvQEkQNF11OKiR2qbGVVIw70ThiFpsUAWaqeADZcluA_-PV75E_0NuKy2ukVtvaea4WH5Gou1VKc36v4J4sdmpu1M/s1600-h/image%5B6%5D.png"&gt;&lt;img alt="image" border="0" height="173" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdBSOoFR3LjBPw0efGYonab2t6CKS0N8V5dlZjvIG8JiOA7m2OsIa6Ebfd6lCp1ju6u9f1cXQIXEEeMttymJtYj1Qu2xRInAphY_b5JR5YSIeSAiss0VRSOZqug6xoHlPkXNSL7NkePSI/?imgmax=800" style="background-image: none; border-width: 0px; display: block; float: none; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" title="image" width="557" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span class="verse"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Maknanya: (Lazimnya) perempuan-perempuan yang jahat adalah untuk lelaki-lelaki yang jahat, dan lelaki-lelaki yang jahat untuk perempuan-perempuan yang jahat; dan (sebaliknya) perempuan-perempuan yang baik untuk lelaki-lelaki yang baik, dan lelaki-lelaki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik. Mereka (yang baik) itu adalah bersih dari (tuduhan buruk) yang dikatakan oleh orang-orang (yang jahat); mereka (yang baik) itu akan beroleh pengampunan (dari Allah) dan pengurniaan yang mulia. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Tanpa pikir panjang,, chenta pun buat keputusan nak minta clash..ohhhh.. ni lah titik yg sukar nak terluah sesuatu yg x nak d dgr,,tp kena gak terima kenyataan nyee..stu keaadan yg amt sukr bg psgn bercinta time clash!=)=).. laki tu sedih giler k0t.. bab d0rg clash pun kat YM gak.. tmpt d0rg mula2 jmpe dlu..di situ bermulanye kat situ la akhirnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;ne dial0g d0rg&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Chenta : Assalamualaikum..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Rijal&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Waalaikumsalam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Chenta : sy nk gthu ne&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Rijal&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : pe dy?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Chenta : hmmm&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;sy ta0&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;awk baek sgt&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;tp&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt 36pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;sy bukn tulg rsuk awk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;sy bkn d ciptakn utk awk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Rijal&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : hah?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;apa?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; kurg phm!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Chenta ; ceh!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;lgsg xr0mntk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; bru ckp ayt berbunga sket&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;dh xta0&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; hahaha&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Rijal&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : lorh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;mne sy ta0&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;pliss str8 2 de p0int!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Chenta : ok!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;sy nk clash!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; phm?!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Rijal&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : hah?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;clash?!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;pe 2?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;kueh ke/!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Chenta : sengal eh!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Rijal&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : mne de&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;sy xphm a&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;sy ank melayu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt 36pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;bkn 0mpth!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Chenta : ok!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;sy nk ptus!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Rijal&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : hah?!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; ptus?!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;npe plk?!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;bdn awk elok2 ag 2&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;npe nk mntk2 ptus lak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Chenta : warghhhhhhhhhhhh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;melmpau!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Rijal&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: awk (mulai serius)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;sy ne xde mkne lgsg ke lm hid0p awk 2?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Chenta : mksdnye?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Rijal&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : sy ne xbg kesn lgsg ke kt awk?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Chenta : mksdnye?(dy tme ne dh cdey gle2. dy phm je mksd laki 2)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Rijal&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : btol ke awk nk clash?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Chenta : yup!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Rijal&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : tp npe?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Chenta : sbb&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;j0dh sy bkn dgn awk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Rijal&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : mne awk ta0?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Chenta : memg sy xta0&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;yup&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt 36pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp; tp&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt 36pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;sy pcye ngn kte hati sy ne&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;=)=)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Rijal&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : smpai hati awk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;ckp je a&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;awk 2 dh ad org len&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Chenta : tduh ea?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;xbek ta0&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;awk, sy nk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;kte jnji&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;leps clash ne&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;kte dh xde pape hbgn&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;ok?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Rijal&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : tp npe wak?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Chenta : sy xnk!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;xphm bhse ke?!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Rijal&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: ok&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;andai itu tkdirnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;sy undur dri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;kedua2 air mata insn ini gugur,,msg2 mmbwa hati yg lara&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;jnji laki 2 lm hati...tidk dpt tdk\....chenta 2 kne jd is3 dy..2 jnji dy&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;chenta 2 pn hrp sgt2 yg laki 2 jd asben dy&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;tp dy hye mnyerh pd tkdir...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Dibalik cerita manusia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Engkau terkenal damai dan dingin&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Tapi tak tahu dibalik semua itu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Duri-duri menusuk hati&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Bongkahan batu menindih mimpi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Api meluluh lantahkan semua kenangan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Aku hanya bisa mengeluh menyesali semua&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Akankah dia masih bisa kembali menjadi saksi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Tuk merubah duri, batu, api menjadi sebuah erti&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Dan akulah keluh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Aku akan naik menjulang kelangit angkasa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Akulah nafas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Namun aku meloncat dari api&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Meloncat tinggi oleh cintaku&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Menguak rahsia tabir segala ini&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Dan butir pasir meluas menjadi padang sahara&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Tak mampu bandingkan kasih sayang itu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Aku masih sayang sama kamu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;span style="line-height: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Cambria;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 12pt;"&gt;Bermulanya sebuah kesah tentang seseorang yg bernama chenta. Olahan cerita hasil dari Karya asal daripada seseorang yg hanya mau di kenali sebagai &lt;span style="color: lime;"&gt;SA&lt;/span&gt; saje.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="line-height: 17pt; margin: 0cm 0cm 0pt; padding-bottom: 0px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://opieh.blogspot.com/2010/11/duka-lara-se0rg-pencinta-setia.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdBSOoFR3LjBPw0efGYonab2t6CKS0N8V5dlZjvIG8JiOA7m2OsIa6Ebfd6lCp1ju6u9f1cXQIXEEeMttymJtYj1Qu2xRInAphY_b5JR5YSIeSAiss0VRSOZqug6xoHlPkXNSL7NkePSI/s72-c?imgmax=800" width="72"/><thr:total>0</thr:total><author>puteri_mieya@yahoo.com.my (puteri mieya)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1324799153478274134.post-6558184981502934135</guid><pubDate>Sun, 21 Nov 2010 06:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-11-21T14:50:00.177+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">cerite</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">novel</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">rahsia</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Warkah</category><title>AQU DYEA KETIKA DULU</title><description>&lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff" size="5"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLAeFvscu3z2yTBlRPU2i1XKeveSK-UZaroyXdVwD9NrHymh9yebVstH8t4vtFFUfmN6ZhxO83LUAbrzyFDbtL3BUN7XgTsTu93_ESO7fGjwM4gMz2GEyMtGUdxLv78IkCbFvhV1SVJl9k/s1600-h/First-Love-Poem%5B5%5D.jpg"&gt;&lt;img style="background-image: none; border-bottom: 0px; border-left: 0px; margin: ; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; float: left; border-top: 0px; border-right: 0px; padding-top: 0px" title="First-Love-Poem" border="0" alt="First-Love-Poem" align="left" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwJErX4zWmlUag0fuZn3OutvgPBzIY9QJ4fg3EScKzKrFN8u_uxleTWWZKF8tHejEtzni9sANgUzZLs383xJc01tNoLHbkuEl5iXksKpNMMmDbldvlTgy5d1vw8A4o2DMC41HR92i8vDIU/?imgmax=800" width="259" height="291" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff" size="5"&gt;J&lt;/font&gt;ika kau telah membaca tulisan-tulisan yang terhampar dalam lembaran-lembaran ini, maka yang kau lihat adalah hati dan hidupku. Setiap huruf dan baris adalah langkah kakiku dalam menyusuri dimensi ini. Setiap kata adalah cermin dan alasan dari sikapku selama ini. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mentari mulai menjauh ke ufuk barat.. Masih terasa hangat sinarnya walau telah pudar diraut senja yang kian datang menyambutnya dengan alunan awan diatas langit Angin kian semerbak seperti waktu itu saat angin menerbangkan rambutnya di senja seperti ini saat kami menanti bergantinya hari di April tahun yang berlalu.. Aku bisa masih merasakan hangatnya angin yang berdesir di telingaku, membuatku semakin menutup mata menghayati angin di senja ini…Aku terbuai walau aku tau ini hanya sementara karena sebentar lagi semua ini akan berlalu sebentar lagi semua ini akan berlalu.. berlalu mendahului ku.. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Aku bukanlah jiwa yang tegar, sekali pandangan singgah ditingkap pasti merapuh, menerawang dan angin terkadang menghempaskan diriku jauh ke dalam jurang dan dasar mariwana. Diriku bukanlah manusia yang dapat hidup dalam keramaian dunia, sesungguhnya sejak telah lama aku tak melepaskan persahabatanku dengan malam dan kesendirian. Tak pernah mataku tenang, selalu berkaca-kaca kerna jiwaku adalah golakan emosi dan kesedihan.. Aku bukanlah seorang bijak, tapi tak lebih dari luahan amarah akan kenyataan.. Aku bukanlah penyair kata cinta, namun hanya jiwa yang mencari tempat untuk melepas lelah pencarianku dan tak pernah selama hidupku bermain dengan kesucian cinta. Aku bukanlah manusia yang keras, diriku tak lebih hanya berusaha menepati janji yang pernah terucap pada setiap manusia, walaupun sering ku terlambat tuk memenuhi janjinya.. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tersenyum untuk sesuatu yang tak kau mengerti dalam bayangan hati terbias semua segala suasana yang sudah tak mungkin lagi terulangi..cukup untuk dikenang walau harus terluka dan berlinang.. Kedua bola mata ini semakin berkaca-kaca mengalun pelahan bersama tenggelamnya suria dan harapan kosong diantara jejak-jejak bintang yang akupun tak tau jawabanya.. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Apa yang ku kuasai adalah menghimpun dan merangkum barisan kata-kata yang telah sejak lama bersemayam di dalam hatiku. Sebahagian dari mereka adalah penyempurnaan dari janjiku, sebahagian lainnya adalah masa lalu yang suram, sebahagian diantaranya adalah amarah, harapan, kenangan, kerinduan dan sebahagian lagi adalah ungkapan hatiku padamu yang sebenarnya, jika kau memahami isi dari tulisanku ini. Namun kesemuanya adalah kejujuran dari hatiku. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Termanggu menatap luar tingkap dan bayang sang suria yang masih menyilau di senja ini.. Aku masih beta di dalam ruang ini untuk bercerita cerita yang tak kunjung lelah dan berharap semuanya takkan usai di luput sang senja dinihari….Tak ada kata selamat tinggal untuknya.. Aku masih mencari erti setiap cahaya suria yang menelisik masuk melalui celah langsir tingkap bilikku. Menutup diri dalam bayangan hitam kelabu yang semakin tak tentu.. hahaha,,aku terjebak kerna diriku sendiri.. Dalam hidupku tak pernah ku memiliki banyak sahabat ataupun teman, dan sesungguhnya hingga sekarang ku hanya memiliki satu saja. Tempatku menitipkan seluruh rahsiaku, tempatku menguraikan airmata, tempatku bercermin atas segala tindakanku dan tempat berbagi atas dunia yang sempit dan menghimpit ini. Tak ada keraguan dan pengkhianatan atasnya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Aku tau apa yang kucari tapi aku pun tau bahwa aku mungkin saja tak mungkin tuk mendapat apa yang aku cari apa yang aku benci apa yang aku inginkan.. Apa yang sedang bermainkan di kepala otakku pada waktu ini..? Kenapa aku harus tersiksa untuk sekian lama.. Apakah seperti ini hukuman atas kekasaranku untuk tetap bersikap kepala batu…?? Lah aku terlalu emosional pada diriku sendiri sampai mengabaikan orang lain.. Orang yang semestinya ada disetiap detikku, yang semestinya menemani mimpi-mimpi dalam pulasnya tidurku.. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tuhanku memiliki hak atas hidupku, Tuhanku menciptakan cinta diantara kebencian dalam hatiku dan ku bersyukur atas kurnianya tersebut. Jika kau tak mengkhianati dan meninggalkanku maka ku kan terus menjaga dan mendampingimu. Sahabat, teman, bahagian hidup masa laluku, harapanku dan kau tempat bersemayam rasa sayangku, kenanglah diriku seperti apa yang kau inginkan namun ku kan mengenangmu sebagaimana adanya kerna aku adalah aku dan tak dapat menjadi seperti yang kau inginkan. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sesungguhnya diantara kebencian, ketakutan dan persahabatan, Tuhan telah menyisipkan rasa cinta diantaranya. Aku tak kuasa atasnya, maka izinkanlah ku mencintai, menyayangi, menjaga dan memberikan yang terbaik untukmu dan yang lain. Tak ada habisnya membahas jawaban dari waktu sampai suatu saat semua itu datang dengan sendirinya, sekeras apapun usahamu ikutilah setiap putaran jarum jam yang membawamu kedalam kehidupan sementara ini..dan senja ini setidaknya menghangatkanku dengan suasana seperti ini..dan apakah kau berpikir aku menyerah..?? Tidak, aku belum menyerah.. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p align="center"&gt;Aku mengetuk pada kenangan     &lt;br /&gt;Tak ada jawaban      &lt;br /&gt;Aku mengetuk pada harapan      &lt;br /&gt;Tak juga dihiraukan      &lt;br /&gt;Diantara kepingan dan runtuhan hati      &lt;br /&gt;Aku mencari      &lt;br /&gt;Diantara punah dan matinya hati      &lt;br /&gt;Aku menggali&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p align="center"&gt;Tersisa hanya kekosongan     &lt;br /&gt;Tak habis dipenuhi jika diisi      &lt;br /&gt;Terserap musnah tak berbekas      &lt;br /&gt;Tertarik dalamnya tak terukur luas&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p align="center"&gt;Jika tak berkenan kembali     &lt;br /&gt;Maka pergi bawalah juga ini hati      &lt;br /&gt;Remukkan dan hancurkan juga saja      &lt;br /&gt;Kerna mungkin aku telah tiada&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p align="center"&gt;Kisah kita&amp;#160; lembaran kertas tua     &lt;br /&gt;Dimana tinta yang tertera, samar namun masih terbaca      &lt;br /&gt;Ada senyum dan air mata di sana      &lt;br /&gt;Ada juga benci dan cinta yang dahulu menggelora&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p align="center"&gt;Kita sama bodohnya dahulu     &lt;br /&gt;Menipu masing-masing asa yang ada      &lt;br /&gt;Dalam kisah yang sama      &lt;br /&gt;Terbelenggu pada satu liku&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p align="center"&gt;Ketika senja pada akhir pelajaran dahulu     &lt;br /&gt;Kau tawarkan cokelat pada genggamanku      &lt;br /&gt;Satu senyummu terbias&amp;#160; yang aku benci saat itu      &lt;br /&gt;Tetap kau berkata: “untuk mu”&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p align="center"&gt;Aku tahu kau mengerti maksud tatapanku     &lt;br /&gt;Hingga kau terus berlari sesudahnya berlalu      &lt;br /&gt;Enggan menatap kembali kaku&amp;#160; wajahku      &lt;br /&gt;Sebelum kau kembali dan berteriak: “untuk mu”&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p align="center"&gt;Dan kita sama bodohnya dahulu     &lt;br /&gt;Menipu masing-masing asa yang ada      &lt;br /&gt;Dalam kisah yang berbeda      &lt;br /&gt;Tertipu pada satu rindu&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p align="center"&gt;Ketika malam dalam lelah dan hati yang patah     &lt;br /&gt;Kau kembali hadir menawarkan dulu yang aku pinta darimu      &lt;br /&gt;Walau kau tahu aku tak lagi memiliki utuh      &lt;br /&gt;Tetap kau berkata: “untuk mu”&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p align="center"&gt;Aku tahu dan mengerti makna isakmu     &lt;br /&gt;Hingga hilang tertelan segala suara dirimu      &lt;br /&gt;Enggan menerima segala penjelasanku      &lt;br /&gt;Parau kau tetap berkata: “untuk mu”&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p align="center"&gt;Dan kita sama bodohnya malam ini     &lt;br /&gt;Mengingat kembali apa yang tersisa di hati      &lt;br /&gt;Dalam kisah yang tak lagi kita miliki      &lt;br /&gt;Terhempas pada diri&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p align="center"&gt;Aku tahu dan mengerti makna dinding yang kini kau tuju     &lt;br /&gt;Aku tahu pernah menghancurkan mimpi dan hatimu      &lt;br /&gt;Aku tahu tak seharusnya lagi kau membuka kotak berdebu      &lt;br /&gt;Aku tahu, tak cukup maaf dilantunkan: “untuk mu”&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p align="center"&gt;     &lt;br /&gt;Kisah kita menjadi sengketa diantara mereka      &lt;br /&gt;Ketika awal dan akhir tiba bagi kita      &lt;br /&gt;Tetap mereka tak mengerti      &lt;br /&gt;Pada kisah yang kita miliki&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p align="center"&gt;Dan aku tahu masing-masing kita melindungi     &lt;br /&gt;Karena terlalu sulit bagi kita sendiri pahami      &lt;br /&gt;Biar kita miliki sendiri segala alasan ini      &lt;br /&gt;Biar kita juga pernah sendiri menangisi&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p align="center"&gt;Ketika kabar kau akan ditautkan pada satu simpul tiba pada ku     &lt;br /&gt;Aku tak mengerti pada logika orang tua mu      &lt;br /&gt;Seperti juga kau tak mengerti pada logika kotak kenanganku      &lt;br /&gt;Seperti juga kita tak mengerti pada takdir yang akhirnya dituju&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p align="center"&gt;Jika saja kau mampu menjadi sekeras batu     &lt;br /&gt;Kita kan beradu logika pada orang tuamu      &lt;br /&gt;Tapi aku pun tak mampu menjadi satu utuh padamu      &lt;br /&gt;Masih tertingkap pada kotak kenanganku&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p align="center"&gt;Ketika telah diputuskan     &lt;br /&gt;Dan kau tak ingin melawan      &lt;br /&gt;Tetap kau menangis pada pundakku      &lt;br /&gt;Berkata: “Tapi, aku tak ingin berpisah darimu”&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p align="center"&gt;Sungguh kesalahan ada padaku     &lt;br /&gt;Tak mampu bersikap, tak mampu berkata      &lt;br /&gt;Sungguh aku menyesal dalam duka maha bertahta      &lt;br /&gt;Ketika pernah merasa mimpi dan hatimu&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p align="center"&gt;Ketika kau pun telah ditautkan     &lt;br /&gt;Dan kau tak ingin melawan      &lt;br /&gt;Tetap kau mengirimkan pesan untukku      &lt;br /&gt;Berkata: “Tapi, aku masih merindukanmu”&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p align="center"&gt;Demi kebahagiaan yang seharusnya tak aku rampas begitu saja     &lt;br /&gt;Aku memohon padamu, lupakanlah kisah kita      &lt;br /&gt;Biar kita simpan sendiri segala alasan ini      &lt;br /&gt;Kerna mereka tak akan mengerti pada kisah yang pernah kita miliki&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p align="center"&gt;Semoga kamu meraih bahagia kembali      &lt;br /&gt;Yang pernah telah aku rampas dengan kasar dahulu.       &lt;br /&gt;Bentuklah keluargamu kali ini       &lt;br /&gt;seperti yang kalian berdua inginkan,       &lt;br /&gt;Bukan seperti yang kita pernah impikan...      &lt;br /&gt;Dan terima kasih atas segalanya       &lt;br /&gt;Kerna telah memaafkan diriku...      &lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;  </description><link>http://opieh.blogspot.com/2010/11/aqu-dyea-ketika-dulu.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwJErX4zWmlUag0fuZn3OutvgPBzIY9QJ4fg3EScKzKrFN8u_uxleTWWZKF8tHejEtzni9sANgUzZLs383xJc01tNoLHbkuEl5iXksKpNMMmDbldvlTgy5d1vw8A4o2DMC41HR92i8vDIU/s72-c?imgmax=800" width="72"/><thr:total>0</thr:total><author>puteri_mieya@yahoo.com.my (puteri mieya)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1324799153478274134.post-2907356295071662568</guid><pubDate>Fri, 12 Nov 2010 08:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-11-12T16:51:01.854+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">cerite</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">friends</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">novel</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungkanlah Hikmahnya</category><title>Benarkah Wanita Memerlukan Lelaki?</title><description>&lt;p align="justify"&gt;Mengapa wanita memerlukan lelaki di dalam hidupnya? Untuk beberapa waktu dahulu, ia begitu memukul-mukul kepala. Ya, apa perlu seorang wanita yang bebas mempertaruhkan sebahagian besar hidupnya kepada tangan seorang lelaki?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bukankah lebih hebat jalan dihujung minggu bersama kawan rapat, berkenyit-kenyitan mata kepada lelaki kacak yang saling tidak putus dan tidak lokek senyum tanda salam perkenalan?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saya mempunyai seorang rakan, sederhana cantik, tidak terlalu kurus tidak terlalu gemuk, tidak terlalu buruk, tidak terlalu jelita, manisnya ada, santunnya memikat orang tua, beragama juga kerana selalu sahaja diceritakan dia terhendap-hendap membawa sejadah masuk ke bilik stor kecil untuk solat, dan dia, sentiasa cuba gembira dengan kehidupannya yang solo? Tetapi saya fikir, saya faham apa yang berputar-putar dalam kepalanya. Dia tidak dapat berdusta betapa kebahagiaan cinta kawan-kawan membuatnya cemburu, dan membuatnya selalu terfikir-fikir: Apalah perasaan gadis yang dipuja dan dicintai hebat oleh seorang lelaki?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kawan, saya harap dia membaca artikel ini. Cinta tidak datang dipaksa-paksa. Cinta tidak juga datang kala kita mahukannya. Jika kita mahukan ia menjadi air, ia datang seperti api. Tetapi, jika kita bersabar dan menerima ketentuan Tuhan, seorang lelaki yang baik akan didatangkan kepada kita juga. Lelaki yang baik itu tidak turun dari langit. Lelaki yang baik itu juga tidak semestinya datang dengan kepala berketayap, janggut selambak atau harta membuak-buak.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tetapi lelaki yang baik, jika Tuhan mahukan dia menemani kita sepanjang hayat, membimbing kelakuan kita, menjaga kemurnian kalbu bersama-sama, mendidik, membuka jalan agar kita dapat memperdalami selok belok agama yang barangkali selama ini hanya menjadi pakaian dan lencana, dan memberikan kita zuriat yang halal lagi dirahmatiNya? Dia akan datang apabila tiba masanya. Lambat atau cepat, maafkan saya, kerana Allah itu yang lebih mengetahui.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kawan, kedatangan seorang lelaki dalam kehidupan seorang wanita seperti manusia kudung yang diberikan semula sebelah kakinya. Dia, menyempurnakan kita. Namun, tidak kira semasyhuk mana sekalipun perkasihan dua jantina, selain perkara yang cantik-cantik dan molek-molek, kita, wanita, harus bersedia menerima kehodohan-kehodohan perhubungan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kerana apabila kita mempersilakan seorang lelaki duduk di samping kita untuk sepanjang hayat, bererti kita harus langsung juga mempersilakan sekian masalahnya berbaring di bahu kita. Kerana itu tidak hairan jika kita mendengar ada di kalangan kita, gadis, yang merungut-rungut kerana tanggungjawabnya terhadap keperluan hidup lelaki tidak juga berkurangan walaupun belum lagi berkahwin.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ya, lelaki memang mendatangkan bahagia. Tetapi lelaki juga mendatangkan sengsara. Tetapi jika kita bijak menatangnya, semuanya pasti baik-baik sahaja. Namun itulah adat dalam perhubungan. Yang buruk-buruk pasti ada .Barangkali daripada si dia, barangkali juga daripada kita, tetapi kita harus cermat mengimbangkannya agar jodoh berkekalan ke hari tua?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bagi yang sedang galak bercinta dengan lelaki permata jiwa tetapi menerima tentangan famili dua pihak, jika anda fikir anda tidak mungkin mampu hidup bahagia tanpa restu ibu bapa, maka ada baiknya anda menyerah kalah saja. Walaupun tidak saling memiliki, dan cinta tidak juga diwali dan dinikahi, anda dan dia tetap pengantin di dalam jiwa. Barangkali sudah sampai masanya anda mencari sahaja lelaki lain untuk dibawa pulang menemui ibu bapa.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bercakap soal kahwin, beberapa kenalan rapat yang dewasa bersama-sama sejak zaman gatal-menggatal kenyit mengenyit kala di bangku pengajian, kini sudah disunting, dan bakal menjadi isteri kepada lelaki yang mereka cintai. Semoga mereka tak tersalah pilih. Dan semoga lelaki yang dipilih, melaksanakan tanggungjawab dan melunaskan hak suami isteri.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Wanita, kita dicipta dengan kemuliaan syahadah. Kerana benih seorang lelaki, kita ini tersenyawa, dikurnia tenaga sehingga kita mampu menyibak jalan keluar dari rahim ibu untuk melihat dunia. Kerana benih seorang lelaki, kita ini ditiupkan jiwa, menjadi manusia, dan mencari seorang lelaki untuk dicintai, sebagaimana ibu diilhamkan Tuhan untuk berkasih sayang dengan bapa. Dan kerana Tuhan yang Maha Kuasa dan Maha Pencipta, kita wanita, kita ini diciptakan daripada lengkungan rusuk kiri lelaki, tidak terlalu gaha sehingga mengenepi kudrat lelaki, tidak juga terlalu lemah sehingga jatuh menyembah kaki.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tetapi kerana ciptaan Tuhan itu indah, kita terbit daripada rusuk lelaki, bukan dekat kepala untuk dijunjungi, bukan dekat bahu untuk membebani, bukan dekat lengan untuk dijulangi, bukan dekat jari untuk disakiti, bukan dekat pinggul untuk dihenyaki, bukan dekat lutut untuk ditindihi, bukan dekat kaki untuk ditunggangi, tetapi dekat pelusuk hati? Untuk dimulia, disayangi dan dicintai.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Andai lelaki itu burung yang terbang, kita adalah angin lembut yang bersisir-sisiran sepanjang perjalanannya. Tetapi kerana fitrah kejadian Tuhan wanita itu kebergantungan hidupnya harus saja diserahkan kepada seorang lelaki yang boleh melindungi, maka kita pun tidak selamanya mahu menjadi angin semata-mata. Kita mahu menjadi bunga, menghias sayapnya. Kita mahu terus bersama-sama, terbang dari rendah perkebunan bunga sehingga ke sayup langit terbuka, sehingga jalannya yang paling hujung, sehingga kita tua, rapuh dan mati. Tetapi kita bahagia dalam dakapannya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Semoga kita semua diketemukan dengan jodoh yang baik...&lt;/p&gt;  </description><link>http://opieh.blogspot.com/2010/11/benarkah-wanita-memerlukan-lelaki.html</link><thr:total>0</thr:total><author>puteri_mieya@yahoo.com.my (puteri mieya)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1324799153478274134.post-6049828207085846193</guid><pubDate>Fri, 12 Nov 2010 07:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-11-12T15:26:55.518+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">isu semasa</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungkanlah Hikmahnya</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tazkirah</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Warkah</category><title>Kau yang terindah..</title><description>&lt;p align="justify"&gt;Wanita itu sebaik-sebaik ciptaannya. Wanita itu juga adalah rahsia. Itulah ungkapan dan kata-kata yang sering saya dengar. Mana mungkin maruah wanita bisa jatuh dan hina di sisi penciptaNya jika syariat menjadi pegangan hidup. Namun pada hari ini, di manakah kesilapan wanita dalah aspek penutupan aurat.Mari sama-sama kita muhasabah diri dan berpesan-pesan antara kita. Kesalahannya:&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;Aurat itu adalah memakai tudung sahaja.&lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Bertudung tetapi ber T-shirt dengan berlengan pendek.&lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Betudung tapi berkebaya dengan kain terbelah&lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Bertudung tapi bajunya sendat dan nipis lalu memaparkan apa yang tidak sepatutnya&lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Bertudung tetapi amat longgar dan menayangkan jambul dan hujung rambutnya.&lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Bertudung tapi hanya di pakai di pejabat .Tidak di sekitar rumah, pasaraya dan sebagainya.&lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Bertudung tetapi tudungnya dilempar ke belakang,maka terdedahlah dadanya dari ditutupi kain tudung.&lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Bertudung dengan tudung yang nipis sehingga boleh dilihat tengkuknya.&lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Asasnya dari firman Allah s.w.t :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Hendaknya mereka itu melabuhkan tudungnya sampai ke dadanya, dan janganlah kamu mendedahkan aurat dan perhiasan kamu kecuali apa yang terzahir. ”(an-Nur: 31)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Setiap perempuan Islam wajib menutup kepalanya dengan tudung dan bahagian dadanya termasuk juga leher, sehingga semua tempat-tempat yang boleh membawa fitnah tertutup dari perkara yang memungkinkan dilihat oleh orang-orang yang jahat hatinya. Terdetik malu apabila diri ini terbayangkannya. Subhanallah Allah masih sayangkan kita wahai wanita.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Menurut Syeikh Dr Yusof Al-Qaradawi yang dimaksud perhiasan perempuan dalam ayat itu pula, iaitu apa saja yang dipakai berhias dan untuk mempercantik tubuh, baik berbentuk ciptaan asli seperti wajah, rambut dan potongan tubuh, ataupun buatan seperti pakaian, perhiasan, make-up dan sebagainya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Amat jelas dari dalil al-Quran dan al-Hadith bahawa Islam mengharamkan perempuan memakai pakaian yang membentuk dan nipis sehingga nampak kulitnya. Termasuk diantaranya ialah pakaian yang dapat menampakkan bahagian-bahagian tubuh, khususnya tempat-tempat yang membawa fitnah, seperti bahagian dada, paha, dan sebagainya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Dan hendaknya mereka itu tidak menampak-nampakkan aurat dan perhiasannya kecuali terhadap suami atau ayahnya.” (an-Nur: 31)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dalam hadisnya yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah s.a.w. bersabda:&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Ada dua golongan dari ahli neraka yang belum pernah saya lihat keduanya itu: (l) Kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi yang mereka pakai buat memukul orang (penguasa yang kejam); (2) Perempuan-perempuan yang berpakaian tetapi telanjang, yang cenderung kepada perbuatan maksiat dan mencenderungkan orang lain kepada perbuatan maksiat, rambutnya sebesar punuk unta. Mereka ini tidak akan boleh masuk syurga, serta tidak dapat akan mencium bau syurga, padahal bau syurga itu tercium sejauh perjalanan demikian dan demikian.” (Riwayat Muslim)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;‘Bukhtun’ adalah salah satu macam daripada unta yang mempunyai kelasa (punuk) besar; rambut orang-orang perempuan seperti punuk unta tersebut karena rambutnya ditarik ke atas.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Disebalik keghaiban ini, seolah-olah Rasulullah melihat apa yang terjadi di zaman sekarang ini yang kini diwujudkan dalam bentuk dandanan rambut, dengan pelbagai macam bentuk dalam salon-salon kecantikan. Fenomena hari ini boleh dilihat seperti hari ini.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;TUNTUTAN MENUTUP AURAT&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Berdasarkan dalil Al-Quran dan al-Hadith, amat jelas bahawa isu aurat bukanlah isu remeh dan cabang. Ia adalah termasuk dalam katergori hukum qati’e dan usul. Malah ia juga merupakan salah satu dosa utama yang amat diperjuangkan oleh Syaitan. Ini adalah kerana, dengan terbukanya aurat, maka ia boleh mencambahkan dan bertambah dosa-dosa lain seperti zina, mengandung anak luar nikah, bercerai suami isteri akibat curang, membunuh anak luar nikah, putusnya hubungan keluarga dan pelbagai lagi. Perihal Syaitan mensasarkan dosa ‘buka aurat’ ini sebagai dosa pilihan utamanya ada disebutkan dalam Al-Quran dari firman Allah ertinya :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Maka Syaitan membisikkan fikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya yang tertutup dari mereka iaitu auratnya&amp;quot;Al-A’raf : 20)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Perbezaan dengan binatang.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Allah SWT berfirman :&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;quot; Wahai anak Adam, telah kami turunkan buat kamu pakaian yang boleh menutup aurat-aurat kamu dan untuk perhiasan&amp;quot; ( Al-A’raf : 26)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Penutupan aurat jelas ditujukan kepada sesiapa sahaja dirinya bergelar anak adam. Tepuk dada tanyalah iman. Sebagai ujian bagi manusia untuk melihat tahap ketaatan mereka kepada Allah SWT. Saya kira jelas dalam firman Allah dalam kitabnya yang maha agung.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dijadikan hidup dan mati adalah untuk menguji siapakah yang terlebih baik amalannya” (Al-Mulk : 2)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;DON’T JUDGE A BOOK BY ITS COVER&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ungkapan ini sering kali &amp;quot;kita&amp;quot; dengar. Kata-kata dari wanita yang tidak menutup aurat sering kali berkata bahawa hati mereka bersih dan suci walaupun mereka tidak bertudung. Memang bukan hak kita untuk menilai dan menghukum. Kerna yang di atas adalah selayak-layaknya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mereka sering kali kita mendegar orang yang bertudung juga melakukan kesalahan, berzina berkhalwat,mengadu domba dan sebagainya. Hati saya ikhlas walaupun saya tidak bertudung bertelingkup. Hakikatnya, sesuatu untuk baik dan suci mestilah ditentukan mengikut neraca Allah dan RasulNya, bukannya neraca pemikiran kita semata-mata. Jika merujuk kepada neraca Islam, Nabi SAW pernah bersabda ertinya :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Ketahuilah, bahawa di dalam diri anak Adam itu ada seketul daging, yang bila ianya baik maka baik seseorang itu, dan apabila buruk, buruklah amalan seseorang itu, ketahuilah, ia adalah hati” (Riwayat Muslim)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Boleh terus kepada kesimpulannya??&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Wajarnya, kebaikan dan keikhlasan hati seseorang boleh dilihat dengan jelas melalui tindak tandukya. Maksudnya, apabila tindakannya sentiasa menyalahi kehendak dan hukum dalam syariat islam. Ia petunjuk hatinya masih kotor. Lakukanlah dengan semuanya bersyariat.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;We can judge a book by its cover in certain situation iaitu apabila perkara asas Islam dilanggar,maka sudah tentu “that cover is reflecting what’s inside the heart of a person” . Pengalaman, perjalanan dan apa yang berlaku dalam kehidupan kita dilihat sejelas-jelasnya. Belajar dan terus belajar sehingga kini.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kau yang terindah Wanita..&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Allahua’lam.&lt;/p&gt;  </description><link>http://opieh.blogspot.com/2010/11/kau-yang-terindah.html</link><thr:total>0</thr:total><author>puteri_mieya@yahoo.com.my (puteri mieya)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1324799153478274134.post-7642927684698046210</guid><pubDate>Thu, 11 Nov 2010 12:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-11-11T20:41:55.110+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungkanlah Hikmahnya</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tazkirah</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Warkah</category><title>FIKIR DAN INSAFI</title><description>&lt;p align="justify"&gt;****************************************************   &lt;br /&gt;MUTIARA MINDA    &lt;br /&gt;Teringat pesan ayahanda...&amp;quot;sudahkah di Qada' Solat yang lepas-lepas? Jika tidak ingat, gantikanlah dengan mengira berapa usia kita sekarang ditolak kira-kira 10 tahun dari mula akil baligh kita... &amp;quot; Subhanallah, betapa alpa nya kami... sesungguhnya Engkau maha penerima taubat...    &lt;br /&gt;****************************************************    &lt;br /&gt;Peringatan buat diriku yang sering lupa... ... ..    &lt;br /&gt;Adakah kita seorang Islam ?    &lt;br /&gt;Pernahkah kita terfikir... Hidup kita ini hanyalah sementara. Sampai masanya kita akan pergi menemui Allah. Apakah bekalan dan persediaan kita menempuh hari kematian. Dalam kita mengejar kejayaan dunia,kita sering lupa bahawa tujuan hidup kita yang sebenar... apakah pilihan kita?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Beruntunglah orang-orang yang berebut-rebut menagih ihsan dan kasih sayang&amp;#160; Allah. Sesungguhnya keredhaan Allah yang kita cari. Dunia yang semakin tua ini sering dilandamasalah, bermula daripada jerebu, kegawatan ekonomi, timbul pula gejala murtad... Fitnah.. gempa bumi, peperangan dan bermacam-macam lagi. Ini sebenarnya adalah ujian Allah kepada kita. Adakah kita benar-benar menginsafinya. Semua ini juga adalah bala!! Tanda kemurkaan Allah!! Adakah kita benar-benar seorang Islam ? Maka,adakah kita fikir bahawa kejayaan kita di Universiti dapat membawa kita ke Syurga? Adakah kita fikir bahawa kejayaan kita adalah kerana usaha dan ikhtiar anda sendiri. Tidak malukah kita mengaku diri kita hebat, bijak, rajin ... walhal semuanya adalah kurnia Allah. Segala kelebihan yang ada pada kita adalah datangnya dari Allah. Apakah kita fikir Allah itu akan menyukai hambaNya yang tidak bersyukur.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Adakah kita yakin kita seorang Islam Sedangkan Rabiatul Adawiyah tidak mahu melupakan Allah walau sedetik sekalipun. Hassan Al-Basri pula menangis sampai berjujuran airmata kerana menyesal melupai Allah dalam beberapa minit. Tetapi, mengapa kita masih leka buai perasaan... Tidakkah kita berasa rugi kerana kurang berzikir kepada Allah.. Tidakkah kita berasa rugi kerana kurang berselawat kepada Rasulullah...&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Siapa diri kita sebenarnya!!!! Firaun Tentu tidak.. jadi, siapa kita sebenarnya, wahai manusia yang berasal dari sekepal tanah yang hina!!!!Apakah kita yakin kita bertuhankan Allah ? Maka, mengapa kita tidak mahu mengejar Dia... Mengapa kita masih mendedahkan aurat. Mengapa kita masih tidak mahu menuntut ilmu. Syariat,Tariqat, Hakikat, dan Makrifat. Feqah dan Tasauf...Dapat kah kita menghuraikan cabang-cabang ilmu tersebut.. Tidak malukah kita kerana gagal menghuraikannya, jauh dari mengamalkannya. Adakah kita harus mempersalahkan puak-puak kristian yang berjaya memurtadkan ribuan umat Islam jika kita sendiri gagal memperhebatkan pertahanan diri. Ketahuilah... sesungguhnya Iblis itu amat suka kepada mereka yang tidak berilmu.. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sedarilah bahawa, kejahilan boleh menyebabkan dosa.Kita tidak takut dosa.Berapa banyak amalan kita yang boleh menghapuskan dosa seharian Apakah kita begitu yakin untuk menempuh akhirat ? Siapakah kita menjelang hari kematian? Adakah kita seorang Islam. Bersediakah kita berhadapan dengan malaikat maut. Apakah kita merasakan diri kita terlalu mulia sehingga tidak ada daya untuk menjauhkan diri dari perbuatan mungkar. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kita pergi kuliah, pergi kerja ** kita yakin kita telah menutup aurat?   &lt;br /&gt;Kita solat ... ** kita yakin solat kita tidak tercela?    &lt;br /&gt;Kita makan ... ** kita yakin rezeki yang kita jamah diredhai Allah?    &lt;br /&gt;Kita minum ... ** kita yakin di akhirat kelak kita akan dapat minum seperti yang kita minum&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;sekarang?   &lt;br /&gt;Kita ketawa .. ** kita tidak malu pada Allah?    &lt;br /&gt;Kita cemerlang dalam SPM,PASCAL, LOGIK, TITAS,C++, ... ** kita yakin semua itu dapat membantu kita menjelangnya fitnah kubur?    &lt;br /&gt;Kita berpuasa ** kita yakin puasa kita mulia sehingga dapat membela kita di hari akhirat?    &lt;br /&gt;Kita sihat .. ** kita yakin Allah muliakan kita?    &lt;br /&gt;Kita sakit .. ** kita tidak malu pada Allah kerana menarik balik nikmat kesihatan?    &lt;br /&gt;Siapa Kita ? Kita adalah manusia yang berasal dari sekepal tanah yang hina dina.. betapa hinanya kita... tapi, kita masih mampu tersenyum dan tertawa. Bersedialah menempuh hari selepas kematian, bersedialah untukmenempuh sakaratul maut. Burulah cinta ALLAH, sebelum Allah menutup pintu rahmatnya. Sesungguhnya kematian itu adalah sesuatu yang PASTI... ... !!!!    &lt;br /&gt;Siapa kita... . ?    &lt;br /&gt;Wallahu'alam ...    &lt;br /&gt;****************************************************    &lt;br /&gt;4 IBU UTAMA    &lt;br /&gt;A) Nabi S.A.W bersabda yang bermaksud:    &lt;br /&gt;Ada 4 di pandang sebagai ibu iaitu:    &lt;br /&gt;1) Ibu dari segala UBAT adalah SEDIKIT MAKAN.    &lt;br /&gt;2) Ibu dari segala ADAB adalah SEDIKIT BERCAKAP    &lt;br /&gt;3) Ibu dari segala IBADAT adalah TAKUT BUAT DOSA    &lt;br /&gt;4) Ibu dari segala CITA CITA adalah SABAR    &lt;br /&gt;B) Berpesan-pesanlah kepada kebenaran dan Kesabaran.    &lt;br /&gt;C) Beberapa kata renungan :    &lt;br /&gt;Orang yang tidak melakukan sholat pada :    &lt;br /&gt;Subuh : Dijauhkan cahaya muka yang bersinar    &lt;br /&gt;Zhuhur : Tidak diberikan berkah dalam rezekinya    &lt;br /&gt;Asar : Dijauhkan dari kesehatan / kekuatan    &lt;br /&gt;Maghrib : Tidak diberi santunan oleh anak-anaknya.    &lt;br /&gt;Isha' : Dijauhkan kedamaian dalam tidurnyaAl-Quran:    &lt;br /&gt;Sembahyanglah sebelum kau disembahyangkan oleh orang lain!!!&lt;/p&gt;  </description><link>http://opieh.blogspot.com/2010/11/fikir-dan-insafi.html</link><thr:total>0</thr:total><author>puteri_mieya@yahoo.com.my (puteri mieya)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1324799153478274134.post-2965989848621692164</guid><pubDate>Sat, 06 Nov 2010 05:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-11-06T13:52:22.313+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">cerite</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">friends</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Warkah</category><title>My lover..</title><description>&lt;p align="justify"&gt;Dengan di iringi lagu nan sendu yang membuka kotak fikiranku, aku mulai duduk di hadapan latopku sesambil jari menekan punat keyboard dengan mengharapkan sebuah tulisan ini…Tak peduli lagi bagaimana aku menjalani hidup, tak peduli lagi takdir memberikan kebahagiaan yang terasa tak adil bagiku…apa yang ku mulai dengan bahagia hanya berakhir dengan kelukaan.. Bukankah itu tidak adil? Siapa lagi yang boleh menahan sakit seperti ini..? aku hanya seorang insan yang mempunyai hati untuk mencintai, yang terlalu percaya pada keajaiban, yang terlalu percaya pada kesetiaan, yang akhirnya hanya sebuah cerita kosong belaka..! Aku begitu emosional..entah kenapa semuanya mengalir begitu saja, aku memang jenuh dengan keadaan seperti ini.. sungguh begitu jenuh..&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Selalu saja berakhir dan berakhir pada hati yang terluka, berhenti pada saat langkah baru saja bermula, padam pada saat mulanya bersinar terang…,perasaanku seperti ditampar di hadapan orang ramai..sungguh menyedihkan yang menjadi pribadi dalam kehidupan yang selalu merelakan harga diri di cemuhi, bersendiriaan dan keriangan dalam kesunyiaan…tapi aku masih percaya Tuhan, aku masih percaya semua adalah anugerah, ia anugerah yang terbaik untukku… mungkin orang sepertiku belum pantas tuk bahagia…belum pantas tertawa dengan hati, belum pantas tersenyum penuh tulus tanpa pura-pura bahwa semuanya baik-baik saja..&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dalam kecemukan hati meluahkan bait kata yang tersirat dalam hati dan kotak fikiranku ini, tanpa di sedari hujan rintik yang turun malu-malu membuat kesedihan ini semakin syahdu bersatu menjadi lantunan nada dan nyanyian sang malam….bulan yang semakin&amp;#160; meredup tertutup awan gelap membawa jiwaku yang kosong kedalam luasnya kehampaan sukma yang tak tertahankan…betapa aku tak pernah menyedari cinta itu hanya khayalan..hanya sebuah dongeng indah yang tak pernah ada di dunia nyata ku, di dunia luka ku… kemanapun aku berlari, kemanapun aku bersembunyi, semuanya tak bererti, karena semua kegelisahan ini terus menerus menyakitiku dan semakin menyakitiku..&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bintang harapan tak lagi bersinar, suara yang pernah mencintaiku kini meninggalkanku… bertapa kesunyiaan ini semakin melelahkan saat hati ini seperti ruang yang sepi dan tak pantas untuk disinggahi…Saat bermulanya pisah dengan harapan, Saat bermulanya menerima suara yang sudah lama tak berderai.. biarlah aku menjadi budak dari kegilaan hatiku, biarlah kesakitan ini menjadi pengubat rindu kesunyian, dan biarlah kesendirian ini semakin merapuhkan hati yang hampir mati…&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ku hanya mampu mengharapkan suatu hari nti kamu dapat menemui insan yg lebih baik.. yang sentiasa dapat memberikan keceriaan dalam hidupmu, memandu hidupmu kejalan yg di redhai, menjadi pelindungmu dunia akhirat..hanya doaku mampu mengiringimu agar mu sentiasa ceria bersama orang-orang tersayang.. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;kesunyian yang tak akan berakhir,, mungkin tiada akhirnya dalam hidup ku,,&lt;img style="border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-top-style: none; border-right-style: none" class="wlEmoticon wlEmoticon-redheart" alt="Red heart" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-tZslSGvtKDw2M1Sc0IM0xtQhoLsBSHBxDDlcVH1QCJeno4n5PjPRfvId8Wcbm4wfb2N3MkuE9oQsdcyTJOmGQGzQwJza3FvzEz1CiTcfomO22gFX5Y-vPUicE-eCoKoYk3KmaapQ_z8Q/?imgmax=800" /&gt;&lt;img style="border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-top-style: none; border-right-style: none" class="wlEmoticon wlEmoticon-smile" alt="Smile" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1cVGcwQynnotG4oqB9TTf4NrgA6IdT6_Vv3YKou736RUxRjB7pOtVQ_1A0lZnRQsfU7AQBYrNQELZsTSsU2oq5vGIFt7bpxzOXkf8Mzirmzutl4snSSx2b4-AQZXt9uctjGlTW_JzNO0I/?imgmax=800" /&gt;&lt;img style="border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-top-style: none; border-right-style: none" class="wlEmoticon wlEmoticon-redheart" alt="Red heart" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-tZslSGvtKDw2M1Sc0IM0xtQhoLsBSHBxDDlcVH1QCJeno4n5PjPRfvId8Wcbm4wfb2N3MkuE9oQsdcyTJOmGQGzQwJza3FvzEz1CiTcfomO22gFX5Y-vPUicE-eCoKoYk3KmaapQ_z8Q/?imgmax=800" /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;   &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p align="center"&gt;I can tell even if you try to hide it..     &lt;br /&gt;can’t you defend on me..      &lt;br /&gt;because..      &lt;br /&gt;I want to laugh with you when you laugh..      &lt;br /&gt;when you’re happy, I want to be happy with you..      &lt;br /&gt;when it’s hard on you,, I want to share the burden..      &lt;br /&gt;when you’re in pain,, I want to cry with you..      &lt;br /&gt;that’s what a love is,, right..&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;div style="padding-bottom: 0px; margin: 0px auto; padding-left: 0px; width: 448px; padding-right: 0px; display: block; float: none; padding-top: 0px" id="scid:5737277B-5D6D-4f48-ABFC-DD9C333F4C5D:01c66cd5-4e28-4f77-b8c8-36c60085421f" class="wlWriterEditableSmartContent"&gt;&lt;div id="84d00b89-fe6b-4df8-963c-813792d5bde4" style="margin: 0px; padding: 0px; display: inline;"&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=6QyVil0dwhk" target="_new"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjqALSYJl9y41bUzH1t6sYNbRkuFF4eP31MxGO5s7bsr382lYPqArA1F3zUE5cgML5DPDDvJoMNAD2FrAnTsgWpYz_7SkIzcTCDL9XcUrrYiugME0q1EnMsqKONIKZGaMCPDW5eWICRBabL/?imgmax=800" style="border-style: none" galleryimg="no" onload="var downlevelDiv = document.getElementById('84d00b89-fe6b-4df8-963c-813792d5bde4'); downlevelDiv.innerHTML = &amp;quot;&amp;lt;div&amp;gt;&amp;lt;object width=\&amp;quot;448\&amp;quot; height=\&amp;quot;252\&amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;param name=\&amp;quot;movie\&amp;quot; value=\&amp;quot;http://www.youtube.com/v/6QyVil0dwhk?hl=en&amp;amp;hd=1\&amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;\/param&amp;gt;&amp;lt;embed src=\&amp;quot;http://www.youtube.com/v/6QyVil0dwhk?hl=en&amp;amp;hd=1\&amp;quot; type=\&amp;quot;application/x-shockwave-flash\&amp;quot; width=\&amp;quot;448\&amp;quot; height=\&amp;quot;252\&amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;\/embed&amp;gt;&amp;lt;\/object&amp;gt;&amp;lt;\/div&amp;gt;&amp;quot;;" alt=""&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;  </description><link>http://opieh.blogspot.com/2010/11/my-lover.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-tZslSGvtKDw2M1Sc0IM0xtQhoLsBSHBxDDlcVH1QCJeno4n5PjPRfvId8Wcbm4wfb2N3MkuE9oQsdcyTJOmGQGzQwJza3FvzEz1CiTcfomO22gFX5Y-vPUicE-eCoKoYk3KmaapQ_z8Q/s72-c?imgmax=800" width="72"/><thr:total>0</thr:total><author>puteri_mieya@yahoo.com.my (puteri mieya)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1324799153478274134.post-7887647712091971304</guid><pubDate>Thu, 04 Nov 2010 10:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-11-04T18:20:40.707+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungkanlah Hikmahnya</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tazkirah</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Warkah</category><title>25 PESANAN</title><description>&lt;ol&gt;   &lt;p align="justify"&gt;1. Hai anakku: ketahuilah, sesungguhnya dunia ini bagaikan lautan yg dalam, banyak manusia yg karam ke dalamnya. Bila engkau ingin selamat, agar jangan karam, layarilah lautan itu dengan SAMPAN yg bernama TAKWA, ISInya ialah IMAN dan LAYARnya adalah TAWAKKAL kepada ALLAH.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;2. Orang - orang yg sentiasa menyediakan dirinya utk menerima nasihat, maka dirinya akan mendapat penjagaan dari ALLAH. Orang yg insaf dan sedar setalah menerima nasihat orang lain, dia akan sentiasa menerima kemulian dari ALLAH juga.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;3. Hai anakku; orang yg merasa dirinya hina dan rendah diri dalam beribadat dan taat kpd ALLAH, maka dia tawadduk kepada ALLAH, dia akan lebih dekat kepada ALLAH dan selalu berusaha menghindarkan maksiat kepada ALLAH. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;4. Hai anakku; seandainya ibubapamu marah kepadamu kerana kesilapan yang dilakukanmu, maka marahnya ibubapamu adalah bagaikan baja bagi tanam tanaman. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;5. Jauhkan dirimu dari berhutang, kerana sesungguhnya berhutang itu boleh menjadikan dirimu hina di waktu siang dan gelisah di waktu malam.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;6. Dan selalulah berharap kpd ALLAH tentang sesuatu yg menyebabkan untuk tidak menderhakai ALLAH. Takutlah kpd ALLAH dengan sebenar benar takut ( takwa ), tentulah engkau akan terlepas dr sifat berputus asa dari rahmat ALLAH. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;7. Hai anakku; seorang pendusta akan lekas hilang air mukanya kerana tidak dipercayai orang dan seorang yg telah rosak akhlaknya akan sentiasa banyak melamunkan hal hal yg tidak benar. Ketahuilah, memindahkan batu besar dr tempatnya semula itu lebih mudah drpd memberi pengertian kpd orang yg tidak mahu mengerti.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;8. Hai anakku; engkau telah merasakan betapa beratnya mengankat batu besar dan besi yg amat berat, tetapi akan lebih lagi drpd semua itu, adalah bilamana engkau mempunyai tetangga (jiran) yg jahat. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;9. Hai anakku; janganlah engkau mengirimkan orang yg bodoh sebagai utusan. Maka bila tidak ada orang yang cerdik, sebaiknya dirimulah saja yang layak menjadi utusan. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;10. Jauhilah bersifat dusta, sebab dusta itu mudah dilakukan, bagaikan memakan daging burung, padahal sedikit sahaja berdusta itu telah memberikan akibat yg berbahaya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;11. Hai anakku; bila engkau mempunyai dua pilihan, takziah orang mati atau hadir majlis perkahwinan, pilihlah utk menziarahi orang mati, sebab ianya akan mengingatkanmu kepada kampung akhirat sedang kan menghadiri pesta perkahwinan hanya mengingatkan dirimu kepada kesenangan duniawi sahaja.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;12. Janganlah engkau makan sampai kenyang yg berlebihan, kerana sesungguhnya makan yg terlalu kenyang itu adalah lebih baiknya bila makanan itu diberikan kpd anjing sahaja. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;13. Hai anakku; janganlah engkau langsung menelan sahaja kerana manisnya barang dan janganlah langsung memuntahkan saja pahitnya sesuatu barang itu, kerana manis belum tentu menimbulkan kesegaran dan pahit itu belum tentu menimbulkan kesengsaraan. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;14. Makanlah makananmu bersama sama dengan orang orang yg takwa dan musyawarahlah urusanmu dengan para alim ulamak dengan cara meminta nasihat dari mereka.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;15. Hai anakku; bukanlah satu kebaikan namanya bilamana engkau selalu mencari ilmu tetapi engkau tidak pernah mengamalkannya. Hal itu tidak ubah bagaikan orang yg mencari kayu bakar, maka setelah banyak ia tidak mampu memikulnya, padahal ia masih mahu menambahkannya&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;16. Hai anakku; bilamana engkau mahu mencari kawan sejati, maka ujilah terlebih dahulu dengan berpura pura membuat dia marah. Bilamana dalam kemarahan itu dia masih berusaha menginsafkan kamu,maka bolehlah engkau mengambil dia sebagai kawan. Bila tidak demikian, maka berhati hatilah. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;17. Selalulah baik tuturkata dan halus budibahasamu serta manis wajahmu, dengan demikian engkau akan disukai orang melebihi sukanya seseorang terhadap orang lain yg pernah memberikan barang yg berharga. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;18. Hai anakku; bila engkau berteman, tempatkanlah dirimu padanyasebagai orang yg tidak mengharapkan sesuatu daripadanya. Namun biarkanlah dia yg mengharapkan sesuatu darimu.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;19. Jadikanlah dirimu dalam segala tingkahlaku sebagai orang yg tidak ingin menerima pujian atau mengharap sanjungan orang lain kerana itu adalah sifat riya~ yg akan mendatangkan cela pd dirimu. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;20. Hai anakku; janganlah engkau condong kpd urusan dunia dan hatimu selalu disusahkan olah dunia saja kerana engkau diciptakan ALLAH bukanlah untuk dunia sahaja. Sesungguhnya tiada makhluk yang lebih hina daripada orang yang terpedaya dengan dunianya. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;21. Hai anakku; usahakanlah agar mulutmu jangan mengeluarkan kata kata yg busuk dan kotor serta kasar, kerana engkau akan lebih selamat bila berdiam diri. Kalau berbicara, usahakanlah agar bicaramu mendatangkan manfaat bagi orang lain. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;22. Hai anakku; janganlah engkau mudah ketawa kalau bukan kerana sesuatu yg menggelikan, janganlah engkau berjalan tanpa tujuan yg pasti, janganlah engkau bertanya sesuatun yang tidak ada guna bagimu, janganlah mensia siakan hartamu. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;23. Barang sesiapa yg penyayang tentu akan disayangi, sesiapa yg pendiam akan selamat daripada berkata yg mengandungi racun, dan sesiapa yg tidak dapat menahan lidahnya dr berkata kotor tentu akan menyesal. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;24. Hai anakku; bergaullah rapat dengan orang yg alim lagi berilmu. Perhatikanlah kata nasihatnya kerana sesungguhnya sejuklah hati ini mendengarkan nasihatnya, hiduplah hati ini dengan cahaya hikmah dari mutiara kata katanya bagaikan tanah yg subur lalu disirami air hujan. &lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;25. Hai anakku; ambillah harta dunia sekadar keperluanmu sahaja, dan nafkahkanlah yg selebihnya untuk bekalan akhiratmu. Jangan engkau tendang dunia ini ke keranjang atau bakul sampah kerana nanti engkau akan menjadi pengemis yang membuat beban orang lain. Sebaliknya janganlah engkau peluk dunia ini serta meneguk habis airnya kerana sesungguhnya yg engkau makan dan pakai itu adalah tanah belaka. Janganlah engkau bertemankan dengan orang yg bersifat talam dua muka, kelak akan membinasakan dirimu.&lt;/p&gt; &lt;/ol&gt;  </description><link>http://opieh.blogspot.com/2010/11/25-pesanan.html</link><thr:total>0</thr:total><author>puteri_mieya@yahoo.com.my (puteri mieya)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1324799153478274134.post-4542578960634084534</guid><pubDate>Sun, 31 Oct 2010 14:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-10-31T22:36:37.892+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">cerite</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">friends</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Warkah</category><title>Live with the 3 E&amp;#39;s N the 3 F&amp;#39;s</title><description>&lt;p&gt;Life is as we make it. So let's make it right. It's the only way we will enjoy it.   &lt;br /&gt;Pick up some useful tips and let they become your habits.    &lt;br /&gt;In the morning when you wake up complete the following statement:&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXpoUhL7TXB7Om4228VQa_kCDnCkkZCSxbKZCjEWTWufwEZAb-7Ft_FmgUEBt5e8Ve1VVDcGjIVPFt7UBo4LwxwKiOiDaU4SmT8W4ovPXPS6e_C3JTKP7Vf3iEg9ZSUBykyHGRdBf6hZdi/s1600-h/happy-life-03%5B3%5D.jpg"&gt;&lt;img style="background-image: none; border-bottom: 0px; border-left: 0px; margin: ; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; border-top: 0px; border-right: 0px; padding-top: 0px" title="happy-life-03" border="0" alt="happy-life-03" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3HI4TbjBKgQ_fv1RLvjFgUVQy63ZSfYJyD0ZFHt28SWEBnsi-HtOIsPNHw5S8i4M3mFUPcdZBUGkldkmJSagOrW23Zc7bA-bovqr29ys1sKPB25qgwyHCcdijaxglUZxy6C9pNg_fqIuc/?imgmax=800" width="485" height="375" /&gt;&lt;/a&gt;    &lt;br /&gt;&amp;quot;My purpose is to …... today.&amp;quot;    &lt;br /&gt;Sit in silence for at least 10 minutes each day.    &lt;br /&gt;Every day take a half hour walk and while walking, smile.    &lt;br /&gt;Each day try to make at least three people smile.    &lt;br /&gt;Spend more time with people under the age of six and over the age of 70&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;   &lt;br /&gt;Dream more while you are awake.    &lt;br /&gt;Realize that life is a school and you are here to learn and pass all your tests. Problems are simply part of the curriculum that appear and fade away like algebra class, but the lessons you learn will last a lifetime.    &lt;br /&gt;Smile and laugh more. It will keep the energy vampires away.    &lt;br /&gt;Life isn't fair, but it's still good.    &lt;br /&gt;Life is too short to waste time hating anyone.    &lt;br /&gt;You don't have to win every argument. Agree to disagreements.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;   &lt;br /&gt;Don't take yourself so serious. No one else does.    &lt;br /&gt;Make peace with your past,     &lt;br /&gt;so it won't mess up the present.    &lt;br /&gt;No one is in charge of your happiness except you.    &lt;br /&gt;Forgive everyone for everything.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;   &lt;br /&gt;What other people think of you is none of your business.    &lt;br /&gt;Don't compare your life with others.     &lt;br /&gt;You have no idea what their journey is all about.    &lt;br /&gt;Burn the candles, use the nice sheets. Don't save it for a special occasion.     &lt;br /&gt;Today is special.    &lt;br /&gt;However good or bad a situation is, it will change.    &lt;br /&gt;Time heals almost everything. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;   &lt;br /&gt;Give time time.    &lt;br /&gt;Get rid of anything that isn't useful, beautiful or joyful.    &lt;br /&gt;Your job won't take care of you when you are sick. Your friends will, so stay in touch.    &lt;br /&gt;No matter how you feel, get up, dress up and show up.    &lt;br /&gt;The best is yet to come!&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;   &lt;br /&gt;Do the right thing!    &lt;br /&gt;Call your family often.    &lt;br /&gt;Each night before you go to bed complete the following statements:     &lt;br /&gt;&amp;quot;I am thankful for....................&amp;quot;     &lt;br /&gt;&amp;quot;Today I accomplished .................&amp;quot;    &lt;br /&gt;Remember that you are too blessed to be stressed.    &lt;/p&gt;  </description><link>http://opieh.blogspot.com/2010/10/live-with-3-e-n-3-f.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3HI4TbjBKgQ_fv1RLvjFgUVQy63ZSfYJyD0ZFHt28SWEBnsi-HtOIsPNHw5S8i4M3mFUPcdZBUGkldkmJSagOrW23Zc7bA-bovqr29ys1sKPB25qgwyHCcdijaxglUZxy6C9pNg_fqIuc/s72-c?imgmax=800" width="72"/><thr:total>0</thr:total><author>puteri_mieya@yahoo.com.my (puteri mieya)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1324799153478274134.post-628256290870400155</guid><pubDate>Fri, 29 Oct 2010 20:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-10-30T04:27:59.675+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">cerite</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">friends</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">rahsia</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungkanlah Hikmahnya</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Warkah</category><title>Teman Sejati</title><description>&lt;p align="justify"&gt;Alangkah senangnya jika kita mempunyai teman yang setia di segala keadaan, baik di saat suka maupun di saat duka. Alangkah senangnya jika kita dapat berbagi apa yang kita rasakan. Alangkah senangnya jika ada orang yang mengerti kita. Dan itulah gunanya seorang teman.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sebelumnya marilah kita merenung sejenak. Kita menginginkan mempunyai teman yang setia, yang dapat berbagi dengan kita, yang mengerti kita… Namun pertanyaannya, apakah kita sudah menjadi seperti itu?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Apakah kita sudah menjadi teman yang setia di segala keadaan? Sudahkah kita memberikan yang terbaik untuk teman kita? Maukah kita mengerti teman-teman kita?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mari kita renungkan. Siapa yang akan memulai semua itu kalau bukan kita? Orang lainkah? Haruskah kita menunggu orang itu, jika kita dapat melakukannya?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ingin mempunyai teman yang setia? Jadilah teman yang setia terlebih dahulu bagi teman anda. Ingin mempunyai teman yang mengerti anda? Jadilah teman yang mengerti mereka terlebih dahulu.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jika dapat kita lakukan hari ini, lalu mengapa harus besok? Seorang teman sejati sulit dicari. Maka jadilah teman sejati bagi temanmu, maka kamu akan menemukan teman sejati itu.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Seorang teman sejati takkan lenyap karena waktu, takkan lenyap karena jarak, takkan lenyap walau kita berubah. Teman sejati selalu setia dan melakukan semua untuk kebaikan kita. Alangkah senangnya mempunyai teman seperti itu.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Apakah kita hanya mau menerima itu? Lantas siapa yang memberi jika semua orang berpikir seperti itu? Alangkah baiknya dan sudah seharusnya bagi kita untuk memberi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mungkin kita terpisah oleh ribuan mil lautan. Apa yang dapat kita lakukan bagi teman kita? Berdoalah bagi mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jadilah seorang teman sejati, maka kamu akan mendapatkan teman sejatimu. &lt;/p&gt;  &lt;div style="padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; width: 448px; padding-right: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; margin-right: auto; padding-top: 0px" id="scid:5737277B-5D6D-4f48-ABFC-DD9C333F4C5D:92a8e277-a15f-4f0d-a187-460b10dcecf2" class="wlWriterEditableSmartContent"&gt;&lt;div id="4e1763d7-eb35-47c1-bf7c-f0a63a92319b" style="margin: 0px; padding: 0px; display: inline;"&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=sQxIU6JZEgA" target="_new"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKXNH3Djc6aAHvFBuOL94PSUqqylPqf3jBsYKQi6GN0R1JwLsMLI6r7rpWxt5C90FN_YEm4SbpYybCUYJhK6M3Ld_BSk4ny8e8pruK2DrjH1DB8J9B6XkGveUPhchJvAxZxftK6G7MkmI/?imgmax=800" style="border-style: none" galleryimg="no" onload="var downlevelDiv = document.getElementById('4e1763d7-eb35-47c1-bf7c-f0a63a92319b'); downlevelDiv.innerHTML = &amp;quot;&amp;lt;div&amp;gt;&amp;lt;object width=\&amp;quot;448\&amp;quot; height=\&amp;quot;252\&amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;param name=\&amp;quot;movie\&amp;quot; value=\&amp;quot;http://www.youtube.com/v/sQxIU6JZEgA?hl=en&amp;amp;hd=1\&amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;\/param&amp;gt;&amp;lt;embed src=\&amp;quot;http://www.youtube.com/v/sQxIU6JZEgA?hl=en&amp;amp;hd=1\&amp;quot; type=\&amp;quot;application/x-shockwave-flash\&amp;quot; width=\&amp;quot;448\&amp;quot; height=\&amp;quot;252\&amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;\/embed&amp;gt;&amp;lt;\/object&amp;gt;&amp;lt;\/div&amp;gt;&amp;quot;;" alt=""&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p align="center"&gt;Inilah gerangan suatu maddah     &lt;br /&gt;Mengarangkan syair terlalu indah      &lt;br /&gt;Membetuli jalan tempat berpindah      &lt;br /&gt;Disanalah I’tikat Diperbetuli sudah&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p align="center"&gt;Wahai muda kenali dirimu     &lt;br /&gt;Dialah perahu tamsil tubuhmu      &lt;br /&gt;Tiadalah berapa lama hidupmu      &lt;br /&gt;Ke akhirat jua kekal diammu&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p align="center"&gt;Hai muda arif budiman     &lt;br /&gt;Tekan kemudi dengan pedoman      &lt;br /&gt;Alat perahumu jua kerjakan      &lt;br /&gt;Itulah jalan membetuli insan&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;  </description><link>http://opieh.blogspot.com/2010/10/teman-sejati.html</link><thr:total>0</thr:total><author>puteri_mieya@yahoo.com.my (puteri mieya)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1324799153478274134.post-8826500877117687646</guid><pubDate>Sun, 17 Oct 2010 23:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-10-18T07:30:38.622+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">friends</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">isu semasa</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">rahsia</category><title>Words women use and explanation of them.</title><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Fine&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;This is the word women use to end an argument when they feel they are right and you need to shut up. Never use &amp;quot;fine&amp;quot; to describe how a woman looks - this will cause you to have one of those arguments.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Five Minutes&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;This is half an hour. It is equivalent to the five minutes that your football game is going to last before you take out the rubbish, so it's an even trade.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Nothing&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;This means &amp;quot;something&amp;quot;, and you should be on your toes. &amp;quot;Nothing&amp;quot; is usually used to describe the feeling a woman has of wanting to turn you inside out, upside down, and backwards. 'Nothing&amp;quot; usually signifies an argument that will last &amp;quot;Five Minutes&amp;quot; and end with 'Fine'&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Go Ahead&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;At some point in the near future, you are going to be in some mighty big trouble. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Go Ahead (With Raised Eyebrows) &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;This is a dare. One that will result in a woman getting upset over &amp;quot;Nothing&amp;quot; and will end with the word &amp;quot;Fine&amp;quot;.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Go Ahead (Neutral Expression) &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;This means &amp;quot;I give up&amp;quot; or &amp;quot;do what you want because I don't care&amp;quot; You will get a &amp;quot;Raised Eyebrow Go Ahead&amp;quot; in just a few minutes, followed by &amp;quot;Nothing&amp;quot; and &amp;quot;Fine&amp;quot; and she will talk to you in about &amp;quot;Five Minutes&amp;quot; when she cools off.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Loud Sigh &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;This is not actually a word, but is a non-verbal statement often misunderstood by men. A &amp;quot;Loud Sigh&amp;quot; means she thinks you are an idiot at that moment, and wonders why she is wasting her time standing here and arguing with you over &amp;quot;Nothing&amp;quot;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Soft Sigh&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Again, not a word, but a non-verbal statement. &amp;quot;Soft Sighs&amp;quot; mean that she is content. Your best bet is to not move or breathe, and she will stay content.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;That's Okay&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;This is one of the most dangerous statements that a woman can make to a man. &amp;quot;That's Okay&amp;quot; means that she wants to think long and hard before paying you back for whatever it is that you have done. &amp;quot;That's Okay&amp;quot; is often used with the word &amp;quot;Fine&amp;quot; and in conjunction with a &amp;quot;Raised Eyebrow.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Please Do&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;This is not a statement, it is an offer. A woman is giving you the chance to come up with whatever excuse or reason you have for doing whatever it is that you have done. You have a fair chance with the truth, so be careful and you shouldn't get a &amp;quot;That's Okay&amp;quot;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Thanks&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;A woman is thanking you. Do not faint. Just say you're welcome.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Thanks A Lot&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;This is much different from &amp;quot;Thanks.&amp;quot; A woman will say, &amp;quot;Thanks A Lot&amp;quot; when she is really ticked off at you. It signifies that you have offended her in some callous way, and will be followed by the &amp;quot;Loud Sigh.&amp;quot; Be careful not to ask what is wrong after the &amp;quot;Loud Sigh,&amp;quot; as she will only tell you &amp;quot;Nothing&amp;quot;&lt;/p&gt;  </description><link>http://opieh.blogspot.com/2010/10/words-women-use-and-explanation-of-them.html</link><thr:total>0</thr:total><author>puteri_mieya@yahoo.com.my (puteri mieya)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1324799153478274134.post-6408673937572028686</guid><pubDate>Fri, 15 Oct 2010 07:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-10-17T23:54:49.215+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">cerite</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">friends</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">rahsia</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Warkah</category><title>kesepian ketika hujan yang setia menemani</title><description>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiezSPCPjJL4DTVcvkplj3yL7qSoajpvI5nSQ2lrAd2hltYhPwWouk0bueHByS-HE5wO8HMaKICU-YpsAH-y2Gkwk7A7HdUJVT8rySBzfQ-kFQMFeKuLFMRRo2xz8kIR21RQuP_KOBJ2hNu/s1600-h/image%5B9%5D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="image" border="0" alt="image" align="left" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdmEzWZgRPgo6cQrqGs84hUWqoqdevWGQQKEyaHvWuPuR9_BYtMAIxT2y84edN31K8becNl9tfBmCr5RCniknhC_8F2ope3jbZ8ms5qpIsET6roRBIyfoeCuGznb8JtzEeDo4OwtC4d5ls/?imgmax=800" width="250" height="176" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff" size="5"&gt;A&lt;/font&gt;ku masih menjadi diriku, menjadi seorang yang boleh hidup dalam kesendiriaan, tanpa terikat apapun dengan siapapun, semakin menikmati saat aku hidup sendiri, menghabiskan waktu dengan apa yang ada di sekelilingku, apa adanya aku, setidaknya dengan begini tak ada lagi yang tersakiti dan menyakiti…&lt;img alt="smile_yawn" src="http://spaces.live.com/rte/emoticons/smile_yawn.gif" /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt; &lt;!-- Adsense End --&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff" size="5"&gt;H&lt;/font&gt;idup memang takkan pernah terduga oleh manusia, yang ada hanya kesah ini dan kesah itu, tapi hanya sebahagian kecil yang mampu meraihnya, banyak yang berakhir dengan kecewa dan kadang harus berputus asa merasakan kegagalan seperti tak ada putusnya ia tuk selalu berulang kali dalam tiap hari yang berlalu…ia itulah kehidupan ada beribu cerita yang dihadapan kita yang cuba menung sejenak, mengambil waktu tuk merenungkan apa yang sudah perbuat pada hidup kita…kadang aku merasa menjadi seorang yang tak pernah bersyukur dengan apa yang ku miliki, kadang pula aku merasa tak ada yang lebih menyedihkan padaku, mungkin dicelahan bumi ini ada lagi yang merasa terluka dengan sangat parah yang mungkin saja lebih kompleks dari masalah yang aku alami saat ini….semua punya cerita dan keunikan masing-masing..aku menyukai ini…aku menyukai perjalanan hidupku yang kelam namun memberikanku banyak pengajaran tuk aku simpan dalam tiap perkara yang telah terjadi melampaui apa yang pernah aku bayangkan.&lt;img alt="rainbow" src="http://spaces.live.com/rte/emoticons/rainbow.gif" /&gt;&lt;!-- Adsense End --&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff" size="5"&gt;D&lt;/font&gt;esiran hujan yang tak kunjung reda membawaku ketempat yang belum pernah kujejaki sebelumnya, ketempat dimana kerinduanku berkumpul, dimana airmata dan kesedihan ini bermuara, dan membuka mataku pada kehidupanku yang pilu, dimana detikkan-detikkan waktu banyak kulalui dengan mengeluh dan merasakan kepahitan dalam kesunyian yang menjadikanku seperti saat ini.. Menenungi malam-malam yang sunyi…tak ada apapun disekitarku..dan jalanan yang baru saja dibasahi hujan ini, kadang terpercik genangan air diantara langkahku yang semakin longlai..&lt;img alt="umbrella" src="http://spaces.live.com/rte/emoticons/umbrella.gif" /&gt;&lt;!-- Adsense End --&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff" size="5"&gt;S&lt;/font&gt;aat tak ada lagi alasan tuk bernafas dan menarik tirai jendela ini tuk menyambut pagi, saat tak ada lagi semangat tuk tetap melanjutkan langkah yang sempat tertunda dan merana, saat aku harus membuat kesunyian ini menjadi tempat yang nyaman, saat tak ada lagi yang kan mengirim rindu padamu.. Saat semua taman khayalan berbungaan kehijau dan di penuhi ribuan kupu-kupu indah tiba tiba harus berubah dengan gurun pasir yang tandus…gersang, dan semua semakin menghilang dalam badai yang kejam, kemana lagi hatiku kan berlari?&lt;img alt="island" src="http://spaces.live.com/rte/emoticons/island.gif" /&gt;&lt;!-- Adsense End --&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff" size="5"&gt;S&lt;/font&gt;aat kesetiaan ini hanya tercipta untuknya, dan segala yang terbaik telah diambil olehnya, apa lagi yang boleh ku persembahkan pada hati yang baru yang kan menerima keadaanku yang menyedihkan ini? Tak kan ada habisnya cerita aku tentang uraian hatiku yang terlalu banyak meminta padaku, meminta dia tenung sejenak melihat kehadiranku yang tak pernah terjamah keindahan dan tulusnya cinta….kenapa hati ini tak pernah mengerti bahwa itu tidak mungkin terjadi, dan kenangan tak mungkin boleh terulang kembali, aku tidak boleh memenuhi permintaan hati ku yang semakin aneh dan tak waras.. aku tidak boleh, aku tidak boleh meminta masa lalu itu menguasai masa ku yang sekarang…biarlah kamar yang gelap dan diantara alunan music yang cukup indah ini memberikan ku kesempatan tuk berkompromi dengan hatiku, aku harap aku boleh menanganinya bahwa aku boleh menerima kehadirannya bahwa dia telah bersamaa…Arrghhhh fuhhh,…..!! aku tak boleh terima…!!!! aku tak boleh membohongi hatiku, aku benci…kenyataan bahwa dia pergi tuk orang lain yang melukainya…!!!&lt;img alt="smile_confused" src="http://spaces.live.com/rte/emoticons/smile_confused.gif" /&gt;&lt;!-- Adsense End --&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff" size="5"&gt;M&lt;/font&gt;ungkin sampai hari ini, aku memang tetap gila seperti ini, mungkin tak ada hati yang mengerti tentang aku dan anehnya hatiku…tak ada yang memberikanku pelajaran dari kesalahan, dan apa yang telah kuperbuat takkan pernah termaafkan…biarlah, bawalah pergi semua perasaanku, bawalah semua yang ada padaku agar aku tak lagi boleh merasakan apapun dalam hatiku.. saat aku menyedari bahwa cinta itu tak selalu setia, setidaknya aku tau hujan dengan setia menemaniku menulis, seperti petang ini…….&lt;img alt="cloud_rain" src="http://spaces.live.com/rte/emoticons/cloud_rain.gif" /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;div style="padding-bottom: 0px; margin: 0px auto; padding-left: 0px; width: 425px; padding-right: 0px; display: block; float: none; padding-top: 0px" id="scid:5737277B-5D6D-4f48-ABFC-DD9C333F4C5D:26500176-8306-4412-acb6-3d65090fb2c7" class="wlWriterEditableSmartContent"&gt;&lt;div id="0f5b3cc5-2e6c-492e-837e-b44bcb153b85" style="margin: 0px; padding: 0px; display: inline;"&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=VILWkqlQLWk&amp;amp;feature=related" target="_new"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-gzgUE9oOGBD0_yQONERvMvvvFeU6JdxSa25gbwGsLO_vRt4BYBpnK9_HzDcaDtw043Np_H7q2PU70UlqyHpcAWQkNQWoL-RHzU_gj9p1UFUmCprX7bY2drihuryskFlHbUjSJ0eqMgWj/?imgmax=800" style="border-style: none" galleryimg="no" onload="var downlevelDiv = document.getElementById('0f5b3cc5-2e6c-492e-837e-b44bcb153b85'); downlevelDiv.innerHTML = &amp;quot;&amp;lt;div&amp;gt;&amp;lt;object width=\&amp;quot;425\&amp;quot; height=\&amp;quot;355\&amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;param name=\&amp;quot;movie\&amp;quot; value=\&amp;quot;http://www.youtube.com/v/VILWkqlQLWk&amp;amp;hl=en\&amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;\/param&amp;gt;&amp;lt;embed src=\&amp;quot;http://www.youtube.com/v/VILWkqlQLWk&amp;amp;hl=en\&amp;quot; type=\&amp;quot;application/x-shockwave-flash\&amp;quot; width=\&amp;quot;425\&amp;quot; height=\&amp;quot;355\&amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;\/embed&amp;gt;&amp;lt;\/object&amp;gt;&amp;lt;\/div&amp;gt;&amp;quot;;" alt=""&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p&gt;&lt;!-- Adsense End --&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff" size="5"&gt;H&lt;/font&gt;ujan yang begitu deras seakaan memberikan senandung kepiluaan, kepedihan yang tak mungkin boleh di ungkapkan, kekesalan terhadap diri sendiri, kenapa aku harus jatuh cinta pada orang yang tak pernah begitu mencintaiku? Mengapa aku harus setia pada hati yang sama sekali tak pernah melihat kehadiranku yang semakin menyedihkan ini… mengapa waktu-waktu yang sudah kulalui tanpamu tidak juga bisa menguburmu dan mengapa semua kenangan yang sudah kau berikan padaku tetap sentiasa menghantui hidupku yang seharusnya kulalui dengan keindahan akan harapan yang pernah kutitipkan dalam tiap mimpi saat lelah telah menyedarkanku yang mengarungi malam dengan penuh kesendirian..&lt;img alt="moon" src="http://spaces.live.com/rte/emoticons/moon.gif" /&gt;&lt;!-- Adsense End --&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff" size="5"&gt;S&lt;/font&gt;ekarang setiap bait tulisan ini semakin berat dan tak bererti apa-apa..aku seperti seorang insan yang datang ke theater menonton film yang sama dan berulang-ulang… aku begitu malu akan kehidupanku yang tak pernah beranjak dari kesengsaraan dan nista kesalahan masa lalu yang sudah menjadi rauma padaku…menyusup tiap inci detik nadiku…menghancurkanku perlahan demi perlahan …&lt;img alt="film" src="http://spaces.live.com/rte/emoticons/film.gif" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;!-- Adsense End --&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff" size="5"&gt;T&lt;/font&gt;erdiam seketika, termenung sejenak…kemudian tak sedar menitikkan airmata.. sungguhpun aku begitu cengeng tuk suatu hal yang tak harus aku tangisi.. siapa yang aku tangisi..? diriku? Hidupku? Hatiku? Kesendirianku..? ia semua., aku menangisi semua yang ada padaku saat ini, karena kau tau tidak ada lagi yang aku miliki…!!!! sekarang kau bahagia..??? sekarang kau senang..???? sekarang kau boleh merasakan kehidupan dengan siapa hatimu inginkan. Aku..??? tidak dengan aku…? aku begitu bodoh hingga aku masih saja mengharapkan hatimu…!!!!!! betapa menyedihkannya aku…hahahhahaha..!!!&lt;img alt="smile_embaressed" src="http://spaces.live.com/rte/emoticons/smile_embaressed.gif" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;!-- Adsense End --&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff" size="5"&gt;H&lt;/font&gt;ari kian senja, aku menyalakan sebatang rokok..mencuba memandang keluar jendelaku yang masih tersingkap dengan langsir gelap.. deraian hujan yang tidak begitu deras masih terdengar jelas menusuk nusuk hatiku, membuka lagi luka yang belum sempat sembuh oleh waktu… tiap tarikan nikotin yang kuhisap dan tiap hembusan asap yang memenuhi ruangan kamar ini, aku selalu berharap bisa merelakan waktu-waktu ku yang pernah terbuang saat aku harus percaya pada sebuah erti kesetiaan yang sekarang telah menjadi suatu yang sangat menyedihkan, tertaksub megah beserta harga diriku didepanmu…sungguh,. ini adalah hukuman yang harus aku terima… terkadang aku sangat berani menentang kematian, menentang kegelapan, dan berteriaak di tengah heningnya malam..agar kau tau, aku tidak pernah sekecewa ini….!!!!! Takkan ku biarkan hatiku kecewa lagi seperti ini, aku tidak mau terlalu lama hidup dalam kegelapan lagi..dan mulai hari ini aku tidak akan bertekuk lutut pada siapapun lagi…!!!!&lt;img alt="smoking" src="http://spaces.live.com/rte/emoticons/smoking.gif" /&gt;&lt;!-- Adsense End --&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff" size="5"&gt;S&lt;/font&gt;aat semua tidak pernah berpihak padaku, satu diantara semua hal di dunia ini yang paling susah tuk dimengerti adalah sebuah hati tuk dimiliki, tapi aku? Siapalah aku? Aku bukan siapa-siapa dan tidak akan menjadi siapa-siapa, aku hanya pengkhayal, berada dalam mimpiku sendiri dan menjadi seorang yang menyedihkan benar-benar menyedihkan..dan aku tidak akan sedikitpun memaksakan hatinya, aku akan pergi berlalu, menjadi hembusan angin malam yang begitu dingin di tengah kota tua yang begitu senyap..&lt;img alt="smile_speedy" src="http://spaces.live.com/rte/emoticons/smile_speedy.gif" /&gt;&lt;!-- Adsense End --&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff" size="5"&gt;A&lt;/font&gt;pa yang aku pikirkan kembali dengan apa yang aku rasakan, merasa kehilangan tanpa pernah tau apa yang kumiliki, merasa sedih tanpa pernah tau untuk apa kesedihan ini, jika ada suatu yang boleh dijelaskan, pasti ada pula hal yang tidak boleh dijelaskan….. cukup, aku tak sanggup memaksakan hatiku tuk menerima yang tak pernah kuterima, suatu waktu aku akan menemui..dan bila ini harus berakhir, berakhirlah….&lt;img alt="heart" src="http://spaces.live.com/rte/emoticons/heart.gif" /&gt;&lt;!-- Adsense End --&gt;&lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p align="center"&gt;Dalam kesuraman malam ini..      &lt;br /&gt;Hatiku sekali lagi diragut..       &lt;br /&gt;Kesepian yang tidak terhingga..       &lt;br /&gt;Aku tak mengerti..       &lt;br /&gt;Kenapa perasaan ini sering kali..       &lt;br /&gt;Hadir bermain-main di jiwaku.. &lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p align="center"&gt;Hatiku benar-benar mati kata-kata..      &lt;br /&gt;Sehingga aku tak mengerti..       &lt;br /&gt;Apa lagi yang harus aku lakukan..       &lt;br /&gt;Agar kesepian ini tidak terus menjadi raja dalam hatiku.. &lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p align="center"&gt;Bila ku lihat bintang-bintang..      &lt;br /&gt;Yang berkerlipan di langit nan tinggi..       &lt;br /&gt;Hatiku semakin sepi..       &lt;br /&gt;Sepi tanpa kata yang dapat kugambarkan.. &lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p align="center"&gt;Namun..      &lt;br /&gt;Hatiku sering berkata-kata..       &lt;br /&gt;Dan memujuk hatiku..       &lt;br /&gt;Agar tenang lah dikau selamanya..&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;  </description><link>http://opieh.blogspot.com/2010/10/kesepian-ketika-hujan-yang-setia.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdmEzWZgRPgo6cQrqGs84hUWqoqdevWGQQKEyaHvWuPuR9_BYtMAIxT2y84edN31K8becNl9tfBmCr5RCniknhC_8F2ope3jbZ8ms5qpIsET6roRBIyfoeCuGznb8JtzEeDo4OwtC4d5ls/s72-c?imgmax=800" width="72"/><thr:total>0</thr:total><author>puteri_mieya@yahoo.com.my (puteri mieya)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1324799153478274134.post-7043357270049838515</guid><pubDate>Sat, 09 Oct 2010 04:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-10-09T12:38:56.679+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungkanlah Hikmahnya</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tazkirah</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">TOKOH ISLAM</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Warkah</category><title>MENGAPA MANUSIA DITIMPA BENCANA</title><description>&lt;p align="justify"&gt;Dalam sebuah hadis diriwayatkan oleh At-Tarmizi daripada Ali bin Abu Talib, Rasulullah saw bersabda yang bermaksud: &amp;quot;Apabila umatku melakukan 15 perkara berikut, maka layaklah mereka ditimpa bencana iaitu:&lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p&gt;1. Apabila harta yang dirampas (daripada peperangan) diagih-agihkan kepada orang-orang yang tertentu sahaja.     &lt;br /&gt;2. Apabila zakat dikeluarkan kerana penebus kesalahan (terpaksa).      &lt;br /&gt;3. Apabila sesuatu yang diamanahkan menjadi milik sendiri.      &lt;br /&gt;4. Apabila suami terlalu mentaati isteri.      &lt;br /&gt;5. Apabila anak-anak menderhakai ibu bapa masing-masing.      &lt;br /&gt;6. Apabila seseorang lebih memuliakan teman daripada ibu bapa sendiri.      &lt;br /&gt;7. Apabila kedengaran banyak bunyi bising.      &lt;br /&gt;8. Apabila lebih ramai berbicara mengenai hak keduniaan di dalam masjid.      &lt;br /&gt;9. Apabila sesuatu kaum itu terdiri daripada orang yang dihina oleh      &lt;br /&gt;mereka.      &lt;br /&gt;10. Apabila memuliakan seseorang kerana takutkan tindakan buruknya.      &lt;br /&gt;11. Apabila arak menjadi minuman biasa.      &lt;br /&gt;12. Apabila lelaki memakai sutera.      &lt;br /&gt;13. Apabila perempuan dijemput menghiburkan lelaki. - &lt;font color="#ff0000"&gt;ni dah biasa berlaku       &lt;br /&gt;&lt;/font&gt;14. Apabila wanita memainkan alat-alat muzik. -      &lt;br /&gt;15. Apabila orang yang terkemudian menghina orang terdahulu, maka pada saat itu tunggulah bala yang akan menimpa dalam bentuk angin merah (puting beliung) atau gerak gempa yang maha dahsyat atau tanaman yang tidak menjadi.&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Seandainya kita sama-sama merenungi hadis di atas, tidak dapat tidak kita akan menerima hakikat bahawa bencana yang menimpa sesuatu kaum itu adalah berpunca daripada perbuatan mereka sendiri. Oleh itu, kembali kepada yang dituntut oleh Islam, semoga kehidupan kita akan dirahmati keamanan dari dunia hingga ke akhirat. &lt;/p&gt;  &lt;div style="padding-bottom: 0px; margin: 0px auto; padding-left: 0px; width: 425px; padding-right: 0px; display: block; float: none; padding-top: 0px" id="scid:5737277B-5D6D-4f48-ABFC-DD9C333F4C5D:24fb4e8e-c1f1-415a-9ab4-41e2c9fd74f8" class="wlWriterEditableSmartContent"&gt;&lt;div id="fa40008a-5129-432f-be33-b49a3df790e1" style="margin: 0px; padding: 0px; display: inline;"&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=laL-kax2ctw" target="_new"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNqdimd3TkZFqvjXxUHPoDSU27qh_CUt18m7ajcpTXhFo8AQCMCy6WB80hvnOVM8pWu2e20mOvZjKk6IJwgtWDXIpMFvEI0CvOthqhN43i_sJrlOhCeUZ875IO-OETVzx-SsJjotBckgFe/?imgmax=800" style="border-style: none" galleryimg="no" onload="var downlevelDiv = document.getElementById('fa40008a-5129-432f-be33-b49a3df790e1'); downlevelDiv.innerHTML = &amp;quot;&amp;lt;div&amp;gt;&amp;lt;object width=\&amp;quot;425\&amp;quot; height=\&amp;quot;355\&amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;param name=\&amp;quot;movie\&amp;quot; value=\&amp;quot;http://www.youtube.com/v/laL-kax2ctw&amp;amp;hl=en\&amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;\/param&amp;gt;&amp;lt;embed src=\&amp;quot;http://www.youtube.com/v/laL-kax2ctw&amp;amp;hl=en\&amp;quot; type=\&amp;quot;application/x-shockwave-flash\&amp;quot; width=\&amp;quot;425\&amp;quot; height=\&amp;quot;355\&amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;\/embed&amp;gt;&amp;lt;\/object&amp;gt;&amp;lt;\/div&amp;gt;&amp;quot;;" alt=""&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; mso-bidi-font-size: 10.0pt" lang="EN-US"&gt;     &lt;p&gt;&lt;font face="Arial"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  </description><link>http://opieh.blogspot.com/2010/10/mengapa-manusia-ditimpa-bencana.html</link><thr:total>0</thr:total><author>puteri_mieya@yahoo.com.my (puteri mieya)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1324799153478274134.post-3430527769583929367</guid><pubDate>Sat, 09 Oct 2010 04:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-10-09T12:20:10.413+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungkanlah Hikmahnya</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tazkirah</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">TOKOH ISLAM</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Warkah</category><title>MANUSKRIPT LAMA</title><description>&lt;p align="justify"&gt;Dari manuscript lama yang tercatat di atas kulit kambing yang dijumpai berkurun masihi di sebuah negara (middle east). Orang yang menulis tidak dapat dikesan. Ini adalah sesuatu yang harus direnung dan difikirkan bersama bukan setakat baca dan lupakan, harap kita semua dapat mengelakkan diri kita terjatuh dalam golonggan seperti dalam manusript di bawah. &lt;!-- Adsense End --&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Amin &lt;!-- Adsense End --&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div align="justify"&gt;   &lt;blockquote&gt;     &lt;p class="MsoBodyText" align="justify"&gt;seorang nasrani berkata, &amp;quot; saya amat bersyukur kepada Allah walaupun saya dilahirkan dalam bangsa nasrani. Ini kerana saya lebih mulia dari bangsa majusi. &lt;!-- Adsense End --&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/blockquote&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div align="justify"&gt;   &lt;blockquote&gt;     &lt;p align="justify"&gt;seorang majusi pula berkata, &amp;quot; saya juga berasa amat bersyukur kepada Allah walaupun saya dilahirkan dalam bangsa majusi. Ini kerana saya lebih mulia dari orang kafir. &lt;!-- Adsense End --&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/blockquote&gt; &lt;/div&gt;  &lt;p align="justify"&gt;(cuba kita meneliti dua perbualan di atas, kita dapati kedua-dua kafir tidak mengaku mereka kafir dan mereka saling membandingkan dengan orang kafir.... cuba kita lihat pula apa orang kafir kata...) &lt;!-- Adsense End --&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div align="justify"&gt;   &lt;blockquote&gt;     &lt;p align="justify"&gt;orang kafir pula berkata, &amp;quot; saya juga rasa bersyukur kepada Allah walaupun saya dilahirkan kafir. Ini kerana kafir lebih mulia dari dilahirkan sebagai anjing. &lt;!-- Adsense End --&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/blockquote&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div align="justify"&gt;   &lt;blockquote&gt;     &lt;p align="justify"&gt;anjing pula berkata, &amp;quot; saya juga bersyukur kepada Allah walaupun saya dilahirkan sebagai anjing. Ini kerana anjing lebih mulia dari dilahirkan sebagai babi. &lt;!-- Adsense End --&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/blockquote&gt; &lt;/div&gt;  &lt;p align="justify"&gt;(mari kita teka apa kah kesudahan perbualan ini, dan cuba kita teka apakah yang babi akan kata dan siapakah yang babi akan bandingkan dengan dia........) &lt;!-- Adsense End --&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div align="justify"&gt;   &lt;blockquote&gt;     &lt;p align="justify"&gt;Babi pula berkata, &amp;quot;saya juga bersyukur kepada Allah walaupun saya dilahirkan sebagai seekor babi. Ini kerana saya lebih mulia dari manusia yang tidak solat atau sembahyang&amp;quot;. &lt;!-- Adsense End --&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/blockquote&gt; &lt;/div&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;(Ini adalah sebuah manuscript yang memberi kesedaran kepada umat islam yang masih tidur dan juga umat yang selalu membandingkan diri mereka dengan insan yang lebih buruk dan lemah dari mereka. Jika ini berterusan, umat islam tidak akan maju. Tercatat di dalam al-quran, bahawa umat islam yang meninggalkan solatnya akan menjadi semakin banyak dan lumrah pada akhir zaman...... adakah ini akan berlaku atau sedang berlaku atau telah berlaku?) &lt;!-- Adsense End --&gt;&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; mso-bidi-font-size: 10.0pt" lang="EN-US"&gt;     &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  </description><link>http://opieh.blogspot.com/2010/10/manuskript-lama.html</link><thr:total>0</thr:total><author>puteri_mieya@yahoo.com.my (puteri mieya)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1324799153478274134.post-7445757712563484096</guid><pubDate>Sat, 09 Oct 2010 04:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-10-09T12:02:08.097+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungkanlah Hikmahnya</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tazkirah</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">TOKOH ISLAM</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Warkah</category><title>MANGKUK YANG CANTIK, MADU DAN SEHELAI RAMBUT</title><description>&lt;p align="justify"&gt;Rasulullah SAW, dengan sahabat-sahabatnya Abu bakar r.a, Umar r.a, Uthman r.a dan Ali r.a bertamu ke rumah Ali r.a. Di rumah Ali r.a, isterinya Sayyidatina Fathimah r.ha. putri Rasullullah SAW menghidangkan untuk mereka madu yang diletakkan di dalam sebuah mangkuk yang cantik, dan ketika semangkuk madu itu dihidangkan sehelai rambut terikut di dalam mangkuk itu . &lt;!-- Adsense End --&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Baginda Rasulullah SAW kemudian meminta kesemua sahabatnya untuk membuat suatu perbandingan terhadap ketiga benda tersebut.(mangkuk yang cantik, madu, dan sehelai rambut) &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Abu Bakar r.a berkata,”&lt;strong&gt;Iman itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik, orang yang beriman itu lebih manis dari madu, dan mempertahankan iman itu lebih susah dari meniti sehelai rambut&lt;/strong&gt;.” &lt;!-- Adsense End --&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Umar r.a berkata,”&lt;strong&gt;Kerajaan itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini,seorang raja itu lebih manis dari madu, dan memerintah dengan adil itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut&lt;/strong&gt;.” &lt;!-- Adsense End --&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Uthman r.a berkata,”&lt;strong&gt;Ilmu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, orang yang menuntut ilmu itu lebih manis dari madu ini, beramal dengan ilmu yang dimiliki itu lebih susah dari meniti sehelai rambut&lt;/strong&gt;.” &lt;!-- Adsense End --&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ali r.a,”&lt;strong&gt;Tamu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, menjamu tamu itu lebih manis dari madu ini, dan membuat tamu senang sampai kembali ke rumahnya adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut&lt;/strong&gt;.” &lt;!-- Adsense End --&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Fathimah r.ha,”&lt;strong&gt;seorang wanita itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini,wanita yang berpurdah itu lebih manis dari madu, mendapatkan seorang wanita yang tak pernah dilihat orang lain kecuali muhrimnya lebih sulit dari meniti sehelai rambut&lt;/strong&gt;.” &lt;!-- Adsense End --&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Rasullullah SAW berkata,”&lt;strong&gt;Seorang yang mendapat taufiq untuk beramal adalah lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, beramal dengan amal yang baik itu lebih manis dari madu,dan berbuat amal dengan ikhlas adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut&lt;/strong&gt;”. &lt;!-- Adsense End --&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Malaikat Jibrail as berkata,”&lt;strong&gt;Menegakkan pilar-pilar agama itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik, menyerahkan diri,harta,dan waktu untuk usaha agama lebih manis dari madu, dan mempertahankan usaha agama sampai akhir hayat lebih susah dari meniti sehelai rambut&lt;/strong&gt;”. &lt;!-- Adsense End --&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Allah SWT berfirman,”&lt;strong&gt;Syurgaku itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik itu, nikmat syurgaku itu lebih manis dari madu, dan jalan menuju ke syurgaku itu lebih sulit dari meniti sehelai rambu&lt;/strong&gt;t”. &lt;!-- Adsense End --&gt;&lt;/p&gt;  </description><link>http://opieh.blogspot.com/2010/10/mangkuk-yang-cantik-madu-dan-sehelai.html</link><thr:total>0</thr:total><author>puteri_mieya@yahoo.com.my (puteri mieya)</author></item></channel></rss>