<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Raja Ilmu</title><description>Blog Artikel Bahasa, Inggris, Indonesia, IPA, IPS, TIK, Sejarah, Agama</description><managingEditor>noreply@blogger.com (Mas Djoen)</managingEditor><pubDate>Fri, 11 Sep 2026 00:40:47 -0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">91</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://raja-ilmupengetahuan.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Blog Artikel Bahasa, Inggris, Indonesia, IPA, IPS, TIK, Sejarah, Agama</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Makalah Akad Nikah</title><link>http://raja-ilmupengetahuan.blogspot.com/2018/09/makalah-akad-nikah.html</link><category>Agama</category><author>noreply@blogger.com (Mas Djoen)</author><pubDate>Mon, 17 Sep 2018 21:20:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1471705183535435531.post-1846140637536032223</guid><description>&lt;p align="justify"&gt;KATA PENGANTAR&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Assalamualikum Wr.Wb&lt;br /&gt;
Puji syukur  senantiasa selalu kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan limpahan Rahmat,Taufik dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini. Shalawat serta salam tak lupa kita curahkan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah menunjukan jalan kebaikan dan kebenaran di dunia dan akhirat kepada umat manusia.&lt;br /&gt;
Makalah ini di  susun guna memenuhi tugas mata kuliah Fiqih dan juga untuk khalayak ramai sebagai bahan penambah ilmu pengetahuan serta informasi yang semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;
Makalah ini kami susun dengan segala kemampuan kami dan semaksimal mungkin. Namun, kami menyadiri bahwa dalam penyusunan makalah ini tentu tidaklah sempurna dan masih banyak kesalahan serta kekurangan.Maka dari itu kami sebagai penyusun makalah ini mohon kritik, saran dan pesan dari semua yang membaca makalah ini &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wa’alaikumsalam Wr.Wb&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BAB I&lt;br /&gt;
PENDAHULUAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
A.	Pendahuluan&lt;br /&gt;
Pernikahan adalah suatu ikatan yang dapat menyatukan dua insan antara laki-laki dan wanita untuk hidup bersama. Tetapi untuk melaksanakan pernikahan, ada rukun dan syarat yang harus dipenuhi. Karena rukun dan syarat menentukan suatu perbuatan hukum, terutama yang menyangkut dengan sah atau tidaknya perbuatan tersebut dari segi hukum. Kedua kata tersebut mengandung arti yang sama dalam hal bahwa keduanya merupakan sesuatu yang harus diadakan.&lt;br /&gt;
Dalam suatu acara perkawinan umpamanya rukun dan syaratnya tidak boleh tertinggal, dalam arti perkawinan tidak sah bila keduanya tidak ada atau tidak lengkap. Dalam hal hukum perkawinan, dalam menempatkan mana yang rukun dan mana yang syarat terdapat perbedaan, tetapi perbedaan di antara pendapat tersebut disebabkan oleh karena berbeda dalam melihat fokus perkawinan itu. Tetapi semua ulama sependapat dalam hal-hal yang terlibat dan yang harus ada dalam suatu perkawinan salah satunya yaitu akad nikah atau perkawinan. Pada kesempatan kali ini kami pemakalah diberikan kepercayaan untuk sedikit mengulas tentang rukun pernikahan dalam hal ini adalah akad nikah. Kami akan membahas tentang definisi, lafadz yang boleh digunakan dalam akad nikah dan dalam hal ini para ulama banyak mengeluarkan pendapat tentang hal tersebut dan hal-hal lain yang terkait dengan akad nikah.&lt;br /&gt;
Semoga apa yang pemakalah sajikan dapat bermanfaat bagi pemakalah sendiri dan umumnya untuk kita semua, hal-hal yang kurang sempurna dan banyak kesalahan baik dalam penulisan maupun pembahasan kami memohon maaf yang sebesar-besarnya dan kami menerima setiap komentar, kritik dan saran untuk dapat memperbaiki makalah kami yang kami sadari penuh dengan kekurangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
B.	Rumusan Masalah&lt;br /&gt;
1.	Bagaimana prosesi akad nikah ?&lt;br /&gt;
2.	Apa pengertian akad nikah ?&lt;br /&gt;
3.	Bagaimana proses pra nikah di KUA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
C.	Tujuan &lt;br /&gt;
Untuk mengetahui pengertain akad nikah , proses pra nikah di KUA dan prosesi akad nikah secara lengkap sesuai syariah Islam.&lt;br /&gt;
BAB II&lt;br /&gt;
PEMBAHASAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
A.	Pengertian Akad Nikah&lt;br /&gt;
Akad nikah adalah perjanjian yang berlangsung antara dua pihak yang melangsungkan perkawinan dalam bentuk ijab dan qabul. Ijab adalah lafadz yang berasal dari wali atau orang yang mewakilinya, sedangkan qabul adalah lafadz yang berasal dari suami atau orang yang mewakilinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
B.	Syarat Ijab Qabul&lt;br /&gt;
Untuk terjadinya aqad yang mempunyai akibat-akibat hukum pada suami istri haruslah memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:&lt;br /&gt;
1.	Kedua mempelai sudah tamyiz.&lt;br /&gt;
Bila salah satu pihak ada yang gila atau masih kecil dan belum tamyiz, maka pernikahan tidak sah.&lt;br /&gt;
2.	Ijab qabulnya dalam satu majlis..&lt;br /&gt;
Yaitu ketika mengucapkan ijab qabul tidak boleh diselingi dengan kata-kata lain, atau menurut adat dianggap ada penyelingan yang menghalangi peristiwa ijab dan qabul. Hal ini diperkuat di dalam KHI Pasal 27[3] bahwa ijab dan qabul antara wali dan calon mempelai pria harus jelas, beruntun dan tidak diselangi waktu. Hal ini juga didukung oleh Syafi’i dan Hanbali, sementara Maliki penyelingan yang sekedarnya, misalnya oleh khutbah nikah yang pendek tidak apa-apa. Sedangkan mazhab Hanafi[4] tidak mensyaratkan segera.&lt;br /&gt;
3.	Hendaklah ucapan qabul tidak menyalahi ucapan ijab.&lt;br /&gt;
4.	Pihak-pihak yang melakukan aqad harus dapat mendengarkan pernyataan masing-masingnya. Dikuatkan pula di dalam KHI Pasal 27 bahwa ijab dan qabul harus jelas sehingga dapat didengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
C.	Lafadz Dalam Ijab Qabul&lt;br /&gt;
Ibnu Taimiyah mengatakan, aqad nikah ijab kabulnya boleh dilakukan dengan bahasa, kata-kata atau perbuatan apa saja yang oleh masyarakat umumnya dianggap sudah menyatakan terjadinya nikah.&lt;br /&gt;
Para Ulama Mazhab sepakat bahwa nikah itu sah bila dilakukan dengan menggunakan redaksi “aku mengawinkan” atau “aku menikahkan” dari pihak yang dilamar atau orang yang mewakilinya dan redaksi “aku terima” atau “aku setuju” dari pihak yang melamar atau orang yang mewakilinya. Akan tetapi mereka berbeda pendapat tentang sahnya akad nikah yang tidak menggunakan redaksi fi’il madhi atau menggunakan lafadz selain nikah atau kawin.&lt;br /&gt;
Mazhab Hanafi berpendapat bahwa akad boleh dilakukan dengan segala redaksi yang menunjukan maksud menikah, bahkan sekalipun dengan lafadz at-tamlik (pemilikan), al-hibah (penyerahan), al-bay’ (penjualan), al-‘atha’ (pemberian), al-ibahah (pembolehan), dan al-ihlal (penghalalan), sepanjang akad tersebut disertai dengan qarinah yang menunjukkan arti nikah. Akan tetapi akad tidak sah jika dilakukan dengan lafadz al-ijarah (upah) atau al-‘ariyah (pinjaman), sebab kedua kata tersebut tidak memberi arti kelestarian atau kontinuitas&lt;br /&gt;
Maliki dan Hanbali berpendapat bahwa akad nikah dianggap sah jika menggunakan lafadz al-nikah dan al-zawaj. Juga dianggap sah dengan lafadz al-hibah, dengan syarat harus disertai penyebutan mas kawin, selain kata-kata tersebut di atas tidak dianggap sah.&lt;br /&gt;
Sementara itu, mazhab Syafi’i berpendapat bahwa redaksi akad harus merupakan kata dari lafadz al-tazwij dan al-nikah saja, selain itu tidak sah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
D.	Ijab Qabul Orang Bisu&lt;br /&gt;
Ijab qabul orang bisu sah dengan isyaratnya, bilamana dapat dimengerti, sebagaimana halnya dengan akad jual belinya yang sah dengan jalan isyaratnya. Tetapi Pengadilan Agama (Mesir) dalam pasal 28 menetapkan bahwa orang bisu yang bisa menulis, pernyataan dengan isyarat dianggap tidak sah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E.	Mendahulukan Pihak Perempuan Atau Laki-Laki&lt;br /&gt;
Dalam akad nikah itu tidak disyaratkan harus mendahulukan salah satu pihak. Jadi mendahulukan pihak laki-laki atau perempuan itu sama saja (sah). Sebagaimana dimaklumi dalam kitab-kitab fiqh dan andaikata salah satu akad tersebut tidak benar, maka dalam kitab Syarkhur Raudahh diterangkan bahwa kesalahan dalam susunan kata-kata tidak merusakkan.&lt;br /&gt;
Sesungguhnya kesalahan dalam redaksional selama tidak merusak pengertian yang dimaksud, seyogyanya disamakan dengan kesalahan dalam tata bahasa, sehingga tidak berpengaruh pada keabsahannya.&lt;br /&gt;
Di dalam kitab mughni muhtaj pun dikatakan bahwa ijab boleh dilakukan oleh sang calon suami, sedangkan qabulnya diucapkan oleh wali sang mempelai wanita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
F.	Penataran Pra Nikah&lt;br /&gt;
kegiatan ini mulai dilakukan oleh KUA karena adanya himbauan dari KemenAg dalam rangka upaya meminimalisir jumlah perceraian di Indonesia, terutama pada usia pernikahan di bawah 5 tahun.&lt;br /&gt;
Kegiatan ini terkadang disebut juga pendidikan pra nikah, karena berisi beberapa materi pernikahan yang perlu diketahui oleh para catin seperti hak dan kewajiban seorang istri dan suami, bagaimana berumah tangga yang baik, bagaimana jika ada masalah rumah tangga, sampai simulasi akad nikah dan beberapa wejangan-wejangan lainnya yang diberikan oleh pihak KUA kepada para catin dengan harapan agar sharing ilmu ini dapat menjadi bekal dalam berumah tangga kelak, sehingga setelah menikah, para peserta kegiatan ini dapat lebih bijak dalam menghadapi masalah dan angka perceraian dapat diminimalisir.&lt;br /&gt;
Kebanyakan para catin kurang mengetahui informasi secara jelas dari pihak KUA bahwa kegiatan ini merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan buku nikah. Mayoritas para catin mengetahui wajib nya mengikuti kegiatan penataran ini dari pengalaman teman yang sudah menikah, termasuk saya.&lt;br /&gt;
KUA memang biasanya memberitahukan kepada para catin untuk menghadiri kegiatan penataran pra nikah yang jadwal dan tempatnya telah ditentukan oleh pihak KUA, namun jarang sekali menjelaskan bahwa hal ini bersifat wajib dan merupakan salah satu syarat untuk bisa mendapatkan buku nikah sehingga tak sedikit pula para catin yang menyepelekan kegiatan ini dan tidak menghadirinya. Ada yang beralasan sedang bekerja, karena memang kegiatan ini dilakukan selama 1-2 hari pada hari dan jam kerja, ada pula yang hanya sekedar malas untuk menghadirinya, padahal ia tidak mengetahui konsekuensi dari ketidakhadirannya, yaitu buku nikah akan ditahan oleh pihak KUA.&lt;br /&gt;
Dan kegiatan ini harus diikuti oleh kedua calon pengantin baik pria maupun wanita, namun terkadang pihak KUA juga memberikan kelonggaran dengan membolehkan hanya salah satu nya saja yang hadir, yang penting ada perwakilannya, itu pun hanya jika benar-benar sangat tidak bisa hadir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
G.	PROSESI AKAD NIKAH&lt;br /&gt;
1.	Prosesi &lt;br /&gt;
Calon mempelai laki-laki dan perempuan, wali, dan keluarga serta para hadirin yang ikut menyaksikan dalam prosesi memasuki ruangan.&lt;br /&gt;
Penempatan kedua calon mempelai di depan petugas. Wali duduk di tengah-tengah antara calon mempelai laki-laki dan perempuan. Kedua saksi yang ditunjuk, duduk kanan dan kiri antara petugas.&lt;br /&gt;
Penelitian ulang data administrasi oleh petugas KUA.&lt;br /&gt;
	pemeriksaan saksi-saksi&lt;br /&gt;
	maskawinnya sudah siap ? (disaksikan para saksi)&lt;br /&gt;
	membaca Istigfar bersama-sama (terutama 2 mempelai dan 2 saksi)&lt;br /&gt;
أستغفر الله العظيم. (تيكا كالي). الذي لآ اله الا هو الحي القيوم وأتوب اليك.&lt;br /&gt;
أشهد ان لااله الا الله وأشهد ان محمدا رسول الله.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
	Wali ditanya siap mengijabkan? &lt;br /&gt;
Wali ditanya siap mengijabkan? Pakai bahasa Indonesia/jawa/arab? Kemudian ditawarkan kepada calon mempelai laki-laki. (kalau bahasa Arab para saksi juga harus faham)&lt;br /&gt;
	Kalau diwakilkan Ikrar taukil (ikrar wali yang mewakilkan) dulu.&lt;br /&gt;
Pemberian mas kawin oleh calon mempelai laki-laki, diterima oleh wali mewakili calon temanten putri.&lt;br /&gt;
Calon mempelai laki-laki siap menjawab ? Nanti dalam Ijab Qobul harus tidak terlalu lama / tersela ucapan atau perbuatan lain. Maka harus siap.&lt;br /&gt;
Kalau bisa antara khutbah nikah dengan ijab qobul tidak berselang (tanpa diacarai)&lt;br /&gt;
di Tanya ulang Apakah 2 calon mempelai sudah saling ridlo ?&lt;br /&gt;
Syarat rukun nikah telah lengkap ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
	Pembagian tugas (kalau ada)&lt;br /&gt;
Prosesi Akad Nikah : dibuka dan dipimpin langsung oleh Naib dengan bacaan Ummul Kitab, (dengan keterangan setelah bahwa setelah khutbah waktu diserahkan kepada naib untuk memimpin acara hingga selesai.)&lt;br /&gt;
Urutan :&lt;br /&gt;
1)	Pembacaan khutbah nikah diteruskan memimpin bacaan istighfar dan syahadat oleh ………&lt;br /&gt;
2)	Pelaksanaan akad nikah oleh wali&lt;br /&gt;
3)	Do’a. Kyai…………&lt;br /&gt;
Hadirin dimohon berdiri (dikomentari oleh pembawa acara) dengan iringan shalawat / hadrah&lt;br /&gt;
o	Temanten laki-laki sudah boleh bersalaman dengan temanten perempuan.&lt;br /&gt;
o	Temanten laki-laki bersalaman dengan wali dan bapak kyai disekitar tempat akad nikah&lt;br /&gt;
o	temanten putri diantar ke hadapan temanten laki-laki untuk saling bersalaman (diantar oleh ibunya).&lt;br /&gt;
o	Temanten berdua boleh duduk berdampingan di samping wali dikomentari oleh KUA (bila memungkinkan)&lt;br /&gt;
o	Pembacaan sighat ta’liq&lt;br /&gt;
o	Penandatanganan Akte Nikah&lt;br /&gt;
o	Penyerahan surat nikah oleh petugas KUA&lt;br /&gt;
o	Acara akad nikah telah selesai, dengan nasehat bahwa mempelai berdua sudah resmi halal dan sudah menjadi tanggung jawab mempelai laki-laki.&lt;br /&gt;
o	Secara agama sudah sah dan secara Negara sudah tercatat karena diawasi oleh PPN)&lt;br /&gt;
o	Apabila wali mewakilkan hak walinya maka diserahkan kembali.&lt;br /&gt;
o	Acara prosesi ditutup oleh pengacara  dengan bacaan Hamdalah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.	AKAD IJAB QOBUL&lt;br /&gt;
Sebaiknya membaca lafadh di bawah ini sebelum mengijabkan / paling tidak membaca basmalah / apabila sebelumnya belum membaca syahadat, sebaiknya dengan istigfar dan syahadat dulu.&lt;br /&gt;
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَاْلمُرْسَلِيْنَ. سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ :&lt;br /&gt;
فَيَا فُلاَنُ, اُوْصِيْكَ بِتَقْوَى اللهِ أُزَوِّجُكَ عَلَى مَا أَمَرَ اللهُ بِهِ مِنْ اِمْسَاكٍ بِمَعْرُوْفٍ اَوْ تَسْرِيْحٍ بِإِحْسَانٍٍ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.	WALI MENIKAHKAN SENDIRI&lt;br /&gt;
Bahasa Indonesia&lt;br /&gt;
Wali : saudara …………..bin …………………. !. Jawab mempelai laki-laki : saya&lt;br /&gt;
Wali : Saya nikahkan anda dengan anak perempuanku ……………binti…………………dengan mas kawin ………………….sudah dibayar tunai.&lt;br /&gt;
Qobul : saya terima nikahnya ………………..binti …………………… putri bapak untuk saya sendiri dengan mas kawin …………………..tunai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahasa Jawa&lt;br /&gt;
Wali : sederek ………………………..bin ………………………………!.  Jawab: kulo&lt;br /&gt;
Wali : Kulo nikahaken lan kulo jodohaken panjenengan kalihan putri kulo …………………………kanti maskawin …………………………………..ingkang.sampun kabayar kontan.&lt;br /&gt;
Qobul : kulo tampi nikahipun ……………………………binti ……………………………, putri bapak kangge kulo piyambak kanti mas kawin kasebat kontan.&lt;br /&gt;
4.	IKRAR WALI MEWAKILKAN&lt;br /&gt;
(Lafadz /ucapan mewakilkan wali kepada yang diserahi)&lt;br /&gt;
Bahasa Indonesia&lt;br /&gt;
Wali : pak Naib !/ pak kyai  saya wakilkan kepada bapak, saya minta untuk menikahkan anak saya ………….binti…………….dengan………………bin………………….dengan maskawin…………………………….tunai&lt;br /&gt;
Jawab : saya terima apa yang bapak wakilkan kepada saya dan akan segera saya laksanakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahasa Jawa&lt;br /&gt;
Wali : Pak Naib/ pak kyai ! kulo wakil dumateng panjenengan kulo aturi nikahaken penganten jaler meniko  ………………..bin ……………pikantuk anak estri kulo …………binti ……………….kanti maskawin ………………………….kontan&lt;br /&gt;
Jawab : Kulo tampi anggen panjenengan makilaken dateng kulo, lan enggal bade kulo laksanaaken.&lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
5.	WALI MENIKAHKAN SEBAGAI WAKIL&lt;br /&gt;
Bahasa Indonesia&lt;br /&gt;
Ijab : saudara …………..bin …………………. Jawab : saya&lt;br /&gt;
Saya nikahkan anda dengan ……………………binti…………………. yang hak walinya mewakilkan kepada saya dengan mas kawin ………………….sudah terbayar tunai.&lt;br /&gt;
Qobul : saya terima nikahnya ………………..binti ……………………yang walinya mewakilkan kepada bapak untuk saya sendiri dengan mas kawin…………………..tunai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahasa Jawa&lt;br /&gt;
Ijab : sederek …………..bin …………………. Jawab : kulo&lt;br /&gt;
Kulo nikahaken panjenengan kalihan  ……………………binti ………………  engkang walinipun makilaken dateng kulo kanti maskawin ………………….sampun kabayar kontan.&lt;br /&gt;
Qobul : kulo tampi nikahipun ………………..binti ……………………engkang walinipun makilaken dateng panjenengan kangge kulo piyambak kanti mas kawin kasebat kontan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6.	KHUTBAH NIKAH&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ ِللهِ. نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ, اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ وَالاَهُ. أَمَّا بَعْدُ : أَيُّهَا اْلإِخْوَانُ رَحِمَكُمُ اللهُ. أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ فَقَدْ فَازَ اْلمُتَّقُوْنَ. وَقَالَ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ : وَمِنْ آيَاتِهِ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوْا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً. اِنَّ فِيْ ذَلِكَ َلآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُوْنَ. وَقَالَ النَّبِيُّ J إِذَا تَزَوَّجَ الْعَبْدُ فَقَدِ اسْتَكْمَلَ نِصْفَ الدِّيْنِ فَلْيَتَّقِ اللهَ فِي النِّصْفِ الْبَاقِيْ.&lt;br /&gt;
Kemudian bersama-sama membaca istighfar  فَاسْتَغْفِرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ&lt;br /&gt;
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ (تيكا كالي). اَلَّذِيْ لآ اِلهَ اِلاَّ هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّوْمَ وَأَتُوْبُ اِلَيْكَ.&lt;br /&gt;
أَشْهَدُ اَنْ لآاِلهَ اِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ.&lt;br /&gt;
7.	Do’a untuk acara Walimatul ‘Arus / akad nikah&lt;br /&gt;
اَلْحَمْدُ ِللهِ لآاِلهَ ِالاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ. لَهُ اْلمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ. اَللّهُمَّ اجْعَلْ بَيْنَ قَلْبِ هَذَا الْعَرُوْسِ وَزَوْجَتِهِ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً وَأَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ آدَمَ وَحَوَاءَ وَأَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ يُوْسُفَ وَزُلَيْخَا وَأَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَخَدِيْجَةَ الْكُبْرَى. اَللّهُمَّ بَارِكْ لَهُمَا فِيْ عُمْرِهِمَا وَرِزْقِهِمَا وَعِلْمِهِمَا وَارْزُقْهُمَا ذُرِّيَّةً صَالِحَةً مُبَارَكَةً نَافِعَةً لَهُمَا وَلِْلإِسْلاَمِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِيْنَ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
https://sururudin.wordpress.com/2010/08/27/prosesi-akad-nikah/&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Contoh Resensi Buku Non Fiksi</title><link>http://raja-ilmupengetahuan.blogspot.com/2018/09/contoh-resensi-buku-non-fiksi.html</link><category>Bahasa</category><category>Indonesia</category><author>noreply@blogger.com (Mas Djoen)</author><pubDate>Mon, 17 Sep 2018 21:14:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1471705183535435531.post-3913173887913155402</guid><description>&lt;p align="justify"&gt;Berikut ini adalah beberapa contoh resensi buku non fiksi, untuk mata belajar bahasa Indonesia , selamat membaca:&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pengantar Filsafat Pendidikan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Identitas Buku&lt;br /&gt;
Judul Buku	: Pengantar FIlsafat Pendidikan&lt;br /&gt;
Penulis Buku	: Drs. Uyoh Sadulloh, M.pd&lt;br /&gt;
Penerbit Buku	: Alfabeta, CV&lt;br /&gt;
Cetakan	: II&lt;br /&gt;
Tebal Buku	: 183 Halaman&lt;br /&gt;
Tahun Terbit	: 2004&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ikhtisar&lt;br /&gt;
Pendidikan adalah kegiatan yang dilakukan manusia dalam rangka menerjemahkan apa yang dia alami melalui panca indera. Cakupannya sangat luas, meliputi pemikiran (unsur dalam) dan pengalaman (unsur luar).&lt;br /&gt;
Pendidikan berfungsi sebagai suatu praktek dalam kehidupan, seperti halnya kegiatan-kegiatan lain (ekonomi, hukum, agama, dll).&lt;br /&gt;
Pendidikan dapat ditempuh dengan berbagai cara, salah satu contohnya adalah jalur akademik baik secara empirik yang bersumber dari pengalaman-pengalaman, maupun dari perenungan-perenungan.&lt;br /&gt;
Hal yang pertama biasa disebut sebagai praktik –karena berkegiatan, menghasilkan pengalaman (praktik pendidikan), dan yang satu lagi disebut sebagai teori –karena merenung, berpikir, menghasilkan gagasan (teori pendidikan).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelebihan Buku&lt;br /&gt;
Buku filsafat pendidikan ini mampu menyuguhkan informasi mengenai sumber nilai dan bagaimana seorang manusia dapat memperoleh nilai tersebut. Buku tersebut juga menegaskan bahwa pendidikan pada dasarnya tidak dapat dipisahkan dengan niai-nilai / makna-makna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekurangan Buku&lt;br /&gt;
Buku filsafat pendidikan ini secara sengaja / tidak, kurang memberikan pemahaman bagi pembaca pemula, padahal buku ini sifatnya pengantar. Banyak bahasa-bahasa tingkat tinggi yang harus dicari pengertiannya dahulu sebelum satu kalimat utuh bisa dimengerti.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
Ghirah Cemburu karena Allah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Identitas Buku&lt;br /&gt;
Judul Buku	: Ghirah Cemburu karena Allah&lt;br /&gt;
Penulis Buku	: Prof. Dr. Hamka (Buya Hamka)&lt;br /&gt;
Penerbit Buku	: Gema Insani&lt;br /&gt;
Cetakan	: I&lt;br /&gt;
Tebal Buku	: 154 Halaman&lt;br /&gt;
Tahun Terbit	: 2015&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ikhtisar&lt;br /&gt;
Ghirah bukan hanya milik orang Islam yang sering dicap fanatic oleh bangsa Barat karena kebertahanannya dalam menjaga muruah pada diri, keluarga, maupun agamanya. Namun, menjaga muruah atau syaraf (Arab) juga milik setiap jiwa manusia, tidak peduli agamanya apa.&lt;br /&gt;
Bahkan, setiap daerah atau Negara, sebetulnya, mempunyai istilah masing-masing dalam menyebutkan ghirah ini. Ghirah juga dimiliki seorang cinta damai seperti Mahatma Gandhi –yang terkenal berpahaman luas dan berperikemanusiaan tinggi- yang sampai bersedia melakukan apa saja untuk mencegah adiknya Yawaharlal Nehru, Viyaya Lakshmi Pandit, dan anaknya, motial Gandhi, keluar dari agama Hindu.&lt;br /&gt;
Buya Hamka menjelaskan bahwa ghirah itu ada dua macam, yakni terhadap perempuan dan agama. Jika adik perempuanmu diganggu orang lain, lalu orang tersebut kamu pukul, itulah salah satu pertanda bahwa dalam dirimu masih ada ghirah.Jika agamamu, nabimu, dan kitabmu dihina, kamu masih berdiam diri saja, jelaslah ghirah telah hilang dari dirimu.&lt;br /&gt;
Jika ghirah atau siri –dalam bahasa orang Bugis, Makassar, Mandar, dan Toraja- tidak dimiliki lagi oleh bangsa Indonesia, niscaya bangsa ini akan mudah dijajah oleh asing dalam segala sisi. Jika ghirah telah hilang dari hati, gantinya hanya satu, yaitu kain kafan! Sebab kehilangan ghirah sama dengan mati!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelebihan Buku&lt;br /&gt;
Sebagai seorang ulama yang dikenal jenius, Prof. Dr. (Buya) Hamka secara pintar membangkitkan semangat para pembaca untuk tidak kehilangan muruah / harga dirinya bila apa yang menjadi kecintaan dihina. Entah itu agama, keluarga, bahkan harga dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
Buya Hamka secara gamblang memberikan contoh-contoh yang bersifat fakta dalam menyampaikan pesannya bahwa ghirah setiap manusia semakin hari semakin hilang. Buku ini sangat menohok sekali, dan sangat bagus untuk dibaca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekurangan Buku&lt;br /&gt;
Latar belakang Buya sebagai orang minang, tertuang di buku ini. Sehingga ada beberapa diksi yang asing untuk didengar orang Indonesia yang tinggal di daerah lain. Susunan kalimat dan partikel yang kurang pas membuat pembaca kadang-kadang harus membaca ulang satu kalimat lengkap.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Blink&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Identitas Buku&lt;br /&gt;
Judul Buku	: Blink&lt;br /&gt;
Penulis Buku	: Malcolm Gladwell&lt;br /&gt;
Penerbit Buku	: PT. Gramedia Pustaka Utama&lt;br /&gt;
Cetakan	: XIV&lt;br /&gt;
Tebal Buku	: 316 Halaman&lt;br /&gt;
Tahun Terbit	: 2015&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ikhtisar&lt;br /&gt;
Blink adalah buku mengenai dua detik pertama yang bisa sangat menentukan ketika kita mengamati sesuatu –dua detik yang akan memberikan pemahaman dalam sekejap mata, yang terbentuk berkat pilihan-pilihan yang muncul dari ‘komputer internal’ kita, alias kemampuan alam bawah sadar. Malcolm Gladwell menyebut kemampuan ini dengan ‘Kemampuan Berpikir Tanpa Berpikir’, di mana keputusan sekejap bisa didapat dari informasi yang sedikit namun akurat melalui snap judgment dan thin slicing.&lt;br /&gt;
Dalam Blink, kita akan melihat contoh-contoh menakjubkan kebehatan snap judgment dan thin slicing. Pakar benda seni yang mengenali barang antik palsu dalam sekali lihat, ahli cicip makanan yang mampu membedakan keripik mana buatan pabrik dan yang tidak; membedakan dengan mata tertutup, mana gelas yang berisi pepsi dan mana yang berisi coca-cola dalam sekali sesap.&lt;br /&gt;
Buku ini juga memberikan gambaran bahayanya membuat kesimpulan cepat: pemasar bisa memanipulasi kesan pertama konsumen, polisi bisa saja menembak mati seseorang yang tak bersalah, peserta pemilu bisa saja memilih calon presiden yang ganteng, namun tidak mampu bekerja. Blink menyingkapkan bahwa orang-orang yang pandai mengambil keputusan tepat bukanlah orang yang paling banyak memproses informasi atau sengaja menghabiskan waktu lebih lama untuk berpikir, tetapi orang yang pandai mengambil keputusan adalah mereka yang melatih diri mereka untuk menyempurnakan seni membuat cuplikan tipis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelebihan Buku&lt;br /&gt;
Malcolm Gladwell dengan bukunya Blink membuka wawasan kita bahwa ada kemampuan alam bawah sadar yang mampu membuat keputusan cepat meskipun variabel-variabel yang terkait dengan keputusan itu sangat banyak.&lt;br /&gt;
Teori-teori aplikatifnya sangat bagus untuk pembaca praktikkan dalam kehidupan sehari-hari untuk melatih kemampuan berpikir cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekurangan Buku&lt;br /&gt;
Buku terjemahan ini terlalu kaku bahasanya, sehingga pembaca akan cepat merasa jenuh, selain itu banyak istilah-istilah yang hanya dikenal di negeri asalnya, Amerika, sehingga dalam penerjemahannya ke dalam bahasa Indonesia, jadi rancu, bahkan tidak dimengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Self Driving&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Identitas Buku&lt;br /&gt;
Judul Buku	: Self Driving&lt;br /&gt;
Penulis Buku	: Rhenald Kasali, Ph.D.&lt;br /&gt;
Penerbit Buku: Mizan&lt;br /&gt;
Cetakan	: XIII&lt;br /&gt;
Tebal Buku	: 270 Halaman&lt;br /&gt;
Tahun Terbit	: 2016&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ikhtisar&lt;br /&gt;
Sejak dilahirkan, manusia diberikan satu kendaraan yang bisa kita sebut self. Tetapi tidak banyak manusia yang berkemampuan mengendarai dirinya sendiri sampai ke potensi maksimalnya.&lt;br /&gt;
Rhenal Kasali menggambarkan bahwa ada 2 macam manusia; manusia driver dan passanger. Manusia driver adalah manusia yang mempu mengemudikan dirinya sendiri, berpikir secara bebas sampai pada versi terbaik dirinya. Sehingga dengan begitu, dia dapat ‘mengangkut’ orang lain menuju tempat yang dia kehendaki.&lt;br /&gt;
Sementara manusia passanger adalah manusia yang hanya duduk manis di belakang driver, tidak perlu memikirkan situasi, boleh mengantuk bahkan tidur, dan tidak perlu merawat kendaraan. Sekilas memang kehidupan yang enak, padahal sebaliknya. Seorang passanger akan selalu menjadi orang yang kerdil dan tidak menciptakan perubahan karena terbelenggu oleh setting-an otak yang tetap. Tidak bertumbuh.&lt;br /&gt;
Hanya dengan self driving, manusia bisa mengembahgkan semua potensi yang dimilikinya dan mencapai sesuatu yang tidak pernah terbayangkan ketika para passanger terjebak dalam kondisi statis. Rhenald Kasali telah mengabdikan sebagian kehidupannya dalam memimpin transformasi mindset. Buku ini adalah hasil kajian seorang pendidik yang pernah –sebanyak empat kali- terlibat dalam panitia seleksi calon CEO, pimpinan dalam jabatan publik, dan panitia seleksi calon pimpinan KPK.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelebihan Buku&lt;br /&gt;
Rhenald Kasali, melalui buku Self Driving membuat para pembaca merenung untuk kemudian tergerak merubah mindsetnya detik itu juga dari passanger menjadi seorang driver lewat diksi yang persuasif dan menohok.&lt;br /&gt;
Selain itu juga, tersaji data-data ilmiah yang membuat kita berpikir bahwa perubahan itu harus dimulai dari diri sendiri, dari sekarang, dan dari hal-hal yang remeh temeh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekurangan Buku&lt;br /&gt;
Layout buku yang sedikit membingungakan karena selain tulisan utama, ada juga tulisan box yang menyela alur tulisan utama. Sehingga dalam membacanya harus dibolak-balik; tulisan utama sampai beres, baru baca tulisan di box. Atau sebaliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
Bagaimana Mencari Kawan dan Memengaruhi Orang Lain&lt;br /&gt;
(How to Win Friends and Influence People)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Identitas Buku&lt;br /&gt;
Judul Buku	: Bagaimana Mencari Kawan dan Memengaruhi Orang Lain&lt;br /&gt;
Penulis Buku	: Dale Carnegie&lt;br /&gt;
Penerbit Buku	: Birarupa Aksara&lt;br /&gt;
Cetakan	: X&lt;br /&gt;
Tebal Buku	: 400 Halaman&lt;br /&gt;
Tahun Terbit	: 2014&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ikhtisar&lt;br /&gt;
Bagaimana Mencari Kawan dan Memengaruhi Orang Lain pertama kali diterbitkan pada tahun 1937, dan secara berkala mengalami perbaikan dan penyesuaian dengan zaman. Secara ajaib buku ini tetap menjadi minat bagi para pembaca yang sedang mempelajari tentang komunikasi.Dale Carnegie dalam buku ini menjelaskan fakta-fakta sejarah, bagaimana orang-orang besar sebetulnya tidak memiliki apapun kecuali sebuah kemampuan dalam mengambil hati orang lain.&lt;br /&gt;
Bagaimana dengan cara demikian (mengambil hati) bisa berarti banyak hal. Seperti kisah Stevie Wonder yang diceritakan penulis; seorang buta yang kemudian menjadi penyanyi legend di Amerika. Awal kisahnya adalah karena Stevie Wonder diberikan ‘kehormatan’ untuk menangkap seekor tikus percobaan yang lepas.&lt;br /&gt;
Bisa bayangkan seorang buta disuruh menangkap tikus? Tapi inilah pujian telak. Guru Stevie pada waktu itu percaya bahwa kebutaannya melebihkan kemampuannya yang lain, yakni kemampuan pendengaran.&lt;br /&gt;
Di buku ini kita akan menemukan cara-cara aplikatif yang sangat bisa sekali kita terapkan dalam kehidupan kita. Cara yang sederhana namun akan berdampak besar. Ada sepuluh hal yang Dale Carnegie janjikan kalau membaca buku Bagaimana Mencari Kawan dan Memengaruhi Orang Lain ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepuluh hal itu adalah:&lt;br /&gt;
	Mengeluarkanmu dari kebiasaan mental yang buruk, memberi gagasan, visi, dan ambisi baru&lt;br /&gt;
	Membuatmu mudah dan cepat berkawan&lt;br /&gt;
	Meningkatkan popularitas&lt;br /&gt;
	Memikat orang mengikuti cara berpikirmu&lt;br /&gt;
	Mengingkatkan pengaruh, prestise, dan kemampuanmu dalam menyelesaikan segala sesuatu&lt;br /&gt;
	Memungkinkanmu memperoleh klien dan pelanggan baru&lt;br /&gt;
	Meningkatkan kemampuanmu dalam memperoleh penghasilan yang lebih besar&lt;br /&gt;
	Menjadikanmu wiraniaga, manajer, atau eksekutif yang lebih baik&lt;br /&gt;
	Menjadikanmu pembicara yang lebih baik dan lebih menyenangkan&lt;br /&gt;
	Membangkitkan antusiasme di antara rekan usaha&lt;br /&gt;
Dale Carniege mengatakan, buku Bagaimana Menacari Kawan dan Memengaruhi Orang Lain telah mengajarkan semua hal di atas kepada lebih dari 15 juta pembaca dalam tiga puluh tujuh bahasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelebihan Buku&lt;br /&gt;
Bahasa yang digunakan Dale Carniege lugas dan tepat, sehingga membuat pembaca ingin segera mempraktikkan apa yang ditulis di buku tersebut.&lt;br /&gt;
Poin-poinnya jelas dan tersusun secara sistematis dari yang paling gampang untuk dilakukan sampai ke yang sedikit sulit untuk dilakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekurangan Buku&lt;br /&gt;
Sama seperti buku terjemahan lainnya, buku Dale Carnegie ini juga mengandung istilah dan kejadian-kejadian yang dominan diketahui orang Amerika. Jadi untuk pembaca awam, bilamana ingin memahami secara mendalam cerita / ilustrasi yang disuguhkan buku ini, harus mencari informasi tambahan mengenai hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Panduan Praktis Main Rubik untuk Pemula&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Identitas Buku&lt;br /&gt;
Judul Buku	: Panduan Praktis Main Rubik untuk Pemula&lt;br /&gt;
Penulis Buku	: Wicaksono Adi&lt;br /&gt;
Penerbit Buku	: Gradien Mediatama&lt;br /&gt;
Cetakan	: I&lt;br /&gt;
Tebal Buku	: 184 Halaman&lt;br /&gt;
Tahun Terbit	: 2009&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ikhtisar&lt;br /&gt;
Rubik adalah permainan puzzle mekanik dengan bentuk kubus (ada juga segitiga) yang mempunyai enam warna berbeda pada setiap sisinya. Rubik ditemukan oleh Professor Erno Rubik pada tahun 1974.&lt;br /&gt;
Professor Erno Rubik adalah seorang arsitek dan pemahat asal Hungaria. Tidak butuh lama bagi rubik untuk menciptakan sensasi rasa internasional. Setiap orang ingin bermain rubik dan memilikinya.&lt;br /&gt;
Demam rubik menjalar baik di kalangan anak-anak maupun orang dewasa. Seperti memiliki aura ajaib yang memikat pada kubus kecil ini. Ia mempuyai konsep yang sederhana, elegan, namun secara mengejutkan sangat sulit untuk diselesaikan.&lt;br /&gt;
Satu demi satu kompetisi diadakan untuk menyelesaikan rubik cube ini. Di antaranya adalah United Kingdom Rubik’s Cube Championship (Desember 1981), American Rubik’s Cube Championship (November 1981), Canada Rubik’s Cube Championship (Maret 1982), dll.&lt;br /&gt;
Puncaknya ada pada tahun 1982, bulan Juni, untuk pertama kalinya kompetisi menyelesaikan rubik dunia diselenggarakan di Budapest. Kejuaraan tersebut dimenangkan oleh seorang pelajar asal Vietnam yang beru berumur 16 tahun dengan catatan waktu 22,95 detik saja.&lt;br /&gt;
Ketertarikan pada permainan rubik mulai memudar di tahun 1990-an. Orang-orang banyak yang terlampau kesal saat mencoba menyelesaikannya, tetapi tidak kujung berhasil Sebagian orang lebih tertarik dengan kehadiran game console elektronik pada saat itu. Namun, yang tercatat, hingga hari ini lebih dari 30 juta rubik telah terjual. Hal tersebut menjadikannya permainan puzzle terlaris di dunia sepanjang masa.&lt;br /&gt;
Rubik menemukan kembali ruhnya saat tahun 2000-an, di mana internet muncul. Petunjuk-petunjuk cara menyelesaikannya telah banyak termuat di internet, oleh karena itu, demam rubik kembali melanda dunia untuk kedua kalinya.&lt;br /&gt;
Tepat pada tahun 2003, ketika world championsip rubik kembali diadakan di Canada, rubik kembali mencapai puncak.&lt;br /&gt;
Rubik dipandang sebagai permainan yang positif, melatih daya ingat, motoric, serta mendorong pemainnya untuk menjalin sebuah komunitas dan berkompetisi secara sehat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelebihan Buku&lt;br /&gt;
Buku Tips &amp; Trik Jago Main Rubik ini mempunyai banyak gambar sehingga interaktif dan mudah dimengerti pembaca. Selain itu penjelasannya memang jelas, rinci, dan juga terdapat indeks untuk kata-kata yang sulit untuk dimengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekurangan Buku&lt;br /&gt;
Untuk orang yang baru belajar rubik, masih diperlukan indeks / kosakata rubik yang lebih banyak. Dan di dalam buku ini, masih terdapat kata-kata yang sulit dimengerti tetapi tidak masuk ke indeks / glosarium.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
Agar Menulis – Mengarang Bisa Gampang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Identitas Buku&lt;br /&gt;
Judul Buku	: Agar Menulis – Mengarang Bisa Gampang&lt;br /&gt;
Penulis Buku	: Andrias Harefa&lt;br /&gt;
Penerbit Buku	: PT. Gramedia Pustaka Utama&lt;br /&gt;
Cetakan	: I&lt;br /&gt;
Tebal Buku	: 112 Halaman&lt;br /&gt;
Tahun Terbit	: 2002&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ikhtisar&lt;br /&gt;
Aktivitas menulis seringkali dikaitkan dengan bakat alami yang dimiliki seseorang dari lahir. Tetapi dipercaya atau tidak, bakat tidak menjadikan aktivitas tulis menulis menjadi mudah dan lancar seperti yang kita bayangkan sebelumnya.&lt;br /&gt;
Para ahli berulang kali menyatakan bahwa menulis merupakan sebuah pelajaran dasar yang telah kita perolah bahkan sejak kita berada di bangku TK.&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, mengarang merupakan keterampilan yang sudah lama kita geluti. Akan tetapi, dalam prakteknya; ketika ingin menuangkan ide-ide di dalam kepala menjadi tulisan, kata ‘bakat’ selalu menjadi mental blok sehingga banyak yang urung bahkan dalam tahap ‘ingin’.&lt;br /&gt;
Mengarang bukanlah pekerjaan yang mudah, tetapi juga tidak sulit. Asal kita mempunyai komitmen yang terus dipelihara maka proses tulis menulis; mengarang akan menjadi lebih mudah.&lt;br /&gt;
Komitmen adalah sebuah bahan bakar penting yang akan terus menyengat semangat kita ketika malas. Komitmen juga berarti janji terhadap diri sendiri bahwa ‘Aku akan menjadi penulis yang hebat!’&lt;br /&gt;
Sebab percaya atau tidak, bakat tidak lebih dari minat yang dipupuk dengan ambisi untuk terus dilakoni sehingga berkembang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelebihan Buku&lt;br /&gt;
Buku Agar Menulis – Mengarang Bisa Gampang secara aneh memberikan semangat pada para pembaca untuk mulai membuat sebuah karya tulis. Buku ini juga menyajikan gagasan-gagasan kreatif sehingga pembaca merasa perlu untuk mengalih bentukkan gagasan tersebut menjadi sebuah tindakan nyata, yaitu karya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekurangan Buku&lt;br /&gt;
Buku ini secara implisit ditulis secara asal dan terkesan mahal.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendeteksi Dini Pecahnya Pembuluh Darah Otak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
IDENTITAS BUKU :&lt;br /&gt;
Judul 		: Memahami Aneurisma Otak&lt;br /&gt;
Penulis 	: Dr. Mardjono Tjahjadi, SpBs&lt;br /&gt;
Penerbit 	: Bhuana Ilmu Populer&lt;br /&gt;
Cetakan 	: I, 2016&lt;br /&gt;
Tebal 		: xxii + 126 halaman&lt;br /&gt;
ISBN 	: 978-602-394-226-8&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
IKHTISAR :&lt;br /&gt;
Dalam dunia medis, aneurisma dapat didefinisikan sebagai pelebaran dinding pembuluh darah karena lemahnya struktur dinding tersebut. Secara umum, aneurisma terjadi pada pembuluh arteri otak yang dibahas buku ini.&lt;br /&gt;
Statistik kedokteran internasional melaporkan 1–5 dari 100 orang memiliki aneurisma otak. Berdasarkan fakta tersebut aneurisma otak bukanlah sebuah penyakit yang langka. Memang benar menegakkan diagnosis aneurisma tidak mudah karena hanya sekitar 10 persen yang memberi gejala klinis. Sisanya tidak bergejala.&lt;br /&gt;
Kebanyakan aneurisma otak baru bergejala bila sudah pecah dan menimbulkan stoke, di mana lebih dari separuh aneurisma otak yang pecah akan berakibat fatal. Maka, deteksi dini aneurisma otak sangatlah penting untuk mencegah angka kesakitan dan angka kematian akibat penyakit ini.&lt;br /&gt;
Hingga kini masih belum diketahui jelas alasan dan waktu aneurisma pecah. Terdapat beberapa teori, termasuk tekanan, peradangan, dan penuaan. Beberapa faktor risiko utama aneurisma otak adalah usia di atas 40. Semakin tua seseorang, tambah tinggi risiko terserang aneurisma otak. Faktor lainnya: merokok, konsumsi alkohol berlebihan, penyakit tekanan darah tinggi.&lt;br /&gt;
Sebab lain, adanya riwayat penyakit otak sebelumnya (kemungkinan tumbuh lagi di tempat lain). Adanya aneurisma dalam keluarga (10–15 persen anggota keluarga akan memiliki aneurisma juga dan cedera pembuluh darah (hal 6–7).&lt;br /&gt;
Ada 10 persen penderita aneurisma pecah akan langsung meninggal dan 40 persen lainnya meninggal dalam 30 hari perawatan. Sementara itu, pasien yang selamat 50 persennya akan cacat. Jika sudah telanjur pecah, penderita harus segera mendapat penanganan medis (hal 9).&lt;br /&gt;
Bila diasumsikan penduduk Indonesia 250 juta, diperkirakan setiap tahun terdapat 25.000 orang aneurisma pecah. Setiap tahun, sekitar 2.500 orang akan meninggal sebelum dibawa ke rumah sakit. Kita harus ingat, tidak semua memiliki akses cepat ke rumah sakit (hal 10).&lt;br /&gt;
Sebanyak 90 persen pasien aneurisma otak sama sekali tidak tahu memiliki penyakit tersebut. Mereka baru mengetahuinya ketika aneurisma pecah. Ada tiga gejala utama, yaitu sakit kepala sangat hebat. Secara mendadak, kepala seperti dipukul palu, muntah, leher terasa kaku, hingga pingsan. Salah satu sisi anggota gerak tubuh mendadak lumpuh.&lt;br /&gt;
Jika satu dari gejala-gejala tersebut muncul, pasien harus segera dibawa ke rumah sakit karena gejala klinis bisa memburuk dengan sangat cepat. Bahkan, dalam hitungan menit. Beratnya gejala yang dialami bergantung besaran robekan dan tinggi tekanan darah pada saat pecah. Pada kasus berat, penderita langsung kehilangan kesadaran (pingsan) atau bahkan koma.&lt;br /&gt;
Tentu saja itu sangat menakutkan. Namun, dengan perkembangan ilmu bedah saraf, tingkat kesembuhan pun semakin meningkat. Penanganan aneurisma secara garis besar dibagi menjadi tiga pilihan: observasi, operasi bedah mikro, atau prosedur endovaskuler (hal 61).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku ini ditulis untuk menambah wawasan masyarakat tentang penyakit aneurisma otak mulai dari penyebab, gejala, hingga penanganannya berdasarkan literatur medis berbasis bukti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Mentor Perlu untuk Membantu Mencapai Sukses Bisnis&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
IDENTITAS BUKU :&lt;br /&gt;
Judul	 : Breakthrough: 7 Kunci Utama Membangun Bisnis&lt;br /&gt;
Penulis : Mohammad Assad&lt;br /&gt;
Penerbit : Elex Media Komputindo&lt;br /&gt;
Cetakan : 2017&lt;br /&gt;
Tebal : 276&lt;br /&gt;
ISBN : 978-602-04-0083-9&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
IKHTISAR :&lt;br /&gt;
Jumlah pengusaha menunjukkan tingkat kemajuan ekonomi suatu negara karena menjadi lokomotif ekonomi. Perusahaan mereka dikenai pajak 40 persen untuk kas negara. Di samping itu, lapangan kerja akan semakin lebar guna mengikis jumlah pengangguran.&lt;br /&gt;
Menjadi pengusaha harus memiliki modal. Modal utama bukan materi, namun kemampuan diri untuk mencari peluang tidak hanya sekarang, namun juga kelak. Itulah rumus yang diterapkan pengusaha nasional Chairul Tanjung. Buy the future with the present value. Seorang pengusaha harus bisa memprediksi kejadian masa depan dengan melihat situasi dan kondisi saat ini (hlm viii).&lt;br /&gt;
Namun, mencari peluang bukan mudah. Semangat saja tidak cukup. Hanya keyakinan diri tidak memadai karena rimba bisnis berliku dan kompleks. Pengusaha sukses harus belajar mencari peluang dari nol tentang pola pikir, keberanian, dan kreativitas. Pola pikir meyakini, siapa pun bisa menjadi pengusaha sukses. Berani gagal dan kreatif merambah sesuatu baru agar bisa mendatangkan keuntungan dan mampu terus bertahan (hlm 13–15).&lt;br /&gt;
Para pengusaha sukses pernah gagal, namun mampu bangkit. Jiwa pengusaha digambarkan seperti pohon kurma yang tumbuh kuat di padang pasir. Sebab sejak benih ditanam akarnya mencengkeram tanah kuat-kuat demi mengangkat beban bebatuan di atasnya. Ibarat lain, seperti pohon bambu yang selama tujuh tahun pertama tidak berkembang karena fokus pada pemekaran akar (hlm 202–203).&lt;br /&gt;
Pengusaha yang didampingi mentor akan melewati berbagai kendala serta bisa mempersingkat jalan menuju sukses. Dengan beragam pengalaman bisnis, mentor bisa memberi ilmu bisnis yang sudah teruji di lapangan, solusi persoalan, dan teori yang telah dipraktikkan (hlm 227–228).&lt;br /&gt;
Contoh banyak orang Padang belajar langsung membuka restoran. Orang Palembang sukses berdagang pempek. Orang Makassar sukses menjadi pengusa coto dan orang Pekalongan berhasil menjadi pengusaha batik. Anak pengusaha lebih mudah melewati berbagai kendala kalau mau belajar dari pendahulu baik orang tua maupun seniornya.&lt;br /&gt;
Mentor antara lain berperan sebagai motivator. Bagaimanapun tabah dan kegigihan berusaha, tetap saja calon pengusaha bisa malas, kurang percaya diri, atau putus asa menghadapi kegagalan. Apalagi bila kegagalan datang bertubi-tubi. Mentor juga berfungsi untuk membantu mengembangkan bisnis.&lt;br /&gt;
Pengusaha pemula biasanya banyak melakukan kesalahan dan kegagalan karena belum berpengalaman. Jika terus menerus salah dan gagal, tentu waktu dan modal akan susut pula. Kehadiran mentor bisa mengurangi risiko tersebut. Dia juga berfungsi untuk melihat blind spot. Semua memiliki blind spot atau titik buta yang hanya bisa dilihat orang lain. Untuk itu, seseorang membutuhkan sesamanya yang bisa melihat kekuatan dan menutupi kekurangan (hlm 239).&lt;br /&gt;
Mentor dalam dunia penting karena tidak lepas dari pakem bisnis sebagai pengejewantahan solidaritas sesama manusia. Bisnis adalah usaha mencukupi kebutuhan orang lain. Dalam konteks mentor, setiap pengusaha sebaiknya saling berbagi pengalaman demi terciptanya sinergitas bisnis yang mapan. Sebab itu, jaringan pertemanan harus selalu dibangun dan dijaga lewat media sosial, pelatihan, atau kunjungan yang bersifat personal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Meraih Kemurnian Hati di Bulan Suci&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Judul : Purification of the Heart; Tanda, Gejala dan Obat Penyakit Hati&lt;br /&gt;
Penulis : Hamzah Yusuf&lt;br /&gt;
Penerjemah : Haris Priyatna&lt;br /&gt;
Penerbit : Mizan&lt;br /&gt;
Cetakan : Pertama, Februari 2017&lt;br /&gt;
Tebal : 320 halaman&lt;br /&gt;
ISBN : 978-979-433-975-6&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hati merupakan asal muasal yang membawa pengaruh besar dalam kehidupan. Rasulullah saw. menyebut hati sebagai wadah penyimpanan pengetahuan dan tempat yang peka terhadap perbuatan raga (hal 17). Hal ini bisa dilihat dari kenyataan saat ini, ketika berbagai kejahatan amoral terjadi; seperti pembunuhan, pencurian, korupsi, pemerkosaan dan sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ditilik lebih jelas, hal itu pada dasarnya bersumber dari hati yang kotor—memiliki penyakit. Ketika hati kotor, maka kecenderungan pemilik hati adalah melakukan tindak kejahatan. Oleh karena itu, betapa pentingnya kita mengobati hati agar tidak terjebak pada jalan yang salah. Apalagi di bulan yang suci ini, bulan penuh khikmah untuk memperbaiki diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku karya Hamzah Yusuf ini akan menjadi jembatan dalam usaha meraih ketenteraman hati di bulan suci ini. Dalam buku yang diambil dari terjemahan kitab Mathharat Al-Qulub karya Imam Al-Mawalud ini memaparkan tentang tanda-tanda penyakit hati dan cara memurnikan atau penyembuhannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyakit pertama yang dibahas adalah kikir. Ini berkaitan dengan syariah (hukum suci), yaitu hak yang wajib ditunaikan kepada Allah kepada ciptaan-Nya. Seperti kewajiban mengeluarkan zakat di bulan ramadhan atau bersedekah kepada orang yang membutuhkan. Sifat kikir dalam bentuk tidak memberi zakat adalah dilarang. Hal ini berlaku juga dalam hal kewajiban menghidupi istri dan anak. Bahkan jika suami-istri bercerai, sang suami harus membayar tunjangan bagi anaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imam Ali r.a berkata, “Orang yang terburuk adalah si kikir. Di dunia ini, dia tidak bisa menikmati kekayaannya sendiri, dan diakhirat, dia dihukum.” Cara pengobatannya adalah dengan kesadaran diri akan kerugian dan sikap kikir itu sendiri—menyadari bahwa mereka yang mencapai kekayaan itu memerlukan waktu lama dalam meraihnya. Padahal waktu pun berjalan dengan cepat. Dan kematian sewaktu-waktu akan datang menjemput. Pastinya sangat rugi setelah berjuang keras namun tidak bisa menikmatinya sendiri karena sifat kikir (hal 45).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua, serakah. Yaitu sifat berlebih-lebihan dan keangkuhan. Salah satu tanda kondisi itu adalah mudahnya berhutang dan hidup puas dengan itu. Meski sadar perbutan tersebut akan menjatuhkan diri sendiri—terperangkap dalam utang, orang-orang serakah tidak peduli. Yang terpenting adalah bisa mencapai standar hidup materiel tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan cara pengobatannya adalah sengaja berlapar-diri. Rasa lapar bisa diperoleh dengan melakukan puasa atau mengurangi makan. Mengingat dalam aspek pengobatan tradisional, bahwa terlalu banyak makan akan merugikan hati dan bahkan bisa membunuhnya juga mengakibatkan keras hati (hal 47). Di lain sisi puasa juga membantu menjaga hati agar selalu mensyukuri nikmat Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga, zalim. Sebuah perbuatan yang ingin menyakiti orang lain tanpa alasan yang benar. Sikap ini harus benar-benar dihindari. Karena sikap ini pada akhirnya hanya akan merugikan diri sendiri. Contoh paling nyata dalam hal yang mendorong orang berlaku zalim adalah “cinta kedudukan”. Orang yang cinta kedudukan bersedia melakukan apa saja—bahkan jika itu menyakiti orang lain demi meraih harapannya. Padahal sikap itu hanya akan membuatnya bepaling dari Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, sikap zalim ini harus segera diobati. Caranya yaitu dengan mengingat kematian. Dengan mengingat kematian kita akan tahu, bahwa sebesar apa pun kedudukan yang kita miliki, pada akhirnya kedudukan itu tidak akan dibawa mati. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peresensi Ratnani Latifah, Alumnus Universitas Nahdlatul Ulama, Jepara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kisah Kehidupan Pendidik Bangsa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Judul : Ki Hadjar, Sebuah Memoar&lt;br /&gt;
Penulis : Haidar Musyafa&lt;br /&gt;
Penerbit : Pustaka Imania&lt;br /&gt;
Cetakan I : April 2017&lt;br /&gt;
Tebal : 558 halaman&lt;br /&gt;
ISBN : 978-602-792-634-9&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa yang tidak kenal Raden Mas Soewardi Soerjaningrat atau Ki Hadjar Dewantara? Guru Bangsa dan Pahlawan Nasional yang telah berjuang keras demi kemajuan bangsanya. Dia berjuang keras agar para inlander bisa mendapat pendidikan layak. Kelak untuk menghormati perjuangannya, bertepatan dengan kelahirannya, setiap 2 Mei diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional.&lt;br /&gt;
Dia lahir 2 Mei 1889 dengan nama Soewardi. Karena termasuk keturunan pangeran Kadipaten Puro Pakualaman, dia digelari Raden Mas Soewardi (hal. 38).&lt;br /&gt;
Pidato-pidatonya yang lantang menjadi pembangkit persatuan rakyat Indonesia. Meskipun berulang kali ditangkap dan dipenjara, semangatnya untuk membela kepentingan jelata tak pernah padam (hal. 31). Ini sebuah karakter yang mencerminkan pengalaman pribadinya yang menjadikan setiap tempat adalah sekolah dan setiap orang adalah guru.&lt;br /&gt;
Setelah kembali dari pengasingan, pada tahun 1919, Ki Hadjar mulai tertarik dan terpanggil menjadikan pendidikan sebagai alat perjuangan meraih kemerdekaan. Berangkat dari impian dan cita-cita luhurnya itu, pada 3 Juli 1922 Ki Hadjar dan teman-teman seperjuangannya mendirikan Nationaal Onderwijs Instituut Taman Siswa (hal. 33).&lt;br /&gt;
“Mengingat pentingnya pendidikan untuk masa depan, pernah membuatku selalu memikirkan Sariman dan teman-temannya yang hanya berasal dari kalangan jelata. Apakah anak-anak yang terbiasa dengan kehidupan kasar itu bersedia jika kuajak sekolah? ‘Tentu saja aku ingin sekolah Denmas, seperti sinyo-sinyo Belanda itu,’” Kata Sariman (hal. 74).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ki Hadjar muda tak kuasa menyaksikan anak-anak Bumiputera terampas kebebasannya dalam menuntut ilmu. Sejak kecil Ki Hajar Dewantara mendapat pemahaman, manusia itu memiliki kedudukan sederajat di hadapan Tuhan. Maka, selain mendidik daya pikir dan nalar, Ki Hajar juga menekankan pendidikan budi pekerti, agar karakter anak terbentuk secara baik dan berkembang menjadi manusia berbudi pekerti mulia.&lt;br /&gt;
Mendidik dan mengenalkan mereka pada ilmu pengetahuan merupakan suatu keharusan. Agar di kemudian hari mereka menjadi manusia-manusia tangguh secara lahir batin. Lebih dari itu, aku berharap agar anak-anak yang masih polos itu kelak akan menjadi pribadi-pribadi yang penuh semangat, cerdas, dan memiliki tekad yang kuat untuk membela harga diri bangsa dan tanah airnya (hal. 333).&lt;br /&gt;
Tujuan didirikannya sekolah Taman Siswa mendidik anak-anak inlander dengan sistem pendidikan yang sesuai dengan karakter bangsa Indonesia (hal. 479). Anak-anak harus digembleng dengan sistem pendidikan yang selaras dan sesuai dengan budaya kehidupan bangsanya. Jika pendidikan anak-anak tidak didasarkan pada semangat nasionalisme, bisa jadi tidak akan pernah memiliki rasa cinta terhadap bangsa dan negaranya. Tidak memiliki kepedulian untuk membela dan menjaga tanah airnya, tanah tumpah darahnya.&lt;br /&gt;
Selain semboyan Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, dan Tut Wuri Handayani, ada 3 tujuan utama Ki Hadjar mengembangkan pendidikan. Pertama, Hamemayu Hayuning Sariro, memberi pendidikan yang bermanfaat bagi anak didik dan keluarganya, memiliki kemandirian dalam belajar dan tidak bergantung orang lain. Kedua, Hamemayu Hayuning Bongso, memberi pendidikan kepada seluruh rakyat bangsa, yang membawa manfaat besar bagi nusa dan bangsa. Ketiga, Hamemayu Hayuning Bawono, memberi pendidikan yang berguna demi kepentingan dunia (hal. 532). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diresensi Ahmad Fauz, Staf Pengajar IAIN Jember&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sukses Mengajari Anak Berbisnis Sejak Dini&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Judul : Strategi Membentuk Mental “Entrepeneur” pada Anak&lt;br /&gt;
Penulis : August N Chatton&lt;br /&gt;
Penerbit : Laksana&lt;br /&gt;
Cetakan : Pertama, 2017&lt;br /&gt;
Tebal : 200 halaman&lt;br /&gt;
ISBN : 978-602-407-100-4&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mempersiapkan masa depan anak tugas setiap orang tua. Berbagai profesi bisa mulai dikenalkan sejak dini agar anak kelak mudah menetapkan pilihan. Dalam persaingan yang semakin ketat di lapangan kerja sektor formal, wirausahawan boleh menjadi alternatif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jumlah pelaku wirausaha Indonesia masih sedikit sehingga kurang dalam ambil bagian menggerakkan perekonomian nasional. Padahal, kemakmuran negara dapat terwujud setidaknya jika 2 persen penduduk berwirausaha.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wirausaha menjanjikan kesejahteraan hidup lebih baik. Peluangnya juga masih sangat terbuka. Namun demikian, berwirausaha tentu tetap perlu dipersiapkan secara serius, terutama mental dan karakter kuat, kreatif, dan jeli menangkap peluang. Dia juga ulet, optimistis, serta bijak dalam menghadapi berbagai masalah. Hal-hal tersebut butuh untuk dipupuk sejak dini agar ketika masanya tiba, para calon pengusaha tersebut sudah matang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memperkenalkan profesi pengusaha pada anak-anak dapat dilakukan dengan memberi gambaran sederhana tentang bisnis. Berikan pengertian bahwa pengusaha menghasilkan uang atau keuntungan dari menjual hasil produksi atau jasa. Berceritalah tentang pelaku wirausaha sukses di lingkungan sekitar. Bisa juga dengan mencontohkan anak seumuran yang mampu menghasilkan uang sendiri, misalnya hanya dengan menjual kerajinan tangan hasil karya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengajari anak tentang dunia usaha, kita dapat belajar dari orang Tiongkok. Sejarah mencatat dulu dan sekarang, Tiongkok penguasa jalur perdagangan dunia. Orang tua mewariskan usaha-usaha dengan mengajari anak berdagang mulai dari bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka menyuruh anak-anak terlibat langsung dari pekerjaan sederhana, seperti membersihkan toko, mengangkat barang, dan melayani pembeli. Kadang mereka juga diberi tanggung jawab seperti memegang keuangan dan mencatat pembukuan. Sementara itu, keluarga lain membawa anak-anak mengunjungi perkebunan atau pabrik. Ada juga yang diajak ke pertemuan bisnis. Hal-hal demikian akan memupuk keberanian serta kepercayaan diri anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari contoh tersebut, anak-anak secara alamiah belajar bisnis langsung. Jiwa bisnis ditumbuhkan lewat praktik nyata (hlm 92-95). Buku ini juga menuturkan media pembelajaran awal mengenai dunia bisnis yang menarik, menyenangkan, dan tidak membosankan, di antaranya lewat permainan monopoli yang mengajarkan mengenai konsep-konsep dasar keuangan secara efektif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka bermain untuk mengumpulkan kekayaan dari seluruh petak di atas papan melalui pembelian, penyewaan, atau pertukaran aset dalam sistem ekonomi sederhana. Manfaat permainan monopoli untuk mengasah kecerdasan, strategi, berhitung, memecahkan masalah, mengelola aset secara bijak. Mereka dilatih berkomunikasi dan negosiasi (hlm 187–192).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang tak boleh dilewatkan, menanamkan moralitas. Dengan nilai-nilai kemanusiaan yang baik, mereka akan menjadi pengusaha beretika sehingga tidak menghalalkan segala cara dalam meraih keuntungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski wirausahawan harus selalu percaya diri dan optimistis, orang tua perlu mengajarkan mental siap kalah atau gagal. Ini bukan bentuk pesimisme agar anak juga perlu tahu kenyataan bahwa hidup tak selalu sukses dan menang. Kadang kala kegagalan dan kesedihan juga menghampiri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diresensi Anindita Arsanti, Lulusan UPN Veteran Yogyakarta&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Memupuk Nilai Keindonesiaan dalam Jiwa Warga&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Judul : Nilai Keindonesiaan&lt;br /&gt;
Penulis : Yayasan Suluh Nuswantara Bakti&lt;br /&gt;
Penerbit : Kompas&lt;br /&gt;
Terbit : 2017&lt;br /&gt;
Tebal : viii + 330 Halaman&lt;br /&gt;
ISBN : 978-602-412-181-5&lt;br /&gt;
Faktor utama perubahan masyarakat adalah menyusupnya nilai-nilai global yang merasuk ke seluruh aspek kehidupan. Ini secara perlahan memarjinalkan nilai-nilai lokal yang sarat kebijakan. Maka, budaya bangsa yang semakin tergerus harus diantisipasi dengan penguatan nilai-nilai keindonesiaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku ini hasil diskusi berseri. Tujuannya menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai keindonesian dalam diri rakyat Indonesia. Ketika bangsa menjadikan Pancasila sebagai dasar negara dan falsafah hidup maka nilai keindonesiaan merupakan perisainya. Ini juga berperan sebagai penangkal sisi negatif dan penyerap sisi positif modernisasi serta globalisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nilai keindonesiaan begitu mendesak untuk diaktualisasikan karena Indonesia berada dalam pusaran perubahan sehingga terjadi internasionalisasi dan globalisasi. Internasionalisasi berarti suatu dunia, tanpa batas dan penerapan peradaban industrial barat (a borderless world and the acceptance of western industrial civilization). Globalisasi membenarkan, rakyat dari seluruh bangsa berpartisipasi secara proaktif dalam kemajuan teknologi-teknologi baru. Mereka bebas memanfaatkan kemampuan teknologis tersebut di mana pun dan kapan pun (hal xix).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penanaman nilai keindonesian pada hakikatnya pembentukan karakter individu. Generasi muda diharapkan mampu mengapresiasi kearifan budaya lokal dalam menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks. Tak salah jika Umar bin Khattab berkata, “Didiklah anak-anakmu lebih baik dari pendidikan dirimu karena dia akan hidup di suatu zaman yang lebih sulit.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan, ketika Otto von Bismarck dapat mengalahkan Napoleon III timbul pendapat umum bahwa perang pada tahun 1870 dimenangkan oleh kepala sekolah Prusia dan guru Jerman. Semua menunjuk betapa pentingnya pendidikan karakter melalui sistem nilai tertentu oleh suatu bangsa bagi warga negaranya (hal 304).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memasuki abad 21 ini, mayoritas generasi muda kehilangan cara untuk memahami jati diri bangsanya. Oleh karena itu, dirasa perlu untuk membangunkan generasi muda dengan menanamkan nilai-nilai luhur budaya warisan nenek moyang. Globalisasi tidak boleh menghanguskan itu semua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan hasil diskusi panel yang tertuang dalam buku ini, penanaman nilai keindonesiaan bagi warga agar lebih efektif. Salah satunya dengan cara mengefektifkan sistem pendidikan nasional (SPN) yang berperan penting dalam penanaman nilai keindonesian kepada peserta didik. SPN meliputi pendidikan formal (sekolah), pelatihan nonformal (kursus atau pelatihan), dan pendidikan informal (keluarga).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendidikan menjadi salah satu upaya paling strategis untuk membentuk jiwa bangsa dan nilai keindonesiaan baik secara formal, informal, maupun nonformal. Ketiganya harus berjalan bersamaan dan terintegrasi (hal 251). Dengan demikian, generasi mudah goyah menghadapi serbuan modernisasi yang semakin melupakan budaya bangsa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain jalur pendidikan, penanaman nilai keindonesian juga dapat ditempuh melalui komunitas-komunitas masyarakat. Perlu lembaga pengendali untuk mencegah kemungkinan terjadinya multipenyimpangan dalam menafsirkan keindonesiaan. Juga diperlukan suatu gerakan nasional yang masif dan diselenggarakan secara bijak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diresensi Nurul Yaqin, Guru Pesantren Daarul Fikri, Cikarang, Bekasi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Mengenal Peneliti Indonesia Ben Anderson&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Judul : Hidup di Luar Tempurung&lt;br /&gt;
Penulis : Benedict Anderson&lt;br /&gt;
Penerbit : Marjin Kiri&lt;br /&gt;
Cetakan : Pertama, Juni 2016&lt;br /&gt;
Tebal : 205 halaman&lt;br /&gt;
ISBN : 978-979-1260-59-6&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejauh ini, buku biografi atau otobiografi kebanyakan hanya mengangkat orang-orang penting dalam politik, tokoh-tokoh revolusi di zamannya, atau figur-figur publik yang sudah barang tentu digemari para idola fanatiknya. Juga yang paling sering dijumpai, biografi para pengusaha dengan segudang motivasi bisnis dan hidupnya. Atau yang agak nyentrik, biografi tentang seniman dengan segala pencapaian artistiknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karya ini sedikit berbeda dari catatan otobiografi pada umumnya. Mengangkat tokoh besar intelektual, peneliti populer yang punya sumbangsih besar terhadap kajian-kajian tentang Indonesia. Ia adalah Benedict Richard O’Gorman Anderson atau yang akrab dikenal dengan Ben Anderson.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku berjudul Hidup di Luar Tempurung merupakan terjemahan dari A Life Beyond Boundaries. Sebuah memoar yang ditulis sendiri oleh mendiang Ben Anderson, sang intelektual. Ini salah satu karya biografi yang paling mudah dan menyenangkan untuk dipahami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ben memetakan perjalanan kariernya sebagai akademikus dalam enam siklus kehidupannya: masa muda yang terus berpindah, kajian wilayah, kerja lapangan, kerangka perbandingan, interdisipliner, hingga pensiun dan pembebasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penulis karya monumental Imagine Communities ini lahir di Kunming, Tiongkok, pada 26 Agustus 1936, pada malam menjelang invasi besar-besaran Jepang atas Tiongkok Utara. Ayahnya seorang prajurit Inggris yang bekerja pada badan Chinese Maritime Customs Service (CMSC), sedangkan ibu kandungnya orang Inggris tulen. Ia seorang ahli hukum, dengan spesialisasi hukum niaga dan pelayaran. Namun, Ben lebih memilih Irlandia sebagai kewarganegaraanya, dengan berbagai alasan politik serta personal tentunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ben mengenyam pendidikan menengah atas di Eton, kemudian mendapat beasiswa untuk Studi Klasik di Universitas Cambridge pada tahun 1950-an. Lulus dari Cambridge perjalanan karier akademik seorang Ben Anderson tak langsung berjalan mulus begitu saja. Ia sempat mengalami kegalauan akan masa depannya. Ibunya juga ikutan ketar-ketir. Hingga pada waktunya tiba, keberuntungan itu datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia masih berhubungan dengan sejumlah kawan penerima beasiswa di Eton, dan suatu hari menerima surat dari salah satunya, Richard Kennaway, yang memegang posisi di Universitas Cornell, New York. Ia memberitahu bahwa sembari menunggu panggilan dari dinas kolonial Inggris tahun berikutnya, ditawari pekerjaan semantara sebagai asisten dosen di departemen pemerintahan Universitas Cornell (hal 23).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ben banyak melakukan riset lapangan di Indonesia, Thailand, dan Filipina. Namun, yang menarik bagi Ben dari pengalaman kerja-kerja lapangannya sebagai peneliti adalah ia jatuh hati pada Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Indonesia adalah cinta pertamanya. Dia bisa bicara dan membaca Thai dan Tagalog, tapi bahasa Indonesia benar-benar bahasa keduanya dan satu-satunya bahasa selain Inggris yang bisa dipakai menulis dengan lancar dan penuh nikmat (hal 63). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diresensi Gunawan Wibisono, Mahasiswa Pascasarjana UNS&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
Indonesia Pernah Memiliki Tokoh-tokoh Berintegritas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Judul : Orange Juice for Integrity: Belajar Integritas kepada Tokoh Bangsa&lt;br /&gt;
Penulis : Tim Komisi Pemberantasan Korupsi&lt;br /&gt;
Penerbit : Komisi Pemberantasan Korupsi&lt;br /&gt;
Cetakan : I, 2017&lt;br /&gt;
Tebal : 204 halaman&lt;br /&gt;
ISBN : 978-602-9488-11-1&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Korupsi merupakan warisan sejarah dan sudah menjadi budaya bangsa. Pendapat ini seakan terbenarkan banyak tokoh dan pejabat ditangkap KPK karena korupsi. Namun, jika menengok sejarah, sebetulnya Indonesia memiliki banyak tokoh yang penuh integritas, jujur, dan antikorupsi. Mereka menjadi pejabat untuk mengabdi bangsa dan negara, bukan memperkaya diri dan keluarga. Ketika dihadapkan pada pilihan antara kepentingan pribadi dan negara, mereka mendahulukan kepentingan negara, fokus menjalankan amanat rakyat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KPK menelisik tokoh-tokoh teladan ini, seperti H Agus Salim, Baharuddin Lopa, Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Hoegeng Iman Santoso, Ki Hadjar Dewantara, Mohammad Hatta, Mohammad Natsir, Saifuddin Zuhri, Sjafruddin Prawiranegara, R Soeprapto, Ir Soekarno, dan Widodo Budidarmo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agus Salim pernah menjadi Menteri Luar Negeri pada Kabinet Amir Sjarifuddin (1947) dan Kabinet Hatta (1948–1949). Dia terkenal karena kesederhanaannya. Suatu ketika, dalam pertemuan para diplomat di Eropa, Agus Salim menyita perhatian banyak orang. Bukan karena kemewahannya, melainkan karena jas yang dikenakan sudah usang dan penuh jahitan di sana-sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agus Salim hingga pensiun belum mempunyai rumah sendiri. Selama menjadi menteri, dia tinggal di kontrakan. Agus Salim berpandangan, menjadi pejabat bukan untuk mencari kekayaan, tapi menderita. Leiden is lijden “memimpin adalah menderita” (hal 13).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lain lagi keteladanan Saifuddin Zuhri. Menteri Agama era Presiden Soekarno (1962–1967) ini pernah menolak adik iparnya yang minta diberangkatkan haji dengan fasilitas Kementerian Agama. Kendati adiknya merupakan tokoh yang berjasa pada negara dan secara ekonomi layak mendapat bantuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah pensiun, Saifuddin berjualan beras. Uang pensiun tidak pernah diambil karena ingin menghidupi keluarga dari jerih payah sendiri, tidak membebani negara. Uang pensiun yang dikumpulkan dibelikan rumah untuk dijadikan fasilitas umum sebagai rumah bersalin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baharuddin Lopa juga demikian. Jaksa Agung era Presiden Abdurrahman Wahid ini ketika menjadi Bupati Majene berani berkonfrontasi dengan petinggi militer yang menyelundupkan. Ketika menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (1982–1986), Lopa berkunjung ke sebuah kabupaten. Tanpa sepengetahuan, seorang jaksa mengisikan bensin pada mobil dinasnya. Lopa marah dan kembali ke kantor sang jaksa. Ia minta jaksa menyedot kembali bensin. “Saya punya uang jalan untuk beli bensin. Itu harus saya pakai,” tegas Lopa (hal 18).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lopa tak pernah menggunakan mobil dinas untuk kepentingan keluarga. Ia memasang telepon koin di rumah dinasnya agar keluarga tidak memanfaatkan telepon fasilitas negara. Dalam penegakan hukum, Lopa tak pandang bulu. Kakanwil Kemenag Sulsel, temannya, tetap diseret ke meja hijau karena pengadaan fiktif Al Quran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain kisah para tokoh tadi, buku ini juga menceritakan kisah tokoh-tokoh bangsa lain, termasuk Proklamator Soekarno dan Hatta. Kemudian mantan Kapolri Hoegeng yang terkenal jujur. Kisah keteladanan ketiga tokoh ini sudah sering diangkat dalam berbagai tulisan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, kisah Sri Sultan Hamengku Buwono IX mungkin masih belum banyak diketahui. Wakil Presiden era Soeharto (1972–1978) ini suatu ketika mengemudikan mobil sendiri ke Pekalongan. Karena belum tahu medan, dia masuk ke jalan tempat mobil dilarang masuk. Seorang polisi menghentikan dan menilangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu tahu yang dihadapi Sri Sultan, polisi itu gugup dan tampak ragu untuk menilang. Namun, Sri Sultan malah tersenyum dan mempersilakan polisi tetap menilang. Bahkan, polisi bernama Brigadir Royadin itu kemudian diminta bertugas di Yogyakarta. Pangkatnya dinaikkan satu tingkat. Alasannya, Royadin merupakan sosok polisi yang berani dan tegas (hal 29).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kisah para tokoh dalam buku ibarat jus jeruk yang menyegarkan di tengah hausnya masyarakat akan keteladanan. Korupsi bukanlah warisan sejarah, apalagi budaya bangsa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diresensi Irfan Maulana, alumnus Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Menangkal Kekerasan atas Anak-anak lewat Puisi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Judul : Memo Antikekerasan terhadap Anak&lt;br /&gt;
Penulis : 194 Penyair Indonesia&lt;br /&gt;
Penerbit : Forum Sastra Surakarta&lt;br /&gt;
Cetakan : September, 2016&lt;br /&gt;
Tebal : 384 halaman&lt;br /&gt;
ISBN : 978-602-6284-35-8&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak-anak adalah masa depan bangsa. Menyelamatkan mereka sama saja menyelamatkan bangsa ini ke depannya melalui gerakan moral bersandar pada laku kebudayaan. Itulah cuplikan pengantar dari antologi puisi yang ikut serta ambil bagian menyelamatkan anak-anak dari kekerasan (baik secara psikis dan fisik) lewat puisi-puisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhir tahun 2016 lalu, bangsa seolah dikejutkan dengan berbagai macam berita mengenai kekerasan terhadap anak. Setiap hari di berbagai sudut kehidupan berita kekerasan berkarib dengan masyarakat. Televisi, radio, koran, hingga mulut orang-orang terus membahasnya. Anak-anak pun dibiarkan begitu saja menjadi korban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maraknya kekerasan terhadap anak menjadikan hak-hak bocah seolah tak lagi dipedulikan. Mereka dipaksa bekerja mencari uang, dijebak menjadi pengemis, diperjualbelikan hingga menjadi korban pencabulan sampai pembunuhan. Coba camkan puisi berikut. “Nak, tahukah kau, apa yang kaulakukan di sini. Kau disuruh jualan koran di pinggir jalan. Katanya sambil bermain-main, tapi mana uangnya. Kau hanya diberi sebungkus nasi untuk mengganjal perutmu. Hanya nasi dan sayur,” (hal 145).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Puisi ini menjelaskan tentang hak seorang anak telah dirampas paksa oleh orang-orang dewasa yang tak bertanggung jawab. Sering kali mereka tampak secara langsung di jalan-jalan raya sekitar lampu lalu lintas. Peristiwa perampasan hak masih terjadi. Padahal, mereka tetaplah anak-anak lugu yang terkadang hanya mematuhi perintah dan menjauhi larangan orang-orang tak bertanggung jawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diharapkan dengan adanya buku ini bisa menggerakkan hati pemerintah untuk turut serta bertanggung jawab kesejahteraan anak-anak, bukan hanya merumuskan UU perlindungan anak. Harapannya, anak-anak tidak lagi menjadi korban dekadensi moral bangsa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dalam bilik sempit ini aku hanya berteman air mata, terpenjara di rumah sendiri, mendengarkan tik tak sepi. Kadang-kadang menjerit merasakan cambuk di punggung. Saat kutumpahkan secangkir kopi di atas meja, sebab limbung dirajam lapar,” (hal 294).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Puisi berjudul Air Mata ini terlihat jelas menggambarkan seorang anak menjadi korban tindak kekerasan orang tuanya sendiri. Mereka tak bisa melawan. Mereka hanya berharap dan menunggu keajaiban datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada 194 penyair dari seluruh Nusantara berpartisipasi mengisi buku ini. Dengan berbagai latar belakang, tapi memiliki satu tujuan menyerukan untuk tidak menyetujui, menolak keras kekerasan terhadap anak. Antologi ini merupakan lanjutan dari buku sebelumnya, Memo untuk Presiden dan Memo untuk Teroris. Buku saling berkaitan. Isinya menolak penyimpangan masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di antara kekerasan terhadap anak dilakuan orang tua dengan tidak memperhatikan mereka. Kekerasan tidak hanya dalam bentuk fisik, tapi bisa juga melalui kata-kata. Dengan adanya buku ini, setidaknya ada harapan bisa memutus mata rantai kekerasan terhadap anak, menjauhkan dari hal-hal yang bisa membuat tertekan dan tidak nyaman. Dengan demikian, bocah bisa benar-benar terlindungi oleh negara dan seluruh lapisan masyarakat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diresensi Anisa Alfi Nur Fadilah, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Islam Balitar, Jatim&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Peran Sunan Gunung Jati dalam Penyebaran Islam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Judul : Suluk Gunung Jati&lt;br /&gt;
Penulis : E. Rokajat Asura&lt;br /&gt;
Penerbit : Imania&lt;br /&gt;
Cetakan : Pertama, September 2016&lt;br /&gt;
Tebal : 327 halaman&lt;br /&gt;
ISBN : 978-602-7926-26-4&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Syaikh Syarif Hidayatullah atau yang dikenal sebagai Sunan Gunung Jati merupakan salah satu dari walisongo yang berjuang di tanah Jawa—khususnya di daerah Cirebon, Jawa Barat. Dia lahir 1448 Masehi. Ayahnya bernama Syarif Abdullah—merupakan seorang dari Kesultanan Mamluk Mesir dan disinyalir masih keturunan dari Nabi Muhammad saw. Sedang ibunya adalah Nyimas Rarasantang yang merupakan keturunan dari Raja Pajajaran—Prabu Siliwangi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak kecil Syarif sudah menonjol dalam pengetahuan agama, kecerdasan dan luasnya wawasan. Dan dia juga memiliki akhlak yang baik. Dia belajar ilmu agama di Makkah, Baghdad, Gujarat dan Palestina (hal 63). Selain itu dia juga belajar pada Sunan Ample di Pesantren Ample Denta dan di Pesantren Amparanjati berguru kepada Syaikh Datuk Kahfi atau yang lebih dikenal dengan sebuta Syaikh Nurjati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya sebelum memutuskan menyiarkan agama Islam di pulau Jawa, Syaikh Syarif Hidayatullah ini telah ditunjuk sebagai penerus ayahnya di Mesir. Namun jiwa pembelajar dan keinginan kuat untuk menyampaikan ajaran agama sejauh yang bisa dijangkau, membuatnya menyerahkan jabatan itu kepada adiknya—Syarif Nurullah. Sedangkan dirinya sendiri memulai perjalanan untuk menuju pulau Jawa sekaligus tempat kelahiran ibundanya (hal 136-137).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka di tahun 1470 Syarif Hidayatullah memulai perjalanannya. Dalam perjuangannya ini tantangan terbesar yang harus Sunan Gunung Jati tanggung adalah kenyataan kalau eyangnya sendiri belum memeluk Islam. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana diketahui, munculnya Islam belum sepenuhnya diterima oleh masyarakat. Khususnya bagi orang-orang pedalaman dan kerajaan-kerjaan yang masih memegang teguh budaya Hindu-Budha. Oleh karena itu saat akan memulai dakwahnya dengan kerendahan hati, Sunan Gunung Jati menemui eyangnya—Prabu Siliwangi untuk meminta izin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau boleh menyebarkan ajaran baru di sini, tetapi jangan dengan paksaan. Jangan sampai karena beda bahasa dalam sesembahan, darah tumpah ke bumi. Bumi dan langit tak akan merestui kepada siapa saja yang datang untuk saling menghinakan.” (hal 179). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pesan itu-lah yang Sunan Gunung Jati pegang dengan erat. Dalam menyebarkan agama Islam, dia memilih metode lemah lembut dan kekeluargaan. Kearifan budi dan akhlak itu-lah yang pada akhirnya membuat banyak masyarakat mulai mengikuti ajaran Sunan Gunung Jati. Apalagi sejak Sunan Gunung Jati diamanahi untuk melanjutkan kepemimpinan di Pesantren Amparanjati, setelah Syaikh Nurjati meninggal. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya saja berjalannya hari, Sunan Gunung Jati menyadari dalam memperjuangkan Islam, ternyata tidak hanya bisa memakai cara lemah lembut. Karena banyak orang-orang dari kerajaan Hindu-Budha yang mulai merasa terganggung dengan Islam yang mulai berkembang pesat. Baik itu dari pihak Majapahit juga kerajan di Pajajaran. Apalagi sejak Sunan Gunung Jati membangun hubungan baik dengan kesultanan Demak. Mereka berusaha menjatuhkan pengaruh Islam dengan berbagai cara. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku ini memaparkan perjuangan seorang ulama dalam menyiarkan agama Islam di tanah Jawa—khusunya Jawa Barat. Inspiratif dan memotivasi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diresensi Ratnani Latifah. Alumni Universitas Islam Nahdlatul Ulama, Jepara&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Raihlah Kesuksesan Sedini Mungkin&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Judul : Sukses Ga Harus Nunggu Tua&lt;br /&gt;
Penulis : Imam Sopyan&lt;br /&gt;
Penerbit : Trans Idea Publishing&lt;br /&gt;
Terbit : 2016&lt;br /&gt;
ISBN : 978-602-0808-27-7&lt;br /&gt;
Tebal : 180 halaman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua orang pasti ingin menjadi sukses, tapi banyak yang gagal. Meraih kesuksesan bagi sebagian besar orang tidak mudah, terutama kaum muda minim pengalaman. Mindset, kesuksesan hanya dapat diraih saat tua sering membuat semangat kaum muda mengendur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku Sukses Ga’ Harus Nunggu Tua mengajak kaum muda untuk sadar akan potensi diri sehingga dapat mencapai kesuksesan lebih dini. Sebab, sesungguhnya usia mudalah masa terpenting membentuk kehidupan, terutama untuk berkarier. Masa depan harus segera ditentukan dan diraih saat muda (halaman 50).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap manusia, tua maupun muda, berhak meraih kesuksesan. Namun, kaum muda lebih memiliki peluang dan potensi besar dibanding orang-orang tua. Yang penting, mereka sadar akan potensi dan mau untuk mengasah maka bukan tidak mungkin untuk meraih kesuksesan di masa muda. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah banyak bukti pemuda-pemudi sukses muda dan berperan penting dalam setiap perubahan. Sayang, tidak semua generasi muda menyadari potensi besarnya. Mereka masih berada dalam pola pikir, “muda memiliki sedikit pengalaman sehingga tidak bisa menatar dirinya”. Tidak ada orang miskin pengalaman, yang ada hanya orang tidak mau dan mampu belajar. Mereka tidak mengambil hikmah dari pengalaman sendiri dan orang lain (halaman 21).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk meraih kesuksesan masa muda perlu strategi dengan mengenali potensi diri, memilih karier yang sesuai, bekerja keras, serta senantiasa berinovasi dalam karier pilihan tersebut. Dengan begitu, seseorang akan lebih mudah untuk mengetahui proses mencapai kesuksesan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku Sukses Ga’ harus Nunggu Tua menyebutkan formula-formula sukses beserta karakter-karakternya, di antaranya berintegritas, “berkepala besar”, percaya diri, memiliki skala prioritas, menghargai waktu, penuh pertimbangan, dan berkawan dengan banyak orang. Kemudian, memiliki jiwa kepemimpinan, berpikiran terbuka, dan yang terpenting optimistis. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti roda, ada kalanya seseorang berada di ambang kesuksesan dan kegagalan. Dalam menanggapi kesuksesan, hendaknya seseorang tetap membumi dan berinovasi terus. “Jika kesuksesan dan kekayaan material akhirnya diperoleh, itu hanya sebuah konsekuensi logis kerja keras,” (halaman 38).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, saat mengalami kegagalan, seseorang haruslah segera melakukan introspeksi diri dan tetap bekerja keras. Persepsi dan sikap negatif bakal membuat kondisi orang lebih buruk dari kegagalan itu sendiri (halaman 158). Buku ini mengajak kaum muda semakin bersemangat meraih kesuksesan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diresensi Putri Prama Ananta, Pelajar SMAN 1 Probolinggo, Jatim&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Berolahraga Harus Dilakukan secara Benar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Judul : 50 Tips Sehat Menangkal Penyakit dengan Olahraga&lt;br /&gt;
Penulis : Prof DR dr Anies MKes, PKK&lt;br /&gt;
Tebal : 176 halaman&lt;br /&gt;
Cetakan : Pertama, 2017&lt;br /&gt;
Penerbit : Kanisius&lt;br /&gt;
ISBN : 978-979-21-5110-7&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesehatan merupakan urusan yang penting. Semua kegiatan yang telah direncanakan atau ingin dilakukan hanya akan bisa berjalan dengan lancar jika orang dalam kondisi sehat. Olahraga sebagai salah satu kegiatan menjaga kebugaran tubuh perlu rutin dilaksanakan. Buku ini menguraikan tip yang bisa diaplikasikan saat berolahraga. Buku yang terdiri dari 8 bab ini dibagi berdasarkan topik pembahasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian pertama berisi uraian yang harus dilakukan sebelum berolahraga. Pembahasan menitikberatkan pada pemanasan. Di sini juga diuraikan pentingnya pemanasan, bukan hanya untuk melemaskan otot, tetapi lebih guna meningkatkan suhu badan. Peningkatan suhu badan menambah aliran darah, kepekaan saraf, kesehatan jantung, dan mencegah cedera. Pemanasan tidak boleh dilakukan asal-asalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian kedua memuat uraian olahraga yang bisa dilakukan untuk kebugaran tubuh. Salah satu subbab dimulai dengan pertanyaan seorang ibu yang pegal-pegal dan pinggang kaku. Padahal, dia sudah tidur cukup. Buku yang ditulis Prof DR dr Anies ini menjelaskan langkah-langkah yang harus dilakukan ketika itu terjadi, seperti mawas diri dengan memerhatikan kegiatan-kegiatan yang dilakukan beberapa waktu terakhir. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada juga contoh latihan guna mengatasi masalah tersebut, misalnya latihan kelenturan yang secara fisiologis dan psikologis bermanfaat untuk orang yang terlalu banyak duduk atau terpaksa berdiri terlalu lama (halaman 20). Latihan bisa juga dilakukan tanpa alat. Ini dibahas dalam bagian ketiga. Jalan kaki atau joging bisa menjadi pilihan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, banyak orang salah mengerti dengan menyamakan antara joging dan berjalan kaki. Saat joging, kedua kaki tidak berada di atas tanah bersamaan. Bisa dikatakan selama joging sebagian tubuh melayang di udara. Beban yang diperoleh kaki ketika mendarat, 2–3 kali berat badan. Sebaliknya, kedua kaki selalu kontak dengan tanah bersamaan pada jalan kaki. Beban yang diterima kaki pun sama dengan berat badan atau lebih sedikit (halaman 39).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada bagian 4 dan 5, diuraikan olahraga yang bisa dilakukan untuk tujuan atau penderita penyakit tertentu, contoh kencing manis, penyakit jantung, sakit maag, dan tekanan darah tinggi. Bisa juga untuk menghilangkan ketegangan, memperbaiki punggung bungkuk, menurunkan dan meningkatkan berat badan. Dalam bab tersebut, juga memberi instruksi gerakan olahraga yang bisa dilakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk kalangan perempuan sering bertanya apakah benar olahraga memengaruhi payudara, mengganggu kelancaran haid? Olahraga apa pun tidak dapat memperbesar payudara. Alasannya, payudara tidak terdiri dari jaringan otot. Padahal olahraga adalah menguatkan otot-otot di bawahnya dan mengencangkan kulit yang menutupi payudara. Dalam bagian 6 dan 7 dijelaskan permasalahan seputar olahraga dan latihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian terakhir membahas kebutuhan para atlet seperti protein. Selama ini, banyak orang beranggapan bahwa para atlet membutuhkan asupan protein tinggi. Bahkan, tidak jarang pelatih menganjurkannya. Padahal, asupan protein satu orang dan yang lain tidak boleh disamaratakan. Protein idealnya lebih kurang 20 persen dari berat badan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelebihan protein akan membuat tubuh gemuk. Sisa metabolisme protein beracun. Ginjal dan hati harus bekerja keras menawarkan racun untuk membersihkan dan membuangnya. Protein berlebihan juga justru merugikan atlet karena menyebabkan cepat lelah (halaman 153–157). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diresensi Husnul Aini, Alumna Universitas Mataram&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kiat Berpikir Kreatif dan Inovatif&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Judul : Think Like A Freak&lt;br /&gt;
Penulis : Steven D Levitt &amp; Stephen J Dubner&lt;br /&gt;
Penerbit : Noura Books&lt;br /&gt;
Terbit : Januari 2016&lt;br /&gt;
Tebal : 268 halaman&lt;br /&gt;
ISBN : 978-602-385-007-5&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemampuan melihat gagasan dari sudut pandang berbeda menjadi ciri berpikir kreatif. Manusia nyatanya sudah memiliki kreativitas sejak lahir. Kemampuan tersebut hanya perlu diasah agar bertransformasi menghasilkan tindakan nyata. Sayang, semakin dewasa seseorang membuat daya kreatif terkalahkan banyak dalih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku ini mengajak pembaca berpikir seperti anak-anak untuk memupuk rasa ingin tahu yang tinggi dan mencari jalan cerdik untuk menemukan solusi masalah. Orang dewasa sangat pandai mengikuti petunjuk dan memperhatikan. Namun, tidak demikian dengan anak-anak. Pandangan mereka selalu berkelana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan sekadar teori, buku ini menggambarkan kejadian nyata. Sulap selalu menarik orang dewasa dan anak. Kebanyakan anak berhasil menemukan trik lebih cepat dari orang tua. Banyak alasannya. Anak-anak tidak memikirkan trik secara berlebihan. Sementara itu, orang dewasa mencari penjelasan yang tidak jelas (halaman 111).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semakin sederhana pemikiran seseorang, akan lebih cepat menemukan solusi. Bukan berarti orang dewasa harus meniru tingkah anak-anak. Tapi, orang dewasa harus bisa memasukkan naluri kanak-kanak ketika dihadapkan pilihan rumit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain masalah tersebut, sebagian besar orang sering kali berpura-pura tahu banyak. Bukan hanya masalah umum, sering kali orang payah menilai kemampuan sendiri. Meskipun menghabiskan lebih banyak waktu dengan diri sendiri daripada orang lain, mereka kerap berwawasan sempit tentang keterampilan dan kemampuan sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini mengingatkan pembaca bahwa cerdas dalam satu bidang, bukan berarti bisa menguasai dan memahami seluruh bidang lainnya. Setiap orang diharuskan menghargai yang lain dengan pengetahuan berbeda daripada berpura-pura tahu dan menimbulkan masalah baru. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku Think Like a Freak menyarankan berpikir lebih maju dalam sudut pandang berbeda. Perlakukan orang lain dengan sopan. Kesopanan dapat mendorong hampir semua interaksi ke dalam kerangka kooperatif (halaman 143).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain kiat-kiat memenangkan perdebatan, terdapat juga solusi dalam beragam masalah lainnya. Berpikir kritis sangat diperlukan oleh setiap orang. Tapi, jangan sampai terjebak dalam lingkaran pertanyaan. Berpikir seperti “orang aneh” berarti berpikir sederhana (halaman 151).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku ini juga memaparkan berbagai fakta di lapangan. Orang pintar sekadar punya lebih banyak pengalaman dengan perasaan bahwa mereka benar. Mereka memiliki keyakinan benar. Namun, meyakini Anda benar tidak sama dengan Anda benar (halaman 179). Ternyata, menilai diri benar nyatanya hanya membawa pertentangan argumen. Hal seperti ini harus dihindari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal menarik lainnya, merenungi pencapaian diri dan berhenti sejenak dari aktivitas. Dalam momen-momen paling jujur, mudah untuk melihat banyak tidak bekerja dengan semestinya. Jadi, mengapa belum berhenti? (halaman 199). Ini bukan berarti berhenti beraktivitas secara total, tapi memahami makna hidup yang telah diperoleh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berhenti itu sulit. Sebagian karena disamakan dengan kegagalan. Padahal, tidak ada yang suka gagal atau setidaknya terlihat gagal (halaman 202). Umpan balik bukan hanya bermanfaat bagi interaksi, tapi juga untuk melangkah maju. Kegagalan tidak harus dianggap sebagai kerugian total.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diresensi Nata Carol, Asisten Pembina Pramuka SD Utan Kayu 01 Jakarta&lt;br /&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Contoh Teks Berita</title><link>http://raja-ilmupengetahuan.blogspot.com/2018/09/contoh-teks-berita.html</link><category>Bahasa</category><category>Indonesia</category><author>noreply@blogger.com (Mas Djoen)</author><pubDate>Wed, 5 Sep 2018 08:21:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1471705183535435531.post-6397675537430511895</guid><description>&lt;p align="justify"&gt;Contoh 1 :&lt;br /&gt;
Kebakaran Dayah Samahani Musnahkan 12 Ruang Belajar&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebakaran Dayah Nurul Hikmah di Desa Leupueng Cut Samahani, Kecamatan Kuta Malaka, Aceh Besar menghanguskan 12 ruang belajar milik lembaga pendidikan keagamaan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laporan yang dipublish Pusdalops PB BPBD Aceh Besar menyebutkan, dayah yang berlokasi di Leupueng Cut itu dipimpin Ustaz M Saleh (70). Kejadiannya pukul 17.05 WIB.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BPBD Aceh Besar mengerahkan 8 unit armada pemadam dari Pos Sibreh ke lokasi kejadian. Api berhasil dikuasai pukul 18.15 WIB.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bangunan dayah yang berlokasi tidak jauh dari pinggiran Jalan Nasional Banda Aceh-Medan itu berkonstruksi dua lantai. Yang terbakar sebanyak 12 ruang kelas belajar, enam ruang di lantai atas dan enam ruang di lantai bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kerugian akibat kebakaran masih dalam pendataan sedangkan penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik, namun untuk penyebab pasti masih dalam pengusutan pihak kepolisian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tim yang terlibat dalam penanggulangan kebakaran tersebut dari TNI/Polri, relawan RAPI, dan masyarakat setempat. (*)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contoh 2 :&lt;br /&gt;
Wanita di Sidoarjo Tewas Terpental dari Motor dan Terlindas Truk&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Patroli, Jawa Timur – Ditemani keluarga dan kerabatnya, Heni Cahyani tak henti-hentinya menangisi kepergian Julaikah, temannya yang tewas akibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya By Pass Lingkar Barat, Sidoarjo, Jawa Timur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang ditayangkan Patroli Siang, Rabu (19/7/2017), kejadiannya bermula ketika Heni dan Julaikah berboncengan menggunakan sepeda motor matik dari Sidoarjo menuju Surabaya. Diduga karena tersenggol truk gandeng yang melintas, Heni tak mampu mengendalikan motor dan menabrak pembatas jalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nahas bagi Julaikah yang duduk di bangku belakang. Dia terpelanting dan tewas setelah terlindas ban belakang truk&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Korban langsung dilarikan ke RSUD Kabupaten Sidoarjo, sedangkan sopir dan truk gandengnya diamankan di Mapolresta Sidoarjo untuk penyelidikan lebih lanjut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
contoh 3 :&lt;br /&gt;
Longsor Kembali Hantui Warga Garut&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejumlah titik longsor bermunculan di Kabupaten Garut Jawa Barat usai hujan melanda di daerah itu selama hampir sepekan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Kampung Cigedogan Desa Mekarjaya Garut misalnya, tebing setinggi 10 meter dilaporkan ambruk dan menutup akses transportasi dari Kecamatan Bungbulang menuju Kecamatan Caringin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun material berupa tanah dan batuan setebal tiga meter menutupi akses jalan sepanjang 10 meter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami bersama warga sedang mengupayakan agar kendaraan roda dua bisa lewat jalur tersebut, sambil menunggu alat berat dari Provinsi Jabar,” ujar Camat Bungbulang Heri Hermawan, Senin, 29 Mei 2017.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut Imat menambahkan bencana longsor juga menimpa akses transportasi di jalur Kecamatan Cikajang. Di mana ada tiga kecamatan, yakni Banjarwangi, Singajaya dan Peundeuy yang kini terputus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masyarakat masih berupaya membersihkan material tanah yang menutupi badan jalan,” ujarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
contoh 4 :&lt;br /&gt;
Banjir Terjang Bangka Belitung, Arus Lalu Lintas Tersendat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banjir melanda puluhan rumah di Desa Delas, Kecamatan Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung. Banjir juga mengakibatkan arus lalu lintas tersendat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti ditayangkan Liputan6 Siang SCTV, Kamis (18/7/2017), sedikitnya 47 unit rumah warga terendam akibat alur sungai meluap setelah hujan deras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banjir yang berasal dari alur sungai ini meluber cukup deras menerjang puluhan rumah warga di sekitarnya dengan kedalaman air mencapai 80 sentimeter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banjir membuat arus lalu lintas tersendat. Melihat kondisi ini pihak kepolisian dibantu warga sekitar membuat barikade untuk menuntun kendaraan yang melintas agar tidak terjebak di tengah kubangan air.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
contoh 5 :&lt;br /&gt;
Fraksi-fraksi DPR Debat soal Waktu Voting RUU Pemilu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jakarta – Sepuluh fraksi di DPR menyampaikan sikap terkait waktu pengambilan keputusan terkait pembahasan RUU Pemilu. Debat tak dapat dihindari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pimpinan DPR, Fadli Zon, menyebut hasil lobi mengerucutkan dua paket isu RUU Pemilu, yakni paket A atau B. Fadli lalu meminta persetujuan waktu voting. Apakah malam ini atau Senin depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PDIP, Golkar, PKB, PPP, NasDem, dan Hanura sepakat voting malam ini. Sisanya, Gerindra, PKS, dan PAN meminta perpanjangan lobi. Sementara itu, Demokrat siap voting malam ini namun tak tanggung jawab soal isu PT.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami siap mengambil keputusan malam hari ini namun kalau ada PT kami tak ikut bertanggung jawab,” kata Didik Mukrianto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PAN lalu mengatakan siap voting malam ini. Namun, mereka minta diberi kesempatan menyampaikan beberapa hal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau misalkan tadi sudah menginventarisir mayoritas fraksi meminta hari ini tak masalah. Izinkan menyampaikan beberapa hal sebelum keputusan dilaksanakan,” sebut Yandri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fadli lalu mendapat hujan interupsi baik dari anggota maupun penonton di balkon. Fadli pusing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wartawan catat pimpinannya nggak tegas,” teriak penonton.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bentar, ini banyak sekali yang interupsi,” ujar Fadli.&lt;br /&gt;
(gbr/erd)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
contoh 6 :&lt;br /&gt;
Terjun ke Balap Sepeda, M. Fadli Tetap Jadi Instruktur Balap Motor&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jakarta – Muhammad Fadli akan turun di Asian Paracycling Championship. Meski sudah terjun ke dunia balap sepeda, Fadli disebut tetap memprioritaskan pekerjaannya sebagai instruktur balap motor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fadli akan mewakili Indonesia di nomor Individual Time Trial kategori C4 pada Kejuaraan Asia Para-Cycling, 24 Februari-3 Maret mendatang, di Bahrain. Itu menjadi ajang pertamanya setelah banting setir dari dunia balap motor. Fadli juga menjadi wakil Indonesia pertama di level Asia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anggono Iriawan, Senior Manager Safety Riding dan Motorsport PT Astra Honda Motor, menyatakan dukungannya untuk Fadli. Anggono juga mengatakan bahwa Fadli sudah berkomunikasi dengannya terkait partisipasi dalam kejuaraan di Bahrain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau izin, dia sudah bilang kepada kami bulan kemarin untuk ke Bahrain. Tapi dia bilang, prioritas pertama dia tetaplah jadi instruktur balap di Astra Honda karena di luar itu dia juga masih punya sekolah racing miliknya sendiri. Jadi jika waktu tidak benturan dan merepotkan ya tidak apa-apa,” kata Anggono saat dihubungi detikSport, Jumat (10/2/2017).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anggono menambahkan, sejak menjadi pebalap Honda pada 2014, Fadli memang merupakan sosok berkarakter. Menurutnya, Fadli memiliki mental kuat dan terkenal supel. Tak hanya itu, Fadli juga cukup dihormati, bukan hanya oleh pebalap-pebalap seangkatannya, tetapi juga oleh para juniornya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Fadli ini termasuk rider top Indonesia, itu yang pertama. Memang sangat disayangkan waktu kejadian itu terjadi, padahal saat itu dia sedang di top performance-nya kelas 600cc,” ujar Anggono.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia juga punya mental yang kuat, supel, dan kami melihat apa yang dicita-citakan Fadli memang belum kesampaian. Makanya, kami harap apa yang dimimpikan Fadli bisa tertular ke juniornya. Jadi memang secara figur Fadli di-respect dengan pebalap seangkatan dia, apalagi yang di bawahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harapan saya Fadli bisa berprestasi karena ini kali pertama dan langsung main di Kejuaraan Asia. Saya rasa dari PB ISSI menunjuk dia karena ada data, bukan hanya mengirim karena bekas pebalap. Yang pasti dia akan melakukan yang terbaik. Kalau juara tentu kami alhamdullilah,” katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
contoh 7 :&lt;br /&gt;
Mahasiswa Autis Di-Bully, Kampus Wajib Miliki Unit Pelayanan Khusus Disabilitas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
JAKARTA – Kasus bullying yang dialami seorang mahasiswa Autis di Universitas Gunadarma, Jakarta menyita perhatian publik terkait pelayanan kampus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanulhaq menyebut perguruan tinggi di Indonesia wajib memiliki unit pelayanan bagi kaum disabilitas untuk mencegah bullying kembali terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Di Indonesia cuma 3 yang baru menerapkan undang-undang tersebut. Yakni universitas Brawijaya, UI (Universitas Indonesia) dan UGM (Universitas Gadjah Mada). Yang lain belum,” kata Maman di Kantor Okezone, baru-baru ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kasus bullying di Universitas Gunadarma, kata dia, menjadi salah satu bukti berapa sulitnya implementasi setiap undang-undang yang telah dirancang oleh DPR. Jika undang-undang yang disahkan namun tidak dijalankan, maka hanya akan jadi omong kosong belaka. Ia pun meminta seluruh institusi terkait untuk berkoordinasi menyelesaikan masalah ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kemudian kita ini bisa bangun koordinasi antar institusi. Di sini memang ada Kementerian Sosial, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, juga kepolisian (untuk menyelesaikan kasus bullying),” jelasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelumnya, mahasiswa Gunadarma bernama Muhamad Farhan menjadi korban bullying teman-temanya dan menjadi video viral di media sosial. Akibat perlakuan tersebut, korban mengalami trauma berat. Sebab hal itu ia rasakan sejak awal masuk kuliah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
13 pelaku bullying kepada Farhan akhirnya diberi sanksi oleh pihak kampus. Keputusan tersebut dibacakan oleh Wakil Rektor III Universitas Gunadarma, Irwan Bastian. Ke-13 pelaku bullying tersebut dihukum sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiga mahasiswa dengan pelanggaran berat yakni AA, YLL, dan HN dikenakan skorsing 12 bulan. Satu orang berinisial PDP diskorsing selama enam bulan karena terlibat dalam video tersebut sambil berteriak-teriak. Sedangkan sembilan orang lainnya diberikan peringatan tertulis karena terlihat dalam video melakukan pembiaran&lt;br /&gt;
Sungai Ciliwung Meluap, 2 Desa Terendam Banjir Setinggi 3 Meter&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terjadi banjir bandang disekitar sungai ciliwung, banjir tersebut diduga karena hujan yang turun sangat deras dari jam 19.00 WIB hingga pagi jam 09.00 WIB. 2 Desa terendam dan banyak keluarga yang mengungsi di kampung sebelah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekitar 137 kepala keluarga kehilangan tempat tinggalnya karena banjir. Pemerintah segera memberikan bantuan berupa tempat pengungsian air bersih, makanan, minuman, obat-obatan dan pakaian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelumnya juga pernah terjadi banjir di desa ini sekitar dua tahun yang lalu, tetapi banjir tahun ini lebih besar dibandingkan dengan tahun kemarin. Salah satu penyebabnya juga diduga karena kebiasaan masyarakat sekitar yang membuang sampah sembarangan di sungai ciliwung sehingga terjadi banjir ketika musim hujan datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
contoh 8 :&lt;br /&gt;
Persaingan Pencalonan Gubernur DKI Jakarta Semakin Memanas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tinggal menghitung bulan, Jakarta yang merupakan ibukota Indonesia akan memilih wakil rakyat yakni Gubernur baru mereka karena masa jabatan Gubernur sebelumnya yang masa baktinya akan habis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam pencalonan dan pemilihan Gubernur Jakarta tahun ini akan sangat panas, sebab akan diisi oleh beberapa kandidat dari Partai Politik dan juga Independent. Beberapa calon diantaranya yaitu Basuki Tjahaja Purnama atau yang lebih kita kenal dengan pak Ahok ini juga akan kembali mendaftar sebagai calon Gubernur Jakarta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ada Anies Baswedan yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan juga ada Agus Harimurti Yudhoyono yang sebelumnya mengabdi sebagai TNI.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Persaingan di antara ketiganya akan berjalan sengit karena semuanya datang golongan orang yang berprestasi. Selain itu, perang gagasan dan visi misi juga sudah bertebaran di media masa. Untuk itu, kita tunggu saja siapa yang menjuarai pesta demokrasi periode 2017-2022 mendatang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
contoh 9 :&lt;br /&gt;
Soal Bocor, UN Diulang???&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bocornya soal ujian nasional untuk tingkat SMP yang dilaksanakan pada Rabu, 23 April 2015 merupakan berita besar untuk pelaksanaan ujian tahun ini. Menteri Pendidikan, Anies Baswedan mengatakan bahwa pelaku yang membocorkan soal ujian sudah diselidiki. Ia memaparkan bahwa pelaku pembocoran akan diproses hukum sesuai pasal yang berlaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari hasil verifikasi yang dilakukan oleh PUSPENDIK atau Pusat Penilaian Pendidikan Balitbang Kemdikbud, telah ditemukan sebanyak 30 buklet soal dari 11.730 yang diunggah ke internet secara ilegal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendapat laporan tersebut, Menteri Pendidikan segera melakukan koordinasi dengan Menteri Komunikasi dan Informasi untuk memblokir tautan di Google yang berisi konten ilegal tersebut. Kerjasama pun dilakukan dengan pihak Google dalam upaya pemblokiran konten tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diduga kebocoran soal UN ini melibatkan oknum dari pihak percetakan negara yang sudah ditunjuk untuk mencetak semua soal-soal ujian nasional. Penggeledahan pun dilakukan secara internal oleh pihak percetakan untuk mengetahui siapa sesungguhnya dibalik peristiwa ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bocornya soal ujian nasional ini masih menjadi pertimbangan Menteri pendidikan untuk mengadakan kembali ujian ulang atau tidak. Tetapi kemungkinan besarnya adalah ujian tidak akan diulang, hal ini berdasarkan pertimbangan yang menyangkut besarnya nilai biaya pembuatan soal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
contoh 10 :&lt;br /&gt;
Rem Blong, Sebuah Mobil Mewah Menabrak Pembatas Jalan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Telah terjadi sebuah kecelakaan hebat kemarin malam di Jalan Tol Cipali pada tanggal 4 Maret 2015, sebuah Mobil Mewah ini dikemudikan oleh seorang anak muda yang bernama Agus, ia mengemudikan mobil dengan kecepatan diatas 120 KM/Jam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mobil bernomor polisi B 3641 AH itu menabrak sebuah pembatas jalan sebab mengalami rem blong pada mobilnya. Mobil Ferarri berwarna merah itu untungnya tidak membuat kecelakaan hebat karena pada saat itu Tol Cipali terlihat macet dari arah sebaliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untungnya dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa, hanya saja sang pengemudi mengalami luka berat dan kini masih di rawat di Rumah Sakit terdekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akibat Lilin, Sebuah Rumah Hangus Terbakar Di Lalap5 Si Jago Merah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah kejadian tak terduga terjadi komplek perumahan Griya Jaya di Bekasi kemarin malam jam 22.14 WIB . Rumah milik keluarga pak Andi itu terbakar dan hangus tak tersisa. Peristiwa itu terjadi karena sang pemilik rumah yang menaruh lilin di atas lemari kayu miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untungnya saat kejadian sang pemilik rumah, pak Andi sedang pergi tahlilan di rumah tetangganya, sedangkan istrinya sedang pulang kampung. Dalam musibah itu, pak Andi mengalami kerugian kurang lebih sekitar Rp 800 juta termasuk beberapa dokumen penting seperti Akta kelahiran, Ijazah dan surat-surat tanah miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contoh Naskah berita untuk presenter berita dan VO&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(PEMBUKAAN)&lt;br /&gt;
SELAMAT SIANG PEMIRSA BERJUMPA LAGI BERSAMA SAYA/ AHMAD FAUZI DALAM BERITA DUNIA// SELAMA 30 MENIT BERBAGAI INFORMASI TERKINI DAN TERPERCAYA AKAN MENEMANI AKTIFITAS ANDA SIANG INI//&lt;br /&gt;
LANGSUNG SAJA KITA SIMAK BERITA PERTAMA&lt;br /&gt;
TELAH TERJADI TSUNAMI DI PESISIR TIMUR JEPANG PADA PUKUL 14.46 WAKTU SETEMPAT ATAU PUKUL 11.46 WAKTU INDONESIA BARAT// HINGGA LAPORAN INI DITURUNKAN/ BENCANA INI DIPERKIRAKAN TELAH MENELAN LEBIH DARI 1000 KORBAN JIWA//&lt;br /&gt;
(MASUK VIDEO)&lt;br /&gt;
(VO VIDEO)&lt;br /&gt;
TSUNAMI INI TERJADI KARENA GEMPA YANG BERKEKUATAN 8,8 SKALA RIKTER DENGAN KEDALAM 24 KM  YANG BERPUSAT 130 KILOMETER DI SEBELAH TIMUR HONSHU ATAU 373 KILOMETER TENGGARA TOKYO//&lt;br /&gt;
GEMPA INI MEMANG TELAH DIPERKIRAKAN OLEH BMKG JEPANG//  WARGA DI WILAYAH PESISIR PANTAI TIMUR JEPANG SUDAH DI EVAKUASI KE TEMPAT YANG LEBIH AMAN//&lt;br /&gt;
KOTA SENDAI ADALAH TEMPAT YANG PALING PARAH TERKENA DAMPAK DARI TSUNAMI INI// SEBAGIAN BESAR GEDUNG DAN FASILITAS RATA DISAPU OLEH GELOMBANG BESAR// KERUGIAN AKIBAT TSUNAMI INI DITAKSIR MENCAPAI RATUSAN MILIYAR DOLAR AMERIKA//&lt;br /&gt;
(KELUAR VIDEO)&lt;br /&gt;
BERALIH KEDALAM NEGERI/ TERKAIT BENCANA TSUNAMI DI JEPANG/ UCAPAN BELA SUNGKAWA BERDATANGAN DARI BERBAGAI NEGARA DI SELURUH DUNIA/ TERMASUK DARI INDONESIA//&lt;br /&gt;
(MASUK VIDEO)&lt;br /&gt;
(VO VIDEO)&lt;br /&gt;
PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO LANGSUNG MENGGELAR KONFRENSI PERS YANG BERKAITAN DENGAN BENCANA TSUNAMI DI JEPANG//PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO MENYAMPAIKAN RASA PRIHATIN YANG MENDALAM, ATAS MUSIBAH GEMPA DAN TSUNAMI YANG MENGHANTAM JEPANG. PE­MERINTAH SAAT INI JUGA TENGAH BER­KONSENTRASI UNTUK ME­NGUM­PULKAN SELURUH DATA TERKAIT WNI YANG BERADA DI JEPANG. SBY PUN SUDAH MEGINSTRUKSIKAN MENTERI LUAR NEGERI MARTY NATALEGAWA DAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA (BNPB) SYAMSUL MUARIF UNTUK MENGIRIMKAN TIM PENYELAMAT KE JEPANG.&lt;br /&gt;
(PENUTUP)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
SEKIAN BERITA DARI KAMI/ SAYA AHMAD FAUZI MEWAKILI KERABAT KERJA YANG BERTUGAS MOHON UNDUR DIRI// SELAMAT BERAKTIFITAS/ DAN SAMPAI JUMPA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
CONTOH NASKAH BERITA (LENGKAP,PEMBUKA,ISI,PENUTUP) 3 TOPIK.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pembukaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Assalamualaaikum Wr.Wb.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selamat siang pemirsa, kembali bersama saya Bejo Basuki dan rekan saya Maya Ahmed yang akan menyampaikan beragam topik menarik yang kami rangkum untuk mengabarkan berita- berita yang teraktual tajam dan terpercaya yang kami rangkum dalam liputan 6 siang ini. Saudara ruang informasi anda  siang hari ini akan kami sugukan dengan beberapa berita dari Ibukota.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Isi&lt;br /&gt;
Banjir bandang kembali melanda Ibukota, banjir bandang melanda sebagian besar wilayah Jakarta, pada hari ini Rabu 02 Maret 2016 wilayah Jakarta Selatan terendam banjir setinggi 1 meter. Ketinggia banjir masih belum stabil,terkadang mencapai ketinggian hingga 1,5 meter bahkan hingga 180 cm. Belum ada laporan mengenai korban dari banjir siang ini,namun sebagian pemukiman warga mengalami kerusakan yang diperkirakan akan membuat aktifitas tidak bisa dilakukan seperti biasa dan sebagian jalan raya besar mengalami macet total.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berita tadi menutup acara Liputan pagi ini, saya Bejo Basuki dan Maya Ahmed dan segenap kru yang bertugas mengucapkan terimakasih dan sampai jumpa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
CONTOH NASKAH BERITA (LENGKAP,PEMBUKA,ISI,PENUTUP) 3 TOPIK.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pembukaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Assalamualaaikum Wr.Wb.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selamat siang pemirsa, kembali bersama saya Bejo Basuki dan rekan saya Maya Ahmed yang akan menyampaikan beragam topik menarik yang kami rangkum untuk mengabarkan berita- berita yang teraktual tajam dan terpercaya yang kami rangkum dalam liputan 6 siang ini. Saudara ruang informasi anda  siang hari ini akan kami sugukan dengan beberapa berita dari Ibukota.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemirsa, Berita selanjutnya yang saya bacakan yaitu dari Kediri, Jawa Timur. Sekitar pukul 22:55 WIB, dari arah Gunung Kelud muncul banyak petir yang menyambar-nyambar. Namun, menurut pihakBadan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), petir yang sering terlihat sekarang ini bukan disebabkan oleh gunung tersebut.Dalam bahasa Inggris, istilah petir yang muncul bersamaan dengan aktivitas gunung berapi yang meninggi disebut dengan nama dirty thunderstormatauvolcanic lightning.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berita tadi menutup acara Liputan pagi ini, saya Bejo Basuki dan Maya Ahmed dan segenap kru yang bertugas mengucapkan terimakasih dan sampai jumpa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
CONTOH NASKAH BERITA (LENGKAP,PEMBUKA,ISI,PENUTUP) 3 TOPIK.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pembukaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Assalamualaaikum Wr.Wb.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selamat siang pemirsa, kembali bersama saya Bejo Basuki dan rekan saya Maya Ahmed yang akan menyampaikan beragam topik menarik yang kami rangkum untuk mengabarkan berita- berita yang teraktual tajam dan terpercaya yang kami rangkum dalam liputan 6 siang ini. Saudara ruang informasi anda  siang hari ini akan kami sugukan dengan beberapa berita dari Ibukota.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Isi&lt;br /&gt;
Setelah Berita Gunung Meletus, Kita beralih ke Ibukota yang akan di bawakan oleh rekan saya Maya Ahmed.&lt;br /&gt;
Baik Pemirsa,kembali ke Ibukota pada hari rabu 12 Agustus 2009 hujan deras yang disertai angina kencang telah menumbangkan sebuah pohon yang cukup besar pohon tersebut tepatnya telah menutup jalur busway yang berada di Jl. Sisingamangaraja Jakarta Selatan Sehingga Bus Trans Jakarta dari arah CSW menuju Bundaran Senayan terpaksa melewati jalan umum. Menurut warga setempat kejadian ini terjadi tepatnya pada pukul 15.10 WIB hingga menimbulkan kemacetan yang luar biasa Kejadian ini tidak merenggut korban jiwa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berita tadi menutup acara Liputan pagi ini, saya Bejo Basuki dan Maya Ahmed dan segenap kru yang bertugas mengucapkan terimakasih dan sampai jumpa.&lt;br /&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Wacana Narasi Tuladhane</title><link>http://raja-ilmupengetahuan.blogspot.com/2018/09/wacana-narasi-tuladhane.html</link><category>Bahasa</category><category>Jawa</category><author>noreply@blogger.com (Mas Djoen)</author><pubDate>Wed, 5 Sep 2018 08:10:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1471705183535435531.post-7642906162087423008</guid><description>&lt;p align="justify"&gt;Nulis wacana narasi&lt;br /&gt;
Wacana narasi yaiku wacana kang nyritaake kanthi cetha rerangkening tumindhak ing ajroning peristiwa ing sajroning wektu.&lt;br /&gt;
Carane nggawe wacana narasi kang kawitan yaiku gawe cengkorongan utawa rengrengan kanthi nentoake ukara – ukara bakune. Sabanjure cengkorongan iku nembe di jabarake dadi sawijining wacana narasi.&lt;br /&gt;
Conto cengkorongan :&lt;br /&gt;
1. Darma metu saka umah&lt;br /&gt;
2. Darma nunggu koperades&lt;br /&gt;
3. Darma ketemu Satya ing njero koperades&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Strukture :&lt;br /&gt;
 Orientasi&lt;br /&gt;
 Komplikasi&lt;br /&gt;
 Klimak&lt;br /&gt;
 Resolusi&lt;br /&gt;
 Koda &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuladha wacana narasi saka cengkorongan ing ndhuwur kaya ing ngisor iki&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;Batik&lt;/center&gt;&lt;p align="justify"&gt;Orientasi&lt;br /&gt;
Cikal bakal corak megemendung dipundhut masyarakat Cirebon ingkang dipundhut uthawi dipethik saking buku sedaya kangge bangsa China , dhumateng wilayah Cirebon,model awan membo gambaran jawi negari bebas kaliyan manud keparingi nipun gusti allah.Model batik nenika dipun mangertosi megamendung punika karyanipun seni batik jawi lambangipun wonten ing Cirebon.corak model batik punika anggadahi kekhasan mboten awis-awis pinanggih ing punika daerah penghasil batik sanes mbuk bileh wonten sanesipun ing Cirebon,lan nyameni model masterpiece ,Dewan Kebudayaan Dan Pariwisata RI badhe dipun daptharaken wonten UNESCO kangge pikantuk pangakuan satunggaling pengakuan World Heritage ,corak megamendung satunggaling corak dasar batik menika sampun misuhur dumugi pundi-pundi Negara kekhasan corak megamendung mboten masalah ,coraknipun kados warnanipun megamendung sing sami gambar awan kang warna sing lantang lan wonten mawon nilai filosofi sing wonten ing corak nipun sing sami mawon cikal larenipun batik kang kaseluruhan ing Cirebon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komplikasi&lt;br /&gt;
Modelipun awan kang melambangake donya dhuwur model awan kang gambaripun donya adoh ,bebas lan kados gadhah kadhosipun gusti allah,konsep kang patud sing pengaruhe ing donya kesenirupaan islam ing abad 16 sing digunakake katampi kaum sufi kados ngungkapke donya kang gede,wonten bedane antarane corak megamendung saking Cina lan wonten ing Cirebon.tuladha nipun ing motif megamendhung China,garis awan sing bentuke bunder asale kang ing Cirebon,garise nipun kaya lonjong lan segitiga,Cikal bakale batik saking Cirebon kang dhuweni kemajuan gerakan tarekat sing konon wonten ing Banjarmasin,Kalimantan Selatan.mbatik asale dikerjakne oleh anggota tarekat sing ngabdi ing keratin kang dhamel sumber ekonomi kangge ngatur dhuwit kelompok tarekat punika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Klimak&lt;br /&gt;
Pengikutipun urip ing deso trusmi lan sakitare deso niki wonten ing 4 km saking Cirebon pinuju ing bandung,sekalian niku dhateng sakniki batik Cirebon identik kang sami batik trusmi, corak megamendung kang sami pertamanipun kang berunsurke ing warna biru lan diselingi werno abang kang nggambarake maskulinitas lan suasanene dinamis karenanipun wonten proses panggawanipun ,wonten campur tangan kakung lan warna biru wontenipun warna langit sing gumede lan tenag ,sertanipun lambat kangge gowo udan sing dimantinipun kangge gowo kesuburan lan kanggemipun urip,warna biru kang diwujudake awan gelap sing ngandung banyu udan lan nggawe keuripan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Resolusi&lt;br /&gt;
Kangge perkembangane corak megamendung kang ngadusi katah perkembangan lan dandanan kangge ndandosi pasar, lan ketemu corak – corak megameendung digabung sing corak kewan ,kembang lan corak liyanipun ,kang ndandosi penggabungan corak kang saged mbatik tradisional kawit mbiyen ,naming kemajuan dandosaken peasat kangge adane campurtangan saking perancang busana liyane. Selainipun corak warna motif megamendung sing awale biru lan abang sakniki berkembang kados dumugi macem warno.wonten motif megamendung sing warna kuning.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koda&lt;br /&gt;
Proses kangge produksine sing kawit disik lan dikerjagne kangge batik tulis lan batik cap kanggo pertimbangane kangge ekonomis ,sing doproduksine saking pabrik gede-gedenan lan coraknipun disablon,lan punika kain corake megamendung sing dihasilake kangge proses lan sakniki tekan sakteruse mboten saget di timbale jeneng batik. Wujudipun corak megamendung pun kawit disik kang dikenal ing bentk batik,sakniki saged ditemui ing Kudus macem bentuke , lan wonten ing gambaran hiasan dinding ,lukisan kaca, produk interior kang bentuk karo ukurane kayu lan produk kangge sarung bantal lan sanes-sanesipun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;Tanah Longsor&lt;/center&gt;&lt;p align="justify"&gt;Orientasi&lt;br /&gt;
Dina Sebtu tanggal 18 Juni 2016, neng Kecamatan Samigaluh Kulonprogo tepate jam 5 esuk sakwise sholat subuh kedadean tanah longsor. Loro (2) omah warga rusak amerga kejugrukan lemah sing ana ing mburi omah dekne kabeh. Tanah longsor iki kedadean amerga udan sing teras neng kecamatan Samigaluh pirang-pirang ndiana. Papat (4) warga dadi korban jero bencana alam iki, 2 tilar ndunya, 1 tatu-tatu lan 1 maneh isih jero panggolekan tim SAR.&lt;br /&gt;
Kompliaksi&lt;br /&gt;
Miturut warga sekitar, Tono (panduwe omah) lagi lunga menyang masjid bareng bojone, lagekne kaloro (2) anake ana neng omah kalian mbah kAkung lan mbah putrine. Kaloro anak lan mbah putrine tilar saknalika amarga kajugrukan lemah, sawentara mbah kAkunge slamet.&lt;br /&gt;
Sawentara neng omah sijine duwene bapak Rudi sing lagi ditinggal mulih desa saka keluargane rusak parah. &lt;br /&gt;
Warga sapanggon nyoba hubungi keluarga sing bersangkutan ning ora ana jawaban. Keluarga korban ngupadi nggoleki barang-barang sing isih bisa dislametake. Kanggo sawentara keluarga korban bakal manggon neng ngomah tanggane, lan korban tilar digawa menyang rumah sakit kanggo di otopsi. Kedadean iki nggawe shock keluarga korban. ketunan ditaksir sekitar atusan yuta rupiah.&lt;br /&gt;
Wektu iki Aku lagi bareng salah siji warga kecamatan Samigaluh nggeh menika bapak Widada:&lt;br /&gt;
Aku  : “Sugeng enjing pak, kinten-kinten wonten sebab nopo tanah longsor menika kedadean pak?” &lt;br /&gt;
Widada : “lemah longsor iki kedadean akibat udan deras sing mudun neng kecamatan Samigaluh pirang-pirang ndina tanpa seren.” &lt;br /&gt;
Aku  : “Pinten cacah korban jero bencana tanah longsor niki pak?” &lt;br /&gt;
Widada : “Korbane ana 4 wong sing 2 tewas neng panggon, sing 1 tatu tatu, lan sing sijine isih jero panggolekan warga lan Tim SAR.” &lt;br /&gt;
Aku  : “Pirang griya sing tertimbun kalian longsoran lemah pak?” &lt;br /&gt;
Widada : “2 omah sing siji rusak enteng duwe bapak Tono lan sing sijine rusak parah duwe bapak Rudi.” &lt;br /&gt;
Aku  : “Banjur keluarga korban tinggal tent pundi pak sakmenika?” &lt;br /&gt;
Widada : “Kanggo sawentara iki keluarga korban tinggal neng omah tangga.” &lt;br /&gt;
Aku  : “Kinten-kinten pinten ketunane utawi kerugianipun pak?” &lt;br /&gt;
Widada : “ketunane sekitar atusan yuta rupiah.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;Kutha Kendhal&lt;/center&gt;&lt;p align="justify"&gt;Jeneng Kendhal iku ujare para pinisepuh asale saka arane tetuwuhan aran wit Kendhal sing basa Latine disebut Cordia Myza. Wit kenndhal kasebut sakawit ditemokake dening Pangeran Benawa kang isih turunan Sultan Pajang sing wektu iku kapinujon isih ngayam alas jalaran ana dredah. Kutha Kendhal wektu semana isih awujud alas gung liwang-liwung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sawijining dina Pangeran Benawa ngutus andhahane kang aran Baureksa kanggo bebadra ing alas kendhal. Suprihe alas mau bisoa dadi papan padhukuhan kang reja lan ing tembe dipurih dadiya sawijining kutha sing gedhe. Prenahe alas kendhal kuwi dununge ana sisih kulone kutha Semarang saiki, utawa sisih wetane kutha Batang. Mangkono mau satleraman sejarahe kutha Kendhal sing katulis ana risalah Humas Pemda Kabupaten Kendhal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari Jadi kutha Kendhal dening asil Seminar 1989 wis ditetepake tiba ing tanggal 26 Agustus 1628 kapungkur. dadi, engga saiki kabupaten kasebut wis umur 362 taun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Geografi (papan palemahan)-ne pancen mujudake dhaerah sing potensial. Sebab, umume subur lan cocog banget ditanduri cengkeh, tebu, palawija, lan mbako sing saiki isih dadi primadhonane para kadang tani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;Wiwit Mlebu Sekolah&lt;/center&gt;&lt;p align="justify"&gt;Esuk iku Darma wis siap nganggo klambi abu-abu putih kang esih anyar durung kelakon dikumbah jalaran pancen nembe dijukut saka tukang jahit. Jam ing ndhuwur meja kamar nunjuake angka 6.30 menit. Rada kesusu Darma banjur nyandhak tas kang uwis disiapake saka weng. Bubar pamit salaman karo biyunge kang lagi nggawa kumbahan, Darma banjur metu saka umah kanthi sumringah sebab pancen iki dina pertama mlebu sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Angin kang sumilir alus esuk iku ora de rasa dening Darma, senajan dalane lunyu jalaran mau bengi pancen udan uga ora daadi alangan kanggo Darma. Ora suwe Darma wes ngadeg ana ing pinggir dalan gede nunggu koperades liwat. Rada gelisah karo sepisan-pisan ndeleng jam ing HP, Darma clingak-clinguk menawa ana koperades liwat. Sawise nunggu antawise 5 menit, sing dienteni liwat, Darma banjur mlebu marang koperades sing wes mandheg nang ngarepe.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ing njero koperades wes bek ing penumpang bocah-bocah sekolah karo wong kang arep mangkat menyang pasar manis. Anteng banget Darma anggone lungguh jalaran pancen Darma bocahe rada isinan kurang percaya diri mula ora nyadari ana Satya ing ngarepe merga terus temungkul. Satya nyenggol tangane karo nyeluk arene Darma, Darma kaget banjur ndeleng sapa kang nyeluk mau. Lha jebule kok ya ana widodari sing dadi bintange MOS seminggu kepungkur, rasa isin, grogi lan liyane kbeh nyampur aduk dadi siji ing njero dadane Darma, jalaran pancen sejatine Darma ndueni rasa kang tekan seprene durung ngerti rasa apa iku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;Liburan menyang omahe Mbah&lt;/center&gt;&lt;p align="justify"&gt;Iki liburan banget nyenengaken kula. Aku diundang dening bapakku menyang omah mbah ing sawijining desa ing Kabupaten Solok, Sumatra Barat. Bener aku ora ngunjungi desa Mbah kanggo dangu. Dadi kesempatan kanggo liburan ing omah mbahatiku bungah banget.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ing wolung esuk aku lunga karo bapakku. Daddy nunggang sepeda motor lan aku numpak. Sawise lelungan nganti puluhan kilometer, akhire aku lan bapak teko menyang omahe mbah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dina sabanjure, aku diundang oleh keponakane bapakku menyang pategalan mbah. Sengaja, simbah ireng maneh nggarap sawahe. Sawahe simbah ora adoh saka omah. Mung sawetara menit aku teka ing lokasi sawahe. Akeh wong sing panen pari ing sawahe mbah. Ana wong sing ngetokake pari. Ana uga sing ngetok-ngemuk pari kanthi dadi beras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ing dina katelu, aku diundang dening bapake menyang omah kanca lawas ing pinggir Tlaga Singkarak. Omahé kancane Bapakku ana ing pinggir tlaga supaya bisa ndeleng kaendahan saka tlaga Singkarak. Tlaga paling gedhé nomer loro ing pulo Sumatra sawisé Lake Toba ing Sumatra Lor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dina iki aku lulus kanthi apik. Gabung kanggo muter karo kanca ing desa. Pranyata dheweke seneng banget lan seneng. Aku rumangsa yen aku wis nggantung karo wong-wong mau kanggo dangu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dina pungkasan, aku kepengin ninggalake desa mbah. Desa sing subur, ramah lan kerjasama. Aku pengin terus dadi warga desa mbah nanging ora bisa. Ing wayah sore aku bali karo bapakku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seminggu aku neng omah mbahku nalika liburan. Pengalaman apik banget. Yen ana kesempatan kanggo liburan sekolah ing wektu sabanjure, aku takon bapakku bali menyang liburan ing omah mbah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;Sekolahku&lt;/center&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sekolahku, SMAN 1 Krian , salah sawijining sekolah paling apik ing kutha Krian. Ana  sekolahku tansah dikarepake dening calon murid anyar sing pengin sinau ing kene. Iki banget rbutan amarga sekolahku tansah dadi peringkat pertama ing saben kompetisi sing diikuti dening loro kutha lan provinsi tingkat.&lt;br /&gt;
Ora mung status kang sekolah paling, nggenepi lan ombone saka fasilitas sekolah uga salah siji saka faktor sing kasurung calon siswa kanggo sinau ing sekolah. Pendhaftaran bangunan sekolah babagan kira-kira 2 hektar dipérang dadi 4 bangunan lokal. Nalika kita mlebu sekolah, kita bakal nemokake bangunan lokal sing pertama, yaiku kamar guru, kantor administrasi, lan ruang kegiatan mahasiswa. Bilik-bilik iki sajajar karo saben liyane. Sawise maringaken bangunan pisanan saka Komplek kita bakal nemokake sawijining komplek bangunan sing kelas, kelas ana ing sisih lor, kelas loro ing sisih kidul lan kulon saka bahan katelu ing. &lt;br /&gt;
Tengen ing tengah kompleks kelas ana lapangan banget amba lan umume digunakake minangka lemah arakan, saliyane digunakake minangka lemah arakan saka ing lapangan uga asring digunakake minangka panggonan singing aktivitas kayata bal-balan, basket, badminton, lan liya-liyane. Fasilitas sekolahku bisa uga paling lengkap. Ana akeh fasilitas kayata laboratorium IPA, lab basa, perpustakaan, omah ijo, kamar multimedia, aula, parkir lan ruang kebugaran.&lt;br /&gt;
Sanajan sekolahku amba lan wiyar, iku banget kelangan lan ijo. Ana akeh wit teduh sing diantem ing pojokan panggonan. Malah ing ngarep saben kelas ana taman kembang gedhe sing nambah kaendahan sekolahku. Sing sekolahku, sekolah paling apik supaya aku bangga bisa mlebu sekolah kene.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;Pengalaman Nyengsemaken&lt;/center&gt;&lt;p align="justify"&gt;Nalika aku tangi ana esuk, aku kaget banget kanggo ndeleng jam ing kamar iki dituduhake ing jam 6:30 a.m. Aku langsung tangi lan menyang kamar mandi. Teka ing kamar mandi aku tiba-tiba mudhun lan meh cilaka.&lt;br /&gt;
Sawise njupuk udhara, aku disedhiyakake ing sekolah, mangan esuk banjur ditinggal sekolah kanthi motor. Tiba ing sekolah, aku weruh tasku njupuk topi. Aku kepengin weruh, yen kupluk ora ana ing kanthong. Amarga ana ana (ana upacara bendera) aku mulih kanggo njupuk topi. Sawise njupuk topi, aku bali menyang sekolah nganggo motor. Dumadakan ing dalan motorku mudhun, sawise mriksa bensin wis metu. Aku dipaksa push motor supaya bisa nggoleki panggonan sales gasolin. Begjanipun, panggonan penjualan bensin ora adoh. Aku tuku liter liter bensin lan langsung mandhekake gas menyang sekolah.&lt;br /&gt;
Nalika padha teka ing sekolah, para siswa padha kumpul ing lapangan. Upacara kasebut diwiwiti. Aku langsung menyang lapangan. Nalika upacara diwiwiti, kepala sekolah langsung menehi dhasar babagan aturan sekolah. Tiba-tiba guru teka kanggo mriksa neatness siswa, lan sayangé rambutku wis diadili sing dawa dening guru. Aku kanthi bebas lan tanpa daya ora gelem karo gunting sing dipeksa dening guru kanggo mbubarake rambute.&lt;br /&gt;
Kanthi rambute sing metu saka panggonan, aku langsung menyang kelas kanggo njupuk pelajaran. Mesthi wae, pawulangan wis dadi pegawe lan aku kelalen nindakake tugas kasebut lan banjur dijatuhi hukuman dening guru kanggo nggawe tugas kaping telu.&lt;br /&gt;
Aku langsung tugas. Sadurunge nindakake, pawulangan wis rampung lan aku diwenehi nulis maneh kaping pirang-pirang dening guru. Nalika nggarap tugas kasebut, kanca-kancane rame ing kelas amarga pawulangan kasebut kosong. Kanca-kanca sing seneng dolanan ing kelas supaya aku rumangsa kaget. Aku nrima marang dheweke supaya ora ana swara maneh, mesthi dheweke ora seneng lan ora nampani pituduhku. Kanca-kanca saya langsung nyuwek tugas sing aku gawe. Aku rumangsa gela lan tanpa ado aku langsung ngalahake dheweke supaya ana perang. Banjur kita disebut homeroom kanggo kantor kanggo ngatasi masalah. Aku ngomong masalah lan kita diajeni ngapura. Sasampunipun kita dipunlirwakaken kangge lali babagan masalah punika, pungkasanipun lonceng badhe ngasilaken sekolah kasebut. Kita langsung mulih. Nalika aku tekan omah aku seneng amarga masalah wis rampung. Aku ngomong babagan acara sing saya alami ing sekolah karo tuwane. Pendhaftaran tuwane uga menehi saran kula kanggo tansah nindakake tugas lan netepi aturan dhawuh ing sekolah.&lt;/p&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Bahasa Majas</title><link>http://raja-ilmupengetahuan.blogspot.com/2018/03/bahasa-majas.html</link><category>Bahasa</category><category>Indonesia</category><author>noreply@blogger.com (Mas Djoen)</author><pubDate>Tue, 6 Mar 2018 06:28:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1471705183535435531.post-3013547402038669174</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengertian Majas&lt;br /&gt;
Majas adalah suatu gaya bahasa yang digunakan untuk mendeskripsikan sesuatu dalam tujuannya untuk memperoleh efek tertentu agar tercipta sebuah kesan imajinatif bagi pendengarnya, baik secara lisan maupun tulisan.&lt;br /&gt;
Penggunaan majas bukan hanya ditemukan dalam bahasa indonesia, hampir semua bahasa memiliki berbagai jenis majas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fungsi Majas&lt;br /&gt;
Berikut ini adalah fungsi-fungsi  atau tujuan penggunaan majas (Waluyo, 1995:83):&lt;br /&gt;
	Menghasilkan kesenangan imajinatif.&lt;br /&gt;
	Menghasilkan imajinasi tambahan sehingga hal-hal yang abstrak menjadi kongkrit dan menjadi dapat dinikmati pembaca.&lt;br /&gt;
	Menambah intensitas perasaan pengarang dalam menyampaikan makna dan sikapnya.&lt;br /&gt;
	Mengkonsentrasikan makna yang hendak di sampaikan dan cara-cara menyampaikan sesuatu dengan bahasa yang singkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Macam-macam Majas&lt;br /&gt;
Terdapat empat kategori dalam pengelompokan majas dimana masing-masing kategori majas tersebut memiliki beberapa turunan majas lagi.&lt;br /&gt;
Empat kategori majas tersebut adalah :&lt;br /&gt;
1.	Majas Perbandingan&lt;br /&gt;
Merupakan majas yang digunakan dalam  membandingkan sesuatu untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca. Majas perbandingan digunakan karena adanya kemiripan sifat, bentuk dan lain-lain&lt;br /&gt;
2.	Majas Pertentangan&lt;br /&gt;
Majas pertentangan digunakan untuk melukiskan sesuatu secara berlawanan atau bertolak belakang.&lt;br /&gt;
3.	Majas Sindiran&lt;br /&gt;
Majas sindiran adalah penggunaan gaya bahasa yang bersifat menyinggung sesuatu secara lebih lugas (menyindir). Majas ini biasanya digunakan untuk mengugah suatu objek agar pembaca maksud dari sindiran tersebut. &lt;br /&gt;
4.	Majas Penegasan&lt;br /&gt;
Merupakan majas yang digunakan untuk memberi kesan penegasan terhadap sesuatu sehingga menimbulkan kesan kepada pembaca ataupun pendengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jenis-Jenis Majas Perbandingan&lt;br /&gt;
1.	Majas Asosiasi atau Perumpamaan&lt;br /&gt;
Majas Asosiasi adalah majas yang membandingkan antara dua hal yang pada dasarnya sudah berbeda, tetapi seolah-olah dianggap sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penggunaan majas asosiasi (perumpamaan) ditandai oleh penggunaan kata  :&lt;br /&gt;
Bagai, Bagaikan, Seumpama, Seperti dan , Laksana. &lt;br /&gt;
Contoh :&lt;br /&gt;
Semangatnya keras bagaikan baja.&lt;br /&gt;
Wajahnya bagai pinang dibelah dua&lt;br /&gt;
Wajahnya kuning bersinar bagaikan bulan purnama&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.	Metafora&lt;br /&gt;
Majas Metafora adalah majas yang mengungkapkan perbandingan analogis secara langsung. Dalam majas ini, kata yang digunakan hanyalah sebagai lukisan untuk mengungkapkan persaaan atau perbandingan. misalnya :tulang punggung dalam kalimat "pemuda adalah tulang punggung negara". Kata tulang punggung disini menyamakan dengan istilah harapan.&lt;br /&gt;
Contoh:&lt;br /&gt;
Engkau belahan jantung hatiku sayangku&lt;br /&gt;
Raja siang keluar dari ufuk timur&lt;br /&gt;
Desi dianggap bunga desa di kampungnya&lt;br /&gt;
Dia dianggap anak emas majikannya.&lt;br /&gt;
Perpustakaan adalah gudangnya ilmu.&lt;br /&gt;
Raja Hutan telah siap untuk menerkam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.	Majas Personifikasi&lt;br /&gt;
Majas Personifikasi adalah majas yang mempersamakan benda-benda tak bernyawa dengan manusia, mempunya sifat, kemampuan, pemikiran, perasaan yang dapat diperbuat seperti manusia.&lt;br /&gt;
Contoh:&lt;br /&gt;
Burung pipit bernyanyi di siang hari.&lt;br /&gt;
Angin bercakap-cakap sama daun-daun, bunga-bunga, kabut dan titik embun&lt;br /&gt;
Badai mengamuk dan merobohkan rumah penduduk.&lt;br /&gt;
Ombak berkejar-kejaran ke tepi pantai.&lt;br /&gt;
Peluit wasit menjerit panjang menandai akhir dari pertandingan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4.	Majas Alegori&lt;br /&gt;
Majas Alegori adalah majas yang menyatakan suatu perbandingan melalui kiasan atau penggambaran dan bertautan satu dan yang lainnya dalam kesatuan yang utuh.&lt;br /&gt;
Penggnaan majas alegori biasanya digunakan dalam sebuah cerita yang sarat dengan pesan atau simbol-simbol bermuatan moral.&lt;br /&gt;
Contoh:&lt;br /&gt;
Perjalanan hidup manusia seperti sungai yang mengalir menyusuri tebing-tebing, yang kadang-kadang sulit ditebak kedalamannya, yang rela menerima segala sampah, dan yang pada akhirnya berhenti ketika bertemu dengan laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5.	Majas Simbolik&lt;br /&gt;
Majas Simbolik adalah majas yang melukiskan sesuatu dengan menggunakan simbol atau lambang untuk menyatakan tujuan tertentu. Simbol atau lambang yang digunakan dalam majas ini dapat berupa benda, tumbuhan maupun binantang.&lt;br /&gt;
Contoh:&lt;br /&gt;
Ia terkenal sebagai buaya darat.&lt;br /&gt;
Rumah itu hangus dilalap si jago merah.&lt;br /&gt;
Katakanlah Cinta dengan Bunga&lt;br /&gt;
Bunglon, lambang orang yang tak berpendirian.&lt;br /&gt;
Melati, lambang kesucian&lt;br /&gt;
Teratai, lambang pengabdian&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6.	Majas Metonimia&lt;br /&gt;
Majas Metonimia adalah majas yang menggunakan ciri atau label dari sebuah benda untuk menggantikan benda tersebut.Pengungkapan tersebut berupa penggunaan nama untuk benda lain yang menjadi merek, ciri khas, atau atribut.&lt;br /&gt;
Contoh :&lt;br /&gt;
Pak Ibrahim mengendarai kijang untuk menjemput Ibu Dewi di pasar (maksudnya mobil kijang)&lt;br /&gt;
Di kantongnya selalu terselib gudang garam. (maksudnya rokok gudang garam)&lt;br /&gt;
Setiap pagi Ayah selalu menghirup kapal api. (maksudnya kopi kapal api)&lt;br /&gt;
Ayah pulang dari luar negeri naik garuda (maksudnya pesawat garuda)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7.	Majas Sinekdok&lt;br /&gt;
Majas Sinekdok adalah adalah majas yang bertujuan untuk mempergunakan sebagian dari sesuatu untuk menyatakan keseluruhan (pars pro toto) atau menggunakan keseluruhan untuk menyatakan sebagian (totem pro parte).&lt;br /&gt;
Majas Sinekdok Pars pro toto, yaitu menyebutkan sebagian untuk keseluruhan.&lt;br /&gt;
Contoh :&lt;br /&gt;
Hingga detik ini ia belum kelihatan batang hidungnya. (Batang hidungnya mewakili seluruh tubuh)&lt;br /&gt;
Majas Sinekdok Totem pro parte, yaitu menyebutkan keseluruhan untuk sebagian.&lt;br /&gt;
Contoh:&lt;br /&gt;
Indonesia akan memilih idolanya malam nanti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8.	Majas Simile&lt;br /&gt;
Majas Simile adalah  majas yang menggunakan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung, seperti layaknya, bagaikan, " umpama", "ibarat","bak", bagai".&lt;br /&gt;
Contoh:&lt;br /&gt;
Pikirannya kusut bagai benang dilanda ayam&lt;br /&gt;
Kau umpama air aku bagai minyaknya, &lt;br /&gt;
Bagaikan Qais dan Laila yang dimabuk cinta berkorban apa saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
9.	Majas Hiperbola&lt;br /&gt;
Majas Hiperbola adalah majas yang mengungkapkan sesuatu secara berlebihan dengan cara melebih-lebihkan suatu kenyataan&lt;br /&gt;
Contoh :&lt;br /&gt;
Air matanya mengalir menganak sungai&lt;br /&gt;
Berita itu telah membumbung ke angkasa raya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jenis-Jenis Majas Pertentangan&lt;br /&gt;
1.	Paradoks &lt;br /&gt;
Paradoks adalah majas yang mengungkapkan dua hal yang seakan-akan bertentangan, namun sebenarnya keduanya benar.&lt;br /&gt;
Contoh :&lt;br /&gt;
Jiwanya terasa sepi di tengah ingar-bingar pesta&lt;br /&gt;
Hati boleh panas tapi kepala tetap dingin agar kita tidak salah mengambil keputusan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.	Oksimoron&lt;br /&gt;
Oksimoron adalah majas yang menggunakan kata-kata yang berlawanan dalam frase yang sama atau dapat kita sebut sebgai paradoks dalam satu frase.&lt;br /&gt;
Contoh :&lt;br /&gt;
Olahraga mendaki gunung memang menarik walaupun sangat membahayakan.&lt;br /&gt;
Laut terlihat menyeramkan namun sebenarnya sangat indah .&lt;br /&gt;
Selalu ada kemudahan dalam kesulitan akan suatu perjuangan.&lt;br /&gt;
Dalam hidup dan matiku hanya Kau sajalah yang aku puja.&lt;br /&gt;
Dikala senang ataupun susah kita kan menghadapi hidup bersama-sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.	Antitesis&lt;br /&gt;
Antitesis adalah pengungkapan dengan menggunakan kata-kata yang berlawanan arti satu dengan yang lainnya.&lt;br /&gt;
Contoh :&lt;br /&gt;
Baik tua maupun muda, orang dewasa dan anak-anak semuanya larut dalam suasana gembira atas kemenangan tim sepakbola indonesia dalam piala tiger.&lt;br /&gt;
Miskin kaya semuanya memiliki hak yang sama dalam dunia pendidikan.&lt;br /&gt;
Baik lulusan kampus negeri maupun swasta sama-sama memiliki peluang yang besar dalam melamar pekerjaan di perusahaan BUMN.&lt;br /&gt;
Besar kecilnya penghasilan harus tetap kita syukuri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4.	Kontradiksi interminus&lt;br /&gt;
Kontrakdiksi adalah majas yang mengungkapkan pertentangan dengan menyatakan sangkalan dari pernyataan sebelumnya.&lt;br /&gt;
Contoh :&lt;br /&gt;
Semua murid kelas ini hadir, kecuali Hasan yang sedang ikut olympiade.&lt;br /&gt;
Menjelang puasa, semua jenis cabai mengalami kenaikan harga, kecuali cabai merah keriting.&lt;br /&gt;
Praktik Klinik Rumah Sehat setiap hari Senin-Sabtu, pukul 18.00-23.00, kecuali hari Jum'at pukul 18.00-21.00.&lt;br /&gt;
Semua teman diundangnya dalam acara ulang tahunnya, kecuali Dono.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5.	Anakronisme &lt;br /&gt;
Anakronisme adalah majas pertentangan yang mengandung ketidaksesuaian antara peristiwa dengan waktunya.&lt;br /&gt;
Contoh :&lt;br /&gt;
Dalam tulisan Cesar, Shakespeare menuliskan jam berbunyi tiga kali (saat itu jam belum ada)&lt;br /&gt;
Cut Nyak Dien mengusir Belanda dengan menggunakan senjata nuklir (pada saat itu belum ada nuklir)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jenis-Jenis Majas Sindiran&lt;br /&gt;
1.	Ironi&lt;br /&gt;
Ironi adalah majas sindiran yang mengutarakan sesuatu dengan maksud lain dari apa yang terkandung dalam kalimatnya.&lt;br /&gt;
Contoh:&lt;br /&gt;
Ini baru siswa teladan, tidak pernah mengerjakan tugas.&lt;br /&gt;
Bagus sekali tulisanmu sampai tidak dapat dibaca.&lt;br /&gt;
Sungguh indah rapormu dengan bertaburnya warna merah dalam hampir semua mata pelajaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.	Sinisme&lt;br /&gt;
Sinisme adalah gaya sindiran dengan mempergunakan kata-kata sebaliknya seperti ironi tetapi kasar&lt;br /&gt;
Contoh :&lt;br /&gt;
Perkataanmu tadi sangat menyebalkan, tidak pantas diucapkan oleh orang terpelajar sepertimu.&lt;br /&gt;
Lama-lama aku bisa jadi gila melihat tingkah lakumu itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.	Sarkasme&lt;br /&gt;
Sarkasme adalah majas sindiran yang paling kasar. Majas ini biasanya bertujuan untuk mengkritik secara frontal dan kasar dan biasanya diucapkan oleh orang yang sedang marah.&lt;br /&gt;
Contoh:&lt;br /&gt;
Otakmu memang otak udang!&lt;br /&gt;
Dasar kerbau dungu, kerja begini saja tidak becus!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4.	Satire&lt;br /&gt;
Majas satire adalah majas yang mengungkapkan sindiran dengan kasar dan keras seperti sarkasme, namun yang membedakan adalah majas satire ini menggunakan kata-kata ungkapan dalam menyatakan sindiran.&lt;br /&gt;
Contoh :&lt;br /&gt;
Ya, Ampun! Soal mudah kayak gini, kau tak bisa mengerjakannya!&lt;br /&gt;
Apa dia tak tau terima kasih? Sudah kubantu tapi dia malah memfitnahku di depan orang lain.&lt;br /&gt;
Ya ampun ! Koper ringan seperti ini, kau tak bisa mengangkatnya ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5.	Innuendo &lt;br /&gt;
Innuendo adalah gaya bahasa sindiran dengan mengecilkan kenyataan yang sebenarnya.&lt;br /&gt;
Contoh : &lt;br /&gt;
Ia menjadi kaya raya karena mengadakan kemoersialisasi jabatannya&lt;br /&gt;
Pantas saja ia cepat kaya karena ayahnya koruptor kelas kakap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jenis-Jenis Majas Penegasan&lt;br /&gt;
1.	Apofasis&lt;br /&gt;
Apofasi majas untuk menegaskan sesuatu dengan cara seolah-olah menyangkal hal yang ditegaskan.&lt;br /&gt;
Contoh :&lt;br /&gt;
Saya tidak mau mengungkapkan dalam forum ini bahwa saudara telah menggelapkan ratusan juta rupiah uang negara&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.	Pleonasme&lt;br /&gt;
Pleonasme adalah majas penegasan yang menambahkan keterangan pada pernyataan yang sudah jelas atau menambahkan keterangan yang sebenarnya tidak diperlukan.&lt;br /&gt;
Contoh :&lt;br /&gt;
Semua siswa yang di atas agar segera turun ke bawah.&lt;br /&gt;
Mereka mendongak ke atas menyaksikan pertunjukan pesawat tempur.&lt;br /&gt;
Bagi yang telah dipanggil namanya, silakan maju ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.	Repetisi&lt;br /&gt;
Reptisi adalah majas yang mengulangi kata-kata, frase, dan klausa yang sama dalam suatu kalimat atau wacana.&lt;br /&gt;
Contoh :&lt;br /&gt;
Marilah kita sambut pahlawan kita, marilah kita sambut idola kita, marilah kita sambut putra bangsa.&lt;br /&gt;
Dia akan menepati janjinya, aku percaya kepadanya, dia pasti akan menepati janjinya padaku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4.	Paralelisme&lt;br /&gt;
Paralelisme adalah majas yang menggunakan pengulangan kata yang disusun dalam baris yang berbeda.&lt;br /&gt;
Contoh :&lt;br /&gt;
Cinta adalah pengertian&lt;br /&gt;
Cinta adalah kesetiaan&lt;br /&gt;
Cinta adalah rela berkorban&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5.	Aliterasi &lt;br /&gt;
Aliterasi adalah majas penegasan yang menggunakan repetisi konsonan pada awal kata secara berurutan.&lt;br /&gt;
Contoh :&lt;br /&gt;
Kaku-kaku besi dipanaskan lentur juga&lt;br /&gt;
Lihatlah langit luruskan langkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6.	Pararima &lt;br /&gt;
Pararima adalah adalah majas yang melakukan pengulangan konsonal awal dan akhir dalam kata atau bagian yang berlainan.&lt;br /&gt;
Contoh :&lt;br /&gt;
Belak-belok, kolat-kalit, mular-mulur&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7.	Tautologi&lt;br /&gt;
Tautologi adalah majas penegasan yang menggunakan pengulangan kata-kata dengan menggunakan sinonimnya.&lt;br /&gt;
Contoh:&lt;br /&gt;
Bukan, bukan, bukan itu yang ku maksud. Aku sekedar ingin bertukar pikiran saja denganmu.&lt;br /&gt;
Seharusnya sebagai sahabat kita bisa hidup akur, rukun, dan saling bersaudara. &lt;br /&gt;
Saya yakin, percaya, dan beriman pada semua ajaran Muhammad. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8.	Klimaks&lt;br /&gt;
Klimaks adalah majas penegasan yang memaparkan suatu hal secara berturut-turut dari yang sederhana dan kurang penting meningkat kepada hal atau gagasan yang penting atau kompleks.&lt;br /&gt;
Contoh :&lt;br /&gt;
Semua orang dari anak-anak, remaja, hingga orang tua ikut antri minyak.&lt;br /&gt;
Kesengsaraan membuahkan kesabaran, kesabaran pengalaman, dan pengalaman harapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
9.	Antiklimaks &lt;br /&gt;
Antikklimaks adalah majas penegasan yang memaparkan suatu hal atau gagasan yang penting atau kompleks menurun kepada pikiran atau hal sederhana dan kurang penting.&lt;br /&gt;
Contoh :&lt;br /&gt;
Kepala sekolah, guru, dan siswa juga hadir dalam acara syukuran itu.&lt;br /&gt;
Di kota dan desa hingga pelosok kampung semua orang merayakan HUT RI ke -62.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
10.	Retoris &lt;br /&gt;
Retoris adalah majas pengasan ungkapan pertanyaan yang jawabannya telah terkandung dalam pernyataan tersebut.&lt;br /&gt;
Contoh :&lt;br /&gt;
Manusia mana yang tidak butuh uang ?&lt;br /&gt;
Adakah orang yang ingin sakit selama hidupnya ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
11.	Asindenton&lt;br /&gt;
Majas Asindeton  adalah gaya bahasa yang menyebutkan secara berturut-turut tanpa menggunakan kata penghubung agar perhatian pembaca beralih pada hal yang disebutkan.&lt;br /&gt;
Contoh : &lt;br /&gt;
Dan kesesakan kesedihan, kesakitan, seribu derita detik-detik penghabisan orang melepaskan nyawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
12.	Polisindenton&lt;br /&gt;
Polisindenton adalah majas penegasan yang mengungkapkan suatu kalimat atau wacana, dihubungkan dengan kata penghubung.&lt;br /&gt;
Contoh:&lt;br /&gt;
Kami tidak hany dapat membangun rumah mewah, tetapi juga rumah sederhana dan rumah susun sederhana milik atau rusunami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
13.	Interupsi&lt;br /&gt;
Interupsi adalah majas penegasan yang menggunakan kata-kata atau bagian kalimat yang disisipkan di dalam kalimat pokok untuk lebih menjelaskan sesuatu dalam kalimat.&lt;br /&gt;
Contoh:&lt;br /&gt;
Tiba-tiba ia-suami itu disebut oleh perempuan lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kumpulan Pidato Sekolah Tema  Mari Meraih Mimpi Cita Cita</title><link>http://raja-ilmupengetahuan.blogspot.com/2018/01/kumpulan-pidato-sekolah-tema-mari.html</link><category>Bahasa</category><category>Indonesia</category><author>noreply@blogger.com (Mas Djoen)</author><pubDate>Sun, 21 Jan 2018 17:04:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1471705183535435531.post-7609743920629086145</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
Assalamualaikum wr wb.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Puji syukur kita ucapkan atas kehadirat Allah swt, karena atas rahmat-Nya kita semua diberi kesehatan dan kesempatan untuk hadir di ruangan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang saya hormati bapak/ibu guru. Dan yang saya sayangi teman-teman sekalian. Saya ucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kali ini untuk meyampaikan pidato saya yang berjudul meraih mimpi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai makhluk yang dianugrahi akal pikiran dan hawa nafsu, pastilah kita memiliki keinginan, cita-cita, impian, harapan, bahkan mimpi. Mimpi dalam hal ini bukanlah suatu kejadian atau pengalaman alamiah bawah sadar yang melibatkan panca indera, pikiran atau perasaan disaat kita tidur. Melainkan memiliki arti yang meluas sebagai sebuah cita-cita atau tujuan yang hendak di capai. Sejak kecil, mungkin ada di antara kita yang pernah bermimpi ingin menjadi seorang polisi, tentara, pilot, artis, astronot bahkan presiden sekalipun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lantas kita berfikir, bagaimana caranya meraih mimpi-mimpi tersebut? Apakah saya mampu mewujudkan mimpi-mipi itu? Apakah itu semua hanyalah sebatas mimpi saja?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejenak kita merenungkan pertanyaan  tadi pada diri kita masing-masing. Mampu kah saya? Jika kita sungguh-sungguh ingin mewujudkan mimpi maka jawablah dengan tegas “Ya Saya bisa!” “Yes I can do it!”. Karena perlu diperhatikan bahwa tidak ada keberhasilan tanpa kesungguhan di dalam hati. Niat dan kesungguhan adalah modal utama untuk meraih mimpi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di zaman informasi sekarang ini, banyak orang yang pesimistis dalam mengejar mimpinya. Karena menurut mereka segala sesuatu dapat di ukur dan diprediksikan dengan kecanggihan teknologi informasi dan teori peluang matematis. Jadi hal yang kurang mungkin lebih baik ditinggalkan.  Memang, tidak ada salahnya memanfaatkan teknologi informasi. Tetapi tidak lantas membuat kita untuk tidak berani bermimpi. Membuat dunia yang sebenarnya besar menjadi kecil dan sempit dalam pikiran kita. Dikarenakan oleh teori peluang hasil dari pemikiran manusia yang tak seberapa luar biasa dengan kuasa Sang Pencipta. Maka dari itu jangan takut untuk bermimpi, karena berawal dari mimpilah hal-hal besar dapat terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita pasti mengenal BJ Habibie, seorang profesor, penemu teori keretakan sayap pesawat, seorang menteri,  presiden RI ke-3, dan tentu saja seorang pemimpi tentunya. Beliau pernah memimpikan membuat pesawat pertama karya bangsa Indonesia tanpa bantuan asing, yang pada saat itu mimpinya diragukan dan dianggap omong kosong oleh pemerintah Indonesia sendiri. Namun, beliau tetap sunguh-sungguh dan terus berusaha membuktikan bahwa dia mampu mewujudkan mimpinya. Di negara asing beliau mampu berprestasi mewujudkan mimpinya satu demi satu, dan menjadi orang Asia yang cukup disegani di Jeman karena kejeniusannya. Setelah beliau terkenal di Jerman, barulah beliau di panggil ke Indonesia untuk mewujudkan mimpinya membangun pesawat Indonesia pertama, pesawat N250. Akhirnya mimpi BJ Habibie terwujud.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari kisah nyata tersebut kita dapat mengambil kesimpulan bahwa jangan menyerah dan pesimis akan mimpi kita, tetap berusaha dan sungguh-sunguh mewujudkannya, jangan bosan menggaungkan mimpi-mimpi kita. Karena hal itu akan jadi penyemangat buat diri kita sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada beberapa nasihat untuk mewujudkan mimpi selain berbekal niat dan kesungguhan. Teruslah bermimpi dan tulislah mimpi-mimpi anda secara nyata. Jangan anda tulis dalam ingatan saja karena pasti anda akan lupa. Tuliskan 100 target anda diatas kertas. Hingga suatu hari nanti yang anda lihat dari 100 target itu hanyalah coretan. Coretan karena anda telah mencapainya.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mari kita meraih mimpi!!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekianlah pidato saya. Kurang dan lebih saya mohon maaf.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Assalamu’alaikum wr. Wb.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pidato Bahasa Indonesia "impian"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Assalamulaikum warahmatullahi wabarakatuh,&lt;br /&gt;
Yang terhormat Ibu/Bapak Guru&lt;br /&gt;
Teman-teman sekalian yang saya sayangi&lt;br /&gt;
Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, karena dengan rahmatnya kita bisa berkumpul ditempat dan waktu yang baik ini&lt;br /&gt;
Dalam suasana yang berbahagia ini, izinkan saya bercakap sepatah dua patah kata di depan rekan semua. Tidak bermaksud untuk sok tahu atau sok benar, tapi di sini saya hanya ingin berbagi motivasi dan bersama-sama mari kita saling menyemangati satu sama lain. Di sini saya akan membahas tentang impian.&lt;br /&gt;
Impian adalah keinginan yang kita yakini akan tercapai pada suatu saat, itulah impian. Salah satu great problem yang banyak dikonsumsi oleh kaum muda (utamanya) dan dianggap sebagai something not progresif oleh sebagian masyarakat adalah dengan mengesampingkan untuk memiliki sebuah impian atau cita-cita. Padahal cita-cita adalah seperti laiknya mesin pembangkit energi yang menjadi penggerak untuk maju. Cita-cita merupakan hasrat yang akan menggerakkan manusia untuk mewujudkannya. Tidak sedikit pula dari mereka yang menyamakan antara cita-cita/impian dengan khayalan. Perlu digaris bawahi bahwasanya khayalan tidak sama dengan impian. Khayalan tidak lebih hanya suatu bayangan yang sulit diraih. Khayalan tidak memiiki landasan tujuan yang jelas. Khayalan hanya sekedar angan-angan atau sebuah keinginan yang tak diusahakan.&lt;br /&gt;
Bermimpi adalah kunci utama seseorang untuk meraih sesuatu yang didambakan. Merumuskan impian sama dengan merumuskan masa depan. Sangat tidak mungkin jika manusia merumuskan masa depan yang suram, tentunya manusia akan menurumuskan masa depan yang indah. Namun jika seseorang takut bermimpi bukankah sama saja takut untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik? Dengan memiliki impian maka esensi dan value dalam kehidupan kita akan lebih terlihat jelas, menambah spirit untuk mengikhtiarkan apa yang diinginkan. Bukankah jika kita berusaha semaksimal mungkin untuk merealisasikan apa yang kita impikan merupakan salah satu bentuk kodrat kita sebagai makhlukNya untuk senantiasa berikhtiar dan berdo'a? Dari zaman dulu hingga saat ini, orang-orang besar telah menyatakan pentingnya visi, impian, tujuan dan cita-cita. Terciptanya Hawa juga karena visi seorang Adam bukan?&lt;br /&gt;
Penyelamatan yang dilakukan Nabi Nuh terhadap umatnya dengan pembuatan sebuah kapal besar yang memakan waktu lebih dari 100 tahun berawal dari sebuah visi yang direalisasikan olehNya. Mekkah kota suci, yang telah diziarahi oleh miliaran manusia sejak beribu-ribu tahun yang lalu dikaruniai oleh Yang Maha Agung untuk menjawab impian dan do'a Nabi Ibrahim untuk membuat tempat yang sepi, tandus dan tidak memiliki tanaman menjadi negeri yang aman, tenteram, makmur dan ramai dikunjungi manusia.&lt;br /&gt;
1.      Socrates mengatakan "Jalan terdekat untuk meraih kemuliaan adalah dengan berusaha menjadi apa yang anda inginkan dan sesuai dengan apa yang anda pikirkan".&lt;br /&gt;
2.      Abraham Lincoln mengingatkan "Anda bisa menjadi apapun jika anda bertahan pada keinginan itu dengan satu tujuan".&lt;br /&gt;
3.      Dr. Patricia Boyle melalui penelitiannya "Impian membuat tubuh lebih kuat melawan penyakit dan menjaga kesehatan psikologi".&lt;br /&gt;
"Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit, kalaupun tidak bisa mencapai langit setidaknya telah bersama rembulan atau bintang". Batapa pentingnya memang untuk memiliki mimpi, cita-cita atau visi dalam melangsungkan hidup, namun tak sedikit pula orang yang meremehkannya. Bahkan di dunia akademisipun belum pernah terdengar ada yang mengajarkan tentang manajemen impian atau cara-cara dalam meraih mimpi. Perlu ditekankan bahwa memiliki impian adalah HAK bahkan bisa dikatakan KEWAJIBAN setiap manusia dan itu adalah GRATIS.Demikian yang bisa saya sampaikan,semoga bermanfaat bagi kita semua. Mohon maaf jika ada salah kata.&lt;br /&gt;
Assalamu'alaikum wr.wb.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Assalamualaikum w.w&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat-Nya lah kita mampu hadir disini dalam keadaan sehat walafiat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yth.Ibu Euis Teti, selaku guru bahasa Indonesia&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
dan teman-teman yang saya cintai&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat yang berbahagia ini saya akan menyampaikan pidato yang bertemakan meraih mimpi. Alasan saya menyampaikan pidato ini karena pada saat ini banyak orang yang sudah tidak mau berusaha meraih mimpinya hanya karena alasan klise seperti, sudahlah tidak mungkin bisa terwujud, lebih baik jalankan saja apa yang sudah diraih. Padahal tidak ada yang tidak mungkin selagi Tuhan berkehendak.Untuk itu terlebih dahulu kita harus mengetahui definisi mimpi.Definisi mimpi sendiri adalah sesuatu yang anda inginkan besok, satu tahun lagi atau lima tahun lagi.Mengapa kita harus mempunyai mimpi? Sebagai arah dalam hidup dan motivasi kemana akan melangkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana cara kerja mimpi? Mimpi akan mempengaruhi kekuatan pikiran bawah sadar yang dapat dibangkitkan melalui 2 cara, yaitu: autosuggestion dan visualization.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Autosuggestion; mimpi kita merupakan informasi penting untuk pikiran bawah sadar. Sebab keinginan yang terekam kuat dalam pikiran bawah sadar memiliki kekuatan sangat besar dan menjadi daya dorong yang akan menggerakkan diri kita untuk berbuat sesuatu yang luar biasa. Ada 5P dalam melakukan autosuggestion. Pertama positif, artinya selalu berpikir positif, yang kedua powerful, yaitu lakukan dengan penuh keyakinan sebab dapat memberikan kekuatan untuk berbuat sesuatu yang luar biasa. Ketiga precise, keinginan yang hendak dicapai harus sudah dapat dideskripsikan, karena pikiran bawah sadar hanya bisa menyusun berdasarkan kategori. keempat present tense, dalam bentuk keinginan saat ini, bukan keinginan di masa lalu atau akan datang. Dan yang terakhir personal, lakukan perubahan positif terhadap diri sendiri terlebih dahulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Visualization; mimpi kita menggambarkan sesuatu yang kita dambakan. Sesuatu yang selalu divisualisasikan manusia akan mudah terekam dalam pikiran bawah sadar. Lalu muncul kekuatan pikiran tersebut, yang berperan sebagai penghubung antara jiwa dengan tubuh. Sehingga tubuhpun bereaksi dengan mengerahkan seluruh potensi yang sebelumnya tidak pernah digunakan, dalam bentuk kreatifitas atau tindakan. Memvisualisasikan impian memungkinkan seluruh impian tercapai oleh pikiran bawah sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada 3 cara melakukan visualization, pertama, mendefinisikan mimpi artinya memberikan batasan atau standar akan impian yang hendak dicapai. Kedua, Menentukan target waktu sebab impian tanpa target waktu hanya akan menjadi mimpi sesaat. Impian dengan target waktu akan menggerakkan kesadaran untuk tidak segan-segan melakukan perubahan.. Ketiga, melakukan berulang-ulang Artinya mengkondisikan diri kita untuk lebih sering ingat akan impian kita. Dengan begitu perubahan besar akan terjadi pada kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana cara meraih mimpi? pertama temukan sesuatu yang menjadi impian anda, apa keinginan yang begitu anda harapkan bisa terwujud, kedua tuliskan keinginan atau mimpi anda di atas kertas. Ketika menulis, bayangkan dan rasakan mimpi anda itu. Ketiga Cari seseorang yang membuat Anda besemangat mengejar mimpi itu. Keempat berpikirlah sebagai seorang Juara, jangan memikirkan tantangannya, tetapi pikirkanlah hasilnya. Maka semua tantangan akan mudah dilewati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stephen Covey dalam 7 Habits mengatakan kita membuat kreasi mental lebih dulu sebelum kreasi fisiknya. Pepatah Latin mengatakan, Fortis imaginatio generat casum, artinya imajinasi yang jelas menghasilkan kenyataan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
dari pidato saya ini, dapat diambil kesimpulan bahwa bermimpi memberikan motivasi dan arah kita melangkah. Mimpi dibangkitkan dengan 2 cara, yang pertama autosuggestion bekerja dengan menigirimkan informasi penting pada pikiran bawah sadar. Dan yang kedua visualization bekerja dengan menggambarkan mimpi yang kita dambakan. Untuk itu marilah kita berusaha mewujudkan impian dan janganlah berputus asa untuk meraih mimpi yang didambakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekian pidato dari saya. Apabila terdapat kesalahan dalam penyampaian pidato yang menyinggung hadirin, saya mohon maaf. Atas perhatian hadirin, saya ucapkan terima kasih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
wassalamualaikum w.w&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PIDATO MENGENAI IMPIAN DAN CITA - CITA&lt;br /&gt;
Selamat Pagi dan Salam Sejahtera Bagi Kita Semua&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang terhormat Bapak/Ibu guru . . . &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan teman – teman yang saya banggakan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama – tama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas kasih dan karuniaNyalah sehingga kita dapat berkumpul di tempat ini. Saya juga berterima kasih atas kesempatan yang telah diberikan untuk menyampaikan pidato saya yang berjudul “ Gapailah Cita – Citamu Bukan Sekedar Mimpi”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hadirin Yang berbahagia,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada kesempatan kali ini saya akan memulai pidato saya dengan beberapa pertanyaan.&lt;br /&gt;
Apa impian dari anda semua ? cobalah jawab dalam hati kalian.&lt;br /&gt;
Lalu, apa cita – cita anda ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja anda semua berkata dalam hati anda bahwa kedua pertanyaan ini walau berbeda namun memiliki jawaban yang sama. Mungkin saja. Namun menurut saya sendiri, hal ini jelaslah berbeda. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Impian memiliki makna yang sama dengan mimpi. Kedua kata ini, yaitu impian atau mimpi adalah sesuatu yang hanya bisa diraih dan digapai dengan tidur. Ini berarti ketika kita terbangun maka kita akan berhenti bermimpi. Jadi orang yang akan meraih mimpinya adalah orang yang bermalas – malasan dengan menghabiskan waktunya dengan tidur. Tentu saja hal ini tidak akan menghasilkan hal berguna bagi kita. Hal ini tentu saja sama dengan mengharapkan cita – cita terwujud dengan suatu miracle atau keajaiban. Lalu bagaimana dengan cita – cita ? cita  cita adalah sesuatu yang harus diraih dengan kerja keras, usaha dengan melibatkan semua potensi yang ada pada diri setiap individu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin ada beberapa dari anda yang tidak sependapat dengan hal yang saya sampaikan. Namun, jika boleh saya berkata “ Tiap kata mempunya efek psikologis terhadap siapapun yang mendengar dan mengatakannya. Sebagai simulasi sederhana, coba anda katakan kepada teman di samping kanan anda bahwa ia “ langsing” lalu katakan pada teman samping kiri anda bahwa ia “ kurus” padahal kedua – duanya memiliki postur tubuh yang tidak terlalu besar. Namun kedua kata ini akan memberikan reaksi yang berbeda satu sama lain. Begitupula degan kata impian atau mimpi dengan kata cita – cita. Kata mimpi atau impian akan memberikan respon negatif bagi otak karena kata mimpi ini erat kaitannya dengan tidur yaitu melemaskan seluruh organ tubuh untuk mendapatkan kondisi rileks.  Sedangkan kata cita – cita akan menciptakan pesan kuat dan positif bagi otak, yakni pesan kerja keras untuk menggapai cita – cita itu. Untuk itu mari kita mulai mengganti istilah impian atau mimpi itu menjadi kata cita – cita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hadiri yang berbahagia,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semula dari kecil kita telah dijejalkan dengan berbagai nasihat baik dari orang tua, guru, dan buku – buku untuk memiliki cita – cita setinggi mungkin. Dan tentunya hal ini berhasil. Saya yakin setiap dari individu yang ada di ruangan ini bahkan seluruh dunia ini memiliki cita – cita baik yang dapat dihitung jari maupun yang tak terhingga. Namun sayangnya, hanya sebagian yang berani untuk mengejar dan mewujudkannya sebagai tujuan hidup dan berhasil. Dan sebagian lagi menyerah dengan berbagai faktor seperti keterbatasan, rasa cemas dan takut untuk memulai segalanya, intimidasi orang lain sehingga dapat menurunkan semangat dan fokus dalam meraih cita cita, ataupun sifat malas dengan menunda – nunda pekerjaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu apakah yang membuat sebagian orang ini dapat mewujudkan cita – citanya ? Cita – cita atau tujuan hidup dapat diraih dengan :&lt;br /&gt;
1.     &lt;br /&gt;
      1. Tidak menunda – nunda&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terkadang tanpa kita sedari kita selalu membuang – buang waktu kita untuk hal yang tidak berguna dan malah menunda pekerjaan – pekerjaan lain yang memudahkan kita dalam meraih cita – cita. Terkadang kita berkata”nanti saja, masih ada besok atau lain kali saja”. Namun secara tidak sadar kata ini akan menyebabkan proses pencapaian cita – cita kita akan tertunda. Oleh sebab itu hentikan kebiasaan buruk kita ini dan mari kita mulai untuk merancang rancangan besar untuk meraih cita – cita kita.&lt;br /&gt;
2.      &lt;br /&gt;
      2. Menjaga fokus pada cita – cita kita&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam hal ini jagalah fokus cita – cita kita dengan mengalokasikan waktu tertentu untuk meraih cita – cita kita atau bisa dengan menggunakan gambar atau benda untuk mengingatkan akan cita – cita kita.&lt;br /&gt;
3.     &lt;br /&gt;
     3. Dan yang terpenting adalah jagalah motivasi kita&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Motivasi ibarat sebuah energi. Motivasi seperti bahan bakar dalam kendaraan. Jika tidak ada motivasi, maka anda tidak akan bergerak meraih cita – cita anda. Ingat bahwa motivasi adalah bagian terpenting dari kerja keras. Karena tanpa motivasi, tidak akan ada usaha. Maka bangkitkanlah motivasi itu baik dari keadaan, support, dan apa yang hendak dicapai. Jangan hiraukan kata – kata orang yang menertawakan ataupun merendahkanmu. Tetaplah berusaha.  &lt;br /&gt;
Akhir kata saya sampaikan bahwa kita harus terus berusaha, dan kita harus tanamkan dalam diri kita bahwa “beda antara bisa dan tidak bisa hanyalah lima huruf. Lima huruf yang menentukan arah hidup kita”.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekian pidato saya pagi ini, bila ada tutur kata  dan tindakan yang kurang berkenaan di hati hadirin, &lt;br /&gt;
saya mohon maaf.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
selamat Pagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Assalamualaikum Wr. Wb&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang terhormat Ibu Aminah M. Nur, selaku guru pembimbing&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang terkasih teman-teman sekalian&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Marilah kita panjatkan puji dan syukur atas ke hadirat Allah SWT, karena dengan berkah dan rahmat-Nya kita bisa berkumpul di hari yang berbahagia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya mengucapkan terima kasih karena saya telah diperkenankan untuk berdiri disini menyampaikan pidato yang bertema “Semangat untuk Menggapai Cita-Cita “.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada kesempatan kali ini, saya ingin mengajak kita semua untuk mengingat betapa pentingnya memiliki cita-cita. Apakah memiliki cita-cita akan berpengaruh dalam kehidupan kita ? Saya berharap pada kesempatan kali ini kita semua menjadi tahu, seberapa besar pengaruh cita-cita dalam kehidupan kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hadirin sekalian,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cita-cita bagi banyak orang mempunyai dua definisi. Bagi sebagian orang cita-cita itu adalah tujuan hidup dan bagi sebagian yang lain cita-cita itu hanyalah mimpi belaka. Bagi orang yang menganggap cita-cita itu adalah tujuan hidup, maka cita-cita itu akan dijadikan bahan bakar yang dapat membakar semangat untuk terus melangkah maju dengan tujuan yang jelas dalam menjalani kehidupan. Namun bagi orang-orang yang mengangap cita-cita itu hanyalah mimpi belaka maka cita-cita itu tak lebih dari khayalan atau hanya menjadi mimpi pengantar tidur tanpa api yang dapat membakar motivasi untuk melangkah maju.Hal ini lah yang menyebabkan mereka hidup dengan tujuan yang tidak jelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hadirin yang berbahagia,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memiliki cita-cita sangat penting sekali, begitupun dengan usaha untuk menggapainya. Manusia tanpa cita-cita ibarat air yang mengalir dari pegunungan menuju dataran rendah, mengikuti kemana saja alur sungai membawanya. Manusia tanpa cita-cita bagaikan seseorang yang sedang tersesat yang berjalan tanpa tujuan yang jelas sehingga ia bahkan dapat lebih jauh tersesat lagi. Kerja keras sangat dibutuhkan dalam hal ini. Tentunya kita sebagai pelajar tahu apa yang harus dilakukan untuk menggapai cita-cita, yakni dengan belajar dengan giat dan selalu percaya bahwa masa depan adalah milik kita, kita yang akan menjadi ujung tombak masa dea depan, kita yang akan mengatur masa depan, kalau bukan kita siapa lagi ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan yang selalu menjadi kendala bagi kita untuk menggapai cita-cita adalah sikap yang terlalu berleha-leha, malas, dan terlalu menggantungkan diri kepada orang lain. Saya merasa generasi muda saat ini banyak didoktrin dengan kata-kata yang salah, salah satu contohnya generasi muda saat ini selalu berkata ‘’ Gimana nanti aja’’ padahal yang benar adalah “Nanti gimana ?’’. Inilah yang menunjukan kita sebagai generasi muda yang berleha-leha. Dan Yang terparah ketika kita menggantungkan diri kita kepada orang lain termasuk pada orang tua kita. Karena orang tua kita sukses kita menjadi tenang, yakin bahwa di masa depan kita akan sukses juga, atau bahkan malah berleha-leha dalam menghadapi masa depan tanpa belajar dan berlatih dengan tekun. Tentu saja ini perbuatan yang salah karena kunci sukses di masa depan itu Ketekunan bukan keturunan. Masa depan adalah refleksi kehidupan kita saat ini. Kehidupan yang kita pilih saat ini menjadi sebuah cerminan lain dari kehidupan kita di masa mendatang. Keberanian kita mengambil resiko hari ini bisa jadi menjadi kesuksesan tak terduga di masa depan kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hadirin sekalian,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga apa yang telah saya katakan tadi bermanfaat bagi kita semua yang ada disini. Mohon maaf bila banyak kesalahan dalam penyampaian, karena kesempurnaan hanya milik Allah dan kekhilafan adalah milik kita sebagai manusia. Ahkir kata selamat dan sukses meraih cita-cita wasssalamualaikum Wr.Wb&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Meraih Mimpi"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;
Selamat siang semuanya.&lt;br /&gt;
            Ibu Siti Wasirah selaku dosen mata kuliah Bahasa Indonesia yang saya hormati, dan teman-teman yang saya banggakan. Mari kita panjatkan puji syukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan  rahmat-Nya kepada kita, sehingga kita dapat berkumpul di tempat ini dalam keadaan sehat wal’afiat.&lt;br /&gt;
           &lt;br /&gt;
Teman-teman yang berbahagia, dalam kesempatan ini, saya akan menjelaskan tentang kiat-kiat untuk meraih mimpi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang Anda pikirkan saat Anda mendengar kata-kata mimpi? Bunga tidur? Sesuatu yang tak nyata? Tidak penting? Banyak orang yang berkata seperti itu, tapi bagi saya mimpi adalah awal dari sebuah kenyataan. Jika kita dapat memimpikannya, kita dapat menjadikannya nyata. Banyak juga yang berkata, “Mimpi itu tidak akan mungkin menjadi kenyataan”, tapi itu salah. “Hanya satu yang tidak mungkin di dunia ini yaitu kembali ke masa lalu”, seperti itulah kata Guru saya. Dan kata-kata itulah yang memotivasi saya untuk menjadikan mimpi sebagai acuan, pemicu semangat, dan tujuan yang akan saya capai dalam jalan hidup saya.&lt;br /&gt;
           &lt;br /&gt;
Teman-teman, untuk mencapai mimpi-mimpi kita, ada beberepa hal yang harus kita lakukan, yang petama adalah “Niat”. Niat adalah dasar atau fondasi. Jika fondasinya kuat, pasti tak akan roboh saat ada halangan atau rintangan yang datang untuk menggoyahkan niat kita. Tentukan dengan baik apa yang ingin Anda capai dan tanamkan mimpi itu dalam pikiran dan juga hati Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang kedua adalah “100 Mimpi”. Tulislah 100 mimpi Anda dalam selembar kertas, jangan hanya satu. Tujuannya agar kita lebih bersemangat untuk menggapai mimpi-mimpi itu, menciptakan pandangan bahwa jalan hidup kita masih panjang sehingga kita tidak boleh putus asa di tengah jalan, dan untuk melatih kita agar tidak cepat merasa puas dengan apa yang sudah kita dapat, sehingga kita akan terus berusaha.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang ketiga adalah “Optimis Bisa”. “Ucapkan kata-kata optimis bisa dengan lantang dan tanamkan pada jiwa dan pikiran Anda.”, itulah yang di katakan oleh Irdi Riza, motivator yang pernah memotivasi saya waktu saya akan menghadapi ujian nasional. Optimis bisa adalah kata-kata yang singkat tapi penuh makna. Pahami kata-kata itu dan camkan baik-baik dalam pikiran, karena apa yang kita pikirkan akan mempengaruhi apa yang kita lakukan, dan terkadang akan menjadi kenyataan. Berpikir optimis akan membuat kita selalu bersemangat dan ikhlas untuk melakukan sesuatu.&lt;br /&gt;
           &lt;br /&gt;
Teman-teman, selanjutnya yang keempat adalah “Tinggalkanlah Gengsi”. Mungkin banyak yang tidak mau mengakui mimpi-mimpinya karena banyak orang yang tidak percaya bahwa mimpi itu berguna. Tapi percayalah pada diri Anda sendiri dan yakinlah bahwa Anda mampu menggapai mimpi-mimpi Anda. Pokoknya buang semua gengsi, ingat lagunya Bondan feat Fade 2 Black, “Tinggalkanlah gengsi, hidup berawal dari mimpi, gantungkan yang tinggi agar semua terjadi”. Tidak ada gunanya jika kita lebih mengutamakan gengsi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan yang terakhir adalah “Usaha dan Doa”. Memiliki mimpi-mimpi tapi tidak pernah berusaha untuk mewujudkannya itu sama saja bohong, inilah mimpi kategori mimpi yang sia-sia. Mimpi yang dibiarkan menjadi mimpi selamanya. Berusahalah semampu Anda dan ikhlas, maka semuanya akan terasa ringan. Iringi usaha Anda dengan doa agar Allah meridhoi usaha kita, memberikan jalan yang mudah bagi kita, senantiasa membantu dan membimbing kita, serta agar kita selalu berpegang teguh pada niat kita.&lt;br /&gt;
           &lt;br /&gt;
Teman-teman, janganlah takut untuk bermimpi, mimpi tidak akan menggigit Anda, mengapa Anda harus takut? Takut gagal? Sesungguhnya, orang yang gagal adalah orang yang tidak pernag mencoba. Jadi, mulailah bermimpi, bulatkan tekad dan selalu semangat untuk menggapai mimpi-mimpi Anda itu. Percayalah, tidak ada usaha yang sia-sia. Tidak ada yang tidak mungkin bila kita yakini, pastilah kan Anda dapati.&lt;br /&gt;
           &lt;br /&gt;
Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga penjelasan saya yang tidak panjang dan juga tidak lebar ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Bila ada salah kata, saya minta maaf. Akhir kata.&lt;br /&gt;
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Assalamu’alaikum Wr. Wb.&lt;br /&gt;
Teman-teman yang berbahagia, dalam kesempatan ini, saya akan menjelaskan tentang kiat-kiat untuk meraih mimpi.&lt;br /&gt;
Apa yang Anda pikirkan saat Anda mendengar kata-kata mimpi?Bagi saya, mimpi adalah kunci dari keberhasilan. Karena untuk mencapai keberhasilan diperlukan perjalanan yg panjang dan tidak ada kunci instan untuk melakukan proses yang panjang itu. Nah, proses itu dimulai dengan membangun mimpi. Dan impian-impian itu akan memberi kita arah sehingga focus untuk mencapai keberhasilan. Jika kita dapat memimpikannya, kita dapat menjadikannya nyata.&lt;br /&gt;
Teman-teman, untuk mencapai mimpi-mimpi, ada beberepa hal yang harus kita lakukan, yang petama adalah “Niat”. Niat adalah dasar atau fondasi. Jika fondasinya kuat, halangan atau rintangan yang datang tidak dapat menggoyahkan kita.&lt;br /&gt;
Yang kedua adalah “berani berMimpi”. Jangan takut untuk bermimpi. Bermimpi tidak butuh biaya apa-apa.jangan bermimpi seadanya, tapi bermimpilah setinggi langit.&lt;br /&gt;
Yang ketiga adalah “Optimis Bisa apa yang kita pikirkan akan mempengaruhi apa yang kita lakukan. Berpikir optimis akan membuat kita selalu bersemangat untuk melakukan sesuatu.&lt;br /&gt;
Dan yang terakhir adalah “Usaha dan Doa”. Memiliki mimpi-mimpi tapi tidak pernah berusaha untuk mewujudkannya itu sama saja bohong. Inilah mimpi yang akan selamanya menjadi mimpi. Kita perlu Iringi usaha Anda dengan doa agar Allah meridhoi usaha kita, memberikan jalan yang mudah bagi kita.&lt;br /&gt;
Ingatlah, idza shodaqa al ‘azmu wadhoha as-sabilu.  &lt;br /&gt;
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.         &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
” Semangat untuk Menggapai Cita-Cita”&lt;br /&gt;
11 AGUSTUS 2012&lt;br /&gt;
MY BIG LIFE STORY&lt;br /&gt;
Assalamualaikum Wr. Wb&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang terhormat Ibu Aminah M. Nur, selaku guru pembimbing&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang terkasih teman-teman sekalian&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Marilah kita panjatkan puji dan syukur atas ke hadirat Allah SWT, karena dengan berkah dan rahmat-Nya kita bisa berkumpul di hari yang berbahagia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya mengucapkan terima kasih karena saya telah diperkenankan untuk berdiri disini menyampaikan pidato yang bertema “Semangat untuk Menggapai Cita-Cita “.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada kesempatan kali ini, saya ingin mengajak kita semua untuk mengingat betapa pentingnya memiliki cita-cita. Apakah memiliki cita-cita akan berpengaruh dalam kehidupan kita ? Saya berharap pada kesempatan kali ini kita semua menjadi tahu, seberapa besar pengaruh cita-cita dalam kehidupan kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hadirin sekalian,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cita-cita bagi banyak orang mempunyai dua definisi. Bagi sebagian orang cita-cita itu adalah tujuan hidup dan bagi sebagian yang lain cita-cita itu hanyalah mimpi belaka. Bagi orang yang menganggap cita-cita itu adalah tujuan hidup, maka cita-cita itu akan dijadikan bahan bakar yang dapat membakar semangat untuk terus melangkah maju dengan tujuan yang jelas dalam menjalani kehidupan. Namun bagi orang-orang yang mengangap cita-cita itu hanyalah mimpi belaka maka cita-cita itu tak lebih dari khayalan atau hanya menjadi mimpi pengantar tidur tanpa api yang dapat membakar motivasi untuk melangkah maju.Hal ini lah yang menyebabkan mereka hidup dengan tujuan yang tidak jelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hadirin yang berbahagia,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memiliki cita-cita sangat penting sekali, begitupun dengan usaha untuk menggapainya. Manusia tanpa cita-cita ibarat air yang mengalir dari pegunungan menuju dataran rendah, mengikuti kemana saja alur sungai membawanya. Manusia tanpa cita-cita bagaikan seseorang yang sedang tersesat yang berjalan tanpa tujuan yang jelas sehingga ia bahkan dapat lebih jauh tersesat lagi. Kerja keras sangat dibutuhkan dalam hal ini. Tentunya kita sebagai pelajar tahu apa yang harus dilakukan untuk menggapai cita-cita, yakni dengan belajar dengan giat dan selalu percaya bahwa masa depan adalah milik kita, kita yang akan menjadi ujung tombak masa dea depan, kita yang akan mengatur masa depan, kalau bukan kita siapa lagi ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan yang selalu menjadi kendala bagi kita untuk menggapai cita-cita adalah sikap yang terlalu berleha-leha, malas, dan terlalu menggantungkan diri kepada orang lain. Saya merasa generasi muda saat ini banyak didoktrin dengan kata-kata yang salah, salah satu contohnya generasi muda saat ini selalu berkata ‘’ Gimana nanti aja’’ padahal yang benar adalah “Nanti gimana ?’’. Inilah yang menunjukan kita sebagai generasi muda yang berleha-leha. Dan Yang terparah ketika kita menggantungkan diri kita kepada orang lain termasuk pada orang tua kita. Karena orang tua kita sukses kita menjadi tenang, yakin bahwa di masa depan kita akan sukses juga, atau bahkan malah berleha-leha dalam menghadapi masa depan tanpa belajar dan berlatih dengan tekun. Tentu saja ini perbuatan yang salah karena kunci sukses di masa depan itu Ketekunan bukan keturunan. Masa depan adalah refleksi kehidupan kita saat ini. Kehidupan yang kita pilih saat ini menjadi sebuah cerminan lain dari kehidupan kita di masa mendatang. Keberanian kita mengambil resiko hari ini bisa jadi menjadi kesuksesan tak terduga di masa depan kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hadirin yang saya hormati,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari kecil kita pasti dinasehati oleh orangtua, guru ataupun buku untuk menggantungkan cita-cita setinggi langit. Semua itu memang benar karena dengan adanya cita-cita atau impian dalam hidup kita akan membuat kita semangat dan bekerja keras untuk menggapai kehidupan yang lebih baik di dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cita-cita yang baik adalah cita-cita yang dapat dicapai melalui kerja keras, kreativitas, inovasi, dukungan orang lain dan sebagainya. Khayalan hasil melamun cenderung tidak logis dan bersifat mubazir karena banyak waktu yang terbuang untuk menghayal yang tidak-tidak. Dalam bercita-cita pun sebaiknya jangan terlalu mendetail dan fanatik karena kita bisa dibuat stres dan depresi jika tidak tercapai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, mulai sekarang kita tidak boleh ragu-ragu atau bahkan malu dalam memilih cita-cita, karena tidak ada yang tidak mungkin kalu kita mau berusaha dan bekerja keras. Jika tidak bisa menentukan cita-cita, maka bercita-citalah untuk menjadi orang yang berguna dan dicintai orang banyak dengan hidup yang berkecukupan. Untuk mendapatkan motivasi dalam mengejar cita-cita kita bisa mempelajari kisah sukses orang lain atau membaca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cita-cita bukan hanya terkait dengan sebuah profesi namun lebih dari itu ia adalah sebuah tujuan hidup. Seperti ada seseorang yang bercita-cita ingin memiliki harta yang banyak, menjadi orang terkenal, mengelilingi dunia, mempunyai prestasi yang bagus dan segudang cita-cita lainnya. Tapi jangan lupa dengan cita-cita setelah kita mati nanti yaitu masuk surga. Masuk surga pun harus kita perjuangkan selama kita hidup di dunia karena hidup kita pada dasarnya adalah untuk ibadah dan merupakan ujian Tuhan kepada kita. Kita mati tidak membawa apa-apa selain amal ibadah kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hadirin sekalian,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga apa yang telah saya katakan tadi bermanfaat bagi kita semua yang ada disini. Mohon maaf bila banyak kesalahan dalam penyampaian, karena kesempurnaan hanya milik Allah dan kekhilafan adalah milik kita sebagai manusia. Ahkir kata selamat dan sukses meraih cita-cita wasssalamualaikum Wr.Wb&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Assalamualaikum wr wb.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Puji syukur kita ucapkan atas kehadirat Allah swt, karena atas rahmat-Nya kita semua diberi kesehatan dan kesempatan untuk hadir di ruangan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang saya hormati bapak/ibu guru. Dan yang saya sayangi teman-teman sekalian. Saya ucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kali ini untuk meyampaikan pidato saya yang berjudul meraih mimpi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai makhluk yang dianugrahi akal pikiran dan hawa nafsu, pastilah kita memiliki keinginan, cita-cita, impian, harapan, bahkan mimpi. Mimpi dalam hal ini bukanlah suatu kejadian atau pengalaman alamiah bawah sadar yang melibatkan panca indera, pikiran atau perasaan disaat kita tidur. Melainkan memiliki arti yang meluas sebagai sebuah cita-cita atau tujuan yang hendak di capai. Sejak kecil, mungkin ada di antara kita yang pernah bermimpi ingin menjadi seorang polisi, tentara, pilot, artis, astronot bahkan presiden sekalipun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lantas kita berfikir, bagaimana caranya meraih mimpi-mimpi tersebut? Apakah saya mampu mewujudkan mimpi-mipi itu? Apakah itu semua hanyalah sebatas mimpi saja?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejenak kita merenungkan pertanyaan  tadi pada diri kita masing-masing. Mampu kah saya? Jika kita sungguh-sungguh ingin mewujudkan mimpi maka jawablah dengan tegas “Ya Saya bisa!” “Yes I can do it!”. Karena perlu diperhatikan bahwa tidak ada keberhasilan tanpa kesungguhan di dalam hati. Niat dan kesungguhan adalah modal utama untuk meraih mimpi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di zaman informasi sekarang ini, banyak orang yang pesimistis dalam mengejar mimpinya. Karena menurut mereka segala sesuatu dapat di ukur dan diprediksikan dengan kecanggihan teknologi informasi dan teori peluang matematis. Jadi hal yang kurang mungkin lebih baik ditinggalkan.  Memang, tidak ada salahnya memanfaatkan teknologi informasi. Tetapi tidak lantas membuat kita untuk tidak berani bermimpi. Membuat dunia yang sebenarnya besar menjadi kecil dan sempit dalam pikiran kita. Dikarenakan oleh teori peluang hasil dari pemikiran manusia yang tak seberapa luar biasa dengan kuasa Sang Pencipta. Maka dari itu jangan takut untuk bermimpi, karena berawal dari mimpilah hal-hal besar dapat terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita pasti mengenal BJ Habibie, seorang profesor, penemu teori keretakan sayap pesawat, seorang menteri,  presiden RI ke-3, dan tentu saja seorang pemimpi tentunya. Beliau pernah memimpikan membuat pesawat pertama karya bangsa Indonesia tanpa bantuan asing, yang pada saat itu mimpinya diragukan dan dianggap omong kosong oleh pemerintah Indonesia sendiri. Namun, beliau tetap sunguh-sungguh dan terus berusaha membuktikan bahwa dia mampu mewujudkan mimpinya. Di negara asing beliau mampu berprestasi mewujudkan mimpinya satu demi satu, dan menjadi orang Asia yang cukup disegani di Jeman karena kejeniusannya. Setelah beliau terkenal di Jerman, barulah beliau di panggil ke Indonesia untuk mewujudkan mimpinya membangun pesawat Indonesia pertama, pesawat N250. Akhirnya mimpi BJ Habibie terwujud.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari kisah nyata tersebut kita dapat mengambil kesimpulan bahwa jangan menyerah dan pesimis akan mimpi kita, tetap berusaha dan sungguh-sunguh mewujudkannya, jangan bosan menggaungkan mimpi-mimpi kita. Karena hal itu akan jadi penyemangat buat diri kita sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada beberapa nasihat untuk mewujudkan mimpi selain berbekal niat dan kesungguhan. Teruslah bermimpi dan tulislah mimpi-mimpi anda secara nyata. Jangan anda tulis dalam ingatan saja karena pasti anda akan lupa. Tuliskan 100 target anda diatas kertas. Hingga suatu hari nanti yang anda lihat dari 100 target itu hanyalah coretan. Coretan karena anda telah mencapainya.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mari kita meraih mimpi!!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekianlah pidato saya. Kurang dan lebih saya mohon maaf.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Assalamu’alaikum wr. Wb.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PIDATO KIBARKAN CITA-CITA SETINGGI LANGIT&lt;br /&gt;
Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh&lt;br /&gt;
Yang terhormat Dewan Juri&lt;br /&gt;
Dan peserta lomba yang berbahagia.&lt;br /&gt;
Marilah kita memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua sehingga pada kesempatan kali ini kita dapat berkumpul dalam acara Lomba Pidato tahun 2013.&lt;br /&gt;
Sholawat serta salam kita curahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi wa sallam yang kita nantikan syafa’atnya di yaumil akhir.&lt;br /&gt;
Dewan Juri dan Peserta Lomba yang Berbahagia …&lt;br /&gt;
Perkenankanlah saya pada kesempatan kali ini menyampaikan uraian pidato yang bertema Kibarkan Cita-cita Setinggi Langit.&lt;br /&gt;
Teman-teman yang berbahagia….&lt;br /&gt;
Apakah teman-teman memiliki cita-cita? Aku juga punya cita-cita. Cita-citaku ingin menjadi guru. Karena aku ingin mencerdaskan anak-anak bangsa. Dan aku juga ingin berguna bagi nusa dan bangsa. Tentunya kita sebagai pelajar tahu apa yang harus dilakukan untuk menggapai cita-cita, yakni belajar dengan giat.&lt;br /&gt;
Kita harus belajar dengan giat karena kita merupakan generasi penerus bagi bangsa dan negara indonesia yang kita cintai. Kita yang akan membangun Indonesia menjadi negara yang hebat. Setuju???!!!&lt;br /&gt;
Bagi sebagian orang cita-cita itu adalah tujuan hidup dan bagi sebagian yang lain cita-cita itu hanyalah mimpi. Bagi orang yang menganggap cita-cita itu adalah tujuan hidup, maka cita-cita itu akan dijadikan penyemangat untuk terus maju. Namun bagi orang-orang yang mengangap cita-cita itu hanyalah mimpi maka cita-cita itu tak lebih dari khayalan. Kalau kita sibuk berkhayal, memangnya kita bisa meraih cita-cita yang kita inginkan?&lt;br /&gt;
Teman-teman, cita-cita itu harus diusahakan. Cita-cita itu tidak bisa kita peroleh hanya dengan duduk dan bermalas malasan. Cita-cita setinggi apapun kalau kita tidak sungguh-sungguh untuk menggapainya maka cita-cita itu hanya sebatas mimpi. Marilah rekan-rekanku kita belajar giat agar menjadi generasi yang berilmu.&lt;br /&gt;
Selain itu, mulai sekarang kita tidak boleh ragu-ragu atau bahkan malu dalam memilih cita-cita, karena tidak ada yang tidak mungkin kalau kita mau berusaha dan bekerja keras. Jika tidak bisa menentukan cita-cita, maka bercita-citalah untuk menjadi orang yang berguna dan dicintai orang banyak. Tapi jangan lupa dengan cita-cita setelah kita mati nanti yaitu masuk surga. Masuk surga pun harus kita perjuangkan selama kita hidup di dunia karena hidup kita pada dasarnya adalah untuk ibadah dan merupakan ujian Allah kepada kita. Kita mati tidak membawa apa-apa selain amal ibadah kita.&lt;br /&gt;
Demikianlah uraian pidato yang dapat saya sampaikan. Semoga memberikan manfaat. Kurang lebihnya saya memohon maaf.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bilahi Taufik Wal Hidayah Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Assalamu’alaikum Wr. Wb.&lt;br /&gt;
Teman-teman yang berbahagia, dalam kesempatan ini, saya akan menjelaskan tentang kiat-kiat untuk meraih mimpi.&lt;br /&gt;
Apa yang Anda pikirkan saat Anda mendengar kata-kata mimpi?Bagi saya, mimpi adalah kunci dari keberhasilan. Karena untuk mencapai keberhasilan diperlukan perjalanan yg panjang dan tidak ada kunci instan untuk melakukan proses yang panjang itu. Nah, proses itu dimulai dengan membangun mimpi. Dan impian-impian itu akan memberi kita arah sehingga focus untuk mencapai keberhasilan. Jika kita dapat memimpikannya, kita dapat menjadikannya nyata.&lt;br /&gt;
Teman-teman, untuk mencapai mimpi-mimpi, ada beberepa hal yang harus kita lakukan, yang petama adalah “Niat”. Niat adalah dasar atau fondasi. Jika fondasinya kuat, halangan atau rintangan yang datang tidak dapat menggoyahkan kita.&lt;br /&gt;
Yang kedua adalah “berani berMimpi”. Jangan takut untuk bermimpi. Bermimpi tidak butuh biaya apa-apa.jangan bermimpi seadanya, tapi bermimpilah setinggi langit.&lt;br /&gt;
Yang ketiga adalah “Optimis Bisa apa yang kita pikirkan akan mempengaruhi apa yang kita lakukan. Berpikir optimis akan membuat kita selalu bersemangat untuk melakukan sesuatu.&lt;br /&gt;
Dan yang terakhir adalah “Usaha dan Doa”. Memiliki mimpi-mimpi tapi tidak pernah berusaha untuk mewujudkannya itu sama saja bohong. Inilah mimpi yang akan selamanya menjadi mimpi. Kita perlu Iringi usaha Anda dengan doa agar Allah meridhoi usaha kita, memberikan jalan yang mudah bagi kita.&lt;br /&gt;
Ingatlah, idza shodaqa al ‘azmu wadhoha as-sabilu.  &lt;br /&gt;
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.         &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KIBARKAN CITA-CITA SETINGGI LANGIT &lt;br /&gt;
Assalamualaikum wr.wb.&lt;br /&gt;
Dewan juri yang saya hormati. Bapak/Ibu guru yang saya cintai. Serta teman-teman yang saya banggakan.&lt;br /&gt;
Selamat siang dan salam sejahtera bagi kita semua.&lt;br /&gt;
Marilah kita mengucap syukur atas ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Karena dengan rahmat-Nya, kita masih dapat dipertemukan di ruangan ini dalam keadaan sehat tanpa kekurangan sesuatu apapun. Solawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad S.A.W. Pada kesempatan ini, Saya Miftakhul Jannah Kelas 5 dari SDS 01 Gula Putih Mataram ingin menyampaikan tentang Kibarkan Cita-cita Setinggi Langit.&lt;br /&gt;
Teman-teman,&lt;br /&gt;
Pernahkah kita kebingungan ketika kita ditanya tentang cita-cita kita? Kalau tidak pernah ditanya, sekarang saya ingin bertanya dan tolong dijawab dalam hati saja. Teman-teman, apa sih cita-cita kalian?&lt;br /&gt;
Baiklah, mungkin di sini sudah ada yang punya jawaban, tetapi saya juga yakin pasti ada yang bingung untuk menjawab pertanyaan tadi.&lt;br /&gt;
Teman-teman sekalian,&lt;br /&gt;
Cita-cita itu adalah harapan di masa depan. Jika kita sudah memiliki cita-cita yang tinggi dan jelas, tentu semangat belajar kita akan terus terpacu. Kenapa? Itu karena kita sudah nenetapkan cita-cita kita. Dan sekarang, impian itu harus kita kejar dengan penuh semangat. Itulah mengapa saya katakan kita harus mengibarkan cita-cita setinggi langit. Karena, orang yang memiliki impian tentu memiliki semangat yang tak pernah surut.&lt;br /&gt;
Bagi teman-teman yang tadi belum bisa menjawab apa cita-citanya, mulai sekarang kibarkanlah cita-citamu! Mau jadi, guru? Anggota DPR? Apa Presiden? Semuanya sangatlah boleh. Justru cita-cita yang tinggi itulah yang harus kita perjuangkan.&lt;br /&gt;
Bapak Ibu guru dan teman-teman sekalian,&lt;br /&gt;
Cita-cita yang tinggi tentu lebih berat untuk meraihnya. Namun semua itu pasti biasa kita raih asal kita mau belajar. Bapak/Ibu guru, kami mohon didik kami sebaik mungki agar kami bisa mencapai cita-cita yang tinggi dan kelak dapat membanggakan kalian.&lt;br /&gt;
Jadi, janganlah kita takut untuk menggapai cita-cita yang tinggi! Kibarkan cita-cita setinggi langit! Semoga apa yang saya sampaikan bisa memotivasi kita semua untuk meraih cita-cita.&lt;br /&gt;
Terima kasih atas perhatiannya. Saya mohon maaf atas segala kekurangan. Saya akhiri, Selamat pagi. &lt;br /&gt;
Wassalamualaikum wr.wb.&lt;br /&gt;
Cita-citaku Menjadi Seorang Guru&lt;br /&gt;
Assalamualaikum wr. wb.&lt;br /&gt;
Yang terhormat Ibu Widiastuti S.Pd selaku guru Bahasa Indonesia serta teman-teman yang berbahagia.&lt;br /&gt;
Marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita sehingga kita dapat berkumpul di kelas ini dalam rangka penilaian pidato tanpa ada halangan suatu apapun.&lt;br /&gt;
Ibu guru dan teman-teman yang berbahagia&lt;br /&gt;
Pada kesempatan kali ini saya akan menyampaikan keinginan saya yaitu menjadi seorang guru. Sejak kecil saya sudah bercita-cita menjadi guru. Menurut saya guru adalah profesi yang paling mulia. Selain itu guru adalah profesi yang paling ringan karena mempunyai jam kerja yang sedikit sehingga saya masih bisa mempunyai banyak waktu untuk keluarga di rumah. Sepulang kerja saya bisa membangun usaha di rumah untuk menambah penghasilan serta bisa menyalurkan hobi saya. Tidak hanaya itu, saya juga masih bisa mempunyai waktu untuk mengikuti kegiatan kemasyarakatan sehingga selain dekat dengan siswa saya juga bisa lebih dekat dengan masyarakat. Oleh karena itu, saya sangat ingin menjadi seorang guru karena guru adalah profesi yang sangat menyenangkan.&lt;br /&gt;
Untuk menjadi seorang guru tentunya ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. Menurut ketetapan dan keputusan dinas pendidikan, bagi mereka yang ingin menjadi guru diharuskan menamatkan jenjang pendidikan minimal S1 jurusan kependidikan, memiliki kartu kuning, sertifikasi tambahan dan mengikuti seleksi penerimaan.&lt;br /&gt;
Selain itu seorang guru juga harus memiliki sifat-sifat yang bisa membuat murid-muridnya senang dan nyaman dengan guru tersebut. Sifat-sifat yang harus dimiliki oleh seorang guru adalah sebagai berikut. Yang pertama yaitu adil, jujur dan obyektif. Seorang guru dituntut memiliki sikap adil, jujur dan obyektif terhadap anak didiknya, artinya dia tidak berpihak atau mengutamakan anak dan kelompok tertentu. Dalam hal ini seorang guru harus bisa menyikapi setiap anak didiknya sesuai dengan karakter, sifat, bakat dan kemampuannya.&lt;br /&gt;
Yang kedua yaitu simpatik dan luwes. Sosok guru harus simpatik supaya minat anak didik untuk belajar lebih meningkat dan suasana dalam kegiatan belajar mengajar menyenangkan sehingga anak didik antusias untuk mengikuti kegiaan belajar. Keluwesan merupakan faktor yang mendukung yang disenangi para pserta didik dalam pembelajaran, sebab dengan sifat ini anak didik akan mampu berinteraksi dan berkomunikasi yang baik dengan guru tersebut.&lt;br /&gt;
Yang ketiga yaitu sabar dan tegas. Ketika seorang guru harus memberikan latihan yang berulang-ulang kepada anak didiknya, maka guru tersebut harus melakukannya dengan sabar karena setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Disamping mempunyai sikap sabar bukan berarti seorang guru itu lembek akan tetapi seorang guru juga harus mempunyai ketegasan sehingga anak didik tidak mudah meremehkan.&lt;br /&gt;
Yang keempat yaitu disiplin. Kedisiplinan seorang guru merupakan penentu keberhasilan guru dalam pelaksanaan pendidikan. Jadi sifat disiplin mutlak harus dimiliki oleh seorang guru.&lt;br /&gt;
Sifat guru yang terakhir yaitu humoris. Menyelipkan humor dapat menghilangkan ketegangan dan rasa kantuk. Selain itu tidak ada kecanggungan atau ketegangan yang membuat suasana belajar susah diserap.&lt;br /&gt;
Ibu guru dan teman-teman yang berbahagia&lt;br /&gt;
Untuk memenuhi semua persyaratan tersebut maka usaha yang akan saya lakukan yaitu yang pertama adalah dengan melatih kesabaran. Ketika sedang mendapat tugas atau menghadapi ulangan atau ujian, saya harus mengerjakannya dengan sabar, terus berusaha dan tanpa mengeluh.&lt;br /&gt;
Yang kedua adalah melatih kedisiplinan yaitu dengan memanajemen waktu dengan sebaik-baiknya. Hal itu memang susah tetapi ketika kita mau berusaha pasti hasilnya akan memuaskan juga.&lt;br /&gt;
Yang ketiga adalah belajar adil yaitu dengan tidak membeda-bedakan teman yang satu dengan lain. Saya harus bisa menyikapi mereka sesuai dengan karakternya sehingga ketika suatu saat nanti saya menjadi guru, saya sudah bisa menerapkan sikap adil terhadap mirid-murid.&lt;br /&gt;
Yang keempat yaitu belajar tegas. Ketika seseorang melakukan kesalahan maka saya akan mengingatkannya dan memberi arahan kepada seseorang tersebut. Selain itu masih banyak lagi usaha yang akan saya lakukan untuk mewujudkan cita-cita saya menjadi seorang guru.&lt;br /&gt;
Kesimpulan dari pidato saya yaitu untuk menjadi seorang guru, saya harus memenuhi syarat-syarat yang telah saya jelaskan tadi. Untuk bisa memenuhi syarat-syarat tersebut maka saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkan cita-cita saya. Semoga dengan berusaha dan berusaha terus saya bisa mewujudkan cita-cita saya yaitu menjadi seorang guru. Saya berpesan kepada teman-teman jika kalian punya mimpi maka berusahalah semaksimal mungkin untuk bisa meraih mimpimu. Karena kita pasti bisa!.&lt;br /&gt;
Cukup sekian pidato dari saya. Apabila ada kekurangan atau kelebihan saya mohon maaf.&lt;br /&gt;
Wassalamualaikum wr. wb.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Menyunting Kata, Kalimat, dan Paragraf</title><link>http://raja-ilmupengetahuan.blogspot.com/2018/01/menyunting-kata-kalimat-dan-paragraf.html</link><category>Bahasa</category><category>Indonesia</category><author>noreply@blogger.com (Mas Djoen)</author><pubDate>Sun, 21 Jan 2018 16:58:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1471705183535435531.post-1742996940206386987</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam sebuah paragraf terdapat penggunaan kata, konjungsi, kalimat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.      Menyunting Kata&lt;br /&gt;
Kata harus disunting atau diperbaiki karena kata tersebut dianggap tidak baku jika tidak sesuai Kamus Besar Bahasa Indonesia, Ejaan yang Disempurnakan, dan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Dalam menyunting kata dalam paragraf, sebaiknya berpedoman pada tiga kaidah tersebut. Kata yang disunting dalam berupa kata tidak baku. Kata tidak baku penulisannya tidak sesuai dengan pedoman atau kaidah-kaidah tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.      Menyuting konjunngsi&lt;br /&gt;
Konjungsi yang dianggap tidak tepat da harus disunting karena penggunaan konjungsi tidak sesuai dengan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Menyunting konjungsi dalam paragraf sebaiknya berpedoman pada kaidah yang berlaku. Penyuntingan konnjungsi memperhatikan makna dan maksud kalimat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.      Menyunting Kalimat&lt;br /&gt;
Kalimat dianggap tidak tepat jika tidak efektif. Sebuah kalimat dianggap tidak efektif karena berbagai penyebab berikut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a.      Ketidaklengkapan Unsur Kalimat&lt;br /&gt;
Dalam kalimat minimal terdapat dua unsur, yaitu subjek dan predikat. Jika unsur tersebut tidak aada dalam kalimat menjadi tidak efektif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contoh:&lt;br /&gt;
Sebagai tempat membaca, harus dilengkapi dengan fasilitas memadai.&lt;br /&gt;
Kalimat tersebut tidak efektif karena tidk menjelaskan sesuatu yang harus dilengkapi. Kalimat tersebut tidak menyertakan subjek kalimat. Suntingan kalimat tersebut adalah Sebagai tempat membaca, perpustakaan harus dilengkapi dengan fasilitas memadai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b.      Ketepatan Penempatan Unsur dalam Kalimat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Unsur-unsur dalam kalimat juga harus diletakkan ditempat yang tepat. Jika unsur-unsur tersebut diletakkan tidak pada tepatnya, kalimat akan menjadi tidak efektif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contoh:&lt;br /&gt;
Petani sebelum ada kebijakan impor gula dari Pemerintah, tidak pernah mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.&lt;br /&gt;
Kalimat tersebut tidak efektif karena salah meletakkan kata petani. Kata petaniseharusnya diletakkan dibelakang tanda koma. Suntingan kalimat tersebut adalahSebelum ada kebijakan impor gula dari Pemerintah, petani tidak pernah mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c. Penggunaan Unsur Kalimat Secara Berlebihan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketidakefektifan kalimat juga dapat dilihat dari penggunaan unsur kalimat secara berlebihan. Unsur berlebihan tersebut dapat berupa penggunaan kata sama arti atau pemakaian kata tugas yang tidak perlu.&lt;br /&gt;
Contoh:&lt;br /&gt;
Para ibu0ibu sedang mengikuti penyuluhan hidup sehat dan bersih.&lt;br /&gt;
Kalimat tersebut tidak efektif karena pemakaian kata para danibu-ibu yang keduanya menunjukkan kata jamak. Kata ibu tidak perlu diulang. Suntingan dari kalimat tersebut adalah Para ibu sedang mengikuti penyuluhan hidup sehat dan bersih atau Ibu-ibu sedang mengikuti penyuluhan hidup sehat dan bersih&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
d. Pilihan Kata Tidak Tepat&lt;br /&gt;
ketidakefisienan kalimat juaga dapat disebabkan oleh pilihan kata tidak tepat. Ketidakefisienan tersebut dapat dipengaruhi oleh bahasa sehari-hari atau bahasa asing. Selain itu, ketidakpahaman terhadap arti sebuah kata menyebabkan penggunaan kata tersebut tidak tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contoh:&lt;br /&gt;
Kepada yang pernah ke gunung ini pasti akan merasakan betapa dingin udara disini.&lt;br /&gt;
Kalimat tersebut tidak efektif karena terdapat ketidakcocokan antar kata pernah danakan. Kata pernah menunjukkan sudah dilakukan, sedangkan kata akanmenunjukkan belum dilakukan. Seharusnya, kata akan diganti dengan sudah. Kata depan kepada juga sebaiknya dihilangkan. Suntingan dari kalimat tersebut adalahMereka yang pernah ke gunung ini pasti sudah merasakan betapa dinginnya udara disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
e. Tidak Logis&lt;br /&gt;
Kelogisan sebuah kalimat perlu diperhatikan. Kalimat tidak logis akan menjadi tidak efektif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contoh:&lt;br /&gt;
Dengan mengucapkan puji syukur kepada Tuhan yang Maha Esa, selesailah karya tulis ini.&lt;br /&gt;
Kalimat tersebut tidak logis karena tidak mungkin hanya dengan mengucap syukur karya tulis dapat selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ejaan&lt;br /&gt;
a. Penulisan Huruf&lt;br /&gt;
Secara umum, dalam Kamus Besar Bahssa Indonesia digunakan ejaan bahasa Indonesia yang diatur dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan. Ejaan tersebut misalnya penulisan huruf kapital.&lt;br /&gt;
Berikut ini contoh penggunaan huruf kapital yang tepat.&lt;br /&gt;
Sumbangan pembaca Jawa Pos kembali disalurkan kepada warga Dusun Ngompro dan Pilang.&lt;br /&gt;
       1                                2                                                                                 3&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keterangan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1 = huruf kapital dipakai dalam penulisan huruf pertama kata pada awal kalimat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2 = huruf kapital dipakai dalam penulisan huruf pertama semua kata di dalam nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3 = huruf kapital dipakai dalam penulisan huruf pertama nama geografi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Tanda Baca&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penulisan tanda baca, misalnya pada penulisan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1) tanda titik (.)                    4) tanda garis hubung satu (-)&lt;br /&gt;
2) tanda koma (,)                  5) tanda kurung (( ... ))&lt;br /&gt;
3) tanda petik (" ... ")&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut ini contoh penggunaan tanda baca dalam sebuah paragraf.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, masih ada satu karung berisi lebih dari seratus setel seragam SD serta paket buku dan alat tulis. "Alhamdulillah, kami senang karena selama ini belum pernah ada bantuan alat sekolah dan alat rumah tangga," ungkap Sumiran, kepala Dusun Ngompro, kepada Kundari Pri Susanti dari Radar Madiun (grup Jawa Pos). Bantuan susu akan diserahkan kepada ibu-ibu yang mempunyai balita.&lt;br /&gt;
• Tanda titik (.) dipakai pada akhir kalimat.&lt;br /&gt;
• Tanda koma (,) pada tulisan Selain itu, masih ada satu karung berisi lebih dari seratus setel seragam SD serta paket buku dan alat tulis. Tanda koma tersebut dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat yang terdapat pada awal kalimat. Selain itu tanda koma juga berfungsi untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat. Contoh: "Alhamdulillah, Kami senang karena selama ini belum pernah ada bantuan alat sekolah dan alat rumah tangga," ungkap Sumiran.&lt;br /&gt;
• Tanda petik ( " ..." ) pada tulisan "Alhamdulillah, kami senang karena selama ini belum pernah ada bantuan alat sekolah dan alat rumah tangga," ungkap Sumiran, kepala Dusun Ngompro. Tanda petik tersebut berguna mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan.&lt;br /&gt;
• Tanda pisah (-) pada penulisan ibu-ibu berguna menyambung unsurunsur kata ulang.&lt;br /&gt;
• Tanda kurung (( ... )) pada tulisan Radar Madiun (grup Jawa Pos) berguna mengapit tambahan keterangan atau penjelasan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tembang-Tembang Dolanan</title><link>http://raja-ilmupengetahuan.blogspot.com/2017/12/tembang-tembang-dolanan.html</link><category>Bahasa</category><category>Jawa</category><author>noreply@blogger.com (Mas Djoen)</author><pubDate>Tue, 5 Dec 2017 06:44:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1471705183535435531.post-6008398430036290913</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justivy;"&gt;Tembang-Tembang Dolanan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
SLUKU-SLUKU BATHOK&lt;br /&gt;
Sluku-sluku bathok,bathoke ela-elo, &lt;br /&gt;
siromo menyang solo, oleh-olehe payung montho, &lt;br /&gt;
mak jenthit lo-lo lobah, wong mati ora obah, &lt;br /&gt;
yen obah medeni bocah...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
CUBLAK-CUBLAK SUWENG&lt;br /&gt;
cublak cublak suweng.. suwenge ting gelenter..&lt;br /&gt;
mambu ketundung gudel &lt;br /&gt;
pak empong lera-lere&lt;br /&gt;
sopo ngguyu ndelikkake&lt;br /&gt;
sir-sir pong dhele gosong&lt;br /&gt;
sir sir pong dhele gosong&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PADANG MBULAN&lt;br /&gt;
Yo, poro konco dolanan ning jobo&lt;br /&gt;
Padang mbulan, padange koyo rino&lt;br /&gt;
Rembulane sing ngawe-awe&lt;br /&gt;
Ngelingake ojo podo turu sore&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
GOTRI LEGENDRI&lt;br /&gt;
Gotri legendri nogosari&lt;br /&gt;
Tiwul owal awul jadah mentul&lt;br /&gt;
Tolen olen olen jadah manten&lt;br /&gt;
Titenono sesok gedhe dadi opo&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
JAMURAN&lt;br /&gt;
Jamuran... jamuran...ya ge ge thok... &lt;br /&gt;
jamur apa ya ge ge thok...&lt;br /&gt;
Jamur payung, ngrembuyung kaya lembayung, &lt;br /&gt;
sira badhe jamur apa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KODOK NGOREK&lt;br /&gt;
Kodok ngorek kodok ngorek ngorek pinggir kali &lt;br /&gt;
teyot teblung teyot teblung teyot teyot teblung&lt;br /&gt;
Bocah pinter bocah pinter besuk dadi dokter &lt;br /&gt;
bocah bodho bocah bodho besuk kaya kebo&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KIDANG TALUN&lt;br /&gt;
Kidang talun &lt;br /&gt;
mangan gedang talun&lt;br /&gt;
mil kethemil...mil kethemil...&lt;br /&gt;
si kidang mangan lembayung&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
DHONDHONG OPO SALAK&lt;br /&gt;
dhondhong apa salak dhuku cilik cilik &lt;br /&gt;
gendong apa mbecak mlaku thimik thimik &lt;br /&gt;
adhik ndherek ibu tindak menyang pasar &lt;br /&gt;
ora pareng rewel ora pareng nakal &lt;br /&gt;
mengko ibu mesthi mundhut oleh-oleh&lt;br /&gt;
kacang karo roti adhik diparingi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PITIK TUKUNG&lt;br /&gt;
Aku duwe pitik, pitik tukung..&lt;br /&gt;
saben dina, tak pakani jagung &lt;br /&gt;
petok gogok petok petok ngendhog siji, &lt;br /&gt;
tak teteske...kabeh trondhol..dhol..dhol.. &lt;br /&gt;
tanpa wulu..megal-megol.. gol.. gol.. gawe guyu...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KATE DIPANAH&lt;br /&gt;
Te kate dipanah&lt;br /&gt;
dipanah ngisor gelagah&lt;br /&gt;
ana manuk onde-onde&lt;br /&gt;
mbok sirbombbrok, mbok si kate mbok sirbombbrok,&lt;br /&gt;
mbok si kate mbok sirbombbrok, mbok si kate&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
JARANAN&lt;br /&gt;
jaranan-jaranan... jarane jaran teji&lt;br /&gt;
sing numpak ndara bei&lt;br /&gt;
sing ngiring para mantri&lt;br /&gt;
jeg jeg nong..jeg jeg gung &lt;br /&gt;
prok prok turut lurung&lt;br /&gt;
gedebug krincing gedebug krincing&lt;br /&gt;
prok prok gedebug jedher&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
LIR ILIR&lt;br /&gt;
Lir ilir, lir ilir, tandure wus sumilir&lt;br /&gt;
tak ijo royo-royo tak sengguh temanten anyar&lt;br /&gt;
Cah angon, cah angon, penekna blimbing kuwi&lt;br /&gt;
Lunyu lunyu yo peneken kanggo mbasuh dodo tiro &lt;br /&gt;
dodo tiro kumitir bedah ing pinggir&lt;br /&gt;
Dondomana j'rumatana kanggo seba mengko sore&lt;br /&gt;
mumpung padang rembulane, mumpung jembar kalangane.yo surako surak hiyo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
GUNDHUL-GUNDHUL PACUL&lt;br /&gt;
Gundhul gundhul pacul cul, gembelengan&lt;br /&gt;
nyunggi nyunggi wakul kul, petentengan&lt;br /&gt;
wakul ngglimpang, segane dadi sak latar&lt;br /&gt;
wakul ngglimpang, segane dadi sak latar&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
MENTHOK-MENTHOK&lt;br /&gt;
Menthok, menthok, tak kandani mung lakumu, &lt;br /&gt;
angisin-isini mbok yo ojo ngetok,&lt;br /&gt;
ono kandhang wae enak-enak ngorok, &lt;br /&gt;
ora nyambut gawe &lt;br /&gt;
menthok, menthok ... &lt;br /&gt;
mung lakukumu megal megol gawe guyu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
GAMBANG SULING&lt;br /&gt;
Gambang suling, ngumandhang swarane&lt;br /&gt;
tulat tulit, kepenak unine&lt;br /&gt;
uuuunine.. mung..nreyuhake ba-&lt;br /&gt;
reng lan kentrung ke-&lt;br /&gt;
tipung suling, sigrak kendhangane&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
SUWE ORA JAMU&lt;br /&gt;
Suwe ora jamu&lt;br /&gt;
jamu godong tela&lt;br /&gt;
suwe ora ketemu&lt;br /&gt;
ketemu pisan gawe gela&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
TAK LELO LELO LEDUNG&lt;br /&gt;
tak lelo lelo lelo ledung...&lt;br /&gt;
cup menenga aja pijer nangis&lt;br /&gt;
anakku sing ayu rupane&lt;br /&gt;
nek nangis ndak ilang ayune&lt;br /&gt;
tak gadang bisa urip mulyo&lt;br /&gt;
dadiyo wanita utomo&lt;br /&gt;
ngluhurke asmane wong tua&lt;br /&gt;
dadiyo pendekaring bangsa&lt;br /&gt;
cup menenga anakku&lt;br /&gt;
kae bulane ndadarikaya ndas butho nggilani&lt;br /&gt;
agi nggoleki cah nangis&lt;br /&gt;
tak lelo lelo lelo ledung&lt;br /&gt;
cup menenga anakku cah ayu&lt;br /&gt;
tak emban slendang batik kawung&lt;br /&gt;
yen nangis mudak gawe bingung&lt;br /&gt;
tak lelo lelo ledung..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PELEM-PELEM MENTAH&lt;br /&gt;
Pelem-pelem mentah&lt;br /&gt;
Entek entek no entek entek no&lt;br /&gt;
Sisane sang gatut koco&lt;br /&gt;
Gatutkoco edan gatotkoco edan&lt;br /&gt;
Omahe plek emplekan&lt;br /&gt;
Kidul kidul kono kidul kidul kono&lt;br /&gt;
Ono lintang galo galo&lt;br /&gt;
Dak sumpingi opo dak sumpingi opo&lt;br /&gt;
Dak sumpingi godhong telo&lt;br /&gt;
Ela elo eno&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PAMAN TUKANG KAYU&lt;br /&gt;
Paman tukang kayu&lt;br /&gt;
Pripun solahdhiko graji kayu&lt;br /&gt;
Srok drung drung srok pung&lt;br /&gt;
Srok drung drung srok gung&lt;br /&gt;
Paman tukang kayu&lt;br /&gt;
Pripun solahdhiko natah kayu&lt;br /&gt;
Tek dung dung tek pung&lt;br /&gt;
Tek dung dung tek gung&lt;br /&gt;
Paman tukang kayu&lt;br /&gt;
Pripun solahdhiko masah kayu&lt;br /&gt;
Srek dung dung srek pung&lt;br /&gt;
Srek dung dung srek gung&lt;br /&gt;
Paman tukang kayu&lt;br /&gt;
Pripun solahdhiko maku kayu&lt;br /&gt;
Tok dung dung tok pung&lt;br /&gt;
Tok dung dung tok gung&lt;br /&gt;
Paman tukang kayu&lt;br /&gt;
Pripun solandhiko ngethok kayu&lt;br /&gt;
Tok dung dung tok pung&lt;br /&gt;
Tok dung dung tok gung&lt;br /&gt;
Paman tukang kayu&lt;br /&gt;
Pripun solahdhiko nggorok kayu&lt;br /&gt;
Srek drung drung srek pung&lt;br /&gt;
Srek drung drung srek gung&lt;br /&gt;
Srek drung drung srek pung&lt;br /&gt;
Srek drung drung srek gung&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PADHANG REMBULAN&lt;br /&gt;
Ayo ayo do dolanan ing plataran&lt;br /&gt;
Padang rembulan padange koyo rino&lt;br /&gt;
Padang gumilang sing dolan ora ono&lt;br /&gt;
Bocah dolan bocah dolan do reneo&lt;br /&gt;
Ayo poro konco ayo podo suko-suko&lt;br /&gt;
Dolanan jogetan tetembangan ing plataran&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KUPU KUWI&lt;br /&gt;
Kupu kuwi tak incupe&lt;br /&gt;
Munglakumu ngewohake&lt;br /&gt;
Ngalor ngidul ngetan bali ngulon&lt;br /&gt;
Mrono mrene mung sak paran-paran&lt;br /&gt;
Sopo biso ngincupake&lt;br /&gt;
Mentas menclok clegrok&lt;br /&gt;
Banjur mabur bleber&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KROTO-KROTO&lt;br /&gt;
Kroto-kroto pentile mlinjo&lt;br /&gt;
Mlinjo dadi omah gedong pinggir kali&lt;br /&gt;
Parenda parendi parenda parendi&lt;br /&gt;
Abang koyo dubang putih koyo utih&lt;br /&gt;
Manuk glatik kelire alus dadane&lt;br /&gt;
Sentak sentik ambegane&lt;br /&gt;
Sentak sentik ambegane&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KIDANG TALUN&lt;br /&gt;
Kidang talun mangan kacang talun&lt;br /&gt;
Mil ketemil mil ketemil&lt;br /&gt;
Si kidang mangan lembayung&lt;br /&gt;
Tikus siji duwe anak siji&lt;br /&gt;
Cicit cuwit cicit cuwit&lt;br /&gt;
Si tikus mangani pari&lt;br /&gt;
Gajah belang seko tanah sebrang&lt;br /&gt;
Si gajah kecemplung blumbang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KEMBANG JAGUNG&lt;br /&gt;
Kembang jagung omah kampung pinggir lurung&lt;br /&gt;
Jejer telu sing tengah bakal omah ku&lt;br /&gt;
…… munggah guwo mudun ……&lt;br /&gt;
Metik kembang soko dicaoske kanjeng romo&lt;br /&gt;
Maju kowe tatu mundur kowe ajur&lt;br /&gt;
Jokno sak balamu ora wedi sundukanmu&lt;br /&gt;
Iki lho dodo satriyo&lt;br /&gt;
Iki lho dodo janoko&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
JAGO KATE&lt;br /&gt;
Jago kate tetete kukuruyuk_kok ……..&lt;br /&gt;
Dibalang watu uncag-uncug_keok&lt;br /&gt;
Keno telihe doh layune_jrantal&lt;br /&gt;
Mari umuk mari ngece&lt;br /&gt;
Si kate katone nyekungkung&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Butho-butho galak&lt;br /&gt;
Buto-buto galak solahe lonjak-lonjak&lt;br /&gt;
Ngadek sigrak-sigrak&lt;br /&gt;
Nyandak punco nuli tanjak&lt;br /&gt;
Bali ngadek maneh rupane ting celoneh&lt;br /&gt;
Kuwi buron opo tak sengguh buron kang aneh&lt;br /&gt;
Lawong kowe sing marah-marahi&lt;br /&gt;
Lawong kowe we we  we sing marah-marahi&lt;br /&gt;
Rupamu kok ngono hi… hi… aku wedi&lt;br /&gt;
Ayo konco podo bali&lt;br /&gt;
Galo kae galo kae&lt;br /&gt;
Rupane terak-terok rok … rok … rok… rok …&lt;br /&gt;
Matane plerak-plerok rok … rok … rok… rok …&lt;br /&gt;
Yo kulite ambengkerok&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Gejala  Alam  di  Negara-Negara  Asia Tenggara</title><link>http://raja-ilmupengetahuan.blogspot.com/2017/12/gejala-alam-di-negara-negara-asia.html</link><category>IPA</category><author>noreply@blogger.com (Mas Djoen)</author><pubDate>Tue, 5 Dec 2017 06:42:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1471705183535435531.post-8325347645285035391</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justivy;"&gt;Gejala  Alam  di  Negara-Negara  Tetangga Secara umum berbagai gejala alam yang terjadi di Indonesia terjadi juga di negara-negara tetangga, khususnya negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Hal tersebut dikarenakan keadaan alam dan kenampakan muka bumi Indonesia dan negara-negara tetangga khususnya Asia Tenggara hampir sama. Berikut ini beberapa contoh gejala alam yang terjadi di negara-negara tetangga. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Gempa  Bumi  dan  Tsunami &lt;br /&gt;
Seperti halnya di Indonesia, gempa bumi dan tsunami juga melanda negara- negara  tetangga.  Sebagai  contoh  gempa  bumi  dan  tsunami  yang  melanda Indonesia pada tanggal 26  Desember  2004 juga dialami oleh negara-negara tetangga di Asia Tenggara dan Asia Selatan. Negara-negara yang ikut terkena dampak  gempa  bumi  dan  tsunami  adalah  Malaysia,  Singapura,  Myanmar, Thailand, India, Sri Lanka, dan Bangladesh. Selain itu  negara tetangga yang wilayahnya rawan terjadi  gempa  dan tsunami adalah negara Filipina dan Jepang. Hal ini dikarenakan negara-negara tersebut berbentuk kepulauan  dan  secara  geologis  terletak di daerah  labil yaitu daerah pertemuan antarlempeng tektonik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Banjir &lt;br /&gt;
Bencana banjir merupakan  salah satu peristiwa  atau  gejala  alam  yang  sering melanda negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara. Hal ini dikarenakan negara- negara di kawasan Asia Tenggara mempunyai iklim tropis dengan curah hujan yang tinggi sepanjang tahun. Sebagai  contoh  pada  tanggal  25 Oktober 2006, banjir melanda daerah Perak (Malaysia); pada bulan  Desember 2006 banjir juga melanda wilayah Johor (Malaysia). Sementara bulan Oktober 2007, banjir juga melanda beberapa wilayah di Thailand.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Siklon  &lt;br /&gt;
Tropis Siklon  tropis merupakan  gejala  atau  peristiwa  alam  yang  juga sering melanda    negara-negara tetangga.  Siklon tropis adalah angin yang bergerak kencang, sambil berputar ke atas dengan cepat mengelilingi suatu pusat, yang sumbernya berada di daerah tropis. Siklon tropis terjadi pada sistem tekanan udara rendah yang terbentuk di daerah tropis. Siklon tropis adalah bagian dari sistem perputaran udara, yang memindahkan  panas dari daerah khatulistiwa menuju garis lintang yang lebih tinggi. Gejala siklon tropis dapat menimbulkan badai  yang  merusak  dengan  hujan  yang lebat dan kecepatan angin mencapai 300 km/jam.  Siklon  tropis  sering  muncul  di Samudra  Hindia  dan  perairan  Barat Australia.  Siklon  tropis sering muncul  di kawasan tersebut rata-rata  10  kali per tahun. Siklon tropis selain menghancurkan daerah  yang  dilewati,  juga  menimbulkan hujan deras dan gelombang pasang. Bahkan tidak jarang  dapat  mengakibatkan banjir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. La  Nina  dan  El  Nino                &lt;br /&gt;
La Nina adalah proses mendinginnya suhu permukaan air laut di bawah rata-rata pada  kawasan Pasifik Timur dan tengah di sekitar khatulistiwa. Oleh karena itu gejala alam ini membawa pengaruh cuaca basah. Gejala La Nina ditandai dengan tetap tingginya curah hujan pada tempat tertentu pada saat seharusnya curah hujan sudah mulai menurun. Gejala La Nina dapat menyebabkan hujan lebat, badai tropis, dan banjir. Sementara  El Nino merupakan gejala  kebalikan  dari La Nina. El  Nino adalah gejala menghangatnya temperatur permukaan air laut di atas rata-rata pada kawasan Pasifik Timur dan tengah. Daerah yang dilanda El Nino biasanya ditandai dengan panas yang tidak normal yang mengganggu pola curah hujan dan angin. Gejala El Nino menyebabkan beberapa kawasan dilanda kekeringan. Cuaca  panas El  Nino  pernah  terjadi  pada tahun  1997  yang  mengakibatkan kekeringan dan gagal panen di negara-negara kawasan Asia Tenggara. La Nina dan El Nino saling berhubungan satu sama lain meskipun memiliki dampak berlawanan. Kawasan yang dilanda kekeringan pada saat gejala El Nino akan mengalami banyak curah hujan saat terjadi La Nina. Daerah yang paling  merasakan  akibat     La  Nina dan El Nino  adalah  negara-negara  yang berhadapan langsung dengan perairan Pasifik.&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Jenis-jenis Teks Bahasa Indonesia</title><link>http://raja-ilmupengetahuan.blogspot.com/2017/07/jenis-jenis-teks-bahasa-indonesia.html</link><category>Bahasa</category><category>Indonesia</category><author>noreply@blogger.com (Mas Djoen)</author><pubDate>Tue, 4 Jul 2017 10:05:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1471705183535435531.post-2486876568938565414</guid><description>&lt;p align="justify"&gt;1. OBSERVASI &lt;br /&gt;
Teks laporan hasil observasi terdiri atas definisi umum (pembukaan), deskripsi bagian, dan deskripsi manfaat. Bagian definisi umum (pembukaan) berisi pengertian akan sesuatu yang dibahas. Deskripsi bagian berisi gambaran tentang sesuatu secara terinci. Sementara itu, deskripsi manfaat merupakan bagian yang berisi manfaat atau kegunaan.&lt;br /&gt;
Ciri-ciri teks observasi:&lt;br /&gt;
a. Struktur:&lt;br /&gt;
 definisi umum (pembukaan),&lt;br /&gt;
 deskripsi bagian, dan&lt;br /&gt;
 deskripsi manfaat.&lt;br /&gt;
b. Isi:&lt;br /&gt;
 Definisi umum (pembukaan) berisi pengertian akan sesuatu yang dibahas.&lt;br /&gt;
 Deskripsi bagian berisi gambaran tentang sesuatu secara terinci.&lt;br /&gt;
 Deskripsi manfaat merupakan bagian yang berisi manfaat atau kegunaan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
CONTOH:&lt;br /&gt;
Burung Merpati&lt;br /&gt;
Burung merpati adalah salah satu hewan tersukses di dunia, karena burung jenis ini ditemui di seluruh belahan dunia kecuali Antartika. Di daerah Boja, burung merpati hidup berdampingan dengan manusia sebagai hewan peliharaan.&lt;br /&gt;
Burung merpati termasuk burung berukuran sedang. Ukuran panjang burung ini antara 20 cm hingga 30 cm dan berat antara 700 gram hingga 900 gram. Bahkan di Desa Puguh pernah di jumpai burung merpati dengan berat hingga hampir mencapai 1 kg.&lt;br /&gt;
Burung merpati memiliki beragam jenis warna, antara lain coklat, putih, hitam, atau perpaduan dari beberapa warna tersebut. Merpati memiliki semacam  sensor dalam hidungnya yang di gunakan untuk mengenali bau rumahnya, inilah  penyebab burung merpati dapat pulang kerumahnya setelah terbang jauh. Makanan burung ini adalah biji-bijian seprti, jagung, beras, kacang hijau, dan lain sebagainya. Bahkan di daerah Boja burung merpati biasa memakan gabah yang sedang di jemur oleh petani.&lt;br /&gt;
Di Boja burung merpati tinggal di dalam sarang berbetuk balok dengan lubang persegi sebagai pintunya. Sarang burung merpati sering di sebut pagupon. Pagupon biasanya ditempel di dinding rumah pemilik burung merpati. Burung ini adalah burung yang mudah dipelihara, tak heran di Boja sangat mudah di temui burung merpati.&lt;br /&gt;
Burung merpati juga dapat digunakan dalam perlombaan, misalnya balapan atau kontes kecantikan burung merpati. Namun yang sering dijumpai di Boja adalah belapan. Balapan biasanya dilakukan pada lintasan yang lurus atau diterbangkan dari jarak jauh. Dalam hal ini yang digunakan untuk balapan adalah merpati jantan, sedangkan merpati betina hanya untuk pancingan saja. Burung merpati dapat mengenali pasanganya masing-masing, karena burung merpati termasuk burung yang setia terhadap satu pasanganya.&lt;br /&gt;
Populasi burung merpati di Indonesia sangatlah besar, namun kebanyakan burung merpati di Indonesia adalah peliharaan. Keberadaan burung merpati liar sangatlah sedikit, mungkin hal ini karena berkurangnya habitat merpati karena pesatnya pembangunan. Burung merpati patut di lestarikan, agar anak cucu kita dapat melihat burung merpati secara langsung, bukan hanya cerita dari orang tuanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.DESKRIPTIF&lt;br /&gt;
Teks tanggapan deskriptif disusun dengan struktur yang terdiri atas identifikasi, klasifikasi, dan deskripsi bagian. Bagian identifikasi berisi ciri, benda, tanda, dan sebagainya yang ada di dalam teks tersebut. Bagian klasifikasi berisi pengelompokan menurut jenis, kelompok, dsb., Sementara itu, deskripsi bagian berisi tentang gambaran-gambaran bagian di dalam teks tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ciri-ciri teks deskriptif:&lt;br /&gt;
a. Struktur:&lt;br /&gt;
 identifikasi,&lt;br /&gt;
 klasifikasi, dan&lt;br /&gt;
 deskripsi bagian.&lt;br /&gt;
b.Isi:&lt;br /&gt;
Identifikasi berisi ciri, benda, tanda, dan sebagainya yang ada di dalam teks tersebut.&lt;br /&gt;
klasifikasi berisi pengelompokan menurut jenis, kelompok, dsb.,&lt;br /&gt;
deskripsi bagian berisi tentang gambaran-gambaran bagian di dalam teks tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
CONTOH:&lt;br /&gt;
Meja yang dibelikan bapak untuk Budi sebagai hadiah ulang tahun sudah sampai. Meja itu terbuat dari kayu jati. Meja itu tingginya kurang lebih 75 cm lebarnya sekirar 50 cm dengan panjang 1,5 meter. Meja bewarna coklat muda ini terlihat sangat cocok dengan ruang belajar Budi yang sedikit gelap. Meja ini punya 2 lemari yang 1 sebelah kiri dan yang satunya sebelah kanan. Dengan adanya penyangga kaki membuat meja ini nyaman digunakan untuk belajar.&lt;br /&gt;
Pulau Komodo yang terletak di dekat pulau Flores Nusa Tenggara Timur menjadi perhatian dunia karena disana terdapat hewan langka Komodo. Pulau ini bisa dikunjungi kurang lebih 1-2 jam dari pelabuhan terdekat. Populasi komodo di pulau ini mencapai 1300 ekor(pada tahun 2009) ini sudah lebih dari cukup untuk menarik minat wisatawan lokal maupun asing. Pulau yang luasnya 390 km2 ini telah diumumka sebagai salah satu dari 7 keajaiban dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.EKSPOSISI&lt;br /&gt;
Teks eksposisi disusun dengan struktur yang terdiri atas pernyataan pendapat (tesis), argumentasi, dan penegasan ulang pendapat. Bagian pernyataan pendapat (tesis) berisi tentang pendapat yang dikemukakan oleh penulis teks. Bagian argumentasi berisi tentang argumen-argumen (alasan) yang mendukung pernyataan penulis, sedangkan penegasan ulang berisi tentang pengulangan pernyataan yang digunakan untuk meyakinkan pembaca tentang kebenaran pernyataan (tesis).&lt;br /&gt;
Ciri- ciri teks eksposisi:&lt;br /&gt;
a.Struktur:&lt;br /&gt;
 pendapat (tesis),&lt;br /&gt;
 argumentasi, dan&lt;br /&gt;
 penegasan ulang pendapat.&lt;br /&gt;
b. Isi:&lt;br /&gt;
(tesis) berisi tentang pendapat yang dikemukakan oleh penulis teks.&lt;br /&gt;
argumentasi berisi tentang argumen-argumen (alasan) yang mendukung pernyataan penulis&lt;br /&gt;
penegasan ulang berisi tentang pengulangan pernyataan yang digunakan untuk meyakinkan pembaca tentang kebenaran pernyataan (tesis).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
CONTOH:&lt;br /&gt;
1.Contoh eksposisi tentang ekonomi&lt;br /&gt;
Peran dan Manfaat WTO&lt;br /&gt;
Globalisasi memberikan dampak berupa perubahan pada pasar internasional, salah satunya adalah liberalisasi perdagangan, yang dipandang sebagai suatu upaya untuk meningkatkan daya saing ekonomi.&lt;br /&gt;
Indonesia yang menganut perekonomian terbuka sangat sulit untuk mengelak dari dinamika ekonomi internasional yang semakin mengglobal ini. Konsekuensinya, pasar domestik Indonesia tidak terlepas dari gejolak pasar dunia yang semakin liberal, karena kebijakan unilateral dan ratifikasi kerjasama perdagangan internasional (regional dan global) yang harus dilakukan Indonesia.&lt;br /&gt;
World Trade Organization (WTO) atau Organisasi Perdagangan Dunia merupakan satu-satunya badan internasional yang secara khusus mengatur masalah perdagangan antar negara. Sistem perdagangan multilateral WTO diatur melalui suatu persetujuan yang berisi aturan-aturan dasar perdagangan internasional sebagai hasil perundingan yang telah ditandatangani oleh negara-negara anggota.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.  Contoh eksposisi Kesehatan&lt;br /&gt;
Manfaat Wortel&lt;br /&gt;
Wortel merupakan salah satu sayuran yang paling populer di dunia. Wortel sering dilibatkan dalam berbagai masakan seperti sup ayam atau salad. Wortel mengandung sekitar 88% air, 7% gula, 1% protein, 1% serat, 1% abu, dan 0,2% lemak. Wortel kaya akan antioksidan, mineral, dan sejumlah nutrisi lainnya yang baik bagi kesehatan tubuh.&lt;br /&gt;
Sayuran wortel ini ternyata juga sangat nikmat jika dibuat jus. Manfaat jus wortel bagi kesehatan tubuh antara lain menjaga kesehatan mata, mencegah rabun senja, mencegah penyakit kanker, dan menghilangkan racun dalam tubuh. Selain dibuat jus, wortel juga berguna untuk obat tradisional, adapun manfaatnya yaitu mengobati demam pada anak, menghilangkan nyeri haid, dan menyembuhkan luka bakar.&lt;br /&gt;
Manfaat jus wortel yang paling utama adalah memberikan asupan vitamin A untuk tubuh sehingga kesehatan mata dapat terjaga. Selain itu manfaat wortel juga bisa digunakan sebagai obat tradisional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4.EKSPLANASI&lt;br /&gt;
Teks eksplanasi disusun dengan struktur yang terdiri atas bagian-bagian yang memperlihatkan pernyataan umum (pembukaan), deretan penjelasan (isi), dan interpretasi/penutup/interpretasi (tidak harus ada). Bagian pernyataan umum berisi informasi singkat tentang apa yang dibicarakan. Bagian deretan penjelas berisi urutan uraian atau penjelasan tentang peristiwa yang terjadi. Sementara itu, bagian interpretasi berisi pendapat singkat penulis tentang peristiwa yang terjadi. Bagian ini merupakan penutup teks eksplanasi yang boleh ada atau tidak ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Struktur:&lt;br /&gt;
 pernyataan umum (pembukaan),&lt;br /&gt;
 deretan penjelasan (isi), dan&lt;br /&gt;
 interpretasi/penutup/interpretasi (tidak harus ada). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian pernyataan umum berisi informasi singkat tentang apa yang dibicarakan. &lt;br /&gt;
Bagian deretan penjelas berisi urutan uraian atau penjelasan tentang peristiwa yang terjadi. &lt;br /&gt;
Bagian interpretasi berisi pendapat singkat penulis tentang peristiwa yang terjadi. Bagian ini merupakan penutup teks eksplanasi yang boleh ada atau tidak ada. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
CONTOH:&lt;br /&gt;
Fatamorgana&lt;br /&gt;
Fatamorgana adalah bayangan semu (tidak nyata) yang biasanya terjadi di tanah lapang yang luas seperti padang pasir atau padang es. Fatamorgana juga biasa terdjadi di jalan. Kata fatamorgana diambil dari bahasa Italia yang mulanya diambil dari nama saudari Raja Arthur, Faye le Morgana, seorang peri yang bisa berubah-ubah rupa. Seringkali, fatamorgana menyerupai danau atau air yang berminyak. Ini sebenarnya adalah pantulan dari langit karena udara yang panas. Udara panas ini berfungsi sebagai cermin.&lt;br /&gt;
Fatamorgana terjadi karena adanya perbedaan kerapatan antara udara dingin dan udara panas. Udara dingin memiliki kerapatan lebih pekat dan lebih berat dibandingkan udara panas. Kenyataannya, lapisan udara panas yang ada di dekat tanah terperangkap oleh lapisan udara yang lebih dingin di atasnya. Cahaya dibiaskan secara horisontal dan pandangan akhirnya berjalan ke atas karena pengaruh internal total. Pemantulan internal total (total internal reflection) adalah proses pemantulan seberkas cahaya pada permukaan batas antara satu medium dengan medium lain yang indeks biasnya lebih kecil, jika sudut datang ke medium kedua melebihi suatu sudut kritis tertentu. Dengan demikian, cahaya berjalan di dalam medium yang memiliki indeks bias yang tinggi seperti air, kaca, dan plastik ke medium yang memiliki indeks bias lebih rendah seperti udara. Akibatnya gambar dengan sifat semu dan terbalik akan membentuk fatamorgana. Fatamorgana ada 2 macam yaitu fatamorgana superior dan inferior. Fatamorgana superior terjadi di atas cakrawala. Sedangkan Fatamorgana inferior lebih sering terjadi di sekitar  kita.&lt;br /&gt;
Secara ilmiah, fatamorgana digolongkan dalam fenomena alam yang unik, karena terbentuk dari proses alamiah yang membentuk suatu hal yang indah di alam. Seringkali, masyarakat yang tidak paham proses terjadinya fatamorgana, beranggapan bahwa hal itu disebabkan oleh kelelahan mata, namun sebenarnya fatamorgana dapat dilihat tanpa kelelahan mata, bahkan dapat difoto secara langsung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. CERPEN&lt;br /&gt;
Teks cerita pendek disusun dengan struktur yang terdiri atas orientasi, komplikasi, dan resolusi. Bagian orientasi merupakan bagian awal yang berisi pengenalan tokoh, latar tempat dan waktu, dan awalan masuk ke tahap berikutnya. Bagian komplikasi berisi tokoh utama berhadapan dengan masalah (problem). Bagian ini menjadi inti teks narasi dan harus ada. Jika masalah pada bagian ini tidak ada, penulis harus menciptakannya. Sementara itu, bagian resolusi berisi pemecahan masalah. Masalah harus diselesaikan dengan cara yang kreatif. &lt;br /&gt;
a. Struktur:&lt;br /&gt;
 orientasi,&lt;br /&gt;
 komplikasi, dan&lt;br /&gt;
 resolusi.&lt;br /&gt;
b. Isi:&lt;br /&gt;
 merupakan bagian awal yang berisi pengenalan tokoh, latar tempat dan waktu, dan awalan masuk ke tahap berikutnya.&lt;br /&gt;
 komplikasi berisi tokoh utama berhadapan dengan masalah (problem). Bagian ini menjadi inti teks narasi dan harus ada. Jika masalah pada bagian ini tidak ada, penulis harus menciptakannya.&lt;br /&gt;
 resolusi berisi pemecahan masalah. Masalah harus diselesaikan dengan cara yang kreatif.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
CONTOH:&lt;br /&gt;
Nenek Jingga&lt;br /&gt;
Nenek Jingga adalah tetangga baru yang menempati rumah di depan rumah Asti. Wajahnya sudah sangat keriput, dengan mata yang menyeramkan seperti nenek sihir di film film horor.&lt;br /&gt;
Asti sering bergidik melihatnya. Setiap kali bertemu di depan rumah Asti langsung berlari kencang menghindar.&lt;br /&gt;
“Aku takut Bun!” keluhnya pada Bunda yang menegur sikapnya, “Nenek itu seram sekali wajahnya..”&lt;br /&gt;
“Bukan seram,Asti..itu karena nenek sudah tua jadi wajahnya berkerut!”kata Bunda&lt;br /&gt;
Tapi tetap saja Asti takut berdekatan dengan Nenek Jingga. Kadang Nenek Jingga memanggilnya masuk ketika Asti melongok longok dipagar berharap menemukan keanehan dirumah Nenek itu.Ketika Nenek Jingga keluar, Asti lari masuk ke dalam.&lt;br /&gt;
Malamnya ia suka bermimpi Nenek Jingga datang dengan giginya yang runcing dan topi kerucut ala nenek sihir.Asti menjerit terbangun.&lt;br /&gt;
“Kenapa Asti?? Mimpi buruk?” Tanya Ayah yang ikut terkejut.&lt;br /&gt;
“Asti mimpi Nenek Jingga datang Yah…” sungutnya. Bunda dan Ayah tertawa mendengarnya.&lt;br /&gt;
“Ih sudah kelas tiga kok masih penakut. Nenek Jingga kan baik, di sering kirim kue Sus kesukaanmu tuh!”&lt;br /&gt;
Asti bergidik. Di dalam pikirannya sekarang Nenek Jingga sedang membersihkan sapu terbangnya untuk kemudian berkeliling menculik anak anak perempuan seusianya.Hiiiihhh!!…&lt;br /&gt;
Pulang sekolah Asti menemukan rumahnya dalam keadaan kosong dan terkunci. Kemana bunda?&lt;br /&gt;
“Cucu,…” sapaan serak itu mengejutkan Asti. Nenek Jingga sudah berdiri di belakangnya, menyeringai dengan mata menyipit.&lt;br /&gt;
“Bundamu tapi titip pesan supaya kamu kerumah Nenek dulu karena Bunda harus ke rumah sakit, Bude mu sakit keras…”Nenek Jingga mengulurkan tangannya mengajak Asti ke rumahnya.&lt;br /&gt;
Duuuh! Bunda kenapa nitipin aku ke Nenek sihir sih!! Gerutunya. Bulu kuduknya berdiri.&lt;br /&gt;
Sementara hari mendung dan sebentar lagi kelihatannya akan turun hujan lebat.&lt;br /&gt;
Asti menurut, mau tidak mau. Ia memberanikan diri mengikuti Nenek Jingga.&lt;br /&gt;
Asti duduk di teras, dan benar saja…hujan mulai turun disertai petir. Asti melongok longokkan kepalanya ke sekitar. Takut menemukan sapu terbang milik Nenek Jingga.&lt;br /&gt;
Plarrr!!! Tiba-tiba suara halilintar terdengar menyambar. Asti menjerit naik ke atas kursi dan berjongkok menekap tubuhnya.&lt;br /&gt;
Nenek Jingga terkekeh melihat kelakuannya. Ia keluar menyuguhkan Kue Sus dan teh hangat.&lt;br /&gt;
“Takut ya…?” katanya masih terkekeh,”Ayo minum teh ini supaya tubuhmu hangat,Cu…dan ini kue sus buatan Nenek, kata Bundamu kamu sangat suka….”&lt;br /&gt;
Asti mendekat perlahan. Perutnya memang sedikit lapar karena belum makan siang.&lt;br /&gt;
“Suara halilintar itu keras sekali…”gumamnya.&lt;br /&gt;
Nenek Jingga terkekeh lagi, kulitnya yang keriput makin terlihat berkerut kerut.&lt;br /&gt;
“Cucu tau apa penyebab Halilintar?”&lt;br /&gt;
Karena sihirmu,…Abrakadabraaaaa!!! Asti masih berkhayal sebelum mengeleng ragu.&lt;br /&gt;
“Halilintar itu adalah percikan listrik.Penyebabnya adalah loncatan listrik yang amat besar dari awan ke awan ,dan juga dari awan ke bumi….”terang Nenek Jingga.&lt;br /&gt;
Asti mendengarkannya seksama.&lt;br /&gt;
“Nanti kalau kamu sudah sekolah menengah kamu akan belajar adanya kutub negatif dan kutub positif. Nah , Halilintar itu terjadi karena perbedaan kutub yang besar antara awan ke awan atau awan ke bumi, karena perbedaan yang terlalu besar itu maka terjadi lah pelepasan listrik dan menimbulkan cahaya raksasa..”&lt;br /&gt;
Asti memandang Nenek Jingga takjub. Ternyata nenek sihir ini sangat pintar. Sedikit demi sedikit Asti berani bertanya pada Nenek Jingga apa yang ingin di ketahuinya.&lt;br /&gt;
“Itu yang dinamakan petir?”&lt;br /&gt;
Nenek mengangguk,”karena petir berbahaya, makan hampir setiap bangunan tinggi punya penangkal petir di atapnya.Bentuknya seperti logam yang di letakkan di atas gedung…”&lt;br /&gt;
Nenek menuangkan teh lagi pada gelas Asti yang tandas.&lt;br /&gt;
Di luar masih terlihat petir menyambar dan hujan yang cukup lebat.&lt;br /&gt;
“Hebat ya yang punya ide membuat penangkal petir itu…” gumam Asti.&lt;br /&gt;
“Iya. Dia adalah seorang ilmuwan bernama Benjamin Franklin….”&lt;br /&gt;
Asti jadi benar benar tertarik dengan cerita Nenek Jingga,”Nenek kok banyak tahu sih….”&lt;br /&gt;
Nenek Jingga terkekeh lagi,” Nenek dulu adalah Guru Sekolah Dasar….dan Nenek senang membaca!”&lt;br /&gt;
Asti tercengang. “Guru?”&lt;br /&gt;
“Iya, tapi Nenek sudah lama pensiun…sekarang Nenek sering mengisi waktu untuk mendongeng dan bercerita tentang Ilmu pengetahuan di sekolah sekolah…” terang Nenek Jingga.&lt;br /&gt;
Perlahan ketakutan Asti berubah menjadi kekaguman. Di usia Nenek Jingga yang setua ini, beliau masih kuat mengerjakan semua sendiri dan bahkan masih kuat berkeliling sekolah sekolah untuk bercerita.&lt;br /&gt;
Semenjak saat itu Asti jadi sering bertandang ke rumah Nenek Jingga. Ternyata dari Nenek yang dulu ditakutinya ini Asti bisa banyak menimba ilmu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
RINGKASAN&lt;br /&gt;
1.       OBSERVASI = hasil observasi di sekitar kita&lt;br /&gt;
2.       DESKRIPTIF = menggambarkan sesuatu&lt;br /&gt;
3.       EKSPOSISI  = gagasan atau pendapat&lt;br /&gt;
4.       EKSPLANASI = proses terjadinya suatu peristiwa&lt;br /&gt;
5.       CERPEN = menceritakan sesuatu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Makalah Sejarah Peradaban Islam</title><link>http://raja-ilmupengetahuan.blogspot.com/2017/07/makalah-sejarah-peradaban-islam.html</link><category>Agama</category><author>noreply@blogger.com (Mas Djoen)</author><pubDate>Tue, 4 Jul 2017 09:54:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1471705183535435531.post-4557597174940992938</guid><description>&lt;p align ="justify"&gt;BAB I&lt;br /&gt;
PENDAHULUAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
A.    Latar Belakang&lt;br /&gt;
Berakhirnya kekuasaan khalifah Ali bin Abi Thalib mengakibatkan lahirnya kekuasan yang berpola Dinasti atau kerajaan. Pola kepemimpinan sebelumnya (khalifah Ali) yang masih menerapkan pola keteladanan Nabi Muhammad, yaitu pemilihan khalifah dengan proses musyawarah akan terasa berbeda ketika memasuki pola kepemimpinan dinasti-dinasti yang berkembang sesudahnya.&lt;br /&gt;
Bentuk pemerintahan dinasti atau kerajaan yang cenderung bersifat kekuasaan foedal dan turun temurun, hanya untuk mempertahankan kekuasaan, adanya unsur otoriter, kekuasaan mutlak, kekerasan, diplomasi yang dibumbui dengan tipu daya, dan hilangnya keteladanan Nabi untuk musyawarah dalam menentukan pemimpin merupakan gambaran umum tentang kekuasaan dinasti sesudah khulafaur rasyidin. Dinasti Umayyah merupakan kerajaan Islam pertama yang didirikan oleh Muawiyah Ibn Abi Sufyan. Perintisan dinasti ini dilakukannya dengan cara menolak pembai’atan terhadap khalifah Ali bin Abi Thalib, kemudian ia memilih berperang dan melakukan perdamaian dengan pihak Ali dengan strategi politik yang sangat menguntungkan baginya.&lt;br /&gt;
Jatuhnya Ali dan naiknya Muawiyah juga disebabkan keberhasilan pihak khawarij (kelompok yang membangkan dari Ali) membunuh khalifah Ali, meskipun kemudian tampuk kekuasaan dipegang oleh putranya Hasan, namun tanpa dukungan yang kuat dan kondisi politik yang kacau akhirnya kepemimpinannya pun hanya bertahan sampai beberapa bulan. Pada akhirnya Hasan menyerahkan kepemimpinan kepada Muawiyah, namun dengan perjanjian bahwa pemmilihan kepemimpinan sesudahnya adalah diserahkan kepada umat Islam. Perjanjian tersebut dibuat pada tahun 661 M / 41 H dan dikenal dengan am jama’ah karena perjanjian ini mempersatukan ummat Islam menjadi satu kepemimpinan, namun secara tidak langsung mengubah pola pemerintahan menjadi kerajaan.&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, munculnya Dinasti Umayyah memberikan babak baru dalam kemajuan peradaban Islam, hal itu dibuktikan dengan sumbangan-sumbangannya dalam perluasan wilayah, kemajuan pendidikan, kebudayaan dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
B.    Rumusan Masalah&lt;br /&gt;
Ada pun masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;
1.      Pendirian Dinasti Bani Umayyah&lt;br /&gt;
2.      Pola Pemerintahan Dinasti bani Umayyah&lt;br /&gt;
3.      Masa Pemerintahan Umar ibn Abdul Aziz&lt;br /&gt;
4.      Ekspansi Wilayah Dinasti Bani Umayyah&lt;br /&gt;
5.      Peradaban Islam Pada Masa Dinasti Bani Umayyah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BAB II&lt;br /&gt;
PEMBAHASAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
A.    Pendirian Dinasti Bani Umayyah&lt;br /&gt;
1.1  Asal Mula Dinasti Bani Umayyah&lt;br /&gt;
Proses terbentuknya kekhalifahan Bani Umayyah dimulai sejak khalifah Utsman bin Affan tewas terbunuh oleh tikaman pedang Humran bin Sudan pada tahun 35 H/656 M. Pada saat itu khalifah Utsman bin Affan di anggap terlalu nepotisme (mementingkan kaum kerabatnya sendiri) dalam menunjuk para pembantu atau gubernur di wilayah kekuasaan Islam.&lt;br /&gt;
Masyarakat Madinah khususnya para shahabat besar seperti Thalhah bin Ubaidillah dan Zubair bin Awwam mendatangi shahabat Ali bin Abi Thalib untuk memintanya menjadi khalifah pengganti Utsman bin Affan. Permintaan itu di pertimbangkan dengan masak dan pada akhirnya Ali bin Abi Thalib mau menerima tawaran tersebut. Pernyataan bersedia tersebut membuat para tokoh besar diatas merasa tenang, dan kemudian mereka dan para shahabat lainnya serta pendukung Ali bin Abi Thalib melakukan sumpah setia (bai’at) kepada Ali pada tanggal 17 Juni 656 M/18 Dzulhijah 35 H. Pembai’atan ini mengindikasikan pengakuan umat terhadap kepemimpinannya. Dengan kata lain, Ali bin Abi Thalib merupakan orang yang paling layak diangkat menjadi khalifah keempat menggantikan khalifah Utsman bin Affan.&lt;br /&gt;
Pengangkatan Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah keempat oleh masyarakat madinah dan sekelompok masyarakat pendukung dari Kuffah[2] ternyata ditentang oleh sekelompok orang yang merasa dirugikan. Misalnya Muwiyah bin Abi Sufyan gubernur Damaskus, Syiria, dan Marwan bin Hakam yang ketika pada masa Utsman bin Affan, menjabat sebagai sekretaris khalifah.&lt;br /&gt;
Dalam suatu catatan yang di peroleh dari khalifah Ali adalah bahwa Marwan pergi ke Syam untuk bertemu  dengan Muawiyah dengan membawa barang bukti berupa jubah khalifah Utsman yang berlumur darah.&lt;br /&gt;
Penolakan Muawiyah bin Abi Sufyan dan sekutunya terhadap Ali bin Abi Thalib menimbulkan konflik yang berkepanjangan antara kedua belah pihak yang berujung pada pertempuran di Shiffin dan dikenal dengan perang Sifin, Pertempuran ini terjadi di antara dua kubu yaitu, Muawiyah bin Abu Sufyan (sepupu dari Usman bin Affan) dan Ali bin Abi Talib di tebing Sungai Furat yang kini terletak di Syria (Syam) pada 1 Shafar tahun 37 H/657 M[3]. Muawiyah tidak menginginkan adanya pengangkatan kepemimpinan umat Islam yang baru.&lt;br /&gt;
Beberapa saat setelah kematian khalifah Utsman bin Affan, masyarakat muslim baik yang ada di Madinah , Kuffah, Bashrah dan Mesir telah mengangkat Ali bin Abi Thalib  sebagai khalifah pengganti Utsman. Kenyataan ini membuat Muawiyah tidah punya pilihan lain, kecuali harus mengikuti khalifah Ali bin Abi Thalib dan tunduk atas segala perintahnya. Muawiyah menolak kepemimpinan tersebut juga karena ada berita bahwa Ali akan mengeluarkan kebijakan baru untuk mengganti seluruh gubernur yang diangkat Utsman bin Affan.&lt;br /&gt;
Muawiyah mengecam  agar tidak mengakui (bai’at) kekuasaan Ali bin Abi Thalib sebelum Ali berhasil mengungkapkan tragedi terbunuhnya khalifah Utsman bin Affan, dan menyerahkan orang yang dicurigai terlibat pembunuhan  tersebut untuk dihukum. Khalifah Ali bin Abi Thalib berjanji akan menyelesaikan masalah pembunuhan itu setelah ia berhasil menyelesaikan situasi dan kondisi di dalam negeri. Kasus itu tidak melibatkan sebagian kecil individu, juga melibatkan pihak dari beberapa daerahnya seperti Kuffah, Bashra[4] dan Mesir.&lt;br /&gt;
Permohonan atas penyelesaian kasus terbunuhnya khalifah Utsman bin Affan ternyata juga datang dari istri Nabi Muhammad saw, yaitu Aisyah binti Abu Bakar. Siti Aisyah mendapat penjelasan tentang situasi dan keadaan politik di ibukota Madinah, dari shahabat Thalhah bin Ubaidillah dan Zubair ketika bertemu di Bashrah. Para shahabat menjadikan Siti Aisyah untuk bersikap sama, untuk penyelesaian terbunuhnya khalifah Utsman bin Affan, dengan alasan situasi dan kondisi tidak memungkinkan di Madinah. Disamping itu, khalifah Ali bin Abi Thalib tidak menginginkan konflik yang lebih luas dan lebar lagi.&lt;br /&gt;
Akibat dari penanganan kasus terbunuhnya khalifah Utsman bin Affan, munculah isu bahwa khalifah Ali bin Abi Thalib sengaja mengulur waktu karena punya kepentingan politis untuk mengeruk keuntungan dari krisis tersebut. Bahkan Muawiyah menuduh Ali bin Abi Thalib berada di balik kasus pembunuhan tersebut.&lt;br /&gt;
Tuduhan ini tentu saja tuduhan yang tidak benar, karena justru pada saat itu Sayidina Ali dan kedua putranya Hasan dan Husein serta para shahabat yang lain berusaha dengan sekuat tenaga untuk menjaga dan melindungi khalifah Utsman bin Affan dari serbuan massa yang mendatangi kediaman khalifah.&lt;br /&gt;
Sejarah mencatat justru keadaan yang patut di curigai adalah peran dari kalangan pembesar istana yang berasal dari keluarga Utsman dan Bani Umayyah. Pada peristiwa ini tidak terjadi seorangpun di antara mereka berada di dekat khalifah Utsman bin Affan dan mencoba memberikan bantuan menyelesaikan masalah yang dihadapi khalifah.&lt;br /&gt;
Dalam menjalankan roda pemerintahannya, kalifah Utsman bin Affan banyak menunjuk para gubernur di daerah yang berasal dari kaum kerabatnya sendiri. Salah satu gubernur yang ia tunjuk adalah gubernur Mesir, Abdullah Sa’ad bin Abi Sarah. Gubernur Mesir ini di anggap tidak adil dan berlaku sewenang-wenang terhadap masyarakat Mesir. Ketidak puasan ini menyebabkan kemarahan di kalangan masyarakat sehingga mereka menuntut agar Gubernur Abdullah bin Sa’ad segera di ganti. Kemarahan para pemberontak ini semakin bertambah setelah tertangkapnya seorang utusan istana yang membawa surat resmi dari khalifah yang berisi perintah kepada Abdullah bin Sa’ad sebagai gubernur Mesir untuk membunuh Muhammad bin Abu Bakar. Atas permintaan masyarakat Mesir, Muhammad bin Abu Bakar diangkat untuk menggantikan posisi gubernur Abdulah bin Sa’ad yang juga sepupu dari khalifah Utsman bin Affan.&lt;br /&gt;
Tertangkapnya utusan pembawa surat resmi ini menyebabkan mereka menuduh khalifah Utsman bin Affan melakukan kebajikan yang mengancam nyawa para shahabat. Umat Islam Mesir melakukan protes dan demonstrasi secara massal menuju rumah khalifah Utsman bin Affan. Mereka juga tidak menyenangi atas sistem pemerintahan yang sangat sarat dengan kolusi dan nepotisme. Keadaan ini menyebabkan mereka bertambah marah dan segera menuntut khalifah Utsman bin Affan untuk segera meletakkan jabatan.&lt;br /&gt;
Persoalan-persoalan yang dihadapi oleh khalifah Utsman  bin Affan semakin rumit dan kompleks, sehingga tidak mudah untuk di selesaikan secepatnya. Massa yang mengamuk saat itu tidak dapat menahan emosi dan langsung menyerbu masuk kedalam rumah khalifah, sehingga khalifah Utsman terbunuh dengan sangat mengenaskan.&lt;br /&gt;
Ada beberapa gubernur yang diganti semasa kepemimpinan khalifah Ali, antara lain Muawiyah bin Abi Sufyan sebagai gubernur Syam yang diganti dengan Sahal bin Hunaif. Pengiriman gubernur baru ini di tolak Muawiyah bin Abi Sufyan serta masyarakat Syam. Pendapat khalifah Ali bin Abi Thalib tentang pergantian dan pemecatan gubernur ini berdasarkan pengamatan bahwa segala kerusuhan dan kekacauan yang terjadi selama ini di sebabkan karena ulah Muawiyah dan gubernur-gubernur lainnya yang bertindak sewenang-wenang dalam menjalankan pemerintahannya. Begitu juga pada saat peristiwa terbunuhnya khalifah Utsman bin Affan disebabkan karena kelalaian mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.2  Usaha Untuk Memperoleh Kekuasaan&lt;br /&gt;
Wafatnya khalifah Ali bin Abi Thalib pada tanggal 21 Ramadhan tahun  40 H/661 M, karena terbunuh oleh tusukan pedang beracun saat sedang beribadah di masjid Kufah, oleh kelompok khawarij[5] yaitu Abdurrahman bin Muljam, menimbulkan dampak politis yang cukup berat bagi kekuatan umat Islam khususnya para pengikut setia Ali (Syi’ah). Oleh karena itu, tidak lama berselang umat Islam dan para pengikut Ali bin Abi Thalib melakukan sumpah setia (bai’at) atas diri Hasan bin Ali untuk di angkat menjadi khalifah pengganti Ali bin Abi Thalib.&lt;br /&gt;
Proses penggugatan itu dilakukan dihadapan banyak orang. Mereka yang melakukan sumpah setia ini (bai’at) ada sekitar 40.000 orang jumlah yang tidak sedikit untuk ukuran pada saat itu. Orang yang pertama kali mengangkat sumpah setia adalah Qays bin Sa’ad, kemudian diikuti oleh umat Islam pendukung setia Ali bin Abi Thalib.&lt;br /&gt;
Pengangkatan Hasan bin Ali di hadapan orang banyak tersebut ternyata tetap saja tidak mendapat pengangkatan dari Muawiyah bin Abi Sufyan dan para pendukungnya. Dimana pada saat itu Muawiyyah yang menjabat sebagai gubernur Damaskus juga menobatkan dirinya sebagai khalifah. Hal ini disebabkan karena Muawiyah sendiri sudah sejak lama mempunyai ambisi untuk menduduki jabatan tertinggi dalam dunia Islam.&lt;br /&gt;
Namun Al-Hasan sosok yang jujur  dan lemah secara politik. Ia sama sekali tidak ambisius untuk menjadi pemimpin negara. Ia lebih memilih mementingkan persatuan umat. Hal ini dimanfaatkan oleh muawiyah untuk mempengaruhi massa untuk tidak melakukan bai’at terhadap hasan Bin ali. Sehingga banyak terjadi permasalahan politik, termasuk pemberontakan – pemberontakan yang didalangi oleh Muawiyah bin Abi Sufyan. Oleh karena itu, ia melakukan kesepakatan damai dengan kelompok Muawiyah dan menyerahkan kekuasaannya kepada Muawiyah pada bulan Rabiul Awwal tahun 41 H/661. Tahun kesepakatan damai antara Hasan dan Muawiyah disebut Aam Jama’ah karena kaum muslimn sepakat untuk memilih satu pemimpin saja, yaitu Muawiyah ibn Abu Sufyan.&lt;br /&gt;
Menghadapi situasi yang demikian kacau dan untuk menyelesaikan persoalan tersebut, khalifah Hasan bin Ali tidak mempunyai pilihan lain kecuali perundingan dengan pihak Muawiyah. Untuk  itu maka di kirimkan surat melalui Amr bin Salmah Al-Arhabi yang berisi pesan perdamaian.&lt;br /&gt;
Dalam perundingan ini Hasan bin Ali mengajukan syarat bahwa dia bersedia menyerahkan kekuasaan pada Muawiyah dengan syarat antaralain:&lt;br /&gt;
1. Muawiyah menyerahkan harat Baitulmal kepadanya untuk melunasi hutang-hutangnya kepada pihak lain.&lt;br /&gt;
2. Muawiyah tak lagi melakukan cacian dan hinaan terhadap khalifah Ali bin Abi Thalib beserta keluarganya.&lt;br /&gt;
3. Muawiyah menyerahkan pajak bumi dari Persia dan daerah dari Bijinad kepada Hasan setiap tahun.&lt;br /&gt;
4. Setelah Muawiyah berkuasa nanti, maka masalah kepemimpinan (kekhalifahan) harus diserahkan kepada umat Islam untuk melakukan pemilihan kembali pemimpin umat Islam.&lt;br /&gt;
5. Muawiyah tidak boleh menarik sesuatupun dari penduduk Madinah, Hijaz, dan Irak. Karena hal itu telah menjadi kebijakan khalifah Ali bin Abi Thalib sebelumnya.&lt;br /&gt;
Untuk memenuhi semua persyaratan, Hasan bin Ali mengutus seorang shahabatnya bernama Abdullah bin Al-Harits bin Nauval untuk menyampaikan isi tuntutannya kepada Muawiyah. Sementara Muawiyah sendiri untuk menjawab dan mengabulkan semua syarat yang di ajukan oleh Hasan mengutus orang-orang kepercayaannya  seperti Abdullah bin Amir bin Habib bin Abdi Syama.&lt;br /&gt;
Setelah kesepakatan damai ini, Muawiyah mengirmkan sebuah surat dan kertas kosong yang dibubuhi tanda tanggannya untuk diisi oleh Hasan. Dalam surat itu ia menulis “Aku mengakui bahwa karena hubungan darah, Anda lebih berhak menduduki jabatan kholifah. Dan sekiranya aku yakin kemampuan Anda lebih besar untuk melaksanakan tugas-tugas kekhalifahan, aku tidak akan ragu berikrar setia kepadamu.”&lt;br /&gt;
Itulah salah satu kehebatan Muawiyah dalam berdiplomasi. Tutur katanya begitu halus, hegemonik dan seolah-olah bijak. Surat ini salah satu bentuk diplomasinya untuk melegitimasi kekuasaanya dari tangan pemimpin sebelumnya.&lt;br /&gt;
Penyerahan kekuasaan pemerintahan Islam dari Hasan ke Muawiyah ini menjadi tonggak formal berdirinya kelahiran Dinasti Umayyah di bawah pimpinan khalifah pertama, Muawiyah ibn Abu Sufyan.&lt;br /&gt;
Proses penyerahan dari Hasan bin Ali kepada Muawiyah bin Abi Sufyan dilakukan di suatu tempat yang bernama Maskin dengan ditandai pengangkatan sumpah setia. Dengan demikian, ia telah berhasil meraih cita-cita untuk menjadi seorang pemimpin umat Islam menggantikan posisi dari Hasan bin Ali sebagai khalifah.&lt;br /&gt;
Meskipun Muawiyah tidak mendapatkan pengakuan secara resmi dari warga kota Bashrah, usaha ini tidak henti-hentinya dilakukan oleh Muawiyah sampai akhirnya secara defacto dan dejure jabatan tertinggi umat Islam berada di tangan Muawiyah bin Abi Sufyan.&lt;br /&gt;
Dengan demikian berdirilah dinasti baru yaitu Dinasti Bani Umayyah (661-750 M) yang mengubah gaya kepemimpinannya dengan cara meniru gaya kepemimpinan raja-raja Persia dan Romawi berupa peralihan kekuasaan kepada anak-anaknya secara turun temurun. Keadaan ini yang menandai berakhirnya sistem pemerintahan khalifah yang didasari asas “demokrasi” untuk menentukan pemimpin umat Islam yang menjadi pilihan mereka. Pada masa kekuasaan Bani umayyah ibukota Negara dipindahkan muawiyah dari Madinah ke Damaskus, tempat Ia berkuasa Sebagai gubernur Sebelumnya.[6]&lt;br /&gt;
Namun perlawanan terhadap bani Umayyah tetap terjadi, perlawanan ini dimulai oleh Husein ibn Ali, Putra kedua Khalifah Ali bin Abi Thalib. Husein menolak melakukan bai’at kepada Yazid bin Muawiyah sebagai khalifah ketika yazid naik tahta. Pada tahun 680 M, ia pindah dari Mekah ke Kufah atas permintaan golongan syi’ahyang ada di Irak. Umat islam Di daerah ini tidak mrngakui Yazid. Mereka Mengangkat Husein sebagai Khalifah. Dalam pertempuran yang tidak seimbang di Karbela, sebuah daerah di dekat Kufah, tentara Husein kalah dan Husein sendiri mati terbunuh. Kepalanya dipengal dan dikirim ke damaskus, sedang tubuhnya dikubur di Karbela.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
B.     Pola Pemerintahan Dinasti Bani Umayyah&lt;br /&gt;
Aku tidak akan menggunakan pedang ketika cukup mengunakan cambuk, dan tidak akan mengunakan cambuk jika cukup dengan lisan. Sekiranya ada ikatan setipis rambut sekalipun antara aku dan sahabatku, maka aku tidak akan membiarkannya lepas. Saat mereka menariknya dengan keras, aku akan melonggarkannya, dan ketika mereka mengendorkannya, aku akan menariknya dengan keras. (Muawiyah ibn Abi Sufyan).[8]&lt;br /&gt;
Pernyataan di atas cukup mewakili sosok Muawiyah ibn Abi Sufyan. Ia cerdas dan cerdik. Ia seorang politisi ulung dan seorang negarawan yang mampu membangun  peradaban besar melalui politik kekuasaannya. Ia pendiri sebuah dinasti besar yang mampu bertahan selama hampir satu abad. Dia lah pendiri Dinasti Umayyah, seorang pemimpin yang paling berpengaruh pada abad ke 7 H.&lt;br /&gt;
Di tangannya, seni berpolitik mengalami kemajuan luar biasa melebihi tokoh-tokoh muslim lainnya. Baginya, politik adalah senjata maha dahsyat untuk mencapai ambisi kekuasaaanya. Ia wujudkan seni berpolitiknya dengan membangun Dinasti Umayyah.&lt;br /&gt;
Gaya dan corak kepemimpinan pemerintahan Bani Umayyah (41 H/661 M) berbeda dengan kepemimpinan masa-masa sebelumnya yaitu masa pemerintahan Khulafaur Rasyidin. Pada masa pemerintahan Khulafaur Rasyidin dipilih secara demokratis dengan kepemimpinan kharismatik yang demokratis sementara para penguasa Bani Umayyah diangkat secara langsung oleh penguasa sebelumnya dengan menggunakan sistem Monarchi Heredities, yaitu kepemimpinan yang di wariskan secara turun temurun. Kekhalifahan Muawiyyah diperoleh melalui kekerasan, diplomasi dan tipu daya, tidak dengan pemilihan atau suara terbanyak. Suksesi kepemimpinan secara turun temurun dimulai ketika Muawiyyah mewajibkan seluruh rakyatnya untuk menyatakan setia terhadap anaknya, Yazid. Muawiyah bermaksud mencontoh Monarchi di Persia dan Binzantium. Dia memang tetap menggunakan istilah Khalifah, namun dia memberikan interprestasi baru dari kata-kata itu untuk mengagungkan jabatan tersebut[9]. Dia menyebutnya “Khalifah Allah” dalam pengertian “Penguasa” yang di angkat oleh Allah.[10]&lt;br /&gt;
Karena proses berdirinya pemerintahan Bani Umayyah tidak dilakukan secara demokratis dimana pemimpinnya dipilih melalui musyawarah, melainkan dengan cara-cara yang tidak baik dengan mengambil alih kekuasaan dari tangan Hasan bin Ali (41 H/661M) akibatnya, terjadi beberapa perubahan prinsip dan berkembangnya corak baru yang sangat mempengaruhi kekuasaan dan perkembangan umat Islam. Diantaranya pemilihan khalifah dilakukan berdasarkan menunjuk langsung oleh khalifah sebelumnya dengan cara mengangkat seorang putra mahkota yang menjadi khalifah berikutnya.&lt;br /&gt;
Orang yang pertama kali menunjuk putra mahkota adalah Muawiyah bin Abi Sufyan dengan mengangkat Yazib bin Muawiyah. Sejak Muawiyah bin Abi Sufyan berkuasa (661 M-681 M), para penguasa Bani Umayyah menunjuk penggantinya yang akan menggantikan kedudukannya kelak, hal ini terjadi karena Muawiyah sendiri yang mempelopori proses dan sistem kerajaan dengan menunjuk Yazid sebagai putra mahkota yang akan menggantikan kedudukannya kelak. Penunjukan ini dilakukan Muawiyah atas saran Al-Mukhiran bin Sukan, agar terhindar dari pergolakan dan konflik politik  intern umat Islam seperti yang pernah terjadi pada masa-masa sebelumnya.&lt;br /&gt;
Sejak saat itu, sistem pemerintahan Dinasti Bani Umayyah telah meninggalkan tradisi musyawarah untuk memilih pemimpin umat Islam. Untuk mendapatkan pengesahan, para penguasa Dinasti Bani Umayyah kemudian memerintahkan para pemuka agama untuk melakukan sumpah setia (bai’at) dihadapan sang khalifah. Padahal, sistem pengangkatan para penguasa seperti ini bertentangan dengan prinsip dasar demokrasi dan ajaran permusyawaratan Islam yang dilakukan Khulafaur Rasyidin.&lt;br /&gt;
Selain terjadi perubahan dalm sistem pemerintahan, pada masa pemerintahan Bani Umayyah juga terdapat perubahan lain misalnya masalah Baitulmal. Pada masa pemerintahan Khulafaur Rasyidin, Baitulmal berfungsi sebagai harta kekayaan rakyat, dimana setiap warga Negara memiliki hak yang sama terhadap harta tersebut. Akan tetapi sejak pemerintahan Muawiyah bin Abi Sufyan, Baitulmal beralih kedudukannya menjadi harta kekayaan keluarga raja seluruh penguasa Dinasti Bani Umayyah kecuali Umar bin Abdul Aziz (717-729 M). Berikut nama-nama ke 14 khalifah Dinasti Bani Umayyah yang berkuasa:&lt;br /&gt;
 Muawiyah bin Abi Sufyan (41-60 H/661-680 M)&lt;br /&gt;
 Yazid bin Muawiyah (60-64 M/680-683 M)&lt;br /&gt;
 Muawiyah bin Yazid (64-64 H/683-683 M)&lt;br /&gt;
 Marwan bin Hakam (64-65 H/683-685 M)&lt;br /&gt;
 Abdul Malik bin Marwan (65-86 H/685-705 M)&lt;br /&gt;
 Walid bin Abdul Malik (86-96 H/705-715 M)&lt;br /&gt;
 Sulaiman bin Abdul Malik (96-99 H/715-717 M)&lt;br /&gt;
 Umar bin Abdul Aziz (99-101 H/717-720 M)&lt;br /&gt;
 Yazid bin Abdul Malik (101-105 H/720-724)&lt;br /&gt;
 Hisyam bin Abdul Malik (105-125 H/724-743 M)&lt;br /&gt;
 Walid bin Yazid (125-126 H/743-744 M)&lt;br /&gt;
 Yazid bin Walid (126-127 H/744-745 M)&lt;br /&gt;
 Ibrahim bin Walid (127-127 H/745-745 M)&lt;br /&gt;
 Marwan bin Muhammad (127-132 H/745-750 M)[11]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
C.    Masa Pemerintahan Umar ibn Abdul Aziz&lt;br /&gt;
Umar ibn Abdul Aziz adalah putra saudara Sulayman, yaitu Abdul Aziz. Umar pantas diberi gelar khalifah kelima khulafaur rasyidin karena kesholihan dan kemulyaannya. Sebelum ia diangkat menjadi khalifah Dinasti Umayyah kedelapan, ia seorang yang kaya raya dan hidup dalam kemegahan. Ia suka berpoya-poya dan menghambur-hamburkan uang. Namun setelah diangkat menjadi khalifah, ia berubah total menjadi seorang raja yang sangat sederhana, adil dan jujur.[12] Karena kesholihannya, ia dianggap sebagai seorang sufistik pada jamannya. Ia juga disebut sebagai pembaharu islam abad kedua hijriyah.&lt;br /&gt;
Walaupun masa pemerintahnnya relatif singkat, yaitu sekitar tiga tahunan, namun banyak perubahan yang ia lakukan. Diantaranya, ia melakukan komunikasi politik dengan semua kalangan, termasuk kaum Syiah sekalipun. Ini tidak dilakukan oleh saudara-saudaranya sesama raja dinasti Umayyah. Ia banyak menghidupkan tanah-tanah yang tidak produktif, membangun sumur-sumur dan masjid-masjid. Yang tidak kalah pentingnya, ia juga melakukan reformasi sistem zakat dan sodaqoh, sehingga pada jamannya tidak ada lagi kemiskinan.&lt;br /&gt;
Pada masa pemerintahnnya, tidak ada perluasan daerah yang berarti. Menurutnya, ekspansi islam tidak harus dilakukan dengan cara imprealisme militer, tapi dengan cara dakwah. Dia juga memberi kebebasan kepada penganut agama lain sesuai dengan keyakinan dan kepercayaannya. Pajak diperingan,kedudukan mawali disejajarkan dengan muslim Arab.&lt;br /&gt;
Umar mangkat dari jabatannya pada tahun 101 H/719 M dengan meninggalkan karakter pemerintahan yang adil dan bijaksana terhadap semua golongan dan agama. Penerusnya nanti justru berbanding terbalik dengan karakter kepemimpinannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
D.    Ekspansi Wilayah Dinasti Bani Umayyah&lt;br /&gt;
Ekspansi yang terhenti pada masa khalifah Usman dan Ali, dilanjutkan kembali oleh dinasti ini. Di zaman Muawiyah,Tuniasia dapat ditaklukan. Disebelah timur, Muawiyah dapat menguasai daerah Khurasan sampai ke sungai oxus dan Afghanistan sampai ke Kabul. Angkatan lautnya melakukan serangan-serangan ke Ibukota Binzantium, Konstantinopel.ekspansi ke timur yang dilakukan Muawiyah kemudian dilanjutkan oleh khalifah Abd al-Malik. Ia mengirim tentara menyebrangi sungai Oxus dan dapat berhasil menundukkan Balkh, Bukhara, Khawarizm, Ferghana dan Markhand. Tentaranya bahkan sampai ke India dan dapat menguasai Balukhistan, Sind dan daerah Punjab sampai ke Maltan.&lt;br /&gt;
Ekspansi ke barat secara besar-besaran dilanjutkan di zaman Walid ibn Abdul Malik. Masa pemerintahan Walid adalah masa ketentraman, kemakmuran, dan ketertiban. Umat Islam mersa hidup bahagia. Pada masa pemerintahannya yang berjalan kurang lebih sepuluh tahun itu tercatat suatu ekspedisi militer dari Afrika Utara menuju wilayah barat daya, benua Eropa, yaitu pada tahun 711 M. setelah al-Jajair dan Marokko dapat ditaklukan, Tariq bin ziyad, pemimpin pasukan Islam,menyeberangi selat yang memisahkan antara Marokko dengan benua Eropa, dan mendapat di suatu tempat yang sekarang dikenal dengan nama Gibraltar (Jabal Tariq). Tentara Spanyol dapat ditaklukkan. Dengan demikian Spanyol menjadi sasaran ekspansi selanjutnya. Ibu kota Spanyol, Kordova, dengan cepat dikuasai. Menyusul kota-kota lain seperti Seville, Elvira dan Toledo yang dijadikan ibu kota Spanyol yang baru setelah jatuhnya Kordova. Pada saat itu, pasukan Islam memperoleh kemenangan dengan mudah karena mendapat dukungan dari rakyat setempat yang sejak lama menderita akibat kekejaman penguasa. Di zaman Umar bin Abdul Aziz, serangan dilakukan ke Prancis melalui pegunungan Piranee. Serangan ini dipimpin oleh Abdurahman ibn Abdullah al-Ghafiqi. Ia mulai menyerang Bordeau, Poitiers. Dari sana ia menyerang Tours. Namun dalam peperangan di luar kota Tours, al-Qhafii terbunuh, dan tentaranya mundur kembali ke Spanyol. Disamping daerah-daerah tersebut pulau-pulau yang terdapat di Laut Tengah juga jatuh ke tangan Islam di zaman Bani Umayyah.&lt;br /&gt;
Dengan keberhasilan ekspansi ke beberapa daerah baik di Timur maupun Barat, wilayah kekuasaan Islam masa Bani Umayyah sangat luas. Daerah-daerah tersrebut meliputi: Spanyol, Afrika Utara, Syria, Palestina, jazirah Arabia, Irak, sebagian Asia Kecil, Persia, Afganistan, daerah yang sekarang disebut Pakistan, Purkmenia, Uzbek dan Kirgis di Asia Tengah (Nasution, 1985:62).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E.     Peradaban Islam Pada Masa Dinasti Bani Umayyah&lt;br /&gt;
Dinasti Umayyah telah mampu membentuk perdaban yang kontemporer dimasanya, baik dalam tatanan sosial, politik, ekonomi dan teknologi. Berikut Prestasi bagi peradaban Islam dimasa kekuasaan Bani Umayah didalam pembangunan berbagai bidang antara lain:&lt;br /&gt;
 Masa kepemimpinan Muawiyah telah mendirikan dinas pos dan tempat-tempat dengan menyediakan kuda yang lengkap dengan peralatannya di sepanjang jalan.&lt;br /&gt;
 Menertibkan angkatan bersenjata.&lt;br /&gt;
 Pencetakan mata uang oleh Abdul Malik, mengubah mata uang Byzantium dengan Persia yang dipakai di daerah-daerah yang dikuasai Islam. Mencetak mata uang sendiri tahun 659 M dengan memakai kata dan tulisan Arab.&lt;br /&gt;
 Jabatan khusus bagi seorang Hakim ( Qodli) menjadi profesi sendiri .&lt;br /&gt;
 Keberhasilan kholifah Abdul Malik melakukan pembenahan-pembenahan administrasi pemerintahan Islam dan memberlakukan bahasa Arab sebagai bahasa resmi administrasi pemerintahan Islam. Keberhasilannya diikuti oleh putranya Al-Walid Ibnu Abdul Malik (705 – 719 M) yang berkemauan keras dan berkemampuan melaksanakan pembangunan.&lt;br /&gt;
 Membangun panti-panti untuk orang cacat. Dan semua personil yang terlibat dalam kegiatan humanis di gaji tetap oleh Negara.&lt;br /&gt;
 Membangun jalan-jalan raya yang menghubungkan suatu daerah dengan daerah lainnya.&lt;br /&gt;
 Membangun pabrik-pabrik, gedung-gedung pemerintahan, dan masjid-masjid yang megah.&lt;br /&gt;
 Hadirnya Ilmu Bahasa Arab, Nahwu, Sharaf, Balaghah, bayan, badi’, Isti’arah dan sebagainya. Kelahiran ilmu tersebut karena adanya kepentingan orang-orang Luar Arab (Ajam) dalam rangka memahami sumber-sumber Islam (Al-qur’an dan Al-sunnah).&lt;br /&gt;
 Pengembangan di ilmu-ilmu agama, karena dirasa penting bagi penduduk luar jazirah Arab yang sangat memerlukan berbagai penjelasan secara sistematis ataupun secara kronologis tentang Islam. Diantara ilmu-ilmu yang berkembang yakni tafsir, hadis, fiqih, Ushul fiqih, Ilmu Kalam dan Sirah/Tarikh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BAB III&lt;br /&gt;
PENUTUP&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
A.    KESIMPULAN&lt;br /&gt;
Dari penjelasan–penjelasan yang telah disebutkan, maka dapat kita ambil beberapa kesimpulan. Proses terbentuknya kekhalifahan Bani Umayyah dimulai sejak khalifah Utsman bin Affan tewas terbunuh oleh tikaman pedang Humran bin Sudan pada tahun 35 H/656 M. Pada saat itu khalifah Utsman bin Affan di anggap terlalu nepotisme (mementingkan kaum kerabatnya sendiri). Setelah wafatnya Utsman bin Afan maka masyarakat Madinah mengangkat sahabat Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah yang baru. Dan masyrakat melakukan sumpah setia ( bai’at ) terhadap Ali pada tanggal 17 Juni 656 M / 18 Djulhijah 35 H.&lt;br /&gt;
Dinasti umayyah diambil dari nama Umayyah Ibn ‘Abdi Syams Ibn ‘Abdi Manaf, Dinasti ini sebenarnya mulai dirintis semenjak masa kepemimpinan khalifah Utsman bin Affan namun baru kemudian berhasil dideklarasikan dan mendapatkan pengakuan kedaulatan oleh seluruh rakyat setelah khalifah Ali terbunuh dan Hasan ibn Ali yang diangkat oleh kaum muslimin di Irak menyerahkan kekuasaanya pada Muawiyah setelah melakukan perundingan dan perjanjian. Bersatunya ummat muslim dalam satu kepemimpinan pada masa itu disebut dengan tahun jama’ah (‘Am al Jama’ah) tahun 41 H (661 M).&lt;br /&gt;
Sistem pemerintahan Dinasti Bani Umayyah diadopsi dari kerangka pemerintahan Persia dan Bizantium, dimana ia menghapus sistem tradisional yang cenderung pada kesukuan. Pemilihan khalifah dilakukan dengan sistem turun temurun atau kerajaan, hal ini dimulai oleh Umayyah ketika menunjuk anaknya Yazid untuk meneruskan pemerintahan yang dipimpinnya pada tahun 679 M.&lt;br /&gt;
Pada masa kekuasannya yang hampir satu abad, dinasti ini mencapai banyak kemajuan. Dintaranya adalah: kekuasaan territorial yang mencapai wilayah Afrika Utara, India, dan benua Eropa, pemisahan kekuasaan, pembagian wilayah kedalam 10 provinsi, kemajuan bidang administrasi pemerintahan dengan pembentukan dewan-dewan, organisasi keuangan dan percetakan uang, kemajuan militer yang terdiri dari angkatan darat dan angkatan laut, organisasi kehakiman, bidang sosial dan budaya, bidang seni dan sastra, bidang seni rupa, bidang arsitektur, dan dalam bidang pendidikan.&lt;br /&gt;
Kemunduran dan kehancuran Dinasti Bani Umayyah disebabkan oleh banyak faktor, dinataranya adalah: perebutan kekuasaan antara keluarga kerajaan, konflik berkepanjagan dengan golongan oposisi Syi’ah dan Khawarij, pertentangan etnis suku Arab Utara dan suku Arab Selatan, ketidak cakapan para khalifah dalam memimpin pemerintahan dan kecenderungan mereka yang hidup mewah, penggulingan oleh Bani Abbas yang didukung penuh oleh Bani Hasyim, kaum Syi’ah, dan golongan Mawali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
B.     SARAN&lt;br /&gt;
Demikianlah isi dari makalah kami, yang menurut kami  telah kami susun secara sistematis agar pembaca mudah untuk memahaminya. Berbicara mengenai sejarah, maka sejarah merupakan ilmu yang tidak akan pernah ada habisnya. Ingatlah, orang yang cerdas adalah orang yang belajar dari sejarah.&lt;br /&gt;
Sering kali kita lupa bahwa “meskipun” berkisah mengenai masa lampau, tapi sejarah begitu penting bagi perjalanan suatu bangsa. Melalui sejarah, kita belajar untuk menghargai perjuangan para pendahulu kita, belajar menghargai tetes darah dan keringat mereka untuk apa yang kita nikmati saat ini. Lewat sejarah kita juga belajar dari pengalaman masa lalu, dan menjadikannya sebagai modal berharga untuk melangkah di masa depan&lt;br /&gt;
Islam merupakan agama yang besar dengan perjalanan sejarah yang panjang. maka dari itu, marilah kita menggali lebih jauh lagi ilmu-ilmu yang berkaitan dengan sejarah Islamiah. Demi menguatkan keteguhan dan rasa kebanggaan hati kita terhadap agama Islam yang kita peluk ini.&lt;br /&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kekhalifahan Abbasiyah</title><link>http://raja-ilmupengetahuan.blogspot.com/2017/07/kekhalifahan-abbasiyah.html</link><category>Agama</category><author>noreply@blogger.com (Mas Djoen)</author><pubDate>Tue, 4 Jul 2017 09:51:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1471705183535435531.post-2380492143768052376</guid><description>&lt;p align="justify"&gt;Kekhalifahan Abbasiyah (Arab: الخلافة العباسية, al-khilāfah al-‘abbāsīyyah) atau Bani Abbasiyah (Arab: العباسيون, al-‘abbāsīyyūn) adalah kekhalifahan kedua Islam yang berkuasa di Baghdad (sekarang ibu kota Irak). Kekhalifahan ini berkembang pesat dan menjadikan dunia Islam sebagai pusat pengetahuan dengan menerjemahkan dan melanjutkan tradisi keilmuan Yunani dan Persia. Kekhalifahan ini berkuasa setelah merebutnya dari Bani Umayyah dan menundukkan semua wilayahnya kecuali Andalusia. Bani Abbasiyah dirujuk kepada keturunan dari paman Nabi Muhammad yang termuda, yaitu Abbas bin Abdul-Muththalib (566-652), oleh karena itu mereka juga termasuk ke dalam Bani Hasyim. Berkuasa mulai tahun 750 dan memindahkan ibukota dari Damaskus ke Baghdad. Berkembang selama dua abad, tetapi pelan-pelan meredup setelah naiknya bangsa Turki yang sebelumnya merupakan bahagian dari tentara kekhalifahan yang mereka bentuk, dan dikenal dengan nama Mamluk. Selama 150 tahun mengambil kekuasaan memintas Iran, kekhalifahan dipaksa untuk menyerahkan kekuasaan kepada dinasti-dinasti setempat, yang sering disebut amir atau sultan. Menyerahkan Andalusia kepada keturunan Bani Umayyah yang melarikan diri, Maghreb dan Ifriqiya kepada Aghlabid dan Fatimiyah. Kejatuhan totalnya pada tahun 1258 disebabkan serangan bangsa Mongol yang dipimpin Hulagu Khan yang menghancurkan Baghdad dan tak menyisakan sedikitpun dari pengetahuan yang dihimpun di perpustakaan Baghdad.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keturunan dari Bani Abbasiyah termasuk suku al-Abbasi saat ini banyak bertempat tinggal di timur laut Tikrit, Iraq sekarang.&lt;br /&gt;
Pada awalnya Muhammad bin Ali, cicit dari Abbas menjalankan kampanye untuk mengembalikan kekuasaan pemerintahan kepada keluarga Bani Hasyim di Parsi pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Selanjutnya pada masa pemerintahan Khalifah Marwan II, pertentangan ini semakin memuncak dan akhirnya pada tahun 750, Abu al-Abbas al-Saffah berhasil meruntuhkan Daulah Umayyah dan kemudian dilantik sebagai khalifah.&lt;br /&gt;
Bani Abbasiyah berhasil memegang kekuasaan kekhalifahan selama tiga abad, mengkonsolidasikan kembali kepemimpinan gaya Islam dan menyuburkan ilmu pengetahuan dan pengembangan budaya Timur Tengah. Tetapi pada tahun 940 kekuatan kekhalifahan menyusut ketika orang-orang non-Arab, khususnya orang Turki (dan kemudian diikuti oleh Mamluk di Mesir pada pertengahan abad ke-13), mulai mendapatkan pengaruh dan mulai memisahkan diri dari kekhalifahan.&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, kekhalifahan tetap bertahan sebagai simbol yang menyatukan umat Islam. Pada masa pemerintahannya, Bani Abbasiyah mengklaim bahwa dinasti mereka tak dapat disaingi. Namun kemudian, Said bin Husain, seorang muslim Syiah dari dinasti Fatimiyyah mengaku dari keturunan anak perempuannya Nabi Muhammad, mengklaim dirinya sebagai Khalifah pada tahun 909, sehingga timbul kekuasaan ganda di daerah Afrika Utara. Pada awalnya ia hanya menguasai Maroko, Aljazair, Tunisia, dan Libya. Namun kemudian, ia mulai memperluas daerah kekuasaannya sampai ke Mesir dan Palestina, sebelum akhirnya Bani Abbasyiah berhasil merebut kembali daerah yang sebelumnya telah mereka kuasai, dan hanya menyisakan Mesir sebagai daerah kekuasaan Bani Fatimiyyah. Dinasti Fatimiyyah kemudian runtuh pada tahun 1171. Sedangkan Bani Umayyah bisa bertahan dan terus memimpin komunitas Muslim di Spanyol, kemudian mereka mengklaim kembali gelar Khalifah pada tahun 929, sampai akhirnya dijatuhkan kembali pada tahun 1031.&lt;br /&gt;
Menuju puncak keemasan&lt;br /&gt;
Khilafah Abbasiyah merupakan kelanjutan dari khilafah sebelumnya dari Bani Umayyah, dimana pendiri dari khilafah ini adalah Abdullah al-Saffah ibn Muhammad ibn Ali ibn Abdullah ibn al-Abbas Rahimahullah. Pola pemerintahan yang diterapkan oleh Daulah Abbasiyah berbeda-beda sesuai dengan perubahan politik, sosial, dan budaya. Kekuasaannya berlangsung dalam rentang waktu yang panjang, dari tahun 132 H (750 M) s.d. 656 H (1258 M).&lt;br /&gt;
Berdasarkan perubahan pola pemerintahan dan politik, para sejarawan biasanya membagi masa pemerintahan Daulah Abbas menjadi lima periode:&lt;br /&gt;
1. Periode Pertama (132 H/750 M - 232 H/847 M), disebut periode pengaruh Persia pertama.&lt;br /&gt;
2. Periode Kedua (232 H/847 M - 334 H/945 M), disebut periode pengaruh Turki pertama.&lt;br /&gt;
3. Periode Ketiga (334 H/945 M - 447 H/1055 M), masa kekuasaan dinasti Bani Buwaih dalam pemerintahan khilafah Abbasiyah. Periode ini disebut juga masa pengaruh Persia kedua.&lt;br /&gt;
4. Periode Keempat (447 H/1055 M - 590 H/l194 M), masa kekuasaan daulah Bani Seljuk dalam pemerintahan khilafah Abbasiyah; biasanya disebut juga dengan masa pengaruh Turki kedua (di bawah kendali) Kesultanan Seljuk Raya (salajiqah al-Kubra/Seljuk agung).&lt;br /&gt;
5. Periode Kelima (590 H/1194 M - 656 H/1258 M), masa khalifah bebas dari pengaruh dinasti lain, tetapi kekuasaannya hanya efektif di sekitar kota Baghdad dan diakhiri oleh invasi dari bangsa Mongol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada periode pertama pemerintahan Bani Abbas mencapai masa keemasannya. Secara politis, para khalifah betul-betul tokoh yang kuat dan merupakan pusat kekuasaan politik dan agama sekaligus. Di sisi lain, kemakmuran masyarakat mencapai tingkat tertinggi. Periode ini juga berhasil menyiapkan landasan bagi perkembangan filsafat dan ilmu pengetahuan dalam Islam. Namun setelah periode ini berakhir, pemerintahan Bani Abbas mulai menurun dalam bidang politik, meskipun filsafat dan ilmu pengetahuan terus berkembang.&lt;br /&gt;
Masa pemerintahan Abu al-Abbas, pendiri dinasti ini sangat singkat, yaitu dari tahun 750-754 M. Selanjutnya digantikan oleh Abu Ja'far al-Manshur (754-775 M), yang keras menghadapi lawan-lawannya terutama dari Bani Umayyah, Khawarij, dan juga Syi'ah. Untuk memperkuat kekuasaannya, tokoh-tokoh besar yang mungkin menjadi saingan baginya satu per satu disingkirkannya. Abdullah bin Ali dan Shalih bin Ali, keduanya adalah pamannya sendiri yang ditunjuk sebagai gubernur oleh khalifah sebelumnya di Syria dan Mesir dibunuh karena tidak bersedia membaiatnya, al-Manshur memerintahkan Abu Muslim al-Khurasani melakukannya, dan kemudian menghukum mati Abu Muslim al-Khurasani pada tahun 755 M, karena dikhawatirkan akan menjadi pesaing baginya.&lt;br /&gt;
Pada mulanya ibu kota negara adalah al-Hasyimiyah, dekat Kufah. Namun, untuk lebih memantapkan dan menjaga stabilitas negara yang baru berdiri itu, al-Mansyur memindahkan ibu kota negara ke kota yang baru dibangunnya, Baghdad, dekat bekas ibu kota Persia, Ctesiphon, tahun 762 M. Dengan demikian, pusat pemerintahan dinasti Bani Abbas berada di tengah-tengah bangsa Persia. Di ibu kota yang baru ini al-Manshur melakukan konsolidasi dan penertiban pemerintahannya, di antaranya dengan membuat semacam lembaga eksekutif dan yudikatif. Di bidang pemerintahan, dia menciptakan tradisi baru dengan mengangkat Wazir sebagai koordinator dari kementrian yang ada, Wazir pertama yang diangkat adalah Khalid bin Barmak, berasal dari Balkh, Persia. Dia juga membentuk lembaga protokol negara, sekretaris negara, dan kepolisian negara di samping membenahi angkatan bersenjata. Dia menunjuk Muhammad ibn Abdurrahman sebagai hakim pada lembaga kehakiman negara. Jawatan pos yang sudah ada sejak masa dinasti Bani Umayyah ditingkatkan peranannya dengan tambahan tugas. Kalau dulu hanya sekadar untuk mengantar surat. Pada masa al-Manshur, jawatan pos ditugaskan untuk menghimpun seluruh informasi di daerah-daerah sehingga administrasi kenegaraan dapat berjalan lancar. Para direktur jawatan pos bertugas melaporkan tingkah laku gubernur setempat kepada khalifah.&lt;br /&gt;
Khalifah al-Manshur berusaha menaklukkan kembali daerah-daerah yang sebelumnya membebaskan diri dari pemerintah pusat, dan memantapkan keamanan di daerah perbatasan. Di antara usaha-usaha tersebut adalah merebut benteng-benteng di Asia, kota Malatia, wilayah Coppadocia dan Cicilia pada tahun 756-758 M. Ke utara bala tentaranya melintasi pegunungan Taurus dan mendekati selat Bosphorus. Di pihak lain, dia berdamai dengan kaisar Constantine V dan selama gencatan senjata 758-765 M, Bizantium membayar upeti tahunan&lt;br /&gt;
Dengan demikian, konsep khilafah dalam pandangannya dan berlanjut ke generasi sesudahnya merupakan mandat dari Allah, bukan dari manusia, bukan pula sekadar pelanjut Nabi sebagaimana pada masa al- Khulafa' al-Rasyiduun. Di samping itu, berbeda dari daulat Bani Umayyah, khalifah-khalifah Abbasiyah memakai "gelar takhta", seperti al-Manshur, dan belakangan gelar takhta ini lebih populer daripada nama yang sebenarnya.&lt;br /&gt;
Kalau dasar-dasar pemerintahan daulah Abbasiyah diletakkan dan dibangun oleh Abu al-Abbas as-Saffah dan al-Manshur, maka puncak keemasan dari dinasti ini berada pada tujuh khalifah sesudahnya, yaitu al-Mahdi (775-785 M), al-Hadi (775- 786 M), Harun Ar-Rasyid (786-809 M), al-Ma'mun (813-833 M), al-Mu'tashim (833-842 M), al-Watsiq (842-847 M), dan al-Mutawakkil (847-861 M).&lt;br /&gt;
Pada masa al-Mahdi perekonomian mulai meningkat dengan peningkatan di sektor pertanian melalui irigasi dan peningkatan hasil pertambangan seperti perak, emas, tembaga dan besi. Terkecuali itu dagang transit antara Timur dan Barat juga banyak membawa kekayaan. Bashrah menjadi pelabuhan yang penting.&lt;br /&gt;
Popularitas daulah Abbasiyah mencapai puncaknya pada zaman khalifah Harun Ar-Rasyid Rahimahullah (786-809 M) dan puteranya al-Ma'mun (813-833 M). Kekayaan negara banyak dimanfaatkan Harun al-Rasyid untuk keperluan sosial, dan mendirikan rumah sakit, lembaga pendidikan dokter, dan farmasi. Pada masanya sudah terdapat paling tidak sekitar 800 orang dokter. Di samping itu, pemandian-pemandian umum juga dibangun. Kesejahteraan, sosial, kesehatan, pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan serta kesusasteraan berada pada zaman keemasannya. Pada masa inilah negara Islam menempatkan dirinya sebagai negara terkuat dan tak tertandingi.&lt;br /&gt;
Al-Ma'mun, pengganti Harun Ar-Rasyid, dikenal sebagai khalifah yang sangat cinta kepada ilmu filsafat. Pada masa pemerintahannya, penerjemahan buku-buku asing digalakkan. Untuk menerjemahkan buku-buku Yunani, ia menggaji penerjemah-penerjemah dari golongan Kristen dan penganut agama lain yang ahli (wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah). Ia juga banyak mendirikan sekolah, salah satu karya besarnya yang terpenting adalah pembangunan Baitul Hikmah, pusat penerjemahan yang berfungsi sebagai perguruan tinggi dengan perpustakaan yang besar. Pada masa Al-Ma'mun inilah Baghdad mulai menjadi pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Al-Mu'tasim, khalifah berikutnya (833-842 M), memberi peluang besar kepada orang-orang Turki untuk masuk dalam pemerintahan, keterlibatan mereka dimulai sebagai tentara pengawal. Tidak seperti pada masa Daulah Umayyah, dinasti Abbasiyah mengadakan perubahan sistem ketentaraan. Praktek orang-orang muslim mengikuti perang sudah terhenti. Tentara dibina secara khusus menjadi prajurit-prajurit profesional. Dengan demikian, kekuatan militer dinasti Bani Abbas menjadi sangat kuat. Walaupun demikian, dalam periode ini banyak tantangan dan gerakan politik yang mengganggu stabilitas, baik dari kalangan Bani Abbas sendiri maupun dari luar. Gerakan-gerakan itu seperti gerakan sisa-sisa Bani Umayyah dan kalangan intern Bani Abbas, revolusi al-Khawarij di Afrika Utara, gerakan Zindiq di Persia, gerakan Syi'ah, dan konflik antarbangsa dan aliran pemikiran keagamaan, semuanya dapat dipadamkan.&lt;br /&gt;
Dari gambaran di atas Bani Abbasiyah pada periode pertama lebih menekankan pembinaan peradaban dan kebudayaan Islam daripada perluasan wilayah. Inilah perbedaan pokok antara Bani Abbas dan Bani Umayyah. Di samping itu, ada pula ciri-ciri menonjol dinasti Bani Abbas yang tak terdapat pada zaman Bani Umayyah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
    Dengan berpindahnya ibu kota ke Baghdad, pemerintahan Bani Abbas menjadi jauh dari pengaruh Arab Islam. Sedangkan dinasti Bani Umayyah sangat berorientasi kepada Arab Islam. Dalam periode pertama dan ketiga pemerintahan Abbasiyah, pengaruh kebudayaan Persia sangat kuat, dan pada periode kedua dan keempat bangsa Turki sangat dominan dalam politik dan pemerintahan dinasti ini.&lt;br /&gt;
    Dalam penyelenggaraan negara, pada masa Bani Abbas ada jabatan wazir, yang membawahi kepala-kepala departemen. Jabatan ini tidak ada di dalam pemerintahan Bani Umayyah.&lt;br /&gt;
    Ketentaraan profesional baru terbentuk pada masa pemerintahan Bani Abbas. Sebelumnya, belum ada tentara khusus yang profesional.&lt;br /&gt;
Sebagaimana diuraikan di atas, puncak perkembangan kebudayaan dan pemikiran Islam terjadi pada masa pemerintahan Bani Abbas. Akan tetapi, tidak berarti seluruhnya berawal dari kreativitas penguasa Bani Abbas sendiri. Sebagian di antaranya sudah dimulai sejak awal kebangkitan Islam. Dalam bidang pendidikan, misalnya, di awal Islam, lembaga pendidikan sudah mulai berkembang. Ketika itu, lembaga pendidikan terdiri dari dua tingkat:&lt;br /&gt;
   Maktab/Kuttab dan masjid, yaitu lembaga pendidikan terendah, tempat anak-anak mengenal dasar-dasar bacaan, hitungan dan tulisan; dan tempat para remaja belajar dasar-dasar ilmu agama, seperti tafsir, hadits, fiqh dan bahasa.&lt;br /&gt;
    Tingkat pendalaman, dimana para pelajar yang ingin memperdalam ilmunya, pergi keluar daerah menuntut ilmu kepada seorang atau beberapa orang ahli dalam bidangnya masing-masing. Pada umumnya, ilmu yang dituntut adalah ilmu-ilmu agama. Pengajarannya berlangsung di masjid-masjid atau di rumah-rumah ulama bersangkutan. Bagi anak penguasa pendidikan bisa berlangsung di istana atau di rumah penguasa tersebut dengan memanggil ulama ahli ke sana.&lt;br /&gt;
Lembaga-lembaga ini kemudian berkembang pada masa pemerintahan Bani Abbas, dengan berdirinya perpustakaan dan akademi. Perpustakaan pada masa itu lebih merupakan sebuah universitas, karena di samping terdapat kitab-kitab, di sana orang juga dapat membaca, menulis, dan berdiskusi. Perkembangan lembaga pendidikan itu mencerminkan terjadinya perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan. Hal ini sangat ditentukan oleh perkembangan bahasa Arab, baik sebagai bahasa administrasi yang sudah berlaku sejak zaman Bani Umayyah, maupun sebagai bahasa ilmu pengetahuan. Di samping itu, kemajuan itu paling tidak, juga ditentukan oleh dua hal, yaitu:&lt;br /&gt;
    Terjadinya asimilasi antara bangsa Arab dengan bangsa-bangsa lain yang lebih dahulu mengalami perkembangan dalam bidang ilmu pengetahuan. Pada masa pemerintahan Bani Abbas, bangsa-bangsa non-Arab banyak yang masuk Islam. Asimilasi berlangsung secara efektif dan bernilai guna. Bangsa-bangsa itu memberi saham tertentu dalam perkembangan ilmu pengetahuan dalam Islam. Pengaruh Persia, sebagaimana sudah disebutkan, sangat kuat di bidang pemerintahan. Di samping itu, bangsa Persia banyak berjasa dalam perkembangan ilmu, filsafat, dan sastra. Pengaruh India terlihat dalam bidang kedokteran, ilmu matematika dan astronomi. Sedangkan pengaruh Yunani masuk melalui terjemahan-terjemahan dalam banyak bidang ilmu, terutama filsafat.&lt;br /&gt;
    Gerakan terjemahan yang berlangsung dalam tiga fase. Fase pertama, pada masa khalifah al-Manshur hingga Harun Ar-Rasyid. Pada fase ini yang banyak diterjemahkan adalah karya-karya dalam bidang astronomi dan manthiq. Fase kedua berlangsung mulai masa khalifah al-Ma'mun hingga tahun 300 H. Buku-buku yang banyak diterjemahkan adalah dalam bidang filsafat dan kedokteran. Fase ketiga berlangsung setelah tahun 300 H, terutama setelah adanya pembuatan kertas. Bidang-bidang ilmu yang diterjemahkan semakin meluas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengaruh dari kebudayaan bangsa yang sudah maju tersebut, terutama melalui gerakan terjemahan, bukan saja membawa kemajuan di bidang ilmu pengetahuan umum, tetapi juga ilmu pengetahuan agama. Dalam bidang tafsir, sejak awal sudah dikenal dua metode, penafsiran pertama, tafsir bi al-ma'tsur, yaitu interpretasi tradisional dengan mengambil interpretasi dari Nabi dan para sahabat. Kedua, tafsir bi al-ra'yi, yaitu metode rasional yang lebih banyak bertumpu kepada pendapat dan pikiran daripada hadits dan pendapat sahabat. Kedua metode ini memang berkembang pada masa pemerintahan Bani Abbas. Akan tetapi jelas sekali bahwa tafsir dengan metode bi al-ra'yi, (tafsir rasional), sangat dipengaruhi oleh perkembangan pemikiran filsafat dan ilmu pengetahuan. Hal yang sama juga terlihat dalam ilmu fiqh dan terutama dalam ilmu teologi. Perkembangan logika di kalangan umat Islam sangat memengaruhi perkembangan dua bidang ilmu tersebut.&lt;br /&gt;
Imam-imam madzhab hukum yang empat hidup pada masa pemerintahan Abbasiyah pertama. Imam Abu Hanifah Rahimahullah (700-767 M) dalam pendapat-pendapat hukumnya dipengaruhi oleh perkembangan yang terjadi di Kufah, kota yang berada di tengah-tengah kebudayaan Persia yang hidup kemasyarakatannya telah mencapai tingkat kemajuan yang lebih tinggi. Karena itu, mazhab ini lebih banyak menggunakan pemikiran rasional daripada hadits. Muridnya dan sekaligus pelanjutnya, Abu Yusuf, menjadi Qadhi al-Qudhat pada zaman Harun Ar-Rasyid. Berbeda dengan Imam Abu Hanifah, Imam Malik Rahimahullah (713-795 M) banyak menggunakan hadits dan tradisi masyarakat Madinah. Pendapat dua tokoh mazhab hukum itu ditengahi oleh Imam Syafi'i Rahimahullah (767-820 M), dan Imam Ahmad ibn Hanbal Rahimahullah (780-855 M) yang mengembalikan sistem madzhab dan pendapat akal semata kepada hadits Nabi serta memerintahkan para muridnya untuk berpegang kepada hadits Nabi serta pemahaman para sahabat Nabi. Hal ini mereka lakukan untuk menjaga dan memurnikan ajaran Islam dari kebudayaan serta adat istiadat orang-orang non-Arab. Di samping empat pendiri madzhab besar tersebut, pada masa pemerintahan Bani Abbas banyak para mujtahid lain yang mengeluarkan pendapatnya secara bebas dan mendirikan madzhab-nya pula. Akan tetapi, karena pengikutnya tidak berkembang, pemikiran dan mazhab itu hilang bersama berlalunya zaman.&lt;br /&gt;
Aliran-aliran sesat yang sudah ada pada masa Bani Umayyah, seperti Khawarij, Murji'ah dan Mu'tazilah pun ada. Akan tetapi perkembangan pemikirannya masih terbatas. Teologi rasional Mu'tazilah muncul di ujung pemerintahan Bani Umayyah. Namun, pemikiran-pemikirannya yang lebih kompleks dan sempurna baru mereka rumuskan pada masa pemerintahan Bani Abbas periode pertama, setelah terjadi kontak dengan pemikiran Yunani yang membawa pemikiran filsafat dan rasionalisme dalam Islam. Tokoh perumus pemikiran Mu'tazilah yang terbesar adalah Abu al-Huzail al-Allaf (135-235 H/752-849M) dan al-Nazzam (185-221 H/801-835M). Asy'ariyah, aliran tradisional di bidang teologi yang dicetuskan oleh Abu al-Hasan al-Asy'ari (873-935 M) yang lahir pada masa Bani Abbas ini juga banyak sekali terpengaruh oleh logika Yunani. Ini terjadi, karena Al-Asy'ari sebelumnya adalah pengikut Mu'tazilah. Hal yang sama berlaku pula dalam bidang sastra. Penulisan hadits, juga berkembang pesat pada masa Bani Abbas. Hal itu mungkin terutama disebabkan oleh tersedianya fasilitas dan transportasi, sehingga memudahkan para pencari dan penulis hadits bekerja.&lt;br /&gt;
Pengaruh gerakan terjemahan terlihat dalam perkembangan ilmu pengetahuan umum, terutama di bidang astronomi, kedokteran, filsafat, kimia dan sejarah. Dalam lapangan astronomi terkenal nama al-Fazari sebagai astronom Islam yang pertama kali menyusun astrolobe. Al-Farghani, yang dikenal di Eropa dengan nama Al-Faragnus, menulis ringkasan ilmu astronomi yang diterjemahkan ke dalam bahasa Latin oleh Gerard Cremona dan Johannes Hispalensis. Dalam lapangan kedokteran dikenal nama ar-Razi dan Ibnu Sina. Ar-Razi adalah tokoh pertama yang membedakan antara penyakit cacar dengan measles. Dia juga orang pertama yang menyusun buku mengenai kedokteran anak. Sesudahnya, ilmu kedokteraan berada di tangan Ibn Sina. Ibnu Sina yang juga seorang filosof berhasil menemukan sistem peredaran darah pada manusia. Di antara karyanya adalah al-Qoonuun fi al-Thibb yang merupakan ensiklopedi kedokteran paling besar dalam sejarah.&lt;br /&gt;
Dalam bidang optikal Abu Ali al-Hasan ibn al-Haitsami, yang di Eropa dikenal dengan nama Alhazen, terkenal sebagai orang yang menentang pendapat bahwa mata mengirim cahaya ke benda yang dilihat. Menurut teorinya yang kemudian terbukti kebenarannya bendalah yang mengirim cahaya ke mata. Di bidang kimia, terkenal nama Jabir ibn Hayyan. Dia berpendapat bahwa logam seperti timah, besi dan tembaga dapat diubah menjadi emas atau perak dengan mencampurkan suatu zat tertentu. Di bidang matematika terkenal nama Muhammad ibn Musa al-Khawarizmi, yang juga mahir dalam bidang astronomi. Dialah yang menciptakan ilmu aljabar. Kata aljabar berasal dari judul bukunya, al-Jabr wa al-Muqoibalah. Dalam bidang sejarah terkenal nama al-Mas'udi. Dia juga ahli dalam ilmu geografi. Di antara karyanya adalah Muuruj al-Zahab wa Ma'aadzin al-Jawahir.&lt;br /&gt;
Tokoh-tokoh terkenal dalam bidang filsafat, antara lain al-Farabi, Ibnu Sina, dan Ibnu Rusyd. Al-Farabi banyak menulis buku tentang filsafat, logika, jiwa, kenegaraan, etika dan interpretasi terhadap filsafat Aristoteles. Ibn Sina juga banyak mengarang buku tentang filsafat, yang terkenal di antaranya ialah asy-Syifa'. Ibnu Rusyd yang di Barat lebih dikenal dengan nama Averroes, banyak berpengaruh di Barat dalam bidang filsafat, sehingga di sana terdapat aliran yang disebut dengan Averroisme. Pada masa kekhalifahan ini, dunia Islam mengalami peningkatan besar-besaran di bidang ilmu pengetahuan. Salah satu inovasi besar pada masa ini adalah diterjemahkannya karya-karya di bidang pengetahuan, sastra, dan filosofi dari Yunani, Persia, dan Hindustan.&lt;br /&gt;
Banyak golongan pemikir lahir zaman ini, banyak di antara mereka bukan Islam dan bukan Arab Muslim. Mereka ini memainkan peranan yang penting dalam menterjemahkan dan mengembangkan karya Kesusasteraan Yunani dan Hindu, dan ilmu zaman pra-Islam kepada masyarakat Kristen Eropa. Sumbangan mereka ini menyebabkan seorang ahli filsafat Yunani yaitu Aristoteles terkenal di Eropa. Tambahan pula, pada zaman ini menyaksikan penemuan ilmu geografi, matematika, dan astronomi seperti Euclid dan Claudius Ptolemy. Ilmu-ilmu ini kemudiannya diperbaiki lagi oleh beberapa tokoh Islam seperti Al-Biruni dan sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikianlah kemajuan politik dan kebudayaan yang pernah dicapai oleh pemerintahan Islam pada masa klasik, kemajuan yang tidak ada tandingannya di kala itu. Pada masa ini, kemajuan politik berjalan seiring dengan kemajuan peradaban dan kebudayaan, sehingga Islam mencapai masa keemasan, kejayaan dan kegemilangan. Masa keemasan ini mencapai puncaknya terutama pada masa kekuasaan Bani Abbas periode pertama, namun setelah periode ini berakhir, peradaban Islam juga mengalami masa kemunduran. Wallahul Musta’an.&lt;br /&gt;
Pengaruh Mamluk&lt;br /&gt;
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Mamluk&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekhalifahan Abbasiyah adalah yang pertama kali mengorganisasikan penggunaan tentara-tentara budak yang disebut Mamluk pada abad ke-9. Dibentuk oleh Al-Ma'mun, tentara-tentara budak ini didominasi oleh bangsa Turki tetapi juga banyak diisi oleh bangsa Berber dari Afrika Utara dan Slav dari Eropa Timur. Ini adalah suatu inovasi sebab sebelumnya yang digunakan adalah tentara bayaran dari Turki.&lt;br /&gt;
Bagaimanapun tentara Mamluk membantu sekaligus menyulitkan kekhalifahan Abbasiyah. karena berbagai kondisi yang ada di umat muslim saat itu pada akhirnya kekhalifahan ini hanya menjadi simbol dan bahkan tentara Mamluk ini, yang kemudian dikenal dengan Bani Mamalik berhasil berkuasa, yang pada mulanya mengambil inisiatif merebut kekuasaan kerajaan Ayyubiyyah yang pada masa itu merupakan kepanjangan tangan dari khilafah Bani Abbas, hal ini disebabkan karena para penguasa Ayyubiyyah waktu itu kurang tegas dalam memimpin kerajaan. Bani Mamalik ini mendirikan kesultanan sendiri di Mesir dan memindahkan ibu kota dari Baghdad ke Cairo setelah berbagai serangan dari tentara tartar dan kehancuran Baghdad sendiri setelah serangan Mongol di bawah pimpinan Hulagu Khan. Walaupun berkuasa Bani Mamalik tetap menyatakan diri berada di bawah kekuasaan (simbolik) kekhalifahan, dimana khalifah Abbasiyyah tetap sebagai kepala negara.&lt;br /&gt;
Pengaruh Bani Buwaih&lt;br /&gt;
Faktor lain yang menyebabkan peran politik Bani Abbas menurun adalah perebutan kekuasaan di pusat pemerintahan, dengan membiarkan jabatan tetap dipegang bani Abbas, karena khalifah sudah dianggap sebagai jabatan keagamaan yang sakral dan tidak bisa diganggu gugat lagi, sedangkan kekusaan dapat didirikan di pusat maupun daerah yang jauh dari pusat pemerintahan dalam bentuk dinasti-dinasti kecil yang merdeka. Di antara faktor lain yang menyebabkan peran politik Bani Abbas menurun adalah perebutan kekuasaan di pusat pemerintahan. Hal ini sebenarnya juga terjadi pada pemerintahan-pemerintahan Islam sebelumnya. Tetapi, apa yang terjadi pada pemerintahan Abbasiyah berbeda dengan yang terjadi sebelumnya.&lt;br /&gt;
Pada masa pemerintahan Bani Abbas, perebutan kekuasaan sering terjadi, terutama di awal berdirinya. Akan tetapi, pada masa-masa berikutnya, seperti terlihat pada periode kedua dan seterusnya, meskipun khalifah tidak berdaya, tidak ada usaha untuk merebut jabatan khilafah dari tangan Bani Abbas. Yang ada hanyalah usaha merebut kekuasaannya dengan membiarkan jabatan khalifah tetap dipegang Bani Abbas. Hal ini terjadi karena khalifah sudah dianggap sebagai jabatan keagamaan yang sakral dan tidak bisa diganggu gugat lagi. Sedangkan kekuasaan dapat didirikan di pusat maupun di daerah yang jauh dari pusat pemerintahan dalam bentuk dinasti-dinasti kecil yang merdeka. Tentara Turki berhasil merebut kekuasaan tersebut. Di tangan mereka khalifah bagaikan boneka yang tak bisa berbuat apa-apa. Bahkan merekalah yang memilih dan menjatuhkan khalifah sesuai dengan keinginan politik mereka. Setelah kekuasaan berada di tangan orang-orang Turki pada periode kedua, pada periode ketiga (334-447 H/l055 M), daulah Abbasiyah berada di bawah pengaruh kekuasaan Bani Buwaih yang berpaham Syi'ah.&lt;br /&gt;
Pengaruh Bani Seljuk&lt;br /&gt;
Setelah jatuhnya kekuasaan Bani Buwaih ke tangan Bani Seljuk atau Salajiqah Al-Kubro (Seljuk Agung), posisi dan kedudukan khalifah Abbasiyah sedikit lebih baik, paling tidak kewibawaannya dalam bidang agama dikembalikan bahkan mereka terus menjaga keutuhan dan keamanan untuk membendung faham Syi'ah dan mengembangkan manhaj Sunni yang dianut oleh mereka.&lt;br /&gt;
Kemunduran&lt;br /&gt;
Faktor-faktor penting yang menyebabkan kemunduran Bani Abbas pada masa ini, sehingga banyak daerah memerdekakan diri, adalah:&lt;br /&gt;
1. Luasnya wilayah kekuasaan daulah Abbasiyyah sementara komunikasi pusat dengan daerah sulit dilakukan. Bersamaan dengan itu, tingkat saling percaya di kalangan para penguasa dan pelaksana pemerintahan sangat rendah.&lt;br /&gt;
2. Dengan profesionalisasi angkatan bersenjata, ketergantungan khalifah kepada mereka sangat tinggi.&lt;br /&gt;
3. Keuangan negara sangat sulit karena biaya yang dikeluarkan untuk tentara bayaran sangat besar. Pada saat kekuatan militer menurun, khalifah tidak sanggup memaksa pengiriman pajak ke Baghdad.&lt;br /&gt;
Masa Disintegrasi (1000-1250 M)&lt;br /&gt;
Akibat dari kebijaksanaan yang lebih menekankan pembinaan peradaban dan kebudayaan Islam dari pada persoalan politik itu, provinsi-provinsi tertentu di pinggiran mulai lepas dari genggaman penguasa Bani Abbas, dengan berbagai cara di antaranya pemberontakan yang dilakukan oleh pemimpin lokal dan mereka berhasil memperoleh kemerdekaan penuh.&lt;br /&gt;
Disintegrasi dalam bidang politik sebenarnya sudah mulai terjadi di akhir zaman Bani Umayyah. Akan tetapi berbicara tentang politik Islam dalam lintasan sejarah, akan terlihat perbedaan antara pemerintahan Bani Umayyah dengan pemerintahan Bani Abbas. Wilayah kekuasaan Bani Umayyah, mulai dari awal berdirinya sampai masa keruntuhannya, sejajar dengan batas-batas wilayah kekuasaan Islam. Hal ini tidak seluruhnya benar untuk diterapkan pada pemerintahan Bani Abbas. Kekuasaan dinasti ini tidak pernah diakui di Spanyol dan seluruh Afrika Utara, kecuali Mesir yang bersifat sebentar-sebentar dan kebanyakan bersifat nominal. Bahkan dalam kenyataannya, banyak daerah tidak dikuasai khalifah. Secara riil, daerah-daerah itu berada di bawah kekuasaan gubernur-gubernur provinsi bersangkutan. Hubungannya dengan khilafah ditandai dengan pembayaran pajak.&lt;br /&gt;
Ada kemungkinan bahwa para khalifah Abbasiyah sudah cukup puas dengan pengakuan nominal dari provinsi-provinsi tertentu, dengan pembayaran upeti itu. Alasannya adalah:&lt;br /&gt;
1. Mungkin para khalifah tidak cukup kuat untuk membuat mereka tunduk kepadanya,&lt;br /&gt;
2. Penguasa Bani Abbas lebih menitik beratkan pembinaan peradaban dan kebudayaan daripada politik dan ekspansi.&lt;br /&gt;
Akibat dari kebijaksanaan yang lebih menekankan pembinaan peradaban dan kebudayaan Islam daripada persoalan politik itu, provinsi-provinsi tertentu di pinggiran mulai lepas dari genggaman penguasa Bani Abbas. Ini bisa terjadi dalam salah satu dari dua cara:&lt;br /&gt;
1. Seorang pemimpin lokal memimpin suatu pemberontakan dan berhasil memperoleh kemerdekaan penuh, seperti daulah Bani Umayyah di Spanyol dan Bani Idrisiyyah di Marokko.&lt;br /&gt;
2. Seseorang yang ditunjuk menjadi gubernur oleh khalifah, kedudukannya semakin bertambah kuat, seperti daulah Aghlabiyah di Tunisia dan Thahiriyyah di Khurasan.&lt;br /&gt;
Kecuali Bani Umayyah di Spanyol dan Bani Idrisiyyah di Marokko, provinsi-provinsi itu pada mulanya tetap patuh membayar upeti selama mereka menyaksikan Baghdad stabil dan khalifah mampu mengatasi pergolakan-pergolakan yang muncul. Namun pada saat wibawa khalifah sudah memudar mereka melepaskan diri dari kekuasaan Baghdad. Mereka bukan saja menggerogoti kekuasaan khalifah, tetapi beberapa di antaranya bahkan berusaha menguasai khalifah itu sendiri.&lt;br /&gt;
Menurut Ibnu Khaldun, sebenarnya keruntuhan kekuasaan Bani Abbas mulai terlihat sejak awal abad kesembilan. Fenomena ini mungkin bersamaan dengan datangnya pemimpin-pemimpin yang memiliki kekuatan militer di provinsi-provinsi tertentu yang membuat mereka benar-benar independen. Kekuatan militer Abbasiyah waktu itu mulai mengalami kemunduran. Sebagai gantinya, para penguasa Abbasiyah mempekerjakan orang-orang profesional di bidang kemiliteran, khususnya tentara Turki dengan sistem perbudakan baru seperti diuraikan di atas. Pengangkatan anggota militer Turki ini, dalam perkembangan selanjutnya teryata menjadi ancaman besar terhadap kekuasaan khalifah. Apalagi pada periode pertama pemerintahan dinasti Abbasiyah, sudah muncul fanatisme kebangsaan berupa gerakan syu'u arabiyah (kebangsaan/anti Arab).&lt;br /&gt;
Gerakan inilah yang banyak memberikan inspirasi terhadap gerakan politik, di samping persoalan-persoalan keagamaan. Nampaknya, para khalifah tidak sadar akan bahaya politik dari fanatisme kebangsaan dan aliran keagamaan itu, sehingga meskipun dirasakan dalam hampir semua segi kehidupan, seperti dalam kesusasteraan dan karya-karya ilmiah, mereka tidak bersungguh-sungguh menghapuskan fanatisme tersebut, bahkan ada di antara mereka yang justru melibatkan diri dalam konflik kebangsaan dan keagamaan itu.&lt;br /&gt;
Masa disintegrasi ini terjadi setelah pemerintahan periode pertama Bani Abbasiyah mencapai masa keemasannya, pada masa berikutnya pemerintahan dinasti ini mulai menurun, terutama di bidang politik. Dimana salah satu sebabnya adalah kecenderungan penguasa untuk hidup mewah dan kelemahan khalifah dalam memimpin roda pemerintahan.&lt;br /&gt;
Berakhirnya kekuasaan Dinasti Seljuk atas Baghdad atau khilafah Abbasiyah merupakan awal dari periode kelima. Pada periode ini, khalifah Abbasiyah tidak lagi berada di bawah kekuasaan suatu dinasti tertentu, walaupun banyak sekali dinasti Islam berdiri. Ada di antaranya yang cukup besar, namun yang terbanyak adalah dinasti kecil. Para khalifah Abbasiyah, sudah merdeka dan berkuasa kembali, tetapi hanya di Baghdad dan sekitarnya. Wilayah kekuasaan khalifah yang sempit ini menunjukkan kelemahan politiknya. Pada masa inilah tentara Mongol dan Tartar menyerang Baghdad. Baghdad dapat direbut dan dihancur luluhkan tanpa perlawanan yang berarti. Kehancuran Baghdad akibat serangan tentara Mongol ini awal babak baru dalam sejarah Islam, yang disebut masa pertengahan.&lt;br /&gt;
Sebagaimana terlihat dalam periodisasi khilafah Abbasiyah, masa kemunduran dimulai sejak periode kedua. Namun, faktor-faktor penyebab kemunduran itu tidak datang secara tiba-tiba. Benih-benihnya sudah terlihat pada periode pertama, hanya karena khalifah pada periode ini sangat kuat, benih-benih itu tidak sempat berkembang. Dalam sejarah kekuasaan Bani Abbas terlihat bahwa apabila khalifah kuat, para menteri cenderung berperan sebagai kepala pegawai sipil, tetapi jika khalifah lemah, mereka akan berkuasa mengatur roda pemerintahan. Di samping kelemahan khalifah, banyak faktor lain yang menyebabkan khilafah Abbasiyah menjadi mundur, masing-masing faktor tersebut saling berkaitan satu sama lain. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;
Persaingan antar Bangsa&lt;br /&gt;
Khilafah Abbasiyah didirikan oleh Bani Abbas yang bersekutu dengan orang-orang Persia. Persekutuan dilatar belakangi oleh persamaan nasib kedua golongan itu pada masa Bani Umayyah berkuasa. Keduanya sama-sama tertindas. Setelah khilafah Abbasiyah berdiri, dinasti Bani Abbas tetap mempertahankan persekutuan itu. Menurut Ibnu Khaldun, ada dua sebab dinasti Bani Abbas memilih orang-orang Persia daripada orang-orang Arab.&lt;br /&gt;
1. Sulit bagi orang-orang Arab untuk melupakan Bani Umayyah. Pada masa itu mereka merupakan warga kelas satu.&lt;br /&gt;
2. Orang-orang Arab sendiri terpecah belah dengan adanya ashabiyah (kesukuan). Dengan demikian, khilafah Abbasiyah tidak ditegakkan di atas ashabiyah tradisional.&lt;br /&gt;
Meskipun demikian, orang-orang Persia tidak merasa puas. Mereka menginginkan sebuah dinasti dengan raja dan pegawai dari Persia pula. Sementara itu bangsa Arab beranggapan bahwa darah yang mengalir di tubuh mereka adalah darah (ras) istimewa dan mereka menganggap rendah bangsa non-Arab ('ajam).&lt;br /&gt;
Selain itu, wilayah kekuasaan Abbasiyah pada periode pertama sangat luas, meliputi berbagai bangsa yang berbeda, seperti Maroko, Mesir, Syria, Irak, Persia, Turki, dan India. Mereka disatukan dengan bangsa Semit. Kecuali Islam, pada waktu itu tidak ada kesadaran yang merajut elemen-elemen yang bermacam-macam tersebut dengan kuat. Akibatnya, di samping fanatisme kearaban, muncul juga fanatisme bangsa-bangsa lain yang melahirkan gerakan syu'ubiyah.&lt;br /&gt;
Fanatisme kebangsaan ini nampaknya dibiarkan berkembang oleh penguasa. Sementara itu, para khalifah menjalankan sistem perbudakan baru. Budak-budak bangsa Persia atau Turki dijadikan pegawai dan tentara. Mereka diberi nasab dinasti dan mendapat gaji. Oleh Bani Abbas, mereka dianggap sebagai hamba. Sistem perbudakan ini telah mempertinggi pengaruh bangsa Persia dan Turki. Karena jumlah dan kekuatan mereka yang besar, mereka merasa bahwa negara adalah milik mereka; mereka mempunyai kekuasaan atas rakyat berdasarkan kekuasaan khalifah. Kecenderungan masing-masing bangsa untuk mendominasi kekuasaan sudah dirasakan sejak awal khalifah Abbasiyah berdiri. Akan tetapi, karena para khalifah adalah orang-orang kuat yang mampu menjaga keseimbangan kekuatan, stabilitas politik dapat terjaga. Setelah al-Mutawakkil, seorang khalifah yang lemah, naik takhta, dominasi tentara Turki tak terbendung lagi. Sejak itu kekuasaan Bani Abbas sebenarnya sudah berakhir. Kekuasaan berada di tangan orang-orang Turki. Posisi ini kemudian direbut oleh Bani Buwaih, bangsa Persia, pada periode ketiga, dan selanjutnya beralih kepada Dinasti Seljuk pada periode keempat, sebagaimana diuraikan terdahulu.&lt;br /&gt;
Munculnya dinasti-dinasti yang lahir dan ada yang melepaskan diri dari kekuasaan Baghdad pada masa khilafah Abbasiyah, di antaranya adalah:&lt;br /&gt;
Yang berbangsa Persia:&lt;br /&gt;
1. Bani Thahiriyyah di Khurasan, (205-259 H/820-872 M).&lt;br /&gt;
2. Bani Shafariyah di Fars, (254-290 H/868-901 M).&lt;br /&gt;
3. Bani Samaniyah di Transoxania, (261-389 H/873-998 M).&lt;br /&gt;
4. Bani Sajiyyah di Azerbaijan, (266-318 H/878-930 M).&lt;br /&gt;
5. Bani Buwaih, bahkan menguasai Baghdad, (320-447 H/ 932-1055 M).&lt;br /&gt;
Yang berbangsa Turki:&lt;br /&gt;
1. Thuluniyah di Mesir, (254-292 H/837-903 M).&lt;br /&gt;
2. Ikhsyidiyah di Turkistan, (320-560 H/932-1163 M).&lt;br /&gt;
3. Ghaznawiyah di Afganistan, (351-585 H/962-1189 M).&lt;br /&gt;
4. Bani Seljuk/Salajiqah dan cabang-cabangnya:&lt;br /&gt;
a. Seljuk besar, atau Seljuk Agung, didirikan oleh Rukn al-Din Abu Thalib Tuqhril Bek ibn Mikail ibn Seljuk ibn Tuqaq. Seljuk ini menguasai Baghdad dan memerintah selama sekitar 93 tahun (429-522H/1037-1127 M). Dan Sulthan Alib Arselan Rahimahullah memenangkan Perang Salib ke I atas kaisar Romanus IV dan berhasil menawannya.&lt;br /&gt;
b. Seljuk Kinnan di Kirman, (433-583 H/1040-1187 M).&lt;br /&gt;
c. Seljuk Syria atau Syam di Syria, (487-511 H/1094-1117 M).&lt;br /&gt;
d. Seljuk Irak di Irak dan Kurdistan, (511-590 H/1117-1194 M).&lt;br /&gt;
e. Seljuk Ruum atau Asia kecil di Asia tengah(Jazirah Anatolia), (470-700 H/1077-1299 M).&lt;br /&gt;
Yang berbangsa Kurdi:&lt;br /&gt;
1. al-Barzuqani, (348-406 H/959-1015 M).&lt;br /&gt;
2. Abu 'Ali, (380-489 H/990-1095 M).&lt;br /&gt;
3. al-Ayyubiyyah, (564-648 H/1167-1250 M), didirikan oleh Sulthan Shalahuddin al-ayyubi setelah keberhasilannya memenangkan Perang Salib periode ke III.&lt;br /&gt;
Yang berbangsa Arab:&lt;br /&gt;
1. Idrisiyyah di Maghrib, (172-375 H/788-985 M).&lt;br /&gt;
2. Aghlabiyyah di Tunisia (184-289 H/800-900 M).&lt;br /&gt;
3. Dulafiyah di Kurdistan, (210-285 H/825-898 M).&lt;br /&gt;
4. 'Alawiyah di Thabaristan, (250-316 H/864-928 M).&lt;br /&gt;
5. Hamdaniyah di Aleppo dan Maushil, (317-394 H/929- 1002 M).&lt;br /&gt;
6. Mazyadiyyah di Hillah, (403-545 H/1011-1150 M).&lt;br /&gt;
7. Ukailiyyah di Maushil, (386-489 H/996-1 095 M).&lt;br /&gt;
8. Mirdasiyyah di Aleppo, (414-472 H/1023-1079 M).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang mengaku dirinya sebagai khilafah:&lt;br /&gt;
1. Umayyah di Spanyol.&lt;br /&gt;
2. Fatimiyah di Mesir.&lt;br /&gt;
Dari latar belakang dinasti-dinasti itu, nampak jelas adanya persaingan antarbangsa, terutama antara Arab, Persia dan Turki. Di samping latar belakang kebangsaan, dinasti-dinasti itu juga dilatar belakangi paham keagamaan, ada yang berlatar belakang Syi'ah maupun Sunni.&lt;br /&gt;
Kemerosotan Ekonomi&lt;br /&gt;
Khilafah Abbasiyah juga mengalami kemunduran di bidang ekonomi bersamaan dengan kemunduran di bidang politik. Pada periode pertama, pemerintahan Bani Abbas merupakan pemerintahan yang kaya. Dana yang masuk lebih besar dari yang keluar, sehingga Baitul-Mal penuh dengan harta. Pertambahan dana yang besar diperoleh antara lain dari al-Kharaj, semacam pajak hasil bumi.&lt;br /&gt;
Setelah khilafah memasuki periode kemunduran, pendapatan negara menurun sementara pengeluaran meningkat lebih besar. Menurunnya pendapatan negara itu disebabkan oleh makin menyempitnya wilayah kekuasaan, banyaknya terjadi kerusuhan yang mengganggu perekonomian rakyat. diperingannya pajak dan banyaknya dinasti-dinasti kecil yang memerdekakan diri dan tidak lagi membayar upeti. Sedangkan pengeluaran membengkak antara lain disebabkan oleh kehidupan para khalifah dan pejabat semakin mewah. jenis pengeluaran makin beragam dan para pejabat melakukan korupsi. Kondisi politik yang tidak stabil menyebabkan perekonomian negara morat-marit. Sebaliknya, kondisi ekonomi yang buruk memperlemah kekuatan politik dinasti Abbasiyah kedua, faktor ini saling berkaitan dan tak terpisahkan.&lt;br /&gt;
Munculnya aliran-aliran sesat dan fanatisme kesukuan.&lt;br /&gt;
Fanatisme keagamaan berkaitan erat dengan persoalan kebangsaan. Karena cita-cita orang Persia tidak sepenuhnya tercapai, kekecewaan mendorong sebagian mereka mempropagandakan ajaran Manuisme, Zoroasterisme dan Mazdakisme. Munculnya gerakan yang dikenal dengan gerakan Zindiq ini menggoda rasa keimanan para khalifah. Al-Mansur berusaha keras memberantasnya, bahkan Al-Mahdi merasa perlu mendirikan jawatan khusus untuk mengawasi kegiatan orang-orang Zindiq dan melakukan mihnah dengan tujuan memberantas bid'ah. Akan tetapi, semua itu tidak menghentikan kegiatan mereka. Konflik antara kaum beriman dengan golongan Zindiq berlanjut mulai dari bentuk yang sangat sederhana seperti polemik tentang ajaran, sampai kepada konflik bersenjata yang menumpahkan darah di kedua belah pihak. Gerakan al-Afsyin dan Qaramithah adalah contoh konflik bersenjata itu.&lt;br /&gt;
Pada saat gerakan ini mulai tersudut, pendukungnya banyak berlindung di balik ajaran Syi'ah, sehingga banyak aliran Syi'ah yang dipandang ghulat (ekstrim) dan dianggap menyimpang oleh penganut Syi'ah sendiri. Aliran Syi'ah memang dikenal sebagai aliran politik dalam Islam yang berhadapan dengan paham Ahlussunnah. Antara keduanya sering terjadi konflik yang kadang-kadang juga melibatkan penguasa. Al-Mutawakkil, misalnya, memerintahkan agar makam Husein Ibn Ali di Karballa dihancurkan. Namun anaknya, al-Muntashir (861-862 M.), kembali memperkenankan orang Syi'ah "menziarahi" makam Husein tersebut. Syi'ah pernah berkuasa di dalam khilafah Abbasiyah melalui Bani Buwaih lebih dari seratus tahun. Dinasti Idrisiyah di Marokko dan khilafah Fathimiyah di Mesir adalah dua dinasti Syi'ah yang memerdekakan diri dari Baghdad yang Sunni.&lt;br /&gt;
Konflik yang dilatarbelakangi agama tidak terbatas pada konflik antara muslim dan zindiq atau Ahlussunnah dengan Syi'ah saja, tetapi juga antar aliran dalam Islam. Mu'tazilah yang cenderung rasional dituduh sebagai pembuat bid'ah oleh golongan salafy. Perselisihan antara dua golongan ini dipertajam oleh al-Ma'mun, khalifah ketujuh dinasti Abbasiyah (813-833 M), dengan menjadikan Mu'tazilah sebagai mazhab resmi negara dan melakukan mihnah. Pada masa al-Mutawakkil (847-861 M), aliran Mu'tazilah dibatalkan sebagai aliran negara dan golongan Sunni kembali naik daun. Tidak tolerannya pengikut Hanbali terhadap Mu'tazilah yang rasional dipandang oleh tokoh-tokoh ahli filsafat telah menyempitkan horizon intelektual padahal para salaf telah berusaha untuk mengembalikan ajaran Islam secara murni sesuai dengan yang dibawa oleh Rasulullah.&lt;br /&gt;
Aliran Mu'tazilah bangkit kembali pada masa Bani Buwaih. Namun pada masa Dinasti Seljuk yang menganut paham Sunni, penyingkiran golongan Mu'tazilah mulai dilakukan secara sistematis. Dengan didukung penguasa aliran Asy'ariyah tumbuh subur dan berjaya. Pikiran-pikiran al-Ghazali yang mendukung aliran ini menjadi ciri utama paham Ahlussunnah. Pemikiran-pemikiran tersebut mempunyai efek yang tidak menguntungkan bagi pengembangan kreativitas intelektual Islam konon sampai sekarang.&lt;br /&gt;
Berkenaan dengan konflik keagamaan itu, Syed Ameer Ali mengatakan:&lt;br /&gt;
“ Agama Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam seperti juga agama Isa ‘alaihis salaam, terkeping-keping oleh perpecahan dan perselisihan dari dalam. Perbedaan pendapat mengenai soal-soal abstrak yang tidak mungkin ada kepastiannya dalam suatu kehidupan yang mempunyai akhir, selalu menimbulkan kepahitan yang lebih besar dan permusuhan yang lebih sengit dari perbedaan-perbedaan mengenai hal-hal yang masih dalam lingkungan pengetahuan manusia. Soal kehendak bebas manusia... telah menyebabkan kekacauan yang rumit dalam Islam ...Pendapat bahwa rakyat dan kepala agama mustahil berbuat salah ... menjadi sebab binasanya jiwa-jiwa berharga ”&lt;br /&gt;
Ancaman dari Luar&lt;br /&gt;
Apa yang disebutkan di atas adalah faktor-faktor internal. Di samping itu, ada pula faktor-faktor eksternal yang menyebabkan khilafah Abbasiyah lemah dan akhirnya hancur.&lt;br /&gt;
1. Perang Salib yang berlangsung beberapa gelombang atau periode dan menelan banyak korban.&lt;br /&gt;
2. Serangan tentara Mongol ke wilayah kekuasaan Islam. Sebagaimana telah disebutkan, orang-orang Kristen Eropa terpanggil untuk ikut berperang setelah Paus Urbanus II (1088-1099 M) mengeluarkan fatwanya. Perang Salib itu juga membakar semangat perlawanan orang-orang Kristen yang berada di wilayah kekuasaan Islam. Namun, di antara komunitas-komunitas Kristen Timur, hanya Armenia dan Maronit Lebanon yang tertarik dengan Perang Salib dan melibatkan diri dalam tentara Salib. Pengaruh perang salib juga terlihat dalam penyerbuan tentara Mongol. Disebutkan bahwa Hulagu Khan, panglima tentara Mongol, sangat membenci Islam karena ia banyak dipengaruhi oleh orang-orang Budha dan Kristen Nestorian. Gereja-gereja Kristen berasosiasi dengan orang-orang Mongol yang anti Islam itu dan diperkeras di kantong-kantong ahlul-kitab. Tentara Mongol, setelah menghancur leburkan pusat-pusat Islam, ikut memperbaiki Yerusalem.&lt;br /&gt;
Kronologi Kekhalifahan Bani Abbasiyyah&lt;br /&gt;
• 750 - Abu al-Abbas al-Saffah menjadi Khalifah pertama Bani Abbasiyah.&lt;br /&gt;
• 752 - Bermulanya Kekhalifahan Bani Abbasiyah.&lt;br /&gt;
• 755 - Pemberontakan Abdullah bin Ali. Pembunuhan Abu Muslim.&lt;br /&gt;
• 756 - Abd ar-Rahman I mendirikan kerajaan Bani Umayyah di Spanyol.&lt;br /&gt;
• 763 - Pembangunan kota Bagdad. Kekalahan tentara Abbasiyyah di Spanyol.&lt;br /&gt;
• 786 - Harun ar-Rasyid menjadi Khalifah.&lt;br /&gt;
• 792 - Serangan ke utara Perancis.&lt;br /&gt;
• 800 - Kaidah keilmuan mulai terbentuk. Aljabar diciptakan oleh Al-Khawarizmi.&lt;br /&gt;
• 805 - Kampanye melawan Byzantium. Merebut Pulau Rhodes dan Siprus.&lt;br /&gt;
• 809 - wafatnya Harun ar-Rasyid. al-Amin dilantik menjadi khalifah.&lt;br /&gt;
• 814 - Perang saudara antara al-Amin dan al-Ma'mun. al-Amin terbunuh dan al-Ma'mun menjadi khalifah.&lt;br /&gt;
• 1000 - Masjid Besar Cordoba dibangun.&lt;br /&gt;
• 1005 - Multan dan Ghur ditawan.&lt;br /&gt;
• 1055 - Baghdad dikuasai oleh tentara Turki Seljuk. Pemerintahan Abbasiyah-Seljuk dimulai sampai sekitar tahun 1258 ketika tentara Mongol menghancurkan Baghdad.&lt;br /&gt;
• 1071 - Peristiwa Manzikert. Sulthan Alp Arselan beserta pasukannya yang hanya berjumlah 15.000 tentara berhasil mengalahkan gabungan tentara salib yang dipimpim oleh Kaisar Romanus IV yang berjumlah 200.000 tentara.&lt;br /&gt;
• 1072 - Sulthan Alp Arselan berhasil menguasai Asia Tengah (Anatolia). dan meneruskan kepungannya terhadap kerajaan Byzantium.&lt;br /&gt;
• 1085 - Tentara Kristen menawan Toledo, Spanyol.&lt;br /&gt;
• 1091 - Bangsa Norman merebut Sisilia, pemerintahan Muslim di sana berakhir.&lt;br /&gt;
• 1095 - Perang Salib pertama dimulai.&lt;br /&gt;
• 1099 - Tentara Salib merebut Baitulmuqaddis. Mereka membunuh semua penduduknya.&lt;br /&gt;
• 1144 - Nur al-Din merebut Edessa dari tentara Salib. Perang Salib Kedua dimulai.&lt;br /&gt;
• 1187 - Salahuddin Al-Ayubbi merebut Baitulmuqaddis dari tentara Salib. Perang Salib Ketiga dimulai.&lt;br /&gt;
• 1194 - Tentara Muslim merebut Delhi, India.&lt;br /&gt;
• 1236 - Tentara Salib merebut Cordoba, Spanyol.&lt;br /&gt;
• 1258 - Tentara Mongol menyerang dan memusnahkan Baghdad. Ribuan penduduk terbunuh. Kejatuhan Baghdad. Tamatnya pemerintahan Kerajaan Bani Abbasiyyah di Baghdad.&lt;br /&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>20 Sifat Wajib Bagi Allah</title><link>http://raja-ilmupengetahuan.blogspot.com/2017/07/20-sifat-wajib-bagi-allah.html</link><category>Agama</category><author>noreply@blogger.com (Mas Djoen)</author><pubDate>Tue, 4 Jul 2017 09:48:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1471705183535435531.post-5988465165330517808</guid><description>&lt;p align="justify"&gt;1. Wujud (Ada) - ﻭﺟﻮﺩ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adanya Allah itu bukan karena ada yang menciptakan nya, tetapi Allah itu ada dengan zat-Nya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalil Aqli&lt;br /&gt;
Adanya semesta alam yang kita lihat cukup untuk dijadikan sebagai alasan bahwa Allah itu ada, sebab tidak masuk akal seandainya ada sesuatu yang dibuat tanpa ada yang membuatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalil Naqli&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
جلقالسموات والارض وما بينهمافي ستةايام ﷲالذى&lt;br /&gt;
"Allahlah menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya dalam (waktu) enam hari." (QS. AS sajdah:4)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Qidam (Dahulu/Awal) - ﻗﺪﻡ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sifat Allah ini menandakan bahwa Allah sebagai Pencipta yang lebih dulu Ada daripada semesta alam (yang Ia ciptakan).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalil aqli&lt;br /&gt;
Qidam hakikatnya adalah menafikan bermulanya wujud Allah SWT. Seandainya Allah tidak qodim, mesti Allah hadits, sebab tidak ada penengah antara hadits dan qodim. Apabila Allah hadits maka mesti membutuhkan muhdits (yang membuat nya) mislakan A, dan muhdits A mesti membutuhkan Muhdits yang lain, misalnya B. Kemudian muhdits B mesti membutuhkan muhdits yang lain juga, misalnya C. Begitulah seterusnya (tidak ada ujung), maka dikatakan tasalsul (peristiwa berantau), dan apabila yang ujung membutuhkan kepada Allah maka dikatan daur (peristiwa berputar). Setiap tasalsul dan daur adalah mustahil menurut akal sehat. Maka setiap yang mengakibatkan tasalsul dan daur, yaitu hudutsnya Allah adalah mustahil, maka Allah wajib dan pasti bersifat Qidam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalil Naqli&lt;br /&gt;
 هوالاول والاخروالظاهروالباطن &lt;br /&gt;
"Dialah yang awal dan yang akhir Yang zhohir dan yang bathin." (QS. Al-Hadid:3)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Baqa’(Kekal) - ﺑﻘﺎﺀ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah merupakan suatu zat yang Abadi dan Kekal Selamanya karena allah bersifat Baga' (Kekal).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalil Aqli&lt;br /&gt;
Seandainya Allah tidak wajib Baqa' (kekal), maka tidak akan disifati Qidam. Sedangkan Qidam tidak bisa dihilangkan dari Allah berdasarkan dalil yang ada dalam sifat Qidam (dahulu).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalil Naqli&lt;br /&gt;
 كلشئ هالك إلاوجهه &lt;br /&gt;
"Tiap sesuatu akan binasa (lenyap) kecuali Dzat-nya." (QS. Qoshos:88)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Mukhalafatuhu Lilhawadith (berbeda dengan Ciptaannya) - ﻣﺨﺎﻟﻔﺘﻪ ﻟﻠﺤﻮﺍﺩﺙ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sifat ini menunjukkan bahwa Allah SWT berbeda dengan yang ia ciptakan, tidak ada hal di dunia ini yang menyerupainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalil Aqli&lt;br /&gt;
Apabila Allah menyerupai makhluknya, niscaya Allah dalah baru (Hadits), sedangkan Allah baru adalah sebuah hal yang mustahil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalil Naqli&lt;br /&gt;
 ليس كمثله شيئ وهوالسميع البصير &lt;br /&gt;
"Tidak ada sesuatu apapun yang serupa dengan Nya (Allah), dan dia lah (Allah) yang maha mendengar lagi maha melihat." (QS. Asy-Syuro:11)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Qiyamuhu Binafsihi (Berdiri Sendiri) - ﻗﻴﺎﻣﻪ ﺑﻨﻔﺴﻪ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Artinya Bahwa Allah SWT itu berdiri dengan zat sendiri tanpa membutuhkan bantuan yang lain. Maksudnya, keberadaan Allah SWT itu ada dengan sendirinya tidak ada yang mengadakan atau menciptakan.Contohnya, Allah SWT menciptakan alam semesta ini karena kehendak sendiri tanpa minta pertolongan siapapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalil Aqli&lt;br /&gt;
Seadainya Allah membutuhkan dzat, niscaya Allah adalah sifat, sebab hanya sifatlah yang selalu membutuhkan dzat, sedangkan dzat selamanya tidak membutuhkan dzat lain untuk berdirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apabila Allah “Sifat” adalah mustahil, sebab apabila Allah “sifat”, maka Allah tidak akan disifati dengan sifat Ma’ani dan Ma’nawiyah, sedangkan sifat tersebut adalah termasuk sifat-sifat yang wajib bagi Allah berdasarkan dalil-dalil tertentu. Berarti apabila Allah tidak disifati dengan sifat Ma’ani dan Ma’nawiyah adalah salah (Bathil), dan batal pula sesuatu yang mengakibatkannya, yaitu butuhnya Allah kepada dzat. Apabila batal butuhnya Allah kepada dzat maka tetap Maha kaya (istighna)nya Allah dari dzat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seandainya Allah membutuhkan sang pencipta, niscaya Allah baru (Hadts), sebab yang membutuhkan pencipta hanyalah yang baru sedangkan dzat qodim tidak membutuhkannya. Dan mustahil Allah Hadits, karena segala sesuatu yang hadits harus membutuhkan sang pencipta (mujid) yang kelanjutannya akan mengakibatkan daur (peristiwa berputar) atau tasalul (peristiwa berantau).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalil Naqli&lt;br /&gt;
إن اﷲ لغنى عن العا لمين&lt;br /&gt;
"Sesungguhnya Allah benar-benar maha kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari alam semesta." (QS. Al Ankabut:6)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Artikel Lainnya: Perbedaan Nabi dan Rasul&lt;br /&gt;
6. Wahdaniyyah (Tunggal/Esa) - ﻭﺣﺪﺍﻧﻴﺔ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Artinya Bahwa Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Esa, baik itu Esa zat-Nya, sifat-Nya, maupun perbuatannya. Esa zat-Nya maksudnya zat Allah bukanlah hasil dari penjumlahan dan perkiraan atau penyatuan satu unsur dengan unsur yang lain. Esa sifat-Nya artinya semua sifat-sifat kesempurnaan bagi Allah SWT tidak sama dengan sifat-sifat pada mahluk yang diciptakan Nya. Esa perbuatan-Nya berarti Allah SWT berbuat sesuatu tidak dicampuri oleh perbuatan mahluk lain dan tanpa membutuhkan proses atau waktu. Allah SWT berbuat karena kehendak-Nya sendiri tanpa ada yang bisa mencampurinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalil Naqli&lt;br /&gt;
 لوكان فيهماالهةإلااﷲ لفسد تا&lt;br /&gt;
"Seandainya di langit dan dibumi ada tuhan-tuhan selain Allah, niscaya langit dan bumi akan rusak." (QS. Al Anbiya:22)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7. Qudrat (Berkuasa) - ﻗﺪﺭﺓ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekuasaan Allah SWT, atas segala sesuatu itu mutlak, tidak ada batasnya dan tidak ada yang membatasi, baik terhadap zat-Nya sendiri maupun terhadap makhluk-Nya. Berbeda dengan kekuasaan manusia ada batasnya dan ada yang membatasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalil Aqli&lt;br /&gt;
Jika Allah tidak berkemampuan maka Allah lemah(‘Ajzun), dan apabila Allah lemah maka tidak akan mampu menciptakan makhluk hidup maupun seluruh alam semesta ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalil Naqli&lt;br /&gt;
إن اﷲعلى كل شيى قد ير&lt;br /&gt;
"Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu." (QS. Al-Baqarah:20)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8. Iradah (berkehendak) - ﺇﺭﺍﺩﺓ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah SWT telah menciptakan alam semesta beserta isinya atas kehendak-Nya sendiri, tanpa ada campur tangan dari pihak lain, Apapun yang Allah SWT kehendakin pasti akan terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalil Aqli&lt;br /&gt;
Seandainya allah tidak bersifat berkehendak niscaya bersifat terpaksa (karohah), dan allah bersifat terpaksa adalah mustahil karena tidak akan disifati qudrot, akan tetapi tidak disifatinya Allah dengan sifat qudrot adalah hal yang mustahil, sebab hal itu akan berakibat lemahnya Alla, sedangkan lemahnya Allah merupakan hal yang mustahi, karena tidak akan mampu membuat sesuatu sedikitpun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalil Naqli&lt;br /&gt;
 ان ربك فعال لمايريد&lt;br /&gt;
"Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang dia kehendaki." (QS. Hud:107)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
9. Ilmu (Mengetahui) - ﻋﻠﻢ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah SWT memiliki pengetahuan dan kepandaian akan segala hal, artinya ilmu Allah tidak terbatas dan tidak pula dibatasi. Allah SWT mengetahui segala sesuatu yang ada di alam semesta, baik yang tampak maupun yang gaib. Bahkan, apa yang dirahasiakan didalam hati manusia sekali pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalil Aqli&lt;br /&gt;
Seandainya Allah tak berilmu niscaya tidak akan berkehendak, sedangkan allah tidak berkehendak adalah mustahil, karena tidak akan disifati qudrot, akan tetapi Allah tidak disifati dengan qudrot adalah mustahil, sebab akan berakibat lemahnya Allah. Sedangkan lemahnya Allah adalah hal yang mustahil, karena tidak akan mampu membuat sesuatu sedikitpun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalil Naqli&lt;br /&gt;
وهوبكل شيى عليم&lt;br /&gt;
"Dan dia (Allah) maha mengetahui segala sesuatu." (QS.Al Hadid:3 &amp; QS.Al Baqaroh:29)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
10. Hayat (Hidup) - ﺣﻴﺎﺓ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Artinya Hidupnya Allah tidak ada yang menghidupkannya melainkan hidup dengan zat-Nya sendiri karena Allah Maha Sempurna, berbeda dengan makhluk yang diciptakan-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contohnya: Kambing ada yang menghidupkan. Selain itu, mereka juga mebutuhkan makanan, minum dan lainnya. Akan tetapi, hidupnya Allah SWT tidak membutuhkan semua itu. Allah SWT hidup selama-lamanya, tidak mengalami kematian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalil Aqli&lt;br /&gt;
Seandainya Allah tidak hidup maka tidak akan disifati Qudrot, akan tetapi Allah tidak disifati dengan Qudrot merupakan hal mustahil, sebab akan berakibat lemahnya Allah, sedangkan lemahnya Allah adalah hal yang mustahil, karena tidak akan mampu membuat sesuatu barang sedikitpun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalil Naqli&lt;br /&gt;
وتو كل على الحى الذ ى لايمو ت&lt;br /&gt;
"Dan bertakwalah kepada Allah yang hidup yang tidak mati." (QS. Al-Furqon:58)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
11. Sama’ (Mendengar) - ﺳﻤﻊ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah SWT dapat mendengar semua suara yang ada di alam semesta. Tidak ada suara yang terlepas dari pendengaran Allah SWT walaupun suara itu sangat pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendengaran Allah SWT berbeda dengan pendengaran Ciptaan-Nya karena Ia tidak terhalang oleh suatu apapun, sedangkan pendengaran Ciptaan-Nya dibatasi oleh ruang dan waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Dan Allah-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (QS. Al Maidah:76)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
12. Basar ( Melihat ) - ﺑﺼﺮ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah SWT melihat segala sesuatu yang ada di alam semesta ini. penglihatan Allah bersifat mutlak, artinya tidak dibatasi oleh jarak dan tidak dapat dihalangi oleh penghalang (misal: dinding).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segala sesuatu yang ada di alam semesta ini, sekecil apapun, tampak atau tidak tampak, pasti semuanya akan terlihat oleh Allah SWT.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Dan Allah maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. al-Baqarah: 265)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
13. Kalam (Berbicara / Berfirman) - ﻛﻼ ﻡ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah SWT bersifat kalam artinya Allah berfirman dalam kitab-Nya yang diturunkan kepada para nabi dan rasul-Nya. Pembicaraan Allah SWT tentu tidak sama dengan pembicaraan manusia karena Allah SWT tidak berorgan (panca indra), seperti lidah dan mulut yang dimiliki oleh manusia. Allah SWT berbicara tanpa menggunkan alat bantu yang berbentuk apapun sebab sifat kalam Allah sangat sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai bukti bahwa adanya wahyu Allah SWT berupa al qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan kitab-kitab Allah yang diturunkan kepada para rasul sebelum Nabi Muhammad SAW.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Dan Allah berkata kepada Musa dengan satu perkataan yang jelas.” (QS. AnNisa’:164)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
14. Kaunuhu Qadirun - ﻛﻮﻧﻪ ﻗﺎﺩﺭﺍ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yaitu Keadaan Allah Ta’ala Yang Berkuasa Mengadakan Dan Mentiadakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sesungguhnya Alllah berkuasa atas segala sesuatu.“ (QS. Al Baqarah:20).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
15. Kaunuhu Muridun - ﻛﻮﻧﻪ ﻣﺮﻳﺪﺍ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yaitu Keadaan Allah Ta’ala Yang Menghendaki dan menentukan tiap-tiap sesuatu, Ia berkehendak atas nasib dan takdir manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sesungguhnya Tuhanmu Maha Melaksanakan apa yang Dia kehendaki."  (QS. Hud:107)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Artikel Lainnya: 16 Keutamaan di Bulan Ramadhan&lt;br /&gt;
16. Kaunuhu ‘Alimun - ﻛﻮﻧﻪ ﻋﺎﻟﻤﺎ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yaitu Keadaan Allah Ta’ala Yang Mengetahui akan Tiap-tiap sesuatu, mengetahui segala hal yang telah terjadi maupun yang belum terjadi, Allah pun dapat mengetahui isi hati dan pikiran manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan Alllah Maha Mengetahui sesuatu.“ (QS. An Nisa’:176)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
17. Kaunuhu Hayyun - ﻛﻮﻧﻪ ﺣﻴﺎ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yaitu Keadaan Allah Ta’ala Yang Hidup, Allah adalah Dzat Yang Hidup, Allah tidak akan pernah mati, tidak akan pernah tidur ataupun lengah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Dan bertakwalah kepada Allah yang hidup kekal dan yang tidak mati." (QS. Al Furqon:58)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
18. Kaunuhu Sami’un - ﻛﻮﻧﻪ ﺳﻤﻴﻌﺎ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yaitu Keadaan Allah Ta’ala Yang Mendengar, Allah selalu mendengar pembicaraan manusia, permintaan atau doa hambaNya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.“ (QS. Al Baqoroh:256)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
19. Kaunuhu Basirun - ﻛﻮﻧﻪ ﺑﺼﻴﺭﺍ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yaitu Keadaan Allah Ta’ala Yang Melihat akan tiap-tiap yang Maujudat ( Benda yang ada ).Allah selalu melihat gerak-gerik kita. Oleh karena itu, hendaknya kita selalu berbuat baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.“ (QS. Al Hujurat :18)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
20. Kaunuhu Mutakallimun - ﻛﻮﻧﻪ ﻣﺘﻜﻠﻤﺎ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yaitu Keadaan Allah Ta’ala Yang Berkata-kata, Allah tidak bisu, Ia berbicara atau berfirman melalui ayat-ayat Al Quran. Bila Al-Quran telah kita jaikan pedoman hidup, maka kita telah patuh dan tunduk terhadap Allah SWT.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sifat mustahil bagi Allah SWT berarti sifat-sifat yang secara akal tidak mungkin dimiliki Allah SWT. Sifat-sifat mustahil merupakan kebalikan dari sifat-sifat wajib bagi Allah SWT. Sifat-sifat mustahil bagi Allah SWT jumlahnya sama dengan sifat-sifat wajib bagi Allah yaitu sebanyak 20 ( dua puluh ) sifat, yaitu :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.    ‘Adam&lt;br /&gt;
Adam artinya tidak ada .&lt;br /&gt;
Alam semesta ini ada yang menciptakan yitu Allah SWT. Tidak mungkin alam semesta ini terjadi dengan sendirinya. Tidak mungkin diciptakan oleh manusia atau mahluk yang lain. Yang menciptakan adalah Allah. Maka mustahil Allah SWT tidak ada (‘Adam) .&lt;br /&gt;
“Dan dialah yang menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran, pengelihatan dan hati( tetapi) amat sedikitlah kamu bersyukur. Dan Dia telah menciptakan dan mengembangbiakkan kamu di bumi dan kepadanNya-lah kamu akan dihimpunkan. Dan Dialah yang menghidupkan dan mematikan dan Dialah yang (mengatur) pertukaran malam dan siang. Mengapa kamu tidak memahaminya?”.(Q.S. Al-Mu’minun / 23 : 78-80 )&lt;br /&gt;
          &lt;br /&gt;
2.      Huduts&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Huduts artinya baru atau ada pemulaannya.&lt;br /&gt;
Setiap yang baru atau ada permulaannya akan selalu didahului dengan tidak ada. Sesuatu yang tidak ada kemudian ada, pasti ada yang membuat atau menciptakan. Maka mustahil Allah SWT bersifat Huduts,  sebab siapa yang menciptakan Allah SWT ? Setiap sesuatu yang Huduts pasti ada akhirnya sehingga tidak ada lagi. Hal ini jelas mustahil (tidak mungkin) bagi Allah SWT.&lt;br /&gt;
           "Dialah yang awal dan akhir, yang dhahir dan yang bathin. Dan Dia maha Mengetahui segala sesuatu”. ( QS. Al-Hadid / 57 : 3)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.      Fana’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fana’ artinya rusak.&lt;br /&gt;
Mustahil Allah SWT yang mengendalikan seluruh alam semesta yang amat rumit ini bersifat fana’ (rusak).&lt;br /&gt;
”Semua yang ada dibumi akan binasa. Dan tetap kekal Dzat tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan”. (QS Ar-Rahman/55 : 26-27)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4.            Mumastalatu lil khawadist&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Artinya menyerupai yang baru atau makhluk. Manusia saja jika membuat barang tentu tidak bisa sama persis dengan dirinya. Tidak mungkin Allah yang Maha Sempurna menciptakan mahlukNya sama dengan Dia sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Dan tidak ada seorangpun yang sama dengan Dia (Allah)”. (QS Al-Ikhlas/112 : 4).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5.    Ihtiyajuhu lighairihi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Artinya membutuhkan sesuatu kepada selain dariNya.&lt;br /&gt;
Allah SWT adalah Maha Kaya. Mustahil Allah membutuhkan yang lain. Allahlah yang menciptakan semua makhluk dan memberi nikmat kepada semua makhluknya tetapi Dia tidak pernah mengharapkan imbalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Dan Dialah yang Maha kaya sedangkan kamulah orang yang membutuhkan-Nya”. (Q.S. Muhammad / 47 : 38 )&lt;br /&gt;
         &lt;br /&gt;
6.    Ta’addud&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ta’addud artinya berbilang atau lebih dari satu.&lt;br /&gt;
Muastahil Allah lebih dari satu, sebab jika Allah ada dua atau lebih, pasti akan terjadi perbedaan pendapat. Misalnya dalam pengaturan peredaran planet-planet dan bintang-bintang. Bila terjadi perbedaan cara pengaturan peredaran planet-planet dan bintang maka akan terjadi tabrakan. Kenyataannya planet-planet dan bintang-bintang selalu teratur beredar menurut garis edarnya. Hal ini menunjukkan bahwa hanya ada satu sumber pengaturnya yaitu Dzat Yang Maha Esa Yaitu Allah SWT.&lt;br /&gt;
“Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai 'Arsy daripada apa yang mereka sifatkan”. (QS al-Anbiyaa/21 : 22).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan bahwa Allah itu salah seorang dari yang tiga padahal sekali-kali tidak ada tuhan selain dan Tuhan Yang Maha Esa jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakana itu, maka orang-orang kafir diantara mereka disentuh siksa yang pedih”. (Al-Maidah : 73)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7.    ‘Ajzun artinya Lemah.&lt;br /&gt;
Manusia mempunyai kekuatan pikiran dan fisik yang dengannya dapat memanfaatkan alam untuk meningkatkan taraf hidupnya. Manusia adalah ciptaan Allah. Jika manusia memiliki kekuatan apalagi Allah SWT, maka mustahil Allah bersifat lemah.&lt;br /&gt;
“Dan tiada sesuatupun yang dapat melemahkan Allah, baik yang di langit maupun yang di bumi. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa”. (QS Fathir/35 : 44)&lt;br /&gt;
    &lt;br /&gt;
8.    Karahah artinya terpaksa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah SWT melakukan sesuatu tanpa ada yang mempengaruhi secara terpaksa atau ada yang memaksa. Tidak mungkin Allah Dzat yang maha berkehendak melakukan suatu perbuatan atas dasar perintah pihak lain. Maka mustahil Allah SWT bersifat Karahah (terpaksa), diperintah atau diancam agar mau menjadikan sesuatu atau tidak menjadikan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap segala yang Dia kehendaki." (Q.S. Hud : 107).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
9.    Jahlun artinya Bodoh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manusia diciptakan Allah masing-masing mempunyai keistimewaannya sendiri-sendiri. Ini menunjukkan bahwa ilmu Allah sangat luas atau maha luas. Allah SWT memberikan ilmu kepada manusia maka mustahil Allah SWT bersifat Jahlun atau bodoh.&lt;br /&gt;
“Dan tidaklah kamu diberi pengetahuan (oleh Allah) melainkan hanya sedikit saja”.(QS Al Israa/17 : 85)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
10.     Mautun  artinya Mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah menghidupkan dan mematikan mahlukNya. Mahluk Allah seperti manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan yang hidup karena kehendak Allah, dan mustahil Allah sebagai penciptanya bersifat mautun atau mati sebab Allah Maha Hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Allah tidak ada tuhan selain Dia yang maha hidup, kekal, dan terus menerus mengurus ( mahlukNya ) tidak mengantuk dan tidak tidur”. (QS al-Baqarah/2 : 255).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
11.     Shamamun  artinya tuli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah mendengar setiap doa orang yang beriman walaupun hanya berupa bisikan di dalam hati sebab Allah Maha Mendengar dan Maha mengetahui. Oleh sebab itu mustahil kalau Allah bersifat Shamamun (tuli).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (Q.S. Al Baqarah/2 : 256).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
12.     ‘Umyun artinya Buta.&lt;br /&gt;
 Manusia, binatang diciptakan oleh Allah dengan diberi indra mata untuk melihat. Apalagi Allah yang Maha Melihat maka mustahil juka Allah bersifat ‘umyun ( buta ).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia mengetahui pandangan mata yang khianat dan apa yang disembuyikan oleh hati. Sesungguhya Allah Dialah yang maha Mendengar Lagi Maha Melihat”. (QS Al-Mu’min/ 19-20)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan; dan Dialah yang Maha Halus lagi Maha mengetahui”. (QS Al An’am/6 : 103).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
13.    Bukmun artinya Bisu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah SWT menurunkan wahyu kepada para nabi, dari wahyu itu kemudian terhimpun kalamullah yang tertulis dalam kitabullah. Adanya al-Qur’an yang berisi firman Allah membuktikan bahwa mustahil Allah bersifat bukmun (bisu).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Para rasul itu kami lebihkan sebagian atas sebagaian yang lain. Di antara mereka ada yang Allah bercakap-cakap (langsung dengannya) dan Allah meninggikan sebagian dari mereka beberapa derajat”. (QS Al Baqarah/2 : 253).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
14.     ‘Aajizan&lt;br /&gt;
 Áajizan artinya maha lemah. Mustahil Allah bersifat Maha Lemah.&lt;br /&gt;
  15.    Mukrahan&lt;br /&gt;
Mukrahan artinya Maha Terpaksa. Mustahil Allah bersifat Maha Terpaksa.&lt;br /&gt;
16.    Jaahilan&lt;br /&gt;
Jahilan artinya Maha Bodoh. Mustahil Allah bersifat Maha Bodoh.&lt;br /&gt;
17.    Mayyitan&lt;br /&gt;
Mayyitan artinya Maha Mati. Mustahil Allah bersifat Maha Mati.&lt;br /&gt;
18.    Ashammu&lt;br /&gt;
Ashammu artinya Maha Tuli. Mustahil Allah bersifat Maha Tuli.&lt;br /&gt;
19.    A’ma&lt;br /&gt;
A’ma artinya Maha Buta. Mustahil Allah bersifat Maha Buta.&lt;br /&gt;
20.    Abkamu&lt;br /&gt;
Abkamu artinya Maha Bisu. Mustahil Allah bersifat Maha Bisu.&lt;br /&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Layang Jawa Jenis dan Contohnya</title><link>http://raja-ilmupengetahuan.blogspot.com/2017/05/layang-jawa-jenis-dan-contohnya.html</link><category>Bahasa</category><category>Jawa</category><author>noreply@blogger.com (Mas Djoen)</author><pubDate>Wed, 31 May 2017 10:03:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1471705183535435531.post-1545933454323418530</guid><description>Pelajaran Bahasa Jawa : Bagian-bagian surat (layang) dan contoh surat (layang)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. SATATA BASA : Alamate layang bisa katulis pojok tengen utawa kiwa ing dhuwur.&lt;br /&gt;
2. ADANGIYAH : Tembung pamuji rahayu upamane :&lt;br /&gt;
    a. Rinengga sugenging pakurmatan.&lt;br /&gt;
    b. Tansah winantu suka basuki.&lt;br /&gt;
    c. Katentreman lan karahayon&lt;br /&gt;
    d. Winantu ing bagya mulya.&lt;br /&gt;
    e. Sembah sungkem.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. PURWAKA : Nelakake kabar kaslametane kang kirim layang lan pangarep – arep supaya kang dikirimi uga slamet.&lt;br /&gt;
4. SURASA BASA : Isine layang, kekarepane layang.&lt;br /&gt;
5. WASANA BASA : Pungkasaning layang, tuladhane : &lt;br /&gt;
    a. Cukup semene dhisik liya wektu disambung maneh.&lt;br /&gt;
6. TITI MANGSA : Nelakake wektu panulisaning layang.&lt;br /&gt;
    Lamongan, 8 April 2013 &lt;br /&gt;
7. PEPRENAH : Asale layang saka sapa tuladha : &lt;br /&gt;
a. Saking ingkang putra&lt;br /&gt;
b. Bapakmu ing omah&lt;br /&gt;
c.Adhimu saka paran, lsp&lt;br /&gt;
8. TAPAK ASMA / TANDHA ASMA : Tanda tangan kang gawe layang.&lt;br /&gt;
9. ASMA TERANG : Asma terang sing gawe layang.&lt;br /&gt;
Tuladha Layang :&lt;br /&gt;
Ing nigisor iki tuladha nggawe layang ijin ora mlebu Sekolah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lamongan, 8 April 2013&lt;br /&gt;
Katur&lt;br /&gt;
Bapak/ibu Guru&lt;br /&gt;
MI Ta'limul Huda Pucuk&lt;br /&gt;
Lamongan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Assalamualaikum Wr.Wb.&lt;br /&gt;
Sesarengan serat punika kula wali murid saking :&lt;br /&gt;
Nami : Slamet Raharjo&lt;br /&gt;
Kelas : 2&lt;br /&gt;
Dinten : Senen&lt;br /&gt;
Tanggal : 8 April 2013&lt;br /&gt;
Nyuwunaken iji putra kula mboten mlebu sekolah amargi sakit.&lt;br /&gt;
Cekap semanten, saking kawigatesanipun kula matur nuwun.&lt;br /&gt;
Walaikumsalam Wr.Wb.&lt;br /&gt;
Saking Wali murid&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
H. Ali Yushofa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ing nigisor iki tuladha nggawe layang pribadi&lt;br /&gt;
Lamongan, 8 April 2013&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Katur                                       &lt;br /&gt;
Pak Dhe/Bu Dhe                       &lt;br /&gt;
Ing Dalem                                &lt;br /&gt;
       &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Surabaya                                     &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ingkang sembah pangabekti.&lt;br /&gt;
Sesarengan surat menika ingkang putra ngaturi kabar, bilih bapak lan ibu saha adik-adik pinaringan wilujeng. Ingkang kula suwun Pak Dhe lan Bu Dhe inggih semanten ugi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pak Dhe lan Bu Dhe, benjang liburan tanggal 20 Mei 2013 liburan semester 2 , kula badhe liburan dateng dalemipun Pak Dhe lan Bu Dhe kaliyan adhik-adhik. Dene menawi Pak Dhe lan Bu Dhe kagungan wekdal kula dipunteraken dateng Owabong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wasana cekap semanten menawi wonten kelepatan atur kuala nyuwun pangapunten&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sungkem Kula&lt;br /&gt;
          &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sunarsih&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Layang&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kothak kanggo ngeposké layang ing Indonésia.&lt;br /&gt;
Layang iku umumé arupa dluwang sing tinulisan dikirimaké minangka gantiné rerembugan. Ananging layang uga bisa ateges buku sing ngamot crita lan sapanunggalané.&lt;br /&gt;
Warna-warnane layang:&lt;br /&gt;
• Layang biwara.&lt;br /&gt;
• Layang Iber-iber (Layang Kiriman).&lt;br /&gt;
• Layang Dhawuh.&lt;br /&gt;
• Layang Ulem.&lt;br /&gt;
• Layang Lelayu,&lt;br /&gt;
• Layang Pribadi lan sapanunggalané.&lt;br /&gt;
Perangané layang[sunting]&lt;br /&gt;
1. Papan panggonan lan titi mangsa, mratélaké papan kutha lan titi wanci panulisé layang.&lt;br /&gt;
2. Adangiyah (adawiyah). Mratélaké unggah-ungguhing basa paprenahé kang kirim layang marang kang arep dikirimi layang, marang kanca sedulur sapantaran, utawa marang kaprenah tuwa, umpamané pakdhé budhé.&lt;br /&gt;
3. Pambuka (bebuka). Karepe kanggo mbukak utawa miwiti layang. Ing padatan anelakaké awèh atur kabar kaslametan kasarasan lankatentreman.&lt;br /&gt;
4. Isi (surasa basa). Mratélaké apa sajatiné isi layang.&lt;br /&gt;
5. Panutup (wasana basa). Panutup isi adaté pangajap , pangarep arep kang ana gegayutan karo isi layang.&lt;br /&gt;
6. Titi mangsa (titi wanci).&lt;br /&gt;
7. Peprenahan. Paprenahan iki karepe katulis ing layang marang kang dikirimi layang.&lt;br /&gt;
8. Tapak asma.&lt;br /&gt;
Adangiyah nelakake , unggah-ungguhing layang.&lt;br /&gt;
1. Taklim (ingkang taklim), marang sadulur tuwa, utawa menyang sapadha-padha kang perlu diajeni.&lt;br /&gt;
2. Salam taklim, marang sedulur enom, utawa menyang sapepadhané.&lt;br /&gt;
3. Ingkang salam, marang sedulur enom kang perlu diajeni, amarga pangkaté luwih dhuwur.&lt;br /&gt;
4. Ingkang pandonga, saka wong tuwa marang wong enom kang diajeni.&lt;br /&gt;
5. Ingkang Pandonga, saka wong tuwa marang anak putune dhewe utawa sing karengkuh kaya anaké dhéwé. 6. Ingkang sembah, saka wong cilik marang para luhur, nadyan pangkate padha. 7. Ingkang sembah sungkem, saka wong enom marang sesepuh (simbah) utawa para luhur.&lt;br /&gt;
8. Ingkang sembah pangabekti, saka wong enom marang wong tuwané dhéwé, umpamane : Bapak, Ibu, Simbah, wong wadon marang kakunge.&lt;br /&gt;
9. Ingkang pangabekti, marang wong tuwa kang diajeni (dibekteni), umpamané : marang ipene kang kaprenah tuwa.&lt;br /&gt;
10. Sembah sujud, saka kawula marang Gustine Pamuji, umpamane : karengga sagunging kaurmatan, Karengga sagunging pahargyan, kairing ing sagunging kaurmatan, pudyarja, lan sapituruté. Iku kabeh, satemene mung owah-owahan saka kang kasebut ing dhuwur mau. Amarga ana pakèwuhé anggoné arep nandukaké unggah-ungguh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuladha&lt;br /&gt;
Gatekna tuladha layang ing ngisor iki:&lt;br /&gt;
Salatiga, 10 januari 2009&lt;br /&gt;
Pangabekti kula Katur eyang kakung Wirga Martono ing margi sukarna hata 5 Sragen&lt;br /&gt;
Nuwun wiyosipun sareng serat menika ingkang wayah nyaosi pirsa, bilih kawontenanipun ingkang wayah dalah bapak ibu ing Salatigatansah ginanjar wilujeng . mugi-mugi kasugenganipun eyang kakung sabrayat tansah mekatena ugi Kajawi punika nyaosi pirsa, bilih paringan serat eyang sampun ingkang wayah tampi. Ingkang wayah punapa dene bapakl ibu sami bungah dene eyang sampun kondur kanti wilujeng Salajengipun nyaosi pirsa, bilih liburan mangke bapak ibu punapa dene ingkang wayah badhé sowan éyang. Sokur saged sinambi ningali musium Sangiran, dateng kraton Surakarta, ningali tetilaripun para raja.&lt;br /&gt;
Ing wasana cekap semanten aturipun ingkang wayah. Sedaya kalepataning atur punapa dene kiranging, suba sila nyuwun pangapunten.&lt;br /&gt;
Ingkang wayah Sukartini&lt;br /&gt;
Margi Dipanegara angka 136&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Bahasa Jawa Bab LAYANG&lt;br /&gt;
Perangane Layang :&lt;br /&gt;
&gt; Titi Mangsa&lt;br /&gt;
Papan panggonan lan tanggal digawene layang&lt;br /&gt;
&gt;Adangiah&lt;br /&gt;
Katujokake marang sapa layang iku&lt;br /&gt;
&gt;Salam Pambuka&lt;br /&gt;
Salam ingkang sepisan&lt;br /&gt;
&gt;Wasana Basa&lt;br /&gt;
pangarep-arep lan donga&lt;br /&gt;
&gt;Surasa Basa / isi&lt;br /&gt;
Inti ne / isi ne layang&lt;br /&gt;
&gt;Purwoko Basa&lt;br /&gt;
Penutup layang&lt;br /&gt;
&gt;Salam Penutup&lt;br /&gt;
Salam penutupe layang&lt;br /&gt;
&gt;Peprenah&lt;br /&gt;
Asma terang lan tapak asma&lt;br /&gt;
Jenis-Jenis Layang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.Layang Iber-Iber&lt;br /&gt;
Layang iber - iber inggih menika layang ingkang wosipun perkawis pribadi, ingkang kaandharaken saged menapa kemawon gumantung kabetahanipun ingkang nyerat.&lt;br /&gt;
Tuladha layang iber –iber :&lt;br /&gt;
                                                                       Kang pandonga marang anakku &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
                                                                                      Irawan, Ing Jakarta  &lt;br /&gt;
                                  &lt;br /&gt;
Wiyose ngger, sarehne sok sasi ngarep iki adhimu arep disunatake, mula yen ora ana alangan sawiji apa kowe mulih sadurunge tanggal sepuluh, saperlu arep dakjak urun rembug.&lt;br /&gt;
wasana banget ing pangarep - arepku, lan sapungkure layang iki kabeh kulawarga tansah ginanjar slamet.&lt;br /&gt;
                                                                             Parakan, 22 Nopember 2009&lt;br /&gt;
                                                                                                    Bapak:&lt;br /&gt;
                                                                                  Suradi&lt;br /&gt;
2.Layang Kitir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Layang kitir yaiku layang inggih menika layang ingkang wosipun cekak aos menapa perlunipun lan dipunkintun lumantar pos.&lt;br /&gt;
Tuladha layang kitir  :&lt;br /&gt;
Katur Mas Bayu, ing dalem&lt;br /&gt;
Wiyose mas, yen ndadekake keparenging penggalih lan ora pinuju kagem piyambak aku nyuwun ngampil kagunganmu sepedha motor, arep dakenggo tilik sedulur kang lagi lara ing rumah sakit Ngesti Waluya Parakan.&lt;br /&gt;
Dene anggonku mbalekake mengko bengi.&lt;br /&gt;
Parakan, 22 Nopember 2009&lt;br /&gt;
                                                                                                   Adhimu :&lt;br /&gt;
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                &lt;br /&gt;
                                                                   Sunaryo&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.Layang Ulem&lt;br /&gt;
layang ulem atawi undhangan inggih menika layang atur dhateng tiyang sanes supados tiyang ingkang dipunulemi rawuh ing papan lan wekdal ingkang sampun katemtokaken.&lt;br /&gt;
Tuladha layang Ulem :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Assalamualaikum Wr.Wb&lt;br /&gt;
        Kanthi puji syukur dhumateng asmanipun Gusti kang Maha Agung. Kula angantu-antu keparengipun rawuh panjenengan sekaliyan wonten ing Syukuran supitipun anak kula jaler kekalih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inggih menika ingkang asma :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. BAGUS WARSANA&lt;br /&gt;
2. BAGUS WARDAYA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 Insyaallah mbenjang ing :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dinten   : Minggu Wage [malem Jumuah Legi]&lt;br /&gt;
Tanggal : 10 Desember 2006 [20 Dulkaidah Alip 1939]&lt;br /&gt;
Pukul     : 09.00 enjang&lt;br /&gt;
Papan    : Gedung Mandiri Kecamatan Parakan, temanggung&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wasana awit keparengipun rawuh lan berkah pangestu, kula matur sanget nuwun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
                                                                                Salam taklim,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
                                                                                 Sela Darmaji Kekalih   &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
4.Layang Lelayu                     &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
layang lelayu inggih menika layang ingkang wosipun pawarta kematian.&lt;br /&gt;
Tuladha Layang Lelayu :&lt;br /&gt;
Bilih kala wau dalu dinten Jumat, 12 Januwari 2000,tabuh 20.00 WIB, Embah Kakung Juremi ketimbalan ing Allah wonten ing Griya Sakit Umum Lumajang.Layon badhe kasarekaken ing dinten Saptu, 13 Januwari 2000 ing TPU Mranggen. Bidhal saking griya duhkita tabuh 13.00 WIB saking griya Jln. Mawar Raya No. 15 Lumajang. Nuwun&lt;br /&gt;
LAYANG PRIBADI&lt;br /&gt;
Standar kompetensi : Mampu menulis surat dan pidato serta menulis huruf Jawa.&lt;br /&gt;
Kompetensi dasar : Menulis Surat Pribadi.&lt;br /&gt;
A. Seserepan.&lt;br /&gt;
Layang utawa nawala yaiku basa kang diaturake nganggo tulisan utawa salah sijining piranti komunikasi kang awujud tulisan.&lt;br /&gt;
Layang pribadhi iku wujude kaya layang lumrahe. Sing dadi pratandhane menawa layang iku kalebu layang pribadhi yaiku pigunane. Tegese layang mau digunakake pribadhi marang pribadhi lan isine ngrembug perkara pribadhi utawa ora perkara kadinasan. mula saka kuwi basa kang digunakake ing layang pribadhi luwih longgar. Karepe basa ing layang pribadhi ora kaiket dening aturan - aturan kang baku nanging mung kaiket dening peprenah antarane kang ngirim layang lang kang dikirimi layang. Nanging basane layang pribadhi bisa ngoko bisa uga krama gumantung kalungguhane wong sing dikirimi layang. Menaw kang dikirimi layang kuwi kanca sepadha - padha utawa peprenahe luwih enom, layang bisa ditulis nganggo basa ngoko. ananging yen kang nampa layang peprenahe luwih tuwa utawa dhuwur kalungguhane, prayogane layang mau katulis nganggo basa krama.&lt;br /&gt;
Sanajan layang pribadhi duwe kalonggaran babagan basa lan perkara kang dirembug, layang pribadhi ora kena ninggalake subasita lan tata krama. layang pribadhi uga kudu ditulis kanthi cetha, gampang dipahami dening kang nampa layang. kanthi mengkono layang mau ora nimbulake kabingungan lan kesalahpahaman, utamane kanggone sing nampa layang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manut basa, isi, sipat lan asale, layang bisa kaperang dadi papat, yaiku :&lt;br /&gt;
a. Surat (layang) resmi.&lt;br /&gt;
b. Surat ( layang ) dinas.&lt;br /&gt;
c. Surat ( layang) niaga&lt;br /&gt;
d. Surat (layang) pribadhi.&lt;br /&gt;
Peprincene gawe layang :&lt;br /&gt;
1. SATATA BASA : Alamate layang bisa katulis pojok tengen utawa kiwa ing dhuwur.&lt;br /&gt;
2. ADANGIYAH : Tembung pamuji rahayu upamane :&lt;br /&gt;
a. Rinengga sugenging pakurmatan.&lt;br /&gt;
b. Tansah winantu suka basuki.&lt;br /&gt;
c. Katentreman lan karahayon&lt;br /&gt;
d. Winantu ing bagya mulya.&lt;br /&gt;
e. Sembah sungkem.&lt;br /&gt;
3. PURWAKA : Nelakake kabar kaslametane kang kirim layang lan pangarep - arep supaya kang dikirimi uga slamet.&lt;br /&gt;
4. SURASA BASA : Isine layang, kekarepane layang.&lt;br /&gt;
5. WASANA BASA : Pungkasaning layang, tuladhane :&lt;br /&gt;
a. Cukup semene dhisik liya wektu disambung maneh.&lt;br /&gt;
6. TITI MANGSA : Nelakake wektu panulisaning layang.&lt;br /&gt;
Parakan, 21 Agustus 2008&lt;br /&gt;
7. PEPRENAH : Asale layang saka sapa tuladha :&lt;br /&gt;
a. Saking ingkang putra&lt;br /&gt;
b. Bapakmu ing omah&lt;br /&gt;
c.Adhimu saka paran, lsp&lt;br /&gt;
8. TAPAK ASMA / TANDHA ASMA : Tanda tangan kang gawe layang.&lt;br /&gt;
9. ASMA TERANG : Asma terang sing gawe layang.&lt;br /&gt;
B. Tuladha gawe layang&lt;br /&gt;
1. Layang anak marang wong tuwa.&lt;br /&gt;
Bapak saha Ibu Joko Surasa (1)&lt;br /&gt;
Jln. Aip Mungkar Parakan&lt;br /&gt;
Temanggung.&lt;br /&gt;
Sembah sungkem, (2)&lt;br /&gt;
Kanthi lumantaring serat punik, kula ngaturi uninga bilih kawontenan kula ing Semarang tansah ginajar wilujeng nir ing sambikala. Menggah panyuwun kula dhumateng gusti Allah SWT, mugi - mugi kawontenanipun Bapak sah Ibu ugi mekaten. amin. (3)&lt;br /&gt;
Kajawi punika ingkang sepisan ingkang putra ngaturi priksa bilih kintunannipun arta sampun kula tampi rikal dinten minggu kapengkur. Arta punika sampun kula ginakaken kangge prabeya sekolah. Tirahanipun kangge nyekapi kabetahan wonten kos. Ingkang kaping kalih, kula ngaturi priksa bilih sekedhap malih badhe tes semesteran. Pramila kula nyuwun tambahing berkah pangestu mugi - mugi kula saged nglampahi tes semesteran punika kanthi biji ingkang sae, amin. (4)&lt;br /&gt;
Ing wusana cekap semanten rumiyen serat kula, sanes wekdal dipun sambet malih. menawi wonten kirang trapsilaning atur dhumateng Bapak saha Ibu, kula nyuwun lumunturing samudra pangaksami. (5)&lt;br /&gt;
(6) Semarang, 26 Nopember 2008&lt;br /&gt;
(7) Saking ingkang putra&lt;br /&gt;
(8)&lt;br /&gt;
(9) Hadi Prawira&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
2. Layang ulem&lt;br /&gt;
Nambut silaning akrami:&lt;br /&gt;
Dra. NIKEN NASTITI&lt;br /&gt;
KRT. Tedjaningrat&lt;br /&gt;
Kaliyan&lt;br /&gt;
Drs. MARYAN UTAMA&lt;br /&gt;
Letkol Sumaryan&lt;br /&gt;
Akad Nikah:&lt;br /&gt;
Kemis Kliwon,&lt;br /&gt;
14 Desember 2006&lt;br /&gt;
Pukul 09.00 enjing,&lt;br /&gt;
ing griya Jl. Madukismo 123&lt;br /&gt;
Ngayogyakarta&lt;br /&gt;
Ngayogyakarta, 1 Desember 2006&lt;br /&gt;
Nuwun wiyosipun,&lt;br /&gt;
Kula angantu-antu keparengipun rawuh panjenengan sekaliyan wonten ing wiwahan panggih/dhaupipun anak kula penganten kekalih, mbenjang ing:&lt;br /&gt;
Dinten : Kemis Kliwon [malem Jumuah Legi&lt;br /&gt;
Tanggal : 14 Desember 2006 [24 Dulkaidah Alip 1939]&lt;br /&gt;
Pukul : 19.00 [pitu sonten]&lt;br /&gt;
Papan : Pendhapi Budaya Mandhala Jl. Madukismo 75 Ngayogyakarta&lt;br /&gt;
Wasana awit keparengipun rawuh lan berkah pangestu, kula matur nuwun sanget. Nuwun.&lt;br /&gt;
Salam taklim,&lt;br /&gt;
KRT. Tedjaningrat Kekalih&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
3.Tuladha Serat Ulem Supitan&lt;br /&gt;
Supitan:&lt;br /&gt;
1. BAGUS WARSANA&lt;br /&gt;
2. BAGUS WARDAYA&lt;br /&gt;
Gresipun:&lt;br /&gt;
Jumuah Wage, 8 Desember 2006&lt;br /&gt;
Pukul 09.00 enjang&lt;br /&gt;
ing Dokter Supit Padmasuri&lt;br /&gt;
Jampiroso Temanggung&lt;br /&gt;
Parakan, 1 Desember 2006&lt;br /&gt;
Nuwun wiyosipun,&lt;br /&gt;
Kula angantu-antu keparengipun rawuh panjenengan sekaliyan wonten ing syukuran supitipun anak kula jaler kekalih, mbenjang ing:&lt;br /&gt;
Dinten : Minggu Wage [malem Jumuah Legi]&lt;br /&gt;
Tanggal : 10 Desember 2006 [20 Dulkaidah Alip 1939]&lt;br /&gt;
Pukul : 09.00 enjang&lt;br /&gt;
Papan : Gedung Mandiri Kecamatan Parakan, temanggung&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wasana awit keparengipun rawuh lan berkah pangestu, kula matur sanget nuwun.&lt;br /&gt;
Salam taklim,&lt;br /&gt;
Sela Darmaji Kekalih&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
4. layang Kitir Lelayu&lt;br /&gt;
Innalillahi wa inna ilaihi roji’un&lt;br /&gt;
Sampun tinimbalan sowan ing pangayunaning Pangeran kanthi tentrem ing RSUP Dr. Sardjito nalika dinten Ahad kliwon, 24 Desember 2006 (3 Besar alip 1939) pukul 11.50 siyang, Bapak/embah sutresna:&lt;br /&gt;
KI MANGKUSASMITA&lt;br /&gt;
(Yuswa 80 taun)&lt;br /&gt;
Layon badhe kasarekaken ing makam Sitisuci, bidhal saking griya sungkawa Jeruksari Gang Megatruh 50, dinten Senen Legi 25 Desember 2006 pukul 14.00&lt;br /&gt;
Ngayogyakarta, 24 Desember 2006&lt;br /&gt;
Ingkang duhkita&lt;br /&gt;
*Nyi Mangkusasmita (garwa)&lt;br /&gt;
*Brayat Mangkutana, SH. (putra)&lt;br /&gt;
*Brayat Mangkurati, SPd. (putra)&lt;br /&gt;
*Brayat Sumargana (raka)&lt;br /&gt;
*Brayat Parengkuan (rayi)&lt;br /&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Deposito Jenis Cara Menghitung</title><link>http://raja-ilmupengetahuan.blogspot.com/2017/05/deposito-jenis-cara-menghitung.html</link><category>Pemasaran</category><author>noreply@blogger.com (Mas Djoen)</author><pubDate>Wed, 31 May 2017 09:58:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1471705183535435531.post-8330764754240875935</guid><description>&lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Pengertian Deposito&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dalam Undang-Undang No. 10/1998 Tentang Perubahan Undang-Undang No. 7 Tahun 1992 Tentang Perbankan, dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan deposito adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian nasabah penyimpan dengan bank. Jadi, yang dimaksud dengan deposito adalah suatu simpanan yang memiliki jangka waktu tertentu misalnya 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, dan seterusnya, simpanan tersebut hanya dapat dicairkan ketika jangka waktunya habis, jika anda mencairkan sebelum jangka waktu biasanya akan terkena denda yang besarnya berkisar antara 0,5% hingga 3% dari total deposito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai imbalannya, anda akan menerima bunga yang jauh lebih besar dari pada tabungan biasa. Dan ingat, besarnya bunga deposito ini bisa berubah sewaktu-waktu, tapi yang jelas pasti lebih besar dari bunga tabungan biasa, logikanya jika bunga deposito lebih kecil dari tabungan biasa kenapa harus di depositokan yang nanti malah menyebabkan simpanan tidak bisa diambil sesuka hati, iya kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, besarnya bunga deposito ini juga sering dibedakan berdasarkan besarnya deposito dan jangka waktu, serta deposito juga tidak hanya dalam bentuk mata uang rupiah saja, bisa juga dalam mata uang lain seperti dollar, euro, yen, poundsterling, ataupun mata uang lainnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jenis-Jenis Deposito&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Saat ini ada tiga jenis deposito yang dikenal di Indonesia, yaitu deposito berjangka, sertifikat deposito, dan yang terakhir adalah deposito on call. Berikut ini ulasan lengkapnya:&lt;br /&gt;
1. Deposito Berjangka&lt;br /&gt;
Deposito ini merupakan deposito biasa yang umum dikenal oleh masyarakat Indonesia, dimana memiliki jangka waktu tertentu seperti pada definisi deposito yang telah disebutkan diatas. Lamanya jangka waktu sangat bervariasi, minimal 1 bulan hingga 12 bulan, terkadang ada juga jangka waktunya hingga 24 bulan tergantung pada setiap bank.&lt;br /&gt;
Deposito berjangka ini memiliki dua system yang sering dipakai, yaitu Deposito Automatic Roll Over dan Deposito Non Automatic Roll Over. Deposito Automatic Roll Over adalah deposito yang akan diperpanjang secara otomatis oleh bank jika jangka waktunya telah habis namun belum dicairkan oleh deposannya. Sedangkan Deposito Non Automatic Roll Over adalah kebalikannya, yaitu tidak akan diperpanjang secara otomatis jika jangka waktunya telah habis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Sertifikat Deposito&lt;br /&gt;
Deposito jenis ini sama halnya dengan depositi berjangka, yaitu memiliki jangka waktu tertentu. Namun yang membedakan dengan deposito berjangka adalah sertifikat deposito diterbitkan atas unjuk dalam bentuk sertifikat. Selain itu, sertifikat deposito juga dapat dipindahtangankan sehingga sangat mungkin untuk diperjualbelikan, dan hal ini tidaklah dilarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Deposito On Call&lt;br /&gt;
Deposito ini adalah deposito yang dikhususkan untuk deposito dengan jumlah yang besar, setiap bank berbeda-beda, minimal bisa 50 juta, 70 juta, atau bahkan 100 juta. Tidak seperti jenis deposito lainnya, deposito on call memiliki jangka waktu yang relative sangat singkat, minimal 7 hari dan maksimal hanya kurang dari 1 bulan. Namun istimewanya, dalam menentukan besaran jumlah bunganya, anda tidak harus mengikuti ketentuan bank, namun anda bisa negosiasi dengan pihak bank hingga anda dan bank mencapai kesepakatan bersama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Deposito merupakan objek pajak, sehingga bunga yang akan anda terima terlebih dahulu dipotong pajak. Besaran pajak yang akan dikenai adalah sebesar 20% dari bunga yang anda terima. Pemotongan pajak ini berlaku untuk deposito diatas 7.500.000, untuk deposito yang kurang dari 7.500.000 tidak dikenai pajak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Perhitungan Bunga Deposito&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sebelum memutuskan untuk bergabung dalam bank dan memiliki rekening deposito, ada baiknya bila Anda mengerti perhitungan bunga yang akan Anda terima dari rekening deposito terlebih dahulu. Perlu Anda ketahui pula, walaupun semakin tinggi dana yang Anda depositokan akan memberikan Anda bunga yang tinggi pula, namun Anda akan dikenai potongan pajak untuk nominal dana tertentu. Biasanya nominal pembatas yang membuat bunga deposito Anda akan terpotong pajak adalah sebesar Rp7,5juta dengan persentase pajak sebesar 20%. Sekarang, bagaimana cara kita mengetahui keuntungan yang akan kita dapatkan dari deposito yang kita lakukan? Sebagai contoh akan diilustrasikan contoh kasus sebagai berikut:&lt;br /&gt;
Eva dan Evi adalah saudara kembar yang sama-sama memiliki kelebihan dana dan sama-sama ingin menyimpan kelebihan dana mereka pada rekening deposito. Namun, kelebihan dana milik Eva dan Evi nominalnya tidak sama. Eva memiliki kelebihan dana sebesar Rp5.000.000,00, sedangkan Evi memiliki kelebihan dana Rp10.000.000,00. Saudara kembar ini ingin menyimpan dananya dengan tenor 3 bulan. Bunga yang ditetapkan oleh bank untuk deposito dengan jangka waktu 3 bulan adalah 7,5%. Belum genap 3 bulan dana mereka tersimpan dalam rekening deposito, mereka ingin mengkalkulasi bunga yang akan didapatnya dari penyimpanan dana mereka. Perhitungannya dapat dilakukan secara sederhana dengan menggunakan rumus berikut:&lt;br /&gt;
Bunga Deposito untuk Simpanan Kurang dari Rp7.500.000,00 (masa tenor dalam bulan)&lt;br /&gt;
Bunga deposito = jumlah uang simpanan x bunga per tahun x Tenor : 12&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bunga Deposito untuk Simpanan Lebih dari Sama Dengan Rp7.500.000,00 (masa tenor dalam bulan)&lt;br /&gt;
Bunga deposito = jumlah uang simpanan x bunga per tahun x 80% x Tenor : 12&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Catatan: 80% yang terdapat pada rumus mencari bunga deposito untuk simpanan lebih dari Rp7.500.000,00 di atas adalah persentase dari keuntungan yang sudah dikurangi dengan persentase pajak sebesar 20%. Misalkan bunga deposito untuk tenor 12 bulan adalah 7,5% maka bunga deposito yang jumlah dana simpanannya lebih dari Rp7.500.000,00 secara riil harus dikurangi dengan 20% dari 7,5% yaitu sebesar 1,5%. Sehingga, bunga riil yang akan diterima pada deposito tenor 12 bulan dengan jumlah simpanan di atas Rp7.500.000,00 adalah 6%.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perhitungan bunga deposito milik Eva:&lt;br /&gt;
Bunga deposito (per bulan) = Rp5.000.000 x 7,5% x 3 : 12 = Rp93.750,00&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perhitungan bunga deposito milik Evi:&lt;br /&gt;
Bunga deposito (per bulan) = Rp10.000.000 x 6% x 3 : 12 = Rp150.000,00&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan demikian, dapat dilihat pengumpulan bunga deposito per bulan yang akan di terima Eva dan Evi setiap bulannya selama 3 bulan (sesuai dengan tenor mereka). Eva akan mendapatkan bunga deposito selama tiga bulan sebesar Rp93.750,00 dan Evi akan mendapatkan bunga deposito per bulan mencapai Rp150.000,00.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perhitungan bunga ini juga bisa didapatkan dalam perhitungan waktu harian. Rumusnya hampir sama dengan bunga deposito dalam tenor bulanan, yani sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bunga Deposito untuk Simpanan Kurang dari Rp7.500.000,00 (masa tenor dalam hari)&lt;br /&gt;
Bunga deposito = jumlah uang simpanan x bunga per tahun x jumlah hari : 365&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bunga Deposito untuk Simpanan Lebih dari Sama Dengan Rp 7.500.000,00 (masa tenor dalam hari)&lt;br /&gt;
Bunga deposito = jumlah uang simpanan x bunga per tahun x 80% x jumlah hari : 365&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengambil contoh kasus yang sama, apabila saudara kembar Eva dan Evi sama-sama ingin mengetahui bunga yang akan mereka dapatkan setiap harinya – dengan asumsi 1 bulan sama dengan 30 hari dan 1 tahun sama dengan 365 hari – maka kita akan dapat mengkalkulasikan bunga deposito keduanya dalam perhitungan rumus sebagai berikut&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perhitungan bunga deposito milik Eva:&lt;br /&gt;
Bunga deposito (per hari) = Rp5.000.000 x 7,5% x 90 : 365 = Rp92.465,75&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perhitungan bunga deposito milik Evi:&lt;br /&gt;
Bunga deposito (per hari) = Rp10.000.000 x 6% x 90 : 365 = Rp147.945,21&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Cara Menghitung Bunga Deposito Beserta Contohnya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu instument pada bank adalah deposito, selain deposito bisa menjadi tempat menyimpan uang deposito juga mendapatkan bunga atau interest yang lebih besar daripada menyimpan uang di tanbungan , sebelum , menjelaskan tentang cara menghitung bunga deposito , kami akan menerangkan pengertian dari deposito lebih dahulu :&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Deposito atau yang sering juga disebut sebagai deposito berjangka, merupakan produk bank sejenis jasa tabungan yang biasa ditawarkan kepada masyarakat. Dana dalam deposito dijamin oleh pemerintah melalui Lembaga Penjamin Simpanan &lt;LPS&gt; dengan persyaratan tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Deposito biasanya memiliki jangka waktu tertentu di mana uang di dalamnya tidak boleh ditarik nasabah. Deposito baru bisa dicairkan sesuai dengan tanggal jatuh tempo nya, biasanya deposito mempunyai jatuh tempo 1, 3, 6, atau 12 bulan. Bila deposito dicairkan sebelum tanggal jatuh tempo, maka akan kena penalti.&lt;br /&gt;
Deposito juga dapat diperpanjang secara otomatis menggunakan sistem ARO &lt;Automatic Roll Over&gt;. Deposito akan diperpanjang otomatis setelah jatuh tempo, sampai pemiliknya mencairkan depositonya.&lt;br /&gt;
Bunga deposito biasanya lebih tinggi daripada bunga tabungan biasa. Bunga dapat diambil setelah tanggal jatuh tempo atau dimasukkan lagi ke pokok deposito untuk di depositokan lagi pada periode berikutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
cara menghitung bunga deposito beserta contohnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Misalnya saja anda menyipan uang 100 juta di sebuah bank dengan bunga deposito 10 persen yang disimpan selama 1 bulanan dengan sistem ARO atau diperpanjang setiap bulannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jumlah hari dalam 1 bulan ada yang 30 hari , 31 hari 28 hari atau 29 hari , Kita coba untuk menghitung bunga pada bulan januari saja yang mana harinya mencapai tanggal 31 .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita akan menghitung bunga deposito yang masuk tangga 15 januari dan akan berakhir dan menerima bunganya tanggal 16 februari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
( 100,000,000 X 10 % ) / 365 hari =  Rp 27,297 ,- ( bunga per hari sebelum pajak )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
365 adalah jumlah hari dalam satu tahun , meskipun ada yang 366 tapi pembaginya selalu 365 , karena bunga deposito sebesar 10 persen itu , adalah bunga per tahun , bunga deposito adalah selalu dihitung per tahun bukan per bulan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bunga di bulan januari adalah &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
( Rp 27,297 X 31 hari  ) X 80 persen (potong pajak 20 persen ) =  676.966 rupiah&lt;br /&gt;
Jadi bunga deposito 10 persen dengan uang 100 juta bunga depositonya per bulan adalah sekitar RP , 675.000 .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi sekarang ini bunga deposito hanya berkisar 5 - 8 persen saja , jadi ya hasilnya tergantung bunga deposito yang berlaku pada bank tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara Menghitung Bunga Deposito (Tabungan Berjangka) – &lt;br /&gt;
Salah satu investasi yang cukup popular dikalangan para investor adalah investasi dengan menggunakan deposito. Deposito merupakan tabungan berjangka di bank, artinya tabungan hanya bisa dicairkan dalam jangka waktu tertentu, misalkan 1 bulan, 3, 6, 12, atau 24 bulan. Nanti jika sudah jatuh tempo, deposito bisa di perpanjang juga jika diawal pembuatan deposito anda menghendakinya.&lt;br /&gt;
Sebelum anda memutuskan untuk menginvestasikan uang anda ke dalam deposito, anda harus paham bahwa uang anda tidak dapat dicairkan secara bebas seperti halnya tabungan biasa. Jika suatu saat anda terpaksa mencairkan deposito sebelum jangka waktunya habis, maka anda akan terkena penalty. Penalty yang diberikan bank kepada anda ini berupa denda yang besarnya berkisar antara 0,5% hingga 3% dari total deposito. Selain itu, anda perlu memperhatikan masalah pajak, jika deposito anda 7.500.000 atau kurang maka anda tidak akan terkena pajak, tapi jika deposito lebih dari 7,5 juta maka anda akan dikenai pajak sebesar 20%. Jika terkena pajak, itu artinya bunga yang diberikan oleh bank kepada anda harus di potong sebesar 20%.&lt;br /&gt;
Rumus Bunga Deposito&lt;br /&gt;
Metode masa simpan bulanan:&lt;br /&gt;
Tanpa pajak: Jumlah simpanan deposito x Bunga x Jangka waktu bulanan / 12&lt;br /&gt;
Dengan pajak: Jumlah simpanan deposito x Bunga x Jangka waktu bulanan / 12 x 80%&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Metode masa simpan harian:&lt;br /&gt;
Tanpa pajak: Jumlah simpanan deposito x Bunga x Jangka waktu harian / 365&lt;br /&gt;
Dengan pajak: Jumlah simpanan deposito x Bunga x Jangka waktu harian / 365 x 80%&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keterangan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
    Angka 12 adalah jumlah bulan dalam satu tahun.&lt;br /&gt;
    Angka 80% berasal dari pengurangan 100% - 20% = 80%. Angka 20% adalah besarnya pajak yang dikenakan berdasarkan peraturan perpajakan Republik Indonesia, Pajak PPh Pasal 4 Ayat 2.&lt;br /&gt;
    Angka 365 adalah jumlah hari dalam satu tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara Menghitung Bunga Deposito Tanpa Pajak&lt;br /&gt;
Seorang mahasiswa cantik bernama Tria Farraz mendepositokan uangnya di bank XYZ sebesar Rp. 7.000.000 dengan jangka waktu 3 bulan. Bank XYZ memberikan bunga sebesar 7% per tahun. Maka bunga deposito yang akan di dapatkan oleh Tria adalah sebesar:&lt;br /&gt;
= 7.000.000 x 7% x 3 / 12&lt;br /&gt;
= 490.000 x 3 / 12&lt;br /&gt;
= 1.470.000 / 12&lt;br /&gt;
= 122.500&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, total uang yang diterima adalah sebesar = 7.000.000 + 122.500 = 7.122.500&lt;br /&gt;
Berdasarkan perhitungan dengan metode masa simpan bulanan yang terlihat diatas, bunga deposito yang Tria dapatkan adalah sebesar Rp. 122.500. jika dihitung dengan metode masa simpan harian, maka perhitungannya sebagai berikut:&lt;br /&gt;
= 7.000.000 x 7% x 91 / 365&lt;br /&gt;
= 490.000 x 91 / 365&lt;br /&gt;
= 44.590.000 / 365&lt;br /&gt;
= 122.164&lt;br /&gt;
Total uang yang diterima adalah sebesar = 7.122.164&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghitung Bunga Deposito Dengan Pajak&lt;br /&gt;
Jika diasumsikan Tria mendepositokan uangnya sebesar Rp. 20.000.000 dengan jangka waktu 1 tahun dan bunga sebesar 6% per tahun. Maka bunga deposito yang di dapatkan Tria adalah sebesar:&lt;br /&gt;
= 20.000.000 x 6% x 12 / 12 x 80%&lt;br /&gt;
= 1.200.000 x 12 / 12 x 80%&lt;br /&gt;
= 14.400.000 / 12 x 80%&lt;br /&gt;
= 1.200.000 x 80%&lt;br /&gt;
= 960.000&lt;br /&gt;
Atau&lt;br /&gt;
= 20.000.000 x 6% x 365 / 365 x 80%&lt;br /&gt;
= 1.200.000 x 365 / 365 x 80%&lt;br /&gt;
= 438.000.000 / 365 x 80%&lt;br /&gt;
= 1.200.000 x 80%&lt;br /&gt;
= 960.000&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari kedua metode diatas, total uang yang diterima oleh si cantik Tria adalah sebesar = 20.960.000&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika dari contoh diatas di asumsikan jangka waktu yang Tria ambil adalah 2 tahun, maka bunga deposito yang di dapat Tria adalah sebesar:&lt;br /&gt;
= 20.000.000 x 6% x 24 / 12 x 80%&lt;br /&gt;
= 1.200.000 x 24 / 12 x 80%&lt;br /&gt;
= 28.800.000 / 12 x 80%&lt;br /&gt;
= 2.400.000 x 80%&lt;br /&gt;
= 1.920.000&lt;br /&gt;
Atau&lt;br /&gt;
= 20.000.000 x 6% x 730 / 365 x 80%&lt;br /&gt;
= 1.200.000 x 730 / 365 x 80%&lt;br /&gt;
= 876.000.000 / 365 x 80%&lt;br /&gt;
= 2.400.000 x 80%&lt;br /&gt;
= 1.920.000&lt;br /&gt;
Total uang yang diterima = 21.920.000&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contoh Menghitung Bunga Deposito Jika Terjadi Break Deposito&lt;br /&gt;
Break deposito berarti si pemilik deposito mencairkan depositonya sebelum jangka waktu berakhir, sehingga terkena pinalti berupa denda. Contoh perhitungannya sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tanggal 1 maret 2015, Tria mendepositokan uangnya sebesar Rp. 20.000.000 yang jatuh tempo pada 1 maret 2016 (berarti jangka waktu 1 tahun), bunga sebesar 6% per tahun. Pada tanggal 31 agustus, Tria melakukan break deposito dengan penalty sebesar 2 % (Melakukan break deposito setelah 6 bulan). Maka bunga deposito yang di dapatkan Tria adalah sebesar:&lt;br /&gt;
= 20.000.000 x 6% x 6 / 12 x 80% - (20.000.000 x 2%)&lt;br /&gt;
= 1.200.000 x 6 / 12 x 80% - (20.000.000 x 2%)&lt;br /&gt;
= 7.200.000 / 12 x 80% - (20.000.000 x 2%)&lt;br /&gt;
= 600.000 x 80% - (20.000.000 x 2%)&lt;br /&gt;
= 480.000 - (20.000.000 x 2%)&lt;br /&gt;
= 480.000 – 400.000&lt;br /&gt;
= 80.000&lt;br /&gt;
Total uang yang diterima sebesar = 20.080.000&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pengertian Tujuan Jenis Wakaf</title><link>http://raja-ilmupengetahuan.blogspot.com/2017/05/pengertian-tujuan-jenis-wakaf.html</link><category>Agama</category><author>noreply@blogger.com (Mas Djoen)</author><pubDate>Wed, 31 May 2017 09:53:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1471705183535435531.post-1626428643946652491</guid><description>&lt;p align="justify"&gt;| Pengertian Wakaf | Secara etimologis Wakaf berasal dari kata waqafa–yaqifu–waqfan yang mempunyai arti menghentikan atau menahan. Secara terminologis para ulama telah memberikan definisi wakaf, antara lain sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengertian Wakaf Menurut Imam Nawawi adalah menahan harta yang dapat diambil manfaatnya tetapi bukan untuk dirinya sementara benda itu tetap ada padanya dan digunakan manfaatnya untuk kebaikan dan mendekatkan diri kepada Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Syaikh Umairah dan Ibnu Hajar al-Haitami, Pengertian Wakaf ialah menahan harta yang bisa dimanfaatkan dengan menjaga keutuhan harta tersebut, dengan memutuskan kepemilikan barang tersebut dari pemiliknya untuk hal yang dibolehkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imam Syarkhasi mengemukakan pendapatnya mengenai Pengertian Wakaf yaitu menahan harta dari jangkauan kepemilikan orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengertian Wakaf Menurut al-Mughni adalah menahan harta di bawah tanganpemiliknya, disertai pemberian manfaat sebagai sedekah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Ibnu Arafah, Pengertian Wakaf ialah memberikan manfaat sesuatu, pada batas waktu keberadaannya, bersamaan tetapnya wakaf dalam kepemilikan si pemiliknya meski hanya perkiraan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Kompilasi Hukum Islam, Pengertian Wakaf merupakan perbuatan hukum seseorang atau kelompok orang atau badan hukum yang memisahkan sebagian dari benda miliknya dan melembagakannya untuk selama-lamanya guna kepentingan ibadah atau keperluan umum lainnya sesuai dengan ajaran islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam Undang-undang No. 41 Tahun 2004 mengenai Wakaf, Pengertian Wakaf adalah perbuatan hukum wakif (pihak yang mewakafkan harta benda miliknya) untuk dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan kepentingannya guna keperluan ibadah dan/atau kesejahteraan umum menurut syariah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
| Syarat – Syarat Wakaf | Menurut Undang-undang No.41 tentang Wakaf, Wakaf dapat dilaksanakan dengan memenuhi Syarat – syarat wakaf sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Syarat Wakaf harus ada Wakif&lt;br /&gt;
Dalam syarat wakaf harus ada wakif. Wakif adalah orang yang mewakafkan harta benda miliknya. Wakif antara lain meliputi perseorangan, organisasi dan badan hukum. Syarat perseorangan yaitu dewasa, berakal sehat dan juga tidak terhalang melakukan perbuatan hukum dan pemilik sah harta benda wakaf.&lt;br /&gt;
Dalam syarat wakaf, wakif organisasi hanya dapat melakukan wakaf apabila memenuhi ketentuan organisasi untuk mewakafkan harta benda wakaf milik organisasi sesuai dengan anggaran dasar organisasi yang bersangkutan.&lt;br /&gt;
Dalam syarat wakaf, wakif badan hukum hanya dapat melakukan wakaf apabila memenuhi ketentuan badan hukum untuk mewakafkan harta benda wakaf milik badan hukum sesuai dengan anggaran dasar badan hukum yang bersangkutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Syarat Wakaf harus ada Nadzir&lt;br /&gt;
Dalam syarat wakaf harus ada nadzir. Nadzir adalah orang yang diserahi tugas pemiliharaan dan pengurusan benda wakaf. Nadzir meliputi perseorangan, organisasi dan badan hukum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam syarat wakaf, perseorangan dapat menjadi nadzir apabila memenuhi persyaratan :&lt;br /&gt;
– Warga negara Indonesia&lt;br /&gt;
– Beragama islam&lt;br /&gt;
– Dewasa&lt;br /&gt;
– Amanah&lt;br /&gt;
– Mampu secara jasmaniah dan rohani&lt;br /&gt;
– Tidak terhalang dalam melakukan perbuatan hukum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam syarat wakaf, Organisasi dapat menjadi nadzir apabila memenuhi persyaratan :&lt;br /&gt;
– Pengurus organisasi yang bersangkutan dapat memenuhi persyaratan nadzir perseorangan&lt;br /&gt;
– Organisasi yang bergerak di bidang sosial, kemasyarakatan, pendidikan dan keagamaan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam syarat wakaf, Badan hukum hanya dapat menjadi nadzir apabila memenuhi persyaratan :&lt;br /&gt;
– Pengurus badan hukum yang bersangkutan dapat memenuhi nadzir perseorangan.&lt;br /&gt;
– Badan hukum Indonesia yang dibentuk bedasarkan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.&lt;br /&gt;
– Badan hukum yang bersangkutan bergerak di dalam bidang sosial, pendidikan, kemasyarakatan dan keagamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Pasal 219, tata cara wakaf yaitu nadzir harus didaftar pada kantor Urusan Agama Kecamatan setelah mendengar saran dari Camat dan Majelis Ulama Kecamatan untuk mendapatkan pengesahan. Nadzir sebelum melaksanakan tugasnya, diharuskan mengucapkan sumpah dihadapan kepada kantor Urusan Agama Kecamatan disaksikan sekurang-kurangnya dua orang saksi dengan isi sumpah wakaf sebagai berikut : “Demi Allah, Saya bersumpah diangkat untuk menjadi nadzir langsung atau tidak langsung dengan nama atau dalih apa pun tidak memberikan atau menjanjikan ataupun memberikan sesuatu kepada siapa pun juga. Saya bersumpah, untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatan ini tidak sekali-kali akan menerima langsung dari siapapun juga suatu pemberian atau janji. Saya bersumpah, bahwa saya senantiasa menjunjung tinggi tugas dan tanggung jawab yang dibebankan kepada saya selaku nadzir dalam pengurusan harta wakaf sesuai maksud dan tujuannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Syarat Wakaf harus ada Harta Benda Wakaf&lt;br /&gt;
Syarat wakaf harus ada harta benda yang diwakafkan. Harta benda wakaf adalah benda baik bergerak maupun tidak bergerak yang memiliki daya tahan yang tidak hanya sekali pakai atau bernilai menurut ajaran islam. Harta benda wakaf diwakafkan apabila dimiliki dan dikuasai oleh wakif secara sah. Harta benda wakaf terdiri atas benda bergerak dan benda tidak bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Syarat Wakaf harus ada Ikrar Wakaf&lt;br /&gt;
Syarat wakaf harus ada ikrar wakaf. Ikrar wakaf adalah pernyataan kehendak dari wakif untuk mewakafkan benda miliknya. Ikrar wakaf dilaksanakan oleh wakil kepada nadzir di hadapan PPAIW (Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf) dengan disaksikan oelha 2 orang saksi, ikrar tersebut dinyatakan secara lisan dan atau tulisan serta diuangkan dalam akta ikrar wakaf oleh PPAIW. Dalam hal wakif tidak dapat menyatakan ikrar wakaf secara lisan atau tidak dapat hadir dalam pelaksanaan ikrar wakaf karena alasan yang tidak dibenarkan oleh hukum, wakif dapat menunjuk kuasanya dengan surat kuasa yang diperkuat oleh dua orang saksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Syarat Wakaf harus ada Peruntukan Harta Benda Wakaf&lt;br /&gt;
Syarat wakaf harus ada peruntukan harta benda wakaf. Dalam rangka mencapai fungsi wakaf dan tujuan wakaf, harta benda wakaf hanya dapat diperuntukan bagi :&lt;br /&gt;
– Sarana ibadah&lt;br /&gt;
– Kegiatan dan prasarana pendidikan serta kesehatan&lt;br /&gt;
– Bantuan kepada anak terlantar, fakir miskin, yatim piatu dan beasiswa&lt;br /&gt;
– Kemajuan dan peningkatan ekonomi umat&lt;br /&gt;
– Kemajuan dan juga kesejahteraan umum lainnya yang tidak bertentangan dengan syariah dan peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Syarat Wakaf harus ada Jangka Waktu Wakaf&lt;br /&gt;
Syarat wakaf harus ada jangka waktu wakaf. Pada umumnya para ulama berpendapat yang diwakafkan zatnya harus kekal. Namun Imam Malik dan golongan syi’ah Imamiyah menyatakan bahwa wakaf itu boleh dibatasi waktunya.&lt;br /&gt;
Golongan Hanafiyah mensyaratkan bahwa harta yang diwakafkan itu zatnya harus kekal yang memungkinkan dapat dimanfaatkan terus-menerus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
| Macam Macam Wakaf | Mengenai macam-macam wakaf di dalam Peraturan Pemerintah No.2 Tahun 1977 maupun dalam menjelaskan tidak diatur, di mana dalam peraturan pemerintah tersebut hanya mengatur wakaf sosial (untuk umum) atas tanah milik. Macam-macam wakaf lainnya seperti wakaf keluarga tidak termasuk dalam peraturan pemerintah tersebut. Hal tersebut untuk menghindari kekaburan permasalahan perwakafan.&lt;br /&gt;
Macam-macam wakaf menurut fiqih, yaitu sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Wakaf Ahli (keluarga atau khusus)&lt;br /&gt;
Macam-macam wakaf salah satunya adalah wakaf Ahli. Wakaf ahli merupakan wakaf yang ditujukan kepada orang-orang tertentu seseorang atau lebih dari satu, baik keluarga wakif atau bukan, misalnya mewakafkan buku untuk anaknya yang mampu mempergunakannya, kemudian diteruskan kepada cucu-cucunya. Macam wakaf ini dipandang sah dan yang berhak menikmati harta wakaf adalah mereka yang ditunjuk dalam pernyataan wakaf.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Wakaf Umum&lt;br /&gt;
Macam-macam wakaf salah satunya wakaf umum. Wakaf umum ialah wakaf yang sejak semula ditujukan untuk kepentingan umum, tidak dikhususkan pada orang-orang tertentu. Wakaf umum ini sejalan juga dengan amalan wakaf yang menyatakan bahwa pahalanya akan terus mengalir sampai wakif itu meninggal dunia. Apabila harta wakaf masih, tetap diambil manfaatnya sehingga wakaf itu dapat dinikmati oleh masyarakat secara luas dan merupakan sarana untuk menyelenggarakan kesejahteraan masyarakat baik dalam bidang sosial, pendidikan, kebudayaan, ekonomi serta keagamaan.&lt;br /&gt;
Manfaat wakaf semacam ini jauh lebih besar dibandingkan wakaf ahli dan macam wakaf ini nampaknya lebih sesuai dengan tujuan wakaf secara umum. Secara substansinya, wakaf jenis ini merupakan salah satu segi dari cara membelanjakan harta di jalan Allah SWT. Apabila harta wakaf tersebut digunakan untuk pembangunan, baik bidang keagamaan maupun perekonomian, maka manfaatnya sangat terasa untuk kepentingan umum, tidak terbatas untuk keluarga atau kerabat terdekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
| Tujuan Wakaf dan Fungsi Wakaf |&lt;br /&gt;
Tujuan Wakaf adalah memanfaatkan benda wakaf sesuai dengan dengan fungsinya.&lt;br /&gt;
Fungsi Wakaf adalah mewujudkan suatu potensi dan manfaat ekonomis harta benda wakaf untuk kepentingan ibadah dan untuk memajukan kesejahteraan umum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Peradaban Kuno di Asia</title><link>http://raja-ilmupengetahuan.blogspot.com/2017/05/peradaban-kuno-di-asia.html</link><category>IPS</category><author>noreply@blogger.com (Mas Djoen)</author><pubDate>Wed, 31 May 2017 09:51:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1471705183535435531.post-4668412815735059103</guid><description>&lt;p align="justify"&gt;    A.     Perkembangan Peradaban Kuno di Asia&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1)      Pusat Peradaban India&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
India merupakan suatu wilayah yang besar dan luas yang terletak di sebelah selatan Benua Asia. India memiliki kekayaan alam dan memiiliki nilai budaya yang tinggi, sehingga dikenal oleh berbagai bangsa sejak beribu tahun yang lalu. Dalam perkembangan sejarah India terdapat pusat-pusat peradaban yang tertua yaitu, Kebudayaan Lembah Sungai Indus tahun 4000-3000 SM dan Kebudayaan Lembah Sungai Gangga tahun 1000 SM. Kedua kebudayaan tersebut berpusat di lembah sungai yang subur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peradaban Lembah Sungai Indus&lt;br /&gt;
A) Peninggalan Dravida&lt;br /&gt;
Berdasarkan penelitian yang dilakukan para ahli arkeologi pada tahun 1921, 1922, 1933, 1942 berhasil ditemukan sisa-sisa peninggalan-peninggalan berupa reruntuhan dua kota tua, yaitu Mohenjodaro dan Harappa. Peninggalan tersebut merupakan sisa peninggalan bangsa Dravida. Peradaban Mohenjodaro dan Harappa sudah sangat maju, terbukti mereka sudah mampu membuat hal sebagai berikut:&lt;br /&gt;
1)  Perencanaan tata kota yang teratur&lt;br /&gt;
2)  Jalan-jalan yang lurus dan teratur&lt;br /&gt;
3)  Saluran air untuk pengairan dan pertanian&lt;br /&gt;
4)  Mata uang dalam bentuk materai dari tanah lia&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
B)  Sistem Kepercayaan&lt;br /&gt;
Kepercayaan merupakan faktor yang sangat penting bagi setiap masyarakat. Jenis kepercayaan yang dianut adalah sebagai berikut&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1)  Pemujaan terhadap dewa&lt;br /&gt;
Masyarakat Lembah Sungai indus menyembah para dewa dan dewi terutama Dewi Ibu yang terbuat dari tanah liat&lt;br /&gt;
2)   Pemujaan terhadap hewan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikelompokkan menjadi 3, yaitu :&lt;br /&gt;
(1)Pemujaan terhadap hewan-hewan cerita yang bentuknya setengah manusia setengah hewan&lt;br /&gt;
(2)  Hewan yang dianggap sebagai penjaga kota(hewan bertanduk)&lt;br /&gt;
(3)  Hewan-hewan yang terdapat di alam(Gajah, Singa,dll)&lt;br /&gt;
3) Pemujaan terhadap pohon, api, petir, matahari, dan sungai besar&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
C)  Sistem pemerintahan&lt;br /&gt;
Pemerintahan Lembah Sungai Indus dipegang oleh Kepala Suku, kemudian berkembang menjadi sistem pemerintahan desa. Pemukiman makin padat sehingga membentuk pemerintahan kota. Peraturan tentang tata kota dipatuhi oleh penduduknya dengan baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
D)  Tatanan Sosial Ekonomi&lt;br /&gt;
Masyarakat di Mohenjodaro merupakan masyarakat kota dan penduduknya terdiri dari empat tipe rasial, yaitu sebagai berikut :&lt;br /&gt;
1) Proto Australoid&lt;br /&gt;
2) Mediterania&lt;br /&gt;
3)Musyalah&lt;br /&gt;
4) Alpionid&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun penggolongan masyarakat terdiri atas sebagai berikut :&lt;br /&gt;
1) Penggolongan terpelajar&lt;br /&gt;
2) Golongan prajurit&lt;br /&gt;
3) Golongan pedagang dan seniman&lt;br /&gt;
4) Golongan pekerja keras atau pelayan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E)  Sistem Pertanian dan Pengairan&lt;br /&gt;
Masyarakat Lembah Sungai Indus adalah petani dengan tanaman pokoknya gandum dan kapas. Untuk meningkatkan hasil pertanian maka dibuatlah saluran irigasi dan pembangunan daerah-daerah pertanian yang menunjukan bahwa masyarakat Lembah Sungai Indus telah memiliki tingkat peradaban yang tinggi. Hasil pertanian yang terutama adalah padi, gandum, gula jelai, kapas, dan teh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
F) Peninggalan Kebudayaan&lt;br /&gt;
Dari hasil penggalian di Kota Harappa ditemukan beberapa arca yang masih sempurna bentuknya dan dua buah torso (arca yang telah hilang kepalanya) dan juga alat-alat rumah tangga dan senjata. Salah satu torso mula-mula bertangan empat dan berkepala tiga, berdiri diatas kaki kanan dengan kaki kiri terangkat (patung ini mirip dengan patung Syiwa Nataraya dari Zaman Kerajaan Cola, India Selatan)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
G)  Teknologi&lt;br /&gt;
Mereka telah mampu membuat barang-barang yang terbuat dari emas dan perak, alat-alat rumah tangga, alat-alat pertanian, kain dari kapas, serta bangunan-bangunan. Kemampuan ini dapat diketahui melalui peninggalan-peninggalan budaya yang ditemukan, seperti bangunan kota Mohenjodaro dan Harappa, berbagai macam patung, perhiasan emas perak, dan berbagai macam materai dengan lukisannya yang bermutu tinggi. Juga ditemukan alat seperti tombak, pedang, dan anak panah. Di samping itu, ditemukan juga alat-alat peninggalan budaya berupa barang-barang dari tanah liat, terutama peralatan rumah tangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peradaban Lembah Sungai Gangga&lt;br /&gt;
A)  Pusat Peradaban&lt;br /&gt;
Peradaban lembah sungai Gangga terletak antara pegunungan Himalaya dan pegunungan Windya-Kedna. Sungai Gangga bermata air di pegunungan Himalaya dan mengalir melalui kota-kota besar seperti Delhi, Agra, Allahabad, Patna, Benares,  melalui wilayah Bangladesh dan bermuara di teluk Benggala. Pendukung peradaban ini adalah bangsa Arya yang termasuk bangsa Indo German. Mereka datang dari daerah Kaukasus. Mereka masuk ke India Utara pada abad ke- 16 SM. Bangsa ini selalu mengembara untuk menggembalakan ternaknya. Tetapi setelah berhasil mengalahkan Bangsa Dravisa di Lembah Sungai Shindu dan menguasai daerah yang subur, mereka akhirnya bercocok tanam dan hidup menetap. Selanjutnya mereka menempati Lembah Sungai Gangga dan terus mengembangkan kebudayaannya. Pada dasarnya peradaban dan kehidupan bangsa Hindu telah tercantum dalam Kitab Suci Weda ( Weda berarti pengetahuan), juga dalam kitab Brahmana dari Upanisad. Ketiga kitab itu menjadi dasar kehidupan orang-orang Hindu. Kitab suci Weda merupakan kumpulan dari hasil pemikiran para pendeta (Resi). Pemikiran-pemikiran para pendeta (Resi) itu dibukukan oleh Resi Wiyasa. Empat bagian Kitab Weda terbagi atas :&lt;br /&gt;
1)   Reg Weda : Syair-syair pujian terhadap dewa-dewi&lt;br /&gt;
2)   Sama Weda : Syair-syair pujian yang dinyanyikan saat upacara agama&lt;br /&gt;
3)   Yajur weda : Syair atau doa pengantar sesaji untuk para dewa&lt;br /&gt;
4)   Atharwa dewa : Syair-syair yang berisi mantra yang dipergunakan untuk Ilmu gaib, sihir, dan berbagai ilmu magis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keempat buku itu ditulis pada tahun 550 SM dalam Bahasa Sansakerta.  Sungai&lt;br /&gt;
Gangga dianggap keramat dan suci oleh Umat Hindu. Menurut kepercayaan umat&lt;br /&gt;
Hindu India, ‘’Air Sungai Gangga’’ dapat menyucikan diri manusia dan menghapus&lt;br /&gt;
segala dosa. Kepercayaan bangsa Hindu bersifat politheisme (memuja banyak dewa)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bangsa Hindu memiliki tiga dewa utama atau yang disebut dengan Trimurti, yaitu :&lt;br /&gt;
1) Dewa Brahmana : sebagai dewa pencipta&lt;br /&gt;
2) Dewa Wisnu : sebagai dewa pelindung&lt;br /&gt;
3) Dewa Waisya : sebagai dewa perusak (pembinasa)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun dewa-dewa yang lain, yaitu :&lt;br /&gt;
1) Dewi Saraswati : dewi pengetahuan dan kebijaksanaan&lt;br /&gt;
2) Dewi Laksmi : dewi kecantikan dan kebahagiaan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agama Buddha muncul sebagai bentuk reaksi beberapa golongan atas ajaran kaum Brahmana dan juga adanya sistem kasta yang membedakan manusia atas beberapa golongan. Sebagai pelopor agama Buddha adalah Sidharta Gautama putra Raja Sudhodana dari Kerajaan Kapilawastu. Ajaran agama Buddha termuat dalam kitab suci Tripitaka yang berarti tiga ranjang, yaitu :&lt;br /&gt;
1)  Vinanya Pitaka berisi ajaran dan khotbah sang Buddha&lt;br /&gt;
2)  Sutranata Pitaka berisi keterangan dan percakapan Buddha&lt;br /&gt;
3) Abidharma Pitaka berisi keterangan tentang tata tertib yang harus dilaksanakan penganut Buddha.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tempat-tempat suci bagi penganut Buddha, antara lain sebagai berikut :&lt;br /&gt;
1) Kapilawastu (Taman Lumbini) adalah tempat kelahiran Sang Buddha&lt;br /&gt;
2) Bodhgaya adalah tempat Sidharta menerima penerangan agung (Wahyu)&lt;br /&gt;
3)  Benares (Taman Rusa) adalah tempat pertama kali Sidharta menyampaikan ajarannya.&lt;br /&gt;
4)  Kucinagara adalah tempat sang Buddha wafat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
B)  Pemerintahan&lt;br /&gt;
Perkembangan sistem pemerintahan di Lembah Sungai Gangga merupakan kelanjutan dari sistem pemerintahan masyarakat di daerah Lembah Sungai Sindhu. Sejak runtuhnya Kerajaan Maurya, keadaan menjadi kacau akibat terjadi  peperangan antara kerajaan-kerajaan kecil yang ingin berkuasa. Keadaan ini baru dapat diamankan kembali setelah munculnya Kerajaan Gupta yang didirikan oleh Raja Candragupta I (320-330 M) dengan pusatnya di Lembah Sungai Gangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
C) Bentuk Kebudayaan Lembah Sungai Gangga&lt;br /&gt;
Perkembangan kebudayaan masyarakat Lembah sungai Gangga mengalami banyak kemajuan pada bidang kesenian. Kesusasteraan, seni pahat dan seni patung berkembang pesat. Kuil-kuil yang indah dari Syanta dibangun. Daerah-daerah yang diduduki oleh bangsa Indo-Arya sering disebut dengan Arya Varta (Negeri Bangsa Arya) atau Hindustan (Tanah milik bangsa Hindu). Bangsa Dravida mengungsi ke daerah selatan, kebudayaannya kemudian dikenal dengan nama kebudayaan Dravida.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pusat Peradaban Cina&lt;br /&gt;
Cina merupakan sebuah negara di Asia Timur. Peradaban Cino Kuno dimulai dari kehidupan di Sungai Kuning. Sungai Kuning merupakan wilayah subur yang dijadikan area bercocok tanam. Tidak heran jika peradaban Cino Kuno disebut-sebut dimulai dari wilayah ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perabadan Lembah Sungai Kuning&lt;br /&gt;
Sejarah kebudayaan Cina Kuno terdapat di Lembah Sungai Kuning (Huang Ho). Daerah tersebut merupakan daerah yang subur. Kebudayaan Cina kuno identik dengan nama Dinasti Syang dan kebudayaan Syang diperkirakan pada tahun 1796 SM sampai dengan tahun 1122 SM. Sungai Huang Ho disebut juga Sungai Kuning atau Sungai Malapetaka karena wilayah ini sering dilanda banjir dan sering mendapatkan serangan dari suku Bar-Bar. Dalam menghadapi tantangan-tantangan tersebut, maka pada masa Dinasti Chin (masa Kaisar Chin Shih Huang Ti) membangun tembok Cina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
A)  Kepercayaan dan Filsafat&lt;br /&gt;
a)  Kepercayaan&lt;br /&gt;
Masyarakat Cina memuja banyak dewa dan memuja leluhur. Dewa yang utama adalah Syang Ti atau yang dikenal sebagai Dewa Langit. Pemujaan leluhur dikerjakan dengan sungguh-sungguh terutama oleh anak laki-laki. Dewa-dewa yang sering mendapatkan pemujaan adalah Feng Jio (Dewa Angin), Lei Shin (Dewa Topan) yang digambarkan sebagai naga besar, dan Tai Shan atau empat dewa yang menguasai Bukit Suci.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b)  Filsafat&lt;br /&gt;
Pujangga dari Zaman Dinasti Chou adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;
1)   Kung Fu Tse&lt;br /&gt;
Mengajarkan adat istiadat (Li) melalui raja-raja kuno&lt;br /&gt;
2) Meng Tse&lt;br /&gt;
Menurut Meng Tse, rakyatlah yang terpenting dalam suatu negara&lt;br /&gt;
3)  Lao Tse&lt;br /&gt;
Supaya dunia tertib selamanya, siapapun harus mengerjakan Wu Wei (tidak melakukan apa-apa)&lt;br /&gt;
4)  Chuang Tse (murid Lao Tse)&lt;br /&gt;
Ia adalah seorang penulis filsafat yang pandai jenaka, dan tajam tulisannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
B) Pemerintahan&lt;br /&gt;
1) Kekuasaan raja-raja Chou (1000-300 SM)&lt;br /&gt;
Setelah kekuasaan raja Syang lenyap, kemudian diganti oleh Dinasti Chou. Dibawah pemerintahannya Cina berbentuk pemerintahan feodal.&lt;br /&gt;
2) Kekuasaan Dinasti Chin (221-202 SM)&lt;br /&gt;
Pendiri Dinasti Chin adalah Skih Huang Ti yang berhasil mempersatukan seluruh Wilayah Cina. Huang Ti berarti kaisar atau kaisar kuning. Pada asa pemerintahannya, Cina dibagi dalam 36 Provinsi. Kepala provinsi dan distrik langsung bertanggung jawab pada kaisar.&lt;br /&gt;
3) Kekuasaan Dinasti Han (202 SM – 221 SM)&lt;br /&gt;
Liu Pang sebagai pendiri Dinasti Han yang berhasil mengambil alih kekuasaan Dinasti Chin. Sistem pemerintahan Dinasti Han melanjutkan sistem pemerintahan Dinasti Chin. Kaisar terbesar dan termahsyur pada masa Dinasti Han adalah kaisar Han Wu Ti.&lt;br /&gt;
C)   Sistem Pertanian&lt;br /&gt;
Daerah di sekitar Sungai Huang Ho merupakan daerah pertanian yang subur. Mata pencaharian masyarakat Cina adalah bercocok tanam.&lt;br /&gt;
D) Aksara&lt;br /&gt;
Bahasa yang dipergunakan masyarakat Cina di berbagai wilayah berbeda-beda. Tulisan Cina berupa huruf Piktograf, yaitu huruf yang berupa gambar dengan masing-masing mempunyai arti berbeda. Untuk memupuk rasa persatuan dan persaudaraan maka pada abad ke-20 dikembangkan pemakaian bahasa persatuan yang disebut Kuo Yu.&lt;br /&gt;
E)   Teknologi&lt;br /&gt;
Di Cina terdapat bangunan monumental dan kolosal, yaitu tembok raksasa Cina.&lt;br /&gt;
F) Astronomi&lt;br /&gt;
Masyarakat Cina sudah memiliki banyak ahli yang mempelajari ilmu astronomi (ilmu perbintangan) sehingga muncul sistem penanggalan. Sistem astronomi menjadi dasar segala aktifitas yang hendak dilakukan oleh masyarakat Cina. Misalnya dalam sistem pertanian, pelayaran, dan usaha untuk mengenal musim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
B.  Pengaruh Peradaban Kuno di Asia&lt;br /&gt;
Peradaban Kuno di Asia membawa pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan masyarakat terutama di India dan Cina. Pengaruh-pengaruh tersebut antara lain :&lt;br /&gt;
a)  Peradaban Lembah Sungai Indus&lt;br /&gt;
–   Pengaruh pada bidang Peninggalan Kebudayaan :&lt;br /&gt;
Dari hasil penggalian di Kota Harappa, ditemukan beberapa arca dan torso beserta alat-alat rumah tangga dan senjata. Penemuan ini menunjukan bahwa peralatan rumah tangga dan senjata telah terbuat dari benda-benda logam seperti perunggu. Penemuan ini menunjukan bahwa masyarakat Lembah Sungai Indus telah mengenal teknik perundagian. Pengetahuan ini tidak dikenal oleh sembarang orang sehingga untuk mendapatkan benda-benda tersebut harus memesan kepada ahli perundagian (Tukang undagi)&lt;br /&gt;
–   Pengaruh pada bidang Teknologi &lt;br /&gt;
Masyarakat Lembah Sungai Indus sudah memiliki teknologi yang tinggi. Mereka sudah mendirikan tata bangunan, mereka pandai membuat alat-alat rumah tangga dan perhiasan yang terbuat dari perak, tembaga dan perunggu. Selain itu mereka sudah mengenal timbangan dan anak timbangan. Hasil seni pahat dan seni patung sudah tinggi terbuat dari batu marmer dan mereka sudah mengenal tulisan yang berbentuk gambar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b) Peradaban Lembah Sungai Kuning&lt;br /&gt;
–  Pengaruh pada bidang Pemerintahan&lt;br /&gt;
Kekuasaan raja Chou (1000-300 SM). Setelah kekuasaan raja Syang lenyap kemudian diganti oleh Dinasti Chou. Dibawah pemerintahannya Cina berbentuk pemerintahan feodal.&lt;br /&gt;
–  Pengaruh pada bidang Teknologi&lt;br /&gt;
Di Cina terdapat bangunan monumental dan kolosal, yaitu tembok raksasa Cina&lt;br /&gt;
–  Pengaruh pada bidang Astronomi&lt;br /&gt;
Masyarakat Cina sudah memiliki banyak ahli yang mempelajari ilmu astronomi (ilmu perbintangan) sehingga muncul sistem penanggalan. Sistem astronomi menjadi dasar segala aktifitas yang hendak dilakukan oleh masyarakat Cina. Misalnya dalam sistem pertanian, pelayaran, dan usaha untuk mengenal musim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
C. Peninggalan Peradaban Kuno di Asia&lt;br /&gt;
Peradaban Kuno di Asia meninggalkan banyak peninggalan-peninggalan bersejarah yang sangat penting, diantaranya :&lt;br /&gt;
a)  Peradaban Lembah Sungai Indus&lt;br /&gt;
–  Peninggalan Dravida&lt;br /&gt;
Berdasarkan penelitian yang dilakukan para ahli arkeologi pada tahun 1921, 1922, 1932, dan 1942 berhasil menemukan sisa-sisa peninggalan berupa reruntuhan dua kota tua, yaitu Mohenjodaro dan Harappa.&lt;br /&gt;
Peninggalan tersebut merupakan sisa peninggalan Bangsa Dravida.&lt;br /&gt;
–   Peninggalan Kebudayaan&lt;br /&gt;
Dari hasil penggalian di Kota Harappa ditemukan beberapa arca yang masih sempurna bentuknya dan dua buah torso (arca yang telah hilang kepalanya). Salah satu torso mula-mula bertangan empat dan berkepala tiga, berdiri atas kaki kanan dengan kaki kiri terangkat (patung ini mirip dengan patung Syiwa Nataraya dari Zaman kerajaan Cola, India Selatan) beserta ditemukan juga alat-alat rumah tangga dan senjata yang terbuat dari logam seperti perunggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b) Peradaban Lembah Sungai Kuning&lt;br /&gt;
–  Teknologi&lt;br /&gt;
Di Cina terdapat bangunan monumental dan kolosal yang sangat bersejarah dan merupakan ico dari negara Cina tersebut. Bangunan monumental itu yang tidak lain adalah tembok raksasa Cina yang sangat kokoh dan terkenal. Tembok besar Cina ini dulunya merupakan benteng pertahanan. Kini, Tembok Besar Cina tersebut menjadi salah satu keajaiban dunia.&lt;br /&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Teloransi</title><link>http://raja-ilmupengetahuan.blogspot.com/2017/05/teloransi.html</link><category>PKN</category><author>noreply@blogger.com (Mas Djoen)</author><pubDate>Wed, 31 May 2017 09:49:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1471705183535435531.post-1457625695703710243</guid><description>&lt;p align="justify"&gt;A.  Pengertian Toleransi&lt;br /&gt;
Toleransi berasal dari kata “ Tolerare ” yang berasal dari bahasa latin yang berarti dengan sabar membiarkan sesuatu. Jadi pengertian toleransi secara luas adalah suatu sikap atau perilakumanusia yang tidak menyimpang dari aturan, dimana seseorang menghargai atau menghormati setiap tindakan yang orang lain lakukan. Toleransi juga dapat dikatakan istilah dalam konteks sosial budaya dan agama yang berarti sikap dan perbuatan yang melarang adanya deskriminasi terhadap kelompok-kelompok yang berbeda atau tidak dapat diterima oleh mayoritas dalam suatu masyarakat. Contohnya adalah toleransi beragama dimana penganut mayoritas dalam suatu masyarakat mengizinkan keberadaan agama-agama lainnya. Istilah toleransi juga digunakan dengan menggunakan definisi “kelompok” yang lebih luas , misalnya partai politik, orientasi seksual, dan lain-lain. Hingga saat ini masih banyak kontroversi dan kritik mengenai prinsip-prinsip toleransi baik dari kaum liberal maupun konservatif. Jadi toleransi antar umat beragama berarti suatu sikap manusia sebagai umat yang beragama dan mempunyai keyakinan, untuk menghormati dan menghargai manusia yang beragama lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
B. Toleransi Antar umat Beragama&lt;br /&gt;
Sebagai makhluk sosial manusia tentunya harus hidup sebuah masyarakat yang kompleks akan nilai karena terdiri dari berbagai macam suku dan agama.&lt;br /&gt;
Untuk menjaga persatuan antar umat beragama maka diperlukan sikap toleransi.dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sikap memiliki arti perbuatan dsb yang berdasarkan pada pendirian, dan atau keyakinan sedangkan toleransi berasal dari bahasa Latin yaitu tolerare artinya menahan diri, bersikap sabar,membiarkan orang berpendapat lain, dan berhati lapang terhadap orang-orang yang memiliki pendapat berbeda &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Toleransi sendiri terbagi atas tiga yaitu :&lt;br /&gt;
a.Negatif&lt;br /&gt;
Isi ajaran dan penganutnya tidak dihargai. Isi ajaran dan penganutnya hanya dibiarkan saja karena menguntungkan dalam keadaan terpaksa.Contoh PKI atau orang-orang yang beraliran komunis di Indonesia pada zamanIndonesia baru merdeka.&lt;br /&gt;
 b.Positif&lt;br /&gt;
Isi ajaran ditolak, tetapi penganutnya diterima serta dihargai.Contoh Anda beragama Islam wajib hukumnya menolak ajaran agama lain didasari oleh keyakinan pada ajaran agama Anda, tetapi penganutnya atau manusianya Anda hargai.&lt;br /&gt;
 c.Ekumenis&lt;br /&gt;
Isi ajaran serta penganutnya dihargai, karena dalam ajaran mereka itu terdapat unsur-unsur kebenaran yang berguna untuk memperdalam pendirian dan kepercayaan sendiri.Contoh Anda dengan teman Anda sama-sama beragama Islam atau Kristen tetapi berbeda aliran atau paham. Dalam kehidupan beragama sikap toleransi ini sangatlah dibutuhkan, karena dengan sikap toleransi ini kehidupan antar umat beragama dapat tetap berlangsung dengan tetap saling menghargai dan memelihara hak dan kewajiban masing-masing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
C.  Manfaat Toleransi Beragama&lt;br /&gt;
1.Menghindari Perpecahan&lt;br /&gt;
Dengan belajar dan melakukan Toleransi Beragama maka kita  juga belajar bagaimana agar bangsa besar kita ini indonesia dapat bertahan lama. Negara kita terbukti sangat peka terhadap isu keagamaan oleh karena itu jika tidak bisa menjaga hubungan baik antara agama. Bahaya besar telah menanti bangsa ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.Mempererat Hubungan&lt;br /&gt;
Dengan toleransi beragama tidak hanya dapat menghindarkan kita dari sebuah perpecahan tapi juga dapat membuat kita lebih solid dalam hubungan kemasyarakatan. Dapat juga bertukar pikiran (bukan berdebat tentang agama yang lebih baik) agar dari hari kehari kehidupan ala multiagama di negara ini menjadi sesuatu yang biasa dan tidak menjadi alasan terjadi pertikaian anatara umat beragama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.Mengokohkan Iman&lt;br /&gt;
Semua agama mangajarkan hal yang baik bagaimana  mngatur hubungan dengan masyarakat yang beragama lain. Wujud nyata tingkah laku toleransi akan menunjukkan perwujudan iman keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
D. Contoh Toleransi Beragama&lt;br /&gt;
1.Saling Menghormati&lt;br /&gt;
Salah satu contoh toleransi dalam beragama ialah dengan saling menghormati anatar umat beragama. Dengan cara jika ada yang sedang puasa ya setidaknya kita jangan menganggi atau merusak puasanya. Jika ada yang  sedang berdoa tetaplah menjaga ketenangan saat umat lain beribadah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.Tidak Menganggu&lt;br /&gt;
Tidak menggu sudah cukup baik untuk mewujudkan toleransi beragama di dalam masyarakat dengan cara jika ada upacara agama lain hendaklah tidak melanggar aturan. Misalnya acaranya nyepi janganlah merusak dengan menciptakan keributan tanpa peduli acara umat lain. &lt;br /&gt;
3.Partisipasi&lt;br /&gt;
Di sini perlu ditekankan pertisipasi tidak berarti anda mengikuti acara agama lain. Contoh paling nyata ialah jika ada Lebaran,Natal dan acar besar agama lainnya apa sih salahnya memberikan selamat kepada mereka. Ini menunjukkan perwujudan iman yang dewasa dalam masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E.  Menghormati Dan Memelihara Hak Dan Kewajiban Antar Umat Beragama&lt;br /&gt;
a. Pengertian  Hak&lt;br /&gt;
Hak adalah sesuatu yang mutlak menjadi milik kita dan penggunaannya tergantung kepada kita sendiri.Contoh dari hak adalah:&lt;br /&gt;
1. Setiap warga negara berhak mendapatkan perlindungan hukum;&lt;br /&gt;
2. Setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak;&lt;br /&gt;
3. Setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum dan di dalam pemerintahan;&lt;br /&gt;
4. Setiap warga negara bebas untuk memilih, memeluk dan menjalankan agama dan kepercayaan masing-masing yang dipercayai;&lt;br /&gt;
5. Setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran;&lt;br /&gt;
6. Setiap warga negara berhak mempertahankan wilayah negara kesatuan Indonesia atau nkri dari serangan musuh;dan&lt;br /&gt;
7. Setiap warga negara memiliki hak sama dalam kemerdekaan berserikat, berkumpul mengeluarkan pendapat secara lisan dan tulisan sesuai undang-undang yang berlaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Pengertian Kewajiban&lt;br /&gt;
Kewajiban adalah sesuatu yg dilakukan dengan tanggung jawab.Contoh dari kewajiban adalah:&lt;br /&gt;
1. Setiap warga negara memiliki kewajiban untuk berperan serta dalam membela, mempertahankan kedaulatan negara indonesia dari serangan musuh;&lt;br /&gt;
2. Setiap warga negara wajib membayar pajak dan retribusi yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah (pemda);&lt;br /&gt;
3. Setiap warga negara wajib mentaati serta menjunjung tinggi dasar negara, hukum dan pemerintahan tanpa terkecuali, serta dijalankan dengan sebaik-baiknya;&lt;br /&gt;
4. Setiap warga negara berkewajiban taat, tunduk dan patuh terhadap segala hukum yang berlaku di wilayah negara Indonesia;da&lt;br /&gt;
5. Setiap warga negara wajib turut serta dalam pembangunan untuk membangun bangsa agar bangsa kita bisa berkembang dan maju ke arah yang lebih baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kewajiban merupakan hal yang harus dikerjakan atau dilaksanankan. Jika tidak dilaksanankan dapat mendatangkan sanksi bagi yang melanggarnya. Sedangkan hak adalah kekuasaan untuk melakukan sesuatu. Namun, kekuasaan tersebut dibatasi oleh undang-undang. Pembatasan ini harus dilakukan agar pelaksanaan hak seseorang tidak sampai melanggar hak orang lain. Jadi pelaksanaan hak dan kewajiban haruslah seimbang, artinya, kita tidak boleh terus menuntut hak tanpa memenuhi kewajiban.&lt;br /&gt;
Indonesia adalah bangsa yang terdiri dari beragam suku dan agama, dengan adanya sikap toleransi dan sikap menjaga hak dan kewajiban antar umat beragama, diharapkan masalah-masalah yang berkaitan dengan sara tidak muncuk kepermukaan. Dalam kehidupan masyarakat sikap toleransi ini harus tetap dibina, jangan sampai bangsa Indonesia terpecah antara satu sama lain&lt;br /&gt;
Toleransi Hak dan kewajiban dalam umat beragama telah tertanam dalam nilai-nilai yang ada pada pancasila. Indonesia adalah Negara majemuk yang terdiri dari berbagai macam etnis dan agama, tanpa adanya sikap saling menghormati antara hak dan kewajiban maka akan dapat muncul berbagai macam gesekan-gesekan antar umat beragama.&lt;br /&gt;
Pemeluk agama mayoritas wajib menghargai ajaran dan keyakinan pemeluk agama lain, karena dalam UUD 1945 Pasal 29 ayat 2 dikatakan bahwa “setiap warga diberi kemerdekaan atau kebebasan untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadat menurut agama dan kepercayaannya.” Hal ini berarti kita tidak boleh memaksakan kehendak, terutama dalam hal kepercayaan, kepada penganut agama lain, termasuk mengejek ajaran dan cara peribadatan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengertian Toleransi &lt;br /&gt;
Toleransi berasal dari bahasa latin dari kata "Tolerare" yang berarti dengan sabar membiarkan sesuatu. &lt;br /&gt;
Pengertian Toleransi secara luas adalah suatu perilaku atau sikap manusia yang tidak menyimpang dari aturan, dimana seseorang menghormati atau menghargai setiap tindakan yang dilakukan orang lain. istilah dalam konteks sosial,budaya dan agama yang berarti sikap dan perbuatan yang melarang adanya diskriminasi terhadap kelompok-kelompok yang berbeda atau tidak dapat diterima oleh mayoritas dalam suatu masyarakat. &lt;br /&gt;
Contoh perilaku toleransi :&lt;br /&gt;
1. Berlapang dada dalam menerima semua perbedaan, karena perbedaan adalah Rahmat Allah swt.&lt;br /&gt;
2. Tidak membeda-bedakan (mendiskriminasi) teman yang berbeda keyakinan.&lt;br /&gt;
3. Tidak memaksakan orang lain dalam hal keyakinan (agama).&lt;br /&gt;
4. Memberikan kebebasan orang lain untuk memilih keyakinan (agama).&lt;br /&gt;
5. Tidak mengganggu orang lain yang berbeda keyakinan ketika mereka beribadah.&lt;br /&gt;
6. Tetap bergaul dan bersikap baik dengan orang yang berbeda keyakinan dalam hal duniawi.&lt;br /&gt;
7. Menghormati orang lain yang sedang beribadah.&lt;br /&gt;
8. Tidak membenci dan menyakiti perasaan seseorang yang berbeda keyakinan atau pendapat dengan kita.&lt;br /&gt;
Istilah toleransi juga digunakan dengan menggunakan definisi "kelompok" yang lebih luas, misalnya partai politik, orientasi seksual, dan lain-lain. Hingga saat ini masih banyak kontroversi dan kritik mengenai prinsip-prinsip toleransi, baik dari kaum liberal maupun konservatif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Toleransi dalam berbagai kehidupan&lt;br /&gt;
Dunia sekarang sedang diuji oleh kelaparan dan kemiskinan dari satu segi dan di segi lain dengan penghamburan kekayaan dan kesombongan. Banyak manusia saat ini sudah lupa akan peristiwa sejarah masa lalu yang kelam, dunia dirusak oleh manusia-manusia yang serakah. Contoh seperti Perang Dunia I, Perang Dunia II.&lt;br /&gt;
Sikap dan perilaku toleransi dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, dimanapun kita berada, baik di lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat, bahkan berbangsa dan bernegara.&lt;br /&gt;
Di bawah ini saya akan memberikan contoh-contoh pengamalan toleransi dalam berbagai aspek kehidupan.&lt;br /&gt;
1.Dalam Kehidupan Keluarga&lt;br /&gt;
Berikut ini adalah gambar-gambar tentang pengamalan toleransi dalam keluarga,&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
2.    Dalam Kehidupan Sekolah&lt;br /&gt;
Sama halnya dengan kehidupan keluarga. Kehidupan sekolah pun dibutuhkan adanya toleransi baik antara kepala sekolah dengan guru, guru dengan guru, kepala sekolah dengan murid, guru dengan murid maupun murid dengan murid. Toleransi tersebut dibutuhkan untuk terciptanya proses pembelajaran yang kondusif, sehingga tujuan dari pendidikan persekolahan dapat tercapai&lt;br /&gt;
Adapun contoh-contoh toleransi dalam kehidupan sekolah antara lain:&lt;br /&gt;
a.    Mematuhi tata tertib sekolah.&lt;br /&gt;
b.    Saling menyayangi dan menghormati sesama pelajar.&lt;br /&gt;
c.    Berkata yang sopan, tidak berbicara kotor, atau menyinggung perasaan orang lain.&lt;br /&gt;
Dibawah ini adalah contoh gambar tentang para pelajar SMA yang saling menghargai satu sama lainnya walau pun salah satu diantara mereka ada yang tidak bisa jalan hanya bisa duduk di kursi roda, tetapi mereka teman-temannya merasa peduli dan rela menolongnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.    Dalam Kehidupan di Masyarakat&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Cobalah kita renungkan dan kita sadari mengapa terjadi peristiwa seperti tawuran antar pelajar di kota-kota besar, tawuran antar warga, peristiwa atau pertikaian antar agama dan antar etnis dan lain sebagainya. Peristiwa-peristiwa tersebut merupakan cerminan dari kurangnya toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.&lt;br /&gt;
Jadi toleransi dalam kehidupan di masyarakat antara lain, yaitu:&lt;br /&gt;
a.    Adanya sikap saling menghormati dan menghargai antara pemeluk agama.&lt;br /&gt;
b.    Tidak membeda-bedakan suku, ras atau golongan.&lt;br /&gt;
Pada  gambar no. 1 menggambarkan tentang  masyarakat bersatu dan berkumpul dengan perbedaan agama. Sedangkan di gambar yang ke-2 menggambarkan perkumpulan masyarakat yang berbeda profesi atau pekerjaan, ada yang bekerja sebagai petani, dokter, dll.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4.   Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kehidupan berbangsa dan bernegara pada hakikatnya merupakan kehidupan masyarakat bangsa. Di dalamnya terdapat kehidupan berbagai macam pemeluk agama dan penganut kepercayaan yang berbeda-beda. Demikian pula di dalamnya terdapat berbagai kehidupan antar suku bangsa yang berbeda. Namun demikian perbedaan-perbedaan kehidupan tersebut tidak menjadikan bangsa ini tercerai-berai, akan tetapi justru menjadi kemajemukan kehidupan sebagai suatu bangsa dan negara Indonesia. Oleh karena itu kehidupan tersebut perlu tetap dipelihara agar tidak terjadi disintegrasi atau terpecah belahnya suatu bangsa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
TOLERANSI&lt;br /&gt;
Toleransi adalah membiarkan orang lain berpendapat lain,melakukan hal yang tidak sependapat dengan kita, tanpa kita ganggu ataupun intimidasi. istilah dalam konteks sosial, budaya dan agama yang berarti sikap dan perbuatan yang melarang adanya diskriminasi terhadap kelompok-kelompok yang berbeda atau tidak dapat diterima oleh mayoritas dalam suatu masyarakat. Contohnya adalah toleransi beragama, di mana penganut mayoritas dalam suatu masyarakat menghormati keberadaan agama atau kepercayaan lainnya yang berbeda&lt;br /&gt;
Toleransi adalah perilaku terbuka dan menghargai segala perbedaan yang ada dengan sesama. Biasanya orang bertoleransi terhadap perbedaan kebudayaan dan agama. Namun, konsep toleransi ini juga bisa diaplikasikan untuk perbedaan jenis kelamin, anak-anak dengan gangguan fisik maupun intelektual dan perbedaan lainnya.&lt;br /&gt;
Toleransi juga berarti menghormati dan belajar dari orang lain, menghargai perbedaan, menjembatani  kesenjangan budaya, menolak stereotip yang tidak adil, sehingga tercapai kesamaan sikap dan Toleransi  juga adalah istilah dalam konteks  sosial, budaya dan agama yang berarti sikap dan perbuatan yang melarang adanya diskriminasi terhadap kelompok-kelompok yang berbeda atau tidak dapat diterima oleh mayoritas dalam suatu masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contoh Toleransi Dalam Kehidupan Sehari-hari&lt;br /&gt;
1. Dalam Kehidupan Keluarga&lt;br /&gt;
Contohnya, ketika adik sedang belajar maka jangan mengganggunya dengan membuat suara yang bising karena akan mengganggu konsentrasinya.&lt;br /&gt;
2. Dalam Kehidupan Pendidikan (Sekolah atau Kampus)&lt;br /&gt;
Contohnya,  mematuhi tata tertib yang ada di kampus ataupun sekolah tersebut.&lt;br /&gt;
3. Dalam Kehidupan Bermasyarakat&lt;br /&gt;
Contohnya, saling menghormati perbedaan agama dan kepercayaan, tidak membedakan suku, ras ataupun bangsa.&lt;br /&gt;
4. Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara&lt;br /&gt;
Contohnya, menciptakan rasa persatuan dan kesatuan, rasa kebangsaan atau nasionalisme.&lt;br /&gt;
Manfaat Dari Sikap Toleransi Dalam Kehidupan Sehari-Hari&lt;br /&gt;
Manfaat Dari Sikap Toleransi Dalam Kehidupan Sehari-Hari – Kehidupan bermasyarakat memang sangat penting bagi setiap insan manusia. Sesuai dengan karakter manusia yang indentik sebagai makhluk sosial ternyata ada satu sikap baik menjadi satu modal terciptanya kerukunan yakni sikap Toleransi. Indonesia terkenal dengan berbagai agama dan suku bangsa, maka dari itu sikap toleransi sangatlah penting dalam hidup bermasyarakat. Kerukunan antar manusia di Indonesia terkenal dengan adanya beberapa tempat menarik seperti sejarah dan budaya yang menjadi tanda bahwa sudah ada kehidupan masyarakat pada zaman dulu. Lalu apa saja Manfaat Dari Sikap Toleransi Dalam Kehidupan Sehari-Hari?&lt;br /&gt;
Berikut ini beberapa manfaat dari sikap toleransi di masyarakat:&lt;br /&gt;
1. Meghindari Peperangan atau Perpecahan&lt;br /&gt;
Belajar menghargai setiap pendapat antar individu bisa menjadi modal penting untuk menghindarkan perpecahan di dalam kehidupan masyarakat. Toleransi beragama adalah satu wujud nyata dari sikap menghargai dan toleransi di kehidupan bermasyarakat. Unsur agama memang menjadi satu hal yang krusial di mata msyarakat dan sering terjadi konflik.&lt;br /&gt;
2. Mempererat Hubungan Antar Manusia&lt;br /&gt;
Tidak hanya menghidarkan gejolak perpecahan, sikap toleransi juga bisa membuat hubungan antar manusia menjadi lebih erat. Kegiatan bertukar pikiran dan pendapat untuk menghasilkan satu keputusan adalah tanda bahwa masyarakat sudah bisa menjalankan hidup bertoleransi.&lt;br /&gt;
3. Memperkuat Iman&lt;br /&gt;
Setiap agama mengajarkan sikap toleransi antar umat lain yang beragama berbeda. Iman adalah satu tonggak dalam menciptakan masyarakat bertoleransi. Menerapkan Iman dalam setiap tindakan juga satu tanda bahwa sikap toleransi berhasil diaplikasikan.&lt;br /&gt;
4. Menimbulkan Rasa Cinta Terhadap Negara&lt;br /&gt;
Manfaat Dari Sikap Toleransi Dalam Kehidupan Sehari-Hari lainnya adalah bisa meningkatkan rasa cinta kepada negeri sendiri. Landasan utama negara besar dan kuat adalah adanya sikap rasa toleransi antar masyarakat. Nantinya sikap nasionalisme akan mengikuti muncul dari belakang setelah sikap toleransi berhasil diterapkan dalam hidup.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
5. Dapat Menyelesaikan Masalah Dengan Cara Musyawarah&lt;br /&gt;
Masyarakat Indonesia sudah mengenal kata musyawarah, namun dalam kenyataannya masih ada beberapa masalah yang sulit diselesaikan dengan musyawarah. Kurangnya sikap menghargai dan toleransi menjadi pemicu terjadinya konflik. Maka dari itu dibutuhkan sikap toleransi di kehidupan sehari-hari supaya pemutusan satu masalah bisa melalui langkah musyawarah mufakat.&lt;br /&gt;
6. Dapat Mengendalikan Sikap Egois&lt;br /&gt;
Kurangnya sikap toleransi antar manusia bisa diakibatkan adanya rasa egois yang terlalu tinggi. Dibutuhkan pengendalian rasa egois disetiap insan manusia agar nantinya tidak terjadinya konflik atas nama persoalan pribadi.&lt;br /&gt;
Manfaat Dan Contoh Toleransi Beragma &lt;br /&gt;
Manfaat Toleransi Beragama sangatlah banyak dan sangat berperan vital dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;
Pada kesempatan kali ini saya juga akan memberikan sedikit contoh toleransi beragama dalam masyarakat.Sebelum anda lanjut membaca artikel ini alangkah baiknya membaca artikel tentang "Toleransi Beragama".Agar bisa lebih memahami alur dan jalan pikiran dari artikel saya .&lt;br /&gt;
Manfaat Toleransi Beragama&lt;br /&gt;
1.Menghindari Perpecahan&lt;br /&gt;
Dengan belajar dan melakukan Toleransi Beragama maka kita  juga belajar bagaimana agar bangsa besar kita ini indonesia dapat bertahan lama. Negara kita terbukti sangat peka terhadap isu keagamaan oleh karena itu jika tidak bisa menjaga hubungan baik antara agama. Bahaya besar telah menanti bangsa ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.Mempererat Hubungan&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dengan toleransi beragama tidak hanya dapat menghindarkan kita dari sebuah perpecahan tapi juga dapat membuat kita lebih solid dalam hubungan kemasyarakatan. Dapat juga bertukar pikiran (bukan berdebat tentang agama yang lebih baik) agar dari hari kehari kehidupan ala multiagama di negara ini menjadi sesuatu yang biasa dan tidak menjadi alasan terjadi pertikaian anatara umat beragama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.Mengokohkan Iman&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Semua agama mangajarkan hal yang baik bagaimana  mngatur hubungan dengan masyarakat yang beragama lain. Wujud nyata tingkah laku toleransi akan menunjukkan perwujudan iman keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contoh Toleransi Beragama&lt;br /&gt;
1.Saling Menghormati&lt;br /&gt;
Salah satu contoh toleransi dalam beragama ialah dengan saling menghormati anatar umat beragama. Dengan cara jika ada yang sedang puasa ya setidaknya kita jangan menganggi atau merusak puasanya. Jika ada yang  sedang berdoa tetaplah menjaga ketenangan saat umat lain beribadah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.Tidak Menganggu&lt;br /&gt;
Tidak menggu sudah cukup baik untuk mewujudkan toleransi beragama di dalam masyarakat dengan cara jika ada upacara agama lain hendaklah tidak melanggar aturan. Misalnya acaranya nyepi janganlah merusak dengan menciptakan keributan tanpa peduli acara umat lain. &lt;br /&gt;
3.Partisipasi&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Di sini perlu ditekankan pertisipasi tidak berarti anda mengikuti acara agama lain. Contoh paling nyata ialah jika ada Lebaran,Natal dan acar besar agama lainnya apa sih salahnya memberikan selamat kepada mereka. Ini menunjukkan perwujudan iman yang dewasa dalam masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Unsur-unsur Negara</title><link>http://raja-ilmupengetahuan.blogspot.com/2017/05/unsur-unsur-negara.html</link><category>PKN</category><author>noreply@blogger.com (Mas Djoen)</author><pubDate>Wed, 31 May 2017 09:45:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1471705183535435531.post-8544293503277969706</guid><description>&lt;p align="justify"&gt;Pengertian negara menurut para ahli dan kamus besar bahasa Indonesia&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut ini adalah beberapa pengertian negara yang dikemukakan oleh ahli dan menurut Kamus Besar bahasa Indonesia. &lt;br /&gt;
Menurut kamus besar bahasa Indonesia, negara mempunyai dua pengertian, yaitu sebagai berikut :&lt;br /&gt;
Pertama, negara adalah organisasi di suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya. Kedua, negara adalah kelompok sosial yang menduduki wilayah atau daerah tertentu  yang diorganisir di bawah lembaga politik dan pemerintah yang efektif, mempunyai satu kekuatan politik, berdaulat sehingga berhak menentukan tujuan nasionalnya.&lt;br /&gt;
Menurut George Jelinek,  negara ialah organisasi kekuasaan dari sekelompok manusia yang telah berkediaman di daerah atau wilayah tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengertian negara menurut Kranenburg adalah organisasi yang timbul karena kehendak dari suatu golongan tertentu atau bangsanya tersendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Roger F. Soltau, pengertian negara adalah alat (agency) atau wewenang (authority) yang mengatur atau mngendalikan persoalan bersama atas nama masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Soenarko, menyatakan bahwa negara ialah organisasi kekuasaan masyarakat yang mempunyai daerah tertentu yang dimana kekuasaan negara berlaku sepenuhnya sebagai sovereign.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengertian negara menurut George Wilhelm Friedrich Hegel adalah organisasi kesusilaan yang muncul sebagai sintesis dari kemerdekaan individual dan kemerdekaan universal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut R. Djokosoetono, negara adalah suatu organisasi masyarakat atau kumpulan manusia yang berada di bawah suatu pemerintahan yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jean Bodin menyatakan bahwa negara adalah suatu persekutuan antara keluarga dengan segela kepentingannya yang dipimin oleh akal dari suatu kuasa yang berdaulat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan, menurut Miriam Budiarjo, negara adalah suatu daerah teritoial yang rakyatnya diperintah oleh sejumlah pejabat dan yang berhasil menuntut dari warganya ketaatan pada perundangan melalui penguasaan kontrol dari kekuasaan yang sah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikianlah beberapa pengertian negara yang dikemukakan menurut ahli, dan pada dasarnya dari semua pengertian diatas, menyatakan  bahwa negara adalah sebuah organisasi yang dibentuk oleh masyarakat dan memiliki kekuasaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Unsur-Unsur negara&lt;br /&gt;
Dari pengertian-pengertian negara menurut para ahli  tersebut di atas, maka kita bisa melihat bahwa pada dasarnya negara sebagai suatu organisasi tentu saja memerlukan syarat atau unsur sehingga suatu organisasi tersebut bisa disebut sebagai negara. unsur-unsur negara adalah unsur yang sifatnya wajib atau harus ada dan dimiliki oleh suatu negara sehingga negara bisa disebut sebagai sebuah negara. unsur-unsur negara adalah unsur yang membentuk suatu negara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut ini adalah beberapa unsur-unsur negara yang bisa kita simpulkan berdasarkan pengertian negara menurut para ahli di atas.&lt;br /&gt;
Menurut JOhn Locke &amp; Rousseau, negara adalah suatu badan atau organisasi hasil dari pada perjanjian masyarakat. Sebuah negara dapat terbentuk karena adanya beberapa unsur. Nerikut ini adalah unsur-unsur negara menurut para ahli:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# A. RAHMAN&lt;br /&gt;
Unsur-unsur negara terdiri dari:&lt;br /&gt;
    Penduduk&lt;br /&gt;
    Wilayah&lt;br /&gt;
    Pemerintah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# MIRIAM. B&lt;br /&gt;
Unsur-unsur negara terdiri dari :&lt;br /&gt;
    Wilayah&lt;br /&gt;
    Penduduk&lt;br /&gt;
    Pemerintah&lt;br /&gt;
    Kedaulatan&lt;br /&gt;
# Oppenheim - Lauterpacht&lt;br /&gt;
Unsur-unsur negara terdiri dari:&lt;br /&gt;
    Adanya daerah/wilayah&lt;br /&gt;
    Adanya rakyat&lt;br /&gt;
    Adanya pemerintah yang berdaulat&lt;br /&gt;
    Adanya pengakuan dari negara lain&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Konvensi Montevideo pada tahun 1933&lt;br /&gt;
Unsur-unsur berdirinya sebuah negara adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;
    Rakyat&lt;br /&gt;
    Wilayah yang permanen&lt;br /&gt;
    Penguasa yang berdaulat&lt;br /&gt;
    Kesanggupan berhubungan dengan negara lain&lt;br /&gt;
    Pengakuan (deklaratif)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa unsur pokok sebagai syarat mutlak terbentuknya suatu negara adalah terdapatnya rakyat, adanya daerah atau wilayah, serta pemerintahan yang berdaulat. Tanpa ketiga unsur pokok tersebut tidak bisa dikategorikan sebagai negara. Ketiga unsur pokok tersebut disebut juga unsur konstitutif atau unsur pembentuk.&lt;br /&gt;
Selain ketiga unsur yang mutlak harus dipenuhi tersebut, terdapat juga unsur pengakuan dari negara lain. Unsur pengakuan dari negara lain ini bukan merupakan unsur pembentuk suatu negara, melainkan hanya merupakan suatu pernyataan dari suatu negara akan keberadaannya. Unsur ini desebut sebagai unsur deklaratif.   &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Unsur negara. Unsur negara menurut para ahli. Unsur unsur negara hukum. Unsur unsur negara indonesia. Unsur unsur negara menurut para ahli. Unsur negara hukum.&lt;br /&gt;
Unsur unsur hukum. Unsur unsur politik. Konvensi montevideo. Unsur hukum. Unsur2 negara. Unsur unsur bangsa. Konvensi montevideo 1933.&lt;br /&gt;
Unsur unsur terbentuknya negara. Unsur unsur negara menurut konvensi montevideo. Pengertian konstitutif. Masyarakat sebagai unsur negara. Unsur pokok negara. Unsur unsur pembentuk negara. Makalah unsur unsur negara.&lt;br /&gt;
Unsur unsur negara adalah. Unsur unsur negara hukum menurut para ahli. Teori unsur unsur negara. Syarat terbentuknya negara. Unsur negara berdasarkan pandangan klasik. Teori terbentuknya negara. Unsur pembentuk negara.&lt;br /&gt;
Teori terbentuknya negara menurut para ahli. Pengertian negara menurut konvensi montevideo 1933. Unsur mutlak berdirinya suatu negara. Unsur negara adalah. Unsur negara menurut para pakar. Gambar negara. Unsur terbentuknya politik.&lt;br /&gt;
Unsur unsur terbentuknya suatu negara. Isi konvensi montevideo 1933. Sebutkan unsur unsur negara. Unsur negara menurut konvensi montevideo 1933. Isi konvensi montevideo. Unsur mutlak terbentuknya negara. Unsur unsur negara menurut konvensi montevideo 1933.&lt;br /&gt;
Unsur unsur sebuah negara. Unsur terbentuknya suatu negara. Unsur terbentuknya negara menurut para ahli. Terbentuknya suatu negara menurut john locke. Bangsa dan negara menurut para ahli. Arti konstitutif. Terbentuknya negara menurut para ahli.&lt;br /&gt;
Unsur hukum menurut para ahli. Unsur unsur pokok negara. Unsur2 hukum. Konvensi montevideo tahun 1933. Unsur unsur terbentuknya negara menurut para ahli. Unsur mutlak suatu negara. Unsur unsur suatu negara.&lt;br /&gt;
Negara dan unsur unsur negara. Unsur unsur politik hukum. Pengertian unsur konstitutif. Unsur2 politik. Unsur unsur pemerintah. Unsur unsur bangsa dan negara. Pendapat para ahli tentang hukum.&lt;br /&gt;
Negara dan unsur negara. Konsep pemerintah dan negara menurut aristoteles. Teori deklaratif. Negara negara. Unsur unsur terbentuknya undang undang. Pendapat para ahli tentang negara. Unsur mutlak negara.&lt;br /&gt;
Unsur2 negara hukum. Unsur unsur negara konstitutif. Syarat berdirinya negara. Unsur pokok politik. Unsur unsur organisasi menurut para pakar. Pengertian unsur unsur negara. Unsur unsur negara hukum menurut para sarjana.&lt;br /&gt;
Unsur unsur pembentukan negara. Unsur deklaratif. Terbentuknya negara menurut john locke. Syarat berdirinya negara menurut para ahli. Pengertian unsur unsur politik. Unsur politik hukum. Unsur unsur pokok politik.&lt;br /&gt;
Syarat terbentuknya negara menurut rousseau. Unsur unsur dalam negara hukum. Unsur unsur negara yang berdaulat. Unsur politik suatu negara. Unsur unsur negara menurut para pakar. Pengertian unsur negara. Unsur negara menurut konvensi montevideo.&lt;br /&gt;
Pendapat para ahli tentang unsur unsur negara. Unsur unsur negara menurut montevideo. Unsur masyarakat menurut para ahli. Unsur unsur terbentuknya masyarakat. Unsur negara hukum menurut para ahli. Beberapa unsur negara berdasarkan pandangan klasik. Unsur unsur hukum menurut beberapa ahli.&lt;br /&gt;
Unsur suatu negara. Unsur unsur dasar terbentuknya negara.&lt;br /&gt;
Rakyat, yaitu orang-orang yang bertempat tinggal di wilayah itu, berkehendak untuk membentuk suatu negara, tunduk serta mendukung kekuasaan yang dipegang oleh negara tersebut.&lt;br /&gt;
    Wilayah, yaitu daerah yang menjadi tempat bermukim rakyatnya dan juga menjadi area kekuasaan negara. Wilayah menjadi sumber kehidupan rakyat yang ada dalam suatu wilayah negara. Wilayah negara berupa darat, air, dan udara.&lt;br /&gt;
    Pemerintah yang berdaulat, yaitu adanya penyelenggara kekuasaan yang menyelenggarakan pemerintahan di negara tersebut. Pemerintah memiliki kekuasaan baik ke dalam maupun ke luar. Kedaulatan ke dalam berarti negara memiliki kekuasaan sehingga ditaati oleh raktyatnya. Sedangkan kedaulatan ke luar berarti bahwa negara mampu mempertahankan diri dari negara lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rakyat, wilayah dan pemerintahan yang berdaulat merupakan unsur konstitutif suatu negara, yaitu unsur yang mutlak dan wajib ada untuk membentuk suatu negara. Dengan adanya tiga unsur-unsur negara di atas, maka suatu negara dapat dianggap telah ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, dikenal juga unsur-unsur negara deklaratif yang meskipun sifatnya tidak mutlak, saat ini unsur ini juga semakin penting. Unsur deklaratif suatu negara antara lain:&lt;br /&gt;
1.    Tujuan negara,&lt;br /&gt;
2.    Undang-undang dasar,&lt;br /&gt;
3.    Pengakuan, baik secara de facto maupun de jure, serta&lt;br /&gt;
4.    Keanggotaan di organisasi internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa ( PBB )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengakuan dari negara lain  dianggap sebagai salah satu dari unsur-unsur negara yang dibagi menjadi dua, yaitu pengakuan secara de facto dan pengakuan secara de jure.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang dimaksud dengan pengakuan  secara de facto adalah pengakuan yang diberikan oleh negara lain kepada suatu negara karena negara tersebut telah memenuhi unsur-unsur pembentukan suatu negara, yaitu wilayah, rakyat dan pemerintahan yang berdaulat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kumpulan Naskah Drama Bahasa Jawa</title><link>http://raja-ilmupengetahuan.blogspot.com/2017/03/kumpulan-naskah-drama-bahasa-jawa.html</link><category>Bahasa</category><category>Jawa</category><author>noreply@blogger.com (Mas Djoen)</author><pubDate>Fri, 17 Mar 2017 09:40:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1471705183535435531.post-849944521666481991</guid><description>Berikut ini adalah beberapa naskah Drama bahasa Jawa dengan berbagai judul :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;SOMBONG ISO NGRUSAK KEKANCAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sule , Asri ,Rege,lan Vega uwis suwe dadi konco. Cah papat kuwi dasare anake wong sugih. Kerep jajan bareng-bareng kerep seneng-seneng bareng. Ananing ,, kabeh dadi maleh  pas bapake Rege bangkrut.&lt;br /&gt;
Neng ruwang kelas pas agek piket.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rege                    : Man, , , aku, ennntuk njaluk tulung ra’&lt;br /&gt;
Suleman              : (etok-etok ra krungu)&lt;br /&gt;
Rege                    : wee..!! man! Njuk tulung entuk raa?! Tulung balekno sapu iki sisan , kowe yo wis rampung nyapune too..!&lt;br /&gt;
Suleman              : appa. .! mbalekke. . ra suddi. !&lt;br /&gt;
Rege                    : asem ik, kowe i bar mangan opo to Man. Ko ndengaren Jutex men karo aku. .&lt;br /&gt;
Suleman              : arep ngoppo. Mangan opo yo uduk urusanmu!! Wis minggiro kono!&lt;br /&gt;
Asri                      : wis-wis, kowe i do ngopo to. Ko ‘ kerenagn wae. Nak eneng masalah ki yo mbok di omongke apek-apek...&lt;br /&gt;
Vega                     : ho oh. . . lha ngopo to Man , kok kowe koyo  nesu karo Rege ngono.&lt;br /&gt;
Rege                     : (nyelehke sapune)  owwraa’ !soppo seng kondo. Awake dewe apek-apek ae to Man.&lt;br /&gt;
Suleman               : Ra! Aku saiki ra seneng karo kowe, kowe saiki mlarat, wis do minggir- minggir!&lt;br /&gt;
(Lungo  neng mburi karo nggowo sapu)&lt;br /&gt;
Asri                       :Sek yo. . tak marani Sule disik ( Lungo)&lt;br /&gt;
Vega                     : (gedeg-gedeg) Yo wiis. . . sante haeee. . pancen Suleki wonge ngonno. . Ra sah mbok pikir. .&lt;br /&gt;
Rege                     : Haaah. .ck . .laiyyo to Peg. Aku yo ra ngiro suleman ngono. Jebolno wonge sombong banget.&lt;br /&gt;
Vega                     : ssst ojo banter2 wonge ndak krungu.&lt;br /&gt;
(KRUNGU SUORO BEL) Ho. .! wis bel. Gek balekno sek sapune.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wis pirang-pirang ndino Rege karo Sule ora dolan bareng. Sule milih dolan karo Asri lan cah sugeh-sugeh liyane. Terus, sak wijine esok&lt;br /&gt;
Asri                        : Sul, kowe ngerti ra’&lt;br /&gt;
Sule                        : oppo !&lt;br /&gt;
Asri                        :  Aku nduwe Hp anyar . lho iki. . isoh di pencet – pencet layare lho, kowe Ra nduwe to. .&lt;br /&gt;
Sule                        : eh. Ho oh apike, oppo merk e. Regane piro?&lt;br /&gt;
Asri                        : iki Hp. Regane murahh. .  mung Rp. 6.789.000,-. Smart phone lho iki.&lt;br /&gt;
Narator                  :   padahal kuwi mung seng nyileh. .!&lt;br /&gt;
Sule                       : Halah. Mung semono to regane . kecil no. Bapakku kan bozzz . .&lt;br /&gt;
Asri                        : (Kaget) wuss. .! elok tenan . yo wis sesok tukuwo yo, seng luwih apek soko iki.&lt;br /&gt;
Sule                       : (dg pdne sule omong.) iyyo. .gampang . . bisa diatur . .&lt;br /&gt;
Asri                        : hallah . .!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wektu muleh sekolah. Suleman wis tekan ngomah. Terruss . . . . langsung . . . .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sule                       : Pak, pak e tukok ne Hp! !&lt;br /&gt;
Bpke                      : heh! Oppo! Nyerako rene!&lt;br /&gt;
Sule                       : pak. Anu . .tukok ne Hp Pak. .&lt;br /&gt;
Bpke                      : oppo! Tuku Hp! Meneh! Lha Hpmu seng kuwi arep kok nggo oppo.&lt;br /&gt;
Sule                       : iki. . .kurang apek,. . ungsume saiki Hp seng isohdi pijet layare. .&lt;br /&gt;
Bpke                      : ( njane arep nganndani, neng ora kuwat, dadi bpke nyeluk ibuke. . ) Buk . . .! buke. . . .&lt;br /&gt;
Mboke                  : yo. . kosek . . enek oppo to pak. .&lt;br /&gt;
Bpk                       : (ngei isyarat) kandanono anakmu kono . .!&lt;br /&gt;
Mboke                  : lLee . . ., ngene lho. Takkandani yo. Neng ojo kaget!&lt;br /&gt;
Sule                      : enek oppo to Buk?!&lt;br /&gt;
Mboke                  :  piye yo( menghirup napas panjang. . ancang- ancang. .siap. .Yakk!) Bapakmu ki agaek eneng masalah eneg kantore, eneng klienne bapakmu seng wis marai rugi perusahaan. .&lt;br /&gt;
Sule                       : maksude . .&lt;br /&gt;
Mbkke                  : yoo . . kowe ra iso tuku Hp. Bapakmu kapusan. . mulo awake dewe kudu hemat , ra sah tuku sek ra penting. Omah iki, sesok kudu ditinggalke, keluarga iki kudu golek omah seng luwih sedrhana . terus omah iki. Di dol.&lt;br /&gt;
Sule                       : OppO . . .!!  –OH tidak munggkiin . . .!!!-  maksude bangrut.&lt;br /&gt;
(Ngawaske drijine . . terus. .) ora urusan! Pokoke kudu tuku Hp!  Titik!!&lt;br /&gt;
Bpke                      : ( Brakkkk!!) We!!, ra sah ngeyel, mbok yo ngerti keadaane wong tuwo sitik ngono lhooo!&lt;br /&gt;
Sule                       : neng . . . neng . . ak aku. .&lt;br /&gt;
Bpke                      : ra enek neng-neng an, pokoke kowe kudu hemat!&lt;br /&gt;
Sule                       : asem!(lungo neng kamare)&lt;br /&gt;
Bpk                        : we, ngopmong oppo kowe. . (lingguh)&lt;br /&gt;
Kurang ajar banget cah kuwi . .!&lt;br /&gt;
Bpk                        : salahe soppo seng manjakke. .  banget2&lt;br /&gt;
Bpke lan Mboke: (melepaskan napas panjang. . . siap. . yak .!) Haaa a a a a a . . . .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bpke                      : mboke, piye nek saiki ngejak sule neng  “ ngenndi”  ngono?&lt;br /&gt;
Mbok: Lha  neng ngendi. .?&lt;br /&gt;
Bpke                     : wis kuwi rahasia. Pokoke celuken Sule, nek ora gelem kondo wo arep di tukokne Hp.&lt;br /&gt;
Mboke                 : yoo&lt;br /&gt;
Mboke                 : Sule, rene osek le. . arep di jak bapk mu&lt;br /&gt;
Sule                       : yo ( moro) arep sido ditukok ne Hp to Buk.&lt;br /&gt;
Mboke                 : yo emmbuh, pokoke melu o bpk mu sek.&lt;br /&gt;
Suleman karo Bapke numpak mobil neng “ngendi” ngono. Terus , Sule mikir. . Lho kok aneh, ambune ngapusi iki. .&lt;br /&gt;
Sule                       : (miduk soko mobil), lho kok rene ngopo rene, ora arep teku Hp to.?&lt;br /&gt;
Narator: mesti do penasaran to iki neng ngendi, yo wis, wis saate tak kandani. Asinooo. . iki neng perkampungan pemulung)&lt;br /&gt;
Bpke                      : cobo deloken uwong-uwong kuwi. . saben dino kerja keras gor dinggo Madang, awake dewe kudune ber sukur wis urip kecukupan saben dino. Kowe kudune ngerti , uwong –uwong iki ora saben dino iso mangan, sok2 mangan mor nganggo sego aking. Tak kandani yo lee. . urip ki ora mesti neng nduwur  terus utowo neng  ngisor  terus. Nek awake dewe tau sugeh, awake dewe yo kudu siap dadi mlarat. Ngerti. . .&lt;br /&gt;
Sule                       : . . . . .  ngrtos pak. .&lt;br /&gt;
Bpke                      : ngerti tenan rak?!! Dadi sido tuku Hp ra’?!!&lt;br /&gt;
Sule                       : mboten mawon pak. Pak .  kulo nyuwun gapunten geh pak. Kulo pun sadar. .&lt;br /&gt;
Bpk                        : lha ngono no, yo tak ngapuro, ra po po, neng ndengaren kowe nganggo boso kromo karo bpk he le??!&lt;br /&gt;
Sule mikir nek sesok arep njaluk ngapuro karo Rege lan dadi koncone meneh.&lt;br /&gt;
Esok wis teko, pas arepe bel masok. .&lt;br /&gt;
Sule                       : Rege, !&lt;br /&gt;
Rege                      : ngopo lee. Jarene ra pengen kenal meneh karo aku. .&lt;br /&gt;
Sule                       : s sopo seng kondo??&lt;br /&gt;
Rege                      : yo wis arep ngomong opo?!&lt;br /&gt;
Sule                       : ngene. . anu. . a aku . .njaluk ngapuro yoo . .(karo ngejak salaman)&lt;br /&gt;
Rege                      : Ra’! Ra nduwe ngapuro!&lt;br /&gt;
Sule                       : Ha!&lt;br /&gt;
Rege                      : Ora-ora, mung gojek, yo genah tak ngapurolah.(nggegem tangane Sule)&lt;br /&gt;
Vega                      : Lha mbok ngono. .  mung konco kak mbiyen kok arep mungsuhan. . ho oh ra Sri . .&lt;br /&gt;
Asri                        : yo . . ho oh! Terus kowe sido tuku Hp ra’?&lt;br /&gt;
Sule                       : Ora kok Sri. Eeem. . Bapakku kapusan. Saiki keluarga ku lagi krisis. .&lt;br /&gt;
Asri                        : Oowwww&lt;br /&gt;
Rege                      : Ho oh To Le, yo wis ra popo. Sante ae. Mesti enek “jalan keluare” pokoke gawe kepenak ae. .&lt;br /&gt;
Sule                       : Bener kondomu Ge. .&lt;br /&gt;
Teett. . .Teett. . bel mlebu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Naskah Drama Bahasa Jawa tentang kehidupan sehari-hari &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ana ing sawijining desa ana pemuda kang wus akrab banget, yaiku Sardi lan Jono. Bocah loro iku seneng banget nggawe ulah. Sampek kanca-kancane sing liya ora gelem nyedhek amarga mesthi diusili. Wektu iku sawise sekolah Sardi ngampiri Jono.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sardi  : Jon, ayo engko dolan ! ( Nggeplek pundake Jono)&lt;br /&gt;
Jono  : Gaweanmu dolan ae . Koyo wong pinter wisan. &lt;br /&gt;
Sardi  : Halah gayamu, gelem opo ora kowe ?&lt;br /&gt;
Jono  : Dolan nyandi lho ?&lt;br /&gt;
Sardi  : Yo emboh... Pokoke dolan ben koyo cah gaul ngono lho... &lt;br /&gt;
Jono  : Emmm.. ayo lek ngono. Tapi wegah aku lek sampek maghrib eneh !&lt;br /&gt;
Sardi  : Hehehe, ora-ora.&lt;br /&gt;
Jono  : Gek nggawa duit opo ora ?&lt;br /&gt;
Sardi  : Halah, kuwi dirembug engko ae... Yo wis aku arep mulih ( Mlaku ngadohi jono )&lt;br /&gt;
Jono  : Oke-oke.... Engko kowe neng o omahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sawise iku Sardi lan Jono dolan. Sardi lan Jono ora kelingan yen iki mau wayahe kelompok drama B. Jawa kanggo ujian praktek kelas 3. Ing sawijining panggon, Deni lan Parman nunggu bocah loro maeng. Bocah loro kuwi ora ngerti marang ngendi parane Sardi lan Jono.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Parman  : He, enek sing ngerti Sardi karo Jono ?&lt;br /&gt;
Deni  : Lha yo nyandi cah loro ki, maeng opo ndak krungu di omongi... &lt;br /&gt;
Parman  : Opo jajal diparani neng omahe ?&lt;br /&gt;
Deni  : Omahe sopo ?&lt;br /&gt;
Parman  : Yo omahe Jono ae sing enek wong tuwane&lt;br /&gt;
Deni  : Lek ora enek piye ? Gek iki urung latihan blas lho...&lt;br /&gt;
Parman  : Halah kuwi masalah keri, sing penting anggotane wis enek kabeh.&lt;br /&gt;
Deni  : Yo wis kowe rono ae, aku neng kene karo nggae naskah dramane, piye ?&lt;br /&gt;
Parman  : Hmmm, yo lekno. Sing apik lho yo critane ?&lt;br /&gt;
Deni  : Oke bos.....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banjur Parman mara menyang omahe Jono. Ing kono Parman ora nemoni sopo-sopo. Akhire Parman mbalik maneh lan nerusake nggawe teks drama karo Deni. Akhire ditunggu sampek maghrib Sardi lan Jono ora ana ketok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Deni  : Piye bocah iki ? kok ora enek ketok ?&lt;br /&gt;
Parman  : Lha yo piye neh, lek panggah ora gelem kelompok yo golek liyane ae.&lt;br /&gt;
Deni  : Nah, setuju aku. Yo wis aku pamit. Ki mesthi wong tuwaku wis nggoleki.&lt;br /&gt;
Parman  : Oke, dirembug sesuk neng sekolahan ae. Bocahe ditakoni.&lt;br /&gt;
Deni  : Eh iyo, ojo lali sesuk nggawa gitar gae musicale.&lt;br /&gt;
Parman  : Gampang, yo uwis  ndang muliho.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Deni mulih amarga wis maghrib. Sesuke neng sekolahan Deni lan Parman rembugan bab drama B. Jawa. Kanggo ngisi waktu ngenteni Jono lan Supardi bocah loro kuwi ngrembug musik kang bakal digawe.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Parman  : Ayo sakiki nggawe musik kanggo dramane. Sing tentang lagu daerah ae.&lt;br /&gt;
Deni    : Yo angel lho kuwi, lha kowe opo iso ?&lt;br /&gt;
Parman  : Jajal kene aku (njupuk gitar saka tangane Deni)&lt;br /&gt;
Deni  : Halah kemiso, jajal piye....&lt;br /&gt;
Parman  : (nyanyi gundul-gundul pacul)&lt;br /&gt;
Deni  : Hahaha, kuwi rak yo tembang dolanane bocah lho...&lt;br /&gt;
Parman  : Sing penting lagu daerah lho...&lt;br /&gt;
Deni  : Ojo, diganti liyane ngono lho.&lt;br /&gt;
Parman  : Jajal kowe iso opo ora ? (ngekekne gitar marang Deni)&lt;br /&gt;
Deni  : (Main gitar)&lt;br /&gt;
Parman  : Lha kuwi opo ora yo lagu pop.... hahaha &lt;br /&gt;
Deni  : Hahaha, lha aku ora iso lho..&lt;br /&gt;
Parman  : Kene lek ngono aku ae.&lt;br /&gt;
Deni  : (Ngekekne gitar) Aku sing nyanyi yo ?&lt;br /&gt;
Parman  : (Nyanyi karo Deni)&lt;br /&gt;
Deni  : Haha, apik kuwi... yo uwis nggae kuwi ae...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sing ditunggu-tunggu mara-mara teko karo mlayu. Ora rumangsa yen ditunggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jono  : Heh, bocah-bocah wes podo latihan drama Bahasa Jawa, kelompoke awake dhewe&lt;br /&gt;
piye ?&lt;br /&gt;
Deni lan Parman    : Trus gue harus bilang wow gitu ? wow&lt;br /&gt;
Supardi  : Heladalah, iki tenanan lho...&lt;br /&gt;
Parman  : Lha kowe dhekingi nyandi ae ?&lt;br /&gt;
Supardi  : Nyapo aku sing kok takoni....&lt;br /&gt;
Parman  : Lha wayahe kan kelompok, kowe yo wis diomongi...&lt;br /&gt;
Supardi  : Kapan lekmu omong ? ( mulai nesu )&lt;br /&gt;
Parman  : Ow, kowe wis pikun yo ?&lt;br /&gt;
Pak Guru   : He he, enek opo iki ?&lt;br /&gt;
Deni  : Niki, Pak. Sardi kalih Jono dhekwingi mboten purun kelompok drama.&lt;br /&gt;
Pak Guru   : Weh weh, lha nyapo kok ora kelompok ki ?&lt;br /&gt;
Jono  : Lha ancen ora diomongi to, Pak.&lt;br /&gt;
Pak Guru   : Iyo to le ? Ora kok omongi ?&lt;br /&gt;
Deni  : Sampun, Pak. Tapi mboten dugi.&lt;br /&gt;
Pak Guru   : Lha kwi kowe ora teko...&lt;br /&gt;
Jono  : Ora diomongi, Pak.&lt;br /&gt;
Pak Guru   : Halah wis ora usah ngeyel, ndang gek kelompok&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sawise ngono, bocah papat kelompok nggae drama. Amarga gotong royong akhire kelompoke iso nampilake drama kang apik lan akeh kanca-kancane sing seneng.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Parman  : Apik banget gayamu cah, jan pantes dadi artis.&lt;br /&gt;
Deni  : Lho yo jelas lah, sopo disek...&lt;br /&gt;
Parman  : Di, Jon, nyapo meneng ae ki.... wis berhasil lho&lt;br /&gt;
Sardi  : Aku njaluk sepuro yo, Man.&lt;br /&gt;
Parman  : Halah, ora opo-opo.... Sing penting iki wis sukses.&lt;br /&gt;
Pak Guru  : Lha yo ngono, lek gotong royong bareng kan iso apik hasile&lt;br /&gt;
Sardi  : Kula nyuwun pangapunten, Pak. Nika sampun mboten sopan kalihan bapak.&lt;br /&gt;
Jono  : Kula nggih, Pak.&lt;br /&gt;
Pak Guru   : Yo wis ora opo-opo. Makane ojo diterusne lekmu ndugal ki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sardi lan Jono mulai ngrubah sikape. Pirang wulan sawise kuwi bocah papat maeng oleh nilai Ujian kang paling apik dhewe. Gotong royong lan kerja keras iku bisa ndadekake semubarang gawe dadi gampang lan oleh hasil kan muasne.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sindenrela lan Sendal Jepit&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sindenrela kuwi gadis desa sing pinter nembang, suarane apik, parase ayu, seneng nulung, nanging uripe melasi. Ibu kandunge wis ngadep Gusti Allah. Sindenrela nduwe ibu kuwalon anyar lan nduwe sedulur kuwalon anyar jenenge Rahayu. Ibu tiri lan Rahayu mau senenge nyiksa Sindenrela nek langka bapake ing umah. Saben dina Sindenrela dipaksa kerja terus-terusan, nanging Sindenrela tetep sabar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sindenrela nduwe kanca jenenge Tukimin. Tukimin kiye wis dadi kancane Sindenrela kawit cilik. Mung karo Tukimin tok, Sindenrela gelem cerita apa bae, langka sing ditutupi. Apa maning masalah karo ibu tirine lan Rahayu, ora ketinggalan di ceritakake meng Tukimin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Babak I&lt;br /&gt;
( esuk-esuk nang umahe Sindenrela )&lt;br /&gt;
Ibu tiri                   :  “Sindeeeeen!!!! Sindenrela!!!” ( lungguh ing ngarep TV  karo kipas kipas )&lt;br /&gt;
Sindenrela          :  “Dalem, Bu?” ( mlayu marani ibu tirine )&lt;br /&gt;
Ibu tiri                   :  “Dolam dalem! Kuwe ora ndeleng gerabah numpuk-numpuk. Kumbaih siki!”&lt;br /&gt;
Sindenrela          :  “Ngapunten, Bu. Kala wau kan Ibu ndhawuhi Sinden supados nggirah agemane Ibu. Nah menika dereng...” ( Sindenrela durung rampung ngomong, wes dipedhot ibu tirine )&lt;br /&gt;
Ibu tiri                   : “Halah, aja nggawe alasan terus! Ibu ora arep ngerti, pokoke siki kabeh kudu rampung!”&lt;br /&gt;
Sindenrela          :  “Nggeh, Bu...” ( karo manthuk manthuk )&lt;br /&gt;
Rahayu                 :  “Sindenrelaaaaa!”&lt;br /&gt;
Sindenrela          : “Dalem, Mba?” ( mlayu marani Rahayu )&lt;br /&gt;
Rahayu                 :  “Kiye klambiku gosokake. Aku arep dolan karo kanca-kancaku. Saiki!” ( mbalangke klambi marang wajahe Sindenrela )&lt;br /&gt;
Sindenrela          :  “Nanging, Mba, anu menika Sinden ajeng ngumbah agemane Ibu lan ngumbah piring.”&lt;br /&gt;
Rahayu                 :  “Terus aku kon mikiri? Gosokake klambiku, saiki! Nek ora aku omongna Ibu nek kowe ora gelem!”&lt;br /&gt;
Sindenrela          : “Ampun to, Mba. Nggeh sampun Sinden gosokaken. Nenggo sekedap malih...” ( Sindenrela banjur cepet cepet nggosok klambine Rahayu )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Babak II&lt;br /&gt;
( Sindenrela nggosok klambine mbakyune karo nangis amarga nelangsa karo uripe sing saben dina dibeda-bedani nang umahe dewe. Sindenrela ora ngerti nek ana Tukimin teka lewat lawang mburi )&lt;br /&gt;
Tukimin                : “Loh, Nden? Nangapa koh? Deneng nangis?” ( nyedhak marang Sindenrela )&lt;br /&gt;
Sindenrela          :  “Rasaku kok kesel banget ya, Min. Aben-aben dikon nyambut gawe kayak kiye...” ( ngulapi iluhe kang netes )&lt;br /&gt;
Tukimin                : “Sing legowo, Nden. Sing ikhlas.. Kabeh tindak-tanduke dewek mesti dibales karo Gusti Allah. Sanajan ora ngerti kapan wektune.”&lt;br /&gt;
Sindenrela          :  “Iya, Min. Apa kuwe sing nang tangan, sing kowe cekel?” ( karo nunjuk tangan tengene Tukimin )&lt;br /&gt;
Tukimin                :  “Nah, tembe bae aku arep ngomong. Kiye mau ana undangan saka Jaka Sembung. Dadi Jaka Sembung kiye critane arep nganakake acara kanggo golek bojo.”&lt;br /&gt;
Sindenrela          : “Temenan apa kuwe, Min? Jaka Sembung sing umaeh nang desa sebelah kae, to?” ( kaget )&lt;br /&gt;
Tukimin                :  “Iya, Nden. Jaka Sembung sing kowe senengi kae. Mbog kowe tau cerita...”&lt;br /&gt;
Sindenrela          :  “Moso sih?”&lt;br /&gt;
Tukimin                :  “Halah...kuwe pipimu kok dadi abang? Hahahaha...” ( ngguyu ngledo Sindenrela )&lt;br /&gt;
Sindenrela          : “Gara-garane kowe, Min! Ngledeki aku! Kan aku isin, to!” ( nutupe raine nganggo tangane karo ngguyu ngguyu dewe )&lt;br /&gt;
Tukimin                :  “Iya, iyaaa... Kiye undangane, masalah melu apa ora kuwe terserah. Sing penting aku wis ngabari kowe, Nden.”&lt;br /&gt;
Sindenrela          : “Aku sih kepengin melu, Min. Tapi aku ora ngerti ulih apa ora karo Ibu.”&lt;br /&gt;
Tukimin                :  “Pamit bae karo Bapakmu wae nangapa?”&lt;br /&gt;
Sindenrela          :  “Bapak kan lagi kerja 2 minggu nang kota. Aku ya ora bisa matur maring Bapak.”&lt;br /&gt;
Tukimin                :  “Oh, yawis kowe nembung disit. Mengko aku dikabari ya. Aku arep bali disek. Assalamu’alaikum...”&lt;br /&gt;
Sindenrela          :  “Walaikumsalam...”&lt;br /&gt;
Rahayu                 : “Sindeeeen! Lagi ngapa sih, deneng suwe temen nggosoke!!&lt;br /&gt;
Sindenrela          :  “Nggeh, Mba. Niki sampun rampung.”&lt;br /&gt;
Rahayu                 : “Jan, kaya kuwe tok be kesuwen!” (njukut klambine) “Loh, kuwe apa sing kowe cekel?”&lt;br /&gt;
Sindenrela          :  “Anu, Mba..anu...niki..eh...undangan.”&lt;br /&gt;
Rahayu                 :  “Kiye kan undangan acarane Jaka Sembung? Deneng kowe bisa ulih juga? Kowe arep melu apa? Hahahahaha. Aja ngimpi Jaka Sembung seneng marang kowe! Jaka Sembung kuwe seneng wong wedon sing kaya aku, udu kaya kowe!”&lt;br /&gt;
Sindenrela          :  “Tapi kan mboten salah to Mba, menawi Sinden nderek acara menika.”&lt;br /&gt;
Rahayu                 :  “Ibuuuu! Bu....!”&lt;br /&gt;
Sidenrela                : ( bingung Rahayu meh ngapa, wedi yen wadul ibune )&lt;br /&gt;
Ibu tiri                   : “Apa to? Kok bengok-bengok?”&lt;br /&gt;
Rahayu                 :  “Bu, menika mireng mboten menawi Jaka Sembung ngawontenaken undangan pados garwa mangke ndalu?”&lt;br /&gt;
Ibu tiri                   : “Loh apa iya? Jaka Sembung sing gagah kae?”&lt;br /&gt;
Rahayu                 : “Nggeh, Bu.  Rahayu uga badhe nderek. Tapi moso Sinden nderek, kan lucu nggeh, Bu?”&lt;br /&gt;
Ibu tiri                   :  “Apa? Kowe arep melu? Ora ulih karo Ibu! Mung gawe isin tok mengko nang kana!”&lt;br /&gt;
Sindenrela          :  “Tapi, Bu... Mba Rahayu uga pareng nderek, moso Sinden mboten pareng?”&lt;br /&gt;
Ibu tiri                   :  “Sekali ora ulih ya tetep ora! Mengko bengi, kowe nang umah, resik-resik! Ibu karo Mbakmu sing mangkat! Titik!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Babak III&lt;br /&gt;
( Mlebu wayah bengi Rahayu karo ibu tirine Sindenrela sibuk nganah-ngeneh kanggo persiapan menyang umaeh Jaka Sembung. Rahayu ditukokake klambi anyar sing apik banget. Sindenrela mung bisa ndeleng sanajan atine iri ndeleng kakange diistimewakake karo ibune. Sindenrela sing ora bisa melu mung bisa nelangsa karo resik-resik umah )&lt;br /&gt;
Sindenrela          : “Ya Allah, paringana sabar, paringana ikhlas...” ( Sindenrela ndonga karo nangis )&lt;br /&gt;
Tukimin                : “Assalamu’alaikum, Nden, Sinden!” ( ngetok ketok lawang omahe Sindenrela )&lt;br /&gt;
Sindenrela          :  “Walaikumsalam, mlebu bae, Min!”&lt;br /&gt;
Tukimin                :  “Nden, deneng kowe tesih nang umah?” ( bingung ndeleng Sindenrela kang iseh nyapu )&lt;br /&gt;
Sindenrela          :  “Aku ora ulih melu karo Ibu, Min. Aku didhawuhi nang umah bae resik-resik.”&lt;br /&gt;
Tukimin                :  “Wis mangkat bae saiki. Ayo karo aku mronone!” ( karo narik narik tangane Sindenrela )&lt;br /&gt;
Sindenrela          : “Tapi nek aku dukani Ibu piye, Min. Aja ngawur kowe!” ( nguculke tangane kang ditarik Tukimin )&lt;br /&gt;
Tukimin                :  “Ora, ora bakal diseneni. Wis ayo mangkat!”&lt;br /&gt;
Sindenrela          :  “Tapi aku ora nduwe klambi maen, Min...” ( ndeleng klambi kang dinggo dekne )&lt;br /&gt;
Tukimin                :  “Halah, wis mbatin aku. Wong wedon genah iya koh, repot apa-apane! Geh aku wis nyelangake klambine mbakku. Dienggo rana!” ( nyerahke tas kresek kang isine klambi )&lt;br /&gt;
Sindenrela          :  “Tukimin pancen TOP banget. Matur nuwun ya, ora salah aku nduwe kancan kaya kowe, Min! Aku tak ganti disit ya...”&lt;br /&gt;
Tukimin                :  “Iya, iya, cepetan!”&lt;br /&gt;
Sindenrela          :  (metu saka kamar) “Piye, Min? Wagu ora?”&lt;br /&gt;
Tukimin                : “Ayu koh, Nden. Apik lan pas nang kowe! Sumpah, kowe gawe pangling!” ( ngacungake 2 jempol tangane )&lt;br /&gt;
Sindenrela          :  “Halah, ngapusi ya?”&lt;br /&gt;
Tukimin                :  “Ora kok, temenan. Wis ayo mangkat! Tapi tak boncengna numpak pit, piye?”&lt;br /&gt;
Sindenrela          :  “Ya ora apa-apa. Wis bisa mangkat kuwe wis Alhamdulillah. Aduh, aku kelalen aku ora nduwe sepatu, Min!”&lt;br /&gt;
Tukimin                :  “Loh aku juga ora nggawa. Terus piwe?”&lt;br /&gt;
Sindenrela          :  “Yawis ora masalah aku nganggo sendal jepit bae.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Babak IV&lt;br /&gt;
( Sindenrela diboncengna Tukimin maring umaeh Jaka Sembung nang desa sebelah. Tekan umaeh Jaka Sembung )&lt;br /&gt;
Tukimin                :  “Wis nganah mlebu, aku nang njaba bae. Mengko nek wis rampung parani aku nang pos ronda kae ya...” ( ngacungi pos ronda kang ana ing pojokan )&lt;br /&gt;
Sindenrela          :  “Tapi aku isin mlebune, Min. Rame banget!”&lt;br /&gt;
Tukimin                : “Lah, ora apa-apa. Kiye kan acara bebas kanggo sapa bae. Wis nganah!”&lt;br /&gt;
Sindenrela          :  “Yawis. Matur nuwun ya, Min. Aku mlebu disit.” ( mlaku marang pesta ing omahe Jaka Sembung )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Babak V&lt;br /&gt;
( Sindenrela mlebu maring umaeh Jaka Sembung. Karo isin soale Sindenrela mung nganggo sandal jepit, padahal liyane pada nganggo sepatu apik. Tembe bae njagong kursi Jaka Sembung nyamperi Sindenrela )&lt;br /&gt;
Jaka Sembung   :  “Sugeng rawuh, Mba....?”&lt;br /&gt;
Sindenrela          : “Sinden, Sindenrela.” ( karo isin isin )&lt;br /&gt;
Jaka Sembung   :  “Sindenrela. Jenengmu apik, cocok karo parasmu sing ayu.”&lt;br /&gt;
Sindenrela          :  “Mas Jaka bisa bae...” ( raine Sinden abang amarga isin )&lt;br /&gt;
Jaka Sembung   :  “Bisa ya, hehe. Sampeyan maring ngeneh karo sapa?”&lt;br /&gt;
Sindenrela          : “Karo kanca mau, Mas.”&lt;br /&gt;
Jaka Sembung   :  “Oh. Sindenrela mesti pinter nyanyi? Gelem ora nembang selagu kanggo ngramekake acara iki. Selagu tok...”&lt;br /&gt;
Sindenrela          :  “Anu...ora, Mas. Aku ora bisa nyanyi. Mbog malah tamune pada bubar nek aku nyanyi.”&lt;br /&gt;
Jaka Sembung   : “Moso sih? Aku ora ngandel. Ayo nyanyi, dijajal sik.”&lt;br /&gt;
Sindenrela          :  “Ampun lah, Mas. Anu ora bisa...”&lt;br /&gt;
Jaka Sembung   : “Ayo lah, selagu tok, Nden. Ya? Ya?”&lt;br /&gt;
Sindenrela          :  “Emm... Yawis, selagu bae ya.”&lt;br /&gt;
Jaka Sembung   :  “Cihuy...iya selagu. Ayuh munggah panggung cilik kae.” ( Jaka ngacungi panggung kang ana ing ngarepan para tamu )&lt;br /&gt;
Sindenrela          :  “Iya, Mas.” ( Sinden mlaku enyang panggung )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Babak VI&lt;br /&gt;
( Sindenrela sing dipaksa nyanyi karo Jaka Sembung akhire gelem. Pas Sindenrela lagi nyanyi, ibu tiri karo Rahayu metu saka lawang mburi. Wong loro kiye mau ndeleng Sindenrela lagi nyanyi. Sindenrela juga ndeleng ibune karo Rahayu. Sindenrela kang ndhuwur panggung langsung pucet. Sawise Sindenrela nyanyi, Sindenrela mudhun saka panggung, langsung dicegat ibu tirine karo mbakyune )&lt;br /&gt;
Ibu tiri                   : “Apa-apaan kowe nang kene! Ora krungu dhawuhe Ibu apa, hah! Wis wani siki?!” ( narik narik tangane Sindenrela )&lt;br /&gt;
Rahayu                 :  “Bisa-bisane ana nang kene kowe!”&lt;br /&gt;
Sindenrela          :  “Wau, kula, anu...”&lt;br /&gt;
Ibu tiri                   : “Halah, aja kakehan alasan! Siki bali kowe! Sedurunge pada nyadar kowe nang kene. Cepet bali!” ( nyeret Sindenrela )&lt;br /&gt;
Sindenrela          :  “Tapi, Bu...”&lt;br /&gt;
Rahayu                 :  “Cepet rana! Ora usah kakehan tapi!” (ndorong Sindenrela)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Babak VII&lt;br /&gt;
( Sindenrela cepet-cepet arep metu saka umaeh Jaka Sembung. Tapi sedurunge tekan lawang, Sindenrela tubrukan karo Jaka Sembung )&lt;br /&gt;
Jaka Sembung   : “Loh, Sinden? Arep ngendi? Deneng kesusu temen?”&lt;br /&gt;
Sindenrela          :  “Anu...aku...aku pamit, Mas. Aku arep bali, anu, aku ditunggu nang umah. Ngapurane ya, Mas.”&lt;br /&gt;
Jaka Sembung   :  (nyekel tangane Sindenrela) “Aja! Aja bali disit...”&lt;br /&gt;
Sindenrela          :  “Ora bisa, Mas. Aku kudu bali saiki.” ( nguculake tangane saka Jaka, banjur mlayu)&lt;br /&gt;
Jaka Sembung   :  “Sindeeeen!”&lt;br /&gt;
Sindenrela          :  “Aja nyegat aku, Mas. Aku ora bisa suwe-suwe nang kene...”&lt;br /&gt;
Jaka Sembung   : “Udu, anu, kuwe sandal jepitmu ketinggalan.” ( nggojeki sandale Sinden )&lt;br /&gt;
Sindenrela          :  “Assalamu’alaikum...”&lt;br /&gt;
Jaka Sembung   :  “Walaikumsalam...&lt;br /&gt;
( Sindenrela bali maring umah karo Tukimin sing gumun nangapa Sindenrela mung sedela tok nang umaeh Jaka Sembung. Apa maning Sindenrela metu ora sandalan )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Babak VIII&lt;br /&gt;
( Esuk-esuke, umaeh Sindenrela ditekani tamu sing ora diduga karo Sindenrela ibu tirine, lan Rahayu, amarga sing teka kuwe Jaka Sembung )&lt;br /&gt;
Jaka Sembung   :  “Assalamu’alaikum...” ( ngetok tok lawang )&lt;br /&gt;
Sindenrela          :  “Walaikumsalam...” ( buka lawang ) “Loh? Mas Jaka??”&lt;br /&gt;
Jaka Sembung   :  “Iya, Nden. Aku arep ana perlu.”&lt;br /&gt;
Ibu tiri                   :  “Eeeeh, ana Mas Jaka Sembung. Monggo, monggo mlebet! Mesti arep nggoleti Rahayu ya, Mas Jaka? Rahayuuu!!!”&lt;br /&gt;
Rahayu                 :  “Wonten menopo to, Bu?” ( metu saka kamar )&lt;br /&gt;
Ibu tiri                   :  “Iki loh, ana Mas Jaka nggoleki kowe.”&lt;br /&gt;
Rahayu                 :  “Moso? Apa iya, Mas?”&lt;br /&gt;
Jaka Sembung   : “Ngapunten, Bu. Saestunipun kula dhateng mriki wonten perlu kaliyan Sindenrela. Sanes kaliyan Rahayu.”&lt;br /&gt;
Ibu tiri                   : “Oh, ngono? Ana perlu apa to? Kok sing digoleti Sindenrela?!”&lt;br /&gt;
Jaka Sembung   :  “Kula dhateng mriki sepisan kaperlu badhe wangsulaken sendal jepite Sindenrela ingkang katinggalan wonten griya kula. Kaping pindo, kula badhe ndadosaken Sindenrela dados garwa kula.”&lt;br /&gt;
Ibu tiri, Rahayu :  “Haaaaaah???????” ( kaget, mlongo )&lt;br /&gt;
Jaka Sembung   :  “Nggih, leres, Bu, Sinden, Rahayu. “&lt;br /&gt;
Sindenrela          :  “Mas Jaka lagi guyon apa pripun sih?”&lt;br /&gt;
Jaka Sembung   :  “Ora, Nden. Aku temenan arep nglamar kowe. Kowe nrima apa ora, Nden?”&lt;br /&gt;
Sindenrela          :  ‘Eh, mm, anu...” ( ndelokake ibu lan mbakyu tirine )&lt;br /&gt;
Jaka Sembung   :  “Nden?”&lt;br /&gt;
Sindenrela          :  “Eh, i..iya, Mas...”&lt;br /&gt;
Jaka Sembung   :  “Alhamdulillah....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
( Akhire Sindenrela digarwa karo Jaka Sembung. Sanajan ibu tirine lan Rahayu ora seneng, nanging bapake Sindenrela wis menehi restu. Sindenrela karo Jaka Sembung urip ayem lan tentrem adoh saka ibu lan mbakyu tirine )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;ATIKU KESANGKUT DOMPETMU&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wonten salah satunggalingdesa inggih menika Desa Makmur, wonten keluarga ingkang gesangipun rukun lansae inggih menika keluarga Bapak Wahono. Bapak Wahono kagungan putra naminipunPrima. Prima bocah ingkang sopan lan alus anggenipun ngendika, ananging amargisrawung kaliyan bocah ingkang mboten jelas, unggah-ungguhipun Prima sampunbenten.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bapak  : “Le,,,Prima! Mbeneo dipek!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prima  : “Ono opo Pak?”&lt;br /&gt;
Bapak : “Terno undangan iki neng gone Pak Prapto yo Le.”&lt;br /&gt;
Prima : “Gah aku Pak, aku arep mancing.”&lt;br /&gt;
Ibu      : “Weleh….mbok yo nek karo wong tuo ki gek sopan.”&lt;br /&gt;
Bapak  : “Yo uwes Bu, nek ora gelem yo ora popo.”&lt;br /&gt;
Ibu     : “Ora iso ngono kuwi Pak, cah enom sakiki wes akeh gek do ora reti unggah-ungguh, ojo nganti Prima melu-melu.”&lt;br /&gt;
Bapak  : “Yo wes…Yo wes,,,rasah do rebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mboten langkung suwe, kancanipun Prima ngampiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kunto  : “Prima….!”&lt;br /&gt;
Prima : (mlayu mekdal saking griya) “Weh sipek yo brow aku njupuk kunci motor dipek.”&lt;br /&gt;
Rita   : “Yo,,cepet yo brow!”&lt;br /&gt;
Kunto  : “Yo, beres.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prima lajeng mlebet kamaripun mbakyune badhe nyambutkunci motor, amargi motoripun badhe dingge mancing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prima  : “Mbak, aku jileh kunci motore!”&lt;br /&gt;
Zulfah  : “Arep nang ngendi?”&lt;br /&gt;
Prima  : “Mancing.”&lt;br /&gt;
Zulfah  : “Wegah,mengko sore arep tak nggo ngeprint tugas.”&lt;br /&gt;
Priima  : “Alah mbak…rak pelit-pelit.”&lt;br /&gt;
Zulfah  : “Sopo gek pelit? Luwih penting ngeprint mbangane mancing.”&lt;br /&gt;
Prima : “Dilit wes.!”&lt;br /&gt;
Zulfah  : “Yo, tapi jam 4 mengko kudu wes bali!”&lt;br /&gt;
Prima  : “Yoh”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prima banjur metu saking kamaripun mbakyune, lajeng pamitkaliyan ibuipun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prima  : “Bu, mancing” (sinambi lunga)&lt;br /&gt;
Ibu    : “Ealah….mbokyo nek pamit ki sek bener.”&lt;br /&gt;
Lia     : “Mas…mas…aku melu.”&lt;br /&gt;
Prima  : “Rasah, adek neng omah wae.”&lt;br /&gt;
Lia      : “Aaaa….aku melu.”&lt;br /&gt;
Prima  : “Rasah, neng kono ki eneng raksaksane, mengko ndak dicaplok.”&lt;br /&gt;
Lia       : “Ibu,,,,”(sinambi ndelik wonten wingkingipun ibu) “Tapi aku mengko digawakke iwakke gek gedheeeeeeeeeee banget. Yo mas yo?”&lt;br /&gt;
Prima  : “Yo!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prima lajeng mancing kaliyan kanca-kancanipun. Sakingpenakke mancing prima ngantos kesupen wekdal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prima  : “Waduh lali aku.” (sinambi napuk bathukke dewe.&lt;br /&gt;
Rita     : “Ngopo brow?”&lt;br /&gt;
Prima : “Sakiki jam piro?”&lt;br /&gt;
Rita     : (Ningali jam tangan) “Jam setengah lima.”&lt;br /&gt;
Prima : “Waduh, aku sipek yo. Motore arep dinggo mbakyuku je.”&lt;br /&gt;
Kunto : “Lah rak sido mbakar iwak po ye Brow?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dereng ngantos dijawab,Prima lajeng lunga. Nalikanipun madosi kunci wonten sak, dompetipun kecer.Ananging Prima mboten mangertos amargi kesesa.&lt;br /&gt;
Saksampunipun Prima lunga, onten Nilam ingkang lewatdalan menika saking tumbas bumbu masak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nilam : (Mendhet dompetipun Prima) “Dompete sopo yo iki? Ah yo wes go mulih wae.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saksampunipun wonten griya, Nilam lajeng nyaoske bumbumasakipun dhumateng ibu Nisah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nilam : “Bu, niki bumbunipun. Artane turah gangsal ewu.”&lt;br /&gt;
Ibu : “Ow yo. Duite peken wae Nok, nek tok nggo tuku LKS.”&lt;br /&gt;
Nilam : “Mbotensah bu, kula sampun nabung kok kangge tumbas LKS.”&lt;br /&gt;
Ibu : “Ow yo wes nek ngono.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nilam lajeng mlebet kamar.Lan bukak dompet ingkang ditemu wau. Dompet wau onten fotone ananging mbotenwonten identitas sinten ingkang nggadhahi dompet menika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nilam : (sinambi ningali foto wonten dompet) “Sopo yo iki? Ganteng tenan.” (mesam-mesem) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wonten dalemipun Prima, Prima bingung madosi dompetipun.Prima tanglet kaleh keluarganipun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibu : “Sampeyan ki ngopo to Le? Ket mau kok mubeng-mubeng, opo gek ilang?”&lt;br /&gt;
Prima : “E…mboh Bu! Dompetku ilang.”&lt;br /&gt;
Ibu : “Loh lha adate le deleh neng ngendi?&lt;br /&gt;
Prima : “Yo neng sak, tapi mau tak tilekki wes orak eneng.”&lt;br /&gt;
Ibu : “Coba takono mbakyumu.”&lt;br /&gt;
Prima : “Mbak, ngerti dompetku ora?”&lt;br /&gt;
Zulfah : “Dompet opo to? Wong yo duwe dompet dewe-dewe kok yo rebut.”&lt;br /&gt;
Ibu : “Oalah….mulakno nek deleh dompet ki ora sak nggon-nggon. Neng omah iki rak eneng gek jupuk dompetmu.”&lt;br /&gt;
Mifta : (Liwat sakngarepe Prima)&lt;br /&gt;
Prima : “Dek..dek…”&lt;br /&gt;
Mifta : “Ono opo Mas?”&lt;br /&gt;
Prima : “Neng ngendi dompetku?”&lt;br /&gt;
Mifta : “Dompet opo to Mas? Au ulak leti.”&lt;br /&gt;
Prima : (Bentak Mifta) “Rasah ngapusi! Tok nggo dolanan neng ngendi dompetku, heh?”&lt;br /&gt;
Ibu : “Karo adhine ki ora kasar-kasar ngono kuwi. Karo sing luwih tuo ora boso, karo adhine mbentak-mbentak. Gek lelakon opo iki….” (ngelus dada)&lt;br /&gt;
Prima : “Aargh…mboh.” (Mbanting kursi lajeng lunga)&lt;br /&gt;
Zulfah : “Sabar nggeh Bu….”&lt;br /&gt;
Bapak : (Lenggahan wonten kursi) “Ono opo iki?”&lt;br /&gt;
Mifta : “Pak Bapak….mau mas Prima natali atu kalo ibu kalo mbak Zulfah.”&lt;br /&gt;
Zulfah : “Dompetipun Prima ilang Pak, lajeng muring-muring.”&lt;br /&gt;
Bapak : “Yo wes rak popo. Jenenge we lagi kelangan dompet. Wajar nek muring.”&lt;br /&gt;
Zulfah : “Pak, menawi Prima dipunleske matematika wonten nggene Bu Nisah pripun?&lt;br /&gt;
Bapak : “Loh loh loh…kok dadi matematika kepriye to?”&lt;br /&gt;
Zulfah : “Prima nate ngendika menawi mboten saged pelajaran matematika. Bu Nisah niku tiyang ingkang ndemenakake Pak, mengke Prima ugi lajeng dipun ajari unggah-ungguh. Pripun Pak?”&lt;br /&gt;
Ibu : “Aku setuju kuwi.”&lt;br /&gt;
Bapak : “Yo wes nek ngono. Zul, mengko ajaken Prima neng gone Bu Nisah!”&lt;br /&gt;
Zulfah : “Nggeh Pak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prima dipun ajak Zulfah wonten gone Bu Nisah. AnangingPrima dereng mangertos badhe dipun ajak mbakyunipun wonten pundi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prima : “Arep nang ndi iki Mbak?”&lt;br /&gt;
Zulfah : “Ora nang ndi-nang ndi. Wes to sampeyan manud wae.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saksampunipun daleme BuNisah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zulfah : Tok…tok…tok…(Zufah ndodok lawang) “Assalamualaikum.”&lt;br /&gt;
Ibu : (Bikak lawang) “Waalaikumussalam. Ow…eneng tamu to. Mlebet rumiyin.”&lt;br /&gt;
Zulfah saha Prima banjur mlebu wonten dalemipun Bu Nisah.&lt;br /&gt;
Zulfah : “Kula Zulfah Bu, niki Prima rayi kula.”&lt;br /&gt;
Ibu : “Ow…yo. Niki putranipun Bu Nur to?”&lt;br /&gt;
Zulfah : “Inggih Bu.”&lt;br /&gt;
Ibu : “Nilam….!” (Ibu Nisah dangu putrinipun)&lt;br /&gt;
Nilam lajeng mekdal. Ananging Nilam kaget lan campur seneng amargi ketemu Prima inggih menika tiyang ingkang wonten Foto.&lt;br /&gt;
Ibu : “Niki putrinipun ibu, naminipun Nilam.”&lt;br /&gt;
Nilam banjur salaman dhumateng Zulfah lan Prima.&lt;br /&gt;
Ibu : “Nok, tulung jupukno wedhang yo….nggo tamune wakedewe.”&lt;br /&gt;
Nilam : “Geh Bu…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nilam banjur mlebet nyepakkaken wedhang saha camilan kangge Zulfah lan Prima.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zulfah : “Sowan kula mriki badhe ndaftaraken Prima les matematika.”&lt;br /&gt;
Prima : Kaget, ananging badhe nolak mboten wani amargi sek mertamu.&lt;br /&gt;
Ibu : “Ow,,ngono to…yo.”&lt;br /&gt;
Nilam lajeng mekdal nyuguhke wedang lan camilan lajeng mlebet malih.&lt;br /&gt;
Zulfah : “Dadosipun pripun Bu?”&lt;br /&gt;
Ibu : “Yo,sesuk Senin jam 2 lekase.”&lt;br /&gt;
Zulfah : “Ow nggeh. Gegandengan sampun cekap, kula lan Prima badhe pamit rumiyin.”&lt;br /&gt;
Ibu : “Weh, lah kok kesesa, diombe dikek.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zulfah lan Prima ngunjuk lajeng pamitan kalih ibu Nisah.&lt;br /&gt;
Nalikanipun Prima nembe dolan kalih kanca-kancanipun,Prima nyritakaken kedadean menika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prima : “Cah, mosok aku didaftarke les matematika to.”&lt;br /&gt;
Rita : “Opo?”&lt;br /&gt;
“Hahahaha…” (Rita lan Kunto podho nggeguyu Prima)&lt;br /&gt;
Kunto : “Ket kapan kowe les matematika ki? Hahaha….”&lt;br /&gt;
Rita : “Wakedewe ki anak punk men! Suwe-suwe kriting rambutmu nek les matematika. Mosok anak punk rambute kriting. Hahaha….”&lt;br /&gt;
Prima : “Asem!!! Malah do nggeguyu aku.”&lt;br /&gt;
Kunto : “Salahmu dewe gelem dileske.”&lt;br /&gt;
Prima : “Tak kiro mbakyuku arep ngewangi aku goleki dompet. Eh….jebule kuthuk marani sunduk.”&lt;br /&gt;
Rita : “Yo wes brow….aku lan Kunto bakal ngewangi goleki dompetmu kok.”&lt;br /&gt;
Prima : “Tenan loh cah… wah sampeyan kabeh pancen sohibku paling josss!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dinten Minggu sampun kalampahan, sakniki dinten Senin.Dinten ingkang dipuntunggu Nilam kangge mbalekaken dompetipun Prima. Prima lesmatematika wonten dalemipun Bu Nisah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibu : “Kuwi mau materine, sakiki coba soal iki garapen!”&lt;br /&gt;
Prima lajeng garap soal ingkang dipunparingi kaliyan Bu Nisah.&lt;br /&gt;
Prima : “Niki Bu, sampun.” (sinambi maringke garapanipun Prima)&lt;br /&gt;
Ibu : (Mriksa garapanipun Prima) “Iki wes bener, kurang nulis rumuse neng duwure. Yo wes, gandeng wes sore sakiki dipungkasi wae.”&lt;br /&gt;
Ibu lan Prima maos Basmalah. Prima lajeng pamit kalih Bu Nisah.&lt;br /&gt;
Prima : “Assalamualaikum.”&lt;br /&gt;
Ibu : “Waalaikumussalam.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nalikanipun Prima metu omah Nilam sampun ngenteni wontenjobo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nilam : “Prima,,.”&lt;br /&gt;
Prima : “Eh, Nilam, ono opo?”&lt;br /&gt;
Nilam : “Aku arep takon.”&lt;br /&gt;
Prima : “Yo.”&lt;br /&gt;
Nilam : (Nduduhaken dompet) “Iki dompetmu duduk Prima?”&lt;br /&gt;
Prima : (Gumun) “Iyo bener. Kok iso eneng neng gonmu?”&lt;br /&gt;
Nilam : “Aku nemukake neng dalan cedak kali.”&lt;br /&gt;
Prima : “Ow iyo..aku lagi kelingan nek aku dek emben mancing.”&lt;br /&gt;
Nilam : (Maringke dompetipun marang Prima) “Maaf geh, wingi aku urung sempet menehke dompet kuwi.”&lt;br /&gt;
Prima : “Orak popo kok. Nuwun nggeh.”&lt;br /&gt;
Nilam : “Nggeh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nilam lan Prima lajeng mantuk. Saksampunipun mangertosmenawi Nilam ndemenakaken, Prima dados bocah ingkang demenakaken ugi.Kanca-kancanipun ingkang badhe ngewangi goleki dompetipun Prima malah mbotenketemu lan Prima mboten srawung kalih kanca-kancanipun ingkang mboten saerumiyin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aja Kewanen&lt;br /&gt;
Jam wis nunjuk angka 13.30, dibarengi karo munine bel sekolah, wayaeh bocah-bocah padha bali. Umi, Lala, Dian lan Nana banjur metu saka kelas.&lt;br /&gt;
Lala   : “Um, tak jek gelem apa ora?”&lt;br /&gt;
Umi  : “Arep marang ndi ta la? Kapan?”&lt;br /&gt;
Lala  : “Dolan Um, sesuk dina minggu padha nongkrong         nang Purwokerto.”&lt;br /&gt;
Dian+Nana : “Iya ayo Um, sepisan-pisan dolan aja nang umah wae.”&lt;br /&gt;
Umi  : “Iya wis insya Alloh, nanging ijin sek marang wong tuaku       ya cah?”&lt;br /&gt;
Lala  : “Halah, nek ijin ya ora bakal entuk.”&lt;br /&gt;
Umi   : “Lhaa, terus piye? Nek ora ijin mengko digoleki njur        dinesuni cah, apa kowe padha ora wedi? Aku sih ora wani.”&lt;br /&gt;
Dian  : “Ngene-ngene cah, aku nduwe ide. Piye nek dhewe ijin yen arep       nggarap tugas kelompokan?”&lt;br /&gt;
Nana  : “Wahh, idemu cemerlang ian.”&lt;br /&gt;
Lala  : “Bisa-bisa, bisa jadi iku, nek ijin kya ngono kan wong tua        ora bakal curiga.”&lt;br /&gt;
Umi  : “Duh, piye yoh cah.”&lt;br /&gt;
Dian  : “Piye maning ta Um? Wis, kowe gari manut dhewek wae.”&lt;br /&gt;
Umi  : “Aku ora wani cah nek ngelombo kya ngono, wedi kuwalat.”&lt;br /&gt;
Lala  : “Hahaha, Umi..Umi..dadi bocah kok cemen ngono, kan ora saben    dina ngelomboni. Ayo lha mumpung durung ujian.”&lt;br /&gt;
Umi  : “Tak pikir-pikir sek. Ya wis aku mulih sek cah.”&lt;br /&gt;
Lala+Dian+Nana : “Iyaa.”&lt;br /&gt;
Umi, Lala, Dian lan Nana banjur bali nyang omah, Umi numpak bis, Lala, Dian karo Nana nggawa motor dewek-dewek. Dina setu nang sekolah, Lala nakokake maneh marang Umi.&lt;br /&gt;
Lala  : “Piye Um? Sesuk gelem apa ora?”&lt;br /&gt;
Umi  : “Cah, tugase dhewe akeh loh, apa ora dienggo wae        kanggo nggarap kuwi?”&lt;br /&gt;
Dian   : “Sepisan tok Umi, tugase digarap sesuk-sesuk wae.”&lt;br /&gt;
Umi  : “Ya wis aku gelem cah, tapi balike aja sore-sore yaa terus kowe     kudu ijin marang wong tuaku.”&lt;br /&gt;
Dian+Lala : “Siap boss, hehe.”&lt;br /&gt;
Bel sekolah muni, nandakake pelajaran diwiwiti.  Dina minggune, Lala, Nana lan Dian marang omahe umi.&lt;br /&gt;
Lala  : “Assalamu’alaikum.”&lt;br /&gt;
Ibu Umi : “Wa’alaikumsalam. Eh lala, dian, nana.”&lt;br /&gt;
Dian  : “Inggih bu, Umi wonten menapa boten bu?”&lt;br /&gt;
Ibu Umi : “Iya ana cah  kae isih siap-siap, ngene mlebu dhisik lungguha     dhisik.”&lt;br /&gt;
Dian  : “Inggih bu.” &lt;br /&gt;
“Ayo cah.”&lt;br /&gt;
Ibu Umi : (mburu marang kamare umi) “Ndo, iku kanca-kancamu wis padha    teka. Mengko ati-ati, eling wektu nek wis rampung langsung      bali.”&lt;br /&gt;
Umi  : “Inggih bu.” (nang atine was-was banget amarge wis nglombo)&lt;br /&gt;
Ibu Umi : (nggawa wedang) “Iki cah, sembari nunggu umi diombe dhisik     wedange.”&lt;br /&gt;
Lala  : “Maturnuwun bu, dados ngrepoti.”&lt;br /&gt;
Ibu Umi : “Alahh mung gawe wedang tok kok cah, mumpung dolan ngene.”&lt;br /&gt;
Umi  : (mburu marang ngarep) “hayy cah.”&lt;br /&gt;
Lala  : “Piye wis rampung?”&lt;br /&gt;
Umi  : “Hehe, uwis, ayo mangkat saiki wae, ngenteni mengko kecedak     awan.”&lt;br /&gt;
Dian  : “Iya ayo.”&lt;br /&gt;
“Bu, badhe ijin kelompokan teng griyane Gesti.”&lt;br /&gt;
Ibu Umi : “Iya cah, nanging ati-ati, aja banter-banter, saiki dalane wis rame    ora kaya mbiyen, wong nggawa motor padha banter-banter cah     ibu nyawange nganti mrinding. Terus nek wis rampung ya      langsung bali aja dolan-dolan, sedela maneh arep ujian, wektune     dienggo kanggo sinau wae ben bijine apik.”&lt;br /&gt;
Lala  : “Inggih bu.”&lt;br /&gt;
Umi  : “Bu, kula pamit rihin.”&lt;br /&gt;
Bareng-bareng : “Assalamu’alaikum.” (ngambung tangan ibune umi kabeh)&lt;br /&gt;
Ibu Umi : “Wa’alaikumsalam.”&lt;br /&gt;
Wis enggal tekan Purwokerto, Lala lagi asyik omong-omongan karo umi, ora weruh yen nang ngarep ana tukang becak lagi nyebrang. Ora sue krungu swara “GUBRAKKK” motore lala nabrak tukang becak, lala lan umi tiba. Dian nang mburine langsung mburu nulungi kanca rakete iku, semono uga wong-wong sing weruh. Lala lan tukang becake slamet namung umi sing semaput. Lala, Umi lan tukang becak digawa marang omahe Pak RT sing cedhak saka kedadeyane. &lt;br /&gt;
Dian  : “Astaghfirullah Lala, Umi.”&lt;br /&gt;
Nana  : “Duhh, piye kie Ian.” (panik, gemeter, maras, wedi campur aduk)&lt;br /&gt;
Dian  : “Piye-piye, ya telphoneibune saiki cepet.”&lt;br /&gt;
Nana  : “Nek telphone ibune pa ya ora diomehi.”&lt;br /&gt;
Dian : “Iku urusan mengko, saiki cepet telephone ibune Umi dhisik sing   genah ana nang omah.”&lt;br /&gt;
Nana  : “Iya iya.”&lt;br /&gt;
“Tut..tut..tut.” (telephone ibune Umi) &lt;br /&gt;
Ibu Umi : “Hallo assalamu’alaikum.”&lt;br /&gt;
Nana  : “Wa’alaikumsalam. Kula Nana bu.” (ngomonge sambi gemeter)&lt;br /&gt;
Ibu Umi : “Iya na, ana apa kok swarane kaya wedi mengkana.”&lt;br /&gt;
Nana  : “Umi bu.”&lt;br /&gt;
Ibu Umi : “Iya Umi kenangapa.”&lt;br /&gt;
Nana  : “Umi kacilakan bu.” (sambi nangis mingseg-mingseg)&lt;br /&gt;
Ibu Umi : “Kacilakan nang ndi?” (panik)&lt;br /&gt;
Nana  : “Purwokerto bu, arah alun-alun. Saiki isih semaput”&lt;br /&gt;
Ibu Umi : “Loh kok bisa nang kono. Ya wis entenana ibu karo karo bapak      nyusul. Assalamu’alaikum.”&lt;br /&gt;
Nana   : “Inggih bu, wa’alaikumsalam.”&lt;br /&gt;
Dian  : “Piye na?”&lt;br /&gt;
Nana  : “Ibune Umi arep marang ngene, kowe mbatiri Umi wae, aku      nungguni ibune umi nang kene. Nek ana apa-apa aku dikabari.”&lt;br /&gt;
Dian  : “Iya.”&lt;br /&gt;
Umi lan tukang becak isih padha semaput. Ora sue Umi sadar.&lt;br /&gt;
Umi  : (melek sembari ndeleng ngana-ngene) “Iki nang ndi?”&lt;br /&gt;
Lala  : “Alhamdulillah kowe sadar um.”&lt;br /&gt;
Dian  : “Alhamdulillah, iki nang omahe wong, kowe karo lala nabrak      tukang becak, semaput dadi digawa nyang kene. Nana wis       telephone ibumu.”&lt;br /&gt;
Umi  : “Iya aku isih eling.”&lt;br /&gt;
Nang dalan Ibune umi weruh Nana.&lt;br /&gt;
Ibu Umi : “Pak, pak iku nana.” (mandeg terus mudun)&lt;br /&gt;
Nana  : (ngambung tangane ibune umi) “Bu.”&lt;br /&gt;
Ibu Umi : “Umi karo Lala nang ndi?”&lt;br /&gt;
Nana  : “Teng griyane Pak Rt bu.”&lt;br /&gt;
Ibu Umi : “Ibu diterke cepet.”&lt;br /&gt;
Tekan omahe pak rt.&lt;br /&gt;
Ibu Umi : “Assalamu’alaikum.”&lt;br /&gt;
Pak RT : “Wa’alaikumsalam, mangga bu larenipun wonten dalem.”&lt;br /&gt;
Ibu Umi : “Inggih pak, nyuwun ngapunten sampun ngrepoti.”&lt;br /&gt;
Pak RT : “Boten napa-napa bu.”&lt;br /&gt;
Ibu Umi : (weruh umi lagi turunan, omong-omongan karo dian) “Ndo, kowe      ora apa-apa ndo?”&lt;br /&gt;
Umi  : “Alhamdulillah boten napa-napa bu, namung lecet sekedhik.”      (swara lirih)&lt;br /&gt;
Ibu Umi  : “Syukur alhamdulillah. Piye critane bisa kaya ngene?”&lt;br /&gt;
Lala  : “Kula saweg matur kalih umi, boten ketingal menawi ngajenge       wonten tukang becak badhe nyebrang, lajeng nabrak. Kula uga      nyuwun pangapura bu, menawi kula lan kanca-kanca sampun      boten jujur. Kula lan kanca-kanca ngajak umi dolan, sederengipun     umi boten purun nanging kita maksa kemawon.”&lt;br /&gt;
Ibu Umi : “Iya wis ora papa, maneh-maneh aja ngelomboni. Iki bisa dadi      pelajaran kanggo awakmu kabeh.”&lt;br /&gt;
Bareng-bareng : “Inggih bu, ngenjang-ngenjang boten badhe ngelomboni malih.” &lt;br /&gt;
Ibu Umi : “Ibu karo bapak arep nemuni tukang becake dhisik.”&lt;br /&gt;
Dian  : “Inggih bu.”&lt;br /&gt;
Ibu Umi : (nemoni bapak becak) “Pak, nyuwun pangapunten amarga lare      kula kirang ngatos-atos bekta motor.”&lt;br /&gt;
Bapak becak : “Inggih bu boten menapa-menapa.”&lt;br /&gt;
Ibu Umi : “Matur nuwun pak, menika kangge ngobati ingkang lecet.       Sepisan malih kula nyuwun pangapura.” (salaman kambi ngaweh      amplop)&lt;br /&gt;
Bapak becak : “Inggih bu.”&lt;br /&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Narkoba</title><link>http://raja-ilmupengetahuan.blogspot.com/2017/01/narkoba.html</link><category>Kesehatan</category><author>noreply@blogger.com (Mas Djoen)</author><pubDate>Tue, 31 Jan 2017 07:41:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1471705183535435531.post-7797986930205010638</guid><description> &lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Jenis-jenis Narkoba Narkoba merupakan singkatan dari Narkotika dan Obat/Bahan berbahaya yang telah populer beredar dimasyarakat perkotaan maupun di pedesaan, termasuk bagi aparat hukum. Sebenarnya dahulu kala masyarakat juga mengenal istilah madat sebagai sebutan untuk candu atau opium, suatu golongan narkotika yang berasal dari getah kuncup bunga tanaman Poppy yang banyak tumbuh di sekitar Thailand, Myanmar dan Laos (The Golden Triangle) maupun di Pakistan dan Afganistan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Selain Narkoba, istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan RI adalah NAPZA yaitu singkatan dari Narkotika, Pasikotropika dan Zat adiktif lainnya. Semua istilah ini sebenarnya mengacu pada sekelompok zat yang umumnya mempunyai risiko yang oleh masyarakat disebut berbahaya yaitu kecanduan (adiksi).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Narkoba atau NAPZA merupakan bahan/zat yang bila masuk ke dalam tubuh akan mempengaruhi tubuh terutama susunan syaraf pusat/otak sehingga bilamana disalahgunakan akan menyebabkan gangguan fisik, psikis/jiwa dan fungsi sosial. Karena itu Pemerintah memberlakukan Undang-Undang untuk penyalahgunaan narkoba yaitu UU No.5 tahun 1997 tentang Psikotropika dan UU No.22 tahun 1997 tentang Narkotika.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Golongan Psikotropika adalah zat atau obat baik alami maupun sintetis namun bukan Narkotika yang berkhasiat aktif terhadap kejiwaan (psikoaktif) melalui pengaruhnya pada susunan syaraf pusat sehingga menimbulkan perubahaan tertentu pada aktivitas mental dan perilaku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang akan menyebabkan perubahan kesadaran, mengurangi sampai menghilangkan rasa sakit dan dapat menimbulkan ketergantungan (adiksi).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Jenis Narkotika yang sering disalahgunakan adalah morfin, heroin (putauw), petidin, termasuk ganja atau kanabis, mariyuana, hashis dan kokain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Sedangkan jenis Psikotropika yang sering disalahgunakan adalah amfetamin, ekstasi, shabu, obat penenang seperti mogadon, rohypnol, dumolid, lexotan, pil koplo, BK, termasuk LSD, Mushroom.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Zat adiktif lainnya disini adalah bahan/zat bukan Narkotika &amp;amp; Psikotropika seperti alkohol/etanol atau metanol, tembakau, gas yang dihirup (inhalansia) maupun zat pelarut (solven).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Sering kali pemakaian rokok dan alkohol terutama pada kelompok remaja (usia 14-20 tahun) harus diwaspadai orangtua karena umumnya pemakaian kedua zat tersebut cenderung menjadi pintu masuk penyalahgunaan Narkoba lain yang lebih berbahaya (Putauw).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;OPIAT atau Opium (candu)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Merupakan golongan Narkotika alami yang sering digunakan dengan cara dihisap (inhalasi).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l5 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Menimbulkan rasa kesibukan      (rushing sensation)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l5 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Menimbulkan semangat&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l5 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Merasa waktu berjalan lambat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l5 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Pusing, kehilangan      keseimbangan/mabuk.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l5 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Merasa rangsang birahi      meningkat (hambatan seksual hilang).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l5 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Timbul masalah kulit di sekitar      mulut dan hidung.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;MORFIN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Merupakan zat aktif (narkotika) yang diperoleh dari candu melalui pengolahan secara kimia. Umumnya candu mengandung 10% morfin. Cara pemakaiannya disuntik di bawah kulit, ke dalam otot atau pembuluh darah (intravena)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l10 level1 lfo2; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Menimbulkan euforia.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l10 level1 lfo2; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Mual, muntah, sulit buang hajat      besar (konstipasi).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l10 level1 lfo2; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Kebingungan (konfusi).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l10 level1 lfo2; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Berkeringat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l10 level1 lfo2; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Dapat menyebabkan pingsan,      jantung berdebar-debar.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l10 level1 lfo2; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Gelisah dan perubahan suasana      hati.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l10 level1 lfo2; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Mulut kering dan warna muka      berubah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 18.0pt; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;HEROIN atau Putaw&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Merupakan golongan narkotika semisintetis yang dihasilkan atas pengolahan morfin secara kimiawi melalui 4 tahapan sehingga diperoleh heroin paling murni berkadar 80% hingga 99%. Heroin murni berbentuk bubuk putih sedangkan heroin tidak murni berwarna putih keabuan (street heroin). Zat ini sangat mudah menembus otak sehingga bereaksi lebih kuat dari pada morfin itu sendiri. Umumnya digunakan dengan cara disuntik atau dihisap.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Timbul rasa kesibukan yang sangat cepat/rushing sensastion (± 30-60 detik) diikuti rasa menyenangkan seperti mimpi yang penuh kedamaian dan kepuasan atau ketenangan hati (euforia). Ingin selalu menyendiri untuk menikmatinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l1 level1 lfo3; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Denyut nadi melambat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l1 level1 lfo3; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Tekanan darah menurun.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l1 level1 lfo3; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Otot-otot menjadi lemas/relaks.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l1 level1 lfo3; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Diafragma mata (pupil) mengecil      (pin point).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l1 level1 lfo3; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Mengurangi bahkan menghilangkan      kepercayaan diri.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l1 level1 lfo3; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Membentuk dunia sendiri      (dissosial) : tidak bersahabat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l1 level1 lfo3; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Penyimpangan perilaku :      berbohong, menipu, mencuri, kriminal.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l1 level1 lfo3; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Ketergantungan dapat terjadi      dalam beberapa hari.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l1 level1 lfo3; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Efek samping timbul kesulitan      dorongan seksual, kesulitan membuang hajat besar, jantung berdebar-debar,      kemerahan dan gatal di sekitar hidung, timbul gangguan kebiasaan tidur.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Jika sudah toleransi, semakin mudah depresi dan marah sedangkan efek euforia semakin ringan atau singkat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;GANJA atau kanabis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Berasal dari tanaman kanabis sativa dan kanabis indica. Pada tanaman ini terkandung 3 zat utama yaitu tetrahidrokanabinol, kanabinol dan kanabidiol. Cara penggunaannya dihisap dengan cara dipadatkan menyerupai rokok atau dengan menggunakan pipa rokok.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l9 level1 lfo4; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Denyut jantung atau nadi lebih      cepat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l9 level1 lfo4; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Mulut dan tenggorokan kering.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l9 level1 lfo4; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Merasa lebih santai, banyak      bicara dan bergembira.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l9 level1 lfo4; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Sulit mengingat sesuatu      kejadian.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l9 level1 lfo4; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Kesulitan kinerja yang      membutuhkan konsentrasi, reaksi yang cepat dan koordinasi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l9 level1 lfo4; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Kadang-kadang menjadi agresif      bahkan kekerasan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l9 level1 lfo4; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Bilamana pemakaian dihentikan      dapat diikuti dengan sakit kepala, mual yang berkepanjangan, rasa      letih/capek.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l9 level1 lfo4; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Gangguan kebiasaan tidur.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l9 level1 lfo4; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Sensitif dan gelisah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l9 level1 lfo4; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Berkeringat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l9 level1 lfo4; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Berfantasi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l9 level1 lfo4; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Selera makan bertambah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;LSD atau lysergic acid atau acid, trips, tabs&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Termasuk sebagai golongan halusinogen (membuat khayalan) yang biasa diperoleh dalam bentuk kertas berukuran kotak kecil sebesar ¼ perangko dalam banyak warna dan gambar. Ada juga yang berbentuk pil atau kapsul. Cara menggunakannya dengan meletakkan LSD pada permukaan lidah dan bereaksi setelah 30-60 menit kemudian dan berakhir setelah 8-12 jam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l6 level1 lfo5; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Timbul rasa yang disebut      Tripping yaitu seperti halusinasi tempat, warna dan waktu.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l6 level1 lfo5; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Biasanya halusinasi ini digabung      menjadi satu hingga timbul obsesi terhadap yang dirasakan dan ingin hanyut      di dalamnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l6 level1 lfo5; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Menjadi sangat indah atau      bahkan menyeramkan dan lama kelamaan membuat perasaan khawatir yang      berlebihan (paranoid).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l6 level1 lfo5; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Denyut jantung dan tekanan      darah meningkat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l6 level1 lfo5; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Diafragma mata melebar dan      demam.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l6 level1 lfo5; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Disorientasi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l6 level1 lfo5; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Depresi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l6 level1 lfo5; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Pusing&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l6 level1 lfo5; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Panik dan rasa takut      berlebihan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l6 level1 lfo5; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Flashback (mengingat masa lalu)      selama beberapa minggu atau bulan kemudian.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l6 level1 lfo5; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Gangguan persepsi seperti      merasa kurus atau kehilangan berat badan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;KOKAIN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Mempunyai 2 bentuk yakni bentuk asam (kokain hidroklorida) dan bentuk basa (free base). Kokain asam berupa kristal putih, rasa sedikit pahit dan lebih mudah larut dibanding bentuk basa bebas yang tidak berbau dan rasanya pahit. Nama jalanan kadang disebut koka, coke, happy dust, snow, charlie, srepet, salju, putih. Disalahgunakan dengan cara menghirup yaitu membagi setumpuk kokain menjadi beberapa bagian berbaris lurus di atas permukaan kaca dan benda yang mempunyai permukaan datar. Kemudian dihirup dengan menggunakan penyedot atau gulungan kertas. Cara lain adalah dibakar bersama tembakau yang sering disebut cocopuff. Menghirup kokain berisiko luka pada sekitar lubang hidung bagian dalam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l7 level1 lfo6; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Menimbulkan keriangan,      kegembiraan yang berlebihan (ecstasy).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l7 level1 lfo6; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Hasutan (agitasi), kegelisahan,      kewaspadaan dan dorongan seks.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l7 level1 lfo6; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Penggunaan jangka panjang      mengurangi berat badan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l7 level1 lfo6; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Timbul masalah kulit.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l7 level1 lfo6; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Kejang-kejang, kesulitan      bernafas.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l7 level1 lfo6; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Sering mengeluarkan dahak atau      lendir.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l7 level1 lfo6; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Merokok kokain merusak paru      (emfisema).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l7 level1 lfo6; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Memperlambat pencernaan dan      menutupi selera makan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l7 level1 lfo6; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Paranoid.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l7 level1 lfo6; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Merasa seperti ada kutu yang      merambat di atas kulit (cocaine bugs).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l7 level1 lfo6; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Gangguan penglihatan (snow      light).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l7 level1 lfo6; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Kebingungan (konfusi).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l7 level1 lfo6; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Bicara seperti menelan (slurred      speech).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="10" class="MsoNormalTable" style="mso-cellspacing: 7.5pt; mso-padding-alt: 0cm 0cm 0cm 0cm; mso-yfti-tbllook: 1184; width: 100%px;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-firstrow: yes; mso-yfti-irow: 0; mso-yfti-lastrow: yes;"&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 0cm 0cm 0cm;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;AMFETAMIN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Nama generik/turunan amfetamin adalah   D-pseudo epinefrin yang pertama kali disintesis pada tahun 1887 dan   dipasarkan tahun 1932 sebagai pengurang sumbatan hidung (dekongestan). Berupa   bubuk warna putih dan keabu-abuan. Ada 2 jenis amfetamin yaitu MDMA (metil   dioksi metamfetamin) dikenal dengan nama ectacy. Nama lain fantacy pils,   inex. Metamfetamin bekerja lebih lama dibanding MDMA (dapat mencapai 12 jam)   dan efek halusinasinya lebih kuat. Nama lainnya shabu, SS, ice. Cara   penggunaan dalam bentuk pil diminum. Dalam bentuk kristal dibakar dengan   menggunakan kertas alumunium foil dan asapnya dihisap melalui hidung, atau   dibakar dengan memakai botol kaca yang dirancang khusus (bong). Dalam bentuk   kristal yang dilarutkan dapat juga melalui suntikan ke dalam pembuluh darah   (intravena).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l4 level1 lfo7; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Jantung        terasa sangat berdebar-debar (heart thumps).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l4 level1 lfo7; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Suhu        badan naik/demam.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l4 level1 lfo7; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Tidak        bisa tidur.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l4 level1 lfo7; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Merasa        sangat bergembira (euforia).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l4 level1 lfo7; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Menimbulkan        hasutan (agitasi).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l4 level1 lfo7; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Banyak        bicara (talkativeness).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l4 level1 lfo7; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Menjadi        lebih berani/agresif.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l4 level1 lfo7; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Kehilangan        nafsu makan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l4 level1 lfo7; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Mulut        kering dan merasa haus.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l4 level1 lfo7; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Berkeringat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l4 level1 lfo7; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Tekanan        darah meningkat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l4 level1 lfo7; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Mual        dan merasa sakit.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l4 level1 lfo7; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Sakit        kepala, pusing, tremor/gemetar.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l4 level1 lfo7; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Timbul        rasa letih, takut dan depresi dalam beberapa hari.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l4 level1 lfo7; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Gigi        rapuh, gusi menyusut karena kekurangan kalsium.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;SEDATIF-HIPNOTIK   (Benzodiazepin/BDZ)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Sedatif   (obat penenang) dan hipnotikum (obat tidur). Nama jalanan BDZ antara lain BK,   Lexo, MG, Rohip, Dum. Cara pemakaian BDZ dapat diminum, disuntik intravena,   dan melalui dubur. Ada yang minum BDZ mencapai lebih dari 30 tablet   sekaligus. Dosis mematikan/letal tidak diketahui dengan pasti. Bila BDZ   dicampur dengan zat lain seperti alkohol, putauw bisa berakibat fatal karena   menekan sistem pusat pernafasan. Umumnya dokter memberi obat ini untuk   mengatasi kecemasan atau panik serta pengaruh tidur sebagai efek utamanya,   misalnya aprazolam/Xanax/Alviz.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l8 level1 lfo8; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Akan        mengurangi pengendalian diri dan pengambilan keputusan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l8 level1 lfo8; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Menjadi        sangat acuh atau tidak peduli dan bila disuntik akan menambah risiko        terinfeksi HIV/AIDS dan hepatitis B &amp;amp; C akibat pemakaian jarum bersama.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Obat   tidur/hipnotikum terutama golongan barbiturat dapat disalahgunakan misalnya   seconal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l2 level1 lfo9; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Terjadi        gangguan konsentrasi dan keterampilan yang berkepanjangan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l2 level1 lfo9; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Menghilangkan        kekhawatiran dan ketegangan (tension).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l2 level1 lfo9; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Perilaku        aneh atau menunjukkan tanda kebingungan proses berpikir.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l2 level1 lfo9; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Nampak        bahagia dan santai.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l2 level1 lfo9; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Bicara        seperti sambil menelan (slurred speech).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l2 level1 lfo9; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Jalan        sempoyongan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l2 level1 lfo9; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Tidak        bisa memberi pendapat dengan baik.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;ALKOHOL&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Merupakan   suatu zat yang paling sering disalahgunakan manusia. Alkohol diperoleh atas   peragian/fermentasi madu, gula, sari buah atau umbi-umbian. Dari peragian   tersebut dapat diperoleh alkohol sampai 15% tetapi dengan proses penyulingan   (destilasi) dapat dihasilkan kadar alkohol yang lebih tinggi bahkan mencapai   100%. Kadar alkohol dalam darah maksimum dicapai 30-90 menit. Setelah   diserap, alkohol/etanol disebarluaskan ke suluruh jaringan dan cairan tubuh.   Dengan peningkatan kadar alkohol dalam darah orang akan menjadi euforia,   namun dengan penurunannya orang tersebut menjadi depresi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Dikenal 3   golongan minuman berakohol yaitu golongan A; kadar etanol 1%-5% (bir),   golongan B; kadar etanol 5%-20% (minuman anggur/wine) dan golongan C; kadar   etanol 20%-45% (Whiskey, Vodca, TKW, Manson House, Johny Walker, Kamput).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Pada   umumnya alkohol :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l3 level1 lfo10; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Akan        menghilangkan perasaan yang menghambat atau merintangi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l3 level1 lfo10; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Merasa        lebih tegar berhubungan secara sosial (tidak menemui masalah).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l3 level1 lfo10; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Merasa        senang dan banyak tertawa.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l3 level1 lfo10; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Menimbulkan        kebingungan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l3 level1 lfo10; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Tidak        mampu berjalan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;INHALANSIA   atau SOLVEN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Adalah uap   bahan yang mudah menguap yang dihirup. Contohnya aerosol, aica aibon, isi   korek api gas, cairan untuk dry cleaning, tinner, uap bensin.Umumnya   digunakan oleh anak di bawah umur atau golongan kurang mampu/anak jalanan.   Penggunaan menahun toluen yang terdapat pada lem dapat menimbulkan kerusakan   fungsi kecerdasan otak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo11; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Pada        mulanya merasa sedikit terangsang.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo11; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Dapat        menghilangkan pengendalian diri atau fungsi hambatan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo11; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Bernafas        menjadi lambat dan sulit.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo11; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Tidak        mampu membuat keputusan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo11; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Terlihat        mabuk dan jalan sempoyongan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo11; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Mual,        batuk dan bersin-bersin.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo11; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Kehilangan        nafsu makan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo11; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Halusinasi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo11; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Perilaku        menjadi agresif/berani atau bahkan kekerasan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo11; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Bisa        terjadi henti jantung (cardiac arrest).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo11; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Pemakaian        yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan syaraf otak menetap,        keletihan otot, gangguan irama jantung, radang selaput mata, kerusakan        hati dan ginjal dan gangguan pada darah dan sumsum tulang. Terjadi        kemerahan yang menetap di sekitar hidung dan tenggorokan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo11; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Dapat        terjadi kecelakaan yang menyebabkan kematian di antaranya karena jatuh,        kebakar, tenggelam yang umumnya akibat intoksikasi/keracunan dan sering        sendirian. bat intoksikasi/keracunan dan sering sendirian.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Teks Negosiasi Bahasa Indonesia</title><link>http://raja-ilmupengetahuan.blogspot.com/2017/01/teks-diskusi-bahasa-indonesia.html</link><category>Bahasa</category><category>Indonesia</category><author>noreply@blogger.com (Mas Djoen)</author><pubDate>Tue, 31 Jan 2017 07:37:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1471705183535435531.post-8044279490807006767</guid><description>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Pengertian Teks Negosiasi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Teks Negosiasi adalah bentuk interaksi sosial yang berfungsi untuk mencapai kesepakatan di antara pihak-pihak yang memiliki kepentingan yang berbeda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Tujuam Teks Negosiasi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l2 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Untuk menyatukan      perbedaan-perbedaan pendapat dari orang-orang yang memiliki kepentingan      yang berbeda,&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l2 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Untuk mendapatkan atau mencapai      kata kesepakatan dalam kesamaan persepsi, saling pengertian, dan      persetujuan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l2 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Untuk mendapatkan kondisi penyelesaian      atau jalan keluar dari masalah yang dihadapi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Struktur Negosiasi (UMUM)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l8 level1 lfo2; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Negosiator : Penutur&amp;amp;Mitra      Tutur&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l8 level1 lfo2; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Pembuka : Penggiringan topik /      basa-basi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l8 level1 lfo2; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Isi : Inti pembicaraan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l8 level1 lfo2; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Penutup : Pengambilan keputusan      / penyelesaian&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Struktur Pihak Bank&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l6 level1 lfo3; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Orientasi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l6 level1 lfo3; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Pengajuan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l6 level1 lfo3; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Penawaran&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l6 level1 lfo3; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Persetujuan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l6 level1 lfo3; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Penutup&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Struktur Negosiasi (KOMPLEKS)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l4 level1 lfo4; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Orientasi : Kalimat pembuka,      biasanya dibubuhi salam. Fungsinya memulai negosiasi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l4 level1 lfo4; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Permintaan : Suatu hal berupa      barang ataupun jasa yang ingin diblei oleh pembeli atau konsumen&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l4 level1 lfo4; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Pemenuhan : Pemenuhan hal      berupa barang atau jasa dari pemberi jasa atau penjual yang diminta oleh      pembeli atau konsumen&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l4 level1 lfo4; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Penawaran : Puncaknya Negosiasi      terjadi tawar menawar&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l4 level1 lfo4; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Persetujuan : Keputusan antara      dua belah pihak untuk penawaran yang sudah dilakukan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l4 level1 lfo4; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Pembelian : Keputusan konsumen      jadi menerima/menyetujui penawaran itu atau tidak&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l4 level1 lfo4; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Penutup : Kalimat penutup atau      salam penutup&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Ciri Umum Teks Negosiasi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l1 level1 lfo5; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Menghasilkan Kesepakatan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l1 level1 lfo5; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Menghasilkan Keputusan yang      saling menguntungkan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l1 level1 lfo5; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Memprioritaskan Kepentingan      Bersama&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l1 level1 lfo5; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Merupakan sarana untuk mencari      penyelesaian&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l1 level1 lfo5; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Mengarah pada tujuan praktis&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Ciri Kebahasaan Teks Negosiasi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo6; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Menggunakan bahasa yang santun&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo6; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Terdapat ungkapan persuasif (      Bahasa untuk membujuk )&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo6; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Berisi pasangan tuturan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo6; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Keputusan atau kesepakatan yang      dihasilkan tidak merugikan dua belah pihak&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo6; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Bersifat memerintah dan      memenuhi perintah&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Contoh Pasangan Tuturan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l5 level1 lfo7; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Bertanya - Menjawab      pertanyaan/tidak&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l5 level1 lfo7; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Mengucapkan Salam - Menjawab      Salam&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l5 level1 lfo7; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Menawarkan - Menerima/menolak&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l5 level1 lfo7; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Mengusulkan -      Menerima/menolak&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;HAL LAIN DALAM NEGOSIASI&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Cara Agar Negosiasi Berjalan Lancar&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l7 level1 lfo8; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Mengajak untuk membuat      kesepakatan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l7 level1 lfo8; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Memberikan alasan mengapa harus      ada kesepakatan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l7 level1 lfo8; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Membandingkan beberapa pilihan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l7 level1 lfo8; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Memperjelas dan menguji      pandangan yang dikemukakan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l7 level1 lfo8; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Mengevaluasi kekuatan dan      komitmen bersama&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l7 level1 lfo8; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Menetapkan dan menegaskan      kembali tujuan negosiasi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Cara Negosiasi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l3 level1 lfo9; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Anda harus bernegosiasi apapun      dan segalanya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l3 level1 lfo9; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Anda harus menunjukkan      kejujuran dalam proses negosiasi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l3 level1 lfo9; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Jangan terburu-buru dalam      negosiasi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l3 level1 lfo9; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Cari tahu sebanyak mungkin      informasi mengenai produk dan penjual&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l3 level1 lfo9; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Berikan harga maksimal dan      sopan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l3 level1 lfo9; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Anda harus menghindari ikatan      emosional dengan apa yang anda jual atau beli&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Contoh Teks Negosiasi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Ketua Osis &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;: "Pak, sekolah kita sama sekali tidak memiliki ruang koperasi, bagaimana kalau disekolah kita mendirikan sebuah unit koperasi?"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Kepala Sekolah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt; : "Boleh saja, tapi masalahnya sekolah kita tidak mempunyai dana untuk membuatnya, bagaimana pendapatmu? apakah kita harus meminta dana ke pemerintah?"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Ketua Osis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt; : "Kalau memang itu caranya, Saya dan segenap perwakilan pengurus osis setuju dengan usulan Bapak Kelapa Sekolah, karena ini kepentingan pemerintah juga untuk memberikan fasilitas yang baik kepada rakyatnya dalam dunia pendidikan."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Kepala Sekolah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt; : "Oke, nanti Bapak ajukan ini ke Pemerintah, terimakasih atas usulannya."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Ketua Osis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt; : " Sama-sama Pak."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Teks Eksposisi Bahasa Indonesia</title><link>http://raja-ilmupengetahuan.blogspot.com/2017/01/teks-eksposisi-bahasa-indonesia.html</link><category>Bahasa</category><category>Indonesia</category><author>noreply@blogger.com (Mas Djoen)</author><pubDate>Tue, 31 Jan 2017 07:35:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1471705183535435531.post-7862836697160321361</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kita mulai dari jenis teks eksposisi yang tentunya jika kita lihat ternyata teks eksposisi memiliki banyak jenis yang mempunyai makna yang berbeda-beda, nah berikut ulasan tentang jenis-jenis teks eksposisi:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Teks eksposisi definisi&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Eksposisi defenisi adalah suatu paragraf eksposisi yang memiliki isi mengenai pengertian akan sesuatu hal. Seperti:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Temulawakk adalah tumbuhann herbal yang berrasal dari Indonesia. Habitat tanamann ini berada di hutan tropis. Tumbuhan inii mampu hidup di dataran yang rendah secara baik. Tumbuhan ini memiliki kandungan minyak asiri, kurkumin dan zat tepung. Tumbuhan ini mempunyai berbagai manfaat dalam hal mencegah anemia, meningkatkan kerja ginjal, mencegah kanker dan lain-lain.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Teks eksposisi proses&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Eksposisi proses adalah suatu paragraf eksposisi yang memiliki maksud tentang adanya proses pembuatan, proses penggunaan atau cara untuk melakukan sesuatu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Adapun contoh teks eksposisi proses yaitu:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ternyata jeruk nipis bermanfaat dalam mengobati batuk. Buah ini memiliki kandungan berupa minyak asiri dan zat yang dapat bermanfaat mengendalikan otot-otot pernapasan sehingga mampu meredakan batuk. Adapun cara penggunaannya yaitu dengan cara meminum air perasan dari jeruk nipis yang dapat dicampur dengan madu, kecap atau gula sehingga rasa asamnya berkurang.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Teks eksposisi Klasifikasi&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Eksposisi klasifikasi merupakan paragraf eksposisi yang memiliki isi tentang pengelompokan terhadap sesuatu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Adapun contoh teks eksposisi klasifikasi yaitu:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mengacu dari sifatnya, sampah bisa dikelompokkan menjadi dua jenis. Sampah anorganik adalah sampah yang tidak mudah untuk membusuk seperti kertas, plastik pembungkus makanan dan botol. Kemudian Sampah organik adalah sampah yang sangat mudah membusuk seperti sayuran, sisa makanan, daun dan lain-lain.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Teks eksposisi pertentangan&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Eksposisi pertentangan merupakan paragraf eksposisi yang berisi mengenai sesuatu hal yang bertentangan dengan sesuatu yang lainnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Adapun contoh teks eksposisi pertentangan yaitu:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hukum yang ada di Indonesia ibarat sebuah pisau, dimana tajam ke bawah, namun tumpul ke atass. Pencuri sandal diancamm hukuman penjaraa 5 tahun. Sebaliknya, koruptor yang telah merugikan uang negeraa hanya dihukumm 1 tahun penjaraa.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Teks eksposisi Ilustrasi&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Eksposisi ilustrasi adalah suatu paragraf eksposisi yang memberikan gambaran secara sederhana tentang sesuatu dengan sesuatu lainnya yang memiliki kemiripan atau memiliki kesamaan sifat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Adapun contoh teks eksposisi ilustrasi yaitu:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kebijakann pemerintah seringkalii menyusahkan rakyatt kecil. Misalnyaa, kenaikann harga BBM membuat sangatt meresahkan rakyatt menengah kebawahh. Naiknya harga BBM akan membuat harga jasa dan barang menjadi naik. Keadaan seperti ini akan menuntuk rakyat mesti memutar otak agar bisa memenuhi kebutuhannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Teks eksposisi Analisis&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Eksposisi Analisis adalah suatu paragraf eksposisi yang berisi membagi permasalahan pada setiap gagasan pokok menjadi sebuah bagian-bagian yang tertentu dan selanjutnya pada tiap-tiap bagian tersebut akan dikembangkan secara tersistematis.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Teks eksposisi perbandingan&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Eksposisi perbandingan adalah suatu paragraf eksposisi yang berisi mengenai penjelasan ide pada sebuah kalimat utama dengan melakukan perbandingan dengan hal yang lainnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Teks eksposisi berita&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Eksposisi berita adalah suatu paragraf eksposisi yang berisi mengenai berita peristiwa yang tertentu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Adapun contoh teks eksposisi berita yaitu:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Para penjual makanann mengeluhkan atas kenaikan harga BBM. Pasalnyaa, naiknya hargaa BBM membuatt bahan-bahan baku naik. Alhasil, para penjuall harus menyiasati hal ini dengann memperkecill porsi atau menaikkann harga makanan yangg mereka jual.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Nah dari beberapa uraian diatas mengenai jenis-jenis teks ekposisi diatas mudah-mudahan bisa dimengerti. Selanjutnya kita beralih pada pembahasan ciri-ciri teks eksposisi&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ciri-ciri teks eksposisi&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dari jenis-jenis teks eksposisi yang ada diatas, mengenai contoh-contoh teks eksposisi pada setiap jenis teks eksposisi tersebut maka kita bisa menganalisis seperti apa ciri-ciri teks eksposisi atau karakteristik teks eksposisi itu. Bagi anda yang belum tahu ciri-ciri teks eksposisi maka silahkan lihat yanga ada dibawah ini:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Teks eksposisi harus menjelaskan segala informasi atau pengetahuan&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Teks eksposisi mesti menggunakan gaya informasi yang persuasif atau mengajak.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Teks eksposisi harus memberikan penyampaian seara lugas dan mengeluarkan bahasa yang baku.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Teks eksposisi tidak melakukan pemihakan yang artiny tidak untuk memaksakan kehendak penulis terhadap pembaca&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Teks eksposisi mesti menyajikan sebuah fakta yang digunakan sebagai alat kontritasi dan alat kontribusi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kemudian selanjutnya kita akan membahas seperti apa struktur teks eksposisi?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Struktur Teks ekposisi&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
1. TESIS&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tesis merupakan suatu bagian yang memiliki isi tentang sudut pandang dari penulis terhadap setiap permasalah yang akan diangkat. Istila ini berdasarkan dari suatu bentuk pernyataan atau dapat juga disebut sebagai teori yang nanti akan diperkuat oleh sebuah argumen. Didalam contoh teks eksposi pada bagian ini merupakan sesuatu yang penting yang muncul di awal teks meskipun terdapat kemungkinan bisa diletakkan kembali dibagian akhir (sebuah penegasan ulang).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Adapun contoh teks eksposisi dalam struktur tesis:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kopi mampu membantu dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
2. Argumentasi&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Argumentasi merupakan suatu bentuk bukti atau alasan yang dipergunakan dalam memperkuat pendapat dalam sebuah tesis meskipun pada umumnya argumentasi juga bisa kita gunakan untuk menolak suatu pernyataan. Argumentasi bisa berupa pernyataan umum atau generalisasi atau bisa juga berupa data sebuah hasil temuan penelitian, pernyataan dari para ahli atau fakta-fakta yang didasari dari referensi yang bisa dipercayai.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Adapun contoh teks eksposisi dari struktur argumentasi:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Kopi ternyata memiliki kandungan senyawa bersifat anti bakteri sehingga mampu membunuh bakteri ada dalam mulut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Kopi juga mengandungg zat trignelline yang dapat mencegah gigi berlubangg.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Penegasan ulang atau simpulan&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ini adalah bagian terakhirr dari struktur teks eksposisi. Bagiann ini mengandung pernyataan simpulann yang menegaskan kembalii tesis yang sudah dikemukakan di awal teks dan dapat dibuktikan atau bisa diperkuat oleh unsur argumen yang ada di poin kedua.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Adapun contoh teks eksposisi dari struktur argumentasi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kopi yang mengandungg senyawa antibakterii terbukti mampu menjaga kesehatan mulutt dari bakterii dan mampu mencegahh gigi berlubang karena memiliki kandungan zat trigonelline.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tujuan teks eksposisi&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tujuan teks esposisi yaitu untuk menjelaskan atau memaparkan segala informasi tertentu sehingga dapat menambah pengetahuan dari pembaca.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Gimana kawan-kawan? Berdasarkan hal diatas maka kita sudah mengerti seperti apa pengertian teks eksposis, contoh-contoh teks eksposisi, struktur teks eksposisi dan tujuan eksposisi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Berikut kita akan beralih pada contoh-contoh teks eksposisi, disini saya akan menyajikan secara lengkap teks eksposisi tentang pendidikan, politik, kesehatan, ekonomi dan teknologi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Berikut ulasannya:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Contoh teks eksposisi tentang pendidikan&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pendidikan adalah senjataa paling ampuh, karena dengann pendidikan mampuu mengubah dunia. Sebenarnya, apa itu pendidikan? Pendidikan adalah sebuah sarana dimana kita dapat mempelajari banyak hal yang bermanfaat. Pendidikan yang ada di negara kita sendiri, Indonesia, tergolong lumayan baik. Pemerintah telah mengeluarkan dana untuk merenovasi dan membangun gedung sekolah, dan menggratiskan untuk biaya pendidikan. Apa yang mesti disadari oleh pelajar adalah adanya keinginan belajar dan berprestasi. Dengan tekad bisa membangun semangat yang ada dalam diri pelajar, haruslah para pelajar segera menyadari bahwa pemerintah sudah membantu mereka secara tak langsung dengan membantuu pendidikan Indonesia. Pelajar mesti memberikann yang terbaik untuk bangsa dan negara karena pendidikann yang sudah ditopangg oleh pemerintah. Dengan begitu, pasti derajat Indonesia akan lebih diakui dikancah dunia. Selain itu, Indonesia jugaa akan banyakk didatangi oleh investor asing, sehingga mampu meningkatkan perekonomiann dalam negeri. Namun, pendidikann kadang dicemari karena ulah para oknum yang tidak bertanggungjawab, mencorengg dunia pendidikan Indonesiaa. Itu juga mesti diberantas. Bagaimana caranya? Dengan mendatanggkan guru yangg berkualitas dan sosialisasii kepada para murid, diharapkann dapat menekan angkaa ulah oknumm tidak bertanggungjawabb ini. Sering kitaa lihat di koran atau televisi, adanya tingkat kekerasan disekolah dan bullying (penganiayaan) terhadap sesamaa teman sejawat. Itu jugaa perlu dihindarii demi kemajuan pendidikann Indonesia.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Prinsip Bisnis</title><link>http://raja-ilmupengetahuan.blogspot.com/2017/01/prinsip-bisnis.html</link><category>Pemasaran</category><author>noreply@blogger.com (Mas Djoen)</author><pubDate>Wed, 25 Jan 2017 07:20:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1471705183535435531.post-6662799246298437841</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;HUKUM PATEN, MERK, CIPTA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; mso-list: l6 level1 lfo7; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;A.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Pengertian Hak Cipta&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Hak cipta adalah hak ekslusif bagi pencipta atau penerima hak cipta untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberi izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan undang-undang hak cipta yang berlaku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Hasil Ciptaan yang dilindungi Undang-undang hak cipta ( uu hak cipta No. 19/2002) adalah karya cipta dalam tiga bidang, yaitu hak cipta ilmu pengetahuan, hak cipta seni dan hak cipta sastra yang mencakup :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Buku, program komputer, pamflet, perwajahan (lay out) karya tulis yang diterbitkan dan semua hasil karya tulis lain;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 48.25pt; mso-list: l16 level1 lfo8; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Ceramah, kuliah, pidato dan ciptaan lain yang sejenis dengan itu;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 48.25pt; mso-list: l16 level1 lfo8; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;alat peraga yg dibuat untuk kpentingan pendidikan &amp;amp; ilmu pengetahuan;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 48.25pt; mso-list: l16 level1 lfo8; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;musik/ lagu dengan atau tanpa teks;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 48.25pt; mso-list: l16 level1 lfo8; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;drama atau drama musikal, tari, koreografi, pewayangan dan pentomim;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 48.25pt; mso-list: l16 level1 lfo8; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;seni rupa dalam segala bentuk seperti seni lukis, gambar, seni ukir, seni kaligrafi, kolas, seni patung dan seni terapan;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 48.25pt; mso-list: l16 level1 lfo8; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;arsitektur;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 48.25pt; mso-list: l16 level1 lfo8; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;peta;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 48.25pt; mso-list: l16 level1 lfo8; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;seni batik;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 48.25pt; mso-list: l16 level1 lfo8; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;fotografi;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 48.25pt; mso-list: l16 level1 lfo8; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;sinematografi;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 48.25pt; mso-list: l16 level1 lfo8; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;terjemahan, bunga rampai, tafsir, saduran, database dan karya lain dari hasil pengalihwujudan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Di samping itu, dalam hak cipta juga dikenal adanya beberapa prinsip dasar hak cipta, sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l13 level1 lfo9; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Yang dilindungi hak cipta adalah ide yang telah berwujud dan asli (orisinal);&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l13 level1 lfo9; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Hak cipta timbul dengan sendirinya (otomatis);&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l13 level1 lfo9; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Hak cipta merupakan hak yang diakui hukum (legal right) yang harus dibedakan dari penguasaan fisik suatu ciptaan;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l13 level1 lfo9; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;hak cipta bukan hak mutlak (absolut).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; mso-list: l6 level1 lfo7; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;B.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Pengertian Hak Paten&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Pengertian/Definisi Hak Paten (Patent) adalah hak eksklusif yang diberikan oleh Negara kepada Inventor atas hasil Invensinya di bidang teknologi, yang untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri Invensinya tersebut atau memberikan persetujuannya kepada pihak lain untuk melaksanakannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Pengertian/Definisi Inventor adalah seorang yang secara sendiri atau beberapa orang yang secara bersama-sama melaksanakan ide yang dituangkan ke dalam kegiatan yang menghasilkan Invensi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Pengertian/Definisi Invensi adalah ide Inventor yang dituangkan ke dalam suatu kegiatan pemecahan masalah yang spesifik di bidang teknologi dapat berupa produk atau proses, atau penyempurnaan dan pengembangan produk atau proses.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Hak Paten tidak diberikan untuk Invensi tentang:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l18 level1 lfo10; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;proses atau produk yang pengumuman dan penggunaan atau pelaksanaannya bertentangan dengan peraturan perundangundangan yang berlaku, moralitas agama, ketertiban umum, atau kesusilaan;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l18 level1 lfo10; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;metode pemeriksaan, perawatan, pengobatan dan/atau pembedahan yang diterapkan terhadap manusia dan/atau hewan;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l18 level1 lfo10; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;teori dan metode di bidang ilmu pengetahuan dan matematika;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l18 level1 lfo10; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;semua makhluk hidup, kecuali jasad renik;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Jangka Waktu Hak Paten adalah :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l11 level1 lfo11; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Hak Paten diberikan untuk jangka waktu selama 20 (dua puluh) tahun terhitung sejak Tanggal Penerimaan dan jangka waktu itu tidak dapat diperpanjang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l11 level1 lfo11; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Hak Paten Sederhana diberikan untuk jangka waktu 10 (sepuluh) tahun terhitung sejak Tanggal Penerimaan dan jangka waktu itu tidak dapat diperpanjang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Cara memperoleh Hak Paten adalah :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Mengajukan permohonan secara tertulis dalam bahasa Indonesia kepada Direktorat Jenderal HakKekayaan Intelektual Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Permohonan harus memuat :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l4 level1 lfo12; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;tanggal, bulan, dan tahun Permohonan;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l4 level1 lfo12; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;alamat lengkap dan alamat jelas Pemohon;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l4 level1 lfo12; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;nama lengkap dan kewarganegaraan Inventor;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l4 level1 lfo12; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;nama dan alamat lengkap Kuasa apabila Permohonan diajukan melalui Kuasa;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l4 level1 lfo12; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;surat kuasa khusus, dalam hal Permohonan diajukan oleh Kuasa;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l4 level1 lfo12; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;pernyataan permohonan untuk dapat diberi Paten;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l4 level1 lfo12; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;judul Invensi;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l4 level1 lfo12; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;klaim yang terkandung dalam Invensi;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Mengapa Perlu Hak Paten : Apabila kita memiliki suatu keahlian/produk yang unik yang bernilai secara finansial maka sebaiknya didaftarkan di Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia untuk memperoleh Hak Paten, sehingga tidak dibajak oleh orang lain tanpa perlindungan atas kekayaan intelektual tersebut. Jadi kalau Hak Paten kita dibajak atau ditiru oleh orang lain dapat menuntut secara hukum.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; mso-list: l6 level1 lfo7; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;C.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Pengertian Hak Merek&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Merek adalah tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa. (Menurut UU No.15 Tahun 2001)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Merek dapat dibedakan dalam beberapa macam, antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l10 level1 lfo13; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;a.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Merek Dagang: merek digunakan pada barang yang diperdagangkan oleh seseorang/beberapa orang/badan hukum untuk membedakan dengan barang sejenis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l10 level1 lfo13; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;b.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Merek Jasa: merek digunakan pada jasa yang diperdagangkan oleh seseorang/beberapa orang/badan hukun untuk membedakan dengan jasa sejenis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l10 level1 lfo13; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;c.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Merek Kolektif: merek digunakan pada barang/jasa dengan karakteristik yang sama yang diperdagangkan oleh beberapa orang/badan hukum secara bersama-sama untuk membedakan dengan barang/ jasa sejenisnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Sedangkan pengertian dari Hak Merek adalah hak ekslusif yang diberikan oleh negara kepada pemilik merek terdaftar dalam daftar umum merek untuk jangka waktu tertentu dengan menggunakan sendiri merek tersebut atau memberikan ijin kepada pihak lain untuk menggunakannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Fungsi Merek&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Menurut Endang Purwaningsih, suatu merek digunakan oleh produsen atau pemilik merek untuk melindungi produknya, baik berupa jasa atau barang dagang lainnya, menurut beliau suatu merek memiliki fungsi sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l19 level1 lfo14; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Fungsi pembeda, yakni membedakan produk yang satu dengan produk perusahaan lain&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l19 level1 lfo14; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Fungsi jaminan reputasi, yakni selain sebagai tanda asal usul produk, juga secara pribadi menghubungkan reputasi produk bermerek tersebut dengan produsennya, sekaligus memberikan jaminan kualitas akan produk tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l19 level1 lfo14; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Fungsi promosi, yakni merek juga digunakan sebagai sarana memperkenalkan dan mempertahankan reputasi produk lama yang diperdagangkan, sekaligus untuk menguasai pasar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l19 level1 lfo14; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Fungsi rangsangan investasi dan pertumbuhan industri, yakni merek dapat menunjang pertumbuhan industri melalui penanaman modal, baik asing maupun dalam negeri dalam menghadapi mekanisme pasar bebas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Sedangkan, Menurut Imam Sjahputra, fungsi merek adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l20 level1 lfo15; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Sebagai tanda pembeda (pengenal);&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l20 level1 lfo15; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Melindungi masyarakat konsumen ;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l20 level1 lfo15; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Menjaga dan mengamankan kepentingan produsen;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l20 level1 lfo15; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Memberi gengsi karena reputasi;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l20 level1 lfo15; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Jaminan kualitas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;HUKUM PERLINDUNGAN KONSUMEN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;A. Pengertian Konsumen&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. Karena posisi konsumen yang lemah maka ia harus diberikan perlindungan oleh hukum. Menurut pasal 1 butir 1 UU No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen yaitu “Perlindungan konsumen adalah segala upaya yang menjamin adanya kepastian hukum untuk memberi perlindungan kepada konsumen”. Kepastian hukum itu berarti konsumen mempunyai hak untuk memperoleh barang dan atau jasa yang menjadi kebutuhannya serta menpunyai hak untuk menuntut apabila dirugikan oleh perilaku&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pelaku usaha penyedia kebutuhan konsumen tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Kepastian hukum tersebut secara umum bertujuan untuk memberikan perlindungan (pengayoman) kepada masyarakat. Dari pengertian itu dapat disimpulkan bahwa tujuan perlindungan konsumen adalah untuk menjamin adanya kepastian hukum, sehingga perlindungan konsumen tidak dapat terlepas dari adanya hukum konsumen dan hukum perlindungan konsumen.Jadi sebenamya hukum konsumen dan hukum perlindungan konsumen adalah dua bidang hukum yang sulit dipisahkan dan ditarik batasnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Hukum konsumen diartikan sebagai keseluruhan asas asas dan kaidah-kaidah hukum yang mengatur hubungan dan masalah antara berbagai pihak satu sama lain berkaitan dengan barang dan atau jasa konsumen, di dalam pergaulan hidup. Sedangkan hukum perlindungan konsumen adalah hukum perlindungan konsumen merupakan bagian dari hukum konsumen yang memuat asas-asas atau kaidah-kaidah bersifat mengatur, dan juga mengandung sifat yang melindungi kepentingan konsumen. Jadi dapat disimpulkan bahwa hukum konsumen berskala lebih luas daripada hukum perlindungan konsumen. Hukum perlindungan konsumen merupakan bagian dari hukum konsumen, yang mengatur lebih rinci asas-asas perlindungan bagi konsumen sebagai pihak yang lebih lemah dibandingkan dengan produsen.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;B. Hak-Hak Konsumen&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Kedudukan konsumen terhadap produsen yang seharusnya seimbang menjadi lemah karena rendahnya pengetahuan konsumen akan hak-haknya sebagai konsumen. Sesuai dengan Pasal 4 Undang-undang Perlindungan Konsumen, Hak-hak Konsumen adalah :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l9 level1 lfo16; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;a.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Hak atas kenyamanan, keamanan dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l9 level1 lfo16; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;b.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang dan/atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l9 level1 lfo16; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;c.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Hak atas informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l9 level1 lfo16; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;d.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yang digunakan;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l9 level1 lfo16; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;e.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Hak untuk mendapatkan advokasi, perlindungan dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l9 level1 lfo16; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;f.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Hak untuk mendapat pembinaan dan pendidikan konsumen;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l9 level1 lfo16; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;g.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l9 level1 lfo16; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;h.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi/penggantian, apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l9 level1 lfo16; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;i.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Hak-hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Konsumen mempunyai berbagai macam hak yang seharusnya diperhatikan dan tidak boleh dilanggar oleh para pelaku usaha. Menurut&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pasal 4 UU No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen tersebut terdapat 9 macam hak yang melekat pada konsumen, tetapi hanya empat hak dasar yang diakui oleh internasional yaitu hak untuk mendapatkan keamanan (the right to safety), hak untuk mendapatkan informasi (the right to be informed), hak untuk memilih (the right to choose), dan hak untuk didengar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;MONOPOLI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;A. Definisi Pengertian Monopoli &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Kata monopoli berasal dari bahasa Yunani, mono, yang artinya satu, dan poli, yang artinya penjual. Dari dua kata tersebut maka monopoli menunjuk pada suatu kondisi di mana dalam suatu pasar hanya ada satu penjual, sehingga tidak ada pihak lain yang menyaingi. Dalam monopoli, penjual tersebut adalah satu-satunya produsen dalam industri, dan tidak ada industri lain yang memproduksi barang subtitusinya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;B. Macam-macam Monopoli&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Pasar monopoli sendiri dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk sebagai berikut berdasarkan sumbernya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; mso-list: l12 level1 lfo17; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;1.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Monopoli Alamiah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Monopoli alamiah timbul karena keadaan alam yang kha,s. Sebagai contoh, Palembang terkenal dengan buah dukuhnya sehingga buah tersebut cenderung memonopoli pasar. Begitu juga dengan apel hijau dari Malang, atau intah dari Martapura.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; mso-list: l12 level1 lfo17; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;2.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Monopoli Masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Monopoli masvarakat terjadi akibat tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap suatu hasil produksi. Sebagai contoh, kecap merek X memonopoli pasar karena kecap merek tersebut sudah menjadi favorit masyarakat, sehingga sulit beralih ke kecap merek lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; mso-list: l12 level1 lfo17; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;3.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Monopoli Undang-undang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Monopoli undang-undang muncul karena pemberlakuan secara hukum, kebijakan, atau peraturan tertentu. Monopoli undafig-undang ini antara lain berupa pemberian hak paten, pembatasan masuknya barang-barang baku dalam industri, dan pembatasan perdagangan luar negeri dalam bentuk tarif dan kuota oleh pemerintah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 1.0cm; mso-list: l0 level1 lfo18; text-align: justify; text-indent: -14.15pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;a.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Monopoli negara&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 1.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Monopoli negara, yaitu monopoli yang diberlakukan oleh negara dalam rangka melayani kepentingan umum. Monopoli negara dilakukan dengan cara mendirikan perusahaan negara, seperti PLN (Perusahaan Listrik Negara), PT Pos Indonesia dalam penjualan perangko, Pertamina (Perusahaan Pertambangan Minyak Nasional), PT Kereta Api, dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 1.0cm; mso-list: l0 level1 lfo18; text-align: justify; text-indent: -14.15pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;b.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Hak cipta (copy right)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 1.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Hak cipta adalah hak khusus yang diberikan kepada pencipta atau pihak lain sebagai penerima hak cipta untuk mengumumkan atau memperbanyak hasil ciptanya. Hak cipta diberikan dalam bidang ilmu pengetahuan, kesusastraan, dan kesenian. Hak cipta memiliki masa pemberlakuan, misal untuk buku berlaku sampai 50 tahun sesudah penciptanya meninggal, dan untuk program komputer berlaku 25 tahun sejak diumumkan. Hak cipta melindungi penciptanya dari pihak lain yang ingin menjiplak atau memperbanyak hasil ciptaannya tanpa izin khusus dari penciptanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 1.0cm; mso-list: l0 level1 lfo18; text-align: justify; text-indent: -14.15pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;c.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Hak Paten&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 1.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Hak paten adalah hak khusus yang diberikan kepada penemu atas hasil penemuannya di bidang teknologi yang berbentuk proses produksi dan hasil produksi atau penyempurnaan dari keduanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 1.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Hak paten melindungi penemunya dari pihak lain yang ingin menjiplak hasil temuannya, kecuali pihak lain tersebut memiliki izin (lisensi) dari penemunya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 1.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Contoh: hak paten yang dipegang oleh perusahaan Microsoft atas teknologi software komputer.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 1.0cm; mso-list: l0 level1 lfo18; text-align: justify; text-indent: -14.15pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;d.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Hak Merek&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 1.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Hak merek adalah hak atas tanda atau nama yang diberikan pada barang dan jasa untuk membedakannya dengan produk lain.Merek yang dimiliki suatu perusahaan dan sudah terdaftar di Direktorat Jenderal Paten, Merek, dan Hak Cipta Departemen Kehakiman tidak boleh ditiru oleh orang lain.Dengan demikian selain hak merek, hak cipta dan hak paten juga harus terdaftar di Direktorat Jenderal Paten, Merek, dan Hak Cipta Departemen Kehakiman.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; mso-list: l12 level1 lfo17; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;4.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Monopoli karena kemampuan efisiensi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Monopoli ini terjadi bila suatu perusahaan mampu memproduksi dengan biaya yang rendah sehingga mampu menjual produk dengan harga yang rendah pula.Karena perusahaan lain tidak mampu memproduksi dengan biaya serendah itu maka perusahaan tersebut dapat memonopoli (menguasai) pasar.Monopoli jenis ini umumnya dipegang oleh perusahaan yang bermodal besar dan dikelola secara modern.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; mso-list: l12 level1 lfo17; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;5.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Monopoli karena penguasaan bahan baku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Bila suatu perusahaan menguasai bahan baku tertentu (misalnya, gandum) dengan berperan sebagai importir tunggal dan kemudian perusahaan tersebut tidak bersedia menjual gandumnya kepada perusahaan lain, melainkan diolah sendiri menjadi tepung terigu maka dapat dipastikan perusahaan tersebut akan memonopoli industri pembuatan tepung terigu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; mso-list: l12 level1 lfo17; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;6.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Monopoli karena penguasaan teknologi dan tenaga ahli&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Bila suatu perusahaan menguasai teknologi dan tenaga ahli dalam pengolahan suatu produk, dapat dipastikan perusahaan tersebut akan menjadi monopolis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Contohnya, PT Freeport dari Amerika Serikat memonopoli pembangunan dan pengolahan tembaga di Indonesia karena mengusai teknologi dan tenaga ahli yang tidak dimiliki perusahaan lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;HUKUM DAGANG&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;  &lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;A. Pengertian Hukum Dagang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Hukum dagang merupakan sebuah aturan-aturan hukum yang mengatur hubungan orang yang satu dengan yang lainnya, khusunya dalam perniagaan. Hukum dagang ialah hukum perdata khusus. Pada mulanya kaidah hukum yang kita kenal sebagai hukum dagang saat ini mulai muncul dikalangan kaum pedagang sekitar abad ke-17. Kaidah-kaidah hukum tersebut sebenarnya ialah kebiasaan diantara mereka yang timbul dalam pergaulan di bidang perdagangan. Ada beberapa hal yang diatur dalam KUH Perdata diatur juga dalam KUHD. Bilademikian adanya, ketentuan-ketentuan dalam KUHD itulah yang akan berlaku. KUH Perdata adalah lex generalis(hukum umum), sedangkan KUHD ialah lex specialis (hukum khusus). Dalam hubungannya dengan hal tersebut berlaku adagium lex specialis derogat lex generalis (hukum khusus menghapus hukum umum).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;B. Sumber Hukum Dagang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Sumber-sumber hukum dagang ialah tempat dimana bisa didapatkan peraturan-peraturan mengenai Hukum Dagang. Beberapa sumber Hukum Dagang yakni sebagai berikut ;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l5 level1 lfo19; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;1.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHD)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;KUHD mengatur berbagai perikatan yang berkaitan dengan perkembangan lapangan hukum perusahaan. Sebagai peraturan yang sudah terkodifikasi, KUHD masih terdapat kekurangan dimana kekurangan tersebut diatur dengan sebuah peraturan perundang-undangan yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l5 level1 lfo19; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;2.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Sesuai pasal 1 KUHD, KUH Perdata menjadi sumber hukum dagang sepanjang KUHD tidak mengatur hal-hal tertentu dan hal-hal tertentu tersebut diatur dalam KUH Perdata khususnya buku III. Dapat dikatakan bahwa KUH Perdata mengatur sebuah pemeriksaan secara umum atau untuk orang-orang pada umumnya. Sedangkan KUHD lebih bersifat khusus yang ditujukan untuk kepentingan pedagang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l5 level1 lfo19; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;3.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Peraturan Perundang-Undangan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Selain KUHD, masih terdapat beberapa peraturan perundang-undangan lain yang mengatur Hukum Dagang, diantaranya&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yaitu sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 75.05pt; mso-list: l7 level1 lfo20; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;UU No 10 Tahun 1998 tentang Perbankan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 75.05pt; mso-list: l7 level1 lfo20; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;UU No 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas (PT)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 75.05pt; mso-list: l7 level1 lfo20; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;UU No 7 Tahun 1987 tentang Hak Cipta&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 75.05pt; mso-list: l7 level1 lfo20; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;UU No 5 Tahun 1999 tentang Persaingan Usaha&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 75.05pt; mso-list: l7 level1 lfo20; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;UU No 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l5 level1 lfo19; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;4.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Kebiasaan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Kebiasaan yang dilakukan secara terus menerus dan tidak terputus dan sudah diterima oleh masyarakat pada umumnya serta pedagang pada khususnya, bisa digunakn juga sebagai sumber hukum pada Hukum Dagang. Hal ini sesuai dengan pasal 1339 KUH Perdata bahwa perjanjian tidak saja mengikat yang secara tegas diperjanjikan, tetapi juga terikat pada kebiasaan-kebiasaan yang sesuai dengan perjanjian tersebut. Contohnya tentang pemberian komisi, jual beli dengan angsuran, dan lain sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l5 level1 lfo19; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;5.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Perjanjian yang dibuat para pihak&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Berdasarkan pasal 1338 KUH Perdata disebutkan perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya. Dalam hal ini, persetujuan, perjanjian ataupun kesepakatan memegang peranan bagi para pihak. Contohnya yaitu dalam pasal 1477 KUH Perdata yang menentukan bahwa selama tidak diperjanjikan lain, maka penyerahan terjadi di tempat dimana barang berada pada saat terjadi kata sepakat. Misalkan penyerahan barang diperjanjikan dengan klausula FOB (Free On Board) maka penyerahan barang dilaksanakan ketika barang sudah berada di atas kapal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l5 level1 lfo19; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;6.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Perjanjian Internasional&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Perjanjian internasional diadakan dengan tujuan supaya pengaturan tentang persoalan Hukum Dagang bisa diatur secara seragam oleh masing-masing hukum nasional dari negara-negara peserta yang terikat dalam perjanjian internasional tersebut. Untuk bisa diterima dan memiliki kekuatan hukum yang mengikat maka perjanjian internasional tersebut harus diratifikasi oleh masing-masing negara yang terikat dalam perjanjian internasional tersebut.Macam perjanjian internasional yaitu sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 49.65pt; mso-list: l15 level1 lfo21; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Traktat yaitu perjanjian bilateral yang dilakukan oleh dua negara saja. Contohnya traktat yang dibuat oleh Indonesia dengan Amerika yang mengatur tentang sebuah pemberian perlindungan hak cipta yang kemudian disahkan melalui Keppres No.25 Tahun 1989&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 49.65pt; mso-list: l15 level1 lfo21; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Konvensi yaitu suatu perjanjian yang dilakukan oleh beberapa negara. Contohnya yaitu Konvensi Paris yang mengatur tentang merek.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;C. Ruang Lingkup Hukum Dagang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Adapun ruang lingkup hukum dagang yaitu sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;1. Kontrak Bisnis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;2. Jual beli.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;3. Bentuk-bentuk Perusahaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;4. Perusahaan Go Public dan Pasar Modal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;5. Penanaman Modal Asing.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;6. Kepailitan dan Likuidasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;7. Merger dan Akuisisi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;8. Perkreditan dan Pembiayaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;9. Jaminan Hutang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;10. Surat Berharga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;11. Perburuan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;12. Hak atas Kekayaan Intelaktual.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;13. Anti Monopoli&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;14. Perlindungan Konsumen.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;15. Keagenan dan Distribusi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;16. Asuransi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;17. Perpajakan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;18. Penyelesaan Sengketa Bisnis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;19. Bisnis Internasional.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;20. Hukum Pengangkutan (Darat, Laut, Udara dan Multimoda).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;D. Kedudukan Hukum Dagang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Dengan semakin Pesatnya perkembangan Hukum Dagang yang kian meningkat tersebut memicu berbagai pihak untuk menciptakan sebuah pengaturan yang tepat supaya dapat mengikuti perkembangan dagang yang sangat dinamis hingga pada akhirnya terciptalah Kitab Undang-Undang Hukum Dagang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Tapi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;terdapat pihak yang berpendapat bahwa sekarang ini KUH Dagang dan KUH Sipil sudah tidak tepat pada tempatnya. Hal tersebut disebabkan karena hukum dagang relatif sama dengan hukum perdata. Terlebih lagi bila ditelisik lebih dalam, dagang bukanlah suatu pengertian hukum melainkan pengertian yang berasal dari perekonimian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Contoh Hukum Dagang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Ada seorang pengusaha sepatu lokal yang memberi nama produk yang mereka hasilkan dengan nama merek terkenal. Hal tersebut dilakukan untuk mendongkrak angka penjualan karena merek tersebut sebenarnya yaitu sebuah brand internasional yang sudah sangat terkenal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Mungkin memang sepatu produk lokal tersebut akan lebih laku tapi bila hal tersebut terendus oleh pihak perusahaan resmi merek tersebut maka pengusaha lokal tersebut dapat dikenai sangsi pidana dan jelas melanggar pasal 90 undang-undang nomor 15 tahun 2001 tentang merk. Jadi lebih menciptakan produk dan menciptakan brand baru yaitu jauh lebih baik dibandingkan harus berurusan dengan hukum.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;ETIKA BISNIS&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;  &lt;br /&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;A. Pengertian Bisnis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan keuntungan. kata bisnis dari bahasa Inggris business, yaitu kata dasar busy yang berarti “sibuk” dalam konteks individu maupun komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan yang bayak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;B. Hubungan Bisnis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Terdapat berbagaimacam cara dalam melaksanakan bisnis, ada yang dengan cara bekerjasama dengan pihak lokal dan ada juga yang melakukannya dengan pihak asing. Ada yang melakukannya untuk pribadi dan ada juga yang melalukannya untuk kepentingan perusahaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Bentuk-bentuk hubungan bisnis&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l3 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Keagenan / Distributor&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l3 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Franchising (Hak monopoli)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l3 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Penggabungan perseroan terbatas&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l3 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Bagun guna serah (Build, Operate and Transfer = BOT)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;C. Etika Bisnis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Etika bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika Bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan/mitra kerja, pemegang saham, masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Tiga pendekatan dasar dalam merumuskan tingkah laku etika bisnis, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; mso-list: l14 level1 lfo22; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;1.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Utilitarian Approach : setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya. Oleh karena itu, dalam bertindak seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat, dengan cara yang tidak membahayakan dan dengan biaya serendah-rendahnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; mso-list: l14 level1 lfo22; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;2.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Individual Rights Approach : setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak dasar yang harus dihormati. Namun tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; mso-list: l14 level1 lfo22; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;3.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Justice Approach : para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama, dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan baik secara perseorangan ataupun secara kelompok.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;D. Prinsip Prinsip Bisnis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Secara umum, prinsip-prinsip yang dipakai dalam bisnis tidak akan pernah lepas dari kehidupan keseharian kita. Namun prinsip-prinsip yang berlaku dalam bisnis sesungguhnya adalah implementasi dari prinsip etika pada umumnya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Prinsip merupakan suatu pernyataan fundamental atau kebenaran umum yang dijadikan oleh seseorang / kelompok sebagai sebuah pedoman untuk berpikir atau bertindak.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Pedoman seseorang atau perusahaan dalam menjalankan perusahaan atau&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dalam menjalankan tugasnya dan usahanya baik internal maupun eksternal secara umum meliputi aspek-aspek berikutr:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; mso-list: l17 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;1.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Standar Perilaku,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Dalam setiap kegiatan bisnis dibutuhkan sifat kejujuran, integritas, dan keterbukaan.Keterbukaan dalam menghormati hak asasi manusia, menjaga keseimbangan, hak para karyawan, serta dapat menghoramati kepentingan relasi perusahaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; mso-list: l17 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;2.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Mematuhi Hukum&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Wilayah bisnis didalam negeri mempunyai hukum yang berlaku didalam negeri. Bisnis &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;yang melesat hingga ke luar negeri, peraturan hukumnya pun bertambah sesuai dengan hukum yang berlaku secara internasional. Para karyawannya pun dituntut untuk mengenal baik dan mematuhi semua hukum bisnis, baik hukum bisnis domestik maupun internasional.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; mso-list: l17 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;3.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Karyawan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Perusahaan wajib memiliki komitmen pada keanakaragaman dalam lingkungan kerja. Terutama keanekaragaman sikap saling percaya, saling menghormati serta rasa tanggung jawab atas kinerja dan reputasi perusahaan. Kondisi tersebut selalu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;mempertimbangkan hal-hal berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 42.15pt; mso-list: l21 level1 lfo3; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;a.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Kualifikasi dan kemampuan karyawan sesuai dengan yang dibutuhkan pekerjaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 42.15pt; mso-list: l21 level1 lfo3; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;b.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Menhormati martabat individu karyawan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 42.15pt; mso-list: l21 level1 lfo3; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;c.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Tidak Diskriminatif terhadap apapun, contohnya terhadah agama dan suku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 42.15pt; mso-list: l21 level1 lfo3; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;d.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;K3L (Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan hidup menjadi aspek kondisi kerja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; mso-list: l17 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;4.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Konsumen&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Hal terpenting dalam bisnis adalah perusahaan tidak hanya bertanggung&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;jawab terhadap produksi barang/ jasa tapi juga penjualan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 50.2pt; mso-list: l2 level1 lfo4; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;a.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Tanggung jawab terhadap produksi barang dilakukan dengan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;memproduksi barang yang aman bagi kesehatan dan keselamatan pelanggan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 50.2pt; mso-list: l2 level1 lfo4; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;b.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Tanggung jawab dalam penjualan tidak melakukan strategi penjualan yang terlalu agresif atau iklan yang menyesatkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; mso-list: l17 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;5.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Pemilik perusahaan mulai dari informasi mengenai struktur organisasi, kegiatan perusahaan,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;situasi finansial hingga kinerja perusahaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; mso-list: l17 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;6.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Mitra Usaha mitra usaha yang bekerja sama juga harus memiliki perinsip bisnis yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;selaras dengan prinsip bisnis perusahaan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; mso-list: l17 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;7.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Keterlibatan pada masyarakat Kewajiban perusahaan kepada masyarakat dimanifestasikan dengan kegiatan Corporate Social Responsibility(CSR). CSR merupakan tanggung jawab sosial perusahaan pada masyarakat. Perusahaan harus bekerjasama dengan instansi pemerintah dan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;perusahaan lain agar bisnisnya terus berkembang. Kerjasama tersebut bisa secara langsung atau melalui asosiasi-asosiasi bisnis.Namun dalam prosesnya perusahaan diharapkan tidak terlibat dalam&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;partai politik secara langsung dan praktis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; mso-list: l17 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;8.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Lingkungan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Dalam kegiatan kepeduliannya terhadap lingkungan, perusahaan juga harus bisa bekerjasama dengan pihak lain. Kegiatan penyebaran kepedulian terhadap lingkungan dan budaya lingkungan sehat akan berjalan cepat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; mso-list: l17 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;9.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Kegiatan Umum&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 14.2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Invoasi inovasi merupakan salah satu cara menciptakan keunggulan produk.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;10.Persaingan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Dunia bisnis perlu dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas. Persaingan tersebut hendaknya tidak mematikan yang lemah, melainkan ada jalinan yang erat antara pelaku bisnis besar dan pelaku bisnis menengah dan bawa. Perkembanga perusahaan besar dapat memberikan spread effect terhadap perkembangan perusahaan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;11 Integritas Bisnis&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;12. Benturan Kepentingan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;E. Prinsip-prinsip bisnis modern&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Prinsip bisnis akan menjadi tema kita pada kesempatan ini sahabat marketer. adapun yang akan diulas adalah pengertian prinsip, pengertian bisnis, pengertian prinsip bisnis, kelompok bisnis, tujuan bisnis, hakikat bisnis, prinsip dasar bisnis, pengertian ekonomi, kegiatan ekonomi, usur ekonomi, prinsip ekonomi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Prinsip bisnis: merupakan suatu pedoman oleh perusahaan untuk mengejar atau menciptakan perubahan diindustri yang mereka tekuni.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Prinsip-prinsip bisnis yang menjunjung etika dalam bisnis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l1 level1 lfo5; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;prinsip kepatuhan terhadap aturan/hukum&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l1 level1 lfo5; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;prinsip transparansi/keterbukaan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l1 level1 lfo5; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;prinsip akuntabilitas/tanggung gugat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l1 level1 lfo5; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;prinsip pertanggung jawabang/resposibility&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l1 level1 lfo5; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;prinsip fairness/kewajaran&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l1 level1 lfo5; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;prinsip honesty/kejujuran&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l1 level1 lfo5; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;prinsip compossion /empati&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l1 level1 lfo5; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;prinsip kemandirian / independence&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Berikut prinsip prinsip bisnis yang perlu untuk dibentuk dan dilaksanakan demi berkembangnya kegiatan usaha, yaitu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l8 level1 lfo6; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;1.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Prinsip Otonomi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Otonomi dapat diartikan sebuah kebebasan yang diberikan untuk seseorang atau pihak tertentu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l8 level1 lfo6; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;2.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Kejujuran&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Atribut kejujuran pada seseorang melambangkan sebuah karakter dan sikap yang dimiliki oleh orang tersebut. Begitu pula makna kejujuran dalam prinsip bisnis, adanya hal tersebut menunjukkan sebuah karakter yang dapat meningkatkan value bagi perusahaan. Pada dasarnya karakter inilah yang membedakan antar perusahaan yang satu dengan yang lainnya dalam kaitannya dengan sukses tidaknya strategi branding terhadap produk yang dihasilkan oleh perusahaan, yaitu dapat dilihat dari bagaimana antusiasme masyarakat dalam menerima produk perusahaan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l8 level1 lfo6; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;3.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Keadilan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Prinsip keadilan dalam bisnis bertujuan agar segala sesuatu yang tertuang dalam visi dan misi perusahaan dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Pada dasarnya setiap elemen dalam perusahaan memiliki peran masing-masing, dimana dari seluruh peran tersebut akan berdampak pada satu tujuan yang sama yaitu menyokong produktivitas kegiatan usaha. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l8 level1 lfo6; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;4.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Saling Menguntungkan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Dalam bisnis sangat wajar terjadi sebuah persaingan, terlebih untuk perusahaan yang memiliki kesamaan dalam segmentasi konsumennya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l8 level1 lfo6; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;5.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Integritas Moral&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Dengan berpedoman pada prinsip integritas moral berarti secara fisik dan mental para pelaku usaha menyadari bahwa bisnis bukan hanya sekedar mengejar keuntungan semata, namun lebih dari itu yaitu bahwa bisnis merupakan media yang memberikan banyak manfaat untuk masyarakat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;KESIMPULAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Tujuan akhir dari penerapan prinsip bisnis adalah memperoleh kepercayaan dari masyarakat. Kepercayaan tersebut merupakan wujud dari kepuasan dan apresiasi masyarakat terhadap kinerja dan inovasi-inovasi produk yang dihasilkan oleh sebuah bisnis. Ketika kepercayaan itu telah diberikan, disatu sisi akan menjadi tantang berkelanjutan bagi perusahaan untuk melahirkan produk-produk kreatif yang mampu memenuhi selera masyarakat yang terus berubah, dan disisi yang lain akan lebih memicu produktivitas seluruh elemen perusahaan untuk terus bekerja sesuai dengan visi dan misi perusahaan. Dengan menerapkan prinsip-prinsip bisnis secara konsekuen dan professional pada dasarnya membantu dan mengarahkan segala tindakan untuk mencapai kedua hal tersebut.&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Firqoh-Firqoh Dalam Islam </title><link>http://raja-ilmupengetahuan.blogspot.com/2017/01/firqoh-firqoh-dalam-islam.html</link><category>Agama</category><author>noreply@blogger.com (Mas Djoen)</author><pubDate>Wed, 25 Jan 2017 07:02:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1471705183535435531.post-6788221184550023797</guid><description>&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;A.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Sejarah Munculnya Firqah-Firqah dalam Islam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Timbulnya aliran-aliran teologi Islam tidak terlepas dari fitnah-fitnah yang beredar&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;setelah &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;wafatnya&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Rasulullah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Saw.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Setelah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Rasulullah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Saw&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;wafat&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;peran sebagai&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kepala&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Negara&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;digantikan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;oleh&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;para&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sahabat-sahabatnya,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;disebut khulafaur Rasyidin&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yakni Abu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Bakar,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Umar bin&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Khatab, Utsman bin Affan, dan Ali&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bin Abi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Thalib.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Namun,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ketika&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pada&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;masa&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Utsman&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bin Affan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mulai&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;timbul adanya&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;perpecahan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;antara&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;umat&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Islam&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;disebabkan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;oleh&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;banyaknya&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;fitnah yang timbul pada masa itu. Sejarah mencatat, akibat dari banyaknya fitnah yang timbulkan pada masa itu menyebabkan perpecahan pada umat Islam, dari masalah politik sampai pada masalah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;teologis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Awal mula perpecahan bisa kita simak sejak kematian Utsman bin Affan r.a.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ahli&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sejarah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;menggambarkan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;‘Usman&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sebagai&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;orang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;lemah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tak sanggup&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;menentang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ambisi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;keluarganya&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kaya&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;berpengaruh&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;itu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;untuk menjadi gubernur. Tindakan-tindakan yang dijalankan Usman ini mengakibatkan reaksi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tidak&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;menguntungkan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bagi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dirinya.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Sahabat-sahabat&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;nabi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;setelah melihat&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tindakan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Usman&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ini&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mulai&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;meninggalkan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;khalifah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ketiga&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ini. Perasaan tidak senang akan kondisi ini mengakibatkan terjadinya pemberontakan, seperti&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;adanya&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;lima&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ratus&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pemberontak&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;berkumpul&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kemudian&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bergerak&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ke Madinah.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Perkembangan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;suasana&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;di&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Madinah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ini&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;membawa&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pada&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pembunuhan Usman oleh pemuka-pemuka pemberontak di Mesir ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Setelah Usman wafat Ali sebagai calon terkuat menjadi khalifah keempat. Tetapi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;segera&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ia&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mendapat&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tantangan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dari&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pemuka-pemuka&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ingin&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pula menjadi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;khalifah, &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;terutama&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Talhah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Zubeir&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dari&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Mekkah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mendapat sokongan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dari&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Aisyah.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Tantangan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ini&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dapat&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dipatahkan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ali&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dalam&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pertempuran yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;terjadi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;di&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Irak&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tahun&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;656&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;M. Talhah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Zubeir&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mati&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;terbunuh&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan Aisyah dikirim kembali ke Mekkah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Tantangan kedua datang dari Mu’awiyah, Gubernur Damaskus dan keluarga dekat Usman. Ia menuntut Ali supaya menghukum pembunuh- pembunuh&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Usman,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bahkan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ia&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;menuduh&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bahwa&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ali&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;turut&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;campur&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dalam&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;soal pembunuhan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;itu.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Dalam&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pertempuran&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;terjadi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;antara&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kedua&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;golongan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ini&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;di Siffin,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tentara Ali&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mendesak&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tentara&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Mu’awiyah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sehingga&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tersebut&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;akhir&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ini bersiap-siap&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;untuk&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;lari.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Tetapi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tangan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kanan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Mu’awiyah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Amr&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ibn&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;al-’As&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang terkenal sebagai orang licik minta berdamai dengan mengangkat al-Quran keatas. Qurra’ atau syi’ah yang ada dipihak Ali mendesak Ali untuk mnerima tawaran itu dan dicarilah perdamaian dengan mengadakan arbitase. Sebagai&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pengantara diangkat dua orang, yaitu Amr Ibn al-‘As dari pihak Mu’awiyah dan Abu Musa al-Asy’ari dari pihak Ali. Dalam pertemuan mereka, kelicikan Amr mengalahkan perasaan takwa Abu Musa. Sejarah mengatakan bahwa keduanya terdapat pemufakatan untuk&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;menjatuhkan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kedua pemuka yang bertentangan, Ali dan Mu’awiyah.Tradisi menyebutkan bahwa Abu Musa terlebih dahulu mengumumkan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kepada&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;orang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ramai&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;putusan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;menjatuhkan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kedua&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pemuka&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang bertentangan itu. Berlainan dengan apa yang telah disetujui, Amr mengumumkan hanya&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;menyutujui&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;penjatuhan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ali&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;telah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;di&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;umumkan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Abu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Musa, &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;tetapi menolak penjatuhan Mu’awiyah. Peritiwa ini merugikan bagi Ali dan menguntungkan bagi Mu’awiyah. Khalifah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang sebenarnya adalah Ali, sedangkan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Mu’awiyah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kedudukannya tak&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;lebih&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dari&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Gubernur&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;daerah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tak mau tunduk kepada Ali sebagai khalifah. Dengan adanya&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;arbitase ini kedudukannya telah naik menjadi khalifah yang tidak&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;resmi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Sikap&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ali&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;menerima&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mengadakan arbitase ini, sungguhpun dalam keadaan terpaksa, tidak disetujui oleh sebagian tentaranya. Mereka berpendapat&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bahwa &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;hal&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;serupa&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;itu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;idak&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dapat&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;diputuskan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;oleh&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;arbitase&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;manusia. Putusan hanya datang dari Allah dengan kembali kepada hukum-hukum yang ada dalam al-Quran. La hukma illa lillah (tidak ada hukum selain hukum dari Allah) atau la hakama illa Allah (Tidak ada pengantar selain dari hukum Allah), menjadi semboyan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Mereka&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;memandang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ali&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;telah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;berbuat&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;salah,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;oleh&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;karena&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;itu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mereka meninggalkan barisannya. Golongan mereka inilah dalam sejarah islam terkenal dengan nama al-Khawarij, yaitu orang yang keluar dan memisahkan diri. Karena memandang Ali bersalah dan berbuat dosa, mereka melawan Ali. Ali&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sekarang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;menghadapi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dua&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;musuh,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yaitu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Mu’awiyah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Khawarij.karena selalu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mendapat&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;serangan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dari&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kedua&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pihak&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ini Ali&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;terlebih&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dahulu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;memusatkan usahanya&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;untuk&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;menghancurkan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Khawarij.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Setelah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Khawarij&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kalah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ali&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;terlalu lelah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;untuk&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;meneruskan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pertempuran&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dengan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Mu’awiyah.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Mu’awiyah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tetap berkuasa di Damaskus dan setelah Ali wafat ia dengan mudah dapat memperoleh pengakuan sebagai khalifah umat Islam pada tahun 661 M.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;B. Perdebatan Teologi Firqah-Firqah Islam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Persoalan-persoalan politik yang terjadi ini akhirnya menimbulkan persoalan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;teologi.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Timbullah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;persoalan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;siapa&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kafir&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;siapa&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bukan kafir.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Khawarij&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;menganggap&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ali,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Mu’awiyah,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Amr&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ibn&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;al-‘As,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Abu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Musa&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;al- Asy’ari dan lain-lain yang telah menerima arbitase adalah kafir. Karena keempat pemuka&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ini&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dianggap&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kafir&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dalam&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;arti&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;telah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;keluar&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dari&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;islam,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kaum&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Khawarij menganggap mereka harus dibunuh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Lambat laun kaum Khawarij pecah menjadi beberapa sekte. Konsep kafir turut&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pula&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mengalami&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;perubahan. Yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dipandang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kafir&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bukan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;lagi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;hanya&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;orang yang tidak menentukan hukum dengan al-Qur’an, tetapi orang yang berbuat dosa besar juga dipandang kafir. Persoalan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;orang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;berbuat&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dosa&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;inilah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kemudian&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mempunyai pengaruh besar terhadap pertumbuhan teologi selanjutnya dalam islam.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Persoalan ini menimbulkan tiga aliran teologi, yaitu Khawarij, Murji’ah, Mu’tazilah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Aliran Khawarij mengatakan bahwa orang yang telah berbuat dosa besar adalah kafir, dalam arti telah keluar dari agama islam dan ia wajib dibunuh. Kaum Murji’ah mengatakan bahwa orang yang telah melakukan dosa besar tetap masih mukmin dan bukan kafir. Adapun soal dosa yang dilakukannya, terserah kepada Allah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;SWT&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mengampuninya&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;atau&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tidak.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Sedangkan Mu’tazilah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sebagai aliran&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ketiga&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tidak&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;menerima&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pendapat&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;diatas.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Bagi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mereka&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;orang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;telah berbuat dosa besar bukan kafir tetapi bukan pula mukmin. Orang yang seperti&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ini menurut&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mereka&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mengambil&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;posisi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;diantara&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dua&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;posisi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mukmin&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kafir&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang dalam&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bahsa&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;arabnya&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;terkenal&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dengan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;istilah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;almanzilah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bain&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;al-manzilitain (posisi diantara dua posisi).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Dalam&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;keadaan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;seperti&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ini&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;timbullah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dua&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;aliran&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;teologi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;terkenal dengan nama al-qadariah dan al-jabariah. Menurut&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;al-qadariah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;manusia mempunyai kemerdekaan dalam kehendak dan perbuatannya. Sebaliknya dengan al-jabariah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;berpendapat&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bahwa&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;manusia&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tidak&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mempunyai&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kemerdekaan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dalam kehendak&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;perbuatannya.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Manusia&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dalam&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tingkah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;lakunya&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bertindak&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dengan paksaan Tuhan dan gerak-gerik ditentukan oleh Tuhan, menurut jabariah. Selanjutnya,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kaum&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Mu’tazilah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dengan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;diterjemahkannya&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;buku-buku&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;falsafat dan ilmu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pengetahuan Yunani kedalam&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bahasa Arab, terpengaruh&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;oleh&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pemakaian&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;rasio atau akal yang mempunyai kedudukan tinggi dalam kebudayaan Yunani klasik itu. Dengan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pemakaian rasio ini oleh kaum Mu’tazilah membawa mereka untuk mengambil teologi liberal, dalam&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;arti bahwa sungguhpun kaum Mu’tazilah banyak mempergunakan rasio mereka, mereka tidak meninggalkan wahyu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Dengan penggambaran diatas sudah pasti bahwa Mu’tazilah lebih memilih&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;qadariah dibanding jabariah yang mana golongan yang percaya pada kekuatan dan kemerdekaan akal untuk berfikir. Teologi mereka yang bersifat rasional dan liberal ini&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;membuat&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kaum intelegensia tertarik akan teologi mereka yang terdapat dalam&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;lingkungan pemerintahan Kerajaan Islam Abbasiah dipermulaan abad ke-9 Masehi. Khalifah al-Ma’mun,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;putra&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dari&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;khalifah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Harun&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;al-Rasyid&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pada&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tahun&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;827&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;M&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;menjadikan teologi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Mu’tazilah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sebagai&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mazhab&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;resmi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dianut&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;negara.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Karena&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;telah menjadi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;aliran&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;resmi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dari&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pemerintahan,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kaum&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Mu’tazilah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mulai&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bersikap&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;paksa dalam&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;menyiarkan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ajaran&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mereka.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Terutama&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;paham&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mereka&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bahwa&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;al-Qur’an bersifat makhluq dalam arti diciptakan bukan bersifat qadim dalam arti kekal dan tidak diciptakan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Aliran Mu’tazilah yang bersifat rasional ini menimbulkan tantangan keras dari&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;golongan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tradisional&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Islam,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;terutama&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;golongan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Hambali,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yaitu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pengikut- pengikut&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mazhab&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ibn&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Hambal. politik&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;menyiarkan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;aliran&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Mu’tazilah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;secara kekerasan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;berkurang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;setelal&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;al-Ma’mun&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;meninggal&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pada&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tahun&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;833&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;M,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan akhirnya&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;aliran &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Mu’tazilah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sebagai&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mazhab&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;resmi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dari&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;negara&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dibatalkan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;oleh khalifah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;al-Mutawwakil&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pada&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tahun&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;856&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;M.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dengan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;demikian&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kaum&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Mu’tazilah kembali kepada kadudukan mereka semula, tetapi kini mereka telah mempunyai lawan yang bukan sedikit dari kalangan umat&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Islam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Perlawanan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ini&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kemudian&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mengambil&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bentuk&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;aliran&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;teologi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tradisional yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;disusun&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;oleh&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Abu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;al-Hasan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;al-Asy’ari&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;(932&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;M).&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Al-Asy’ari&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sendiri&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pada mulanya adalah mu’tazilah, tetapi kemudian&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;menurut riwayatnya setelah melihat dalam&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mimpi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bahwa&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ajaran-ajaran&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Mu’tazilah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dicap&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Nabi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Muhammad&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sebagai ajaran yang sesat, al-Asy’ari meninggalkan ajaran tiu dan membentuk ajaran baru yang trerkenal dengan nama teologi al-Asy’ariah atau al-Asya’irah. Disamping aliran&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;asy’ariah timbul pula di Samarkand perlawanan menentang aliran Mu’tazilah yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;didirikan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;oleh&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Abu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Mansur&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Muhammad&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;al-Maturidi. Aliran ini&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dikenal dengan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;nama teologi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;al-Maturidiah yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mana tidak bersifat setradisional al-Asy’ariah, akan tetapi tidak pula seliberal Mu’tazilah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Dengan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;demikian&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;aliran-aliran&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;teologi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;penting&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;timbul&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dalam&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;islam adalah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;aliran&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Khawarij,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Murji’ah,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Mu’tazilah, Asy’ariah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Maturidiah. Aliran Khawarij,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Murji’ah,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Mu’tazilah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tidak&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mempunyai&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;wujud&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;lagi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kecuali&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dalam sejarah. Yang masih ada sampai sekarang ialah aliran Asy’ariah dan Maturidiah, dan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;keduannya&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;disebut&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ahl&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Sunnah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;wa&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;al-Jama’ah.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Aliran&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Maturidiah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;banyak dianut oleh umat Islam yang bermazhab Hanafi, sedangkan aliran Asy’ariah pada umumnya dipakai oleh umat Islam Sunni lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;C. Firqah-Firqah Teologi Islam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;1. Khawarij&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;a.Asal-usul dan Sejarah Khawarij&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Kata&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;khawarij&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;secara&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;etimologi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;berasal&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dari&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bahasa&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Arab,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yaitu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kharaja yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;berarti&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;keluar,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;muncul,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;timbul&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;atau&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;memberontak.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Syahrastani&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mengartikan khawarij&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sebagai&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kelompok&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;masyarakat&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;memberontak&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tidak&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mengakui terhadap&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;imam&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sudah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;disepakati&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;oleh&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kaum&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;muslimin,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;baik&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pada masa&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sahabat,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pada&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;masa&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tabiin&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;maupun&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pada&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;masa&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sesudahnya.[2] Namun, menurut&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Harun&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Nasution&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ada&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pula&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pendapat&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mengatakan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bahwa&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;nama khawarij&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;diberikan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;atas&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;surat&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;an-Nisa&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ayat&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;100&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;didalamnya&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;disebutkan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;: “Keluar dari rumah lari kepada Allah dan Rasul-Nya”. Dengan demikian kaum khawarij memandang diri mereka sebagai orang yang meninggalkan rumah dari kampung halamannya untuk men gabdikan diri kepada Allah dan RasulNya.[3]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Selain&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;itu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mereka&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;menyebut&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;diri&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mereka&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Syurah,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;berasal&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dari&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kata Yasyiri&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;(Menjual),&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sebagaimana&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;disebutkan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dalam Al-Baqoroh&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ayat&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;207&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;:&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;“Ada manusia yang menjual dirinya untuk keridhaan Allah”. Nama lain yang diberikan kepada mereka adalahHaruriah, dari kata harura, suatu desa didekat kufah, Irak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Di&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tempat&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;inilah,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mereka&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pada&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;waktu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;itu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;berjumlah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dua&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;belas&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ribu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;orang berkumpul&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;setelah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;memisahkan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;diri&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dari Ali.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Disini&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mereka&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;memilih&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;‘Abdullah bin abdul wahab&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;al-Rasyidi menjadi imam sebagai ganti dari Ali bin Abi Thalib. Dalam&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pertempuran&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dengan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ali&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mereka&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mengalami&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kekalahan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;besar,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tetapi seorang khawarij bernama Abd al-Rahman Ibn Muljam dapat membunuh Ali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Gerakan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;khawarij&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;berpusat&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;di&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dua&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tempat.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Yaitu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;di&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Bathaih&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang menguasai&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mengontrol&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kaum&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;khawarij&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;berada&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;di&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Persia&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sekeliling Irak.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Tokoh-tokohnya&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ialah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l9 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Nafi’&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Bin&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Azraq,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l9 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Qathar&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bin&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Faja’ah.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Lainnya bermarkas di Arab daratan yang menguasai kaum khawarij yang berada di Yaman, Hadlaramaut, dan Thaif. Tokoh-tokohnya ialah Abu Thaluf, Najdar bin Amri, dan Abu Fudaika.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;b. Doktrin-doktrin pokok Khawarij&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Diantara doktrin-doktrin pokok Khawarij adalah berikut ini:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l10 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;1.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Khalifah atau Imam harus dipilih secara bebas oleh kaum Muslimin;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l10 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;2.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Khalifah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tidak&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;harus&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;berasal&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dari keturunan Arab. Siapapun&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;berhak menjadi khalifah apabila memenuhi syarat;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l10 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;3.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Khalifah dipilih&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;secara permanen selama yang bersangkutan bersikap adil dan menjalankan syariat Islam. Ia harus dijatuhkan bahkan dibunuh kalau melakukan kezaliman;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l10 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;4.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Khalifah sebelum Ali (Abu Bakar, Umar, dan Utsman) adalah sah. Tetapi setelah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tahun&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ketujuh&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dari&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;masa&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kekhalifahannya,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Utsman&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;r.a&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dianggap telah menyeleweng;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l10 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;5.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Khalifah Ali adalah sah, tetapi setelah adanya Arbitrase, ia dianggap telah menyeleweng;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l10 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;6.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Muawaiyah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Amr&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bin&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ash&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;serta&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Abu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Musa&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Al-As’ary&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;juga&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;telah dianggap menyeleweng dan telah menjadi kafir;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l10 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;7.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Pasukan perang jamal yang telah melawan Ali juga Kafir;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l10 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;8.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Seseorang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;berdosa&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;besar&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tidak&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;lagi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;disebut&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;muslim&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sehingga&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;harus dibunuh. Yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;lebih&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;parah,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mereka&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;menganggap&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bahwa&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;seorang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;muslim dapat&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;menjadi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kafir&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;apabila&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ia&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tidak&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mau&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;membunuh&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;muslim&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;lain&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang telah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dianggap&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kafir&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dengan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;resiko&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ia&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;menanggung&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;beban&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;harus dilenyapkan pula;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l10 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;9.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Setiap&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;muslim&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;harus&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;berhijrah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bergabung&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dengan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;golongan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mereka. Bila&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tidak&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mau&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bergabung&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;maka&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ia&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;wajib&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;diperangi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;karena&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;hidup&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dalam dar&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;el-harb&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;(Negara&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;musuh),&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sedang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;golongan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mereka&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sendiri&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dianggap berada dalam dar al-islam (Negara Islam);&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l10 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;10.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Seseorang harus menghindar dari pimpinan yang menyeleweng;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l10 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;11.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Adanya wa’ad dan wa’id (Orang yang baik harus masuk surga, sedangkan yang jahat harus masuk kedalam neraka);&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l10 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;12.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Amar ma’ruf nahi munkar;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l10 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;13.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Memalingkan ayat-ayat al-Quran yang tampak Mutasabihat (samar);&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l10 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;14.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Quran adalah makhluk;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l10 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;15.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Manusia bebas memutuskan perbuatannya, bukan dari Tuhan;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Menurut Asy-Syahrastani, mereka terpecah menjadi delapan belas subsekte, namun&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sekte&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;paling&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pentingnya&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;adalah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Al-Muhakimah,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Al- Azariqoh,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;An-Najdiyah,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Al-Baihasiyah,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Al-A’jaridah,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ats-Ts’alibah,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;as- Shufriyah. Menurut&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;al-Bagdady,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;seperti&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dikutip&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Harun&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Nasution&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ada&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dua puluh sub sekte Khawarij.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Sekte-sekte Khawarij tersebut membicarakan persoalan hukum bagi orang yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;berbuat dosa besar, apa dia masih dianggap mukmin atau dia telah menjadi kafir.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Doktrin&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;inilah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;terlihat&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mendominasi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mereka,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sedangkan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;doktrin- doktrin&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;lainnya&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;hanya&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sebagai&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;penunjang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;saja.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Pemikiran&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;subsekte&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ini&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bersikap praktis&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;daripada&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;teoritis&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sehingga&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kriteria&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mukmin&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kafirnya&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;menjadi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tidak jelas.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Hal&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ini&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;membuat&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kondisi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tertentu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;seseorang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bias&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;menjadi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kafir&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan dalam waktu bersamaan menjadi seorang mukmin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;2. Murjiah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;a.Asal-usul dan sejarah munculnya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Nama&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Murjiah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;berasal&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dari&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kata&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;irja&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;atau&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;arja’a&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bermakna penundaan,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;penangguhan,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pengharapan.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Memberi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;harapan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dalam&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;artian member harapan kepada para pelaku dosa besar untuk memperoleh pengampunan Allah Swt. Selain itu, irja’a juga bisa memiliki arti meletakkan di belakang atau mengemudikan, yaitu orang yang mengemudikan amal dan iman. Oleh karena itu, Murjiah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;berarti&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;orang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;menunda&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;penjelasan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kedudukan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;seseorang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang bersengketa, yakni Ali dan Muawiyah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;serta pasukannya&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;masing-masing, ke hari kiamat kelak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Ada beberapa teori yang mengemukakan asal-usul adanya aliran Murjiah. Teori&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pertama&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mengatakan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bahwa&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;gagasan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Irja’a&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;atau&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;arja&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dikembangkan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;oleh sebagian&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sahabat&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dengan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tujuan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;menjamin&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;persatuan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kesatuan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;umat&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Islam ketika&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;terjadinya&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pertikaian&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;politik&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;juga&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bertujuan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;untuk&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;menghindari sektarianisme.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Diperkirakan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Murjiah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ini&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;muncul&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bersamaan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dengan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;munculnya Khawarij.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Menurut Watt, 20 tahun setelah kematian Muawiyah, dunia Islam dikoyak oleh&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pertikayan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sipil. Al-Mukhtar&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;membawa&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;paham&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Syiah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ke&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Kufah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dari&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tahun 685-687;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ibn&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Zubair&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mengklaim&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kekhalifahan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;di&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mekah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;hingga&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;berada&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dibawah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kekuasaan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Islam.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Sebagai&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;respon&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dari&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;keadaan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ini,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;muncul&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;gagasan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;irja atau&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;penangguhan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;(postponenment).&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Gagasan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ini&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pertama&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kali&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;digunakan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tahun 695 olleh cucu Ali bin Abi Thalib, Al-Hasan bin Muhammad Al-Hanafiyah, dalam sebuah surat pendeknya. Dalam surat ini Al Hasan menunjukan sikap politiknya dengan mengatakan, “ Kita mengakui Abu Bakar dan Umar, tetapi menangguhkan keputusan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;atas&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;persoalan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;terjadi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pada&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;konflik&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sipil&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pertama&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang melibatkan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Utsman,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ali,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Zubair.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;”&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Dengan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sikap&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;politik&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ini,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Al-Hasan mencoba&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;untuk&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;menanggulangi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;perpecahan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;umat&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Islam.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ia&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;pun&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mengelak berdampingan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dengan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kelompok&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Syiah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;terlampau&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mengagungkan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ali&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan para&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pengikutnya,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;serta&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;menjauhkan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;diri&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dari&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Khawarij&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;menolak&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mengaki kekhalifahan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Muawiyah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dengan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;alasan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bahwa&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dia&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;adalah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;keturunan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;si&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pendosa Utsman.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Teori lain mengatakan bahwa ketika terjadi perseteruan Ali dan Muawiyah,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dilakukan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Tahkim&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;atas&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;usulan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Amr&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bin&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ash,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pengikut&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Muawiyah. Kelompok Ali terpecah menjadi dua kubu, yang pro dan yang kontra. Kelompok kontra&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;akhirnya&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;keluar&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dari&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ali,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yaitu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kelompok&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Khawarij,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;memandang bahwa&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;keputusan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;takhim&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bertentangan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dengan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;al-Quran.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Oleh&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;karena&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;itu, pelakunya melakukan dosa&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;besar dan pelakunya dapat dihukumi kafir. Pendapat ini&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ditolak&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;oleh&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sebagian&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sahabat&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kemudian&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;disebut&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Murjiah,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang mengatakan bahwa pembuat dosa&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;besar tetaplah mukmin,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tidak kafir,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sementara dosanya diserahkan kepada Allah, apakah dia akan mengampuninya atau tidak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;b. Doktrin-doktrin Murjiah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Menurut W. M. Watt, doktrin-doktin&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Murjiah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;secara&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;umum&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l13 level1 lfo3; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;1.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Penangguhan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;keputusan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;terhadap Ali dan Muawiyah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;hingga Allah yang memutuskannya di hari kiamat kelak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l13 level1 lfo3; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;2.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Penangguhan Ali untuk menduduki rangking keempat dalam peringkat al- Khalifah ar-Rasyidun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l13 level1 lfo3; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;3.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Pemberian&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;harapan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;terhadap&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;orang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;muslim&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;berdosa&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;besar&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;untuk mendapat ampunan dan rahmat dari Allah Swt.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l13 level1 lfo3; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;4.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Doktrin-doktrin&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Murjiah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;menyerupai&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pengajaran&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;(mazdhab)&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;para&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;skeptik dan empiris dari kalangan Helenis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Sementara&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Abu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;A’la&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;al&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Maududi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;menyebutkan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dua&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ajaran&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;paling&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pokok Murjiah, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l5 level1 lfo4; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;1.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Iman adalah percaya kepada Allah dan Rasul-Nya saja. Adapun amal dan perbuatan tidak merupakan suatu keharusan bagi adanya&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;iman. Seseorang tetap dianggap mukmin walaupun meninggalkan perbuatan yang diwajibkan dan melakukan dosa besar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l5 level1 lfo4; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;2.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Dasar&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;keselamatan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;adalah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;iman&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;semata.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Selama&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;masih&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ada&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;iman&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;di&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;hati, setiap&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;maksiat&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tidak&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dapat&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mendatangkan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;madarat&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;atas&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;seseorang.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Untuk mendapat&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ampunan,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;manusia&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;hanya&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;cukup&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dengan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;menjauhkan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;diri&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dari syirik dan mati dalam keadaan akidah tauhid.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;3. Jabariyah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;a.Asal-usul dan sejarah munculnya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Kata Jabariyah berasal dari kata Jabara yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mengandung arti memaksa dan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mengharuskan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;melakukan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sesuatu. Asy-Syahrastani&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mengartikan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Jabariah sebagai&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;menolak&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;adanya&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;perbuatan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;menyadarkan semua&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;perbuatan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kepada Allah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Swt.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Berdasarkan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;hal&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ini, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Asy-Syahrastani&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;membagi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Jabariah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dalam&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dua bentuk, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l8 level1 lfo5; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;1.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Jabariah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Murni,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;menolak&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;adanya&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;perbuatan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;berasal&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dari&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;manusia dan memandang manusia tidak memiliki kemampuan untuk berbuat,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l8 level1 lfo5; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;2.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Jabariah Pertengahan (Moderat), yang mengakui adanya perbuatan manusia namun perbuatan manusia tidak membatasi. Namun, orang yang mengakui adanya&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;perbuatan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;makhluk&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mereka&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;namakan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;“kasb” bukan termasuk Jabariyah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Paham&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;al-Jabr&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pertama&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kali&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;diperkenalkan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;oleh&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ja’ad&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bin&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Dirham kemudian&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;disebarluaskan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;oleh&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Jahm&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bin&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Shafwan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dari&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Khurasan.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Dalam perkembangannya paham ini juga dikembangkan oleh tokoh lainnya, diantaranya al-Husain&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bin&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Muhammad&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;an-Najjar&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ja’ad&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bin&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Dirrar.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Pendapat&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;lain mengatakan bahwa kemunculan paham Jabariyah terpengaruh dari paham ajaran Yahudi dan Nasrani. Yaitu Yahudi sekte Qurro dan agama Nasrani yang bersekte Ya’cubiyah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Mengenai paham Jabariyah ini, para ahli sejarah teologi Islam ada yang berpendapat&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bahwa&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kehidupan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bangsa Arab&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dikelilingi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;gurun&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sahara&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;telah mempengaruhi cara hidup mereka. Kebergantungan mereka terhadap gurun sahara yang panas telah memunculkan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sikap penyerahan diri terhadap alam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;b.Doktrin-doktrin Jabariyah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Doktrin-doktrin Jabariyah secara umum dapat dipaparkan sebagai berikut, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l6 level1 lfo6; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;1.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Fatalisme, yakni kepasrahan total yang menganggap manusia tidak dapat melakukan apa-apa, tidak memiliki daya, dan dipaksa berbuat oleh Allah Swt.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l6 level1 lfo6; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;2.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Surga dan Neraka tidak kekal, tidak ada yang kekal selain Allah Swt.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l6 level1 lfo6; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;3.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Iman&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;adalah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ma’rifat&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;atau&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;membenarkan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dalam&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;hati.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Dalam&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;hal&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ini, pendapat ini sama dengan konsep iman yang di ajarkan Murji’ah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l6 level1 lfo6; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;4.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Kalam Tuhan adalah Makhluk.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l6 level1 lfo6; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;5.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Tuhan tidak dapat dilihat di akhirat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Dalam&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;perkembangannya&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Jabariyah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;terbagi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;antara&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Jabariyah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Murni&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan Jabariyah Moderat. Jabariyah Murni terbagi dalam beberapa golongan, yaitu al- Jahmiyah, an-Najjariyah,dan ad-Dhirariyah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;4. Qodariyah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;a.Asal-usul paham Qodariyah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Qodariyah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;berasal&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dari&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bahasa&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Arab,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yaitu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Qadara,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;artinya kemampuan dan kekuatan. Menurut terminology, Qodariyah adalah suatu aliran yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;percaya&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bahwa&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;segala&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;perbuatan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;manusia&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tidak&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;diintervensi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;oleh&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Tuhan. Jadi, tiap-tiap orang adalah pencipta dari perbuatannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Para&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pakar&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sejarah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;teologi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Islam&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tidak&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mengetahui&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;secara&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pasti&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kapan paham&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ini&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;timbul,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tetapi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;menurut&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;keterangan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ahli&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;lainnya,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;paham&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Qodariyah diperkirakan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;timbul&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pertama&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kali&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;oleh&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;seorang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bernama&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ma’bad&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;al-Juhani, menurut&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ibn&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Nabatah,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ma’bad&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;al-Juhani&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;temannya,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ghailan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;al-Dimasyiqi mengambil&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;paham&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ini&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dari&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;seorang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Kristen&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;masuk&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Islam&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;di&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Irak.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Dan Menurut Zahabi, Ma’bad adalah seorang tabi’i yang baik dan ia pun menentang kekuasaan Bani Umayah. Dalam pertempuran dengan al-Hajjad tahun 80 H, dia mati terbunuh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;b.Doktrin-doktrin Qodariyah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Secara&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;garis&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;besar,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;doktrin-doktrin&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Qodariah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pada&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dasarnya&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;berkisar tentang takdir Tuhan, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l3 level1 lfo7; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;1.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Manusia berkuasa atas segala perbuatannya;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l3 level1 lfo7; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;2.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Takdir adalah ketentuan Allah Swt yang diciptakan-Nya bagi seluruh alam semesta beserta seluruh isinya, sejak zaman azali, yaitu hukum dalam istilah al-Quran disebut Sunatullah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Dalam&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;perkembangannya,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;paham&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;qodariyah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;seringkali&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;disebut&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dengan paham&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Mu’tazilah seperti&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dijelaskan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Asy-Syahrastani&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;menyatukan pembahasan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Mu’tazilah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dengan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pembahasan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Qodariyah.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Hal&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ini&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;disebabkan karena paham qodar dijelaskan lebih luas pada aliran Mu’tazilah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;5. Mu’tazilah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;a. Asal-usul dan sejarah munculnya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Secara&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;harfiayah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kata&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Mu’tazilah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;berasal&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dari&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kata&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;i’tazala&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;berarti berpisah atau memisahkan diri, yang berarti juga menjauh atau menjauhkan diri. Secara teknis, Mu’tazilahmenunjuk pada dua golongan, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l4 level1 lfo8; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;1.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Golongan pertama, muncul sebagai respon politik, yaitu bersifat lunak dalam&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;menyikapi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pertentangan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;antara&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ali&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;lawan-lawannya. Menurut&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Abdul&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Rozak,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;golongan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;inilah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pertama-tama&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;disebut Mu’tazilah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;karena&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mereka&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;menjaukan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;diri&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dari&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pertikaian&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;masalah Imamah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l4 level1 lfo8; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;2.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Golongan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kedua,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;muncul&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sebagai&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;respon&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;persoalan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;teologis&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang berkembang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;di&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kalangan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;khawarij&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Murjiah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tentang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pemberian status&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kafir&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kepada&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;orang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;berbuat&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dosa&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;besar.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Mu’tazilah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;inilah yang akan dibahas kemudian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Beberapa versi tentang pemberian nama Mu’tazilah (golongan kedua) ini, merujuk pada peristiwa yang terjadi antara Washil bin A’tha, Amr bin Ubaid dan Hasan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Al-Basri&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;di&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Basrah.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ketika&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Washil&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mengikut&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pengajaran&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;diberikan oleh Hasan al-Basri tentang dosa besar. Ketika Hasan Basri masih berpikir. Washil mengemukakan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pendapatnya&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dengan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mengatakan,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;“&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Saya&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;berpendapat&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bahwa orang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;berdosa&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;besar,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bukan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mukmin&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bukan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pula&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kafir,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tetapi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;berada dalam posisi diantara keduanya, tidak mukmin dan tidak kafir.”Kemudian Washil menjauhkan diri dari Hasan Basri dan pergi di tempat lain di lingkungan masjid.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Disana&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Washil&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mengulangi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pendapatnya&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;di&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;depan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;para&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pengikutnya.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Dengan peristiwa ini, Hasan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Basri berkata,”&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Wazhil menjauhkan diri dari kita (I’tazaala anna).&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Menurut&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Asy-Syahrastani,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kelompok&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;menjauhkan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;diri&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;inilah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang kemudian disebut sebagaiMu’tazilah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Al-Mas’udi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;memberikan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;keterangan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;lain,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mereka&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;disebut&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kaum Mu’tazilah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;karena&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mereka&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;berpendapat&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bahwa&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;orang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;berdosa&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;besar&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bukan mukmin dan juga bukan kafir, tetapi mengambil posisi diantara kedua posisi itu (al-mazilah bain al-manzilatain).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Golongan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Mu’tazilah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;juga&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dikenal&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dengan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;nama&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;lain&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;seperti&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ahl&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;al-Adl yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;berarti&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;golongan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mempertahankan keadilan Tuhan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ahl&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;al-tawhid wa&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;al-adl&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;berarti&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;golongan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mempertahankan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;keesaan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;murni&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan keadilan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Tuhan.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Mereka&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;juga&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sering&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;disamakan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dengan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;paham&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Qadariyah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang menganut&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;paham&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;free&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;act&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;free&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;will.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Selain&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;itu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mereka&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;juga&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dinamai&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;al- Mua’tillah karena golongan Mu’tazilah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;berpendapat bahwa Tuhan tidak mempunyai sifat, dalam arti sifat yang memiliki wujud diluar zat Tuhan. Mereka juga diberi nama dengan Wa’diyyah, karena mereka berpendapat bahwa ancaman Tuhan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;itu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pasti&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;akan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;menimpa&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;orang-orang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tidak&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;taat&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;akan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;hukum-hukum Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Ajaran-ajaran Mu’tazilah mendapat dukungan dan penganut dari penguasa Bani Umayyah, yakni khalifah Yazib bin Walid (125-227H). Sedangkan dari Bani Abbasiyah yaitu : Al-Makmun (198-218H), Al-Mu’tasim billah (218-227H), dan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Al-Watsiq ( 227-232H).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;b.Ajaran Dasar Teologi Mu’tazilah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Ajaran-ajaran&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dasar &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Mu’tazilah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ini&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;juga&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;disebut&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dengan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;al-Ushul al- Khamsah. Yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;1. At-Tauhid&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;At-Tauhid&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;(pengesaan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Tuhan)&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;merupakan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;prinsip&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;utama&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;intisari ajaran&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Mu’tazilah.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Sebenarnya,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;semua&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;aliran&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;teologis&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dalam&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Islam memegang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;doktrin&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ini.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Namun, Tauhid dalam paham Mu’tazilah memiliki arti spesifik. Yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l12 level1 lfo9; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;a)&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Tuhanlah satu-satunya yang Esa, yang unik dan tidak satupun yang menyamai-Nya.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Karena&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;itu,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Dia-lah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;qadim.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Bila ada yang qadim&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;lebih dari satu,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;maka telah terjadi ta’adud al qudama (tebilangnya zat yang tak berpemulaan).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;2. Mu’tazilah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;menolak konsep Tuhan memiliki sifat-sifat, penggambaran fisik, dan Tuhan dilihat dengan mata kepala.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;3.Al-Adl&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Ajaran tentang keadilan ini berkait erat dengan beberapa hal, antara lain :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l0 level1 lfo10; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;a)&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Perbuatan Manusia&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Menurut&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Mu’tazilah,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;melakukan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;menciptakan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;perbuatannya sendiri,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;terlepas&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dari&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kehendak&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kekuasaan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Tuhan,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;baik&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;secara langsung maupun tidak. Konsep ini memiliki konsekuensi logis dengan keadilan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Tuhan,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yaitu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;apapun&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;akan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;diterima&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;manusia&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;di&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;akhirat merupakan balasan perbuatannya di dunia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l0 level1 lfo10; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;b)&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Berbuat baik dan terbaik (as-shalah wa al-ashlah)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Maksudnya adalah kewajiban Tuhan untuk berbuat baik, bahkan terbaik&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;untuk&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;manusia.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Tuhan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tidak&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mungkin&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;jahat &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;dan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;penganiaya, karena&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;hal&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tersebut&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tidak&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;layak&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bagi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Tuhan.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Jika&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Tuhan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;berlaku&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;jahat terhadap seseorang dan berlaku jahat kepada orang lain berarti Ia tidak adil.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Maka Tuhan pastilah berbuat yang terbaik bagi manusia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l0 level1 lfo10; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;c)&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Mengutus Rasul&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Mengutus rasul bagi manusia merupakan kewajiban bagi Tuhan dengan alasan sebagai berikut &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l1 level1 lfo11; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;a)&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Tuhan wajib berlaku baik kepada manusia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l1 level1 lfo11; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;b)&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Al-Quran&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;secara&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tegas&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;menyatakan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kewajiban&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Tuhan untuk memberikan belas kasih kepada manusia (QS 26:29).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l1 level1 lfo11; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;c)&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Tujuan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;diciptakan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;manusia&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;adalah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;untuk&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;beribadah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kepada- Nya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l1 level1 lfo11; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;d)&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Al-Wa’ad wa al-Wa’id&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l1 level1 lfo11; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;e)&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Al-Manzilah bain al-Manzilatain&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l1 level1 lfo11; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;f)&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Al-Amru bi al-Ma’ruf wa an-Nahy an Munkar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;6. Syiah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;a. Asal-usul kemunculan Syiah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Syiah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;secara bahasa&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;berarti&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pengikut, pendukung,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;partai,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;atau kelompok, sedangkan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;secara&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;terminology&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;adalah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sebagian&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kaum&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;muslimin&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dalam bidang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;spiritual&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;keagamaannya&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;selalu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;merujuk&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kepada&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;keturunan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Nabi Muhammad Saw, atau orang yang disebut sebagai ahl-bait.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Menurut Abu Zahrah, Syiah mulai muncul pada akhir masa pemerintahan Utsman&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bin Affan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kemudian&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tumbuh&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;berkembang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pada&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;masa&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pemerintahan Ali&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bin&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Abi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Thalib.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Adapun&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;menurut&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Watt,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Syiah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;benar-benar&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;muncul&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ketka berlangsung&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;peperangan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;antara&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ali&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Muawiyah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pada&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;perang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;siffin.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Dalam respon ini, golongan yang mendukung Ali disebut sebagai Syiah dan yang tidak menolak Ali disebut sebagai Khawarij.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Berkaitan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dengan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;teologi,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mereka&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;memiliki&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;lima&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;rukun&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;iman,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yakni Tauhid,Nubuwah, Ma’ad (Kepercayaan akan adanya hidup di akhirat), Imamah(kepercayaan terhadap imamah yang merupakan hak ahlul bait), dan adl (keadilan Tuhan).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;b. Ajaran-ajaran Syiah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l11 level1 lfo12; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;1.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Tauhid. Tuhan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;adalah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Esa,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;baik&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ekstensi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;maupun&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;esensi-Nya.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Keesaan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;adalah mutlak. Keesaan Tuhan tidak&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;murakkab (tersusun).Tuhan tidak membutuhkan sesuatu, Ia berdiri sendiri, dan tidak dibatasi oleh ciptaan- Nya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l11 level1 lfo12; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;2.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Nubuwah. Setiap mahkluk membutuhkan petunjuk, baik petunjuk dari Tuhan maupun dari manusia. Rasul merupakan petunjuk hakiki utusan Tuhan yang diutus untuk&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;memberikan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;acuan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dalam&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;membedakan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;antara&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;baik&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;buruk&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;di alam&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;semesta.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Tuhan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;telah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mengutus&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;124.000&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;rasul&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;untuk&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;memberikan petunjuk kepada manusia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l11 level1 lfo12; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;3.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Ma’ad. Ma’ad adalah hari akhir untuk menghadapi Tuhan di akhirat. Mati adalah kehidupan transit dari kehidupan dunia menuju kehidupan akhirat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l11 level1 lfo12; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;4.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Imamah. Imamah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;adalah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;institusi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;diinagurasikan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Tuhan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;untuk&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;memberikan petunjuk&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;manusia yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dipilih dari keturunan Ibrahim dan didelegasikan kepada keturunan Muhammad Saw.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l11 level1 lfo12; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;5.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Adl. Tuhan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;menciptakan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kebaikan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;di&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Alam&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;semesta&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ini&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;merupakan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;keadilan. Tuhan memberikan akal kepada manusia untuk mengetahui perkara yang salah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;melalui&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;perasaan.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Manusia&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dapat&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;menggunakan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;indranya&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;untuk melakukan perbuatan, baik perbuatan baik maupun perbuatan buruk. Jadi, manusia dapat memanfaatkan potensi berkehendak sebagai anugrah Tuhan untuk mewujudkan dan bertanggung jawab atas perbuatannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Dalam&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;perkembangannya,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;golongan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;syiah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ini&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;terpecah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dalam&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;beberapa sekte. Perpecahan ini dipicu karena doktrin imamah yang berbeda-beda. Diantara sekte syiah itu adalah Istsna Asy’Ariyah, Sab’iyah,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Zaidiyah, dan Gullat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;7. Ahlus Sunnah wal&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Jama’ah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;a. Sejarah munculnya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Kelompok ini disebut Ahlus Sunnah wal Jama'ah karena pandapat mereka berpijak pada pendapat-pendapat para sahabat yang mereka terima dari Rasulullah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Kelompok ini disebut juga kelompok ahli hadits dan ahli fiqih karena merekalah pendukung-pendukung dari aliran ini.. Istilah Ahlus Sunnah wal Jama'ah mulai dikenal pada saat pemerintahan bani Abbasy dimana kelompok Mu'tazilah berkembang pesat, sehingga nama Ahlus Sunnah dirasa harus dipakai untuk setiap manusia yang berpegang pada Al-Quran dan Sunnah. Dan nama Mu'tazilah dipakai untuk siapa yang berpegang pada ilmu kalam (theologische dialektik), logika dan rasio. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Ibnu Hajar al-Haitamiy menyatakan bahwa yang dimaksud dengan Ahlus Sunnah wal Jama'ah adalah orang-orang yang mengikuti rumusan yang digagas oleh Imam Asy'ariy dan Imam Maturidi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;b. Pendapat-pendapat mereka :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l7 level1 lfo13; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Hukum Islam di dasarkan atas Al-Quran dan al-Hadits&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l7 level1 lfo13; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Mengakui Ijmak dan Qiyas sebagai salah satu sumber hukum Islam&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l7 level1 lfo13; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Menetapkan adanya sifat-sifat Allah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l7 level1 lfo13; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Al-Quran adalah Qodim bukan hadits&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l7 level1 lfo13; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;wingdings&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Orang Islam yang berdosa besar tidaklah kafir&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;D. Pengaruh Teologi Terhadap Umat Islam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Persoalan teologi yang berawal dari persoalan politik pemerintahan, tidak sedikit&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;berimbas&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;terhadap&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tatanan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kehidupan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;masyarakat&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sosial&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;secara tidak langsung ikut terlibat serta menjadi bagian di dalamnya. Berbagai kalangan bersaing&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;untuk&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mempertahankan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;paham&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mereka,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bahkan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;hingga&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;menimbulkan perselisihan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;di&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dalam&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;golongan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;itu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sendiri.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Hal&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ini&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;menggambarkan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bahwa bukanlah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;suatu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;hal&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;aneh&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;jika&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;terjadi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;perpecahan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;di&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kalangan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;umat&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Islam, terlebih dalam satu golongan tidak kokoh dengan satu pemahaman.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Adapun pengaruh atau imbas dari teologi itu sendiri adalah :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l2 level1 lfo14; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;1.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Terpecahnya Umat Islam dalam Keberagaman Sudut Pandang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Terpecahnya umat Islam pada daat itu, tidak terlepas dari sejarah lahirnya teologi, yang berawal dari terbunuhnya Khalifah Utsman bin Affan serta naiknya Ali&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sebagai&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Khalifah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;memimpin&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dunia&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Islam&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pada&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;saat&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;itu.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Sejarah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Islam secara&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;gamblang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;menjelaskan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bahwa&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Perang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Siffin&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;berimbas&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kepada&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;lahirnya golongan-golongan yang berdiri di atas paham mereka sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Persoalan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;teologipun&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;menjadi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;suatu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;hal&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;menarik&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pada&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;saat&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;itu, terlebih&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;jika&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dikaitkan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dengan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;berbagai&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;perkembangan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pemikiran&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dari&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;suatu golongan dan bahkan peikiran para tokoh Islam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Setidaknya&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;banyak&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;aliran&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;timbul&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dari&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;persoalan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ini,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;antara&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;lain Khawarij, Murji’ahdan Mu’tazilah serta Qadariyah dan Jabariyah. Aliran-aliran ini berdiri dengan paham dan pemikiran mereka masing-masing terhadap situasi yang terjadi pada saat itu. Dengan adanya golongan-golongan inilah menggambarkan bahwa Islam terpecah dalam beberapa kelompok yang menjunjung tinggi pemikiran mereka masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l2 level1 lfo14; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;2.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Kecekcokan dalam Suatu Golongan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Bukan hanya melibatkan kelompok-kelompok besar, teologi ternyata juga berdampak&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;terhadap&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;apa&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;terjadi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;di&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dalam&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;golongan-golongan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tersebut. Persoalan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;awalnya&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;menimbulkan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;perbedaan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;beberapa&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;golongan,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ternyata juga mengalami perbedaan tersendiri di dalam ruang lingkup golongan tersebut&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Khawarij&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;misalnya,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;dikenal&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sebagai&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;barisan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;keluar&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dari pendukung&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ali&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bin&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Abi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Thalib,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;telah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mempunyai&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pemikiran&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tersendiri, ternyata&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dari&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pengikut&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;golongan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;khawarijpun&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tepecah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ke&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dalam&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;beberapa&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sekte dengan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pemikiran&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;berbeda.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Golongan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;khawarij&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;juga&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sering&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mengadakan perlawanan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;terhadap&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;penguasa-penguasa&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Islam&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Umat&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Islam&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ada&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;di zaman mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Lain&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;hal&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dengan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Mu’tazilah,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;setelah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;beberapa&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;saat&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mencapai&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;puncak kejayaannya,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Mu’tazilah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mengalami&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kemunduran&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;drastis&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;disebabkan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;oleh perbuatan mereka sendiri. Mereka yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;hendak mempertahankan pemikiran dan kebebasan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mereka&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sendiri,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;malah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;memusuhi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;orang-orang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tidak&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mengikuti paham&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mereka. Peristiwa ini mencapai puncak hingga menimbulkan perpecahan yang justru melahirkan golongan baru.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Tidak&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sedikit&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dari&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;golongan-golongan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ini&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;menggunakan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kekerasan dalam&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pelaksanaannya.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Banyak&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;terjadi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pemaksaan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;terhadap&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;umat&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Islam&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan terhadap&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pengikut&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;golongan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;itu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sendiri&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;untuk&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;meyakini&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;atau&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ikut&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dengan pemikiran&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mereka&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;anut.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Dan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tentunya&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tidak&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;semua&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pihak&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mampu menerima&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tindak&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;paksaan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;seperti&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;itu,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sehingga&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;memicu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kekerasan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;akan berdampak lebih buruk lagi. Dari fenomena ini terlihat bahwa keberagaman pemikiran dan sifat ingin berkuasanya&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;manusia&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dapat&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;menimbulkan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;hal-hal&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;seharusnya&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tidak&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;perlu terjadi, seperti peperangan antar sesame Muslim.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>