<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-8676930370179414679</atom:id><lastBuildDate>Sat, 28 Jan 2012 14:35:41 +0000</lastBuildDate><category>Kinasih</category><category>Tentang Dia</category><category>Derap</category><category>Kepada Tuhan</category><category>Kepada Perempuan</category><category>Kepada Masa</category><category>Cerita Renjanahati</category><category>Nimas</category><category>Ramadhan</category><category>Ibunda Yth</category><category>Saku</category><title>Renjanahati</title><description>Renjanahati adalah perasaan jiwa, 
segala tentang kekasih,&lt;br&gt;cinta 
dan sayang dan semua yang
terangkum dan&lt;br&gt;termanifestasikan 
di keindahan alam ini 
dari masa lalu 
dan masa yang 
akan datang</description><link>http://renjanahati.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Mestika  Anas Rivai)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>45</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/renjanahati" /><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="renjanahati" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Renjanahati adalah perasaan jiwa, segala tentang kekasih, cinta dan sayang dan semua yang terangkum dan termanifestasikan di keindahan alam ini dari masa lalu dan masa yang akan datang</itunes:subtitle><itunes:summary>Renjanahati adalah perasaan jiwa, segala tentang kekasih, cinta dan sayang dan semua yang terangkum dan termanifestasikan di keindahan alam ini dari masa lalu dan masa yang akan datang</itunes:summary><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8676930370179414679.post-2380726085138785518</guid><pubDate>Fri, 23 Sep 2011 13:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-09-23T20:33:26.430+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Saku</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kepada Perempuan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kinasih</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kepada Tuhan</category><title>GERHANA  HATI</title><description>Bertumpuk-tumpuk kenangan tersimpan rapi&lt;br /&gt;
di setiap ruang yang kita cipta&lt;br /&gt;
Namun hanya satu yang terbingkai mesra&lt;br /&gt;
Tak lazim caramu mendewasakanku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teresapi dalam setiap relung malam&lt;br /&gt;
Pada riuh angin yang mesra bersenggama bersama&lt;br /&gt;
gemerisik dedaunan&lt;br /&gt;
Karena silam waktu tak lagi menghalang&lt;br /&gt;
oleh hati yang terelakan meski diam begitu menghujam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biarlah adanya tetap jujur berbaik sangka&lt;br /&gt;
Gerhana hati pastilah pergi &lt;br /&gt;
Karena putih hati telah kau pinjami&lt;br /&gt;
Selamanya...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan pada senja yang memikat,&lt;br /&gt;
meski diam tergugu&lt;br /&gt;
Engkau tetaplah seperti yang aku rindu &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8676930370179414679-2380726085138785518?l=renjanahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://renjanahati.blogspot.com/2011/09/gerhana-hati.html</link><author>noreply@blogger.com (Mestika  Anas Rivai)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8676930370179414679.post-8430912268166234764</guid><pubDate>Wed, 03 Aug 2011 13:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-03T22:15:27.404+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ramadhan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kepada Tuhan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerita Renjanahati</category><title>PUASA, ARAK dan KEKUASAAN</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kita segera akan memasuki&amp;nbsp; bulan Ramadhan, hari-hari yang mengasyikkan bagi orang-orang yang&amp;nbsp; mencari kesejatian hidup, saat-saat yang menggiurkan bagi setiap manusia yang sadar melakukan peperangan&amp;nbsp; terhadap dunia, nafsu, milik, kekuasaan, dan kesombongan. Allah berkali-kali mengiming-imingi surga, sungai susu, kebun hijau, bidadari dan hidangan-hidangan. Itu adalah idiom tentang surga berdasarkan kepada konteks pengalaman budaya masyarakat Arab yang pasti&amp;nbsp; berbeda dengan “idiom surga”-nya orang Jawa, misalnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
Jika orang Jawa mengobsesikan surga, maka formula yang muncul di benaknya bukanlah sungai, karena kita sudah kaya dengan sungai. Bukan pula bidadari, karena alam kita sudah menyediakan “bidadari-bidadari”. Surga orang Jawa mungkin juga tidak sama, bergantung pada kondisi masing-masing. Bagi orang yang sudah terlalu kenyang dengan kekuasaan&amp;nbsp; dan kesejahteraan, surga adalah kemerdekaan dan kesederhanaan. Bagi orang lain yang yang di hardik-hardik untuk hengkang dari tanah nenek moyangnya, surga&amp;nbsp; itu sederhana saja, ketentraman hidup di rumah keadilan. Surga itu nilai, surga itu kualitas. Format budayanya bisa&amp;nbsp; berbeda-beda sesuai dengan lokal-lokal persoalan manusia dan masyarakat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
Tuhan berkali-kali mengiming-imingi surga. Tapi&amp;nbsp; Dia mengerti dan memang menciptakan demikian, bahwa arti kehidupan antara lain adalah kesanggupan untuk melakukan segala iming-iming surga itu suatu kesengajaan agar manusia melakukan transendensi atasnya, kemudian mencari, merindukan, dan mengejar sesuatu yang lebih hakiki, sejati, serta kebahagiaan yang sebahagia-bahagianya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
Allah memberi peluang bagi tiga kemungkinan atau tiga level kemusliman. Terserah kepada manusia akan memilih yang mana.&amp;nbsp; Ada – kalau saya memakai term aktual –&lt;i&gt;“Muslim Birokratis”&lt;/i&gt;, ada &lt;i&gt;“Muslim Kapitalis” &lt;/i&gt;dan ada &lt;i&gt;“Muslim”.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
Yang pertama dalam khasanah tasawuf, di sebut &lt;i&gt;“Muslim Rahbani”&lt;/i&gt;: Manusia yang melakukan peribadatan karena perturan dan rasa takut. Disebut&amp;nbsp; &lt;i&gt;“birokratis”&lt;/i&gt; karena motivasi&amp;nbsp; ibadahnya mirip dengan psikologi pegawai yang berorientasi pada presensi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
Yang kedua disebut &lt;i&gt;“ Muslim Hayawani”&lt;/i&gt;. Di asosiasikan pada kapitalisme karena ibadah diposisikan sebagai “capital”. Ia melakukan shalat, puasa, memberi&amp;nbsp; zakat dan seterusnya, agar memperoleh laba yang bernama pahala. Muslim jenis ini adalah pedagang yang bernegosiasi kapitalistik dengan Allah. Terminologi yang dipakai adalah untung rugi. Surga adalah keuntungan, neraka adalah kerugian. Tidak beribadah, tidak menjalankan perintah Allah, dan melanggar larangan-larangannya berati merintis kebangkrutan. Jadi, seluruh perilaku keagamaan yang dilaksanakannya menyangkut kepentingan untuk tidak mengalami&amp;nbsp;&lt;i&gt; “defisit&amp;nbsp; akherat”.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
Pada&amp;nbsp; level syariat format, dua tingkat kemusliman ini masih tetap di terima Allah. Mengucapkan syahadat sudah membuat seseorang berstatus muslim, meskipun dalam praktek hidupnya belum tentu ia menomorsatukan&amp;nbsp; Allah. Asal melakukan shalat lima waktu, seseorang sudah bisa&amp;nbsp; di sebut &lt;i&gt;muthi’ &lt;/i&gt;atau loyal kepada norma Islam, meskipun belum tentu ada interaksi&amp;nbsp; fungsional antara shalat resminya dengan sepak terjang kehidupan konkretnya. Betapa sayangnya Allah kepada manusia, mahluk yang dibuatNya tertinggi dan termulia.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi&amp;nbsp; iming-iming “transparan” yang sering dilupakan atau diabaikan Muslimin, oleh fatwa-fatwa ulama, oleh pelajaran mengaji, serta oleh kurikulum persekolahan Islam, baik di pesantren atau di Madrasah Islam Modern, ialah perjumpaan dengan Allah. Liqa’ Rabb,perjumpaan&amp;nbsp; agung dan indah dengan si&amp;nbsp; Maha Penyantun yang menggembalakan semua gejala hidup manusia. Inilah jenis muslim ketiga,&lt;i&gt;”Muslim Rabbani”.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
Penyair Rabiah Al-Adawiyah menangis - “Kalau ibadahku ini aku lakukan untuk mengharap surgaMu, Ya Rabbi,campakkanlah aku ke dalam api ganasMu. Kalau ibadahku ini aku lakukan karena takut kepada nerakaMu, Ya Rabbi, tutuplah&amp;nbsp; pintu surga bagiku…”.&amp;nbsp; Rabiah menginginkan Allah. Hanya Allah. Bukan rindu laba. Ia tidak diperbudak oleh kengerian, terhadap ketidak kekuasaan, terhadap kejatuhan ke kerak neraka,&amp;nbsp; apalagi kejatuhan dari kursi&amp;nbsp; jabatan dunia.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti&amp;nbsp; telah menjadi bagian dari penghayatan kaum muslimin di segala zaman, bahkan Ibrahim a.s menunjukkan betapa besar jiwanya tatkala&amp;nbsp; harus mengorbankan putra kesayangannya.&amp;nbsp; Dan Ismail a.s sendiri sepenuhnya merelakan nyawanya kepada Allah yang memintanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di atas saya menyebutkan jenis ini dengan kata “Muslim” saja,karena konsep filosofis dan epistimologis kemusliman memuat makna kepasrahan total hanya kepada Allah. Kepasrahan kepada Allah berarti ketidakpasrahan terhadap yang selain Allah. Manusia yang mengabdi hanya kepada Allah mungkin harus berhadapan dengan kekuatan-kekuatan yang memusuhi Allah di dunia. Ia mungkin harus berperang, mungkin terpaksa di benci, disingkirkan, difitnah, dan dilemparkan. Dan yang melempar “Muslim” mungkin tidak harus kekuatan ateistik atau kekuatan-kekuatan non-Islam lainnya, melainkan ia sangat mungkin ia digeleparkan juga nasibnya oleh sesama Muslim yang berada pada level&amp;nbsp; Rabbani atau Hayawani.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang “Muslim” peroleh juga bisa kejayaan dan kekayaan, tapi bisa&amp;nbsp; juga ketiadaan harkat duniawi, kepapaan, dan kehinaan di mata dunia. Namun itulah “biaya” yang harus ia bayarkan untuk memperoleh keabadian bersama&amp;nbsp; Allah, kesejarteraan, dan kebahagiaan sejati. ”Muslim” tak perlu menunggu tua turun jabatan untuk menginsyafi bahwa kekuasaan dunia, bahwa deposito bermilyar rupiah, bahwa genggaman senapan di tangan, sungguh hanya berlaku sementara. Betul-betul akan luluh hanya dalam beberapa tahun dan alangkah sebentarnya itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
“Muslim” mengetahui bahwa &lt;i&gt;“kapitalisme peribadatan”&lt;/i&gt; pada akhirnya justru akan menghasilkan defisit dan kebangkrutan ukhrowi yang serius dan total. Di dunia pun sudah amat sempit peluang untuk menikmati kepalsuan-kepalsuan itu apalagi di akhirat.&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, memasuki&amp;nbsp; bulan Ramadhan, sungguh sungguh merupakan momentum yang mengasyikkan untuk bercermin kembali. Untuk meluncurkan sinar “rotgen” ruhaniah ke dalam realitas batin dan &lt;i&gt;kasunyatan&lt;/i&gt; hidup yang kelak di jalani. Mekanisme dan penghayatan puasa adalah saat-saat paling jernih untuk meneropong hama-hama wereng di dalam bathin kita,kutu-kutu loncat di galaksi mentalitas kita, serta cecunguk-cecunguk di dalam kosmos kepribadian kita. Dengan ditemukannya berbagai virus dan kuman seharah di dalam kasunyatan diri itu, otomatis akan tampak juga sumber-sumber yang menyebabkannya. Baik sumber eksternal, yakni segala iming-iming duniawi struktural sistemik, hedonism, megalomania, kepalsuan rasa kuasa yang dipompa-pompakan oleh alam sekitar, maupun sumber-sumber internal yang berupa natur nafsu-nafsu itu sendiri.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
Di hari-hari pertama puasa, seseorang masih punya “argumentasi” untuk menutup-nutupi atau memaaf-maafkan kuman-kuman itu. Tetapi sesudah pertengahan Ramahan, jika puasa dilakasanakan sungguh-sungguh total lahir batin, insya Allah ia akan lebih sumeleh, lebih lathif, lembut, jernih, dan kemudian muncul hakikat kebersamaan jiwanya untuk mengaku merasa bersalah di hadapan dirinya sendiri serta di hadapan Allah. Kecuali jika manusia memilih kehancuran. Baik kehancuran di mata orang lain, di mata pergaulan, maupun kehancuran yang diam-diam namun tajam dan menusuk dari dalam dirinya sendiri.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
Puasa sering dilambangkan sebagai&lt;i&gt; “air arak”, khamr.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Intinya: proses peragian. Ketela di ubah menjadi tape.Manusia berpuasa untuk mengubah dirinya menjadi &lt;i&gt;sumeleh&lt;/i&gt;. Dan &lt;i&gt;sumeleh&lt;/i&gt; adalah kemenangan sejati atas dirinya sendiri. Sejarah akan mencatatnya dengan tinta yang tidak mengandung kehinaan. Puasa mempertemukan manusia dengan sejatinya ketiadaan. Puasa mempertemukan manusia dengan dimensi lapar dan dahaga. Dalam pertemuan itu,, ia bukan saja bisa menghayati nasib orang yang kelaparan atau yang di bikin kelaparan dan kehausan, tetapi juga membuat para penghayat puasa untuk menemukan “makanan sejati”.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Dikutip dari buku&amp;nbsp; Surat Kepada Kanjeng Nabi&amp;nbsp; - Emha Ainun Nadjib (1997)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8676930370179414679-8430912268166234764?l=renjanahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://renjanahati.blogspot.com/2011/08/puasa-arak-dan-kekuasaan.html</link><author>noreply@blogger.com (Mestika  Anas Rivai)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8676930370179414679.post-6806550071369756202</guid><pubDate>Sat, 15 Jan 2011 11:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-15T18:22:01.391+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Saku</category><title>KINASIH</title><description>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LoCH2effbUI/TTF6zGBB5YI/AAAAAAAAAWU/qd0PinhCE7U/s1600/eyes.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/_LoCH2effbUI/TTF6zGBB5YI/AAAAAAAAAWU/qd0PinhCE7U/s200/eyes.jpg" width="160" /&gt;&lt;/a&gt;Dear...I miss you very much&lt;br /&gt;
Damai kami sepanjang malam&lt;br /&gt;
dan segala waktu, engkau ada lalu menghilang&lt;br /&gt;
Damai kami sepanjang malam&lt;br /&gt;
dan segala waktu, hanya lagu yg tertinggal mesra mengalun&lt;br /&gt;
Damai kami sepanjang malam&lt;br /&gt;
dan segala waktu, hadirmu memberi harapan, &lt;br /&gt;
menjasad indah tanpa kata yg mesti diucapkan &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Engkau tetap ada disini seperti ratusan malam lalu&lt;br /&gt;
dan jutaan hari yang akan datang,&lt;br /&gt;
tak lagi perlu perkenan mewujud janji yang terentang&lt;br /&gt;
Meski sepimu membunuh jiwaku,&lt;br /&gt;
dan air mata penyaksi mengenyahkan ketidakberdayaanku&lt;br /&gt;
namun air mata itu telah pula menegarkanku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak perlu lagi doaku di dengar, tak harap lagi pinta tercipta,&lt;br /&gt;
jika hidup hanya butuh keikhlasan&lt;br /&gt;
Tuhan pun akan memantaskan kemanusiawianku&lt;br /&gt;
Selamat jalan ketidak relaan,&lt;br /&gt;
sambutlah keikhlasan, sekarang atau tidak selamanya&lt;br /&gt;
karena kelak kau akan tahu kebenarannya&lt;br /&gt;
Aku hanya ingin menjadi matahari, aku hanya ingin menjadi lilin&lt;br /&gt;
Hanya doa sederhana, tak ada yang istimewa&lt;br /&gt;
Selamat Tahun baru 2011 Kinasihku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kinasih, tetap akan aku sebut namamu,&lt;br /&gt;
meski tak ada lagi sapa, meski kalimat tersusun terbata-bata&lt;br /&gt;
Kinasih, hanya kata yang mungkin tak ada artinya bagimu,&lt;br /&gt;
namun jangan dendam kehidupan yang tersemat&lt;br /&gt;
dimaklumkan kepada yang tak tahu apa-apa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kinasih, sebuah penyadaran tentang hak menerima rasa kasih,&lt;br /&gt;
melewati batas ambang kesadaran tanpa merasa disepelekan&lt;br /&gt;
Kinasih, dia teramat memuja kesederhanaan,&lt;br /&gt;
namun mampu menuntun jiwa tanpa harus merasa kehilangan meski sesaat waktu&lt;br /&gt;
Kinasih, seperti sebuah pena&lt;br /&gt;
dia sanggup merangkai jutaan kata,&lt;br /&gt;
namun hanya satu akhir tujuanya, menjadi semesta bagi kehidupan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kinasih, engkau tak akan pernah pergi, &lt;br /&gt;
ini bukan tentang air mata atau kesedihan&lt;br /&gt;
namun ini tentang apa yang telah tertanam, dalam benak dan ucapan&lt;br /&gt;
Kinasih, dia berani menghadapi keadaan,&lt;br /&gt;
segores kata akan dia simpan selamanya&lt;br /&gt;
Kinasih, ikatan tetap menjadi simpul dalam keindahan tanpa simbol&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kinasih, jika suatu saat aku mendahului kehidupanmu&lt;br /&gt;
Sudilah kiranya engkau menjenguk pusaraku&lt;br /&gt;
Bawakan aku setangkai mawar berkuntum indah putihnya melati&lt;br /&gt;
Kinasih, aku berharap tak akan kau teteskan air matamu di pusaraku&lt;br /&gt;
Cukuplah engkau kecup mesra batu nisanku&lt;br /&gt;
Cukuplah engkau berdoa semoga Tuhan&lt;br /&gt;
memperkenankan kita bertemu kelak di surga&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/233/8086BCCC66B734383DA02C65B3815F95.png" style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; border: 0pt none ! important;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8676930370179414679-6806550071369756202?l=renjanahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://renjanahati.blogspot.com/2011/01/kinasih.html</link><author>noreply@blogger.com (Mestika  Anas Rivai)</author><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_LoCH2effbUI/TTF6zGBB5YI/AAAAAAAAAWU/qd0PinhCE7U/s72-c/eyes.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8676930370179414679.post-48806644533903387</guid><pubDate>Sat, 25 Dec 2010 15:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-12-26T14:10:21.460+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Saku</category><title>VARUNA  AMRITA</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LoCH2effbUI/TRboedKsC4I/AAAAAAAAAWM/WHMDLaUaDRA/s1600/days-are-cold-without-you.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/_LoCH2effbUI/TRboedKsC4I/AAAAAAAAAWM/WHMDLaUaDRA/s320/days-are-cold-without-you.jpg" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Jelang senja, hujan masih menanda Desember&lt;br /&gt;
Namun dingin tak lagi menelusup tulang&lt;br /&gt;
Buah angan tertinggal dalam sepenggal khayal&lt;br /&gt;
Katamu, akulah yang selalu kau rindu&lt;br /&gt;
Tentangku, akulah hasrat kasihmu&lt;br /&gt;
.................................................&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diam, terperangkap di sambut hening malam&lt;br /&gt;
Tenang, semestinya menembus ketiadaan&lt;br /&gt;
Kelam, langkahmu beku, meniada&lt;br /&gt;
dalam jejak yang engkau hapus sendiri&lt;br /&gt;
Aku sapa engkau hanya menjelma rasa&lt;br /&gt;
Aku teriak engkau seolah melena&lt;br /&gt;
Hanya bermenung, menatap kosong amarah&lt;br /&gt;
laksanaku hanya sementara bersinggah&lt;br /&gt;
................................................. &lt;br /&gt;
Sita Sarma Avara Asa...&lt;br /&gt;
Kemana lagi kalimat itu&lt;br /&gt;
Berpenghujung atau pungkas dalam sekelebatan&lt;br /&gt;
Bukankah hening malam selalu ingin engkau peluk,&lt;br /&gt;
Bukankah keabadian adalah jalan menujuNya&lt;br /&gt;
.................................................&lt;br /&gt;
Namun selalu lah engkau ingat seperti aku ungkap&lt;br /&gt;
Kata seorang bijak yang selalu ku genggam erat&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Ketika Tuhan berharap untuk menolong&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Dia membiarkan kita bersimbah air mata&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Namun air mata untukNya membawa&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;kebahagiaan dan menghasilkan tawa&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Siapa yang mengharapkannya adalah hamba Tuhan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Kemanapun air mengalir, kehidupan menghijau&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Kemana air mata jatuh, keagungan Illahi dipersaksikan"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/233/8086BCCC66B734383DA02C65B3815F95.png" style="background: none repeat scroll 0% 0% transparent; border: 0pt none ! important;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8676930370179414679-48806644533903387?l=renjanahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://renjanahati.blogspot.com/2010/12/varuna-amrita.html</link><author>noreply@blogger.com (Mestika  Anas Rivai)</author><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_LoCH2effbUI/TRboedKsC4I/AAAAAAAAAWM/WHMDLaUaDRA/s72-c/days-are-cold-without-you.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8676930370179414679.post-977967515927597643</guid><pubDate>Fri, 19 Nov 2010 07:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-11-19T20:45:27.119+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ibunda Yth</category><title>IBUNDA  YTH  (III)</title><description>Menenun kembali petang hari&lt;br /&gt;
Merenda kain cahaya redup  rembulan sabit&lt;br /&gt;
Namun saujana  tetaplah menyulam keindahannya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepanjang hari sepanjang malam&lt;br /&gt;
Ku ketuk pintumu, membuka jendela per jendela&lt;br /&gt;
Sepi ... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibu, anakmu rindu membaui keringatmu&lt;br /&gt;
Melihatmu mengayak kehidupan&lt;br /&gt;
Menyapamu di setiap ketiak langit Tuhan yg merentang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibu, anakmu rindu senyummu&lt;br /&gt;
Berjuta doa, melaksa dalam sepi&lt;br /&gt;
Menumpah segala airmata dalam keranda kehinaanku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibu, anakmu masih rindu merasakan lagi pagutan jenak-jenak nafasmu&lt;br /&gt;
Di terpa kasih di setiap helaan peluk hangat&lt;br /&gt;
Dan merdu pesan cintamu&lt;br /&gt;
Ibu, anakmu terlalu rindu kepadamu&lt;br /&gt;
Bawalah aku selalu di kepantasanmu di tiap tetirah doa-doamu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibu, anakmu masih rindu ketika kau meratapiku&lt;br /&gt;
Membagi ketegaran mendewasakanku&lt;br /&gt;
Mengusapi air mata, mengajariku makna hidup dan kehidupan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibu, pagi ini anakmu masih menggunung rindu&lt;br /&gt;
Seperti ribuan tahuh yang lalu&lt;br /&gt;
Seperti pada saat kau menampakkan wujudku&lt;br /&gt;
Menghirup desah nafas Tuhan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibu, di dinihari yang menyisakan ketenangan ini&lt;br /&gt;
Anakmu masih saja rindu hangat pelukanmu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/233/8086BCCC66B734383DA02C65B3815F95.png" style="-moz-background-inline-policy: continuous; background: none repeat scroll 0% 0% transparent; border: 0pt none ! important;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Ditulis pada tanggal&amp;nbsp; 01 September 2010 &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8676930370179414679-977967515927597643?l=renjanahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://renjanahati.blogspot.com/2010/11/ibunda-yth-iii.html</link><author>noreply@blogger.com (Mestika  Anas Rivai)</author><thr:total>3</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8676930370179414679.post-3557632473600408829</guid><pubDate>Wed, 25 Aug 2010 19:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-26T22:50:06.990+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerita Renjanahati</category><title>Antara  SBY  dan SBYeah</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa bulan terakhir ini nama Presiden RI SBY memang sedang melambung tinggi, mengiringi melambungnya harga-harga kebutuhan pokok saat Ramadhan dan menjelang hari&amp;nbsp;Raya Idul Fitri. Tak kurang dari masyarakat kalangan bawah (bawah sekali seperti saya) hingga para petinggi negeri yang lebih mempunyai banyak kepentingan untuk angkat bicara.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
Dari komunitas&amp;nbsp;wedangan alias angkringan, sekedar kumpul-kumpul, dari media cetak sampai elekronik setiap&amp;nbsp;saat &amp;nbsp;pun memperbincangkan SBY. Bahkan tetangga saya yang - maaf - hanya tukang batu pun ikut - ikutan ngrasani, katanya begini," SBY ki karepe piye to, aku entuk duit kok ora cukup di nggo blonjo". Maksudnya kira - kira &lt;i&gt;"SBY itu maksudnya gimana sih, aku dapet uang kok tidak bisa mencukupi belanja harian".&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan tak ketinggalan pula intensitas dunia maya mau tidak mau merangkak naik untuk tidak ketinggalan memperbincangkannya, dari sekedar ngomongin SBY yang - katanya - seneng curhat, ngrasani tentang apa yang sudah terjadi pada saat peringatan Hari Kemerdekaan RI,&amp;nbsp;tentang ledakan gas yang banyak makan korban. Dan masih banyak yang lainnya, segala&amp;nbsp;macam tetek bengek &lt;i&gt;(ada yang tahu kenapa di sebut tetek bengek) &lt;/i&gt;persoalan bangsa ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak banyak yang saya akan tulis di sini, saya hanya akan sekedar share dengan apa yang&amp;nbsp;terjadi di dunia maya, terutama dari Social Networking yang terkenal di Indonesia&amp;nbsp;selain Facebook maupun Kompasiana ini, yaitu dari dunia persilatan Twitter.&amp;nbsp;Kalau Anda semua masuk menjadi anggota persilatan &amp;nbsp;Twitter kemungkinan tidak akan melewatkan akun berikut ini,&amp;nbsp;yaitu akun resmi Presiden SBY berisikan kegiatan yang diupdate dari&amp;nbsp;  &lt;a href="http://www.presidensby.info/" target="_blank"&gt;Situs Resmi Presiden Republik Indonesia&lt;/a&gt;. Inilah mungkin salah satu cara SBY memaklumatkan kegiatan dan opini-opininya.&amp;nbsp;Kalau saya jadi Presiden pasti juga akan melakukannya, paling tidak Presiden Rumah Tangga nantinya.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://stat.kompasiana.com/files/2010/08/sby10.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="size-medium wp-image-236620 aligncenter" height="230" src="http://stat.kompasiana.com/files/2010/08/sby10-300x230.jpg" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan dari sekian ratus ribu akun di Twitter, saya menemukan akun yang bertolak belakang dengan&amp;nbsp;kegiatan SBY, kurang tahu maksud akun ini apa, tapi yang jelas sangat&amp;nbsp;menggelitik sekaligus menghibur, karena isi &lt;i&gt;What's Happening&lt;/i&gt;_nya kontra banget dengan&amp;nbsp;akun aslinya, berisi banyak plesetan - plesetan dari kejadian maupun kegiatan SBY, misalnya &lt;i&gt;"ini acara sambutan mulu. saya kapan nyanyinya?!"&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;"Pesan saya; walaupun anda tidak cinta saya, tetaplah cinta tanah&amp;nbsp;air. Sekarang saya minta diri dulu. Besan ngajakin karaokean."&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://stat.kompasiana.com/files/2010/08/yeah.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter size-medium wp-image-236633" height="229" src="http://stat.kompasiana.com/files/2010/08/yeah-300x229.jpg" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;Saya sudahi dulu ya, mendingan langsung ke TKP :&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://twitter.com/sbyeah" target="_blank"&gt;@sbyeah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://twitter.com/presidensby" target="_blank"&gt;@presidensby&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;Follow saya nanti di Folbek, 100 % dijamin&amp;nbsp;:&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://twitter.com/anasmara" target="_blank"&gt;@anasmara&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;Tulisan ini juga bisa di baca :&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://kompasiana.com/anasrivai" target="_blank"&gt;KompasiAnas&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8676930370179414679-3557632473600408829?l=renjanahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://renjanahati.blogspot.com/2010/08/antara-sby-dan-sbyeah.html</link><author>noreply@blogger.com (Mestika  Anas Rivai)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8676930370179414679.post-7783029599060427981</guid><pubDate>Sun, 08 Aug 2010 18:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-10-09T16:24:45.430+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerita Renjanahati</category><title>RAMADHAN  KEBANGSAAN</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LoCH2effbUI/TGBMMJex6CI/AAAAAAAAAVU/0nbr42uegsc/s1600/65.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: justify;"&gt;&lt;img border="0" height="140" src="http://3.bp.blogspot.com/_LoCH2effbUI/TGBMMJex6CI/AAAAAAAAAVU/0nbr42uegsc/s200/65.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Berpengharapanlah engkau dalam setiap keadaan, dengan segenap rasa yang tulus berbalut doa sehingga membawa kedamaian meskipun mereka tak sepenganut faham denganmu. Dalam suasana yang demikian berduka, di tengah derap langkah kemiskinan yang semakin hari semakin menganga, wabah penyakit, baik penyakit hati maupun penyakit yang makin beragam jenisnya, di tengah&amp;nbsp; konflik kebangsaan dan pertentangan antar elemen masyarakat. Diantara orang-orang yang tidak berdosa melawan dzalimnya penguasa yang hingar bingar menginjak harkat dan martabat&amp;nbsp; bangsanya sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LoCH2effbUI/TFw-zTwMujI/AAAAAAAAAVM/rLaUMeTdbgc/s1600/rmd.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="140" src="http://4.bp.blogspot.com/_LoCH2effbUI/TFw-zTwMujI/AAAAAAAAAVM/rLaUMeTdbgc/s200/rmd.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Bangsa kita dulu di kenal ramah, Indonesia kita disegani oleh banyak bangsa karena kekayaan alam, budaya, dan keanekaragaman hayati. Namun sekarang krisis tengah melanda, dari&amp;nbsp; krisis moral, krisis ekonomi, hingga krisis kepemimpinan. Rakyat seperti tidak berdaya, ditonjok muka, di injak nurani oleh wakil-wakil mereka sendiri. Inilah saat yang tepat melakukan kontemplasi, bulan perenungan, seperti 65 tahun yang lalu&amp;nbsp; saat proklamasi kemerdekaan bangsa ini dikumandangkan oleh&amp;nbsp; &lt;a href="http://universmile.blogspot.com/2009/07/ir-soekarno.html" target="_blank"&gt;Soekarno&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://universmile.blogspot.com/2009/08/drhcdrs-mohammad-hatta.html" target="_blank"&gt;Hatta&lt;/a&gt;, dengan situasi dan kondisi yang sangat sederhana. Entah suatu kebetulan atau Allah punya rencana apa, tanggal 17 Agusuts 1945 bertepatan dengan hari Jumat tanggal 17 Ramadhan1365 H (&lt;a href="http://jv.wikipedia.org/wiki/Proklamasi_kamardikan_Indon%C3%A9sia" target="_blank"&gt;Wikipedia&lt;/a&gt;), di mana pada tanggal 17 Ramadhan adalah bertepatan dengan diturunkannya Al Quran. Namun mengapa cita-cita itu sangat berbalik arah dengan kondisi saat ini, yang demikian gemerlap meski harus – sekali lagi – menginjak harkat dan martabat saudara sendiri. Mari kita bertanya pada diri kita sendiri?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka tidak berlebihan kiranya di bulan yang suci ini, Ramadhan Mubarok,&amp;nbsp; Ramadhan Karim, bulan diturunkannya kitab suci Al Quran atau apapun sebutannya, kiranya menjadi tonggak awal kembali, menanam dan menuai tanaman-tanaman kebajikan, bersantun harap saling mengasihi, merangkai serpihan rasa kebangsaan yang telah terkoyak kepentingan diri dan golongan, bermenung dalam segala pengharapan dan menyatakan dalam segala perbuatan seperti yang telah &lt;a href="http://renjanahati.blogspot.com/search/label/Kepada%20Tuhan" target="_blank"&gt;Sang Pencipta&lt;/a&gt; wajibkan kepada setiap insan agar menjadi khalifah di bumi, menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri dan orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seperti yang telah tertulis dalam Al Quran Surat Al Baqarah :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS. Al Baqarah [2]: 183)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Inilah kewajiban, mengharuskan kepada umat untuk ikhlas menjalankan, kesucian jiwa dan rasa takut yang sebenar-benarnya. Karena hanya Allah dan kita saja yang tahu apakah kita benar-benar menjalankan atau sekedar ikut-ikutan. Inilah sebenarnya yang Allah ingini, jika saja semua elemen bangsa sanggup menjalankan hal ini, mengayuh perahu Nasionalisme bersama-sama, dengan sungguh-sungguh dan penuh keikhlasan seperti halnya kewajiban Ramadhan&amp;nbsp; yang semestinya di jalankan dengan rasa ketaqwaan, niscaya segala macam wabah, penyakit hati dengki, srei, jahil dan methakil yang mengagung-agungkan kedzaliman, cinta dunia dan harta benda tak akan ada atau paling tidak prosentasenya akan jauh berkurang keadaannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak seperti&amp;nbsp; sekarang, terkadang sulit mendiskripsikan, pemimpin-pemimpin kita ini sebenarnya mau membawa kemana anak-anak bangsa yang berserakan, kelaparan di tengah megahnya gedung, mengharap ratusan perak di balik tirai dan mengkilapnya kaca mobil-mobil orang kaya, terpasung di bui keindahannya sendiri. Meski bocor perahu ini akan dilabuhkan kemana, bingung mencari pelabuhan atau memang tersesat di lautan yang tenang. Lalu ke mana amanat UUD ’45 itu harus dialamatkan?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap agama mengajarkan kebaikan, setiap hati dan jiwa mendamba kedamaian dan setiap Ramadhan semestinya bisa menjadi cermin untuk ke depan, di sebelas bulan yang akan datang. &lt;a href="http://twitter.com/anasmara" target="_blank"&gt;Saya&lt;/a&gt; bukan orang pintar atau orang suci yang sok memberi pengajaran tentang kebajikan, namun sekiranya ini bisa di terima, hadapkanlah wajahmu kepada &lt;a href="http://renjanahati.blogspot.com/search/label/Kepada%20Tuhan" target="_blank"&gt;Sang Pencipta&lt;/a&gt; untuk tetap saling mendoakan, saling berkasih sayang lalu dengan tulus tetap menjaga keharmonisannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan ingatlah ketika Rasulullah memberi berita yang menggembirakan kepada umatnya dalam sebuah hadits :&lt;i&gt; Sungguh, kebahagiaanlah bagi orang-orang yang melalui bulan (Ramadhan) ini dengan berpuasa, beribadah, dan melakukan amal kebaikan (amal sholeh).&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Another Version Click This : &lt;a href="http://universmile.blogspot.com/2010/08/ramadhan-nationality.html" target="_blank"&gt;Ramadhan Nationality&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/233/8086BCCC66B734383DA02C65B3815F95.png" style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; border: 0pt none ! important;" /&gt;&lt;span style="background-color: red;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8676930370179414679-7783029599060427981?l=renjanahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://renjanahati.blogspot.com/2010/08/ramadhan-kebangsaan.html</link><author>noreply@blogger.com (Mestika  Anas Rivai)</author><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_LoCH2effbUI/TGBMMJex6CI/AAAAAAAAAVU/0nbr42uegsc/s72-c/65.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8676930370179414679.post-943962959973733771</guid><pubDate>Sat, 07 Aug 2010 11:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-26T01:26:17.517+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Saku</category><title>S A K U</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LoCH2effbUI/TF0_FHcXMKI/AAAAAAAAAVQ/3Mm_JjNljLo/s1600/alone1.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="177" src="http://4.bp.blogspot.com/_LoCH2effbUI/TF0_FHcXMKI/AAAAAAAAAVQ/3Mm_JjNljLo/s320/alone1.jpg" width="115" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;SaKu, dengarlah satu paparan ceritaku&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Di dalam kejenuhan, kegelisahan dan rasa muakku&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Aku ingin membagi semua perasaan yang ada padaku&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Aku ingin membebaskan belenggu hatiku&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Aku ingin membuang duka laraku&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Aku ingin kau dengarkan jerit hati yang terhempas&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Aku tidak pernah tahu lagi, apa yang menjadi mimpiku&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Aku tidak pernah tahu lagi,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;apa yang menjadi asaku untuk hari ini dan esok&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
SaKu, masihkah kau dengarkan paparanku&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Di sepi hari tak bertepian&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Masihkah ada jejak yang mesti ku ikuti&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Masihkah ada genggaman tangan tulus mengamitku&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Masihkah ada tumpuan di atas kaki yang pecah tertusuk belati hati&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Masihkan ada hari depan yang hanya terobsesi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;SaKu, andai aku bisa menangis&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Di dalam pelupukku kau yang pertama tahu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Tapi aku menangis untuk apa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Tapi aku menangis untuk siapa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;SaKu, dengarlah pinta tulusku padamu &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Bagilah ketegaran di rasa capai otakku&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Berilah sentuhan batin tulus di jiwa telah terkoyak&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Doakanlah dengan rasa kasih buat nuraniku yang merapuh&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;SaKu, semoga kau tak jemu karena rasa yang menggila ini&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Judul asli&amp;nbsp; :&amp;nbsp; Sahabatku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Solo Nite Life&amp;nbsp; 02 : 05 : 1996 / 01 : 45 am&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/233/8086BCCC66B734383DA02C65B3815F95.png" style="-moz-background-inline-policy: continuous; background: none repeat scroll 0% 0% transparent; border: 0pt none ! important;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8676930370179414679-943962959973733771?l=renjanahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://renjanahati.blogspot.com/2010/08/s-k-u.html</link><author>noreply@blogger.com (Mestika  Anas Rivai)</author><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_LoCH2effbUI/TF0_FHcXMKI/AAAAAAAAAVQ/3Mm_JjNljLo/s72-c/alone1.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>10</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8676930370179414679.post-6183011728160616136</guid><pubDate>Tue, 03 Aug 2010 17:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-01-28T20:30:42.011+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerita Renjanahati</category><title>PUTERI  PENGGING</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-1yVjeWk7T_4/TyPzIfBktoI/AAAAAAAAAYw/Miy25sFWSD8/s1600/Francisca_Sestri.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-1yVjeWk7T_4/TyPzIfBktoI/AAAAAAAAAYw/Miy25sFWSD8/s200/Francisca_Sestri.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;

Dari sekian ratus bahkan ribuan teman dan kenalan Anda dari Social Network   seperti&amp;nbsp; &lt;a href="http://facebook.com/" target="_blank"&gt;Facebook&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://twitter.com/" target="_blank"&gt;Twitter&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://messenger.yahoo.com/" target="_blank"&gt;Yahoo Messenger&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.indonesiancupid.com/" target="_blank"&gt;Indonesian Cupid&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://yuwie.com/renjanahati/" target="_blank"&gt;Yuwie&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://foursquare.com/" target="_blank"&gt;Foursquare&lt;/a&gt; dan lain-lain, mungkin sudah banyak yang tahu dan bahkan Anda   mengalami sendiri akhirnya bisa kenal lebih dekat dan akrab dengan seseorang   yang tadinya hanya kenal melalui situs-situs pertemanan seperti telah saya   sebut di atas.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
Berawal   dari media internet itulah, Sutradalang mau cerita sedikit nih tentang   sosok yang belakangan ini dekat dengan penulis (enaknya menyebut diri saya ini   dengan “Penulis” atau “Saya” ya). Tapi baiknya menggunakan &lt;a href="http://www.google.com/profiles/themajestyan" target="_blank"&gt;“Saya”&lt;/a&gt; aja deh kalo   begitu, kalo penulis kok belum kelihatan mumpuninya. Lanjut ya..nah pada saat   itu memang - bahkan sampai saat ini - negara kita lagi booming yang namanya   Facebook yang penggunanya lazim disebut dengan Facebooker, tak ketinggalan saya   pun ikut - ikutan membuat akun&amp;nbsp; Facebook - itupun atas dorongan dan saran   teman YM - . Karena pada saat itu saya lagi seneng-senengnya utak atik blog di &lt;a href="http://blogger.com/profile/07064756818292942952" target="_blank"&gt;Blogspot&lt;/a&gt;. Jadi nggak ada salahnya akhirnya saya juga bikin akun   tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Setelah   melewati beberapa bulan saya gabung di Facebook, sekitar akhir bulan Oktober   2009 secara tidak sengaja saya menemukan (kok menemukan, kan nggak ada yang   hilang) sosok Perempuan yang barengan dengan saya memberi komentar di status   teman (Duh lupa di status apa photo ya), tapi yang jelas komentar beliau ini   sangat menarik dan menggelitik hati Saya. Tanpa menunggu lama-lama saya pun   Googling di Search Engine-nya mbah &lt;a href="http://google.com/" target="_blank"&gt;Goooogle&lt;/a&gt;, siapa tahu ada informasi yang lebih   detil tentang sosok yang saya maksud ini, dan ketika saya dapatkan result   setelah mengetikkan namanya ternyata ada banyak link yang mencantumkan nama   beliau, dan yang paling membuat saya tertarik dengan sosok. Perempuan ini   adalah beliau juga mempunyai sebuah Blog dengan judul&amp;nbsp; &lt;a href="http://sestrirahardjo.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Sestri News&lt;/a&gt;, wah bagus dan menarik juga nih blog, pikir saya. Akhirnya tak lama  kemudian saya add akun Facebooknya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;marquee direction="right" height="140" onmouseout="this.start()" onmouseover="this.stop()" scrollamount="4" width="100%"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LoCH2effbUI/TFgxdv1FVBI/AAAAAAAAAVE/6sSFeSqSD6k/s1600/IMG00823-20100512-1358.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="145" src="http://3.bp.blogspot.com/_LoCH2effbUI/TFgxdv1FVBI/AAAAAAAAAVE/6sSFeSqSD6k/s200/IMG00823-20100512-1358.jpg" width="180" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LoCH2effbUI/TFguDufb-0I/AAAAAAAAAU4/Rl5j0lFjmuw/s1600/pi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="145" src="http://1.bp.blogspot.com/_LoCH2effbUI/TFguDufb-0I/AAAAAAAAAU4/Rl5j0lFjmuw/s200/pi.jpg" width="180" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LoCH2effbUI/TFgvKE-uxqI/AAAAAAAAAVA/-Ykz-gx792U/s1600/htl.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="145" src="http://3.bp.blogspot.com/_LoCH2effbUI/TFgvKE-uxqI/AAAAAAAAAVA/-Ykz-gx792U/s200/htl.jpg" width="180" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
Yah   beliau yang bernama lengkap &lt;a href="http://facebook.com/sestri.rahardjo/" target="_blank"&gt;Francisca Sestri&lt;/a&gt; ini ternyata   memang bukan orang biasa dan tak berlebihan kalau saya bilang beliau adalah   perempuan hebat. Dan dari sekedar komentar, sentilan-sentilan lucu dan ringan   sampai yang kelas berat karena - misalnya - masalah Nasional Kebangsaan (kadang   pusing harus mikir lama, sambil garuk-garuk kepala yang nggak gatal) untuk  memberi reply komentarnya, akhirnya saya bisa lebih dekat dengan   beliau, bahkan di awal-awal berteman dengan nada bercanda sampai saya di   bilang,”Kamu itu kok ngintil wae yen aku bikin status atau upload-upload”. (Maksudnya itu kok ya selalu kasih komentar, usil,nggrathil dll), tapi saya cuma senyum-senyum aja. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tapi justru dari sinilah keakraban dengan beliau yang dikenal energik, tegas   dan disiplin ini muncul, sampai suatu saat Tuhan memberi kesempatan bertemu   beliau (dengan jedindil dan kelaperan karena kehujanan) di &lt;a href="http://airport.web.id/new-terminal-adi-sumarmo-airportofficialy.html/" target="_blank"&gt;Bandara Adi Sumarmo Solo&lt;/a&gt; pada bulan Januari 2010, tapi cuma sebentar karena pada saat   itu beliau ada tugas di Semarang. Dengan segala kesan dan pesan (pesan bakso   kali,kan laper) pada &amp;nbsp;saat ada Rakernas Mustika Ratu di &lt;a href="http://www.tripadvisor.com/Hotel_Review-g294230-d301783-Reviews-Sheraton_Mustika_Yogyakarta_Resort_and_Spa-Yogyakarta_Java.html" target="_blank"&gt;Hotel Sheraton Mustika Jogja &lt;/a&gt; saya sempatkan untuk ketemu beliau lagi (dan lagi-lagi jedindil   kehujanan) padahal sudah ditunggu bersama rekan - rekan beliau di&lt;a href="http://rizakasela.wordpress.com/2009/11/21/the-house-of-raminten-santai-dengan-budaya-jawa" target="_blank"&gt; Raminten&lt;/a&gt;, sebuah rumah makan yang   unik dengan segala penyajian yang nyentrik, menu yang unik juga waiter/s yang   unik dengan segala ke - kenthiran - nya dan terletak di belakang&amp;nbsp; &lt;a href="http://universmile.blogspot.com/2009/11/jogja-never-ending-asia.html" target="_blank"&gt;Gramedia Jogjakarta&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga suatu saat saya di undang ke Jakarta untuk silaturahmi dan bertemu   dengan teman-teman Facebooker yang lain dan berkesempatan pula main kerumah,   bertemu anggota keluarga beliau. Makanya sampai saat ini pun saya seperti punya keluarga baru, karena dalam satu kesempatan beliau dan   rekan-rekan juga menyempatkan diri untuk memenuhi undangan saya, silaturahmi ke &lt;a href="http://wikimapia.org/11049871/omahe-jegrik-and-anas" target="_blank"&gt;gubug saya&lt;/a&gt; (maksudnya rumah bapak dan ibu, karena saya belum punya   rumah).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih   banyak sebenarnya kejadian-kejadian lucu dan mengharukan selama saya menjalin   pertemanan dengan beliau yang aslinya berasal dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ki_Ageng_Pengging" target="_blank"&gt;Pengging&lt;/a&gt; ini, sebuah daerah yang sangat dikenal dengan peninggalan berupa &lt;a href="http://universmile.blogspot.com/2009/11/pakubuwono-x.html" target="_blank"&gt;Pemandian Raja Surakarta&lt;/a&gt; atau Umbul Pengging dan terletak di sebelah barat &lt;a href="http://universmile.blogspot.com/2009/10/solo-spirit-of-java.html" target="_blank"&gt;Kota Solo&lt;/a&gt;. Perempuan yang   terlahir pada tanggal 08 Agustus 1959 ini juga dikenal sebagai penulis buku.   Dan yang sudah terbit dan beredar di TB. Gramedia dan Kinokuniya dan di ulas pada &lt;a href="http://kompas.com/" target="_blank"&gt;Harian Kompas&lt;/a&gt;&amp;nbsp; yaitu, &lt;a href="http://sestrirahardjo.blogspot.com/2008/10/bakti-sosial.html" target="_blank"&gt;Tasika&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://sestrirahardjo.blogspot.com/2008/09/ringkasan-singkat-tentang-buku-kanti.html" target="_blank"&gt;Kanti Redjeki&lt;/a&gt; yang banyak bercerita tentang kehidupan masa kecil, tentang keluarga   terutama Ibu beliau hingga kiprah beliau dalam memajukan perekonomian   Nasional melalui jabatan yang di embannya sekarang, yaitu sebagai salah satu &lt;a href="http://mustika-ratu.com/" target="_blank"&gt;General Manager&lt;/a&gt; di sebuah Perusahaan Swasta Nasional dan sebagai pengurus di   beberapa organisasi seperti, &lt;a href="http://draft.blogger.com/null/" target="_blank"&gt;GP-Jamu&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://ppakosmetika.com/" target="_blank"&gt;PPA Kosmetika&lt;/a&gt; juga &lt;a href="http://puteri-indonesia.com/" target="_blank"&gt;Yayasan Puteri Indonesia&lt;/a&gt;. Dan dari kedua buku tersebutlah saya juga   mulai lebih tahu tentang latar belakang beliau yang secara singkat bisa saya   sampaikan setelah menamatkan sekolah di SMA 1 Solo yang untuk alumninya   tergabung dalam satu wadah bernama Kasmaji 77 (beKAs SMA siJI) kemudian   melanjutkan kuliahnya di Universitas Negeri 11 Maret (UNS Surakarta) Fakultas   Ekonomi Manajemen tahun 1978 dan S2 bidang Marketing di Universitas Borubudur (UNBOR Jakarta) Selain itu pemikiran-pemikirannya juga di muat di harian &lt;a href="http://suarakarya-online.com/news.html?id=257346" target="_blank"&gt;Suara Karya &lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://jafek-online.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Majalah Jafek&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh iya…Saya biasa memanggil beliau dengan sebutan Aunty (ya biar kayak orang   londo-londo gitu lah, kalau orang Jawa ya Bu Lek atau Tante). Itulah   sekelumit dua kelumit cerita dari &lt;i&gt;cah nggunung, demit, genderuwo&lt;/i&gt; dll.   (ha2..sering beliau memanggil saya dengan sebutan itu). Tapi nggak masalah,   karena yang jelas menjadi satu kebanggaan buat saya telah mengenal sosok   perempuan yang luar biasa ini dan karena saya pun telah dianggap   sebagai bagian keluarganya. Yang dengan bijak, rendah hati, ramah dan tanpa   pamrih selalu meluangkan waktunya untuk sekedar bercerita, diskusi memberi   nasihat-nasihat atau pun sharing pengalaman-pengalaman hidup   keseharian yang sangat berharga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terimakasih   Aunty Sestri, semoga apa yang sudah di beri dan sampaikan sampai saat ini   kiranya bisa menjadi inspirasi buat saya dan yang lainnya, dan tak lupa &lt;a href="http://twitter.com/anasmara" target="_blank"&gt;Saya&lt;/a&gt; sampaikan&amp;nbsp; &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=wFh-rX_Sfhs" target="_blank"&gt;Selamat Hari Ulang Tahun&lt;/a&gt;, semoga Tuhan berkenan memberikan panjang   umur dalam kondisi yang sehat, sejahtera damai selamanya, Tuhan memberkati   dan salam buat seluruh keluarga Amiin..amiiin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
See and Follow :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="http://www.mybannermaker.com/" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Create your own banner at mybannermaker.com!" border="0" src="http://i.imgur.com/QqxbA.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
YouTube : &lt;a href="http://youtube.com/watch?v=ZDv2wKXd4IU" target="_blank"&gt;Aunty Sestri&lt;/a&gt; FB : &lt;a href="http://facebook.com/sestri.rahardjo" target="_blank"&gt;Francisca Sestri&lt;/a&gt; Twitter :&lt;a href="http://twitter.com/sestri_g" target="_blank"&gt; @sestri_g&lt;/a&gt; Blogger :&lt;a href="http://sestrirahardjo.blogspot.com/" target="_blank"&gt; Sestri News&lt;/a&gt; Jafek :&lt;a href="http://jafek-online.blogspot.com/2007/12/dra.html" target="_blank"&gt; The Profile&lt;/a&gt; Kompas&amp;nbsp; :&lt;a href="http://kompasiana.com/sestri/" target="_blank"&gt; Sestri&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Another Version, Click This : &lt;a href="http://universmile.blogspot.com/2010/08/pengging-princess.html" target="_blank"&gt;Pengging Princess&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/233/8086BCCC66B734383DA02C65B3815F95.png" style="-moz-background-inline-policy: -moz-initial; background: none repeat scroll 0% 0% transparent; border: 0pt none ! important;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8676930370179414679-6183011728160616136?l=renjanahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://renjanahati.blogspot.com/2010/08/puteri-pengging.html</link><author>noreply@blogger.com (Mestika  Anas Rivai)</author><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/-1yVjeWk7T_4/TyPzIfBktoI/AAAAAAAAAYw/Miy25sFWSD8/s72-c/Francisca_Sestri.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>4</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8676930370179414679.post-801858353771179686</guid><pubDate>Sat, 31 Jul 2010 06:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-07-31T13:45:05.259+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Derap</category><title>PARADOKS</title><description>Seperti aku dan jiwaku&lt;br /&gt;
Menabuh genderang sunyi&lt;br /&gt;
Sia-sia memaknainya&lt;br /&gt;
Dilempar angin dihempas curah hujan&lt;br /&gt;
Kering kerontang di bumi yang menawan&lt;br /&gt;
Premis mengakui kebenaran&lt;br /&gt;
tapi menjadikannya kontradiksi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nurani berkata mesra&lt;br /&gt;
seraya mendorongnya ke dasar jurang &lt;br /&gt;
Termaktub runut dalam fikiran&lt;br /&gt;
Teraniaya dalam perbuatan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagak melenggang bak peraga hidup&lt;br /&gt;
Bicara soal kepedulian sambil menikam tubuh&lt;br /&gt;
Doa kebaikan pun terpanjat&lt;br /&gt;
Meratap penuh air mata&lt;br /&gt;
Sembari menghunus pedang tajam&lt;br /&gt;
Melesakkan anak panah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini tentang cinta&lt;br /&gt;
Tertawa bersama memberi pengharapan&lt;br /&gt;
Ini tentang rindu&lt;br /&gt;
Berpesan mengutip ayat&lt;br /&gt;
Tapi ini juga tentang benci&lt;br /&gt;
Ini loh aku, itulah hidupku&lt;br /&gt;
Tapi berdirilah di pihak yang sama&lt;br /&gt;
Jika empati ada&lt;br /&gt;
Tak semestinya sayatan ini menghampiri&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/233/8086BCCC66B734383DA02C65B3815F95.png" style="-moz-background-inline-policy: continuous; background: none repeat scroll 0% 0% transparent; border: 0pt none ! important;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8676930370179414679-801858353771179686?l=renjanahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://renjanahati.blogspot.com/2010/07/paradoks.html</link><author>noreply@blogger.com (Mestika  Anas Rivai)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8676930370179414679.post-6653126147516070734</guid><pubDate>Fri, 30 Jul 2010 15:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-07-31T13:48:00.140+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Derap</category><title>PESAN TANPA KATA-KATA</title><description>Hei kamu...!&lt;br /&gt;
Teriaknya menggema memenuhi rongga otak&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Ya...!&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Saya sendiri&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lihatlah dirimu...!&lt;br /&gt;
Teriaknya semakin mengangkasa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Ohh...!&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Ada yang salah?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dasar tidak tahu diri...!&lt;br /&gt;
Sambil menunjuk muka&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Plaaakk...!&lt;br /&gt;
Tangan lembutnya keras mengayun &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/233/8086BCCC66B734383DA02C65B3815F95.png" style="-moz-background-inline-policy: continuous; background: none repeat scroll 0% 0% transparent; border: 0pt none ! important;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8676930370179414679-6653126147516070734?l=renjanahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://renjanahati.blogspot.com/2010/07/pesan-tanpa-kata-kata.html</link><author>noreply@blogger.com (Mestika  Anas Rivai)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8676930370179414679.post-5815487672113436845</guid><pubDate>Wed, 28 Jul 2010 09:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-07-28T16:52:03.819+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Saku</category><title>JULUNG PUJUT</title><description>Binar purnama sangatlah menawan&lt;br /&gt;
Menghangatkan hati, tenang menentramkan&lt;br /&gt;
Menggantikan mentari yang beranjak pulang&lt;br /&gt;
Terkadang tertutup awan &lt;br /&gt;
Namun sebentaran hilang dihempas angin malam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun rindu ini menyengsarakan hati&lt;br /&gt;
Meluluhlantakkan tulang, menguliti kulit ari tanpa iba nurani&lt;br /&gt;
Ah...tapi aku sangat menikmati &lt;br /&gt;
Menahan binar bulan senantiasa berseri&lt;br /&gt;
Tak bermuasal mencerabut sangkaan &lt;br /&gt;
Tak berkemalangan janjinya tetaplah aku nanti&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski kepingan-kepingan itu berantakan lagi &lt;br /&gt;
Meski tumpuanku merapuh, pancang kayu kediamanku goyah&lt;br /&gt;
Di senjakala yang semakin menghitam&lt;br /&gt;
Biarkanlah tetap aku petik detik-detik&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seratapan rasa terhela dalam nafas&lt;br /&gt;
Sekarat dalam alunan tanpa senandung&lt;br /&gt;
Menunggu kematian tanpa nisan&lt;br /&gt;
Tanpa nyanyian merdu air mata kehilangan&lt;br /&gt;
Berdiam lirih di pojok kesombongan&lt;br /&gt;
Tanpa bias-bias&lt;br /&gt;
Di Julung Pujut yang menampakkan keangkuhan&lt;br /&gt;
Tanpa basa-basi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/233/8086BCCC66B734383DA02C65B3815F95.png" style="-moz-background-inline-policy: continuous; background: none repeat scroll 0% 0% transparent; border: 0pt none ! important;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8676930370179414679-5815487672113436845?l=renjanahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://renjanahati.blogspot.com/2010/07/julung-pujut.html</link><author>noreply@blogger.com (Mestika  Anas Rivai)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8676930370179414679.post-1812340153172791079</guid><pubDate>Wed, 21 Jul 2010 17:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-07-22T00:59:29.525+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Saku</category><title>KISAH KASIH KINASIH</title><description>Membaca lagi satu pesan,&lt;br /&gt;
"Aku terima segala karunia ini karena Tuhan meridhoi,&lt;br /&gt;
tak mungkin dipisahkan oleh dunia sebab itu adalah dari Dia&lt;br /&gt;
Walau dunia nyata Julung Wangi menjadi milik orang,&lt;br /&gt;
itu hanya luarnya karena hukum dunia,&lt;br /&gt;
namun sejatinya hatinya tidak"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terentang di panjang sajadah harapan&lt;br /&gt;
Meranting di langit, melenting mesra di bumi sang Khalik&lt;br /&gt;
Memeluk sahaja rindu&lt;br /&gt;
Melumat malam dalam dekapan&lt;br /&gt;
Biar ku bawa kau selalu ke dalam hangat mimpiku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masa berganti hari kian tersendat berjalan &lt;br /&gt;
Seperti meniti angin sunyi&lt;br /&gt;
Seperti memahat tebing nurani&lt;br /&gt;
Namun  penuh dengan kata dan doa sederhana&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beribu pinta kepada semesta&lt;br /&gt;
Beribu harap tanpa lagi nestapa&lt;br /&gt;
Kisah ini penuh keindahan&lt;br /&gt;
Kasih ini tiada pernah terbantahkan dan&lt;br /&gt;
Kinasih ini adalah kesetiaan&lt;br /&gt;
Jadilah kau bintangku dengan menangkup mesra genggaman tanganku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/233/8086BCCC66B734383DA02C65B3815F95.png" style="-moz-background-inline-policy: continuous; background: none repeat scroll 0% 0% transparent; border: 0pt none ! important;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8676930370179414679-1812340153172791079?l=renjanahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://renjanahati.blogspot.com/2010/07/kisah-kasih-kinasih.html</link><author>noreply@blogger.com (Mestika  Anas Rivai)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8676930370179414679.post-7524743419571660999</guid><pubDate>Sat, 19 Jun 2010 13:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-06-24T04:04:20.842+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Saku</category><title>JELAGA DIRI SANG MATAHARI</title><description>Senja ini muram, langit menjelaga&lt;br /&gt;
Namun ku tetap berucap terima kasih kepadamu&lt;br /&gt;
Dan bersyukur hanya kepadaNya atas pemahlukanmu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku hirau kepada engkau&lt;br /&gt;
Aku abai kepada siapa yang dekat engkau&lt;br /&gt;
Jejak kata melampaui masanya&lt;br /&gt;
Dengan diam merenung&lt;br /&gt;
Tuhan tetaplah tahu apa yang diingini&lt;br /&gt;
Pun ujar tak lagi berharap&lt;br /&gt;
Tapi Dia paling tahu yang akan terjadi esok hari&lt;br /&gt;
Dan semakin engkau berkata tidak mengerti&lt;br /&gt;
Janji Tuhan hanya satu&lt;br /&gt;
Tetaplah engkau dalam damai kasih sayangKu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan kau ratapi kehilangan&lt;br /&gt;
Jangan kau santun dengan kesedihan&lt;br /&gt;
Jika nanti Tuhan menginginkanku kembali&lt;br /&gt;
Akan aku buat sekelilingku bahagia&lt;br /&gt;
karna kebanggaan mereka yang pernah memiliki hidupku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun jika engkau tetap khawatir&lt;br /&gt;
terhadap segala hal yang kita sayang&lt;br /&gt;
Biarlah kemanusiawian kita yang berkata&lt;br /&gt;
Bukan karna kehendak yg kuasa&lt;br /&gt;
menginginkan kita untuk berduka setelahnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/233/8086BCCC66B734383DA02C65B3815F95.png" style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; border: 0pt none ! important;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8676930370179414679-7524743419571660999?l=renjanahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://renjanahati.blogspot.com/2010/06/jelaga-diri-sang-matahari.html</link><author>noreply@blogger.com (Mestika  Anas Rivai)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8676930370179414679.post-5657578211004865543</guid><pubDate>Thu, 29 Apr 2010 03:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-11-19T14:21:07.524+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ibunda Yth</category><title>IBUNDA YTH  ( II )</title><description>"Ngger anakku sayang",ujar seorang Ibu yang begitu tulus perasaannya&lt;br /&gt;
Lalu mengusap pelan kepalanya, sambil memeluk tubuh mungil buah hatinya&lt;br /&gt;
"Jangan sedih lagi ya,lanjut sang Ibu berujar."Ibu sayang kamu ngger?"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada kata-kata terucap lagi&lt;br /&gt;
Tak ada kalimat mengiang menggores&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepi...&lt;br /&gt;
Senyap...&lt;br /&gt;
Lunglai...&lt;br /&gt;
Diam dalam sebentaran waktu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya linangan air mata haru&lt;br /&gt;
Hanya bahasa santun kalbu &lt;br /&gt;
Saling berinteraksi menunjuk syahdu damai hati&lt;br /&gt;
Dan mengecup mesra kening jiwanya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata sang buah hati sambil menatap bola mata Ibunya,&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;"Terimakasih Ibu,jika ada tempat yang lebih indahpun,&lt;br /&gt;
takkan kuasa aku pergi dari sisi hatimu,&lt;br /&gt;
karena buah cintamu akan selalu merunut jalan tulus kasihmu,&lt;br /&gt;
Cintaku boleh terpenggal pedang jaman,namun essensi tetaplah abadi&lt;br /&gt;
Kulitmu boleh keriput oleh waktu menjemput,&lt;br /&gt;
namun semesta jiwa tetaplah dalam nyata&lt;br /&gt;
Usiamu boleh bertambah karena itu adalah amanah,&lt;br /&gt;
namun cahaya hatimu akan selalu menjadi petuah tak terbantah".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekelebat sebuah bayangan menampak,&lt;br /&gt;
"Siapakah engkau Tuan",serempak mereka berdua setengah berteriak,&lt;br /&gt;
"Mengapa Tuan hanya tersenyum,tak bolehkah selubung hijabmu&lt;br /&gt;
terbuka biar kami tahu untuk apa gerangan Tuan hadir diantara kami."&lt;br /&gt;
Tak berapa lama yang di sebut Tuan pun mesra berkata-kata,&lt;br /&gt;
"Aku adalah differesiensi dalam satu wujud yang nyata,&lt;br /&gt;
Aku adalah imajiner namun selalu ada dalam setiap hembusan nafas cinta,&lt;br /&gt;
Aku fenomenal namun Aku selalu hadir dalam kasih sayang&lt;br /&gt;
dan akan menjadi ruh disetiap atribut dari setiap makna kehidupan&lt;br /&gt;
yang bernama kasih yang sejati dalam realitas dunia dan di akhirnya,&lt;br /&gt;
Tetaplah kalian banyak bersabar dan santun berkata-kata,&lt;br /&gt;
karena dunia hanya sesaat dari hamparan akhirat yang maha al-Haq".&lt;br /&gt;
Dan seperti angin,Tuanpun lenyap seketika,menghilang &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heninglah suasana, namun semakin menampak kehangatannya,&lt;br /&gt;
"Terimakasih Tuan, rahmatilah kami, agar selalu dalam kebaikan".&lt;br /&gt;
"Ibu, aku bermohon tetaplah kau di sini,di hati ini,&lt;br /&gt;
tetaplah suatu saat dunia memisahkan, namun pesona dan rasa syukurku&lt;br /&gt;
akan selamanya ada karena kebersamaan ini tiada akan pernah berlalu".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/233/8086BCCC66B734383DA02C65B3815F95.png" style="-moz-background-inline-policy: continuous; background: none repeat scroll 0% 0% transparent; border: 0pt none ! important;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8676930370179414679-5657578211004865543?l=renjanahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://renjanahati.blogspot.com/2010/04/ibunda-yth-ii.html</link><author>noreply@blogger.com (Mestika  Anas Rivai)</author><thr:total>4</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8676930370179414679.post-9004281413850090037</guid><pubDate>Sun, 04 Apr 2010 15:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-06-24T04:00:56.800+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Saku</category><title>TERIMA KASIH PESONA KASIH</title><description>Pohon kehidupan itu kembali membunga,&lt;br /&gt;
menjamu setiap pencinta yang rindu jati dirinya &lt;br /&gt;
Tanah yang kering berdebu membasah lembab,&lt;br /&gt;
menebar khas aroma berpengharapan&lt;br /&gt;
Mendung kelam hitam tak lagi meresah hilang di hembus angin,&lt;br /&gt;
membuka mata nurani bahwa ku sangat mempesonaimu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kasih sayangku ada dimana-mana, menyebar ke seluruh penjuru&lt;br /&gt;
Namun pesonaku hanya satu&lt;br /&gt;
Menelusup indah di hamparanmu jiwamu&lt;br /&gt;
Menyungging rasa di tulus senyummu&lt;br /&gt;
Dan berdiam mesra di keanggunan santun dirimu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesaat diam itu menghampiri&lt;br /&gt;
Bermenung sepi, demi membayang jasadmu wahai sang dewi malam&lt;br /&gt;
Menempuhmu dibentangan sayap-sayapmu&lt;br /&gt;
Lalu tetes air matapun bersaksi&lt;br /&gt;
bahwaku selalu berterima kasih atas pesona kasihmu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena bukan nafsu aku bicara,&lt;br /&gt;
bukan karena keterpaksaan hati aku ada di sini,&lt;br /&gt;
bahkan bukan pula karena perempuan yg pantas aku cintai,&lt;br /&gt;
Tapi ini semata ku jalani karena tepian garis Illahi&lt;br /&gt;
Pun ketika kupicingkan mata yang tampak adalah mutiara surgawi&lt;br /&gt;
Maka akan aku biarkan pesonamu berkilauan menerpa hangat kalbu ini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/233/8086BCCC66B734383DA02C65B3815F95.png" style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; border: 0pt none ! important;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8676930370179414679-9004281413850090037?l=renjanahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://renjanahati.blogspot.com/2010/04/terima-kasih-pesona-kasih.html</link><author>noreply@blogger.com (Mestika  Anas Rivai)</author><thr:total>4</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8676930370179414679.post-634716333813895581</guid><pubDate>Thu, 11 Feb 2010 20:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-04T22:31:16.440+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Saku</category><title>JULUNG WANGI</title><description>Aku adalah perjalanan waktu&lt;br /&gt;
Seperti desau angin&lt;br /&gt;
Seperti rinai hujan&lt;br /&gt;
Seperti rona alam dengan seluruh isinya&lt;br /&gt;
Karena&amp;nbsp; berkehendak menyambutmu &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku adalah matahari&lt;br /&gt;
Dia setia&lt;br /&gt;
Dia rela&lt;br /&gt;
Dia tak lagi sangsi memberi warna setiap hari&lt;br /&gt;
Sesuka dia berkehendak mengasihimu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku adalah cinta membumbung tinggi mesra di angkasa&lt;br /&gt;
Meratap penuh harap&lt;br /&gt;
Berhasrat penuh daya pikat&lt;br /&gt;
Setarikan nafas berjuta hembusan, satu nama telah tersambut&lt;br /&gt;
Setaman hati berhias tanpa bias, menyata membisik kata cinta&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku adalah nirwana keindahan&lt;br /&gt;
Yang mencium kening langit senja hari&lt;br /&gt;
Yang melumat wajah dewi malam&lt;br /&gt;
Memerah tersipu menahan semburat rindu&lt;br /&gt;
Tengadahkan tanganmu dalam genggaman&lt;br /&gt;
Dan ku bawa dirimu hangat dalam pelukan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku adalah luapan rasa&lt;br /&gt;
Menelusupkan karsa hati menyatu sejiwa&lt;br /&gt;
Pejamkan nurani mata indahmu&lt;br /&gt;
Lalu biarkan aku berkata,"Kaulah gelora hatiku". &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/233/8086BCCC66B734383DA02C65B3815F95.png" style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; border: 0pt none ! important;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8676930370179414679-634716333813895581?l=renjanahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://renjanahati.blogspot.com/2010/02/julung-wangi.html</link><author>noreply@blogger.com (Mestika  Anas Rivai)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8676930370179414679.post-8349115388827812672</guid><pubDate>Wed, 06 Jan 2010 19:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-01-07T03:05:57.495+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kepada Tuhan</category><title>DOA ANAK BANGSA</title><description>Rasa syukur kita kadang tak lebih dari sekedar kalimat yang tertata indah&lt;br /&gt;
atau kata yang terangkum mesra tanpa ada manifestasinya &lt;br /&gt;
Kadang kita tertawa di atas derita saudara kita&lt;br /&gt;
yang masih terhimpit nestapa baik jiwa maupun raganya&lt;br /&gt;
Suka kita rengkuh sembari bertaruh,&lt;br /&gt;
duka kita tonjok ke muka mereka yg tiada berdosa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akankah kita punya kesanggupan buat mereka,&lt;br /&gt;
buat anak-anak bangsa yang saat ini sedang di tusuk-tusuk dingin rasa,&lt;br /&gt;
di belai angin berselimut gombal lusuh pemberian seorang kaya&lt;br /&gt;
di musim yang entah sudah berapa lama?? &lt;br /&gt;
Sebuah ironi di negeri yang katanya luar biasa gemah ripah loh jinawi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita tiada pernah sangsi Tuhan ada&lt;br /&gt;
tapi kenyataan Tuhan telah mati di hati kita&lt;br /&gt;
Namun tak ada kebaikan yang terlambat,&lt;br /&gt;
tak ada kebagusan yang pantas begitu saja lenyap&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buatlah mereka tersenyum,&lt;br /&gt;
buatlah mereka tertawa dengan cara dan apa yang kita punya&lt;br /&gt;
Maka Tuhan_pun seolah berkata,&lt;br /&gt;
"Kalian telah membuatKu senang dan tersenyum,&lt;br /&gt;
kelak nisanmu adalah kebanggaan mereka&lt;br /&gt;
dan kafanmu adalah doa dari seluruh alam semesta."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/233/8086BCCC66B734383DA02C65B3815F95.png" style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; border: 0pt none ! important;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;My&amp;nbsp; Room, 06-01-2010 at 02.48pm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Wrote and inspired from my comment on&amp;nbsp; &lt;a href="http://facebook.com/notes/maya-novarini/sederhana/269082236350" target="_blank" title="Maya's FB"&gt;Maya Novarini's Notes&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8676930370179414679-8349115388827812672?l=renjanahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://renjanahati.blogspot.com/2010/01/doa-anak-bangsa.html</link><author>noreply@blogger.com (Mestika  Anas Rivai)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8676930370179414679.post-1259265084408289536</guid><pubDate>Sat, 26 Dec 2009 13:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-12-26T20:21:33.566+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kepada Perempuan</category><title>PEREMPUAN  TERAKHIR</title><description>Sambutlah lambaian tanganku&lt;br /&gt;
Bersamaku bersenandung merdu&lt;br /&gt;
Di antara desau dinginnya angin malam&lt;br /&gt;
Di antara senafsu berahi kasih&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rengkuhlah mesra hatiku&lt;br /&gt;
Bersamaku menari mencipta kenikmatan&lt;br /&gt;
Di lirih ucap kata merdu merayu&lt;br /&gt;
Di lirih desah senafas kian menyatu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidakkah kau rasakan Dia hadir di sini&lt;br /&gt;
Tersenyum menebar pengampunan&lt;br /&gt;
Tidakkah pula kau telah yakini &lt;br /&gt;
RahmatNya senantiasa mewangi&amp;nbsp; seperti aroma bidadari&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jasadku tak lagi hanya imaji&lt;br /&gt;
Karena jiwaku telah sejak lama menanti &lt;br /&gt;
Pertemuan ini bukan lagi mimpi&lt;br /&gt;
Karena Dia kita ada di sini&lt;br /&gt;
Untuk kita dan hanya kita yang terahmati&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/233/8086BCCC66B734383DA02C65B3815F95.png" style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; border: 0pt none ! important;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8676930370179414679-1259265084408289536?l=renjanahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://renjanahati.blogspot.com/2009/12/perempuan-terakhir.html</link><author>noreply@blogger.com (Mestika  Anas Rivai)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8676930370179414679.post-4734347269500548305</guid><pubDate>Sat, 12 Dec 2009 23:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-12-13T06:07:34.232+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tentang Dia</category><title>MENITI  JALAN  CINTA</title><description>Tak mampuku mengubur luapan keinginanku&lt;br /&gt;
Ketikaku semakin menyadari arti keberadaanmu&lt;br /&gt;
Namun haruskah aku enyahkan gambaranmu di taman hatiku&lt;br /&gt;
Ketikaku coba sejenak melewatkan pesonamu&lt;br /&gt;
Yang ada, dirimu semakin kukuh bertahta&lt;br /&gt;
Menyusup di segala relung kalbu&lt;br /&gt;
Mengendap di dasar jiwa yang entah di mana persinggahannya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak pernah tahu, setidaknya belum tahu&lt;br /&gt;
Ketikaku terpanggil dan terpilih oleh perasaan bernama cinta&lt;br /&gt;
Yang ada, diri ini merasa bersalah&lt;br /&gt;
Kenapa aku ingin melabuhkan rasa ini hanya kepadamu&lt;br /&gt;
Juga kenapa aku terhanyut di rahasia agungNya,&lt;br /&gt;
pada mahluk manis bernama cinta&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketikaku harus melangkah di titian jalan cinta,&lt;br /&gt;
tak mampuku menapakinya, tersesat di kegelapan hati&lt;br /&gt;
Tak mampuku menyenandungkan kesyahduannya,&lt;br /&gt;
terkurung di lingkaran rasa kian menjengah,&lt;br /&gt;
beserta segala keprasangkaannya&lt;br /&gt;
Yang ada, inilah rasa bersalahku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sehingga Tuhan mengetuk pintu hati buta manusia&lt;br /&gt;
semoga kita telah ikhlas dan jujur&lt;br /&gt;
mau memberi dan menerima seutuhnya cinta&lt;br /&gt;
Semoga kita telah bermenung sepi untuk mensyukuri&lt;br /&gt;
nikmat kebenaran cinta&lt;br /&gt;
Di seluruh musim dan diseluruh penjuru nurani&lt;br /&gt;
Yang ada, Tuhan berkenan memaafkan rasa bersalahku&lt;br /&gt;
sebab kesemogaanku, akankah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harap haru pintaku !&lt;br /&gt;
Biarkan ruh Dewi Cinta merasuki paras ayu diri&lt;br /&gt;
di adamu, di kefanaan hidup dan kesejatiannya&lt;br /&gt;
Mencerahi setiap altar kehidupan yang merindui&lt;br /&gt;
kebijakan, kebenaran serta kebebasan cinta&lt;br /&gt;
Sampai kita pulang istirah&lt;br /&gt;
Di belaian kasih semesta ! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/233/8086BCCC66B734383DA02C65B3815F95.png" style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; border: 0pt none ! important;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Jakarta Sunday Morning, August 06, 2000 / 01.25 am&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Missed me, Are You?&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8676930370179414679-4734347269500548305?l=renjanahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://renjanahati.blogspot.com/2009/12/meniti-jalan-cinta.html</link><author>noreply@blogger.com (Mestika  Anas Rivai)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8676930370179414679.post-7595743697042564893</guid><pubDate>Mon, 23 Nov 2009 18:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-11-24T01:41:25.023+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kepada Masa</category><title>SENANDUNG  JIWA</title><description>Segenggam harapan, selaksa impian yang enggan terlabuh&lt;br /&gt;
Menenggelamkan hasrat di lingkar diri yang terasing&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rinai asmaraloka membisu di sepi semesta&lt;br /&gt;
Kidung perindu menghening di biru lazuardi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jentera kelaziman menyentuh pekat alam&lt;br /&gt;
Menemaramkan sesalan rona hati&lt;br /&gt;
Mendung kegelisahan gapai karunia tersia&lt;br /&gt;
Guritkan romansa kerinduan yang hilang di capaian angan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akankah ini keresahan sesaat&lt;br /&gt;
Pada dentingan di pengap ruang nurani&lt;br /&gt;
Atau di lintasan mimipi-mimpi &lt;br /&gt;
yang tertawan dewi keindahanmu&lt;br /&gt;
Akankah ini larik-larik kata sepi makna&lt;br /&gt;
Pada dinding ketiadaan diri&lt;br /&gt;
Atau di pengharapan tulus&lt;br /&gt;
menatap sayu sutera hatimu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demi dewana..., enyahkan kegelisahan!&lt;br /&gt;
Enyahkan keresahan yang membelenggu tanpa ketegaran&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/233/8086BCCC66B734383DA02C65B3815F95.png" style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; border: 0pt none ! important;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Pada suatu hari di bulan Februari 2001&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8676930370179414679-7595743697042564893?l=renjanahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://renjanahati.blogspot.com/2009/11/senandung-jiwa.html</link><author>noreply@blogger.com (Mestika  Anas Rivai)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8676930370179414679.post-4945005511426705429</guid><pubDate>Mon, 26 Oct 2009 17:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-10-27T00:22:21.373+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Nimas</category><title>TASBIH KERINDUAN</title><description>Menyanjungmu...&lt;br /&gt;
Mengiftitahkan jalanku&lt;br /&gt;
dekat dengan Sang wajah kebenaran &lt;br /&gt;
Merayumu...&lt;br /&gt;
Mengucap syukur dengan pemahklukanmu&lt;br /&gt;
Menghitung tasbih-tasbih rindu&lt;br /&gt;
hadirmu menjadi pesonaku&lt;br /&gt;
menuju tahiyat akhirku &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena heningku&amp;nbsp; tentangmu akan terus menyapa&lt;br /&gt;
di tiap senyum yang kamu tebar kala kamu mengingatku,&lt;br /&gt;
di tiap mimpi yang telah terpatri dalam kebersamaan di peluk hangatmu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/233/8086BCCC66B734383DA02C65B3815F95.png" style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; border: 0pt none ! important;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;One Day on 2008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8676930370179414679-4945005511426705429?l=renjanahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://renjanahati.blogspot.com/2009/10/tasbih-kerinduan.html</link><author>noreply@blogger.com (Mestika  Anas Rivai)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8676930370179414679.post-8626511333595953138</guid><pubDate>Sun, 11 Oct 2009 06:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-10-11T13:54:46.316+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kepada Masa</category><title>PETAKAMU</title><description>Kesucian yang terhampar&lt;br /&gt;
Telah terlumat sahaja kenikmatan hidup&lt;br /&gt;
Keretakan petaka yang tak bernuansa&lt;br /&gt;
Telah memberai temaram rasa berduka&lt;br /&gt;
Resapi keresahan itu&lt;br /&gt;
Cabiklah kesertamertaan luka mengering&lt;br /&gt;
Kemolekan tak berpeduli&lt;br /&gt;
Menjadikan berpisahnya rumah saling bercinta&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baiklah, kubelai diri berbayang petakamu&lt;br /&gt;
Berbayang segala rupa&lt;br /&gt;
Berbayang segala gelak berbaur air mata&lt;br /&gt;
Rumah saling bercinta itu membelenggu kembali&lt;br /&gt;
Membelenggu segala diri, segala hati mati&lt;br /&gt;
Seakan berbaur mencemooh diri&lt;br /&gt;
Baiklah, kuagungi diri berbayang kala mesramu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/233/8086BCCC66B734383DA02C65B3815F95.png" style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; border: 0pt none ! important;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;anz/101094&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8676930370179414679-8626511333595953138?l=renjanahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://renjanahati.blogspot.com/2009/10/petakamu.html</link><author>noreply@blogger.com (Mestika  Anas Rivai)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8676930370179414679.post-8841268760617012753</guid><pubDate>Mon, 28 Sep 2009 03:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-28T10:39:18.822+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kepada Tuhan</category><title>AGNI (SUDRA TERSIA)</title><description>Jika Dia sudah hilang dalam selintas waktumu&lt;br /&gt;
Tetaplah kau mengamini kebenaranNya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika Dia sudah lenyap dalam sekerat pikiranmu&lt;br /&gt;
Tengadahlah wajahmu&lt;br /&gt;
Dengan tangan mendekap dada,&lt;br /&gt;
seperti kekasih menemukan kejujuranNya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan jika Dia sudah musnah dalam buaian sederhana anganmu&lt;br /&gt;
Bercerminlah, namun tetaplah berkehendak&lt;br /&gt;
Dengan tangan merentang, menggapai matahari_tanpa menjadi agni_&lt;br /&gt;
Yang terutus penuhi keridhaanNya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/233/8086BCCC66B734383DA02C65B3815F95.png" style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; border: 0pt none ! important;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Solo The&amp;nbsp; Spirit Of Java,08102008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8676930370179414679-8841268760617012753?l=renjanahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://renjanahati.blogspot.com/2009/09/agni-sudra-tersia.html</link><author>noreply@blogger.com (Mestika  Anas Rivai)</author><thr:total>3</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8676930370179414679.post-4398649869484567890</guid><pubDate>Tue, 15 Sep 2009 16:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-15T23:35:46.681+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tentang Dia</category><title>LUKISAN HATI (2)</title><description>Ada sesuatu yang menghentak, mengejek dan mentertawaiku&lt;br /&gt;
Jauh di muara kalbu paling dalam&lt;br /&gt;
Menaringkan seringai sesalan tak berupa&lt;br /&gt;
Menyeolahkanku sebagai manusia bodoh tak berkeberanian&lt;br /&gt;
Mensifatiku bagi patung penunggu indah tutur sapa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hei...kenapa masih termangu-mangu&lt;br /&gt;
Sesaat sesuatu itu membentak, menarik tangan lemah ketidakberdayaan&lt;br /&gt;
Namun ketakbergeminganku tetap saja berkacak diam&lt;br /&gt;
Berguman di kata-katanya sendiri&lt;br /&gt;
Bergelut dengan perasaan yang sesaat hilang&lt;br /&gt;
Sedang kitaran waktu itu makin mengiangi telinga kesadaran&lt;br /&gt;
Dengan masih sombongnya dan tak kalah lengking suaranya&lt;br /&gt;
Yang kasar membanting, menjerembabkanku&lt;br /&gt;
tanpa peduli melumat, meluluhlantakkan jiwa merapuh&lt;br /&gt;
Lalu mempengecutkanku...!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/233/8086BCCC66B734383DA02C65B3815F95.png" style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; border: 0pt none ! important;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;MyRoom, Jkt 28 Februari 2000/00.00am&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8676930370179414679-4398649869484567890?l=renjanahati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://renjanahati.blogspot.com/2009/09/lukisan-hati-2.html</link><author>noreply@blogger.com (Mestika  Anas Rivai)</author><thr:total>1</thr:total></item><language>en-us</language><media:rating>nonadult</media:rating></channel></rss>

