<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-2720807290873099927</atom:id><lastBuildDate>Fri, 25 May 2012 22:46:31 +0000</lastBuildDate><category>Kata-kata mutiara</category><category>Renungan tentang hikmat kebijaksanaan</category><category>Kumpulan Gambar</category><category>Renungan untuk Pelayan Tuhan</category><category>Renungan untuk Wanita</category><category>Renungan dimasa Pergumulan</category><category>Renungan Untuk Pekerja</category><category>Kasih Ibu</category><category>Kisah Sukses Tokoh Indonesia</category><category>Renungan akhir tahun</category><category>Renungan tentang Keselamatan</category><category>Kiat sukses</category><category>Perlu Untuk Diketahui</category><category>Kata-kata Motivasi</category><category>Surat dari Bapa</category><category>Tentang Doa</category><category>Renungan tentang percintaan</category><category>Renungan untuk orang tua (reflection for Parents)</category><category>Christian comment graphics for friendster-myspace</category><category>Renungan tentang Kesabaran</category><category>Band / Artis Rohani</category><category>Kata-kata Bijak</category><category>Pengumuman</category><category>Renungan untuk Suami-Istri (reflection for Husband and wife)</category><category>Renungan Paskah</category><category>Renungan tentang Kepahitan (reflection of bitterness)</category><category>Pasang Iklan</category><category>Renungan tentang Pengharapan</category><category>Kasih Bapa</category><category>Humor</category><category>Renungan tentang Kasih</category><category>Renungan tentang kesembuhan</category><category>Renungan untuk Pria</category><category>Lowongan Pekerjaan</category><category>Kumpulan Khotbah Hamba Tuhan</category><category>Cinta Sejati</category><category>Renungan ttg Pengampunan</category><category>Renungan buat bangsa dan negara</category><category>Kesehatan</category><category>Kisah Natal</category><category>Lirik Lagu</category><category>Tentang Roh Kudus</category><category>Kisah-kisah kehidupan</category><category>Pertobatan</category><category>Renungan tentang Berkat</category><category>r</category><category>Renungan tentang persahabatan</category><category>Ice breaker - Permainan kelompok - Games</category><category>Lirik Lagu Rohani</category><category>Prayer</category><category>Sajak Kristen</category><category>Renungan Bahasa Inggris</category><category>Renungan keluarga</category><category>Tips-Tips</category><category>Tentang Dosa</category><category>Renungan tentang Iman</category><category>Renungan tentang karakter</category><category>Surat dari Yesus</category><category>Kisah Sukses Tokoh Dunia</category><category>Renungan Firman Tuhan</category><category>Kesaksian</category><category>Kata-kata Penghiburan</category><category>Mujizat</category><category>Kisah Sukses Tokoh Kristen</category><category>It's all about Jesus</category><category>Video Anak-anak kristen</category><category>Jangan Menyerah</category><category>Kisah Paskah</category><category>Sekilas Tentang Film</category><category>Event</category><title>Renungan Harian Kita</title><description>Renungan harian online kristen dan katolik, santapan harian, bahan saat teduh, Kumpulan khotbah hamba Tuhan, Mujizat Tuhan, Mujizat kesembuhan, Kata-kata bijak, kata-kata penghiburan, kata-kata motivasi, lirik dan chord lagu rohani, kisah cinta dan sahabat sejati, humor, kisah nyata dan kesaksian kristen, dan kisah-kisah kehidupan yang mengharukan dan menguatkan Iman rohani kita.
Anda bisa berbagi cerita dengan mengirim cerita Anda ke renunganhariankita@yahoo.com</description><link>http://renungan-harian-kita.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Yuliana)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>1457</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/Renunganhariankristen" /><feedburner:info uri="renunganhariankristen" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId>Renunganhariankristen</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2720807290873099927.post-8899981994435353336</guid><pubDate>Fri, 25 May 2012 04:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-05-24T21:09:16.878-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan Firman Tuhan</category><title>Mahatinggi Tapi Tidak Mahajauh</title><description>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mazmur 18:7&lt;br /&gt;Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada Tuhan, kepada Allahku aku berteriak minta tolong. Ia mendengar suaraku dari bait-Nya, teriakku minta tolong kepada-Nya sampai ke telinga-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 145; Yohanes 5; 2 Samuel 17-18&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memiliki beberapa teman yang tampaknya sulit sekali dihubungi saking padat jadwalnya. Entah apa kesibukannya. Setiap kali saya ada perlu dengannya, jauh-jauh hari harus menghubunginya, karena kalau tidak dipastikan tidak ada waktu tersisa untuk bertemu. Pada umumnya, kalau ada orang yang memiliki kedudukan tinggi dan terhormat, maka akses untuk mendekat kepadanya sulit dan birokrasinya panjang. Misalnya mau menemui atasan puncak atau presiden. Begitu pula gambaran para ‘dewa sakti' di kebanyakan cerita mitos kuno. Manusia yang butuh pertolongannya harus menempuh perjalanan yang panjang dan sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi syukurlah, Allah yang kita percayai, meski hidup dan bertahan di sorga yang Mahamulia, tetapi bagi setiap orang yang mencari dan mengandalkan-Nya, Ia adalah Allah yang cukup dekat dan perduli. Sebuah lagu rohani mengatakan "Ia hanya sejauh DOA". Allah kita tidak rumit untuk dihampiri. Entah dari dasar laut atau dari gunung yang tinggi, bahkan dari lembah bayang-bayang maut (Mazmur 139:7-12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas mengapa beberapa orang merasa Allah sangat jauh dan sulit didekati? Halangan menghampiri Allah, bukan ‘jarak' antara manusia dengan Allah, melainkan SIKAP HATI. Ia selalu benci kepada orang yang tinggi hati, tapi dekat dan berkenan pada semua orang yang rendah hati, dan tahu merendahkan diri ke hadapan-Nya. Jadi dengan sikap hati benar di hadapan-Nya, maka kita dapat menghampiri-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah kita tidak rumit untuk dihampiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2720807290873099927-8899981994435353336?l=renungan-harian-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/_rUfsZ2jIdd2xmRFTq32p1_mCYU/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/_rUfsZ2jIdd2xmRFTq32p1_mCYU/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/_rUfsZ2jIdd2xmRFTq32p1_mCYU/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/_rUfsZ2jIdd2xmRFTq32p1_mCYU/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/Renunganhariankristen/~3/3ikpZVIaXNs/mahatinggi-tapi-tidak-mahajauh.html</link><author>noreply@blogger.com (Yuliana)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://renungan-harian-kita.blogspot.com/2012/05/mahatinggi-tapi-tidak-mahajauh.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2720807290873099927.post-7813273722494717672</guid><pubDate>Thu, 24 May 2012 07:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-05-24T00:15:20.302-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan Untuk Pekerja</category><title>Mangkir</title><description>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Yunus 1:2-3&lt;br /&gt;"Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka, karena kejahatannya telah sampai kepada-Ku." Tetapi Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN; ia pergi ke Yafo dan mendapat di sana sebuah kapal, yang akan berangkat ke Tarsis. Ia membayar biaya perjalanannya, lalu naik kapal itu untuk berlayar bersama-sama dengan mereka ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 139; 2 Korintus 12; 2 Samuel 5-6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita yang berkecimpung dalam dunia kerja, mengerti betul apa itu inspeksi mendadak. Biasanya pimpinan melakukan ‘sidak' pada hari pertama kerja setiap habis libur panjang. Mereka ingin memastikan apakah para karyawan yang dipimpinnya mangkir atau masuk kerja pada hari tersebut. Pertanyaannya biasanya kita akan masuk kelompok yang rajin atau yang mangkir di saat-saat itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman mangkir pernah dilakukan Yunus, ribuan tahun lampau. Ia ditugasi untuk membawa berita pertobatan kepada bangsa Niniwe yang kejahatannya telah sampai ke telinga Tuhan. Alih-alih mentaati perintah Tuhan, Yunus malah memilih ngacir ke Tarsis dan melarikan diri dari tanggung jawab. Dia merasa anugerah Tuhan adalah barang mahal untuk diberikan kepada Niniwe sebagai bangsa kafir di hadapan Allah. Tetapi itu adalah pikirannya, sementara Allah memiliki pikiran lain. Dan karena tindakannya itu, ia menerima sebuah konsekuensi. Ia dibuang dari kapal dan ditelan seekor ikan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para profesional, bagaimana dengan kita? Apakah di tempat di mana Tuhan mempercayakan kita pekerjaan, apakah kita sudah menunjukkan sikap-sikap terbaik? Jangan sampai kebiasaan mangkir dari tanggung jawab melekat dalam diri kita, supaya konsekuensi yang berat tidak kita alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan saya, tanggung jawab saya akan membentuk masa depan saya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2720807290873099927-7813273722494717672?l=renungan-harian-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/g9-XpdQq4BOGGrQThQxKnKXRtJA/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/g9-XpdQq4BOGGrQThQxKnKXRtJA/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/g9-XpdQq4BOGGrQThQxKnKXRtJA/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/g9-XpdQq4BOGGrQThQxKnKXRtJA/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/Renunganhariankristen/~3/4L8G1-MyZQM/mangkir.html</link><author>noreply@blogger.com (Yuliana)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://renungan-harian-kita.blogspot.com/2012/05/mangkir.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2720807290873099927.post-8632359356812138835</guid><pubDate>Wed, 23 May 2012 07:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-05-23T00:36:54.840-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan Untuk Pekerja</category><title>Ujian Pasca Promosi</title><description>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ayub 23:10&lt;br /&gt;Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 141; Yohanes 1; 2 Samuel 9-10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadrakh, Mesakh, Abednego dan Daniel termasuk kalangan orang bijaksana di Babel. Ketika Nebukadnezar hendak memusnahkan semua orang bijaksana, dicatat bahwa mereka berempat berdoa meminta kasih sayang Allah untuk membatalkannya. Akhirnya, melalui Daniel, Allah menyatakan pertolongan-Nya yang kemudian membuat Sadrakh, Mesakh dan Abednego turut mengalami promosi dari raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun setelah promosi terjadi, kisah berlanjut dengan keluarnya perintah raja supaya semua suku bangsa sujud menyembah pada patung emas buatannya. Memang tidak dituliskan berapa lama waktu antara penyerahan kekuasaan atas Babel kepada mereka bertiga dengan keluarnya perintah yang bertentangan dengan iman mereka. Akan tetapi, berapa lama pun tenggang waktunya, apa yang mereka bertiga alami itu sebenarnya merupakan ujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya sebelum mendapatkan promosi tertentu dalam hidup (dalam hal apapun), kita akan terlebih dahulu diizinkan untuk melewati ujian. Kalau ‘lulus', kita pun ‘naik kelas'. Tapi rupanya, setelah promosi pun kita perlu bersiap untuk ujian lainnya seperti yang dialami Sadrakh, Mesakh dan Abednego. Ketika mereka diperhadapkan pada titah raja, mereka memiliki pilihan: sujud menyembah dan posisi mereka tetap aman, atau tetap mempertahankan iman mereka dengan resiko bukan hanya kehilangan posisi mereka bahkan juga nyawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puji Tuhan, mereka melewati ujian itu dengan baik sekali sehingga mereka tetap berkenan di hadapan Allah. Mereka malah menikmat promosi lainnya (Daniel 3:30).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan kita? Tidak perduli ujian itu mendahului atau datang setelah promosi, mari kuatkan dan teguhkan iman kita untuk melewatinya bersama Tuhan agar perkenanan-Nya senantiasa atas kita!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan hidup bukan untuk melumpuhkan Anda, tapi untuk menaikkan level Anda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2720807290873099927-8632359356812138835?l=renungan-harian-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/2sgBkHEsRv-j3FQ7MlhqDR_Gj5o/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/2sgBkHEsRv-j3FQ7MlhqDR_Gj5o/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/2sgBkHEsRv-j3FQ7MlhqDR_Gj5o/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/2sgBkHEsRv-j3FQ7MlhqDR_Gj5o/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/Renunganhariankristen/~3/Xegeoi4Dc4A/ujian-pasca-promosi.html</link><author>noreply@blogger.com (Yuliana)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://renungan-harian-kita.blogspot.com/2012/05/ujian-pasca-promosi.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2720807290873099927.post-2510817385453566393</guid><pubDate>Tue, 22 May 2012 09:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-05-22T02:34:00.306-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan Untuk Pekerja</category><title>Cukupkanlah!</title><description>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lukas 3:14&lt;br /&gt;Dan prajurit-prajurit bertanya juga kepadanya: "Dan kami, apakah yang harus kami perbuat?" Jawab Yohanes kepada mereka: "Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 140; 2 Korintus 13; 2 Samuel 7-8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang staf bidang keuangan mempunyai tanggung jawab yang penting bagi suatu perusahaan atau organisasi. Tugas utamanya adalah mengatur agar pemakaian uang terlaksana seefisien mungkin. Penyusunan kebutuhan berdasarkan prioritas dan ketersediaan finansial merupakan faktor yang sangat menentukan. Umumnya yang jadi persoalan serius adalah kebutuhan-kebutuhan yang lebih besar dari kemampuan untuk memenuhinya. Perencana keuangan yang handal tentu akan berusaha menyiasatinya dengan tujuan mencukupkan dengan apa yang tersedia sehingga jangan sampai merugi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengalaman sehari-hari kita dapat menemukan bahwa pergumulan tersebut tidak hanya berlaku di tempat kerja saja. Masalah mengatur keuangan juga berlaku dalam konteks rumah tangga maupun pribadi. Sebagian orang mungkin menganggap keuangan pribadi tidak perlu ditangani seprofesional menangani keuangan perusahaan. Benarkah demikian? Alkitab mengatakan "...cukupkanlah dirimu dengan gajimu" (Lukas 3:14) dan "...cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu" (Ibrani 13:15).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini berlaku bagi yang berpenghasilan tetap maupun tidak tetap. Kita perlu berupaya mencukupkan justru untuk mengatasi kebutuhan yang selalu lebih besar dari pendapatan. Mencukupkan diri bukan hanya sekedar soal hidup irit dan berhemat. Tetapi dorongan untuk berupaya kreatif merencanakan pemakaian uang sesuai dengan kemampuan yang ada. Tujuannya agar kita dapat menikmati segala berkat Tuhan dengan sukacita dan bertanggung jawab. Pada akhirnya mendatangkan ucapan syukur, bukan karena kelebihan, melainkan karena kecukupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencukupkan diri bukan sekedar hidup berhemat, tapi juga upaya-upaya kreatif dalam merencanakan pemakaian uang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2720807290873099927-2510817385453566393?l=renungan-harian-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/TcQisxbXaUAA2KsksIdNZw5aGxo/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/TcQisxbXaUAA2KsksIdNZw5aGxo/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/TcQisxbXaUAA2KsksIdNZw5aGxo/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/TcQisxbXaUAA2KsksIdNZw5aGxo/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/Renunganhariankristen/~3/AYxeJ58Z5i0/cukupkanlah.html</link><author>noreply@blogger.com (Yuliana)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://renungan-harian-kita.blogspot.com/2012/05/cukupkanlah.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2720807290873099927.post-7974508723587712450</guid><pubDate>Fri, 18 May 2012 04:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-05-17T21:07:59.798-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan Firman Tuhan</category><title>Pursuit Of Righteousness</title><description>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;2 Timotius 2:22&lt;br /&gt;Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 137; 2 Korintus 10; 2 Samuel 1-2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Anda membaca surat kabar maupun menonton televisi, maka berita mengenai pencarian akan kebenaran merupakan salah satu topik yang akan selalu muncul. Tidak sedikit kita melihat bagaimana orang melakukan orasi maupun demonstrasi untuk mencari kebenaran. Keadilan nampaknya telah menjadi suatu hal yang memilukan di tengah negara yang mengaku memiliki supremasi hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia bisnis, kebenaran juga telah menjadi suatu hal yang kerap dipertanyakan, terutama di tengah maraknya korupsi dan ketidakjujuran dalam transaksi usaha. Tidak heran konsep Good Corporate Governance (Sistem Pengelolaan Perusahaan Yang Baik) yang menekankan keterbukaan menjadi hal yang sangat diperlukan, sekalipun kadang hal tersebut masih sebatas slogan belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang saya merenung bagaimana pada zaman dahulu orang melakukan transaksi bisnis hanya dengan modal kepercayaan, tidak banyak dibuat dokumen kontrak sebagai back up karena setiap orang saling menghargai integritas perkataan mereka. My word is my commitment, kurang lebih demikianlah filosofi dagang para pengusaha Cina perantauan. Namun seiring dengan berjalannya waktu, maka nampaknya sebagian dari nilai luhur tersebut mulai luntur pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesus mengatakan bahwa Ia adalah kebenaran. Ketika Paulus menasehati Timotius, saya percaya bahwa ia ingin agar setiap orang mengenal Yesus, sang kebenaran sejati, dan hidup taat di dalam firman kebenaran-Nya. Hal itulah yang harus terus dikejar oleh setiap profesional Kristen hingga kebenaran itu terpancar kepada dunia melalui perkataan, pikiran dan perbuatan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapatkah orang lain melihat kebenaran nyata dalam diri kita?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2720807290873099927-7974508723587712450?l=renungan-harian-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/5wB7jaEkWZgSEBjPmLgyjESYxgk/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/5wB7jaEkWZgSEBjPmLgyjESYxgk/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/5wB7jaEkWZgSEBjPmLgyjESYxgk/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/5wB7jaEkWZgSEBjPmLgyjESYxgk/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/Renunganhariankristen/~3/7JcH-CiN_Z8/pursuit-of-righteousness.html</link><author>noreply@blogger.com (Yuliana)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://renungan-harian-kita.blogspot.com/2012/05/pursuit-of-righteousness.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2720807290873099927.post-6524772032844832027</guid><pubDate>Thu, 17 May 2012 05:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-05-16T22:54:54.369-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan tentang Kasih</category><title>Kasih Dan Resiko</title><description>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;1 Yohanes 4:18&lt;br /&gt;Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 135; 2 Korintus 8; 1 Tawarikh 5-7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hadapan saya adalah seorang dengan raut muka yang memperlihatkan usia penuh dengan sukacita dan hikmat. Setelah kami berkenalan, saya mendapati bahwa dia adalah mantan seorang CEO di perusahaan asuransi besar di Afrika Selatan. Pada usia 50 tahun dia meninggalkan posisinya dan merantau ke Asia Tenggara untuk menjadi misionaris dan melakukan pekerjaan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengapa?" tanya saya spontan. Meninggalkan kehidupan yang nyaman dan merantau ke dalam ketidakpastian, aneh kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah memanggil saya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana Anda tahu bahwa itu betul dari Tuhan, bagaimana jika itu salah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berusaha menjelaskan bahwa tentu itu melewati pergumulan dan sederetan tanda dan konfirmasi yang dia dapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akan tetapi...," ujarnya pelan dan mantap. "...bahkan sekalipun ternyata saya mendapati itu salah, saya lebih suka untuk mencoba dan pergi, daripada saya hidup di sana karena tidak berani dan menghabiskan hidup saya dalam kegelisahan dan penyesalan. Kalaupun ternyata setelah saya ke sini dan mendapati itu salah, maka dengan rendah hati saya akan mengakuinya dan pulang kembali, tetapi saya tidak menyesal."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tercenung mendengar jawaban itu. Bukan jawaban yang gegabah dan sembarangan yang keluar dari seorang ahli di dunia asuransi. Tetapi jawaban seseorang yang karena cintanya kepada Tuhan begitu menggebu telah memampukan dia mengambil ‘resiko'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih mengalahkan ketakutan dan membuat kita berani mengambil resiko.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2720807290873099927-6524772032844832027?l=renungan-harian-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/XEsX0wJwPuheMEUXWR9doMle0u0/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/XEsX0wJwPuheMEUXWR9doMle0u0/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/XEsX0wJwPuheMEUXWR9doMle0u0/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/XEsX0wJwPuheMEUXWR9doMle0u0/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/Renunganhariankristen/~3/K-llmekHnbU/kasih-dan-resiko.html</link><author>noreply@blogger.com (Yuliana)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://renungan-harian-kita.blogspot.com/2012/05/kasih-dan-resiko.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2720807290873099927.post-2230472946810814852</guid><pubDate>Mon, 14 May 2012 07:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-05-14T00:21:39.976-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan Firman Tuhan</category><title>Hanya Pengembara</title><description>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kejadian 12:1&lt;br /&gt;Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 134; 2 Korintus 7; 1 Tawarikh 3-4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pengembara dan seorang tuan tanah akan memiliki cara pandang yang berbeda terhadap kehidupan. Katakanlah dalam sebuah perjalanan panjang dan lama, mereka bepergian bersama-sama. Di tengah jalan, keduanya kehilangan jalan dan tersesat. Si pengembara yang terbiasa meninggalkan apapun miliknya di rumah tidak perlu merasa kuatir. Sedangkan si tuan tanah yang terbiasa mengawasi bisnisnya seringkali merasa gelisah, tertekan dan kuatir memikirkan harta kekayaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Abraham dipanggil untuk pergi ke tempat asing yang tidak diketahui arah tujuannya, dia pergi dengan tenang. Mengapa? Dia memiliki mental pengembara dan ia tahu rumahnya yang sejati dan abadi adalah di sorga sana. Dia juga percaya, seperti yang penulis Ibrani katakan, bahwa Allah telah menyiapkan kota yang abadi baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abraham, pada saat ia dipanggil, telah hidup nyaman dan kaya di kampung halamannya. Jika dia lebih berpegang pada kenyamanan yang ‘dekat', maka dia tidak dapat melihat pada ‘harta' yang jauh namun pasti. Abraham tahu bahwa rumahnya bukan di dunia, tetapi di kota abadi yang Allah telah rancangkan bagi dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memiliki mental tuan tanah selama hidup di dunia ini akan membawa kita kepada kegelisahan dan banyak kekuatiran yang sia-sia. Pekerjaan dan kantor pun bisa menjadi ‘ruang nyaman' yang mengikat jika kita mempunyai mental ‘tuan tanah'. Seorang pengembara hidup bebas, percaya dan berjalan dengan Allah, serta melayani dan memberi termasuk lewat pekerjaannya karena dia tahu dunia bukan rumahnya. Di sana, di kota abadi, itulah tempat perhentian terakhir dan sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Milikilah mental pengembara yang senantiasa menggantungkan hidupnya sepenuhnya hanya kepada Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2720807290873099927-2230472946810814852?l=renungan-harian-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/h4KIoENBuLXZIDq-jy4kgcHCHVM/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/h4KIoENBuLXZIDq-jy4kgcHCHVM/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/h4KIoENBuLXZIDq-jy4kgcHCHVM/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/h4KIoENBuLXZIDq-jy4kgcHCHVM/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/Renunganhariankristen/~3/2uas31u6ypc/hanya-pengembara.html</link><author>noreply@blogger.com (Yuliana)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://renungan-harian-kita.blogspot.com/2012/05/hanya-pengembara.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2720807290873099927.post-4170684409856616693</guid><pubDate>Thu, 10 May 2012 04:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-05-09T21:24:27.029-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan tentang Kasih</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kasih Bapa</category><title>Allah Mengasihi Hagar</title><description>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mazmur 25:16&lt;br /&gt;Berpalinglah kepadaku dan kasihanilah aku, sebab aku sebatang kara dan tertindas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 130; 2 Korintus 3; 1 Samuel 26-27&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan gaya humornya Sir Winston Churchill mengatakan, I like pigs. Dogs look up to us. Cats look down on us. Pigs treat us as equals. Maksudnya adalah inilah cara pandang dunia. Dunia menempatkan orang-orang dari golongan terpandang, kaum jetset yang hampir memiliki segalanya di tempat-tempat istimewa, cenderung memandang rendah kaum papa yang hanya memiliki diri mereka sendiri. Orang-orang sering lupa bahwa kita harus memadang semua orang sama rata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukurlah, Allah kita berbeda. Ingat cerita Hagar? Ketika ia tertindas dan melarikan diri, siapakah yang mencarinya? Allahlah yang mencari dia. Seringkali dalam pandangan kita, Hagar hanyalah seorang budak yang kemudian melahirkan Ismael dan sebuah agama besar lain. Sosok yang hina, terbuang dan tertindas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi inilah rahasia dan kenyataan yang luar biasa. Adalah Allah sendiri yang memperhatikan penderitaan Hagar dan menolongnya ketika ia kehausan dan Ismael hendak mati. Adalah Allah yang bersabda, "Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali kita merasa hina sebagaimana dunia memandang kita. Seringkali kita merasa terbuang sebagaimana otoritas agamawi memandang kita. Tetapi satu hal yang pasti - Allah mengasihi orang-orang yang terbuang. Dunia merendahkan orang yang tertindas, tetapi Allah tetap berbelas kasihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara pandang Allah dan manusia itu sangat berbeda, sejauh langit dan bumi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2720807290873099927-4170684409856616693?l=renungan-harian-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/UVN8GRFzb9iO0yrtvb2HKN5wJ-U/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/UVN8GRFzb9iO0yrtvb2HKN5wJ-U/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/UVN8GRFzb9iO0yrtvb2HKN5wJ-U/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/UVN8GRFzb9iO0yrtvb2HKN5wJ-U/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/Renunganhariankristen/~3/dlgK6LkWaoQ/allah-mengasihi-hagar.html</link><author>noreply@blogger.com (Yuliana)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://renungan-harian-kita.blogspot.com/2012/05/allah-mengasihi-hagar.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2720807290873099927.post-415218724357888102</guid><pubDate>Wed, 09 May 2012 07:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-05-09T00:48:43.360-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan tentang persahabatan</category><title>Sahabat Sejati</title><description>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;1 Samuel 19:2-3&lt;br /&gt;Sehingga Yonatan memberitahukan kepada Daud: "Ayahku Saul berikhtiar untuk membunuh engkau; oleh sebab itu, hati-hatilah besok pagi, duduklah di suatu tempat perlindungan dan bersembunyilah di sana. Aku akan keluar dan berdiri di sisi ayahku di padang tempatmu itu. Maka aku akan berbicara dengan ayahku perihalmu; aku akan melihat bagaimana keadaannya, lalu memberitahukannya kepadamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 129; 2 Korintus 2; 1 Samuel 24-25&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada seorang pemimpin pun yang berhasil sendirian. Bahkan Daud membutuhkan Yonatan-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam masa-masa sukar saat ia melarikan diri dari ancaman-ancaman Raja Saul, Daud berpaling kepada sahabatnya untuk mendapatkan kekuatan dan dukungan. Dengan menanggung risiko besar sendiri, Yonatan, sambil mengharapkan dapat menenangkan hati ayahnya dan mendamaikan sang raja dengan sahabatnya, berbicara baik tentang Daud. Dan untuk sementara&amp;nbsp; waktu Saul mengalah, dengan berjanji bahwa Daud tidak akan mati di tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kebencian lama Saul kembali lagi, dan Yonatan sekali lagi mempertaruhkan nyawanya untuk menolong sahabat terkasihnya. Yonatan tetap setia kepada sahabatnya sampai akhir hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda mempunyai seseorang yang "memperkuat lengan Anda di dalam Allah?" Semua pemimpin membutuhkan sahabat-sahabat setia yang dapat menolong mereka bertahan melalui masa-masa sukar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah sahabat yang memperkuat lengan orang lain di dalam Allah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2720807290873099927-415218724357888102?l=renungan-harian-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/XC8WDH3JP_ADJJ4HEfCnKXbLJu0/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/XC8WDH3JP_ADJJ4HEfCnKXbLJu0/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/XC8WDH3JP_ADJJ4HEfCnKXbLJu0/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/XC8WDH3JP_ADJJ4HEfCnKXbLJu0/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/Renunganhariankristen/~3/Wm-vnDb2o6g/sahabat-sejati.html</link><author>noreply@blogger.com (Yuliana)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://renungan-harian-kita.blogspot.com/2012/05/sahabat-sejati.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2720807290873099927.post-2164237858998909678</guid><pubDate>Sat, 05 May 2012 08:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-05-05T01:33:37.511-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan Firman Tuhan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan Untuk Pekerja</category><title>Orang-Orang Yang Tidak Biasa</title><description>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Daniel 6:4&lt;br /&gt;Maka Daniel ini melebihi para pejabat tinggi dan para wakil raja itu, karena ia mempunyai roh yang luar biasa; dan raja bermaksud untuk menempatkannya atas seluruh kerajaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 125; 1 Korintus 14; 1 Samuel 16-17&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daniel adalah sosok yang luar biasa. Dia bukan hanya setia beribadah kepada Allahnya, tapi juga setia dalam profesinya di lingkungan pemerintahan. Bahkan, rekan-rekan kerjanya sampai tidak bisa mendapati cela dalam pekerjaan Daniel. Kalau kita baca keseluruhan kitab Daniel, saat tampuk kekuasaan beberapa kali silih berganti, nama Daniel masih tercatat sebagai orang yang terpandang, bahkan membuat para raja mengakui dan memuji kebesaran Allahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini semakin membukakan tentang betapa pentingnya kita menelaah kembali kompetensi pribadi. Banyak yang masih keliru dalam menjalankan profesi kita. Konsep iman seringkali menjadi alasan untuk malas belajar. Kita lupa bahwa iman tanpa perbuatan adalah mati. Doa dan iman tidak sepatutnya dipandang sebagai ‘pengganti' proses belajar dan berusaha. Untuk menjadi marketer yang handal, misalnya, tidak cukup dengan berdoa, tapi akal budi dari Tuhan perlu dimaksimalkan dengan banyak belajar. Daniel pun terus belajar di istana sambil tetap menjaga kesucian hidupnya (Daniel 11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita Daniel ini kembali mengingatkan untuk tidak berhenti meng-up grade diri supaya kita menjadi kompeten di bidang kita masing-masing. Dengan pertolongan Roh-Nya dan dengan kesetiaan untuk melakukan yang terbaik, semoga muncul lebih banyak profesional teladan Kristen. Mereka yang mampu menyatakan imannya pada dunia, sehingga orang-orang di luar sana dapat mengenal Tuhan kita yang hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita tidak berhenti meng-up grade kemampuan kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2720807290873099927-2164237858998909678?l=renungan-harian-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/kEU3fuf7Z1JXXIHHh5WmOgfXsos/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/kEU3fuf7Z1JXXIHHh5WmOgfXsos/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/kEU3fuf7Z1JXXIHHh5WmOgfXsos/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/kEU3fuf7Z1JXXIHHh5WmOgfXsos/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/Renunganhariankristen/~3/Zldt8oDhV20/orang-orang-yang-tidak-biasa.html</link><author>noreply@blogger.com (Yuliana)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://renungan-harian-kita.blogspot.com/2012/05/orang-orang-yang-tidak-biasa.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2720807290873099927.post-7604774050147864548</guid><pubDate>Fri, 04 May 2012 03:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-05-03T20:02:27.665-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan tentang Berkat</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kiat sukses</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan Firman Tuhan</category><title>Pundi-Pundi Berlubang</title><description>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hagai 1:6&lt;br /&gt;Kamu menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit; kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang; kamu minum, tetapi tidak sampai puas; kamu berpakaian, tetapi badanmu tidak sampai panas; dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlobang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 124; 1 Korintus 13; 1 Samuel 14-15&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak dapat disangkal, apapun yang kita miliki jika tidak dibubuhi berkat Tuhan, tidak akan berarti banyak buat kita. Cucuran keringat yang menghasilkan sesuatu dalam pekerjaan kita, sering tidak bisa dinikmati. Kalaupun bisa dinikmati tidak membuahkan kepuasan. Kita seperti sedang menyimpan harta di pundi-pundi yang berlubang. Hal inilah yang sedang dialami Yehuda semasa Hagai melayani. Ayat di atas menggambarkan kenyataan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, bagaimana agar kita tidak mengalami hal itu terus-menerus? Langkah pertama yang perlu kita lakukan adalah menyadari bahwa berkat apapun yang kita terima, sumbernya dari Allah. Bukan keringat dan usaha kita semata-mata yang mengalirkan pendapatan itu. Pekerjaan dan usaha kita hanya sarana yang dipakai Tuhan untuk memenuhi kebutuhan. Artinya kita harus tetap mengingat untuk mengembalikan apa yang harus kita persembahkan kepada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya, kita juga harus mengingat bahwa ada orang-orang lain di sekitar kita yang bergumul untuk mendapatkan pemenuhan kebutuhan hidup. Pekalah dengan kondisi itu dan selalu siap sedia untuk menjadi kepanjangan tangan Tuhan dengan membantu mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terakhir, milikilah kebijaksanaan Allah untuk mengelola berkat-Nya secara bertanggung jawab. Kita harus bisa menabung setelah ‘membayar' kepada Allah dan sesama. Kiranya menjadi inspirasi Anda, dan pundi-pundi Anda tak berlubang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mintalah hikmat kepada Allah untuk mengelola semua berkat kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2720807290873099927-7604774050147864548?l=renungan-harian-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/M6YWC6r1JpEqXqtt2m1RmI-Pu5g/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/M6YWC6r1JpEqXqtt2m1RmI-Pu5g/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/M6YWC6r1JpEqXqtt2m1RmI-Pu5g/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/M6YWC6r1JpEqXqtt2m1RmI-Pu5g/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/Renunganhariankristen/~3/_4KDFnEo46c/pundi-pundi-berlubang.html</link><author>noreply@blogger.com (Yuliana)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://renungan-harian-kita.blogspot.com/2012/05/pundi-pundi-berlubang.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2720807290873099927.post-8240961772433323253</guid><pubDate>Thu, 03 May 2012 05:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-05-02T22:09:31.032-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan untuk orang tua (reflection for Parents)</category><title>Meninggalkan Warisan</title><description>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Amsal 13:22&lt;br /&gt;Orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya, tetapi kekayaan orang berdosa disimpan bagi orang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 123; 1 Korintus 12; 1 Samuel 12-13&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata warisan sering dikaitkan dengan rumah di kawasan elit, simpanan berlimpah di bank atau saham-saham papan atas dilimpahkan bagi generasi selanjutnya. Alkitab sendiri mengajarkan meninggalkan warisan dalam bentuk uang bagi anak-anak itu layak dihargai dan dipuji. Kitab Amsal mencatat seorang ayah yang baik meninggalkan warisan bagi anak-anaknya agar dapat menjamin masa depan mereka. Tetapi warisan bisa jadi berantakan jika si penerimanya belum dewasa untuk mengurusnya. Jadi warisan seringkali ditentukan oleh karakter pengelolanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesus berkata hidup kita tidak tergantung kepada harta benda. Ada suatu warisan yang tidak dapat dibeli oleh uang, tidak kena pajak dan tidak dapat diambil alih. Warisan jenis ini memperkaya si penerima, membentuk karakter dan mempengaruhi hidupnya. Warisan ini adalah warisan rohani, benar-benar warisan yang layak untuk ditinggalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edith Schaeffer dalam bukunya "What is a Family?" menyatakan bahwa keluarga adalah tempat menurunkan warisan itu. Ulangan 6:7 menunjukkan keluarga sebagai sebuah fasilitas built-in untuk membangun warisan rohani bagi anak-Nya. Tapi konteksnya dapat diperluas, warisan rohani dapat diturunkan kepada siapapun - bawahan, rekan-rekan di tempat kerja atau anak-anak rohani yang sedang kita bimbing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan telah melengkapi kita dengan Roh Kudus dan akal budi untuk mengenal lebih dulu konsep warisan, untuk kemudian mewariskanya dengan paradigma yang tepat. Jadi apakah kita sudah mulai dapat memikirkan warisan apa saja yang akan diturunkan pada generasi selanjutnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warisan yang layak ditinggalkan adalah warisan rohani yang abadi dan tak ternilai.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2720807290873099927-8240961772433323253?l=renungan-harian-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/4rAMdMJelKWt38LKEVgq8kSg5Zo/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/4rAMdMJelKWt38LKEVgq8kSg5Zo/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/4rAMdMJelKWt38LKEVgq8kSg5Zo/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/4rAMdMJelKWt38LKEVgq8kSg5Zo/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/Renunganhariankristen/~3/J1mZkflAlbE/meninggalkan-warisan.html</link><author>noreply@blogger.com (Yuliana)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://renungan-harian-kita.blogspot.com/2012/05/meninggalkan-warisan.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2720807290873099927.post-4254480714619471693</guid><pubDate>Wed, 02 May 2012 05:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-05-01T22:44:20.524-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan Firman Tuhan</category><title>Semut Gurun</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;Amsal 2:6&lt;br /&gt;Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 122; 1 Korintus 11; 1 Samuel 10-11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar makhluk hidup mustahil hidup dengan suhu tinggi, termasuk manusia. Tetapi beberapa semut dapat tinggal di gurun pasir membara dengan suhu menyengat 650C. Semut jenis ini dikenal sebagai semut gurun. Mereka berwarna hitam, berukuran sedang dan berkaki panjang. Semut ini mencari makanan sekitar enam hari jauhnya dari sarang kadang tanpa dimangsa hewan apapun. Hebatnya, kemudian mereka membawa pulang makanan yang beratnya 15-20 kali lipat berat mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana semut bertahan di gurun yang terik? Karena mereka tidak lantas mengukur suhu dengan thermometer sebelum keluar dari sarang. Kita dapat berkata bahwa mereka tercipta dan dilengkapi dengan kemampuan khusus untuk hidup di gurun. Saat mereka berada di luar dan suhu sangat tinggi, secara alamiah mereka mendaki benda misalnya tumbuhan gurun dan berdiam di situ sementara waktu untuk mendinginkan suhu tubuhnya. Jika tidak dapat menemukan tempat teduh dengan cepat, semut akan mati kepanasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas apa arti semua ini? Allahlah sang Penciptanya yang telah memberikan pengetahuan ini kepada semut dan melengkapi mereka dengan pengetahuan tentang cara melindungi diri. Semut yang tidak secerdas gorila misalnya, dapat memperlihatkan cara bertahan hidup di lingkungan yang sarat tantangan dengan cerdas. Hal ini tak terbayangkan oleh manusia, yang hanya bisa terpikirkan oleh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semut seperti hewan lainnya, hanya bertindak menurut cara Allah. Kecerdasan yang ditampilkan sebenarnya adalah cerminan dari betapa luar biasanya Penciptanya. Ia-lah yang menjadikan seekor semut mampu melakukan hal-hal di luar kapasitasnya. Begitulah Dia memperlihatkan keberadaan-Nya dan kecerdasan-Nya dalam segala ciptaan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menampilkan kecerdasan dan kuasa-Nya lewat setiap ciptaan-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2720807290873099927-4254480714619471693?l=renungan-harian-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/EjSLnF_Lbj9ebL0iBKLR5sFLi-Q/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/EjSLnF_Lbj9ebL0iBKLR5sFLi-Q/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/EjSLnF_Lbj9ebL0iBKLR5sFLi-Q/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/EjSLnF_Lbj9ebL0iBKLR5sFLi-Q/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/Renunganhariankristen/~3/CHaUi_LVVYU/semut-gurun.html</link><author>noreply@blogger.com (Yuliana)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://renungan-harian-kita.blogspot.com/2012/05/semut-gurun.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2720807290873099927.post-2771261030762406488</guid><pubDate>Tue, 01 May 2012 04:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-04-30T21:20:16.019-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan Firman Tuhan</category><title>Melibatkan Allah</title><description>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Roma 8:28&lt;br /&gt;Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 121; 1 Korintus 10; 1 Samuel 8-9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan ‘melibatkan Allah' sudah tidak asing lagi bagi orang percaya. ‘Melibatkan Allah dalam segala perkara', ‘melibatkan Allah dalam rumah tangga', ‘melibatkan Allah dalam pekerjaan' dan masih banyak lagi kalimat serupa itu. Apakah artinya? Tentu kita berharap Allah ‘turut bekerja' dalam setiap aspek kehidupan kita bukan? Namun coba direnungkan sejenak, siapakah yang aktif (melibatkan) dan siapakah yang pasif (dilibatkan)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali yang terjadi terbalik. Ada kesan bahwa Allah menjadi pihak yang pasif, menunggu giliran untuk bertindak. Itupun kalau kita mengizinkan Dia bertindak, padahal sesungguhnya Dia berdaulat atas hidup kita. Dia berkuasa melakukan apa yang dikehendaki-Nya. Kalau bukan atas izin Allah, kita tidak dapat melakukan apapun. Kebebasan kita mengambil keputusan hanya ada karena Dia yang mengizinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita ingin ‘melibatkan Dia' dalam setiap langkah hidup kita adalah terbaik jika disertai dengan sikap berserah dan patuh. Memutuskan untuk patuh dan taat di bawah kendali Allah bergantung sepenuhnya kepada keputusan dan rencana-Nya, dan menantikan apa yang hendak dinyatakan-Nya kadang tidak semudah yang dibayangkan. Tapi mari belajar bahwa bukan lagi kita yang berhak menentukan apakah Dia boleh turut bekerja atau tidak, tapi menyerahkan semuanya kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas kehendak Allah sendiri, Ia selalu terlibat dan aktif bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi orang percaya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2720807290873099927-2771261030762406488?l=renungan-harian-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/gZQQDSll5_bkdtcJu5H1so_Afrg/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/gZQQDSll5_bkdtcJu5H1so_Afrg/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/gZQQDSll5_bkdtcJu5H1so_Afrg/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/gZQQDSll5_bkdtcJu5H1so_Afrg/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/Renunganhariankristen/~3/Myr4g48ktlE/melibatkan-allah.html</link><author>noreply@blogger.com (Yuliana)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://renungan-harian-kita.blogspot.com/2012/04/melibatkan-allah.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2720807290873099927.post-2992241139838918119</guid><pubDate>Thu, 26 Apr 2012 04:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-04-25T21:22:11.024-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan Firman Tuhan</category><title>Berapa Tinggi Anda?</title><description>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;1 Petrus 2:2-3&lt;br /&gt;Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan, jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 114; 1 Korintus 2; Hakim-Hakim 15-17&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara soal tinggi badan, faktor keturunan cukup berperan dalam menentukan batas tinggi badan seseorang. Meskipun kita mengatur pola makan dan olahraga, pertumbuhan fisik akan terhenti jika telah mencapai titik puncak. Tak peduli seberapa keras kita berusaha, jika batas itu sudah tercapai, kita tidak dapat bertumbuh lagi (berhenti untuk bertumbuh lebih tinggi, meskipun kebanyakan kita cenderung mengembang ke samping).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, potensi pertumbuhan rohani kita tidak terbatas. Seberapa "tinggi" kita, tergantung pada keinginan kita sendiri dan seberapa sering kita mendekatkan diri pada ketetapan-ketetapan Bapa surgawi. Kita tidak dibatasi gen keturunan yang diwarisi dari orang tua. Langitlah yang menjadi batas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedewasaan Kristen bukanlah kebetulan. "Makanan" kita harus benar dan juga harus "melatih" iman secara teratur. Jika kita tidak menerapkan Firman Allah, tidak mungkin ada pertumbuhan. Jika kita tidak mentaati Firman-Nya, kita tidak mungkin menyadari potensi pertumbuhan iman kita seutuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seberapa tinggi pertumbuhan dan kemantapan Anda di hadapan Allah saat ini? Seberapa banyak yang sudah Anda kembangkan tahun ini? Apapun jawaban Anda, Anda masih dapat terus bertumbuh lebih tinggi. Ingatlah rahasia pengendalian pertumbuhan penduduk (meski dihambat, tetap bertambah). Lalu, lakukanlah sesuatu. Alkitab menegaskan, "... bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus..." (2 Petrus 3:18).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Mendekatkan diri kepada Kristus menghasilkan pertumbuhan menjadi serupa dengan Kristus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2720807290873099927-2992241139838918119?l=renungan-harian-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/dsX8tRIfhKL_M1_nva4bvFW50XA/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/dsX8tRIfhKL_M1_nva4bvFW50XA/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/dsX8tRIfhKL_M1_nva4bvFW50XA/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/dsX8tRIfhKL_M1_nva4bvFW50XA/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/Renunganhariankristen/~3/KIKJKK0n4N0/berapa-tinggi-anda.html</link><author>noreply@blogger.com (Yuliana)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://renungan-harian-kita.blogspot.com/2012/04/berapa-tinggi-anda.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2720807290873099927.post-4213317173163822679</guid><pubDate>Fri, 20 Apr 2012 09:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-04-20T02:05:39.669-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan Firman Tuhan</category><title>Protect Your Heart</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Lukas 6:45&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 110; Lukas 22; Hakim-Hakim 7-8&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Amsal 4:23, ‘Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.' Menurut ayat tersebut, kita dinasehati untuk menjaga hati dengan penuh kewaspadaan. Terkadang kita memang tidak dapat melindungi hati kita sepenuhnya, karena beberapa kejadian di luar kendali kita. Seperti perdebatan dengan rekan kantor, teguran kasar dari atasan dan sebagainya. Tapi kita sendirilah yang menentukan seberapa lama luka hati itu akan menetap.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kalau kita mau melepaskan pengampunan dan kembali berpikir positif, luka hati kita pasti pulih dengan sendirinya. Namun ada juga luka hati yang sering sengaja kita buat sendiri. Seperti mengingat-ingat kesalahan orang lain atau menggali kenangan-kenangan buruk yang mengecilkan hati dan merendahkan diri dalam memori otak pikiran kita. Untuk kasus ini, kita sendiri yang menentukan seberapa banyak luka yang ingin ditaruh di hati kita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Hanya Anda sendiri yang lebih tahu hal-hal apa saja yang pernah dan bisa melukai hati Anda. Dengan hati yang terluka, sulit untuk bisa hidup maksimal atau berprestasi di bidang apapun. Luka hati adalah beban untuk kita melompat meraih impian dan cita-cita. Semakin ringan beban itu, dengan penuh sukacita kita dapat berlari makin kencang menuju ke puncak kesuksesan yang Tuhan telah sediakan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Lupakanlah kesalahan yang pernah Anda perbuat, tapi jangan lupakan pelajaran yang Anda terima.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2720807290873099927-4213317173163822679?l=renungan-harian-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Pf18t-__0j_kzFfCUeGfCdDe6hA/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Pf18t-__0j_kzFfCUeGfCdDe6hA/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Pf18t-__0j_kzFfCUeGfCdDe6hA/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Pf18t-__0j_kzFfCUeGfCdDe6hA/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/Renunganhariankristen/~3/bgDfINS-RSM/protect-your-heart.html</link><author>noreply@blogger.com (Yuliana)</author><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://renungan-harian-kita.blogspot.com/2012/04/protect-your-heart.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2720807290873099927.post-2255346451382728856</guid><pubDate>Thu, 19 Apr 2012 08:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-04-19T01:57:05.060-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan Firman Tuhan</category><title>Pimpinan Tuhan</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Roma 5:10&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 109; Lukas 21; Hakim-Hakim 5-6&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sekitar 15 tahun yang lalu, ada seorang remaja ketika lulus SMA ia hanya mempunyai satu pilihan untuk kuliah yang menurutnya sesuai dengan minatnya, yaitu perhotelan. Ia berpikir tujuan hidupnya adalah untuk menjadi seorang peramu minuman. Tes demi tes dilewatinya, namun pada tes terakhir dia mengalami kegagalan. Hal itu membuatnya frustrasi. Namun pada saat membaca sebuah koran, ia menemukan sebuah pengumuman masuk perguruan tinggi negeri seni rupa. Dan ini untuk pertama kalinya ia mengetahui ada jurusan tersebut di sebuah perguruan tinggi. Belakangan ia diterima di perguruan tinggi tersebut, lulus dan bekerja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Setelah bekerja dan mengalami lahir baru, ia menyadari bahwa Tuhan jauh-jauh hari sebelum ia lahir baru telah menolongnya masuk ke sebuah jurusan kuliah yang tepat dengan minat dan bakat yang dari dulu tidak disadarinya. Yang melindunginya dari kesesatan moral yang mengancam kalau ia memasuki dunia hiburan malam jika menjadi peramu minuman.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Nabi Yeremia telah dikenal, dikuduskan dan ditetapkan oleh Tuhan sebagai nabi bangsa-bangsa sebelum ia dilahirkan (Yeremia 1:5). Demikianlah setiap kita yang merupakan hasil pembenaran yang dipelihara oleh Tuhan dan tidak dibiarkan-Nya melangkah sendiri karena Tuhan mempunyai rencana yang indah bagi setiap kita. Hiduplah sebagai anak-anak terang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Setiap masa kehidupan kita dipelihara oleh Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2720807290873099927-2255346451382728856?l=renungan-harian-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/u89C-65-loASkEBpOKaYI85i9sc/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/u89C-65-loASkEBpOKaYI85i9sc/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/u89C-65-loASkEBpOKaYI85i9sc/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/u89C-65-loASkEBpOKaYI85i9sc/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/Renunganhariankristen/~3/7t8yDLAo4pg/pimpinan-tuhan.html</link><author>noreply@blogger.com (Yuliana)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://renungan-harian-kita.blogspot.com/2012/04/pimpinan-tuhan.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2720807290873099927.post-8057613058029302812</guid><pubDate>Wed, 18 Apr 2012 13:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-04-18T06:10:33.884-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kiat sukses</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan Untuk Pekerja</category><title>Urusan Kecil</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Lukas 16:10&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 108; Lukas 20; Hakim-Hakim 3-4&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Urusan uang adalah urusan besar, kata orang. Karena itu orang mau bersahabat atas nama segala macam hal, kecuali dalam hal uang. Begitu menyangkut soal keuntungan atau pembagian harta, orang tidak lagi mengenal teman atau saudara, sampai-sampai ada orang yang meminta Tuhan Yesus agar saudara-saudaranya membagi harta warisan. Sedemikian tingginya uang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Namun, kita dapat melihat bagaimana bendahara yang tidak jujur memakai uang untuk menjamin masa depannya. Ternyata, bukan uang yang paling utama, melainkan persahabatan dan balas budi. Orang cerdik ini tahu bahwa uang tidak bisa menjamin masa depan, sedangkan ia sendiri tidak dapat setia dalam hal uang, sehingga ia memanipulasinya demi persahabatan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tentu saja, tidak ada kebenaran dalam korupsi. Jika dalam hal uang saja tidak setia, apalagi soal keselamatan hidup kekal di sorga. Tapi, kita pun diajari bahwa dalam bisnis ada persahabatan dan balas budi, yang lebih besar nilainya daripada uang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bisnis bukan semata-mata memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya, melainkan juga harus membangun kepercayaan dan kerja sama dengan orang lain. Dalam jangka pendek hal ini kelihatannya tidak terlalu menguntungkan, namun memberikan peluang lebih baik dalam jangka panjang. Dan bagi kita pun lebih baik, karena kesetiaan kita dalam hal keuangan membuat kita dapat memberi hidup bagi masa depan orang-orang yang kita sayangi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bisnis bukan semata-mata tentang untung besar, tapi bagaimana membangun kepercayaan dan kerja sama.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2720807290873099927-8057613058029302812?l=renungan-harian-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Q9u4N6miVvtCbU-5QrEs_XNRvcU/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Q9u4N6miVvtCbU-5QrEs_XNRvcU/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Q9u4N6miVvtCbU-5QrEs_XNRvcU/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Q9u4N6miVvtCbU-5QrEs_XNRvcU/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/Renunganhariankristen/~3/4uwabASO2Dk/urusan-kecil.html</link><author>noreply@blogger.com (Yuliana)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://renungan-harian-kita.blogspot.com/2012/04/urusan-kecil.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2720807290873099927.post-1557683458580231270</guid><pubDate>Mon, 16 Apr 2012 07:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-04-16T00:41:23.028-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan Firman Tuhan</category><title>What A Needle Can Do?</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;1 Korintus 12:24-25&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Hal itu tidak dibutuhkan oleh anggota-anggota kita yang elok. Allah telah menyusun tubuh kita begitu rupa, sehingga kepada anggota-anggota yang tidak mulia diberikan penghormatan khusus, supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 107; Lukas 19; Hakim-Hakim 1-2&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Karena keterbatasan mata, mudah sekali bagi kita untuk melihat apa yang tampak wah di permukaan. Seorang nabi seperti Samuel pun masih melihat penampilan luar saat hendak mengurapi raja baru pengganti Saul. Maka TUHAN berfirman padanya untuk tidak melihat apa yang tampak mata, perawakan tinggi atau baik parasnya. Sementara manusia suka melihat apa yang terlihat wah di depan mata pada kesan pertama, tapi TUHAN tidak. Seseorang pernah menuliskan demikian :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Jangan memandang rendah orang kecil, saat Anda bertemu raksasa yang hebat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Saat Anda membutuhkan jarum, apa yang pedang dapat lakukan?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Di sini ia menekankan betapa salahnya jika memiliki anggapan bahwa hanya hal-hal yang tampak hebat saja yang punya kegunaan, padahal setiap ciptaan juga memiliki fungsi yag krusial di waktu dan kondisi tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Memandang yang besar membuat kita melewatkan yang jecil. Melihat yang kaya membuat kita melupakan yang kurang beruntung. Lihatlah ke sekeliling, apakah dalam hal tertentu kita lebih suka menghargai orang tertentu saja? Pimpinan tentu orang yang harus dihargai, tapi bagaimana dengan bawahan Anda? Office boy, satpam atau tukang jual makanan di kantor Anda? Jangan lewatkan mereka. Bagikan juga perhatian pada setiap mereka yang kelihatan biasa-biasa saja. Mari kita belajar berpikir seperti Allah. Semua ciptaan-Nya unik dan baik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tidak ada ciptaan Tuhan yang biasa-biasa saja, semuanya luar biasa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2720807290873099927-1557683458580231270?l=renungan-harian-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/qqe8yJ-oX1Q5SrQupRguo_m_OOY/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/qqe8yJ-oX1Q5SrQupRguo_m_OOY/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/qqe8yJ-oX1Q5SrQupRguo_m_OOY/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/qqe8yJ-oX1Q5SrQupRguo_m_OOY/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/Renunganhariankristen/~3/bUEE1fe6vXo/what-needle-can-do.html</link><author>noreply@blogger.com (Yuliana)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://renungan-harian-kita.blogspot.com/2012/04/what-needle-can-do.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2720807290873099927.post-8800935427060991034</guid><pubDate>Fri, 13 Apr 2012 17:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-04-13T10:07:12.768-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan Firman Tuhan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan Untuk Pekerja</category><title>Korupsi</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;1 Samuel 2:17&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dengan demikian sangat besarlah dosa kedua orang muda itu di hadapan TUHAN, sebab mereka memandang rendah korban untuk TUHAN.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 105; Lukas 17; Yosua 21-22&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Korupsi sudah menjadi sebuah istilah yang akhir-akhir ini sangat sering didengar. Hapir setiap kali berita melalui koran, televisi maupun media massa lainnya disampaikan, maka laporan mengenai terjadinya tindakan korupsi selalu menjadi salah satu agenda utama yang dibahas. Terkadang saya berpikir betapa Indonesia harus merasa malu sebagai negara yang tercatat dengan tingkat korupsi tertinggi di dunia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dalam bacaan di atas, kita kembali melihat sebuah kisah korupsi yang dilakukan kedua imam yang melayani di kemah pertemuan pada waktu itu, yaitu Hofni dan Pinehas. Apa yang dilakukan oleh kedua imam tersebut sangat menyakiti hati Tuhan sehingga pada akhirnya Tuhan harus memberhentikan mereka dari jabatan sebagai imam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Hofni dan Pinehas berdosa bukan saja karena mereka tidur dengan para perempuan yang melayani di depan pintu kemah pertemuan, mereka berdosa karena mereka memandang rendah korban untuk Tuhan, jauh di balik tindakan mereka yang mencuri bagian korban bagi keuntungan mereka sendiri. Tidak ada lagi rasa takut akan Tuhan dalam diri mereka yang mengaku sebagai para pelayan Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Mari kita memulai hari ini dengan takut akan Tuhan. Mari belajar untuk tidak mencuri waktu kerja maupun aset perusahaan untuk kepentingan pribadi. Jadilah terang dan garam dalam hal-hal kecil di kantor sehingga orang dapat melihat perbedaan di dalam diri Anda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Korupsi selalu dimulai dari hati. Jagalah hati Anda dengan segala kewaspadaan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2720807290873099927-8800935427060991034?l=renungan-harian-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/FwwwWd8I7RGe71f7SPVvK-Hv0G4/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/FwwwWd8I7RGe71f7SPVvK-Hv0G4/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/FwwwWd8I7RGe71f7SPVvK-Hv0G4/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/FwwwWd8I7RGe71f7SPVvK-Hv0G4/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/Renunganhariankristen/~3/JyG8z5qKfsk/korupsi.html</link><author>noreply@blogger.com (Yuliana)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://renungan-harian-kita.blogspot.com/2012/04/korupsi.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2720807290873099927.post-9037388634855260672</guid><pubDate>Wed, 11 Apr 2012 15:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-04-11T08:39:31.557-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan Firman Tuhan</category><title>Terpikat Umpan</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Yakobus 1:14&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 103; Lukas 15; Yosua 17-18&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Ayo ikut lomba mancing!" ajak teman saya suatu ketika. Sebenarnya saya tidak hobi memancing, tetapi karena ajakan teman saya itu bertepatan dengan hari libur, akhirnya saya berangkat menemaninya. Peristiwanya sudah lebih dari sepuluh tahun lalu. Saat itu, lomba diadakan untuk memperingati 50 tahun Indonesia merdeka. Seekor ikan gurame sebesar bantal bayi diperebutkan puluhan peserta. Siapa yang berhasil mendapatkannya akan dinobatkan sebagai juara.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pemenangnya adalah seorang bapak yang menggunakan umpan yang lain daripada yang lain. Jika orang lain menggunakan cacing atau pelet, ia menggunakan donat sebagai pemikat ikan yang akan dipancingnya. Dan ia berhasil. Waktu bertanya di dalam hati mengapa akhirnya ia memenangi lomba itu, imajinasi saya mulai berjalan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Saya membayangkan gurame itu sedang berenang kian kemari di bawah permukaan kolam. Tiba-tiba perhatiannya tertuju kepada benda-benda yang masuk ke dalam kolam. Ia mulai mendekati salah satunya. "Ehm... cacing. Ah, kemarin teman yang lain mendadak hilang ketika mencaploknya," katanya dalam hati. Ia memutuskan untuk meninggalkannya. Hal yang sama ia lakukan ketika menghampiri pelet, tetapi ia mulai terseret dan terpikat ketika yang dijumpainya adalah donat. Ia lalu mencoba mencaploknya dan cerita akhirnya bisa ditebak: ia terperangkap.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Iblis juga ahli dalam hal jebak-menjebak begini. Ia tahu persis di mana letak kelemahan kita, lalu mengolahnya menjadi bahan yang setiap saat dilontarkan untuk menyeret dan memikat kita. Yang perlu kita lakukan adalah sadar dan berjaga senantiasa menghadapi segala kemungkinan jebakan. Waspadalah!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Orang fasik tertangkap dalam kejahatannya, dan terjerat dalam tali dosanya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2720807290873099927-9037388634855260672?l=renungan-harian-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/zgsyJr0zLHNJVVjlAvXog9sg2tc/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/zgsyJr0zLHNJVVjlAvXog9sg2tc/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/zgsyJr0zLHNJVVjlAvXog9sg2tc/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/zgsyJr0zLHNJVVjlAvXog9sg2tc/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/Renunganhariankristen/~3/g6C84ytdQ-w/terpikat-umpan.html</link><author>noreply@blogger.com (Yuliana)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://renungan-harian-kita.blogspot.com/2012/04/terpikat-umpan.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2720807290873099927.post-3348446333489489885</guid><pubDate>Tue, 10 Apr 2012 12:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-04-10T05:40:37.219-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan Firman Tuhan</category><title>Siapa Yang Terpilih?</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Lukas 23:35&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Orang banyak berdiri di situ dan melihat semuanya. Pemimpin-pemimpin mengejek Dia, katanya: "Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika Ia adalah Mesias, orang yang dipilih Allah."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 102; Lukas 14; Yosua 15-16&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Di tengah kumpulan orang banyak yang berdiri di tempat yang disebut Golgota, para pemimpin agama mengejek Yesus yang akan disalibkan. Kata mereka, "Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika Ia adalah Mesias, orang yang dipilih Allah." Ejekan itu diikuti olokan para prajurit Roma, "Jika Engkau raja Yahudi, selamatkanlah diri-Mu!". Para pemuka agama itu benar, Yesus memang tidak menyelamatkan diri-Nya, tapi alasannya yang tidak mereka pahami. Untuk apa Ia tidak menyelamatkan diri-Nya?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Setiap pilihan memang berdiri di atas perbandingan. Dia atau saya, maju atau mundur dan sebagainya. Mana yang lebih penting? Karena mengasihi kita, sehingga waktu Yesus disodori pilihan menyelamatkan diri atau menyelamatkan kita, Ia menolak menyelamatkan diri. Setelah bergumul di taman Getsemani, Ia memilih naik ke atas kayu salib untuk menebus dosa-dosa kita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Mungkin itulah mengapa orang-orang belakangan menyebut hari Jumat Agung (Paskah), "Good Friday" dalam bahasa Inggris. Karena sesuatu yang baik telah terjadi. Jika ditanyakan pertanyaan-pertanyaan berikut, maka jawaban Yesus jelas sekali: Siapa yang Yesus lebih kasihi? Diri-Nya atau orang lain? Dan jawaban para pemimpin agama itulah yang benar: "orang lain" yaitu kita, sangat dikasihi-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bagaimana dengan kita? Siapakah yang kita kasihi di atas segalanya? Apa Yesus ada di peringkat pertama?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bagi dunia mungkin Anda hanyalah seseorang, tapi bagi seseorang Anda adalah dunianya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2720807290873099927-3348446333489489885?l=renungan-harian-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/eXbDCsGsDEU1C-2axI_oDCnrFHU/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/eXbDCsGsDEU1C-2axI_oDCnrFHU/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/eXbDCsGsDEU1C-2axI_oDCnrFHU/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/eXbDCsGsDEU1C-2axI_oDCnrFHU/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/Renunganhariankristen/~3/BdbH85RV9l4/siapa-yang-terpilih.html</link><author>noreply@blogger.com (Yuliana)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://renungan-harian-kita.blogspot.com/2012/04/siapa-yang-terpilih.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2720807290873099927.post-3302758516764947304</guid><pubDate>Tue, 10 Apr 2012 03:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-04-09T20:40:26.837-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kiat sukses</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan Firman Tuhan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan dimasa Pergumulan</category><title>Jangan Mau Dihentikan!</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Filipi 1:6&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 101; Lukas 13; Yosua 13-14&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Anda masih ingat dengan ular tangga? Sebuah permainan yang bisa dimainkan beberapa orang. Tujuan dari permainan tersebut adalah untuk mencapai petak terakhir, tetapi perjalanan yang harus dilalui tidak selalu mulus, karena selain tangga, ada ular-ular yang menghalangi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ular tangga sendiri ditemukan tahun 1870 dengan nilai moral di dalamnya, yaitu apapun yang dihadapi, seseorang harus terus bermain jika ingin tiba di akhir. Ular dipakai sebagai simbol pengaruh jahat dari musuh, sedangkan tangga adalah simbol sesuatu yang baik, yang bisa membawa seseorang naik ke tingkat yang lebih tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Begitu juga dalam hidup. Ketika kita memiliki visi atau tujuan, sangatlah penting untuk kita terus menyadari bahwa ada pihak-pihak yang akan selalu berusaha menggagalkan pencapaian visi tersebut. Kita dapat belajar dari Nehemia. Ia menerima visi untuk membangun kembali tembok Yerusalem, tetapi Sanbalat dan Tobia tidak menyukainya. Mereka berusaha menggagalkannya dengan mengolok-olok bangsa Yahudi untuk menjatuhkan mental dan semangat mereka. Tetapi apa respon Nehemia? Dia meminta tolong kepada Tuhan dan tidak berhenti membangun! Sementara mereka terus bekerja, pertolonganpun tiba. Akhirnya mereka berhasil menyelesaikan proyek itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Apakah Anda sedang berhadapan dengan ‘Sanbalat' dan ‘Tobia'? Jangan putus asa! Bulatkan tekad, tujukan hati Anda kepada Tuhan dan tujuan yang Ia ingin Anda raih. Teruslah berjuang, maju dan raih tujuan Anda bersama Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Berjuanglah sampai akhir, jangan menyerah!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2720807290873099927-3302758516764947304?l=renungan-harian-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/TI7znMHKdwn1g3VWzucxwhwTRTo/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/TI7znMHKdwn1g3VWzucxwhwTRTo/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/TI7znMHKdwn1g3VWzucxwhwTRTo/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/TI7znMHKdwn1g3VWzucxwhwTRTo/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/Renunganhariankristen/~3/XyJoYJgcfaM/jangan-mau-dihentikan.html</link><author>noreply@blogger.com (Yuliana)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://renungan-harian-kita.blogspot.com/2012/04/jangan-mau-dihentikan.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2720807290873099927.post-5075281635511284499</guid><pubDate>Sat, 07 Apr 2012 06:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-04-06T23:03:34.827-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan Firman Tuhan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan Paskah</category><title>Perjamuan Kudus</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;I Korintus 11:27-28&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Jadi barangsiapa dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan. Karena itu hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 113; 1 Korintus 1; Hakim-Hakim 13-14&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Matius pasal 26 menceritakan salah satu acara paling terkenal dalam sejarah manusia dan juga acara makan bersama paling terkenal, Perjamuan Terakhir.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ketika semua murid sudah duduk bersama, Yesus berkata, “"Minumlah, kamu semua, dari cawan ini. Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.” (ayat 27-28).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Yesus, seperti yang sering Ia lakukan, berbicara secara simbolis. Mengatakan sesuatu secara langsung tidak sesuai dengan perumpamaan yang sering Ia gunakan. Setelah itu, Yesus berkata bahwa Dialah Roti Kehidupan. Dan tidakkah Ia pernah mengatakan bahwa Dialah pintu?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Jadi, apakah kita orang Kristen berkeras bahwa Yesus adalah benar-benar roti dan pintu? Tentu saja tidak. Kita tidak berkeras bahwa roti dan anggur itu benar-benar secara nyata adalah darah dan daging Yesus. Tidak ada bukti bahwa terjadi sesuatu yang supranatural terjadi proses perubahan atas isi cawan itu berubah menjadi darah-Nya dan roti menjadi daging-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Oleh karena itu, ketika kita mengambil bagian dalam Perjamuan Kudus, jangan dibingungkan dengan apa yang terwakili olehnya. Kita tidak perlu berpikir bahwa roti adalah daging dan anggur mengandung darah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Namun di lain sisi, kita jangan merendahkan Perjamuan Kudus dengan meremehkannya. Jelas Alkitab memperingatkan kita untuk menyadari pentingnya Perjamuan Kudus (Lihat 1 Korintus11:23-30).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Roti  dan anggur bukanlah suatu unsur suci, namun hal itu mewakili unsur suci. Jadi lakukanlah dengan penuh penghormatan dan resapilah ketika melakukan Perjamuan Kudus. Sadarilah bahwa apa yang Anda lakukan adalah sebuah pengingat akan apa yang Yesus lakukan bagi kita ketika Ia disalibkan.  Dengan darah yang tercurah dan dagingnya yang tercabik-cabik itu, setiap dosa, sakit dan penderitaan kita telah ditanggungnya. Anggur dan roti itu adalah pengingat bahwa Tuhan begitu mengasihi kita sehingga dikaruniakan anak-Nya yang tunggal, supaya siapa yang percaya pada-Nya tidak binasa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Roti dan anggur yang kita makan dan minum saat perjamuan kudus adalah pengingat bahwa seorang pribadi telah mati bagi kita. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2720807290873099927-5075281635511284499?l=renungan-harian-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/kaMOJoeRRkiEIX5qZLS8DNKDvrc/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/kaMOJoeRRkiEIX5qZLS8DNKDvrc/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/kaMOJoeRRkiEIX5qZLS8DNKDvrc/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/kaMOJoeRRkiEIX5qZLS8DNKDvrc/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/Renunganhariankristen/~3/4DTp46Dj-OY/perjamuan-kudus.html</link><author>noreply@blogger.com (Yuliana)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://renungan-harian-kita.blogspot.com/2012/04/perjamuan-kudus.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2720807290873099927.post-2564742409741855663</guid><pubDate>Fri, 30 Mar 2012 07:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-03-30T00:02:00.944-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mujizat</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan Firman Tuhan</category><title>Tembok Perubahan</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;2 Timotius 1:7&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 81; Roma 9; Ulangan 9-10&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Orang-orang di sekitar Anda menolak suatu perubahan, padahal situasi akan lebih baik jika perubahan itu diterapkan. Apa yang harus dilakukan?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kemungkinan besar Anda berhadapan dengan mereka yang merasa terancam akan jadi korban dengan adanya perubahan itu. Biasanya mereka tidak punya visi dan tujuan yang jelas, karena itu mereka sulit menjadi fleksibel dan menyesuaikan diri dengan hal-hal yang tak terduga.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sebaliknya, orang yang punya visi biasanya akan merasa sedikit terganggu dengan perubahan itu (karena tidak ada perubahan yang nyaman), tapi mereka akan melihatnya sebagai sesuatu yang wajar dan bahkan perlu demi terjadinya perbaikan kualitas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Hal pertama yang harus kita lakukan adalah berdoa seperti Nehemia. Nehemia tidak pernah berdoa agar Allah membangun kembali tembok kota Yerusalem. Sebaliknya, ia mendoakan sebuah kesempatan untuk pergi dan membangunnya sendiri. Allah menghargai niat Nehemia. Dia membantu melunakkan hati Raja Artahsasta sehingga raja mendukung visi Nehemia. Berdoalah agar Allah memberi kita hikmat dan kesempatan untuk membuka mata orang-orang yang keras hati.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kedua, tolonglah orang-orang itu agar mereka merasa aman. Untuk itu kekuatiran mereka perlu didengar dan visi serta dampak dari perubahan perlu dijelaskan sehingga mata mereka terbuka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tidak ada yang mustahil jika Allah beserta Anda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2720807290873099927-2564742409741855663?l=renungan-harian-kita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/jMuBCA8uiWSaUKG25UL6CoNFt30/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/jMuBCA8uiWSaUKG25UL6CoNFt30/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/jMuBCA8uiWSaUKG25UL6CoNFt30/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/jMuBCA8uiWSaUKG25UL6CoNFt30/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/Renunganhariankristen/~3/CvwmnKDDa1c/tembok-perubahan.html</link><author>noreply@blogger.com (Yuliana)</author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://renungan-harian-kita.blogspot.com/2012/03/tembok-perubahan.html</feedburner:origLink></item></channel></rss>

