<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-33711309</id><updated>2024-09-13T16:28:23.430+08:00</updated><category term="inspirasi"/><category term="refleksi kecil-kecilan"/><category term="pertemanan"/><category term="cerita sedih"/><category term="fotohati"/><title type='text'>Reremahan Hati</title><subtitle type='html'>Disini dianut azas Mensana Incorpore sano artinya Ngomongnya kesini maksudnya kesono. Isinya pun dipenuhi dengan hal yang remeh temeh dan tidak penting tapi disajikan dengan gaya yang --kadang-kadang-- sok ngajarin. Maka, disarankan bagi orang-orang yang mencari hal-hal serius untuk  tak berlama-lama hinggap di sini… tapi buat yang sedang tidak ada kerjaan bolehlah nongkrong di sono.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://reremahan-hati.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33711309/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reremahan-hati.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>22</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33711309.post-8127056440022935181</id><published>2008-12-06T17:34:00.002+08:00</published><updated>2008-12-06T17:44:31.531+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="refleksi kecil-kecilan"/><title type='text'>Ketika cinta tak berakhir di K.U.A</title><content type='html'>&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;Saya pernah tak menyentuh nasi selama 3 hari gara-gara cinta saya kepada seorang wanita tak berakhir indah di KUA. Teman saya lebih naif lagi, Ia mengkonsumsi obat anjing gila hingga dia bisa menyalak seperti anjing. Itu semua karena kecewa. Bagaimana dengan anda? Jangan-jangan anda punya pengalaman yang lebih buruk?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Tapi jangan sedih, Setiap orang pernah kecewa dengan berbagai motivasi dan alasan. Uniknya, kalau orang lagi kecewa, ada-ada saja cara kreatif dan gila serta kadang tak masuk akal untuk melampiaskan kekecewaan. &lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Kecewa, adalah sebuah kondisi yang harus dirasakan setiap orang. Kecewa biasanya terjadi sebagai akibat dari jauhnya harapan dari kenyataan.Merasakan kecewa menjadikan kita sadar akan pentingnya harapan. Sebab, ukuran kecewa biasanya berbanding lurus dengan besar harapan yang ada. Orang yang berharap menjadi Presiden tentu kekecewaannya lebih besar dari pada yang kalah mencalonkan diri sebagai Kepala Desa. Orang yang berharap menikah dengan Luna Maya tentu akan saya sarankan untuk tak usah berharap banyak. Maaf! Doi banyak peminatnya bro, ente bakal kalah bersaing!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Lalu haruskah kita seperti judul lagu Sheila on 7, berhenti berharap? Agar tak kecewa ?. Saya rasa tak mungkin. Sebab bukankah harapan itu sendiri menjadi alasan terbesar untuk terus melanjutkan hidup. Tanpa harapan untuk apa lagi melanjutkan hidup di esok hari. Orang yang kehabisan stock harapan disebut sebagai orang yang putus asa. Dan nenek-nenek dari hongkong juga tahu kalau putus asa memicu orang &quot;memaksa merampas takdir kematian dari malaikat maut&quot;. &lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Pertanyaan selanjutnya yang penting untuk dijawab. Mungkinkah orang hidup tanpa kecewa? Dengan penuh keyakinan yang terpancar dari kebeningan hati saya... halah, saya sekali lagi menjawab : tidak mungkin. &quot;Karena tidak semua apa yang kita inginkan akan kita dapatkan&quot; begitu pesan Haji Romli dalam Film Kiamat Sudah Dekat. Tapi, saya pikir perasaan kecewa seperti semua yang ada di dunia ini bisa di menej. Diatur dan dikelola dan ditata sedemikian rupa agar hidup ini menjadi sebuah galery berisi dengan mozaik indah.&lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Caranya bagaimana? Menurut saya adalah dengan membangun harapan yang sangat besar bahkan sebesar-besarnya. Lho! Bukankah resikonya akan lebih besar lagi? Santai Bos! Yang menjadi masalah sebenarnya bukan seberapa besar harapan kita. Tapi kepada siapa kita sandarkan harapan kita?&lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Kalau kita menyandarkan harapan kepada kekasih kita percayalah ia akan mengecewakan kita. Kenapa? karena ia tidak memiliki kemampuan untuk memenuhi semua harapan dan asa kita. Kenapa? karena ia juga memiliki keterbatasan dan keterbatasan itupula yang menjadi pemicu kekecewaan kita.&lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Maka saya pikir kalau mau menyandarkan harapan. Kita harus pilih-pilih tidak main asal comot. Dan saya merekomendasikan pada anda untuk menyandarkan harapan kepada tempat bergantungnya sesuatu. Siapa lagi kalau bukan Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Bagi sebagian orang mungkin pemikiran saya terlalu klise dan berbau &quot;Pancasilais&quot; (sekedar catatan Matakuliah pancasila saya dapat nilai A lho). Tapi berdasarkan bukti dan pengalaman cara inilah yang paling efektif untuk meredam kekecewaan.&lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Caranya bagaimana? Cukuplah anda hanya berharap kepada Allah saja. Lalu perhatikan keajaiban yang anda dapatkan?  Hanya segitu? Ya iya sih, masa&#39; ya iyalah. Elvi sukaesih kan? bukan Elvi Sukaelah. Cape&#39; deh perasaan dari tadi nanya mulu&#39;.  &lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Maksudnya anda jalani dulu sendiri, namanya juga pengalaman harus dibuktikan sendiri. Sebab, sungguh terlalu kalau saya harus menuliskannya buat anda tanpa memberi kesempatan buat anda untuk mengalaminya sendiri. Jadi... Sorry ya bro! saya masih banyak kerjaan lain. []&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;copy right (c) by ilham chandra 2006&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33711309/posts/default/8127056440022935181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33711309/posts/default/8127056440022935181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reremahan-hati.blogspot.com/2008/12/ketika-cinta-tak-berakhir-di-kua.html' title='Ketika cinta tak berakhir di K.U.A'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33711309.post-1456439088863724881</id><published>2008-12-01T15:59:00.003+08:00</published><updated>2008-12-01T16:28:56.305+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="inspirasi"/><title type='text'>Belajar Mencintai Sinetron</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;Seorang perempuan menangis tersedu-sedu, wajahnya yang cantik kelihatan berusaha keras mengeluarkan airmata. Biarpun cairan bening itu sukses mengalir deras tapi tanda-tanda pendukung tangisannya tak tampak dari wajahnya yang halus. Tak ada hidung merah, tak pula ingus yang mengalir seperti lazimnya orang menangis pada umumnya. Sementara itu dua orang perempuan berdiri dengan congkak disampingnya. Wajah kemarahan berlebihan dengan sorot mata yang lebih galak dari mata Rahwana seperti ingin mengunyah perempuan disampingnya hidup-hidup. Mungkinkah, mereka saudara seperguruan Sumanto?&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Anehnya ini bukan pertama kali terjadi. Entah sudah berapa kali kejadian ini berulang-ulang seperti &lt;em&gt;deja vu &lt;/em&gt;yang membosankan. Parahnya sang perempuan yang teraniaya memilih bersabar. Untuk sebuah alasan yang maha romantis. Ini semua karena C.I.N.T.A.... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&quot;Goblok, Bodoh... kenapa tidak melawan, coba kalau saya... pasti akan saya hajar&quot; makian perempuan dari rumah tetangga terdengar lebih emosional dan alami.&lt;br /&gt;Sementara saya hanya menarik nafas dan dengan wajah bijak disertai penghayatan yang mendalam. Hanya bisa berdehem dalam puncak pencapaian kebijakan tertinggi lalu berkata... &lt;em&gt;&quot;Hhh... Therlhalhu...&quot;. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Kawan, apa yang saya ceritakan diatas adalah dua dunia yang berbeda tapi bertemu secara &lt;em&gt;realtime &lt;/em&gt;dalam ruang waktu yang sama. Bagian perempuan teraniaya adalah kejadian di sinema elektronik (saya sengaja tidak menyingkatnya biar bisa berbagi pengetahuan bagi yang belum tahu, he...he...). Adegan perempuan memaki dan sosok pria tampan nan bijak itu adalah kejadian nyata senyata-nyatanya. Perkenalkan perempuan yang memaki-maki itu adalah tetangga saya pecinta sinetron sejati dengan jam terbang lebih dari 15 tahun sedangkan lelaki bijak nan tampan, gagah perwira itu adalah seorang pria muda dengan wajah yang sangat mirip dengan Duda Herlino, mantan dari Janda Herlina &lt;em&gt;he he... &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Sinetron kita memang berhasil menganeksasi wilayah kesadaran banyak orang. Apalagi ibu-ibu rumah tangga yang memang mengandalkan Sinetron sebagai hiburan favorit. Secara kualitas sinetron kita memang tak ada apa-apanya. Dengan plot cerita yang lebih kurang sama. Bukannya mau &lt;em&gt;suudzon &lt;/em&gt;tapi para kreator sinetron kita (dengan beberapa pengecualian) memang sudah tak punya rasa malu lagi menjadi hamba rating selain menjadi hamba Tuhan. Mereka tak segan-segan mengabaikan akal sehat penonton bahkan rela mengkloning ide yang sama berulang-ulang tapi dalam kemasan judul yang berbeda-beda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;Plot kisah cinta &lt;em&gt;Cinderella Complex &lt;/em&gt;tentang perempuan miskin berjuang mendapatkan cinta dari seorang pria kaya. Tapi ternyata dikemudian hari si perempuan miskin ternyata adalah anak orang kaya yang hilang ketika kecil, membuat saya semakin bingung akan fakta atau gossip, berapa banyakkah anak orang kaya yang hilang di negeri ini?.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Dari segi kualitas akting, saya juga melihat bahwa kualitas akting para penonton yang larut dalam penjiwaan saat mengikuti jalan cerita kelihatannya jauh lebih baik dari pada akting maksa bin lebay dari para artis dan aktor yang hanya mengandalkan tampang itu.&lt;br /&gt;Saya sudah berusaha mencoba mencintai sinetron Indonesia. Tapi tak bisa! Sinetron kita terlalu sulit untuk dicintai. Alur cerita yang tak jelas, Menjual mimpi, kisah cinta yang berlebihan membuat saya jadi kehilangan rasa terhadap sinetron kita. Belum lagi melihat tampang bintang yang hanya menjual tampang dan body sexy. Tapi mau apalagi, ada &lt;em&gt;survey eh suplly ada demand. &lt;/em&gt;Begitu kata dosen Ilmu ekonomi menjawab soal perihal selera pasar.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;  style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;Meski demikian ada satu atau dua Sinetron yang bagus dan layak ditonton. Biasanya sinetron seperti ini mengangkat genre yang berbeda dan digarap dengan idealisme berkesenian yang tinggi seperti hasil garapan Bang Haji Deddy Mizwar, atau Rano Karno, selebihnya? Mending nonton acara makan-makan saja sekalian. Btw, kalau saya di tawari Oom Raam Punjabi untuk jadi lawan main Sandra Dewi di Sinetron striping, enaknya gimana ya ¿[] &lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;copy right (c) by ilham chandra 2006&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33711309/posts/default/1456439088863724881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33711309/posts/default/1456439088863724881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reremahan-hati.blogspot.com/2008/12/belajar-mencintai-sinetron.html' title='Belajar Mencintai Sinetron'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33711309.post-6547644916215665621</id><published>2008-12-01T15:47:00.005+08:00</published><updated>2008-12-01T16:21:29.531+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="inspirasi"/><title type='text'>Orang GIla di Kampus Biru</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;Cuaca panas memang sedang memanggang Makassar siang itu. Tak terkecuali Kampus bercat biru Akademi tempat kami menjadi kuli, eh salah kuliah.&lt;br /&gt;Kelas kami yang notabene kelas buangan dan di padati mahasiswa berotak ala kadarnya dengan susah payah mengikuti mata kuliah yang di bawakan perempuan mungil berjilbab hitam itu.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&quot;Sun****&lt;/em&gt; (makian dalam bahasa makassar)... &lt;em&gt;kenapa ki &lt;/em&gt;juga harus belajar hitung-hitungan yang &lt;em&gt;nda&#39; bisa ki di pakai &lt;/em&gt;menghitung beras...&quot; Maki Wuriyanto mahasiswa berbadan besar di samping saya dengan logat &lt;em&gt;Mangkassara &lt;/em&gt;yang kental. Saya mengangguk setuju. Mata Kuliah Kalkulus atau Matematika memang matapelajaran yang membosankan. &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Untung saja suasana yang menjemukan ini sedikit mencair setelah perempuan yang di panggil Bu Dosen itu memanggil Buyung salah seorang rekan kami untuk maju mengerjakan soal di papan tulis.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Lelaki kerempeng berkepala botak itu melangkah dengan gontai. Ditimpali suit-suit dan tepuk tangan layaknya artis dangdut kampung yang akan naik Panggung membuat Buyung tampak lebih percaya diri. Beberapa teman mahasiswi malah meneriaki Buyung. &lt;em&gt;Ewako &lt;/em&gt;Buyung!!! Meski begitu, Jangan kira kata-kata mantra yang menjadi kata sakti bagi tim kesebelasan &lt;em&gt;Juku Eja &lt;/em&gt;PSM-Makasar itu akan membuat Buyung berhasil mengerjakan soal. Sebab, tanpa bertanya kepada paranormal sekelas Mama Laurent (&lt;em&gt;astaghfirullah... syirik tau&lt;/em&gt;) nasib Buyung sudah bisa ditebak. Ia tak lebih dari representasi sekitar 70-an mahasiswa di kelas saya yang takkan mampu menjawab soal kalkulus sesulit itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Tapi Buyung memang mahasiswa yang baik, setidaknya di siang itu. Meskipun ia sama sekali tak paham apalagi mampu menjawab tapi ia tampak terlihat serius memandangi soal di white board. Hampir 1 menit ia terpaku di papan tulis. Sementara histeria supporter tak dapat di bendung kegaduhannya. Dan kegaduhan itu semakin tak terkendali ketika Buyung memutar tubuhnya menyisi whiteboard sambil memandang kearah ke dosen dengan tatapan menyerah.&lt;br /&gt;&quot;Maaf bu saya nda&#39; bisa mengerjakan, mungkin sejak kecil saya tidak berbakat matematika&quot; ungkap Buyung diplomatis sambil mencoba memaksa tampangnya agar terlihat &lt;em&gt;se-cute &lt;/em&gt;mungkin. Sayang wajah &lt;em&gt;cute &lt;/em&gt;yang dipaksakan itu tak banyak membantu apalagi mampu meredam kegaduhan. Sebaliknya mahasiswa-mahasiswa menyedihkan itu seakan menuju puncak &lt;em&gt;trance &lt;/em&gt;kegaduhan yang tak terkendali mendengar pernyataan Buyung yang mengada-ada. &quot;Buyung bakatnya jadi Tukang Becak bu&quot;... he he, Sebuah celetukan nyaring dari belakang memperkuat alibi bahwa buyung memang ditakdirkan untuk memiliki bakat di bidang lain. Dan bidang itu Bukan matematika.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Perempuan yang dipanggil Bu dosen itu tak menanggapi jawaban Buyung. Sebaliknya ia menegakkan pandangan kearah kami yang sedang tenggelam dalam euforia kegaduhan level tinggi dalam kesibukan perayaan kebodohan kami.&lt;br /&gt;Demi melihat tatapannya. Spontan kami berhenti dan terdiam sejuta bahasa. Sejurus kemudian --meminjam bahasa Kho Ping Hoo—kami merasa jerih dengan tatapan matanya, bagaimanapun perempuan muda ini adalah Dosen kami, sebagian nasib nilai kami berada ditangannya. Dan kalau saja ia sampai melaporkan kejadian ini kepada Ketua Jurusan, urusan bisa tambah gawat. Begitu kira-kira alasan kolektif yang membuat kami bersepakat diam meski tak dikomando.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&quot;Kalian tahu, apa yang membedakan antara orang gila dengan orang waras? &quot; tanya perempuan itu dengan suara datar namun menggema di ruangan yang padat itu.&lt;br /&gt;Kami saling berpandangan, sebab ini bukan pertanyaan kalkulus yang menyuruh kami menemukan dimana titik ekstrim dari variabel-variabel laknat itu berada. Tapi ini pertanyaan filosofis, substansial hingga menyentuh aspek ontologis, epistemologis dan axiologis sekaligus &lt;em&gt;(halah)&lt;/em&gt;. Dari pada menjiplak jawaban konyol Buyung dengan mengatakan &quot;Bahwa sejak kecil kami juga tidak berbakat menjadi orang gila&quot; maka diam adalah hal yang paling cerdas dilakukan bila tak tahu jawaban yang pasti. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;&quot;Kalian tahu?&quot; Tanyanya sekali lagi mendesak meski nada suaranya tetap tak berubah. &quot;Tidak bu !!!&quot; kali ini koor lirih suara kami kompak tapi &lt;em&gt;fales &lt;/em&gt;mirip paduan suara Tujuh belas agustusan yang kurang latihan.&lt;br /&gt;&quot;Beda orang gila dan orang waras adalah orang gila tidak mampu membedakan kapan dia harus serius dan kapan dia harus tertawa, sementara orang waras pasti bisa membedakannya&quot; ungkapnya dengan artikulasi dan &lt;em&gt;pitch &lt;/em&gt;kontrol yang pas. Pernyataan ini spontan membuat kami semua terdiam dan cepat-cepat menghapus tawa kami dari ruangan. Saya pikir kami semua sedang berusaha mempertahankan kewarasan kami dengan berusaha serius siang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;  style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;Kawan, tahukah kamu apa &lt;em&gt;Moral of the story &lt;/em&gt;dari cerita ini? Jawab : jangan pernah belajar matematika di siang hari yang panas.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;  style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;* kenangan manis dari kampus biru di minasa-upa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;copy right (c) by ilham chandra 2006&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33711309/posts/default/6547644916215665621'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33711309/posts/default/6547644916215665621'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reremahan-hati.blogspot.com/2008/12/orang-gila-di-kampus-biru.html' title='Orang GIla di Kampus Biru'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33711309.post-6476352620093146324</id><published>2008-10-13T19:52:00.001+08:00</published><updated>2008-10-13T20:00:21.247+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pertemanan"/><title type='text'>Gossip is special</title><content type='html'>Tatapan matanya yang berbinar indah selalu memaksa saya untuk memuji keagungan Tuhan. Tapi tidak untuk sore itu. Tatapan itu lagi berbinar penuh tenaga, tapi lebih menyiratkan aura keletihan. Meski pelan saya mendengar helaan berat berhembus dari hidungnya. Teman saya ini memang tengah berhadapan dengan masalah yang akut. Keceriaan remaja yang biasanya mengaurai pertemanan kami, sore itu juga tak hadir, ia absen tanpa izin entah kemana.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; Pelataran yang di penuhi riuh rendah suara orang juga tak banyak membantu membuat otot-otot wajahnya menyemburatkan senyum dalam waktu yang lama. Kalaupun sempat otot-otot wajahnya membentuk simpul itupun hanya dalam hitungan detik sebelum kembali ke posisi semula: lelah, dingin tanpa ekspresi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Sore itu dipelataran yang penuh sesak lalu lalang orang. Sementara kami sedang berbagi tugas sebagai komitmen dari kesungguhan pertemanan. Ia bercerita dan saya mendengarkan sambil pura-pura membaca koran. Diam-diam saya tersenyum sendiri ketika menyadari gaya saya membaca koran mirip sekali dengan gaya film drama 80-an. Dimana orang tua yang bijak dan sok tau selalu digambarkan dalam posisi membaca koran sementara sang anak bercerita disampingnya. Satu-satunya yang membedakan adalah saya belum mandi di sore itu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&quot;Saya lelah&quot;, katanya memulai perbincangan kami. Tak lama berselang dengan suara yang rendah dan konstan ia lalu bercerita masalah besar yang tengah dihadapinya. Sebuah fitnah rasa keji (&lt;em&gt;dimana-dimana fitnah rasa keji… emang roti rasa keju&lt;/em&gt;) dilontarkan kepadanya. Parahnya fitnah dan gosip itu secara terbuka telah memasuki organ-organ vital dalam wilayah kehidupan sosialnya. Tak cukup sampai disitu fitnah bin gosip itu juga telah menggerogoti rasa percaya orang-orang terdekatnya. Tak sedikit orang-orang dekatnya yang mulai mengkonfirmasi kebenaran fitnah itu, mulai dari cara yang halus hingga cenderung menuduh menyudutkan. Sayangnya kawan saya ini bukanlah seorang selebritis, makanya ia tak memiliki kemampuan yang cukup untuk memproteksi dirinya dengan kalimat sakti no comment, sebaliknya ia terpaksa harus meladeni satu persatu konfirmasi dengan hati yang terluka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&quot;Hari-hari saya benar-benar melelahkan, sampai-sampai saya tak bisa membedakan lagi antara &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;tertawa dan menangis&quot; akunya dengan nada yang datar. Mendengar pernyataannya yang agak berbau sinetron itu saya tertawa meskipun berasa garing, lalu bertanya pendek padanya. &quot;Kalau ini ketawa atau menangis?&quot; tanya saya. Tiba-tiba ia ikut tertawa. Berhasil! Setidaknya tawanya yang sempat lepas beberapa saat membuat suasana sedikit berubah persis iklan Lucu yang memotong durasi sinetron Indonesia yang membosankan dan tidak bermutu. &quot;Kamu lebay, buktinya kamu masih bisa membedakan tertawa dan menangis,&quot; kata saya setengah bercanda diantara deraian tawa kami. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&quot;Masalah kamu memang cukup serius, Tata surya kehidupan kamu semua telah dimasuki oleh masalah kamu,mulai dari tempat kerja, rumah hingga pergaulan sosial&quot; kata saya sok memberikan peta masalah kepadanya. Karena kata Psikolog kondang John Gray. &quot;Jika kamu mendengarkan masalah orang lain jadilah cermin yang membantu ia untuk lebih mengetahui masalahnya, dengan mencoba empati padanya&quot; begitu kira-kira simpulan yang saya tangkap dari buku-buku si Oom Gray.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 5 lewat 5 kami berpisah ia pergi masih dengan wajah yang lelah. &quot;Mau pulang tidur&quot; katanya pendek. Dan saya hanya bisa mengiringi kepergiannya dengan tatapan plus wajah yang prihatin kalau tidak bisa dibilang ikut-ikutan ngantuk karena belum mandi. Sorry kawan saya tak bisa banyak membantu.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Diterpa gosip miring atawa fitnah memang tidak mengenakkan. Ada reputasi diri dan orang dilingkungan sekitar yang ikut terkena imbas. Itulah sebabnya Tuhan menyebutkan Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan. Karena memang Fitnah membunuh karakter orang hidup-hidup, dan bisa menyebabkan orang yang di fitnah mengalami kematian harga diri, bahkan kematian kredibilitas.&lt;br /&gt;Itulah sebabnya fitnah adalah sesuatu yang sangat spesial. Kenapa spesial? Karena pake telor… he he sorry ding. Karena fitnah itu hanya dilakukan oleh orang-orang spesial.Siapa mereka? yaitu orang-orang yang tega memakan bangkai saudaranya dalam keadaan hidup. Ngeri ga&#39; tuh?. Sadis mana dengan lagunya Afghan? Tapi memang begitulah Tuhan menggambarkan kesadisan tukang fitnah dalam Kitab suci AlQuran.&lt;br /&gt;Tapi tau ga&#39; seeh? (tolong dilafalkan dengan gaya ABG yang kental dengan sedikit memonyongkan bibir. ya begitu!) Kalau fitnah itu juga hanya terkena ke orang-orang yang spesial pula. Nabi Muhammad Saw misalnya beliau pernah difitnah sebagai tukang sihir, dukun bahkan orang gila. Tapi toh waktu juga membuktikan bahwa beliau tak seperti yang dituduhkan. Dan masih banyak lagi contoh yang lainnya.&lt;br /&gt;Lalu bagaimana cara melawan fitnah?. Menurut saya fitnah itu hanya bisa dilawan dengan doa dan pembuktian. Doa adalah permohonan bantuan kepadaNya agar di bersamaiNya dalam keindahan kesabaran dan ketegaran. Dan biasanya doa bekerja dengan cara yang unik. Sebab Tuhan tempat kita meminta punya bermilyar-milyar cara untuk menghentikan fitnah. Cara yang mungkin paling sederhana adalah menghentikan penyebaran fitnah dengan menghapusnya dalam daftar pembicaraan yang lagi happening dikalangan para gossiper.&lt;br /&gt;Sementara pembuktian adalah hari esok yang akan membuktikan bahwa fitnah itu memang tak pernah terjadi. Kata orang arab Waktu adalah bagian dari penyelesaian.&lt;br /&gt;Tapi kalau saya yang difitnah… akan saya datangi mereka satu persatu, lalu saya tangkap kerah bajunya dan dengan wajah bengis layaknya Willem Dafoe saya berkata &quot;Mau kamu apa &lt;em&gt;seeh…!&quot;&lt;/em&gt; Eh… maaf… maaf saya kebawa emosi. Ingat!!! &lt;em&gt;Don’t try this at home. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;copy right (c) by ilham chandra 2006&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33711309/posts/default/6476352620093146324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33711309/posts/default/6476352620093146324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reremahan-hati.blogspot.com/2008/10/gossip-is-special.html' title='Gossip is special'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33711309.post-6426593219135420775</id><published>2008-03-02T19:26:00.003+08:00</published><updated>2008-03-02T19:33:11.693+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="refleksi kecil-kecilan"/><title type='text'>Menikmati hidup</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh94YFmbcrGMjPRWxXIWCqlYJqooPQmi99VdGgXtRMuDhXu4AMojJI9ZDG413imYCz6wGGWdTh5LnIcwRvrLJl-9mXxQupsWfLG14jR3wFbh1R7cyIIQmoW48hN3F0C-VPed9VPvA/s1600-h/bayu.jpg&quot;&gt;&lt;img id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5173105098035962082&quot; style=&quot;FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand&quot; height=&quot;192&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh94YFmbcrGMjPRWxXIWCqlYJqooPQmi99VdGgXtRMuDhXu4AMojJI9ZDG413imYCz6wGGWdTh5LnIcwRvrLJl-9mXxQupsWfLG14jR3wFbh1R7cyIIQmoW48hN3F0C-VPed9VPvA/s320/bayu.jpg&quot; width=&quot;251&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;Konon hal yang paling sulit di dunia ini adalah menikmati hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bekerja keras mengumpulkan receh-demi receh (ngamen kali he…) menjadi sederetan angka di deposito. Terkadang masih juga sulit untuk menikmati hasil keringat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya malah pernah membaca cerita tentang seorang pria yang menabung dengan susah payah untuk dapat menggelar &lt;em&gt;honey moon &lt;/em&gt;kedua bersama istrinya. Tapi, alih-alih berbuah kebahagiaan. Acara &lt;em&gt;honey moon &lt;/em&gt;ini bahkan dipenuhi dengan pertengkaran yang berunjung pada perceraian.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;Adalagi kisah seorang pria yang kesohor diseluruh pelosok dunia. Popularitas dan kekayaannya melimpah. Sebagai seorang vokalis band yang dielu-elukan penggemar ternyata tak cukup membuatnya menikmati hidup. Satu-satunya yang bisa membuatnya menikmati hidup adalah bercumbu dengan minuman beralkohol. Sebuah kebiasaan yang mengantarkannya ke akhirat melalui sebuah prosesi menghabisi diri sendiri dengan salakan pistol di tengkorak kepalanya. Siapa dia? Ah tak enak membicarakan seseorang yang sudah mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak lagi contoh orang yang gagal menikmati hidup. Tapi banyak juga kisah orang yang menikmati hidup dengan sukses. Saya tak perlu menyebutkannya, karena saya percaya anda juga sudah punya referensi itu. Bahkan, bisa jadi anda termasuk dalam orang yang mengaku bagian dari kelompok yang sukses ini &lt;em&gt;(he..he.. cape deh)&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya sekarang apa sih yang dimaksud dengan sukses? Apapula ukurannya? Harta kah? Jabatan kah ? atau apakah ?. Kata kawan saya untuk melihat kesuksesan seseorang cukup lihat Handphone yang digunakan? Keluaran terbarukah atau ?. Ok…ok… dari pada mendengarkan fatwa teman saya yang sudah menjadi seorang kapitalis peranakan lebih baik kita menyimak pendapat yang lebih sahih. Menurut Reza Syarif dalam Life Excellent menyebutkan bahwa sukses itu dipandang dengan sudut pandang budaya. Bila sudut pandang budaya orang Amerika yang di pakai, maka sukses itu adalah Power (kekuasaan), Properti (kekayaan) dan Position (posisi). Budaya Orang Cina kata Reza lain lagi. Mereka mengukur kesuksesan dengan sudut pandang Shio (umur panjang) Hok (kekayaan) dan Lok (jabatan). Masih kata Reza, kalau orang Indonesia menstandarkannya dengan Tiga Ta : Harta, Tahta, Wanita. Lalu mana ukuran kesuksesan yang benar? &lt;em&gt;Ga’ tahu lah. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalau saya ditanya apa ukuran kesuksesan menurut saya? Maka jawaban saya adalah orang yang sukses adalah orang yang menikmati kehidupan. Menikmati yang saya pahami bukanlah mengejar kenikmatan dengan menjadi kaum hedonis tanpa mengindahkan norma dan segala macamnya. Bukan, bukan begitu maksud saya. Tapi, yang saya maksud dengan menikmati adalah menikmati setiap apa yang di dapatkannya dalam kehidupan dengan penuh kesyukuran dan pemaknaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ingat dengan mantan bos saya? (lihat &lt;em&gt;gih &lt;/em&gt;tulisan terapi sombong). Dalam suatu kesempatan ia bercerita tentang salah seorang rekan kerja ayahnya yang begitu bahagia menjalani hidup ditengah kesederhanaan. Ketika ditanya apa rahasia kebahagiaannya. Orang itu menjawab. “Hidup saya terasa ternteram dan bahagia, karena saya tak punya keiginan yang macam-macam dan berlebihan. Saya tak berkeinginan punya rumah yang besar atau kebun yang luas. Saya juga tak punya keinginan untuk punya kendaraan mewah. Saya mensyukuri dan menikmati apa yang diberikan gusti Allah kepada saya dengan hati yang lapang”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita ini membuat saya percaya bahwa kesuksesan itu terletak pada rasa cukup dan bahagia dengan apa yang diberikan Tuhan pada kita dan kemampuan untuk mengendalikan keinginan-keinginan kita yang berlebihan. Itulah sebabnya saya tak mau ikut-ikutan ganti handphone seperti yang lain biar dibilang sukses. &lt;em&gt;Tuh&lt;/em&gt; kan mulai lagi &lt;em&gt;eleh…&lt;/em&gt;[]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;copy right (c) by ilham chandra 2006&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33711309/posts/default/6426593219135420775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33711309/posts/default/6426593219135420775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reremahan-hati.blogspot.com/2008/03/menikmati-hidup.html' title='Menikmati hidup'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh94YFmbcrGMjPRWxXIWCqlYJqooPQmi99VdGgXtRMuDhXu4AMojJI9ZDG413imYCz6wGGWdTh5LnIcwRvrLJl-9mXxQupsWfLG14jR3wFbh1R7cyIIQmoW48hN3F0C-VPed9VPvA/s72-c/bayu.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33711309.post-4803754514177152309</id><published>2008-02-26T20:27:00.003+08:00</published><updated>2008-02-26T20:38:16.162+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="inspirasi"/><title type='text'>Kenyataan menjadi mimpi</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgoWIlveVAQdYI4t7lnvkvf0aemMHf9tjmUXt1UeM0HzWBgqEQD1-Y-Rt4n1wEeK5FEnMwPbTP5FfAHgtxjq-v282cYSshEKvJFtH8-5DsVn6aSZliNxaJz5Z_Zh6l3F5EXcEVIRg/s1600-h/zaskia-926.jpg&quot;&gt;&lt;img id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5171267093884694642&quot; style=&quot;FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgoWIlveVAQdYI4t7lnvkvf0aemMHf9tjmUXt1UeM0HzWBgqEQD1-Y-Rt4n1wEeK5FEnMwPbTP5FfAHgtxjq-v282cYSshEKvJFtH8-5DsVn6aSZliNxaJz5Z_Zh6l3F5EXcEVIRg/s400/zaskia-926.jpg&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;“&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;Mas menikahlah dengan saya!” Desak perempuan itu kepada saya.&lt;br /&gt;“Tak mungkin Kia, dunia kita sungguh jauh berbeda… “ potong saya cepat. Untung saja saya masih memiliki kecerdasan yang cukup sehingga dalam waktu se-persekian detik masih sempat mengutip syair lagu dangdut 80-an itu.&lt;br /&gt;“Tapi mas, mas lah orang yang paling pas buat hidup saya! Pinta Zaskia. Perempuan itu tetap kekeuh berusaha membujuk saya.&lt;br /&gt;“Maaf Kia, saya orang biasa sementara kamu seorang public figur, gaya hidup kita juga sangat berbeda, kalau kamu memutuskan menikah dengan saya, bagaimana dengan karir kamu,” ungkap saya memberi alasan serius.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;&lt;em&gt;“Mas, keputusan ini sudah saya pertimbangkan dengan matang, saya sudah mempertimbangkannya dengan matang” desak Zaskia meyakinkan matanya, tampak berkaca-kaca dan kelihatan agak emosional.Kontras dengan jilbab warna merah marun yang dikenakannya&lt;br /&gt;“Apa kata fans kamu, kalau nanti, Zaskia Adya Mekkah menikah dengan orang biasa, miskin lagi,” kata saya dengan nada tinggi sedikit emosional&lt;br /&gt;.Zaskia terdiam sesaat, ia menghapus tetesan air mata yang akhirnya meleleh juga membasahi wajahnya.&lt;br /&gt;Saya jadi tidak tega melihatnya..&lt;br /&gt;Ya Allah apa yang terjadi, saya tidak pernah berpikir kalau kemudian ternyata Zaskia Adya Mecca begitu kepingin nikah dengan saya padahal kami hanya bertemu beberapa kali itupun dalam waktu yang terbatas. Apa sih kelebihan saya? Saya jelas tidak lebih tampan dari Syahrul Gunawan. Dan kalau pernikahan ini terjadi, pasti banyak Pria Indonesia yang iri kepada saya, pasti kehidupan saya akan ramai di perbincangkan orang. Belum lagi liputan infotainment, belum sempat saya berpikir, Zaskia sudah menukas lagi seperti orang memohon.&lt;br /&gt;“Jadi mas gak percaya, kalau saya udah serius dengan keputusan ini. Sekedar Mas tahu sejak kita ketemuan pertama kali, saya udah yakin kalo mas itu…&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chandra… Bangun!, bangun oi…! sudah subuh…! tiba-tiba tubuh saya terasa diguncang-guncang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astaghfirullah… saya terbangun mengusap-usap mata. Saya mimpi rupanya. Mimpi dilamar Zaskia, Ah jadi malu. Tapi maaf, kutipan diatas memang terjadi tapi sayang bukan di alam nyata tapi di alam mimpi. Saya dipaksa lho oleh Zaskia untuk menikah dengannya. &lt;em&gt;Weleh&lt;/em&gt;… coba kalau di alam nyata, &lt;em&gt;mau gak&lt;/em&gt; ya? He he maaf sekali buat para fans Zaskia yang sempat deg-degan dengan tulisan diatas atau kalau mbak Zaskia ikutan baca, maaf ya!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca, tulisan ini bercerita tentang mimpi. Dan kemampuan mimpi mengubah dunia. Konon mimpi memberi pengaruh besar dalam kehidupan. Sebuah sumber menyebutkan bahwa Leonardo Da Vinci lebih banyak menggunakan waktu untuk tidur agar punya durasi yang lebih lama untuk bermimpi, sebab mimpi baginya menjadi salah satu sumber inspirasi bagi kreasi-kreasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sir Paul Mc Carthney, --&lt;em&gt;maaf ding kalau salah ngejanya&lt;/em&gt;— pentolan The Beatles juga bermimpi mendengar sebuah harmoni indah yang kemudian di gubahnya menjadi tembang Yesterday yang kesohor dan melegenda itu.Bahkan dalam Islam, Para Nabi juga menerima sebagian wahyu melalui perantaraan mimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Freud, mimpi adalah simpanan memori alam bawah sadar yang kemudian ditayangkan kembali dalam keadaan tidur. Itulah sebabnya, jarang kita menemukan mimpi yang tersambung rapi dari scene ke scene, sebab mimpi tak menggunakan teknik editing. Toh jika mimpi itu penting dan mengesan kita akan mengingatnya berpuluh-puluh tahun kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan terjaga kita juga bisa bermimpi. Mimpi dalam keadaan terjaga ini biasanya disebut cita-cita. Dan setiap orang pasti punya cita-cita. Seperti saya misalnya ketika kecil dulu saya bercita-cita ingin menjadi seperti RHOMA IRAMA. Keponakan saya Adit yang baru berumur 4 tahun --entah terinpirasi dari mana-- punya cita-cita jadi Kuli Pelabuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya seperti halnya mimpi tidak semua cia-cita menjadi kenyataan. Ada yang memang hanya ditakdirkan untuk mimpi saja. Tapi ada juga yang menjadi kenyataan meskipun jumlahnya terbilang lebih sedikit.Tapi lebih sedikit lagi orang yang berjuang untuk mewujudkan mimpinya. Toh, punya mimpi adalah sesuatu yang cukup penting. Setidaknya dengan bermimpi kita sesungguhnya sedang menancapkan harapan. Dan harapan biasanya melahirkan semangat berjuang. Maksudnya kalau anda sudah kehilangan semangat berjuang, maka bermimpilah. Mimpi hari kemarin adalah kenyataan hari ini kata para penyair Arab. So sekali lagi jangan takut bermimpi, gratis kok!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke soal Zaskia, kira-kira mimpi bisa jadi kenyataan ga ya? []&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:78%;&quot;&gt;catatan foto diatas dimaksudkan sekedar untuk menambah kesan dramatis, bukan untuk maksud apa-apa. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:78%;&quot;&gt;sumber foto : www.tabloid-wanita-indonesia.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;copy right (c) by ilham chandra 2006&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33711309/posts/default/4803754514177152309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33711309/posts/default/4803754514177152309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reremahan-hati.blogspot.com/2008/02/kenyataan-menjadi-mimpi.html' title='Kenyataan menjadi mimpi'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgoWIlveVAQdYI4t7lnvkvf0aemMHf9tjmUXt1UeM0HzWBgqEQD1-Y-Rt4n1wEeK5FEnMwPbTP5FfAHgtxjq-v282cYSshEKvJFtH8-5DsVn6aSZliNxaJz5Z_Zh6l3F5EXcEVIRg/s72-c/zaskia-926.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33711309.post-4348397034965815358</id><published>2008-02-26T13:40:00.004+08:00</published><updated>2008-02-26T15:08:42.349+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="inspirasi"/><title type='text'>B.A.B yiuu!</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiahxSmTXBqdPXdTwccLOaYlDKPWJr9M4PsqzhWIEZzelKEWV8ZJkqBpgdZvt4SeQmOkQT1WriYDqSCOHWp9_pnY_n2lh-7yZPKBfQalCT-kbOwZpJj-bkAVmMZLD6b1evJxTpKhg/s1600-h/jamban.jpg&quot;&gt;&lt;img id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5171160514271244386&quot; style=&quot;margin: 0px 10px 10px 0px; float: left; width: 245px; height: 126px;&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiahxSmTXBqdPXdTwccLOaYlDKPWJr9M4PsqzhWIEZzelKEWV8ZJkqBpgdZvt4SeQmOkQT1WriYDqSCOHWp9_pnY_n2lh-7yZPKBfQalCT-kbOwZpJj-bkAVmMZLD6b1evJxTpKhg/s320/jamban.jpg&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;135&quot; width=&quot;267&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;Tulisan ini sebenarnya akan menggunakan judul yang lain. Tapi sayang, sampai tulisan ini di&lt;em&gt;posting&lt;/em&gt;kan rekan yang dimintai tolong untuk mencarikan bahasa Inggrisnya B.A.B belum juga memberi kabar.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Pembaca yang budiman dan watiman (kenal wati kan? kaka si budi di buku pelajaran SD dulu), Ada ritual pagi hari yang tak bisa saya tinggalkan sejak kecil. Yaitu B.A.B alias Buang Air Besar aka Buang Hajat. Sesibuk atau &lt;em&gt;semepet&lt;/em&gt; apapun waktu yang tersedia. Urusan penyaluran aspirasi ini harus dilaksanakan. Kerja biologis dalam tubuh saya sepertinya sudah terjadwalkan untuk mengerjakan prosesi ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;Saya pernah membaca sebuah biografi Bung Karno yang ditulis oleh &lt;em&gt;Mas &lt;/em&gt;Guntur Sukarno Putra. Ia menceritakan kebiasaan Bung Karno yang membawa koran ketika melaksanakan tugas suci B.A.B, terkadang Bung Karno juga setelah B.A.B langsung bergegas mengambil pena dan kertas untuk menuliskan hasil renungannya di Kamar Khusus itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rieke Diah Pitaloka, pemeran Oneng, istri Bajuri si Tukang Bajaj bahkan menulis sebuah kumpulan puisi yang berjudul Renungan Kloset. Dari judulnya bisa ditebak bahwa tulisan ini erat kaitannya dengan WC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosen saya pernah bercerita tentang hubungan antara awet muda dan ritual B.A.B. Katanya, kalau B.A.B kita dipenuhi dengan adegan kekerasan &lt;em&gt;(paham maksud saya kan?) &lt;/em&gt;maka otot-otot wajah kita akan lebih banyak berkontraksi yang akan menyebabkan kita cepat tua. Sebaliknya jika ritual B.A.B dijalankan dengan damai maka wajah kita akan mengalami relaksasi yang cukup untuk meremajakan kulit alias menjalankan fungsi &lt;em&gt;anti aging&lt;/em&gt;. Benarkah pendapat dosen saya itu? &lt;em&gt;Mene ketehe! &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi menurut saya yang paling penting dari B.A.B bagi saya adalah hikmah dari pelajaran yang diberikan Tuhan. B.A.B tanpa &lt;em&gt;tedeng aling-aling &lt;/em&gt;mengajarkan kita tentang 2 hal yaitu pelajaran bersyukur dan pelajaran ikhlas. &lt;em&gt;Kok &lt;/em&gt;bisa? Ya… &lt;em&gt;bisalah &lt;/em&gt;disini apa &lt;em&gt;sih &lt;/em&gt;yang tidak bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, kita langsung saja ya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama Keikhlasan. Untuk urusan keikhlasan rasanya tak perlu diulangi lagi disini. Sebab kita sudah sering mendengar ulasannya. Tapi kalau anda belum paham juga. Maka, saya ingin &lt;em&gt;ngasih &lt;/em&gt;kata kuncinya saja. “Orang B.A.B tidak pernah &lt;em&gt;ngungkit-ngungkit &lt;/em&gt;lagi apa yang dilakukan di ruang privasi yang kecil itu, maksudnya kalau mau beramal jangan diungkit-ungkit &lt;em&gt;gituloh, mbok yauw&lt;/em&gt; di&lt;em&gt;ikhlasin &lt;/em&gt;saja! “ Paham ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua Bersyukur. Lebih jelas lagi B.E.R.S.Y.U.K.U.R. &lt;em&gt;Kok &lt;/em&gt;Bersyukur? &lt;em&gt;Ya, iyalah&lt;/em&gt;… Coba bayangkan kalau suatu hari organ-organ untuk mengeluarkan kotoran anda bermasalah. Pasti anda akan pusing 12 keliling. Bisa jadi anda harus mengeluarkan biaya bahkan mungkin sampai harus menjalani operasi. Coba ambil kalkulator terus hitung berapa estimasi anggarannya. Syukur &lt;em&gt;kalo &lt;/em&gt;punya tabungan kesehatan &lt;em&gt;kalo ga’?. &lt;/em&gt;Makanya &lt;em&gt;ente kudu &lt;/em&gt;bersyukur. &lt;em&gt;Wong&lt;/em&gt;, Guru teman saya saja gara-gara hanya menahan kentut sampai harus opname beberapa hari di RS. Jadi kita harus bersyukur ya minimal dengan berdoa ketika masuk dan keluar WC. Apa? Belum hapal doanya? He… He nanti kita cari sama-sama ya! Saya juga belum hapal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Btw, anda tahu &lt;em&gt;gak &lt;/em&gt;bahasa inggrisnya B.A.B? teman saya &lt;em&gt;belum ngabarin nih&lt;/em&gt;.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;copy right (c) by ilham chandra 2006&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33711309/posts/default/4348397034965815358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33711309/posts/default/4348397034965815358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reremahan-hati.blogspot.com/2008/02/bab-yiuu.html' title='B.A.B yiuu!'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiahxSmTXBqdPXdTwccLOaYlDKPWJr9M4PsqzhWIEZzelKEWV8ZJkqBpgdZvt4SeQmOkQT1WriYDqSCOHWp9_pnY_n2lh-7yZPKBfQalCT-kbOwZpJj-bkAVmMZLD6b1evJxTpKhg/s72-c/jamban.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33711309.post-7517064956957248258</id><published>2008-02-23T12:39:00.000+08:00</published><updated>2008-02-23T12:42:06.736+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="fotohati"/><title type='text'>Apa yang kau pikirkan de?</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiB_zjldnzf0gtPNUcJ884CAmgHeiJNvWLQuzMWaxrpROHecvkFIbApE5Vab5AmxBfHIwuUnz4mn9CExOpdxMbjjFIHsXT_nIm-PSiv7tKdmYanrzm_DWVEPscoolGdGmOlYb86Sg/s1600-h/okta.JPG&quot;&gt;&lt;img id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5170030920692527170&quot; style=&quot;FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiB_zjldnzf0gtPNUcJ884CAmgHeiJNvWLQuzMWaxrpROHecvkFIbApE5Vab5AmxBfHIwuUnz4mn9CExOpdxMbjjFIHsXT_nIm-PSiv7tKdmYanrzm_DWVEPscoolGdGmOlYb86Sg/s320/okta.JPG&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;copy right (c) by ilham chandra 2006&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33711309/posts/default/7517064956957248258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33711309/posts/default/7517064956957248258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reremahan-hati.blogspot.com/2008/02/apa-yang-kau-pikirkan-de.html' title='Apa yang kau pikirkan de?'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiB_zjldnzf0gtPNUcJ884CAmgHeiJNvWLQuzMWaxrpROHecvkFIbApE5Vab5AmxBfHIwuUnz4mn9CExOpdxMbjjFIHsXT_nIm-PSiv7tKdmYanrzm_DWVEPscoolGdGmOlYb86Sg/s72-c/okta.JPG" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33711309.post-27956495171935583</id><published>2007-10-17T00:49:00.000+08:00</published><updated>2007-10-17T00:51:44.512+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="refleksi kecil-kecilan"/><title type='text'>Rebounding Hati</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;font-family:trebuchet ms;&quot;&gt;Ada sebuah Rahasia besar dalam keluarga saya. Yang baru saja terbongkar… Sebuah rahasia yang begitu lama tersimpan rapi dalam memori sejarah keluarga saya, dan ditutup rapat-rapat aksesnya untuk umum. Maka ketika mendengarnya pertama kali. Saya betul-betul kaget dan tertegun, &quot;Apa???… Oh tidaaaak!!!!&quot; (mohon bayangkan wajah saya dengan ekspresi artis &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:trebuchet ms;&quot;&gt;sinetron yang sedang kaget,…) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;  style=&quot;font-family:trebuchet ms;&quot;&gt;Begini. Ternyata, Beberapa malam sebelum saya dilahirkan. Dalam keadaan hamil dan tinggal menghitung hari kelahiran, Ibu saya masih menyempatkan diri nonton film di Bioskop. Tahu apa film yang ditonton ibu saya? Film India men! Jelas, nenek saya tidak terima. Beliau marah besar pada Ibu saya. Apa alasan sampai Ibu saya begitu ngotot ingin nonton film india saya juga tak tau persis. Apa itu bagian dari aspirasi bawaan saya ketika orok? Ah, saya tidak ingat, juga tidak pernah merasa mengusulkan ide itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;  style=&quot;font-family:trebuchet ms;&quot;&gt;Kata ibu saya ketika dilahirkan face saya mirip orang India. Hidung saya mancung. Apa ada pengaruh antara perilaku waktu hamil dengan bayi yang dilahirkan tak tahulah… Tapi bukankah ada yang nama effect mozart…? eleh pliss deh kayaknya tidak penting banget sih!!!&lt;br /&gt;Meskipun seperti kita sama ketahui kalau wajah bayi itu tidak bisa dijadikan patokan. Buktinya seperti yang terjadi pada diri saya, yang hanya mancung ketika lahir tapi (karena pengaruh lingkungan, mungkin, he..he..) kemudian hidung itu berangsur-angsur kehilangan kemancungannya dan kembali normal seperti sekarang ini.&lt;br /&gt;Tapi who care, saya tidak peduli. Keputusan Allah SWT tentang hidung saya adalah sesuatu yang patut disyukuri. Terbukti, di masa kecil. Saya termasuk anak yang sering pilek. Kalau saja hidung saya tetap mancung, pasti penderitaan pilek saya diwaktu kecil mungkin akan bertambah 2 kali lipat. He…he.&lt;br /&gt;Bicara soal wajah dan tampang. Masing-masing kita sudah diberi jatah oleh Allah. Ada yang cantik, ada yang jelek. Ada yang mendingan, ada pula yang hancur-hancuran. &quot;Makanya jangan heran kalau banyak sekali Produser yang menggunakan artis berwajah ok untuk membintangi sinetronnya, meskipun dengan kualitas akting kelas kambing&quot;, begitu komentar seorang teman yang juga seorang Sufi (Suka Film, Suka Tivi, dan Suka Film India). Tapi sekarang bagi orang-orang yang dikaruniai wajah yang unik pun jangan berkecil hati, sebab banyak juga yang sukses di dunia entertainment karena keunikan itu.&lt;br /&gt;Maka untuk urusan keindahan wajah. Tak sedikit orang yang menghabiskan waktu dan dana untuk mempertahankan keindahan atau bahkan meningkatkan keindahan di berbagai macam salon kecantikan yang tersebar di banyak tempat. Malah, sekarang tak cuma kaum Awewe, kaum Awowo pun sekarang senang untuk bermanja-manja di Salon. Khusus kaum Awowo yang sering Nyalon disebut sebagai kaum Metroseksual. Sementara bagi yang tidak suka keluar duit tapi ingin tetap terlihat menawan meski tanpa modal mungkin perlu disebut Matreseksual.&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan saya? Saya sendiri termasuk orang yang mensyukuri keadaan wajah saya yang memang di desain khusus untuk segala medan, cuaca dan musim. Mulai dari musim durian hingga musim rambutan.&lt;br /&gt;Tapi itu semua hanya urusan luar. Bukankah keindahan ragawi juga tak mampu melawan waktu. Pelan tapi pasti, keindahan itu akan hilang dengan sendirinya Ada yang lebih penting dari sekedar penampakan luar. Parahnya sekarang banyak orang menilai bahwa penampilan luar jauh lebih penting dari pada penampilan dalam. Padahal yang kelihatan di luar belum tentu seindah di dalam. &quot;Lama kelamaan juga kita akan sadar kalau ternyata kecantikan dan ketampanan itu tidak ada artinya&quot; celetuk kawan saya yang memang berwajah agak hancur dengan nada seperti mengadvokasi keadaannya. &quot;Tapi yang penting hatinya, men&quot; tambahnya bersemangat. &quot;Mungkin itu sebabnya sekarang kita mudah menemukan orang yang cakep tapi sulit mencari orang yang baik&quot; tambah teman saya yang lain dengan gaya yang sok pemikir.&lt;br /&gt;Terus… ya terus… agak kekanan sedikit… Lho kok ada tukang parkir segala. Maaf!! Teringat profesi lama. Maksudnya adalah sudah saatnya bagi orang-orang yang dikaruniai wajah yang lebih beruntung di banding kebanyakan orang lainnya. Untuk juga melakukan treathment khusus bagi peningkatan kualitas bathiniahnya atawa ruhani dari pada sekedar fisik saja. Bukan cuma wajah yang perlu di facial. Tapi hati juga perlu dibersihkan agar nampak lembut dan tak berkomedo kebencian dan iri hati. Bukan Cuma rambut yang di rebound agar terlihat lurus tergerai, tapi juga hati perlu direbound agar tetap lurus dan tak bergelombang dengan kemunafikan. Dan lain-lain, dan lain-lain.&lt;br /&gt;Jika yang cakep saja perlu memperbaiki mentreath sisi innernya. Maka, saya yang memiliki wajah yang dibawah standar harus extra keras untuk mentreath sisi inner saya. Kalau tidak apa pula yang hendak saya tampakkan ke depan public. Terus bagaimana caranya?&lt;br /&gt;Di TV saya mendengar seorang Ustadz berpesan, &quot;Bulan Ramadhan itu adalah sarana yang tepat untuk memperbaiki keindahan ruhani kita. Bermacam ibadah, shalat, puasa, mengaji dan lain-lain semua dimaksudkan untuk itu. Dan kalau kita berhasil melewatinya dengan sukses maka kita akan kembali lahir dalam keadaan fitri.&quot; Meskipun ungkapan ini bukan yang pertama saya dengar. Tapi saya merasa belum juga bisa berhasil mewujudkannya. Pasti karena puasa saya yang memang masih asal-asalan, hanya menahan lapar dan haus saja. Ah jadi malu. []&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;  style=&quot;font-family:trebuchet ms;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;copy right (c) by ilham chandra 2006&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33711309/posts/default/27956495171935583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33711309/posts/default/27956495171935583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reremahan-hati.blogspot.com/2007/10/rebounding-hati_17.html' title='Rebounding Hati'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33711309.post-231210285689196792</id><published>2007-09-25T21:55:00.000+08:00</published><updated>2007-09-25T22:12:13.648+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="inspirasi"/><title type='text'>Hati patah kawan saya</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_Zv-mzdJA9GogVDjNuh50iPaXaGeP2uut4c2JK9mpmNmb8NUgVhOypmdeAgMw5JB3usxbg8R-T40vUs8OWW90BrxDtZMXCiyJERnPcmA0vtFO_0x_6-fZEWFClUG4cVyIrK6I0w/s1600-h/cobek.JPG&quot;&gt;&lt;img id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5114141880031305906&quot; style=&quot;FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_Zv-mzdJA9GogVDjNuh50iPaXaGeP2uut4c2JK9mpmNmb8NUgVhOypmdeAgMw5JB3usxbg8R-T40vUs8OWW90BrxDtZMXCiyJERnPcmA0vtFO_0x_6-fZEWFClUG4cVyIrK6I0w/s200/cobek.JPG&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family:trebuchet ms;&quot;&gt;Bulan ramadhan… tapi, dua tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang kawan karib saya datang kerumah dengan membawa setumpuk kemarahan, sekarung kebencian dan sekantung putus asa. --Maaf saya memilih menggunakan ukuran-ukuran hiperbolik ini karena saya tidak tahu apa ukuran yang pas untuk mewakili benda-benda itu.—Ia marah dan menumpahkan pada saya, padahal saya bukan penyebab kemarahannya. Ia menumpahkan kebencian pada saya, padahal bukan saya pula penyebab kebencian itu. Ia menumpahkan kecewa pada saya, padahal bukan saya juga penyebab ia kecewa. Tapi sebagai orang yang sedang belajar bersabar. Saya mencoba mendengarkannya dengan ikhlas.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:trebuchet ms;&quot;&gt;Ia rupanya sedang patah hati. Perempuan yang dicintai menikah dengan orang lain, jangankan memberikan undangan. Alasanpun tak sempat diberikan. Persis TENDA BIRU lagu hitsnya Teh Desy Ratnasari. &lt;em&gt;Ayo nyanyi sama-sama!! 1,2,3,&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&quot;Tanpa undangan diriku kau lupakan,&lt;br /&gt;tanpa putusan diriku kau tinggalkan,&lt;br /&gt;tanpa bicara… &quot;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Stop-stop suaranya pada fales semua!!! Ntar kalo ketahuan teh Desy nanti kita dimarahin karena telah merusak lagunya… he... he...&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke cerita teman saya. Intinya teman saya itu kecewa… bla… bla... &lt;em&gt;tak usah dijelaskan yah intinya sekali lagi teman saya kecewa&lt;/em&gt;. Dan ketika teman saya itu kecewa, ia memilih mendatangi saya. Karena kebetulan selain saya juga dekat dengannya, saya juga kenal lumayan dekat dengan pacarnya itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:trebuchet ms;&quot;&gt;Sayangnya saya tidak bisa berbuat apa-apa untuk memperbaiki hubungan mereka. Lagi pula secara usia mereka sudah terlalu tua untuk dimediasi soal cinta. Biarlah mereka bicara dari hati ke hati dengan hati-hati sampai sama-sama patah hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tahukah anda berapa lama waktu yang digunakan teman saya dan saya sendiri untuk melakukan episode curhat ini?. Tidak tahukan ? Pantas, kan saya belum beri tahu. Lebih dari 20 hari atau mungkin sebulan. Itu artinya setiap malam saya harus begadang menemaninya curhat sampai menjelang sahur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tahukah anda, apa nasihat yang saya berikan kepada teman saya? Tidak tahukan? Pantas, kan belum saya beri tahu. Saya hanya mengulang kata-kata ini yang sering saya dengar dari Bapak saya ketika kecil dulu. &quot;Apa yang terjadi pada kita hari ini adalah yang terbaik menurut Allah buat kita&quot;. Saya lupa kapan persisnya dan pada moment apa Bapak saya mengucapkan kalimat bijak itu. Saya lupa juga menanyakan ia mengutip dari mana kalimat itu. Tapi menurut saya, hal yang paling bisa kita lakukan buat orang yang lagi patah hati, selain mendengarkan tentulah menghiburnya. Dan lagi pula kata-kata yang saya gunakan itu adalah kata-kata yang mujarab buktinya dalam sebulan teman saya bisa berangsur pulih dari patah hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemarin diawal ramadhan kawan saya ini membayari belanjaan saya di Swalayan saat kami ngabuburit bareng. Saya tak lagi melihat aura raut merona patah hati di wajahnya. Ia lebih ceria. Memang peristiwa itu sudah dua tahun berlalu. Meskipun kini ia juga belum menemukan kekasih yang baru. Tapi saya yakin hidupnya lebih bahagia. Setidaknya ia sudah membahagiakan saya dengan mentraktir saya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tahukah anda, apa pesan yang saya ingin sampaikan pada anda? Kalau masih tidak tahu berarti anda keterlaluan. Tapi biarpun anda keterlaluan tapi saya akan mencoba menjelaskan pesan yang saya maksud. Yang saya maksud adalah bahwa &quot;hidup ini sesungguhnya terus berjalan, sesulit atau seindah apapun. Maka bersabarlah dan berbaik sangkalah kepada Allah, Toh Allah telah mempersiapkan yang terbaik buat kita&quot;. Bagaimana setuju dengan pendapat saya? Kalau tidak silahkan buat pendapat sendiri, tidak apa-apa kok…!!![]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=&quot;font-size:78%;&quot;&gt;Alhamdulillah, Akhirnya setelah lama gak posting akhirnya bisa nulis lagi di blog ini…Catatan foto di atas tidak ada hubungannya dengan tulisan ini.Itu adalah keisengan yang disengaja belaka&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:trebuchet ms;&quot;&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Trebuchet MS;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;copy right (c) by ilham chandra 2006&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33711309/posts/default/231210285689196792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33711309/posts/default/231210285689196792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reremahan-hati.blogspot.com/2007/09/hati-patah-kawan-saya.html' title='Hati patah kawan saya'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_Zv-mzdJA9GogVDjNuh50iPaXaGeP2uut4c2JK9mpmNmb8NUgVhOypmdeAgMw5JB3usxbg8R-T40vUs8OWW90BrxDtZMXCiyJERnPcmA0vtFO_0x_6-fZEWFClUG4cVyIrK6I0w/s72-c/cobek.JPG" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33711309.post-2207437915663570289</id><published>2007-06-21T12:21:00.000+08:00</published><updated>2007-06-21T12:31:31.132+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita sedih"/><title type='text'>Setelah ini mau kemana?</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgPRq9z0x-5q5QIoiaLo6TphcnMcfO8TxN3KE7pac7IRltZGFfY4EqAWBBIviTWs1T_ytkvwdrEJYzV9v-cm0k7Uy1UImbfunbVV4tZEkOdeS2aoRKRJ1mqyguKwCPa-kXblKCNYA/s1600-h/Coretbaju.jpg&quot;&gt;&lt;img id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5078369156673832050&quot; style=&quot;DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgPRq9z0x-5q5QIoiaLo6TphcnMcfO8TxN3KE7pac7IRltZGFfY4EqAWBBIviTWs1T_ytkvwdrEJYzV9v-cm0k7Uy1UImbfunbVV4tZEkOdeS2aoRKRJ1mqyguKwCPa-kXblKCNYA/s320/Coretbaju.jpg&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:trebuchet ms;&quot;&gt;Alhamdulillah sudah lulus...&lt;br /&gt;Selanjutnya mau kemana?&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:trebuchet ms;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Memperebutkan kursi di Universitas Negeri yang mahalnya minta ampun&lt;br /&gt;Kuliah di Universitas Swasta yang kualitasnya tak jelas yang penting murah&lt;br /&gt;Menjajakan ijazah SMA yang tak lagi laku&lt;br /&gt;Menikahi anak orang tanpa kematangan yang cukup&lt;br /&gt;atau menambah daftar penganggur ??&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size:78%;&quot;&gt;sumber foto : www.suarantb.com/.../20/newsImages/Coretbaju.jpg&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;copy right (c) by ilham chandra 2006&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33711309/posts/default/2207437915663570289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33711309/posts/default/2207437915663570289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reremahan-hati.blogspot.com/2007/06/setelah-ini-mau-kemana.html' title='Setelah ini mau kemana?'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgPRq9z0x-5q5QIoiaLo6TphcnMcfO8TxN3KE7pac7IRltZGFfY4EqAWBBIviTWs1T_ytkvwdrEJYzV9v-cm0k7Uy1UImbfunbVV4tZEkOdeS2aoRKRJ1mqyguKwCPa-kXblKCNYA/s72-c/Coretbaju.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33711309.post-1970477614105910078</id><published>2007-06-18T19:28:00.000+08:00</published><updated>2007-06-18T19:30:49.530+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="refleksi kecil-kecilan"/><title type='text'>Perangkap Kenangan</title><content type='html'>&lt;em&gt;Byg2 kmrn trs mghantui mmbuatku brtnya..Waraskh cint atau gilakah mimpi..??&lt;br /&gt;Ataukah d blik itu smua hnya hruk pikuk yg mnyibakkn kbusukan yg brtbarn d antara tanah &amp; helai daun yg gugur.&lt;br /&gt;Tak mmihak.. Tak mnyatu..&lt;br /&gt;Trkubur &amp;amp; trbang..&lt;br /&gt;Trsenyum phit &amp; mrintih..&lt;br /&gt;Ktiadaan.. bhkn smpai pd kekosongn.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(Sebuah Puisi SMS dari seorang kawan pada sebuah siang)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:trebuchet ms;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Sulit untuk memparafrasekan puisi ini. Sebab saya tak punya ilmu yang memadai untuk menelanjangi maksud dari si penulis puisi. Meski demikian lamat-lamat dari penerawangan saya terhadap baris-baris itu saya menarik kesimpulan bahwa si penulis sebenarnya sedang terperangkap dalam sebuah kenangan. Meski ia tak ingin berbagi selengkapnya, kepada saya ia sengaja membagikan puisi ini sekedar untuk meluapkan ekspresi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenangan oh kenangan...&lt;br /&gt;Siapa orangnya yang tak punya kenangan. Tak indah sekalipun, kenangan tetaplah kenangan. Apalagi yang indah, maka ia akan dibingkai dalam hati dan di tempatkan pada ruang kebahagiaan dalam dinding hati. Sebaliknya kenangan buruk biasanya akan tersimpan dalam ruang trauma yang dikunci rapat untuk sedapat mungkin tak diutak-atik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa saja menghancurkan masa depan tapi kita tak mampu menghapus kenangan. Karena kenangan adalah bagian yang tak terpisahkan dari diri kita. Toh, Setidaknya kenangan mengingatkan kealpaan kita akan hari kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Sayyidina Umar bin Khattab, Ra. Seorang sahabat Nabi yang jenial. Setiap kali melakukan salam diakhir shalat, selalu tersenyum ketika menoleh kekanan dan bersedih ketika menoleh kekiri. Ia bersedih Karena perangkap kenangannya mengingatkan kebodohannya saat membunuh anak perempuannya hanya karena memperturutkan gengsi jahiliyah --yang menisbatkan anak perempuan sebagai aib keluarga. Sementara itu, ia tersenyum karena kebodohannya pernah menyembah Tuhan berhala yang terbuat dari roti. Tapi, tak lama berselang ia memakan &quot;Tuhan rotinya&quot; karena lapar. Dari Umar kita belajar bahwa kenangan melahirkan dua ekspresi : senyum dan kesedihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenangan bisa jadi adalah sebuah trauma, ekspresi kebodohan, kesalahan atau bisa juga kebahagiaan di masa lalu. Apapun itu, kita patut mensyukuri karena mengenangnya.&lt;br /&gt;Bayangkan jika anda terkena Amnesia penyakit favorit di sinetron-sinetron kita he..he,-- Oprah Winfrey adalah contoh lain bahwa seorang bisa terus berkarya tanpa harus meninggalkan kenangan pahitnya, sebagai korban pelecehan seksual dimasa kecil. Meski kadang harus berparas sendu ketika berbincang soal pelecehan seksual dalam Talkshownya yang mendunia. Ia mencatatkan diri sebagai salah satu raksasa sejarah dalam dunia pertelevisian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka semestinya, jika kenangan kita tak buruk-buruk amat, maka patut kita percaya bahwa kenangan niscaya adalah modal untuk mencipta harapan. Siapa tahu kita bisa menjadi raksasa sejarah atau minimal kurcaci sejarah...[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan : kalau anda bingung!, Selamat! berarti bukan saya saja yang bingung dengan tulisan saya sendiri (*_*).&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;copy right (c) by ilham chandra 2006&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33711309/posts/default/1970477614105910078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33711309/posts/default/1970477614105910078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reremahan-hati.blogspot.com/2007/06/perangkap-kenangan.html' title='Perangkap Kenangan'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33711309.post-9118092420343175318</id><published>2007-06-18T10:59:00.000+08:00</published><updated>2007-06-18T18:49:17.485+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="refleksi kecil-kecilan"/><title type='text'>Tempat ternyaman di dunia</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgA1h_rtKE4sefvrqwiOSrIc1a43l9qyyUadlNAgJUmt7TLxwRHSnrxHe2ZOwvdVrPxBmzgoykTXx63fZHi3o7f3tWVQpsVnjT4sYklXfNzEoPdmMVO0w7KDKTjmZXMaieEKF3fPw/s1600-h/deablo.jpg&quot;&gt;&lt;img id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5077354496419955794&quot; style=&quot;DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgA1h_rtKE4sefvrqwiOSrIc1a43l9qyyUadlNAgJUmt7TLxwRHSnrxHe2ZOwvdVrPxBmzgoykTXx63fZHi3o7f3tWVQpsVnjT4sYklXfNzEoPdmMVO0w7KDKTjmZXMaieEKF3fPw/s320/deablo.jpg&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:trebuchet ms;&quot;&gt;Pernahkah anda sampai kesana?&lt;br /&gt;Atau anda sudah lupa?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:trebuchet ms;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:trebuchet ms;&quot;&gt;Tempat kita pernah bergelantungan manja&lt;br /&gt;Ketiduran, Makan, Minum, bahkan ee&#39; disana...&lt;br /&gt;Sebuah tempat yang dipenuhi cinta karena keikhlasan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pelukan bunda&lt;br /&gt;kita temukan semua itu...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size:78%;&quot;&gt;Model Foto : Dea, anak adik teman saya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;copy right (c) by ilham chandra 2006&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33711309/posts/default/9118092420343175318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33711309/posts/default/9118092420343175318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reremahan-hati.blogspot.com/2007/06/tempat-ternyaman-di-dunia.html' title='Tempat ternyaman di dunia'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgA1h_rtKE4sefvrqwiOSrIc1a43l9qyyUadlNAgJUmt7TLxwRHSnrxHe2ZOwvdVrPxBmzgoykTXx63fZHi3o7f3tWVQpsVnjT4sYklXfNzEoPdmMVO0w7KDKTjmZXMaieEKF3fPw/s72-c/deablo.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33711309.post-6630937419897709156</id><published>2007-06-13T14:22:00.001+08:00</published><updated>2007-06-13T14:28:54.160+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="inspirasi"/><title type='text'>Mendadak Gendut</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:trebuchet ms;&quot;&gt;Membaca judul ini pasti anda akan teringat pada Film Rudy Sudjarwo, Mendadak Dangdut yang di bintangi Titi Kamal. Tapi percayalah judul dari tulisan ini bukanlah bagian sekuel dari Film yang sukses itu. Bukan pula prekuel. Bahkan sejak tulisan ini masih di alam inspirasi hingga diketik dengan komputer (ya iyalah masa’ ngetiknya pake mesin jahit), belum ada tanda-tanda Rudi Sudjarwo bakal membuat Film yang berhubungan dengan film itu. Satu-satunya alasan, hingga saya memilih judul ini adalah disebabkan oleh faktor budaya. Ya! Faktor budaya orang Indonesia yang suka meniru, ternyata mengalir deras di kotak inspirasi saya. Apalagi saya sebagai orang Indonesia asli yang tidak memiliki garis keturunan dengan bangsa asing diluar sana. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family:trebuchet ms;&quot;&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br /&gt;Tapi –untuk kesekian kalinya—, tulisan ini sejatinya berbicara tentang fenomena ke-Gendut-an Global yang menimpa banyak orang. Fenomena kegendutan global ini juga menimpa saya..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:trebuchet ms;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:trebuchet ms;&quot;&gt;*** &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:trebuchet ms;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:trebuchet ms;&quot;&gt;Di sebuah pesta pernikahan seorang kawan…&lt;br /&gt;Lelaki itu menatap saya dengan pandangan tak biasa. Sebuah pandangan yang menyimpan keraguan. Meski sejak tadi ia telah memindai habis sosok saya dari ujung kaki hingga ujung rambut beberapa kali. Tapi rupanya ia tak punya keyakinan untuk mengambil sebuah kesimpulan. Padahal gigi dan bibir saya sudah hampir kering menebar senyuman kepadanya.&lt;br /&gt;Beberapa menit berselang saya mendekatinya. Dengan gaya yang khas saya mengulurkan tangan&quot;I&#39;m Bond, James Bond&quot;, Ops sorry ding… seraya menyebutkan nama. Belum juga saya menggenggam erat tangannya, senyuman lebarnya menyambut dan merengkuh saya jauh ke dalam pandangan matanya yang teduh. &quot;saya sampai pangling tadi, saya pikir kamu siapa?&quot; kata teman saya itu. &quot;kamu lebih ganteng sekarang, meskipun lebih gendut&quot; lanjutnya lancar lengkap dengan basa basi khas orang Indonesia, yang awalnya memuji namun mengakhirinya dengan kalimat yang nendang ke ulu hati ugh.... Tapi, saya tidak marah. Sebab, setidaknya ia telah memberikan opini dan komentar yang memenuhi standar cover both side untuk saya. Lagi pula hampir dalam sebulan terakhir tak pernah lagi ada orang yang memuji ketampanan saya.he...he... tapi kalau mengomentari kegendutan saya. Maka, teman saya itu bukanlah orang pertama, bisa jadi ia orang ke ratusan sekian. Sejak tahun 2002 lho... huh puas? puas? Ta&#39; sobek-sobek!he...he...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:trebuchet ms;&quot;&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;left&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:trebuchet ms;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Kalau ditanya mengapa sampai gendut seperti sekarang ini? Saya pasti menjawab &quot;Takdir Pak&quot; seperti yang diajarkan iklan. Bukan apa-apa, sebagai seorang lelaki yang normal tentulah saya memimpikan memiliki body yang atletis. Sayangnya, body atletis adalah sebuah kemewahan yang sulit saya rengkuh ke dalam realitas fisik saya. Meskipun, berbagai usaha telah saya lakukan. Mulai dari membeli obat peluruh lemak, minum susu berlemak rendah, minum teh pelangsing, hingga diet telah saya ikhtiarkan untuk mengembalikan kesingsetan saya seperti dahulu kala.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:trebuchet ms;&quot;&gt;Puncak dari usaha saya untuk meluruhkan lemak menjadi reremahan tubuh adalah ketika saya memilih bergabung dengan sebuah fitness center waralaba milik seorang atlit binaraga kita yang terkenal. Di tempat itu saya mengokohkan niat untuk membangun sebuah body yang atletis, &quot;sebab kegendutan itu adalah sarang penyakit lagi pula sangat mengganggu penampilan. Dengan ikut fitnes, saya secara cerdas telah menginvestasikan masa depan kesehatan saya, Pokoknya apapun yang terjadi dalam 3 bulan kedepan, semua lemak-lemak yang bersarang di tubuh saya khususnya perut, harus hilang&quot;. Demikian kira-kira bunyi Sumpah Pemuda Anti Gendut yang saya ikrarkan dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:trebuchet ms;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:trebuchet ms;&quot;&gt;Dengan ditemani oleh seorang instruktur yang berpengalaman, mulailah saya mengerjakan ritual menghilangkan gendut. &quot;Karena Kelebihan berat badan, maka Mas harus diet. Dan porsi latihannya harus ditambah, usahakan berolah raga sebelum sarapan agar lemak bisa terbakar karena ia menggantikan, bla... bla... &quot; begitu kira-kira nasihat instruktur saya panjang kali lebar sama dengan luas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:trebuchet ms;&quot;&gt;Sayapun melakoni apa yang disarankan oleh instruktur saya itu. Buat saya meluangkan waktu untuk berfitnes ria adalah hal yang mengasyikkan walaupun itu sudah termasuk bonus sit up beberapa set yang melelahkan. Asalkan tidak bertabrakan dengan jadwal aktivitas, saya pasti dengan ikhlas akan menjalaninya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:trebuchet ms;&quot;&gt;Ternyata hal yang paling sulit dilakukan dalam proyek ini, bukanlah rajin datang ke fitnes center, melainkan melakoni diet yang direkomendasikannya kepada saya. Berhenti makan malam atau menggantinya dengan beberapa potong roti tawar, makan siang setengah porsi dan stop makan gorengan adalah pantangan yang harus saya lakukan dengan kondisi tersiksa. Namun demikian dengan semangat yang menyala dalam dada saya tetap berusaha semaksimal mungkin untuk tetap kekeuh melakukan diet ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:trebuchet ms;&quot;&gt;Sayangnya tepat malam ketiga melakukan aksi diet ini. Secara tiba-tiba semangat untuk menjadi atletis sebagaimana telah saya ikrarkan sebelumnya menjadi redup. Bagian perut saya secara provokatif menyuarakan aspirasi lapar yang tak tertahankan. Sementara itu pada saat yang sama nafsu makan saya begitu kuatnya mempresure saya untuk melangkahkan kaki ke warung terdekat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:trebuchet ms;&quot;&gt;Akhirnya sebagai seorang demokrat, tentunya saya harus menuruti berbagai aspirasi yang keluar dari dalam tubuh saya. Dan dengan mengandalkan takdir (lagi-lagi takdir) sampailah saya ke depan warung. Seperti orang yang kalah perang saya melangkahkan kaki masuk kedalam warung itu. Dan secara otomatis saya langsung memesan 2 porsi nasi goreng dan dengan tenang menghabisi muatan piring-piring yang ada saat itu juga dengan gaya mirip Gladiator yang tengah membantai lawannya. Hebatnya, ketika pikiran-pikiran anti gendut saya mengirimkn sinyal-sinyal protes kedalam otak saya, dengan tenang saya tidak mengindahkan protes itu, malah saya memesan satu bungkus lagi untuk dibawa pulang sambil dengan cepat otak saya memproses sebuah argumen baru &quot;Gendut bukanlah dosa, lagi pula Big is beatifull, tak percaya lihat saja pipi tembem Monalisanya Leonardo Da Vinci.&quot; Hm... hm.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:trebuchet ms;&quot;&gt;Keesokan harinya, ketika bertemu dengan instruktur fitnes. Saya menceritakan gagalnya proyek saya untuk berdiet. Sambil menepuk pundak saya, ia memberikan sebuah komentar pendek sambil tersenyum. &quot;Mas, hal yang paling sulit di dunia ini adalah kemampuan berdisiplin untuk menahan diri kalau ingin mencapai sesuatu, tanpa kemampuan berdisiplin untuk menahan diri sulit kita bisa mewujudkan pa yang kita inginkan, termasuk tubuh yang bagus.&quot; O gitu ya! Kata saya sambil mengangguk-ngangguk setuju.[] &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;copy right (c) by ilham chandra 2006&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33711309/posts/default/6630937419897709156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33711309/posts/default/6630937419897709156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reremahan-hati.blogspot.com/2007/06/mendadak-gendut.html' title='Mendadak Gendut'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33711309.post-687165291099913769</id><published>2007-05-18T13:01:00.001+08:00</published><updated>2007-05-21T15:56:33.211+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pertemanan"/><title type='text'>Menghargai Kesepian</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;font-family:trebuchet ms;&quot;&gt;&lt;em&gt;Kesepian ternyata seperti rasa lapar bukan diluar tapi didalam diri seseorang. Kesepian itu berarti merasa kekurangan sesuatu. Sesuatu yang harus ada namun tak tahu apakah itu.&lt;br /&gt;(Eiji Yoshikawa dalam Musashi)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah anda merasakan kesepian? Jika belum… Selamat !! anda termasuk orang-orang yang beruntung. Tapi pernahkah anda membayangkan suatu ketika nanti, anda akan melewati masa-masa ini. --Maaf, jangan berasumsi saya sedang berbicara tentang kuburan atawa kematian, toh proses ini adalah sebuah keniscayaan yang tak bisa di tolak--. Yang saya maksudkan adalah kesepian sejati yang lahir dari sebuah kehampaan sebagai kegagalan berinteraksi dengan lingkungan. Mungkin alienasi istilah yang tepat untuk menggambarkan keadaan ini?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;  style=&quot;font-family:trebuchet ms;&quot;&gt;Kalau anda belum juga bisa membayangkannya. Berarti sekali lagi saya mengucapkan selamat!! Artinya -setidaknya-sampai dengan anda membaca tulisan yang bodoh ini. Anda masih termasuk orang yang memiliki acceptability yang tinggi plus kemampuan adaptasi yang baik. Tapi percaya atau tidak, banyak orang yang tak seberuntung anda dalam menapaki hidup. Banyak orang yang setiap harinya menerima penolakan dan lelaku yang tak bersahabat dari sekitarnya. Sehingga mereka merasa terasing dan sendirian menjalani hidup. Orang-orang seperti ini kadang kala merasa gagal dalam menjalin relasi dengan sekelilingnya. Mereka menjadi orang yang setiap hari seperti dipaksa semakin sensitif oleh lingkaran sekitar tempat ia bermukim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan saya misalnya sebut saja Ariana. Kami bersama sejak SD sampai SMA bahkan ketika kuliahpun kami nyaris memilih Universitas yang sama. Sayangnya, diantara saya dan dia ada keberjarakan yang begitu luas menganga. Entahlah, tapi sejak usia belia Ariana bukan termasuk orang yang suka bergaul. Ia lebih suka menyendiri ketika jam istirahat tiba. Bahkan herannya ia nyaris tak berkomunikasi dengan teman sekelasnya. Termasuk dengan saya. Dalam ingatan saya yang mulai memudar (ehm…ehm). Ariana tidak punya geng sebagaimana lazimnya anak-anak SMA ketika itu. Apalagi kawan akrab. Saya juga tak pernah melihatnya didekati atau menunjukkan sinyal sedang mendekati lawan jenisnya. Nampaknya dalam hal yang satu ini ia termasuk penganut kepercayaan Jomblo juga bisa bahagia. Pokoknya ia serba introvert, tertutup dan misterius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebuah siang cukup panas saya bertemu dengan seseorang yang tak lain adalah Ariana.Banyak hal yang berbeda dari dia. Jika dulu ia mengenakan jilbab, kini tanktop lengkap dengan dandanan yang menor berlebihan membuat saya agak kesulitan mengenalinya.Bicaranya pun ngawur dan menunjukkan sesuatu yang tak beres dari dirinya.Ia mengulang-ngulang sebuah pertanyaan yang membuat saya miris.“Saya tambah cantikkan?, Saya makin cantikkan?” sambil memegang erat lengan kemeja yang saya pakai. Waktu itu, hanya anggukan yang tak bertenaga sebagai ekspresi kebingungan saya. Sampai akhirnya seorang wanita yang melewati kami memberi tanda kepada saya dengan menyilangkan jari telunjuk di kepalanya, tanda itu membuat saya kemudian mengerti apa yang terjadi dan siapa yang saya hadapi sesungguhnya.Innalillahi.. Ariana sedang sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Schizofernia, nama penyakit yang dideritanya --kalau tidak salah. Itu istilah medis dari penyakit Gila sebagaimana sebutan orang-orang kebanyakan. Pada pengetahuan saya yang cetek ini schizofernia adalah penyakit jiwa yang salah satunya disebabkan oleh depresi, semacam akumulasi stress yang tidak terkendali. Dalam sebuah konfirmasi kecil-kecilan kepada seorang kawan Ariana yang lain, saya mendapat kabar bahwa Ariana stress setelah Gita Cintanya di Kampus Biru berujung dengan kegagalan. “Parahnya, ketika itu ia tak memiliki kawan yang menyediakan telinga untuk menampung keluh kesahnya, juga tak ada hati yang cukup menyediakan ruang empatik untuk melapangkan kesedihannya” begitu kesimpulan yang disampaikan oleh kawan Ariana yang juga adalah kawan saya. Untuk sementara saya memilih berdiam diri mendengar pernyataan itu. Benarkah kesepian dalam kesendirian akan melahirkan kenyataan yang setragis ini? Belum sempat saya menemukan jawaban ini ketika,…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Maaf ada SMS... mohon tunggu sebentar…&lt;br /&gt;Oh ternyata dari seorang kawan isinya meminta saya untuk menemaninya curhat malam nanti…&lt;br /&gt;Kalau begitu mohon maaf saya tidak bisa melanjutkan tulisan ini, sebab saya harus bersiap-siap menemaninya curhat bukan hanya menyediakan telinga tapi juga mencoba membuka hati untuk kesedihan yang sangat mungkin menderanya…&lt;br /&gt;Agar ia tak merasa sendiri atau kesepian, agar ia …&lt;br /&gt;Ah sudahlah semoga tak ada lagi kisah yang tragis…[]&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Segumpal penyesalan untuk Ariana-teman SMA saya-- Maafkan saya kawan. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;copy right (c) by ilham chandra 2006&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33711309/posts/default/687165291099913769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33711309/posts/default/687165291099913769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reremahan-hati.blogspot.com/2007/05/menghargai-kesepian_18.html' title='Menghargai Kesepian'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33711309.post-5034540825854817471</id><published>2007-05-18T12:55:00.000+08:00</published><updated>2007-05-21T16:00:43.794+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="inspirasi"/><title type='text'>Dari seorang kawan untuk pendidikan indonesia</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;font-family:trebuchet ms;&quot;&gt;Suatu sore di Salemba…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ruang tamu kost-kostannya yang bersih, kami duduk bersila berhadap-hadapan. Ini kali pertama saya ke tempatnya. Beberapa buku dan majalah bekas berserakan di antara obrolan sore kami yang remeh temeh, Juga sebuah rak buku dari kayu dan 2 gelas minuman jeruk dingin. Belum lagi saya menyentuh minuman yang disediakan.&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;  style=&quot;font-family:trebuchet ms;&quot;&gt;Seorang anak perempuan berambut panjang di kuncir menyela pembicaraan kami dengan kedatangannya. Anak itu datang untuk mengembalikan buku yang dipinjamnya. Saya ingat benar, bagaimana ekspresi wajah anak itu ketika ia kebingungan mencari majalah yang dipesan ibunya. Tapi, saya pasti tak akan melupakan binar ekspresi sahabat saya itu ketika melihat tamu kecilnya mengacak-acak buku dan majalah yang berjajar rapi di rak kayu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang yang simpatik dan empatik, Mau tak mau saya dipaksa juga menghadirkan ekspresi yang sama-ehm… mulai deh, ok..ok…--. Biasanya kalau sudah dalam kondisi seperti ini, tanpa tedeng aling-aling saraf-saraf diwajah saya akan secara automatically membentuk simpul yang biasanya diidentifikasi sebagai senyuman manis. Diam-diam saya berpikir ”jadi begini toh rumah baca, yang pernah dia ceritakan pada saya”. Plok-plok, saya tepuk tangan dalam hati. “Jarang-jarang ada perempuan muda dengan intensitas kesibukan se-abrek-abrek tapi masih peduli dengan pendidikan anak-anak di lingkungannya. Sebuah usaha yang perlu ditiru di teladani dan di hayati dalam kehidupan sehari-hari (sesuai dengan butir ke 5 dari sila ke 2… he..he..)” bisik saya “masih” dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat setelah anak itu pulang, sahabat saya itu kemudian secara rinci bercerita kondisi lingkungan dan anak-anak tempat ia tinggal dengan semangat 45, dari kisahnya ini, saya bisa memahami jalan cerita sesungguhnya dari apa yang tengah lakoni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu siang di hari Sabtu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tididit tididit… handphone monophonik saya berdering. Sebuah grafis bergambar amplop nampak jelas di layarnya yang monokrom. Itu artinya ada SMS. Sebuah SMS dari sahabat saya yang tinggal di Salemba. Dari pesan pendeknya Ia berkabar bahwa saat itu dia sedang berada di Bogor (apa depok ya?), tepatnya di sebuah SD. Lebih tepat lagi ia sedang mengajar tentang keterampilan menulis dan jurnalistik. What? keterampilan menulis dan jurnalistik? Setahu saya pelajaran itu tidak diajarkan di SD bahkan SMA sekalipun. Dan belum masuk kurikulum sejak jaman Indonesia baru merdeka sampai sekarang. Lalu buat apa mengajarkan anak-anak itu keterampilan menulis? Alah pasti sahabat saya itu sedang nyambi buat nyari tambahan. Hush, jangan ngomong sembarangan ya!… gajinya sebagai PNS plus honor nulis di berbagai majalah pasti lebih dari cukup untuk menghidupi dirinya yang masih lajang ketika itu, buktinya saya pernah lho di traktir…eit ketahuan deh he…he... Lalu buat apa? (dengan aksen ditekan agar menambah kesan dramatis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya ingin keterampilan menulis dijadikan sebagai salah satu keterampilan dasar bagi setiap orang dan itu sebaiknya dimulai sejak anak-anak”. Katanya dalam sebuah percakapan kami di telepon. Itu jawaban yang visioner kata para pakar komunikasi. Tapi, menurut saya itu jawaban yang paling romantis yang pernah saya dengar tentang persoalan pendidikan di tengah carut marutnya dunia pendidikan. Kepada saya juga pernah dikirimkannya booklet tentang bagaimana membuat sebuah taman bacaan kecil-kecilan plus alamat-alamat lembaga yang concern dengan proyek-proyek semisal yang dikerjakannya. Sayangnya sampai saat ini saya belum bisa mencontohi apa yang sudah dilakukan oleh sahabat saya itu.”mungkin setelah menikah dan punya istri nanti,” (yak sodara-sodara… promosi nih) alasan saya setiap kali di tanya soal rencana membuka taman bacaan anak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu pagi menjelang 2 mei&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya saya begitu minder menuliskan cerita tentang sahabat saya ini. Tapi tak apa lah saya sengaja menuliskannya agar menjadi pecut yang membuat saya -atau siapapun yang membaca tulisan ini -- ikut peduli dengan persoalan pendidikan di negeri ini. Mungkin lebih baik sejak sekarang saya memulai hal-hal yang kecil dan berguna bagi pendidikan orang-orang di sekeliling saya. Sebagaimana mbak Azi telah mencontohkannya. Mungkin juga saya harus memulainya dari sekarang ketimbang menambah barisan orang yang hanya mencaci maki kondisi pendidikan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat hari pendidikan nasional…[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;&lt;em&gt;To mbak Azi thx atas pertemanannya yang memberi saya banyak pelajaran.&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;copy right (c) by ilham chandra 2006&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33711309/posts/default/5034540825854817471'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33711309/posts/default/5034540825854817471'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reremahan-hati.blogspot.com/2007/05/dari-seorang-kawan-untuk-pendidikan_18.html' title='Dari seorang kawan untuk pendidikan indonesia'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33711309.post-409820894779334083</id><published>2007-05-18T12:51:00.000+08:00</published><updated>2007-05-21T16:04:23.453+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="refleksi kecil-kecilan"/><title type='text'>Merayakan ulang tahun dengan kematian</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;font-family:trebuchet ms;&quot;&gt;Hanya selisih 7 hari, waktu kelahiran saya dengan dia. Tapi Allah Swt, lebih dulu memutuskan untuk mengakhiri masa aktifnya di dunia. Sementara saya mungkin masih diberi masa tenggang -entah sampai kapan--. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:trebuchet ms;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Hari ini, ketika jarum jam menghampiri jam 10 pagi. Sang Maut menyelesaikan tugasnya dengan baik untuk menjemput pulang Ikbal kembali keharibaanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikbal nama kawan saya itu, meninggal dunia setelah hampir seminggu berjuang mengalahkan diabetes dan tetanus yang menggerogoti tubuhnya. Padahal, kira-kira seminggu sebelumnya, saya sempat memergokinya tegak berdiri memandangi laut, dari tempat tinggal kami yang memang berada di ketinggian. Tak ada yang paham benar, termasuk istri yang baru beberapa bulan dinikahinya tentang penyakit yang ia derita. Memang secara fisikal tampak perubahan yang signifikan dari bobot tubuhnya, namun tak ada yang menyangka kalau itu semua adalah penanda bahwa ia akan segera di panggil pulang oleh sang Maha Pemilik Segala Sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum ia masuk dan diinapkan di rumah sakit, sebuah bisul kecil di kanan tangannya menjadi penyebab awal perjalanannya menuju sang Khalik. Padahal bisul kecil itu bermula dari sebuah goresan kecil yang semestinya tidaklah beresiko kematian. Tapi kematian juga memiliki logika yang kadang dimulai dari hal yang remeh temeh. Siapa sangka jika bisul kecil itu ternyata dengan sangat cepatnya mengkonsolidasikan komplikasi dengan Diabetes dan Tetanus. Dan kedua penyakit inilah yang kemudian memuluskan logika dari sebuah penyebab kematian.--Mahasuci Allah, Swt sang maha mengetahui, betapa banyak cara baginya untuk mengatur kehidupan dan kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, sehari setelah saya memperingati 29 tahun kelahiran saya. Saya menjadi begitu menghargai kehidupan. Semalam pada sebuah percakapan telepon dengan seorang kawan, disela derai candaannya. Ia mengomentari hari ulang tahun saya dengan pernyataan singkat “Buat apa memberi selamat kepada orang yang semakin dekat dengan kematiannya”, Ungkapan yang terdengar renyah --dari suara &lt;em&gt;cemprengnya&lt;/em&gt; yang khas--. Sementara itu saya dengan bodohnya ikut terkekeh mendengarkan komentarnya, tanpa mengindahkan kedalaman filosofis dari ungkapan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini, kematian Ikbal memaksa saya untuk lebih “ngeh” dengan pernyataan kawan saya. Bahwa sejatinya setiap hari yang kita lalui adalah bagian dari proses menghabiskan masa hidup kita. Ulang Tahun yang kita peringati setiap tahun dengan keriangan, ternyata tak lebih dari tapal penunjuk jarak kedekatan antara kita dengan kematian. Sedianya semakin dekat kita dengan kematian membuat kita semakin peduli untuk mempersiapkan bekal. Beberapa pertanyaan besar berkelebat menohok kesadaran saya. Sudahkah hidup saya berselaras dengan titahNya?, Sudahkah saya selalu berserah dengan setiap putusanNya? Atau jangan-jangan…? Bagaimana dengan aktivitas horizontal saya?, sudahkah saya menjadi penyebar bahagia bagi sesama? Sudahkah saya mengantongi maaf dari orang-orang yang pernah saya sakiti? Kalau belum berarti saya belum begitu siap untuk mati. Masalahnya adalah saya tak punya kuasa untuk melakukan negosiasi untuk memajukan atau mengundurkan kematian walau sedetik. Jadi bagaimana nih…&lt;em&gt;weleh kok &lt;/em&gt;jadi &lt;em&gt;serem &lt;/em&gt;dengan tulisan sendiri…[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;&lt;em&gt;Satu hari setelah saya berusia 29 tahun di bulan April 2007&lt;br /&gt;Thx buat Ri atas telponnya&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;copy right (c) by ilham chandra 2006&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33711309/posts/default/409820894779334083'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33711309/posts/default/409820894779334083'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reremahan-hati.blogspot.com/2007/05/merayakan-ulang-tahun-dengan-kematian_18.html' title='Merayakan ulang tahun dengan kematian'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33711309.post-233262300903603377</id><published>2007-05-18T12:48:00.000+08:00</published><updated>2007-05-21T16:00:43.795+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="inspirasi"/><title type='text'>Bapak vs Superman</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;font-family:trebuchet ms;&quot;&gt;Sewaktu kecil dulu sebelum masuk SD, bersama kawan-kawan sepermainan. Kami sering bermain peran. Terkadang peran yang kami mainkan adalah peran Jagoan dan Penjahat lengkap dengan adegan kekerasannya atau peran Guru dan murid di sekolah yang sering dimainkan lengkap pula dengan tukang kantinnya. &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:trebuchet ms;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;. Satu lagi permainan peran yang sering kami mainkan, yaitu peran keluarga. Jika sedang memainkan peran jagoan dan penjahat atau guru dan murid sekolahan, biasanya tanpa malu-malu saya langsung menawarkan diri menjadi jagoannya atau menjadi gurunya. Bahkan kalau saja peran guru dan jagoan bisa dijadikan satu saya juga pasti akan dengan suka rela menawarkan diri untuk memainkannya. Tapi, coba mainkan peran keluarga, pastilah saya langsung kehilangan selera untuk bermain, apalagi jika harus memainkan peran sebagai Bapak. Tak mungkinkan memainkan peran sebagai ibukan-cape deh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan apa-apa, buat saya -waktu itu-- memainkan peran Bapak bukanlah sebuah peran yang jauh menarik alias Terlalu biasa. Menjadi Bapak, jauh dari kesan heroik dan jagoan. Menjadi Bapak terlalu sederhana. Apa sih hebatnya? menjadi lelaki biasa yang pergi pagi-pagi lalu pulang siang atau sore hari tanpa jelas apa yang dikerjakannya. Bagi saya sosok Bapak ketika itu tak lebih dari seorang dewasa yang harus menyediakan uang jajan yang lebih dari yang diberikan Ibu -biasanya mama lebih irit--. Bisa main gitar dan menyanyi untuk mengiringi saya berjoget. --Maka tak heran kalau saya sempat berpikir andai saja Bapak saya seorang Superman atau seorang Batman.Pasti saya akan jadi anak jagoan juga atau paling tidak saya akan menggunakan nama para Superhero itu sebagai nama belakang saya. Coba lihat! Kerenkan? Kalau nama saya Chandra bin Batman atau Chandra bin Superman… Ha..ha..-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin paradigma dan pengalaman masa kecil ini yang membuat saya hingga kini belum juga memutuskan menjadi seorang bapak. Atau belum berkesempatan tepatnya. Meski hingga kini saya belum juga menjadi Bapak, tapi saya telah mengalami apa yang disebut pakar lifeskill sebagai sebuah pergeseran paradigma. Seiring berjalannya waktu, saya kemudian menemukan diri saya telah tercerahkan akan heroisme Bapak sesungguhnya. Jika dulu saya mengasosiasikan sosok hero nun jauh di ruang khayalan saya. Kini sosok jagoan itu benar-benar membumi, hadir dan berinteraksi setiap hari dengan saya. Jadilah Bapak atau Ayah atau Abi atau apapun kita menyebutnya menjadi sosok hero yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba bayangkan betapa peran Bapak begitu signifikan dan important dalam sebuah keluarga. Bukan hanya menjadi suami yang setia bagi istri atau Bapak yang hangat bagi anak-anaknya, sejatinya Bapak adalah pendulum yang selalu menjaga keseimbangan gerak emosi dan kasih sayang agar ritme harmonisasi bagi istri dan anaknya tetap terjaga. Di lirik dari sisi tanggung jawab Bapak memiliki dibebani tugas untuk mengorkestrasi berbagai perbedaan yang ada dalam keluarga dan mewujudkannya menjadi produk kebahagiaan bagi keluarganya. Tanggung jawab finansial sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan hidup secara material juga diembannya. Sementara itu pada saat yang bersamaan ia juga berkewajiban menumbuhkan bangunan spiritualitas yang kokoh antara Keluarga dan Tuhannya. Sebab laiknya bentuk pertanggung jawaban lainnya, sebagai individu kelak ia akan mempertanggung jawabkan tugasnya langsung kepada Tuhan. Ck... ck…Sebuah tugas yang tidak dapat dilakukan oleh seorang Batman maupun Superman.(kalo tak salah Clark Kent maupun Bruce Wayne menjomblo seumur hidup bukan?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat tanggung jawab dan peran sentral yang dijalankannya maka tak terlalu berlebihan jika mayoritas orang indonesia menyematkan kesejatian seorang lelaki, Pada statusnya sebagai seorang Bapak. Meski juga dalam kasus yang tak bisa dibilang sedikit, banyak juga Bapak yang menemui kegagalan dalam menjalankan misi sucinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena kompleksnya tugas seorang Bapak, maka dalam pertimbanganNya, saya belum juga lolos dan memenuhi persyaratan untuk menjadi seorang Bapak. Dengan kata lain saya perlu masih menunggu kesempatan yang lain atau perlu mempersiapkan diri itu tiba. Ehm…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disuatu sore yang lembut-ditengah melakukan persiapan menjadi seorang Bapak tentunya--, sebuah pesan pendek masuk dan bersarang dalam kotak pesan telepon genggam saya. Dari pesan itu seorang kawan lama berkabar tentang kelahiran putra dari seorang kawan dekat saya lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelahiran putranya adalah permulaan takdir bagi Mas Kholis untuk menapaki karir sebagai Bapak. Di Tahun 2003, beberapa waktu lamanya saya pernah tinggal serumah dengannya tanpa ikatan perkawinan-he..he.. sorry ya mbak wulan becanda--. Dari episode tinggal serumah itulah saya mengenal Mas Kholis sebagai pribadi yang hangat dan penuh canda. Nyaris tiada tempat selain canda dalam kebersamaan saya dengannya. Meski begitu, saya juga bersaksi bahwa Mas Kholis adalah sosok yang serius dan penuh tanggung jawab hingga rela berlarut malam untuk menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan kepadanya. Maka tak begitu mengherankan jika oleh Allah Swt, memberikan kesempatan pada Mas Kholis lebih dulu untuk menikah dan disematkan predikat kesejatian seorang lelaki dari pada saya. Karena dalam keyakinan saya mas Kholis memang telah memenuhi syarat untuk menjadi Bapak dalam arti yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sudah tahukan kalau Superman, Batman dan Superhero lainnya bukan tandingan Bapak ?[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;&lt;em&gt;Mas Kholis dan Mba’ Wulan Selamat ya!&lt;br /&gt;Semoga bisa mentarbiyah putranya menjadi anak yang saleh.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;copy right (c) by ilham chandra 2006&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33711309/posts/default/233262300903603377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33711309/posts/default/233262300903603377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reremahan-hati.blogspot.com/2007/05/bapak-vs-superman.html' title='Bapak vs Superman'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33711309.post-115907697639590204</id><published>2006-09-24T13:37:00.000+08:00</published><updated>2007-05-21T15:58:12.399+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="refleksi kecil-kecilan"/><title type='text'>Kuliah Cinta</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;color:#ffcccc;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;a style=&quot;COLOR: rgb(51,0,51)&quot; href=&quot;http://photos1.blogger.com/blogger/5856/2913/1600/art-rere-5.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 356px; HEIGHT: 70px; TEXT-ALIGN: center&quot; height=&quot;81&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;http://photos1.blogger.com/blogger/5856/2913/320/art-rere-5.jpg&quot; width=&quot;447&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div style=&quot;COLOR: rgb(0,0,0)&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:arial;color:#ffcccc;&quot;&gt;Manusia memang keterlaluan –termasuk saya, mungkin anda juga he..he..—. Mereka telah melakukan banyak penistaan atas kodrat cinta yang diberikan Tuhan padanya. Coba lihat, Ada anak yang menelantarkan orang tuanya. Ada Orangtua yang tega membunuh anaknya. Ada Suami yang menyiksa istrinya. Ada Kekasih yang kabur meninggalkan pacarnya yang hamil.&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;  style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;COLOR: rgb(255,255,255)&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#ffffff;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#ffccff;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#ffcccc;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#ffcccc;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;COLOR: rgb(51,0,51)&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#ffcccc;&quot;&gt;Ada orang kaya yang tidak peduli dengan kemiskinan disekitarnya. Ada penguasa yang lupa akan&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;color:#ffcccc;&quot;&gt;nasib rakyatnya, pokoknya tidaklah sulit untuk menemukan kasus-kasus penistaan cinta. Padahal, bukankah esensi cinta adalah berbagi kebahagiaan? Jika jawabannya Ya! Maka teori tetangga saya mungkin saja benar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color:#ffcccc;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color:#ffcccc;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#ffcccc;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;COLOR: rgb(51,0,51)&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#ffcccc;&quot;&gt;Menurut tetangga saya ketidaknyamanan yang sedang kita alami saat ini, disebabkan oleh semakin meningkatnya populasi orang yang tidak bahagia melampaui jumlah orang yang bahagia. “Kasus-kasus tersebut adalah ekspresi ketidakbahagian yang merupakan resultansi dari kegagalan cinta yang diungkapkan&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;color:#ffcccc;&quot;&gt;dengan bentuk kebencian dan kemudian melahirkan bentuk-bentuk tindakan menyakiti orang lain, yang hasilnya kembali melahirkan ketidak bahagiaan ini kemudian berulang terus menerus dan membentuk lingkaran ketidakbahagiaan atau unhappy circle, jadi solusinya, kita butuh sarana untuk mengajarkan kembali pemaknaan cinta secara sistemik kepada semua orang, sehingga dapat menghasilkan&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;color:#ffcccc;&quot;&gt;pecinta-pecinta sejati”. Demikian penjelasan tetangga saya yang memang hobi mengutip istilah berbahasa inggris biar lebih meyakinkan (maklum baru ikut kursus bahasa inggris beberapa hari). Kurang lebihnya mohon dimaafkan, sekian dan terima kasih…eit kok malah jadi pidato, sorry saya terbawa suasana&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;COLOR: rgb(51,0,51)&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#ffcccc;&quot;&gt;Kalau toh benar teori Tetangga saya. Berarti kita harus sesegara mungkin membangun Universitas Cinta dimana-mana, agar kita bisa mencetak Sarjana-sarjana cinta yang bisa kita rekrut menjadi Laskar Cinta, kemudian kita akan gulingkan kuasa kebencian melalui sebuah Revolusi Cinta lalu kita dirikan Republik Cinta… (weleh..weleh makin kacau saja)&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;COLOR: rgb(51,0,51)&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#ffcccc;&quot;&gt;Tapi syukurlah kita tak perlu risau melihat meningkatnya jumlah penistaan cinta. Sebab Allah, Swt, Tuhan Yang Maha Pencipta, tidak akan mebiarkan makhlukNya untuk terperosok jauh lebih dalam. Asalkan punya keinginan dan ikhtiar untuk&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;color:#ffcccc;&quot;&gt;berubah. Buktinya setiap tahunnya, Dia menyiapkan waktu-waktu khusus untuk mengajarkan kembali manusia tentang hakikat cinta. Waktu-waktu ini adalah Bulan Ramadhan. Yup, sebulan penuh kita menjalankan ritual ibadah untuk mengasah kembali kepekaan jiwa menuju pecinta sejati, yang digelar Tuhan dengan sebutan Taqwa&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;COLOR: rgb(51,0,51)&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#ffcccc;&quot;&gt;Masalahnya adalah biarpun Allah telah menyediakan “kelas perkuliahan untuk mata kuliah ini”. Toh, tak semua manusia bisa lulus dengan nilai memuaskan. Sebab, ada persyaratan awal yang mesti dipenuhi. Yaitu, harus beriman atawa percaya kepada-Nya. Tanpa keimanan, mata kuliah cinta yang terdiri dari rangkaian instruksi untuk menahan berbagai hawa nafsu, mulai dari hawa nafsu yang dangerous hingga nafsu azasi manusia seperti makan dan minum menjadi sesuatu yang garing tanpa makna. Padahal dari sini pelajaran tentang hakikat cinta dimulai. Dengan &lt;span style=&quot;FONT-STYLE: italic&quot;&gt;ngelakoni &lt;/span&gt;aktivitas puasa sekurang-kurangnya bakal menumbuhkan dua hal –masih banyak lho keuntungan puasa yang lain kalo mau tahu, simak tuh ceramah para ustadz di Masjid dan di TV--- . Yang pertama peningkatan cinta suci kita kepada Allah. Kok bisa? Ya, sebab dengan menjalani “penderitaan” puasa kita jadi lebih “sadar” betapa beruntungnya kita selama ini telah diberikan anugerah rizki hingga bisa kenyang setiap hari. Pada saat yang sama, tumbuh pula kepekaan untuk berbagi kebahagiaan dengan orang lain yang tidak beruntung seperti kita. Jika minimal dua hal ini bertumbuh dalam diri kita. Selamat, anda telah lulus dari mata kuliah ini dan saatnya memulai hidup baru sebagai pecinta sejati. Makanya puasanya yang serius dong biar menjadi pecinta sejati!!! Seperti saya gitu loh ehm.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color:#ffcccc;&quot;&gt;.ehm**&lt;/span&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;copy right (c) by ilham chandra 2006&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33711309/posts/default/115907697639590204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33711309/posts/default/115907697639590204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reremahan-hati.blogspot.com/2006/09/kuliah-cinta.html' title='Kuliah Cinta'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33711309.post-115780280611869771</id><published>2006-09-09T19:49:00.000+08:00</published><updated>2007-05-21T16:00:43.796+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="inspirasi"/><title type='text'>C.L.B.K</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://photos1.blogger.com/blogger/5856/2913/1600/art-rere-3.0.jpg&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#ffffff;&quot;&gt;&lt;img style=&quot;DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 360px; CURSOR: hand; HEIGHT: 69px; TEXT-ALIGN: center&quot; height=&quot;76&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;http://photos1.blogger.com/blogger/5856/2913/320/art-rere-3.0.jpg&quot; width=&quot;433&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family:trebuchet ms;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#ffffff;&quot;&gt;&lt;em&gt;“Aku jatuh cinta&lt;br /&gt;tuk kesekian kali…&lt;br /&gt;Namun kali ini yang terakhir&lt;br /&gt;Cinta sesungguhnya dari palung hati”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potongan kalimat diatas adalah lirik lagu Dewa 19 yang menjadi favorit Tetangga saya. Saya lupa apa judulnya, tapi kalau sudah memeluk gitar, hampir pasti lagu ini bakal dinyanyikan tetangga saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lirik lagu itu, sekarang persis dengan situasi yang menimpa saya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;&quot;&gt;Yup, saya sedang jatuh cinta. Tuk kesekian kali. Meski saya yakin ini bukan yang terakhir tapi sumpah ini dari palung hati.(Ceilee… So Sweet). Cinta yang saya rasakan adalah bukan cinta biasa. Tapi cinta yang tumbuh dari sebuah kedekatan. Mungkin kebersamaan selama hampir sebulan, membuat teori “kebersamaan akan membuahkan cinta” kembali menunjukkan kebenarannya dalam pentas hidup yang saya mainkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur, kehadirannya membuat hidup saya terasa lebih hidup. Tanya kenapa? Sebabnya ia membuat kehidupan saya yang tadinya statis menjadi lebih dinamis. Terkadang ia membuat andrenalin saya terpacu, kadang merasa cemas, sedih, gembira hingga ia bisa memaksa saya secara sukarela untuk screaming plus loncat-loncat kegirangan. Padahal saya sudah lama kenal dengannya. Bahkan sejak di usia saya yang teramat dini dan ia pernah berlabuh beberapa saat di hati ini. Maka benar, kata tetangga saya (bukan tetangga yang ngefans Dewa 19 tadi, lho. Ini tetangga yang lain lagi) bilang kalau saya sedang mengalami sebuah sindroma yang bernama C.L.B.K (Cinta lama bersemi kembali)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ehm… ehm… jangan coba menebak kepada siapa saya sedang jatuh cinta ! Bukan, bukan pada si Lela anak kepala desa. Tapi pada SEPAK BOLA. What??? Ya, Sepak Bola. Saya jatuh cinta lagi setelah hampir sebulan begadang menyaksikan pertandingan demi pertandingan World Cup. Bahkan setelah World Cup berakhir dan tim favorit saya –Jerman-- tersingkir. Saya tetap mencintai sepak bola. Sebagai bukti keseriusan cinta saya pada sepak bola, saya mendedikasikan diri menjadi Presiden penyelenggara Liga Sepak Bola Mini (Futsal) di Kompleks tempat saya tinggal, mendirikan klub hingga ikut menendang bola dilapangan sebagai striker. Sayangnya seperti nasib Jerman yang gagal menjadi juara. Klub yang saya bentuk dengan beberapa teman juga mengalami nasib tragis dan berakhir memalukan karena kebobolan banyak gol dalam setiap laga pertandingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh, biarpun hanya mendapat malu dan tak membawa pulang Piala Supremasi kebanggaan Liga Futsal Kompleks. Saya berusaha untuk tegar dan tetap mencoba untuk setia. Kini, hampir setiap sore, saya mengasah tuah dan ketajaman instink mencetak gol. Meskipun sampai tulisan ini diturunkan performa sebagai striker saya juga belum menunjukkan peningkatan yang signifikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, Tak apalah. Sebab, saya sudah berusaha mencintai sepak bola semampu saya. Mungkin saya tak bisa mempersembahkan cinta sedahsyat legenda sepak bola semisal Pele, Maradona atau Zinedine Zidane. Yang pasti, saya percaya bahwa setiap cinta pasti membuahkan sesuatu yang indah. Semakin besar cinta maka semakin semakin indah pula sesuatu yang didapatkan. Setidaknya dengan mencintai sepak bola saya menemukan “pelajaran-pelajaran kecil dalam hidup”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, Sepak bola adalah sebuah permainan tim yang mengajarkan kita untuk menghargai posisi dan kontribusi setiap pemain. Tidak semua pemain dipaksa untuk mencetak gol, tidak percaya? penjaga gawang misalnya. Ia malah diwajibkan untuk tidak bermimpi mencetak gol. Bayangkan saja! jika penjaga gawang di paksa mencetak gol, ia mungkin akan maju ke pertahanan lawan untuk membantu serangan dan membiarkan gawangnya tanpa pengawalan dan ini berakibat kemasukan gol. Begitu juga hidup ini, untuk mencapai kesuksesan bersama dalam sebuah tim kerja, organisasi atau sebut saja sebuah keluarga. Tentu ‘memahami posisi dan kontribusi’ masing-masing, bakal menjadi hal terpenting untuk memenangkan pertandingan kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Sepak bola adalah sebuah permainan mental. Seperti halnya hidup, Siapa yang mentalnya rapuh hampir dipastikan ia akan menemui kekalahan. Sebaliknya siapa yang mampu menguasai mentalnya dengan baik, maka ia mampu mengubah peluang menjdi kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Keempat, kelima, keenam dan ketujuh, dan seterusnya… maaf sebaiknya anda ikut memeikirkannya yah kalau, sudah ketemu kabarkan ke saya…he..he.***&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:trebuchet ms;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;copy right (c) by ilham chandra 2006&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33711309/posts/default/115780280611869771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33711309/posts/default/115780280611869771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reremahan-hati.blogspot.com/2006/09/clbk.html' title='C.L.B.K'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33711309.post-115729220062756568</id><published>2006-09-03T22:01:00.000+08:00</published><updated>2007-05-21T15:56:33.211+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pertemanan"/><title type='text'>Cara Mudah mendapatkan 10 Milyar</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;http://photos1.blogger.com/blogger/5856/2913/1600/art-rere-2.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 390px; CURSOR: hand; HEIGHT: 58px; TEXT-ALIGN: center&quot; height=&quot;97&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;http://photos1.blogger.com/blogger/5856/2913/400/art-rere-2.jpg&quot; width=&quot;533&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#ffffff;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:trebuchet ms;&quot;&gt;Ingin mendapatkan uang 10 milyar dengan cara yang mudah? Yakin? Serius? Pasti? Deal? Oke, kalo memang benar-benar sudah yakin, sudah serius, sudah pasti, Deal! Silahkan baca tulisan ini sampai selesai…&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:trebuchet ms;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#ffffff;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Begini ceritanya, kemarin malam, dengan memanfaatkan waktu peak off yang diberikan oleh T*******, saya menelepon salah seorang saudara di kampung. Sudah lama memang saya tak bertemu dengan dia. Terakhir kami bertemu ketika dia masih SD. Sekarang, dia sudah menyelesaikan kuliahnya bahkan sudah bekerja. Sebuah jarak waktu yang cukup lama juga. Saudara saya itu namanya Rahmi, tapi kami memanggilnya Ami. Ya, dia seorang gadis atawa cewek, sebab kalo dia seorang cowok pasti namanya Rohmat kan?.&lt;br /&gt;Jujur saja, saya sempat under estimed sebelum menelepon dia. Bukan apa-apa, sudah lama sekali kami tak bertemu, itu membuat saya khawatir jika kerinduan saya yang mengendap hanya akan berakhir dengan pembicaraan yang kosong, hampa dan jauh dari keakraban. Ini artinya, biar hal itu tak terjadi dan meninggalkan trauma yang mendalam dalam hidup saya, maka saya harus menyiapkan strategi untuk membangun suasana yang akrab dan hangat. Tapi ternyata dugaan saya keliru. Alhamdulillah, Ami ternyata masih seperti dulu. Masih tetap cerdas, hangat, lembut tapi lebih dewasa, makin cantik (kalo urusan cantik mah, itu pengakuan dia he..he.. ga pake 3G jadi gak liat sih) dan punya senses of humor yang ok punya. --Jarang-jarang lho ketemu dengan cewek yang punya senses of humor seperti ini.--- Akibatnya bisa ditebak pembicaraan kami pun mengalir lancar, akrab dan penuh dengan ha..ha..hi…hi. bahkan dalam menit-menit pertama tanpa sadar kami tembak langsung ngomongin masalah pribadi… ehm…ehm.&lt;br /&gt;Kepada saya, Ami bercerita banyak hal mulai soal kabar keluarga, pekerjaan hingga rambutnya yang baru dipotong. Kepada dia saya juga bercerita hal mulai dari bobot badan saya yang semakin meningkat, hingga kucing tetangga yang lagi sakit. ..pokoknya ngobrol sama Ami, asyik dan ketemu banget chemistrynya. Sayangnya jaringan T******* yang kami gunakan sedang dalam kondisi yang tidak prima, makanya sempat putus berkali-kali. Tapi, kami sudah ‘mengikat janji’ kalau telpon-telponan ini bakal di rutinkan.&lt;br /&gt;Setelah selesai telpon-telponan dengan dia, saya baru tersadar tentang satu hal. Bahwa hubungan kekeluargaan itu harus dikokohkan dengan silaturrahim. Tanpa silaturrahim, bohong besar kalau keakraban dan kedekatan itu bisa dibangun. Dan sebagai dampaknya silaturrahim itu pasti mendatangkan sesuatu yang berharga buat kita. Setidaknya saya menemukan rezeki ‘keceriaan baru’ pasca teleponan itu, setelah sempat didekap bete berhari-hari… Makanya benar pesan Rasulullah Saw kalau silaturrahim itu mendatangkan rejeki dan memanjangkan umur.&lt;br /&gt;O… iya hampir lupa, urusan 10 milyarnya belum kebahas ya?… Lho belum ngerti juga maksud saya kemana?. Begini… maksud saya dari cerita saya diatas ada hikmah yang didapat. Bahwa kita perlu membangun kembali silaturrahim dengan semua orang yang kita kenal, apakah itu saudara, teman lama, teman dekat atau teman jauh. Sebab menjalin tali silaturrahim itu ibadah dan pasti mendatangkan rezeki. Paling ga’ rezeki informasi, atau bahkan siapa tahu diantara teman-teman kita ada yang ngajak kerjasama untuk nangani proyek bermilyar-milyar, pasti keuntungan 10 milyar bukan hal yang sulit untuk didapat… tidak mustahil bukan?. Nah, gitu caranya… mudah kan?.***&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;copy right (c) by ilham chandra 2006&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33711309/posts/default/115729220062756568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33711309/posts/default/115729220062756568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reremahan-hati.blogspot.com/2006/09/cara-mudah-mendapatkan-10-milyar.html' title='Cara Mudah mendapatkan 10 Milyar'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33711309.post-115729195132643779</id><published>2006-09-03T21:57:00.000+08:00</published><updated>2007-05-21T15:58:12.399+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="refleksi kecil-kecilan"/><title type='text'>Terapi Anti Sombong</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:#ffffff;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://photos1.blogger.com/blogger/5856/2913/1600/art-rere-1.0.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center&quot; height=&quot;79&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;http://photos1.blogger.com/blogger/5856/2913/320/art-rere-1.0.jpg&quot; width=&quot;396&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;&quot;&gt;Anda pernah dicap sombong oleh orang lain? Kalau belum alhamdulillah. Sebab saya pernah dicap sombong sama tetangga sendiri. Kata tetangga saya, pas kami berpapasan dalam sebuah kesempatan, Ia pernah ‘melemparkan’ senyumnya kepada saya.&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;   style=&quot;font-family:trebuchet ms;color:#ffffff;&quot;&gt; Tapi apa lacur, dasar tak tahu diuntung… bukannya membalas senyumnya, malah saya memalingkan muka. Pantas saja kalau tetangga saya sakit hati. Syukurlah, dalam sebuah kesempatan dia menyampaikan kekesalannya. Kalau tidak, seumur hidup mungkin saya akan terus dicap sombong sama dia. “Saya pernah lho ‘melempar’ senyum sama kakak tapi malah dibuangin muka” kata gadis itu pada saya. Mendengar komplainnya, tanpa rasa berdosa saya hanya nyeletuk “Coba senyumnya ga di lempar, tapi dikaihkan secara baik-baik, pasti deh saya ngebalas”. Untung saja jawaban asal-asalan seperti itu bisa membuatnya menanggalkan cap sombongnya pada saya. Malah, saya ingat betul waktu itu, Ia malah tersenyum dan eit… kali ini dengan sigap saya membalas senyumnya dengan senyum terbaik yang saya miliki…” hitung-hitung sekali menepuk dua lalat yang mati. Sekali senyum bisa ngilangin sombong sekalian tebar pesona… hi..hi...&lt;br /&gt;Tapi teman saya (atau tepatnya atasan kerja saya dulu) punya nasib yang lebih buruk lagi. Ia di vonis sombong sama dokter spesialis penyakit hati alias Guru Tasawwuf tempat ia menimba ilmu. Teman saya… eh atasan saya itu jelas terkejut. Bukankah Kanjeng Nabi telah bersabda, “tidak bakal masuk surga orang-orang yang punya setitik sombong di hatinya”. Tentu teman saya eh… atasan eh… teman (kok jadi ribet yah!!!, udah deh disebut teman aja yah biar lebih konsisten) tidak mau di bilang sombong apalagi sampai gagal masuk surga gara-gara urusan yang satu ini.&lt;br /&gt;Sebenarnya kalo mau obyektif, teman saya itu memang punya alasan untuk sombong. Bukan apa-apa, kriteria 4 B yang menjadi standar kesuksesan buat pria jaman kiwari dimilikinya dengan point yang cukup memuaskan. Mau lihat brainnya?, Ia berpendidikan tinggi dan lulusan Perguruan Tinggi ternama di Negeri ini. Mau lihat bodynya?, ia punya tampang ok plus tatapan yang mampu membuat hati wanita gedebag-gedebug. Mau lihat behaviournya?, Ia adalah pria yang supel dalam pergaulan. Apalagi bank accountnya?, “jangan tanya deh?. Pekerjaan plus masa depan karir yang cemerlang di BUMN ternama pasti bisa diandalkan secara rutin mengeisi rekening banknya.&lt;br /&gt;Nah, disitulah letak masalahnya. Semakin seseorang nyaris sempurna maka semakin rentan terkena virus sombong. “Trus bagaimana menghilangkannya? Bukankah obat anti sombong belum di jual di Apotik? Vaksinnya juga belum ketemu kan?. So, gimana ngobatinnya?” tanya saya kepada teman saya (kok? ceritanya dibikin dramatis? seperti buku pelajaran zaman sekolahan dulu yah, he..he..). Teman saya tidak langsung menjawab pertanyaan saya, ia malah menahan nafas, eh… saya ikut-ikutan juga menahan nafas… plis… anda tidak usah ikut-ikutan menahan nafas ya!&lt;br /&gt;“Sebagai terapinya oleh Pak Ustadz, Saya di suruh, memakai peci setiap kali harus ke kantor atau keluar rumah” kata teman saya. Memakai peci (songkok/kopiah), untuk orang sekeren teman saya adalah masalah. Kalau ke Mushollah atau ke masjid atau ke acara-acara keagamaan mah biasa dan bukan masalah, tapi kalau kemana-mana harus pakai peci, ini jelas-jelas masalah. Dalam perspektif penampilan dan fesyen, berpeci pada waktu yang tidak tepat pasti mengurangi nilai performa fisik secara keseluruhan. Bukan cuma itu, kesan kampungan dan udik sedikit banyak menempel dalam penilaian sebagian besar orang yang melihat penampilan seperti itu. Pendek kata, dengan bergaya seperti itu, teman saya sedang merendahkan dirinya dari segi penampilan. Sebuah tindakan yang tak akan pernah dilakukannya atau bahkan tak terpikirkan seumur hidupnya.&lt;br /&gt;Tapi mau bagaimana lagi, siapa tahu dengan cara ini, kesombongan yang menyerang hatinya bisa di hilangkan. Akhirnya dengan berat hati, ia melakukan juga terapi yang diberikan gurunya. “Awal-awalnya, sih sulit. Di tempat-tempat umum banyak orang yang memandang saya dengan tatapan yang merendahkan. Bahkan saya pernah di kira sebagai orang yang meminta sumbangan dari panti asuhan” kenang teman saya itu. “Ada rasa malu dan minder berkomplikasi di hati saya, tapi lama-lama saya baru ngeh, kalau itu semua adalah bagian dari proses mengikis kesombongan di hati saya. Alhamdulillah, kalau dulu saya sering merasa sok menjadi orang penting karena punya banyak kelebihan, tapi setelah menjalani terapi itu, saya merasa menjadi lebih rendah hati, sampai sekarang saya sering terkenang-kenang peristiwa itu”. Tambah teman saya itu dengan tatapan mata berkaca-kaca (bagian berkaca-kaca ini tambahan saya biar lebih dramatis..he..he…) ck..ck.. dalam men!.&lt;br /&gt;Sekarang teman saya itu sudah semakin melejit karirnya, punya istri cantik dan hidup mapan. Namun, saya yakin kalau ia bakal tetap rendah hati dan tidak sombong. “Lalu bagaimana dengan saya sendiri? Kalo saya mah memang dari dulu baik hati, murah senyum dan tidak sombong, buktinya? Saya gak pernah lho, ngomongin kelebihan saya sama orang lain?” Bagus !!!.***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;copy right (c) by ilham chandra 2006&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33711309/posts/default/115729195132643779'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33711309/posts/default/115729195132643779'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reremahan-hati.blogspot.com/2006/09/terapi-anti-sombong.html' title='Terapi Anti Sombong'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry></feed>