<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-673284620470935941</atom:id><lastBuildDate>Sat, 28 Sep 2024 19:11:18 +0000</lastBuildDate><category>Materi Pembelajaran</category><category>Karya Sastra</category><category>Puisiku</category><category>Artikel</category><category>Berbicara</category><category>Karya Para Pujangga</category><category>Membaca</category><category>Menulis</category><category>Puisi</category><category>Renungan</category><category>Chairil Anwar</category><category>Inpassing</category><category>Kahlil Gibran</category><category>Kata-Kata Bijak</category><category>Majas</category><category>Metode Pembelajaran</category><category>Penggolongan Puisi</category><category>Religi</category><category>Sastra</category><title>Resume Kang Ichsan</title><description>Hormatilah Gurumu dan Carilah keberkahan darinya</description><link>http://resumekangichsan.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Kang Ichsan)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>26</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Hormatilah Gurumu dan Carilah keberkahan darinya</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-673284620470935941.post-6752777992831614717</guid><pubDate>Fri, 22 Jul 2011 04:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-07-22T11:36:40.038+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Metode Pembelajaran</category><title>Pembelajaran Kolaboratif versus Kooperatif</title><description>Dalam sebuah artikelnya &lt;b&gt;Ted Panitz&lt;/b&gt; (1996) menjelaskan bahwa pembelajaran kolaboratif adalah suatu filsafat personal, bukan sekadar teknik pembelajaran di kelas. Menurutnya, kolaborasi adalah filsafat interaksi dan gaya hidup yang menjadikan kerjasama sebagai suatu struktur interaksi yang dirancang sedemikian rupa guna memudahkan usaha kolektif untuk mencapai tujuan bersama. Pada segala situasi, ketika sejumlah orang berada dalam suatu kelompok, kolaborasi merupakan suatu cara untuk berhubungan dengan saling menghormati dan menghargai kemampuan dan sumbangan setiap anggota kelompok. Di dalamnya terdapat pembagian kewenangan dan penerimaan tanggung jawab di antara para anggota kelompok untuk melaksanakan tindakan kelompok. Pokok pikiran yang mendasari pembelajaran kolaboratif adalah konsensus yang terbina melalui kerjasama di antara anggota kelompok sebagai lawan dari kompetisi yang mengutamakan keunggulan individu. Para praktisi pembelajaran kolaboratif memanfaatkan filsafat ini di kelas, dalam rapat-rapat komite, dalam berbagai komunitas, dalam keluarga dan secara luas sebagai cara hidup dengan dan dalam berhubungan dengan sesama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;John Myers&lt;/b&gt; (1991) merujuk pada kamus untuk menjelaskan definisi collaboration yang berasal dari akar kata Latin dengan makna yang menitikberatkan proses kerjasama sedangkan kata cooperation berfokus pada produk kerjasama itu. Selanjutnya Myers menunjukkan beberapa perbedaan di antara kedua konsep itu sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Supporters of co-operative learning tend to be more teacher-centered, for example when forming heterogeneous groups, structuring positive interdependence, and teaching co-operative skills. Collaborative learning advocates distrust structure and allow students more say if forming friendship and interest groups. Student talk is stressed as a means for working things out. Discovery and contextural approaches are used to teach interpersonal skills.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Such differences can lead to disagreements…. I contend the dispute is not about research, but more about the morality of what should happen in the schools. Beliefs as to what should happen in the schools can be viewed as a continuum of orientations toward curriculum from “transmission” to “transaction” to “transmission”. At one end is the transmission position. As the name suggests, the aim of this orientation is to transmit knowledge to students in the form of facts, skills and values. The transformation position at the other end of the continuum stresses personal and social change in which the person is said to be interrelated with the environment rather than having control over it. The aim of this orientation is self-actualization, personal or organizational change. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersandar pada pandangan tersebut, kecenderungan memilih menggunakan konsep kolaboratif dibandingkan kooperatif dapat dimaklumi. Kendati demikian, penggunaan kedua konsep tersebut secara komplementer tampaknya sulit dihindari. &lt;b&gt;Slavin &lt;/b&gt;(1991:73), misalnya, mendefinisikan &lt;i&gt;“Cooperative learning methods share the idea that students work together to learn and are responsible for one another’s learning as well as their own.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atau lebih jelas lagi definisi yang dikemukakan &lt;b&gt;Cohen&lt;/b&gt; (1994:3) sebagai berikut: “Cooperative learning will be defined as students working together in a group small enough that everyone can participate on a collective task that has been clearly assigned. Moreover, students are expected to carry out their task without direct and immediate supervision of the teacher.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu &lt;b&gt;Kagan&lt;/b&gt; (1990) mengemukakan definisi yang sangat baik tentang pembelajaran kooperatif dengan melihat struktur umum yang dapat disesuaikan dengan berbagai situasi. Definisinya itu meliputi pandangan para spesialis pembelajaran kooperatif seperti &lt;b&gt;Johnsons&lt;/b&gt;, Slavin, Cooper, Graves dan Graves, Millis, etc. sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;The structural approach to cooperative learning is based on the creation, analysis and systematic application of structures, or content-free ways of organizing social inter-action in the classroom. Structures usually involve a series of steps, with proscribed behavior at each step. An important cornerstone of the approach is the distinction between “structures” and “activities”.&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;To illustrate, teachers can design many excellent cooperative activities, such as making a team mural or a quilt. Such activities almost always have a specific content-bound objective and thus cannot be used to deliver a range of academic content. Structures may be used repeatedly with almost any subject matter, at a wide range of grade levels and at various points in a lesson plan.”&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pembelajaran kooperatif dipahami sebagai suatu rangkaian proses yang membantu para siswa dalam berinteraksi bersama untuk mewujudkan tujuan spesifik yang telah disepakati. Dalam hal kewenangan guru, pembelajaran kooperatif lebih bersifat direktif jika dibandingkan dengan pembelajaran kolaboratif karena kontrol secara ketat yang dilakukan oleh guru:&lt;i&gt; “While there are many mechanisms for group analysis and introspection the fundamental approach is teacher centered whereas collaborative learning is more student centered.”&lt;/i&gt; (Panitz:1996).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senada dengan hal itu, &lt;b&gt;Rocky Rockwood&lt;/b&gt; (1995) membagikan pengalamannya bahwa pembelajaran kooperatif sangat sesuai untuk pendekatan penguasaan pengetahuan/ keterampilan dasar. Baru ketika para siswa sudah menjadi semakin terampil, mereka siap untuk pembelajaran kolaboratif, siap untuk berdiskusi dan menilai. Pada bagian lain artikelnya tersebut, ia juga menjelaskan perbandingan antara pembelajaran kolaboratif dan kooperatif dengan terlebih dulu memahami kesamaan keduanya, yakni: 1) menggunakan kelompok; 2) memberikan tugas yang spesifik; 3) saling berbagi di antara kelompok; dan 4) membandingkan prosedur dan kesimpulan dalam kelompok pleno (seluruh kelas).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan perbedaan yang paling nyata di antara keduanya adalah kenyataan bahwa pembelajaran kooperatif berkaitan erat dengan pengetahuan tradisional (kanonik) sementara pembelajaran kolaboratif terkait dengan gerakan konstruktivis sosial yang menegaskan bahwa pengetahuan dan otoritas pengetahuan telah berubah secara dramatis pada akhir abad yang lalu. Akibatnya adalah terjadi transisi dari pemahaman pengetahuan secara foundational (kognitif) ke nonfoundational ground sebagaimana diungkapkan oleh &lt;b&gt;Bruffe&lt;/b&gt; (1993): &lt;i&gt;“We understand knowledge to be a social construct and learning a social process”&lt;/i&gt;. Selanjutnya Rockwood menjelaskan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;In the ideal collaborative environment, the authority for testing and determining the appropriateness of the group product rests with, first, the small group, second, the plenary group (the whole class) and finally (but always understood to be subject to challenge and revision) the requisite knowledge community (i.e. the discipline: geography, history, biology etc.) The concept of non-foundational knowledge challenges not only the product acquired, but also the process employed in the acquisition of foundational knowledge.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Most importantly, in cooperative, the authority remains with the instructor, who retains ownership of the task, which involves either a closed or a closable (that is to say foundational) problem (the instructor knows or can predict the answer). In collaborative, the instructor – once the task is set – transfers all authority to the group. In the ideal, the group’s task is always open ended.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Seen from this perspective, cooperative does not empower students. It employs them to serve the instructor’s ends and produces a “right” or acceptable answer. Collaborative does truly empower and braves all the risks of empowerment (for example, having the group or class agree to an embarrassingly simplistic or unconvincing position or produce a solution in conflict with the instructor’s).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Every person, Brufee holds, belongs to several “interpretative or knowledge communities” that share vocabularies, points of view, histories, values, conventions and interests. The job of the instructor is to help students learn to negotiate the boundaries between the communities they already belong to and the community represented by the teacher’s academic discipline, which the students want to join. Every knowledge community has a core of foundational knowledge that its members consider as given (but not necessarily absolute). To function independently within a knowledge community, the fledgling scholar must master enough material to become conversant with the community.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sehubungan dengan hakikat pendidikan nilai, ada asumsi bahwa penerapan pembelajaran kolaboratif dipandang lebih sesuai dibandingkan dengan pembelajaran kooperatif. Pemilihan ini juga didasarkan pada pendapat &lt;b&gt;Myers&lt;/b&gt; (1991) yang mengusulkan orientasi “transaction” sebagai kompromi di antara tarik-menarik kedua metodologi tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;This orientation views education as a dialogue between the student and the curriculum. Students are viewed as problem solvers. Problem solving and inquiry approaches stressing cognitive skills and the ideas of Vygotsky, Piaget, Kohlberg and Bruner are linked to transaction. This perspective views teaching as a “conversation” in which teachers and students learn together through a process of negotiation with the curriculum to develop a shared view of the world.&lt;br /&gt;
&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Definisi dan Pengertian Pembelajaran Kolaboratif&lt;br /&gt;
Dari berbagai keterangan tersebut, dapat direkonstruksi unsur-unsur pembelajaran kolaboratif sebagai berikut: suatu filsafat pengajaran, bukan serangkaian teknik untuk mengurangi tugas guru dan mengalihkan tugas-tugasnya kepada para siswa. Hal terakhir ini perlu ditekankan karena mungkin begitulah kesan banyak orang tentang pembelajaran kolaboratif. Mereka merasa bahwa tidak ada yang dapat menandingi pembelajaran konvensional, yang menempatkan guru sebagai satu-satunya pemegang otoritas pembelajaran di kelasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun demikian, tidak ada maksud untuk meremehkan seluruh metode pembelajaran konvensional (tradisional). Namun, pembelajaran konvensional kurang efektif untuk menumbuhkembangkan minat belajar siswa terhadap bahan-bahan pembelajaran. Mungkin saja para siswa mempelajari lebih banyak materi pelajaran dalam pembelajaran konvensional, tetapi mungkin pula mereka akan segera melupakannya jika tidak terinternalisasi dalam perubahan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai yang dipelajari. Padahal, Gagne (1992:6) mengartikan pembelajaran bertolak dari hakikat belajar sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Changes in behavior of human beings and in their capabilities for particular behaviors take place following their experience within certain indentifiable situations. These situations stimulate the individual in such a way as to bring about the change in behavior. The process that makes such change happen is called learning, and the situations that sets the process into effect is called a learning situation.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan demikian, pembelajaran kolaboratif dapat didefinisikan sebagai filsafat pembelajaran yang memudahkan para siswa bekerjasama, saling membina, belajar dan berubah bersama, serta maju bersama pula. Inilah filsafat yang dibutuhkan dunia global saat ini. Bila orang-orang yang berbeda dapat belajar untuk bekerjasama di dalam kelas, di kemudian hari mereka lebih dapat diharapkan untuk menjadi warganegara yang lebih baik bagi bangsa dan negaranya, bahkan bagi seluruh dunia. Akan lebih mudah bagi mereka untuk berinteraksi secara positif dengan orang-orang yang berbeda pola pikirnya, bukan hanya dalam skala lokal, melainkan juga dalam skala nasional bahkan mondial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jelaslah bahwa pembelajaran kolaboratif lebih daripada sekadar kooperatif. Jika pembelajaran kooperatif merupakan teknik untuk mencapai hasil tertentu secara lebih cepat, lebih baik, setiap orang mengerjakan bagian yang lebih sedikit dibandingkan jika semua dikerjakannya sendiri, maka pembelajaran kolaboratif mencakup keseluruhan proses pembelajaran, siswa saling mengajar sesamanya. Bahkan bukan tidak mungkin, ada kalanya siswa mengajar gurunya juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pembelajaran kolaboratif memudahkan para siswa belajar dan bekerja bersama, saling menyumbangkan pemikiran dan bertanggung jawab terhadap pencapaian hasil belajar secara kelompok maupun individu. Berbeda dengan pembelajaran konvensional, tekanan utama pembelajaran kolaboratif maupun kooperatif adalah “belajar bersama”.&lt;br /&gt;
Tetapi, dalam perspektif ini tidak semua “belajar bersama” dapat digolongkan sebagai belajar kooperatif, apalagi kolaboratif. Bila para siswa di dalam suatu kelompok tidak saling menyumbangkan pikiran dan bertanggung jawab terhadap pencapaian hasil belajar secara kelompok maupun individu, kelompok itu tak dapat digolongkan sebagai kelompok pembelajaran kolaboratif. Kelompok itu mungkin merupakan kelompok pembelajaran kooperatif atau bahkan sekadar belajar bersama-sama.&lt;br /&gt;
Inti pembelajaran kolaboratif adalah bahwa para siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil. Antaranggota kelompok saling belajar dan membelajarkan untuk mencapai tujuan bersama. Keberhasilan kelompok adalah keberhasilan individu dan demikian pula sebaliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Referensi:&lt;br /&gt;
http://ruhcitra.wordpress.com/2008/08/09/pembelajaran-kolaboratif/</description><link>http://resumekangichsan.blogspot.com/2011/07/pembelajaran-kolaboratif-versus.html</link><author>noreply@blogger.com (Kang Ichsan)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-673284620470935941.post-8162966112913302822</guid><pubDate>Thu, 21 Jul 2011 05:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-07-21T12:56:32.182+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Artikel</category><title>Pengertia Wawasan Wiyata Mandala</title><description> &lt;b&gt;Wawasan&lt;/b&gt; berarti  cara meninjau, cara memandang, cara melihat, cara tanggapan indrawi terhadap sesuatu (lingkungan).&lt;br /&gt;
 &lt;b&gt;Wiyata&lt;/b&gt; berarti pendidikan.&lt;br /&gt;
 &lt;b&gt;Mandala&lt;/b&gt; berati lingkaran, bundaran, bulatan, atau lingkungan.&lt;br /&gt;
 &lt;b&gt;Wawasan Wiyata Mandala&lt;/b&gt; adalah cara memandang sekolah sebagai lingkungan pendidikan dan pembelajaran. &lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sekolah sebagai lingkungan pendidikan dan pembelajaran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;MAKA ................&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
 Sekolah mengemban misi pendidikan oleh karena itu sekolah tidak boleh digunakan untuk tujuan-tujuan lain diluar bidang pendidikan.&lt;br /&gt;
 Sekolah harus benar-benar menjadi ciri khas masyarakat  belajar di dalamnya.&lt;br /&gt;
 Sekolah terus menerus menggali, mengenal, memahami, menyadari,  menguasai, menghayati , dan menyampaikan nilai-nilai positif yang ada pada sekolah.&lt;br /&gt;
 Sekolah menjadi suri tauladan masyarakat sekitarnya karena misi pendidikannya itu. &lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Cara mewujudkan Wawasan Wiyata Mandala adalah :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
 Ada  5 komponen penting :&lt;br /&gt;
 1. Peran Kepala Sekolah&lt;br /&gt;
 2. Peran Guru&lt;br /&gt;
 3. Peran Civitas Akademika&lt;br /&gt;
 4. Peran Murid&lt;br /&gt;
 5. Peran masyarakat sekitar &lt;br /&gt;
1. &lt;b&gt;Peran Kepala Sekolah :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
a. Berwenang dan bertanggung jawab penuh terhadap penyelenggaraan pendidikan di lingkungan sekolah.&lt;br /&gt;
b. Kepala sekolah dihormati dan berwibawa artinya siapapun yang berkepentingan dengan sekolah harus melalui kepala sekolah.&lt;br /&gt;
c. Semua aparat sekolah tidak boleh bertindak sendiri-sendiri melainkan atas seijin kepala sekolah.&lt;br /&gt;
d. Kepala sekolah melaksanakan program-program yang telah disusun bersama komite sekolah.&lt;br /&gt;
e. Menyelenggarakan musyawarah sekolah yang melibatkan pendidik, osis, komite sekolah, toma, dan pihak keamanan setempat.&lt;br /&gt;
f. Menertibkan lingkungan sekolah baik yang berbentuk sarana maupun peraturan atau tata tertib.&lt;br /&gt;
g. Mengadakan rapat koordinasi yang bersifat insidentil interen antara guru, wali murid, maupaun siswa.&lt;br /&gt;
h. Menyelenggarakan kegiatan yang dapat menunjang kegiatan sekolah seperti (PKS, Pramuka, PMR, Paskibraka, Kesenian, dll).&lt;br /&gt;
2.&lt;b&gt; Peran Guru :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
a. Menjunjung tinggi martabat dan citranya baik sikap dan tingkah lakunya.&lt;br /&gt;
b. Menjadi tauladan di masyarakat (pamong).&lt;br /&gt;
c. Guru harus mampu memimpin baik di lingkungan sekolah maupun diluar lingkungan sekolah.&lt;br /&gt;
d. Digugu dan ditiru, dipercaya oleh diri sendiri dan warga sekolah.&lt;br /&gt;
3. &lt;b&gt;Peran Civitas Akademika :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
a. Tata Usaha harus mendukung kepentingan administrasi dalam rangka proses belajar mengajar di sekolah. &lt;br /&gt;
b. Perangkat sekolah yang lain seperti pegawai,  Satpam, Tukang Kebun, piket dll, harus melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai bidang tugas masing-masing.&lt;br /&gt;
c. Semua warga sekolah menjalin rasa persaudaraan demi kenyaman warga sekolah.&lt;br /&gt;
4. &lt;b&gt;Peranan Murid :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
a. Mentaati tata tertib yang berlaku di sekolah tanpa kecuali.&lt;br /&gt;
b. Hormat dan sopan kepada guru dan warga sekolah yang lain.&lt;br /&gt;
c. Hormat dan sopan kepada teman&lt;br /&gt;
d. Belajar yang tekun &lt;br /&gt;
e. Menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru.&lt;br /&gt;
f. Menjaga nama baik keluarga dan sekolah di manapun berada.&lt;br /&gt;
g. Menjauhi narkoba.&lt;br /&gt;
h. Menjaga dan memelihara fasilitas belajar dan mengajar.&lt;br /&gt;
i. Menjaga keamanan sekolah.&lt;br /&gt;
j. Melaporkan peristiwa negatif yang terjadi di sekolah kepada OSIS, guru, wakil kepala sekolah, BP atau Kepala sekolah.&lt;br /&gt;
k. Memelihara lingkungan sekolah.&lt;br /&gt;
5. &lt;b&gt;Peranan masyarakat :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
a. Mendukung  program dan kebijakan sekolah dalam rangka pemajuan PBM.&lt;br /&gt;
b. Memberi saran dalam pemajuan proses belajar dan mengajar.&lt;br /&gt;
c. Ikut menjaga keamanan lingkungan sekolah.&lt;br /&gt;
d. Mengadakan kerjasama dengan pihak sekolah melalui Komite sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sekolah Sebagai Kawasan Wiyata Mandala&lt;br /&gt;
7 K&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
1. Keamanan/Kenyamanan&lt;br /&gt;
2. Kekeluargaan&lt;br /&gt;
3. Kedisiplinan&lt;br /&gt;
4. Kerindangan&lt;br /&gt;
5. Kebersihan&lt;br /&gt;
6. Keindahan&lt;br /&gt;
7. Ketertiban&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PENGGUNAAN SEKOLAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
 Sebagai Lembaga Pendidikan Maka Sekolah tidak boleh digunakan untuk :&lt;br /&gt;
a. Promosi dan penjualan produk yang tidak ada  hubungannya dengan pendidikan.&lt;br /&gt;
b. Tempat penyebaran aliran sesat dan penyebaran ajaran agama  tertentu yang bertentangan dengan Undang-Undang. &lt;br /&gt;
c. Propaganda politik atau tempat berkampanye.    &lt;br /&gt;
d. Shooting film atau sinetron tanpa izin Pemda.&lt;br /&gt;
e. Kegiatan yang dapat menimbulkan kerusakan,  perselisihan,  sehingga susana sekolah menjadi tidak kondusif. &lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Mekanisme Pelaksanaan Wiyata Mandala&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
A. &lt;b&gt;Tahap Preventif :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
1. Memelihara sekolah melalui 7 K.&lt;br /&gt;
2. Menciptakan suasana harmonis antar warga sekolah.    &lt;br /&gt;
3. Membentuk jaring pengawasan ( Razia).&lt;br /&gt;
4. Menghilangkan bentuk peloncoan saat MOS,      &lt;br /&gt;
5. Mengisi jam kosong dengan kegiatan ekstrakurikuler.         &lt;br /&gt;
6. Meningkatkan keamanan dan ketertiban saat berangkat dan usai sekolah         &lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tahap represif :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
  1. Mendamaikan pihak yang terlibat perselisihan.&lt;br /&gt;
  2. Menetralisisr isu negatif yang berkembang.&lt;br /&gt;
  3. Berkoordinasi dengan pihak keamanan bila ada kriminal di sekolah       &lt;br /&gt;
  4. Penyelesaian kasus secara hukum terhadap kasus yang melibatkan pihak luar sekolah       &lt;br /&gt;
  5. Mengadakan Bimbingan dan Penyuluhan.&lt;br /&gt;
  6. Memberikan sanksi sesuai tata tertib yang berlaku.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Referensi :&lt;br /&gt;
Dari berbagai sumber</description><link>http://resumekangichsan.blogspot.com/2011/07/pengertia-wawasan-wiyata-mandala.html</link><author>noreply@blogger.com (Kang Ichsan)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-673284620470935941.post-8363035632945264398</guid><pubDate>Sat, 14 May 2011 12:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-12-28T23:24:37.235+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Karya Sastra</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Puisiku</category><title>Kun ‘Aaliman Au Muta’aliman Au Muhibban</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
Jadilah orang yang berilmu,&lt;br /&gt;
Baik ilmu agama maupun ilmu duniawi&lt;br /&gt;
Karena dengan berilmu, hidup takkan ditipu orang&lt;br /&gt;
Hidup kan berguna, dan dihargai orang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tebarkanlah ilmu yang didapat&lt;br /&gt;
Kepada orang yang sesat&lt;br /&gt;
Supaya hidup kita bermanfaat&lt;br /&gt;
Jangan sampai, ilmu menjadi laknat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Amalkanlah ilmu kita&lt;br /&gt;
Agar menjadi orang yang berharga&lt;br /&gt;
Ada pepatah mengatakan&lt;br /&gt;
“Ilmu tanpa amal, bagaikan pohon tak berbuah”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadialh orang yang mau belajar&lt;br /&gt;
Supaya hidup tak kurang ajar&lt;br /&gt;
Hidup kan ter arah&lt;br /&gt;
Jangan lupa Ibadah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadilah orang yang mencitai para ‘alim&lt;br /&gt;
Karena ia gudangnya ilmu&lt;br /&gt;
Jangan membenci orang ‘alim&lt;br /&gt;
Karena ia banyak berkah slalu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadilah orang yang berilmu, &lt;br /&gt;
Kalau tidak, jadilah pencari ilmu,&lt;br /&gt;
Kalau tidak, jadilah orang yang mencitai banyak ilmu&lt;br /&gt;
Insya Alloh, hidup kita kan terarah slalu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan lupa berilmu dan beramal ....&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-zyfxRnWa-Q0/Tc5y018zTjI/AAAAAAAAAEo/JuvP5FpzH9k/s1600/sampe198ebabdc77c7e0.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://3.bp.blogspot.com/-zyfxRnWa-Q0/Tc5y018zTjI/AAAAAAAAAEo/JuvP5FpzH9k/s320/sampe198ebabdc77c7e0.jpg" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://resumekangichsan.blogspot.com/2011/05/kun-aaliman-au-mutaaliman-au-muhibban.html</link><author>noreply@blogger.com (Kang Ichsan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="http://3.bp.blogspot.com/-zyfxRnWa-Q0/Tc5y018zTjI/AAAAAAAAAEo/JuvP5FpzH9k/s72-c/sampe198ebabdc77c7e0.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-673284620470935941.post-2576055290386846011</guid><pubDate>Thu, 05 May 2011 02:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-12-28T23:27:54.988+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Karya Sastra</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Puisiku</category><title>HUJAN</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
Dingin mengguyur sekujur tubuhku&lt;br /&gt;
Sang raja siang tak kunjung tiba&lt;br /&gt;
ada apa gerangan ...&lt;br /&gt;
terdengar suara gemercik air&lt;br /&gt;
menimpa kaleng di atas genting&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ternyata eh ternyata ... &lt;br /&gt;
pagi-pagi disambut dengan turunnya air hujan&lt;br /&gt;
Akhirnya kupanggil selimut&lt;br /&gt;
Tidur lagi dweh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, ingat tugas&lt;br /&gt;
Meski udah siang&lt;br /&gt;
Ku bangun, ambil handuk&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ku minum secangkir kopi&lt;br /&gt;
dan buka facebook&lt;br /&gt;
waktu tak terasa&lt;br /&gt;
itulah dunia&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dunia membuat kita lupa segala&lt;br /&gt;
Kalau kita terlena&lt;br /&gt;
Kerugian kan menimpa kita&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mangkat ach ....!&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Qshkh7THKSw/TcIMk3WfU_I/AAAAAAAAAEg/08EoYxAkvaw/s1600/1154235injr3mz8kd.gif" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://3.bp.blogspot.com/-Qshkh7THKSw/TcIMk3WfU_I/AAAAAAAAAEg/08EoYxAkvaw/s320/1154235injr3mz8kd.gif" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://resumekangichsan.blogspot.com/2011/05/hujan.html</link><author>noreply@blogger.com (Kang Ichsan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="http://3.bp.blogspot.com/-Qshkh7THKSw/TcIMk3WfU_I/AAAAAAAAAEg/08EoYxAkvaw/s72-c/1154235injr3mz8kd.gif" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-673284620470935941.post-8435782168949137394</guid><pubDate>Wed, 04 May 2011 00:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-12-28T23:52:14.478+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Materi Pembelajaran</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Penggolongan Puisi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Puisi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sastra</category><title>Penggolongan Puisi</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
Puisi merupakan bentuk karya sastra yang kekuatannya terletak pada susunan kata-kata, sajak, dan citraan. Sedangkan berdasarkan penggolongan zamannya, perkembangannya puisi di Indonesia dibagi menjadi 3 macam, yaitu :&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Puisi Lama&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Puisi yang masih terikat oleh banyaknya larik tiap bait, banyaknya kata atau suku kata dalam tiap larik, rima, irama, serta tidak dicantumkan siapa pengarangnya.&lt;br /&gt;
Macam-macam puisi lama:&lt;br /&gt;
a. Pantun (sajak empat seuntai)&lt;br /&gt;
- Karmina (sajak dua seuntai)&lt;br /&gt;
- Talibun (sajak lebih empat seuntai)&lt;br /&gt;
b. Gurindam (sajak dua seuntai)&lt;br /&gt;
c. Syair (sajak empat seuntai)&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Puisi Baru&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Puisi yang masih terikat oleh jumlah larik dalam tiap bait, tetapi sudah bebas dari ikatan yang lain dan nama pengarangnya sudah disertakan.&lt;br /&gt;
Macam-macam Puisi Baru:&lt;br /&gt;
a. Distikon (sajak dua seuntai)&lt;br /&gt;
b. Terzina (sajak tiga seuntai)&lt;br /&gt;
c. Kuatrain (sajak empat seunyai)&lt;br /&gt;
d. Kuint (sajak lima seuntai)&lt;br /&gt;
e. Sektet atau Double Terzina (sajak enam seuntai)&lt;br /&gt;
f. Septima (sajak tujuh seuntai)&lt;br /&gt;
g, Stanza atau Oktaf (sajak delapan seuntai)&lt;br /&gt;
h. Soneta (sajak 14 baris)&lt;br /&gt;
i. Sajak bebas (bebas dalam jumlah baris)&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Puisi Modern&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Puisi yang sudah bebas dari semua ikatan&lt;br /&gt;
Macam-macam Puisi Modern:&lt;br /&gt;
a. Transparan&lt;br /&gt;
b. Prismatis&lt;br /&gt;
c. Kontemporer&lt;br /&gt;
d. Mbeling&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikutip dari berbagai sumber.&lt;/div&gt;
</description><link>http://resumekangichsan.blogspot.com/2011/05/penggolongan-puisi.html</link><author>noreply@blogger.com (Kang Ichsan)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-673284620470935941.post-4059840064776438929</guid><pubDate>Mon, 02 May 2011 16:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-12-28T23:29:38.489+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kahlil Gibran</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Karya Para Pujangga</category><title>Koleksi Puisi Kahlil Gibran</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;b&gt;sahabatku yang tertindas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wahai engkau yang dilahirkan di atas ranjang kesengsaraan,&lt;br /&gt;
diberi makan pada dada penurunan nilai,&lt;br /&gt;
yang bermain sebagai seorang anak di rumah tirani,&lt;br /&gt;
engkau yang memakan roti basimu dengan keluhan dan meminum air keruhmu bercampur dengan airmata yang getir.&lt;br /&gt;
Wahai askar yang diperintah oleh hukum yang tidak adil oleh lelaki yang meninggalkan isterinya,&lt;br /&gt;
anak-anaknya yang masih kecil,&lt;br /&gt;
sahabat-sahabatnya,&lt;br /&gt;
dan memasuki gelanggang kematian demi kepentingan cita-cita, yang mereka sebut ‘keperluan’.&lt;br /&gt;
Wahai penyair yang hidup sebagai orang asing di kampung halamannya, tak dikenali di antara mereka yang mengenalinya,&lt;br /&gt;
yang hanya berhasrat untuk hidup di atas sampah masyarakat dan dari tinggalan atas permintaan dunia yang hanya tinta dan kertas.&lt;br /&gt;
Wahai tawanan yang dilemparkan ke dalam kegelapan kerana kejahatan kecil yang dibuat seumpama kejahatan besar oleh mereka yang membalas kejahatan dengan kejahatan,&lt;br /&gt;
dibuang dengan kebijaksanaan yang ingin mempertahankan hak melalui cara-cara yang keliru.&lt;br /&gt;
&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dan engkau, Wahai wanita yang malang,&lt;br /&gt;yang kepadanya Tuhan menganugerahkan kecantikan.&lt;br /&gt;Masa muda yang tidak setia memandangnya dan mengekorimu,&lt;br /&gt;memperdayakan engkau,&lt;br /&gt;menanggung kemiskinanmu dengan emas.&lt;br /&gt;Ketika kau menyerah padanya, dia meninggalkanmu. Kau serupa mangsa yang gementar dalam cakar-cakar penurunan nilai dan keadaan yang menyedihkan.&lt;br /&gt;Dan kalian, teman-temanku yang rendah hati,&lt;br /&gt;para martir bagi hukum buatan manusia.&lt;br /&gt;Kau bersedih, dan kesedihanmu adalah akibat dari kebiadaban yang hebat,&lt;br /&gt;dari ketidakadilan sang hakim, dari licik si kaya,&lt;br /&gt;dan dari keegoisan hamba demi hawa nafsunya Jangan putus asa,&lt;br /&gt;kerana di sebalik ketidakadilan dunia ini,&lt;br /&gt;di balik persoalan, di balik awan gemawan,&lt;br /&gt;di balik bumi, di balik semua hal ada suatu kekuatan yang tak lain adalah seluruh kadilan, segenap kelembutan, semua kesopanan, segenap cinta kasih.&lt;br /&gt;Engkau laksana bunga yang tumbuh dalam bayangan.&lt;br /&gt;Segera angin yang lembut akan bertiup dan membawa bijianmu memasuki cahaya matahari tempat mereka yang akan menjalani suatu kehidupan indah.Engkau laksana pepohonan telanjang yang rendah kerana berat dan bersama salju musim dingin. Lalu musim bunga akan tiba menyelimutimu dengan dedaunan hijau dan berair banyak.Kebenaran akan mengoyak tabir airmata yang menyembunyikan senyumanmu. Saudaraku, kuucapkan selamat datang padamu dan kuanggap hina para penindasmu.&lt;br /&gt;~ Khalil Gibran ~ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tanya Sang Anak&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon pada suatu desa terpencil&lt;br /&gt;Terdapat sebuah keluarga&lt;br /&gt;Terdiri dari sang ayah dan ibuSerta seorang anak gadis muda dan naif!&lt;br /&gt;Pada suatu hari sang anak bertanya pada sang ibu!Ibu!&lt;br /&gt;Mengapa aku dilahirkan wanita?Sang ibu menjawab,&lt;br /&gt;“Kerana ibu lebih kuat dari ayah!&lt;br /&gt;“Sang anak terdiam dan berkata,”Kenapa jadi begitu?&lt;br /&gt;“Sang anak pun bertanya kepada sang ayah&lt;br /&gt;!Ayah!&lt;br /&gt;Kenapa ibu lebih kuat dari ayah?&lt;br /&gt;Ayah pun menjawab,”Kerana ibumu seorang wanita!!!&lt;br /&gt;Sang anak kembali terdiam.&lt;br /&gt;Dan sang anak pun kembali bertanya!&lt;br /&gt;Ayah!&lt;br /&gt;Apakah aku lebih kuat dari ayah?&lt;br /&gt;Dan sang ayah pun kembali menjawab,” Iya,&lt;br /&gt;kau adalah yang terkuat!”&lt;br /&gt;Sang anak kembali terdiam dan sesekali mengerut dahinya.&lt;br /&gt;Dan dia pun kembali melontarkan pertanyaan yang lain.&lt;br /&gt;Ayah!&lt;br /&gt;Apakah aku lebih kuat dari ibu?&lt;br /&gt;Ayah kembali menjawab,”Iya kaulah yang terhebat dan terkuat!&lt;br /&gt;“”Kenapa ayah, kenapa aku yang terkuat?&lt;br /&gt;” Sang anak pun kembali melontarkan pertanyaan.&lt;br /&gt;Sang ayah pun menjawab dengan perlahan dan penuh kelembutan.&lt;br /&gt;“Kerana engkau adalah buah dari cintanya!&lt;br /&gt;Cinta yang dapat membuat semua manusia tertunduk dan terdiam.&lt;br /&gt;Cinta yang dapat membuat semua manusia buta, tuli serta bisu!&lt;br /&gt;Dan kau adalah segalanya buat kami.&lt;br /&gt;Kebahagiaanmu adalah kebahagiaan kami.&lt;br /&gt;Tawamu adalah tawa kami.&lt;br /&gt;Tangismu adalah air mata kami.&lt;br /&gt;Dan cintamu adalah cinta kami.&lt;br /&gt;Dan sang anak pun kembali bertanya!&lt;br /&gt;Apa itu Cinta, Ayah?&lt;br /&gt;Apa itu cinta, Ibu?&lt;br /&gt;Sang ayah dan ibu pun tersenyum!&lt;br /&gt;Dan mereka pun menjawab,”Kau, kau adalah cinta kami sayang..”&lt;br /&gt;~ Khalil Gibran ~ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kisahku&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengarkan kisahku… .&lt;br /&gt;Dengarkan,&lt;br /&gt;tetapi jangan menaruh belas kasihan padaku:&lt;br /&gt;kerana belas kasihan menyebabkan kelemahan, padahal aku masih tegar dalam penderitaanku..&lt;br /&gt;Jika kita mencintai,&lt;br /&gt;cinta kita bukan dari diri kita, juga bukan untuk diri kita.&lt;br /&gt;Jika kita bergembira,&lt;br /&gt;kegembiraan kita bukan berada dalam diri kita, tapi dalam Hidup itu sendiri.&lt;br /&gt;Jika kita menderita,&lt;br /&gt;kesakitan kita tidak terletak pada luka kita, tapi dalam hati nurani alam.&lt;br /&gt;Jangan kau anggap bahawa cinta itu datang kerana pergaulan yang lama atau rayuan yang terus menerus.&lt;br /&gt;Cinta adalah tunas pesona jiwa,&lt;br /&gt;dan jika tunas ini tak tercipta dalam sesaat,&lt;br /&gt;ia takkan tercipta bertahun-tahun atau bahkan dari generasi ke generasi.&lt;br /&gt;Wanita yang menghiasi tingkah lakunya dengan keindahan jiwa dan raga adalah sebuah kebenaran,&lt;br /&gt;yang terbuka namun rahsia;&lt;br /&gt;ia hanya dapat difahami melalui cinta,&lt;br /&gt;hanya dapat disentuh dengan kebaikan;&lt;br /&gt;dan ketika kita mencuba untuk menggambarkannya ia menghilang bagai segumpal wap.&lt;br /&gt;~ Kahlil Gibran ~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Semalam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semalam aku sendirian di dunia ini,&lt;br /&gt;kekasih; dan kesendirianku…&lt;br /&gt;sebengis kematian…&lt;br /&gt;Semalam diriku adalah sepatah kata yang tak bersuara…,&lt;br /&gt;Di dalam fikiran malam.&lt;br /&gt;Hari ini…&lt;br /&gt;aku menjelma menjadi sebuah nyanyian menyenangkan di atas lidah hari.&lt;br /&gt;Dan, ia berlangsung dalam seminit dari sang waktu yang melahirkan sekilas pandang,&lt;br /&gt;sepatah kata, sebuah desakan dan… sekucup ciuman&lt;br /&gt;~ Khalil Gibran ~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Nyanyian sukma&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dasar relung jiwakuBergema nyanyian tanpa kata;&lt;br /&gt;sebuah laguyang bernafas di dalam benih hatiku,&lt;br /&gt;Yang tiada dicairkan oleh tinta di atas lembar kulit ;&lt;br /&gt;ia meneguk rasa kasihkudalam jubah yg nipis kainnya,&lt;br /&gt;dan mengalirkan sayang,Namun bukan menyentuh bibirku.&lt;br /&gt;Betapa dapat aku mendesahkannya?&lt;br /&gt;Aku bimbang dia mungkin berbaur dengan kerajaan fana&lt;br /&gt;Kepada siapa aku akan menyanyikannya?&lt;br /&gt;Dia tersimpan dalam relung sukmaku&lt;br /&gt;Kerna aku risau, dia akan terhempas&lt;br /&gt;Di telinga pendengaran yang keras.&lt;br /&gt;Pabila kutatap penglihatan batinku&lt;br /&gt;Nampak di dalamnya bayangan dari bayangannya,&lt;br /&gt;Dan pabila kusentuh hujung jemariku&lt;br /&gt;Terasa getaran kehadirannya.&lt;br /&gt;Perilaku tanganku saksi bisu kehadirannya,&lt;br /&gt;Bagai danau tenang yang memantulkan cahayabintang-bintang bergemerlapan.&lt;br /&gt;Air mataku menandai sendu&lt;br /&gt;Bagai titik-titik embun syahduYang membongkarkan rahsia mawar layu.&lt;br /&gt;Lagu itu digubah oleh renungan,&lt;br /&gt;Dan dikumandangkan oleh kesunyian,&lt;br /&gt;Dan disingkiri oleh kebisingan,Dan dilipat oleh kebenaran,&lt;br /&gt;Dan diulang-ulang oleh mimpi dan bayangan,&lt;br /&gt;Dan difahami oleh cinta,&lt;br /&gt;Dan disembunyikan oleh kesedaran siang&lt;br /&gt;Dan dinyanyikan oleh sukma malam.&lt;br /&gt;Lagu itu lagu kasih-sayang,&lt;br /&gt;Gerangan ‘Cain’ atau ‘Esau’ manakahYang mampu membawakannya berkumandang?&lt;br /&gt;Nyanyian itu lebih semerbak wangi daripada melati:&lt;br /&gt;Suara manakah yang dapat menangkapnya?&lt;br /&gt;Kidung itu tersembunyi bagai rahsia perawan suci,&lt;br /&gt;Getar nada mana yang mampu menggoyahnya?&lt;br /&gt;Siapa berani menyatukan debur ombak samudra dengan kicau bening burung malam?&lt;br /&gt;Siapa yang berani membandingkan deru alam,Dengan desah bayi yang nyenyak di buaian?&lt;br /&gt;Siapa berani memecah sunyiDan lantang menuturkan bisikan sanubari&lt;br /&gt;Yang hanya terungkap oleh hati?&lt;br /&gt;Insan mana yang beranimelagukan kidung suci Tuhan?&lt;br /&gt;(Dari ‘Dam’ah Wa Ibtisamah’ -Setitis Air Mata Seulas Senyuman)&lt;br /&gt;~ Khalil Gibran ~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Syukur&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangun di fajar subuh dengan hati seringan awan&lt;br /&gt;Mensyukuri hari baru penuh sinar kecintaan&lt;br /&gt;Istirahat di terik siang merenungkan puncak getaran cinta&lt;br /&gt;Pulang di kala senja dengan syukur penuh di rongga dada&lt;br /&gt;Kemudian terlena dengan doa bagi yang tercinta dalam sanubari&lt;br /&gt;Dan sebuah nyanyian kesyukuran terpahat di bibir senyuman&lt;br /&gt;~ Kahlil Gibran ~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jalan cinta&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk anak-anakku,&lt;br /&gt;Yang sedang bertanya-tanya&lt;br /&gt;Tentang masa depan yang tersembunyi dan terbayang begitu jauh&lt;br /&gt;Berharap-harap tentang hidup yang sedang dan akan dihadapinya&lt;br /&gt;Anak-anakku,&lt;br /&gt;yang sedang mencari keyakinan jiwa&lt;br /&gt;Terhadap jiwa lain yang menjadi pasangan jiwanya&lt;br /&gt;Anak-anakku,&lt;br /&gt;Yang sedang gelisah&lt;br /&gt;Menjalani hidup yang penuh ketidakpastian&lt;br /&gt;Dan godaan-godaan yang memberatkan&lt;br /&gt;Anak-anakku,&lt;br /&gt;Yang semakin dewasa&lt;br /&gt;Dan penuh dengan beban tanggungjawab kehidupan&lt;br /&gt;Aku berdoa untuk kalian&lt;br /&gt;Ya Allah,&lt;br /&gt;Karuniakanlah kebajikan dan keteguhan hati kepada mereka&lt;br /&gt;Jiwa-jiwa yang sedang tumbuh dewasa&lt;br /&gt;Bersihkanlah jiwa mereka&lt;br /&gt;Masukkanlah mereka dalam lindunganMu dan pemeliharaanMu&lt;br /&gt;Anakku,&lt;br /&gt;Pada mulanya engkau dan dia bertemu dalam ketidaksengajaan&lt;br /&gt;Karena sejak mulanya adalah engkau dan dia dipertemukan&lt;br /&gt;Oleh Tangan Gaib yang mengatur kehidupan&lt;br /&gt;Dan sejak engkau bertemu lelaki bermata kuat&lt;br /&gt;Dengan tatapannya yang tajam&lt;br /&gt;Ada yang tersentak dari dalam dadamu&lt;br /&gt;Engkau sering menyendiri duduk dalam gelap&lt;br /&gt;bersenandung nyanyian kasmaran&lt;br /&gt;Dan tersenyum entah untuk siapa&lt;br /&gt;Nampaknya engkau tengah mabuk kepayang&lt;br /&gt;memahat langit dengan angan-angan&lt;br /&gt;mengukir malam dengan bayang-bayang&lt;br /&gt;Jangan hanya diam engkau simpan dalam duduk termenung&lt;br /&gt;Malam yang engkau sapa lewat tanpa jawab&lt;br /&gt;Bersikaplah jujur dan terbuka&lt;br /&gt;Tumpahkanlah perasaan yang sarat dengan cinta yang panas bergelora&lt;br /&gt;Barangkali takdir tengah bicara&lt;br /&gt;Telah datang seorang lelaki diperuntukkan buatmu&lt;br /&gt;Dan pandangan matanya memang khusus buatmu&lt;br /&gt;Mengapa engkau harus sembunyi dari kenyataan&lt;br /&gt;Cinta kasih sejati kadang datang tak terduga&lt;br /&gt;Bergegaslah bangun dari mimpi&lt;br /&gt;Atau engkau akan kehilangan keindahan yang tengah engkau genggam&lt;br /&gt;Anggap saja takdir tengah bicara&lt;br /&gt;Ia datang dari langit buatmu dan pandangan matanya khusus buatmu&lt;br /&gt;Engkau akan segera menyadari&lt;br /&gt;Keadaannya tidaklah jauh berbeda&lt;br /&gt;Takdir tengah bicara kepadanya&lt;br /&gt;Ada yang tersentak dari dalam dadanya&lt;br /&gt;Sejak ia bertemu denganmu gadis bermata lembut&lt;br /&gt;Dan tatapanmu yang sejuk&lt;br /&gt;Ia mengasingkan diri dari keriuhan&lt;br /&gt;Merenungi keajaiban ruhaniah yang menggetarkan jiwanya&lt;br /&gt;Bermalam-malam lewat tanpa jawab&lt;br /&gt;Berharap-harap ia bertemu lagi denganmu&lt;br /&gt;Menyusun angan-angan duduk berdua di bawah pohon cemara&lt;br /&gt;Dan bercerita tentang sepasang burung yang bercumbu di atas dahan&lt;br /&gt;Ia menyematkan kembang di rambut telinga kananmu&lt;br /&gt;Lalu waktu yang engkau dan dia bayangkan pun tiba&lt;br /&gt;Engkau bertemu dengannya berdiri di dekat duduknya&lt;br /&gt;Tetapi ia hanya duduk terdiam&lt;br /&gt;Engkaupun hanya berdiri terpaku berharap-harap&lt;br /&gt;Ia berdiri mendekat ke hadapanmu dan menyapamu&lt;br /&gt;Angin dan daunan dan waktu bercanda menunggu&lt;br /&gt;Tetapi engkau dan dia tidak beranjak menyambut suara alam&lt;br /&gt;Yang mengabarkan harapanmu terhadapnya&lt;br /&gt;Dan mengabarkan hasratnya terhadapmu&lt;br /&gt;Keraguanlah yang menyelimuti langkahmu&lt;br /&gt;Engkau ragu keliru memahami pandangan matanya&lt;br /&gt;Ketakutanlah yang menyelubungi langkahnya&lt;br /&gt;Ia takut menemui kenyataanmu yang berbeda&lt;br /&gt;Waktu berlalu dan engkau dan dia berlalu&lt;br /&gt;Sejak ia berlalu dari hadapanmu&lt;br /&gt;Sepi menggelayut di dalam dadamu dan rindu bayang-bayangnya&lt;br /&gt;Sejak engkau berlalu dari hadapannya&lt;br /&gt;Di dadanya bergelayut sepi dan rindu bayang-bayangmu&lt;br /&gt;Engkau dan dia memang tidak seperti kanak-kanak lagi&lt;br /&gt;Kanak-kanak tidak pandai berdusta apalagi terhadap perasaan di dada&lt;br /&gt;Kanak-kanak yang begitu jujur tentang apa yang disukainya atau&lt;br /&gt;dibencinya&lt;br /&gt;Dan disampaikannya dengan tanpa beban&lt;br /&gt;Sedang engkau menyembunyikan darinya&lt;br /&gt;Perasaanmu yang bergelora&lt;br /&gt;Dan dia menyembunyikan darimu&lt;br /&gt;Hasratnya yang membara&lt;br /&gt;Kedua-duanya bersembunyi dibalik harga diri&lt;br /&gt;Mengapa engkau dan dia tidak bersegera mengikuti panggilan jiwa&lt;br /&gt;Yang disatukan Tangan Gaib dalam cinta&lt;br /&gt;Anugerah yang mengejawantah dalam dirimu dan dirinya&lt;br /&gt;Pabila cinta telah memanggilmu ikutilah jalannya&lt;br /&gt;Meski dibalik sayapnya yang anggun&lt;br /&gt;Tersimpan pedang tajam melukaimu&lt;br /&gt;Yakinlah anugerah gaibNya akan membimbing engkau dan dia&lt;br /&gt;Dalam perjalanan yang menggembirakan betapa pun jauhnya&lt;br /&gt;Apabila anugerah cinta telah melingkupi jiwamu dan jiwanya&lt;br /&gt;Maka atas kehendakNya engkau dan dia akan dipertemukan&lt;br /&gt;Betapapun engkau tidak menginginkan&lt;br /&gt;Atau dia tidak menghendaki&lt;br /&gt;Apabila hanya hasrat dan gelora nafsu yang melingkupi jiwamu dan&lt;br /&gt;jiwanya&lt;br /&gt;Maka atas kehendakNya engkau dan dia akan dipisahkan&lt;br /&gt;Betapapun engkau ingin menemukannya&lt;br /&gt;Atau dia ingin menemukanmu&lt;br /&gt;Sesungguhnya atas kehendakNyalah engkau dan dia dipertemukan atau&lt;br /&gt;dipisahkan&lt;br /&gt;Nampaknya kegelisahanmu dan hasratnya&lt;br /&gt;Hendak dipertemukan olehNya dalam cinta&lt;br /&gt;Sehingga waktu membuatmu sering berhadapan dengannya&lt;br /&gt;Dan ruang sering menempatkannya di dekatmu&lt;br /&gt;Lalu engkau dan dia menjadi lebih mudah berbicara&lt;br /&gt;Dan mendekatkan jiwamu dengan jiwanya&lt;br /&gt;Sampai tiba waktu yang engkau dan dia tunggu&lt;br /&gt;Benih yang dianugerahkan untukmu dan untuknya&lt;br /&gt;Telah mulai bersemi dan tumbuh sebagai pohon cinta dengan cepatnya&lt;br /&gt;Kalian menjadi sepasang kekasih yang saling mengikat janji setia&lt;br /&gt;Sepasang kekasih saling menumpahkan perasaan&lt;br /&gt;Mengikat waktu dengan memadu rindu&lt;br /&gt;Saling bercerita tentang kegembiraan&lt;br /&gt;Saling bercerita tentang kesedihan&lt;br /&gt;Saling membagi tentang harapan dan beban&lt;br /&gt;Memupuk pohon cinta dengan terbuka&lt;br /&gt;Kepercayaan dan keikhlasan tentang hidup yang nampak atau tersembunyi&lt;br /&gt;Memberikan dengan segala kerelaan kesempatan dan dukungan&lt;br /&gt;Meminta dengan lembut pembelaan dan perlindungan&lt;br /&gt;Memberikan pengertian dengan sepenuh hati dan pikiran&lt;br /&gt;Sepasang kekasih saling menjaga dan memelihara&lt;br /&gt;Karena ada kalanya di tengah waktu&lt;br /&gt;Datang masa-masa yang mengganggu dan membingungkan&lt;br /&gt;Menjadi masalah dan kemarahan&lt;br /&gt;Lalu seperti kanak-kanak kalian saling membenci&lt;br /&gt;Tentang keadaannya yang tidak engkau inginkan&lt;br /&gt;Tentang keadaanmu yang tidak dia inginkan&lt;br /&gt;Lalu seperti kanak-kanak kalian saling berdiam&lt;br /&gt;Tentang ketidakmengertiannya terhadap keinginanmu&lt;br /&gt;Tentang ketidakmengertianmu terhadap keinginannya&lt;br /&gt;Anugerah cinta, harapan dan kedewasaan yang membimbing kalian&lt;br /&gt;Membawamu kembali mendekat kepadanya&lt;br /&gt;Membawanya kembali mendekat kepadamu&lt;br /&gt;Lalu kalian saling bercerita&lt;br /&gt;Tentang pemeliharaan dan penjagaan sepasang kekasih&lt;br /&gt;Lalu kalian saling mengingatkan tentang pohon cinta yang kalian&lt;br /&gt;ikrarkan&lt;br /&gt;Di sepanjang perjalanan selalu datang kabut&lt;br /&gt;Mengaburkan pandangan dan menghalangi tujuan hidup&lt;br /&gt;Kekuatanmu dan kekuatannya dan anugerah cinta yang dapat&lt;br /&gt;membersihkannya&lt;br /&gt;Maka hanya kepadaNya berlindung dan berserah diri&lt;br /&gt;Sepasang kekasih memohon penjagaan dan pemeliharaan&lt;br /&gt;Sepasang kekasih memohon limpahan kasih sayang&lt;br /&gt;Pohon cinta tumbuh subur dan semakin dewasa&lt;br /&gt;Akarnya semakin kuat dan pokoknya semakin kokoh&lt;br /&gt;Daunnya semakin rimbun meneduhi&lt;br /&gt;Pohon dewasa yang siap berbunga dan berbuah&lt;br /&gt;Dalam jiwamu mulai tumbuh perasaan-perasaan baru&lt;br /&gt;Tentang tujuan dan harapan pohon cinta&lt;br /&gt;Akankah ini berbunga dan berbuah dengan lebatnya&lt;br /&gt;Engkau menjadi putik benih bagi hidup baru&lt;br /&gt;Dan dia menjadi sari menghidupkan benih&lt;br /&gt;Dalam jiwanya mulai tumbuh gagasan-gagasan baru&lt;br /&gt;Tentang kedewasaan pohon cinta dan tujuan dan harapannya&lt;br /&gt;Akankah ini berbunga dan berbuah dengan lebatnya&lt;br /&gt;Akankah dia menikmatinya bermusim-musim&lt;br /&gt;Malam-malam berlalu tanpa jawab&lt;br /&gt;Kegelisahanmu dan kegundahannya dipertemukan dalam diam&lt;br /&gt;Engkau tidak tahu bagaimana memulai kata ungkapan tentang perasaanmu&lt;br /&gt;yang baru&lt;br /&gt;Dia tidak tahu bagaimana menceritakan gagasannya yang baru&lt;br /&gt;Kedewasaanmu dan kedewasaannya mendapat ujian&lt;br /&gt;Menghadapi kenyataan dengan terbuka dan jujur&lt;br /&gt;Bermalam-malam berlalu dengan doa&lt;br /&gt;Engkau dan dia berdoa&lt;br /&gt;Ya Allah,&lt;br /&gt;Bersihkanlah diriku, jernihkanlah pikiranku, beningkanlah hatiku&lt;br /&gt;Tunjukkanlah kepadaku keyakinan yang benar&lt;br /&gt;Pilihkanlah bagiku asal yang baik dan akhir yang baik&lt;br /&gt;Sampai tiba waktunya&lt;br /&gt;Engkau dan dia dikuatkan&lt;br /&gt;Saling membuka dan bercerita tentang hal yang sama&lt;br /&gt;Dan kalian saling tertawa tentang kekakuan beberapa masa sebelumnya&lt;br /&gt;Kalian saling memantapkan harapan dan tujuan&lt;br /&gt;Kalian saling mengingatkan tanggungjawab dan kenyataan hidup&lt;br /&gt;Kalian saling setuju hidup bersekutu&lt;br /&gt;Maka atas KehendakNYa kalian dipersatukan&lt;br /&gt;Atas NamaNya kalian menjadi Suami Istri dengan kasih sayang&lt;br /&gt;Berjanji saling menjaga dan mengingatkan tentang kebaikan&lt;br /&gt;Saling melindungi dan mendukung dalam kehidupan&lt;br /&gt;Dan hidup menjadi lebih nyata dan membahagiakan&lt;br /&gt;Begitulah kalian menjalani hidup bersekutu&lt;br /&gt;Bulan-bulan berlimpah kegembiraan dan kesenangan&lt;br /&gt;Memadu kasih dengan bahagia tanpa kesedihan dan kegelisahan&lt;br /&gt;Seolah-olah hanya kalian berdua yang ada di dunia&lt;br /&gt;Lalu waktu berjalan semakin panjang&lt;br /&gt;Dan hidup menjadi semakin nyata&lt;br /&gt;Keriuhan dan gejolak hidup menampakkan wujudnya&lt;br /&gt;Engkau mengandung anakmu yang pertama&lt;br /&gt;Lalu seperti mendapat jiwa lain bersemayam dalam tubuhmu&lt;br /&gt;Engkau dan dia merasakan ikatan yang batin&lt;br /&gt;Suamimu bergembira dan menjadi semakin dewasa&lt;br /&gt;Sembilan bulan engkau menjaga anak dalam kandunganmu&lt;br /&gt;Dengan susah payah yang bertumpuk&lt;br /&gt;Ada kalanya engkau menyimpan marah dan kesal&lt;br /&gt;Ada kalanya engkau begitu gembira dan bahagia&lt;br /&gt;Penuh syukur dan doa kepadaNya&lt;br /&gt;Ketika tiba saatnya&lt;br /&gt;Beban kandungan semakin memuncak&lt;br /&gt;Punggungmu semakin berat dan payah&lt;br /&gt;Pinggangmu semakin pegal dan sulit bernapas&lt;br /&gt;Anakmu mengabarkan waktunya semakin dekat&lt;br /&gt;Dan engkau melahirkannya dengan kesulitan dan berat&lt;br /&gt;Antara rasa hidup dan mati yang menyakitkan&lt;br /&gt;Suamimu menjagamu dan menguatkanmu&lt;br /&gt;Ketika suara tangis bayi terdengar&lt;br /&gt;Manusia baru telah lahir di tengah-tengah keluargamu&lt;br /&gt;Dan engkau merasakan kebahagiaan yang tinggi&lt;br /&gt;Memeluk bayi basah begitu merah&lt;br /&gt;Jiwamu penuh dengannya dan jiwanya mengenalimu sebagai ibunya&lt;br /&gt;Udara seperti penuh malaikat-malaikat suci&lt;br /&gt;Menyambut dengan doa kehadiran anakmu&lt;br /&gt;Membisikkan kepadamu harapan-harapan dan janji dari Tuhan&lt;br /&gt;Hidupmu menjadi begitu berharga dan mulia&lt;br /&gt;Dan mendapat tempat istimewa di surgaNya&lt;br /&gt;Engkau menjadi ibu&lt;br /&gt;Suamimu menjadi bapak&lt;br /&gt;Engkaupun mengasuh dan memeliharanya&lt;br /&gt;Dengan kasih sayang yang berlimpah&lt;br /&gt;Jiwamu terikat dengan jiwanya&lt;br /&gt;Air susu yang engkau minumkan kepadanya&lt;br /&gt;Menjadi air jiwa bagi anakmu&lt;br /&gt;Dan kebahagiaannya meminum air susumu&lt;br /&gt;Menjadi tali yang tidak pernah putus bagimu&lt;br /&gt;Kemanapun engkau bepergian&lt;br /&gt;Yang ada dalam hati dan pikiranmu hanyalah wajah mungilnya&lt;br /&gt;Maka bila tiba waktu pulang&lt;br /&gt;Engkau bergegas dan cepat-cepat hendak sampai rumah&lt;br /&gt;Di halaman engkau dengar tangisnya&lt;br /&gt;Ia mencium aroma tubuhmu lewat angin&lt;br /&gt;Hatimu tersayat-sayat penuh dengan rasa rindu bergumpal-gumpal di&lt;br /&gt;dadamu&lt;br /&gt;Air susumu menetes karenanya&lt;br /&gt;Tidak sabar engkau angkat dan engkau cium wajahnya&lt;br /&gt;Disambutnya engkau dengan senyum dari mulut mungil&lt;br /&gt;Dan mata lucu yang merasa aman pelindungnya telah datang&lt;br /&gt;Diusap-usapnya dengan kedua tangan mungil kulit wajahmu yang lekat di&lt;br /&gt;wajahnya&lt;br /&gt;Seolah-olah dapat dipastikan olehnya halus kulit wajahmu&lt;br /&gt;Matanya semakin berbinar&lt;br /&gt;Mendapati air susumu yang segar dan menyehatkan&lt;br /&gt;Dan hatimu semakin bersinar&lt;br /&gt;Kebahagiaan yang bertumpuk di atas kebahagiaan&lt;br /&gt;Engkau lupakan semua lelah dan payah yang engkau jalani&lt;br /&gt;Menungguinya bermalam-malam tanpa tidur&lt;br /&gt;Ketika merengek ia basah oleh ompol atau kotoran&lt;br /&gt;Ketika menangis ia tengah malam haus atau lapar&lt;br /&gt;Waktu terus berjalan&lt;br /&gt;Engkau melihat anakmu tumbuh berkembang&lt;br /&gt;Belajar berguling dan menengkurapkan tubuhnya&lt;br /&gt;Belajar merangkak dan berjalan&lt;br /&gt;Dan mengucapkan kata-katanya yang pertama&lt;br /&gt;Engkau mengajarinya memanggilmu ibu&lt;br /&gt;Dan memanggil suamimu bapak&lt;br /&gt;Engkau mengajarinya tentang alam&lt;br /&gt;Api itu panas es itu dingin&lt;br /&gt;Obat itu menyembuhkan racun itu mematikan&lt;br /&gt;Engkau mengajarinya makan dan memakai baju&lt;br /&gt;Menyisirkan rambutnya&lt;br /&gt;Sambil bersenandung lagu kesukaannya&lt;br /&gt;Dan menggumam betapa eloknya anakmu&lt;br /&gt;Kesukaanmu kepadanya bertambah-tambah&lt;br /&gt;Ikatanmu terhadapnya semakin kuatnya&lt;br /&gt;Sedikit saja ia luka terjatuh atau tersayat pisau&lt;br /&gt;Engkau begitu khawatirnya&lt;br /&gt;Seolah-olah darah yang tumpah itu adalah darahmu sendiri&lt;br /&gt;Dan kulitmulah yang tersayat atau luka&lt;br /&gt;Begitu sayangnya engkau kepadanya&lt;br /&gt;Sehingga yang engkau ucapkan adalah rasa marah&lt;br /&gt;Yang lalu rasa sedihmu sebab telah memarahinya&lt;br /&gt;Membuatmu menggendongnya dan mengusap lembut lukanya&lt;br /&gt;Dengan obat yang paling lunak tetapi menyembuhkan&lt;br /&gt;Engkau melihat anakmu tumbuh semakin dewasa&lt;br /&gt;Dan menghadapi hidup dengan jalannya sendiri&lt;br /&gt;Engkau semakin kesulitan menghadapinya&lt;br /&gt;Seolah-olah ia tidak dapat mengerti keinginanmu&lt;br /&gt;Dan engkau tidak lagi mengerti keinginannya&lt;br /&gt;Ia hidup dengan teman-temannya sendiri&lt;br /&gt;Berbicara sedikit denganmu dan dengan suamimu&lt;br /&gt;Ia seolah-olah semakin jauh&lt;br /&gt;Engkau bimbang dan gagap menghadapi dunianya yang berubah&lt;br /&gt;Rasa cintamu kepadanya begitu ingin&lt;br /&gt;Mengikatnya dalam rengkuhanmu&lt;br /&gt;Mengamankannya dalam dekapanmu&lt;br /&gt;Menggendong dan mengelus wajahnya seperti ketika ia kecil&lt;br /&gt;Sedang gagasanmu tentang tantangan hidupnya begitu ingin&lt;br /&gt;Membebaskannya melakukan pencarian&lt;br /&gt;Mendukungnya tumbuh dan belajar menghadapi masa depannya&lt;br /&gt;Melepaskannya untuk hidup dalam masanya&lt;br /&gt;Sampai tiba waktunya ia benar-benar menjadi dewasa&lt;br /&gt;Dan memahami duniamu dengan lebih leluasa&lt;br /&gt;Dan engkau memahami dunianya dengan lebih lega&lt;br /&gt;Percaya dan ikhlas tentangnya&lt;br /&gt;Yakin karena engkau telah membimbingnya dengan benar&lt;br /&gt;Maka engkau berdoa untuk anakmu setiap malam dalam sujud&lt;br /&gt;Ya, Allah,&lt;br /&gt;Tunjukkanlah kepada anakku jalan yang benar&lt;br /&gt;Dekatkanlah ia kepada jalanMu&lt;br /&gt;Bimbinglah ia, jagalah ia, lindungilah ia&lt;br /&gt;Berikanlah kepadanya keteguhan dan keyakinan yang kuat&lt;br /&gt;Tabahkanlah ia menghadapi hidup&lt;br /&gt;Dan sabarkanlah kami dan bimbinglah kami orang tuanya&lt;br /&gt;Ya Allah,&lt;br /&gt;Kami berserah diri kepadaMu&lt;br /&gt;Tiba waktu bagi anakmu menemukan kekasihnya&lt;br /&gt;Seperti engkau ketika muda&lt;br /&gt;Engkau begitu ingin melihat kekasihnya&lt;br /&gt;Dililit rasa cemburu karena perhatiannya kepadamu&lt;br /&gt;Tidak lagi seperti dahulu&lt;br /&gt;Ia lebih banyak bersama kekasihnya daripada bersamamu&lt;br /&gt;Dan ketika bersamamu&lt;br /&gt;Ia lebih banyak bercerita tentang kekasihnya daripada tentangmu&lt;br /&gt;Engkau merasa akan tiba waktunya&lt;br /&gt;Dan ketika anakmu menikahi kekasihnya&lt;br /&gt;Waktu pun tiba&lt;br /&gt;Engkau berpisah dengannya&lt;br /&gt;Anakmu menjalani hidup sendiri&lt;br /&gt;Mendiami rumahnya sendiri&lt;br /&gt;Bersama dengan istrinya seperti engkau dahulu&lt;br /&gt;Dan hidupmu seolah-olah kesepian&lt;br /&gt;Waktu terus berputar&lt;br /&gt;Dan kalian berdua menjadi begitu tua&lt;br /&gt;Rambut memutih dan tubuh melemah&lt;br /&gt;Kenangan berjalan satu-satu di depan mata&lt;br /&gt;Engkau menjadi memiliki kesadaran dan memahami&lt;br /&gt;Hidup ini bisa begitu mudah atau rumit&lt;br /&gt;Tergantung bagaimana engkau melihat dan menjalaninya&lt;br /&gt;Sekarang engkau telah tua sehingga engkau melihat&lt;br /&gt;Apa yang dahulunya engkau anggap&lt;br /&gt;Sebagai kerumitan dan kesulitan yang besar&lt;br /&gt;Ternyata hanyalah hal yang sederhana dan mudah saja&lt;br /&gt;Ternyata engkau lahir bukan untuk bersiap-siap menghadapi hidup&lt;br /&gt;Engkau lahir adalah untuk hidup dan menjalani hidup&lt;br /&gt;Engkau lalu menjadi begitu pasrah dan ikhlas&lt;br /&gt;Menerima waktu yang semakin habis&lt;br /&gt;Tubuhmu menjadi sakit dan terbaring di dipan&lt;br /&gt;Anak-anakmu yang dekat maupun yang jauh berdatangan&lt;br /&gt;Berdoa dan memohonkan ampun di samping dipan&lt;br /&gt;Mengantarkanmu memenuhi waktu terakhir&lt;br /&gt;Sampai akhirnya engkau pergi meninggalkan dunia dengan tenang&lt;br /&gt;Anak-anakmu bahagia&lt;br /&gt;Melihatmu tersenyum dengan tenang di saat terakhir&lt;br /&gt;Menandakan keberhasilanmu menjalani hidup&lt;br /&gt;Mereka mendoakan&lt;br /&gt;Hidupmu lebih bahagia dan tenang&lt;br /&gt;Di alam yang lebih kekal&lt;br /&gt;Mereka bangga terhadapmu.&lt;br /&gt;~ Kahlil Gibran ~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kami dan kalian&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalian tinggal dalam rumah kebodohan, karena&lt;br /&gt;dalam rumah ini&lt;br /&gt;Tiada cermin kaca buat memandang jiwa.&lt;br /&gt;Kami menghela nafas panjang, dan&lt;br /&gt;Dari keluhan ini&lt;br /&gt;Terbitlah bisikan bunga-bunga dan gemerisik&lt;br /&gt;Daunan&lt;br /&gt;Dan bisikan anak sungai ..&lt;br /&gt;Kami hiba akan kekerdilanmu setara kebencian&lt;br /&gt;Kalian&lt;br /&gt;Akan Kejayaan kami; antara rasa hiba kami dan&lt;br /&gt;Kebencian kalian, sang waktu berhenti tertahan.&lt;br /&gt;Kami mnenghampirimu sebagai teman, tapi kalian&lt;br /&gt;menyerang kami sebagai musuh; antara&lt;br /&gt;persahabatan&lt;br /&gt;Kami dan permusuhan kalian, terbentang jurang&lt;br /&gt;dalam&lt;br /&gt;Yang dialiri darah dan airmata.&lt;br /&gt;~ Kahlil Gibran ~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Untuk ibu pertiwi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukit-bukit di negeriku kini tenggelam&lt;br /&gt;Oleh darah dan air mata&lt;br /&gt;Apa yang dapat dilakukan oleh seorang anaknya yang merantau?&lt;br /&gt;Untuk masyarakatnya yang sengsara?&lt;br /&gt;Apa pula gunanya keluh-kesah&lt;br /&gt;Seorang penyair yang sedang tidak di rumah?&lt;br /&gt;Seandainya rakyatku mati dalam pemberontakan menuntut nasibnya,&lt;br /&gt;Aku akan berkata “Mati dalam perjuangan&lt;br /&gt;Lebih mulia dari hidup dalam penindasan”&lt;br /&gt;Tapi rakyatku tidak mati sebagai pemberontak&lt;br /&gt;Kematian adalah satu-satunya penyelamat mereka,&lt;br /&gt;Dan penderitaan adalah tanah air mereka&lt;br /&gt;Ingatlah saudaraku,&lt;br /&gt;Bahawa syiling yang kau jatuhkan&lt;br /&gt;Ke telapak tangan yang menghulur di hadapanmu,&lt;br /&gt;Adalah satu-satunya jambatan yang menghubungkan&lt;br /&gt;Kekayaan hatimu dengan cinta di hati Tuhan.&lt;br /&gt;~ Kahlil Gibran ~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Alam dan manusia&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mendengar anak sungai merintih bagai seorang janda yang menangis meratapi kematian anaknya dan aku kemudian bertanya, “Mengapa engkau menangis, sungaiku yang jernih?’ Dan sungai itu menjawab, ‘Sebab aku dipaksa mengalir ke kota tempat Manusia merendahkan dan mensia-siakan diriku dan menjadikanku minuman-minuman keras dan mereka memperalatkanku bagai pembersih sampah, meracuni kemurnianku dan mengubah sifat-sifatku yang baik menjadi sifat-sifat buruk.”&lt;br /&gt;Dan aku mendengar burung-burung menangis, dan aku bertanya, “Mengapa engkau menangis, burung-burungku yang cantik?”&lt;br /&gt;Dan salah satu dari burung itu terbang mendekatiku, dan hinggap di hujung sebuah cabang pohon dan berkata, “Anak-anak Adam akan segera datang di ladang ini dengan membawa senjata-senjata pembunuh dan menyerang kami seolah-olah kami adalah musuhnya. Kami sekarang terpisah di antara satu sama yang lain, sebab kami tidak tahu siapa di antara kami yang bisa selamat dari kejahatan Manusia. Ajal memburu kami ke mana pun kami pergi.”&lt;br /&gt;Kini, matahari terbit dari balik puncak pergunungan, dan menyinari puncak-puncak pepohonan dengan rona mahkota. Kupandangi keindahan ini dan aku bertanya kepada diriku sendiri, ‘Mengapa Manusia mesti menghancurkan segala karya yang telah diciptakan oleh alam?’ &lt;br /&gt;~ Kahlil Gibran ~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Cinta&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu berkatalah Almitra, Bicaralah pada kami perihal Cinta.&lt;br /&gt;Dan dia mengangkatkan kepalanya dan memandang ke arah kumpulan manusia itu, dan keheningan menguasai mereka. Dan dengan suara lantang dia berkata:&lt;br /&gt;Pabila cinta menggamitmu, ikutlah ia&lt;br /&gt;Walaupun jalan-jalannya sukar dan curam&lt;br /&gt;Pabila ia mengepakkan sayapnya,&lt;br /&gt;Engkau serahkanlah dirimu kepadanya&lt;br /&gt;Walaupun pedang yang tersisip pada sayapnya akan melukakan kamu.&lt;br /&gt;Pabila ia berkata-kata&lt;br /&gt;Engkau percayalah kepadanya&lt;br /&gt;walaupun suaranya akan menghancurkan mimpimu&lt;br /&gt;seperti angin utara yang memusnahkan taman-taman&lt;br /&gt;kerana sekalipun cinta memahkotakan kamu&lt;br /&gt;Ia juga akan mengorbankan kamu&lt;br /&gt;walaupun ia menyuburkan dahan-dahanmu&lt;br /&gt;ia juga mematahkan ranting-rantingmu&lt;br /&gt;walaupun ia memanjat dahanmu yang tinggi&lt;br /&gt;dan mengusap ranting-rantingmu yang gementar&lt;br /&gt;dalam remang cahaya matahari&lt;br /&gt;ia juga turun ke akar-akarmu&lt;br /&gt;dan menggoncangkannya dari perut bumi&lt;br /&gt;Seperti seberkas jagung&lt;br /&gt;ia akan mengumpulmu untuk dirinya&lt;br /&gt;membantingkanmu sehingga engkau bogel&lt;br /&gt;mengayakkanmu sehingga terpisah kamu dari kulitmu&lt;br /&gt;mengisarkanmu sehingga engkau menjadi putih bersih&lt;br /&gt;mengulimu agar kamu mudah dibentuk&lt;br /&gt;dan selepas itu membakarmu di atas bara api&lt;br /&gt;agar kamu menjadi sebuku roti yang diberkati&lt;br /&gt;untuk hidangan kenduri Tuhanmu yang suci&lt;br /&gt;Semua ini akan cinta lakukan kepadamu&lt;br /&gt;supaya engkau memahami rahsia hatinya&lt;br /&gt;dan dengan itu menjadi wangi-wangian kehidupan&lt;br /&gt;tetapi seandainya di dalam ketakutanmu&lt;br /&gt;engkau hanya mencari kedamaian dan nikmat cinta&lt;br /&gt;maka lebih baiklah engkau membalut dirimu&lt;br /&gt;yang bogel itu&lt;br /&gt;dan beredarlah dari laman cinta yang penuh gelora&lt;br /&gt;ke dunia gersang yang tidak bermusim&lt;br /&gt;di sana engkau akan ketawa&lt;br /&gt;tetapi bukan tawamu&lt;br /&gt;dan engkau akan menangis&lt;br /&gt;tetapi bukan dengan air matamu&lt;br /&gt;Cinta tidak memberikan apa-apa melainkan dirinya&lt;br /&gt;dan tidak mengambil apa-apa melainkan daripada dirinya&lt;br /&gt;cinta tidak mengawal sesiapa&lt;br /&gt;dan cinta tidak boleh dikawal sesiapa&lt;br /&gt;kerana cinta lengkap dengan sendirinya&lt;br /&gt;Dan pabila engkau bercinta&lt;br /&gt;engkau tidak seharusnya berkata&lt;br /&gt;“kejadian adalah hatiku,” sebaliknya berkatalah:&lt;br /&gt;“aku adalah kejadian”&lt;br /&gt;Dan janganlah engkau berfikir&lt;br /&gt;engkau boleh menentukan arus cinta&lt;br /&gt;kerana seandainya cinta memberkatimu&lt;br /&gt;ia akan menentukan arah perjalananmu&lt;br /&gt;Cinta tiada nafsu melainkan dirinya&lt;br /&gt;tetapi seandainya kamu bercinta&lt;br /&gt;dan ada nafsu pada cintamu itu&lt;br /&gt;maka biarlah yang berikut ini menjadi nafsumu;&lt;br /&gt;menjadi air batu yang cair&lt;br /&gt;membentuk anak-anak sungai&lt;br /&gt;yang menyanyikan melodi cinta&lt;br /&gt;pada malam yang gelap gelita&lt;br /&gt;untuk mengenal betapa pedihnya kemesraan&lt;br /&gt;untuk merasa luka kerana engkau kini mengenali cinta&lt;br /&gt;dan rela serta gembira&lt;br /&gt;melihat darah dari lukanya&lt;br /&gt;untuk bangun pada waktu fajar dengan hati yang lega&lt;br /&gt;dan bersyukur untuk satu hari lagi yang terisi cinta&lt;br /&gt;untuk beristirehat ketika matahari remang&lt;br /&gt;untuk mengingati kemanisan cinta yang tidak terperi&lt;br /&gt;untuk kembali ke rumahmu ketika air mati&lt;br /&gt;dengan rasa kesyukuran di dalam hati&lt;br /&gt;dan dalam tidurmu berdoalah untuk kekasihmu&lt;br /&gt;yang bersemadi di dalam hatimu&lt;br /&gt;dengan lagu kesyukuran pada bibirmu&lt;br /&gt;(Dari ‘Sang Nabi’)&lt;br /&gt;~ Kahlil Gibran ~ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Cinta&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berkata tentang serigala dan tikus&lt;br /&gt;Minum di sungai yang sama&lt;br /&gt;Di mana singa melepas dahaga&lt;br /&gt;Mereka berkata tentang helang dan hering&lt;br /&gt;Menjunam paruhnya ke dalam bangkai yg sama&lt;br /&gt;Dan berdamai - di antara satu sama lain,&lt;br /&gt;Dalam kehadiran bangkai - bangkai mati itu&lt;br /&gt;Oh Cinta, yang tangan lembutnya&lt;br /&gt;mengekang keinginanku&lt;br /&gt;Meluapkan rasa lapar dan dahaga&lt;br /&gt;akan maruah dan kebanggaan,&lt;br /&gt;Jangan biarkan nafsu kuat terus menggangguku&lt;br /&gt;Memakan roti dan meminum anggur&lt;br /&gt;Menggoda diriku yang lemah ini&lt;br /&gt;Biarkan rasa lapar menggigitku,&lt;br /&gt;Biarkan rasa haus membakarku,&lt;br /&gt;Biarkan aku mati dan binasa,&lt;br /&gt;Sebelum kuangkat tanganku&lt;br /&gt;Untuk cangkir yang tidak kau isi,&lt;br /&gt;Dan mangkuk yang tidak kau berkati&lt;br /&gt;(Dari ‘The Forerunner)&lt;br /&gt;~ Kahlil Gibran ~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Cinta&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelmarin aku berdiri berdekatan pintu gerbang sebuah rumah ibadat dan bertanya kepada manusia yang lalu-lalang di situ tentang misteri dan kesucian cinta.&lt;br /&gt;Seorang lelaki setengah baya menghampiri, tubuhnya rapuh wajahnya gelap. Sambil mengeluh dia berkata, “Cinta telah membuat suatu kekuatan menjadi lemah, aku mewarisinya dari Manusia Pertama.”&lt;br /&gt;Seorang pemuda dengan tubuh kuat dan besar menghampiri. Dengan suara bagai menyanyi dia berkata, “Cinta adalah sebuah ketetapan hati yang ditumbuhkan dariku, yang rnenghubungkan masa sekarang dengan generasi masa lalu dan generasi yang akan datang.’&lt;br /&gt;Seorang wanita dengan wajah melankolis menghampiri dan sambil mendesah, dia berkata, ‘Cinta adalah racun pembunuh, ular hitam berbisa yang menderita di neraka, terbang melayang dan berputar-putar menembusi langit sampai ia jatuh tertutup embun, ia hanya akan diminum oleh roh-roh yang haus. Kemudian mereka akan mabuk untuk beberapa saat, diam selama satu tahun dan mati untuk selamanya.’&lt;br /&gt;Seorang gadis dengan pipi kemerahan menghampiri dan dengan tersenyum dia berkata, “Cinta itu laksana air pancuran yang digunakan roh pengantin sebagai siraman ke dalam roh orang-orang yg kuat, membuat mereka bangkit dalam doa di antara bintang-bintang di malam hari dan senandung pujian di depan matahari di siang hari.’&lt;br /&gt;Setelah itu seorang lelaki menghampiri. Bajunya hitam, janggutnya panjang dengan dahi berkerut, dia berkata, “Cinta adalah ketidakpedulian yang buta. la bermula dari hujung masa muda dan berakhir pada pangkal masa muda.’&lt;br /&gt;Seorang lelaki tampan dengan wajah bersinar dan dengan bahagia berkata, ‘Cinta adalah pengetahuan syurgawi yang menyalakan mata kita. Ia menunjukkan segala sesuatu kepada kita seperti para dewa melihatnya.’&lt;br /&gt;Seorang bermata buta menghampiri, sambil mengetuk-ngetukkan tongkatnya ke tanah dan dia kemudian berkata sambil menangis, ‘Cinta adalah kabus tebal yang menyelubungi gambaran sesuatu darinya atau yang membuatnya hanya melihat hantu dari nafsunya yang berkelana di antara batu karang, tuli terhadap suara-suara dari tangisnya sendiri yang bergema di lembah-lembah.’&lt;br /&gt;Seorang pemuda, dengan membawa sebuah gitar menghampiri dan menyanyi, ‘Cinta adalah cahaya ghaib yang bersinar dari kedalaman kehidupan yang peka dan mencerahkan segala yang ada di sekitarnya. Engkau bisa melihat dunia bagai sebuah perarakan yang berjalan melewati padang rumput hijau. Kehidupan adalah bagai sebuah mimpi indah yang diangkat dari kesedaran dan kesedaran.’&lt;br /&gt;Seorang lelaki dengan badan bongkok dan kakinya bengkok bagai potongan-potongan kain menghampiri. Dengan suara bergetar, dia berkata, “Cinta adalah istirahat panjang bagi raga di dalam kesunyian makam, kedamaian bagi jiwa dalam kedalaman keabadian.’&lt;br /&gt;Seorang anak kecil berumur lima tahun menghampiri dan sambil tertawa dia berkata, “Cinta adalah ayahku, cinta adalah ibuku. Hanya ayah dan ibuku yang mengerti tentang cinta.”&lt;br /&gt;Waktu terus berjalan. Manusia terus-menerus melewati rumah ibadat. Masing-masing mempunyai pandangannya tersendiri tentang cinta. Semua menyatakan harapan-harapannya dan mengungkapkan misteri-misteri kehidupannya.&lt;br /&gt;~ Kahlil Gibran ~ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Waktu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan seorang pakar astronomi berkata, “Guru, bagaimanakah perihal Waktu?”&lt;br /&gt;Dan dia menjawab:&lt;br /&gt;Kau ingin mengukur waktu yang tanpa ukuran dan tak terukur.&lt;br /&gt;Engkau akan menyesuaikan tingkah lakumu dan bahkan mengarahkan perjalanan jiwamu menurut jam dan musim.&lt;br /&gt;Suatu ketika kau ingin membuat anak sungai, di mana atas tebingnya kau akan duduk dan menyaksikan alirannya.&lt;br /&gt;Namun keabadian di dalam dirimu adalah kesedaran akan kehidupan nan abadi,&lt;br /&gt;Dan mengetahui bahawa semalam hanyalah kenangan utk hari ini dan esok adalah harapan dan impian utk hari ini.&lt;br /&gt;Dan yang menyanyi dan merenung dari dalam jiwa, sentiasa menghuni ruang semesta yang menaburkan bintang di angkasa.&lt;br /&gt;Siapa di antara kalian yang tidak merasa bahawa daya mencintainya tiada batasnya?&lt;br /&gt;Dan siapa pula yang tidak merasa bahawa cinta sejati, walau tiada batas, terkandung di dalam inti dirinya, dan tiada bergerak dari fikiran cinta ke fikiran cinta, pun bukan dari tindakan cinta ke tindakan cinta yang lain?&lt;br /&gt;Dan bukanlah sang waktu sebagaimana cinta, tiada terbahagi dan tiada kenal ruang?&lt;br /&gt;Tapi jika di dalam fikiranmu baru mengukur waktu ke dalam musim, biarkanlah tiap musim merangkumi semua musim yang lain,&lt;br /&gt;Dan biarkanlah hari ini memeluk masa silam dengan kenangan dan masa depan dengan kerinduan.&lt;br /&gt;~ Kahlil Gibran ~ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Rahasia jodoh&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpasangan engkau telah diciptakan&lt;br /&gt;Dan selamanya engkau akan berpasangan&lt;br /&gt;Bergandingan tanganlah dikau&lt;br /&gt;Hingga sayap-sayap panjang nan lebar lebur dalam nyala&lt;br /&gt;Dalam ikatan agung menyatu kalian&lt;br /&gt;Saling menataplah dalam keharmonian&lt;br /&gt;Dan bukanlah hanya saling menatap ke depan&lt;br /&gt;Tapi bagaimana melangkah ke tujuan semula&lt;br /&gt;Berpasangan engkau dalam mengurai kebersamaan&lt;br /&gt;Kerana tidak ada yang benar-benar mampu hidup bersendirian&lt;br /&gt;Bahkan keindahan syurga tak mampu menghapus kesepian Adam&lt;br /&gt;Berpasangan engkau dalam menghimpun rahmat Tuhan Ya, bahkan bersama pula dalam menikmatinya&lt;br /&gt;Kerana alam dan kurniaan Tuhan&lt;br /&gt;Terlampau luas untuk dinikmati sendirian&lt;br /&gt;Bersamalah engkau dalam setiap keadaan&lt;br /&gt;Kerana kebahagiaan tersedia, bagi mereka yang menangis&lt;br /&gt;Bagi mereka yang disakiti hatinya, bagi mereka yang mencari,&lt;br /&gt;bagi mereka yang mencuba&lt;br /&gt;Dan bagi mereka yang mampu memahami erti hidup bersama&lt;br /&gt;Kerana mereka itulah yang menghargai pentingnya&lt;br /&gt;orang-orang yang pernah hadir dalam kehidupan mereka&lt;br /&gt;Bersamalah dikau sampai sayap-sayap sang maut meliputimu&lt;br /&gt;Ya, bahkan bersama pula kalian dalam musim sunyi&lt;br /&gt;Namun biarkan ada ruang antara kebersamaan itu&lt;br /&gt;Tempat angin syurga menari-nari diantara bahtera sakinahmu&lt;br /&gt;Berkasih-kasihlah, namun jangan membelenggu cinta&lt;br /&gt;Biarkan cinta mengalir dalam setiap titisan darah&lt;br /&gt;Bagai mata air kehidupan&lt;br /&gt;Yang gemerciknya senantiasa menghidupi pantai kedua jiwa&lt;br /&gt;Saling isilah minumanmu tapi jangan minum dari satu piala&lt;br /&gt;Saling kongsilah rotimu tapi jangan makan dari pinggan yang sama..&lt;br /&gt;Menyanyilah dan menarilah bersama dalam suka dan duka&lt;br /&gt;Hanya biarkan masing-masing menghayati waktu sendirinya&lt;br /&gt;Kerana dawai-dawai biola, masing-masing punya kehidupan sendiri&lt;br /&gt;Walau lagu yang sama sedang menggetarkannya&lt;br /&gt;Sebab itulah simfoni kehidupan&lt;br /&gt;Berikan hatimu namun jangan saling menguasainya&lt;br /&gt;Jika tidak, kalian hanya mencintai pantulan diri sendiri&lt;br /&gt;Yang kalian temukan dalam dia&lt;br /&gt;Dan lagi, hanya tangan kehidupan yang akan mampu merangkulnya &lt;br /&gt;Tegaklah berjajar namun jangan terlampau dekat&lt;br /&gt;Bukankah tiang-tiang candi tidak dibina terlalu rapat?&lt;br /&gt;Dan pohon jati serta pohon cemara&lt;br /&gt;Tidak tumbuh dalam bayangan masing-masing?&lt;br /&gt;~ Kahlil Gibran ~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kasih sayang dan persamaan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sahabatku yang papa, jika engkau mengetahui, bahawa Kemiskinan yang membuatmu sengsara itu mampu menjelaskan pengetahuan tentang Keadilan dan pengertian tentang Kehidupan, maka engkau pasti berpuas hati dengan nasibmu.&lt;br /&gt;Kusebut pengetahuan tentang Keadilan : Kerana orang kaya terlalu sibuk mengumpul harta utk mencari pengetahuan. Dan kusebut pengertian tentang Kehidupan : Kerana orang yang kuat terlalu berhasrat mengejar kekuatan dan keagungan bagi menempuh jalan kebenaran.&lt;br /&gt;Bergembiralah, sahabatku yang papa, kerana engkau merupakan penyambung lidah Keadilan dan Kitab tentang Kehidupan. Tenanglah, kerana engkau merupakan sumber kebajikan bagi mereka yang memerintah terhadapmu, dan tiang kejujuran bagi mereka yang membimbingmu.&lt;br /&gt;Jika engkau menyedari, sahabatku yang papa, bahawa malang yang menimpamu dalam hidup merupakan kekuatan yang menerangi hatimu, dan membangkitkan jiwamu dari ceruk ejekan ke singgahsana kehormatan, maka engkau akan merasa berpuas hati kerana pengalamanmu, dan engkau akan memandangnya sebagai pembimbing, serta membuatmu bijaksana.&lt;br /&gt;Kehidupan ialah suatu rantai yang tersusun oleh banyak mata rantai yang berlainan. Duka merupakan salah satu mata rantai emas antara penyerahan terhadap masa kini dan harapan masa depan. Antara tidur dan jaga, di luar fajar merekah.&lt;br /&gt;Sahabatku yang papa, Kemiskinan menyalakan api keagungan jiwa, sedangkan kemewahan memperlihatkan keburukannya. Duka melembutkan perasaan, dan Suka mengubati hati yang luka. Bila Duka dan kemelaratan dihilangkan, jiwa manusia akan menjadi batu tulis yang kosong, hanya memperlihatkan kemewahan dan kerakusan.&lt;br /&gt;Ingatlah, bahawa keimanan itu adalah peribadi sejati Manusia. Tidak dapat ditukar dengan emas; tidak dapat dikumpul seperti harta kekayaan. Mereka yang mewah sering meminggirkan keimananan, dan mendakap erat emasnya.&lt;br /&gt;Orang muda sekarang jangan sampai meninggalkan Keimananmu, dan hanya mengejar kepuasan diri dan kesenangan semata. Orang-orang papa yang kusayangi, saat bersama isteri dan anak sekembalinya dari ladang merupakan waktu yang paling mesra bagi keluarga, sebagai lambang kebahagiaan bagi takdir angkatan yang akan datang. Tapi hidup orang yang senang bermewah-mewahan dan mengumpul emas, pada hakikatnya seperti hidup cacing di dalam kuburan. Itu menandakan ketakutan.&lt;br /&gt;Air mata yang kutangiskan, wahai sahabatku yang papa, lebih murni daripada tawa ria orang yang ingin melupakannya, dan lebih manis daripada ejekan seorang pencemuh. Air mata ini membersihkan hati dan kuman benci, dan mengajar manusia ikut merasakan pedihnya hati yang patah.&lt;br /&gt;Benih yang kautaburkan bagi si kaya, dan akan kau tuai nanti, akan kembali pada sumbernya, sesuai dengan Hukum Alam. Dan dukacita yang kausandang, akan dikembalikan menjadi sukacita oleh kehendak Syurga. Dan angkatan mendatang akan mempelajari Dukacita dan Kemelaratan sebagai pelajaran tentang Kasih Sayang dan Persamaan.&lt;br /&gt;(Dari ‘Suara Sang Guru’) &lt;br /&gt;~ Kahlil Gibran ~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ciuman pertama&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah tegukan pertama dari cawan yang telah diisi oleh para dewa dari air pancuran cinta.&lt;br /&gt;Itulah batas antara kebimbangan yang menghiburkan dan menyedihkan hati dengan takdir yang mengisinya dengan kebahagiaan.&lt;br /&gt;Itulah baris pembuka dari suatu puisi kehidupan , bab pertama dari suatu novel tentang manusia.&lt;br /&gt;Itulah tali yang menghubungkan pengasingan masa lalu dengan kejayaan masa depan.&lt;br /&gt;Ciuman pertama menyatukan keheningan perasaan-perasaan dengan nyanyian- nyanyiannya.&lt;br /&gt;Itulah satu kata yang diucapkan oleh sepasang bibir yang menyatukan hati sebagai&lt;br /&gt;singgahsana, cinta sebagai raja, kesetiaan sebagai mahkota.&lt;br /&gt;Itulah sentuhan lembut yang mengungkapkan bagaimana jari-jemari angin mencumbui mulut bunga mawar, mempesonakan desah nafas kenikmatan panjang dan rintihan manis nan lirih.&lt;br /&gt;Itulah permulaan getaran-getaran yang memisahkan kekasih dari dunia ruang dan matra dan membawa mereka kepada ilham dan impian-impian.&lt;br /&gt;Ia memadukan taman bunga berbentuk bintang-bintang dengan bunga buah delima, menyatukan dua aroma untuk melahirkan jiwa ketiga.&lt;br /&gt;Jika pandangan pertama adalah seperti benih yang ditaburkan para dewa di ladang hati manusia, maka ciuman pertama mengungkapkan bunga pertama yang mekar pada ranting pohon cabang pertama kehidupan.&lt;br /&gt;~ Kahlil Gibran ~&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://resumekangichsan.blogspot.com/2011/05/koleksi-puisi-kahlil-gibran.html</link><author>noreply@blogger.com (Kang Ichsan)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-673284620470935941.post-1867505204871244696</guid><pubDate>Sun, 01 May 2011 06:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-12-28T23:31:29.278+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Chairil Anwar</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Karya Para Pujangga</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Materi Pembelajaran</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Puisi</category><title>Koleksi Puisi Chairil Anwar</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
KRAWANG-BEKASI&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi&lt;br /&gt;
tidak bisa teriak "Merdeka" dan angkat senjata lagi.&lt;br /&gt;
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,&lt;br /&gt;
terbayang kami maju dan mendegap hati ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi&lt;br /&gt;
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak&lt;br /&gt;
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.&lt;br /&gt;
Kenang, kenanglah kami.&lt;br /&gt;
&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kami sudah coba apa yang kami bisa&lt;br /&gt;Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami cuma tulang-tulang berserakan&lt;br /&gt;Tapi adalah kepunyaanmu&lt;br /&gt;Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan&lt;br /&gt;atau tidak untuk apa-apa,&lt;br /&gt;Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata&lt;br /&gt;Kaulah sekarang yang berkata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi&lt;br /&gt;Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenang, kenanglah kami&lt;br /&gt;Teruskan, teruskan jiwa kami&lt;br /&gt;Menjaga Bung Karno&lt;br /&gt;menjaga Bung Hatta&lt;br /&gt;menjaga Bung Sjahrir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sekarang mayat&lt;br /&gt;Berikan kami arti&lt;br /&gt;Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenang, kenanglah kami&lt;br /&gt;yang tinggal tulang-tulang diliputi debu&lt;br /&gt;Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1948)&lt;br /&gt;Brawidjaja, Jilid 7, No 16, 1957&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIPONEGORO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa pembangunan ini&lt;br /&gt;tuan hidup kembali&lt;br /&gt;Dan bara kagum menjadi api&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di depan sekali tuan menanti&lt;br /&gt;Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.&lt;br /&gt;Pedang di kanan, keris di kiri&lt;br /&gt;Berselempang semangat yang tak bisa mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAJU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini barisan tak bergenderang-berpalu&lt;br /&gt;Kepercayaan tanda menyerbu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali berarti&lt;br /&gt;Sudah itu mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAJU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagimu Negeri&lt;br /&gt;Menyediakan api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Punah di atas menghamba&lt;br /&gt;Binasa di atas ditindas&lt;br /&gt;Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai&lt;br /&gt;Jika hidup harus merasai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maju&lt;br /&gt;Serbu&lt;br /&gt;Serang&lt;br /&gt;Terjang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Februari 1943)&lt;br /&gt;Budaya, Th III, No. 8, Agustus 1954&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sampai waktuku&lt;br /&gt;'Ku mau tak seorang kan merayu&lt;br /&gt;Tidak juga kau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu sedu sedan itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ini binatang jalang&lt;br /&gt;Dari kumpulannya terbuang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biar peluru menembus kulitku&lt;br /&gt;Aku tetap meradang menerjang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luka dan bisa kubawa berlari&lt;br /&gt;Berlari&lt;br /&gt;Hingga hilang pedih peri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku akan lebih tidak perduli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mau hidup seribu tahun lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maret 1943&lt;br /&gt;PENERIMAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kau mau kuterima kau kembali&lt;br /&gt;Dengan sepenuh hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih tetap sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutahu kau bukan yang dulu lagi&lt;br /&gt;Bak kembang sari sudah terbagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan tunduk! Tentang aku dengan berani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kau mau kuterima kembali&lt;br /&gt;Untukku sendiri tapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang dengan cermin aku enggan berbagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maret 1943&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HAMPA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kepada sri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepi di luar. Sepi menekan mendesak.&lt;br /&gt;Lurus kaku pohonan. Tak bergerak&lt;br /&gt;Sampai ke puncak. Sepi memagut,&lt;br /&gt;Tak satu kuasa melepas-renggut&lt;br /&gt;Segala menanti. Menanti. Menanti.&lt;br /&gt;Sepi.&lt;br /&gt;Tambah ini menanti jadi mencekik&lt;br /&gt;Memberat-mencekung punda&lt;br /&gt;Sampai binasa segala. Belum apa-apa&lt;br /&gt;Udara bertuba. Setan bertempik&lt;br /&gt;Ini sepi terus ada. Dan menanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DOA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kepada pemeluk teguh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku&lt;br /&gt;Dalam termangu&lt;br /&gt;Aku masih menyebut namamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biar susah sungguh&lt;br /&gt;mengingat Kau penuh seluruh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cayaMu panas suci&lt;br /&gt;tinggal kerdip lilin di kelam sunyi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku hilang bentuk&lt;br /&gt;remuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku mengembara di negeri asing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku&lt;br /&gt;di pintuMu aku mengetuk&lt;br /&gt;aku tidak bisa berpaling&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13 November 1943&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAJAK PUTIH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersandar pada tari warna pelangi&lt;br /&gt;Kau depanku bertudung sutra senja&lt;br /&gt;Di hitam matamu kembang mawar dan melati&lt;br /&gt;Harum rambutmu mengalun bergelut senda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba&lt;br /&gt;Meriak muka air kolam jiwa&lt;br /&gt;Dan dalam dadaku memerdu lagu&lt;br /&gt;Menarik menari seluruh aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup dari hidupku, pintu terbuka&lt;br /&gt;Selama matamu bagiku menengadah&lt;br /&gt;Selama kau darah mengalir dari luka&lt;br /&gt;Antara kita Mati datang tidak membelah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SENJA DI PELABUHAN KECIL&lt;br /&gt;buat: Sri Ajati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini kali tidak ada yang mencari cinta&lt;br /&gt;di antara gudang, rumah tua, pada cerita&lt;br /&gt;tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut&lt;br /&gt;menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang&lt;br /&gt;menyinggung muram, desir hari lari berenang&lt;br /&gt;menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak&lt;br /&gt;dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan&lt;br /&gt;menyisir semenanjung, masih pengap harap&lt;br /&gt;sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan&lt;br /&gt;dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1946&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CINTAKU JAUH DI PULAU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cintaku jauh di pulau,&lt;br /&gt;gadis manis, sekarang iseng sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perahu melancar, bulan memancar,&lt;br /&gt;di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar.&lt;br /&gt;angin membantu, laut terang, tapi terasa&lt;br /&gt;aku tidak 'kan sampai padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di air yang tenang, di angin mendayu,&lt;br /&gt;di perasaan penghabisan segala melaju&lt;br /&gt;Ajal bertakhta, sambil berkata:&lt;br /&gt;"Tujukan perahu ke pangkuanku saja,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amboi! Jalan sudah bertahun ku tempuh!&lt;br /&gt;Perahu yang bersama 'kan merapuh!&lt;br /&gt;Mengapa Ajal memanggil dulu&lt;br /&gt;Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manisku jauh di pulau,&lt;br /&gt;kalau 'ku mati, dia mati iseng sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1946&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MALAM DI PEGUNUNGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berpikir: Bulan inikah yang membikin dingin,&lt;br /&gt;Jadi pucat rumah dan kaku pohonan?&lt;br /&gt;Sekali ini aku terlalu sangat dapat jawab kepingin:&lt;br /&gt;Eh, ada bocah cilik main kejaran dengan bayangan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1947&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YANG TERAMPAS DAN YANG PUTUS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kelam dan angin lalu mempesiang diriku,&lt;br /&gt;menggigir juga ruang di mana dia yang kuingin,&lt;br /&gt;malam tambah merasuk, rimba jadi semati tugu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di Karet, di Karet (daerahku y.a.d) sampai juga deru dingin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku berbenah dalam kamar, dalam diriku jika kau datang&lt;br /&gt;dan aku bisa lagi lepaskan kisah baru padamu;&lt;br /&gt;tapi kini hanya tangan yang bergerak lantang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tubuhku diam dan sendiri, cerita dan peristiwa berlalu beku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1949&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DERAI DERAI CEMARA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cemara menderai sampai jauh&lt;br /&gt;terasa hari akan jadi malam&lt;br /&gt;ada beberapa dahan di tingkap merapuh&lt;br /&gt;dipukul angin yang terpendam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku sekarang orangnya bisa tahan&lt;br /&gt;sudah berapa waktu bukan kanak lagi&lt;br /&gt;tapi dulu memang ada suatu bahan&lt;br /&gt;yang bukan dasar perhitungan kini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hidup hanya menunda kekalahan&lt;br /&gt;tambah terasing dari cinta sekolah rendah&lt;br /&gt;dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan&lt;br /&gt;sebelum pada akhirnya kita menyerah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1949&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://resumekangichsan.blogspot.com/2011/05/koleksi-puisi-chairil-anwar.html</link><author>noreply@blogger.com (Kang Ichsan)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-673284620470935941.post-433056854120669757</guid><pubDate>Wed, 27 Apr 2011 07:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-07-07T10:30:36.832+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Artikel</category><title>Presentasi</title><description>adalah suatu kegiatan berbicara di hadapan banyak hadirin. Berbeda dengan pidato yang lebih sering dibawakan dalam acara resmi dan acara politik, presentasi lebih sering dibawakan dalam acara bisnis.&lt;br /&gt;
Tujuan dari presentasi bermacam-macam, misalnya untuk membujuk (biasanya dibawakan oleh wiraniaga), untuk memberi informasi (biasanya oleh seorang pakar), atau untuk meyakinkan (biasanya dibawakan oleh seseorang yang ingin membantah pendapat tertentu).&lt;br /&gt;
Agar bisa pandai berpresentasi, orang sering kali belajar pada para pakar presentasi. Juga, ada banyak pembicara terkenal yang sering kali diamati oleh orang-orang yang ingin pandai berbicara di hadapan umum. Para pembicara terkenal di Indonesia antara lain James Gwee, KH Abdullah Gymnastiar, Tung Desem Waringin, Andrie Wongso, Gede Prama, dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;
&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Keahlian berbicara di hadapan hadirin merupakan hal yang sangat penting bagi siapa pun yang ingin maju. Banyak presiden, manajer, wiraniaga, dan pengajar yang menjadi sukses dan terkenal lewat keahlian berpresentasi.http://id.wikipedia.org/wiki/Presentasi&lt;br /&gt;
Tip ini ditujukan bagi siswa/mahasiswa dalam membekali dirinya untuk melakukan presentasi di kelas &lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Persiapan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
• Buatlah kerangka utama presentasi kamu Bandingkan dengan minat pendengar&lt;br /&gt;
• Ketahui karakteristik dan dasar pengetahuan pendengar:&lt;br /&gt;
Pembukaanmu harus "menggiring" pendengar pada satu pemikiran.&lt;br /&gt;
Dari pembukaan ini, tunjukkan pendapat/topik yang akan disampaikan.&lt;br /&gt;
Kemudian mulailah memasuki argumentasi. &lt;br /&gt;
• Melihat poin di atas, persempit topik presentasimu menjadi beberapa pemikiran utama. &lt;br /&gt;
• Latihlah presentasimu, entah itu kamu rekam sendiri, atau melakukannya di hadapan beberapa teman.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Teknik Presentasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
• Buat suasana yang santai dan rileks untuk pendengarmu, misalnya dengan guyonan yang relevan, atau ambil perhatian mereka dengan bahasa tubuh atau peristiwa yang dramatik.&lt;br /&gt;
• Gunakan kata ganti "personal" (misalnya kita) dalam memberikan presentasi.&lt;br /&gt;
• Lakukan kontak mata dengan pendengar.&lt;br /&gt;
• Presentasikan topik kamu dengan menggunakan suara yang ramah/akrab, tapi beri variasi sebagai penekanan pada beberapa kata.&lt;br /&gt;
• Gunakan kata/kalimat transisi yang memberitahukan pendengar bahwa kamu akan menuju ke pemikiran yang lain.&lt;br /&gt;
• Berilah pertanyaan-pertanyaan kepada pendengar untuk melibatkan mereka.&lt;br /&gt;
• Ambil kesimpulan sesuai dengan pemikiran/argumentasi yang sudah dipresentasikan.&lt;br /&gt;
• Sisakan waktu untuk pertanyaan, dan mintalah masukkan pada:&lt;br /&gt;
isi presentasi (ide-ide berhubungan yang mungkin belum disentuh)&lt;br /&gt;
kesimpulan&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;cara presentasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Penggunaan Alat Audio-visual&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
• Bila menggunakan komputer, periksa apakah hardware-nya cocok dengan software yang hendak kamu gunakan.  Periksa juga apakah dokumenmu bisa digunakan dengan versi software yang ada.&lt;br /&gt;
• Datanglah lebih pagi, serta periksalah apakah semua alat bantu yang hendak digunakan (audio, visual, komputer) bisa dilihat, didengarkan, dan dimengerti oleh semuanya.&lt;br /&gt;
• Gunakan huruf-huruf sederhana dan berukuran besar agar bisa dibaca dengan mudah (tampilan visual).&lt;br /&gt;
• Perlengkapi setiap pemikiran utamamu dengan material yang bisa ditunjukkan.&lt;br /&gt;
• Jangan membagikan kertas (handout), termasuk kerangka utama, sebelum presentasimu (atau pendengar akan terfokus untuk membacanya daripada mendengarkan presentasimu).http://www.studygs.net/indon/orgstr3.htm&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;7 tips agar anda sukses dalam presentasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Point 1 : Untuk meyakinkan pendengar, jangan memilih cara inkonvensional (tidak lazim), tapi sampaikan presentasi yang “berisi” agar bisa difahami oleh pendengar.&lt;br /&gt;
Hal yang sangat penting dalam memberikan presentasi, adalah kemampuan persuasi dari materi yang disajikan. Hindarkanlah memakai trik atau cara inkonvensional yang kurang perlu, agar tidak mengurangi reliability dari materi yang disampaikan. Jika pendengar presentasi anda terdiri dari para ekspert, presentasi yang bersifat “menyerang”, “straight”, “smash” lebih efektif. Sebalikya, jika cara presentasi anda terlalu bertele-tele, berakibat menurunnya konsentrasi ekspert pendengar yang berusaha memahami penelitian anda. Untuk meningkatkan reliability, tidak ada jalan lain kecuali meningkatkan mutu dari materi yang dipresentasikan. Untuk itu, sebelum melakukan presentasi, diperlukan kerja keras untuk memilih, merangkai materi yang akan disajikan.&lt;br /&gt;
Salah satu cara yang sering ditempuh, adalah memberikan penekanan pada isi yang dianggap penting. Misalnya mengatakan “Temuan yang paling penting dalam penelitian ini adalah ….”, selanjutnya diikuti dengan penjelasan bagian yang dimaksud. Cara lain misalnya dengan beberapa kali memperlihatkan data yang penting, agar pendengar memberikan perhatian lebih terhadap data tsb. Dengan cara tersebut, ide anda dapat tersampaikan secara efektif pada pendengar.&lt;br /&gt;
Point 2 : Faktor penting dalam presentasi adalah keseluruhan ide yang disampaikan harus dapat difahami oleh pendengar&lt;br /&gt;
Dalam presentasi, sangat penting bahwa ide yang disampaikan dapat difahami secara keseluruhan oleh pendengar. Untuk itu, saat menyiapkan slide, pada bagian awal jelaskan item-item apa saja yang akan dibahas. Selanjutnya jelaskan secara detail masing-masing item tersebut. Hal yang sama dilakukan juga saat menjelaskan tiap item/sub bahasan. Pertama-tama jelaskan secara singkat hal apa saja yang akan dibahas, baru diikuti dengan penjelasan detail masing masing sub bahasan.&lt;br /&gt;
Misalnya anda ingin menjelaskan karakteristik metode yang anda teliti. Pertama-tama jelaskan ada berapakah karakteristik dari metode tsb. Setelah itu, diikuti dengan menjelaskan masing-masing karakteristik tersebut secara berurutan dan terstruktur.&lt;br /&gt;
Jika anda menjelaskan hasil eksperimen, pertama-tama jelaskan bagian terpenting dari hasil tersebut dengan kalimat yang sederhana dan mudah ditangkap. Baru kemudian siapkan slide yang menjelaskan secara detail karakteristik hasil yang diperoleh.&lt;br /&gt;
Dengan membuat slide terstruktur seperti ini, saat anda menyampaikan presentasi, ide keseluruhan/outline dengan sendirinya akan dijelaskan pada awal dari slide presentasi. Misalnya “Pada metode ini ada tiga karakteristik yang penting. Ketiga hal tsb. masing-masing A, B dan C. Penjelasan selengkapnya dari ketiga karakteristik tersebut adalah sebagai berikut. …… “.&lt;br /&gt;
Point 3 : Pada akhir presentasi, sangat dianjurkan untuk mengulas kembali point-point penting yang dipresentasikan&lt;br /&gt;
Pada slide terakhir, sangat dianjurkan untuk mengulas kembali bagian-bagian penting yang perlu “digarisbawahi”. Anda dapat mengawalinya dengan kalimat sbb. “Demikian telah kami jelaskan penelitian mengenai W. Sebelum menutup presentasi ini, kami ingin mengulang kembali beberapa hal dan temuan penting dalam penelitian ini”. Untuk menjelaskan per point, anda dapat memakai kalimat misalnya sbb. “Pada studi ini, ada tiga temuan penting, yaitu X, Y dan Z.” Diikuti dengan menjelaskan masing-masing X, Y dan Z. Pemakaian kata “tiga” pada kalimat di atas, yang menunjukkan “banyaknya point” akan sangat membantu pendengar untuk memahami dan mengingat hal-hal yang akan disampaikan.&lt;br /&gt;
Dalam penyampaian tsb., anda perlu memikirkan cara pengungkapan yang paling jitu, dan paling berkesan (chikara wo ireta hanashi-kata), akan tetapi tidak jangan sampai terkesan tergesa-gesa. Fikirkan dengan sebaik-baiknya point-point penting mana yang akan anda sampaikan.&lt;br /&gt;
- Misalnya tujuan presentasi tsb. adalah menjelaskan suatu metode, maka point&lt;br /&gt;
yang penting untuk diulang adalah segi : keunggulan dan originality.&lt;br /&gt;
- Misalnya anda ingin menyampaikan hasil yang menarik dari suatu eksperimen,&lt;br /&gt;
maka anda dapat mengulang angka-angka yang mendukung hasil akhir&lt;br /&gt;
eksperimen tsb. seperti misalnya recognition rate, error-rate.&lt;br /&gt;
Yang manapun yang akan anda sampaikan, anda harus membuat alur cerita yang logis, dengan menyampaikan data yang dapat meyakinkan pendengar. Data seperti ini janganlah ditampilkan secara tiba-tiba pada slide yang terakhir, melainkan harus disampaikan pada tengah alur presentasi.&lt;br /&gt;
Penyampaian pada slide terakhir harus bersifat hanya sebagai ulangan. Kalau pada slide terakhir tersebut anda justru menampilkan hasil eksperimen yang sama sekali baru dan belum pernah diperkenalkan pada slide sebelumnya, justru akan berakibat membingungkan pendengar dalam menangkap bagian penting presentasi anda.&lt;br /&gt;
Point 4 : Pemakaian demonstrasi eksperimen merupakan hal yang menarik. Siapkan beberapa alternatif yang akan didemonstrasikan pada pendengar.&lt;br /&gt;
Catatan : tulisan ini dibuat untuk Hasegawa Laboratory, yang salah satu penelitiannya adalah virtual reality (VR). Jadi yang dimaksud “demonstrasi” di sini adalah memperlihatkan cara kerja software yang telah dibuat tentang tema-tema VR, simulasi virtual endoscopy, dsb. Bisa juga demonstrasi dalam bentuk peragaan alat yang telah dibuat dsb.&lt;br /&gt;
Anda dianjurkan agar dalam presentasi (di tengah atau akhir) dapat menyajikan demonstrasi software atau menunjukkan cara kerja alat yang telah dibuat. Demonstrasi yang memakai animasi, moving picture, akan memberikan sentuhan tersendiri yang efektif bagi peningkatan kualitas presentasi. Hal ini akan membuat pendengar lebih yakin atas hasil eksperimen yang telah anda jelaskan.&lt;br /&gt;
Jika tujuan presentasi adalah untuk memberikan impresi pada metode, pada bagian demonstrasi, tunjukkan contoh hasil yang memberikan impact kuat atas hasil eksperimen. Jangan lupa, sebelumnya anda perlu jelaskan secara lisan kepada pendengar, bahwa anda akan memperlihatkan sebuah demonstrasi. Hal ini penting karena akan membuat perhatian pendengar terfokus pada demo yang akan anda perlihatkan.&lt;br /&gt;
Biasanya cukup 1 jenis demonstrasi saja yang diperlihatkan. Akan tetapi, untuk mengantisipasi terjadinya kegagalan, sebaiknya disiapkan beberapa jenis demonstrasi yang memiliki karakteristik berlainan, sekitar 2 sampai 4. Dengan demikian anda memiliki kesempatan memilih jenis demonstrasi mana yang akan anda sampaikan dengan memperhatikan reaksi pendengar, dan juga ada cadangan sekiranya salah satu dari demonstrasi tersebut gagal. Jika anda masih punya cukup waktu, tentu saja anda dapat memperlihatkan semua demonstrasi yang telah disiapkan.&lt;br /&gt;
Agar anda tidak lupa timing untuk memperlihatkan demonstrasi tersebut, bisa juga disiapkan 1 slide dengan tulisan sederhana “video”, sekedar untuk mengingatkan anda bahwa saat tsb. waktunya untuk menampilkan video (atau demonstrasi software) kepada pendengar.&lt;br /&gt;
Point 5: Perhatikan pengaturan waktu/scheduling dalam menyampaikan presentasi. Jika presentasi terasa berjalan lambat, anda perlu untuk meringkas materi yang disajikan.&lt;br /&gt;
Biasanya waktu untuk presentasi dibatasi, sehingga untuk menyampaikan materi penelitian, anda perlu memperhatikan pembagian waktu untuk tiap slide. Terutama sekali presentasi di seminar, conference maupun interview pekerjaan, bila presentasi anda melewati batas waktu yang ditetapkan akan berakibat kurang baik pada penilaian.&lt;br /&gt;
Jadi, rancanglah pembagian waktu untuk tiap hal yang akan disampaikan. Jika presentasi ternyata berjalan terlambat dari semestinya, ringkaslah bagian-bagian yang dapat diringkas, sehingga presentasi dapat berakhir sesuai pada waktu yang direncanakan. Untuk hal ini, saat anda membuat persiapan presentasi, urutkan prioritas hal yang tertulis pada slide, sedemikian hingga bagian atas pada suatu slide berisi hal yagn paling penting, semakin ke bawah prioritasnya lebih rendah daripada yang di atas. Hal ini akan membantu anda saat harus melewati bagian-bagian yang tidak penting, yaitu yang berada di bagian bawah, agar presentasi selesai tepat waktu.&lt;br /&gt;
Hal penting yang tidak boleh dilupakan adalah anda harus memperhitungkan terlebih dahulu, waktu untuk memperlihatkan demonstrasi dan waktu untuk tanya jawab.&lt;br /&gt;
t = total waktu yang diberikan pada anda&lt;br /&gt;
- waktu untuk tanya jawab&lt;br /&gt;
- waktu untuk demonstrasi&lt;br /&gt;
Hasil pengurangan tsb. adalah t, yaitu sisa waktu yang anda pergunakan untuk menyiapkan slide presentasi. Dari slide presentasi tsb. anda bagi ke dalam beberapa blok, dan alokasikan waktu t tersebut ke dalam tiap blok. Jika anda tidak dapat memperkirakan jatah waktu tiap blok, maka cobalah untuk presentasi sambil mengukur waktu untuk tiap blok. Dengan demikian anda akan dapat memperkirakan, berapa waktu yang diperlukan untuk masing-masing blok, dan seterusnya aturlah sebagaimana dijelaskan di atas.&lt;br /&gt;
Selanjutnya, jika hal di atas terjadi dan anda harus men-skip slide, sampaikan pada audience, misalnya “Karena keterbatasan waktu, rencana presentasi ini&lt;br /&gt;
sedikit saya ubah….”. (少し予定を変更して…). Hal ini memberikan kesan yang jauh lebih baik daripada anda diam saja saat melewati topik-topik tertentu dalam pembicaraan.&lt;br /&gt;
Point 6: Perlunya berlatih presentasi di depan teman/kolega&lt;br /&gt;
Jika seseorang belum terbiasa melakukan presentasi, dan tiba-tiba diharuskan memberikan presentasi pada seminar atau forum resmi, seringkali ybs. gagal dikarenakan kata-kata macet di tengah-tengah, atau penjelasan yang diberikan ternyata salah. Jika penampilan anda seperti ini, bagaimana pun bagusnya materi yang akan disajikan, kegagalan tsb. akan membuat pihak pendengar presentasi anda menjadi kurang percaya dan sulit untuk menerima argumen anda.&lt;br /&gt;
Untuk menghindari kegagalan ini, tidak ada jalan lain kecuali berlatih presentasi berulang kali. Ajaklah teman anda di lab. sebagai sparring partner. Mintalah agar dia bersedia menjadi pendengar, dan berlatihlah seolah-olah anda berada pada situasi formal yang sebenarnya. Sebaiknya teman yang dipilih adalah orang yang terbiasa melakukan presentasi. Dengan demikian, dia cukup berpengalaman untuk dapat melihat sisi-sisi lemah yang perlu dikoreksi, maupun memberikan masukan bagi presentasi anda.&lt;br /&gt;
Lakukan latihan ini berulang-ulang sampai teman anda tidak dapat menemukan kelemahannya. Jika anda belum terbiasa melakukan presentasi, sekurang-kurangnya anda harus berlatih tiga kali. Perbaikilah slide anda jika ada kritikan terhadap urutan slide maupun kekuranglengkapan lay out presentasi. Usahakan agar anda dapat merekam latihan presentasi tsb., agar anda dapat meneliti kembali hal-hal mana yang perlu dikoreksi. Karena latihan seperti ini karena makan waktu beberapa hari, maka sebaiknya anda mulai berlatih sejak 3 minggu sebelum hari-H.&lt;br /&gt;
Salah satu manfaat berlatih presentasi di depan orang ini adalah meningkatkan rasa keberanian dan percaya diri anda. Tidak ada obat untuk menumbuhkan keberanian dan rasa percaya diri selain membiasakan diri berbicara dan berpendapat di depan umum.&lt;br /&gt;
Point 7 : Cek lah projector sebelum melakukan presentasi&lt;br /&gt;
Tidak ada artinya jerih payah anda menyiapkan slide atau demo software, jika anda tidak dapat mempresentasikannya pada hari H. Jangan sampai presentasi anda gagal hanya gara-gara alat tidak dapat bekerja dengan baik. Untuk menghindari kegagalan semacam ini, sebelum presentasi, periksalah apakah alat-alat tersebut dapat bekerja sebagaimana yang diharapkan.&lt;br /&gt;
Jika untuk presentasi tersebut, anda harus meminjam projector, periksalah spesifikasi dan cara instalasinya. Selanjutnya, datanglah lebih awal daripada jadwal presentasi, dan periksalah sekali lagi apakah alat tersebut bekerja dengan benar. Ini untuk mengantisipasi, bila terdapat kerusakan, anda masih memiliki waktu untuk memperbaiki atau mencari alternatif solusi yang lain.&lt;br /&gt;
Saat anda men-set tampilan proyektor, sebaiknya jangan memakai slide-slide yang akan dipresentasikan. Disarankan untuk menyiapkan beberapa slide yang berfungsi sebagai “test-pattern” di halaman-halaman awal file presentasi anda.&lt;br /&gt;
Tips-tips dalam presentasi penelitian adalah catatan Prof.Hasegawa (Chukyo Univ) disampaikan ke anggota lab. Rangkuman tsb. bersumber dari artikel di Bio Nikkei business bulan November 2001, dan dimodifikasi berdasarkan pengalaman beliau sebagai peneliti di bidang medical imaging. http://asnugroho.wordpress.com/2007/01/29/bagaimana-memberikan-presentasi-yang-menarik-dan-efektif/&lt;br /&gt;
Referensi :&lt;br /&gt;
• http://id.wikipedia.org/wiki/Presentasi&lt;br /&gt;
• http://www.studygs.net/indon/orgstr3.htm&lt;br /&gt;
• http://asnugroho.wordpress.com/2007/01/29/bagaimana-memberikan-presentasi-yang-menarik-dan-efektif/&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</description><link>http://resumekangichsan.blogspot.com/2011/04/presentasi.html</link><author>noreply@blogger.com (Kang Ichsan)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-673284620470935941.post-7540335464834556211</guid><pubDate>Tue, 26 Apr 2011 15:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-12-28T23:32:11.296+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Karya Sastra</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Puisiku</category><title>Yang Kunanti kan Segera Tiba</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-7fztY8pqNc0/TbbmLKpBkrI/AAAAAAAAAD8/3olpP_XR3ok/s1600/69762_1423282476625_1669643206_780554_2916880_s.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-7fztY8pqNc0/TbbmLKpBkrI/AAAAAAAAAD8/3olpP_XR3ok/s1600/69762_1423282476625_1669643206_780554_2916880_s.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Sayang ....&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Bentar lagi kau kan datang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Kedatanganmu kan slalu kunanti&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Begitu lama kunanti&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Tak sabar ku pengen memelukmu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Membahagiakanmu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Dan menyayangimu slamanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Semoga kau menjadi tali kebahagiaanku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Dikala duka maupun suka&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Dan menjadi mutiara di dalam bahtera rumah tanggaku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Sayang ...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Cepatlah kau datang keharibaanku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Bertahun-tahun kutunggu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Tapi, biarlah waktu yang menjemputmu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Kapan pun kan kutunggu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Sayang ...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Kau anugerah terindah dalam hidupku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Smoga kau menjadi penyemangat dalam hidupku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Penerang dikala dalam kesenduan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dan senyum kebahagiaanku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Ku&amp;nbsp; bersujud, dan selalu berdo’a kepada Sang Maha Pencipta&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Ya Tuhan Kami, anugerahilah kami dari isteri-isteri kami anak-cucu kami &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;yang menyenangkan kami dan jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa.” &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;(al-Furqon: 74&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Ya Alloh bila anakku lahir nanti, smoga diberikan kesehatan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;dan lahir ke dunia ini dengan selamat ...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Sayang ....&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Bila kau besar nanti,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Jadilah &amp;nbsp;anak yang sholeh &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dan selalu berbakti kepada orang tua dan sesama makhluk ALLAH&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Aamiin Yaa Robbal Alamiin ...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://resumekangichsan.blogspot.com/2011/04/yang-kunanti-kan-segera-tiba.html</link><author>noreply@blogger.com (Kang Ichsan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="http://3.bp.blogspot.com/-7fztY8pqNc0/TbbmLKpBkrI/AAAAAAAAAD8/3olpP_XR3ok/s72-c/69762_1423282476625_1669643206_780554_2916880_s.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-673284620470935941.post-8672172704875307583</guid><pubDate>Mon, 25 Apr 2011 23:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-01-11T20:09:02.096+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Materi Pembelajaran</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Membaca</category><title>Teknik Membaca Cepat</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Untuk bisa membaca cepat memang perlu teknik tertentu. Secara umum ada dua teknik membaca yaitu: &lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Teknik Scanning &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Teknik membaca scanning adalah membaca suatu informasi dimana bacaan tersebut dibaca secara loncat-loncat dengan melibatkan asosiasi dan imajinasi, sehingga dalam memahami bacaan tersebut kita dapat menghubungkan kalimat yang satu dengan kata-kata sendiri. Jadi dalam teknik ini tidak seluruh kata/kalimat dibaca. Biasanya kata-kata kunci yang menjadi perhatian pembaca. Sebagai gambaran nyata, teknik ini bias diilustrasikan seperti kita sedang membaca Koran, mencari judul-judul atau topic berita yang dianggap menarik.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Teknik Skimming&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
Teknik membaca Skimming adalah membaca secara garis besar (sekilas) untuk mendapatkan gambaran umum isi buku. Setelah itu kita melacak informasi yang ingin kita ketahui secara mendalam. Untuk memperlancar proses skimming maka lakukanlah terlebih dahulu membaca daftar isi, kata pengantar, pendahuluan, judul atau sub judul, serta kesimpulan. Dari bagian-bagian buku ini minimal kita bisa menafsirkan apa inti dari isi buku yang akan kita baca tersebut.&lt;br /&gt;
Teknik ini biasanya dilakukan ketika kita mencari sesuatu yang khusus dalam teks. Sebagai gambaran teknik ini bisa diilustrasikan seperti kita mencari arti kata dalam kamus, atau mencari nomor telpon dalam buku telpon. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Langkah membaca Cepat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sebelum melatih membaca cepat, kita perlu paham beberapa langkah membaca cepat, yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1.Langkah pertama adalah persiapan&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
Tahap persiapan ini dimulai dengan membaca judul. Judul ini kita coba menafsirkannya sesuai dengan asosiasi dan imajinasi serta pengalaman yang telah kita alami. Kita bisa menafsirkan isi bacaan dari judul yang dibaca. Hubungkan pengalaman/wawasan yang kita miliki sengan judul bahan bacaan yang akan dibaca.&lt;br /&gt;
Kemudian perhatikan gambar dan keterangan gambar dari materi yang akan dibaca. Biasanya gambar atau ilustrasi dalam buku mengilustrasikan isi bacaan. Oleh karena itu symbol visual ini dapat membandtu kita memahami isi bacaan. &lt;br /&gt;
Selanjutnya kita perlu memperhatikan huruf cetak tebal/huruf miring. Huruf yang dicetak berbeda ini melambangkan kata/kalimat penting dalam isi bacaan. Langkah selanjutnya adalah membaca alinea awal dan akhir. Alinea awal mengantarkan pembaca pada isi bacaan, sedangkan aliena akhir biasanya berupa pokok pikiran dari isi bacaan. Melalui aliena awal dan akhir ini dapat membantu kita menafsirkan keseluruhan isi bacaan. Kemudian kita perlu baca juga rangkuman bacaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Langkah kedua adalah pelaksanaan&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
Jika kita telah melaksanakan tahap persiapan tadi, kita sudah bisa membayangkan gambaran umum isi bacaan dalam buku yang akan kita baca. Selanjutnya kita dapat memulai membaca cepat dengan menggunakan dua teknik tadi yaitu scaning dan skimming. Di sini kita bisa mencari kata-kata kunci yang ada dalam kalimat, selanjutnya dihubungkan melalui asosiasi dan imajinasi kita sehinga bisa dengan cepat mengambil inti sari isi bacaan tampa harus membaca seluruh isi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Latihan membaca Cepat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Untuk menguasai keterampilan membaca cepat, kita perlu latihan. Latihan ini meliputi latihan otot mata, pheriperial mata, dan latihan pernapasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;a. Melatih Otot Mata&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
Melatih otot mata dapat dilakukan dengan cara gerakan bola mata dalam keadaan terpejam ke atas ke bawah, lalu samping kiri dan kanan. Latihan ini harus dilakukan secara continue minimal selama 14 hari, masing-masing selama lima menit tanpa harus putus. Apabila satu hari saja tidak latihan, maka otot mata akan kembali ke keadaan sebelum latihan. Animasi Melatih Otot Mata&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;b. Melatih Pheriperal Mata&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
Melatih pheriperal mata dapat dilakukan dengan cara pandangan mata mengikuti gerakan telunjuk di depan mata. Tujuannya agar mata kita dapat menjangkau seluruh bacaan tanpa menggeleng-gelengkan kepala, karena menggelengkan kepala itu menghambat membaca cepat.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;c. Melatih Pernapasan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Melatih prnapasan dapat dilakukan dengan cara tarik napas panjang keluarkan secara perlahan. Kemudian latihan konsentrasi yang berhubungan dengan sikap duduk, tegak, libatkan asosiasi dan imajinasi. Di sini usahakan seolah-olah sedang berkomunikasi dengan sang penulis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Referensi:&lt;br /&gt;
http://www.e-dukasi.net/index.php?mod=script&amp;amp;cmd=Bahan%20Belajar/Pengetahuan%20Populer/view&amp;amp;id=21&amp;amp;uniq=all&lt;/div&gt;</description><link>http://resumekangichsan.blogspot.com/2011/04/teknik-membaca-cepat.html</link><author>noreply@blogger.com (Kang Ichsan)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-673284620470935941.post-7450625679836522440</guid><pubDate>Fri, 22 Apr 2011 04:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-07-07T10:30:36.833+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Religi</category><title>MANFAAT DZIKIR</title><description>MENURUT IBNUL QOYYIM AL JAUZI&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Membuat Allah ridha&lt;br /&gt;
2. Mengusir setan, menundukkan, dan mengenyahkannya&lt;br /&gt;
3. Menghilangkan kesedihan dan kemuraman dari hati&lt;br /&gt;
4. Mendatangkan kegembiraan &amp; kesenangan di dalam hati&lt;br /&gt;
5. Menguatkan hati dan badan&lt;br /&gt;
6. Membuat hati dan wajah berseri&lt;br /&gt;
7. Melapangkan rizki&lt;br /&gt;
8. Menimbulkan rasa percaya diri dan kharisma&lt;br /&gt;
9. Menumbuhkan rasa cinta pada Islam, menjadi inti agama, poros kebahagiaan dan keselamatan&lt;br /&gt;
10.Menumbuhkan perasaan bahwa dirinya diawasi sehingga mendorongnya untuk selalu berbuat bajik&lt;br /&gt;
11.Membuahkan ketundukan (kepasrahan) pada Allah&lt;br /&gt;
12.Membuahkan kedekatan dengan Allah&lt;br /&gt;
13.Membuka pintu yang lebar ke arah ma’rifat&lt;br /&gt;
14.Membuang keengganan dari jiwa manusia dan berbalik mengagungkan-Nya&lt;br /&gt;
15.Membuatnya selalu diingat oleh Allah (QS.2:152)&lt;br /&gt;
16.Menghidupkan hati (seperti air yang tak lepas dari kehidupan ikan)&lt;br /&gt;
17.Mengenyangkan hati dan ruh (menjadi santapan rohani bagi para pelakunya)&lt;br /&gt;
18.Membersihkan hati dari karatnya&lt;br /&gt;
19.Menyingkirkan kesalahan dan mengenyahkannya&lt;br /&gt;
20.Menghilangkan kerisauan dalam hubungan antara dirinya dengan Allah&lt;br /&gt;
21.Lafadz dzikir elalu mengingatkannya saat ditimpa bencana&lt;br /&gt;
22.Akan selalu mengingatkan saat para pelakunya menghada-pi kesulitan&lt;br /&gt;
23.Menyelamatkan dari azab Allah&lt;br /&gt;
24.Mengundang ketenangan, rahmat, dan doa malaikat&lt;br /&gt;
25.Mengalihkan lidah dari ghibah, adu domba &amp; dusta&lt;br /&gt;
26.Dzikir adalah pekerjaan para malaikat&lt;br /&gt;
27.Pelakunya merasa bahagia, demikian pula dengan orang-orang di sekitarnya &lt;br /&gt;
28.Memberi rasa aman dari penyesalan hari kiamat&lt;br /&gt;
29.Terlindung dari siksa padang mahsyar karena dinaungi oleh ‘Arsy Allah&lt;br /&gt;
30.Nikmat dan karunia Allah menjadi lebih terasa dan disyukuri oleh para pelaku dzikir&lt;br /&gt;
31.Ibadah dzikir adalah ibadah yang paling mudah, tapi paling agung dan paling utama&lt;br /&gt;
32.Dzikir merupakan tanaman syurga&lt;br /&gt;
33.Ganjarannya tidak akan pernah sama dengan apabila kita melakukan amal baik yang lain&lt;br /&gt;
34.Kontinuitas dzikir membuat pelakunya tidak melalaikannya sedetikpun dari penjagaan Allah&lt;br /&gt;
35.Kalimat dzikir itu mengikuti pelakunya kapan pun dan di mana pun&lt;br /&gt;
36.Menjadi cahaya kehidupan di dunia, di alam kubur, dan di perjalanan ash shirat hari kiamat kelak. Tidak ada cahaya yang menerangi alam kubur selain dari kalimat dzikir. &lt;br /&gt;
37.Pembuka jalan manusia kepada solusi penyelesaian dan peluang kekuasaan (simak doa robithoh)&lt;br /&gt;
38.Di dalam hati manusia ada celah yang tidak dapat ditembus kecuali dengan dzikir&lt;br /&gt;
39.Dzikir m’himpun segala suasana hati dari pengaruh setan&lt;br /&gt;
40.Mengaktifkan hati dari rasa kantuk dan ingin tidur (pasif)&lt;br /&gt;
41.Dzikir adalah jalan mendapat hidayah dan petunjuk Allah&lt;br /&gt;
42.Akan selalu terasa kebersamaan dengan Allah&lt;br /&gt;
43.Dzikir itu sama dengan memerdekakan budak wanita, menafkahkan harta, dan mengangkat pedang fii sabiilillah&lt;br /&gt;
44.Dzikir itu adalah pangkal syukur. Maka orang yang tidak bersyukur pada Allah tidak mungkin mengingat-Nya&lt;br /&gt;
45.Orang yang paling mulia di sisi Allah dari sisi ketaqwaan adalah orang yg lidahnya selalu basah oleh kalimat dzikir&lt;br /&gt;
46.Ada kekerasan dihati yg hanya bisa ditaklukkan oleh dzikir&lt;br /&gt;
47.Penyembuh bagi hati dan obat bagi penyakitnya&lt;br /&gt;
48.Dzikir merupakan pangkal wala’ (loyalitas) pada Allah&lt;br /&gt;
49.Sumber keikhlasan dan penghilang rasa duka, kegelisahan, dan segala pemicu stress&lt;br /&gt;
50.Dzikir mengundang shalawat Allah dan para malaikat-Nya (QS. Al Ahzab: 41-43)&lt;br /&gt;
51.Siapa yang kelak ingin berada di taman syurga, hendaklah berada di majelis-majelis dzikir&lt;br /&gt;
52.Majelis dzikir adalah majelis para malaikat&lt;br /&gt;
53.Allah membanggakan orang-orang yang selalu berdzikir di hadapan para malaikat-Nya&lt;br /&gt;
54.Para pedzikir akan masuk syurga sambil tersenyum&lt;br /&gt;
55.Sesungguhnya seluruh jenis amal disyariatkan hanya untuk menegakkan dzikir kepada Allah, maka hidupkanlah dzikir (QS. Thaha: 14)&lt;br /&gt;
56.Keutamaan orang-orang yang rajin beramal adalah yang paling banyak dzikirnya kepada Allah&lt;br /&gt;
57.Kontinuitas dzikir bisa setara dengan kombinasi berbagai amalan lain, baik yang bersifat fisik/harta.&lt;br /&gt;
58.Mengundang pertolongan Allah sebesar-besarnya untuk taat kepada-Nya&lt;br /&gt;
59.Memudahkan yang sulit &amp; meringankan yang berat&lt;br /&gt;
60.Menyingkirkan segala ketakutan dalam hati dan mengundang rasa aman di dalam diri manusia&lt;br /&gt;
61.Memberi kekuatan pada pelakunya untuk melakukan hal-hal bahkan yang sebelumnya tak ia duga bisa ia kerjakan di saat-saat kritis.&lt;br /&gt;
62.Fastabiqul khoirat selalu dimenangkan oleh orang yang paling banyak dzikirnya kepada Allah&lt;br /&gt;
63.Jadi sebab pembenaran Allah terhadap hamba-Nya&lt;br /&gt;
64.Istana-istana di syurga dibangun dengan dzikir&lt;br /&gt;
65.Dzikir menghalangi antara hamba dengan Jahannam&lt;br /&gt;
66.Para malaikat memintakan ampunan bagi pedzikir&lt;br /&gt;
67.Gugusan gunung-gunung dan lembah merasa bangga dan gembira karena ada orang yg berdzikir kepada Allah swt.&lt;br /&gt;
68.Selamat dari sifat kemunafikan di dalam diri &lt;br /&gt;
(QS. An Nisa’:142) (QS. Al Munaafiquun: 9)&lt;br /&gt;
69.Dzikir di sela-sela pekerjaan adalah kenikmatan yang tak tergantikan dengan hal apapun&lt;br /&gt;
70.Membuat wajah menjadi ceria dan mendatangkan cahaya saat menghadapi peristiwa kiamat.&lt;br /&gt;
71.     senantiasa berdzikir di manapun (di gunung, di jalan, di rumah, di atas air, di udara, di daratan, dll) akan memper-banyak saksi bagi seorang hamba pada hari kiamat&lt;br /&gt;
72.Mengalihkan pelakunya dari aktivitas lain yg tidak perlu&lt;br /&gt;
73.Membebaskan pelakunya dari kepungan &amp; tipudaya setan&lt;br /&gt;
74.Menghindarkan diri dari penyimpangan aqidah&lt;br /&gt;
75.Membuat seorang hamba semakin mengenal asma’ wa sifat dari Allah dengan cara-cara yang Dia sukai&lt;br /&gt;
76.Menjadi ingat segala perintah, larangan, dan hukum-hukum-Nya krn mempelajari itu semua termasuk dzikir&lt;br /&gt;
77.Dzikir lebih baik daripada doa&lt;br /&gt;
78.Sebaik-baik keutamaan: membaca al Qur’an lebih baik daripada berdzikir, dan dzikir lebih baik daripada do’a. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: &lt;br /&gt;
Kitab “Sahihul Wabil Ash Shayyib Minal Kalimith Thayyib”</description><link>http://resumekangichsan.blogspot.com/2011/04/manfaat-dzikir.html</link><author>noreply@blogger.com (Kang Ichsan)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-673284620470935941.post-2369675315101187960</guid><pubDate>Tue, 19 Apr 2011 01:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-12-28T23:32:50.291+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Karya Sastra</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Puisiku</category><title>Kalau Ingin Jadi ...</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
Kalau ingin jadi orang, berbuatlah seperti orang&lt;br /&gt;
Kalau ingin jadi binatang berbuatlah seperti binatang&lt;br /&gt;
Kalau ingin jadi kaya, bekerjalah dengan sungguh-sungguh&lt;br /&gt;
Kalau ingin jadi pintar, belajarlah dengan rajin&lt;br /&gt;
Kalau ingin jadi pemimpin, berbuat jujur dan adillah&lt;br /&gt;
Kalau ingin jadi koruptor, korupsilah sepuas mungkin&lt;br /&gt;
Kalau ingin jadi dermawan, bersedekahlah dengan ikhlas&lt;br /&gt;
Kalau ingin jadi kafir, berbuatlah semaumu&lt;br /&gt;
Kalau jadi muslim, bertakwalah kepada Alloh SWT&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semuanya diserahkan pada kita&lt;br /&gt;
Segala perbuatan pasti ada resikonya&lt;br /&gt;
Janganlah jadi orang setengah-setengah&lt;br /&gt;
Ingat ajal dihadapan kita&lt;br /&gt;
Jangan terlena dengan kehidupan duniawi saja&lt;br /&gt;
Akhirat telah menunggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://resumekangichsan.blogspot.com/2011/04/kalau-ingin-jadi.html</link><author>noreply@blogger.com (Kang Ichsan)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-673284620470935941.post-8669793966298122232</guid><pubDate>Mon, 18 Apr 2011 13:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-12-28T23:33:23.805+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Karya Sastra</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Puisiku</category><title>Jangan Diperbudak Musik</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Hanya tumpukkan kata-kata&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Direalisasikan dengan irama&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Kadang buat kita terpesona&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Kadang buat kita lengah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Kadang buat kita teperdaya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Kadang buat kita bahagia&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Kenapa kita suka&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Padahal itu hanya permainan kata semata&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Ada yang bilang dunia tanpa musik, sepi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Sepi kalo kita sendiri&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Kesepian bisa buat kita sadar diri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Akan kemanakah kita nanti ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Coba kita renungkan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Hidup hanya sementara&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Musik kadang bawa kita lupa ingatan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Tengoklah di sekeliing kita&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Orang-orang &amp;nbsp;kesana-kemari&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Mencari tuk sesuap nasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Orang-orang &amp;nbsp;kesana-kemari&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Mencari jati diri&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Orang-orang kesana-kemari&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Mengaji dan mengkaji tuk bekal nanti.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Ingatlah kawan,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Musik kita lupakan perlahan,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Karna itu temannya setan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Kita jangan diam diri&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Carilah ilmu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Carilah rizki&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Untuk bekal hidup kita&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Sebab kalo ajal telah tiba&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;Hidup dan mati kita kan sia-sia&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://resumekangichsan.blogspot.com/2011/04/jangan-diperbudak-musik.html</link><author>noreply@blogger.com (Kang Ichsan)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-673284620470935941.post-7915332797646371261</guid><pubDate>Mon, 04 Apr 2011 10:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-04-04T17:24:13.687+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Artikel</category><title>Kompetensi Kepribadian Guru</title><description>By: Rifai Ahmad&lt;br /&gt;
I. PRIBADI GURU.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
guru1Adalah sangat penting seorang guru memiliki sikap yang dapat mempribadi sehingga dapat dibedakan ia dengan guru yang lain. Memang, kepribadian menurut Zakiah Darajat disebut sebagai sesuatu yang abstrak, sukar dilihat secara nyata, hanya dapat diketahui lewat penampilan, tindakan, dan atau ucapan ketika menghadapi suatu persoalan, atau melalui atasannya saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepribadian mencakup semua unsur, baik fisik maupun psikis. Sehingga dapat diketahui bahwa setiap tindakan dan tingkah laku seseorang merupakan cerminan dari kepribadian seseorang, selama hal tersebut dilakukan dengan penuh kesadaran. Setiap perkataan, tindakan, dan tingkah laku positif akan meningkatkan citra diri dan kepribadian seseorang. Begitu naik kepribadian seseorang maka akan naik pula wibawa orang tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepribadian akan turut menetukan apakah para guru dapat disebut sebagai pendidik yang baik atau sebaliknya, justru menjadi perusak anak didiknya. Sikap dan citra negative seorang guru dan berbagai penyebabnya seharusnya dihindari jauh-jauh agar tidak mencemarkan nama baik guru. Kini, nama baik guru sedang berada pada posisi yang tidak menguntungkan, terperosok jatuh. Para guru harus mencari jalan keluar atau solusi bagaimana cara meningkatnya kembali sehingga guru menjadi semakin wibawa, dan terasa sangat dibutuhkan anak didik dan masyarakat luas. Jangan sebaliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guru sebagai teladan bagi murid-muridnya harus memiliki sikap dan kepribadian utuh yang dapat dijadikan tokoh panutan idola dalam seluruh segi kehidupannya. Karenanya guru harus selalu berusaha memilih dan melakukan perbuatan yang positif agar dapat mengangkat citra baik dan kewibawaannya, terutama di depan murid-muridnya. Disamping itu guru juga harus mengimplementasikan nilai-nilai tinggi terutama yang diambilkan dari ajaran agama, misalnya jujur dalam perbuatan dan perkataan, tidak munafik. Sekali saja guru didapati berbohong, apalagi langsung kepada muridnya, niscaya hal tersebut akan menghancurkan nama baik dan kewibawaan sang guru, yang pada gilirannya akan berakibat fatal dalam melanjutkan tugas proses belajar mengajar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guru yang demikian niscaya akan selalu memberikan pengarahan kepada anak didiknya untuk berjiwa baik juga. Hampir sulit ditemukan munculnya guru yang memiliki keinginan buruk terhadap muridnya. Dalam menggerakkan murid, guru juga dianggap sebagai partner yang siap melayani, membimbing dan mengarahkan murid, bukan sebaliknya justru menjerumuskannya. Djamarah dalam bukunya “ Guru dan Anak didik Dalam Interaksi Edukatif” menggambarkan bahwa : Guru adalah pahlawan tanpa pamrih, pahlawan tanpa tanda jasa, pahlawan ilmu, pahlawan kebaikan, pahlawan pendidikan, makhluk serba biasa, atau dengan julukan yang lain seperti artis, kawan, warga Negara yang baik, pembangun manusia, pioneer, terpercaya, dan sebagainya”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih lanjut Djamarah mengisahkan bahwa guru memiliki atribut yang lengkap dengan kebaikan, ia adalah uswatun hasanah walau tidak sesempurna Rasul. Betapa hebat profesi guru, dan tidak dapat ditemukan dalam berbagai profesi lainnya. Karenanya berbagai bentuk pengabdian ini hendaknya dilanjutkan dengan penuh keikhlasan, dengan motivasi kerja untuk membina jiwa dan watak anak didik, bukan sekedar untuk mencari uang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guru yang professional adalah guru yang siap untuk memberikan bimbingan nurani dan akhlak yang tinggi kepada muridnya. Karena pendidikan dana bimbingan yang diberikan bersumber dari ketulusan hati, maka guru benar-benar siap sebagai spiritual fatner bagi muridnya. Guru yang ideal sangat meresa gembira bersama dengan muridnya, ia selalu berinteraksi kepada muridnya, ia merasa happy dapat memberikan obat bagi muridnya yang sedang bersedih hati, murung, berkelahi, malas belajar. Guru professional akan selalu memikirkan bagaimana memacu perkembangan pribadi anak didiknya agar tidak mengalami kendala yang biasa mengganggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemuliaan hati seorang guru diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Guru secara nyata dapat berbagi dengan anak didiknya. Guru tidak akan merasa lelah dan tidak mungkin mengembangkan sifat iri hati, munafik, suka menggunjing, menyuap, malas, marah-marah dan berlaku kasar terhadap orang lain, apalagi terhadap anak didiknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guru sebagai pendidik dan murid sebagai anak didik dapat saja dipisahkan kedudukannya, akan tetapi mereka tidak dapat dipisahkan dalam mengembangkan diri murid dalam mencapai cita-citanya. Disinilah kemanfaatan guru bagi orang lain atau murid benar-benar dituntut, seperti hadits Nabi :”Khoirunnaasi anfa’uhum linnaas,” artinya adalah sebaik-baiknya manusia adalah yang paling besar memberikan manfaat bagi orang lain. ( Al Hadits ).&lt;br /&gt;
II. STEREOTYPE GURU&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stereotype guru adalah hal-hal klise yang sering dilakukan oleh para guru. Yang berkembang dimasyarakat kita adalah adanya suatu anggapan bahwa yang stereotype selalu dianggap benar, sedangkan yang diluar stereotype dianggap salah, sakit, gila dan sebagainya. Banyak orang yang tidak setuju dengan stereotype, mengorbankan dirinya dengan pura-pura mengikuti stereotype supaya ia tidak dianggap menyimpang, aneh ataupun gila. Sebagai contoh stereotype yang dilakukan oleh guru TK. Sang guru berteriak kepada anak didiknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayo anak-anak mari kita menggambar pemandangan.” Alkisah, begitulah seorang ibu guru TK atau SD sedang menyuruh anak didiknya untuk memulai menggambar sebuah pemandangan beberapa puluh tahun yang lalu. Sang ibu guru tadi pun memulai memberi contoh menggambar pemandangan. Ada dua buah gunung dengan bentuk segitiga lancip, kemudian ditengahnya terdapat matahari pagi yang mengintip diantara dua gunung tersebut, di atasnya ada awan-awan yang menggantung di angkasa, dan ada pula sekawanan burung yang terbang di angkasa berbentuk seperti angka 3 tidur. Ada juga jalan raya yang mungkin juga lengkap dengan tiang listriknya. Sawah berjajar berkotak-kotak di tepi jalan dengan tanaman padi yang berbentuk seperti huruf V berderet-deret, serta rumah mungil beserta pepohonan pun menghiasi coretan gambar pemandangan tersebut. Tak jarang terdapat aliran sungai yang berkelok-kelok. Sang murid pun dengan serta merta mengikuti pola gambaran pemandangan yang dibuat oleh sang ibu guru tersebut. Dan ajaibnya pola gambar pemandangan seperti ini awet dan senantiasa terjaga kelestariannya hingga saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stereotype pemandangan seperti itu yang selalu tertancap erat di ingatan anak-anak Indonesia ketika hendak disuruh mengambar pemandangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemandangan ya gambar dua buah gunung, ada matahari, jalan, sawah, rumah, awan, burung. Gambar dua gunung ya seperti itulah yang dinamakan dengan pemandangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam metodologi pembelajaran, guru seringkali menggunakan metode ceramah untuk menyampaikan materinya karena muncul anggapan bahwa mengajar selalu identik dengan pemberian ceramah, sehingga metode-metode pembelajaran diluar metode ceramah dianggap sebagai sesuatu yang aneh dan sulit dilakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya stereotype itu tidak sepenuhnya salah karena ada beberapa mata pelajaran yang memang akan berjalan efektif apabila disampaikan dengan cara ceramah, seperti pelajaran sejarah, PKn dan sebagainya, namun menganggap bahwa semua mata pelajaran biasa disampaikan kepada anak didik dengan metode ceramah adalah pembodohan terhadap anak didik itu sendiri. Sekarang ini, seorang guru harus berani meninggalkan stereotype dan berani menggunakan metode-metode modern yang sesuai dengan kebutuhan anak didiknya, agar tujuan pendidikan dapat tercapai dengan maksimal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
III. PROFESI GURU SEBAGAI PILIHAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum kita menetapkan apakah mengajar merupakan tugas guru yang termasuk profesi atau tidak atau bahkan sekedar tergolong pekerjaan biasa, kiranya perlu kita ketahui persyaratan yang dibutuhkan dalam sebuah aktivitas termasuk profesi. Belakangan telah sedemikian meluas istilah profesi atau professional dikenal dalam masyarakat. Namun sering kali pemahamannya kurang tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kini sangat banyak yang menganggap bahwa setiap orang dapat mengerjakan suatu pekerjaan dengan baik, rapi, dan dapat memuaskan orang lain disebut telah melakukan pekerjaan secara professional. Sehingga dengan mudah masyarakat memberikan gelar professional hampir kepada siapa saja, asal dapat melakukan pekerjaannya dengan baik. Tak jarang kita dengar sebutan koruptor professional, pembantu professional, tukang batu professional, sopir professional dan seterusnya. Benarkah sebutan-sebutan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Qomari Anwar mendefinisikan profesi adalah sebuah sebutan yang didapat seseorang setelah mengikuti pendidikan, pelatihan ketrampilan dalam waktu yang cukup lama, sehingga dia punya kewenangan memberikan suatu keputusan mandiri berdasarkan kode etik tertentu, yang harus dipertanggungjawabkan sampai kapanpun. Melakukan tugas profesi memperoleh posisi yang prestisius dan mendapat imbalan gaji yang tinggi. Karenanya tidak semua pekerjaan yang ditekuni oleh seseorang walaupun sudah cukup lama otomatis disebut sebagai tugas profesi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam hal jabatan guru, National Education Association (NEA) (1948) merumuskan bahwa jabatan profesi merupakan jabatan yang melibatkan kegiatan intelektual, menekuni suatu batang tubuh ilmu tertentu, didahului dengan professional yang lama, memerlukan pelatihan jabatan yang kontinyu, menjanjikan karier bagi anggota secara permanent, mengikuti standar baku mutu tersendiri, lebih mementingkan layanan kepada masyarakat dibanding dengan mencari keuntungan sendiri, dan memiliki suatu organisasi professional yang kuat dan dapat melakukan control terhadap anggota yang melakukan penyimpangan. Dari beberapa pengertian yang disebutkan di atas kini muncul pertanyaan: Apakah tugas mengajar atau jabatan guru dapat termasuk jabatan profesi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bisa jadi pertanyaan di atas memicu adanya jawaban yang beraneka ragam berdasarkan kenyataan yang dialami oleh para guru di lapangan. Namun Stinnett menegaskan bahawa jabatan guru sudah dianggap memenuhi criteria jabatan professional, bahkan mengajar bisa disebut sebagai ibu dari segala profesi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apalagi setelah disahkannya undang-undang tentang guru dan dosen, maka jabatan guru tidak boleh dipandang sebelah mata oleh siapapun. Karena dengan diberlakukannya Undang-Undang tersebut, jabatan guru sudah merupakan jabatan profesi yang setara dengan jabatan-jabatan profesi lainnya seperti Dokter, Perawat dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dulu menjadi guru adalah pilihan terakhir ketika pilihan-pilihan utama tidak dapat tercapai, maka dengan diperhatikannya kesejahteraan guru oleh pemerintah, menjadi guru adalah sebuah pilihan yang utama. Jabatan guru merupakan jabatan terhormat dimasyarakat disatu sisi juga menjanjikan masa depan yang lebih terjamin dibanding profesi-profesi lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
IV. DILEMA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjadi seorang guru dewasa ini kadang menimbulkan dilema tersendiri, hal ini dikarenakan adanya perbedaan antara guru PNS dan Non PNS. Pemerintah terkesan menganak emaskan guru PNS, disisi lain menganak tirikan guru non PNS. Padahal kalau kita lihat bahwa mengajar disekolah-sekolah swasta jauh lebih sulit dibandingkan dengan sekolah-sekolah negeri, secara administrasi guru-guru Non PNS dituntut secara professional sama dengan guru-guru PNS akan tetapi secara kesejahteraan terjadi kesenjangan yang cukup dalam. Guru PNS mendapatkan berbagai macam tunjangan dari pemerintah pusat atau daerah, sementara guru-guru Non PNS tidak mendapatkan apa-apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ironis memang, tuntutan mencerdaskan anak didik mutlak menjadi tanggung jawab semua guru tanpa kecuali namun dalam kesejahteraan terjadi tebang pilih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sehingga yang terjadi banyak guru yang terpaksa mencari pekerjaan sampingan guna menopang kehidupan keluarganya. Akibatnya mereka tidak lagi konsentrasi dalam mengajar anak didiknya namun lebih kepada bagaimana bisa menghidupi keluarganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
V. Masalah Kesehatan Fisik dan Mental guru&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan penelitian guru sangat rentan terhadap penyakit yang berhubungan dengan radang tenggorok sampai sariawan. Hal ini dikarenakan intensitas mengajar yang tinggi tanpa ditopang dengan asupan vitamin yang memadai, akhirnya yang terjadi system immune ( kekebalan ) menurun dan ia menjadi gampang terserang berbagai macam penyakit, terutama dua penyakit di atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disamping factor kesehatan fisik yang terganggu, para guru juga mengalami banyak gangguan mentalnya. Ada kemungkinan, menurut pendapat sejumlah peneliti, bahwa tidak adanya hidup kekeluargaan yang normal dan frustasi dalam hubungan seks yang normal turut menambah gangguan mental guru-guru wanita yang tidak kawin. Guru pria dianggap mempunyai mental yang lebih stabil bila mereka mempunyai keluarga yang normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan penelitian itu dapat dibuktikan adanya guru yang mengalami gangguan mental, bahwa ada diantaranya yang memerlukan perawatan psikiater. Akan tetapi penelitian itu tidak menunjukkan apakah gangguan mental itu lebih banyak terdapat di kalangan guru dibandingkan dengan profesi lain. Juga tidak diketahui apakah gangguan mental itu telah ada pada calon guru, nyata atau laten, sebelum ia melakukan profesinya ataukah gangguan mental itu timbul sebagai akibat pekerjaannya sebagai guru. Selanjutnya tidak diketahui hingga manakah gangguan mental itu merugikan murid dan proses belajar mengajar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
DAFTAR BACAAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Anwar, Qomari, Reorientasi Pendidikan Dan Profesi Keguruan, Jakarta : Uhamka Press, 2002&lt;br /&gt;
2. S. Nasution, Prof.Dr, Sosiologi Pendidikan, Jakarta : Bumi Aksara, 1995&lt;br /&gt;
3. Ramayulis, Prof. Dr, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta : Kalam Mulia, 2002&lt;br /&gt;
http://tanbihun.com/pendidikan/kompetensi-kepribadian-guru/</description><link>http://resumekangichsan.blogspot.com/2011/04/kompetensi-kepribadian-guru.html</link><author>noreply@blogger.com (Kang Ichsan)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-673284620470935941.post-1337322067532264798</guid><pubDate>Fri, 01 Apr 2011 03:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-12-28T23:33:58.429+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Karya Sastra</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Puisiku</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan</category><title>Hidup</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
Apa yang diinginkan dari kehidupan ..... ???&lt;br /&gt;
Hidup adalah tantangan ....&lt;br /&gt;
Hidup adalah kesenangan ....&lt;br /&gt;
Hidup adalah kekacauan ....&lt;br /&gt;
Hidup adalah kegalauan ...&lt;br /&gt;
Hidup adalah kebimbangan ...&lt;br /&gt;
Hidup adalah kesemrawutan ....&lt;br /&gt;
Hidup adalah ekspresi jiwa ....&lt;br /&gt;
Hidup adalah gejolak hati ....&lt;br /&gt;
Hidup adalah kesusahanan .....&lt;br /&gt;
Hidup adalah ketenangan ...&lt;br /&gt;
Hidup adalah adalah kebahagiaan ...&lt;br /&gt;
Kenapa hidup tak sesuai dengan keinginan ...&lt;br /&gt;
Apa yang diinginkan dari kehidupan ...&lt;br /&gt;
Kita lah yang menjalani semua ...&lt;br /&gt;
Manusia tinggal milih, apa yang dikehendaki dari kehidupan itu ...&lt;br /&gt;
Janganlah menyalahkan diri kita, apalagi menyalahkan Tuhan ...&lt;br /&gt;
Semuanya ada jalan dan solusinya ...&lt;br /&gt;
Tuhan hanya memberikan pilihan ...&lt;br /&gt;
Semua urusan dunia dikembalikan kepada diri manusia ...&lt;br /&gt;
Tapi, kenapa kadang-kadang hidup tak sesuai dengaan keinginan kita,&lt;br /&gt;
Itulah Hidup ..... !!!&lt;/div&gt;
</description><link>http://resumekangichsan.blogspot.com/2011/04/hidup.html</link><author>noreply@blogger.com (Kang Ichsan)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-673284620470935941.post-8836188686375763092</guid><pubDate>Thu, 31 Mar 2011 17:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-12-28T23:34:30.431+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Karya Sastra</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Puisiku</category><title>Sendiri</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
Dingin ... sepi .... terasa menyelimuti tubuhku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdengar air hujan rintik-rintik&lt;br /&gt;
detak suara jam dinding nersahut-sahutan&lt;br /&gt;
Tak ada seorang pun menamaniku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepi ....&lt;br /&gt;
Trasa sudah klo ditinggal seseorang yang kusayang,&lt;br /&gt;
padahal baru saja satu malam&lt;br /&gt;
Malam semakin larut,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya kutulis kata-kata,&lt;br /&gt;
sekedar tuk menemani dalam kesendirian.&lt;br /&gt;
Oh, .. sayangku nun jauh di sana,&lt;br /&gt;
Apa yang kau pikirkan malam ini,&lt;br /&gt;
Aku gundah gulana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada kata-kata lagi yang harus kuungkapkan,&lt;br /&gt;
hanya berdo'a .... berdo'a keapada Alloh SWT.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya Alloh tenangkanlah hati ini,&lt;br /&gt;
dan smoga sayangku nun jauh di sana,&lt;br /&gt;
diberikan ketenangan juga dan keselamatan.&lt;br /&gt;
Smoga apa yang dicita-citakan terkabul dan dimudahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya Alloh, pabila selesai sudah tugasnya,&lt;br /&gt;
smoga dia pulang dengan selamet, dan tak ada suatu kendala apapun,&lt;br /&gt;
Smoga kita bisa berkumpul kembali seperti sedia kala ...&lt;br /&gt;
Aamiin yaa Robbal Alamiin ...&lt;/div&gt;
</description><link>http://resumekangichsan.blogspot.com/2011/04/sendiri.html</link><author>noreply@blogger.com (Kang Ichsan)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-673284620470935941.post-5905346145075610746</guid><pubDate>Sun, 27 Mar 2011 11:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-01-11T20:10:06.281+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berbicara</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Materi Pembelajaran</category><title>DISKUSI</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;b&gt;DEFINISI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Berasal dari bahasa latinn yaitu DISCUTIO atau DISCUSIUM yang artinya bertukar pikiran / pertukar pikiran antara dua orang atau lebih secara lisan untuk memperoleh kesepakatan gagasan atau pendapat dalam memecahkan masalah&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;TUJUAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pada umumnya diskusi bertujuan untuk mencapai kesepakatan gagasan atau pendapat dalam memecahkan masalah&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;MACAM-MACAM DISKUSI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Diskusi Panel&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Melibatkan beberapa panelis yang mempunyai keahlian dalam bidang masing-masing dan bersepakat mengutarakan pendapat. Panel dipimpin oleh seorang moderator. Masalah yang didiskusikan dapat memberikan pelbagai penerangan atau perluasan pengetahuan kepada pendengar tentang masalah yang sedang hangat dalam masyarakat. Para panelis tidak selalu sependapat, bahkan perbedaan pendapat panelis lebih merangsang para pendengar. Dengan mendengarkan beberapa pendapat para ahli, pendengar akan dibimbing ke arah berpikir secara kritis dan melatih kemampuan menganalisis masalah. Berhasil atau tidaknya panel sangat tergantung pada kelincahan moderator.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Simposium&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Hampir sama dengan panel, hanya lebih bersifat formal. Pemrasaran harus menyampaikan makalah mengenai suatu masalah yang disorot dari sudut keahlian masing-masing. Peranan moderator tidak seaktif dalam diskusi panel, tetapi sebaliknya para pendengar/pesertalah yang lebih aktif berpartipasi. Masalah yang dibahas dalam simposium mempunyai ruang lingkup yang luas, sehingga perlu ditinjau dari berbagai sudut/aspek ilmu untuk mendapatkan perbandingan.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Seminar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Merupakan suatu pertemuan untuk membahas suatu masalah tertentu dengan prasaran dan tanggapan melalui suatu diskusi untuk mendapatkan suatu keputusan bersama mengenai masalah tersebut. Masalah yang dibahas dalam seminar terbatas dan tertentu. Peserta terdiri dari orang-orang yang berkecimpung dalam masalah tersebut, sehingga dapat memberikan pandangan dan pendapat dalam pemecahan masalah. Seminar harus diakhiri dengan kesimpulan atau keputusan-keputusan baik berbentuk usul, saran, resolusi, atau rekomendasi.&lt;br /&gt;
Secara garis besarnya, seminar dilaksanakan sebagai berikut:&lt;br /&gt;
a.Dimulai dengan mendengarkan pandangan umum tentang suatu masalah;&lt;br /&gt;
b.Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok (sidang komisi);&lt;br /&gt;
c.Kelompok-kelompok bersidang kembali untuk mensahkan kesimpulan komisi (sidang pleno);&lt;br /&gt;
d.Hasil dirumuskan dalam bentuk usul, saran, resolusi, dan sebagainya yang dianggap perlu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Lokakarya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalah yang dibahas dalam lokakarya atau istilah lainnya workshop, mempunyai ruang lingkup tertentu dan dibahas secara mendalam. Pesertanya adalah orang-orang yang ahli dalam bidang tersebut. Masalah dibahas melalui prasaran dan tanggapan, serta diskusi secara mendalam. Kalau perlu diikuti dengan demontrasi atau peragaan. Biasanya lokakarya ini diikuti oleh sekelompok orang yang bergerak dalam lingkungkungan kerja yang sejenis atau seprofesi. Lokakarya biasanya diadakan bila:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a.Ingin mengevaluasi suatu proyek yang telah dilaksanakan;&lt;br /&gt;
b.Ingin mengadakan pembaharuan sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat;&lt;br /&gt;
c.Untuk bertukar pengalaman dengan tujuan lebih meningkatkan kemampuan kerja.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Brainstroming&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Brainstroming ialah aktivitas dari sekelompok orang yang memproduksi/menciptakan gagasan yang baru sebanyak-banyaknya. Brainstroming ini dipakai apabila:&lt;br /&gt;
a.Ingin menentukan informasi macam apa yang diperlukan dan bagaimana mendapatkan informasi tersebut;&lt;br /&gt;
b.Ingin menentukan kriteria yang tepat untuk menguji tepat tidaknya sebuah gagasan;&lt;br /&gt;
c.Ingin menentukan gagasan yang mana yang mungkin dilakukan;&lt;br /&gt;
d.Ingin mengetahui bagaimana pelaksanaan keputusan setepat-tepatnya.&lt;br /&gt;
Dengan bentuk brainstroming ini diharapkan tercetus gagasan atau kritik sebanyak-banyaknya. Semakin banyak gagasan atau kritik, semakin baik. Dalam hal ini peserta berlatih pula menggabungkan dan meningkatkan gagasan-gagasan. Karena itu bentuk ini sangat berguna bagi orang yang sudah berpengalaman untuk meningkatkan keterampilannya dalam diskusi dan yang belum berpengalaman dapat mencontoh cara berdiskusi.&lt;br /&gt;
Moderator dalam bentuk ini sangat berperan. Kalau brainstroming mendadak berhenti karena kehabisan gagasan, moderator dapat memancingnya dengan mengemukakan gagasan-gagasan yang telah disepakati dan memberikan pertanyaan-pertanyaan. Dalam hal ini dibutuhkan keterampilan moderator. Karena brainstroming mengundang pemecahan masalah dengan banyak kemungkinan, dalam bentuk ini diperlukan pula seorang notulis untuk merekam jalannya diskusi dan mencatat gagasan-gagasan yang timbul.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;LANGKAH-LANGKAH PERSIAPAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pembentukan panitia diskusi&lt;br /&gt;
Menentukan topik atau tema&lt;br /&gt;
Menentukan jenis diskusi&lt;br /&gt;
Menentukan peserta, waktu, dan tempat&lt;br /&gt;
Menentukan pemrasaran, penyanggah, dan jumlahnya&lt;br /&gt;
Menyediakan akomodasi dan sarana lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;ORGANISASI DALAM DISKUSI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ketua/moderator&lt;br /&gt;
Penulis&lt;br /&gt;
Pemrasaran&lt;br /&gt;
Penyanggah&lt;br /&gt;
Peserta/pendengar&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM BERDISKUSI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Suksesnya sebuah diskusi sangat tergantung kepada kepemimpinan moderator atau pimpinan diskusi. Pemimpin diskusi bukanlah seperti pemimpin biasa lazimnya, tetapi ia bertindak sebagai seorang penuntun atau pengendali kelompoknya. Tugas seorang pemimpin diskusi atau moderator ialah:&lt;br /&gt;
1.Menjelaskan tujuan dan maksud diskusi. Hal ini penting sekali dalam memberikan pengarahan kepada anggota.&lt;br /&gt;
2.Menjamin kelangsungan diskusi secara teratur dan tertib&lt;br /&gt;
3.Memberikan stimula anjuran, ajakan, agar setiap peserta betul-betul mengambil bagian dalam diskusi tersebut.&lt;br /&gt;
4.Menyimpulkan dan merumuskan setiap pembicaraan dan kemudian membuat kesimpulan atas persetujuan dan kesepakatan bersama.&lt;br /&gt;
5.Menyiapkan laporan.&lt;br /&gt;
Referensi:&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;-Maidar G. Arsjad dan Mukti U.S..1987.Pembinaan Kemampuan Berbicara Bahasa Indonesia. PT Gelora Aksara Pratama:Jakarta&lt;br /&gt;
-Ditambah dari berbagai sumber.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://resumekangichsan.blogspot.com/2011/03/diskusi.html</link><author>noreply@blogger.com (Kang Ichsan)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-673284620470935941.post-3135509899300807029</guid><pubDate>Fri, 18 Mar 2011 14:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-01-11T20:10:56.509+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Materi Pembelajaran</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Menulis</category><title>PARAGRAF</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;b&gt;A. Pengertian&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Adalah satu kesatuan ekspresi yang terdiri atas seperangkat kalimat yang dipergunakan oleh pengarang Ssebagai alat untuk menyatakan dan menyampaikan jalan pikirannya kepada para pembaca. (Djago Tarigan,1996:13). &lt;br /&gt;
Paragraf merupakan inti penuangan buah pikiran dalam sebuah karangan. Dalam paragraf terkandung satu gagasan yang didukung oleh semua kalimat dalam paragraf tersebut. Setiap paragraf terdiri dari kalimat utama/kalimat topik dan kalimat penjelas. &lt;br /&gt;
&lt;b&gt;ALINEA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ialah sekelompok kalimat yang memaparkan suatu bagian dari suatu bagian poko pembicaraan.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;B. Syarat-syarat pembentukan paragraf&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. KESATUAN&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
Setiap paragraf hanya mengandung satu gagasan pokok. Fungsi paragraf adalah mengembangkan gagasan pokok tersebut. Kalimat dalam paragraf tersebut harus mendukung gagasan pokok.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. KEPADUAN&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
Syarat kedua pengembangan paragraf ialah kepaduan atau koherensi. Satu paragraf dibangun oleh kalimat yang mempunyai hubungan timbal balik. &lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. KELENGKAPAN&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
Salah satu syarat yang juga penting adalah kelengkapan.Satu paragraf dikatakan lengkap jika berisi kalimat-kalimat penjelas yang cukup untuk menunjang kejelasan kalimat utama. &lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kalimat Utama&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
adalah kalimat yang berisi gagasan utama atau gagasan pokok paragraf. Kalimat utama dapat ditemukan pada awal, tengah, akhir, awal—akhir paragraf. Gagasan utama pengarang akan dikembangkan dengan sejumlah gagasan penjelas yang terdapat dalam kalimat penjelas. &lt;br /&gt;
&lt;b&gt;GAGASAN UTAMA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
adalah gagasan yang menjadi dasar pengembangan sebuah paragraf. Keberadaan gagasan utama dapat dinyatakan secara eksplisit  (dinyatakan secara tegas dan terus terang) maupun implisit (tidak dinyatakan secara tegas). Gagasan utama biasanya diwakilkan pada sebuah kalimat utama, yang dapat terletak pada awal paragraf, akhir paragraf, maupun awal dan akhir paragraf &lt;br /&gt;
Gagasan utama adalah gagasan pokok yang ingin disampaikan oleh penulis kepada pembaca, sedangkan gagasan pendukung yaitu gagasan yang mendukung gagasan utama. Gagasan utama yang terletak di akhir&lt;br /&gt;
paragraf disebut paragraf induktif. Gagasan utama yang  terletak di awal&lt;br /&gt;
paragraf disebut paragraf deduktif. Adapun gabungan paragraf deduktif&lt;br /&gt;
dan induktif disebut sebagai paragraf campuran. &lt;br /&gt;
&lt;b&gt;C. Jenis-jenis Paragraf&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Deduktif&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kalimat pokok yang biasanya merupakan pernyataan umum atau kesimpulan ditempatkan pada awal paragraf. Kalimat berikutnya merupakan penjelasan atau penjabaran kalimat pokok.&lt;br /&gt;
Contoh:&lt;br /&gt;
Hampir semua agama besar di dunia telah membangkitkan suatu bahasa, telah membawa dialek gelap ke wilayah-wilayah yang jauh di seluruh dunia. Agama Yahudi telah menyebarkan bahasa Aramaik dan Ibrani, juga bahasa Yiddik jauh ke luar batas Palestina. Agama Islam tidak hanya membawa Quran, melainkan juga menyebarkan bahasa Arab, yang dulunya terpencil ke daerah-daerah luas di Eropa, Asia, Afrika. Dan Oseania, di sana bahasa Arab mempengaruhi bahasa-bahasa penduduk setempat bahasa Persia, Hindustan, Turki, Indonesia/Melayu dan sebagainya, penuh dengan kata-kata Arab. Agama Budha memancarkan tulisan keramat agama Gautama ke Tibet, Siam, Indonesia, Tiongkok, dan Jepang. Demikian pula agama kristen telah menyebarkan, dan menghidupkan bahasa Latin dan Yunani sehingga bahasa ini tidak tenggelam di bawah gelombang orang Barbar berbahasa asing yang menyerbu masuk.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Induktif&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kalimat pokok atau kesimpulan ditempatkan pada akhir paragraf. Dengan demikian kalimat yang merupakan penjelasan atau penjabaran pokok masalah ditempatkan pada awal paragraf.&lt;br /&gt;
Contoh:&lt;br /&gt;
Seorang pelukis, bila melihat sawah yang terhampar luas sampai ke kaki gunung, akan tergeraklah hatinya untuk melukis. Seorang insinur pertanian dengan melihat sawah tersebut dalam pikirannya muncul berbagai gagasan bagaimana meningkatkan pengolahan sawah itu sehingga hasil padinya meningkat. Seorang anak melihat sawah yang luas itu akan bermain layang-layang dengan penuh keasyikan. Jadi tanggapan dan sikap orang terhadap sutu objek bergantung pada keahlian, kesenangan, atau pengalamannya.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Deduktif – Induktif / Campuran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Paragraf dapat dimulai dengan kalimat topik disusul kalimat pengembang dan diakhiri kalimat penegas. Srbaliknya, dapat pula kalimat pengembang terbagi dua sebagian di awal, sebagian di akhir paragraf sedang kalimat topiknya di tengah. Paragraf tyang terbentuk dengan cara pertama maupun kedua disebut Paragraf Campuran/Kombinasi.&lt;br /&gt;
Contoh:&lt;br /&gt;
Gengsi irama dangdut semakin meningkat. Bila dahulu irama ini dianggap kampungan, peralatan asal ada dan tempat pertunjukkannya pun di daerah pinggiran maka kini suasana berubah. Irama dangdut tidak lagi dianggap sebagai kampungan. Peralatannya lengkap, megah, dan modern tidak kalah dengan peralatan band Pop. Biduan dan biduanitanya tidak kalah hebat dari biduan dan biduanita band-band terkenal baik dalam cara berpakaian, bergaya maupun dalam suara. Orkes Melayu sudah biasa muncul di pesta-pesta besar, di gedung-gedung megah. Bahkan irama dangdut muncul dari tempat-tempat mewah seperti hotel, klub malam, dan mobil-mobil mewah. Jenis irama ini pun sudah menembus kaum “gedongan” dan kampus.&lt;br /&gt;
Beban hidup yang semakin berat membuat orang mencari hiburan yang mudah dicerna, murah tetapi meriah. Pamor biduan dan biduanita yang  menonjol mempengaruhi selera masyarakat. Suara gendang yang menggelitik mengajak orang secara spontan mengikuti irama dangdut. Wajar bila irama dangdut semakin populer. Kenyataan itu ditunjang lagi oleh ramainya penyanyi terkenal seperti Achmad Albar, Hetty Kus Endang, Taty Saleh, Mus Mulyadi dan lain-lain dan band terkenal seperti Kus Plus, Bimbo, Panbers dan lain-lain hijrah ke Irama dangdut tersebut. Tambahan lagi “getol”nya para produser kaset mempromosikan irama ini melalui radio, televisi, koran dan lain-lain.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Desktiptif&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pada paragraf semacam ini kalimat pokok tidak tercantum secara eksplisit. Dengan membaca keseluruhan paragraf itu kita dapat menyimpulkan apa yang menjadi kalimat pokok atau kesimpulan paragraf tersebut. Dengan kata lain kalimat pokoknya tercermin pada semua kalimat pada paragraf itu.&lt;br /&gt;
Contoh:&lt;br /&gt;
Ruang tempat kami belajar berukuran 12m x 7m, dengan tinggi kira-kira 3m. Pintunya ada dua, sebuah di sebelah utara, sebuah lagi di sebelah selatan. Ruang itu diterangi dengan empat buah lampu neon 20 watt di samping cahaya matahari yang melalui jendela kata kiri kanan. Daya tampungnya kira-kira 70 orang dengan tempat duduk tunggal. Ruang itu dilengkapi sebuah meja dosen, papan tulis lebar dan sebuah bak cuci tangan.&lt;br /&gt;
Selain adanya kesatuan dan koherensi dalam sebuah paragraf, juga dari segi lain dalam hal-hal tertentu dituntut adanya pengembangan lebih lanjut dari apa yang kita maksudkan dalam kalimat pokok. Dengan demikian paragraf itu betul-betul ada kekompakan.&lt;br /&gt;
Ditinjau dari segi pengembangannya, paragraf dapat kita bedakan atas beberapa macam, yaitu: dengan urutan kejadian (proses), dengan contoh, analogi, pertanyaan, rangakaian sebab akibat, dan pengulangan (repetisi).&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Dikutip dari berbagai sumber.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://resumekangichsan.blogspot.com/2011/03/paragraf.html</link><author>noreply@blogger.com (Kang Ichsan)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-673284620470935941.post-6151198282907141715</guid><pubDate>Fri, 18 Mar 2011 07:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-01-11T20:12:00.592+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Materi Pembelajaran</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Membaca</category><title>Menanggapi Cara Pembacaan Cerpen</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Cerpen atau cerita pendek, yaitu cerita rekaan yang memusatkan diri pada satu tokoh dalam satu situasi dan satu waktu hingga memberikan kesan tunggal terhadap pertikaian yang mendasari cerita tersebut. Jika kamu membaca cerpen, harus memerhatikan beberapa unsur. &lt;br /&gt;
Cerpen singkatan dari cerita pendek. Cerpen berisi kisah kehidupan manusia secara singkat. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia),  cerpen adalah kisahan pendek kurang dari 10.000 kata. Walaupun pendek, cerpen memuat  unsur-unsur yang membentuknya. &lt;br /&gt;
Cerita pendek (cerpen) adalah satu bentuk karya sastra yang ceritanya hanya menceritakan satu peristiwa dari seluruh kehidupan pelakunya. &lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Unsur Intrinsik Cerpen&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
1. Tema, yaitu pokok pembicaraan yang mendasari cerita.&lt;br /&gt;
2. Plot (alur), yaitu rangkaian peristiwa yang sambung- menyambung dalam sebuah&lt;br /&gt;
cerita berdasarkan logika sebab-akibat.&lt;br /&gt;
3. Sudut pandang, yaitu posisi pengarang terhadap kisah  yang diceritakannya.&lt;br /&gt;
4. Gaya bahasa, yaitu cara pengarang menggunakan bahasa untuk menghasilkan karya&lt;br /&gt;
sastra.&lt;br /&gt;
5. Amanat, yaitu ajaran yang ingin disampaikan  pengarang.&lt;br /&gt;
6. Penokohan (perwatakan), yaitu pemberian watak pada tokoh cerita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Berikut ini cara penokohan dalam cerpen.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
a. Penokohan secara langsung, yaitu watak tokoh-tokoh cerita itu disampaikan dengan&lt;br /&gt;
cara menyebutkan wataknya (misalnya:  tokoh A itu penyabar, baik hati, dan suka&lt;br /&gt;
menolong) dan dengan  cara menyebutkan keadaan fisiknya (misalnya: tokoh A&lt;br /&gt;
berpenampilan tidak rapi, rambut awut-awutan, dan berpakaian seenaknya).&lt;br /&gt;
b. Penokohan secara tidak langsung, yaitu watak-watak tokoh dalam cerita itu&lt;br /&gt;
disampaikan tidak secara terus terang (pemberian watak tokoh A melalui pendapat&lt;br /&gt;
dan perbuatan tokoh A tersebut, atau  melalui penuturan tokoh lain), sehingga&lt;br /&gt;
pembaca harus benar- benar mencermati gerak-gerik dan tingkah laku serta sikap&lt;br /&gt;
dan  pendapat seorang tokoh dalam cerita agar dapat menyimpulkan watak tokoh&lt;br /&gt;
tersebut secara tepat. &lt;br /&gt;
7. Setting (latar cerita) yang meliputi:&lt;br /&gt;
a. setting tempat, yaitu tempat peristiwa itu terjadi (misal: di  ruang tamu&lt;br /&gt;
di pasar, di tepi sungai, dan lain-lain), dan&lt;br /&gt;
b. setting waktu, yaitu kapan peristiwa itu terjadi (misal: zaman  Majapahit,&lt;br /&gt;
zaman revolusi, zaman sekarang, dan lain-lain), &lt;br /&gt;
c. setting suasana, yaitu terjadi dalam suasana apa, suasana  batin (misal:&lt;br /&gt;
perasaan bahagia, sedih, marah) atau suasana lahir (misal: sepi, senyap,&lt;br /&gt;
hiruk-pikuk). &lt;br /&gt;
8. Sudut pandang, yaitu tempat atau letak di mana seseorang melihat objek karangan.&lt;br /&gt;
Apabila pengarang dalam bercerita menyebutkan  nama aku, berarti menggunakan&lt;br /&gt;
sudut pandang orang pertama.Apabila pengarang menyebut dia, berarti menggunakan&lt;br /&gt;
sudut  pandang orang kedua, sedangkan jika pengarang bebas  menceritakan apa&lt;br /&gt;
yang dialami oleh semua tokoh, berarti menggunakan sudut pandang serba tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Teknik Pengembangan Cerpen&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
A. Teknik naratif &lt;br /&gt;
adalah teknik pengembangan cerita dalam bentuk paparan narasi. Teknik ini &lt;br /&gt;
digunakan pengarang ketika mengembangkan cerita, menggambarkan sosok , dan&lt;br /&gt;
menjelaskan latar. &lt;br /&gt;
B. Teknik dramatik &lt;br /&gt;
adalah teknik pengembangan peristiwa yang dialami tokoh dalam bentuk             &lt;br /&gt;
melalui dialog.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Hal-hal yang harus diperhatikan pembaca&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
yakni (1) ketepatan pengungkapan isi teks, (2) kejelasan dan kekerasan suara, (3) ketepatan nada, jeda, dan irama pembacaan, dan (4) ekspresi wajah serta gerak-gerik pendukung yang mendukung penyampian isi teks. &lt;br /&gt;
a. Vokal atau pengucapan &lt;br /&gt;
Vokal atau pengucapan yang tepat akan membuat pendengar merasa senang untuk&lt;br /&gt;
mendengar atau menyimak isi cerpen tersebut. Bila vokal atau pengucapan kurang&lt;br /&gt;
jelas, pendengar akan merasa tidak senang, bahkan merasa bosan.Selain itu juga&lt;br /&gt;
perlu memerhatikan intonasi dan pemenggalan yang dimaksud pemenggalan adalah&lt;br /&gt;
mengucapkan satuan-satuan atau kelompok-kelompok kata. &lt;br /&gt;
b. Gerak dan mimik &lt;br /&gt;
Gerak dalam membaca cerpen kadang diperlukan, kadang tidak. Gerakan dan  &lt;br /&gt;
mimik( perubahan raut muka) yang ditampilkan pembaca cerpen bukanlah gerakan&lt;br /&gt;
yang diciptakan sendiri. Oleh sebab itu, pembacalah yang harus mengikuti isi&lt;br /&gt;
cerpen tersebut. &lt;br /&gt;
c. Komunikatif &lt;br /&gt;
Pembacaan cerpen bertujuan agar pendengar dapat memahami isi cerpen tersebut&lt;br /&gt;
sekaligus menikmatinya. Untuk itu, pembaca cerpen harus mampu berkomunikasi&lt;br /&gt;
dengan pendengar. Akan terlihat aneh apabila pembaca cerpen sibuk sendiri. Ia&lt;br /&gt;
harus kontak dengan penonton. Hal ini dapat dilakukan dengan sekali-kali melihat&lt;br /&gt;
kepada penonton. Untuk dapat melakukan hal itu dengan baik, sebaiknya pembaca&lt;br /&gt;
cerpen membaca terlebih dahulu cerpen tersebut sebelum tampil. Dengan begiitu,&lt;br /&gt;
pembaca tidak lupa bagian-bagian yang dibacanya ketika ia melakukan kontak&lt;br /&gt;
dengan penonton. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: Buku BSE.&lt;/div&gt;</description><link>http://resumekangichsan.blogspot.com/2011/03/menanggapi-cara-pembacaan-cerpen.html</link><author>noreply@blogger.com (Kang Ichsan)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-673284620470935941.post-7108159492373013323</guid><pubDate>Thu, 17 Mar 2011 15:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-07-07T10:30:36.834+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Artikel</category><title>MENULIS FEATURES</title><description>Farid Gaban | Pena Indonesia Learning Center&lt;br /&gt;
Mengapa feature? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara kasar karya jurnalistik bisa dibagi menjadi tiga: &lt;br /&gt;
•  &lt;b&gt;Stright/spot News&lt;/b&gt; -- berisi materi penting yang harus segera dilaporkan kepada &lt;br /&gt;
publik (sering pula disebut breaking news) &lt;br /&gt;
•  &lt;b&gt;News Feature&lt;/b&gt; -- memanfaatkan materi penting pada spot news, umumnya dengan &lt;br /&gt;
memberikan unsur human/manusiawi di balik peristiwa yang hangat terjadi atau &lt;br /&gt;
dengan memberikan latarbelakang (konteks dan perspektif) melalui interpretasi. &lt;br /&gt;
•  &lt;b&gt;Feature&lt;/b&gt; -- bertujuan untuk menghibur melalui penggunaan materi yang menarik &lt;br /&gt;
tapi tidak selalu penting. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam persaingan media yang kian ketat tak hanya antar media cetak melainkan juga &lt;br /&gt;
antara media cetak dengan televisi, straight/spot news seringkali tak terlalu memuaskan. &lt;br /&gt;
Spot news cenderung hanya berumur sehari untuk kemudian dibuang, atau bahkan &lt;br /&gt;
beberapa jam di televisi. Spot news juga cenderung menekankan sekadar unsur &lt;br /&gt;
elementer dalam berita, namun melupakan background. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita memerlukan berita yang lebih dari itu untuk bisa bersaing. Kita memerlukan news &lt;br /&gt;
feature -- perkawinan antara spot news dan feature. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena tradisi ini relatif baru, kita perlu terlebih dulu memahami apa unsur-unsur dan &lt;br /&gt;
aspek mendasar dari feature. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Apakah feature?&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inilah batasan klasik mengenai feature: ''Cerita feature adalah artikel yang kreatif, kadang-&lt;br /&gt;
kadang subyektif, yang terutama dimaksudkan untuk membuat senang dan memberi &lt;br /&gt;
informasi kepada pembaca tentang suatu kejadian, keadaan atau aspek kehidupan.'' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kreatifitas &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbeda dari penulisan berita biasa, penulisan feature memungkinkan reporter &lt;br /&gt;
''menciptakan'' sebuah cerita. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun masih diikat etika bahwa tulisan harus akurat -- karangan fiktif dan khayalan &lt;br /&gt;
tidak boleh -- reporter bisa mencari feature dalam pikirannya, kemudian setelah &lt;br /&gt;
mengadakan penelitian terhadap gagasannya itu, ia menulis. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Subyektifitas &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa feature ditulis dalam bentuk ''aku'', sehingga memungkinkan reporter &lt;br /&gt;
memasukkan emosi dan pikirannya sendiri. Meskipun banyak reporter, yang dididik dalam &lt;br /&gt;
reporting obyektif, hanya memakai teknik ini bila tidak ada pilihan lain, hasilnya enak &lt;br /&gt;
dibaca. &lt;br /&gt;
Tapi, reporter-reporter muda harus awas terhadap cara seperti itu. Kesalahan umum pada &lt;br /&gt;
reporter baru adalah kecenderungan untuk menonjolkan diri sendiri lewat penulisan &lt;br /&gt;
dengan gaya ''aku''. Kebanyakan wartawan kawakan memakai pedoman begini: ''Kalau &lt;br /&gt;
Anda bukan tokoh utama, jangan sebut-sebut Anda dalam tulisan Anda.'' &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Informatif &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Feature, yang kurang nilai beritanya, bisa memberikan informasi kepada masyarakat &lt;br /&gt;
mengenai situasi atau aspek kehidupan yang mungkin diabaikan dalam penulisan berita &lt;br /&gt;
biasa di koran. Misalnya tentang sebuah Museum atau Kebun Binatang yang terancam &lt;br /&gt;
tutup. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aspek informatif mengenai penulisan feature bisa juga dalam bentuk-bentuk lain. Ada &lt;br /&gt;
banyak feature yang enteng-enteng saja, tapi bila berada di tangan penulis yang baik, &lt;br /&gt;
feature bisa menjadi alat yang ampuh. Feature bisa menggelitik hati sanubari manusia &lt;br /&gt;
untuk menciptakan perubahan konstruktif. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Menghibur&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam 20 tahun terakhir ini, feature menjadi alat penting bagi suratkabar untuk bersaing &lt;br /&gt;
dengan media elektronika. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Reporter suratkabar mengakui bahwa mereka tidak akan bisa ''mengalahkan'' wartawan &lt;br /&gt;
radio dan televisi untuk lebih dulu sampai ke masyarakat. Wartawan radio dan TV bisa &lt;br /&gt;
mengudarakan cerita besar hanya dalam beberapa menit setelah mereka tahu. &lt;br /&gt;
Sementara itu wartawan koran sadar, bahwa baru beberapa jam setelah kejadian, &lt;br /&gt;
pembacanya baru bisa tahu sesuatu kejadian -- setelah koran diantar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wartawan harian, apalagi majalah, bisa mengalahkan saingannya, radio dan TV, dengan &lt;br /&gt;
cerita eksklusif. Tapi ia juga bisa membuat versi yang lebih mendalam (in-depth) &lt;br /&gt;
mengenai cerita yang didengar pembacanya dari radio. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan patokan seperti ini dalam benaknya, reporter selalu mencari feature, terhadap &lt;br /&gt;
berita-berita yang paling hangat. Cerita feature biasanya eksklusif, sehingga tidak ada &lt;br /&gt;
kemungkinan dikalahkan oleh radio dan TV atau koran lain. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Feature memberikan variasi terhadap berita-berita rutin seperti pembunuhan, skandal, &lt;br /&gt;
bencana dan pertentangan yang selalu menghiasi kolom-kolom berita, feature bisa &lt;br /&gt;
membuat pembaca tertawa tertahan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang reporter bisa menulis ''cerita berwarna-warni'' untuk menangkap perasaan dan &lt;br /&gt;
suasana dari sebuah peristiwa. Dalam setiap kasus, sasaran utama adalah bagaimana &lt;br /&gt;
menghibur pembaca dan memberikan kepadanya hal-hal yang baru dan segar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Awet&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut seorang wartawan kawakan, koran kemarin hanya baik untuk bungkus kacang. &lt;br /&gt;
Unsur berita yang semuanya penting luluh dalam waktu 24 jam. Berita mudah sekali &lt;br /&gt;
''punah'', tapi feature bisa disimpan berhari, berminggu, atau berulan-bulan. Koran-koran &lt;br /&gt;
kecil sering membuat simpanan ''naskah berlebih'' -- kebanyakan feature. Feature ini diset dan disimpan di ruang tata muka, karena editor tahu bahwa nilai cerita itu tidak akan &lt;br /&gt;
musnah dimakan waktu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kacamata reporter, feature seperti itu mempunyai keuntungan lain. Tekanan &lt;br /&gt;
deadline jarang, sehingga ia bisa punya waktu cukup untuk mengadakan riset secara &lt;br /&gt;
cermat dan menulisnya kembali sampai mempunyai mutu yang tertinggi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah feature yang mendalam memerlukan waktu cukup. Profil seorang kepala polisi &lt;br /&gt;
mungkin baru bisa diperoleh setelah wawancara dengan kawan-kawan sekerjanya, &lt;br /&gt;
keluarga, musuh-musuhnya dan kepala polisi itu sendiri. Diperlukan waktu juga untuk &lt;br /&gt;
mengamati tabiat, reaksi terhadap keadaan tertentu perwira itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkat kata, berbeda dengan berita, tulisan feature memberikan penekanan yang lebih &lt;br /&gt;
besar pada fakta-fakta yang penting -- fakta-fakta yang mungkin merangsang emosi &lt;br /&gt;
(menghibur, memunculkan empati, disampil tetap tidak meninggalkan unsur &lt;br /&gt;
informatifnya). Karena penakanan itu, tulisan feature sering disebut kisah human interest &lt;br /&gt;
atau kisah yang berwarna (colourful). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Teknik penulisan feature&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika dalam penulisan berita yang diutamakan ialah pengaturan fakta-fakta, maka dalam &lt;br /&gt;
penulisan feature kita dapat memakai teknik ''mengisahkan sebuah cerita''. Memang itulah &lt;br /&gt;
kunci perbedaan antara berita ''keras'' (spot news) dan feature. Penulis feature pada &lt;br /&gt;
hakikatnya adalah seorang yang berkisah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penulis melukis gambar dengan kata-kata: ia menghidupkan imajinasi pembaca; ia &lt;br /&gt;
menarik pembaca agar masuk ke dalam cerita itu dengan membantunya &lt;br /&gt;
mengidentifikasikan diri dengan tokoh utama. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penulis feature untuk sebagian besar tetap menggunakan penulisan jurnalistik dasar, &lt;br /&gt;
karena ia tahu bahwa teknik-teknik itu sangat efektif untuk berkomunikasi. Tapi bila ada &lt;br /&gt;
aturan yang mengurangi kelincahannya untuk mengisahkan suatu cerita, ia segera &lt;br /&gt;
menerobos aturan itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''Piramida terbalik'' (susunan tulisan yang meletakkan informasi-informasi pokok di bagian &lt;br /&gt;
atas, dan informasi yang tidak begitu penting di bagian bawah -- hingga mudah untuk &lt;br /&gt;
dibuang bila tulisan itu perlu diperpendek) sering ditinggalkan. Terutama bila urutan &lt;br /&gt;
peristiwa sudah dengan sendirinya membentuk cerita yang baik.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jenis-jenis Feature&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Feature kepribadian (Profil)&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
Profil mengungkap manusia yang menarik. Misalnya, tentang seseorang yang secara &lt;br /&gt;
dramatik, melalui berbagai liku-liku, kemudian mencapai karir yang istimmewa dan sukses &lt;br /&gt;
atau menjadi terkenal karena kepribadian mereka yang penuh warna. Agar efektif, profil &lt;br /&gt;
seperti ini harus lebih dari sekadar daftar pencapaian dan tanggal-tanggal penting dari &lt;br /&gt;
kehidupan si individu. Profil harus bisa mengungkap karakter manusia itu. Untuk &lt;br /&gt;
memperoleh informasi yang dibutuhkan, penulis feature tentang pribadi seperti ini &lt;br /&gt;
seringkali harus mengamati subyek mereka ketika bekerja; mengunjungi rumah mereka &lt;br /&gt;
dan mewawancara teman-teman, kerabat dan kawan bisnis mereka. Profil yang komplit sebaiknya disertai kutipan-kutipan si subyek yang bisa menggambarkan dengan pas &lt;br /&gt;
karakternya. Profil yang baik juga semestinya bisa memberikan kesan kepada &lt;br /&gt;
pembacanya bahwa mereka telah bertemu dan berbicara dengan sang tokoh. &lt;br /&gt;
Banyak sumber yang diwawancara mungkin secara terbuka bernai mengejutkan Anda &lt;br /&gt;
dengan mengungkap rahasia pribadi atau anekdor tentang si subyek. Tapi, banyak &lt;br /&gt;
sumber lebih suka meminta agar identitasnya dirahasiakan. Informasi sumber-sumber itu &lt;br /&gt;
penting untuk memberikan balans dalam penggambaran si tokoh.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Feature sejarah&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
Feature sejarah memperingati tanggal-tanggal dari peristiwa penting, seperti proklamasi &lt;br /&gt;
kemerdekaan, pemboman Hiroshima atau pembunuhan jenderal-jenderal revolusi. Koran &lt;br /&gt;
juga sering menerbitkan feature peringatan 100 tahun lahir atau meninggalnya seorang &lt;br /&gt;
tokoh. Kisah feature sejarah juga bisa terikat pada peristiwa-peristiawa mutakhir yang &lt;br /&gt;
memangkitkan minat dalam topik mereka. Jika musibah gunung api terjadi, koran sering &lt;br /&gt;
memuat peristiwa serupa di masa lalu.  &lt;br /&gt;
Feature sejarah juga sering melukiskan landmark (monumen/gedung) terkenal, pionir, &lt;br /&gt;
filosof, fasilitas hiburan dan medis, perubahan dalam komposisi rasial, pola perumahan, &lt;br /&gt;
makanan, industri, agama dan kemakmuran. &lt;br /&gt;
Setiap kota atau sekolah memiliki peristiwa menarik dalam sejarahnya. Seorang penulis &lt;br /&gt;
feature yang bagus akan mengkaji lebih tentang peristiwa-peristiwa itu, mungkin dengan &lt;br /&gt;
dokumen historis atau dengan mewawancara orang-orang yang terlibat dalam peristiwa-&lt;br /&gt;
peristiwa bersejarah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Fature petualangan&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
Feature petualangan melukiskan pengalaman-pengalaman istimewa dan mencengangkan &lt;br /&gt;
-- mungkin pengalaman seseorang yang selamat dari sebuah kecelakaan pesawat &lt;br /&gt;
terbang, mendaki gunung, berlayar keliling dunia pengalaman ikut dalam peperangan. &lt;br /&gt;
Dalam feature jenis ini, kutipan dan deskripsi sangat penting. Setelah bencana, misalnya, &lt;br /&gt;
penulis feature sering menggunakan saksi hidup untuk merekontruksikan peristiwa itu &lt;br /&gt;
sendiri. Banyak penulis feature jenis ini memulai tulisannya dengan aksi -- momen yang &lt;br /&gt;
paling menarik dan paling dramatis. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Feature musiman&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
Reporter seringkali ditugasi untuk menulis feature tentang musim dan liburan, tentang &lt;br /&gt;
Hari Raya, Natal, dan musim kemarau. Kisah seperti itu sangat sulit ditulis, karena agar &lt;br /&gt;
tetap menarik, reporter harus menemukan angle atau sudut pandang yang segar. Contoh &lt;br /&gt;
yang bisa dipakai adalah bagaimana seorang penulis menyamar menjadi Sinterklas di &lt;br /&gt;
Hari Natal untuk merekam respon atau tingkah laku anak-anak di seputar hara raya itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Feature Interpretatif&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
Feature dari jenis ini mencoba memberikan deskripsi dan penjelasan lebih detil terhadap &lt;br /&gt;
topik-topik yang telah diberitakan. Feature interpretatif bisa menyajikan sebuah &lt;br /&gt;
organisasi, aktifitas, trend atau gagasan tertentu. Misalnya, setelah kisah berita &lt;br /&gt;
menggambarkan aksi terorisme, feature interpretatif mungkin mengkaji identitas, taktik &lt;br /&gt;
dan tujuan terotisme. &lt;br /&gt;
Berita memberikan gagasan bagi ribuan feature semacam ini. Setelah perampokan bank, &lt;br /&gt;
feature interpretatif bisa saja menyajikan tentang latihan yang diberikan bank kepada &lt;br /&gt;
pegawai untuk menangkal perampokan. Atau yang mengungkap lebih jauh tipikal &lt;br /&gt;
perampok bank, termasuk peluang perampok bisa ditangkap dan dihukum. &lt;br /&gt;
Feature kiat (how-to-do-it feature) &lt;br /&gt;
Feature ini berkisah kepada pembacanya bagaimana melakukan sesuatu hal: bagaimana &lt;br /&gt;
membeli rumah, menemukan pekerjaan, bertanam di kebun, mereparasi mobil atau &lt;br /&gt;
mempererat tali perkawinan. Kisah seperti ini seringkali lebih pendek ketimbang jenis &lt;br /&gt;
feature lain dan lebih sulit dalam penulisannya. Reporter yang belum berpengalaman &lt;br /&gt;
akan cenderung menceramahi atau mendikte pembaca -- memberikan opini mereka &lt;br /&gt;
sendiri -- bukannya mewawancara sumber ahli dan memberikan advis detil dan faktual. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
R&lt;b&gt;ujukan: &lt;br /&gt;
FEATURE WRITING FOR NEWSPAPER, Daniel R. Williamson 1980 &lt;br /&gt;
REPORTING FOR THE PRINT MEDIA, Fred Fedler, 1989&lt;/b&gt;</description><link>http://resumekangichsan.blogspot.com/2011/03/menulis-features_17.html</link><author>noreply@blogger.com (Kang Ichsan)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-673284620470935941.post-4657757635910505415</guid><pubDate>Mon, 14 Mar 2011 13:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-12-28T23:00:32.246+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kata-Kata Bijak</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan</category><title>Pergaulan</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
Setiap orang hendaknya memiliki sahabat yang siap membantu meringankan beban dirinya. Pada dasarnya manusia sempurna karena kawannya. Bagai tangan yang lengkap karena lengan dan jemarinya.&lt;/div&gt;
</description><link>http://resumekangichsan.blogspot.com/2011/03/pergaulan.html</link><author>noreply@blogger.com (Kang Ichsan)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-673284620470935941.post-777328448453048012</guid><pubDate>Mon, 14 Mar 2011 12:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-01-14T08:15:56.914+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Majas</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Materi Pembelajaran</category><title>MAJAS dan Macam-Macam Majas ( ! )</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;( Majas, kiasan, atau ‘&lt;i&gt;figure of speech’ &lt;/i&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent: -18pt;"&gt;A.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Pengertian&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;Ialah bahasa kias, bahasa indah yang dipergunakan untuk meningkatkan kesan (efek) dengan jalan memperkenalkan serta memperbandingkan suatu benda atau hal tertentu dengan benda atau hal lain yang lebih umum.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;Majas (&lt;i&gt;figuratine language&lt;/i&gt;) adalah bahasa kias, bahasa yang dipergunakan untuk menciptakan efek tertentu. Majas merupakan bentuk retoris, yang penggunaannya antara lain untuk menimbulkan kesan imajinatif bagi penyimak atau pembacanya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: -18pt;"&gt;B.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Macam-Macam Majas&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-indent: -14.15pt;"&gt;-&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;MAJAS PERBANDINGAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt; text-indent: -18pt;"&gt;1)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;PERUMPAMAAN / SIMILE&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt;"&gt;Ialah perbandingan dua hal yang pada hakikatnya berlainan dan yang sengaja dianggap sama.&amp;nbsp; Perbandingan ini secara lahir (eksplisit) dinyatakan dengan kata seperti, bak, sebagai, ibarat, sepantun, laksana, umpama, dsb.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 2cm;"&gt;Contoh perumpamaan di atas berupa perumpamaan &lt;i&gt;klise, &lt;/i&gt;yaitu perumpamaan yang sudah lama kita kenal.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt;"&gt;&amp;nbsp;- &lt;i&gt;Bak mencari kutu dalam ijuk&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (= mengerjakan pekerjaan yang mustahil berhasil )&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt;"&gt;- &lt;i&gt;Bagai kambing dihalau ke air&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt;"&gt;&amp;nbsp; (= hal orang yang enggan disuruh atau diajak &amp;nbsp; mengerjakan sesuatu) &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt; text-indent: -18pt;"&gt;2)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Metafora&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt;"&gt;Metafora berasal dari bahasa Yunani “metaphora” yang berarti ‘memindahkan’ Metafora ialah perbandingan yang implisit – &lt;i&gt;jadi, tanpa kata pembanding &lt;/i&gt;– di antara dua hal yang berbeda. Metafora merupakan sejenis majas perbandingan yang paling singkat, padat, tersusun rapi. Dengan kata lain Metafora adalah majas yang berupa kiasan persamaan antara benda yang diganti namanya dengan benda yang menggantikannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt;"&gt;Contoh :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt;"&gt;-&amp;nbsp; Ia terus meburu &lt;i&gt;dolar&lt;/i&gt; (= mencari untung)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt;"&gt;- TNI POLRI &lt;i&gt;tulang punggung negara &lt;/i&gt;kita. (=kekuatan)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt;"&gt;- Kapan Anda bertemu dengan &lt;i&gt;lintah darat &lt;/i&gt;itu? &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt; text-indent: -18.55pt;"&gt;3) &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;PERSONIFIKASI&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 2cm;"&gt;Personifikasi disebut juga penginsanan. Personifikasi ialah majas perbandingan yang menuliskan benda-benda mati atau yang tidak bernyawa seolah-olah hidup, berbuat dan bergerak.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: 20.7pt;"&gt;Contoh:&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt; text-indent: -4.35pt;"&gt;&amp;nbsp; - &amp;nbsp;Banjir besar &lt;i&gt;telah menelan &lt;/i&gt;seluruh harta penduduk&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt; text-indent: -4.35pt;"&gt;&amp;nbsp; - &amp;nbsp;Matahari &lt;i&gt;mulai merangkak &lt;/i&gt;ke atas&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt; text-indent: -4.35pt;"&gt;&amp;nbsp; - &amp;nbsp;Pidatonya &lt;i&gt;membangkitkan&lt;/i&gt; semangat&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt; text-indent: -4.35pt;"&gt;&amp;nbsp; - &amp;nbsp;Kabut tebal &lt;i&gt;menyelimuti&lt;/i&gt; desa kami&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt; text-indent: -18.55pt;"&gt;4) &amp;nbsp;&amp;nbsp;ALEGORI&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 2cm;"&gt;Kata &lt;i&gt;alegori &lt;/i&gt;berasal dari bahasa Yunani &lt;i&gt;allegorein&lt;/i&gt; yang berarti ‘berbicara secara kiasan’. &lt;i&gt;Alegori &lt;/i&gt;ialah cerita yang diceritakan dalam lambang-lambang. Merupakan metafora yang diperluas dan sambung-menyambung. Alegori merupakan suatu perbandingan utuh. Bentuk alegori puisi atau prosa. &lt;i&gt;Alegori &lt;/i&gt;pada umumnya mengandung sifat-sifat moral manusia. Dan merupakan cerita-cerita panjang dengan maksud yang terselubung.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt; text-indent: -18.55pt;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; FABEL&lt;/i&gt; atau cerita binatang dan &lt;i&gt;PARABEL&lt;/i&gt; atau cerita yang berkaitan dengan kitab suci merupakan alegori-alegori singkat.&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt; text-indent: -18.55pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt; text-indent: -18pt;"&gt;-&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;MAJAS PERTENTANGAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 53.45pt; text-indent: -18pt;"&gt;1)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;HIPERBOLA &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 53.45pt;"&gt;Majas yang menyatakan sesuatu dengan berlebih-lebihan&lt;b&gt;.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 53.45pt;"&gt;CONTOH :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: 20.7pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; -&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;Biaya sekolah &lt;i&gt;mencekik leher&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: 20.7pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; -&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;Pengungsi &lt;i&gt;membanjiri&lt;/i&gt; tempat-tempat yang aman&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: 20.7pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; -&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;Pidatonya &lt;i&gt;mengobarkan &lt;/i&gt;semangat pendengarnya &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 53.45pt; text-indent: -18pt;"&gt;2)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;LITOTES &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 53.45pt;"&gt;Majas yang menyatakan kebalikan hiperbola, yaitu yang&amp;nbsp;&amp;nbsp; menyatakan hal yang berlawanan, memperkecil atau memperhalus keadaan disebut litotes atau hiperbola negatif. Biasanya dinyatakan dengan penyangkalan atau pengingkaran kebalikannya&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 53.45pt;"&gt;CONTOH:&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt; text-indent: 21.25pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;-&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Mereka itu &lt;i&gt;sama sekali tidak bodoh&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
3)&amp;nbsp; &amp;nbsp;IRONI &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 2cm; text-indent: -7.05pt;"&gt;&amp;nbsp; Majas yang menyatakan makna yang bertentangan atau sebaliknya dengan maksud berolok-olok atau menyindir. Ironi disebut juga sindiran halus.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 2cm; text-indent: -7.05pt;"&gt;&amp;nbsp; CONTOH :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: 13.65pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; -&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;Bagus benar ucapanmu itu hingga menyakitkan hati&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: 13.65pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; -&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;Kau memang pandai, mengerjakan soal semudah itu tak satu pun yang betul&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: 13.65pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; -&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;Wangi benar kamar mandi ini, bau petai. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 49.65pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: -0.55pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;-&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;MAJAS PERTAUTAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt; text-indent: -18pt;"&gt;1)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;METONIMIA &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt;"&gt;Ialah majas yang memakai ciri atau nama hal yang ditautkan dengan orang, barang, atau hal, sesuai pengaruhnya&lt;b&gt;.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt;"&gt;CONTOH :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: 20.7pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; -&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;Ayah suka mengisap &lt;i&gt;Gudang Garam&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: 20.7pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; -&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;i&gt;Si Jangkung &lt;/i&gt;tadi ada di perpustakaan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: 20.7pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; -&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;Saya membaca &lt;i&gt;Chairil Anwar &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt; text-indent: -18pt;"&gt;2)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;SINEKDOK&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt;"&gt;PARS PROTOTO&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;- &amp;nbsp;Majas sinekdok yang menyebutkan nama bagian sedangkan yang dimaksud adalah seluruhnya&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt;"&gt;CONTOH :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 74.7pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;-&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Setiap &lt;i&gt;kepala&lt;/i&gt; dikenakan sumbangan seribu rupiah&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 74.7pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;-&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;Ibu membeli tiga &lt;i&gt;ekor&lt;/i&gt; ayam&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 74.7pt; text-indent: -18pt;"&gt;TOTEM PROPARTE&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 74.7pt; text-indent: -18pt;"&gt;Majas sinekdok yang menyebutkan keseluruhan sebagai pengganti nama bagian. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 74.7pt; text-indent: -18pt;"&gt;CONTOH:&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: 20.7pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; -&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Indonesia berhasil memboyong kembali Piala Thomas&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: 20.7pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; -&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;Sekolah kami menang atas regu tamu &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt; text-indent: -18pt;"&gt;3)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;EUFEMISME &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt;"&gt;Adalah majas yang halus sebagai pengganti ungkapan yang dirasa kasar, yang dianggap merugikan, tidak menyenangkan atau untuk bersopan santun, karena dianggap tabu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 54pt;"&gt;CONTOH:&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: 20.7pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; -&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;Putra Bapak memang agak ketinggalan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-indent: 20.7pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; -&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;Bu, bolehkah saya ke belakang sebentar? &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://resumekangichsan.blogspot.com/2011/03/majas.html</link><author>noreply@blogger.com (Kang Ichsan)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-673284620470935941.post-8901644696415189765</guid><pubDate>Mon, 14 Mar 2011 11:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-11-02T16:17:29.353+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Inpassing</category><title>INPASSING GURU NON-PNS</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol start="1" type="1"&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Persyaratan&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Penetapan jabatan fungsional      Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil dan angka kreditnya, bukan sebatas untuk      memberikan tunjangan profesi bagi mereka, namun lebih jauh adalah untuk menetapkan      kesetaraan jabatan, pangkat/golongan yang sesuai dengan ketentuan yang      berlaku sekailgus demi tertib administrasi Guru Bu...kan Pegawai Negeri      Sipil. Atas dasar itu, Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil yang dapat      ditetapkan Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya adalah:&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;ol start="1" type="1"&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Guru tetap yang mengajar pada satuan pendidikan,       TK/TKLB/RA/BA atau yang sederajat; SD/SDLB/MI atau yang sederajat;       SMP/SMPLB/MTs atau yang sederajat; dan SMA/SMK/SMALB/MA/MAK atau yang       sederajat, yang telah memiliki izin operasional dari Dinas Pendidikan       Kabupaten/Kota atau Dinas Pendidikan Provinsi setempat. Guru dimaksud       adalah guru yang diangkat oleh pemerintah, pemerintah daerah dan       yayasan/masyarakat penyelenggara pendidikan. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kualifikasi akademik minimal S-1/D-IV &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Masa kerja sebagai guru sekurang-kurangnya 2 (dua)       tahun berturut-turut pada satmingkal yang sama. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Usia setinggi-tingginya 59 tahun pada saat diusulkan. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Telah memiliki NUPTK yang dikeluarkan oleh Direktorat       Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Departemen       Pendidikan Nasional.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Melampirkan syarat-syarat administratif : &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;ol start="1" type="1"&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Salinan/fotokopi sah surat        keputusan tentang pengangkatan atau penugasan sebagai guru tetap yang        ditandatangani oleh yayasan/penyelenggara satuan pendidikan yang        mempunyai izin operasional tempat satuan administrasi pangkal        (satmingkal) guru yang bersangkutan. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Salinan atau fotokopi ijazah        terakhir yang disahkan oleh pejabat yang berwenang sesuai ketentuan yang        berlaku (Perguruan Tinggi/Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang        menerbitkan ijasah dimaksud).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Surat keterangan asli dari        kepala sekolah/madrasah bahwa yang bersangkutan melakukan kegiatan        proses pembelajaran/pembimbingan pada satmingkal guru yang bersangkutan.        &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Prosedur      Pengusulan&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Prosedur pengusulan Inpassing      Jabatan Fungsional Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil dan Angka Kreditnya      adalah sebagai berikut: &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;ol start="1" type="1"&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kepala sekolah/madrasah jenjang TK/RA/BA, SD/MI,       SMP/MTs, SMA/SMK/MA/MAK atau yang sederajat, meneliti kelengkapan       administratif dan keabsahan bukti fisik yang diusulkan oleh Guru Bukan       Pegawai Negeri Sipil dan atas persetujuan yayasan/penyelenggara       pendidikan, dan mengusulkannya ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, dengan       menggunakan Format 1 (Lampiran 1). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kepala sekolah/madrasah jenjang TKLB, SDLB, SMPLB, dan       SMALB atau yang sederajat meneliti kelengkapan administratif dan       keabsahan bukti fisik yang diusulkan oleh Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil       atas persetujuan yayasan/penyelenggara pendidikan, dan mengusulkannya ke       Dinas Pendidikan Provinsi, dengan menggunakan Format 1 (Lampiran 1). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota meneliti       kelengkapan administratif dan keabsahan bukti fisik yang diusulkan oleh       kepala sekolah seperti tersebut pada butir 1 (satu) dan mengusulkannya       kepada Menteri Pendidikan Nasional melalui Direktur Jenderal Peningkatan       Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan u.b. Direktur Profesi Pendidik       dengan menggunakan Format 2 (Lampiran 2).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kepala Dinas Pendidikan Provinsi meneliti kelengkapan       administratif dan keabsahan bukti fisik yang diusulkan oleh kepala sekolah       seperti tersebut pada butir 2 (dua) dan mengusulkannya kepada Menteri       Pendidikan Nasional melalui Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik       dan Tenaga Kependidikan u.b. Direktur Profesi Pendidik dengan menggunakan       Format 2 (Lampiran 2). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Direktorat Profesi Pendidik meneliti dan menilai       kelengkapan administrasi dan keabsahan bukti fisik yang diusulkan oleh       Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan/atau Dinas Pendidikan Provinsi.       Selanjutnya Direktorat Profesi berdasarkan hasil penilaian mengusulkan ke       Menteri Pendidikan Nasional melalui Kepala Biro Kepegawaian untuk       ditetapkan Jabatan Fungsional Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil dan Angka       Kreditnya, dengan menggunakan Format 3 (Lampiran 3).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kepala Biro Kepegawaian meneliti hasil penilaian       kelengkapan administrasi dan keabsahan bukti fisik usulan penetapan       inpassing dari Direktur Profesi Pendidik untuk ditetapkan &lt;i&gt;Inpassing &lt;/i&gt;Jabatan       Fungsional Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil dan Angka Kreditnya, dengan       menggunakan Format 4 (Lampiran 4).Ingin Info lebih lengkapnya&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
                        
                                &lt;a class="fontfamilyverdana normal12bluebold" href="http://www.ziddu.com/download/20772296/DokumenPersyaratanInpassing.pdf.html" target="_blank"&gt;Di Sini&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;ol start="1" type="1"&gt;&amp;nbsp;&lt;/ol&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;C.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Alamat Pengiriman&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ditjen PMPTK&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;U,p. Direktur Profesi Pendidik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kompleks Depdiknas Gd. D Lt. 14&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jalan Pintu 1 Senayan Jakarta Pusat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tlp/fax: 021-57974124/57974126&lt;/b&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://resumekangichsan.blogspot.com/2011/03/inpassing-guru-non-pns.html</link><author>noreply@blogger.com (Kang Ichsan)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-673284620470935941.post-8729744654528600347</guid><pubDate>Sat, 12 Mar 2011 02:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-01-11T20:14:02.550+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berbicara</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Materi Pembelajaran</category><title>TEKNIK BERPIDATO</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;A.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Pengertian Pidato&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;Pidato adalah suatu ucapan dengan susunan yang baik untuk disampaikan kepada orang banyak. Contoh pidato yaitu seperti pidato kenegaraan, pidato menyambut hari besar, pidato pembangkit semangat, pidato sambutan acara atau event, dan lain sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;Pidato yang baik dapat memberikan suatu kesan positif bagi orang-orang yang mendengar pidato tersebut. Kemampuan berpidato atau berbicara yang baik di depan publik / umum dapat membantu untuk mencapai jenjang karir yang baik. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;B.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Tujuan Pidato&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;Pidato umumnya melakukan satu atau beberapa hal berikut ini :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 49.65pt; text-indent: -14.2pt;"&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Mempengaruhi orang lain agar mau mengikuti&amp;nbsp; kemauan kita dengan suka rela.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 49.65pt; text-indent: -14.2pt;"&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Memberi suatu pemahaman atau informasi pada orang lain.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 49.65pt; text-indent: -14.2pt;"&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Membuat orang lain senang dengan pidato yang menghibur sehingga orang lain senang dan puas dengan ucapan yang disampaikan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 35.45pt;"&gt;Tujuan umum beserta reaksi-reaksi umum yang terdapt dalam uraian dapat dibedakan atas:&lt;/div&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-collapse: collapse; border: medium none; margin-left: 35.45pt;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td colspan="2" style="padding: 0cm 5.4pt; width: 120.1pt;" valign="top" width="160"&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm;"&gt;Tujuan Umum&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 160.05pt;" valign="top" width="213"&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm;"&gt;Reaksi yang Diinginkan&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 112.7pt;" valign="top" width="150"&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0cm;"&gt;Sifat dan Jenis Uraian&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 20.85pt;" valign="top" width="28"&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0cm 0cm 0cm 1.3pt; text-indent: -1.3pt;"&gt;1.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 99.25pt;" valign="top" width="132"&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm;"&gt;mendorong&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 160.05pt;" valign="top" width="213"&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm;"&gt;Membangkitkan emosi;inspirasi&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 112.7pt;" valign="top" width="150"&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0cm;"&gt;persuasif&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 20.85pt;" valign="top" width="28"&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0cm;"&gt;2.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 99.25pt;" valign="top" width="132"&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm;"&gt;meyakinkan&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td rowspan="2" style="padding: 0cm 5.4pt; width: 160.05pt;" valign="top" width="213"&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm;"&gt;Persesuaian pendapat,intelektuan,keyakinan&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td rowspan="2" style="padding: 0cm 5.4pt; width: 112.7pt;" valign="top" width="150"&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0cm;"&gt;persuasif&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 20.85pt;" valign="top" width="28"&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 99.25pt;" valign="top" width="132"&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="height: 27.75pt;"&gt;   &lt;td style="height: 27.75pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 20.85pt;" valign="top" width="28"&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0cm;"&gt;3.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="height: 27.75pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 99.25pt;" valign="top" width="132"&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm;"&gt;Bertindak/berbuat&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="height: 27.75pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 160.05pt;" valign="top" width="213"&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm;"&gt;Tindakan atau perbuatan tertentu dari pendengar&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="height: 27.75pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 112.7pt;" valign="top" width="150"&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0cm;"&gt;persuasif&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="height: 27.75pt;"&gt;   &lt;td style="height: 27.75pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 20.85pt;" valign="top" width="28"&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0cm;"&gt;4.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="height: 27.75pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 99.25pt;" valign="top" width="132"&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm;"&gt;memberitahukan&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="height: 27.75pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 160.05pt;" valign="top" width="213"&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm;"&gt;Pengertian yang tepat mengenai suatu hal&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="height: 27.75pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 112.7pt;" valign="top" width="150"&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0cm;"&gt;instruktif&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 20.85pt;" valign="top" width="28"&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0cm;"&gt;5.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 99.25pt;" valign="top" width="132"&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm;"&gt;menyenangkang&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 160.05pt;" valign="top" width="213"&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm;"&gt;Minat dan kegembiraan&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 112.7pt;" valign="top" width="150"&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0cm;"&gt;reaktif&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;C.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Metode Berpidato&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;Ada empat macam metode penyampaian lisan seperti pidato yang perlu diketahui, seperti&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 49.65pt; text-indent: -14.2pt;"&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Metode Impromptu (serta merta)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 49.65pt;"&gt;Metode ini dilakukan berdasarkan kebutuhan sesaat. Pembicara sebelum berbicara tidak melakukan persiapan sama sekali, melainkan secara serta merta berbicara berdasarkan pengetahuannya dan kemampuannya. Kesanggupan dan kemampuan penyampaian lisan seperti pidato menurut metode ini sangat berguna dalam keadaan terdesak atau terpaksa, namun kegunannya terbatas pada waktu yang tidak terduga itu saja. Pembicara menyampaikan pengetahuannya yang ada, dikaitkan dengan situasi dan kepentingan saat itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 49.65pt; text-indent: -14.2pt;"&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Metode Menghapal&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 49.65pt;"&gt;Dengan metode ini, pembicara merencanakan, menulis secara lengkap, kemudian menghafal kata demi kata. Pada waktu pidato dia berbicara atas dasar hafalan itu. Pidato dengan metode ini biasanya kurang menarik, menjemukan, berbicara cepat-cepat, dan kaku.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 49.65pt; text-indent: -14.2pt;"&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Metode Naskah&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 49.65pt;"&gt;Pembicara membaca naskah yang sudah dipersiapkan jauh sebelumnya. Karena membaca, maka metode ini kurang komunikatif. Seolah-olah ada tabir antara pembicara dengan pendengar. Metode ini agak kaku dan biasanya monoton sehingga dapat menjemukan pendengar. Dilihat dari segi dokumentasi metode ini memang baik.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 49.65pt; text-indent: -14.2pt;"&gt;4.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Metode Ekstemporan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 49.65pt;"&gt;Metode ini tanpa persiapan naskah dan merupakan metode yang sangat dianjurkan. Dengan metode ini pembicara mengucapkan kata-katanya dengan penuh variasi, dengan bebas menatap pendengarnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 49.65pt;"&gt;Pidato direncanakan dengan cermat dan diberi outline yang mendetail. Pembicara bebas memilih kata-katanya sendiri. Outline digunakan untuk mengingat urutan idenya saja. Pembicara dapat mengubah pembicaraannya sesuai dengan reaksi yang timbul pada pendengarnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;D.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Persiapan Pidato&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 49.65pt; text-indent: -14.2pt;"&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Memilih masalah&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 63.8pt; text-indent: -14.15pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Menentukan maksud pidato&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 63.8pt; text-indent: -14.15pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Menganalisis pendengar dan suasana&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 63.8pt; text-indent: -14.15pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Memilih dan menyempitkan pokok&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 49.65pt; text-indent: -14.2pt;"&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Menyusun pidato&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 63.8pt; text-indent: -14.15pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Mengumpulkan bahan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 63.8pt; text-indent: -14.15pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Membuat outline&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 63.8pt; text-indent: -14.15pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Menguraikan secara mendetail&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 49.65pt; text-indent: -14.2pt;"&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Latihan oral&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 63.8pt; text-indent: -14.15pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Melatih dengan suara nyaring&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://resumekangichsan.blogspot.com/2011/03/teknik-berpidato.html</link><author>noreply@blogger.com (Kang Ichsan)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-673284620470935941.post-5332843632933456366</guid><pubDate>Fri, 11 Mar 2011 10:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-01-11T20:15:03.240+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Materi Pembelajaran</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Menulis</category><title>RESENSI DAN TUJUANNYA</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;
A. Pengertian Resensi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata resensi dapat diartikan sebagai tulisan tentang timbangan buku&amp;nbsp; atau wawasan tentang baik dan kurang baiknya kualitas suatu tulisan&amp;nbsp; yang terdapat di dalam suatu buku. Namun makna kata resensi akhir-akhir&amp;nbsp; ini meluas dan tidak hanya penilaian terhadap kualitas suatu buku. Oleh&amp;nbsp; karena itu, kata resensi dewasa ini diartikan sebagai suatu tulisan yang&amp;nbsp; memberikan penilaian terhadap suatu karya buku (fiksi dan nonfiksi), pementasan film, drama atau musik dengan cara mengungkapkan segi&amp;nbsp; keunggulan dan kelemahan secara objektif. (O.Setiawan 2001:21)&lt;br /&gt;
Resensi adalah suatu tulisan atau ulasan mengenai nilai sebuah hasil karya atau buku. (Gorys keraf 1970:274)&lt;br /&gt;
Jadi, yang dimaksud dengan resensi adalah memberikan penilaian atau&amp;nbsp; penghargaan terhadap suatu karya, baik karya buku fiksi,nonfiksi, maupun karya seni lainnya dengan cara memberikan komentar secara objektif.&amp;nbsp; Di dalam hal merensi, perensi harus menghindari subjektivitas, maksudnya&amp;nbsp; jangan sampai punya sifat senang atau tidak senang terhadap pembuat&amp;nbsp;&amp;nbsp; karya itu, berikan komentar sesuai dengan fakta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
B. Tujuan penulisan resensi adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Menimbang agar buku atau suatu pementasan memperoleh perhatian&amp;nbsp; dari orang-orang yang belum membacanya atau menyaksikannya serta dari orang-orang yang membutuhkannya;&lt;br /&gt;
2. Memberikan penilaian dan penghargaan terhadap isi suatu buku atau pementasan sehingga penilain itu diketahui khalayak;&lt;br /&gt;
3. Melihat kesesuaian latar pendidikan ilmu pengarang (untuk buku) dan kesesuaian karakterisasi tokoh, penokohan,setting (untuk pementasan) dengan bahan yang ditulisnnya atau sajian pementasan;&lt;br /&gt;
4. Menghargai keunggulan dari suatu penulisan buku penyajian pentas&lt;br /&gt;
5. Mengungkapkan kelemahan suatu penulisan atau pementasan; dan&lt;br /&gt;
6. Memberikan pujian atau kritikan (yang konstruktif) terhadap bobot ilmiah atau nilai sastra (untuk buku fiksi) karya tulis seseorang terhadap segala unsur pementasan. (O.Setiawan 2001:22)&lt;br /&gt;
C. Cara Membuat Resensi&lt;br /&gt;
Untuk merensi sebuah buku fiksi, inilah caranya sebagai berikut:&lt;br /&gt;
1. Membaca buku yang akan diresensi dengan cermat;&lt;br /&gt;
2. Memberikan penilaian terhadap isi buku itu secara objektif sesuai dengan kriteria&lt;br /&gt;
3. Menceritakan identitas buku secara lengkap, yaitu judul, nama pengarang, penerbit, cetakan, tahun terbit, dan lain-lain yang dianggap penting;&lt;br /&gt;
4. Memperhatikan unsur-unsur yang harus dinilai, yaitu unsur intrinsik dan Unsur intrinsik (unsur intrinsik meliputi tema,alur/plot,penokohan, sudut pandang amanat, dan gaya bahasa). Unsur ekstinsik berkaitan dengan nilai-nilai moral, etika, agama, budaya, dan sebagainya).&lt;br /&gt;
D. Susunan Penulisan Resensi&lt;br /&gt;
1. Catatlah&lt;br /&gt;
(a) judul buku&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (c) tahun terbit, dan&lt;br /&gt;
(b) pengarang&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (d) ketebalan buku&lt;br /&gt;
2. Fotokopi sampul buku&lt;br /&gt;
3. Buatlah catatan untuk mengomentari isi buku, contohnya meliputi hal-hal&lt;br /&gt;
di bawah ini:&lt;br /&gt;
(a) latar belakang pengarang&lt;br /&gt;
Dalam hal ini catatan hanya sebatas mengenal siapa pengarang buku dan beberapa karya sejenis yang pernah dihasilkannya&lt;br /&gt;
(b) mengungkapkan isi buku secara ringkas&lt;br /&gt;
(c) mengevaluasi bahwa buku ini baik untuk dibaca.Kemukakanlah apa dan di mana kelebihan buku tersebut!&lt;br /&gt;
(4) mengkritik buku&lt;br /&gt;
Dalam buku tersebut mungkin terdapat beberapa kekurangan, misalnya banyaknya kesalahan cetak, sampul yang tidak menarik, atau kesalahan berbahasa. Sebutkanlah kekurangan itu dan berikan saran untuk perbaikan!(Asep Ganda, dkk 2002:92)&lt;br /&gt;
Referensi:&lt;br /&gt;
1. O. Setiawan J.2001.Panduan Membuat Karya Tulis.Yrama Widya:Bandung&lt;br /&gt;
2. Asep GS dkk.2002.Bahasa Indonesia Buku Pelajaran SMU kelas II Grafindo:Bandung&lt;/div&gt;</description><link>http://resumekangichsan.blogspot.com/2011/03/resensi-dan-tujuannya.html</link><author>noreply@blogger.com (Kang Ichsan)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>