<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>reviewmusik.com</title>
	
	<link>http://reviewmusik.com</link>
	<description>where music is a part of your life</description>
	<lastBuildDate>Sun, 24 Jul 2011 07:35:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.4</generator>
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/Reviewmusikcom" /><feedburner:info uri="reviewmusikcom" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:browserFriendly></feedburner:browserFriendly><item>
		<title>Longest Metal Vocal Note</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Reviewmusikcom/~3/E8vsZaubvBU/</link>
		<comments>http://reviewmusik.com/2011/07/24/longest-metal-vocal-note/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jul 2011 07:35:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Angra]]></category>
		<category><![CDATA[Bon Jovi]]></category>
		<category><![CDATA[Fates Warning]]></category>
		<category><![CDATA[Gamma Ray]]></category>
		<category><![CDATA[Guns N' Roses]]></category>
		<category><![CDATA[Helloween]]></category>
		<category><![CDATA[Iron Maiden]]></category>
		<category><![CDATA[Judas Priest]]></category>
		<category><![CDATA[Manowar]]></category>
		<category><![CDATA[Michael Kiske]]></category>
		<category><![CDATA[Power Metal]]></category>
		<category><![CDATA[Queensryche]]></category>
		<category><![CDATA[Seurieus Band]]></category>
		<category><![CDATA[Skid Row]]></category>
		<category><![CDATA[Steelheart]]></category>
		<category><![CDATA[Stryper]]></category>
		<category><![CDATA[Wuthering Heights]]></category>
		<category><![CDATA[Yngwie Malmsteen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reviewmusik.com/?p=319</guid>
		<description><![CDATA[Pada sebuah band metal, posisi vokalis biasanya sangat penting, musik sangar tapi vokal imut akan mempengaruhi penilaian pendengar.  Vokalis metal selain jadi frontman di panggung (tidak berlaku untuk bandnya Yngwie), biasanya dituntut punya jeritan maut, minimal range vokalnya cukup lebar.  Selain itu, faktor penting lainnya adalah kemampuannya mengolah nafas agar mampu menahan nada panjang, atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://reviewmusik.com/wp-content/uploads/2011/07/metal.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-320" title="metal vocalist" src="http://reviewmusik.com/wp-content/uploads/2011/07/metal-210x300.jpg" alt="" width="210" height="300" /></a>Pada  sebuah band metal, posisi vokalis biasanya sangat penting, musik sangar  tapi vokal imut akan mempengaruhi penilaian pendengar.  Vokalis metal  selain jadi frontman di panggung (tidak berlaku untuk bandnya Yngwie),  biasanya dituntut punya jeritan maut, minimal range vokalnya cukup  lebar.  Selain itu, faktor penting lainnya adalah kemampuannya mengolah  nafas agar mampu menahan nada panjang, atau menyanyikan not demi not  tanpa jedah. Mungkin hal ini tidak terlalu menonjol jika sang vokalis  menyanyikan not-not pendek, tetapi pada beberapa lagu (misalnya pada  tipikal lagu melodic power metal), vokalis perlu mengatur ekstra  paru-parunya agar dapat melantunkan melodi vokal panjang tanpa putus,  apalagi saat live.<span id="more-319"></span></p>
<p>Saya lalu browsing sebentar untuk  mencari apakah ada yang pernah iseng memasang daftar vokalis yang mampu  menahan nada terlama, ketemu satu nama yang cukup familiar yaitu <strong>Freddy Curci </strong>yang  ngetop bareng bandnya: Alias, kabarnya dia pemegang Guinness World  Record untuk not terpanjang di lagu pop, selama 30 detik dalam lagu  &#8220;When I&#8217;m With You&#8221; (waktu Freddy Curci masih menjadi vokalis band  Sheriff). Tapi setelah dengar sendiri lagunya, ternyata durasi di audio  player  menunjukkan Freddy Curci menyanyikan not panjang tanpa jedah  dari menit 03:18 sampai 03:44 atau sekitar 26 detik.  Suara Freddy Curci  memang sakti, hanya sayang lagu &#8220;When I&#8217;m With You&#8221; tidak ada unsur  metal sama sekali.  Untuk itu, saya mencoba mendengarkan lagi lagu-lagu  metal yang dicurigai memiliki not panjang, untuk menemukan lagu/vokalis  yang pantas meraih predikat &#8220;Longest Metal Vocal Note&#8221;.</p>
<p>Berikut hasilnya mulai dari durasi terpendek.</p>
<p>* <strong>6 detik.</strong> Bon Jovi &#8211; In The Arms (album Keep The Faith &#8211; 1992)<br />
vokalis: Jon Bon Jovi<br />
menit ke: 04:43 &#8211; 04:49<br />
bagian: baabbbyyyy&#8230;!!</p>
<p>6  detik menahan nada memang tidak terlalu lama, tetapi kita tidak terlalu  sering mendengarnya pada band genre hard rock/glam metal seperti Bon  Jovi.  Jon sanggup mencapai nada yang cukup tinggi pada lagu ini dengan  vokal seraknya, tidak heran cewek-cewek pada bilang vokal Jon itu seksi.</p>
<p>* <strong>7 detik.</strong> Gamma Ray &#8211; Tribute to the Past (Insanity and Genius &#8211; 1993)<br />
vokalis: Ralf Scheepers<br />
menit ke: 04:46 &#8211; 04:53<br />
bagian: ooooooooo&#8230;.!!! (ending)</p>
<p>Ini  adalah contoh lagu yang memperdengarkan teknik vocal bridging yang  indah,  mendaki nada dari rendah ke tinggi dengan mulus tanpa mengalami  vocal break, tanpa falsetto, melainkan dari chest voice ke head voice  (kalau tidak salah sih begitu istilahnya). Contoh bridging lainnya  adalah lagu &#8220;She&#8217;s Gone&#8221; (Steelheart) di bagian &#8220;girl&#8230;&#8230;&#8230;.&#8221; yang  juga semakin meninggi. Bukan vokalis sembarangan yang dapat  melakukannya.</p>
<p>* <strong>8 detik.</strong> Power Metal &#8211; Malapetaka  (album Power One &#8211; 1991)<br />
vokalis: Arul Erfansyah<br />
menit ke: 03:45 &#8211; 03:53<br />
bagian: yeah yeah &#8230; ooooo&#8230;!!! (ending)</p>
<p>Tidak  ketinggalan vokalis lokal favorit saya. Arul memang pantas dibilang  Michael Kiske-nya Indonesia, kualitas lengkingannya tidak kalah dengan  vokalis luar.</p>
<p>* <strong>8 detik.</strong> Steelheart &#8211; Sheila (album Steelheart &#8211; 1991)<br />
vokalis: Mike Matijevic<br />
menit ke: 06:54 &#8211; 07:02<br />
bagian: ooooooooooooooo&#8230;!!  (ending)</p>
<p>Biarpun  sering melengking tinggi, tetapi ternyata Mike Matijevic tidak terlalu  suka menahan nada terlalu panjang. Tampaknya dia lebih memamerkan nada  tinggi ketimbang durasi. 8 detik jelas masih terlalu singkat untuk  kemampuan vokalnya, atau barangkali ada lagu Steelheart yang terlewat  oleh saya dan memiliki nada yang lebih panjang.</p>
<p>* <strong>8 detik.</strong> Fates Warning &#8211; Nothing Left to Say (album Perfect Symmetry &#8211; 1989)<br />
vokalis: Ray Alder<br />
menit ke: 06:46 &#8211; 06:54<br />
bagian: with nothing left to say&#8230;!! (ending)</p>
<p>Ini  salah satu lengkingan favorit yang dulu sering saya dengarkan. Fates  Warning merupakan band progressive metal yang sayangnya tidak sepopuler  Dream Theater walaupun mereka memulainya lebih dulu. Vokalis Ray Alder  mampu memainkan emosi pada vokalnya, didukung suaranya yang sanggup  melengking tinggi dan sangat jernih, seperti di lagu ini.</p>
<p>* <strong>9 detik.</strong> Yngwie Malmsteen&#8217;s Rising Force &#8211; As Above So Below (album Rising Force &#8211; 1984)<br />
vokalis: Jeff Scott Soto<br />
menit ke: 9 detik (01:55 &#8211; 02:04)<br />
bagian: to the other siddeeeee&#8230;. yeah!</p>
<p>Ini  contoh lagu yang melodi vokalnya membutuhkan teknik yang bagus, nafas  kuat dan range vokal luas. Permainan gitar Yngwie boleh mendominasi  keseluruhan album, tapi di lagu ini jelas bintangnya adalah Jeff Scott  Soto.</p>
<p>* <strong>10 detik.</strong> Gamma Ray &#8211; Start Running (album Sigh No More &#8211; 1991)<br />
vokalis: Ralf Scheepers<br />
menit ke: 03:41 &#8211; 03:51<br />
at vocal line: are comingggg..!! (ending)</p>
<p>Ralf  Scheepers adalah salah satu vokalis metal yang mampu melengking sangat  tinggi dengan tetap mempertahankan power. Kehebatan Ralf Scheepers di  lagu ini bukan hanya karena ia menahan nada tinggi dalam waktu sekitar  10 detik nonstop di bagian akhir, tetapi lagu ini dari awal sudah  menjerit-jerit full sampai akhir.</p>
<p>* <strong>10 detik.</strong> Helloween &#8211; Victim of Fate (album The Best, The Rest, The Rare &#8211; 1991)<br />
vokalis: Michael Kiske<br />
menit ke: 06:44 &#8211; 06:54<br />
bagian: dieeeeeeeeeeee!!!! (ending)</p>
<p>Ini  lengkingan Michael Kiske yang terkesan paling liar,  mungkin karena  spirit lagunya yang sangat tragis dan emosional ciri khas Kai Hansen  (dengar saja sepenggal liriknya: my mother&#8217;s a bitch, my father&#8217;s a  killer). Lagu ini aslinya dinyanyikan oleh Kai Hansen, tapi Kiske lebih  nafsu ngebawainnya karena harusnya lengkingan di ending versi Kai Hansen  cuma sekitar 5 detik.</p>
<p>* <strong>11 detik.</strong> Queensryche &#8211; Eyes of Stranger (album Operation Mindcrime &#8211; 1988)<br />
vokalis: Geoff Tate<br />
menit ke: 04:48 &#8211; 05:59<br />
bagian: what lies behind the stare&#8230;&#8230;..</p>
<p>cukup  banyak lagu Queensryche di mana Geoff Tate menahan nada lebih lama  dibandingkan lagu &#8220;Eyes of Stranger&#8221;,  tetapi yang satu ini terdengar  sangat memorable, selain karena lagunya memang luar biasa indah,   tarikan Geoff Tate di lagu ini tidak terlalu tinggi, tapi terdengar  begitu keren (komplit dengan vibra ala Bruce Dickinson), asli bikin  merinding!</p>
<p>* <strong>13 detik. </strong>Iron Maiden &#8211; Hallowed Be Thy Name (album The Number of the Beast &#8211; 1982)<br />
vokalis: Bruce Dickinson<br />
menit ke: 00:54 -01:07<br />
bagian: looooowwwww&#8230; (intro)</p>
<p>Bagian  Bruce Dickinson menyanyikan &#8220;i&#8217;m running lowww&#8230;&#8221; sepanjang 13 detik   ini disambung dengan nada yang lebih tinggi sekitar 10 detik lagi. Lagu  yang sempurna untuk uji ketahanan nafas.</p>
<p>* <strong>13 detik.</strong> Stryper &#8211; The Way (album To Hell With the Devil &#8211; 1986)<br />
vokalis: Michael Sweet<br />
menit ke: 03:17 &#8211; 03:30<br />
bagian: is the roockkkkk&#8230;!!! (ending)</p>
<p>Salah  satu vokalis yang cocok mewakili genre hard rock/glam metal untuk  urusan jerit-menjerit adalah Michael Sweet dari Stryper. Tidak hanya  sanggup melengking tinggi, ia juga sanggup mempertahankan nada yang  sangat tinggi selama 13 detik di lagu ini.</p>
<p>* <strong>13 detik.</strong> Guns N Roses &#8211; Sweet Child O&#8217; Mine (album Appetite for Destruction &#8211; 1987)<br />
vokalis: W. Axl Rose<br />
menit ke: 4:34 &#8211; 4:47<br />
bagian: sweet chiiiiiilllddd o&#8217; mineeeeee&#8230;&#8230;&#8230; (ending)</p>
<p>&#8220;Sweet Child O&#8217; Mine&#8221; cukup mudah dinyanyikan oleh siapapun, kecuali pada 13 detik terakhir.</p>
<p>* <strong>13 detik.</strong> Wuthering Heights &#8211; Lost at Sea (album Salt &#8211; 2010)<br />
vokalis: Nils Patrik Johansson<br />
menit ke: 14:29 &#8211; 14:42<br />
bagian: seaaa&#8230;&#8230;.</p>
<p>Lagu dengan durasi terpanjang pada album ini, yang juga terdapat nada terpanjang yang dinyanyikan Nils di album keren ini.</p>
<p>* <strong>14 detik.</strong> Angra &#8211; Evil Warning (album Angel  Cry &#8211; 1993)<br />
vokalis: Andre Matos<br />
menit ke: 06:06 &#8211; 06:20<br />
bagian: until the end&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>Ini  satu lagi vokalis sakti dari kubu power metal. Andre Matos sudah sering  menyanyikan melodi-melodi panjang sejak di Viper,  juga saat ini di  Symfonia. Namun eksplorasi vokalnya yang paling maksimal memang tetap  saat dia di Angra.</p>
<p>* <strong>15 detik.</strong> Helloween &#8211; Eagle Fly Free (album Keeper of the Seven Keys Part 2 &#8211; 1988)<br />
vokalis: Michael Kiske<br />
menit ke: 04:50 &#8211; 05:05<br />
bagian: ooooooooooooo&#8230;&#8230;.. (ending)</p>
<p>Tabu  rasanya melewatkan lagu ini untuk urusan ketahanan nafas. Michael Kiske  mencatat 15 detik pada ending &#8220;Eagle Fly Free&#8221;.  Tapi ini bukan rekor  terlamanya.</p>
<p>* <strong>15 detik.</strong> Angra &#8211; Wuthering Heights (album Angel  Cry &#8211; 1993)<br />
vokalis: Andre Matos<br />
menit ke: 04:05 &#8211; 04:20<br />
at vocal line: aaaaaaa yeaahh ooooo &#8230; (sangat susah menuliskannya!)</p>
<p>Lagu  Kate Bush yang dinyanyikan ulang oleh Angra, salah satu cover lagu  non-metal yang menjadi sangat terkenal di dunia metal gara-gara  kesaktian Andre Matos menyanyikannya.</p>
<p>* <strong>15 detik.</strong> Michael Kiske &#8211; Do I Remember a Life? (album Instant Clarity &#8211; 1996)<br />
vokalis: Michael Kiske<br />
menit ke: 07:52 &#8211; 08:07<br />
bagian: pray for your kingdom to come&#8230;</p>
<p>Tanpa  Helloween, vokal Michael Kiske tetap sakti. Walaupun tidak melengking  sesering di Helloween, tetapi kualitasnya sama sekali tidak menurun.  Lagu &#8220;Do I Remember a Life?&#8221; diambil dari album solo pertamanya. Lagu  ini memang sangat menonjolkan vokal dahsyat Kiske.</p>
<p>*<strong> 15 detik.</strong> Michael Kiske &#8211; Shadowfights (album Readiness To Sacrifice &#8211; 1999)<br />
menit ke: 2:00 &#8211; 2:15<br />
bagian: all hell comes to eeenndddd&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p>Musik  lagu ini boleh santai, tapi bagian vokalnya berakrobat kesana kemari  bergantian dari nada rendah ke nada tinggi, sudah mirip dengan gaya  penyanyi opera. Benar-benar menunjukkan kelas si Michael Kiske.</p>
<p>* <strong>16 detik.</strong> Iron Maiden &#8211; Seventh Son of a Seventh Son (album Seventh Son of a Seventh Son &#8211; 1988)<br />
vokalis: Bruce Dickinson<br />
menit ke: 03:47 &#8211; 04:03<br />
bagian: oooooooo&#8230;&#8230;.. (yang sangat panjang)</p>
<p>Bagi  vokalis yang tidak punya ketahanan nafas yang cukup, Steve Harris pasti  di-cap kejam karena menciptakan lagu &#8220;Seventh Son of a Seventh Son&#8221;  yang dipenuhi melodi vokal yang dengan nada-nada panjang dan  berbelok-belok,  untungnya vokalis Iron Maiden adalah Bruce Dickinson  yang memang suka dan biasa &#8220;dikerjain&#8221; seperti itu.</p>
<p>* <strong>17 detik.</strong> Skid Row &#8211; In a Darkened Room (album Slave to the Grind &#8211; 1991)<br />
vokalis: Sebastian Bach<br />
menit ke: 02:32 &#8211; 02:49<br />
bagian: please let there be light in a darkened roooommm&#8230;..</p>
<p>Kebiasaan  Sebastian Bach adalah memamerkan lengkingan tinggi dengan nada yang  indah pada ending lagu ballad, seperti &#8220;18 and Life&#8221; atau &#8220;I Remember  You&#8221;. Tapi nada terpanjang yang dicapainya adalah di lagu ini.</p>
<p>* <strong>18 detik.</strong> Queensryche &#8211; Road to Madness (album The Warning &#8211; 1984)<br />
vokalis: Geoff Tate<br />
menit ke: 08:52 &#8211; 09:10<br />
bagian: i&#8217;ve passed away&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>Geoff  Tate tidak menyia-nyiakan masa jayanya saat dengan enaknya mampu  menjerit-jerit tinggi dengan teknik dan nafas yang mengagumkan!</p>
<p>* <strong>18 detik.</strong> Seurieus Band &#8211; Rocker Juga Manusia (album Rocker Juga Manusia &#8211; 2004)<br />
vokalis: Candil<br />
menit ke: 02:50 -  03:08<br />
bagian: ingin kuteriakkannnnn&#8230;&#8230;..</p>
<p>18 detik mampu dicapai oleh tukang jerit made in Indonesia: Candil, yang memang punya power dan range vokal yang lewat standar.</p>
<p>* <strong>20 detik.</strong> Helloween &#8211; I Want Out (album Keeper of the Seven Keys Part 2 &#8211; 1988)<br />
vokalis: Michael Kiske<br />
menit ke: 03:51 &#8211; 04:11<br />
bagian: leave me alonneeeeeeee&#8230;&#8230;</p>
<p>Walaupun  vokal panjang &#8220;leave me alooonneeeee&#8230;&#8221; berbarengan dengan bagian  reff. sehingga kurang menonjol (dan membuatnya tidak bisa dinyanyikan  saat live karena Kiske selalu lebih memilih menyanyikan reff-nya),  tetapi bagian inilah salah satu daya tarik lagu ini.  Dua band yang  pernah mengcover lagu ini adalah Hammerfall dan Sonata Arctica.  Hammerfall (dengan vokalis Joacim Cans) hanya sanggup menahan bagian ini  selama 11 detik, sedangkan Sonata Arctica (dengan vokalis Tony Kakko)   tidak mencoba berlama-lama dengan bagian tersebut, cukup meneriakkan  &#8220;leave me alone&#8221; selama 2 detik.</p>
<p>* <strong>21 detik.</strong> Manowar &#8211; Hail and Kill (album Kings of Metal &#8211; 1988)<br />
vokalis: Eric Adams<br />
menit ke: 05:12 &#8211; 05:33<br />
bagian: aahhhhhhhh&#8230;&#8230;&#8230; (ending yang sangat histeris)</p>
<p>Inilah  vokalis yang sangat ekstrim menahan dan mencapai nada tinggi, di lagu  ini Eric Adams menahan nada tinggi selama 21 detik, entah apa jadinya  Manowar kalau sampai ditinggal Eric Adams.</p>
<p>* <strong>21 detik.</strong> Judas Priest &#8211; Painkiller (album Painkiller &#8211; 1990)<br />
vokalis: Rob Halford<br />
menit ke: 05:37 &#8211; 05:58<br />
bagian: painkiller&#8230;&#8230;&#8230; (ending)</p>
<p>Painkiller  merupakan salah satu lagu yang disegani dalam sejarah metal,  ada  beberapa bagian yang sangat membekas, antara lain intro gebukan drums  yang maut, duel gitar dahsyat, dan tentu saja vokal yang melengking  tinggi dari Rob Halford, yang juga membuktikan ia mampu menahan nada  selama 21 detik pada akhir lagu walau di nada yang tidak terlalu  tinggi.  Angra juga pernah mengcover lagu ini, dan mereka boleh bangga  dengan Andre Matos yang mampu menandingi vokal Rob Halford dengan  sukses.</p>
<p>* <strong>25 detik.</strong> Guns N Roses &#8211; Don&#8217;t Cry (album Use Your Illusion 1 &#8211; 1991)<br />
vokalis: W. Axl Rose<br />
menit ke: 04:15 &#8211; 04:40<br />
bagian: tonighttt yaiyaiyaaiiiiiiii&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; (ending)</p>
<p>&#8220;Don&#8217;t  Cry&#8221; adalah ballad sendu dengan ending yang aneh dan tidak nyambung,  tapi dapat dimaklumi karena vokalisnya adalah W. Axl Rose.</p>
<p>* <strong>26 detik.</strong> Helloween &#8211; The King For a 1000 Years (album Keeper of the Seven Keys &#8211; The Legacy &#8211; 2005)<br />
vokalis: Andi Deris<br />
menit ke: 13:23 &#8211; 13:49<br />
bagian: ooooooooooooo&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; (ending)</p>
<p>Melalui  lagu ini Andi Deris menjawab berbagai keraguan fans Helloween yang  sering membandingkannya dengan Michael Kiske. Ia menggunakan style vokal  yang clean dan melodic pada lagu ini, endingnya juga mengagumkan,  menahan nada selama 26 detik dan masih bisa melengking di bagian akhir.   Walaupun saya tidak 100% yakin Andi Deris melakukan pure 26 detik  karena pada bagian ending ini terdengar sedikit sentuhan efek vokal di  studio, tapi yang jelas tarikan Andi Deris mencapai nada tinggi  terdengar keren habis!</p>
<p>* <strong>30 detik.</strong> Manowar &#8211; Black Wind, Fire and Steel (album Fighting The World &#8211; 1987)<br />
vokalis: Eric Adams<br />
menit ke: 03:40 &#8211; 04:10<br />
bagian: steeelll&#8230;.!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!</p>
<p>Inilah  teriakan metal paling dahsyat dan terlama sampai saat ini yang pernah  saya dengar. 30 detik nonstop oleh Eric Adams dengan vibra dan nada  tinggi yang konstan di E5  hingga nyaris mencapai akhir! Yang cukup  mendekati rekor ini adalah Helloween (dengan vokalis Michael Kiske) di  ending lagu &#8220;Keeper of the Seven Keys&#8221; yang juga mencapai 30 detik,  sayangnya ada jedah sekitar setengah detik di tengah sehingga 30  detiknya tidak sempurna. Manowar rupanya tidak sedang bercanda kalau  pernah mengatakan: other bands play, Manowar kill!</p>
<p>Kalau ada tambahan, silakan di-comment <img src='http://reviewmusik.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>Catatan:</em></p>
<p>* durasi yang dicantumkan tidak terlalu presisi, tidak sampai ke milidetik.</p>
<p>* menit yang ditunjukkan berdasarkan acuan file audio mp3 yang dimainkan di player Winamp sehingga bisa berbeda dari aslinya.</p>
<p>*  beberapa faktor dapat mempengaruhi lama tidaknya seorang vokalis  menahan not, misalnya rendah tingginya nada, turun naiknya nada, dan  teknik yang digunakan.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Reviewmusikcom/~4/E8vsZaubvBU" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reviewmusik.com/2011/07/24/longest-metal-vocal-note/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://reviewmusik.com/2011/07/24/longest-metal-vocal-note/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Kebangkitan Glam Metal?</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Reviewmusikcom/~3/V9oY6AqDcFU/</link>
		<comments>http://reviewmusik.com/2011/06/12/kebangkitan-glam-metal/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Jun 2011 04:50:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[The Poodles]]></category>
		<category><![CDATA[Wig Wam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reviewmusik.com/?p=313</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu lalu saya melihat video  band glam metal asal Norwegia yang menamakan diri Wig Wam di YouTube dengan salah satu hitnya: In My Dreams (http://www.youtube.com/watch?v=0XIyCKgA8z8). Wig Wam memang unik baik musik dan penampilannya, berdandan flamboyan (alias menor) yang mengingatkan kita akan masa kejayaan Motley Crue, Poison, Cinderella, Kiss, atau tepatnya, masa kejayaan glam metal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu lalu saya melihat video  band glam metal asal Norwegia yang menamakan diri <strong>Wig Wam</strong> di YouTube dengan salah satu hitnya: <em>In My Dreams</em> (http://www.youtube.com/watch?v=0XIyCKgA8z8). Wig Wam memang unik baik musik dan penampilannya, berdandan flamboyan (alias menor) yang mengingatkan kita akan masa kejayaan Motley Crue, Poison, Cinderella, Kiss, atau tepatnya, masa kejayaan glam metal yang memuncak di tahun 1980-an. <span id="more-313"></span></p>
<p>Istilah glam metal (atau hair metal, pop metal, dance metal, dan sejenisnya) dari sisi musik sebenarnya lebih ke hard rock dengan mengandalkan riff gitar catchy, beat menghentak, vokal melodik, cepat akrab di kuping tapi tidak membosankan. Bahasa mudahnya adalah metal yang nge-pop. Dari sisi penampilan visual, sebenarnya glam metal tidak selalu glamour penuh make up, band seperti Europe dan Bon Jovi yang lebih berpenampilan casual juga bisa dikategorikan sebagai glam metal.</p>
<p>Dari tahun ke tahun sebenarnya ada saja band baru yang timbul tenggelam mengusung glam metal, tetapi menemukan band yang memiliki &#8220;sesuatu&#8221; adalah hal yang sulit (ini juga terjadi di jenis musik progressive metal ataupun power metal). Wig Wam adalah salah satu yang punya kualitas itu, band lainnya adalah The Poodles dari Swedia.</p>
<p>Dari dua band ini (ataupun band glam metal lain yang belum saya ketahui), mungkin masih terlalu cepat mengklaim era glam metal sedang mengalami siklus kembali ke masa kejayaannya, tetapi setidaknya kehadiran mereka mampu mengumpulkan fans base tersendiri. Apa rahasianya? Selain seperangkat alat rias, mereka punya cara tersendiri memainkan glam metal yang enjoyable.</p>
<p><strong>Wig Wam</strong></p>
<p><a href="http://reviewmusik.com/wp-content/uploads/2011/06/wig-wam.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-314" title="wig-wam" src="http://reviewmusik.com/wp-content/uploads/2011/06/wig-wam.jpg" alt="" width="300" height="300" /></a></p>
<p>Jika melihat Glam (vokalis Wig Wam) pada video di atas, mungkin kita berpikir berapa banyak bedak dan lipstik yang dihabiskannya untuk sekali manggung, yang jelas sebanding dengan banyaknya kreativitas mereka dalam bermusik.</p>
<p>Lagu-lagu Wig Wam menusuk to the point ke jantung glam metal, rata-rata menawarkan melodi yang segar dengan ritem yang menghentak tegas. Sesekali penggunaan keyboard pada musiknya tidak membuat musik Wig Wam menjadi lembek. Komposisi lagu-lagu mereka memang tidak rumit, tetapi sangat kreatif dan berkualitas sehingga bisa dibilang setiap lagunya memiliki nyawa tersendiri.</p>
<p>Salah satu ciri Wig Wam adalah dengan cerdasnya mengambil plesetan riff/nuansa lagu-lagu rock/metal terkenal, lebih ke selera humor yang tinggi ketimbang plagiat, dengarkan &#8220;A R &#8216;N&#8217; R Girl Like You&#8221; yang memiliki ketukan intro mirip &#8220;My Sharona&#8221; dari The Knack, atau instrumental berjudul &#8220;Erection&#8221; yang jelas-jelas plesetan &#8220;Eruption&#8221; dari Van Halen, dengarkan juga cover version &#8220;I Was Made For Loving You&#8221; (Kiss) yang dibawakan dengan ritem yang lebih menghentak galak. Terkadang mereka menyentuh ranah heavy metal, seperti terdengar pada &#8220;The Riddle&#8221; yang kembali merupakan track instrumental yang keren yang dimainkan gitaris Teeny dengan didominasi teknik tremolo picking, mungkin pada lagu ini kita dapat menangkap nuansa &#8220;Wasted Years&#8221; dari Iron Maiden, atau &#8220;Over The Hills and Far Away&#8221; dari Gary Moore yang pernah di-cover Nightwish.</p>
<p>Bagaimana dengan ballad? Beberapa ballad Wig Wam ini dijamin tidak mudah terlupakan: &#8220;Tell Me Where To Go&#8221;, &#8220;Man In The Moon&#8221;, &#8220;From Here&#8221;, dan tentu saja ballad terfavorit saya dari Wig Wam: &#8220;Bygone Zone&#8221;.</p>
<p>Personil:<br />
Glam &#8211; vocals<br />
Teeny &#8211; guitars<br />
Flash &#8211; bass<br />
Sporty &#8211; drums</p>
<p>Album:<br />
667.. The Neighbour of the Beast (2004)<br />
Wig Wamania (2006)<br />
Non Stop Rock&#8217;n Roll (2010)</p>
<p><strong>The Poodles</strong></p>
<p><a href="http://reviewmusik.com/wp-content/uploads/2011/06/the-poodles.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-315" title="the-poodles" src="http://reviewmusik.com/wp-content/uploads/2011/06/the-poodles.jpg" alt="" width="300" height="300" /></a>Nama band boleh mirip jenis anjing, yang jelas gigitan musik The Poodles dijamin berbekas lama di telinga. Membuat lagu yang sing-along dan ear-catching adalah keahlian The Poodles, dengarkan lagu &#8220;Metal Will Stand Tall&#8221; yang pantas menjadi lagu kebangsaan mereka (untungnya, judul lagu tersebut belum digunakan oleh Manowar). Sudah menelurkan empat album studio dan satu album live hingga saat ini, The Poodles tetap konsisten dengan style-nya, lagu-lagu seperti &#8220;Seven Seas&#8221;, &#8220;Vampire&#8217;s Call&#8221;, &#8220;Like No Tomorrow&#8221;, dan &#8220;Caroline&#8221; begitu melodik dan nyaman dilantunkan dengan ritem yang gejekgejek luar biasa nikmatnya.</p>
<p>The Poodles juga punya power ballad yang mantap, seperti &#8220;We Are One&#8221;, &#8220;Crying&#8221;, dan &#8220;One Out Of Ten&#8221;.</p>
<p>Personil:</p>
<p>Jakob Samuel &#8211; Vocals<br />
Christian Lundqvist &#8211; Drums<br />
Pontus Egberg &#8211; Bass<br />
Henrik Bergqvist &#8211; Guitar</p>
<p>Album:<br />
Metal Will Stand Tall (2006)<br />
Sweet Trade (2007)<br />
Clash of the Elements (2009)<br />
No Quarter (Live) (2010)<br />
Performocracy (2011)</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Reviewmusikcom/~4/V9oY6AqDcFU" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reviewmusik.com/2011/06/12/kebangkitan-glam-metal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://reviewmusik.com/2011/06/12/kebangkitan-glam-metal/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Ballad Metal Terbaik Part 2</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Reviewmusikcom/~3/PL4njgryVik/</link>
		<comments>http://reviewmusik.com/2011/05/14/ballad-metal-terbaik-part-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 May 2011 05:06:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Andi Deris]]></category>
		<category><![CDATA[Dream Theater]]></category>
		<category><![CDATA[Europe]]></category>
		<category><![CDATA[Gorky Park]]></category>
		<category><![CDATA[Helloween]]></category>
		<category><![CDATA[Loudness]]></category>
		<category><![CDATA[Michael Kiske]]></category>
		<category><![CDATA[Poison]]></category>
		<category><![CDATA[Skid Row]]></category>
		<category><![CDATA[Virgin Steele]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reviewmusik.com/?p=305</guid>
		<description><![CDATA[Dalam rangka menyambung posting berjudul Ballad Metal Terbaik Part 1, terpaksa penulis selama seminggu terakhir ini kembali mendengarkan lagu-lagu mellow nan sendu dari berbagai band dan penyanyi metal. Dengan berurai air mata, disusun lah 10 ballad metal part 2 ini (semoga nggak berlanjut sampai puluhan part). Andi Deris &#8211; 1000 Years Away Diambil dari debut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://reviewmusik.com/wp-content/uploads/2011/05/cry-cartoon.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-306" title="cry-cartoon" src="http://reviewmusik.com/wp-content/uploads/2011/05/cry-cartoon.jpg" alt="" width="200" height="200" /></a>Dalam rangka menyambung posting berjudul <a href="http://reviewmusik.com/2011/01/01/ballad-metal-terbaik-part-1/" target="_blank">Ballad M</a><a href="http://reviewmusik.com/2011/01/01/ballad-metal-terbaik-part-1/" target="_blank">e</a><a href="http://reviewmusik.com/2011/01/01/ballad-metal-terbaik-part-1/" target="_blank">tal Terbaik Part 1</a>, terpaksa penulis selama seminggu terakhir ini kembali mendengarkan lagu-lagu mellow nan sendu dari berbagai band dan penyanyi metal. Dengan berurai air mata, disusun lah 10 ballad metal part 2 ini (semoga nggak berlanjut sampai puluhan part). <span id="more-305"></span><strong></strong></p>
<p><strong>Andi Deris &#8211; 1000 Years Away</strong></p>
<p>Diambil dari debut solo Andi Deris (tanpa Helloween), berjudul &#8220;Come In From The Rain&#8221; (1997) yang bercorak melodic rock. Album ini penuh dengan karya-karya fresh yang terdengar dari nada dan lirik lagu-lagunya yang variatif. &#8220;1000 Years Away&#8221; bercerita tentang anak yang tidak mendapatkan kasih sayang dari ayahnya (sebaliknya, malah mendapatkan kekerasan), sulit untuk tidak terharu mendengarkan lagu ini sambil menyanyikan liriknya, walaupun lagunya tidak terlampau slow, lebih mengarah ke mid-tempo.</p>
<p><strong>Dream Theater &#8211; The Spirit Carries On</strong></p>
<p>Lagu ini dipilih bukan karena saya melihat video &#8220;The Spirit Carries On&#8221; versi bahasa Jawa yang dinyanyikan oleh ErnieXBall (<a href="http://www.youtube.com/watch?v=SoD6StPLXAs" target="_blank">http://www.youtube.com/watch?v=SoD6StPLXAs</a>) atau karena baru-baru ini Dream Theater merilis 3 episode reality show bertajuk &#8220;The Spirit Carries On&#8221; dalam rangka mencari drummer pengganti Mike Portnoy (yang dimenangkan Mike Mangini), melainkan karena ballad ini memang sangat nyaman di telinga dengan lirik yang dalam:</p>
<p><em>If I die tomorrow<br />
I&#8217;d be all right<br />
Because I believe<br />
That after we&#8217;re gone<br />
The spirit carries on<br />
</em><br />
Oh ya, selain di-cover oleh ErnieXBall, lagu ini juga pernah dinyanyikan di solo album Syu (gitaris band Jepang Galneryus) pada album &#8220;Crying Stars Stand Proud&#8221; (2010)</p>
<p><strong>Europe &#8211; Prisoners in Paradise</strong></p>
<p>Seperti juga rekan seangkatannya yaitu Bon Jovi, Europe sangat piawai membuat lagu ballad yang mengiris-iris bawang, eh.. hati. Hampir seluruh ballad Europe pernah jadi favorit saya berhari-hari (&#8220;Carrie&#8221;,&#8221; Open Your Heart&#8221;, &#8220;Dreamer&#8221;, &#8220;Tomorrow&#8221;, dan lain-lain). Tapi yang paling favorit buat saya adalah &#8220;Prisoners in Paradise&#8221;, yang juga jadi title album mereka di tahun 1991. Sayang album ini lahir di era grunge jadi gemanya tidak seheboh &#8220;The Final Countdown&#8221;.</p>
<p>Lagu ini diawali dengan intro unik, berbagai keinginan dari ingin bisa terbang sampai ingin nonton TV:</p>
<p><em>I want to learn how to fly<br />
I want to be respected<br />
I want to get lucky<br />
I want to get out of this dump<br />
I just want to watch TV<br />
I want to be loved<br />
I want to be different<br />
I want a brother and sister<br />
I&#8217;d just rather be forgotten<br />
I want to save the world<br />
I want to be understood<br />
I want to be rich<br />
Man, I just want to be somebody<br />
</em><br />
Disusul melodi gitar megah dan sangat indah dari Kee Marcello, dan masuklah vokal Joey Tempest melantunkan lirik yang begitu dalam. Kalau Bon Jovi punya tokoh rekaan Tommy dan Gina, maka di lagu ini tokohnya adalah Jimmy dan Julie. Ceritanya Jimmy dan Julie sudah memilih jalannya masing-masing, tetapi akhirnya menyadari bahwa mereka saling membutuhkan (sometimes what you want ain&#8217;t what you need!). Pesan moralnya: menghargai apa yang sudah dimiliki. Rupanya dalam urusan membuat lirik indah, Joey Tempest tidak kalah dengan Jon Bon Jovi.</p>
<p><strong>Gorky Park &#8211; Try To Find Me</strong></p>
<p>Pertama dengar lagu ini, saya pikir liriknya bercerita tentang main petak umpet (please try to find me and i&#8217;ll try to find you). Liriknya memang biasa saja, tapi yang luar biasa adalah solo gitarnya yang saya nobatkan sebagai salah satu solo gitar terbaik yang pernah saya dengar, begitu menyayat hati, sesekali dimainkan dengan mulus dan cepat, dan sangat emosional dari awal sampai akhir, berdurasi sekitar satu setengah menit untuk solo gitar itu sendiri.</p>
<p><strong>Helloween &#8211; Your Turn</strong></p>
<p>Bahkan bagi pionir power metal pun perlu sesekali nge-ballad. Helloween memiliki beberapa ballad dari era Michael Kiske ataupun Andi Deris. &#8220;Windmill&#8221; bahkan begitu manisnya sampai-sampai tidak ada unsur metal sedikitpun. Tetapi saya lebih memilih &#8220;Your Turn&#8221; (album &#8220;Pink Bubbles Go Ape&#8221;) sebagai best ballad Helloween. Biarpun bercorak ballad, tapi masih terdengar cita rasa Helloween lewat tarikan kuat dan jernih Michael Kiske dan solo melodik Michael Weikath. Sayangnya sampai saat ini saya tidak pernah mendengar &#8220;Your Turn&#8221; dinyanyikan oleh Andi Deris.</p>
<p><strong>Loudness &#8211; So Lonely</strong></p>
<p>Power ballad metal 80-an dengan sentuhan magis Loudness, bahkan pada lagu ballad, Akira Takasaki (gitaris) masih mampu membuat variasi riff indah yang cukup kompleks (untuk ukuran ballad). Liriknya yang sangat nelangsa memang cukup kontras dinyanyikan oleh vokal gahar Minoru Nihara (ataupun Mike Vescera yang menyanyikannya live, Mike Vescera adalah pengganti Minoru Nihara &#8211; yang akhirnya balik lagi ke Loudness). Tapi itulah salah satu keistimewaan ballad metal, vokal gahar lagu mellow, and it works!</p>
<p><strong>Michael Kiske &#8211; Do I Remember A Life?</strong></p>
<p>Dengan modal golden voice-nya, kebanyakan lagu yang dinyanyikan Michael Kiske terdengar keren. Walaupun saya setuju saja kalau ada yang berpendapat bahwa Kai Hansen dan Michael Weikath yang paling mampu membuat lagu yang mengeksplorasi kehebatan vokal Michael Kiske. Namun di lagu &#8220;Do I Remember A Life?&#8221; yang merupakan ciptaan Michael Kiske, ia mengeksplorasi vokalnya dengan caranya sendiri. Di lagu ini, vokal Kiske berkeliaran di range yang sangat lebar, dari nada yang rendah sampai tinggi, sangat jernih dan kuat, dengan teknik bridging/perpindahan nada yang luar biasa mulus, plus emosi yang menghanyutkan. Dari sisi musik walaupun sederhana tapi sangat cocok mengiringi vokal melodius Kiske, dari suara-suara alam (angin, kicauan burung), gitar akustik, sampai dentingan piano di ending lagu. Dua kata yang cocok untuk mendeskripsikan lagu ini: beautiful masterpiece!</p>
<p><strong>Poison &#8211; Life Goes On</strong></p>
<p>Band yang pernah mengaudisi Slash pada awal karirnya (audisi akhirnya dimenangkan oleh C.C. DeVille, jika tidak, mungkin kita akan melihat Slash tampil dengan bibir merah merekah), dan sebagai kelompok glam metal, sudah tentu wajib punya ballad.  Ballad Poison yang paling terkenal adalah &#8220;Every Rose Has Its Thorn&#8221;, tapi saya pribadi lebih menyukai &#8220;Life Goes On&#8221; dari album &#8220;Flesh &amp; Blood&#8221; (1990).</p>
<p><strong>Skid Row &#8211; I Remember You</strong></p>
<p>Semua ballad Skid Row era Sebastian Bach sangat berkesan, tidak hanya dari album-album awal yang menampilkan &#8220;18 and Life&#8221;, &#8220;I Remember You&#8221;, &#8220;Wasted Time&#8221; dan lain-lain, tapi juga dari album terakhir Skid Row bersama Sebastian Bach, yaitu &#8220;Subhuman Race&#8221; (1995) yang keluar di era grunge, menampilkan ballad &#8220;Breaking Down&#8221; dan &#8220;Into Another&#8221;.  Tapi akhirnya saya memilih lagu legendaris &#8220;<a href="http://reviewmusik.com/2010/12/19/i-remember-you-carrie-underwood-vs-skid-row/" target="_blank">I Remember You</a>&#8221; yang memang susah terlupakan.</p>
<p><strong>Virgin Steele &#8211; A Cry In The Night</strong></p>
<p>Diambil dari album &#8220;Guardians of Flame&#8221; (1983 dan di re-issued pada tahun 2002), &#8220;A Cry In The Night&#8221; termasuk ballad sederhana tetapi indah. Virgin Steele memiliki beberapa kemiripan dengan Manowar, walau tetap memiliki ciri musik sendiri yang mereka sebut &#8220;barbaric romanticism&#8221;.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Reviewmusikcom/~4/PL4njgryVik" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reviewmusik.com/2011/05/14/ballad-metal-terbaik-part-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://reviewmusik.com/2011/05/14/ballad-metal-terbaik-part-2/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Stryper – The Covering (2011)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Reviewmusikcom/~3/8BKKSVl0sCY/</link>
		<comments>http://reviewmusik.com/2011/04/10/stryper-the-covering-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Apr 2011 14:22:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Album]]></category>
		<category><![CDATA[Black Sabbath]]></category>
		<category><![CDATA[Deep Purple]]></category>
		<category><![CDATA[Iron Maiden]]></category>
		<category><![CDATA[Judas Priest]]></category>
		<category><![CDATA[Kansas]]></category>
		<category><![CDATA[Kiss]]></category>
		<category><![CDATA[Led Zeppelin]]></category>
		<category><![CDATA[Ozzy Osbourne]]></category>
		<category><![CDATA[Scorpions]]></category>
		<category><![CDATA[Stryper]]></category>
		<category><![CDATA[Sweet]]></category>
		<category><![CDATA[UFO]]></category>
		<category><![CDATA[Van Halen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reviewmusik.com/?p=297</guid>
		<description><![CDATA[Cover dan tribute album selalu menarik buat saya, karena ada rasa penasaran mendengarkan lagu yang sudah akrab di telinga dibawakan dengan cara lain, terlebih kalau yang membawakannya adalah band yang sudah tidak asing lagi, seperti Stryper. Sudah unjuk gigi sejak tahun 1983, Stryper dengan lagu-lagunya sudah banyak merasuki jiwa pecinta heavy metal (maupun pecinta heavy [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://reviewmusik.com/wp-content/uploads/2011/04/Styper-The-Covering.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-298" title="Styper-The-Covering" src="http://reviewmusik.com/wp-content/uploads/2011/04/Styper-The-Covering.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Cover dan tribute album selalu menarik buat saya, karena ada rasa penasaran mendengarkan lagu yang sudah akrab di telinga dibawakan dengan cara lain, terlebih kalau yang membawakannya adalah band yang sudah tidak asing lagi, seperti <strong>Stryper</strong>.</p>
<p>Sudah unjuk gigi sejak tahun 1983, Stryper dengan lagu-lagunya sudah banyak merasuki jiwa pecinta heavy metal (maupun pecinta heavy mellow), lagu seperti &#8220;<strong>To Hell With The Devil</strong>&#8221; sungguh sulit dilupakan karena kegarangannya dan pantas menjadi lagu pengusir setan terbaik sepanjang masa. Sedangkan &#8220;<strong>Honestly</strong>&#8221; merupakan salah satu lagu termanis yang dapat membuat setan sekalipun tersentuh.<span id="more-297"></span></p>
<p>Di album &#8220;<strong>The Covering</strong>&#8221; ini, Stryper membawakan ulang lagu dari band-band yang mengilhami musik mereka, nama-nama jawara yang menggetarkan seperti Judas Priest, Scorpions, Iron Maiden, Van Halen, Led Zeppelin dan lain-lain muncul, membuat album ini juga menjadi ajang pembuktian untuk Stryper, apakah mereka sanggup membawakan lagu-lagu legendaris ini sebaik (atau lebih baik) daripada aslinya?</p>
<p><strong>1. Set Me Free</strong></p>
<p>Lagu dari band bernama Sweet pada tahun 1976 (tidak ada hubungan dengan Michael/Robert Sweet). Saya tidak pernah mendengar versi aslinya sebelumnya, jadi pada awalnya saya tidak memiliki ekspektasi banyak pada track pembuka ini. Tapi siapa sangka lagu ini ternyata merupakan opening yang dahsyat! Irama lincah dengan solo gitar yang sangat memikat. Versi aslinya setelah nonton di YouTube memang asyik, dan Stryper membawakannya ke versi modern dengan sukses.</p>
<p><strong>2. Black Out</strong></p>
<p>Tantangan pertama bagi vokal Michael Sweet membawakan lagu &#8220;Black Out&#8221; dari Scorpions, karena siapa yang tidak kenal band hard rock legendaris dari Jerman ini, dengan sang vokalis yang disegani dan memiliki lengkingan menyengat: Klaus Meine. Salah satu majalah musik tanah air tempo dulu pernah menjuluki Klaus Meine sebagai vokalis pendek bersuara jangkung. &#8220;Black Out&#8221; dibawakan dengan rapi dan enak didengar (karena lagu aslinya memang sudah enak). Dari segi musik dan aransemen, tidak banyak variasi yang dilakukan Stryper pada lagu ini. Untuk urusan jerit-jerit, Michael Sweet mampu mengimbangi tinggi oktaf Klaus Meine, ia juga membelokkan beberapa nada (terutama pada akhir lagu) dengan nada khas berciri Stryper. Walaupun begitu, menurut saya vokal Klaus Meine lebih seksi untuk membawakan lagu ini.</p>
<p><strong>3. Heaven And Hell</strong></p>
<p>Stryper tanpa kesulitan mengcover lagu gagah dari Black Sabbath ini, hanya saja vokal Ronnie James Dio memang tidak mudah diikuti kharismanya, walau begitu Michael Sweet juga mampu membawakannya dengan keren dan berkesan garang. Versi Stryper lebih ramai dari sisi musik, tetapi menghilangkan ending suram gitar akustik pada versi aslinya.</p>
<p><strong>4. Lights Out</strong></p>
<p>Lagu dari UFO, band Inggris yang turut andil membesarkan nama gitaris Michael Schenker. Tempo pada versi Stryper sedikit lebih cepat dibanding versi aslinya, sehingga jika kita mendengarkan antara versi asli dan versi Stryper, mungkin akan didapatkan nuansa yang berbeda.</p>
<p><strong>5. Carry On Wayward Son</strong></p>
<p>Baik versi asli yang dibawakan Kansas maupun versi Stryper di album ini, sama-sama nikmat didengar. Versi Stryper memiliki sound yang lebih modern dan memiliki lebih banyak permainan gitar yang memikat. Bisa dibilang Stryper berhasil membawakan lagu yang sulit ini, walaupun untuk urusan harmonisasi vokal terdengar masih lebih indah versi Kansas, terutama terdengar pada bagian reff.</p>
<p><strong>6. Highway Star</strong></p>
<p>Michael Sweet dan Ian Gillan sama-sama memiliki lengkingan maut. Karena itu tidak aneh jika Michael Sweet mampu menyanyikan &#8220;Highway Star&#8221;-nya Deep Purple, Saya menyukai tarikan Michael Sweet di line &#8220;I love it, I need it&#8230;&#8221; yang tajam, lebih mirip style Rob Halford dibandingkan Ian Gillan. Solo legendaris lagu ini juga berhasil diikuti dengan mulus oleh Stryper. Oh ya, mungkin kita penasaran bagaimana Stryper menyanyikan potongan lirik Highway Star (yang sangat liar bagi lirik Stryper yang santun) berikut:</p>
<p><em>Nobody gonna take my girl, i&#8217;m gonna keep her to the end<br />
Nobody gonna have my girl, she stays close on every bend<br />
Oooh she&#8217;s a killer machine, she&#8217;s got everything<br />
Like a moving mouth, body control and everything</em></p>
<p><em>I love Her and i need her, i see her<br />
Yeah she turns me on<br />
All right hold tight<br />
I&#8217;m a highway star</em></p>
<p>Hasilnya, kita tidak akan pernah mendengarnya, karena lirik diatas tidak ada dalam &#8220;Highway Star&#8221; versi Stryper.</p>
<p><strong>7. Shout It Out Loud</strong></p>
<p>Lagu dengan tempo upbeat dari Kiss, cukup pas dibawakan oleh Stryper walau tidak terlalu berkesan, mungkin karena kurang menantang untuk musik Stryper.</p>
<p><strong>8. Over The Mountain</strong></p>
<p>Lagu asyik yang aslinya dibawakan Ozzy Osbourne dengan gitaris Randy Rhoads, dieksekusi oleh Stryper dengan baik, termasuk solo gitarnya yang harmonis. Yang menarik adalah ritem gitar dimainkan Stryper dengan susunan up-down stroke yang berbeda dengan aslinya, saya bahkan tidak bisa mengatakan lebih menyukai yang mana, yang jelas itu adalah inovasi yang menarik. Dari sisi vokal, saya lebih menyukai Michael Sweet, tetapi gempuran drums Lee Kerslake buat saya lebih baik dibanding Robert Sweet pada lagu ini.</p>
<p><strong>9. The Trooper</strong></p>
<p>Walau sudah seabrek band yang membawakan The Trooper dari Iron Maiden, tetap saja versi Stryper mengundang rasa ingin tahu. Sebelum mendengarkannya, saya hanya membayangkan bagaimana vokal Michael Sweet dapat mengimbangi kegagahan vokal Bruce Dickinson. Tetapi ternyata, yang lebih menonjol dari lagu ini bukanlah vokal Michael Sweet, tetapi justru duet Michael Sweet/Oz Fox pada gitar! Berbeda dengan versi asli di mana lick gitar yang sangat terkenal itu dimainkan dengan teknik legato yang begitu smooth (salah satu teknik andalan Dave Murray), maka lick gitar versi Stryper dikombinasikan sesekali dengan teknik staccato dan pinch harmonic, yang terdengar sangat segar dan modern, apalagi bagi yang sudah hapal The Trooper original luar kepala.</p>
<p>Mengenai vokal, kharisma Bruce Dickinson belum bisa diruntuhkan oleh Michael Sweet (walaupun vokal Sweet di lagu ini sama sekali tidak jelek), demikian juga seksi drums dan bass, walaupun sudah cukup ganas tetapi bahkan masih belum mendekati permainan Nicko McBrain dan Steve Harris.</p>
<p><strong>10. Breaking The Law</strong></p>
<p>Bagi yang sudah mengetahui bagaimana kesaktian vokal Michael Sweet dalam urusan jerit menjerit, agak disayangkan lagu Judas Priest yang di-cover adalah &#8220;Breaking The Law&#8221; yang tidak ada lengkingan khas Halford. &#8220;Breaking The Law&#8221; jelas mudah dibawakan oleh Stryper, tidak terlalu banyak variasi yang dibuat, kecuali improvisasi Robert Sweet pada drums yang sedikit memberi warna lain.</p>
<p><strong>11. On Fire</strong></p>
<p>Seperti beberapa lagu lainnya di album ini, sebelumnya saya tidak pernah mendengar versi asli &#8220;On Fire&#8221; (yang dibawakan oleh Van Halen). Lagu ini tidak semelodis lagu-lagu Stryper umumnya, namun cukup unik mendengar style Eddie Van Halen pada lagu ini ditiru Oz Fox, menggunakan sound yang berbeda. Belakangan setelah mendengar versi aslinya, walaupun dari segi musik tidak terlalu berbeda, tetapi versi Van Halen terasa lebih sangar.</p>
<p><strong>12. Immigrant Songs</strong></p>
<p>Stryper cukup berani membuat beberapa improvisasi pada lagu legendaris dari Led Zeppelin ini:<br />
1. Mengubah &#8220;aaaaa aaaaa aaaaah&#8221; menjadi &#8220;ooooo ooooo ooooohh&#8221;<br />
2. Penambahan sound effect pada seksi vokal.<br />
3. Menghentikan musik sesaat setelah line vokal &#8220;so now you better stop&#8221;.</p>
<p><strong>13. God</strong></p>
<p>Satu-satunya lagu yang bukan merupakan cover di album ini, alias lagu terbaru Stryper, sekaligus menegaskan bahwa Stryper masih konsisten dengan lirik religius. Lagu ini menampilkan jurus-jurus andalan Stryper: riff gitar melodis, chorus megah, duet gitar yang memukau membentuk harmoni yang rapi, dan kepiawaian Michael Sweet meniti nada tinggi, warna suaranya juga cukup sangar di lagu ini, apa mungkin ini gara-gara kebanyakan nge-cover vokalis-vokalis garang di album ini? Sebuah penutup yang keren. Inilah segelintir band yang sudah berusia lebih dari seperempat abad tetapi masih mampu mempertahankan kualitas dan power yang luar biasa.</p>
<p><strong>Personil:</strong><br />
* Michael Sweet &#8211; lead vocals, rhythm and lead guitar<br />
* Oz Fox &#8211; lead guitar, vocals<br />
* Robert Sweet &#8211; drums<br />
* Tim Gaines &#8211; bass guitar, vocals</p>
<p><strong>Tracklist:</strong><br />
1.     Set Me Free<br />
2.     Blackout<br />
3.     Heaven and Hell<br />
4.     Lights Out<br />
5.     Carry On Wayward Son<br />
6.     Highway Star<br />
7.     Shout It Out Loud<br />
8.     Over the Mountain<br />
9.     The Trooper<br />
10.  Breaking the Law<br />
11.  On Fire<br />
12.  Immigrant Song<br />
13.  God</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Reviewmusikcom/~4/8BKKSVl0sCY" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reviewmusik.com/2011/04/10/stryper-the-covering-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://reviewmusik.com/2011/04/10/stryper-the-covering-2011/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Hooker-hooker Ganas</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Reviewmusikcom/~3/eZHCitBwQNQ/</link>
		<comments>http://reviewmusik.com/2011/02/20/hooker-hooker-ganas/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Feb 2011 05:35:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Akira Takasaki]]></category>
		<category><![CDATA[Alfred Koffler]]></category>
		<category><![CDATA[Dave Mustaine]]></category>
		<category><![CDATA[George Lynch]]></category>
		<category><![CDATA[Richie Sambora]]></category>
		<category><![CDATA[Roland Grapow]]></category>
		<category><![CDATA[Slash]]></category>
		<category><![CDATA[Steve Vai]]></category>
		<category><![CDATA[Vito Bratta]]></category>
		<category><![CDATA[Yngwie Malmsteen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reviewmusik.com/?p=291</guid>
		<description><![CDATA[Sttt..!! Sekarang temanya tentang &#8220;hooker&#8221;. Apakah hooker? Jangan tanya pada Google atau YouTube, karena istilah hooker kebanyakan diartikan sebagai &#8220;cewek siap pakai&#8221;, tapi hooker di sini berbeda makna, walaupun ada kesamaan: sama-sama sexy, mendebarkan, dan biasanya sih gondrong. Dalam istilah musik, hook adalah sekelumit melodi/ritem yang catchy, karena niatnya memang menarik perhatian pendengar/memvariasikan lagu. Pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sttt..!! Sekarang temanya tentang &#8220;hooker&#8221;. Apakah hooker? Jangan tanya pada Google atau YouTube, karena istilah hooker kebanyakan diartikan sebagai &#8220;cewek siap pakai&#8221;, tapi hooker di sini berbeda makna, walaupun ada kesamaan: sama-sama sexy, mendebarkan, dan biasanya sih gondrong.<span id="more-291"></span></p>
<p>Dalam istilah musik, hook adalah sekelumit melodi/ritem yang catchy, karena niatnya memang menarik perhatian pendengar/memvariasikan lagu. Pada musik rock/metal biasanya hook di-eksekusi oleh gitaris, biarpun instrumen lain juga bisa membuat hook yang asyik. Gitaris dengan skill nge-hook yang super ganas akan dibahas di sini, tidak berurutan karena saya juga bingung mana yang lebih dahsyat, kalau kurang silakan tambahkan sendiri <img src='http://reviewmusik.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>George Lynch</strong></p>
<p>Turut membesarkan nama Dokken pada era glam rock tahun 80-an, George Lynch merupakan gitaris yang mampu bermain garang tapi juga melodik. Beberapa cirinya: menampilkan petikan chord string yang lembut (Unchain The Night, Dream Warriors, Will The Sun Rise, So Many Tears), atau permainan lick yang bersambung memainkan tone tipis dan tebal (It&#8217;s Not Love, Standing in the Shadows), dan tentu saja gempuran sangar seperti pada &#8220;Kiss of Death&#8221; atau &#8220;Turn on the Action&#8221;. Gaya permainan George Lynch membuka banyak kesempatan ia berekspresi mencuri-curi nada membuat berbagai hook yang memorable. Teknik permainannya terus meningkat setelah ia mendirikan Lynch Mob, sementara <a href="http://reviewmusik.com/2010/12/11/dokken-lightning-strikes-again-2008/" target="_blank">Dokken</a> saat ini juga masih exist dengan gitaris John Levin yang sangat terpengaruh oleh permainan George Lynch era 80-an.</p>
<p><img src="http://www.reviewmusik.com/wp-content/uploads/2011/02/george-lynch.png" alt="George Lynch" /></p>
<p><strong>Alfred Koffler</strong></p>
<p>Gitaris kelompok hard rock Pink Cream 69 (band Andi Deris sebelum Helloween), Alfred Koffler merupakan hooker yang mengerikan, hanya saja tidak terlalu ngetop sampai tidak ada yang menulis tentang dia di wikipedia.org. Ciri khasnya adalah riff cepat dan rumit (untuk ukuran hard rock) dengan sesekali menggunakan teknik pinch harmonic yang unik dan whammy bar. Contoh permainan mautnya terdengar di sepanjang lagu &#8220;Take Those Tears&#8221; (<a href="http://www.youtube.com/watch?v=BIIj9SyaMNE" target="_blank">http://www.youtube.com/watch?v=BIIj9SyaMNE</a> -&gt; link ini juga bagi yang mau melihat Andi Deris jaman dulu, memang frontman sejati!) dan &#8220;One Step Into Paradise&#8221; (<a href="http://www.youtube.com/watch?v=BIIj9SyaMNE" target="_blank">http://www.youtube.com/watch?v=5CEAOnU4bm4</a>).</p>
<p><img src="http://www.reviewmusik.com/wp-content/uploads/2011/02/alfred-koffler.png" alt="Alfred Koffler" /></p>
<p><strong>Richie Sambora</strong></p>
<p>Mungkin karena pernah menikah dengan Heather Locklear yang membintangi film televisi T.J. Hooker, maka Richie termasuk hooker yang handal. Jadi selagi hanyut mendengarkan vokal sexy Jon di lagu-lagu Bon Jovi, dengarkan juga sesekali gitar Richie yang mencuri-curi nada pada timing yang pas, tapi tidak pernah terkesan over. Simak nuansa blues dari petikan-petikan kecil pada &#8220;Hey God&#8221; disusul lick gagah saat reff, atau kocokan uniknya pada &#8220;Keep The Faith&#8221;, atau ritemnya yang terseret-seret horny di &#8220;Bad Medicine&#8221;, ia juga bisa garang seperti ritem rapatnya di &#8220;Only Lonely&#8221; (padahal lagunya mid-tempo). Richie membuktikan untuk menjadi gitaris dunia tidak perlu punya speed gila-gilaan dalam menggerayangi fret gitar, cukup letakkan jari di posisi yang tepat saja.</p>
<p><img src="http://www.reviewmusik.com/wp-content/uploads/2011/02/richie-sambora.png" alt="Richie Sambora" /></p>
<p><strong>Yngwie Malmsteen</strong></p>
<p>Kalau Yngwie membaca kalimat diatas (tidak perlu speed gila-gilaan dalam menggerayangi fret gitar) maka yang nulis mungkin akan diajak duel sampai far beyond the sun. Dalam komposisi lagu-lagunya, Yngwie memang selalu menonjolkan diri, full speed. Salah satu hook terkenalnya adalah pada lagu &#8220;Rising Force&#8221; (Odyssey &#8211; 1988), saat vokalis Joe Lynn Turner selesai mengucap &#8220;&#8230;I hear/feel a rising force&#8221;, langsung disusul melodi singkat padat yang dimainkan secepat kilat oleh Yngwie.  Permainan penuh hook liar tanpa terkesan berantakan (justru dimainkan sangat presisi dan rapi) juga dipamerkan di lagu seperti &#8220;Forever is a Long Time&#8221;, &#8220;Vengeance&#8221;, &#8220;Never Die&#8221;, dan lagu-lagu bertegangan tinggi lainnya.</p>
<p><img src="http://www.reviewmusik.com/wp-content/uploads/2011/02/yngwie-malmsteen.png" alt="Yngwie Malmsteen" /></p>
<p><strong>Roland Grapow</strong></p>
<p>Dari gitaris-gitaris Helloween yang pernah menemani Michael Weikath, menurut hemat saya, Roland Grapow yang paling sexy (glek), terlepas dari kehebatan Kai Hansen dalam menciptakan banyak hit Helloween dan mempopulerkan power metal ala Helloween yang sarat riff cepat rapat yang bikin merinding. Dari album bersama Roland, tercipta sebagian lagu-lagu Helloween dengan hook-hook gitar yang variatif dan berbeda dengan sebelumnya. Mulai terdengar riff patah-patah yang lincah (bukan goyang patah-patah) seperti di &#8220;Mr. Torture&#8221; atau &#8220;Sole Survivor&#8221;, atau simak kegarangannya di &#8220;Midnight Sun&#8221;, juga tanpa melupakan hook-hook jenaka seperti di &#8220;Shit and Lobster&#8221; (heran lagu sebagus ini cuma jadi B-Side), atau nuansa gelap di &#8220;Time of the Oath&#8221; (juga di &#8220;Four Seasons of Life&#8221; dari album solo Roland).</p>
<p><img src="http://www.reviewmusik.com/wp-content/uploads/2011/02/roland-grapow.png" alt="Roland Grapow" /></p>
<p><strong>Akira Takasaki</strong></p>
<p>Salah satu gitaris yang sanggup bermain dengan kecepatan tinggi sambil memperagakan hook maut adalah Akira Takasaki dari Loudness. Dengarkan &#8220;In the Mirror&#8221;, &#8220;S.D.I&#8221;, atau &#8220;Demon Disease&#8221; yang sungguh keterlaluan indahnya. Permainan Akira Takasaki juga terpengaruh Eddie Van Halen, yang dengan pintarnya ia racik dalam musik Loudness sedemikian rupa, seperti yang terdengar di salah satu masterpiece Loudness: &#8220;Let It Go&#8221; (lagu ini juga sarat hook keren). Berbagai hook nikmat juga dimainkan pada &#8220;Run For Your Life&#8221;, &#8220;Love Toys&#8221;, dan masih banyak lagi.</p>
<p><img src="http://www.reviewmusik.com/wp-content/uploads/2011/02/akira-takasaki.png" alt="Akira Takasaki" /></p>
<p><strong>Slash</strong></p>
<p>Berharap Slash memainkan solo rumit bernuansa sweep picking, arpeggio, dan hal-hal yang berbau shredding seperti tiga gitaris sebelumnya (Yngwie, Roland, dan Akira Takasaki) akan lebih sulit dibandingkan mengharapkan seekor kuda nil keluar dari topi Slash. Tapi untuk urusan meracik nada gitar di seksi ritem, ia tidak pernah memainkannya dengan monoton. Nada-nada super sibuknya (dan susah ditiru) bersama Izzy Stradlin pada masa emas Guns &#8216;N Roses terdengar di lagu-lagu seperti &#8220;Welcome to the Jungle&#8221;, &#8220;Anything Goes&#8221;, &#8220;Don&#8217;t Damn Me&#8221;, &#8220;You Could Be Mine&#8221;.</p>
<p><img src="http://www.reviewmusik.com/wp-content/uploads/2011/02/slash.png" alt="Slash" /></p>
<p><strong>Dave Mustaine</strong></p>
<p>Bergantian gitaris tingkat dunia keluar masuk Megadeth, ciri kocokan gitar pada lagu-lagu Megadeth tetap sama: rumit dan menggigit, selama masih ada Dave Mustaine di sana. Salah satu lagu penuh dengan hook maut yang hampir tak masuk akal adalah &#8220;Holy Wars&#8230; The Punishment Due&#8221; bersama Marty Friedman. Pada bagian solo di akhir lagu tersebut, hanya dengan memainkan 1 senar dengan cepat, Mustaine dapat memproduksi ritem dengan efek harmonic dengan urutan up-down stroke yang unik. Contoh gila lainnya, dengarkan bagaimana ia mengatur riff bernuansa kereta api di &#8220;Train of Consequences&#8221;.</p>
<p><img src="http://www.reviewmusik.com/wp-content/uploads/2011/02/dave-mustaine.png" alt="Dave Mustaine" /></p>
<p><strong>Steve Vai</strong></p>
<p>Kreativitas Steve Vai tidak perlu diragukan lagi, mungkin dia satu-satunya gitaris dunia yang memasukkan kipas angin dalam peralatan panggungnya (kipas angin digunakan untuk membuat efek rambutnya berkibar-kibar). Soal nge-hook, dengarkan album &#8220;Slip of the Tongue&#8221; dari Whitesnake yang menghadirkan Steve Vai sebagai gitaris (Vai membuat album ini menjadi kurang bernuansa Whitesnake, tetapi nuansa Vaisnake ternyata enak juga!), ataupun lagu-lagu saat ia menjadi gitaris David Lee Roth, plus sederet album solonya.</p>
<p><img src="http://www.reviewmusik.com/wp-content/uploads/2011/02/steve-vai.png" alt="Steve Vai" /></p>
<p><strong>Vito Bratta</strong></p>
<p>Permainan Vito Bratta merupakan jantung musik White Lion, itulah alasan logis kenapa Mike Tramp tidak pernah sukses menghidupkan kembali si Singa Putih, karena ia tidak menemukan gitaris sekaliber Vito. Lagu &#8220;Little Fighter&#8221; merupakan contoh kreativitas Vito menciptakan hook-hook yang begitu nikmat, menyuntik setiap ruang kosong dengan untain nada yang menggairahkan. Bahkan ballad-ballad seperti &#8220;You&#8217;re All I Need&#8221; dan &#8220;When The Children Cry&#8221; juga sarat dengan hook manis.</p>
<p><img src="http://www.reviewmusik.com/wp-content/uploads/2011/02/vito-bratta.png" alt="Vito Bratta" /></p>
<p><em>Daftar istilah yang digunakan pada artikel ini:</em></p>
<p><strong>hook:</strong> sekelumit melodi/ritem yang catchy, hook yang kebablasan mungkin disebut dengan solo gitar. Hook bisa berupa riff ataupun lick.<br />
<strong> riff: </strong>pola yang berulang/progresi chord, lebih mengarah ke ritem.<br />
<strong> lick:</strong> pola yang membentuk melodi singkat sebagai variasi.<br />
<strong> harmonic:</strong> overtone atau nada dengan frekuensi tinggi (bisa jadi melewati batas fret) yang dicapai dengan teknik tertentu penekanan string.<br />
<strong> whammy bar:</strong> tangkai gitar untuk menghasilkan efek vibra.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Reviewmusikcom/~4/eZHCitBwQNQ" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reviewmusik.com/2011/02/20/hooker-hooker-ganas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://reviewmusik.com/2011/02/20/hooker-hooker-ganas/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Ballad Metal Terbaik Part 1</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Reviewmusikcom/~3/4XNIHW_wHMc/</link>
		<comments>http://reviewmusik.com/2011/01/01/ballad-metal-terbaik-part-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Jan 2011 16:46:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Angra]]></category>
		<category><![CDATA[Ballad]]></category>
		<category><![CDATA[Bon Jovi]]></category>
		<category><![CDATA[Crimson Glory]]></category>
		<category><![CDATA[DragonForce]]></category>
		<category><![CDATA[Gamma Ray]]></category>
		<category><![CDATA[Iron Maiden]]></category>
		<category><![CDATA[Manowar]]></category>
		<category><![CDATA[Motley Crue]]></category>
		<category><![CDATA[X Japan]]></category>
		<category><![CDATA[Yngwie Malmsteen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reviewmusik.com/?p=284</guid>
		<description><![CDATA[Buat band rock/metal, membawakan lagu ballad bukanlah dosa, malah sejujurnya banyak band metal dapat merengkuh segmen pendengar yang lebih luas dengan lagu ballad, bahkan beberapa ballad akhirnya menjadi legenda, sebut saja antara lain &#8220;Soldier of Fortune&#8221; (Deep Purple), &#8220;Stairway To Heaven&#8221; (Led Zeppelin), &#8220;Still Loving You&#8221; (Scorpions), dan masih banyak lagi. Jadi, jangan malu walaupun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://reviewmusik.com/wp-content/uploads/2011/01/metal-ballad.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-285" title="metal-ballad" src="http://reviewmusik.com/wp-content/uploads/2011/01/metal-ballad.jpg" alt="" width="223" height="223" /></a>Buat band rock/metal, membawakan lagu ballad bukanlah dosa, malah sejujurnya banyak band metal dapat merengkuh segmen pendengar yang lebih luas dengan lagu ballad, bahkan beberapa ballad akhirnya menjadi legenda, sebut saja antara lain &#8220;Soldier of Fortune&#8221; (Deep Purple), &#8220;Stairway To Heaven&#8221; (Led Zeppelin), &#8220;Still Loving You&#8221; (Scorpions), dan masih banyak lagi. Jadi, jangan malu walaupun seandainya kita gondrong dan punya lengan mirip Steve Harris (tato-nya), tetapi memiliki koleksi CD kompilasi sendiri berisi ballad favorit, yang khusus dimainkan saat lagi.. ehm.. ehm.. sendu.<br />
<span id="more-284"></span><br />
Berikut adalah ballad terbaik dari beberapa band rock/metal menurut saya. Bisa berbeda dengan selera pembaca karena musik memang subyektif, semakin banyak pendapat semakin bagus. Sebenarnya yang lebih sulit justru mendefinisikan kriteria apa yang termasuk lagu ballad <img src='http://reviewmusik.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Tapi untuk memudahkan, anggaplah ballad di sini adalah lagu (dengan vokal) yang cukup didominasi oleh tempo yang slow dan yang penting bisa membawa emosi (tapi bukan bikin emosi).</p>
<p><strong>Angra &#8211; Heroes of the Sand</strong></p>
<p>Band metal Brazil ini mungkin lebih terkenal dengan lagu metal bertempo cepat yang dimainkan dengan teknik tinggi. Padahal, Angra tidak pernah lupa menyisipkan ballad di setiap albumnya, hanya saja corak balladnya memang tidak sederhana, karena unsur metal masih banyak membalut lagu-lagu ballad Angra. &#8220;Heroes of the Sand&#8221; merupakan lagu dari album &#8220;<a href="http://reviewmusik.com/2010/12/11/angra-rebirth-2001/" target="_blank">Rebirth</a>&#8221; (2001), sebuah ballad megah yang membuktikan Angra tidak salah memilih vokalis Edu Falaschi sebagai pengganti Andre Matos.</p>
<p><strong>Bon Jovi &#8211; Dry County</strong></p>
<p>Sangat sulit menentukan ballad terbaik dari Bon Jovi, yang sudah banyak menghasilkan ballad yang keren-keren. Tetapi akhirnya saya memilih lagu terpanjang yang pernah dibuat Bon Jovi (9:52 menit), yaitu &#8220;Dry County&#8221; (album &#8220;Keep The Faith&#8221; &#8211; 1992). Berbeda dengan ballad Bon Jovi yang lain, struktur lagu ini termasuk unik karena memiliki solo gitar yang panjang, yang juga berperan menghidupkan emosi lagu ini.</p>
<p><strong>Crimson Glory &#8211; Song For Angels</strong></p>
<p>Salah satu vokalis yang sanggup menyuarakan emosinya melalui vokal adalah <a href="http://reviewmusik.com/2010/12/14/in-memoriam-of-midnight/" target="_blank">Midnight</a>, kita seakan dapat merasakan emosi yang begitu kuat dari lantunannya pada ballad-ballad Crimson Glory. Tidak terkecuali &#8220;Song for Angels&#8221; dari album &#8220;Strange and Beautiful&#8221; (1991). Lagu indah yang sangat menggugah semangat, potongan lirik &#8220;even angels need to learn how to fly&#8221; tidak akan dilupakan begitu saja bagi pendengar yang meresapi lagu ini.</p>
<p><strong>DragonForce &#8211; Dawn Over a New World</strong></p>
<p>Sebagai band beraliran extreme power metal, sampai saat ini (setau saya) DragonForce hanya memiliki 3 ballad: &#8220;Starfire&#8221;, &#8220;Dawn Over a New World&#8221;, dan &#8220;Trail of Broken Hearts&#8221;. Semuanya keren, tetapi jika harus diambil yang terbaik, pilihan jatuh pada &#8220;Dawn Over a New World&#8221; dari album &#8220;Sonic Firestorm&#8221; (2004). Jika didengar sekilas, lagu ini mungkin seperti ballad sederhana, tapi sebaliknya, sebenarnya lagu ini mempunyai struktur yang kompleks yang mungkin tidak disadari. Umumnya lagu (apalagi jenis ballad) terdiri 3 atau 4 bagian (misalnya verse, pre-chorus, chorus, bridge), tetapi lagu ini memiliki 6 bagian! Variasi ditambah lagi dengan naik 1 nada pada chorus terakhir, sehingga saat mendengarnya, mungkin akan ada sesuatu yang membuat lagu ini mengalun hidup dengan sangat nikmat.</p>
<p><strong>Gamma Ray &#8211; The Silence</strong></p>
<p>Tidak sulit menentukan ballad terbaik Gamma Ray, karena &#8220;The Silence&#8221; (album &#8220;Heading For Tomorrow&#8221; &#8211; 1990) adalah sebuah masterpiece dunia per-metalballad-an, ballad megah yang terdiri dari 8 bait berbeda dan tidak ada satupun yang diulang, jadi bisa dibilang lagu ini tidak ada bagian reff-nya. Keunggulan lainnya tentu vokal Ralf Scheepers yang sakti, walaupun lagu ini pernah dirilis ulang dengan Kai Hansen pada vokal, tapi masih kalah telak dengan versi Ralf.</p>
<p><strong>Iron Maiden &#8211; Infinite Dreams</strong></p>
<p>Tidak bisa disebut ballad murni karena bagian tengah lagu &#8220;Infinite Dreams&#8221; mampu membuat headbanging. Lagu ini inovatif sekaligus legendaris, dari album &#8220;<a href="http://reviewmusik.com/2010/12/18/iron-maiden-seventh-son-of-a-seventh-son-1988/" target="_blank">Seventh Son of a Seventh Son</a>&#8221; (1988). Bisa dibilang salah satu puncak kreativitas Iron Maiden dan kehandalan vokal Bruce Dickinson. Pada album-album berikutnya, barangkali Iron Maiden ingin mengulang kesuksesan lagu ini melalui track &#8220;No Prayer For The Dying&#8221; (1990) dan &#8220;Afraid to Shoot Stranger&#8221; (1992) yang memiliki pola yang kurang lebih mirip.</p>
<p><strong>Manowar &#8211; Heart of Steel</strong></p>
<p>Memiliki personil-personil kekar, tidak berarti miskin stock ballad. Manowar punya beberapa ballad, biarpun tetap bertema kepahlawanan atau dewa. &#8220;Heart of Steel&#8221; dari album &#8220;Kings of Metal&#8221; (1988), tidak diragukan lagi adalah ballad yang membakar semangat sampai ke ubun-ubun.</p>
<p><strong>Motley Crue &#8211; You&#8217;re All I Need</strong></p>
<p>&#8220;Home Sweet Home&#8221; mungkin ballad Motley Crue yang paling ngetop, tapi saya lebih memilih &#8220;You&#8217;re All I Need&#8221; (album &#8220;Girls, Girls, Girls&#8221; &#8211; 1987) sebagai best ballad mereka. Keistimewaannya terletak pada nada lagu mendayu-dayu yang ternyata kontras dengan lirik yang psikopat, dan tentu saja vokal Vince Neil yang tidak ada duanya.</p>
<p><strong>X Japan &#8211; Tears</strong></p>
<p>Inilah band yang jenius dalam menciptakan lagu yang mengharabirukan perasaan, biasanya diiringi dengan permainan piano Yoshiki yang menyentuh. Saya memilih &#8220;Tears&#8221; (album &#8220;<a href="http://reviewmusik.com/2010/12/15/x-japan-dahlia-1996/" target="_blank">Dahlia</a>&#8221; &#8211; 1996) sebagai best of ballads mereka. Lagu ini justru tidak terlalu memikat pada pendengaran pertama (beda seperti &#8220;Endless Rain&#8221; yang bisa langsung akrab dengan telinga), tetapi jika sudah tersentuh oleh lagu ini, tidak akan mudah melupakannya.</p>
<p><strong>Yngwie Malmsteen &#8211; Forever One</strong></p>
<p>Yngwie baru &#8220;belajar&#8221; nge-ballad (non-instrumental) pada album ke-4 yaitu &#8220;Odyssey&#8221; (1988) dengan lagu &#8220;Dreaming (Tell Me)&#8221;, dan setelah itu cukup banyak menghasilkan ballad berkualitas seperti &#8220;Save Our Love&#8221;, &#8220;Prisoners of Your Love&#8221;, &#8220;I&#8217;m My Own Enemy&#8221; dan seterusnya. Tapi kalau ditanya ballad terbaiknya, saya akan memilih &#8220;Forever One&#8221; (album &#8220;Seventh Sign&#8221; &#8211; 1994). Vokal Mike Vescera sangat jernih dan kuat, menyanyikan range nada yang sulit dijangkau tanpa menjadi serak, dan tentu saja karena lagunya memang menghanyutkan.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Reviewmusikcom/~4/4XNIHW_wHMc" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reviewmusik.com/2011/01/01/ballad-metal-terbaik-part-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://reviewmusik.com/2011/01/01/ballad-metal-terbaik-part-1/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Avenged Sevenfold – Nightmare (2010)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Reviewmusikcom/~3/SzUysb_eRdc/</link>
		<comments>http://reviewmusik.com/2011/01/01/avenged-sevenfold-nightmare-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Jan 2011 02:57:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Album]]></category>
		<category><![CDATA[Avenged Sevenfold]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reviewmusik.com/?p=279</guid>
		<description><![CDATA[Perjalanan memahami Avenged Sevenfold Dengan &#8220;Nightmare&#8221; Entah mengapa, dulu setiap mendengar nama Avenged Sevenfold atau A7X, bayangan saya adalah band idola ABG beraliran heavy metal, atau kasarnya, A7X cuma band metal kemarin sore yang tidak bisa dibandingkan dengan band heavy metal yang sudah melegenda seperti Iron Maiden, Metallica, dan lain-lain. Tetapi kesan itu perlahan bergeser [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Perjalanan memahami Avenged Sevenfold Dengan &#8220;Nightmare&#8221;</strong><a href="http://reviewmusik.com/wp-content/uploads/2011/01/220px-Avenged_Sevenfold_-_Nightmare.png"><img class="alignright size-full wp-image-280" title="220px-Avenged_Sevenfold_-_Nightmare" src="http://reviewmusik.com/wp-content/uploads/2011/01/220px-Avenged_Sevenfold_-_Nightmare.png" alt="Avenged Sevenfold - Nightmare" width="220" height="220" /></a></p>
<p>Entah mengapa, dulu setiap mendengar nama Avenged Sevenfold atau A7X, bayangan saya adalah band idola ABG beraliran heavy metal, atau kasarnya, A7X cuma band metal kemarin sore yang tidak bisa dibandingkan dengan band heavy metal yang sudah melegenda seperti Iron Maiden, Metallica, dan lain-lain.<span id="more-279"></span></p>
<p>Tetapi kesan itu perlahan bergeser setelah mendengarkan beberapa lagu A7X, lalu saat A7X meng-cover lagu <a href="http://reviewmusik.com/2010/12/19/god-of-war-iii-blood-metal-2010/" target="_blank">&#8220;Flash of the Blade&#8221;</a> dari Iron Maiden dengan sangat baik, dan pada album &#8220;Nightmare&#8221; ini, mereka bahkan berhasil menarik Mike Portnoy (Dream Theater) sebagai drummer untuk menyelesaikan rekaman album ini, setelah tragedi menimpa drummer mereka &#8211; The Rev &#8211; yang ditemukan meninggal di rumahnya di penghujung tahun 2009.</p>
<p>A7X jelas memiliki kelas tersendiri, mungkin mirip seperti saat Iron Maiden dan band sejenisnya dulu mempelopori New Wave of British Heavy Metal (NWOBHM), dan sekarang A7X merupakan salah satu pelopor New Wave of American Heavy Metal (NWOAHM). Karena itu, saya memutuskan mencoba mendalami musik anak-anak muda California ini dari album terbaru mereka: &#8220;Nightmare&#8221;. Track by track.</p>
<p><strong>1. Nightmare</strong></p>
<p>Nuansa suram ditunjukkan sejak awal lagu, vokal M. Shadows yang mengeksplorasi berbagai karakter suara (growl, clean, berat, cempreng) mengingatkan saya pada Mike Patton (Faith No More). Aransemen yang rapi dan teknik bermusik yang tinggi menunjukkan kelas A7X. Beberapa bagian lagu mengingatkan saya pada Dream Theater, mungkin juga karena sudah mengetahui sang penabuh drums adalah Mike Portnoy, plus gaya vokal growling juga kadang digunakan James LaBrie.</p>
<p>score: 5/5</p>
<p><strong>2. Welcome To The Family</strong></p>
<p>Saya sangat menyukai chorus yang melodis dan uplifting di lagu ini, dengan background melodi gitar yang memikat, nyaris menyerupai band beraliran European Power Metal.  Tetapi tidak lantas menjadi tipe lagu Happy Happy Helloween, karena selalu ada bagian dimana A7X mempertahankan nuansa suram, dimana tempo melambat dan vokal M. Shadows yang tidak pernah terdengar bahagia mengumandang.</p>
<p>score: 5/5</p>
<p><strong>3. Danger Line</strong></p>
<p>Riff gitar yang lincah dan rapat, melodi yang mencuri-curi, serta permainan tempo yang sangat variatif, mengiringi lagu &#8220;Danger Line&#8221; yang memikat dari awal sampai akhir. Bagian akhir berupa solo gitar yang sendu dengan background piano dimainkan dalam mid-tempo, ditambah siulan ala GNR (atau Scorpions), luar biasa menyentuh! Berturut-turut 3 lagu album ini berhasil menunjukkan kualitas tinggi.</p>
<p>score: 5/5</p>
<p><strong>4. Buried Alive</strong></p>
<p>Lagu ini diawali dengan intro permainan gitar eksotis tanpa distorsi, sekilas mengingatkan saya pada style Marty Friedman. Lalu masuk harmoni gitar lembut, dan vokal M. Shadows mengalun merdu. Awalnya boleh bercorak ballad, tetapi dengan mulus A7X mengubah lagu ini menjadi metal padat yang mengingatkan saya akan &#8220;Ride The Lighting&#8221; (Metallica) pada menit terakhir.</p>
<p>score: 4/5</p>
<p><strong>5. Natural Born Killer</strong></p>
<p>Lagu cepat yang dinamis, menggabungkan unsur progressive dan metalcore yang kental, dan permainan super cepat Mike Portnoy pada beberapa bagian, dengan chorus yang mudah diingat, lagu ini punya potensi menjadi populer. Mudah dicerna, tetapi perlu skill tinggi untuk memainkannya!</p>
<p>score: 5/5</p>
<p><strong>6. So Far Away</strong></p>
<p>Untuk pertama kalinya pada album ini, suara gitar akustik terdengar mengiringi ballad sedih &#8220;So Far Away&#8221;.  M. Shadows bernyanyi dengan cukup santai tanpa growl. Easy listening dengan chorus yang mudah akrab, dengan sedikit klimaks pada akhir lagu saat tempo meningkat, diiringi melodi gitar yang menyayat hati.</p>
<p>score: 4/5</p>
<p><strong>7. God Hates Us</strong></p>
<p>Sebuah nomor bercorak metalcore komplit dengan memamerkan growling dari M. Shadows. Kembali menampilkan kepiawaian personil A7X, riff gitar liar namun rapi, diracik dengan struktur lagu yang dinamis.</p>
<p>score: 3/5</p>
<p><strong>8. Victim</strong></p>
<p>Satu lagi track bernuansa ballad, mengalun lambat dengan iringan akustik yang dominan dan vokal khas M. Shadows. Tempo mulai dinaikkan menjelang tengah lagu, dengan dua kali diselingi gitar solo yang menyentuh. Walaupun bukan track yang termasuk kompleks, tetapi durasinya mencapai 7 menit lebih. Tetapi sama sekali tidak terdengar membosankan.</p>
<p>score: 3/5</p>
<p><strong>9. Tonight The World Dies</strong></p>
<p>Kembali sebuah ballad yang suram, menonjolkan vokal M.Shadows yang juga suram.  Unik juga kalau dirunut ternyata album ini cukup banyak bermuatan tempo yang lambat tetapi bernuansa gelap. &#8220;Tonight The World Dies&#8221; adalah lagu yang termasuk singkat dalam album ini (4:41).</p>
<p>score: 3/5</p>
<p><strong>10. Fiction</strong></p>
<p>Lagu yang dinyanyikan oleh The Rev sebagai lead vocal bersama M. Shadows. Lagu unik ini didominasi oleh suara piano, walau awalnya bercorak eksperimen, tetapi perlahan menjadi lagu syahdu yang begitu menyentuh, seakan mengantar kepergian The Rev.</p>
<p>I hope it&#8217;s worth it, what&#8217;s left behind me, yeah<br />
I know you&#8217;ll find your own way when I&#8217;m not with you<br />
So tell everybody, the ones who walk beside me, yeah<br />
I know you&#8217;ll find your own way when I&#8217;m not with you tonight</p>
<p>score: 4/5</p>
<p><strong>11. Save Me</strong></p>
<p>Lagu dengan durasi terpanjang di album ini (10:56), kembali menunjukkan sisi agresif dan dinamis musik A7X dengan struktur lagu yang kompleks, kendati tidak bermain pada tempo yang cepat. Penutup album yang sempurna.</p>
<p>score: 4/5</p>
<p>Personnel:<br />
M. Shadows &#8211; vocals<br />
Synyster Gates &#8211; lead guitar<br />
Zacky Vengeance &#8211; rhythm guitar<br />
Johnny Christ &#8211; bass<br />
The Rev &#8211; drum arrangements, drums on Nightmware&#8217;s Demo<br />
Mike Portnoy &#8211; drums</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Reviewmusikcom/~4/SzUysb_eRdc" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reviewmusik.com/2011/01/01/avenged-sevenfold-nightmare-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://reviewmusik.com/2011/01/01/avenged-sevenfold-nightmare-2010/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Heavenly – Carpe Diem (2009)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Reviewmusikcom/~3/n9Ycs6HWRc8/</link>
		<comments>http://reviewmusik.com/2010/12/19/heavenly-carpe-diem-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Dec 2010 09:42:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Album]]></category>
		<category><![CDATA[Heavenly]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reviewmusik.com/?p=277</guid>
		<description><![CDATA[Blow you up to heaven! Entah apakah nama Heavenly cukup dikenal di dunia musik hingar bingar, tapi sepertinya band satu ini tidak se-ngetop band sebangsa-nya seperti Helloween, Gamma Ray, Angra, Edguy, Dragonforce, Stratovarius, atau Sonata Arctica. Setidaknya, kalau dilihat dari rank alexa (alexa.com) masing-masing official website, urutannya saat saya menulis ini adalah: Sonata Arctica (sonataarctica.info) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.reviewmusik.com/old/img_album/heavenly-carpe-diem.jpg" alt="" width="120" height="120" align="right" /><strong><span style="font-size: small;">Blow you up to heaven!</span></strong></p>
<p>Entah apakah nama Heavenly cukup dikenal di dunia musik  hingar bingar, tapi sepertinya band satu ini tidak se-ngetop band  sebangsa-nya seperti Helloween, Gamma Ray, Angra, Edguy, Dragonforce,  Stratovarius, atau Sonata Arctica. Setidaknya, kalau dilihat dari rank  alexa (alexa.com) masing-masing official website, urutannya saat saya  menulis ini adalah:</p>
<p>Sonata Arctica (sonataarctica.info) &#8211; 187,229<br />
Helloween (helloween.org) &#8211; 240,789<br />
Dragonforce (dragonforce.com) &#8211; 280,627<br />
Stratovarius (stratovarius.com) &#8211; 398,256<br />
Edguy (edguy.net) &#8211; 692,219<br />
Gamma Ray (gammaray.org) &#8211; 759,087</p>
<p>dan&#8230;<br />
<span id="more-277"></span><br />
Heavenly (heavenly.fr) &#8211; 1,587,113</p>
<p>Angka  di samping kanan adalah peringkat website tersebut menurut alexa.com,  semakin kecil semakin baik (google.com adalah peringkat 1, facebook.com  adalah peringkat 2, dan seterusnya). Peringkat ini selalu di-update.</p>
<p>Artinya,  menurut alexa.com, saat ini peringkat website Heavenly adalah yang  paling jarang disamperin orang, dibanding band power metal yang  disebutkan tadi. Padahal, dilihat dari kemampuan musisi dan kedahsyatan  lagu-lagunya, Heavenly sanggup bersaing ketat atau bahkan dari beberapa  hal, mampu melewati semuanya.</p>
<p>Salah satu yang membuat Heavenly  kurang populer, mungkin adalah nama band + asal negaranya (Perancis,  rasanya tidak banyak band power metal dari sana yang mendunia). Coba  kalau nama bandnya Sotto Perancis (berhubung vokalisnya Benjamin Sotto),  mungkin puluhan juta rakyat Indonesia langsung penasaran, apakah bisa  menandingi rasa soto madura atau soto banjar.</p>
<p>Ok, cukup intronya  (oh rupanya tadi baru intro), album terbaru Heavenly di penghujung 2009  ini berjudul &#8220;Carpe Diem&#8221;, album kelima Heavenly dan menampilkan cover  yang luar biasa norak, tapi no problem karena seksi habis. Ini adalah  album happy happy Heavenly, riff bernuansa gelap berkurang, tidak  seperti album &#8220;Dust to Dust&#8221; atau &#8220;Virus&#8221;.</p>
<p>Track pembuka &#8220;Carpe  Diem&#8221;, tetap menampilkan riff yang ribet bin keriting plus struktur lagu  yang kompleks, biarpun chorusnya tetap melodik, dan riang gembira,  Heavenly-mania tidak akan asing dengan resep ini. Porsi solo gitar  dieksekusi dengan brilian oleh duet Charley Corbiaux dan Olivier  Lapauze. Duo ini cukup kompak, melodi solo gitar yang keren dan  memorable banyak terdengar di keseluruhan album ini.</p>
<p>Track  selanjutnya &#8220;Lost In Your Eyes&#8221;, standard mid tempo power metal,  sebenarnya tidak terlalu istimewa untuk ukuran Heavenly, tapi tetap  asyik. Nah, yang menakjubkan adalah track ke-3: &#8220;Farewell&#8221; sebuah ballad  yang megah. Nuansa Queen sangat kental, sebenarnya sih sudah dari dulu  Heavenly ber-Queen ria dengan harmonisasi vokal dan chorus-chorus megah,  tetapi kali ini semakin kental dengan dentingan piano dan belokan  nadanya, bahkan style solo gitarnya juga kok mirip-mirip Brian May <img src='http://reviewmusik.com/wp-includes/images/smilies/icon_surprised.gif' alt=':o' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ditambah  lagi, vokal Benjamin Sotto yang semakin piawai melentingkan not demi  not, tinggi maupun rendah, berakrobatik tanpa kesulitan. Saya berani  mensejajarkan &#8220;Farewell&#8221; dengan &#8220;The Silence&#8221; dari Gamma Ray. Hanya  saja, lagu-lagu seperti ini bukan jenis lagu yang sekali dengar bakal  suka, it`s growing, gitu bahasa bule-nya.</p>
<p>Kalau mau power metal  yang straight-forward, wajib menyimak &#8220;Fullmoon&#8221; yang menghentak full  semangat `45. Seharusnya ini bisa jadi lagu wajib Heavenly, karena  jarang Heavenly membuat lagu yang simple tapi to the point merasuki jiwa  yang menggelora dan haus kebebasan (ngomong apa sih). Kurang lebih,  Heavenly seharusnya punya lagu wajib + ngetop seperti layaknya Helloween  dengan &#8220;I Want Out&#8221; atau&#8230; &#8220;Windmill&#8221; (buktinya, banyak yang  teriak-teriak &#8220;Windmill&#8221; waktu Helloween konser di Jakarta, walaupun  dicuekin Andi Deris dkk).</p>
<p>&#8220;A Better Me&#8221;, semi-ballad yang  kembali memamerkan range dan teknik vokal aduhai Benjamin Sotto,  bagaikan Freddie Mercury yang hidup lagi (tapi nyasar jadi musisi  metal). Dengarkan bagaimana ia &#8220;bercanda&#8221; dengan nada-nada sulit. Sampai  track ke-5 ini semua lagu layak dapat 5 jempol (minjem dari siapa aja  tuh jempol).</p>
<p>&#8220;Ashen Paradise&#8221; merupakan lagu power metal khas  Heavenly, menonjolkan solo gitar maut, di tengah lagu Heavenly  menyisipkan bagian lagu yang mirip-mirip dengan &#8220;Painkiller&#8221;-nya Judas  Priest, entah cuma kebetulan mirip atau kesengajaan, tapi lumayan&#8230;.  bikin bingung <img src='http://reviewmusik.com/wp-includes/images/smilies/icon_neutral.gif' alt=':|' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&#8220;The Face Of Truth&#8221; tumben-tumbennya menampilkan  derap bass ala Iron Maiden, juga ada warna-warna Gamma Ray disini.  Tetapi keseluruhan tetap khas Heavenly (apalagi kalau sudah dengar bunyi  lonceng yang sering terdengar di lagu-lagu Heavenly, jangan-jangan ada  satu musisi khusus yang tugasnya mainin lonceng?), ini juga salah satu  lagu yang bersinar di album ini. Selanjutnya, &#8220;Ode To Joy&#8221; adalah 9th  Symphony/Song of Joy-nya Beethoven versi Heavenly, yang diacak-acak jadi  metal gaya Heavenly, yah&#8230; semoga tidak membuat Beethoven bangkit  penasaran.</p>
<p>Lagu terakhir &#8220;Save Our Souls&#8221;, walaupun bukan lagu  yang jelek, tetapi merupakan antiklimaks album yang pantas disebut  masterpiece ini. Sayangnya lagi, hanya 9 lagu yang ditawarkan Heavenly  dengan durasi rata-rata lagu sekitar 5 menit, tetapi tidak mengubah  penilaian saya, bahwa &#8220;Carpe Diem&#8221; adalah album terbaik Heavenly sampai  saat ini, dan seharusnya juga semakin membuktikan bahwa Ben Sotto adalah  salah satu vokalis terbaik blantika metal dunia (paling tidak menurut  salah satu penulis di reviewmusik.com!).</p>
<p>Track Listing:</p>
<p>1. Carpe Diem<br />
2. Lost In Your Eyes<br />
3. Farewell<br />
4. FullMoon<br />
5. A Better Me<br />
6. Ashen Paradise<br />
7. The Face Of Truth<br />
8. Ode To Joy<br />
9. Save Our Souls</p>
<p>Musicians:</p>
<p>Benjamin Sotto &#8211; vocals<br />
Charley Corbiaux &#8211; guitar<br />
Matthieu Plana &#8211; bass<br />
Olivier Lapauze &#8211; guitar<br />
Thomas Das Neves &#8211; drums</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Reviewmusikcom/~4/n9Ycs6HWRc8" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reviewmusik.com/2010/12/19/heavenly-carpe-diem-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://reviewmusik.com/2010/12/19/heavenly-carpe-diem-2009/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Kymera – Stay Tonight (1987)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Reviewmusikcom/~3/Js3cteKYs9A/</link>
		<comments>http://reviewmusik.com/2010/12/19/kymera-stay-tonight-1987/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Dec 2010 09:39:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lagu]]></category>
		<category><![CDATA[Andi Deris]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reviewmusik.com/?p=274</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin tidak banyak yang mengetahui lagu apa gerangan ini, tapi bagi fans berat Helloween, setidaknya pasti kenal suara vokalisnya, yaitu Mr. Andi Deris. Ya, Kymera adalah band Andi Deris sebelum Pink Cream 69, lagu Stay Tonight ini merupakan salah satu lagu dari album Kymera yang berjudul No Mercy (1987). Mengapa saya membahas lagu ini, latar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin tidak banyak yang mengetahui lagu apa gerangan ini, tapi bagi  fans berat Helloween, setidaknya pasti kenal suara vokalisnya, yaitu  Mr. Andi Deris.</p>
<p>Ya, Kymera adalah band Andi Deris sebelum Pink Cream 69, lagu Stay  Tonight ini merupakan salah satu lagu dari album Kymera yang berjudul No  Mercy (1987).<span id="more-274"></span></p>
<p>Mengapa saya membahas lagu ini, latar belakangnya adalah saat secara tidak sengaja melihat video YouTube yang berjudul <strong>Andi Deris at his &#8220;best&#8221;</strong> di URL <a href="http://www.youtube.com/watch?v=VhQLwsSAW2U">http://www.youtube.com/watch?v=VhQLwsSAW2U</a></p>
<p>Bagi fans Andi Deris (seperti saya), video tersebut lebih memalukan  daripada cerita tewasnya David Carradine. At his &#8220;best&#8221; yang dimaksud di  video itu adalah nada-nada falsetto Deris yang kepayahan berusaha  menjangkau nada tinggi (ehm.. tapi mau nggak mau sih nyengir juga  ngeliat videonya).</p>
<p>Mungkin sang pembuat video belum pernah mendengar Andi Deris at his  real BEST. Harus diakui, jangkauan vokal Andi Deris sedikit menurun  dibandingkan saat ia masih di Kymera atau Pink Cream 69. Tetapi kalau  judulnya adalah at his best, seharusnya lagu semacam ini yang  ditampilkan.</p>
<p><em>Stay Tonight </em>sendiri merupakan lagu rock ballad khas Andi  Deris, yang sudah mendengar album solo Andi Deris, Come In From The Rain  (1997) dan Done By Mirrors (1999), pasti menangkap gaya musikal Deris,  yang sebenarnya berbeda dengan taste old Helloween.</p>
<p>Walaupun bercorak ballad, tetapi lagu ini merupakan saksi kedahsyatan vokal Andi Deris. Teriakan gagah Deris melantunkan <em>&#8220;Stay tonight&#8230; be together, feel alright.. hold me tight&#8230; untill the morning brings a light&#8230;&#8221;</em> menjadikan kekuatan utama lagu ini, karena agak jarang jenis teriakan  seperti ini dinyanyikan pada lagu ballad, lebih sering pada lagu  bertempo cepat. Tetapi Andi Deris dapat melakukannya dengan feel yang  tepat, menjadikan reff Stay Tonight dapat melintas kapan saja di benak  kita (asal jangan disenandungkan di sembarang tempat, nanti dikirain  lagi stress).</p>
<p>Penasaran? Simak video &#8220;Stay Tonight&#8221; di YouTube berikut ini: <a href="http://www.youtube.com/watch?v=jh5AR5DDtec">http://www.youtube.com/watch?v=jh5AR5DDtec</a></p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="344" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/jh5AR5DDtec&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="344" src="http://www.youtube.com/v/jh5AR5DDtec&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p>rating: 4/5</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Reviewmusikcom/~4/Js3cteKYs9A" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reviewmusik.com/2010/12/19/kymera-stay-tonight-1987/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://reviewmusik.com/2010/12/19/kymera-stay-tonight-1987/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Nightwish – While Your Lips Are Still Red (2007)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Reviewmusikcom/~3/FsXjc2Oj_9o/</link>
		<comments>http://reviewmusik.com/2010/12/19/nightwish-while-your-lips-are-still-red-2007/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Dec 2010 09:22:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lagu]]></category>
		<category><![CDATA[Nightwish]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reviewmusik.com/?p=269</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;While Your Lips Are Still Red&#8221; adalah lagu yang ditulis oleh 2 anggota Nightwish yaitu Tuomas Holopainen dan Marco Hietala untuk soundtrack film &#8220;Lieksa!&#8221;. Walaupun aslinya bukan merupakan lagu Nightwish, tapi lagu ini tetap muncul di single Nightwish yang berjudul &#8220;Amaranth&#8221;. Jadi ya tetap menggunakan nama Nightwish.. Lagu ballad ini sungguh sangat menyentuh. Marco Hietala [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;While Your Lips Are Still Red&#8221; adalah lagu yang ditulis oleh 2 anggota Nightwish yaitu Tuomas Holopainen dan Marco Hietala untuk soundtrack film &#8220;Lieksa!&#8221;. Walaupun aslinya bukan merupakan lagu Nightwish, tapi lagu ini tetap muncul di single Nightwish yang berjudul &#8220;Amaranth&#8221;. Jadi ya tetap menggunakan nama Nightwish..<span id="more-269"></span></p>
<p>Lagu ballad ini sungguh sangat menyentuh. Marco Hietala yang biasanya bernyanyi dengan garang seperti orang lagi ngamuk, di sini dia menunjukkan sisi lainnya, bernyanyi dengan sangat halus dan lembut, dengan nada agak sedih.</p>
<p>Nightwish memang band yang terkenal karena vokalis cewek nya, tapi jangan salah, Marco Hietala sang bassist (merangkap vokalis pria) juga mampu menyanyikan ballad dengan penuh perasaan. Cocok nih lagu untuk cewek hehehe..</p>
<p>Sekilas lagu ini mirip dengan &#8220;Eva&#8221; yang dinyanyikan oleh Anette Olzon (vokalis cewek Nightwish yg baru) di album Dark Passion Play. Tapi menurut saya lagu ini lebih bagus dan lebih menyentuh daripada &#8220;Eva&#8221;.</p>
<p>Video nya bisa dilihat di sini http://www.youtube.com/watch?v=OwTtDr5JPz4</p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="344" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/OwTtDr5JPz4&amp;hl=en&amp;fs=1" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="344" src="http://www.youtube.com/v/OwTtDr5JPz4&amp;hl=en&amp;fs=1" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p>While Your Lips Are Still Red</p>
<p>Sweet little words made for silence</p>
<p>Not talk</p>
<p>Young heart for love</p>
<p>Not heartache</p>
<p>Dark hair for catching the wind</p>
<p>Not to veil the sight of a cold world</p>
<p>Kiss while your lips are still red</p>
<p>While he`s still silent</p>
<p>Rest while bosom is still untouched, unveiled</p>
<p>Hold another hand while the hand`s still without a tool</p>
<p>Drown into eyes while they`re still blind</p>
<p>Love while the night still hides the withering dawn</p>
<p>First day of love never comes back</p>
<p>A passionate hour`s never a wasted one</p>
<p>The violin, the poet`s hand,</p>
<p>Every thawing heart plays your theme with care</p>
<p>Kiss while your lips are still red</p>
<p>While he`s still silent</p>
<p>Rest while bosom is still untouched, unveiled</p>
<p>Hold another hand while the hand`s still without a tool</p>
<p>Drown into eyes while they`re still blind</p>
<p>Love while the night still hides the withering dawn<br />
rating: 5/5<br />
by: <a href="http://gawibowo.com" target="_blank">Gatot Ari Wibowo</a></p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Reviewmusikcom/~4/FsXjc2Oj_9o" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reviewmusik.com/2010/12/19/nightwish-while-your-lips-are-still-red-2007/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://reviewmusik.com/2010/12/19/nightwish-while-your-lips-are-still-red-2007/</feedburner:origLink></item>
	</channel>
</rss>

