<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-6837713028479765406</atom:id><lastBuildDate>Fri, 01 Nov 2024 07:29:48 +0000</lastBuildDate><category>manajemen asuhan</category><category>Peran serta masyarakat</category><category>Asuhan Keperawatan</category><category>Makna kehidupan</category><category>Umum</category><category>Keperawatan komunitas</category><category>Manajemen keperawatan</category><category>Sahabat</category><category>manajemen unit</category><title>Jurnal Perawat</title><description>catatan dunia keperawatan</description><link>http://rinanovrina.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (rina novrina)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>39</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>yes</itunes:explicit><itunes:keywords>perawat,perawatan,penyakit,keperawatan,skripsi,facebook,twitter,kesehatan,lapangan,kerja,cara,puskesmas,rumah,sakit</itunes:keywords><itunes:subtitle>catatan dunia keperawatan</itunes:subtitle><itunes:category text="Health"/><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6837713028479765406.post-4496221889159000533</guid><pubDate>Mon, 24 Jan 2011 05:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-07-27T19:18:25.018-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">manajemen asuhan</category><title>Konflik Pada Masa Remaja</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sudah cukup lama  dirasakan adanya ketidakseimbangan antara  perkembangan intelektual dan  emosional remaja di sekolah menegah (SLTP/  SLTA). Kemampuan intelektual  mereka telah dirangsang sejak awal  melalui berbagai macam sarana dan  prasarana yang disiapkan di rumah dan  di sekolah. Mereka telah dibanjiri  berbagai informasi,  pengertian-pengertian, serta konsep-konsep  pengetahuan melalui media  massa (televisi, video, radio, dan film) yang  semuanya tidak bisa  dipisahkan dari kehidupan para remaja sekarang. Dari  segi fisik, para  remaja sekarang juga cukup terpelihara dengan baik  sehingga mempunyai  ukuran tubuh yang sudah tampak dewasa, tetapi  mempuyai emosi yang masih  seperti anak kecil. Terhadap kondisi remaja  yang demikian, banyak  orang tua yang tidak berdaya berhadapan dengan  masalah membesarkan dan  mendewasakan anak-anak di dalam masyarakat yang  berkembang begitu  cepat, yang berbeda secara radikal dengan dunia di  masa remaja mereka  dulu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: orange; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Masalah Remaja Di Sekolah Remaja yang  masih sekolah di  SLTP/ SLTA selalu mendapat banyak hambatan atau masalah  yang biasanya  muncul dalam bentuk perilaku. Berikut ada lima daftar  masalah yang  selalu dihadapi para remaja di sekolah.&lt;/div&gt;
&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="background-color: white; color: red;"&gt;&lt;strong&gt;Perilaku      Bermasalah (problem behavior)&lt;/strong&gt;. &lt;/span&gt;  Masalah perilaku yang dialami remaja di      sekolah dapat dikatakan   masih dalam kategori wajar jika tidak merugikan      dirinya sendiri dan   orang lain. Dampak perilaku bermasalah yang dilakukan      remaja akan   menghambat dirinya dalam proses sosialisasinya dengan remaja       lain,  dengan guru, dan dengan masyarakat. Perilaku malu dalam dalam        mengikuti berbagai aktvitas yang digelar sekolah misalnya, termasuk   dalam      kategori perilaku bermasalah yang menyebabkan seorang remaja   mengalami      kekurangan pengalaman. Jadi problem behaviour akan   merugikan secara tidak      langsung pada seorang remaja di sekolah   akibat perilakunya sendiri.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;strong&gt;Perilaku      menyimpang (behaviour disorder)&lt;/strong&gt;.&lt;/span&gt;   Perilaku menyimpang pada remaja      merupakan perilaku yang kacau  yang  menyebabkan seorang remaja kelihatan      gugup (nervous) dan   perilakunya tidak terkontrol (uncontrol). Memang      diakui bahwa tidak   semua remaja mengalami behaviour disorder. Seorang      remaja   mengalami hal ini jika ia tidak tenang, unhappiness dan menyebabkan        hilangnya konsentrasi diri. Perilaku menyimpang pada remaja akan        mengakibatkan munculnya tindakan tidak terkontrol yang mengarah pada        tindakan kejahatan. Penyebab behaviour disorder lebih banyak karena        persoalan psikologis yang selalu menghantui dirinya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;strong&gt;Penyesuaian      diri yang salah (behaviour maladjustment)&lt;/strong&gt;. &lt;/span&gt;  Perilaku yang tidak sesuai      yang dilakukan remaja biasanya  didorong  oleh keinginan mencari jalan      pintas dalam menyelesaikan  sesuatu  tanpa mendefinisikan secara cermat      akibatnya. Perilaku  menyontek,  bolos, dan melangar peraturan sekolah      merupakan contoh  penyesuaian  diri yang salah pada remaja di sekolah menegah       (SLTP/SLTA).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Perilaku      tidak dapat membedakan benar-salah (conduct disorder)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: lime;"&gt;.&lt;/span&gt;   Kecenderungan      pada sebagian remaja adalah tidak mampu membedakan   antara perilaku benar      dan salah. Wujud dari conduct disorder  adalah  munculnya cara pikir dan      perilaku yang kacau dan sering  menyimpang  dari aturan yang berlaku di      sekolah. Penyebabnya,  karena sejak  kecil orangtua tidak bisa membedakan      perilaku yang  benar dan salah  pada anak. Wajarnya, orang tua harus mampu       memberikan hukuman  (punisment) pada anak saat ia memunculkan perilaku  yang      salah dan  memberikan pujian atau hadiah (reward) saat anak  memunculkan       perilaku yang baik atau benar. Seorang remaja di  sekolah dikategorikan       dalam conduct disorder apabila ia  memunculkan perikau anti sosial  baik      secara verbal maupun secara  non verbal seperti melawan aturan,  tidak sopan      terhadap guru, dan  mempermainkan temannya . Selain  itu, conduct disordser      juga  dikategorikan pada remaja yang  berperilaku oppositional deviant       disorder yaitu perilaku oposisi  yang ditunjukkan remaja yang menjurus  ke      unsur permusuhan yang akan  merugikan orang lain.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Attention      Deficit Hyperactivity disorder&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: lime;"&gt;,&lt;/span&gt;   yaitu anak yang mengalami defisiensi      dalam perhatian dan tidak   dapat menerima impul-impuls sehingga      gerakan-gerakannya tidak dapat   terkontrol dan menjadi hyperactif. Remaja      di sekolah yang   hyperactif biasanya mengalami kesulitan dalam memusatkan      perhatian   sehingga tidak dapat menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan        kepadanya atau tidak dapat berhasil dalam menyelesaikan tugasnya. Jika        diajak berbicara, remaja yang hyperactif tersebut tidak   memperhatikan      lawan bicaranya. Selain itu, anak hyperactif sangat   mudah terpengaruh oleh      stimulus yang datang dari luar serta   mengalami kesulitan dalam bermain      bersama dengan temannya.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="color: #674ea7;"&gt;Peranan  Lembaga Pendidikan Untuk tidak  segera mengadili dan menuduh remaja  sebagai sumber segala masalah dalam  kehidupan di masyarakat, barangkali  baik kalau setiap lembaga pendidikan  (keluarga, sekolah, dan  masyarakat) mencoba merefleksikan peranan  masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;strong style="color: red;"&gt;Pertama&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;,&lt;/span&gt; lembaga keluarga adalah lembaga pendidikan yang utama dan pertama.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kehidupan  kelurga yang kering, terpecah-pecah (broken home), dan tidak  harmonis  akan menyebebkan anak tidak kerasan tinggal di rumah. Anak  tidak mersa  aman dan tidak mengalami perkembangan emosional yang  seimbang.  Akibatnya, anak mencari bentuk ketentraman di luar keluarga,  misalnya  gabung dalam group gang, kelompok preman dan lain-lain. Banyak  keluarga  yang tak mau tahu dengan perkembangan anak-anaknya dan  menyerahkan  seluruh proses pendidikan anak kepada sekolah. Kiranya  keliru jika ada  pendapat yang mengatakan bahwa tercukupnya  kebutuhan-kebutuhan materiil  menjadi jaminan berlangsungnya perkembangan  kepribadian yang optimal  bagi para remaja.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;strong style="color: red;"&gt;Kedua&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;,&lt;/span&gt; bagaimana pembinaan moral dalam lembaga keluarga, sekolah, dan masyarakat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kontras  tajam antara ajaran dan teladan nyata dari orang tua, guru di  sekolah,  dan tokoh-tokoh panutan di masyarakat akan memberikan pengaruh  yang  besar kepada sikap, perilaku, dan moralitas para remaja. Kurang  adanya  pembinaan moral yang nyata dan pudarnya keteladanan para orangtua   ataupun pendidik di sekolah menjadi faktor kunci dalam proses   perkembangan kepribadian remaja. Secara psikologis, kehidupan remaja   adalah kehidupan mencari idola. Mereka mendambakan sosok orang yang   dapat dijadikan panutan. Segi pembinaan moral menjadi terlupakan pada   saat orang tua ataupun pendidik hanya memperhatikan segi intelektual.   Pendidikan disekolah terkadang terjerumus pada formalitas pemenuhan   kurikulum pendidikan, mengejar bahan ajaran, sehingga melupakan segi   pembinaan kepribadian penanaman nilai-nilai pendidikan moral dan   pembentukan sikap.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;strong style="color: red;"&gt;Ketiga&lt;/strong&gt;, bagaimana kehidupan sosial ekonomi keluarga dan masyarakat apakah mendukung optimalisasi perkembangan remaja atau tidak.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Saat  ini, banyak anak-anak di kota-kota besar seperti Jakarta sudah   merasakan kemewahan yang berlebihan. Segala keinginannya dapat dipenuhi   oleh orangtuanya. Kondisi semacam ini sering melupakan unsur-unsur yang   berkaitan dengan kedewasaan anak. Pemenuhan kebutuhan materiil selalu   tidak disesuaikan dengan kondisi dan usia perkembangan anak. Akibatnya,   anak cenderung menjadi sok malas, sombong, dan suka meremehkan orang   lain.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;strong style="color: red;"&gt;Keempat&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;,&lt;/span&gt; bagaimana lembaga   pendidikan di sekolah dalam memberikan bobot yang proposional antara   perkembangan kognisi, afeksi, dan psikomotor anak.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Akhir-akhir ini  banyak dirasakan beban tuntutan sekolah yang terlampau  berat kepada  para peserta didik. Siswa tidak hanya belajar di sekolah,  tetapi juga  dipaksa oleh orangtua untuk mengikuti kegiatan  ekstrakurikuler di  sekolah dan mengikuti les tambahan di luar sekolah.  Faktor kelelahan,  kemampuan fisik dan kemampuan inteligensi yang  terbatas pada seorang  anak sering tidak diperhitungkan oleh orangtua.  Akibatnya, anak-anak  menjadi kecapaian dan over acting, dan mengalami  pelampiasan  kegembiraan yang berlebihan pada saat mereka selesai  menghadapi suasana  yang menegangkan dan menekan dalam kehidupan di  sekolah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;strong style="color: red;"&gt;Kelima&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;,&lt;/span&gt;  bagaimana pengaruh tayangan  media massa baik media cetak maupun  elektronik yang acapkali  menonjolkan unsur kekerasan dan diwarnai oleh  berbagai kebrutalan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pengaruh-pengaruh tersebut maka munculah  kelompok-kelompok remaja,  gang-gang yang berpakaian serem dan  bertingkah laku menakutkan yang  hampir pasti membuat masyarakat  prihatin dan ngeri terhadap  tindakan-tindakan mereka. Para remaja tidak  dipersatukan oleh suatu  identitas yang ideal. Mereka hanya himpunan  anak-anak remaja atau  pemuda-pemudi, yang malahan memperjuangkan  sesuatu yang tidak berharga  (hura-hura), kelompok yang hanya mengisi  kekosongan emosional tanpa  tujuan jelas.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Apa Jalan Keluar Kita?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Siswa-siswi  SLTP/SLTA adalah siswa-siswi  yang berada dalam golongan usia remaja,  usia mencari identitas dan  eksistensi diri dalam kehidupan di  masyarakat. Dalam proses pencarian  identitas itu, peran aktif dari  ketiga lembaga pendidikan akan banyak  membantu melancarkan pencapaian  kepribadian yang dewasa bagi para  remaja. Ada beberapa hal kunci yang  bisa dilakukan oleh lembaga-lembaga  pendidikan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;strong&gt;Pertama&lt;/strong&gt;, memberikan kesempatan untuk mengadakan dialog untuk menyiapkan jalan bagi tindakan bersama.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sikap  mau berdialog antara orangtua, pendidik di sekolah, dan masyarakat   dengan remaja pada umumnya adalah kesempatan yang diinginkan para   remaja. Dalam hati sanubari para remaja tersimpan kebutuhan akan   nasihat, pengalaman, dan kekuatan atau dorongan dari orang tua. Tetapi   sering kerinduan itu menjadi macet bila melihat realitas mereka dalam   keluarga, di sekolah ataupun dalam lingkungan masyarakat yang tidak   memungkinkan karena antara lain begitu otoriter dan begitu bersikap   monologis. Menyadari kekurangan ini, lembaga-lembaga pendidikan perlu   membuka kesempatan untuk mengadakan dialog dengan para remaja, kaum muda   dan anak-anak, entah dalam lingkungan keluarga, sekolah maupun   masyarakat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;strong&gt;Kedua&lt;/strong&gt;, menjalin pergaulan yang tulus.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dewasa  ini jumlah orang tua yang bertindak otoriter terhadap anak-anak  mereka  sudah jauh berkurang. Namun muncul kecenderungan yang sebaliknya,   yaitu sikap memanjakan anak secara berlebihan. Banyak orang tua yang   tidak berani mengatakan tidak terhadap anak-anak mereka supaya tidak   dicap sebagai orangtua yang tidak mempercayai anak-anaknya, untuk tidak   dianggap sebagai orangtua kolot, konservatif dan ketinggalan jaman.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;strong&gt;Ketiga&lt;/strong&gt;, memberikan pendampingan, perhatian dan cinta sejati.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ada  begitu banyak orangtua yang mengira bahwa mereka telah mencintai   anak-anaknya. Sayang sekali bahwa egoisme mereka sendiri   menghalang-halangi kemampuan mereka untuk mencintaianak secara sempurna.   “Saya telah memberikan segala-galanya”, itulah keluhan seorang ibu  yang  merasa kecewa karena anak-anaknya yang ugal-ugalan di sekolah dan  di  masyarakat. Anak saya anak yang tidak tahu berterima kasih, katanya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Yang  perlu dipahami bahwa setiap individu memerlukan rasa aman dan   merasakan dirinya dicintai. Sejak lahir satu kebutuhan pokok yang yang   pertama-tama dirasakan manusia adalah kebutuhan akan “kasih sayang” yang   dalam masa perkembangan selanjutnya di usia remaja, kasih sayang, rasa   aman, dan perasaan dicintai sangat dibutuhkan oleh para remaja. Dengan   usaha-usaha dan perlakuan-perlakuan yang memberikan perhatian, cinta   yang tulus, dan sikap mau berdialog, maka para remaja akan mendapatkan   rasa aman, serta memiliki keberanian untuk terbuka dalam mengungkapkan   pendapatnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Lewat kondisi dan suasana hidup dalam  keluarga,  lingkungan sekolah, ataupun lingkungan masyarakat seperti di  atas  itulah para remaja akan merasa terdampingi dan mengalami  perkembangan  kepribadian yang optimal dan tidak terkungkung dalam  perasaan dan  tekanan-tekanan batin yang mencekam. Dengan begitu gaya  hidup yang  mereka tampilkan benar-benar merupakan proses untuk menemukan  identitas  diri mereka sendiri yang sebenarnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://rinanovrina.blogspot.com/2011/01/konflik-pada-masa-remaja.html</link><author>noreply@blogger.com (rina novrina)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6837713028479765406.post-7806481575277667551</guid><pubDate>Mon, 24 Jan 2011 05:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-07-27T19:21:54.523-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Makna kehidupan</category><title>Pentingnya Peran Orang tua terhadap Pendidikan Anak di era Moderenisasi</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;A&lt;/b&gt;nak adalah anugerah dari sang pencipta, orang tua yang melahirkan  anak  harus bertangung jawab terutama dalam soal mendidiknya, baik ayah   sebagai kepala keluarga maupun ibu sebagai pengurus rumah tangga.   Keikutsertaan orang tua dalam mendidik anak merupakan awal keberhasilan   orang tua dalam keluarganya apabila sang anak menuruti perintah orang   tuanya terlebih lagi sang anak menjalani didikan sesuai dengan perintah   agama.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;B&lt;/b&gt;obroknya moral seorang anak dan remaja bisa  diakibatkan salah satu  kesalahan dari orangtuanya seperti dalam hal  mendidik anak terlalu  keras. keluarga yang sedang bermasalah (broken  home). Hal tersebut dapat  membuat anak menjadi orang yang  temperamental. Kebanyakan dari orang  tua tidak memikirkan hal ini,  mereka berasumsi jika mereka menjalani  hidup sebagaimana yang sedang  mereka jalani, peran pengasuhan akan terus  dengan sendirinya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;D&lt;/b&gt;alam  era modernisasi sekarang ini, peran penting orang tua sangat   dibutuhkan. Berkenaan dengan perkembangan kecanggihan teknologi. Sesuatu   yang tidak dapat dihindari bahwa teknologi berkembang dengan pesat   sehingga penggunaannya banyak digunakan tidak semestinya, Teknologi IT   yang paling sering digunakan para anak muda sekarang adalah akses   internet yang mudah ditemui, padahal pemerintah sudah mengeluarkan   undang-undang anti pornoaksi dan pornografi tapi masih saja mereka kerap   mengakses konten yang berbau negatif. Yang jelas dapat merusak moral   sang anak. Teknologi canggih yang semestinya diciptakan untuk menambah   wawasan malah berakibat pada moral yang jelek.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;P&lt;/b&gt;ergaulan  merupakan interaksi antara beberapa orang baik berupa  kekeluargaan,  organisasi, ataupun masyarakat. Melalui pergaulan kita  akan berkembang  karena jadi tahu tentang tata cara bergaul. Sehingga  menjadikan  individu yang bersosial karena pada dasarnya manusia memang  makhluk  sosial. Namun pergaulan di era modernisasi ini telah banyak  disalah  artikan terutama dikalangan anak muda. Sekarang kata-kata  pergaulan  bebas sudah tidak asing lagi didengar oleh siapapun dan jelas  termasuk  dalam kategori pergaulan yang negatif.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;P&lt;/b&gt;ergaulan yang  negatif adalah salah satu dari sekian banyak penyebab  kehancuran sang  anak. Saat ini dapat kita lihat banyaknya sistem  pergaulan kawula muda  yang mengadopsi gaya ala barat (westernisasi)  dimana etika pergaulan  ketimuran telah pupus, mungkin anda pernah atau  bahkan sering mendengar  kata-kata MBA (married by accident). MBA  tampaknya sudah menjadi tren  dikalangan remaja dimana melakukan hubungan  seks sebelum menikah banyak  dilakukan pada saat pacaran. Anak-anak muda  sudah menganggap tradisi  ini hal yang biasa dilakukan pada saat pacaran  bahkan ada yang tidak  segan-segan untuk merekam adegan mesum tersebut  untuk disebarkan dan  ditonton dikhalayak ramai. Apakah ini bukan  kehancuran bagi sang anak?.  Jawabannya tentu saja iya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;S&lt;/b&gt;atu lagi permasalahan yang  sering ditakuti oleh orang tua yaitu  narkoba, sudah jelas barang haram  ini dikategorikan sebagai barang  berbahaya dan terlarang yang bisa  merusak generasi muda. Narkoba menjadi  jurang kehancuran bagi sang  anak. Ironisnya memakai barang haram ini  juga sudah menjadi tren remaja  sekarang dengan anggapan bila  mengkonsumsi barang ini akan menjadi  senang atau yang dikenal dengan  bahasa gaulnya (fly). Padahal sudah  jelas menurut kesehatan mengkonsumsi  barang-barang sejenis narkoba  sangat merusak kesehatan terutama pada  sistem syaraf apalagi dengan  mengkonsumsi barang ini akan membuat  ketagihan dan ketergantungan, ini  sungguh menakutkan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;A&lt;/b&gt;pakah kita sebagai orang tua ingin  melihat anak hancur masa depannya  karena kesalahan yang tidak  semestinya terjadi? Di sinilah peran penting  orang tua dalam mengontrol  dan mengawasi sang buah hati. Menjadi orang  tua bukan soal siapa kita,  tetapi apa yang dilakukan. Pengasuhan tidak  hanya mencakup tindakan  tetapi mencakup pula apa yang kita kehendaki  agar sang buah hati kita  mengerti akan hidup. Apa artinya hidup dan  bagaimana menjalani  kehidupan ini dengan baik.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;S&lt;/b&gt;emua pasti ingin menghendaki  hal yang terbaik untuk anak-anaknya. Orang  tua ingin mendisiplinkan,  mendorong, dan menasihati agar mereka  berhasil menjalani kehidupan  sedari kanak-kanak hingga sampai dewasa.  Orang tua harus menjadi yang  terbaik dalam hal apapun. Banyak orang tua  ingin mendorong anaknya  untuk melakukan hal yang terbaik dalam  kehidupannya. Termasuk ingin  membuat buah hatinya untuk bebas  mengeluarkan  dan menggali bakat dan  minat yang dimiliki sang anak.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hal yang semestinya  dipahami adalah banyak anak mengalami kesulitan  untuk membedakan antara  menerima atau menolak tindakan  atas apa yang  mereka lakukan. Misalnya  saja penerimaan orang tua terhadap prestasi  yang dimiliki atau dicapai  anak bisa dianggap anak sebagai rasa cinta  orangtua kepadanya,tetapi  penolakan yang dilakukan orang tua terhadap  tindakan yang  dilakukan  anak membuat anak beranggapan mereka tidak  dicintai dan disayangi lagi.  Setiap anak perlu tahu kalau mereka  disayangi dan dicintai orang tua  dengan sepenuh hati, meskipun  sebaliknya, setiap orang tua harus  mencintai dan menyayangi sang buah  hati tanpa syarat apapun, baik  buruknya sifat maupun sikap yang dimiliki  sang buah hati, mereka harus  menerima kekurangan dan kelebihan yang  dimiliki oleh anak.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;S&lt;/b&gt;emua  anak ingin diperhatikan kedua orang tuanya. Pernyatan ini sangat   sederhana bagi kita semua, tetapi sifatnya fundamental bagi kedua orang   dalam mengasuh buah hati mereka. Karenanya dalam pola pengasuhan   sebaiknya setiap orang tua tidak boleh membedakan anak satu sama lain.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;K&lt;/b&gt;ita  juga tidak semestinya membedakan buah hati mereka, baik dalam  mendidik  maupun memberikan perhatian kepada sang anak. Harus ada rasa  keadilan,  tidak boleh pilih kasih, karena akan menimbulkan kecemburuan  diantara  anak. Yang ditakutkan nanti akan membuat anak menjadi rusak,  bahkan  berpikir kalau mereka tidak disayangi lagi, bahkan ada anak yang   beranggapan kalau mereka itu bukan anak dari orang tua mereka sendiri,   karena selalu dibeda-bedakan dengan yang lainnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;O&lt;/b&gt;rang  tua tidak seharusnya memperlihatkan emosi yang negatif kepada   anak-ananya. Ketidakmampuan setiap orang tua dalam mengontrol emosi   membuat anak menjadi temperamental dan mempunyai sifat maupun sikap yang   buruk yaitu mudah emosional. Akibatnya orang tua yang demikian tidak   bisa menjadi model atau peran yang baik untuk anak-anaknya dalam   mengontrol anak dan mengasuh buah hatinya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;T&lt;/b&gt;ujuan orang  tua sebenarnya untuk mengkomunikasikan kepada buah hatinya  bahwa mereka  memiliki hak untuk merasakan  apapun yang mereka rasakan,  Mengajari  sang buah hati untuk  menghargai dan menikmati setiap saat  dalam  kehidupan sehingga mampu memberi motivasi kepada anak dalam  mencegah  serta menghadapi masalah yang mereka hadapi kedepan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;T&lt;/b&gt;erkadang  orang tua sering lupa untuk berinteraksi dengan anak- anaknya.  Ada  diantara mereka yang lebih mementingkan pekerjaan dari pada  melakukan  hal itu. Bagi mereka hal itu tidak perlu dilakukan. Mereka  beranggapan  bahwa materi yang dibutuhkan anak, Padahal seorang anak  tidak hanya  membutuhkan materi namun juga perhatian dan interaksi dengan   orangtuanya. Mereka membutuhkan komunikasi dengan orang tuanya, mereka   juga ingin bertukar pikiran dengan orang tuanya. Mereka ingin   menceritakan pegalaman apa yang mereka rasakan sehari-hari baik itu   pangalaman yang baik maupun pengalaman yang buruk.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;S&lt;/b&gt;ekali  lagi yang perlu diingat oleh kedua orang tua adalah jika seorang  anak  atau remaja kurang mendapatkan perhatian dari orang tua, besar   kemungkinan dia akan menjadi seorang anak dan remaja yang temperamental.   Sang anak menjadi bebas dalam melakukan segala hal, baik itu dalam hal   kebaikan maupun keburukan. Sebagai orangtua seharusnya memiliki   kemampuan untuk memusatkan perhatian pada perilaku positif serta tak   lupa pada perilaku buruk sang anak.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;S&lt;/b&gt;ebagai orang tua yang  baik, jangan melihat keburukan atau kebaikan.  Namun lihatlah dari tata  cara bergaul sang anak, dengan siapa bergaul,  bagaimana luas  pergaulannya. Bukan sekedar untuk membatasi sang anak  dalam bergaul  namun diharapkan impian melihat anak sukses mengarungi  kehidupan tanpa  mengalami kesalahan dalam pergaulan baik dilingkungan  keluarga, atau  lingkungan luar menjadi sebuah kenyataan. Manfaatnya  kembali ke orang  tua, sebab sang anak lalu menjadi orang yang menghargai  kedua orang  tua.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;M&lt;/b&gt;asa remaja dapat dikatakan sebagai masa yang  'tanggung'.  Maksudnya,  anak tersebut adalah bukan lagi anak yang masih  kecil, tetapi juga bukan  orang yang sudah dewasa.  Oleh karena itu,  adalah wajar apabila  sesekali anak remaja melakukan suatu tindakan yang  kekanak-kanakan.  Hal  yang paling penting orangtua lakukan untuk  mendukung anak tumbuh  menjadi orang dewasa adalah bersikap bijaksana.   Yaitu, tidak menghina  atau melecehkan anak ketika ia melakukan tindakan  yang kekanak-kanakan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;S&lt;/b&gt;ebaliknya,  ketika anak  melakukan suatu tindakan salah atau kekanak-kanakan tetapi  ia masih mau  bertanggug jawab atas tindakannya tersebut.  Maka,  berikanlah dukungan  dan pujian kepadanya.  Biarkan anak mengetahui bahwa  orangtua sangat  bangga atas sikap tanggung jawab yang dilakukannya  tersebut.  Semakin  sering orangtua memperlakukan anak remaja sebagai  orang dewasa.  Maka,  semakin banyak dukungan yang orangtua berikan  kepadanya untuk bertindak  demikian, tanggung jawab.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;K&lt;/b&gt;uncinya,   perlakukanlah selalu anak remaja seperti orang dewasa, tetapi   mengertilah jika ia berperilaku seperti kanak-kanak (Steve Chalke, 20&lt;/div&gt;
</description><link>http://rinanovrina.blogspot.com/2011/01/pentingnya-peran-orang-tua-terhadap.html</link><author>noreply@blogger.com (rina novrina)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6837713028479765406.post-1245362760643783851</guid><pubDate>Tue, 04 Jan 2011 02:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-07-27T19:22:54.562-07:00</atom:updated><title>Renunganku</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcp4iFZGhWkQmR6b8CQ9H9wS4FFBikLpzrtLNH_iGhZMMYfG5unAX7vTChyphenhyphenVhL3ZtSUevBSMXYezuaHZZeg05doXa9ozir_jVgS3P3dPufOB0R5IBeNJDYqrIaZ3rKn1jRtjdu7lN4shg/s1600/b.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcp4iFZGhWkQmR6b8CQ9H9wS4FFBikLpzrtLNH_iGhZMMYfG5unAX7vTChyphenhyphenVhL3ZtSUevBSMXYezuaHZZeg05doXa9ozir_jVgS3P3dPufOB0R5IBeNJDYqrIaZ3rKn1jRtjdu7lN4shg/s1600/b.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;i&gt;Dunia ibarat laut, semakin banyak diminum, semakin haus .Apa arti setetes embun dibandingkan lautan yg luas... &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"&lt;i&gt; I've just know the pain of needing something i don't have by having something i don't need "&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Masa lalu untuk dikenang&lt;br /&gt;Masa kini untuk dihadapi&lt;br /&gt;Dan masa depan untuk dinanti&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musuh itu untuk disyukuri&lt;br /&gt;Tapi teman untuk dilawan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa kau ingin bahagia???&lt;br /&gt;Tanyalah pada penderitaan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang terburuk dari smua tipuan&lt;br /&gt;Adalah menipu diri sendiri&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Jenius  adalah 1 % inspirasi dan 99 % keringat. Tidak ada yang dapat  menggantikan kerja keras. Keberuntungan adalah sesuatu yang terjadi  ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahun pertama pernikahan : hadirin yang berbahagia yang mendengar kata2 janji terucap sepasang pengantin&lt;br /&gt;
Tahun kedua pernikahan : Suami yang berbicara , Istri yang mendengar&lt;br /&gt;
Tahun ketiga perkawinan :Istri yang berbicara, Suami yang mendengar&lt;br /&gt;
Tahun keempat pernikahan dan tahun2 berikut nya : Suami Istri sama2 berbicara, tetangga yang mendengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'Living is like licking honey off a thorn.'&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
segaLa sesuatu itu mungkin karna aku adaLah segaLanya&lt;br /&gt;
dan tuhan sebagai media penyeimbang terhadap Langkahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepercayaan ... Sesuatu yang sulit kita dapat akan tetapi lebih sulit lagi untuk menjaganya !&lt;br /&gt;
Pernikahan ... Ladang amal paling besar yang Tuhan sediakan tetapi tanpa kita sadari !&lt;br /&gt;
Kematian ... Hal yang menakutkan walau sebetulnya indah untuk dihadapi !&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hidup adalah sekolah.....dan tentu saja...&lt;br /&gt;
bila kau semakin arif...&lt;br /&gt;
semakin banyak kelas yg akan kau hadapi....&lt;br /&gt;
dan ingat.... tanpa ujian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ketika kau ada menemaniku&lt;br /&gt;
aku kehilangan sebuah diriku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada tanah bagi yang hidup&lt;br /&gt;
Ada tanah bagi yang mati&lt;br /&gt;
Dan cinta adalah jembatannya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Katakanlah cinta mu terhadap orang yang kau cinta&lt;br /&gt;
Hingga engkau sadar bahwa cinta mu memang untuk berbagi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banggalah dengan smua pilihanmu&lt;br /&gt;
Karna mungkin kau tak tahu, bahwa itu adalah yg terbaik&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika kita hanya melihat yang disinari cahaya dan mendengar segala yang bersuara maka kita belum melihat dan mendengar apa-apa &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya mereka yang mampu mengalahkan pekatnya gelap malam yang akan menyambut pagi &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang dapat selalu berharap, karena kematian tak dapat diramalkan &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum  menjadi guru, jadilah guru bagi dirimu sendiri,Dan biarlah kau mengajar  dengan contoh tindakan sebelum mengajar dengan kata-kata, karena hanya  mereka yang mengajar dirinya sendiri dan meralat kesalahannya sendiri  lebih dihormati dan lebih bisa menjadi pegangan dibanding mereka yang  mengajar orang lain dan dibetulkan kesalahannya oleh orang lain&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan bermimpi menyentuh langit dengan anak panah jika merentangkan busurnya saja tidak sanggup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hati  manusia seperti kendi tidak ada yang bisa melihat isinya sehingga  kejernihannya hanya dapat dilihat dari apa yang dikeluarkannya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memberikan kesenangan pada sebuah hati dengan sebuah tindakan lebih baik daripada seribu kepala yang menunduk berdoa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cinta adalah halimun tipis yang membutakan mata kita dari pahitnya suka dan manisnya duka&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tertawa  dan menangis itu terletak di bibir manusia yang paling permukanan,  keduanya bisa dijadikan piranti untuk menipu, keduanya merupakan bagian  manusia yang paling picisan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau aku tidak memegang pedang, aku tidak dapat melindungimu. Kalau aku memegang pedang, aku tidak dapat memelukmu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika engkau mencintai dan menyayangi seseorang dengan sangat....&lt;br /&gt;
Maka lepaskanlah dia,&lt;br /&gt;
bila itu yang terbaik untuknya....&lt;br /&gt;
Dan jika dia kembali lagi,&lt;br /&gt;
maka dia akan menjadi milikmu untuk selamanya....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
hal paling berat didunia adalah memegang amanah&lt;br /&gt;
hal paling ringan didunia adalah meninggalkan sholat&lt;br /&gt;
hal paling jauh didunia adalah masa lalu&lt;br /&gt;
hal paling dekat didunia adalah mati&lt;br /&gt;
hal paling besar didunia adalah hawa nafsu&lt;br /&gt;
hal paling tajam didunia adalah lidah manusia&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita tak pernah kalah&lt;br /&gt;
karena mencintai seseorang&lt;br /&gt;
Tapi kita selalu kalah&lt;br /&gt;
karena tidak berterus terang&lt;br /&gt;
bahwa kita memang mencintainya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegagalan bukanlah hal yang paling buruk...&lt;br /&gt;
yang paling buruk adalah Tidak Mencoba ... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
cinta berawal dari mata&lt;br /&gt;
mengalir seperti air&lt;br /&gt;
berakhir dengan air mata&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
jangan terlalu membenci musuhmu, kelak nanti ia bisa jadi sekutumu&lt;br /&gt;
jangan terlalu menyayangi sekutumu, nanti ia bisa jadi musuhmu &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
cinta yang sebenarnya adalah ketika kamu menitikkan air mata dan masih peduli terhadapnya....&lt;br /&gt;
cinta yang sebenarnya adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu masih tetap menunggunya dengan setia....&lt;br /&gt;
cinta  yang sebenarnya adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu  masih bisa tersenyum dan berkata "aku turut berbahagia untukmu"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
laut yang tenang tidak akan melahirkan nahkoda yang tangguh&lt;br /&gt;
ketika badai mulai mendatangimu, bersiaplah dan hadapi, karena itu lah yang akan membuatmu semakin tangguh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Bukan titik yang menyebabkan tinta, tetapi tinta yang menyebabkan titik...&lt;br /&gt;
...Bukan cantik yang menyebabkan cinta, tetapi cinta yang menyebabkan cantik&lt;/div&gt;
</description><link>http://rinanovrina.blogspot.com/2011/01/renunganku.html</link><author>noreply@blogger.com (rina novrina)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcp4iFZGhWkQmR6b8CQ9H9wS4FFBikLpzrtLNH_iGhZMMYfG5unAX7vTChyphenhyphenVhL3ZtSUevBSMXYezuaHZZeg05doXa9ozir_jVgS3P3dPufOB0R5IBeNJDYqrIaZ3rKn1jRtjdu7lN4shg/s72-c/b.jpeg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6837713028479765406.post-1171319935819650973</guid><pubDate>Sun, 02 Jan 2011 03:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-01T19:23:36.742-08:00</atom:updated><title>Penatalaksanaan Trauma Thorax</title><description>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;img src="http://img2.blogblog.com/img/video_object.png" style="background-color: #b2b2b2; " class="BLOGGER-object-element tr_noresize tr_placeholder" id="ieooui" data-original-id="ieooui" /&gt; &lt;style&gt;
st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
 mso-para-margin:0cm;
 mso-para-margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:10.0pt;
 font-family:"Times New Roman";
 mso-ansi-language:#0400;
 mso-fareast-language:#0400;
 mso-bidi-language:#0400;}
&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-zspuO7yzkOw25J2PNwD3YTFrvwsStsE_nx9tj_SXKokCR8xz0khWaHsYremxDmUsTGVo-zHs4P4fmYhyphenhyphent3YKsECjewC-vJfFtj-7_FBvjxBuF6ZWtumroyUmFN6WRiPAPAFAPO7Itks/s1600/index.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-zspuO7yzkOw25J2PNwD3YTFrvwsStsE_nx9tj_SXKokCR8xz0khWaHsYremxDmUsTGVo-zHs4P4fmYhyphenhyphent3YKsECjewC-vJfFtj-7_FBvjxBuF6ZWtumroyUmFN6WRiPAPAFAPO7Itks/s1600/index.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rongga toraks merupakan suatu rongga yang diisi oleh berbagai organ tubuh yang sangat vital, diantarannya : jantung, paru, pembuluh darah besar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rongga toraks dibentuk oleh suatu kerangka dada berbentuk cungkup yang tersusun dari tulang otot yang kokoh dan kuat, namun dengan konstruksi yang lentur dan dengan dasar suatu lembar jaringan ikat yang sangat kuat yang disebut Diaphragma. Konstruksi kerangka dada tersebut diatas sangat menunjang fleksibelitas fungsinya, diantaranya : fungsi perlindungan terhadap trauma dan fungsi pernafasan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hanya trauma tajam dan trauma tumpul dengan kekuatan yang cukup besar saja yang mampu menimbulkan cedera pada alat / organ dalam yang vital tersebut diatas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;PATOFISIOLOGI&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Trauma terhadap thoraks terdiri atas trauma tajam dan trauma tumpul.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada trauma tajam, terdapat luka pada jaringan kutis dan subkutis, mungkin lebih mencapai jaringan otot ataupun lebih dalam lagi hingga melukai pleura parietalis atau perikardium parietalis. Dapat juga menembus lebih dalam lagi, sehingga merusak jaringan paru, menembus dinding jantung atau pembuluh darah besar di mediastinum.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Trauma tajam yang menembus pleura parietalis akan menyebabkan kolaps paru, akibat masuknya udara atmosfer luar kedalam rongga paru. Bila pleura viseralispun tertembus, kemungkinan trauma tajam terhadap jaringan paru sangat besar, sehingga selain terjadi penurunan ventilasi akibat hubungan pendek bronkho – udara luar melalui luka tajam, mungkin terjadi pula Hemoptoe massif dengan akibat – akibatnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Trauma tajam yang melukai perikardium parietalis dapat menimbulkan tamponade jantung dengan tertimbunya darah dalam rongga pericardium, yang akan mampu meredam aktivitas Diastolik jantung. Eksanguinasi akibat tembusnya dinding jantung atau pembuluh darah besar di mediasternum, mampu menimbulkan henti jantung dalam waktu 2 – 5 menit, tergantung derajat perdarahannya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Satu jenis lain dari trauma tajam, yaitu trauma tertembus peluru. Fatalitas akibat trauma peluru ini lebih besar dari jenis trauma tajam lainnya, karena faktor kerusakan jaringan yang lebih besar akibat rotasi berkecepatan tinggi dari pleura, berakibat luka tembus keluar yang relatif lebih besar dari luka tembus masuk.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Trauma tumpul toraks, bila kekuatan trauma tidak cukup besar, hanya akan menimbulkan desakan terhadap kerangka dada, yang karena kelenturannya akan mengambil bentuk semula bila desakan hilang. Trauma tumpul demikian, secara tampak dari luar mungkin tidak memberi gambaran kelainan fisik, namun mampu menimbulkan kontusi terhadap otot kerangka dada, yang dapat menyebabkan perdarahan in situ dan pembentukan hematoma inter atau intra otot, yang kadang kala cukup luas, sehingga berakibat nyeri pada respirasi dan pasien tampak seperti mengalami dispnea.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Trauma tumpul dengan kekuatan cukup besar, mampu menimbulkan patah tulang iga, mungkin hanya satu iga, dapat pula beberapa iga sekaligus, dapat hanya satu lokasi fraktur pada setiap iga, dapat pula terjadi patahan multiple, mungkin hanya melibatkan iga sisi unilateral, mungkin pula berakibat bilateral.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Trauma tumpul jarang menimbulkan kerusakan jaringan jantung, kecuali bila terjadi trauma dengan kekuatan cukup besar dari arah depan, misalnya : akibat dorongan kemudi atau setir mobil yang mendesak dada akibat penghentian mendadak mobil berkecepatan sangat tinggi yang menabrak kendaraan atau bangunan didepannya. Desakan setir mobil tersebut mampu menimbulkan tamponade jantung, akibat perdarahan rongga pericardium ataupun hematoma dinding jantung yang akan meredam gerakan sistolik dan diastolik.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dorongan atau pukulan tumpul terhadap dinding kerangka dada yang demikian kuatnya, sehingga melebihi kekuatan kelenturan iga, dapat menimbulkan fraktur iga dan ujung fragmen fraktur dapat merusak pleura parietalis ataupun bahkan pleura viseralis dan jaringan paru. Setelah trauma hilang, fragmen iga yang fraktur tersebut akan kembali kepada kedudukan semula akibat kelenturannya, dan akibat kelengkungan bentuk iga yang menggembung kearah keluar kerangka, serta pengikatan antar iga oleh otot inter-oseus/otot intekostalis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keadaan tersebut diatas, meskipun secara morfologis hanya di dapat fraktur sederhana dan tertutup dari iga dalam kedudukan baik, namun mampu menimbulkan hematotoraks atau pneumotoraks, bahkan tidak tertutup kemungkinan terjadi “Tension Pneumotorax”, karena terjadi keadaan dimana alveoli terbuka, pleura viseralis dengan luka yang berfungsi “Pentil” dan luka pleura parietalis yang menutup akibat desakan udara yang makin meningkat di rongga pleura. Tension pneumotoraks selanjutnya akan mendesak paru unilateral, sehingga terjadi penurunan ventilasi antara 15 – 20 %.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bila desakan berlanjut, terjadi penggeseran mediastinum kearah kontralateral dan selanjutnya bahkan akan mendesak paru kontralateral yang berakibat sangat menurunnya kapasitas ventilasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kerusakan jaringan paru dengan terbukannya alveoli, memungkinkan terjadinya emfisem subkutis, akibat penyebaran udara yang keluar dari alveoli dan menyusup masuk kedalam jaringan interstisial paru menuju mediastinum, dan selanjutnya menyebar melalui media subkutis. Emfisema subkutis ini dapat menyebar secara umum keseluruh permukaan tubuh dan sangat kentara dengan “Penggelembungan” skrotum atau labiya mayora.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;PENEGAKAN DIAGNOSA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: lime;"&gt;Ä&amp;nbsp; Laksanakan triase dengan menetapkan status pasien&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ý&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Adanya nadi perifer dan kwalitasnya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ý&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Adakah denyut jantung&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ý&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Keadaan kelancaran nafas, adakah dispnea atau apnea, adakah hambatan pada jalan nafas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ý&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kualitas respirasi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: lime;"&gt;Ä&amp;nbsp; Adakah jejas trauma&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ý&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Luka tusuk atau luka tembus peluru&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ý&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Adakah fraktur iga, klavikula atau skapula&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ý&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Waspadai trauma tulang belakang dengan konsekwensi paraplegia / para-paresis&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: lime;"&gt;Ä&amp;nbsp; Evaluasi kelainan intratoraks&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ý&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pneumotoraks, terutama tension-pneumotoraks dan hematotoraks&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ý&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tamponade jantung&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: lime;"&gt;Ä&amp;nbsp; Evaluasi kerangka dada&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ý&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hematoma luas dinding kerangka dada&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ý&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Emfisema subkutis&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ý&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Respirasi paradoksal akibat “Flail Chest” pada keadaan fraktur iga multipel&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: lime;"&gt;Ä&amp;nbsp; Evaluasi penunjang medis&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ý&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pemeriksaan hemoglobin darah dan hematokrit&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ý&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pemeriksaan rongten toraks AP setengah duduk dan lateral&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;TINDAKAN PENANGGULANGAN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: cyan;"&gt;Ä&amp;nbsp; Emfisema Subkutis :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tertuju pada penyebab utamanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam keadaan emfisema subkutis yang hebat, bila mana terjadi penekanan leher dan gangguan pernafasan, dilakukan trakheostomi dan insisi kutis-subkutis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: cyan;"&gt;Ä&amp;nbsp; Tension Pneumotoraks :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara darurat dengan menusukan jarum yang cukup besar kedalam rongga pleura untuk drainase udara.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: cyan;"&gt;Ä&amp;nbsp; Pneumotoraks dan Hematotoraks :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada keadaan dimana terdapat gangguan ventilasi dan / atau kolaps paru, dipasang “Water Sealed Drainage” dari rongga pleura (Drainage Kedap Air Rongga Pleura).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: cyan;"&gt;Ä&amp;nbsp; “Flail Chest”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dapat dipasang filtrasi plester pada kutis dinding dada. Bila tidak berhasil, perlu dilakukan fiksasi iga secara operatif.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: cyan;"&gt;Ä&amp;nbsp; Hemoperikardium&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang menyebabkan “Cardiac Distress” akibat tamponade jantung dilakukan aspirasi darah untuk tindakan sementara. Tindakan terpilih adalah segera dilakukan operasi torakotomi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: cyan;"&gt;Ä&amp;nbsp; Laserasi Jaringan Paru&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada keadaan laserasi jaringan paru menimbulkan gangguan ventilasi secara progresif, perlu dipertimbangkan segera tindakan invasive torakotomi dan bila perlu lobektomi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: magenta;"&gt;KEADAAN KHUSUS :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: magenta;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada dua keadaan khusus yang perlu didalami secara sungguh-sungguh, karena tanpa disertai kelainan organ lain, mampu menyebabkan terjadinya mati mendadak pada pasien dengan trauma tumpul kerangka dada :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ä&amp;nbsp; &lt;strong&gt;“Traumatic&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;Wet Lung”,&lt;/strong&gt; dimana terdapat penambahan secara drastis jumlah cairan interstisial paru dan intra-alveolar, dan akan menimbulkan anoksia jaringan dan anoksia alveolar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ä&amp;nbsp; Pada tamponade jantung progresif, terjadi triad dan beck, yaitu penambahan jumlah hemoperikardium pada setiap sistolik dengan suara sistolik yang makin melemah pada observasi berkelanjutan, tekanan arterial yang makin menurun dan tekanan vena yang makin meningkat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: magenta;"&gt;PENUTUP&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: magenta;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menghadapi pasien dengan trauma toraks, triase pertama adalah evaluasi terhadap fungsi kardio-pulmoner secara sangat cermat dan teliti. Bila telah dapat ditegakkan “Assesment” kardio pulmoner dan telah dilaksanakan tindakan penanggulangan kegawat daruratan medis utama, perlu dilakukan “Assesment” kerangka dan rongga toraks secara seksama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penguasaan ilmu dan teknik pemeriksaan fisik dada akan sangat menunjang kualitas hasil pertolongan yang diberikan.( rinnz)&lt;/div&gt;</description><link>http://rinanovrina.blogspot.com/2011/01/penatalaksanaan-trauma-thorax.html</link><author>noreply@blogger.com (rina novrina)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-zspuO7yzkOw25J2PNwD3YTFrvwsStsE_nx9tj_SXKokCR8xz0khWaHsYremxDmUsTGVo-zHs4P4fmYhyphenhyphent3YKsECjewC-vJfFtj-7_FBvjxBuF6ZWtumroyUmFN6WRiPAPAFAPO7Itks/s72-c/index.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6837713028479765406.post-1389240776505416725</guid><pubDate>Sat, 01 Jan 2011 15:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-01T07:17:00.943-08:00</atom:updated><title>Diabetes melitus "The Silent Killer"</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhho6VwY3jQrxNhvWR4RO_FWsBW0FF43OsVqkbErfLCUV7MAbvAJaPww-6cQD-35Tw79Bd4uryrjSw_OZJa2Lpj79FQixofhAklqOnYGcEoU6Gx7CMd7QNQMWoeBUHgqTFr82GtQ8AAD4A/s1600/166482_1522039971397_1246527141_31143130_3250673_a.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhho6VwY3jQrxNhvWR4RO_FWsBW0FF43OsVqkbErfLCUV7MAbvAJaPww-6cQD-35Tw79Bd4uryrjSw_OZJa2Lpj79FQixofhAklqOnYGcEoU6Gx7CMd7QNQMWoeBUHgqTFr82GtQ8AAD4A/s1600/166482_1522039971397_1246527141_31143130_3250673_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="color: yellow;"&gt;1. Definisi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="color: yellow;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Diabetes mellitus atau penyakit gula atau kencing manis adalah penyakit yang ditandai dengan kadar glukosa darah yang melebihi normal (hiperglikemia) akibat tubuh kekurangan insulin baik absolut maupun relatif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Tingkat kadar glukosa darah menentukan apakah seseorang menderita DM atau tidak. Tabel berikut menunjukkan kriteria DM atau bukan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV" style="color: #ccffff;"&gt;1.&lt;b&gt; Bukan DM &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Puasa Vena&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;lt;&amp;nbsp; 100&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;2 jam PP -&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;Kapiler&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;lt; 80&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV" style="color: #ccffff;"&gt;2&lt;b&gt;. Gangguan Tolerans&lt;/b&gt;i&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Puasa Vena&amp;nbsp;&amp;nbsp; 100&amp;nbsp; -&amp;nbsp; 140&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Kapiler&amp;nbsp;&amp;nbsp; 80 -&amp;nbsp;&amp;nbsp; 120&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;2 jam PP Vena&amp;nbsp; 100 -&amp;nbsp; 140&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Kapiler&amp;nbsp; 80 – 120&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV" style="color: #ccffff;"&gt;3&lt;b&gt;. DM&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Puasa Vena&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;gt;&amp;nbsp; 140&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Kapiler&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;gt; 120&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;2 jam PP Vena&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;gt; 200&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Kapiler&amp;nbsp; &amp;gt; 200&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Jenis Diabetes Melitus dikelompokkan menurut sifatnya :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Diabetes mellitus tergantung      insulin&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Diabetes mellitus tidak tergantung insulin,      terdiri penderita gemuk dan kurus&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;Diabetes mellitus terkait      malnutrisi &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Diabetes melitus yang terkait keadaan atau gejala tertentu seperti penyakit pankreas, penyakit hormonal, obat-obatan / bahan kimia, kelainan insulin / reseptornya, sindrom genetik dll&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="color: yellow;"&gt;2. Faktor Penyebab Diabetes melittus&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="color: yellow;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Umumnya diabetes melittus disebabkan oleh rusaknya sebagian kecil atau sebagian besar dari sel-sel betha dari pulau-pulau Langerhans pada pankreas yang berfungsi menghasilkan insulin, akibatnya terjadi kekurangan insulin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Disamping itu diabetes melittus juga dapat terjadi karena gangguan terhadap fungsi insulin dalam memasukan glukosa kedalam sel. Gangguan itu dapat terjadi karena kegemukan atau sebab lain yang belum diketahui&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="color: yellow;"&gt;3. Type Diabetes Mellitus &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="color: yellow;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Penyakit diabetes mellitus (DM)-yang dikenal masyarakat sebagai penyakit gula atau kencing manis-terjadi pada seseorang yang mengalami peningkatan kadar gula (glukosa) dalam darah akibat kekurangan insulin atau reseptor insulin tidak berfungsi baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Diabetes yang timbul akibat kekurangan insulin disebut DM tipe 1 atau Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM). Sedang diabetes karena insulin tidak berfungsi dengan baik disebut DM tipe 2 atau Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Insulin adalah hormon yang diproduksi sel beta di pankreas, sebuah kelenjar yang terletak di belakang lambung, yang berfungsi mengatur metabolisme glukosa menjadi energi serta mengubah kelebihan glukosa menjadi glikogen yang disimpan di dalam hati dan otot.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Tidak keluarnya insulin dari kelenjar pankreas penderita DM tipe 1 bisa disebabkan oleh reaksi autoimun berupa serangan antibodi terhadap sel beta pankreas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Pada penderita DM tipe 2, insulin yang ada tidak bekerja dengan baik karena reseptor insulin pada sel berkurang atau berubah struktur sehingga hanya sedikit glukosa yang berhasil masuk sel.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Akibatnya, sel mengalami kekurangan glukosa, di sisi lain glukosa menumpuk dalam darah. Kondisi ini dalam jangka panjang akan merusak pembuluh darah dan menimbulkan pelbagai komplikasi. Bagi penderita Diabetes Melitus yang sudah bertahun-tahun minum obat modern seringkali mengalami efek yang negatif untuk organ&amp;nbsp; tubuh lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="color: yellow;"&gt;4.&amp;nbsp; Gejala Penderita Diabetes Mellitus &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="color: yellow;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Tiga gejala klasik yang dialami penderita diabetes. &lt;/span&gt;Yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;banyak minum,&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;banyak kencing,&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;berat badan turun.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pada awalnya, kadang-kadang berat badan penderita diabetes naik. Penyebabnya, kadar gula tinggi dalam tubuh. Maka perlu waspada apabila keinginan minum kita terlalu berlebihan dan juga merasa ingin makan terus. Berat badan yang pada awalnya terus melejit naik lalu tiba-tiba turun terus tanpa diet. Tetangga saya ibu Ida juga tak pernah menyadari kalau menderita diabet ketika badannya yang gemuk tiba-tiba terus menyusut tanpa dikehendaki. Gejala lain, adalah gangguan saraf tepi berupa kesemutan terutama di malam hari, gangguan penglihatan, gatal di daerah kemaluan atau lipatan kulit, bisul atau luka yang lama sembuh, gangguan ereksi pada pria dan keputihan pada perempuan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: lime;"&gt;Gejala:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: lime;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Pada tahap awal gejala umumnya ringan sehingga tidak dirasakan, baru diketahui sesudah adanya pemeriksaan laboratorium.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Pada tahap lanjut gejala yang muncul antara lain :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Rasa haus&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;Banyak kencing&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;Berat badan turun&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;Rasa lapar&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;Badan lemas&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;Rasa gatal&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;Kesemutan&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;Mata kabur&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;Kulit Kering&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;Gairah sex lemah&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: lime;"&gt;Komplikasi:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: lime;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Penglihatan kabur&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;Penyakit jantung&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;Penyakit ginjal&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;Gangguan kulit dan syaraf&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;Pembusukan&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;Gairah sex menurun&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Jika tidak tepat ditangani, dalam jangka panjang penyakit diabetes bisa menimbulkan berbagai komplikasi. Maka bagi penderita diabet jangan sampai lengah untuk selalu mengukur kadar gula darahnya, baik ke laboratorium atau gunakan alat sendiri. Bila tidak waspada maka bisa&amp;nbsp; berakibat pada gangguan pembuluh darah a.l.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;gangguan pembuluh darah otak      (stroke),&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;pembuluh darah mata (gangguan penglihatan),&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;pembuluh darah jantung (penyakit jantung      koroner),&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;pembuluh darah ginjal (gagal      ginjal), serta&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;pembuluh darah kaki (luka yang sukar      sembuh/gangren).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Penderita juga rentan infeksi, mudah terkena infeksi paru, gigi, dan gusi serta saluran kemih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: lime;"&gt;Kardiopati diabetik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: lime;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Kardiopati diabetik adalah gangguan jantung akibat diabetes. Glukosa darah yang tinggi dalam jangka waktu panjang akan menaikkan kadar kolesterol dan trigliserida darah. Lama-kelamaan akan terjadi aterosklerosis atau penyempitan pembuluh darah. Maka bagi para penderita diabet perlu pemeriksaan kadar kolesterol dan trigliserida darah secara rutin. Dari pengalaman saya untuk menurunkan kadar gula darah sekaligus menormalkan kadar kolestrol dan trigliserida sebenarnya sangat mudah. Yang pertama sebenarnya pola makan malam. Upayakanlah tidak makan nasi pada malam hari. Gantilah dengan makan kentang atau bisa juga pisang kepok rebus atau bisa juga konsumsi sayur dan buah-buahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Penyempitan pembuluh darah koroner menyebabkan infark jantung dengan gejala antara lain nyeri dada. Karena diabetes juga merusak sistem saraf, rasa nyeri kadang-kadang tidak terasa. Serangan yang tidak terasa ini disebut silent infraction atau silent heart attack.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Kematian akibat kelainan jantung dan pembuluh darah pada penderita diabetes kira-kira dua hingga tiga kali lipat lebih besar dibanding bukan penderita diabetes., pengendalian kadar gula dalam darah belum cukup untuk mencegah gangguan jantung pada penderita diabetes.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Sebagaimana rekomendasi Asosiasi Diabetes Amerika (ADA) serta perkumpulan sejenis di Eropa atau Indonesia (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia/Perkeni), penderita diabetes diharapkan mengendalikan semua faktor secara bersama-sama untuk mendapatkan hasil yang optimal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Tekanan darah harus diturunkan secara agresif di bawah 130/80 mmHg, trigliserida di bawah 150 mg/dl, LDL (kolesterol buruk) kurang dari 100 mg/dl, HDL (kolesterol baik) di atas 40 mg/dl. Hal ini memberi proteksi lebih baik pada jantung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: lime;"&gt;Gangren dan impotensi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: lime;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Penderita diabetes yang kadar glukosanya tidak terkontrol respons imunnya menurun. Akibatnya, penderita rentan terhadap infeksi, seperti infeksi saluran kencing, infeksi paru serta infeksi kaki.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Banyak hal yang menyebabkan kaki penderita diabetes mudah kena infeksi, terkena knalpot, lecet akibat sepatu sesak, luka kecil saat memotong kuku, kompres kaki yang terlalu panas. Infeksi kaki mudah timbul pada penderita diabetes kronis dan dikenal sebagai penyulit gangren atau ulkus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Jika dibiarkan, infeksi akan mengakibatkan pembusukan pada bagian luka karena tidak mendapat aliran darah. Pasalnya, pembuluh darah penderita diabetes banyak tersumbat atau menyempit. Jika luka membusuk, mau tidak mau bagian yang terinfeksi harus diamputasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Penderita diabetes yang terkena gangren perlu dikontrol ketat gula darahnya serta diberi antibiotika. Penanganan gangren perlu kerja sama dengan dokter bedah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Untuk mencegah gangren, penderita diabetes perlu mendapat informasi mengenai cara aman memotong kuku serta cara memilih sepatu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Impotensi juga menjadi momok bagi penderita diabetes, impotensi disebabkan pembuluh darah mengalami kebocoran sehingga penis tidak bisa ereksi. Impotensi pada penderita diabetes juga bisa disebabkan oleh faktor psikologis atau gabungan organis dan psikologis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: lime;"&gt;Nefropati diabetik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: lime;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Entah bagaimana mulanya akhir-akhir ini banyak pasien gagal ginjal datang ke klinik saya. Sebelumnya tak pernah saya duga bahwa tanaman obat kita mampu membantu mengatasi kasus gagal ginjal. Awal mulanya seorang penderita gagal ginjal dengan penuh keyakinan meminta tolong saya untuk membantu mengatasi penyakitnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Nefropati diabetik adalah gangguan fungsi ginjal akibat kebocoran selaput penyaring darah. Sebagaimana diketahui, ginjal terdiri dari jutaan unit penyaring (glomerulus). Setiap unit penyaring memiliki membran/selaput penyaring. Kadar gula darah tinggi secara perlahan akan merusak selaput penyaring ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Gula yang tinggi dalam darah akan bereaksi dengan protein sehingga mengubah struktur dan fungsi sel, termasuk membran basal glomerulus. Akibatnya, penghalang protein rusak dan terjadi kebocoran protein ke urin (albuminuria). Hal ini berpengaruh buruk pada ginjal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Menurut situs Nephrology Channel, tahap mikroalbuminuria ditandai dengan keluarnya 30 mg albumin dalam urin selama 24 jam. Jika diabaikan, kondisi ini akan berlanjut terus sampai tahap gagal ginjal terminal. Karena itu, penderita diabetes harus diperiksa kadar mikroalbuminurianya setiap tahun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Penderita diabetes tipe 1 secara bertahap akan sampai pada kondisi nefropati diabetik atau gangguan ginjal akibat diabetes. Sekitar lima sampai 15 persen diabetes tipe 2 juga berisiko mengalami kondisi ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Gangguan ginjal, menyebabkan fungsi ekskresi, filtrasi dan hormonal ginjal terganggu. Akibat terganggunya pengeluaran zat-zat racun lewat urin, zat racun tertimbun di tubuh. Tubuh membengkak dan timbul risiko kematian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Ginjal juga memproduksi hormon eritropoetin yang berfungsi mematangkan sel darah merah. Gangguan pada ginjal menyebabkan penderita mengalami anemia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Pengobatan progresif sejak dini bisa menunda bahkan menghentikan progresivitas penyakit. Repotnya penderita umumnya baru berobat saat gangguan ginjal sudah lanjut atau terjadi makroalbuminuria (300 mg albumin dalam urin per 24 jam).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Pengobatan meliputi kontrol tekanan darah. Tindakan ini dianggap paling penting untuk melindungi fungsi ginjal. Biasanya menggunakan penghambat enzim pengonversi angiotensin (ACE inhibitors) dan atau penghambat reseptor angiotensin (ARBs). Selain itu dilakukan pengendalian kadar gula darah dan pembatasan asupan protein (0,6-0,8 gram per kilogram berat badan per hari).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Penderita yang telah sampai tahap gagal ginjal memerlukan hemodialisis atau transplantasi ginjal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Gejala nefropati diabetes baru terasa saat kerusakan ginjal telah parah berupa bengkak pada kaki dan wajah, mual, muntah, lesu, sakit kepala, gatal, sering cegukan, mengalami penurunan berat badan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Penderita nefropati harus menghindari zat yang bisa memperparah kerusakan ginjal, misalnya pewarna kontras yang digunakan untuk rontgen, obat anti-inflamasi nonsteroid serta obat-obatan yang belum diketahui efek sampingnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: lime;"&gt;Retinopati diabetik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: lime;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Diabetes juga dapat menimbulkan gangguan pada mata. Yang terutama adalah retinopati diabetik. Keadaan ini, disebabkan rusaknya pembuluh darah yang memberi makan retina.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Bentuk kerusakan bisa bocor dan keluar cairan atau darah yang membuat retina bengkak atau timbul endapan lemak yang disebut eksudat. Selain itu terjadi cabang-cabang abnormal pembuluh darah yang rapuh menerjang daerah yang sehat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Retina adalah bagian mata tempat cahaya difokuskan setelah melewati lensa mata. Cahaya yang difokuskan akan membentuk bayangan yang akan dibawa ke otak oleh saraf optik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Bila pembuluh darah mata bocor atau terbentuk jaringan parut di retina, bayangan yang dikirim ke otak menjadi kabur. Gangguan penglihatan makin berat jika cairan yang bocor mengumpul di fovea, pusat retina yang menjalankan fungsi penglihatan sentral. Akibatnya, penglihatan kabur saat membaca, melihat obyek yang dekat serta obyek yang lurus di depan mata.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Pembuluh darah yang rapuh bisa pecah, sehingga darah mengaburkan vitreus, materi jernih seperti agar-agar yang mengisi bagian tengah mata. Hal ini menyebabkan cahaya yang menembus lensa terhalang dan tidak sampai ke retina atau mengalami distorsi. Jaringan parut yang terbentuk dari pembuluh darah yang pecah di korpus vitreum dapat mengerut dan menarik retina, sehingga retina lepas dari bagian belakang mata. Pembuluh darah bisa muncul di iris (selaput pelangi mata) menyebabkan glaukoma.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Risiko terjadinya retinopati diabetik cukup tinggi. Sekitar 60 persen orang yang menderita diabetes 15 tahun atau lebih mengalami kerusakan pembuluh darah pada mata.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Pemeriksaan dilakukan dengan oftalmoskop serta angiografi fluoresen yaitu foto rontgen mata menggunakan zat fluoresen untuk mengetahui kebocoran pembuluh darah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Pengobatan dilakukan dengan bedah laser oftalmologi. Yaitu, penggunaan sinar laser untuk menutup pembuluh darah yang bocor, sehingga tidak terbentuk pembuluh darah abnormal yang rapuh. Selain itu bisa dilakukan vitrektomi yaitu tindakan mengeluarkan vitreus yang dipenuhi darah dan menggantinya dengan cairan jernih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Penderita retinopati hanya boleh berolahraga ringan dan harus menghindari gerakan membungkuk sampai kepala di bawah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Menderita diabetes bukan berarti kiamat. Penderita diabetes bisa hidup secara wajar dan normal seperti orang- orang yang bukan penderita diabetes. Bedanya, penderita diabetes harus disiplin mengontrol kadar gula darah agar tidak meningkat di atas normal untuk jangka waktu panjang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Penyakit diabetes mellitus (DM)-yang dikenal masyarakat sebagai penyakit gula atau kencing manis-terjadi pada seseorang yang mengalami peningkatan kadar gula (glukosa) dalam darah akibat kekurangan insulin atau reseptor insulin tidak berfungsi baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Diabetes yang timbul akibat kekurangan insulin disebut &lt;b&gt;DM tipe 1&lt;/b&gt; atau Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM). Sedang diabetes karena insulin tidak berfungsi dengan baik disebut &lt;b&gt;DM tipe 2&lt;/b&gt; atau Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Insulin adalah hormon yang diproduksi sel beta di pankreas, sebuah kelenjar yang terletak di belakang lambung, yang berfungsi mengatur metabolisme glukosa menjadi energi serta mengubah kelebihan glukosa menjadi glikogen yang disimpan di dalam hati dan otot.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Tidak keluarnya insulin dari kelenjar pankreas penderita DM tipe 1 bisa disebabkan oleh reaksi autoimun berupa serangan antibodi terhadap sel beta pankreas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Pada penderita DM tipe 2, insulin yang ada tidak bekerja dengan baik karena reseptor insulin pada sel berkurang atau berubah struktur sehingga hanya sedikit glukosa yang berhasil masuk sel.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Akibatnya, sel mengalami kekurangan glukosa, di sisi lain glukosa menumpuk dalam darah. Kondisi ini dalam jangka panjang akan merusak pembuluh darah dan menimbulkan pelbagai komplikasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Tiga gejala klasik yang dialami penderita diabetes. Yaitu, banyak minum, banyak kencing, dan berat badan turun. Pada awalnya, kadang-kadang berat badan penderita diabetes naik. Penyebabnya, kadar gula tinggi dalam tubuh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Gejala lain, adalah gangguan saraf tepi berupa kesemutan terutama di malam hari, gangguan penglihatan, gatal di daerah kemaluan atau lipatan kulit, bisul atau luka yang lama sembuh, gangguan ereksi pada pria dan keputihan pada perempuan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Jika tidak tepat ditangani, dalam jangka panjang penyakit diabetes bisa menimbulkan berbagai komplikasi akibat gangguan pembuluh darah, gangguan bisa terjadi pada pembuluh darah otak (stroke), pembuluh darah mata (gangguan penglihatan), pembuluh darah jantung (penyakit jantung koroner), pembuluh darah ginjal (gagal ginjal), serta pembuluh darah kaki (luka yang sukar sembuh/gangren). &lt;span lang="SV"&gt;Penderita juga rentan infeksi, mudah terkena infeksi paru, gigi, dan gusi serta saluran kemih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="color: yellow;"&gt;5.&amp;nbsp; Pengobatan dan Perawatan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="color: yellow;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Pengobatan Diabetes milittus yang secara langsung terhadap kerusakan pulau-pulau Langerhans di pankreas belum ada. Oleh karena itu pengobatan untuk penderita DM berupa kegiatan pengelolaan dengan tujuan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Menghilangkan keluhan dan gejala akibat      defisiensi insulin ( gejala DM )&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Mencegah komplikasi kronis yang dapat      menyerang pembuluh darah, jantung, ginjal, mata, syaraf, kulit, kaki dsb.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;Tindakan pengelolaan yang dilakukan :&lt;br /&gt;
&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Menormalkan kadar glukosa, lemak, dan insulin      di dalam darah serta memberikan pengobatan penyakit kronis lainnya. Langkah      yang dilakukan terutama : Diet; Mengurangi kalori dan meningkatkan      konsumsi vitamin. aktivitas fisik; olahraga teratur, pengelolaan glukosa      dan meningkatkan kepekaan terhadap insulin.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;Obat-obat hipoglikemia oral :      Sulfonylurea untuk merangsang pancreas menghasilkan insulin dan mengurangi      resistensi terhadap insulin.&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;Terapi insulin &lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;i style="color: #cccccc;"&gt;( rinz)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;</description><link>http://rinanovrina.blogspot.com/2011/01/diabetes-melitus-silent-killer.html</link><author>noreply@blogger.com (rina novrina)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhho6VwY3jQrxNhvWR4RO_FWsBW0FF43OsVqkbErfLCUV7MAbvAJaPww-6cQD-35Tw79Bd4uryrjSw_OZJa2Lpj79FQixofhAklqOnYGcEoU6Gx7CMd7QNQMWoeBUHgqTFr82GtQ8AAD4A/s72-c/166482_1522039971397_1246527141_31143130_3250673_a.jpg" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6837713028479765406.post-8734754748957912854</guid><pubDate>Sat, 01 Jan 2011 14:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-01T07:00:49.071-08:00</atom:updated><title>Ventilasi Mekanik dalam Perawatan Kritis</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMU9GwpGsKO5hHEsYl3rB45K76UR3eiQ2e4sfr8RjkQMMLADOyrJHGXXFcK3wlNE2xRsm8d8JPOtowsQ17EO7SV3XNaDWCGi_D4sZh5H1DgcbTo5ww64fGuNWGGAuHOnMPByolPGcEbFk/s1600/163098_1522059851894_1246527141_31143232_6603091_a.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMU9GwpGsKO5hHEsYl3rB45K76UR3eiQ2e4sfr8RjkQMMLADOyrJHGXXFcK3wlNE2xRsm8d8JPOtowsQ17EO7SV3XNaDWCGi_D4sZh5H1DgcbTo5ww64fGuNWGGAuHOnMPByolPGcEbFk/s1600/163098_1522059851894_1246527141_31143232_6603091_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Pengertian.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ventilator adalah suatu alat yang digunakan untuk membantu sebagian atau seluruh proses ventilasi untuk mempertahankan oksigenasi.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: red;"&gt;Indikasi Pemasangan Ventilator&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: red;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Pasien dengan &lt;i&gt;respiratory failure&lt;/i&gt; (gagal napas)&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Pasien dengan operasi tekhik hemodilusi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Post Trepanasi dengan black out.&lt;br /&gt;
Respiratory Arrest.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Penyebab Gagal Napas&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Penyebab sentral&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Trauma kepala&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;:&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Contusio cerebri.&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Radang otak&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;:&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Encepalitis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Gangguan vaskuler&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;: &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Perdarahan otak, infark otak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Obat-obatan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;:&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Narkotika, Obat anestesi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: red;"&gt;Penyebab perifer&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Kelainan Neuromuskuler:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Guillian Bare syndrom&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Tetanus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Trauma servikal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Obat pelemas otot.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Kelainan jalan napas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Obstruksi jalan napas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Asma broncheal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Kelainan di paru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Edema paru, atelektasis, ARDS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Kelainan tulang iga / thorak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Fraktur costae, pneumothorak, haemathorak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Kelainan jantung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Kegagalan jantung kiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: red;"&gt;Kriteria Pemasangan Ventilator&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Frekuensi napas lebih dari 35 kali per menit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Hasil analisa gas darah dengan O2 masker PaO2 kurang dari 70 mmHg.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;PaCO2 lebih dari 60 mmHg&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;AaDO2 dengan O2 100 % hasilnya lebih dari 350 mmHg.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Vital capasity kurang dari 15 ml / kg BB.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: yellow;"&gt;Macam-macam Ventilator.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Menurut sifatnya ventilator dibagi tiga type yaitu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="color: yellow;"&gt;Volume Cycled Ventilator.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Perinsip dasar ventilator ini adalah cyclusnya berdasarkan volume. Mesin berhenti bekerja dan terjadi ekspirasi bila telah mencapai volume yang ditentukan. Keuntungan volume cycled ventilator adalah perubahan pada komplain paru pasien tetap memberikan volume tidal yang konsisten.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="color: yellow;"&gt;Pressure Cycled Ventilator&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Perinsip dasar ventilator type ini adalah cyclusnya menggunakan tekanan. Mesin berhenti bekerja dan terjadi ekspirasi bila telah mencapai tekanan yang telah ditentukan. Pada titik tekanan ini, katup inspirasi tertutup dan ekspirasi terjadi dengan pasif. Kerugian pada type ini bila ada perubahan komplain paru, maka volume udara yang diberikan juga berubah. Sehingga pada pasien yang setatus parunya tidak stabil, penggunaan ventilator tipe ini tidak dianjurkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: yellow;"&gt;Time Cycled Ventilator&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Prinsip kerja dari ventilator type ini adalah cyclusnya berdasarkan wamtu ekspirasi atau waktu inspirasi yang telah ditentukan. Waktu inspirasi ditentukan oleh waktu dan kecepatan inspirasi (jumlah napas permenit)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Normal ratio I : E (inspirasi : ekspirasi ) 1 : 2&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: lime;"&gt;Mode-Mode Ventilator.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: lime;"&gt;Mode Control.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Pada mode kontrol mesin secara terus menerus membantu pernafasan pasien. Ini diberikan pada pasien yang pernafasannya masih sangat jelek, lemah sekali atau bahkan apnea. Pada mode ini ventilator mengontrol pasien, pernafasan diberikan ke pasien pada frekwensi dan volume yang telah ditentukan pada ventilator, tanpa menghiraukan upaya pasien untuk mengawali inspirasi. Bila pasien sadar, mode ini dapat menimbulkan ansietas tinggi dan ketidaknyamanan dan bila pasien berusaha nafas sendiri bisa terjadi fighting (tabrakan antara udara inspirasi dan ekspirasi), tekanan dalam paru meningkat dan bisa berakibat alveoli pecah dan terjadi pneumothorax. &lt;/span&gt;Contoh mode control ini adalah: CR (Controlled Respiration), CMV (Controlled Mandatory Ventilation), IPPV (Intermitten Positive Pressure Ventilation)&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Mode IMV / SIMV: Intermitten Mandatory Ventilation/Sincronized Intermitten Mandatory Ventilation.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Pada mode ini ventilator memberikan bantuan nafas secara selang seling dengan nafas pasien itu sendiri. Pada mode IMV pernafasan mandatory diberikan pada frekwensi yang di set tanpa menghiraukan apakah pasien pada saat inspirasi atau ekspirasi sehingga bisa terjadi fighting dengan segala akibatnya. Oleh karena itu pada ventilator generasi terakhir mode IMVnya disinkronisasi (SIMV). Sehingga pernafasan mandatory diberikan sinkron dengan picuan pasien. Mode IMV/SIMV diberikan pada pasien yang sudah bisa nafas spontan tetapi belum normal sehingga masih memerlukan bantuan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: lime;"&gt;Mode ASB / PS : (Assisted Spontaneus Breathing / Pressure Suport&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Mode ini diberikan pada pasien yang sudah bisa nafas spontan atau pasien yang masih bisa bernafas tetapi tidal volumnenya tidak cukup karena nafasnya dangkal. Pada mode ini pasien harus mempunyai kendali untuk bernafas. Bila pasien tidak mampu untuk memicu trigger maka udara pernafasan tidak diberikan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: lime;"&gt;CPAP : Continous Positive Air Pressure.&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="color: lime;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Pada mode ini mesin hanya memberikan tekanan positif dan diberikan pada pasien yang sudah bisa bernafas dengan adekuat.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Tujuan pemberian mode ini adalah untuk mencegah atelektasis dan melatih otot-otot pernafasan sebelum pasien dilepas dari ventilator.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: red; font-size: 14pt;"&gt;Sistem Alarm&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align="center" style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Ventilator digunakan untuk mendukung hidup. Sistem alarm perlu untuk mewaspadakan perawat tentang adanya masalah. Alarm tekanan rendah menandakan adanya pemutusan dari pasien (ventilator terlepas dari pasien), sedangkan alarm tekanan tinggi menandakan adanya peningkatan tekanan, misalnya pasien batuk, cubing tertekuk, terjadi fighting, dll. Alarm volume rendah menandakan kebocoran. Alarm jangan pernah diabaikan tidak dianggap dan harus dipasang dalam kondisi siap.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #00ccff;"&gt;Pelembaban dan suhu.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #00ccff;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Ventilasi mekanis yang melewati jalan nafas buatan meniadakan mekanisme pertahanan tubuh unmtuk pelembaban dan penghangatan. Dua proses ini harus digantikan dengan suatu alat yang disebut &lt;i&gt;&lt;b&gt;humidifier. &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Semua udara yang dialirkan dari ventilator melalui air dalam humidifier dihangatkan dan dijenuhkan. Suhu udara diatur kurang lebih sama dengan suhu tubuh. Pada kasus hipotermi berat, pengaturan suhu udara dapat ditingkatkan. Suhu yang terlalu itnggi dapat menyebabkan luka bakar pada trachea dan bila suhu terlalu rendah bisa mengakibatkan kekeringan jalan nafas dan sekresi menjadi kental sehingga sulit dilakukan penghisapan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #00ccff;"&gt;Fisiologi Pernapasan Ventilasi Mekanik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Pada pernafasan spontan inspirasi terjadi karena diafragma dan otot intercostalis berkontrkasi, rongga dada mengembang dan terjadi tekanan negatif sehingga aliran udara masuk ke paru, sedangkan fase ekspirasi berjalan secara pasif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Pada pernafasan dengan ventilasi mekanik, ventilator mengirimkan udara dengan memompakan ke paru pasien, sehingga tekanan sselama inspirasi adalah positif dan menyebabkan tekanan intra thorakal meningkat. Pada akhir inspirasi tekanan dalam rongga thorax paling positif.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #00ccff;"&gt;Efek Ventilasi mekanik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Akibat dari tekanan positif pada rongga thorax, darah yang kembali ke jantung terhambat, venous return menurun, maka cardiac output juga menurun. Bila kondisi penurunan respon simpatis (misalnya karena hipovolemia, obat dan usia lanjut), maka bisa mengakibatkan hipotensi. Darah yang lewat paru juga berkurang karena ada kompresi microvaskuler akibat tekanan positif sehingga darah yang menuju atrium kiri berkurang, akibatnya cardiac output juga berkurang. Bila tekanan terlalu tinggi bisa terjadi gangguan oksigenasi. Selain itu bila volume tidal terlalu tinggi yaitu lebih dari 10-12 ml/kg BB dan tekanan lebih besar dari 40 CmH2O, tidak hanya mempengaruhi cardiac output (curah jantung) tetapi juga resiko terjadinya pneumothorax.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Efek pada organ lain:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Akibat cardiac output menurun; perfusi ke organ-organ lainpun menurun seperti hepar, ginjal dengan segala akibatnya. Akibat tekanan positif di rongga thorax darah yang kembali dari otak terhambat sehingga tekanan intrakranial meningkat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #ffcc00;"&gt;Komplikasi Ventilasi Mekanik (Ventilator)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Ventilator adalah alat untuk membantu pernafasan pasien, tapi bila perawatannya tidak tepat bisa, menimbulkan komplikasi seperti:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #ffcc00;"&gt;Pada paru&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #ffcc00;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Baro trauma: tension pneumothorax, empisema sub cutis, emboli udara vaskuler.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Atelektasis/kolaps alveoli diffuse&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Infeksi paru&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Keracunan oksigen&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Jalan nafas buatan: king-king (tertekuk), terekstubasi, tersumbat.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Aspirasi cairan lambung&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Tidak berfungsinya penggunaan ventilator&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kerusakan jalan nafas bagian atas&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #ffcc00;"&gt;Pada sistem kardiovaskuler&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Hipotensi, menurunya cardiac output dikarenakan menurunnya aliran balik vena akibat meningkatnya tekanan intra thorax pada pemberian ventilasi mekanik dengan tekanan tinggi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #ffcc00;"&gt;Pada sistem saraf pusat&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #ffcc00;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Vasokonstriksi cerebral&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Terjadi karena penurunan tekanan CO2 arteri (PaCO2) dibawah normal akibat dari hiperventilasi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Oedema cerebral&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Terjadi karena peningkatan tekanan CO2 arteri diatas normal akibat dari hipoventilasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Peningkatan tekanan intra kranial&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Gangguan kesadaran&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Gangguan tidur.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #ffcc00;"&gt;Pada sistem gastrointestinal&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Distensi lambung, illeus&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Perdarahan lambung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #ffcc00;"&gt;Gangguan psikologi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: cyan;"&gt;Prosedur Pemberian Ventilator&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Sebelum memasang ventilator pada pasien. Lakukan tes paru pada ventilator untuk memastikan pengesetan sesuai pedoman standar. Sedangkan pengesetan awal adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Fraksi oksigen inspirasi (FiO2) 100%&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Volume Tidal: 4-5 ml/kg BB&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Frekwensi pernafasan: 10-15 kali/menit&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Aliran inspirasi: 40-60 liter/detik&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;PEEP (Possitive End Expiratory Pressure) atau tekanan positif akhir ekspirasi: 0-5 Cm, ini diberikan pada pasien yang mengalami oedema paru dan untuk mencegah atelektasis. Pengesetan untuk pasien ditentukan oleh tujuan terapi dan perubahan pengesetan ditentukan oleh respon pasien yang ditujunkan oleh hasil analisa gas darah (Blood Gas)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: cyan;"&gt;Kriteria Penyapihan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: cyan;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Pasien yang mendapat bantuan ventilasi mekanik dapat dilakukan penyapihan bila memenuhi kriteria sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kapasitas vital 10-15 ml/kg BB&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Volume tidal 4-5 ml/kg BB&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kekuatan inspirasi 20 cm H2O atau lebih besar&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Frekwensi pernafasan kurang dari 20 kali/menit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: yellow;"&gt;FISIOLOGI PERNAPASAN VENTILASI MEKANIK&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Napas Spontan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;diafragma dan otot intercostalis berkontraksi à rongga dada mengembang terjadi tekanan (-) à aliran udara masuk ke paru dan berhenti pada akhir inspirasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;fase ekspirasi berjalan secara pasif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pernapasan dengan ventilasi mekanik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;udara masuk ke dalam paru karena ditiup, sehingga tekanan rongga thorax (+)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;pada akhir inspirasi tekanan dalam rongga thorax paling positif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;ekspirasi berjalan pasif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: yellow;"&gt;EFEK VENTILASI MEKANIK&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #ff6600;"&gt;Pada Kardiovaskuler&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Akibat dari tekanan posistif pada rongga thorax à darah yang kembali ke jantung terhambat à venous return menurun maka cardiac out put menurun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Darah yang lewat paru juga berkurang karena ada kompresi microvaskuler akibat tekanan (+) à sehingga darah berkurang à cardiac out put menurun.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Bila tekanan terlalu tinggi à bisa terjadi ex oksigenasi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #ff6600;"&gt;Pada organ Lain&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Akibat cardiac out put menurun à perfusi ke organ lainpun akan menurun seperti, hepar, ginjal, otak dan segala akibatnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Akibat tekanan (+) di rongga thorax darah yang kembali dari otak terhambat à TIK meningkat.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;TERAPI OXIGEN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV"&gt;Setelah jalan nafas bebas, maka selanjutnya tergantung dari derajat hipoksia atau hiperkabinya serta keadaan penderita&lt;span style="color: silver;"&gt;. ( rinz)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://rinanovrina.blogspot.com/2011/01/ventilasi-mekanik-dalam-perawatan.html</link><author>noreply@blogger.com (rina novrina)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMU9GwpGsKO5hHEsYl3rB45K76UR3eiQ2e4sfr8RjkQMMLADOyrJHGXXFcK3wlNE2xRsm8d8JPOtowsQ17EO7SV3XNaDWCGi_D4sZh5H1DgcbTo5ww64fGuNWGGAuHOnMPByolPGcEbFk/s72-c/163098_1522059851894_1246527141_31143232_6603091_a.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6837713028479765406.post-5542155382348503531</guid><pubDate>Sat, 25 Dec 2010 12:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-07-27T19:23:40.838-07:00</atom:updated><title>Persahabatan</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
“Apa  yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan  menjengkelkan,  tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai  yang indah”&lt;br /&gt;
“Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama”&lt;br /&gt;
“Persahabatan   tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang   seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan  sahabatnya”&lt;br /&gt;
“Persahabatan  diwarnai dengan berbagai pengalaman  suka dan duka, dihibur-disakiti,  diperhatikan-dikecewakan,  didengar-diabaikan, dibantu-ditolak, namun  semua ini tidak pernah  sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
“Seorang  sahabat tidak  akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari  perselisihan, justru  karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa  adanya”&lt;br /&gt;
“Sahabat   tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa   yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah”&lt;br /&gt;
“Proses   dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari   kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita   memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih   dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan  mewujudkan  apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya”&lt;br /&gt;
“Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis”&lt;br /&gt;
“Semua   orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang   berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya   persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati   sahabatnya”&lt;br /&gt;
“Tetapi penghancur persahabatan ini telah berhasil dipatahkan oleh sahabat-sahabat yang teruji kesejatian motivasinnya”&lt;br /&gt;
“Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri”&lt;br /&gt;
“Dalam   masa kejayaan, teman-teman mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita   mengenal teman-teman kita. Ingatlah kapan terakhir kali anda berada   dalam kesulitan. Siapa yang berada di samping anda??. Siapa yang   mengasihi anda saat anda merasa tidak dicintai??”&lt;br /&gt;
“Siapa yang ingin bersama anda pada saat tiada satupun yang dapat anda berikan??. Merekalah sahabat-sahabat anda”&lt;br /&gt;
“Hargai   dan peliharalah selalu persahabatan anda dengan mereka. Karena seorang   sahabat bisa lebih dekat dari pada saudara sendiri”&lt;br /&gt;
﻿</description><link>http://rinanovrina.blogspot.com/2010/12/persahabatan.html</link><author>noreply@blogger.com (rina novrina)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6837713028479765406.post-5530457708024685660</guid><pubDate>Sun, 28 Nov 2010 13:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-11-28T05:35:27.343-08:00</atom:updated><title>Obat TBC Paru dan Efek Samping</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9N29aVYxAwJGETjDwFdpTSRFsreUlimGkZ4NbyvmFZctVABqHCW1hW8X38fYeRccLJtn951cO1bu6sMZaby8nBnPZzj4blSGvoRO0bmAb3_mCnvIeT3fhJpcNsLw65Z6wbs3-30WOIKo/s1600/obat.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9N29aVYxAwJGETjDwFdpTSRFsreUlimGkZ4NbyvmFZctVABqHCW1hW8X38fYeRccLJtn951cO1bu6sMZaby8nBnPZzj4blSGvoRO0bmAb3_mCnvIeT3fhJpcNsLw65Z6wbs3-30WOIKo/s1600/obat.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="color: yellow;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Prinsip pengobatan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;b style="color: cyan;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;R&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;egimen pengobatan terdiri dari fase awal (intensif) selama 2 bulan dan fase lanjutan selama 4-6 bulan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Selama fase intensif yang biasanya terdiri dari 4 obat, terjadi pengurangan jumlah kuman disertai perbaikan klinis. Pasien yang infeksi menjadi noninfeksi dalam waktu 2 minggu. Sebagian besar pasien dengan sputum BTA positif akan menjadi negative dalam waktu 2 bulan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Selama fase lanjutan diperlukan lebih sedikit obat, tapi dalam waktu yang lebih panjang. Efek sterilisasi obat untuk membersihkan sisa-sisa kuman dan mencegah kekambuhan. Pada pasien dengan sputum BTA positif ada resiko terjadinya resistensi selektif. Penggunaan 4 obat selama fase awal dan 2 obat selama fase lanjutan akan mengurangi resiko resistensi selektif. Pada pasien dengan sputum BTA negatif atau TB ekstrapulmoner tidak terdapat resiko resistensi selektif karena jumlah bakteri di dalam lesi relatif sedikit. Pengobatan fase awal dengan 2 obat biasanya sudah memadai.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pada pasien yang pernah diobati ada resiko terjadinya resistensi. Paduan pengobatan ulang terdiri dari 5 obat untuk fase awal dan 3 obat untuk fase lanjutan. Selama fase awal sekurang-kurangnya 2 di antara obat yang diberikan haruslah yang masih efektif.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="color: yellow;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Wanita hamil dan ibu menyusui:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pengobatan standar dengan &lt;i&gt;INH, rifampisin&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;pyrazinamid &lt;/i&gt;dapat diberikan pada wanita hamil dan menyusui, dianjurkan pemberian piridoksin. Streptomisin tidak boleh diberikan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="color: yellow;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Anak-anak:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Anak-anak diberi &lt;i&gt;INH, rifampisin, &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;pyrazinamid&lt;/i&gt; untuk 2 bulan fase awal dilanjutkan dengan INH dan rifampisin selama 4 bulan. Jika pyrazinamid tidak diberikan selama fase awal, maka pemberian INH dan rifampisin dilanjutkan selama 9 bulan. Untuk anak resiko tinggi infeksi resisten. Etambunol harus termasuk dalam pengobatan 2 bulan fase awal. Akan tetapi diperlukan perhatian khusus pada anak yang kurang dari 6 tahun, karena sulitnya menilai fungsi penglihatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pasien &lt;i&gt;immunocompromised&lt;/i&gt;: Pasien terserang kuman TB yang aktif kembali atau infeksi baru. Sering terjadi multi resisten atau infeksi oleh mikrobakterium lain seperti &lt;i&gt;M. Avium&lt;/i&gt;. Kultur dan uji kepekaan harus selalu dilakukan. Infeksi &lt;i&gt;M. Tuberkulosis&lt;/i&gt; yang peka terhadap obat primer diobati dengan regimen standar selama 6 bulan. Setelah pengobatan, pasien diberi profilaksis jangka panjang dengan INH.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pantauan hasil terapi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Hasil pengobatan pada pasien BTA positif harus dipantau dengan pemeriksaan sputum. Pemeriksaan dengan cara lain bukan merupakan keharusan. Untuk pasien BTA negative dan TB ekstra paru, hasil pengobatan didasarkan pada pemeriksaan klinis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Biasanya diperlukan dua kali pemeriksaan ulang sputum.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pengawasan efek samping&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sebagian besar pasien menyelesaikan pengobatan TB tanpa efek samping yang bermakna, namun sebagian kecil mengalami efek samping. Oleh karena itu pengawasan klinis terhadap efek samping harus dilakukan. Pemeriksaan laboratorium rutin bukan merupakan keharusan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Petugas kesehatan dapat&amp;nbsp; memantau efek samping dengan dua cara. Pertama dengan menerangkan kepada pasien untuk mengenal tanda-tanda efek samping obat dan segera melaporkannya kepada dokter.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kedua, dengan menanyakan secara khusus kepada pasien tentang gejala yang dialaminya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Efek samping obat tuberkulostatik dapat dibagi efek samping mayor dan minor (lihat tabel).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Tabel efek samping minor pemberian obat TB&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Efek samping&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt; &lt;b&gt;Kemungkian penyebab&lt;/b&gt; &lt;b&gt;Penanganan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Minor dosis - Teruskan obat, periksa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Anoreksia, mual, sakit perut Rifampisin Berikan obat pada malam hari atau sesudah makanan yang lain&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Nyeri sendi Pirazinamid Aspirin&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Rasa panas di kaki INH Piridoksin 100 mg/hari&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Urin kemerahan Rifampisin Terangkan pada pasien&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Tabel efek samping mayor pemberian obat TB&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Efek samping Kemungkinan penyebab Penanganan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Efek samping Mayor - Hentikan pemberian obat penyebab&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Gatal-gatal, kemerahan di kulit Tiasetazon Hentikan pemberian obat yang bersangkutan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Ketulian Streptomisin Hentikan streptomisin ganti dengan etambutol&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pusing, vertigo, nistakmus Streptomisin Hentikan streptomisin ganti dengan etambutol&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Ikterus (tanpa sebab lain) Berbagai anti TB Hentikan pemberian anti TB&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Muntah, bingung (kecurigaan gagal hati) Berbagai anti TB Hentikan obat, segera periksa fungsi hati dan waktu protrombin&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Gangguan penglihatan Etambutol Hentikan etambutol&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Syok, purpura, gagal ginjal akut Rifampisin Hentikan rifampisin&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Jika efek samping minor, maka pengobatan dapat diteruskan dengan dosis biasa atau kadang-kadang dosis perlu diturunkan. Dapat diberikan pengobatan simtomtastik. Jika timbul efek samping mayor harus ditangani pada saat pelayanan khusus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Obat-obatan anti tuberkulostatik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Isoniazid (INH)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV"&gt; merupakan obat yang cukup efektif dan berharga murah. Seperti rifampisin, INH harus diikutsertakan&amp;nbsp; dalam setiap regimen pengobatan, kecuali bila ada kontra-indikasi. Efek samping yang sering terjadi adalah neropati perifer yang biasanya terjadi bila ada faktor-faktor yang mempermudah seperti diabetes, alkoholisme, gagal ginjal kronik dan malnutrisi dan HIV. Dalam keadaan ini perlu diberikan peridoksin 10 mg/hari sebagai profilaksis sejak awal pengobatan. Efek samping lain seperti hepatitis dan psikosis sangat jarang terjadi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Rifampisin &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;merupakan komponen kunci dalam setiap regimen pengobatan. Sebagaimana halnya INH, rifampisin juga harus selalu diikutkan kecuali bila ada kontra indikasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pada dua bulan pertama pengobatan dengan rifampisin, sering terjadi gangguan sementara pada fungsi hati (peningkatan transaminase serum), tetapi biasanya tidak memerlukan penghentian pengobatan. Kadang-kadang terjadi gangguan fungsi hati yang serius yang mengharuskan penggantian obat terutama pada pasien dengan riwayat penyakit hati. Selama fase intermiten (fase lanjutan) dilaporkan adanya 6 gejala toksinitas : influenza, sakit perut, gejala pernafasan, syok, gagal ginjal, purpura trombositopernia, dialami oleh 20-30% pasien. Rifampisin menginduksi enzim-enzim hati sehingga mempercepat metabolisme obat lain seperti estrogen, kortikosteroid, fenitoin, sulfonilurea, dan anti-koagulan. Penting : efektivitas kontrasepsi oral akan berkurang sehingga perlu dipilih cara KB yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pyrazinamid&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt; bersifat bakterisid dan hanya aktif terhadap kuman intrasel yang aktif memlah dan &lt;i&gt;mycrobacterium tuberculosis&lt;/i&gt;. Efek terapinya nyata pada dua atau tiga bulan pertama saja. Obat ini sangat bermanfaat untuk meningitis TB karena penetrasinya ke dalam cairan otak. Tidak aktif terhadap &lt;i&gt;Mycrobacterium bovis&lt;/i&gt;. Toksifitas hati yang serius kadang-kadang terjadi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Etambutol&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt; digunakan dalam regimen pengobatan bila diduga ada resistensi. Jika resiko resistensi rendah, obat ini dapat ditinggalkan. Untuk pengobatan yang tidak diawasi, etambutol diberikan dengan dosis 25 mg/kg/hari pada fase awal dan 15 mg/kg/hari pada fase lanjutan (atau 15 mg/kg/hari selama pengobatan). Pada pengobatan intermiten di bawah pengawasan, etambutol diberikan dalam dosis 30 mg/kg 3 kali seminggu atau 45 mg/kg 2 kali seminggu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Efek samping etambutol yang sering terjadi adalah gangguan penglihatan dengan penurunan visual, buta warna dan penyempitan lapangan pandang. Efek toksik ini lebih sering bila dosis berlebihan atau bila ada gangguan fungsi ginjal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Gangguan awal penglihatan bersifat subjektif; bila hal ini terjadi maka etambutol &lt;b&gt;harus segera dihentikan&lt;/b&gt;. Bila segera dihentikan, biasanya fungsi penglihatan akan pulih. Pasien yang tidak bisa mengerti perubahan ini sebaiknya tidak diberi etambutol tetapi obat alternative lainnya. Pemberian pada anak-anak harus dihindari sampai usia 6 tahun atau lebih, yaitu disaat mereka bisa melaporkan gangguan penglihatan. Pemeriksaan fungsi mata harus dilakukan sebelum pengobatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Streptomisin&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt; saat ini semakin jarang digunakan, kecuali untuk kasus resistensi. Obat ini diberikan 15 mg/kg, maksimal 1 gram perhari. Untuk berat badan kurang dari 50 kg atau usia lebih dari 40 tahun, diberikan 500-700 mg/hari. Untuk pengobatan intermiten yang diawasi, streptomisin diberikan 1 g tiga kali seminggu dan diturunkan menjadi 750 ng tiga kali seminggu bila berat badan kurang dari 50 kg.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Untuk anak diberikan dosis 15-20 mg/kg/hari atau 15-20 mg/kg tiga kali seminggu untuk pengobatan yang diawasi. Kadar obat dalam plasma harus diukur terutama untuk pasien dengan gangguan fungsi ginjal. Efek samping akan meningkat setelah dosis kumulatif 100 g, yang hanya boleh dilampaui dalam keadaan yang sangat khusus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Obat-obat sekunder diberikan untuk TBC yang disebabkan oleh kuman yang resisten atau bila obat primer menimbulkan efek samping yang tidak bisa ditoleransi. Termasuk obat sekunder adalah kapreomisin, sikloserin, makrolid generasi baru (azitromisin dan klaritromisin), 4-kuinolon (siprofloksasin dan ofloksasin) dan protionamid&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><link>http://rinanovrina.blogspot.com/2010/11/obat-tbc-paru-dan-efek-samping.html</link><author>noreply@blogger.com (rina novrina)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9N29aVYxAwJGETjDwFdpTSRFsreUlimGkZ4NbyvmFZctVABqHCW1hW8X38fYeRccLJtn951cO1bu6sMZaby8nBnPZzj4blSGvoRO0bmAb3_mCnvIeT3fhJpcNsLw65Z6wbs3-30WOIKo/s72-c/obat.jpeg" width="72"/><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6837713028479765406.post-2429725031094322070</guid><pubDate>Sun, 28 Nov 2010 13:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-11-28T05:19:23.686-08:00</atom:updated><title>Limfadenitis Tuberkulosis ( TBC Kelenjar Getah Bening )</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghLT3zQgNi0HV-VTL9UWh6cNNdMo4CtKkJQ677pEimYFCxZITtVTjS6fpha-HOOMKnEMJw2zDPIoW4iGUSERAj3GmKKhYthv0qZgT6Qg1PlCoe9FGuP65EUqW_eyshD1xL9_vGljfclO8/s1600/limfa.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghLT3zQgNi0HV-VTL9UWh6cNNdMo4CtKkJQ677pEimYFCxZITtVTjS6fpha-HOOMKnEMJw2zDPIoW4iGUSERAj3GmKKhYthv0qZgT6Qg1PlCoe9FGuP65EUqW_eyshD1xL9_vGljfclO8/s1600/limfa.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="color: red; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: x-large;"&gt;L&lt;/span&gt;imfadenitis &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;sendiri disebabkan oleh berbagai infeksi dari berbagai organisme, seperti bakteri, virus, protozoa, riketsia, dan jamur. Untuk penyebarannya ke kelenjar getah bening melalui infeksi pada kulit, hidung, telinga, dan mata&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/goog_151756975"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/%27http://majalahnh.com/index.php?option=com_jcomments&amp;amp;tmpl=component"&gt;Kelenjar getang bening&lt;/a&gt;termasuk dalam susunan retikuloendotel, yang tersebar di seluruh tubuh. Kelenjar ini mempunyai fungsi penting berupa barier atau filter terhadap kuman – kuman / bakteri – bakteri yang masuk kedalam badan dan barier pula untuk sel – sel tumor ganas ( kanker ). Di samping itu bertugas pula membentuk sel-sel limfosit darah tepi.&lt;a href="http://www.blogger.com/%27http://majalahnh.com/index.php?option=com_jcomments&amp;amp;tmpl=component"&gt;Limfadenitis&lt;/a&gt; Tuberkulosis, suatu peradangan pada satu atau lebih kelenjar getah bening. Penyakit ini masuk dalam kategori tuberkolosis luar. Tuberkolosis sendiri dikenal sejak 1000 tahun sebelum Masehi seperti yang tertulis dalam kepustakaan Sanskrit kuno. Nama "tuberculosis" berasal dari kata tuberculum yang berarti benjolan kecil yang merupakan gambaran patologik khas pada penyakit ini. Nah, begitu juga dengan limfadenitis, penyakit ini ditandai benjolan pada bagian leher penderitanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Siklus munculnya penyakit ini adalah bakteria dapat masuk melalui makanan ke rongga mulut dan melalui tonsil mencapai kelenjar limfa di leher, sering tanpa tanda TBC paru. Kelenjar yang sakit akan membengkak dan mungkin sedikit nyeri. Mungkin secara berangsur kelenjar di dekatnya satu demi satu terkena radang yang khas dan dingin ini. Di samping itu, dapat terjadi juga perilimfadenitis sehingga beberapa kelenjar melekat satu sama lain berbentuk massa. Bila mengenai kulit, kulit akan meradang, merah, bengkak, mungkin sedikit nyeri. Kulit akhirnya menipis dan jebol, mengeluarkan bahan keperti keju. Tukak yang terbentuk akan berwarna pucat dengan tepi membiru dan menggangsir, disertai sekret yang jernih. Tukak kronik itu dapat sembuh dan meninggalkan jaringan parut yang tipis atau berbintil-bintil. Suatu saat tukak meradang lagi dan mengeluarkan bahan seperti keju lagi, demikian berulang-ulang. Kulit seperti ini disebut skrofuloderma.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/%27http://majalahnh.com/index.php?option=com_jcomments&amp;amp;tmpl=component"&gt;Limfadenitis&lt;/a&gt;sendiri disebabkan oleh berbagai infeksi dari berbagai organisme, seperti bakteri, virus, protozoa, riketsia, dan jamur. Untuk penyebarannya ke kelenjar getah bening melalui infeksi pada kulit, hidung, telinga, dan mata. Selain itu, gejala untuk menganalisa apakah terkena penyakit ini adalah kelenjar getah bening yang terserang biasanya akan membesar dan jika diraba terasa lunak dan nyeri, selain itu gejala klinis yang timbul adalah demam, nyeri tekan, dan tanda radang. Kulit di atasnya terlihat merah dan terasa hangat, pembengkakan ini akan menyerupai daging tumbuh atau biasa disebut dengan tumor. Dan untuk memastikan apakah gejala-gejala tersebut merujuk pada penyakit limfadenitis maka perlu adanya pengangkatan jaringan untuk pemeriksaan di bawah mikroskop.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Limfadenitis pada taraf parah disebut &lt;a href="http://www.blogger.com/%27http://majalahnh.com/index.php?option=com_jcomments&amp;amp;tmpl=component"&gt;limfadenitis&lt;/a&gt; kronis. Limfadenitis ini terjadi ketika penderita mengalami infeksi kronis, misal pada kondisi ketika seseorang dengan faringitis kronis akan ditemukan pembesaran kelenjar getah bening leher (limfadenitis). Pembesaran di sini ditandai oleh tanda radang yang sangat minimal dan tidak nyeri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pembesaran kronis yang spesifik dan masih banyak di Indonesia adalah akibat tuberkulosa. Limfadenitis tuberkulosa ini ditandai oleh pembesaran kelenjar getah benng, padat / keras, multiple dan dapat berkonglomerasi satu sama lain. Dapat pula sudah terjadi perkijuan seluruh kelenjar, sehingga kelenjar itu melunak seperti abses tetapi tidak nyeri seperti abses banal. Apabila abses ini pecah ke kulit, lukanya sulit sembuh oleh karena keluar secara terus menerus sehingga seperti fistula.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Limfadenitis tuberculosa pada kelenjar getah bening dapat terjadi sedemikian rupa, besar dan konglomerasi sehingga leher penderita itu disebut seperti bull neck. Pada keadaan seperti ini kadang-kadang sulit dibedakan dengan limfoma malignum. Limfadenitis tuberkulosa diagnosis ditegakkan dengan pemeriksaan histopatologi, terutama yang tidak disertai oleh tuberkulosa paru.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Bakteri dalam tubuh memang ada yang menguntungkan namun juga ada pula yang merugikan. Nama-nama bakteri yang masuk dalam kategori bakteri penyebab limfadenitis adalah Streptokokus beta hemolitikus. Grup A atau stafilokokus aureus. Bakteri anaerob bila berhubungan dengan caries dentis (gigi berlubang) dan penyakit gusi. Difteri, Hemofilus influenza tipe b jarang menyebabkan hal ini. Bartonella henselae, mikrobakterium atipik dan tuberkulosis dan toksoplasma.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Secara umum, limfadenitis terdiri dari beberapa macam tergantung penyebabnya, yakni :·&amp;nbsp;Limfadenitis submandibuler, disebabkan adanya sakit gigi atau karies dentis atau pula infeksi stomatitis yang menimbulkan adanya pembesaran kelenjar getah bening mandibuler.·&amp;nbsp;Limfadenitis daerah aksila disebabkan adanya infeksi pada telapak tangan.·&amp;nbsp;Limfadenitis dan inguinal, Paronichya di ibu jari kaki atau infeksi di kaki bagian bawah yang sering membuat rasa nyeri untuk berjalan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Selain proses pengobatan diatas, perlu diketahui pengobatan yang lain yakni pengobatan pada infeksi KGB (&lt;a href="http://www.blogger.com/%27http://majalahnh.com/index.php?option=com_jcomments&amp;amp;tmpl=component"&gt;kelenjar getah bening&lt;/a&gt;) oleh bakteri (limfadenitis) adalah antibiotik oral 10 hari dengan pemantauan dalam 2 hari pertama flucloxacillin 25mg/kgBB empat kali sehari. Bila ada reaksi alergi terhadap antibiotik golongan penisilin dapat diberikan cephalexin 25mg/kg (sampai dengan 500mg) tiga kali sehari atau eritromisin 15mg/kg (sampai 500mg) tiga kali sehari.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Bila anda ingin mencoba mendiagnosis apakah terjadi bengkak pada kelenjar getah bening Anda, maka alurnya seperti berikut :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Untuk penyakit ini,&amp;nbsp; terdapat beberapa cara pengobatan tergandung jenis organisme yang memunculkan penyakit tersebut. Salah satu di antaranya adalah dengan cara antibiotik per-ora (melalui mulut) atau intravena melalui pembuluh darah, jika jenis organismenya adalah bakteri. Jika untuk sekadar mengurangi rasa sakit, bisa melakukan pengompresan air hangat pada bagian kelanjar yang bengkak. &lt;/span&gt;(And)&lt;/div&gt;</description><link>http://rinanovrina.blogspot.com/2010/11/limfadenitis-tuberkulosis-tbc-kelenjar.html</link><author>noreply@blogger.com (rina novrina)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghLT3zQgNi0HV-VTL9UWh6cNNdMo4CtKkJQ677pEimYFCxZITtVTjS6fpha-HOOMKnEMJw2zDPIoW4iGUSERAj3GmKKhYthv0qZgT6Qg1PlCoe9FGuP65EUqW_eyshD1xL9_vGljfclO8/s72-c/limfa.jpeg" width="72"/><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6837713028479765406.post-4537070190539332511</guid><pubDate>Sun, 28 Nov 2010 13:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-11-28T05:11:10.665-08:00</atom:updated><title>Flek Paru Pada Anak</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEizzDvAC_-w3xNi5WLVlgPRa1yRF_AG4mRESAJdQ6u_7_xDygLooxtZMd_8OaqLd1J7zWdUi-deGOwi_4mSKRpOJ0rqEjRdGtq53mo-e2KYMAXoCaDU7W5sm-AV5RZGhvYHvG3ob9LyN3M/s1600/tbc.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEizzDvAC_-w3xNi5WLVlgPRa1yRF_AG4mRESAJdQ6u_7_xDygLooxtZMd_8OaqLd1J7zWdUi-deGOwi_4mSKRpOJ0rqEjRdGtq53mo-e2KYMAXoCaDU7W5sm-AV5RZGhvYHvG3ob9LyN3M/s1600/tbc.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="color: yellow; font-size: x-large;"&gt;F&lt;/span&gt;lek paru biasanya ditandai dengan panas tinggi dan batuk-batuk. Penyakit ini muncul akibat tertular dari orang lain. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-weight: normal;"&gt;Tidak nyaman rasanya, kalau kita terserang batuk yang tak henti. Apalagi bila yang terserang batuk adalah si kecil. Batuk, merupakan indikasi dari berbagai penyakit yang bisa dialami oleh anak. Tetapi bila batuk disertai dengan gejala sesak nafas, bisa jadi ini pertanda ia terkena flek paru. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-weight: normal;"&gt;Istilah &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-style: normal;"&gt;Vlek &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-weight: normal;"&gt;, sebenarnya berasal dari bahasa Belanda yang berarti bercak. Secara medis, istilah ini umum digunakan dokter untuk menunjukkan kelainan yang terlihat pada hasil foto rontgen. Istilah flek paru biasanya digunakan sebagian dokter untuk memperhalus istilah TBC. Menurut literatur, bercak ini sendiri dapat disebabkan oleh berbagai hal, misalnya lendir karena infeksi atau alergi, proses radang seperti pada infeksi akibat TBC atau kuman yang lainnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: red;"&gt;Hindari Penderita TBC &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: red;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-weight: normal;"&gt;Menurut Dr. Hinky Hindra Irawan Satari, Sp.A. MTroPaed., flek di paru-paru, yang belakangan ini banyak sekali menimpa bayi dan balita, umumnya karena tertular orang. “Penyebab flek di paru-paru adalah bakteri Mycobacterium tuberculosis . Bakteri ini ditularkan melalui percikan ludah, batuk, bersin, udara pernapasan dari penderita tuberkulosis (TBC) kepada bayi ataupun balita,” jelas dokter anak dari RSUPN Cipto Mangunkusumo ini.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-style: normal;"&gt;Tuberculosis merupakan bakteri infeksi menular. Ia dapat menyerang anak-anak di bawah usia 2 tahun, orang dewasa, orang-orang dengan sistem imunitas yang sangat rendah dan mereka yang hidup dilingkungan orang-orang yang terinfeksi bakteri ini. Jika anak tertular TBC paru, gejala yang dapat dilihat awam adalah serangan demam yang tak begitu tinggi selama 3 bulan berturut-turut. Namun, demam ini tidak turun meski bayi diberi obat penurun panas. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-style: normal;"&gt;Anak yang kurus atau berat badannya tidak naik-naik seiring usianya yang bertambah (meski Anda telah memberinya banyak makanan bergizi), juga mesti diwaspadai telah terjangkit. “Diare kronik, meski tak tergolong berat, tetapi berlangsung terus-menerus dan tak dapat diobati dengan obat diare biasa, juga bisa merupakan pertanda bayi terjangkit TBC paru. Segeralah periksa ke dokter,” tutur Hindra. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-style: normal;"&gt;Dokter biasanya akan melakukan tes Mantoux , rontgen, dan darah untuk mengetahui apakah ada kemungkinan TBC atau tidak. Kemudian dokter juga akan menentukan pengobatannya. Perlu diketahui, meskipun si kecil positif terinfeksi TBC, namun bukan berarti bakteri tersebut sudah berkembang menjadi penyakit TBC atau TB aktif. Hanya sekitar 10% saja, anak-anak yang terinfeksi TBC akan terjangkit penyakit ini. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-style: normal;"&gt;Menghindari kontak fisik dengan penderita TBC ataupun yang sedang dalam taraf pengobatan, lanjut Hindra, adalah cara yang paling aman agar anak terhindar dari penyakit ini. “Ini karena penularan bakteri TBC paru mudah sekali. Bisa lewat udara. Karena itu bayi memang harus dijauhkan dari orang dewasa yang kita tahu mengidap TBC,” ujarnya lagi, seraya menambahkan pemberian imunisasi BCG juga wajib hukumnya agar bayi memiliki imun (pertahanan) terhadap serangan bakteri ini. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: red;"&gt;TBC Terselubung dan Aktif &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: red;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-style: normal;"&gt;Bakteri TBC termasuk bakteri yang pertumbuhannya termasuk lamban, dan biasanya bakteri ini hanya menyerang pada area tubuh yang mempunyai banyak pasokan oksigen dan aliran darah, seperti pada paru-paru. Di Amerika, hampir sebanyak 85% penderita TBC, merupakan TBC paru. Secara medis, TBC dibagi dalam dua jenis, yaitu infeksi TBC laten dan TBC aktif. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-style: normal;"&gt;Infeksi TBC yang bersifat laten, muncul saat bakteri TBC masuk ke dalam tubuh, namun tidak disertai dengan gejala atau tanda-tanda yang mengindikasikan adanya TBC. Saat bakteri masuk ke paru-paru, sistem imunitas tubuh akan melawan adanya infeksi dengan mengisolasi bakteri ke dalam kapsul kecil yang disebut tubercles . Hampir 90% orang yang terinfeksi bakteri TBC, berhasil dilawan oleh imunitas tubuh tanpa sempat memunculkan gejalanya. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-style: normal;"&gt;Meskipun telah terinfeksi, namun orang tersebut tidak akan mampu menyebarkan bakteri TBC ke orang lain yang ada disekitarnya. Sayangnya, karena bakteri tersebut telah ada di dalam tubuh, ada kemungkinan bakteri tersebut akan berkembang menjadi penyakit TBC aktif. Keberadaan bakteri yang terselubung inipun, hanya bisa diketahui bila kita melakukan tes kulit. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-style: normal;"&gt;Sedangkan TBC aktif, biasanya akan langsung terlihat dari gejala-gejala yang timbul. Sekitar 10% orang yang terinfeksi bakteri TBC, akan berkembang menjadi pengidap TBC aktif. Mereka juga akan dengan mudah menulari orang-orang dilingkungan sekitarnya, jika tidak mendapatkan perawatan yang baik, pengidap TBC aktif mengalami kerusakan pada paru-paru atau organ lainnya, dan juga bisa membahayakan jiwa. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: red;"&gt;Lebih Berat Pada Bayi &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: red;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-style: normal;"&gt;Lantaran kondisi tubuh bayi yang masih rentan, akibat kekebalan tubuh alaminya belum sempurna, jika terjangkit TBC risikonya lebih berat dibanding orang dewasa. “Umumnya TB pada orang dewasa akan terlokalisasi hanya di paru-paru, karena tubuh orang dewasa telah memiliki kekebalan penuh. Sedang pada bayi dan anak-anak, penyebaran bakteri tak hanya di paru-paru, tapi juga ke seluruh tubuh melalui aliran darah. “Itulah sebabnya pada bayi dan anak-anak, kita bisa menjumpai kasus TB tulang, TB hati dan limfa, TB selaput otak atau meningitis,” ungkap Hindra. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-style: normal;"&gt;Dengan alasan itulah, TB paru pada bayi harus segera diobati setelah terdeteksi. Pengobatan biasanya berupa oral (obat yang dimakan) menggunakan obat anti-TB atau obat kombinasi selama 6 bulan, atau 9-12 bulan bagi TBC paru berat yang sudah menjalar ke otak hingga mengakibatkan meningitis. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-style: normal;"&gt;Agar bayi tak terkena TBC paru, pencegahan memang penting. Yang juga penting adalah memberi bayi zat-zat kekebalan tubuh sejak lahir, seperti zat-zat yang terkandung dalam ASI dan makanan bergizi lainnya. “Tak semua bayi yang menderita TBC akan jatuh sakit. Ini tergantung pada daya tahan tubuhnya juga. Bisa saja bayi terjangkit bakteri TB tetapi basil itu mati atau hanya bersarang di dalam tubuh, tidak aktif dan tidak mengganggu,” demikian Hindra. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: red;"&gt;Menangani TBC Pada Anak &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: red;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-style: normal;"&gt;Jika anak Anda terinfeksi, namun belum berkembang menjadi pengidap TBC aktif, ia akan diberikan obat antibiotik, seperti isoniazid . Obat ini biasanya harus di minum setiap hari selama 6-9 bulan untuk mencegah berkembangnya bakteri TBC menjadi aktif. Penderita TBC terselubung, kerap harus mengkonsumsi lebih dari satu antibiotik. Umumnya, mereka akan bisa disembuhkan. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-style: normal;"&gt;Penanganan penderita TBC aktif, juga akan diberikan tiga sampai empat obat yang harus diminum setiap hari selama 6 bulan, atau tergantung pada seberapa serius sakit yang dialami. Selain itu diperlukan juga pemeriksaan lanjutan, untuk melihat berapa besar keberhasilan pengobatan yang diberikan, juga untuk mengetahui efek samping dari obat tersebut, yang kerap menyertai. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-style: normal;"&gt;Meskipun setelah beberapa minggu mengkonsumsi obat-obatan tersebut, si kecil akan terlihat lebih baik dan gejala-gejala yang timbul perlahan menghilang, namun sangat penting bila obat yang diberikan dokter diminum hingga habis. Karena jika tidak, bakteri akan kembali aktif dan malah berkembang menjadi kebal dengan obat-obatan yang diberikan. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-style: normal;"&gt;Bila memang anak sudah terinfeksi bakteri TBC, vaksinasi mungkin sudah tidak mampu bekerja menahan bakteri ini. Meski demikian, The Centers for Disease Control and Prevention , Amerika menyarankan vaksinasi diberikan pada kondisi tertentu saja. Misalnya, bila memang dilingkungan rumah ada orang yang telah positif mengidap TBC aktif, dan belum mendapatkan pengobatan yang seharusnya, maka si kecil harus diberi vaksinasi TB. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Penularan TBC Melalui Udara &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;TBC merupakan penyakit yang mudah menular melalui udara, namun begitu, biasanya penyakit ini akan menjangkiti lingkungannya, apabila: &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-weight: normal;"&gt;Orang-orang yang tinggal di tempat yang      kondisinya ramai. Orang yang terlalu sering terinfeksi bakteri TBC, dan      tinggal di tempat yang ramai, seperti tempat penitipan anak, rumah sakit,      rumah singgah, sekolah, barak militer dan penjara, merupakan tempat yang      beresiko bisa menularkan penyakit TBC. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-weight: normal;"&gt;Orang-orang yang tinggal di satu rumah      dengan penderita TBC aktif. Keadaan ini akan meningkatkan kemungkinan      seseorang tertular bakteri TBC dan sangat besar kemungkinannya untuk      berkembang menjadi infeksi. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: red; font-style: normal;"&gt;Komplikasi Akibat TBC &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: red;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-style: normal;"&gt;Para penderita TBC aktif, harus segera mendapatkan perawatan. Jika tidak, bakteri TBC aktif akan berkembang dan menyebabkan terjadinya komplikasi serius, seperti: &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-weight: normal;"&gt;Kerusakan paru-paru yang bisa membuat      paru-paru berlubang dan menderita cavities . Area yang rusak, mungkin juga      akan menyebabkan terjadinya pendarahan di paru-paru atau terinfeksi      bakteri lainnya dan kemungkinan besar terjadi abscess . &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-weight: normal;"&gt;Berlubangnya saluran pernafasan di      paru-paru. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-weight: normal;"&gt;Terblokirnya aliran udara di dalam      paru-paru. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;</description><link>http://rinanovrina.blogspot.com/2010/11/flek-paru-pada-anak.html</link><author>noreply@blogger.com (rina novrina)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEizzDvAC_-w3xNi5WLVlgPRa1yRF_AG4mRESAJdQ6u_7_xDygLooxtZMd_8OaqLd1J7zWdUi-deGOwi_4mSKRpOJ0rqEjRdGtq53mo-e2KYMAXoCaDU7W5sm-AV5RZGhvYHvG3ob9LyN3M/s72-c/tbc.jpeg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6837713028479765406.post-4054947172619267560</guid><pubDate>Tue, 23 Nov 2010 01:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-11-28T05:36:09.729-08:00</atom:updated><title>AYO MULAI MELAKUKAN SADARI ( perikSA payuDAra sendiRI )</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgW6PKZ-Y_Qu_LQZLqw3oJHj_n-FPJcMpt21Y0eVopJBbAWg-ESGw0DAg1ZQKCmmVCgyK9WrO0XGai7PtmAG37ZUEV2f-eYWMLRuMRraDxyBok5sMaKBlbG7_LC5ofXX9PLGmNdBVUpY_w/s1600/250px-Breastfeeding_infant.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgW6PKZ-Y_Qu_LQZLqw3oJHj_n-FPJcMpt21Y0eVopJBbAWg-ESGw0DAg1ZQKCmmVCgyK9WrO0XGai7PtmAG37ZUEV2f-eYWMLRuMRraDxyBok5sMaKBlbG7_LC5ofXX9PLGmNdBVUpY_w/s320/250px-Breastfeeding_infant.jpg" width="215" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Tumor dan kanker payudara ternyata mulai banyak menyerang &lt;span style="color: yellow;"&gt;remaja,&lt;/span&gt; dan &lt;span style="color: magenta;"&gt;wanita usia muda&lt;/span&gt; yang kebanyakan belum menikah. Bisa dibayangkan masa depan bagaimana yang akan mereka hadapi apabila terdeteksi pada kondisi yan telah lanjut. Selain memakan biaya juga masa – masa remaja /&amp;nbsp; muda&amp;nbsp; yang bahagia dan usia produktif mereka akan terenggut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Oleh karena itu, saya menghimbau para wanita terutama remaja dan wanita muda untuk mulai secara rutin memeriksa payudaranya sendiri. Memang jarang wanita yang mau melakukan ini, karena khawatir menemukan sesuatu di payudaranya, dan ini kadang bisa menimbulkan rasa takut dan frustrasi. Tapi memeriksa payudara sendiri secara teratur dikombinasikan dengan pemeriksaan oleh dokter secara rutin adalah salah satu cara penting untuk mendeteksi kanker payudara secara dini. Apabila kanker terdeteksi dini, maka peluang kesembuhan itu sangat besar.Memang tidak semua kanker bisa ditemukan dengan cara ini, bisa juga dengan &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mammography"&gt;mammography&lt;/a&gt;. Tapi 10% benjolan yang para wanita rasakan kadang tidak terdeteksi juga dengan alat ini.Oleh karena itu apabila hal tersebut terjadi padahal dengan rabaan ( SADARI ) terasa ada kelainan maka wanita bisa segera mengunjungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pemeriksaan payudara secara rutin bisa dilakukan sebulan sekali beberapa hari setelah menstruasi, ketika payudara kemungkinan besar sudah tidak terasa keras,membesar dan sakit. Untuk wanita yang sudah menopause pilih hari yang mudah diingat. Misalnya dilakukan setiap tanggal 1 atau 30 tiap bulan. Apabila SADARI sudah menjadi kebiasaan maka lama-lama kita akan mengenali struktur payudara sendiri sehingga apabila ada suatu kelainan bisa segera diketahui sendiri.Untuk mereka yang rajin mencatat, kondisi payudara tiap bulan bisa dicatat sendiri. Ini bisa menjadi semacam record dan peta kondisi payudara setiap waktu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;CARA MELAKUKAN SADARI&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Ada lima langkah dalam melakukan SADARI, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Mulailah dengan mengamati payudara di cermin dengan bahu lurus dan lengan di pinggang. Disini, yang harus diamati adalah bentuk payudara, ukuran dan warna. Karena rata-rata &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Payudara"&gt;payudara &lt;/a&gt;berubah tanpa kita sadari. Perubahan-perubahan yang perlu diwaspadai adalah : berkerut, cekung kedalam, atau menonjol kedepan karena ada benjolan. Puting yang berubah posisi dimana seharusnya menonjol keluar, malahan tertarik kedalam. Warna memerah, kasar dan sakit &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Kemudian angkat kedua lengan untuk melihat apakah ada kelainan pada kedua payudara&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Sementara masih didepan cermin, tekan puting apakah ada cairan yang keluar. ( bisa berupa cairan putih seperti susu, kuning atau malahan darah ).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Kemudian berbaringlah, raba payudara kanan dengan tangan kiri untuk merasakan perubahan yang ada di payudara sebelah kanan dan sebaliknya. Tekan secara halus dengan jari-jari secara datar &amp;amp; serentak. Selubungi dengan jari payudara kita dari arah atas sampai bawah, dari tulang selangka ke bagian atas perut,dari ketiak ke leher bagian bawah. Ulangi pola ini sehingga yakin bahwa seluruh payudara telah tercover. Kini mulai pada puting. Buat lingkaran yang makin lama makin besar hingga mencapai seluruh tepi payudara. Menggunakan jari, buatlah gerakan keatas dan kebawah berpindah secara mendatar/menyamping seperti sedang memotong rumput. Sambil rasakan seluruh jaringan payudara, dibawah kulit dengan rabaan halus hingga rabaan yang sedikit lebih menekan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Terakhir, rasakan payudara anda ketika sedang berdiri atau duduk. Bagi kebanyakan wanita, paling mudah untuk merasakan payudaranya adalah ketika payudaranya sedang basah dan licin, sehingga paling cocok adalah ketika sedang mandi dibawah shower. Lakukan seperti pada langkah ke-4, dan yakinkan bahwa seluruh payudara sudah tercover oleh rabaan tangan. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;﻿&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><link>http://rinanovrina.blogspot.com/2010/11/ayo-mulai-melakukan-sadari-periksa.html</link><author>noreply@blogger.com (rina novrina)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgW6PKZ-Y_Qu_LQZLqw3oJHj_n-FPJcMpt21Y0eVopJBbAWg-ESGw0DAg1ZQKCmmVCgyK9WrO0XGai7PtmAG37ZUEV2f-eYWMLRuMRraDxyBok5sMaKBlbG7_LC5ofXX9PLGmNdBVUpY_w/s72-c/250px-Breastfeeding_infant.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6837713028479765406.post-2946670515232022846</guid><pubDate>Wed, 17 Nov 2010 06:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-11-16T22:27:58.379-08:00</atom:updated><title>Kanker Payudara dan Penanganannya</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwYiklk9-M1qloDFlEKKSzo-zNKb2MHgUgEAU1N05QY8j17XGcFV_1PApn5y3PdR5GRASZewgxQgQnHoBu8VhLTFDqiYmEpbtwEMn-M2mz8nbIj0VwSiBZvEiSEUlN_3WAcgiOLdGlwRI/s1600/74267_1467952579246_1246527141_31032554_2847109_a.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwYiklk9-M1qloDFlEKKSzo-zNKb2MHgUgEAU1N05QY8j17XGcFV_1PApn5y3PdR5GRASZewgxQgQnHoBu8VhLTFDqiYmEpbtwEMn-M2mz8nbIj0VwSiBZvEiSEUlN_3WAcgiOLdGlwRI/s1600/74267_1467952579246_1246527141_31032554_2847109_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kanker Payudara adalah suatu penyakit dimana terjadi pertumbuhan berlebihan atau perkembangan tidak terkontrol dari sel-sel (jaringan) payudara, Hal ini bisa terjadi terhadap wanita maupun pria. Dari seluruh penjuru dunia, penyakir kanker payudara (Breast Cancer/Carcinoma mammae) diberitakan sebagai salah satu penyakit kanker yang menyebabkan kematian nomor lima (5) setelah ; &lt;i style="color: magenta;"&gt;kaker paru, kanker rahim, kanker hati dan kanker usus.&lt;/i&gt;&lt;span style="color: magenta;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;Penyebab Kanker Payudara&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Penyakit kanker payudara terbilang penyakit kanker yang paling umum menyerang kaum wanita, meski demikian pria pun memiliki kemungkinan mengalami penyakit ini dengan perbandingan 1 di antara 1000. Sampai saat ini belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan kanker ini terjadi, namun beberapa faktor kemungkinannya adalah :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Usia, Penyakit kanker payudara meningkat pada usia remaja keatas&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Genetik, Ada 2 jenis gen (BRCA1 dan BRCA2) yang sagat mungkin sebagai resiko. Jika ibu atau saudara wanita mengidap penyakit kanker payudara, maka anda kemungkinan memiliki resiko kanker payudara 2 kali lipat dibandingkan wanita lain yang dalam keluarganya tidak ada penderita satupun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pemakaian obat-obatan, Misalnya seorang wanita yang menggunakan therapy obat hormon pengganti {hormone replacement therapy (HRT)} seperti Hormon eksogen akan bisa menyebabkan peningkatan resiko mendapat penyakit kanker payudara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Faktor lain yang diduga sebagai penyebab kanker payudara adalah; tidak menikah, menikah tapi tidak punya anak, melahirkan anak pertama sesudah usia 35 tahun, tidak pernah menyusui anak.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa penyakit kanker payudara meningkat pada orang yang sering menghadapi kondisi stress (goncangan jiwa) dan juga bagi wanita yang sebelumnya mengalami menstruasi dibawah usia 11 tahun.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: yellow;"&gt;Tanda dan Gejala Penyakit Kanker Payudara&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: yellow;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Bagi anda yang merasakan adanya benjolan aneh disekitar jaringan payudara atau bahkan salah satu payudara tampak lebih besar, Sebaiknya cepat berkonsultasi kepada dokter. Benjolan ini umumnya tidak menimbulkan rasa sakit, mulai dari ukuran kecil yang kemudian menjadi besar dan teraba seperti melekat pada kulit. Beberapa kasus terjadi perubahan kulit payudara sekitar benjolan atau perubahan pada putingnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: yellow;"&gt;Tanda dan Gejala Penyakit Kanker Payudara&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Saat benjolan mulai membesar, barulah menimbulkan rasa sakit (nyeri) saat ditekan. Jika dirasakan nyeri pada payudara dan puting susu yang tidak kunjung hilang, sebaiknya segera memeriksakan diri kedokter. Puting susu yang mengkerut kedalam, yang tadinya berwarna merah muda dan akhirnya menjadi kecoklatan bahkan adanya oedema (bengkak) sekitar puting merupakan salah satu tanda kuat adanya kanker payudara. Hal lain adalah seringnya keluar cairan dari puting susu ketika tidak lagi menyusui bayi anda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;Diagnosa Penyakit Kanker Payudara&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Penyakit kanker payudara dapat diketahui dengan pasti dengan cara pengambilan sample jaringan sel payudara yang mengalami pembenjolan (tindakan biopsi). Dengan cara ini akan diketahui jenis pertumbuhan sel yang dialami, apakah bersifat tumor jinak atau tumor ganas (kanker).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: yellow;"&gt;Type Penyakit Kanker Payudara&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: yellow;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Melalui pemeriksaan yang di sebut dengan mammograms, maka type kanker payudara ini dapat dikategorikan dalam dua bagian yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: cyan;"&gt;Kanker payudara non invasive&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: cyan;"&gt;, kanker yang terjadi pada kantung (tube) susu {penghubung antara alveolus (kelenjar yang memproduksi susu) dan puting payudara}. Dalam bahasa kedokteran disebut ‘ductal carcinoma in situ’ (DCIS), yang mana kanker belum menyebar ke bagian luar jaringan kantung susu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #ffcc99;"&gt;Kanker payudara invasive&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #ffcc99;"&gt;, kanker yang telah menyebar keluar bagian kantung susu dan menyerang jaringan sekitarnya bahkan dapat menyebabkan penyebaran (metastase) kebagian tubuh lainnya seperti kelenjar lympa dan lainnya melalui peredaran darah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: red;"&gt;Pengobatan Kanker Payudara&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: red;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Dalam melakukan pengobatan kanker payudara, biasanya dokter akan mempertimbangkan berbagai faktor, antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Stadium kanker&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="color: red;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;O – Disebut kanker payudara non invasif. Ada 2 tipe, yaitu DCIS (ductal carcinoma in situ) dan LCIS(lobular carcinoma in situ) I – Kanker invasif kecil (ukuran tumor lebih kecil dari 2 cm dan tidak menyerang kelenjar getah bening) II – Kanker invasif (ukuran tumor 2-5 cm dan sudah menyerang kelenjar getah bening) III – Kanker invasif besar (ukuran tumor &amp;gt; 5 cm dan benjolan sudah menonjol ke permukaan kulit, pecah ataupun berdarah/bernanah IV – Sel kanker sudah bermetastesis/menyebar ke organ lain seperti paru-paru, liver, tulang ataupun otak&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: red;"&gt;Grade Kanker&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: red;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Peringkatnya adalah G1, G2 &amp;amp; G3. Grade 3 adalah peringkat yang paling agresif dan hasil kesembuhannya paling buruk.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: red;"&gt;Keadaan reseptor estrogen (Estrogen Receptor-ER)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: red;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Jika ER positif, sel-sel kanker dapat merespon terapi hormon seperti tamoxifen.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: red;"&gt;Kondisi spesifik terkait pasien, seperti:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: red;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Umur pasien dan kondisi kesehatan secara umum - Sudah menopause atau belum Tujuan utama pengobatan kanker pada tahap awal (primer) adalah untuk mengangkat tumor dan membersihkan jaringan disekitar tumor. Terapi radiasi dapat dilakukan dalam keadaan tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: red;"&gt;PEMBEDAHAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: red;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Secara umum semakin kecil tumor biasanya dokter akan menganjurkan untuk operasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jenis-jenis pembedahan:&lt;/div&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Lumpectomy ( Operasi pengangkatan      tumor dan jaringan yang di sekitarnya). &lt;/span&gt;Untuk DCIS dan kanker      invasif, biasanya dilanjutkan dengan terapi radiasi&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Total mastectomy (operasi      pengangkatan seluruh payudara), tetapi tidak termasuk kelenjar getah      bening dibawah ketiak&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Breast      reconstruction (payudara buatan) dapat dipertimbangkan bagi para wanita      yang menjalani total mastectomy.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #ff6600;"&gt;TERAPI AJUVAN DAN NEO-AJUVAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt; Tahapan berikutnya dalam menangani kanker bertujuan untuk mengurangi resiko kanker kambuh ataupun menyebar. Perlu dipahami bahwa bahkan dalam tahap awalpun kanker payudara dapat menyebar. Biasanya dokter akan merekomendasikan terapi tambahan. Disebut terapi ajuvan bila dilakukan pasca-operasi dan disebut terapi neo-ajuvan bila dilakukan sebelum operasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kebanyakan terapi ajuvan bersifat sistemik, yaitu bekerja melalui aliran darah untuk mencapai sel-sel kanker di seluruh tubuh. Terapi ajuvan untuk kanker payudara dapat meliputi kemoterapi, terapi hormon, targeted therapy dengan obat trastuzumab (Herceptin ®), radioterapi, atau kombinasi diatas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #ff6600;"&gt;KEMOTERAPI AJUVAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt; Penelitian telah menunjukkan bahwa ajuvan kemoterapi untuk tahap awal kanker payudara membantu untuk mencegah kanker dari kembali. Biasanya, lebih dari satu obat diberikan selama kemoterapi ajuvan (disebut kombinasi kemoterapi). Contohnya, antara lain: - CMF ( cyclophosphamide, methotrexate, dan 5-FU ) - FAC ( 5-Fu, Doxorubicin, cyclophosmide ) - TAC ( docetaxel, doxorubicin, dan cyclophosphamide ) - GT ( gemcitabine dan paclitaxel ) - Dll&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #ff6600;"&gt;TERAPI HORMON&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #ff6600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Bertujuan untuk menekan produksi hormon estrogen yang amat diperlukan bagi perkembangan tumor.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #99ccff;"&gt;a. Obat tamoxifen:&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #99ccff;"&gt; Cara kerjanya adalah menghambat aktivitas estrogen dalam tubuh. Tamoxifen dapat diberikan kepada wanita premenopause maupun postmenopause.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #99ccff;"&gt;b. Obat Aromatase Inhibitor (AI)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #99ccff;"&gt; Cara kerjanya adalah mencegah tubuh membuat estrogen. Dapat digunakan oleh wanita postmenopause setelah terapi tamoxifen ataupun sebagai pengganti terapi tamoxifen. Tidak terlalu efektif untuk wanita premenopause.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #ff6600;"&gt;TARGETED THERAPY&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #ff6600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: yellow;"&gt;a. Trastuzumab (Herceptin®)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;Adalah obat target terapi antibodi monoklonal yang diberikan melalui intravena infus. Terapi ini ditujukan pada protein pemelopor pertumbuhan, yang dikenal dengan nama HER2. Diperkirakan sekitar 20% pasien kanker payudara adalah HER2 positif. Kanker payudara HER2 positif ini cenderung tumbuh dan menyebar lebih agresif. Perlu dicermati bahwa pada kasus yang sangat jarang, Trastuzumab dapat menyebabkan masalah pada jantung. Risiko masalah jantung lebih tinggi bila trastuzumab diberikan dengan obat kemoterapi tertentu seperti doksorubisin (adriamisin) dan epirubicin (Ellence).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: yellow;"&gt;b. Lapatinib (Tykerb):&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: yellow;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Adalah obat target terapi yang ditujukan pada protein HER2. Saat ini penggunaannya hanya diberikan pada kasus kanker payudara stadium lanjut, dan biasanya diberikan bersamaan dengan obat kemoterapi capecitabine (Xeloda).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: yellow;"&gt;c. Bevacizumab (Avastin ®)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: yellow;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Adalah antibodi monoklonal yang dapat digunakan pada pasien kanker payudara yang sudah bermetastesis. Antibodi ini ditujukan untuk melawan protein yang membantu tumor membentuk pembuluh darah baru. Bevacizumab diberikan melalui intravena infus. Seringkali dikombinasikan dengan obat kemoterapi paclitaxel (Taxol).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: yellow;"&gt;RADIOTERAPI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: yellow;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Radioterapi biasanya diberikan setelah operasi pembedahan lokal dan dapat diberikan setelah mastektomi. Bagi wanita dengan risiko tinggi, dokter dapat menggunakan terapi radiasi setelah mastektomi untuk membunuh sel-sel kanker yang mungkin tersisa di jaringan sebelah payudara, seperti dinding dada atau kelenjar getah bening di dekatnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: red;"&gt;Pencegahan Penyakit Kanker Payudara&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: red;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Bagi anda yang merasakan ada hal yang tampak berbeda pada payudara, segeralah memeriksakannya ke dokter jangan sampai terlambat. Misalnya adanya pembesaran sebelah, adanya benjolan disekitar payudara, nyeri terus menerus pada puting susu dan sebagainya seperti pada keterangan tanda dan gejala payudara diatas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Tindakan lain yang bisa anda lakukan adalah Hindari kegemukan, Kurangi makan lemak, Usahakan banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin A dan C, Jangan terlalu banyak makan makanan yang diasinkan dan diasap, Olahraga secara teratur, dan Check-up payudara sejak usia 30 tahun secara teratur.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: red;"&gt;Pengobatan Tanpa Operasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: red;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Tergantung stadium, bisa operasi, kemoterapi, radioterapi, hormonal. Untuk stadium dini (I dan II) operasi dengan cara breast conserving treatment (BCT) yaitu hanya mengangkat tumor dengan 1-2 cm dari jaringan normal disekitarnya, lalu diradioterapi selama 5-6 minggu, angka kekambuhan 10-12%.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><link>http://rinanovrina.blogspot.com/2010/11/kanker-payudara-dan-penanganannya.html</link><author>noreply@blogger.com (rina novrina)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwYiklk9-M1qloDFlEKKSzo-zNKb2MHgUgEAU1N05QY8j17XGcFV_1PApn5y3PdR5GRASZewgxQgQnHoBu8VhLTFDqiYmEpbtwEMn-M2mz8nbIj0VwSiBZvEiSEUlN_3WAcgiOLdGlwRI/s72-c/74267_1467952579246_1246527141_31032554_2847109_a.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6837713028479765406.post-6020734996797908718</guid><pubDate>Sat, 13 Nov 2010 02:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-11-12T18:22:19.317-08:00</atom:updated><title>Anak Kita dan Permainannya..</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2eXSqtyKNnUd77UQERtVsW9LvQvlhOzOxUvBaSQlBUnPwIhgAhUa2RKqGs_c5URiblg6ai_lX8VBygaU6G3EBF7QleQli_Rb4uomalBmF1j19Twx9eg1p9PasfUxH8krbOxikCsU7tvA/s1600/ank.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2eXSqtyKNnUd77UQERtVsW9LvQvlhOzOxUvBaSQlBUnPwIhgAhUa2RKqGs_c5URiblg6ai_lX8VBygaU6G3EBF7QleQli_Rb4uomalBmF1j19Twx9eg1p9PasfUxH8krbOxikCsU7tvA/s320/ank.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Sebelumnya ingin kusisipkan sejumput bait layaknya puisi : &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="color: yellow;"&gt;Hari merona tergelar dalam lembaran&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="color: yellow;"&gt;Senyum ceria dan celoteh suka yang selalu ada&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="color: yellow;"&gt;Pada tiap hati yang masih bening penuh kesan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="color: yellow;"&gt;Yaitu pada jiwa anak nan cerah berwarna&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="color: yellow;"&gt;Jagalah kebeningan itu jangan hilangkan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="color: yellow;"&gt;Biarkan dunia anak itu tetap indah tanpa noda Jauhkan dari hitam kemajuan dan kenegatifan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="color: yellow;"&gt;Agar tumbuh kualitas yang patut dibangga&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span lang="SV" style="color: #00ccff;"&gt;&amp;nbsp;Semua manusia tentu pernah merasakan menjadi seorang anak... usia belia... usia kanak-kanak... dunia anak adalah masa yang paling indah... mestinya... walau terkadang ada sebagian orang yang punya masa kecil kurang bahagia... Namun usia kanak-kanak itu adalah masa tanpa beban pikiran yang berat... karena di masa cilik, seorang anak hanya mengisi hari-harinya dengan keceriaan...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #ffcc00;"&gt;Bermain adalah salah satu aktivitas terbanyak di masa itu... Kalau saya ingat zaman saya kanak-kanak, rasanya berbeda sekali dengan masa kini... Anak-anak jadul itu punya beragam permainan yang mengisi hari-hari bersama teman-teman, berbeda dengan kini yang sepertinya telah tergerus kecangihan tekhnologi era globalisasi... Kalau mungkin pertumbuhan ilmu itu meningkat, tentu bagus juga pemikiran anak juga diantar pada tingkatan ilmu sesuai zamannya, tetapi sangat disayangkan juga perkembangan ilmu tekhnologi itu jika kemudian merubah anak jadi kurang kreatif, mengurangi sosialitasnya, geraknya... coba saja perhatikan... anak-anak zaman kini yang lebih senang bermain game (entah ps/playstasion, atau game internet, atau game handphone dll...), yang membuatnya berlama-lama di depan layar bertekhnologi yang mungkin memberi dampak radiasi rendah (jika berlama-lama depan komputer akan merusak mata, membuat kepala pening dll) mengurangi gerak tubuh, membuatnya terpaku pada layar tanpa perkembangan imajinasi dan kreatifitas... Atau mungkin kalau permainannya untuk perorangan dapat mengurangi kemauan untuk bersosialisasi seorang anak... Bahkan segi negatifnya, jika adanya kurang pengontrolan internet, pornographi sampai juga di depan mata dan masuk ke pikiran anak-anak yang masih tabu itu...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #ffcc00;"&gt;Sedangkan permainan jadul itu beragam, dan mengandung kreatifitas serta pengembangan imajinasi dan mengasah talenta, serta memberi inspirasi bagi kehidupan... Apalagi untuk anak-anak yang dipedesaan... tanpa disadari, semua permaianan anak yang kini disebut ketinggalan zaman itu mengandung berjuta pelajaran... contohnya ketika seorang anak membuat &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #f9cb9c;"&gt;mobil-mobilan dari kulit&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #ffcc00;"&gt;&lt;span style="color: #f9cb9c;"&gt; &lt;/span&gt;jeruk, itu adalah salah satu kreatifitas&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt; &lt;span style="color: #9fc5e8;"&gt;yang mungkin tidak bisa dilakukan anak zaman sekarang, ketika bermain tali, maka gerak tubuh dan sosialitas anak terpacu, bermain rumah-rumahan maka imajinasi anak berkembang, bermain congklak juga dapat melatih otak untuk perhitungan, untuk ketelitian dan lan-lain, kalau contoh permainan yang aga kotanya mungkin lego... permainan ini rasanya dulu cukup disenangi, tapi zaman kini aga kurang diminati... dengan bermain lego, atau susun balok plastik menjadi sebuah bentuk dapat meningkatkan kreatifitas anak... tamia (mobil elektrik) juga dulu booming di kalangan anak laki-laki, walaupun modern tapi mengasah ilmu, karena terkadang anak lelaki akan mngutak-atik tamianya sehingga anak mengenal komponen listrik, kalau sekarang mungkin hanya di komusitas/ club saja tamia masih digemari... dan masih banyak lagi permainan jadul yang rasanya lebih mendidik dan dapat menginspirasi hidup setiap jiwa saat dewasa, dibandingkan permainan masa kini yang terpaku pada kecanggihan tekhnologi berlayar yang tidak terbatas...Kalau kamu gimana? Saat masa kecilmu dulu permainan apa yang menurutmu paling menyenangkan dan tidak terlupakan namun kini telah tergerus tekhnologi? Dan apa pendapatmu tentang permainan anak-anak dengan kecanggihan terkhnologi masa kini? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #9fc5e8;"&gt;Share di blog ini yup..&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: cyan; text-align: justify;"&gt;Oya, kalau menurut saya juga, mungkin jika difungsikan untuk meningkatkan daya fikir anak pada kemajuan teknologi dengan pengenalan pada tekhnologi, tiadalah mengapa anak-anak itu didekatkan dengan tekhnologi, tapi jika kemudian tidak terbatas dan&amp;nbsp; berleihan maka sisi-sisi negatif dari globalisasi juga akan merusak mental anak yang dalam masanya&amp;nbsp;kberembang, dan jauh dari hal-hal bagus yang dikesampingkan dan dianggap jadul atau ketinggalan jaman... orang dewasa saja sering tidak mampu berhadapan dengan kemajuan tekhnologi, alias menyalahgunakan tekhnologi, dengan banyaknya penyebaran video porno dan pengeditan gambar asli dengan wajah berbeda yang kini banyak merusak nama baik orang terutama perempuan, atau banyak juga pengeksploitasian perempuan pada jalur kecanggihan tekhnologi itu, hacker-hacker yang negatif juga banyak, dan lain-lain... &lt;span lang="SV"&gt;Bagaimana dengan anak-anak? Masa depan apa yang akan dimiliki sebagian anak yang telah terjerumus dalam kemajuan tekhnologi yang tidak terkontrol? Maka kalau saja dunia anak itu ditata kembali dengan baik mungkin akan meminimalisir hal hal negatif di masa kanak-kanak yang meupakan masa pembelajaran diri itu&lt;/span&gt;﻿&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><link>http://rinanovrina.blogspot.com/2010/11/anak-kita-dan-permainannya.html</link><author>noreply@blogger.com (rina novrina)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2eXSqtyKNnUd77UQERtVsW9LvQvlhOzOxUvBaSQlBUnPwIhgAhUa2RKqGs_c5URiblg6ai_lX8VBygaU6G3EBF7QleQli_Rb4uomalBmF1j19Twx9eg1p9PasfUxH8krbOxikCsU7tvA/s72-c/ank.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6837713028479765406.post-7376105357174762286</guid><pubDate>Fri, 12 Nov 2010 23:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-11-12T15:38:34.635-08:00</atom:updated><title>Permainan Tradisional untuk Anak (mengingat masa kecilku)</title><description>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;img src="http://img2.blogblog.com/img/video_object.png" style="background-color: #b2b2b2; " class="BLOGGER-object-element tr_noresize tr_placeholder" id="ieooui" data-original-id="ieooui" /&gt; &lt;style&gt;
st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
 mso-para-margin:0cm;
 mso-para-margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:10.0pt;
 font-family:"Times New Roman";
 mso-ansi-language:#0400;
 mso-fareast-language:#0400;
 mso-bidi-language:#0400;}
&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dunia anak adalah dunia bermain. Beragam &lt;strong&gt;mainan&lt;/strong&gt; diciptakan untuk menghibur dan juga sebagai sarana pendidikan anak. Mulai dari mainan yang terbuat dari plastik hingga mainan elektronik. Tetapi, tidak ada salahnya Anda mengajarkan permainan yang mungkin sering Anda mainkan sejak kecil. Permainan seperti ini mengasah kemampuan otak, kemampuan membuat strategi, sikap mudah bersosialisasi, dan membangun EQ. Masih ingatkah permainan apa saja?&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Permainan Tradisional&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhwfsWzS8_ImRQC8g-UgKyoBEgEqC0J7oW8g7VUCOCcqF37afSUKpTRZ_hTSyieT8t316z1GWHl2WemtIE5k1V883lRpm0bjLJyDel39L6LCIWJYsDqYdUYx3HV4HSf-NPi_-sOCSzZFXw/s1600/congk.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhwfsWzS8_ImRQC8g-UgKyoBEgEqC0J7oW8g7VUCOCcqF37afSUKpTRZ_hTSyieT8t316z1GWHl2WemtIE5k1V883lRpm0bjLJyDel39L6LCIWJYsDqYdUYx3HV4HSf-NPi_-sOCSzZFXw/s1600/congk.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengenang &lt;strong&gt;permainan anak&lt;/strong&gt; yang biasa dimainkan saat masih kecil merupakan kenangan indah yang lucu. Beberapa permainan yang mungkin Anda mainkan saat masih kecil misalnya &lt;strong&gt;congklak&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;gasing&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;bekel&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;petak umpet&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;petak jongkok&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;gobak sodor&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;petak benteng&lt;/strong&gt;, dan masih banyak permainan menarik lainnya. Mari kita telusuri satu per satu &lt;strong&gt;permainan tradisional&lt;/strong&gt; yang mungkin kita mainkan saat kanak-kanak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Congklak&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Permainan &lt;strong&gt;congklak&lt;/strong&gt; menggunakan papan permainan yang memiliki 14 lubang dan 2 lubang induk yang ukurannya lebih besar. Dimainkan oleh 2 orang. Satu lubang induk terletak pada ujung papan dan lubang induk lainnya terletak di ujung lainnya. Di antara kedua lubang induk terdapat 2 baris yang tiap barisnya berisi 7 lubang yang jumlahnya 14 lubang.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="color: cyan; font-family: Symbol; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: cyan;"&gt;Cara bermain:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: cyan;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;Tiap lubang kecil diisi dengan 7 biji yang biasanya terbuat dari kerang atau plastik. Kecuali lubang induk yang dibiarkan kosong. Setelah menentukan siapa yang akan mulai lebih dulu, maka permainan dimulai dengan memilih salah satu lubang dan menyebarkan biji yang ada di lubang tersebut ke tiap lubang lainnya searah jarum jam. Masing-masing lubang diisi dengan 1 biji. Bila biji terakhir jatuh di lubang yang ada biji-bijian lain maka biji yang ada di lubang tersebut diambil lagi untuk diteruskan mengisi lubang-lubang selanjutnya. Jangan lupa untuk mengisikan biji ke lubang induk kita setiap melewatinya. Sedangkan lubang induk lawan tidak perlu diisi.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;Bila biji terakhir ternyata masuk dalam lubang induk kita, berarti kita bisa memilih lubang lainnya untuk memulai lagi, tetapi bila ternyata saat biji terakhir diletakkan pada salah satu lubang kosong, berarti giliran untuk lawan kita. Bila lubang tempat biji terakhir itu ada di salah satu dari 7 lubang yang ada di baris kita, maka biji yang ada di seberang lubang tersebut beserta 1 biji terakhir yang ada di lubang kosong akan menjadi milik kita dan akan masuk dalam lubang induk kita.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;Setelah semua baris kosong, maka permainan dimulai lagi dengan mengisi 7 lubang milik kita, masing-masing dengan 7 biji dari biji yang ada di lubang induk kita. Dimulai dari lubang yang terdekat dengan lubang induk, bila tidak mencukupi maka lubang lainnya dibiarkan kosong dan selama permainan tidak boleh diisi. &amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjibc2vR3ibj0PSEJhhExK87_xa31DgnCA0Tq2osZjtFYLXCOwgiZEz2oUVo59rrmVafcfjH7G61KzoySXI3-qqVOId0iZgATtw72P7gkbfTMLH4DveG_d6Z77d4Zcid1RUAukPId5dBE4/s1600/gasing.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjibc2vR3ibj0PSEJhhExK87_xa31DgnCA0Tq2osZjtFYLXCOwgiZEz2oUVo59rrmVafcfjH7G61KzoySXI3-qqVOId0iZgATtw72P7gkbfTMLH4DveG_d6Z77d4Zcid1RUAukPId5dBE4/s1600/gasing.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;Gasing&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Gasing&lt;/strong&gt; menggunakan mainan yang terbuat dari kayu berbentuk kerucut dan tali.&lt;br /&gt;
&lt;div style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="color: cyan; font-family: Symbol; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: cyan;"&gt;Cara bermain:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: cyan;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;Memainkannya adalah dengan memutarnya, dengan cara melilitkan tali pada ujung kerucut, kemudian dilemparkan ke bawah sampai tali tertarik dan gasing berputar. Lemparan juga boleh diarahkan ke gasing lain agar terjatuh. Dibuat lingkaran untuk arena melemparkan gasing. Gasing yang berputar tidak boleh keluar dari lingkaran tersebut. Gasing yang berputar paling lama adalah pemenangnya. &amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj58ZVooBUZMmqqt5r1-7Hh1px3_ssQIEm-C3LGldvjr9ST0xGKQsQ5bWVf9Y7ezhwUYKYO_BjZlNoquFva6A2qQ2aYQXtnwAq6abBA2RxCSmq09Oqi_vZkgVkaVWGe3KKeq-exsV2HzfU/s1600/b.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj58ZVooBUZMmqqt5r1-7Hh1px3_ssQIEm-C3LGldvjr9ST0xGKQsQ5bWVf9Y7ezhwUYKYO_BjZlNoquFva6A2qQ2aYQXtnwAq6abBA2RxCSmq09Oqi_vZkgVkaVWGe3KKeq-exsV2HzfU/s1600/b.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;Bekel&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Permainan &lt;strong&gt;bekel&lt;/strong&gt; menggunakan bola berwarna-warni yang terbuat dari karet dan biji berbentuk khusus yang terbuat dari kuningan.&lt;br /&gt;
&lt;div style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="color: lime; font-family: Symbol; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: lime;"&gt;Cara bermain:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: lime;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;Setelah menentukan giliran siapa yang mulai lebih dulu, permainan dimulai dengan melemparkan bola keatas dan menghamparkan biji. Setelah bola memantul sekali, bola harus diambil kembali.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;Kemudian, pemain harus mengambil satu per satu biji yang terhampar secara langsung. Setelah terambil semua, biji dihamparkan kembali dan diambil kali ini sekaligus dua buah biji. Begitu selanjutnya sampai sejumlah biji yang dimainkan. Setalah mengambil biji secara langsung selesai, maka kini pemain harus mengubah biji menjadi bentuk tertentu sebelum diambil. Urutan posisinya adalah pit (bentuk seperti kursi), ro (kebalikan posisi pit), cin (singkatan licin yaitu posisi miring tanpa ada bintik di permukaan biji) dan peng (singkatan bopeng yaitu posisi miring dengan ada bintik di permukaan biji). Biji yang dipergunakan umumnya berjumlah 6 sampai 10 biji.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;Pemain akan kehilangan gilirannya apabila bola memantul lebih dari sekali, tidak dapat menangkap bola, lupa mengubah salah satu biji menjadi posisi tertentu saat sudah mencapai tahap pit, ro, cin atau peng, atau menyentuh biji lain saat mengambil biji yang harus diambil. Pemenangnya adalah yang mencapai tahap paling tinggi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEitkDZFrLiIkajMmPSuw8yVTs1Xj7-OIql4yy9R0K8dnRfBe6sPn_2ZTNE-fbKi2DviWXWY58qGrHG79OZdRcXPXRE3afBY_uchWhS5aWnuT3QNYUru5FpJMZ9qn478w6TwlZaP7pJPGxk/s1600/ump.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEitkDZFrLiIkajMmPSuw8yVTs1Xj7-OIql4yy9R0K8dnRfBe6sPn_2ZTNE-fbKi2DviWXWY58qGrHG79OZdRcXPXRE3afBY_uchWhS5aWnuT3QNYUru5FpJMZ9qn478w6TwlZaP7pJPGxk/s1600/ump.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;Petak Umpet&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Petak umpet&lt;/strong&gt; dimainkan oleh banyak anak.&lt;br /&gt;
&lt;div style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="color: cyan; font-family: Symbol; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: cyan;"&gt;Cara bermain:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: cyan;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;Satu orang pemain yang kalah akan menutup matanya pada salah satu tempat yang dianggap sebagai benteng, sementara yang lain mencari tempat untuk bersembunyi. Setelah menghitung sampai jumlah tertentu, maka mulailah pemain yang menutup mata tersebut mencari tiap orang yang bersembunyi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;Bila telah menemukan orang yang bersembunyi, pencari ini harus cepat-cepat berlari ke benteng sambil menyebut nama orang yang ketahuan persembunyiannya. Begitu juga dengan anak yang ketahuan, karena bila berhasil lebih dulu menyentuh benteng, maka pada tahap selanjutnya dia tidak akan jaga. Anak lain yang bersembunyi dapat pula menyentuh benteng agar tidak jaga pada tahap selanjutnya, asalkan tidak ketahuan dengan pencari.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;Setelah semua telah ketahuan persembunyiannya, maka pencari akan menutup matanya kembali pada benteng dan anak-anak lain membentuk barisan di belakangnya. Pencari akan menyebut salah satu nomor. Anak yang ada di urutan nomor yang disebut akan menjadi pihak yang kalah bila tadi dia tidak berhasil lebih dulu mencapai benteng. Sedangkan bila anak pada urutan yang disebut ternyata adalah anak yang berhasil mencapai benteng lebih dulu pada saat ketahuan tempat persembunyiannya, maka si pencari tetap dalam posisi kalah dan permainan dilanjutkan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;Petak Jongkok&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Petak jongkok&lt;/strong&gt; dimainkan oleh banyak anak dan tidak memerlukan alat bantu.&lt;br /&gt;
&lt;div style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="color: cyan; font-family: Symbol; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: cyan;"&gt;Cara bermain:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: cyan;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;Tentukan satu orang yang akan mengejar. Untuk menghindari pengejar, setiap anak boleh jongkok. Bila jongkok berarti dia tidak dapat disentuh oleh pengejar. Anak yang berdiri dapat membangunkan anak yang jongkok. Tetapi, anak yang terakhir jongkok berarti akan menjadi pengejar menggantikan pengejar yang lama. Begitu juga dengan anak yang tidak jongkok namun berhasil disentuh oleh pengejar akan menjadi pengejar selanjutnya. &lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;Galah Asin atau Gobak Sodor&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Permainan &lt;strong&gt;galah asin&lt;/strong&gt; atau &lt;strong&gt;gobak sodor&lt;/strong&gt; (kadang disebut &lt;strong&gt;galasin&lt;/strong&gt;) ini biasa dilakukan di lapangan. Arena bermain merupakan kotak persegi panjang dan diberi garis di dalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;div style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="color: cyan; font-family: Symbol; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: cyan;"&gt;Cara bermain:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: cyan;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;Anak-anak dibagi menjadi 2 tim. Setelah menentukan tim mana yang jaga, permainan dapat dimulai. Anggota tim jaga harus menjaga di masing-masing garis yang telah ditentukan dan boleh bergerak sepanjang garis tersebut untuk menyentuh anggota tim lawan. Tim yang tidak berjaga berdiri di garis yang paling depan dan berusaha menerobos garis-garis tersebut dan tidak boleh sampai tersentuh oleh tim yang jaga.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;Setelah berhasil menerobos garis paling akhir, mereka harus berusaha kembali ke tempat pertama mereka mulai. Bila berhasil, mereka akan mendapatkan satu nilai. Sedangkan bila ada anggota tim yang tersentuh berarti giliran berganti. Tim yang tersentuh akan bertugas untuk menjaga. Tim yang menang adalah yang mengumpulkan nilai paling banyak. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;Petak Benteng&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Permainan berkelompok yang terbagi menjadi 2 tim.&lt;br /&gt;
&lt;div style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="color: cyan; font-family: Symbol; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: cyan;"&gt;Cara bermain:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: cyan;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;Masing-masing tim menentukan bentengnya, dapat berupa pohon, tiang, atau tembok. Mereka berusaha menawan anggota tim lawan agar dapat merebut benteng lawan. Permainan dimulai dengan salah satu anggota keluar dari benteng, maka anggota tim lawan akan berusaha menyentuh orang tersebut. Tetapi anggota tim pertama dapat langsung menyerang dengan berusaha menyentuh pemain yang keluar tersebut begitu pula dengan tim lawan. Untuk menghindari disentuh, mereka dapat kembali ke benteng masing-masing.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;Siapa yang tersentuh akan ditawan di benteng lawan. Teman satu tim dapat berusaha menyelamatkan teman-teman yang tertawan dengan mendatangi benteng lawan dan menyentuh teman-temannya, tetapi tentu saja tidak boleh tersentuh lawannya. Harus ada anggota tim yang menjaga bentengnya. Bila benteng lawan tidak ada yang menjaga, maka pemain dapat menyentuh benteng tersebut yang berarti tim tersebut menjadi pemenangnya. &lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;Taplak&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Dapat digunakan kapur untuk menggambar arena yang akan digunakan untuk bermain. Arena berbentuk kotak-kotak, ada satu kotak dan kotak yang terbagi 2 dengan gambar setengah lingkaran pada bagian atas yang menyerupai gunung. Ada pula arena bermain yang berbentuk kotak-kotak seperti jaring-jaring kubus.&lt;br /&gt;
&lt;div style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="color: cyan; font-family: Symbol; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: cyan;"&gt;Cara bermain:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: cyan;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;Tiap anak mengambil batu kecil dan berusaha melemparkan ke arena, mulai dari kotak yang pertama. Lalu anak akan berjinjit masuk ke dalam kotak-kotak tersebut. Setalah berhasil sampai ujung, anak akan berusaha kembali ke tempat asal, sampil memungut batu miliknya pada kotak sebelum kotak yang terdapat batu miliknya. Giliran akan berganti bila saat anak berjinjit, dia menyentuh garis atau salah melemparkan batu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;Setelah berhasil menempatkan batu sampai ujung, dia akan mendapatkan bintang. Dimana bintang diletakkan, ditentukan dengan melemparkan batu ke kotak yang diinginkan. Kotak yang terdapat bintang miliknya tidak boleh diinjak oleh lawan-lawannya sehingga akan menyulitkan lawan. Anak yang paling banyak mendapatkan bintang adalah pemenangnya. &lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: cyan;"&gt;Permainan Tradisional Bermanfaat untuk Anak&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: cyan;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Permainan-permainan tradisional memiliki nilai positif, misalnya anak menjadi banyak bergerak sehingga terhindar dari masalah obesitas anak. Sosialisasi mereka dengan orang lain akan semakin baik karena dalam permainan dimainkan oleh minimal 2 anak. Selain itu, dalam permainan berkelompok mereka juga harus menentukan strategi, berkomunikasi dan bekerja sama dengan anggota tim. Kendalanya adalah terbatasnya lapangan di kota-kota besar, sementara banyak permainan yang memerlukan arena yang luas. Kendala besar lainnya adalah karena larangan dari orang tua. Mereka takut anak-anak mereka terluka, kotor atau kulit anak menjadi terbakar karena bermain di lapangan terbuka. Hasilnya, banyak orang tua yang memberikan mainan elektronik yang disukai anak. Padahal permainan ini cenderung membuat anak sulit bersosialisasi sehingga anak menjadi pemalu, penyendiri dan individualistis. Juga makin banyak anak menjadi obesitas karena kurang bergerak. Memberi kebebasan secara seimbang untuk anak bermain bersama teman-temannya dapat memberikan nilai positif. Bermain dapat menjadi sarana belajar dan mengembangkan nilai EQ pada anak. Tetapi, tentu saja harus dalam pengawasan dan memberi batasan waktu yang jelas agar tidak semua waktu digunakan untuk bermain. Jika Anda belum pernah mengenal permainan tradisional tersebut, coba tanyakan kepada orang tua Anda berbagai jenis permainan yang seru dan bernilai positif tersebut. Jika Anda sering bermain permainan tersebut di masa kecil, ajarkan permainan yang mungkin belum diketahui anak sembari Anda bernostalgia saat memainkan permainan tersebut saat masih kecil. Sesekali Anda juga dapat ikut bermain sehingga hubungan Anda dan anak akan semakin dekat. &lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #999999;"&gt;﻿( Rin_y)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://rinanovrina.blogspot.com/2010/11/permainan-tradisional-untuk-anak.html</link><author>noreply@blogger.com (rina novrina)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhwfsWzS8_ImRQC8g-UgKyoBEgEqC0J7oW8g7VUCOCcqF37afSUKpTRZ_hTSyieT8t316z1GWHl2WemtIE5k1V883lRpm0bjLJyDel39L6LCIWJYsDqYdUYx3HV4HSf-NPi_-sOCSzZFXw/s72-c/congk.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6837713028479765406.post-7921289036004438787</guid><pubDate>Sun, 07 Nov 2010 13:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-11-07T05:56:41.793-08:00</atom:updated><title>Stroke, Pembunuh No.3 di Indonesia</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggVAqPgWolJL_ml_dzS14vBl620XdNgwP-WNovbJ40CJEQB62RWyQBF4UngoFyq94HWmsznzoSk7oQXw-jN4NUV6is6_zQuHHK6zIuct6f0IWArC66x9-IIPqyBtX4xq7DqdKOQathszQ/s1600/candles.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="208" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggVAqPgWolJL_ml_dzS14vBl620XdNgwP-WNovbJ40CJEQB62RWyQBF4UngoFyq94HWmsznzoSk7oQXw-jN4NUV6is6_zQuHHK6zIuct6f0IWArC66x9-IIPqyBtX4xq7DqdKOQathszQ/s320/candles.gif" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kasus stroke meningkat di negara maju seperti Amerika dimana kegemukan dan &lt;i&gt;junk food&lt;/i&gt; telah mewabah. Berdasarkan data statistik di Amerika, setiap tahun terjadi 750.000 kasus stroke baru di Amerika. Dari data tersebut menunjukkan bahwa setiap 45 menit, ada satu orang di Amerika yang terkena serangan stroke.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Menurut Yayasan Stroke Indonesia (&lt;b&gt;Yastroki&lt;/b&gt;), terdapat kecenderungan meningkatnya jumlah penyandang stroke di Indonesia dalam dasawarsa terakhir. Kecenderungannya menyerang generasi muda yang masih produktif. Hal ini akan berdampak terhadap menurunnya tingkat produktifitas serta dapat mengakibatkan terganggunya sosial ekonomi keluarga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Tidak dapat dipungkiri bahwa peningkatan jumlah penderita stroke di Indonesia identik dengan wabah kegemukan akibat pola makan kaya lemak atau kolesterol yang melanda di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Di Indonesia, stroke merupakan penyakit nomor tiga yang mematikan setelah jantung dan kanker. &lt;/span&gt;Bahkan, menurut survei tahun 2004, stroke merupakan pembunuh no.1 di RS Pemerintah di seluruh penjuru Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Diperkirakan ada 500.000 penduduk yang terkena stroke. Dari jumlah tersebut, sepertiganya bisa pulih kembali, sepertiga lainnya mengalami gangguan fungsional ringan sampai sedang dan sepertiga sisanya mengalami gangguan fungsional berat yang mengharuskan penderita terus menerus di kasur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Stroke termasuk penyakit &lt;i&gt;serebrovaskuler&lt;/i&gt; (pembuluh darah otak) yang ditandai dengan kematian jaringan otak (&lt;i&gt;infark serebral&lt;/i&gt;) yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. WHO mendefinisikan bahwa stroke adalah gejala-gejala defisit fungsi susunan saraf yang diakibatkan oleh penyakit pembuluh darah otak dan bukan oleh yang lain dari itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="color: yellow;"&gt;Mengenali Jenis-jenis Stroke &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Stroke dibagi menjadi dua jenis yaitu &lt;b&gt;&lt;i&gt;stroke iskemik&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; maupun &lt;b&gt;&lt;i&gt;stroke hemorragik&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Pada &lt;b&gt;&lt;i&gt;stroke iskemik&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, aliran darah ke otak terhenti karena &lt;i&gt;aterosklerosis&lt;/i&gt; (penumpukan kolesterol pada dinding pembuluh darah) atau bekuan darah yang telah menyumbat suatu pembuluh darah ke otak. &lt;span lang="SV"&gt;Hampir sebagian besar pasien atau sebesar 83% mengalami stroke jenis ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pada &lt;b&gt;&lt;i&gt;stroke hemorragik&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, pembuluh darah pecah sehingga menghambat aliran darah yang normal dan darah merembes ke dalam suatu daerah di otak dan merusaknya. Hampir 70 persen kasus stroke hemorrhagik terjadi pada penderita hipertensi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pada &lt;b&gt;&lt;i&gt;stroke iskemik&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, penyumbatan bisa terjadi di sepanjang jalur pembuluh darah arteri yang menuju ke otak. Darah ke otak disuplai oleh dua &lt;i&gt;arteria karotis interna&lt;/i&gt; dan dua &lt;i&gt;arteri vertebralis&lt;/i&gt;. Arteri-arteri ini merupakan cabang dari lengkung aorta jantung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Suatu &lt;i&gt;ateroma&lt;/i&gt; (endapan lemak) bisa terbentuk di dalam pembuluh darah &lt;i&gt;arteri karotis&lt;/i&gt; sehingga menyebabkan berkurangnya aliran darah. Keadaan ini sangat serius karena setiap pembuluh darah &lt;i&gt;arteri karotis&lt;/i&gt; dalam keadaan normal memberikan darah ke sebagian besar otak. Endapan lemak juga bisa terlepas dari dinding arteri dan mengalir di dalam darah, kemudian menyumbat arteri yang lebih kecil.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pembuluh darah &lt;i&gt;arteri karotis&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;arteri vertebralis&lt;/i&gt; beserta percabangannya bisa juga tersumbat karena adanya bekuan darah yang berasal dari tempat lain, misalnya dari jantung atau satu katupnya. Stroke semacam ini disebut &lt;b&gt;&lt;i&gt;emboli serebral&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (emboli = sumbatan, serebral = pembuluh darah otak) yang paling sering terjadi pada penderita yang baru menjalani pembedahan jantung dan penderita kelainan katup jantung atau gangguan irama jantung (terutama fibrilasi atrium).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Emboli lemak&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV"&gt; jarang menyebabkan stroke. &lt;i&gt;Emboli lemak&lt;/i&gt; terbentuk jika lemak dari sumsum tulang yang pecah dilepaskan ke dalam aliran darah dan akhirnya bergabung di dalam sebuah arteri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Stroke juga bisa terjadi bila suatu peradangan atau infeksi menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang menuju ke otak. Obat-obatan (misalnya &lt;i&gt;kokain&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;amfetamin&lt;/i&gt;) juga bisa mempersempit pembuluh darah di otak dan menyebabkan stroke.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Penurunan tekanan darah yang tiba-tiba bisa menyebabkan berkurangnya aliran darah ke otak, yang biasanya menyebabkan seseorang pingsan. Stroke bisa terjadi jika tekanan darah rendahnya sangat berat dan menahun. Hal ini terjadi jika seseorang mengalami kehilangan darah yang banyak karena cedera atau pembedahan, serangan jantung atau irama jantung yang abnormal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="color: yellow;"&gt;Ketahui Faktor Risiko Stroke&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Penyakit atau keadaan yang menyebabkan atau memperparah stroke disebut dengan Faktor Risiko Stroke. Penyakit tersebut di atas antara lain Hipertensi, Penyakit Jantung, Diabetes Mellitus, Hiperlipidemia (peninggian kadar lipid dalam darah). Keadaan yang dapat menyebabkan stroke adalah usia lanjut, obesitas, merokok, suku bangsa (negro/spanyol), jenis kelamin (pria), kurang olah raga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;Membaca Gejala Stroke &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sebagian besar kasus stroke terjadi secara mendadak, sangat cepat dan menyebabkan kerusakan otak dalam beberapa menit (&lt;i&gt;completed stroke&lt;/i&gt;). Kemudian stroke menjadi bertambah buruk dalam beberapa jam sampai 1-2 hari akibat bertambah luasnya jaringan otak yang mati (&lt;i&gt;stroke in evolution&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Perkembangan penyakit biasanya (tetapi tidak selalu) diselingi dengan periode stabil, dimana perluasan jaringan yang mati berhenti sementara atau terjadi beberapa perbaikan. Gejala stroke yang muncul pun tergantung dari bagian otak yang terkena.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Membaca isyarat stroke dapat dilakukan dengan mengamati beberapa gejala stroke berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kelemahan atau kelumpuhan lengan atau      tungkai atau salah satu sisi tubuh.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Hilangnya sebagian penglihatan atau      pendengaran.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Penglihatan      ganda.&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pusing.&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bicara      tidak jelas (&lt;i&gt;rero&lt;/i&gt;).&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sulit memikirkan atau mengucapkan      kata-kata yang tepat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Tidak mampu mengenali bagian dari      tubuh.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pergerakan      yang tidak biasa.&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Hilangnya pengendalian terhadap      kandung kemih.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ketidakseimbangan      dan terjatuh.&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pingsan.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kelainan neurologis yang terjadi akibat serangan stroke bisa lebih berat atau lebih luas, berhubungan dengan koma atau &lt;i&gt;stupor&lt;/i&gt; dan sifatnya menetap. Selain itu, stroke bisa menyebabkan depresi atau ketidakmampuan untuk mengendalikan emosi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Stroke juga bisa menyebabkan &lt;i&gt;edema&lt;/i&gt; atau pembengkakan otak. Hal ini berbahaya karena ruang dalam tengkorak sangat terbatas. Tekanan yang timbul bisa lebih jauh merusak jaringan otak dan memperburuk kelainan neurologis, meskipun strokenya sendiri tidak bertambah luas.&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt; &lt;span style="color: yellow;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;Mendiagnosis Stroke &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Diagnosis stroke biasanya ditegakkan berdasarkan perjalanan penyakit dan hasil pemeriksaan fisik. Pemeriksaan fisik dapat membantu menentukan lokasi kerusakan pada otak. Ada dua jenis teknik pemeriksaan &lt;i&gt;imaging &lt;/i&gt;(pencitraan) untuk mengevaluasi kasus stroke atau penyakit pembuluh darah otak (&lt;i&gt;Cerebrovascular Disease&lt;/i&gt;/&lt;b&gt;CVD&lt;/b&gt;), yaitu &lt;i&gt;Computed Tomography (&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;CT scan&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;)&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Magnetic Resonance Imaging&lt;/i&gt; (&lt;b&gt;&lt;i&gt;MRI&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;CT scan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV"&gt; diketahui sebagai pendeteksi &lt;i&gt;imaging&lt;/i&gt; yang paling mudah, cepat dan relatif murah untuk kasus stroke. Namun dalam beberapa hal, &lt;b&gt;&lt;i&gt;CT scan&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; kurang sensitif dibanding dengan &lt;b&gt;&lt;i&gt;MRI&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, misalnya pada kasus stroke hiperakut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Untuk memperkuat diagnosis biasanya dilakukan pemeriksaan &lt;b&gt;&lt;i&gt;CT scan&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; atau &lt;b&gt;&lt;i&gt;MRI&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Kedua pemeriksaan tersebut juga bisa membantu menentukan penyebab dari stroke, apakah perdarahan atau tumor otak. Kadang dilakukan angiografi yaitu penentuan susunan pembuluh darah/getah bening melalui &lt;i&gt;kapilaroskopi&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;fluoroskopi&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="color: yellow;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;Penanganan Stroke &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Jika mengalami serangan stroke, segera dilakukan pemeriksaan untuk menentukan apakah penyebabnya bekuan darah atau perdarahan yang tidak bisa diatasi dengan obat penghancur bekuan darah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Penelitian terakhir menunjukkan bahwa kelumpuhan dan gejala lainnya bisa dicegah atau dipulihkan jika &lt;b&gt;&lt;i&gt;recombinant tissue plasminogen activator&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;(RTPA) atau &lt;b&gt;&lt;i&gt;streptokinase&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; yang berfungsi menghancurkan bekuan darah diberikan dalam waktu 3 jam setelah timbulnya stroke.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Antikoagulan juga biasanya tidak diberikan kepada penderita tekanan darah tinggi dan tidak pernah diberikan kepada penderita dengan perdarahan otak karena akan menambah risiko terjadinya perdarahan ke dalam otak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Penderita stroke biasanya diberikan oksigen dan dipasang infus untuk memasukkan cairan dan zat makanan. Pada &lt;i&gt;stroke in evolution&lt;/i&gt; diberikan antikoagulan (misalnya &lt;b&gt;&lt;i&gt;heparin&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;), tetapi obat ini tidak diberikan jika telah terjadi &lt;i&gt;completed stroke&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pada &lt;i&gt;completed stroke&lt;/i&gt;, beberapa jaringan otak telah mati. Memperbaiki aliran darah ke daerah tersebut tidak akan dapat mengembalikan fungsinya. Karena itu biasanya tidak dilakukan pembedahan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pengangkatan sumbatan pembuluh darah yang dilakukan setelah stroke ringan atau &lt;i&gt;transient ischemic attack&lt;/i&gt;, ternyata bisa mengurangi risiko terjadinya stroke di masa yang akan datang. Sekitar 24,5% pasien mengalami stroke berulang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Untuk mengurangi pembengkakan dan tekanan di dalam otak pada penderita stroke akut, biasanya diberikan &lt;b&gt;&lt;i&gt;manitol&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; atau &lt;b&gt;&lt;i&gt;kortikosteroid&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Penderita stroke yang sangat berat mungkin memerlukan respirator (alat bantu bernapas) untuk mempertahankan pernafasan yang adekuat. Di samping itu, perlu perhatian khusus kepada fungsi kandung kemih, saluran pencernaan dan kulit (untuk mencegah timbulnya luka di kulit karena penekanan).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Stroke biasanya tidak berdiri sendiri, sehingga bila ada kelainan fisiologis yang menyertai harus diobati misalnya gagal jantung, irama jantung yang tidak teratur, tekanan darah tinggi dan infeksi paru-paru. Setelah serangan stroke, biasanya terjadi perubahan suasana hati (terutama depresi), yang bisa diatasi dengan obat-obatan atau terapi psikis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="color: yellow;"&gt;Masih Ada Harapan Untuk Sembuh &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Ada sekitar 30%-40% penderita stroke yang masih dapat sembuh secara sempurna asalkan ditangani dalam jangka waktu 6 jam atau kurang dari itu. Hal ini penting agar penderita tidak mengalami kecacatan. Kalaupun ada gejala sisa seperti jalannya pincang atau berbicaranya pelo, namun gejala sisa ini masih bisa disembuhkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sayangnya, sebagian besar penderita stroke baru datang ke rumah sakit 48-72 jam setelah terjadinya serangan. Bila demikian, tindakan yang perlu dilakukan adalah pemulihan. Tindakan pemulihan ini penting untuk mengurangi komplikasi akibat stroke dan berupaya mengembalikan keadaan penderita kembali normal seperti sebelum serangan stroke.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Upaya untuk memulihkan kondisi kesehatan penderita stroke sebaiknya dilakukan secepat mungkin, idealnya dimulai 4-5 hari setelah kondisi pasien stabil. Tiap pasien membutuhkan penanganan yang berbeda-beda, tergantung dari kebutuhan pasien. &lt;/span&gt;Proses ini membutuhkan waktu sekitar 6-12 bulan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;Life style &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;Pencetus Stroke Usia Produktif&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Usia merupakan faktor risiko stroke, semakin tua usia maka risiko terkena strokenya pun semakin tinggi. Namun, sekarang kaum usia produktif perlu waspada terhadap ancaman stroke. Pada usia produktif, stroke dapat menyerang terutama pada mereka yang gemar mengkonsumsi makanan berlemak dan narkoba (walau belum memiliki angka yang pasti).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Life style&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt; alias gaya hidup selalu menjadi kambing hitam berbagai penyakit yang menyerang usia produktif. Generasi muda sering menerapkan pola makan yang tidak sehat dengan seringnya mengkonsumsi makanan siap saji yang sarat dengan lemak dan kolesterol tapi rendah serat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Generasi muda yang perjalanan hidupnya masih panjang untuk mampu berkiprah dan bersaing dengan sumber daya manusia lain dari luar negeri. Kecacatan yang mereka sandang akibat serangan stroke, bukan hanya menjadi beban keluarga, tapi juga beban masyarakat secara umum.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Selagi stroke masih bisa dicegah, kenapa tidak mencoba?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pertama, dengan menjalankan perilaku hidup sehat sejak dini. Kedua, pengendalian faktor-faktor risiko secara optimal harus dijalankan. Ketiga, melakukan medical check up secara rutin dan berkala dan si pasien harus mengenali tanda-tanda dini stroke.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Untuk mencegah “&lt;b&gt;&lt;i&gt;the silent killer&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;” ini maka seseorang dianjurkan untuk mengurangi rokok, melakukan olah raga teratur, membatasi minuman beralkohol, dan menghindari stres berlebihan&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="color: silver; font-size: 9pt;"&gt;.(y)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><link>http://rinanovrina.blogspot.com/2010/11/stroke-pembunuh-no3-di-indonesia.html</link><author>noreply@blogger.com (rina novrina)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggVAqPgWolJL_ml_dzS14vBl620XdNgwP-WNovbJ40CJEQB62RWyQBF4UngoFyq94HWmsznzoSk7oQXw-jN4NUV6is6_zQuHHK6zIuct6f0IWArC66x9-IIPqyBtX4xq7DqdKOQathszQ/s72-c/candles.gif" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6837713028479765406.post-8525343313034054760</guid><pubDate>Sun, 07 Nov 2010 13:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-11-07T05:47:24.930-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">manajemen asuhan</category><title>EFEKTIFIAS THERAPI MUSIK</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3pLyXsYLXYFSmMBuUNK_T4BBEMwluSaRsjIBuFkDIiizx00Rv5XHFD8t9rSOepkL94Zu4IbuGWgMcBFHE1sY1asQTLwATbCKjkyIJ-hLUjAtbSczf0s2zC-yCBTU_QIBFjdcgSoKnKB4/s1600/butterflies.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3pLyXsYLXYFSmMBuUNK_T4BBEMwluSaRsjIBuFkDIiizx00Rv5XHFD8t9rSOepkL94Zu4IbuGWgMcBFHE1sY1asQTLwATbCKjkyIJ-hLUjAtbSczf0s2zC-yCBTU_QIBFjdcgSoKnKB4/s200/butterflies.gif" width="70" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: yellow;"&gt;MENGIKUTI&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt; terapi musik secara teratur bermanfaat bagi kesehatan karena menghilangkan depresi dan mengurangi risiko kanker.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Mendengarkan musik saat senggang atau ketika libur kerja bisa membantu membuat pikiran dan tubuh lebih rileks serta mengembalikan energi menjadi lebih bertenaga. Bahkan, bila mendengarkan musik secara teratur pada waktu yang tepat, ternyata bisa menjadi sebuah terapi yang mendatangkan manfaat yang lebih besar bagi kesehatan. Salah satunya menghilangkan depresi, bahkan mengurangi risiko timbulnya kanker.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;"Terapi musik merupakan cara yang mudah yang bermanfaat positif bagi tubuh, psikis, serta meningkatkan daya ingat dan hubungan sosial. Bila terapi ini dilakukan secara khusus, hasilnya lebih baik," jelas Cheryl Dileo, profesor musik serta Direktur Pusat Penelitian Seni dan Meningkatkan Kualitas Hidup, Universitas Temple, Philadelphia, Amerika Serikat (AS).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Dileo menyatakan, manfaat terapi musik dibandingkan mendengarkan musik seorang diri sangat berbeda jauh. "Mendengarkan musik seorang diri itu bukan terapi meski banyak orang yang mendengarkan musik mendapatkan manfaat positif, seperti lebih rileks dan memperbaiki mood," paparnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Dia menambahkan, musik terapi membutuhkan bantuan orang lain yang sudah teruji kemampuannya untuk mengelola sebuah terapi. "Meski banyak orang yang mengaku paham bagaimana cara menikmati musik bagi diri sendiri, di bawah kendali seorang pakar terapi musik akan memberikan manfaat yang lebih besar. Terapi musik akan memberikan tenaga baru, mental yang segar, dan hubungan sosial yang hangat," tuturnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Selain itu, penggunaan terapi musik bisa diterapkan secara luas pada semua orang dalam berbagai kondisi. Terapi musik bisa dilakukan untuk mengurangi rasa khawatir pasien yang menjalani berbagai operasi atau serangkaian proses berat di rumah sakit. Sebab, musik akan membantu mengurangi timbulnya rasa sakit dan memperbaiki mood pasien.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Terapi musik juga mampu membantu menghilangkan depresi pada pasien rumah sakit lebih cepat. Terapi musik bisa diterapkan pada pasien alzheimer untuk membuat mereka lebih tenang dan membantu meningkatkan daya ingat. Bukan itu saja, orangtua yang baru memiliki bayi pun bisa menjadi lebih tenang setelah menjalani terapi musik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;"Musik merupakan cara yang mudah untuk mengalihkan perhatian. Ketika menghadapi masalah atau tekanan berat, musik membantu mengalihkan perhatian. Mendengarkan musik secara rutin membuat suasana akan menjadi tenang. Pada anak, musik bisa membantu mereka rileks dan mudah tidur," ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penelitian Dileo pun didukung Direktur Cancer Treatment Centers of America Katherine Puckett. &lt;span lang="SV"&gt;Dia menyatakan, meski tak punya sertifikat menjadi ahli terapi musik, dia dan stafnya selalu menggunakan musik untuk membatu pengobatan pasiennya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;"Musik dapat mengaktifkan syaraf menjadi rileks sehingga membantu pernapasan pasien menjadi lebih baik. Selain itu, musik mengurangi risiko serangan jantung, membuat tekanan darah lebih normal, dan membuat otot lebih rileks. Pada pasien kanker, musik membantu mereka tidur lebih nyenyak karena biasanya pasien kanker memiliki gangguan tidur," jelas Puckett.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Begitu besarnya manfaat musik bagi pasien kanker membuat Cancer Treatment Centers of America membuat perpustakaan yang menyediakan berbagai jenis musik yang sesuai selera pasiennya. Bahkan, sekali-kali sering digelar berbagai acara musik khusus untuk menghibur pasiennya&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;"Semua orang pasti suka musik. Kamu tak akan sakit jika suka musik. Musik membuat rileks, nyaman, dan tenang. Tubuh yang rileks bisa membantu mengurangi rasa sakit, termasuk rasa sakit dari proses penyembuhan kanker," pungkas Puckett. &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="color: silver; font-size: 9pt;"&gt;(y)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><link>http://rinanovrina.blogspot.com/2010/11/efektifias-therapi-musik.html</link><author>noreply@blogger.com (rina novrina)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3pLyXsYLXYFSmMBuUNK_T4BBEMwluSaRsjIBuFkDIiizx00Rv5XHFD8t9rSOepkL94Zu4IbuGWgMcBFHE1sY1asQTLwATbCKjkyIJ-hLUjAtbSczf0s2zC-yCBTU_QIBFjdcgSoKnKB4/s72-c/butterflies.gif" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6837713028479765406.post-6638646781820866466</guid><pubDate>Sun, 07 Nov 2010 13:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-11-07T05:49:04.593-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">manajemen asuhan</category><title>Terapi Komplementer</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvDNj_ZlS-IiDwuIwipM0IeUzyaM6KWETntK0hVuHwPdK_XL8Dgizw5p4KkN2hVVtSHxDpX_9d3fWA-k6o24QvFA6f_mrccbrzyhVzBtJQnquDcmz6CECkPWFeMe3RgnXVYZIWQ-NieVE/s1600/Blue-butterfly.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvDNj_ZlS-IiDwuIwipM0IeUzyaM6KWETntK0hVuHwPdK_XL8Dgizw5p4KkN2hVVtSHxDpX_9d3fWA-k6o24QvFA6f_mrccbrzyhVzBtJQnquDcmz6CECkPWFeMe3RgnXVYZIWQ-NieVE/s200/Blue-butterfly.gif" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Perawatan kesehatan yang tidak termasuk dalam standar praktek pengobatan barat disebut "alternatif" atau "komplementer". &lt;/span&gt;Ini termasuk berbagai jenis terapi:&lt;/div&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Praktek-praktek penyembukan      tradisional seperti ayurweda dan akupuntur. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Terapi      fisik seperti chiropractic, pijat, dan yoga.&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Homeopati      atau jamu-jamuan.&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pemanfaatan energi seperti terapi      polaritas atau reiki&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Teknik-teknik relaksasi, termasuk      meditasi dan visualisasi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Suplemen diet, seperti vitamin dan      mineral&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Beberapa penyedia layanan kesehatan suka menggunakan terapi alternatif bersamaan dengan pengobatan barat. Mereka berpendapat terapi alternatif dapat mengurangi stress, meringankan beberapa efek samping obat antiretroviral (ARV), atau memiliki manfaat lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Beberapa penyedia layanan kesehatan tidak suka terapi alternatif. Mereka berpendapat bahwa belum ada penelitian yang cukup terhadap terapi alternatif. Mereka berpendapat obat-obatan barat selalu memberi hasil yang lebih baik kepada para pasien.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: yellow;"&gt;Apakah terapi komplementer aman?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: yellow;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Terapi komplementer dapat menyebabkan efek samping yang berbahaya. Kata-kata "alami" atau "bukan bahan kimia" tidak menjamin keamanan. Beberapa jenis jamu dapat menurunkan kadar darah ARV. Konsumen harus berhati-hati dalam menggunakan terapi komplementer.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: yellow;"&gt;Apakah terapi komplementer efektif?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: yellow;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sangatlah sulit untuk memperoleh informasi yang tepat mengenai terapi komplementer. Cari informasi sebanyak-banyaknya sebelum menggunakan terapi komplementer. Cari tahu mengenai:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kapan dan bagaimana terapi ini dikembangkan?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana      cara kerjanya?&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Apakah ada artikel atau penelitian      mengenai terapi ini?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Apakah para terapis terlatih,      bersertifikat, atau memiliki lisensi?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Apakah      diketahui mengenai efek samping atau risiko lain?&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Terkadang informasi ini benar-benar tidak tersedia. Namun berhati-hatilah bila sepertinya orang tidak ingin menjawab pertanyaaan anda. Anda mungkin berhadapan dengan penipu kesehatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: yellow;"&gt;Mengapa tidak ada penelitian mengenai terapi komplementer?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: yellow;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kebanyakan penelitian menguji pengobatan bagi penyakit atau kondisi tertentu. Tiap pasien memperoleh pengobatan yang sama. Terkadang terapi kompletenter tidak memiliki standar, sehingga membuatnya sulit untuk diteliti.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Terapi alternatif tidak selalu dirancang untuk mengobati penyakit tertentu: Beberapa terapi alternatif merawat orang secara keseluruhan, bukan suatu penyakit tertentu. Terapi ini mungkin dapat mengembalikan keselarasan, keseimbangan, atau menormalkan aliran energi. Misalnya, ahli akupuntur memanfaatkan denyut nadi untuk menentukan apakah energi tubuh anda tidak seimbang. Akupuntur bagi orang dengan HIV dilakukan berdasarkan pola energi individu, dan tidak berdasarkan HIVnya. Para terapis seperti ini mungkin dapat membantu orang dengan HIV, namun tidak untuk mengobati HIV.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sangat sedikit terapi komplementer memiliki standar: Jamu-jamuan dengan merek yang berbeda dapat memiliki jumlah kandungan aktif yang berbeda pula. Chiropractic, akupuntur, dan terapi lainnya tidak memiliki standar. Mereka dirancang berdasarkan kondisi tiap pasien. Penelitian akan sangat sulit bila pengobatan tidak berdasarkan suatu standar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Penelitian sangat mahal: penelitian ilmiah sangat mahal biayanya. Pembuat terapi alternatif seringkali tidak mampu untuk membayar untuk sebuah penelitian ilmiah. Pemerintah lebih cenderung untuk mendanai penelitian obat-obatan barat karena sepertinya lebih efektif. Dengan hak paten, para produsen dapat memperoleh keuntungan yang membantu mendanai penelitian. Sedangkan kebanyakan terapi komplementer tidak dapat dipatenkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Halangan-halangan ini bukan berarti tidak ada terapi komplementer yang secara sukses diteliti.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: yellow;"&gt;Bekerjasama dengan penyedia layanan kesehatan anda&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: yellow;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Diskusikan dengan penyedia layanan kesehatan anda mengenai bagaimana anda ingin menangani infeksi HIV anda. Informasikan mengenai segala jenis terapi yang anda lakukan. Hal ini sangat penting bila anda mengalami reaksi buruk dari pengobatan yang anda konsumsi. Mungkin ada terapi komplementer yang tidak boleh digunakan bersamaan dengan ARV. &lt;/span&gt;Misalnya, beberapa jenis jamu dapat menurunkan tingkat ARV.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Teliti mengenai sikap dan pengetahuan penyedia layanan kesehatan anda mengenai terapi komplementer. Idealnya, penyedia layanan kesehatan memiliki pikiran yang terbuka dan bersedia membantu anda mempertimbangkan terapi alternatif yang menarik perhatian anda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: yellow;"&gt;Kesimpulan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV" style="color: yellow;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Banyak orang dengan HIV memanfaatkan terapi alternatif atau komplementer. Beberapa terapi komplementer bisa berbahaya. Lainnya aman untuk digunakan. Beberapa telah melalui penelitian dan dapat memperbaiki kesehatan anda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sulit untuk meneliti terapi komplementer. Cari tahu sebanyak mungkin mengenai terapi komplementer sebelum anda mulai menggunakannya. Informasikan penyedia layanan kesehatan anda mengenai jenis-jenis terapi yang anda laku &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="color: silver; font-size: 9pt;"&gt;( y )&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><link>http://rinanovrina.blogspot.com/2010/11/terapi-komplementer.html</link><author>noreply@blogger.com (rina novrina)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvDNj_ZlS-IiDwuIwipM0IeUzyaM6KWETntK0hVuHwPdK_XL8Dgizw5p4KkN2hVVtSHxDpX_9d3fWA-k6o24QvFA6f_mrccbrzyhVzBtJQnquDcmz6CECkPWFeMe3RgnXVYZIWQ-NieVE/s72-c/Blue-butterfly.gif" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6837713028479765406.post-5731022236625381088</guid><pubDate>Thu, 04 Nov 2010 23:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-11-04T16:49:52.564-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">manajemen asuhan</category><title>Semua usia bisa terkena BELLSPALSY</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlrR0Zd51x-pXPYJPL_SN-ar20YbQD8CA7RuC8ZpL8RFSLj0fClj_DVCmNTWFgBhUg9lTqodEkkbhLUlrzl0psbuF4sCLp4LuOtaTMo7voKv0zfvhMkWRosHQ4mzpQtmYzhxXBdgQIzkc/s1600/bpgraphics-08.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="162" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlrR0Zd51x-pXPYJPL_SN-ar20YbQD8CA7RuC8ZpL8RFSLj0fClj_DVCmNTWFgBhUg9lTqodEkkbhLUlrzl0psbuF4sCLp4LuOtaTMo7voKv0zfvhMkWRosHQ4mzpQtmYzhxXBdgQIzkc/s200/bpgraphics-08.gif" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Definisi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada penderita Bell’s palsy, terjadi unilateral facial paralysis yaitu kelumpuhan otot wajah yang terjadihanya pada satu sisi saja. Kejadian ini dapat terjadi secara dramatis namun bersifat self-limiting, (bisasembuh dengan sendirinya), dan hanya sementara.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Penyebab&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;Ada beberapa hal yang diketahui dapat memicu terjadinya Bell’s palsy, meski hal ini hanya dapatdipastikan hanya pada ¼ kasus.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kejadian atau fenomena yang diduga menjadi pemicu terjadinya Bell’sPalsy adalah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Otitis media akut&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perubahan tekanan atmosfir yang tiba-tiba (misalnya saat menyelam atau terbang)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terpapar dengan suhu dingin yang ekstrim&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Infeksi lokal dan sistemik (dapat disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Multiple sclerosis&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Iskhemia pada syaraf di dekat foramen stylomastoid.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penyebab yang pasti dari kejadian ini belum diketahui, namun bisa terjadi akibat reaktivasi herpessimpleks atau herpes zoster pada ganglion genikulata, edema atau iskhemia syaraf, dan kerusakansyaraf akibat autoimun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;Gejala dan Tanda&lt;/b&gt;Orang pada semua kelompok umur dapat terkena Bell’s palsy, namun yang paling sering terkena adalahusia paruh baya. Lebih sering terjadi pada wanita daripada pria. Pada anak-anak, kejadian ini biasanyadikaitkan dengan infeksi virus, penyakit Lyme, atau sakit telinga.Ada banyak variasi dalam keparahan gejala dan tanda. Cirri khasnya adalah kehilangan kendali ototsecara tiba-tiba pada satu sisi wajah, dan memberikan tampilan wajah yang kaku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penderita sulit untuktersenyum, menutup mata, mengedip, atau menaikkan alis.Beberapa pasien (terutama yang menderita multiple sclerosis) mengalami rasa sakit sebelum terjadinyaparalysis (kelumpuhan).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bila gejala utamanya adalah vertigo atau tinnitus (telinga berdengung), makadapat dicurigai adanya infeksi herpes zoster pada telinga dan dengan demikian diagnosisnya bukanlagi Bell’s palsy melainkan sindrom Ramsay Hunt.Ujung mulut biasanya tertarik ke bawah dan menyebabkan air liur mudah menetes. Bicara menjaditidak jelas, dan penderita mungkin mengalami perubahan fungsi mengecap. Karena kelopak mata tidakdapat ditutup, dapat terjadi kekeringan ataupun ulserasi pada konjungtiva.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Tata laksana&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak ada perawatan yang disetujui secara universal untuk Bell’s Palsy. Histamine dan obat vasodilatorlain dapat mengurangi durasi, demikian juga kortikosteroid sistemik. Antibiotik okular dan air matabuatan dapat dibutuhkan untuk mencegah ulserasi kornea.Gejala biasanya mulai berkurang secara perlahan dan spontan dalam 1 hingga 2 bulan setelah gejalaawal, namun pada beberapa kasus yang lebih berat (mungkin terjadi pada orang lansia) dapat terjadipada periode waktu yang lebih panjang. Secara keseluruhan, kira-kira 82 % pasien sudah sembuhsempurna dalam waktu 6 bulan.&lt;/div&gt;</description><link>http://rinanovrina.blogspot.com/2010/11/semua-usia-bisa-terkena-bellspalsy.html</link><author>noreply@blogger.com (rina novrina)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlrR0Zd51x-pXPYJPL_SN-ar20YbQD8CA7RuC8ZpL8RFSLj0fClj_DVCmNTWFgBhUg9lTqodEkkbhLUlrzl0psbuF4sCLp4LuOtaTMo7voKv0zfvhMkWRosHQ4mzpQtmYzhxXBdgQIzkc/s72-c/bpgraphics-08.gif" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6837713028479765406.post-6239661544008101618</guid><pubDate>Thu, 04 Nov 2010 23:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-11-04T16:39:47.515-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Peran serta masyarakat</category><title>Indikator PHBS (Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat)</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj86b_FopGAS_JmRZeMb1W7lUU1LfXfwVhDQIlZF1HGpxBlnCEa4u_y3X44YKmaUJE-wuJf11hvjpexA0zthhyphenhyphenKXcK-uCbYig8Nnh7mBHaUMYJBCwQuBpXleDXE64b8s3XZUuOpD3akKVc/s1600/icon020.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj86b_FopGAS_JmRZeMb1W7lUU1LfXfwVhDQIlZF1HGpxBlnCEa4u_y3X44YKmaUJE-wuJf11hvjpexA0zthhyphenhyphenKXcK-uCbYig8Nnh7mBHaUMYJBCwQuBpXleDXE64b8s3XZUuOpD3akKVc/s1600/icon020.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Apa itu Perilaku Hidup Bersih dan Sehat ( PHBS ) ? &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;PHBS      adalah&lt;/span&gt; semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran      sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di      bidang kesehatan dan dapat berperan aktif dalam kegiatan – kegiatan      kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan–kegiatan kesehatan di      masyarakat&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;PHBS      itu jumlahnya banyak sekali&lt;/span&gt;, bisa ratusan. Misalnya tentang Gizi:      makan beraneka ragam makanan, minum Tablet Tambah Darah, mengkonsumsi      garam beryodium, member bayi dan balita Kapsul Vitamin A. Tentang      kesehatan lingkungan seperti membuang samapah pada tempatnya, membersihkan      lingkungan.&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;Setiap      rumah tangga&lt;/span&gt; dianjurkan untuk melaksanakan semua perilaku      kesehatan.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Apa itu PHBS di Rumah Tangga? &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;PHBS di Rumah Tangga adalah      upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu      melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam      gerakan kesehatan di masyarakat.&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;PHBS di Rumah Tangga      dilakukan untuk mencapai Rumah Tangga Sehat.&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;Rumah Tangga Sehat adalah      rumah tangga yang melakukan 10&amp;nbsp; (sepuluh) PHBS di Rumah Tangga yaitu      :&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="text-align: justify;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Persalinan ditolong oleh      tenaga kesehatan&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;Memberi ASI ekslusif&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;Menimbang bayi dan balita&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;Menggunakan air bersih&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;Mencuci tangan dengan air      bersih dan sabun&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;Menggunakan jamban sehat&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;Memberantas jentik di rumah&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;Makan buah dan sayur setiap      hari&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;Melakukan aktivitas fisik      setiap hari&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;Tidak merokok di dalam      rumah&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;(Sumber referensi : Buku Saku Rumah Tangga Sehat dengan PHBS, Pusat Promosi Kesehatan, Depkes RI, Jakarta, 2007, hal.2)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana upaya penerapan 10 (sepuluh) indikator PHBS di tingkat rumah tangga, tentu sangat tergantung lagi dengan kesadaran dan peran serta aktif masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing. Sebab upaya mewujudkan lingkungan yang sehat akan menunjang pola perilaku kehidupan rakyat yang sehat secara berkelanjutan.&lt;/div&gt;</description><link>http://rinanovrina.blogspot.com/2010/11/indikator-phbs-perilaku-hidup-bersih.html</link><author>noreply@blogger.com (rina novrina)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj86b_FopGAS_JmRZeMb1W7lUU1LfXfwVhDQIlZF1HGpxBlnCEa4u_y3X44YKmaUJE-wuJf11hvjpexA0zthhyphenhyphenKXcK-uCbYig8Nnh7mBHaUMYJBCwQuBpXleDXE64b8s3XZUuOpD3akKVc/s72-c/icon020.gif" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6837713028479765406.post-1292093867124435676</guid><pubDate>Thu, 04 Nov 2010 14:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-11-04T07:30:48.463-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">manajemen asuhan</category><title>DOKUMENTASI KEPERAWATAN</title><description>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
 mso-para-margin:0cm;
 mso-para-margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:10.0pt;
 font-family:"Times New Roman";
 mso-ansi-language:#0400;
 mso-fareast-language:#0400;
 mso-bidi-language:#0400;}
&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWQ2GWd8SQmhBVdsMrVdDQE_WIkGKrJXOGidpeVyoP2-BXv8nXJIBrXZbDPv8sIplVUcmmZPYPVn3wsvkw2h5xUnwZ4qwoLHYgRTVdJ7bZx_Ti8e_T2wjlg0Q-Q-_XpcxabLJlxOH8Hp4/s1600/bpglitters-27.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWQ2GWd8SQmhBVdsMrVdDQE_WIkGKrJXOGidpeVyoP2-BXv8nXJIBrXZbDPv8sIplVUcmmZPYPVn3wsvkw2h5xUnwZ4qwoLHYgRTVdJ7bZx_Ti8e_T2wjlg0Q-Q-_XpcxabLJlxOH8Hp4/s1600/bpglitters-27.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: lime;"&gt;A. Pengertian Dokumentasi&lt;/span&gt;. Yaitu setiap penglihatan / bukti fisik dapat berupa tulisan, foto, video klip, kaset dan lain-lain, yang telah dilakukan dan dpat dikumpulkan / dipakai kembali ( thyredot ) atau semua data. Otentik yang dapat dibuktikan secara hukum dan dapat dipertanggung jawabkan sesuai dengan aturan dan dapat digunakan untuk melindungi klien ( Infurmes Concent ).&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: lime;"&gt;B. Pengertian Dokumentasi Keperawatan Menurut Ahli.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
1. Kozier dan ERB. Metode sistematis untuk mengidenfikasi masih klien, merencanakan, menimplementasi strategi pemecahan masalah mengevaluasi efektifitas dari tindakan keperawatan yang telah diberikan.&lt;br /&gt;
2. Ellis dan Nowlis. Metode pemecahan masih dalam askep yang telah diberikan meliputi 4 langkah : pengkajian, perencanaan, implementasi dan evaluasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Whole. Sekelompok tindakan yang dilakukan untuk menentukan, merencanakan, menginplementasi dan mengevaluasi askep.&lt;br /&gt;
4. Jieger. Proses pemecahan masalah dan diterapkan untuk mengambil keputusan tentang askep pada klien meliputi&lt;br /&gt;
5 langkah pengkajian, diagnosa, perencanaan, impelemntasi dan evaluasi. Kesimpulan : Dokumentasi keperawatan , proses keperawatan yang meliputi : - Metode pemecahan masalah sistematis yang diterapkan dalam askep. - Indentifikasi dalam pemecahan masalah kesehatan yang dihadapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: lime;"&gt;C. Manfaat Dokumentasi Keperawatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Mencegah pengabaian dan penanggulangan yang tidak perlu.&lt;br /&gt;
Mempermudak komunikasi.&lt;br /&gt;
Memberi fleksibilitas dalam memberi askep.&lt;br /&gt;
Mendorong partisipasi klien.&lt;br /&gt;
Memberi kepuasaan kepada perawat.&lt;br /&gt;
Tersedia metode yang terorganisir dalam askep.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: lime;"&gt;D. Tujuan Dokumentasi Keperawatan&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;
Sebagai sarana dokumentasi fungsi : Membantu pelaksanaan asuhan yang diberikan secara team meningkatkan kecermatan dan mengurangi kesalahan membantu terwujudnya efektivitas dan efistensi waktu.&lt;br /&gt;
Dokumentasi legal.&lt;br /&gt;
Sarana penelitian.&lt;br /&gt;
Sebagai statistik.&lt;br /&gt;
Pendidikan.&lt;br /&gt;
Audit / pemeriksaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: lime;"&gt;E. Prinsip Dokumentasi Keperawatan&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;
Penulisan hal-hal pokok terhadap komunikasi secara kintinue tiap langkah proses keperawatan.&lt;br /&gt;
Setiap kegiatan yang telah dikelompokkan dicatat dan didokumentasi.&lt;br /&gt;
Pencatatan identik untuk mengidentifikasi merencanakan dan mengevaluasi.&lt;br /&gt;
Berisi pemasukan terhadap kegiatan keperawatan dan kelanjutannya.&lt;br /&gt;
Dalam pencatatan sebagai pelayanan secara identik kejadian kegiatan setiap langkah proses keperawatan.&lt;br /&gt;
Memerlukan format setiap langkah proses keperawatan.&lt;br /&gt;
Merupakan dokumentasi legal dari data yang diperoleh.&lt;br /&gt;
Catatan yang telah didokumentasi secara spesifik didasari oleh standar yang ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;STANDAR DOKUMENTASI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="color: cyan;"&gt;A. Pengertian&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;. Merupakan kebijakan / garis penetuan terhadap tindakan keperawatan yang diberikan atau ukuran / model terhadap hal yang sama tepat dengan akurat.&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="color: cyan;"&gt;B. Kegunaan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;. Mengorganisasikan kwalitas karateristik dan penampilan kerja dalam praktek keperawatan.&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: cyan;"&gt;C. Karateristik umum&lt;/span&gt;. Didasarkan atas pengertian keperawatan dan proses keperawatan menerapkan seluruh sistem praktek keperawatan menuntun tindakan keperawatan mendukung tingkat keperawatan yang optimal.&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: cyan;"&gt;D. Standar dokumentasi keperawatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Standar I. Pengumpulan data NCP sistematis tentang status kesehatan klien data yang diperoleh dibicarakan lalu ditulis / direkam.&lt;br /&gt;
Standar 2. Diagnosa keperawatan untuk didapat dari data status kesehatan.&lt;br /&gt;
Standar 3. Rencanan keperawatan dan hasil yang diharapkan diperoleh dari diagnosa keperawatan.&lt;br /&gt;
Standar 4. Rencana keperawatan secara media termasuk pendekatan secara medis untuk mengukur kemajuan penyakit yang didapat di diagnosa keperawatan.&lt;br /&gt;
Standar 5. Sikap perawat terhadap pasien sangat diperlukan bagi proses penyembuhan.&lt;br /&gt;
Standar 6. Sikap perawatan menolong pasien untuk meningkatkan kemampuan terhadap kesehatan.&lt;br /&gt;
Standar 7. Kemajuan dan kemunduran kesehatan klien ditentukan oleh klien dan perawat.&lt;br /&gt;
Standar 8. Kemajuan dan kemunduran dicatat dan didokumentasi serta revisi untuk rencanan keperawatan selanjutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: cyan;"&gt;E. Ciri-ciri perawat frofesional.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Pendidikan dasar.&lt;br /&gt;
Mempunyai pengetahuan dan keterampilan atas dasar teori.&lt;br /&gt;
Memberi pelayanan kepada masyarakat.&lt;br /&gt;
Mempunyai otonom dalam membuat keputusan praktek.&lt;br /&gt;
Mempunyai kode etik praktek keperawatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;ASPEK LEGAL DOKUMENTASI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
1. Komponen umum data menurut hukum.&lt;br /&gt;
Kondisi fisik, ental dan emosi.&lt;br /&gt;
Prilaku.&lt;br /&gt;
Program pengobatan / perawatan.&lt;br /&gt;
Respon pasien terhadap perawatan.&lt;br /&gt;
2. Pedoman pencatatan data menurut hukum.&lt;br /&gt;
Memahami dasar hukum dari tuntunan mal praktek bagi perawat yang terlibat.&lt;br /&gt;
Memberikan informasi kondisi pasien secara tepat.&lt;br /&gt;
Memperlihatkan fakta secara tepat dan akurat mengenai penggunaan proses keperawatan.&lt;br /&gt;
Perhatikan terhadap situasi perawatan pasien. Misalnya : Pasien dengan masalah yang konplek. Situasi perawatan pasien yang membutuhkan intervensi care. Perawatan klien penyakit akut.&lt;br /&gt;
3. Metode pencatatan data.&lt;br /&gt;
Penggunaan tinta. - Tinta hitam / biru. - Tidak dibenarkan memakai pensil – mudah dihapus – mudah dimodifikasi.&lt;br /&gt;
Tanda tangan. - masing-masing catatan pada setiap kegiatan ditanda tangani oleh pembuatannya ( nama jelas dan gelar ). Kesalahan. - dicoret, lalu diatasnya ditulis salah kemudian ditanda tangani. - Tidak boleh dihapus / dihilangkan.&lt;br /&gt;
Waktu. - masing-masing catatan pad setiap kegiatan harus mencatat waktu / hari kapan tindakan tersebut akan telah dilakukan.&lt;br /&gt;
4. Situasi yang memberikan kecendrungan pada tuntunan pengadilan.&lt;br /&gt;
Kesalahan administrasi pengobatan.&lt;br /&gt;
Kelemahan dalam supervisi pasien secara dan pengunaan alat.&lt;br /&gt;
Kelainan dalam mengangkat /mengecek benda asing setelah operasi.&lt;br /&gt;
Mengakibatkan pasien mengalami luka bakar.&lt;br /&gt;
Pemberhentian obat oelh perawat.&lt;br /&gt;
Tidak melakukan tekhnik antiseptik yang diharuskan.&lt;br /&gt;
Tidak mengikutiperaturan dan prosedur yang diharuskan.&lt;br /&gt;
Kelalaian tugas.&lt;br /&gt;
5. Hubungan etika dalam legalitas dokumentasi keperawatan.&lt;br /&gt;
Menjaga kerahasian dan privacy catatan pasien.&lt;br /&gt;
Kewajiban moral sehat dengan pencatatan elemen-elemen informed concent.&lt;br /&gt;
Menjaga kerahasian pernyataan / keterangan saksi.&lt;br /&gt;
Menjaga kerahasian hak pilih pasien.&lt;br /&gt;
6. Penanggung jawababn pelayanan keperawatan melalui dokumentasi keperawatan.&lt;br /&gt;
Berpegang pada kode etik.&lt;br /&gt;
Memberikan prioritas terhadap kebutuhan / masalah pasien.&lt;br /&gt;
Menggunakan standar dalam mencatat.&lt;br /&gt;
Menggunakan kebijaksanaan standar.&lt;br /&gt;
Melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan kerja perawat secara luas dan prefesional.&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><link>http://rinanovrina.blogspot.com/2010/11/dokumentasi-keperawatan.html</link><author>noreply@blogger.com (rina novrina)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWQ2GWd8SQmhBVdsMrVdDQE_WIkGKrJXOGidpeVyoP2-BXv8nXJIBrXZbDPv8sIplVUcmmZPYPVn3wsvkw2h5xUnwZ4qwoLHYgRTVdJ7bZx_Ti8e_T2wjlg0Q-Q-_XpcxabLJlxOH8Hp4/s72-c/bpglitters-27.gif" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6837713028479765406.post-4066181494199910766</guid><pubDate>Thu, 04 Nov 2010 14:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-11-04T07:23:55.541-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">manajemen unit</category><title>HAK DAN KEWAJIBAN PERAWAT</title><description>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;img src="http://img2.blogblog.com/img/video_object.png" style="background-color: #b2b2b2; " class="BLOGGER-object-element tr_noresize tr_placeholder" id="ieooui" data-original-id="ieooui" /&gt; &lt;style&gt;
st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
 mso-para-margin:0cm;
 mso-para-margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:10.0pt;
 font-family:"Times New Roman";
 mso-ansi-language:#0400;
 mso-fareast-language:#0400;
 mso-bidi-language:#0400;}
&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgrRQ4E27BIkqMZ43v1Du8oLiKRwHVcnMT8sYSyWT3Py1u_g4ipPDoQemDS8pP8yvZhoZUCHyemDKiOP1NUKU31M9wdAd99qnYtzpCXwhnEsfYLxVMlhzeewykF-fYrmieeafMQhFbdNsQ/s1600/8206.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgrRQ4E27BIkqMZ43v1Du8oLiKRwHVcnMT8sYSyWT3Py1u_g4ipPDoQemDS8pP8yvZhoZUCHyemDKiOP1NUKU31M9wdAd99qnYtzpCXwhnEsfYLxVMlhzeewykF-fYrmieeafMQhFbdNsQ/s200/8206.gif" width="165" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;Pelayanan keperawatan&lt;/span&gt; adalah pelayanan kesehatan yang didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan yang mencakup bio-psiko-sosio-spiritual yang konprenhensif, ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat, baik sakit maupun sehat, yang meliputi peningkatan derajat kesehatan, pencegahan penyakit, penyembuhan dan pemulihan kesehatan dan menggunakan pendekatan proses keperawatan. Kualitas pelayanan keperawatan merupakan sikap profesional perawat yang memberikan perasaan nyaman, melindungi pada diri setiap pasien yang sedang menjalani proses perawatan dan penyembuhan dimana sikap ini merupakan kompensasi sebagai pemberi layanan dan diharapkan menimbulkan perasaan puas pada diri pasien.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;Keperawatan adalah&lt;/span&gt; suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan, didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat baik sehat maupun sakit yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;Praktik keperawatan &lt;/span&gt;adalah tindakan perawat melalui kolaborasi dengan klien dan atau tenaga kesehatan lain dalam memberikan asuhan keperawatan pada berbagai tatanan pelayanan kesehatan yang dilandasi dengan substansi keilmuan khusus, pengambilan keputusan dan keterampilan perawat berdasarkan aplikasi prinsip-prinsip ilmu biologis, psikolologi, sosial, kultural dan spiritual.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;Asuhan keperawatan&lt;/span&gt; adalah proses atau rangkaian kegiatan pada praktik keperawatan yang diberikan kepada klien di sarana pelayanan kesehatan dan tatanan pelayanan lainnya, dengan menggunakan pendekatan ilmiah keperawatan berdasarkan kode etik dan standar praktik keperawatan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Perawat adalah&lt;/span&gt; seseorang yang telah menyelesaikan program pendidikan keperawatan baik di dalam maupun di luar negeri yang diakui oleh Pemerintah Republik Indonesia sesuai dengan peraturan perundang-undangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perawat terdiri &lt;span style="color: red;"&gt;dari perawat vokasional&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: red;"&gt;perawat professional&lt;/span&gt; dan &lt;span style="color: red;"&gt;perawat profesinoal&lt;/span&gt; spesialis Perawat vokasional adalah seseorang yang mempunyai kewenangan untuk melakukan praktik dengan batasan tertentu dibawah supervisi langsung maupun tidak langsung oleh Perawat Profesioal dengan sebutan &lt;span style="color: yellow;"&gt;Lisenced Vocasional Nurse (LVN)&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Perawat professional adalah tenaga professional yang mandiri&lt;/span&gt;, bekerja secara otonom dan berkolaborasi dengan yang lain dan telah menyelesaikan program pendidikan profesi keperawatan, telah lulus uji kompetensi perawat profesional yang dilakukan oleh konsil dengan sebutan Registered Nurse (RN)&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Perawat Profesional Spesialis &lt;/span&gt;adalah seseorang perawat yang disiapkan diatas level perawat profesional dan mempunyai kewenangan sebagai spesialis atau kewenangan yang diperluas dan telah lulus uji kompetensi perawat profesional spesialis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;Hak Perawat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam melaksanakan praktik keperawatan, perawat mempunyai hak :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Memperoleh perlindungan hukum dan profesi sepanjang melaksanakan tugas sesuai standar profesi dan Standar Operasional Prosedur (SOP);&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Memperoleh informasi yang lengkap dan jujur dari klien dan /atau keluarganya;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Melaksanakan tugas sesuai dengan kompetensi dan otonomi profesi;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d. Memperoleh penghargaan sesuai dengan prestasi dan dedikasi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;e. Memperoleh jaminan perlindungan terhadap resiko kerja yang berkaitan dengan tugasnya;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;f. Menerima imbalan jasa profesi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;Kewajiban Perawat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam melaksanakan praktik keperawatan, perawat mempunyai kewajiban :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Memberikan pelayanan keperawatan sesuai dengan standar profesi dan SOP&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Merujuk klien dan atau pasien ke fasilitas pelayanan kesehatan yang mempunyai keahlian atau kemampuan yang lebih baik, apabila tidak mampu melakukan suatu pemeriksaan atau tindakan;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang klien dan atau pasien kecuali untuk kepentingan hukum;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d. Menghormati hak-hak klien dan atau pasien dan profesi lain sesuai dengan ketentuan/peraturan yang berlaku;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;e. Melakukan pertolongan darurat atas dasar perikemanusiaan untuk menyelamatkan iwa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;f. Menambah dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan ketrampilan keperawatan dalam upaya peningkatan profesionalisme.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><link>http://rinanovrina.blogspot.com/2010/11/hak-dan-kewajiban-perawat.html</link><author>noreply@blogger.com (rina novrina)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgrRQ4E27BIkqMZ43v1Du8oLiKRwHVcnMT8sYSyWT3Py1u_g4ipPDoQemDS8pP8yvZhoZUCHyemDKiOP1NUKU31M9wdAd99qnYtzpCXwhnEsfYLxVMlhzeewykF-fYrmieeafMQhFbdNsQ/s72-c/8206.gif" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6837713028479765406.post-3537215302907191451</guid><pubDate>Thu, 04 Nov 2010 14:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-11-04T07:05:05.383-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Umum</category><title>Daftar UMR 2010</title><description>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgrCSWBLjCilswZUkh8cRPyHTp5WveRgci8Gjl6jU4NnQ4OQ7_kigliIyXrTQ7hVcKJwx957KmOrMat5HKjbbloT02IWQRDIKIm175jhejYsltSm-OA6U-6BzrCkxWrK0UgHbYt5s2LOzU/s1600/butterfly_pet.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="181" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgrCSWBLjCilswZUkh8cRPyHTp5WveRgci8Gjl6jU4NnQ4OQ7_kigliIyXrTQ7hVcKJwx957KmOrMat5HKjbbloT02IWQRDIKIm175jhejYsltSm-OA6U-6BzrCkxWrK0UgHbYt5s2LOzU/s200/butterfly_pet.gif" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;Inilah Daftar UMR-UMP (Upah Minimum Regional-Propinsi) tahun 2010&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;  &lt;span style="color: #ffe599;"&gt;versi resmi pemerintah. Selain itu setelah otonomi daerah berlaku  penuh, dikenal juga istilah Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK). Perbedaan  tingkat upah dari setiap propinsi atau suatu area (regional)  berdasarkan tingkat inflasi, jumlah populasi penduduk, infrastruktur dan  sebagainya, biasanya diperbarui minimal setahun sekali.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Berikut ini Daftar Upah Minimum Regional-Propinsi (UMR-UMP) tahun 2010 se-Indonesia yang resmi dari Pemerintah:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Nanggroe Aceh Darussalam 1.300.000,00 (2010)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sumatera Utara 965.000,00 (2010)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sumatera Barat 700.000,00&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Riau 800.000,00&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kepulauan Riau 833.000,00&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jambi 900.000,00 (2010)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sumatera Selatan 743.000,00&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bangka Belitung 813.000,00&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bengkulu 683.528,00&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lampung 678.900,00&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jawa Barat 568.193,39&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kabupaten Bogor 873.231,00&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kota Depok 962.500,00&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Purwakarta 763.000,00&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kota Bekasi 994.000,00                &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Upah Minimum Kelompok I 1.020.000,00&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Upah Minimum Kelompok II 1.013.000,00&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kabupaten Bekasi 980.589,60                &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Upah Minimum Kelompok I 1.020.000,00&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Upah Minimum Kelompok II 1.019.000,00&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kab. Sumedang (Jatinangor, Tanjungsari, Cimanggung &amp;amp; Pamulihan) 886.000,00&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kab. Sumedang (diluar Jatinangor, Tanjungsari, Cimanggung &amp;amp; Pamulihan) 700.000,00&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kabupaten Karawang 912.225,00                &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Upah Minimum Kelompok I 924.619,00&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Upah Minimum Kelompok II 970.000,00&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Upah Minimum Kelompok III 1.013.583,00&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kota Bandung 939.000,00&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kabupaten Bandung 895.980,00&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;DKI Jakarta 972.604,80&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Banten 537.000,00                &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kabupaten Tangerang 953.850,00&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kota Cilegon 978.400,00&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jawa Tengah 547.000,00&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Yogyakarta 586.000,00&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jawa Timur                &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kota Surabaya 805.500,00&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kabupaten Sidoarjo 802.000,00&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bali                &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kabupaten Badung 605.000,00&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kota Denpasar 800.000,00&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kabupaten Gianyar 760.000,00&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kabupaten Jembrana 737.500,00&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kabupaten Karangasem 712.320,00&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kabupaten Klungkung 686.000,00&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kabupaten Bangli 685.000,00&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kabupaten Tabanan 685.000,00&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kabupaten Buleleng 685.000,00&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;NTB 730.000,00&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;NTT 650.000,00&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kalimantan Barat 645.000,00&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kalimantan Selatan 1.024.500 (2010)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kalimantan Tengah 765.868,00&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kalimantan Timur 1.002.000,00 (2010)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Maluku 840.000,00&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Maluku Utara (Masih Dalam Pembahasan)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gorontalo 710.000,00 (2010)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sulawesi Utara 1.000.000,00 (2010)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sulawesi Tenggara 860.000,00 (2010)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sulawesi Tengah 777.500,00 (2010)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sulawesi Selatan 1.000.000,00 (2010)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sulawesi Barat 944.500,00 (2010)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Papua Barat 1.210.000,00 (2010)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Papua 1.105.500,00&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://rinanovrina.blogspot.com/2010/11/daftar-umr-2010.html</link><author>noreply@blogger.com (rina novrina)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgrCSWBLjCilswZUkh8cRPyHTp5WveRgci8Gjl6jU4NnQ4OQ7_kigliIyXrTQ7hVcKJwx957KmOrMat5HKjbbloT02IWQRDIKIm175jhejYsltSm-OA6U-6BzrCkxWrK0UgHbYt5s2LOzU/s72-c/butterfly_pet.gif" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6837713028479765406.post-8969299834150491428</guid><pubDate>Tue, 02 Nov 2010 08:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-11-03T09:03:35.789-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sahabat</category><title>ARTI SEORANG TEMAN</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8q0SYWjhr2eY1GCDhGEsqVwnwKAtAH-c_4NTDf9lt5PEN99fAP95T0vDuSOa7mB12vpDH8BveOiH-cJcz9ojZ9gZmPtFjbNeZtg0B2LphPVQy5SNS9IbR2RUFdPAKK9awddio-Kshbtk/s1600/butterflies_flying.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8q0SYWjhr2eY1GCDhGEsqVwnwKAtAH-c_4NTDf9lt5PEN99fAP95T0vDuSOa7mB12vpDH8BveOiH-cJcz9ojZ9gZmPtFjbNeZtg0B2LphPVQy5SNS9IbR2RUFdPAKK9awddio-Kshbtk/s1600/butterflies_flying.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Siang ini aku mendapat inbox dr seorang sahabat,,,"ARTI SEORANG TEMAN"...inbox ini membuat aku meneteskan air mata,,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Teman  adalah &lt;i style="color: yellow;"&gt;seseorang yang menyukaimu,seseorang dengan siapa kamu dapat  menjadi diri sendiri,seseorang yang menghargai kebaikan2mu,tidak  keberatan dengan kekuranganmu,dan melihat kelebihan2 dalam dirimu,&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: yellow; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dengan  seorang teman kau dapat berbagi tawa ,berbagi rahasia bertukar pikiran  ,berbagi kesuksesan maupun kekecewaan dan macam2 persoalan besar maupun  kecil&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Seorang teman adalah seseorang yang dapat memahami  perasaanmu tanpa kamu ucapkan, seseorang yang dekat denganmu dan selalu  memaafkanmu, seseorang yang selalu membesarkan hati dan tidak pernah  membuatmu merasa kecil&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Teman adalah :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;* Seseorang yang membuatmu merasa bahwa dunia ini indah…..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;* Seorang teman sejati memenuhi janjinya kepadamu!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;* Seorang teman sejati rela berkorban untukmu!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;* Seorang teman sejati bisa mendengar suaramu, bahkan ketika orang lain tidak &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; bisa mendengarnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;* Seorang teman sejati akan tetap membantu temannya, walaupun ketika mereka &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; sedang bertengkar atau bermusuhan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;* Seorang teman sejati akan membelamu ketika kamu ditertawakan oleh orang lain&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;*  Seorang teman sejati tetap percaya padamu walau kau mengkhianatinya,  karena dia&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; percaya bahwa persahabatan itu sungguh berarti untuk  dikorbankan dan dihapus begitu saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;* Seorang teman sejati tanpa perduli batas waktu dan ruang akan selalu menjadi teman&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; sejati bagimu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;* Seorang teman sejati ada di sana ketika kau memerlukan dia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;dari  dalam relung hatiku yg paling dalam,,ku haturkan terima kasih banyak  atas kebersamaan kalian bersamaku selama ini,,,all my fren I LOVE U  all....&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;( yan ) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://rinanovrina.blogspot.com/2010/11/arti-seorang-teman.html</link><author>noreply@blogger.com (rina novrina)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8q0SYWjhr2eY1GCDhGEsqVwnwKAtAH-c_4NTDf9lt5PEN99fAP95T0vDuSOa7mB12vpDH8BveOiH-cJcz9ojZ9gZmPtFjbNeZtg0B2LphPVQy5SNS9IbR2RUFdPAKK9awddio-Kshbtk/s72-c/butterflies_flying.gif" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6837713028479765406.post-6020149207420682536</guid><pubDate>Mon, 01 Nov 2010 02:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-10-31T19:48:16.570-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Makna kehidupan</category><title>Memaknai Kehidupan dari sebuah Filosopi seekor "Kupu-Kupu"</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0Kz-ofdxLzPgNooqVmUx-UJVvm2ZEHoU4ivCq0lKtCOqP2-mRxWQiKZUxNZwNIiYhta7MbPAEVeKm6xsMmeIkccVnuZcsKkxmI06HiDZ1E6B5JxpUjFAmlbQ3BBam9BfkqrBjIiYakbY/s1600/btterfly008.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0Kz-ofdxLzPgNooqVmUx-UJVvm2ZEHoU4ivCq0lKtCOqP2-mRxWQiKZUxNZwNIiYhta7MbPAEVeKm6xsMmeIkccVnuZcsKkxmI06HiDZ1E6B5JxpUjFAmlbQ3BBam9BfkqrBjIiYakbY/s1600/btterfly008.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: magenta; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Siapapun yang bersungguh-sunguh dalam proses pencarian, maka ia akan menemukan apa yang dicarinya (Thomas Aquinas).&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Seseorang menemukan kepompong seekor kupu-kupu. Dia duduk dan mengamati selama beberapa jam kupu-kupu dalam kepompong itu ketika dia berjuang memaksa dirinya melewati lubang kecil itu. Kemudian sang kupu-kupu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi.Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya. Dia ambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu. Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya. Namun, dia mempunyai tubuh yang gembung dan kecil, serta sayap-sayap yang mengerut. Orang tersebut terus mengamatinya, karena dia berharap bahwa pada suatu saat, sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya. Sayang, semuanya tak pernah terjadi.Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di sekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengerut. Dia tidak pernah bisa terbang. Yang tidak dimengerti dari kebaikan dan ketergesaan orang tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil tersebut adalah cara Tuhan untuk memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu itu ke dalam sayap-sayapnya.&amp;nbsp;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Sedemikian sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.Kadang, &lt;span style="color: magenta;"&gt;perjuangan adalah yang kita perlukan dalam hidup kita.&lt;/span&gt; Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan, itu mungkin malah melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya kita mampu. Kita mungkin tidak pernah dapat terbang.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Sebagai ciptaan yang sempurna, manusia dibekali oleh sang pencipta sebuah perangkat lunak yang paling berpengaruh dalam segala hal, yaitu akal. Artinya, dengan akal manusia menjadi mahluk khusus, yakni dapat berfikir, berangan-angan meneropong kehidupan masa depan. Sebagai mahluk berakal, manusia mampu berusaha keras menghasilkan produk pikiran untuk merubah hidup. Hidup menuju sukses, Seperti kepompomg yang menjijikan berevolusi menjadi kupu-kupu yang bernilai tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Setiap insan mempunyai dasar fitri yang sama, dibekalkan hati serta pikiran oleh sang pencipta sebagai ‘uang saku’ untuk mengarungi perjalanan dalam lika-liku dunia kehidupan. Bermacam potensi dan spesifikasi terdapat pada diri manusia. Manusia dituntut mengeksplorasi potensi-potensi itu sehingga menemukan hal baru yang terpendam dalam diri dan menginovasikannya untuk menuntaskan masalah secara maksimal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Membaca fenomenologi metamorfosis akhir kupu-kupu. Pikiran kita akan menemukan cakrawala baru tentang proses luar-biasanya. berproses dari ulat menjadi kepompong dan kepompong menjadi kupu-kupu. Ulat adalah hewan yang menjijikan. Banyak manusia merasa tidak nyaman jika mendekatinya. Dalam hal ini sang pencipta ulat, mencurahkan hak penuh padanya untuk mencari jalan keluar menuju hidup yang harmonis bisa bergaul/ berinteraksi dengan yang lain. Seekor ulat berani berspekulasi ‘berpuasa’ untuk berubah total wujud demi cita-citanya yang tidak mungkin terwujud. Tetapi dengan keyakinan, keteguhan, optimis pada dirinya ulat melakukan ‘kontemplasi’ untuk sukses dalam revolusinya, dan ternyata berhasil menjadi mahluk mulia, kupu-kupu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Sinergi dengan filosofis kehidupan manusia, bahwa dalam rangka meniti perjalanan hidup ia harus mampu mengkonstruksi, merubah adat kebiasaan yang negatif. Dia harus berani merevolusi diri seperti halnya kupu-kupu. Manusia lebih sempurna dari pada kupu-kupu, yang berstatus sebagai binatang. Manusia dibekali hati dan akal untuk berfikir bagaimana merubah dirinya dan menggunakan fikiran untuk belajar membaca kesuksesan alam. Menggunakan fikiran untuk membaca bagaimana ulat menjadi kepompong, bagaimana proses panjang kepompong menjadi kupu-kupu yang indah dan mempesona. Dengan akal fikiran pasti manusia mampu mencerna, mencermati perubahan signifikan alam, sehingga bisa menerapkan nilai-nilai tersembunyi dari alam pada dirinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Semakin kuat analisis manusia menekuni studi dengan alam semakin besar pula peluagnya untuk mencapai relatifitas kebenaran, mencari hikmah dalam setiap mata memandang, setiap akal berfikir dan setiap beroperasinya anggota badan. Hal fundamen yang akan diperoleh adalah menemukan keajaiban-keajaiban yang positif sebagai penunjang, pemertajam alat berfikir sehingga menemukan paradigma baru yang lebih signifikan dalam berproses untuk sukses&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffe599; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 8pt;"&gt;( posted by yan)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><link>http://rinanovrina.blogspot.com/2010/10/memaknai-kehidupan-dari-sebuah-filosopi.html</link><author>noreply@blogger.com (rina novrina)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0Kz-ofdxLzPgNooqVmUx-UJVvm2ZEHoU4ivCq0lKtCOqP2-mRxWQiKZUxNZwNIiYhta7MbPAEVeKm6xsMmeIkccVnuZcsKkxmI06HiDZ1E6B5JxpUjFAmlbQ3BBam9BfkqrBjIiYakbY/s72-c/btterfly008.gif" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6837713028479765406.post-7809276836809533284</guid><pubDate>Fri, 29 Oct 2010 09:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-11-03T09:38:48.535-07:00</atom:updated><title>Efek Mozart IQ tidak ada hubungannya dengan therapi musik/Mozart</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhN4FSgVEaHdl86y_buogtHHspBkqCrCeIEGDHtBGNepN6UCD3dwnzX9zGWJ1ghqsZ2IxmK5DcyXDDuqgzSAHQsJAXX6I0AmlGbAc6A9HzoPKNEiW4i0-spicfnEm83JuMWE3Dd2ji7Eg0/s1600/bubble_red_heart_butterfly.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhN4FSgVEaHdl86y_buogtHHspBkqCrCeIEGDHtBGNepN6UCD3dwnzX9zGWJ1ghqsZ2IxmK5DcyXDDuqgzSAHQsJAXX6I0AmlGbAc6A9HzoPKNEiW4i0-spicfnEm83JuMWE3Dd2ji7Eg0/s1600/bubble_red_heart_butterfly.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Efek Mozart&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; adalah suatu fenomena yang mulai muncul di Amerika Serikat pada 1993 dan terus berkembang sampai ke seluruh dunia termasuk Indonesia hingga saat ini. Buku-buku tentang Efek Mozart telah ditulis dan diterjemahkan ke berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Di Amerika Serikat, CD dan kaset Mozart sangat laris sejak pemberitaan perihal efek ini, bahkan di negara bagian tertentu ada peraturan pemerintah yang secara khusus menganjurkan warganya mendengarkan Mozart dan memasukkan musik itu ke kurikulum pendidikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Efek Mozart umumnya dapat dijelaskan sebagai kondisi/efek sebagai hasil pemaparan terhadap musik tertentu (khususnya musik Mozart) dalam waktu singkat dan berefek positif terhadap kognisi dan perilaku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengertian ini pun lalu terdistorsi lebih lanjut oleh publik hingga Efek Mozart diyakini pula dapat menyembuhkan penyakit tertentu seperti stroke, Alzheimer, Parkinson, dan lain lain. Selain Efek Mozart, belakangan ini juga berkembang istilah terapi musik. Terapi musik adalah suatu bentuk terapi pelengkap yang dalam dunia kedokteran disebut Complementary Medicine.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Definisi Efek Mozart&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Efek Mozart secara resmi ditemukan dan dipublikasikan oleh Rauscher et al, namun hak cipta untuk hal ini diambil oleh seorang ahli musik bernama Don Campbell dengan membuat website resmi Efek Mozart dan menjual banyak CD Efek Mozart. Rauscher sendiri tidak pernah mengklaim bahwa Mozart dapat meningkatkan kecerdasan, ia mengatakan bahwa adalah terlalu cepat berkesimpulan bahwa Mozart dapat membuat Anda lebih pintar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Efek Mozart hanyalah meningkatkan kemampuan spasial-temporal sesaat, namun rupanya Campbell dengan buku dan website Efek Mozart-nya yang menjadi salah satu pencetus pendistorsi pengertian efek tersebut dengan melebih-lebihkan pengertian aslinya. Campbell mendefinisikan efek Mozart sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“&lt;i&gt;The Mozart Effect is an inclusive term signifying the transformational powers of music in health, education, and well-being. It represents the general use of music to reduce stress, depression, or anxiety; induce relaxation or sleep; activate the body; and improve memory or awareness. Innovative and experimental uses of music and sound can improve listening disorders, dyslexia, attention deficit disorder, autism, and other mental and physical disorders and injuries.&lt;/i&gt;”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di sini termasuk juga pengertian &lt;b&gt;efek musik Mozart terhadap kesehatan&lt;/b&gt;, padahal pada awal ditemukannya tidak sampai seperti itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Sejarah dan perkembangan Efek Mozart&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; Semua dimulai oleh para peneliti, Frances Rauscher et al dari Universitas California dalam Irvine Project. 2 Mereka membagi 36 mahasiswa dalam 3 kelompok dengan mendapat 3 perlakuan dalam 10 menit yaitu mendengarkan:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(1) Sonata for two piano in D, k.448 karya Mozart, (2) kaset instruksi relaksasi, dan (3) keheningan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Segera setelahnya, mereka mendapat ujian spasial/temporal dengan menggunakan Stanford-Binet Test, suatu tes berupa lipatan kertas yang lalu digunting dan para mahasiswa tersebut diminta membayangkan bentuk pola guntingan ketika kertas tersebut dibuka. Mereka mendapatkan nilai lebih tinggi secara signifikan pada kelompok Mozart, yaitu sebesar 8-9 poin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun, efek ini sangat singkat, hanya berlangsung 10-15 menit. Para peneliti tersebut berkesimpulan bahwa musik dapat menyebabkan otak berfungsi lebih baik dalam kemampuan spasial, setidaknya dalam beberapa menit. Namun, temuan ini terlalu dibesar-besarkan dengan mengatakan bahwa musik Mozart dapat meningkatkan 8-9 poin IQ, padahal jelas bahwa efek tersebut hanya berlangsung beberapa menit dan hanya mencakup kemampuan spasial-temporal sehingga tidak dapat diklaim meningkatkan IQ pada umumnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Temuan yang cukup sensasional ini diikuti oleh penelitian pada tahun-tahun berikutnya. Satu tahun kemudian, Stough et al dari New Zealand dengan beberapa penelitian serupa berupaya menduplikasi temuan Irvine Project, namun efek yang diharapkan tidak muncul. Hal itu didebat oleh Rauscher bahwa mereka tidak menggunakan tes yang sama seperti yang digunakan oleh Rauscher et al. Tes itu lebih menguji ingatan jangka pendek (short-term memory) daripada spasial/temporal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Disamping penelitian yang tidak mendukung &lt;b&gt;Efek Mozart&lt;/b&gt;, banyak pula yang menemukan hal sebaliknya. Hal itu dirintis oleh Rauscher et al pada tahun 1995 dengan menggunakan tes yang sama, bersubjek 79 mahasiswa selama 5 hari. Efek Mozart ditemukan hanya pada hasil intervensi hari pertama. Temuan ini didukung oleh beberapa penelitian yang dilakukan oleh Rideout et al pada tahun 1996 sampai 1998 dan Wilson et al pada tahun 1997. Mereka mendapatkan hasil yang serupa dengan Rauscher, namun dengan membandingkan Mozart dengan musik-musik lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mulai 1999 hingga kini perdebatan antara kelompok yang mendukung Efek Mozart dan yang menolaknya tetap berlangsung. Hal itu disebabkan karena kegagalan menduplikasi temuan Rauscher dengan beberapa penelitian yang dilakukan oleh Steele dan Chabris et al, meskipun telah menggunakan tes dan prosedur yang sama. 2 Ada pula yang berhasil mendapatkan Efek Mozart, namun sekali lagi temuan itu hanya berlaku untuk meningkatkan kemampuan spasial-temporal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Analisis Objektif terhadap Efek Mozart&lt;/b&gt; Seperti disebutkan di atas bahwa di kalangan ilmuwan pun belum ada kata sepakat mengenai Efek Mozart ini, karena tidak selalu berhasil mendapatkan efek tersebut dalam beberapa penelitian. Lalu, apakah dengan demikian Efek Mozart dapat ditinggalkan begitu saja?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tentu tidak, semenjak pemberitaan temuan Efek Mozart pertama di majalah Nature perkembangan penelitian musik begitu maju dan telah banyak merangsang minat para ahli untuk mulai meneliti musik dan dampaknya bagi kehidupan manusia. Bukan saja para ahli, masyarakat awam pun mulai tertarik, namun sayang banyak informasi yang sampai ke masyarakat sudah terlalu terdistorsi dan di dan efeknya yang sensasional itu.&lt;/div&gt;&lt;div justify;="" text-align:=""&gt;Bukti bahwa Mozart dapat meningkatkan IQ memang tidak ada, akan tetapi dampak musik bagi kemampuan spasial-temporal cukup kuat. Selain penelitian-penelitian di atas, pada 1998 dilaporkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan spasial-temporal pada penderita Alzheimer secara signifikan setelah mendengarkan Piano Sonata Mozart.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penemuan ini didukung oleh suatu studi fMRI pada 2001 yang membandingkan aktivasi aliran darah kortikal oleh Sonata Mozart dan musik lain. Terdapat perbedaan yang berarti pada musik Mozart dibandingkan dengan yang lain ( Fur Elise Beethoven dan musik piano 1930-an ), yaitu di &lt;i&gt;korteks dorsolateral prefrontal&lt;/i&gt;, korteks oksipital dan cerebellum, yang semuanya penting dalam &lt;i&gt;kemampuan spasial-temporal&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div justify;="" text-align:=""&gt;Akan tetapi efek Mozart dapat menjadi pemicu yang baik dalam penelitian musik lebih lanjut, sebab masih banyak khasiat musik yang tersimpan dan siap dibuka demi kesejahteraan manusia. Lalu, apakah tidak perlu mendengarkan Mozart? Tidaklah demikian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan mendengarkan Mozart, sesesorang dapat tertarik terhadap musik dan mulai mempelajarinya, berinteraksi dengan musik secara aktif misalnya dengan bernyanyi, bermain instrumen dan lain lain. Inilah yang sebenarnya dapat menghasilkan kegunaan jangka panjang, baik dalam hal emosi, kognisi, perilaku maupun kesehatan. 2&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Efek Mozart dan Terapi Musik&lt;/b&gt; Terapi musik adalah keahlian menggunakan musik dan elemen musik oleh seorang terapis yang terakreditasi untuk meningkatkan, mempertahankan dan mengembHY f962P ehatan mental, fisik, emosional dan spiritual.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Klien dalam suatu sesi terapi musik biasa diajak bernyanyi, belajar main musik, bahkan membuat lagu singkat, atau dengan kata lain terjadi interaksi yang aktif dengan musik, dan bukan hanya mendengarkan secara pasif seperti yang terjadi pada efek Mozart.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keaktifan dan kepasifan pelaku terhadap musik inilah yang membedakan terapi musik pada umumnya dengan efek Mozart. Selain itu, pada terapi musik, musik yang digunakan sangat beragam dan tidak terbatas hanya pada musik Mozart saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sementara efek Mozart baru muncul pada 1993, sedangkan ide dan penggunaan terapi musik sudah ada sejak zaman Yunani kuno oleh Plato dan Phytagoras. 1 Penggunaan terapi musik telah terbukti bermanfaat bagi perkembangan kognisi, perilaku serta kesehatan. Bahkan terapi musik juga telah digunakan untuk menolong para korban pada Perang Dunia I dan II. Dengan penggunaan terapi musik ini, para korban dilaporkan lebih cepat sembuh dan memiliki kondisi lebih baik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak banyak persamaan antara efek Mozart dan terapi musik, selain keduanya menggunakan intervensi musik untuk memperbaiki keadaan klien/pasien, namun dampak yang dihasilkan dari keduanya berbeda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Efek Mozart hanya bertahan beberapa menit, berpengaruh terbatas pada kemampuan spasial-temporal, dan belum dilaporkan dampak efek ini bagi kesehatan secara umum. Sedangkan terapi musik dampaknya lebih berkepanjangan (long-last), berpengaruh terhadap keseluruhan kemampuan (multiple), dan banyak laporan kemajuan kesehatan akibat intervensi terapi musik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terlepas dari banyaknya perdebatan mengenai keabsahan musik sebagai salah satu bentuk terapi, tak dapat disangkal lagi bahwa terapi musik sudah banyak dipraktikkan dan hasilnya cukup menakjubkan. Bahkan musik sudah diakui sebagai salah satu bentuk terapi pelengkap (&lt;i&gt;complementary therapy&lt;/i&gt;), disamping akupunktur, massage therapy, dan chiropathy.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Terapi musik&lt;/b&gt; mulai berkembang di Amerika Serikat dan di seluruh dunia, bahkan di Indonesia sudah ada klinik terapi musik dan penelitian musik sudah mulai dikembangkan. Hal ini menunjukkan bahwa musik selain memiliki aspek estetika, juga aspek terapetik, sehingga musik banyak digunakan untuk membantu penyembuhan, menenangkan, dan memperbaiki kondisi fisiologis pasien maupun tenaga medis. Beberapa penelitian musik yang berhubungan dengan kedokteran adalah sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Alzheimer dan Geriatri&lt;/b&gt; Alzheimer adalah penyakit yang biasanya menjangkiti para lansia dan ditandai dengan kesulitan berbicara, berjalan, dan demensia,. Dengan kemunduran segala fungsi tubuh dan berkurangnya interaksi sosial, para penderita Alzheimer dapat mengalami penurunan kualitas hidup. Musik terbukti memperbaiki fisiologi tubuh mereka yang ditandai cukupnya partisipasi, senyuman, kontak mata, dan umpan balik verbal untuk menyatakan perasaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Musik dapat menambah kualitas hidup dengan menolong penderita sehingga mempunyai perilaku sosial yang lebih baik. Beberapa penelitian serupa terhadap para lansia penderita demensia telah dilakukan untuk mengurangi agitated behavior. Musik terbukti dapat digunakan untuk maksud ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di Finlandia, para lansia, khususnya para veteran perang, dikumpulkan dalam suatu grup terapi musik tempat mereka dapat bercerita, membagi satu sama lain dan mengungkapkan perasaan mereka melalui musik dengan aman dan tanpa luapan amarah. Musik diyakini memiliki kemampuan mempengaruhi emosi sesorang dan dapat membantu mengekspresikannya, namun dalam batas tertentu dan tidak lepas kendali.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada kasus lain, diteliti pengaruh bermain alat musik keyboard terhadap para lansia penderita Osteoartritis selama 20 menit tiap sesi, 4 kali seminggu dalam 4 minggu. Sebelum dan sesudah perlakuan, dievaluasi dengan finger pinch meter dan jangkauan gerakan para penderita, serta ketidaknyamanan akibat artritis juga diukur.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hasil yang didapat menunjukkan pengaruh positif bermain keyboard terhadap finger pinch meter dan jangkauan gerakan, kurangnya ketidaknyaman pada beberapa pasien, meningkatnya kekuatan dan kelincahan jari pada beberapa pasien lain serta meningkatnya perasaan senang dan sosialisasi di antara lansia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masih banyak lagi penelitian tentang efek musik terhadap Alzheimer dan kebanyakan mendapatkan hasil yang positif. Walaupun belum dapat diklaim bahwa musik dapat menyembuhkan Alzheimer secara total, namun terbukti bahwa musik dapat meningkatkan keadaan pasien secara fisik maupun sosial. 15&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Neonatus, Pediatri dan Adolesens&lt;/b&gt; Musik secara sterjadi perubahan perilaku.&lt;/div&gt;&lt;div 2,46="" bahwa="" banyak="" bayi-bayi="" berkesimpulan="" berperan="" dalam="" daripada="" hening.="" ini="" itu="" jusayi-bayi="" kali="" kondisi="" lebih="" musik="" non-nutritive="" penelitian="" perkembangan="" prematur.="" rates="" secara="" signifikan="" sucking="" text-align:=""&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penelitian lain di Ohio mencoba mengukur dampak musik terhadap ansietas, rasa sakit, dan tekanan darah pada anak-anak usia 4-6 tahun yang berobat gigi. Meskipun tidak ditemukan hasil bahwa musik dapat mengurangi semua variabel tersebut di atas, namun anak-anak tersebut senang untuk mendengarkan musik selama kunjungan ke dokter gigi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak tertutup kemungkinan bagi remaja untuk ikut serta dalam kelompok terapi musik. Hal ini terlihat pada anak-anak remaja di New York yang diikutsertakan dalam kelompok-kelompok terapi musik, baik aktif maupun pasif selama 4 bulan, dengan harapan bahwa sesudahnya dapat terjadi perubahan perilaku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hasilnya meningkat secara berarti dengan berkurang skala agresifitas dan kenakalan. Mereka berkesimpulan bahwa kelompok terapi musik dapat memfasilitasi proses ekspresi diri pada remaja yang terganggu emosi/pembelajarannya dan menyediakan wadah untuk mengubah frustasi, kemarahan, dan agresi menjadi kreativitas dan penguasaan diri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Fisiologi Jantung dan Pembuluh Darah dan Ansietas&lt;/b&gt; Penggunaan musik di rumah-rumah sakit masa kini mulai banyak, hal ini disebabkan efek musik yang menenangkan dan menyenangkan pasien, sehingga berakibat pada perbaikan kondisi kesehatan, khususnya jantung dan pembuluh darah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Informasi dalam bentuk musik diyakini dapat menguntungkan karena tidak mengganggu pekerjaan dibandingkan informasi verbal dan mengandung lebih banyak informasi dibandingkan peringatan verbal. Penelitian serupa dilakukan untuk mengetahui dampak terapi musik terhadap ansietas, detak jantung, dan tekanan darah arteri 101 subyek yang menunggu untuk kateterisasi jantung.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketiga variabel ini diukur setelah pasien diterapi dengan musik dan tepat sebelum pasien dipindahkan ke laboratorium. Terjadi penurunan ansietas yang berarti pada kelompok subjek dibandingkan kelompok kontrol dan detak jantung serta tekanan darah arteri kelompok ini turun, sementara pada kelompok kontrol naik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal yang sama terjadi pada sekelompok mahasiswa yang menghadapi stres kognisi karena diharuskan presentasi oral. Tingkat ansietas, denyut jantung, dan tekanan darah sistolik meningkat tajam akibat stressor tersebut. Para mahasiswa ini diterapi dengan musik Pachebel’s Canon in D Major dan didapatkan penuruan variabel diatas, disertai peningkatan kadar IgA saliva dibanding kondisi basal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terapi musik telah banyak diterapkan untuk menurunkan ansietas, denyut jantung, dan tekanan darah. Meskipun tidak semua penelitian yang dilakukan tersebut mendapatkan hasil yang diharapkan, namun kebanyakan telah membuktikan bahwa musik memang baik bagi fisiologi jantung dan pembuluh darah. Lebih lanjut, terapi musik telah dianjurkan bersama bentuk terapi lain seperti yoga, meditasi, olahraga, dan diet sebagai terapi pelengkap bagi pasien penderita penyakit jantung.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Perawatan Kanker&lt;/b&gt; Terapi komplementer dan alternatif, khususnya musik, mulai banyak digunakan disamping terapi mainstream (utama), hal ini bermanfaat untuk symptom management, mengurangi sakit dan mrapi musik dan meningkatkan perkembangnya di Indonesia. 15 Kegiatual karena kanker serta meningkatkan kualitas hidup.&lt;/div&gt;&lt;div 10="" 8="" aktif="" berkaitan="" bersifat="" dan="" dapat="" dengan="" dewasa="" digunakan="" dilakukan="" emosi="" ini="" instrumental.="" kesempatan="" memberikan="" mengeksplorasi="" mengikuti="" minggu,="" musik="" onkologi="" pasien="" pasif.="" pendengaran,="" pengalaman="" perasaan="" rasa="" sakit.="" selama="" sepuluh="" sesi="" styl="" teknik="" terapi="" termasuk="" untuk="" vocal,="" yang=""&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mood  State dan kohesifitas dalam kelompok diukur sebelum dan sesudah sesi, dan terjadi peningkatan signifikan pada mood state, namun tidak pada kohefisitas kelompok. Hal ini menyiratkan bahwa terapi musik dapat digunakan untuk membantu pasien penderita kanker, setidaknya secara psikologis. Terapi musik juga dimanfaatkan untuk menolong pasien kanker anak-anak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Walaupun tidak dapat menyembuhkan, setidaknya musik dapat menolong anak-anak tersebut sehingga memiliki kehidupan sosial yang lebih baik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Saran-saran untuk masa mendatang&lt;/b&gt; Berikut ini adalah saran-saran mengenai penerapan terapi musik di Indonesia, saran-saran ini ditujukan untuk menambah pengetahuan tentang terapi musik dan meningkatkan perkembangnya di Indonesia. 15 Kegiatan paling praktis yang dapat dilakukan adalah dengan memutar kaset musik sebagai latar belakang di berbagai tempat, seperti ruang belajar, kamar praktek dan operasi, UGD, dan lain-lain, bilamana situasi dan kondisi memungkinkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dukungan terhadap institusi perkembangan terapi musik serta penelitian antardisiplin mengenai terapi musik dapat sangat membantu pertumbuhan terapi musik di Indonesia. Tidak ketinggalan eksplorasi musik-musik tradisional Indonesia agar dapat diperhitungkan dalam praktik terapi musik, dan apabila hal-hal ini telah berjalan, maka pembentukan program studi terapi musik di beberapa universitas dapat mulai dipertimbangkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Kesimpulan dan Penutup&lt;/b&gt; &lt;b&gt;Efek Mozart&lt;/b&gt; adalah penemuan yang cukup sensasional di bidang musik, namun demikian telah terbukti bahwa penemuan itu hanya suatu bagian kecil dari gambaran keseluruhan yaitu terapi musik yang lebih holistik dan telah teruji. Pembelajaran musik jangka panjang serta interaksi aktif dengan musik akan menghasilkan dampak yang lebih berarti daripada hanya mendengar secara pasif.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kasus-kasus dan penelitian tentang terapi musik telah banyak dilakukan dan terbukti dapat menolong kondisi fisiologis, mental, dan sosial pasien. Penelitian lebih lanjut mengenai musik bekerja terhadap fisiologi tubuh manusia dan jenis musik yang dapat memberi hasil terbaik harus terus diusahakan di masa mendatang demi menjamin keberadaan musik sebagai terapi dalam dunia kedokteran.&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;( yan )&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Editor=f</description><link>http://rinanovrina.blogspot.com/2010/10/efek-mozart-iq-tidak-ada-hubungannya.html</link><author>noreply@blogger.com (rina novrina)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhN4FSgVEaHdl86y_buogtHHspBkqCrCeIEGDHtBGNepN6UCD3dwnzX9zGWJ1ghqsZ2IxmK5DcyXDDuqgzSAHQsJAXX6I0AmlGbAc6A9HzoPKNEiW4i0-spicfnEm83JuMWE3Dd2ji7Eg0/s72-c/bubble_red_heart_butterfly.gif" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>