<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-3777601018111076802</atom:id><lastBuildDate>Sun, 08 Sep 2024 04:16:55 +0000</lastBuildDate><category>Hukum Haji</category><category>Mina</category><category>Rndu anak yg sdh tiada</category><category>haji dan keutamaannya</category><category>kehendak Allah apsti terjadi</category><category>minta mati di tanah suci</category><category>pahala anak kecil berhaji</category><category>tawakkal yang salah</category><category>wanita yang berhaji sendiri</category><title>Rindu Ka'bah</title><description>CARA CERDAS TUNAIKAN IBADAH HAJI PLUS DAN UMROH │ BERBAGI CERITA │ PENGALAMAN │ HUKUM │ KEUTAMAAN HAJI UMRAH</description><link>http://haji-umroh-plus.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (agungichwanto)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>12</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>CARA CERDAS TUNAIKAN IBADAH HAJI PLUS DAN UMROH │ BERBAGI CERITA │ PENGALAMAN │ HUKUM │ KEUTAMAAN HAJI UMRAH</itunes:subtitle><itunes:category text="Religion &amp; Spirituality"><itunes:category text="Islam"/></itunes:category><itunes:category text="Religion &amp; Spirituality"><itunes:category text="Islam"/></itunes:category><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3777601018111076802.post-627708517848067410</guid><pubDate>Mon, 16 Jul 2012 15:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-07-16T22:07:28.127+07:00</atom:updated><title>kisah-tukang-cabut-rumput-naik-haji</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Kisah Haji -&amp;nbsp; kisah-tukang-cabut-rumput-naik-haji&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Sungguh, rezeki Allah tak terduga, zigzag dan penuh romantika.     
Laksana kisah berhaji, berbuku-buku kalau ditulisi. Dulu ada &lt;em&gt;haji     abidin &lt;/em&gt;(haji atas biaya dinas), &lt;em&gt;haji abakar&lt;/em&gt; (haji atas     biaya Golkar), &lt;em&gt;haji boh itek &lt;/em&gt;(naik haji dengan menjual telur     bebek) dan banyak lagi lainnya. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Saat berhaji     2005 lalu, saya sempat menanyai beberapa rekan bagaimana bisa     berhaji. &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Apa rahasianya? &lt;/span&gt; &lt;span lang="SV"&gt;Saya menduga, orang pergi haji pastilah kaya dan     mapan, alias berkecukupan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;
 Ternyata saya salah,     kisahnya bermacam ragam, tetapi hampir senada.
 Ada yang jual     kambing, lembu, kerbau, tanah. Ada yang buat bubuk 
kupi. Ada yang     buat kaleng. Ada yang jualan manisan. Bahkan ada yang
 cuma jualan     sayur-mayur di kaki lima pasar, tapi toh bisa berhaji. 
Dan mereka     bukan orang yang benar-benar kaya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;Kesimpulannya,     Allah memilihkan tamu-tamuNya bukanlah orang-orang ”the have”,     tetapi ”have a dream” dan ”brave”. &lt;span lang="SV"&gt;Maksudnya bukan     orang-orang ”berpunya”, tetapi ”punya mimpi” dan ”pemberani”. So,     kalau mau berhaji, &lt;strong&gt;bermimpilah&lt;/strong&gt; dan jadilah &lt;strong&gt;pemberani&lt;/strong&gt;.
     Nggak percaya? lihatlah sekeliling. Orang-orang yang naik haji     
bukanlah semua naik Innova, terkadang cuma punya sepeda unta. Bahkan    
 Bang Ameer Hamzah (penceramah Mesjid Raya) naik haji hanya karena     
doa orang gila (nggak percaya? tanya padanya). Dan saya naik haji     
pun, karena berkat doa mertua….&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;img alt="" border="0" src="http://www.anakmudasukses.com/index.133.jpg" /&gt; &lt;img alt="" border="0" src="http://www.anakmudasukses.com/index.134.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt; &lt;span style="color: black;"&gt;Begini
 kisahnya.     Setelah mengikuti Seminar Career Planning di FMIPA 
Unsyiah pada     1995. Yang digagas oleh Pak Saiful Mahdi (sekarang 
Direktur ICAIOS)     dan diisi oleh Pak Samsul Bahri (PLN). Semoga Allah
 merahmati mereka     berdua (Amin). Saya menulis di &lt;em&gt;My Map of Life&lt;/em&gt;
 (Peta Hidup     Saya), bahwa saya akan berhaji pada usia 45 (tahun 2020
 nanti).     Tetapi rupanya Allah mempercepat 15 tahun ke 2005. Caranya?
 Di luar     dugaan, hanya dengan menjadi &lt;em&gt;cleaning service &lt;/em&gt;dan tukang     cabut rumput. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Awal
 Agustus 2003,     saya memboyong istri ke Adelaide (Australia Selatan) 
untuk menemani     kuliah S2. Walau saat itu beasiswa untuk satu orang, 
saya nggak     peduli. &amp;nbsp;Saya yakin: rezeki Allah ada dimana-mana. Suatu 
malam     datanglah telepon dari Ibu isteri (mertua). Beliau mengabarkan
 bahwa     tidak bisa berhaji tahun depan (2004) dengan kawan-kawan 
sekampung,    &lt;em&gt;waiting list&lt;/em&gt; karena telat bayar. Padahal beliau 
sudah berumur     70 tahun, sehingga sangat butuh pendamping. Entah atas
 pertimbangan     apa, beliau minta kami yang mengawani. Padahal banyak 
saudara lain     lebih mampu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;
 Saya bilang sama     isteri ”kita tidak punya dana, beasiswa 1 orang 
pun kita pakai     berdua. Tapi supaya ibu tidak kecewa, kita coba kerja
 apa yang bisa.     Kalaupun nggak cukup berdua, adek saja yang kawani 
Ibu”. Deal.     Akhirnya mulailah kami kerja: apa saja, asal halal. 
Isteri jadi     asisten chef di Restoran Indonesia. Saya jadi cleaning 
service di     dua perusahaan berbeda. Sebelum subuh sudah berangkat 
kerja, pulang     kuliah lanjut lagi. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kadang-kadang
 hingga     tengah malam. Kalau liburan, ditambah lagi kerja lain 
seperti cabut     rumput di nursery (tempat pembibitan), petik cherry, 
angkat kentang     dll. Seru habis. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;img alt="" border="0" src="http://www.anakmudasukses.com/index.135.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Saat
 cabut rumputlah     yang paling berkesan, hampir sebulan lamanya. Kami 
berangkat setelah     shalat subuh dan baru pulang menjelang magrib. 
Bayangkan saja, cabut     rumputnya dari jam 8 pagi hingga pukul 6 sore 
dan letaknya jauh di     luar kota. Nursery (tempat pembibitan) kami 
kerja itu luasnya lebih     satu kilometer persegi. Bermacam-macam jenis
 bibit tersedia disana.     Dari bunga-bungaan hingga pohon-pohonan. 
Dari bunga ”&lt;em&gt;po siploh&lt;/em&gt;”      hingga mawar berduri. Dari bibit 
anggur hingga pohon apel besar.     Cabut rumputnya sambil merangkak. 
Merana&amp;nbsp; sekali kalo cabut     rumputnya dibawah pokok mawar, badan 
tergores sama duri-durinya. &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Selain sakit pinggang, jari-jaripun jadi     nggak ada rasa lagi. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Esok harinya, pas bangun     pagi semua jari tangan sudah pada ”&lt;em&gt;cekang&lt;/em&gt;”
 semua. Sama istri     diurut sedikit-sedikit dengan minyak zaitun, baru
 normal lagi dan     siap dibawa lagi untuk cabut rumput. Duh, 
kasihannya jari-jari ini.     Begini terus menerus hingga hampir sebulan
 lamanya. Alhamdulillah     sekarang jari tangan masih baik-baik aja. 
Pun, hampir setengah dana     haji terkumpul dari cabut rumput ini. 
Sekali lagi, summa     alhamdulillah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Ketika
 masa penyetoran     haji tiba, kamipun menghitung hasil keringat. 
Alhamdulillah,     terkumpul 6.000 dolar (sekitar 40 juta), cukup untuk 
berdua.     Sungguh, Allah baik sekali. Semua ini berkat doa mertua dan 
    orang-orang yang sayang sama kami. &lt;/span&gt;Desember 2005, kamipun ke 
    tanah suci, dipimpin Abu Madinah. Yang terkesan adalah: saya     
dipercayakan azan saat sholat subuh diatas pesawat menuju tanah suci.   
   Hal itu terus berulang, bahkan saat wukuf di Arafah. Mungkin inilah  
   buah sering azan di meunasah, sejak kecil hingga sekarang.    &lt;span lang="SV"&gt;Ada
 perasaan aneh saya rasakan waktu wukuf. Yaitu:     serasa raga ini 
bukan punya saya. Saat itu, jangankan mandi dan     memakai minyak 
wangi, menggaruk saja tak boleh. Haji lebih dahsyat     dari puasa. Kalo
 puasa tidak boleh makan makanan punya&amp;nbsp; sendiri, di     haji kita bahkan
 tak punya hak akses atas tubuh sendiri. &lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;img alt="" border="0" src="http://www.anakmudasukses.com/index.136.jpg" /&gt; &lt;img alt="" border="0" src="http://www.anakmudasukses.com/index.137.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt; &lt;span style="color: black;"&gt;Hal
 lainnya yang saya     liat, ada jemaah yang tiba-tiba ”hilang akal” 
saat wukuf. Beliau     jadi sibuk mengorek-ngorek kotak sampah mencari 
entah apa. Ada yang     harus dibawa dengan ambulance, padahal 
sebelumnya sangat pede karena     sudah pernah pergi. Ada yang sakit 
dari sejak berangkat hingga     pulang setelah curiga uangnya diambil 
pimpinan. Ada yang kejebak dan     pingsan dalam lift setelah menuduh 
orang lain membuang daging yang     dikeringkan diatas kulkas. Ada yang 
ditinggalkan bus karena mencari     orang-orang yang tertinggal. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kisah
 saya sendiri,     hilang jam setelah takjub karena jam tersebut tetap 
lengket hingga     haji selesai. Bisa berjumpa kawan lama waktu di 
Adelaide dulu (asal     Padang) setelah berdoa (agar ketemu) di Masjid 
Nabawi. Padahal saat     itu, jutaan orang ada disana. Yang terakhir, 
saya tiga kali     bolak-balik masuk Raudhah (tempat makbul doa, 
terletak antara rumah     nabi dan mimbarnya) untuk mendoakan saudara 
yang sudah tiga kali     masuk ICCU di Aceh karena komplikasi paru-paru 
dan diabetes. Beliau     bahkan sudah &lt;em&gt;dipeuintat &lt;/em&gt;keluarganya 
yang sudah rela melepas     kepergiannya. Toh beliau sehat kembali dan 
sehat kembali setiap kali     kami berdoa di Raudhah. Bahkan berjumpa 
saya waktu sudah kembali     dari tanah suci. Banyak lagi kisah lainnya.
 Tak cukup halaman untuk     ditulis disini. Demikian dulu, sampai jumpa
 di tulisan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="FI"&gt;*)     Penulis: Mantan buruh di Adelaide, Australia Selatan, saat kuliah     S2&amp;nbsp; disana.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;a href="http://sosbud.kompasiana.com/2010/10/22/kisah-tukang-cabut-rumput-naik-haji/" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;sumber :&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://haji-umroh-plus.blogspot.com/2012/07/kisah-tukang-cabut-rumput-naik-haji.html</link><author>noreply@blogger.com (agungichwanto)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3777601018111076802.post-207470208324347293</guid><pubDate>Mon, 16 Jul 2012 14:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-07-16T21:29:13.491+07:00</atom:updated><title>Kisah Haji Mbah Rusminto</title><description>&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Menunaikan
 ibadah haji di Mekah harusnya menjadi momentum agung bagi seorang hamba
 untuk menjalin kedekatan dengan Allah. Di sanalah jutaan umat manusia 
dari berbagai penjuru dunia berkumpul, bersimpuh khusuk menggelar ritual
 ibadah haji (manasik). Menghikmati keagungan Allah subhanahu wa ta’ala.
 Sungguh mulia orang yang diberi kesempatan berhaji, dan sungguh indah 
orang yang menikmati perjalanan meniti ibadah haji.&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Tapi
 tidak begitu yang dialami oleh Mbah Rusminto (70 tahun). Perjalanan 
haji justru menguak tabir aib yang selama ini dipendamnya. Ka’bah dan 
kesakralan tanah suci bagai membelejeti perilaku-perilaku buruk yang 
dilakukannya selama ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;


&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Aib-aibnya
 tergambar jelas dalam sikap dan perilaku anehnya selama di tanah suci. 
Semua itu terjadi secara spontan di luar jangkauan nalarnya. Orang-orang
 pun, terutama beberapa tetangganya yang bersama-sama satu rombogan 
dengannya, terbelalak. Sehingga terkuaklah rahasia di balik siapa 
sebenarnya Mbah Rusminto. Perilaku apa saja yang telah mengantarnya 
mempunyai perilaku-perilaku yang aneh selama di tanah suci? Berikut ini 
kisah selengkapnya. Nama-nama dan tempat peristiwa dalam cerita ini 
telah disamarkan. Bila terjadi kesamaan, hal itu hanya kebetulan belaka.
 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Perilaku Aneh dan Menjijikkan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Berhaji
 bagi penduduk desa Mekarsari, sebuah kampung di pelosok Propinsi Jawa 
Tengah, memang merupakan sebuah prestise. Sehingga tak sedikit penduduk 
yang berkeinginan untuk naik haji sekedar untuk menaikkan citra diri 
mereka. Setelah berhaji, mereka akan dipanggil “Pak Kaji” atau Mbah 
Kaji”. Duh, senangnya hati dipanggil seperti itu. Terasa begitu 
terhormat dan penuh wibawa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Motif
 itu pula yang melecut Mbah Rusminto untuk bisa segera berangkat haji. 
Terbayang di pelupuk matanya, sepulang dari haji, dirinya akan dipanggil
 “Mbah Kaji” oleh tetangga-tetangganya., bahkan oleh seluruh warga di 
kampungnya. Orang-orang akan semakin menaruh hormat kepadanya. Atau 
paling tidak merasa segan kepadanya. Hmm, sungguh membanggakan sekali, 
begitu barangkali pikiran Mbah Rusminto. Dengan predikat “haji”, 
hari-hari tuanya setelah ditinggal mati oleh istrinya akan dilalui 
dengan segudang hormat dan segan dari masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Sebenarnya
 Mbah Rusminto bukanlah tergolong orang berada. Karena itu, untuk 
membayar ongkos haji, ia harus pontang-panting sabet sana-sabet sini, 
termasuk di antaranya harus ngutang (berhutang) dan merelakan sebagian 
besar tanahnya terjual. Padahal, beberapa bagian tanah itu adalah milik 
anaknya yang telah ia berikan, tapi akhirnya diminta kembali olehnya. 
Semua itu semata untuk memenuhi hajat ‘nafsunya’ agar dapat memiliki 
prestise sebagai seorang haji di mata masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Sebagaimana
 layaknya orang yang akan berangkat haji, Mbah Rusminto pun mengadakan 
acara kenduri dan pengajian dengan mengundang karib kerabat dan 
orang-orang kampung. Hingga waktu yang telah ditentukan, ia pun akhirnya
 berangkat haji bersama-sama beberapa tetangganya satu rombongan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Tak
 ada yang aneh saat perjalanan menuju ke tanah suci. Namun, sesampainya 
di Mekah, mulailah terjadi hal-hal aneh dan ganjil yang dialami oleh 
Mbah Rusminto. Di Masjidil Haram, misalnya, tiba-tiba Mbah Rusminto 
mengeluarkan dahaknya dari tenggorokan dan kemudian meludahkannya ke 
lantai masjid. Tentu saja orang-orang yang melihat tingkah Mbah Rusminto
 itu terkejut bukan main.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“Lho Mbah, kok jenengan ngidu ning tegel? &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;(Lho
 Mbah, kok Anda meludah di lantai?)” tegur Kiai Ahmad, pemimpin 
rombongan yang memimpin rombongan di mana Mbah Rusminto ikut di 
dalamnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Dan
 anehnya, mendengar teguran Kiai Ahmad, bukannya Mbah Rusminto 
membersihkan dahak kental yang berjuntai di lantai masjid itu, tapi Mbah
 Rusminto malahan memungut dahak itu dengan tangannya dan memasukkannya 
ke dalam gelas plastik yang dibawanya. Begitu seterusnya hingga dahak 
itu banyak dan hampir memenuhi gelas plastik yang dibawanya. Lalu 
terjadilah keanehan selanjutnya. Di luar dugaan orang-orang, Mbah 
Rusminto kemudian meminum dahaknya itu tanpa sedikit pun rasa jijik. 
Lagi-lagi orang-orang dibuat heran. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“Lho
 riyak kok diombe Mbah? (Lho, dahak kok diminum Mbah?)” tanya Kiai Ahmad
 dengan rasa jijik melihat tingkah Mbah Rusminto itu. Eh, yang ditanya 
malah cengar-cengir saja seperti orang yang tak bersalah. Sedang 
orang-orang yang melihat merasakan jijik yang amat sangat. Kiai Ahmad 
sendiri bahkan mengaku tidak doyan makan selama berhari-hari bila 
teringat perilaku menjijikkan Mbah Rusminto meminum dahaknya sendiri. 
Setiap kali makan dan teringat peristiwa menjijikkan itu, Kiai Ahmad 
selalu muntah-muntah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“Hilang” Diajak Anaknya&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Berbagai
 manasik telah dilalui Mbah Rusminto beserta rombongannya. Manasik 
selanjutnya adalah ke Arafah. Setelah wukuf, sekitar jam 12.00, semua 
rombongan bermunajat kepada Allah di luar tenda. Namun, Mbah Rusminto 
malah ogah-ogahan duduk-duduk saja di tenda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Saat
 di Muzdalifah, Mbah Rusminto tak mau mencari kerikil (batu kecil) 
sendiri. Ya, akhirnya ada tetangganya yang mengalah mencarikannya. 
Kemudian, rombongan menuju Mina untuk melempar jumrah. Di sana, Rusminto
 malah “menghilang”. Entah ke mana orang-orang nggak tahu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Menurut
 pengakuannya setelah ditemukan, ia tadi diajak pergi oleh salah seorang
 anaknya yang bernama Sardi. Ini tentu aneh sekali, karena Sardi anaknya
 itu tidak ikut haji. Anehnya, Mbah Rusminto tidak merasakan kejanggalan
 itu. Akhirnya, Mbah Rusminto tidak melempar jumrah sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Saat
 rombongan kembali ke Mekah untuk thawaf wada (thawaf yang terakhir), 
nah saat itulah Mbah Rusminto “menghilang” lagi. Tak ada yang tahu ke 
mana perginya. Dan yang mengejutkan, setelah tiba-tiba ia nongol, dari 
mulut Mbah Rusminto terlontar omongan yang seolah tanpa disadarinya 
seperti orang meracau. Dalam omongannya itu, Mbah Rusminto justru 
menguak aib yang selama ini disimpannya rapat-rapat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“Aku ini bukan anaknya Marto. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Yang
 anaknya Marto itu Sartono. Aku minta tanahnya Sartono itu dengan 
membayar pembela 2 juta,” itulah di antara kata-katanya tanpa ditanya di
 hadapan teman-teman serombongan yang sebagiannya adalah 
tetatangga-tetangganya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Malam
 Jum’at, rombongan sampai di Madinatul Hujat, siangnya setelah shalat 
Jum’at, Mbah Rusminto mengaku diajak lagi oleh “Sardi”, anaknya. 
Anehnya, Mbah Rusminto bagai kerbau dicocok hidungnya, menuruti saja ke 
mana pun diajak oleh “Sardi” dan tidak merasa kalau dirinya tersesat. 
“Hilangnya” Mbah Rusminto membuat kebingungan teman-temannya satu 
rombongan. Untungnya, akhirnya Mbah Rusminto dapat ditemukan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; apa di balik semua kisah yang terjadi pada Mbah Rusminto?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Menarik Hibah tanpa Alasan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Ternyata
 memang, semua rangkaian keanehan dan keganjilan yang dialami oleh Mbah 
Rusminto selama menunaikan ibadah haji adalah sebagai cerminan dari 
perilaku jahatnya selama ini. Seolah-olah Allah hendak memperlihatkan 
kebesaran-Nya dengan menguak tabir aib hamba-Nya yang berbuat jahat. 
Kesucian Mekah seolah tak bisa menerima orang-orang jahat seperti Mbah 
Rusminto yang hajinya pun tidak ikhlas, tapi hanya memburu prestise 
diri, yaitu gelar “Haji” semata.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Lalu, apa saja perilaku jahat Mbah Rusminto?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Menurut
 penuturan Kiai Ahmad, sebelum berangkat haji, Mbah Rusminto telah 
memberi hibah kepada anak perempuannya berupa sebidang tanah. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Namun tiba-tiba ia memintanya kembali tanpa alasan yang pasti, sehingga anaknya pun merasa sakit hati.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Meminta
 kembali hibah yang telah diberikan kepada anak memang boleh secara 
syari’at. Tapi, menurut Kiai Ahmad, dengan syarat, alasannya harus benar
 dan dengan kerelaan si penerima hibah. Bila tidak, sama saja orang itu 
meludah kemudian menjilat dan menelan kembali ludahnya itu. Kiai Ahmad 
mengutip sebuah hadits, “Orang yang meminta kembali atau membatalkan 
sedekah/hibahnya, bagikan anjing yang muntah, kemudian meminum kembali 
muntahannya.” (HR. Bukhari).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Dan hal itu telah terjadi pada Mbah Rusminto ketika di Masjidil Haram. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Ia telah meminum dahaknya sendiri yang dimuntahkannya tanpa rasa jijik sedikitpun. &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Na’udzubillahi min dzalik&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;edangkan
 Sardi yang selalu “mengganggu” Mbah Rusminto dengan selalu mengajak 
pergi Mbah Rusminto selama di tanah suci, adalah anak Rusminto yang 
menghutanginya sejumlah uang, namun sampai ia berangkat haji, ia belum 
membayar hutangnya tersebut. Padahal Sardi sangat membutuhkan uang itu. 
Karenanya Sardi sebenarnya tidak rela dengan tindakan ayahnya itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Soal
 pengakuan Mbah Rusminto di Mekah bahwa ia bukannya anaknya Marto, 
menurut Kiai Ahmad, adalah karena kecurangan dan ketamakannya terhadap 
harta. Mbah Rusminto meminta warisan yang ditinggalkan Marto, yang 
sebenarnya bukan ayahnya. Sebab ketika ibunya bercerai dengan Marto, 
ibunya belum hamil.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Mbah Rusminto adalah anak hasil perkawinan ibunya dengan orang lain, tidak dengan Marto. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Jadi,
 Mbah Rusminto bukanlah anak dari Marto. Namun, karena gila harta, Mbah 
Rusminto mengaku-aku sebagai anaknya Marto dan meminta bagian warisan 
kepada Sartono, anak kandung Marto yang sebenarnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Cara
 Mbah Rusminto meminta bagian warisan itu pun dengan menghalalkan segala
 cara. Mbah Rusminto secara diam-diam menteror dan mengintimidasi 
Sartono sehingga membuat Sartono nyaris stress dan linglung. Kasus 
permintaan bagian warisan itu sendiri sebenarnya sempat dibawa ke 
pengadilan. Tapi, akhirnya Mbah Rusminto dapat memenangkan perkara itu 
karena untuk mencapai ambisinya itu, ia berani membayar pengacara 
(advokad) agar memenangkan dalam persidangan. Persis seperti 
pengakuannya ketika di Mekah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Akibatnya,
 saat berhaji, Mbah Rusminto menjelma seperti orang linglung. 
Perilakunya aneh dan sak karepe dhewe (semaunya sendiri). Bahkan ia pun 
menguak aibnya sendiri yang selama ini ditutup-tutupinya dengan 
rapat-rapat di hadapan rombongan haji yang tak lain beberapa di 
antaranya adalah tetangganya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Begitulah
 nasib Mbah Rusminto. Tidak bisa beribadah haji dengan baik akibat 
ulahnya sendiri. Bahkan angan-angan Mbah Rusminto untuk menggapai 
prestise sebagai seorang “Mbah Kaji” yang disegani dan dihormati tidak 
tercapai. Alih-alih tercapai, bahkan aibnya yang selama ini dipendamnya 
rapat-rapat malah terkuak, yang akhirnya malah menghancurkan namanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Masa tua Mbah Rusminto pun akhirnya dilalui dengan penuh penderitaan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Sampai
 akhirnya Mbah Rusminto meninggal dunia beberapa tahun kemudian. Semoga 
ada ibroh (pelajaran berharga) yang dapat kita petik dari kisah di atas.
 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;*** Seperti yang diceritakan Baqiyatus Sholihah (tetangga Mbah Rusminto) kepada Badiatul Muchlisin Asti.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Sumber : Kabar Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://haji-umroh-plus.blogspot.com/2012/07/kisah-haji-mbah-rusminto.html</link><author>noreply@blogger.com (agungichwanto)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3777601018111076802.post-6267313332816434956</guid><pubDate>Thu, 12 Jul 2012 02:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-07-12T09:08:15.455+07:00</atom:updated><title>PERJALANAN YANG PAHALANYA BERLIPAT</title><description>Asslkum.....Rasulullah SAW bersabda : "Suatu Perjalanan tidak akan dilipatgandakan pahalanya kecuali perjalanan menuju kepada 3 masjid; yaitu Masjidil Haram, Masjidil Aqsa / palestine, dan Masjid Nabawi/ Madina -Hadits Riwayat BUKHARI didalam kitab Muhtarul Hadits hal. 532</description><link>http://haji-umroh-plus.blogspot.com/2012/07/perjalanan-yang-pahalanya-berlipat.html</link><author>noreply@blogger.com (agungichwanto)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3777601018111076802.post-3685386718187379478</guid><pubDate>Thu, 03 Mar 2011 04:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-03-03T11:31:55.483+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Rndu anak yg sdh tiada</category><title>Rindu Kepada Anak yang sudah lama meninggal</title><description>Ass_kum, kali ini saya akan mengisahkan kembali cerita yang dialami sahabat saya (sebut saja H. Eko) yang sepulang darimenunaikan rukun Islam yang ke 5, berhaji ke tanah suci.&lt;br /&gt;
Dengan ditemani istrinya H. Eko menunaikan Ibadah Hajinya 'berkat ketelatenannya' nabung uang hasil ia buka usaha tambal ban di desanya. Keinginan itu baru terlaksana setelah perjalanan panjang selama 20 tahun, suatu usaha yang luar biasa demi keinginannya menunaikan rukun ke 5. Sampai sampai ia harus melewati masa menyedihkan harus ditinggal pergi sang anak yang masih berumur 6 tahun. Si Jamil, namanya.&lt;br /&gt;
H. Eko begitu yakin jika berdoa di masjidil Haram akan terkabul saat itu juga.&amp;nbsp; Setelah malam harinya ia bedoa agar ALLAH bisa mempertemukan dia dengan anaknya Jamil, akhirnya benar juga, ia bisa 'bertemu dan berbicara langsung dengan Jamil' sewaktu berada di maqam Ibrahim. Ia sungguh sungguh berbicara seperti layaknya seseorang berbicara dengan orang. Namun bagi istri H. Eko yang menyaksikan kejadian itu merasa aneh, sebab yang ia lihat pada waktu itu sepertinya H. Eko, sang suami seperti berbicara sendiri.&lt;br /&gt;
"mas tadi kok berbicara sendiri, seperti orang tidak waras saja." kata istri H Eko setelah sesampainya di hotel kembali.&lt;br /&gt;
"bu......aku tadi ketemu si Jamil, anak kita."&lt;br /&gt;
"ketemu si Jamil? kamu jangan mengada ada....Jamil kan sudah lama meninggal.."&lt;br /&gt;
"betul bu....tapi saya betul betul berhadapan dan berbicara langsung dengan dia, alhamdulillah sekarang ia sudah merasa senang, ia sudah berada di satu taman yang indah sekali katanya....."kata H. Eko menerawang jauh, seolah mengenang apa yang baru saja dialaminya.&lt;br /&gt;
"apa betul begitu mas...???"&lt;br /&gt;
"begitulah kenyataannya......, aku sendiri merasakannya" tiba tiba saja air mata H Eko tak bisa dibendung, ia mengalir ke pipinya yang mulai ada keriput.&lt;br /&gt;
"subhanallah....."sahut istrinya dengan penuh haru. "rasanya aku jadi kangen mas sama Jamil....."&lt;br /&gt;
"yah........cobalah memohon kepada Allah, agar dapat bertemu dengannya."&lt;br /&gt;
Istrinya mencoba meniru apa yang telah dilakukan H. eko, tapi entah kenapa sampai menjelang kepulangan ke tanah air belum juga dikabulkan oleh-Nya.&lt;br /&gt;
Selidik punya selidik, ternyata istri H. Eko sewaktu Jamil masih hidup memang kurang begitu perhatian kepada Jamil, tidak seperti yang dilakukan oleh H. Eko, yang begitu sabar menemani dan mendidik anaknya itu, sekalipun ia hanya seorang 'penambal ban'&lt;br /&gt;
Tapi H Eko bisa menikmati hidup dengan sebenarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekian semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wassalamu'alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
AgungIchwanto&lt;br /&gt;
From TanahSuci Gresik</description><link>http://haji-umroh-plus.blogspot.com/2011/03/rindu-kepada-anak-yang-sudah-lama.html</link><author>noreply@blogger.com (agungichwanto)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3777601018111076802.post-4872814642378274432</guid><pubDate>Sun, 27 Feb 2011 17:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-28T00:16:58.269+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">wanita yang berhaji sendiri</category><title>wanita yang haji sendirian</title><description>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:OfficeDocumentSettings&gt;   &lt;o:RelyOnVML/&gt;  &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;img src="http://img2.blogblog.com/img/video_object.png" style="background-color: #b2b2b2; " class="BLOGGER-object-element tr_noresize tr_placeholder" id="ieooui" data-original-id="ieooui" /&gt; &lt;style&gt;
st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
 mso-para-margin:0in;
 mso-para-margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:10.0pt;
 font-family:"Times New Roman";
 mso-ansi-language:#0400;
 mso-fareast-language:#0400;
 mso-bidi-language:#0400;}
&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;div class="MsoNormal"&gt;WANITA BERHAJI – BEPERGIAN HARUS ADA MUHRIMNYA :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Hadits tentang syarat wanita jika melaksanakan Ibadah Haji/ bepergian :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Tidak dibolehkan bagi seorang wanita yang ber-iman kepada ALLAH dan hari kiamat bepergian sejauh tiga malam (hari) kecuali bersama muhrimnya (HR. Muslim)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Semoga bermanfaat&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Hadits diambil dari kitab : HADITS SHAHIH AL JAMIUS SHAHIH BUKHARI MUSLIM karangan Hussein Bahreisj. ©&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><link>http://haji-umroh-plus.blogspot.com/2011/02/wanita-yang-haji-sendirian.html</link><author>noreply@blogger.com (agungichwanto)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3777601018111076802.post-993941261943860784</guid><pubDate>Sun, 27 Feb 2011 17:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-28T00:09:00.304+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">tawakkal yang salah</category><title>Tawakkal yang salah</title><description>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:OfficeDocumentSettings&gt;   &lt;o:RelyOnVML/&gt;  &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;img src="http://img2.blogblog.com/img/video_object.png" style="background-color: #b2b2b2; " class="BLOGGER-object-element tr_noresize tr_placeholder" id="ieooui" data-original-id="ieooui" /&gt; &lt;style&gt;
st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
 mso-para-margin:0in;
 mso-para-margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:10.0pt;
 font-family:"Times New Roman";
 mso-ansi-language:#0400;
 mso-fareast-language:#0400;
 mso-bidi-language:#0400;}
&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;div class="MsoNormal"&gt;INNALILLAHI WA INNA ILAHI RAAJI’UUN…..&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dia hanya bisa mengucapkan Innalillahi wa inna ilahi raaji’uun…..ketika sepasang sandalnya yang lenyap entah kemana.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Hal ini dialami dan diceritakan langsung kepada saya ketika kawan saya usai mengerjakan ibadah Haji di tanah suci, sebagai ‘oleh-oleh’ katanya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Siang itu cuaca di sekitar Masjidil Haram sedikit berawan, namun panasnya masih terasa. Sementara itu sudah banyak jama’ah haji dari berbagai pelosok negeri berdatangan sehingga masjidil haram terasa sesak oleh jama’ah. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Teman saya melangkahkan kaki menuju pintu gerbang masjidil haram, dan dilihatnya begitu banyak sandal sepatu terompah dan semacamnya tergeletak di depan pintu masuk. Ada juga yang dibungkus plastik, tas kecil, atau sekedar ditutup koran. Teman sayapun bergumam dalam hati : “sudah! biarin saja sandal ini saya taruh disini, kalau Allah menghendaki hilang biarlah hilang, kalau masih rejekiku tentu tidak akan hilang.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sang temanku itupun segera menaruh sandalnya yang baru dibelinya itu begitu saja dilantai, namun betapa terkejutnya dia, karena baru melangkah sekitar 3 s/d 4 langkah, ia mencoba menengok ke tempat sandalnya ditaruh, ternyata sandal itu sudah tidak ada ditempat. Ia mencoba kembali dan meneliti ke tempat saldalnya tadi, barangkali mungkin ‘terselip’ diantara beberapa sandal yang berserakan. Kira kira 10 menit, temanku mulai yakin bahwa sandalnya benar benar telah lenyap entah kemana. Ia hanya bergumam :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Innalillahi wa inna ilaihi raajiuun……”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Temanku tak habis berpikir, kenapa sandal itu begitu cepatnya hilang, padahal baru sekitar 5 – 10 detik saja.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ia baru sadar jika dirinya salah. Ia telah berbuat sombong mendahului kehendak Allah tanpa ber-tawakkal kepada-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tawakkal itu diibaratkan oleh Rasulullah SAW sebagai berikut : “ikatlah onta kamu, lalu bertawakkal-lah kepada Allah.” &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Rupanya disini kesalahan Teman saya itu, ia tidak berusaha ‘meng-aman-kan sandalnya terlebih dahulu, tapi ia sudah ‘sok tawakkal’&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Inilah gambaran tentang tawakkal kepada Allah, jadi lakukan segi pengamanan dulu, baru kita bertawakkal. jika memang masih ada berarti masih rejeki kita, tapi jika hilang, maka itu memang sudah kehendak Allah. Wallahu-a’lam&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sekian semoga bermanfaat.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;AgungIchwanto,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;dari tanahsuci-gresik&lt;/div&gt;</description><link>http://haji-umroh-plus.blogspot.com/2011/02/tawakkal-yang-salah.html</link><author>noreply@blogger.com (agungichwanto)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3777601018111076802.post-2294073341265194333</guid><pubDate>Sun, 27 Feb 2011 17:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-28T00:06:09.252+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pahala anak kecil berhaji</category><title>Pahala Anak Kecil berhaji</title><description>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:OfficeDocumentSettings&gt;   &lt;o:RelyOnVML/&gt;  &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
 mso-para-margin:0in;
 mso-para-margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:10.0pt;
 font-family:"Times New Roman";
 mso-ansi-language:#0400;
 mso-fareast-language:#0400;
 mso-bidi-language:#0400;}
&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;div class="MsoNormal"&gt;PAHALA DARI ANAK KITA YANG MELAKUKAN HAJI :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Hadits tentang pahala dari anak kita yang melakukan haji :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Seorang Ibu mengangkat anaknya (yang masih kecil) dengan berkata : “Ya Rasulullah, bolehkah anak ini berhaji?”, lalu Rasulullah SAW menjawab : “Ya, dan bagi kamu akan mendapat pahala.” (HR. Muslim dari Ibnu Abbas ra)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;semoga bermanfaat, &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Hadits diambil dari kitab : HADITS SHAHIH AL JAMIUS SHAHIH BUKHARI MUSLIM karangan Hussein Bahreisj. ©&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://haji-umroh-plus.blogspot.com/2011/02/pahala-anak-kecil-berhaji.html</link><author>noreply@blogger.com (agungichwanto)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3777601018111076802.post-5663140392579164900</guid><pubDate>Sun, 27 Feb 2011 17:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-28T00:03:20.635+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Hukum Haji</category><title>Hukum Melakukan Haji untuk orang lain</title><description>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:OfficeDocumentSettings&gt;   &lt;o:RelyOnVML/&gt;  &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
 mso-para-margin:0in;
 mso-para-margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:10.0pt;
 font-family:"Times New Roman";
 mso-ansi-language:#0400;
 mso-fareast-language:#0400;
 mso-bidi-language:#0400;}
&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;HUKUM MELAKUKAN HAJI UNTUK ORANG LAIN&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Adapun dasar diperbolehkannya melakukan haji untuk orang lain adalah hadits ini :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Seorang wanita dari suku Khats’am berkata : “Ya Rasulullah, seseungguhnya kewajiban dari ALLAH terhadap hamba-Nya untuk berhaji telah mewajibkan pula terhadap ayahku yang tua renta, yang tidak bisa duduk dengan baik diatas kendaraannya, bolehkah aku berhaji untuknya? Rasulullah SAW menjawab : ‘ya’ (HR Muslim)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Semoga bermanfaat, amin&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Hadits diambil dari kitab : HADITS SHAHIH AL JAMIUS SHAHIH BUKHARI MUSLIM karangan Hussein Bahreisj. ©&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://haji-umroh-plus.blogspot.com/2011/02/hukum-melakukan-haji-untuk-orang-lain.html</link><author>noreply@blogger.com (agungichwanto)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3777601018111076802.post-5350276737229793968</guid><pubDate>Thu, 24 Feb 2011 15:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-24T22:52:18.471+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mina</category><title>MINA</title><description>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:OfficeDocumentSettings&gt;   &lt;o:RelyOnVML/&gt;  &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
 mso-para-margin:0in;
 mso-para-margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:10.0pt;
 font-family:"Times New Roman";
 mso-ansi-language:#0400;
 mso-fareast-language:#0400;
 mso-bidi-language:#0400;}
&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mina&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mina merupakan lokasi di Tanah Haram Makkah (Tanah yang diharamkan bagi orang selain Muslim). Mina didatangi oleh jamaah haji pada tanggal 8 Dzulhijah atau sehari sebelum wukuf di Arafah. Jamaah haji tinggal disini sehari semalam sehingga dapat melakukan sholat Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya dan Subuh. Kemudian setelah sholat Subuh tanggal 9 Dzulhijah, jamaah haji berangkat ke Arafah. Amalan seperti ini dilakukan Rasulullah SAW saat berhaji dan hukumnya sunnah. Artinya tanggal 9 Dzulhijah sebelum ke Arafah, tidak wajib bermalam di Mina.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jamaah haji datang lagi ke Mina setelah selesai melaksanakan Wukuf di Arafah. Jamaah haji ke Mina lagi karena para jamaah haji akan melempar jumroh. Di Mina ini, pada malam hari tidur dan pada siang hari melempar jumroh. Yaitu tanggal 10,11,12 Dzulhijah bagi jamaah haji yang melaksanakan Nafar Awal atau tanggal 10,11,12,13 dzulhijah bagi jamaah yang melaksanakan Nafar Tsani.Untuk tanggal di atas, amalan bermalam dan melempar jumroh merupakan amalan wajib haji (yang jika tidak dilakukan, harus membayar dam atau denda).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada hari-hari biasa di Mina kosong tidak berpenduduk, walaupun terlihat bangunan permanen. Namun pada tanggal 10 Dzulhijah dan beberapa hari sebelumnya dipadati para jamaah haji.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanah di Mina tidak boleh dimiliki oleh perorangan, yang boleh adalah menempati untuk keperluan ibadah saja.Sesuai dengan riwayat isteri nabi, Aisyah , “Ya Rasullullah SAW, perlukah kami buatkan di Mina untuk anda berteduh?” , rasul menjawab ,”Jangan, sesungguhnya Mina adalah tempat duduk orang yang lebih dahulu datang”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tempat atau lokasi melempar jumroh terdapat di Mina, yaitu Jumrah Aqabah, Jumrah Wusta dan Jumrah Ula.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mina juga merupakan tempat atau lokasi penyembelihan binatang kurban. Di Mina ada mesjid Khaif, merupakan masjid dimana Rasulullah SAW melakukan shalat dan khutbah ketika berada di Mina saat melaksanakan ibadah Haji.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;http://umrahhajigratis.com/tempat-bersejarah/mina&lt;/div&gt;</description><link>http://haji-umroh-plus.blogspot.com/2011/02/mina.html</link><author>noreply@blogger.com (agungichwanto)</author><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Suci, Manyar, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-7.141159 112.605162</georss:point><georss:box>-7.16245 112.5759795 -7.119868 112.63434450000001</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3777601018111076802.post-1648411689905714135</guid><pubDate>Thu, 24 Feb 2011 15:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-24T22:17:45.713+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">minta mati di tanah suci</category><title>KEAJAIBAN DI MASJIDIL HARAM - MINTA MATI DI TANAH SUCI</title><description>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:OfficeDocumentSettings&gt;   &lt;o:RelyOnVML/&gt;  &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;img src="http://img2.blogblog.com/img/video_object.png" style="background-color: #b2b2b2; " class="BLOGGER-object-element tr_noresize tr_placeholder" id="ieooui" data-original-id="ieooui" /&gt; &lt;style&gt;
st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
 mso-para-margin:0in;
 mso-para-margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:10.0pt;
 font-family:"Times New Roman";
 mso-ansi-language:#0400;
 mso-fareast-language:#0400;
 mso-bidi-language:#0400;}
&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;u&gt;KEAJAIBAN DI MASJIDIL HARAM │ MINTA MATI DI TANAH SUCI&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tentang keajaiban di Masjidil Haram ini sudah banyak yang membuktikannya dengan kepala sendiri, salah satunya kisah nyata dari Bapak Drs. H. Slamet Prayitno, seorang pegawai di Pemkot Surabaya yang telah melaksanakan Ibadah Hajinya bersama istrinya Ibu Nurul Azizah sekitar 4 tahun silam untuk embarkasi Surabaya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;KEAJAIBAN DI MASJIDIL HARAM │ MINTA MATI DI TANAH SUCI&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jauh sebelum keberangkatan beliau ke tanah suci, beliau sudah bercita-cita MINTA MATI atau ‘Diwafatkan Allah di Madinah Al Munawaroh. Sebuah keinginan yang luar biasa, namun ALLAH rupanya tidak menghendaki demikian.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Malam seusai beliau melaksanakan berbagai kegiatan ibadah di Masjidil Haram, beliau langsung menuju tempat peraduan untuk istirahat melepas penat yang melekat. Di tengah tidurnya, secara tiba tiba saja suhu tubuhnya panas bukan main. Ia gelibakan bagai seekor cacing yang terpanggang api. Sang istri sudah berusaha membangunkannya, namun Pak Slamet ini sepertinya sekarat, ia berteriak teriak : “jangan!!! jangan!!! saya tidak mau mati disini,,,, tidaaakkk!!!,,,,tidaaakkk!!!,,,,,,saya tidak mau mati disini!!!.....saya tidak mau mati disini…!!!....saya hanya mau mati kalau mati di Madinah……!!!” begitu seterusnya ia berteriak teriak sambil memegangi lehernya yang seolah ada yang mencekiknya. Dan sang istripun semakin kebingungan, ia berusaha memanggil jama’ah lain untuk menolong suaminya yang sekarat itu. Namun tidak menghasilkan sesuatu yang dapat merubah keadaan. Pak Slamet terus berteriak teriak. Namun sekita setengah jam kemudian Pak slamet terlihat mulai sadar, ia pun terbangun dan langsung minta air kepada istrinya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“air…air…air….” buru buru Ibu Nurul memberikan air minum.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Setelah air itu diminumnya, Pak Slamet masih minta air lagi sampai beberapa gelas. Akhirnya sang istri bertanya : “kamu ini ada apa Mas?!...kok berteriak teriak seperti orang kesurupan..?!” tanya istrinya cemas.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pak Slamet tidak segera menjawabnya. Ia masih berusaha menenangkan pikirannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Saya mau mati Dik!”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Kamu jangan ngomong macam macam ach!!”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Ya! rasanya tadi aku didatangi oleh seseorang…..aku tidak tahu….apa itu setan atau malaikat, …..tapi tidak mungkin setan, sebab ini di tanah suci,,,,,”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“terus…?”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“orang tadi mau mencekik leherku,,,, katanya ini sesuai dengan permintaan kamu.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“permintaan apa mas?”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pak slamet menghela nafas panjang dan berat.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“saya pernah memohon kepada Allah agar diwafatkan di Madinah, tapi orang dalam mimpiku tadi mau mencabut nafasku di sini, aku tidak mau, aku tidak mau mati disini, aku mau mati di Madinah,,,sebab di madinah maqam para syuhada”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;“istighfar Mas…..istighfar……., kenapa harus meminta mati disini??!!....kalau kamu mati bagaimana dengan anak anak kita? anak anak kan masih perlu Bapak, kasihan anak anak nanti…..sudah istighfar…istighfar…istighfar Mas….”kata istrinya berusaha mengingatkan Pak Slamet.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“ya……saya khilaf……astaghfirullah al adzim….ampunilah hambamu ini Ya Alllah…..”gumam Pak Slamet dan tak lama panas tubuhnya mulai berangsur normal.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Itulah satu kisah nyata tentang keajaiban di sekitar Masjidil Haram yang dialami dan dikisahkan sendiri oleh beliau dihadapan saya sebagai oleh oleh dari menjalankan rukun hajinya. Insya Allah ke depan saya akan tulis lagi cerita tentang keajaiban di Masjidil Haram yang lain.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sekian, semoga yang sedikit ini bisa dijadikan ‘cermin’ bagi kita yang hendak melaksanakan ibadah haji, jika ada yang keliru itu karena mungkin saya lupa menyebut tempat yang dimaksud Pak Slamet itu, apa di madinah atau makkah atau tempat lain. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Semoga Allah senantiasa meringankan setiap langkah kita didalam menuju ridho-Nya, amin.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Wassalamu’alaikum wr wb&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;AgungIchwanto,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tanahsuci-Gresik.&lt;/div&gt;&lt;div style="border-color: -moz-use-text-color -moz-use-text-color windowtext; border-style: none none solid; border-width: medium medium 1pt; padding: 0in 0in 1pt;"&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="border: medium none; padding: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;24/02/2011 at 22.18&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;GMT (+8)&lt;/div&gt;</description><link>http://haji-umroh-plus.blogspot.com/2011/02/keajaiban-di-masjidil-haram-minta-mati.html</link><author>noreply@blogger.com (agungichwanto)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3777601018111076802.post-1514095336314570240</guid><pubDate>Thu, 24 Feb 2011 06:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-24T13:55:21.101+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kehendak Allah apsti terjadi</category><title>JIKA SUDAH KEHENDAK ALLAH, APAPUN  BISA TERJADI</title><description>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:OfficeDocumentSettings&gt;   &lt;o:RelyOnVML/&gt;  &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;img src="http://img2.blogblog.com/img/video_object.png" style="background-color: #b2b2b2; " class="BLOGGER-object-element tr_noresize tr_placeholder" id="ieooui" data-original-id="ieooui" /&gt; &lt;style&gt;
st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
 mso-para-margin:0in;
 mso-para-margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:10.0pt;
 font-family:"Times New Roman";
 mso-ansi-language:#0400;
 mso-fareast-language:#0400;
 mso-bidi-language:#0400;}
&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;JIKA SUDAH KEHENDAK ALLAH, APAPUN&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;BISA TERJADI&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Assalamu’alaikum wr. wb. atas izin Allah Jika sudah kehendak Allah apapun bisa terjadi sebagaimana topik artikel saya kali ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Peristiwa yang berkaitan dengan judul “jika sudah kehendak Allah, apapun bisa terjadi” ini adalah pernah dialami teman kakak saya yang menunaikan rukun Haji ke tanah suci Makkah Al Mukaromah tahun 2009 untuk embarkasi Surabaya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sebut saja namanya : Si Darno, sekarang lebih senang dipanggil Haji atau Kaji dari pada cuma dipanggil Darno saja. Jika dipanggil dengan sebutan No, atau Darno ia memilih tidak menjawab panggilan itu, namun jika dipanggil Ji atau wak kaji, kontan ia akan merespon dengan girang.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sewaktu di Masjidil Haram, Si Darno ini berusaha mengamalkan ilmu sedekah yang diperoleh dari seorang ustadz di kampungnya. Ustadz itu mengatakan : jika kamu ingin kaya sepulang kamu dari beribadah haji, kamu harus banyak bersedekah, terutama nanti di sekitar Masjidil Haram akan banyak peminta minta, tapi dengan catatan kamu harus melakukannya dengan Ihlas Lillahi Ta’ala. Nah memang sudah menjadi karakter si Darno, bila ia punya maksud, ia pasti akan berusaha semampunya. akhirnya iapun mempersiapkan uang untuk sedekah yang ditaruh di kantung gamis yang dipakainya. Saku yang sebelah kiri dia isi dengan uang receh, saku yang sebelah kanan dia simpan uang besar.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dan sungguh benar apa kata Pak Ustadz itu, sewaktu Si Darno berjalan bersama jama’ah lainnya menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan sholat arbain, tiba tiba ia dikerubuti beberapa orang yang minta-minta, dengan sangat tergopoh gopohnya, tanpa sadar ia segera menarik uang yang ada di saku kirinya, maksudnya mau bersedekah dengan uang uang receh yang memang dikhususkan bagi peminta-minta. Anehnya, sewaktu ia menarik uang dari saku kirinya itu, ia dapati uang yang keluar adalah uang besar, yang sedianya untuk berbelanja nanti. Si Darno buru buru mengembalikan uang besar itu ke sakunya lagi. Kali ini ia mengambil uang dari saku sebelah kanannya, dan eh…..ternyata uang yang ia tarik juga uang besar, Si Darno kelimpungan jadinya,,,,kemana ini uang receh yang aku persiapkan sejak berangkat tadi ya??,,,,,Darno bergumam dalam hati, namun para peminta itu mulai tidak sabar. Akhirnya, karena tergopoh gopoh tadi si Darno dengan ‘sangat terpaksa’ merelakan uang besarnya tadi untuk sedekah.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Rupanya sedekah si Darno ini ia lakukan karena terpaksa, ia bersedekah dengan sedikit perasaan ‘menyesal’.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sesampainya di hotel tempat ia istirahat, ia menceritakan semua kejadian yang baru dialaminya itu kepada teman teman satu maktabnya. Semua yang mendengar cerita si Darno terkekeh kekeh,,,,,,dasar kamu memang pelit No.,,,,sedekah itu yang ihlas,,,,,ambil aja uang yang ada di saku atau dompetmu itu, jika yang kamu ambil itu kebetulan yang besar, ya berikan saja apa yang sudah ter-ambil itu…..insya ALLAH kamu akan diganti yang lebih baik oleh ALLAH.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;dan jika ditelusur ke belakang, ternyata di Indonesia, si Darno ini terkenal sebagai orang yang pelit. Ia hanya mau memberi sedekah kepada orang lain dengan sedekah yang sedikit sekali. Seringkali jika ada kotak infaq yang berjalan di depannya, saat sholat Jumat, ia hanya sedekah uang koin saja. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jika sudah di Masjidil Haram, apapun yang kita kerjakan, baik oleh hati kita maupun oleh fisik kita, akan memperoleh balasan langsung.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Itulah gambaran jika sudah kehendak Allah, apapun bisa terjadi. Sampai saat ini juga bila wak kaji Darno ditanya kemana ‘lenyapnya’ uang receh yang ia siapkan untuk peminta minta itu, wak kaji Darno tidak bisa menjawabnya. Kok tiba tiba saja semua uang di saku kiri dan kanannya hanya terisi uang besar besar. Kemana uang recehnya ya??? Wallahu a’lam. Hanya Allah yang bisa menjawabnya. atau,,,coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang-nya Ebiet G. Ade, he he he….(Just Joke, only)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sekian dulu, mari persiapkan diri kita sebelum berangkat menunaikan Ibadah Haji/ Umrah ke Tanah Suci Makkah Al Mukarramah. Dan semoga Allah senantiasa meringankan setiap langkah kita didalam menuju ridho-Nya, amin.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Wassalamu’alaikum wr. wb.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;dari tanahsuci, gresik.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;AgungIchwanto.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><link>http://haji-umroh-plus.blogspot.com/2011/02/jika-sudah-kehendak-allah-apapun-bisa.html</link><author>noreply@blogger.com (agungichwanto)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3777601018111076802.post-501824241498746036</guid><pubDate>Thu, 24 Feb 2011 03:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-24T10:16:42.078+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">haji dan keutamaannya</category><title>HAJI DAN KEUTAMAANNYA</title><description>&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Ibadah Haji Keutamaannya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Ibadah Haji Keutamaannya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Inilah Ibadah sebagai perintah terakhir melengkapi rukun Islam, ibadah terbesar sepanjang sejarah hidup manusia, Ibadah yang sangat dirindukan umat Islam, yang miskin berusaha keras agar bisa segera menunaikan dengan berbagai cara dan daya, yang kaya yang sudah berhaji rindu untuk kembali,,,,,,,,masih adakah umat Islam yang tidak rindu kesana?????&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt; beberapa keutamaan Ibadah Haji, diantaranya (*)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Setiap langkah dari rumah orang yang berniat menunaikan Ibadah Haji, dosa dosa tubuhnya rontok seperti rontoknya daun kering dari pohonnya, begitu juga umrah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Ketika sudah sampai di Dzul Hulaifah, mandi sunah Ihram, maka semua dosanya disucikan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Dan ketika niat berpakaian ihram, maka Allah memperbaharui kebaikannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;4.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Dan ketika membaca : “&lt;i&gt;Labbaikallohumma Labbaik” &lt;/i&gt;maka akan disambut dengan ucapan : &lt;i&gt;“Labbaika wasa’daika asma’u kalaamaka wa andhuru ilaika” &lt;/i&gt;artinya : “AKU mendengar bacaanmu dan memperhatikan kamu”. (bagaimana rasanya bila ALLAH langsung membalas ucapan kita?? subhanallah,,,,Rindu hamba kepada-MU Ya ALLAH)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;5.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Dan ketika sampai di Makkah melakukan Thawaf dan Sa’I, maka dituangkan kebaikan baginya,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;6.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Dan ketika wukuf di Arafah dan berdo’a bersama, ALLAH berfirman (artinya) : “&lt;i&gt;Wahai para malaikat dan segenap masyarakat langit, lihatlah para hamba-KU datang dari segenap penjuru jauh, dalam keadaan terurai dan berdebu, harta dan tenaga mereka korbankan demi Kemenangan dan Kemurahanku, AKU memaafkan mereka dari dosa dosanya, seperti bayi baru lahir dari perut ibunya, demikian pula ketika lempar jumrah dan tahalul (bercukur), serta thawaf ‘ifadah, maka diserukan dari bawah ‘Arasy ‘Kembalilah kalian, segala dosa telah diampuni bagi kalian, dan perbaharuilah amal perbuatan kalian.”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;7.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Rasulullah SAW bersabda : “Rumah (Ka’bah) ini sengaja dibangun untuk menebus dosa dosa umatku, sedang Hajar Aswad asalnya adalah batu permata dari surga, bersinar seperti matahari ketika diawal turunnya, tetapi berubah hitam akibat sentuhan tangan kaum musyrikin.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;8.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Rasulullah SAW bersabda : “setan tidak pernah merasa sangat rendah, sangat hina, sangat lemah disertai dengan perasaan mendongkol seperti di hari Arafah, kecuali karena ia melihat turunnya rahmat dan ampunan ALLAH terhadap dosa dosa besar, demikian pula ketika perang Badar.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;9.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Didalam batu Hajar Aswad inilah, pengakuan ke-iman-an seseorang disaksikan dan dicatat didalamnya. Firman Allah yang artinya : “&lt;b&gt;&lt;i&gt;Ketika Tuhanmu mengambil janji anak Adam sewaktu mereka dikeluarkan dari punggung mereka dan dipersaksikan kepada mereka “bukankah aku ini Tuhan kalian?” jawab mereka “benar&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;!” -pengakuan mereka dicatat dan dimasukkan di Hajar Aswad, maka ia memegang amanat ALLAH, dan dijadikan saksi bagi setiap orang yang pernah menyentuhnya kelak di hari kiamat-.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;10.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Rasulullah SAW. bersabda : “Sholat di masjidku, (pahalanya) sama dengan sholat 1.000 kali di masjid lainnya.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;11.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Diriwayat yang lain Rasulullah SAW. bersabda : “Sholat di masjidku ini lebih utama 10.000 kali dari pada sholat di masjid lain, kecuali di Masjidil Haram, dan sholat di Masjidil Haram lebih utama 100.000 kali dari pada sholat di masjid lain, dan sholat ketika perang sabil lebih utama 200.000 kali dibanding sholat di masjid lain.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt; beberapa orang yang sudah dianggap melaksanakan Ibadah haji yang akan dimasukkan Surga, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 40.5pt; text-indent: -22.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Orang yang sudah berniat / berpesan melaksanakan ibadah Haji.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 40.5pt; text-indent: -22.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Orang yang menunaikan Ibadah Haji&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 40.5pt; text-indent: -22.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Orang yang men-support ibadah haji orang lain/ membiayai, atau meng-haji-kan orang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Rindu hati ini ingin bertemu Ka’bah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Rindu hati ini ingin menghadap-Mu Ya ALLAH,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Rindu 100 % hati ini ingin mencium Hajar Aswad,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Namun,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Yang hamba punya hanyalah setetes tangis rindu kangen ingin segera ‘memeluk’-MU,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Tunjukkan kepada hamba,,,, jalan jalan-Mu yang terbaik,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;karena kuyakin, hanya dengan pertolongan-MU&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Rindu hamba akan terobati&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 14pt;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Kepada para guruku, aku mohon maaf dan bantu kami dengan do’a-do’a mustajabnya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 14pt;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Kepada Ibuku, aku mohon maaf dan restui kami, Ibu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 14pt;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Kepada Ayahku (Haji M. Isngadi) yang sudah ‘pergi lebih dulu’, semoga semua amal kebajikan dan amal jariyah (yang tidak dapat aku sebutkan satu persatu karena saking banyaknya) diterima dan mendapat balasan yang lebih baik dari ALLAH SWT&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 14pt;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Kepada sahabatku semua, maafkan aku dan mohon bantuan do’a / support agar aku dapat segera mengobati rinduku, rindu bertemu ka’bah, rindu ‘bertemu’ ALLAH, rindu ‘bertemu’ Rasulullah SAW. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Sedikit dari saya, semoga bermanfaat dan menjadikan keinginan ber-haji kalian semakin membara. Dan semoga ALLAH senantiasa meringankan setiap langkah kita didala menuju ridho-NYA, amin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Wassalam,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;AgungIchwanto,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Tanahsuci, gresik&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;--&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;(*) artikel disarikan dari kitab Tanbihul-ghafilin karangan Al FAqih Abu Laits Samarqandi yang sudah diterjemahkan oleh Abu Imam Taqyuddin, halaman 484 s/d 488 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><link>http://haji-umroh-plus.blogspot.com/2011/02/haji-dan-keutamaannya.html</link><author>noreply@blogger.com (agungichwanto)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>