<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6270625533048075336</id><updated>2017-07-29T16:04:10.395+07:00</updated><category term="taushiyah"/><category term="berita"/><category term="hikmah"/><category term="Artikel"/><category term="tokoh"/><category term="Maiyah"/><category term="Syariah"/><category term="Cerpen"/><category term="ubudiyah"/><category term="Galeri"/><category term="Resensi"/><category term="sastra"/><category term="Alumni"/><category term="Buku"/><category term="Kisah"/><category term="Puisi"/><category term="pengetahuan"/><category term="video"/><title type='text'>Roudlotun Nasyiin</title><subtitle type='html'>Pondok Pesantren Roudlotun Nasyiin.Beratkulon-Kemlagi-Mojokerto.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.ronas.sch.id/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6270625533048075336/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ronas.sch.id/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6270625533048075336/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16301366645865411730</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//images-blogger-opensocial.googleusercontent.com/gadgets/proxy?url=http://1.bp.blogspot.com/-vJsnMRrj10k/VR31NP199iI/AAAAAAAAA0w/cC30nzhf7bA/s220/c5155651be699e37765049768e1b7e0c.jpeg&amp;container=blogger&amp;gadget=a&amp;rewriteMime=image/*'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>74</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6270625533048075336.post-4001476068415500176</id><published>2016-06-21T22:02:00.000+07:00</published><updated>2016-06-21T22:15:14.838+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="taushiyah"/><title type='text'>KH. Zainul Arifin Arief: Hikmah Nuzulul Qur’an</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-QSI0ORokqeA/V06ySLGMRUI/AAAAAAAAB3k/ToXESK4OPvEaTSwlMqt81d7FbU_srPK1ACLcB/s1600/nuzululquran.jpg&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-QSI0ORokqeA/V06ySLGMRUI/AAAAAAAAB3k/ToXESK4OPvEaTSwlMqt81d7FbU_srPK1ACLcB/s320/nuzululquran.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Hikmah Nuzulul Qur’an &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Oleh KH. Zainul Arifin Arief &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALHAMDULILLAH, puasa kita sudah menginjak pada fase sepuluh hari kedua, fase di mana oleh Nabi ditegaskan merupakan fase pengampunan setelah sepuluh hari pertama sebagai fase kerahmatan dan menjelang fase sepuluh hari ketiga nanti sebagai fase pembebasan dari api neraka. Nyaris tak terasa, bulan penuh berkah ini sepertinya cepat sekali berjalan. Beruntunglah kita bila setiap saat yang dilewatkan diisi dengan ritus-ritus ibadah untuk lebih mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada fase sepuluh hari kedua ini terdapat peristiwa monumental yang menempati posisi penting dalam perjalanan sejarah dakwah Islam, yakni turunnya Al-Qur&#39;an yang lazim dikenal dengan nuzulul Qur’an. Menurut Shafiyur Rahman Al-Mubarakfuriy dalam Sirah Nabawi, sedikitnya muncul tiga pendapat tentang hal ini. Ada yang mengatakan bahwa nuzulul Qur’an pada bulan Rabiul Awwal, Rajab, dan Ramadan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tiga pendapat tersebut, pendapat ketiga merupakan pendapat yang diyakini kesahihannya oleh mayoritas ulama. Sebab dalam Al-Qur&#39;an (Q.S. al-Baqarah: 185) ditegaskan bahwa di dalam bulan Ramadan-lah (permulaan) Al-Qur&#39;an diturunkan. Juga dalam Q.S. al-Qadr: 1 dinyatakan dengan gamblang bahwa Al-Qur&#39;an diturunkan pada malam kemuliaan. Malam kemuliaan yang tak lain adalah lailatul qadar diyakini hanya terdapat pada bulan Ramadan. Hal ini juga diperkuat oleh firman Allah: Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan (Q.S. ad-Dukhan: 3). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, sedikit di antara kita yang sanggup menyongsong nuzulul Qur’an dengan kesiapan spiritual yang matang sehingga transformasi moral dalam membangun sumber daya manusia yang tangguh bisa terwujud sebagaimana mestinya. Setidaknya, hal ini dilatarbelakangi oleh dua hal. Pertama, karena cara dan semangat menyongsong cahaya (nur) Al-Qur&#39;an yang turun, tidak dengan spirit inklusif yang bisa membumikan Al-Qur&#39;an dalam realitas empirik, bahkan Al-Qur&#39;an kerap difungsikan sebagai azimat, jarang disentuh kecuali sebagai etalase rak buku semata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, karena Al-Qur&#39;an telah diacuhkan nilai-nilainya, sehingga banyak di antara kita yang hanya memahaminya secara tekstual belaka, lalu dijadikan sebagai legitimasi pandangan-pandangan ideologisnya. Al-Qur&#39;an terasa kering maknanya dalam kehidupan, hampir-hampir tidak muncul fenomena teosofianya dalam perilaku keseharian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nuzulul Qur’an semestinya kita jadikan momentum untuk merefleksikan kembali sejauh mana proses artikulatif yang kita lakukan dalam kerangka pembacaan kontemporer terhadap Al-Qur&#39;an. Kesadaran bahwa turunnya Al-Qur&#39;an sebagai kekuatan revolusioner pengubah peradaban dunia harus diteguhkan kembali. Dengan demikian, diharapkan Al-Qur&#39;an pun mampu tampil di garda depan sebagai ujung tombak untuk mengubah peradaban kita di masa kekinian sebagai bagian dari agenda pemberdayaan umat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur&#39;an turun pertama kali saat Muhammad ber-tahanuts, menyepi diri di Gua Hira. Ia melakukan pengosongan diri dan alam seluruhnya, hingga menembus batas ruang-waktu. Maka berdengunglah untaian kalimat yang menjadi awal dari segalanya, Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan (Q.S. al-&#39;Alaq). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama setelah itu, yang dirasakan sangat lama oleh Muhammad, turun ayat kedua yang secara tekstual tidak memiliki hubungan yang jelas. Akan tetapi, bila dilihat dalam konteksnya, akan ditemukan hubungan yang sangat menarik. Hai orang yang beselimut, bangunlah (Q.S. al-Muddatsir). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat perintah yang sangat mendasar dari dua ayat yang berbeda akan tetapi turun secara beriringan ini, yaitu perintah untuk membaca dan perintah untuk segera bangun. Perintah untuk membaca, yaitu diawali dengan pembacaan atas proses kejadian manusia, tentang manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga alasan Allah memerintah manusia untuk membaca, [1] karena Ia adalah Zat yang Maha Pencipta dan Pemurah (al-akram); [2] Ia telah mengajarkan manusia melalui perantaraan pena (qalam); dan [3] Ia mengajarkan manusia apa-apa yang tidak manusia ketahui (Q.S. al-‘Alaq ayat 1-5). Tak ada pembacaan tanpa qalam dan tak ada qalam tanpa pembacaan terhadap proses awal kejadian manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca di sini bukanlah sebatas diartikan secara leksikal. Lebih dari itu, konsep membaca mengandung seruan yang integral dengan seluruh aspek kehidupan manusia. Namun yang pasti konsep membaca meniscayakan potensi akal (rasionalitas). Sehingga poin terpenting di sini adalah progresifitas nalar dan rasionalitas manusia dalam memahami kehidupannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan diturunkannya Al-Qur’an, Allah memberikan petunjuk kepada kita tentang kandungan rahasia alam kehidupan. Sedemikian jauh, Al-Qur’an berisikan garis besar pemahaman akan hakikat kemanusiaan dan alam, apabila kita sanggup menggunakan akal (rasio) dan tidak hanya menggunakan hati nurani yang digunakan untuk menyatakan keyakinannya terhadap tanda-tanda kebesaran Allah. Penggunaan akal atau rasio ini pada dasarnya adalah untuk memperteguh hati nurani (fitrah) kita dalam meyakini kebenaran yang disampaikan oleh Al-Qur’an bahwa tidaklah diciptakan segala sesuatu itu sia-sia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan semangat nuzulul Qur’an, sudah waktunya kita bangun, menata kembali kehidupan kita menjadi lebih baik. Tentu saja, agar kita termasuk golongan, sebagaimana yang disabdakan Nabi, yang beruntung manakala hari ini lebih baik daripada hari kemarin. Semoga. [sag] &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ronas.sch.id/feeds/4001476068415500176/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.ronas.sch.id/2016/06/kh-zainul-arifin-arief-hikmah-nuzulul.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6270625533048075336/posts/default/4001476068415500176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6270625533048075336/posts/default/4001476068415500176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ronas.sch.id/2016/06/kh-zainul-arifin-arief-hikmah-nuzulul.html' title='KH. Zainul Arifin Arief: Hikmah Nuzulul Qur’an'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16301366645865411730</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//images-blogger-opensocial.googleusercontent.com/gadgets/proxy?url=http://1.bp.blogspot.com/-vJsnMRrj10k/VR31NP199iI/AAAAAAAAA0w/cC30nzhf7bA/s220/c5155651be699e37765049768e1b7e0c.jpeg&amp;container=blogger&amp;gadget=a&amp;rewriteMime=image/*'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://1.bp.blogspot.com/-QSI0ORokqeA/V06ySLGMRUI/AAAAAAAAB3k/ToXESK4OPvEaTSwlMqt81d7FbU_srPK1ACLcB/s72-c/nuzululquran.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6270625533048075336.post-1167269199391684926</id><published>2016-06-17T05:55:00.000+07:00</published><updated>2016-06-17T05:55:56.751+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerpen"/><title type='text'>Ada Apa dengan Kiai?</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-FWeZHa2Nqtw/Ucf0OtZBe3I/AAAAAAAACR8/xX-FCSlNi08/s1600/SANG-KIAI_01.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-FWeZHa2Nqtw/Ucf0OtZBe3I/AAAAAAAACR8/xX-FCSlNi08/s1600/SANG-KIAI_01.jpg&quot; height=&quot;212&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt; Anak muda itu bersungut-sungut dan curhat ke Ujang: &quot;Kenapa ceramah dari kiai sepuh tadi itu kok isinya cerita saja, jarang sekali kutipan dalil ayat dan hadisnya.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &quot;Terus? Apa lagi?&quot; tanya Ujang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &quot;Iya Kang....begitu diminta baca doa, mbah kiai itu juga doanya pendek-pendek saja, gak bisa bikin jamaah menangis kayak dzikirnya ustad yang sering tampil di tv itu lho&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &quot;Masih ada? keluarkan saja...ayo apalagi?&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &quot;Satu lagi Kang....kok mbah kiai tadi juga pakaiannya sederhana dan gak pakai sorban melingkar di atas kepalanya, atau tangannya gak memegang biji tasbih. Saat diajak bicara juga biasa saja gak kelihatan kayak orang alim yang sedikit-sedikit menyebut subhnallah...masya Allah. Bahkan tadi malah guyonan gitu sama panitia. Beliau beneran kiai gak sih?&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ujang meletakkan hp nya di atas meja. &quot;Jundi, ente dengerin yah....soalnya saya cuma ngomong ini sekali. Tidak ada siaran ulangan,&quot; ujar Ujang dengan suara yang mendadak terdengar berat dan berwibawa ala vokalis Jamrud. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jundi, anak muda yang curhat itu, mendadak tegang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sedetik kemudian Ujang tertawa ngakak. &quot;Nah kan...baru saya ubah gaya saya bicara dan pasang muka jaim, ente sudah tegang. Para Kiai itu gak mau jaim dalam tutur kata maupun sikap kesehariannya, karena umat bisa tegang terus. Para Kiai itu ingin akrab dan dekat dengan umat, bukan malah menciptakan jarak dengan berbagai atribut ke-kiai-annya. Ada kalanya para Kiai itu pakai sorban, atau cuma peci, atau malah pakai blankon, topi cowboy, atau topi pet gaya anak muda. Kiai yang gondrong juga ada lho. Ilmu mereka luwas, dan sikap serta penampilan mereka luwes.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jundi mulai manggut-manggut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ujang meneruskan gaya kultumnya. &quot;Para Kiai itu tahu betul hadis Nabi yang mengatakan Allah tidak melihat penampilanmu, tapi melihat isi hatimu. Innallaha la yanzhuru ila ajsamikum wa la ila suwarikum, walakin yanzhuru ila qulubikum.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &quot;Ah mendadak pakai dalil deh diriku ini&quot; mbatin Ujang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ujang lantas membuka hpnya dan menunjukkan kepada Jundi sejumlah foto para Kiai yang penampilannya santai. Ada foto santai Mbah Muslim Imampuro (Allah yarham), ada foto Kiai Mustofa Bisri yang selepas menolak menjadi Rais Am wajahnya makin bersinar dan terlihat sehat berseri tanda tidak punya beban berat. Beliau enteng saja mau pakai topi, peci atau sorban. Dan foto Habib Luthfi, sang mursyid tarekat, yang dengan nyamannya pakai topi cowboy atau blankon. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &quot;Kalau soal para Kiai jarang pakai dalil apa alasannya Kang?&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &quot;Jundi, kalau soal dalil tanya sama santri....mereka dalam dua menit sudah bisa ngasih dalil yang kamu minta. Sekarang itu sudah ada software maktabah syamilah. Gampang banget nyari dalil. Justru kalau para Kiai ceramah, saya lebih fokus pada kisah dan cerita yang mereka sampaikan hasil pergumulan batin mereka berpuluh tahun mengajar dan mengabdi. Ini yang gak ada software-nya. Ini yang susah kita temukan. Justru ceramah modal para Kiai itu sudah refleksi seabrek-abrek dalil dan aplikasinya sehari-hari. Level para beliau itu gak lagi main dalil. Sama saja dengan level Jenderal bintang empat kok masih ditanya gimana caranya baris berbaris. Jenderal sudah mikir gimana menang perang kok ditanya dalilnya hadap kanan-hadap kiri.&quot; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ujang melanjutkan: &quot;dulu Gus Dur juga ditanya kenapa kalau ceramah gak ngutip ayat dan hadis kayak penceramah yang lain. Kata Gus Dur: lha yang lain itu ngutip ayat dan hadis biar dipanggil kiai, sedangkan saya dari dulu juga sudah dipanggil Kiai.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jundi berusaha menahan senyum lantas tanpa sadar Jundi mengelus jenggotnya yang cuma lima lembar dan dipaksakan tumbuh itu. &quot;Tapi mengapa doa mereka pendek saja Kang?&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &quot;Doa itu bukan soal panjang atau pendek, atau berurai air mata. Doa itu soal bisikan kalbu yang langsung tersambung ke Arasy Ilahi. Para Kiai doanya pendek karena mereka sudah habis waktunya untuk mengajar santri dan mengurusi umat (ditambah lagi menjawab pertanyaan dan komentar di fesbuk). Nanti disepertiga malam, di saat semua terlelap, para Kiai berkhalwat dan bermunajat sendirian. Doa dan rintihan mereka panjang sekali saat itu. Sajadah mereka basah oleh tangisan. Tapi itu dilakukan di bilik tempat mereka berkhalwat. Bukan di depan umum dan disorot kamera tv.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jundi mengelus lagi jenggotnya. Ujang mulai kumat isengnya. &quot;Jundi, nih duit dua puluh ribu untuk dirimu, beli yah obat penumbuh jenggot...biar lebatan dikit itu jenggot. Mau nyunnah kok tanggung gitu sih. Cuma lima lembar...udah gitu tumbuhnya kok berjauhan. Gak kompak blas...!&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tabik,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;b&gt;Nadirsyah Hosen&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand dan dosen senior Monash Law School&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ronas.sch.id/feeds/1167269199391684926/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.ronas.sch.id/2016/06/ada-apa-dengan-kiai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6270625533048075336/posts/default/1167269199391684926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6270625533048075336/posts/default/1167269199391684926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ronas.sch.id/2016/06/ada-apa-dengan-kiai.html' title='Ada Apa dengan Kiai?'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16301366645865411730</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//images-blogger-opensocial.googleusercontent.com/gadgets/proxy?url=http://1.bp.blogspot.com/-vJsnMRrj10k/VR31NP199iI/AAAAAAAAA0w/cC30nzhf7bA/s220/c5155651be699e37765049768e1b7e0c.jpeg&amp;container=blogger&amp;gadget=a&amp;rewriteMime=image/*'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-FWeZHa2Nqtw/Ucf0OtZBe3I/AAAAAAAACR8/xX-FCSlNi08/s72-c/SANG-KIAI_01.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6270625533048075336.post-2223522231530389998</id><published>2016-06-13T05:04:00.001+07:00</published><updated>2016-06-13T05:04:26.467+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="taushiyah"/><title type='text'>Keistimewaan Puasa Ramadan</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-vnMaWzwY0Hc/VgQU8yHmuFI/AAAAAAAACcc/a_jOqrnBvA0/s640/Gus%2BMus.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-vnMaWzwY0Hc/VgQU8yHmuFI/AAAAAAAACcc/a_jOqrnBvA0/s640/Gus%2BMus.jpg&quot; height=&quot;200&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Keistimewaan Puasa Ramadan &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Oleh: &lt;span class=&quot;st&quot;&gt;KH. A. Mustofa Bisri&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Semestinya, kalau melihat sambutan dan pernyataan-pernyataan kaum muslimin menjelang Ramadan, tentu bulan suci itu adalah bulan yang istimewa. Tapi di manakah letak istimewanya? Apakah hanya pada perubahan jadwal makan, ramainya tarawih keliling, dan lomba ceramah agama, termasuk dagelan-dagelan di televisi? Bukankah selain itu semuanya seperti berjalan sebagaimana biasa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Simaklah media massa, media cetak, atau elektronik; bacalah berita-berita. Bukankah isinya tidak banyak berbeda dengan hari-hari sebelum Ramadan? Anda masih dapat menikmati gosip selebritas, sinetron percintaan, dan film kekerasan. Anda masih bisa membaca berita, mulai copet yang dikeroyok di pasar hingga korupsi dengan manuver-manuver politikus. Anda masih bisa menyaksikan demo-demo dan tindakan-tindakan kekerasan atas nama agama. Anda masih melihat tokoh-tokoh memamerkan keahliannya mengulas dan memutarbalikkan fakta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Apakah hanya pedagang-pedagang warung yang harus “menghormati” Ramadan dan mereka yang merusak tatanan justru bisa terus melenggang “melecehkan” kesucian Ramadan? Atau apakah sebenarnya maksud kita dengan penghormatan terhadap Ramadan itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bukankah lebih mirip dan cukup jika penghormatan kita terhadap bulan suci itu berupa berpuasa dan beribadah? Mendekatkan diri kepada Allah Yang Maha Suci? Konon puasa berasal dari bahasa Sanskerta: upavasa. “Upa” berarti dekat dan “vasa/wasa” berarti yang maha agung. Upavasa berarti mendekatkan diri kepada Yang Maha Agung. Mendekatkan diri kepada Allah dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya adalah yang paling disukai-Nya. Semua perintah Allah adalah untuk kepentingan hamba-Nya. Untuk kesempurnaannya sebagai hamba sehingga pantas dekat dengan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Para wali, kekasih Allah, memulai pendekatannya kepada Allah dengan cara itu. Dengan menunjukkan kehambaan mereka yang tulus dan tuntas kepada Tuan mereka. Allah Yang Maha Agung. Melaksanakan segala perintah Tuan adalah prioritas utama hamba sejati. Jadi mereka memulai dari niat dan membersihkan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Puasa adalah salah satu perintah Allah yang istimewa. Kebanyakan perintah-perintah Allah sangat rentan terhadap godaan pamer. Salat, misalnya, yang seharusnya sebagaimana ibadah-ibadah yang lain dan dilaksanakan semata-mata untuk Allah, sering kali pelaksanaannya tak dapat mengelak dari godaan pamer. Puasa, karena sifatnya, lebih jauh dari godaan itu. Kecuali, mereka yang memang maniak pamer, hampir sulit dibayangkan orang yang berpuasa pamer kepada orang lain: menunjukkan puasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Orang yang berpuasa seharusnya adalah orang yang berkeyakinan kuat bahwa puasanya dapat membuat Tuhannya ridha, atau minimal yakin ada pahala untuk puasanya. Kalau tidak, alangkah ruginya berpuasa hanya untuk menahan lapar dan haus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Semua amal ibadah diganjar minimal 10 kali lipat dan bisa sampai 700 kali lipat dan seterusnya, kecuali puasa. Puasa merupakan ibadah yang hanya Allah sendiri yang tahu seberapa besar Ia akan mengganjarnya. “Kullu ‘amali Ibni Adam lahu illash shiyaam,” kata Allah dalam hadis Qudsi, “fainnahu lii wa anaa ajzii bihi.” (HR Bukhari Muslim dari Abu Hurairah r.a). “Semua amal manusia miliknya, kecuali puasa. Puasa adalah milik-Ku; Aku sendiri yang akan membalasnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; *) A. Mustofa Bisri, Kiai dan Seniman&lt;br /&gt; Tulisan ini pernah dimuat di Koran Tempo, Edisi 26 Agustus 2011&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ronas.sch.id/feeds/2223522231530389998/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.ronas.sch.id/2016/06/keistimewaan-puasa-ramadan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6270625533048075336/posts/default/2223522231530389998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6270625533048075336/posts/default/2223522231530389998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ronas.sch.id/2016/06/keistimewaan-puasa-ramadan.html' title='Keistimewaan Puasa Ramadan'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16301366645865411730</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//images-blogger-opensocial.googleusercontent.com/gadgets/proxy?url=http://1.bp.blogspot.com/-vJsnMRrj10k/VR31NP199iI/AAAAAAAAA0w/cC30nzhf7bA/s220/c5155651be699e37765049768e1b7e0c.jpeg&amp;container=blogger&amp;gadget=a&amp;rewriteMime=image/*'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-vnMaWzwY0Hc/VgQU8yHmuFI/AAAAAAAACcc/a_jOqrnBvA0/s72-c/Gus%2BMus.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6270625533048075336.post-5222484006119644920</id><published>2016-06-04T12:00:00.000+07:00</published><updated>2016-06-17T03:08:18.825+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="taushiyah"/><title type='text'>KH. Zainul Arifin Arief: Menyambut Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-ckOLsNZU8dQ/U666a55DnKI/AAAAAAAAAiY/1sGgXHfp9ho/s1600/preparing-for-ramadan.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-ckOLsNZU8dQ/U666a55DnKI/AAAAAAAAAiY/1sGgXHfp9ho/s1600/preparing-for-ramadan.jpg&quot; height=&quot;169&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Oleh KH. Zainul Arifin Arief &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RAMADAN sudah di ambang pintu. Dalam beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan yang penuh berkah itu dengan menjalankan puasa serta serangkaian ibadah yang telah diperintahkan oleh Allah seperti tadarus, menjalankan salat tarawih, dan sebagainya. Karena itu, masjid-masjid lantas sesak jamaah, ayat-ayat Al-Qur’an bergema di udara, dakwah keagamaan juga marak di mana-mana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita pun maklum dengan semua itu, sebab Ramadan adalah bulan paling istimewa di mana Allah menurunkan rahmat-Nya. Rasulullah saw. bersabda dalam hadis yang diriwayatkan Ubadah bin ash-Shamit: Telah datang kepadamu bulan Ramadan, bulan keberkahan, AIlah mengunjungimu pada bulan ini dengan menurunkan rahmat, menghapus dosa-dosa dan mengabulkan do&#39;a. Allah melihat berlomba-lombanya kamu pada bulan ini dan membanggakanmu kepada para malaikat-Nya, maka tunjukkanlah kepada Allah hal-hal yang baik dari dirimu. Karena orang yang sengsara ialah yang tidak mendapatkan rahmat Allah di bulan ini. (H.R. ath-Thabrani) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelaslah, Ramadan menyediakan kesempatan bagi kita untuk berlomba-lomba dalam amal kebaikan. Tak tanggung-tanggung, di bulan Ramadan Allah membuka lebar-lebar pintu surga sebagai “hadiah” dari amal kebaikan itu. Tentang hal ini, Abu Hurairah meriwayatkan sebuah hadis bahwa Rasulullah saw. memberi khabar gembira kepada para sahabatnya dengan bersabda: Telah datang kepadamu bulan Ramadan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan kepadamu puasa di dalamnya; pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para setan diikat; juga terdapat pada bulan ini malam yang lebih baik daripada seribu bulan, barang siapa tidak memperoleh kebaikannya maka dia tidak memperoleh apa-apa&#39;. (H.R. Ahmad dan an-Nasa&#39;i) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi terkadang totalitas kesadaran kita belum terbentuk saat memasuki bulan Ramadan. Aktifitas di bulan ini tak ubahnya semacam rutinitas yang terus berlangsung dari tahun ke tahun. Kesadaran menjalankan perintah Allah, terutama berpuasa, tidak dilandasi keimanan yang murni, namun cenderung karena ‘keterpaksaan’ dan solidaritas sesama umat Islam. Hingga sedemikian rupa, ibadah puasa kita akhirnya tidak bernilai sama sekali di hadapan Allah. Puasa kita tidak menghasilkan apa-apa kecuali rasa lapar dan dahaga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang kedatangan Ramadan tahun ini diiringi oleh realitas sosial yang memprihatinkan. Dari berbagai media massa, kita disodori potret penderitaan masyarakat di sejumlah daerah yang terhimpit beban kemiskinan. Di daerah kita sendiri setelah dihantam gempa tektonik 27 Mei silam, kehidupan masyarakat belum benar-benar pulih. Bahkan masih ada sebagian mereka yang roda kehidupannya macet total. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mempertimbangkan realias sosial semacam ini, Ramadan sudah sepatutnya kita jadikan momentum untuk mengevaluasi diri. Ramadan harus difungsikan sebagai media untuk meredam gejolak emosi dan individualisme. Semestinya kita bisa berempati. Dengan demikian, kesadaran kita sebagai makhluk sosial akan terasah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ilmuwan Islam terkemuka, Yusuf Qardhawi, dalam kitabnya al-Ibadah fi al-Islam mengungkapkan lima rahasia puasa yang perlu kita camkan agar kita bisa merasakan nikmatnya Ramadan. Pertama, menguatkan jiwa. Puasa melatih kita untuk mengendalikan egoisme hawa nafsu. Sebab dominasi hawa nafsu sering kali membutakan mata hati dan mendorong timbulnya perilaku zalim. Pengendalian hawa nafsu inilah makna implisit dari ungkapan ‘setan-setan diikat’ di bulan Ramadan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, mendidik kemauan. Puasa mendidik kita untuk memiliki kemauan yang sungguh-sungguh dalam kebaikan. Puasa yang baik akan membuat kita bersabar dan terus mempertahankan keinginan yang baik. Sebab dalam salah satu hadisnya, Rasulullah mengungkapkan bahwa puasa itu adalah setengah dari kesabaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, menyehatkan badan. Meski tidak eksplisit diungkapkan Rasulullah, tapi telah diamini hampir semua ahli medis. Mereka berkesimpulan bahwa pada saat-saat tertentu, perut memang harus diistirahatkan dari bekerja memproses makanan yang masuk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, mengenal nilai kenikmatan. Sebenarnya nikmat Allah telah melimpah ruah diberikan kepada kita. Namun dengan berpuasa, nilai kenikmatan itu semakin terasa. Hal ini karena baru beberapa jam saja kita tidak makan dan minum sudah terasa betul penderitaan yang kita alami. Pada saat kita berbuka puasa, terasa betul besarnya nikmat dari Allah meskipun hanya berupa sebiji kurma atau seteguk air. Di sinilah letak pentingnya ibadah puasa guna mendidik kita untuk menyadari tinggi nilai kenikmatan yang Allah berikan agar kita selanjutnya menjadi orang yang pandai bersyukur dan tidak mengecilkan arti kenikmatan dari Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, kelima, mengingat dan merasakan penderitaan orang lain. Di tengah realitas sosial yang amat memprihatinkan saat ini, puasa akan langsung mengantarkan kita pada perasaan senasib terhadap penderitaan orang lain. Sehingga berawal dari puasa, kesadaran kita terketuk. Dan sepantasnya kita lebih memperbanyak amal sedekah untuk meringankan beban penderitaan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita sambut kedatangan Ramadan dengan penuh rasa gembira. Kita tunjukkan kegembiraan dengan berupaya semaksimal mungkin memanfaatkan Ramadan sebagai momentum untuk mendidik diri, keluarga dan masyarakat ke arah pengokohan takwa kepada Allah swt. Dengan begitu, kita memang layak, sebagaimana hadis riwayat Ubadah di atas, dibangga-banggakan Allah kepada para malaikat. Selamat berpuasa! [sag] &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ronas.sch.id/feeds/5222484006119644920/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.ronas.sch.id/2016/06/kh-zainul-arifin-arief-menyambut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6270625533048075336/posts/default/5222484006119644920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6270625533048075336/posts/default/5222484006119644920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ronas.sch.id/2016/06/kh-zainul-arifin-arief-menyambut.html' title='KH. Zainul Arifin Arief: Menyambut Ramadhan'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16301366645865411730</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//images-blogger-opensocial.googleusercontent.com/gadgets/proxy?url=http://1.bp.blogspot.com/-vJsnMRrj10k/VR31NP199iI/AAAAAAAAA0w/cC30nzhf7bA/s220/c5155651be699e37765049768e1b7e0c.jpeg&amp;container=blogger&amp;gadget=a&amp;rewriteMime=image/*'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-ckOLsNZU8dQ/U666a55DnKI/AAAAAAAAAiY/1sGgXHfp9ho/s72-c/preparing-for-ramadan.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6270625533048075336.post-2665712093745328184</id><published>2016-06-01T16:49:00.001+07:00</published><updated>2016-06-01T16:56:52.698+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="taushiyah"/><title type='text'>KH. Zainul Arifin Arief: Mengingat Mati</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-QzuXdux9VgM/V06vVQRL2RI/AAAAAAAAB3Y/nnI-BkzaYZc62omSreKniE0_z5zzT97sQCLcB/s1600/mati.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;268&quot; src=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-QzuXdux9VgM/V06vVQRL2RI/AAAAAAAAB3Y/nnI-BkzaYZc62omSreKniE0_z5zzT97sQCLcB/s400/mati.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Mengingat Mati &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Oleh KH. Zainul Arifin Arief &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;ALKISAH, Khalifah Umar bin Abdul Aziz pada suatu ketika mengumpulkan sejumlah ulama. Atas permintaannya, mereka disuruh menuturkan kisah tentang mati dan akan segera tibanya hari kiamat. Syahdan, setelah mendengar penuturan mereka, Khalifah Umar menangis sedu-sedan. Hatinya terenyuh dan airmatanya berlinang. Seolah-olah ia melihat iring-iringan jenazah melintas di depannya. Dan anehnya, ia melihat jenazah itu adalah dirinya sendiri. (Amin al-Kurdi, Tanwir al-Qulb, hlm. 451). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita khalifah Umar ini menyadarkan kita akan pentingnya mengingat mati. Kematian merupakan hal yang niscaya bagi setiap makhluk yang hidup di dunia ini (Q.S. Ali Imran (3): 185). Memang tidak ada yang abadi bagi kehidupan di muka bumi. Yang abadi hanyalah Dzat Allah Azza wa Jalla. Namun apakah dengan demikian kematian menjadi alasan memudarnya semangat mengarungi kehidupan ini? Tentu saja tidak. Dengan mengingat mati kita harus menjadikannya sebagai ajang instropeksi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meyakini mati sebagai salah satu rahasia kehidupan berhubungan dengan keyakinan kita akan alam gaib dan kehidupan lain setelah mati. Karenanya kita dituntut untuk terus memikirkan apa bekal hidup setelah mati nanti. Sehingga di satu sisi, kita tergerak untuk bekerja keras seakan-akan kita akan hidup seterusnya. Di sisi lain, nilai ibadah kita mencapai tingkat kekhusukan tertentu seolah-olah kita akan mati esok hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang sadar akan kefanaan dirinya dengan mengingat mati dengan sendirinya akan, pertama, menyegerakan tobat. Mati menjadi inspirasi tersendiri baginya untuk tidak menunda tobat. Kesalahan yang pernah dilakukan menjadi pemicu untuk mengevaluasi diri jangan sampai melakukan kesalahan yang kesekian kali. Sehingga dengan demikian, ia akan banyak melakukan kebaikan demi menebus kesalahan di masa silam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertobatan ini mampu menghadirkan, kedua, ketenangan hati. Hati yang tenang menjauhkan perasaan tidak senang. Jika hati tidak tenang, hidup akan terasa gersang. Akan muncul banyak tuntutan yang tidak berdasar pada kemampuan diri sendiri. Hati yang tidak tenang menghilangkan perasaan ridla pada Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ketenangan hati kita senantiasa bersyukur atas segala limpahan karunia Tuhan. Apapun yang  berlaku di dunia ini adalah nikmat yang wajib disyukuri. Jika tertimpa musibah, musibah itu sendiri adalah ujian keimanan terhadap Tuhan. Sebab tidak seorangpun yang menanggung musibah kecuali sesuai dengan kadar kemampuannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, ketiga, frekuensi ibadah dengan sendirinya akan meningkat. Bahwa dengan ibadah berarti terbina komunikasi dialogis antara Tuhan dan hamba-Nya. Di dalam ibadahlah kita menghamparkan segala resah dan keluh kesah, berikut ketundukan kepada Yang Maha Perkasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, kematian justru harus menjadi semangat untuk membikin hidup lebih bermakna. Hidup cuma sekali, setelah itu bakal mati. Kita pasti merugi jika mengisi hidup dengan sesuatu yang tidak berarti. Sebab mati adalah sesuatu yang pasti kita tak pernah tahu kapan dan di mana kematian akan mendatangi kita (Q.S. Luqman (31): 34). Cuma yang penting kita lakukan sekarang adalah memperbanyak mengingat mati sekaligus karenanya menjadi pijakan mengisi hari-hari dengan perbuatan berarti sebagai bekal hidup sesudah mati. Wallahu A’lam. [sag] &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ronas.sch.id/feeds/2665712093745328184/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.ronas.sch.id/2016/06/kh-zainul-arifin-arief-mengingat-mati.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6270625533048075336/posts/default/2665712093745328184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6270625533048075336/posts/default/2665712093745328184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ronas.sch.id/2016/06/kh-zainul-arifin-arief-mengingat-mati.html' title='KH. Zainul Arifin Arief: Mengingat Mati'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16301366645865411730</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//images-blogger-opensocial.googleusercontent.com/gadgets/proxy?url=http://1.bp.blogspot.com/-vJsnMRrj10k/VR31NP199iI/AAAAAAAAA0w/cC30nzhf7bA/s220/c5155651be699e37765049768e1b7e0c.jpeg&amp;container=blogger&amp;gadget=a&amp;rewriteMime=image/*'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://3.bp.blogspot.com/-QzuXdux9VgM/V06vVQRL2RI/AAAAAAAAB3Y/nnI-BkzaYZc62omSreKniE0_z5zzT97sQCLcB/s72-c/mati.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6270625533048075336.post-2559710470812824438</id><published>2016-05-19T18:23:00.000+07:00</published><updated>2016-06-01T16:52:02.109+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="taushiyah"/><title type='text'>KH. Zainul Arifin Arief: Sebaik-baik Manusia</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-4WEPrqEXVoA/VzxQSh_7NQI/AAAAAAAAB1c/rEQnc5ctmUoBSAoZ1YfnPcVLDjOSZhzBwCLcB/s1600/Gus%2BFin.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-4WEPrqEXVoA/VzxQSh_7NQI/AAAAAAAAB1c/rEQnc5ctmUoBSAoZ1YfnPcVLDjOSZhzBwCLcB/s320/Gus%2BFin.jpg&quot; width=&quot;243&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Oleh KH. Zainul Arifin Arief&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DALAM sebuah hadis, Nabi Muhammad saw bersabda, “khoirunnas anfa’uhum linnas”. Sebaik-baik manusia adalah ia yang bermanfaat terhadap sesamanya. Ternyata, benarlah bahwa derajat kemuliaan manusia dilihat dari sejauh mana diri punya nilai manfaat bagi orang lain. Bisa dengan mentasarufkan harta untuk kepentingan sosial. Bisa dengan sikap senang membantu orang lain. Dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat moral hadis ini pula yang turut mendasari keinginan orangtua saat memondokkan anaknya di pesantren—terutama pesantren Roudlotun Nasyi’in. Harapannya begitu mulia, yaitu agar anak-anak yang mendalami ilmu agama di pesantren kelak bisa membanggakan saat berkiprah di tengah masyarakat. Betapa bahagia orangtua yang memiliki anak demikian. Bila pendidikan anak tidak diarahkan secara positif sedari awal, maka dikhawatirkan anak akan tumbuh dengan kepribadian timpang di tengah-tengah deru globalisasi teknologi informasi ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada intinya, harapan orangtua tersebut bisa dijelaskan seturut dengan kandungan pesan yang disabdakan Nabi Muhammad saw dalam salah satu hadisnya, “kun imaman mutho’an aw ma’muman muthi’an wala takun tsalitsan”. Bila dijabarkan, makna hadis tersebut terkait dengan konsep “sebaik-baik manusia” adalah sebagai berikut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, pemimpin yang dipatuhi. Menjadi pemimpin itu penting. Namun jauh lebih penting lagi menjadi pemimpin yang dipatuhi. Sebab, tak jarang muncul fenomena pemimpin dipatuhi hanya pada saat ia tampil ada secara fisik, sementara jika ia tak ada lagi kerap dikhianati. Pemimpin bakal senantiasa dipatuhi manakala semua kebijakannya terhadap yang dipimpin didasarkan atas kemaslahatan. Tasharruful imam ‘ala al-ra’iyyah manuthun bil mashlahah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, seorang kepala desa—beberapa alumnus ponpes Ronas ada yang menjadi kepala desa. Semua kebijakan kepala desa mesti diwujudkan demi kemakmuran warga. Apalagi saat ini desa mendapatkan “dana desa” yang semestinya difungsikan sepenuhnya untuk membangun desa, baik dalam pengertian pembangunan fisik (semisal fasilitas sosial) maupun non-fisik (seperti pengembangan pendidikan warga dalam pengertian seluas-luasnya). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau setidak-tidaknya menjadi pemimpin rumah tangga. Seorang suami yang dipatuhi akan menjadi panutan istrinya. Seorang ayah yang dipatuhi bakal menjadi cermin bagi perkembangan kepribadian anak-anaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, individu yang taat. Bila tak bisa menjadi pemimpin yang dipatuhi, maka seyogyanya menjadi individu yang taat terhadap pimpinan. Namun demikian, kepatuhan terhadap pimpinan harus dalam batas-batas kebajikan dan kemaslahatan bagi sesama. Kunci utama adalah kemauan. Kemauan untuk memberi manfaat kepada orang lain. Jika kita memiliki lebih harta, maka berikan sebagian harta kita kepada orang yang membutuhkan. Jika kita memiliki ilmu yang cukup, maka kita bagikan ilmu kita kepada orang lain agar bermanfaat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, pembangkang. Ini yang kudu dihindari. Sebab, tidak bisa menjadi pemimpin yang dipatuhi, tidak juga menjadi warga yang patuh, malah menjadi pembangkang. Pembangkang ini pengertiannya beragam, tetapi hampir semua mengacu pada pengertian negatif. Maka jelas, pembangkang itu jauh dari konsepsi “sebaik-baik manusia”. Alumni pesantren sudah barang tentu tidak boleh masuk dalam kategori pembangkang. Sebab di samping merugikan diri sendiri, setidaknya mengecewakan keluarga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, benang merah dari kategorisasi konsepsi “sebaik-baik manusia” tersebut adalah janganlah kita memberi manfaat kepada orang lain tapi tidak memberikan manfaat bagi diri kita sendiri. Bukan maksud berharap dari orang yang kita berikan manfaat. Tapi maksudnya di sini, kita tak boleh riya&#39;. Kita harus ikhlas memberikan manfaat kepada orang lain agar juga bermanfaat bagi diri kita sendiri. Ikhlas adalah kunci diterimanya amal. Dan, hanya amal yang diterima Allah agar bermanfaat bagi dunia dan akhirat. Bukan untuk dibilang pribadi yang bermanfaat. Karena sifat riya&#39; itu samar maka kita harus hati-hati. [sag]  &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ronas.sch.id/feeds/2559710470812824438/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.ronas.sch.id/2016/05/sebaik-baik-manusia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6270625533048075336/posts/default/2559710470812824438'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6270625533048075336/posts/default/2559710470812824438'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ronas.sch.id/2016/05/sebaik-baik-manusia.html' title='KH. Zainul Arifin Arief: Sebaik-baik Manusia'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16301366645865411730</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//images-blogger-opensocial.googleusercontent.com/gadgets/proxy?url=http://1.bp.blogspot.com/-vJsnMRrj10k/VR31NP199iI/AAAAAAAAA0w/cC30nzhf7bA/s220/c5155651be699e37765049768e1b7e0c.jpeg&amp;container=blogger&amp;gadget=a&amp;rewriteMime=image/*'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://3.bp.blogspot.com/-4WEPrqEXVoA/VzxQSh_7NQI/AAAAAAAAB1c/rEQnc5ctmUoBSAoZ1YfnPcVLDjOSZhzBwCLcB/s72-c/Gus%2BFin.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6270625533048075336.post-1907924448517713462</id><published>2016-05-18T17:59:00.000+07:00</published><updated>2016-05-18T17:59:37.306+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="berita"/><title type='text'>Innalillahi, Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Dimyathi Romly Wafat</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-c3eIKAxnDXs/VaTClHVLSOI/AAAAAAAAAII/ctooMOSQX3Q/s1600/KH.%2BA.%2BDIMYATHI%2BROMLY%252C%2BSH.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-c3eIKAxnDXs/VaTClHVLSOI/AAAAAAAAAII/ctooMOSQX3Q/s1600/KH.%2BA.%2BDIMYATHI%2BROMLY%252C%2BSH.JPG&quot; height=&quot;320&quot; width=&quot;218&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kabar duka datang dari Jombang, Jawa Timur. Mursyid sekaligus Ketua  Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso, Peterongan Jombang  KH A Dimyathi Romly (72 tahun) telah berpulang ke rahmatullah.&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;line-height: 1.42857;&quot;&gt;Kiai  Romly yang juga Rais Syuriyah PBNU ini wafat sekitar pukul 13.00 WIB,  Rabu (18/5) setelah sebelumnya &amp;nbsp;4 hari dirawat di RS Airlangga Jombang.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kabar ini dibenarkan oleh salah satu Pengasuh Pesantren Darul Ulum, KH Hamid Bisri dalam pesan singkatnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;“&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Innalillahi wainna ilaihi raji’un,&lt;/span&gt; telah berpulang ke rahmatullah dengan tenang Mursyid Thariqah  Al-Qadiriyah wan Naqsabandiyah sekaligus Pengasuh PP Darul ulum Rejoso  Peterongan Jombang. Semoga semua amal Mursyid sekaligus guru kami  diterima dan diampuni segala kesalahan dan dosanya, husnul khotimah,  dimasukkan surga &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;bighoiri hisab walaa adzaab&lt;/span&gt;...Aamiin.”&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;KH  Dimyathi Romly meninggalkan 7 orang anak. Kini pesantren yang  dipimpinnya terbilang maju pesat. Selain berhasil mengembangkan madrasah  unggulan berbasis teknologi, sekarang universitas di pesantren tersebut  (Unipdu Jombang) juga berhasil mengembangkan berbagai program studi dan  jurusan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pemakaman rencana akan dilaksanakan  hari ini pada pukul 21.00 WIB &amp;nbsp;di komplek makam keluarga di sekitar  asrama Hidayah Qur’an Pesantren Darul Ulum sesuai wasiatnya sebelum  meninggal. &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;(Fathoni)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.nu.or.id/post/read/68294/innalillahi-rais-syuriyah-pbnu-kh-ahmad-dimyathi-romly-wafat&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Sumber &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ronas.sch.id/feeds/1907924448517713462/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.ronas.sch.id/2016/05/innalillahi-rais-syuriyah-pbnu-kh-ahmad.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6270625533048075336/posts/default/1907924448517713462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6270625533048075336/posts/default/1907924448517713462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ronas.sch.id/2016/05/innalillahi-rais-syuriyah-pbnu-kh-ahmad.html' title='Innalillahi, Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Dimyathi Romly Wafat'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16301366645865411730</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//images-blogger-opensocial.googleusercontent.com/gadgets/proxy?url=http://1.bp.blogspot.com/-vJsnMRrj10k/VR31NP199iI/AAAAAAAAA0w/cC30nzhf7bA/s220/c5155651be699e37765049768e1b7e0c.jpeg&amp;container=blogger&amp;gadget=a&amp;rewriteMime=image/*'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-c3eIKAxnDXs/VaTClHVLSOI/AAAAAAAAAII/ctooMOSQX3Q/s72-c/KH.%2BA.%2BDIMYATHI%2BROMLY%252C%2BSH.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6270625533048075336.post-5316517268504850345</id><published>2016-03-28T08:11:00.001+07:00</published><updated>2016-06-17T01:17:23.990+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Alumni"/><title type='text'>Silaturrahmi Alumni Roudlotun Nasyiin dalam Acara Dzikir dan Shalawat</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;o:OfficeDocumentSettings&gt;  &lt;o:AllowPNG/&gt; &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:WordDocument&gt;  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;  &lt;w:TrackMoves/&gt;  &lt;w:TrackFormatting/&gt;  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;  &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;  &lt;w:LidThemeOther&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;  &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;  &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;AR-SA&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;  &lt;w:Compatibility&gt;   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;   &lt;w:EnableOpenTypeKerning/&gt;   &lt;w:DontFlipMirrorIndents/&gt;   &lt;w:OverrideTableStyleHps/&gt;  &lt;/w:Compatibility&gt;  &lt;m:mathPr&gt;   &lt;m:mathFont m:val=&quot;Cambria Math&quot;/&gt;   &lt;m:brkBin m:val=&quot;before&quot;/&gt;   &lt;m:brkBinSub m:val=&quot;&amp;#45;-&quot;/&gt;   &lt;m:smallFrac m:val=&quot;off&quot;/&gt;   &lt;m:dispDef/&gt;   &lt;m:lMargin m:val=&quot;0&quot;/&gt;   &lt;m:rMargin m:val=&quot;0&quot;/&gt;   &lt;m:defJc m:val=&quot;centerGroup&quot;/&gt;   &lt;m:wrapIndent m:val=&quot;1440&quot;/&gt;   &lt;m:intLim m:val=&quot;subSup&quot;/&gt;   &lt;m:naryLim m:val=&quot;undOvr&quot;/&gt;  &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:LatentStyles DefLockedState=&quot;false&quot; DefUnhideWhenUsed=&quot;false&quot;   DefSemiHidden=&quot;false&quot; DefQFormat=&quot;false&quot; DefPriority=&quot;99&quot;   LatentStyleCount=&quot;372&quot;&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;0&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Normal&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 7&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 8&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 9&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;index 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;index 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;index 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;index 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;index 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;index 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;index 7&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;index 8&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;index 9&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; Name=&quot;toc 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; Name=&quot;toc 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; Name=&quot;toc 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; Name=&quot;toc 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; Name=&quot;toc 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; Name=&quot;toc 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; Name=&quot;toc 7&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; Name=&quot;toc 8&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; Name=&quot;toc 9&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Normal Indent&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;footnote text&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;annotation text&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;header&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;footer&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;index heading&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;35&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;caption&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;table of figures&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;envelope address&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;envelope return&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;footnote reference&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;annotation reference&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;line number&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;page number&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;endnote reference&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;endnote text&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;table of authorities&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;macro&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;toa heading&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List Bullet&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List Number&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List Bullet 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List Bullet 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List Bullet 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List Bullet 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List Number 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List Number 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List Number 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List Number 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;10&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Title&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Closing&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Signature&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;1&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; Name=&quot;Default Paragraph Font&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Body Text&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Body Text Indent&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List Continue&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List Continue 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List Continue 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List Continue 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List Continue 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Message Header&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;11&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtitle&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Salutation&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Date&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Body Text First Indent&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Body Text First Indent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Note Heading&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Body Text 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Body Text 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Body Text Indent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Body Text Indent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Block Text&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Hyperlink&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;FollowedHyperlink&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;22&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Strong&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;20&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Emphasis&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Document Map&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Plain Text&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;E-mail Signature&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;HTML Top of Form&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;HTML Bottom of Form&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Normal (Web)&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;HTML Acronym&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;HTML Address&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;HTML Cite&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;HTML Code&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;HTML Definition&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;HTML Keyboard&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;HTML Preformatted&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;HTML Sample&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;HTML Typewriter&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;HTML Variable&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Normal Table&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;annotation subject&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;No List&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Outline List 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Outline List 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Outline List 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Simple 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Simple 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Simple 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Classic 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Classic 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Classic 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Classic 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Colorful 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Colorful 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Colorful 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Columns 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Columns 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Columns 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Columns 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Columns 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Grid 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Grid 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Grid 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Grid 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Grid 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Grid 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Grid 7&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Grid 8&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table List 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table List 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table List 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table List 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table List 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table List 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table List 7&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table List 8&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table 3D effects 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table 3D effects 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table 3D effects 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Contemporary&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Elegant&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Professional&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Subtle 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Subtle 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Web 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Web 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Web 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Balloon Text&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;Table Grid&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Theme&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; Name=&quot;Placeholder Text&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;1&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;No Spacing&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; Name=&quot;Light Shading&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; Name=&quot;Light List&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; Name=&quot;Light Grid&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; Name=&quot;Medium Shading 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; Name=&quot;Medium Shading 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; Name=&quot;Medium List 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; Name=&quot;Medium List 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; Name=&quot;Medium Grid 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; Name=&quot;Medium Grid 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; Name=&quot;Medium Grid 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; Name=&quot;Dark List&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; Name=&quot;Colorful Shading&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; Name=&quot;Colorful List&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; Name=&quot;Colorful Grid&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; Name=&quot;Light List Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; Name=&quot;Revision&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;34&quot; QFormat=&quot;true&quot;    Name=&quot;List Paragraph&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;29&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Quote&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;30&quot; QFormat=&quot;true&quot;    Name=&quot;Intense Quote&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; Name=&quot;Dark List Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; Name=&quot;Light List Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; Name=&quot;Dark List Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; Name=&quot;Light List Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; Name=&quot;Dark List Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; Name=&quot;Light List Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; Name=&quot;Dark List Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; Name=&quot;Light List Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; Name=&quot;Dark List Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; Name=&quot;Light List Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; Name=&quot;Dark List Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;19&quot; QFormat=&quot;true&quot;    Name=&quot;Subtle Emphasis&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;21&quot; QFormat=&quot;true&quot;    Name=&quot;Intense Emphasis&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;31&quot; QFormat=&quot;true&quot;    Name=&quot;Subtle Reference&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;32&quot; QFormat=&quot;true&quot;    Name=&quot;Intense Reference&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;33&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Book Title&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;37&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; Name=&quot;Bibliography&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;TOC Heading&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;41&quot; Name=&quot;Plain Table 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;42&quot; Name=&quot;Plain Table 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;43&quot; Name=&quot;Plain Table 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;44&quot; Name=&quot;Plain Table 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;45&quot; Name=&quot;Plain Table 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;40&quot; Name=&quot;Grid Table Light&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;46&quot; Name=&quot;Grid Table 1 Light&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;47&quot; Name=&quot;Grid Table 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;48&quot; Name=&quot;Grid Table 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;49&quot; Name=&quot;Grid Table 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;50&quot; Name=&quot;Grid Table 5 Dark&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;51&quot; Name=&quot;Grid Table 6 Colorful&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;52&quot; Name=&quot;Grid Table 7 Colorful&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;46&quot;    Name=&quot;Grid Table 1 Light Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;47&quot; Name=&quot;Grid Table 2 Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;48&quot; Name=&quot;Grid Table 3 Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;49&quot; Name=&quot;Grid Table 4 Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;50&quot; Name=&quot;Grid Table 5 Dark Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;51&quot;    Name=&quot;Grid Table 6 Colorful Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;52&quot;    Name=&quot;Grid Table 7 Colorful Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;46&quot;    Name=&quot;Grid Table 1 Light Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;47&quot; Name=&quot;Grid Table 2 Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;48&quot; Name=&quot;Grid Table 3 Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;49&quot; Name=&quot;Grid Table 4 Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;50&quot; Name=&quot;Grid Table 5 Dark Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;51&quot;    Name=&quot;Grid Table 6 Colorful Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;52&quot;    Name=&quot;Grid Table 7 Colorful Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;46&quot;    Name=&quot;Grid Table 1 Light Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;47&quot; Name=&quot;Grid Table 2 Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;48&quot; Name=&quot;Grid Table 3 Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;49&quot; Name=&quot;Grid Table 4 Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;50&quot; Name=&quot;Grid Table 5 Dark Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;51&quot;    Name=&quot;Grid Table 6 Colorful Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;52&quot;    Name=&quot;Grid Table 7 Colorful Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;46&quot;    Name=&quot;Grid Table 1 Light Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;47&quot; Name=&quot;Grid Table 2 Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;48&quot; Name=&quot;Grid Table 3 Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;49&quot; Name=&quot;Grid Table 4 Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;50&quot; Name=&quot;Grid Table 5 Dark Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;51&quot;    Name=&quot;Grid Table 6 Colorful Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;52&quot;    Name=&quot;Grid Table 7 Colorful Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;46&quot;    Name=&quot;Grid Table 1 Light Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;47&quot; Name=&quot;Grid Table 2 Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;48&quot; Name=&quot;Grid Table 3 Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;49&quot; Name=&quot;Grid Table 4 Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;50&quot; Name=&quot;Grid Table 5 Dark Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;51&quot;    Name=&quot;Grid Table 6 Colorful Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;52&quot;    Name=&quot;Grid Table 7 Colorful Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;46&quot;    Name=&quot;Grid Table 1 Light Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;47&quot; Name=&quot;Grid Table 2 Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;48&quot; Name=&quot;Grid Table 3 Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;49&quot; Name=&quot;Grid Table 4 Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;50&quot; Name=&quot;Grid Table 5 Dark Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;51&quot;    Name=&quot;Grid Table 6 Colorful Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;52&quot;    Name=&quot;Grid Table 7 Colorful Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;46&quot; Name=&quot;List Table 1 Light&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;47&quot; Name=&quot;List Table 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;48&quot; Name=&quot;List Table 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;49&quot; Name=&quot;List Table 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;50&quot; Name=&quot;List Table 5 Dark&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;51&quot; Name=&quot;List Table 6 Colorful&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;52&quot; Name=&quot;List Table 7 Colorful&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;46&quot;    Name=&quot;List Table 1 Light Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;47&quot; Name=&quot;List Table 2 Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;48&quot; Name=&quot;List Table 3 Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;49&quot; Name=&quot;List Table 4 Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;50&quot; Name=&quot;List Table 5 Dark Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;51&quot;    Name=&quot;List Table 6 Colorful Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;52&quot;    Name=&quot;List Table 7 Colorful Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;46&quot;    Name=&quot;List Table 1 Light Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;47&quot; Name=&quot;List Table 2 Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;48&quot; Name=&quot;List Table 3 Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;49&quot; Name=&quot;List Table 4 Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;50&quot; Name=&quot;List Table 5 Dark Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;51&quot;    Name=&quot;List Table 6 Colorful Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;52&quot;    Name=&quot;List Table 7 Colorful Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;46&quot;    Name=&quot;List Table 1 Light Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;47&quot; Name=&quot;List Table 2 Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;48&quot; Name=&quot;List Table 3 Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;49&quot; Name=&quot;List Table 4 Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;50&quot; Name=&quot;List Table 5 Dark Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;51&quot;    Name=&quot;List Table 6 Colorful Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;52&quot;    Name=&quot;List Table 7 Colorful Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;46&quot;    Name=&quot;List Table 1 Light Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;47&quot; Name=&quot;List Table 2 Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;48&quot; Name=&quot;List Table 3 Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;49&quot; Name=&quot;List Table 4 Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;50&quot; Name=&quot;List Table 5 Dark Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;51&quot;    Name=&quot;List Table 6 Colorful Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;52&quot;    Name=&quot;List Table 7 Colorful Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;46&quot;    Name=&quot;List Table 1 Light Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;47&quot; Name=&quot;List Table 2 Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;48&quot; Name=&quot;List Table 3 Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;49&quot; Name=&quot;List Table 4 Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;50&quot; Name=&quot;List Table 5 Dark Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;51&quot;    Name=&quot;List Table 6 Colorful Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;52&quot;    Name=&quot;List Table 7 Colorful Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;46&quot;    Name=&quot;List Table 1 Light Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;47&quot; Name=&quot;List Table 2 Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;48&quot; Name=&quot;List Table 3 Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;49&quot; Name=&quot;List Table 4 Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;50&quot; Name=&quot;List Table 5 Dark Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;51&quot;    Name=&quot;List Table 6 Colorful Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;52&quot;    Name=&quot;List Table 7 Colorful Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Mention&quot;/&gt; &lt;/w:LatentStyles&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;&lt;style&gt; /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;;  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-parent:&quot;&quot;;  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin-top:0cm;  mso-para-margin-right:0cm;  mso-para-margin-bottom:8.0pt;  mso-para-margin-left:0cm;  line-height:107%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:&quot;Calibri&quot;,sans-serif;  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-language:EN-US;} &lt;/style&gt;&lt;![endif]--&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-0GRxYpLqYbw/VviDDZ0v02I/AAAAAAAAG_U/XYRw_u54sPQZgNpKwQjl60dcSJeh6lWNw/s1600/temu%2Balumni.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-0GRxYpLqYbw/VviDDZ0v02I/AAAAAAAAG_U/XYRw_u54sPQZgNpKwQjl60dcSJeh6lWNw/s640/temu%2Balumni.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Ronas.Sch.Id --- PELAKSANAAN&lt;/b&gt; silaturrahmi Alumni Pondok Pesantren Roudlotun Nasyiin Beratkulon yang dikemas dalam acara Dzikir dan Shalawat telah selesai dilaksanakan pada Minggu (27/03/2016). Bertempat di Musholla Pondok Pesantren Putra Roudlotun Nasyiin Mojokerto, kegiatan yang merupakan “amanah” &lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;yang harus dilaksanakan oleh pengurus pasca temu alumni rutin setahun sekali tersebut dihadiri oleh Pengasuh Pesantren, Dewan Asatidz, juga para alumni yang tersebar dari berbagai daerah, mulai dari Mojokerto, Lamongan, Gresik, Jombang, Surabaya, dan beberapa daerah lain.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Memang, salah satu poin yang diusulkan dalam acara temu alumni yang digelar pada bulan Januari lalu menjelang haul KH. M. Arief Hasan ke 28 adalah diadakannya pertemuan rutin tiap 3 atau 6 bulan sekali dalam bentuk kegiatan dzikir dan shalawat. Tujuannya agar intensitas pertemuan bertambah, tidak hanya terjadi setahun sekali menjelang haul pendiri pesantren. Dengan bertambahnya intensitas pertemuan, diharapkan ikatan emosional yang tercipta akan semakin kuat, sehingga hubungan batiniyah alumni dengan pengasuh pesantren, atau juga dengan sesama alumni yang telah kembali menyebar di daerahnya masing-masing tidak akan lekang di telan zaman.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pada sisi lain, dengan pertemuan rutin yang tidak hanya dilaksanakan menjelang haul, lebih memungkinkan terciptanya ide-ide sinergitas, sehingga membuka peluang terbentuknya jaringan kerja sama yang bisa memberikan manfaat baik secara agama, sosial, budaya, lebih-lebih masalah ekonomi. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-_BNY2asfy-k/VviDm2ANztI/AAAAAAAAG_Y/QYOLPJsnhT4byEvI6jrI6AKBuB-0KJ4Eg/s1600/temu%2Balumni%2B2.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-_BNY2asfy-k/VviDm2ANztI/AAAAAAAAG_Y/QYOLPJsnhT4byEvI6jrI6AKBuB-0KJ4Eg/s640/temu%2Balumni%2B2.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dalam sambutannya, &lt;b&gt;Drs. H. Moch. Sholeh, M.Pd.I&lt;/b&gt; selaku ketua panitia menuturkan, bahwa acara perdana silaturrahmi alumni pasca temu alumni rutin ini tentu masih memiliki banyak kekurangan. Undangan yang tercatat sebanyak 300 orang, sebagian besar adalah alumni mojokerto selaku tuan rumah ditambah beberapa daerah lain. Jika kemudian yang hadir tidak bisa seratus persen adalah sebuah kewajaran. Sebab, penyebaran undangan yang lebih banyak melalui grup &lt;i&gt;Whatsapp&lt;/i&gt; memang memiliki efektifitas yang viral, tapi pasti akan memiliki banyak kelemahan bagi pihak-pihak tertentu. Namun yang penting untuk dicatat, bahwa kehadiran alumni yang diatas 80 % dari yang ditargetkan patut diacungi jempol. Untuk itu, beliau kemudian meminta maaf dan berharap, bahwa untuk pertemuan selanjutnya, beberapa kekurangan bisa semaksimal mungkin diminimalisir.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berbeda dengan Ketua Panitia, Ach. Yani Arifin selaku Ketua Alumni yang berdomisili di Lamongan mengatakan bahwa sengaja acara dzikir dan shalawat ini dilaksanakan pada pagi hari. Ini untuk menjawab alasan yang kerap dikemukakan waktu acara temu alumni menjelang haul, seperti kesulitan tempat bermalam bagi alumni perempuan umpamanya. Itulah sebabnya, dengan dilaksanakan pada siang hari, diharapkan alumni yang akan datang juga akan semakin banyak.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Lebih jauh Yani menuturkan, acara temu alumni hakekatnya adalah sarana sambung rasa. Keberadaannya harus ditingkatkan sedemikian rupa agar bisa memberikan manfaat bagi banyak pihak. Ia mengharapkan, hubungan yang terjalin antar alumni tidak terikat dalam kerangka &lt;i&gt;take and give. &lt;/i&gt;Sebab, ketika salah satu pihak “memberi” dengan mengharapkan “menerima” pada waktu lain, hal itu tak ubahnya &lt;i&gt;rentenir&lt;/i&gt;. Maka yang tepat menurutnya adalah &lt;i&gt;give and give, &lt;/i&gt;memberi dan memberi. Urusan “menerima” biarlah menjadi wilayah Allah SWT, sebagai pemelihara kehidupan umat manusia.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-4RTrp0_dS8Y/VviEDtua6WI/AAAAAAAAG_g/T-SoTCf995UCCFT2wKTUx-BkseHAJt6wA/s1600/temu%2Balumni%2B3.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-4RTrp0_dS8Y/VviEDtua6WI/AAAAAAAAG_g/T-SoTCf995UCCFT2wKTUx-BkseHAJt6wA/s640/temu%2Balumni%2B3.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Seperti dituturkan sebelumnya, acara silaturrahmi alumni ini lebih difokuskan pada sentuhan ruhaniyah dalam acara Dzikir dan Sholawat. Bahwa dalam &lt;i&gt;sepelik&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;semoncer&lt;/i&gt; apapun kenyataan kehidupan, didalamnya ada campur tangan dzat yang tak terlihat. Itulah sebabnya, dari beberapa mata acara yang telah disusun oleh panitia, di tengah-tengahnya ada acara dzikir dan shalawat yang &lt;i&gt;ubo rampe&lt;/i&gt;nya telah disiapkan khusus dan telah di&lt;i&gt;tashih&lt;/i&gt;oleh pengasuh pesantren. Para alumni yang hadir tampak khusyuk mengikuti amaliyah tersebut dipandu oleh Ustadz H. Nur Kholis Madzkur. Diharapkan, beberapa amalan yang dilakukan itu tak hanya diamalkan ketika acara berlangsung, tapi juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari secara istiqomah.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pada pamungkas acara, &lt;b&gt;KH. Zainul Arifin Arief&lt;/b&gt; selaku Pengasuh Pesantren menuturkan beberapa hal ketika memberikan tausiah. Mengutip tentang klasifikasi manusia yang beberapa macam, salah-satu diantaranya adalah lahir sebagai orang beriman, hidup beriman, dan mati justru sebagai orang yang tidak beriman. Itulah sebabnya, Pengasuh Pesantren menegaskan bahwa keberadaan acara temu alumni menjadi sangat penting sebagai sarana &lt;i&gt;mudzakarah&lt;/i&gt;, saling mengingatkan satu sama lain. Sebab, kondisi umat islam pada kurun waktu terakhir memang sedang didera oleh berbagai macam persoalan aliran. Jika tidak hati-hati dalam melangkah, dikhawatirkan alumni pesantren Roudlotun Nasyiin akan terpeleset ke dalam aliran-aliran yang tidak sesuai dengan ruh pesantren yang sudah digariskan oleh KH. Arief Hasan, santri KH. Hasyim Asy’ari sebagai pendiri organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, &lt;i&gt;Nahdlatul Ulama&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://4.bp.blogspot.com/--PltwY2zRmM/VviEYJVs8GI/AAAAAAAAG_o/4K9l6uubdiAbnwxq6IF1vpYKjaEIiY91Q/s1600/temu%2Balumni%2B4.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://4.bp.blogspot.com/--PltwY2zRmM/VviEYJVs8GI/AAAAAAAAG_o/4K9l6uubdiAbnwxq6IF1vpYKjaEIiY91Q/s640/temu%2Balumni%2B4.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pada sisi lain, KH. Zainul Arifin Arief juga mengatakan, bahwa orang tua rela berpisah dengan anak-anaknya untuk menuntut ilmu di pesantren tentu dengan menanam sejumlah harapan. Salah-satu harapannya adalah mampu menjadi imam yang &lt;i&gt;mutha’an&lt;/i&gt;, pemimpin yang ditaati dan dicintai oleh umatnya. Khusus terkait hal itu, Abah Kiai Zainul Arifin kemudian memberikan &lt;i&gt;ijazah&lt;/i&gt; yang muasalnya dari Kiai Arief Hasan dan Kiai Achyat Chalimi Mojokerto. Ijazah tersebut langsung dibacakan oleh beliau dan diterima secara bersama-sama oleh alumni yang hadir. &lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Acara yang berlangsung siang hari itu demikian khidmat. Purna acara siraman rohani oleh Pengasuh Pesantren, acara kemudian dilanjutkan dengan sholat dhuhur berjamaah disambung dengan sholat hajat khas pesantren Roudlotun Nasyiin yang diimami langsung oleh KH. Arifin Arief. Wirid Sholawat Umariyah (Ya Shahibi) sebagai amalan khas pesantren Roudlotun Nasyiin yang biasanya diamalkan sebanyak 561 kali dipersingkat 100 kali dipimpin oleh Ustadz Khoirul Anwar.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kurang lebih pukul 14.00 acara selesai. Setelah acara ramah tamah, sebagaian besar alumni yang hadir undur diri. Namun, panitia dan dan beberapa alumni dari beberapa korda melakukan rapat evaluasi terkait beberapa hal. Disamping evaluasi pelaksanaan acara, juga disinggung keberadaan website Roudlotun Nasyiin yang masih membutuhkan banyak sentuhan. Rencananya, acara serupa akan dilaksanakan empat bulan kemudian, tetap di pesantren Roudlotun Nasyiin, dikemas dengan acara Halal Bihalal karena bersamaan dengan Idul Fitri 1437 H.(ES)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ronas.sch.id/feeds/5316517268504850345/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.ronas.sch.id/2016/03/silaturrahmi-alumni-roudlotun-nasyiin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6270625533048075336/posts/default/5316517268504850345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6270625533048075336/posts/default/5316517268504850345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ronas.sch.id/2016/03/silaturrahmi-alumni-roudlotun-nasyiin.html' title='Silaturrahmi Alumni Roudlotun Nasyiin dalam Acara Dzikir dan Shalawat'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04035102490442986057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-vRtswCWOzd0/Vk78Mpv3L0I/AAAAAAAACcU/ZZ51vflpUPg/s220/emsuhada.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://1.bp.blogspot.com/-0GRxYpLqYbw/VviDDZ0v02I/AAAAAAAAG_U/XYRw_u54sPQZgNpKwQjl60dcSJeh6lWNw/s72-c/temu%2Balumni.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6270625533048075336.post-2431227343785431273</id><published>2016-03-27T20:58:00.002+07:00</published><updated>2016-03-27T20:58:54.923+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="berita"/><title type='text'>Hadapi Kelompok Pemecah Belah, Nahdliyin Didorong Jaga Persatuan</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-If5ep9uewuQ/Vt4pWluuAfI/AAAAAAAADkQ/YtOyLJQxw5Y/s640/imageContent.php.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;193&quot; src=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-If5ep9uewuQ/Vt4pWluuAfI/AAAAAAAADkQ/YtOyLJQxw5Y/s320/imageContent.php.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt; Melihat semakin maraknya munculnya aliran-aliran sesat di Indonesia, Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH A&#39;wani Sya&#39;roni, Ahad (6/3) lalu mengungkapkan keprihatinannya. Dia juga berpesan kepada warga Nahdliyin untuk mengutamakan persatuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiai A&#39;wani menjelaskan, upaya orang-orang yang tidak suka terhadap NU semakin merajalela. Banyak hal yang dilakukan untuk memecah organisasi Islam terbesar di Indonesia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Begitu banyak kelompok yang ingin merongrong persatuan ditubuh NU. Mereka muncul dari berbagai arah, mulai dari lembaga pendidikan seperti kampus, pondok, dan madrasah,&quot; terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menambahkan, iming-iming yang disampaikan pun semakin unik dan membuat kaum muda tertarik, seperti kawin kontrak, boleh meninggalkan shalat dan lain-lain. Kita harus bisa membentengi diri, keluarga, dan saudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut dia mengatakan, kita jangan sampai tergoda, walaupun setan akan selalu menggoda kita, memang itu tugasnya. &quot;Nak pengen gak diganggu setan, yo mbolo setan. (kalau ingin tidak diganggu setan, ya jadi temannya),&quot; terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihaknya mengungkapkan, bahwa ciri-ciri akhir zaman saat ini telah muncul, mulai dari banyaknya aliran, dan ketaqwaan manusia yang semakin menurun. Bukti lain dengan adanya hal-hal yang diluar nalar manusia juga telah terjadi, seperti pernikahan sejenis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Warga NU harus bisa menjaga diri, menjaga keluarga dan saudara. Jangan mudah terprovokasi sama pihak luar, jaga keutuhan NU dengan persatuan. Juga jangan salah memilih pemimpin, orang Islam harus berusaha dipimpin orang Islam,&quot; pesannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan tersebut, Kiai sepuh yang masih aktif mengajar di salah satu madrasah yang ada di komplek pondok pesantren Sarang Kabupaten Rembang tersebut juga menunjukkan sebuah video bayi yang bermata satu dalam ponselnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Ini juga termasuk bukti tanda datangnya akhir zaman, munculnya bayi bermata satu, yang mana sebagai penggambaran wujud Dajjal,&quot; tutupnya.&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;(Aan Ainun Najib/Fathoni)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.nu.or.id/post/read/66374/hadapi-kelompok-pemecah-belah-nahdliyin-didorong-jaga-persatuan-&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Sumber&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ronas.sch.id/feeds/2431227343785431273/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.ronas.sch.id/2016/03/hadapi-kelompok-pemecah-belah-nahdliyin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6270625533048075336/posts/default/2431227343785431273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6270625533048075336/posts/default/2431227343785431273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ronas.sch.id/2016/03/hadapi-kelompok-pemecah-belah-nahdliyin.html' title='Hadapi Kelompok Pemecah Belah, Nahdliyin Didorong Jaga Persatuan'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16301366645865411730</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//images-blogger-opensocial.googleusercontent.com/gadgets/proxy?url=http://1.bp.blogspot.com/-vJsnMRrj10k/VR31NP199iI/AAAAAAAAA0w/cC30nzhf7bA/s220/c5155651be699e37765049768e1b7e0c.jpeg&amp;container=blogger&amp;gadget=a&amp;rewriteMime=image/*'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://2.bp.blogspot.com/-If5ep9uewuQ/Vt4pWluuAfI/AAAAAAAADkQ/YtOyLJQxw5Y/s72-c/imageContent.php.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6270625533048075336.post-7734895770923832074</id><published>2016-01-25T15:12:00.001+07:00</published><updated>2016-01-25T15:14:18.235+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="tokoh"/><title type='text'>KH Ma&#39;ruf Amin, Rais Aam Baru PBNU</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-5IE6Vmn4H0M/Vca_qps_J2I/AAAAAAAABmA/hGRbdA_BYHM/s320/duet-kh-ma-ruf-amin-said-aqil-harus-pecah-kebuntuan-di-nu-45zfE1rdRN.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-5IE6Vmn4H0M/Vca_qps_J2I/AAAAAAAABmA/hGRbdA_BYHM/s320/duet-kh-ma-ruf-amin-said-aqil-harus-pecah-kebuntuan-di-nu-45zfE1rdRN.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;KH Ma’ruf Amin menjadi salah satu anggota ahlul halli wal aqdi (Ahwa) pada Muktamar Ke-33 NU yang kemudian ditetapkan menjadi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Rais Aam merupakan pimpinan tertinggi organisasi Islam terbesar di Asia Tenggara ini.&amp;nbsp;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Kiai Ma’ruf lahir di Tangerang, 11 Maret 1943. Cicit Syekh Nawawi Banten ini mengawali pendidikannya dari Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Ma’ruf muda kemudian melanjutkan pendidikannya di Universitas Ibnu Khaldun, Bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di NU ia aktif dalam forum pembahasan hukum atau bahtsul masail. Ia adalah salah perumus Sistem Pengambilan Keputusan Hukum Islam di Lingkugan NU pada Munas Alim Ulama NU di Bandar Lampung 1992.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tercatat sebagai STAI Shalahuddin Al-Ayyubi Jakarta dan memperoleh doktor honoris causa dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosoknya kemudian lebih dikenal publik saat menjadi Ketua MUI Pusat dan anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Ia juga pernah menjadi anggota Koordinator Dakwah (KODI) DKI Jakarta dan anggota BAZIS DKI Jakarta. Serta pernah menjadi Rais Syuriyah PBNU. Pada kepengurusan PBNU periode 2010-2015, ia mengemban amanah sebagai mustasyar PBNU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengasuh Pesantren &quot;An-Nawawi&quot; Tanara Banten ini dikenal sebagai &quot;singa&quot; di Bathsul Masail. Kedalaman ilmunya membuat banyak yang tak berkutik ketika beliau sudah menyampaikan pandangannya, seperti yang terjadi di komisi bathsul masail maudluiyyah di Muktamar, kemarin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasca ditetapkan menjadi Rais Aam, Kiai Ma&#39;ruf berpidato mengajak semua pengurus NU dari ranting sampai pusat untuk bersatu membangun umat. Ia meminta NU mengerjakan program-program yang konkret untuk kemajuan dan kebesaran umat Islam. (&lt;b&gt;Ahmad Naufa&lt;/b&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; color: #262626; font-family: Roboto, sans-serif, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.nu.or.id/post/read/61480/kh-ma039ruf-amin-rais-aam-baru-pbnu&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Sumber&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ronas.sch.id/feeds/7734895770923832074/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.ronas.sch.id/2016/01/kh-maruf-amin-rais-aam-baru-pbnu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6270625533048075336/posts/default/7734895770923832074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6270625533048075336/posts/default/7734895770923832074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ronas.sch.id/2016/01/kh-maruf-amin-rais-aam-baru-pbnu.html' title='KH Ma&#39;ruf Amin, Rais Aam Baru PBNU'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16301366645865411730</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//images-blogger-opensocial.googleusercontent.com/gadgets/proxy?url=http://1.bp.blogspot.com/-vJsnMRrj10k/VR31NP199iI/AAAAAAAAA0w/cC30nzhf7bA/s220/c5155651be699e37765049768e1b7e0c.jpeg&amp;container=blogger&amp;gadget=a&amp;rewriteMime=image/*'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-5IE6Vmn4H0M/Vca_qps_J2I/AAAAAAAABmA/hGRbdA_BYHM/s72-c/duet-kh-ma-ruf-amin-said-aqil-harus-pecah-kebuntuan-di-nu-45zfE1rdRN.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6270625533048075336.post-2131140477032768597</id><published>2016-01-11T21:00:00.003+07:00</published><updated>2016-06-17T01:52:15.296+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Maiyah"/><title type='text'>Belajar Kepada Manusia Gus Dur</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-xEX10Yc2L0s/VpOzmri_JqI/AAAAAAAACuU/zHl1t9Lv8C0/s1600/2016-01-09-nurul-ummahat-01.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-xEX10Yc2L0s/VpOzmri_JqI/AAAAAAAACuU/zHl1t9Lv8C0/s640/2016-01-09-nurul-ummahat-01.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Cak Nun bersama Alissa Wahid&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;YOGJAKARTA&lt;/b&gt; ~ SEAKAN merupakan “tugas hidup” yang tak pernah berhenti, malam hari ini Cak Nun dan KiaiKanjeng berada di kompleks Pondok Pesantren Nurul Ummahat Kotagede Yogyakarta untuk Maiyahan bersama para santri dan masyarakat Kotagede. KH. Abdul Muhaimin selaku pengasuh ponpes sengaja mengundang Cak Nun dan KiaiKanjeng untuk menjadi sumur utama dalam acara yang bermaksud memeringati Haul Gus Dur ke-6. Itulah sebabnya, Sinau Bareng malam ini bertema “Belajar Kepada Manusia Gus Dur”. Juga sudah hadir pada malam ini adalah Alissa Wahid, putri Gus Dur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kyai Muhaimin tidak salah dengan mengundang Cak Nun untuk membersamai masyarakat belajar kepada manusia Gus Dur, karena Cak Nun dekat dengan Gus Dur dalam sejumlah momen-momen sejarah Indonesia, serta Cak Nun sangat sering bertemu dengan masyarakat Nahdhiyyin di berbagai wilayah di Indonesia dan dari sana Cak Nun mengetahui secara dekat denyut nadi rasa, jiwa, pikiran, dan harapan mereka. Untuk menyebut satu momen saja, Cak Nun adalah orang pertama yang mendatangi Gus Dur saat di-impeachment oleh MPR ketika menjadi presiden dan merayunya agar mau meninggalkan istana dan kembali ke Pesantren Ciganjur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Gus Dur meninggal dunia, Cak Nun dan KiaiKanjeng serta jamaah Maiyah sedang mengadakan Haflah Maiyah di Jombang, dan ketika mendengar kabar duka itu, langsung jamaah Maiyah menyelenggarakan shalat ghaib berjamaah. Tetapi paginya Cak Nun dan KiaiKanjeng tidak bisa ikut takziyah, karena harus segera ditunggu acara di Gorontalo. Namun, seminggu kemudian, Gus Sholah dan keluarga, meminta Cak Nun dan KiaiKanjeng hadir di pesantren Tebuireng Jombang untuk memeringati tujuh hari wafat Gus Dur, dan Cak Nun bersama KiaiKanjeng memenuhi permintaan tersebut, hadir di makam Gus Dur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai elemen masyarakat Nahdhiyyin ingin menghadirkan Cak Nun setiap hendak memeringati wafatnya Gus Dur, seakan tak ada lagi “orangtua” di negeri ini yang pantas untuk mendampingi dan memandu masyarakat dalam merefleksikan atau mengambil pelajaran dari sejarah Gus Dur selain Cak Nun. Termasuk pada malam hari ini di Pesantren Nurul Ummahat Kotagede. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Dur dikenal sebagai tokoh pluralis, toleran, demokratis dan dekat dengan semua golongan. Tetapi menarik, bahwa malam ini KiaiKanjeng sedari awal, hingga saat ini, membawakan justru nomor-nomor shalawatan yang khas pesantren seakan hendak mengingatkan akan induk sejarah Gus Dur yaitu dunia santri, dunia pesantren, dan bahkan cucu dari Hadhrotus Syaikh Hasyim Asya’ari yang mendirikan NU. Jauh sebelum Gus Dur dikenal dengan berbagai predikat, ia adalah seorang santri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Cak Nun naik ke panggung, Mas Islamiyanto KiaiKanjeng dan teman-teman mengajak seluruh jamaah yang memadati jalan kampung di depan kompleks pondok ini untuk melantunkan Shalawat Nariyah, Syi’ir Tanpo Waton, dan Shalawat Badar. Dan tak lama Shalawat Badar dibawakan, dari arah mushalla, Cak Nun didampingi Pak Kyai Muhaimin, Mbak Alissa Wahid, dan para narasumber lain segera naik ke panggung, dan semua jamaah dengan mata yang berbinar menyambut kedatangan Cak Nun. Tiba duluan di panggung, Cak Nun langsung meminta Mbak Alissa dan lain-lain untuk mengambil tempat di panggung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk tema belajar kepada manusia Gus Dur ini, Cak Nun mengambil posisi merendah, “Jangan percaya bahwa ada orang-orang hebat dari Jombang, mulai mbah Hasyim Asy’ari, KH. Wachid Hasyim, Cak Nur, Gus Dur, dan Cak Nun. Aslinya ada dua lapisan. Yang pertama Dewa, dan yang kedua adalah punokawan. Mbah Hasyim, Gus Dur dll itu masuk pada kategori yang pertama. Nah saya masuk ke golongan yang kedua, yaitu Punokawan bersama Cak Durasim, Asmuni, dan Gombloh. Di situlah maqam saya.” Selain itu Cak Nun juga akan lebih banyak melalulintaskan acara dengan memberi kesempatan yang cukup kepada narasumber dan para jamaah untuk mengungkapkan refleksi, pemahaman, atau apa saja yang terkait dengan Gus Dur. Jika ada pandangan yang perlu direspons, Cak Nun akan coba merespons, menggarisbawahi, atau menarik benang merah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi Mbak Alissa relatif memahami posisi Cak Nun. Sedari bertemu di rumah Pak Yai Muhaimin tadi, Mbak Alissa sudah curhat dan mengemukakan kegelisahan akan kondisi negeri ini. Juga situasi NU. Cak Nun merespons dengan jelas dan tegas, bahwa NU harus segera berbenah dan diperbaiki. Mendapatkan kesempatan pertama berbicara, Mbak Alissa mengungkapkan, “Saya senang, dalam acara yang sangat cair ini, justru tersampaikan banyak makna. Saya mau menangis, saat Cak Nun mengatakan anak-anak muda mulai bersemi. Karena tadi saya mengeluh kepada Cak Nun sebagai kakak saya dan sebagai orang yang pernah berjuang bersama Gus Dur, mau dibawa kemana negeri ini. Rakyat kalah terus. Kanan-kiri penuh masalah. Doa al-Fatihah yang dipimpin Cak Nun untuk Gus Dur dan para lelulur menurut saya lebih dari gelar pahlawan. Gelar pahlawan adalah gelar materi. Sedangkan al-Fatihah adalah bekal atau sangu di alam barzakh.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian mbak Alissa menggambarkan sosok Gus Dur. “Gus Dur tidak membela kelompok manapun, beliau hanya berjuang melaksanakan surat al-Maidah ayat 8. Gus Dur juga tak perlu dipuja-puji. Beliau adalah seorang guru, tetapi juga mengambil dari guru-guru lain. Dan semua ini adalah implementasi dari semangat yang ditanamkan oleh Mbah Hasyim Asy’ari dan Mbah-Mbah lain saat meletakkan aswaja (Ahlussunnah wal Jamaah) sebagai dasar bagi NU, yaitu sikap tasammuh dan tawassuth.”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-xlXGJopSC6s/VpOz75Y97cI/AAAAAAAACuc/2lSPtNHvsDY/s1600/2016-01-09-nurul-ummahat-03.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-xlXGJopSC6s/VpOz75Y97cI/AAAAAAAACuc/2lSPtNHvsDY/s640/2016-01-09-nurul-ummahat-03.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Sebagian hadirin menyaksikan melalui big screen&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;Terakhir, mbak Alissa mengenang ayahnya yang baginya orang yang selalu merasa kurang, dan karena itu sering melantunkan do’a Abu Nawas “Ilahi Lastu”, dan ia menirukannya, lalu disambut oleh musik KiaiKanjeng. Jamaah pun bersama-sama ikut ber-Ilahi Lastu, apalagi doa ini sangat populer di pesantren dan masyarakat. Do’a yang juga diangkat kembali oleh KiaiKanjeng dalam album Kado Muhammad dan Wirid Padhangmbulan. &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;“Yang tidak rukun, jadi rukun. Yang seret, jadi lunyu dan lancar. Yang sakit, jadi sehat,” harap Cak Nun menyusul do’a Ilahi Lastu ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena lokasi yang bukan lapangan atau alun-alun, melainkan di kompleks pondok yang tak terlalu luas areanya, maka para jamaah memanfaatkan setiap tempat yang ada. Selain yang berada di depan panggung, yang di kanan panggung, juga di halaman rumah dari balik pagar, banyak dari mereka berdiri, sejak awal dan hingga saat ini. Tak terasa capek oleh mereka, karena kenikmatan kebersamaan ini memenuhi diri mereka. Para santri Nurul Ummahat lebih banyak menempati depan panggung, dan siap mengikuti shalawatan-shalawatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat mengharukan dan menggetarkan hati menyaksikan jamaah, santri, dan masyarakat duduk lesehan. Khidmat, tapi gembira. Suatu komposisi sosial, komunikasi, dan pengolahan yang sangat unik dan tak ada duanya. Apalagi saat mereka bersuara bersama. Salah seorang pemuka agama Katolik yang hadir di malam ini mengungkapkan, “Tak akan saya lupakan sepanjang hidup saya kebersamaan ini. Dan yang paling mengharukan adalah saat anda semua bernyanyi. Rasanya saya ingin menangis. Ada aura dan nuansa yang terpancar sangat kuat. Kebersamaan ini harus dijaga terus.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kyai Muhaimin sebagai memang mengundang sejumlah tokoh dari agama-agama lain, dan hampir semuanya menyatakan kebahagiaannya melihat kebersamaan pada Sinau Bareng ini. Tokoh-tokoh ini diminta menyampaikan pesan, kesan, dan pandangannya mengenai Gus Dur. Tampaknya mereka baru kali ini menghadiri Maiyahan secara langsung. Berbagai ungkapan disampaikan. Ada satu yang mengawali uraiannya dengan menyapa hadirin dengan salam dari beberapa agama. Tentang hal ini, Cak Nun sejenak menarik ke inti dengan menguraikan kandungan makna salam atau assalamu’alaikum arahmatullahi wabarokatuh. Itu adalah komitmen dari yang mengucapkan salam untuk saling mengamankan, serta agar semua bisa menjelma rahmat dan barokah. “Islam itu tatanan dari Allah di antaranya dengan memerintahkan manusia jadi khalifah sehingga mereka harus saling menyelamatkan. Salam itu karenanya relevan diucapkan kepada siapapun saja. Pahami dulu salam tanpa lembaga. Anda mengerti dulu esensinya.” &lt;br /&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-xCQ-Q4zVioA/VpO0LL5rqYI/AAAAAAAACuk/wM8sxpZx9nQ/s1600/2016-01-09-nurul-ummahat-02.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-xCQ-Q4zVioA/VpO0LL5rqYI/AAAAAAAACuk/wM8sxpZx9nQ/s640/2016-01-09-nurul-ummahat-02.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Suasana disekitar PP. Nurul Ummahat&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span id=&quot;goog_583608173&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id=&quot;goog_583608174&quot;&gt;&lt;/span&gt;Merasakan aura dan suasana Maiyahan malam ini, beberapa tokoh agama lain menyatakan, “Dengan cara yang cair, pengajaran iman menjadi bisa diwartakan”. “Saya rasa saya lebih ingin mendengarkan Cak Nun, walaupun ada sedikit yang ingin saya sampaikan mengenai Gus Dur”. Secara umum beliau-beliau ini mengungkapkan apresiasi dan penghargaan kepada Gus Dur sebagai salah satu tokoh bangsa Indonesia. Di akhir memandu para narasumber itu, Kyai Muhaimin sempat menyinggung mengenai pluralisme yang banyak “diplesetkan”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai pluralisme ini, Cak Nun menegaskan, “Memang banyak istilah atau kata yang kepleset-pleset. Kata menjadi tidak terdisiplinkan oleh maknanya. Termasuk pluralisme ini. Pluralisme itu milik Allah. Allah yang menciptakan segala sesuatu dengan ciri ‘tidak ada duanya’, hanya ada satu, ya sesuatu itu sendiri yang berbeda dengan sesuatu yang lain. Manusia yang satu beda dengan manusia yang lain. Tidak ada yang tidak ‘tidak ada duanya’. Jadi ragam sekali ciptaan Allah. Karena itu Allah yang punya pluralisme. Kita sekadar menjaga dan merawatnya. Jadi, jangan banyak berbicara mengenai pluralisme, karena pluralisme itu sudah pasti. Dan tak perlu anti-anti-an. Kalau anti, berarti butuh yang di-anti-in dulu. Kalau bisa pro saja paradigmanya. Bukan antikorupsi, tapi pro kejujuran.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam salah satu responnya atas cerita Alissa mengenai Gus Dur, Cak Nun mengingatkan Gus Dur itu juga sosok yang mblunat atau nakal, “Dan saya punya banyak cerita tentang Gus Dur, yang sifatnya guyon, yang serem, bahkan yang krusial-krusial. Alissa juga tahu, bahwa saya sering pula berbantah-bantahan dengan Gus Dur, berbeda pendapat, bahkan berbeda strategi, tapi itu bukan alasan untuk bermusuhan atau tidak bermesraan. Karena itulah temanya adalah belajar kepada manusia Gus Dur. Jadi, kalau saya beracara malam ini, jangan bilang saya mendukung Gus Dur. Gus Dur tak butuh dukungan. Yang ada adalah setiap orang itu unik dan punya fadhilahnya masing-masing.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekian banyak jamaah yang hadir dan memenuhi jalan sehingga tampak lorong panjang manusia, sebagian besar dari mereka adalah anak-anak muda belia. Mereka usianya sangat terpaut jauh dengan Gus Dur dan Cak Nun. Sesungguhnya merupakan kebutuhan bagi mereka untuk benar-benar mendalami sejarah Indonesia termasuk sejarah Gus Dur, sejarah NU, sejarah Orde Baru, dan lain-lain, tetapi Cak Nun lebih banyak memberikan kunci-kunci agar mereka mencari lebih lanjut. Yang lebih menjadi tekanan pada malam ini adalah kebersamaan, kemesraan, dan kedekatan satu sama lain. Itu sebabnya Cak Nun mengatakan, “Kalau anda ingin merasakan nikmatnya kehidupan, datanglah ke Maiyahan.” Untuk kedalaman ilmu pun, Cak Nun juga mengungkapkan hal yang sama kepada adik-adik generasi muda. Mereka bisa mendalami sesuatu dengan kekayaan perspektif yang komprehensif di Maiyahan. Beberapa prinsip saja Cak Nun cicilkan di malam ini. “Tolong anda bebaskan diri anda dari istilah-istilah, seperti liberalisme dan lain-lain itu. Pada usia 30 tahun ke atas nanti, anda baru tahu bahwa isme-isme itu adalah tipu daya internasional. Jangan berdebat mengenai apa-apa yang ranahnya belum atau tidak jelas. Jangan terlalu fanatik dan menelan mentah-mentah apa yang anda dengar dari buku, media, dan medsos. Juga jangan pernah membayangkan apakah saya menganut liberalisme atau tidak. Saya itu orang desa. Tahunya kata kerja. Saatnya radikal, ya saya radikal. Saya orang kultural, sehingga tidak bisa diikat oleh isme-isme itu.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kisah tentang dan bersama Gus Dur dituturkan oleh Cak Nun sejak di masa Orde Baru hingga saat Gus dur diimpeachment oleh MPR. Ketika dalam sebuah acara di masa Orde Baru, Cak Nun, Gus Dur, Cak Nur, dan Bu Mega berada dalam satu forum. Di tengah acara didatangi gabungan dari Polres dan Kodim untuk dibubarkan. Melihat situasi itu, lalu Cak Nun sebagai yang paling muda di antara ketiga tokoh tersebut, lalu mengambil langkah, menemui bapak-bapak Kodim untuk pada akhirnya bisa dibubarkan dengan aman, tapi dengan diplomasi yang halus sekaligus acara tetap dilanjutkan. “Bapak-bapak acara sudah dibubarkan. Mari kita mulai acara yang baru. Namanya Mauidhoh Hasanah. Gus Dur yang memberi nama, dan sejak itu sering dipakai nama tersebut. Jadi kalau ada apa-apa, jangan langsung marah dan tegang, pakailah diplomasi, siyasah, dan strategi…,” pesan Cak Nun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 00.41, acara sudah melewati tanya-respon dengan Mbak Alisa dan Cak Nun. Suasana berganti dengan meriahnya lagu One More Night-nya Maroon 5 yang dibawakan Mas Doni. Tepuk tangan membahana, anak-anak muda itu ceria tertawa dan mengikuti musiknya dengan gerakan-gerakan kepala, tangan, atau badan dengan sederhana tapi asik. Bahkan Mbak Alissa turut menikmati, menoleh ke belakang, melihat gerak dan tingkah mas Doni dalam bernyanyi, dan sesekali mengabadikannya dengan gadget-nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau berbicara mengenai Gus Dur akan sampai ke Mbah Hasyim, ke sejarah NU, ke samping: Muhammadiyah, dan perkembangan terakhir NU, ada Aswaja TV dan TV9, juga ada pertanyaan misalnya NU saat ini apakah memiliki PKB atau PKB memiliki NU. Juga beberapa ulama NU, ada yang riyadhoh dan di dalam vision/mimpinya didatangi Mbah Hasyim Asy’ari di mana Mbah Hasyim menyampaikan keprihatinannya akan kondisi NU saat ini dan berpesan agar NU benar-benar dibenahi,” papar Cak Nun. Lebih jauh, merespon salah satu narasumber yang mengungkapkan kebahagiaannya bisa hadir di Maiyahan ini dan kemudian menceritakan peran dan perjuangan Gus Dur, Cak Nun menegaskan, “Gus Dur sudah tidak ada. Dan tidak adanya Gus Dur ini harus Anda ganti secara kolektif dengan semangat-semangat Gus Dur. Jangan berharap kepada saya. Saya berbeda dengan Gus Dur dalam banyak hal. Jadi Anda semua harus mengisinya secara kolektif.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Giliran Kyai Muzammil diberi kesempatan oleh Cak Nun. Kyai muda asal Madura dan saat ini menjabat sebagai ketua Bahtsul Masail di PWNU Yogyakarta dan santrinya Kyai As’ad Syamsul Arifin Asembagus Situbondo. Kyai As’ad sendiri adalah sesepuh ulama NU yang meminta Gus Dur untuk mau jadi ketua PBNU saat Muktamar NU di Situbondo pada waktu itu. Kyai Muzammil langsung mengemukakan statement-statement, “Dari tadi saya melihat dan mendengar betapa luar biasa Cak Nun merendahkan diri. Padahal Cak Nun ini orang yang sangat cerdas. Sejauh yang saya tahu dan berdasarkan pengalaman saya, hanya ada tiga orang cerdas di Indonesia. Gus Dur, Gus Miek, dan Cak Nun. Yang kedua pertama sudah meninggalkan kita. Pelajarilah perjalanan hidup ketiga tokoh ini, anda akan tahu bagaimana cerdasnya beliau-beliau. Cak Nun ini tokoh reformasi 1998, dan dari semua tokoh reformasi itu, hanya Cak Nun yang tidak ambil jatah kekuasaan sesudahnya. Jadi Indonesia punya hutang sama Cak Nun,” tegas Kyai Muzammil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh lagi, kemudian Kyai Muzammil berbicara lugas mengenai kondisi NU saat ini, di antaranya jangan mengaku pengikut Gus Dur atau &lt;a href=&quot;http://www.gusdurian.net/&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Gus Durian&lt;/a&gt; kalau tidak mengikuti sikap hidup dan semangat perjuangan Gus Dur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat Kyai Muzammil penuh semangat, akhirnya Cak Nun mengajak dan meminta Kyai Muzammil bercerita lebih jauh sejarah berdirinya NU sejak Syaikhona Kholil Bangkalan Madura. “Yang kita bicarakan dari tadi sifatnya ruhiyah, dan sekarang waktu jasadiyatus syajaroh (jasad sejarah). Tolong dipelajari bagaimana umpamanya Gus Dur menjadi presiden. Siapa yang memproses dan mengawalnya. Juga bagaimana sebenarnya yang terjadi pada reformasi, asal-usulnya, dan bagaimana riilnya yang terjadi. Gus Dur sendiri punya nasab. Gus Dur dan Jombang adalah juga sebuah sejarah tersendiri untuk memahami Gus Dur,” ujar Cak Nun yang lalu mempersilakan Kyai Muzammil meneruskan peta, pemahaman, dan sejarah berdirinya NU sejak dari Bangkalan hingga proses-proses bagaimana Kiai As’ad menerima perintah dari Syaikhona Kholil untuk menyampaikan pesan kepada Kyai Hasyim Asy’ari, dan Kyai Muzammil mendengarkan langsung dari Kyai As’ad sebagai salah satu santrinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir melengkapi paparan sejarah Kyai Muzammil, Cak Nun menjelaskan bahwa Syaikhona Kholil memberikan wasiat kepada tiga orang santrinya: pisang (kekuasaan) dan dua kitab (ilmu dan organisasi umat). Jika diproyeksikan ke masa sekarang, era sejarah pisang dan kitab sudah berlalu, dan sekarang tiba pada era santri keempat yang diberi juga wasiat oleh Syaikhona Kholil, yaitu santri yang menerima cincin. “Kekuasaan sudah, ilmu juga sudah. Sekarang adalah eranya amanat cincin. Dan itulah yang kita hadapi bersama. Jika ini bisa berlangsung segera dan dengan baik, nanti ilmu juga akan bangkit. Acara malam ini adalah khataman mengenai manusia Gus Dur. Malam ini adalah S2-nya Indonesia, khatamannya Indonesia, dan malam ini adalah awal kebangkitan. Malam ini adalah sebuah contoh. Tak masalah bahwa masing-masing masih punya kelemahan. Karena para Nabi pun dalam perjuangannya juga dikelilingi dengan berbagai kondisi, tantangan, dan kekurangan,” tegas Cak Nun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang pukul 02.00 selepas Bapak Kapolsek Kotagede mendapatkan kesempatan berbicara yang rupanya fasih, mirip ustadz, dan penuh semangat dalam retorikanya (Cak Nun menyebutnya gabungan Bung Tomo dan Kyai Zainuddin MZ), Cak Nun mengajak semua hadirin menata hati, khusyuk, dan membangun optimisme melalui dua rangkaian shalawat yang mendalam dan sublim. Musik KiaiKanjeng mengantarkannya. Dalam hati dan konsentrasinya masing-masing, jamaah berdoa sepenuh harap dan keyakinan. Dan doa penutup dibawakan oleh sohibul bait, yaitu KH Abdul Muhaimin, yang sangat bangga dan bersyukur atas kebersamaan ilmu dan hikmah di malam hari ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai detik terakhir doa penutup, para jamaah tak tampak berkurang sedikit pun jumlahnya. Suatu pemandangan yang kerap mewarnai Maiyahan. Mereka berdiri, saling memandang, dan sepertinya enggan meninggalkan majelis ini. (*)&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Reportase Helmi Mustofa, sumber &lt;a href=&quot;http://www.caknun.com/2016/catatan-sinau-bareng-cak-nun-belajar-kepada-manusia-gus-dur/&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;www.caknun.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ronas.sch.id/feeds/2131140477032768597/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.ronas.sch.id/2016/01/belajar-kepada-manusia-gus-dur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6270625533048075336/posts/default/2131140477032768597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6270625533048075336/posts/default/2131140477032768597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ronas.sch.id/2016/01/belajar-kepada-manusia-gus-dur.html' title='Belajar Kepada Manusia Gus Dur'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04035102490442986057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-vRtswCWOzd0/Vk78Mpv3L0I/AAAAAAAACcU/ZZ51vflpUPg/s220/emsuhada.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://2.bp.blogspot.com/-xEX10Yc2L0s/VpOzmri_JqI/AAAAAAAACuU/zHl1t9Lv8C0/s72-c/2016-01-09-nurul-ummahat-01.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6270625533048075336.post-1898647896194328811</id><published>2016-01-09T06:00:00.000+07:00</published><updated>2016-01-09T06:00:14.661+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="tokoh"/><title type='text'>KH. Marzuki Mustamar; Singa Pembela Ahlussunnah</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-M_5BtsKErJw/VLt3JrMPL9I/AAAAAAAAPE4/JDsmENurIdQ/s1600/KH.%2BMarzuki%2BMustamar.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-M_5BtsKErJw/VLt3JrMPL9I/AAAAAAAAPE4/JDsmENurIdQ/s1600/KH.%2BMarzuki%2BMustamar.JPG&quot; height=&quot;222&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Penampilan beliau sederhana dan apa adanya. Beliau tidak pernah   neko-neko. Karena begitu sederhananya, kadang orang tidak mengira bahwa   beliau adalah seorang kyai. Di balik kesederhanaan beliau tersimpan   lautan ilmu yang begitu luas. Kiprah beliau di masyarakat sudah tidak   diragukan lagi. Gaya bicara beliau yang tegas dan lugas menjadi salah   satu ciri khas beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kyai Marzuki lahir di kota Blitar, 44  tahun yang lalu (2015). Sungguh beruntung Kyai Marzuki karena dilahirkan  dalam keluarga yang taat beribadah sekaligus mengerti agama. Ya,  abahnya adalah seorang kyai. Alhasil, sejak kecil Kyai Marzuki  dibesarkan dan dididik oleh kedua orang tua beliau dengan disiplin ilmu  yang tinggi. Di bawah pengawasan orang tua beliau inilah putra dari Kyai  Mustamar dan Nyai Siti Jainab ini mulai belajar Al-Qur’an dan  dasar-dasar ilmu agama. Selain dididik disiplin ilmu yang tinggi,  ternyata beliau waktu kecil sudah dididik tentang kemandirian agar  memiliki etos kerja yang tinggi dengan cara memelihara kambing dan ayam  petelur milik Bu Lik Umi Kultsum. Dengan memelihara kambing dan ayam  petelur inilah, beliau mendapat pelajaran bagaimana membimbing umat  islam, dan bagaimana menjadi pemimpin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2010 ada satu  karya dari tulisan beliau yang monumental yang kini sudah puluhan kali  cetak ulang dan disampaikan di hampir ke seluruh penjuru nusantara,  yaitu Al-Muqtathafat li ahl al-Bidayat. Buku ini berisi sanggahan kepada  beberapa kelompok terutama salafi wahabi yang suka membid’ahkan amaliah  kaum Nahdliyyin, dikutip dari dalil-dalil Al-Quran, As-Sunnah dan  kaidah Ushul Fiqh. Buku ini masih diperuntukkan untuk kalangan terbatas  karena masih berbahasa Arab, yakni para pecinta ilmu, kalangan santri  dan pengurus NU. Harapan beliau buku tersebut bisa disampaikan kepada  orang lain, manakala sudah dibacakan dan diijazahkan oleh pengarangnya  langsung. &lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;background-color: white; border: medium none; color: black; overflow: hidden; text-align: left; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.muslimedianews.com/2015/01/profil-pejuang-elit-aswaja-kh-marzuki.html#ixzz3wYCuhOcb&quot; style=&quot;color: #003399;&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Rajin Ngaji Sejak Kecil&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kyai Marzuki lahir di kota Blitar, 43 tahun yang lalu. Sungguh beruntung   Kyai Marzuki karena dilahirkan dalam keluarga yang taat beribadah   sekaligus mengerti agama. Ya, abahnya adalah seorang kyai. Alhasil,   sejak kecil Kyai Marzuki dibesarkan dan dididik oleh kedua orang tua   beliau dengan disiplin ilmu yang tinggi. Di bawah pengawasan orang tua   beliau inilah putra dari Kyai Mustamar dan Nyai&amp;nbsp; Siti Jainab ini mulai   belajar&amp;nbsp; al-Qur’an dan dasar-dasar ilmu agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dididik disiplin ilmu yang tinggi, ternyata beliau waktu kecil   sudah dididik tentang kemandirian agar memiliki etos kerja yang tinggi   dengan cara memelihara kambing dan ayam petelur milik Bu Lik Umi   Kultsum. Dengan memelihara kambing dan ayam petelur inilah, beliau   mendapat pelajaran bagaimana membimbing umat islam, dan bagaimana   menjadi pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat duduk di kelas 4 Madrasah Ibtidaiyah sampai sebelum belajar di   Malang, anak kedua dari delapan bersaudara ini mulai belajar ilmu&amp;nbsp;   nahwu, shorof, tasawuf dan ilmu fikih&amp;nbsp; kepada Kyai Ridwan dan Kyai-Kyai   lain di Blitar. Sejak SMP, beliau diminta mengajar Al-Qur’an dan   kitab-kitab kecil lainnya kepada anak-anak dan tetangga beliau. Pada   usia yang masih belia tersebut, beliau sudah mengkhatamkan dan faham   kitab Mutammimah pada saat beliau kelas 3 SMP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas dari SMP Hasanuddin, beliau melanjutkan ke Madrasah Aliyah   Negeri Tlogo Blitar. Kyai Marzuki muda merupakan pemuda yang beruntung   sebab di usia beliau yang masih belia itu, beliau sudah mendalami ilmu   agama ke beberapa orang kyai di Blitar. Di antaranya, beliau&amp;nbsp; mendalami   ilmu balaghoh dan ilmu mantek kepada Kyai Hamzah. Mendalami ilmu fikih   kepada Kyai Abdul Mudjib dan ngaji Ilmu Hadits kapada Kyai Hasbullah   Ridwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika beliau duduk di bangku Aliyah, beliau sudah khatam kitab Hadits   Muslim dan kitab-kitab kecil lainnnya. Sebelum beliau belajar di Malang,   selama di Blitar yang mengajar beliau adalah Orangtua beliau, Kyai   Hasbullah Ridwan yang masih eyang beliau, Kyai Hamzah dan Kyai Mujib   adalah guru beliau di MAN Tlogo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setamat dari MAN Tlogo pada tahun 1985, kyai kelahiran 22 September 1966   ini melanjutkan jenjang pendidikan formalnya di IAIN (sekarang UIN   Maulana Malik Ibrahim) Malang, yang waktu itu masih merupakan cabang   IAIN Sunan Ampel Surabaya. Untuk menambah ilmu agama yang sudah beliau   dapat, Kyai yang juga Anggota Komisi Fatwa MUI Kota Malang ini nyantri   kepada Kyai Masduki Mahfudz di Pondok Pesantren Nurul Huda Mergosono.   Mengetahui kecerdasan dan keilmuan Kyai Marzuki yang di atas rata-rata   santrinya yang lain, akhirnya Kyai Masduki memberi amanah kepada Kyai   Marzuki untuk membantu mengajar di pesantrennya, meskipun saat itu Kyai   Marzuki masih berusia 19 tahun. &quot;Saat itu saya diminta untuk mengajar   kitab Fathul Qorib bab buyuu’ (jual-beli),” Kenang kyai yang juga Dosen   Fakultas Humaniora dan Budaya UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Kyai Marzuki juga beruntung, karena beliau seringkali&amp;nbsp;   diminta untuk mendampingi dakwah Kyai Masduki saat mengisi pengajian   maupun dalam rapat-rapat organisasi kemasyarakatan. Dari sinilah Kyai   marzuki mulai mengetahui betapa beratnya tugas seoarang ulama dalam   mengayomi ummat. Dari gurunya yang juga Rois Syuriah NU Wilayah Jawa   Timur itu, Kyai Marzuki belajar akan keistikomahan menjadi seorang   guru.&amp;nbsp; Kyai Masduki Mahfud itu meskipun pulang malam hari dari mengisi   pengajian, beliau selalu membangunkan para santrinya untuk mengaji,”   ungkap Kyai Marzuki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kelebihan beliau, saat masih duduk di bangku kuliah, Kyai   Marzuki sudah biasa memberikan kursus nahwu kepada mahasiswa yuniornya.   Namun, ternyata, banyak juga mahasiswa yang tidak hanya belajar nahwu,   namun juga mengaji kitab kepadanya. Dengan begini, keilmuan beliau   semakin terasah. Kemudian pada tahun 1987 Kyai berputra tujuh ini   mendapatkan kesempatan&amp;nbsp; belajar di LIPIA Jakarta. Setelah menempuh dua   tahun masa studinya di sana, Kyai Marzuki kembali ke Malang untuk   membantu mengajar di pesantren Nurul Huda, Mergosono dan melanjutkan   kuliah S-1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Membangun Rumah Tangga dan Pesantren&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1994, Kyai Marzuki memulai hidup baru. Beliau mempersunting   salah seorang santriwati Pondok Nurul Huda&amp;nbsp; yang bernama Saidah. Sang   istri merupakan putri Kyai Ahmad Nur yang berasal dari Lamongan. Kyai   Marzuki sangat bersyukur sekali sebab gadis yang menjadi pendamping   hidup beliau adalah seorang hafidzoh (hafal Al-qur’an).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang satu bulan setelah menikah, Kyai Marzuki bersama istri mencoba   mengadu nasib dan hidup mandiri. Saat itu Kyai Marzuki memilih&amp;nbsp; daerah   Gasek, Kecamatan Sukun sebagai tempat jujugan beliau. Pada mulanya,   beliau mencari rumah kontrakan yang dekat dengan masjid. Dan akhirnya,   beliau ngontrak di rumah salah seorang warga yang bernama pak Har.   Setelah segala sesuatunya dianggap cukup, Kyai Marzuki akhirnya   menempati tempat yang baru. Pada saat beliau boyongan, tak lupa   santri-santri Pondok Nurul Huda ikut mengantarkan Kyai Marzuki boyongan   ke tempat barunya dan membantu usung-usung barang-barang dan  kitab-kitab  guru mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa diduga sebelumnya, pada hari pertama beliau menempati rumah itu,   ternyata sudah banyak santri yang datang mengaji kepada beliau. Di rumah   yang sederhana itulah Kyai Marzuki mengajar para santri beliau. Mereka   yang waktu itu belajar merupakan cikal bakal santri dan pesantren  beliau  yang kini menjadi benteng utama umat di wilayah Gasek. Karena  santrinya  semakin bertambah banyak maka rumah beliau tidak memadai  sebagai tempat  belajar mereka. Namun, alhamdulillah, Allah SWT  memberikan jalan. Waktu  itu di daerah Gasek sudah ada Yayasan  Sabilurrosyad yang sudah memiliki  lahan luas. Namun, setelah beberapa  tahun didirikan Yayasan ini belum  bisa berkiprah secara optimal.  Akhirnya Kyai Marzuki bekerjasama dengan  Yayasan Sabilurrosyad  mendirikkan sebuah pesantren dengan Nama  Sabilurrosyad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain sibuk membimbing para santri, kyai yang pernah menjabat sebagai   Ketua Jurusan Bahasa Arab Universitas Islam Malang ini juga disibukkan   dengan urusan ummat. Tiada hari tanpa memberikan pengajian atau   mauidzhoh kepada umat. Mulai mengisi pengajian dari masjid ke majid,   blusukan keliling kampung dan lain sebagainya. Saat ini, Kyai Marzuki   juga aktif di berbagai organisasi kegamaan di antara sebagai Ketua   Tanfidiyah PCNU Kota Malang dan anggota Komisi Fatwa MUI Kota Malang.   Kedalaman ilmunya sangat dirasakan oleh umat. Sebagai contoh beliau   menyusun sebuah kitab, tentang dasar-dasar atau dalil-dali amaliyah yang   dilakukan oleh warga nahdhiyyin. Melalui kitab ini, Kyai Marzuki ingin   membuka mata umat bahwa amalan mereka ada dasar hukumnya, sekaligus   menjawab tuduhan-tuduhan orang-orang yang tidak setuju dengan sebagian   amaliayh warga Nahdhiyyin. Saking hebat dan lugasnya beliau menerangkan   itu semua, sampai-sampai Kyai Baidhowi, Ketua MUI Kota Malang memberi   julukan &quot;Hujjatu NU&quot;. &quot;Kalau Imam al-Ghozali dikenal sebagai Hujjatul   Islam, maka Kyai Marzuki ini Hujjatu NU&quot; Demikian pernyataan Kyai   Baidhowi dalam beberapa kesempatan.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: white; border: medium none; color: black; overflow: hidden; text-align: left; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: white; border: medium none; color: black; overflow: hidden; text-align: left; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;b&gt;Aktivitas&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: white; border: medium none; color: black; overflow: hidden; text-align: left; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Selain sibuk membimbing para santri, kyai yang pernah menjabat  sebagai Ketua Jurusan Bahasa Arab Universitas Islam Malang ini juga  disibukkan dengan urusan ummat. Tiada hari tanpa memberikan pengajian  atau mauidzhoh kepada umat. Mulai mengisi pengajian dari masjid ke  majid, blusukan keliling kampung dan lain sebagainya. Saat ini, Kyai  Marzuki juga aktif di berbagai organisasi kegamaan di antara sebagai  Ketua Tanfidiyah PCNU Kota Malang dan anggota Komisi Fatwa MUI Kota  Malang. Kedalaman ilmunya sangat dirasakan oleh umat. Sebagai contoh  beliau menyusun sebuah kitab, tentang dasar-dasar atau dalil-dali  amaliyah yang dilakukan oleh warga nahdhiyyin. Melalui kitab ini, Kyai  Marzuki ingin membuka mata umat bahwa amalan mereka ada dasar hukumnya,  sekaligus menjawab tuduhan-tuduhan orang-orang yang tidak setuju dengan  sebagian amaliayh warga Nahdhiyyin. Saking hebat dan lugasnya beliau  menerangkan itu semua, sampai-sampai Kyai Baidhowi, Ketua MUI Kota  Malang memberi julukan “Hujjatu NU”. “Kalau Imam al-Ghozali dikenal  sebagai Hujjatul Islam, maka Kyai Marzuki ini Hujjatu NU” Demikian  pernyataan Kyai Baidhowi dalam beberapa kesempatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Meski kegiatan beliau sangat padat, namun, Kyai yang juga penasehat  FKUB ini tetap berusaha untuk menjadi orangtua yang baik. Beliau begitu  dekat dan akrab dengan anak-anak beliau yang masih kecil-kecil itu. Tak  jarang pula, beliau ikut mengantarkan atau menjemput putra putri beliau  sekolah. Dari hasil pernikahan dengan Bu Nyai Saidah, Kyai marzuki  dikaruniai tujuh orang putra. Dua laki-laki dan lima perempuan. Semua  putra putrinya disekolahkan di SD Sabilillah Blimbing. Kecerdasan Kyai  Marzuki sepertinya menurun kepada putra-putrinya, terbukti dengan nilai  mereka yang seringkali mendapat nilai sempurna termasuk pelajaran  eksakta. Bahkan beberapa waktu yang lalu putri beliau menjadi juara  Olimpiade Matematika di Yogyakarta dan kini sekolahdi &amp;nbsp;SMP Internasional  PASIAD milik negera Turki.&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ronas.sch.id/feeds/1898647896194328811/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.ronas.sch.id/2016/01/kh-marzuki-mustamar-singa-pembela.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6270625533048075336/posts/default/1898647896194328811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6270625533048075336/posts/default/1898647896194328811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ronas.sch.id/2016/01/kh-marzuki-mustamar-singa-pembela.html' title='KH. Marzuki Mustamar; Singa Pembela Ahlussunnah'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16301366645865411730</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//images-blogger-opensocial.googleusercontent.com/gadgets/proxy?url=http://1.bp.blogspot.com/-vJsnMRrj10k/VR31NP199iI/AAAAAAAAA0w/cC30nzhf7bA/s220/c5155651be699e37765049768e1b7e0c.jpeg&amp;container=blogger&amp;gadget=a&amp;rewriteMime=image/*'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-M_5BtsKErJw/VLt3JrMPL9I/AAAAAAAAPE4/JDsmENurIdQ/s72-c/KH.%2BMarzuki%2BMustamar.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6270625533048075336.post-3282987786360114897</id><published>2016-01-08T06:00:00.000+07:00</published><updated>2016-01-09T12:30:37.234+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ubudiyah"/><title type='text'>Kehormatan untuk Seorang Muadzin</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-SkBjusZ2fOE/VZzynpWOxBI/AAAAAAAADUQ/AkBcHQZzc5A/s1600/pak%2Bchobir.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-SkBjusZ2fOE/VZzynpWOxBI/AAAAAAAADUQ/AkBcHQZzc5A/s1600/pak%2Bchobir.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Adzan termasuk ibadah mulia yang paling besar manfaatnya bagi orang  banyak. Bagaimana tidak? Muadzin berjasa mengingatkan orang lupa,  membangunkan orang tidur, dan memberi tahu orang yang sedang  beraktivitas dan santai kalau waktu shalat sudah tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking  besarnya manfaat adzan ini, Allah SWT memberi ganjaran berupa ampunan  dosa &amp;nbsp;bagi orang yang mengumandangkannya. Hal ini sebagaimana yang  dijelaskan Rasulullah SAW dalam hadis yang bersumber dari Abu Hurairah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;المؤذن يغفر له مدى صوته ويستغفر له كل رطب ويابس وشاهد الصلاة يكتب له خمس وعشرون حسنة ويكفر عنه ما بينهما&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seorang  muadzin akan diampuni sejauh suara adzan yang ia kumandangkan. Setiap  (benda) yang basah dan kering akan memintakan ampun untuknya. Sedangkan  orang yang &amp;nbsp;menghadiri shalat jama’ah akan dituliskan dua puluh lima  kebaikan baginya dan dosa antara dua shalat akan diampuni karenanya.”  HR. Ibnu Majah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu, dalam hadis lain disebutkan  bahwa muadzin memiliki posisi yang begitu istimewa di akhirat kelak.  Posisi istimewa ini diperoleh melalui hasil usaha kerja kerasnya selama  di dunia. Mu’awiyah bin Abi Sufyan pernah mendengar Rasulullah SAW  bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;المؤذنون أطول الناس أعناقا يوم القيامة&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Muadzin adalah orang yang paling panjang lehernya di akhirat kelak,” HR. Ibnu Majah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;An-Nawawi dalam &lt;i&gt;Syarah Muslim&lt;/i&gt; menjelaskan, para ulama baik salaf maupun khalaf berbeda pendapat  mengenai maksud kata “athwalunnas a’naqan” dalam hadis di atas. &amp;nbsp;Ada  ulama yang menafsirkan maksud hadits tersebut adalah di akhirat kelak  semua orang akan melihat banyaknya pahala yang diperoleh seorang  muadzin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula yang memahami “panjang leher” itu berati  muadzin diposisikan sebagai pemimpin di hari akhirat nanti, sebab orang  Arab biasanya menggunakan kata “panjang leher” sebagai tamsil pemimpin.  Sementara Ibnul ‘Arabi berpendapat, maknanya ialah orang yang paling  banyak amalannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan ulama ini tidak saling berlawanan dan  masih bisa dicari titik-temunya. Pada intinya mereka sepakat bahwa  adzan merupakan ibadah yang mulia sehingga ibadah ini akan mengantarkan  orang yang mengumandangkannya pada posisi yang terbaik di akhirat kelak.  Maka dari itu, jangan malu bila diminta untuk mengumandangkan adzan. &lt;i&gt;Wallahu a’lam&lt;/i&gt;. (&lt;b&gt;Hengki Ferdianysah&lt;/b&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,10-id,64731-lang,id-c,ubudiyah-t,Inilah+Kehormatan+untuk+Seorang+Muadzin-.phpx&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Sumber &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ronas.sch.id/feeds/3282987786360114897/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.ronas.sch.id/2016/01/kehormatan-untuk-seorang-muadzin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6270625533048075336/posts/default/3282987786360114897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6270625533048075336/posts/default/3282987786360114897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ronas.sch.id/2016/01/kehormatan-untuk-seorang-muadzin.html' title='Kehormatan untuk Seorang Muadzin'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16301366645865411730</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//images-blogger-opensocial.googleusercontent.com/gadgets/proxy?url=http://1.bp.blogspot.com/-vJsnMRrj10k/VR31NP199iI/AAAAAAAAA0w/cC30nzhf7bA/s220/c5155651be699e37765049768e1b7e0c.jpeg&amp;container=blogger&amp;gadget=a&amp;rewriteMime=image/*'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-SkBjusZ2fOE/VZzynpWOxBI/AAAAAAAADUQ/AkBcHQZzc5A/s72-c/pak%2Bchobir.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6270625533048075336.post-2603552823407355871</id><published>2016-01-07T15:36:00.002+07:00</published><updated>2016-01-07T15:36:22.764+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ubudiyah"/><title type='text'>Orang Pemarah Teladani Siapa?</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-Byo75OMCRmk/TVS7gnzpGTI/AAAAAAAAABI/koxXMFL61Pw/s1600/marah.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-Byo75OMCRmk/TVS7gnzpGTI/AAAAAAAAABI/koxXMFL61Pw/s1600/marah.jpg&quot; height=&quot;303&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Marah merupakan tabi’at yang tidak bisa hilang dalam diri manusia. Ia seakan-akan sudah &lt;em&gt;manunggaling&lt;/em&gt; dengan jiwa manusia. Siapapun sebenarnya memiliki potensi marah.  Walaupun marah tidak bisa dilenyapkan dari tubuh manusia ia mesti selalu  dikontrol dan dikendalikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada manusia, Allah SWT  mengaruniai akal yang berfungsi untuk menuntun amarah. Bila ada manusia  yang tidak mampu mengontrol amarahnya, berarti ia belum mampu  mengoptimalkan kinerja akalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak literatur keislaman  menyebutkan bahwa mengendalikan amarah terbilang perbuatan yang mulia.  Namun, fakta di lapangan sangat sedikit sekali orang yang mampu  menerapkan ajaran ini secara total. Memang rasanya tidak mudah menahan  amarah ketika ada orang zhalim dan menyakiti kita apalagi perbuatan itu  dilakukan berulang-ulang kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab itu Imam al-Ghazali membuat bahasan khusus tentang bahaya amarah dan kiat menghilangkannya dalam &lt;em&gt;Ihya Ulumiddin&lt;/em&gt;. Bahasan ini kemudian disarikan oleh Muhammad Jamaluddin al-Qasimi dalam &lt;em&gt;Mau’idzatul Mu’minin&lt;/em&gt;. Al-Qasimi menyebutkan dalam kitab ini bahwa salah satu cara yang bisa ditempuh untuk meredam amarah ialah sebagai berikut,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;strong&gt;أن  يتفكر في قبح صورته عند الغضب بأن يتذكر صورة غيره في حالة الغضب، ويتفكر  في قبح الغضب في نفسه، ومشابهة صاحبه للكلب الضاري والسبع العادي، ومشابهة  الحليم الهادي التارك للغضب للأنبياء والأولياء والعلماء والحكماء، ويخير  نفسه بين أن يتشبه بالكلاب والسباع وأراذل الناس، وبين أن يتشبه بالعلماء  والأنبياء في عادتهم، لتميل نفسه إلى حب الإقتداء بهؤلاء إن كان قد بقي معه  مسكة من عقل&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara cara menghilangkan marah  ialah membayangkan buruknya rupa orang yang sedang marah sembari  membayangkan bentuk wajah orang lain ketika marah. Jeleknya wajah orang  yang sedang marah itu ditanamkan dalam hati dan jika diperhatikan  wajahnya hampir serupa dengan binantang buas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara orang  yang sabar diberi petunjuk, dan mampu menahan amarah. Rupanya disamakan  dengan para nabi, wali, ulama, dan orang-orang bijak. Ia diberi pilihan  apakah mau disamakan dengan binatang buas atau manusia yang paling  jelek, atau dengan ulama dan para nabi. Tujuan penyamaan ini adalah agar  hati mereka cenderung untuk mengikuti nabi, wali, dan para ulama selama  akal sehat masih ada dalam dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutipan ini sekaligus  sindiran dan solusi bagi orang yang suka marah. Wajahya disamakan dengan  binatang buas. Sedangkan orang yang pandai menahannya diumpakan  karakternya dengan para nabi dan wali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang yang berakal  tentu ungkapan ini akan membuat mereka berubah. Sebab pada dasarnya  tidak ada manusia yang mau disamakan dengan binatang. Berdasarkan  penjelasan ini dapat dipahami bahwa Islam identik dengan keramahan,  bukan kemarahan. &lt;em&gt;Wallahu a’lam&lt;/em&gt;. (&lt;strong&gt;Hengki Ferdiansyah&lt;/strong&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,10-id,64067-lang,id-c,ubudiyah-t,Orang+Pemarah+Teladani+Siapa+-.phpx&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Sumber&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ronas.sch.id/feeds/2603552823407355871/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.ronas.sch.id/2016/01/orang-pemarah-teladani-siapa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6270625533048075336/posts/default/2603552823407355871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6270625533048075336/posts/default/2603552823407355871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ronas.sch.id/2016/01/orang-pemarah-teladani-siapa.html' title='Orang Pemarah Teladani Siapa?'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16301366645865411730</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//images-blogger-opensocial.googleusercontent.com/gadgets/proxy?url=http://1.bp.blogspot.com/-vJsnMRrj10k/VR31NP199iI/AAAAAAAAA0w/cC30nzhf7bA/s220/c5155651be699e37765049768e1b7e0c.jpeg&amp;container=blogger&amp;gadget=a&amp;rewriteMime=image/*'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-Byo75OMCRmk/TVS7gnzpGTI/AAAAAAAAABI/koxXMFL61Pw/s72-c/marah.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6270625533048075336.post-8376321521825937903</id><published>2016-01-06T06:00:00.001+07:00</published><updated>2016-01-06T06:00:14.463+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="taushiyah"/><title type='text'>Tentang Welas Asih</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-K3zj-R8C_SI/VoPQXvxZWhI/AAAAAAAABZw/q-cER5CIEHI/s1600/artikel1418718956.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; display: inline !important; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;182&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-K3zj-R8C_SI/VoPQXvxZWhI/AAAAAAAABZw/q-cER5CIEHI/s320/artikel1418718956.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Maka, suatu hari Imam Ali berjalan di salah satu gang di Kota Kufah, Irak. Ketika itu mata Imam Ali tertuju pada seorang lelaki yang sedang mengemis. Dia sedih melihat kejadian itu, lalu berkata pada orang-orang di tempat tersebut: “Apa yang tengah aku saksikan ini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang warga berkata: “Ia seorang Kristen yang sudah tua hingga tidak mampu bekerja lagi. Ia juga tidak memiliki harta untuk menjamin keluarganya. Maka dengan mengemis itu dia memenuhi kebutuhan hidupnya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar jawaban itu Imam Ali sedih dan berujar: “Ketika ia muda kalian pekerjakan dia, tapi setelah tua kalian tinggalkan?” Kemudian Imam Ali mengambil sejumlah uang dari baitul mal muslimin untuk mencukupi kehidupan lelaki tua tersebut. DIA YANG BUKAN SAUDARAMU DALAM IMAN, ADALAH SAUDARA DALAM KEMANUSIAAN”.&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, welas asih itu tidak bersekat.*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*** &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini mungkin kita sedang menuju situasi untuk mengulang sejarah berabad-abad lalu. Ini adalah zaman makin banyak orang yang lebih suka berbicara menghitung-hitung keburukan orang lain ketimbang menghitung keburukan diri sendiri, zaman ketika orang lebih suka mendengar untuk membantah (bukan mengambil pelajaran), zaman ketika orang lebih suka berbantah-bantahan tentang perkara agama demi memuaskan hasratnya untuk dianggap benar dan paham -- pendeknya zaman ketika orang lebih suka memandang keburukan orang lain ketimbang keburukan diri sendiri, di mana, menurut al-Muhasibi &quot;makin banyak orang saling bersaksi tentang kekafiran dan kesesatan orang lain sampai pada tindakan menghalalkan darah kelompok yang tidak sejalan dengan mereka, padahal sebelumnya mereka bersaudara dalam urusan Allah dan saling bersepakat.&quot; Masing-masing golongan di antara mereka berargumentasi dengan ayat-ayat Mutasyabihat dan dengan atsar (Jejak Rasul dan pendapat sahabat) yang sejalan dengan keinginan (hawa nafsu dan prasangka) mereka sehingga mereka tersesat dan menyesatkan banyak orang. Social-media telah mengakselerasi benih-benih perpecahan ini. Setiap kita menyebar gagasan yang memuat &quot;kebencian&quot; dan klaim &quot;engkau kafir dan sesat,&quot; maka diam-diam kita menyemai secara perlahan rasa benci yang tak berkesudahan, yang barangkali anak cucu kita yang akan memanennya dalam bentuk pertikaian yang berdarah-darah. Nauzdubillah mindzalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Muhasibi, seorang sufi agung yang oleh Syekh al-Qusyairi dikatakan &quot;Sufi yang luar biasa kealiman dan kesalehannya,&quot; telah mengingatkan agar orang berhati-hati dengan dirinya sendiri. Al-Muhasibi adalah julukan atasnya karena dia adalah orang yang paling tekun dalam bermuhasabah, mawas diri secara kognitif dan spiritual. Ada &quot;keanehan&quot; dalam metode muhasabah ini. Pada awalnya orang meneliti dan merenungi dirinya sendiri, menyaksikan berbagai keburukan dari yang paling jelas, dan perlahan-lahan melihat begitu banyak tipuan hawa-nafsu dan syahwat yang terselip dalam amal apapun. Maka makin takutlah ia kepada Allah, dan makin merasa sangat butuh pertolongan-Nya. Ia merasa hina, dan tawadhu&#39;nya menjadi makin murni. Pada saat yang sama setiap kali ia berusaha keras bertaubat atas segala dosa yang dilihat dalam dirinya sendiri, ia sekaligus perlahan-lahan melihat rahmat dan kasih-sayang-Nya, yang tiada batas. Jika istiqomah, dalam analisis terakhir, akan tumbuh sifat welas asihnya. Semakin mengenali dirinya, orang akan melihat bahwa dalam kemanusiaan ada rahasia kasih-sayang-Nya. Karena agama sesungguhnya adalah untuk memperbaiki akhlak, yakni agar manusia mengejawantahkan pantulan keagungan, kebaikan dan keindahan yang dipancarkan dari Nama-Nama-Nya. Muhyiddin Ibn &#39;Arabi pernah mengatakan bahwa &quot;Cinta&quot; adalah salah satu alasan utama dari penciptaan semesta. Wujudnya adalah kasih sayang-Nya yang tanpa batas. Meskipun dalam praktiknya kita sulit menjadi &quot;manusia&quot; sebagaimana yang Dia kehendaki, meski dalam kenyataan dunia ada begitu banyak kengerian, teror dan kekejaman, dan segala daya-daya kegelapan yang senantiasa membayang kehidupan, manusia tidak diperbolehkan putus asa, sebab Allah berfirman: &quot;dan janganlah berputus asa dari Rahmat Allah&quot; -- Mungkin ini karena bani Adam adalah adalah wadah paling baik dari tajalli-Nya, sebab dikatakan &quot;Manusia diciptakan sesuai dengan citra ar-Rahman,&quot; dan &quot;Aku adalah rahasia insan, dan insan adalah Rahasia-Ku.&quot; Maka agama sesungguhnya mengajarkan agar kita menjadi manusia -- memanusiakan manusia. Memanusiakan manusia lain adalah sama artinya memanusiakan diri sendiri. Jika demikian, dan ini disadari dan dihayati serta diamalkan dalam laku keseharian, maka perbedaan-perbedaan apapun, entah ras, agama, kedudukan dan sebagainya, yang adalah keniscayaan, sebenarnya tak perlu menjadi soal, bukan halangan untuk menghormati dan saling berkasih-sayang sesama manusia. Seperti dikatakan Habib Luthfi: &quot;Jika sulit mencari alasan untuk menghormati pemeluk agama lain, maka alasan bahwa manusia adalah ciptaan Allah SWT adalah sudah cukup.&quot; Welas asih muncul karena diri sudah tak bisa merasa lebih baik ketimbang orang lain, dan karena menyaksikan setiap manusia punya masalah dan setiap orang, entah apapun agama dan keyakinannya, diam-diam punya kerinduan untuk &quot;pulang&quot; ke sisi-Nya dalam keadaan baik. Imam Ali karamallahu wajhah berkata, &quot;Dia yang bukan saudaramu dalam iman, adalah saudaramu dalam kemanusiaan.&quot; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh al-Muhasibi memberi nasihat yang masih relevan hingga saat ini: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dan bagaimana engkau bisa menghina seorang Muslim sedangkan engkau tidak mengetahui kesudahan hidupnya dan kesudahan hidupmu sendiri, juga tidak mengetahui rumah yang mana di antara surga dan neraka tempat engkau kembali? Maka jika engkau menasihati dirimu, sesungguhnya dirimu itu lebih berhak untuk mendapatkan penghinaan. Bukankah engkau lebih mengetahui tentang keburukan-keburukan jiwamu dan kekejian jiwamu daripada orang lain? Maka jika engkau mengira bahwa dirimu mampu mengetahui rahasia orang lain seperti halnya rahasiamu, sesungguhnya engkau telah mengaku-aku perkara yang amat besar, karena sesungguhnya engkau tidak mengetahui rahasia orang lain seperti halnya rahasiamu kecuali dengan merendahkan dirimu dan tidak menganggap dirimu suci [dan paling benar].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya terlarang bagimu untuk menganggap utama dirimu, juga terlarang untuk menganggap dirimu [paling] suci. Sebab, siapa tahu, barangkali engkau pada hari kiamat kelak berada di bawah telapak kaki orang-orang yang telah engkau remehkan, engkau caci maki dan engkau hina-hina di dunia. Renungkanlah apa yang engkau dengar, kemudian mintalah bantuan kepada Allah untuk melenyapkan kesombongan dari hatimu. Semoga Allah melindungi kita dari hal demikian&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://rumahcahaya.blogspot.co.id/2015/12/tentang-welas-asih.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Sumber&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ronas.sch.id/feeds/8376321521825937903/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.ronas.sch.id/2016/01/tentang-welas-asih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6270625533048075336/posts/default/8376321521825937903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6270625533048075336/posts/default/8376321521825937903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ronas.sch.id/2016/01/tentang-welas-asih.html' title='Tentang Welas Asih'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16301366645865411730</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//images-blogger-opensocial.googleusercontent.com/gadgets/proxy?url=http://1.bp.blogspot.com/-vJsnMRrj10k/VR31NP199iI/AAAAAAAAA0w/cC30nzhf7bA/s220/c5155651be699e37765049768e1b7e0c.jpeg&amp;container=blogger&amp;gadget=a&amp;rewriteMime=image/*'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-K3zj-R8C_SI/VoPQXvxZWhI/AAAAAAAABZw/q-cER5CIEHI/s72-c/artikel1418718956.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6270625533048075336.post-9198982394575432503</id><published>2016-01-05T06:00:00.000+07:00</published><updated>2016-01-05T06:00:09.673+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="taushiyah"/><title type='text'>Putus Cinta dari Allah SWT</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-ZMhEhsxeoy0/VoOOo02o2WI/AAAAAAAABY8/RyFbQW9QprI/s1600/habib-muhammad-luthfi-bin-yahya.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Habib Luthfi Bin Yahya&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-ZMhEhsxeoy0/VoOOo02o2WI/AAAAAAAABY8/RyFbQW9QprI/s320/habib-muhammad-luthfi-bin-yahya.jpg&quot; title=&quot;Habib Luthfi Bin Yahya&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Oleh: Habib Luthfi Bin Yahya&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Para ulama dahulu tidak meninggalkan al-Quran dan hadis, inti dari apa yang mereka tuliskan sesuai dengan al-Quran dan hadis, meskipun tidak secara leterlek. Tidak lain tujuannya agar mudah dipahami oleh pemula dan awam, sehingga diambil inti-intinya saja. Misalnya saja kitab matan al-gayah wa al-taqrib atau yang popular dengan sebutan kitab taqrib, sebuah kitab fiqh dasar yang membahas fiqih secara komprehensip yang ditulis oleh ulama besar al-Qadhi Abi Syuja Ahmad bin al-Husain bin Ahmad al-Isfihani (w. 593 H). &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kitab ini dalam pemaparannya tidak menyebutkan dalil-dalil al-Quran maupun hadis sebagai pijakannya, langsung menyebutkan kesimpulan-kesimpulan hukum. Karena kitab ini kitab matan untuk memudahkan hafalan, untuk tujuan itu bahkan beberapa kitab fiqih lain dibuat dalam bentuk nadzam (syair), tentu tidak bisa panjang lebar apalagi memuat dalil al-Quran dan hadis, seperti kitab al-Zubad yang ditulis seorang waliy Ibn Ruslan. Ulama berikutnya membuat catatan kaki mencantumkan dalil-dalil, riwayat-riwayat yang menjadi sumber isntinbath (pengambilan hukum) oleh ulama penyusun kitab matan itu. Seperti kitab taqrib, yang diterbitkan oleh Dar Ibn Hazm yang di tahqiq oleh Hamid al-Hamudi, kitab tipis itu menjadi cukup tepal karena hampir setiap permasalahannya diberi catatan kaki berupa dalil, baik hadis maupun al-Quran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk kitab-kitab tasawuf juga demikian, diantaranya kitab jami’ ushul auliya yang dibaca setiap pagi Jumat Kliwon. Baiklah demikian sebagai pengantar. Pembahasan kali ini tentang aurad, dzikir, dst. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencintai Alloh tanpa mencintai Rasulullah saw itu tidak mungkin, karena sesuai dengan firman Allah qul in kuntum tuhibbunallah fattabiuni,  Katakanlah Muhammad jika kalian mencintai Allah maka ikutilah Aku... (Qs. Ali Imran: 31). Allah mengenal semua makhluknya, kita juga tahu Allah tapi belum tentu kita mengenal-Nya. Sarat mengenal Allah itu adalah mahbbatu rasulihi, mencintai Nabi-Nya. Kita tahu Allahu wahdahu la syarika lauhu maushufun bi kulli kamal wa munazahun an kulli naqshin, Allah Maha Esa dalam dzat, sifat dan perbuatannya, tidak ada sekutu mempunyai segala sifat kesempurnaan dan bersih dari segala kekurangan yang disangkakan kepada-Nya. Tapi tahu itu semua belum tentu kenal. Tahu dan kenal itu berbeda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak akan mengumpamakan Allah dengan selain Allah, ini contoh saja. Mengatakan cinta kepada Allah itu ada cirinya, ada tandanya. Kita tidak mungkin mengutakan cinta pada seorang perempuan saat dia lewat naik motor kemudian di cegat, lalu Anda mengatakan Aku cinta kamu, jika begitu caranya paling dikira gila. Demikian juga jika ada perempuan baru bangun tidur kemudian keluar rumah untuk mencari perhatian laki-laki itu juga salah. Perempuan ya membesihkan badan dahulu, bersolek dahulu, memakai bedak, lipstik, memakai pakaian yang bersih dan rapi. Kalau jaman dulu, laki-laki jatuh cinta pada seorang perempuan yang mengirim surat cinta, muji-muji, pendekatan pada yang dicintai dan keluarganya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga cinta kepada Allah, kita membaca tasbih, membaca tahmid (pujian), kepada Allah sebagai bukti cinta kita. Sebelum menikah cemburunya minta ampun. Lihat perempuan yang kita cintai boncengan dengan laki-laki lain cemburu, padahal ternyata itu masih saudara si wanita. Lalu kita tidak pernah merasa takut putus cinta kepada Allah? Putus cinta dari Allah karena dosa-dosa apalagi syirik. Sebelum makan kita menyebut nama Allah, bismilahirahman nirahim, betul itu sunah. Akan tetapi lebih dari itu kita berupaya mengenali anugerah Allah, kita mengingat Allah karena kita tidak bisa menciptakan nasi walau hanya sebutir saja. Niat makan untuk ibadah, jadi badan tidak akan mau diajak maksiat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum diakhiri mari membaca fatihah mudah-mudahan hujan agar saudara-saudara kita bisa bercocok tanam. Bacaan fatihah kedua agar dolar naik. Fatihah ketiga untuk sauara muslim yang negaranya sedang berperang, untuk keselamatan anak-anak kecil, semoga perang dibalik menjadi kedamaian. Fatihah ke empat untuk saudara kita yang sakt, untuk yang wafat diampuni dosanya dan diterima amal ibadahanya amin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Tsi, disarikan dari pengajian Jumat Kliwon pada 14/08/15)&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.habiblutfi.net/index.php/artikel/item/471-putus-cinta-dari-allah-swt&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;b&gt;Sumber &lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ronas.sch.id/feeds/9198982394575432503/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.ronas.sch.id/2016/01/putus-cinta-dari-allah-swt.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6270625533048075336/posts/default/9198982394575432503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6270625533048075336/posts/default/9198982394575432503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ronas.sch.id/2016/01/putus-cinta-dari-allah-swt.html' title='Putus Cinta dari Allah SWT'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16301366645865411730</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//images-blogger-opensocial.googleusercontent.com/gadgets/proxy?url=http://1.bp.blogspot.com/-vJsnMRrj10k/VR31NP199iI/AAAAAAAAA0w/cC30nzhf7bA/s220/c5155651be699e37765049768e1b7e0c.jpeg&amp;container=blogger&amp;gadget=a&amp;rewriteMime=image/*'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-ZMhEhsxeoy0/VoOOo02o2WI/AAAAAAAABY8/RyFbQW9QprI/s72-c/habib-muhammad-luthfi-bin-yahya.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6270625533048075336.post-6598984772274060313</id><published>2016-01-04T06:00:00.000+07:00</published><updated>2016-06-17T01:43:45.740+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerpen"/><title type='text'>Bidadari itu Dibawa Jibril</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-6iT6oT1KI-g/VlkW5-UEPqI/AAAAAAAAAgc/4n38PifkaUg/s1600/pintu.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;169&quot; src=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-6iT6oT1KI-g/VlkW5-UEPqI/AAAAAAAAAgc/4n38PifkaUg/s1600/pintu.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Oleh: A. Mustofa Bisri&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Sebelum jilbab populer seperti sekarang ini, Hindun sudah selalu memakai busana muslimah itu. Dia memang seorang muslimah taat dari keluarga taat. Meski mulai SD tidak belajar agama di madrasah, ketaatannya terhadap agama, seperti salat pada waktunya, puasa Senin-Kamis, salat Dhuha, dsb, tidak kalah dengan mereka yang dari kecil belajar agama. Apalagi setelah di perguruan tinggi. Ketika di perguruan tinggi dia justru seperti mendapat kesempatan lebih aktif lagi dalam kegiatan-kegiatan keagamaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam soal syariat agama, seperti banyak kaum muslimin kota yang sedang semangat-semangatnya berislamria, sikapnya tegas. Misalnya bila dia melihat sesuatu yang menurut pemahamannya mungkar, dia tidak segan-segan menegur terang-terangan. Bila dia melihat kawan perempuannya yang muslimah--dia biasa memanggilnya ukhti--jilbabnya kurang rapat, misalnya, langsung dia akan menyemprotnya dengan lugas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia pernah menegur dosennya yang dilihatnya sedang minum dengan memegang gelas tangan kiri, &quot;Bapak kan muslim, mestinya bapak tahu soal tayammun;&quot; katanya, &quot;Nabi kita menganjurkan agar untuk melakukan sesuatu yang baik, menggunakan tangan kanan!&quot; Dosen yang lain ditegur terang-terangan karena merokok. &quot;Merokok itu salah satu senjata setan untuk menyengsarakan anak Adam di dunia dan akherat. Sebagai dosen, Bapak tidak pantas mencontohkan hal buruk seperti itu.&quot; Dia juga pernah menegur terang-terangan dosennya yang memelihara anjing. &quot;Bapak tahu enggak? Bapak kan muslim?! Anjing itu najis dan malaikat tidak mau datang ke rumah orang yang ada anjingnya!&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping ketaatan dan kelugasannya, apabila bicara tentang Islam, Hindun selalu bersemangat. Apalagi bila sudah bicara soal kemungkaran dan kemaksiatan yang merajalela di Tanah Air yang menurutnya banyak dilakukan oleh orang-orang Islam, wah, dia akan berkobar-kobar bagaikan banteng luka. Apalagi bila melihat atau mendengar ada orang Islam melakukan perbuatan yang menurutnya tidak rasional, langsung dia mengecapnya sebagai klenik atau bahkan syirik yang harus diberantas. Dia pernah ikut mengoordinasi berbagai demonstrasi, seperti menuntut ditutupnya tempat-tempat yang disebutnya sebagai tempat-tempat maksiat; demonstrasi menentang sekolah yang melarang muridnya berjilbab; hingga demonstrasi menuntut diberlakukannya syariat Islam secara murni. Mungkin karena itulah, dia dijuluki kawan-kawannya si bidadari tangan besi. Dia tidak marah, tetapi juga tidak kelihatan senang dijuluki begitu. Yang penting menurutnya, orang Islam yang baik harus selalu menegakkan amar makruf nahi mungkar di mana pun berada. Harus membenci kaum yang ingkar dan menyeleweng dari rel agama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Hindun, amar makruf nahi mungkar bukan saja merupakan bagian dari keimanan dan ketakwaan, tetapi juga bagian dari jihad fi sabilillah. Karena itu dia biarkan saja kawan-kawannya menjulukinya bidadari tangan besi.Ketika beberapa lama kemudian dia menjadi istri kawanku, Mas Danu, ketaatannya kian bertambah, tetapi kelugasan dan kebiasaannya menegur terang-terangan agak berkurang. Mungkin ini disebabkan karena Mas Danu orangnya juga taat, namun sabar dan lemah lembut. Mungkin dia sering melihat bagaimana Mas Danu, dengan kesabaran dan kelembutannya, justru lebih sering berhasil dalam melakukan amar makruf nahi mungkar. Banyak kawan mereka yang tadinya mursal, justru menjadi insaf dan baik oleh suaminya yang lembut itu. Bukan oleh dia.*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lama aku tidak mendengar kabar mereka, kabar Mas Danu dan Hindun. Dulu sering aku menerima telepon mereka. Sekadar silaturahmi. Saling bertanya kabar. Tetapi, kemudian sudah lama mereka tidak menelepon. Aku sendiri pernah juga beberapa kali menelepon ke rumah mereka, tapi selalu kalau tidak terdengar nada sibuk, ya, tidak ada yang mengangkat. Karena itu, ketika Mas Danu tiba-tiba menelepon, aku seperti mendapat kejutan yang menggembirakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama sekali kami berbincang-bincang di telepon, melepas kerinduan.Setelah saling tanya kabar masing-masing, Mas Danu bilang, &quot;Mas, Sampeyan sudah dengar belum? Hindun sekarang punya syeikh baru lo?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Syeikh baru?&quot; tanyaku. Mas Danu memang suka berkelakar.&quot;Ya, syeikh baru. Tahu, siapa? Sampeyan pasti enggak percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Siapa, mas?&quot; tanyaku benar-benar ingin tahu.&quot;Jibril, mas. Malaikat Jibril!&quot;&quot;Jibril?&quot; aku tak bisa menahan tertawaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang sahabatku ini memang sulit dibedakan apakah sedang bercanda atau tidak.&quot;Jangan ketawa! Ini serius!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Wah. Katanya, bagaimana rupanya?&quot; aku masih kurang percaya.&quot;Dia tidak cerita rupanya, tetapi katanya, Jibril itu humoris seperti Sampeyan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Saya ngakak. Tetapi, di seberang sana, Mas Danu kelihatannya benar-benar serius, jadi kutahan-tahan juga tawaku. &quot;Bagaimana ceritanya, mas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Ya, mula-mula dia ikut grup pengajian. Kan di tempat kami sekarang lagi musim grup-grup pengajian. Ada pengajian eksekutif; pengajian seniman; pengajian pensiunan; dan entah apa lagi. Nah, lama-lama gurunya itu didatangi malaikat Jibril dan sekarang malaikat Jibril itulah yang langsung mengajarkan ajaran-ajaran dari langit. Sedangkan gurunya itu hanya dipinjam mulutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Bagaimana mereka tahu bahwa yang datang itu malaikat Jibril?&quot;&quot;Lo, malaikat Jibrilnya sendiri yang mengatakan. Kepada jemaahnya, gurunya itu, maksud saya malaikat Jibril itu, menunjukkan bukti berupa fenomena-fenomena alam yang ajaib yang tidak mungkin bisa dilakukan oleh manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Ya, tetapi jin dan setan kan bisa melakukan hal seperti itu, mas!&quot; selaku, &quot;Kan ada cerita, dahulu Syeikh Abdul Qadir Jailani, sufi yang termasyhur itu, pernah digoda iblis yang menyamar sebagai Tuhan berbentuk cahaya yang terang benderang. Konon, sebelumnya, Iblis sudah berhasil menjerumuskan 40 sufi dengan cara itu. Tetapi, karena keimanannya yang tebal, Syeikh Abdul Qadir bisa mengenalinya dan segera mengusirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Tak tahulah, mas. Yang jelas jemaahnya banyak orang pintarnya lo.&quot;Wah.&quot;Ketika percakapan akhirnya disudahi dengan janji dari Mas Danu dia akan terus menelepon bila sempat, aku masih tertegun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku membayangkan sang bidadari bertangan besi yang begitu tegar ingin memurnikan agama itu kini &quot;hanya&quot; menjadi pengikut sebuah aliran yang menurut banyak orang tidak rasional dan bahkan berbau klenik. Allah Mahakuasa! Dialah yang kuasa menggerakkan hati dan pikiran orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa minggu kemudian aku mendapat telepon lagi dari sahabatku Mas Danu. Kali ini, dia bercerita tentang istrinya dengan nada seperti khawatir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Wah, mas; Hindun baru saja membakar diri. &quot;Apa, mas?&quot; aku terkejut setengah mati, &quot;membakar diri bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Gurunya yang mengaku titisan Jibril itu mengajak jemaahnya untuk membersihkan diri dari kekotoran-kekotoran dosa. Mereka menyiram diri mereka dengan spritus kemudian membakarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Hei,&quot; aku ternganga. Dalam hati aku khawatir juga, soalnya aku pernah mendengar di luar negeri pernah terjadi jemaah yang diajak guru mereka bunuh diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Yang lucu, mas,&quot; suara Mas Danu terdengar lagi melanjutkan, &quot;gurunya itu yang paling banyak terbakar bagian-bagian tubuhnya. Berarti kan dia yang paling banyak dosanya ya, mas?!  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Aku mengangguk, lupa bahwa kami sedang bicara via telepon.&quot;Doakan sajalah mas!&quot; kata sahabatku di seberang menutup pembicaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian Mas Danu menelepon lagi, menceritakan bahwa istrinya kini jarang pulang. Katanya ada tugas dari Syeikh Jibril yang mengharuskan jemaahnya berkumpul di suatu tempat. Tugas berat, tetapi suci. Memperbaiki dunia yang sudah rusak ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Pernah pulang sebentar, mas&quot; kata Mas Danu di telepon, &quot;dan Sampeyan tahu apa yang dibawanya? Dia pulang sambil memeluk anjing. Entah dapat dari mana?&quot;***Setelah itu, Mas Danu tidak pernah menelepon lagi. Aku mencoba menghubunginya juga tidak pernah berhasil. Baru hari ini. Tak ada hujan tak ada angin, aku menerima pesan di HP-ku, SMS, isinya singkat: &quot;Mas, Hindun sekarang sudah keluar dari Islam. Dia sudah tak berjilbab, tak salat, tak puasa. (Danu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Aku tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan Mas Danu saat menulis SMS itu. Aku sendiri yang menerima pesan itu, tidak bisa menggambarkan perasaanku sendiri. Hanya dari mulutku meluncur saja ucapan masya Allah. &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ronas.sch.id/feeds/6598984772274060313/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.ronas.sch.id/2016/01/bidadari-itu-dibawa-jibril.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6270625533048075336/posts/default/6598984772274060313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6270625533048075336/posts/default/6598984772274060313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ronas.sch.id/2016/01/bidadari-itu-dibawa-jibril.html' title='Bidadari itu Dibawa Jibril'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16301366645865411730</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//images-blogger-opensocial.googleusercontent.com/gadgets/proxy?url=http://1.bp.blogspot.com/-vJsnMRrj10k/VR31NP199iI/AAAAAAAAA0w/cC30nzhf7bA/s220/c5155651be699e37765049768e1b7e0c.jpeg&amp;container=blogger&amp;gadget=a&amp;rewriteMime=image/*'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://3.bp.blogspot.com/-6iT6oT1KI-g/VlkW5-UEPqI/AAAAAAAAAgc/4n38PifkaUg/s72-c/pintu.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6270625533048075336.post-5072765103453957826</id><published>2016-01-04T01:38:00.000+07:00</published><updated>2016-06-17T01:17:49.513+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Alumni"/><title type='text'>Sekilas Haul KH. M. Arief Hasan ke-28, Pendiri PP. Roudlotun Nasyiin Mojokerto</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-btjSYBoEeIo/VolhNuU8IRI/AAAAAAAAB9s/bUbUn7it9VQ/s1600/IMG_8135.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;425&quot; src=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-btjSYBoEeIo/VolhNuU8IRI/AAAAAAAAB9s/bUbUn7it9VQ/s640/IMG_8135.JPG&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;o:OfficeDocumentSettings&gt;  &lt;o:AllowPNG/&gt; &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:WordDocument&gt;  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;  &lt;w:TrackMoves/&gt;  &lt;w:TrackFormatting/&gt;  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;  &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;  &lt;w:LidThemeOther&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;  &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;  &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;AR-SA&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;  &lt;w:Compatibility&gt;   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;   &lt;w:EnableOpenTypeKerning/&gt;   &lt;w:DontFlipMirrorIndents/&gt;   &lt;w:OverrideTableStyleHps/&gt;  &lt;/w:Compatibility&gt;  &lt;m:mathPr&gt;   &lt;m:mathFont m:val=&quot;Cambria Math&quot;/&gt;   &lt;m:brkBin m:val=&quot;before&quot;/&gt;   &lt;m:brkBinSub m:val=&quot;&amp;#45;-&quot;/&gt;   &lt;m:smallFrac m:val=&quot;off&quot;/&gt;   &lt;m:dispDef/&gt;   &lt;m:lMargin m:val=&quot;0&quot;/&gt;   &lt;m:rMargin m:val=&quot;0&quot;/&gt;   &lt;m:defJc m:val=&quot;centerGroup&quot;/&gt;   &lt;m:wrapIndent m:val=&quot;1440&quot;/&gt;   &lt;m:intLim m:val=&quot;subSup&quot;/&gt;   &lt;m:naryLim m:val=&quot;undOvr&quot;/&gt;  &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:LatentStyles DefLockedState=&quot;false&quot; DefUnhideWhenUsed=&quot;false&quot;   DefSemiHidden=&quot;false&quot; DefQFormat=&quot;false&quot; DefPriority=&quot;99&quot;   LatentStyleCount=&quot;371&quot;&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;0&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Normal&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 7&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 8&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 9&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;index 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;index 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;index 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;index 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;index 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;index 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;index 7&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;index 8&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;index 9&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; Name=&quot;toc 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; Name=&quot;toc 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; Name=&quot;toc 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; Name=&quot;toc 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; Name=&quot;toc 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; Name=&quot;toc 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; Name=&quot;toc 7&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; Name=&quot;toc 8&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; Name=&quot;toc 9&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Normal Indent&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;footnote text&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;annotation text&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;header&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;footer&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;index heading&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;35&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;caption&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;table of figures&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;envelope address&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;envelope return&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;footnote reference&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;annotation reference&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;line number&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;page number&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;endnote reference&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;endnote text&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;table of authorities&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;macro&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;toa heading&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List Bullet&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List Number&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List Bullet 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List Bullet 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List Bullet 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List Bullet 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List Number 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List Number 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List Number 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List Number 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;10&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Title&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Closing&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Signature&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;1&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; Name=&quot;Default Paragraph Font&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Body Text&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Body Text Indent&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List Continue&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List Continue 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List Continue 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List Continue 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List Continue 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Message Header&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;11&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtitle&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Salutation&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Date&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Body Text First Indent&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Body Text First Indent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Note Heading&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Body Text 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Body Text 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Body Text Indent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Body Text Indent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Block Text&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Hyperlink&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;FollowedHyperlink&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;22&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Strong&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;20&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Emphasis&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Document Map&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Plain Text&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;E-mail Signature&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;HTML Top of Form&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;HTML Bottom of Form&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Normal (Web)&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;HTML Acronym&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;HTML Address&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;HTML Cite&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;HTML Code&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;HTML Definition&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;HTML Keyboard&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;HTML Preformatted&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;HTML Sample&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;HTML Typewriter&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;HTML Variable&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Normal Table&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;annotation subject&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;No List&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Outline List 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Outline List 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Outline List 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Simple 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Simple 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Simple 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Classic 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Classic 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Classic 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Classic 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Colorful 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Colorful 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Colorful 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Columns 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Columns 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Columns 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Columns 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Columns 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Grid 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Grid 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Grid 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Grid 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Grid 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Grid 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Grid 7&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Grid 8&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table List 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table List 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table List 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table List 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table List 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table List 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table List 7&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table List 8&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table 3D effects 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table 3D effects 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table 3D effects 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Contemporary&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Elegant&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Professional&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Subtle 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Subtle 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Web 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Web 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Web 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Balloon Text&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;Table Grid&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Theme&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; Name=&quot;Placeholder Text&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;1&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;No Spacing&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; Name=&quot;Light Shading&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; Name=&quot;Light List&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; Name=&quot;Light Grid&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; Name=&quot;Medium Shading 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; Name=&quot;Medium Shading 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; Name=&quot;Medium List 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; Name=&quot;Medium List 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; Name=&quot;Medium Grid 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; Name=&quot;Medium Grid 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; Name=&quot;Medium Grid 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; Name=&quot;Dark List&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; Name=&quot;Colorful Shading&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; Name=&quot;Colorful List&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; Name=&quot;Colorful Grid&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; Name=&quot;Light List Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; Name=&quot;Revision&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;34&quot; QFormat=&quot;true&quot;    Name=&quot;List Paragraph&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;29&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Quote&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;30&quot; QFormat=&quot;true&quot;    Name=&quot;Intense Quote&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; Name=&quot;Dark List Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; Name=&quot;Light List Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; Name=&quot;Dark List Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; Name=&quot;Light List Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; Name=&quot;Dark List Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; Name=&quot;Light List Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; Name=&quot;Dark List Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; Name=&quot;Light List Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; Name=&quot;Dark List Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; Name=&quot;Light List Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; Name=&quot;Dark List Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;19&quot; QFormat=&quot;true&quot;    Name=&quot;Subtle Emphasis&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;21&quot; QFormat=&quot;true&quot;    Name=&quot;Intense Emphasis&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;31&quot; QFormat=&quot;true&quot;    Name=&quot;Subtle Reference&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;32&quot; QFormat=&quot;true&quot;    Name=&quot;Intense Reference&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;33&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Book Title&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;37&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; Name=&quot;Bibliography&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;TOC Heading&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;41&quot; Name=&quot;Plain Table 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;42&quot; Name=&quot;Plain Table 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;43&quot; Name=&quot;Plain Table 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;44&quot; Name=&quot;Plain Table 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;45&quot; Name=&quot;Plain Table 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;40&quot; Name=&quot;Grid Table Light&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;46&quot; Name=&quot;Grid Table 1 Light&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;47&quot; Name=&quot;Grid Table 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;48&quot; Name=&quot;Grid Table 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;49&quot; Name=&quot;Grid Table 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;50&quot; Name=&quot;Grid Table 5 Dark&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;51&quot; Name=&quot;Grid Table 6 Colorful&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;52&quot; Name=&quot;Grid Table 7 Colorful&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;46&quot;    Name=&quot;Grid Table 1 Light Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;47&quot; Name=&quot;Grid Table 2 Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;48&quot; Name=&quot;Grid Table 3 Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;49&quot; Name=&quot;Grid Table 4 Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;50&quot; Name=&quot;Grid Table 5 Dark Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;51&quot;    Name=&quot;Grid Table 6 Colorful Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;52&quot;    Name=&quot;Grid Table 7 Colorful Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;46&quot;    Name=&quot;Grid Table 1 Light Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;47&quot; Name=&quot;Grid Table 2 Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;48&quot; Name=&quot;Grid Table 3 Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;49&quot; Name=&quot;Grid Table 4 Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;50&quot; Name=&quot;Grid Table 5 Dark Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;51&quot;    Name=&quot;Grid Table 6 Colorful Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;52&quot;    Name=&quot;Grid Table 7 Colorful Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;46&quot;    Name=&quot;Grid Table 1 Light Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;47&quot; Name=&quot;Grid Table 2 Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;48&quot; Name=&quot;Grid Table 3 Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;49&quot; Name=&quot;Grid Table 4 Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;50&quot; Name=&quot;Grid Table 5 Dark Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;51&quot;    Name=&quot;Grid Table 6 Colorful Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;52&quot;    Name=&quot;Grid Table 7 Colorful Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;46&quot;    Name=&quot;Grid Table 1 Light Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;47&quot; Name=&quot;Grid Table 2 Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;48&quot; Name=&quot;Grid Table 3 Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;49&quot; Name=&quot;Grid Table 4 Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;50&quot; Name=&quot;Grid Table 5 Dark Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;51&quot;    Name=&quot;Grid Table 6 Colorful Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;52&quot;    Name=&quot;Grid Table 7 Colorful Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;46&quot;    Name=&quot;Grid Table 1 Light Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;47&quot; Name=&quot;Grid Table 2 Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;48&quot; Name=&quot;Grid Table 3 Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;49&quot; Name=&quot;Grid Table 4 Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;50&quot; Name=&quot;Grid Table 5 Dark Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;51&quot;    Name=&quot;Grid Table 6 Colorful Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;52&quot;    Name=&quot;Grid Table 7 Colorful Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;46&quot;    Name=&quot;Grid Table 1 Light Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;47&quot; Name=&quot;Grid Table 2 Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;48&quot; Name=&quot;Grid Table 3 Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;49&quot; Name=&quot;Grid Table 4 Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;50&quot; Name=&quot;Grid Table 5 Dark Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;51&quot;    Name=&quot;Grid Table 6 Colorful Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;52&quot;    Name=&quot;Grid Table 7 Colorful Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;46&quot; Name=&quot;List Table 1 Light&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;47&quot; Name=&quot;List Table 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;48&quot; Name=&quot;List Table 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;49&quot; Name=&quot;List Table 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;50&quot; Name=&quot;List Table 5 Dark&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;51&quot; Name=&quot;List Table 6 Colorful&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;52&quot; Name=&quot;List Table 7 Colorful&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;46&quot;    Name=&quot;List Table 1 Light Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;47&quot; Name=&quot;List Table 2 Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;48&quot; Name=&quot;List Table 3 Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;49&quot; Name=&quot;List Table 4 Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;50&quot; Name=&quot;List Table 5 Dark Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;51&quot;    Name=&quot;List Table 6 Colorful Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;52&quot;    Name=&quot;List Table 7 Colorful Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;46&quot;    Name=&quot;List Table 1 Light Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;47&quot; Name=&quot;List Table 2 Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;48&quot; Name=&quot;List Table 3 Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;49&quot; Name=&quot;List Table 4 Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;50&quot; Name=&quot;List Table 5 Dark Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;51&quot;    Name=&quot;List Table 6 Colorful Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;52&quot;    Name=&quot;List Table 7 Colorful Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;46&quot;    Name=&quot;List Table 1 Light Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;47&quot; Name=&quot;List Table 2 Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;48&quot; Name=&quot;List Table 3 Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;49&quot; Name=&quot;List Table 4 Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;50&quot; Name=&quot;List Table 5 Dark Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;51&quot;    Name=&quot;List Table 6 Colorful Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;52&quot;    Name=&quot;List Table 7 Colorful Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;46&quot;    Name=&quot;List Table 1 Light Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;47&quot; Name=&quot;List Table 2 Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;48&quot; Name=&quot;List Table 3 Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;49&quot; Name=&quot;List Table 4 Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;50&quot; Name=&quot;List Table 5 Dark Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;51&quot;    Name=&quot;List Table 6 Colorful Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;52&quot;    Name=&quot;List Table 7 Colorful Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;46&quot;    Name=&quot;List Table 1 Light Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;47&quot; Name=&quot;List Table 2 Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;48&quot; Name=&quot;List Table 3 Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;49&quot; Name=&quot;List Table 4 Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;50&quot; Name=&quot;List Table 5 Dark Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;51&quot;    Name=&quot;List Table 6 Colorful Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;52&quot;    Name=&quot;List Table 7 Colorful Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;46&quot;    Name=&quot;List Table 1 Light Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;47&quot; Name=&quot;List Table 2 Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;48&quot; Name=&quot;List Table 3 Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;49&quot; Name=&quot;List Table 4 Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;50&quot; Name=&quot;List Table 5 Dark Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;51&quot;    Name=&quot;List Table 6 Colorful Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;52&quot;    Name=&quot;List Table 7 Colorful Accent 6&quot;/&gt; &lt;/w:LatentStyles&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;&lt;style&gt; /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;;  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-parent:&quot;&quot;;  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin-top:0cm;  mso-para-margin-right:0cm;  mso-para-margin-bottom:8.0pt;  mso-para-margin-left:0cm;  line-height:107%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:&quot;Calibri&quot;,sans-serif;  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-language:EN-US;} &lt;/style&gt;&lt;![endif]--&gt; &lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span class=&quot;5yl5&quot;&gt;&lt;b&gt;RONAS - TAK TERASA&lt;/b&gt;, 28 tahun sudah KH. M. Arief Hasan meninggalkan pesantren Roudlotun Nasyiin. Sebagaimana tahun-tahun yang sudah berjalan, pada hari minggu (03/01), Pondok Pesantren Roudlotun Nasyiin yang berlokasi di utara sungai brantas, tepatnya Desa Beratkulon Kec. Kemlagi Kab Mojokerto kembali menggelar acara rutin tahunan berupa peringatan Haul KH. M. Arief Hasan ke – 28, sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span class=&quot;5yl5&quot;&gt;Ribuan tamu undangan tampak memadati lokasi acara yang difokuskan di area makam KH. M. Arief Hasan. Tamu undangan yang berasal dari alumni pesantren, wali santri, tokoh dan pemuka masyarakat, baik dari dalam maupun luar mojokerto itu berbondong - bondong menghadiri acara tersebut. Tak pelak, panitia yang sudah menyiapkan acara sedemikian rupa harus kewalahan akibat undangan yang ternyata di luar perkiraan. Kursi yang sudah dipersiapkan penuh sesak, para undangan banyak yang tidak kebagian tempat duduk, sehingga harus mengambil tempat darurat di beberapa titik lokasi acara.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span class=&quot;5yl5&quot;&gt;Hadir dalam acara tersebut beberapa pemuka agama, tokoh masyarakat, dan kiai pondok pesantren di wilayah Kabupaten Mojokerto, diantaranya adalah KH. In&#39;am Pengasuh Ponpes Darul Falah Mojokerto, KH. Imam Muslim, Pengasuh Ponpes Tahfidzul Qur&#39;an Beratkulon, serta beberapa kiai yang lain.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-3sQqINJ0XsE/VolgYz1XhiI/AAAAAAAAB9o/fRuyUTLZEt8/s1600/IMG_8224.JPG&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;266&quot; src=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-3sQqINJ0XsE/VolgYz1XhiI/AAAAAAAAB9o/fRuyUTLZEt8/s400/IMG_8224.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class=&quot;5yl5&quot;&gt;Dalam acara haul yang ke 28 kali ini, pembicara yang sudah dipersiapkan oleh panitia jauh-jauh hari adalah KH. Ali Masyhuri, Syuriah PWNU Jawa Timur dan KH. Chusen Ilyas, Suriah NU Mojokerto. Namun menjelang pelaksanaan acara, kedua pembicara yang dimaksud tidak bisa memenuhi undangan panitia karena ada kepentingan mendadak. Alhasil, pembicara pada haul kali ini digantikan oleh KH. Marzuki Mustamar, Ketua Tanfidziyah PCNU kota Malang, &lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;dan KH. Mas`ud Yunus, yang tahun ini masih menjabat sebagai walikota Mojokerto.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span class=&quot;5yl5&quot;&gt;Dalam sambutannya, KH. Marzuki Mustamar mengemukakan bahwa santri adalah aset bangsa yang memiliki potensi meneruskan perjuangan para ulama. Itulah sebabnya, santri harus bangga sekaligus sadar dengan posisinya sehingga harus sungguh-sungguh dalam menuntut ilmu di pesantren. Terbukti di masyarakat, bahwa santri tidak hanya memegang peranan dalam hal tertentu, tapi juga bisa berkecimpung di wilayah apa saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-zRCHASAGRDs/Volo7pctdoI/AAAAAAAAB98/wvxZLzD0cBY/s1600/IMG_8073.JPG&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;266&quot; src=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-zRCHASAGRDs/Volo7pctdoI/AAAAAAAAB98/wvxZLzD0cBY/s400/IMG_8073.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class=&quot;5yl5&quot;&gt;KH. Marzuki juga menghimbau kepada hadirin, bahwa generasi masa kini harus mengedepankan&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;5yl5&quot;&gt; wilayah ruhani dalam pendidikan agama dengan memperbanyak istighfar, tahlilan, membaca yasin, meningkatkan ibadah sholat, dan lain sebagainya. Sebab tantangan yang harus dihadapi demikian berat. Degradasi moral yang menyerbu hampir semua lini, kerusakan zaman yang begitu niscaya, serta kemungkaran yang semakin nyata dari hari kehari. Itulah sebabnya, santri harus terus meningkatkan kualitas keimanan agar tidak gampang terseret arus zaman, apalagi pada zaman akhir, banyak paham beredar yang tidak sesuai dengan yang diajarkan selama menuntut ilmu di pesantren.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span class=&quot;5yl5&quot;&gt;Pada kesempatan lain, KH. Mas`ud Yunus yang menjadi pembicara kedua menambahkan, bahwa pendidikan haruslah diutamakan. Beliau mencontohkan sesuai dengan posisinya sebagai walikota Mojokerto, bahwa di Kota Mojokerto program - program yang dikedepankan adalah mengutamakan pendidikan dengan memberikan fasilitas - fasilitas yang dibutuhkan oleh pelajar, menggratiskan biaya sekolah, angkutan umum, dan infrastruktur lainnya. Harapannya, pendidikan 12 tahun bisa betul-betul dirasakan oleh masyarakat mojokerto pada umumnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-gab8tYuutRU/Volo-blhZzI/AAAAAAAAB-E/U5PShu9En9A/s1600/IMG_8100.JPG&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;266&quot; src=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-gab8tYuutRU/Volo-blhZzI/AAAAAAAAB-E/U5PShu9En9A/s400/IMG_8100.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class=&quot;5yl5&quot;&gt;Acara Haul KH. M. Arief Hasan ke - 28 ini adalah mengenang perjuangan KH. M. Arief Hasan selaku pendiri pondok pesantren Roudlotun Nasyiin Mojokerto. Seperti yang dipahami, ulama adalah suluh bagi kepekatan zaman. Para ulama-lah yang mampu memberikan bekal kepada para santri sehingga siap menjalani kehidupan di masyarakat sesuai dengan yang dikehendaki Allah, melalui Nabi Agung Muhammad SAW. Dengan demikian diharapkan seluruh masyarakat dan orang tua harus mendidik putra-putrinya tidak hanya urusan dunia semata, tapi menyeimbangkan antara dunia dan akherat dengan membekali anaknya dengan akhlak yang baik. Dan pesantren adalah tempatnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span class=&quot;5yl5&quot;&gt;Dalam serangkaian acara, ditampilkan juga juara lomba dalam rangka &lt;i&gt;&lt;b&gt;haflah akhirussanah&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; yang telah dilaksanakan sebelumnya, diantaranya adalah penampilan juara pidato bahasa inggris, pidato bahasa arab, pidato bahasa indonesia, MSQ (&lt;i&gt;Musabaqah Syarhil Qur&#39;an&lt;/i&gt;) dan Sholawat Al Banjari. Para undangan tampak khusyu’ mengikuti acara tersebut hingga paripurna setelah dhuhur. (&lt;i&gt;Reporter&lt;/i&gt;: &lt;b&gt;Taufik Akbar&lt;/b&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ronas.sch.id/feeds/5072765103453957826/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.ronas.sch.id/2016/01/haul-kh-m-arief-hasan-ke-28-pendiri.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6270625533048075336/posts/default/5072765103453957826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6270625533048075336/posts/default/5072765103453957826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ronas.sch.id/2016/01/haul-kh-m-arief-hasan-ke-28-pendiri.html' title='Sekilas Haul KH. M. Arief Hasan ke-28, Pendiri PP. Roudlotun Nasyiin Mojokerto'/><author><name>Akbar Zein</name><uri>https://plus.google.com/110807500243520759031</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-DFiutu9UbJc/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAACOw/g4nAOELeP3g/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://2.bp.blogspot.com/-btjSYBoEeIo/VolhNuU8IRI/AAAAAAAAB9s/bUbUn7it9VQ/s72-c/IMG_8135.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6270625533048075336.post-706178811753380538</id><published>2016-01-03T06:00:00.000+07:00</published><updated>2016-01-03T06:00:00.309+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="tokoh"/><title type='text'>Syaikh Bahauddin, Sang Pendiri Tarekat Naqsyabandiyah (3)</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-Y-nVac4F7zE/Vlb0SAlcIeI/AAAAAAAAK6o/HomfdUibTNQ/s1600/Syaikh%2BBahauddin.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-Y-nVac4F7zE/Vlb0SAlcIeI/AAAAAAAAK6o/HomfdUibTNQ/s1600/Syaikh%2BBahauddin.jpg&quot; height=&quot;320&quot; width=&quot;223&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Mengembalikan Esensi Tasawuf &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shah Naqsyabandi muncul untuk merevitalisasi perilaku beragama dengan mengajak kembali kepada tradisi yang hidup pada zaman Nabi SAW. Bagi Shah Naqsyabandi, hakikat sebuah tarekat adalah penerapan ajaran syariat dalam wujud yang paling sempurna dan konsisten. Sementara itu, hakikat adalah terealisasikannya “maqam kehambaan” seorang anak manusia di hadapan Allah SWT. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shah Naqsyabandi menyatakan bahwa tasawuf adalah inti agama, dan inti terdalam dari tasawuf itu sendiri adalah muraqabah, musyahadah, dan muhasabah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muraqabah adalah melupakan segala sesuatu yang selain Allah, dengan hanya memfokuskan hati dan perbuatan hanya kepada Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musyahadah adalah menyaksikan keagungan dan keindahan Allah dalam seluruh eksistensi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu muhasabah adalah introspeksi diri yang terus-menerus agar tidak lalai dari jalan yang mulia ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ketiga inti tasawuf itu, hati seorang salik akan terus hidup dan dihidupkan oleh dzikrullah serta kebersamaan dengan Allah dalam setiap detak jantung dan hembusan nafasnya sampai dia tidur sekalipun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar bisa mencapai maqam tersebut, seorang salik harus menjalani pelatihan (riyadlah) dibawah bimbingan seorang Maha Guru Spiritual. Dialah yang akan mengajarkan prosesi berdzikir dalam hati, sebagaimana Firman Allah dalam Surat Al-A’raf ayat 205: “Dan sebutlah nama Tuhanmu di dalam hatimu dengan penuh kesungguhan dan rasa takut (akan tidak diterima amal perbuatanmu), tanpa bersuara pada pagi dan sore hari. Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shah Naqsyabandi pernah menyatakan, bahwa shalat adalah titian spiritual yang paling efektif bagi seorang muslim asalkan shalatnya khusyu’. Untuk mewujudkannya, setiap muslim haruslah mengkonsumsi makanan-makanan yang halal dan tidak pernah lalai berdzikir kepada Allah. Ia harus selalu merasakan kebersamaan dengan Allah kapanpun dan dimanapun, khususnya saat berwudhu dan takbiratul ihram. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disisi lain, tasawuf bagi Shah Naqsyabandi adalah sebuah perilaku sosial yang positif. Bukan sekedar berbudi pekerti luhur, tapi juga berbuat kebajikan kepada sesama makhluk Allah. Seorang salik tidak boleh menganggap dirinya lebih mulia dibandingkan dengan seekor anjing sekalipun. Dia juga harus selalu siap untuk mengulurkan tangan kepada siapapun yang membutuhkan bantuannya. Bahkan bantuan tersebut bukan hanya diberikan dalam bentuk materi saja, tapi juga dalam bentuk ruhani dan spiritual. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, bertasawuf juga berarti menghormati waktu. Shah Naqsyabandi pernah menegaskan dalam bahasa Persia, “Orang yang berakal sempurna, pasti tidak suka berkawan dengan seseorang yang suka menunda-nunda pekerjaan, jika mampu dilakukan hari ini. Waktu harus digunakan untuk ibadah, dalam pengertiannya yang paling komprehensif: berbuat kebajikan, baik yang ritual maupun yang sosial. Dan tidak boleh ada waktu yang berlalu sedetikpun tanpa yakin bahwa kita selalu “mengingat” dan “bersama” Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, bertasawuf bagi Shah Naqsyabandi adalah mewujudkan ketundukan penuh kepada Nabi Muhammad SAW secara paripurna: menjalankan perintahnya, menjauhi larangannya, meneladani perbuatannya, dan menghayati spiritualitasnya, sesuai dengan ajaran Islam menurut Ahlus Sunnah Wal Jamaah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak heran kalau banyak ulama yang berpendapat bahwa Tarekat Naqsyabandiyah adalah saripati semua tarekat kaum sufi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan barangsiapa yang suluknya tidak sesuai dengan ajaran Shah Naqsyabandi, berarti sudah keluar dari jalur yang benar, meskipun mengaku sebagai pengikut beliau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shah Naqsyabandi pernah menegaskan, “Tasawuf adalah syariat. Dan barangsiapa mengaku sebagai pengikut tasawuf, tetapi tidak menerapkan syariat, berarti dia telah tersesat.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, Tarekat Naqsyabandiyah itu jalur ke atas dari Syaikh Muhammad Abdul Khaliq al-Fajduwani, ke atasnya lagi dari Syaikh Yusuf al-Hamadani, seorang wali quthub masyhur sebelum Syaikh Abdul Qadir al-Jilani. Syaikh Yusuf al-Hamadani kalau berkata “mati” kepada seseorang, maka orang tersebut akan mati seketika, berkata “hidup” maka langsung hidup seketika, lalu ke atasnya lagi Syaikh Abu Yazid Thaifur al-Busthami sampai Khalifah Abu Bakar as-Shiddiq. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun dzikir khafi (sirri) itu asalnya dari Syaikh Abdul Khaliq al-Fajduwani yang mengaji tafsir di hadapan Syaikh Sodruddin. Pada saat sampai ayat berdoalah kepada Tuhanmu dengan cara tadharru’ dan menyamarkan diri, lalu beliau berkata, “bagaimana hakikatnya dzikir khafi atau dzikir sirri dan kaifiyahnya itu?” Jawab sang guru, “Oh… itu ilmu laduni dan insya Allah kamu akan diajari dzikir khafi.” Akhirnya yang memberi pelajaran langsung kepada Syaikh Abdul Khaliq adalah Nabi Khadir AS. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah pada suatu hari, Syaikh Muhammad Bahauddin An-Naqsyabandi bersama salah seorang sahabat karibnya, yang bernama Muhammad Zahid pergi ke padang pasir dengan membawa cangkul, kemudian ada hal yang mengharuskannya untuk membuang cangkul tersebut. Lalu mereka berbicara tentang ma’rifat, sampai pada pembicaraan tentang ubudiyah. “Lha.. kalau sekarang pembicaraan kita sampai begini, kan berarti sudah sampai derajat yang kalau mengatakan kepada teman matilah, maka akan mati seketika”. Lalu tanpa sengaja, Syaikh Bahauddin berkata kepada Muhammad Zahid, “matilah kamu!” seketika itu Muhammad Zahid mati dari pagi samapi waktu dzuhur. Melihat hal tersebut, Syaikh Bahauddin menjadi kebingungan apalagi melihat mayat temannya yang telah berubah, karena terkena panasnya matahari. Tiba-tiba ada ilham, “Hai Muhammad, berkatalah ‘ahyi’ (hiduplah kamu).” Kemudian Syaikh Bahauddin berkata ‘ahyi’ sebanyak 3 kali. Saat itulah terlihat mayat Muhammad Zahid bergerak sedikit demi sedikit hingga kembali seperti semula. Ini adalah pengalaman pertama Syaikh Bahauddin dan yang menunjukkan bahwa beliau adalah seorang wali yang sangat mustajab doanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Tajuddin, salah satu murid Syaikh Bahauddin berkata, “Ketika aku disuruh guruku dari Qashrul Arifan menuju Bukhara, yang jaraknya sekitar satu pos, aku jalankan dengan sangat cepat karena aku berjalan sambil terbang di udara. Suatu ketika, saat aku terbang ke Bukhara, dalam perjalanan terbang tersebut aku bertemu dengan guruku, semenjak itu kekuatanku untuk terbang dicabut oleh guruku dan seketika itu aku tidak bisa terbang lagi sampai saat ini.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Afif ad-Dikaroniy berkata: “Pada suatu hari aku berziarah ke makam Syaikh Bahauddin an-Naqsyabandi, lalu aku melihat ada orang yang menjelek-jelekkan beliau, aku peringatkan ‘kamu jangan berkata jelek terhadap Syaikh Bahauddin dan jangan kurang tata kramanya kepada Kekasih Allah’. Dia tidak mau tunduk dengan peringatanku, seketika itu ada serangga datang dan menyengat dia terus-menerus. Dia meratap kesakitan, lalu dia meminta maaf kepada Syaikh Bahauddin dan bertobat kemudian sembuh seketika.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tausiyah dan Pesan-Pesan Beliau &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Bahauddin An-Naqsyabandi membangun tarekatnya berdasarkan pengamalan Al-Qur’an dan pengajaran Sunnah Nabi. Ketika orang-orang bertanya kepada beliau, “Apa persyaratan bagi yang ingin mengikuti tarekat anda?” Beliau menjawab: “Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW.” Beliau lalu melanjutkan, “Tarekat kami adalah sesuatu yang langka, yang menjaga al-‘urwat al-wutsqa, ikatan yang tak terputuskan, dan tak meminta apapun dari pengikutnya, melainkan untuk selalu memegang teguh Sunnah yang murni dari Rasulullah SAW dan mengikuti jalan para Sahabat Nabi dalam ijtihad mereka.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Syaikh Bahauddin Naqsyabandi, “Pencari Tuhan akan bisa mencapai pengetahuan ma’rifat melalui tiga cara: &lt;br /&gt;Muraqabah (kontemplasi).&lt;br /&gt;Musyahadah (penyaksian, visi) dan&lt;br /&gt;Muhasabah (menghisab diri sendiri). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Shah Naqsyabandi berkata: “Salah satu pintu yang paling penting menuju ke Hadirat Allah adalah makan-minum dengan “kesadaran”. Makanan memberikan kekuatan bagi tubuh, dan makan dengan kesadaran memberikan kesucian bagi tubuh.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat beliau diundang ke sebuah kota bernama Ghaziat dimana salah seorang muridnya telah menyiapkan makanan baginya. Ketika mereka duduk untuk makan, beliau tidak menyentuh makanannya. Tuan rumah menjadi terkejut. Shah Naqsyabandi berkata, “Wahai anakku, Aku ingin tahu bagaimana engkau menyiapkan makanan ini, sejak engkau membuat adonan dan memasaknya sampai engkau menyajikannya, engkau berada dalam keadaan marah. Makanan ini bercampur dengan kemarahan itu. Jika kita memakan makanan itu, syetan akan menemukan jalan untuk masuk melaluinya dan menyebarkan sifat-sifat buruknya ke seluruh tubuh kita.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di waktu yang lain beliau diundang ke kota Herat oleh Raja Hussain. Raja Hussain sangat senang dengan kunjungan Shah Naqsyabandi dan memberikan pesta besar baginya. Raja mengundang semua menterinya, syaikh-syaikh dari kerajaannya dan seluruh tokoh terhormat. Raja Hussain berkata, “Makanlah makanan ini. Ini adalah makanan yang murni, yang dibuat dari uang yang halal yang kudapat dari warisan ayahku.” Semua orang makan kecuali Shah Naqsyabandi, hal ini mendorong Syaikh al-Islam pada saat itu, Qutb ad-Din, untuk bertanya,”Wahai Syaikh kami, mengapa engkau tidak makan?” Shah Naqsyabandi berkata, “Aku mempunyai seorang hakim tempat aku berkonsultasi. Aku bertanya kepadanya dan hakim itu berkata kepadaku. “Wahai anakku, mengenai makanan ini terdapat dua kemungkinan. Jika makanan ini tidak halal dan engkau tidak makan, maka bila engkau ditanya engkau dapat menjawab: “Aku datang ke meja seorang raja, tetapi aku tidak makan.” Engkau akan selamat karena engkau tidak makan. Tetapi bila engkau makan kemudian engkau ditanya, maka apa yang akan kau katakan? Maka engkau tidak akan selamat.” Pada saat itu, Qutb ad-Din begitu terkesan dengan kata-kata ini dan tubuhnya mulai bergetar. Beliau harus meminta izin kepada raja untuk menghentikan makannya. Raja sangat heran dan bertanya, “Apa yang harus kita lakukan dengan semua makanan ini?” Shah Naqsyabandi berkata, “Jika ada keraguan mengenai kesucian makanan ini, lebih baik berikan kepada fakir miskin. Kebutuhan mereka akan makanan, membuatnya halal bagi mereka. Jika seperti yang engkau katakan, “makanan ini halal”, maka akan lebih banyak lagi berkah dalam pemberian makanan ini sebagai sedekah kepada mereka yang membutuhkan daripada menjamu orang-orang yang tidak benar-benar membutuhkannya.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kebesaran namanya, tarekat yang dipimpinnya tersebar dengan cepat dan termasyhur serta memiliki pengikut yang sangat banyak dan tersebar ke seluruh dunia. Beliau meletakkan dasar-dasar dzikir qalbi yang sirri, dzikir bathin qalbi yang tidak berbunyi dan tidak bergerak, dan beliau meletakkan kemurnian ibadah semata-mata karena Allah, tergambar dalam doa beliau yang diajarkan kepada murid-muridnya yaitu “Ilahi Anta Maqshudi wa Ridlaka Mathlubi”. Secara murni meneruskan thariqah as-Sirriyah zaman Rasulullah, thariqah al-Ubudiyah zaman Abu Bakar as-Shiddiq dan thariqah as-Siddiqiyah zaman Salman al-Farisi. Beliau amat masyhur dengan keramat-keramatnya dan makmur dengan kekayaannya, lagi terkenal sebagai wali akbar dan wali qutub yang afdhol yang amat tinggi hakikat dan ma’rifatnya. Beliau juga menjadi penasehat utama sultan Khalil di Samarkand, fatwa-fatwanya menjadi rujukan hakim-hakim agung dalam memutuskan perkara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wafatnya Shah Naqsyabandi &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang akhir masa hidupnya, Syaikh Bahauddin lebih sering mengurung diri di kamar. Banyak orang yang datang mengunjungi beliau. Semakin banyak orang yang berkunjung, ketika sakitnya makin parah. Saat ajal menjelang, beliau memerintahkan agar dibacakan Surat Yasin. Selesai dibacakan Surat Yasin, beliau mengangkat tangan sambil mengucap dua kalimat syahadat dan lantas wafat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Bahauddin wafat pada hari Senin malam tanggal 3 Rabiul Awal tahun 791 H / 1388 M dalam usia 74 tahun. Beliau dimakamkan di halaman rumahnya (taman miliknya) di desa Qashrul Arifan sebagaimana permintaan beliau. Para pengikut beliau membangun qubah yang besar, karena tak pernah sepinya makam tersebut dari para peziarah. Penerus Raja Bukhara menjaga madrasah dan masjidnya, memperluas dan meningkatkan waqafnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdul Wahab asy-Sya’rani, seorang Kutub Spiritual di masanya mengatakan, “Ketika Syaikh Bahauddin an-Naqsyabandi dikuburkan, di makamnya, terbukalah sebuah pintu ke Surga baginya, sehingga makamnya menjadi sebuah Taman Surga. Dua makhluk ruhani (spiritual) yang berpenampilan mempesona datang dan memberi salam kepada beliau sambil berkata, “Kami telah menunggu sekian lama untuk melayani anda, sejak Allah SWT menciptakan kami. Dan sekarang, waktunya telah tiba bagi kami untuk melayani anda.” Maulana Syaikh Bahauddin an-Naqsyabandi menjawab, “Aku tidak akan berpaling kepada selain Allah, karena aku tidak butuh apapun. Yang kubutuhkan hanyalah Dia.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Bahauddin meninggalkan banyak murid dan penerus yang hebat-hebat, yang paling menonjol diantara mereka adalah Syaikh Muhammad bin Muhammad Alauddin al-Khwarazmi al-Bukhari al-Atthar dan Syaikh Muhammad bin Muhammad bin Mahmud al-Hafizi yang dikenal sebagai Muhammad Parsa, penulis kitab Risalah Qudsiyah. Kepada yang pertamalah Syaikh Bahauddin meneruskan ilmunya dan menjadi ahli silsilah ke 16. Dari murid-muridnya dahulu sampai sekarang banyak melahirkan wali-wali besar di Timur maupun di Barat, sehingga ajarannya meluas ke seluruh pelosok dunia. Beliau pulalah yang mengatur pelaksanaan suluk dari 40 hari menjadi 10 hari yang dilaksanakan secara efisien dan efektif dengan disiplin dan adab suluk yang teguh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar masa hidupnya dihabiskan di Bukhara, Uzbekistan serta daerah di dekatnya, Transoxiana. Ini dilakukan untuk menjaga prinsip “melakukan perjalanan di dalam negeri”, yang merupakan salah satu bentuk “laku”, seperti yang ditulis oleh Omar Ali-Shah dalam bukunya, Ajaran atau Rahasia dari Tarekat Naqsyabandiyah. Perjalanan jauh yang dilakukannya hanya pada waktu beliau menjalankan ibadah haji dua kali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, curahkan dan limpahkanlah keridhoan atasnya dan anugerahilah kami dengan rahasia-rahasia yang Engkau simpan padanya, Aamiin. &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ronas.sch.id/feeds/706178811753380538/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.ronas.sch.id/2016/01/syaikh-bahauddin-sang-pendiri-tarekat_3.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6270625533048075336/posts/default/706178811753380538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6270625533048075336/posts/default/706178811753380538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ronas.sch.id/2016/01/syaikh-bahauddin-sang-pendiri-tarekat_3.html' title='Syaikh Bahauddin, Sang Pendiri Tarekat Naqsyabandiyah (3)'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16301366645865411730</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//images-blogger-opensocial.googleusercontent.com/gadgets/proxy?url=http://1.bp.blogspot.com/-vJsnMRrj10k/VR31NP199iI/AAAAAAAAA0w/cC30nzhf7bA/s220/c5155651be699e37765049768e1b7e0c.jpeg&amp;container=blogger&amp;gadget=a&amp;rewriteMime=image/*'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-Y-nVac4F7zE/Vlb0SAlcIeI/AAAAAAAAK6o/HomfdUibTNQ/s72-c/Syaikh%2BBahauddin.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6270625533048075336.post-8456276305037102100</id><published>2016-01-02T06:00:00.000+07:00</published><updated>2016-01-02T06:00:08.659+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="tokoh"/><title type='text'>Syaikh Bahauddin, Sang Pendiri Tarekat Naqsyabandiyah (2)</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-Y-nVac4F7zE/Vlb0SAlcIeI/AAAAAAAAK6o/HomfdUibTNQ/s1600/Syaikh%2BBahauddin.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Syaikh Bahauddin An-Naqsyabandi&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-Y-nVac4F7zE/Vlb0SAlcIeI/AAAAAAAAK6o/HomfdUibTNQ/s1600/Syaikh%2BBahauddin.jpg&quot; title=&quot;Syaikh Bahauddin An-Naqsyabandi&quot; width=&quot;223&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Kemajuan dan Perjuangannya dalam Tarekat. &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shah Naqsyabandi menyatakan, “Suatu saat aku mengalami ekstase dan tanpa sadar berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain, aku tak menyadari apa yang tengah kulakukan hingga kakiku robek dan berdarah terkena duri. Aku merasa diriku ditarik ke rumah Syaikhku, Sayid Amir Kulal. Saat itu malam sungguh gelap tanpa bulan dan bintang. Udara amat dingin dan aku tak memiliki apapun kecuali jubah kulit yang sudah usang. Ketika aku tiba di rumahnya, aku menemukan beliau sedang duduk bersama sahabat-sahabatnya. Ketika beliau melihatku, beliau berkata kepada para pengikutnya, “Bawa dia keluar! Aku tak menginginkan dia berada di rumahku.” Mereka lalu mengeluarkan aku dan aku merasakan egoku berusaha menguasaiku, mencoba meracuni kepercayaanku pada Syaikh-ku. Pada saat itu, hanya Perlindungan Allah dan Rahmat-Nya-lah satu-satunya pendukungku dalam menerima penghinaan ini. Lalu aku berkata pada egoku, “Demi Allah dan demi Syaikhku, aku tak memperkenankanmu untuk meracuni kepercayaanku kepada Syaikhku. Aku begitu lelah dan tertekan sehingga aku merendahkan diri di depan pintu kesombongan, meletakkan kepalaku di bawah pintu rumah Syaikhku dan bersumpah dengan Nama Allah bahwa aku tak akan pindah sampai beliau menerimaku kembali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salju mulai turun dan udara yang begitu dingin menembus tulangku, membuatku gemetar dalam galapnya malam. Bahkan cahaya rembulanpun tak ada untuk sedikit membuatku merasa nyaman. Aku ingat keadaan tersebut hingga aku membeku. Namun cinta akan pintu Ilahi Syaikhku yang ada dalam hatiku, membuatku tetap hangat. Subuhpun datang dan Syaikhku keluar dari pintu tanpa melihatku secara fisik. Beliau menginjak kepalaku yang masih berada di bawah pintunya. Merasakan adanya kepalaku, dengan segera beliau menarik kakinya, membawaku ke dalam rumahnya dan berkata kepadaku, “Wahai anakku, kau telah dihiasi dengan pakaian kebahagiaan. Kau telah dihiasi dengan pakaian cinta Ilahi. Kau telah dihiasi dengan pakaian yang tidak pernah aku dan Syaikhku kenakan. Allah senang denganmu, Rasulullah pun senang denganmu, semua Syaikh dari mata rantai emas senang denganmu.” Kemudian dengan telaten dan sangat hati-hati, beliau mencabuti duri-duri dari kakiku dan membasuh lukaku. Pada saat yang sama, beliau menuangkan ilmu pada hatiku yang tak pernah aku alami sebelumnya. Hal ini membukakan suatu pandangan dimana aku melihat diriku memasuki rahasia Muhammad Rasulullah SAW. Aku melihat diriku memasuki rahasia ayat yang merupakan Hakikat Muhammadiyah (realitas Muhammad). Hal ini mengantarkan aku untuk memasuki rahasia dari kalimat “La ilaha illallah” yang merupakan rahasia dari Wahdaniyah (keunikan Allah). Hal ini lalu mengantar aku untuk memasuki rahasia Asma Allah dan atributnya yang dinyatakan dengan rahasia Ahadiyah (ke-Esa-an Allah). Keadaan-keadaan tersebut tak dapat dilukiskan dengan kata-kata, hanya dapat diketahui lewat rasa di dalam hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di awal perjalananku di tarekat ini, aku biasa berkeliaran di malam hari dari satu tempat ke tempat lainnya di pinggiran kota Bukhara. Sendirian di gelapnya malam, khususnya di musim dingin, aku mengunjungi pemakaman-pemakaman, untuk memetik pelajaran dari yang telah meninggal dunia. Hingga pada suatu malam saat berziarah ke makam Syaikh Muhammad Wasi’, aku melihat lampunya kurang terang, padahal minyaknya masih banyak dan sumbunya juga masih panjang. Tak lama kemudian ada isyarat untuk pindah berziarah ke makam Syaikh Ahmad al-Ahfar (al-Ajgharawa) Buli, disini lampunya juga sama seperti tadi. Di makam Syaikh Ahmad al-Ahfar (al-Ajgharawa) Buli, aku bertemu dengan dua orang yang belum pernah kutemui sebelumnya. Mereka menunggang seekor kuda dan menyuruhku untuk naik ke atas kuda, kemudian mereka mengikatkan dua bilah pedang di sabukku. Mereka mengarahkan kudanya ke makam Syaikh Mazdakhin. Ketika kami tiba, kami semua turun dan memasuki makam dan masjid Syaikh tersebut. disini lampunya juga sama seperti tadi, sampai tak terasa hatiku berkata, “isyarat apakah ini?” Kemudian aku duduk menghadap kiblat sambil bertawajjuh dan menghubungkan hatiku dengan hati Syaikh itu. Selama proses meditasi tersebut, tahu-tahu sekat pembatas antara dunia nyata dan alam barzakh terbuka di hadapanku, sebuah pandangan terbuka padaku dan aku melihat dinding (pagar tembok) yang menghadap kiblat tiba-tiba runtuh (terkuak secara perlahan-lahan). Sebuah singgasana raksasa muncul. Seseorang yang tinggi besar dan tak dapat dilukiskan dengan kata-kata, sedang duduk di singgasana itu. Ia sangat berwibawa, dari wajahnya terpancar Nur yang berkilauan. Aku merasa mengenalnya. Kemanapun aku palingkan wajahku di semesta ini, yang kulihat adalah orang itu. Disamping kanan dan kirinya, terdapat beberapa jamaah termasuk guruku yang telah wafat yaitu Syaikh Muhammad Baba as-Samasi. Kemudian aku merasa takut dengan orang yang tinggi besar itu sementara pada saat yang bersamaan, aku juga merasakan cinta kepadanya. Aku memiliki ketakutan akan kehadirannya yang makin membesar dan cinta kasih akan keindahan dan wibawanya. Aku berkata pada diriku sendiri, “Siapa gerangan manusia agung ini?” Lalu aku mendengar sebuah suara diantara orang-orang di kerumunan itu berkata, “Orang agung nan mulia ini adalah orang yang membesarkanmu di jalan spiritual. Dia adalah syaikhmu. Dia melihat jiwamu manakala masih berupa atom di Hadirat Ilahi. Kau telah berada dalam pelatihannya selama ini. Dialah Syaikh Abdul Khaliq al-Fajduwani. Dan kerumunan yang sedang kau lihat itu adalah para khalifahnya, yang membawa rahasia agung mata rantai emas tarekat agung ini. Kemudian syaikh tersebut mulai menunjuk kepada masing-masing syaikh seraya berkata, “Yang ini, Syaikh Ahmad Shodiq, Syaikh al-Auliya al-Kabir, Syaikh Mahmud al-Anjir, ini Syaikh Arif Riwakri, ini Syaikh Ali Romitani, dan yang ini syaikhmu, Muhammad Baba as-Samasi yang semasa hidupnya memberikan jubahnya untukmu. Apakah kau mengenalnya?” Ya, kataku. Kemudian beliau berkata kepadaku, “Jubah yang dia berikan kepadamu beberapa saat silam itu, sekarang masih ada di rumahmu dan dengan berkah Allah telah menyembuhkan banyak penderitaan dalam hidupmu. Lalu suara lain datang dan berkata, “Syaikh yang berada di singgasana itu akan mengajarimu sesuatu yang engkau perlukan selama berjalan lewat jalan ini.” Aku bertanya, “Apakah mereka akan mengijinkan aku untuk bersalaman dengannya?” Mereka mengijinkannya. Dan beliau membuka hijab (sekat)nya dan akupun mencium tangan beliau. Kemudian beliau mulai menceritakan tentang suluk (perjalanan) awal, pertengahan dan akhir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Syaikh Abdul Khaliq al-Fajduwani memberikan penjelasan mengenai hal-hal yang dialami oleh Syaikh Bahauddin, “Sesungguhnya lampu yang kamu lihat tadi merupakan perlambang bahwa keadaanmu itu sebetulnya terlihat kuat untuk menerima thariqah ini, akan tetapi masih membutuhkan dan harus menambah kesungguhan sehingga betul-betul siap. Kau harus membenahi sumbu yang ada dalam dirimu sehingga cahaya dari yang tak terlihat dapat dikuatkan dalam dirimu dan rahasia-rahasianya dapat terlihat. Untuk itu kamu harus betul-betul menjalankan 3 perkara berikut ini: &lt;br /&gt;Istiqamah mengukuhkan syari’at.&lt;br /&gt;Beramar ma’ruf nahi mungkar.&lt;br /&gt;Menetapi azimah (tetap pada standar tertinggi dari syariat dalam arti, menjalankan agama dengan penuh kesungguhan dan kemantapan tanpa memilih yang ringan-ringan apalagi yang bid’ah dan berpedoman pada perilaku Rasullullah SAW dan para sahabat). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu Syaikh Abdul Khaliq selesai, khalifahnya berkata kepadaku, “Agar yakin akan kebenaran pandanganku ini, beliau mengirimkan satu tanda bagimu. Besok pagi, pergi dan kunjungilah Maulana Syamsuddin al-Ambikuti, yang akan menghakimi dua orang. Katakan padanya bahwa si Turkilah yang benar dan si Saqqalah yang salah. Katakan padanya, kau mencoba membantu si Saqqa, namun kau salah. Perbaikilah dirimu dan bantulah si Turki. Bila si Saqqa menyangkal apa yang kau katakan dan si hakim terus membela si Saqqa, katakan padanya, aku memiliki dua bukti; yang pertama harus bilang pada si Saqqa, wahai Saqqa engkau sedang dahaga. Dia akan mengerti apa arti dahaga itu. Sebagai bukti kedua, kau harus bilang kepada si Saqqa, kau telah meniduri seorang wanita dan dia menjadi hamil dan kau telah memiliki bayi yang telah digugurkan. Dan kau kuburkan bayi itu di bawah pohon pinus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalananmu menuju Maulana Syamsuddin, bawalah tiga butir kismis dan mampirlah ke syaikhmu, Sayid Amir Kulal. Dalam perjalananmu menuju beliau, kau akan bertemu dengan seorang syaikh yang akan memberimu sebantal roti. Ambillah rotinya dan jangan bicara sepatah katapun dengan syaikh tersebut. Lanjutkan hingga kau menemukan sebuah karavan. Seorang petarung akan mendekatimu, nasehati dan dekati dia kembali, dia akan menyesal dan akan menjadi salah seorang pengikutmu. Kenakanlah kopiahmu dan bawalah jubah Azizan kepada Sayid Amir Kulal, letakkanlah jubah dan kopiah tersebut di hadapan beliau dan kamu tidak perlu berkata apa-apa nanti beliau sudah tahu sendiri.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu mereka memindahkan aku dan pandangan itupun berakhir. Aku kembali pada diriku sendiri. Hari berikutnya, aku pulang ke rumahku dan bertanya kepada keluargaku tentang jubah yang telah disebutkan dalam pandangan itu. Mereka membawanya ke hadapanku dan berkata, “Jubah ini telah ada disana sejak lama sekali.” Ketika aku melihat jubah itu, keharuan yang mendalam melandaku. Aku mengambil jubah itu dan pergi ke desa Ambikata di pinggiran Bukhara, menuju masjid Maulana Syamsuddin. Aku shalat Fajar bersamanya, kemudian aku menyampaikan tanda yang sangat membuatnya terkejut. Si Saqqa ada disana dan dia menyangkal ucapanku bahwa si Turkilah yang benar. Lalu aku menyampaikan bukti-bukti itu kepada beliau. Dia menerima yang pertama namun menyangkal yang kedua. Lalu aku mengajak orang-orang yang berada di masjid itu untuk pergi ke pohon pinus yang ada di dekat masjid. Mereka menurut dan menemukan seorang anak yang terkubur disana. Si Saqqa lalu datang dan menangis serta memohon maaf atas apa yang telah dia perbuat, namun semuanya telah berakhir. Maulana Syamsuddin dan orang-orang yang berada di masjid itu benar-benar terkejut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bersiap utuk melakukan perjalanan keesokan harinya ke kota Nasyaf dan telah memegang tiga kismis kering, Maulana Syamsuddin mencoba menahanku dengan berkata, “Aku melihat dalam dirimu ada penyakit karena merindukan kami dan hasrat yang membara untuk menggapai Ilahi. Penyembuhmu berada di tangan kami.” Aku menjawabnya, “Wahai syaikh, aku adalah anak dari orang lain dan aku adalah pengikutnya. Bahkan bila kau tawarkan untuk merawatku dengan susu dari maqam yang lebih tinggi, aku tak dapat menerimanya, kecuali dari seseorang yang kepadanya aku berikan hidupku dan dari padanya aku mengambil bai’at.” Kemudian beliau terdiam dan mengizinkan aku untuk melanjutkan perjalanan. Aku bergerak seperti yang telah diperintahkan hingga aku bertemu dengan syaikh itu dan dia memberiku sebantal roti. Aku tidak bicara dengannya. Aku mengambil rotinya seperti yang telah diperintahkan. Kemudian aku menemukan sebuah karavan. Mereka bertanya, “Dari mana aku berasal?” Ambikata, jawabku. Mereka bertanya lagi, “Kapan aku berangkat?” aku bilang, “Pada saat matahari terbit.” Mereka terkejut dan berkata, “Desa itu bermil-mil jauhnya dan akan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menempuh jarak itu. Kami meninggalkan desa itu tadi malam dan kau di saat matahari terbit, namun kau telah menyusul kami.” Aku melanjutkan perjalanan hingga aku bertemu dengan seorang tukang kuda dia menyapaku, “Siapa kau? Aku takut kepadamu!” Aku bilang, “di tanganku-lah kau akan bertobat.” Dia lalu turun dari kudanya, menunjukkan seluruh kerendahannya di hadapanku dan bertobat. Dan melemparkan seluruh botol anggur yang telah dibawanya. Dia menemaniku menemui syaikhku, Sayid Amir Kulal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bertemu dengan Sayid Amir Kulal, aku menyerahkan jubah dan kopiah Azizan kepadanya, beliau terdiam untuk beberapa saat, kemudian beliau berkata, “Ini adalah jubah Azizan, aku diberitahu tadi malam bahwa kau akan membawanya kepadaku dan aku diperintahkan untuk menyimpannya dalam sepuluh lapisan penutup.” Lalu beliau menyuruhku untuk memasuki ruangan pribadinya. Beliau mengajariku dan menempatkan dzikir khafi di dalam hatiku. Beliau memerintahkan aku untuk memelihara dzikir itu siang dan malam. Sebagaimana yang telah diperintahkan oleh Syaikh Abdul Khaliq Al-Fajduwani dalam pandangan itu untuk berketetapan pada cara yang sulit, maka aku memelihara dzikir khafi yang merupakan bentuk dzikir terpilih. Sebagai tambahan, aku menghadiri kumpulan murid-murid luar untuk belajar ilmu syariat dan al-Hadis dan belajar mengenai sifat-sifat Rasulullah dan para sahabatnya. Aku melakukannya karena pandangan itu menyuruhku demikian dan hal ini menyebabkan perubahan besar dalam kehidupanku. Semua yang diajarkan syaikh Abdul Khaliq Al-Fajduwani dalam pandangan itu melahirkan buah yang diberkahi dalam kehidupanku. Ruhaninya selalu menemani dan mengajariku. &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ronas.sch.id/feeds/8456276305037102100/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.ronas.sch.id/2016/01/syaikh-bahauddin-sang-pendiri-tarekat_2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6270625533048075336/posts/default/8456276305037102100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6270625533048075336/posts/default/8456276305037102100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ronas.sch.id/2016/01/syaikh-bahauddin-sang-pendiri-tarekat_2.html' title='Syaikh Bahauddin, Sang Pendiri Tarekat Naqsyabandiyah (2)'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16301366645865411730</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//images-blogger-opensocial.googleusercontent.com/gadgets/proxy?url=http://1.bp.blogspot.com/-vJsnMRrj10k/VR31NP199iI/AAAAAAAAA0w/cC30nzhf7bA/s220/c5155651be699e37765049768e1b7e0c.jpeg&amp;container=blogger&amp;gadget=a&amp;rewriteMime=image/*'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-Y-nVac4F7zE/Vlb0SAlcIeI/AAAAAAAAK6o/HomfdUibTNQ/s72-c/Syaikh%2BBahauddin.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6270625533048075336.post-1130547270171163886</id><published>2016-01-01T06:00:00.000+07:00</published><updated>2016-01-01T16:13:50.559+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="tokoh"/><title type='text'>Syaikh Bahauddin, Sang Pendiri Tarekat Naqsyabandiyah (1)</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-Y-nVac4F7zE/Vlb0SAlcIeI/AAAAAAAAK6o/HomfdUibTNQ/s1600/Syaikh%2BBahauddin.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-Y-nVac4F7zE/Vlb0SAlcIeI/AAAAAAAAK6o/HomfdUibTNQ/s1600/Syaikh%2BBahauddin.jpg&quot; width=&quot;223&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Riwayat Hidup Syaikh Bahauddin An-Naqsyabandi &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak banyak informasi yang bisa didapat mengenai kehidupan Syaikh Bahauddin An-Naqsyabandi. Ini tidaklah mengherankan, karena semasa hidupnya, beliau melarang para pengikutnya untuk mencatat segala perilaku maupun ucapan-ucapan beliau. Banyak tulisan yang dirangkai, justru setelah beliau wafat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama lengkap beliau adalah Khwajah Shah Muhammad bin Muhammad bin Muhammad al-Husayni Bahauddin an-Naqsyabandi al-Uwaysi al-Bukhari atau dikenal dengan nama Syaikh Bahauddin an-Naqsyabandi. Shah Naqsyabandi diberi gelar Bahauddin karena berhasil menonjolkan sikap beragama yang lurus, tetapi tidak kering. Kemudian sikap beragama yang benar, tetapi penuh penghayatan yang indah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Bahauddin An-Naqsyabandi adalah samudera ilmu yang tak bertepi. Ombaknya dianyam oleh mutiara ilmu Ilahi. Beliau menjernihkan kemanusiaan dengan samudera kemurnian dan kesalehan. Beliau melepaskan dahaga jiwa dengan air yang berasal dari dukungan spiritualnya. Seisi dunia, termasuk samudera dan benua, berada dalam genggamannya. Beliau adalah bintang yang berhiaskan mahkota petunjuk. Beliau mensucikan seluruh jiwa manusia tanpa terkecuali, dengan nafas sucinya. Cahayanya menembus lapisan ketidak-pedulian. Keluar-biasaannya melahirkan bukti terhempasnya asa tertepis dari keraguan hati kemanusiaan. Keajaibannya yang penuh kekuatan membawa kehidupan kembali ke dalam hati setelah kematiannya dan menyiapkan jiwa-jiwa dengan perbekalan mereka bagi kehidupan spiritual dimasa mendatang. Beliau terpelihara di “Maqam Qaba Qausaini” (Maqam Busur Perantara) tatkala beliau masih dalam buaian. Beliau menghisap nektar ilmu gaib secara terus-menerus dari cangkir ma’rifat (realitas). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah yang telah mengirimkan seorang mujaddid (yang menghidupkan agama Islam dan menyesuaikan dengan zaman). Beliau mengangkat hati manusia, menyebabkan mereka meng-angkasa ke langit spiritual. Beliau membuat raja-raja berdiri di pintunya. Beliau menyebarkan petunjuknya dari Utara hingga Selatan, dan dari Timur hingga ke Barat. Beliau tidak meninggalkan sseorangpun tanpa dukungan surgawi, termasuk binatang-binatang liar di rimba raya. Beliau adalah ghauts teragung, busur perantara, sultannya para aulia, kalung bagi seluruh mutiara spiritual yang dipersembahkan di alam semesta ini oleh Hadirat Ilahi. Dengan cahaya petunjuknya, Allah SWT membuat yang baik menjadi yang terbaik, dan mengubah yang jahat menjadi baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau adalah salah satu guru dari Tarekat Naqsyabandiyah dan syaikh dari mata rantai emas serta merupakan pembawa alur khwajagan yang terbaik. Allah SWT menganugerahkannya kekuatan-kekuatan ajaib di masa kecilnya. Beliau telah diajari rahasia tarekat ini oleh guru pertamanya, Khwajah Muhammad Baba as-Samasi, kemudian beliau diberikan rahasia dan kemampuan dari tarekat ini oleh syaikh-nya, Sayyid Amir Kulal. Beliau juga merupakan uwaysi dalam hubungannya dengan Rasulullah SAW, karena beliau dibesarkan dalam hadirat spiritual Syaikh Abdul Khaliq al-Fajduwani, yang telah mendahuluinya dan tidak pernah ditemuinya di dunia. Hal ini sama dengan Uways al-Qarni, seorang tabi’in yang mendapatkan pelajaran spiritual langsung dari Rasulullah SAW. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;Kelahiran Syaikh Bahauddin An-Naqsyabandi&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Bahauddin An-Naqsyabandi dilahirkan pada tanggal 15 Muharram 717 Hijriah bersamaan 1317 Masehi di desa Qashrul Hinduwan (kemudian dikenal dengan nama Qashrul Arifan), beberapa kilometer dari Bukhara Uzbekistan Asia Tengah. Nasabnya bersambung dengan Rasulullah SAW melalui Sayidina al-Husain. Semua keturunan al-Husain di Asia Tengah dan anak Benua India lazim diberi gelar Shah, sedangkan keturunan al-Hasan biasa dikenal dengan gelar Zadah dari kata bahasa arab Saaddah (bentuk plural dari kata Sayyid). Sesuai Sabda Rasulullah tentang Al-Hasan: “Sesungguhnya anakku ini adalah seorang Sayyid.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shah Naqsyabandi lahir dari lingkungan keluarga sosial yang baik dan kelahirannya disertai oleh kejadian yang aneh. Pada masa itu, tradisi keagamaan Islam di Asia Tengah berada dalam bimbingan para Guru Besar Sufi yang dikenal sebagai khawajagan (bentuk plural dari khwajah/khajah, dalam bahasa Persia berarti para kiai agung). Dan pembesar mereka adalah Khwajah Baba as-Samasi yang ketika Shah Naqsyabandi lahir, ia melihat cahaya menyemburat dari arah Qashrul Arifan, saat Khwajah Baba as-Samasi mengunjungi desa sebelah. Khwajah Baba as-Samasi lalu memberitahukan bahwa dari desa itu akan lahir seorang bayi yang akan menjadi orang besar, yang mulia dan agung, baik disisi Allah maupun dihadapan sesama manusia. Menurut satu riwayat, jauh sebelum tiba waktu kelahirannya sudah ada tanda-tanda aneh yaitu bau harum semerbak di desa kelahirannya. Bau harum itu tercium ketika rombongan Khwajah Baba as-Samasi, seorang wali besar dari Samas (sekitar 4 kilometer dari Bukhara), bersama pengikutnya melewati desa tersebut, ketika itu Khwajah Baba as-Samasi berkata, “Bau harum yang kita cium sekarang ini datang dari seorang laki-laki yang akan lahir di desa ini.” Sekitar tiga hari sebelum Shah Naqsyabandi lahir, wali besar ini kembali menegaskan bahwa bau harum itu semakin semerbak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Awal mula dari bimbingannya dan bimbingan dari awal mulanya &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga hari berselang setelah kelahirannya, kakek Shah Naqsyabandi membawanya berkunjung ke Khwajah Baba as-Samasi dan berkata, “Ini adalah cucuku dan aku hadiahkan cucuku ini kepada tuan!” Begitu melihat hadiah yang diberikan oleh kakek Shah Naqsyabandi berupa anak laki-laki, Khwajah Baba as-Samasi berkata kepada para pengikutnya, “Ini adalah anakku dan menjadi saksilah kalian bahwa aku menerima sepenuhnya. Bayi ini adalah Pemegang Ilmu Spiritual yang telah kuceritakan kepada kalian. Aku lihat di masa depan, dia akan menjadi pemandu bagi seluruh umat manusia. Rahasianya akan menggapai seluruh orang-orang shaleh. Pengetahuan Surgawi yang telah dicurahkan oleh Allah kepadanya akan memasuki setiap rumah di Asia Tengah. Asma “Allah” akan terukir dalam hatinya. Dan tarekat ini akan dinamai dengan ukiran tersebut”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khwajah Baba as-Samasi merupakan guru pertama dari Shah Naqsyabandi. Di dalam asuhan, didikan dan gemblengan Khwajah Baba as-Samasi inilah Shah Naqsyabandi mencapai keberhasilan didalam mendekatkan diri kepada Allah. Ia rajin menuntut ilmu dan senang sekali menekuni tasawuf, untuk itu ia tinggal (bermukim) di Samas sampai gurunya wafat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari awal persahabatannya dengan Khwajah Baba as-Samasi, Shah Naqsyabandi melihat anugerah yang tak terhitung didalam dirinya, dan kebutuhan yang amat sangat akan kesucian dan ibadah. Cita-citanya untuk lebih dekat dan wushul kepada Allah tak pernah padam, semakin meningkat dan bertambah kuat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shah Naqsyabandi pernah bercerita: “Sewaktu masih muda, setiap malam, aku bangun lebih awal tiga jam sebelum shalat fajar, berwudlu kemudian melaksanakan shalat-shalat sunnah. Pada suatu hari, saat melaksanakan shalat malam di masjid, dalam sujud terakhir sebelum salam, hatiku bergetar dengan getaran yang sangat menyejukkan sampai terasa hadir dihadapan Allah SWT, saat itu aku berdoa, Ya Allah berilah aku kekuatan untuk menerima bala’ dan cobaannya mahabbah (rasa cinta kepada-Mu). Pagi harinya, aku shalat fajar bersama dengan Syaikhku. Ketika beliau keluar, beliau melihat ke arahku dan berkata (seolah-olah beliau bersamaku ketika aku berdoa tadi malam), “Wahai anakku kau harus mengubah cara berdoamu, sebaiknya kau berdoa seperti ini: “Ya Allah anugerahkanlah ridla-Mu pada hamba yang lemah ini dan berilah hamba apa saja yang Engkau ridlai.” Karena Allah tidak ridla jika hamba-Nya terkena bala’. Allah tidak senang hamba-Nya berada dalam kesulitan. Walau dengan kearifan-Nya, mungkin Allah memberikan kesulitan-kesulitan untuk menguji sang hamba, akan tetapi sang hamba tak boleh meminta dalam kesulitan. Dan seandainya Allah memberi cobaan pada seorang hamba, maka Allah juga yang memberi kekuatan pada sang hamba tersebut.” Sejak saat itu aku berdoa sesuai dengan yang diperintahkan oleh Syaikhku, Khwajah Baba as-Samasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kejadian itu, aku semakin sering mengasingkan diri, aku jadi suka berkhalwat, menyepikan hati dari keramaian dan kesibukan duniawi. Suatu hari, saat aku sedang berkhalwat, terbersit keinginan yang cukup kuat untuk bercakap-cakap dengan sahabat-sahabatku, tiba-tiba langit terbuka dan suatu pemandangan yang agung datang padaku. Aku mendengar sebuah suara yang berkata: “Tidakkah cukup bagimu datang ke Hadirat Kami sendirian saja? Dan meninggalkan seluruh makhluk? Sekarang sudah waktunya bagimu untuk berpaling dari segala sesuatu selain Aku (Allah).” Suara itu membuat hatiku langsung bergetar dengan kencangnya, tubuhku menggigil (gemetar), perasaanku tidak menentu, hingga aku berjalan kesana kemari seperti orang bingung. Aku berlari ke sebuah sungai, kemudian aku menceburkan diri ke dalamnya. Aku cuci pakaianku, aku benamkan kepalaku hingga aku merasa cukup tenang. Aku berniat mandi taubat, berwudhu dan mengerjakan shalat sunnah 2 (dua) rakaat. Dalam shalat inilah, aku merasakan kekhusyukan yang luar biasa, seolah-olah aku berkomunikasi langsung dengan Allah SWT. Aku merasa seolah-olah sedang shalat dalam Hadirat-Nya. Segalanya begitu terbuka kedalam hatiku dalam bentuk tanpa sekat (kasyaf). Seluruh semesta lenyap dan aku tak menghiraukan segala hal kecuali berdoa ke Hadirat-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mengalami jadzab (tarikan Ilahi) yang pertama kali, aku mendengar suara, “Mengapa engkau ingin memasuki thariqah (jalan) ini?” Aku menjawab: “Agar segala yang aku katakan dan aku kehendaki, akan terjadi.” Aku dijawab: “Itu mustahil. Segala yang Kami katakan, dan segala yang Kami kehendaki itulah yang akan terjadi.” Lalu aku berkata: “Aku tak bisa. Aku harus diizinkan untuk berkata dan untuk melakukan segala yang aku suka atau aku tak menginginkan jalan ini.” Lalu aku menerima jawaban, “Tidak bisa. Segala yang Kami kehendaki untuk dikatakan dan apapun yang Kami kehendaki untuk terjadi, pastilah terucapkan dan terjadi.” Lalu aku berkata lagi, “Segala yang aku katakan dan segala yang aku kerjakan itulah yang pasti terjadi.” Kemudian aku ditinggalkan sendirian selama 15 hari hingga aku menderita depresi yang luar biasa. Kemudian aku mendengar sebuah suara, “Wahai Bahauddin, segala yang kau inginkan, akan Kami kabulkan.” Aku amat bergembira, kemudian aku berkata: “Aku ingin diberi sebuah thariqah yang akan memimpin semua orang, dan siapapun yang berjalan di atasnya akan langsung menuju ke Hadirat Ilahi, siapapun yang menjalankan thariqah itu, akan dengan mudah wushul (sampai) ke Hadirat Allah SWT. Kemudian aku melihat suatu pemandangan yang agung dan sebuah suara berkata, “Yang kau minta telah dikabulkan.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Khwajah Baba as-Samasi wafat, beliau mengangkat Shah Naqsyabandi sebagai khalifahnya dan menganugerahinya jubah dan kopiah al-Azizan. Khwajah Baba as-Samasi menyatakan bahwa jalan tasawuf dimulai dengan menjaga kesopanan, tindak-tanduk dan perasaan hati agar tidak lancang kepada Allah, Rasulullah dan Guru Mursyid. Shah Naqsyabandi juga percaya bahwa sebuah jalan spiritual bisa mengantarkan seseorang sampai ke tujuan, kalau dilalui dengan sikap rendah hati dan penuh konsistensi. Karena itu, melaksanakan makna eksplisit dari sebuah perintah, barangkali harus diundurkan (ditunda) demi menjaga kesantunan. Inilah yang dilakukan oleh Shah Naqsyabandi ketika dihentikan oleh lelaki berkuda yang memerintahkan dirinya agar berguru kepada lelaki berkuda tersebut. Dengan tegas tapi sopan, Shah Naqsyabandi menolak seraya mengatakan bahwa dia tahu siapa lelaki berkuda itu. Masalah berguru kepada seorang tokoh adalah masalah jodoh. Meskipun lelaki berkuda itu sangat mumpuni, Shah Naqsyabandi tidak berjodoh dengannya. Sesampainya di kediaman Sayid Amir Kulal, Shah Naqsyabandi langsung ditanya, mengapa ia menolak ajakan lelaki berkuda tadi, yang sebenarnya adalah Nabi Khadir AS? Shah Naqsyabandi menjawab, “Karena hamba diperintahkan untuk berguru kepada tuan!’ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Khwajah Baba as-Samasi wafat, Shah Naqsyabandi pergi ke Samarkand kemudian pulang ke Bukhara, dan menikah disana. Ia tinggal di desa kelahirannya, Qashrul Arifan, yang merupakan pemeliharaan khusus dari Allah untuknya, karena ia menjadi dekat dengan Sayid Amir Kulal dan bisa melayaninya. Ia kemudian belajar ilmu thariqah kepada Sayid Amir Kulal dan banyak mendapatkan rahasia-rahasia thariqah dari Sayid Amir Kulal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayid Amir Kulal pernah berkata: “Khwajah Baba as-Samasi telah berpesan jauh hari sebelumnya padaku bahwa beliau tidak akan senang denganku, bila aku tidak memelihara dan mendidik Bahauddin An-Naqsyabandi meniti suluk sufi sampai ke puncaknya.” Beliau bahkan menegaskan, “Semua ilmu dan pencerahan spiritual yang telah kuberikan padamu menjadi tidak halal bagimu kalau kamu lalai melaksanakan wasiat ini.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shah Naqsyabandi mendapat latihan dasar dalam jalur ini dari Sayid Amir Kulal, yang juga merupakan sahabat dekatnya selama bertahun-tahun. Shah Naqsyabandi dididik pertama kali oleh Sayid Amir Kulal dengan suluk selama 10 hari, selanjutnya dzikir Nafi Itsbat dengan sirri. Setelah semuanya dijalankan dengan kesungguhan dan berhasil, kemudian beliau disuruh memantapkannya lagi dengan tambahan pelajaran beberapa ilmu seperti, ilmu fiqih, hadis dan ilmu akhlaq. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shah Naqsyabandi mendapatkan pelajaran dzikir khafi (tanpa suara) dari Syaikh Abdul Khaliq al-Fajduwani. Beliau mengajarkan dzikir khafi kepada Shah Naqsyabandi melalui pengajaran ruhani. Meskipun Sayid Amir Kulal adalah keturunan spiritual dari Syaikh Abdul Khaliq, tapi Sayid Amir Kulal tidak melakukan dzikir khafi. Beliau mempraktekkan dzikir yang dilakukan dengan bersuara (dzikir jahri). Memang, sejak masa Syaikh Arif ar-Riwikari sampai Sayid Amir Kulal, dzikir atau tawajjuh bersama dilakukan sejara jahri (bersuara), akan tetapi kalau dzikir sendiri secara khafi. Setelah mendapat petunjuk mengenai dzikir khafi (dzikir tanpa suara) tersebut, Shah Naqsyabandi lantas absen dari kelompok tawajjuhan ketika mereka mengadakan dzikir jahri (bersuara). Shah Naqsyabandi tidak pernah ikut bertawajjuh bersama Sayid Amir Kulal yang ketika melakukan dzikir bersama, dilakukan secara jahri. Hal ini menimbulkan prasangka buruk pada murid-murid lain, yang tidak mengerti duduk persoalan. Akan tetapi Sayid Amir Kulal justru bertambah sayang dan cinta kepada Shah Naqsyabandi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, Shah Naqsyabandi dipanggil oleh gurunya, Sayid Amir Kulal. Disitu telah berkumpul murid-murid senior Sayid Amir Kulal dan para khalifah beliau. Kemudian beliau berkata, “Wahai murid-muridku sekalian…….. ketahuilah bahwa bersamaan dengan khidmah (pengabdian) Bahauddin disini, berarti aku telah melaksanakan wasiat guruku, Syaikh Muhammad Baba as-Samasi. Putraku Bahauddin….. engkau telah meneteki susu pendidikanku ini sampai kering (Sayid Amir Kulal memberi isyarat pada susunya), tetapi wadahmu terlalu besar dan persiapanmu sangat kuat, maka dari itu, mulai saat ini, aku mengizinkan kepadamu supaya meninggalkan tempat ini untuk mencari beberapa guru agar kamu menambah beberapa faedah yang perlu dari mereka dan faidl an-nur (keluberan nur Ilahi) yang selaras dengan cita-citamu yang agung itu. Aku hanya bisa memberi ancer-ancer carilah guru dari tanah Tajik dan dari tanah Turki.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah meminta izin dari Sayid Amir Kulal, selanjutnya Shah Naqsyabandi berguru kepada Syaikh Arifuddin Karoni selama 7 (tujuh) tahun kemudian berguru kepada Maulana Qatsam selama 2 (dua) tahun, terakhir kepada Syaikh Darwisy Khalil dari Turki selama 12 (dua belas) tahun. Syaikh Bahauddin telah melaksanakan titah gurunya (Sayid Amir Kulal) demikian juga fatwa-fatwa dari Syaikh Abdul Khaliq al-Fajduwani untuk memperdalam ilmu syariat sehingga sempurnalah ilmu yang beliau peroleh. &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ronas.sch.id/feeds/1130547270171163886/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.ronas.sch.id/2016/01/syaikh-bahauddin-sang-pendiri-tarekat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6270625533048075336/posts/default/1130547270171163886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6270625533048075336/posts/default/1130547270171163886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ronas.sch.id/2016/01/syaikh-bahauddin-sang-pendiri-tarekat.html' title='Syaikh Bahauddin, Sang Pendiri Tarekat Naqsyabandiyah (1)'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16301366645865411730</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//images-blogger-opensocial.googleusercontent.com/gadgets/proxy?url=http://1.bp.blogspot.com/-vJsnMRrj10k/VR31NP199iI/AAAAAAAAA0w/cC30nzhf7bA/s220/c5155651be699e37765049768e1b7e0c.jpeg&amp;container=blogger&amp;gadget=a&amp;rewriteMime=image/*'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-Y-nVac4F7zE/Vlb0SAlcIeI/AAAAAAAAK6o/HomfdUibTNQ/s72-c/Syaikh%2BBahauddin.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6270625533048075336.post-8762217913478325366</id><published>2016-01-01T02:25:00.000+07:00</published><updated>2016-01-01T02:26:43.765+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="berita"/><title type='text'>PBNU: Mari Sambut Tahun Baru dengan Sujud Syukur</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-Da2MVYEd9zg/VmjVe4plbNI/AAAAAAAAFh0/ow15u1RcSo0/s640/pbnu.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;177&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-Da2MVYEd9zg/VmjVe4plbNI/AAAAAAAAFh0/ow15u1RcSo0/s640/pbnu.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2015 akan segera kita tinggalkan bersama. Ke depan kita akan  menapaki lembar per lembar tahun 2016. Betapapun pergantian tahun selalu  menyisakan fenomena menarik, dari mulai yang sangat ringan dalam dunia &lt;i&gt;entertaintment &lt;/i&gt;sampai dengan kasus-kasus berat dan penuh intrik politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergantian  tahun merupakan suatu momentum untuk bercermin, lalu menemukan  kesalahan dan untuk selanjutnya merumuskan formula yang tepat untuk  membenahi kesalahan tersebut dengan harapan tak akan ada yang terulang  lagi di tahun depan. &lt;i&gt;Toh &lt;/i&gt;bukankah pepatah kuno mengatakan bahwa  hari kemarin adalah sejarah, hari ini adalah realita dan hari esok  menjelma doa. Maka sebab hari kemarin adalah sejarah, sudah seharusnya  kita dudukkan secara benar agar bila ia salah tak terulangi lagi ataupun  mungkin jika ia benar maka harus kita perjuangkan kembali di hari-hari  esok nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda: &quot;&lt;i&gt;Barangsiapa yang hari  ini lebih baik dari hari kemarin, dialah orang yang beruntung, Siapa  yang hari ini keadaannya sama dengan kemarin maka dia rugi, Siapa yang  keadaan hari ini lebih buruk dari kemarin, maka dia celaka&lt;/i&gt;&quot; (Al-Hadist).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang  utama dan terutama harus kita lakukan dalam konteks menyambut  pergantian Tahun ini adalah mendendangkan rasa Syukur yang tak  henti-hentinya kepada Allah SWT. Banyak karunia serta berkah yang telah  dianugerahkan kepada kita sepanjang mengarungi hari-hari di tahun 2015.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya  problem, melimpahnya masalah bukan tidak lain kecuali hanya sebagai  media, instrumen, serta sarana Allah SWT untuk “mendidik” kita. Buahnya  tentu agar kita semua menjadi dewasa. Baik sebagai pribadi maupun  sebagai sebuah bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT pernah mengatakan dalam Surat  Ibrahim: 7 Dan (ingatlah), tatkala Tuhanmu mema`lumkan: &quot;Sesungguhnya  jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan  jika kamu mengingkari (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat  pedih&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks menyongsong tahun baru ini sangat relevan  bagi kita untuk merenungkan ajaran dan tauladan dari Rasulullah SAW soal  hijrah. Hijrah adalah sebuah perjalanan yang membawa kita kepada suatu  kemungkinan untuk berijtihad dalam hal apapun di aspek kehidupan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hijrah itu misalnya bisa dipahami dari idiom Al-Qur’an &lt;i&gt;minaddhulumati ilannur &lt;/i&gt;dari  kegelapan menuju kepada peradaban yang terang benderang, dan kodrat  alam adalah semua aktifitas alam sunnatullah-nya adalah beranjak dari  kegelapan untuk bergegas menuju benderang cahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengrus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam konteks menyongsong serta merayakan tahun baru ini mengimbau agar:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama,  marilah kita tunjukkan suasana kebersamaan dengan kesederhanaan dan  kebersahajaan di dalam melaksanakan perayaan tahun baru serta  menghindarkan diri dari kegiatan-kegiatan yang merusak moral  kabut-kebutan, mabuk-mabukan, pesta minuman keras dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, mari kita memelihara tali ukhuwwah wathaniyyah (persaudaraan sebangsa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga,  mari kita jadikan momentum pergantian tahun untuk melakukan  perbaikan-perbaikan serta refleksi untuk kehidupan yang lebih baik di  tahun depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Alakullihal&lt;/i&gt;, mari kita sambut Tahun baru  2016 dengan menyujudkan rasa syukur kita bersama, baik sebagai pribadi  atau sebagai elemen bangsa dan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Tahun baru 2016. Kita songsong Indonesia yang lebih baik dan bermartabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 31 Desember 2015&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dr. KH. Ma’ruf Amin&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,44-id,64680-lang,id-c,nasional-t,PBNU++Mari+Sambut+Tahun+Baru+dengan+Sujud+Syukur-.phpx&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Sumber&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ronas.sch.id/feeds/8762217913478325366/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.ronas.sch.id/2016/01/pbnu-mari-sambut-tahun-baru-dengan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6270625533048075336/posts/default/8762217913478325366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6270625533048075336/posts/default/8762217913478325366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ronas.sch.id/2016/01/pbnu-mari-sambut-tahun-baru-dengan.html' title='PBNU: Mari Sambut Tahun Baru dengan Sujud Syukur'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16301366645865411730</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//images-blogger-opensocial.googleusercontent.com/gadgets/proxy?url=http://1.bp.blogspot.com/-vJsnMRrj10k/VR31NP199iI/AAAAAAAAA0w/cC30nzhf7bA/s220/c5155651be699e37765049768e1b7e0c.jpeg&amp;container=blogger&amp;gadget=a&amp;rewriteMime=image/*'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-Da2MVYEd9zg/VmjVe4plbNI/AAAAAAAAFh0/ow15u1RcSo0/s72-c/pbnu.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6270625533048075336.post-1451365672695469819</id><published>2015-12-31T06:00:00.000+07:00</published><updated>2015-12-31T06:00:10.464+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="hikmah"/><title type='text'>Ketika Pengarang Alfiyah Dihinggapi Rasa Ujub</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div class=&quot;text-c&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-frwH7xMZ8PU/Vn2G0ECOrgI/AAAAAAAABYU/bRRcQsvC_SI/s1600/alfiyah-ibnu-malik.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-frwH7xMZ8PU/Vn2G0ECOrgI/AAAAAAAABYU/bRRcQsvC_SI/s320/alfiyah-ibnu-malik.jpg&quot; width=&quot;220&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Siapa tak kenal kitab &lt;i&gt;Alfiyah&lt;/i&gt;? Seolah  memancarkan berkah tak kunjung habis, nahdham seribu bait yang mengulas  ilmu nahwu ini dipelajari terus di berbagai majelis ilmu hingga kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengarangnya, Al-‘Allâmah Abû ‘Abdillâh Muhammad Jamâluddîn ibn Mâlik  at-Thâî atau tersohor dengan sebutan Ibnu Malik, merupakan pakar  gramatika Arab ternama dari Andalusia (Spanyol). &lt;i&gt;Alfiyah&lt;/i&gt; yang merupakan ringkasan karya sebelumnya, &lt;i&gt;al-Kafiyah asy-Syafiyah&lt;/i&gt;, pun dipuji banyak cendekiawan, dan melahirkan berjilid-jilid kitab syarah dan karya komentar yang sudah tak terbilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, ada cerita menarik di sela proses penulisan  muqaddimah nadham luar biasa yang masih dilantunkan di berbagai  pesantren dan madrasah ini.&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;………………&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;وَأسْتَـعِيْنُ اللهَ فِيْ ألْفِــيَّهْ ¤ مَقَاصِدُ الْنَّحْوِ بِهَا مَحْوِيَّهْ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;(Dan aku memohon kepada Allah untuk kitab Alfiyah, yang dengannya dapat mencakup seluruh materi Ilmu Nahwu)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;تُقَرِّبُ الأَقْصَى بِلَفْظٍ مُوْجَزِ ¤ وَتَبْسُـطُ الْبَذْلَ بِوَعْدٍ مُنْجَزِ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;(Mendekatkan pengertian yang jauh dengan lafadz yang ringkas serta dapat memberi penjelasan rinci dengan waktu yang singkat)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;وَتَقْتَضِي رِضَاً بِغَيْرِ سُخْطِ ¤ فَـائِقَةً أَلْفِــــيَّةَ ابْنِ مُعْطِي&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;(Kitab ini menuntut kerelaan tanpa kemarahan, melebihi kitab Alfiyah-nya Ibnu Mu’thi)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;Sampai di sini Ibnu Malik hendak menjelaskan kepada pembaca bahwa  kitabnya lebih unggul dan komprehensif dari kitab karya ulama  sebelumnya, yakni Yahya ibn Abdil Mu’thî ibn Abdin Nur Az-Zawâwi  al-Maghribi atau Ibnu Mu&#39;thi. Dalam kitab &lt;i&gt;Hasyiyah al-&#39;Allâmah Ibnu Hamdûn &#39;ala Syarhil Makûdî li Alfiyati ibn Mâlik&lt;/i&gt; dikisahkan, setelah itu Ibnu Malik meneruskannya dengan bait:&lt;br /&gt;&lt;div dir=&quot;rtl&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;فَائِقَةً لَهَا بِأَلْفِ بَيْتٍ &lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;¤ ................&lt;/span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;(Mengunggulinya [karya Ibnu Mu’thi] dengan seribu bait,…....)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;Belum sempurna bait ini dibuat, tiba-tiba saja Imam Ibnu Malik  terhenti. Inspirasinya lenyap, tak mampu menulis apa yang hendak  dilanjutkan. Suasana pikiran kosong semacam ini bahkan berlangsung  sampai beberapa hari. Hingga kemudian ia bertemu seseorang dalam mimpi.&lt;br /&gt;“Aku mendengar kau sedang mengarang &lt;i&gt;Alfiyah&lt;/i&gt; tentang ilmu nahwu?”&lt;br /&gt;“Betul,” sahut Ibnu Malik.&lt;br /&gt;“Sampai di mana?”&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Fâiqatan lahâ bi alfi baitin&lt;/i&gt;…”&lt;br /&gt;“Apa yang membuatmu berhenti menuntaskan bait ini?”&lt;br /&gt;“Aku lesu tak berdaya selama beberapa hari,” jawabnya lagi.&lt;br /&gt;“Kau ingin menuntaskannya?”&lt;br /&gt;“Ya.”&lt;br /&gt;Lalu orang dalam mimpi itu menyambung bait&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt; فَائِقَةً لَهَا بِأَلْفِ بَيْتٍ&lt;/span&gt; yang terpotong dengan &lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;وَ اْلحَيُّ قَدْ يَغْلِبُ أَلْفَ مَيِّتٍ&lt;/span&gt; (Orang hidup memang terkadang bisa menaklukkan seribu orang mati).  Terang saja, orang hidup meski cuma seorang dijamin sanggup mengalahkan  berapa pun banyaknya orang yang tak punya kuasa pembelaan lantaran sudah  mati.&lt;br /&gt;Kalimat ini merupakan sindiran kepada Ibnu Malik atas rasa bangganya (‘&lt;i&gt;ujub&lt;/i&gt;) terhadap kitab &lt;i&gt;Alfiyah&lt;/i&gt; yang dianggap lebih bagus dari pengarang sebelumnya yang sudah wafat. Sebuah tamparan keras menghantam perasaan sang pengarang &lt;i&gt;Alfiyah&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Segera Ibnu Malik mengonfirmasi, “Apakah kau Ibnu Mu’thi?”&lt;br /&gt;“Betul.”&lt;br /&gt;Ibnu Malik insaf dan malu luar biasa. Pagi harinya seketika ia  membuang potongan bait yang belum tuntas itu dan menggantinya dengan dua  bait muqaddimah yang lebih sempurna:&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;وَهْوَ بِسَبْقٍ حَائِزٌ تَفْضِيْلاً ¤ مُسْـتَوْجِبٌ ثَنَائِيَ الْجَمِيْلاَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;(Beliau [Ibnu Mu’thi] lebih istimewa karena lebih awal. Beliau berhak atas sanjunganku yang indah)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;وَاللَّهُ يَقْضِي بِهِبَـاتٍ وَافِرَهْ ¤ لِي وَلَهُ فِي دَرَجَاتِ الآخِرَهْ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;(Semoga Allah melimpahkan karunianya yang luas untukku dan untuk beliau pada derajat-derajat tinggi akhirat)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;Kisah di atas mengungkap pesan bahwa tak ada seorang pun yang bisa  beranggapan keilmuannya secara mutlak lebih unggul dari ulama  sebelumnya. Uraian Ibnu Malik dalam &lt;i&gt;Alfiyah&lt;/i&gt;-nya mungkin lebih  lengkap dan detail dari karya Ibnu Mu’thi, tapi karya pendahulu tetap  lebih penting karena memberi dasar-dasar rintisan bagi karangan ulama  berikutnya. Dalam sebuah hadits disebutkan: &lt;i&gt;âbâukum khairun min abnâikum ilâ yaumil qiyâmah&lt;/i&gt; (para pendahulu [pelopor] lebih baik dari generasi penerus hingga hari kiamat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita tersebut juga mengingatkan kita tentang pentingnya tetap dalam  ketawadukan. Capaian puncak prestasi tertentu, sehebat apapun, menjadi  rendah ketika disikapi dengan kecongkakan. Ibnu Malik sempat sedikit  tergelincir ke arah itu, lantas segera berbenah. Alhasil, karyanya terus  mengalirkan pengetahuan dan berkah, bak mata air yang tak kunjung padam  hingga sekarang. &lt;b&gt;(Mahbib Khoiron)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,51-id,63317-lang,id-c,hikmah-t,Ketika+Pengarang+Alfiyah+Dihinggapi+Rasa+Ujub-.phpx&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Sumber&lt;/a&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ronas.sch.id/feeds/1451365672695469819/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.ronas.sch.id/2015/12/ketika-pengarang-alfiyah-dihinggapi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6270625533048075336/posts/default/1451365672695469819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6270625533048075336/posts/default/1451365672695469819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ronas.sch.id/2015/12/ketika-pengarang-alfiyah-dihinggapi.html' title='Ketika Pengarang Alfiyah Dihinggapi Rasa Ujub'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16301366645865411730</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//images-blogger-opensocial.googleusercontent.com/gadgets/proxy?url=http://1.bp.blogspot.com/-vJsnMRrj10k/VR31NP199iI/AAAAAAAAA0w/cC30nzhf7bA/s220/c5155651be699e37765049768e1b7e0c.jpeg&amp;container=blogger&amp;gadget=a&amp;rewriteMime=image/*'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-frwH7xMZ8PU/Vn2G0ECOrgI/AAAAAAAABYU/bRRcQsvC_SI/s72-c/alfiyah-ibnu-malik.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6270625533048075336.post-6901111924057095299</id><published>2015-12-30T06:00:00.000+07:00</published><updated>2015-12-30T13:52:22.084+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="hikmah"/><title type='text'>Rahasia di Balik Keistimewaan Kitab Taqrib</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-iAtpOVH1xnI/VoN_GtV9vaI/AAAAAAAABYs/iCEVKFOfsPs/s1600/matan%2Btaqrib.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-iAtpOVH1xnI/VoN_GtV9vaI/AAAAAAAABYs/iCEVKFOfsPs/s320/matan%2Btaqrib.jpg&quot; width=&quot;223&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Tidak ada yang menyangkal akan kemasyhuran kitab Taqrib (al-Ghayah wa at-Taqrib), sebuah risalah kecil dalam disiplin fiqih yang meskipun tipis tapi berbobot. Nyaris semua pondok pesantren di Indonesia dalam desain kurikulum pembelajarannya memakai matan kitab Taqrib ini. Ia menjadi materi dasar penguasaan fan fiqih untuk para santri. Banyaknya kitab-kitab fiqih terbaru yang dikarang fuqaha kontemporer belum dapat menggeser penggunaan kitab produk sekitar abad ke-5 Hijriah tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut analisa KH. Azizi Hasbullah, aktivis Lembaga Bahtsul Masail PWNU Jawa Timur, sebenarnya banyak karya-karya pakar fiqih klasik sekurun dengan Taqrib yang ditulis dan beredar di berbagai penjuru negeri muslim, baik yang tipis maupun yang tebal. Pada umumnya kitab-kitab fiqih klasik itu tidak banyak perbedaan baik pada sisi materi, sistematika pembagian bab demi bab, fasal demi fasal, hingga pilihan redaksi kalimat yang digunakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun begitu, hanya sedikit di antara sekian banyaknya kitab klasik yang disusun tersebut mendapat apresiasi dan diterima secara luas sampai lintas negeri sebagaimana Matan Taqrib. Tidaklah semua kitab fiqih karangan para ulama klasik tersebut dapat begitu saja masyhur dan dikenal secara luas dari waktu ke waktu sebagaimana kitab Taqrib yang hingga kini masih tetap dikaji, dipelajari dan diminati banyak orang khususnya pondok pesantren dan madrasah diniah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ditelusuri, semua keistimewaan itu tidak terlepas dari kepribadian dan reputasi penulisnya, yaitu Syeikh Abu Suja&#39; yang bernama lengkap Ahmad bin Husain bin Ahmad al-Asfihani. Menurut keterangan Syeikh Nawawi al-Bantani, Abu Syuja’ lahir tahun 433 H. Semasa hidupnya, beliau pernah menjabat sebagai Qadhi di Madinah, dan sempat pula menjadi menetri (wazir) saat berusia 47 tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menjabat sebagai menteri beliau dapat menyebarkan syiar agama dan keadilan. Sedapat mungkin ia tak pernah keluar rumah sebelum shalat dan membaca al-Qur&#39;an. Dalam urusan kebenaran ia tak pernah merasa gentar atau takut menghadapi kecaman, hujatan dan caci maki. Selain itu Abu Syuja dikenal sangat dermawan bahkan sampai mengangkat sepuluh orang pembantu hanya untuk membagi-bagikan hadiah dan sedekah. Dan lebih spektakulernya lagi, di usia senjanya ketika memutuskan hendak berkhidmah di Masjid Nabawi, beliau menyedekahkan semua harta benda yang ia miliki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang karakteristik kepribadian beliau lainnya adalah ia dikenal tidak hanya alim dalam ilmu syariat, melainkan juga dikenal zuhud, memiliki kerendahhatian, kesalihan, ketaqwaan, serta ketinggian rasa sosialnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Syuja dikaruniai usia panjang, 160 tahun. Meskipun berusia lanjut, tidak ada satu anggota tubuh pun yang cacat. Pendengaran maupun penglihatannya masih tajam. Demikian juga dengan anggota badan lain. Suatu hari ditanya oleh salah satu orang tentang kesehatan fisiknya itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Sejak masih kecil saya selalu menjaga anggota-anggota badan ini dari perbuatan-perbuatan mendurhakai Allah (maksiat), sehingga Allah menjaga anggota-anggota ini (sampai usia tua),&quot; jawabnya tanpa menyombongkan diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghabiskan masa tuanya, beliau memilih uzlah dengan bermukim di Masjid Madinah, mendekatkan diri pada Allah, di situ beliau sembari mengabdikan diri menjadi tukang sapu dan penyala lampu di Masjid dan Makam Rasullullah Saw.Imam Nawawi Albantani tidak menyebutkan tahun berapa Abu Syuja wafat. Dan pada akhirnya ia di makamkan di Masjid Madinah di sisi pintu Jibril, berdekatan dengan makam Rasulullah Saw, hanya berjarak beberapa jangkah kaki saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak seperti lazimnya para penulis era sekarang yang karya-karyanya ditulis atas inisiatif sendiri dan motifnya yang beragam, Syeikh Abu Syuja’ mulai menulis Taqrib—sebagaimana disampaikannya dalam mukoddimah Taqrib—lantaran ada permintaan dari beberapa teman akrabnya supaya menyusun kitab ringkasan (mukhtasor) fiqih yang padat (bernas) serta mengikuti metode yang dipakai Imam Syafi&#39;i. Hal ini menunjukkan betapa tawadu&#39;nya Syeikh Abu Suja’. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari paparan singkat di atas dapat disimpulkan bahwa karena faktor keikhlasan, jauh dari pamrih, kezuhudan, kerendahhatian, kedermawanan, dan ketaqwaan pengarangnyalah Taqrib akhirnya menjadi sebuah kitab yang begitu familiar, terus bertahan (eksis), dan tetap dikaji para penuntut ilmu sebagaimana kita saksikan sendiri sampai sekarang. Wallahu a&#39;lam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M. Haromain, &lt;br /&gt;Alumnus Pondok Pesantren Lirboyo Kediri;&lt;br /&gt;Berdomisili di Pondok Pesantren Nurun ala Nur Bogangan Utara Wonosobo &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Refrensi: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tausyikh ala Ibn Qosim Quut al-Habib al-Gharib karya Muhammad Nawawi Ibn Umar al-Jawi&lt;br /&gt;2. Ideologi Klasik Manhaj Fiqh, karya KH. Azizi Hasbullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,51-id,63687-lang,id-c,hikmah-t,Rahasia+di+Balik+Keistimewaan+Kitab+Taqrib-.phpx&quot;&gt;Sumber &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ronas.sch.id/feeds/6901111924057095299/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.ronas.sch.id/2015/12/rahasia-di-balik-keistimewaan-kitab.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6270625533048075336/posts/default/6901111924057095299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6270625533048075336/posts/default/6901111924057095299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ronas.sch.id/2015/12/rahasia-di-balik-keistimewaan-kitab.html' title='Rahasia di Balik Keistimewaan Kitab Taqrib'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16301366645865411730</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//images-blogger-opensocial.googleusercontent.com/gadgets/proxy?url=http://1.bp.blogspot.com/-vJsnMRrj10k/VR31NP199iI/AAAAAAAAA0w/cC30nzhf7bA/s220/c5155651be699e37765049768e1b7e0c.jpeg&amp;container=blogger&amp;gadget=a&amp;rewriteMime=image/*'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-iAtpOVH1xnI/VoN_GtV9vaI/AAAAAAAABYs/iCEVKFOfsPs/s72-c/matan%2Btaqrib.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6270625533048075336.post-2651342246199688275</id><published>2015-12-29T06:00:00.000+07:00</published><updated>2015-12-30T13:50:41.910+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="berita"/><title type='text'>Liburan Sekolah, Muslimat NU Malaysia Ziarahi Makam Ulama Melaka</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;Liburan sekolah merupakan saat-saat yang dinilai tepat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Kesempatan inipun dimanfaatkan secara baik oleh pengurus Muslimat NU Malaysia dengan mengadakan kegiatan “Family Day bersama Muslimat Nu Malaysia”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap tahunnya Muslimat NU Malaysia mengadakan kegiatan serupa di sampaikan oleh Dra Mimin selaku Ketua Muslimat dan kali ini mengambil tempat di Melaka selama dua hari satu malam, 19-20 Desember 2015. &lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-G3Nbo8HRcYM/VoN-uMlCOOI/AAAAAAAABYk/LsjdK84PIZs/s1600/GAMBAR-FAMLY-DAY-4-ok-30j2le5jy268njmy6yy3gq.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;193&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-G3Nbo8HRcYM/VoN-uMlCOOI/AAAAAAAABYk/LsjdK84PIZs/s320/GAMBAR-FAMLY-DAY-4-ok-30j2le5jy268njmy6yy3gq.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana yang dituturkan oleh Ketua Panitia, Sri Rahmayani dan Muryana, bahwa acara ini tidak hanya untuk bersenang-senang saja melainkan juga menjadi ajang silaturahim antar pengurus baik cabang ataupun ranting. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk mengenalkan Sejarah Islam di Tanah Melayu khususnya Melaka. Ziarah ke makam Sultanul Arifin (Pulau Besar) adalah tujuan pertama ketika rombongan sampai di Kota dengan julukan The World Heritage City itu. Sultanul Arifin Syeikh Ismail r.a. adalah keturunan ke 18 Rasulullah SAW. Beliau adalah ulama yang berpengaruh dalam mengembangkan ajaran Islam di Tanah Melayu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sekitar 80 orang yang mengikuti kegiatan ini, terdiri dari Pengurus Cabang dan Ranting serta keluaga mereka, dan turut serta Ketua Surriyyah NUCIM ust Liling serta Sekretaris NUCIM Syaefudin Usai berziarah, rombongan melanjutkan perjalanan ke homestay utk beristirahat dan makan malam bersama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan paginya, kegiatan dibuka dengan olahraga dan sarapan bersama. Antusias yang tinggi tidak hanya ditunjukkan oleh para pengurus, tetapi juga oleh ahli keluarga mereka. Keceriaan dan perasaan gembira terpancar dari wajah-wajah mereka. Kegiatan yang menghabiskan dana sebesar RM 5000 ini diakhiri dengan menikmati keindahan pantai Pengkalan Balak sebagai destinasi terakhir sebelum kembali ke Kuala Lumpur.(mimin/cutdewi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://pwrionline.com/parbud/family-day-bersama-muslimat-nu-malaysia/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Sumber&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.ronas.sch.id/feeds/2651342246199688275/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.ronas.sch.id/2015/12/liburan-sekolah-muslimat-nu-malaysia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6270625533048075336/posts/default/2651342246199688275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6270625533048075336/posts/default/2651342246199688275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.ronas.sch.id/2015/12/liburan-sekolah-muslimat-nu-malaysia.html' title='Liburan Sekolah, Muslimat NU Malaysia Ziarahi Makam Ulama Melaka'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16301366645865411730</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//images-blogger-opensocial.googleusercontent.com/gadgets/proxy?url=http://1.bp.blogspot.com/-vJsnMRrj10k/VR31NP199iI/AAAAAAAAA0w/cC30nzhf7bA/s220/c5155651be699e37765049768e1b7e0c.jpeg&amp;container=blogger&amp;gadget=a&amp;rewriteMime=image/*'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-G3Nbo8HRcYM/VoN-uMlCOOI/AAAAAAAABYk/LsjdK84PIZs/s72-c/GAMBAR-FAMLY-DAY-4-ok-30j2le5jy268njmy6yy3gq.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>