<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Jihad adalah puncak amalan Ibadah</title><description></description><managingEditor>noreply@blogger.com (Unknown)</managingEditor><pubDate>Wed, 6 Nov 2024 05:43:58 +0300</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">126</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://rumahjihad.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle/><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Fikih Tawanan</title><link>http://rumahjihad.blogspot.com/2011/12/fikih-tawanan.html</link><category>Hidâyatu `l-Hayârô Fî Jawâzi Qotli `l-Asârô</category><category>Syaikh Al Hafidh Yusuf bin Sholih bin Fah-d Al 'Uyairi</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Wed, 7 Dec 2011 23:49:00 +0300</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4665679130695185505.post-97653456192374492</guid><description>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, Verdana, sans-serif; font-size: 13px; color: rgb(204, 204, 204); line-height: 20px; "&gt;&lt;div style="text-align: center; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;Judul Asli:&lt;br /&gt;Hidâyatu `l-Hayârô Fî Jawâzi Qotli `l-Asârô&lt;br /&gt;Penulis:&lt;br /&gt;Syaikh Yûsuf bin Shôlih Al-‘Uyairî&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;br /&gt;Segala puji bagi Alloh, Robb semesta alam. Sholawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad bin Abdillah, yang diutus sebagai rahmat seluruh alam; kepada para sahabat, keluarga, dan orang-orang yang mengikuti beliau hingga hari kemudian.&lt;br /&gt;Alhamdulillah, kami telah melaksanakan janji kami, untuk mengeksekusi sembilan tawanan, jika pemerintah Rusia tidak mau memenuhin tuntutan kami yaitu menyerahkan seorang penjahat yang terlibat kasus perkosaan yang kini mereka lindungi.&lt;br /&gt;Namun, yang membuat kami sedih bukan karena mereka tidak mau menyerahkan pelaku kejahatan itu untuk kami eksekusi. Yang membuat hati kami sedih justeru datangnya surat-surat dari sebagian kaum muslimin yang mengecam tindakan kami ini, bahkan mengecamnya dengan sangat keras. Mereka berdalih dengan sebuah ayat yang mereka “comot” dari kitab Alloh, padahal mereka tidak memahami isinya: “…dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan …”&lt;br /&gt;Dan firman Alloh: “…dan pelaku dosa tidak menanggung dosa orang lain…”&lt;br /&gt;Mereka juga berdalih dalam mengecam kami dengan mengatakan, kita wajib mematuhi peraturan dan kesepakatan-kesepakatan internasional yang melarang membunuh tawanan dan wajib menjaga hak asasi manusia…dst, masih banyak lagi pernyataan senada yang sampai kepada kami.&lt;br /&gt;Kami menulis penjelasan berikut demi menerangkan landasan syar‘î kami, yang dari sana kami berkesimpulan bolehnya melaksanakan tindakan yang kami lakukan terhadap tawanan-tawanan itu. Kami memohon kepada Alloh semoga kami termasuk orang yang berijtihad kemudian benar ijtihadnya.&lt;br /&gt;Mengingat pemaparan kami nanti agak panjang, kami akan membaginya kepada dua bagian:&lt;br /&gt;Pertama: Jawaban terhadap orang yang mengharamkan membunuh tawanan karena berdalih dengan firman Alloh: “…dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan …”&lt;br /&gt;Kedua: Jawaban terhadap orang yang mengatakan bahwa kita wajib mematuhi peraturan dan perjanjian internasional yang melarang membunuh tawanan, dan kita juga wajib menghormati hak-hak asasi manusia.&lt;br /&gt;Untuk pembahasan pertama, terdapat empat permasalahan.&lt;br /&gt;• Masalah pertama: Tentang bolehnya membunuh tawanan dan jawaban terhadap orang yang mengingkari tindakan kami ini dengan menggunakan firman Alloh: “…dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan …” dan firman-Nya: “…dan pelaku dosa tidak menanggung dosa orang lain…”&lt;br /&gt;• Masalah kedua: Bolehnya saling tukar tawanan, orang muslim yang ditawan orang kafir kita tebus dengan orang kafir yang kita tawan.&lt;br /&gt;• Masalah ketiga: Bolehnya menukar mayat orang kafir dengan orang Islam yang tertawan atau dengan mayat orang Islam.&lt;br /&gt;• Masalah keempat: Tentang bolehnya memindahkan mayat atau anggota tubuh orang kafir.&lt;br /&gt;MASALAH PERTAMA:&lt;br /&gt;Penjelasan Mengenai Bolehnya Membunuh Tawanan Dan Jawaban Terhadap Mereka Yang Mengingkari Aksi Kami Dengan Menyitir Firman Alloh: “…dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan …” dan firman-Nya: “…dan pelaku dosa tidak menanggung dosa orang lain…”&lt;br /&gt;Dalam Islam, masalah tawanan begitu diperhatikan. Terbukti dengan diletakkannya syariat yang sempurna, yang memelihara hak-haknya dan melarang pelecehan terhadap hak-hak kemanusiaan. Perlakuan Rosululloh SAW terhadap tawanan menggambarkan akan puncak tertinggi sebuah sikap bijaksana. Beliau memperlakukan tawanan sesuai dengan kondisi dan orang yang ditawan. Karena kami tidak ingin terlalu panjang dalam membahas masalah ini, dan lebih mengutamakan yang ringkas, kami tidak akan mengupas hukum-hukum tentang tawanan secara lengkap. Dalam pembahasan masalah ini kami hanya akan menyampaikan penjelasan dari sisi syar‘î seperlunya tentang eksekusi yang kami lakukan kepada tawanan, terutama peristiwa yang terjadi sembilan tawanan belakangan ini.&lt;br /&gt;Kami katakan, dan hanya dengan pertolongan Alloh lah taufik dan kelurusan itu datang:&lt;br /&gt;Para ulama memiliki lima pendapat terkait masalah tawanan:&lt;br /&gt;Pendapat Pertama: Pendapat yang mengatakan bahwa tawanan musyrik itu dibunuh dalam kondisi apa pun, tidak boleh ditebus dan tidak boleh dibebaskan. Nash yang menghapus hukum bolehnya membebaskan dan menerima tebusan pada firman Alloh Ta‘ala: “…dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan…” adalah firman Alloh: “Tidak patut bagi seorang Nabi mempunyai tawanan sebelum ia dapat melumpuhkan musuhnya di muka bumi…&lt;br /&gt;Dan firman Alloh: “Apabila sudah habis bulan-bulan Haram, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka…”&lt;br /&gt;“…maka cerai beraikanlah orang-orang yang di belakang mereka dengan (menumpas) mereka…”&lt;br /&gt;Mereka berkata, ayat-ayat ini, terutama ayat dalam surat At-Taubah tadi, menghapus semua nash sebelumnya. Pendapat ini dinukil dari Qotâdah, Adh-Dhohak, As-Suddi, Ibnu Juraij dan Al-‘Aufî dari Ibnu ‘Abbâs dan kebanyakan ulama Kufah.&lt;br /&gt;‘Abdu `l-Karim Al-Jauzî berkata, “Pernah ditulis surat kepada Abû Bakar tentang seorang tawanan yang ditawan, mereka menyebutkan bahwa mereka mengambil tebusan senilai sekian dan sekian. Maka Abû Bakar menjawab, “Bunuh dia, sungguh membunuh satu orang musyrik lebih aku sukai daripada harta tebusan senilai sekian dan sekian.”&lt;br /&gt;Hanya, pendapat ini bertentangan dengan riwayat-riwayat dari Nabi SAW. Kami akan memaparkan dalil-dalil yang membantah pendapat ini pada pendapat kelima nanti.&lt;br /&gt;Pendapat kedua: Pendapat yang menyatakan bahwa semua orang kafir, baik musyrik atau kitâbî, tidak boleh ditebus dan dibebaskan. Tetapi mereka harus dibunuh. Adapun ayat yang membolehkan untuk membebaskan dan mengambil tebusan, yaitu: “…dan sesudah itu, kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan…” telah terhapus (mansûkh) bagi orang-orang musyrik dan kitâbî.&lt;br /&gt;Pendapat kedua ini lebih umum daripada pendapat pertama. Mereka mengatakan, ayat tentang bolehnya membebaskan telah menurut segolongan ulama dan para peneliti; di antaranya adalah Qotâdah dan Mujahid. Mereka menambahkan, jika ada orang musyrik tertawan, tidak boleh dibebaskan (begitu saja) atau diminta tebusan untuk kembali kepada komunitas kaum musyrikin. Ia tidak boleh ditebus oleh kaum musyrikin lainnya, kecuali jika ia wanita; mengingat ia tidak boleh dibunuh. Yang menghapus ayat ini adalah firman Alloh: “…maka jika telah habis bulan-bulan Haram, bunuhlah orang-orang musyrik di mana saja kamu jumpai mereka…”&lt;br /&gt;Karena sudah menjadi kepastian, bahwa At-Taubah adalah surat terakhir yang turun, maka semua orang musyrik harus selain mereka yang dinyatakan harus dibiarkan berdasarkan dalil, yaitu wanita dan anak-anak, atau orang yang dipungut jizyah. Inilah pendapat yang populer di kalangan madzhab Abû Hanifah. Hal ini karena dikhawatirkan orang-orang musyrik itu akan kembali memerangi kaum muslimin.&lt;br /&gt;Abdurrozzâq menyebutkan; Telah memberitahu kami Ma‘mar, dari Qotâdah, (…dan sesudah itu, kamu boleh membebaskan mereka atau meminta tebusan…), ia berkata, “Telah dihapus dengan firman Alloh: “…maka cerai beraikanlah orang-orang yang di belakang mereka dengan (menumpas) mereka…”.”&lt;br /&gt;Mujahid berkata, “Telah dihapus dengan firman Alloh: “…maka bunuhlah orang-orang musyrik itu di mana pun kamu jumpai…”.”&lt;br /&gt;Ini juga pendapat Al-Hâkim.&lt;br /&gt;Pendapat ketiga: Pendapat yang mengatakan bahwa yang diperbolehkan bagi tawanan adalah membayar tebusan atau dibebaskan (cuma-cuma), berdasarkan firman Alloh Ta‘ala: “…dan sesudah itu, kamu boleh membebaskan mereka atau meminta tebusan…”&lt;br /&gt;Hukum tawanan yang terakhir turun kepada Rosululloh SAW adalah memberikan pilihan antara membebaskan mereka atau meminta tebusan, dan tidak boleh mengambil pilihan selain dua hal ini.&lt;br /&gt;Mereka yang menyatakan pendapat ini juga mengatakan, ayat di atas menghapus ayat-ayat lain.&lt;br /&gt;Pendapat ini dinyatakan Adh-Dhohâk dan lain-lain.&lt;br /&gt;Ats-Tsauri meriwayatkan dari Juwaibir, dari Adh-Dhohak: “…maka bunuhlah orang-orang musyrik di mana saja kamu jumpai mereka…” ia berkata, “Ayat ini dihapus dengan firman Alloh: Setelah itu, kamu boleh membebaskan mereka atau meminta tebusan kepada mereka.””&lt;br /&gt;Ibnu `l-Mubarok berkata, dari Ibnu Juraij: Setelah itu, kamu boleh membebaskan mereka atau meminta tebusan kepada mereka; “Maka, orang musyrik tidak boleh dibunuh, tetapi dibebaskan atau dimintai tebusan sebagaimana firman Alloh Azza wa Jalla.”&lt;br /&gt;Asy‘ats berkata, “Al-Hasan tidak suka membunuh tawanan, ia membaca firman Alloh: setelah itu, kamu boleh membebaskan mereka atau meminta tebusan kepada mereka.”&lt;br /&gt;Al-Hasan juga mengatakan, “Dalam ayat ini ada yang didahulukan, ada yang diakhirkan. Seolah Alloh mengatakan: Maka penggallah leher-leher mereka sampai berhentinya perang, setelah itu mengatakan: Hingga apabila kamu telah berhasil mengalahkan mereka maka tangkaplah mereka.” Ia juga beranggapan, seorang Imam tidak boleh membunuh tawanan jika ada yang tertawan di tangannya. Tetapi ia hanya memiliki tiga pilihan; membebaskan, meminta tebusan, atau menjadikannya sebagai budak.&lt;br /&gt;Pendapat ini tertolak berdasarkan yang dilakukan Rosululloh SAW yang berbeda dengan isi ayat ini setelah turun. Taruhlah kita menerima kekuatan pendapat ini, namun tetapi tidak bisa menjadi hujjah untuk mematahkan tindakan yang kami ambil, sebab perang belum lagi berhenti. Ia masih terus berlangsung hingga kini. Sehingga pendapat ini tidak bisa mematahkan tindakan yang kami ambil.&lt;br /&gt;Pendapat keempat: Pendapat yang menyatakan, tebusan dan tawanan kecuali setelah musuh dikalahkan dan dibunuh dengan pedang. Berdasarkan firman Alloh:&lt;br /&gt;“Tidak patut bagi seorang Nabi mempunyai tawanan sebelum ia dapat melumpuhkan musuhnya di muka bumi…&lt;br /&gt;Jika setelah ini berhasil menawan musuh, Imam dipersilahkan memutuskan sesuai pendapatnya; baik dibunuh atau yang lain.&lt;br /&gt;Ini adalah pendapat Sa‘îd bin Jubair.&lt;br /&gt;Pendapat kelima: Pendapat yang menyatakan bahwa Imam –atau yang mewakilinya—mempunyai empat pilihan dalam memperlakukan tawanan; bisa membunuhnya, membebaskannya, meminta tebusan, atau menjadikannya sebagai budak. Inilah pendapat Mâlik, Syâfi‘î, Ahmad dan jumhur ulama. Dan merupakan pendapat yang sejalan dengan dalil-dalil yang ada serta tidak bertentangan satu sama lain. Kita juga tidak perlu menyatakan adanya naskh (penghapusan) sebab semua dalil digunakan dalam pendapat ini. Juga karena ini adalah pendapat yang kami praktekkan, mengingat inilah pendapat yang paling kuat dalilnya. Kami akan coba paparkan beberapa pendapat ulama tentang pendapat ini.&lt;br /&gt;Imam Ath-Thobari berkata ketika menafsirkan firman Alloh Ta‘ala: “Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka, dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berakhir. Demikianlah, apabila Alloh menghendaki niscaya Alloh akan membinasakan mereka, tetapi Alloh hendak menguji sebagian kamu dengan sebagian yang lain. Dan orang-orang yang terbunuh di jalan Alloh, Alloh tidak akan menyia-nyiakan amal mereka.”&lt;br /&gt;“Penjelasan tentang tafsir ayat ini, Alloh berfirman: Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir; yakni kafir kepada Alloh dan Rosul-Nya yang termasuk ahlu harb (pasukan perang) maka penggallah leher-leher mereka.&lt;br /&gt;Firman-Nya: Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka; Alloh mengatakan, hingga apabila kamu berhasil menghalahkan mereka dan menaklukkan orang yang tidak kalian penggal lehernya di antara mereka sehingga mereka menjadi tawanan kalian, maka tawanlah mereka; Alloh mengatakan, tawanlah mereka dalam kondisi terikat supaya tidak membunuh kalian lalu mereka melarikan diri dari kalian.&lt;br /&gt;Firman-Nya: dan sesudah itu, kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan; Alloh menyatakan, jika kalian menawan mereka setelah mengalahkan, kalian boleh membebaskan mereka setelahnya dengan cara melepaskan mereka dari tawanan dan memerdekakan mereka tanpa pengganti atau tebusan, atau bisa juga kalian meminta tebusan kepada mereka yaitu mereka harus memberikan penebus bagi diri mereka supaya kalian lepaskan dan bebaskan mereka.”&lt;br /&gt;—sampai perkataan Ath-Thobari—&lt;br /&gt;“Pendapat yang tepat dalam tafsir ayat ini menurut kami, adanya pilihan bagi Rosul SAW dan orang-orang yang memegang urusan umat sepeninggal beliau, antara membebaskan, meminta tebusan, atau membunuh; walau pun membunuh tidak tercantum dalam ayat ini. Sebab, Alloh telah memberi izin untuk membunuh mereka pada ayat lain, yaitu pada firman-Nya: …maka bunuhlah orang-orang musyrik di mana saja kalian menjumpai mereka.&lt;br /&gt;Bahkan, memang seperti itulah faktanya. Karena Rosululloh SAW juga pernah memperlakukan dengan tiga perlakuan ini terhadap orang kafir harbi yang menjadi tawanan yang ada di tangan beliau, sebagian ada yang beliau bunuh, sebagian beliau mintai tebusan, dan sebagian lagi beliau bebaskan. Contohnya dalam perang Badar, beliau membunuh ‘Uqbah bin Abi Mu‘ith ketika ia dibawa sahabat dalam kondisi tertawan. Beliau juga membunuh orang-orang Bani Quroidhoh ketika mereka dihukumi dengan hukum Sa‘ad, padahal mereka dalam kondisi menyerah dan beliau bisa saja membebaskan atau meminta tebusan kepada mereka. Beliau juga pernah meminta tebusan kepada segolongan tawanan dari kalangan orang-orang musyrik yang tertawan dalam perang Badar dan membebaskan Tsumâmah bin Utsâl Al-Hanafî ketika dia tertawan di tangan beliau. Hal itu terus terjadi dalam sejarah beliau memperlakukan orang kafir harbi sejak Alloh mengizinkan beliau untuk memerangi mereka hingga Alloh mewafatkan beliau SAW, itu terus berlaku di kalangan para sahabat. Hanya, Alloh –Jalla Tsanâuhû— cuma menyebutkan opsi membebaskan murni atau meminta tebusan karena perintah dan izin untuk membunuh tawanan sudah terlebih dahulu disebutkan pada seluruh ayat-ayat yang Dia turunkan secara berulang-ulang. Maka, Alloh memberitahukan kepada Nabi-Nya SAW opsi yang disebutkan dalam ayat ini yaitu membebaskan atau meminta tebusan dengan tetap mengizinkan beliau membunuh mereka.&lt;br /&gt;Kemudian firman-Nya: Sampai perang berakhir…&lt;br /&gt;Alloh Ta‘ala Dzikuruhû mengatakan, jika kamu bertemu orang kafir, penggallah leher-leher mereka dan perlakukan mereka yang tertawan sesuai yang sudah Ku-jelaskan kepadamu, sampai perang menghentikan dosa-dosanya dan beban-beban berat dari pesertanya yang musyrik (menyekutukan) Alloh, yaitu sampai mereka taubat kepada Alloh dari kesyirikannya lalu mereka beriman kepada-Nya dan kepada Rosul-Nya, serta mentaati-Nya dalam perintah dan larangan-Nya. Itulah yang disebut: wadho‘a `l-Harbu Awzârohâ (perang telah meletakkan dosa-dosanya). Ada yang berpendapat, hattâ tadho‘a `l-harbu awzârohâ maknanya adalah: sampai peperangan membuang dosa-dosa pesertanya. Ada juga yang mengatakan, sampai orang kafir harbî meletakkan dosa-dosanya.”&lt;br /&gt;Imam Qurthubî menyatakan, tafsir ayat ini memiliki lima pendapat, setelah menyebutkan kelimanya dan memilih pendapat kelima, beliau berkata, “Sesungguhnya ayat ini muhkamah dan seorang imam diberi pilihan dalam semua kondisi. Pendapat ini diriwayatkan ‘Alî bin Abi Tholhah dari Ibnu ‘Abbâs dan dinyatakan oleh kebanyakan ulama; di antaranya Ibnu ‘Umar, Al-Hasan, dan ‘Athô’. Dan ini juga menjadi madzhab Mâlik, Syâfi‘î, Ats-Tsauri, Al-Auzâ‘î, Abû Ubaid dan lain-lain, yaitu imam diberi pilihan. Karena, Nabi SAW dan para khulafau `r-rosyidun melakukan semua pilihan itu. Nabi SAW pernah membunuh ‘Uqbah bin Abi Mu‘ith dan Nadhr bin Harits di waktu perang Badar selagi mereka tertawan. Lalu beliau meminta tebusan kepada tawanan sisanya. Beliau juga pernah membebaskan Tsumamah bin Utsal Al-Hanafi ketika ia tertawan di tangan beliau. Beliau juga pernah meminta seorang budak wanita yang ditawan Salamah bin Al-Akwa‘ untuk menebus beberapa kaum muslimin yang ditawan musuh. Pernah juga suatu kaum dari penduduk Mekkah singgah di daerah kekuasaan beliau kemudian beliau menangkap mereka dan membebaskan mereka. Beliau juga membebaskan tawanan suku Hawazin. Semua ini ada riwayatnya dalam hadits shohih. Pendapat ini diriwayatkan dari penduduk Madinah, Syâfi‘î, Abû Ubaid, Ath-Thohawi juga menukil sebuah madzhab dari Abû Hanifah; pendapat dia yang masyhur adalah seperti yang kami kemukakan. Hanya milik Alloh Azza wa Jalla saja taufik.”&lt;br /&gt;“Ada yang berpendapat, makna Auzâr adalah senjata. Sehingga makna ayat ini: tangkaplah mereka sampai kalian mendapat keamanan dan meletakkan senjata. Ada juga yang berpendapat, makna ayat ini adalah: Sampai musuh meletakkan senjata mereka karena kalah atau genjatan senjata. Kadang, Al-Kirô‘ (kuda) biasa disebut auzâr. Al-A‘sya berkata,&lt;br /&gt;Kusiapkan untuk perang kuda-kudanya&lt;br /&gt;Tombak-tombak panjanga dan kuda-kuda jantan&lt;br /&gt;Dari tenunan Dawud kuda itu dihalau&lt;br /&gt;Di belakang sebuah wilayah, segerombol demi segerombol&lt;br /&gt;Ada juga yang mengatakan, hattâ tadho‘a `l-harbu auzârohâ maknanya: sampai perang meletakkan beban-beban beratnya; al-wizru artinya ats-tsaqolu. Makanya ada istilah wazîru `l-malik (menteri raja) sebab ia membawa beban-beban berat. Beban-beban berat perang adalah senjata, sebab berat membawanya. Ibnu `l-‘Arobi berkata, “Al-Hasan dan ‘Athô’ mengatakan, dalam ayat ini ada pendahuluan dan pengakhiran, yang maknanya: maka penggallah leher-leher mereka hingga perang berhenti, maka jika kalian berhasil mengalahkan mereka lakukan penawanan.”&lt;br /&gt;Alloh mengatakan, penggallah leher-leher mereka dan tidak mengatakan bunuhlah mereka; sebab, ungkapan menggunakan kata memenggal leher memiliki gertakan keras dan kesadisan yang tidak ada dalam ungkapan kata membunuh. Karena itu menunjukkan penggambaran aksi pembunuhan paling sadis, yaitu memotong leher dan menerbangkan anggotan badan (kepala) yang merupakan puncak anatomi tubuh, bagian atas dan sekaligus pusat pewajahan seluruh anggota badan.&lt;br /&gt;Firman-Nya: sampai jika kamu berhasil mengalahkan mereka; yakni kalian sudah banyak membunuh (musuh), maka lakukanlah penawanan (fa syuddu `l-watsâq). Dibaca Al-Watsâq atau al-witsâq (dengan waw kasroh) menurut salah satu versi bahasa. Alloh memerintahkan untuk memperkuat tali (al-witsâq) tak lain agar mereka tidak terlepas. Sesudah itu, kalian boleh membebas murnikan mereka tanpa tebusan, boleh juga meminta tebusan. Alloh tidak menyebutkan pilihan membunuh di sini karena sudah cukup dengan perintah membunuh di awal pembicaraan.” Sampai di sini perkataan Al-Qurthubî secara ringkas.&lt;br /&gt;Al-Jashosh berkata di dalam Ahkâmu `l-Quran : “Alloh Ta‘ala berfirman: Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. Abû Bakr mengatakan, dzohir ayat ini mengandung makna wajibnya membunuh, bukan pilihan lain, kecuali jika sudah berhasil mengalahkan musuh. Ini mirip dengan firman Alloh Ta‘ala: Tidak patut bagi seorang Nabi mempunyai tawanan sebelum ia dapat melumpuhkan musuhnya di muka bumi.”&lt;br /&gt;Ia menambahkan, “Itu ketika perang Badar, di saat kaum muslimin sedikit. Ketika jumlah mereka sudah banyak dan kekuasaan mereka menjadi kuat, Alloh Ta‘ala menurunkan ayat tentang tawanan setelahnya: dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan. Maka, Alloh memberi pilihan kepada Nabi SAW dan kaum mukminin kaitannya dengan masalah tawanan; kalau mau mereka boleh membunuhnya, kalau mau mereka boleh menjadikannya budak, dan kalau mau mereka juga boleh menerima tebusan darinya –Abû Ubaid ragu dalam ungkapan: kalau mau mereka menjadikannya budak—.” Ia melanjutkan, “Rosululloh SAW dulu membunuh Uqbah bin Abi Mu‘ith yang tertawan dalam perang Badar.”&lt;br /&gt;Abû Bakr berkata, “Para fuqoha’ di semua penjuru sepakat mengenai bolehnya membunuh tawanan, kami tidak mengetahui adanya perbedaan pendapat di kalangan mereka dalam hal ini. Hadits-hadits dari Nabi SAW telah mencapai derajat mutawatir, yang menyatakan tentang bolehnya membunuh tawanan; di antaranya beliau membunuh ‘Uqbah bin Abi Mu‘ith dan Nadhr bin Harits setelah mereka tertawan dalam perang Badar. Pada perang Uhud, beliau juga membunuh seorang penyair bernama Abû ‘Izzah, setelah dia tertawan. Beliau juga mengeksekui orang-orang Bani Quroidhoh setelah mereka mengangkat Sa‘ad bin Mu‘âdz sebagai hakim, kemudian ia menjatuhkan hukuman mati dan menawan anak-anak mereka. Kemudian beliau membebas murnikan Zubair bin Batho di antara mereka. Dalam menaklukkan Khoibar, beliau menaklukkannya dengan cara berdamai satu kali, dan di waktu yang lain dengan menggunakan kekerasan. Beliau juga pernah memberi syarat kepada Abu `l-Huqoiq untuk tidak menyembunyikan sesuatu pun, tatkala terbukti ia berkhianat dan menyembunyikannya akhirnya beliau membunuhnya. Pada waktu penaklukan kota Mekkah, beliau memerintahkan untuk membunuh Hilâl bin Khothol, Muqois bin Hibâbah, ‘Abdullôh bin Sa‘d bin Abi Sarh dan beberapa orang lain. Beliau mengatakan, “Bunuhlah mereka, meskipun kalian menjumpai mereka bergelayut pada tirai Ka‘bah.” Beliau juga membebas murnikan penduduk Mekah lainnya dan tidak mengambil harta mereka sebagai ghonimah. Diriwayatkan dari Abû Bakr Ash-Shiddiq, ia berkata, ‘Aku ingin, sekiranya ketika aku disodori tawanan aku tidak membakarnya, tetapi aku ingin membunuhnya dengan cara terlentang, atau aku membebaskannya dengan sabar.”&lt;br /&gt;Dan dari Abû Mûsâ, bahwasanya ia membunuh Dahqon bin Saus setelah sebelumnya ia memberikan jaminan keamanan kepada suatu kaum, lalu ia lupa tidak memasukkannya ke dalam jaminan keamanan tersebut, akhirnya ia membunuhnya.&lt;br /&gt;Inilah atsar-atsar mutawatir bersumber dari Nabi SAW dan para shahabat mengenai bolehnya membunuh tawanan atau membiarkannya. Dan semua fuqoha di segala penjuru negeri menyepakati hal itu.” Selesai dengan sedikit adaptasi.&lt;br /&gt;Ibnu Katsir berkata di dalam Tafsir-nya : “Syâfi‘î –semoga rahmat Alloh selalu tercurah kepadanya—berkata, ‘Seorang imam diberi pilihan, antara membunuh tawanan, membebas murnikan, meminta tebusan, atau menjadikannya sebagai budak. Masalah ini dikupas di dalam Ilmu Furu‘, kami telah menunjukkan hal ini dalam buku kami, Al-Ahkâm.”&lt;br /&gt;Ibnu Qudamah berkata di dalam Al-Mughni : “Jika imam menangkap tawanan, ia diberi pilihan. Boleh membunuhnya jika ia memang berpendapat seperti itu, jika ia berpendapat membebaskan tanpa tebusan pun tidak mengapa, dan jika ia berpendapat membebaskan mereka dengan ganti sejumlah harta yang ia pungut dari mereka pun tidak mengapa. Jika ia memiliki pendapat, boleh saja menebus tawanan lain dengannya, atau kalau ia punya pendapat boleh juga menjadikan mereka sebagai budak. Mana saja di antara pilihan ini yang menurutnya lebih menimbulkan efek kerugian kepada musuh serta memberikan keuntungan kepada kaum muslimin, silahkan ia lakukan. Secara umum, orang kafir harbi yang ditawan ada tiga golongan:&lt;br /&gt;Pertama, wanita dan anak-anak, mereka ini tidak boleh dibunuh, mereka menjadi budak bagi kaum muslimin dengan ditawan tersebut. Karena Nabi SAW melarang membunuh wanita dan anak kecil –dalam hadits Bukhori Muslim—dan jika beliau menawan golongan seperti ini, beliau menjadikan mereka sebagai budak.&lt;br /&gt;Kedua: Pria dewasa dari kalangan Ahli Kitab atau Majusi yang mau mengakui kewajiban membayar jizyah. Untuk golongan ini, imam memiliki empat pilihan: membunuhnya, membebas murnikan tanpa tebusan, menerima tebusan, atau menjadikannya sebagai budak.&lt;br /&gt;Ketiga: Pria dewasa dari kalangan para penyembah berhala dan sejenisnya, yang tidak mau mengakui kewajiban membayar jizyah. Dalam hal ini, imam memiliki tiga pilihan: membunuhnya, membebas murnikannya, atau menerima tebusan darinya, imam tidak boleh menjadikannya sebagai budak. Di dalam salah satu riwayat dari Imam Ahmad dinyatakan, boleh menjadikan mereka sebagai budak. Ini juga pendapat Syâfi‘î.&lt;br /&gt;Pendapat yang kami kemukakan sebelumnya mengenai pria dewasa dari ahli kitab, dinyatakan juga oleh Al-Auza‘î, Syâfi‘î dan Abû Tsaur. Dinukil juga dari Mâlik, pendapat yang sama dengan madzhab kami. Dalam riwayat lain darinya, tidak boleh membebas murnikan tanpa tebusan, sebab itu tidak ada mashlahatnya, sedangkan imam hanya boleh melakukan tindakan yang ada mashlahatnya.&lt;br /&gt;Bagi kami, dalil bolehnya membebas murnikan dan meminta tebusan adalah firman Alloh: dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan; juga bahwa Nabi SAW pernah membebas murnikan Tsumamah bin Utsal, Abû Izzah si penyair, dan Abu `l-‘Ash bin Robi‘. Terkait dengan tawanan Badar, Rosululloh SAW bersabda, “Seandainya Muth‘im bin ‘Adî masih hidup, lalu ia memintaku untuk membebaskan orang-orang busuk itu, tentu aku bebaskan mereka.” Dan beliau meminta tebusan para tawanan Badar yang berjumlah 73 orang, masing-masing dengan harta sejumlah empat ratus. Dalam perang Badar juga, Rosululloh SAW menukar satu tawanan dengan dua tawanan dan menukar shohibu `l-‘adhbâ’ dengan dua orang.&lt;br /&gt;Adapun pilihan membunuh tawanan, karena Nabi SAW pernah membunuh pria-pria Bani Quroidhoh yang jumlah mereka antara 600 sampai 700 orang. Dalam perang Badar, beliau juga membunuh Nadhr bin Harits dan Uqbah bin Abi Mu‘ith setelah mereka tertawan. Dalam perang Uhud beliau membunuh Abû Ghozzah. Semua ini adalah kisah yang sudah tersebar luas dan populer, tindakan Nabi SAW seperti ini juga beliau lakukan berkali-kali yang menunjukkan berarti itu boleh. Alasan lain, bisa jadi masing-masing pilihan lebih mendatangkan mashlahat jika diterapkan pada sebagian tawanan. Sebab ada di antara tawanan yang memiliki kekuatan dan menimbulkan kerugian kepada kaum muslimin, hidupnya membuat mereka terancam bahaya, sehingga membunuh tawanan seperti ini lebih mendatangkan mashlahat. Ada juga di antara tawanan itu yang lemah tapi banyak harta, sehingga meminta tebusan kepadanya lebih mendatangkan mashlahat. Di antara mereka juga ada yang berpemikiran baik tentang kaum muslimin dan diharapkan keislamannya ketika ia dibebaskan, atau diharapkan bantuannya bagi kaum muslimin dengan melepaskan tawanan mereka di tangan musuh dan mau membela mereka, sehingga dibebaskan lebih mendatangkan mashlahat. Ada juga di antara mereka yang bisa dimanfaatkan khidmat (pelayanan)nya dan di satu sisi kejahatannya tidak dikhawatirkan, sehingga dijadikan budak lebih mendatangkan mashlahat, seperti kaum wanita dan anak-anak. Dan imam adalah orang yang paling mengerti tentang mashlahat, maka sudah sepantasnya semua urusan ini diserahkan kepadanya.&lt;br /&gt;Firman Alloh Ta‘ala: bunuhlah orang-orang musyrik, bersifat umum dan tidak terhapus (manshukh) dengan nash khusus, akan tetapi didudukkan untuk selain kondisi yang dikhususkan. Maka dari itu, tidak haram menjadikan mereka (ahli kitab dan majusi yang mau membayar jizyah, penerj.) sebagai budak.&lt;br /&gt;Adapun para penyembah berhala, tentang boleh tidaknya menjadikan mereka sebagai budak terdapat dua riwayat; salah satunya menyatakan tidak boleh, inilah madzhab imam Syâfi‘î. Sedangkan Abû Hanifah mengatakan, boleh jika mereka orang ‘Ajam, bukan Arab, ini didasari pendapatnya dalam masalah pemungutan jizyah.&lt;br /&gt;Adapun menurut kami, orang seperti ini kafir dan tidak mau mengakui kewajiban membayar jizyah, maka tidak boleh juga diaku sebagai budak. Sama dengan orang murtad. Kami telah sebutkan dalil tentangnya.&lt;br /&gt;Jika ini jelas, maka seungguhnya pemberian pilihan ini adalah pemberian pilihan berdasarkan mashlahat ijtihad, bukan pilihan yang disandarkan kepada syahwat (sesuai selera). Maka, kapan imam melihat ada mashlahat pada salah satu dari pilihan-pilihan ini, wajib baginya untuk mengambilnya dan tidak boleh berpaling kepada pilihan lain. Dan kapan ia ragu antara semua pilihan, maka membunuh lebih baik. Mujahid mengatakan, dalam kondisi ragu ada dua pilihan, salah satunya dibunuh, dan itu lebih baik. Begitu pula dikatakan imam Mâlik. Ishâq berkata, “Menaklukkannya (membunuhnya) lebih kusukai, kecuali jika ia orang yang terkenal dan diharapkan sekali bisa merekrut orang banyak.” Selesai.&lt;br /&gt;Syaikhu `l-Islâm Ibnu Taimiyah menguatkan pendapat jumhur ini, ia mengatakan di dalam Al-Fatâwâ : “Jika imam diberi pilihan dalam masalah tawanan antara membunuh, menjadikannya budak, membebaskan atau memintai tebusan, maka ia harus memilih yang paling mendatangkan mashlahat bagi kaum muslimin. Dengan begitu, ia (bisa) dalam posisi yang benar dalam ijtihadnya dan telah menghukumi berdasarkan hukum Alloh serta mendapat dua pahala, bisa juga ijtihadnya tidak benar sehingga ia tetap mendapat pahala dari upaya yang sudah ia curahkan, ia tidak berdosa hanya karena tidak mampu mendeteksi sebuah mashlahat.”&lt;br /&gt;Syaikhu `l-Islâm Ibnu `l-Qoyyim juga memilih pendapat jumhur ini, ia mengatakan di dalam Zâdu `l-Ma‘âd : “Adalah Rosululloh SAW pernah membebas murnikan sebagian mereka, membunuh sebagian mereka, menebus sebagian mereka dengan harta, dan sebagian lagi ditukar dengan kaum muslimin yang tertawan. Beliau melakukan semua itu sesuai dengan mashlahat.” Lalu beliau menyebutkan dalil-dalil seperti kami kemukakan.&lt;br /&gt;Ibnu Hajar menyatakan di dalam Fathu `l-Bârî : “Ucapan dia –yakni ucapan Tsumamah bin Utsal kepada Rosululloh SAW ketika ia tertawan—‘Jika engkau membunuhku, engkau membunuh orang yang darahnya bernilai; jika engkau memberi anugerah, engkau menganugerahi orang yang pandai berterima kasih; jika engkau meninginkan harta, mintalah sesukamu.’ Sesungguhnya Nabi SAW mendiamkan saja pernyataannya dan tidak mengingkari klasifikasi pilihan darinya ini. Setelah itu, beliau membebas murnikannya. Berarti, ini semakin menguatkan pendapat jumhur, bahwa urusan orang kafir dewasa yang ditawan dikembalikan kepada imam, ia bisa melakukan sesuatu yang paling memberikan keuntungan kepada Islam dan kaum muslimin. Ath-Thohawi berkata, ‘Dzohir ayat ini menjadi hujjah penguat pendapat jumhur. Demikian juga hadits Abû Huroiroh tentang kisah Tsumamah, hanya dalam kisah Tsumamah itu disebutkan pilihan membunuh.’ Abû Ubaid berkata, ‘Ayat ini sama sekali tidak ter-mansukh, tetapi itu adalah ayat yang muhkam. Hal itu karena Nabi SAW melakukan sebuah tindakan berdasarkan semua yang ditunjukan oleh ayat dalam semua hukumnya. Maka, sebagian orang kafir beliau bunuh pada perang Badar, sebagian beliau mintai tebusan dan sebagian lagi beliau bebas murnikan. Beliau juga membunuh orang-orang Bani Quroidhoh dan membebaskan Bani Mushtholiq, membunuh Ibnu Khothol dan lain-lain di Mekkah serta membebaskan sisanya. Beliau juga menawan suku Hawazin lalu membebaskan mereka dan membebaskan Tsumamah bin Utsal. Semua itu menunjukkan lebih kuatnya pendapat Jumhur yang menyatakan bahwa masalah itu dikembalikan kepada pendapat imam. Pada intinya, kondisi tawanan setelah ditawan imam, imam diberi pilihan: memungut jizyah bagi mereka yang memang disyariatkan untuk dipungut jizyah, membunuh, menjadikan budak, membebaskan tanpa tebusan atau dengan tebusan, ini bagi kaum pria. Adapun kaum wanita dan anak-anak, maka mereka dijadikan budak dengan ditawannya mereka. Boleh juga menukar tawanan wanita kafir dengan tawanan lelaki muslim atau muslimah yang ditangkap orang-orang kafir. Dan jika seorang tawanan masuk Islam, pilihan dibunuh hilang seketika menurut kesepakatan ulama.” Selesai dengan sedikit adaptasi.&lt;br /&gt;As-Suyûthî berkata di dalam Al-Asybâh wa `n-Nadzôir : “Tindakan imam terhadap rakyat terkait dengan mashlahat. Kaidah ini ditetapkan oleh imam Syâfi‘î, beliau berkata: ‘Kedudukan imam bagi rakyat seperti kedudukan wali bagi anak yatim.’ Di antara contohnya, jika ia diberi pilihan tentang tawanan antara membunuhnya, menjadikannya budak, membebas murnikan atau meminta tebusan, maka ia tidak boleh memilih berdasarkan selera (syahwat) tetapi berdasarkan mashlahat. Jika ia belum juga melihat adanya mashlahat, ia harus terus menahan mereka sampai mashlahat itu terlihat.” Selesai dengan sedikit adaptasi.&lt;br /&gt;Al-Kâsânî berkata di dalam Badâi‘u `s-Shonâ’i‘ : “Adapun tawanan, dalam hal itu imam memiliki tiga pilihan. Kalau mau membunuh mereka, yaitu pria dewasa yang menjadi pasukan tempur, dan menawan kaum wanita dan anak-anak, berdasarkan firman Alloh Ta‘ala: maka penggallah kepala mereka. Dan ini berlaku setelah dilakukan penangkapan dan penawanan. Sebab, memenggal kepala adalah memisahkan persendian leher dan itu tidak bisa dilakukan ketika perang masih berkecamuk, itu hanya bisa dilakukan setelah menangkap dan menawan. Diriwayatkan bahwa Rosululloh SAW meminta saran kepada para sahabat yang mulia –rodhiyallohu Ta‘ala ‘anhum—kaitannya dengan tawanan perang Badar; lalu sebagian mereka menyarankan agar beliau meminta tebusan, sedangkan sayyidina ‘Umar RA menyarankan agar membunuh mereka. Maka, Rosululloh SAW bersabda, ‘Seandainya turun api dari langit, tidak ada yang selamat selain ‘Umar,’ beliau mengisyaratkan bahwa yang benar adalah membunuh mereka. Demikian juga diriwayatkan dari beliau –alaihis sholatu wa s-salam—bahwa beliau memerintahkan untuk membunuh ‘Uqbah bin Abi Mu‘ith dan Nadhr bin Harits dalam perang Badar dan membunuh Hilal bin Khothol dan Muqois bin Shobabah dalam peristiwa penaklukan Mekah. Di samping itu, bisa jadi mashlahat itu ada dalam membunuh tawanan, sebab itu akan memberantas mereka sampai ke akarnya, sehingga seorang imam mesti melakukannya.”&lt;br /&gt;Asy-Syaukani berkata di dalam Nailu `l-Authôr : “Pendapat jumhur dalam urusan tawanan dari kalangan pria dewasa kafir, dikembalikan kepada imam. Hendaknya ia melakukan apa yang paling menguntungkan Islam dan kaum muslimin. Ath-Thohawi mengatakan, dzohir ayat ini –yakni firman Alloh Ta‘ala: sesudah itu, kamu boleh membebaskan mereka atau meminta tebusan—menjadi hujjah yang menguatkan pendapat jumhur. Alhasil, Quran dan Sunnah memberikan ketetapan mengenai pendapat yang dipegang jumhur. Karena sesungguhnya, Nabi SAW pernah membebaskan tawanan dan meminta tebusan sebagaimana dalam hadits-hadits dalam bab ini, beliau juga pernah membunuh tawanan, beliau membunuh Nadhr bin Harits dan ‘Uqbah bin Abi Mu‘ith dan lain-lain. Beliau juga pernah menebus dua orang kaum muslimin yang tertawan dengan seorang tawanan dari kaum musyrikin sebagaimana tercantum dalam hadits ‘Imrôn bin Hushoin. Tirmizî berkata, setelah menyebutkan hadits ‘Imrôn bin Hushoin tadi, ‘Inilah yang dipraktekkan oleh mayoritas ahli ilmu dari kalangan para sahabat Nabi SAW dan lain-lain, yaitu imam boleh membebas murnikan tawanan yang ia kehendaki, membunuh siapa yang ia kehendaki dan meminta tebusan dari siapa yang ia kehendaki.’ Ishâq bin Manshûr berkata, ‘Kukatakan kepada Ahmad (bin Hanbal) jika ada orang tertawan, mana yang lebih engkau sukai; meminta tebusan kepadanya atau membunuhnya? Ia menjawab, ‘Jika ia mampu membayar tebusan, itu tidak masalah. Jika ia dibunuh, aku melihat tidak mengapa juga.’”&lt;br /&gt;Senada dengan pernyataan Asy-Syaukani, Al-Mubarokfuri mengatakan di dalam Tuhfatu `l-Ahwadzî.&lt;br /&gt;Al-Adzim Abadi berkata di dalam ‘Aunu `l-Ma‘bûd : “Bab: Membunuh Tawanan dan Tidak ditawarkan Islam kepadanya. Rosululloh SAW memberikan jaminan keamanan kepada semua orang (dalam peristiwa penaklukan Mekah, penerj.) selain empat pria dan dua wanita, beliau mengatakan, ‘Bunuhlah mereka meskipun kalian temukan mereka bergelayut pada tirai Ka‘bah; Ikrimah bin Abû Jahal, ‘Abdullôh bin Khothol, Muqois bin Shobabah, dan ‘Abdullôh bin Abi Sarh.’”&lt;br /&gt;As-Sarkhosi berkata di dalam Al-Mabsûth : “Dan aku bertanya kepadanya –yakni Abû Hanifah—tentang seseorang yang berhasil menawan seorang lelaki dari musuh, apakah ia boleh membunuhnya ataukah membawanya kepada Imam? Abû Hanifah berkata, ‘Mana saja yang ia lakukan, itu baik; sebab dengan tertawan tidaklah menggugurkan kebolehan menumpahkan darahnya menunggu imam membunuhnya. Demikian juga, orang yang menangkapnya boleh membunuhnya sebagaimana sebelum ia menangkapnya. Dan ketika Umayyah bin Kholaf dibunuh setelah ia tertawan, Rosululloh SAW tidak mengingkari orang yang membunuhnya. Tapi jika ia membawanya kepada imam, itu lebih dekat kepada penghormatan terhadap kedudukan imam. Sedangkan yang pertama lebih dekat kepada penampakkan kedahsyatan terhadap orang-orang musyrik serta meruntuhkan kekuatan mereka. Maka, sebaiknya ia memilih yang ia ketahui lebih bermanfaat dan lebih baik bagi kaum muslimin.’”&lt;br /&gt;Setelah memaparkan beberapa perkataan ulama tentang tawanan, sekarang jelaslah bagi mereka yang mengecam, bahwa hukuman bunuh yang kami jatuhkan kepada para tawanan itu bukan berangkat dari hawa nafsu kami. Namun, kami melihat adanya mashlahat dalam membunuh mereka sebagai ganti menyerahkan satu orang.&lt;br /&gt;Kalau ada yang mengatakan kepada kami: “Lalu apa dosa sembilan tawanan itu jika yang bersalah satu orang itu, padahala Alloh berfirman: dan orang yang berdosa tidak menanggung dosa orang lain. ?&lt;br /&gt;Kami katakan, tawanan itu berhak dibunuh dengan dosanya. Karena, Alloh SWT membolehkan kita membunuh tawanan hanya karena dia tawanan. Artinya, di sana tidak ada kondisi-kondisi lain yang harus menjadi penguat untuk membunuhnya. Lalu bagaimana jika dalam kondisi ini, dibunuhnya ia karena dosa temannya itu, merupakan maslahat terbesar? Jadi kami memperlakukan mereka dengan firman Alloh: Dan takutlah akan fitnah yang tidak hanya menimpa orang-orang dzalim di antara kalian.&lt;br /&gt;Maka, kami menghukum sebagian mereka lantaran dosa sebagian yang lain, itu lebih memberikan gertakan dan kerugian kepada mereka. Rosululloh SAW sendiri juga pernah memperlakukan seseorang berdasarkan kesalahan kaumnya.&lt;br /&gt;Hadits tentang itu diriwayatkan Muslim dari ‘Imrôn bin Hushoin, ia berkata: “Tsaqif adalah sekutu Bani ‘Uqoil, maka Tsaqif menawan dua orang shahabat Rosululloh SAW sedangkan para shahabat menawan satu orang dari Bani ‘Uqoil. Mereka juga menangkap Al-‘Adhba’ lalu membawanya kepada Rosululloh SAW dalam keadaan terikat. Ia berkata, ‘Hai Muhammad,’ kemudian Rosululloh SAW mendatanginya, ‘Apa urusanmu?’ ia berkata, ‘Atas dasar apa engkau menangkapku dan menangkap perintis urusan haji?’ yakni Al-‘Adhba’, beliau menjawab, ‘Aku menangkapmu karena dosa sekutumu, Tsaqif.’&lt;br /&gt;Di sini, Rosululloh SAW tidak berlaku berlebihan, sebab kondisi perang kadang menuntut untuk melakukan tindakan-tindakan seperti ini demi menjamin keselamatan tentara Islam. Bahkan, kami tidak mungkin bisa menjaga kehormatan kaum muslimin selain dengan melakukan tindakan-tindakan seperti ini. Kami juga punya alasan lain yang barangkali tidak bisa difahami dengan jelas oleh selain kami, bahwa dalam membunuh tawanan itu ada mashlahat yang jelas bagi kami. Jika kami membebaskan mereka –dan ini telah kami lakukan pada sebagian mereka—maka ini adalah yang menurut kami lebih mendatangkan mashlahat pada sebagian tawanan. Jika kami membunuhnya, maka itu adalah mashlahat yang terkandung di dalamnya. Jika kami meminta tebusan, pada sebagian mereka meminta tebusan itu lebih mendatangkan mashlahat. Dan kami tidak terikat harus melakukan satu pilihan saja dalam memberlakukan tawanan, namun kami dalam urusan tawanan berusaha memilih yang paling mendatangkan mashlahat bagi kondisi kami dan kondisi kaum muslimin, kami memperlakukan dengan perlakuan yang paling kuat dalilnya pada keadaan si tertawan.&lt;br /&gt;Lalu, mengapa sebagian orang terburu-buru merasa jengkel sebelum melihat dalil dan istidlal kami?&lt;br /&gt;Kita memohon kepada Alloh, semoga kita termasuk mereka yang mengetahui kebenaran dan mengikutinya dengan baik.&lt;br /&gt;MASALAH KEDUA:&lt;br /&gt;BOLEHNYA MENUKAR ORANG ISLAM YANG TERTAWAN DENGAN TAWANAN KAFIR YANG KITA TANGKAP&lt;br /&gt;Asy-Syaukani berkata di dalam Nailu `l-Authôr : “Jumhur ahli ilmu telah berpendapat bolehnya membebaskan tawanan kafir sebagai ganti tawanan muslim, berdasarkan hadits ‘Imrôn bin Hushoin yang telah disebutkan, yaitu pada Bab: Jika tawanan masuk Islam, ia tetap menjadi milik kaum muslimin. Dari ‘Imrôn bin Husoin ia berkata, ‘Tsaqif adalah sekutu Bani ‘Uqoil, kemudian Tsaqif menawan dua orang sahabat Rosululloh SAW dan para shahabat Rosululloh SAW menawan seorang lelaki dari Bani ‘Uqoil dan turun menangkap Al-‘Adhbâ’ bersama mereka. Kemudian ia dibawa kepada Rosululloh SAW dalam keadaan terikat. Ia berkata, ‘Hai Muhammad,’ kemudian Rosululloh SAW mendatanginya, ‘Apa urusanmu?’ ia berkata, ‘Atas dasar apa engkau menangkapku dan menangkap perintis urusan haji?’ –yakni Al-‘Adhba’ beliau menjawab, ‘Aku menangkapmu karena dosa sekutumu, Tsaqif.’ Setelah itu beliau pergi, tapi ia kembali memanggilnya, ‘Hai Muhammad, hai Muhammad.’ ‘Apa urusanmu?’ tanya Rosululloh. Ia berkata, ‘Aku ini muslim.’ Rosululloh mengatakan, ‘Kalau kamu mengucapkannya ketika kamu menguasai dirimu, tentu engkau akan beruntung sekali.’ Lalu beliau pergi, tetapi ia kembali memanggilnya, ‘Hai Muhammad, hai Muhammad.’ Beliau bertanya lagi, ‘Apa urusanmu?’ Ia berkata, ‘Sungguh aku lapar, berilah aku makan. Aku haus, berilah aku minum.’ Beliau menjawab, ‘Ini adalah kebutuhanmu.’ Setelah itu, beliau menukarnya dengan dua tawanan. Diriwayatkan oleh Ahmad dan Muslim.”&lt;br /&gt;Mengingat dalil ini sudah jelas dan merupakan nash yang benar lagi tegas dalam masalah ini, kami tidak akan menambahkan yang lain. Akan tetapi kami senang menjelaskannya supaya tidak ada orang berprasangka bahwa tindakan seperti ini adalah “perampasan” yang tidak syar‘î. Bahkan Rosul SAW sendiri melakukannya dan membiarkan tawanan terus di tangan beliau –walaupun ia sampai masuk Islam—untuk bisa menebusnya dengan tawanan muslim. Beliau juga memperlakukan tawanan itu dengan Baihaqî, memberinya makan dan minum sampai beliau membebaskannya dengan tebusan dua tawanan muslim.&lt;br /&gt;MASALAH KETIGA:&lt;br /&gt;TENTANG BOLEHNYA MENUKAR MAYAT ORANG KAFIR DENGAN TAWANAN MUSLIM ATAU MAYATNYA&lt;br /&gt;Terkait dengan masalah ini, terdapat riwayat Ahmad dan Tirmizî dari Ibnu ‘Abbâs RA: Bahwasanya orang-orang musyrik ingin membeli mayat seorang lelaki musyrik, tetapi Nabi SAW menolak untuk menjualnya kepada mereka.&lt;br /&gt;Abû ‘Îsâ berkata, “Ini hadits hasan ghorib, kami tidak mengetahuinya selain dari hadits Al-Hakam, diriwayatkan juga oleh Hajjaj bin Arthoh dari Al-Hakam.”&lt;br /&gt;Ahmad bin Hanbal berkata, “Hadits Ibnu Abi Laila tidak bisa dijadikan hujjah.”&lt;br /&gt;Muhammad bin Ismâ‘îl berkata, “Ibnu Abi Laila shoduq (jujur) akan tetapi kami tidak mengetahui mana haditsnya yang shohih dan yang dho‘îf. Saya pun tidak meriwayatkan sama sekali darinya.”&lt;br /&gt;Abû ‘Îsâ berkata di tempat lain, setelah menyebutkan Ibnu Abi Laila dan perawi lain yang masih diperbincangkan, “Jika salah satu dari mereka ini meriwayatkan hadits sendirian dan tidak diikuti hadits senada lainnya, maka hadits itu tidak bisa dijadikan hujjah. Sebagaimana dikatakan Ahmad bin Hanbal: Ibnu Abi Laila tidak dipakai haditsnya sebagai hujjah. Maksudnya, jika ia meriwayatkan suatu hadits sendirian. Yang paling parah kalau ia tidak menghafal isnâd hadits, sehingga melakukan penambahan atau pengurangan di dalamnya, atau merubahnya, atau membawa riwayat yang bisa merubah makna kandungannya.”&lt;br /&gt;Di tempat lain, Abû ‘Îsâ mengomentarinya, “Diriwayatkan dari Ibnu Abi Laila seperti ini tidaklah mengapa. Ia terkadang meriwayatkan seperti ini dan sesekali seperti itu –yakni isnâd-nya—, sebenarnya ini berasal dari hafalannya. Kebanyakan ahli ilmu sebelumnya tidak mencatat hadits seperti ini, kalaulah ada yang mencatat di antara mereka maka itu dilakukan setelah mereka mendengarnya.”&lt;br /&gt;Al-Mubarokfuri berkata di dalam Tuhfatu `l-Ahwadzi : “Bab: Tentang Penjelasan Tidak Bolehnya Menukar Bangkai Tawanan. Al-Jîfah adalah bangkai mayit yang sudah membusuk, disebutkan di dalam An-Nihayah. Maksudnya, bangkai tawanan tidak boleh dijual atau ditukar dengan harta. Perkataannya: Telah bercerita kepada kami, Sufyân; yaitu Sufyân Ats-Tsauri. Dari Ibnu Abi Laila; nama lengkapnya adalah Muhammad bin Abdurrohman bin Abi Laila. Dari Al-Hakam; yaitu Ibnu Utbah. Perkataannya: Maka Nabi SAW menolak untuk menjualnya kepada mereka; ini adalah dalil bahwasanya tidak boleh menjual bangkai orang musyrik. Tidak boleh dijual atau mengambil harga darinya karena itu adalah mayat, di mana memilikinya tidak diperbolehkan. Tidak boleh juga menukarnya. Sang Pembuat Syariat telah mengharamkan harga penjualannya dan harga penjualan patung-patung di dalam hadits Jâbir. Di dalam Shohih-nya, Bukhôrî meletakkan sebuah bab: Boleh Membuang Bangkai Orang-orang Musyrik Di Dalam Sumur dan Tidak Boleh Mengambil Harga Penjualannya. Lalu ia menyebutkan di sana hadits Ibnu Mas‘ûd tentang doa yang dipanjatkan Nabi SAW agar kecelakaan menimpa Abû Jahal bin Hisyam dan orang-orang Quroisy lainnya. Di antara isi hadits itu: “…sungguh kalian melihat mereka telah terbunuh dalam perang Badar, maka buanglah mereka di dalam sumur.”&lt;br /&gt;Al-Hafidz (Ibnu Hajar, penerj.) berkata, “Perkataan Bukhôrî: Tidak Boleh Mengambil Harga Penjualannya, mengisyaratkan kepada hadits Ibnu ‘Abbâs: Bahwasanya orang-orang musyrik ingin membeli mayat seorang lelaki musyrik, tetapi Nabi SAW menolak untuk menjualnya kepada mereka. Dikeluarkan oleh Tirmizî dan lain-lain.&lt;br /&gt;Di dalam Al-Maghozi, Ibnu Ishaq menyebutkan bahwa orang-orang musyrik meminta kepada Nabi SAW untuk menjual jasad Naufal bin ‘Abdullôh bin Mughiroh, ia adalah orang yang menerobos Khondaq (parit). Maka Nabi SAW bersabda, “Kami tidak membutuhkan harga dan jasadnya.” Kemudian Ibnu Hisyam berkata, “Telah sampai berita kepada kami dari Az-Zuhri, bahwa mereka mengeluarkan uang sepuluh ribu untuk membayarnya.” Bukhôrî mengambil hadits ini untuk dimasukkan dalam Bab itu dari sisi tinjauan: secara kebiasaan terbukti bahwa jika keluarga korban tewas dalam perang Badar mengetahui bolehnya menebus bangkai keluarganya, tentu mereka akan membayarnya walau berapa pun harganya, Mâsyâ Allôh. Maka, ini menjadi hadits penguat dari hadits Ibnu ‘Abbâs, walau pun sanadnya tidak terlalu kuat.” Selesai.&lt;br /&gt;Perkataannya: Ibnu Abi Laila haditsnya tidak bisa dijadikan hujjah dst; Al-Hafidz berkata di dalam At-Taqrib, ‘Dia adalah Muhammad bin ‘Abdu `r-Rohman bin Abi Laila Al-Anshori Al-Kufi, Al-Qôdhî ‘Abdu `r-Rohman, dia shodûq (jujur) namun hafalannya buruk sekali, dari thobaqôt ketujuh.’&lt;br /&gt;Al-Hafidz berkata di dalam Tahdzibu `t-Tahdzîb: ‘Abdullôh bin Ahmad berkata, dari ayahnya, Ibnu Abi Laila buruk hafalannya dan haditsnya goncang (mudhthorib), fikih Ibnu Abi Laila lebih kami sukai daripada haditsnya.’&lt;br /&gt;Abû Hatim berkata dari Ahmad bin Yunus, ia menyebutkannya secara berlebihan, ia berkata, ‘Ia adalah penduduk dunia yang paling fakih.’&lt;br /&gt;Untuk ‘Abdullôh bin Syubrumah (dengan syin dhommah, ba’ sukun, dan ro ‘ dhommah) adalah putera Ath-Thufail bin Hassan Adh-Dhibbî Abû Syubrumah Al-Kufi, Qôdhî yang tsiqoh lagi fakih, dari thobaqoh kelima. Dinyatakan oleh Al-Hafidz di dalam At-Taqrib.&lt;br /&gt;Al-Hafidz juga berkata di dalam Tahdzibu `t-Tahdzib: ‘Jika ditanyakan kepada Ats-Tsauri: Siapakah juru fatwa (mufti) mu?’ ia berkata, ‘Ibnu Abi Laila dan Ibnu Syubrumah.’”&lt;br /&gt;Ibnu Rojab berkata di dalam Jami‘u `l-‘Ulûm wa `l-Hikam : “Di antara benda yang dilarang untuk dijual adalah bangkai orang-orang kafir yang terbunuh. Diriwayatkan oleh Ahmad dari hadits Ibnu ‘Abbâs RA, ia berkata: “Dalam perang Khondaq, kaum muslimin berhasil membunuh seorang lelaki musyrik, lalu mereka menukar bangkainya dengan harta. Maka Rosululloh SAW bersabda, “Berikan saja bangkainya kepada mereka, sesungguhnya itu adalah bangkai paling kotor dan diyat paling buruk.” Beliau tidak menerima harta sedikit pun dari kaum musyrikin untuk menggantinya. Hadits ini juga dikeluarkan Tirmizîn dan Waki‘ di dalam kitabnya dari jalur lain dari Ikrimah secara mursal. Kemudian Waki‘ berkata, ‘Bangkai tidak boleh dijual.’&lt;br /&gt;Haritsah berkata, ‘Kukatakan kepada Ishaq: Apa pendapatmu tentang menjual bangkai orang-orang musyrik? Ia menjawab, Tidak.’&lt;br /&gt;Abû ‘Amrû Asy-Syaibani meriwayatkan, bahwasanya Al-Mustaurid Al-‘Ajalî didatangkan kepada ‘Alî, Al-Mustairid telah masuk agama Nashrani, maka ia memintanya untuk bertaubat namun menolak. Akhirnya ‘Alî membunuhnya. Setelah itu, orang-orang nashrani meminta bangkainya dengan membayar sebanyak tiga puluh ribu, namun ‘Alî menolaknya. Kemudian beliau membakar bangkainya tersebut.’”&lt;br /&gt;Masalah ini akan mencakup beberapa sisi:&lt;br /&gt;Sisi pertama: Hadits yang ada dalam masalah ini tidak memiliki jalur periwayatan yang bisa dijadikan hujjah. Hadits ini diriwayatkan dari berbagai jalur yang kesemuanya berporos kepada Muhammad bin ‘Abdu `r-Rohman bin Abi Laila dan ‘Alî bin Hajjaj Al-Arthoh. Adapun ‘Abdu `r-Rohman bin Abi Laila, telah dikemukakan komentar Tirmizî, Bukhôrî dan Ahmad yang menganggapnya dho‘îf (lemah). Ibnu `l-Jauzi mengomentarinya di dalam Adh-Dhu‘afa’ : “Syu‘bah mengatakan tentangnya, ‘Belum pernah kulihat orang yang lebih buruk hafalannya daripada dia.’ Ahmad berkata: dho‘îf. Murroh berkata, ‘Buruk hafalannya dan sering goncang haditsnya.’”&lt;br /&gt;Abû Hatim berkata di dalam ‘Ilalu `l-Hadits : “Ibnu Abi Laila adalah orang yang buruk hafalannya.”&lt;br /&gt;Adz-Dzahabi berkata di dalam Mizanu `l-I‘tidal: “Yahya menganggap lemah Ibnu Abi Laila dan Mathor pada hadits yang mereka riwayatkan dari ‘Athô’ dari Ibnu ‘Abbâs: Bahwasanya orang-orang musyrik hendak membeli jasad salah seorang korban dalam perang Khondaq…al-hadits. Hadits ini dinilai hasan oleh Tirmizî. ‘Abdu `l-Haq berkata di dalam Ahkam-nya, demikian juga Ibnu `l-Qothon, ‘Isnâd hadits ini dho‘îf dan terputus (munqothi‘); Al-Hakam tidak pernah mendengar dari Maqsam selain lima hadits dan hadits ini bukan salah satunya.’ Mereka berdua melemahkan hadits ini dari sisi Ibnu Abi Laila, namun perkataan Tirmizî lebih baik.”&lt;br /&gt;Adapun Hajjaj bin Arthoh, Ahmad berkata tentangnya: “Tidak bisa dijadikan hujjah.” Abû Hatim berkata, “Ia mentadlis hadits dari orang-orang dho‘îf.”&lt;br /&gt;Para huffadz sepakat tentang tadlis yang ia lakukan. Ini urusannya sudah jelas, dan dia telah membawakan riwayat secara ‘an‘anah (dari…dari…) sebagaimana tercantum dalam riwayat Ahmad.&lt;br /&gt;Ada cacat lainnya, yaitu bahwa Maqsam disebut-sebut sebagai mudallis. Ada yang mengatakan, dia tidak pernah mendengar dari Ibnu ‘Abbâs, ditambah ia meriwayatkan hadits ini dengan ‘an‘anah. Muhammad bin Sa‘îd telah melemahkannya. Abû Hatim berkata tentangnya, “Baik haditsnya, tidak bermasalah.” Dan ketika Ahmad ditanya tentang siapa saja murid-murid Ibnu ‘Abbâs, ia berkata, “Ada enam,” lalu ia menyebutkannya tapi tidak menyebut nama Maqsam. Dikatakan kepadanya: Maqsam? Ia berkata, “Maqsam bukan termasuk dari mereka.”&lt;br /&gt;Ada cacat lainnya, yaitu bahwa Al-Hakam bin ‘Utaibah yang meriwayatkan hadits ini dengan semua sanadnya dari Maqsam, tidak bisa dipastikan apakah dia mendengar langsung hadits ini. Sebelumnya sudah kami kemukakan perkataan ‘Abdu `l-Haq di dalam Ahkam-nya dan juga Ibnu `l-Qothon bahwa isnâd-nya –isnâd hadits bab ini—adalah dho‘îf dan terputus; Al-Hakam tidak pernah mendengar dari Maqsam selain lima hadits saja, dan ini bukan salah satunya.&lt;br /&gt;Nasâî berkata tentangnya, “Al-Hakam adalah mudallis.”&lt;br /&gt;Ia telah meriwayatkan hadits ini secara ‘an‘anah dan tidak menegaskan ia pernah menceritakan secara langsung.&lt;br /&gt;‘Abdullôh berkata, “Aku mendengar ayahku berkata, ‘Yang dishohihkan dari Al-Hakam dari Maqsam ada empat hadits: hadits tentang witir, hadits tentang kebulatan tekad dalam cerai, hadits fai’, dan hadits Qunut.’”&lt;br /&gt;Kemudian ‘Abdullôh berkata ketika ia ditanya: Apakah ia meriwayatkan selain hadits ini? “Mereka mengatakan, riwayat-riwayat itu sekedar tulisan saja. Aku melihat bahwa Hajjaj meriwayatkan darinya, dari Maqsam dari Ibnu ‘Abbâs, ada sekitar lima puluh hadits. Sedangkan Ibnu Abi Laila sering keliru dalam hadits-hadits yang ia bawakan dari Al-Hakam.”&lt;br /&gt;‘Abdullôh berkata lagi, “Aku mendengar Abû Murroh berkata, ‘Empat hadits yang Al-Hakam dianggap shohih di dalamnya, ia dengar langsung dari Maqsam.’”&lt;br /&gt;Jika isnâd hadits ini tidak bisa dijadikan sebagai hujjah, maka ia tidak bisa dijadikan dalil akan haramnya menjual bangkai orang-orang kafir kepada keluarga mereka ketika itu dianggap perlu dalam peperangan.&lt;br /&gt;Sisi kedua: Mungkin ada yang mengatakan, memang berdasarkan sanad-nya hadits ini tidak bisa dijadikan sebagai hujjah. Tetapi, hadits ini memiliki syawahid (hadits lain sebagai penguat) yang menguatkan statusnya, yaitu riwayat yang tercantum di dalam Shohih Bukhôrî Muslim tentang dibuangnya mayat korban perang Badar ke dalam sumur serta menghindari penjualannya seperti yang difahami oleh Bukhôrî. Termasuk penguat lainnya, Nabi SAW melarang menjual bangkai.&lt;br /&gt;Menjawab pernyataan ini, kami katakan: Sesungguhnya tokoh-tokoh besar para huffadz seperti Ahmad, Ibnu `l-Madini dan lain-lain tidak menerika syawahid bagi suatu hadits kecuali jika dalam hadits yang hendak diperkuat dengan syawahid itu memenuhi beberapa syarat. Di antara syarat tersebut hendaknya hadits tidak menjadi hadits utama dalam sebuah permasalahan. Sedangkan hadits ini kami anggap sebagai hadits utama dalam masalah larangan menjual mayat orang kafir kepada keluarganya dalam kondisi perang. Meskipun kami menyatakan haramnya menjual mayat, tetapi itu jika dalam kondisi damai, bukan dalam kondisi perang.&lt;br /&gt;Adapun yang kita ingin haramkan dalam kondisi perang, maka harus ada dalil tersendiri yang menunjukkan perbuatan itu dilarang ketika dalam kondisi perang. Nah, jika hadits Ibnu ‘Abbâs di muka tidak shohih statusnya, maka masalah tersebut ketika dalam kondisi perang tetap berstatus masih didiamkan dan tidak bisa diberlakukan padanya dalil-dalil lain yang menyatakan mengenai haramnya menjual bangkai dalam kondisi damai. Sebab, sesuatu yang diharamkan dalam kondisi damai tidak otomatis juga diharamkan ketika dalam kondisi perang. Apalagi jika sesuatu itu mengandung sebuah kemashlahatan yang jelas bagi tentara atau negeri kaum muslimin. Dalil-dalil yang menunjukkan bolehnya melakukan perbuatan-perbuatan haram dalam kondisi perang sangatlah banyak, baik dari Sunnah mau pun dari perbuatan para shahabat. Contohnya ketika Rosululloh SAW membakar pohon kurma milik kaum Yahudi, padahal dalam hadits-hadits lain beliau melarang untuk membakar pepohonan. Beliau juga memperbolehkan berbohong dalam perang dan melukai hewan-hewan tunggangan musuh sebagaimana dilakukan ‘Alî dalam perang Hunain, demikian juga mengenakan sutera dan bersikap angkuh. Rosululloh SAW juga memberi izin kepada para shahabat untuk berdiri di dekat kepala beliau untuk berjaga-jaga ketika peristiwa Hudaibiyah, padahal ini termasuk perbuatan yang beliau sangat ingkari jika bukan dalam posisi seperti ini, sebab ini bagian dari menghormati beliau.&lt;br /&gt;Tentara Syam juga pernah menulis surat kepada ‘Umar RA: “Jika kami bertemu musuh dan melihat mereka telah membungkus senjata-senjata mereka dengan kain sutera, kami merasa gentar.” Maka ‘Umar membalas, “Kalau begitu, kalian juga harus membungkus senjata-senjata kalian dengan sutera sebagaimana mereka melakukannya.”&lt;br /&gt;Syaikhu `l-Islâm pernah ditanya tentang hukum menggunakan sutera dalam rangka menggentarkan hati musuh, maka beliau menjawab, “Dalam hal ini ada dua pendapat ulama; yang lebih kuat adalah boleh.” Beliau –rahimahulloh—juga berpendapat lebih jauh kaitannya dengan hukum-hukum seperti ini, khusus dalam kondisi perang; mengingat di dalamnya ada mashlahat, walaupun terdapat nash-nash yang mengharamkan hukum-hukum seperti ini jika bukan pada kondisi perang. Di dalam kitab Al-Istiqomah misalnya, beliau berkata, “Adapun orang-orang kafir, hilangnya akal orang kafir lebih baik baginya dan bagi kaum muslimin. Adapun bagi dia, karena hilangnya akal tidak menghalanginya dari mengingat Alloh dan sholat, tetapi menghalanginya dari kefasikan dan kekafiran. Adapun bagi kaum muslimin, karena kondisi mabuk (orang kafir) bisa memicu permusuhan dan saling benci di antara mereka, sehingga itu baik bagi orang-orang beriman. Ini bukan berarti membolehkan khomer dan bermabuk-mabukan, tetapi dalam rangka menolak dua keburukan dengan keburukan lebih ringan. Oleh karena itu, saya memerintahkan pasukan kami agar tidak melarang musuh-musuh kaum muslimin mengkonsumsi minuman keras, baik musuh itu dari kalangan Tartar atau Karj dan lain-lain. Saya katakan, jika mereka meminum khomer, itu tidak menghalangi mereka dari mengingat Alloh dan sholat, tetapi menghalangi mereka dari kekafiran dan kerusakan di bumi. Di samping itu, itu juga bisa memicu permusuhan dan kebencian di kalangan mereka sendiri, ini jelas sebuah mashlahat bagi kaum muslimin. Jadi, siuman mereka lebih buruk daripada mabuknya mereka, maka tidak ada baiknya membantu mereka untuk siuman. Bahkan, bisa saja hukumnya dianjurkan, atau mungkin wajib, untuk menolak kejahatan mereka dengan cara sebisa mungkin, dengan membuat mereka mabuk atau yang lainnya.”&lt;br /&gt;Dulu ketika kami di Afghanistan, ada fatwa Syaikh Muhammad bin Sholih Al-‘Utsaimin –hafidzohulloh— ketika beliau ditanya tentang hukum mencincang mayat musuh, beliau mengatakan, “Kalau mereka mencincang korban dari kalian, cincanglah mayat mereka. Apalagi jika dengan begitu bisa menimbulkan rasa gentar dan takut dalam diri mereka. Sementara Alloh Ta‘ala berfirman: Oleh sebab itu barangsiapa menyerang kamu, maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadapmu. .”&lt;br /&gt;Jadi, dalil dan fatwa-fatwa ini menerangkan bahwa kondisi perang memiliki kondisi-kondisi khusus yang tidak pas jika kita sama ratakan kondisi itu dengan dalil-dalil yang berlaku dalam kondisi normal. Maka, sesuatu yang akan kita hukumi dalam peperangan membutuhkan dalil yang jelas maksudnya, shohih sanadnya, dan bisa mengeluarkan sebuah hukum. Bahkan kalau lah sebuah perbuatan itu dilarang dalam kondisi perang, maka larangan tersebut tidaklah mutlak dalam kondisi apa saja, apalagi jika berbenturan dengan mashlahat yang lebih besar atau mendatangkan madhorot yang lebih besar kepada kaum muslimin. Dalil akan hal ini adalah, bahwasanya Rosululloh SAW melarang untuk membakar dan menebang pepohonan, melarang membunuh kaum wanita dan anak-anak. Namun, ketika beliau mengepung perkampungan Bani Nadhir beliau membakar perkebunan kurma mereka, sebagaimana tercantum dalam hadits Bukhôrî. Dan di dalam Shohih Bukhôrî Muslim juga, ketika beliau ditanya tentang hukum menyerang kaum musyrikin di malam hari lalu serangan itu mengenai wanita dan anak-anak mereka, beliau membolehkannya dan bersabda, “Mereka termasuk mereka.”&lt;br /&gt;Bahkan masalahnya lebih besar dari ini; jika orang-orang kafir menjadikan kaum muslimin yang tertawan sebagai perisai (atau dikenal dengan masalah tatarrus, penerj.) dan kondisi darurat menuntut untuk membidik orang-orang kafir –karena jika kaum muslimin tidak melakukannya mereka akan menang dan banyak membunuh kaum muslimin—maka boleh membidik orang-orang kafir tersebut walaupun mengenai kaum muslimin yang tertawan. Inilah madzhab Imam Syâfi‘î sebagaimana tercantum dalam Mughniyyu `l-Muhtâj (IV/224), dan Ahmad sebagaimana dalam Kasyâfu `l-Qonnâ‘ (V/ 447 – 448).&lt;br /&gt;Semua dalil dan fatwa tadi menguatkan pendapat bahwa hadits Ibnu ‘Abbâs dalam masalah ini adalah hadits pokok yang harus benar-benar shohih statusnya, bukan diperkuat dengan hadits-hadits lain yang menyatakan haramnya masalah ini. Jika itu tidak memungkinkan, maka bisa kami katakan sulit untuk mengharamkannya dengan alasan berhati-hati tanpa adanya dalil yang arahnya jelas. Apalagi itu bisa menghilangkan mashlahat bagi kita. Hanya Alloh yang lebih tahu mana yang benar.&lt;br /&gt;Sisi ketiga: Kasus yang tengah kami alami adalah kami mengumumkan keinginan kami menukar mayat tawanan musuh dengan beberapa orang dari kaum muslimin yang ditawan. Pengumuman ini adalah pengumuman pertukaran, bukan jual beli. Kalaulah hadits tadi derajatnya hasan dengan syawahid-nya, itu tidak menunjukkah haramnya tukar menukar. Ini adalah tukar menukar, bukan jual beli yang ada harga dan komoditinya.&lt;br /&gt;Asy-Syaukani berkata di dalam As-Sailu `l-Jarrôr (IV/ 567): “Adapun perkataan penulis: Dan diperbolehkan mengembalikan mayat (musuh) secara cuma-cuma; tidak ada sisi pengikatan dari ucapan beliau: cuma-cuma; sebab harta orang-orang kafir bisa dipinjam dengan berbagai cara, dan ini bukan urusan jual beli sehingga harus dimasukkan dalam masalah jual beli bangkai atau jual beli benda najis.”&lt;br /&gt;As-Sarkhosi berkata di dalam Al-Mabsuth (X/ 137 – 138): “Aku bertanya kepada Abû Hanifah tentang orang kafir harbi yang dibunuh oleh kaum muslimin, bolehkan menjual bangkainya kepada orang-orang kafir harbi lainnya? Beliau berkata, ‘Tidak mengapa jika dilakukan di negeri harbi, bukan di kamp muaskar kaum muslimin.’ Abû Yûsuf berkata, ‘Harta orang kafir harbi halal bagi kaum muslimin diambil paksa, maka jika diambil dengan kerelaan mereka tentu lebih halal.’ Maknanya, jika bukan di tempat muaskari kaum muslimin, mereka tidak memiliki jaminan keamanan dalam hal harta yang mereka bawa, sesungguhnya kaum muslimin boleh mengambilnya dengan cara apa saja. Mengambil harta dengan menjual bangkai mereka ini, bukan karena mengambil harta disebabkan menjual bangkai atau darah, tetapi dengan cara ghonimah. Oleh karena itu, harta seperti ini diambil seperlima, sisanya dibagikan kepada pasukan sesuai cara membagi ghonimah.”&lt;br /&gt;Muhammad Asy-Syaibani berkata di dalam As-Siyar (I/ 249): “Abû Yûsuf pernah kutanya tentang seorang kafir harbi yang berhasil dibunuh oleh kaum muslimin; bolehlah menjual bangkainya kepada orang kafir harbi lainnya? Ia berkata, ‘Abû Hanifah mengatakan tidak apa-apa jika di negeri harbi, bukan di kamp muaskar kaum muslimin. Tidakkah kamu melihat bahwa harta orang kafir harbi itu boleh dirampas oleh kaum muslimin? Maka jika mereka menyerahkannya dengan perasaan rela, tentu saja boleh.”&lt;br /&gt;Inilah pendapat kami tentang bolehnya saling tukar mayat dengan tawanan. Karena tidak tada dalil yang melarang menjualnya, lalu bagaimana dengan menuikarnya? Oleh karena itu, kami menyatakan hal itu boleh dan kami mempaktekkannya. Kami telah menukar 14 kepala orang Rusia dengan tiga mayat saudara-saudara kami. Maka, mashlahat perbuatan seperti ini jelas sekali bagi kami, sedangkan melarangnya tanpa dalil yang kuat justeru merugikan kemashlahatan kami.&lt;br /&gt;MASALAH KEEMPAT:&lt;br /&gt;TENTANG BOLEHNYA MEMINDAHKAN MAYAT ATAU KEPALA ORANG-ORANG KAFIR&lt;br /&gt;Jawaban dari pertanyaan seputar masalah ini merupakan cabang dari bab sebelumnya. Maka, mereka yang berpendapat bolehnya tukar menukar mayat tawanan, tak diragukan lagi akan lebih membolehkan memindahkan mayat orang-orang kafir demi tercapainya sebuah mashlahat. Kami sengaja memasuki pembahasan masalah ini karena di dalam sebagian buku para muhadditsin (ahli hadits) tercantum larangan tentanganya.&lt;br /&gt;Disebutkan dalam riwayat Baihaqî dalam Sunan-nya (IX/132): “Bab: Riwayat Yang Ada Mengenai Memindahkan Kepala.” Ia berkata, “Dari Uqbah bin ‘Âmir Al-Juhanni bahwasanya ‘Amrû bin Ash dan Syurohbil bin Hasanah mengutus Uqbah untuk menyampaikan surat kepada Abû Bakar Ash-Shiddiq RA berikut sepotong kepala seorang komandan Syam. Ketika ia tiba kepada Abû Bakar RA beliau mengingkarinya, maka Uqbah berkata, “Wahai Kholifah Rosululloh SAW, mereka juga melakukannya kepada kami.” Abû Bakar berkata, “Apakah kemudian kalian akan mengikuti kebiasaan Persi dan Romawi? Jangan lagi ada kepala yang dibawa kepadaku, cukuplah surat dan berita yang sampai kepadaku.”&lt;br /&gt;Mu‘âwiyah bin Khudaij pernah berkata, “Kami berhijrah di zaman Abû Bakar Ash-Shiddiq RA, ketika kami tengah berada di tempat beliau, tiba-tiba beliau naik mimbar lalu memuji dan memuja Alloh, setelah itu berkata, ‘Sesungguhnya telah datang kepada kita kepala seorang komandan (musuh) dan kita tidak memerlukannya. Sesungguhnya itu adalah tradisi orang-orang Ajam.’”&lt;br /&gt;Dan dari ‘Abdu `l-Karim Al-Jazri bahwa Mu‘âwiyah bercerita kepadanya, “Bahwasanya Abû Bakar Ash-Shiddiq RA diberi sepotong kepala, maka beliau berkata, ‘Kalian telah berbuat dzalim.’”&lt;br /&gt;Ia juga berkata dari Az-Zuhri, “Belum pernah dibawa potongan kepala kepada Nabi SAW di Madinah, tidak juga dalam perang Badar. Pernah potongan kepala dibawakan kepada Abû Bakar RA lalu ia membenci hal itu.” Ia berkata, “Yang pertama kali membawakan kepala kepadanya adalah ‘Abdullôh bin Zubair. Seorang syaikh, yang juga menjadi rujukan riwayat Abû Dâwud di dalam Al-Marosil, berkata, dari Abû Nadhroh ia berkata, ‘Nabi SAW sedang berhadapan dengan musuh, lalu beliau bersabda, ‘Siapa yang bisa mendatangkan sepotong kepala maka ia mendapatkan apa saja yang ia angankan kepada Alloh.’ Maka datanglah dua orang lelaki membawa sepotong kepala, keduanya bertengkar tentangnya, maka Rosululloh SAW memutuskan untuk memberikan kepada salah satu dari keduanya.” Hadits ini munqothi‘ (terputus), kalaulah dalam hadits ini berisi anjuran untuk membunuh musuh, namun tidak berisi anjuran untuk memindahkan potongan kepala dari negeri syirik ke negeri Islam.” Selesai perkataan Baihaqî dengan sedikit adaptasi.&lt;br /&gt;Ada juga riwayat yang membolehkan memindahkan kepala meskipun masih diperselisihkan. Ibnu Jarir berkata di dalam Tarikh-nya (II/ 37): “Telah bercerita kepada kami Ibnu Humaid ia berkata, telah bercerita kepada kami Salamah dari Muhammad bin Ishaq: Dan segolongan orang dari Bani Makhzum mengklaim bahwa Ibnu Mas‘ûd mengatakan, ‘Abû Jahal berkata kepadaku: Sungguh kamu telah mendaki tanjakan yang sulit, hai penggembala kambing kecil.’ Kemudian aku (Ibnu Mas‘ûd) memenggal kepalanya dan kubawa kepada Rosululloh SAW lalu kukatakan, ‘Wahai Rosululloh, inilah kepala musuh Alloh; Abû Jahal.’ Rosululloh SAW bersabda, ‘Apakah karena Alloh, yang tiada ilah (yang haq) selain-Nya?’ kujawab, ‘Ya, demi Alloh yang tiada ilah (yang haq) selain-Nya.’ Kemudian kulempar kepala itu di hadapan Rosululloh SAW lalu beliau memuji Alloh.”&lt;br /&gt;Al-Hafidz berkata di dalam Fathu `l-Bari (VII/ 295): “Di dalam hadits Ibnu ‘Abbâs riwayat Ibnu Ishaq disebutkan, bahwa Ibnu Mas‘ûd berkata, ‘Maka aku menjumpai Abû Jahal pada tikaman panah terakhir, maka kuinjakkan kakiku di lehernya dan kukatakan: ‘Alloh telah menghinakanmu, hai musuh Alloh!’ ia menjawab, ‘Dengan apa Dia menghinakanku, apakah lelaki yang kalian bunuh bisa berbuat dengan sengaja?’&lt;br /&gt;Sebagian kaum dari Bani Makhzum mengklaim bahwa Abû Jahal berkata kepadanya, ‘Sungguh kamu telah mendaki tanjakan yang sulit, hai penggembala kambing yang kecil.’ Ibnu Mas‘ûd berkata, ‘Kemudian kupenggal kepalanya dan kubawa kepada Rosululloh SAW, aku berkata, ‘Inilah kepala musuh Alloh, Abû Jahal.’”&lt;br /&gt;Adz-Dzahabi menyebutkan di dalam As-Siyar (III/ 371): “Ibnu `z-Zubair berkata, ‘Kami diserang oleh Jirjîr –seorang komandan dari Afrika—bersama 120.000 pasukannya dan mereka mengepung kami sementara kami hanya berjumlah 20.000 orang. Orang-orang ketika itu sedang berselisih masalah Ibnu Abi Syarh. Kemudian Jirjîr memasuki tendanya, maka aku melihat kelengahan dia yang tengah mengawasi bagian di belakang barak tentaranya sambil menaiki kereta kuda berwarna ungu bersama dua wanita yang menaunginya dengan bulu burung Merak, antara dia dan pasukannya terbentang sebidang tanah putih. Maka, aku mendatangi pimpinan kami, Ibnu Abi Sarh , akhirnya beliau menunjuk beberapa orang untuk menyertaiku. Maka aku memilih 30 orang penunggang kuda dan kukatakan kepada mereka: ‘Tetaplah di barisan kalian, aku akan maju menerobos.’ Aku juga mengatakan kepada mereka, ‘Lindungilah bagian belakangku.’ Kemudian aku membelah barisan musuh untuk mencapai tempat Jirjîr, aku berhasil melewatinya dengan kuat, Jirjîr dan balatentaranya sama sekali tidak memperhitungkanku kecuali sebatas sebagai utusan yang datang kepadanya hingga akhirnya aku berhasil mendekatinya. Barulah ia sadar adanya gelagat buruk, maka ia pergi meninggalkan kereta kudanya untuk lari ke belakang tetapi aku berhasil mengejarnya dan kutikam dia hingga tersungkur. Setelah itu kupenggal kepalanya dan kupasang di ujung tombakku sambil bertakbir, melihat itu kaum muslimin maju menerobos barisan musuh, musuh pun kocar-kacir dan Alloh memberikan pundak-pundak mereka kepada kaum muslimin.”&lt;br /&gt;Yûsuf Al-Hanafi berkata di dalam Mu‘tashoru `l-Mukhtashor (I/ 244 – 245) tentang memindahkan kepala orang kafir, “Diriwayatkan dari ‘Alî bin Abi Tholib ia berkata, Rosululloh SAW pernah diberi kepala Marhab. Diriwayatkan juga dari Al-Barro’ ia berkata, ‘Aku bertemu pamanku yang sedang memegang bendera. “Hendak pergi ke mana?” tanyaku. Ia berkata, “Rosululloh SAW mengutusku menemui seorang lelaki yang menikahi isteri ayahnya sepeninggalnya, agar aku bawa kepalanya.” Dan dari ‘Abdullôh Ad-Dailamî dari ayahnya ia berkata, ‘Kami datang kepada Rosululloh SAW membawa kepala Aswad Al-Unsi, si pendusta (yang mengaku Nabi, penerj.) kemudian aku berkata, ‘Wahai Rosululloh, sungguh Anda sudah tahu siapa kami. Lalu, kepada siapakah kami menuju?’ Rosululloh SAW menjawab, ‘Kepada Alloh dan Rosul-Nya.’&lt;br /&gt;Kedatangan mereka membawa kepalanya dari Yaman agar Rosululloh SAW ikut merasakan pertolongan Alloh dan kecukupan yang Dia berikan kepada kaum muslimin untuk menyelesaikan urusan beliau. Kisah ini juga berisi bolehnya memindahkan potongan kepala dari satu negeri ke negeri lain dalam rangka memberi pelajaran sehingga manusia mengambil pelajaran dari peristiwa tersebut. Termasuk dalam hal ini adalah firman Alloh Ta‘ala: “Dan hendaklah hukuman rajam dua pezina itu disaksikan segolongan kaum mukminin.”&lt;br /&gt;Juga firman Alloh tentang para muharib: “…hendaknya mereka dibunuh atau disalib…” agar kasus mereka diketahui secara luas oleh khalayak. Adapun pengingkaran Abû Bakar terhadap tindakan ‘Amrû bin Ash dan Syurohbil bin Hasanah ketika mereka membawa potongan kepala kepada beliau, itu adalah ijtihad dari beliau ketika beliau melihat dirinya tidak lagi memerlukan tindakan seperti itu. Tidakkah Anda melihat, para komandan pasukan yang lain–di antaranya Yazid bin Abi Sufyân dan ‘Uqbah bin ‘Âmir—yang juga hadir di tengah mereka tidak mengingkari perbuatan seperti itu karena mereka melihat di dalamnya terdapat pengangkatan izzah bagi agama Alloh dan terpukulnya keluarganya yang sesama kafir. Jadi, pedoman dalam masalah seperti ini dikembalikan kepada pendapat para pemimpin, mereka melakukan hal itu ketika mereka lihat tepat dan cocok untuk kondisi waktu di mana mereka berada. Ketika mereka merasa sudah tidak memerlukannya lagi, mereka meninggalkannya. Dulu pernah kepala Al-Mukhtar dibawa kepada ‘Abdullôh bin Zubair dan dia tidak mengingkarinya; diriwayatkan bahwa ketika si pengantar meletakkan kepalanya di depannya, ‘Abdullôh bin Zubair berkata, “Tidaklah Ka‘ab mengatakan sesuatu kepadaku melainkan pasti kudapati kejadiannya seperti yang ia katakan, kecuali peristiwa kali ini. Sesungguhnya ia pernah bercerita kepadaku bahwa aku akan dibunuh oleh seorang lelaki dari Bani Tsaqif, lihatlah…sekarang justeru aku telah berhasil membunuhnya.” Al-A‘masy berkata, “Dia tidak sadar bahwa Abû Muhammad –yakni Al-Hajjaj—sedang mengintainya dalam perjalanan.”&lt;br /&gt;Asy-Syaukani berkata di dalam As-Sailu `l-Jarrôr (IV/ 568): “Ucapan penulis: Dimakruhkan membawa potongan kepala; saya katakan: jika dengan membawanya bisa menguatkan hati kaum muslimin atau melemahkan kekuatan orang-orang kafir, maka tidak mengapa melakukannya. Bahkan itu tindakan bagus dan pengaturan yang tepat. Tidak perlu beralasan bahwa itu barang najis, karena membawanya bisa dilakukan tanpa harus terolesi atau bersentuhan langsung dengannya. Untuk menyatakan kebolehan tindakan seperti ini tidak perlu berpijak kepada adanya riwayat shohih dari Nabi SAW, sebab menguatkan tentara Islam dan menggentarkan tentara kafir adalah salah satu daripada maksud syariat dan salah satu dari perintahnya, ini tidak diragukan. Peristiwa memidahkan potongan-potongan kepala pernah terjadi di zaman shahabat. Adapun riwayat yang menyebutkan itu pernah terjadi di zaman Nabi, maka riwayat tersebut tidak ada yang shohih.”&lt;br /&gt;Bagus sekali ungkapan imam Syaukani dan sikap beliau dalam mendudukkan masalah seperti ini, di mana beliau menjadikan salah satu daripada maksud syariat dalam peperangan adalah menguatkan tentara Islam dan menggentarkan tentara kafir. Dengan kaidah seperti ini kita bisa mengarahkan perbuatan-perbuatan Nabi SAW dalam peperangan yang bertentangan dengan apa yang beliau larang sendiri.&lt;br /&gt;Dalam masalah ini, tidak diragukan lagi bahwa dalil-dalil yang melarangnya lebih lemah daripada dalil-dalil yang membenarkannya. Pendudukan masalah sebelumnya juga kami pakai dalam mendudukkan masalah ini. Dan hanya Alloh Ta‘ala lah yang lebih tinggi dan lebih mengetahui.&lt;br /&gt;PEMBAHASAN BERIKUTNYA:&lt;br /&gt;Jawaban terhadap mereka yang mengecam kami dengan mengatakan; kita wajib mematuhi perjanjian-perjanjian internasional yang kita sepakati dan wajib menghormati hak-hak kemanusiaan.&lt;br /&gt;Sebelum kami mulai pembahasan ini, kita harus mengerti dulu apa yang dimaksud dengan Perjanjian Jenewa terkait masalah tawanan dan apa itu hukum-hukum internasional yang mereka buat.&lt;br /&gt;Sesungguhnya kesepakatan internasional tentang tawanan yang diberlakukan di negara-negara anggota PBB adalah perjanjian Jenewa yang ditandatangani tahun 1949, yang menetapkan: Tawanan perang berada di bawah kontrol negara musuhnya, bukan dibawah kontrol perorangan atau tim pasukan yang menangkapnya. Negara yang bersangkutan tidak boleh memberikan perlakuan berbeda berdasarkan warna kulit, jenis kebangsaan, ediologi atau aliran politik. Negara bersangkutan juga tidak boleh melakukan penyiksaan, baik fisik maupun mental. Tidak boleh mencopot pangkat dan jabatannya, atau membekukan asetnya. Dalam kamp penahanan juga harus terpenuhi syarat-syarat standart kesehatan, memberikan gizi dan pakaian layak, setiap kamp penahanan harus ada klinik kesehatan. Tawanan perang juga berhak menjalankan kegiatan intelektual, perluasan cakrawala dan olahraga. Mereka boleh mengirim dan menerima surat dan kartu-kartu tetapi tetap dalam pengawasan. Tawanan perang hanya diadili di pengadilan militer. Tidak boleh menjatuhkan hukuman kepada tawanan tanpa memberikan kesempatan kepadanya untuk membela diri dan meminta bantuan pengacara dan penasehat hukum. Tawanan perang harus dikembalikan ke negaranya ketika konflik-konflik yang terjadi sudah selesai.&lt;br /&gt;Inilah undang-undang PBB yang diberlakukan sebagai hukum oleh negara-negara anggota. Jika ada negara yang tidak mau melaksanakan perjanjian ini, bisa saja akan menerima sangsi dari negara anggota lainnya, atau perannya keanggotaannya dinon aktifkan, atau PBB tidak akan mengambil langkah terkait penjagaan wilayah negaranya, atau hukuman-hukuman lain.&lt;br /&gt;Jawaban kami terdadap mereka yang menyatakan kepada kami bahwa kita harus menepati perjanjian seperti ini, terdiri dari beberapa sisi:&lt;br /&gt;Pertama: Bahwa kami bukanlah anggota Organisasi antar bangsa ini dan kami tidak mau jadi anggotanya sehingga kami mesti mematuhi perjanjian dan peraturan-peraturannya.&lt;br /&gt;Kedua: Seandainya kami memberikan perjanjian kepada seorang yang kafir untuk tidak membunuhnya, tentu kami akan menepati janji kami terhadap mereka, berdasarkan firman Alloh Ta‘ala: “…tepatilah janji-janji.” Dan firman-Nya: “…dan janganlah kamu seperti orang yang melepas kembali pintalannya setelah kuat.” Dan firman-Nya: “…dan janganlah kalian membatalkan sumpah setelah kuat.” Dan berdasarkan sabda Rosululloh SAW –seperti tercantum di dalam Ash-Shohihain—: “Jika Alloh telah mengumpulkan orang-orang terdahulu dan orang-orang belakangan, ditegakkan bagi setiap pengkhianat janji sebuah bendera, lalu dikatakan: Ini adalah pengkhianatan si Fulan bin Fulan.” Dan berdasarkan komitmen Rosululloh SAW mematuhi perjanjian yang beliau jalin antara dirinya dengan kaum Quraisy sebelum akhirnya mereka sendiri melanggarnya, bukan beliau. Sementara, kami tidak pernah memberikan sebuah perjanjian kepada fihak Rusia sehingga kami bisa disebut telah melanggar perjanjian.&lt;br /&gt;Ketiga: Sesungguhnya sebagian isi dari perjanjian tadi diperintahkan oleh Robb kami, dan kami mengkufuri perjanjian tersebut dan pencetusnya. Hanya saja, kami mengakui bahwa isinya ada yang bersesuaian dengan syariat kami, seperti berbuat baik kepada tawanan. Berdasarkan kesaksian tawanan yang telah kami bebaskan sebelumnya, mereka menyatakan mendapatkan perhatian dan perlakuan baik yang tidak mereka jumpai pada tentara mereka sendiri. Cukuplah kami beralasan untuk berbuat baik kepada mereka dengan pujian Alloh yang Dia berikan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan firman-Nya: “Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.” Padahal, tawanan yang ada di zaman shahabat ketika itu hanya tawanan kafir. Maka, Alloh memuji orang yang berbuat baik kepada tawanan meskipun ia kafir.&lt;br /&gt;Di dalam hadits shohih disebutkan, bahwasanya Rosululloh SAW memberikan perlakuan baik kepada Tsumamah bin Utsal setelah beliau mengikatnya di masjid sampai akhirnya beliau membebaskannya beberapa hari setelah itu, lalu ia masuk Islam karena perlakuan baik yang diberikan Rosululloh SAW kepadanya. Bukti-bukti keterangan dari perbuatan Rosululloh SAW tentang perlakuan baiknya kepada tawanan sangatlah banyak, itu sudah cukup bagi kita dan kita tidak perlu mencarinya di aturan buatan orang-orang di luar kita untuk menentukan mana yang baik bagi kita dalam kondisi perang dan damai. Kalau bukan karena tak ingin berpanjang lebar, tentu akan kami sebutkan hukum-hukum seputar tawanan sesuai perintah syariat kita, supaya orang yang mengingkari kami melihat jelas betapa agung dan universalnya syariat kita ini.&lt;br /&gt;Keempat: Sebenarnya, perjanjian-perjanjian internasional atau yang semisal, yang dipercaya begitu saja oleh kaum ‘lemah akal’, bukan dibuat untuk diterapkan bagi lima negara anggota tetap di Dewan Keamanan PBB. Sebenarnya itu hanyalah “cambuk” untuk menggiring negara-negara lemah dan aturan untuk melindungi anggota dari lima negara itu. Perjanjian itu mendorong mereka untuk berbuat kerusakan, giliran nanti tertangkap sebagai tawanan kekayaan mereka tetap terjaga dan mereka bisa bebas. Karena dengan perjanjian itu tidak ada satu pun yang berani menentang, maka kelima negara itu tidak takut untuk menginvasi negara-negara lain. Kecaman hanya datang kepada negara-negara lemah yang kalah. Adapun mereka dan para petinggi mereka, kecaman tidak berlaku.&lt;br /&gt;Berikut ini kami kemukakan contoh-contoh yang menjelaskan bahwa ternyata negara-negara anggota tetap DK PBB tidak mematuhi perjian yang mereka paksakan kepada negara lain untuk mematuhinya. Jika hak ada pada diri mereka, mereka gembar-gemborkan perjanjian tersebut. Tetapi jika mereka berada di fihak yang dirugikan, mereka mengatakan apa yang kami lakukan dalam rangka membela diri, kami melindungi hak kami dengan melakukan perlawanan. Berikut ini contoh tersebut:&lt;br /&gt;1- Peristiwa pembantaian terhadap kaum muslimin di Bosnia pada bulan Robiul Awal 1416 H, di dua kota: Jeba dan Serbernicha. Peristiwa ini berjalan berkat dukungan PBB (pencetus perjanjian Jenewa). Sebelumnya Serbia telah menyerahkan dua kota ini kepada pasukan keamanan PBB dan segera setelah itu pasukan PBB memberlakukan penjagaan pada dua kota itu, mereka mengklaimnya sebagai kota aman.&lt;br /&gt;Setelah itu, bala tentara Serbia bergerak menuju dua kota itu sementara pasukan keamananan PBB hanya diam saja. Bahkan, mereka memuluskan jalan bagi tentara Serbia dan mengosongkan titik-titik pengamanan dua hari sebelumnya. Tentara Belanda yang turut menjadi anggota pasukan keamanan PBB melakukan kerja sama dengan tentara Serbia, mereka memberikan seragam dan amunisi mereka sebelum memasuki dua kota itu. Pihak NATO sebenarnya juga mengetahui pergerakan Serbia menuju dua kota itu, namun mereka tidak mengambil langkah apa pun. Setelah itu, tentara Serbia masuk ke dua kota itu dengan berseragam pasukan PBB, mereka perintahkan penduduknya menuju ke sebuah pabrik alumunium (yang menjadi markaz pasukan PBB). Setelah penduduk berkumpul di sana, Serbia pun melakukan drama pembantaian itu; kaum muslimin dalam jumlah besar disembelih di dalam pabrik tersebut, sementara penduduk kota sisanya mengalami beraneka ragam bentuk pembunuhan, pemerkosaan dan pengusiran. Jumlah mereka lebih dari 45 ribu muslim. Ke mana kah pasukan PBB kala itu?&lt;br /&gt;Sungguh, mereka telah berubah menjadi penyokong Serbia dalam melakukan aksi pembunuhan, pemerkosaan dan pengusiran.&lt;br /&gt;Setelah memasuki Sharbenicha, si penjahat Rathlo Maladic menyiapkan 40 bus untuk mengangkut para pemuda dan pemudi ke tempat-tempat yang tak diketahui. Sementara penduduk yang selamat, orang-orang tua dan anak-anak, melarikan diri ke kota Tozla. Jeba dan Sharbenicha tinggal menyisakan puing-puing.&lt;br /&gt;Beberapa pekan kemudian, PBB memindahkan orang-orang Kristen Kroasia yang melarikan diri dari kota Karina dan Kenin setelah tentara Serbia menduduki dua kota tersebut. PBB memakan waktu sekitar sepuluh hari untuk memindahkan mereka dengan bus-bus nya menuju kota Jeba dan Sherbenicha, yang sudah dikosongkan untuk menanggulangi arus pengungsian penduduk Kristen ini.&lt;br /&gt;Ada salah seorang pejabat PBB menegaskan –setelah tentara Serbia menduduki kota Karina dan Kenin—bahwa hak asasi manusia menuntut kita untuk memberikan bantuan apa saja yang kita mampu demi menyelamatkan masyarakat Kroasia yang mengungsi karena sebuah tragedi. Dan benar, mereka berhasil diselamatkan dan ditempatkan di rumah-rumah kaum muslimin yang dibantai dan mengungsi, tidak ada yang menangisi mereka.&lt;br /&gt;Lihatlah, bagaimana mereka membantu Serbia dalam aksi pertama melawan kaum muslimin. Kemudian mereka berdiri di fihak Kroasia dalam aksi kedua dengan mengatakan, “Salah satu bentuk kesempurnaan hak asasi manusia adalah kami memberikan bantuan kepada para pengungsi.”&lt;br /&gt;Tanyalah kepada Sekjen PBB waktu itu, Bouthros Ghali, mengapa mereka tidak memperlakukan Serbia sebagaimana mereka memperlakukan Irak sebelumnya?! Di manakah kesepakatan-kesepakatan dan perjanjian-perjanjian? Di manakah hak-hak warga sipil, sebelum membicarakan hak tawanan?&lt;br /&gt;2- Contoh lain adalah kejadian yang menimpa penduduk Irak yang ditawan ketika pasukan Amerika menduduki Kuwait. Ketika pasukan Amerika bekerjasama dengan tentara Inggris untuk mengkoordini sebuah drama pembantaian mengerikan terhadap lebih dari 8.000 tentara Irak. Peristiwa itu hanya berlangsung dua hari (24-25 Februari 1991), di mana tank-tank Amerika model Brames &amp;amp; Bradley dan truk-truk yang dilengkapi sekop mengubur hidup-hidup lebih dari 8.000 tentara Irak yang sedang berada di tempat-tempat mereka. Mereka tinggal di parit-parit setelah tentara Amerika mengepung mereka.&lt;br /&gt;Harian Amerika, The Washington Post, memuat wawancara bersama sejumlah jenderal pasukan Kavaleri barisan pertama. Mereka menceritakan peristiwa penguburan hidup-hidup terhadap orang-orang Irak di dalam parit-parit yang berdiameter tiga kaki dan kedalaman enam kaki.&lt;br /&gt;Harian Amerika lainnya, News Daily, juga memuat rincian peristiwa itu dengan mempublikasikan wawancara-wawancara bersama para petinggi militer Amerika di batalyon Merah, pasukan pelaksana peristiwa tersebut.&lt;br /&gt;Lentan Kolonel Morino, komandan regu dua dari batalyon Merah mengatakan bahwa peristiwa penguburan itu merupakan sebuah taktik militer yang jitu tentara Amerika dalam perang Teluk. Salah satu perencana aksi kejahatan itu adalah seorang insinyur bernama Stefen Hawks yang berada di batalyon pertama. Ia telah mendirikan sebuah kamp latihan untuk melatih dan mengajari pasukan penjaga keamanan dalam melakukan aksi penguburan hidup-hidup tentara Irak di parit-parit mereka.&lt;br /&gt;Lentan Kolonel Morino juga mengatakan bahwa setelah peristiwa itu, melihat mengerikannya keadaan, dan khawatir wartawan akan datang meliput, telah dilakukan operasi perataan pasir dan menutupnya dengan menggunakan perlengkapan dan alat-alat militer untuk menutupi pembantian itu dan menghilangkan jejak-jejaknya.&lt;br /&gt;Harian ini juga memberitakan bahwa tentara yang turut serta dalam peristiwa ini mendapatkan lencana dan gelar khusus dari Pentagon, terbukti ada seorang tentara Amerika yang tidak disebutkan namanya memberitahukan bahwa ia menerima medali perak dan gelar “pahlawan perang” setelah terjadinya pembantaian itu.&lt;br /&gt;Juru bicara Pentagon, Beth Williams, dalam jumpa pers bulan September 1991 menyebutkan target dari aksi pembantaian ini, ia mengatakan: “Langkah ini terkait untuk menghindari perlawanan tentara-tentara Irak yang lebih memilih tinggal di parit-parit mereka atau berlindung di balik cover dengan terus melakukan perlawanan. Jumlah mereka yang terkubur sangat besar, target pasukan Amerika adalah menjebol barikade tentara Irak dan meninggalkan tempat tersebut secepat mungkin untuk memudahkan jalur bagi konvoi pertama pasukan lapis baja Inggris. Artinya, agar konvoi pasukan Inggris tersebut melewati barikade tadi tanpa adanya hambatan atau menemui kerepotan yang akan menghambat kedatangannya.”&lt;br /&gt;Majalah Times edisi 3/9/1991, majalah Guardian edisi 13/9/1991 dan majalah terbitan Italia Managesto tanggal yang sama, memuat: Bahwa aksi penguburan tentara-tentara Irak hidup-hidup bukanlah terjadi secara kebetulan. Penguburan tentara-tentara Irak hidup-hidup itu adalah langkah taktis militer yang dirancang sangat akurat oleh tentara Amerika.”&lt;br /&gt;Jangan ada yang beranggapan bahwa dengan kami kemukakan bukti di atas berarti kami memberikan dukungan kepada tindakan Irak dalam menzalimi kaum muslimin di Kuwait ketika itu. Kami sebatas ingin menjelaskan bagaimana negara-negara penguasa di PBB melanggar sendiri perjanjian-perjanjian yang mereka buat, dan bagaimana mereka melakukan tindak kejahatan kepada para tawanan dengan menganggap mereka ada di fihak yang salah, aksi yang mereka ambil adalah sebuah taktik militer yang akurat.&lt;br /&gt;Silahkan Anda membayangkan, mungkinkah mesin-mesin pengurug tanah itu mendekati parit-parit jika penghuninya memberikan perlawanan. Suatu hal yang tak mungkin terjadi melainkan jika tentara-tentara itu telah menyerah dan hanya bisa berdiam di dalam paritnya. Lihatlah bagaimana neraca timbangan diputar balik dan tindak kejahatan berubah menjadi sebuah aksi gemilang dan cerdik. Seandainya penguasa Irak melakukan hal yang sama kepada tentara-tentaranya, tentu semua masyarakat Barat akan mengecamnya, lalu mulailah mereka mengingatkan akan adanya perjanjian di Lahay tahun 1907 dan konvensi Jenewa tahun 1949 dan perjanjian lain yang mereka gunakan untuk menikam siapa saja yang mereka mau.&lt;br /&gt;3- Pasca perang Oktober 1973, tentara Israel membunuh hampir 2.000 tentara Mesir yang telah menjadi tawanan. Penanggung jawab aksi pembantaian itu adalah Perdana Menteri saat itu, Ehud Barak.&lt;br /&gt;Sebelumnya, tentara Israel juga telah melakukan pembantaian sadis di Der Yasin tahun 1948 di mana 250 muslim menjadi korban, sedangkan mereka yang terluka dan terusir jumlahnya berkali lipat bilangan ini. Setelah itu, komandan pasukan bernama Arghun Manhin Bighen mendapatkan lencana penghargaan atas pembantaian ini. Ia kemudian diangkat sebagai perdana menteri di tahun 1977 dan sangat bangga dengan aksi pembantaian yang ia pimpin itu.&lt;br /&gt;Saya kira, Anda semua juga tidak lupa dengan tragedi pembantaian di masjid Al-Ibrohimi di mana 40 muslim yang sedang bersujud kepada Alloh terbunuh.&lt;br /&gt;Di manakah hak asasi manusia? Di manakah perjanjian dan kesepakatan-kesepakatan yang kita dikendalikan dengannya, sementara mereka tidak pernah dituntut dengannya? Dan sebaliknya, kita melihat yahudi hingga hari ini terus menuntut negara-negara di dunia untuk memberikan ganti atas klaim peristiwa pembantaian yahudi yang dilakukan Hitler. Israel terus mengalami peningkatan dikarenakan ganti-ganti yang ia peroleh, dan dunia berhutang kepadanya karena peristiwa itu. Bahkan, permintaan maaf dari berbagai fihak atas keterlambatan dalam menyelamatkan mereka terus mengalir hingga dua pekan terakhir, dengan begitu mereka berharap semoga Israel senang!&lt;br /&gt;Contoh pelanggaran janji yang mereka buat untuk orang lain sangatlah banyak. Kalau kita hendak mengungkap bukti kejahatan mereka dahulu dan sekarang, tentu akan panjang pembahasannya. Akan tetapi, kami kira orang yang berhati hidup cukup berfikir dengan dengan penjelasan yang kami paparkan di atas.&lt;br /&gt;Kelima: Kami ingatkan, kami tidak akan bersusah payah dalam membantah kecaman terhadap kami hanya karena ingin lari dari penilaian berdasarkan point-point dalam perjanjian-perjanjian seperti ini. Kami sudah cukup merasa senang hanya dengan menyelisihi mereka dalam urusan yang tidak sesuai dengan syariat kami. Jadi, kami berbuat berdasarkan tuntutan firman Alloh Ta‘ala: Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrôhîm dan orang-orang yang bersama dengannya; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dan dari apa yang kamu ibadahi selain Alloh, kami ingkari (kekafiran)mu, dan telah nyata permusuhan dan kebencian antara kami dan kamu buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Alloh saja…”&lt;br /&gt;Kami menyelisihi mereka secara lahiriyah saja sudah cukup membuat kami bahagia, sebab itu mengindikasikan bahwa kami mengkufuri mereka dan mengkufuri apa yang mereka ibadahi selain Alloh, dan berarti pula kami telah berlepas diri dari mereka.&lt;br /&gt;Keenam: Sebelum kami akhiri, saya ingatkan Anda wahai saudara-saudaraku yang mulia, yang mengarahkan telunjuk tuduhan dan menganggap kami telah melanggar hak asasi manusia dan memperburuk citra Islam; kami ingatkan bahwa kalian salah mengarahkan tuduhan. Kalian telah menuduh kami melakukan perbuatan yang tidak kami lakukan secara dzalim. Apakah yang dikatakan penjahat dan pelanggar hak asasi manusia adalah orang yang membela agamanya, tanah arinya dan dan kehormatan kaum muslimin akibat serangan musuh yang kejam dan perampok? Kemudian, manakah manusia yang kami langgar hak asasinya? Apakah tentara Rusia yang menginvasi negeri kami dan melakukan berbagai ragam cara dalam menyembelih kaum muslimin dan memperkosa kehormatan mereka?&lt;br /&gt;Sesungguhnya, ketika jari-jari itu kalian arahkan kepada kami dan menuduh kami telah melakukan tindak kejahatan, tidak diragukan bahwa jari tersebut salah arah dan tersesat. Jika kalian hendak membela seseorang, carilah selain Rusia. Sungguh, kejahatan mereka telah memenuhi timur dan barat. Sesungguhnya yang layak disebut penjahat adalah mereka yang telah membunuh lebih dari 100.000 muslim dari rakyat kami dalam pertempuran pertama, dan sampai kini terus membunuhi dan mengusir ratusan ribu lainnya. Sesungguhnya penjahat adalah mereka yang telah membunuh hampir satu juta muslim di Afghanistan. Sesungguhnya penjahat adalah mereka yang membunuh 200.000 muslim di Tajikistan.&lt;br /&gt;Penjahat adalah mereka yang membombardir kamp pengungsian di Amiriyah, Irak, dan membunuh semua penghuninya.&lt;br /&gt;Penjahat adalah mereka yang merudal pabrik obat-obatan Asy-Syifa di Sudan karena mengklaim tempat itu menyimpan bahan-bahan kimia. Dan ketika bom-bom itu meledak, gas yang keluar dari pabrik tersebut menyebar hingga bisa membunuh tak kurang dari 10.000 orang yang berada di wilayah pabrik.&lt;br /&gt;Penjahat adalah mereka yang membakar dan menghancurkan kiblat pertama kita.&lt;br /&gt;Penjahat adalah mereka yang membunuh lebih dari 100 warga sipil yang tengah mengungsi di barak pengungsian PBB di Libanon.&lt;br /&gt;Penjahat adalah mereka yang menghancurkan pemukiman penduduk di Lebanon beberapa bulan lalu.&lt;br /&gt;Saudara-saudaraku yang mulia, sudahkah kalian kenali siapa orang-orang jahat itu, sehingga kalian mengarahkan tuduhan yang tepat kepada mereka?&lt;br /&gt;Jika kalian belum bisa mengenali siapa mereka setelah semua pemaparan kami ini, menurut kami kalian tidak akan pernah bisa lagi mengenali mereka. Dan selanjutnya silahkan kalian tetap pada pendirian kalian, silahkan mempercayai semua teriakan suara.&lt;br /&gt;Demikianlah apa yang ingin kami jelaskan kepada saudara-saudara kami dalam pembahasan kali ini. Kami memohon kepada Alloh agar memperlihatkan kepada kita yang benar itu benar dan menganugerahi kita untuk bisa mengikutinya, serta memperlihatkan yang batil itu batil dan menganugerahi kita untuk menjauhinya. Sesungguhnya Alloh lah Pemberi petunjuk menuju jalan yang benar.&lt;br /&gt;Doa terakhir kami: Alhamdulillahi Robbi `l-‘Alamin, segala puji hanya milik Alloh Robb semesta alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerjemah:&lt;br /&gt;Fuad, dkk.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>BANTAHAN SYAIKH JIBRIN ATAS FITNAH TERHADAP SYAIKH BIN BAZ DAN SYAIKH USAMAH BIN LADIN</title><link>http://rumahjihad.blogspot.com/2011/12/bantahan-syaikh-jibrin-atas-fitnah.html</link><category>Syaikh Abdullah Al Jibrin</category><category>Usamah Bin Laden</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Wed, 7 Dec 2011 23:46:00 +0300</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4665679130695185505.post-7176813158555579515</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 13px; color: rgb(51, 51, 51); "&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 8px; padding-right: 0px; padding-bottom: 8px; padding-left: 0px; font-size: 13px; line-height: 20px !important; "&gt;&lt;strong&gt;في كلمة للشيخ عبد الله الجبرين&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; ..&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 8px; padding-right: 0px; padding-bottom: 8px; padding-left: 0px; font-size: 13px; line-height: 20px !important; "&gt;&lt;strong&gt;سئل عن ابن لادن &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; :&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 8px; padding-right: 0px; padding-bottom: 8px; padding-left: 0px; font-size: 13px; line-height: 20px !important; "&gt;- هل أسامة بن لادن من المفسدين في الأرض كما قال الشيخ ابن باز رحمه الله في فتواه ؟!&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 8px; padding-right: 0px; padding-bottom: 8px; padding-left: 0px; font-size: 13px; line-height: 20px !important; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 8px; padding-right: 0px; padding-bottom: 8px; padding-left: 0px; font-size: 13px; line-height: 20px !important; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 8px; padding-right: 0px; padding-bottom: 8px; padding-left: 0px; line-height: 20px !important; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;فأجاب &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt; :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 8px; padding-right: 0px; padding-bottom: 8px; padding-left: 0px; line-height: 20px !important; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;الشيخ ابن باز لم يقل ذلك وإنما قيلت عليه ، والشيخ ابن باز لن يقول هذه المقالة ولا يقولها مسلم ، فأسامة رجل جاهد في سبيل الله قديماً وكان له جهود في بلاد الأفغان ، وفقه الله ونصره ونصر به ، ولايزال قائما بالجهاد ، [u]وكونه يكفّر فهذا من اجتهاده ، حيث انه يكفر بعض الدول التي يلاحظ عليها بعض الأشياء [u/]، فلا يقال انه بهذا يصير من المفسدين في الأرض أو نحو ذلك .&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 8px; padding-right: 0px; padding-bottom: 8px; padding-left: 0px; line-height: 20px !important; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;وهذا رابط الكلمة بصوته&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 8px; padding-right: 0px; padding-bottom: 8px; padding-left: 0px; font-size: 13px; line-height: 20px !important; "&gt;&lt;strong&gt;Pertanyaan :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 8px; padding-right: 0px; padding-bottom: 8px; padding-left: 0px; font-size: 13px; line-height: 20px !important; "&gt;“Apakah benar Usamah Bin Ladin termasuk orang yang melakukan kerusakan di muka bumi sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Bin Baz dalam salah satu fatwa beliau ?”&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 8px; padding-right: 0px; padding-bottom: 8px; padding-left: 0px; font-size: 13px; line-height: 20px !important; "&gt;&lt;strong&gt;Jawaban Syaikh Abdullah Al Jibrin&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 8px; padding-right: 0px; padding-bottom: 8px; padding-left: 0px; font-size: 13px; line-height: 20px !important; "&gt;&lt;strong&gt;” Syaikh bin Baz tidak pernah mengatakan seperti itu tetapi itu hanya ucapan yang disandarkan kepada beliau (seolah-olah beliau mengatakannya). Syaikh bin Baz tidak mungkin mengatakan seperti itu dan tidak ada seorang muslim pun yg pantas menyatakan seperti ini..!!!&lt;/strong&gt; Usamah bin Laden adalah seorang yang berjihad di jalan Allah sejak dahulu dan ia telah memberikan kesungguhannya jihadnya di Afghanistan. Semoga Allah Melimpahkan taufiq kepadanya, Menolongnya dan Memenangkan Islam dengannya. Ia sampai hari ini masih terus berjihad.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 8px; padding-right: 0px; padding-bottom: 8px; padding-left: 0px; font-size: 13px; line-height: 20px !important; "&gt;Adapun ia mengkafirkan (para penguasa negeri-negeri muslim),  itu adalah bagian dari ijtihadnya, di mana ia mengkafirkan sebagian negara yang telah ia perhatikan secara seksama dan ia mendapatkan banyak hal (yang berkaitan dengan kekufuran itu). Namun demikian tidak bisa serta merta karena (ijtihadnya) ini kemudian ia disebut sebagai orang yang melakukan kerusakan di muka bumi atau berbagai sebutan semisal itu”&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 8px; padding-right: 0px; padding-bottom: 8px; padding-left: 0px; font-size: 13px; line-height: 20px !important; "&gt;Lebih lengkapnya silahkan klik link ini : &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=mjj2by6m1yE&amp;amp;feature=related" target="_blank" style="color: rgb(34, 34, 34); text-decoration: underline; "&gt;http://www.youtube.com/watch?v=mjj2by6m1yE&amp;amp;feature=related&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Makar Busuk Pemisahan Antara Ulama Dengan Mujahidin</title><link>http://rumahjihad.blogspot.com/2011/12/makar-busuk-pemisahan-antara-ulama.html</link><category>Makar Busuk Pemisahan Antara Ulama Dengan Mujahidin</category><category>Syaikh Abul Fadlli Al ‘Iraqi</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Wed, 7 Dec 2011 23:35:00 +0300</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4665679130695185505.post-3459643876899358004</guid><description>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial, verdana, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(51, 51, 51); line-height: 16px; "&gt;&lt;h2 class="entry-title" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 3px; padding-bottom: 0px; padding-left: 3px; font-size: 1.6em; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 1.2em; "&gt;Makar Busuk Pemisahan Antara Ulama Dengan Mujahidin&lt;/h2&gt;&lt;div class="entry" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 3px; padding-bottom: 0px; padding-left: 3px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; "&gt;&lt;h2 align="center" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 3px; padding-bottom: 0px; padding-left: 3px; font-size: 1.6em; line-height: 1.2em; text-align: center; "&gt;مؤامرة الفصل بين العلماء والمجاهدين&lt;/h2&gt;&lt;p align="center" style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: center; "&gt;Makar Busuk Pemisahan Antara Ulama Dengan Mujahidin&lt;/p&gt;&lt;p align="center" style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: center; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center" style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: center; "&gt;Penulis:&lt;/p&gt;&lt;p align="center" style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: center; "&gt;Syaikh Abul Fadlli Al ‘Iraqi&lt;/p&gt;&lt;p align="center" style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: center; "&gt;Alih Bahasa&lt;/p&gt;&lt;p align="center" style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: center; "&gt;Abu Sulaiman&lt;/p&gt;&lt;p align="center" style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: center; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center" style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: center; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;h2 align="center" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 3px; padding-bottom: 0px; padding-left: 3px; font-size: 1.6em; line-height: 1.2em; text-align: center; "&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;/h2&gt;&lt;p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: center; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: justify; "&gt;Segala puji hanya milik Allah Rabbul ‘Alamin. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada penghulu para rasul, Muhammad dan kepada keluarganya serta para sahabat seluruhnya…&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: justify; "&gt;Wa ba’du:&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: justify; "&gt;Sesungguhnya Allah telah memberikan nikmat kepada umat ini dengan mengaruniakan kepadanya ulama ‘amilin yang menerangi bagi semua umat ini jalan kejayaannya, dan (jalan) keberkuasaannya serta keberlepasannya dari belenggu-belenggu penghinaan dan perbudakan (selama ini), tanpa campuran noda hawa nafsu, dan tanpa kabut penghalang produk ulama suu dan orang-orang sesat yang telah membutakan umat ini dari diennya sejak beberapa dekade -bahkan beberapa abad- dimana di masa-masa itu umat telah terpuruk jauh ke belakang…&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: justify; "&gt;Namun Allah tidak menginginkan kecuali Dia menyempurnakan cahaya-Nya; dimana Dia jalla wa ‘ala telah menetapkan sunnah kauniyyah yang pasti berjalan yang tidak bisa digugurkan oleh kedurjanaan orang yang durjana, tidak pula oleh pengintaian orang munafiq dan tipu muslihat orang yang busuk atau pedang (kekuatan) para thaghut atau pengkhianatan orang yang khianat dan kelemahan orang yang tsiqah atau kehebatan orang fajir; yaitu bahwa akan senantiasa sekelompok dari umat Muhammad Al Mushthafa ‘alaihis shalatu was salam nampak (unggul) di atas al haq lagi diberikan kemenangan, yang mana orang yang menyelisihinya dan orang yang menelantarkannya tidak akan memadlaratkannya sampai datang hari kiamat sedang mereka dalam kondisi begitu…&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: justify; "&gt;Ath Thaifah Al Manshurah itu memiliki dua sisi (yaitu) ilmi dan amali,&lt;span id="more-1514" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;/span&gt;adapun sisi ilmu maka ia tercermin pada ulama at tauhid wal jihad, merekalah ulama rabbaniyyin yang telah menjual dirinya kepada Rab mereka, yang mengetahui kebenaran (al haq) terus mereka mengamalkannya dan mereka mendakwahkannya serta bersabar terhadap penindasan di dalamnya, mereka tidak peduli dengan penyelisihan ahlul ahwa -para penyembah syahwat- dan dengan penelantaran para pengecut dan penakut…&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: justify; "&gt;(Mereka itu) yang tidak takut dengan ancaman para thaghut kepada mereka (dengan) pembunuhan atau pemenjaraan atau pengasingan, dan mereka tidak dibuat risau dengan kehilangan isteri atau harta atau anak, dan mereka tidak terpikat dengan kilauan jabatan yang dengannya mereka menjual akhirat mereka dengan dunia orang lain demi mendapatkan beberapa dirham yang nahas yang dilemparkan para thaghut kepada mereka dari secuil sisa-sisa kekayaan yang mereka jarah dari hak umat yang malang akibat ulama-ulamanya yang menyesatkan dan para penguasanya yang murtad…&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: justify; "&gt;Mereka itu ulama yang dengan tulisan-tulisan mereka yang penuh berkah telah menerangi bagi umat ini jalannya yang benar, dan membimbing shahwah jihadiyyah salafiyyah mubarakah, sehingga bertolaklah pasukan muwahhidin dan bataliyon-bataliyon mujahidin dalam keadaan bersinar dengan tulisan-tulisan yang penuh berkah itu supaya kembali mengangkat panji jihad seraya menghidupkan faridlah (kewajiban) yang dilupakan umat sejak waktu yang lama; yang dimanfaatkan oleh kekuatan kafir untuk menghinakan umat, menundukkannya dan menjauhkannya dari diennya secara total. Akan tetapi mana mungkin itu bisa terealisasi, karena sunggguh pasukan-pasukan tauhid dan jihad telah bertolak untuk merobohkan istana-istana kekafiran, kemusyrikan dan kezindiqan dan untuk mengembalikan kepada umat kejayaannya yang terampas.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: justify; "&gt;Dan hal ini tidak mungkin terjadi seandainya tidak ada ulama rabbaniyyin itu -ulama at tauhid wal jihad- yang telah Allah Subhanahu wa ta’ala jadikan sebagai sebab bagi semua kebaikan ini yang telah merata di tengah umat dalam tenggang waktu yang sangat singkat bila dikiyaskan dengan kerusakan pemahaman dan aqidah yang telah menjalar di kalangan khusus umat ini apalagi kalangan awamnya…&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: justify; "&gt;Maka tergolong aib dan cacatlah sikap kita merendahkan hak para ulama itu, dan sebagian ikhwan -semoga Allah mengampuni mereka- berupaya menciptakan pemisahan yang buruk dan penghalang-penghalang rekaan antara ulama at tauhid wal jihad dengan mujahidin. Padahal seandainya kita mentadabburi Kitabullah baik-baik dan mengkaji benar Sunnatul Mushthafa shallallahu ‘alaihi wa sallam tentu kita mendapatkan kesimpulan dengan sangat jelas keutamaan orang ‘alim yang ‘amil di atas orang yang beramal saja, dan mudah-mudahan dengan izin Allah ta’ala saya bisa menulis secara khusus makalah yang didalamnya saya menjelaskan masalah ini dengan lebih terperinci.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: justify; "&gt;Dan hal yang penting yang berkaitan dengan kita dari muqaddimah ini -wahai ikhwani fillah- adalah amat pentingnya keterjagaan yang disertai dengan kewaspadaan dari serangan yang dikendalikan oleh tangan-tangan tersembunyi yang dibaliknya memiliki tujuan menciptakan pemisahan yang buruk antara ulama dengan mujahidin. Dan di antara hal itu adalah mencap para ulama ‘amilin sebagai qo’idun dan mutakhadzilun  (yang mundur diri) dari jihad, &lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; text-decoration: underline; "&gt;padahal&lt;/span&gt; sesungguhnya seluruh mujahidin itu telah keluar lahir dari pangkuan para ulama itu dan dari kitab-kitab serta tulisan-tulisan para ulama itulah mereka telah mengambil sandaran keabsahan jihad mereka…&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: justify; "&gt;Dan kalau tidak begitu realitanya, maka siapa orangnya yang mengingkari keutamaan tulisan-tulisan Al Ustadz Sayyid (Quthub) -semoga Allah menerimanya dalam barisan syuhada- yang rabbaniyyah yang menelanjangi jahiliyyah modern dan menjabarkan kepada manusia mafhum al hakimiyyah dengan gambaran yang islamiyyah salafiyyah yang terang yang beliau berikan sebagai bayaran baginya kehidupan beliau rahimahullah ta’ala? Dan siapa yang mengingkari keutamaan tulisan-tulisan para syaikh at tauhid wal jihad  yang ditawan di penjara-penjara para thaghut kafir asli dan murtad -seperti Syaikh Abu Muhammad Al Maqdisiy yang ditawan di penjara-penjara para thaghut Yordania, dan seperti Syaikh Abu Qatadah Al Filisthiniy yang ditawan di penjara “Belmarsh” di Inggris salibis, dan seperti Syaikh Abdul Qadir Ibnu Abdil Aziz yang ditawan di penjara para thaghut Mesir- dan begitu juga tulisan-tulisan Asy Syaikh Al Fadlil Abu Bashir Ath Thurthusiy semoga Allah ta’ala menjaganya dan menghalangi tangan setan-setan kafir darinya dan dari para ikhwannya dari kalangan ulama at tauhid wal jihad?&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: justify; "&gt;Sesungguhnya tulisan-tulisan para syaikh itu -semoga Allah memberikan balasan  kebaikan kepada mereka atas jasanya terhadap kami dan terhadap semua muwahhidin mujahidin- adalah memiliki pengaruh paling dominan dalam menyuburkan shahwah salafiyyah jihadiyyah mubarakah di Iraq, dimana kami telah melihat hal itu dengan sangat jelas.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: justify; "&gt;Dan saya katakan -dengan tanpa basa basi atau berlebihan- sesungguhnya karena tulisan-tulisan mereka itu secara khususlah adanya pengaruh terbesar dalam membentuk bumi kami sebagai bumi jihadiyyah salafiyyah di negeri ini yang telah terpuruk dengan sebab pemerintahan kaum Bath yang murtad beberapa dekade yang sebelumnya juga pernah mengalami masa pemerintahan yang tidak lebih kecil kekafirannya, kezindiqannya dan kethaghutannya dari masa pemerintahan kaum Bath yang kafir kecuali beda sedikit saja…&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: justify; "&gt;Maka hendaklah semua mengetahui bahwa orang-orang yang memikul di atas pundak mereka beban tanggung jawab jihad di Iraq ini mereka telah terbina di atas tulisan-tulisan para imam yang tadi disebutkan, dan bahwa mereka itu seandainya mencukupkan diri terhadap apa yang mereka dapatkan dari ulama-ulama suu dan (ulama-ulama) kesesatan serta ulama-ulama yang pengecut dari menyampaikan al haq atau ulama-ulama yang menenggelamkan diri dan ilmu mereka dalam kesibukan di bidang buhuts (riset), pengkajian dan tahqiqat ilmiyyah yang tidak menusuk musuh dan tidak menyembuhkan orang yang sakit (pemahamannya) serta tidak menghilangkan orang yang dahaga dan juga tidak membina generasi rabbaniy, akan tetapi tujuan di dalamnya adalah mengalirnya harta kepada mereka yang tidak menambah diri mereka kecuali keberpegangan kepada dunia mereka yang fana, maka laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘adhim…&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: justify; "&gt;Dan saya tidak ingin panjang lebar berbicara kepada kalian -wahai ikhwani al muwahhidin al mujahidin- akan tetapi masalah ini adalah masalah yang sangat rentan (berbahaya) bila kita mendiamkannya dan kita biarkan orang yang ada penyakit di dalam hatinya menciptakan tembok-tembok pemisah rekaan yang sama sekali tidak ada hakikatnya di antara kita dengan ulama-ulama kita..&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: justify; "&gt;Dan sesungguhnya kami di bumi jihad Iraq mengimani dengan keimanan yang pasti bahwa Ath Thaifah Al Manshurah itu adalah thaifah ilmu dan jihad, dan bahwa sesungguhnya al ulama al ‘amilin (tadi) itu adalah termasuk golongan yang terjun dalam kancah pertempuran (an nafirin). Dan tanpa keberadaan peranan mereka itu yang oleh sebagian orang dicap sebagai qa’idun maka berantakanlah untaian kalung itu,&lt;/p&gt;&lt;h2 style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 3px; padding-bottom: 0px; padding-left: 3px; font-size: 1.6em; line-height: 1.2em; text-align: right; "&gt;وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً فَلَوْلا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ&lt;/h2&gt;&lt;p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: justify; "&gt;&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;“Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.”&lt;/em&gt; &lt;strong style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;[At Taubah: 122]&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: justify; "&gt;-begitulah syaikh kami yang tertawan Abu Muhammad Al Maqdisiy fakkallahu asrah mengisyaratkan di dalam tulisan “Al Waqafat”nya yang sangat berharga dan bermanfaat lagi mengesankan-&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: justify; "&gt; Dan setiap upaya untuk memisah antara ilmu dengan ‘amal, dan antara dakwah dengan jihad; adalah upaya yang sudah dipastikan mendapatkan kegagalan yang fatal dan kematian yang mengenaskan sebelum ia dilahirkan.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: justify; "&gt; Ya Allah, jagalah ulama-ulama kami, panjangkanlah umur mereka, baikanlah amalan mereka, jadikanlah mereka bermanfaat, jadikanlah mereka sebagai menara-menara bagi petunjuk dan lemparan-lemparan bagi musuh, dan bebaskanlah orang yang ditawan di antara mereka dengan kebebasan yang segera lagi tidak ditangguhkan, serta terimalah orang yang terbunuh di antara mereka di medan-medan pertempuran atau di tangan para thaghut di barisan syuhada-Mu dengan karunia rahmat-Mu Ya Arhamarrahimin….&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: justify; "&gt;                Wa aakhiru da’waanaa anil hamdu lillaahi rabbil ‘aalamin&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: right; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;h2 align="right" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 3px; padding-bottom: 0px; padding-left: 3px; font-size: 1.6em; line-height: 1.2em; text-align: right; "&gt;منبر التوحيد والجهاد&lt;/h2&gt;&lt;p align="right" style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: right; "&gt;www.tawhed.ws&lt;/p&gt;&lt;p align="right" style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: right; "&gt;www.almaqdese.com&lt;/p&gt;&lt;p align="right" style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: right; "&gt;www.alsunnah.info&lt;/p&gt;&lt;p align="right" style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: right; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: justify; "&gt;selesai diterjemahkan 22 Dzul Qa’dah 1432 H&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: justify; "&gt;                Mu’taqal Markaz Asy Syurthah – Jakarta Al Gharbiyyah&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Bagaimana Anda (bisa) Mengungguli Ulama?</title><link>http://rumahjihad.blogspot.com/2011/11/bagaimana-anda-bisa-mengungguli-ulama.html</link><category>Kholid bin Abdurrahman Al-Husaynan</category><category>Media Al-Fajr</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Sat, 26 Nov 2011 23:59:00 +0300</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4665679130695185505.post-1494435040766670011</guid><description>&lt;p dir="LTR" style="text-align:center;line-height:   normal;direction:ltr;unicode-bidi:embed" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:#1F497D"&gt;Bagaimana &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:#1F497D" lang="EN-US"&gt;Anda (bisa)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:   18.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:#1F497D" lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:#1F497D"&gt;Mengungguli             Ulama?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;a name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   font-weight:normal"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size:   18.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-weight:normal"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align:center;line-height:   normal" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:15.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:#006600" lang="AR-SA"&gt;{ لا يَسْتَوِي الْقَاعِدُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ غَيْرُ أُولِي             الضَّرَرِ وَالْمُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ             وَأَنْفُسِهِمْ }&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align:center;line-height:   normal" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut             berperang) yang tidak mempunyai 'uzur dengan orang-orang yang berjihad di             jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; (QS. An-Nisaa’ [4]: 95)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align:center;line-height:   normal" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Karya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align:center;line-height:   normal" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:#0070C0"&gt;Fadhilatu Syaikh Al-‘Alim&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align:center;line-height:   normal" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:20.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:#1F497D"&gt;Kholid bin Abdurrahman Al-Husaynan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align:center;line-height:   normal" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:20.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:#1F497D"&gt;hafizhahullah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:22.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:#1F497D" lang="AR-SA"&gt;&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:#1F497D"&gt;                                                         alih             bahasa: &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="LTR" style="text-align:center;line-height:   normal;direction:ltr;unicode-bidi:embed" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:#1F497D" lang="EN-US"&gt;al-Faqir             Ilalloh wa tholibus syahadah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="LTR" style="text-align:center;line-height:   normal;direction:ltr;unicode-bidi:embed" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:#1F497D"&gt;Abu Syakir&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align:center;line-height:   normal" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            &lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:16.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:#17365D"&gt;Pusat Media Al-Fajr &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align:center;line-height:   normal" align="justify"&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:#17365D"&gt;1431 H – 2010 M&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="LTR" style="text-align:center;line-height:   normal;direction:ltr;unicode-bidi:embed" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Segala puji bagi Allah Rab semesta alam             dengan pujian yang banyak, baik dan diberkahi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="LTR" style="text-align:center;line-height:   normal;direction:ltr;unicode-bidi:embed" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Shalawat dan salam semoga tercurah kepada             Nabi kita Muhammad, keluarga dan segenap sahabatnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Syaikhul Mufassirin Abu Ja’far Ath-Thabariy berkata             ketika menafsirkan firman Allah Ta'ala,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;{             لا يَسْتَوِي الْقَاعِدُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ غَيْرُ أُولِي الضَّرَرِ             وَالْمُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ }&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Maksudnya firman Allah Ta'ala &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;[&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-size:18.0pt;font-family:   &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;"لا يَسْتَوِي             الْقَاعِدُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ غَيْرُ أُولِي الضَّرَرِ وَالْمُجَاهِدُونَ"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;]&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; adalah orang-orang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya yang absen dari jihad             fi sabilillah tidak sama dengan mujahidin fi sabilillah. Karena mereka lebih             memilih kenyamanan, kemapanan dan duduk di tempat tinggal mereka daripada             bersusah payah menanggung beratnya perjalanan berjihad dan beratnya             menghadapi musuh-musuh Allah dengan berjihad melawan mereka karena Allah dan             dengan memerangi mereka sebagai bentuk ketaatan kepada Allah. Kecuali             orang-orang yang mempunyai udzur di antara mereka dengan hilangnya             penglihatan mereka dan penyakit-penyakit lainnya yang menghalangi pemiliknya             –karena penyakit yang menimpa mereka- dari memerangi dan berjihad melawan             mereka di jalan Allah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-size:18.0pt;   font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;وَالْمُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ             اللَّهِ&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; dan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dan dalam memperjuangkan minhaj             dien-Nya supaya kalimat (hukum) Allah menjadi yang tertinggi, yang             mengerahkan segala potensi mereka dalam memerangi musuh-musuh Allah dan             musuh-musuh dien mereka dengan harta benda mereka sebagai infak untuk             melemahkan musuh-musuh orang-orang yang beriman kepada Allah dan dengan jiwa             mereka. Mereka memerangi musuh-musuh tersebut secara langsung yang bisa             membuat kalimat Allah menjadi tinggi dan kalimat orang-orang kafir menjadi             rendah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Saya yakin pembahasan ini akan mengganggu banyak ulama             dan orang baik. Karena akan memperlihatkan kekurangan di beberapa sisi             kehidupan ulama ini. Meskipun kita semua masing-masing mempunyai kekurangan,             aib dan kesalahan. Karena Allah Ta'ala menggambarkan manusia di dalam             kitabnya yang mulia sebagaimana dalam firman Allah Ta'ala,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;{ إِنَّا عَرَضْنَا الأمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ             وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا             الإنْسَانُ &lt;u&gt;إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولا&lt;/u&gt;  }.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“&lt;span class="gen"&gt;Sesungguhnya Kami telah             mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya             enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan (mengkhianati)nya,             dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim             dan amat bodoh.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; (QS. Al-Ahzab [33]: 72)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Di antara sesuatu yang sudah             dipahami dalam akal kita bahwasanya tidak ada orang yang sempurna dalam             segala hal dari sisi ibadahnya. Bisa jadi ada yang sukses dalam menuntut             ilmu, menghafal dan menyebarkannya, namun pada sisi-sisi yang lain ia lemah             dan gagal, misalnya pada sisi qiyamul lail, puasa siang hari, silaturrahim,             jihad fi sabilillah dan ibadah-ibadah lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Bisa jadi ada orang yang kuat dalam             ibadah tahajjud, puasa, dan dakwah kepada Allah, namun ia lemah dalam ibadah             menuntut ilmu dan menghafalnya. Bisa jadi ada lagi yang kuat dalam ibadah             jihad dan melawan musuh, namun ia lemah dalam menuntut ilmu dan menghafalnya.             Allah membagi rizki sesuai dengan hikmah, keadilan, rahmat dan keutamaan-Nya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="LTR" style="text-align:center;line-height:   normal;direction:ltr;unicode-bidi:embed" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Mengapa kita marah             dengan fakta yang ada?!&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Mengapa kita marah ketika ada orang             yang terus terang menerangkan kepada kita sisi kekurangan, kesalahan dan             kelemahan dalam hidup kita serta berburuk sangka kepadanya sehingga kita             mengatakan bahwasanya “dia itu mencela ulama”. Padahal mengakui kebenaran             merupakan suatu keutamaan yang seharusnya kita terima dengan lapang dada dan             suka rela. Allah Ta'ala berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;(بَلِ الإنْسَانُ عَلَى نَفْسِهِ بَصِيرَةٌ)، &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“Bahkan manusia itu menjadi saksi             atas dirinya sendiri.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; (QS. Al-Qiyamah             [75]: 14).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Setiap manusia mengetahui kondisi             dirinya sendiri yang sebenarnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="LTR" style="text-align:center;line-height:   normal;direction:ltr;unicode-bidi:embed" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Termasuk Mengherankan!&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Sebagian orang mau menerima ketika engkau katakan             kepadanya, “Sesungguhnya ulama fulan tidak qiyamul lail dan tidak puasa di             siang hari karena sibuk dengan menuntut ilmu, mengarang kitab dan mengajar             murid-muridnya. Ia sibuk dengan sesuatu yang lebih penting dari dua ibadah             tersebut karena manfaat ilmu berlipat ganda sedangkan manfaat dua ibadah             tersebut hanya terbatas pada dirinya sendiri. Ia mau menerima ucapan semacam             ini tanpa merasa terganggu dan gelisah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Namun di sisi lain ketika engkau katakan             kepadanya, “Sesungguhnya ulama ini meninggalkan jihad, ribat, i’dad ... dst.”             Maka ia akan segera menggerutu dan marah! Bagaimana engkau katakan perkataan             seperti itu mengenai ulama ini? Siapa kamu sampai kamu menghukuminya dengan             hukum tersebut. Ia menganggap persoalan ini merupakan persoalan yang sangat             berbahaya! &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="LTR" style="text-align:center;line-height:   normal;direction:ltr;unicode-bidi:embed" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Kalimat yang berat bagi jiwa&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;[Banyak ulama dan masyayikh di masa kini             terhalangi dari merasakan nikmat jihad, ribat, i’dad dan hijrah. Padahal             manfaatnya berlipat ganda, tidak terbatas hanya pada dirinya sendiri dan             tidak ada yang menyamai keutamaannya. Tidak bertentangan dengan menyebarkan             ilmu dan mengumpulkan dua keistimewaan dan keutamaan]. Pada kenyatannya, kita             tidak menghalangi mereka. Justru merekalah yang menghalangi diri mereka             sendiri dari kebaikan dan keutamaan yang agung ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Dari Abu Hushain Utsman bin ‘Isham, dari             Abu Shalih, dari Abu Hurairah, ia berkata, “Ada seorang lelaki mendatangi             Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt;.” ia berkata, “tunjukkan             kepadaku suatu amal yang bisa menyamai (pahala) jihad?” Beliau bersabda, “Aku             tidak mendapatkannya.” Beliau melanjutkan, “Apakah engkau mampu, apabila             seorang mujahid keluar lalu engkau masuk masjidmu, terus kamu shalat tanpa             henti, engkau puasa tanpa berbuka?” Beliau meneruskan, “Siapa yang mampu             melakukannya?” Abu Hurairah berkata, “Sesungguhnya kuda seorang mujahid yang             berjalan dengan bersemangat bersama tali kekangnya akan ditulis baginya             banyak kebaikan. Demikian riwayat Bukhari dari hadits Abu Hushain dan             diriwayatkan oleh Muslim dari hadits Abu Mu’awiyah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Imam Ahmad bin Hanbal &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; berkata, “Tidak ada yang bisa menyamai pahala jihad dan ribath.” Syaikhul             Islam Ibnu Taimiyah &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; berkata, “Demikian juga para ulama             sepakat –sepanjang pengetahuan saya- bahwa tidak ada amal sunnah yang lebih             utama daripada jihad. Ia lebih utama daripada haji, puasa sunnah dan shalat             sunnah. Ribath di jalan Allah lebih utama daripada beribadah di Makkah,             Madinah dan baitul Maqdis. Sampai Abu Hurairah &lt;i&gt;radhiyallahu 'anhu&lt;/i&gt; berkata, ‘Saya ribath semalam di jalan Allah lebih aku sukai daripada aku mendapati             malam lailatul qodar di sisi Hajar Aswad.’.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Kami melihat banyak ulama yang setiap tahun             pergi haji dan pergi umrah berkali-kali setiap tahun dan tidak pernah             melewatkan puasa Asyura, tidak pula puasa Arofah dan tidak pula hari-hari             yang disunnahkan untuk berpuasa padanya. Akan tetapi dalam ibadah jihad –yang             padahal ia adalah lebih utama daripada semua itu- ia tidak antusias untuk             melakukannya. Tahun demi tahun ia lewati namun ia tidak berperang dan             berjihad sepanjang umurnya sekalipun hanya sekali!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="LTR" style="text-align:center;line-height:   normal;direction:ltr;unicode-bidi:embed" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Apakah Ibadah Paling Sulit di             Masa Kini?&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Ibadah yang paling sulit di masa kini             adalah jihad fi sabilillah, kenapa? Karena seluruh dunia, baik orang mukmin,             orang kafir, orang jauh, orang dekat, orang shalih atau orang thalih (lawan             dari shalih), sampai para ulama –kecuali yang dirahmati Allah- maka ia akan             memerangimu dan melampiaskan kemarahannya kepadamu karena kamu telah             menyalakan cahaya jihad di hatimu untuk menyalakan api yang akan menguasai             leher-leher kaum salibis dan orang-orang kafir.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Seandainya kamu melakukan ibadah apa saja             di masa kini (qiyamul-lail, puasa di sinag hari, menghafal Al-Qur'an,             menuntut ilmu, dakwah kepada Allah, .... semua ibadah dalam segala macam dan             bentuknya) tidak akan ada seorang pun yang marah kepadamu dan memusuhimu.             Mereka semua akan rela denganmu. Kamu tidak akan menjumpai             kesulitan-kesulitan atau penentangan, bahkan barang kali malah mereka akan             membantumu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Akan tetapi tidaklah kamu berpikir untuk             pergi ke medan keperkasaan, kemuliaan, keluhuran dan pengorbanan kecuali             pasti akan kamu dapati semua orang mengajak menentangmu, mengendorkan             semangatmu, melemahkan tekadmu dan akan berusaha memalingkanmu dari jalan ini             dengan segala cara. Sampai kami pernah mendengar ada ulama ketika ia             mengetahui bahwa putranya akan pergi berjihad spontan ia menentangnya dan             memusuhinya. Namun seandainya putra ulama ini pergi ke negara kafir dan sumber             kerusakan dan kerendahan untuk menyempurnakan studynya tentang ilmu-ilmu             keduniaan niscaya akan kamu dapati banjir kalimat dorongan dan penyemangat             dan niscaya akan ada dukungan moril kepada sang putra karena ia akan             mengangkat kepala sang ayah dan membuat wajahnya berseri-seri di hadapan             manusia (membuatnya menjadi orang yang terhormat di masyarakat). &lt;i&gt;Laa haula             walaa quwwata ilaa billaah&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; telah mengkhabarkan perkara ini, di mana beliau &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa             sallam&lt;/i&gt; bersabda, &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;( إِنَّ الشَّيْطَانَ قَعَدَ لِابْنِ آدَمَ بِأَطْرُقِهِ فَقَعِدَ             لَهُ بِطَرِيْقِ اْلإِسْلَامِ فَقَالَ : تُسْلِمُ وَ تَذَرُ دِيْنَكَ وَ دِيْنَ             آبَائِكَ وَ آبَاءِ آبَائِكَ ؟ فَعَصَاهُ فَأَسْلَمَ ثُمَّ قَعَدَ لَهُ بِطَرِيْقِ             الْهِجْرَةِ فَقَالَ : تُهَاجِرُ وَ تَدَعُ أَرْضَكَ وَ سَمَاءَكَ وَ إِنَّمَا مَثَلُ             اْلمُهَاجِرِ كَمَثَلِ الْفَرَسِ فِي الطِّوَلِ (بِمَعْنَى الْفَرَس اْلمَرْبُوْطِ             فِيْ حَبْلِهِ وَوَاقَعَ اْلمُهَاجِرُ أَنَّهُ مُقَيَّدٌ بِالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ             وَعَدَمُ الْحَرَكَةِ وَتَمْنَعُ عَلَيْهِ أَشْيَاء )! فَعَصَاهُ فَهَاجَرَ ثُمَّ             قَعَدَ لَهُ بِطَرِيْقِ الْجِهَادِ فَقَالَ : تُجَاهِدُ فَهُوَ جَهْدُ النَّفْسِ             وَالْمَالِ فَتُقَاتِلُ فَتُقْتَلُ فَتُنْكَحُ الْمَرْأَةُ وَيُقَسَّمُ الْمَالُ؟             فَعَصَاهُ فَجَاهَدَ ، فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ كَانَ حَقًّا عَلَى اللَّهِ أَنْ             يُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ، وَمَنْ قُتِلَ كَانَ حَقًّا عَلَى اللهِ أَنْ يُدْخِلَهُ             اْلجَنَّةَ، وَإِنْ غَرِقَ كَانَ حَقًّا عَلَى اللهِ أَنْ يُدْخِلَهُ اْلجَنَّةَ             و َإِنْ وَقَصَتْهُ دَابَّتَهُ كَانَ حَقًا عَلَى اللهِ أَنْ يُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ             )&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;“Sesungguhnya syaitan akan duduk menghalangi anak Adam di             seluruh jalannya. Ia duduk menghalanginya di jalan Islam, ia berkata, ‘Kami             masuk Islam dan meninggalkan dienmu, dien orang tuamu dan dien nenek             moyangmu?’ Ia pun tidak mentaatinya lalu masuk Islam. Kemudian syaitan duduk             menghalangi di jalan hijrah. Ia berkata, ‘Kamu mau hijrah dan meninggalkan             tanah airmu. Sesungguhnya permisalan orang yang berhijrah (muhajir) seperti             permisalan kuda yang terikat (dalam arti kuda yang terikat dan realita seorang             muhajir ia laksana terikat harus mendengar, taat, tidak bergerak dan             dihalangi untuk melakukan banyak hal)! Ia pun tidak mentaatinya lalu tetap             hijrah. Kemudian syaitan duduk menghalangi di jalan jihad. Ia berkata, ‘Kamu             mau berjihad yang akan mengorbankan nyawa dan harta lalu kamu berperang dan             terbunuh, istri dinikahi orang lain dan harta bendamu akan dibagi ke ahli             warismu? Ia pun tidak mentaatinya lalu tetap berjihad. Maka barang siapa yang             melakukan itu maka wajib atas Allah untuk memasukkannya ke surga, dan barang             siapa yang terbunuh maka wajib atas Allah untuk memasukkannya ke surga. Jika             tenggelam maka wajib atas Allah untuk memasukkannya ke surga dan jika ia             dilemparkan tunggangannya sampai meninggal maka wajib atas Allah untuk             memasukkannya ke surga.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt; (HR. Nasa-i dan yang lainnya)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Al-Fadhl bin Ziyad berkata, ‘Saya pernah             mendengar Abu Abdullah (Imam Ahmad) ketika disebutkan kepadanya perkara             perang. Beliau mulai menangis dan berkata, ‘Tidak ada amal kebajikan yang             lebih utama darinya.’ Yang lain mengatakan beliau berkata, “Tidak ada amalan             yang pahalanya menyamai pahala bertemu musuh; dan  memerangi mereka adalah             amalan yang paling utama; dan orang-orang yang memerangi musuh, merekalah             yang membela Islam dan kesuciannya, maka amalan apa yang lebih utama darinya.             Orang-orang dalam keadaan aman sementara mereka dalam keadaan ketakutan.             Mereka telah mengorbankan diri mereka demi Islam dan kaum muslimin.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Baik kita katakan bahwa jihad fardhu ‘ain             atau fardhu kifayah hasilnya sama, yaitu ‘terhalang dari ibadah jihad fi             sabilillah dan ibadah-ibadah yang menyertainya.’ Tidak diragukan lagi             bahwasanya apabila jihad fardhu ‘ain ‘sebagaimana di jaman kita ini’ maka             perintah jihad menjadi lebih besar dan lebih agung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Jihad adalah pembeda antara orang yang benar-benar             cinta dan orang yang hanya mengaku cinta:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;Ibnul Qayyim &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; berkata, “Adapun jihad,             cukuplah itu sebagai ibadah. Ia adalah puncak ibadah dan yang paling tinggi.             Ia adalah ukuran dan bukti pembeda antara orang yang benar-benar cinta dan orang             yang hanya mengaku cinta kepada Allah. Orang yang benar-benar cinta akan             mempersembahkan nyawanya dan harta bendanya untuk Rabb dan ilahnya untuk             mendekatkan diri kepada-Nya dengan mempersembahkan sesuatu yang paling ia             cintai. Ia sangat ingin seandainya ia memiliki nyawa sebanyak rambutnya yang             akan ia persembahkan demi meraih kecintaan dan keridhaan-Nya dan sangat ingin             seandainya ia terbunuh karena-Nya kemudian dihidupkan kemudian terbunuh             kemudian dihidupkan kemudian mengorbankan dirinya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; untuk membela kekasih, hamba dan             Rasul-Nya,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Sedang             bahasa tubuhnya bertutur,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“Pecinta-Mu,             menebus dirimu dengan jiwa,&lt;br /&gt;            jikalau dia memiliki yang lebih mahal&lt;br /&gt;            dari jiwanya, tentulah dikorbankan juga.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Ia telah menyerahkan jiwa dan hartanya             kepada pembelinya dan ia tahu bahwa tidak ada jalan untuk mengambil barang             dagangan kecuali dengan memberikan harganya. Allah Ta'ala berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;إِنَّ             اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ             الْجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;Sesungguhnya             Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan             memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka             membunuh atau terbunuh.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;(QS.             At-Taubah [9]: 111).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Apabila sudah dimaklumi dan dipahami             oleh manusia bahwa tanda kecintaan kepada Allah dan setiap kecintaan yang             benar adalah mengorbankan nyawa dan harta benda demi meraih keridhaan yang ia             cintai. Maka yang ia cintai dengan benar -yang mana seharusnya cinta tidak             diberikan kecuali kepadanya dan setiap kecintaan selain kecintaan-Nya maka             kecintaan kepadanya adalah batil- ia lebih utama untuk mensyariatkan jihad             kepada hamba-hamba-Nya yang mana jihad adalah sesuatu yang tertinggi yang             dengannya mereka medekatkan drii kepada ilah dan rabb mereka. Persembahan             umat-umat sebelum mereka dalam sembelihan dan persembahannya adalah dengan             mempersembahkan diri mereka untuk disembelih karena Allah Pelindung mereka.             Alangkah bagusnya ibadah ini. Oleh karena itu Allah menyimpannya untuk Nabi             yang paling sempurna dan umat yang paling sempurna dari akal, tauhid dan             kecintaannya kepada Allah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="LTR" style="text-align:center;line-height:   normal;direction:ltr;unicode-bidi:embed" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Apakah Kamu Ingin             Menyerupai As-Sabiqunal Awwalun?&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Syaikhul Islam berkata, “Ketahuilah             –semoga Allah menjadikanmu menjadi orang shalih- bahwa termasuk nikmat             terbesar yang dianugerahkan kepada orang yang Allah inginkan padanya suatu             kebaikan: Dia akan menghidupkannya sampai waktu ini di saat Allah             memperbaharui dien dan menghidupkan syiar kaum muslimin serta kondisi kaum             mukminin dan mujahidin sampai menyerupai dengan As-Sabiqunal Awwalun dari             kalangan muhajirin dan anshar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Barang siapa yang melaksanakan hal             itu di waktu ini maka ia termasuk ke dalam orang-orang yang mengikuti mereka             dengan baik yang Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha dengan-Nya.             Dia menyiapkan bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.             Mereka kekal abadi di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="LTR" style="text-align:center;line-height:   normal;direction:ltr;unicode-bidi:embed" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Sekilas Pandang             terhadap Realita Para Sahabat&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Barang siapa yang memperhatikan realita             para sahabat radhiyallahu ‘anhum dengan segala perbedaan kedudukan dan             derajat mereka; ada yang berilmu, ada yang faqih, ada yang ahli ibadah, ada             yang ahli hadits, ada yang penyair, dan ada yang pebisnis. Akan didapati             mereka semua memiliki sifat yang sama, yaitu cinta jihad dan mencari mati             syahid di jalan Allah. Sifat ini mereka warisi dari panutan, pemimpin, imam,             pengajar dan murabbi mereka Nabi&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt; yang             bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;وَالَّذِيْ             نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَوَدِدْتُ أَنِّيْ أَغْزُوَ فِي سَبِيْلِ اللهِ فَأُقْتَلُ             ثُمَّ أَغْزُوَ فَأُقْتَلُ ثُمَّ أَغْزُوَ فَأُقْتَلُ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;“Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada di tangn-Nya, aku ingin             sekali berperang di jalan Allah lalu terbunuh, kemudian berperang lagi lalu             terbunuh kemudian berperang lagi lalu terbunuh.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt; (HR.             Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="LTR" style="text-align:center;line-height:   normal;direction:ltr;unicode-bidi:embed" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Berikut ini beberapa ibadah             yang banyak ulama masa kini terhalang dari mengerjakannya:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Ibadah pertama: Jihad fie             sabilillah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Banyak hadits terkenal yang menjelaskan             keutamaannya baik yang terdapat dalam Shahih Bukhari-Muslim maupun yang lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia             berkata, Nabi &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;shallallahu             'alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt; ditanya,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;مَا             يَعْدِلُ الْجِهَادَ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ. قَالَ: لَا تَسْتَطِيْعُوْنَهُ،             قَالَ: فَأَعَادُوْا عَلَيْهِ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلاَثًا كُلُّ ذَلِكَ يَقُوْلُ             لاَ تَسْتَطِيْعُوْنَهُ، وَقَالَ فِي الثَّالِثَةِ: مَثَلُ اْلمُجَاهِدِ فِي سَبِيْلِ             اللهِ كَمَثَلِ الصَّائِمِ اْلقَائِمِ الْقَانِتِ بِآيَاتِ اللهِ لَا يَفْتُرُ مِنْ             صِيَامٍ وَلَا صَلَاةٍ حَتَّى يَرْجِعُ اْلمُجَاهِدُ فِي سَبِيْلِ اللهِ تَعَالَى)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;“Apa amalan yang menyamai pahala jihad fi sabilillah?” Beliau             menjawab, “Kalian tidak akan mampu melakukannya.” Abu Hurairah, “Para sahabat             mengulangi pertanyaan itu dua atau tiga kali. Namun semua dijawab beliau,             “Kalian tidak akan mampu melakukannya.” Pada kali ketiga beliau bersabda,             “Perumpamaan mujahid fi sabilillah seperti orang yang berpuasa dan shalat             membaca ayat-ayat Allah tidak berhenti dari puasa dan shalatnya sampai             mujahid fi sabilillah itu pulang.” (HR. Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Perhatikan&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt; sabda             beliau, “yang menyamai pahala jihad fi sabilillah” beliau tidak mengatakan             “lebih utama daripada jihad” karena tidak ada amalan yang keutamaannya             melebihinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Syaikhul Islam memberikan catatan hadits             ini, “Ini adalah bab yang sangat luas yang tidak ada satu riwayat pun             mengenai pahala dan keutamaan suatu amalan yang seperti riwayat tentang             pahala dan keutamaan jihad.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="LTR" style="text-align:center;line-height:   normal;direction:ltr;unicode-bidi:embed" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Apakah Manfaat Jihad Terbatas             pada Pelakunya saja?&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Syaikhul Islam berkata, “Sesungguhnya             manfaat jihad merata mencakup pelakunya dan selainnya baik dalam urusan dien             maupun dunia dan mencakup seluruh ibadah batin maupun lahir. Jihad mencakup             kecintaan kepada Allah, ikhlas hanya untuk-Nya, tawakkal kepada-Nya,             menyerahkan nyawa dan harta kepad-Nya, sabar, zuhud, berdzikir kepada Allah,             dan seluruh amalan-amalan yang lain. Yang mana tidak ada satu pun amalan lain             yang mencakup seperti cakupan ibadah jihad.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Orang dan umat yang melaksanakannya             selalu ada di antara dua kebaikan: kemenangan atau mati syahid dan surga.             Semua manusia pasti akan hidup dan mati. Dengan berjihad ini mereka telah             menggunakan hidup dan matinya dalam usaha meraih puncak kebahagiaan mereka             dunia dan akhirat. Sebaliknya, dengan meninggalkan jihad maka dua             kebahagiannya tersebut akan hilang atau akan berkurang.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Bahkan ia merupakan perealisasian             makna firman Allah Ta’ala, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;{ قُلْ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ             رَبِّ الْعَالَمِينَ لا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ             الْمُسْلِمِينَ } &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“Katakanlah: sesungguhnya             sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan             semesta alam.Tiada sekutu bagiNya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku             dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; (QS. Al-An’am [6]: 162-163)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="LTR" style="text-align:center;line-height:   normal;direction:ltr;unicode-bidi:embed" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Setelah Engkau Tahu             Bahwa Jihad Amalan Paling Utama Maka Ketahuilah Bahwa Mujahid adalah Manusia             paling Utama&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Dari Abu Sa’id Al-Khudhri &lt;i&gt;radhiyallahu             ‘anhu&lt;/i&gt;, ia berkata, Rasulullah ditanya,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;يَا             رَسُوْلَ اللهِ أَيُّ النَّاسِ أَفْضَل، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهِ عَلَيْهِ             وَسَلَّمَ: مُؤْمِنٌ يُجَاهِدُ فِي سَبِيْلِ الله بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ. قَالُوْا:             ثُمَّ مَنْ؟، قَالَ: مُؤْمِنٌ فِي شِعْبٍ مِنَ الشِّعَابِ يَتَّقِي اللهَ وَيَدَعُ             النَّاسَ مِنْ شَرِّهِ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“Wahai             Rasulullah siapa manusia yang paling utama?” Rasulullah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;shallallahu 'alaihi             wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; menjawab, “Seorang mukmin yang berjihad fi sabilillah             dengan jiwa dan hartanya.” Para sahabat bertanya lagi, “Kemudian siapa?”             “Seorang mukmin yang ada di celah bukit, ia bertakwa kepada Allah dan             meninggalkan manusia (agar mereka terjaga) dari keburukan dirinya.” (Muttafaq             ‘alaih)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Apabila engkau –semoga Allah             menjagamu- di bumi jihad dan ribat maka engkau akan mengumpulkan dua             keutamaan besar. Pertama, manfaatnya menyebar kepada orang lain, yang kedua,             terbatas pada dirimu:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-align:justify;line-height:normal;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:Symbol"&gt;·&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Engkau berjihad             dengan jiwa dan hartamu; ini termasuk amalan paling utama dan pelakunya             manusia paling  utama di sisi Allah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align:justify;line-height:normal;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:Symbol"&gt;·&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Engkau berada di             salah satu gunung atau lembah beribadah kepada Allah dan berjihad fi             sabilillah serta meninggalkan manusia agar mereka terlindungi dari keburukanmu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Ibadah kedua: Ribat             fie sabilillah.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Ibnu Qudamah Al-Maqdisi berkata,             “Makna ribat adalah tinggal di tsughur untuk memperkuat kaum muslimin dalam             menghadapi orang-orang kafir. Sementara tsughur adalah setiap tempat yang             penduduknya khawatir musuh menyerang dari situ.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Di antara ibadah yang banyak ulama             masa kini terhalang melaksanakannya adalah ribat fi sabilillah padahal             keutamannya sangat agung. Nabi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;رِبَاطُ             يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ خَيْرٌ مِنْ صِيَام شَهْرٍ وَقِيَامِهِ وَإِنْ مَاتَ جَرَى عَلَيْهِ             عَمَلُهُ الَّذِى كَانَ يَعْمَلُهُ وَأُجْرِىَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ وَأَمِنَ الْفَتَّانَ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“Ribat sehari fi sabilillah lebih             baik daripada puasa sebulan ditambah qiyamullail. Apabila ia mati sedang             ribat fi sabilillah maka pahala amalannya tersebut akan terus mengalir             kepadanya, demikian juga rizkinya serta diberi keamanan dari fitnah kubur.”             (HR. Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Bayangkan wahai hamba Allah bahwa             satu hari engkau habiskan dalam ribat fi sabilillah itu lebih baik bagimu             daripada puasa sebulan penuh disertai qiyamullail sementara engkau tetap ada             di negaramu. Kalau mau kita hitung maka orang yang ribat fi sabilillah dalam             sebulan ketika ia menjalaninya satu tahu maka ia akan mendapatkan pahala             puasa dan qiyamullail selama 30 tahun. Bagaiamana padahal ribat jauh lebih             utama dari itu? Bagaimana pahala yang sangat besar ini hilang sia-sia darimu             hanya karena argumen-argumen lemah yang dibisikkan dari syaitan dan kelompoknya             kepadamu?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Imam Syahid Ibnu An-Nuhas&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; berkata mengenai ribat fi sabilillah, “Dalam riwayat mengenai keutamaan ribat             fi sabilillah banyak hal agung yang tidak terdapat dalam qurbah-qurbah             selainnya.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Rasulullah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;shallallahu 'alaihi             wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black" lang="AR-SA"&gt;كُلُّ مَيِّتٍ يُخْتَمُ عَلَى عَمَلِهِ إِلاَّ الَّذِيْ مَاتَ مُرَابِطًا             فِيْ سَبِيْلِ اللهِ فَإِنَّهُ يَنْمِي لَهُ عَمَلُهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ             وَيُأْمَنُ مِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“Setiap orang mati             amalannya akan ditutup kecuali orang yang mati sedang ribat fi sabilillah. Pahala             amalannya akan terus dialirkan sampai hari kiamat dan ia akan diselamatkan             dari fitnah kubur.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; (HR. Tirmidzi. Ia berkata, “Hadits hasan shahih.”)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Imam Syahid Ibnu An-Nuhas             mengomentari hadits ini dengan berkata, “Ini menunjukkan bahwa ribat fi             sabilillah amalan paling utama yang pahalanya akan terus mengalir sampai             setelah mati.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   20.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:red"&gt;Menghilangkan syubhat:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Ketika sebagian orang tidak pergi             berjihad&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;beralasan dengan             argumen sabda beliau&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;خيركم             من طال عمره وحسن عمله&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; “Sebaik-baik             kalian adalah yang panjang umurnya dan bagus amalnya.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Kami katakan, Alhamdulillah, syubhat             ini hilang dengan hadits berikut [&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“Setiap orang mati amalannya  akan ditutup             ....&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;] Barang siapa mati atau terbunuh sebagai syahid, baik             di Afghanistan, Chechnya, Iraq, Somalia, Aljazair, Yaman atau tsughur-tsughur             Islam yang lain; barang siapa tetap teguh di sana dalam berjihad dan             berperang serta tidak taraju’ (mundur menarik prinsip yang selama ini             diperjuangkannya) dari semua ini sampai terbunuh maka ia dianggap sebagai             seorang syahid dan murabit (orang yang ribat) yang pahala ribat dan amalan             lainnya akan terus megalir kepadanya sampai hari kiamat. Coba bayangkan kapan             hari kiamat tiba? 200 tahun lagi atau 300 tahun lagi?? &lt;i&gt;Wallahu a’lam&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Yang penting selama tahun-tahun             tersebut pahala ribat dan seluruh amalan sehari-harimu akan terus mengalir             kepadamu, sementara engkau berada di ‘iliyyin yang paling tinggi berkat             rahmat dan keutamaan Allah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Juga, apakah ia mengetahui hal yang             ghaib sehingga ia tahu umurnya panjang dan amalany baik, padahal tanda-tanda             penelantaran sudah terlihat dari ucapannya yang justru dengannya ia telah             membatalkan amalan terbaik dengan bersandarkan apa yang tidak ia miliki dan             tidak ia ketahui. Ketahuilah bahwa jihad itu tidak mempercepat dan tidak             mengundurkan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;ajal. Allah Ta’ala             berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   color:black" lang="AR-SA"&gt;{يَقُولُونَ لَوْ كَانَ لَنَا مِنَ الْأَمْرِ شَيْءٌ مَا قُتِلْنَا             هَاهُنَا قُلْ لَوْ كُنْتُمْ فِي بُيُوتِكُمْ &lt;u&gt;لَبَرَزَ الَّذِينَ كُتِبَ             عَلَيْهِمُ الْقَتْلُ إِلَى مَضَاجِعِهِمْ&lt;/u&gt; وَلِيَبْتَلِيَ اللَّهُ مَا فِي             صُدُورِكُمْ وَلِيُمَحِّصَ مَا فِي قُلُوبِكُمْ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ             الصُّدُورِ }&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black" lang="EN-US"&gt;mereka berkata: "Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu             (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh             (dikalahkan) di sini." Katakanlah: "Sekiranya kamu berada di             rumahmu, &lt;u&gt;niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu             keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh&lt;/u&gt;." Dan Allah (berbuat             demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa             yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt; (QS. Ali Imran [3]: 154)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Ibnu Katsir &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; berkata, “Allah Ta’ala berfirman, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   color:black" lang="AR-SA"&gt;{ قُلْ لَوْ كُنْتُمْ فِي بُيُوتِكُمْ لَبَرَزَ الَّذِينَ كُتِبَ             عَلَيْهِمُ الْقَتْلُ إِلَى مَضَاجِعِهِمْ }&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;"Sekiranya kamu berada di             rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu             keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh."&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;maksudnya, ini sudah ditentukan             takdirnya oleh Allah ‘Azza wa Jalla yang siapapun tidak akan bisa lari darinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Firman Allah, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;{             وَلِيَبْتَلِيَ اللَّهُ مَا فِي صُدُورِكُمْ وَلِيُمَحِّصَ مَا فِي قُلُوبِكُمْ             } &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;untuk             menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam             hatimu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Maksudnya, mengujimu dengan apa yang             menimpamu untuk memisahkan yang buruk dengan yang baik dan agar nampak orang             yang mukmin dan yang munafik dari sisi perkataan dan perbuatan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;{ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ } &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;Allah             Maha Mengetahui isi hati.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Maksudnya, Allah maha mengetahui             rahasia dan perasan yang tersimpan dalam hati.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Allah Ta’ala berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;{ الَّذِينَ قَالُوا لإخْوَانِهِمْ وَقَعَدُوا لَوْ أَطَاعُونَا             مَا قُتِلُوا قُلْ فَادْرَءُوا عَنْ أَنْفُسِكُمُ الْمَوْتَ إِنْ كُنْتُمْ             صَادِقِينَ  وَلا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ             أَمْوَاتًا بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ  فَرِحِينَ بِمَا             آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ }&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;Orang-orang             yang mengatakan kepada saudara-saudaranya dan mereka tidak turut pergi             berperang: "Sekiranya mereka mengikuti kita, tentulah mereka tidak             terbunuh." Katakanlah: "Tolaklah kematian itu dari dirimu, jika             kamu orang-orang yang benar."Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang             yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya             dengan mendapat rezki.Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah             yang diberikan-Nya kepada mereka&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; (QS. Ali Imran [3]: 168-170)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Ibnu Katsir &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; berkata, “Firman Allah, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;{ الَّذِينَ قَالُوا لإخْوَانِهِمْ وَقَعَدُوا لَوْ أَطَاعُونَا             مَا قُتِلُوا } &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;maksudnya, seandainya mereka             mendengarkan saran kami kepada mereka agar duduk-duduk saja dan tidak pergi berjihad             mereka tidak akan terbunuh bersama orang yan terbunuh. Allah Ta’ala             berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;{ قُلْ فَادْرَءُوا عَنْ أَنْفُسِكُمُ الْمَوْتَ إِنْ كُنْتُمْ             صَادِقِينَ } &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;maksudnya, jika dengan duduk-duduk             tidak berjihad seseorang bisa selamat dari terbunuh dan kematian maka             seharusnya kalian tidak akan mati. Padahal kematian pasti datang menjemput             kalian sekalipun kalian bersembunyi di balik benteng yang kokoh. Lindungilah             diri kalian dari kematian jika kalian orang-orang yang jujur. Mujahid             berkata, dari Jabir bin Abdullah, ‘Ayat ini turun berkenaan dengan Abdullah             bin Ubay bin Salul.’.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Ibadah Ketiga:             I’dad Fie Sabilillah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Di antara ibadah yang banyak ulama             terhalangi dari melaksanakannya di masa kini adalah i’dad Fie Sabilillah.             Allah Ta’ala berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt; (وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ             رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآَخَرِينَ             مِنْ دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ             شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تُظْلَمُونَ).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“Dan siapkanlah untuk menghadapi             mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat             untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah             dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya;             sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah             niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya             (dirugikan).” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;(QS. Al-Anfal [8]: 60)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Ibnu An-Nuhas berkata, “Sebagian ulama             berpendapat wajibnya belajar melempar (kalau sekarang menembak) berdalil             dengan ayat ini.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Syaikh As-Sa’diy berkata,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;{             وَأَعِدُّوا }&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“Dan siapkanlah” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;untuk             musuh-musuh kalian yang selalu berusaha membinasakan kalian dan membatalkan             dien kalian.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;{ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ } &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“kekuatan apa saja yang kamu sanggupi”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; maksudnya, setiap apa yang kamu sanggupi berupa kekuatan akal, badan,             berbagai macam senjata dan sebagainya yang bisa membantu memerangi musuh.             Masuk ke dalamnya juga berbagai macam keahlian yang mempelajari berbagai             macam senjata, alat perang, peluru, senapan, pilot pesawat, pesawat udara,             kapal laut, pembuatan benteng yang kokoh, pembuatan parit-parit perlindungan,             alat-alat bela diri, ide-ide brilian, dan kebijakan yang dengan semua itu             kaum muslimin bisa maju membela diri dari kejahatan musuh-musuhnya. Demikian             juga wajib mempelajari cara menembak, bagaimana menjadi pemberani dan             bagaimana mengatur strategi perang. Oleh karena itu Nabi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;shallallahu 'alaihi             wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;{ ألا إن القوة الرَّمْيُ } &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoBodyText" style="line-height:normal" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;i&gt;“Ketahuilah,             bahwa sesungguhnya kekuatan itu adalah melempar.”&lt;/i&gt;(Yang dimaksud dengan             melempar di sini, adalah melempar senjata secara umum,pent)&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoBodyText" style="line-height:normal" dir="LTR" align="justify"&gt;Termasuk juga,             mempersiapkan diri menguasai kendaran-kendaran yang dibutuhkan ketika perang.             Allah Ta’ala berfirman,&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;{ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ             وَعَدُوَّكُمْ } &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk             berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan             musuhmu”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; ini adalah illat (alasan) yang ada pada             zaman itu, yaitu menggentarkan (menakut-nakuti) musuh. Hukum itu selalu             berputar bersama illatnya (alasannya).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Apabila ada sesuatu yang bisa lebih berefek             menggentarkan musuh darinya, seperti tank-tank dan pesawat-pesawat tempur             yang disiapkan memang untuk berperang yang dengannya lebih bisa menghajar             musuh, maka kamu diperintahkan untuk mempersiapkan diri dengan             mempelajarinya. Sampai apabila itu tidak bisa didapatkan kecuali dengan             mempelajari industri cara pembuatannya maka itu juga wajib dipelajari, karena             sesuatu yang apabila suatu kewajiban yang tidak bisa dilaksanakan dengan             sempurna kecuali dengannya maka ia juga wajib dilakukan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Dan firman Allah,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;]&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt; تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:18.0pt;font-family:   &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;[&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“kamu menggentarkan musuh Allah dan             musuhmu”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;Y&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;aitu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;orang-orang             yang kalian tahu mereka adalah musuh kalian.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;]&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;وَآخَرِينَ             مِنْ دُونِهِمْ لا تَعْلَمُونَهُمُ &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;[&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“dan orang orang selain mereka yang             kamu tidak mengetahuinya”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;Y&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;aitu             orang-orang yang akan memerangi kalian setalah waktu ini yang Allah firmankan             dengan firman-Nya,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;]&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt; اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;[&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“sedang Allah mengetahuinya”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Oleh karena itu Allah memerintahkan             mempersiapkan diri untuk menghadapi mereka. Dan termasuk yang membantu dalam             memerangi mereka adalah dengan mengerahkan dana-dana kaum muslimin untu             berjihad memerangi orang-orang kafir.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Dan dalam shahih Muslim, dari `Uqbah bin `Amir, dia             berkata: "Aku mendengar Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; berkhotbah di atas mimbar: (&lt;b&gt;&lt;i&gt;Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka             kekuatan apa saja yang kalian sanggupi&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;) Ketahuilah, bahwa             sesungguhnya kekuatan itu adalah melempar, ketahuilah bahwa kekuatan itu             adalah melempar, ketahuilah bahwa kekuatan itu adalah melempar.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Ibadah Keempat: Hijrah fie sabilillah:&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Allah Ta'ala berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;{ وَمَنْ يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الأرْضِ             مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً وَمَنْ يَخْرُجْ مِنْ بَيْتِهِ مُهَاجِرًا إِلَى             اللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ عَلَى             اللَّهِ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا } .&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:   ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;Barangsiapa             berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat             hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya             dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian             menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap             pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;(QS. An-Nisaa’ [4]: 100)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:   ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Syaikh As-Sa’diy berkata, “Ayat ini             menjelaskan anjuran dan motivasi untuk berhijrah dan menjelaskan kemaslahatan-kemaslahatannya.             Lalu Allah menjanjikan bahwa orang yang hijrah di jalan-Nya demi meraih             ridha-Nya niscaya akan mendapatkan muraghaman yang banyak dan luas.             Muraghaman adalah kata yang artinya mencakup kemaslahatan dien dan keluasan             dalam kemaslahatan dunia. Hal itu karena banyak orang salah paham bahwa             dengan hijrah maka urusannya akan menjadi kacau balau, menjadi fakir setelah             sebelumnya kaya, menjadi hina setelah sebelumnya mulia, dan menjadi sulit             (sempit) hidupnya setelah sebelumnya hidupnya berkelapangan. Padahal tidak             seperti yang ia bayangkan. Selama seorang mukmin hidup bersama orang-orang             musyrik maka dalam diennya pasti ada kekurangan, bukan hanya pada ibadah yang             terbatas pada dirinya sendiri seperti shalat dan sebagainya, tapi juga pada             ibadah-ibadah yang kemanfaatanya untuk orang lain seperti jihad dengan ucapan             dan perbuatan serta akibat-akibat ibadah tersebut. Hal itu karena ia tidak             bisa melaksanakan ibadah-ibadah tersebut sementara ia dalam keadaan terfitnah             diennya, terutama apabila ia dalam kondisi mustadh’af (lemah tertindas).             Apabila ia hijrah fie sabilillah maka ia akan mampu menegakkan dien Allah dan             berjihad memerangi musuh-musuh Allah dan membuat mereka marah (muraghamah).             Muraghamah adalah ungkapan yang mencakup setiap ucapan dan perbuatan yang             bisa membuat marah musuh-musuh Allah. Juga mencakup apa saja yang bisa             menjadikan keluasan rizkinya. Dan semuai itu benar-benar terjadi sebagaimana             yang dikhabarkan Allah Ta’ala. Pelajaran akan hal itu dicontohkan oleh para             sahabat &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhum&lt;/i&gt;. Ketika mereka berhijrah fie sabilillah,             meninggalkan kampung halaman, anak-anak, dan harta benda mereka karena Allah,             maka dengan itu sempurnalah iman mereka dan mereka mendapatkan iman yang             sempurna, jihad yang agung, serta kemenangan bagi dien Allah, yang dengan itu             mereka menjadi panutan bagi orang-orang yang hidup setelah mereka. Mereka             juga bisa melakukan penaklukan-penaklukan dan mendapatkan ghanimah sebagai             akibat dari hijrahnya, yang dengan itu mereka menjadi manusia-manusia yang             paling kaya. Demikian juga apa yang akan didapatkan orang-orang yang             melakukan apa yang mereka lakukan, mereka akan mendapatkan apa yang mereka             dapatkan sampai hari kiamat.” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:   ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Ibadah Kelima: Hirasah (berjaga-jaga) fie             Sabilillah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:   ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Ibnu Abbas &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhuma&lt;/i&gt; berkata, Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;( عينان لا تمسهما النار : عين بكت من خشية الله وعين باتت تحرس             في سبيل الله ) رواه الترمذي&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:   ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“Ada             dua mata yang tidak akan disentuh api neraka: mata yang menangis karena takut             kepada Allah dan mata yang begadang semalaman berjaga-jaga fie sabilillah.”             (HR. Tirmidzi)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:   ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Abdullah bin Amr&lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhuma&lt;/i&gt; berkata, “Sungguh, aku begadang semalaman berjaga-jaga fie sabilillah dalam             keadaan takut lebih aku sukai daripada aku sedelah seratus onta tunggangan.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:   ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Ibnu An-Nuhas berkata, “Ketahuilah             bahwaberjaga-jaga fie sabilillah termasuk qurbah yang paling agung dan             ketaatan yang paling tinggi. Ia adalah ribat yang paling utama. Setiap orang             yang berjaga-jaga menjaga kaum muslimin pada suatu tempat yang dikhawatirkan             musuh akan menyerang dari tempat itu maka ia adalah murabit (orang yang             sedang ribat).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" dir="LTR" style="  text-align:center;line-height:normal;text-autospace:   none;direction:ltr;unicode-bidi:embed" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Lebih Utama dari Lailatul             Qadar&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:   ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Dari             Ibnu Umar &lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhuma&lt;/i&gt; bahwa Nabi&lt;i&gt;shallallahu             ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;(ألا أنبئكم ليلة أفضل من ليلة القدر؟ حارس حرس في أرض خوف لعله             أن لا يرجع إلى أهله.) رواه الحاكم وقال صحيح على شرط البخاري.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:   ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“Maukah             kalian kuberitahu suatu malam yang lebih utama dari malam lailatul qadar?             Malam itu adalah malam yang dilalui seorang yang berjaga-jaga di suatu tempat             yang dipenuhi ketakutan yang bisa jadi ia tidak akan kembali lagi kepada             keluarganya.” (HR. Al-Hakim. Ia berkata, “Shahih menurut syarat Bukhari.”)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:   ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Ibadah Keenam: Ghadwah wa Rawhah fie             Sabilillah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:   ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Di antara ibadah-ibadah yang banyak ulama             masa kini terhalang dari melaksanakannya adalah &lt;b&gt;&lt;i&gt;‘Ghadwah wa Rawhah fie             Sabilillah.’&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:   ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Anas bin Malik &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt; berkata, Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;(لغدوة في سبيل الله أو روحة خير من الدنيا وما فيها) رواه مسلم.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:   ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“Sungguh,             ghadwah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;fie             sabilillah atau rawhah fie sabilillah lebih baik daripada dunia seisinya.”             (HR. Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:   ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Imam             Nawawi &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; berkata, “Ghadwah adalah berjalan dalam rentang             waktu pagi hari sampai tergelincir mata hari. Rawhah adalah berjalan dalam             dalam rentang waktu dari tergelincir matahari sampai sore hari. Kata ‘atau’             di sini berfungsi untuk membagi, bukan karena keraguan-raguan periwayat. Jadi             makna hadits tersebut adalah: bahwa rawhah dan ghadwah sama-sama menghasilkan             pahala. Dari zhahir hadits pahala akan diraih tidak terbatas pada ghadwah dan             rawhah dari negara tempat tinggalnya saja, tapi pahala akan didapatlan dengan             setiap ghadwah dan rawhah dalam perjalanannya menuju medan perang. Demikian             juga setiap ghadwah dan rawhah di medan perang, karena semuanya sama-sama             disebut ghadwah dan rawhah fie sabilillah. Makna hadits ini adalah bahwa             keutamaan dan pahala ghadwah dan rawhah fie sabilillah lebih baik daripada             seluruh kenikmatan dunia seandainya itu semua dimiliki manusia dan             membayangkan menikmati semuanya. karena semua itu pasti akan sirna sedangkan             kenimatan akhirat akan kekal abadi.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align:center;line-height:normal;text-autospace:none" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;Jihad             itu Seperti Pasar&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;Ketahuilah bahwa jihad itu seperti pasar yang memiliki             banyak pintu pahala. Seolah-olah di dalamnya terdapat pasar-pasar yang lain.             Barang siapa yang mengharamkan dirinya dari jihad sungguh ia telah             mengharamkan dirinya dari pintu-pintu kebaikan yang besar dan pahala yang             besar dari amal shalih.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;text-autospace:none;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;Adapun keutamaan-keutamaan             yang tidak didapatkan orang yang duduk-duduk tidak berjihad sangat banyak, di             antaranya:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;text-autospace:none;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;Keutamaan pertama:             seratus derajat yang didapatkan mujahidin fi sabilillah di surga&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;text-autospace:none;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:   115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Abu Hurairah &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt; berkata,&lt;span class="gen"&gt; Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;من             آمن بالله وبرسوله وأقام الصلاة وصام رمضان كان حقا على الله أن يدخله الجنة             جاهد في سبيل الله أو جلس في أرضه التي ولد فيها،&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;text-autospace:none;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“Barang siapa yang             beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, dan berpuasa di bulan             Ramadhan maka Allah wajib memasukkannya ke surga, baik ia berjihad fie             sabilillah atau hanya duduk-duduk di negeri tempat ia dilahirkan.” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;text-autospace:none;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Para sahabat             bertanya, “Wahai Rasulullah, tidakkah kami berikan kabar gembira ini kepada             manusia?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Beliau menjawab, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;إن             في الجنة مائة درجة أعدها الله للمجاهدين في سبيل الله ما بين الدرجتين كما بين             السماء والأرض فإذا سألتم الله فاسألوه الفردوس فإنه أوسط الجنة وأعلى الجنة             أراه فوقه عرش الرحمن ومنه تفجر أنهار الجنة.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;text-autospace:none;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“Sesungguhnya di surga ada seratus derajat yang disiapkan             Allah untuk mujahidin fie sabilillah. Jarak antara dua derajatnya sebagaimana             jarak antara langit dan bumi. Apabila kalian meminta kepada Allah mintalah             kepada-Nya surga firdaus. Karena ia adalah surga yang paling tengah dan paling             tinggi. Aku melihat Arsy Allah ada di atasnya dan darinyalah mengalir             sungai-sungai surga.” (HR. Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;text-autospace:none;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Syaikhul Islam Ibnu             Taimiyah &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; berkata mengomentari hadits ini, “Kedudukan             mujahid di surga sangat tinggi sejarak 50 ribu tahun.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;text-autospace:none;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;Keutamaan kedua:             kemuliaan orang mati syahid di sisi Allah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Dari             Anas &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt;, bahwasanya Nabi &lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;shallallahu             ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;(( ما أحد يدخل الجنة يحب أن يرجع إلى الدنيا وله ما على الأرض             من شيء إلا الشهيد ، يتمنى أن يرجع إلى الدنيا ، فيقتل عشر مرات ؛ لما يرى من             الكرامة )) .&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;text-autospace:none;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“Tidak ada seorangpun yang masuk surga yang ingin kembali lagi             ke dunia -sementara ia memiliki segala apa yang ada di muka bumi- kecuali             orang yang di dunia mati syahid; ia ingin kembali lagi ke dunia, ingin             terbunuh sepuluh kali lagi, karena ia melihat kemuliaan yang didapatkannya di             surga.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;text-autospace:none;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Dalam salah satu             riwayat, “Karena melihat keutamaan mati syahid.” (Muttafaq ‘alaih)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;text-autospace:none;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Coba bayangkan             wahai saudaraku tercinta, bahwa para ulama, fuqaha, ahli hadits, khathib,             da’i, ahli ibadah, dan orang shalih dengan segala tingkatannya tidak ada             satupun dari mereka yang berkeinginan kembali lagi ke dunia kecuali orang             yang mati syahid karena ia melihat keutamaan dan kemuliaan mati syahid di             sisi Allah &lt;i&gt;subhanahu wa ta’ala&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="LTR" style="text-align:center;text-autospace:   none;direction:ltr;unicode-bidi:embed" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“Kemuliaan             yang didapatkan orang mati syahid tidak bisa dibayangkan akal atau             digambarkan dengan goresan pena.”&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;text-autospace:none;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Ia sangat ingin             kembali lagi ke dunia bukan hanya sekali atau dua kali, tetapi sepuluh kali             (ini membuat geram orang yang mengatakan bahwa jihad adalah mahraqah (tempat             membakar / dihabisinya para pejuang Islam) padahal Allah ta’ala berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;{ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ             تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ }&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu             aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang             pedih?”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; (QS. Ash-Shoff [61]: 10)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Ibnu Katsir &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; berkata, “Kemudian Dia             menafsirkan perniagaan agung yang tidak akan merugi dan yang menghasilkan             maksud dan menghilangkan halangan, maka Dia berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;{ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ             اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ             تَعْلَمُونَ }&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;(yaitu)             kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan             harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; (QS. Ash-Shoff [61]: 11)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Yaitu, dari perniagaan dunia dan bekerja keras serta             mati-matian hanya untuk itu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Kemudian Dia melanjutkan, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;{ يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ } &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;Niscaya             Allah akan mengampuni dosa-dosamu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; (QS. Ash-Shoff [61]: 12)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Maksudnya, jika kalian melakukan apa yang Aku perintahkan             dan tunjukkan kepada kalian maka akan Kuampuni kesalahan-kesalahan kalian dan             akan Kumasukkan kalian ke dalam surga dan tempat-tempat tinggal yang baik dan             derajat-derajat yang tinggi. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Oleh karena itu Dia melanjutkan,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;{ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ             وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ }&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“dan memasukkanmu ke dalam jannah yang             mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal             yang baik di dalam jannah 'Adn. Itulah keberuntungan yang besar.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; (QS. Ash-Shoff [61]: 12).”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Nabi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;(( ما أحد يدخل الجنة يحب أن يرجع إلى الدنيا وله ما على الأرض             من شيء إلا الشهيد ، يتمنى أن يرجع إلى الدنيا ، فيقتل عشر مرات ؛ لما يرى من             الكرامة ))&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“Tidak             ada seorangpun yang masuk surga yang ingin kembali lagi ke dunia -sementara             ia memiliki segala apa yang ada di muka bumi-kecuali orang yang di dunia mati             syahid; ia ingin kembali lagi ke dunia, ingin terbunuh sepuluh kali lagi,             karena ia melihat kemuliaan yang didapatkannya di surga.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Ini bukan keadaan orang yang terbakar api. Orang yang             terbakar api tidak ingin terbakar api lagi bahkan ia ingin sehat wal afiat.             Pendapat jihad adalah mahraqah tidak lain adalah tahrif lilkalim             (menyimpangkan makna firman Allah) dari makna sebenarnya dan berpendapat atas             nama Allah tanpa ilmu, makar terhadap dien dan pemeluknya serta membuat             mereka tidak mendapatkan keutamaan agung. Dan ini sama dengan kejahatan             perampok, pencuri perbekalan, dan bentuk bantuan kepada para pencuri dari             kalangan jin dan manusia yang mencuri perbekalan umat Islam. maka tidak ada             perbekalan kecuali perbekalan akhirat. Tidak ada keselamatan kecuali             keselamatan akhirat. Itu juga termasuk menghalang-halangi dari jalan Allah             dan ini kerjaan Ibnu Ubay (gembong munafik) dan gengnya, yaitu melemhakan             semangat untuk berperang fie sabilillah dan menggembosi umat Islam serta             membuat kekacauan di tengah mereka. Kami berlindung kepada Allah dari             ditelantarkan Allah dan dijauhkan dari Allah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   text-autospace:none;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;Keutamaan ketiga:             keistimewaan orang mati syahid&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   text-autospace:none;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Dari Miqdam bin Ma’dikarib &lt;i&gt;radhiyallahu             'anhu&lt;/i&gt;, ia berkata, Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;للشهيد             عند الله سبع خصال : يغفر له في أول دفعة من دمه، ويرى مقعده من الجنة، ويحلى             حلة الإيمان، و يزوج اثنتين وسبعين زوجة من الحور العين، و يجار من عذاب القبر،             ويأمن من الفزع الأكبر، ويوضع على رأسه تاج الوقار الياقوتة منه خير من الدنيا و             ما فيها، ويشفع في سبعين إنسانا من أهل بيته&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   text-autospace:none;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“Orang             mati syahid memiliki tujuh keistimewaan di sisi Allah: diampuni dosanya sejak             tetesan darahnya yang pertama kali, diperlihatkan tempat duduknya di surga,             diberi hiasan iman, dinikahkan dengan tujuh puluh dua bidadari, dilindungi             dari siksa kubur, diamankan dari hari ketakutan akbar, disematkan di             kepalanya mahkota permata kemuliaan yang satu permatanya saja lebih baik dari             dunia seisinya dan bisa memberikan syafa’at pada tujuh puluh anggota             keluarganya.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi dan lain-lain)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   text-autospace:none;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Pertanyaannya:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   text-autospace:none;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Seandainya ada dua orang mati, yang             sat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;u&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; di halaqah ilmu             dan yang satunya terbunuh di peperangan fie sabilillah. Apakah kita bisa             mengatakan, sesungguhnya yang mati di halaqah ilmu mengambil keistimewaan             orang mati syahid yang disebutkan dalam hadits ini? Sebagaimana yang didapat             orang yang terbunuh di medan perang? Ini adalah masalah ghaib yang bukan             wilayah ijtihad atau berpendapat. Namun yang menjadi tempat rujukan adalah             Al-Qur’an atau Sunnah Rasulullah &lt;i&gt; shallallahu 'alaihi wa sallam, &lt;/i&gt;dan ternyata             tidak ada satu dalil pun yang menunjukkan bahwa yang mati di halaqah ilmu             akan mendapatkan keistimewaan-keistimewaan yang akan didapatkan orang yang             mati syahid!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Sebagian             orang ingin engkau terhalangi dari semua ini agar ia tetap menjadi Syaikh             (gurumu) dan kelak di hari kiamat ia akan berlepas diri darimu jika kamu tahu             pendapatnya dan engkau mengambil sarannya padahal engkau telah meninggalkan             nash yang jelas dan meyakinkan dari hadits Rasulullah, lalu mana orang             mendulang keuntungan wahai orang miskin (orang yang kasihan). Berpegang             teguhlah dengan petunjuk beliau &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;dan dengan setiap             apa yang berasal dari beliau. Itu adalah jalan keterjagaan dan keselamatan.             Adapun selain itu hanyalah fatamorgana di tanah kosong yang disangka air oleh             orang yang sedang kehausan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   text-autospace:none;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;Keutamaan keempat: &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;P&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;ara &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;N&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;abi &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;U&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;nggul             dari&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Orang             yang Mati Syahid&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;HanyaK&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;arena &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;K&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;eutamaan &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Kedudukan             Sebagai N&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;abi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   text-autospace:none;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Dari Utbah bin Abd As-Sulamiy &lt;i&gt;radhiyallahu             'anhu&lt;/i&gt; bahwa Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda, &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;(القتلى ثلاثة رجل مؤمن جاهد بنفسه وماله في سبيل الله حتى إذا             لقي العدو وقاتلهم حتى يقتل فذلك الشهيد الممتحن في جنة الله تحت عرشه لا يفضله             النبيون إلا بفضل درجة النبوة....)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   text-autospace:none;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“Orang             terbunuh ada tiga. Seorang mukmin berjihad dengan nyawa dan hartanya di jalan             Allah sampai apabila ia bertemu musuh dan memerangi mereka sampai terbunuh             maka itulah orang mati syahid yang teruji di surga Allah di bawah arsy-Nya.             Tidaklah para nabi unggul darinya kecuali karena keutamaan derajat kenabian             ... .” (HR. Ahmad dengan isnad jayyid (baik), HR. Thabrani dan Ibnu Hibban             dalam Shahih-nya dan redaksi darinya).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   text-autospace:none;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Banyak dari kita yang membaca hadits             semacam ini, namun membacanya hanya selintas laksana orang lewat, tanpa             merenungkan redaksinya dan tidak memperdalam kandungan maknanya. Lihatlah sabda             beliau [tidaklah para nabi unggul darinya kecuali karena keutamaan derajat             kenabian]. Ini berarti mereka dari golongan shiddiqin. Karena Allah Ta'ala             berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;{وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ             أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ             وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا} [النساء/69]، &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan             Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi             nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati             syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; (QS. An-Nisaa’ [4]: 69)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Berbahagialah jika engkau menjadi seorang shiddiq plus             syahid.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Namun ada sebagian orang yang ingin menjadikanmu             bersama dengan orang-orang yang absen dan duduk-duduk berpangku tangan dari             jihad serta meninggalkan derajat yang dengannya engkau bisa berada dekat             dengan derajat para nabi. Tetapi mereka justru bahagia dan nyaman dalam             kondisi seperti itu. &lt;i&gt;Laa haula walaa quwwata illaa billah&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   text-autospace:none;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Keutamaan Kelima: Lebih             Utama daripada Ibadah Tujuh puluh tahun&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   text-autospace:none;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Dari Abu Hurairah &lt;i&gt;radhiyallahu             'anhu&lt;/i&gt;ia berkata, Ada salah seorang sahabat Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu             'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; melewati suatu celah bukit yang padanya terdapat air             tawar. Ia pun menyukainya. Ia berkata, Seandainya saya memisahkan diri dari             manusia lalu saya tinggal di tempat ini. Tapi saya tidak akan melakukan ini             sebelum minta ijin kepada Rasulullah&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;. Ia pun             menceritakan kepada Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;/i&gt;Beliau             bersabda, &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;(لا تفعل؛ فإن مقام أحدكم في سبيل الله أفضل من صلاته في بيته             سبعين عاما، ألا تحبون أن يغفر الله لكم، ويدخلكم الجنة ؟ أغزوا في سبيل الله ،             من قاتل في سبيل الله فواق ناقة وجبت له الجنة)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   text-autospace:none;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“Jangan             kamu lakukan. Karena tempat berdiri salah seorang dari kalian di jalan Allah             lebih utama daripada shalatnya di rumahnya sendiri selama tujuh puluh tahun.             Tidakkah kalian suka Allah mengampuni dosa-dosa kalian dan memasukkan kalian             ke surga? Berperanglah di jalan Allah. Barang siapa yang berperang di jalan             Allah selama waktu memeras susu onta maka ia pasti masuk surga.” (HR.             Tirmidzi. Ia berkata, Hadits Hasan)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   text-autospace:none;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Sangat jauh sekali             bedanya antara nasihat Nabi &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; kepada             sahabat ini dan antara nasihat-nasihat sebagian orang di masa kita ini yang kata-katanya,             kebiasaannya, sumber dananya dan kerjaannya memalingkan dan menghalangimu             dari jihad dan jalan kebenaran yang lurus. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   text-autospace:none;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Siapa  yang engkau ikuti wahai             saudaraku se-Islam? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   text-autospace:none;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Siapa teladanmu? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   text-autospace:none;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Allah Ta'ala berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;{ لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ }.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;Sesungguhnya             telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; (QS. Al-Ahzab [33]: 21)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   text-autospace:none;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Keutamaan keenam:             Syuhada terbaik&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   text-autospace:none;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Beliau &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa             sallam&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;(أفضل الشهداء الذين يقاتلون في الصف الأول فلا يلفتون وجوههم             حتى يقتلوا أولئك يتلبطون في الغرف العلى من الجنة يضحك إليهم ربك فإذا ضحك ربك             إلى عبد في موطن فلا حساب عليه )&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   text-autospace:none;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“Syuhada             terbaik adalah yang berperang di barisan terdepan, mereka tidak menolehkan             wajahnya sampai terbunuh. Mereka bergulingan merasakan kenikmatan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;di kamar-kamar             tertinggi di surga. Rabbmu tertawa kepada mereka. Apabila Rabbmu tertawa             kepada seorang hamba pada suatu kesempatan maka hamba tersebut tidak akan             dihisab.” (HR. Ahmad)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   text-autospace:none;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Keutamaan ketujuh:             Rumah terbaik di surga milik syuhada&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   text-autospace:none;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Dari Samurah &lt;i&gt;radhiyallahu 'anhu&lt;/i&gt;,             Nabi &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;رأيت             الليلة رجلين أتياني فصعدا بي الشجرة فأدخلاني دارا هي أحسن وأفضل لم أر قط أحسن             منها قالا أما هذه الدار فدار الشهداء.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   text-autospace:none;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“Tadi             malam saya melihat dua orang lelaki yang mendatangiku. Mereka berdua             membawaku naik pohon, lalu mereka memasukanku ke sebuah rumah yang saya belum             pernah melihat rumah yang lebih bagus dan lebih baik darinya. Kedua lelaki             itu berkata, ‘rumah ini adalah rumah para syuhada.’” (HR. Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:#C00000"&gt;Cahaya di atas cahaya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Setelah penjelasan akan keutamaan dan buah-buah yang             agung dari jihad di atas, tidakkah engkau rindu untuk datang ke bumi jihad             dan ribat? Bumi keperkasaan dan kemuliaan, bumi penebusan dan pengorbanan.             Sehingga engkau lebih dekat untuk meraih kesyahidan yang merupakan cita-cita             Nabi &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Alangkah indah, manis dan bagus apabila engkau bisa             mengumpulkan antara jihad fi sabilillah dengan menghafal Al-Qur’an, menuntut             ilmu, qiyamul lail, puasa di siang hari, dakwah kepada Allah, akhlak yang             baik dan mengikuti sunnah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;Renungkan dengan baik ayat-ayat berikut ini:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;Allah Ta'ala berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;{ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ             دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ             أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي             سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ             يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ}&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa             di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan             suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang             bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras             terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut             kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya             kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi             Maha Mengetahui.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;(QS. Al-Maaidah [5]: 54)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;Allah Ta'ala berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:20.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   color:black" lang="AR-SA"&gt;{ مَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ اللَّهِ             فَإِنَّ أَجَلَ اللَّهِ لآتٍ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ &lt;u&gt;وَمَنْ جَاهَدَ             فَإِنَّمَا يُجَاهِدُ لِنَفْسِهِ إِنَّ اللَّهَ لَغَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ&lt;/u&gt; }&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;“Barangsiapa yang mengharap             pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah itu,             pasti datang. Dan Dialah Yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.Dan             barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk             dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan             sesuatu) dari semesta alam.” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;(QS.             Al-‘Ankabut [29]: 5-6)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align:center;line-height:normal;text-autospace:none" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black" lang="EN-US"&gt;Wal hamdu lillaahi rabbil ‘alamin&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="1" dir="LTR" style="text-align:center" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:#17365D"&gt;Doakan             saudara-saudara kalian para mujahidin&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="1" dir="LTR" style="text-align:center" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:#17365D"&gt;Saudara-saudara             kalian &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="1" dir="LTR" style="text-align:center" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:#17365D"&gt;Di             Pusat Media Al-Fajr&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;div style="border:none;border-bottom:solid windowtext 1.5pt;padding:0cm 0cm 1.0pt 0cm"&gt;             &lt;p class="1" dir="LTR" style="text-align:center;border:none;   padding:0cm" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:#17365D"&gt;1431 H – 2010 M&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;/div&gt;           &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Catatan: yang             dimaksud mengungguli yang kami kehendaki di sini adalah mengungguli yang             bersifat relatif, tidak dalam segala hal. Karena para ulama telah mengungguli             sebagian mujahidin dalam hal menuntut ilmu, menghafal dan menyebarkannya.             Namun kami hanya ingin menjelaskan sebagian ibadah yang agung yang             ditinggalkan dan tidak diamalkan ulama di masa kini. Padahal mereka             mengetahui keutamaan dan urgensinya. Namun mereka terhalang dari             mengamalkannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Siapakah Syaikh Al Battar yang namanya dijadikan nama Mu'askar di Saudi?</title><link>http://rumahjihad.blogspot.com/2011/11/siapakah-syaikh-al-battar-yang-namanya.html</link><category>Syaikh Al Battar</category><category>Syaikh Al Hafidh Yusuf bin Sholih bin Fah-d Al 'Uyairi</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Sat, 26 Nov 2011 23:30:00 +0300</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4665679130695185505.post-93110695666829162</guid><description>&lt;p dir="LTR" style="text-align:center;direction:ltr;unicode-bidi:embed" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:   18.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Siapakah Syaikh Al             Battar yang namanya dijadikan nama Mu'askar di Saudi?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="LTR" style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Nama      : &lt;b&gt;Syaikh             Al Hafidh Yusuf bin Sholih bin Fah-d Al 'Uyairi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="LTR" style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Lahir        :             hari senin 1/4/1394 H&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="LTR" style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Anak        :             3 orang anak perempuan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="LTR" style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Syahid    :             beliau syahid di tangan tentara thoghut Saudi pada hari sabtu malam ahad             30/3/1424 H di daerah Hail. Umur beliau ketika syahid adalah 30 tahun. Semoga             Alloh merahmati beliau dengan rahmat yang luas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Beliau             menikah dengan seorang wanita dari keluarga Ash Shoq'abi, Buroidah. Istrinya             adalah saudara kandung dari istri Syaikh Sulaiman Al 'Unwan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Pendidikan:             beliau setelah menamatkan &lt;i&gt;madrasah mutawassithoh&lt;/i&gt; (SLTP) melanjutkan ke &lt;i&gt;madrasah tsanawiyah&lt;/i&gt; (SLTA) selama tiga bulan. Kemudian beliau             tinggalkan sekolah dan pergi berjihad ke Afghanistan.&lt;a name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Setelah itu             beliau pergi ke Afghanistan sebagai seorang pemuda yang perkasa sementara             umurnya belum lewat 18 tahun. Di sanalah akhirnya jihad berbaur dengan             hatinya dan menguasai seluruh anggota badannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Beliau             dikaruniai otak yang jenius, pandangan yang tajam dan hafalan yang kuat             sehingga setelah itu beliau mampu menjadi salah satu pelatih di kamp Al Faruq             pada masa perang Afghanistan pertama melawan Uni Soviet.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Beliau             menyelesaikan latihan selama beberapa tahun, di mana beliau memiliki             kelebihan dalam kemauan yang kuat dan kesungguhan. Sampai-sampai beliau             pernah mengadakan sebuah training di kamp Al Faruq, di mana ketika itu beliau             mengatakan kepada &lt;i&gt;ikhwah&lt;/i&gt; yang lain: Saya akan mengadakan sebuah             latihan yang tidak akan ada seorangpun mampu mengikuti dan menyelesaikannya selain             orang-orang yang memiliki tekad kuat. Beliau mengatakan kepada &lt;i&gt;ikhwah&lt;/i&gt;:             Dalam training tersebut saya akan mulai dengan latihan senjata-senjata berat             dan akan diakhiri dengan senjata-senjata ringan. Menurut perkiraanku beliau             memulai dengan latihan tank dan akan diakhiri setelah empat bulan kemudian             dengan latihan pistol, di mana tidak akan ada seorangpun yang mampu bertahan             kecuali sedikit dari para pemuda. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Para &lt;i&gt;ikhwah&lt;/i&gt; menceritakan bagaimana hafalan beliau yang sangat luar biasa mengenai             berbagai persenjataan dan data-data yang sangat mendetail mengenai             senjata-senjata tersebut. Selain itu beliau memiliki kesabaran yang luar             biasa dalam menghadapi berbagai kesulitan dan kesusahan yang beliau temui             dalam berbagai pertempuran yang dengannya Alloh muliakan beliau dengan debu             peperangan yang menempel pada kedua kaki beliau.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Ketika             terjadi pertikaian antar kelompok jihad Afghan, Syaikh Yusuf adalah penjaga             pribadi Syaikh Usamah bin Ladin &lt;i&gt;hafidhohulloh&lt;/i&gt;. Kemudian tatkala Syaikh             Usamah memutuskan untuk pergi ke Sudan dengan menggunakan sebuah pesawat,             Syaikh Yusuf termasuk salah seorang petinggi Al Qaeda yang menyertai Syaikh             Usamah bin Ladin. Di sana Syaikh Yusuf tinggal selama empat bulan, dan selama             itu pula beliau menjadi pengawal pribadi Syaikh Usamah bin Ladin &lt;i&gt;hafidhohulloh&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Selama masa             itu Syaikh Usamah mengenal berbagai kemampuan dan kecemerlangan berfikir             Syaikh Yusuf Al 'Uyairi, sehingga Syaikh Usamah menceritakan kepada Syaikh             Yusuf beberapa urusan-urusannya. Dan sungguh aku ingat ketika Syaikh Yusuf bercerita             kepadaku mengenai Syaikh Usamah di Sudan, bagaimana kehidupan beliau, jihad             beliau dan pengorbanan beliau, di mana banyak sekali yang menjadikan orang             terkagum-kagum ketika mendengarnya. Ketika aku mendengarkan cerita beliau ini             aku lihat pada kedua matanya terpancar kerinduan kepada Syaikh Usamah dan             kepada hari-hari yang telah lalu ..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Aku juga             ingat ketika Syaikh Yusuf bercerita kepadaku mengenai kecemerlangan  Abu             Hafsh Al Mishri &lt;i&gt;rohimahulloh&lt;/i&gt; dan berbagai serangan-serangan militer             yang beliau kendalikan di sana, baik yang di Somalia atau proyek beliau             terhadap Qorniq (kaum nasrani di wilayah selatan) dan perencanaan beliau             untuk menyerang mereka sesuai dengan taktik militer yang telah dicanangkan             oleh Syaikh Usamah dan Abu Hafsh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Syaikh Yusuf             juga ikut dalam peperangan yang berkecamuk di Somalia melawan pasukan             Amerika. Dan beliau termasuk orang yang memiliki peran penting dalam mengusir             dan mengalahkan pasukan Amerika, di mana pada masa itu para pemuda Islam seusia             beliau tengah lalai dengan kondisi umat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Dan ketika             terjadi tragedi Bosnia, Syaikh Yusuf memiliki peran yang sangat besar bersama             para &lt;i&gt;ikhwah &lt;/i&gt;di Damam, dan demikian pula di Kosova. Beliau berperan             sebagai pengumpul dana untuk mereka dan memberikan bantuan kepada mereka             semampu beliau. Beliau membuat sebuah program selama dua minggu bagi siapa             saja yang ingin pergi ke Bosnia. Program itu berupa latihan fisik dan             lain-lain yang dibutuhkan sebelum sampai ke bumi Bosnia. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Kemudian             terjadi peledakan di Khobar. Beliaupun dipenjara dan disiksa dengan siksaan             yang keras di penjara &lt;i&gt;reserse umum&lt;/i&gt;, Damam, dengan tuduhan beliau             termasuk orang-orang yang melakukan peledakan tersebut. Para &lt;i&gt;ikhwah&lt;/i&gt; yang bersama beliau bercerita tentang beliau: Kami lihat beliau diangkut             memakai usungan setiap kali selesai di&lt;i&gt;introgasi&lt;/i&gt;, lantaran berbagai             siksaan berat yang beliau alami. Beliau dicambuk dengan keras, dicabuti             jenggot beliau yang suci dan berbagai siksaan lainnya yang menyebabkan             akhirnya Syaikh Yusuf mengaku kepada anjing-anjing reserse Saudi bahwa dialah             yang melakukan peledakan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Syaikh Yusuf &lt;i&gt;rohimahulloh &lt;/i&gt;mengatakan kepadaku: Setelah beberapa hari kulalui dalam penjara, dalam             penyidikan dan penyiksaan yang luar biasa, aku meminta kepada polisi untuk             bertemu dengan pimpinan penjara karena aku ingin menyampaikan kepadanya             informasi penting. Benar saja, permintaanku dikabulkan. Akupun dipanggil dari             sel dan aku didudukkan di atas sofa yang sangat mewah pada sebuah ruangan.             Kemudian mereka membawaku ke kantor pimpiman tertinggi yang di sekelilingnya             para polisi yang telah siap dengan pena dan buku tulis di tangan yang akan             menulis semua pengakuan yang akan aku sampaikan kepada mereka. Ketika mereka             mendudukkanku dalam keadaan dirantai, pemimpin penjara itu mengatakan             kepadaku: Informasi apa yang kamu miliki? Silahkan sampaikan pengakuanmu …&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Maka dengan             dingin aku katakan kepada mereka: Aku tahu bahwa kalian malu tidak             mendapatkan informasi tentang orang yang melakukan peledakan itu. Akan tetapi             aku akan merelakan diriku untuk kalian. Aku akan memberikan pengakuan bahwa             akulah yang melakukan peledakan itu dan aku siap menebus tanggung jawab itu             dengan nyawaku. Ketika aku tanyakan kepada Syaikh Yusuf kenapa beliau             melakukan hal itu, beliau menjawab: Demi Alloh kami tidak sanggup merasakan             penyiksaan. Iman kami hampir-hampir rusak karenanya. Maka kematian itu lebih             ringan bagi kami daripada penyiksaan. Syaikh Yusuf melanjutkan: Ketika aku             selesai berbicara pimpinan penjara langsung melemparkan asbak kaca ke wajahku,             dan mengatakan: Keluarkan dan beri pelajaran dia!..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Kemudian             penyiksaan yang luar biasa pun terus berlanjut sampai akhirnya Alloh berkenan             untuk menyingkap siapa aktor peledakan yang sebenarnya sesuai pengakuan             reserse. Syaikh Yusuf bercerita kepadaku: Suatu saat aku dibawa menghadap             kepada polisi. Lalu dengan bisik-bisik dia mengatakan kepadaku: Kusampaikan             kabar gembira kepadamu. Kami telah mengetahui aktor peledakan yang             sebenarnya. Dia bukan dari kelompokmu akan tetapi dari kalangan &lt;i&gt;Rofidloh&lt;/i&gt; (Syi'ah) akan tetapi jangan kamu beritahukan kepada siapapun..!! Kemudian             mereka mengembalikanku ke dalam sel.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Mulai saat             itu penyiksaan kepada para pemuda mujahidin berhenti, khususnya yang terkait             dalam kasus peledakan. Kemudian pimpinan penjara mengumpulkan semua petugas             dan mengatakan kepada mereka: Berikan kepada masing-masing tersangka             peledakan tuduhan lain yang dapat menjerat mereka secara hukum!! Benar saja,             masing-masing &lt;i&gt;ikhwah&lt;/i&gt; diberikan satu tuduhan baik berupa &lt;i&gt;takfir &lt;/i&gt;(suka             mengkafirkan orang Islam) atau yang lainnya. Kemudian mereka dijatuhi hukuman             oleh pengadilan syariat Saudi ..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Kemudian             setelah itu Syaikh Yusuf tinggal di penjara. Di mana beberapa waktu pernah             beliau dikumpulkan bersama orang-orang &lt;i&gt;Rofidloh&lt;/i&gt; (Syi'ah) yang             diantaranya ada yang setingkat &lt;i&gt;ayatulloh&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;sayyid&lt;/i&gt;. Di sana             Syaikh Yusuf berdialog dan berdiskusi dengan mereka sampai-sampai &lt;i&gt;ayatulloh&lt;/i&gt; mereka melarang orang-orang &lt;i&gt;Rofidloh &lt;/i&gt;lainnya untuk mendekatinya atau             bergaul dengannya. Syaikh Yusuf berkata: Pernah suatu saat aku pura-pura             tidur. Lalu &lt;i&gt;ayatulloh&lt;/i&gt; mereka mulai berbicara dan menyampaikan ceramah             kepada &lt;i&gt;Rofidloh&lt;/i&gt; lainnya. Lalu aku dengarkan ceramahnya sampai ketika             aku mendapatkan kesempatan yang tepat aku bangun dan membantah             ceramah-ceramahnya .. Mereka semua terkagung dengan Syaikh Yusuf karena             kuatnya hujjah dan penjelasan beliau. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Setelah itu             Syaikh Yusuf dipindah ke penjara umum bersama Ahlus Sunnah. Setelah berjalan             beberapa waktu Syaikh Yusuf mogok makan karena beliau ingin disel (penjara             individu) saja supaya beliau dapat menggunakan waktu secara maksimal dan dapat             menyendiri dengan Robbnya. Maka permintaannyapun dipenuhi sehingga beliau             tinggal di dalam sel selama satu setengah tahun lebih. Setelah itu beliau             bebas …&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Katika aku             bertanya kepada Syaikh Yusuf mengenai kehidupannya di sel dan apakah beliau             merasa bosan? Beliau menjawab dengan satu kata: Demi Alloh aku tidak memiliki             waktu untuk mandi kacuali mandi &lt;i&gt;janabat&lt;/i&gt; dan aku tidak tidur kecuali             sedikit. Aku berpacu dengan waktu!!..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Di sel beliau             gunakan waktu untuk menghafal dan membaca buku-buku ilmiyah. Maka beliau             hafal Al Qur'an secara lancar dan tepat, hafal Shohih Al Bukhori dan Muslim,             beliau konsentrasi membaca dan mentelaah kitab-kitab para ulama', sehingga             pada suatu hari pernah seorang penjaga mengatakan kepada beliau: Demi Alloh             aku kasihan dengan kondisimu ..?!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Maka Syaikh             Yusuf mengatakan kepadanya: Demi Alloh justeru akulah yang kasihan dengan             kondisimu. Hendaknya kamu tahu bahwa seandainya ditawarkan kepadaku bahwa             sehari itu diperpanjang menjadi 28 jam pasti aku setuju karena saat ini aku             tengah mencari waktu, wahai orang yang malang!!.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Hal itu             karena penjaga itu merasa heran dengan kondisi Syaikh Yusuf dalam membaca dan             menelaah. Di mana beliau tidak keluar untuk berjemur atau untuk yang lainnya             kecuali untuk kepentingan yang mendesak, karena &lt;i&gt;saking&lt;/i&gt; kuatnya             keinginan beliau dalam memanfaatkan waktu secara maksimal. Syaikh Yusuf             pernah mengatakan kepadaku: Demi Alloh aku pernah merasakan hidup dalam             keimanan dan kenikmatan di dalam penjara, di mana tidak ada yang mengetahui             kenikmatan tersebut kecuali Alloh. Dan tatkala datang utusan yang             menyampaikan kebebasanku dari penjara, tanpa sadar aku gertak dia: Semoga             Alloh tidak akan memberikan kabar gembira kepadamu!! Itu saya lakukan di luar             kesadaranku akan tetapi itu ku lakukan karena &lt;i&gt;saking&lt;/i&gt; besarnya             kenikmatan yang aku dapatkan dalam penjara, dan betapa besarnya ilmu yang ku             dapatkan dalam penjara. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Dan ketika             Syaikh Yusuf bebas dari penjara beliau teruskan hubungan beliau dengan jihad             dan mujahidin, khususnya dengan Syaikhul Mujahidin Usamah bin Ladin &lt;i&gt;hafidlohulloh&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Kemudian             datanglah peristiwa Chechnya, dan beberapa saat sebelumnya peristiwa             Dagestan, maka Syaikh Yusuf pun mengambil langkah-langkah yang tepat untuk             mereka. Beliau menulis berbagai kajian syar'i untuk situs Shoutul Jihad.             Untuk situs itu beliau menulis buku-buku sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Hidayatul             Hayaro Fi Hukmil Usaro&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black" lang="EN-US"&gt;, &lt;i&gt;Al 'Amaliyat Al Istisyhadiyah Intiharun Am Syahadah&lt;/i&gt;,             dan juga kajian-kajian strategis lainnya di mana yang terakhir adalah yang buku             yang berjudul &lt;i&gt;'Amaliyatul Masrohi Fi Moskow Wa Madza Istafada Minha Al             Mujahidun&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Syaikh Yusuf             juga menjalin hubungan dengan Komandan Khothob dan melakukan surat-menyurat             mengenai persoalan militer. Di mana Syaikh Yusuf memberikan taktik-taktik             militer yang cemerlang yang mencengangkan setiap orang yang bergaul dengannya             atau membacanya … di antaranya adalah beliau pernah berkirim surat kepada             Khothob seusai perang konvensional yang pertama yang kemudian disusul dengan             perang gerilya, di mana ketika itu kondisi mujahidin semakin sulit. Maka             Syaikh Yusuf mengirim surat kepada komandan Khothob yang isinya adalah 18             prediksi perang dan apa yang harus mereka lakukan untuk masing-masing dari             yang diprediksikan tersebut. Komandan Khothob pun banyak mengambil manfaat             dari surat tersebut dan berterima kasih banyak kepada Syaikh Yusuf.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Syaikh Yusuf             juga memiliki andil dalam mengumpulkan dana untuk mujahidin Chechnya. Di mana             beliau berhasil mengumpulkan dana yang banyak sekali. Dan dalam rangka itu,             terjadilah banyak kasus yang sangat disayangkan antara beliau dengan beberapa             ulama'. Di mana para ulama' tersebut mengabaikan beliau dan tidak mau             membantunya. Misalnya adalah pengalaman beliau bersama Syaikh Salman Al             'Audah. Di mana ketika itu Komandan Khothob mengatakan kepada para &lt;i&gt;ikhwah&lt;/i&gt; pada saat masih di Dagestan: Berikan satu juta dollar supaya kami dapat             bertahan melawan Rusia sampai akhir musim dingin ..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Maka Syaikh             Yusuf pun pergi menemui seorang kaya, dan orang kaya itupun bersedia untuk             memberikan 8 juta real kepadanya akan tetapi dengan syarat Syaikh Salman mau             membuat memo kepadanya atau menelphonya. Maka Syaikh Yusuf pun pergi menemui             Salman Al 'Audah akan tetapi usahanya ini tidak membuahkan hasil. Syaikh             Salman selalu mengulur-ulur waktu kemudian pada akhirnya mengatakan kepada             Syaikh Yusuf: Sebenarnya aku ini sama sekali tidak senang dengan persoalan             Chechnya.!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Demikianlah.             Syaikh Yusuf meneruskan langkah jihadnya yang penuh dengan pengorbanan dan             kerja keras yang hanya sedikit saja orang yang mampu melakukannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Hubungan             Syaikh Yusuf dengan persoalan Chechnya pun terus berlanjut. Akan tetapi             semakin mengecil karena beliau tersibukkan dengan persoalan Afghanistan dan             pemerintahan Tholiban. Ketika itu beliau mencurahkan kebanyakan waktunya             untuk mempelajari gerakan ini dan kredibilitasnya. Kemudian datanglah             hari-hari yang penuh berkah di mana patung-patung Budha di Afghanistan             dihancurkan. Maka Syaikh Yusufpun memusatkan perhatiannya kepada persoalan             ini dan membuat proyek-proyek buka puasa dan penyembelihan qurban di             Afghanistan. Kemudian beliau menghubungi Amirul Mukminin dan para menteri             Tholiban, kemudian Syaikh Yusuf berusaha untuk menghubungkan mereka semua             dengan Syaikh Hamud bin 'Uqla' &lt;i&gt;rohimahulloh&lt;/i&gt;. Pada musim haji tahun             1421 H Syaikh Yusuf bertemu dengan beberapa menteri Tholiban yang datang             untuk menunaikan haji dan beliau bersama para menteri tersebut hendak membuat             hubungan telephon antara Amirul Mukminin dengan Syaikh Hamud bin 'Uqla' &lt;i&gt;rohimahulloh&lt;/i&gt;,             tepatnya setelah hari-hari &lt;i&gt;tasyriq &lt;/i&gt;jam 9 sore. Syaikh Yusuf mengatakan             kepadaku: Kami berangkat meninggalkan Mekah sementara kami berpacu dengan             waktu. Sementara kami tidak memiliki pilihan lain selain melanjutkan             perjalanan karena Syaikh Hamud berada di Qoshim. Sementara kami dalam keadaan             kecapaian. Maka aku putuskan untuk mengemudikan mobil secara bergantian. Jika             dia mengemudikan mobil maka aku usahakan tidur, kemudian aku mengemudikan             mobil dan dia istirahat .. Kami pun terus meneruskan perjalanan sampai             akhirnya aku ketiduran dan tidak terbangun kecuali ketika mobil sudah             terbalik setelah menabrak onta peliharaan. Maka kamipun akhirnya gagal untuk             bertemu. Dan sebenarnya selama itu telah terjadi sebuah peristiwa yang unik             bersama para petugas reserse, akan tetapi atas bimbingan Alloh beliau telah bebas             satu bulan sebelum peristiwa 11 september, untuk suatu perkara yang Alloh             inginkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Dan tatkala             beliau bebas dari penjara, beliau memiliki jasa yang besar dalam menulis             mengenai jihad, mengupas berbagai persoalannya berdasarkan dalil syar'i,             membelanya dan membantah berbagai syubhat yang disebarkan oleh para &lt;i&gt;mukhodzil &lt;/i&gt;(pelemah semangat jihad) dan munafik. Beliau juga ikut aktif di beberapa             forum &lt;i&gt;paltalk&lt;/i&gt; dengan nama Azzam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Syaikh Yusuf &lt;i&gt;rohimahulloh &lt;/i&gt;sibuk untuk melatih para pemuda dan menghasung mereka agar pergi ke             Afghanistan untuk bergabung dengan kamp-kamp latihan di sana. Beliau             menerbitkan empat kaset rekaman untuk mengobarkan semangat jihad dan i'dad.             Di antaranya adalah sebuah kaset rekaman yang memuat materi fikih dengan             suara beliau.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Kemudian             terjadi peristiwa besar dalam sejarah Afghanistan yaitu dibunuhnya komandan             yang keji Ahmad Syah Mas'ud. Ketika itu kegembiraan Syaikh Yusuf tidak             terbayang. Aku ingat ketika itu aku lewat di depannya lalu aku bertanya             kepadanya ada informasi apa?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Beliau             menjawab bahwa Syaikh Usamah mengatakan kepada para &lt;i&gt;ikhwah&lt;/i&gt;: Siapakah             yang dapat menyelesaikan Ahmad Syah Mas'ud untukku, karena dia telah             menyakiti Alloh dan Rosul-Nya. Maka beberapa &lt;i&gt;ikhwah&lt;/i&gt; berangkat atas             kesadaran mereka sendiri untuk membunuhnya dengan hanya mengharap pahala dari             Alloh yang Mahamulia. Maka datanglah informasi yang menggembirakan             sebagaimana yang telah kalian dengar ..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Setelah itu             terjadilah serangan yang penuh berkah di Amerika, sarang kekafiran. Maka             rasa-rasanya Syaikh Yusuf mau terbang lantaran senangnya.  Ketika itu aku             menghubungi Syaikh Yusuf, beliau mengatakan kepadaku bahwa beliau sedang ada             pertemuan dengan para ulama' Qoshim. Di sana ada beberapa ulama' yang             mengkritisi serangan yang terjadi di Amerika itu!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Beliau juga             menceritakan kepadaku mengenai beberapa diskusi dan pertemuan dengan para             ulama' tersebut yang akhirnya dapat menimbulkan dampak yang baik pada mereka             dalam mendukung jihad dan mujahidin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Setelah itu             Syaikh mulai menulis bukunya yang bagus yang berjudul &lt;i&gt;Haqiqotul Harbish             Sholibiyah&lt;/i&gt;, dalam buku itu beliau mengemukakan dalil-dalil &lt;i&gt;amaliyah             istisyhadiyah&lt;/i&gt; dan membantah berbagai syubhat yang muncul seputar             persoalan ini. Di dalam buku itu beliau juga menghasung umat agar bangkit dari             kelalaian yang tengah kita alami. Ini merupakan buku bagus dalam persoalan             ini, yang ditulis oleh Syaikh Yusuf selama sembilan atau sepuluh hari!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Sampai-sampai             tatkala buku itu sampai kepada Syaikh Usamah, beliau mengatakan kepada para &lt;i&gt;ikhwah&lt;/i&gt;:             Sepertinya buku ini telah ditulis sebelum terjadi serangan. Karena tidak             mungkin buku ini ditulis secapat itu!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Padahal aku berani             bersumpah demi Alloh bahwa Syaikh Yusuf tidak menulis buku itu kecuali             setelah peristiwa serang tersebut, akan tetapi beliau memang berkonsentrasi             penuh sampai akhirnya beliau menyelesaikan kajian fikih, hadits dan ushul             fikih ini yang tidak ada seorangpun dapat membantahnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Demikianlah,             Syaikh Yusuf itu banyak jasanya dalam memperbanyak barisan ulama' yang             mendukung serangan 11 september karena alasan-alasan ilmiyah yang beliau             ungkapkan dalam buku tersebut, dengan menggunakan ungkapan yang sederhana             namun serius dan sarat dengan dalil-dalil dari Al Qur'an dan Sunnah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Dan ketika             beliau selesai menulis buku tersebut, beliau langsung melakukan koreksi akhir             terhadap bukunya yang berjudul &lt;i&gt;Al Mizan Li Harokati Tholiban&lt;/i&gt;. Kemudian             selesai dan beliau sebarkan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Demikianlah             tulisan-tulisannya terus bergulir ibarat air yang mengucur, yang memancarkan             cahaya Al Qur'an dan Sunnah, di antaranya adalah:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;1- &lt;i&gt;Daurun             Nisa' Fi Jihadil A'da'&lt;/i&gt; yang diterbitkan secara ilegal dengan menggunakan             nama 'Abdulloh Az Zaid.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;2- &lt;i&gt;Tsawabit             'Ala Thoriqil Jihad&lt;/i&gt;, dalam buku ini beliau menulis prinsip-prinsip jihad             yang ditulis dalam beberapa seri yang terpisah-pisah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Juga             tulisan-tulisan lainnya yang disebarkan di Markaz Ad Dirosat dan di             forum-forum umum di internet.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Di antara hal             yang sangat menyedihkan Syaikh Yusuf adalah para ulama' yang acuh dengan             jihad, sampai-sampai pada suatu saat aku ingat ketika aku berbincang-bincang             dengan beliau mengenai sikap acuh para ulama' terhadap jihad, beliau             berbicara dengan kata-kata yang sangat berkesan kemudian beliau menangis!!.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Oleh karena             itulah beliau menulis berbagai buku dan bantahan di mana tujuan pokok Syaikh             Yusuf adalah membela kehormatan saudara-saudara kita mujahidin yang berada di             daerah-daerah perbatasan (tsughur).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Beliau juga             berperan aktif dalam menulis serial perang salib terhadap Irak yang diangkat             di situs Ad Dirosat, di sana beliau memiliki peran yang sangat besar bahkan             tulisan-tulisan beliau di sana hampir mencapai 80%.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Beliau             dikaruniai Alloh dengan ungkapan yang sangat mendalam, sabar dan ulet yang             menjadikan beliau tidak henti-hentinya dalam membuat tulisan-tulisan syar'i             dan analisa-analisa politik, semoga Alloh merahmati beliau dengan rahmat yang             seluas-luasnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Memang Syaikh             Yusuf sendiri telah dikenal di kalangan banyak ulama' memiliki sifat-sifat             tersebut, di mana mereka mengakui bahwa Syaikh Yusuf adalah orang yang             memiliki kelebihan dan keunggulan dalam hal itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Syaikh Yusuf             adalah orang yang sangat ulet dan sabar dalam menghadapi berbagai musibah dan             kasus. Seringkali beliau diuji dengan kawan dan orang yang ia cintai di medan             jihad yang mati syahid, terluka dan tertawan. Akan tetapi meskipun demikian             beliau tetap ridlo dengan ketetapan dan taqdir Alloh, serta pasrah kepada apa             yang telah ditetapkan oleh Robbnya terhadap dirinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Syaikh Yusuf             adalah orang yang berhati lembut, berperasaan sensitif dan cepat mengalirkan             air mata. Khususnya apabila bercerita tentang mujahidin dan pengorbanan di             jalan Alloh. Sungguh aku tidak akan lupa ketika beliau menceritakan Abu Hajir             Al 'Iroqi yang ditahan di penjara Amerika mengenai profil dan pengorbanannya,             kemudian beliau menangis terisak-isak!!.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Apabila             beliau menyampaikan nasehat terdengar suara tangis dan khusyu', khususnya             apabila mengingatkan mengenai Alloh, akherat, jihad dan mati syahid di jalan             Alloh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Beliau juga             menegaskan akan hubungan jihad dan perasaannya dengan aqidah yang benar dan             dengan ilmu syar'i. Beliau mengatakan bahwa kita harus menjelaskan kepada             manusia bahwa jihad itu tidak lain adalah usaha untuk merealisasikan tauhid             dan mewujudkan konsekuensi-konsekuensi kalimat syahadat &lt;i&gt;laa ilaaha             illalloh Muhammad rosululloh&lt;/i&gt;. Kita harus ikat manusia dengan perkara ini             supaya dari satu sisi mereka mengetahui pentingnya jihad, dan dari sisi yang             lain agar mereka tetap teguh di jalan ini. Beliau selalu mengingatkanku             dengan perkataan Syaikh 'Abdulloh 'Azzam &lt;i&gt;rohimahulloh&lt;/i&gt; mengenai hal             ini: &lt;i&gt;Gambaran yang engkau bawa ke medan jihad lain dengan gambaran yang             engkau bawa pulang dari medan jihad.&lt;/i&gt; Maksudnya adalah sejumlah orang pergi             ke medan jihad hanya karena terdorong emosi saja terhadap sebuah gambaran             yang ia lihat berupa penyiksaan orang Islam atau pemerkosaan wanita muslimah.             Emosi semacam ini memang baik akan tetapi yang lebih baik adalah hendaknya             seorang mujahid itu berangkat berjihad berdasarkan sebuah keyakinan yang             mendalam terhadap wajibnya menempuh jalan jihad ini dan sejauh mana hubungannya             dengan aqidah tauhid, serta menghidupkan tekad untuk menyerbarkannya di             tengah-tengah manusia, dan menegakkan daulah yang melaksanakan dan             merealisasikan jihad.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Seluruh             kenikmatan dunia ini telah terpampang di hadapan Syaikh Yusuf. Akan tetapi ia &lt;i&gt;talak tiga &lt;/i&gt;semua itu, beliau lebih memilih untuk hidup sebagai orang             yang mulia sampai ia meraih apa yang ia inginkan.  Ayahnya seorang saudagar             yang Alloh berikan kesuksesan. Akan tetapi Yusuf tidak memiliki perhatian             terhadap dunia. Yusuf sendiri mendapatkan dukungan dan ridlo dari ayahnya             terhadap kehidupan jihad yang ia pilih itu. Terlebih lagi ibunya. Ia sering             kali memberikan dukungan dan pengukuhan, bahkan senantiasa memberi nasehat             kepada Syaikh Yusuf agar tidak menyerahkan diri .. Sungguh demi Alloh, ia             adalah seorang ibu yang mulia yang melahirkan seorang pahlawan gagah berani             yang tidak takut mati ..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Syaikh Yusuf             adalah orang yang sangat tawadlu', sampai-sampai ia tidak menghargai dirinya             sendiri. Dan jika engkau bersanding dengan beliau, pasti beliau meyakini             bahwa engkau adalah orang yang lebih mengerti dan lebih paham daripada             dirinya. Ia tidak suka untuk mendahului dalam berbicara khususnya terhadap             orang yang berilmu atau seorang penuntut ilmu. Ketawadlu'annya ini bukanlah             sesuatu yang dibuat-buatnya akan tetapi ini merupakan watak bawaannya yang             Alloh anugerahkan kepada beliau.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Beliau ini             adalah ibarat esiklopedi ilmiyah dalam semua persoalan. Jika ia berbicara             mengenai ilmu syar'i tentu engkau akan mengatakan bahwa ia adalah seorang             ulama' yang &lt;i&gt;faqih&lt;/i&gt;. Dan apabila ia berbicara mengenai persoalan politik             pasti engkau akan mengatakan bahwa ia adalah seorang politikus yang handal.             Selain itu beliau juga memiliki perhatian menganai ilmu computer dan &lt;i&gt;programming&lt;/i&gt;.             Beliau juga menguasai ilmu-ilmu militer sebagaimana seorang komandan yang             cerdik. Beliau juga menguasai tophographi, teghnologi dan elektronik. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Alloh berikan             anugerah kepadanya untuk diterima di hadapan manusia. Sehingga tidak ada             seorangpun yang bertemu dengannya kecuali pasti orang tersebut akan mencintai             Syaikh Yusuf. Aku belum pernah menemukan seorangpun yang mencela beliau dari             sisi akhlaq atau karakter, akan tetapi justeru beliau diterima di hadapan             manusia karena beliau memiliki akhlaq yang baik dan perilaku yang bersih,             demikianlah beliau dalam pandangan kami dan hanya Alloh sajalah yang tahu. &lt;i&gt;Nahsabuhu             kadzalik wa la nuzakki 'alallohi ahada.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Beliau &lt;i&gt;rohimahulloh &lt;/i&gt;senantiasa mengajak para pemuda dan mujahidin agar meninggalkan kemewahan             dan kenikmatan, dan beliau mengajak mereka untuk hidup secara sederhana agar             jiwa itu terbiasa untuk sabar dan memikul kesusahan di bumi jihad. Pernah             selama berhari-hari beliau tidak makan kecuali sedikit padahal beliau adalah             orang yang berkecukupan, akan tetapi beliau ingin membiasakan diri untuk             hidup susah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Beliau adalah             orang yang dermawan, tidak merasa berat untuk memberi dan berkorban kepada             saudara-saudaranya. Namun demikian beliau adalah orang yang kuat memegang             amanah dan sungguh-sungguh dalam menjaga harta mujahidin yang ada di             tangannya sehingga ia berikan harta itu kepada orang yang berhak atas harta             tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Beliau masuk             DPO Saudi atas permintaan Amerika. Mereka meminta agar beliau menyerahkan             diri selama satu tahun lebih, namun beliau menolak untuk menyerahkan diri             atau menghinakan diri dalam persoalan agama. &lt;i&gt;Al Hamdulillah&lt;/i&gt;, beliau             melakukan hal itu dan selama itu beliau dapat melakukan banyak jasa besar             untuk Islam dan umat Islam, di mana jasa-jasa itu sewajarnya tidak dapat             dilakukan kecuali dalam tempo lima tahun!!..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Aku sampaikan             itu semua bukan untuk melebih-lebihkan, demi Alloh bukan. Akan tetapi ini             adalah sebagai informasi mengenai apa yang aku lihat, bahkan ini hanya             sebagian dari apa yang kulihat .. Pernah selama berjam-jam beliau tidak             istirahat atau tidur. Bahkan terkadang selama beberapa hari beliau tidak             tidur .. di dalam jadwal hariannya tidak ada waktu tidur kecuali hanya             sedikit yang hanya cukup untuk menegakkan tulang punggungnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Selama satu             tahun itu beliau hidup sebagai buronan yang senantiasa waspada terhadap musuh             siang dan malam. Senjatanya tidak pernah berpisah dengannya. Dia selalu siap             siaga dan hati-hati.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Beliau pernah             mengatakan kepadaku: &lt;i&gt;Akhi&lt;/i&gt;, kita ini bukan orang yang lebih mulia             daripada para sahabat Rosul SAW, di mana mereka hidup di Madinah dalam             keadaan takut dan was-was sampai mereka dapat mengusir orang-orang Yahudi             dari sana. Lalu beliau menyampaikan kepadaku perkataan seorang sahabat: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   color:black" lang="AR-SA"&gt;وما بنا يا رسول الله إلا الخوف وسيف أحدنا على عاتقه&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:18.0pt;font-family:   &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Wahai             Rosululloh, tidak ada yang ada pada diri kami selain perasaan takut,             sementara masing-masing kita senantiasa memanggul pedang di atas pundaknya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Beliau             menghibur diri dengan kondisi para sahabat &lt;i&gt;ridlwanullohu 'alaihim&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Syaikh Yusuf             jarang sekali melihat keluarganya --- bapak-ibunya ---. Sampai pada masa-masa             terakhir ketika perburuan semakin ketat hubungan mereka terputus sama sekali.             Bahkan hubungan beliau dengan ketiga puterinya juga terputus. Puterinya yang             paling besar namanya adalah Maryam. Pada hari-hari terakhir beliau menulis             sebuah syair yang sangat berkesan untuk mereka, yang dicantumkan dalam surat             beliau sebelum beliau mati syahid dalam sebuah perlawanan yang maksimal.             Beliau lebih memilih mati di jalan Alloh daripada ditawan oleh Thoghut Saudi,             semoga Alloh menyegerakan siksaannya terhadap para thoghut itu. Dalam hal ini             beliau meneladani seorang sahabat mulia ketika tertangkap musuh: &lt;i&gt;Adapun             aku, pada hari ini aku tidak akan mau tunduk dalam penguasaan orang kafir. &lt;/i&gt;Dengan             begitu seolah-olah beliau mengatakan:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   color:black" lang="AR-SA"&gt;ولست   أبالي  حين  أقتل  &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   color:black;letter-spacing:.75pt" lang="EN-US"&gt;ii&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:   18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;color:black" lang="AR-SA"&gt;مسلما        &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   color:black" lang="AR-SA"&gt;على أي جنب كان في الله مصرعي&lt;br /&gt;            وذلك   في   ذات   الإله   وإن   يشأ                           &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   color:black" lang="AR-SA"&gt;يبارك   على   أوصال   شلوٍ   &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   color:black;letter-spacing:1.5pt" lang="EN-US"&gt;ii&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:   18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;color:black" lang="AR-SA"&gt;ممزع&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Aku tidak peduli ketika             aku terbunuh sebagai orang muslim …&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Pada sisi mana  aku             tersungkur di jalan Alloh …&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Itu semua hanya untuk             Dzat Alloh, dan jika Ia kehendaki …&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;niscaya memberkati             persendian-persendian tubuh yang terpotong-potong … &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Abu Muhammad (Syaikh             Yusuf) telah pergi meninggalkan kita, sementara beliau adalah orang yang             tersembunyi dan tidak dikenal oleh banyak manusia. Namun semua itu tidak ia             hiraukan selama Alloh mengenalnya. Dan semua jasa-jasanya yang besar untuk             membela Islam dan membantu mujahidin kelak akan menjadi saksi bahwa beliau             adalah termasuk orang pilihan dari umat Islam hari ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Dengan             demikian berakhirlah kehidupan seorang pemuda dan seorang Syaikh dari             kalangan pemuda Islam, yang terkumpul padanya berbagai keutamaan, seperti             ilmu, dakwah, jihad, dan ibadah yang terbaik &lt;i&gt;insya Alloh&lt;/i&gt;. Beliau telah             meraih apa yang dirindukan oleh setiap pemuda yang mengenal jalan petunjuk,             maka selamat berbahagia wahai Abu Muhammad ..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Sungguh kami menangisimu             melebihi tangisan kami kepada banyak orang-orang yang kami cintai ..&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Kami menangisimu dan             kami berharap apa yang di sisi Alloh lebih baik untukmu ..&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Namun dahulu kami             mengharapkan dirimu hidup menyertai umat Islam yang malang ini, yang tidak             mendapatkan orang membelanya dan menegakkan syariat Alloh pada mereka kecuali             sedikit orang …&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Sungguh kami takkan             melupakanmu wahai Abu Muhammad ..&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Demi Alloh, orang yang             pernah hidup bersamamu pasti akan sulit untuk mengabaikan pengaruhmu pada             kehidupannya.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Kami melihat dirimu             telah berbuat sesuatu untuk membela jihad, yang tidak dapat dilakukan oleh             berbagai organisasi dan orang-orang yang bekerja secara konsentrasi.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Sungguh engkau adalah             teladan yang langka, semua waktumu engkau berikan untuk jihad dan mujahidin.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Semoga Alloh merahmatimu             wahai Abu Muhammad ..&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Semoga Alloh merahmatimu             wahai Abu Muhammad ..&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Semoga Alloh merahmatimu             wahai Abu Muhammad ..&lt;a name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black" lang="EN-US"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;           &lt;hr size="1" width="33%" align="right"&gt;           &lt;div id="ftn2"&gt;             &lt;p class="MsoFootnoteText" dir="LTR"&gt;&lt;a name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; Dari situs Syaikh Al Battar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;/div&gt;           &lt;div id="ftn3"&gt;             &lt;p class="MsoFootnoteText" dir="LTR" style="text-align:justify;text-justify:kashida; text-kashida:0%"&gt;&lt;a name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; Disadur dari majalah Shoutul Jihad edisi 1 dan 2 yang ditulis oleh               Syaikh Asy Syahid 'Isa bin Sa'ad Al 'Usyin, dengan sedikit penyesuaian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>DO’A YANG MENCAKUP  KEBAIKAN DUNIA DAN AKHERAT</title><link>http://rumahjihad.blogspot.com/2011/11/doa-yang-mencakup-kebaikan-dunia-dan.html</link><category>doa</category><category>Ibnu Taimiyah</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Sat, 26 Nov 2011 23:28:00 +0300</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4665679130695185505.post-6652427934959684015</guid><description>&lt;p style="text-align:center" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;DO’A             YANG MENCAKUP &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:center" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;KEBAIKAN             DUNIA DAN AKHERAT&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align:justify;direction:rtl;   unicode-bidi:embed"&gt;&lt;span style="font-size:20.0pt;font-family:   &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُؤْمِنَاتِ،             وَ الْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ وَ أَصْلِحْ             ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَ انْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ وَاهْدِهِمْ سُبُلَ             السَّلاَمِ، وَأَخْرِجْهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّوْرِ، وَ جَنِّبْهُمُ             الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَ بَارِكْ لَهُمْ فِي أَسْمَاعِهِمْ             وَأَبْصَارِهِمْ مَا أَبْقَيْتَهُمْ، وَ اجْعَلْهُمْ شَاكِرِيْنَ لِنِعَمِكَ مُثْنِيْنَ             بِهَا عَلَيْكَ، قَابِلِيْهَا، وَأَتْمِمْهَا عَلَيْهِمْ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ،             اَللَّهُمَّ انْصُرْ كِتَابَكَ وَ دِيْنَكَ وَ عِبَادَكَ الْمُؤْمِنِيْنَ، وَأَظْهِرِ             الْهُدَي وَ دِيْنَ الْحَقِّ الَّذِي بَعَثْتَ بِهِ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا صَلَّى             اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ، اَللَّهُمَّ عَذِّبِ الْكُفَّارَ             وَ الْمُنَافِقِيْنَ، الَّذِيْنَ يَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِكَ وَ يُبَدِّلُوْنَ             دِيْنَكَ وَ يُعَادُوْنَ الْمُؤْمِنِيْنَ، اَللَّهُمَّ خَالِفْ كَلِمَتَهُمْ، وَشَتِّتْ             بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ، وَاجْعَلْ تَدْمِيْرَهُمْ فِيْ تَدْبِيْرِهِمْ، وَأَدِرْ عَلَيْهِمْ             دَائِرَةَ السَّوْءِ، اَللَّهُمَّ أَنْزِلْ بِهِمْ بَأْسَكَ الَّذِيْ لاَيُرَدُّ             عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِيْنَ، اَللَّهُمَّ مُجْرِيَ السَّحَابِ، وَ مُنْزِلَ             الْكِتَابِ، وَهَازِمَ اَلأَحْزَابِ، اِهْزِمْهُمْ وَ زَلْزِلْهُمْ ، وَ انْصُرْنَا             عَلَيْهِمْ، رَبَّنَا أَعِنَّا وَلاَ تُعِنْ عَلَيْنَا، وَ انْصُرْنَا وَلاَ تَنْصُرْ             عَلَيْنَا، وَامْكُرْ لَنَا وَ لاَ تَمْكُرْ عَلَيْنَا، وَ اهْدِنَا وَ يَسِّرِ             الْهُدَي لَنَا، وَانْصُرْنَا عَلَى مَنْ بَغَى عَلَيْنَا، رَبَّنَا اجْعَلْنَا             لَكَ شَاكِرِيْنَ مُطَاوِعِيْنَ مُخْبِتِيْنَ أَوَّاهِيْنَ مُنِيْبِيْنَ، رَبَّنَا             تَقَبَّلْ تَوْبَتَنَا، وَاغْسِلْ حَوْبَتَنَا، وَثَبِّتْ حُجَّتَنَا، وَاهْدِ قُلُوْبَنَا،             وَسَدِّدْ أَلْسِنَتَنَا، وَاسْلُلْ سَخَائِمَ صُدُوْرِنَا&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;Yaa Alloh, ampunilah kaum mukminin             dan mukminat, kaum muslimin dan muslimat, satukanlah hati mereka, perbaikilah             hubungan mereka, menangkanlah mereka atas musuhMu dan musuh mereka, berilah             petunjuk mereka kepada jalan-jalan keselamatan, dan keluarkanlah mereka dari             kegelapan menuju cahaya, dan jauhkanlah mereka dari perbuatan-perbuatan keji             yang lahir maupun yang batin, dan berkahilah pendengaran dan penglihatan             mereka selama Engkau hidupkan mereka, dan jadikanlah mereka orang-orang yang             mensyukuri nikmat-nikmatMu, memujiMu lantaran nikmat-nikmat tersebut, dan             menerima nikmat-nikmat tersebut, dan sempurnakanlah nikmat-nikmat tersebut             kepada mereka wahai Robb semesta alam. Yaa Alloh menangkanlah kitabMu, diin             (agama) Mu dan hamba-hambaMu yang beriman, dan menangkanlah petunjuk dan             diinul haqq (agama yang benar) yang Engkau turunkan melalui Nabi Kami             Muhammad SAW di atas semua diin (agama). Yaa Alloh siksalah orang-orang kafir             dan orang-orang munafik yang menghalang-halangi dari jalanMu dan merubah diin             (agama) Mu, dan memusuhi orang-orang beriman. Yaa Alloh cerai-beraikan kesepakatan             mereka, perselisihkanlah hati mereka, dan jadikanlah kehancuran mereka pada             usaha mereka, dan turunkanlah bencana kepada mereka. Yaa Alloh turunkanlah             siksaanMu yang tidak ada yang bisa menolaknya dari orang-orang yang jahat.             Yaa Alloh, yang menjalankan awan, yang menurunkan kitab, yang menghancurkan             pasukan yang bersekutu, hancurkanlah mereka dan goncangkanlah mereka, dan             menangkanlah kami atas mereka. Wahai Robb kami, tolonglah kami dan janganlah             Engkau tolong orang yang memusuhi kami, menangkanlah kami dan jangan Engkau             menangkan orang yang memusuhi kami, buatkanlah makar untuk membela kami dan             jangan Engkau buatkan makar orang yang memusuhi kami, dan berilah petunjuk             kepada kami, dan mudahkanlah kami dalam mendapatkan petunjuk, dan             menangkanlah kami terhadap orang yang menganiaya kami. Wahai Robb kami,             jadikanlah kami orang-orang yang bersyukur, taat, tunduk, banyak berdo’a dan             banyak bertaubat kepadamu. Wahai Robb kami, terimalah taubat kami, sucikanlah             dosa kami, kokohkanlah hujjah jami, berilah petunjuk hati kami, luruskanlah             lidah-lidah kami dan cabutlah kedengkian yang ada di dalam dada-dada kami.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;Ibnu Taimiyyah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt; berkata: “Lafadh do’a             ini diriwayatkan oleh &lt;b&gt;At Tirmidziy&lt;/b&gt; dengan sanad tunggal, dan ia             menshohiihkannya, dan ini adalah termasuk do’a yang paling mencakup kebaikan             dunia dan akherat, dan do’a ini ada penjelasannya yang sangat agung.” (&lt;b&gt;Al             Fataawaa&lt;/b&gt;,&lt;b&gt; Kitaabul Jihaad&lt;/b&gt;, dalam surat beliau kepada para             sahabatnya ketika beliau berada di penjara Iskandariyah)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Loyalitas Terhadap Orang-orang Beriman ( الوَلَاءُ لِلمُؤْمِنِينَ )</title><link>http://rumahjihad.blogspot.com/2011/11/loyalitas-terhadap-orang-orang-beriman.html</link><category>Loyalitas Terhadap Orang-orang Beriman</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Tue, 22 Nov 2011 08:09:00 +0300</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4665679130695185505.post-3196016910440743163</guid><description>&lt;div class="WordSection1"&gt;   &lt;div align="center"&gt;     &lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;       &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td valign="top" width="425"&gt;&lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Naskah             Tarjamah Ini Diterbitkan Oleh&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Forum             Jihad al-Tawbah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Di tarjamah oleh&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: rgb(51, 153, 102);" lang="EN-US"&gt;Muharridh Muhibbul Haq&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;br /&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;بسم             الله الرحمن الرحيم&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: blue;" lang="AR-SA"&gt;نُخْبَةُ الإِعْلامِ الجِهَادِيِّ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: blue;" lang="EN-US"&gt;Media Jihad “Nukhbah”&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: maroon;" lang="AR-SA"&gt;قِسْمُ التَّفْرِيغِ وَالنَّشْرِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: maroon;" lang="EN-US"&gt;Divisi Transkripsi dan Publikasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;تفريغ             المحاضرة الصوتية&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="EN-US"&gt;Transkrip Audio Ceramah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;div style="border-width: medium 1pt; border-style: none solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext; padding: 0cm 4pt; background: none repeat scroll 0% 0% rgb(230, 230, 230);"&gt;             &lt;p style="text-align: center; line-height: normal; background: none repeat scroll 0% 0% rgb(230, 230, 230); border: medium none; padding: 0cm;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-size: 22pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: navy;" lang="AR-SA"&gt;الوَلَاءُ لِلمُؤْمِنِينَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="text-align: center; line-height: normal; background: none repeat scroll 0% 0% rgb(230, 230, 230); border: medium none; padding: 0cm;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; color: navy;" lang="EN-US"&gt;Loyalitas Terhadap Orang-orang               Beriman&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;/div&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;لفضيلة             الشيخ:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(51, 153, 102);" lang="AR-SA"&gt;أبي الزُّبير&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; color: rgb(51, 153, 102);" lang="EN-US"&gt;/&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(51, 153, 102);" lang="AR-SA"&gt; عادل بن             عبد الله العباب&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;حفظه             الله&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Oleh             Fadhiilatus Syaykh&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: rgb(51, 153, 102);" lang="EN-US"&gt;‘Adil bin ‘Abdulloh             al-‘Abbaab / Abuz Zubayr&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Semoga             Alloh menjaganya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;الصادرة             عن مؤسسة الملاحم للإنتاج الإعلامي&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Yang             dirilis oleh Departement Produsen Informasi “as-Sahab”&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(51, 51, 51);" lang="EN-US"&gt;11 &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(51, 51, 51);" lang="AR-SA"&gt;رجب             1431 هـ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(51, 51, 51);" lang="EN-US"&gt;22/6/ 2010 &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(51, 51, 51);" lang="AR-SA"&gt;م&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;br /&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: right; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;الحمدُ للهِ             وليِّ المؤمنينَ, والصلاةُ والسلامُ على رسولِ اللهِ متولي الصادقينَ ومن سارَ             على نهجِه في البراءةِ من الكافرينَ, أمّا بعدُ:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Segala             puji bagi Alloh wali bagi orang-orang beriman, sholawat dan salam semoga             terlimpah pada Rosululloh yang menjadi wali bagi orang-orang yang jujur dan             siapa saja yang berjalan di atas jalannya dalam berlepas diri dari             orang-orang kafir. Adapun kemudian:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;إنّ الولاءَ             والبراءَ أصلٌ أصيلٌ من أُصولِ الإسلامِ, ودعامةٌ من دعائمِه, فلا يستقيمُ             إسلامُ المرءِ حتى يواليَ في اللهِ ويعاديَ في اللهِ, يواليَ أهلَ الحقِّ             ويعاديَ أهلَ الباطلِ. والولاءُ والبراءُ شرطٌ في صحةِ الإيمانِ, كما قالَ             سبحانَه وتعالَى:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Sesungguhnya             al-walaa’ (loyalitas) dan al-baro’ (berlepas diri) adalah salah satu dari             pokok islam dan salah satu dari penopangnya, maka tidak lurus islam seseorang             hingga dia loyal karena Alloh dan bermusuhan karena Alloh. Loyal kepada ahlul             haq dan memusuhi ahlul bathil. al-walaa’ (loyalitas) dan al-baro’ (berlepas diri)             juga merupakan syarat sahnya iman. Sebagaimana Alloh –Yang maha tinggi-,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt; &lt;span style="color: green;"&gt;(تَرَى كَثِيراً مِّنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِينَ             كَفَرُواْ لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنفُسُهُمْ أَن سَخِطَ اللّهُ             عَلَيْهِمْ وَفِي الْعَذَابِ هُمْ خَالِدُونَ*وَلَوْ كَانُوا يُؤْمِنُونَ بِالله             والنَّبِيِّ وَمَا أُنزِلَ إِلَيْهِ مَا اتَّخَذُوهُمْ أَوْلِيَاء وَلَـكِنَّ             كَثِيراً مِّنْهُمْ فَاسِقُونَ)&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;“Kamu lihat kebanyakan             mereka loyal kepada orang-orang kafir. Sungguh amat buruk apa yang disediakan             jiwa mereka untuk mereka, (yaitu) kemarahan Alloh –pada mereka, dan mereka             kekal dalam ‘adzab. Kalau saja mereka beriman pada Alloh, Nabi dan apa yang             diturunkan padanya, (tentu) mereka tidak menjadikan orang-orang kafir itu             sebagai wali, akan tetapi kebanyakan mereka adalah orang-orang fasiq.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt; (al-Ma-idah: 80-81)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;والولايةُ هي             النصرةُ والمحبةُ والإكرامُ والاحترامُ للمحبوبينَ ظاهرًا وباطنًا, قالَ اللهُ تعالى:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Al-wilayah             (perwalian) adalah pertolongan, kecintaan, pemuliaan dan penghormatan bagi orang-orang             yang dicintai secara zhohir dan secara bathin, Alloh –Yang maha tinggi-             berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; color: green;" lang="AR-SA"&gt;(اللّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُواْ             يُخْرِجُهُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّوُرِ وَالَّذِينَ كَفَرُواْ             أَوْلِيَآؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُم مِّنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;“Alloh adalah wali             bagi orang-orang yang beriman, Dia keluarkan mereka dari kegelapan menuju             cahaya. Sedangkan orang-orang kafir, wali-wali mereka adalah thoghut, mereka             mengeluarkan dari cahaya kepada kegelapan.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt; (al-Baqoroh: 257)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;والولاءُ لا             يكونُ إلا للهِ تعالى ولرسولِه صلى الله عليه وسلم وللمؤمنينَ, قالَ سبحانه:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Loyalitas             tidak tidak diterima kecuali pada Alloh, Rosul-Nya –semoga Alloh limpahkan             sholawat dan salam baginya- dan orang-orang yang beriman. Alloh –Yang maha             suci- berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; color: green;" lang="AR-SA"&gt;(إِنَّمَا             وَلِيُّكُمُ اللّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آمَنُواْ الَّذِينَ يُقِيمُونَ             الصَّلاَةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ*وَمَن يَتَوَلَّ اللّهَ             وَرَسُولَهُ وَالَّذِينَ آمَنُواْ فَإِنَّ حِزْبَ اللّهِ هُمُ الْغَالِبُونَ)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;“Sesungguhnya wali             kalian hanyalah Alloh, Rosul-Nya dan orang-orang yang beriman yang menegakkan             sholat, menunaikan zakat dan mereka tunduk. Dan barang siapa yang loyal             kepada Alloh, Rosul-Nya dan orang-orang yang beriman, maka sesungguhnya             golongan Alloh itulah yang menang.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt; (al-Ma-idah:             55-56)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;فالولاءُ             للمؤمنينَ يكونُ بمحبتِهم لإيمانِهم, ونصرتِهم والنصحِ والدعاءِ لهُم والوقوفِ             معهم والرحمةِ بهم وكفِّ الأذى عنهم وإعطائِهم حقوقَ الإسلامِ وغيرِ ذلك مما             يدخلُ في الولاءِ, قالَ اللهُ تعالى:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Maka             loyalitas terhadap orang-orang beriman adalah dengan mencintai mereka karena             iman mereka, menolong mereka, memberikan nasehat, berdoa untuk kebaikan             mereka, berdiri (membela) mereka, berkasih sayang pada mereka, menahan             gangguan dari mereka, memberikan hak-hak islam pada mereka, dan hal-hal lain             yang termasuk dalam loyalitas. Alloh –Yang maha tinggi- berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; color: green;" lang="AR-SA"&gt;(مُّحَمَّدٌ             رَّسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاء عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاء             بَيْنَهُمْ)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;“Muhammad adalah             utusan Alloh (rosululloh), sedangkan orang-orang yang bersamanya bersikap             keras terhadap orang-orang kafir dan berkasih sayang sesama mereka.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt; (al-Fath: 29)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;فموالاةُ             المؤمنينَ تعني التقربَ إليهم وإظهارَ الودِّ لهم بالأقوالِ والأفعالِ والنوايا,             وتعني تقديمَ النصرةِ لكلِّ متمسكٍ بالإسلامِ اعتقادًا وقولًا وعملًا, والذودَ             عن عرضِه ومالِه, فأصلُ الموالاةِ الحبُّ, وأصلُ المعاداةِ البغضُ, وينشأ عنهما             من أعمالِ القلوبِ والجوارحِ ما يدخلُ في حقيقةِ الموالاةِ والمعاداةِ كالنصرةِ             والأنسِ والمعاونةِ وكالجهادِ والهجرةِ ونحو ذلك من الأعمالِ التي توضحُ حقيقةَ             الولاءِ.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Makna &lt;i&gt;muwalatul mu’miniin&lt;/i&gt; (loyal pada orang-orang beriman) adalah mendekat             pada mereka, menampakkan kesenangan pada mereka dengan ucapan, perbuatan dan             niat. Maknanya yang lain adalah menyediakan pertolongan bagi setiap             orang-orang yang berpegang teguh pada islam secara keyakinan, perkataan dan             amal tindakan. Juga (bermakna) mempertahankan kehormatan dan hartanya. Karena             dasar loyalitas adalah cinta, sedangkan dasar permusuhan adalah kebencian.             Dari keduanyalah berkembang amalan hati dan anggota badan yang masuk dalam             hakekat loyalitas dan rivalitas, seperti pertolongan, keramahan dan bantuan,             serta seperti jihad, hijroh, dan amal-amal semisalnya yang menjelaskan             hakikat loyalitas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;ولابدَّ من إخلاصِ             الولاءِ للهِ, يقولُ سبحانَه وتعالَى:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Juga             harus ada ke-ikhlash-an dalam memberikan loyalitas pada Alloh. Dia –Yang maha             suci lagi tinggi- berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; color: green;" lang="AR-SA"&gt;(قُلْ أَغَيْرَ اللّهِ أَتَّخِذُ وَلِيّاً             فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَهُوَ يُطْعِمُ وَلاَ يُطْعَمُ قُلْ إِنِّيَ             أُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ أَوَّلَ مَنْ أَسْلَمَ وَلاَ تَكُونَنَّ مِنَ             الْمُشْرِكَينَ)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;“Katakan, ‘apakah aku             akan menjadikan wali selain Alloh Yang menciptakan langit dan bumi sedangkan             Dia memberi makan dan tidak diberi makan?’ Katakan, ‘sungguh aku             diperintahkan untuk menjadi orang pertama yang masuk islam.’ Dan janganlah             kamu menjadi bagian dari orang-orang yang musyrik.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt; (al-An’am: 14)  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: right; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;- فولاؤنا لمنْ             آمنَ بالله ربًّا وبالإسلامِ دينًا وبمحمدٍ صلى الله عليه وسلم نبيًّا.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;- Maka loyalitas kita             bagi siapa saja yang beriman pada Alloh sebagai robb, pada islam sebagai diin             dan pada Muhammad –semoga Alloh limpahkan sholawat dan salam baginya- sebagai             nabi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: right; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;- ولاؤنا للمؤمنِ             الذي يعبدُ اللهَ وحدَه لا شريكَ له ويتّبع النبيَّ في جميعِ أقوالِه وأفعالِه.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;-             Loyalitas kita bagi orang beriman yang beribadah pada Alloh semata tanpa ada             sekutu bagi-Nya dan mengikuti Nabi dalam seluruh perkataan dan perbuatannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: right; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;- ولاؤنا لمن             اتخذَ القرآنَ منهجًا وسلوكًا.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;- Loyalitas kita bagi             siapa saja yang menjadikan al-Qur-an sebagai manhaj dan jalan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;- ولاؤنا لمن             يسعى لتحكيمِ الشريعةِ ونادى بتطبيقِها وعملَ جادًّا لترسيخِها في أوساطِ الناسِ.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;- Loyalitas kita bagi             siapa saja yang berusaha untuk berhukum pada syari’ah, menyeru untuk             menerapkannya dan serius untuk menanamnya dengan kokoh di tengah-tengah             manusia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: right; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;- ولاؤنا لمن             يريدُ استرجاعَ الخلافةِ الإسلاميةِ ونبذِ العلمانيةِ وحاربها.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;- Loyalitas kita bagi             siapa saja yang ingin mengembalikan khilafah islamiyyah, serta menolak dan             memerangi sekulerisme.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;- ولاؤنا لمن             رفعَ لواءَ الإسلامِ وقامَ بنشرِه في جميعِ البلدانِ وحملَ همّه, فعلّم الناسَ التوحيدَ             وحذّرهم من الشركِ ليعبدُوا اللهَ الغفورَ الشكورَ ويهدمُوا شركَ القبورِ والقصورِ.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;- Loyalitas kita bagi             siapa saja yang meninggikan panji islam, menyebarkannya di seluruh negeri dan             mengemban tujuannya. Lalu mengajarkan tawhid pada manusia dan memperingatkan             mereka dari (bahaya) syirik agar mereka beribadah pada Alloh Yang maha             pengampun lagi mensyukuri dan agar mereka hancurkan syirik qubur dan qushur             (istana).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;- ولاؤنا لمن             تركَ الديارَ والخلانَ والأهلَ والأوطانَ نصرةً للواحدِ الديّانِ, فنصرَ المجاهدينَ             في كلِّ مكانٍ, نصرَهم في العراق والشيشان والصومال والبلقان, وفي المغرب وتركستان,             وفي جزيرةِ العرب وأفغانستانَ, وفي فلسطين والشام.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;- Loyalitas kita bagi             siapa saja yang meninggalkan rumah, orang-orang tercinta, keluarga dan Negara             untuk menolong (agama) Alloh Yang esa lagi maha memperhitungkan, lalu dia             menolong para mujaahidiin di setiap tempat, menolong mereka di ‘Iroq,             Checnya, Shomalia, Balkan, Maghrib, Turkistan, Jaziroh ‘Arob, Afghonistan,             Palestina dan Syam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: right; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;- ولاؤنا لمن             هاجرَ ليذودَ بسنانه وكلامه عن حياضِ الإسلامِ فحفظ بيضةَ المسلمينَ وأنقذَ أطفالًا             رُضّع وشيوخًا رُكّع, وقدّم الغاليَ والنفيسَ لاسترجاعِ الأقصى الحبيسِ.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;-             Loyalitas kita bagi siapa saja yang hijroh untuk membela telaga islam dengan             gigi dan ucapannya, lalu dia jaga kebersihan kaum muslimiin dan menyelamatkan             anak-anak yang masih disusui dan orang-orang tua renta. Juga dia korbankan             (segala) yang mahal dan berharga untuk mengembalikan al-Aqsho yang tertawan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;- ولاؤنا للمؤمنِ             الذي بادرَ بنفسه وماله ليحيا المستضعفون وتُرد حقوقُ المظلومين فاقتحم غمارَ الموتِ             دفاعًا عنهم يصولُ ويجولُ تحت نيرانِ القصفِ حتى لا يُزجَّ بالإخوةِ الأخواتِ بالسجونِ             ويُهانَ المسلمون.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;- Loyalitas kita bagi             orang beriman yang bersegera dengan jiwa dan hartanya untuk (mempertahankan)             hidup orang-orang tertindas dan mengembalikan hak-hak orang-orang yang             teraniaya. Lalu dia berhadapan dengan derita kamatian untuk membela mereka.             Dia menyerang dan berputar di bawah api bombardir hingga tidak ada ikhwah             ataupun akhowat yang dilempar di penjara dan (hingga tidak ada) kaum             muslimiin yang dihinakan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;- ولاؤنا لكلِّ             مؤمنٍ مجاهدٍ في سبيل الله رأى ما حلّ بالأمّة الإسلامية من قتلٍ وقصفٍ وتخريبٍ وتدميرٍ             وإهلاكٍ للحرثِ والنسلِ, فلم يهنأ له بالٌ ولم يستلذّ بطعامٍ ولا شرابٍ وتركَ الدنيا             السرابَ فنفرَ لإنقاذِهم استجابةً لقولِ العزيزِ الوهّابِ:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;- Loyalitas kita untuk             setiap mu’min mujahid di jalan Alloh yang melihat apa menimpa ummat islam             dari pembunuhan, pengeboman, pengrusakan, penghancuran, serta pembinasaan             ladang dan keterunan. Dia tidak nyaman dengan keadaannya, tidak merasakan             lezatnya makanan dan minuman, serta meninggalkan fatamorgana dunia, lalu dia             berangkat untuk menyelamatkan mereka sebagai sambutan terhadap firman Alloh             Yang maha mulia lagi pemberi,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; color: green;" lang="AR-SA"&gt;(انْفِرُواْ             خِفَافاً وَثِقَالاً وَجَاهِدُواْ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ فِي سَبِيلِ اللّهِ)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;“Berangkatlah             (berperang) dalam keadaan ringan dan berat, serta berjihadlah dengan harta             dan jiwa kalian di jalan Alloh.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt; (at-Tawbah: 41)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: right; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;وخشية أن يقعَ             في العقابِ كما في الخطاب:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Juga             karena rasa takut jatuh pada siksaan sebagaimana dalam pembicaraan,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; color: green;" lang="AR-SA"&gt;(إِلاَّ             تَنفِرُواْ يُعَذِّبْكُمْ عَذَاباً أَلِيماً).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;“jika kalian tidak             berperang, Alloh akan mengadzab kalian dengan ‘adzab yang pedih.” (at-Tawbah:             39)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;- ولاؤنا للمؤمنِ             الذي رفضَ الديمقراطيةَ التي تُألّه البشرَ وتعارضُ أن يكونَ الحُكمُ لله وحدَه,             فمَن حاربَ منهجَ الديمقراطيةِ المخالفَ للقرآنِ والسُّنة نواليه وننصرُه ونحبُّه             ونضعُ يدَنا في يدِه ونفتحُ له قلوبَنا وبيوتَنا ونمدُّ له أيدينا؛ لأنه هو من ينقذُ             أطفالَ ونساءَ المسلمين ويحررُ المقدساتِ من أيدي الصليبيينَ فنوالي المؤمنَ الرافضَ             خططَ اليهودِ والنصارى وأذنابِهم في احتلالِ بلادِ المسلمينَ والسيطرةِ على منابعِ             النفطِ في المجتمعاتِ الإسلاميةِ, ونقفُ جنبًا إلى جنبٍ مع المؤمنِ الصادقِ مع ربه             ونبيه ودينه وأمّته, المرء المسلم الذي سَلِمَ المسلمون من لسانِه ويدِه يتحرّى من             يوالي ومن يؤيد, فلا يُوالي إلا الصّادقين..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;- Loyalitas kita             kepada orang beriman yang menolak demokrasi yang menuhankan manusia dan yang             menentang penerapan hukum Alloh semata. Maka siapa saja yang memerangi konsep             demokrasi yang bertentangan dengan al-Qur-an dan as-Sunnah, kita berikan             loyalitas padanya, kita tolong dia, kita cintai dia, kita bekerjasama             dengan-nya, kita bukakan hati dan rumah kita untuknya, dan kita berikan             bantuan dengan tangan kita baginya; karena dialah yang menyelamatkan             anak-anak dan wanita-wanita kaum muslimiin serta membebaskan tempat-tempat             suci dari tangan-tangan salibis. Karenanya kita loyal kepada orang beriman             yang menolak langakah-langkah yahudi, nashroniy dan antek-antek mereka dalam             menjajah negeri kaum muslimiin dan dalam mengawasi sumber-sumber minyak dalam             masyarakat islam. Kita bekerja sama dengan orang beriman yang jujur pada             Robb-nya, Nabinya, diin-nya dan ummat-nya. Seorang muslim adalah yang             orang-orang islam lainnya selamat dari lisan dan tangannya, memilih orang             yang loyal dan (mau) membantu, maka dia tidak (akan) loyal kecuali pada             orang-orang yang jujur…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;- الصادق في             سريرته وعلانيته صدقًا لا غَبشَ فيه نظيف القلبِ وسليم الصدرِ لا يضعُ يده في يد             من روّع الآمنين من اليهودِ والحكامِ والصليبيين.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;- Orang jujur dalam             kesendiriannya dan terang-terangannya, tidak ada kesamaran padanya, berhati             bersih, berhati lurus, serta tidak bekerjasama menakut-nakuti orang-orang             yang tentram dari kalangan yahudi, para penguasa dan penyembah salib.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;- الصادق             الذي لا يُحابي سجّان الأمسِ ولم يكن له معاونًا أو مفتيًا أو مفاوضًا ولا لربه             منافقًا.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;- Orang jujur yang             tidak memihak pada penjahat masa lalu, tidak menjadi penolong, juru fatwa,             ataupun penasehat, dan tidak juga bersikap munafiq pada Robb-nya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;- الصادق             الذي لا يبيعُ دينه بعرضٍ من الدنيا قليلٍ ولا يساومُ على بيع عقيدته وعرضه من             أجل مسكنه ومأكله أو زوجته وذريّته, أو جمعيّته ومركزه, أو مسجده ومؤسسته, أو             جامعته وقناته.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;- Orang jujur yang             tidak menjual diin-nya dengan sebagian orientasi dunia yang sedikit, tidak             tawar-menawar untuk menjual ‘aqidah dan kehormatan-nya hanya karena tempat             tinggal atau makanannya, isteri atau keturunannya, atau organisasi dan             markasnya, atau masjid dan yayasannya, atau universitas dan siaran             televisinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;- الصادق الذي لم يتلبّس بنصرةِ الأمريكان وعملائهم.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;- Orang jujur yang             tidak terlibat dalam membantu amerika dan antek-anteknya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;- الصادق             الذي والى المجاهدينَ وناصرهم على عدوِّهم ابتغاءَ مرضاةِ الله وتأسيًا برسولِ             الله صلى الله عليه وعلى آله وسلم, فنبذَ اليهودَ والأمريكانَ وأعوانَهم وأنصارَهم             وتبرّأ&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;من             مُعتقداتهم وخزعبلاتهم ولم يكن لهم مواليًا أو جاسوسًا حتى يكون مواليًا لله             ولرسوله والمؤمنين, فلا يصحُّ ولاءٌ بالوقوفِ مع العملاءِ, ولا إيمانَ لمن كان             ولاؤه للأمريكان يدلُّهم على عوراتِ المسلمينَ الشرفاءِ وأماكنِ المجاهدينَ             الأتقياءِ ويعملُ معهم باسم مكافحة الإرهاب (أي محاربة الإسلام!), فمَن كان هذا             حالُه فقد والاهم مِن دونِ المؤمنين وانطبقَ عليه قوله تعالى:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;- Orang jujur yang             loyal kepada para mujaahidiin, membantu mereka melawan musuh mereka demi             mencari ridho Alloh dan mengikuti Rosululloh –semoga Alloh limpahkan sholawat             dan salam baginya dan keluarganya-. Lalu menolak yahudi, amerika, serta             penolong dan pembela mereka, dan berlepas diri dari keyakinan dan             dongeng-dongeng mereka, tidak loyal pada mereka atau menjadi spionase hingga             (hanya) loyal pada Alloh, Rosul-Nya, dan orang-orang yang beriman. Maka tidaklah             sah loyalitas yang diiringi dengan keberpihakan pada antek-antek (musuh),             tidak ada iman bagi orang yang loyalitasnya pada amerika, menunjukkan aurot             kaum muslimiin yang mulia pada mereka dan tempat-tempat mujaahidiin yang             bertaqwa, serta bekerja sama dengan mereka atas nama memerangi terorisme             (maksudnya memerangi islam!), maka siapa saja yang keadaannya demikian,             sungguh dia telah loyal pada mereka selain dari selain orang-orang beriman             dan terkena firman Alloh –Yang maha tinggi-&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; color: green;" lang="AR-SA"&gt;(يَا             أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَتَّخِذُواْ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى             أَوْلِيَاء بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاء بَعْضٍ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُ             مِنْهُمْ إِنَّ اللّهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;“Wahai orang-orang             yang beriman, janganlah kalian menjadikan orang-orang yahudi dan nashroni             sebagai wali. Sebagaian mereka adalah wali bagi sebagian yang lain. Dan siapa             di antara kalian yang loyal kepada mereka, maka sungguh dia bagian dari             mereka. Sesungguhnya Alloh tidak memberi hidayah pada kaum yang zholim.”             (al-Maidah: 51)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;يا علماءَ             المسلمين:&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;مَن الذي             يمنعُكم مِن موالاةِ المجاهدين؟&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Wahai             ulama’ kaum muslimiin:&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Siapa             yang menghalangi kalian untuk loyal pada para mujaahidiin?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;إنْ كانَ             الذي يمنعُكم هو أنهم يخالفونكم في بعضِ مسائلِ التنزيلِ؛ فقد اختلفَ الصحابةُ             الكِرامُ في مسائلِ تنزيلِ الأحكامِ وتقاتلوا فيما بينهم كما حصل بين الصحابيين             الجليلين معاوية وعلي رضي الله عنهما, ولكن لم يكن هذا الخلافُ سببًا لتركِ             الولاءِ والمحبةِ والنصرةِ للمؤمنِ أو صرفِه للمنافقين والمشركين, بل كانوا             يجتمعون على محاربةِ النصارى, إذًا فلا نتخذ من هذا الخلاف سببًا في أن نرتمي في             أحضانِ العلمانيين ونتوحّد معهم ضدَّ المجاهدين.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Jika             yang menghalangi kalian adalah karena mereka menyelisihi kalian dalam             sebagian masalah al-Qur-an; maka sungguh para sahabat yang mulia dahulu             berselisih dalam beberapa hukum dalam al-Qur-an, mereka juga saling berperang             sebagaimana yang terjadi antara dua sahabat yang mulia, (yakni) Mu’awiyah dan             ‘Aliy –semoga Alloh meridhoi mereka berdua-, akan tetapi perselisihan ini             tidak menjadi sebab untuk meninggalkan loyalitas, cinta dan menolong             orang-orang beriman, atau (menjadi sebab untuk) menyerahkannya pada             orang-orang munafiq dan musyrik, bahkan mereka berkumpul untuk memerangi             orang-orang nashroniy, maka janganlah kita jadikan perselisihan ini sebagai sebab             terlemparnya kita dalam dada orang-orang sekuler dan (menjadi sebab)             bersatunya kita dengan mereka untuk melawan mujaahidiin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;ولنفترض أن             هذا الخلافَ هو السببُ, فمَن أشدُّ مخالفة؟ أهو الذي خالفكَ في مسألةٍ اجتهاديةٍ             أو وسيلةٍ من وسائلِ التغييرِ؟ أم الحاكمُ العلمانيُّ الديمقراطيُّ الموالي             للصليبيين المطبِّع مع إسرائيلَ المتحاكم للكفرِ المخالف لأصولِ الدين بدعوته             إلى تقاربِ الأديان! فهذا ليس سببًا شرعيًّا في صرفِ الولاءِ لغيرِ المجاهدين             ناهيك أن تكون أحد أنصار الحُكّام أو أحد المحاربين للمجاهدين على شاشة الإعلام             فتخسر ولاءَ الصالحين وتُجيّر جهودك وولاءك للأنظمة العلمانية.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Padahal             sungguh kita akan menganggap bahwa perselisihan inilah sebabnya, lalu             siapakah yang lebih keras penyelisihannya? Apakah orang yang berselisih             denganmu dalam beberapa masalah ijtihaadiyyah atau (dalam) beberapa sarana perubahan?             Ataukah pemerintah sekuler demokrat yang loyal pada kaum salibis yang taat             pada isroo-iil yang berhukum pada kekufuran yang menyelisihi pokok-pokok diin             ini dengan seruannya kepada pendekatan antar agama! Maka ini bukanlah sebab             syar’iy untuk memalingkan loyalitas pada selain mujaahidiin yang melarang             Anda untuk menjadi salah seorang penolong penguasa atau salah seorang yang             memerangi mujaahidiin di layar media, lalu Anda rusak loyalitas kepada             orang-orang sholih dan mengurap kesungguhan dan loyalitas Anda untuk             pemerintahan sekuler.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;والمتابعُ             لتاريخِ السلفِ والعلماءِ الربانيين لا يجدُ أنهم صرفوا الولاءَ لليهودِ أو             النصارى أو لأذنابهم من السلاطين بل كانوا يأخذون من أهلِ الذمةِ الجزيةَ عن يدٍ             وهُم صاغرون.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Orang             yang mengamati sejarah orang-orang terdahulu dan ulama’ robbaaniy tidak             mendapati bahwa mereka memalingkan loyalitas pada yahudi dan nashroniy atau             pada penguasa-penguasa yang menjadi antek-antek mereka, bahkan orang-orang             terdahulu mengambil pajak dari ahludz dzimmah dari tangan (mereka) sedangkan             mereka dalam keadaan terhina.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;وقد قاتلَ             شيخُ الإسلامِ ابنُ تيميةَ مع أهلِ البِدع التتارَ الكفارَ المحتلين ديارَ             المسلمين وتوحّد المسلمون تحت رايةِ البطلِ صلاحِ الدينِ الأيوبيِّ لقتالِ             الإفرنجِ مع اختلافِ مذاهبهم في مسائلِ الكلام.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Sungguh             syaykhul islam Ibnu Taymiyyah memerangi tatar kafir yang menjajah negeri kaum             muslimiin bersama ahlul bid’ah, dan kaum muslimiin bersatu di bawah panji             sang pahlawan Sholahud Diin al-Ayyubiy untuk memerangi Frank meskipun madzhab             mereka berbeda dalam permasalahan theology.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;ومن عقيدةِ             أهلِ السنةِ والجماعةِ الجهادُ مع كلِّ برٍّ وفاجرٍ, بينما أننا نرى بعضًا منكم             أيها العلماءُ يتفقُ مع أصحابِ البِدع المكفرةِ في قتالِ المجاهدين من أهلِ             السنةِ والجماعةِ, فالمؤمن يوالى على قدرِ ما عنده من إيمانٍ ويُبغض على قدرِ ما             ارتكبه من معصيةٍ, وهذا على سبيلِ التنزُّل مع المخالفِ, وإلا فمنهجُ المجاهدين             من أوضحِ المناهجِ التي تدعو إلى الكتاب والسنة قولًا واعتقادًا وعملًا, وكلماتُ             ومحاضراتُ وكتبُ مشايخِ الجهادِ فيها من الوضوحِ في الدعوةِ إلى التوحيدِ ونبذِ             الشركِ مع السعيِّ لإقامةِ الخلافةِ الإسلاميةِ ما لا يوجدُ عند بقيةِ الجماعاتِ             ومواقفهم لم تتغير تجاه الحاكمِ المنازعِ الله في حاكميته, إذًا فما الذي يجعلكم             تسارعون في موالاةِ الطغاةِ -إلا من رحم الله منكم- حتى وصلَ بكم الحالُ إلى             التشكيكِ بقدرات المجاهدين في استرجاع الخلافةِ الإسلاميةِ وكأن التاريخَ غُيِّبَ             عنكم أو كأنكم لم تقرؤوا سيرةَ النبيِّ صلى الله عليه وسلم في كيفيةِ بناءِ             الدولةِ الإسلاميةِ في ظلِّ وجودِ دولةِ المشركين, في ظلِّ وجودِ دولةِ اليهودِ             والرومِ وفارسَ وأعوانِهم من المنافقين.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Sedangkan             bagian dari ‘aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaa’ah adalah berjihad bersama orang             yang baik dan orang yang fajir. Sedangkan kami melihat sebagian dari kalian             wahai ulama’, bersepakat dengan ahlul bid’ah al-mukaffiroh untuk memerangi             para muajahidiin dari Ahlus Sunnah wal Jamaa’ah, padahal (semestinya) seorang             mu’min diberikan loyalitas sesuai dengan kadar iman yang ada padanya, dan             dibenci sesuai dengan kadar kemaksiatan yang dilakukannya. Inilah metode             berlepas diri dengan orang yang menyelisihi. Namun manhaj mujaahidiin lah             manhaj yang paling jelas yang menyeru pada al-Kitab dan as-Sunnah, secara             perkataan, keyakinan dan perbuatan. Di dalam perkataan, ceramah dan             kitab-kitab masyayikhul jihad ada kejelasan mengenai da’wah / seruan kepada             tawhid dan menolak syirk diiringi dengan usaha untuk mendirikan khilafah             islamiyyah, sebagai hal yang tidak didapati pada jamaa’ah-jamaa’ah lain dan             posisi mereka menghadapi para penguasa yang menyelisihi Alloh dalam penetapan             hukum-Nya tidaklah berubah. Jadi, apa yang menjadikan kalian berlomba-lomba             untuk loyal kepada para tiran –kecuali orang yang Alloh sayangi di antara             kalian-, hingga sampailah keadaaan kalian meragukan qodar para mujaahidiin             dalam mengembalikan khilafah islamiyyah. Seolah-olah sejarah telah lenyap             dari hadapan kalian atau seolah-olah kalian tidak pernah membaca sejarah Nabi             –semoga sholawat dan salam Alloh limpahkan padanya-, bagaimana mendirikan             dawlah islam di bawah bayangan eksistensi dawlah musyrikiin, di bawah             bayangan eksistensi dawlah yahudi, rum, Persia dan para pembantu mereka dari             kalangan munafiqiin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;أيها             العلماءُ:&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;أَوَمَا تعُون             أنه كلما توسّع المجاهدون في الأرض وأثخنوا الضرباتِ في العدوِّ الصليبي             استخدمكم عملاؤهم أبواقًا إعلامية لتخدّروا الأمّة وتشككوا بشرعيةِ استهدافِ             الكفارِ المحاربين ورؤوسِ الردةِ المارقين وترمُوا خيرةَ المجاهدينَ بفكرِ             الخوارجِ المنحرفِ, وبهذا شاركتموهم في محاربةِ المدِّ الجهاديِّ المتنامي, فكل             هذا الذي يبدرُ منكم ليس من الولاء للمؤمنين بل جُيِّرت جهودكم وولاؤكم لصالحِ             الحملةِ الصليبيةِ بسببِ قعودِكم وموالاتِكم لعملائهم وتقديمِ مصالحكم الجزئية             الموهومة على مصالحِ الأمّةِ الكليةِ المتحققةِ.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Wahai             para ulamaa’&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Tidakkah             kalian memperhatikan bahwa setiap kali mujaahidiin mendapat keluasan di bumi             dan menimpakan berbagai serangan pada musuh salibis, antek-antek musuh pun             menggunakan kalian sebagai corong media untuk membius ummat, menyebarkan             keraguan dalam (hukum) syar’iy mentarget pasukan kafir dan para pemimpin             riddah yang keluar (dari islam). Kalian juga menuduh kebaikan para mujaahidiin             sebagai pemikiran khowarij yang menyimpang. Dengan ini kalian telah             berpartisipasi dalam memerangi bantuan jihad yang sedang berkembang. Semua             yang kalian bergegas menujunya ini bukanlah bagian dari loyalitas untuk             orang-orang beriman. Bahkan kerja keras dan loyalitas kalian diurap untuk             kepentingan perang salib disebabkan sikap duduk dan loyalitas kalian untuk             antek-antek mereka, serta dedikasi kepentingan parsial kalian yang tidak jelas             untuk kepentingan universal ummat yang pasti.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;فهؤلاء             المتناقضون في آرائهم يصرفون مسألةَ الولاءِ على غيرِ ما أراده اللهُ ورسولُه,             فتُخالف أفعالُهم أقوالَهم ويذمون واقعًا هم لبناته والمسهمون فيه ويتغير ولاؤهم             على حسبِ القوى وميزانِ الهوى! بالأمسِ لمّا ضُرِبت غزة تبرؤوا ممن وقف مع             إسرائيل وقالوا إنّ حكامَ العربِ لا يعبدون إلا كراسيهم فهي آلهتهم, ودعا بعضُهم             لقتالهم, ثم سرعانَ ما تبخرَ كلُّ هذا وجوّزوا للحاكمِ موالاةَ اليهودِ والنصارى             لدفعِ ضررهم الأكبر وكأنّ ديارَ المسلمين غير محتلةٍ ودينهم غير مُحارب وأعراضُهم             مُصانة وأموالهم محروزة!.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Maka             orang-orang yang opininya hancur, mereka memalingkan masalah loyalitas pada             selain apa yang tidak dikehendaki oleh Alloh dan Rosul-Nya. Lalu perbuatan             mereka menyelisihi perkataan mereka dan mereka cela kenyataan, mereka adalah             untuk kerusakannya, di dalamnya mereka juga berperan dan merubah loyalitas             mereka sesuai dengan kekuatan dan timbangan hawa nafsu! Kemarin ketika Gaza             diserang mereka berlepas diri dari siapa saja yang berdiri (mendukung) isroo-iil.             Mereka mengatakan sungguh pemerintahan arab tidak menyembah (siapapun)             kecuali kursi mereka yang merupakan ilah mereka. Sebagian mereka menyeru             untuk memerangi mereka (isroo-iil). Kemudian dengan cepat semuanya itu             menguap dan mereka membolehkan si penguasa untuk loyal pada yahudi dan             nashroniy (dengan alas an) untuk menolak bahaya yang lebih besar seolah-olah             negeri kaum muslimiin tidak terjajah, diin mereka tidak diperangi, kehormatan             mereka terlindungi dan harta mereka terpelihara!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;سبحانَ اللهِ             كانَ طرحُ كثيرٍ من الدعاةِ في المحاضراتِ وفي حديثهم للناسِ طرح مفاهيمِ الكتابِ             والسنة, وكان ولاؤهم لهما ولمن طبّقهما من أبناءِ المسلمين وعلى وجهِ الخصوصِ كانَ             الولاءُ للمجاهدينَ حفاظًا على التوحيدِ وأهلِه وحربًا على العلمانيةِ وأصحابِها,             فوالوهم وذادوا عنهم وعادوا كلَّ من عاداهم من أعداءِ الدينِ ومن وقفَ معهم, ثم تغيرت             الأحوالُ وتبدلت المواقفُ عندما غُيِّبَ بعضهم في السجونِ وأُوقِف من أُوقِف منهم             وامتُحِن في دينه فعندها انقسمت الولاءات إلى قسمينِ بناءً على الأقوى, فتناقضت الأفعالُ             والأقوالُ, فمن والوه بالأمسِ عادوه اليومَ ومن عادوه ونابذوه من الحكامِ الخونةِ             والوه, في حين أن هؤلاء الحكام مبادئهم هي المبادئ العلمانية نفسها لم تتغير أو تتبدل             بل ازدادت وضوحًا في مخالفةِ منهجِ اللهِ.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Maha             suci Alloh, telah ada penolakan dari kebanyakan da’i dalam berceramah dan             dalam berbicara pada manusia mereka menolak pemahaman al-Kitab dan as-Sunnah.             Padahal dahulu loyalitas mereka untuk keduanya (al-Kitab dan as-Sunnah) dan             untuk siapa saja yang menerapkan keduanya dari putera-putera kaum muslimiin,             khususnya loyalitas adalah untuk para mujaahidiin untuk menjaga tawhid dan             pemeluknya, juga untuk memerangi sekulerisme dan pemeluknya. Mereka loyal             pada para mujaahidiin, membela mereka, dan memusuhi siapa saja yang memusuhi             mereka dari kalangan musuh-musuh diin ini serta siapa saja yang berdiri             mendukung musuh-musuh itu. Kemudian berubahlah keadaaan dan sikap pun juga             berubah, ketika sebagian mereka ditahan dalam penjara, sebagian dihentikan             (da’wahnya) dan mendapatkan ujian dalam diin-nya, ketika itulah loyalitas             terbagi menjadi dua berdasarkan pada yang lebih kuat. Perbuatan dan perkataan             pun menjadi runtuh. Siapa yang kemarin diberikan loyalitas padanya, hari ini             dimusuhinya. Dan penguasa pengkhianat yang dahulu dimusuhi dan ditolaknya,             (sekarang) diberikan loyalitas padanya. Ketika prinsip penguasa itu             menggunakan prinsip sekuler saja (justru) tidak berubah, bahkan bertambah             jelas penyelisihan mereka terhadap manhaj Alloh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;وهنا أطرحُ على             مَن كان هذا حاله هذا السؤالَ, ولكن الجواب يترتب عليه جنةٌ لمن وُفِّق وفاز, ونارٌ             لمن لم يُوفق وخِسر, ولابد أن يكونَ الجوابُ بعيدًا عن المداهناتِ والمجاملاتِ لأن             المسألةَ مسألةُ إيمانٍ وكفرٍ, مسألةُ توحيدٍ وشِركٍ, والسؤالُ:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Disinilah             akan saya sampaikan pertanyaan kepada siapa saja yang dalam keadaaan             demikian, akan tetapi jawabannya berdampak pada surga bagi siapa yang             mendapat tawfiq dan mendapat kemenangan, serta neraka bagi siapa saja yang tidak             mendapat tawfiq dan merugi. Jawaban juga harus jauh dari mudahanah             (penjilatan) dan kepura-puraan karena permasalahan ini adalah permasalahan             iman dan kufr, permasalahan tawhid dan syirik, pertanyaannya adalah;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;مَن هو أحقُّ             بالولاءِ والنصرةِ والمحبّةِ, أهوَ المؤمنُ صاحبُ العقيدةِ التي لا غُبارَ عليها             -عقيدةِ أهلِ السنةِ والجماعةِ- أم هو العلمانيُّ صاحبُ عقيدةِ الكفرِ بأحكامِ الشريعةِ             السماويةِ؟&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Siapakah             yang lebih berhak mendapat loyalitas, pertolongan dan kecintaan? Apakah orang             beriman yang memiliki ‘aqidah yang tidak catat –‘aqiidah Ahlus Sunnah wal Jamaa’ah-             ataukah orang sekuler yang memiliki ‘aqiidah kufr (ingkar) terhadap             hukum-hukum syari’ah dari langit?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;مَن أحقُّ بالولاءِ,             أهوَ مَن يبذلُ روحَه ومالَه ليبقى دينُه, أو هو من يسعى السعيَّ الحثيثَ لمحاربةِ             الإسلامِ, تارةً ينشرُ الآراءَ المخالفةَ للقرآنِ والسنةِ -كالقوميةِ والديمقراطيةِ             والاشتراكيةِ- وتارةً يشاركُ في محاربةِ الدينِ؟&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Siapakah             yang lebih berhak mendapat loyalitas? Apakah orang yang mengorbankan nyawa             dan hartanya agar diin ini kekal, ataukah orang yang melakukan usaha yang             cepat untuk memerangi islam, yang terkadang menyebarkan opini-opini yang             bertentangan dengan al-Qur-an dan as-Sunnah –seperti nasionalisme, demokrasi             dan sosialisme- dan terkadang berpartisipasi dalam memerangi diin ini?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;مَن أحقُّ بالولاءِ,             أهوَ مَن يجاهدُ ليقيمَ الخلافةَ الإسلاميةَ, أو هو مَن يعملُ لترسيخِ حكمِ اليهودِ             والنصارى في الأرضِ؟&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Siapakah             yang lebih berhak mendapat loyalitas? Apakah orang yang berjihad untuk             mendirikan khilafah islamiyyah, ataukah orang yang bekerja untuk mengokohkan             hukum yahudi dan nashroniy?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;يا علماءَ             المسلمين:&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;كيفَ وضعتُم             أيديكم في أيدي الحكامِ -إلا مَن رحمَ اللهُ منكم- وأعطيتموهم الولاءَ مع أنهم             تبنوا العلمانيةَ ورفضُوا الشريعةَ وأقروا بمواثيقِ الأممِ المتحدةِ وتحاكموا             إلى محاكمِها وأيّدوا المحتلَّ وشاركوا في تحقيقِ مُخططه وسهّلوا له الاستيلاءَ             على منابعِ النفطِ وخانوا الأمّةَ واستباحُوا الخمرَ والزنا والربا بقوانينِهم             الوضعيةِ وحاربوا الله ورسوله؟&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Wahai             ulamaa’ kaum muslimiin:&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Bagaimana             kalian bisa bekerjasama dengan para penguasa –kecuali yang Alloh sayangi di             antara kalian-, kalian berikan loyalitas pada mereka sedangkan mereka cenderung             pada sekulerisme, menolak syari’ah, menyepakati perjanjian PBB, berhukum             dengan pengadilan mereka, membantu penjajah, berpartisipasi dalam mewujudkan             rancangan penjajah, mempermudah penjajah untuk menguasai sumber minyak,             mengkhianati ummat, melegalkan khomr, zina dan riba dengan udang-undang             mereka, serta memerangi Alloh dan Rosul-Nya?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;يا علماءَ المسلمين:&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;لماذا هذا التحريفُ             والتعطيلُ لمفهومِ الولاءِ؟ ولماذا لا نراكم توالون المؤمنين فتتبنون قضاياهم وتناصروهم             وتقاتلون دونهم بدلَ أن تصرفوا الولاءَ لمن عاداهم وناصرَ عدوّهم ومنعَ المسلمين             من الأخذ بثأرهم ودفع الصائل عنهم, لماذا تُضفون عليهم الصبغةَ الشرعيةَ وتجعلونهم             ولاةَ أمرٍ شرعيين؟ فمن الذي يُجوِّز لكم هذا ولا سيما في ظلِّ هذه الأوضاعِ التي             تمرُّ بها الأمّةُ الإسلاميةُ وتكالب الأعداءِ وأنصارهم عليها, فواليتم أعداءها ومدمري             حضارتها وإنتاجها, وفي صحيح الإمام البخاري من حديث أبي هريرة رضي الله عنه قال:             قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: "إنّ الله قال: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Wahai             ulamaa’ kaum muslimiin:&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Kenapa             ada penyimpangan dan peniadaan paham loyalitas? Kenapa kami tidak melihat             kalian memberikan loyalitas pada orang-orang beriman, lalu kalian perbaiki             urusan mereka, kalian tolong mereka dan berperang membela mereka sebagai             ganti daripada kalian palingkan loyalitas kepada orang yang memusuhi mereka,             menolong musuh mereka, melarang kaum muslimiin dari membalas mereka dan             melawan serangan mereka? Kenapa kalian menyandarkan ajaran syar’iy pada             mereka dan kalian jadikan mereka sebagai waliyul amri yang syar’iy? Siapakah             yang membolehkan kalian untuk berbuat demikian, terutama dalam kondisi yang             dilalui ummat islam ini, sedangkan musuh dan penolongnya mengeroyok mereka,             lalu kalian berikan loyalitas pada musuh mereka dan menghancurkan kebudayaan             serta produksi mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Di             dalam shohih imam al-Bukhoriy terdapat hadits Abu Huroyroh –semoga Alloh             meridhoinya- berkata, Rosululloh –semoga Alloh melimpahkan sholawat dan salam             baginya- bersabda, sesungguhnya Alloh berfirman&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;من عادى لي وليًّا             فقد آذنته بالحرب&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;“Barang             siapa yang memusuhi wali-Ku, sungguh aku izinkan dia untuk diperangi.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;فحبُّ المؤمنِ ومناصرته والوقوفُ إلى جانبه ضدَّ الأعداء             وبغضُ الكافرين ومقاتلتهم مِن لوازمِ الإيمانِ بالولاء, فيجبُ علينا أن نحبَّ لله             ونُبغِض لله ونوالي في الله ونعادي في الله, ومن لوازمِ الإيمان بالولاء عدم حِل             غيبةِ المسلمِ وحسده وبغضه وعدم خذلانه وظُلمه وعدم استباحة دمه وماله وعرضه, وأي             خذلانٍ للمجاهدين أكثرُ مما يحصلُ منا اليوم؟&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Maka             mencintai orang beriman, menolongnya, berdiri di sisinya (untuk) melawan             musuh, membenci orang-orang kafir, dan memerangi mereka merupakan bagian dari             hal-hal penting dalam iman yang berkaitan dengan loyalitas. Maka wajib bagi             kita untuk cinta karena Alloh, benci karena Alloh, loyal karena Alloh,             memusuhi karena Alloh. Dan termasuk hal-hal penting dalam iman yang berkaitan             dengan loyalitas adalah tidak halal meng-ghibah seorang muslim, dengki             padanya, membencinya, tidak menelantarkan dan menzholiminya, tidak             menghalalkan darah, harta dan kehormatan-nya. Dan penelantaran terhadap mujaahidiin             apa lagi yang lebih banyak terjadi pada kita hari ini? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;خذلانهم في             أفغانستانَ والعراقِ والصومالِ والشيشانِ وفي جزيرةِ العربِ, أوما حرّكت مشاعرَنا             المشاهدُ البشِعةُ التي نراها ونسمعُ عنها في استباحةِ أعراضِ المسلمين؟ فكم من             أختٍ لنا هتك عرضَها الأمريكان وعملاؤهم!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Menelantarkan             mereka di Afghonistan, ‘Iroq, Shomalia, Checnya, dan di Jaziroh ‘Arob.             Tidakkah perasaan kita tergerak oleh pemandangan yang tidak baik yang kita             lihat dan kita dengar berkenaan dengan dihalalkannya kehormatan kaum             muslimiin? Berapa banyak saudari kita yang dirusak kehormatannya oleh amerika             dan antek-anteknya?!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;أيها             المسلمون:&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;أما لامست             آذاننا صرخاتُ الأطفالِ وأنّاتُ الأمهاتِ؟ كم من أطنانِ المتفجراتِ التي صُبّت             عليهم؟&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Wahai             kaum muslimiin:&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Tidakkah             telinga kita tersentuh oleh teriakan anak-anak dan rintihan ibu-ibu? Berapa ton             bom yang telah ditimpakan kepada mereka?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;فإن كنا             صادقين في ولائنا للهِ ورسولهِ والمؤمنين فلماذا هذا السكوتُ منا؟ فلا بدَّ أن             ننفرَ في سبيل الله لننقذَ المسلماتِ ونسترجعَ المقدساتِ ونخلصَ الأقصى من هدم             اليهود, ففي صحيح مسلم قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Maka             jika kita jujur dalam memberikan loyalitas karena Alloh, Rosul-Nya, dan             orang-orang beriman, kenapa kita hanya diam saja? Kita harus berangkat             (berperang) di jalan Alloh untuk menyelamatkan wanita-wanita muslimah,             mengembalikan tempat-tempat suci, dan untuk melepaskan al-Aqsho dari             penghancuran yang dilakukan oleh yahudi. Di dalam shohih muslim disebutkan,             Rosululloh –semoga Alloh limpahkan sholawat dan salam baginya- bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;"لا تحاسدُوا ولا تناجشوا ولا تباغضوا ولا تدابروا ولا يبِع             بعضكم على بيع بعضٍ وكونوا عبادَ اللهِ إخوانًا, المسلمُ أخو المسلمِ لا يظلمه             ولا يخذله ولا يحقره, التقوى هاهنا -ويُشيرُ إلى صدرِه ثلاثَ مراتٍ- بحسبِ امرئٍ             من الشر أن يحقرَ أخاه المسلمَ, كل المسلمِ على المسلمِ حرامٌ دمُه ومالُه وعرضُه".&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;“Janganlah             kalian saling mendengki, janganlah kalian saling menyalahkan, janganlah             kalian saling membenci, janganlah kalian saling memusuhi, janganlah sebagian             kalian menjual di atas penjualan sebagian yang lain, dan jadilah hamba-hamba             Alloh yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara seorang muslim.             Janganlah menzholiminya, janganlah menelantarkannya dan janganlah             menghinakannya. Taqwa itu ada di sini –beliau menunjuk ke dadanya 3 kali-.             Cukuplah seseorang dianggap buruk ketika dia merendahkan saudaranya yang             muslim. Setiap muslim terhadap muslim yang lain haram darahnya, hartanya dan             kehormatannya.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;ومن علاماتِ             الإيمانِ بالولاء القيامُ بحاجةِ المسلمِ وستره وتفريج كربه, قال رسول الله صلى             الله عليه وسلم: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Termasuk             ciri-ciri iman yang berkaitan dengan loyalitas adalah memenuhi kebutuhan             seorang muslim, menutupi (aib)nya dan melapangkan kesusahannya. Rosululloh             –semoga Alloh limpahkan sholawat dan salaam baginya- bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;"مَن كان في حاجةِ أخيه كانَ اللهُ في حاجته ومن فرّج عن             مسلمٍ كربة فرّج الله بها عنه كربة من كُرب يوم القيامة ومن ستر مسلمًا ستره             الله يوم القيامة" رواه مسلم.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;“Siapa yang memenuhi             kebutuhan saudaranya, Alloh memenuhi kebutuhannya, siapa yang melapangkan             kesusahan dari seorang muslim, Alloh lapangkan darinya satu kesusahan di hari             kiamat, dan siapa yang menutupi (aib) seorang muslim, Alloh tutupi (aib)nya             di hari kiamat.” (Diriwayatkan oleh Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;وفي الأخير,             يا شبابَ الإسلام وفرسانَه, بِكُم تنعقدُ الآمالُ, فذودُوا عن المؤمنينَ وجادلُوا             مَن ظَلَمَهُم مِن أهلِ الإسلامِ باللينِ وبالتي هيَ أحسنُ شيئًا فشيئًا حتّى             تردُّوهم إلى صوابِهم, وأطلِعوهم على كُتبِ المجاهدينَ وإصداراتِهم.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Terakhir,             wahai pemuda dan ksatria islam, harapan ini terikat pada kalian. Belalah kaum             mu’miniin, bantahlah siapa saja yang menzholimi mereka dari pemeluk islam             dengan lembut dan dengan cara yang baik sedikit demi sedikit hingga kalian             dapat mengembalikan mereka kepada kebenaran. Sampaikanlah kepada mereka             kitab-kitab para mujaahidiin dan rilisan-rilisannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;اللهم انصُر             الإسلامَ والمسلمينَ ومن والاهم, وأهلِك أعداءك أعداءَ الدينِ ومَن ناصرهم,             ووفقنا لموالاةِ المؤمنينَ وأعِنا على البراءةِ مِن المرتدينَ, وسلامٌ على             المرسلينَ, والحمدُ للهِ مُتولي المؤمنينَ وناصرِ المجاهدين.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Ya             Alloh, tolonglah islam dan muslimiin serta siapa saja yang loyal pada mereka.             Binasakanlah musuh-musuh-Mu yang juga musuh-musuh diin ini dan siapa saja             yang menolong mereka. Berikanlah tawfiq kepada kami untuk loyal pada             orang-orang beriman dan bantulah kami untuk berlepas diri dari orang-orang             murtad. Salam sejahterah bagi para rosul. Segala puji bagi Alloh sebagai wali             bagi orang-orang beriman dan penolong bagi para mujahaahidiin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;br /&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; color: maroon;" lang="AR-SA"&gt;زوروا:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: maroon;" lang="EN-US"&gt;Kunjungilah:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; color: navy;" lang="AR-SA"&gt;الدليل المركزي&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: navy;" lang="EN-US"&gt;Central Guide&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; color: navy;" lang="AR-SA"&gt;مؤسسة البراق الإعلامية&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: navy;" lang="EN-US"&gt;Departement Informasi “al-Buroq”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;&lt;a href="http://up2001.co.cc/central-guide"&gt;http://up2001.co.cc/central-guide&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; color: navy;" lang="AR-SA"&gt;منبر التوحيد والجهاد&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: navy;" lang="EN-US"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;www.tawhed.ws&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;   &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pelatihan Bagi Mujahid Media</title><link>http://rumahjihad.blogspot.com/2011/11/pelatihan-bagi-mujahid-media.html</link><category>Pelatihan Bagi Mujahid Media</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Sat, 19 Nov 2011 23:35:00 +0300</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4665679130695185505.post-8481891294773958508</guid><description>&lt;div class="Section1"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Pelatihan Bagi Mujahid Media &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Berikut ini adalah tulisan yang dikutip dari sebuah buku dengan judul asli yang diterjemahkan ( PEDOMAN MENCARI PENGALAMAN MEDIA ) Serial Pelatihan untuk Mujahid Media. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Buku ini diterbitkan oleh Markaz Al Yaqin yang memperoleh naskah ini dari tentara Daulah Islam Iraq, Markaz Al Yaqin menerbitkannya berdasarkan izin penerbitannya melalui internet dari Muassasah Al Furqon. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kami berharap kepada Alloh agar tulisan ini menjadi pedoman bagi mujahid media untuk ikut berjalan bersama umat menuju target dengan program yang jelas dan terpercaya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dan perlu diketahui oleh semuanya, bahwa melawan orang-orang murtad bukan hanya dengan konfrontasi fisik secara langsung, tetapi ini adalah kerja yang harus terprogram dan dipelajari baik-baik, sehingga umat akan belajar untuk berfikir serius, memiliki pandangan jauh, dan mulai mempersiapkan pasukan untuk beranjak menuju baitul maqdis …&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;a name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;MUQODDIMAH SESI PERTAMA Segala puji bagi Alloh yang telah menganjurkan untuk melakukan tahridh, i`lam dan tibyan (penjelasan). Sholawat dan salam semoga terlimpah pada sebaik-baik manusia yang telah berjihad dengan lesan, anggota badan dan hati, berikut keluarga dan para sahabat pemilik hujah dan burhan, para tabi`in dan siapapun yang mengikuti mereka dengan baik di setiap waktu dan sepanjang masa …. Wa ba`du ….. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Pada sesi ini – ikhwah fillah – akan kami jadikan sebagai muqoddimah dari serial manhajiyah kami, dan kata pengantar tausiyah media kami. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Inilah hakekat pertama yang harus diyakini dan panduan pertama dalam bidang ilmu dan amal jihad media yang baik dan bisa berkembang. Kami prioritaskan tema (Media adalah jihad di jalan Alloh) untuk memulai halaqoh kami yang berbarokah ini, karena beberapa sebab berikut : &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0cm 0cm 6pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ŏ&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Menyoroti esensi media Jihad dalam timbangan jihad global dan ikut serta dalam pertempuran yang berlangsung antara kufur dan iman. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 6pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ŏ&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Mengingatkan akan besarnya pahala bagi orang-orang yang berdiri di atas tapal batas media jihad, dan pahala besar yang disiapkan oleh Alloh `Azza wa Jalla untuk para jurnalis. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 6pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ŏ&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Menarik perhatian para jurnalis jihad akan esensi peran yang diembankan kepada mereka, mengingatkan mereka akan tanggung jawab besar dan menyiapkan mereka untuk melaksanakan kewajiban besar mereka. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 6pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ŏ&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Menggembleng para jurnalis akan esensi terwujudnya kemenangan media untuk mengiringi kemenangan militer modern, dan esensi menimpakan kekalahan psikis sebelum kalah secara materi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 6pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ŏ&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Melepaskan diri dari cara pandang yang keliru tentang amal media, meluruskan asumsi sebagian orang – karena kebodohan mereka – bahwa jihad tidak lebih dari ikut langsung berperang dengan senjata materi saja ! padahal senjata ucapan terkadang bisa lebih dahsyat dari pada bom nuklir. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0cm 0cm 6pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ŏ&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Mempersiapkan generasi media baru yang berdedikasi dalam kerja, tahu apa yang harus dilakukan, tidak puas dengan kerja apapun kecuali kerja yang bisa meningkatkan kwalitas daulah yang berada diatas manhaj Nabi dengan segala cara berdasarkan dalil baik pemikiran, pengorganisasian, aktifitas dan peradaban. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Bab-bab Jihad yang bisa digeluti oleh media : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Akhi jurnalis mujahid … Ketahuilah bahwa Anda – dengan kerja media ini – adalah mujahid di jalan Alloh Ta`ala, jika niatmu benar. Media dengan aneka ragamnya : baik cetak, audio dan visual – adalah bentuk jihad melawan musuh-musuh Alloh Ta`ala yang esensinya tidak kalah dengan terjun langsung dalam perang. Begitu juga kerja Anda ini masuk dalam bab-bab yang cukup besar dan banyak dalam kaitan jihad. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Diantara bab-bab ini adalah : &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;1. Jihad dengan Lesan &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dari Anas ra bahwa Nabi Saw bersabda : “Perangilah orang-orang musyrik dengan harta, jiwa dan lesan kalian ”. (HR. Ahmad, Nasa`I dan Abu Dawud serta dishohihkan oleh Al Hakim.) Jihad dengan lesan bisa dilakukan dengan menegakkan hujah atas orang-orang kafir dan munafik, menyeru mereka kepada Alloh Ta`ala, menakut-nakuti mereka, mengancam mereka dengan pembunuhan, membongkar aib mereka dan menyingkap syubhat mereka. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Di saat yang sama hal ini bisa meningkatkan mentalitas prajurit, merilis kemenangan-kemenangan mereka, memperlihatkan kebaikan- kebaikan mereka, menganjurkan manusia untuk mendukung mereka, menjelaskan aqidah, manhaj dan tujuan mereka, mempererat hubungan antara mereka dan kaum muslimin secara umum dan lain sebagainya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Imam Abdulloh Azzam berkata : “Dengan lesan kalian : artinya dengan memojokkan orang-orang kafir dan keras kepada mereka, dan hal ini tidak bertentangan dengan larangan mutlak tentang tidak bolehnya mencela orang- orang musyrik agar mereka juga tidak mencela kaum muslimin ”. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dalam Al Hasyiyah disebutkan : “Artinya kalian harus menteror dan mengancam mereka dengan pembunuhan, penangkapan dan penjarahan. Kamu juga boleh menghina dan mencela mereka selam hal itu tidak memancing mereka untuk mencela Alloh Ta`ala. Menyebut mereka dengan kehinaan dan kekalahan, dan kemenangan dan ghonimah bagi kaum muslimin. Dan juga memotivasi manusia untuk berperang dan lain sebagainya ”. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Jadi sekarang, jihad dengan lesan adalah dengan menampilkan jihad dengan gambaran yang menarik dan membendung serangan media yang dikampanyekan dalam jihad Afghan. Juga bisa dengan berdiri melawan pencitraan buruk terhadap jihad atau merusak kepribadiannya atau hal-hal buruk yang mereka lontarkan. Juga dengan membantah para pengembos, mutsbithin, mu`awwiqin, mukhodzdzilin dan murjifin”. (Ittihaful `ibad bifadhoilil jihad, oleh Abdulloh Azzam) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Syeikh Hamud `Uqola Asy Syu`aiby berkata : “Diantara jenis jihad adalah jihad dengan lesan dan pena. Hal ini mencakup semua ucapan yang bisa memperkuat mentalitas prajurit, dan menghancurkan mentalitas musuh, baik dengan syair, khutbah, menyebar luaskan kemenangan- kemenangan kaum muslimin dan kekalahan musuh-musuh mereka. Diantaranya pula adalah meneriakkan takbir dan dzikir ketika menyerang musuh, memompa semangan pasukan dan menjanjikan kemeangan bagi mereka dan kekalahan bagi musuh mereka, begitu juga mendoakan mereka dengan kemenangan dan pertolongan . ” (Dinukil dari Shuhail Al Jiyyad fi syarhi kitabil jihad min bulughil marom, oleh Abdurrohim bin Murod.) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Syeikh Abdurrohim bin Murod Asy Syafi`I berkata : “Diantara bentuk jihad dengan lesan adalah mentahridh untuk berjihad, menjelaskan hukum-hukumnya, menyingkap syubhat para penyesat, membongkar kedurhakaan para pendurhaka dari kalangan sekuler dan munafikin, membantah para penggembos dari para ulama penguasa dan para penyeru untuk hidup berdampingan dan toleran dengan orang-orang kafir. Begitu juga membela jihad dan mujahidin, mengeluarkan rilisan dalam bentuk yang paling baik dan melawan serangan media yang dikampanyekan ”. (Ittihaful `ibad bifadhoilil jihad, oleh Abdulloh Azzam.) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;2. Jihad dengan Jiwa : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Alloh Ta`ala berfirman : “Sesungguhnya orang-orang beriman itu hanyalah orang-orang yang beriman kepada Alloh dan Rosul-Nya, kemudian mereka tidak ragu dan berjihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan Alloh. Mereka itulah orang-orang yang jujur”. (Q.S Al Hujarat : 15) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Nabi Saw bersbda : “Tidak ada seorang Nabipun yang Alloh utus pada umat sebelumku, melainkan akan ada para pembela dari umatnya dan pengikut yang akan mengikuti sunahnya dan melaksanakan perintahnya. Setelah itu akan ada generasi setelah mereka yang mengatakan sesuatu yang tidak mereka kerjakan dan mengerjakan sesuatu yang tidak pernah diperintahkan. Barang siapa yang memerangi mereka dengan tangannya berarti dia mukmin, siapa yang memerangi mereka dengan lesannya berarti dia mukmin dan siapa yang memerangi mereka dengan hatinya berarti dia mukmin. Dan seteah itu tidak ada lagi iman meskipun hanya sebiji atom ”. (H.R. Muslim) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Siapa yang bilang bahwa para jurnalis hanya berjihad dengan lesan sambil duduk-duduk diatas sofa dalam rumah mewah ?? Tidak demi Alloh, mereka berada dalam kancah pertempuran dan panasnya medan laga, mengiringi saudara-saudara mereka para tentara yang berperang dan menggempur musuh-musuh Alloh di muka bumi. Ikut serta memikul beban jihad bersama mereka, berbagi rasa kehidupan bersama mereka, beralaskan tanah dan beratapkan langit. Alloh saja yang tahu mereka, dan Alloh pula yang membalas pahala mereka. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Sungguh, amal media tidak diragukan lagi adalah jihad. Siapa yang masih ragu, maka lihatlah para ikhwah media di negara Islam Iraq, darah mereka yang suci mengalir di tanah dua aliran sungai (Iraq), mereka juga mengalami ujian dipenjara di penjara- penjara orang-orang Salib dan Murtad … mereka berhijrah, menolong dan berjihad hingga musuh mengaku kerepotan menghadapi mereka sebelum kawan yang mengakuinya. Mereka tetap teguh begitu kami beranggapan kepada mereka dan Allohlah yang akan menghisab mereka. Tidak berlebihan kalau ada yang mengatakan bahwa Jurnalis adalah pelaku istisyhad tanpa bom ikat pinggang, karena dia memang berhak dengan penghargaan ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Tidakkah Anda melihat kameramen, bagaimana dia membawa kamera sebagai ganti dari AK dan berjibaku di hadapan prajurit dalam berbagai pertempuran menyongsong tembakan peluru dengan dadanya ??! &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Tidakkah Anda melihat pada saroya yang membagi-bagikan berbagai rilisan, bagaimana mereka memasuki titik paling rawan dan menyebarkan rilisan para mujahidin di tengah- tengah komunitas orang-orang munafik ??! Tidakkah Anda melihat bagaimana orang yang mengumpulkan berbagai bidang militer berdedikasi, mengikuti kerja para ikhwah dan memburu berita-berita mereka, sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Amirul Mukmiinin Umar ra, saat beliau mengirim sebuah pasukan, maka setiap hari beliau akan pergi ke ujung kota Madinah untuk mencari tahu berita tentang pasukan. Beliau memantau berita mereka seperti orang hamil yang memantau kehamilannya ? (Disadur dari ucapan Syeikh Abu Mus`ab Zarqowy rhm dengan judul (dari prajurit untuk amirnya).) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Banyak orang yang beranggapan bahwa tugas ini remeh. Dia tidak tahu bahwa berita media jihad yang disebar melalui internet atau yang diangkat ke imaroh, dibelakangnya adalah pasukan dari para jurnalis !! Kami menganggap para mujahid media termasuk orang yang telah disabdakan oleh Nabi Saw : “Sungguh, Alloh akan memasukkan 3 orang ke dalam surga karena satu buah anak panah, yaitu pembuatnya yang mengharapkan kebaikan dari karyanya tersebut, orang yang melemparkannya dan orang yang mengambilkannya ”. (HR. Abu Dawud, Nasa`I, Al Hakim dan beliau menshohihkannya.) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dengan izin-Nya, Alloh akan memasukkan siapa saja yang ikut berperan dalam menyampaikan satu berita jihad ke dalam surga karena satu berita. Hal itu tidak sulit bagi Alloh dan tidak terlalu berlebihan bagi keluasan rahmat-Nya. Tidak samar lagi bagi Anda – akhi jurnalis – bahwa Jihad Anda dengan lesan tidak hanya sebatas kata-kata, tetapi mencakup ucapan, tulisan dan cetak dan lain sebagainya. Semuanya melibatkan kerja keras tubuh. Begitu juga tidak samar bagi Anda bahwa jihad dengan lesan bagi Anda lebih kuat dari pada jihad dengan jiwa, yaitu saat jihad dengan jiwa lebih kuat dari pada jihad dengan lesan bagi ikhwah askari. (Disadur dari kata-kata Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah.). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Inilah alasan kami mendahulukan pembahasan jihad dengan lesan dari pada jihad dengan jiwa. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;3. Motivasi untuk Berjihad : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Alloh Ta`ala berfirman : “Wahai Nabi, kobarkanlah semangat orang-orang beriman untuk berperang. Jika ada sepuluh orang yang bersabar diantara kalian, niscaya akan mampu mengalahkan dua ratus orang. Dan jika ada diantara kalian seratus orang, niscaya akan mampu mengalahkan seribu orang dari orang-orang kafir, karena mereka adalah kaum yang tidak paham “. (Q.S. Al- Anfal : 65) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dan Alloh subhanah berfirman pula : “Maka, berperanglah di jalan Alloh, tidak dibebankan hal itu kecuali kepadamu, dan kobarkanlah semangat orang-orang beriman. Semoga Alloh menahan serangan orang-orang kafir. Dan Alloh sangat besar kekuatan dan sangat keras siksaannya ”. (Q.S. An-Nisa : 84) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Syeikh Abu Mus`ab As Sury berkata : ”Tahridh untuk berjihad dan berperang, mengajak manusia untuk mencintainya, menyebutkan keutamaannya dan ancaman bagi yang meninggalkannya telah mengambil bagian yang cukup besar dari ayat-ayat Al Qur`anul Karim sejak turunnya ayat idzin untuk berperang pada tahun ke-dua Hijriyah … begitu juga banyak nash-nash nabawi dan sunah fi`liyah dan taqririyah yang memotivasi untuk berjihad dan merinci keutamaan dan pahalanya, serta apa yang Alloh siapkan bagi para Mujahidin dan Syuhada`. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dan memobilisasi orang-orang beriman untuk berperang, turut terjun demi melindungi agamanya dan marah kepada musuh-musuhnya, karena mengharap pahala di sisi-Nya dan menjanjikan kemenangan dan kekuasaan kepada mereka …. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Tahridh adalah ciri khas jihad dan motivasinya, tugas para kholifah, umaro, ulama dan para dai yang menyeru kepada Alloh, serta para penyeru kepada yang ma`ruf dari berbagai kalangan umat. Ini berlaku jika jihad menyerang musuh di dalam negeri mereka, meninggikan kalimat Alloh, menyebarkan agama dan panji-panji- Nya dan memberlakukan hukum dengan syareat-Nya di muka bumi. Adapun jika jihad berubah menjadi bentuk membela agama, jiwa, kehormatan dan tanah kelahiran serta kesucian seperti kondisi hari ini dan seperti yang terjadi di era krisis , maka hal ini menjadi kewajiban paling esensi bagi setiap muslim secara umum, khususnya para ulama dan penyeru kepada Alloh, bahkan bagi orang-orang yang sebenarnya Alloh berikan udzur untuk tidak ikut berperang karena lemah, sakit dan alasan lain yang menghalangi mereka dari ikut berjihad, Alloh mensyaratkan atas mereka agar alasan mereka diterima, yaitu hendaklah mereka menggerakkan lesan mereka untuk berdakwah kepada Alloh dan mengobarkan semangat untuk menolong agama-Nya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Alloh Ta`ala berfirman : “Tidak ada dosa bagi orang-orang lemah, sakit dan bagi orang-orang yang tidak mendapatkan biaya perjalanan, selama mereka berbuat baik kepada Alloh dan Rosul-Nya. Tidak ada celah untuk menyalahkan orang-orang baik. Dan Alloh maha pengampun lagi maha penyayang” (QS. At Taubah : 91)”. Selesai. (Da`wah muqowamah islamiyah `alamiyah, bab ke – delapan.) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;4. Membuat Marah Musuh : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Alloh Ta`ala berfirman : “Tidaklah sepatutnya bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Baduwi yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (berperang) dan tidak patut (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada mencintai diri rasul. yang demikian itu ialah Karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah, dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal saleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia- nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik, ”. (Q.S. At-Taubah : 120) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ayat yang mulia yang terdapat dalam surat At-taubah ini dengan jelas menyebutkan bahwa segala hal yang bisa menyebabkan marahnya musuh- musuh Alloh, baik berupa perkataan atau perbuatan kapanpun dan bagaimanapun adalah termasuk jihad di jalan Alloh Ta`ala. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Apalagi ungkapan yang membuat marah orang-orang kafir itu dirangkai dalam pembahasan tentang pahala jihad dan mujahidin. Kemudian ayat muliau ini juga terdapat dalam surat Al-Baroah, yaitu surat terakhir yang turun berkenaan tentang ayat-ayat jihad, dan di dalamnya secara lengkap disebutkan tentang esensi masalah jihad. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Syeikh Abdurrohim bin Murod Asy Syafi`i berkata : “Segala hal yang bisa membuat marah dan melukai musuh adalah termasuk jihad. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Alloh Ta`ala berfirman : “Dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal saleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia- nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik”. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Rosululloh Saw juga pernah bersabda kepada Hisan : “Sungguh menyindir orang kafir dengan syair lebih menyakitkan bagi mereka dari pada lemparan anak panah”. Hadits ini terdapat dalam shohihain dari hadits Aisyah. Di dalam shohihain juga disebutkan riwayat dari hadits Baro` dengan lafadz : “seranglah orang-orang musyrik dengan syair, karena ruhul qudus bersamamu””. (Shuhail Al Jiyad . ibid) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Siapa yang mengenal Amerika salibis dan mencari hal yang bisa membuat mereka marah, akan tahu dengan baik bagaimana mereka marah dan meradang dengan adanya media jihadi. Mereka – semoga Alloh membinasakan mereka – lebih mengetahui esensi, pengaruh dan urgensinya dari pada yang lain. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Berapa kali sudah kita mendengar para ikhwah jurnalis – yang ditawan di penjara-penjara Amerika, lalu Alloh berikan kebebasan kepada mereka – bagaimana orang-orang salib memperlakukan mereka dengan serius dan berlangsung lama, dan memperlakukan mereka secara khusus karena khawatir, karena mereka tahu besarnya peran para jurnalis itu di medan perang. Kami akan ceritakan kepada Anda – akhi jurnalis – semoga Alloh menjagamu dan melindungimu dari penangkapan dan siksaan – tentang kisah seorang akhi muhajir dari Arab yang datang ke negeri dua aliran sungai untuk berjihad bersama saudara-saudaranya yang Anshor. Ketika dia sampai di bumi jihad, dia ditemui oleh masul (penanggung jawab), beliau mengetahui pengalaman medianya, maka beliau memintanya untuk bekerja di bagian media. Tetapi akhi muhajir tadi menolak mentah-mentah perintah ini, dan memaksa untuk turut serta dalam aksi militer. Ketika ditanya tentang alasannya, dia menjawab : “Aku menginginkan sesuatu yang lebih banyak bisa menyakiti musuh- musuh Alloh Ta`ala, dan menurutku media tidak bisa menyampaikan keinginanku …”. Sang Amirpun tidak memaksanya, dan membiarkannya ikut beraksi bersama ikhwah lain yang berperang. Alloh Ta`ala menakdirkannya tertangkap oleh tentara Amerika. Setelah dia menjalani masa tahanan, dia langsung kembali bekerja, tetapi kali ini dia pulang dengan sesuatu yang baru. Dia kembali menggeluti media. Ketika ditanya tentang perubahan hobinya ini, dan diingatkan dengan kerjanya yang lalu, dia menjawab : “Aku merubah opiniku sejak aku menyaksikan bagaimana Amerika mati-matian berusaha untuk menangkap satu jurnalis, dan mereka lebih peduli dengan urusan media dari pada militer. Maka, Alloh membukakan hatiku untuk bergelut dengan media setelah aku melihat dengan mata kepada sendiri besarnya luka yang ditorehkannya kepada musuh-musuh Alloh Ta`ala dari kalangan para salibis dan murtadin”. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;5. Memasukkan Rasa Gembira ke dalam Hati Orang-orang Beriman : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Alloh Ta`ala berfirman : “.Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan- tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman. Dan menghilangkan panas hati orang-orang mukmin. dan Allah menerima Taubat orang yang dikehendaki-Nya. Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana ”. (Q.S. At Taubah : 14-15)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;            Rosululloh Saw bersabda : “Manusia yang paling dicintai oleh Alloh adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Sedangkan amal yang paling dicintai oleh Alloh adalah kebahagiaan yang dia masukkan ke dalam hati seorang muslim”. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Beliau juga bersabda : “Amal yang paling utama adalah memasukkan rasa senang kepada seorang mukmin ”. (Dua hadits ini terdapat dalam silsilah ash shohihah oleh Syeikh Albany.) Dari Sufyan bin `Uyainah berkata : Muhammad bin Munkadir pernah ditanya : “Amal apa yang paling Anda sukai ?”. beliau menjawab : “memasukkan rasa senang kepada seorang mukmin ”. (Hilyatu auliya oleh Abi Nu`aim, dan shofwatu shofwah oleh Ibnu Jauzy.) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Sisi media jihad yang lain adalah membuat gembira orang-orang beriman. Karena segala hal yang membuat marah orang kafir dan munafik adalah menyenangkan orang mukmin yang jujur. Seperti senjata yang memiliki dua mata. Anda bisa bayangkan – Semoga Alloh membuat Anda gembira wahai jurnalis – besarnya kebahagiaan yang akan meliputi hati kaum muslimin – baik yang mujahid maupun yang hanya duduk – ketika mereka menyaksikan rilisan para mujahidin yang berisi hasil dan kemenangan yang diraih oleh para muwahhid dan kerugian perang yang diderita oleh para petempur kafir dan orang-orang murtad. Betapa gembiranya mereka jika membaca atau mendengar pernyataan militer di salah satu wilayah !! Buatlah mereka melakukan sujud syukur kepada Alloh dan buatlah mereka ikut menikmati pahala ! atau tunggulah terkabulnya doa-doa mereka dari jauh, ketika mereka bergumam : “Ya Alloh, menangkanlah hamba-hamba-Mu para mujahidin dan hinakanlah orang-orang kafir dan murtad ”. Dan Semoga Alloh membalas kebaikan siapa saja yang ikut serta dalam amal media ini. Jawablah : Amin …. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;6. Taat kepada Pemimpin : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Alloh Ta`ala berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya ”. (Q.S. An- Nisa : 59) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Rosululloh saw bersabda : “Siapa yang mentaati aku, berarti dia telah mentaati Alloh, dan barang siapa yang bermaksiat kepadaku berarti dia juga bermaksiat kepada Alloh. Barang siapa yang mentaati amirku berarti dia telah mentaatiku, dan barang siapa yang bermaksiat kepada amirku berarti dia telah bermaksiat kepadaku ”. (Muttafaqun `alaih.) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Sisi ketaatan disini adalah bahwa Amir (atau penanggung jawab media) telah membagi kerja dan memilih Anda untuk berkiprah di bidang ini (media), jika Anda mentaatinya berarti Anda mentaati Alloh, tetapi jika Anda menolaknya berarti Anda telah bemaksiat kepada Alloh. Kami juga menganggap bahwa jurnalis itu termasuk kelompok yang sedang menuntut ilmu, yang mana Amir telah menunjukkan untuk belajar dan mengajar … &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Sebagaimana firman Alloh Ta`ala : “ Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka Telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya ”. (Q.S. At Taubah : 122) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Jadi, harus ada kelompok yang konsentrasi belajar dan mengajar para pejuang tentang urusan-urusan agama mereka. Jika kelompok ini tidak ada, maka kebodohan akan melanda manusia. Tidak berapa lama, pasukan pejuang di jalan Alloh akan segera dilibas. Saat itulah Anda tidak akan bisa menemukan orang yang bisa menyempurnakan perjalanan. Kalaupun ada, tapi tidak akan sesuai dengan yang diharapkan untuk menjalankan pertarungan global. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dari sini – akhi jurnalis – hendaknya Anda merasakan butuhnya manusia umumnya dan para mujahidin khususnya untuk mengetahui penderitaan umat Islam, dan menunjukkan kepada mereka jalan untuk menyelamatkan manusia dari kekufuran, kedholiman dan kerusakan. Ini adalah tanggung jawab Anda !! ya, Anda … bukan yang lain..!! Alloh Ta`ala berfirman : “Hendaklah ada diantara kalian satu kelompok yang menyeru kepada kebaikan, memerintahkan yang ma`ruf dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang- orang yang berbahagia” (QS. Ali Imron : 104). 7. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Perkataan yang Benar : Rosululloh Saw bersabda : “Sungguh, diantara jihad terbesar adalah kata- kata adil dihadapan penguasa jahat ”. (HR. Tirmidzi, dan terdapat dalam shohihul jami`.) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Syeikh Abdulloh Azzam berkata ketika memberikan ta`liq atas hadits ini : “Karena memerangi musuh itu menyebabkan pergolakan antara harap dan takut. Penguasa itu jika disuruh untuk berbuat baik, terkadang justru akan menghadapkannya pada siksaan dan kematian. Di lihat dari sisi besarnya rasa takut di sini menjadikan hal ini menjadi lebih utama, karena kedholiman penguasa terhitung cukup banyak. Jika Anda mencegahnya, maka manfaatnya akan dinikmati oleh banyak orang, berbeda dengan membunuh orang kafir ”. (Ittihaful `ibad bifadhoilil jihad.) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Seorang jurnalis muwahhid dan mukmin mengatakan dengan adil dan jujur di saat para pengikut kebenaran berjumlah sedikit dan orang-orang jujur menjadi langka. Jurnalis muwahhid akan menyampaikan kepada manusia tentang gambaran sebenarnya dari jalannya pertempuran, tanpa melebihkan atau berdusta, sebagai bentuk ketaatan kepada Robbnya yang telah berfirman : “ Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah dan mendustakan kebenaran ketika datang kepadanya? bukankah di neraka Jahannam tersedia tempat tinggal bagi orang-orang yang kafir? Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka Itulah orang-orang yang bertakwa. Mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki pada sisi Tuhan mereka. Demikianlah balasan orang-orang yang berbuat baik, Agar Allah akan menutupi (mengampuni) bagi mereka perbuatan yang paling buruk yang mereka kerjakan dan membalas mereka dengan upah yang lebih baik dari apa yang Telah mereka kerjakan ”. (QS. Az Zumar : 32-35). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dan peneladanan kepada yang benar dan dibenarkan (Rosul) saw yang bersabda : “Hendaklah kamu berlaku jujur, karena kejujuran akan membawa kepada kebaikan dan kebaikan akan menghantarkan ke surga. Tidaklah seseorang tetap berlaku jujur dan bergelut dengan kejujuran hingga dia ditulis disisi Alloh sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah olehmu sikap dusta, karena dusta akan membawa pada dosa, dan dosa akan menghantarkan ke neraka. Tidaklah seseorang berlaku dusta dan bergelut dengan kedustaan hingga dia ditulis disisi Alloh sebagai pendusta”. (HR. Muslim.) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ketika kedustaan disalah gunakan dan terjadi pemutar balikan mayoritas – jika tidak semua – sarana media yang loyal kepada para musuh. Para jurnalis mereka rela untuk menjadi corong kekufuran, prostitusi dan kebohongan, serta memerangi agama dan kesucian. Maka pantaslah mereka disebut sebagai “tukang sihir Fir`aun ”. Itulah zaman keterasingan yang disabdakan oleh manusia yang tidak pernah berbicara dari hawa nafsunya, Rosululloh saw : “Akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh tipuan. Di sana pendusta dianggap benar, sedangkan orang yang jujur dianggap dusta. Pengkhianat dipercaya dan orang amanah dikhianati. Dan ketika itu Ruwaibidhoh berbicara”. Ada yang bertanya : “Apakah ruwaibidhoh itu ?”. beliau menjawab : “Lelaki dungu yang berbicara tentang urusan orang banyak”. (Hadits hasan, silsilah shohihah oleh Albany) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;8. Melawan Perang Pemikiran (ghozwul fikri) : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Sungguh, ikhwah jurnalis – semoga Alloh Ta`ala menjaga dan meneguhkan mereka – telah membendung serangan kolonial yang paling kuat yang telah dikenal oleh sejarah perang salib dan perang shofwah/kebangkitan. Sungguh mereka adalah katup pengaman syareat Ar-Rahman. Mereka berhadapan dengan perang yang sangat berbahaya yang bahayanya melebihi perang militer. Itulah perang pemikiran yang menyerang otak kaum muslimin dan hati mereka, lalu menghapuskan identitas mayoritas mereka, membodohi pemikiran mereka, menghancurkan pemahaman mereka, mengganti tradisi mereka, mengeringkan sumber iman mereka dan mematikan ghiroh mereka … tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari Alloh yang maha tinggi lagi maha agung. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Para musuh zionis salibis shofwy tahu benar bahwa penjajahan hati itu lebih berhasil dari pada penjajahan negara dan perbudakan manusia. Siapa yang bisa membalik lembaran-lembaran sejarah akan bisa memetik hasil yang sempurna, yang intinya : “Kekuatan manapun tidak akan mampu – meskipun dia memiliki semua sarana – untuk menakhlukkan kaum muslimin, merampas bumi mereka demi keuntungan pribadi, dan menghapuskan eksistensi mereka ” sebagaimana yang dialami oleh mayoritas peradaban. * Sedangkan negara-negara baik yang besar maupun yang kecil yang tumbuh dan menetek kepada kekuatan super power akan hancur total dan akan masuk dalam cengkraman yang lain. Bahkan semua perang militer yang menyerang umat Islam akan hancur dan menuai kekalahan, dan hanya akan menorehkan luka setelah kaum muslimin memberikan pelajaran yang tidak akan pernah terlupakan oleh mereka. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dan pelajaran terakhir yang diambil oleh PBB –penghasung salib – dan yang berputar di sekelilingnya. Mereka belajar dari tangan para pahlawan negara Islam Iraq – semoga Alloh menjaga mereka. Karena itulah, musuh bebuyutan kaum muslimin, trio pendengki (Salibis – Yahudi - Majusy) tahu benar bahwa perang militer melawan umat Islam sangatlah mustahil, maka merekapun beralih kepada perang pemikiran, sosial dan tsaqofah (wacana). Dalam beberapa hal mereka berhasil menyeret putra-putra kita dengan jerat-jerat dan makar mereka. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Menurut Anda – wahai prajurit media – siapakan yang akan membendung perang media ini ? Kami serahkan jawabannya kepada anda sendiri … Pembicaraan diatas yang menampilkan esensi media dan pahala bagi yang beramal di tapal batasnya, bukan hanya sebuah khayalan dan tidak pula berlebihan. Tetapi kami telah menyebutkan hal terpenting dan sedikit keterangan, serta kami tidak ingin bicara terlalu banyak karena khawatir menimbulkan kejenuhan. Sebagaimana dikatakan : (Banyak bicara hanya akan menyebabkan sebagian hal terlupakan). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;BEBERAPA PETIKAN KATA-KATA PARA ULAMA DAN KOMANDAN JIHAD DALAM HAL MEDIA &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Imamul umat Abu Abdillah Usamah bin Ladin&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; – semoga Alloh merahmati beliau – berkata : Atau di sana ada para jurnalis dan pemegang pena yang memiliki pengaruh signifikan dan peran penting dalam mengarahkan pertempuran, menghancurkan mentalitas musuh dan mengangkat mentalitas umat. Tibalah saatnya, media menempati tempatnya yang benar dan ikut ambil andil dalam menghadapi serangan ganas dan perang salib yang didengungkan dengan semua sarananya baik visual, audio dan cetak. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Bagi para pemegang media, baik itu penulis atau wartawan atau cendekiawan atau responden hendaklah bertanggung jawab dan ikut andil. Mereka harus melakukan peran sesuai harapan dalam memberikan pencerahan kepada umat, menjelaskan hakekat musuh dan menyingkap program dan permainannya. Mereka juga harus bersatu dengan semua kemampuan mereka, karena musuh hari ini tidak lagi membedakan antara satu kelompok dengan yang lain. Targetnya adalah menumpas semua hal yang terkait dengan Arab dan Islam. (Disadur dari ceramah Syeikh mulia yang berjudul : setahun setelah kegagalan Amerika di Afghanistan.) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Hakimul umah Syeikh Aiman Adz Dzowahiry &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;– semoga Alloh menjaga beliau – berkata : Adapun para ksatria jihad media, saya katakan kepada mereka : “Semoga Alloh membalas kalian dengan sebaik-baik balasan atas penderitaan kalian yang baik dalam berkhidmat kepada Islam. Ketahuilah bahwa kalian berada di salah satu tapal batas Islam yang terpenting. Thoghut masa kini sangat ketakutan dengan ulah kalian. Jerih payah kalian telah menampakkan buahnya diantara umat Islam dan masyarakat kaum muslimin. Sebarkanlah kesadaran … kobarkan semangat umat dan bangunkan mereka Perangilah jiwa dan penyeru kelemahan, kekalahan, dan kehinaan. Singkaplah pengkhianatan dan musuh-musuh islam yang beranggapan bahwa Islam hanyalah tipuan, dari kalangan para hakim, ulama dunia, penguasa, para penulis dan politikus. Teruslah berkorban dan memberi, jangan sampai keberhasilan kalian membuat kalian meremehkan dan bersikap masa bodoh. Tetapi tekunilah kerja kalian dan tingkatkan. Curahkan segenap kemampuan kalian, karena kalian berada dalam sebuah pertempuran yang berhadapan dengan kerajaan setan dengan segenap sarana rayuan dan teror, tipuan dan makarnya. Minta tolonglah kepada Alloh dan jangan melemah. Hadirkan selalu niat untuk menolong Islam, dan ikhlaskan amal kalian hanya untuk Alloh semata. Semoga Alloh selalu memelihara dan menjaga kalian dan membantu kalian dari sisi-Nya”. (Disadur dari ceramah beliau berjudul (Al Qudsu lan tuhawwad).) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Wazirul umah Abu Hamzah Al Muhajir &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;– semoga Alloh Ta`ala menerima beliau di jajaran para Syuhada` - berkata : “Sesungguhnya pertempuran mujahidin dengan musuh-musuh mereka hari ini berputar diatas dua poros penting, yaitu : Pertama : poros militer Dan kedua : poros perang media setan yang hendak menghapus eksistensi umat, menyimpangkan aqidahnya, menanamkan sikap ketergantungan dan kekalahan psikis. Sungguh, tembakan misil media lebih mematikan dan lebih berbahaya bagi umat dan para ksatrianya dari pada serangan misil pesawat. Oleh karenanya, para mujahidin yang Alloh beri petunjuk untuk menghancurkan kekuatan musuh- musuh mereka secara militer seharusnya juga menyerang front yang lain yaitu front media … Rosululloh saw pernah mengerahkan segenap cara media di masanya yang paling berbekas dan telak melukai jiwa musuh-musuhnya, yaitu syair … Begitu juga beliau saw mengangkat seorang khotib untuk membela Islam dan kaum muslimin dengan syairnya, yaitu Tsabit bin Qois bin Syammasy, seorang sahabat yang mendapat kabar gembira dengan surga ”. (Disadur dari ceramah beliau Syeikh Asy Syahid dengan judul (Masaliku nashr)) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Syeikh `Alamah Hamud bin `Uqola Asy Syu`aiby&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; – semoga Alloh merahmati beliau – berkata : “Diantara sarana jihad yang paling kuat di era masa kini adalah media. semua orang yang memiliki sedikit perhatian dengan media akan tahu bahwa media memiliki pengaruh yang cukup jauh dalam merubah neraca timbangan dalam pertempuran yang berlangsung antara kaum muslimin dengan musuh-musuh mereka. Karena media mencakup penyebaran terhadap kemenangan-kemenangan umat Islam atas musuh-musuh mereka, mendukung mereka, menampilkan kepahlawanan mereka dan pujian atas mereka. Karena perkara-perkara ini tugasnya adalah mengokohkan persatuan mujahidin dan membimbing mereka untuk memiliki dedikasi dalam meraih kemenangan dan kekalahan musuh. Karena itulah, Rosul saw sangat perhatian dengan jihad jenis ini – yaitu jihad dengan lesan - . beliau memerintahkan para penyair umat Islam seperti Hisan, Abdulloh bin Rowahah dan Ka`ab bin Malik untuk menyerang musuhnya dari kalangan orang-orang kafir dengan syair tersebut. Sebagaimana yang disebutkan oleh imam Muslim dari hadits Aisyah bahwa beliau Saw bersabda : “Seranglah mereka dengan syair, dan ruhul qudus bersamamu”. Beliau juga berkata kepada Hisan : “Sungguh, ruhul qudus (Jibril) terus membantumu selama kamu tetap membela Rosululloh (dengan syair)”. Ini adalah jika media tersebut berlaku jujur, dan yang mengendalikannya adalah orang yang ikhlas karena agama dan umat mereka. Adapun jika media konsisinya seperti sekarang, yaitu hanya perhatian dengan hal-hal tolol yang jauh dari jihad dan kondisi para Mujahidin ..”. (Shuhailil jiyad fi syarhi kitabil jihad min bulungil marom li Ibni Hajar, oleh Abdurrohman bin Murod Asy Syafi`I, hal 23-24.) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Syeikhul asir Abu Mus`ab As-Sury&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; – semoga Alloh membebaskan beliau dari tahanan – berkata : Tugas media adalah mentahridh umat baik secara umum maupun secara khusus. Adapun yang umum adalah Da`wah secara umum untuk memerangi poros serangan dalam peperangan dengan semua aspek baik militer, wacana, pemikiran, pendidikan, ekonomi, politik dan sosial. Tugas menghadapi peradaban berada di pundak semua elemen umat. Para Ulamanya di masjid-masjid, buku- buku, dan pelajaran-pelajaran mereka. Para cendekiawannya dalam pidato-pidato, sastra-sastra dan kegiatan tsaqofah mereka. Para ksatrianya di medan-medan amal, dan arah gerakan mereka dan para wanitanya dalam rumah-rumah dan pembinaan mereka terhadap anak- anak mereka … Beginilah, peran semua pihak terlihat dalam memotivasi, sedangkan media secara umum berperan menghidupkan benih-benih perlawanan, menciptakan cuaca perlawanan dan iklim revolusi bagi pejuang dan para pembelanya dan tahridh untuk mendukung mereka. Ini adalah bidang umum yang kita wajib untuk memotivasi orang-orang yang berada di dalamnya agar masing-masing ikut ambil andil … Adapun bidang tahridh secara khusus adalah motivasi untuk melakukan perlawanan bersenjata. Ini adalah tugas anggota da`wah muqowamah (perlawanan) islam global dan para pembantunya. Ringkasnya adalah motivasi untuk terjun dalam tugas perang dan membentuk saroya (pasukan) pemukul yang terputus … yaitu saroya perlawanan islam global. Saroya jihad bersenjata … ini adalah tugas yang harus dilaksanakan oleh sel yang menadzarkan dirinya untuk tugas ini … Tugas tahridh untuk spesialisasi dibebankan diatas pundak orang- orang yang memang membidangi hal itu … Tugas mereka adalah membentuk sel da`wah untuk berjihad dan memotivasinya. Memudahkan jalan- jalan tersebut untuk manusia dengan memberikan bantuan data-data, pengarahan dan program kepada mereka. Dan sel inilah yang kita sebut dengan (saroya tahridh). (Dari kitab Syeikh (Da`wah Muqowamah Islamiyah `Alamiyah) bab ke- delapan.) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ya Alloh, jagalah para jurnalis mujahidin yang jujur Ya Alloh, tepatkan bidikan mereka, luruskan pendapat mereka dan baikkanlah akhir hayat mereka. Bangkitkanlah mereka bersama para Nabi dan kumpulkanlah mereka bersama para Syuhada Ya Alloh buatlah mereka cinta terhadap media dan hiasilah hati mereka dengan hal itu Dan buatlah mereka benci terhadap kekufuran, kefasikan, sikap diam, lemah, bakhil dan menyerah kalah Dan jadikanlah mereka sebagai orang-orang yang lurus, dan mendapat petunjuk Yaitu orang-orang yang jika melakukan suatu pekerjaan, maka mereka menekuninya Jika mereka sudah menguasainya, maka bimbinglah mereka untuk mengikuti sunah, dan buatlah mereka mengikhlaskan niat karena Alloh Semoga Alloh melimpahkan sholawat kepada nabi kita Muhammad, para keluarga dan sahabat beliau semuanya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Diterbitkan oleh : Markaz Al Yakin Al I`lamy Jumadil Akhir 1432 H&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>موسوعات</title><link>http://rumahjihad.blogspot.com/2011/11/blog-post.html</link><category>موسوعات</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Fri, 4 Nov 2011 04:05:00 +0300</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4665679130695185505.post-8869447678169258384</guid><description>&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: times-roman; -webkit-border-horizontal-spacing: 1px; -webkit-border-vertical-spacing: 1px; "&gt;&lt;table border="0" width="100%" id="table7" cellspacing="1"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="justify" dir="rtl"&gt;&lt;p dir="rtl" align="center" style="text-indent: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;b&gt;موسوعات &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="justify" dir="rtl" style="font-family: times-roman; font-size: 12pt; "&gt;&lt;table border="0" width="100%" cellspacing="1" id="table49"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="100%" style="font-family: Tahoma; font-size: 10px; "&gt;&lt;span  &gt;&lt;span &gt;&lt;img border="0" src="http://www.islamspirit.com/bullet005.gif" width="10" height="10" align="absbottom" /&gt;&lt;span lang="en-us"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.islamspirit.com/islamspirit_program_001.php" style="color: blue; text-decoration: none; "&gt;&lt;span &gt;موسوعة القرآن الكريم - الإصدار الأول&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table border="0" width="100%" cellspacing="1" id="table50"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="100%" style="font-family: times-roman; font-size: 12pt; "&gt;&lt;span  &gt;&lt;img border="0" src="http://www.islamspirit.com/bullet005.gif" width="10" height="10" align="absbottom" /&gt;&lt;span lang="en-us"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.islamspirit.com/islamspirit_program_002.php" style="color: blue; text-decoration: none; "&gt;موسوعة الحديث النبوي الشريف - الإصدار&lt;span lang="en-us"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="ar-sa"&gt;الثاني&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table border="0" width="100%" cellspacing="1" id="table51"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="100%" style="font-family: times-roman; font-size: 12pt; "&gt;&lt;span  &gt;&lt;img border="0" src="http://www.islamspirit.com/bullet005.gif" width="10" height="10" align="absbottom" /&gt;&lt;span lang="en-us"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.islamspirit.com/islamspirit_program_003.php" style="color: blue; text-decoration: none; "&gt;مجموع فتاوى ابن تيمية - الإصدار الأول ، الإصدار الثاني&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table border="0" width="100%" cellspacing="1" id="table52"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="100%" style="font-family: times-roman; font-size: 12pt; "&gt;&lt;span  &gt;&lt;img border="0" src="http://www.islamspirit.com/bullet005.gif" width="10" height="10" align="absbottom" /&gt;&lt;span lang="en-us"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.islamspirit.com/islamspirit_program_004.php" style="color: blue; text-decoration: none; "&gt;&lt;span  &gt;موسوعة فتاوى اللجنة والإمامين - الإصدار الثاني&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table border="0" width="100%" cellspacing="1" id="table53"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="100%" style="font-family: times-roman; font-size: 12pt; "&gt;&lt;span  &gt;&lt;img border="0" src="http://www.islamspirit.com/bullet005.gif" width="10" height="10" align="absbottom" /&gt;&lt;span lang="en-us"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.islamspirit.com/islamspirit_program_005.php" style="color: blue; text-decoration: none; "&gt;&lt;span  &gt;موسوعة مؤلفات الشيخ محمد بن عبد الوهاب - الإصدار&lt;span lang="ar-sa"&gt; الثالث&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table border="0" width="100%" cellspacing="1" id="table54"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="100%" style="font-family: times-roman; font-size: 12pt; "&gt;&lt;span  &gt;&lt;img border="0" src="http://www.islamspirit.com/bullet005.gif" width="10" height="10" align="absbottom" /&gt;&lt;span lang="en-us"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.islamspirit.com/islamspirit_program_006.php" style="color: blue; text-decoration: none; "&gt;موسوعة سير السلف - الإصدار الأول&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table border="0" width="100%" cellspacing="1" id="table55"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="100%" style="font-family: times-roman; font-size: 12pt; "&gt;&lt;span  &gt;&lt;img border="0" src="http://www.islamspirit.com/bullet005.gif" width="10" height="10" align="absbottom" /&gt;&lt;span lang="en-us"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.islamspirit.com/islamspirit_program_007.php" style="color: blue; text-decoration: none; "&gt;برنامج مكتبة السنة - الإصدار الأول&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table border="0" width="100%" cellspacing="1" id="table56"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="100%" style="font-family: times-roman; font-size: 12pt; "&gt;&lt;span  &gt;&lt;img border="0" src="http://www.islamspirit.com/bullet005.gif" width="10" height="10" align="absbottom" /&gt;&lt;span lang="en-us"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.islamspirit.com/islamspirit_program_008.php" style="color: blue; text-decoration: none; "&gt;موسوعة شروح الحديث - الإصدار الأول&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table border="0" width="100%" cellspacing="1" id="table57"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="100%" style="font-family: times-roman; font-size: 12pt; "&gt;&lt;span  &gt;&lt;img border="0" src="http://www.islamspirit.com/bullet005.gif" width="10" height="10" align="absbottom" /&gt;&lt;span lang="en-us"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.islamspirit.com/islamspirit_program_009.php" style="color: blue; text-decoration: none; "&gt;مكتبة الشيخ صالح آل الشيخ - الإصدار الأول&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table border="0" width="100%" cellspacing="1" id="table58"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="100%" style="font-family: times-roman; font-size: 12pt; "&gt;&lt;span  &gt;&lt;img border="0" src="http://www.islamspirit.com/bullet005.gif" width="10" height="10" align="absbottom" /&gt;&lt;span lang="en-us"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.islamspirit.com/islamspirit_program_010.php" style="color: blue; text-decoration: none; "&gt;موسوعة علوم الحديث - الإصدار الأول&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table border="0" width="100%" cellspacing="1" id="table59"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="100%" style="font-family: times-roman; font-size: 12pt; "&gt;&lt;span  &gt;&lt;img border="0" src="http://www.islamspirit.com/bullet005.gif" width="10" height="10" align="absbottom" /&gt;&lt;span lang="en-us"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.islamspirit.com/islamspirit_program_011.php" style="color: blue; text-decoration: none; "&gt;&lt;span  &gt;مكتبة الشيخ مقبل الوادعي - الإصدار الخامس&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table border="0" width="100%" cellspacing="1" id="table60"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="100%" style="font-family: times-roman; font-size: 12pt; "&gt;&lt;span  &gt;&lt;img border="0" src="http://www.islamspirit.com/bullet005.gif" width="10" height="10" align="absbottom" /&gt;&lt;span lang="en-us"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.islamspirit.com/islamspirit_program_012.php" style="color: blue; text-decoration: none; "&gt;مكتبة الشيخ ربيع المدخلي - الإصدار الرابع&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table border="0" width="100%" cellspacing="1" id="table61"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="100%" style="font-family: times-roman; font-size: 12pt; "&gt;&lt;span  &gt;&lt;img border="0" src="http://www.islamspirit.com/bullet005.gif" width="10" height="10" align="absbottom" /&gt;&lt;span lang="en-us"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.islamspirit.com/islamspirit_program_013.php" style="color: blue; text-decoration: none; "&gt;مكتبة الشيخ محمد أمان الجامي - الإصدار الثالث&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table border="0" width="100%" cellspacing="1" id="table62"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="100%" style="font-family: times-roman; font-size: 12pt; "&gt;&lt;span  &gt;&lt;img border="0" src="http://www.islamspirit.com/bullet005.gif" width="10" height="10" align="absbottom" /&gt;&lt;span lang="en-us"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.islamspirit.com/islamspirit_program_014.php" style="color: blue; text-decoration: none; "&gt;&lt;span  &gt;مكتبة الشيخ عبد الرحمن السعدي - الإصدار الثالث&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table border="0" width="100%" cellspacing="1" id="table63"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="100%" style="font-family: times-roman; font-size: 12pt; "&gt;&lt;span  &gt;&lt;img border="0" src="http://www.islamspirit.com/bullet005.gif" width="10" height="10" align="absbottom" /&gt;&lt;span lang="en-us"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.islamspirit.com/islamspirit_program_015.php" style="color: blue; text-decoration: none; "&gt;&lt;span  &gt;موسوعة &lt;span lang="ar-sa"&gt;أصول الفقه&lt;/span&gt; - الإصدار الثالث&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="100%" style="font-family: times-roman; font-size: 12pt; "&gt;&lt;span  &gt;&lt;img border="0" src="http://www.islamspirit.com/bullet005.gif" width="10" height="10" align="absbottom" /&gt;&lt;span lang="en-us"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.islamspirit.com/islamspirit_program_016.php" style="color: blue; text-decoration: none; "&gt;مكتبة الإمام ابن الجوزي - الإصدار الأول&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="100%" style="font-family: times-roman; font-size: 12pt; "&gt;&lt;span  &gt;&lt;img border="0" src="http://www.islamspirit.com/bullet005.gif" width="10" height="10" align="absbottom" /&gt;&lt;span lang="en-us"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.islamspirit.com/islamspirit_program_017.php" style="color: blue; text-decoration: none; "&gt;موسوعة المؤلفات العلمية لأئمة الدعوة النجدية - الإصدار&lt;span lang="en-us"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="ar-sa"&gt;الثالث&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="100%" style="font-family: times-roman; font-size: 12pt; "&gt;&lt;span  &gt;&lt;img border="0" src="http://www.islamspirit.com/bullet005.gif" width="10" height="10" align="absbottom" /&gt;&lt;span lang="en-us"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.islamspirit.com/islamspirit_program_018.php" style="color: blue; text-decoration: none; "&gt;&lt;span  &gt;موسوعة توحيد رب العبيد - الإصدار الثاني&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="100%" style="font-family: times-roman; font-size: 12pt; "&gt;&lt;span  &gt;&lt;img border="0" src="http://www.islamspirit.com/bullet005.gif" width="10" height="10" align="absbottom" /&gt;&lt;span lang="en-us"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.islamspirit.com/islamspirit_program_019.php" style="color: blue; text-decoration: none; "&gt;&lt;span  &gt;مكتبة الشيخ عبد المحسن العباد - الإصدار الرابع&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="100%" style="font-family: times-roman; font-size: 12pt; "&gt;&lt;span  &gt;&lt;img border="0" src="http://www.islamspirit.com/bullet005.gif" width="10" height="10" align="absbottom" /&gt;&lt;span lang="en-us"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.islamspirit.com/islamspirit_program_020.php" style="color: blue; text-decoration: none; "&gt;&lt;span  &gt;مكتبة الشيخ صالح الفوزان - الإصدار الثاني&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="100%" style="font-family: times-roman; font-size: 12pt; "&gt;&lt;span  &gt;&lt;img border="0" src="http://www.islamspirit.com/bullet005.gif" width="10" height="10" align="absbottom" /&gt;&lt;span lang="en-us"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.islamspirit.com/islamspirit_program_021.php" style="color: blue; text-decoration: none; "&gt;&lt;span  &gt;موسوعة مؤلفات الإمام ابن القيم - الإصدار الثاني&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="100%" style="font-family: times-roman; font-size: 12pt; "&gt;&lt;span  &gt;&lt;img border="0" src="http://www.islamspirit.com/bullet005.gif" width="10" height="10" align="absbottom" /&gt;&lt;span lang="en-us"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.islamspirit.com/islamspirit_program_022.php" style="color: blue; text-decoration: none; "&gt;&lt;span  &gt;موسوعة مؤلفات الإمام ابن تيمية - الإصدار الثاني&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table border="0" width="100%" cellspacing="1" id="table64"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="100%" style="font-family: times-roman; font-size: 12pt; "&gt;&lt;span  &gt;&lt;img border="0" src="http://www.islamspirit.com/bullet005.gif" width="10" height="10" align="absbottom" /&gt;&lt;span lang="en-us"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.islamspirit.com/islamspirit_program_023.php" style="color: blue; text-decoration: none; "&gt;&lt;span  &gt;مكتبة الشيخ محمد الأمين الشنقيطي - الإصدار الأول&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table border="0" width="100%" cellspacing="1" id="table65"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="100%" style="font-family: times-roman; font-size: 12pt; "&gt;&lt;span  &gt;&lt;img border="0" src="http://www.islamspirit.com/bullet005.gif" width="10" height="10" align="absbottom" /&gt;&lt;span lang="en-us"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.islamspirit.com/islamspirit_program_024.php" style="color: blue; text-decoration: none; "&gt;&lt;span  &gt;مكتبة الشيخ حافظ بن أحمد حكمي - الإصدار الثالث&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table border="0" width="100%" cellspacing="1" id="table66"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="100%" style="font-family: times-roman; font-size: 12pt; "&gt;&lt;span  &gt;&lt;img border="0" src="http://www.islamspirit.com/bullet005.gif" width="10" height="10" align="absbottom" /&gt;&lt;span lang="en-us"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.islamspirit.com/islamspirit_program_025.php" style="color: blue; text-decoration: none; "&gt;&lt;span  &gt;مكتبة الشيخ تقي الدين الهلالي - الإصدار الثاني&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table border="0" width="100%" cellspacing="1" id="table67"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="100%" style="font-family: times-roman; font-size: 12pt; "&gt;&lt;span  &gt;&lt;img border="0" src="http://www.islamspirit.com/bullet005.gif" width="10" height="10" align="absbottom" /&gt;&lt;span lang="en-us"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.islamspirit.com/islamspirit_program_026.php" style="color: blue; text-decoration: none; "&gt;&lt;span  &gt;مكتبة الشيخ حمود التويجري - الإصدار الرابع&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table border="0" width="100%" cellspacing="1" id="table68"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="100%" style="font-family: times-roman; font-size: 12pt; "&gt;&lt;span  &gt;&lt;img border="0" src="http://www.islamspirit.com/bullet005.gif" width="10" height="10" align="absbottom" /&gt;&lt;span lang="en-us"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.islamspirit.com/islamspirit_program_027.php" style="color: blue; text-decoration: none; "&gt;&lt;span  &gt;المكتبة اللغوية الإلكترونية - الإصدار الأول&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table border="0" width="100%" cellspacing="1" id="table69"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="100%" style="font-family: times-roman; font-size: 12pt; "&gt;&lt;span  &gt;&lt;img border="0" src="http://www.islamspirit.com/bullet005.gif" width="10" height="10" align="absbottom" /&gt;&lt;span lang="en-us"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.islamspirit.com/islamspirit_program_028.php" style="color: blue; text-decoration: none; "&gt;&lt;span  &gt;مكتبة الشيخ عطية محمد سالم - الإصدار الثاني&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table border="0" width="100%" cellspacing="1" id="table70"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="100%" style="font-family: times-roman; font-size: 12pt; "&gt;&lt;span  &gt;&lt;img border="0" src="http://www.islamspirit.com/bullet005.gif" width="10" height="10" align="absbottom" /&gt;&lt;span lang="en-us"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.islamspirit.com/islamspirit_program_029.php" style="color: blue; text-decoration: none; "&gt;مكتبة الإمام السيوطي - الإصدار الأول&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table border="0" width="100%" cellspacing="1" id="table71"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="100%" style="font-family: times-roman; font-size: 12pt; "&gt;&lt;span  &gt;&lt;img border="0" src="http://www.islamspirit.com/bullet005.gif" width="10" height="10" align="absbottom" /&gt;&lt;span lang="en-us"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.islamspirit.com/islamspirit_program_030.php" style="color: blue; text-decoration: none; "&gt;مكتبة الإمام ابن حزم الأندلسي - الإصدار الأول&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table border="0" width="100%" cellspacing="1" id="table72"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="100%" style="font-family: times-roman; font-size: 12pt; "&gt;&lt;span  &gt;&lt;img border="0" src="http://www.islamspirit.com/bullet005.gif" width="10" height="10" align="absbottom" /&gt;&lt;span lang="en-us"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.islamspirit.com/islamspirit_program_031.php" style="color: blue; text-decoration: none; "&gt;موسوعة علوم القرآن - الإصدار الأول&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="100%" style="font-family: times-roman; font-size: 12pt; "&gt;&lt;span  &gt;&lt;img border="0" src="http://www.islamspirit.com/bullet005.gif" width="10" height="10" align="absbottom" /&gt;&lt;span lang="en-us"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.islamspirit.com/islamspirit_program_032.php" style="color: blue; text-decoration: none; "&gt;مكتبة الشيخ عبد السلام بن برجس آل عبد الكريم - الإصدار الأول&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="100%" style="font-family: times-roman; font-size: 12pt; "&gt;&lt;span  &gt;&lt;img border="0" src="http://www.islamspirit.com/bullet005.gif" width="10" height="10" align="absbottom" /&gt;&lt;span lang="en-us"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.islamspirit.com/islamspirit_program_033.php" style="color: blue; text-decoration: none; "&gt;&lt;span  &gt;الموسوعة الفقهية الكبرى - الإصدار الثالث&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="100%" style="font-family: times-roman; font-size: 12pt; "&gt;&lt;span  &gt;&lt;img border="0" src="http://www.islamspirit.com/bullet005.gif" width="10" height="10" align="absbottom" /&gt;&lt;span lang="en-us"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.islamspirit.com/islamspirit_program_034.php" style="color: blue; text-decoration: none; "&gt;مكتبة الشيخ عبد العزيز بن محمد السلمان - الإصدار الأول&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="100%" style="font-family: times-roman; font-size: 12pt; "&gt;&lt;span  &gt;&lt;img border="0" src="http://www.islamspirit.com/bullet005.gif" width="10" height="10" align="absbottom" /&gt;&lt;span lang="en-us"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.islamspirit.com/islamspirit_program_035.php" style="color: blue; text-decoration: none; "&gt;موسوعة التاريخ الإسلامي - الإصدار الثاني&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="100%" style="font-family: times-roman; font-size: 12pt; "&gt;&lt;span  &gt;&lt;img border="0" src="http://www.islamspirit.com/bullet005.gif" width="10" height="10" align="absbottom" /&gt;&lt;span lang="en-us"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.islamspirit.com/islamspirit_program_036.php" style="color: blue; text-decoration: none; "&gt;موسوعة السيرة النبوية - الإصدار الثاني&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="100%" style="font-family: times-roman; font-size: 12pt; "&gt;&lt;span  &gt;&lt;img border="0" src="http://www.islamspirit.com/bullet005.gif" width="10" height="10" align="absbottom" /&gt;&lt;span lang="en-us"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.islamspirit.com/islamspirit_program_037.php" style="color: blue; text-decoration: none; "&gt;&lt;span  &gt;مكتبة الإمام ابن رجب الحنبلي - الإصدار الثاني&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="100%" style="font-family: times-roman; font-size: 12pt; "&gt;&lt;span  &gt;&lt;img border="0" src="http://www.islamspirit.com/bullet005.gif" width="10" height="10" align="absbottom" /&gt;&lt;span lang="en-us"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.islamspirit.com/islamspirit_program_038.php" style="color: blue; text-decoration: none; "&gt;مكتبة الإمام محمد بن علي الشوكاني - الإصدار الأول&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="100%" style="font-family: times-roman; font-size: 12pt; "&gt;&lt;span  &gt;&lt;img border="0" src="http://www.islamspirit.com/bullet005.gif" width="10" height="10" align="absbottom" /&gt;&lt;span lang="en-us"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.islamspirit.com/islamspirit_program_039.php" style="color: blue; text-decoration: none; "&gt;&lt;span  &gt;مكتبة الشيخ محمد بن صالح العثيمين - الإصدار الثاني&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="100%" style="font-family: times-roman; font-size: 12pt; "&gt;&lt;span  &gt;&lt;img border="0" src="http://www.islamspirit.com/bullet005.gif" width="10" height="10" align="absbottom" /&gt;&lt;span lang="en-us"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.islamspirit.com/islamspirit_program_040.php" style="color: blue; text-decoration: none; "&gt;الجامع لمؤلفات الشيخ الألباني - الإصدار الثاني&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="100%" style="font-family: times-roman; font-size: 12pt; "&gt;&lt;span  &gt;&lt;img border="0" src="http://www.islamspirit.com/bullet005.gif" width="10" height="10" align="absbottom" /&gt;&lt;span lang="en-us"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.islamspirit.com/islamspirit_program_041.php" style="color: blue; text-decoration: none; "&gt;مكتبة الإمام ابن حجر العسقلاني - الإصدار الأول&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="100%" style="font-family: times-roman; font-size: 12pt; "&gt;&lt;span  &gt;&lt;img border="0" src="http://www.islamspirit.com/bullet005.gif" width="10" height="10" align="absbottom" /&gt;&lt;span lang="en-us"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.islamspirit.com/islamspirit_program_042.php" style="color: blue; text-decoration: none; "&gt;مكتبة الإمام الذهبي - الإصدار الأول&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="100%" style="font-family: times-roman; font-size: 12pt; "&gt;&lt;span  &gt;&lt;img border="0" src="http://www.islamspirit.com/bullet005.gif" width="10" height="10" align="absbottom" /&gt;&lt;span lang="en-us"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.islamspirit.com/islamspirit_program_043.php" style="color: blue; text-decoration: none; "&gt;مكتبة الإمام ابن كثير - الإصدار الأول&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="100%" style="font-family: times-roman; font-size: 12pt; "&gt;&lt;span  &gt;&lt;img border="0" src="http://www.islamspirit.com/bullet005.gif" width="10" height="10" align="absbottom" /&gt;&lt;span lang="en-us"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.islamspirit.com/islamspirit_program_044.php" style="color: blue; text-decoration: none; "&gt;مكتبة الإمام النووي - الإصدار الأول&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="100%" style="font-family: times-roman; font-size: 12pt; "&gt;&lt;span  &gt;&lt;img border="0" src="http://www.islamspirit.com/bullet005.gif" width="10" height="10" align="absbottom" /&gt;&lt;span lang="en-us"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.islamspirit.com/islamspirit_program_045.php" style="color: blue; text-decoration: none; "&gt;مكتبة الإمام ابن حجر الهيتمي - الإصدار الأول&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="100%" style="font-family: times-roman; font-size: 12pt; "&gt;&lt;span  &gt;&lt;img border="0" src="http://www.islamspirit.com/bullet005.gif" width="10" height="10" align="absbottom" /&gt;&lt;span lang="en-us"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.islamspirit.com/islamspirit_program_046.php" style="color: blue; text-decoration: none; "&gt;موسوعة علوم اللغة - الإصدار الأول&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="100%" style="font-family: times-roman; font-size: 12pt; "&gt;&lt;span  &gt;&lt;img border="0" src="http://www.islamspirit.com/bullet005.gif" width="10" height="10" align="absbottom" /&gt;&lt;span lang="en-us"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.islamspirit.com/islamspirit_program_047.php" style="color: blue; text-decoration: none; "&gt;مكتبة الشيخ عبد العزيز بن باز - الإصدار الأول&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="100%" style="font-family: times-roman; font-size: 12pt; "&gt;&lt;span  &gt;&lt;img border="0" src="http://www.islamspirit.com/bullet005.gif" width="10" height="10" align="absbottom" /&gt;&lt;span lang="en-us"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.islamspirit.com/islamspirit_program_048.php" style="color: blue; text-decoration: none; "&gt;مكتبة الشيخ محمد بن عبد الله السبيل - الإصدار الأول&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>HADITS-HADITS TENTANG JIHAD ( أَحَادِيثَ فِي اَلْجِهَادِ )</title><link>http://rumahjihad.blogspot.com/2011/11/hadits-hadits-tentang-jihad.html</link><category>Bulughul Maram</category><category>Hadits Jihad</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Fri, 4 Nov 2011 03:55:00 +0300</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4665679130695185505.post-2352872679570009480</guid><description>&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;HADITS-HADITS TENTANG JIHAD&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;( أَحَادِيثَ فِي اَلْجِهَادِ )&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;table class="MsoNormalTable" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%" style="width:100.0%;border-collapse:collapse;mso-yfti-tbllook:1184;mso-padding-alt:  0cm 0cm 0cm 0cm"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style="mso-yfti-irow:0;mso-yfti-firstrow:yes;height:9.0pt"&gt;   &lt;td width="50%" colspan="2" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:9.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;mso-line-height-alt:   9.0pt"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:navy;mso-fareast-language:   IN"&gt;HADITS-HADITS TENTANG JIHAD&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;   color:navy;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:9.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" align="right" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:   auto;text-align:right;mso-line-height-alt:9.0pt"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" dir="RTL" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:   &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;mso-fareast-language:   IN"&gt;أَحَادِيثَ فِي اَلْجِهَاد&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" dir="RTL" style="font-size:16.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:   &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;mso-fareast-language:   IN"&gt;ِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;   mso-ansi-language:EN-US;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:1;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="50%" colspan="2" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:2;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;   color:navy;mso-fareast-language:IN"&gt;Hadits No. 1285&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:   &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:   IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:3;height:72.0pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:72.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;   line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black;mso-fareast-language:   IN"&gt;Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam   bersabda: "Barangsiapa mati, sedang ia tidak pernah berjihad dan tidak   mempunyai keinginan untuk jihad, ia mati dalam satu cabang kemunafikan."   Muttafaq Alaihi. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:72.0pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" valign="top" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:72.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:   auto;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:17.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;   color:black;mso-fareast-language:IN"&gt;َ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:16.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:   &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;color:black;   mso-fareast-language:IN"&gt;عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَ ضِيَ اَللَّهُ عَنْهُ قَالَ:   قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( مَنْ مَاتَ وَلَمْ يَغْزُ, وَلَمْ   يُحَدِّثْ نَفْسَهُ بِهِ, مَاتَ عَلَى شُعْبَةٍ مِنْ نِفَاقٍ ) رَوَاهُ مُسْلِمٌ   &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;   mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:4;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" valign="top" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:5;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:navy;mso-fareast-language:   IN"&gt;Hadits No. 1286&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:6;height:72.0pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:72.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;   line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black;mso-fareast-language:   IN"&gt;Dari Anas bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda:   "Berjihadlah melawan kaum musyrikin dengan hartamu, jiwamu dan   lidahmu." Riwayat Ahmad dan Nasa'i. Hadits shahih menurut Hakim. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:   &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:72.0pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" valign="top" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:72.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:   auto;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:16.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;   color:black;mso-fareast-language:IN"&gt;َوَعَنْ أَنَسٍ رضي الله عنه أَنَّ   اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ( جَاهِدُوا اَلْمُشْرِكِينَ   بِأَمْوَالِكُمْ, وَأَنْفُسِكُمْ, وَأَلْسِنَتِكُمْ ) رَوَاهُ أَحْمَدُ,   وَالنَّسَائِيُّ, وَصَحَّحَهُ اَلْحَاكِمُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:   &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:7;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:8;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:navy;mso-fareast-language:   IN"&gt;Hadits No. 1287&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:9;height:48.0pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:48.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;   line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black;mso-fareast-language:   IN"&gt;Dari 'Aisyah r.a: Aku berkata: Wahai Rasulullah, apakah perempuan wajib   berjihad?. Beliau menjawab: "Ya, jihad tanpa ada peperangan di dalamnya,   yaitu haji dan umrah." Riwayat Ibnu Majah dan asalnya dalam kitab   Bukhari. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:48.0pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" valign="top" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:48.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:   auto;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:16.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;   color:black;mso-fareast-language:IN"&gt;َوَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا   قَالَتْ: ( قُلْتُ: يَا رَسُولَ اَللَّهِ ! عَلَى اَلنِّسَاءِ جِهَادٌ? قَالَ:   نَعَمْ جِهَادٌ لَا قِتَالَ فِيهِ, اَلْحَجُّ وَالْعُمْرَةُ ) رَوَاهُ اِبْنُ   مَاجَه وَأَصْلُهُ فِي اَلْبُخَارِيِّ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:   &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:10;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:11;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:navy;mso-fareast-language:   IN"&gt;Hadits No. 1288&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:12;height:72.0pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:72.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;   line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black;mso-fareast-language:   IN"&gt;Abdullah Ibnu Umar Radliyallaahu 'anhu berkata: Ada seseorang menghadap   Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam meminta izin ikut berjihad   (perang). Beliau bertanya: "Apakah kedua orang tuamu masih hidup?".   Ia menjawab: Ya. Beliau bersabda: "Kalau begitu, berjihadlah untuk kedua   orang tuamu." Muttafaq Alaihi. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;   mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:72.0pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" valign="top" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:72.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:   auto;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:16.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;   color:black;mso-fareast-language:IN"&gt;َوَعَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ عَمْرِوٍ   رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: ( جَاءَ رَجُلٌ إِلَى اَلنَّبِيِّ صلى الله   عليه وسلم يَسْتَأْذِنُهُ فِي اَلْجِهَادِ فَقَالَ: ( أَ ) حَيٌّ وَالِدَاكَ? ,   قَالَ: نَعَمْ قَالَ: فَفِيهِمَا فَجَاهِدْ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:13;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:14;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:navy;mso-fareast-language:   IN"&gt;Hadits No. 1289&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:15;height:48.0pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:48.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;   line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black;mso-fareast-language:   IN"&gt;Ahmad dan Abu Dawud juga meriwayatkan hadits serupa dari Abu Said dengan   tambahan: "Pulanglah dan mintalah izin kepada mereka. Jika mereka   mengizinkan, berjihadlah, dan jika tidak, berbaktilah kepada mereka   berdua." &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:48.0pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" valign="top" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:48.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:   auto;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:16.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;   color:black;mso-fareast-language:IN"&gt;َوَلِأَحْمَدَ, وَأَبِي دَاوُدَ: مِنْ حَدِيثِ   أَبِي سَعِيدٍ نَحْوُهُ, وَزَادَ: ( اِرْجِعْ فَاسْتَأْذِنْهُمَا, فَإِنْ   أَذِنَا لَكَ; وَإِلَّا فَبِرَّهُمَا )&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:   &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:16;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:17;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:navy;mso-fareast-language:   IN"&gt;Hadits No. 1290&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:18;height:72.0pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:72.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;   line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black;mso-fareast-language:   IN"&gt;Dari Jarir Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa   Sallam bersabda: "Aku terlepas (tanggung jawab) dari setiap orang muslim   yang tinggal di antara kaum musyrikin." Riwayat Imam Tiga. Sanadnya   shahih. Bukhari lebih menilai sebagai hadits mursal. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:   &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:72.0pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" valign="top" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:72.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:   auto;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:16.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;   color:black;mso-fareast-language:IN"&gt;َوَعَنْ جَرِيرٍ الْبَجَلِيِّ رضي الله   عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( أَنَا بَرِئٌ مِنْ   كُلِّ مُسْلِمٍ يُقِيمُ بَيْنَ اَلْمُشْرِكِينَ ) رَوَاهُ اَلثَّلَاثَةُ   وَإِسْنَادُهُ صَحِيحٌ وَرَجَّحَ اَلْبُخَارِيُّ إِرْسَالَهُ &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:19;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:20;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:navy;mso-fareast-language:   IN"&gt;Hadits No. 1291&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:21;height:48.0pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:48.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;   line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black;mso-fareast-language:   IN"&gt;Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi   wa Sallam bersabda: "Tidak ada hijrah setelah penaklukan kota Mekkah,   tetapi jihad dan niat." Muttafaq Alaihi. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;   mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:48.0pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" valign="top" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:48.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:   auto;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:16.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;   color:black;mso-fareast-language:IN"&gt;َوَعَنْ اِبْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا   قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( لَا هِجْرَةَ بَعْدَ   اَلْفَتْحِ, وَلَكِنْ جِهَادٌ وَنِيَّةٌ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْه&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:22;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:23;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:navy;mso-fareast-language:   IN"&gt;Hadits No. 1292&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:24;height:48.0pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:48.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;   line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black;mso-fareast-language:   IN"&gt;Dari Abu Musa al-Asy'ary bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam   bersabda: "Barangsiapa berperang untuk menjunjung kalimat Allah, maka ia   berada di jalan Allah." Muttafaq Alaihi. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;   mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:48.0pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" valign="top" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:48.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:   auto;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:16.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;   color:black;mso-fareast-language:IN"&gt;َوَعَنْ أَبِي مُوسَى اَلْأَشْعَرِيِّ رضي   الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( مَنْ قَاتَلَ   لِتَكُونَ كَلِمَةُ اَللَّهِ هِيَ اَلْعُلْيَا, فَهُوَ فِي سَبِيلِ اَللَّهِ )   مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;   mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:25;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:26;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:navy;mso-fareast-language:   IN"&gt;Hadits No. 1293&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:27;height:48.0pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:48.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;   line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black;mso-fareast-language:   IN"&gt;Dari Abdullah Ibnu al-Sa'dy bahwa Rasulullah saw bersabda: "Tidak   akan putus hijrah selama musuh masih diperangi." Riwayat Nasa'i. Hadits   shahih menurut Ibnu Hibban. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;   mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:48.0pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" valign="top" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:48.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:   auto;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:16.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;   color:black;mso-fareast-language:IN"&gt;َوَعَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ   اَلسَّعْدِيِّ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم (   لَا تَنْقَطِعُ اَلْهِجْرَةُ مَا قُوتِلَ اَلْعَدُوُّ ) رَوَاهُ النَّسَائِيُّ,   وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;   mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:28;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:29;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:navy;mso-fareast-language:   IN"&gt;Hadits No. 1294&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:30;height:72.0pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:72.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;   line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black;mso-fareast-language:   IN"&gt;Nafi' berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pernah menyerang   banu Mushtholiq ketika mereka sedang lengah. Beliau membunuh orang yang ikut   berperang dan menawan anak buah mereka. Abdullah Ibnu Umar menceritakan hal   itu kepadaku. Muttafaq Alaihi. Di dalamnya disebutkan: Pada saat itu beliau   mendapatkan Juwairiyah. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;   mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:72.0pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" valign="top" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:72.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:   auto;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:16.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;   color:black;mso-fareast-language:IN"&gt;َوَعَنْ نَافِعٍ قَالَ: ( أَغَارُ رَسُولُ   اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم عَلَى بَنِيَّ اَلْمُصْطَلِقِ, وَهُمْ غَارُّونَ,   فَقَتَلَ مُقَاتِلَتَهُمْ, وَسَبَى ذَرَارِيَّهُمْ حَدَّثَنِي بِذَلِكَ عَبْدُ   اَللَّهِ بْنُ عُمَرَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-EG" style="font-size:16.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;   color:black;mso-fareast-language:IN;mso-bidi-language:AR-EG"&gt; وَفِيْهِ :   وَأَصَابَ يَوْمَئِدٍ جُوَيْرِيَةً&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;   mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:31;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:32;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:navy;mso-fareast-language:   IN"&gt;Hadits No. 1295&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:33;height:326.25pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:326.25pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;   line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black;mso-fareast-language:   IN"&gt;Dari Sulaiman Ibnu Buraidah, dari ayahnya, bahwa 'Aisyah Radliyallaahu   'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam jika mengangkat   komandan tentara atau angkatan perang, beliau memberikan wasiat khusus agar   bertaqwa kepada Allah dan berbuat baik kepada kaum muslimin yang   menyertainya. Kemudian beliau bersabda: "Berperanglah atas nama Allah,   di jalan Allah, perangilah orang yang kufur kepada Allah. Berperanglah,   jangan berkhianat, jangan mengingkari janji, jangan memotong anggota badan, jangan   membunuh anak-anak. Jika engkau bertemu musuhmu dari kaum musyrikin, ajaklah   mereka kepada tiga hal. Bila mereka menerima salah satu dari ajakanmu itu,   terimalah dan jangan apa-apakan mereka, yaitu: ajaklah mereka memeluk agama   Islam, jika mereka mau, terimalah keislaman mereka; kemudian ajaklah mereka   berpindah dari negeri mereka ke negeri kaum muhajirin, jika mereka menolak,   katakanlah pada mereka bahwa mereka seperti orang-orang Arab Badui yang masuk   Islam, mereka tidak akan memperoleh apa-apa dari harta rampasan perang dan   fai' (harta rampasan tanpa peperangan), kecuali jika mereka berjihad bersama   kaum muslimin. Bila mereka menolak (masuk Islam), mintalah mereka agar   membayar upeti. Jika mereka menyetujui, terimalah hal itu dari mereka. Lalu,   bila mereka menolak, mintalah perlindungan kepada Allah dan perangilah   mereka. Apabila engkau mengepung penduduk yang berada dalam benteng dan   mereka mau menyerah jika engkau memberikan kepada mereka tanggungan Allah dan   Rasul-Nya, maka jangan engkau lakukan, namun berilah tanggungan kepada   mereka. Karena sesungguhnya jika engkau mengurungkan tanggunganmu adalah   lebih ringan daripada engkau mengurungkan tanggungan Allah. Apabila mereka   menginginkan engkau memberikan keamanan atas mereka berdasarkan hukum Allah,   jangan engkau lakukan. Tetapi lakukanlah atas kebijaksanaanmu sendiri, karena   engkau tidak tahu, apakah engkau tepat dengan hukum Allah atau tidak dalam   menetapkan hukum kepada mereka." Riwayat Muslim. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:   &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:326.25pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" valign="top" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:326.25pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:   auto;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:16.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;   color:black;mso-fareast-language:IN"&gt;َوَعَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ بُرَيْدَةَ,   عَنْ أَبِيهِ قَالَ: ( كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا أَمَّرَ   أَمِيرًا عَلَى جَيْشٍ أَوْصَاهُ بِتَقْوَى اَللَّهِ, وَبِمَنْ مَعَهُ مِنْ   اَلْمُسْلِمِينَ خَيْراً, ثُمَّ قَالَ: اُغْزُوا بِسْمِ اَللَّهِ, فِي سَبِيلِ   اَللَّهِ, قَاتِلُوا مِنْ كَفَرَ بِاَللَّهِ, اُغْزُوا, وَلَا تَغُلُّوا, وَلَا   تَغْدُرُوا, وَلَا تُمَثِّلُوا, وَلَا تَقْتُلُوا وَلِيداً, وَإِذَا لَقِيتَ   عَدُوَّكَ مِنْ اَلْمُشْرِكِينَ فَادْعُهُمْ إِلَى ثَلَاثِ خِصَالٍ,   فَأَيَّتُهُنَّ أَجَابُوكَ إِلَيْهَا, فَاقْبَلْ مِنْهُمْ, وَكُفَّ عَنْهُمْ:   اُدْعُهُمْ إِلَى اَلْإِسْلَامِ فَإِنْ أَجَابُوكَ فَاقْبَلْ مِنْهُمْ ثُمَّ   اُدْعُهُمْ إِلَى اَلتَّحَوُّلِ مِنْ دَارِهِمْ إِلَى دَارِ اَلْمُهَاجِرِينَ,   فَإِنْ أَبَوْا فَأَخْبَرْهُمْ أَنَّهُمْ يَكُونُونَ كَأَعْرَابِ   اَلْمُسْلِمِينَ, وَلَا يَكُونُ لَهُمْ. فِي اَلْغَنِيمَةِ وَالْفَيْءِ شَيْءٌ   إِلَّا أَنْ يُجَاهِدُوا مَعَ اَلْمُسْلِمِينَ. فَإِنْ هُمْ أَبَوْا   فَاسْأَلْهُمْ اَلْجِزْيَةَ, فَإِنْ هُمْ أَجَابُوكَ فَاقْبَلْ مِنْهُمْ, فَإِنْ   أَبَوْا فَاسْتَعِنْ بِاَللَّهِ وَقَاتِلْهُمْ. وَإِذَا حَاصَرْتَ أَهْلَ حِصْنٍ   فَأَرَادُوكَ أَنْ تَجْعَلَ لَهُمْ ذِمَّةَ اَللَّهِ وَذِمَّةَ نَبِيِّهِ, فَلَا   تَفْعَلْ, وَلَكِنْ اِجْعَلْ لَهُمْ ذِمَّتَكَ; فَإِنَّكُمْ إِنْ تُخْفِرُوا   ذِمَمَكُمْ أَهْوَنُ مِنْ أَنَّ تُخْفِرُوا ذِمَّةَ اَللَّهِ, وَإِذَا   أَرَادُوكَ أَنْ تُنْزِلَهُمْ عَلَى حُكْمِ اَللَّهِ, فَلَا تَفْعَلْ, بَلْ   عَلَى حُكْمِكَ; فَإِنَّكَ لَا تَدْرِي أَتُصِيبُ فِيهِمْ حُكْمَ اَللَّهِ أَمْ   لَا ) أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;   mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:34;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:35;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:navy;mso-fareast-language:   IN"&gt;Hadits No. 1296&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:36;height:48.0pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:48.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;   line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black;mso-fareast-language:   IN"&gt;Dari Ka'ab Ibnu Malik Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi   wa Sallam apabila mau mengadakan suatu peperangan, beliau menutupnya dengan   masalah lain. Muttafaq Alaihi. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;   mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:48.0pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" valign="top" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:48.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:   auto;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:16.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;   color:black;mso-fareast-language:IN"&gt;َوَعَنْ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه   ( أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ إِذَا أَرَادَ غَزْوَةً وَرَّى   بِغَيْرِهَا ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;   mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:37;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:38;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:navy;mso-fareast-language:   IN"&gt;Hadits No. 1297&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:39;height:72.0pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:72.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;   line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black;mso-fareast-language:   IN"&gt;Ma'qil Ibnu al-Nu'man Ibnu Muqarrin Radliyallaahu 'anhu berkata: Aku   menyaksikan Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bila tidak berperang   pada permulaan siang, beliau tunda hingga matahari tergelincir, angin   bertiup, dan pertolongan Allah turun. Riwayat Ahmad dan Imam Tiga. Hadits   shahih menurut Hakim dan asalnya dari kitab Bukhari. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:   &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:72.0pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" valign="top" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:72.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:   auto;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:16.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;   color:black;mso-fareast-language:IN"&gt;َوَعَنْ مَعْقِلٍ; أَنَّ اَلنُّعْمَانَ   بْنَ مُقَرِّنٍ قَالَ: ( شَهِدْتُ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا   لَمْ يُقَاتِلْ أَوَّلَ اَلنَّهَارِ أَخَّرَ اَلْقِتَالِ حَتَّى تَزُولَ   اَلشَّمْسُ, وَتَهُبَّ اَلرِّيَاحُ, وَيَنْزِلَ اَلنَّصْرُ ) رَوَاهُ أَحْمَدُ   وَالثَّلَاثَةُ, وَصَحَّحَهُ اَلْحَاكِمُ وَأَصْلُهُ فِي اَلْبُخَارِيِّ &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:40;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:41;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:navy;mso-fareast-language:   IN"&gt;Hadits No. 1298&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:42;height:72.0pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:72.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;   line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black;mso-fareast-language:   IN"&gt;Al-Sho'b Ibnu Jutsamah Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah   Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pernah ditanya tentang penduduk kaum musyrikin   yang diserang pada waktu malam, sehingga membahayakan bagi para istri dan   anak cucu mereka. Beliau bersabda: "Mereka (para istri dan anak cucu)   itu termasuk mereka (kaum musyrikin) juga." Muttafaq Alaihi. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:   &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:72.0pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" valign="top" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:72.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:   auto;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:16.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;   color:black;mso-fareast-language:IN"&gt;َوَعَنْ اَلصَّعْبِ بْنِ جَثَّامَةَ رضي   الله عنه قَالَ: ( سُئِلَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم عَنْ اَلدَّارِ   مِنْ اَلْمُشْرِكِينَ يُبَيِّتُونَ, فَيُصِيبُونَ مِنْ نِسَائِهِمْ   وَذَرَارِيهِمْ, فَقَالَ: هُمْ مِنْهُمْ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:43;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:44;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:navy;mso-fareast-language:   IN"&gt;Hadits No. 1299&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:45;height:48.0pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:48.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;   line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black;mso-fareast-language:   IN"&gt;Dari 'Aisyah Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa   Sallam bersabda kepada seseorang yang menyertai beliau pada waktu perang   Badar: "Pulanglah, aku tidak akan pernah meminta bantuan orang   musyrik." Riwayat Muslim.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;   mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:48.0pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" valign="top" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:48.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:   auto;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:16.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;   color:black;mso-fareast-language:IN"&gt;َوَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ   عَنْهَا; ( أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ لِرَجُلٍ تَبِعَهُ   يَوْمَ بَدْرٍ: اِرْجِعْ فَلَنْ أَسْتَعِينَ بِمُشْرِكٍ ) رَوَاهُ مُسْلِمٌ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:46;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:47;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:navy;mso-fareast-language:   IN"&gt;Hadits No. 1300&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:48;height:48.0pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:48.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;   line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black;mso-fareast-language:   IN"&gt;Dari Ibnu Umar bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pernah melihat   seorang perempuan terbunuh dalam satu peperangannya, lalu beliau menyalahkan   pembunuhan para wanita dan anak-anak. Muttafaq Alaihi. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:   &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:48.0pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" valign="top" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:48.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:   auto;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:16.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;   color:black;mso-fareast-language:IN"&gt;َوَعَنْ اِبْنِ عُمَرَ رَضِيَ اَللَّهُ   عَنْهُمَا; ( أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم رَأَى اِمْرَأَةً   مَقْتُولَةً فِي بَعْضِ مَغَازِيهِ, فَأَنْكَرَ قَتْلَ اَلنِّسَاءِ   وَالصِّبْيَانِ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:   &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:49;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:50;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:navy;mso-fareast-language:   IN"&gt;Hadits No. 1301&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:51;height:48.0pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:48.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;   line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black;mso-fareast-language:   IN"&gt;Dari Samurah bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda:   "Bunuhlah orang-orang musyrik yang tua dan biarkanlah anak-anak muda di   antara mereka." Riwayat Abu Dawud. Hadits shahih menurut Tirmidzi. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:   &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:48.0pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" valign="top" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:48.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:   auto;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:16.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;   color:black;mso-fareast-language:IN"&gt;َوَعَنْ سَمُرَةَ رضي الله عنه قَالَ:   قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( اُقْتُلُوا شُيُوخَ   اَلْمُشْرِكِينَ, وَاسْتَبْقُوا شَرْخَهُمْ ) رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ,   وَصَحَّحَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;   mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:52;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:53;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:navy;mso-fareast-language:   IN"&gt;Hadits No. 1302&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:54;height:48.0pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:48.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;   line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black;mso-fareast-language:   IN"&gt;Dari Ali Radliyallaahu 'anhu bahwa mereka (kaum muslimin) beradu satu   lawan satu pada waktu perang Badar. Riwayat Abu Dawud dalam hadits panjang. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:   &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:48.0pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" valign="top" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:48.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:   auto;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:16.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;   color:black;mso-fareast-language:IN"&gt;َوَعَنْ عَلِيٍّ رضي الله عنه ( أَنَّهُمْ   تَبَارَزُوا يَوْمَ بَدْرٍ ) رَوَاهُ اَلْبُخَارِيُّ وَأَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُدَ   مُطَوَّلاً &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:55;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:56;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:navy;mso-fareast-language:   IN"&gt;Hadits No. 1303&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:57;height:96.0pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:96.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;   line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black;mso-fareast-language:   IN"&gt;Abu Ayyub Radliyallaahu 'anhu berkata: Ayat ini sebenarnya diturunkan   untuk kami golongan Anshor, yaitu firman-Nya (artinya = Dan janganlah kamu   menjatuhkan diri kamu sendiri ke dalam kebinasaan). Abu Ayyub mengucapkan   firman itu sebagai bantahan terhadap orang yang menyalahkan seseorang yang   menyerbu barisan tentara Romawi sehingga masuk di antara mereka. Riwayat Imam   Tiga. Hadits shahih menurut Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:   &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:96.0pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" valign="top" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:96.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:   auto;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:16.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;   color:black;mso-fareast-language:IN"&gt;َوَعَنْ أَبِي أَيُّوبَ رضي الله عنه   قَالَ: إِنَّمَا أُنْزِلَتْ هَذِهِ اَلْآيَةُ فِينَا مَعْشَرَ اَلْأَنْصَارِ,   يَعْنِي:وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى اَلتَّهْلُكَةِ قَالَهُ رَدًّا   عَلَى مَنْ أَنْكَرَ عَلَى مَنْ حَمَلَ عَلَى صَفِ اَلرُّومِ حَتَّى دَخَلَ   فِيهِمْ رَوَاهُ اَلثَّلَاثَةُ, وَصَحَّحَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ, وَابْنُ حِبَّانَ,   وَالْحَاكِمُ &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;   mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:58;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:59;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:navy;mso-fareast-language:   IN"&gt;Hadits No. 1304&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:60;height:48.0pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:48.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;   line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black;mso-fareast-language:   IN"&gt;Ibnu Umar Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa   Sallam pernah membakar dan memotong pohon kurma Banu Nadlir. Muttafaq Alaihi.   &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:48.0pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" valign="top" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:48.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:   auto;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:16.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;   color:black;mso-fareast-language:IN"&gt;َوَعَنْ اِبْنِ عُمَرَ رَضِيَ اَللَّهُ   عَنْهُمَا قَالَ: ( حَرَقَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم نَخْلَ بَنِي   اَلنَّضِيرِ, وَقَطَعَ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:   &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:61;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:62;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:navy;mso-fareast-language:   IN"&gt;Hadits No. 1305&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:63;height:72.0pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:72.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;   line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black;mso-fareast-language:   IN"&gt;Dari Ubadah Ibnu al-Shomit Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah   Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Janganlah engkau berkhianat   (terhadap harta rampasan perang), karena balasan bagi pelakunya ialah api   neraka dan kehinaan di dunia dan akhirat." Riwayat Ahmad dan Nasa'i.   Hadits shahih menurut Ibnu Hibban. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;   mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:72.0pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" valign="top" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:72.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:   auto;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:16.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;   color:black;mso-fareast-language:IN"&gt;َوَعَنْ عُبَادَةَ بْنِ اَلصَّامِتِ رضي   الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( لَا تَغُلُّوا;   فَإِنَّ اَلْغُلُولَ نَارٌ وَعَارٌ عَلَى أَصْحَابِهِ فِي اَلدُّنْيَا   وَالْآخِرَةِ ) رَوَاهُ أَحْمَدُ, وَالنَّسَائِيُّ, وَصَحَّحَهُ ابْنُ حِبَّانَ &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:64;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:65;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:navy;mso-fareast-language:   IN"&gt;Hadits No. 1306&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:66;height:48.0pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:48.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;   line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black;mso-fareast-language:   IN"&gt;Dari 'Auf Ibnu Malik Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi   wa Sallam menetapkan harta rampasan perang itu bagi sang pembunuh. Riwayat   Abu Dawud dan asalnya dalam riwayat Muslim. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;   mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:48.0pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" valign="top" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:48.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:   auto;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:16.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;   color:black;mso-fareast-language:IN"&gt;َوَعَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه   ( أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَضَى بِالسَّلَبِ لِلْقَاتِلِ )   رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَأَصْلُهُ عِنْدَ مُسْلِمٍ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:   &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:67;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:68;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:navy;mso-fareast-language:   IN"&gt;Hadits No. 1307&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:69;height:112.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:112.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;   line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black;mso-fareast-language:   IN"&gt;Dari Abdurrahman Ibnu 'Auf Radliyallaahu 'anhu tentang kisah pembunuhan   Abu Jahal. Ia berkata: Mereka berdua (Mu'awwidz dan Mu'adz) saling berlomba   memancungnya, hingga mereka membunuhnya. Kemudian mereka kembali kepada   Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam dan memberitahukan kepada beliau.   Maka beliau bertanya: "Siapakah di antara kamu berdua yang membunuhnya?   Apakah kalian sudah membersihkan pedang kalian?". Mereka menjawab:   Belum. Perawi berkata: Lalu beliau memeriksa pedang mereka dan bersabda:   "Kalian berdua telah membunuhnya." Kemudian beliau memutuskan bahwa   harta rampasannya untuk Mu'adz Ibnu Amar Ibnu al-Jamuh. Muttafaq Alaihi. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:   &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:112.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" valign="top" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:112.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:   auto;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:16.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;   color:black;mso-fareast-language:IN"&gt;َوَعَنْ عَبْدِ اَلرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ   رضي الله عنه فِي - قِصَّةِ قَتْلِ أَبِي جَهْلٍ - قَالَ: ( فَابْتَدَرَاهُ بِسَيْفَيْهِمَا   حَتَّى قَتَلَاهُ, ثُمَّ انْصَرَفَا إِلَى رَسُولِ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم   فَأَخْبَرَاهُ, فَقَالَ: أَيُّكُمَا قَتَلَهُ? هَلْ مَسَحْتُمَا سَيْفَيْكُمَا ?   قَالَا: لَا قَالَ: فَنَظَرَ فِيهِمَا, فَقَالَ: كِلَاكُمَا قَتَلَهُ, سَلْبُهُ   لِمُعَاذِ بْنِ عَمْرِوِ بْنِ اَلْجَمُوحِ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:70;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:71;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:navy;mso-fareast-language:   IN"&gt;Hadits No. 1308&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:72;height:72.0pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:72.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;   line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black;mso-fareast-language:   IN"&gt;Dari Makhul Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam   memasang alat pelempar batu menghadap ke penduduk Thaif. Riwayat Abu Dawud   dalam hadits-hadits mursal. Para perawinya dapat dipercaya. Hadits maushul   menurut Uqoily dengan sanad lemah dari Ali radliyallahu 'anhu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:   &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:72.0pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" valign="top" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:72.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:   auto;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:16.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;   color:black;mso-fareast-language:IN"&gt;َوَعَنْ مَكْحُولٍ; ( أَنَّ اَلنَّبِيَّ   صلى الله عليه وسلم نَصَبَ اَلْمَنْجَنِيقَ عَلَى أَهْلِ اَلطَّائِفِ )   أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُدَ فِي اَلْمَرَاسِيلِ وَرِجَالُهُ ثِقَاتٌ. وَوَصَلَهُ   الْعُقَيْلِيُّ بِإِسْنَادٍ ضَعِيفٍ عَنْ عَلِيٍّ رضي الله عنه &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:73;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:74;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:navy;mso-fareast-language:   IN"&gt;Hadits No. 1309&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:75;height:72.0pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:72.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;   line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black;mso-fareast-language:   IN"&gt;Dari Anas Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam   memasuki kota Mekkah dengan mengenakan perisai di kepala. Ketika beliau   melepaskannya, ada seseorang datang dan berkata: Ibnu Khathal masih   bergantung pada tirai Ka'bah. Lalu beliau bersabda: "Bunuhlah dia."   Muttafaq Alaihi. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:72.0pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" valign="top" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:72.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:   auto;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:16.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;   color:black;mso-fareast-language:IN"&gt;َوَعَنْ أَنَسٍ رضي الله عنه ( أَنَّ   اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم دَخَلَ مَكَّةَ وَعَلَى رَأْسِهِ اَلْمِغْفَرُ,   فَلَمَّا نَزَعَهُ جَاءَهُ رَجُلٌ, فَقَالَ: ابْنُ خَطَلٍ مُتَعَلِّقٌ   بِأَسْتَارِ اَلْكَعْبَةِ, فَقَالَ: اُقْتُلُوهُ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:76;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:77;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:navy;mso-fareast-language:   IN"&gt;Hadits No. 1310&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:78;height:56.25pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:56.25pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;   line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black;mso-fareast-language:   IN"&gt;Dari Said Ibnu Jubair Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu   'alaihi wa Sallam memerintahkan untuk membunuh tiga orang pada waktu perang   Badar dengan dingin (yaitu dengan mengikat mereka dan memanahnya). Riwayat   Abu Dawud dalam hadits-hadits mursal dan para perawinya dapat dipercaya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:   &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:56.25pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" valign="top" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:56.25pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:   auto;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:16.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;   color:black;mso-fareast-language:IN"&gt;َوَعَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ; ( أَنَّ   رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَتَلَ يَوْمَ بَدْرٍ ثَلَاثَةً صَبْراً )   أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُدَ فِي اَلْمَرَاسِيلِ وَرِجَالُهُ ثِقَاتٌ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:79;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:80;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:navy;mso-fareast-language:   IN"&gt;Hadits No. 1311&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:81;height:72.0pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:72.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;   line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black;mso-fareast-language:   IN"&gt;Dari Imran Ibnu Hushoin Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu   'alaihi wa Sallam pernah menebus dua orang laki-laki muslim dengan seorang   laki-laki musyrik. Riwayat Tirmidzi. Hadits shahih dan asalnya dalam riwayat   Muslim. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:72.0pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" valign="top" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:72.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:   auto;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:16.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;   color:black;mso-fareast-language:IN"&gt;َوَعَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ رضي الله   عنه ( أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَدَى رَجُلَيْنِ مِنْ   اَلْمُسْلِمِينَ بِرَجُلٍ مِنْ اَلْمُشْرِكِينَ ) أَخْرَجَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ   وَصَحَّحَهُ وَأَصْلُهُ عِنْدَ مُسْلِمٍ &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:   &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:82;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:83;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:navy;mso-fareast-language:   IN"&gt;Hadits No. 1312&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:84;height:72.0pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:72.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;   line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black;mso-fareast-language:   IN"&gt;Dari Shahar Ibnu al-Ailah bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam   bersabda: "Sesungguhnya suatu kaum bila mereka masuk Islam, berarti   telah menyelamatkan darah dan harta mereka." Riwayat Abu Dawud dan para   perawinya dapat dipercaya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;   mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:72.0pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" valign="top" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:72.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:   auto;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:16.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;   color:black;mso-fareast-language:IN"&gt;َوَعَنْ صَخْرِ بْنِ اَلْعَيْلَةِ رضي   الله عنه أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ( إِنَّ اَلْقَوْمَ إِذَا   أَسْلَمُوا؛ أَحْرَزُوا دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ ) أَخْرَجَهُ أَبُو   دَاوُدَ, وَرِجَالُهُ مُوَثَّقُونَ &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;   mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:85;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:86;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:navy;mso-fareast-language:   IN"&gt;Hadits No. 1313&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:87;height:72.0pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:72.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;   line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black;mso-fareast-language:   IN"&gt;Dari Jubair Ibnu Muth'im Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu   'alaihi wa Sallam bersabda mengenai para tawanan perang Badar:   "Sekiranya Muth'im Ibnu 'Ady masih hidup, kemudian berbicara kepadaku   tentang pelepasan orang-orang busuk ini, aku akan serahkan mereka kepadanya."   Riwayat Bukhari&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:72.0pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" valign="top" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:72.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:   auto;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:16.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;   color:black;mso-fareast-language:IN"&gt;َوَعَنْ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعَمٍ رضي الله   عنه أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ فِي أُسَارَى بَدْرٍ: ( لَوْ   كَانَ اَلْمُطْعَمُ بْنُ عَدِيٍّ حَيًّا, ثُمَّ كَلَّمَنِي فِي هَؤُلَاءِ   اَلنَّتْنَى لَتَرَكْتُهُمْ لَهُ ) رَوَاهُ اَلْبُخَارِيُّ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:88;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:89;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:navy;mso-fareast-language:   IN"&gt;Hadits No. 1314&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:90;height:72.0pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:72.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;   line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black;mso-fareast-language:   IN"&gt;Abu Said al-Khudry Radliyallaahu 'anhu berkata: Kami mendapatkan beberapa   tawanan yang bersuami pada perang Authas. Para shahabat kesulitan, lalu Allah   menurunkan ayat: (artinya = Wanita-wanita yang bersuami haram untukmu,   kecuali budak-budak yang engkau miliki-ayat). Riwayat Muslim. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:   &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:72.0pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" valign="top" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:72.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:   auto;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:16.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;   color:black;mso-fareast-language:IN"&gt;َوَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ اَلْخُدْرِيِّ رضي   الله عنه قَالَ: ( أَصَبْنَا سَبَايَا يَوْمَ أَوْطَاسٍ لَهُنَّ أَزْوَاجٌ,   فَتَحَرَّجُوا, فَأَنْزَلَ اَللَّهُ تَعَالَى:وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ اَلنِّسَاءِ   إِلَّا مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ) أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:91;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:92;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:navy;mso-fareast-language:   IN"&gt;Hadits No. 1315&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:93;height:72.0pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:72.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;   line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black;mso-fareast-language:   IN"&gt;Ibnu Umar Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa   Sallam pernah mengirim angkatan perang, dan aku termasuk di dalamnya, menuju   Najd. Mereka memperoleh rampasan unta yang banyak. Bagian mereka   masing-masing dua belas unta, di tambah satu unta. Muttafaq Alaihi. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:   &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:72.0pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" valign="top" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:72.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:   auto;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:16.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;   color:black;mso-fareast-language:IN"&gt;َوَعَنْ اِبْنِ عُمَرَ رَضِيَ اَللَّهُ   عَنْهُمَا قَالَ: ( بَعَثَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم سَرِيَّةٍ   وَأَنَا فِيهِمْ, قِبَلَ نَجْدٍ, فَغَنِمُوا إِبِلاً كَثِيرَةً, فَكَانَتْ   سُهْمَانُهُمْ اِثْنَيْ عَشَرَ بَعِيراً, وَنُفِّلُوا بَعِيراً بَعِيراً )   مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;   mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:94;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:95;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:navy;mso-fareast-language:   IN"&gt;Hadits No. 1316&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:96;height:48.0pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:48.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;   line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black;mso-fareast-language:   IN"&gt;Ibnu Umar Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa   Sallam membagi harta rampasan perang Khaibar, dua bagian untuk kuda dan satu   bagian untuk orangnya. Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut Bukhari. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:   &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:48.0pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" valign="top" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:48.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:   auto;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:16.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;   color:black;mso-fareast-language:IN"&gt;َوَعَنْهُ قَالَ: ( قَسَمَ رَسُولُ   اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَوْمَ خَيْبَرَ لِلْفَرَسِ سَهْمَيْنِ,   وَلِلرَّاجِلِ سَهْمًا ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ وَاللَّفْظُ لِلْبُخَارِيِّ &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:97;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:98;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:navy;mso-fareast-language:   IN"&gt;Hadits No. 1317&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:99;height:24.0pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:24.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;   line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black;mso-fareast-language:   IN"&gt;Menurut riwayat Abu Dawud: Beliau membagi untuk orang dan kudanya tiga   bagian, dua bagian untuk kudanya dan satu bagian untuknya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:   &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:24.0pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" valign="top" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:24.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:   auto;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:16.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;   color:black;mso-fareast-language:IN"&gt;َوَلِأَبِي دَاوُدَ: ( أَسْهَمَ لِرَجُلٍ   وَلِفَرَسِهِ ثَلَاثَةَ أَسْهُمٍ: سَهْمَيْنِ لِفَرَسِهِ, وَسَهْماً لَهُ ) &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:100;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:101;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:navy;mso-fareast-language:   IN"&gt;Hadits No. 1318&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:102;height:72.0pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:72.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;   line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black;mso-fareast-language:   IN"&gt;Ma'an Ibnu Yazid berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu 'alaihi   wa Sallam bersabda: "Tidak ada tambahan bagian kecuali setelah   seperlima." Riwayat Ahmad dan Abu Dawud. Hadits shahih menurut Thahawy. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:   &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:72.0pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" valign="top" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:72.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:   auto;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:16.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;   color:black;mso-fareast-language:IN"&gt;َوَعَنْ مَعْنِ بْنِ يَزِيدَ رَضِيَ   اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: ( سَمِعْتَ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم   يَقُولُ: لَا نَفْلَ إِلَّا بَعْدَ اَلْخُمُسِ ) رَوَاهُ أَحْمَدُ , وَأَبُو   دَاوُدَ, وَصَحَّحَهُ اَلطَّحَاوِيُّ &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:   &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:103;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:104;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:navy;mso-fareast-language:   IN"&gt;Hadits No. 1319&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:105;height:72.0pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:72.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;   line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black;mso-fareast-language:   IN"&gt;Habib Ibnu Maslamah Radliyallaahu 'anhu berkata: Aku menyaksikan   Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam memberi tambahan seperempat waktu   berangkat (perang) dan sepertiga waktu pulang. Riwayat Abu Dawud. Hadits   shahih menurut Ibnu al-Jarud, Ibnu Hibban dan Hakim. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:   &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:72.0pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" valign="top" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:72.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:   auto;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:16.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;   color:black;mso-fareast-language:IN"&gt;َوَعَنْ حَبِيبِ بْنِ مَسْلَمَةٍ رضي الله   عنه قَالَ: ( شَهِدْتُ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم نَفَّلَ اَلرُّبْعَ   فِي اَلْبَدْأَةِ, وَالثُّلُثَ فِي اَلرَّجْعَةِ ) رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ,   وَصَحَّحَهُ ابْنُ اَلْجَارُودِ, وَابْنُ حِبَّانَ, وَالْحَاكِمُ &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:106;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:107;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:navy;mso-fareast-language:   IN"&gt;Hadits No. 1320&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:108;height:72.0pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:72.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;   line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black;mso-fareast-language:   IN"&gt;Ibnu Umar Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa   Sallam memberi tambahan khusus kepada sebagian tentara yang beliau kirim,   selain bagian resmi para prajurit. Muttafaq Alaihi. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:   &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:72.0pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" valign="top" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:72.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:   auto;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:16.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;   color:black;mso-fareast-language:IN"&gt;َوَعَنْ اِبْنِ عُمَرَ رَضِيَ اَللَّهُ   عَنْهُمَا قَالَ: ( كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم يُنَفِّلُ بَعْضَ   مَنْ يَبْعَثُ مِنْ اَلسَّرَايَا لِأَنْفُسِهِمْ خَاصَّةً, سِوَى قَسْمِ   عَامَّةِ اَلْجَيْشِ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:   &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:109;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:110;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:navy;mso-fareast-language:   IN"&gt;Hadits No. 1321&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:111;height:48.0pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:48.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;   line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black;mso-fareast-language:   IN"&gt;Ibnu Umar Radliyallaahu 'anhu berkata: Kami pernah memperoleh madu dan   anggur dalam peperangan kami, lalu kami makan dan tidak kami laporkan.   Riwayat Bukhari. Menurut riwayat Abu Dawud: Tidak diambil seperlima darinya.   Hadits shahih menurut Ibnu Hibban. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;   mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:48.0pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" valign="top" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:48.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:   auto;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:16.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;   color:black;mso-fareast-language:IN"&gt;َوَعَنْهُ قَالَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:16.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black;mso-fareast-language:   IN"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:16.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;   color:black;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;   ( كُنَّا نُصِيبُ فِي مَغَازِينَا اَلْعَسَلَ وَالْعِنَبَ , فَنَأْكُلُهُ وَلَا   نَرْفَعُهُ ) رَوَاهُ اَلْبُخَارِيُّ . وَلِأَبِي دَاوُدَ:( فَلَمْ يُؤْخَذْ   مِنْهُمْ اَلْخُمُسُ ) وَصَحَّحَهُ ابْنُ حِبَّانَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:   &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:112;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:113;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:navy;mso-fareast-language:   IN"&gt;Hadits No. 1322&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:114;height:72.0pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:72.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;   line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black;mso-fareast-language:   IN"&gt;Abdullah Ibnu Abu Aufa Radliyallaahu 'anhu berkata: Kami pernah   memperoleh makanan pada waktu perang Khaibar. Ada seseorang datang, lalu   mengambil sekedarnya, kemudian pergi. Riwayat Abu Dawud. Hadits shahih   menurut Ibnu al-Jarud dan Hakim. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;   mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:72.0pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" valign="top" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:72.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:   auto;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:16.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;   color:black;mso-fareast-language:IN"&gt;َوَعَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ أَبِي   أَوْفَى رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: ( أَصَبْنَا طَعَاماً يَوْمَ   خَيْبَرَ, فَكَانَ اَلرَّجُلُ يَجِيءُ, فَيَأْخُذُ مِنْهُ مِقْدَارَ مَا   يَكْفِيهِ, ثُمَّ يَنْصَرِفُ ) أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُدَ, وَصَحَّحَهُ ابْنُ   اَلْجَارُودِ, وَالْحَاكِمُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;   mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:115;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:116;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:navy;mso-fareast-language:   IN"&gt;Hadits No. 1323&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:117;height:96.0pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:96.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;   line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black;mso-fareast-language:   IN"&gt;Dari Ruwaifi' Ibnu Tsabit Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah   Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Barangsiapa beriman kepada   Allah dan hari Akhir, maka janganlah ia mengendarai binatang dari harta   rampasan kaum muslimin, hingga apabila telah kurus ia kembalikan kepadanya;   dan jangan pula ia memakai pakaian dari harta rampasan kaum muslimin, hingga   apabila telah lusuh ia kembalikan lagi kepadanya." Riwayat Abu Dawud dan   Darimy. Para perawinya tidak ada masalah. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;   mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:96.0pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" valign="top" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:96.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:   auto;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:16.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;   color:black;mso-fareast-language:IN"&gt;َوَعَنْ رُوَيْفِعِ بْنِ ثَابِتٍ رضي الله   عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ   بِاَللَّهِ وَالْيَوْمِ اَلْآخِرِ فَلَا يَرْكَبُ دَابَّةً مِنْ فَيْءِ   اَلْمُسْلِمِينَ, حَتَّى إِذَا أَعْجَفَهَا رَدَّهَا فِيهِ, وَلَا يَلْبَسُ   ثَوْباً مِنْ فَيْءِ اَلْمُسْلِمِينَ حَتَّى إِذَا أَخْلَقَهُ رَدَّهُ فِيهِ )   أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُدَ, وَالدَّارِمِيُّ, وَرِجَالُهُ لَا بَأْسَ بِهِمْ &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:118;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:119;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:navy;mso-fareast-language:   IN"&gt;Hadits No. 1324&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:120;height:72.0pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:72.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;   line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black;mso-fareast-language:   IN"&gt;Abu Ubadah Ibnu al-Jarrah Radliyallaahu 'anhu berkata: Aku mendengar   Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Sebagian orang   Muslim boleh menanggung keamanan (seorang kafir) atas nama kaum   muslimin." Riwayat Abu Syaibah dan Ahmad dan dalam sanadnya ada   kelemahan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:72.0pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" valign="top" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:72.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:   auto;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:16.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;   color:black;mso-fareast-language:IN"&gt;َوَعَنْ أَبِي عُبَيْدَةَ بْنِ   اَلْجَرَّاحِ رضي الله عنه قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم   يَقُولُ: ( يُجِيرُ عَلَى اَلْمُسْلِمِينَ بَعْضُهُمْ ) أَخْرَجَهُ ابْنُ أَبِي   شَيْبَةَ, وَأَحْمَدُ, وَفِي إِسْنَادِهِ ضَعْفٌ &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:   &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:121;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:122;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:navy;mso-fareast-language:   IN"&gt;Hadits No. 1325&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:123;height:33.75pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:33.75pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;   line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black;mso-fareast-language:   IN"&gt;Menurut riwayat Thoyalisi dari hadits Umar Ibnu al-'Ash: "Orang   (muslim) yang paling rendah boleh menanggung keamanan (seorang kafir) atas   nama kaum muslimin." &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;   mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:33.75pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" valign="top" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:33.75pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:   auto;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:16.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;   color:black;mso-fareast-language:IN"&gt;َوَلِلْطَيَالِسِيِّ مِنْ حَدِيثِ   عَمْرِوِ بْنِ الْعَاصِ: ( يُجِيرُ عَلَى اَلْمُسْلِمِينَ أَدْنَاهُمْ ) &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:124;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:125;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:navy;mso-fareast-language:   IN"&gt;Hadits No. 1326&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:126;height:48.0pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:48.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;   line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black;mso-fareast-language:   IN"&gt;Dalam Kitab Shahih Bukhari-Muslim dari Ali r.a: "Tanggungan keamanan   orang muslim satu, boleh digunakan oleh orang yang paling rendah di antara   mereka." Ibnu Majah menambahkan dari jalan lain: "Orang muslim yang   paling jauh boleh memberi (jaminan) keamanan atas nama kaum muslimin." &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:   &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:48.0pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" valign="top" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:48.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:   auto;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:16.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;   color:black;mso-fareast-language:IN"&gt;َوَفِي اَلصَّحِيحَيْنِ عَنْ عَلِيٍّ   رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُ قَالَ: ( ذِمَّةُ اَلْمُسْلِمِينَ وَاحِدَةٌ يَسْعَى   ِبهَا أَدْنَاهُمْ ) زَادَ اِبْنُ مَاجَه مِنْ وَجْهٍ آخَرَ: ( يُجِيرُ   عَلَيْهِمْ أَقْصَاهُمْ )&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;   mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:127;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:128;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:navy;mso-fareast-language:   IN"&gt;Hadits No. 1327&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:129;height:24.0pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:24.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;   line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black;mso-fareast-language:   IN"&gt;Dalam Shahih Bukhari-Muslim dari hadits Ummu Hani': "Kami memberi   keamanan kepada orang yang engkau beri keamanan." &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:   &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:24.0pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" valign="top" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:24.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:   auto;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:16.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;   color:black;mso-fareast-language:IN"&gt;َوَفِي اَلصَّحِيحَيْنِ مِنْ حَدِيثٍ أَمِ   هَانِئٍ: ( قَدْ أَجَرْنَا مَنْ أَجَرْتِ ) &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:   &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:130;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:131;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:navy;mso-fareast-language:   IN"&gt;Hadits No. 1328&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:132;height:72.0pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:72.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;   line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black;mso-fareast-language:   IN"&gt;Dari Umar bahwa ia mendengar Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam   bersabda: "Aku benar-benar akan mengeluarkan kaum Yahudi dan Nasrani   dari Jazirah Arab, hingga aku tidak membiarkan kecuali orang muslim."   Riwayat Muslim. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:72.0pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" valign="top" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:72.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:   auto;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:16.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;   color:black;mso-fareast-language:IN"&gt;َوَعَنْ عُمَرَ رضي الله عنه أَنَّهُ   سَمِعَ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ: ( لَأَخْرِجَنَّ   اَلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى مِنْ جَزِيرَةِ اَلْعَرَبِ, حَتَّى لَا أَدَعَ إِلَّا   مُسْلِماً ) رَوَاهُ مُسْلِمٌ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;   mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:133;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:134;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:navy;mso-fareast-language:   IN"&gt;Hadits No. 1329&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:135;height:96.0pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:96.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;   line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black;mso-fareast-language:   IN"&gt;Dari Umar Radliyallaahu 'anhu berkata: Adalah harta benda Banu Nadlir   merupakan hadta rampasan yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya, karena kaum   muslimin tidak memranginya dengan kuda maupun kendaraan lainnya. Harta   rampasan itu khusus untuk Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam yang beliau   belanjakan untuk keluarganya selama setahun, dan sisanya dibelikan kuda dan   persenjataan perang sebagai persiapan perang di jalan Allah. Muttafaq Alaihi.   &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:96.0pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" valign="top" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:96.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:   auto;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:16.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;   color:black;mso-fareast-language:IN"&gt;َوَعَنْهُ قَالَ: ( كَانَتْ أَمْوَالُ   بَنِي اَلنَّضِيرِ مِمَّا أَفَاءَ اَللَّهُ عَلَى رَسُولِهِ, مِمَّا لَمْ   يُوجِفْ عَلَيْهِ اَلْمُسْلِمُونَ بِخَيْلٍ وَلَا رِكَابٍ, فَكَانَتْ   لِلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم خَاصَّةً, فَكَانَ يُنْفِقُ عَلَى أَهْلِهِ   نَفَقَةَ سَنَةٍ, وَمَا بَقِيَ يَجْعَلُهُ فِي اَلْكُرَاعِ وَالسِّلَاحِ, عُدَّةً   فِي سَبِيلِ اَللَّهِ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْه&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:   &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:136;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:137;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:navy;mso-fareast-language:   IN"&gt;Hadits No. 1330&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:138;height:72.0pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:72.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;   line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black;mso-fareast-language:   IN"&gt;Muadz Ibnu Jabal Radliyallaahu 'anhu berkata: Kami berperang bersama   Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pada perang Khaibar. Dalam perang   itu kami memperoleh kambing-kambing, lalu Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa   Sallam membagikan segolongan di antara kami dan sisanya dijadikan sebagai   harta rampasan perang. Riwayat Abu Dawud dan para perawinya tidak ada yang   cacat. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:72.0pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" valign="top" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:72.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:   auto;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:16.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;   color:black;mso-fareast-language:IN"&gt;َوَعَنْ مُعَاذٍ رضي الله عنه قَالَ: (   غَزَوْنَا مَعَ رَسُولِ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم خَيْبَرَ, فَأَصَبْنَا   فِيهَا غَنَمًا , فَقَسَمَ فِينَا رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم   طَائِفَةً, وَجَعَلَ بَقِيَّتَهَا فِي اَلْمَغْنَمِ ) رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ,   وَرِجَالُهُ لَا بَأْسَ بِهِمْ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;   mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:139;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:140;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:navy;mso-fareast-language:   IN"&gt;Hadits No. 1331&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:141;height:72.0pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:72.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;   line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black;mso-fareast-language:   IN"&gt;Dari Abu Rafi' bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda:   "Sesungguhnya aku tidak menyalahi janji dan tidak menahan para   utusan." Riwayat Abu Dawud dan Nasa'i. Hadits shahih menurut Ibnu   Hibban. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:72.0pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" valign="top" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:72.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:   auto;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:16.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;   color:black;mso-fareast-language:IN"&gt;َوَعَنْ أَبِي رَافِعٍ رضي الله عنه   قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( إِنِّي لَا أَخِيسُ   بِالْعَهْدِ, وَلَا أَحْبِسُ اَلرُّسُلَ ) رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ,   وَالنَّسَائِيُّ, وَصَحَّحَهُ ابْنُ حِبَّانَ &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:   &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:142;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:143;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:   normal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:navy;mso-fareast-language:   IN"&gt;Hadits No. 1332&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:144;height:72.0pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:72.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;   line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black;mso-fareast-language:   IN"&gt;Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu   'alaihi wa Sallam bersabda: "Negeri manapun yang engkau datangi, lalu   engkau berdiam di dalamnya, maka bagianmu berada di dalamnya; dan negeri   manapun yang durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya, maka seperlima dari hasilnya   adalah milik Allah dan Rasul-Nya, dan sisanya untukmu." Riwayat Muslim. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:   &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:72.0pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" valign="top" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:72.0pt"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:   auto;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:16.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;   color:black;mso-fareast-language:IN"&gt;َوَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه   أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ( أَيُّمَا قَرْيَةٍ   أَتَيْتُمُوهَا, فَأَقَمْتُمْ فِيهَا, فَسَهْمُكُمْ فِيهَا, وَأَيُّمَا قَرْيَةٍ   عَصَتْ اَللَّهَ وَرَسُولَهُ, فَإِنْ خُمُسَهَا لِلَّهِ وَرَسُولِهِ , ثُمَّ   هِيَ لَكُمْ ) رَوَاهُ مُسْلِم&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;   mso-fareast-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="mso-yfti-irow:145;mso-yfti-lastrow:yes;height:13.5pt"&gt;   &lt;td width="48%" valign="top" style="width:48.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;   height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="2%" style="width:2.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="50%" style="width:50.0%;padding:0cm 0cm 0cm 0cm;height:13.5pt"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:8.0pt;line-height:115%; font-family:&amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;color:black;mso-ansi-language:IN; mso-fareast-language:IN;mso-bidi-language:AR-SA"&gt;Bulughul Maram ve&lt;a name="_GoBack"&gt;&lt;/a&gt;rsi 2.0 © 1429 H / 2008 M Oleh : Pustaka Al-Hidayah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total></item><item><title>HAQIBATUL MUJAHID 3</title><link>http://rumahjihad.blogspot.com/2011/09/haqibatul-mujahid-3.html</link><category>HAQIBATUL MUJAHID</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Mon, 12 Sep 2011 03:41:00 +0300</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4665679130695185505.post-5101094481075276586</guid><description>&lt;a href="https://docs.google.com/document/pubimage?id=16s--yNb4ulXQmbEjYXAqjfmtd45aJoSWRNurby7yaEU&amp;amp;image_id=1IF3KHnyE5T_5ePM10x5ALHwKyf0ZJQ4" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 700px; height: 400px;" src="https://docs.google.com/document/pubimage?id=16s--yNb4ulXQmbEjYXAqjfmtd45aJoSWRNurby7yaEU&amp;amp;image_id=1IF3KHnyE5T_5ePM10x5ALHwKyf0ZJQ4" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:x-large;"&gt;HAQIBATUL MUJAHID 3&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:x-large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Berisi Lebih Dari 4500 Buku Dan Makalah Jihadi Yang Merupakan Karya Lebih Dari 100 Syaikh Dari Kalangan Ahli Ilmu Dan Jihad.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berisi Lebih Dari 30 Karangan Tematik Dalam Berbagai Disiplin Ilmu Yang Penting Bagi Mujahid.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;[Haqibatul Mujahid 3] Penting Bagi Setiap Muwahhid Dan Setiap Mujahid Yang Menginginkan Kejayaan Di Dunia Dan Akhirat.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;DISUSUN OLEH SAUDARA ANDA  AZ-ZUBAIR AL-GHAZI&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kunjungi : &lt;a href="http://mujahidbag.maktoobblog.com/"&gt;http://mujahidbag.maktoobblog.com/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Rambu-Rambu DALAM PERJUANGAN (3)</title><link>http://rumahjihad.blogspot.com/2011/09/syaikh-mujahid-usamah-bin-ladin-rambu.html</link><category>Taujihat Manhajiyah</category><category>Usamah Bin Laden</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Sat, 10 Sep 2011 13:33:00 +0300</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4665679130695185505.post-7559656148341997579</guid><description>Syaikh Mujahid Usamah bin Ladin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Rambu-Rambu&lt;br /&gt;DALAM PERJUANGAN&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qaedoon Group&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok Simpatisan dan Pendukung Mujahidin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul Asli:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taujihat Manhajiyah 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Mujahid Usamah bin Ladin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Publisher:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minbar At Tauhid Wal Jihad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edisi Indonesia:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rambu-Rambu Dalam Perjuangan 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerjemah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abul ‘Abbbas Al Janubi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Publisher:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qaedoon Group&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok Simpatisan dan Pendukung Mujahidin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Atas karunia Alloh ikhwan-ikhwan (saudara-saudara) kalian di situs “Mimbarut Tauhid Wal Jihad” dapat mengeluarkan buku ke-3 dari serial “Taujihat Manhajiyah”. Dan terbitan kali ini --- sebagaimana juga dua terbitan sebelumnya --- merupakan ceramah Syaikh Mujahid Usaamah bin Laadin --- semoga Alloh melindunginya --- yang disampaikan sesaat setelah jatuhnya Darus-Salam (Irak – pent) di tangan para penyembah salib. Dan atas ijin Alloh kami menerbitkannya dengan tampilan baru dengan beberapa tambahan catatan kaki di banyak tempat, dan menunjukkan rujukan ayat dan hadits, dengan berharap semoga Alloh memberikan manfaat dengannya dan semoga menjadi satu batu bata yang baik pada bangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَ حَرِّضِ الْمُؤْمِنِيْنَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hasunglah orang-orang beriman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memohon kepada Alloh semoga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَنْ يَكُفَّ بَأْسَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;… menahan keganasan orang-orang kafir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Alloh itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَشَدُّ بَأْسًا وَأَشَدُّ تَنْكِيْلاً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;… amat besar kekuatan dan amat keras siksanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Sesungguhnya segala puji itu hanya milik Alloh, kami memujinya, memohon pertolongan dan ampunan kepadaNya, dan berlindung kepadaNya dari kejahatan diri kami dan keburukan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Alloh maka tidak ada orang yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang disesatkan oleh Alloh maka tidak ada yang dapat memberi petunjuk kepadanya. Dan saya bersaksi bahwa tidak ada ilaah kecuali Alloh, Yang Maha Esa lagi tidak ada sekutu bagiNya, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَاأَيُّهاَ الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Alloh dengan sebenar-benar taqwa kepadaNya, dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam” (QS. Ali Imron:102).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Amma ba’du&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Dari Usaamah bin Laadin kepada ikhwan dan akhwat dalam kalangan umat Islam secara umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         As Salaamu ‘Alaikum Wa Rohmatulloohi Wa Barokaatuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Suratku kepada kalian ini khusus untuk memotifasi dan terus menerus mengobarkan semangat jihad untuk melawan konspirasi besar yang telah menyerang dan akan terus menyerang umat kita khususnya, yang sebagiannya telah nampak secara nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Seperti penjajahan orang-orang salib atas bantuan orang-orang murtad terhadap Baghdad yang dahulu merupakan Daarul Khilaafah (ibu kota Khilafah)[1] dengan dalih “senjata pemusnah massal” yang diada-adakan[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Begitu pula usaha yang sangat keras untuk menghancurkan masjid Al Aqsho dan memberantas jihad dan mujahidin di Palestina tercinta dengan dalih “Peta Jalan Damai” [3] dan “Kesepakatan Damai Jenif”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Begitu pula dengan serangan-serangan media massa yang dilancarkan oleh orang-orang salib terhadap umat Islam yang nampak sangat jelas sekali, sejelas rencana jahat mereka terhadap umat Islam secara umum dan terhadap penduduk Haromain (Makkah dan Madinah) secara khusus, rencana orang-orang Amerika tersebut juga nampak jelas di dalam pernyataan-pernyataan mereka yang mendesak untuk merubah keyakinan, gaya hidup dan akhlaq kaum muslimin sehingga mereka menjadi orang-orang yang paling toleran --- menurut istilah mereka[4] --- yang disampaikan dengan ungkapan yang jelas, bahwasanya ini semua merupakan perang agama dan ekonomi, mereka ingin menjauhkan manusia dari beribadah kepada Alloh supaya mereka dapat memperbudak mereka, menjajah negara mereka dan menjarah kekayaan mereka, dan lebih mengherankan lagi mereka memaksakan demokrasi dan kebudayaan Amerika dengan menggunakan roket-roket penyihir (propaganda). Oleh karena itu sesungguhnya yang akan terjadi setelah itu akan lebih mengerikan dan lebih pahit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Sesungguhnya penjajahan di Irak ini hanyalah merupakan sebuah episode dari rangkaian kejahatan persekutuan Zionis–Salibis, kemudian setelah itu adalah penjajahan terhadap seluruh negara teluk lainnya sebagai kunci utama untuk menguasai seluruh dunia. Sesungguhnya teluk dan negara sekitarnya merupakan kunci untuk menguasai dunia menurut pandangan negara-negara besar karena di sanalah tempat tambang minyak terbesar di dunia[5]. Dengan demikian maka penjajahan Baghdad hanyalah merupakan satu langkah pelaksanaan program yang telah ditetapkan oleh Amerika sebelumnya. Dengan demikian negara-negara Timur Tengah merupakan target lama dan pada hari ini juga menjadi target, dan dia akan tetap menjadi target pada masa mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Lalu apakah yang telah kita persiapkan untuk menghadapinya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Dan serangan persekutuan zionis salibis terhadap umat Islam hari ini, merupakan serangan yang paling berbahaya dan paling ganas secara mutlak dan ia mengancam agama dan dunia seluruh umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Bukankah Bush telah mengatakan: “… sesungguhnya perang ini adalah perang salib…”[6] dan bukankah ia juga mengatakan: “… sesungguhnya perang ini akan memakan waktu yang sangat lama dan menargetkan 60 negara…”[7]. Bukankah negara-negara Islam itu kurang lebih 60 negara?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Apakah kalian tidak melihat? Bukankah mereka telah mengatakan bahwa mereka ingin merubah ideologi Timur Tengah yang senantiasa menebarkan kebencian terhadap orang Amerika ?!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Sesungguhnya yang mereka maksud dengan ideologi itu adalah Islam dengan jihad sebagai puncaknya sebelum yang lainnya, karena mereka paham bahwa mereka tidak akan dapat menikmati harta kekayaan kita dan bumi kita selama kita masih sebagai muslim dan mujahid. Oleh karena itu renungkanlah !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Wahai kaum muslimin:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Sesungguhnya permasalahan ini sangat bahaya dan bencana ini sangat besar, dan demi Alloh sesungguhnya saya ingin menyelamatkan agama dan dunia kalian. Bagaimana tidak? Sedangkan kalian adalah saudara-saudaraku seagama, dan keluargaku seketurunan, dan seorang penunjuk jalan itu tidak akan membohongi keluarganya.         Oleh karena itu pinjamkanlah kepadaku pendengaran dan hati kalian untuk mempelajari sepurtar bencana yang dahsyat ini. Lalu bagaimana jalan keluar dari bencana yang sangat besar ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Untuk berbicara masalah ini saya katakan sebagaimana yang dikatakan oleh Nabi Syu’aib AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنْ أُرِيدُ إِلاَّ اْلإِصْلاَحَ مَااسْتَطَعْتُ وَمَاتَوْفِيقِي إِلاَّ بِاللهِ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufiq bagiku melainkan dengan (pertolongan) Alloh. Hanya kepada Alloh aku bertawakal dan hanya kepadaNyalah aku kembali”. (Huud: 88)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memohon pertolongan dan bertawakal kepada Alloh dan menyambut perintahNya, yang memerintahkan agar kita tidak takut dengan celaan orang yang mencela. Dengan senantiasa berusaha untuk menjaga kejujuran, terang-terangan dalam menyampaikan kebenaran dan mencari ridlo Khooliq (sang pencipta) meskipun semua makhluq marah. Karena ajal kita akan berakhir sampai waktu yang telah ditentukan dan rizqi kita berada di langit, lalu kenapa kita takut untuk mengatakan dan membela kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Dan tidak ada yang berpangku tangan untuk membela kebenaran ketika jihad itu hukumnya fardlu ‘ain, kecuali orang yang merugi, bodoh dan terhalang untuk meraih kebaikan yang sangat besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Berdasarkan itu maka saya katakan: bahwasanya langkah pertama untuk keluar dari ketersesatan ini adalah kembali kepada Alloh Subhaanahu Wata’ala, memohon ampun dan bertaubat kepadaNya dari segala dosa, dengan taubat yang sebenar-benarnya, dan mengikuti petunjuk Al Qur-anul ‘Adzim dan Sunnah NabiNya yang mulia shollallohu 'alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Selain itu kita juga harus mencari penyebab utama penyelewengan dari jalan yang lurus dari intern. Dan mencari kekuatan yang sangat berperan dalam penyelewengan ini. Dan dengan tanpa susah payah kita akan dapatkan bahwa yang paling menonjol adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.         Para umaro’ (pemimpin)[8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.        Para ulama’ dan khuthoba’ (juru dakwah) yang jahat[9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.        Para qiyaadah (pemimpin) ‘amal islaamiy (perjuangan Islam) yang cenderung kepada orang-orang dholim[10]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.        Para petugas media massa yang membela negara dan orang-orang yang mengikuti jejak mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Dan kenyataan yang pahit adalah sesungguhnya para penguasa itu telah berhasil menyesatkan dan menipu semua model manusia di atas. Kemudian mereka bungkam orang-orang yang menolak --- kecuali orang-orang yang dirahmati Alloh ---.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Dan oleh karena Al Qur’an dan As Sunnah mengajarkan kejujuran dan memisahkan antara yang haq (benar) dan yang batil (salah), agar manusia tidak bingung lalu tersesat dari jalan yang lurus. Alloh berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلاَ تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan janganlah kamu campur adukkan yang haq dengan yang batil, dan janganlah kamu sembunyikan yang haq itu sedang kamu mengetahui. (Al Baqoroh: 42)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Dan untuk menghindari pencampuradukkan antara yang haq dengan yang bathil ini, kita harus menyebut segala permasalahan itu sesuai dengan nama yang sebenarnya, dan menyatakannya dengan lafadz syar’inya, lebih-lebih ketika kita berbicara tentang kekuatan yang berperan dalam perjalanan menyelewengnya umat ini, supaya kita mudah untuk membuat persepsi yang benar terhadap mereka dan aktivitas mereka, sehingga kita mudah untuk memahami cara bersikap dengan mereka karena menghukumi sesuatu itu merupakan cabang dari persepsi terhadap sesuatu tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Atas dasar itu, maka sesungguhnya penamaan yang syar’iy terhadap penguasa yang menjalankan hukum dengan selain hukum yang diturunkan oleh Alloh dan dia berjalan di atas ajaran selain ajaran Alloh ta'ala atau dia memberikan bantuan orang-orang kafir dengan alasan apapun, seperti memberikan sarana-sarana militer atau dengan cara mau melaksanakan resolusi-resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terhadap Islam dan umatnya, penamaan yang syar’iy terhadap mereka itu adalah kafir lagi murtad[11].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Selain itu, kekuatan-kekuatan yang memberikan bantuan kepada thoghut tersebut, yang dengan kesadaran dan tanpa ada paksaan (ikrooh) mereka juga mempunyai peran dalam terjadinya kedholiman tersebut, masing-masing sesuai dengan perbuatannya.[12]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Oleh karena itu saya menyerukan kepada semua gerakan Islam (Al ‘Amal Al Islaamiy) agar mereka memecat qiyaadah (pemimpin) mereka yang cenderung kepada orang-orang dholim kemudian mengangkat qiyaadah (pemimpin) yang kuat dan dapat dipercaya, yang melaksanakan kewajibannya dalam kondisi yang kritis ini, untuk membela umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Dan adapun para petugas media massa yang mengolok-olok syiar (ajaran) Islam --- seperti jihad dan syi’ar-syi’ar yang lainnya --- mereka itu adalah orang-orang zindiiq[13] lagi murtad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Itu semua tadi berkenaan dengan kekuatan-kekuatan yang paling penting yang berperan dalam membelokkan perjalanan kita dari intern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Adapun kalau berbicara tentang cara untuk melawan kekuatan-kekuatan yang menyerang dari ekstern, hal itu mengharuskan kita untuk melihat perang-perang salib yang menyerang negara-negara kita dahulu, supaya kita dapat mengambil pelajaran untuk kita gunakan dalam melawan serangan sekarang ini. Dan membuat persepsi yang benar tentang faktor-faktor terpenting dalam serangan-serangan tersebut, serta bagaimana perlawanan itu dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Maka saya katakan: sesungguhnya penjajahan yang dilakukan oleh orang-orang Barat terhadap negara kita, baik dulu maupun sekarang, adalah sama saja. Dan pertarungan antara kita dan mereka, saling menanduk dan mematahkan tanduk, telah terjadi sejak berabad-abad, dan akan terus berlanjut karena sunnatut tadaafu’ (tabiat pertarungan) antara haq dan bathil itu akan terus berlangsung sampai hari Qiyamat. Dan kebaikan sebuah negara dan manusia itu tergantung pada pelaksanaannya terhadap sunnah tersebut. Alloh ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَوْلاَ دَفْعُ اللهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَّفَسَدَتِ اْلأَرْضُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya Alloh tidak menolak (keganasan) sebahagian manusia dengan sebahagian yang lain, pastilah rusak bumi ini. (QS. Al Baqoroh:251).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ahli tafsir mengatakan maksudnya adalah kalau bukan karena perlawanan yang dilakukan oleh orang-orang beriman dengan cara memerangi orang-orang kafir, niscaya orang-orang kafir akan berkuasa dan bumi ini akan rusak lantaran ulah mereka[14]. Oleh karena itu camkanlah sunnatut tadaafu’ (tabiat pertarungan) ini dan tidak ada pembicaraan dengan para penjajah kecuali dengan senjata.[15]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Dan dengan melihat tabiat peperangan yang terjadi antara kita dan barat, yang telah menyerang negara-negara kita sejak lebih dari 2500 th, kita dapatkan mereka itu tidak mempunyai agama yang lurus dan akhlaq yang baik. Motivasi mereka hanyalah merampas dan mencaplok, sehingga nenek moyang kita di Syam (sekarang ini Yordan, Syiria dan Palestina – pent) berada di bawah penjajahan mereka lebih dari 10 abad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Dan kita tidak mampu mengalahkan mereka kecuali setelah diutusnya Nabi kita shollallohu 'alaihi wa sallam lalu kita berpegang teguh dengan agama kita secara benar yang kemudian mengembalikan jati diri dan identitas orang Arab. Maka beliaupun membebaskan dari belenggu jahiliyah[16] lalu menyinari hati dan akalnya dan meledakkan potensinya. Ketika itulah tidak ada seorangpun yang mampu melawan brigade iman, baik orang Arab maupun orang selain Arab (‘Ajam) dan semuanya berjatuhan mendengar pekikan “Allohu Akbar”. Persi, Tartar, Turki, Romawi dan Barbar. Ketika komando dunia berada di tangan kita, kita selamatkan mereka dari peribadahan kepada manusia menuju peribadahan kepada Robbnya manusia Subhaanahu Wata’alaa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Kemudian berpegang kita kepada ajaran agama kita melemah, dan para penguasa kita rusak, maka kitapun terjangkit penyakit “wahn” (kelemahan) maka bangsa Romawipun kembali menyerang kita beberapa abad kemudian, dengan perang Salib yang terkenal itu, sampai akhirnya mereka mengambil alih masjid Al Aqsho dari tangan kita. Akan tetapi setelah 90 th kekuatan kita kembali, karena kita kembali kepada agama kita. Maka kitapun dapat merebut kembali masjid Al Aqsho atas karunia Alloh[17] melalui tangan seorang komandan yang bijaksana dan dengan menggunakan manhaj (metode) yang lurus, yaitu komandan Sholaahud Diin --- semoga Alloh merahmatinya[18] ---. Sedangkan manhajnya adalah Islam dengan jihad fii sabiilillaah sebagai puncaknya[19]. Inilah yang hari ini harus kita usahakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Dan begitulah keadaan kita hari ini, seluruh negara di dunia Islam tidak dapat kita bebaskan dari penjajahan orang-orang salib secara militer kecuali dengan mengangkat bendera jihad fii sabiilillah, yang pada hari ini barat tengah berusaha untuk menghapusnya dengan memperburuk citranya, dan dengan cara membunuh orang-orang yang membawa bendera jihad dengan dalih “Perang Melawan Teror”, dalam hal ini mereka dibantu oleh orang-orang munafiq, karena mereka memahami betul bahwa jihad adalah kekuatan yang paling efektif untuk menghancurkan konspirasi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Inilah jalan keluar (solusi) itu, oleh karena itu tempuhlah. Karena jika kita mencari cara untuk melawan mereka dengan selain Islam niscaya kita akan mengalami kegagalan sebagaimana pengalaman kita yang sudah-sudah, dan keadaan kita akan seperti bangsa Ghossan. Dulu ada seorang dari pembesar mereka yang menjadi perwira keamanan (polisi) untuk negara Romawi, meskipun ia disebut dengan sebutan “Raja”, yang diberi tugas untuk menjaga kepentingan-kepentingan mereka, hal itu dilakukan dengan cara membunuh saudara-saudara mereka dari jazirah Arab[20]. Dan beginilah keadaan bangsa Ghossan baru ‘ yaitu para penguasa Arab hari ini[21] .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Wahai umat Islam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Jika kalian tidak hukum mereka karena dosa yang mereka perbuat di Al Quds (Palestina) dan ‘Ardlur Rofidain (daerah di sekitar sungai Tigris dan Eufrat) niscaya mereka akan menghukum kalian karena dosa kalian membiarkan mereka, dan niscaya mereka merampas Ardlul Haromain (Makkah dan Madinah) dari tangan kalin. Pada hari ini Baghdad, besok Riyadl dan seterusnya --- kecuali Alloh berkehendak lain --- Hasbunalloh wa ni’mal wakiil (hanya Alloh sajalah yang mencukupi kita, dan Alloh adalah sebaik-baik pelindung).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Lalu bagaimana caranya untuk mengakhiri kegelapan yang mencekam ini? Mungkin kalian masih ingat bahwa umat Islam selama beberapa puluh tahun yang lalu telah melakukan berbagai usaha untuk melawan persekutuan zionis - salibis dalam rangka membebaskan Palistina. Dan telah lama berjalan di atas agama-agama (ideologi-ideologi) buatan manusia yang banyak tersebar di Timur Tengah, seperti : nasionalisme[22], sosialisme, komunisme[23], demokrasi[24] dan lain-lain yang dijalankan di negara-negara yang berbentuk Republik dan negara-negara yang berbentuk kerajaan yang akhirnya semua itu terbukti --- tidak meragukan lagi --- tunduk kepada persekutuan salibis – zionis, yang dipimpin Amerika, dan orang-orang telah bangkit dan berusaha untuk melawannya akan tetapi mereka berjalan di belakangnya, maka hasilnya adalah kembali lagi ke titik nol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Maka marilah kita hentikan perjalanan menuju fatamorgana ini, dan mari kita hentikan permainan terhadap akal orang-orang yang cerdas ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Dan dalam keadaan yang sangat kritis ini, sebagian para penyeru ishlaah (reformasi) berpendapat, bahwa kita sangat memerlukan untuk menyatukan seluruh kekuatan bangsa, baik kekuatan massa maupun kekuatan lembaga-lembaga resmi, kemudian kekuatan seluruh pemerintah hendaknya bersatu dengan rakyatnya di seluruh lapisannya dan seluruh personalnya, semuanya sesuai dengan yang dibutuhkan untuk melawan serangan yang dilancarkan oleh persekutuan salibis-zionis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Akan tetapi pertanyaan yang muncul adalah apakah negara yang berada di dunia Islam ini mempunyai kelayakan untuk melaksanakan kewajiban ini? Untuk mempertahankan Islam dan umat Islam? Dan mampu melepaskan wala’ (loyalitas) nya kepada Amerika?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Maka  marilah kita melihat sejarah pemerintah-pemerintah tersebut dalam menangani problematika umat, supaya kita dapat memahami kebijakan-kebijakan politik yang mereka gunakan, supaya mereka tidak menemui jalan buntu bersama kita. Dan supaya mereka tidak mengulangi kesalahan yang telah mereka lakukan selama beberapa puluh tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: Sikap mereka terhadap orang-orang salib pada Perang Dunia I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Ketika kaum salibis menyerang dunia Islam dan hendak menumbangkan Daulah Utsmaniyah, para penguasa tersebut memisahkan diri dari Daulah ‘Utsmaaniyyah dan memecah belah Jamaa’atul Muslimiin. Dan mereka berperan aktif dalam memerangi Daulah ‘Utsmaniyah tersebut yang mengakibatkan tumbangnya daulah tersebut di tangan penjajah salibis, lalu dibagi-bagi daulah tersebut menjadi 50 negara lebih. Sedangkan yang mempunyai peran utama dalam pengkhianatan itu adalah Raja ‘Abdul ‘Aziz dari keluarga Sa’ud, dan Syarif Husain dan anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua : Problematika Palestina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Sesungguhnya sikap yang diambil oleh para penguasa tersebut terhadap permasalahan inti ini, sejak 9 dasa warsa yang lalu adalah mengikat perjanjian dengan Inggris untuk mengizinkan Yahudi untuk mendirikan sebuah negara di bumi Palestina, kemudian mereka menterlantarkan penduduk Palestina, bahkan mereka melakukan penipuan berkali-kali dengan menyerukan kepada penduduk Palestina agar meletakkan senjata. Dan yang paling menonjol adalah usaha yang dilakukan oleh Raja ‘Abdul ‘Aziiz, keluarga Sa’uud, untuk mengulur-ulur masalah ini. Kemudian ketika sebuah organisasi zionis, atau yang dikenal dengan “Perserikatan Bangsa-Bangsa” mengeluarkan sebuah Resolusi untuk membagi wilayah Palestina dan mendirikan sebuah negara Yahudi di sana, ketika itu para penguasa Arab tidak bergeming sedikitpun, bahkan mereka tetap menjadi anggota organisasi tersebut sampai hari ini, dan tidak ada usaha yang dilakukan untuk menyelesaikan problem itu kecuali dengan menunjukkan sikap-sikap yang memalukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Ketika negara Yahudi telah berdiri selama setahun setelah resolusi pembagian wilayah tersebut, berkecamuklah sebuah perang sandiwara. Kemudian tidak lama kemudian para penguasa negara-negara Arab itu menandatangani gencatan senjata (perjanjian damai sementara) atas perintah Amerika, yang setahun kemudian Amerika menuntut mereka untuk melakukan perdamaian abadi. Dan begitulah mereka hampir saja mengubur Palestina dan penduduknya hidup-hidup, akan tetapi Alloh menyelamatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Kemudian konspirasi terus berlanjut melalui Konferensi Madrid dan konferensi-konferensi selanjutnya. Dan usaha untuk mematikan intifaadloh pertama pun terus berlanjut. Kemudian pada konferensi “Syaromasy Syaikh” pada tahun 1416 H yang bertepatan dengan tahun 1996 M, mereka menyokong orang-orang Yahudi dan Nasrani melawan orang-orang lemah dari keluarga kita di Palestina. Kemudian Kesepakatan Beirut yang berisi pengakuan terhadap Yahudi dan sebagian besar dari wilayah Palestina yang mereka jajah di bumi Palestina. Dan yang terakhir adalah konspirasi “Peta Jalan Damai” dan di sela-sela konspirasi tersebut mereka membagi-bagi uang kepada penduduk Palestina. Hal ini bagaikan menaburkan abu ke mata. Karena sejarah dan kenyataan selama 9 dasawarsa yang lalu membuktikan, bahwa mereka tidak bisa mengembalikan sedikitpun wilayah Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Namun yang lebih mencengangkan dan lebih membingungkan adalah sikap para penguasa tersebut terhadap keluarga-keluarga Mujahidin yang melakukan ‘Amaliyyah Istisyhaadiyyah (aksi bom bunuh diri), keluarga-keluarga tersebut menunggu-nunggu kebaikan para penguasa tersebut namun justru mereka datang dengan membawa kejahatan. Mereka tidak hanya sekedar membinasakan keluarga-keluarga tersebut, lebih dari itu mereka melakukan sesuatu yang lebih keras dan lebih menyakitkan. Lihatlah keluarga-keluarga tersebut, lihatlah kepada setiap wanita dari akhwat-akhwat kita yang janda, di antara mereka ada yang suaminya mati di tangan orang-orang Yahudi, ada yang anaknya menjual nyawanya untuk kepentingan Islam dan untuk mempertahankan wilayah Islam dengan harga yang murah. Lalu datanglah tentara-tentara Yahudi, setelah mereka dibiarkan oleh para pemilik tahta dan pasukan (para penguasa Arab), untuk menebarkan kerusakan di bumi Al-Quds (Palestina) dan menghancurkan ladang dan keturunan. Seorang wanita muslimah, mereka keluarkan dari rumahnya ke jalan dengan kasar, lalu rumah itu mereka robohkan dengan segala yang ada di dalamnya, tanpa memberikan kesempatan kepada wanita tersebut untuk mengambil hartanya yang cuma sedikit, lalu nampaklah kebingungan dari raut muka wanita tersebut di sepanjang jalan, air matapun mengalir sambil menggandeng anak-anaknya yang masih kecil yang merupakan anak-anak seorang syahid --- begitulah menurut pengetahuan kami dan hanya Alloh saja yang tahu ---.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Ia tidak tahu akan pergi ke mana, dan ke mana dia akan berjalan lantaran banyaknya bencana yang menimpanya, akan tetapi atas karunia Alloh, ada beberapa orang dari negeri Haromain (Makkah dan Madinah) dan dari negeri yang lainnya yang memiliki hati penyayang, mereka mengirimkan sebagian zakat mereka untuk para janda dan anak-anak yatim tersebut  yang dapat meringankan beban mereka. Namun tiba-tiba seorang Raja yang jahat, kejam jawwaadz[25] dan sombong, Raja ‘Abdul ‘Aziz, melarang para muhsinin (dermawan) untuk mengirimkan harta mereka sehingga aktivitas tersebut terhenti. Hati macam apa ini, yang melarang aktivitas tersebut? Apakah ini hati manusia? Atau hati itu diambil dari sebongkah batu? Kejahatan apa ini?! Yang melarang beberapa dirham uang untuk disampaikan kepada para janda, anak-anak Yatim dan orang-orang miskin. Lalu bagaimana kita akan mengharapkan kebaikan atau mengharapkan pembelaan negara dan bangsa dari orang-orang yang berhati keras seperti mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Setelah itu, semua orang-orang munafiq, yang menjadi penyembah dirham dan dinar menganggap, bahwa mereka itu adalah wulaatul amri (pemimpin) kita dan mereka akan membela kita!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Jika anda heran dengan hal ini, maka lebih mengherankan lagi beberapa penyeru ishlaah (reformasi) yang berpendapat bahwa jalan untuk reformasi dan pembelaan terhadap negara dan manusia adalah melalui para penguasa murtad tersebut[26]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Maka saya katakan kepada para penyeru ishlaah (reformasi) itu: jika kalian memang benar-benar mempunyai ‘udzur (alasan) untuk tidak berjihad, namun ‘udzur itu tidak bisa kalian jadikan alasan untuk bersikap condong kepada orang-orang dholim, sehingga kalian akan menanggung dosa kalian dan dosa orang-orang yang kalian sesatkan. Maka takutlah kepada Alloh atas diri kalian dan takutlah kalian kepada Alloh atas umat kalian. Dan sesungguhnya Alloh Maha Kaya yang tidak membutuhkan mudaahanah (kompromi) kalian terhadap para thoghut untuk memenangkan dien (agama) Nya. Dan Alloh telah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَلاَ تُطِعِ الْمُكَذِّبِينَ {8} وَدُّوا لَوْ تُدْهِنُ فَيُدْهِنُونَ {9}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka janganlah kamu turuti orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Alloh). Maka mereka menginginkan supaya kamu bersikap lunak lalu mereka bersikap lunak (pula kepadamu). (Al Qolam: 8-9)[27]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sungguh seseorang itu lebih baik berada di atas kebenaran yang paling rendah daripada berada di atas kebathilan yang paling tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Sesungguhnya negara-negara teluk telah mengakui atas ketidak mampuan mereka, baik dengan bahasa lisan maupun bahasa sikap, untuk melawan tentara Irak, lalu mereka meminta bantuan terhadap orang-orang salib --- yang dipimpin oleh Amerika --- sebagaimana yang telah diketahui semua orang[28]. Lalu bagaimana mungkin mereka akan mampu untuk menghadapi Amerika dan tentara Irak yang pada hari ini dilatih oleh militer di bawah pengawasan Amerika ?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Sesungguhnya keputusan yang diambil oleh “Jabir Ash Shobah” dan orang-orang yang mengikutinya pada saat Irak menyerang Kuwait, ketika mereka membiarkan penopang mereka ditiup angin, ini merupakan keputusan yang kuat yang akan diambil oleh seluruh penguasa negara teluk, jika tidak ada kesepahaman dengan Amerika supaya mereka lengser dari singgasana mereka sekarang, dan mereka akan diberi tugas lain untuk menipu orang-orang awam dan untuk menjaga kepentingan Amerika, dan hendaknya mereka menjaga agar mereka tidak bertanya tentang minyak dan hasilnya sebagaimana antek-antek di dewan pemerintahan transisi di Irak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Kemudian yang memperkuat bukti bahwa mereka itu kalah mental dan tunduk kepada penjajah, serta bagaimana mereka berinteraksi dengannya, adalah mereka menerima para anggota dewan pemerintahan transisi tersebut dan bekerjasama dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Ringkasnya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Sesungguhnya pemerintah negara-negara Arab tersebut telah membantu dan menyokong Amerika dalam memerangi negara-negara Arab. Antara mereka dengan Amerika telah terikat perjanjian untuk melakukan sistem pertahanan bersama. Pemerintah negara-negara Arab tersebut telah mempertegas perjanjian tersebut beberapa hari sebelum serangan Amerika pada “Konferensi Liga Arab” yang kemudian dilanggar dengan dalam waktu yang sangat singkat. Hal ini memperjelas sikap negara-negara tersebut terhadap problem umat Islam yang mendasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Sesungguhnya organisasi tersebut (Liga Arab) sangat plin-plan dalam mengambil sikap terhadap penggunaan kekuatan dan penyerangan terhadap Irak. Pada satu kesempatan mereka menolak untuk ikut serta secara mutlak dan pada kesempatan lain mereka mendukung jika direstui oleh “PBB” kemudian kembali lagi ke pendapatnya yang pertama. Dan sebenarnya ketidakikutsertaannya itu muncul berdasarkan kepentingan intern negara-negara tersebut, namun mereka akhirnya menyerah dan tunduk kepada tekanan Amerika. Dan mereka membuka pangkalan-pangkalan militer angkatan darat, angkatan udara dan angkatan laut, sebagai andil mereka dalam penyerangan. Meskipun hal itu akan menimbulkan akibat-akibat yang besar dan berbahaya, dan di antaranya yang paling utama adalah; bahwa hal itu merupakan perbuatan yang membatalkan Islam, dan merupakan pengkhianatan besar terhadap umat Islam, dan dampak-dampak lain yang menyertainya, seperti kemarahan rakyat, dan membuat keadaan lebih kondusif untuk memberontak negara-negara yang lemah, pengkhianat dan murtad tersebut.      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Dan yang lebih penting dan lebih berbahaya menurut pandangan mereka adalah, jangan sampai membuka pintu peluang untuk menggulingkan pemerintahan diktator dengan menggunakan kekuatan senjata dari luar, khususnya setelah mereka melihat ditawannya kawan seperjuangan mereka dahulu lantaran ia berkhianat dan menjadi antek Amerika[29]. Ketika Amerika memerintahkan untuk menyalakan api perang teluk pertama melawan Iran karena Iran telah membangkang dan tidak mau mentaatinya. Maka peperanganpun menghancurkan segala sesuatu yang menyebabkan negara-negara Timur Tengah masuk ke dalam kegelapan yang belum berakhir sampai hari ini[30]. Adapun peperangan-peperangan yang menyusul setelah itu hanyalah merupakan dampak dari Perang Teluk I.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Maka sesungguhnya mereka memahami bahwa kedepannya merekalah yang berperan, sedangkan mereka tidak mempunyai keinginan untuk mengambil keputusan yang sulit untuk melawan serangan. Apalagi mempunyai kekuatan materi untuk itu --- menurut pandangan mereka --- karena mereka dihalangi untuk membentuk kekuatan militer yang besar karena mereka telah diambil janji &amp;amp; sumpahnya secara rahasia sejak lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Dan di antara yang memperjelas sikap mereka terhadap problematika umat adalah apa yang telah mereka lalukan berupa memberikan bantuan kepada Amerika dengan membuka pangkalan-pangkalan militer mereka sebagai andil mereka bersama Amerika dalam Perang Salib terhadap Afghanistan. Dan tidak samar lagi bahwa bantuan dan dukungan ini jelas-jelas diberikan kepada orang-orang kafir untuk memerangi Daulah Islamiyah (negara Islam) dan itu adalah kufur akbar yang mengeluarkan dari millah (Islam)[31].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Dan mungkin di antara sikap-sikap nyata dan jelas, yang menunjukkan sikap para penguasa negara-negara teluk ketika mereka menghadapi tekanan Amerika untuk menyerahkan daerah-daerah minyak kepada Amerika, adalah sokongan mereka secara bersama-sama, yang disebut dengan “Kesepakatan Zaid”[32] di mana mereka menuntut Saddam untuk menyerahkan Irak, menyerahkan rakyatnya, dan menyerahkan minyaknya sebagai rampasan perang dingin dan supaya ia melepaskan kekuasaannya. Untuk itu mereka akan menjamin suaka politik kepadanya dengan alasan untuk menghindari pertumpahan darah di Irak. Prinsip semacam ini ditegaskan berkali-kali oleh “Sa’uud Al Faishol” dengan tanpa rasa malu. Prinsip semacam ini --- juga prinsip-prinsip sebelumnya --- jelas menunjukkan bahwa para penguasa negara teluk itu apabila ditekan oleh Amerika, yang ingin menguasai daerah-daerah minyak, mereka akan mengulangi sikap yang sama, dan termasuk di antara mereka itu adalah para penguasa Riyadh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Dan diantara bukti yang paling jelas yang menunjukkan sikap para penguasa terhadap perlawanan melawan serangan ini adalah sama dengan sikap pembesar mereka, ketika jazirah Arab merintih di bawah rantai tank-tank Amerika. dan lautnya gemuruh dengan kapal-kapal induk orang-orang yang menggunakan peralatan dan persenjataan yang paling modern, untuk menjajah Timur Tengah, tiba-tiba pembesar mereka yang mengajarkan untuk tunduk, ia keluar di hadapan manusia untuk menebarkan kehinaan, ketundukan dan kepasrahan pada umat Islam. Dia mengatakan: ”Sesungguhnya pengerahan kekuatan itu bukan untuk perang.”[33] Duhai alangkah hinanya. Alangkah hinanya!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِذَا كُنْتَ لاَ تَدْرِي فَتِلْكَ مُصِيْبَةٌ  --- وَإِنْ كُنْتَ تَدْرِي فَالْمُصِيْبَةُ أَعْظَمُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kamu tidak tahu maka itu adalah musibah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apabila kamu tahu maka musibahnya lebih besar lagi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Ringkasnya adalah: Sesungguhnya penguasa yang diberi kepercayaan untuk melaksanakan beberapa pekerjaan yang tersebut di atas ia tidak mampu untuk membela negara, lalu bagaimana ia bisa dipercaya untuk melaksanakan semua pekerjaan, padahal ia telah lakukan hal itu berulangkali!?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Sesungguhnya orang-orang yang menerima prinsip untuk memberi bantuan kepada orang-orang kafir dalam memerangi kaum muslimin menumpahkan darah saudara-saudara mereka dan merampas harga diri dan harta mereka hingga mereka menyerah, sedangkan mereka mengaku mencintai saudara-saudara mereka namun mereka melakukan itu semua karena terpaksa (mukroh) --- dan tidak diragukan lagi bahwa ikrooh (keterpaksaaan) semacam ini secara syar’iy tidak dapat diterima ---, sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang siap untuk berjalan  di atas prinsip yang sama, dalam saling menyikapi antara sebagian negara teluk kepada sebagian yang lainnya. Bahkan prinsip semacam ini bisa jadi berkembang di dalam sebuah negara sendiri, contohnya adalah penguasa di Riyadh yang mampu untuk memenuhi kota bagian timur, bagian tengah dan lainnya dengan orang-orang Amerika. Kota bagian utara dan sebagian dari kota bagian barat dengan orang-orang Yahudi. Dan sebagai gantinya adalah diserahkannya “Jizaan”, “Shomithoh” dan “Abu ‘Arisy” ---  sebagai contoh --- kepadanya. Dan barangsiapa membaca dan merenungkan sejarah raja-raja baik yang dulu maupun sekarang, niscaya dia akan tahu bahwa mereka mampu untuk melakukan lebih dari kompromi semacam itu --- kecuali yang dirahmati Alloh diantara mereka ---.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Bahkan secara kongkrit penguasa tersebut telah memulai penganiayaan terhadap warga negaranya dengan cara mengusir dan memenjarakan mereka, serta secara dusta memfitnah mereka sebagai penganut madzhab Khowaarij dalam mengkafirkan kaum muslimin, dan membunuh mereka dengan berlebih-lebihan --- kami perkirakan mereka sebagai syuhada’ dan Alloh saja yang menentukannya ---. Dan semua itu terjadi sebelum “Peledakan Riyadh” pada bulan Robi’ul Awal tahun ini[34] yang senantiasa dijadikan alasan oleh pemerintah. Semua itu mereka lakukan sebagai pelaksanaan terhadap apa yang didektekan Amerika supaya mereka mendapat ridlo dari Amerika[35] meskipun sebenarnya pemerintah itu sendiri yang menyebabkan para pemuda itu bangkit, karena pemerintah memperbolehkan negara ditempati oleh orang-orang salib, hal itu merupakan pelanggaran terhadap ajaran Islam, penghinaan terhadap perasaan kaum muslimin, menantang keperwiraan laki-laki dari warga Haromain (Makkah dan Madinah). Dan dengan begitu, sebenarnya dia sendirilah yang mengacaukan keamanan. Oleh karena sempitnya waktu di sini, masalah ini saya bahas tersendiri dalam sebuah risalah khusus tentang Bilaadul Haromain, saya berharap risalah tersebut akan sampai kepada kalian dalam waktu dekat atas izin Alloh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Dan di antara yang menggambarkan secara ringkas keadaan umat Islam dan serangan musuh yang bertubi-tubi kepadanya, yang didukung dengan pengkhianatan mereka terhadap Islam serta kekejaman yang mereka pertontonkan terhadap rakyat, serta jamaah-jamaah Islam yang mengesampingkan masalah jihad, adalah bait-bait syair berikut ini yang sebagian besar merupakan syair DR. Yuusuf Abu Hilaalah, ia mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;والأمة الكبرى غدت ألعوبة        يلهو بها القسيس و الحاخام&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;هي مثل قوم في الأمور مكانة      سيان إن قعدوا وأن هم قاموا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عظماؤها والحادثات تبيدها       فوق العروش هياكل عظام&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;والقدس، ويح القدس ديس عفافها     والمسلمون عن الجهاد صيام&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;بغداد يا دار الخلافة ويحك         ما بال طهرك دنسته طغام&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مابال من بالأمس خانوا دينهم       عمن أغار على حماك تعاموا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أعلى الشعوب قساوة صيالة      وعلى اليهود أرانيب ونعام&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لم يبق لي دار أفيء لظلها       وطني استبيح وشب فيه ضرام&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يا أمتي .. أنا طائر قد لاح لي       أيك، فهل أشدو ولست ألام؟!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أأعاب إن صارحتكم بحقيقة    هي أن شر عداتنا الحكام؟!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;من كل زنديق ويدعى أنه        للمسلمين خويدم وإمام&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يتظاهرون بأنهم عون لنا      في حين هم داء لنا وحمام&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;جيش النصارى مده اجتاح الدنا     أين التقي الشهم والمقدام&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan umat yang besar telah menjadi permainan …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dipermainkan oleh Qissiis (pendeta Nasrani) dan Haa-khoom (rabi; pendeta Yahudi) …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama saja bagi mereka baik duduk atau berdiri …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembesar dan orang-orang kecil dihancurkan …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh para penguasa di atas singgasana …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Al Quds, duhai celaka Al Quds kehormatannya diinjak-injak …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan kaum muslimin enggan berjihad …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai Baghdad sebuah ibukota Khilaafah celaka engkau …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa kesucianmu dinodai orang-orang hina …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa orang-orang yang kemarin mengkhianati agamanya …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berpura-pura buta terhadap orang yang menyerang wilayahnya …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah rakyat harus berhadapan dengan orang-orang yang kuat dan berani …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan orang Yahudi berhadapan dengan kelinci dan burung onta …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada lagi bagiku negara untuk berlindung di bawah naungannya …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negaraku diacak-acak dan dilalap api …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai umatku … aku adalah burung yang melihat …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hutan lebat, apakah aku bisa berkicau tanpa ada orang yang mencelaku …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah aku tercela jika aku mengungkapkan kepada kalian sebuah kenyataan …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa sesungguhnya musuh kita yang paling jahat adalah para penguasa …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kalangan  orang-orang zindiq (munafiq), yang dikatakan bahwasanya …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia adalah pelayan dan imam kaum muslimin …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menunjukkan bahwa mereka adalah penolong kita …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal mereka adalah penyakit bagi kita …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasukan Nasrani telah merusak dunia …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dimanakah orang-orang yang bertaqwa cerdas dan berani …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Berdasarkan pembahasan di atas, telah jelas sejauh mana bahaya hakiki yang dihadapi oleh negara-negara Timur Tengah secara umum, dan jazirah Arab secara khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Dengan demikian jelaslah bahwa para penguasa itu tidak memiliki kelayakan untuk melaksanakan Iqomatud Din (menegakkan Islam) dan membela kaum muslimin, bahkan mereka telah membuktikan bahwa mereka itu mampu untuk melaksanakan program musuh-musuh Islam dan umat Islam, dan mereka mampu untuk berbuat dholim kepada negara dan warganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Dan sekarang, setelah kita memahami kondisi para penguasa hendaknya kita melihat manhaj (metode) yang mereka tempuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Sesungguhnya orang yang memperhatikan manhaj para penguasa tersebut, dengan tanpa kesulitan dia akan paham, bahwasanya mereka itu berjalan sesuai dengan keinginan dan hawa nafsu mereka, dan sesuai dengan kepentingan pribadi mereka dan loyalitas mereka kepada orang-orang salib. Adapun berpegang dengan Islam bukanlah hal yang baku dalam manhaj dan agama mereka, akan tetapi mereka itu adalah orang-orang yang beriman dengan sebagian Al Qur’an dan kafir terhadap sebagian yang lainnya, yaitu yang sesuai dengan hawa nafsu mereka dan yang dapat menjaga kekuasaan mereka. Dan hal ini adalah kufur akbar sebagaimana yang diterangkan Alloh dalam firmanNya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتَابِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ فَمَاجَزَآءُ مَن يَفْعَلُ ذَلِكَ مِنكُمْ إِلاَّ خِزْيُُفيِ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يُرَدُّونَ إِلىَ أَشَدِّ الْعَذَابِ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah kalian beriman kepada sebahagian Al-Kitab dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian di anrtara kalian, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari Kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat, Alloh tidak lengah dari apa yang kamu perbuat” (QS.Al Baqoroh:85).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian yang baku bagi mereka adalah langgengnya kekuasaan, itu saja dan tidak ada yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Maka ketidakberesan ini bukan pada masalah-masalah cabang, seperti kerusakan individu yang hanya terbatas di dalam istana kerajaan, akan tetapi ketidakberesan itu terdapat pada dasar manhajnya. Itu semua terjadi ketika menyebarnya keyakinan jahat dan prinsip yang menghancurkan sebagian besar sendi kehidupan yaitu keyakinan dan prinsip bahwa kekuasaan dan ketaatan itu adalah hak mutlaq bagi penguasa dan bukan hak agama Alloh ta'ala yang berarti ibadah itu adalah hak penguasa bukan hak Alloh ta'ala. Dan inilah sebenarnya kenyataan yang penting yang diputarbalikkan oleh penguasa, meskipun di beberapa negara mereka belindung di balik jubah Islam, khususnya setelah mereka membentuk sebuah pasukan yang terdiri dari ulama’, juru khutbah, para penulis dan semua sarana media massa, untuk membesar-besarkan masalah wajibnya taat kepada ulil amri (pemimpin) sejak beberapa waktu lalu, padahal para penguasa tersebut sangat jauh dari syarat-syarat ulil amri yang telah ditetapkan dalam agama Alloh ta'ala, sehingga penguasa itu menjadi berhala yang disembah selain Alloh ta'ala --- sebagaimana kondisi di Biladul Haromain ---, dan jika ada ulama’ yang menolak untuk bermudaahanah (kompromi) dengan mereka niscaya ia akan dipenjara sehingga mereka mau bermudaahanah dalam keadaan terpaksa (mukroh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Sedangkan di sebagian negara lain, para penguasa itu berlindung dengan jubah parlemen dan demokrasi[36]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Oleh karena itu semua negara Arab mengalami kemerosotan yang tajam di seluruh sisi kehidupan, yang mencakup perkara agama dan perkara dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Dan cukup anda tahu bahwa perekonomian negara-negara Arab secara keseluruhan itu, nilainya lebih rendah daripada perekonomian satu negara saja, yang dahulunya negara tersebut merupakan bagian dari negara kita (negara Islam) --- pada saat kita berpegang teguh dengan Islam secara benar --- yaitu negara Andalusia (Spanyol) yang hilang[37], Spanyol adalah negara kafir namun perekonomiannya lebih kuat daripada perekonomian kita[38], karena di sana koreksi dan hukum diterapkan terhadap penguasa, adapun di negara kita, tidak ada koreksi, tidak ada hukuman, yang ada hanyalah mendengar, taat dan mendoakannya semoga panjang umur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Dan tidak ada yang menjadikan kita mengalami kondisi yang hina ini kecuali karena telah hilang dari mayoritas kita, pemahaman yang benar dan menyeluruh terhadap ajaran Islam. Mereka memahami bahwa Islam itu hanyalah melaksanakan beberapa syiar-syiar ritual saja --- seperti sholat dan puasa ---. Meskipun syiar-syiar tersebut sangat penting, namun agama Islam itu mencakup semua sisi kehidupan, urusan agama dan urusan dunia juga --- seperti perekonomian, kemiliteran dan politik --- yang mencakup juga barometer yang kita jadikan tolak ukur untuk menilai aktivitas manusia, seperti penguasa, ulama, dan lainnya serta bagaimana sikap yang harus dilakukan terhadap penguasa, sesuai dengan batasan-batasan yang telah ditetapkan Alloh ta'ala, sehingga jangan sampai kita melanggarnya seperti: membuat hukum selain Alloh, berwala’ (loyal) kepada orang-orang kafir dan membantu mereka dalam memusuhi kaum muslimin, atau mempermainkan dan mencuri harta umat secara umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Dan kebanyakan orang menyangka bahwa ini semua adalah kepentingan penguasa dan mereka tidak memahami bahwa aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh penguasa tersebut merupakan dosa-dosa besar di dalam syariat kita, sehingga penguasa-penguasa tersebut tidak wajib untuk ditaati dalam masalah ini. Bahkan penetapan syariat selain Alloh dan wala’ (loyalitas) kepada orang kafir yang mereka lakukan, merupakan kufur akbar yang mengeluarkan dari Islam, yang mengharuskan kita untuk memberontaknya[39] setelah mempersiapkan apa-apa yang harus dipersiapkan[40].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Seandainya mereka membaca Al-Qur’an dan Sunnah --- dan inilah yang seharusnya kita lakukan --- dan mereka merenungkannya, pasti mereka dapat memahami dengan jelas masalah di atas, dari berbagai ayat yang banyak jumlahnya. Diantaranya adalah hadits ‘Adi bin Hatim ra[41] pada masa jahiliyah dia beragama Nasrani, dan dia sebelumnya memahami sebagaimana yang dipahami oleh kebanyakan manusia, bahwa mengikuti penguasa, pembesar, pemerintah dan ulama’ dalam menghalalkan yang diharamkan Alloh atau mengharamkan yang dihalalkan Alloh itu bukanlah ibadah dan bukan merupakan kekafiran kepada Alloh ‘Azza wa Jalla karena dia tidak sholat juga tidak puasa untuk mereka, namun ketika menemui Rosulullah shollallohu 'alaihi wa sallam ketika beliau sedang membacakan ayat berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اِتَّخَذُوْا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُوْنِ اللهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mereka menjadikan pendeta-pendeta dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Alloh”[42]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Adiy berkata: ”Mereka tidak beribadah kepada pendeta-pendeta dan rahib-rahib?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Maka Rosulullah bersabda: ”Tidak begitu, sesungguhnya mereka (para pendeta dan rahib) itu mengharamkan kepada mereka yang dihalalkan dan menghalalkan kepada mereka apa yang diharamkan, lalu mereka mengikutinya, itulah ibadah mereka.” (HR.Ahmad dan At Tirmidziy)[43].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Perhatikanlah ayat dan hadits yang mulia ini, keduanya menerangkan dengan jelas bahwa taat kepada seorang penguasa atau seorang ulama atau yang lainnya, dan mengikuti mereka dalam menghalalkan apa yang diharamkan Alloh dan dalam mengharamkan apa yang dihalalkan Alloh adalah merupakan bentuk ibadah kepada mereka selain Alloh, dan adalah syirik akbar yang mengeluarkan dari Islam. Semoga Alloh melindungi kami dan kalian dari hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Itulah yang disebut Alloh setelah bunyi ayat di atas dan yang Alloh sucikan dirinya dari hal tersebut, yaitu dalam firmanNya yang berbunyi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Maha Suci Alloh dari apa yang mereka persekutukan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunyi ayat ini terletak setelah firman Alloh yang berbunyi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَآأُمِرُوْا إِلاَّ لِيَعْبُدُوْا إِلَهًا وَاحِدًا لآإِلَهَ إِلاَّ هُوَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Padahal mereka hanya disuruh menyembah ilaah Yang Maha Esa”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Hal ini menerangkan bahwa penetapan syariat (undang-undang) dalam menghalalkan dan mengharamkan adalah ibadah, bahkan ia merupakan unsur yang paling inti dalam uluuhiyyah (ibadah)[44] dan merupakan konsekuesi yang paling penting dalam syahadat “Laa ilaaha illallooh” (tidak ada ilaah kecuali Alloh) yang merupakan rukun Islam itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Ini semua merupakan peringatan yang sangat keras terhadap orang-orang yang menyangka bahwa Islam itu hanya sekedar bersyahadat “Laa ilaaha illallooh”. Sedangkan mereka tidak memahami bahwa kalimat tersebut mempunyai beberapa konsekuensi yang jika mereka tidak laksanakan maka mereka tidak konsekuen dengan syahadat “Laa ilaaha illallooh”[45].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Ringkasnya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Sesungguhnya hilangnya pemahaman terhadap agama Alloh sebagai manhaj untuk semua sisi kehidupan, yang di dalamnya mencakup koreksi terhadap para penguasa, karena tegaknya mereka di atas manhaj yang benar, yaitu di atas agama Alloh, akan tegak seluruh permasalahan negara dan bangsa. Maka hilangnya pemahaman ini merupakan cacat yang paling besar dalam kehidupan umat Islam hari ini. Maka kita wajib untuk menyadari masalah ini dengan kesadaran penuh, dan memahaminya, kemudian kita mulai perjalankan ishlaah (reformasi) pada hari ini, sehingga kita berjalan di atas jalan yang lurus atas izin Alloh ‘Azza wa Jalla, dan supaya kita tidak tersesat lagi di masa yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Dan diantara buku yang bagus dalam hal ini yang menerangkan ayat tersebut di atas adalah kitab “Al Iman” karangan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ra, kitab “Fat-hul Majiid” karangan Syaikh ‘Abdur Rohmaan bin Hasan ra dan kitab “Mafaahim Yanbaghiy An Tushohhah” karangan Syaikh Muhammad Quthub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Maka jelaslah bahwa sesungguhnya para penguasa itu lemah dan takut, dan sesungguhnya mereka tidak berjalan di atas manhaj Islam yang lurus, akan tetapi mereka berjalan di atas kemauan dan hawa nafsu mereka, dan inilah yang menjadi penyebab menyelewengnya perjalanan umat Islam selama beberapa dekade yang lalu, yang kemudian kita dapat memahami dengan jelas bahwasanya solusinya terletak pada berpegang teguh dengan agama Alloh, yang mana Alloh telah memuliakan kita dengannya selama beberapa abad yang lalu, juga solusinya adalah mengangkat Qiyadah (pimpinan) yang kuat dan dapat dipercaya yang menegakkan Al Qur’an diantara kita dan benar-benar mengangkat bendera jihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Oleh karena itu wajib bagi para shodiqun (orang-orang yang tulus) yang berkepentingan dengan masalah ini --- seperti ulama’, para pembesar yang ditaati di kaumnya, individu-individu, para pemuka dan para pedagang --- agar berkumpul untuk mengadakan pertemuan di tempat aman yang jauh dari naungan sistem negara penindas tersebut. Kemudian membentuk sebuah Majlis Ahlul Halli Wal ‘Aqdi (sebuah dewan yang berhak untuk mengangkat dan memecat kholiifah – pent) untuk mengisi kekosongan kekuasaan setelah gugurnya keabsahan pemerintahan-pemerintahan tersebut secara syar’iy dan lemah secara akal. Karena sesungguhnya hak untuk mengangkat imam (pemimpin) itu ada di tangan umat (rakyat), dan umat (rakyat) juga punya hak untuk meluruskan penguasa jika penguasa menyeleweng dari kebenaran, mereka juga punya hak untuk memecatnya jika ia melakukan hal yang mengharuskan untuk itu --- seperti murtad dan berkhianat --- Majlis sementara ini terdiri dari batasan terendah yang dapat dibentuk secara maksimal dari berbagai kekuatan dan kader tanpa memaksakan umat selain mereka --- kecuali hal-hal yang diperbolehkan syariat ketika dalam keadaan darurat --- sampai jumlahnya sempurna ketika kondisi membaik atas izin Alloh. Dan yang menjadi manhaj mereka adalah Kitaabulloh dan Sunnah RosulNya shollallohu 'alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Kemudian mereka memulai untuk mengarahkan kaum muslimin kepada prioritas utama yang penting pada fase yang genting ini, dan mengambil tangan mereka menuju wilayah yang aman, dengan prioritas utama mereka adalah menyatukan kata di bawah kalimat tauhid, dan mempertahankan kekuasaan Islam, penduduk dan wilayahnya, dan mengobarkan semangat kaum muslimin untuk berjihad dan beri’dad (persiapan perang) dan mempermudah manusia untuk mendapatkan senjata khususnya senjata-senjata ringan, senjata-senjata anti tank seperti “RPG”[46] dan ranjau-ranjau anti tank, dan menyampaikan pengumuman untuk an nafiir al ‘aam (mobilisasi secara umum) kepada umat Islam sebagai persiapan untuk melawan pengkhianatan bangsa Romawi yang telah dimulai di Irak, dan tidak diketahui akan berakhir di mana, Hasbunallooh wani’mal wakiil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Wahai saudara-saudaraku seiman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Kita harus mempunyai keyakinan yang kuat, bahwasanya keselamatan dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat adalah dengan menegakkan Islam dan Jihad. Pada keduanya terletak kemuliaan dan kebahagiaan kita sebagaimana disebutkan dalam hadits shohih yang diriwayatkan Abu Dawud[47] di dalam Kitab Sunannya dari Ibnu Umar rodliyallohu 'anhu [48] ia berkata: ”Telah bersabda Rosulullah shollallohu 'alaihi wa sallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِذَا تَبَايَعْتُمْ بِالْعِيْنَةِ وَأَخَذْتُمْ أَذْنَابَ الْبَقَرِ وَرَضِيْتُمْ بِالزَّرْعِ، وَتَرَكْتُمُ الْجِهَادَ، سَلَّطَ اللهُ عَلَيْكُمْ ذُلاًّ لاَ يَنْزَعُهُ حَتَّى تَرْجِعُوْا إِلَى دِيْنِكُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Apabila kalian telah berjual beli dengan cara ‘iinah (semacam riba), mengikuti ekor-ekor sapi, senang dengan pertanian, dan kalian tinggalkan jihad, niscaya Alloh akan timpakan kepada kalian kehinaan, yang mana kehinaan tersebut tidak akan dicabut kembali sampai kalian kembali kepada agama kalian”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Kholifah ‘Umar[49] berkata kepada Abu Ubaidah[50] rodliyallohu 'anhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;نَحْنُ قَوْمٌ أَعَزَّنَا اللهُ بِاْلإِسْلاَمِ، وَمَهْمَا ابْتَغَيْنَا الْعِزَّةَ بِغَيْرِهِ أَذَلَّنَا اللهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kami adalah sebuah kaum yang dimuliakan Alloh dengan Islam, dan jika kita mencari kemulian dengan selain Islam, niscaya Alloh akan menghinakan kita.” (HR.Al Hakim)[51].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Maka, du’atul ishlah (para penyeru Reformasi) harus memahami bahwa jalan untuk memperbaiki dan mempersatukan umat itu di bawah kalimat tauhid, bukan hanya sekedar dengan ceramah-ceramah ilmiyah dan menulis buku saja, akan tetapi selain itu harus dengan proyek amal yang melibatkan seluruh umat Islam --- masing-masing sesuai dengan kemampuannya --- dimulai dengan do’a dan memohon kepada Alloh dan berakhir dengan perang di jalan Alloh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Karena perang di jalan Alloh merupakan bagian dari ajaran agama kita (Islam) yang tidak bisa dipisahkan, bahkan perang di jalan Alloh merupakan puncak tertinggi Islam, sehingga bagaimana mungkin Islam ada tanpa ada puncaknya?![52] Dan dia merupakan kebutuhan yang mendesak untuk kehidupan, kemuliaan, dan eksistensi umat kita. Dan sungguh benar apa yang dikatakan oleh musuh kita, padahal mereka adalah pembohong, ketika mereka mengatakan kepada anak-anak mereka dalam mengajar: “Jika kamu berperang berarti kamu ada.“ Inilah kenyataan yang mereka ajarkan kepada anak mereka yang kemudian dihembuskan kepada kita yang sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Dan sesungguhnya perang itu juga merupakan sebuah keharusan yang mutlaq untuk eksistensi negara-negara besar, jika kalian mau, lihatlah sejarah --- termasuk sejarah Amerika --- ia telah mengobarkan peperangan berpuluh-puluh peperangan hanya dalam 6 dekade saja[53]. Karena hal itu merupakan kebutuhannya yang mendesak. Dan pada saat Amerika Serikat mengambil keputusan yang serius untuk menghentikan peperangan di dunia, ketika itu dia tahu sebelum yang lainnya bahwa pada saat itu adalah awal pudar dan runtuhnya kekuasaannya --- dan hal itu akan terjadi atas izin Alloh --- maka waspadailah setiap ajakan untuk meletakkan senjata yang mengatasnamakan seruan untuk berdamai. Karena hal itu sebenarnya adalah ajakan untuk menterlantarkan dan menyerahkan kita. Dan tidak ada yang menyebarluaskan seruan semacam ini selain orang bodoh atau munafiq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Dan sebelum penutup:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Saya ingin mengobarkan semangat para pemuda Islam untuk berjihad, terutama di Palestina dan di Irak, dan saya wasiatkan kepada diriku sendiri dan kepada mereka, untuk bersabar dan bertaqwa dan untuk menyerang musuh dengan sekuat tenaga, dengan berusaha semaksimal mungkin untuk menghindari darah kaum muslimin dalam melaksanakannya, dan hendaknya mereka hati-hati dan jangan memperlebar dalam masalah tatarrus, dan hendaknya masalah ini ditentukan kadarnya oleh para ulama’ mereka yang shoodiquun (tulus) --- pada setiap operasi --- [54].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Karena sesungguhnya kita mengharapkan pertolongan Alloh hanya dengan sabar dan taqwa. Yaa Alloh, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang bersabar dan bertaqwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Dan sebagai penutupan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Saya sampaikan kepada para pemuda Islam di setiap tempat, beberapa kalimat pendek, yang kami terima dari orang-orang sebelum kita, yaitu nenek moyang kalian yang telah melalui berbagai kejadian bertahun-tahun di Palestina, dan telah mereka saksikan berbagai perundingan, konspirasi dan bencana yang mengajak untuk berdamai, saya ingatkan kalian dengan kata-kata tersebut, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;سَيُحَدِّثُوْنَكَ يَا بَنِيَّ عَنِ السَّلاَمِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;إِيَّاكَ أَنْ تُصْغِيَ إِلَى هَذَا الْكَلاَمِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;صَدَّقْتُهُمْ يَوْمًا فَآوَتْنِي الْخِيَامُ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Wahai anakku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka akan bercerita kepadamu tentang perdamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sekali-kali kau hiraukan perkataan semacam ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah suatu hari kupercayai mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian akupun akhirnya harus berlindung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tenda-tenda pengungsian[55]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَاللهُ غَالِبٌ عَلَى أَمْرِهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لاَيَعْلَمُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan Alloh berkuasa terhadap urusanNya tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya” (QS. Yusuf:21).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Yaa Robb kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akherat dan peliharalah kami dari siksa neraka” (QS. Al Baqoroh:201).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Yaa Alloh sesungguhnya aku memohon kepadaMu agar Engkau kokohkan kaki para mujahidin di setiap tempat, terutama di Palestina, Irak, Kasymir, Chechnya dan Afghanistan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Yaa Alloh, tepatkanlah bidikan mereka, ikatlah hati-hati mereka, satukanlah mereka, dan berikanlah mereka bantuan dari sisiMu, dan tolonglah mereka dalam menghadapi musuh-Mu dan musuh mereka karena sesungguhnya tidak ada penolong bagi mereka kecuali Engkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Wahai Dzat Yang Maha Kuat, wahai Dzat Yang Maha Perkasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Yaa Alloh, bimbinglah umat ini menuju jalan yang benar, yang dapat memuliakan orang-orang yang taat kepadaMu dan menghinakan orang yang bermaksiat kepadaMu dan menghidupkan amar ma’ruf dan nahi mungkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Dan akhir seruan kami adalah, segala puji bagi Alloh Robb semesta alam, sholawat serta salam semoga terlimpahkan kepada penutup para nabi dan para rosul[56]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] Dibangun oleh seorang Kholifah dari Daulah Abbasiyah yang bernama Abu Ja’far Al Manshur rh. pada tahun 146 H. Al Hafidh Ibnu Katsir berkata: ”Baghdad … Adalah sebuah kalimat a’jamiyah (bukan bahasa Arab). Ada yang mengatakan: Kalimat tersebut gabungan dari kata “Bagh” dan “Dad”. “Bagh” artinya: kebun, dan “Dad” artinya: seorang laki-laki. Dan ada yang mengatakan “Bagh” adalah nama berhala, dan ada yang mengatakan; syetan. Sedangkan “Dad” artinya pemberian. Sehingga artinya adalah: pemberian berhala. Oleh karena itu ‘Abdulloh Ibnul Mubaarok Al Ashma’iy dan yang lainnya tidak suka menyebutkan dengan “Baghdad”, akan tetapi dia menyebutnya dengan “Madiinatus Salaam”. Begitu juga nama yang diberikan oleh pendirinya yaitu Abu Ja’far Al Manshuur, karena Dajlah (sungai Tigris) disebut dengan “Waadis Salaam” (lembah keselamatan). Dan diantara mereka (ulama’) menyebutnya dengan “Az Zauroo’” (Al Bidayah wan Nihayah X/101).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] Seorang yang mencalonkan diri sebagai presiden di Amerika “John Kerry” dalam keterangannya pada peringatan ulang tahun pertama perang Irak: ”Sesungguhnya “Bush” telah menipu rakyat Amerika … ketika ia menunjukkan program senjata nuklir dan senjata pemusnah massal milik Saddam Husain. Dan dia menolak dan selalu menolak untuk berbicara terang-terangan di hadapan rakyat Amerika tentang biaya perang … sehingga kita dapat katakan dengan mudah bahwa presiden ini tidak mengatakan apa yang sebenarnya tentang perang, padahal negara kita yang mengeluarkan biaya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan seorang mantan presiden Amerika “Jimmy Carter” dalam wawancaranya dengan surat kabar Inggris “Independent” pada tanggal 1/2/1425 H, ia mengatakan: ”Sebenarnya “Bush dan Blair” mengetahui bahwa data-data tentang senjata pemusnah massal Irak adalah berdasarkan data yang meragukan … Perang ini didasarkan alasan-alasan dusta dan kesimpulan-kesimpulan yang salah dari London dan Washington. Mereka menegaskan bahwa Saddam Husein bertanggung jawab atas serangan 11 September dan bahwasanya Irak memiliki senjata pemusnah massal … sesungguhnya menyerang Irak adalah keputusan yang mereka berdua semata kemudian mereka berdua meminta orang lain untuk membuat alasan penyerangan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3] Perundingan Peta Jalan Damai itu muncul dari “Panitia segi empat persekutuan internasional”: AS, PBB, Uni Eropa dan Rusia yang bertujuan untuk mencapai keputusan final masalah Timur Tengah --- masalah Palestina --- dan bekerja untuk mewujudkan “Perdamaian” melalui 2 tahap dasar yang akan selesai tahun 2005 M, yang bertujuan untuk:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.       Menghentikan “intifaadloh mubarokah” (aksi perlawana yang penuh berkah) dengan cara apa yang dinamakan dengan menghentikan kekerasan dan mengadakan perombakan mendasar pada pemerintahan Palestina di bidang ekonomi, administrasi, keamanan, dan perundang-undangan, dan sebagai gantinya Pasukan Israel ditarik mundur dari kota-kota Palestina dan membebaskan beberapa daerah pemukiman kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.       Memproklamasikan berdirinya negara Palestina yang mempunyai perbatasan sementara dengan beberapa wilayah yang saling berbatasan. Bersama berdirinya negara tersebut terus dijalin kerjasama yang maksimal untuk mewujudkan keamanan bersama Israel, dan juga mengadakan pemerintahan baru Palestina yang dipilih oleh seorang antek Israel yaitu Abu Maazin (Mahmuud ‘Abbaas) dan mewujudkan perdamaian Arab dengan Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sebelum dimulai perundingan baru ini, Yahudi menetapkan serangkaian syarat diantaranya yang terpenting adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.      Melakukan aksi pendahuluan, yaitu apa yang disebut sebagai toleransi terhadap Israel dengan melakukan tindakan-tindakan cepat melawan gerakan perlawanan, dan mengadakan perubahan mendasar pada pemerintahan Palestina, dan yang paling penting adalah memindahkan kepentingan Arafat kepada kepentingan Perdana Menteri yang baru, Mahmud ‘Abbaas --- Abu Mazin ---.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.       Tidak membekukan pemukiman dengan dalih “pertumbuhan secara alami” bagi pemukiman yang sudah ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.       Menolak untuk menyelesaikan perkara kepada Panitia Segi Empat, dan terus memantau orang-orang Palestina dalam melaksanakan menjaga keamanan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D.      Tidak menetapkan mana sebenarnya wilayah negara Palestina, dan menyerahkan semuanya kepada kesepakatan dari kedua belah pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E.       Tidak terpancang dengan jadwal waktu yang telah ditentukan yang akan berakhir pada tahun 2005 M dan menyerahkan semua itu kepada sejauh mana orang-orang Palestina dalam merealisasikan kewajiban-kewajiban yang terdapat dalam Peta Jalan Damai. (Dinukil dari Khorithotuth Thoriq; Mu-amaroh Dauliyyah Ukhro Lil Qodlo ‘Alal Muqowamah Al Falisthiniyah, karangan ‘Abdur Rohman Ath Thorobulusy, Majalah Nida-ul Islam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4]  Dan niat itu telah berubah menjadi kenyataan dan Pemerintah-pemerintah Arab pun mulai menyambut perintah-perintah dari tuannya yaitu Amerika. Lihatlah kepada sebuah surat kabar pemerintah ia muncul dengan judul-judul seperti berikut:”Irak akan mengevaluasi kembali kurikulum pendidikannya”, “Parlemen Yordania bersitegang dengan pemerintahannya akibat usulan untuk mengadakan perubahan kurikulum pendidikan”, “Majlis Parlemen Kuwait pada hari ini mengadakan pembicaraan tentang perubahan kurikulum pendidikan”, “Perhatian negara-negara teluk terpusat kepada teroris dan perubahan kurikulum pendidikan”, “Para ahli di negara-negara teluk tengah menyiapkan kajian terhadap tantangan-tantangan yang dihadapi negara-negara kooperatif; untuk kurikulum pendidikan”, “Pertemuan pertama Liga Arab di Beirut membahas seputar pendidikan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5] Liga Arab memiliki 643,1 milyar barel minyak mentah, yaitu 62,1 % dari kandungan minyak dunia, dan dapat memproduksi 21 juta barrel perhari yaitu 31,5 % dari produksi minyak dunia. Dan dari produksi tersebut dapat mengekspor sekitar 17,5 juta barrel perhari. Hal ini berdasarkan data dunia. Dan apabila Iran kita masukkan ke negara-negara Arab maka kandungan minyak bertambah menjadi 733,1 milyar barrel yaitu setara dengan 70,8% dari kandungan minyak dunia. Dan produksi mencapai 24,6 juta barrel perhari, yaitu 36,7% dari produksi dunia. Dan ekspor mencapai sekitar 20 juta barrel perhari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di sisi lain USA merupakan pengimpor minyak terbesar di dunia, yaitu mencapai sekitar 63,2 % pada setengah tahun pertama 2001 M dari keseluruhan impor minyak seluruh dunia, berdasarkan penjelasan yang dikeluarkan Amerika. Dan Amerika sendiri setiap hari mengimpor sekitar 12 juta barrel yang 3 juta barrelnya berasal dari negara-negara Arab terutama adalah Saudi yang mana Amerika mengekspor darinya 1,8 juta barrel perhari. '(Lihat “Silaahul Bitruul, Hal Yash-luhu Lida’mil Intifadloh? Karangan Ahmad Abdus Salaam dan ‘Alaa’ Abul ‘Ainainain, 13/4/2002).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[6] Hal itu dia sampaikan ketika konferensi pers yang diadakan pada tanggal 28/6/1422 H bertepatan dengan 16/9/2001 M. Dan ucapannya ini dikritik oleh beberapa tokoh Amerika. Mereka mengatakan:”Presiden Bush telah salah dalam menggunakan istilah tersebut. Hal itu karena beberapa sebab, diantaranya:……Bahwasanya sholiibiyyuun (kaum salibis) --- sebenarnya --- telah kalah dalam peperangan salib di tangan Sholaahuddiin. Maka tidaklah tepat mengingat kembali kekalahan pada waktu kita sangat membutuhkan kemenangan…” (Acara “Netline” dalam TV Amerika “ABC”).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun meskipun banyak menghadapi kritikan, Bush mengulangi penggunaan istilah “Perang Salib” ini ketika berbicara di hadapan para tentaranya yang durhaka, ia mengatakan:”Bergabunglah bersama kami, Perang Salib yang penting ini”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai-sampai seorang editor surat kabar Amerika Robert Fish mengatakan:”Nampaknya Presiden Bush benar-benar yakin bahwa dia tengah memimpin Perang Salib. Beberapa hari yang lalu dia menggunakan istilah ini meskipun dia telah diingatkan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[7] Disebutkan dalam sebuah surat kabar Emirat Arab “Al-Bayaan”:”Para pemimpin Amerika – menyatakan:”Bahwasanya terorisme ini terdapat di 60 negara dan bahwasanya organisasi Al-Qooidah itu terbentang di 60 negara. Dan Amerika akan menyerang terorisme di setiap negara tersebut. Artinya Amerika akan menyerang negara-negara yang menjadi anggota Konferensi Negara-negara islam, ditambah beberapa negara Asia yang akan diajak untuk memerangi teroris --- seperti Philipina ---. Namun para pemimpin Amerika lebih berkonsentrasi pada negara-negara Timur Tengah yaitu negara-negara yang melahirkan Bin Ladin dan sejumlah pengikut dan pimpinan yang ada di sekelilingnya, seperti Aiman Adh-Dhowaahiriy, Muhammad ‘Aathif --- Abu Hafsh --- dan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam surat kabar tersebut juga disebutkan:”Ketika berbicara di hadapan rakyat Amerika --- pada saat memulai operasi militer di Afghanistan --- Presiden George Bush menyatakan bahwa perang melawan teroris ini adalah perang yang panjang, dan perang ini tidak hanya terbatas pada Afghanistan akan tetapi merembet ke negara-negara yang mendukung dan membantu teroris dan juga negara-negara yang melindungi teroris, tanpa terbatas oleh negara manapun. Dan hal ini menimbulkan kegelisahan pada beberapa negara Arab dan Islam, khususnya setelah Amerika mengumumkan daftar orang-orang buron dan daftar lembaga-lembaga dan organisasi-organisasi yang dianggap mempunyai hubungan dengan organisasi Al-Qooidah yang dipimpin oleh Usamah bin Laadin, dan dianggap memberi sokongan dana kepada teroris --- menurut pandangan Amerika --- Dan yang lebih menambah kegelisahan Arab dan Islam bahwasanya orang-orang yang menjadi buron dan sebagian besar dari yayasan dan organisasi yang tercantum dalam daftar Amerika tersebut adalah yayasan dan organisasi-organisasi Islam dan Arab yang sebagian swasta dan sebagian lain bergerak dalam bisnis yang mempunyai cabang di berbagai negara di dunia --- yang mencakup negara-negara Arab dan Islam --- namun kepemilikan dan pengelolaannya di tangan orang-orang Arab dan Islam. Dan ternyata daftar-daftar yang diumumkan oleh pemerintah Amerika tersebut tidak disertai dengan penjelasan-penjelasan yang memperkuat atau yang menjelaskan keterlibatannya dengan apa yang disebut oleh USA sebagai teroris”. (6 / Syawal / 1422 H).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[8] Syaikh Abu Qotadah Al-Falisthiiniy berkata: “Imam Al-Bukhoriy meriwayatkan dalam Kitab Shohihnya: “Bahwasanya ada seorang wanita dari Hims bertanya kepada Abu Bakar: “Sampai kapankah kita akan berada dalam keadaan baik seperti ini --- yaitu Islam --- yang Alloh datangkan setelah masa jahiliyah ?  Ia menjawab: “Kalian tetap dalam keadaan seperti itu selama pemimpin-pemimpin kalian lurus”. Perempuan itu bertanya: “Siapakah pemimpin itu? Ia balik bertanya: “Bukankah kamu memiliki kepala dan pemuka yang mereka memerintah lalu kaummu mentaati mereka ? Perempuan itu menjawab: “Ya”. Ia berkata: “Mereka itulah pemimpin itu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan beresnya para pemimpin itu adalah dengan melaksanakan ajaran Islam dan syariat Alloh dan dengan menebarkan keadilan dalam hukum. Sedangkan rusaknya mereka itu adalah dengan meninggalkan dienulloh (Islam) dan tidak menjalankannya di kalangan manusia. Dan Abu Bakar rodliyallohu 'anhu menggantungkan kerusakan manusia dengan rusaknya pemimpin: “Selama pemimpin-pemimpin kalian lurus”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Haafidz Ibnu Hajar rh. dalam Fathul Baariy dalam menjelaskan hadits ini mengatakan: “Karena diin manusia itu sesuai dengan diin raja-raja mereka, maka barangsiapa dari pemimpin-pemimpin tersebut menyeleweng, maka dia telah sesat dan menyesatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan oleh karena penting dan urgennya para pemimpin dalam kehidupan, maka syaari’ (Alloh yang membuat syariat) Yang Maha Bijaksana memerintahkan dan menghasung kaum muslimin agar mengawasi para pemimpin untuk meluruskan penyimpangan mereka, meskipun hal ini membahayakan diri orang yang memberikan nasehat dan kondisi. Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَفْضَلُ الْجِهَادِ كَلِمَةُ حَقٍّ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jihad yang paling utama adalah ucapan yang benar di hadapan penguasa yang dholim” (Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad dengan sanad shohih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini kaitannya dengan penguasa muslim. Adapun terhadap penguasa kafir, kaum muslimin wajib untuk memecat dan menggulingkannya. Al-Qodliy ‘Iyaadl berkata: “Jika terjadi kekafiran atau perubahan terhadap syariat perbuatan bid’ah pada diri pemimpin maka kepemimpinannya dan tidak wajib lagi mentaatinya. Dan kaum muslimin wajib memberontak dan memecatnya” (Maqoolaat Bainal Manhajain:10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[9] Syaikh Usamah bin Ladin mengatakan: “…dan demikianlah para penguasa, telah menipu kita. Mereka berwala’ (loyal) kepada orang-orang kafir lalu mereka mengaku beragama Islam. Dan diantara yang memperkuat penipuan ini adalah dibentuknya lembaga-lembaga untuk menipu manusia. Dan mungkin orang akan merasa heran kalau kami mengatakan beberapa lembaga yang dikatakan sebagai lembaga syariat atau fiqih atau ilmu memerankan fungsi ini --- baik sadar atau tidak --- Maksud pemerintah dalam menampilkan beberapa ulama’ di layar televisi dan melalui stasiun-stasiun radio yang memberi fatwa kepada manusia, tujuan pokoknya bukanlah untuk berfatwa. Seandainya ini tujuannya tentu para ulama’ yang benar akan tampil di layar televisi setempat dan yang lain juga di stasiun-stasiun radio setempat dengan yang lainnya. Akan tetapi lembaga-lembaga tersebut mempunyai peran yang penting pada masa-masa yang sulit dan pada jam-jam kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana yang telah kita lihat sebelumnya ketika pemerintah memberikan wala’ (loyal) nya kepada tentara-tentara salibis Amerika dan memasukkan mereka ke negeri Haromain, lalu rakyat dan para pemuda ribut, maka sarana yang paling efektif untuk membungkam manusia adalah lembaga-lembaga tersebut dan yang semisalnya yang mengeluarkan fatwa yang membenarkan tindakan penguasa yang mereka sebut sebagai waliyul amri (pemimpin) – padahal sebenarnya mereka bukanlah waliyul amri (pemimpin) kaum muslimin – Oleh karena itu hal ini harus diperhatikan” (Taujihat Manhajiyah : 1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[10] Dan mungkin tipe manusia semacam ini yang paling berbahaya karena dia mencampur adukkan antara yang haq dan yang bathil. Syaikh Aiman Adh-Dhowaahiriy mengatakan: “Dan kita bertanya-tanya : “Manakah yang lebih berbahaya antara pemerintah kafir --- baik Mesir atau yang lain --- menggunakan wartawan bayaran atau menggunakan “Jama’ah Ikhwanul Muslimin” untuk menyerang jihad ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;             Tidak diragukan lagi bahwa penggunaan Jama’ah Ikhwanul Muslimin untuk menyerang jihad adalah lebih berbahaya. Karena jama’ah tersebut menghalangi jihad atas nama dakwah, yang dengan begitu mereka menipu kaum muslimin yang lemah imannya dan sedikit ilmunya.. tidakkah engkau lihat wahai saudaraku sesama muslim, bahwasanya thoghut itu --- apabila telah terjepit dan khawatir terhadap kekuasaannya dari ancaman jama’ah jihad --- kadang dia memberikan kedudukan menteri kepada Ikhwanul Muslimin, supaya menipu manusia dengan mengatas namakan Islam dan supaya memukul jihad dengan mengatas namakan Islam ? ….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;             Dan Syaikh Aiman Adh-Dhowaahiriy juga mengatakan: “Dan sungguh pemerintah-pemerintah yang berkuasa atas umat Islam terus menerus membuat makar terhadap Islam dan kaum muslimin. Dan yang terakhir kali mereka menggunakan akal --- setelah mereka menyadari bahayanya menghadapi Islam secara nyata dan terbuka --- untuk memecah belah barisan kaum muslimin dan memalingkan mereka dari kewajiban syar’iy mereka yang fardlu ‘ain, yaitu jihad melawan orang-orang kafir dan murtad terlebih yang menguasai negeri kaum muslimin. Dan dalam rangka memecah belah ini mereka menggunakan berbagai sarana dan diantara yang paling utama adalah menghasung berbagai dakwah yang menggunakan label indah dan menarik, padahal sebenarnya menyebabkan 2 hal:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;             Pertama: melepaskan rukun aqidah kaum muslimin yang paling penting, yaitu: rukun yang berupa pasrah (taslim) terhadap haakimiyah (kekuasaan) Alloh ta'ala lalu mengikuti prinsip-prinsip demokrasi jahiliyah dalam perundang-undangan (tasyrii’) yang berarti menyerahkan kepada manusia hak untuk menentukan undang-undang dan aqidah….         Dan yang kedua: mencampakkan jihad yang hukumnya fardlu ‘ain melawan pemerintah-pemerintah murtad yang menguasai negara-negara kaum muslimin – bahkan lebih dari itu memusuhi, membodoh-bodohkan dan mencerca orang yang menyerukannya serta mengajak pemerintah untuk memberangusnya dan berlepas diri (baro’) darinya di hadapan para thoghut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;             Dan diantara jama’ah-jama’ah yang mengajak kepada 2 point yang memecah belah barisan kaum muslimin tersebut adalah Jama’ah Ikhwanul Muslimin --- terutama beberapa tahun terakhir ini --- jama’ah ini berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menghentikan kekerasan dan mengumumkan komitmen mereka terhadap undang-undang yang syah, hukum jahiliyah yang syah, dan pengingkaran terhadap hak maula (Alloh) ta'ala dalam menetapkan tasyrii’ (undang-undang) untuk hamba-hambaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;             Sesungguhnya jama’ah ini memanfaatkan semangat para pemuda Islam untuk merekrut bahkan memasukkan mereka ke dalam lemari es jama’ah tersebut …..Dan untuk mengalihkan fanatik keIslaman mereka dari jihad melawan thoghut kepada perundingan dan pemilu” (Al-Hishoodul Murr; Al-Ikhwaanul Muslimin Fii Sittiina ‘Aaman)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[11] Syaikh Ahmad Syaakir rh. berkata: “Hendaknya setiap muslim di setiap belahan bumi mengetahui: bahwasanya apabila dia bekerjasama dengan musuh-musuh Islam yang menjajah kaum muslimin – seperti Inggris, Perancis dan sekutu-sekutunya – dalam bentuk apapun, atau berdamai dengan mereka sehingga dia tidak memerangi mereka dengan kemampuan dia, apalagi membela mereka dengan ucapan atau tindakan dalam memusuhi saudara-saudara mereka seiman. Sesungguhnya barangsiapa melakukan hal itu lalu dia sholat maka sholatnya batal atau dia bersuci dengan cara berwudlu atau mandi atau tayammum maka bersucinya batal, atau dia shoum wajib atau shoum sunnah maka shoumnya batal, atau dia haji maka hajinya batal atau dia membayar zakat yang wajib atau mengeluarkan sedekah yang sunnah maka zakatnya batal dan tertolak, atau dia beribadah kepada Robbnya dengan ibadah apapun maka ibadahnya batal dan tertolak. Dia tidak mendapatkan pahala dari semua itu bahkan dia mendapat dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya setiap muslim mengetahui bahwasanya apabila dia melakukan perbuatan yang hina ini, maka terhapuslah semua ibadahnya kepada Robbnya sebelum dia terjebak dalam lumpur kemurtadan yang dia pilih untuk dirinya. Dan semoga Alloh menjaga setiap muslim agar tidak memilihnya yang berhak mendapat sebutan yang agung ini yang beriman kepada Alloh dan RosulNya” (Kalimatul Haq, hal. 137)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[12] Ketahuilah bahwasannya orang kafir itu tidak mungkin melakukan kerusakan dibumi atau mendzalimi sebuah bangsa, kecuali pasti dengan bantuan orang-orang yang membantunya untuk melakukan kedzoliman dan kerusakan, dan yang menjaga mereka dari orang yang ingin membalasnya. Dengan demikian maka orang kafir dan kerusakan yang dilakukan itu tidak akan eksis kecuali karena ada orang yang membantu dan membelanya, karena itu Alloh berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَا تَرْكَنُوا إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan janganlah kamu “rukun”  kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka,…” (QS.Hud : 113)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama mengatakan:”Ar Rukun” adalah sedikit cenderung, dan Ibnu Taimiyyah berkata: ”Dan begitu pula disebutkan dalam sebuah atsar: “Pada hari kiamat akan dikatakan: Manakah orang-orang dzolim dan pembantu-pembantunya? --- atau dikatakan orang-orang yang semacam mereka --- kemudian mereka dikumpulkan dalam satu peti dari api lalu dilemparkan kedalam neraka”. Dan lebih dari seorang salaf yang mengatakan yang disebut dengan para pembantu orang-orang dzalim adalah orang-orang yang membantu mereka meskipun hanya dengan mengisikan tinta atau mengambilkan pena. Dan diantara mereka ada yang mengatakan: Bahkan orang yang mencucikan baju mereka termasuk pembantu mereka, dan mereka itu termasuk yang disebut sebagai jodoh-jodoh mereka. Dalam sebuah ayat: Karena sesungguhnya orang yang membantu untuk berbuat baik dan taqwa, adalah keluarga orang yang berbuat baik dan taqwa. Dan orang yang menolong untuk berbuat dosa dan permusuhan adalah keluarga orang yang berbuat dosa dan permusuhan. Alloh subhanahu wa ta’aalaa berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ يَشْفَعْ شَفَاعَةً حَسَنَةً يَكُنْ لَهُ نَصِيبٌ مِنْهَا وَمَنْ يَشْفَعْ شَفَاعَةً سَيِّئَةً يَكُنْ لَهُ كِفْلٌ مِنْهَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa yang memberikan syafa`at yang baik, niscaya ia akan memperoleh bahagian (pahala) daripadanya. Dan barangsiapa yang memberi syafa`at yang buruk, niscaya ia akan memikul bahagian (dosa) daripadanya…(QS. An Nisa’ : 85)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang memberi syafa’at adalah orang yang membantu orang lain, maka dia dengan orang tersebut menjadi genap yang sebelumnya ganjil. Oleh karena itu asy syafa’ah al hasanah ditafsirkan dengan membantu orang-orang yang beriman untuk berjihad. Sedangkan asy syafaa’ah as sayyi-ah ditafsirkan dengan membantu orang-orang kafir dalam memerangi orang-orang beriman sebagaimana hal itu disebutkan oleh Ibnu Jarir dan Abu Sulaiman.” (Majmu’ Fatawa, VII / 64)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka penguasa kafir itu tidak akan eksis, dan tidak akan eksis pula hukum-hukum kafir serta kerusakan-kerusakan besar di negara-negara muslimin yang ditimbulkannya, kecuali lantaran orang-orang yang membela para penguasa thoghut itu. Sama saja apakah mereka itu membantu dengan perkataan yang menyesatkan dan menipu manusia, atau membantu dengan perbuatan. Dengan cara menjaga mereka  dan undang-undang mereka dari orang yang ingin membalas mereka. Maka tidak mengherankan kalau Alloh menyebut tentara-tentara penguasa kafir itu dengan pasak-pasak, karena merekalah yang mengokohkan kekuasaannya dan merekalah yang menjadi penyebab eksisnya kekafiran yaitu dalam firman Alloh :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَفِرْعَوْنَ ذِي الْأَوْتَادِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan kaum Fir'aun yang mempunyai pasak-pasak (tentara yang banyak). (QS. Al Fajr : 10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Jariir dalam menafsirkan ayat ini mengatakan: Alloh mengatakan: Apakah kamu tidak melihat apa yang Alloh lakukan kepada Fir’aun yang memiliki pasak-pasak. Para ahli ta’wil berselisih pendapat tentang makna firman Alloh yang berbunyi: ذِي الْأَوْتَادِ”Yang mempunyai pasak-pasak” dan kenapa Dia katakan begitu?, sebagian mereka mengatakan: Artinya adalah yang mempunyai tentara-tentara yang memperkuat kekuasaannya, dan mereka mengatakan pasak-pasak dalam permasalahan ini maksudnya adalah tentara-tentara.” (Tafsir Ath Thobari, XXX / 179).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini semua menjelaskan tentang kejahatan para pendukung thoghut, dan bahwasannya mereka itulah penyebab yang sebenarnya atas eksisnya kekafiran dan kerusakan. Maka tidak mungkin orang kafir itu dapat merusak dan mendholimi ummat kecuali dengan menggunakan para pembantu yang menolongnya. Dan kalau  Rosululloh saja bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَنَا بَرِئٌ مِنْ كُلِّ مُسْلِمٍ يُقِيْمُ بَيْنَ أَظْهُرِ الْمُشْرِكِيْنَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berlepas diri dari setiap muslim yang tinggal ditengah-tengah orang musyrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan orang yang membantu kekafiran mereka?, dan bagaimana dengan orang yang membantu mereka untuk menyakiti dan memerangi kaum muslimin?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kalau kita lihat, sesungguhnya peperangan yang dilancarkan kaum muslimin terhadap para penguasa thoghut, dengan tujuan menggulingkan mereka dan mengangkat seorang penguasa muslim, kenyataannya peperangan tersebut adalah peperangan melawan para pendukung mereka yang terdiri dari tentara dan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[13] Syaikh Abu Bashiir, Abdul Mun’im Musthofa Haliimah berkata: “‘Az-Zandaqoh adalah kata bahasa Persi yang diarabkan, yang aslinya adalah “Zandah Kard” yang maksudnya adalah memendam kekafiran dan pengingkaran, dan menampakkan kekafiran dan keimanan secara bersamaan atau secara terpisah, menyesuaikan keadaan, kebutuhan dan kesempatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu Zindiq adalah: orang yang mempunyai keyakinan kafir dan menampakkan kekafiran tersebut --- berulangkali --- setiap ada kesempatan dan dia mengira bahwa tidak ada mata yang mengawasinya atau mencatat pembicaraan dan sikapnya. Dan apabila ketahuan lalu disampaikan dalil yang qoth’iy kepadanya dan ditanyakan kepadanya kenapa dia melakukan kekafiran, kamu lihat dia segera memungkiri perbuatannya dan menafsirkannya dengan hal-hal yang memalingkan dari kekafiran yang nyata dan sesungguhnya dia tidak bermaksud untuk kafir dan yang dia inginkan hanyalah kebaikan akan tetapi kita tidak memahami maksudnya dan tujuannya!! Dan di sisi lain kamu lihat dia menampakkan diri sebagai orang Islam dan bersyahadat, dan dia percaya dengan kewajiban sholat, zakat dan rukun-rukun Islam lainnya. Dan seandainya kamu minta dia untuk bersyahadat pasti dia melaksanakannya segera dengan tanpa ragu-ragu untuk menghindarkan dirinya dari tuduhan zindiq serta konsekuensi-konsekuensi hukumnya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian beliau berkata: “Hukum orang zindiq dalam dienulloh (Islam) adalah dibunuh karena kafir dan murtad tanpa disuruh taubat. Karena orang itu disuruh bertaubat jika melakukan sesuatu sedangkan orang zindiq tidak mengaku berbuat sesuatu. Lalu mau disuruh taubat dari apa ?!….Malik rh. berkata: “Munafiq pada zaman Rosululloh itu kalau sekarang adalah zindiq. Maka orang zindiq itu kalau ketahuan kezindikannya dibunuh tanpa disuruh taubat” (Al Jaami’ Li Ahkaamil Qur-aan I/199)…Dan Abu Hanifah berkata: “Bunuhlah orang-orang zindiq secara diam-diam karena taubatnya tidak bisa diketahui” (Ikfaarul Mulhidiin, hal. 37) (Dari makalah “Zanaadiqotul ‘Ashri” 21/6/1421 H)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[14] Dalam menafsirkan ayat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَوْلاَ دَفْعُ اللهِ النَّاسَ بَعْضَهُم بِبَعْضٍ لَّهُدِّمَتْ صَوَامِعُ وَبِيَعٌ وَصَلَوَاتٌ وَمَسَاجِدَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan sekiranya Alloh tidak menahan sebagian orang dengan sebagian yang lain tentu akan dihancurkan biara-biara, gereja-gereja, tempat-tempat ibadah orang Yahudi dan masjid-masjid” (QS. Al-Hajj:40).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qurthubiy berkata: “Maksudnya sekiranya Alloh tidak mensyariatkan kepada para nabi dan orang-orang beriman untuk memerangi musuh tentu orang-orang musyrik akan berkuasa dan tentu akan kosong rumah-rumah yang dibangun oleh orang-orang yang beragama yang berupa tempat-tempat ibadah, akan tetapi Alloh menahannya dengan mewajibkan perang supaya orang yang beragama dapat konsentrasi beribadah. Maka jihad adalah urusan yang dikedepankan dalam semua umat. Dengannya syariat menjadi lurus dan tempat-tempat ibadah menjadi penuh…Sekiranya bukan karena perang dan jihad pasti ahlul haq (orang-orang yang benar) akan dikalahkan di setiap bangsa. Maka setiap orang Nasrani atau Shobi’iy yang memandang buruk terhadap jihad maka dia telah menentang ajarannya karena kalau bukan karena perang tentu diin yang dia pertahankan itu tidak akan tersisa” (Tafsir XII/66).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Asy-Syahiid Sayyid Quthub berkata: “Maka kebatilan itu akan menyombongkan diri, tidak ada yang menghalangi dan tidak akan berhenti untuk melakukan permusuhan kecuali jika ditahan dengan kekuatan sebagaimana yang dia gunakan untuk menyerang dan menguasai. Dan kebenaran itu tidak cukup sebagai kebenaran untuk menghadapi serangan kebathilan, akan tetapi harus dengan kekuatan yang menjaga dan membelanya. Dan ini adalah kaidah umum yang tidak akan berubah selama manusia itu tetap manusia! Dan harus diadakan perenungan terhadap nash yang pendek namun mempunyai pengertian yang mendalam dan rahasia-rahasia yang berada di baliknya tentang alam jiwa dan alam nyata” (Fii Dhilaalil Qur’an, hal. 2425).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[15] Syaikh Abu Muhammad Al-Maqdisiy mengatakan: “Mereka itu tidak memahami kecuali bahasa menyembelih, membunuh dan darah yang merupakan bagian dari diin, yang mana mereka tidak dapat dicegah kedholiman dan permusuhan mereka kecuali dengan bahasa tersebut secara terang-terangan sehingga dapat mencerai-beraikan orang-orang yang berada di belakang mereka…Alloh Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;سَأُلْقِي فِي قُلُوبِ الَّذِينَ كَفَرُوا الرُّعْبَ فَاضْرِبُوا فَوْقَ اْلأَعْنَاقِ وَاضْرِبُوا مِنْهُمْ كُلَّ بَنَانٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku akan menimpakan rasa gentar dalam hati orang-orang kafir maka penggallah leher mereka dan penggallah setiap ujung jari-jari mereka” (QS. Al-Anfal:12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Alloh ‘Azza wa Jalla :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَإِمَّا تَثْقَفَنَّهُمْ فِي الْحَرْبِ فَشَرِّدْ بِهِم مَّنْ خَلْفَهُمْ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka apabila kamu berjumpa dengan mereka dalam peperangan, cerai beraikanlah orang-orang yang di belakang mereka” (QS. Al-Anfal:57).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Alloh ‘Azza wa Jalla berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَإِذَا لَقِيتُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا فَضَرْبَ الرِّقَابِ حَتَّى إِذَآ أثْخَنتُمُوهُمْ فَشُدُّوا الْوَثَاقَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apabila kalian bertemu dengan orang-orang kafir maka penggallah leher mereka sampai apabila kalian telah banyak membunuh mereka maka ikatlah mereka” (QS. Muhammad:4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka arahan robbaaniy ini adalah satu-satunya bahasa yang dapat mengusir kebathilan mereka, dan menahan kejahatan dan permusuhan mereka, yaitu “Al-Itskhoon” (banyak membunuh), “Dlorbur riqoob” (memenggal leher), “Adl-Dlorbu Fauqol A’naaq” (memenggal kepala) dan “Tasyriid Man Kholfahum” (mencerai-beraikan orang-orang yang di belakang mereka) dengan cara memotong leher dan memenggal kepala, yaitu bahasa perang – sebagaimana yang dikatakan oleh musuh-musuh kita – yang memang bahasa itu adalah bahasa perang..! (Dari Khutbah jum’at beliau di penjara Qofqofa 4/Rajab/1425 H)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[16] Syaikh Abdur Rohman Ad-Duwasriy rh. ditanya: “Apakah jahiliyah itu hanya terbatas pada zaman dahulu atau bentuknya berubah-rubah di kalangan manusia ?” Maka beliau menjawab: “Jahiliyah tidaklah terbatas pada zaman bahkan bisa jadi jahiliyah yang terjadi pada suatu zaman itu lebih parah daripada zaman sebelumnya karena setiap orang dan setiap bangsa yang membangkang perintah Robb dan para rosul mereka, dan mengikuti segala keinginan hawa nafsunya itu mempunyai watak jahiliyah sendiri-sendiri. Sampai-sampai jahiliyah pada hari ini terhitung lebih parah daripada seluruh jahiliyah sebelumnya. Karena jahiliyah sekarang sangat lekat dengan kufur terhadap nikmat dan ingkar terhadap Kholiq (sang Pencipta) atau menentang terhadap diin dan syariatNya, mencela kebijaksanaannNya, menghina kemuliaanNya dan menganggap baik hal-hal yang jelek, jahat, hilangnya ghiiroh dan rasa malu yang mana belum pernah terjadi pada masa Abu Jahal, Abu Lahab dan masa-masa jahiliyah sebelumnya” (Al-Ajwibah Al-Mufiidah Limahammaatil Aqiiidah, hal 44-45).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[17] Orang-orang salibis merampas Al-Quds pada tahun 492 H. Ibnu Katsir rh. berkata: “Ketika dluha pada hari Jum’at tanggal 7 Sya’ban 492 H orang Eropa merampas Baitul Maqdis yang dimuliakan Alloh, mereka berjumlah sekitar 1.000.000 orang pasukan dan di sana mereka membunuh lebih dari 60 ribu dari kaum muslimin. Mereka merajalela di perkampungan dan membinasakan apa saja yang mereka kuasai” (Al-Bidaayah wan Nihaayah XII/156).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kaum muslimin mengambil alih dari mereka th. 583 H. As-Suyuuthiy rh. berkata: “Pada tahun itu banyak penaklukan. Sultan Sholaahud-Diin banyak mengambil alih negeri-negeri Syam yang dikuasai oleh orang-orang Eropa selama 91 th. Lalu Sultan Sholaahud Diin bekas-bekas peninggalan orang-orang Eropa menghancurkan gereja-gereja yang mereka bangun dan membangun sebuah sekolahan Syaafi’iyyah dari bekas gereja. Semoga Alloh membalas jasanya terhadap Islam dengan balasan yang lebih baik…”(Taarikhul Khulafaa’, hal. 519)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[18] Sultan, raja pembawa kemenangan Sholahud Diiin Yuusuf bin Ayyub, lahir th. 532 H di Tikrit, Irak dan meniggal th. 589 H, umurnya 57 th yang sebagian besar beliau habiskan untuk berjihad dan Alloh memuliakannya dengan menjadikan takluknya Baitul Maqdis di tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Katsir berkata: “… semoga Alloh merahmatinya. Dia adalah pembela Islam penjaga dan pelindung dari tipu daya orang-orang kafir yang jahat. Dan itu semua atas bimbingan dari Alloh. Tidak ada orang Damaskus yang berkorban sebagaimana pengorbanannya dan mereka masing-masing berangan-angan seandainya dapat menebusnya dengan anak-anak, orang-orang yang dicintai dan sahabat-sahabatnya….ada yang mengatakan Dia dikubur bersama pedang yang dia gunakan untuk berjihad…mereka berharap supaya pada hari qiyamat pedang itu dapat ia jadikan tongkatnya sampai memasukkan ke dalam Jannah insya Alloh. Ia tidak meninggalkan harta benda untuk bala tentaranya. Dia dermawan dan baik kepada pimpinan-pimpinannya dan kepada orang lain --- sampai kepada musuh-musuhnya --- pakaiannya, makanannya dan kendaraannya sederhana…tidak pernah diketahui dia berbuat makruh akan tetapi cita-citanya yang paling tinggi adalah membela Islam dan menghancurkan musuh-musuh yang jahat. Dan dalam rangka itu dia berfikir sendiri dan bersama orang-orang yang dia percayai siang dan malam. Dan ini ditunjang dengan keutamaan dan kelebihan yang dia miliki…Dia selalu menjaga sholat pada waktunya secara berjama’ah. Ada yang mengatakan: “Dia tidak pernah ketinggalan sholat berjama’ah sebelum wafatnya sepanjang tahun sampai ketika dia sakit menjelang kematiannya. Dia suka mendengar Al-Qur;an, hadits dan ilmu. Dan dia rutin mendengarkan hadits. Hatinya lembut, mudah menangis jika mendengar hadits. Dan dia sangat menghormati syariat-syariat Islam” (Al-Bidaayah wan Nihaayah XIII/5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[19]  Yang menyebabkan kekalahan orang-orang salibis – setelah bimbingan Alloh – adalah beberapa hal diantaranya yang terpenting adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.       Umat ini merasakan bahayanya serangan orang-orang salibis karena kebiadabannya, penghancuran, pembunuhan, pengusiran, penjajahan dan penghinaan yang mereka hadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.       Para ulama’ melaksanakan peran mereka dalam menghasung dan memobilisir umat serta mengingatkan mereka terhadap kedudukan Al-Quds yang mulia di dalam Islam. Juga mengingatkan tentang keutamaan jihad dan mati syahid. Serta menyadarkan mereka tentang musuh mereka yang hakiki dan tabiat dari target-target mereka yang meluas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.       Para mujahidin mulai bergerak dengan sungguh-sungguh dalam rangka menyatukan kekuatan untuk menghadapi musuh dari kaum salibis. Artinya, ketika itu  yang menjadi motto adalah: “Kita tinggalkan perselisihan diantara kita dan kita semua bersatu untuk berjihad melawan musuh bersama”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.       Munculnya ‘Imaadud Diin Zaukiy sebagai komandan umum dalam jihad melawan orang-orang salibis…yang merupakan alternatif yang tepat dari lemahnya para penguasa dan ketidakmampuan mereka, serta kegagalan mereka baik dari segi politik maupun militer. Hal ini disebabkan kesungguhan dan jihad beliau. Karena beliau menyerahkan seluruh sarana yang dia miliki untuk memperjuangkan tujuan yang Islami ketika itu yaitu jihad melawan orang-orang salibis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.       Tampilnya Imam Sholaahud diin Al-Ayyuubiy yang melanjutkan perjalanan jihad lalu melakukan beberapa langkah yang paling penting adalah menyingkirkan Daulah Fathimiyah yang syi’ah, dan menyatukan kekuasaan dan keputusan di Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.       Menertibkan kondisi intern para mujahidin di Mesir dan Syam selama 6 th (572 – 577 H) dan tidak memperluas daerah pertempuran melawan orang-orang salibis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hasilnya adalah tercapainya beberapa kemenangan yang puncaknya adalah kekalahan musuh di Hithiin 582 H. Setelah Hithiin; kota-kota dan benteng-benteng salibis mulai menyerah, lalu Imam Sholaahud Diin menuju ke arah Al-Quds yang mulia, dan dapat dikuasai setelah pengepungan yang tidak lama. Oleh karena itu musuh dari salibis memahami --- sebagaimana yang dipahami Imam kita Sholaahud Diin --- bahwasanya kunci kemenangan Al-Quds itu ada di Mesir. Maksudnya penaklukan mesir itu merupakan langkah awal yang sangat penting yang tidak boleh dilewatkan” (Lihat Al-Huruub Ash-Sholiibiyah Bainal Maadliy wal Haadlir, karangan Aiman Al-Hilaaliy, Majalah Al-Anshoor).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[20] Shofiyyur Rohman Al-Mubarokfuri mengatakan: “Ketika Arab terjadi gelombang imigrasi berbagai suku, orang-orang pedalaman dari Qodlo’ah keluar menuju pinggiran wilayah Syam dan mereka tinggal di sana…(mereka mengenalnya dengan nama Adl-Dlojaa’amah)…Lalu mereka dimanfaatkan oleh orang-orang Romawi untuk membendung orang-orang Arab daratan agar tidak bermain-main dan agar mereka dapat dimanfaatkan untuk melawan Persi. Lalu mereka mengangkat seorang raja diantara mereka. Kemudian raja itu bergantian secara turun-temurun selama bertahun-tahun…Dan ketika itu kira-kira awal abad ke-2 M sampai akhir abad ke-2 M. Dan kekuasaan mereka berakhir setelah datangnya keluarga Ghossaan, yang menaklukkan mereka, lalu Romawi mengangkat mereka sebagai raja Arab Syam. Dan pada waktu itu yang menjadi ibukota adalah Bash-ro. Dan bangsa Ghossaan terus menguasai Syam yang mana status mereka adalah sebagai pegawai raja-raja romawi. Sampai terjadi perang Yarmuk pada th. 13 H dan raja mereka yang terakhir tunduk kepada Islam…..pada masa Amiirul Mu’miniin Umar Ibnul Khothob ra” (Ar-Rohiiqul Makhtuum, hal. 25)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[21] Ust. Abdulloh An-Nafiisiy mengatakan:”Pemerintah-pemerintah yang berkuasa pada hari ini di bumi Islam dia akan melihat sebuah kenyataan yang penting, yaitu: bahwasanya pemerintah-pemerintah tersebut tidak memegang kendali kekuasaan di negeri-negeri kaum muslimin secara penuh. Pemerintah-pemerintah tersebut hanyalah tindak lanjut dari penjajahan barat yang kafir. Dan apabila secara syar’iy kita wajib untuk memerangi semua penjajah barat yang kafir sampai diin itu hanya untuk Alloh, maka secara otomatis kita juga wajib untuk memerangi pemerintah-pemerintah tersebut yang merupakan ujung tombak bagi penjajah barat yang kafir”. (Al-Islaam wal Khuruuj ‘Alal Hukkaam, pasal kedua).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[22] Syaikh Asy-Syahiid Al-Mujaddid Abdulloh ‘Azzaam rh. berkata: “….sesungguhnya menganut paham Nasionalisme – sesama Arab atau yang lain seperti Kurdi dan Iran adalah kekafiran yang menyebabkan keluar dari millah (Islam). Maka barangsiapa menganut paham nasionalis dia keluar dari Islam, sehingga binatang yang dia sembelih tidak boleh dimakan dan seorang wanita nasionalis tidak boleh dinikahi dan seorang nasionalis tidak boleh dinikahkan dengan anak-anak perempuan kaum muslimin, dan kalau mati tidak dimandikan, tidak dikafani, tidak disholatkan, tidak dikubur di pekuburan kaum muslimin, tidak dijawab salamnya dan tidak dido’akan untuk mendapatkan rahmat jika dia mati… Dan seorang pemuda nasionalis tidak boleh mewarisi bapaknya yang muslim, dan anak-anaknya tidak boleh mewarisinya jika mereka muslim dan mereka tidak menganut paham nasionalis seperti dia. Dan apabila seorang pemuda nasionalis dia sudah menikah dengan seorang wanita muslimah, maka wanita tersebut tertalak (cerai) dan wanita itu haram bagi pemuda tersebut. Dan apabila keduanya masih berhubungan seks maka hubungan tersebut adalah zina, dan anak-anak yang dilahirkan adalah anak-anak zina. Dan aurat wanita muslimah bagi seorang wanita muslimah bagaikan aurotnya bagi laki-laki, sehingga dia tidak boleh membuka kepalanya di depan seorang wanita nasionalis. Dan seorang wanita apabila menganut paham nasionalis padahal dia sudah bersuami dengan seorang muslim maka akadnya batal seketika itu juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang akan mengatakan: “Diantara mereka ada yang sholat dan shoum kadang-kadang!”. Maka kami katakan: “Sesungguhnya sholat dan shoum itu tidak diterima kalau aqidahnya rusak dan berbuat syirik…Yang lain akan megatakan: “Sesungguhnya banyak orang-orang partai yang masuk partai untuk mendapatkan harta dan pangkat”. Maka kami jawab: “Kita tidak mengetahui yang ghoib dan kita memberlakukan hukum-hukum kita berdasarkan yang dhohir dan kita menilai mereka sesuai apa yang keluar dari mulut mereka dan hati mereka kita serahkan kepada Alloh ‘Azza wa Jalla. Maka kaidah ini berlaku umum yaitu bahwasanya orang nasionalis itu kafir, sedangkan pengecualian dari kaidah umum tidak dapat ditetapkan kecuali dengan bukti yang lebih kuat daripada keadaan asalnya. Artinya apabila kita yakin bahwa seseorang itu dia membenci nasionalisme, dia ingin menghentikannya dan dia nyata-nyata membendung penyebarannya, maka kita hukumi dia sebagai orang Islam. Dan harus dipahami bahwasanya orang-orang yang mempunyai kepentingan tersebut adalah orang-orang yang menjadi pembela kekafiran. Ia tersebar  oleh mereka dan tegak di atas pundak mereka. Dan kelompok ketiga akan mengatakan: “Sesungguhnya mayoritas mereka tidak mengetahui hukum syar’iy”. Maka kami jawab: “Orang yang tidak tahu, diberitahu dan diberi penjelasan lalu jika dia tetap dalam pendiriannya maka dia dihukumi sebagai orang kafir. Apabila beberapa ulama’ yang diinnya tidak diragukan telah menulis makalah atau buku tentang kafirnya orang-orang nasionalis, maka hal ini cukup sebagai penjelasan sehingga ketidaktahuan tidak lagi dianggap sebagai udzur (alasan) setelah ada penjelasan”. (Buku Al-Qoumiyah Al-‘Arabiyah, karangan Syaikh ‘Abdulloh ‘Azzaam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[23] Asy-Syahid Al-Mujaddid ‘Abdulloh ‘Azzaam rh. berkata: “Komunisme memerangi semua agama dan yang paling utama adalah Islam. Adapun agama Yahudi, dia tidak terkena Revolusi Bolshevik. Dan alasan Lenin ketika itu adalah bahwasanya Yahudi adalah bangsa yang terdholimi yang membutuhkan agama untuk mengembalikan hak-haknya yang terampas!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan diantara perkataan mereka tentang agama adalah ….Marx mengatakan: “Agama adalah opium bagi manusia”, “Sesungguhnya Alloh tidaklah menciptakan manusia akan tetapi manusialah yang menciptakan Alloh”. Lenin mengatakan: “Agama itu adalah kesesatan dan kebodohan”. Stalin mengatakan: “Harus dipahami bahwa agama itu adalah kesesatan dan bahwa Alloh adalah kesesatan dan bahwa atheis adalah paham kita”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan prinsip-prinsip komunisme diatas maka semua orang komunis adalah kafir dan keluar dari Islam --- meskipun dia selalu atau terkadang mengerjakan sholat --- oleh karena itu tidak boleh dinikahkan dengan anak-anak perempuan kaum muslimin, apabila ia menikah dengan wanita muslimah maka pernikahannya adalah zina, jika mempunyai anak maka anak-anaknya adalah anak-anak zina dan sembelihan seorang komunis tidak boleh dimakan, dan jika mati dia tidak dimandikan, tidak dikafani, tidak disholati, tidak dikuburkan di pekuburan kaum muslimin, dan anak-anaknya yang Islam tidak boleh mewarisinya karena dua orang yang berlainan agama tidak boleh saling mewarisi. Begitu pula seorang wanita komunis tidak boleh menikah dengan seorang muslim, akadnya batal dan perkawinannya adalah zina. Inilah fatwa seluruh ulama’ zaman sekarang. Dan ini juga merupakan fatwa para Syaikh Al-Azhar. Diantaranya adalah fatwa Syaikh Husain Makhkuuf, Muhammad Al-Bukhoit dan Abdul Haliim Mahmuud. (Lihat fatwa-fatwa tentang Komunisme tulisan Syaikh Abdul Halim Mahmuud).  (Dari buku As-Surthoonul Ahmar karangan Syaikh Abdulloh ‘Azzaam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[24] Syaikh Abu Muhammad Al-Maqdisiy mengatakan: “Ketahuilah bahwa asal istilah yang keji ini --- Demokrasi --- adalah dari Yunani dan bukan dari Arab. Dan istilah ini merupakan paduan dari dua kata, yaitu : Demos yang berarti rakyat dan Kratos yang berarti kekuasaan atau kedaulatan atau hak membuat undang-undang. Dan secara ‘letter leg, istilah Demokrasi ini berarti: Kekuasaan rakyat atau kedaulatan rakyat atau hak rakyat untuk membuat undang-undang. Maka Demokrasi adalah …. Kekafiran terhadap Alloh Yang Maha Agung, syirik terhadap Robb langit dan bumi dan bertentangan dengan tauhid dan diin (ajaran) para rosul karena berbagai sebab, diantaranya: karena memberikan hak membuat undang-undang kepada mayoritas atau hukum thoghut dan bukan hukum Alloh Ta’alaa…kedua; karena ia merupakan hukum mayoritas atau hukum thoghut yang berdasarkan undang-undang dan bukan berdasarkan syariat Alloh Ta’alaa… ketiga; sesungguhnya Demokrasi adalah buah dari sekulerisme yang keji dan saudaranya yang bukan syar’iy. Maka Demokrasi --- wahai ikhwan-ikhwan sesama tauhid --- adalah diin selain diin Alloh Ta’alaa, sesungguhnya Demokrasi adalah hukum thoghut dan bukan hukum Alloh, sesungguhnya Demokrasi adalah syareat Robb (tuhan-tuhan) yang saling berselisih dan bermacam-macam, dan bukanlah syariat Alloh Al-Waahid (Yang Maha Esa), Al-Qohhaar (Yang Maha Kuasa). Dan barangsiapa diantara makhluq itu yang menerima dan menyetujuinya, maka sebenarnya dia telah menerima untuk mendapatkan hak untuk membuat syariat berdasarkan undang-undang dan untuk menjadikan syariat yang dia buat lebih diutamakan daripada syariat Alloh Al-Waahid (Yang Maha Esa), Al-Qohhaar (Yang Maha Kuasa)”. (Dari buku “Ad-Diimuqrothiyah Diin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[25] Ibnu Hajar berkata: “Jawwaadh artinya adalah orang yang banyak dagingnya dan sombong cara berjalannya. Hal ini diriwayatkan oleh Al-Khothobi. Sedangkan Ibnu Faris berkata: “Ada yang mengatakan bahwa Jawwaadh itu artinya orang yang banyak makan, dan ada yang mengatakan artinya adalah orang fajir (jahat)” (Fathul bari VIII/663).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[26] Syaikh Abu Qotadah Al-Falisthini, --- Umar bin Mahmud Abu Umar --- : “… dahulu orang-orang mempermisalkan dengan keganasan Tartar, akan tetapi apakah keganasan Tartar itu setara dengan pembantaian yang dilakukan oleh Saddam Husain ? Dan apakah kedholiman orang-orang kafir di sepanjang sejarah mereka dengan kaum muslimin setara dengan kekafiran dan kedholiman Qodzafi ? Dan apakah kekejian orang-orang Yahudi setara dengan kekejian Raja Husain ? Dan apakah penyiksaan orang-orang Nazi itu setara dengan penyiksaan di penjara-penjara Mesir ? Dan apakah pemerintahan orang-orang Nasrani di Lebanon setara dengan pemerintahan orang-orang Nushoiri di Suria ? Dan pernahkan terjadi dalam sejarah manusia sebuah pemerintahan yang menyamai pemerintahan keluarga Sa’ud; yang tidak ada hubungan antara penguasa dan rakyatnya. Penguasa memiliki segala sesuatu sedangkan rakyat adalah budak dan pelayan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejahatan dan kekafiran apakah yang mengalir pada darah mereka itu ?! Kekafiran yang tidak ada lagi di atasnya kekafiran, dan kejahatan yang tidak ada lagi di atasnya kejahatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi Alloh, sesungguhnya orang Islam yang berfikir adanya kemungkinan kebaikan pada para penguasa tersebut. Sungguh dia itu adalah orang sinting. Dan sesungguhnya orang yang berfikir mencari sarana lain selain pedang untuk menghadapi mereka, sungguh dia adalah orang sinting. Sesungguhnya para penguasa dan pegawai-pegawainya itu tidak ada yang cocok untuk menghadapi mereka kecuali perang sampai titik darah penghabisan”. (Baina Manhajain:91)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[27] Sayyid Quthub dalam menafsirkan ayat ini mengatakan: “Kalau begitu ini adalah tawar-menawar, dan bertemu di persimpangan jalan --- sebagaimana yang mereka lakukan jika berdagang --- padahal jauh berbeda antara keyakinan dan dagangan! Orang yang memegang aqidah tidak akan bergeser sedikitpun dari aqidahnya, karena aqidah yang kecil sama dengan yang besar, bahkan di dalam aqidah tidak ada besar atau kecil. Sesungguhnya aqidah itu adalah satu kesatuan yang saling melengkapi. Orang yang beraqidah tidak akan mentaati seorangpun untuk menyeleweng dari aqidahnya dan dia tidak akan bergeser sedikitpun dari aqidahnya selamanya. Dan tidak akan mungkin Islam dan jahiliyah bertemu di persimpangan jalan , dan tidak akan bertemu di jalan manapun. Dan begitulah tabiat Islam dan Jahiliyah di setiap waktu dan tempat --- baik Jahiliyah kemarin, atau Jahiliyah hari ini atau Jahiliyah besok, semuanya sama --- Sesungguhnya jurang pemisah antara Jahiliyah dan Islam tidak mungkin bisa diseberangi, tidak bisa dibangun jembatan di atasnya dan tidak menerima adanya pembagian atau hubungan. Akan tetapi yang ada adalah pertarungan yang sempurna yang mustahil untuk didamaikan!” (Fiii Dzilaalil Qur’an, hal. 3658).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[28] Musuh Alloh Fahd bin Abdul Aziiz Aalu Saluul (artinya adalah Aalu Sa’uud, dia disebut begitu karena mengikuti jejak Abdulloh bin Ubay bin Saluul) dalam khuthbahnya pada tanggal 18/1/1411 H, yaitu pada saat dia menyatakan dimulainya penjajahan kaum salibis terhadap negeri Haromain secara terang-terangan , ketika itu ia mengatakan: “…wahai saudara-saudaraku, sungguh peristiwa yang sangat disayangkan --- penyerangan Kuwait --- yang dilakukan oleh Irak itu menyebabkan berkumpulnya pasukan-pasukan yang besar di perbatasan-perbatasan Kerajaan Saudi Arabia. Dan dalam menghadapi kenyataan yang pahit ini dan berangkat dari tekad kerajaan untuk menyelamatkan wilayahnya dan menjaga unsur-unsur penting kehidupan dan ekonominya…Kerajaan Arab Saudi menyatakan keinginannya untuk bergabung dengan tentara-tentara Arab yang menjadi saudara dan sahabatnya, yang mana pemerintah Amerika Serikat telah ikut bergabung sebagaimana yang dilakukan oleh pemerintah Inggris dan negara-negara lain atas dasar hubungan persahabatan yang terjalin antara kerajaan Arab Saudi dengan negara-negara tersebut. Mereka mengirimkan pasukan udara dan darat untuk membantu pasukan bersenjata Saudi dalam melaksanakan kewajibannya untuk mempertahankan negara dan warga negaranya dari serangan musuh”. (As-Siyaasah Al-Khoorijiyah Lil Mamlakah Al-‘Arobiyah As-Su’uudiyah Mi’ah ‘Aam ha. 749-750).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[29] Syaikh Asy-Syahid Yusuf Al-‘Uyairi rh. mengatakan tentang thoghut Saddam dan pemerintahannya: “Pemerintahannya adalah pemerintahan yang disokong oleh Amerika ketika mereka merebut kekuasaan dengan melalui revolusi. Dan pemerintahan tersebut mendapat sokongan dari Amerika dan negara-negara Timur Tengah ketika berperang melawan Iran. Namun setelah mereka kuat dan Amerika takut kepada mereka, mereka dibujuk untuk menyerang Kuwait. Dan pemerintahan Saddam mengira bahwa Amerika akan tinggal diam sebagaimana yang disyaratkan oleh Kedutaan Amerika di Baghdad kira-kira satu minggu sebelum menyerang Kuwait. Maka merekapun berani dan mulai menyerang setelah mendapat lampu hijau dari Amerika. Maka orang bodoh itu merasakan akibatnya. Sedangkan Amerika tidak memegang janjinya, Amerikapun berbalik menyerangnya dan meminumkan racun kepada mereka. Maka mereka terpaksa menghadapi Amerika selama satu dekade. Namun akhirnya merekapun tumbang. Dan negara-negara Arabpun akan melewati periode yang sama dengan periode yang telah dilewati pemerintahan Saddam. Dan mereka tidak memiliki pilihan kecuali berjalan sesuai apa yang diinginkan Amerika, dan ini merupakan jalan yang tidak ada pilihan lain”. (Mustaqbalul Irooq        wal Jaziiroh Al-‘Arobiyah, disiapkan oleh Markazud Diroosaat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[30] Diperkirakan kerugian secara keseluruhan dari Perang Irak-Iran (1400 – 1408 H) sekitar 500 milyar dolar, 280 milyar dolar kerugian Iran dan 220 milyar dolar kerugian Irak, ditambah dengan 40 korban jiwa dan beberapa kali lipat korban luka dan cacat. Dan kerugian pada kilang-kilang minyak dan perekonomian kedua negara ditaksir mencapai 500 milyar dolar. Jumlah keseluruhan dari kerugian akibat perang ini ditaksir mencapai 1000 milyar dolar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[31] Para ulama’ mengatakan: “Hendaknya setiap muslim mengetahui bahwasanya masuk ke dalam barisan orang-orang kafir Nasrani, berperang bersama mereka dan membantu mereka dalam bentuk apapun, seperti ikut berperang bersama mereka, atau menjadi tenaga bantuan untuk mereka atau mengamankan jalur-jalur bantuan, atau mengamankan jalur-jalur logistik makanan atau memberi makanan dan minuman atau memindahkan mereka dari satu tempat ke tempat yang lain, atau memberikan kemudahan bagi mereka, atau menjaga mereka atau menentukan atau menggambar perencanaan, atau mengirimkan petunjuk, atau menyambung hubungan, atau yang lainnya, yang membantu jalannya peperangan atau memberi usulan kepada mereka atau bantuan-bantuan lainnya, maka dia telah kafir kepada Alloh Al-‘Adzim (Yang Maha Agung) dan telah melakukan perbuatan yang membatalkan Islam berdasarkan ijma’”. (Dari Bayaanun Lil Masyaayikh; ‘Aliy Al-Khudloir, Naashir Al-Fahd dan Ahmad Al-Khoolidiy).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[32] Kesepakatan tersebut menuntut agar Saddam turun dari kekuasaannya dan meminta suaka di tempat mana saja yang dia pilih, dan akan diberikan jaminan oleh negara-negara internasional dan menyerahkan Irak kepada kebijaksanaan PBB dan Liga Arab. Dan hal ini didukung oleh Majlis At-Tahaawun (asalnya adalah Majlis At-Ta’aawun) negara teluk, berdasarkan kesepakatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam surat kabar Qatar “Al-Wathon” tgl 3/3/2003 M disebutkan: “Surat kabar-surat kabar di Uni Emirat Arab mempertegas bahwasanya Uni Emirat Arab mengutarakan…dengan berani dan cermat apa yang didengung-dengungkan oleh negara-negara lain secara diam-diam. Dan dengan judul “Kesepakatan yang berani dan bijaksana”. Surat kabar “Akhbaarul Arab” mempertegas dan menyatakan dengan terang-terangan ketika negara-negara lain mendengung-dengungkannya secara sembunyi-sembunyi….dan yang disiarkan oleh Kantor Berita Uni Emirat Arab, dari perkataan Abdulloh --- Bin Zaid --- ; “Semua sepakat bahwa Saddam Husain harus meninggalkan Irak. Akan tetapi seorang komandan Arab – dengan sangat disayangkan --- yang mempunyai keberanian seperti kakek (Syaikh) Zaid”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Menteri Luar Negeri Qatar --- Ahmad bin Jaasim --- mengatakan dalam konferensi pers pada penutupan pertemuan para menteri luar negeri dalam Majlis “At-Tahaawun” untuk wilayah teluk 30/12/1423 H: “Sesungguhnya negara-negara teluk memberi dukungan kuat kesepakatan kakek (Syaikh) Zaid, dan mereka memandang bahwa kesepakatan ini penting sekali!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[33] Musuh Alloh Fahd bin Abdul Aziiz Aali Saluul pada waktu mengumumkan permintaannya atas kedatangan tentara-tentara salibis --- yang sebagian telah dinukil dalam foot note ke-28 ---: “… dengan sangat ditekankan bahwa tindakan ini ditempuh bukan untuk menghadapi seorangpun !! Akan tetapi hanya untuk kepentingan pertahanan yang dituntut oleh kondisi saat ini yang dihadapi oleh kerajaan Arab Saudi. Dan perlu diterangkan di sini bahwasanya pasukan yang akan ikut dalam latihan-latihan gabungan antara pasukan-pasukan tersebut dengan pasukan bersenjata Saudi hanya bersifat sementara !! Dan mereka akan segera pergi ketika Kerajaan Arab Saudi menginginkannya !!” (Liha As-Siyaasah Al-Khoorijiyah Lil Mamlakah Al-‘Arobiyah As-Sa’uudiyah Mi’atu ‘Aam, hal. 749-750, yang diterbitkan oleh Kementerian Luar Negeri Arab Saudi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[34] Disebutkan dalam buku: ‘Amaliyatu Syirqir Riyaadl Waharbuna Ma’a Amriika wa ‘Umalaaihaa, pasal IV yang diterbitkan Markaz Ad-Diroosaat:”Pada tgl 11 Robi’ul Awal tahun ini 1424 H, berangkatlah sekelompok pemuda Islam, dan menyerang pemukiman orang-orang salibis di timur Riyadl; yang merupakan salah satu operasi yang sangat baik kualitasnya, sehingga terpaksa beberapa penanggung jawab Amerika mengakui bahwa operasi ini merupakan operasi komandos yang dihasilkan dari perencanaan yang matang. Serangan itu diarahkan kepada 3 pemukiman Amerika. Pertama: Pemukiman Biro Intelejen Amerika “Finil”, yang merupakan salah satu biro intelejen yang paling besar dan paling rumit di dunia. Kedua: Majamma’ul Hamroo’ As-Sakaniy (Pemukiman orang-orang kafir) di Granada, dan yang ketiga : Pemukiman Jadaawil (anak sungai).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Operasi ini atas karunia Alloh telah menimbulkan kerugian yang sangat besar terhadap orang-orang salib, dan mengacaukan dokumen-dokumen yang dimiliki para penanggung jawab Amerika, dan mengingatkan Amerika bahwasanya mereka tidak akan pernah bermimpi aman sampai kaum muslimin merasa aman di Palestina dan sampai seluruh tentara salibis keluar dari Jazirah Muhammad shollallohu 'alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[35] Syaikh Asy-Syahiid Yusuf Al-‘Uyairiy mengatakan: “Dan setiap kali bertambah interfenis “zionis-salibis” di Timur Tengah maka bertambah pula tawaran resmi dari para penguasa melawan segala sesuatu yang berbau Islam dan yang tidak sesuai dengan keinginan mereka. Apakah ada orang yang percaya bahwa akan datang suatu masa di mana mayoritas orang-orang yang ditahan dalam penjara-penjara negara-negara Islam adalah ahlul jihad wad diin (mujahidin dan orang-orang yang taat menjalankanIslam) ? Apakah ada orang yang percaya bahwa jihad itu menjadi sebuah kejahatan yang oleh berbagai negara pelakunya dipukul dengan menggunakan tangan besi ? Apakah ada orang yang menyangka bahwa negara-negara itu mau menyerahkan rakyatnya kepada orang-orang salibis? Berdasarkan sensus yang simpel dari orang-orang yang berada di penjara-penjara negara Islam ternyata musuh pertama negara-negara tersebut adalah jihad dan mujahidin. Dan bahwasanya setiap orang yang lantang menyampaikan kebenaran yang tidak takut celaan siapapun dalam menjalankan perintah Alloh harus diboikot atau dicekal atau diusir atau diserahkan kepada orang-orang salib. Sungguh ini adalah methode yang digunakan sejak lama. Sesungguhnya apa yang dilakukan oleh Abdun Naashir dan penguasa-penguasa lain pada zamannya terhadap umat Islam itu tidaklah tersembunyi bagi seorangpun. Jamal binasa lalu datang seribu orang jahat selain Jamal. Dan pada hari ini bertambah kejahatan Jamal modern dalam berbagai bentuk dan hakekat mereka, ketika mereka melihat salib diributkan mereka segera menyampaikan khotbah yang meringankan. Dan sebaik-baik mereka adalah yang mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;نَخْشَى أَن تُصِيبَنَا دَآئِرَةُُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami takut tertimpa bencana” (QS. Al-Maaidah : 52).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan diantara mereka ada yang seperti apa yang difirmankan Alloh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ نَافَقُوا يَقُولُونَ لإِخْوَانِهِمُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَئِنْ أُخْرِجْتُمْ لَنَخْرُجَنَّ مَعَكُمْ وَلاَنُطِيعُ فِيكُمْ أَحَدًا أَبَدًا وَإِن قُوتِلْتُمْ لَنَنصُرَنَّكُمْ وَاللهُ يَشْهَدُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidakkah kamu melihat kepada orang-orang munafiq, mereka mengatakan kepada saudara-saudara mereka yang kafir dari kalangan ahlul kitab: “Jika kalian terusir pasti kami akan ikut pergi bersama kalian dan kami tidak akan mentaati seorangpun untuk mencelakakan kalian. Dan jika kalian diperangi pasti kami akan membela kalian. Dan Alloh bersaksi bahwa mereka adalah orang-orang yang dusta”. (QS. Al-Hasyr:11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai betapa malangnya umat ini ia dipimpin oleh orang yang paling jahat dan paling kafir diantara mereka” (Mustaqbalul ‘Irooq wal Jaziiroh Al-‘Arobiyah, disiapkan oleh Markazud Diroosat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[36] Syaikh Aiman Adh Dhowaahiriy ditanya: “Apa pendapat tuan tentang Demokrasi ? Dan apa hukumnya orang Islam yang melakukannya ? Dan apa hukum orang yang melakukan Demokrasi yang sesuai dengan hukum-hukum syariat Islam, yaitu prinsip Syuro ? “ Maka beliau menjawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun jawaban untuk pertanyaan yang pertama adalah: Demokrasi itu bertentangan dengan aqidah tauhid karena Demokrasi itu menyerukan kekuasaan mayoritas manusia, sedangkan kami menyerukan kekuasaan syariat yang dibangun di atas pengesaan kekuasaan hanya untuk Alloh semata. Dan apa yang kami katakan ini adalah merupakan ijma’ para ulama’ Islam dan tidak ada perselisihan lagi… Dan orang Islam yang melakukan aktivitas Demokrasi hendaknya dia meluruskan tauhidnya dan berlepas diri dari penyelewengan yang tengah ia lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun jawaban untuk pertanyaan yang kedua adalah: pertanyaan yang dibangun di atas dasar yang salah. Karena Demokrasi tidaklah sama dengan syuro. Syuro adalah sebuah peraturan yang islami yang digunakan oleh Jama’ah Islam untuk mengatur permasalahan-permasalahannya dan yang dipilih oleh para pemimpinnya dan yang diawasi perjalanan mereka dengan melaksanakan kewajiban amar ma’ruf dan nahi mungkar. Maka syuro adalah satu bagian yang pokok dalam sistem Islam. Dan tidak mungkin dicabut dari Islam kemudian di dalam sistem yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam syuro terdapat hukum-hukum yang terperinci dan di sini bukan tempatnya untuk membahasnya tapi intinya hukum-hukum tersebut bertentangan dengan sistem apapun selain sistem Islam. Sebagai contoh, bagaimana kita mempraktekkan prinsip “tak boleh berijtihad ketika ada nash (dalil)” di dalam sistem selain sistem Islam ? Dan bagaimana kita mempraktekkan prinsip “Al-‘Adaalah Asy-Syar’iyah” terhadap para penguasa atau penanggung jawab ahlul halli wal ‘aqdi atau ahlusy syuro di dalam selain sistem Islam”. (Al-Kalimah Al-Mamnu’ah, terbitan Al-Maktab Al-I’laamiy Jama’atul Jihad, Muharrom 1417 H).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[37] Ditaklukkan oleh Thoriq bin Ziyad dan Musa bin Nashir rohimahulloh th. 92 H. Kemudian setelah itu berdiri negara-negara dan kerajaan-kerajaan Islam secara bergantian sampai jatuhnya kerajaan Ghornathoh (Granada) yang merupakan Negara Islam terakhir di Andalusia pada th. 897 H di tangan para penyembah Salib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[38] Spanyol menempati tingkat  ke- 12 dalam daftar anggaran internasional. Spanyol anggaran tahunannya pada tahun 2004 M mencapai 109 milyar dolar Amerika. Sedangkan Saudi --- yang merupakan negara Arab yang terbesar anggarannya --- menempati tingkatan ke-21, dengan anggaran mencapai 56 milyar, yaitu kira-kira setengah dari anggaran Spanyol, yang tidak memiliki sumber daya alam sebagaimana yang terdapat di daerah-daerah kekuasaan Saudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[39] Ibnu Hajar berkata: “Apabila penguasa terjerumus dalam kekafiran maka tidak boleh mentaatinya, bahkan wajib untuk berjihad melawannya bagi orang yang mampu” (Fathul Baariy VII/13). Dan Al-Qoodliy ‘Iyaadl mengatakan: “Para ulama bersepakat (ijma’) bahwa kepemimpinan itu tidak diberikan kepada orang kafir dan bahwa jika ia  (pemimpin) itu melakukan kekafiran maka ia dipecat” (Syarhu Muslim XII/229).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[40] Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: “Wajib untuk melakukan I’daad (persiapan perang) dengan mempersiapkan kekuatan dan kuda yang ditambatkan pada saat jihad tidak dapat dilakukan karena lemah (tidak mampu) karena sesungguhnya suatu kewajiban yang tidak dapat dilakukan kecuali dengan suatu sarana maka sarana tersebut hukumnya wajib” (Al-Fatawa XXVIII/259).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[41] Beliau adalah Ath-Tho’i, seorang yang dermawan dan anak seorang dermawan, beliau orang terkenal, diutus oleh kaumnya kepada Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam, pada bulan Sya’ban th. 7 H. Dan ketika bangsa Arab murtad ia dan kaumnya tetap Islam, dan zakat yang pertama kali diserahkan kepada Abu Bakar adalah zakatnya Adi dan kaumnya. Ia ikut dalam penaklukan Al-Mada’in dan ia ikut dalam peperangan-peperangan yang diadakan oleh Ali. Matanya copot  ketika Perang Jamal. Banyak cerita tentang kedermawanannya yang terkenal. Beliau hidup selama 120 th. Wafat th. 68 H (Ittihaaful Kiroom, karangan Al-Mubarok furiy , hal. 401)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[42] Asy-Syahiid Sayyid Quthub rh. dalam menafsirkan ayat ini mengatakan: “Sesungguhnya ibadah itu adalah mengikuti syariat – berdasarkan nash Al-Qur’an dan penafsiran Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam Karena orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak menjadikan para pendeta dan rahib sebagai robb yang berarti mereka meyakini uluuhiyah (ketuhanan) mereka atau mengadakan Syaaqois Ubudiyah (acara-acara ritual) kepada mereka. Namun demikian Alloh memvonis mereka syirik dalam ayat ini dan kafir dalam ayat setelahnya, hanya sekedar karena mereka menerima syariat mereka lalu mereka mentaati dan mengikutinya. Maka hanya ini saja --- tanpa keyakinan dan syariat --- cukup untuk memvonis pelakunya sebagai orang berbuat syirik kepada Alloh dengan kesyirikan yang mengakibatkan dia keluar dari golongan orang-orang beriman dan masuk ke dalam golongan orang-orang kafir…Sesungguhnya syirik kepada Alloh itu bisa terjadi dengan sekedar memberikan hak membuat syariat kepada selain Alloh dari para hambanya, meskipun tidak disertai dengan syirik keyakinan atas uluuhiyah (ketuhanan)nya dan melakukan acara-acara ritual kepadanya… (Fii Dhilaalil Qur’an hal. 164).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[43] Imam Abdur Rohman bin Hasan mengatakan: “Hadits ini menunjukkan bahwa mentaati para pendeta dan rahib dalam bermaksiat kepada Alloh berarti beribadah kepada mereka selain kepada Alloh, dan termasuk syirik akbar yang tidak diampuni oleh Alloh. Dan ini telah dilakukan banyak manusia terhadap orang-orang yang mereka ikuti secara taqlid karena mereka tidak menghiraukan dalil jika orang-orang yang mereka ikuti secara taqlid itu menyelisihi dalil. Dan ini termasuk syirik yang sama…Adapun taat dan mengikuti para pemimpin pada hal-hal yang menyelisihi syariat Alloh dan RosulNya, ini telah melanda baik dulu maupun sekarang terhadap mayoritas pemimpin setelah masa Khulafa’ Rosyidin dan seterusnya” (Fathul Majiid Bi Syarhi Kitaabit Tauhiid, hal. 405-406).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[44] Imam Hamuud bin ‘Uqlaa Asy-Syu’aibiy rh. mengatakan: “Sebagaimana orang yang memutuskan perkara dengan hukum positif itu kafir…Sesungguhnya orang yang membuatnya juga kafir. Karena dengan dia membuat syariat untuk manusia berarti dia telah menjadi sekutu bagi Alloh Ta’alaa dalam membuat syariat. Alloh Ta’alaa berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَمْ لَهُمْ شُرَكَآؤُاْ شَرَعُوا لَهُم مِّنَ الدِّينِ مَالَمْ يَأْذَن بِهِ اللهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah mereka mempunyai sekutu-sekutu yang membuat syariat berupa diin untuk mereka, yang tidak diizinkan Alloh” (QS. Asy-Syuro:21).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Alloh Ta’alaa berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلاَيُشْرِكُ فِي حُكْمِهِ أَحَدًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan tidak ada seorangpun yang bersekutu dalam hukumNya” (QS. Al-Kahfi:26).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Alloh ‘Azza wa Jalla berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اِتَّخَذُوْا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُوْنِ اللهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka menjadikan pendeta-pendeta dan rahib-rahib mereka sebagai robb-robb (tuhan-tuhan) selain Alloh” (QS. At-Taubah:31).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu ketika ‘Adiy bin Haatim mendengar ayat ini ia mengatakan: “Wahai Rosululloh! Kami tidak beribadah kepada mereka !? Maka Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَلَيْسَ يُحَرِّمُوْنَ مَا أَحَلَّ الله ُفَتُحَرِّمُوْنَهُ وَيُحِلُّوْنَ مَا حَرَّمَ اللهُ فَتُحِلُّوْنَهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukankah mereka mengharamkan apa yang dihalalkan Alloh lalu kalian mengharamkannya, dan mereka menghalalkan apa yang diharamkan Alloh, lalu kalian menghalalkannya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ia menjawab: “Ya”. Rosululloh bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَتِلْكَ عِبَادَتُهُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Itulah ibadah mereka”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari ayat yang mulia dan hadits ‘Adi bin Hatim ini dapat kita pahami bahwasanya penghalalan, pengharaman dan pembuatan syariat itu adalah termasuk ciri khusus bagi Alloh ta'ala. Maka barangsiapa menghalalkan atau mengharamkan atau membuat syariat yang tidak sesuai dengan syariat Alloh berarti dia adalah sekutu bagi Alloh dalam ciri-ciri khususNya” (Fatwa Fit tahaakum Ilal Qowaaniin Al-Wadl’iyah:10/2/1422 H).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[45] ‘Abdur Rohman bin Sa’di rh. mengatakan tentang makna kalimat tauhid dan konsekuensi-konsekuensinya: “….harus meyakini wajibnya beribadah hanya kepada Alloh semata dan tidak ada sekutu bagiNya, lalu mengikrarkannya dengan keyakinan dan ucapan. Dan juga harus melaksanakan ibadah hanya untuk Alloh semata. Karena taat dan tunduk kepadaNya. Dan juga harus baro’ (berlepas diri) dari hal-hal yang menggugurkan itu semua yang berupa keyakinan, ucapan dan perbuatan. Dan hal itu tidak dapat dilaksanakan secara sempurna kecuali dengan mencintai, berwala’ (loyal) dan membela orang-orang yang bertauhid kepada Alloh, dan membenci serta memusuhi orang-orang kafir dan musyrik. Sehingga kalimat ini tidak cukup dengan sekedar mengucapkan saja atau pengakuan saja yang tidak ada hakekatnya. Karena hal-hal tersebut di atas merupakan konsekuensi wajib, yang apabila hilang salah satunya akan hilang semuanya” (Al-Qoulus Sadid Fi Maqoshidit Tauhid, hal: 33-34).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[46] Ini adalah pelontar roket yang ditembakkan di atas pundak. Secara umum digunakan untuk anti tank: pertama kali muncul contohnya adalah setelah Perang Dunia II. Kemudian Rusia mengembangkannya pada th. 1959 M. Senjata ini sangat penting dan efektif karena ia mempunyai kelebihan yang bermacam-macam yang tidak dimiliki oleh senjata lain. Dan sampai sekarang senjata ini masih termasuk salah satu pelontar roket ringan yang banyak tersebar di dunia. Senjata ini digunakan oleh seluruh pasukan yang menggunakan senjata-senjata dari timur. Alat pelontar roket ini secara luas digunakan pada mayoritas operasi-operasi militer yang dilakukan oleh tentara-tentara Arab dan Gerakan Perlawanan Palestina melawan Yahudi, khususnya pada perang th. 1973 M yang terbukti sangat efektif dalam menghancurkan tank-tank dan alat-alat berat Yahudi. Selain itu juga digunakan secara luas di Afghanistan ketika perang melawan Rusia. Dan senjata ini digunakan di sejumlah negara, diantaranya: Rusia, Cina, Mesir dan Iran. (Lihat Buletin Al-Battaar no. 11 dan selanjutnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[47] Beliau adalah salah satu tokoh hadits. Abu Dawud bin Al-Asy’ats bin Is-haq Al-Azdiy As-Sijistaaniy atau As-Sajistaamiy, penulis Kitab As-Sunnan, lahir th. 202 H dan wafat pada hari Jum’at pertengahan bulan Syawal th. 275 H. Beliau mahir dalam menulis hadits sampai-sampai dikatakan: “Hadits itu dilunakkan bagi Abu Dawud sebagaimana besi dilunakkan bagi Dawud. Ia mengatakan: “Aku telah menulis lima ratus ribu (500.000) hadits dari Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam yang diantaranya terdapat dalam Kitab As-Sunan” (Ittihaful Kiroom, karangan Al-Mubarokfury, hal. 461).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[48] Termasuk sahabat yang paling zuhud. Beliau juga merupakan bejana ilmu. Ia masuk Islam sejak kecil di Mekah. Lalu hijroh ke Madinah. Perang pertama kali yang ia ikuti adalah Perang Khondaq, ia wafat di Makkah th. 73 H dan dikubur di Dzi Thuwa. (Ittihaaful Kiroom, karangan Al-Mubarok Furiy, hal. 11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[49] Beliau adalah Khulafaa’ur Roosyidiin yang kedua. Jarang ada orang sepertinya sepanjang sejarah. Ia menebarkan hukum, keadilan dan penaklukan. Ia merupakan duta orang-orang Quraisy pada masuk jahiliyah. Ia masuk Islam pada bln. Dzul Hijjah th. Ke-6 dari kenabian. Ia mengikuti seluruh peperangan. Ia sendiri melakukan berbagai peperangan dan penaklukan di Irak, Persi, Syam, Mesir dan lainnya. Ia dibunuh oleh Abu Lu’kiah, budaknya Al-Mughiiroh bin Syu’bah, maka iapun syahid pada bulan Muharrom th. 24 H” (Ittihaaful Kiroom, karangan Al-Mubarok Furiy, hal. 26).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[50] Dia adalah Abu ‘Ubaidah ‘Aamir Ibnul Jarroh bin Hilaal Al-Qurosyiy Al-Fahriy. Salah satu dari sepuluh orang yang diberi kabar masuk Jannah. Ia masuk Islam sejak awal. Dan dia ikut hijroh ke Habasyah yang kedua. Ia mengikuti Perang Badar dan seluruh peperangan. Pada Perang Uhud dia yang mengeluarkan dua mata rantai yang masuk dua pelindung Rosululloh dengan mulutnya, lalu copotlah dua gigi serinya. Ia adalah komandan pasukan dalam Penaklukan-penaklukan di Syam. Ia wafat terkena tho’un pada th. 18 H pada umur 58 th. (Ittihaaful Kiroom, karangan Al-Mubarok Furiy, hal. 283)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[51] Al-Haakim meriwayatkan dari jalur Ibnu Syihaab , ia mengatakan Umar bin Khothob keluar menuju Syam sedang kami bersama Abu Ubaidah Ibnul Jarroh. Maka mereka naik makhodloh (anak unta) sedangkan Umar naik unta, maka iapun turun dan melepas dua khuf (sepatu) nya lalu ia letakkan di lehernya kemudian ia mengambil tali kekang untanya dan menuntun makhodloh (anak unta) itu dengannya. Maka Abu Ubaidah mengatakan: “Wahai Amiirul Mu’minin! Apakah engkau melakukan seperti ini? Engkau lepas kedua khuf (sepatumu) dan engkau letakkan di atas lehermu lalu engkau ambil tali kekang untamu dan engkau tuntun makhodloh dengannya ?! Aku berharap penduduk negeri ini menghormatimu. “Maka Umar mengatakan: “Oh, seandainya yang mengatakan ini orang selain Abu Ubaidah tentu aku jadikan dia sebagai pelajaran bagi umat Muhammad shollallohu 'alaihi wa sallam. Kita dahulu adalah orang-orang hina lalu Alloh memuliakan kita dengan Islam. Maka kalau kita mencari kemuliaan dengan selain yang Alloh muliakan kita dengannya pasti Alloh akan menghinakan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[52] Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda kepada Mu’adz bin Jabal rodliyallohu 'anhu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَوَلاَ أَدُلُّكَ عَلَى رَأْسِ اْلأَمْرِ وَعمُوْدِهِ وَذِرْوَةِ سَنَامِهِ؟ أَمَّا رَأْسُ اْلأَمْرِ فَاْلإِسْلاَم ... وَأَمَّا عمُوُدُهُ فَالصَّلاَةُ وَأَمَّا ذِرْوَةُ سَنَامِهِ فَالْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maukah kamu aku tunjukkan pokok segala urusan, tiangnya dan “Dzirwatu Sanam” nya ? Adapun pokok segala urusan itu adalah Islam….dan adapun tiangnya adalah sholat dan adapun “Dzirwatu Sanam” nya adalah jihad fii sabiilillah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Rajab Al-Hambali dalam menjelaskan hadits ini mengatakan: “Adapun “Dzirwatu Sanam” nya yaitu sesuatu yang paling tinggi padanya, adalah jihad fii sabiilillah. Hal ini menunjukkan bahwa jihad itu adalah amalan yang paling utama setelah amalan-amalan wajib. Sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Ahmad dan ulama’-ulama’ yang lain….dan hadits-hadits yang semakna dengan ini banyak sekali. (Jami’ul Ulum wal Hikam, hal. 247).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[53] Untuk menambah wawasan tentang sejarah kotor Amerika Serikat salibis, silahkan kaji buku tulisan Syaikh Abu Jandal Al-Azdi yang berjudul: “Allohu Akbar, Khorobat Amrika”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[54] Syaikh Aiman Adh-Dhowaahiriy membahas secara detail permasalahan “tatarrus” dalam bukunya yang berjudul: “Syifaa’u Shuduuril Mu’minin”. Setelah ia menukil perkataan para ulama’ dalam permasalahan ini, ia mengatakan: “Para mujahidin wajib untuk senantiasa berusaha untuk mengulang-ulang dalam memberi peringatan kaum muslimin yang bercampur dengan para thoghut dan para pembantu mereka serta para tuan mereka dari kalangan orang-orang Yahudi dan Amerika, agar mereka menjauh dari tempat tinggal mereka, kantor-kantor mereka, konvoi-konvoi mereka dan perkumpulan-perkumpulan mereka kecuali jika peringatan ini mengakibatkan menyingkap keberadaan mujahidin dan menimbulkan kerugian kepada mereka….Dan tidak diragukan lagi bahwa mereka yang bercampur dengan orang-orang kafir, orang-orang murtad dan para pembantu mereka, itu lebih sedikit nilainya dalam diin daripada kaum muslimin yang mukroh (dipaksa) yang dijadikan tatarrus (tameng), yang diperbolehkan oleh para ulama’ untuk memanah/menembak orang-orang kafir yang menjadikan mereka sebagai tameng. Adapun jika yang terbunuh adalah orang-orang Islam maka yang wajib dilakukan oleh mujahidin --- apabila bercampurnya mereka itu dalam rangka mencari keuntungan atau perdagangan atau tujuan-tujuan duniawi yang lain --- adalah membayar kafarat dan diyat jika mereka mengetahui bahwa yang mereka bunuh itu seorang muslim – dan pembayaran diyat itu ditunda sampai hartanya melebihi dari kebutuhan jihad. Dan mereka yang terbunuh dalam penembakan atau peledakan ini maka menurut perkiraan kami adalah syuhada’. Dan kami berpandangan sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Taimiyah rh.: “Dan orang Islam apabila terbunuh, mereka adalah syuhada’, dan jihad tidak boleh ditinggalkan lantaran orang yang mati syahid” (Al-Fatawa XXVIII/548) (Syifaa’u Shuduuril Mu’miniin, Maret 1996 M)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[55] Diambil dari bait-bait syair (qoshidah) yang berjudul “Washiyatu Laaji” (pesan pengungsi) yang ditulis oleh seorang penyair “Hasyim Ar-Rifa’i”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[56] Selesai sampai di sini ceramah Syaikh Mujahid Usaamah bin Laadin semoga Alloh menjaganya. Dan perlu diperhatikan bahwa tulisan ini merupakan nukilan secara letterleg dari rekaman suara Syaikh. Adapun ceramah Syaikh dengan suaranya terdapat pada kolom suara di situs “Mimbarut Tauhid wal Jihad” dengan judul “Yaa Ummatal Islam”</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Rambu-Rambu Dalam Perjuangan (2)</title><link>http://rumahjihad.blogspot.com/2011/09/rambu-rambu-dalam-perjuangan-2.html</link><category>Taujihat Manhajiyah</category><category>Usamah Bin Laden</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Sat, 10 Sep 2011 13:29:00 +0300</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4665679130695185505.post-1524070280418102736</guid><description>&lt;div align="justify"&gt;Judul Asli:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Taujihat Manhajiyah 2&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Mujahid Usamah bin Ladin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Publisher:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minbar At Tauhid Wal Jihad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edisi Indonesia:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Rambu-Rambu Dalam Perjuangan 2&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerjemah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad Al Haznawi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Publisher:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qaedoon Group&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok Simpatisan dan Pendukung Mujahidin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Ikhwan-ikhwan kalian di situs Mimbarut Tauhid Wal Jihad merasa senang dapat mempersembahkan ke hadapan kalian buku ke dua dari serial “Taujihaat Manhajiyyah”.        Buku ini asalnya adalah ceramah Syaikh Mujahid Usamah bin Ladin --- semoga Allah melindunginya --- yang disampaikan pada tahun 1423 H. Dan kami telah berusaha untuk menerbitkannya dalam tampilan yang sebagus mungkin, memberikan catatan kaki dan komentar yang kami harapkan dapat bermanfaat. Kami memohon kepada Alloh ta'ala semoga menjadikan amal ini bermanfaat bagi para pemuda Islam. Dan semoga Alloh memberikan pahala dan balasan yang banyak kepada semua orang yang membantu tersebarnya buku ini. Dan semoga Allah mengampuni kesalahan-kesalahan kami dengan rahmatNya. Wallohul Muwaffiq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puji bagi Alloh kemudian Segala puji bagi Alloh. Segala puji bagi Alloh  yang telah menurunkan kepada hambanya ayatus saif (ayat pedang) untuk membenarkan kebenaran dan&lt;br /&gt;membatilkan kebatilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka segala puji bagi Alloh  yang telah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَإِذَا انسَلَخَ الأَشْهُرُ الحُرُمُ فَاقْتُلُوا المُشْرِكِينَ حَيْثُ وَجَدتُّمُوَهُمْ وَخُذُوَهُمْ وَاحْصُرُوَهُمْ وَاقْعُدُوا لَهُمْ كُلَّ مَرْصَدٍ فَإِن تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ فَخَلُّوا سَبِيلَهُمْ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrik di mana saja kalian jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah mereka di semua tempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” At-Taubah: 5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan segala puji bagi Alloh  yang telah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَاتِلُوَهُمْ يُعَذِّبْهُمُ اللَّهُ بِأَيْدِيكُمْ وَيُخْزِهِمْ وَيَنصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُورَ قَوْمٍ مُّؤْمِنِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Perangilah mereka, niscaya Alloh akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tangan kalian dan Alloh akan menghinakan mereka dan menolong kalian terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman,” (At-taubah: 14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sholawat serta salam semoga terlimpahkan kepada nabi kita Muhammad yang telah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;بُعِثْتُ بَيْنَ يَدَي السَّاعَةِ بِالسَّيْفِ حَتَّى يُعْبَدَ اللهُ تعالى وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَجُعِلَ رِزْقِي تَحْتَ ظِلِّ رُمْحِي وَجُعِلَ الذُّلَّ وَالصَّغَارُ عَلَى مَنْ خَالَفَ أَمْرِي، وَمَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku diutus menjelang hari qiyamat dengan pedang sampai Alloh  diibadahi sendirian dan tidak ada sekutu bagiNya. Dan dijadikan rizkiku dibawah naungan tombakku dan dijadikan kehinaan untuk orang yang menyelisihi perintahku. Dan barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka “. (H.R. Imam Ahmad)[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;… dan yang juga bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَخْرِجُوا الْمُشْرِكِيْنَ مِنْ جَزِيْرَةِ الْعَرَبِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Keluarkanlah orang-orang musyrik dari jazirah Arab.” (Muttafaq ‘Alaih)[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ammaa ba'du:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat darah orang-orang Islam mengalir dan ditumpahkan, di Palestina, Chechnya, Philipina, Kasymir dan Sudan, dan anak-anak kita mati lantaran embargo Amerika di Irak. Dan ketika luka-luka kita belum sembuh, sejak serangan-serangan  salib terhadap dunia Islam pada kurun yang lalu, dan yang merupakan hasil dari kesepakatan Saix-Piccot[3] antara Inggris dan Prancis, yang menyebabkan dunia Islam terbagi-bagi menjadi potongan-potongan, sedangkan para kakitangan salib masih berkuasa di dalamnya sampai hari ini, tiba-tiba keadaan yang serupa menghadang kita dengan kesepakatan Saix-Piccot, yaitu kesepakatan Bush-Blair, akan tetapi kesepakatan itu di bawah bendera yang sama, dan tujuannya juga sama. Benderanya adalah bendera salib, dan tujuannya adalah merampas dan menghancurkan umat Nabi kita shollallohu ‘alai wa sallam yang dicintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya kesepakatan Bush-Blair mengaku ingin menghancurkan teroris, namun tidak samar lagi, meskipun bagi orang awam sekalipun, bahwa kesepakatan itu bertujuan untuk menghancurkan Islam,[4] namun demikian para penguasa negara-negara kawasan timur tengah tetap saja menyatakan dukungan mereka, melalui berbagai ceramah dan tulisan, terhadap Bush di dalam memerangi teroris, yaitu memerangi Islam dan kaum muslimin, dalam sebuah pengkhianatan yang jelas terhadap Islam dan umatnya[5], dengan dukungan restu dari para ulama’ pemerintah[6] dan para menterinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang juga sudah tidak samar lagi, bahwasanya persiapan yang sedang dilakukan untuk menyerang Irak, hanyalah merupakan salah satu episode dari serangkaian persiapan penyerangan terhadap negeri-negeri kawasan timur tengah, yang meliputi Suria, Iran, Mesir dan Sudan. Hanya saja pembagian negeri haromain (dua tanah suci) lebih mereka konsentrasikan dalam perencanaan mereka. Dan juga perlu diketahui bahwasanya hal itu merupakan tujuan strategis yang sudah lama, semenjak mereka mengalihkan dukungan mereka dari Inggris ke Amerika Serikat sejak enam dasawarsa yang lalu. Dan pada tiga dasawarsa yang lalu Amerika telah berusaha untuk merealisasikan tujuannya, setelah peperangan yang terjadi pada tanggal 10 romadlon,[7] ketika presiden mereka, Nikson, menantang di hadapan para pemimpin mereka untuk menyerang negeri haromain (dua tanah suci), namun ketika itu usahanya gagal atas karunia Alloh. Akan tetapi bersamaan dengan dimulainya perang teluk kedua, Amerika membuat kamp-kamp militer yang penting dan membahayakan, yang tersebar di seluruh negeri haromain khususnya dekat ibu kota, dan tinggal satu langkah lagi, tinggal melaksanakan pembagian saja. Dan pada hari ini menurut mereka, telah tiba saatnya untuk melaksanakan pembagian. Maka hanya kepada Alloh  saja kita memasrahkan segala urusan dan Alloh  adalah sebaik-baik tempat bersandar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ringkasnya; bahwa target Amerika untuk melaksanakan pembagian negeri-negeri yang berada ri kawasan timur tengah secara umum. dan negeri haromain (dua tanah suci) secara khusus, bukanlah sebuah tindakan yang spontanitas, akan tetapi ini merupakan sebuah tujuan strategi yang tidak akan hilang dari pandangan politik Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apakah yang dipersiapkan oleh pemerintahan negara-negara yang berada di wilayah timur tengah di dalam menghadapi target strategi yang dholim ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang bisa disebutkan kecuali mereka hanya semakin menambah loyalitas mereka kepada kaum Salib. Lebih dari itu, para mentri luar di begara-begara arab telah bersepakat untuk memerangi mujahidin dan menekan para da’i dan ulama’ yang tulus, yang berusaha untuk menyadarkan umat dan membangunkannya agar mereka mempertahankan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sesungguhnya diantara tujuan terpenting dari serangan salibis baru ini adalah mempersiapkan kondisi negara-negara di wilayah timur tengah, setelah dilakukan pembagian, untuk mendirikan negara Israel Raya, yang mencakup sebagian besar Irak dan Mesir melewati Suria, Lebanon, Yordan, seluruh daerah Palestina dan sebagian besar dari negeri haromain (dua tanah suci).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apakah sesungguhnya Israel Raya itu[8]? Dan bencana apa yang akan menimpa negara-negara yang berada di wilayah timur tengah? Sesungguhnya apa yang dialami keluarga kita di Palestina adalah merupakan sebuah contoh yang akan mereka ulangi di seluruh wilayah timur tengah melalui tangan persekutuan “Zionis-Amerika”; pembunuhan terhadap laki-laki, perempuan dan anak-anak, penangkapan, teror, penghancuran rumah, pemusnahan pekebunan, meluluh lantakkan pabrik-pabrik, sedangkan semua orang dalam kecemasan yang terus-menerus dan ketakutan yang mencekam, mereka menunggu kematian yang bisa datang setiap saat dari rudal atau roket, yang menghancurkan rumah, membunuh perempuan dan mengubur bayi hidup-hidup, lalu apa yang akan kita katakan kepada Robb kita besok?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya apa yang terjadi di sana, tidaklah mampu ditanggung oleh seorang laki-laki yang perkasa sekalipun, lalu bagaimana dengan ibu-ibu yang lemah, mereka melihat anak-anak mereka dibunuh di depan mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji’uun, wa hasbunalloohi wa ni’mal wakiil, (sesungguhnya kita adalah milik Alloh  dan kepadanyalah kita kembali, dan hanya kepada Alloh lah kita pasrahkan segala urusan kita, dan Dialah sebaik-baik tempat bersandar.) Ya Alloh  aku berlepas diri dari perbuatan mereka yaitu Yahudi dan Nasrani, serta para penguasa pengkhianat dan siapa saja yang masuk dalam golongan mereka. Dan aku memohon ampun kepadaMu untuk orang-orang yang berpangku tangan dari membela agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sesungguhnya yang dimaksud dengan berdirinya negara Israel Raya itu adalah tunduknya seluruh negara timur tengah kepada kaum Yahudi. Dan siapakah sebenarnya kaum Yahudi itu?. Yahudi adalah, orang-orang yang membuat kedustaan kepada Sang Pencipta, lalu bagaimana kiranya kepada makhluk? Yahudi adalah, pembunuh para Nabi dan para pengingkar janji, Alloh  berfirman tentang mereka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَوَ كُلَّمَا عَاهَدُوا عَهْداً نَّبَذَهُ فَرِيقٌ مِّنْهُمْ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لاَ يُؤْمِنُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Patutkah (mereka ingkar kepada ayat-ayat Alloh), dan setiap kali mereka mengikat janji, segolongan mereka melemparkannya? Bahkan sebahagian besar dari mereka tidak beriman." (Al Baqoroh: 100)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya mereka itu yahudi para pemakan riba dan gembong kekejian, mereka tidak akan menyisakan sedikitpun untuk kalian, baik dunia maupun agama. Alloh ta'ala berfirman tentang mereka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَمْ لَهُمْ نَصِيبٌ مِّنَ الْمُلْكِ فَإِذاً لاَّ يُؤْتُونَ النَّاسَ نَقِيراً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ataukah ada bagi mereka bahagian dari kerajaan (kekuasaan)? Kendatipun ada, mereka tidak akan memberikan sedikitpun kepada manusia. (An Nisa’: 53)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yahudi adalah orang-orang yang mempunyai keyakinan bahwa seluruh manusia itu adalah budak mereka, dan barang siapa menolak maka hukumannya adalah dibunuh, Alloh  berfirman tentang mereka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا لَيْسَ عَلَيْنَا فِي الأُمِّيِّينَ سَبِيلٌ وَيَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ الكَذِبَ وَهُمْ يَعْلَمُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang demikian itu lantaran mereka mengatakan: “Tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummi.” Mereka berkata dusta terhadap Alloh, padahal mereka mengetahui. (Ali ‘Imron: 75)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah beberapa sifat kaum Yahudi, maka wapadalah terhadap mereka. Dan inilah sekilas dari program Yahudi maka lawanlah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu sekarang, bagaimana cara untuk menahan keganasan orang-orang kafir dan menyelamatkan negeri-negeri umat Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjawab pertanyaan ini, aku katakan --- hanya dengan Alloh lah kita mendapat petunjuk --- sebagaimana yang dikatakan oleh seorang hamba yang sholih, Nabi Syu’aib as. :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنْ أُرِيدُ إِلاَّ الإِصْلاحَ مَا اسْتَطَعْتُ وَمَا تَوْفِيقِي إِلاَّ بِاللَّهِ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan semampuku. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Alloh. Hanya kepada Alloh aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali." (Hud: 88)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jalan untuk menahan kekuatan orang-orang kafir adalah jihad fi sabilillah, sebagaimana firman Alloh ta'ala:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ لاَ تُكَلَّفُ إِلاَّ نَفْسَكَ وَحَرِّضِ المُؤْمِنِينَ عَسَى اللَّهُ أَن يَكُفَّ بَأْسَ الَّذِينَ كَفَرُوا وَاللَّهُ أَشَدُّ بَأْساً وَأَشَدُّ تَنكِيلاً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Maka berperanglah kamu pada jalan Alloh, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. Kobarkanlah semangat para mu'min (untuk berperang). Mudah-mudahan Alloh menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Alloh amat besar kekuatan dan amat keras siksaan (Nya)." (An Nisa’: 84)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sebagai pembukaan; Saya sampaikan kabar gembira kepada kalian, sesungguhnya umat Islam pada hari ini, atas karunia Alloh ta'ala, mempunyai kekuatan yang sangat besar yang cukup untuk menyelamatkan Palestina dan menyelamatkan negeri-negeri umat Islam yang lain. Akan tetapi kekuatan ini terbelenggu, maka kita harus berusaha untuk memlepaskannya. Selain itu, sebenarnya umat ini telah mendapat janji kemenangan, sehingga jika kemenangan itu tertunda maka hal itu disebabkan oleh dosa-dosa kita dan berpangkutangannya kita dari membela Alloh ta'ala [9]. Alloh ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِن تَنصُرُوا اللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"… jika kamu menolong (agama) Alloh, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." (Muhammad: 7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan umat ini juga dijanjikan kemenangan atas orang-orang Yahudi, sebagaimana sabda Rosululloh shollallohu ‘alai wa sallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لاَ تًقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُوْنَ الْيَهُوْدَ فَيَقْتُلُهُمُ الْمُسْلِمُوْنَ، حَتَّى يَخْتَبِئَ الْيَهُوْدِيُّ مِنْ وَرَاءِ الْحَجَرِ وَالشَّجَرِ، فَيَقُوْلُ الْحَجَرُ أَوِ الشَّجَرُ؛ يَا مُسْلِمُ! يَا عَبْدَ اللهِ! هَذَا يَهُوْدِيٌّ خَلْفِيْ فَتَعَالَ فَاقْتُلْهُ، إِلاَّ الْغَرْقَد فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرِ الْيَهُوْد&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hari kiamat tidak akan terjadi sehingga kaum muslimin memerangi orang-orang yahudi, lalu kaum musliminpun membunuh mereka, sampai-sampai ada seorang yahudi yang bersembunyi dibalik batu dan pohon, lalu batu atau pohon itu berkata: 'wahai orang Islam, wahai hamba Alloh  ini orang yahudi dibelakangku, kemarilah bunuhlah dia!. Kecuali pohon ghorqod, sesungguhnya ghorqod itu pohon orang-orang yahudi." (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka di dalam hadits ini juga terdapat peringatan bahwasanya pertarungan yang menentukan dengan musuh itu, terjadi dengan cara pambunuhan dan peperangan, bukan dengan cara membuang-buang kekuatan umat selama puluhan tahun, dengan melalui jalan lain, seperti tipu daya demokrasi dan yang lainnya.[10]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setelah kabar gembira ini, saya akan berbicara kepada kalian mengenai beberapa hal yang membantu kita dalam jihad fii sabiilillah. Di antaranya adalah beberapa kejadian dan peperangan yang dimenangkan kaum muslimin selama dua dasawarsa terakhir, yang akan menambahkan percaya diri kepada umat ini terhadap diri mereka, karena hal itu penting dalam mempersiapkan umat untuk membela diri mereka dari serangan persekutuan Salibis-Zionis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, umat Islam itu adalah sebuah kekuatan manusia yang sangat besar jika mereka melaksanakan diinul Islam secara benar. Hal ini telah disaksikan oleh sejarah selama masa-masa yang lalu, dan ia mampu untuk memerangi dan melawan apa yang dinamakan dengan negara-negara adi daya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sebelumnya, saya akan menceritakan sebuah kejadian yang ada kaitannya dengan perang melawan kekuatan adi daya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ahli sejarah menyebutkan bahwa Al Mutsanna Asy Syaibaaniy rohimahullôh, datang ke Madinah meminta bantuan kepada kholifah untuk berperang melawan Persi. Lalu, selama tiga hari kholifah ‘Umar rodliyallohu ‘anhu mengajak manusia untuk berperang namun tidak seorangpun yang mau keluar. Maka ‘Umar pun memahami bahwa ada sebuah belenggu pada jiwa manusia untuk berperang melawan kekuatan adi daya. Maka ‘Umar memerintahkan Al Mutsanna untuk bercerita kepada manusia tentang kemenangan-kemenangan yang Alloh ta'ala berikan ketika berperang melawan persi untuk menghilangkan perasaan pada jiwa mereka. Maka Al Mutsanna pun berdiri dan bercerita, sehingga manusiapun bersemangat. Dan diantara yang beliau katakan adalah: “Wahai manusia, jangan sekali-kali kalian menganggap besar mereka, karena sesungguhnya kami telah menjelajahi Paris dan kami telah mengalahkan mereka dengan kekalahan yang sangat telak, kami belah mereka, kami timpakan bencana kepada mereka dan orang-orang yang berada dalam barisan kami sangat bersemangat untuk menyerang mereka, dan inysa Alloh ta'ala mereka akan mendapatkan lagi serangan-serangan kami selanjutnya.” Lalu manusia pun bersemangat. Maka berdirilah Abu ‘Ubaid Ats Tsaqofiy, lalu kholifahpun memberikan bendera kepadanya lalu dikuti oleh yang lainya. Semoga Alloh  meridloi mereka semua. (Al Kamil Fit Tarikh II/ 432-433)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sayapun mengatakan sebagaimana yang mereka katakan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia janganlah kalian anggap besar mereka, janganlah kalian anggap besar Amerika dan balatentaranya, sungguh demi Alloh,  kami telah memukul mereka berkali-kali, dan mereka kalah berulang-kali, dan mereka adalah orang yang paling pengecut dalam pertempuran. Dan telah nyata dalam peperangan dan perlawanan kami melawan Amerika bahwasanya mereka dalam peperangan selalu mengandalkan perang mental (propaganda), karena melihat alat-alat propaganda begitu besar yang mereka miliki. Selain itu mereka mengandalkan serangan udara yang sangat dahsyat, untuk menyembunyikan titik kelemahan mereka, yaitu rasa takut dan sifat pengecut, serta tidak adanya mental perang pada tentara Amerika. Kalau bukan karena sempitnya waktu, tentu saya akan ceritakan tentang hal itu banyak hal yang hampir-hampir tidak bisa dipercaya dalam peperangan kami di Torabora di Afghanistan. Saya berharap kepada Alloh  untuk memberikan kesempatan sehingga kita bisa bercerita tentang itu semua secara detail.[11]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai permulaan, saya ceritakan kepada kalian beberapa kekuatan adi daya yang dikalahkan para mujahidin:&lt;br /&gt;Saya ingatkan kalian dengan kekalahan Uni sofiet yang telah lalu, yang akhirnya hanya menjadi sebuah kenangan setelah terjadi peperangan yang sengit selama sepuluh tahun dengan bangsa Afghan dan orang-orang Islam lainnya yang membantu mereka atas karunia Alloh .[12]&lt;br /&gt;Juga kekalahan Rusia di Chechnya, dan para mujahidin memberikan contoh yang sangat baik dalam berkorban. Para mujahidin Chechnya ber sama dengan saudara-saudara mereka dari Arab menghancurkan kesombongan Rusia, mereka timpakan kerugian demi kerugian lalu Rusia pun pulang dengan membawa kekalahan setelah perang pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Rusia kembali lagi dengan bantuan Amerika. Dan sampai sekarang, Rusia terus menderita kerugian demi kerugian yang sangat besar dalam menghadapi sekelompok kecil yang beriman kepada Alloh ta'ala, kami berharap semoga Alloh  meneguhkan dan menolong mereka.[13]&lt;br /&gt;Saya juga ingatkan kalian dengan kekalahan pasukan Amerika pada tahun 1402 H. ketika Bani Israel menyerang Lebanon. Lalu para pejuang Lebanon menabrak markas tentara mariner Amerika di Beirut dengan truk yang telah diisi dengan bahan peledak, lalu mereka terbunuh lebih dari 240 orang, merekapun menuju neraka jahannam, dan jahannam adalah seburuk-buruk tempat kembali.[14]&lt;br /&gt;Kemudian setelah perang teluk kedua, Amerika memasukkan tentaranya ke Somalia, mereka bunuh 13 ribu orang dari kaum muslimin di sana, wa laa haula wa laa quwwata illa billaah. Dan ketika singa-singa Islam dari Arab Afghanista bangkit dan berjuang bersama saudara-audara mereka di sana, lalu mereka tenggelamkan kesombongan Amerika dalam tanah, mereka bunuh pasukannya, mereka hancurkan tank-tanknya dan mereka jatuhkan pesawat-pesawatnya. Maka Amerika dan sekutu-sekutunya pun lari tunggang langgang di kegelapan malam, satu sama lain tidak memperhatikan. Maka segala puji dan karunia bagi Alloh .[15]&lt;br /&gt;Dan pada masa itu, para pemuda jihad mempersiapkan bom pemusnah untuk Amerika di Aden, maka terjadilah peledakan sehingga tidak seorang pengecutpun kecuali lari dalam waktu kurang dari 24 jam.&lt;br /&gt;Kemudian pada tahun 1415 H terjadi peledakan di Riyadl yang menyebabkan terbunuhnya 4 orang Amerika, dan hal itu merupakan sebuah pesan yang jelas atas penolakan penduduk setempat terhadap politik Amerika dalam memberikan bantuan kepada Yahudi dan penjajahan di negeri haromain (dua tanah suci).&lt;br /&gt;Kemudian pada tahun berikutnya, terjadi ledakan lagi di Khobar yang menyebabkan terbunuhnya 19 orang dan 400 orang luka-luka, sehingga Amerika terpaksa memindahkan markas-markas besar mereka dari perkotaan ke kamp-kamp di padang pasir.[16]&lt;br /&gt;Kemudian setelah itu, pada tahun 1418 H para mujahidin mengancam Amerika di hadapan manusia, untuk segera menghentikan bantuan mereka terhadap Yahudi dan agar keluar dari negeri haromain (dua tanah suci). Amerikapun menolak peringatan tersebut. Lalu para mujahidin, atas karunia Alloh ta'ala, berhasil melakukan pukulan besar di Afrika Timur.[17]&lt;br /&gt;Kemudian Amerika diperingatkan sekali lagi, akan tetapi ia tidak mengindahkan peringatan tersebut, maka Alloh ta'ala pun membimbing para mujahidin untuk melakukan sebuah ‘amaliyyah istisyhaadiyyah (aksi bom bunuh diri) yang besar, maka dihancurkanlah kapal perang Amerika USS Cole di Aden. Ini adalah sebuah tamparan yang sangat keras pada wajah tentara Amerika. Selain itu, ‘amaliyyah istisyhaadiyyah tersebut menbuktikan bahwa pemerintah Yaman adalah antek Amerika sebagaimana negara-negara timur tengah yang lainnya.[18]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ketika para mujahidin melihat, bahwa komplotan penjahat di gedung putih menggambarkan masalah tidak dengan sebenarnya, bahkan pemimpin mereka --- orang bodoh yang ditaati ---  menuduh bahwa kami ini iri dengan gaya hidup mereka. Padahal permasalahan yang sebenarnya, yang disembunyikan oleh sang Fir’aun masa kini, adalah bahwasanya kami menyerang mereka hanyalah karena kedloliman mereka kepada dunia Islam, khususnya di Palestina dan Irak serta penjajahan mereka terhadap negeri haromain (dua tanah suci). Dan ketika para mujahidin melihat hal itu, mereka memutuskan untuk memusnahkan opini tersebut dan memindahkan pertempuran ke tengah-tengah wilayah mereka dan ke jantung ibu kota negeri mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pada hari selasa yang penuh berkah, pada tanggal 23 jumadats tsani tahun 1422 H bertepatan dengan 11 september 2001 M, persekutuan Zionis-Amerika membunuhi anak-anak dan keluarga kami di Al Aqsho yang penuh berkah, dengan pesawat-pesawat dan tank-tank Amerika, serta dengan tangan-tangan Yahudi. Selain itu anak-anak kami di Irak juga menemui ajal mereka akibat embargo dholim yang dilakukan oleh Amerika dan antek-anteknya. Sedangkan di sisi lain dunia Islam sangat jauh dari penegakkan diin (Islam) secara benar. Dan pada saat kaum muslimin dalam keadaan putus asa dan pesimis --- kecuali orang yang dirahmati Alloh --- serta terdlolimi, ditipu dan dimusuhi oleh persekutuan Zionis-Amerika. Ketika Amerika negeri Paman Sam berada dalam puncak kedlolimannya, tidak memperdulikan siapapun, membuang mukanya dari manusia, berjalan di muka bumi dengan penuh kesombongan dan ia menyangka tidak ada seorangpun yang bisa mengganggunya. Ketika itulah mereka diserang dengan tiga bintang. Dan tahukah engkau apakah tiga bintang itu? Ketika bangkit orang-orang yang rambutnya kusut, kakinya berdebu, yang terusir dari semua tempat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ ءَامَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk “. ( (Al Kahfi : 130)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka terikat di atas akidah mereka, dan tertulis keimanan pada hati mereka, maka merekapun tidak takut celaan orang yang mencela dalam mentaati Alloh ta'ala. Mereka mengharapkan apa yang berada di sisi Alloh ta'ala. Jiwa mereka menolak untuk tidur di atas kedholiman. Mereka jual dunia mereka dan mereka tidak mau menjual harga diri mereka. Lalu merekapun menyerang dengan menggunakan pesawat musuh, dalam sebuah operasi yang berani yang belum pernah dikenal oleh manusia. Mereka hancurkan berhala Amerika, mereka serang markas pertahanan tepat di jantungnya, mereka serang perekonomian Amerika di ulu hatinya, mereka tenggelamkan kesombongan Amerika dalam tanah, maka runtuhlah dua gedung New York[19] dan dengan itu runtuh pulalah yang lebih besar lagi dari itu semua :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka runtuhlah seluruh cerita bohong Amerika yang besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Runtuhlah kebohongan demokrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan nampaklah bagi manusia bahwa ketinggian Amerika sangat rendah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Runtuhlah kebohongan negara kebebasan (Liberal)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Runtuhlah kebohongan keamanan bangsa Amerika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan runtuhlah kebohongan CIA[20], maka segala puji bagi Alloh .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di antara dampak positif dari dua serangan di New York dan Washington adalah tersingkapnya hakekat permusuhan antara kaum Salibis dan umat Islam, dan nampaklah besarnya permusuhan yang disembunyikan kaum Salibis, ketika dua serangan tersebut menyingkap bulu domba dari srigala Amerika, sehingga nampaklah aslinya yang buruk, dan bangunlah seluruh dunia dari tidurnya, dan tersadarlah kaum muslimin betapa pentingnya aqidah al-wala’ wal baro’ yang didasarkan karena Alloh ta'ala, dan kuatlah ruh persaudaraan iman antara kaum muslimin, sehingga hal ini menjadi satu langkah yang besar dalam menyatukan kaum muslimin di bawah kalimat tauhid untuk menegakkan khilafah rosyidah dengan ijin Alloh ta'ala. Dan nampak jelaslah bagi manusia bahwa kekuatan Amerika yang dholim ini bisa dan memungkinkan untuk diserang dan untuk dihinakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ini adalah pertama kali mayoritas rakyat Amerika sadar mengenai masalah Palestina dan bahwasanya apa yang mereka alami sekarang ini adalah akibat politik dholim dari pemerintah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ringkasnya; bahwasanya Amerika adalah kekuatan yang sangat besar, yang memiliki kekuatan pasukan yang besar dan perekonomian yang sangat luas. Akan tetapi semua itu dibangun di atas pondasi yang lemah. Oleh karena itu memungkinkan untuk diserang pondasi yang lemah itu, dan dipusatkan serangan kepada titik-titik terlemahnya, dan seandainya hanya diserang sepersepuluhnya saja titik-titik lemah itu, maka dengan ijin Alloh akan sempoyongan dan melepaskan diri dari kekuasaannya terhadap dunia dan kedlolimannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan beberapa pemuda yang berjumlah sedikit telah mampu menjelaskan kepada seluruh manusia, bahwasanya kita mempunyai kemampuan untuk melawan dan memerangi apa yang dinamakan kekuatan yang sangat besar (adi daya), meskipun persatuan internasional melawan para pemuda tersebut. Dan mereka mampu membela agama mereka dan memberikan manfaat kepada umatnya lebih banyak dari pada apa yang dilakukan pemerintahan dan bangsa yang berjumlah lebih dari 50 negara di dunia Islam, karena para pemuda itu menjadikan jihad sebagai jalan mereka untuk memperjuangkan agama, sebagaimana yang dikatakan oleh Abu Hilalah :&lt;br /&gt;وَلِلنَّصْرِ أَسْبَابٌ وَلِلْخُسْرِ مِثْلُهَا  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;وَكُلُّ فَرِيْقٍ يُوْرِثُ الْخُلْدَ رَابِحُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;دُرُوْبُ الْعُلاَ شَتَّى وَأَقْصَرُهَا الَّتِي  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;تُرِيْقُ الدِّمَا فِي جَانِبَيْهَا الْجَحَاجِحُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kemenangan itu ada penyebab-penyebabnya sebagaimana halnya juga kekalahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setiap kelompok yang mewariskan kekekalan itu beruntung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah kemulaan itu bermacam-macam dan yang paling cepat adalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan yang ditempuh oleh para pahlawan yang banyak menumpahkan darah di kanan kirinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan orang-orang yang semacam mereka --- atas karunia Alloh --- banyak terdapat pada umat ini, akan tetapi mereka terbelenggu. Oleh karena itu hendaknya kita semua bantu-membantu untuk membuka belenggu tersebut supaya mereka semua dapat berangkat berjihad fii sabiilillah, karena jihad adalah jalan untuk meraih kemulian dan keamanan umat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun belenggu dan penghalang yang membelenggu para pemuda umat ini untuk berjihad banyak jumlahnya. Namun kami hanya akan menyebutkan yang terpenting darinya. Dan sebelum itu, saya sampaikan sebuah hadits dari shohih Al Bukhooriy dan Muslim, yang mana barangsiapa mengikutinya ia mendapat petunjuk dan barang siapa yang menyelisihinya ia akan hancur. Rosululoh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِيْنَ قَبْلَكُمْ أَنَّهُمْ كَانُوْا إِذَا سَرَقَ فِيْهِمُ الشَّرِيْفُ تَرَكُوْهُ وَإِذَا سَرَقَ فِيْهِمُ الضَّعِيْفُ أَقَامُوْا عَلَيْهِ الْحَدَّ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya penyebab kehancuran orang-orang sebelum kalian adalah apabila orang mulia mereka mencuri mereka biarkan dan apabila orang lemah mereka mencuri mereka tegakkan hukuman. (Muttafaq ‘alaih)[21].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ambilah pelajaran wahail orang-orang yang berakal, inilah yang menjadi penyebab kehancuran kita, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya sampaikan pula kisah Islamnya Kholid rodliyallohu ‘anhu supaya akal itu terbebas dari taklid buta. Dikatakan kepadanya ketikan ia lambat masuk Islam :”Dulu di mana akalmu wahai Kholid, kamu tidak melihat cahaya kenabian padahal ia bersamamu sejak duapuluh tahun yang lalu?” maka ia menjawab: “Dihadapan kami ada manusia yang kami melihat angan-angan mereka seperti gunung.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad rohimahullôh berkata: “Termasuk lemahnya pemahaman seseorang adalah ia taklid pada manusia dalam masalah agamanya.” (I’lamul Muwaqqi’in II/211)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan belenggu yang pertama pada masa kita ini adalah  para penguasa dan para saksi dusta yang terdiri dari ulama’ su’, para menterinya dan para penulis bayaran serta orang-orang yang semisal dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun para penguasa, maka manusia telah sepakat atas kelemahan mereka dan pengkhianatan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan adapun orang-orang yang menyuruh umat untuk mengulurkan tangannya ke tangan-tangan para penguasa tersebut (baca: mentaati mereka-penerj.) meskipun telah jelas kelemahan dan pengkhianatan mereka, maka kami katakan kepada mereka, apakah umat ini pernah menarik tangannya (baca: ketaatan-pentj.) dari para penguasa tersebut sehingga kini mereka disuruh untuk mengulurkan tangan mereka kembali ?! hal ini belum pernah terjadi, maka hasilnya sebagaimana yang kalian lihat sendiri yaitu berkuasanya orang-orang kafir atas kita. Dan telah dikatakan:&lt;br /&gt;وَمَنْ خَانَهُ التَّدْبِيْرُ وَاْلأَمْرُ طَائِعُ  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;فَلَنْ يُحْسِنَ التَّدْبِيْرُ وَ اْلأَمْرُ جَامِحُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan barang siapa dikhianati penguasa ketika ia taat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ia tidak akan berbuat baik kepada penguasa dan tidak akan taat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perselisihan kita dengan para penguasa tersebut bukanlah perselisihan yang bersifat cabang yang bisa diselesiakan begitu saja, akan tetapi masalahnya adalah mengenai inti Islam, yaitu syadat laa ilaaha illalloh  dan Muhammad Rosululloh. Para penguasa itu telah mencabutnya dari akarnya lantaran mereka memberikan wala’ (dukungannya) kepada orang-orang kafir, juga lantaran mereka berhukum dengan hukum buatan mereka[22] dan lantaran mereka memberikan persetujuan terhadap undang-undang PBB. Dengan demikian maka kekuasaan mereka telah batal sejak lama maka tidak ada alasan lagi untuk tetap tinggal dibawah kekuasaannya, dan di sini waktunya tidak cukup untuk menerangkan masalah ini, akan tetapi telah kami sebutkan perkataan-perkataan para ulama’ dalam penjelasan yang ke 17 yang diterbitkan oleh lembaga An Nashiihah Wal Ishlaah.[23]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setelah itu kami katakan; Apakah mungkin bagi seorang muslim untuk mengatakan kepada kaum muslimin  ulurkanlah tangan kalian ke tangan “Karzai”, untuk bekerja sama dalam menegakkan Islam dan menyingkirkan kedholiman serta tidak membiarkan Amerika melaksanakan rencananya?! Hal ini tidak mungkin dan tidak masuk akal, karena Karzai adalah boneka Amerika, dan bantuan yang ia berikan untuk memerangi kaum muslimin, adalah salah satu pembatal Islam dari sepuluh pembatal yang mengeluarkan orang dari Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini kami bertanya; Apa bedanya antara Karzai asing dan Karzai Arab? siapakah yang mengangkat dan menetapkan pengusa negara-negara teluk? Yang mengangkat dan yang menetapkan mereka adalah orang-orang salib. Yang mengangkat Karzai Kabul dan Karzai Pakistan, itu sama dengan yang mengangkat Karzai Kuwait, Karzai Bahrain, Karzai Qatar dan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan siapakah yang mengangkat Karzai Riyadl[24], dan yang mendatangkannya setelah ia meminta perlindungan di Kuwait beberapa waktu lalu supaya berperang bersama mereka memerangi Daulah ‘Utsmaaniyyah yang dipimpin Ibnu Ar Rosyiid? Yang mengangkat mereka adalah orang-orang Salibis dan sampai sekarang mereka masih menguasai keluarga ini. Maka tidak ada bedanya antara Karzai Riyadl dan Karzai Kabul;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَاعْتَبِرُوا يَا أُوْلِي الأَبْصَارِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka ambilah pelajaran wahai orang-orang yang mempunyai pandangan." (Al Hasyr: 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alloh ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَكُفَّارُكُمْ خَيْرٌ مِّنْ أُوْلائِكُمْ أَمْ لَكُم بَرَاءَةٌ فِي الزُّبُرِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Apakah orang-orang kafirmu lebih baik dari mereka itu, atau apakah kamu telah mempunyai jaminan kebebasan (dari azab) dalam Kitab-kitab yang dahulu?." (Al Qomar: 43)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya para penguasa yang menginginkan untuk menyelesaikan permasalah kami, dan diantara yang paling penting adalah permasalah Palestina, melalui PBB[25] atau melalui kebijakan-kebijaka Amerika Serikat, sebagaimana yang dilakukan oleh Raja ‘Abdul ‘Aziz di Beirut, serta disepakati oleh seluruh Penguasa Arab, yang di dilamnya dijual darah para syuhada’ dan bumi Palestina, demi untuk menyenangkan dan membantu Yahudi dan Amerika dalam memerangi umat Islam, mereka itu telah mengkhianati Alloh ta'ala dan RosulNya, dan mereka telah keluar dari Islam dan mengkhianati umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu saya juga katakan: Sesungguhnya orang-orang yang hendak menyelesaikan permasalahan kami melalui para penguasa yang lemah dan pengkhianat itu, mereka telah menipu diri mereka sendiri dan menipu umat mereka, dan mereka telah cenderung kepada orang-orang dholim dan mereka telah sesat dengan kesesatan yang jelas, dan keadaan mereka yang paling baik, mereka itu adalah orang-orang yang lemah dan fasik. Maka hendaknya kaum muslimin menasehati mereka, jika mereka tidak menerima nasihat itu maka hendaknya mewaspadai mereka dan mengingatkan umat agar  mewaspadai mereka. Dan wajib bagi kaum muslimin untuk baro’ dari para thoghut itu. Dan tidak samar lagi bahwasanya baro’ terhadap thoghut itu bukanlah amalan sunnah, akan tetapi ia adalah salah satu dari dua rukun tauhid, yang mana tauhid seseorang tidak akan lurus tanpa keduanya[26]. Alloh  berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَمَن يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الوُثْقَى لاَ انفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Maka itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Alloh, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Alloh Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqoroh: 256)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun para ulama’ su’, para menteri kerajaan, para penulis bayaran dan orang-orang yang seperti mereka; adalah sebagaimana dikatakan dalam kata pepatah: “Di setiap jaman itu ada negara dan orang-orang yang mendukungnya.” Mereka itu adalah pendukung negara, yang memutar balik kebenaran dan memberikan kesaksian palsu, sampai-sampai mereka melakukan hal itu di Tanah Harom (suci), di Baitul Harom dan pada bulan bulan-bulan Harom (suci), wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah. Mereka mengatakan itu semua untuk mengokohkan penopang-penopang negara, maka mereka telah sesat dari jalan yang benar, maka wajib untuk meng-hajr (menjauhi) dari mereka dan mengingatkan umat agar menjauhinya.[27]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara itu mengandalkan ulama’nya dan mereka menonjolkan mereka dalam acara-acara keagamaan mereka, demi untuk mendapatkan beberapa menit yang dibutuhkan daulah, untuk mendapatkan pengesahan secara syar’i terhadap kekuasaan mereka dan segala tindakan yang mereka lakukan.[28] Maka apa yang terjadi, ketika Raja kerajaan Saudi mengijinkan orang-orang Amerika untuk menduduki negeri haromain lalu mereka mengeluarkan fatwa yang merupakan petaka besar[29] yang melanggar agama dan meremehkan akal kaum muslimin, yang menguatkan pengkhianatannya dalam musibah yang sangat besar itu. Dan umat pada hari ini, tidaklah merasakan penderitaan yang berupa berbagai musibah, rasa takut dan ancaman kecuali akibat dari keputusan yang menghancurkan itu dan akibat dari fatwa yang menjilat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan barang siapa membaca sejarah para imam yang tulus pada masa-masa menghadapi ujian, seperti imam Ahmad bin Hambal dan yang lainnya, ia akan mengetahui perbedaan antara ulama’ yang mengamalkan ilmunya dan ulama’ yang menjilat, sebagaimana yang terdapat dalam kitab Siyarul A’lam An Nubala’. Di dalam sebuah syair dikatakan:&lt;br /&gt;نُرَقِّعُ دُنْيَانَا بِتَمْزِيْقِ دِيْنِنَا  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;فَلاَ دِيْنُنَا يَبْقَى وَلاَ مَا نُرَقِّعُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tambal dunia kita dengan merobek agama kita …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tidak tersisa lagi bagi kita baik agama maupun apa yang kita tambal (dunia)…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun belenggu yang kedua; Mereka adalah para ulama’ dan da’i yang mencintai kebenaran dan membenci kebatilan, namun mereka tidak berjihad. Mereka melakukan pentakwila-pentakwilan sehingga mereka menghalang-halangi para pemuda untuk berjihad, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah. Mereka melihat kebatilan tersebar dan semakin bertambah, lalu mereka bersatu untuk melaksanakan kewajiban membela kebenaran, beramar ma’ruf  dan nahi munkar. Kemudian banyak yang mendapatkan petunjuk dan belajar melalui mereka, dan amat baiklah apa yang mereka lakukan, semoga Alloh  membalas amalan mereka. Namun kebatilah merasa sempit dadanya terhadap kebenaran dan para pelakunya, lalu kebatilanpun menekan, mengancam dan melarang mereka untuk berkhutbah dan mengajar, mereka dikeluarkan dari pekerjaan mereka kemudian memenjarakan orang yang meneruskan langgkahnya dalam beramar ma’ruf nahi munkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya tekanan yang kuat ini berangsur-angsur menyebabkan membeloknya langkah --- kecuali yang dirahmati Alloh ---, dan ini merupakan hal yang pasti. Karena seseorang tidak akan bisa mengambil keputusan dengan benar di dalam kondisi yang tidak normal, khususnya dari segi keamanan. Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لاَ يَقْضِي الْقَاضِي بَيْنَ اثْنَيْنِ وَهُوَ غَضْبَان&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang hakim tidak boleh memutuskan perkara antara dua orang sedangkan dia dalam keadaan marah. (hadits ini diriwayatkan Imam Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika orang yang sedang marah saja seperti ini, lalu bagai mana dengan orang yang sedang dalam keadaan takut? Rasa takut yang disebarkan oleh negara-negara arab kepada rakyatnya telah menghancurkan semua segi kehidupan, termasuk di dalamnya urusan-urusan agama, karena agama itu adalah nasehat, padahal tidak ada nasehat tanpa ada keamanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan rasa takut itu telah membagi manusia menjadi beberapa golongan. Dan di sini kami akan berbicara tentang sebagiannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1)      Satu golongan berbalik dan bergabung dengan negara, serta berwala’ kepadanya, wa laa haula wa laa quwwata illa billaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2)     Satu golongan lagi berpendapat, bahwasanya mereka tidak akan bisa melanjutkan dakwah dan mengajar, dan tidak dapat mengamankan pondok atau oraganisasi atau jama’ahnya, dan tidak dapat mengamankan dirinya, kedudukannya dan hartanya, jika mereka tidak memuji dan kompromi (mudahanah) dengan thoghut. Lalu mereka melakukan takwilan-takwilan yang rusak, sehingga mereka sesat dengan kesesatan yang nyata dan menyesatkan banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3)     Satu golongan lainnya, Alloh ta'ala menjaga mereka untuk tidak kompromi dan menjilat para penguasa pangkhianat itu, dan mereka tetap berusaha untuk tetap berada di bawah bendera amar ma’ruf dan nahi munkar. Dan mereka telah melakukan usaha yang baik di dalam berdakwah, namun tekanan-tekanan --- yang tersebut di atas --- sangat besar sekali, sedangkan mereka belum mempersiapkan diri untuk menghaadapinya, dan diantara yang terpenting adalah beban-beban hijroh dan jihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal kesempatan itu telah terbuka sejak lebih dari dua dasawarsa yang lalu, namun mereka tidak menggunakan kesempatan itu sehingga mereka kehilangan kemampuan untuk mengambil putusan yang benar --- kecuali yang dirahmati Alloh --- pada hari-hari yang sangat sulit ini. Oleh karena itu, kami lihat sebagian mereka sampai sekarang masih belum mengambil keputusan untuk melaksanakan jihad dan perlawanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya memperjuangkan dan menegakkan agama itu membutuhkan pengorbanan yang besar dan sifat-sifat yang jelas, yang diterangkan di dalam kitabulloh dan siroh Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam dan juga dalam siroh para sahabat yang mulia, maka barangsiapa tidak memiliki sifat-sifat tersebut, ia tidak akan mampu memperjuangkan agama. Sifat-sifat ini Alloh  sebutkan dalam kitab-Nya yang mulia, di antaranya adalah firman Alloh ta'ala:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَن يَرْتَدَّ مِنكُمْ عَن دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى المُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلاَ يَخَافُونَ لَوْمَةَ لائِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kalian murtad dari agamanya, niscaya Alloh akan mendatangkan suatu kaum yang Alloh mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu'min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Alloh, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang mencela. Itulah karunia Alloh, yang diberikan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Alloh Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Al Maidah: 54)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam kisah yang terjadi antara Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam dan Waroqoh bin Naufal. Waroqoh mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا لَيْتَنِيْ فِيْهَا جَذْعاً أَكُوْنُ حَيّاً حِيْنَ يُخْرِجُكَ قَوْمُكَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aduhai seandainya aku masih muda, sehingga aku masih hidup ketika kaummu mengusirmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam bertanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَوَ مُخْرِجِيَّ هُمْ؟&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah mereka akan mengusirku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waroqoh menjawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;نَعَمْ! لَمْ يَأْتِ رَجُلٌ قَطُّ بِمِثْلِ مَا جِئْتَ بِهِ إِلاَّ عُوْدِيَ، وَإِنْ يُدْرِكْنِيْ يَوْمُكَ أَنْصُرْكَ نَصْراً مُؤَزَّراً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, tidak ada seorangpun yang datang membawa apa yang kau bawa, kecuali dia akan dimusuhi, dan jika aku menjumpai hari-hari itu aku akan menolongmu dengan sekuat tenaga. (Muttafaq ‘alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian maka kondosi orang yang ingin mengemban agama dengan benar, adalah bermusuhan dengan ahlul batil, dan bukan hidup berdampingan dengan ahlul batil --- sebagaimana yang kami lihat, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah ---, dan keadaan orang yang hendak melaksanakan iqoomatud diin (menegakkan agama) itu adalah berusaha memperjuangkannya dengan jiwa dan harta, sebagaimana yang dikatakan oleh Waroqoh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنْ يُدْرِكْنِيْ يَوْمُكَ أَنْصُرْكَ نَصْراً مُؤَزَّراً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika aku menjumpai hari-hari itu aku akan menolongmu dengan sekuat tenaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan begitu pula keadaannya pada waktu bai’atul ‘aqobah. Oleh karena itu, memperjuangkan agama itu bukan hanya dengan menyampaikan pelajaran saja, agama ini tidak akan tegak hanya dengan sebagian dari waktu dan harta kita. Akan tetapi sesungguhnya dagangan Alloh ta'ala itu mahal. Maka sangat jauh berbeda antara orang yang duduk dan menyampaikan pelajaran dan antara orang yang menyerahkan kepala dan jiwa untuk memperjuangkan agama Alloh ta'ala. Oleh karena itu Al ‘Abbas bin ‘Abdul Muthollib --- sedangkan dia masih menganut agama kaumnya --- ingin meyakinkan nasib keponakannya Muhammad shollallohu 'alaihi wa sallam. di kalangan orang-orang anshor, maka di antara yang dia katakan adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَإِنْ كُنْتُمْ أَهْلَ قُوَّةٍ وَجَلَدٍ وَبَصِيْرَةٍ بِالْحَرْبِ وَاسْتِقْلاَلٍ بِعَدَاوَةِ الْعَرَبِ قَاطِبَةً فَإِنَّهَا سَتَرْمِيْكُمْ عَنْ قَوْسٍ وَاحِدَةٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kalian memang orang yang mempunyai kekuatan, ketangguhan dan kepandaian dalam berperang, dan sanggup untuk bermusuhan dengan seluruh bangsa Arab, sesungguhnya mereka akan memanahmu dari satu busur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar ini saya katakan; Sifat-sifat ini di tuntut dari ahlul iman untuk menjaga Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam untuk menjaga ajaran Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian setelah Al ‘Abbas menyelesaikan perkataannya, Al Barro’ bin Ma’ruf dari kalangan anshor mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَدْ سَمِعْنَا مَا قُلْتَ، وَإِنَّا وَاللهِ لَوْ كَانَ فِيْ أَنْفُسِنَا غَيْرَ مَا نَنْطِقُ بِهِ لَقُلْنَاهُ وَلَكِنَّا نُرِيْدُ الْوَفَاءَ وَالصِّدْقِ وَبَذْلَ مُهَجِ أَنْفُسِنَا دُوْنَ رَسُوْلِ الله&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami telah mendengar apa yang engkau katakan, dan demi Alloh  seandainya hati kami tidak sebagaimana yang telah kami ucapkan pasti kami kami akan mengatakannya, akan tetapi kami hendak menepati janji dan jujur, serta mengerahkan darah dan nyawa kami untuk membela Rosululloh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar ini saya katakan; Beginilah agama itu, ia tegak dengan menepati janji dan kejujuran, serta mengerahkan nyawa untuk memperjuangkan manhaj. Kemudian ketika mereka bangkit untuk melaksanakan bai’at, As’ad bin Zuroroh berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;رُوَيْداً يَا أَهْلَ يَثْرِب، إِنَّا لَمْ نَضْرِبْ إِلَيْهِ أَكْبَادَ الْمُطِيّ، إِلاَّ وَنَحْنُ نَعْلَمُ أَنَّهُ رَسُوْلُ اللهِ، وَإِنَّ إِخْرَاجَهُ الْيَوْمَ مُفَارَقَةُ الْعَرَبِ كَافَّةً وَقَتْلُ خِيَارِكُمْ، وَأَنْ تَعُضَّكُمُ السُّيُوْفُ، فَإِمَّا أَنْتُمْ تَصْبِرُوْنَ عَلَى ذَلِكَ فَخُذُوْهُ وَأَجْرُكُمْ عَلَى اللهِ، وَإِمَّا أَنْتُمْ تَخَافُوْنَ مِنْ أَنْفُسِكُمْ خِيْفَةً فَذَرُوْهُ فَهُوَ أَعْذَرُ لَكُمْ عِنْدَ اللهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunggu wahai penduduk Yatsrib, sesungguhnya dalam waktu yang singkat kita telah mengetahui bahwasanya ia adalah utusan Alloh, dan sesungguhnya mengeluarkan beliau pada hari ini berarti memisahkan diri dari seluruh bangsa Arab, membunuh para pemuka kalian dan kalian akan dihimpit pedang. Jika kalian sabar maka lanjutkanlah bai'at itu dan kalian akan mendapatkan pahala di sisi Alloh, dan jika kalian takut maka tinggalkanlah beliau, karena hal itu lebih ringan bagi kalian di sisi Alloh .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka mereka mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا أَسْعَد أَمِطْ عَنَّا يَدَكَ، فَوَاللهِ لاَ نَذَرُ هَذِهِ الْبَيْعَةَ وَلاَ نَسْتَقِيْلُهَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai As'ad, singkirkanlah tanganmu dari kami, demi Alloh kami tidak akan meninggalkan bai’at ini dan tidak akan meminta untuk dibatalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beginilah sifat orang-orang yang ingin melindungi dan menegakkan agama Islam, semoga Alloh  meridloi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan demikian pula pada hari ini, para mujahidin mengatakan kapada para ulama’ dan da’i yang mencintai kebenaran dan tidak berkompromi dengan kebatilan; Kalian telah mengangkat bendera agama Islam dan kalian mengetahui bahwa yang kalian angkat itu adalah benar-benar ajaran Rosululloh, dan sesungguhnya jika kalian mengemban agama itu dengan benar, itu artinya kalian pasti memisahkan diri dari pemerintah-pemerintah Arab dan juga selain Arab di seluruh muka bumi, membunuh para pemuka kalian dan kalian akan dihimpit oleh pedang. Maka jika kalian mampu bersabar untuk melaksanakan itu semua maka jagalah bendera itu dan Alloh  akan memberikan pahala kepada kalian. Dan jika kalian takut maka biarkanlah bendera perlawanan dan peperangan berjalan, dan janganlah kalian halang-halangi para pemuda Islam untuk berjihad fii sabiilillaah, karena hal itu lebih ringan bagi kalian di sisi Alloh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian sekarang kita akan membahas tentang apa kewajiban kaum muslimin dalam menghadapi Serangan Salibis-Zionis terhadap umat Islam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alloh  berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ لاَ تُكَلَّفُ إِلاَّ نَفْسَكَ وَحَرِّضِ المُؤْمِنِينَ عَسَى اللَّهُ أَن يَكُفَّ بَأْسَ الَّذِينَ كَفَرُوا وَاللَّهُ أَشَدُّ بَأْساً وَأَشَدُّ تَنكِيلاً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka berperanglah kamu pada jalan Alloh, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. Kobarkanlah semangat para mu'min (untuk berperang). Mudah-mudahan Alloh menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Alloh amat besar kekuatan dan amat keras siksaan (Nya). (An Nisa’: 84)[30]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya kewajiban yang paling wajib setelah beriman pada hari ini adalah melawan dan memerangi musuh yang menyerang. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: “Dan adapun melawan musuh yang menyerang yang merusak agama dan dunia, tidak ada sesuatu yang lebih wajib setelah beriman selain melawannya, dan tidak disyaratkan lagi dengan syarat apapun.” (Al Ikhtiyarot Al ‘Ilmiyah yang terdapat dalam lampiran Al Fatawa Al Kubro IV/608) Maka jihad pada hari ini hukumnya adalah fardlu ‘ain bagi seluruh umat Islam[31], dan umat Islam dosa sampai ia mengerahkan personal-personalnya, harta dan kemampuannya untuk mencukupi pelaksanaan jihad yang tengah berlangsung melawan kekuatan orang kafir di Palestina dan yang lainnya.[32]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka wajib bagi orang-orang beriman untuk berjihad dalam rangka menegakkan kebenaran dan menghancurkan kebatilan, mereka semua wajib berjihad sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam. bersabda dalam shohih Muslim:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِيَدِهِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ، وَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِلِسَانِهِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ، وَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِقَلْبِهِ فَهُوَ مُؤْمٌِن، وَلَيْسَ وَرَاءَ ذَلِكَ مِنَ اْلإِيْمَانِ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka barang siapa berjihad melawan mereka dengan tangannya ia beriman, barang siapa yang berjihad melawan mereka dengan lisannya ia beriman, dan barangsiapa berjihad melawan mereka dengan hatinya ia beriman, dan setelah itu tidak ada iman lagi walaupun sebesar biji sawi. (HR. Muslim)[33]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits yang agung ini berlaku bagi seluruh orang beriman, sehingga selama kita itu masih beriman maka kita pasti berjihad fii sabiilillaah untuk memperjuangkan agama. Orang beriman yang tidak mampu berperang dengan tangan dan lisannya maka ia harus berjihad dengan hatinya, di antara caranya adalah dengan terus membenci musuh-musuh Alloh ta'ala dan mendo’akan keburukan atas mereka, terus berwala’ (loyal) kepada orang-orang beriman dan mujahidin, mendo’akan mereka dan merasa bersaudara dengan mereka dalam seiman yang terjalin di kalangan kaum muslimin di timur dan di barat, dan hendaknya disadari pula bahwa Ahlu `l-Iman itu seluruhnya berada dalam satu kubu, sedangkan orang kafir berada di satu kubu yang lain, sampai nanti Alloh ta'ala akan berikan anugerah kepada umat ini sebuah negara yang akan menghimpun kaum muslimin di bawah benderanya dengan izin Alloh ta'ala. Juga harus di tanamkan di dalam jiwa tekad untuk berjihad di jalan Alloh ta'ala dengan menggunakan tangan dan lisannya, dan ini (berjihad dengan hati, terj.) adalah tingkatan iman yang paling lemah. Selain itu, ia harus memboikot produk-produk Amerika dan semua sekutunya.[34] Seorang mukmin mesti waspada benar agar jangan sampai ia memperkuat kebatilan, sebab membantu orang-orang kafir walaupun hanya dengan satu kata adalah kufur bawwâh (kekufuran yang jelas) sebagaimana yang telah dinyatakan oleh para ulama[35]. Hendaknya ia waspada agar tidak termasuk orang-orang apa yang difirmankan  Alloh  ta'ala:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الَّذِينَ يَبْخَلُونَ وَيَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبُخْلِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang kikir dan menyuruh manusia berbuat kikir. (Al Hadid: 24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau termasuk orang-orang yang Alloh  katakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَدْ يَعْلَمُ اللَّهُ المُعَوِّقِينَ مِنكُمْ وَالْقَائِلِينَ لإِخْوَانِهِمْ هَلُمَّ إِلَيْنَا وَلاَ يَأْتُونَ البَأْسَ إِلاَّ قَلِيلاً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Alloh mengetahui orang-orang yang menghalang-halangi di antara kalian dan orang-orang yang berkata kepada saudara-saudaranya :  “Marilah kepada kami. “ Dan mereka tidak mendatangi peperangan melainkan sebentar. (Al Ahzab: 18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sampai ia mengumpulkan dua dosa besar sekaligus, yaitu dosa tidak berjihad dan dosa melemahkan semangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jihad dengan jiwa, meskipun pada hari ini fardlu ‘ain atas seluruh umat Islam, namun bagi para pemuda kewajiban untuk berjihad dengan jiwa ini lebih ditekankan lagi dari pada orang tua. Dan begitu juga jihad dengan harta[36] yang hukumnya fadlu ‘ain, kepajiban orang-orang yang memiliki harta untuk berjihad dengan hartanya lebih ditekankan dari pada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan atas karunia Alloh ta'ala terhadap umat pada hari ini, Alloh ta'ala membukakan dada banyak para pemuda untuk berjihad di jalanNya dan membela agama dan hamba-hambaNya. Maka wajib bagi umat ini untuk mendukung, mendorong dan mempermudah urusan para pemuda yang tengah mempertahankan dan membela diri dari kedholiman, kehinaan dan dosa tersebut. Dan juga wajib bagi umat ini untuk menjaga kelestarian jihad yang tengah berlangsung pada hari ini, dan untuk memberikan dukungan dengan segala kekuatan yang mereka miliki, karena ini adalah urusan yang sangat berat sebagaimana di Palestina, Chechnya, Afghanistan, Kasymir, Indonesia, Philipina dan negeri-negeri Islam yang lainnya. Karena jihad di negara-negara tersebut benderanya tidak akan berkibar setelah atas karunia Alloh, meskipun serangan yang kuat dari musuh, kecuali dengan mengerahkan kepenatan, darah dan tulang-belulang yang tidak terkira. Kami berharap semoga Alloh  menerima mereka sebagai syuhada’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya berikan kabar gembira kepada kalian bahwasanya pada hari ini jihad di Afghanistan terus berlangsung dengan baik, dan keadaan terus membaik di fihak mujahidin atas karunia Alloh. Dan kini kami memasuki peperangan tahun kedua, namun Amerika belum mampu merealisasikan misinya bahkan mereka terjebak dalam rawa-rawa Afghanistan. Adapun yang dianggap Amerika pada bulan-bulan pertama waktu perang sebagai kemenangan, setelah mereka menguasai kota-kota lantaran kota-kota tersebut dikosongkan oleh para mujahidin, sesungguhnya hal itu tidak diragukan lagi oleh para pakar militer secara umum dan orang-orang yang tahu kondisi Afghanistan khususnya, bahwasanya hal itu merupakan langkah strategi mundur yang sesuai dengan tabiat negara Tholiban, dan juga sesuai dengan tabiat orang-orang Afghan dalam sejarahnya yang panjang dalam perang gerilya, karena pemerintahan Tholiban tidak memiliki tentara reguler untuk mempertahankan kota-kota. Oleh karena itu Afghanistan mengandalkan ---setelah kepada Alloh --- kepada kekuatan mereka yang tersembunyi yaitu kemampuan mereka dalam pertempuran gerilya di pedalaman gunung-gunungnya yang terjal, dan dengan taktik inilah --- atas karunia Alloh --- mereka dapat mengalahkan tentara Uni Soviet sebelum ini, dan hal itu nampak setelah perang gerilya dimulai dan ‘amaliyah (operasi militer) terus meningkat sampai dua kali setiap harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka pada hari ini orang-orang Amerika benar-benar tenggelam, mereka tidak mampu menjaga tentara mereka dan juga tidak mampu membentuk negara yang mampu menjaga presidennya apalagi menjaga orang lain. Dan atas karunia Aloh para mujahidin telah bersatu salama tahun yang lalu dan semuanya bersemangat untuk berjihad dan mereka berpendapat bahwa jihad wajib bagi mereka. Kalaulah bukan karena sedikitnya sarana pasti akan mudah untuk menambah jumlah operasi setiap hari sapai pada batas yang pernah dahulu dilakukan pada jihad dimasa melawan rusia, dan inilah yang tidak akan mampu di hadapi Amerika.[37]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, di antara fardlu ‘ain bagi umat pada hari ini, adalah hendaknya mereka memberikan bantuan kepada jihad secara umum, yang di antaranya adalah di Palestina dan Afghanistan, dan pokok permasalahan ini adalah termasuk permasalahan yang harus dijadikan pusat perhatian untuk melemahkan Yahudi, para sekutu Amerika dan untuk melemahkan Amerika, para sekutu Yahudi. Dan sesungguhnya kekalahan Amerika di Afghanistan --- dengan ijin Alloh --- merupakan awal kehancuran baginya. Dan atas ijin Alloh, kalian tidak diserang melalui tangan kami, maka kami berharap supaya kami tidak diserang melalui tangan kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pada hari ini umat tengah menghadapi suatu hari dari hari-hari Alloh, oleh karena itu tidak sepatutnya kita melemah atau melampaui batas, dan seharusnya pasukan kaum muslimin bersatu melawan pasukan kafir, dan seharusnya bertaubat dari dosa-dosa terutama dosa-dosa besar. Selain itu, dalam menghadapi masalah yang sulit ini yang merupakan masalah besar dan bukan masalah sepele ini, seharusnya umat ini meninggalkan sendau-gurau, main-main, berlebih-lebihan dan kemewahan. Dan seharusnya membiasakan diri hidup susah dan mempersiapkan diri untuk hidup yang sebenarnya, yaitu kehidupan pembunuhan, peperangan, pukulan dan serangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini saya sampaikan kepada kalian perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah tentang ujian yang persis dengan apa yang kita hadapi sekarang,[38] beliau berkata: “Dan ketahuilah --- semoga Alloh ta'ala memperbaiki kalian --- bahwasanya telah diriwayatkan dengan benar dari berbagai jalan, bahwa beliau bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِيْ ظَاهِرِيْنَ عَلَى الْحَقِّ لاَ يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ وَلاَ مَنْ خَالَفَهُمْ إِلَى قِيَامِ السَّاعَةِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan senantiasa ada satu kelompok dari umatku yang selalu dlohir diatas kebenaran, tidak akan memberi kemudlaratan sedikitpun orang yang mengabaikan mereka dan menyelisihi mereka sampai terjadi hari kiyamat. (Muslim),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menghadapi ujian semacam manusia terbagi manjadi tiga bagian:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tho-ifah  Manshuroh (kelompok yang mendapatkan kemenangan) dan mereka itu adalah para mujahidin yang memerangi para perusak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tho-ifah  Mukholifah  (kelompok yang menyelisihi) dan mereka itu dalah musuh-musuh itu dan orang yang bergabung dengan mereka yang terdiri dari orang-orang  rusak yang mengaku Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tho-ifah Mukhodzilah (kelompok yang berpangkutangan) dan mereka adalah orang-orang yang tidak berjihad, meskipun Islam mereka benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka hendaknya setiap orang melihat dirinya, apakah ia masuk dalam golongan Tho-ifah  Manshuroh atau Tho-ifah  Mukholifah  atau Tho-ifah  Mukhadzilah, dan tidak ada kelompok keempat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga mengatakan: “Sampai-sampai --- demi Alloh --- seandainya As Sabiqunal Awwalun (orang-orang yang pertama masuk Islam) dari kalangan Muhajirin dan Anshor, seperti Abu Bakar, Utsman, Ali dan yang lainnya hidup pada jaman sekarang ini pasti di antara amalan yang paling utama mereka adalah jihad melawan para pendosa itu, dan tidak ada yang ketinggalan dari peperangan semacam ini kecuali orang-orang yang merugi dagangannya dan bodoh dirinya dan tidak mendapatkan bagian yang besar di dunia dan akherat.” Sampai di sini perkataan beliau. (Kitabul Jihad II/58 dan halaman setelahnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian saya nasehatkan kepada para pemuda untuk bersungguh-sungguh dalam berjihad[39] karena merekalah orang pertama yang mendapatkan kewajiban jihad pada hari ini sebagaimana hal itu diisyaratkan oleh Al Qurthubi dalam Al Muwafaqot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketahuilah bahwasanya membunuh orang-orang Amerika dan Yahudi di mana saja mereka berada, adalah termasuk kewajiban yang paling agung dan ibadah kepada Alloh  yang paling utama[40]. Juga saya nasehatkan kepada mereka untuk berkumpul  di sekitar ulama’ yang tulus dan da’i yang ikhlas dan beramal. Selain itu juga saya nasehatkan agar mereka menggunakan kerahasiaan dalam melaksanakan program mereka[41], terlebih lagi dalam program-program jihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di sini saya berikan kabar gembira kepada kalian secara umum, dan kepada saudara-saudara kami di Palestina khususnya, bahwasanya saudara-saudara kalian para mujahidin terus berjalan di atas jalan jihad untuk membunuh orang-orang Yahudi dan Amerika, dan ‘amaliyah (aksi) di “Mumbasa”[42] merupakan awal datangnya bantuan, atas ijin Alloh ta'ala. Dan sesungguhnya kami tidak akan membiarkan kalian, berjalanlah dan teruskanlah berperang dengan berkah dari Alloh ta'ala, kami akan terus berjalan dan berperang bersama kalian dengan atas ijin Alloh ta'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sebelum saya tutup saya berikan semangat kepada diriku sendiri dan kepada saudara-saudaraku orang-orang beriman untuk berjihad fii sabiilillaah dengan perkataan orang yang mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَإِنِّيْ لَمُقْتَادٌ جَوَادِيْ وَقَاذِفُ                 بِهِ وَبِنَفْسِي الْعَامَ إِحْدَى الْمَقَاذِفِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَيَا رَبِّ إِنْ حَانَتْ وَفَاتِيْ فَلاَ تَكُنْ         عَلَى شَرْجَعٍ يُعْلَى بِخُضْرِ الْمَطَارِفِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَكِنَّ قَبْرِي بَطْنُ نَسْرٍ مَقِيْلُهُ                 بِجَوِّ السَّمَاءِ فِي نُسُوْرٍ عَوَاكِفِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَأُمْسِيْ شَهِيْداً ثَاوِياً فِيْ عِصَابَةٍ            يُصَابُوْنَ فِيْ فَجٍّ مِنَ اْلأَرْضِ خَائِفِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَوَارِسُ مِنْ شَيْبَانَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ                  تُقَى اللهِ نَزَّالُوْنَ عِنْدَ التَّزَاحُفِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِذَا فَارَقُوْا دُنْيَاهُمُ فَارَقُوا اْلأَذَى        وَصَارُوْا إِلَى مِيْعَادٍ مَا فِي الْمَصَاحِفِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sesungguhnya aku benar-benar membulatkan tekadku dan mengorbankannya …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;… dengan ragaku pada tahun ini untuk memraih salah satu sasaran…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Robbku, jika telah tiba masa kematianku, janganlah mayatku …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.. diusung dalam keranda yang diselimuti dengan kain hijau…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi kuburanku adalah perut burung Elang yang tinggal …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.. di atas langit bersama burung-burung Elang lainnya tinggal …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku mati syahid tinggal bersama sekelompok orang …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;… yang terkena serangan di daerah pedalaman yang menakutkan …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasukan yang gagah berani dari Syaiban, telah disatukan dengan …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketaqwaan kepada Alloh, mereka berlaga dalam pertempuran …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika mereka tinggalkan dunia maka mereka telah meninggalkan kepedihan …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mereka menuju tempat kempali mereka yang telah ditetapkan di dalam lembaran…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pada penutupan, saya nasehatkan kepada diriku sendiri dan kepada saudara-saudaraku orang-orang Islam, untuk bertakwa kepada Alloh  baik ketika sendiri maupun bersama orang, dan untuk memperbanyak do’a dan mengharap kepada Alloh ta'ala agar menerima taubat kita dan menyingkirkan kesulitan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka. (Al Baqoroh: 201)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kami memohon kepada Alloh  agar membebaskan saudara-saudara kita yang ditawan orang-orang Amerika dan antek-enteknya, terutama Syaikh ‘Umar bin ‘Abdur Rohman[43] dan Syaikh Sa’id bin Za’ir serta saudara-saudara kami di Guantanamu, dan agar memperkokoh para mujahidin di Palestina dan menolongnya, dan juga di negeri-negeri Islam yang lain, dan agar memenangkan kita atas musuh-musuh kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu saya juga nasehatkan kepada diriku sendiri dan kepada kalian, agar memperbanyak dzikir dan tilawatul qur-an serta merenunginya, karena di dalamnya terdapat nasihat, obat, petunjuk dan rahmat, Alloh ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِّمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepada kalian pelajaran dari Robb kalian dan obet bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (Yunus: 53)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَاللَّهُ غَالِبٌ عَلَى أَمْرِهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يَعْلَمُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Alloh berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya. (Yusuf: 21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhir kata dari kami “Al Hamdulillaahi Rabbil ‘Aalamin.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaramu Fillah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usamah bin Ladin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1]  - Ibnu Rojab mengatakan: “Maksudnya adalah bahwa Alloh mengutus beliau untuk mendakwahkan tauhid dengan pedang setelah mendakwahkannya dengan hujjah, maka barang siapa yang tidak menyambut dakwah beliau kepada tauhid dengan menggunakan Al Qur’an, hujjah dan keterangan maka ia didakwahi dengan menggunakan pedang.” (Al Hukmul Jadiiroh Bil Idzaa’ah Min Qoulin Nabi shlollallohu ‘alaihi wasallam Bu’itstu Bis Saifi Baina Yadais Saa’ah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2]  - Syaikh Bakar Abu Zaid mengatakan: “Batas Jazirah Arab sebelah barat adalah laut Qolzum, sedangkan Al Qolzum itu adalah nama sebuah kota yang berada di ujung utara laut itu. Laut itu terkenal dengan nama laut merah. Dan sebelah selatan adalah Laut Arab, yang disebut juga dengan Laut Yaman. Dan sebelah timur adalah Teluk Basra (Teluk Arab). Tiga laut ini yang disepakati oleh para para muhaditsin, fuqoha’, ahli sejarah, ahli geografi dan yang lain. Sedangkan batas sebelah utara adalah pantai timur dari Laut Merah sampai ujung timur dari ujung-ujung Syam --- sekarang Yordan ---  dan sebagian dari wilayah Irak. Adapun wilayah yang menjadi batas tidaklah masuk dalam wilayah Jazirah Arab.” (Khoshoisul Jazirotil ‘Arobiyah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Imam Hamud bin ‘Uqla Asy Syu’aibi mengatakan: “Para ulama’ dan fuqoha’ yang diterima pendapatnya telah bersepakat; bahwasanya orang-orang Yahudi, Nasrani dan Musyrik tidak boleh bertempat tinggal di Jazirah Arab, baik untuk selamanya atau untuk sementara, kecuali ada sebagian ulama’ saja yang membolehkannya tinggal untuk selama tiga hari jika ada dloruroh. Dan tidaklah diperkenankan orang muslim mengijinkan mereka untuk masuk dan tinggal di dalamnya berlandaskan hadits-hadits shohih dari Nabi shollallohu ‘alai wa sallam dan atsar-atsar yang diriwayatkan secara benar dari para sahabat.” (Al Qoulul Mukhtar Fii Hukmil Isti’anah Bil Kuffar/ Fashl Hukmu Iqomatul Yahud Wan Nashoro Wal Musyrikin Fil Jazirotil ‘Arobiyah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3]  - Kesepakatan Saix-Piccot adalah kesepakatan rahasia yang berlangsung pada tahun 1334 H ketika perang dunia pertama antara Inggris dan Prancis, atas persetujuan Rusia untuk memecah-belah Daulah ‘Utsmaniyah dan membagi daerah-daerah yang tunduk di bawah kekuasaan ‘Utsmaniyah --- yaitu Suriah, Irak, Lebanon dan Palestina --- ke daerah-daerah yang tunduk kepada kekuasaan Prancis, sedangkan yang lainnya tunduk kepada kekuasaan Inggris. Kesepakatan tersebut dinamakan dengan nama tersebut karena dinisbatkan kepada pelakunya yaitu Marlk Saix orang inggris dan George Piccot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4] - Syaikh Yusuf Al ‘Uyairiy berkata: “Sesungguhnya orang-orang kafir meskipun memutar balikkan kepada kaum muslimin dan mereka namakan perbuatan mereka dengan nama yang lain dengan keyakinan mereka, namun tetaplah bahwa perubahan nama itu tidak akan dapat mengubah hakekat sesuatu … namun Alloh ta'ala menampakkan dan mengeluarkan dari hati mereka permusuhan mereka terhadap orang-orang Islam dan hakikat peperangan mereka terhadap Islam, dan bahwa nama ‘perang melawan teroris’ atau ‘keadilan tanpa batas’ atau ‘memerangi musuh kebebasan’ atau ‘penjahat’ atau ‘musuh kebudayaan’ semua itu hanyalah penutup kedengkian salib yang tersimpan dan yang memenuhi hati mereka. Meskipun kedengkian telah memenuhi hati mereka dan satu-satunya kemauan mereka adalah merealisasikan keyakinan mereka sebagaimana yang Alloh  kabarkan, meskipun demikian jebollah kesabaran presiden Amerika Bush dan tidak mampu menyembunyikan keyakinannya, diapun menyatakan dalam konfrensi pers yang dilaksanakan pada hari ahad 16/9/2001 M, bertepatan dengan 28/6/1422 H dengan perkataannya: “This crusade, this war on terrorism, is going to take a long time”. Yang artinya: “Ini adalah perang salib, perang melawan teroris ini akan memakan waktu yang lama.” … dan contoh-contoh yang lain … yang dimuat majalah “National Review” …; “Sekaran bukan waktunya untuk mencari tempat-tempat persembunyin para pelaku operasi-operasi teroris, yang bertanggung jawab terhadap semua operasi ini dan mereka adalah setiap orang yang tersenyum ketika mendengar serangan terhadap New York dan Wasingthon … kita harus menyerang mereka di negara-negara mereka dan membunuh para pemimpin mereka  dan memaksa mereka masuk agama kristen!” (Haqiqotul Harbish Sholibiyah Al-Jadidah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5]  - Majalah Wasingthon Post edisi jum'at 28/9/2001 M memuat pernyataan penguasa Amerika, bahwa pemerintah Saudi telah memutuskan untuk mengijinkan tentara Amerika yang bertebaran di dalam negaranya --- termasuk angkatan udara --- untuk bekerja sama dalam memerangi umat Islam di Afghanistan, dan majalah itu menunjukkan bahwasanya kementrian pertahanan Amerika telah kosong lantaran sikap ini dengan pertimbangan memindahkan markas komandonya ke negara teluk yang lain. Sebagaimana yang dinyatakan oleh Sa’uud Al Faishol mentri luar negeri kerajaan Saudi pada hari rabo 26/9/2001 H bahwa negaranya akan melaksanakan kewajibannya dan bahwasanya ‘perang melawan teroris’ ini harus tidak terbatas pada penangkapan pelaku-pelaku peledakan, akan tetapi mencakup juga jaringan-jaringan bawah tanah yang membantu para teroris.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[6]  - Dan mungkin termasuk fatwa yang paling membahayakan adalah yang dijadikan alasan untuk melaksanakan perang salib ini bahkan menyerukan umat Islam untuk membantu dalam membunuh saudara-saudara mereka umat Islam yaitu fatwa yang disebarkan oleh kementrian luar negeri Amerika dalan penjelasannya yang terbit pada 19/10/2001 H dengan judul “Ulama' Islam Menolak Seruan Bin Ladin Untuk Berjihad Melawan Amerika” yang di dalamnya disebutkan: “… 6 ulama’ Islam dari Timur Tengah dan Afrika Utara telah mengeluarkan fatwa pada 27 september yang mengatakan; “Berlandaskan syari’at Islam perbuatan teror adalah termasuk hiroobah; yaitu mengadakan peperangan melawan masyarakat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan para ulama' tersebut adalah Syaikh Yusuf Al Qordlowi seorang pembesar ulama’ dan ketua Majlisus Sunnah Was Siroh di Qatar, Al Qodli Thoriq Al Basyari, wakil satu pemimpin Majlisud Daulah di Mesir, Dr. Muhammad Al ‘Awaa, Ustadz undang-undang perbandingan dan syariat di Mesir, Dr. Haitsam al-khoyyat, seorang ulama' di suria, as-sayyid fahmi huwaidi, seorang ulama' mesir, Syaikh Thoha Jabir Al ‘Ulwani, ketua al-majlisul a'la di Amerika utara…..” dinukil dari keterangan kementrian luar negri Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan fatwa tersebut disebar-luaskan secara lengkap di koran “Asy Syarqul Ausath” tertanggal 8/10/2001 M dan diantara isinya adalah: “… maka sesungguhnya kami berpendapat untuk segera memburu para pelaku kejahatan ini dan juga orang-rang yang ikut serta dalam memberikan semangat, mendanai dan memberikan bantuan kemudian menggiring mereka ke pengadilan yang adil kemudian memberikan hukuman yang sesuai dan membikin jera bagi mereka dan orang-orang yang semacam mereka yaitu orang-orang yang menghina kehidupan orang-orang yang tidak berdosa dan harta mereka dan juga orang-orang yang merampas keamanan mereka….dan ini dalah kewajiban umat Islam untuk ikut serta dengan segala  cara yang memungkinkan… dan ringkasnya bahwasanya tidak apa-apa insya Alloh  bagi tentara-tentara Islam untuk bekerja sama di dalam peperangan yang mungkin terjadi melawan orang yang diperkirakan sebagai pelaku teror atau menyembunyikan para pelakunya dan memberikan kesempatan bagi mereka untuk berlatih dan berangkat dari negara mereka, dengan niat yang benar, sebagaimana yang kami terangkan, hal ini untuk menolak yang mungkin mereka dapatkan dalam memberikan bantuan kepada negara mereka…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[7]   -  Tahun 1393 H bertepatan dengan oktober 1973 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[8]  - Yahudi dalam usahanya menegakkan apa yang dinamakan Israil Raya berdasarkan sebuah teks dalam kitab taurot yang berada di tangan mereka, yang berkata kepada Ibrohim; “Untuk keturunanmu kuberikan bumi ini, dari sungai Furot sampai sungai sungai besar di Mesir.” (At Takwin: 12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[9]  - Ustadz Sayyid Quthub berkata: “Dan pertolongan itu kadang terlambat datang kepada orang-orang yang terdholimi dan terusir dari negeri mereka dengan tanpa alasan yang benar, hanya karena mereka mengatakan: Robb kami adalah Alloh, karena di balik keterlambatan ini ada hikmah yang Alloh  kehendaki:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang keterlambatan itu disebabkan karena bangunan umat yang beriman itu belum matang, belum sempurna, belum terkumpul kekuatannya dan semua kelompok dan perkumpulan belum bersiap dan berkumpul untuk mengetahui sejauh mana kekuatan dan potensi yang ada padanya, seandainya ia mendapatkan kemenangan ketika itu pasti ia akan kehilangan kemenangan itu karena ia tidak mampu menjaganya dalam waktu yang lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kadang kemenangan itu terlambat sampai umat yang beriman itu mengerahkan segala kekuatan dan harta yang ia miliki, sehingga tidak tersisa lagi sesuatu yang besar atau yang mahal kecuali telah ia persembahkan secara murah dan ringan di jalan Alloh .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kadang kemenangan itu terlambat sampai umat yang beriman itu mencoba seluruh kekuatannya, sehingga dia memahami semua kekuatannya itu saja tanpa bantuan dari Alloh  tidak bisa menjamin kemenangan, hanyasanya kemenangan itu turun dari Alloh  ketika ia mengerahkan segala kekuatannya kemudian dia menyerahkan segala urusannya kepada Alloh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kadang kemenangan itu terlambat supaya menambah hubungan umat yang beriman itu dengan Alloh, dia menderita merintih dan mengerahkan segalanya, namun tidak mendapatkan bantuan kecuali Alloh  dan tidak ada tempat mengadu ketika susah kecuali kepadaNya saja, dan hubungan ini adalah jaminan pertama untuk istiqomahnya di atas manhaj setelah mendapatkan yang Alloh  ijinkan untuk ia raih, maka ia tidak akan melampaui batas dan tidak pula berbelok dari kebenaran, keadilan dan kebaikan yang dengan lantaranya ia mendapat kemenangan dari Alloh .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kadang kemenangan itu terlambat lantaran umat yang beriman itu belum memurnikan perjuangannya dan pengorbanannya untuk Alloh dan untuk dakwahnya, maka ia berperang untuk mendapatkan ghonimah, atau ia berperang karena fanatik kepada kelompok tersebut, atau ia berperang karena keberaniannya di depan musuh-musuhnya, sedangkan Alloh menghendaki bahwa perang itu hanyalah untuk Alloh  semata dan di jalanNya semata, bersih dari perasaan-perasaan lain yang menyertainya….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana kemenangan itu kadang terlambat karena masih tersisa kebaikan pada kejelekan yang dilawan oleh umat yang beriman itu, Alloh  ingin memurnikan kejelekan itu sehingga ia benar-benar jelek sehingga ia hancur sendirian tidak sedikitpun kebaikan yang ikut hancur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kadang kemenangan itu terlambat karena kebatilan yang diperangi oleh umat yang beriman itu belum tersingkab kedustaannya secara sempurna, sehingga kalau kalau orang-orang beriman menang kebatilan itu masih mempunyai pembela dari orang-orang yang tertipu ia belum puas dengan kerusakan dan hancurnya kebatilan itu, lalu ia masih mengakar di dalam jiwa orang-orang yang tidak bersalah yang belum menyadari permasalahan yang sebenarnya. Maka Alloh  menghendaki untuk membiarkan kebatilan sampai tersingkap secara jelas bagi manusia dan ia pergi tanpa ada yang menyayangkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kadang kemenangan itu terlambat karena lingkungan tidak cocok untuk menerima kebenaran, kebaikan dan keadilan yang dilaksanakan oleh umat yang beriman itu, maka kalau ia mendapatkan kemenangan ketika itu ia akan mendapat pertentangan  dari lingkungan yang tidak bisa hidup tenang bersamanya, maka permusuha terus berlangsung sampai jiwa orang-orang yang berada di sekitarnya siap menerima kebenaran yang menang dan siap menerima keberadaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu semua, juga karena yang lainnya yang hanya Alloh yang mengetahui, kadang kemenangan itu terlambat lalu berlipatlah pengorbanan dan berlipatlah kepedihan sedangkan Alloh  membela orang-orang yang beriman dan memberi kemenangan kepada mereka pada akhirnya nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kemenangan itu memiliki beban dan tanggungan ketika Alloh  telah mengijinkannya setelah memenuhi sebab-sebabnya dan membayar harganya, dan mempersiapkan kondisi sekitarnya untuk menerima dan membiarkannya, (Sesungguhnya Alloh pasti menolong orang yang menolong (agama) -Nya. Sesungguhnya Alloh benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan sholat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang ma`ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Alloh-lah kembali segala urusan.) Maka janji Alloh  itu kuat dan pasti terjadi yang Ia tidak akan mungkin mengingkari untuk menolong orang yang menolongNya…” (Fii Dhilalil Qur-an, tafsir surat al-hajj ayat 40)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[10]  - Tentang tipuan demokrasi dan parlemen, Syaikh Abu Thilal Al Qosimi mengatakan: “Sesungguhnya kami mengetahui bahwa seluruh pemerintah yang ada sekarang ini, yang berkuasa atas kaum muslimin sama sekali tidak akan mungkin untuk mengijinkan aliran Islam manapun untuk masuk kedalam permainan partai dan permainan parlemen karena kecintaa mereka terhadap Islam dan muslimin, akan tetapi negara-negara tersebut mempunyai tujuan yang buruk yang telah diketahui oleh semua orang. Makar dan tipudaya ini telah diketahui oleh orang-orang yang berakal, akan tetapi ia akan tetap berbahaya selama pergerakan Islam tidak menyadari makar ini. Dan lebih berbahaya dan lebih mengherankan lagi adalah jika gerakan Islam ini melihat makar ini sebagai sebuah contoh penjagaan dan sebuah bagian dari pemeliharaan! Meskipun pada hakekatnya antara gerakan Islam dan negara-negara sekuler itu ada perbedaan yang sangat bertentangan – perbedaan dalam masalah keyakinan, pemahaman dan nilai pada semua tingkatan dan bidang, baik polotik, ekonomi, sosial dan militer – perbedaan ini disebabkan karena manhaj yang dibawa dan yang membentuk gerakan Islam tersebut dan manhaj yang sesuai dengan keyakinan dan keinginannya serta yang jadikan sandaran hukum pada setiap aktifitasnya adalah Islam, sedangkan Islam tidak disepakati. Sedangkan manhaj yang dibawa dan yang membentuk negara tersebut dan membentuk pemahaman serta gerakannya adalah sekulerisme. Dan sekulerisme dalam bertarung melawan gerakan Islam mengandalkan dua cara, dan dua cara ini adalah cara yang digunakan orang jahiliyah dahulu dalam menghadapi orang-orang Islam yang pertama; yaitu pemberantasan yang dilaksanakan dengan cara benturan atau dengan berusaha untuk merangkulnya masuk dalam organisasinya atau lembaganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarahpun menjadi saksi bahwa apabila kejahiliyahan itu memiliki kekuatan yang cukup untuk mencabut Islam dan muslimin sampai akar-akarnya maka ia tidak akan ragu-ragu melakukannya untuk menjaga singgasana dan kekuasaanya. Dan jika ia tidak mampu lantaran lemah atau kepentingan yang ia inginkan maka ia memulai dengan permainan-permainan dan tipudaya, di antaranya adalah membuka kesempatan untuk masuk parlemen, dan apa yang disembunyikan itu akan cepat tersingkap kemudian digantikan dengan penjara dan hukuman mati ketika apa yang mereka inginkan telah terpenuhi, atau ketika negara itu telah memiliki kekuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan gerakan Islam sekarang atas karunia Alloh  menjadi pengungkap hati bangsa-bangsa Islam lantaran pemikiran-pemikirannya yang telah tersebar dan telah memasuki setiap rumah sehingga keadaan ini sangat menyulitkan pemerintah untuk menghadapi atau memusnahkan gerakan Islam tersebut. Apabila kita tambahkan hal itu dengan keadaan negara-negara tersebut yang kini menjadi kian melemah dan runtuh lantaran krisis yang menimpanya, khususnya adalah krisis ekonomi yang mengakibatkan usaha penghancuran terhadap pemikiran Islam ini dilakukan dalam keadaan lemah yang tidak mungkin dilaksanakan kecuali di atas puing-puing reruntuhan negara-negara tersebut. Oleh karena itu negara-negara tersebut terpaksa mengandalkan makar dan tipuannya dalam usahanya untuk memperbudak Islam, akan tetapi dengan cara yang tenang, jauh dari kemarahan, keributan dan benturan; yaitu dengan cara mempersilahkan mereka masuk dalam lembag-lembaga resminya dengan tetap memberikan belenggu-belenggu yang cukup untuk mencegahnya agar tidak membahayakan terhadap kekuasaannya. Ini adalah sekenario yang tujuannya adalah memperbudak Islam, akan tetapi dengan cara mematikan indera orang-orang yang bersemangat itu dalam menunggu suara mayoritas, dan manakah suara mayoritas itu?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sungguh sangat disayangkan cerita tentang permainan dan sandiwara ini berulang-ulang di negara-negara Islam. Dan meskipun semua itu berakhir dengan musibah yang kebanyakan merupakam rencara dan pekerjaan intelejen Amerika dan entek-anteknya --- dan contoh yang paling jelas adalah Turki dan Al Jazair --- , dan sungguh sangat disayangkan lagi orang-orang yang mengaku Islam itu tidak mengambil pelajaran dari pengalaman tersebut, bahkan kami dapatkan sebagian mereka menyatakan bahwa masuk ke majlis parlemen dan perundang-undangan adalah satu-satunya jalan yang benar untuk menegakkan Islam." (Dinukil dari majalah Nida’ul Islam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[11]  - Syaikh Usamah bercerita tentang kejadian di Torabora: “…peperangan itu adalah peperangan yang besar yang dimenangkan oleh alul iman melawan seluruh kekuatan materialis milik para penjahat dengan dalam bentuk keteguhannya dalam memegang prinsip atas ijin dan karunia Alloh. Dan akan kuceritakan penggalan cerita tersebut untuk menunjukkan sifat pengecut mereka dari satu segi dan peranan khondaq dalam melemahkan mereka dari sisi lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu jumlah kami mencapai 300 orang mujahid, dan kami telah menggali seratus khondaq yang tersebar pada wilayah yang tidak lebih dari satu mil persegi, dengan rata-rata satu khondaq 3 mujahid supaya kita dapat menghindari korban personal yang besar yang diakibatkan bombardir. Semenjak serangan pertama Amerika pada tanggal 20 rojab tahun 1422 H yang bertepatan dengan 7 oktober tahun 2001 M markas-markas kami menghadapi bombardir yang sangat deras sekali, kemudian bombardir itu terus berlangsung dengan terputus-putus sampai pertengahan romadlon dan berikutnya pada pagi hari tanggal 17 romadlon terjadi bombardir yang dahsyat sekali, khususnya setelah para pemimpin Amerika yakin akan keberadaan beberapa pemimpin al-qoidah di torabora yang di antaranya adalah hamba yang faqir (Usamah), dan saudara dan mujahid Aiman Adh Dhowahiri, bombardir sangat dahsyat, tidak satu menitpun berlalu kecuali ada pesawat tempur yang melintas di atas kami baik siang atau malam, kantor komando dikosongkan dan semuanya di kerahkan bersama kekuatan-kekuatan yang bersekutu dengannya, untuk menyapu dan menghancurkan tempat yang kecil ini dan memusnahkannya dari muka bumi. Pesawat-pesawat memuntahkan timah panasnya kepada kami khususnya setelah mereka menyelesaikam kepentingan pokoknya di afghanistan. Dan tentara Amerika menghujani kami dengan bom yang cerdas, bom-bom yang memiliki ribuan artol, bom-bom cluster dan juga bom-bom pembakar goa. Dan pesawat pengebom seperti “B 52” meraung-raung di atas kami yang mana satu pesawat lebih dari 2 jam, satu kali tembakan antara 20 sampai 30 bom. Dan pesawat “C130” menghujani kami dengan bomnya. Dan juga bom-bom modern lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun meski bombardir yang begitu besar dan propaganda pers yang menakutkan, yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap sebuah tempat yang kecil lagi terkepung dari berbagai penjuru ini ditambahlagi dengan tentara munafiqin yang mereka bayar untuk berperang selama setengah bulan terus-menerus yang kami kalahkan semua serangan mereka setiap hari atas karunia Alloh , dan setiap kali kami pulangkan mereka dengan kekalahan dan membawa mayat-mayat dan orang-orang yang terluka, meskipun sudah begitu pasukan Amerika tidak berani memasuki tempat kami. Maka negara manakah yang lebih jelas pengecut, penakut dan kebohongannya dalam tulisan-tulisan mereka yang mengada-ada terhadap kekuatannya yang semu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ringkasan pertempuran; adalah kegagalan besar bagi persekutuan jahat dunia dengan segala kekuatannya melawan sekelompok kecil mujahidin, melawan 300 mujahid yang berada dalam khondaq mereka dalam wilayah 1 mil persegi pada suhu sepuluh derajad dibawah nol. Dan hasil pertempuran itu dari korban personal kira-kira enam persen --- kami berharap semoga Alloh  menerima mereka sebagai syuhada' --- dan kerugian pada khondaq dua persen, dan segala puji bagi Alloh.” Sampai di sini, dinukil dari risalah beliau yang pertama untuk penduduk Irak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[12]  - Tentang pengalaman jihad afghanistan melawan uni sofiet, syaikh Abdulloh ‘Azzam berkata: “Ini adalah bukti dihadapan kalian, kekuatan terbesar di muka bumi berhadapan dengan bangsa muslim yang paling lemah di muka bumi, bangsa ini melakukan peperangan yang dahsyat selama sepuluh tahun tidak berhenti walaupun cuma sebentar. Sesungguhnya perang selama sepuluh tahun di afghanistan sama persis dengan thowaf di ka’bah. Sebagaimana thowaf selama sepuluh tahun ini tidak pernah berhenti mekipun sebentar, begitu pula jihad di afghanistan tidak berhenti walaupun cuma sebentar. Namun demikian seandainya rusia berperang melawan jerman atau prancis atau inggris berapa lama negara-negara tersebut akan mampu menghadapinya? Apakah ia akan bertahan selama satu pekan?! Namun demikian bangsa ini mampu bertahan lantaran mereka bersandar kepada robnya, lanyaran tawakal mereka kepada pencipta mereka, mereka bergerak dari lembaran-lembaran kitabNya. Ia berdiri dengan kepala tegak, jiwa yang tinggi, tidak menganggukkan kepalanya atau lehernya kecuali kepada penciptanya, ia tidak merendahkan diri kecuali kepada penciptanya, ia bukktikan kepada seluruh dunia bahwa Islam itu lebih kuat daripada seluruh penduduk bumi, dan ia buktikan bahwa seorang muslim itu orang yang paling mulia dimuka bumi ini. Demi Alloh  wahai saudar-saudaraku! Ketika aku melihat contoh yang hidup ini, pengalaman yang besar ini, peperangan-peperangan besar yang terjadi di derah hinduskus, di atas puncak pegunungan sulaiman, di atas danau harirud, al-halmandan jihun hampi-hampir orang tidak percaya bahwa ini semua adalah kejadian nyata yang terjadi atas daerah-daerah tersebut, ia mengira bahwa ini merupakan khayalan … raksasa ini telah bergerak dan bertolak dari qomqom dan tidak ada yang bisa mengembalikannya lagi, baik kekuasaan Amerika, atau kekuasaan dewan keaman. Baik kekuasaan bagi barat maupun kekuasaan siapapun.. tidak ada yang bisa membangunkan umat kecuali rentetan peluru, darah panas yang tertumpah dengan deras, para syuhada' dan orang-orang yang terluka sepanjang perjalanan …” (Basyairun Nashri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[13]  - Tentang kemenangan-kemenangan mujahidin di chechnya dalam peperangan terkhir melawan Rusia Syaikh Abu ‘Umar As Saif berkata: “Di Chechnya atas karunia Alloh  saudara-saudara kalian mampu menimpakan kerugian yang sangat besar pada tentara Rusia dan amunisi-amunisinya. Sebuah lembaga di Rusia yaitu lembaga ibu-ibu tentara Rusia telah mengumumkan bahwa tentara Rusia tang terbunuh mencapai 11.500, dan seorang pakar polotik Rusia mengatakan bahwa jumlahnya lebih dari itu.” (Dinukil dari makalah beliau yang berjudul Haalul Ummah Al Islamiyah Wal Irhabil Mafqud, Dzul Hijjah 1423 H)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[14]  - Sebuah kendaraan pengangkut yang penuh dengan bahan peledak menabrakkan dirinya pada 23 oktober tahun 1983 M tempat tinggal tentara infantri angkatan laut Amerika -mariner- dekat bandara internasional beirut, dalam ledakkan itu terbunuh 241 mariner, bob jurdan berbicara atas nama mariner tentang apa yang ia saksikan dari akibat peledaka: “Apa yang kulihat mengingatkanku dengan letusan gunung berapi ‘Helen’ di wasingthon Amerika, abu menutupi segala sesuatu sejauh pandangan mata, segala sesuatu yang terlihat adalah abu, akar-akar pepohonan nampak diantara reruntuhan, serpihan-serpihan usus bergantungan di pepohonan korma. Kami bisa melihat gedung bandara internasional beirut, sebelum terjadi peledakan kami tidak bisa melihatnya karena tempat tinggal mariner yang besar, yang berubah menjadi tumpukan setinggi satu tingkat rumah. Ketika kuperhatihan lebih serius terhadap benda yang kukira akar pohon itu ternyata ia mengalirkan cairan merah, ternyata itu adalah potongan jasad tentara mariner.” Dari acara harbu lubnan jilid 10 yang di sebarkan tv al-jaziroh pada tanggal 23/12/1421 H.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan serangan ini bersamaan dengan serangan lain yang menyerang tempat tinggal paratroper (tentara payung) Prancis di Beirut yang menyebabkan terbunuhnya kira-kira 50 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[15]  - Syaikh Usamah berkata: “Dan kami yakin bahwa Amerika jauh lebih lemah dari pada rusia, melihat dari cerita yang sampai kepada kami dari saudara-saudara kami yang berjihad di somalia, mereka sangat keheranan terhadap kelemahan tentara Amerika, mereka hanya terbunuh delapan puluh saja sudah lari pada malam gelap gulita dengan tidak meliahat sesuatupun, setelah ribut menebar propaganda penguasa dunia baru.” (wawancara dengan tv Al Jaziroh pada tahun 1418 H.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[16]  - Dalam ketetapan kantor kegiatan pers luar negeri Amerika pada 10/9/2001 M dengan judul “Keterangan Tentang Hakikat Urutan Kejadian Perang Melawan Teroris”: “25juni 1996, sebuah kendaraan pengangkur diisi dengan bom dan ditabrakkan ke tempat tinggal tentara Amerika di khobar kerajaan saudi, yang mengakibatkan terbunuhnya 19 tentera Amerika.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[17]  - Dalam ketetapan kantor kegiatan pers luar negeri Amerika yang tersebut di atas berbunyi: “Agustus 1998; para pelaku bunuh diri yang bergabung dengan Usamah bin Ladin dua kedutaan Amerika di neurobi di kenya dan darus salam di tanzania menyerang dengan mengghunakan mobil pengangkut yang diisi dengan bahan peledak.  Dua serangan itu menyebabkan terbunuhnya 213 orang dan ribuan lainnya terluka di kenya … Dan terbunuhnya 11 orang di tanzania. Kesaksian para pelaku serangan itu yang disampaikan dalam persidangan pada februari 2001 M memberikan keterangan baru usaha keres Usamah bin Ladin dan organisasi terorisnya, Al Qo’idah untuk mendapatkan senjata pemusnah masal yang berasal dari khorthum di sudan, yaitu pada akhir tahun 1993 atau akhir tahun 1994.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[18]  - Disebutkan dalam ketetapan kantor kegiatan pers luar negeri Amerika yang tersebut di atas: “Pada oktober tahun 2000; para teroris yang bergabung dengan Usamah bin Ladin menyerang kapal perang USS Cole yang merupakan bagian dari persenjataan laut Amerika di perairan Aden Yaman. Serangan itu menyebabkan terbunuhnya 18 awak kapal perang tersebut dan 42 lainnya luka-luka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[19]  - Disebutkan dalam ketetapan kantor kegiatan pers luar negeri Amerika yang tersebut di atas: “Pada 11 september2001; Para teroris membajak 4 pesawat penumpang Amerika. Dua pesawat menabrak dua gedung WTC di kota New York yang mengakibatkan terbunuhnya sekitar 6000 orang sipil dan diantara korban terdapat rakyat 80 negara selain Amerika serikat. Adapun pesawat yang ketiga menabrak bangunan Pentagon di Wasingthon ibu kota Amerika, yang mengakibatkan terbunuhnya sekitar 180 orang. Adapun pesawat yang keempat jatuh di pensilfania yang mengakibatkan terbunuhnya seluruh penumpang yang berjumlah 38 orang dan awak pesawat 7 orang. Dan dari hasil penyelidikan terdapat hubungan antara para pembajak keempat pesawat dan Usamah bin Ladin.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[20]  - Ketua perlengkapan operasional di lembaga intelejen pusat Amerika, James Baveet menegaskan bahwa serangan 11 september tidaklah mungkin dapat dihindari. Dan dalam ceramah yang ia samapaikan di Washingthon, ia mengatakan: “Kebanyakan yang ditanyakan kepadaku adalah apa tidak mungkin serangan itu dihindari? Dan dengan menggunakan bahasa intelejen dan aku masih berada di atas mimbar, aku berusaha memuaskan; dengan melihat apa yang terjadi pada hari itu, maka sangat disayangkan jawabannya adalah; tidak!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil direktur lembaga intelejen pusat yang bertanggung jawab terhadap serangan itu menambahkan; “Kenyataannya bahwa kami --- pemerintah --- meskipun telah berupaya dengan apa yang kami lakukan, kami tidak mampu mengungkap data-data dasar, siapa? Dan di mana? Dan bagaimana? Dan kapan? yang dapat memberikan gambaran secara jelas tentang konspirasi ini.” (Dari tv Al Jaziroh 21/11/1423 H)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[21]  - Sambungan hadits;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَايمَ اللهِ؛ لَوْ أَنَّ‏ ‏فَاطِمَةَ بِنْتَ مُحَمَّدٍ‏ ‏سَرَقَتْ لَقَطَعْتُ يَدَهَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Demi Alloh seandainya Fatimah anak perempuan Muhammad mencuri, pasti kupotong tangannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[22]  - Imam Hamud bin ‘Uqlaa Asy Syu’aibi berkata: “Dan sebagai mana orang yang berhukum dengan hukum positif bautan manusia adalah kafir … Maka sesungguhnya orang yang membuat undang-undang tersebut juga kafir, karena dengan membuat undang-undang tersebut ia menjadi sekutu Alloh  dalam pembuatan syari'at, Alloh  berfirman;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَمْ لَهُمْ شُرَكَآؤُاْ شَرَعُوا لَهُم مِّنَ الدِّينِ مَالَمْ يَأْذَن بِهِ اللهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Alloh yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Alloh?” ( Asy-syuro: 21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Alloh  berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلاَ يُشْرِكُ فِيْ حُكْمِهِ أَحَدًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tidak ada yang menyekutuinya dalam menetaokan hukum. (Al Kahfi: 26)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Alloh berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اتَّخَذُوْا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُوْنِ اللهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Alloh,” (At Taubah: 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu ketika Adi bin hatim mendengar ayat ini ia berkata: “Wahai Rosululloh sesungguhnya kami tidak beribadah kepada mereka!" maka beliau mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَلَيْسَ يُحَرِّمُوْنَ مَا أَحَلَّ اللهُ فَتُحَرِّمُوْنَهُ وَيُحِلُّوْنَ مَا حَرَّمَ اللهُ فَتُحِلُّوْنَهُ ؟&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukankah jika mereka mengharam pan apa yang dihalalkan Alloh  kalianpun mengharamkannya dan apabila mereka mengalalkan apa yang diharamkan Alloh  kalian juga menghalalkannya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjawab; "Benar." Beliau bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَتِلْكَ عِبَادَتُهُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itulah ibadah mereka ." (riwayat At-Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jelaslah dari ayat dan hadits Adi bin Hatim ini bahwa penghalalan, pengharaman dan pensyariatan itu termasuk kekhususan Alloh . Maka barangsiapa menghalalkan atau mengharamkan atau mensyariatkan sesuatau yang bertentangan dengan syariat Alloh  maka dia adalah sekutu Alloh  dalam hal yang menjadi kekhususan Alloh.” Kemudian beliau mengatakan: “Dengan begitu maka jelaslah bahwa penguasa yang menjalankan hukum dengan selain hukum Alloh  ia telah kafir dari dua sisi; pertama dari sisi pembuatan syari'at jika dia membuat syariat, dan yang kedua dari sisi dia pelaksanaan hukum jika ia menjalankan hukum.” (fatwa pada tanggal 10/2/1422 H).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[23]  - Alloh  berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَن يَجْعَلَ اللهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلاً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan Alloh sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk orang-orang yang beriman.” (An Nisa’: 141).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka pemerintah jika ia kafir maka maka para ulama’ bersepakat (ijma’) wajib memberontak dan memecatnya. Imam An-Nawawi menukil perkataan Al Qodli 'Iyadl, beliau berkata; “Para ulama' bersepakat kepemimpinan tidak boleh diberikan kepada orang kafir, dan jika pemimpin itu Islam lalu ia kafir maka ia harus dipecat.” (Syarah Shohih Muslim XII/229)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun jika pemerintah itu fasiq dan dlolim, maka wajib memberontak dan memecatnya jika mampu. Ibnu Hajar berkata: “Ibnu At-Tin menukul perkataan Ad-Dawudi yang berbunyi: ”Para ulama’ berpendapat tentang para pemimpin yang dholim, mereka wajib dipecat jika hal itu mampu dilaksanakan dengan tanpa fitnah, namun kalau tidak bisa maka harus bersabar. Sebagian mereka berpendapat bahwa kepemimpinan itu tidak boleh diberikan kepada orang fasik. Namun jika dalam perjalanannya ia berbuat kedholiman padahal dulunya ia adil, para ulama’ berselisuh pendapat atas bolehnya memberontak mereka, dan pendapat yang benar adalah tidak memberontak, kecuali jika ia kafir maka wajib hukumnya memberontak." (Fathul Bari: XIII/229) Al-Juwaini berkata: “Jika seorang pemimpin itu berbuat dlolim dan telah nampak jelas kedloliman dan kecurangannya, dan ia tidak menghiraukan terhadap kejahatan buruknya yang telah dilarang, maka ahlul halli wal ‘aqdi harus berusaha mencegahnya walaupun harus mengangkat senjata dan berperang.” (Ushulul I’tiqod) untuk tambahan baca makalah  yang berjudul Fashlul Kalam Fii Mas'alatil Khuruj 'Alal Hukkam, tulisan syaikh Abdul Mun’im Musthofa Halimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[24]  - Dia adalah musuh Alloh Abdul Aziz Alu Sa’uud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[25]  - Syaikh Usamah mengatakan: “… masalah yang lain yang diterangkan berdasarkan hadits ini, hadits ini menegaskan dengan jelas dan nyata bagi setiap muslim dan orang berakal lainnya; untuk tidak pergi ke PBB, adapun orang Islam maka secara syar'i mereka tidak boleh berhukum kepada organisasi kafir ini, namun kami juga katakan kepada orang-orang berakal lainnya selain orang Islam, agar mereka juga tidak pergi ke PBB. Lihat korea utara misalnya, apakah ada orang yang berakal meskipun ia kafir, yang pergi ke dewan peradilan padanya. Jika kami yang salah kami akan diserang dengan serangan yang menyakitkan atas nama kedustaan  yaitu "hukum internasional", namun apabila kami yang benar, maka Amerika menggunakan hak vetonya. Maka pada dasarnya seorang muslim tidak akan berhukum dengan ke PBB karena hal itu membatalkan iman. Dan juga orang yang berakal tidak akan berhukum dengannya. Sedangkan orang-orang yang banyak bicara tentang PBB dan keputusan-keputusannya, maka mereka itu adalah orang-orang yang tidak memahami agamanya atau orang-orang yang ingin mengabaikan dan mematikan indra umat ini dengan menggantungkan harapan mereka kepada fatamorgana, kehinaan dan angan-angan, dan tidak ada daya dan upaya kecuali dengan Alloh ." (Wawancara dengan tv Al Jaziroh yang disiarkan tahun 1418 H)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[26]  - Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab berkata: “Ketahuila --- semoga Alloh  merahmatimu --- sesungguhnya pertamakali yang diwajibkan oleh Alloh  kepada anak adam adalah kufur kepada thoghut dan beriman kepada Alloh … Adapun kufur kepada thoghut adalah; hendaknya kamu meyakini batilnya beribadah kepada selain Alloh , kau tinggalkan dan kau benci hal semacam itu, serta kau benci pelakunya dan kau musuhi mereka.” (Risalah Fii Ma’nat Thoghut)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[27]  - Syaikh Abu Muhammad Al-Maqdisi berkata: “Tinggallah seorang muwwahid itu untuk mengetahui siapakah ulama' yang sesat, yang membela pemerintah, yang tidur dalam pangkuannya dan menetek dari susunya. Maka dengarkanlah, semoga Alloh  menunjukkan kebenaran yang kami yakini kepadamu, dan tidak kami hiraukan celaan orang-orang yang mencela atau cercaan orang yang mencerca atau kedustaan yang dibuat-buat; yang benar adalah hendaknya mereka itu di hajr (dijauhi) tidak menuntut ilmu dari mereka dan tidak meminta fatwa kepada mereka sejak pertama. Karena ilmu ini, sebagaiman yang dikatakan oleh sebagian salaf adalah; [… agama, maka perhatikanlah dari mana kalian mengambil agama kalian.] Bahkan kewajiban kita adalah menasehati mereka dan menjauhi mereka sampai mereka kapok, dan mereka tinggalkan menjilat pemerintah, cenderung kepada mereka dan membela mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mereka mempunyai dua pilihan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama; menjelaskan kebenaran dan menampakkannya pada umat ini, serta menyingkap dan menelanjangi kedustaan para thoghut itu, dan ini adalah tingkatan yang tertinggi, dan tidak akan diragukan lagi hal ini akan mengakibatkan siksaan dan ujian. Akan tetapi dibalik itu adalah keberintungan dan jannah. Di dalamnya juga terdapat nasihat kepada umat dan menampakkan agama Alloh  dengan sebenar-benarnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jika mereka tidak mampu melakukan tingkatan yang tinggi itu, maka hendaknya mereka menyingkir dari pemerintahan-pemerintahan tersebut dan jangan memberikan bantuan sedikitpun dengan cara mencampur-adukkan kebenaran dan memutar-balikkannya, dan jangan ikut-ikutan dalam memberikan pembenaran syar’i. Jika mereka (para ulama’ pemerintah itu) tetap berpegang pada pendirian mereka yang terlaknat itu, maka wajib hukumnya untuk meninggalkan mereka, tidak bermuamalah atau meminta fatwa kepada mereka, khususnya pada masalah siyasah syar’iyah, persoalan jihad dan pemerintah. Dan ini bukanlah sesuatu yang baru (mengada-ada), ini adalah manhaj salaf, berapa banyak mereka mempersoalkan periwayatan orang-orang yang menerima hadiyah dari pemerintah atau mengirim utusan kepada pemerintah. Berapa banyak mereka mencela (jarh) orang yang mendapatkan pangkat dari pemerintah. Pemerintah yang bagaimana? Hanya pemerintah dlolim, lalu bagaiman dengan para penguasa kafir, syirik dan atheis?... dan kebanyakan ulama' tersebut berjatuhan di pangkuan para thoghut dan pemerintahannya. Maka tidaklah masuk akal kalu bertanya atau meminta fatwa kepada mereka pada masalah-masalah siyasah syar'iyah dan hukum pemerintahan atau menjadi polisi atau tentara mereka, atau masuk ke dalam parlemen mereka, dan hal-hal semacam itu. Oleh karena itu kita harus waspada terhadap fatwa-fatwa mereka dalam masalah-masalah tersebut. Ini minimal apa yang harus dilakukan oleh orang Islam terhadap mereka, lebih dari itu maka sebenarnya sebagaimana yang kami katakan sebelumnya, wajib untuk menjauhi (hajr) mereka dan majlis-majlis mereka sampai minimal mereka kapok dan meninggalkan pemerintah." (al-kawasif al-jaliyah fii kufrid daulatis su'udiyah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[28]  - Al-‘Allaamah Abdul Qodir bin Abdul Aziz berkata: “Dan kami melihat para pemerintah yang murtad pada zaman kita ini masing-masing telah membuat kumpulan syaikh, yang memberikan kepada mereka laqob (julukan) yang berlebihan kepada mereka. Seperti ashabul fadlilah (yang mepunyai keutamaan) dan as-samaahah (yang mulia), sebagai bentuk penipuan terhadap orang awwam dan promosi terhadap kebatilan mereka lalu pemerintah memberikan kepada mereka status keimanan  dan syari'at Islam kepada mereka untuk menyesatkan orang awwam. Maka para masyayikh itu dan orang-orang yang macam itu tidak diragukan lagi atas kekafirannya dan kemurtadannya, karena Alloh  berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. (Al-Maidah: 51)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan juga karena mereka ridlo dengan kekafiran serta mereka tidak mengkafirkan para pemerintah kafir yang telah ditunjukkan dalil atas kekafiran mereka." (al-jami' fii tholabil 'ilmisy syriif)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[29]  - Syaikh Aiman Adh Dhowahiri berkata: “…dan kelompok lainnya adalah para mufti yang mengajak untuk taat kepada para penguasa dan pada waktu yang bersamaan mereka menganggap para mujahidin itu sebagai para penyeru fitnah! Mereka memperbolehkan meminta bantuan kepada Amerika, dan menganggap tentara-tentara Amerika yang begitu banyak itu pangkalan militer mereka yang mempersempit perairan yang mencapai ratusan ribu pasukan tempur sebagai orang yang mendapatkan jaminan keamanan! Dan kami tidak tahu siapa yang percaya kepada siapa? Lalu keluarlah fatwa dari mereka fatwa bersama atas bolehnya meminta bantuan kepada tentara Amerika untuk menghadapi negara ba'ts (sosialis) irak dengan alasan dloruroh (terpaksa), bahkan mereka memberikan pembenaran syar'i terhadap keberadaan pasuka perang kafir di bumi yang paling suci umat Islam. Dan keberadaan tentara itu sampai sekarang sudah mencapai 15 tahun sejak Irak menyerah. Selama itu di irak yang terbunuh kurang lebih 1,5 juta anak akibat embargo tanpa mereka para pegawai itu berkata sepatah katapun dalam masalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya permasalahannya bukan meminta bantuan tentara kafir dalam menghadapi tentara Ba’ts Sadam, tapi sebenarnya adalah penjajahan terhadap kilang-kilang minyak di jazirah arab. Maka tidak ada dloruroh (keterpaksaan) untuk mendatangkan pasukan Amerika, karena sesungguhnya pasukan negara-negara Arab dan Islam cukup untuk menjaga dan membebaskan Kuwait. Akan tetapi para penguasa itu memang tidak ada kemauan, bahkan mereka itulah sebenarnya para pelaksana program inggris yang telah digambarkan kepada mereka batasan-batasannya, lalu mereka dilantik menjadi penguasa, kemudia Amerika mewarisi program inggris tersebut, maka merekalah yang berkuasa untuk memerintah dan melarang terhadap para penguasa jazirah arab bahkan seluruh dunia arab." (Al Wala’ Wal Baro’, ‘Aqidah Manqulah Wa Waqi’ Mafqud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[30]  - Al-Qurthubi berkata dalam mentafsirkan ayat ini: “Ayat ini adalah memerintah kepada nabi untuk berpaling dari orang-orang munafiq dan untuk bersungguh-sungguh dalam berperang fii sabiilillah, meskipun tidak ada seorangpun yang membantunya.” (Al Jami’ Li Ahkamil Qur-an V/293)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[31]  - Syaikh ‘Abdulloh ‘Azzam berkata dalam kitabnya Ad-Difa’ ‘An Arodlil Muslimin, setelah beliau menyebutkan dalil-dalil atas fardlu ‘ainnya jihad pada zaman kita ini: “… dari pembahasan yang lalu maka jelaslah apabila sejengkal tanah umat Islam diserang maka jihad menjadi fardlu ‘ain terhadap penduduk daerah tersebut dan orang yang dekat dengan mereka, namun jika kekuatan mereka tidak mencukupi, atau mereka meremehkannya atau bermalas-malasan, fardlu ‘ain itu meluas kepada orang-orang yang berada di sekitarnya, kemudian terus meluas secara bertahab sampai fardlu 'ain itu mencakup seluruh penduduk bumi di barat maupun di timur. Dalam keadaan seperti ini tidak ada ijin bagi suami kepada istrinya, seorang anak kepada orang tuanya, dan orang yang punya tanggungan hutang kepad orang yang menghutanginya. Maka dengan demikian;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1- Dosa itu akan terus berada pada pundak orang Islam seluruhnya selama ada daerah yang dulu merupakan daerah Islam, masih dikuasai orang-orang kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2- Dosa itu bertambah sesuai dengan kemampuan kesempatan dan kekuatan, maka dosa para ulama’, para pemimpin dan da’i yang menonjol di masyarakat mereka lebih besar dari pada orang-orang sepele dan awwam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3- Dosa generasi kita yang meninggalkan jihad menghadapi persoalan kontemporer lebih besar daripada dosa jatuhnya daerah-daerah Islam yang lalu yang dialami generasi yang telah lalu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[32]  - Diantara syubhat (kesamaran) yang ditebarkan orang-orang yang melemahkan semangat jihad, adalah ketika dikatakan kepada mereka: Jihad fardlu 'ain maka wajib bagi setiap muslim berjihad untuk membebaskan negeri-negeri Islam yang terampas, mereka mengatakan bahwa jika seluruh orang Islam harus keluar untuk berjihad maka hal itu akan menghapus kehidupan di negara Islam yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh ‘Abdulloh ‘Azzam dalam menyanggah syubhat ini berkata: “Sebagian orang berpendapat sesungguhnya seruan untuk berjihad --- sebagaimana yang dituntut Islam, yaitu seorang perempuan keluar tanpa ijin suaminya dan anak keluar tanpa ijin orang tuanya --- ini sulit sekali karena banyak sebab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1-       Sesungguhnya daerah Islam tidak akan mampu menampung sepersepulunya umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2-       Ini akan menyebabkan tidak terpenuhinya proses tarbiyah Islamiyah yang dianggap menjadi harapan –dengan ijin Alloh  untuk menyelamatkan umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3-       Hal ini akan menyebabkan kosongnya daerah-daerah Islam, karena semua orang pergi untuk berjihad di Palestina atau afghanistan, dan dia meninggalkan pertahanannya terhadap komunis, sosialis dan nasionalis di negerinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya adalah: jika kaum muslimin melaksanakan perintah Robb mereka untuk berjihad dalam waktu satu minggu saja di Palestina, maka Palestina akan bersih total dari orang-orang yahudi. Dan begitu pula di afghanistan permasalahan ini tidak akan berkepanjangan jika umat seluruhnya keluar berjihad, dengan demikian tidak akan kosong tempat-tempat dakwah dan tidak akan hancur rumah-rumah mereka disebabkan istri-istri mereka keluar untuk berjihad. Akan tetapi kita selalu menunggu setiap saat dan melihat kepada daerah Islam yang berada dalam kekuasaan orang-orang kafir sampai kita tercengang lalu kita sampaikan dalam khotbah yang menggebu-gebu dan air mata yang bercucuran dan ucapan-ucapan laa haula wa laa quwwata illaa billaah serta rintihan yang banyak sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya kita memikirkan Islam dengan pemikiran kedaerahan, pandangan kita tidak menembus batas-batas geografi yang telah digariskan dalam perjanjian saiks-beeco, atau yang di gambar oleh jhon anton inggris atau prancis." (Ad Difa’ ‘An Arodlil Muslimin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[33]  - Lengkapnya hadits itu berbunyi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَا مِنْ نَبِيٍّ بَعَثَهُ اللهُ فِيْ أُمَّةٍ قَبْلِيْ إِلاَّ كَانَ لَهُ مِنْ أُمَّتِهِ ‏‏حَوَارِيُّوْنَ ‏‏وَأَصْحَابٌ، يَأْخُذُوْنَ بِسُنَّتِهِ وَيَقْتَدُوْنَ بِأَمْرِهِ، ثُمَّ إِنَّهَا تَخْلُفُ مِنْ بَعْدِهِمْ خُلُوْفٌ،‏ يَقُوْلُوْنَ مَا لاَ يَفْعَلُوْنَ، وَيَفْعَلُوْنَ مَا لاَ يُؤْمَرُوْنَ، فَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِيَدِهِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ، وَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِلِسَانِهِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ، وَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِقَلْبِهِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ، وَلَيْسَ وَرَاءَ ذَلِكَ مِنَ اْلإِيْمَانِ حَبَّةُ ‏خَرْدَلٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidaklah seorang nabipun yang diutus sebelumku kecuali mempunyai sahabat pembela-pembela dari kaumnya, mereka mengambil sunnahnya dan mengikuti perintahnya. Lalu mereka digantikan oleh generasi-generasi setelah mereka, mereka mengatakan apa yang tidak mereka lakukan dan melakukan apa yang tidak diperintahkan, maka barangsiap yang berjihad melawan mereka dengan tangannya ia beriman dan barangsiapa berjihad melawan mereka dengan lisannya ia beriman dan barang siapa yang berjihad melawan mereka dengan hati mereka ia beriman dan setelah itu tidak ada lagi keimanan meskipun hanya sebesar biji sawi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[34] Para masyayikh mujahidin berkata : “…Allah  mendorong kaum muslimin untuk berjihad dengan harta mereka di jalan Alloh, Alloh berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَجَاهِدُوْا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…dan berjihadlah kalian dengan harta dan jiwa kalian di jalan Alloh .” (At Taubah : 41)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ اللهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Alloh  telah membeli dari kaum mukminin jiwa dan harta mereka dengan menukarnya dengan jannah,” (At Taubah: 111)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad dan Abu Dawud meriwayatkan dari Anas rodliyallohu ‘anhu, bahwa Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;جَاهِدُوا الْمُشْرِكِيْنَ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَيْدِيْكُمْ وَأَلْسِنَتِكُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berjihadlah melawan orang-orang musyrik dengan harta kalian, tangan kalian dan lidah kalian.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu disebabkan karena harta itu membunyai peran yang penting dalam jihad. Sebagaimana mengerahkan harta untuk mujahidin itu disebut jihad, maka sesungguhnya menghalangi orang kafir untuk mendapatkan harta juga merupakan jihad jika mereka memperkuat diri mereka dengan harta mereka. Bahkan yang kedua ini lebih ditekan kan dari pada yang pertama karena menolak kerusakan itu lebih diutamakan dari pada mengusahakan kemaslahatan. Dan jihad yang semacam ini juga pernah dilakukan nabi shollallohu 'alaihi wa sallam ketika mengepung bani nadlir, beliau menebang dan membakar pohon korma mereka, dan para sahabatpun melakukannya dan nabi membiarkan perbuatan mereka itu.sebagaimana Tsumamah bin Utsal yang yang tidak memberikan bahan makanan kepada orang-orang kafir Mekah. Dan contoh jihad dalam bidang ini banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan semua orang tahu bahwa yang menjadi  penopang tentara salib Amerika dan negara kafir lainnya adalah tertumpu pada perekonomiannya, jika perekonomiannya lemah maka kekuatannya akan melemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu kami menghimbau kepada seluruh umat Islam untuk memboikot semua produk Amerika, inggris dan negara kafir lainnyayang memerangi Islam. Dan al-hamdulillah semua produk itu ada gantinya. Dan ini adalah salah satu bentu partisipasi umat Islam dalam nenerangi musuh-musuh Alloh  pada perang salib ini dan bantuan mereka kepada saudara-saudara mereka mujahidin. Dan hal ini sangat ditekankan kepada seluruh umat Islam dalam rangka melemahkan musuh utama yang menimpakan adzab kepada umat Islam di setiap tempat. Maka seluruh umat Islam wajib untuk segera memperbaharui seruan ini dan merealisasikan pemboikotan secara menyeluruh yang telah menggoncang perekonomian Amerika selama satu tahun yang lalu berkat karunia Alloh ta'ala kemudian berkat pemboikotan yang besar terhadap produk Amerika oleh umat Islam. Dan kami ulangi seruan kami kepada umat Islam pada setiap tingkatan dan bangsa untuk terus memboikot musuh yang selalu menanti-nanti mara bahawa menimpa kita….” (dinukil dari seruan pemboikotan yang ditandatangani oleh Syaikh Asy-Syu’aibi, Al-Khudloir, Al-Jarbu’ dan al-Fahd)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[35]  - Alloh  berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لاَ يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَآءَ مِن دُونِ الْمُؤْمِنِينَ وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللهِ فِي شَيْءٍ إِلآَّ أَن تَتَّقُوا مِنْهُمْ تُقَاةً وَيُحَذِّرُكُمُ اللهُ نَفْسَهُ وَإِلَى اللهِ الْمَصِيرُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Janganlah orang-orang mu'min mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mu'min. Barangsiapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Alloh kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Alloh memperingatkan kamu terhadap diri (siksa) Nya. Dan hanya kepada Alloh kembali (mu).” (Ali Imron: 28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qurthubi berkata:" artinya adalah wahai orang-orang yang berimn janganlah kalian menjadikan orang-orang kafir sebagai pendukung dan pembela, kalian tolong mereka karena agama mereka, dan kaian menolong mereka terhadap umat Islam, kalian tunjukkan rahasia umat Islam kepada mereka. Sesungguhnya barangsiap yang melakukan hal itu Alloh  berlepas diri darinya, dan Alloh  berlepas diri itu artinya ia telah murtad dari Islam dan masuk kedalam kekafiran." (Tafsir Ath Thobari V/337)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[36]  - Syaikh Sulaiman bin Nashir al-Ulwan berkata:"dan orang yang memperhatikan ayat-ayat qur'an ia akan mendapatkan bahwa harta itu lebih didahulukan dari pada jiwa di semua ayat qur'an kecuali satu ayat, yaitu firmanNya:" Sesungguhnya Alloh telah membeli dari orang-orang mu'min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka." (at-taubah : 111) hal ini menunjukkan betapa besar urusan jihad dengan harta itu. jihad dengan harta ini wajib bagi orang yang mampu sebagaimana jihad dengan badan wajib berjihad dengan badannya. Kadang pada suatu kesempatan jihad dengan harta itu lebih penting dan lebih ditekankan daripada jihad dengan jiwa, karena sesungguhnya jihad itu membutuhkan harta yang banyak, lebih-lebih pada jaman kita ini, sesungguhnya pasukan itu membutuhkan perbelanjaan yang bermacam-macam dan proyek yang banyak. Oleh karena itu Islam mensyari'atkan berbagaimacam sumber harta untuk mencapai tujuan yang besar, tugas yang agung dan kepentingan yang besar. Sumber-sumber itu dijadikan bermacam-macam, supaya harta itu terus mengaliri pada kekuatan militer dengan besar dan luas untuk memenuhi semua kebutuhannya, supaya anggaran pasukan tidak melemah, yang mana jika sumber harta ini melemah, maka akan menjadi salah satu faktor lemahnya kekuatan tentara Islam, bahkan kekalahannya. Lalu kekuatan Islam akan berkurang dan kekuatan kafir akan menguat. Hal itu tidak terbatas pada peralatan pasukan dan personalnya saja, akan tetapi hal itu akan berdampak pada eksistensi umat seluruhnya dalam menghadapi musuhnya baik yang dari dalam maupun dari luar. Oleh karena itu dalam siyasah syar'iyah dan hukum jaminan terdapat kemaslahatan manusia dalam semua urusan kehidupannya, lantaran banyaknya sumber-sumber harta untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pasukan dan tuntutan-tuntutannya. Inilah yang menjadi jaminan setelah taufiq dan petunjuk dari Alloh  ta'ala. untuk memenuhi seluruh kebutuhan umat atau pertahanannya yang kuat. Nas-nas al-qur'an dan as-sunnah sangat banyak sekali (mutawatir) yang menunjukkan atas bajibnya mengerahkan harta untuk jihad dan mujahidin, untuk menjaga keamanan dan tempat tinggal, dan untuk menyebarkan pemaham Islam dan agama yang lurus… sedang bendera-bendera jihad pada jaman ini, pada jaman teknologi, jaman senjata pemusnah masal, sumber-sumber harta mereka mengalami kemrosotan yang tajam. Dan mereka menanggung penderitaan yang besar karena sedikitnya kekuatan pasukan pada hari ini. Maka kami menghimbau untuk membantu mujahidin dan masuk dalam barisan mereka, mengerahkan harta untuk melanjutkan perjuangan mereka, menghadapi kekuatan kafir, mengangkat bendera-bendera tauhid dan memperkuat peran umat Islam dalam bidang kebudayaan di dunia. Sesungguhnya soerang muslim yang tidak menginfakkan hartanya pada tempat yang semestinya, akan menjadi makanan yang enak bagi orang-orang salib." (Fatwa Fii Daf’iz Zakat Lil Mujahidin, tgl 26/12/1423 H)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[37]  - Dan inilah yang diakui oleh para pemimpin persekutuan salibis akhir-akhir ini. Kepala pasukan penjaga perdamaian yang tergabung dalam NATO, seorang jendral jerman josh jlimeroth dalam partemuan pers di kabun pada bulan sya’ban 1424 H menyatakan: “Ancaman-ancaman teroris di kabul dan daerah-daerah lain terus meningkat, dan kami telah mendapatkan laporang yang kuat bahwa Al Qaeda dan Tholiban telah menembus ibu kota Kabul… sekarang keadaannya sangat menyedihkah. Para teroris merencanakan untuk menguasai kabul sebelum berlalu bulan-bulan yang disucikan dalam Islam … pertempuran terus meningkat di wilayah selatan dan tenggara, yang mengakibatkan krisis bagi pasukan penjaga perdamaian.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[38]  - Yaitu ketika Tartar pada tahun 699 H datang untuk menyerang Halb, sedangkan pasukan mesir menyingkir, lalu tinggallah pasukan Syam. Lalu orangpun merasa keberatan. Maka beliau mengirim surat yang mendorong umat Islam untuk berjihad dan bersabar di dalam menghadapi musuh. Beliau juga memberikan kabar gembira orang-orang beriman dengan pertolongan Alloh ta'ala dan dengan pahala yang besar bagi orang yang tetap teguh menghadapi fitnah semacam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[39]  - Syaikh Aiman Adh Dhowahiri berkata: “Kepada para pemuda muslim jangan lah menyia-nyiakan kesempatan ini untuk meraih kemuliaan di dunia, untuk keberuntungan di akherat, untuk menyembuhkan sakit-hati orang-orang yang beriman, menumpas kesombongan orang-orang kafir. Dan bantuan terhadap jihad ini banyak sekali bentuknya; di antaranya; mengumpulkan data tentang musuh, menyingkap para antek-anteknya, tempat tinggal mereka dan aktifitas mereka. Di antaranya; memberikan bantuan kepada mujahidin berupa harta, makanan dan tempat tinggal. Dan di antaranya; memelihara keluarga mujahidin dan orang-orang yang ditahan, memenuhi kebutuhannya, menyelesaikan permasalahan-permasalahannya serta memperhatikan anak-anak mereka. Dan di antaranya; menebarluaskan tujuan-tujuan mujahidin di kalangan saudara-saudara, kenalan-kenalan dan kerabat mereka, serta membantah syubhat antek-antek Amerika dan israil, serta menghalangi mereka dalam menyebar keputusasaan di kalangan orang-orang beriman. Dan di antaranya; membagi-bagi produk-produk mujahidin baik di bidang dakwah atau pers dan seluru bentuk pengumpulan dana untuk mereka, berdo'a untuk kebaikan mereka, do'a qunut terhadap Amerika, israil dan antek-anteknya. Dan di antaranya;menuntut ilmu yang bermanfaat dan mengenal kewajiban-kewajibannya pada jamannya, rukun-rukun juhad, kewajiban-kewajibannya dan hukum-hukumnya, lalu menyebar luaskannya di kalangan umat Islam. Dan di antaranya; mengungkap pengkhianatan pemerintah mesir, menerangkan sejauh mana ia mengabaikan hak-hak rakyatnya, penghinaannya terhadap kekayaan-kekayaannya serta menyingkap sejauh mana keinginannya dalam membanu Amerika dan israil. Dan di antaranya; menebarkan kesadaran di kalangan para penuntut ilmu khususnya karena pentingnya kedudukan mereka di tengah-tengah umat Islam dan menyeru mereka untuk berpegang teguh dengan Islam dan bergabung dengan para mujahidin….” (Surat Terbuka Untuk Umat Islam Mesir, terbitan Al Maktab Al Islami Jamaah Jihad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan syaikh Sulaiman Abu Ghoits mengatakan: “Kepada setiap muslim yang menjadi penopang umat dan harapannya yang ditunggu-tunggu di setiap tempat, hendaknya mereka tidak menoleh kepada seruan-seruan orang-orang yang melemahkan semangat jihad, slogan-slogan orang-orang sekuler dan liberal yang termakan fitnah barat, sebagaiman mereka juga harus waspada supaya tidak tertsarik pada peperangan sampingan yang tidak menyerang pada kepala kafir dunua yang bewujud persekutuan Salibis-Yahudi dan jangan sampai mereka sibuk dengan urusan-urusan yang remeh karena itulah yang diinginkan musuh-musuh jihad untuk memecah belah kekuatan dan menghancurkan kerja keras. Tujuan kita jelas, strategi kitapun jelas, tidak melakuakan suatu pekerjaanpun yang tidak mengarah secara benar kepada perlawanan terhadap persekutuan salibis-yahudi. (Dinukil dari keterangan Syaikh pada tanggal 2 syawal 1423)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[40]  - Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لاَ يَجْتَمِعُ كَافِرٌ وَقَاتِلُهُ فِي النَّارِ أَبَداً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang kafir itu selamanya tidak akan berkumpul dineraka dengan orang yang membunuhnya.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[41]  - diriwayatkan bahwa Rosululloh bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اِسْتَعِيْنُوْا عَلَى قَضَاءِ حَوَائِجِكُمْ بِالْكِتْمَانِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pergunakanlah kerahasiaan untuk mencapai tujuan kalian.” (HR. Ath Thobroni)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[42]  - Yaitu pada hari kamis 23/9/1423 H ketika para mujahidin menabrakkan sebuah mobil yang telah dirangkai dengan bahan peledak ke sebuah hotel yang di menjadi persinggahan turis-turis Yahudi di kota mumbasa di kenya, yang mengakibatkan terbunuhnya tidak kurang dari 15 orang yahudi dan 80 orang yahudi --- sebagaiman yang dinyatakan beberapa harokah Islam --- serangan itu bersamaan dengan serangan roket ke sebuah pesawat Israel yang mengangkut 261 penumpang setelah lepas landas dari bandara, namun roket itu tidak mengenai sasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan dalam  sebuah majalah  di inggris di bawah judul “Gempar Di Hotel Barondiz”: “…sesungguhnya Al Qo’idah baru saja menunjukkan bahwa ia mampu menyerang di tempat-tempat yang tidak terduga, hal itu ketika pelaksanaan dua serangan bunuh diri ke sebuah hotel israil dan menembakkan sebuah roket ke sebuah pesawat israil di kenya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[43]  - Syaikh Mujahid Umar bin Abdur Rohman dilahirkan di Al Jamaliyah Mesir pada tahun 1938 M. Beliau buta setelah berumur 10 tahun dan beliau telah hafal Al Qur’an pada umur 11 tahun lalu beliau melanjutkan ke pondok pesantren di Dimyath, beliau belajar di sana selama 4 tahun dan mendapatkan ijazah sekolah dasar Al Azhar. Lalu beliau melanjutkan ke pondok pesantern Al Manshuroh sampai beliau mendapatkan ijazah Tsanawiyah (setingkat SMU) pada tahun 1960. Lalu beliau melanjutkan kuliyah di fakultas Ushulud Din di Kairo dan beliau belajar sampai lulus pada tahun 1965, dengan nilai Summa Comlaude. Kemudia beliau diangkat sebagai imam oleh kementrian wakaf di sebuah desa di Al Fuyum, kemudian beliau mendapatkan gelar MA. Beliau bekerja sebagai seorang asisten dosen di kuliah tersebut dengan terus berkhutbah secara sukarela (tanpa digaji), hingga beliau diberhentikan dari pekerjaan beliau di kuliah tersebut pada tahun 1969. Pada akhir tahun yang sama beliau di bebaskan dari hukuman, akan tetapi beliau di pindahkan dari universitas tersebut, yang sebelumnya sebagai asisten dosen di universita tersebut ke kantor administrasi Al Azhar dengan tanpa pekerjaan. Dan tekanan itu belanjut sampai beliau di penjara pada 13/9/1970, setelah kematian musuh Alloh Jamal ‘Abdun Nashir pada bulan sebtember tahun 1970, karena beliau ketika itu berdiri di atas mimbar dan beliau mengatakan tidak boleh menyolatkannya. Beliau dipenjara selama 8 bulan dan beliau bebas pada tanggal 10/6/1971. Dan mekipun beliau mendapat tekanan setelah keluar penjara, namun hal itu tidak menghalangi beliau untuk meneruskan belajar. Sampai akhirnya beliau meraih gelar Doktor, dengan desertasi yang berjudul Mauqiful Qur-aan Min Khushuumihi Kamaa Tushowwiruhu Suurotut Taubah (Kedudukan Al-Qur'an Dari Musuh-Musuhnya Sebagaiman Yang Tergambar Dalam Surat At-Taubah) dan beliau meraih Risalah ‘Alamiyah dengan nilai Summa Comlaude, namun beliau dilarang untuk diwisuda. Larangan itu terus berlanjut sampai musim panas tahun 1973. Pada waktu itu beliau dipanggil oleh universitas dan di beritahu bahwa ada lowongan kerja di kulian wanita dan Ushulud Din, namun beliau memilih di Asyuth dan tinggal di sana 4 tahun sampai pada tahun 1977, kemudian beliau dipinjamkan ke kuliayah wanita di Riyadl sampai tahun 1980, kemudian beliau kembali ke Mesir. Dan pada bulan September 1981 beliau ditangkap, lalu beliau berhasil meloloskan diri sampai beliau tertangkap lagi pada bulan Oktober 1981, dan beliau diadili untuk perkara pembunuhan Sadat di depan pengadilan militer dan pengadilan keamanan tertinggi negara. Dan beliau bebas pada dua perkara tersebut dan keluar dari tahanan pada tanggal 2/10/1984. Beliau terus hidup dalam kondisi seperti ini, antara tekanan, pengusiran dan penjara. Beliau bersabar di atas pengorbanan, dakwah, ta’lim dan jihad. Beliau memberi nasihat kepada umat dan memngobarkan semangat para pemuda untuk menempuh jalan tauhid dan besi, sampai akhirnya perjalanan beliau berakhir di penjara Amerika, sejak tahun 1993, setelah beliau mendapat 4 tuduhan; 1) berkonspirasi dan memprofokasi untuk menggulingkan pemerintah Amerika serikat, 2) berkonspirasi dan memprofokasi untuk membunuh Husni Mubarok, 3) berkonspirasi untuk meledakkan pangkalan-pangkalan militer, 4) berkonspirasi dan merencanakan untuk mengadakan perang kota melawan Amerika Serikat. Dan beliau --- semoga Alloh  membebaskan beliau --- tetap bersabar dan ikhlas, semoga Alloh ta'ala membalas beliau dengan Firdaus yang tertinggi karena kesabaran dan jihad beliau.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Rambu-Rambu DALAM PERJUANGAN (1)</title><link>http://rumahjihad.blogspot.com/2011/09/rambu-rambu-dalam-perjuangan-1a.html</link><category>Taujihat Manhajiyah</category><category>Usamah Bin Laden</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Sat, 10 Sep 2011 13:09:00 +0300</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4665679130695185505.post-6453276869921265201</guid><description>&lt;div align="justify"&gt;Syaikh Mujahid Usamah bin Ladin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Rambu-Rambu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DALAM PERJUANGAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qaedoon Group&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok Simpatisan dan Pendukung Mujahidin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul Asli:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taujihat Manhajiyah 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Mujahid Usamah bin Ladin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Publisher:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minbar At Tauhid Wal Jihad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edisi Indonesia:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rambu-Rambu Dalam Perjuangan 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerjemah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad ‘Atho’ Asy Syarqi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Publisher:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qaedoon Group&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok Simpatisan dan Pendukung Mujahidin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Segala puji hanya milik Alloh Robbul ‘Alamin, dan sholawat serta salam semoga tercurah selalu kepada Nabi Muhammad, keluarga serta para sahabat beliau seluruhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Amma ba’du…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Ketika kita berbicara mengenai kondisi yang dialami oleh umat Islam dewasa ini, berikut penjajahan, kedholiman dan permusuhan yang yang dilakukan oleh pasukan Israel dan pasukan Amerika terhadap mereka, belum lagi terpuruknya naungan Islam di muka bumi, maka sudah seharusnya mencari kembali petunjuk Muhammad shollallohu 'alaihi wa sallam dalam menegakkan agama ini, di saat Islam datang dalam keadaan masih terasing. [1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Sesungguhnya orang yang mau mencermati hal itu, ia akan dapati bahwa Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam sejak pertama kali sangat serius dalam menawarkan dakwahnya kepada para kabilah ketika beliau memulai dakwahnya terang-terangan.[2] Kalau kita mau melihat pada unsur terpenting yang beliau gunakan dalam berdakwah kepada para kabilah Arab tadi, kita akan temukan hal itu sangat jelas sekali, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.       Bahwa beliau mengajak mereka kepada syahadat tauhid, bersaksi bahwa tiada ilaah (sesembahan yang haq) selain Alloh, dan bahwa Muhammad adalah utusan Alloh.[3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Point yang lain adalah bahwa beliau menyeru mereka agar siap untuk melindungi dan membela.[4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Sebagaimana hal itu tampak jelas pada dakwah beliau kepada Bani ‘Amir bin Sho’sho’ah, ketika mereka mengatakan kepada beliau: “Kepada apa engkau mengajak kami wahai saudara Arab?” beliau menjawab, “Aku mengajak kalian agar bersaksi behwasanya tidak ada ilaah kecuali Alloh dan bahwa aku adalah utusan Alloh, dan agar kalian siap melindungi dan membelaku.” [5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Di sini, tampak di hadapan kita sebuah pelajaran yang jelas, bahwa dakwah dan kalimat agung ini (kalimat syahadat) harus memiliki miliu (basis), pohon yang mulia ini harus ada tanah untuk tumbuh berkembang, dan itulah yang akan menolong dan memberikan tempat bagiku. Dari sinilah, Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam terus mencari tanah (untuk miliu) ini. Di tengah-tengah pencarian itu, beliau berdakwah di Makkah dan tinggal di sana selama 13 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Semua ilmu yang kita miliki hanya sebagian kecil dari ilmu beliau ~ Alaihis-Shalatu was Salam ~ sedangkan beliau adalah orang Arab terfasih dan diberi Jawaami’ul Kalim (kemampuan untuk berbicara secara simpel tapi mengandung pengertian yang luas). Beliau adalah orang yang dikuatkan oleh wahyu dari atas langit yang tujuh, namun bersamaan dengan itu semua, tidak ada yang mau beriman kepada beliau selain beberapa puluh sekian dari kalangan sahabat yang mulia ~ semoga Alloh meridhai mereka ~.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Dari sini, tampak jelas juga bahwa kalimat ini meski memiliki kekuatan yang besar, ia tetap harus didukung oleh unsur-unsur lain supaya bisa mengayomi bumi. Kondisi terus bertahan seperti itu, sampai akhirnya Alloh ta'ala menganugerahkan bumi Madinah Munawwarah, dan Alloh anugerahkan kaum Anshor ~Kabilah Aus dan Khozroj~. Tatkala mereka melindungi dakwah, Islampun menyebar luas, dan dalam jangka beberapa tahun saja, ratusan ribu orang masuk Islam di Jazirah Arab, dan manusiapun berbondong-bondong masuk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Maka di sini ada sebuah pelajaran sebagaimana telah saya sebutkan; bahwa dakwah tanpa kekuatan hanya akan menjadi pecundang, dakwah ini wajib mencari kekuatan di bumi dan pelosok negeri. Makna ini tampak jelas di saat-saat seperti sekarang ini, sejak runtuhnya daulah Islam dan daulah khilafah serta bangkitnya aturan-aturan yang berhukum kepada selain yang diturunkan Alloh ~ yang itu pada hakekatnya adalah memerangi syari’at Alloh ~ meskipun banyak sekali terdapat universitas, sekolah, buku, para khatib, imam masjid dan orang-orang yang hafal Al-Qur’an, namun Islam tetap saja dalam kondisi lemah dan sangat memprihatinkan, sebab manusia tidak berjalan sesuai dengan manhaj Muhammad shollallohu 'alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Maka manhajnya adalah yang nampak jelas dan terang di hadapan kita, yaitu beberapa kriteria pasti yang nampak gamblang tercantum pada nash syari’at yang turun terakhir kali, Alloh ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang beriman, barangsiapa murtad dari agamanya di antara kalian, Alloh akan datangkan kaum yang Ia mencintai mereka dan merekapun mencintai Alloh; lunak terhadap orang-orang beriman, keras terhadap orang-orang kafir, mereka berjihad di jalan Alloh dan tidak pernah takut celaan orang yang suka mencela. Itulah keutamaan Alloh yang Ia berikan kepada siapa yang Ia kehendaki. Dan Alloh Maha Luas lagi Maha Mengetahui.” (Al-Maidah : 45)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Nash ini persis seperti kondisi kita :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa murtad dari agamanya di antara kalian…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Ketika terjadi riddah, apa saja hal-hal yang harus dipenuhi guna mengembalikan manusia kepada Islam? Di sini Alloh menyebutkan enam sifat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alloh mencintai mereka dan merekapun mencintai Alloh; lunak terhadap orang-orang beriman, keras terhadap orang-orang kafir.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, kita harus menyandang sifat-sifat berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.       Rasa cinta yang tinggi kepada Alloh ta'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Lunak dan kasih sayang kepada kaum mukminin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.      Saling memberi nasehat kepada kebaikan dan hal yang makruf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.      Keras kepada orang-orang kafir. Dan ini nampak secara jelas pada ikatan Islam terkuat yaitu ikatan Al-Wala’ wal Bara’ ; kita berwali kepada orang beriman dan memusuhi orang-orang kafir serta bersikap keras kepada mereka. [6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.      Kemudian sifat kelima (sekaligus keenam, penerj.) adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         “…Mereka berjihad di jalan Alloh dan tidak pernah takut celaan orang yang suka mencela…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Jadi, jihad fii sabiilillah dan tidak takut kepada celaan siapapun orang yang suka mencela, keduanya adalah sifat yang sangat urgen dalam rangka mengembalikan manusia kepada agama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Maka orang-orang yang mengira bahwa mereka sanggup mengembalikan manusia kepada agama ini dan menegakkan daulan Islam setelah naungan Islam melemah dari permukaan bumi, mereka tidak faham akan manhaj Alloh ta'ala. Ayat ini menyatakan dengan sangat jelas dan tegas mengenai kondisi riddah, maka kecintaan dan perwalian harus jelas di hadapan manusia, demikian juga dengan bara’ (berlepas diri) dari kaum kuffarpun harus jelas, disertai dengan jihad di jalan Alloh dan tidak takut celaan orang yang suka mencela; ini mencakup nasehat dengan segala bentuknya, amar ma’ruf dan segala macamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Jika kita bisa memenuhi enam kriteria di atas, kemudian kita wujudkan unsur-unsur yang berkaitan dengan kriteria tersebut, berarti kita telah mewujudkan sebuah pijakan yang kokoh untuk memulai sebuah perubahan dan jihad fii sabiilillah hingga kebenaran tegak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Termasuk nash-nash yang semakna dengan ini, adalah sebuah hadits dari Rosul kita, Muhammad shollallohu 'alaihi wa sallam; hadits Al Harits Al Asy’ariy rodloyallohu 'anhu, dalam hadits ini, beliau bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ اللهَ أَمَرَ يَحْيَى بْنَ زَكَرِيَّا بِخَمْسِ كَلِمَاتٍ أَنْ يَعْمَلَ بِهَا وَيَأْمُرَ بَنِيْ إِسْرَائِيْلَ‏ أَنْ يَعْمَلُوْا بِهَا، وَإِنَّهُ كَادَ أَنْ يبطئَ بِهَا، فَقَالَ عِيْسَى: إِنَّ اللهَ أَمَرَكَ بِخَمْسِ كَلِمَاتٍ لِتَعْمَلَ بِهَا وَتَأْمُرَ بَنِيْ إِسْرَائِيْلَ ‏أَنْ يَعْمَلُوْا بِهَا، فَإِمَّا أَنْ تَأْمُرَهُمْ وَإِمَّا أَنْ آمُرَهُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Alloh telah perintahkan Yahya bin Zakariya lima kalimat agar ia amalkan serta memerintahkan Bani Israil untuk mengamalkanya. Dan hampir saja beliau berlamban dalam melaksankannya, lalu Isa AS. berkata: Sesungguhnya Alloh memerintahkanmu dengan lima kalimat, agar kau amalkan dan agar Bani Israil juga mengamalkannya, silahkan; Anda yang memerintahkan mereka, atau aku yang akan memerintahkan mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Di sini terdapat sebuah makna cukup agung kaitannya dengan dien ini, yaitu bahwa Alloh ta'ala Maha Terpuji dan Maha tidak butuh kepada segalanya, sedangkan sunnah akan adanya pergantian tidak terkecualikan bagi siapapun. Inilah dia seorang nabi dari nabi-nabi Alloh yang lain, beliau sedikit terlambat dalam menyampaikan apa yang diperintahkan kepadanya, maka Alloh ta'ala pun mewahyukan kepada nabi yang lain, “…dia yang menyampaikan atau Anda yang menyampaikan…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Lantas siapakah kita sehingga kita bisa berlambat-lambat dalam melaksanakan perintah Alloh ta'ala, melaksanakan perintah Rosul-Nya shollallohu 'alaihi wa sallam. Ingat, jika kita berlambat-lambat, sunnah adanya pergantianpun akan berlaku atas kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Kemudian Isa AS. berkata kepada Yahya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‏إِنَّ اللهَ أَمَرَكَ بِخَمْسِ كَلِمَاتٍ لِتَعْمَلَ بِهَا وَتَأْمُرَ بَنِيْ إِسْرَائِيْلَ أَنْ يَعْمَلُوْا بِهَا فَإِمَّا أَنْ تَأْمُرَهُمْ وَإِمَّا أَنْ آمُرَهُمْ، فَقَالَ يَحْيَى: أَخْشَى إِنْ سَبَقْتَنِيْ بِهَا أَنْ يخْسفَ بِيْ أَوْ أُعَذَّبَ، فَجَمَعَ النَّاسَ فِيْ بَيْتِ الْمَقْدِسِ ‏فَامْتَلأَََََ الْمَسْجِدُ وَتَعدوْا عَلَى الشَّرَفِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ أَمَرَنِيْ بِخَمْسِ كَلِمَاتٍ أَنْ أَعْمَلَ بِهِنَّ وَآمُرُكُمْ أَنْ تَعْمَلُوْا بِهِنَّ؛ أَوَّلُهُنَّ أَنْ تَعْبُدُوا اللهَ وَلاَ تُشْرِكُوْا بِهِ شَيْئًا، وَإِنَّ مَثَلَ مَنْ أَشْرَكَ بِاللهِ كَمَثَلِ رَجُلٍ اشْتَرَى عَبْدًا مِنْ خَالِصِ مَالِهِ بِذَهَبٍ أَوْ وَرَقٍ، فَقَالَ؛ هَذِهِ دَارِيْ وَهَذَا عَمَلِيْ فَاعْمَلْ وَأَدِّ إِلَيَّ، فَكَانَ يَعْمَلُ وَيُؤَدِّيْ إِلَى غَيْرِ سَيِّدِهِ، فَأَيُّكُمْ يَرْضَى أَنْ يَكُوْنَ عَبْدُهُ كَذَلِكَ، وَإِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِالصَّلاَةِ فَإِذَا صَلَّيْتُمْ فَلاَ تَلْتَفِتُوْا فَإِنَّ اللهَ ينْصِبُ وَجْهَهُ لِوَجْهِ عَبْدِهِ فِيْ صَلاَتِهِ مَا لَمْ يَلْتَفِتْ، وَآمُرُكُمْ بِالصِّيَامِ فَإِنَّ مَثَلَ ذَلِكَ كَمَثَلِ رَجُلٍ فِيْ ‏عِصَابَةٍ ‏مَعَهُ صَرَّةٌ فِيْهَا مِسْكٌ فَكُلُّهُمْ يَعْجِبُ أَوْ يُعْجِبُهُ رِيْحُهَا، وَإِنَّ رِيْحَ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ مِنْ رِيْحِ الْمِسْكِ، وَآمُرُكُمْ بِالصَّدَقَةِ فَإِنَّ مَثَلَ ذَلِكَ كَمَثَلِ رَجُلٍ أَسرَهُ الْعَدُوُّ فَأَوْثَقُوْا يَدَهُ إِلَى عُنُقِهِ وَقَدَّمُوْهُ لِيَضْرِبُوْا عُنُقَهُ، فَقَالَ؛ أَنَا أَفْدِيْهِ مِنْكُمْ بِالْقَلِيْلِ وَالْكَثِيْرِ فَفَدَى نَفْسَهُ مِنْهُمْ، وَآمُرُكُمْ أَنْ تَذْكُرُوا اللهَ فَإِنَّ مَثَلَ ذَلِكَ كَمَثَلِ رَجُلٍ خَرَجَ الْعَدُوَّ فِيْ أَثَرِهِ سِرَاعًا حَتَّى إِذَا أَتَى عَلَى حِصْنٍ حَصِيْنٍ فَأَحْرَزَ نَفْسَهُ مِنْهُمْ كَذَلِكَ الْعَبْدُ لاَ يُحْرِزُ نَفْسَهُ مِنَ الشَّيْطَانِ إِلاَّ بِذِكْرِ اللهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Alloh telah perintahkan kepadamu lima kalimat agar engkau melaksanakanya dan engkau perintahkan Bani Israil untuk melaksanakannya. Silahkan, Anda yang memerintahkan atau saya yang akan memerintahkan.” Nabi Yahya menjawab. “Akau khawatir jika engkau mendahuluiku, aku akan ditenggelamkan atau akan diadzab.” Akhirnya beliau mengumpulkan orang di Baitul Muqaddas, masjidpun penuh sesak dengan manusia. Lalu Nabi Yahya duduk di tempat yang mulia, lantas beliau mengatakan, “Sesungguhnya Alloh telah perintahkan kepadaku lima kalimat, dan memerintahkan kepadaku agar kalian  mengamalkannya; pertama, hendaklah kalian beribadah kepada Alloh dan tidak menyekutukan-Nya dengan apapun. Sesungguhnya perumpamaan orang yang menyekutukan Alloh itu seperti seorang yang membeli budak dari hartanya sendiri berupa emas atau uang, kemudian ia mengatakan, ‘Ini adalah rumahku, dan ini adalah pekerjaanku, maka bekerjalah kamu dan tunaikanlah hakku.’ Namun budak itu malah bekerja bukan untuk majikan itu. Maka siapa diantara kalian yang ridha jika budaknya berkelakuan seperti itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Kemudian, Alloh memerintahkan kalian untuk shalat, maka jika kalian shalat, jangan menoleh, sebab sesungguhnya Alloh telah hadapkan wajah-Nya ke wajah hamba-Nya dalam shalatnya selama ia tidak menoleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Dan aku perintahkan kalian untuk berpuasa. Sebab perumpamaan orang tersebut ibarat seseorang yang berada di tengah sebuah kelompok, ia membawa sebuah bungkusan berisi misik. Maka semua merasa takjub kepadanya atau takjub kepada aromanya. Dan sesungguhnya bau orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Alloh daripada aroma misik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Dan aku perintahkan kalian untuk bersedekah, sebab perumpamaan orang seperti itu ibarat seorang lelaki yang ditawan musuh, lalu mereka ikat tangannya pada lehernya, kemudian mereka memancangnya untuk dipenggal lehernya. Kemudian ia berkata, ‘Aku akan menebusnya dengan sedikit atau banyak.’ Akhirnya ia menebus nyawanya dari mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Dan aku perintahkan kepada kalian untuk berdzikir kepada Alloh. Sebab perumpamaan hal itu seperti seseorang yang musuh keluar untuk mengejar jejaknya dengan cepat, hingga ia mendatangi sebuah benteng milik seseorang, kemudian pemilik benteng itu melindunginya dari musuh tersebut. Demikian juga, tidak ada yang bisa melindungi dirinya dari syetan selain dzikrullah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Setelah itu, Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam memberikan keterangan tambahan, beliau bersabda, “Dan aku perintahkan kalian dengan lima hal yang Alloh telah perintahkan aku dengannya: Mendengar dan taat, Jihad, Hijrah dan Jama’ah.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Yang menjadi keterangan di sini adalah bahwa kelima hal pertama yaitu rukun-rukun Islam (yang disebutkan Nabi Yahya, ed.), itu tidak akan tegak layaknya tegaknya sebuah pemerintahan sebagai manhaj bagi manusia kecuali melengkapinya dengan lima hal yang terakhir disebutkan Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam. Sebagaimana tidak mungkin seseorang menjadi muslim dalam fisik dan hatinya sementara ia masih berhukum dengan undang-undang positif (Al-Qawanin Al-Wadh’iyyah), dengan begitu Islam tidak akan merata di muka bumi. Sedangkan Islam yang diturunkan kepada Muhammad shollallohu 'alaihi wa sallam yang beliau diperintahkan untuk menyampaikannya adalah Islam yang akan merata di muka bumi dan dijadikan sebagai sebuah aturan, bukan yang hanya sebagai syi’ar-syi’ar ta’abbudiyyah saja[7], maka kelima hal ini harus ada. Kelima hal ini, jika kita mau sadar, ia bersesuaian dan menguatkan makna yang terdapat di dalam dakwah beliau shollallohu 'alaihi wa sallam kepada kabilah Arab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.       Hendaknya kalian bersaksi bahwa tiada ilah (yang haq) selain Alloh berikut konsekuensi dari persaksian tersebut,[8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Hendaknya kalian menyediakan tempat dan menolongku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Jadi, penyediaan tempat dan pertolongan itu berjalan seiring dengan kelima hal ini. Maka, penyediaan tempat dan pertolongan harus melalui media jama’ah, harus ada sikap mendengar dan taat, harus dengan jihad, harus dengan hijrah. Dan jika kita mau meneliti kembali nash-nash kitabullah dan dalam sunnah Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam kita akan temukan makna-makna seperti ini dengan jelas, ke mana pun arahnya, ada kesan kuat yang muncul bahwa jalan untuk menegakkan daulah Islamiyah dan menyebarluaskan ajaran Islam adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.       Berangkat dari bingkai jama’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Harus ada sikap mendengar dan taat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.      Harus ada hijrah dan jihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Sementara orang yang ingin menegakkan satu kondisi baru bagi Islam tanpa mau pengorbanan berupa hijrah, tanpa mau berkorban jihad fii sabiilillah, maka mereka sebenarnya tidak memahami manhaj Muhammad shollallohu 'alaihi wa sallam. Kalaulah mereka faham, pada dasarnya mereka tidak mengamalkannya karena menyibukkan diri dengan bentuk amal ketaatan lain. Jadi, boleh dibilang mereka lari dari beban ibadah-ibadah berat ini, sebab sesungguhnya jihad memang sesuatu yang tidak disenangi, sebagaimana yang Alloh ta'ala nashkan dalam kitab-Nya. Dari yang sudah diterangkan, jelaslah akan pentingnya sebuah jama’ah dan pentingnya jihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Namun, kita sekarang dalam kondisi tidak memiliki sebuah negara yang memungkinkan kita untuk hijrah ke sana, dan sungguh kesempatan seperti ini teramat minim, ini adalah kesempatan yang amat jarang didapati. Sejak runtuhnya khilafah, kaum salibis berusaha kuat agar jangan sampai orang-orang Islam yang jujur keislamannya menegakkan sebuah negara. Ternyata Alloh ta'ala menakdirkan munculnya berbagai peristiwa yang terjadi di Afghanistan, dan Uni Sovietpun kalah. Orang-orang salibpun dibuat ‘down’ dari keinginan kuat mereka semula dan dari kosentrasi mereka di bawah momok dan ketakutan mereka terhadap negara Uni Soviet. Maka di sana mau tidak mau mereka harus melawan Uni Soviet dengan berbagai cara, walaupun harus dengan mengorbankan mujahidin, walaupun dengan mengorbankan orang-orang ‘ekstrimis’, walaupun dengan mengorbankan pemuda Islam mujahid, akhirnya mereka sendiri yang membuka pintu itu, dan perangpun berlangsung hingga sepuluh tahun lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Namun yang betul-betul menyedihkan, umat ini tetap tidak mau bangkit melaksanakan kewajiban yang semestinya mereka lakukan, terkhusus kalangan para ulama, da’i, khotib serta jama’ah-jama’ah Islam. Yang mau datang ke bumi jihad untuk membantu para mujahidin hanya beberapa pemuda dari umat ini beserta harta yang diberikan oleh sebagian pedagang, namun itu belumlah cukup untuk menegakkan sebuah daulah yang kokoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Padahal saat itu adalah kesempatan yang sangat baik untuk menegakkan kembali daulah Islam yang solid, yang jauh dari fanatisme negara dan suku. Padahal juga, ikhwan-ikhwan kita di Afghan saat itu dalam kondisi, kelapangan dan bantuan yang luar biasa, kondisi saat itu benar-benar memberikan kesempatan emas untuk menegakkan daulah Islam dengan norma-norma Islam, bukan dengan norma-norma negara dan golongan. Sungguh mengenaskan, meski kondisi sedemikian lapang, seruan yang dikumandangkan berkali-kali, adanya dorongan dan motivasi, terlebih dari Syaikh Abdullah ‘Azzam rohimahulloh [9] (kala itu) dan dari ikhwah lainnya yang ditujukan kepada jama’ah-jama’ah, para ulama dan para intelektualnya untuk; ‘Manfaatkan kesempatan emas ini!’ Tetapi, tak ada kehidupan dari orang yang memanggil, manusia terlanjur disibukkan dan diseret oleh nilai-nilai duniawi, oleh nilai-nilai negeri, dan masing-masing menginginkan untuk menegakkan sendiri negara Islam. Masing-masing jama’ah ingin menegakkan daulah Islam di tanah di mana ia lahir. Seolah kita sekarang menjadi tawanan dari pola pikir-pola pikir seperti ini. Akhirnya, kesempatan ini berlalu begitu saja selama sepuluh tahun lebih sementara manusia tidak bergerak untuk memanfaatkannya. Saya sengaja ingatkan hal itu, karena ingin saya tegaskan bahwa urusan ini bukan main-main. Sekarang, kondisi makin sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Setelah itu, Alloh ta'ala memudahkan di antara dua kesempatan tadi dengan tegaknya daulah para santri dan tegaknya negara Tholiban serta menakdirkan adanya perseteruan internal antar bangsa Afghan sendiri. Ini berlangsung selama kurang lebih enam tahun. Lagi-lagi, manusia menjadi tawanan dari hawa nafsu mereka, menjadi tawanan dari propaganda global yang justru mengumumkan perang bukan memberikan solusi di dalamnya terhadap Tholiban, mereka juga memperburuk citra tentang mereka. Dan propaganda global ini, terkadang berefek buruk atau membawa dampak kurang baik bagi orang awam. Sedangkan selain orang yang menerima propaganda ini, hendaknya mereka menjadi ‘juru kampanye’ serta menjadi orang-orang yang berada di garis depan untuk menolong dien ini di hadapan semua manusia, tanpa mau mengatakan bahwa kami juga ikut terpengaruh oleh propaganda global ini, mengenai Afghanistan yang tampil beberapa saat di Jazirah Arab misalnya, atau di berbagai tempat di belahan bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Maka, sikap lamban dalam membantu daulah Islam ini, meskipun namanya adalah daulah Tholiban; daulah para penuntut ilmu, merupakan isyarat akan adanya cacat yang tidak wajar, baik dalam pemahaman maupun dalam kejujuran mereka dan …laa haula walaa quwwata illa billah, itu menurut kami, Wallahu a’lam. Lalu lenyap pulalah daulah ini tanpa mereka bergerak sedikitpun, diam saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Dan saya katakan, bahwa saya dalam kondisi yakin atas karunia Alloh ta'ala, bahwa ummat ini memiliki kekuatan yang cukup untuk menegakkan daulah Islamiyah dan menegakkan khilafah Islamiyah. Hanya, kita memang butuh menyampaikan kepada kekuatan ini bahwa urusan ini adalah wajib mereka laksanakan. Kita juga perlu untuk menyampaikan kepada kekuatan-kekuatan lain yang masih saja membelenggu kekuatan ini; bahwa kalian berdosa dengan sikap kalian membelenggu kekuatan ini. Jika para pemuda dan para ‘bussinesman’ faham akan kewajiban mereka, barulah kita mungkin untuk melaksanakan kepentingan kita, sehingga dosapun bisa terhapuskan dari ummat Islam yang lain. Juga, nantinya akan hilang kesempitan dan gangguan yang menimpa kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Kami ingin mengingatkan kepada orang-orang yang mengatakan bahwa jihad itu tidak membutuhkan semua personal ummat ini, bahwa kalimat ini benar adanya namun tidak ditujukan untuk makna yang benar. Memang, jihad hari ini tidak mungkin akan mencakup seluruh ummat, sedangkan mengusir musuh yang menyerang (daf’us sho-il) akan rampung hanya dengan sekelompok kecil dari ummat ini. Ini benar. Tetapi, hukum jihad (hari ini, penerj.) tetaplah fardhu ‘ain. Dan mereka bersilang pendapat dengan kami dalam hukum ini. Mereka mengatakan, Kami telah kirim buat kalian beberapa ribu personal, ternyata kalian tidak mampu menampung mereka! Mereka mengatakan, Tidak masuk akal kalau kita tinggalkan semua bidang amal Islami lantas kita semua pergi ke medan jihad! Nah, dari sinilah tampak jelas adanya polusi zaman sekarang, yaitu polusi materi, polusi menonjolkan akal. Ini adalah hukum-hukum yang menjadi ijma’ para fuqaha di kalangan salaful ummah ~rohimahullah~ [10] Dan hari ini, muncul para fuqaha yang menentang ijma’ umat. Jika jihad sudah menjadi fardhu ‘ain[11], maka ia menjadi prioritas pertama yang harus didahulukan tanpa diragukan lagi sebagaimana disebutkan oleh Syaikhul Islam[12]; ketika ada musuh yang menyerang, tidak ada yang lebih wajib setelah iman selain mengusirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Maka tidak ada alasan, engkau mengatakan, jika mereka pergi semua, tidak mungkin semuanya akan kebagian jihad! ini adalah buah dari cacat yang tidak wajar dalam pemahaman tadi, dan ini pulalah hasil dari terlalu toleransi terhadap duni yang tak sewajarnya. Urusan jihad ini bila sudah menjadi fardhu ‘ain, apakah hanya dengan datangnya beberapa gelintir yang cukup untuk mengusir musuh, maka secara tiba-tiba jihad menjadi fardhu kifayah? Lalu tinggal diamlah orang yang tidak ikut yang berada di daerah-daerah perbatasan mereka. Dan dengan alasan kondisi terpaksa, terbayarlah sudah dengan gerakan sebagian orang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Menyedihkan, inilah yang menjadi sebab terhambatnya kebangkitan Islam, dan ini pulalah yang terlihat dalam tulisan-tulisan, risalah-risalah dan forum-forum pertemuan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Mereka juga mengatakan, sesungguhnya jihad adalah ibadah yang agung…tapi, kan di sana ada ibadah-ibadah lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Mereka tidak memahami manhaj Muhammad shollallohu 'alaihi wa sallam, saya telah sebutkan dalam kisah Ka’ab bin Malik ra mengenai pelajaran-pelajaran serta ibrah-ibrah di atas. Ketika Ka’ab duduk dan tinggal di Madinah, ia juga melaksanakan banyak ketaatan padahal ia berada di kota Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam, sementara dalam sebuah hadits dari Nabi disebutkan bahwa menuntut ilmu di masjid beliau (masjid Nabawi, penerj.) seperti jihad fii sabiilillah[13] , namun bersamaan dengan semua itu, juga dengan kedinian Ka’ab masuk Islam, belum lagi ia termasuk orang yang ikut dalam Bai’at ‘Aqabah ~tahukan Anda, apa Bai’ah Aqabah itu? Dari sanalah cikal bakal sebuah jama’ah Islam untuk nantinya menegakkan daulah Islam~, bersamaan dengan itu, tidak pernah disinggung darinya satupun dari semua sifat ini. Sebab, ketika jihad sudah menjadi Fardhu ‘ain, tidak ada lagi tempat dari pelaksanaan ketaatan lain untuk disebut-sebut. Yang disebut hanya lawan kata dari jihad; duduk-duduk saja, celaan dan cercaan. Tidak juga dikatakan, “Semoga Alloh membalasnya dengan kebaikan atas tinggalnya ia di Madinah. Aduhai betapa jasa dia, dia shalat di tanah haram, atau di bersedekah dan memberikan pelajaran!” berdasarkan nash Al-Qur’an, kata-kata ini tidak diucapkan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah: “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Alloh dan Rosul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Alloh mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Alloh tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” (QS. At-Taubah : 24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Seandainya Anda mau meneliti nash-nash yang menyebutkan sifat-sifat para Qa’iduun (orang yang tidak berangkat berjihad, penerj.) akan Anda temukan makna ini datang dalam bentuk mutawatir pada umat kita dan pada umat-umat terdahulu. Lihat saja kaum Musa, ketika mereka berlambat-lambat dari jihad, Alloh ta'ala mensifati mereka dengan gelar fasik,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَالَ رَبِّ إِنِّي لَا أَمْلِكُ إِلَّا نَفْسِي وَأَخِي فَافْرُقْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ الْقَوْمِ الْفَاسِقِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berkata Musa: “Ya Tuhanku, aku tidak menguasai kecuali diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu pisahkanlah antara kami dengan orang-orang yang fasik itu.” (QS. Al-Maidah : 25)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Demikian juga ketika kita meneliti tentang orang-orang yang tidak ikut dalam perang Tabuk, Alloh ta'ala memberikan gelar kefasikan kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Adapun hari ini, di sana terdapat cacat dalam methode menjaga agama ini, juga dalam memberdayakan berbagai kekuatann yang ada untuk membela agama ini. Hari ini, orang yang hanya duduk tidak ikut andil dalam membela agama tidak merasa berdosa, bahkan ia merasa berada dalam ketaatan serta menjelek-jelekkan orang yang tidak melakukan ketaatan seperti yang ia lakukan, ia juga mencela orang yang terlalu ‘rukun’ dengan duni. Sekarang, siapa sebenarnya yang layak mendapat ancaman?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Seorang sahabat Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam saja mendapat ancaman bertubi-tubi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَا لَكُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, apa sebabnya…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah celaan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَا لَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمُ انْفِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ اثَّاقَلْتُمْ إِلَى الْأَرْضِ أَرَضِيتُمْ بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا مِنَ الْآخِرَةِ فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا قَلِيل&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya apabila dikatakan kepada kamu: “Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Alloh” kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit.” (QS. At-Taubah : 38)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Adakah yang berani dari kita hari ini untuk mengatakan kepada ayahnya, pamannya atau syaikhnya, “Engkau sudah ridlo dengan kehidupan dunia?! Lihat Palestina! Telah dijajah Yahudi sejak 80 tahun silam, tapi belum pernah satu butir pelurupun engkau tembakkan! Tidak pernah pada suatu hari, kakimu berlumuran debu! Berarti engkau termasuk orang yang ridlo dengan kehidupan dunia!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Tidak ada seorangpun yang mampu mengatakan itu. Di sana ada cacat mewabah yang mengenai pemahaman kebangkitan Islam seputar metode untuk menjaga agama ini. Dan ayat-ayat sebagaimana saya sebutkan kalau kita mau teliti teramat banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Sementara itu, para pemuda yang memiliki kemampuan untuk menjadi tumbal bagi agama ini dan memiliki kemampuan untuk berkorban demi agama ini amat disayangkan, mereka keliru dalam hal mendengar dan taat kepada para ulama Islam yang tidak berjihad (baca: Qa’iduun). Orang yang duduk-duduk saja, tidak layak didengar dan ditaati. Dari sinilah, kekuatan ini terus mandek. Para ulama tadi telah memalingkan mereka dari hal yang hukumnya wajib ‘ain kepada hal yang hukumnya fardhu kifayah; seperti menuntut ilmu, seandainya semua orang menjadi ulama, agama ini tidak akan tegak kecuali dengan jama’ah, mendengar, taat, pembelaan dan jihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Dari sini, kita perlu memahamkan para pemuda (Islam) bahwa para pembimbing mereka di bidang ilmu (para ulama' yang mereka jadikan ustadz) sebenarnya telah senang dengan dunia, karena mereka lari dari sebuah kewajiban berat yang sebagian sahabat Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam sempat mengeluh, dan Alloh ta'ala menerangkan hal itu dengan firman-Nya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كَمَا أَخْرَجَكَ رَبُّكَ مِنْ بَيْتِكَ بِالْحَقِّ وَإِنَّ فَرِيقًا مِنَ الْمُؤْمِنِينَ لَكَارِهُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebagaimana Tuhanmu menyuruhmu pergi dari rumahmu dengan kebenaran, padahal sesungguhnya sebagian dari orang-orang yang beriman itu tidak menyukainya.” (QS. Al-Anfal: 5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Para sahabat rodliyallohu 'anhum ketika mereka keluar menuju Badar, hanya ingin merampas kafilah unta untuk dagang. Tatkala sampai berita kepada mereka bahwa kaum Quraisy telah keluar dengan 1000 pasukan, sebagian mereka merasa tidak menyukainya, maka Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda ~sebagaimana diriwayatkan Abu Ayyub~,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَشِيْرُوْا عَلَيَّ أَيُّهَا النَّاسُ؟&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berikan pertimbangan kepadaku wahai manusia.”,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Ayyub mengatakan lagi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَظْهَرْنَا كُرْهَنَا لِلِقَاءِ الْعَدُوِّ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kamipun menyampaikan ketidak senangan kami untuk berperang dengan musuh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamipun mengatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَارَسُوْلَ اللهِ مَا خَرَجْنَا لِقِتَالِ عَدُوٍّ وَلاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِمْ, وَإِنَّمَا خَرَجْنَا لِلْعِيْرِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai Rosululloh, kita keluar bukan untuk memerangi musuh, kita tidak mampu menghadapi mereka, kita keluar tidak lain adalah untuk mencegah kafilah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau bersabda lagi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَشِيْرُوْا عَلَيَّ أَيُّهَا النَّاسُ؟&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berilah masukan kepadaku wahai manusia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamipun mengulangi jawaban kami, beliaupun bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَشِيْرُوْا عَلَيَّ أَيُّهَا النَّاسُ؟&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berilah masukan kepadaku wahai manusia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, Miqdad bin ‘Amru rodliyallohu 'anhu angkat bicara,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا رَسُوْلَ اللهِ! إِذاً لاَ نَقُوْلُ لَكَ كَمَا قَالَتْ بَنُوْ إِسْرَائِيْلَ لِمُوْسَى عَلَيْهِ السَّلاَم {فَاذْهَبْ أَنْتَ وَرَبُّكَ فَقَاتِلَا إِنَّا هَاهُنَا قَاعِدُونَ}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Rosululloh! Kalau begitu kami tidak akan mengatakan sebagaimana yang dikatakan Bani Israil kepada Musa: “Pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja.” (QS. Al-Maidah : 24),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَكِنْ نَقُوْلُ لَكَ؛ اِذْهَبْ أَنْتَ وَرُبُّكَ فَقَاتِلاَ فَإِنَّا مَعَكُمْ مُقَاتِلُوْنَ، وَاللهِ لَنُقَاتِلَنَّ عَنْ يَمِيْنِكَ وَعَنْ يَسَارِكَ وَمِنْ بَيْنِ يَدَيْكَ وَمِنْ خَلْفِكَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…tapi, kami katakan, pergilah Engkau bersama Rabb-mu, berperanglah Engkau berdua, sesungguhnya kami menyertai Engkau berperang. Demi Alloh, kami akan berperang dari arah kanan kirimu, dari arah depan dan belakangmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Jika para sahabat yang mulia, yang mereka hidup iklim perang dan jihad; peperangan antara Aus dan Khozroj telah banyak menyita energi mereka dan itu berlangsung sejak puluhan tahun, dan Islam datang sementara mereka berada dalam gilingan-gilingan pertama kali dan tidak ada yang, sedangkan membunuh bagi suku Aus dan Khozroj bukan hal yang besar di masa jahiliyah, dan Islam datang untuk menyemangati mereka dalam hal itu dengan jihad. Maka bagaimana dengan kita hari ini, di mana hati semuanya ~selain yang dirahmai Alloh~ berbaur dan merasa nyaman untuk duduk dari membela agama Alloh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Para pemuda harus difahamkan bahwa di sana terdapat cacat besar, dan bahwa merekapun harus kita sifati dengan sifat yang Alloh ta'ala gunakan, bahwa siapapun orang yang duduk dari berjihad tanpa udzur, Alloh mensifatinya dengan terang dan jelas bahwa dia adalah fasik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَوْ أَرَادُوا الْخُرُوجَ لَأَعَدُّوا لَهُ عُدَّةً وَلَكِنْ كَرِهَ اللَّهُ انْبِعَاثَهُمْ فَثَبَّطَهُمْ وَقِيلَ اقْعُدُوا مَعَ الْقَاعِدِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Alloh tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Alloh melemahkan keinginan mereka, dan dikatakan kepada mereka: ”Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu.” (QS. At-Taubah : 46)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Mereka yang ridha dengan duduk-duduk saja bersama orang-orang yang tidak berangkat berperang; mereka tidaklah faham, meskipun mereka telah ambil ijazah sebesar apapun dari Universitas paling ternama sekalipun. Mereka sebenarnya tidaklah mengerti meskipun setiap pertanyaan dan fatwa ditujukan kepada kepadanya. Inilah nash Kitabullah, Alloh ta'ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;رَضُوا بِأَنْ يَكُونُوا مَعَ الْخَوَالِفِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka rela tinggal bersama orang-orang yang tidak berangkat (berperang)…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Ini adalah celaan sangat keras sekali bagi orang yang masih memiliki hati, memasang pendengarannya dari dia masih bisa melihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Kata-kata  [   رَضُوا   ] , inilah letak celaan itu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;رَضُوا بِأَنْ يَكُونُوا مَعَ الْخَوَالِفِ وَطُبِعَ عَلَى قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَفْقَهُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak pergi berperang, dan hati mereka telah dikunci mati, maka mereka tidak mengetahui (kebahagiaan beriman dan berjihad).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Seorang Mufti negara, yang telah menulus berbagai buku, karya rulis dan karangan yang banyak itu sebenarnya mereka bukanlah orang yang faqih, sebab ilmu itu buahnya adala rasa khasyah kepada Alloh ta'ala. Berkata Ummu Sufyan ~semoga Alloh merahmatinya~ : “Wahai orang alim!” ia menjawab, “Orang Alim tak lain adalah yang takut kepada Alloh.”[14] Jadi, banyaknya ilmu itu bukanlah dengan banyaknya periwayatan, tetapi banyaknya ilmu itu adalah maksimalnya beribadah kepada Alloh sesuai dengan yang diturunkan Alloh ta'ala, serta takut dan bertaqwa kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Alloh ta'ala juga berfirman dalam ayat lain setelah ayat di atas beberapa ayat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;رَضُوا بِأَنْ يَكُونُوا مَعَ الْخَوَالِفِ وَطُبِعَ عَلَى قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَفْقَهُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak pergi berperang, dan hati mereka telah dikunci mati, maka mereka tidak mengetahui (kebahagiaan beriman dan berjihad).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Seandainya mereka faham, dan keyakinan itu kuat menancap dalam hati mereka bahwa apa yang di sisi Alloh ta'ala lebih baik daripada dunia ini, tentu mereka tidak kan terlalu cenderung kepadanya dan tidak akan bertoleransi. Dan tentu mereka akan segera melangkah serta berlomba dalam kebaikan itu, karena ingin meraih keridhaan Alloh ta'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Maka saya katakan, hendaknya pemahaman-pemahaman semacam ini diterangkan kepada para pemuda, hendaknya belenggu-belenggu yang mengikat mereka dari semua itu diurai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Inilah dia ikhwan kita, Abul ‘Abbas[15], contoh sebuah potensi yang luar biasa besar ~dan yang seperti dia banyak sekali sosoknya di negeri kita maupun di negeri-negeri Islam, namun kekuatan itu terbelenggu~ tapi Alloh telah berikan manfaat darinya, ia keluar dan melepaskan diri dari belenggu yang melilitnya. Ketika ia datang kemari, ia menyaksikan urusan dengan sebenarnya, dan ia membawakan wasiat yang begitu mendalam untuk menyadarkan manusia dari kesamaran itu. Ia berkata: “Tholabul ilmi yang kalian jalani, adalah sesuatu yang besar, dan ini adalah kebaikan besar, semoga Alloh membalas kalian dengan yang lebih baik. Adapun jika jihad sudah menjadi fardhu ‘ain, maka di sana tidak ada yang berhak mencampurinya sesuatupun. Syaikhul Islam rohimahulloh. berkata, “Jika beberapa kewajiban berkumpul menjadi satu, maka didahulukan yang terkuat.” Maka manusia ~terutama para anggota gerakan kebangkitan Islam ini~ dalam diri mereka terdapat kebaikan besar dan kekuatan dahsyat, dan mereka siap untuk  berkorban, tetapi yang penting hendaknya dihilangkan dahulu dari mereka ‘biawak’ satu ini, hendakanya kepekatan ini dihilangkan dulu dari mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Di antara nash lain yang mesti kita jadikan panutan dalam kondisi seperti ini adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Hadits Hudzaifah rodliyallohu 'anhu dari Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam ketika beliau menggambarkan sebuah kondisi yang mirip dengan kondisi kita saat ini, ia mengatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‏كَانَ النَّاسُ يَسْأَلُوْنَ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم عَنِ الْخَيْرِ، وَكُنْتُ أَسْأَلُهُ عَنِ الشَّرِّ - مَخَافَةً أَنْ يُدْرِكَنِي  - فَقُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنَّا كُنَّا فِيْ جَاهِلِيَّةٍ وَشَرٍّ فَجَاءَنَا اللهُ بِهَذَا الْخَيْرِ فَهَلْ بَعْدَ هَذَا الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ؟ قَالَ: نَعَمْ، قُلْتُ: وَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الشَّرِّ مِنْ خَيْرٍ؟ قَالَ: نَعَمْ، وَفِيْهِ دُخْنٌ، قُلْتُ: وَمَا دُخْنُهُ؟ قَالَ: قَوْمٌ يَهْدُوْنَ بِغَيْرِ هَدْيِيْ تَعْرِفُ مِنْهُمْ وَتُنْكِرُ، قُلْتُ: فَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ؟ قَالَ: نَعَمْ، دُعَاةٌ عَلَى أَبْوَابِ جَهَنَّمَ مَنْ أَجَابَهُمْ إِلَيْهَا قَذَفُوْهُ فِيْهَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang-orang menanyakan kepada Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam tentang kebaikan, sedangkan aku menanyakan kepada beliau tentang kejelekan ~karena khawatir akan menjumpaiku[16] ~kukatakan, “Wahai Rosululloh, dulu kami berada dlam kejahiliyahan dan keburukan kemudian Alloh mendatangkan kebaikan ini?” beliau menjawab, “Ya.” Aku bertanya lagi, “Setelah kejelekan itu, adakah kebaikan lagi?” beliau menjawab, “Ya, dan di sana ada kabut.” Aku bertanya, “Apakah kabutnya?” beliau bersabda, “Satu kaum yang mengambil petunjuk selain petunjukku, engkau mengetahui hal itu dari mereka sementara kalian mengingkarinya.” Aku bertanya lagi, “Apakah setelah kebaikan itu ada keburukan  lagi?” beliau menjawab, “Ya, mereka adalah para penyeru di atas pintu-pintu jahannam, siapa menyambut seruan mereka, mereka akan lempar ia ke dalamnya.” (Muttafaq ‘Alaih)[17]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Kondisi seperti ini sebagaimana yang Anda perhatikan, bahwa dunia Islam kini telah menyebar di dalamnya keburukan besar, yaitu bahwa para penguasa yang menyeru manusia kepada jahannam. Hal itu nampak jelas pada para penguasa berbagai negara ~para penguasa dunia Arab dan dunia Islam~, dalam media informasinya, dan dalam berbagai media dan perusak yang mereka miliki. Mereka menyeru manusia melalui berbagai pemikiran destruktif serta membangun berbagai perundang-undangan positif dan perundangan produk akal. Mereka menyeru manusia, (tidak pagi tidak sore), menuju pintu-pintu jahannam ~Wa laa haula wala quwwata illa billah~. Kekufuran kepada Alloh dan Rosul-Nya shollallohu 'alaihi wa sallam terpampang dalam tayangan dan bergaung pada koran-koran dan televisi, pada radio dan siaran-siaran, sementara tidak ada seorangpun yang mengingkarinya, maka merekalah para pemimpin yang menyeru manusia kepada neraka jahannam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Lantas, apa solusinya ketika terjadi seperti itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Ini seorang sahabat besar ra, ia pernah bertanya ketika ia sampai kepada keadaan separah ini, ia mengatakan, “Apakah setelah kebaikan itu ada kejelekan?” Beliau menjawab,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;نَعَمْ دُعَاةٌ عَلَى أَبْوَابِ جَهَنَّمَ مَنْ أَجَابَهُمْ إِلَيْهَا قَذَفُوْهُ فِيْهَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, para penyeru di atas pintu jahannam, siapa menyambut seruan itu, mereka akan lemparkan ia ke dalamnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu sahabat ini bertanya lagi, “Apa yang kau perintahkan kepadaku seandainya aku menemui hal itu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Ini adalah kata-kata yang jelas, terang dan tegas, ia bertanya tentang solusi ketika menghadapi kondisi seperti ini yang mana kitalah yang hidup di zaman seperti ini sekarang, ia bertanya, “Apa yang kau perintahkan kepadaku seandainya aku menemui hal itu?” Maka beliaupun memerintahkan kepadanya satu hal saja yang mesti didahulukan di atas semua kewajiban lain setelah iman, Hudzaifah bertanya, “Apa yang kau perintahkan kepadaku seandainya aku menemui hal itu?” beliau menjawab,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;تَلْزَمُ جَمَاعَةَ الْمُسْلِمِيْنَ وَإِمَامَهُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hendaknya engkau lazimi jama’ah kaum muslimin dan imam mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Kewajiban besar ini yang merupakan kewajiban yang saat ini tidak pernah mendapatkan tempat di antara para ulama dan mereka tidak pernah membahasnya, tetapi masing-masing mereka malah sibuk ~selain yang dirahmati Alloh~ dengan sambutan dan pujian terhadap para pemimpin thaghut yang kafir kepada Alloh dan Rosul-Nya, mereka kufur kepada Alloh dan Rosul-Nya dalam artikel dan berita-berita mereka serta berbagai telegrap lain dari para penguasa yang kufur itu kepada para ulama yang berisi pujian kepada mereka, dan mereka telah tipu ummat dengan itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Umat ini belum pernah ditimpa ujian yang menimpa mereka hari ini. Dulu memang terjadi penyakit ini, namun sifatnya hanya sebagian. Sedangkan cacat yang terjadi hari ini maka telah terjadi pada manusia umumnya bersamaan dengan kemajuan informasi. Informasi telah merambah ke semua rumah, maka ini adalah fitnah yang tidak ada satu rumah di kota maupun pelosok yang selamat darinya, tidak ada seorangpun yang selamat darinya. Zaman dahulu, orang alim berbuat keteledoran dan kekeliruannya ini hanya berada di satu daerah tertentu. Seorang amir dan pemimpin berbuat jahat, tetapi kejahatannya hanya terbatas di dalam istana. Adapun ketika kebanyakan orang kini menjadi tawanan bagi profesi mereka padahal itu semua untuk thaghut, maka ini belum pernah terjadi sama sekali dalam sejarah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Dan setiap kali terjadi pembusukan, setiap kali terjadi ketidak-dekatan dari agama Alloh, maka secara otomatis akan terjadi sesuatu dalam agama ini juga pada manhajnya yang lurus dan komprehensif, yaitu akan ada orang lain yang meluruskan jalan dan berkorban dengan diri mereka. Namun tidak akan pernah terjadi, semua ummat ini, atau para fuqaha’nya, atau para ulama’nya akan menjadi tawanan profesi dari thaghut-thaghut itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Salah seorang dari mereka pernah bercerita kepadaku, katanya, “Kami tidak bisa menyuarakan kebenaran, karena jika kami ingin menyuarakan kebenaran, kami terpikir tentang anak-anak yang berada di rumah, isteri-isteri kami, ke mana mereka akan pergi? Ke mana kami akan pergi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Maka sudah selayaknya bagi para pemuda untuk memahami tabiat keterkaitan hari ini antara pegawai negeri dengan penguasanya, dan siapa saja yang menjadi pegawai negara, maka tetap saja ia pegawai negara. Maka tidak selayaknya para pemuda itu marah ketika kami katakan, sesungguhnya Syaikh Fulan adalah pegawai negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Kita, jika membuat sebuah formulir, atau sebuah sektor yang meminta membuat formulir untuk orang, dalam formulir ini tercantum nama, umur, dan status sosial serta profesi, ‘Apakah Anda pegawai negeri?’ Atau pengusaha swasta, sebagaimana dalam istilah kita, atau pedagang? Atau tidak punya pekerjaan, atau pengangguran? Maka apa yang kira-kira akan ditulis oleh orang yang menjadi pegawai negeri? Seorang direktur akan menulis, ‘Saya adalah pegawai negeri, saya adalah pegawai pemerintah.’ Seorang polisi akan mengatakan, saya adalah pegawai pemerintah. Para hakim akan mengatakan, kami adalah pegawai pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Ada ketidakberesan di dalam pemahaman para pemuda, ketika kami memberikan sebut mereka-mereka di atas dengan sebutan apa adanya; bahwa mereka adalah para pegawai pemerintahan, kau akan lihat para pemuda itu marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Ini adalah kesalahan yang menggelikan, ini adalah dualisme menakjubkan! Anda tidak bersedia kami nisbatkan mereka kepada para penguasa thaghut itu, padahal inilah titel dan hakikat mereka sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Jadi sebenarnya, solusinya sudah sangat sangat jelas di dalam Kitabullah dan sunnah Rosul-Nya, inilah perkara-perkara besar itu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.       Solusinya adalah berkumpul untuk berjihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Solusinya adalah dengan berjama’ah, mendengar dan taat serta berjihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.      Solusinya adalah melazimi Jama’atul Muslimin dan imam mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Untuk Jama’atul Muslimin dan imam mereka, pertama yang wajib mereka lakukan adalah: mengusir orang-orang kafir dan mengusir musuh yang menyerang. Alloh ta'ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ لَا تُكَلَّفُ إِلَّا نَفْسَكَ وَحَرِّضِ الْمُؤْمِنِينَ عَسَى اللَّهُ أَنْ يَكُفَّ بَأْسَ الَّذِينَ كَفَرُوا وَاللَّهُ أَشَدُّ بَأْسًا وَأَشَدُّ تَنْكِيلًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka berperanglah kamu pada jalan Alloh, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. Kobarkanlah semangat para mu’min (untuk berperang). Mudah-mudahan Alloh menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Alloh amat besar kekuatan dan amat keras siksaan (Nya).” (QS. An-Nisa’ : 84)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…maka, melawan kekuatan orang-orang kafir adalah dengan cara:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.       mengobarkan semangat (orang-orang beriman).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Kenapa orang tidak mau mengambil petunjuk ini? Sebab di atas jalannya terdapat para penyeru kepada pintu-pintu jahannam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.       Para penguasa berikut perangkat yang mereka miliki di waktu malam dan siang, yang memalingkan mereka dari jalan lurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Para pegawai pemerintahan, sebagian mereka secara pribadi bekerja memalingkan dari agama Alloh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Negara mempekerjakan mereka dengan titel beragam, namun hakikat dari pekerjaan mereka adalah pegawai yang memberi kesaksian palsu (baca : Syahadatuz Zur).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Menteri Penerangan misalnya, tugas utamanya adalah mengeluarkan kesaksian palsu. Dia berikut seluruh stafnya. Setiap hari mereka kibuli manusia. Dan tampaklah bahwa negara ini adalah negara paling maju, dan bahwa penguasanya adalah jenius tidak ada bandingannya, dan coba Anda bandingkan hal itu!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Demikian juga dengan Menteri Pertahanan, ia menipu orang dan memberikan kesaksian-kesaksian palsu, katanya, “Kita baik-baik saja. Angkatan bersenjata kita baik-baik saja.” Padahal sedang berada di bawah kungkungan penjajahan sejak zaman dahulu! Semua penduduk dunia mengerti bahwa kita berada di bawah belenggu penjajahan, juga bahwa pesawat-pesawat Amerika akan keluar kapan ia mau tanpa memberitahu seorangpun, malam ataupun siang. Lalu keluarlah Menteri Pertahanan mengatakan, “Kita adalah bangsa merdeka, tidak ada seorangpun yang bisa mengeksploitasi tanah-tanah kita tanpa seizin kita.” Maka merekalah orang-orang yang memberikan kesaksian palsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Dengan karunia Alloh, muncul kesadaran yang menyebar dalam periode terakhir di kalangan manusia, mereka kini mengerti bahwa mereka memang para budak pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Tetapi, bahaya yang datang kepada kita bukanlah dari Menteri Dalam Negeri atau dari para anggotanya. Mereka meskipun melakukan hal itu, tetap tidak bisa mengkaburkan pandangan orang. Bahaya dari penipuan mereka tersingkap dan sudah maklum di kalangan masyarakat awam, bahwa mereka membohongi dan menipu mereka. Tetapi bahaya yang besar adalah ketika dusta dan tipuan itu muncul dari para imam agama yang mereka tidak bertakwa kepada Alloh ta'ala, mereka memberikan kesaksian palsu tiap pagi dan sore menyesatkan umat.[18]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Bagaimana jika kesaksian palsu itu terjadi di Baitul Haram? Di Mekkah Al-Mukarramah di samping Ka’bah yang mulia? Terdapat sebuah hadits shahih dari Nabi kita shollallohu 'alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‏أَبْغَضُ النَّاسِ إِلَى اللهِ ثَلاَثَةٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang yang paling dimurkai Alloh ada tiga,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;… maka beliau menyebutkan yang pertama adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مُلْحِدٌ فِي الْحَرَمِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;orang yang berbuat jahat di tanah haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian sebagaimana disebutkan dalam Shohih Al Bukhori rahimahulloh. Maka ini merupakan termasuk bentuk ilhad (kejahatan) terbesar di tanah haram; ketika engkau mengeluarkan sebuah kesaksian palsu yang menyesatkan ummat hanya lantaran beberapa keping dirham yang kau ambil setiap akhir bulan. Maka tidak ada seorangpun yang menyangkal akan kufurnya para penguasa tersebut, akan kejahatan mereka, akan pembolehan negeri mereka dijajah, akan kejahatan mereka, akan pembolehan negeri mereka dijajah, akan perusakan mereka kepada para hamba. Kemudian Anda melakukan sebuah kesaksian palsu di tempat yang begitu agung itu; di Baitul Haram dan di bulan Haram ! Walaa haula wala quwwata illa billah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Padahal Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam telah bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَلاَ أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ؟!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         “Maukah kalian kutunjukkan dosa yang paling besar?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu beliau shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الشِّرْكُ بِاللهِ -عَافَانَا اللهُ وَإِيَّاكُمْ مِنَ الشِّرْكِ- وَعُقُوْقُ الْوَالِدَيْنِ -وَكَانَ مُتَّكِئاً فَجَلَسَ فَقَالَ- أَلاَ وَشَهَادَةُ الزُّوْرِ, أَلاَ وَشَهَادَةُ الزُّوْرِ, أَلاَ وَشَهَادَةُ الزُّوْرِ))، فَمَا زَالَ يُكَرِّرُهَا حَتَّى قَالَ الصَّحَابِيّ: (حَتَّى قُلْنَا؛ لَيْتَهُ سَكَتَ)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syirik kepada Alloh ~semoga Alloh selamatkan kita semua dari syirik~, durhaka kepada kedua orang tua, ~saat itu beliau bersandar, lantas bangkit duduk sembari bersabda,~”Ingat, dan kesaksian palsu, Ingat, dan kesaksian palsu, Ingat, dan kesaksian palsu.”Beliau terus mengulang-ngulangnya hingga sahabat mengatakan, “sampai kami mengatakan, ‘seandainya beliau diam.’” (Muttafaq ‘alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Inilah persaksian palsu, engkau mengeluarkan persaksian palsu di atas sejengkal tanah di muka bumi, itu termasuk dosa terbesar, di belahan bumi manapun Anda mengeluarkannya. Maka, bagaimana ketika Anda bersaksi di Baitul Haram?![19]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Ini adalah kesaksiann palsu yang dilakukan setiap Jum’at dan setiap kesempatan untuk menyesatkan umat semuanya, demi mendapatkan beberapa keping dirham ~wa la haula wala quwwata illa billah~, berapakah dosa orang yang mengeluarkan kesaksian seperti ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Maka orang-orang seperti mereka, bagi orang yang berakal tidak akan mungkin mengembalikan urusan-urusan agamanya kepada mereka. Minimal yang layak dikatakan kepada mereka adalah sebagaimana yang dikatakan oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rohimahulloh kepada orang-orang yang mau membela para penguasa thaghut, beliau berkata, “Minimal kondisi mereka adalah orang-orang fasik.”[20] Jadi, minimal mereka adalah orang-orang fasik, maka manusia sudah selayaknya memutus hubungan dan menjauhi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Sebab itu, sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu ‘Abbas rodliyallohu 'anhu dalam sebuah hadits dari Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‏إِنَّ أَوَّلَ مَا دَخَلَ النَّقْصُ عَلَى بَنِيْ إِسْرَائِيْلَ؛ كَانَ الرَّجُلُ يَلْقَى الرَّجُلَ فَيَقُوْلُ؛ يَا هَذَا اتَّقِ اللهَ وَدَعْ مَا تَصْنَعُ فَإِنَّهُ لاَ يَحِلُّ لَكَ! ثُمَّ يَلْقَاهُ مِنَ الْغَدِ فَلاَ يَمْنَعُهُ ذَلِكَ أَنْ يَكُوْنَ أَكِيْلَهُ وَشَرِيْبَهُ وَقَعِيْدَهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya kekurangan pertama yang menimpa Bani Israel adalah ketika ada seorang lelaki dari mereka yang bertemu orang lain lantas mengatakan, ‘Hai kamu, bertaqwalah kepada Alloh dan tinggalkan apa yang kau lakukan, sebab itu tidak halal bagimu!’ Keesokan harinya, ia berjumpa lagi dengan orang itu, ia tidak menghalanginya untuk menjadi teman makan, teman minim dan teman duduknya.” (HR. Abu Dawud)[21]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Ini jugalah yang menjadi kekurangan pertama yang merasuki umat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Maka harus ada pemisahan diri, karenanya kita tidak berbicara tentang urusan-urusan yang kecil, tetapi kita berbicara tentang dosa yang paling besar; kesyirikan yang dijadikan hukum di dalam negeri, serta sikap loyal (wala’) kepada musuh yang merupakan pembatal keislaman.[22]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Jika para pemuda belum memiliki pemahaman seperti ini, menyedihkan; Anda jumpai seorang pemuda yang begitu gembira karena ia berjumpa dengan Syaikh Fulan yang termasuk imam Masjidil Haram, tidak sepatutnya Anda tersenyum kepada orang fasik seperti ini yang menyesatkan umat semuanya! Jika kita belum memperoleh pemahaman ini dalam perjuangan kebangkitan Islam, kita tidak akan pernah sampai kepada tujuan menegakkan kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Maka keterangan dan penjelasan kepada umat bahwa para ‘Aimmah itu telah sesat, merupakan perkara yang sangat penting. Oleh karena itu, dalam sebuah hadits shahih dari Abu Bakar rodliyallohu 'anhu ketika beliau ditanya oleh seorang wanita Ahmasiyyah, ia berkata kepada beliau, “Apa ukuran tetap bertahannya kita di dalam urusan yang baik ini ~Islam ~ yang Alloh telah datangkan ia setelah masa jahiliyah?” Beliau menjawab,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;بَقَاؤُكُمْ عَلَيْهِ مَا اسْتَقَامَتْ بِكُمْ أَئِمَّتُكُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bertahannya kalian adalah selama para pemimpin kalian tetap istiqomah (konsisten) dalam memimpin kalian.” (HR. Bukhoriy)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;… maka keistiqomahan seorang pemimpin adalah syarat penting untuk langgengnya agama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Maka orang-orang yang hendak mengatakan kepada manusia; sesungguhnya agama tetap akan eksis meskipun imam telah kufur kepada Alloh dan Rosul-Nya sejak beberapa abad silam, sejak berdirinya kekuatan Inggris dan pimpinan Inggris serta dengan persenjataan Inggris dan emas dari Inggris,[23] serta hal itu menyebar di penjuru negeri, padahal itu termasuk sebab terbesar jatuhnya Daulah Islamiyyah ~Daulah Turki Utsmani~ , ini adalah kafir kepada Alloh dan tidak mungkin layak disebut mukmin,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Dan tidak mungkin agama ini menjadi pemutus perkara selama pimpinannya kufur. Fiqih (pemahaman) ini haruslah jelas dan gamblang, ketika imam kafir, orang harus mengadakan perlawanan.[24]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Islam tidak akan pernah kembali eksis, harus ada gerakan untuk mengangkat seorang imam yang menegakkan aturan-aturan Alloh ta'ala, Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;تَلْزَمُ جَمَاعَةَ الْمُسْلِمِيْنَ وَإِمَامَهُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hendaknya engkau lazimi Jama’atul Muslimin dan imam mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Di antara bentuk tipuan yang digunakan para penguasa untuk menipu manusia; seolah kita sudah dipayungi oleh hadits Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam dan telah dilingkupi oleh keadaan yang disabdakan Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam. Terdapat sebuah riwayat shahih dari beliau ~’alaihis shalaatu was salaam~ bahwa beliau bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;((إِنَّ بَيْنَ يَدَي السَّاعَةِ سِنِيْنَ خَدَّاعَةٌ، يُتَّهَمُ فِيْهَا اْلأَمِيْنُ وَيُؤْتَمَنُ الْخَائِنُ وَيُصَدَّقُ فِيْهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيْهَا الصَّادِقُ، وَيَتَكَلَّمُ فِيْهَا الرُّوَيْبِضَةُ))، قِيْلَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ‏ وَمَا الرُّوَيْبِضَة‏ُُ؟‏ قَالَ: ((السَّفِيْهُ يَنْطِقُ فِيْ أَمْرِ الْعَامَّةِ))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya menjelang hari kiamat akan ada tahun-tahun penuh rekayasa, orang yang terpercaya dicela, sementara pengkhianat justru dipercaya, kala itu, pendusta dipercaya dan orang jujur didustakan, dan akan berbicara para ‘Ruwaibidloh’. Ditanyakan, “Wahai Rosululloh, apakah Ruwaibidloh itu?” beliau bersabda, “Orang bodoh yang berbicara tentang urusan orang banyak.” [25]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Zaman ini adalah zaman yang penuh rekayasa (penipuan) yang digunakan para penguasa, sama saja apakah penguasa Arab dan penguasa kaum muslimin atau semua penguasa di&lt;br /&gt;dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Di antara indikasi paling jelas mengenai hal itu adalah ketika Bush mengatakan bahwa si penjagal hari ini Sharonn ia sebut sebagai ‘tokoh perdamaian’.[26] Demikian juga dengan penguasa negeri ini, mereka mengelabui kita, mereka berwali kepada orang-orang kafir, kemudian mengklaim dirinya masih berada di atas Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Yang lebih menambah kedustaan ini adalah dibentuknya lembaga-lembaga yang targetnya adalah membuat kesamaran kepada manusia. Orang terkadang masih menganggap asing ketika kita berbicara mengenai sebagian lembaga yang menisbatkan diri kepada syari’at, fikih dan ilmu telah melakukan peran ini ~baik mereka sadar atau tidak~. Maksud pemerintah dalam penayangan sebagian ulama pada layar-layar televisi dan stasiun-stasium radio untuk memberikan fatwa kepada manusia, sebenarnya target utamanya bukan sekedar penayangan saja. Kalau hanya itu tujuannya, tentu akan tampil juga ulam-ulama yang jujur dalam layar stasiun-stasiun lokal maupun non lokal, juga dalam stasiun-stasiun siaran lokal. Namun target dari lembaga-lembaga ini adalah bahwa mereka memiliki kepentingan di saat-saat kondisi susah dan saat-saat vakum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Sebagaimana kita saksikan sebelumnya, ketika negara (Saudi, penerj.) merangkul kekuatan salibis Amerika, dan memasukkan mereka ke tanah Haramain, orang dan para pemudapun riuh ramai. Yang menjadi katub pembuka kelegaan manusia adalah bahwa lembaga seperti ini dan yang semisalnya mengeluarkan fatwa-fatwa yang memberikan legitimasi akan perbuatan penguasa tadi dan mereka menyebutnya sebagai ‘Waliyul Amr’, padahal dia bukanlah wali (pemimpin) kaum muslimin, maka sudah selayaknya waspada dalam hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Barangkali, orangpun terheran-heran; bagaimana mungkin masuk di akal, bahwa seorang Syaikh Fulan atau syaikh itu dengan banyaknya ilmu yang ia miliki dan tuanya usia dia, mungkinkah ia akan menjual agamanya dengan harta duniawi yang tak seberapa?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Saya katakan, sesungguhnya manusia itu tidaklah ma’shum[27], dan jika kita tengok kembali dalam sejarah dunia Islam sejak beberapa abad silam, keadaan seperti ini terus terulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Saya akan sebutkan satu atau dua contoh, agar manusia mau sadar tentang urusan ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.       Imam Adz-Dzahabi rohimahulloh menyebutkan dalam bukunyanya Siyarul A’lam An Nubala’, kisah tentang ‘Ali bin Al-Madani rohimahulloh ~silahkan melihat mukaddimah dari kisah tersebut~ beliau mengatakan, “Ali bin Al-Madini adalah Amirul Mukminin dalam ilmu hadits.” (Siyar A’lamin Nubala’: XI/41) Imam Adz-Dzahabi rohimahulloh mengisahkan tentang dirinya, mensifati dan memujinya, serta mengisahkan bahwa manusia dalam ilmu hadits butuh orang seperti beliau. Namun ketika berbicara tentang keadilan, meskipun besarnya derajat Ali Al-Madiniy ~ saat beliau dikisahkan, tidak ada ulama kita yang dikisahkan setara dengannya~ tetapi, di saat yang sama beliau berbuat kekeliruan besar ketika mencoba untuk berkhidmad kepada penguasa, dan ketika beliau ditekan oleh para penguasa Bani ‘Abbas. Beliau juga menyetujui mereka dalam hal yang berlawanan dengan apa yang diyakininya, dalam hal yang bertentangan dengan apa beliau ajarkan, dan beliau sepakat dengan mereka dalam fitnah menyesatkan lagi buruk ini.[28]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Demikian juga dengan Syaikhul Mukminin dalam hadits; Yahya bin Ma’in[29], beliau keliru dengan kekeliruan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Banyak juga para ulama di zamannya yang keliru dengan kekeliruan yang sama sebagai dampak dari ancaman akan dicambuk dan dipenjara, mungkin juga akan dibunuh. Tidak ada yang tetap teguh kecuali hanya beberapa gelintir orang, sebagaimana yang Anda ketahui, di antaranya adalah Imam Ahlus sunah wal Jama’ah; Imam Ahmad bin Hanbal rohimahulloh. Maka hendaknya ini diperhatikan, silahkan membaca kisah ini agar engkau bisa melihat dan mengambil pelajaran dengan kondisi manusia hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Ada sebuah hadits shahih dari Nabi kita shollallohu 'alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لاَ يَقْضِي الْقَاضِيْ بَيْنَ اثْنَيْنِ وَهُوَ غَضْبَانٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Janganlah seorang qadhi memberikan keputusan pada dua orang (yang berselisih) sedang ia dalam keadaan marah.” (HR. Imam Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Ini ketika qadhi dalam keadaan marah, sebaiknya ia tidak memberikan keputusan kepada dua orang (yang berselisih), maka bagaimana kalau ia dalam keadaan takut? Padahal takut itu lebih dalam pengaruhnya dalam jiwa daripada marah, sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Qayyim rohimahulloh, “Siapa yang hanya membatasi larangan (untuk memberikan keputusan, penerj.) atas dasar kemarahan saja, tanpa menyertakan rasa kesedihan yang mengusik, ketakutan yang mencemaskan, lapar dan kehausan yang sangat dan sibuknya hati yang menghalangi dari pemahaman, berarti kefakihan dan pemahamannya sedikit.” (I’lamul Muwaqqi’in : I/207-208)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Manusia di negeri kita dalam keadaan takut untuk mengatakan kalimat yang haq, maka ini hendaknya diperhatikan. Sudah berkali-kali orang-orang yang ditunjuk ke arah mereka dengan jari (karena masyhurnya ia, penerj.) yang takut kalau ia mau menyuarakan kebenaran apa adanya. Saya juga telah ceritakan sebelumnya bahwa ada salah seorang ulama besar anggota Majelis Kibarul Ulama’ yang berkata kepadaku ketika kami katakan kepadanya, “Seharusnya ada fatwa yang dikeluarkan mengenai kewajiban melakukan I’dad, dengan pertimbangan akan diterimanya kata-kata Anda bahwa keberadaan pasukan Amerika di negeri ini sudah mengkhawatirkan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Lantas ia berudzur untuk mengeluarkan fatwa bersamaan dengan ketegasan dia di dalam majelis mengatakan bahwa itu adalah haq, dan bahwasanya harus ada usaha untuk jihad di dalam negeri bagi para pemuda di negeri ini, dan Amerika harus keluar. Ia berkata, “Tetapi, negara tidak sependapat dengan kita dalam masalah ini.” Ketika kammi katakan kepadanya, “Cobalah untuk menembusi Majelis Kibarul Ulama’, lantas kalian mengeluarkan fatwa dalam hal itu.” Kemudian ia mengucapkan sebuah kalimat dan saya berterima kasih kepadanya akan keterusterangan dia kepada saya, ia berkata, “Aturan negara kita tidak ada sangkut pautnya dengan aturan dalam Majelis Kibarul Ulama’.” Ia berkata lagi, “Kita bukannya membahas sebuah kasus lantas mengeluarkan fatwa tentang hal itu, tetapi fatwa itu dikeluarkan dalam masalah-masalah yang dilimpahkan kepada kami dari atasan.”[30] Sebagaimana istilah yang ia pakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Maka sudah selayaknya bagi manusia untuk menyadari urusan ini, jika kesamaran ini terus berlanjut dan belum terpilah antara sikap wala’ kepada kaum mukminin dan agama, dan belum jelas sikap bara’ dari kesyirikan dan ilhad, maka kita tidak akan mendapatkan jalan untuk bisa sampai kepada keridhaan Alloh ta'ala. Sungguh ini adalah perkara yang amat penting dan sangat urgen. Sudah selayaknya bagi orang-orang jujur dari kalangan para ulama’, penuntut ilmu dan da’i untuk menjelaskan kepada manusia dan kepada para pemuda, sehingga perkaranya tidak samar bagi mereka. Negara ini, sebagaimana ia membuat badan lembaga informasi yang berkepentingan untuk membuat kesamaran bagi manusia, ia juga mencurahkan tenaga tak sedikit untuk majelis-majelis seperti ini yang menisbatkan dirinya kepada Islam. Mereka berkepentingan untuk memberikan legitimasi syari’ah kepada negara, sehingga seakan-akan negara ini berada di atas kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Hal ini teramat penting untuk diketahui, agar tergambar dalam benak kalian bahwa pondasi bangunan Majelis Kibarul Ulama’ itu singkron dengan istana Kerajaan Saudi, supaya engkau punya gambaran bahwa Lembaga fatwa di Al-Azhar adalah sama dengan Kerajaan Republik Mesir yang mengekor kepada Husni Mubarak[31], dan lembaga fatwa di negeri Haramain adalah sejalan dengan istana kerajaan, maka akankah kamu pergi menanyakan kepada lelaki yang menjadi pegawai dan menerima gaji dari kerajaan?! Lantas kamu menanyakan kepadanya tentang hukum kerajaan; benarkah kerajaan memang bersikap loyal kepada orang-orang kafir?! Apakah berwali kepada orang-orang kafir merupakan pembatal keislaman?! Masalah-masalah seperti ini yang sebenarnya sudah jelas dan gamblang namun bisa dipastikan masih samar di mata sebagian orang karena minimnya ilmu yang mereka miliki. Maka masalah tadi dikembalikan kepada orang-orang yang jujur, janganlah Anda pergi bertanya kepada pegawai kerajaan tentang hukum kerajaan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Mereka sebagaimana sudah saya sebutkan, tidak bisa diukur dengan orang sekelas ‘Ali Al-Madini rohimahulloh, tidak pula dengan Yahya bin Ma’in rohimahulloh, di saat  yang sama ada satu hal besar dan fatal di mana mereka keliru di dalamnya ketika mereka ditekan oleh penguasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Mari kita ambil kata-kata Imam ‘Ali rodliyallohu 'anhu ketika beliau mengatakan kepada Al-Harits, “Hai Harits! Sesungguhnya engkau terkena syubhat, janganlah engkau menentukan kebenaran dengan melihat seseorang tokoh, tapi pahamilah hakekat kebenaran itu, niscaya engkau akan mengerti siapa penyandangnya.”[32]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Dalam masalah ini ~yang menyedihkan~ terjadi taklid besar-besaran, banyak sekali pemuda yang menggantungkan urusan mereka kepada para pegawai negara, dan mereka&lt;br /&gt;meletakkan beban-beban yang mereka pikul serta memberikan nama-nama besar, padahal mereka sebenarnya adalah para pekerja negara, Allohpun sesatkan mereka dengan ilmu yang mereka miliki. Padahal kitapun belajar dari buku-buku mereka; bahwa termasuk pembatal keimanan yang kesepuluh adalah berwali kepada orang-orang kafir.[33] Mereka juga mengatakan hal itu dengan terus terang kepada kami dalam majelis-majelis khusus mereka, tetapi mereka takut, kemudian melakukan takwil sebagaimana yang dilakukan oleh Yahya bin Ma’in ra, maka hendaknya hal itu diperhatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Di antara perkara-perkara penting dalam rangka menyelamatkan diri dan keluar dari kegamangan ini adalah memberi nasehat (setia kepada) agama ~ nasehat kepada Alloh, Rosul-Nya, para imam kaum muslimin serta mereka secara umum~, masalah nasehat ini adalah perkara yang sangat penting sekali. Dan ia merupakan sebuah bingkai penting yang akan menjaga agama ini. Karenanya, Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Agama itu adalah nasehat.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Di antara syi’ar terbesar nasehat adalah amar ma’ruf nahi munkar. Dan itulah yang akan menjaga agama ini, oleh karena itu, dalam hadits ini beliau cukup menyebutkan kalimat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Agama adalah nasehat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Tetapi kita ini hidup di zaman yang pemahaman manusia tentang agama sudah campur aduk, dan mereka mengira agama ini bisa tegak tanpa adanya nasehat serta bisa berdiri tanpa resiko-resiko. Kami melihat banyaknya kemegahan yang menimpa manusia, juga kecenderungan mereka kepada dunia dan kepada bumi, dan yang lebih dahsyat dan berbahaya, bahwa penyakit ganas ini ternyata disebarkan oleh para Qo’idun yang cinta dunia kepdaa para pemuda-pemuda yang jujur di mana ghirah memperjuangkan agama mereka tinggi. Mereka menginginkan untuk mengingkari kemungkaran sementara para Qoidun itu justru memerintahkan mereka untuk tidak mengingkari yang mungkar. Dalam hal itu mereka mengedepankan pemikiran-pemikiran mereka daripada hadits-hadits Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam sebagaimana yang akan kami sebutkan dengan izin Alloh. Maka, urusan agama ini tidak akan lurus melainkan dengan nasehat, amar ma’ruf nahi munkar, serta menanggung semua resiko di atas jalan agama ini. Oleh karena itu, Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ أَفْضَلَ الْجِهَادِ كَلِمَةُ حَقٍّ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya jihad paling utama adalah kalimat haq di hadapan penguasa lalim.” (HR. Imam Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;… ini semua harus ada supaya agama tetap lurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Sedangkan kondisi mereka yang menyodorkan dirinya menghadapi resiko marabahaya demi tegaknya agama ini adalah seperti orang yang berada dalam sebuah kapal. Nahkodanya mengendalikan kapal itu menuju sebuah jurang yang dalam di sebuah aliran sungai. Lantas lelaki ini ingin menasehati sang nakhoda, sementara semua penumpang kapal lantaran ketakutannya mengatakan kepadanya, “Jika engkau menasehatinya, ia akan membunuhmu, tidak usah kau nasehati saja!” Alhasil, semua penumpang akan terperosok menuju jurang itu.[34]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Jadi, di dalam agama ini ada penekanan dan keseriusan dalam urusan membenarkan (mengoreksi) jalan yang ditempuh, sampai tingkatan engaku mempersembahkan nyawamu di jalan Alloh untuk membenarkan jalan supaya manusia tetap berada di atas agama, karenanya, terdapat dalam sebuah hadits Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;سَيِّدُ الشُّهَدَاءِ حَمْزَةُ بْنُ عَبْدِ الْمُطَّلِّب، وَرَجُلٌ قَامَ إِلَى إِمَامٍ جَائِرٍ فَأَمَرَهُ وَنَهَاهُ، فَقَتَلَهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pemuka syuhada adalah Hamzah bin Abdul Muthallib dan seseorang yang mendatangi penguasa lalim lalu beramar ma’ruf nahi munkar lalu penguasa itu membunuhnya.” (HR. Hakim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Sungguh memprihatinkan, sebenarnya ini adalah sebuah pemahaman yang jelas dan gamblang dari hadits di atas, para ulama dan masayikh kita justru menahan diri kita darinya dan melarang kita melakukan tindakan seperti ini serta mengatakan tidak ada maslahat di balik itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Dalam pemahaman ini terdapat bahaya besar bagi agama dan akidah mereka. Bagaimana mereka mendahulukan pendapat itu di hadapan hadits Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam yang sedemikian jelas dan gamblang,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;سَيِّدُ الشُّهَدَاءِ حَمْزَةُ بْنُ عَبْدِ الْمُطَّلِّب، وَرَجُلٌ قَامَ إِلَى إِمَامٍ جَائِرٍ فَأَمَرَهُ وَنَهَاهُ، فَقَتَلَهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pemuka syuhada adalah Hamzah bin Abdul Muthallib dan seseorang yang mendatangi penguasa lalim lalu beramar ma’ruf nahi munkar lalu penguasa itu membunuhnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kekuatan dan senjata kita ~untuk menjaga agama kita dan untuk menolak semua usaha dalam rangka menyimpangkan agama baik dari dalam ataupun tekanan dunia luar~ adalah ruh isytisyhadiyah (semangat mencari kesyahidan). Jadi jihad dan semua cabangnya adalah jalan untuk membenarkan yang benar dan membatilkan yang bathil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Maka sudah selayaknya bagi para pemuda yang telah Alloh lapangkan dadanya untuk mencintai agama ini dan menjadi tumbal di jalan Alloh, untuk tidak menoleh kepada para pegawai itu, tidak usah menoleh kepada para Qoo’idun, tidak usah menoleh kepada orang-orang yang condong kepada dunia. Sungguh jauh perbedaan antara ulama kita yang terkenal selalu ditunjuk oleh jari dan yang terkenal hari ini sebagai buah dari geliat kebangkitan dan kemajuan informasi yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Pemerintah akan melihat kepada ulama, maka apa saja yang ia lihat sesuai dengannya, bersikap lunak dan toleran terhadap mereka, itu menjadi hal yang akan menguasai opini masyarakat. Lalu dibuatlah cerita sejak kecil dan mereka memperdengarkannya; “Bahwasanya Syaikh Fulan telah mengirim telegrap kepada raja, dan raja balik membalasnya dengan telegrap.” Dan ia senantiasa tampak di samping kanan raja setiap hari Senin dan yang lain[35], sehingga tergambar dalam benaknya bahwa merekalah orang-orang penyandang kebaikan dan keshalihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Para ulama berkata, “Masuknya para ulama kepada penguasa itu terdapat tiga bahaya[36], di antara bahaya terbesarnya adalah penyesatan orang-orang awam, masyarakat pada umumnya mengatakan, kalau bukan karena imam ini, raja ini, pemimpin ini berada di atas kebaikan, tentu Syaikh Fulan tidak akan masuk kepadanya! Sementara mereka tidak mengerti bahwa orang yang masuk kepada raja ini adalah pegawai, persis dengan kantor kerajaan atau sama dengan Kementrian Dalam Negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Imam Ahmad rohimahulloh berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مِنْ قِلَّةِ فِقْهِ الرَّجُلِ أَنْ يُقَلِّدَ فِيْ دِيْنِهِ الرَّجَال&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Termasuk sedikitnya pemahaman seesorang adalah ketika ia bertaqlid dalam urusan agamanya kepada para tokoh.” (I’lamul Muwaqqi’in: II/211)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Kalau kita melihat kepada orang-orang yang oleh pengusa dicampakkan di jalan jihad dan kita ingatkan manusia agar mewaspadai mereka, maka dengan izin Alloh kita akan sampai pada jalan menuju jihad yang nantinya untuk menahan kekuatan orang-orang kafir serta membenarkan yang benar[37]. Para ulama negara dan ulama penguasa itu tidak memiliki pemahaman seperti pemahaman Muhammad shollallohu 'alaihi wa sallam serta pemahaman tabi’at Manhaj Alloh ta'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Harus tertanam dalam benak kita; bahwa sikap iltizam terhadap agama secara benar, pasti akan menghasilkan permusuhan dari ahli kebatilan. Sebagaimana tercantum di dalam sebuah hadits shahih dalam Shohih Al Bukhoriy sebuah hadits yang diriwayatkan oleh ibunda kita ‘Aisyah rodliyallohu 'anha ketika Rosullah shollallohu 'alaihi wa sallam pergi bersama ibunda kita Khodijah ra kepada Waraqah bin Naufal. Ketika beliau ceritakan kepadanya apa yang beliau alami ketika pertama kali menerima wahyu, maka Waroqoh berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا لَيْتَنِيْ كُنْتُ فِيْهَا جَذْعاً إِذْ يُخْرِجُكَ قَوْمُكَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Duhai seandainya saja aku bisa menjadi jadz’an[38], di saat kaummu kelak mengusirmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar itu, Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam bertanya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَوَ مُخْرِجِيَّ هُمْ؟&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah mereka akan mengusirku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَاجَاءَ رَجُلٌ قَطُّ بِمِثْلِ مَاجِئْتَ بِهِ إِلاَّ عُوْدِيَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak ada seorangpun yang datang membawa seperti yang engkau bawa melainkan pasti dimusuhi.” (Muttafaq ‘Alaih).[39]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Inilah fikih (pemahaman) Muhammad shollallohu 'alaihi wa sallam, siapa yang sungguh-sungguh beriltizam dengan Islam, pasti akan dimusuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Demikian juga dengan kaum Anshar ~Radhiyallohu ‘anhum~ ketika mereka datang di hari Bai’at Aqabah berbaiat kepada Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam atas Islam, beliau datang bersama ‘Abbas ~ saat itu masih berada dalam agama kaumnya, belum masuk Islam~ , ia berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَامَعْشَرَ الْخَزْرَج إِنَّكُمْ قَدْ دَعَوْتُمْ مُحَمَّداً فَإِنْ كُنْتُمْ أَهْلَ قُوَّةٍ وَجَلَدٍ وَبَصِيْرَةٍ بِالْحَرْبِ وَاسْتِقْلاَلٍ بِمُعَادَاةِ الْعَرَبِ قَاطِبَةً. فَإِنَّهَا سَتَرْمِيْكُمْ عَنْ قَوْسٍ وَاحِدَةٍ فَأَرُوْنِيْ رَأْيَكُمْ وَأَنْتُمْ وَأْمَرَكُمْ, وَلاَ تَفَرَّقُوْا إِلاَّ عَنْ إِجْمَاعٍ فَإِنَّ أَحْسَنَ الْحَدِيْثِ أَصْدَقُهُ, صِفُوْا لِي الْحَرْبَ؟ كَيْفَ تُقَاتِلُوْنَ عَدُوَّكُمْ؟&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai kaum Khazraj, sungguh aku telah memanggil Muhammad, jika kalian termasuk orang yang memiliki kekuatan, keteguhan serta keahlian dalam perang dan berani sendirian memusuhi seluruh bangsa Arab, karena mereka pasti akan membidik kalian dari satu busur. Maka perlihatkan kepadaku pendapat dan jati diri kalian. Dan jangan pernah kalian berpisah melainkan atas dasar kesepakatan, sebab sesungguhnya perkataan yang paling baik itu adalah perkataan yang paling jujur. Ceritakan kepadaku tentang perang? Bagaimana cara kalian memerangi musuh-musuh kalian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Ini adalah ‘Abbas ~ yang saat itu masih berada dalam agama kaumnya, masih kafir ~ tapi ia memberikan ‘warning’ kepada keponakannnya Muhammad shollallohu 'alaihi wa sallam serta memberikan pemahaman kepadanya bahwa makna La ilaha illallah adalah manusia dan seluruh alam akan memusuhi ahlinya. Maka saat itu, Abdulloh bin Amru angkat bicara,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;نَحْنُ وَاللهِ أَهْلُ الْحَرْبِ, وَغُذِيْنَا بِهَا, وَوَرَثْنَاهَا كَابِراً عَنْ كَابِرٍ نَرْمِي بِالنُّبُلِ حَتَّى تَفْنَى، وَنُطَاعِنُ بِالرِّمَاحِ حَتَّى تَكْسِرَ, ثُمَّ نَمْشِيْ بِالسُّيُوْفِ نُضَارِبُ بِهَا حَتَّى يَمُوْتَ اْلأَعْزَلُ مِنَّا أَوْ مِنْ عَدُوِّنَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Demi Alloh, kami adalah ahli perang, kami tumbuh dengannya, kami telah mewarisi kebesaran dari pembesar, kami melempar lembing hingga usang. Kami biasa menikam dengan tombak sampai patah, lalu kami berjalan menenteng pedang untuk memenggal hingga orang yang tidak bersenjata mati di antara kami atau di antara musuh kami.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abbas bertanya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;هَلْ فِيْكُمْ دُرُوْعٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah kalian memiliki baju besi?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;… mereka mengatakan, “Ya, ini dia.” Ketika itu, majulah Al-Barro’ bin Ma’ruur rodliyallohu 'anhu sembari berujar,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَدْ سَمِعْنَا مَا قُلْتَ, وَإِنَّا وَاللهِ لَوْ كَانَ فِيْ أَنْفُسِنَا غَيْرَ مَا نَنْطِقُ بِهِ لَقُلْنَاهُ, وَلَكِنَّا نُرِيْدُ الْوَفَاءَ وَالصِّدْقَ, وَبَذْلَ مُهَجِ أَنْفُسِنَا دُوْنَ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami telah dengar apa yang Anda katakan, sedangkan kami, seandainya dalam diri kami ada hal yang berbeda dengan yang kami katakan, tentu akan kami utarakan terus terang. Namun, yang kami inginkan adalah menepati janji dan kejujuran, dan jiwa serta nyawa tercurahkan untuk membela Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Inilah pemahaman salaf ~ Rodhiyallohu ‘anhum ~ untuk beriltizam dengan agama serta mengorbankan jiwa dan nyawa untuk Alloh ta'ala dan dalam rangka membela agama-Nya serta membela Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Lagi, yang juga terjadi di hari penuh berkah itu ~ Hari Aqobah ~ adalah ketika sahabat berdiri ingin berbai’at kepada Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam, maka As’ad bin Zaroroh mengambil tangan beliau dan berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;رُوَيْدًا يَا أَهْلَ يَثْرِب إِنَّا لَمْ نَضْرِبْ إِلَيْهِ أَكْبَادَ اْلإِبِلِ إِلاَّ وَنَحْنُ نَعْلَمُ أَنَّهُ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَإِنَّ إِخْرَاجَهُ الْيَوْمَ مُفَارَقَةُ الْعَرَبِ كَافَّةً وَقُتْلُ خِيَارِكُمْ, وَأَنْ تَعُضَّكُمُ السُّيُوْفُ، فَإِمَّا أَنْتُمْ تَصْبِرُوْنَ عَلَى ذَلِكَ؛ فَخُذُوْهُ وَأَجْرُكُمْ عَلَى اللهِ, وَإِمَّا أَنْتُمْ تَخَافُوْنَ مِنْ أَنْفُسِكُمْ خِيْفَةً؛ فَذَرُوْهُ فَهُوَ أَعْذَرُ لَكُمْ عِنْدَ اللهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pelan-pelan wahai penduduk Yatsrib, sungguh tidaklah kita memberikan hati unta kepada beliau, melainkan kita mengerti bahwa beliau adalah Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam dan bahwa diusirnya beliau hari ini berlepas diri dari bangsa Arab semuanya dan akan dibunuhnya orang-orang terbaik di antara kalian seta kalian akan digigit oleh mata pedang-mata pedang, (maka semua itu pasti akan terjadi). Silahkan pilih, jika kalian bersabar atas hal itu, maka pegang-teguhlah ia, sesungguhnya pahala kalian ada pada Alloh, atau jika ada perasaan takut dalam hati kalian, maka menyingkirlah, sesungguhnya hal itu lebih ringan bagi kalian di sisi Alloh.” (HR. Imam Ahmad)[40]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Inilah pemahaman salaf terhadap makna La ilaha illallooh serta kandungan dari kalimat Laa ilaaha illallooh yaitu berupa pemberlakuan hukum di muka bumi serta kepastian bahwa mereka akan menghadapi musuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Juga sebagaimana yang dikatakan Mutsanna bin Haritsah kepada Rosul kita ~ ‘Alaihis salam ~ di hari ketika ditawarkan kepada mereka untuk beriman kepada Laa ilaaha illallooh, lalu mereka bersedia untuk menjaga dan melindungi beliau. Maka Mutsanna ~ saat itu masih musyrik ~ ia berkata, “Ini adalah urusan yang tidak disukai oleh para raja.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Dalam hadits lain ketika Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam ditanya dalam konteks pertanyaan tentang amalan yang paling utama di sepuluh hari pertama hari Dzulhijjah, kemudian beliau memberikan pengecualian, dan menjelaskan kepada mereka mengenai amalan yang paling utama, ia lebih utama daripada beramal di sepuluh hari bulan Dzulhijjah, beliau bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ يُخَاطِرُ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ، فَلَمْ يَرْجَعْ بِشَيْءٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…Kecuali seseorang yang keluar (menuju sesuatu yang) membahayakan nyawa dan hartanya, kemudian tidak pulang dengan apapun.” (HR. Al Bukhori)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Adapun yang tersebar di kalangan para ulama, berupa kesejahteraan jiwa mereka, anak dan harta serta pekerjaan-pekerjaan mereka, bersama dengan tetap bertahannya agama, maka ini adalah pemahaman yang berbalik arah dari hakikat Laa ilaaha ilallooh serta permusuhan terhadap ahli batil karenanya. Keharmonisan serta keselarasan antar para ulama dan penguasa ~ yang kafir kepada Alloh dan Rosul-Nya ini ~ adalah posisi keliru yang terbalik. Di awal dikatakan bahwa para ulama itu telah meninggalkan hakikat Laa ilaaha illallooh, meninggalkan iltizam terhadap Laa ilaaha illallooh dan konsekwensi Laa ilaaha illallooh, mereka telah bertoleransi kepada para penguasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Maka sudah seharusnya untuk waspada terhadap mereka. Sebab pemerintahan telah memposisikan mereka dengan sengaja untuk memalingkan dari jalan Alloh. Dan sungguh sejak seperempat abad silam, Syaikh Abdulloh bin Humaid ~ semoga rahmat Alloh tercurah kepada beliau ~ belum ada ceritanya ada ulama lain yang mendampingin beliau. Tapi, memang pemerintah itu tidak menginginkan ahli kebenaran, tidak menginginkan ahli ketakwaan dan waro’. Terus saja Syaikh ‘Abdulloh bin Humaid ditekan dan jarang sekali diambil pandangannya dibandingkan sejumlah ulama lain yang memiliki karakter lunak dan lembut terhadap pemerintah serta memiliki sedikit toleransi. Bandingkan apa yang disamarkan oleh pemerintah, mereka tinggalkan Syaikh ‘Abdullah bin Humaid, mempersempit ruang gerak amalnya sampai beliau mengundurkan diri ketika merasa bahwa negara sudah mulai sering menjauh dan nampak bahwa negara mulai berwali kepada orang-orang kafir, serta sering menjauh dari syariat Alloh ta'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Demikian juga dengan kondisi hari ini, opini-opini media informasi telah menguasai para ulama, tujuannya adalah menimbulkan kesamaran atas kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Di posisi  seperti ini, harus dibicarakan bahwa bila kita mengetahui adanya para ulama’ suu’ dan ulama penguasa, sudah selayaknya kita mencari dengan serius dan sungguh-sunguh; mana ulama yang jujur, mereka yang berterus terang menyuarakan kebenaran serta tidak takut celaan orang yang suka mencela, sebab Alloh ta'ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اِتَّقُوا اللَّه وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang beriman, bertakwalah kepada Alloh dan jadilah kalian bersama orang-orang yang jujur.” (QS. At-Taubah : 19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Kita mesti berkumpul di sekeliling mereka serta bermusyawarah bersama mereka dalam rangka membela Laa ilaaha illallooh serta berjuang untuk memberlakukan syari’at Alloh ta'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Dan ulama-ulama yang jujur itu memiliki beberapa ciri. Orang-orang jujur telah Alloh ta'ala terangkan mengenai sifat mereka dalam kitab-Nya yang mulia, Ia berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya orang-orang mukmin hanyalah mereka yang beriman kepada Alloh dan Rosul-Nya kemudian tidak merasa ragu serta berjihad di jalan Alloh dengan harta dan jiwa mereka, merekalah orang-orang yang jujur.” (QS. Al-Hujurot: 15)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Di antara sifat paling menonjol dari orang-orang yang jujur itu adalah:&lt;br /&gt;Iman&lt;br /&gt;Berjihad fii sabiilillah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Makna seperti ini kita sering kali temukan, kejujuran selalunya sejajar dengan jihad, pembelaan, menyuarakan kebenaran serta berterus terang di dalamnya. Di antaranya adalah firman Alloh ta'ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لِلْفُقَرَاءِ الْمُهَاجِرِينَ الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ وَأَمْوَالِهِمْ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا وَيَنْصُرُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagi orang-orang fakir dan berhijrah yang mereka diusir dari kampung halaman dan hartanya karena mencari keutamaan dan ridha Alloh serta mereka menolong Alloh dan Rosul-Nya, merekalah orang-orang yang jujur.” (QS. Al-Hasyr : 8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Orang-orang yang berhijrah, membantu Alloh dan Rosul-Nya serta berjihad di jalan Alloh, mereka berada di jalan Alloh dan untuk mengokohkan posisi agama Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam, merekalah orang-orang jujur itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Termasuk jihad terbesar adalah kalimat haq serta berterus terang di dalamnya, sebagaimana telah disebutkan maknanya dalam sebuah hadits dari Rosul kita ~ ‘Alaihis sholaatu was salaam ~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَفْضَلُ الْجِهَادِ كَلِمَةُ حَقٍّ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jihad paling utama adalah kalimat haq di hadapan penguasa lalim.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, para ulama yang berterus terang dalam kebenaran, merekalah orang-orang yang jujur, dan inilah sifat mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Adapun mereka yang condong kepada para penguasa yang telah berwali kepada orang-orang kafir, kepada para penguasa yang telah berhukum kepada selain hukum Alloh,  sungguh mereka telah memuji-mujii para thoghut. Tidakkah mereka melihat menara-menara bank ribawi yang memberlakukan aturan selain hukum yang diturunkan Alloh?! Serta berpaling dari manhaj Alloh di samping tanah haram?! Ini adalah ilhad (kejahatan) di dekat Baitullah Al-Haram serta kejahatan di tanah haram yang tujuannya bukan sekedar kekufuran, lebih dari itu adalah sebagaimana tercantum dalam hadits yang telah kita lewati di muka ~ dalam hadits Shohih Al Bukhoriy~ :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَبْغَضُ النَّاسِ إِلَى اللهِ ثَلاَثَةٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang yang paling dimurkai Alloh ada tiga..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;… beliau bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مُلْحِدٌ فِي الْحَرَمِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang yang berlaku jahat di tanah haram.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Ahlul ‘ilmi berkata, “Dosa besar di tanah haram termasuk ilhad, dan disebutkan sama dengan ilhad  untuk memberikan kecaman dan betapa besarnya hal itu, juga supaya manusia menjauhinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Maka, sifat paling menonjol dari orang-orang jujur adalah jihad dengan menggunakan tangan dan lisan. Terkadang seseorang jujur dan ia hanya mengingkari dengan hati saja, tapi kita tidak bisa mengetahui dan mengenalinya, yang bisa kita kenali adalah yang mengingkari dengan tangan dan lidahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Di sini, kita harus semakin tegaskan kepada para pemuda kebangkitan Islam mengenai apa yang sudah kita bahas bersama; bahwa mereka memiliki kekuatan yang cukup bahkan lebih untuk menegakkan Al-Haq, untuk menegakkan Daulah Islamiyah, Daulah Khilafah. Tapi mereka harus bebas dan membebaskan akal mereka dari sikap taklid  buta. Dalam sebuah hadits shahih dari Nabi kita ~ ‘Alaihis Salam ~ bahwa beliau bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لاَ تَكُوْنُوْا إِمَعَّةً، تَقُوْلُوْنَ؛ إِنْ أَحْسَنَ النَّاسُ أَحْسَنَّا، وَإِنْ ظَلَمُوْا ظَلَمْنَا، وَلَكِنْ وَطِّنُوْا أَنْفُسَكُمْ؛ إِنْ أَحْسَنَ النَّاسُ أَنْ تُحْسِنُوْا، وَإِنْ أَسَاءُوْا فَلاَ تَظْلِمُوْا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Janganlah kalian menjadi “Imma’ah” (bersikap seperti bunglon, oportunis); yaitu kalian mengatakan: jika manusia baik, kami ikut baik. Jika mereka dholim, kamipun ikut dzalim. Tapi biasakan diri kalian; jika manusia baik, kalian ikut baik, jika mereka berbuat jahat, kalian jangan turut berbuat dzalim.” (HR. Tirmidzi dan ia menghasankannya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Saya akan bawakan sebuah kisah yang memiliki nilai moral yang besar, bahwa orang yang cerdas dan cerdik ketika mereka hanya mengekor kepada orang yang berada di depannya, tanpa berfikir, tak jarang ia kehilangan kebaikan yang besar, bahkan kehilangan akhirat ~ wa laa haula walaa quwwata illa billaah ~. Inilah Kholid bin Walid ra dan ‘Amru bin ‘Ash. ‘Amru bin ‘Ash termasuk pembesar cendekiawan Arab yang diperhitungkan. Sementara Kholid bin Walid adalah sosok jenius dalam urusan perang. Meski begitu, mereka berdua masuk Islam belakangan selama lebih dari 20 tahun kira-kira. Padahal cahaya ada di depan mereka, dan Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam selama 13 tahun berada di tengah-tengah mereka di Mekah, ternyata mereka tidak melihat cahaya ini dengan kecerdasan dan ketanggapan mereka yang luar biasa. Lantas, apa penyebabnya?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Sebabnya adalah taklid buta, mereka melihat kepada para tokoh Quraisy yang besar itu ~ Ahlun Nadwah [dewan permusyawaratan Quraisy] ~ dan mengikuti jejak mereka, mereka singkirkan akal mereka sendiri. Tatkala Kholid dan ‘Amru masuk Islam sebelum Fathu Makkah beberapa saat ~ atau sekitar dua puluh tahun sejak diutusnya Nabi Muhammad shollallohu 'alaihi wa sallam ~ sebagian teman dekatnya berkata kepadanya, “Di mana akalmu saat itu hai Kholid, bagaimana kau tidak melihat cahaya (Islam) ini sejak dua puluh tahun silam?” maka Kholid menjawab dengan kata-kata yang mesti dijadikan patokan oleh orang-orang yang masih suka taklid, ia berkata, “Kami saat itu melihat para tokoh, kami melihat kegegap-gempitaan yang menghiasi diri mereka laksana gunung-gunung.” ~ Walid bin Mughiroh, Amru bin Hisyam, ‘Utbah dan Syaibah bin Robi’ah, Al-‘Ash bin Wa’il As-Sahmiy dan Umayyah bin Khalaf ~. Satu kaum yang membebani akal manusia bahwa merekalah orang-orang yang mengerti mana yang benar, padahal mengarahkan mereka kepada kehancuran di dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Tatkala Kholid membebaskan akalnya, Alloh memberikan manfaat dengannya dan meledaklah kekuatan-kekuatan itu. Maka beliau adalah salah satu dari pedang Alloh yang dengannya Alloh bukakan jengkalan tanah yang besar di Persi dan Romawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Maka saya tegaskan, banyak manusia yang memiliki kekuatan besar, tapi mereka melenyapkannya dengan mengekor kepada pimpinan, dengan mengikuti orang yang ia ridha untuk tinggal bersama orang-orang yang tidak ikut berperang. Tidak ada keselamatan bagi umat ini melainkan dengan mengikuti manhaj secara utuh. Dan sebagaimana saya sebutkan, resiko marabahaya pasti selalu menyertai jalan dakwah ini hingga Alloh wariskan bumi dan penduduknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Dalam hadits agung ini ada sebuah pemahaman yang sangat agung pula, di mana beliau menjelaskan kepada manusia dan kaum mukminin akan pentingnya prioritas dalam agama ini. Puncak segala urusan adalah Islam, dan puncak rukun iman dan Islam adalah syahadat Laa ilaaha illallooh  dan Muhammad Rosululloh. Jadi, iman itu ada cabangnya,[41] maka tidak selayaknya ketika hilang cabang pertama yang merupakan terbesar dan paling utama serta yang paling tinggi yaitu syahadat Laa ilaaha illallooh kemudian menyibukkan diri dengan yang lebih rendah darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Syahadat Laa ilaaha illallooh adalah asas agama ini. Maka, apa yang dilakukan manusia zaman sekarang padahal mereka melihat dengan mata kepala mereka bahwa Laa ilaaha illallooh beserta maknanya sesuai yang diturunkan kepada Muhammad shollallohu 'alaihi wa sallam telah menghilang dari percaturan hukum manusia dalam semua lini kehidupan, lantas mereka sangat sibuk dengan cabang-cabang lain dengan hilangnya asas ini. Ini adalah tidak pantas dijuluki bagi orang yang mengetahui hakekat-hakekat sebenarnya selain sikap lari dari menunaikan kewajiban. Lebih ekstrim lagi, lari dari kewajiban terbesar dalam hidup, yaitu memberlakukan hukum Laa ilaaha illallooh pada setiap mukmin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Seandainya seseorang tidak melaksanakan jihad tanpa udzur syar’i lalu menyibukkan diri menyingkirkan gangguan dari jalan (padahal itu merupakan bagian dari cabang iman) sementara jihad hukumnya fardhu ‘ain, maka tidak ada yang pantas dikatakan kepada orang yang melakukan satu cabang ini, atau satu ketaatan ini “Semoga Alloh memberikan ganjaran yang lebih baik.” Bahkan, dalam agama kita ia termasuk orang fasik, orang yang lari, ia lari dari membela Laa ilaaha illallooh, lari dari menolong agama Muhammad shollallohu 'alaihi wa sallam. Maka harus diperhatikan benar akan prioritas dalam hal ini. Ia sebagaimana bukan rahasia lagi telah menghilang, hilang sama sekali dari semua negeri Islam tanpa terkecuali. Saya juga ingatkan kepada para Ikhwah, sebagaimana terdapat dalam sebuah hadits Rosul dari Abu Huroiroh, Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ اللهَ تَعَالَى قَالَ؛ مَنْ عَادَى لِيْ وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِيْ بِشَيْءٍ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya, Alloh berfirman, ‘Barangsiapa memusuhi wali-Ku, Aku nyatakan perang kepadanya. Dan tidaklah seorang hamba mendekat kepada-Ku yang lebih Aku sukai daripada apa yang telah Ku wajibkan kepadanya.”  (HR. Al Bukhori)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Maka, berbagai faridloh, ketaatan dan amal ibadah adalah apa yang telah Alloh ta'ala wajibkan. Urutannya adalah sesuai apa yang Alloh ta'ala urutkan, bukan sesuai selera kita, atau yang pas dengan hawa nafsu kita, atau sesuai dengan jiwa kita serta rasa berat karena condong ke bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Nah, ketika prioritas pertama adalah dengan memberlakukan hukum Laa ilaaha illallooh, maka tidak dibenarkan saat itu untuk menyibukkan diri dengan ketaatan lain yang disejajarkan dengan perjuangan menegakkan Daulah Islamiyah dan memberlakukan syari’at Alloh ta'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Termasuk hal yang penting di sini, bahwa para ulama yang ditonjolkan oleh negara di hadapan manusia, mereka itu mengerti secara yakin bahwa Laa ilaaha illallooh itu tidak menjadi hakim bagi manusia hari ini. Juga bahwa berbagai mengara telah menghabisi kalimat agung ini. Di saat kondisi seperti itu, mereka justru menipu dirinya sendiri, mereka membohongi manusia dengan menyebutkan ibadah-ibadah serta fatwa-fatwa kepada manusia pada beberapa  masalah bersamaan dengan menghilangnya sebuah pondasi agung, mereka ibarat orang yang mendirikan bangunan tanpa pondasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Jadi, mereka yang berfatwa itu mengetahui, bahwa orang-orang itu telah pergi dan berhukum kepada Al Mahaakim At Tijaariyyah (mahkamah-mahkamah perdagangan), kepada lembaga-lembaga komisi persengketaan perdagangan, dan komisi problematikan kelompok-kelompok dagang. Ini adalah bentuk berhukum kepada selain hukum yang diturunkan Alloh, dan merupakan kufur akbar yang mengeluarkan pelakunya dari millah (Islam), sebagaimana bukan rahasia lagi di kalangan ahlul ilmi [42], di saat yang sama, mereka sama sekali tidak membahasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Tentang riba bank-bank itu, tidak mungkin orang yang alim akan mengatakan itu semata-mata riba yang bernilai dosa besar, riba seperti ini adalah bentuk pensyari’atan selain Alloh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُمْ مِنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللَّهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah mereka memiliki serikat-serikat yang membuat undang-undang dalam agama selain Alloh?” (QS. Asy-Syuro : 21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Di saat yang sama, manusia justru membicarakan tema lain ~ yang itu tak disangkal, memang termasuk cabang dari iman ~, tetapi jauh betul dari akar masalah. Ini adalah masalah besar yang lantaran hal itu, para Rosul diutus, karenanya kitab-kitab diturunkan, supaya dijadikan sebagai hukum di tengah manusia. Hendaklah hal ini mendapat perhatian ekstra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Di antara masalah penting lain di sini adalah, hendaknya para pemuda menjauh dari orang-orang yang telah menyia-nyiakan amanah serta mengkhianati ummat pada perkara yang mereka dipercaya memegangnya. Terdapat dalam hadits Hudzaifah ra, ia berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم حَدِيْثَيْنِ، رَأَيْتُ أَحَدَهُمَا وَأَنَا أَنْتَظِرُ اْلآخَرَ، حَدَّثَنَا؛ أَنَّ اْلأَمَانَةَ نَزَلَتْ فِيْ جذْرِ قُلُوْبِ الرِّجَالِ ثُمَّ عَلِمُوْا مِنَ الْقُرْآنِ ثُمَّ عَلِمُوْا مِنَ السُّنَّةِ، وَحَدَّثَنَا عَنْ رَفْعِهَا، قَالَ؛ يَنَامُ الرَّجُلُ النَّوْمِةَ فَتُقْبَضُ اْلأَمَانَةُ مِنْ قَلْبِهِ، فَيَظَلُّ أَثَرُهَا مِثْلُ أَثَرِ الْوَكْتِ، ثُمَّ يَنَامُ النَّوْمَةَ فَتُقْبَضُ، فَيَبْقَى فِيْهَا أَثَرُهَا مِثْلُ أَثَرِ الْمجلِ، كَجَمْرٍ دَحْرَجَتْهُ عَلَى رِجْلِكَ فَنفط فَتَرَاهُ مُنْتَبِرًا، وَلَيْسَ فِيْهِ شَيْءٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam telah menceritakan kepadaku dua buah hadits, aku telah menyaksikan salah satunya dan kini sedang menunggu yang satu lagi. Beliau menceritakan kepada kita bahwa amanat itu turun pada akar hati para tokoh, kemudian mereka mengerti tentang Al-Qur’an dan mereka mengerti tentang sunnah, beliau menceritakan kepada kami akan hilangnya hal itu. Beliau bersabda, Seseorang tidur sekali tidur, lantas sikap amanah dicabut dari hatinya, bekasnya terus ada seperti bekas noda tipis, kemudian ia tidur lagi, lalu dicabut lagi sehingga bekasnya seperti bekas nanah, seperti bara yang kau gelindingkan di telapak kakimu kemudian melepuhkannya lalu kau melihatnya membengkak sementara di dalamnya tidak berisi apa-apa.” (Muttafaq ‘Alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Dan inilah kondisi kebanyakan orang hari ini. Anda menyangkanya hebat. Anda menyangkanya ia memiliki amanah dan ia akan memberikan fatwa kepada Anda sesuai yang diridhai Alloh, tapi ternyata ia keropos. Seperti bara yang kau gilingkan pada telapak kakimu ~ sebagaimana dalam teks lengkap hadits, sebagaimana yang Hudzaifah rodliyallohu 'anhu nukil dari Rosul kita shollallohu 'alaihi wa sallam ~ :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَيُصْبِحُ النَّاسُ يَتَبَايَعُوْنَ، فَلاَ يَكَادُ أَحَدٌ يُؤَدِّي اْلأَمَانَةَ، فَيُقَالُ؛ إِنَّ فِيْ بَنِيْ فُلاَنٍ رَجُلاً أَمِيْنًا! وَيُقَالُ لِلرَّجُلِ؛ مَا أَعْقَلَهُ! وَمَا أَظْرَفَهُ! وَمَا أَجْلَدَهُ! وَمَا فِيْ قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةِ خَرْدَلٍ مِنْ إِيْمَانٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Akhirnya manusia saling mengadakan transaksi, sementara hampir tiada seorangpun yang menunaikan amanat, lalu dikatakan, ‘Sesungguhnya di Bani Fulan ada seorang yang terpercaya! Dan dikatakan mengenai seseorang, ‘Betapa mahirnya ia, betapa terpercaya ia, betapa uletnya ia!’ Padahal dalam hatinya tidak ada iman seberat biji sawi sekalipun.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Maka sudah selayaknya dibedakan antara orang yang bisa memegang amanah di mana mereka menunaikan apa yang dibebankan kepada mereka berupa warisan kenabian atas Nabi kita Muhammad shollallohu 'alaihi wa sallam ~ semoga tercurah atas beliau sholawat dan salam yang paling utama ~ dan antara orang yang sekedar mengambil ijazah ilmiyah serta menjadikan agama sebagai profesi yang mereka mencari makan dengannya dari dunia ini sesuai kapasitas agama mereka ~ Walaa haula wala quwwata illa billaah ~.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Bahwa di sana ada perkara-perkara baku yang besar di mana semua itu harus diperhatikan, pada masalah al-wala’ dan al-baro’; bahwa perundang-undangan itu berusaha sekuat tenaganya untuk mengaburkan masalah al-wala’ wal bara’ dengan tujuan mengkacaukan manusia dalam hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Di antara hal yang prinsipil, bahwa kaum Yahudi dan Nashrani tidak akan pernah ridha kepada kita sebagaimana yang Alloh ta'ala kisahkan di dalam kitab-Nya yang Mulia, Ia berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak akan pernah ridha kepada kalian hingga kalian ikuti agama mereka.” (QS. Al-Baqoroh : 120)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Di antara hal baku yang menjadi fakta sekarang adalah, bahwa negeri kita sedang dijajah, dan jika negeri dijajah, perkara paling wajib setelah iman adalah mengusir musuh yang menyerang. Inilah penegasan berulang kali dari mereka, dan inilah kenyataan yang kita saksikan pada diri mereka. Pangeran Tholal bin Abdul Aziz mengatakan dalam pertemuannya dengan beberapa lembaga-lembaga seluruh dunia, katanya, “Jika kami katakan kepada kekuatan Amerika, ‘Keluarlah dari negeri kami!’ Mereka tidak akan mau keluar.” Ini adalah penegasan yang sangat jelas sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Demikian halnya dengan Menteri Luar Negeri            Qatar, ia mengatakan, “Seandainya kami katakan kepada pemerintah Amerika dan kekuatan militernya, ‘Keluarlah dari Qatar!’ Kita akan dihapu dari peta dunia.” Katanya. Jadi, negeri-negeri Islam sedang terjajah, apapun maksud dari kalimat ini. Sementara manusia masih sibuk saja dengan berbagai ibadah, amalan-amalan sunnah dan ketaatan-ketaatan yang jauh dari kewajiban yang semestinya ditunaikan sekarang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Maka, sudah selayaknya kita untuk berkonsentrasi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.       Bahwa solusinya adalah jihad fii sabiilillaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Waspada dari orang yang hanya duduk saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.      Bahwa hijroh dan jihad fii sabiilillaah, keduanya tidak bisa dipisahkan ~ di saat-saat seperti sekarang ~ dalam rangka menegakkan yang haq serta menumpas yang bathil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Wallahu A’lam [43]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] .Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‏إِنَّ اْلإِسْلاَمَ بَدَأَ غَرِيْبًا، وَسَيَعُوْدُ غَرِيْبًا كَمَا بَدَأَ، وَهُوَ يَأرزُ بَيْنَ الْمَسْجِدَيْنِ كَمَا تَأْرزُ الْحَيَّةُ فِيْ جُحْرِهَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Islam datang dalam keadaan asing, dan ia akan kembali asing sebagaimana awal mulanya, ia akan kembali diantara dua masjid (Al Haram dan Nabawi, pen.) sebagaimana ular kembali ke dalam liangnya.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] . Ibnu Ishaq berkata: “… aku mendengar Robi’ah Bin ‘Ubbad, ia diberitahu oleh ayahnya, katanya: Dulu aku adalah seorang pemuda yang ketika itu menyertai ayahku di Mina. Saat itu Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam berdiri di hadapan rumah-rumah para kabilah arab, beliau bersabda: “Wahai Bani Fulan! Sesungguhnya aku adalah utusan Alloh kepada kalian, Ia memerintahkan kalian untuk beribadah kepadaNya dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatu apapun, hendaknya kalian juga meninggalkan semua tandingan Alloh yang kalian ibadahi selainNya, hendaknya kalian beriman kepadaku, membenarkanku serta membela diriku sehingga aku bisa menerangkan ajaran yang Alloh mengutusku dengannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahku berkata: Kebetulan dibelakangnya ada seorang lelaki yang juling dan bersih wajahnya, ia memiliki dua guratan urat. Di badannya tersemat perhiasan dari tembaga. Setiap kali Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam selesai berbicara dan menyampaiakan dakwah, ia berkata: “Wahai Bani Fulan, sesungguhnya orang ini mengajak kalian untuk meninggalkan Latta dan ‘Uzza dari leher kalian juga dari sekutu bangsa jin kalian dari Bani Malik bin Aqyasy, dengan berpindah ke ajaran baru dan sesat yang ia bawa. Oleh karena itu, jangan taati dan jangan dengarkan kata-katanya.” Aku kemudian bertanya kepada ayahku, “Ayah, siapa orang yang selalu mengikuti dan membantah perkataannya itu?” Ayahku menjawab, “Dia adalah pamannya, Abdul ‘Uzza bin Abdul Muththalib, Abu Lahab.” (Siroh Ibnu Hisyam : II/ 48-49).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3] Syaikhul Islam Muhammad bin ‘Abdul Wahhab mengatakan, “Dan makna dari Syahadat Muhammad Rosululloh adalah mentaati perintah beliau, membenarkan apa yang beliau beritakan, menjauhi apa yang beliau larang dan peringatkan serta tidak beribadah kepada Alloh kecuali dengan apa yang beliau syareatkan” (Al Ushul Ats Tsalatsah) Al Hakim berkata: “Maksudnya adalah pembenaran yang mantap dari lubuk hati terdalam yang bersesuaian dengan lisan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya kepada semua manusia, orang maupun jin, sebagai saksi, pemberi kabar gembira dan peringatan sekaligus da’i kepada Alloh dan lentera yang terang. (QS. Al Ahzab : 45).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka wajib mempercayai semua yang beliau beritakan baik berita yang telah berlalu maupun yang akan datang, membenarkan dalam perkara yang beliau halalkan dan haramkan, juga melaksanakan serta patuh terhadap perintah beliau, menahan diri serta berhenti dati semua yang beliau larang, mengikuti syareatnya, beriltizam terhadap sunnahnya baik ketika sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan diiringi rasa ridho terhadap keputusan beliau serta pasrah terhadapnya, juga mentaati beliau sama artinya mentaati Alloh, sementara bermaksiat kepadanya sama artinya bermaksiat kepada Alloh… (I’lamu ‘s-Sunnah Al Mansyurah Li I’tiqodi ‘t-Thoifah Al Manshuroh hal. 21).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4] Sebagian kelompok keliru dalam memahami kata “An Nushroh”, lantas mereka membesar-besarkannya dan memberikan ukuran yang terlalu besar dari yang semestinya. Di dalam kitabnya yang berjudul Ath Thariq Ila Isti’nafi Hayatin Islamiyatin wa Qiyami Khilafah Roosyidah, Syaikh Abdul Mun’im Mushthofa Halimah menulis: “Mengenai perkataan sebagian orang: ‘Tidak ada jalan untuk tegaknya kekhilafahan melainkan dengan cara mencari nushrah (pertolongan), sebagai sikap mengambil contoh kepada perbuatan Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam yang mana beliau memohon nushrah kepada para kabilah dan pemimpin arab.’ Kita bisa mengkonter syubhat ini dengan memaparkan beberapa pint dibawah ini: Pertama: Jika mereka mengatakan bahwa meminta nushrah itu disyareatkan, berarti boleh boleh saja bagi harakah islamiyah untuk melakukannya jika memungkinkan, dan tentu ia akan mendapat jalan dari sana. Ini pendapat yang benar dan tidak silang pendapat di dalamnya. Namun ini bukan berarti menjadi pembenaran bagi umat untuk kemudian duduk duduk saja tidak melakukan I’dad dan jihad di jalan Alloh, juga tidak boleh menghalangi mereka dari hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5] Ini terjadi pada tahun 10 H (Ar Rakhiqul Makhtum: 115), Ibnu Ishaq berkata: Az Zuhri menceritakan kepadaku bahwa beliau --- yakni Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam --- mendatangi Bani Amir bin Sha’sha’ah, kemudian menyeru mereka kepada Alloh ta'ala, dan beliau menghadapi mereka langsung. Maka ada seorang dari mereka yang mengatakan, “Demi Alloh, kalau seandainya aku mengambil pemuda Quraisy ini, bangsa arab akan memangsanya.” Kemudian ia berkata: “Bagaimana menurutmu jika kami berbai’at kepadamu dalam urusan ini, kemudian Alloh memenangkanmu atas semua yang menyelisihimu, apakah kami akan mendapatkan urusan (kepemimpinan) sepeninggalanmu?” Beliau menjawab, “Kepemimpinan itu urusan Alloh, Ia meletakkannya sekehendak-Nya.” Orang itu mengatakan kepada beliau, “Apakah kau akan korbankan leher leher kami untuk menghadapi bangsa arab guna membelamu, kemudian setelah Alloh memenagkanmu, urusan dipegang oleh selain kami? Kami tidak butuh dengan urusanmu.” Akhirnya mereka menolak beliau. (Siroh Ibnu Hisyam: II/ 49-50).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[6] Imam Hamd bin Ali bin Utaiq berkata, “Adapun memusuhi orang-orang kafir dan musyrik, ketahuilah bahwa Alloh ta'ala telah wajibkan hal itu dan menegaskan akan kewajibannya. Alloh telah haramkan sikap loyal kepada mereka dan keras dalam hal itu, hatta tidak ada dalam kitab Alloh ta'ala satu hukum yang dalilnya lebih banyak dan lebih gamblang melebihi hukum ini setelah wajibnya tauhid dan haramnya syirik.” (Sabilun Najah wal Fikaak Min Muwaalaatil Murtaddiin Wa Ahlil Isyraak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[7] Ustadz Sayyid Quthb mengatakan, “(Termasuk dalam hal ini) adalah orang-orang yang mengira diri mereka berada di dalam agama Alloh, dikarenakan  mereka mengatakan dengan mulut-mulut mereka, ‘Kami bersaksi tiada ilah yang hak selain Alloh dan Muhammad adalah utusan Alloh.’ Kemudian mereka juga taat beragama kepada Alloh secara nyata dalam hal thaharah, syi’ar-syi’ar, pernikahan, talak dan waris, dalam waktu yang sama juga tunduk dibelakang rukun yang sempit ini kepada selain Alloh, mereka juga tunduk kepada syi’ar-syi’ar yang Alloh tidak memberikan izin terhadapnya --- dan kebanyakan adalah yang menyelisihi syareat Alloh dengan terang terangan --- kemudian mereka mencurahkan nyawa, harta, kehormatan dan akhlak mereka --- mau tidak mau --- untuk merealisasikan dari apa yang diminta oleh berhala gaya baru ini. Jika din, akhlak atau kehormatan bertabrakan dengan tuntutan-tuntutan berhala-berhala ini, mereka campakkan perintah-perintah Alloh di dalamnya dan mereka melaksanakan perintah dari berhala-berhala tadi. Orang-orang yang mengira dirinya muslim dan berada diatas din Alloh, sementara seperti ini kondisinya, hendaknya mereka sadar akan kesyirikan besar yang terdapat pada diri mereka! Sesungguhya din Alloh bukanlah sesepele ini seperti yang dibayangkan oleh mereka yang mersa dirinya muslim dibelahan bumi timur maupun barat! Sesungguhnya din Alloh adalah manhaj universal yang mencangup semua sisi kehidupan sehari-hari hingga hal-hal yang kecil – apalagi dalam masalah yang prinsip dan luas – itulah din Alloh. Dan itulah islam yang mana Alloh tidak akan menerima dari siapapun din selainNya. (Lihat tafsir surat Ibrahim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[8] Abdurrahman bin Hasan berkata, “Di dalam syahadat Laa ilaaha illallah harus ada tujuh syarat, kalimat itu tidak bermanfaat bagi yang mengucapkan kecuali dengan menghimpun ketujuh syarat ini. Pertama, Ilmu yangmenafikan jahl (ketidaktahuan), Kedua Yakin yang menafikan keraguan, Ketiga Qabul (menerima) yang menafikan penolakan, Keempat Inqiyad (tunduk) yang menafikan at tarku (meninggalkan), Kelima Ikhlas yang menafikan syirik, dan Ketujuh Mahabbah (cinta) yang menafikan kebalikannya (benci, penerj.)” Beliau juga mengatakan, “Jadi, syahadatain mesti terdapat di dalamnya ilmu, yakin dan amal dari makna yang ditunjukkannya… Adapun sekedar mengucapkannya tanpa mengetahui maknanya, tidak pula meyakini maupun mengamalkan konsekwensinya; tanpa ada sikap bara’dari kesyirikan, mengikhlaskan perkataan dan perbuatan – kata-kata hati dan lisan, maupun perbuatan hati dan anggota badan -, maka hal itu tidak bermanfaat sedikitpun berdasarkan ijma’.” (Fathul Majid : 46-49).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[9] Asy Syahid ‘Abdulloh ‘Azzam, beliau dilahirkan di Jenin tahun 1360 H, menyelesaikan studi di Madrasah Ibtidaiyah dan Tsanawiyah di desanya. Lalu melanjutkan belajarnya di fakultas pertanian dan agrobisnis, berhasil meraih gelar diploma dengan nilai Cumlaude, kemudian bekerja di dunia mengajar dan meneruskan kembali di dalam menuntut ilmu syar’iy hingga beliau berhasil mengambil kuliah fakultas syari’ah Universitas Damaskus, di sana mendapat ijazah Lc, kuliah syar’iyyah dengan nilai Jayyid Jiddan tahun 1386 H. pasca jatuhnya Tepi Barat tahun 1387 H, beliau kembali ke Palestina untuk melaksanakan kewajiban I’dad dan jihad, di sana beliau sempat terjun di beberapa peperangan, lantas melanjutkan ke Al Azhar danmeraih ijazah Magister dalam fakultas Ushul Fikih tahun 1389 H dengan predikat Jayyid Jiddan, dan kembali tahun 1390 H ke Yordan bekerja sebagai dosen di Kuliah Syari’ah di Amman. Beliau diutus oleh lembaga kuliah ke Al Azhar untuk mencari ijazah Doktoral dalam Ushul Fikih, beliau berhasil meraihnya pada tahun 1393 H. tahun 1400 H, keluar surat keputusan dari fihak kemiliteran Yordan berisi pemecatan beliau dari pekerjaan beliau di Kuliah. Akhirnya beliau pindah ke Jazirah Arab untuk mengajar di King Abdul Aziz University di Jeddah. Tahun 1401 H beliau dimutasi ke Jami’ah Islamiyah di Islamabad untuk mengajar berdasarkan permintaan beliau sendiri agar dekat dari jihad Afghan, menolak memperbaharui kontrak disana, beliau lalu mengajukan pengunduran dirinya dari Jami’ah Islamiyah Islamabad, dan berkosentrasi kepada aktifitas jihad dan membakar semangat ummat. Di tanggal 24 Rabiul Awal 1410 H, ketika syaikh sedang dalam perjalanan menuju masjid Sab’ul Lail di Pesawar untuk menyampaikan khutbah jum’at, mobilnya melintasi sebuah ranjau  yang sengaja ditanam fihak kafir dunia. Beliaupun terbunuh syahid – kami menganggap seperti itu, dan Alloh lah yang akan menghisabnya – musuh-musuh Alloh mengira bahwa dengan terbunuhnya Syaikh rh akan mempersempit gaung yang akan melibas tempat tidur mereka dan tempat tidur antek mereka. Tetapi … Tidak mungkin, raksasa ini telah bangun dari tempatnya, semoga Alloh merohmati tuan kita ini, ketika beliau mengatakan, “Sesungguhnya, kata-kata kita akan terus mati sebagai sekedar upacara-upacara lilin, tidak ada gerakannya dan hanya terdiam. Hingga bila kita mati karenanya, ia akan bangkit hidup dan hidup bersama mereka yang hidup. “Inilah para pemuda anggota jihad hari ini, itulah sosok pemuda yang bersih dan tawadhu’ memberikan pelajaran menyakitkan bagi Amerika dan sekutu serta anteknya di belahan bumi timur dan barat dari kalangan bangsa yang memegang piala dengan menyakiti orang lain sejak masa waktu yang lama, sedangkan yang akan datang lebih pahit dan dahsyat dengan izin Alloh. – semoga Alloh merahmati Syaikh ‘Abdulloh ‘Azzam dan memberikan pahala yang sebaik-sebaiknya atas jasa beliau terhadap islam dan pemeluknya -.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[10] Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahulloh berkata, “Adapun jika musuh menyerang maka tidak ada perbedaan pendapat di dalamnya, sesungguhnya menolak mara bahaya mereka dari din dan nyawa serta kehormatan adalah wajib berdasarkan ijma’.” (Al Fatawa Al Kubro IV/607, untuk tambahan silahkan melihat kitab Syaikh ‘Abdulloh ‘Azzam, Ad Difa’ ‘an Araadhil Muslimin Ahammu Furuudhil A’yan.).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[11] Ibnu Qudamah berkata,”Jihad menjadi fardhu ‘ain pada tiga tempat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: Ketika dua pasukan dan dua barisan sudah saling berhadapan, haram bagi siapa yang hadir untuk pergi dan posisi dia menjadi fardhu ‘ain, sebagaimana firman Alloh ta'ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا إِذَا لَقِيْتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُوْا وَاذْكُرُوا اللهَ كَثِيْرًا - إلى قوله - وَاصْبِرُوْا إِنَّ اللهَ مَعَ الصَّابِرِيْنَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya – hingga firmannya - dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS. Al Anfal : 45-46)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِذَالَقِيتُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا زَحْفًا فَلاَ تُوَلُّوهُمُ اْلأَدْبَار وَمَن يُوَلِّهِمْ يَوْمَئِذٍ دُبُرَهُ إِلاَّ مُتَحَرِّفًا لِقِتَالٍ أَوْ مُتَحَيِّزًا إِلَى فِئَةٍ فَقَدْ بَآءَ بِغَضَبٍ مِّنَ اللهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang beriman, apabila kamu bertemu orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur). Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan lain, maka sesungguhnya orang itu kembali membawa kemurkaan dari Alloh.” (QS. Al Anfaal : 15-16).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Ketika kaum kuffar menduduki negeri, maka penduduknya wajib memerangi dan mengusir mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: Apabila imam memobilisasi secara umum sebuah kaum, maka mereka harus pergi berperang bersamanya, sebagaimana firman Alloh ta'ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا مَالَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمُ انْفِرُوا فِي سَبِيلِ اللهِ اثَّاقَلْتُمْ إِلَى اْلأَرْضِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya apabila dikatakan kepada kamu :"Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Alloh" kamu meresa berat dan ingin tinggal ditempatmu…? (QS. At Taubah: 38 dan juga ayat setelahnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi juga bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَإِذَا اسْتُنْفِرْتُمْ فَانْفِرُوْا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apabila kalian diminta untuk berperang maka berperanglah.” (HR. Muttafaqun ‘Alaihi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Al Mughniy: X/365).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[12] Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rh berkata, “Adapun perang defensif, maka ia adalah jenis terbesar dari mengusir musuh yang merenggut kehormatan dan agama, dan menurut ijma’ hukumnya adalah wajib. Maka, musuh menyerang yang merusak agama dan dunia, tidak ada yang lebih wajib setelah beriman selain mengusirnya, tidak disyaratkan disana satu syaratpun, tetapi dia harus mengusir semampu dia. Para ulama’ pengikut kami serta yang lain telah menashkan hal itu.” (Al Ikhtiyaaroot Al ‘Ilmiyah tulisan Ibnu Taimiyah, mengambil dari Al Fataawaa Al Kubroo IV/608).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[13] Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَن دَخَلَ مَسْجِدَنَا هَذَا يَتَعَلَّمُ خَيراً أَو يُعَلِّمُهُ كاَنَ كاَلمُجاَهِد فِي سَبِيلِ اللهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa memasuki masjid kami ini, atau belajar suatu kebaikan atau mengajarkannya, ia seperti seorang mujahid fi sabilillah.” (HR. Imam Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[14] Tarikh Baghdad XIII/377.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[15] Abul ‘Abbas Al Janubi rohimahulloh, namanya adalah ‘Abdul ‘Aziz Al ‘Umari, salah seorang perwira dalam perang penuh berkah di New York dan Washington, beliau berada di dalam pesawat yang menabrak menara selatan WTC. Dalam wasiatnya ia mengatakan, “Risalah keempat, kepada para penuntut ilmu, kepada mereka yang berkutat dengan buku-buku dan berkumpul disisi para ulama’ dan masyayikh, ungkapan: ‘ah, seberapa sih harga diri dalam dirimu? Saya sudah mengalami sejarah panjang, aku telah menyertai banyak sekali orang seperti anda, orang yang memiliki budi pekerti mulia, pagi dan sore ia selalu menapaki jalan ke surga, sungguh itu merupakan kenikmatan yang engkau diperdaya dengannya.’ Tapi ketika disebutkan tentang jihad, ada seribu kata, “Tidak.” Sungguh jauh perbedaan antara duduk-duduk saja dengan ketika engkau terjun langsung ke medan-medan perang. Wahai penuntut ilmu, cita-cita untuk memperbaharui kehidupan yang sekarang sedang engkau alami, keluarlah untuk berperang di jalan Alloh sekali saja, dan rasakanlah manis getirnya jalan ini, tengoklah kepada sejarah! Lihatlah ke medan-medan jihad! Jika engkau ingin menjadi seorang da’i yang benar, maka medan-medan jihad membutuhkan orang sepertimu! Dan ketahuilah meskipun orang seperti dirimu tidak takut, jihad tetap akan berjalan, sunnatullah tetap akan berlaku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَإِنَّ اللهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِيْنَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan sesungguhnya Alloh Maha Kaya (tidak butuh) kepada seluruh alam semesta”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَإِنْ تَتَوَلَّوْا يَسْتَبْدِلْ قَوْماً غَيْرَكُمْ ثُمَّ لا يَكُونُوا أَمْثَالَكُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…dan jika kalian berpaling, Alloh akan mengganti kaum selain kamu, lalu mereka tidak akan seperti kalian.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya pengorbanan adalah suatu keharusan, tetapi iman selalu berkaitan dengan amal, dan inilah harga sebuah perbaikan, dan surga itu mahal harganya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[16] Hudzaifah ra berkata: “Sesungguhnya sahabat-sahabatku belajar kebaikan, sedangkan aku belajar tentang keburukan.” Ada yang bertanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[17] Redaksi hadits selengkapnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ صِفْهُمْ لَنَا؟ قَالَ: هُمْ مِنْ جِلْدَتِنَا وَيَتَكَلَّمُوْنَ بِأَلْسِنَتِنَا! قُلْتُ: فَمَا تَأْمُرُنِيْ إِنْ أَدْرَكَنِيْ ذَلِكَ؟ قَالَ: تَلْزَمُ جَمَاعَةَ الْمُسْلِمِيْنَ وَإِمَامَهُمْ، قُلْتُ: فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُمْ جَمَاعَةٌ وَلاَ إِمَامٌ؟ قَالَ: فَاعْتَزِلْ تِلْكَ الْفِرَقَ كُلَّهَا وَلَوْ أَنْ تَعُضَّ بِأَصْلِ شَجَرَةٍ حَتَّى يُدْرِكَكَ الْمَوْتُ وَأَنْتَ عَلَى ذَلِكَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku katakan, ‘Wahai Rosululloh, sebutkan kepada kami ciri mereka?” Beliau bersabda, “Mereka satu kulit dengan kita, dan berkata-kata dengan bahasa kita, “aku bertanya, “Lantas apa yang engkau perintahkan seandainya aku menemuinya?” Beliau bersabda, “Lazimilah Jama’ah kaum muslimin dan imam mereka.” Aku bertanya lagi, “Jika mereka tidak memiliki jama’ah maupun imam ?” Beliau bersabda, “Jauhilah semua kelompok itu, meskipun engkau harus menggigit akar pepohonan sampai kematian mendatangimu dan engkau tetap berada dalam hal itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[18] Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;غَيْر الدَّجَّالِ أَخْوَفُ عَلَى أُمَّتِيْ مِنَ الدَّجَّالِ؛ اْلأَئِمَّةُ الْمضُلُّوْنَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selain dajjal yang aku sangat khawatirkan menimpa umatku dari Dajjal yang sesungguhnya adalah para imam yang menyesatkan.” (HR. Imam Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[19] Ibnul Qayyim rh. berkata, “Di antara keistimewaannya ~yakni Alloh mensucikanya dan mensucikan rumah-Nya~ adalah bahwa detik niat melakukan kejahatan di dalamnya pasti akan mendapatkan hukuman meskipun ia tidak melaksanakannya, Alloh ta'ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَنْ يُرِدْ فِيهِ بِإِلْحَادٍ بِظُلْمٍ نُذِقْهُ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…Dan siapa yang bermaksud di dalamnya melakukan kejahatan secara dzalim, niscaya akan Kami rasakan kepadanya sebahagian siksa yang pedih.” (QS. Al-Hajj : 25)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini Alloh mengancam siapa saja yang berkeinginan melakukan kedzaliman, pasti akan Ia timpakan kepadanya adzab yang pedih, dari  sini semakin berlipatlah nilai kejahatan yang dilakukan di dalamnya… jadi kejahatan di negeri yang Alloh sucikan dan di atas permukaan tanahnya lebih kuat dan lebih besar daripada kejahatan yang dilakukan di belahan bumi lain. Oleh karena itu, tidaklah sama orang yang bermaksiat kepada seorang raja di bidang kekuasaannya dengan orang yang bermaksiat kepadanya di tempat yang jauh dari negeri dan lantainya.” (Zadul Ma’ad I/17)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[20] Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab berkata, “Sesungguhnya para thaghut itu , yang manusia meyakini wajibnya mentaati mereka selain Alloh, semuanya telah kafir dan murtad dari Islam. Bagaimana tidak, sementara mereka menghalalkan apa yang Alloh haramkan dan mengharamkan yang dihalalkan-Nya. Mereka juga berbuat kerusakan dengan kata-kata, perbuatan dan dukungan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan siapa berani membela alasan mereka serta mengingkari orang yang mengkafirkan mereka, atau berasumsi bahwa perbuatan mereka ini ~meskipun bathil~ tidak akan mengeluarkan mereka kepada kekufuran, maka kondisi minimal orang yang membela mereka adalah fasiq. Sebab dinul Islam tidaklah sah kecuali dengan berlepas diri dan mengkafirkan mereka. (Rasa-il Syakhsyiyyah : hal. 188)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[21] Teks hadits selengkapnya adalah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَلَمَّا فَعَلُوْا ذَلِكَ ضَرَبَ اللهُ قُلُوْبَ بَعْضِهِمْ بِبَعْضٍ، ثُمَّ قَالَ ‏{لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَى لِسَانِ دَاوُدَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ...}إِلَى قَوْلِه {فَاسِقُونَ}، ثُمَّ قَالَ: كَلاَّ وَاللهِ لَتَأْمُرُنَّ بِالْمَعْرُوْفِ وَلَتَنْهَوُنَّ عَنِ الْمُنْكَرِ وَلَتَأْخُذُنَّ عَلَى يَدَي الظَّالِمِ وَلَتَأطرنه عَلَى الْحَقِّ أَطَرًّا وَلَتَقْصرنه عَلَى الْحَقِّ قَصْرًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“..Ketika mereka melakukan hal itu, Alloh benturkan hati mereka satu sama lain.” Kemudian bersabda, (firman Alloh) ‘telah dilaknat orang-orang kafir dari Bani Israil dengan perantara lisan ‘Isa bin Maryam…” hingga firman-Nya, “…mereka fasik. “Lalu bersabda, “Demi Alloh, benar-benar hendaknya kalian beramar makruf nahi munkar, dan kalian mengambil tangan orang dzalim dan kalian arahkan ia kepada kebenaran serta kalian batasi ia di atas kebenaran saja.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[22] Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab berkata mengenai pembatal-pembatal keislaman, “Kedelapan, membantu serta menolong orang-orang musyrik dalam memerangi orang-orang beriman. Dalilnya adalah firman Alloh ta'ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِيْنَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan siapa yang berwali kepada mereka, ia termasuk golongan mereka, dan Alloh tidak memberi petunjuk kepada orang-orang dzalim.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[23] Ahmad Manshur ~pembawa acara dalam sebuah acara tayangan kontemporer di stasium Al-Jazeera~ pernah bertanya kepada Tholal bin ‘Abdul ‘Aziz Alu Su’ud: “Benarkan ia~ yakni musuh Alloh Abdul Aziz Alu Su’ud ~ menerima gaji dari pemerintah Inggris?” Ia menjawab, “Oh ya, benar, ia memang menerima gaji, dan gajinya ini menurut saya ketika ia berhasrat untuk pemindahan kekuasaan dari gaji ini, gaji itu seperti pinjaman, pinjaman yang diberikan negara kaya kepada negeri miskin.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembawa acara itu berkata, “Artinya, gaji ini bukan untuk membungkam raja atau barangkali sejenis pembelian sikap loyalitas (Wala’)?” Ia berkata, “Mungkin, mungkin sekali. Sebab itu adalah misi Inggris, tentu saja sangat logis mereka memberi bantuan sebesar 5000 pound kala itu kepada seseorang yang tinggal di daerah padang pasir. Sebuah jumlah yang besar! Apa mungkin mereka memberikannya begitu saja karena Alloh? Tidak! Mereka memberikannya untuk tujuan sebagaimana dalam diri Ya’kub, itu tidak diragukan lagi. Yang penting, orang yang menerima pemberian ini, bagaimana ia menakwilkannya? Bagaimana ia harus menggunakannya? Dan bagaimana ia sejalan dengan orang yang memberi?” (Dipetik dari acara tayangan Dunia Kontemporer; Sejarah Kerajaan Saudi dalam Kacamata Pangeran Tholal, edisi pertama; Selasa 9-9-1421 H.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[24] Qadhi ‘Iyadh berkata, Ulama telah berijma’ bahwa kepemimpinan tidak bisa dilimpahkan kepada orang kafir, dan mereka juga sepakat, bahwa jika tiba-tiba ia kafir, ia harus ‘dilengserkan’…demikian juga kalau ia meninggalkan pelaksanaan shalat dan ajakan kepadanya…demikian juga ketika terjadi kebid’ahan menurut jumhur. Jika seorang pemimpin tiba-tiba kafir dan mengganti syari’at atau melakukan bid’ah, ia telah keluar dari wilayah Wala’(kesetiaan), gugurlah ketaatan kepadanya dan kaum muslimin wajib melawan dan menurunkannya serta mengangkat pemimpin yang adil jika itu memungkinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hal itu tidak bisa dilaksanakan selain dengan berkelompok, wajib bagi kelompok tersebut untuk melepaskan orang kafir ini, dan tidak wajib bagi ahli bid’ah kecuali ketika mereka bisa memastikan kepastian bisa menyelesaikannya. Jika memang masih dalam kondisi lemah, tidak wajib melakukannya dalam bentuk kelompok, dan seorang muslim sebaiknya berhijrah dari negerinya ke negeri lain serta lari membawa agamanya.” (Syarah Shohih Muslim Imam Nawawi : XII/229) Ibnu Hajar berkata,  “Kesimpulanya, bahwa kepemimpinan itu dilepas dengan adanya kekufuran menurut Ijma’. Maka wajib bagi setiap muslim untuk melawan dalam hal itu.” (Fat-hul Bari : XIII/123)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[25] Kanzul ‘Ummal, dalam redaksi Imam Ahmad, “Orang fasik yang berbicara dalam urusan orang banyak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[26] Dalam headline koran Al-Bayan yang terbit di Uni Emirat yang berjudul “Kedamaian menurut cara Amerika” disebutkan, “Di saat-saat seperti yang digambarkan oleh Tiery Larshen, selaku delegasi PBB tahun ini, bahwa yang terjadi di Jenin adalah kekejaman melebihi yang dibayangkan! Dan ketika semua petinggi dari berbagai negara meminta agar para pelaku pembantaian ini diajukan ke Mahkamah Internasional, maka presiden Walker Bush malah menjuluki Sharon sebagai  ‘tokoh perdama’an’ yang mengingingkan Israel hidup damai bersama tetangganya, jika Sharon saja disebut sebagai tokoh permaian, lalu siapa sebenarnya yang teroris? Dan siapa pembantai itu?!” (Koran Al-Bayan/Sabtu/ 7 Shafar 1423 H)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[27] Nabi bersabda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‏بَادِرُوْا بِاْلأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ، يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا، أَوْ يُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا، يَبِيْعُ دِيْنَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Segeralah beramal sebelum datang berbagai fitnah seperti pekatnya kegelapan malam, pagi hari seseorang masih  beriman, sore hari kafir. Sore hari ia beriman, pagi hari kafir, ia jual agamanya dengan sedikit perhiasan dunia.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[28] Adz-Dzahabi berkata, Ibnu ‘Ammar Al-Mushili berkata dalam Tarikhnya, Ali Al-Madini berkata kepadaku, ‘Apa yang menghalangimu untuk mengkafirkan Jahmiyyah?’ ~tadinya, aku memang tidak mengkafirkan mereka~. Ketika Ali menghadapi cobaan, aku menulis surat kepadanya dan kuingatkan dia mengenai apa yang dulu pernah ia katakan kepadaku dan Aku mengingatkan ia akan Alloh, maka ada seseorang yang memberitahuku tentang dia bahwasanya saat ia membaca tulisanku ia menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang beberapa waktu, kusaksikan ia mengatakan kepadaku, “Isi hatiku tidaklah seperti yang kukatakan, tetapi aku khawatir akan dibunuh, dan engkau sendiri tahu lemahnya aku, aku ini seandainya dicambuk sekali saja, bisa-bisa aku mati.” Atau kata-kata yang mendekati itu. (Siyaru A’lamin Nubala’ : XI/57)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[29] Adz-Dzahabi berkata, “Ia adalah imam yang mumpuni, syaikh ahli hadits.” Ia juga berkata, “Yahya termasuk imam sunnah, lalu ia takut kepada cambuk pemerintah dan menurut saja sebagai bentuk taqiyyah (pura-pura, penerj.) (Siyaru A’lamin Nubala : XI/71 dan 78)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[30] Syaikh Usamah mengatakan, “Tatkala Amerika masuk Saudi pada Bulan Muharram awal tahun 1411 H dan keluarlah beberapa fatwa ~ menyedihkan betul ~ , negara ini dan negara-negara teluk turut andil dalam rangka menekan para ulama tersebut untuk mengeluarkan fatwa seperti ini yang mereka kira hanya berlaku sementara. Ada orang yang kami anggap bisa dipercaya yang bercerita kepada kami dari para ulama tersebut, di antaranya Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin dalam majelis di rumah beliau, beliau mengatakan,  “Tadinya kami tidak mengeluarkan fatwa, namun setelah pemerintah memasukkan orang-orang Amerika, mereka mengumpulkan kami dan mengatakan. Kalian harus mengeluarkan fatwa, jika tidak, para pemuda akan memerangi kekuatan militer Amerika ini!! Saya ngobrol lama dengan beliau tentang keharusan mengeluarkan fatwa dari Majelis Kibarul ‘Ulama’ untuk mengusir mereka, maka beliau mengatakan kepada saya terus terang ~ Syaikh Usamah sampai bersaksi kepada Alloh yang tiada ilah yang hak selain-Nya~ beliau mengatakan, “Wahai Usamah! Bukan hak kami Hai’ah Kibarul ‘Ulama’ mengeluarkan fatwa semau kami, tapi hanya ketika ada masalah yang dilimpahkan kepada kami dari fihak atasan ~ menurut istilah beliau ~ barulah kami mengeluarkan fatwa dalam hal itu.” Inilah kondisi kita, menyedihkan betul. (Jumpa pers dengan saluran Al-Jazeera tahun 1420 H)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[31] Syaikh Ayman Adh-Dhowahiry berkata, “…Maka mufti negara Mesir, dimana ia merupakan pegawai resmi pemerintah Mesir yang menerima gaji darinya untuk melaksanakan pekerjaannya di mana ia sengaja disewa untuk itu, padahal itu merupakan pencampuran antara syari’at dengan sistem sekuler yang menyerang kaum muslimin dan itu merupakan bentuk loyal kepada Yahudi, maka ia berada dalam bentuk ghuluw orang-orang ekstrim lagi arogan dari kelompok murji-ah masa dulu. Dia sendiri yang memberikan fatwa Mahmakah Militer sekuler untuk menghukum mati lima mujahid pahlawan Islam di Mesir ~ Muhammad ‘Abdus Salam Faroj, ‘Abdul Hamid ‘Abdus Salam, Kholid Islambuly, Husain ‘Abbas dan ‘Artha Thoyal ~ di mana kelima orang inilah yang menghabisi Anwar Sadat yang telah menandatangani empat kesepakatan dengan Israel, di dalamnya berisi perjanjian pengakuan kedaulatan Israel dan kekuasaannya terhadap Palestina… dari keempat ini, kesepakatan paling terkenal adalah perjanjian damai dengan Israel tahun 1979 yang menetapkan berakhirnya perang antara Mesir dan Israel buat selamanya, bahkan mengajak untuk mengadakan hubungan bilateral, dengan Israel dalam semua lini, politik, ekonomi dan intelektual, kemudian Al-Azhar mengeluarkan fatwa yang mengamini kesepakatan ini, di sana ia menyatakan bahwa itu sudah sesuai dengan syariat.” (Al-Wala’ wal Bara’, ‘Aqidatun Manqulatun wa Waqi’un Mafqudun).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[32] Ibnul Jauzi berkata, “Perlu diketahui bahwa secara umum pengikut madzhab-madzhab yang ada itu menganggap besar sosok tertentu, lantas mereka mengikuti kata-katanya tanpa memikirkannya, dan ini adalah bentuk kesesatan; sebab melihat itu kepada kata-katanya, bukan kepada siapa yang mengatakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana yang dikatakan oleh Ali ra kepada Harits bin Hauth --- sebelumnya ia mengatakan kepada beliau, ‘Apakah anda mengira kami akan menduga bahwa Tholhal dan Zubair keduanya diatas kebathilan?’ --- Beliau mengatakan kepadanya, “Hai Harits! Sesungguhnya engkau terkena syubhat, janganlah engkau menentukan kebenaran dengan melihat seseorang tokoh, tapi pahamilah hakekat kebenaran itu, niscaya engkau akan mengerti siapa penyandangnya”. (Talbis Iblis hal. 80).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[33] Syaikh bin Baz --- mufti Kerajaan Saudi --- berkata, “Para ulama’ Islam telah berijma’ bahwa siapa saja yang membantu orang-orang kafir untuk melawan kaum muslimin serta menolong mereka dengan bentuk apapun, dia telah kafir seperti mereka!!” (Majmu’ Fataawaa wal Maqoolaat I/ 274), Beliau juga berkata, “Adapun orang-orang kafir harbiy, maka tidak diperbolehkan menolong mereka dengan apapun, bahkan membantu mereka dalam rangka untuk memerangi kaum muslimin termasuk dari pembatal keislaman, berdasarkan firman Alloh ta'ala:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…dan siapa yang berwali kepada mereka diantara kalian, maka ia termasuk golongan mereka.” (Fatawa Islamiyah/ disusun oleh Muhammad bin Abdul Aziz Al Musnid IV/ fatwa no. 6901) Syaikh Sholih Fauzan --- anggota Hai-ah Kibaril Ulama’ Saudi --- , “Diantara indikasi bentuk berwali kepada orang kafir adalah membantu dan menolong mereka dalam rangka memusuhi kaum muslimin, memuji serta membela mereka. Dan ini termasuk pembatal keislaman serta sebab terjadinya riddah (murtad).” (Al Irsyad Ila Shohihil I’tiqod, hal. 351).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[34] Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَثَلُ الْقَائِمِ عَلَى حُدُوْدِ اللهِ وَالْوَاقِعُ فِيْهَا، كَمَثَلِ؛ قُوْمٍ اسْتَهَمُوْا عَلَى سَفِيْنَةٍ فَأَصَابَ بَعْضُهُمْ أَعْلاَهَا وَبَعْضُهُمْ أَسْفَلَهَا، فَكَانَ الَّذِيْنَ فِيْ أَسْفَلِهَا إِذَا اسْتَقَوْا مِنَ الْمَاءِ مَرَّوا عَلَى مَنْ فَوْقَهُمْ، فَقَالُوْا؛ لَوْ أَنَّا خَرَقْنَا فِيْ نَصِيْبِنَا خَرْقًا وَلَمْ نُؤْذِ مَنْ فَوْقَنَا! فَإِنْ يَتْرُكُوْهُمْ وَمَا أَرَادُوْا هَلَكُوْا جَمِيْعًا وَإِنْ أَخَذُوْا عَلَى أَيْدِيْهِمْ نَجَوْا وَنَجَوْا جَمِيْعًا) رواه البخاري&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perumpamaan orang yang menegakkan hukum had Alloh dan mereka yang terjerumus di dalamnya adalah ibarat satu kaum yang mengundi menaiki kapal. Sebagian mendapatkan bagian diatas, dan sebagian lagi di bawah. Maka orang yang berada di bagian bawah apabila ingin mengambil air, mereka melewati orang yang berada diatasnya. Lalu mereka berkata, ‘Bagaimana kalau kita lobangi saja pada bagian kita ini, sehingga kita tidak mengganggu mereka yang diatas kita!’ Jika mereka membiarkan apa yang orang-orang tadi, semuanya akan binasa. Tapi jika mereka mau mencegahnya, mereka selamat dan semuanya selamat.” (HR. Al Bukhori)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[35] Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;سَيَكُوْنُ بَعْدِي أُمَرَاءُ، فَمَنْ دَخَلَ عَلَيْهِمْ فَصَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ؛ فَلَيْسَ مِنِّيِ وَلَسْتُ مِنْهُ وَلَيْسَ بِوَارِدٍ عَلَي الْحَوْضِ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Akan ada sepeninggalanku para pemimpin, siapa yang masuk dan membenarkan mereka serta membantu dalam kezaliman yang mereka lakukan, maka ia bukan termasuk golonganku dan aku bukan dari golongannya, ia juga tidak akan mendatangi telagaku…” (HR. Tirmidzi, ia berkata shohih ghorib, kami tidak mengetahui selain dari jalur ini.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan pula dari beliau shollallohu 'alaihi wa sallam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِذَا رَأَيْتَ الْعَالِمَ يُخَالِطُ السُّلْطَانَ مُخَالَطَةً كَثِيْرَةً، فَاعْلَمْ أَنَّهُ لِصٌّ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apabila kalian menyaksikan seorang alim yang bergaul terlalu sering dengan  penguasa, ketahuilah bahwa dia itu pencuri.” (Kanzul ‘Umal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad bin Maslamah mengatakan, “Lalat diatas kotoran, lebih baik daripada qori’ (Pembaca Al Qur-aan) di depan pintu para penguasa itu.” Asy Syuyuthi berkata: “Jumhur ulama’ salaf serta ulama’ khalaf yang sholih berpendapat bahwa hadits dan atsar-atsar ini dipahami secara apa adanya dan secara mutlak. Tidak ada bedanya, apakah penguasa itu memanggil mereka untuk datang kepadanya atau tidak, sama saja, mereka memanggil untuk kepentingan din atau yang lain.” Sufyan Ats Tsauriy berkata: “ Jika para penguasa itu memanggilmu untuk membacakan Qul Huwallahu Ahad, jangan datangi mereka.” (Ma rawaahul Asaatiin fi Adami Majii-I Ilaa Salaatiin, Asy Syuyuthiy hal. 85-86)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[36] Abul Faraj Ibnul Jauziy berkata: “Diantara bentuk talbis iblis terhadap para fuqaha’ adalah bergaulnya mereka dengan para pemimpin dan penguasa, serta bermudahanah dan meninggalkan sikap pengingkaran kemungkaran mereka --- padahal ia mampu melakukannya ---, tak jarang mereka memberikan rukhsoh kepada para penguasa itu dalam hal yang sebenarnya tidak ada rukhsoh di dalamnya dengan tujuan memperoleh dunia yang mereka miliki. Dengan itu, terjdilah kerusakan dari tiga segi, pertama: Penguasa tersebut akan mengatakan, ‘Seandainya aku tidak diatas kebenaran, tentu orang fakih ini akan mengingkari perbuatanku, bagaimana aku tidak dalam posisi yang benar, sedangkan ia makan dari hartaku’. Kedua: orang-orang awam akan mengatakan, ‘Tidak ada masalah dengan penguasa ini, tidak ada masalah dalam harta dan apa yang ia lakukan, sebab fulan yang fakih itu terus berada di sisinya’. Ketiga: Pada si fakih itu sendiri, sesungguhnya ia telah merusak agamanya dengan perbuatannya itu.” (Talbis Iblis, hal. 118).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[37] Syaikh Aiman Adh Dhowaahiriy mengatakan: “Ada ribuan pemuda yang hidup terbelunggu oleh nama-nama yang tampak menggema ini; Ibnu Baaz, Al ‘Utsaimin, Abu Bakar Al Jazaairiy, para pemuda itu asal ikut saja kepada mereka, atau minimal tidak berani berpendapat lain dengan mereka, meskipun mereka melakukan kesalahan yang besar dan penyimpangan yang parah… sudah saat bagi para pemuda muslim untuk membebaskan diri dari mereka, dari nama-nama yang bergaung besar yang masih saja berada bersama kemunafikan para thoghut hingga akhirnya nama-nama itu menjadi remeh dan mengundang sikap merendahkan dimulut kawan maupun lawan! Dan saatnya bagi para pemuda untuk berkumpul disekeliling para ulama’ pejuang yang jujur dimana mereka menghadapi rintangan dan menanggung cobaan demi agama mereka, serta mereka yang disifati Alloh dalam firmannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يُوقِنُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan kami jadikan mereka pemimpin yang memberikan petunjuk dengan perintah kami, ketika mereka bersabar dan mereka yakin terhadap ayat-ayat kami”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah saatnya para pemuda itu keluar dari ketidaksadaran yang ia hidup di dalamnya serta hendaknya mengerti bahwa peperangan antara islam dan kekafiran, antara yang haq dan yang bathil adalah perang yang menjadi keharusan dan tidak boleh darinya. Siapa yang belum siap menghadapinya atau tidak membuat persiapan untuk menghadapinya, ia akan menjadi korban pertama dari perang itu… kebenaran itu terang sementara kebathilan itu samar; sesungguhnya bin Baaz dan ulama’ kelompoknya adalah ulama’ penguasa, mereka menjual kami kepada musuh-musuh kami demi gaji dan jabatan. Biarlah marah orang yang marah dan rela orang yang rela, sesungguhnya barisan iman sebelum menghadapi barisan kafir harus membersihkan diri dari orang-orang yang tidak jelas dan munafik,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَكَذَلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ وَلِتَسْتَبِينَ سَبِيلُ الْمُجْرِمِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan demikianlah, kami rincikan ayat-ayat dan agar jelas mana jalan orang-orang yang jahat”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Majalah Al Mujahid, edisi ke 11, 3 Sya’ban 1415 H)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[38] An Nawawiy berkata, “Yang dimaksud Jad’an adalah pemuda yang kuat, hingga aku bisa maksimal dalam membantumu.” (Syarkhul Muslim II/ 203).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[39] Syaikh Abu Muhammad Al Maqdisiy berkata, “Sedikit sekali dari mereka yang memahami hakekat manhaj dari din yang agung ini serta besarnya beban-bebannya. Ketika Alloh telah ciptakan surga dan neraka serta mengutus jibril untuk melihat keduanya, lalu ia melihat surga dan nikmat yang ada di dalamnya kali pertama, ia mengatakan, ‘Demi Alloh, wahai Rabbku tidak ada seorangpun mendengar tentangnya kecuali akan memasukinya. Tapi tatkala ia melihat surga itu ternyata dikelilingi oileh hal-hal yang tidak menyenangkan, ia berkata, ‘Demi Alloh wahai Rabbku aku khawatir tidak ada seorangpun yang memasukinya’ jadi, jalan yang diinginkan Alloh untuk sampai ke surga tidaklah yang sipenuhi dengan bunga-bunga dan wewangian. Tidak! Tetapi jalan itu dikelilingi oleh hal-hal yang tidak menyenangkan dan berbagai ujian, gangguan dan darah. Kalau ada orang yang masuk surga tanpa menempuh jalan seperti ini, tentu yang paling layak adalah para Rosul Alloh dan nabi-nabiNya yang mana mereka telah Alloh pilih dari makhluk-makhluknya yang terbaik, namun ternyata mereka juga disakiti, dijelek-jelekkan dan didustakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَصَبَرُوا عَلَى مَا كُذِّبُوا وَأُوذُوا حَتَّى أَتَاهُمْ نَصْرُنَا وَلَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lalu mereka bersabar atas pendustaan mereka dan disakiti hingga datang pertolongan kami, dan tidak akan berubah kalimat Alloh”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakekat ini diketahui setiap orang yang berfikir akan pelajaran manhaj para nabi dan sejarah dakwah. Oleh karena itu, kalimat pertama yag didengar Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam setelah diangkat menjadi nabi dari waraqah bin Naufal adalah --- ia membaca kitab-kitab terdahulu ---, tidak ada seorangpun yang datang membawa seperti yang engkau bawa melainkan akan dimusuhi! Maka orang yang mimpi telah membawa warisan para nabi kemudian mencari keridhoan manusia atau pemerintahan, mereka tidaklah paham akan hakekat manhaj ini…! (Dari sebuah makalah berjudul Lam Ya’ti Rajulun Bi Mitsli Ma Ji’ta Bihi Illa ‘Udiya, Jumadal Akhirah 1423 H).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[40] Teks selengkapnya adalah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَالُوْا: (أَمِطْ عَنَّا يَا أَسْعَد! فَوَاللهِ لاَ نَدَعُ هَذِهِ الْبَيْعَةَ أَبَدًا وَلاَ نَسْلُبُهَا أَبَدًا)، قَالَ جَابِرُ بْنُ عَبْدِ اللهِ رضي الله عنه: (فَقُمْنَا إِلَيْهِ فَبَايَعْنَاهُ، فَأَخَذَ عَلَيْنَا وَشَرَّطَ، وَيُعْطِيْنَا عَلَى ذَلِكَ الْجَنَّةَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;… mereka berkata, “Jangan halangi kami wahai As’ad, demi Alloh kami tidak akan meninggalkan bai’at ini dan tidak akan kami cabut selamanya.” Jabir ra berkata, “Maka kamipun berdiri dan berbai’at kepada beliau, beliaupun mengambil kami dan memberikan syarat, dan memberikan surga akan hal itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[41] Rosululloh bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;َاْلإِيْمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُوْنَ - أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّوْنَ شُعْبَةً - فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ اْلأَذَى عَنِ الطَّرِيْقِ، وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ اْلإِيْمَانِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iman itu ada tujuhpuluh sekian --- atau enampulah sekian --- cabang, yang paling utama adalah kalimat laa ilaaha illallah, dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan, dan malu adalah bagian dari iman.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[42] Asy Syanqithiy rh berkata, “Sesungguhnya orang-orang yang mengikuti aturan-aturan positif yang dibuat oleh setan melalui lidah wali-walinya merupakan penentangan terhadap apa yang telah disyareatkan Alloh ta'ala melalui lisan para Rosul-Nya shollallohu 'alaihi wa sallam, hal itu tidak diragukan lagi merupakan kekufuran dan kesyirikannya kecuali orang yang bashirohnya dihilangkan Alloh dan ia butakan dari cahaya wahyu seperti mereka.” (Adhwa-ul Bayaan IV/ 83-84).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Ahmad Syakir berkata, “Sesungguhnya perkara dalam undang-undang positif ini sudah jelas seperti jelasnya matahari; itu adalah kufuh bawwah, tidak ada rahasia di dalamnya dan tidak ada yang ditutup-tutupi, serta tidak ada udzur bagi seorangpun yang menisbatkan dirinya kepada Islam --- siapapun orangnya --- untuk mengamalkannya dan tunduk serta mengakuinya. Maka hendaklah seseorang waspada terhadap dirinya sendiri, dan masing-masing orang menjadi penghisab dirinya sendiri.” (‘Umdatut Tafsir IV/ 172).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[43] Sampai di sini selesai sudah ceramah Syaikh Mujahid Usamah bin Ladin hafidzahullah, dan semoga Alloh menjadikan beliau sebagai penyumbat di tenggorokan-tenggorokan orang-orang kafir. Perlu diketahui bahwa penukilan ini selesai dalam bentuk tulisan dari suara rekaman kaset beliau, disertai sedikit perubahan sesuai dengan kebutuhan. Tak lupa, kami memohon kepada Alloh ta'ala agar membesarkan ganjaran dan pahala bagi siapa saja yang turut merampungkan mudhoharah ini dengan suara Syaikh Usamah bin Ladin langsung terdapat qismu shoutiyyat (Kolom suara) di situs kami: “Mimbar Tauhid dan Jihad.” (tawhed.ws).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Merenung Sejenak Terhadap Hasil-Hasil Jihad :: Antara  Kebodohan Terhadap Syari’at &amp; Kebodohan Terhadap Realita</title><link>http://rumahjihad.blogspot.com/2011/09/merenung-sejenak-terhadap-hasil-hasil_8586.html</link><category>Merenung Sejenak Terhadap Hasil-Hasil Jihad</category><category>SYAIKH ABU MUHAMMAD ‘ASHIM AL-MAQDISI</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Fri, 2 Sep 2011 11:09:00 +0300</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4665679130695185505.post-6664236012511379589</guid><description>&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse; color: rgb(76, 76, 76); "&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 20pt; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; color: red; "&gt;Merenung Sejenak
&lt;br /&gt;Terhadap Hasil-Hasil Jihad&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 20pt; font-family: 'Courier New'; color: red; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 20pt; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; color: rgb(0, 176, 240); "&gt;Antara&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 20pt; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; color: rgb(0, 176, 240); "&gt;Kebodohan Terhadap Syari’at
&lt;br /&gt;&amp;amp;
&lt;br /&gt;Kebodohan Terhadap Realita&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;Khusus Ditujukan Kepada&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-family: 'Courier New'; color: red; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: yellow; "&gt;Setiap Da’i &amp;amp; Mujahid Di Dunia Perjuangan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 14pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 14pt; font-family: Arial, sans-serif; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;SYAIKH ABU MUHAMMAD ‘ASHIM AL-MAQDISI&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;Penjara Qafqafa&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;Yordania&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 18pt; font-family: Arial, sans-serif; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;Diambil Dari&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 9pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;Mimbar At Tauhid Wal Jihad&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 14pt; font-family: Arial, sans-serif; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 14pt; font-family: Arial, sans-serif; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 14pt; font-family: Arial, sans-serif; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 14pt; font-family: Arial, sans-serif; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;Alih Bahasa :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; color: purple; "&gt;Abu Sulaiman&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;Penjara Sukamiskin&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;Bandung&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;u style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: 'Courier New'; color: red; "&gt;Mimbar Tauhid &amp;amp; Jihad&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: medium; font-family: 'Times New Roman'; "&gt;&lt;u style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: 'Courier New'; color: red; "&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: 'Courier New'; color: red; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoSubtitle" style="margin-top: 0cm; margin-right: 0cm; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 16pt; font-family: 'Times New Roman', serif; color: red; "&gt;Pengantar Penerjemah&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; text-align: justify; text-indent: 18pt; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Segala puji hanya bagi Allah Rabbul ‘aalamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Imamul Mujahidin, keluarga, para sahabat dan para pengikutnya sampai hari kiamat….&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; text-align: justify; text-indent: 18pt; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; text-align: justify; text-indent: 18pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Risalah ini adalah renungan-renungan yang dituangkan oleh &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Asy Syaikh Al Mujahid Abu Muhammad ‘Ashim Al Maqdisiy&lt;/b&gt; -yang telah menadzarkan hidupnya untuk dakwah tauhid-, dalam lembaran-lembaran risalah penjaranya berupa penjelasan tentang hal-hal penting yang dibutuhkan dalam jihad, terrangkai dalam untaian nasehat dan kritik yang membangun bagi para du’at dan mujahidin….&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; text-align: justify; text-indent: 18pt; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; text-align: justify; text-indent: 18pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Saya sarankan ikhwan, du’at dan mujahidin mentelaahnya dengan penuh lapang dada, karena nasehat dan kritik yang membangun serta didasarkan pada pemahaman yang lurus, bila diterima dengan lapang dada adalah baik dan indah akibatnya, walaupun sepintas terasa pahit dan pedas…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; text-align: justify; text-indent: 18pt; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; text-align: justify; text-indent: 18pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Nasehat dan kritik yang membangun ini hanya bisa diambil faidahnya oleh orang yang berjiwa besar dan adapun orang yang mendahulukan emosi dan praduga yang buruk, maka tidak akan dapat menikmati hidangan yang lezat ini….Wallahu A’lam…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; text-align: justify; text-indent: 18pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; text-align: justify; text-indent: 18pt; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(255, 102, 0); "&gt;Selamat merenungi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 18pt; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 180pt; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; text-indent: 36pt; "&gt;&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-family: 'Courier New'; color: blue; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Abu Sulaiman Aman Abdurrahman&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 180pt; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; text-indent: 36pt; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-family: 'Courier New'; color: red; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Bandung, Pertengahan Syawwal 1427 H&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoSubtitle" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 16pt; font-family: 'Times New Roman', serif; color: red; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 18pt; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; "&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoSubtitle" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 16pt; font-family: 'Times New Roman', serif; color: red; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 18pt; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; "&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoSubtitle" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 16pt; font-family: 'Times New Roman', serif; color: red; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 18pt; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; "&gt;Pendahuluan Sebelum&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoSubtitle" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 16pt; font-family: 'Times New Roman', serif; color: red; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 18pt; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; "&gt;Renungan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoSubtitle" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 16pt; font-family: 'Times New Roman', serif; color: red; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 18pt; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoSubtitle" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 16pt; font-family: 'Times New Roman', serif; color: red; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 14pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;Bismillaahirrahmaanirrahiim&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Ini adalah kepedulian pena dan kepedihan penjara yang saya tuangkan dalam tulisan sebagai bentuk kepedulian terhadap ikhwan saya serta sebagai ketulusan terhadap dakwah, para da’i, jihad dan mujahidin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Saya sarankan setiap da’i dan mujahid untuk membaca, mentadabburi, mentelaahnya dan mengambil pelajaran dari pengalaman-pengalaman dan contoh-contoh yang saya tuangkan di dalamnya, serta tidak memilah-milah pengambilan pelajaran ini dan menyepelekan hasil-hasilnya atau menyia-nyiakannya dengan cara mencari-cari tentang siapa orang yang dimaksudkan oleh syaikh dan berpikir mungkin saja ia memaksudkan si fulan atau si alan…karena masalahnya adalah lebih besar dari sekedar sosok-sosok orang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Bahayanya adalah lebih besar dari pengkerdilan ini, dan kita sangat membutuhkan akal-akal yang menjauhkan dirinya dari sikap dongkol dalam penanganan berbagai permasalahan, dan ia tidak memfokuskan atau membatasi masalah-masalah itu pada sosok-sosok atau nama-nama tertentu. Hari ini agama Islam diperangi dari berbagai penjuru dan jihad juga mendapatkan pencorengan di berbagai bidang dan dengan aneka ragam sarana dan cara serta tipu muslihat, sehingga harus ada renungan dan koreksian untuk kelanjutan perjalanan,langkah pembenahan dan bimbingan bagi setiap orang yang memiliki kecemburuan terhadap dien ini, agar kita dapat meningkat naik dengan pola pikir kita, pemahaman kita, dakwah kita dan ‘amal kita kepada level tantangan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Dan lembaran-lembaran ini tidak lain adalah upaya saya dalam tujuan ini, saya memohon kepada Allah ta’ala agar menerimanya dari saya dan memberikan kepada saya dan ikhwan saya manfaat dengannya, serta menjadikannya tulus bagi wajah-Nya yang Mulia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Sholawat dan salam semoga Allah limpahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarganya serta para sahabat semuanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 18pt; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; color: red; "&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoSubtitle" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 16pt; font-family: 'Times New Roman', serif; color: red; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 18pt; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; "&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoSubtitle" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 16pt; font-family: 'Times New Roman', serif; color: red; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 18pt; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; "&gt;Antara&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoSubtitle" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 16pt; font-family: 'Times New Roman', serif; color: red; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 18pt; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; "&gt;Kebodohan terhadap Realita&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoSubtitle" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 16pt; font-family: 'Times New Roman', serif; color: red; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 18pt; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; "&gt;dan Kebodohan terhadap Syari’at&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Sebelumnya saya memohon kepada Allah ta’ala agar saya berjumpa dengan-Nya tanpa pernah saya menulis satu kalimatpun yang dengannya saya membuat thoghut senang, oleh karena itu saya membuka materi saya ini dengan mengingatkan terhadap apa yang telah saya tulis berulang kali seputar kewajiban membela &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;(nushrah)&lt;/b&gt; kaum muslimin di Palestina, Afghanistan, Chechnya, Iraq dan setiap belahan bumi ini, dan(dengan mengingatkan) terhadap apa yang saya tulis seputar kekafiran setiap orang yang membantu kaum kafir timur atau barat atas kaum muslimin, dan kebolehan memerangi Yahudi dan salibis Amerika juga orang-orang kafir yang memerangi lainnya di setiap tempat termasuk –walaupun- di Tanah Haram serta keberlepasan kaum&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;muwahhidin&lt;/b&gt; dari perjanjian-perrjanjian para thoghut dan jaminan keamanan mereka terhadap wali-wali mereka yang memerangi (dien ini).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Saya telah menulis seputar masalah ini semuanya dan yang lainnya dengan penuh ketegasan dan kejelasan&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;bihamdillah&lt;/b&gt;, dan saya masih senantiasa membayar harga ketegasan ini dan kejelasan itu sampai detik ini, saya memohon kepada Allah ta’ala penerimaan dan khusnul khatimah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Sebagaimana telah saya tulis, saya mengingatkan bahwa jihad dan&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;nushrah &lt;/b&gt;dien serta kaum muslimin ini wajib dikendalikan dengan batasan-batasan syari’at seraya di dalamnya meperhatikan &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;fiqh waqi’&lt;/b&gt;(kepahaman terhadap realita) dan mashlahat Islam dan kaum muslimin dengan mengedepankan sesuatu yang paling manfaat bagi &lt;i style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;dienullah&lt;/i&gt; dan sesuatu yang paling memukau dan paling membuat geram musuh-musuh Allah. Maka agar sang mujahid dengan jihadnya mendapatkan ridla Allah, maka dia wajib menggabungkan antara pemahaman terhadap tujuan-tujuan syari’at pada&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;faridhah&lt;/b&gt; jihad dengan penguasaan pengetahuan terhadap realita yang ia hidup di dalamnya, agar ia bisa memperhitungkan apa yang paling manfaat bagi jihad dan kaum muslimin serta apa yang paling memukul bagi musuh-musuh dien ini&lt;a name="_ftnref1" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="file:///E:/rrrrr/Merenung%20Sejenak-net.htm#_ftn1" title="" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; text-decoration: underline; color: blue; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; "&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; vertical-align: super; "&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, itu dikarenakan &lt;i style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;al haq&lt;/i&gt; itu sebagaimana apa yang telah dijelaskan oleh ulama kita adalah tidak tercapai, kecuali dengan menggabungkan antara dua pemahaman ini, sedangkan kebodohan terhadap salah satu dari dua fiqh (pemahaman) ini adalah penyia-nyiaan terhadap banyaknya nyawa orang-orang yang tidak berdosa, bahkan juga nyawa para mujahidin serta pembuangan sia-sia bagi kekuatan-kekuatan kaum muslimin dan penceceran bagi hasil-hasil jihad mereka, maka bagaimana bila digabungkan antara dua kebodohan ini semuanya ??&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0cm; padding-right: 0cm; padding-bottom: 1pt; padding-left: 0cm; border-top-style: none; border-right-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; border-bottom-style: solid; border-bottom-color: windowtext; border-bottom-width: 1pt; font-size: medium; font-family: 'Times New Roman'; "&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Ini adalah renungan-renungan yang berkaitan dengan materi ini, di dalamnya saya memberikan nasehat bagi jihad dan mujahidin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Merenung Sejenak Terhadap Hasil-Hasil Jihad :: Antara  Kebodohan Terhadap Syari’at &amp; Kebodohan Terhadap Realita (01)</title><link>http://rumahjihad.blogspot.com/2011/09/merenung-sejenak-terhadap-hasil-hasil_1109.html</link><category>Merenung Sejenak Terhadap Hasil-Hasil Jihad</category><category>SYAIKH ABU MUHAMMAD ‘ASHIM AL-MAQDISI</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Fri, 2 Sep 2011 11:07:00 +0300</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4665679130695185505.post-1657073744457720379</guid><description>&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse; color: rgb(76, 76, 76); font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; "&gt;&lt;p class="MsoSubtitle" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 16pt; font-family: 'Times New Roman', serif; color: red; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 18pt; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: yellow; "&gt;Renungan Pertama&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoSubtitle" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 16pt; font-family: 'Times New Roman', serif; color: red; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 18pt; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; "&gt;Salah Paham terhadap Hadits 
&lt;br /&gt;Sha’b Ibnu Jatstsamah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Saat saya menulis tentang pensyari’atan &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;‘amaliyyat jihadiyyah&lt;/b&gt;(operasi-operasi jihad..),sebagian mujahidin menyelinap masuk di tengah orang-orang kafir lalu mereka meledakkan diri mereka agar bisa melumpuhkan orang-orang kafir itu, saya tetap bersikukuh terhadap pembatasannya dengan batasan-batasan(tertentu) dan tidak menjadikannya sebagai cara-cara peperangan klasik yang disyari’atkan secara muthlaq. Saya berkomitmen dengan apa yang telah dikomitmenkan oleh para ulama &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;muhaqqiqin&lt;/b&gt; kita barupa batasan-batasan (&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;dlawabith&lt;/b&gt;) saat mereka membolehkan membunuh kaum muslimin yang dijadikan tameng bila orang-orang kafir membentengi diri dengan mereka itu dan terbukti dalam sikap meninggalkan membunuh benteng itu terdapat mafshadah yang lebih besar dari pada membunuhnya, (yaitu) bila ternyata mashlahatnya adalah sangat mendesak lagi pasti &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;(qath’iy)&lt;/b&gt; dan sebagian para penuntut ilmu telah mempertanyakan kepada saya perihal batasan-batasan dan &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;dlawabith&lt;/b&gt;ini, dan sayapun tetap bersikukuh terhadapnya, terutama saya mendengar dan melihat orang yang meledakan dirinya sendiri (hanya,ed.) untuk membunuh satu orang atau dua orang kafir yang padahal mungkin membunuhnya dengan pistol atau senjata laras panjang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Sering kami ulang bahwa pensyari’atan &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;‘amaliyyah&lt;/b&gt; macam itu nampak pada kondisi ketidakmampuan mujahid dari melakukan jihad dengan selainnya, di mana dalam sikap meninggalkan cara ini terkandung penelantaran terhadap jihad dan kejayaan bagi agama kafir dan orang-orang kafir, sedangkan orang-orang yang menyelisihi kami bersikukuh bahwa&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;‘amaliyyah&lt;/b&gt; itu adalah satu cara seperti cara-cara perang lainnya walaupun tanpa dlarurat dan walaupun tanpa mendatangkan pelumpuhan atau mashlahat yang besar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Faktor pendorong pemberian batasan dan pengketatan syarat dari kami ini adalah pengagungan terhadap kehormatan darah orang muslim dan perhatian serius terhadap pencapai tujuan-tujuan &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;(maqashid)&lt;/b&gt; jihad seperti apa yang dicintai dan diridhoi Rabb kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Bila gambaran pengketatan syarat-syarat ini dalam pembunuhan orang-orang muslim terhadap dirinya sendiri seperti ini, maka bagaimana halnya dalam gambaran yang mana dia menjadi penyebab keterbunuhan orang muslim lainnya dengan sebab kekacauan yang meliputi sebagian medan peperangan dan ketidakkomitmenan orang-orang yang berperang di dalamnya dengan batasan-batasan syari’at dan aturan-aturan Allah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Sungguh banyak para pemuda yang telah tergila-gila dengan operasi-operasi peledakan karena dlarurat, ataupun tanpa dlarurat, seolah jihad itu tidak layak kecuali dengan bahan-bahan peledak !!....atau seolah para pemuda itu tidak menguasai cara yang lain, dan seolah mereka tatkala melakukan &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;tadrib&lt;/b&gt; terhadapnya adalah menjadi keharusan mereka untuk tidak berjihad kecuali dengannya, sehingga musuh-musuh kita sudah bisa mencium bau jejak para pemuda itu dan mereka menetapkan dalam penyidikan-penyidikan mereka pada tahap pertama bahwa para pemuda itulah yang berada di balik operasi-operasi ini dengan sekedar realita operasi ini adalah peledakan tanpa dharurat-dharurat, atau dengan diketahuinya macam bahan peledak yang mana sebagian para pemuda itu tidak menguasai selainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Bisa jadi itu ada, karena mereka mendengar dan menyaksikan sebagian operasi-operasi yang tepat, yang dilakukan oleh para mujahidin berpengalaman di &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Chechnya&lt;/b&gt; atau &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Al-Qa’idah &lt;/b&gt;dan yang lainnya dari kalangan yang memiliki banyak pengalaman, kemudian para pemuda itu meniru dan mengikuti mereka tanpa memiliki pengalaman-pengalaman dan kepiawaian,sehingga dengan hal itu, mereka menuai kegagalan yang fatal dan kesalahan yang menyedihkan kaum muwahhidin dan menyenangkan kaum musyrikin. (Pembelaan mereka terhadap,ed.) keberadaan jalan atau pasar atau lapangan diletakkan atau diparkirkan di sana mobil-mobil mereka yang bermuatan bom atau container-container mereka yang berisi bahan peledak itu adalah di depan kedutaan musuh atau di depan rumahnya tidaklah menyelamatkan para pemuda itu dari pertanggungjawaban, celaan dan kritikan selagi musuh semacam ini masih bisa dilumpuhkan dengan cara-cara klasik tanpa peledakan dan selagi para pemuda itu tidak mengkafirkan kaum muslimin secara umum di negeri-negeri kita ini sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang yang &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;ghuluww&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Maka syari’at atau akal macam apa yang membolehkan operasi-operasi semacam ini, dan &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;apakah benar ia termasuk jihad yang diridlai Rabb kita &lt;/b&gt;??&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Kita sering mendengar operasi-operasi yang ternyata lenyap menjadi korbannya adalah banyak kaum muslimin yang tidak berdosa, dan bisa jadi tidak seorang musuh Allah-pun yang binasa. &lt;/span&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Itu tidak lain adalah karena mereka bersikukuh untuk melakukannya dengan bahan-bahan peledak, padahal masalahnya bisa diselesaikan dengan beberapa tembakan saja. Saat kami mengarahkan kritikan terhadap para pemuda itu atau kami menegurnya, menasehatinya atau mengingkarinya dan mengajaknya agar mereka bertaqwa kepada Allah terhadap kaum muslimin, jihad dan nama baiknya, serta kami ingatkan mereka&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt; tentang kehormatan darah orang muslim, walaupun dia itu ahli maksiat lagi rusak&lt;/b&gt;, maka mereka segera berdalil dengan hadits &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Ash-Sha’b ibnu Jatstsamah&lt;/b&gt; dan bahwa perbuatan mereka itu sejenis dengan&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;tabyit&lt;/b&gt;(penyerangan malam hari) terhadap orang-orang kafir.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Dan bila keadaannya seperti itu, maka mari kita bersama-sama meninjau hadits &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Ash-Sha’b ibnu Jatstsamah&lt;/b&gt;, indikasinya, fiqhnya, dan ucapan ulama di dalamnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Al Bukhariy dan Muslim meriwayatkan dari Ash-Sha’b ibnu Jatstsamah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt; bahwa&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt; &lt;i style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Rasulullah saw ditanya tentang penduduk negeri kaum musyrikin yang diserang di malam hari, sehingga menimbulkan korban dari kalangan wanita dan anak-anak mereka ? beliau menjawab :”…mereka itu bagian dari mereka “ dan saya mendengar beliau berkata :”…tidak ada perlindungan kecuali milik Allah dan milik Rasul-Nya saw&lt;/i&gt;”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Dalam hadits ini terdapat kebolehan penyerangan secara tiba-tiba&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;(igharah&lt;/b&gt;) terhadap kaum kuffar dan musyrikin di malam hari walaupun hal itu menimbulkan akibat terbunuh bersama mereka sebagian wanita dan anak-anak mereka yang mana kita dilarang dari sengaja membunuh mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Terdapat pula peniadaan dosa dari orang yang membunuh mereka tanpa sengaja dalam keadaan-keadaan seperti ini yang sulit bagi mujahidin di dalamnya menghindari orang-orang yang tidak mampu berperang (&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;ghair muqatilin&lt;/b&gt;). Para ulama memasukkan dalam kategori (&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;tabyit&lt;/b&gt;) itu penyerangan dengan &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;manjaniq&lt;/b&gt; (yang termasuk jenisnya pada hari ini adalah bom) terhadap benteng pertahanan orang-orang kafir, karena penghindarannya dari &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;ghair muqatilin&lt;/b&gt; adalah mustahil.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Kemudian datang para pemuda itu, lalu berdalil dengan hadits tersebut terhadap pembolehan melakukan operasi-operasi peledakan di jalan-jalan kaum muslimin dan pasar-pasar (mall-mall) mereka, padahal sabda Nabi saw&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: 'Courier New'; "&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;“.. mereka itu bagian dari mereka, tidak ada perlindungan kecuali milik Allah dan milik Rasul-Nya “ &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;adalah dalil terhadap mereka bukan bagi mereka, karena di dalamnya ada &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;dilalah&lt;/b&gt; (indikasi) terhadap keterlidungan orang muslim dan bahwa dia itu memiliki perlindungan yang tidak boleh dilanggar batasan-batasannya, dan bahwa orang-orang yang tidak memiliki perlindungan hanyalah kaum musyrikin dan anak isteri mereka, bukan kaum muslimin dan anak isteri mereka, di samping itu bahwa penafian perlindungan dari anak isteri kaum musyrikin dalam hadits ini &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;hanyalah &lt;/b&gt;dalam kondisi serangan malam yang mana mujahidin tidak mampu di dalamnya untuk menghindar dari mereka, serta tidak muthlaq begitu saja berdasarkan dalil-dalil lain yang melarang dari sengaja membunuh wanita dan anak-anak mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Al Hafidh ibnu Hajar&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt; berkata dalam &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Fathul Bari&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;“ mereka itu bagian dari mereka “&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt; maksudnya adalah bila tidak mungkin sampai kepada bapak-bapaknya, kecuali dengan melibas anak-anaknya, maka bila anak-anak itu menjadi korban karena mereka berbaur maka boleh&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;. &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Selesai&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;An Nawawi berkata &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;dalam&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt; Syarah Muslim ((Dan makna bayat)) &lt;/b&gt;“ :Mereka diserang pada malam hari di mana tidak diketahui laki-laki dari wanita, (dan) dari anak kecil “,&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt; selesai&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Perhatikan bagaimana sikap kehati-hatian dan pengetatan ini terhadap wanita dan anak-anak kaum musyrikin, maka lebih utama lagi hal itu berkenaan dengan kaum muslimin, bila mereka berbaur dengan orang-orang kafir.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Maka bagaimana bila sasaran operasi itu bukan perumahan atau komplek pemukiman khusus bagi orang-orang kafir atau kawasan militer mereka, bahkan justeru yang menjadi sasaran operasi itu malah jalan-jalan kaum muslimin, pasar-pasar (mall-mall) mereka, mobil-mobil angkutan mereka dan tempat-tempat mereka berkumpul ? dengan alasan bahwa di jalan atau pasar itu ada kadubes musuh atau rumah seorang jenderal, kemudian ternyata hasil operasi-operasi ini adalah puluhan orang-orang tak berdosa dari kalangan laki-laki, wanita dan anak-anak yang muslim, dan mereka sama sekali tidak menimpakan sesuatupun bencana yang berarti pada musuh, kemudian mereka berdalil dengan hadits &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Ash-Sha’b ibnu Jatstsamah&lt;/b&gt; dan penyerangan Nabi saw dengan&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;manjaniq&lt;/b&gt; terhadap Thaif.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Wahai saudara-saudara kami, bertaqwalah kepada Allah perihal kaum muslimin, dan bertaqwalah kepada Allah perihal jihad, kami menguasai benar dan paham sekali &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;istidlal &lt;/b&gt;para mujahidin dengan hal-hal semacam itu saat mereka menyerang secara tiba-tiba markas-markas militer atau kompleks-kompleks pemukiman yang dikhususkan bagi kaum musyrikin, walau terdapat di dalamnya sebagian orang-orang yang mengaku Islam, karena ini bukanlah tempat-tempat bagi kaum muslimin dan keberadaan sebagian orang-orang yang mengaku Islam yang&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;tawalliy&lt;/b&gt; kepada musyrikin, dan membantu mereka atau memperbanyak jumlah mereka tidaklah bisa melindunginya dari serangan para mujahidin. Dan hal ini dibuktikan juga oleh hadits pasukan yang hendak menginvasi ka’bah terus Allah membenamkan mereka seluruhnya sedangkan ditengah mereka ada orang yang bukan bagian dari mereka, maka mereka dibinasakan secara serempak yang mana Allah tidak memilah-milah dalam pembinasaan mereka di dunia, dan mereka dibangkitkan di hari kiamat di atas niat mereka masing-masing. Selagi pasukan ini jelas panji dan tujuannya serta ia pasukan syirik yang hendak menginvasi Ka’bah atau dien dan pemeluknya, maka bagaimana keberadaan sebagian orang-orang yang mengaku islam berjalan di rombongannya atau memperbanyak jumlah apalagi kalau &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;tawalliy&lt;/b&gt; dan membantunya, bagaimana hal itu bisa menghalangi atau menjaga dari penyerangannya..?. Maka hendaklah kita bersikap jelas, ini adalah suatu yang lain yang tidak kami ingkari dan tidak kami bicarakan, &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;bahkan kami membela para mujahidin&lt;/b&gt; di dalamnya dan kami menambahkan dalil-dalil kepada dalil-dalil mereka dalam membolehkannya, namun yang kami ingkari adalah &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;bila masalahnya dibalikkan&lt;/b&gt;, di mana tempat lalu-lalang kaum muslimin, lokasi-lokasi tempat mereka berkumpul, sarana-sarana transportasi mereka dan pasar-pasar mereka yang penuh padat dengan wanita-wanita, laki-laki, dan anak-anak mereka menjadi sasaran bagi operasi-operasi peledakan yang ngawur dengan dalih bahwa di dekat sana ada toko milik orang kafir atau mobil milik orang musyrik atau kadubes musuh, akhirnya peledakan itu menjatuhkan korban puluhan kaum muslimin dan mengenai wanita-wanita dan anak-anak serta orang-orang yang tidak berdosa dan mereka tidak menimbulkan sedikitpun bencana pada musuh yang padahal ia bisa dihabisi dengan selain peledakkan bom.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Saudara-saudara kami, kami ingatkan kalian dengan hadits Nabi saw&lt;/span&gt;&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;dari Abu Hurairah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;((…Barang siapa keluar dari umatku terhadap umatku, ia menghantam orang yang baik dan orang jahat (umat ini), dan ia tidak menghindari dari orang mu’minnya dan ia tidak menjaga orang yang mendapat jaminannya, maka ia bukan termasuk golonganku…)), dan dalam satu riwayat ((…Dan aku bukan termasuk bagian dia …)) &lt;/span&gt;&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;&lt;hr. muslim="" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;/hr.&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; "&gt;&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Apa faidah yang didapatkan mujahid dari jihadnya bila ia malah masuk dalam ancaman hadits ini dan ia dicakup oleh sikap keberlepasan Rasulullah saw darinya dan dari jihadnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Takutlah kepada Allah… takutlah kepada Allah dalam hal kaum muslimin, kehormatan mereka dan darah mereka. Takutlah kepada Allah… takutlah kepada Allah dalam hal jihad dan hasil-hasilnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Apa kalian tidak mengetahui bahwa siapa yang menggali sumur di tengah jalan kaum muslimin dan tempat lalu-lalang mereka kemudian orang muslin mati terperosok ke dalamnya maka ia wajib menunaikan&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;kaffarat&lt;/b&gt; dan &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;diyat&lt;/b&gt; ditunaikan oleh&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;aqilahnya&lt;/b&gt; (ahli warisnya). Dan disamakan dengan sumur setiap lobang atau sebab kerusakan. Hal itu ditegaskan oleh sejumlah ahli fiqh pada penjelasan mereka terhadap hadits (tentang)&lt;perusakan yang="" dilakukan="" hewan="" ternak="" tidak="" ada="" ganti="" sumur="" kebinasaan="" rugi="" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;, &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;hr. bukhari="" dan="" yang="" lainnya="" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;/hr.&gt;&lt;/b&gt;. Mereka menjelaskan bahwa kebinasaan (karena sebab) sumur yang tidak wajib &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;diyat&lt;/b&gt; dan &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;kafarat&lt;/b&gt; atas pemiliknya adalah sumur yang ia gali di tanah pemiliknya atau di tanah mati (tak bertuan) atau di pedalaman yang jauh dari jalan kaum muslimin.&lt;/perusakan&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Asy Syafi’iy&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt; berkata : “Orang yang meletakkan batu di tanah bukan miliknya adalah memikul tanggung jawab”. Bahkan mereka menegaskan bahwa orang yang memasukkan hewan di jalan kaum muslimin lalu ia merubah alur jalan semestinya sehingga menginjak orang, maka sesungguhnya ia memikul ganti rugi. Sebagian mereka menegaskan bahwa siapa yang membiarkan (tidak peduli terhadap,ed.) perawatan tembok rumahnya terus ia roboh menimpa orang muslim sehingga mati, maka ia menanggung ganti rugi, begitu juga orang yang mengeluarkan sesuatu dari batas rumahnya, seperti kayu atau yang lainnya, kemudian menimpa orang, maka ia memikul ganti rugi, bahkan sebagian mereka menetapkan ganti rugi terhadap orang yang berwudhu lalu dia membuang air di jalan kaum muslimin, kemudian orang muslim lewat dan tergelincir dengan sebabnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Sesungguhnya ia adalah darah kaum muslimin, masalahnya bukan main-main, wajib kalian ketahui wahai saudara-saudara kami bahwa darah orang muslim itu mahal dan kehormatannya sangat agung, serta penumpahan darah kaum muslimin itu adalah bahaya yang amat besar, sedangkan membiarkan tidak membunuh seribu orang kafir – sebagaimana yang ditegaskan ulama kita – adalah lebih ringan daripada menumpahkan segelas kecil darah orang muslim secara sengaja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Sungguh Rasulullah saw telah mengumumkan di tengah umat di tanah haram di bulan haram di hari haji akbar seraya mengatakan :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;((Sesungguhnya darah kalian dan harta kalian adalah haram atas kalian seperti keharaman hari kalian ini di bulan kalian ini di negeri kalian ini sampai hari perjumpaan kalian dengan Tuhan kalian, ketahuilah, apa saya sudah menyampaikan ? mereka berkata : ya “ Beliau berkata : ya Allah saksikanlah, maka hendaklah orang yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir, karena berapa banyak orang yang mendapatkan berita lebih paham daripada yang mendengar, maka janganlah setelahku kalian menjadi kafir yang mana sebagian kalian memenggal leher sebagian yang lain)),&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;&lt;hr. span="" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;/hr.&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Bukhari&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Dan saya pungkas hal ini dengan firman Allah ta’ala :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;((Dan kalaulah tidak karena laki-laki yang mukmin dan perempuan-perempuan yang mukmin yang tidak kamu ketahui, bahwa kamu akan membunuh mereka yang menyebabkan kamu ditimpa kesusahan tanpa pengetahuanmu (tentulah Allah tidak akan menahan tanganmu dari membinasakan mereka)). Supaya Allah memasukan siapa yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya, sekiranya mereka tidak bercampur baur, tentulah kami akan mengazab orang-orang kafir di antara mereka dengan adzab yang pedih)),&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;&lt;al fath="" 25="" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;.&lt;/al&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Ini adalah ayat yang turun sebagai penjagaan bagi darah segelintir kaum muslimin yang tertindas yang menyembunyikan keimanan mereka di tengah orang-orang musyrik di Mekkah, Allah ta’ala berfirman :&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;((Yang kamu tidak ketahui bahwa kamu akan membunuh mereka yang menyebabkan kamu ditimpa kesusahan tanpa pengetahuan)),&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: 'Courier New'; "&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;yaitu kamu ditimpa dosa dan ganti rugi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Ini terjadi bila membunuh mereka dan menjadi penyebab mereka terbunuh tanpa pengetahuan, maka bagaimana bila mereka itu mengetahui dan yakin bahwa mayoritas orang yang lewat di jalan raya ini atau mayoritas orang-orang yang ada di tempat itu adalah kaum muslimin, terus mereka membunuhnya dengan dasar mengetahui…; apa dengan sebab itu mereka tidak ditimpa &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;ma’arrah&lt;/b&gt; dan &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;ma’arrah&lt;/b&gt; macam apa ?.....?.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0cm; padding-right: 0cm; padding-bottom: 1pt; padding-left: 0cm; border-top-style: none; border-right-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; border-bottom-style: solid; border-bottom-color: windowtext; border-bottom-width: 1pt; "&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Para ahli tafsir berkata tentang &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;ma’arrah&lt;/b&gt; : &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;ia adalah dosa, kebingungan dan kesulitan&lt;/b&gt;, dan berkata juga : &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;ia adalah kerusakan perbincangan kaum musyrikin bahwa kaum muslimin membunuh orang-orang seagama mereka&lt;/b&gt;…. &lt;/span&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Dan mereka berkata : &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;ia adalah kaffarah pembunuhan tidak di sengaja&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Merenung Sejenak Terhadap Hasil-Hasil Jihad :: Antara  Kebodohan Terhadap Syari’at &amp; Kebodohan Terhadap Realita (02)</title><link>http://rumahjihad.blogspot.com/2011/09/merenung-sejenak-terhadap-hasil-hasil_1052.html</link><category>Merenung Sejenak Terhadap Hasil-Hasil Jihad</category><category>SYAIKH ABU MUHAMMAD ‘ASHIM AL-MAQDISI</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Fri, 2 Sep 2011 11:07:00 +0300</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4665679130695185505.post-6600153166973160238</guid><description>&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse; color: rgb(76, 76, 76); font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; "&gt;&lt;p class="MsoSubtitle" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 16pt; font-family: 'Times New Roman', serif; color: red; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 18pt; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: yellow; "&gt;Renungan Ke dua&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoSubtitle" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 16pt; font-family: 'Times New Roman', serif; color: red; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 18pt; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; "&gt;Serahkan Urusan Kepada Ahlinya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Telah lalu dalam renungan pertama bahwa di antara makna firman Allah ta’ala tentang akibat membunuh kaum muslimin tanpa pengetahuan&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: 'Courier New'; "&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;((Menyebabkan kamu ditimpa kesusahan tanpa pengetahuan)), &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;yaitu &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;terjadi mafsadah pembicaraan kaum musyrikin bahwa kaum muslimin membunuh orang-orang Islam sendiri, dan kalian dipermalukan dengan hal itu. Telah shahih pula dalam banyak hadits dari Nabi saw tatkala beliau diajak oleh sebagian para sahabat untuk membunuh sebagian kaum munafiqin bahwa beliau menolak hal itu dan bersabda :&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: 'Courier New'; "&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;((Biarkan mereka, (agar) manusia (tidak) membicarakan Muhammad mebunuhi para sahabatnya)).&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: 'Courier New'; "&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Ini adalah &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;mafsadah&lt;/b&gt; yang mana Allah mempertimbangkan untuk menghindar darinya terutama pada fase-fase sebelum kemenangan dan&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;tamkin kamil&lt;/b&gt; (penguasaan penuh) di muka bumi, maka &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;wajib atas mujahidin untuk memperhatikannya dengan cara memilih target-target yang lebih bersih dan lebih bermanfaat bagi jihad serta bagi Islam dan kaum muslimin, lagi lebih mematikan dan lebih membuat geram musuh-musuh agama ini, serta lebih jauh dari pencampuran masalah, pencorengan jihad dan penggelembungan lingkaran konflik.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Sesungguhnya orang yang mencermati sebagian ‘&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;amaliyyat&lt;/b&gt; yang dilaksanakan oleh sebagian orang yang tidak menguasai salah satu dari dua fiqh itu, &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;fiqh syar’iy&lt;/b&gt; dan &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;fiqh waqi’&lt;/b&gt; atau kedua-duanya secara bersamaan : Ia akan melihat bahwa mereka itu tidak mempertimbangkan mafsadah ini dalam memilih target, sasaran atau penentuan waktunya dan mereka sama sekali tidak memperdulikan hal itu di mana mereka tidak melihat pada realita dengan pandangan yang jeli dan mereka tidak memperhatikan apa yang terjadi di sekitar mereka di dunia ini agar mereka berada di level tantangan zaman dan tipu daya musuh, serta agar mereka mengetahui apa yang paling bermanfaat bagi agama mereka dan paling berfaidah bagi Islam serta jihad mereka, kemudian mereka memilihnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Tatkala kaum muslimin dan yang lainnya mengikuti perkembangan berita &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Al Qa’idah dan Thaliban&lt;/b&gt; sedang mereka itu tampil menghadang musuh-musuh Islam dari kalangan &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;salibis&lt;/b&gt;, &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;kaum sekuler&lt;/b&gt; dan&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;komunis&lt;/b&gt;, begitu juga pandangan mereka dibuat terkagum-kagum dengan keteguhan mujahidin Chechnya dan penhancurannya terhadap kesombongan pihak keamanan Rusia serta penghinaan mereka terhadap kepongahannya dengan bentuk mereka memindahkan medan peperangan dari pelosok Chechnya ke jantung Moskow. Mereka juga terkagum-kagum lagi terpesona dengan penantangan anak-anak dan para pemuda di Palestina terhadap tank-tank Yahudi dan senjata-senjata mereka yang lengkap, serta mereka menyaksikan dengan mata kepala mereka bagaimana tentara Yahudi lari dengan senjatanya kabur ke belakang karena takut batu-batu yang dilemparkan anak kecil kepadanya, tiba-tiba datang muncul kepada kita sebagian manusia dari kalangan yang saya anggap mereka itu mengurung akal mereka dalam tempurung dan tidak mengetahui realita ini, (mereka datang) untuk menembaki orang-orang yang shalat dalam sebagian masjid-masjid Sudan, dan yang lainnya meledakkan masjid Syi’ah di suatu desa Pakistan, yang lainnya senang dengan meledakkan angkutan umum yang penuh dengan kaum muslimin laki-laki, wanita dan anak-anak di jalan Karachi dan Lahore.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Saat kaum muslimin mengharapkan hal-hal agung dan mulia, serta orang yang memiliki cita-cita yang tinggi dari kalangan mujahidin umat ini berupaya melangkah kepada jihad yang memberikan tempat leluasa untuk bernaung bagi kaum muslimin di zaman ini atau kepada target-target yang menghancurkan kepongahan musuh-musuh mereka yang memerangi dan melibas kesombongannya dengan cara menghancurkan pangkalan senjata-senjata militer penghancur masal atau pusat-pusat dinas intelejen dan pilar-pilar utama politik atau pusat-pusat pemerintahan dan ekonomi di tengah negeri kaum musyrikin, tiba-tiba muncul di hadapan kita sebagian para pemuda yang bermodalkan semangat dengan sikap mereka menyerbu gereja secara mendadak, atau membunuh para turis yang lemah atau utusan lembaga-lembaga bantuan dan target-target sepele lainnya yang mana para pemuda itu tidak mempertimbangkan di dalamnya mashlahat dakwah, jihad dan Islam, serta mereka tidak memilih apa yang paling mematikan dalam menghancurkan kekuatan musuh-musuh Allah, dan pilihannya itu adalah karena ia adalah target-target yang mudah. Segolongan lainnya bangkit meledakkan gedung-gedung bioskop atau mereka membuat rencana untuk meledakkan tempat-tempat rekreasi atau gedung-gedung olahraga dan tempat-tempat lainnya yang biasa didatangi oleh muslimin yang fasiq, sehingga dengan perbuatan itu mereka menuai puluhan orang dari mereka atau ratusan dan memberikan sanksi pembunuhan terhadap mereka,padahal itu bukanlah sanksi syar’iy bagi hal semcam itu, sehingga mereka itu menggabungkan antara penyelisihan terhadap syari’at dengan sikap ngawur terhadap realita, dan dengan hal itu mereka memancing permusuhan orang-orang awam yang padahal mayoritasnya ikut menyertakan perasaan bersama jihad kaum muslimin di setiap tempat, sehingga para pemuda itu membaurkan berbagai masalah dan menggelembungkan lingkaran perhelatan, di mana seharusnya fokus memerangi para thoghut dan musuh-musuh agama di setiap tempat, akhirnya perang dan permusuhan ini justeru menikam mayoritas manusia yang padahal selayaknya mereka itu didakwahi dan diselamatkan dari kebusukan-kebusukan thoghut serta dikeluarkan dari peribadatan terhadap makhluk kepada peribadatan terhadap Sang Pencipta.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Di saat manusia mengikuti berita perlawanan di Iraq dan bagaimana setiap harinya orang-orang Amerika jatuh menjadi korban, dan bagaimana mencuat semangat perang dan perlawanan di tengah masyarakat muslim ini, dan menyebabkan keterjepitan Bush dan pemerintahannya serta menggagalkan rencana-rencana dan ambisi-ambisinya, tiba-tiba sebagian orang mengejutkan kita dengan operasi-operasi yang aneh dan ganjil yang membuat jatuh korban puluhan warga Iraq di sana sini dengan mobil bermuatan bom yang diletakkan di jalan-jalan Baghdad atau dengan yang ditembakkan ke penjara untuk menuai puluhan warga Iraq dari kalangan para pengguna jalan atau narapidana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Semua orang yang berakal sepakat setelah itu bahwa para pemuda itu dengan perbuatan-perbuatan mereka yang serabutan lagi ngawur antara kebodohan terhadap syari’at dan kebodohan terhadap realita adalah menyelamatkan presiden salib &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Bush&lt;/b&gt; dari kesalahannya yang selalu dijadikan celaan terhadapnya oleh media informasi dunia hari ini.&lt;/span&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Media-media itu mengalihkan pembicaraan dari berita tentang korban-korban warga Inggris dan Amerika yang setiap hari menjadi sasaran perlawanan, kepada pembicaraan tentang korban-korban warga Iraq akibat serangan orang-orang yang media sebut mereka sebagai kaum teroris, dan beralihlah para tentara pendudukan Amerika itu dari statusnya sebagai pasukan pendudukan dan penginvasi menjadi para pelindung rakyat Iraq dari para teroris, serta mereka berbalik menjadi para penghadang teror.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Rakyat Iraq dipancing untuk memusuhi, yang seharusnya rakyat itu bekerjasama dengan mujahidin dan di pihak perlawanan, justeru engkau melihat masyarakat itu melaknati dan mencela mereka serta berupaya untuk menyerahkannya kepada Amerika.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Wahai kaum, sesungguhnya paham akan syari’at dan paham akan realita serta mengetahui tipu daya musuh dan cermat terhadap makar mereka adalah membantu mujahid untuk memilih target sasaran yang jitu, pada tempat yang tepat dan waktu yang pas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Bila mujahid tidak mempedulikan hal ini, maka dia bakal mendapatkan kesulitan dalam jihadnya dan dia menuai banyak mafsadah daripada mashlahat dan kegagalan daripada keberhasilan, bahkan bisa jadi dari perbuatannya ini musuh-musuh agama memetik buah dan faidah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Betapa banyak &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;‘amaliyyat&lt;/b&gt; karena keburukan pemilihan target dan waktu yang tepat pada suatu kondisi tertentu, justeru yang mengambil untung darinya adalah thoghut dan tokoh-tokoh kafir, di mana ia menyelamatkan mereka dari keterpurukan dan mengeluarkan mereka dari penyudutan-penyudutan serta memberikan kepada mereka legalitas-legalitas dan alasan-alasan untuk mengencangkan tekanan, penindasan dan intimidasi, tanpa &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;‘amaliyyat&lt;/b&gt; itu menghadirkan sedikitpun faidah atau mashlahat bagi agama ini, bahkan sesungguhnya sebagian perbuatan-perbuatan yang ngawur ini kadang membantu pada keberhasilan pemilihan suara bagi thoghut yang sudah hampir jatuh, atau memalingkan pandangan darinya dan mengeluarkannya dari krisis atau keterpurukan yang si thoghut itu dirundung dengannya, dan bisa jadi sebagian petinggi-petinggi dan pejabat-pejabat teras badan intelejen dengan sebab operasi-operasi ngawur dan tanpa pengkajian ini memetik keuntungan seperti kenaikan pangkat, bonus dan kewenangan-kewenangan ; sehingga mereka naik ke posisi tinggi kethoghutannya di atas punggung para pemuda itu. &lt;/span&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Di sisi lain, kaum muslimin memetik darinya kesedihan dan kemunduran dengan berulang-ulangnya sikap ngawur, kegagalan dan kesalahan-kesalahan itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Oleh sebab itu dikenal dari saya ungkapan yang selalu saya ulang-ulang di pendengaran banyak orang-orang yang terlalu semangat&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;(Kalian memilih sibuk diam, atau jangan menyibukkan diri dan sibuklah dengan dakwah, cukuplah itu bagi kami, sungguh kami telah kenyang)&lt;/b&gt; !!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Hai pembuat busur panah, kamu tidak cakap membuatnya jangan kamu rusak dia dan berikan busur itu kepada ahlinya. Maka apakah para mujahidin ingat terhadap hal seperti ini dan apakah mereka mengetahui benar ajaran Tuhan mereka dan realita umatnya, agar mereka berada pada level yang layak bagi jihad Islami yang agung serta merealisasikan harapan kaum muslimin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0cm; padding-right: 0cm; padding-bottom: 1pt; padding-left: 0cm; border-top-style: none; border-right-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; border-bottom-style: solid; border-bottom-color: windowtext; border-bottom-width: 1pt; "&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;Mereka telah mempersiapkanmu untuk suatu yang andai kau tahu maka jauhkan dirimu dari bermain dengan hal yang sia-sia&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Merenung Sejenak Terhadap Hasil-Hasil Jihad :: Antara  Kebodohan Terhadap Syari’at &amp; Kebodohan Terhadap Realita (03)</title><link>http://rumahjihad.blogspot.com/2011/09/merenung-sejenak-terhadap-hasil-hasil_4735.html</link><category>Merenung Sejenak Terhadap Hasil-Hasil Jihad</category><category>SYAIKH ABU MUHAMMAD ‘ASHIM AL-MAQDISI</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Fri, 2 Sep 2011 11:06:00 +0300</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4665679130695185505.post-1700966486654783756</guid><description>&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse; color: rgb(76, 76, 76); font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; "&gt;&lt;p class="MsoSubtitle" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 16pt; font-family: 'Times New Roman', serif; color: red; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 18pt; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: yellow; "&gt;Renungan Ke Tiga&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoSubtitle" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 16pt; font-family: 'Times New Roman', serif; color: red; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 18pt; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; "&gt;Dan Kamu Ditampakkan-Nya Berjumlah Sedikit&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoSubtitle" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 16pt; font-family: 'Times New Roman', serif; color: red; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 18pt; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; "&gt;Pada Penglihatan Mata Mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Orang yang berakal adalah orang yang bersembunyi dalam kelemahannya dan mencermati keadaan betapa minimnya personel dan perlengkapannya, dia meneliti kelemahan-kelemahan musuhnya tanpa mengusik perhatian musuhnya itu, serta dia membuat tipu muslihat terhadapnya tanpa mengingatkannya agar ia aman dari balasannya, karena dia menghindari tipu dayanya serta menunggu kelengahannya, karena &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;sesungguhnya sesumbar dan ancaman sebelum pelaksanaan adalah mengingatkan musuh agar menyiapkan persiapan&lt;/b&gt;, sedang pelakunya bagaikan orang yang menunggu angin datang dengan panahnya sebelum waktu memanah tiba atau bagaikan orang yang mengusik hewan buruan sebelum dipanah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Barangsiapa berlebihan dalam ancaman dan memperbanyak ancaman maka ia disepelekan oleh musuhnya, karena ancaman itu tidak melukai jiwa dan tidak melumpuhkan musuh, sedang memperbanyak darinya adalah menggugurkan rasa takut musuh dan menghilangkan kepercayaan. Barangsiapa ingin cerdik maka janganlah ia memberitahukan kecerdikannya kepada musuh, karena orang yang dikenal cerdik maka musuh pasti hati-hati darinya, sampai orang lemahpun menghindar darinya, apalagi orang yang kuat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Peperangan orang-orang yang tertindas selalu tidak bersandar kepada banyaknya personil dan persenjataan, akan tetapi ia&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;memanfaatkan titik kelemahan musuh dan kelengahan serta kelalaiannya&lt;/b&gt;, dan ia &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;memilih pukulan-pukulan yang telak di waktu-waktu yang mematikan&lt;/b&gt;. Akan tetapi sebagian orang yang tidak memahami hakikat-hakikat ini malah suka menakut-nakuti dengan bulunya dan memberikan bagi dirinya bentuk yang lebih besar dari bentuk kemampuan yang sebenarnya, sehingga hal itu menimbulkan musuh memperhitungkan baginya seribu perhitungan, dan ia tidak merasa cakap mengawasi dan mengintainya dengan peralatan keamanan lokal, akan tetapi ia meminta bantuan terhadapnya dengan wali-walinya di seluruh belahan bumi untuk melumpuhkan terornya yang mana mereka menjadikannya sebagai teror yang mendunia &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;(Global Terror ed.)&lt;/b&gt;!!.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Seandainya teman kita ini berakal, tentu ia tidak merasa senang dengan sikap pembesar-besaran yang sengaja dilakukan oleh musuh itu, karena termasuk sikap bodoh bila dia senang dengan alasan-alasan yang dijadikan legalitas oleh musuh untuk membekuknya, dan tergolong sikap dungu membantu musuh terhadap pengobralan kebohongan-kebohongannya yang membesar-besarkan bahaya dia agar dengannya mereka mengompori dunia terhadapnya dan agar mereka saling bahu-membahu untuk menghabisi bahayanya. Terkadang teman kita ini terkena sedikit penyakit bangga diri, sehingga ia lupa terhadap kadar kemampuan dia yang sebenarnya dan ia membenarkan pembesar-besaran yang dilakukan musuh-musuhnya itu terhadapnya, kemudian ia bertingkah seolah memang ia itu sebagaimana yang disifati oleh musuh-musuhnya, dan kemudian ia mulai melontarkan penegasan-pengasan yang berapi-api dan ancaman-ancaman kehancuran dan kebinasaan yang besar, seolah ia adalah &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Al Qa’qa ibnu ‘Amr&lt;/b&gt; atau &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Qutaibah ibnu Muskim&lt;/b&gt; yang awal pasukannya di Baghdad sedangkan ujungnya menggedor tembok Cina yang besar (The Great Wall, ed.). Masalahnya adalah apa yang akan kalian lihat, bukan apa yang kalian dengar, sedang kalian akan melihat api, asap, roti dan arang, sehingga dengan hal itu dia memperdaya para pengikut dan akhirnya mereka bertingkah seolah kendali dunia di tangan mereka, sehinga melekat pada sikap mereka ini ucapan seorang penyair :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; color: blue; "&gt;Sungguh burung Zurzur tatkala ia terbang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; color: blue; "&gt;Ia menyangka bahwa ia telah menjadi sang Elang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; color: blue; "&gt;Dan debupun setelah itu tersingkap menampakkan busa-busa seperti&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; color: blue; "&gt;Busa sabun yang ditiup anak-anak kecil,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; color: blue; "&gt;kemudian busa itu membesar dan membesar kemudian terbang tinggi,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; color: blue; "&gt;dan tiba-tiba setelah itu lenyap begitu saja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; color: blue; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Andaikata ia menghargai jihad dan dakwahnya tentu dia tidak akan berbicara dan tentu dia menggunakan sikap sembunyi-sembunyi dalam melaksanakan kegiatannya. Karena termasuk kewibawaan sang panglima dan keotentikan ucapannya adalah dia &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;tidak mengeluarkan ancaman melainkan ia itu benar-benar memiliki apa yang dia ancamkan,&lt;/b&gt; agar ancamannya itu tidak menjadi seperti busa-busa itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Di antara keberhasilan dan keberuntungannya adalah dia tidak memberikan kepada dirinya sesuatu yang lebih besar dari kadar kemampuan yang sebenarnya. Bila ia serius dalam operasinya lagi jujur bersama dirinya, maka ia sembunyikan kekuatan yang dia miliki agar nampak seolah ia tidak memiliki apa-apa, sehingga si musuhnya itu menyepelekannya, menganggapnya kecil dan tidak menyiapkan persiapan yang layak untuk menghadapinya. Sebagaimana suatu ungkapan :&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;((Siapa yang dianggap kecil oleh musuhnya, maka musuhnya terpedaya dengannya, dan barangsiapa musuhnya terpedaya dengannya maka dia tidak akan selamat darinya, sehingga bila ia menyergap musuhnya maka ia menyergapnya bagaikan sergapan binatang buas)).&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Allah ta’ala berfirman dalam mensifati masalah ini sebelum perang Badar :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;“Dan kamu ditampakkannya sedikit pada mata mereka, karena Allah hendak melakukan suatu urusan yang mesti dilaksanakan’, &lt;/span&gt;&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;(Al Anfal : 44).&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Ini adalah di awal peperangan, sampai &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Abu Jahal&lt;/b&gt; berkata seraya melecehkan kaum mukminin :&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt; (Mereka itu hanyalah sejumlah orang-orang yang makan seekor unta&lt;/span&gt;&lt;a name="_ftnref2" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="file:///E:/rrrrr/Merenung%20Sejenak-net.htm#_ftn2" title="" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; text-decoration: underline; color: blue; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; "&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; vertical-align: super; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;, tangkaplah mereka itu dan ikatlah dengan tali).&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Kemudian tatkala dua pasukan bertarung dan mereka saling menyerang serta kaum mu’minin tangguh bagikan singa, maka mereka menjadi besar dan banyak di mata kaum musyrikin, sebagaimana firman Allah ta’ala &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 14pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;:&lt;i style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;[&lt;/i&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;Mata kepala mereka melihat (seakan-akan) kaum muslimin dua kali jumlah mereka”,] &lt;/span&gt;&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;(Ali Imran : 13).&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0cm; padding-right: 0cm; padding-bottom: 1pt; padding-left: 0cm; border-top-style: none; border-right-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; border-bottom-style: solid; border-bottom-color: windowtext; border-bottom-width: 1pt; "&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Ya Allah jadikanlah kami orang-orang yang paham akan dien kami ini dan cermat akan realita kami, dan bungkamlah musuh-musuh kami.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Merenung Sejenak Terhadap Hasil-Hasil Jihad :: Antara  Kebodohan Terhadap Syari’at &amp; Kebodohan Terhadap Realita (04)</title><link>http://rumahjihad.blogspot.com/2011/09/merenung-sejenak-terhadap-hasil-hasil_3501.html</link><category>Merenung Sejenak Terhadap Hasil-Hasil Jihad</category><category>SYAIKH ABU MUHAMMAD ‘ASHIM AL-MAQDISI</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Fri, 2 Sep 2011 11:06:00 +0300</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4665679130695185505.post-2602303612845417216</guid><description>&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse; color: rgb(76, 76, 76); font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; "&gt;&lt;p class="MsoSubtitle" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 16pt; font-family: 'Times New Roman', serif; color: red; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 18pt; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: yellow; "&gt;Renungan Ke Empat&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoSubtitle" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 16pt; font-family: 'Times New Roman', serif; color: red; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 18pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;Dan Supaya Jelas Jalan Orang-orang Yang Kafir&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 18pt; font-family: 'Arial Unicode MS', sans-serif; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Orang yang menghadapi musuh-musuh agama ini dan ia berupaya untuk menghancurkan kebatilannya tidaklah layak menelantarkan pengetahuan hukum Allah tentang mereka kaum kafir) sebelum itu, sehingga ia lemah pandangannya terhadap mereka lagi berbaik sangka terhadap mereka atau menganggap mereka masih sebagai muslim.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Saya mengetahui banyak pemuda yang karena didorong semangat akhirnya mereka melangkah untuk jihad, memiliki senjata dan melakukan rencana karenanya. Kemudian tatkala mereka tertangkap (aparat thoghut), saya amat terpukul saat saya mengetahui bahwa para pemuda itu berinteraksi dengan aparat yang menangkap mereka itu &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;seolah para aparat tersebut adalah kaum muslimin&lt;/b&gt;, para pemuda itu mempercayai janji-janji mereka dan merasa keberatan dari berbohong terhadap mereka (atau) dari melakukan pengecohan dalam penyidikan.&lt;/span&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Para pemuda itu berlaku jujur dalam pengakuan-pengakuannya dan memberikan keterangan yang detail lagi membosankan di hadapan mereka dengan dasar dugaan para pemuda tersebut bahwa para aparat itu amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. Kemudian pada akhirnya para pemuda itu dengan sebab pengakuan-pengakuannya tersebut mendapatkan vonis-vonis yang aniaya lagi dzalim, juga lama mendekam di penjara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Jadi ketidaktahuan mereka terhadap jalan orang-orang kafir dan hukum Allah tentang mereka dan ketidakpahaman akan ketulusan sikap aparat tersebut terhadap wali-wali mereka yang kafir dan bahwa mereka itu tidak akan memelihara hubungan kekerabatan terhadap orang mu’min dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian, serta kebodohan para pemuda itu terhadap tipu daya mereka dan pengkhianatan mereka terhadap mujahidin, dan bahwa hukum asal pada diri mereka dan pada akhlaq mereka adalah dusta dan khianat, (itu semua) menjadikan para pemuda itu merasa percaya terhadap para aparat tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Saya mengetahui salah seorang yang hafal Al Qur’an dari kalangan yang memiliki ketabahan dan kesabaran, dia disakiti, dipukuli dan disiksa dengan siksaan yang dahsyat agar dia mau mengakui pengakuan-pengakuan yang dengannya dia akan divonis dengan vonis penjara yang lama, akan tetapi dia teguh dan enggan untuk mengaku, walaupun intimidasi dan penyiksaan dahsyat yang ditimpakan kepadanya. Kemudian mereka akhirnya menggunakan cara tipu daya dan muslihat terhadapnya.Sebelum ditangkap saudara kita ini adalah imam di salah satu masjid, maka mereka melimpahkannya kepada penyidik yang sering shalat bermakmum kepadanya di masjid itu. Si penyidik itu memperkenalkan dirinya kepada &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Al Akh&lt;/b&gt;ini dan ia mengingatkannya akan shalat dia bersamanya di mesjid itu serta dia bersumpah dengan sumpah yang sebenar-benarnya bahwa ia akan membantu saudara kita ini bila ia mau mengaku dan tidak akan melimpahkan (kasusnya, ed.) ke Mahkamah, maka akhirnya &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;al akh&lt;/b&gt; ini membuat pengakuan kepada si penyidik ini dengan bersandar terhadap janji si penyidik kepadanya tanpa sedikitpun si penyidik menyentuhnya dengan pukulan, setelah sebelumnya ia teguh dan tidak mau mengaku di bawah siksaan yang sedikit orang bisa menanggungnya. Para penyidik itu berhasil mendapatkan darinya dengan tipu daya, muslihat, janji dan sumpah-sumpah yang bohong terhadap apa yang tidak mereka dapatkan darinya dengan intimidasi dan penyiksaan. &lt;/span&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Maka akhirnya balasan kepercayaan dia terhadap mereka serta pembenarannya terhadap janji dan jaminan-jaminan mereka adalah ia divonis penjara seumur hidup (SH).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Tentunya &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;al akh&lt;/b&gt; ini sebelum itu tidaklah menganggap kafir orang-orang jahat itu, dan bisa jadi karena ia belum memiliki kejelasan tentang jalan orang-orang kafir&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;(sabilul mujrimin)&lt;/b&gt; itu, maka shalat si penyidik itu memiliki arti yang banyak menurut dia. &lt;/span&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Sedang ini adalah kesalahan besar yang membebaninya sampai hari ke sepuluh tahun di penjara…semoga Allah membebaskannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Saya juga mengetahui seorang pemuda yang menemukan sebuah bom di hutan, lalu dia mengambil bom itu (untuk dibawa, ed) ke rumahnya, kemudian di saat waktu kedunguan yang membinasakan &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;dia memutuskan untuk menjadi warga Negara yang baik&lt;/b&gt; – sebagaimana ungkapan mereka !! – dan dia pun pergi ke kantor polisi yang tentunya dia berbaik sangka terhadap mereka dan tidak mengkafirkan mereka. Dia mengutarakan kepada mereka bahwa ia menemukan bom di hutan dan sekarang ada di rumahnya serta ia ingin dari mereka untuk datang agar ia menyerahkan kepada mereka……,maka mereka meminta darinya agar menunggu mereka di rumahnya dan bahwa mereka akan datang untuk menerimanya setelah satu jam. Dan memang kurang dari satu jam mereka telah datang !! akan tetapi dengan jumlah yang besar dari personel kepolisian, detasemen khusus, intelejen dan mobil-mobil yang dipersenjatai, mereka mengepung rumah itu, menggrebeknya, memeriksanya, dan menangkap dia bersama bomnya… dan mereka menyidiknya dengan tuduhan kepemilikan bom dan bahan peledak tanpa perizinan yang sah, serta mereka tidak mengutarakan masalah yang sebenarnya, yaitu bahwa dialah yang memberitahukan kepada mereka tentang bom itu dan yang meminta kedatangan mereka untuk menyerahkannya. Justeru mereka malah menyebutkan bahwa aparat intelejen dan polisilah yang menyingkap dengan kelihaian, pengalaman dan pengintaian mereka terhadap kepemilikan bom itu dan mereka melindungi masyarakat dari bahaya yang mengancam. Akhirnya atas dasar itu dia divonis tujuh tahun penjara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Saya juga mengetahui pemuda lain yang hidup di jazirah Arab di mana di sana para syaikh pemerintah selalu melarang dari mempelajari hukum-hukum takfier, menakut-nakuti dan menghati-hatikan (para pemuda) dari hukum-hukum itu, serta mereka menganggap pengkafiran pemerintah-pemerintah yang ada dan para ansharnya sebagai sikap ghuluww dalam agama dan termasuk ajaran kaum &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;takfiriyyin&lt;/b&gt; dan ‘&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;aqidah khawarij&lt;/b&gt;, maka diapun tidak mau melelahkan dirinya dalam mengenal status para penguasa dan aparat-aparat mereka di dalam dienullah, apa gerangan bila dia melihat sebagian mereka itu shalat ?? atau dia melihat – wah coba bayangkan– tanda (atsar) sujud di dahi sebagian mereka..??.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Semangat telah menggerakkan teman kita ini untuk berpikir pergi&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;jihad fi sabilillah&lt;/b&gt; memerangi Yahudi di Palestina. Maka dia berhasil meloloskan senjata otomatisnya sampai dia bisa menyelinap dengan cara mengagumkan melewati sungai tanpa mengusik sedikitpun atau mengundang perhatian para tentara Yordania yang berjaga-jaga di perbatasan Yahudi – tentunya dia tidak mengetahui bahwa mereka itu para penjaga dan pelindung Yahudi -, karena kalau tidak demikian tentu dia tidak cenderung kepada mereka atau percaya terhadap mereka, oleh sebab itu dan setelah dia berhasil menyebrangi sungai serta dia merasa sangat kehausan dan dia ingat bahwa dia tidak membawa perbekalan air, maka dia kembali ke belakang dan pergi menuju pos penjagaan salah seorang tentara itu untuk meminta air dengan penuh kedunguan dan keluguan, dan dia merasa tenang-tenang saja saat ia sampai ke tempat tentara itu maka ia mendapatkannya sedang shalat. Setelah si tentara itu menyelesaikan shalatnya dan ia melihat teman kita ini dengan senjata di tangannya, maka ia menanyakan tentang tujuannya, kemudian dengan kedangkalannya, teman kita ini mengutarakan maksudnya kepadanya, dan dia meminta air darinya, maka si tentara itu memberinya air kemudian meminta darinya untuk memperlihatkan senjatanya kepadanya -dan disini saya diam sejenak dan membandingkan serta mengingat &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Abu Bashir ra&lt;/b&gt; dan kecerdikan orang mukmin serta bagaimana dia meminta dengan kecerdikannya dari kedua orang yang menawannya untuk memperlihatkan kepadanya pedang mereka, maka dia membunuh salah satunya sehingga dalam hal itulah keselamatannya– adapun teman kita ini maka dengan keluguan dan kedangkalannya malah memberikan senjatanya kepada si tentara yang shalat dan dia percaya terhadapnya!! maka akhirnya dalam hal itulah penderitaannya di mana si tentara langsung menembakkan senjatanya (ke udara) dengan alasan mencobanya, padahal sebenarnya dengan hal itu dia bermaksud mengundang dan mengingatkan kawan-kawannya, maka mereka pun datang dengan cepat, menghampirinya dan menangkap saudara kita ini yang akhirnya dilimpahkan ke Mahkamah Keamanan Negara dan ujungnya divonis tujuh tahun penjara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Kisah-kisah tersebut -wahai saudara-saudaraku- demi Allah adalah kisah nyata yang ada di penjara-penjara negeri saya dan bukan khayalan belaka, serta kisah-kisah serupa adalah banyak. Sedangkan penderitaan-penderitaan yang terjadi itu, penyebab umumnya adalah berbaik sangka kepada musuh-musuh Allah dan ketidakpahaman akan jalan orang-orang yang kafir &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;(sabilul mujrimin)&lt;/b&gt;, serta ketidaktahuan akan realita kejahatan mereka, makar mereka terhadap jihad ini, tipu muslihat mereka terhadap mujahidin serta loyalitas mereka terhadap musuh-musuh agama ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Tujuan itu bagi mereka adalah melegalkan segala macam cara, dan bagi mereka tidak apa-apa menggunakan jalan apa saja baik yang mulia maupun tidak mulia untuk melumpuhkan jihad para mujahidin dan melindungi tahta orang-orang durjana. &lt;/span&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Asal pada diri mereka itu adalah kebohongan, sedangkan jalan mereka adalah penghianatan dan pelanggaran janji…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;Mereka tidak memelihara (hubungan) kerabat terhadap orang mukmin dan tidak pula&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;(mengindahkan) perjanjian. Dan mereka itulah orang-orang yang melampui bata”, &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;(At Taubah : 10).&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;“Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;lalu kamu menjadi sama(dengan mereka) “, &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;(An-Nisa : 89).&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;“Mereka itulah musuh (yang sebenarnya), maka waspadalah terhadap mereka semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka bisa dipalingkan (dari kebenaran)?”&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;(Al Munafiqun : 4).&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;Orang yang tidak memahami hal-hal ini dan tidak mengetahuinya serta tidak memiliki kejelasan tentang jalan orang-orang kafir maka jihad tidak membutuhkan dia dengan keluguan dan kedunguannya, sebagaimana jihad juga tidak butuh tambahan kegagalan dan keterpurukan&lt;/span&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 18pt; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; "&gt;Barangsiapa jadikan singa sebagai elang untuk berburu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0cm; padding-right: 0cm; padding-bottom: 1pt; padding-left: 0cm; border-top-style: none; border-right-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; border-bottom-style: solid; border-bottom-color: windowtext; border-bottom-width: 1pt; "&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 18pt; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; "&gt;Maka dia menjadi sasaran buruan tipu daya singa itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 18pt; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; "&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 18pt; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; color: red; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Merenung Sejenak Terhadap Hasil-Hasil Jihad :: Antara  Kebodohan Terhadap Syari’at &amp; Kebodohan Terhadap Realita (05)</title><link>http://rumahjihad.blogspot.com/2011/09/merenung-sejenak-terhadap-hasil-hasil_9014.html</link><category>Merenung Sejenak Terhadap Hasil-Hasil Jihad</category><category>SYAIKH ABU MUHAMMAD ‘ASHIM AL-MAQDISI</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Fri, 2 Sep 2011 11:05:00 +0300</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4665679130695185505.post-2868899052994616797</guid><description>&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse; color: rgb(76, 76, 76); font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; "&gt;&lt;p class="MsoSubtitle" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 16pt; font-family: 'Times New Roman', serif; color: red; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 18pt; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: yellow; "&gt;Renungan Ke Lima&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoSubtitle" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 16pt; font-family: 'Times New Roman', serif; color: red; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 18pt; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; "&gt;Kesukuan Dan Bahaya Kecenderungan Kepadanya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 14pt; font-family: 'Arial Unicode MS', sans-serif; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Allah ta’ala berkata kepada Nabi-Nya saw &lt;/span&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;:“Bukankah Dia mendapatimmu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu “ &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;(Al Dukhan : 6).&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt; Yaitu melindungimu (dengan menyerahkanmu) kepada kakekmu yang kafir dan setelahnya kepada pamanmu yang kafir yang melindungimu, menolongmu, menjagamu dan menghindarkan darimu gangguan kaummu. Dan firman-Nya Subhanahu Wa ta’ala tentang musuh-musuh Nabi-Nya Syu’aib : &lt;/span&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;“Kalau tidaklah karena keluargamu tentulah kami telah merajam kamu “,&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;(Hud : 91)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt; Sedangkan keluarganya adalah orang-orang kafir.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Dan Allah ta’ala berfirman tentang Nabi Shalih dan ahli warisnya yang melindunginya&lt;/span&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: 'Courier New'; "&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 14pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;:&lt;/span&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;“Mereka berkata :…”Bersumpahlah kamu dengan nama Allah bahwa kita sungguh-sungguh akan menyerangnya dengan tiba-tiba beserta keluarganya di malam hari, kemudian kita katakana kepada warisnya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;(bahwa) kita tidak menyaksikan kematian keluarganya itu, dan sesungguhnya kita adalah orang-orang yang benar”,&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;(An-Naml : 49 ).&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; color: blue; "&gt;Maka tidak ada dosa atas da’i atau mujahid bila dia dibantu oleh kaumnya yang kafir atau dibela oleh kabilahnya atau marganya dengan dorongan kejahiliaan dan kesukuan. Dan tidak apa-apa atasnya untuk mengambil faidah dari dukungan kaummnya terhadapnya dengan ikatan-ikatan kefanatikan dan hubungan nasab (keturunan) selagi dia tidak menjalinkan al wara’ dan al bara’ atau kecintaan atas dasar pertalian-pertalian jahiliyyah.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; color: blue; "&gt;Termasuk jenis itu adalah sikap bantuan atau pembelaan yang diberikan kepadanya oleh sebagian kaum nasionalis atau pengusung HAM atau demokrat atau yang lainnya yang menganut paham (isme) diluar Islam. Serupa itu pula andaikata ia dibantu dan dibela atau ditolong oleh sebagian utusan organisasi-organisasi internasional yang kafir, baik Kristen atau yang lainnya yang bergerak dalam bidang meringankan kedzaliman : Maka tidak dosa atas dia selagi dia kafir dan bara’ dari paham-paham yang menyimpang dan agama-agama yang kafir ini, dan tidak memujinya atau membangun loyalitas dan permusuhan di atas dasarnya.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Akan tetapi hal yang tidak halal baginya sama sekali dan maksud kami di sini adalah pengingatan dan penghati-hatian darinya adalah cenderung kepada kabilah atau hal-hal serupa yang tadi disebutkan, bersandar kepadanya dan percaya kepadanya, maka &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: blue; "&gt;tidak ada dosa atas orang muslim bila Allah menundukkan badan-badan itu baginya di waktu-waktu atau kondisi-kondisi tertentu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dan mengambil faidah darinya, &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: blue; "&gt;adapun dia cenderung kepadanya atau mengharapkannya di awal dan bersandar terhadapnya dalam jihadnya, maka ini ketergelinciran yang mematikan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: blue; "&gt; &lt;/span&gt;yang saya menyaksikan orang-orangnya, dan saya telah menasehati mereka, namun ternyata sedikit saja yang mau menerima nasehat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Saya telah kerahkan nasehat bagi mereka tentang jalan yang bengkok namun mereka tidak menyadarinya kecuali besok paginya. Di antara mereka ada pemuda yang digerakkan semangat tanpa paham akan syari’at atau realita, mereka itu baru saja bangkit dari kejahiliyyahannya yang mana mereka belum melepaskan diri dari kesombongan dan keangkuhannya dengan tali-tali kesukuan…, sampai sebagian mereka menganggap penggunaan cara-cara rahasia dan sembunyi sebagai aib atau pengecut dan cacat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Pemuda yang lain, kebersandarannya terhadap realita kekabilahan yang ia hidup di dalamnya mendorong dia untuk menenteng terang-terangan senjata otomatisnya dan bahkan bom-bomnya, dia mondar-mandir ke sana ke mari dengan mobilnya yang membawa barang-barang tadi seraya memperlihatkannya kepada si ini dan si itu, dan ia mengobral ucapan kepada setiap orang tentang impian dan angan-angannya ingin memerangi Amerika dan menghancurkan pangkalan-pangkalannya di negerinya ini. Kemudian sangat tercengang saat dihadapkan kepada musuh-musuh Allah dalam penyidikan-penyidikan mereka tentang itu semua, dan ia bertanya-tanya : Bagaimana mereka bisa mengetahuinya ?! dan bagaimana bisa sampai kepada mereka ?! dan ia menyandarkan itu semua kepada kemampuan-kemampuan mereka yang dahsyat …alat-alat pengamanan mereka yang modern dan intel-intel mereka yang disebar di mana-mana… dan… dan… Sama sekali dia tidak menyandarkannya kepada keteledoran dia, kecenderungannya dan sikap ngawurnya yang dia lupakan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Sering sekali saya mengingatkan orang-orang semacam mereka itu dan saya menasehati mereka agar tidak bersandar terhadap apa yang telah mereka biasa ketahui sebelumnya berupa sikap tak peduli para thoghut terhadap kabilah-kabilah mereka dan kepemilikan mereka akan senjata, dan bahwa mereka itu hanyalah bersikap demikian terhadap kabilah-kabilah tersebut selagi loyalitas si kabilah terhadap Negara itu jelas, bahkan di sebagian Negara para thoghut menghadiahkan senjata yang dihiasi emas dan aksesoris kepada para pimpinan suku dan kepala kabilah. Dan itu semua tidak lain karena para thoghut mengetahui bahwa senjata ini tidak akan digunakan kecuali untuk membela Negara dan mengokohkan tahta para thoghut selagi kabilah atau suku dari mereka itu loyalitasnya kepada mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Adapun bila anak kabilah ini telah merubah loyalitasnya, di mana loyalitasnya hanya bagi Islam dan para pemeluknya, serta ia telah menjadi bagian dari anshar dien ini dan dia menampakkan permusuhannya tehadap thoghut dan berlepas diri dari wali-walinya atau dia berupaya melangkah untuk menjihadi juragan-juragan thoghut barat atau timur, maka saat seperti itu akan berbedalah timbangan dan berbaliklah urusan-urusannya serta si thoghut sekarang akan menampakkan taring-taringnya terhadap anak kabilah itu, bahkan terhadap seluruh anggota kabilah ini bila mereka berfikir untuk melindungi dan memberinya tempat. Bagaimana tidak, sedangkan banyak dari para thoghut itu telah menyamar pura-pura tidak kenal dan menghabisi orang-orang terdekatnya saat segalanya terbuka, di antara mereka ada yang membunuh bapaknya atau mengkhianati saudaranya dan menyingkirkan orang-orang terdekatnya demi melanggengkan kepentingan-kepentingannya atau kepentingan kekuasaannya atau demi kepentingan-kepentingan tuan-tuannya; maka apa masuk akal bila suku atau kabilah menjadi batu sandungan penghalang baginya atau rintangan di hadapannya ?...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Sebenarnya ini adalah hal yang nampak lagi terkenal, dan ia adalah nampak jelas juga pada sirah Rasulullah saw di mana bangsa Quraisy bersikap tidak ramah terhadapnya padahal beliau itu tergolong dari suku termulia dan terpandang tatkala beliau menampakkan keberlepasan dirinya dari ajaran mereka serta menjaharkan permusuhannya terhadap tuhan-tuhan mereka dan menjelek-jelekannya, maka mereka tidak peduli dengan sukunya, akan tetapi mereka bersekongkol menjepit sukunya dan memboikot &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Banu Hasyim&lt;/b&gt; di Syi’ab, memutus segala hubungan mereka dan menyakiti mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Begitulah, sesungguhnya para thoghut di setiap masa bersandar kepada kabilah-kabilah dalam mengokohkan tahta mereka, dan membiarkan banyak kelancangan-kelancangan dan penyimpangan-penyimpangan selagi tetap loyal terhadap mereka, berdiri di barisan mereka dan memblok kepada mereka. Adapun bila ia berpikir untuk membela sebagian anak-anaknya yang berdiri di blok yang melawan thoghut itu – sedang ini adalah jarang di zaman kita ini – maka sesungguhnya thoghut saat itu tidak peduli dengannya, namun ia akan menghancurkannya dan menghabisinya seolah kemarin kabilah-kabilah itu tidak akrab di sisinya. Masyarakat telah mengalami hal itu di negeri kami dan mereka melihat bagaimana desa-desa dan kota-kota dihancurkan seluruhnya, dan bagaimana ia telah menjadi medan pertempuran yang digilas oleh tank-tank dan dibombardir pesawat-pesawat tempur saat ia berupaya melindungi sebagian anak–anaknya dan ia menolak dari menyerahkan mereka kepada Negara. Dan dahulu saya mendengar musuh-musuh Allah mencaci para pemuda dan suku-suku mereka itu dengan ucapan-ucapan yang paling kotor dan hinaan-hinaan yang&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: 'Courier New'; "&gt; paling buruk, dan mereka berkata :&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; color: blue; "&gt; &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Kita punya garis-garis merah yang bila dilampaui, maka kami tidak akan menanyakan perihal suku dan lainnya&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Saya tidak ragu bahwa di antara garis-garis merah yang paling penting dan sebelum menyentuh tahta mereka ; adalah upaya menyentuh keamanan tuan-tuan mereka bangsa Amerika.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Dan kamu tidak usah heran setelah itu dan setelah kota-kota dibumihanguskan; bila suku-sukunya itu keluar seraya mengumumkan loyalitasnya kepada pemerintah dan keberpihakannya kepada politik-politiknya dengan cara berlepas diri dari orang-orang yang menentangnnya lagi menyelisihi undang-undangnya, walaupun mereka itu termasuk anak-anaknya yang paling mulia, karena sesungguhnya sekarang adalah zaman kehinaan dan kenistaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Apa belum tiba saatnya bagi saudara-saudara kita untuk memahami pelajaran ini dan mereka mencopot di hadapan pintu Islam kesombongan jahiliyyah dan kecenderungannya kepada suku-suku sendiri atau berbaik sangkanya kepada kabilah, serta mereka mengerti benar akan hakikat jalan ini dan tabi’at dakwah ini, dan pemisah di antara al haq dan al bathil, yang mana ia memiliki pandangan-pandangannya yang khusus dan ikatan-ikatan yang bersih.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0cm; padding-right: 0cm; padding-bottom: 1pt; padding-left: 0cm; border-top-style: none; border-right-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; border-bottom-style: solid; border-bottom-color: windowtext; border-bottom-width: 1pt; "&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Ikatan-ikatan jahiliyyah tidak layak dan tidak kokoh di hadapan beban-beban dan konsekuensi-konsekuensinya, maka tidak halal bagi orang berakal untuk berpatokan terhadapnya atau bersandar kepada kemampuannya atau cenderung kepadanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Merenung Sejenak Terhadap Hasil-Hasil Jihad :: Antara  Kebodohan Terhadap Syari’at &amp; Kebodohan Terhadap Realita (06)</title><link>http://rumahjihad.blogspot.com/2011/09/merenung-sejenak-terhadap-hasil-hasil_8812.html</link><category>Merenung Sejenak Terhadap Hasil-Hasil Jihad</category><category>SYAIKH ABU MUHAMMAD ‘ASHIM AL-MAQDISI</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Fri, 2 Sep 2011 11:04:00 +0300</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4665679130695185505.post-6135370572754089971</guid><description>&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse; color: rgb(76, 76, 76); font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; "&gt;&lt;p class="MsoSubtitle" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 16pt; font-family: 'Times New Roman', serif; color: red; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 18pt; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: yellow; "&gt;Renungan Ke Enam&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoSubtitle" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 16pt; font-family: 'Times New Roman', serif; color: red; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 18pt; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; "&gt;Demi Allah Ia itu Tidak Kecil Sehingga Bisa Ditawar Oleh Orang-orang Yang Pailit&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; color: blue; "&gt;Dakwah ini adalah dakwah yang agung, dan jihad ini adalah barang yang mahal lagi amat berharga yang tidak mendapat taufik untuk memikulnya, kecuali orang yang mengambilnya dengan haknya kemudian memahami benar hakikatnya dan mengetahui beban-bebannya serta dia menguasai ilmu syari’at dan realitanya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;“Katakanlah :”Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata”, &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;(Yusuf : 108).&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Kami telah mengingatkan setiap orang yang berakal dalam penjelasan &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Millah Ibrahim &lt;/b&gt;bahwa jalan ini &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: blue; "&gt;tidak ditaburi dengan bunga mawar dan parfum atau ia dipenuhi dengan istrahat dan santai, akan tetapi dipenuhi dengan hal-hal yang tidak disukai, kepedihan dan cobaan, lagi ditaburi dengan darah, penjara dan penahanan, dan di dalamnya harus meninggalkan orang-orang yang dicintai dan keterpenggalan leher, dan oleh sebab itu tidak mampu memikul beban tugasnya dengan sebenar-benarnya, kecuali singa-singa dan rajawali bukan burung pipit atau burung kutilang.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Akan tetapi sebagian orang yang tidak memahami itu dan tidak peduli dengannya serta tidak mengetahui benar tipu daya musuh-musuh agama, dahsyatnya kedongkolan mereka terhadap dakwah ini dan kedengkian mereka terhadap jihad ini serta makar mereka terhadap para pemeluknya, bisa saja dia bergaun dengan dakwah ini dan mengaku sebagai pengusungnya tanpa memiliki kelayakan kemampuan untuknya, kemudian orang ingusan ini mengira bahwa dakwah ini adalah refreshing yang dengannya ia rekreasi atau bahwa ia adalah ‘game’ yang dengannya ia menghibur diri …terus dia berkecimpung di bidangnya dan menyebrangi menuju medannya tanpa memiliki bashirah (pengetahuan jelas) tentangnya atau rukun-rukunnya dan tanpa mengetahui hakikatnya dan hakikat beban tanggungjawabnya… serta tanpa memiliki kejelasan akan jalan musuh-musuhnya….&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Kemudian pukulannya sangat menghentakkan dia lagi mengagetkan, dan bisa jadi menamatkannya bila dia ditimpa sebagian beban-beban konsekuensinya sehingga menjadi keterpurukan dan dia kembali ke belakang. Saya banyak menyaksikan nestapa-nestapa di penjara terutama dalam sebagian kasus-kasus yang sangat dibesar-besarkan oleh musuh-musuh Allah dan mereka menampakkannya bahwa ia adalah kasus-kasus terorisme yang berbahaya dan ternyata pelaku-pelakunya dalam banyak keadaan adalah para pemuda yang (masih) kecil atau para pemula yang tidak merupakan cerminan bahaya yang sebenarnya atas para thoghut, atau atas tuan-tuan mereka bangsa Amerika. Musuh sendiri mengetahui hal itu, akan tetapi ia tidak mau kecuali membesar-besarkan mereka, agar dia naik pangkat di atas punggung-punggung mereka dan mengantongi balasan pemberangusan terhadap rencana makar mereka yang keji yang dituduhkan dan penggagalannya terhadap rancangan-rancangan mereka yang amat besar yang mayoritasnya adalah impian bohong dan cerita khayalan yang dibuat-buat, dan agar impian-impian bohong macam ini segera dibunuh sejak masih bayi karena khawatir meluas jangkauan para perencananya dan berkembang lalu mereka mengembangkannya kepada realita yang nyata.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Masalahnya sampai pada kondisi mereka menangkap seseorang pemuda yang gila, dan mereka menangkap bersamanya mainan anak-anak yang berbentuk pistol dan si pemuda itu menegaskan kepada mereka pemikirannya dan impiannya untuk memerangi Yahudi, maka mereka menangkapnya langsung dan mengalamatkan kepadanya tuduhan rencana terror, dan ia dilimpahkan kepada jaksa penuntut umum di Mahkamah Keamanan Negara yang menahannya beberapa bulan di penjara dan dia tidak memberikan jaminannya, kecuali dengan susah payah bersama kesaksian orang yang jauh dan dekat bahwa dia itu gila.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Pemuda ini, sebab penangkapannya adalah bahwa ia bertanya kepada seorang tentara tentang jalan menuju Palestina, kemudian tatkala si tentara itu meminta keterangan darinya tentang sebab pertanyaannya, maka ia langsung terus terang kepadanya menjelaskan impiannya itu maka langsung saja si tentara itu menangkapnya dan menyerahkannya kepada tuan-tuannya. Di bawah pukulan dan penyidikan agar dia mengaku tentang senjata yang akan dia gunakan untuk memerangi Yahudi, maka ia menunjukan kepada mereka sepucuk pistol mainan yang ia sembunyikan di rumahnya yang dengannya ia ingin menjihadi Yahudi….Tentunya tidak ada celaan terhadap pemuda ini, karena ia tergolong orang yang Allah maafkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Akan tetapi celaan adalah terarah kepada sebagian orang-orang yang terbelakang dari kalangan yang telah Allah berikan kepada mereka nikmat akal, akan tetapi mereka tidak belajar dan tidak terbina dan tidak memiliki kemampuan (ilmu) syar’iy dan kejiwaan (yang matang, ed) untuk memikul beban-beban dakwah yang mahal ini, serta mereka tidak menguasai pengetahuan akan kebusukan musuh-musuhnya dan tidak mengetahui jelas akan jalan mereka dan metode-metode mereka yang busuk dalam hal makar dan tipu daya terhadap para du’at dan mujahidin, pendorong mereka hanyalah semangat kosong, mereka tidak mendapatkan orang yang mengarahkan mereka untuk mempelajari dien, ‘aqidah dan tauhid mereka… Mereka juga tidak mau sedikit susah untuk duduk di halaqah ilmu atau mengkhususkan diri untuk mengkaji kitab-kitabnya karena bukan termasuk prioritas utama mereka mencari ilmu syar’iy atau memiliki wawasan luas akan realita kaum muslimin, dan mereka tidak mengambil pelajaran dari kemampuan-kemampuan atau pengalaman-pengalaman orang lain yang telah mendahului mereka dalam jalan ini serta mereka malah bersikukuh untuk mengulang kesalahan-kesalahan yang sama yang mana sejawat-sejawat mereka telah terjatuh ke dalamnya, &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;padahal orang yang bahagia adalah yang mengambil pelajaran dari orang lain&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Sebagian mereka duduk-duduk di pinggir jalan berjam-jam, dia sia-siakan waktunya untuk ngobrol yang tidak karuan, bercanda dan bermain bahkan merokok…, kemudian bila mereka mendapatkan senjata maka mereka mulai berfikir tentang operasi yang akan mereka lakukan dengannya, apa saja operasi itu… dan bisa saja karena kesenjangan sosial , kurangnya materi dan kekosongan pemikiran juga serta kekosongan dari cita-cita yang tinggi… bisa saja pemikiran mereka ini mendorong mereka untuk merampok rumah wanita tua dengan klaim bahwa dia itu pelacur atau dengan klaim dia itu mencurigakan, atau merampok toko dan merampas harta pemiliknya dengan dalih bahwa dia mengkonsumsi minuman keras atau menjualnya, dan kamu tidak usah khawatir terhadap motif dan faktor pendorong karena teman kita ini akan menjadikannya islamiy lagi bersih, di mana harta itu bukan untuk rokoknya dan bukan pula untuk makanan dan minumannya, sama sekali bukan, akan tetapi untuk mendanai jihadnya yang selalu terbayang-bayang dalam pikirannya….&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Perampokan dan penjarahan ini bukanlah pencurian dan bukan pula &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;ghashab&lt;/b&gt;, akan tetapi jihad dan i’dad di jalan Allah !!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Sikap tegas adalah wajib atas pembawa dakwah ini dan itu adalah harus dalam menyikapi macam-macam orang-orang tadi. Kejelasan sikap terhadap mereka sejak awal jalan melangkah adalah harus yang tidak mungkin mengenyampingkannya orang yang menghargai waktunya, umurnya dan dakwahnya. Bila penyeru dakwah yang mahal dan jihad yang penuh berkah ini tidak tegas terhadap mereka, maka mereka akan menggusurnya, menyibukannya dan menyia-nyiakan kerja keras dan waktunya, serta mereka akan mencorengnya dan mencoreng dakwah dan jihadnya dengan kasus-kasus mereka yang aneh lagi ganjil yang atasnya mereka akan divonis di ujung perjalanan dan kamu akan mendapatkan di daftar tuduhan-tuduhan terhadap mereka biasanya hal yang amat kontradiksi, dan hal-hal yang menyedihkan kaum mukminin dan menyenangkan musuh-musuh dakwah ini serta menggembirakan hati orang-orang yang senang bila perbuatan keji itu merebak di tengah orang-orang yang beriman, dan membantu mereka terhadap pencorengan dakwah ini dan penghinaan terhadapnya, dan menjadikan bagi mereka jalan (jalan apa saja) atas kaum mu’minin. Orang-orang yang mengomentari kasus-kasus semacam ini terheran-heran, di mana mereka melihat para tersangka di dalamnya adalah orang-orang yang berjenggot dan mereka dihadirkan ke tempat-tempat persidangan sedang mereka bertakbir dan bertahlil serta melontarkan ucapan-ucapan Islamiy, dan ternyata didapatkan tuduhan-tuduhan yang didakwahkan kepada mereka hal yang kontradiktif yang tidak bisa disatukan, di mana engkau mendapatkan di dalamnya tuduhan rencana terror dan organisasi bersenjata &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;di samping tuduhan pencurian atau penjarahan atau perampokan dan penghianatan amanah.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Di sini saya tidak berbaik sangka kepada undang-undang musuh-musuh Allah yang biasanya menamai banyak hal dengan bukan nama-nama yang sebenarnya, sebagaimana saya tidak membersihkan musuh-musuh Allah dari kebiasaan penyematan tuduhan, dusta dan pengada-adaan; karena hukum asal pada diri mereka sebagaimana yang telah kami utarakan adalah dusta dan khianat, dan mereka itu tidak menjaga pada diri orang mu’min tali kekerabatan dan jaminan, serta mayoritas mereka adalah termasuk orang-orang yang senang bila perbuatan keji itu merebak di tengah orang-orang yang beriman, akan tetapi dalam waktu yang sama dan agar saya jujur terhadap diri saya dan terhadap ikhwan dalam nasehat, perbaikan dan perubahan, saya tidak membebaskan sebagian para pemuda itu (dari tuduhan tersebut). Saya tidak berbicara dari realita kosong atau dari khayalan, akan tetapi saya berbicara dari realita penjara yang saya hidup di dalamnya, sungguh saya telah melihat dan mendengar serta mengetahui langsung orang-orang yang telah menjadikan jalan bagi orang-orang kafir atas diri mereka dengan sebab sikap ngawur mereka : Dan itu dengan sebab mereka mencelupkan diri mereka pada tuduhan-tuduhan dan perbuatan-perbuatan yang muncul dari kebodohan terhadap ajaran Allah dan kalalaian dari realita kaum muslimin pada hari ini… Kebodohan akan syari’at ini menghantarkan mereka pada pencelupan diri dalam perbuatan-perbuatan yang kotor dan penghalalan harta-harta yang sebenarnya adalah terjaga (ma’sum) termasuk walaupun para pemiliknya itu adalah orang-orang muslim yang fasiq lagi bejat. Kebodohan akan realita ini menjadikan mereka&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;kadang&lt;/b&gt;serabutan dalam memilih sasaran-sasaran yang aneh yang menjadikan mereka bahan tertawaan manusia dan menjadikan dakwah dan jihad ini sasaran panah orang-orang yang suka menghujat dan memperolok-olok, dan kadang sasaran-sasaran yang memberikan loyalitas bagi musuh-musuh Allah untuk mengencangkan penguasaannya terhadap kaum muslimin tanpa sedikitpun pukulan yang dirasakan musuh-musuh Allah atau faidah yang kembali kepada Islam dan kaum muslimin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Kemudian dengan sebab lemahnya pembinaan iman yang mendahului ujian atau tidak adanya pembinaan itu, engkau mendapatkan mayoritas mereka itu melemah dan rapuh saat terjatuh di tangan musuh-musuh Allah, di mana sebagian mereka memelas-melas kepada mereka dan menampakkan taubat dan penyesalan serta memanggil mereka dengan kata (tuanku / yang mulia / yang terhormat), dan sebagian mereka melaknat dan mencela ikhwannya dan berlepas diri dari mereka, maka &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;jihad macam apa&lt;/b&gt; ini yang mana para pelakunya &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;belum siap&lt;/b&gt;untuk memikul beban bahayanya dan belum mengetahui jelas volume tantangan-tantangannya, sehingga akhirnya mereka menjadi bahan mainan di tangan musuh-musuh agama, di antara mereka ada yang terpuruk atau berbelok dari jalan ini, dan di antara mereka ada yang dimanfaatkan oleh musuh-musuh Allah setelah itu sebagai &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;mata-mata&lt;/b&gt;terhadap ikhwannya, serta sedikit sekali di antara mereka yang mengambil pelajaran lagi teguh dan tidak berubah pendirian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Apa belum tiba bagi mereka itu saatnya mereka naik pada tingkat jihad yang agung ini dan mereka menjadi orang-orang yang layak untuk memikul dakwah yang mahal ini, serta mereka menjadi orang-orang pada tingkat tipu daya musuh-musuh Allah terhadap pemeluk agama ini, di mana mereka itu selamanya tidak bisa selevel walau dengan para pemuda muslim yang dangkal yang kadang terjatuh ke dalam hal-hal yang tadi disebutkan atau yang lainnya bahwa mereka itu para pemuda atau anak-anak atau remaja, sama sekali tidak, akan tetapi musuh-musuh Allah itu membuat tipu daya terhadap mereka dan terhadap setiap orang yang bergabung dengan dakwah ini walaupun bahayanya amat kecil dan umurnya masih belia, mereka memerangi anak-anak itu dan menyikapi mereka seolah mereka itu para terroris yang berbahaya yang bertujuan mencabut pemerintahan kafir mereka dari akar-akarnya, dan menggulingkan tahta kekuasaan mereka yang rusak dari pangkalnya serta membakar dan menghabisi tuan-tuan mereka. &lt;/span&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Maka mereka siaga penuh menghadapinya, membuat tipu daya, jebakan, dan pengintaian, mereka menyiapkan segalanya untuk memberantasnya, saling bekerjasama dan saling bersepakat di antara mereka…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0cm; padding-right: 0cm; padding-bottom: 1pt; padding-left: 0cm; border-top-style: none; border-right-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; border-bottom-style: solid; border-bottom-color: windowtext; border-bottom-width: 1pt; "&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Maka kapan kita benar-benar seperti apa yang diperhitungkan dan diperkirakan oleh musuh-musuh kita….dan kapan kita sampai pada tingkat yang mana rasa takut bersarang di hati mereka dengan sebab kehebatan kita, kelihaian kita dan kecerdikan kita yang nyata lagi sebenarnya…,bukan tipu daya dari mereka dan pengkaburan…???&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Merenung Sejenak Terhadap Hasil-Hasil Jihad :: Antara  Kebodohan Terhadap Syari’at &amp; Kebodohan Terhadap Realita (07)</title><link>http://rumahjihad.blogspot.com/2011/09/merenung-sejenak-terhadap-hasil-hasil_3736.html</link><category>Merenung Sejenak Terhadap Hasil-Hasil Jihad</category><category>SYAIKH ABU MUHAMMAD ‘ASHIM AL-MAQDISI</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Fri, 2 Sep 2011 11:03:00 +0300</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4665679130695185505.post-3953840608251637385</guid><description>&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse; color: rgb(76, 76, 76); font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; "&gt;&lt;p class="MsoSubtitle" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 16pt; font-family: 'Times New Roman', serif; color: red; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 18pt; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: yellow; "&gt;Renungan Ke Tujuh&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoSubtitle" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 16pt; font-family: 'Times New Roman', serif; color: red; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 18pt; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; "&gt;Penjara Adalah Surga Dan Neraka&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Penjara adalah ujian, bisa jadi ia membuahkan hasil atau ia menghancurkan atau membuat keruh. Ungkapan ini selalu kami ucapkan -yakni para alumni penjara- sebagaimana yang nampak bagi sebagian orang tentang keteguhan kami. Itu adalah ungkapan yang tersarikan dari apa yang kami saksikan di dalam penjara, oleh sebab itu ia adalah mensifati hakikat penjara dan pengaruh-pengaruhnya yang berlainan terhadap orang-orang yang memasukinya dan hidup dalam keterkungkungannya dan di antara jeruji-jerujinya serta tinggal di dalam kerangkeng-kerangkengnya dan mereka mengalami langsung (penganiayaan,ed.) di tempat-tempat penyiksaannya…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Orang yang tidak mengalami hal itu dan tidak mengetahuinya dari dekat, maka kadang kaget atau tercengang dengan sebab apa yang muncul dari para penghuni penjara berupa sikap balik arah dan lontaran-lontaran…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Adapun orang yang pernah menjalaninya dan merasakan kedahsyatan ujiannya, berbagai bentuk penindasannya serta aneka ragam penyiksaan di dalamnya, maka bisa jadi dia hati-hati dan berpikir berulang kali sebelum melontarkan vonis-vonisnya terhadap sebagian penghuninya bila muncul dari mereka sebagian lontaran-lontaran yang keruh atau termasuk yang patah, dan ia hati-hati dalam mengikuti fatwa-fatwa mereka yang bersebrangan dengan manhaj asal mereka dan yang kadang muncul di bawah cengkraman &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;ikrah &lt;/b&gt;(paksaan).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Orang yang di penjara itu &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;qushirul ahliyyah&lt;/b&gt; (terbatas kemampuan taklifnya) karena kondisinya yang cenderung berada di bawah tekanan dan paksaan; oleh sebab itu tidak halal ia dibebani pertanggungjawaban yang &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;penuh &lt;/b&gt;tentang ucapan-ucapannya sampai ia keluar dari ketertawanan dan keterpenjaraan kemudian ia menjelaskan tentang ucapan-ucapannya dalam kondisi kerelaan tanpa tekanan atau paksaan ; dan hal itu lebih ditekankan lagi pada syaikh-syaikh jaringan jihad karena dasyatnya permusuhan para thoghut terhadap mereka serta begitu besarnya tekanan thoghut-thoghut itu terhadap mereka. Sedang sudah pasti bahwa dasyatnya permusuhan mereka terhadap orang yang menghunuskan senjatanya di wajah mereka atau mengobarkan semangat (kaum muslimin) terhadap hal itu adalah tidak seperti permusuhan mereka terhadap yang lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Oleh sebab itu kami menasehati setiap orang yang membesuk kami dan meminta pendapat kami tentang apa yang muncul dari &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Syaikh&lt;/b&gt; &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Al Khudlair&lt;/b&gt; dan &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Syaikh Nashir Al Fahd&lt;/b&gt; dan Syaikh-syaikh lainnya semacam mereka, agar tidak terpengaruh dengan apa yang muncul dari mereka berupa fatwa-fatwa atau rujuk-rujuk dalam kondisi tertawan, ini&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;pertama &lt;/b&gt;dan &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;kedua&lt;/b&gt; agar hati-hati dan tidak melancangkan lidah terhadap kehormatan para syaikh itu, serta berdoa bagi mereka agar Allah&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: 'Courier New'; "&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;menyelamatkan mereka dari tipu daya para thoghut dan bersikap hati-hati sampai Allah membebaskan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Oleh sebab itu kami telah menahan lisan kami dari pimpinan-pimpinan &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Jama’ah Islamiyyah&lt;/b&gt; Mesir tatkala muncul dari mereka apa yang telah muncul berupa lontaran-lontaran rujuk di penjara di bawah nama &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;klarifikasi,&lt;/b&gt; dan sampai hari ini kami masih terus hati-hati dalam ucapan kami terhadap orang yang masih dipenjara di antara mereka dan kami menjaga bagi mereka apa yang telah mereka lakukan di jalan Allah berupa dakwah, jihad dan ujian. Berbeda halnya dengan orang-orang yang telah keluar dari penjara atau memang mereka itu sejak awal ada di luar, sungguh kami telah merasa sedih sekali karena sikap sebagian mereka cenderung kepada dunia dan apa yang dinistbatkan kepada mereka berupa berbagai keterpurukan, sebagaimana kami juga sangat sedih karena sikap mereka menyerang ikhwan kami mujahidin di&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt; &lt;/span&gt;&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Al Qa’idah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;dan sikap mereka cepat-cepat bara’ dari mereka itu dan ajakan terhadap mereka untuk taubat dari operasi-operasi jihad yang mereka lakukan; seolah para ikhwan itu telah melakukan perbuatan munkar dan dosa; seraya mereka itu berpatokan dalam mengecam para ikhwan itu dengan tuduhan mereka itu membunuhi kaum muslimin dan menjadikan Mekkah dan orang-orang yang umrah sebagai sasaran; terhadap informasi-informasi yang diumumkan oleh pemerintah-pemerintah yang kafir dan disebarluaskan oleh medianya yang busuk, padahal sesungguhnya mereka itu telah mencoba merasakan kebohongan pemerintah-pemerintah dan media masanya ini serta mereka sebelumnya pernah tersengat apinya itu..!! dan kalau tidak demikian, maka apakah orang muslim yang berakal bisa mempercayai bahwa mujahidin &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Al Qa’idah&lt;/b&gt; dan mujahidin lainnya mungkin menyerang kaum muslimin baik itu di Riyadh atau di Jeddah atau di tempat lainnya : apalagi mereka menyerang orang-orang yang sedang umrah di Makkah Tanah Haram ?! Kecuali bila mereka itu menganggap kaki tangan CIA dan FBI yang berkeliaran di Jazirah sebagai bagian dari kaum muslimin, atau mereka memaksudkan dengan orang-orang yang umrah itu para thoghut yang umrah dalam rangka mengambil gambar-gambar yang mereka jajakan terhadap rakyat-rakyat mereka dan dalam rangka mempersempit kaum muslimin dalam ibadah-ibadah haji mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Saya mohon maaf kepada pembaca karena pembicaraan yang melenceng dari materi ini, dan kita kembali lagi kepada bahasan kita…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Ya, penjara itu bisa membuahkan hasil yang besar saat si penyeru dakwah atau mujahid ini diberi kemudahan [taufik] dalam memanfaatkannya dalam ketaatan kepada Allah , ibadah kepada-Nya, menghafal kitab-Nya, mencari ilmu, menyebarkan dakwah dan mengambil faidah dari pengalaman-pengalamannya dan pengalaman-pengalaman orang lain agar dia keluar darinya dalam kondisi lebih kokoh dan lebih kuat keberpegangan dengan dakwahnya serta lebih teguh di atas jihad dan manhajnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Bisa jadi pula justeru penjara ini menghancurkan, yaitu bila seseorang terpuruk ke belakang, kemudian dia menjadikan gangguan/penindasan manusia itu sebagai ‘adzab Allah, dia merubah, dia mengganti dan dia menarik diri dan dia cenderung kepada dunia, setelah dia mengetahui al haq dan memahaminya dan ia berjalan di atas jalannya serta merasa jelas dengannya…. &lt;/span&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Terus dia malah mengaburkan al haq dengan al bathil serta dia membelot di barisan musuh-musuh dien ini. Bentuk-bentuk hal itu adalah banyak dan beraneka ragam, kita memohon kepada Allah ‘afiyah, keselamatan dan husnul khatimah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Terkadang ia (penjara) membuat keruh…. Artinya bahwa kadang seseorang menyimpang dari manhaj yang benar sesuai tabi’at orang itu. Bila orang itu lebih cenderung kepada sikap keras, maka keterkungkungan dan pengekangan serta penyiksaan ini menyimpangkannya kepada sikap ghuluww, dan dari kantong mereka itu muncullah &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;fikrah sujuniyyah&lt;/b&gt;[pemikiran akibat emosi ketertekanan penjara] &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;takfiriyyah&lt;/b&gt; yang mengkafirkan manusia secara umum dan masyarakat secara keseluruhan, dan akhirnya takfir pada mereka itu tidak mengikuti dalil, akan tetapi ia adalah sebagai reaksi balas dendam dan emosi yang tidak mengecualikan seorangpun, kecuali orang-orang yang di atas manhaj mereka dan menganut seluruh paham mereka. Bila tabi’at orang yang terpenjara ini lebih cenderung kepada kelembutan, maka ia menjerumuskannya kepada paham &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;jahmiyyah&lt;/b&gt; dan M&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;urji-ah Gaya Baru&lt;/b&gt; atau &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;tafrith, mudahanah&lt;/b&gt; dan mengukuti hal-hal yang&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;rukhshah&lt;/b&gt; atau sebut saja ketergelinciran-ketergelinciran ulama dan kekeliruan-kekeliruan mereka, dan ia menganutnya bukan dari dasar penerimaan hati; pemahaman dan istidlal, akan tetapi karena hal-hal tadi, sejalan dengan selera dan arah pikirannya yang ia cenderung kepadanya dalam kondisi keterjepitan penjara, serta paham-paham dia yang direstuinya dan yang diterima oleh akalnya yang lebih cenderung untuk hidup senang kerena dasyatnya ketertekanan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Ini semua adalah penyakit-penyakit yang saya hidup bersama orang-orangnya (para pengidapnya), dan Allah ta’ala telah menyelamatkan kami dengan karunia-Nya, pemberian-Nya, kemuliaan-Nya, kebaikan-Nya, taufiq-Nya dan peneguhan-Nya saja; dari orang-orang yang berlebih-lebihan dan sikap berlebih-lebihannya dan dari orang-orang yang mengenteng-enteng dan sikap &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;tafrith &lt;/b&gt;mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Di samping ini sesungguhnya fitnah penjara dan penyiksaan musuh-musuh Allah di dalamnya adalah beragam tergantung negeri-negeri yang berbeda-beda dan kasarnya penyiksaan di dalamnya, juga tergantung penjaharan pembawa dakwah dan ‘aqidahnya yang haq, dan tergantung bagaimana kedekatan dia dari jaringan jihad yang paling dasyat permusuhannya terhadap para thoghut, serta tergantung juga pada jenjang yang dilalui oleh orang yang ditahan ini. Sel isolasi di awal-awal hari penangkapan, penyidikan yang terus menerus, penyiksaan dan penghalangan dari interaksi dengan dunia luar, maka kondisi-kondisi ini adalah lebih dasyat daripada kondisi-kodisi narapidana setelah semua proses selesai dan ia dipindahkan ke penjara umum, di mana ia bisa mudah berinteraksi dengan manusia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Mengetahui rincian-rincian ini semuanya, dan dijenjang dan kondisi apa munculnya apa yang telah muncul dari diri orang yang ditahan, memungkinkan dari sisinya memperkirakan kebenaran dan keberartiannya. Bagaimanapun keadaannya, tetaplah penjara itu secara umum adalah tempat kondisi tekanan dan paksaan, dimana si terpenjara selagi ia dalam keterpenjaraan dan penahanannya, maka ia it terus-menerus dalam kondisi yang tidak menentu, pemindahannya dan pengoperannya ke penjara yang lain serta masih dalam kondisi bisa mendapatkan tekanan-tekanan yang tiba-tiba, dan kondisi-kondisi lainnya yang wajib diperhatikan dan ditinjau saat mengecek apa yang muncul dari orang-orang yang terpenjara, baik berupa fatwa-fatwa maupun berupa lontaran-lontaran, serta hal itu lebih ditekankan lagi fatwa-fatwa atau lontaran-lontaran itu datang seraya bertentangan dengan manhaj dan jalan mereka yang terdahulu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Saya sebutkan ini bagi orang yang belum merasakan penjara dan penyiksaannya, agar ia mengetahui dan memiliki bashirah tentang keadaan apa yang muncul dari &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;sajin &lt;/b&gt;(orang-orang yang dipenjara), sehingga ia tidak tergesa-gesa memvonisnya, atau ia merasa terganggu dengan perubahan-perubahannya di penjara dan sikap-sikap rujuknya bila dia itu seorang syaikh atau orang yang diikuti, meskipun utamanya bagi orang yang semacam itu adalah dia mengambil ‘&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;azimah&lt;/b&gt;walaupun ia dipotong atau ia dibakar, dan dia mengambil dibunuh dan disiksa dan diintimidasi demi melindungi agamanya dan agar tidak membuat pengkaburan terhadap umat, dan itu lebih ditekankan pada orang-orang yang merupakan lambang gerakan jihad di zaman kita ini, karena mereka itu amat sedikit dan manusia melihat kepada mereka di lautan peperangan yang terjadi antara Islam dengan kekafiran dan mereka mendengarkan apa yang mereka katakan. Mereka dalam hal itu memiliki contoh dan tauladan pada orang-orang yang telah mendahului mereka seperti &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Imam Ahmad, Syaikhul Islam ibnu Taimiyyah, Imam An Nabulsiy&lt;/b&gt; yang dikuliti kulitnya agar merubah fatwanya tentang memerangi &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Ubaidiyyin&lt;/b&gt;yang murtaddin, namun beliau tidak melakukannya sampai ia terbunuh –semoga Allah merahmatinya-serta orang-orang lainnya yang akhirnya Allah memasyhurkan mereka dengan keteguhan mereka di atas al haq.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Dan hendaklah mereka tidak lalai dari firman-Nya ta’ala&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt; :“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu menghianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui”, &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;(Al Anfal:27).&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: 'Courier New'; "&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Hendaklah mereka selalu ingat hadits Nabi saw tatkala sebagian sahabatnya mengadukan kepada beliau penindasan kaum musyrikin, maka beliau berkata&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 14pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;:”&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;..Sungguh orang-orang sebelum kalian, seorang laki-laki ditangkap kemudian digalikan lobang baginya di bumi terus dia dimasukkan ke dalam lobang itu, kemudian didatangkan gergaji dan digergaji kepalanya sehingga terbelah dua, dan antara daging dan tulangnya disisir dengan sisir besi, namun hal itu tidak menghalangi dari agamanya&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;…” &lt;hr. al="" bukhari="" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;.&lt;/hr.&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Namun demikian tetap harus mempertimbangkan apa yang telah kami ketengahkan, agar seorang tidak cepat mencela saudara-saudaranya yang sedang mengalami ujian atau merasa terganggu dengan lontaran-lontaran dan fatwa-fatwa mereka yang muncul dari balik sel penjara, akan tetapi ia menelitinya, bila ternyata ia tetap seperti al haq yang mereka pegang sebelumnya, maka alangkah baiknya, dan bila ternyata berubah ke arah &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;ifrath &lt;/b&gt;(ghuluww) atau &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;tafrith&lt;/b&gt; maka ia tidak boleh cepat mencela dan memvonis orang yang mengucapkannya sampai ia mengetahui kondisi-kondisi saat ia mengucapkannya, dan hendaklah ia hati-hati sampai Allah membebaskannya. Bila ia bersikukuh di kondisi lapang terhadap apa yang ia lontarkan di kondisi penahanan, maka bagi setiap kejadian ada ucapan, dan bila tidak maka Allah telah mencukupkan kaum mu’minin darinya dan kita telah menjaga saudara kita di saat ia tidak ada dihadapan kita, karena &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: blue; "&gt;hukum asal adalah berbaik sangka terhadap kaum muslimin, apalagi terhadap ansharuddien&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Dan terakhir, sungguh Allah ta’ala telah berfirman &lt;/span&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;:“Muhammad itu tidak lain adalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik kebelakang (murtad) ? barang siapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan madlarat kepada Allah sedikitpun : dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur,” &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;(Ali Imran : 144).&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt; Ini adalah satu kaidah dari kaidah-kaidah Islam bahwa Allah telah menetapkan kematian atas Nabi-Nya saw : &lt;/span&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;“Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula),” &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;(Az-Zumar : 30).&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt; Dia tidak mengaitkan agama mereka dengan hidup beliau dan keberadaan beliau di tengah mereka, namun Dia hanyalah mengaitkan hati mereka dengan Dzat-Nya subhaanahu Yang Maha Hidup yang tidak mati dan dengan agama dan kitab-Nya yang tidak lenyap dengan air serta tidak termasuki kebatilan dari arah depan dan belakangnnya. Barangsiapa yang bergantung kepadanya maka dia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kokoh yang tidak mungkin putus. Maka bila masalahnya dengan sosok Nabi saw –makhluk yang paling agung dan paling dicintai kaum muslimin- adalah seperti itu, maka selain beliau dari kalangan manusia yang kadang di samping kematian dan keterbunuhan mereka bisa saja mengalami kemurtadan, perubahan dan penggantian adalah lebih utama dan orang muslim (selayaknya,ed.) tidak mengaitkan agamanya kepada sosok-sosok mereka. &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: blue; "&gt;Hukum asal bagi kita yaitu pemeluk Islam secara umum dan penyeru tauhid serta ahli jihad secara khusus adalah tidak boleh taqlid dan tidak boleh menerima ucapan seseorang, kecuali dengan dalil syar’iy.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Dia berfirman kepada Nabi-Nya :&lt;/span&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: 'Courier New'; "&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;“Katakanlah (hai Muhammad) : Sesungguhnya aku hanya memberi peringatan kepada kamu sekalian dengan wahyu ; &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;(Al Anbiya : 45)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Dan firman-Nya swt&lt;/span&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 14pt; font-family: Georgia, serif; "&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;:&lt;/span&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt; “Ikutlah apa yang diturunkan kepada Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti sembahan-sembahan selain-Nya”, &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;(Al A’raf : 13).&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: 'Courier New'; "&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Dan agama Allah ini tidak membutuhkan seluruh alam :&lt;/span&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 14pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;Jika kamu dan orang-orang yang ada di muka bumi semuanya kafir, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”, &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;(Ibrahim : 8).&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Seandainya Allah menghendaki tentu Dia membinasakan musuh-musuh-Nya tanpa anshar dan orang-orang, tetapi Allah hendak menguji sebagian manusia dengan sebagian yang lain dan supaya sebagian kaum mu’minin dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Goncangan ini menjadi terpisah dengan sebabnya orang-orang yang teguh dari orang-orang yang bimbang dan penebar isu yang berburuk sangka terhadap Allah lagi tidak menambah barisan kecuali kelemahan, barang siapa menunggu celah-celah semacam ini untuk beralasan dengannya akan sikap penggebosan dia, pemisahannya dari kafilah dan peninggalannya akan barisan, maka Allah akan menjauhkannya dan justeru barisan itu dengan kepergian dia akan bertambah rapat dan kokoh :&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: 'Courier New'; "&gt; “&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin)”, &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;(Ali Imran : 179).&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0cm; padding-right: 0cm; padding-bottom: 1pt; padding-left: 0cm; border-top-style: none; border-right-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; border-bottom-style: solid; border-bottom-color: windowtext; border-bottom-width: 1pt; "&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Barangsiapa menyembah para &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Syaikh Al Khudlair&lt;/b&gt; atau &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Nashir Al Fahd&lt;/b&gt; atau &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Abu Qatadah&lt;/b&gt; atau &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Al Maqdisiy&lt;/b&gt;atau yang lainnya, maka sesungguhnya para syaikh itu tidak ma’shum dan tidak aman fitnah atas mereka, namun barangsiapa menyembah Allah, maka sesungguhnya agama Allah itu tetap teguh, kokoh lagi ma’shum lagi tidak mungkin terkena perubahan dan penggantian &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 14pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;:&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;“ Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus”, &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;(Hud : 56).&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: 'Courier New'; "&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Dan barangsiapa Allah mengetahui darinya kebaikan dan kejujuran maka Allah pasti meneguhkan dan menjaganya, dan barangsiapa Dia mengetahui darinya selain hal itu maka Dia membersihkan barisan darinya dan dari orang-orang semcam dia dengan sebab goncangan-goncangan ini :&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: 'Courier New'; "&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;“ Dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu (ini),” &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;(Muhammad : 38).&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Merenung Sejenak Terhadap Hasil-Hasil Jihad :: Antara  Kebodohan Terhadap Syari’at &amp; Kebodohan Terhadap Realita (08)</title><link>http://rumahjihad.blogspot.com/2011/09/merenung-sejenak-terhadap-hasil-hasil_4513.html</link><category>Merenung Sejenak Terhadap Hasil-Hasil Jihad</category><category>SYAIKH ABU MUHAMMAD ‘ASHIM AL-MAQDISI</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Fri, 2 Sep 2011 11:03:00 +0300</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4665679130695185505.post-4891303057265085220</guid><description>&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse; color: rgb(76, 76, 76); font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; "&gt;&lt;p class="MsoSubtitle" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 16pt; font-family: 'Times New Roman', serif; color: red; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 18pt; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: yellow; "&gt;Renungan Ke delapan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoSubtitle" style="margin-top: 0cm; margin-right: 0cm; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 16pt; font-family: 'Times New Roman', serif; color: red; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 18pt; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; "&gt;Kasihanilah Wanita&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 22pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Penyertaan wanita muslimah tanpa dlarurat pada kegiatan-kegiatan perang atau jihad atau organisasi atau kegiatan-kegiatan penting yang masih bisa dilakukan oleh kaum pria adalah hal yang tidak berani melakuknnya orang yang mengetahui realita kejahatan orang-orang kafir hari ini, dan tidak tergesa-gesa di dalamnya orang yang mengetahui kejahatan dan kekotoran kaum kafir zaman kita ini dan orang yang peduli dengan penjagaan kehormatan wanita-wanita muslimat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Dahulu orang-orang kafir walaupun mereka kafir, tapi mereka itu orang-orang yang memiliki harga diri dan kehormatan. Saat makhluk-makhluk Allah yang hina bergegas menyatroni rumah &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Nabiyyullah Luth&lt;/b&gt; karena menginginkan para tamunya dan beliau ‘as berkata kepada mereka :&lt;/span&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: 'Courier New'; "&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;“(Hai kaumku, inilah peteri-puteri-ku mereka lebih suci bagimu) ”(Mereka menjawab : “Sesungguhnya kamu sudah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap peteri-puteri-mu)”, &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;(Hud : 79-79).&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: 'Courier New'; "&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Mereka dengan kebejatan dan kekotorannya tetap menjaga hak puteri-puteri &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Luth&lt;/b&gt;, baik karena mereka itu puteri-puteri seorang laki-laki dari mereka atau karena mereka itu mengetahui bahwa puteri-puterinya itu tidak halal bagi mereka karena sebab mereka itu kafir; dan&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Luth &lt;/b&gt;mengatakan itu hanya dalam rangka memalingkan parhatian mereka dari tamu-tamunya, atau karena sebab lain, yang penting pada akhir tindakan mereka itu walaupun mereka tersebut dhalim, jahat lagi kotor, mereka tidak mengganggu puteri-puterinya dan tetap menjaga hak mereka karena mereka tahu bahwa mereka tidak memiliki hak pada wanita-wanita itu… (Memang secara zhahirnya, ayat itu ditafsirkan berkenaan dengan kaum homosexual yang menentang Nabi Luth ‘as, ed.)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Begitu pula saat musyrikin Quraisy membuat rencana dan makar terhadap Nabi saw untuk membunuhnya dan melumpuhkannya atau mengusirnya dan sebagian orang-orang bodoh mereka mengusulkan agar menggrebek rumah beliau, maka &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Abu Jahal&lt;/b&gt; si tokoh kekafiran menolak usulan itu secara tegas dan mengingkarinya dengan keras seraya berkata :&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;(Apa kalian ingin orang-orang Arab melecehkan kita bahwa kita menteror puteri-puteri Muhammad)&lt;/span&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;dan seorang penyair mereka berkata :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; color: blue; "&gt;Saya tundukkan pandanganku bila tetangga wanita-ku tampakkan dirinya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; color: blue; "&gt;Sampai tetanggaku itu dikebumikan di tempatnya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; color: blue; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Dan penyair lain berkata :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; color: blue; "&gt;Bila angin menyingkap rumah tetangga wanita-ku itu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; color: blue; "&gt;Maka aku berpaling sampai rumahnya menutupi dia itu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; color: blue; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Adapun orang-orang kafir zaman kita maka mereka itu tidaklah menjaga pada diri orang mu’min hubungan kekeluargaan dan perjanjian, serta mereka itu menginginkan merebaknya perbuatan keji di tengah orang-orang yang beriman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Kebiasaan mereka menuduh zina wanita-wanita yang baik lagi menjaga diri, dan mereka suka mengotori kehormatan orang-orang mu’min laki-laki dan wanita, maka sepatutnya setiap muslim melindungi muslimat dari pengotoran kaum musyrikin itu, dan jangan sampai dia menjadikan jalan bagi musyrikin atas muslimat dengan bentuk dia&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;melibatkan&lt;/b&gt;muslimat dalam kegiatan-kegiatan yang sebenarnya laki-laki saja sudah cukup, yang mana bisa saja dengan hal itu musuh-musuh Allah menguasai mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Dan fenomena-fenomena itu pada zaman kita ini adalah banyak, baik dengan &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;mengedepankan muslimat itu di barisan depan demonstrasi-demonstrasi dan benturan dengan aparat keamanan&lt;/b&gt;, sebagaimana yang dilakukan banyak jama’ah yang ngawur, sampai-sampai manusia menyaksikan musuh-musuh Allah memukuli mereka dengan pentungan dan membubarkan mereka dengan anjing, dan sebagian muslimat itu mencaci maki aparat kepolisian sehingga akhirnya mereka mendapatkan balikan cacian dengan ungkapan yang paling kotor dan menjijikan, karena aparat thoghut itu adalah kaum yang keji yang tidak memiliki rasa malu dan harga diri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Atau dengan bentuk &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;kaum hawa ini dipercayakan kepada mereka kegiatan-kegiatan organisasi atau disembunyikan pada mereka itu sesuatu dari perlengkapan atau persenjataan atau pendanaan kemudian dilakukan pengakuan&lt;/b&gt; terhadap mereka, sehingga akhirnya mereka diseret atau digusur dalam penyidikan yang mana di dalamnya mereka dikuasai oleh manusia bejat yang keji yang menghinakan mereka atau lancang terhadap mereka dan memperdengarkan terhadap mereka ucapan yang tidak bisa diterima seorang muslimpun atau orang merdeka bagi wanita-wanitanya. Ini bila masalahnya tidak melampui pada tindakan-tindakan musuh-musuh Allah yang lebih keji dan lebih hina dan kadang muslimah-muslimah itu dilimpahkan kepada mahkamah-mahkamah mereka yang kafir dan gambar-gambar mereka disebarkan di televisi-televisinya dan di halaman-halaman media cetaknya serta mereka akhirnya dijebloskan di penjara-penjara mereka yang kotor bersama wanita-wanita tuna susila dan para pelacur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Tidak layak bagi muslim yang berakal yang mengetahui kebejatan dan kekotoran musuh-musuh Allah dia memenuhi wanita-wanita kaum muslimin dengan semangat yang kosong untuk menyeret mereka pada bahaya-bahaya yang menjerumuskan mereka dalam perangkap-perangkap orang-orang hina lagi buruk itu selagi pada kaum pria ada yang mencukupkannya. &lt;/span&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Dan tidak boleh berdalih untuk melegalkan hal itu dengan apa yang telah Allah tentukan atau akan Allah swt tentukan berupa ujian atas sebagian muslimat. Sangatlah berbeda antara kondisi musuh-musuh Allah menguasai muslimat karena sekedar ketaatan dan keislaman mereka seperti apa yang telah terjadi pada sebagian wanita-wanita yang tertindas dari kalangan muslimah terdahulu dan sebagaimana yang kadang terjadi terhadap muslimat semacam mereka di setiap tempat yang tidak mendapakan seorangpun penolong dan pelindung; dengan kondisi yang mana para du’at dan mujahidin dengan sikap ngawur mereka menjadi penyebab dalam penguasaan musuh-musuh Allah terhadap mereka dan pemberian mereka alasan dan legalitas untuk menodai muslimat itu dengan menggusur mereka pada yang tidak terpuji akibatnya, akan tetapi wajib atas muslim yang berakal yang sangat menginginkan keterjagaan mereka agar ia menjauhi termasuk &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;penyebutan mereka&lt;/b&gt; di hadapan musuh-musuh Allah dalam penyidikan dan yang lainnya dan agar ia tidak memikulkan kepada mereka dari kegiatan-kegiatan suatu yang bisa menjadi sebab dilakukannya penyidikan terhadap mereka, agar ia tidak menjadikan bagi orang-orang kafir jalan atas mereka dalam pengejaran, pengawasan atau penyidikan apalagi penghinaan dan panahanan, karena mereka itu sebagaimana yang telah kami katakan adalah orang-orang bejat lagi amoral yang tidak bisa dipercayai terhadap kehormatan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Singkatnya bahwa &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;pelibatan muslimat dalam kegiatan-kegiatan yang tidak perlu atau penyeretan mereka dalam penyidikan atau penugasan mereka suatu tugas yang masih bisa dipikul oleh kaum pria&lt;/b&gt;adalah hal yang tidak bisa diterima oleh seorang muslim yang merdeka lagi berakal terutama di zaman ketertindasan di mana tidak ada Negara bagi kaum muslimin dan tidak ada negeri yang mereka bisa berlindung di dalamnya, dan mengayomi mereka serta menjaga kehormatan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Sambil menungu adanya Negara yang menyiapkan pasukan besar karena jeritan seorang muslimah di belahan bumi mana saja; maka hal yang wajib adalah menjaga wanita-wanita mu’minah dari sikap-sikap yang membahayakan ini, dan yang lebih utama adalah menyibukkan mereka dengan bidang-bidang pendidikan yang bersifat dakwah yang khusus bagi wanita. Bila kehormatan muslimah disentuh, maka yang wajib adalah para mujahidin membalas dengan keras lagi menyakitkan pelakunya yang membuat takut orang yang membantunya dan balasan itu tetap diingat nampak di hadapan umum yang membuat gentar setiap orang yang memiliki niat untuk melakukan hal yang serupa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Hendaklah para mujahidin selalu ingat dan hendaklah musuh-musuh mereka juga selalu ingat bahwa &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Ka’ab ibnu Asyraf&lt;/b&gt; adalah &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;kafir mu’ahid&lt;/b&gt; yang terjaga darahnya, &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: blue; "&gt;kemudian Rasulullah saw menghalalkan darahnya, dan terus dibunuh oleh sekelompok pemuda dari anshar dien ini dan mereka memancung kepalanya dengan pedang-pedang mereka, dengan sebab dia mengucapkan ungkapan cabul tentang sebagian wanita kaum muslimin&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: blue; "&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0cm; padding-right: 0cm; padding-bottom: 1pt; padding-left: 0cm; border-top-style: none; border-right-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; border-bottom-style: solid; border-bottom-color: windowtext; border-bottom-width: 1pt; "&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Hendaklah mereka pada akhirnya selalu ingat bahwa di antara aqidah kaum muslimin dan ajaran agama mereka bahwa&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;barang siapa mati dalam membela kehormatannya maka ia syahid&lt;/b&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Begitulah Rasul saw yang jujur telah mengabarkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Merenung Sejenak Terhadap Hasil-Hasil Jihad :: Antara  Kebodohan Terhadap Syari’at &amp; Kebodohan Terhadap Realita (09)</title><link>http://rumahjihad.blogspot.com/2011/09/merenung-sejenak-terhadap-hasil-hasil_6331.html</link><category>Merenung Sejenak Terhadap Hasil-Hasil Jihad</category><category>SYAIKH ABU MUHAMMAD ‘ASHIM AL-MAQDISI</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Fri, 2 Sep 2011 11:02:00 +0300</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4665679130695185505.post-4925968251351865170</guid><description>&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse; color: rgb(76, 76, 76); font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; "&gt;&lt;p class="MsoSubtitle" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 16pt; font-family: 'Times New Roman', serif; color: red; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 18pt; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: yellow; "&gt;Renungan Ke Sembilan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoSubtitle" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 16pt; font-family: 'Times New Roman', serif; color: red; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 18pt; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; "&gt;Siapa Yang Bisa Mencontoh Langkahmu 
&lt;br /&gt;Yang Terarah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 18pt; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Pada zaman ini alangkah butuhnya kita terhadap pria-pria semacam &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Muhammad ‘Atha Ziyad Al Jarrah, Marwan Asy Syahyi, Ahmad Al Ghomidiy&lt;/b&gt; dan ikhwan mereka… &lt;/span&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Bukan karena keberanian mereka, sungguh saya tidak meragukan keberanian mereka, dan umat Islam hari ini tidak kekurangan para pemberani……&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Bukan pula karena sikap maju dan pengorbanan mereka, karena di tengah umat ini terdapat banyak orang yang bercita-cita andai mereka memiliki kesempatan untuk melakukan seperti apa yang dilakukan oleh para pemuda itu dan melakukan pengorbanan seperti pengorbanan mereka tersebut….&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Akan tetapi karena &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;‘amal jama’iy&lt;/b&gt; mereka yang tenang, rapi lagi berkesinambungan yang tidak terpengaruh dengan usikan kondisi dan perubahan keadaan…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Pada zaman ini kita menderita karena krisis atau karena keminiman dalam ‘&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;amal jama’iy&lt;/b&gt; yang serius yang tenang lagi bersih dari banyak omong, yang berjalan terus tanpa terputus , dan yang terarah lagi tidak goyah atau terpengaruh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Sungguh sekelompok orang seperti kelompok yang penuh berkah itu terprogram dengan proyeknya untuk beberapa tahun, tidak melenceng dari tujuan yang telah ia gariskan bagi dirinya sendiri, dan ia mengekang lidah-lidahnya dari banyak bicara sepanjang tahun pelatihannya terhadap pesawat terbang dan hal lainnya yang dibutuh untuk kegiatan itu, dan ia terus menerus melakukan tadrib yang serius dan i’dad yang berkesinambungan, dan ia tidak memutusnya atau berpaling darinya kepada amalan yang lain, walaupun kondisi terus berubah dan keadaan serta kejadian-kejadian dunia selalu ada yang baru di sekitarnya sampai ia mencapai tujuannya dan merealisasikan targetnya serta berhasil menggapai impiannya; maka ini adalah hal yang jarang dalam ‘&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;amal jama’iy Islamiy &lt;/b&gt;di zaman kita ini. Dan ini adalah sifat-sifat yang wajib diperhatikan dan difokuskan terhadapnya, karena ia kurang dimilki oleh banyak mujahidin dan orang-orang yang beraktivitas untuk kejayaan dien ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Orang yang pernah turun ke medan-medan jihad dan ia berinteraksi dengan para pemuda umat ini serta ia menjalankan kegiatan dakwah atau jihad yang bersifat jama’iy atau ia berbaur dengan para pemerannya dan jama’ah-jama’ahnya; maka ia akan mengetahui bahwa kita tidak menderita karena kekurangan para pemberani dan orang-orang shalih atau orang-orang yang melakukan perbaikan atau orang-orang yang bertaqwa dan orang-orang yang wara’ atau orang-orang yang memiliki kesiapan yang serius untuk berkorban di jalan agamanya; sungguh di tengah umat Islam ini terdapat banyak pria yang jujur terhadap apa yang mereka janjikan kepada Allah, mereka hidup demi membela agama Allah, sedangkan mati di jalan itu adalah cita-cita mereka tertinggi, di antara mereka ada yang meninggal dan di antara mereka ada masih menunggu dan mereka sama sekali tidak merubah….&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Akan tetapi bukan dengan keshalihan dien, ikhlas, wara, taqwa, perasaan yang bergejolak, kecintaan akan jihad dan mati syahid, dan semangat membara untuk membela dien ini serta makna-makna yang baik dan sifat-sifat terpuji lainnya; bukan dengan itu saja dien ini dibela dan musuh dilumpuhkan, dan kita bisa sampai kepada tujuan-tujuan kita serta kita bisa merealisasikan cita-cita kita; terutama bila kita bergerak lewat jalur jama’ah sedangkan tujuan-tujuan kita adalah agung yang selaras dengan apa yang dibutuhkan oleh islam dan kaum muslimin hari ini (yaitu) berupa &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;tamkin &lt;/b&gt;(penguasaan di muka bumi) atau &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;nushrah&lt;/b&gt;yang lain dari yang lain atau &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;nikayah&lt;/b&gt; (pukulan balasan) terhadap musuh yang selevel dengan kondisi-kondisi zaman dan tantangan-tantangannya serta menantang kebiadaban-kebiadaban musuh, kebusukan mereka dan dasyatnya tipu daya mereka…,akan tetapi disamping sifat-sifat yang penting itu haruslah ada sifat-sifat lain yang tidak kalah pentingnya dan&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;‘amal jama’iy&lt;/b&gt; tidak akan berdiri dan tidak layak serta tidak akan membuahkan hasil kecuali dengannya, dan di antaranya yang terpenting adalah dua hal :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul type="disc" style="margin-top: 0cm; margin-right: 0px; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0px; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 20px; list-style-type: none; list-style-position: initial; list-style-image: initial; "&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 2px; padding-right: 0px; padding-bottom: 2px; padding-left: 13px; list-style-type: none; background-image: url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgb_WwQXrXR6oYkqa-MHcz9-JJSVi6huFPx5gk3G1Dkw-GyMFJpXsG9Z2BXW8Jv5lFJsca-KPW6bjU8ZVn2nFxZ5Vaii2UEpxVWYc3D_7OkTkgbyCM-lkOw-tD484e2G-V1tHrpCM_lN4E/s0/p-con-li.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; color: rgb(102, 102, 102); font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; line-height: 18px; background-position: 0% 2px; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; line-height: 14px; font-family: Georgia, serif; "&gt;Kitman &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; line-height: 14px; font-family: Georgia, serif; "&gt;(Sembunyi-sembunyi)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 2px; padding-right: 0px; padding-bottom: 2px; padding-left: 13px; list-style-type: none; background-image: url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgb_WwQXrXR6oYkqa-MHcz9-JJSVi6huFPx5gk3G1Dkw-GyMFJpXsG9Z2BXW8Jv5lFJsca-KPW6bjU8ZVn2nFxZ5Vaii2UEpxVWYc3D_7OkTkgbyCM-lkOw-tD484e2G-V1tHrpCM_lN4E/s0/p-con-li.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; color: rgb(102, 102, 102); font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; line-height: 18px; background-position: 0% 2px; background-repeat: no-repeat no-repeat; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; line-height: 14px; font-family: Georgia, serif; "&gt;Aktivitas yang berkesinambungan yang memiliki target tertentu, yang terus menerus lagi tidak terputus. Sedangkan renungan kita adalah bersama hal yang kedua.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Amal jama’iy&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt; itu adalah memiliki ciri khas dan alur-alur serta&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;ushul&lt;/b&gt; (pokok-pokok) yang wajib diperhatikan dan juga hal-hal terpenting yang di luar apa yang dibutuhkan oleh &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;‘amal fardiy&lt;/b&gt; (kegiatan individu), dan setiap orang yang berakal adalah mengetahui ini, meskipun dari sisi pensyari’atannya keduanya adalah disyari’atkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Engkau berjihad sendirian saat ketidakadaan jama’ah yang memiliki panji yang bersih seraya berpatokan pada firman-Nya ta’ala :&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: 'Courier New'; "&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;“Maka berperanglah kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri,” &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;(An-Nisa : 84&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: 'Courier New'; "&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Kemudian engkau memberikan pukulan apa yang engkau mampu terhadap musuh-musuh Allah ; adalah amal shaleh yang disyari’atkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Akan tetapi yang lebih sempurna dan lebih baik yang Allah cintai bagi dien ini dan pemeluknya adalah keberadaan qital dan jihad itu lewat jalan jama’ah atau shaff&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;(barisan) sebagimana yang telah Allah ta’ala tuturkan dalam firman-Nya :&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh,” (&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Ash Shaff : 4).&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Ini adalah dari sisi pensyari’atan dan keutamaan, karena tidak seorangpun yang berakal meragukan bahwa buah-buah&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;‘amal jama’iy&lt;/b&gt;yang rapi yang jelas target-targetnya adalah biasanya lebih besar dari hasil-hasil dan buah-buah kegiatan pribadi, maka bagaimana bila Allah ta’ala telah menegaskan bahwa Dia mencintainya ?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Adapun dari sisi tabi’at masing-masing dari keduanya; maka qital individu berbeda dengan qital barisan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Individu biasanya tidak terikat dengan garis yang jelas dan manhaj tertentu atau seperti apa yang mereka sebut dengan bahasa modern (strategi) sebagaimana ia adalah hal pokok yang harus ada pada jama’ah yang menghormati kerja kerasnya dan peduli terhadap kemampuan personel-personelnya dan umur-umur mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Seorang individu (mujahid,ed) engkau mendapatkannya hari ini berperang di Afghanistan dan besok ia pindah ke Chechnya dan lusa engkau melihatnya mencari ilmu di Yaman atau di Pakistan, kemudian tiba-tiba ia pindah untuk berperang di Bosnia kemudian Filiphina terus Iraq…dan begitulah seterusnya. &lt;/span&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Ia adalah salah seorang tentara Islam di mana saja ia mendengar kecamuk perang maka ia terbang mendatanginya demi mencari kesyahidan, pembelaan dien dan pemukulan terhadap musuh di mana saja mereka berada…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Tidaklah ragu bahwa ini adalah termasuk amalan terbaik, dan para pelakunya adalah termasuk ansharuddien, serta ia adalah keadaan banyak dari para pemuda umat ini hari ini bihamdillah…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Akan tetapi tidak ragu bahwa hal yang lebih baik darinya dan lebih utama serta lebih sempurna bagi dienullah adalah beramal atau berperang dan jihad lewat jalan jama’ah yang memiliki garis yang jelas dan manhajnya yang baku serta tujuannya yang nyata yang ingin mewujudkan apa yang dibutuhkan dan tidak dimiliki oleh kaum muslimin pada hari ini (yaitu) berupa &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;tamkin&lt;/b&gt;, serta ia mempertimbangkan&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;aulawiyyat &lt;/b&gt;(hal-hal yang paling penting didahulukan) dan juga selaras dengan tipu daya musuh, level peperangan mereka, serta tipu muslihat mereka, di mana pimpinan-pimpinannya di samping menguasai ilmu-ilmu syar’iy, menguasai juga realita dengan penguasaan yang detail, mendalam lagi terperinci, sehingga ia tidak memandang terhadap realita (waqi’) dengan pandangan yang dangkal lagi lugu, akan tetapi dengan pandangan yang dalam lagi jeli dan jauh, pimpinan-pimpinan yang tidak menyikapi urusan-urusan dengan perasaan dan semangat kosong saja, sungguh sikap ini tidak layak bagi orang yang memikul tanggung jawab, dan tidak pantas bagi orang yang berupaya meraih tujuan-tujuan yang agung lagi besar serta tidak seyogyanya bagi suatu jama’ah atau kelompok atau golongan yang melakukan &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;‘amal jama’iy&lt;/b&gt; ia melakukan sikap yang biasa dilakukan oleh individu terus ia mencecerkan tujuan-tujuan dan berubah-ubah pada metode atau berperang sesuai kejadian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;‘Amal serabutan yang tidak teratur dan tidak terkontrol dengan garis atau strategi sebagaimana istilah orang masa sekarang, adalah mungkin ditolerir bagi &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;‘amal fardiy&lt;/b&gt; (kegiatan yang bersifat individual), adapun bila itu dilakukan oleh jama’ah lalu ia berbuat serabutan lagi tidak dikontrol oleh manhaj tertentu dan tidak diikat oleh rencana atau program yang jelas yang meniru metode individu-individu yang berserakan; maka jama’ah ini adalah jama’ah yang tidak menghargai kerja kerasnya dan tidak peduli dengan umur-umur para pemuda yang menjadi anggotannya serta tidak menyayangkan harta-harta kaum muslimin dan kemampuan-kemampuan mereka, dan juga ia tidak peduli dengan pembuangannya begitu saja, walaupun ia mengklaim selain itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 27pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Di zaman kita ini banyak sekali kelompok-kelompok yang serabutan yang tidak memiliki sedikitpun pengalaman dalam&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;‘amal jama’iy&lt;/b&gt;, sebagaimana pada akhirnya sikap ngawur dan serabutan dalam amal ini menggiringnya pada kegagalan kemudian pecah belah dan cerai berai atau penjara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 45pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Sebagian yang lainnya tidak belajar dari pengalaman-pengalaman orang lain, di mana ia masih saja beramal dengan ngawur, padahal sesungguhnya orang yang bahagia adalah orang yang menabung umurnya dan apa yang ia miliki serta ia mengambil faidah dari pengalaman-pengalaman orang lain dan apa yang mereka hambur-hamburkan, lalu ia belajar dari kekeliruan-kekeliruan mereka, serta ia mengambil pelajaran dengan orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 45pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Hari ini engkau melihat satu jama’ah aktif di bidang dakwah kepada tauhid seraya ia merasa yakin dengan aktivitas itu lagi penuh semangat terhadapnya juga giat, kemudian tiba-tiba terjadi di negerinya beberapa perkembangan, umpamanya terjadi kesepakatan damai dengan Yahudi atau datang sebagian momen-momen tertentu seperti perayaan Millenium kedua atau yang lainnya, atau terjadi beberapa perkembangan di sebagian wilayah negeri umpamanya seperti pengejaran seorang ikhwan oleh musuh- musuh Allah, maka tiba-tiba person-person kelompok itu atau mayoritasnya secara tiba-tiba berkumpul dan menetapkan untuk perlawanan militer menghadang Yahudi atau turis yang diperkirakan datang dalam moment-moment itu, atau mereka mengambil putusan untuk berbenturan fisik melawan pemerintah dalam rangka menolong &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;al akh&lt;/b&gt; yang dikejar itu dan mereka memikulkan kepada ikhwan mereka yang lain akibat kesalahan dia, baik sikap terang-terangannya dalam kepemilikan senjata atau keterusterangannya dengan cita- citanya dalam memerangi Amerika atau hal serupa itu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 45pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Kemudian mereka menggusur ikhwan mereka yang sibuk aktif dalam kebaikan yang agung, dan mereka terpecah perhatiannya antara pilihan-pilihan yang mendadak dan tidak dikaji tanpa keberadaan pilihan-pilihan itu sebelumnya dalam perhitungan-perhitungan dan program-program mereka yang sudah ada; akan tetapi ia adalah keputusan-keputusan yang pemicunya adalah kedatangan moment itu atau terjadinya itu atau sekedar semangat sesaat atau sekedar reaksi sebentar, dan kadang mayoritas mereka menelantarkan dakwah yang bisa jadi mereka telah melangkah jauh di dalamnya secara baik, dan mereka malah melompat kepada aktivitas yang tidak ada dalam perhitungan-perhitungan mereka, sehingga mereka [ akhirnya ] menelantarkan atau menggugurkan apa yang telah mereka jalani, dan mereka teryata tidak cakap atau merealisasikan apa yang mereka meloncat kepadanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 45pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Kadang jama’ah itu terpecah menjadi banyak kelompok yang mana para pendukung ide semangat pemanfaatan moment mencela terhadap dakwah kelompok yang tetap berkomitmen dengan dakwah, dan mereka menghinanya dengan tuduhan duduk dari jihad atau tuduhan penelantaran jihad terhadap sebagian ikhwan mereka. Dan keluarlah statement-statement yang nyaring yang penuh dengan perasaan dan semangat serta penuh ancaman dengan kebinasaan dan kehancuran, dan mencela orang-orang yang sabar atas dakwah, yaitu sikap teguh mereka terhadap dakwah mereka, dan kadang para pemilik statement-statement itu jauh sekali dari medan yang mereka bicarakan&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: red; "&gt; &lt;/span&gt;tentangnya, dan mereka tidak mengetahui realita yang mana mereka mendorong ikhwan mereka kepadanya…, sehingga mereka mengobarkan semangat orang, mendorong orang dan mencela orang dengan dasar kebodohan, serta mereka berbicara dalam hal yang tidak mereka ketahui, namun itu semua dengan emosi perasaan &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;(‘athifah)&lt;/b&gt; dan &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;hamaas&lt;/b&gt; (semangat) yang tidak lama kemudian meredup dan padam di hadapan andil realita dan kemampuan- kemampuan jama’ah yang sebenarnya, oleh sebab itu engkau bisa melihat di negeri itu mereka teryata tidak memenuhi seruannya, termasuk orang-orang yang memiliki ikatan organisasi bersama mereka, karena mereka itu melihat apa yang tidak dilihat oleh orang-orang yang jauh dari realita itu….. &lt;/span&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;kemudian tragedi itu berlalu dan moment itu pun selesai serta dilipat oleh lembaran- lembaran hari, dan tetaplah statement-statement yang bermodal semangat itu ada (dan) menjadi saksi dari sekian saksi ngawur dalam amal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 45pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Alangkah sakitnya saya tatkala melihat realita akhir sebagian jama’ah yang dahulu saya melihatnya besar lagi melebar dari kalangan para pemuda umat ini dalam tenggang waktu yang lumayan lama, kemudian ia melakukan pengguguran dan penguraian tenunannya cerai berai setelah ia kuat, ia menggugurkan apa yang telah ia jadikan sebagai hal pokok dan inti dakwahnya sebelumnya di bawah sebutan koreksian- koreksian, padahal seharusnya koreksi, pengkajian, pengamatan, penelitian dengan penuh ketenangan serta penetapan hal pokok itu (seharusnya) dilakukan sebelum ‘amal, dakwah, jihad, tampil jadi pemimpin dan menjadi pemberi pengarahan agar usaha-usaha keras tidak lenyap begitu saja dan kemampuan–kemampuan dibuang sia-sia. Maka tidak halal suatu jama’ah melakukan aktivitasnya dan menggalang anggota di sekitarnya serta mengerahkan kekuatan pemudanya, sedang ia tidak mengetahui apa yang diinginkannya sesekali engkau melihatnya berkonfrontasi dengan Kristen, kemudian ia sibuk dengan &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;hisbah&lt;/b&gt; (amar ma’ruf) dan kemungkaran masyarakat, di mana ia mengerebek pesta-pesta pernikahan dan menghancurkan kursi–kursinya di atas kepala orang-orang yang berjoget dan para penyanyi dan bahkan tamu undangan, atau ia menaburkan bahan-bahan kimia yang membakar terhadap wanita yang &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;tabarruj&lt;/b&gt;, kemudian balik arah membunuh para turis dan yang lainnya…. Kemudian setelah mendapatkan ujian, tidak lama kemudian ia rujuk !! atau justeru mundur, pecah belah dan cerai berai, maka akhirnya hal itu dijadikan pijakan oleh lawan-lawan &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;tayyaar jihadiy&lt;/b&gt; (gerakan jihad) untuk mencela gerakan ini, padahal sesungguhnya orang yang melihat pada akar-akarnya, perkembangan ia berdiri, dan pemahaman-pemahamannya; maka ia mengetahui bahwa cacat itu telah ada di dalamnya sejak awal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 45pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Sebagaimana saya merasa sedih dan masih saya merasakannya saat saya melihat banyak dari perkumpulan-perkumpulan yang mana ia membuat saya bahagia dengan aktivitasnya dalam dakwah ilallah, sikap terang-terangannya dengan tauhid, keteguhannya di atasnya walaupun ujian menimpa, serta penghadangannya terhadap para penyeru fitnah dari kalangan jahmiyyah dan murji’ah; alangkah pedihnya saya saat dikagetkan dengan sikap mereka mengosongkan medan yang sebelumnya telah mereka penuhi dengan kegiatan dan dakwah, serta hijrah mereka ke suatu negeri yang katanya&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;hududullah&lt;/b&gt; telah ditegakkan di sana atau kelompok perlawanan yang katanya panji yang bersih telah diangkat di sana, kemudian para pemuda itu meninggalkan dakwah dan kerja keras mereka di negerinya secara tiba-tiba setelah mereka melangkah jauh di dalamnya, dan mereka keluar darinya sedang mereka mengetahui bahwa kembali ke sana akan dipersulit para thoghut setelah keberangkatan mereka keluar itu diketahui setiap orang, terus ia pindah ke negeri itu atau kelompok perlawanan itu untuk dikagetkan setelah itu bahwa orang yang mengompori mereka ke sana adalah terlalu berlebih-lebihan dalam laporan-laporan dia tentangnya, yang mana ia tidak membangun laporan-laporan itu di atas pengkajian yang cermat atau pandangan yang dalam lagi teliti, dan faktor pendorong satu-satunya hanyalah emosi atau semangat dan pandangan yang dangkal, dan bisa jadi rasa bosan dari kejaran para thoghut negeri-negeri mereka, dan pemberantasan terhadap dakwah mereka, sehingga pada akhirnya pukulan dan keterhentakan dengan realita yang sebenarnya itu menjadi sebab dalam pepecahan perkumpulan itu atau kembali sebagiannnya ke negeri asalnya untuk dijemput oleh aparat intelejen dan dijebloskan ke penjara mereka serta tidak dibebaskan, kecuali setelah informasi-informasi tentang ikhwannya, gerakan-gerakan mereka, aktivitas-aktvitas mereka, dan rencana-rencana mereka diperas darinya, sedangkan yang lain berpencar dan bertebaran di antara negeri-negeri dan kelompok-kelompok perlawanan. Kelompok perlawanan&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;(jabhah)&lt;/b&gt; ini menurut segolongan orang ini adalah lebih bersih dan lokasi ini menurut golongan ini adalah lebih baik, dan setiap golongan mulai dalam pilihannya yang baru, permulaan yang baru dengan upaya-upaya keras yang berserakan dan tanpa garis yang jelas atau metode tertentu, namun demikian setiap kelompok mengajak bergabung setiap pemuda yang ia ketahui dan mengajak mereka untuk meninggalkan dakwah yang sedang mereka lakukan serta cepat bergabung dengannya. Dan dilakukan perbandingan antara &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;jabhah-jabhah&lt;/b&gt; itu dan dikumpulkan sumbangan serta dikerahkan segala kemampuan dan tenaga, kemudian tidak lama dan dengan mudah dan entengnya engkau melihat mereka merubah pilihan barunya dan meninggalkan&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;jabhah&lt;/b&gt; itu atau tempat itu serta mereka meloncat ke&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;jabhah&lt;/b&gt; lain atau lokasi lain atau aktivitas baru karena moment yang mendadak muncul atau &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;jabhah&lt;/b&gt; baru di buka….dan begitu seterusnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 45pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;Suatu hari di Hazwah dan hari lain di Aqiq&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;Di Adzib suatu hari dan hari lain di Khulasha&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;Kadang singgah di Nejd dan kali lain&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;Di Sya’bil qhawir serta lain kali di istana Taima&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Maka tidak aneh kalau orang yang keadaannya seperti ini tidak merealisasikan suatu tujuan atau sampai ke target atau ia tidak menyelesaikan program; apalagi bisa mendirikan sutau Negara. Orang awam di (negeri) kami berkata ; banyak berpindah sedikit dapat buruan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 45pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Wa ba’ du:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 45pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Ini adalah kekeliruan-kekeliruan yang sama sekali tidak boleh didiamkan, dan setiap jama’ah yang menghargai dirinya sendiri dan menjaga usaha para pemudanya dan umur- umur mereka serta peduli terhadap kemampuan-kemampuan, tenaga-tenaga dan harta-harta kaum muslimin; adalah tidak mungkin melakukan prilaku-prilaku semacam ini serta bertindak seperti tindakan-tindakan semacam ini, sehingga ia setiap hari menggugurkan dan menelantarkan langkah-langkah dan jarak-jarak yang telah ia tempuh, dan ia malah serabutan dalam memilih tanpa sedikitpun pengkajian di sini dan di sana tanpa menentukan tujuannya atau programnya serta tanpa mengetahui apa yang ia inginkan. &lt;/span&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Padahal Allah ta’ala berfirman :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;“Dan janganlah kamu merusak (pahala) amalanmu” &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;(Muhammad : 33)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Dan juga berfirman&lt;/span&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: 'Courier New'; "&gt; :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali,” &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;(An Nahl : 92).&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; "&gt;&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 36pt; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Saya memohon kepada Allah ta’ala agar Dia mengilhamkan kepada kita kematangan pemikiran, dan Dia menyatukan kalimat kita serta memenangkan kita terhadap orang yang memusuhi kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Merenung Sejenak Terhadap Hasil-Hasil Jihad :: Antara  Kebodohan Terhadap Syari’at &amp; Kebodohan Terhadap Realita (10)</title><link>http://rumahjihad.blogspot.com/2011/09/merenung-sejenak-terhadap-hasil-hasil_9675.html</link><category>Merenung Sejenak Terhadap Hasil-Hasil Jihad</category><category>SYAIKH ABU MUHAMMAD ‘ASHIM AL-MAQDISI</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Fri, 2 Sep 2011 11:01:00 +0300</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4665679130695185505.post-6984760434675988771</guid><description>&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse; color: rgb(76, 76, 76); font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; "&gt;&lt;p class="MsoSubtitle" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 16pt; font-family: 'Times New Roman', serif; color: red; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 18pt; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: yellow; "&gt;Renungan Ke Sepuluh&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoSubtitle" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 16pt; font-family: 'Times New Roman', serif; color: red; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 18pt; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; "&gt;Hati-hati Dan Sembunyi-sembunyi 
&lt;br /&gt;Atara Ifrath dan Tafrith&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 45pt; "&gt;&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 18pt; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 36pt; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Allah ta’ala berfirman :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 36pt; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;“Hai orang-orang yang beriman, bersiap-siagalah kamu, dan majulah (ke medan pertempuran) berkelompok-kelompok, atau majulah bersama-sama !” &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;(An-Nisa : 71).&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Allah swt memerintahkan untuk bersiap siaga sebelum perintah maju berperang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Allah ta’ala berfirman :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; "&gt;&lt;i style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;“Dan siap-siagalah kamu. Sesungguhnya Allah telah menyediakan ‘adzab yang menghinakan bagi orang-orang kafir itu”. &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;(An Nisa : 102).&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Mengambil sebab-sebab kehati-hatian dan siap siaga dan begitu juga&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;kitman&lt;/b&gt; (sembunyi-sembunyi) dalam &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;‘amal jihadiy&lt;/b&gt;adalah hal yang disyari’atkan dalam agama kita, bahkan ia wajib dalam banyak keadaan. Dan Nabi saw telah mewasiatkan untuk meminta bantuan dengan sikap&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;kitman&lt;/b&gt; dalam banyak hal dan hajat sebelum operasi militer dan jihad, beliau bersabda&lt;/span&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: 'Courier New'; "&gt; : &lt;/span&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;“Mintalah bantuan dengan kitman dalam penuaian kepentinan-kepentingan kalian “.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 45pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Bahkan beliau saw dalam tuntutannya pada sikap &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;kitman&lt;/b&gt;sampai pada tingkat &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;tamwih&lt;/b&gt; (melakukan kesamaran) terhadap mereka dan mengecoh mereka, di mana &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Hadzr&lt;/b&gt; (siaga/ hati-hati) ini pada beliau tidak terbatas terhadap&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;kitmanul asrar&lt;/b&gt; (penyembunyian rahasia),akan tetapi beliau berupaya keras untuk memecah perhatian musuh dan menyesatkan mata-mata dan spionase mereka, sebagaimana dalam hadits &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Ka’ab Ibnu Malik&lt;/b&gt; dalam &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Ash shahih&lt;/b&gt; (4418) pada kisah absennya pada perang tabuk, ia berkata :&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: 'Courier New'; "&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;“…Tidaklah Rasulullah saw menginginkan suatu peperangan melainkan beliau menyamarkan dengan yang lainnya……”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 45pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Di antara sikap keseriusan dan keinginan kerasnya untuk meluluskan peperangannya dan tugas-tugas para sahabatnya dengan cara &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;kitman &lt;/b&gt;adalah beliau mengirim &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;sariyyah&lt;/b&gt; (pasukan kecil) ke arah tertentu, tanpa memberi tahu mereka tentang tujuan mereka, namun beliau menuliskan bagi mereka surat yang di dalamnya beliau menuturkan tujuan yang di maksud, dan memerintahkan mereka agar tidak membuka surat itu sampai mereka menempuh mayoritas jarak perjalanannya dan dekat dari tujuannya, sebagaimana yang beliau lakukan terhadap &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;sariyyah Abdullah ibnu Jahsy&lt;/b&gt;yang mana &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Ibnul Hadlrami&lt;/b&gt; dibunuh dan di dalamnya terdapat sikap penyembunyian rahasia-rahasia militer dan tidak menampakkannya termasuk terhadap pasukan itu sendiri kecuali sesaat menjelang pelaksanaan langsung, termasuk&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;seandainya sebagian mereka lemah atau jatuh tertawan musuh maka padanya tidak ada apa yang ia katakan atau ia bongkar walaupun mereka memotong atau mencabik-cabik badannya….&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 45pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Termasuk bab ini adalah bahwa beliau saw tatkala berniat untuk hijrah, beliau datang kepada &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Abu Bakar&lt;/b&gt; di waktu yang tidak biasanya beliau mendatanginya, dan beliau datang seraya menutup kepalanya… dan beliau sebelum membisikkan kepadanya keputusan hijrah, (beliau) memerintahkan agar menyuruh keluar orang-orang yang padahal mereka itu sebagaimana yang dikatakan &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Abu Bakar&lt;/b&gt; &lt;i style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;“Mereka itu hanyalah keluargamu”…&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 45pt; "&gt;&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Abdullah ibnu Abi Bakar&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt; bermalam bersama keduanya di goa gunung &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Tsaur&lt;/b&gt; dan beranjak pergi dari keduanya di waktu sahur sehingga ia berada bersama Quraisy di Mekkah seperti yang bermalam (di tengah mereka), dan ia tidak mendengar suatu hal yang membahayakan keduanya, melainkan ia mengetahuinya sampai mendatangi keduanya dengan berita itu saat malam mulai gelap.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 45pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Silahkan lihat itu semuanya dalam hadits hijrah dari &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Aisyah Ummul Mu’minim ra&lt;/b&gt; dalam S&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;hahih Al Bukhariy&lt;/b&gt; (3905)…dan di dalamnya juga terdapat sabda Rasulullah saw kepada &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Suraqah&lt;/b&gt; tatkala menyusul mereka dalam hijrah :&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: 'Courier New'; "&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;“ sembunyikan tentang kami “.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 45pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Dalam Shahih &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Al Bukhariy&lt;/b&gt; Bab &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;“ Perang itu tipu daya “&lt;/b&gt; dan di dalamnya ia mengutarakan haditsnya, &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Al Hafidh ibnu Hajar&lt;/b&gt; berkata :&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: 'Courier New'; "&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;(Dan asal tipu daya adalah penampakkan suatu dan penyembunyian sebaliknya, dan di dalamnya ada anjuran yang sangat untuk bersiap siaga dalam peperangan dan arahan untuk mengecoh orang-orang kafir, dan bila ia tidak sigap terhadap hal itu maka tidak aman masalahnya balik menyulitkan dia). &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Selesai&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: red; "&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 45pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Dalam &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Al Bukhari&lt;/b&gt; juga : (Bab &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Dusta dalam Peperangan&lt;/b&gt;), dan di dalamnya ia tuturkan kisah pembunuhan para sahabat terhadap&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Ka’ab ibnul Asyraf,&lt;/b&gt; thoghut kaum Yahudi dan apa yang ada di dalamnya berupa pengecohannya dan penampakkan sikap yang membuat dia menduga bahwa mereka merasa berat dan menderita dari apa yang diperintahkan Nabi saw berupa shadaqah, sampai akhirnya mereka mendapatkan keleluasaan darinya dan kemudian mereka membunuhnya… Dan &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Al Hafidh&lt;/b&gt; menuturkan dalam syarahnya pada&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Fathul Bari&lt;/b&gt; hadits &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;At Tirmidziy&lt;/b&gt; tentang kebolehan dusta dalam tiga hal : di antaranya peperangan, dan kisah &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Al Hajjaj ibnu ‘Allath&lt;/b&gt; tentang permintaan izinnya dari Nabi saw untuk mengatakan tentang beliau apa yang ia inginkan demi kepentingannya dalam menyelamatkan hartanya dari penduduk Mekkah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 45pt; "&gt;&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Al Bukhari&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt; juga meriwayatkan kisah keislaman &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Abu Dzar&lt;/b&gt;(3861) dan di dalamnya terdapat banyak pelajaran dalam bab ini yang menunjukan bahwa para sahabat sangat menjaga terhadap sebab-sebab kehati-hatian, siap-siaga dan&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;kitman&lt;/b&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: 'Courier New'; "&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;serta mereka tidak bersikap&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;thafrith&lt;/b&gt; sedikitpun dalam hal itu, kemudian di dalamnya ada sikap keragu-raguan&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Ali ibnu Abi Thalib ra &lt;/b&gt;selama tiga hari terhadap A&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;bu Dzar&lt;/b&gt; tanpa membuka ungkapan sedikitpun kepadanya sampai ia merasa yakin dengannya dan ia mendengar berita tentangnya sebelum itu, serta meminta kejelasan tentang sikap seriusnya terhadap Islam dan keinginannya bertemu Nabi saw, kemudian kesepakatannya bersamanya untuk berjalan di belakangnya hingga menyampaikannya kepada Nabi saw tanpa mencurigakan Quraisy dengan hal itu dan ucapan &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Ali : &lt;/b&gt;&lt;i style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;(Bila saya melihat sesuatu yang saya khawatirkan terhadapmu maka saya berbuat seolah saya menuangkan air, kemudian bila saya berlalu maka ikutilah saya sampai saya masuk ke tempat saya masuk) &lt;/i&gt;sampai akhir kisah….&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 45pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Dalam Al Qur’an Allah ta’ala mengabarkan kepada kita dalam kisah para pemuda &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;Ashhabul Kahfi &lt;/b&gt;tentang kehati-hatian mereka dari kaum mereka dan ucapan mereka tentang orang yang mereka utus ke kota,&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: 'Courier New'; "&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: 'Courier New'; "&gt;“Dan hendaklah ia berlaku lemah lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan halmu kepada seorangpun. Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempatmu, niscaya mereka akan merajam kamu atau memaksamu kembali kepada agama mereka, dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selama-lamanya”,&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: 'Courier New'; "&gt; &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;(Al Khafi : 19-20).&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 45pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Maka ini semuanya dan yang lain adalah banyak, menunjukan secara jelas bahwa mengambil sebab-sebab kehati-hatian, siap-siaga, kitman, pengecohan musuh, tipu daya terhadap mereka dan dusta terhadap mereka untuk menjauhi tipu muslihat mereka; semua itu adalah hal-hal yang disyari’atkan yang tidak ada dosa atas orang muslim di dalamnya dan ia tidak dicela terhadapnya. Dan justeru sikap tidak mengambil faidah dari itu, mengabaikannya dan tidak menggunakannya adalah bisa menyebabkan musuh-musuh Allah menguasai para du’at dan mujahidin, dan bisa menggagalkan upaya mereka dan mematahkan jihad mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 45pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Bila hal ini sudah jelas diketahui, maka ketahuilah bahwa manusia dalam hal ini antara &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;ifrath &lt;/b&gt;(berlebih-lebihan) dan &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;tafrith&lt;/b&gt;(teledor), di mana sebagian mereka berlebih-lebihan di dalamnya, sampai ia tertimpa kelumpuhan total dan sampai ia takut dari bayang-bayangnya serta ia mengira setiap teriakan diarahkan terhadapanya, dan di antara mereka itu ada yang meninggalkan dakwah dan jihad setelah sebagian keterpurukan yang menimpanya akibat dia &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;tafrith &lt;/b&gt;dalam hal ini, dan ia setelahnya beralih arah kepada sikap &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;ifrath &lt;/b&gt;serta pada akhirnya ia berinteraksi dengan musuh-musuh Allah seolah mereka itu - semoga mereka gagal dan rugi – megetahui rahasia dan apa yang disembunyikan (hati), dan ia tidak berdaya dihadapan teknologi modern serta ia terbius oleh kemampuan-kemampuan alat-alat itu dalam pengorekan berita, pencurian info dan pengintelan sehingga ia hampir tidak&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: 'Courier New'; "&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;menggunakan komputer atau telepon atau alat-alat komunikasi lainnya, dan andaikata ia bisa menggunakan merpati pengirim surat tentu ia tidak menggunakan yang lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 45pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Padahal masalahnya tidak butuh melebihi sedikit saja dari keahlian terhadap sarana-sarana ini untuk menjauhi akibat-akibatnya dan kerusakan-kerusakannya ditambah keahlian lain terhadap metode-metode tipu daya, pengecohan dan penghilangan jejak terhadap musuh-musuh Allah, agar senjata makan tuan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 45pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Adapun kita meninggalkan sarana-sarana ini dan tidak menggunakannya untuk dakwah dan jihad dengan alasan bahwa ia bisa disadap dan disusupi, atau kita bersikap berlebihan dalam kekhawatiran dan ketakutan dari hal itu tanpa alasan yang menuntut, maka itu adalah keterkaparan dan kekalahan di hadapan gemerlap teknologi musuh-musuh Allah dan keindahan luar kemampuan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 45pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Saya pernah berkunjung ke rumah sebagian pemuda setelah dia keluar dari ujian penjara yang mana sebagian mereka di dalamnya mengakui terhadap sebagian yang lain dalam penyidikan, belum saja saya duduk tiba-tiba langsung saja dia berdiri ke arah radio kemudian menyalakannya dengan suara yang mengganggu, maka saya berkata kepadanya : “Apa urusan kita dengan radio, matikan saja agar kita bisa berbincang-bincang,” ia berkata : “Ini penting untuk mengkaburkan alat-alat penyadap bila ia ada !” maka saya berkata : “Rumah adalah rumahmu dan pembicaraan juga adalah bersifat kekeluargaan bukan tentang keamanan, bukan pula tentang perang, dan bukan pula tentang dakwah, dan perbuatanmu ini hanyalah mengganggu kita sendiri”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 45pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Sebagian mereka bila mengajakmu bicara di telephon, ia berlebihan dalam menggunakan penyamaran dan kode-kode dalam hal yang tidak perlu dan tidak berhak akan hal itu, sampai ia menjadikan ucapannya seperti rumus-rumus yang menarik perhatian lagi penasaran, dan bahkan kamu susah bisa untuk memahami apa yang ia inginkan, dan seandainya musuh-musuh Allah mendengar kode-kodenya itu, mereka membesar-besarkannya dan tentu mereka menduga bahwa dibaliknya ada opersi-operasi yang lebih dasyat dari serangan-serangan ke New York dan Washington, padahal materi pembicaraan itu amat sepele dan kadang tidak penting, lagi tidak butuh kode-kode dan rumus segala.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 45pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Pada banyak keadaan, kadang terang-terangan dengan ucapan adalah lebih utama, karena tidak ada masalah di dalamnya dan tidak butuh untuk menggunakan pengecohan di dalamnya, namun demikian sebagian orang-orang yang berlebih-lebihan lebih mengutamakan kesamaran dan sikap keterlaluan dalam pengkaburan; umpamanya seseorang dari mereka menelponmu seraya berkata : “Pada saya ada amanat buatmu”, atau “ Saya ingin kamu hadir untuk hal penting“, dan ternyata amanah itu hanya sebungkus kue atau baju atau botol minyak wangi yang padahal tidak ada masalah untuk terang-terangan di dalamnya, dan juga ternyata hal penting itu adalah undangan makan siang atau makan sore, namun orang-orang yang berlebih-lebihan itu menyukai pensamaran dan tipuan sinema, dan mereka tidak mengetahui bahwa hal itu dalam keadaan-keadaan ini justeru membahayakan dan tidak manfaat, terutama bila komunikasi mereka itu kepada orang-orang yang dipantau oleh aparat keamanan yang mana musuh-musuh Allah itu memperhitungkan mereka terhadap setiap ucapan. Bila mereka itu ditangkap tentu musuh-musuh Allah itu tidak mempercayai mereka, walaupun mereka bersumpah di hadapan mereka itu dengan sumpah sungguhan bahwa amanah itu adalah hal-hal yang tadi disebutkan, atau bahwa pertemuan itu adalah makan siang atau makan malam, dan musuh-musuh Allah itu tidak akan membiarkan mereka sampai mereka mencabuti kuku-kuku mereka dan merobek-robek kulit mereka agar mereka menyerahkan senjata-senjata dan bahan-bahan peledak, dan agar mereka mengakui pertemuan militer atau pertemuan organisasi yang penting yang ada di balik rumus-rumus dan kode-kode itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 45pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Sebagian mereka mengakui di hadapan musuh-musuh Allah terhadap komunikasi-komunikasinya yang bisa jadi membahayakan dia dan ikhwannya tanpa sedikitpun pukulan atau ancaman &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;dengan dalih bahwa ia mendengar atau membaca tantang teknologi modern yang mampu menyadap intonasi suara orang yang dicari bila mereka membeberkannya lewat satelit di telepon-telepon dunia !!&lt;/b&gt; dan seolah komunikasi dia itu berputar sekitar senjata-senjata pemusnah massal !! dan karenanya ia merasa keberatan dari dusta terhadap mereka, karena kedustaannya akan terbongkar lewat sarana teknologi itu, dan saya tidak tahu apa bahaya terhadap orang muslim bila kedustaan dia terhadap mereka itu diketahui dan terbongkar mereka ? atau ia menunggu dari mereka SKKB, ataukah ia merasa malu dari berdusta terhadap makhluk Allah yang paling dusta, paling busuk dan paling khianat, padahal dusta dia itu bila terjadi maka adalah untuk melindungi dakwah dan jihadnya, serta untuk menghindarkan kedzaliman dari dirinya dan ikhwannya, adapun kedustaan mereka yang mendasar maka dalam rangka untuk memberangus dakwahnya dan menghabisi jihadnya serta untuk mendzalimi dia dan ikhwannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 45pt; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Bila ini adalah contoh-contoh dari pengaruh-pengaruh negatif ketercengangan sampai batas bertekuk lutut di hadapan teknologi modern dan kemampuan musuh-musuh Allah, dan sedikit dari pengaruh-pengaruh ifrath dan berlebih-lebihan dalam pensamaran(berkamuflase) dan rasa khawatir atau kehati-hatian sampai pada batas was-was, tanpa ada kebutuhan dan dalam hal yang tidak ada guna di baliknya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 45pt; "&gt;&lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Maka di sisi yang berlawanan, sebagian orang telah bersikap&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;tafrith&lt;/b&gt; dalam hal yang penting ini dengan &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;tafrith&lt;/b&gt;yang besar, dia menelantarkannya dan tidak mengindahkannya secara total, di mana engkau bisa melihat rahasia-rahasianya tertulis, catatan-catatannya, pertemuan-pertemuannya yang penting, rencana-rencananya, rincian-rincian&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;tandhimny&lt;/b&gt;a, pendanaan dan ifaqnya, semua itu dan yang lainnya tertuang di atas kertas di zaman teknologi, dan dengan rincian-rinciannya secara gamblang tanpa pensamaran atau kode. Bila datang kepadanya surat penting yang bersifat peringatan atau &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;tandhim&lt;/b&gt; atau keamanan, maka surat itu tetap di sakunya –saya tidak tahu apakah itu untuk kenang-kenangan !!- berhari-hari dan berpekan-pekan, atau surat itu berada berbulan-bulan dan kadang bertahun-tahun tanpa dimusnahkan; menunggu musuh-musuh Allah supaya surat itu menjadi buruan yang berharga bagi mereka dalam awal penggeledahan rumahnya atau penangkapannya yang secara tiba-tiba, sehinga ia dengan sebabnya tidak bisa mengelak ke kanan atau ke kiri dalam penyidikan, dan keteledorannya ini menjadi penyebab ketertangkapan ikhwannya dan penggagalan kegiatan atau jihad mereka, atau engkau melihat dia berinteraksi bersama sarana-sarana komunikasi dengan kepercayaan yang buta, dan bila sebagian ikhwannya menghati-hatikannya atau menasehatinya untuk hati-hati dan siaga atau untuk menyembunyikan pembicaraan tentang &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;ziarah&lt;/b&gt; atau pertemuan atau untuk membakar surat setelah ia baca atau untuk tidak menyimpan nama-nama dan alamat-alamat secara sebenarnya dan lengkap di lembaran-lembaran atau tempat-tempat yang kemungkinan jadi obyek pemeriksaan musuh-musuh Allah atau bersama sosok-sosok yang ada kemungkinan disidik dan ditangkap, maka ia mengherankan hal itu dan mengingkarinya dan bisa jadi ia menganggapnya sebagai kepengecutan dan aib…, maka saya tidak tahu apa yang dikatakan orang semacam ini, seandainya ia melihat sebagian ikhwannya bersembunyi di dalam goa kecil yang penuh dengan lobang-lobang ular yang tidak mencukupi kecuali bagi dua orang saja saat ia dicari orang-orang kafir…?! Tidak ragu bahwa aib seperti hal ini tidaklah muncul, kecuali dari kalalaian dari sirah Rasulullah saw dan ketercelupan dalam hidup santai, dan jauh dari kehidupan jihad dan ‘amal yang serius bagi dienullah, serta kecenderungan kepada ketentraman yang palsu yang dirasakan oleh keumuman manusia dan orang-orang hina dan yang dipropagandakan oleh para thoghut dan anshar mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 45pt; "&gt;&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Tafrith&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;, penyepelean dan ketidakpedulian ini telah menghantarkan banyak percobaan kepada kegagalan dan keterpurukan yang menyedihkan orang-orang Islam dan menyenangan musuh-musuh Allah, kemudian mereka membesar-besarkannya dan menjadikan dari kegagalannya keberhasilan-keberhasilan dan kemenangan-kemenangan bagi alat-alat keamanan mereka terhadap teror, padahal sebenarnya bahwa sebab kegagalan itu bukanlah kecerdikan musuh-musuh Allah dan bukan pula kecermatan aparat keamanan mereka akan tetapi &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;tafrith&lt;/b&gt; dan pengabaian percobaan-percobaan itu terhadap sisi ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 45pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Alangkah sedih dan pedihnya saya, saat melihat sebagian orang yang tidak menerima nasehat dalam masalah-masalah ini dari kalangan para pemuda yang tidak belajar dari percobaan-percobaan orang lain dan tidak mengambil pelajaran dengan keterpurukan-keterpurukan mereka kemudian mereka malah mengulang ketergelinciran-ketergelinciran mereka dan melakukan kesalahan-kesalahan yang sama. Bila salah seorang mereka berniat melakukan operasi jihad dan ia memiliki senjata, maka ia tidak merasa cukup dengan memperlihatkannya kepada setiap orang yang ia jumpai, bahkan ia memberitahukan kepada mereka cita-citanya, impian-impiannya dan rencana-rencananya dalam &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;‘amal jihadiy&lt;/b&gt; kemudian ia tidak tahu setelahnya dari mana datang keterpurukan dan bagaimana cita-cita dan rencana-rencananya kembali dengan kegagalan !!.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 45pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Membuat saya sedih realita di mana ahli dunia dari kalangan organisasi-organisasi bumi (anshar thaghut dan yang sejenisnya, ed.) sangat menguasai dasar-dasar kegiatan militer dan pondasi-pondasi keamanannya, di mana engkau melihat mereka bila hendak beroperasi tidak mengabarkan tentangnya dan target-target sasarannya dan tidak memberitahukan tentang perlengkapan dan senjatanya, kecuali kepada para pelaksana saja dan menjelang pelaksanaan beberapa saat saja yang tidak memungkinkan bocornya sesuatu dari kabar-kabar operasi mereka, dan para pelaksana juga tidak mengetahui lebih dari sekedar apa yang mereka butuhkan berupa informasi untuk melaksanakan tugas mereka. Adapun sumber-sumber senjata dan tempat-tempat penyimpanannya, siapa yang memasok dan menyerahkannya kepada mereka, dan apakah ada yang lain dan apakah di sana ada target-target lain yang akan diemban oleh teman-teman mereka serta yang lainnya, maka ini semua termasuk hal yang tidak usah diketahui dan dianggap tanggung jawab keamanan yang tidak sah orang yang menghormati ‘amal militernya memikulkannya kepada orang yang tidak berkepentingan, oleh sebab itu kesalahan-kesalahan dan keterpurukan pada saat kegagalan operasi-operasi semacam ini bersifat terbatas, beda halnya dengan keterpurukan yang mematikan yang melalap setiap orang disekitarnya&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 11pt; font-family: 'Courier New'; "&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;dengan sebab sikap sembrono sebagian orang-orang yang ngawur yang masuk ke medan dan kegiatan militer dengan serabutan dan kedunguan, padahal orang muslim adalah orang yang lebih layak dengan keprofesionalan, keteraturan, kehati-hatian dan kesigapan dalam masalah ini, karena sirah Rasulullah saw dan para sahabatnya sangat sarat dengan rambu-rambu dan pengalaman-pengalaman yang agung dalam bab ini yang telah lalu pengisyaratan-pengisyaratan kepadanya, sedangkan jihad itu amat butuh kepada singa-singa dan rajawali-rajawali bukan kepada burung-burung pipit dan burung-burung kutilang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 45pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Di antara bentuk &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;tafrith&lt;/b&gt; dalam bab ini juga adalah bahwa sebagian para pemuda berinteraksi dengan senjata setelah Allah membimbingnya ke jalan ini sebagaimana ia berinteraksi dengannya di masa-masa jahiliyyahnya dengan bersandar pada kesombongan suku dan kabilahnya yang telah kami bahas di renungan yang lalu; di mana engkau melihat dia tidak merasa bermasalah dari menampakkan kepemilikannya, dan engkau lihat dia berputar-putar dengan mobilnya dan berkeliling ke sana ke sini dengan membawa senjata otomatisnya, bahkan bisa jadi sebagian bom dan peluru dengan penampakkan yang amat aneh, ia memperlihatkan kepada orang ini dan menampakkannya kepada orang itu. Bila engkau mengingatkannya atau menghati-hatikannya dan menasehatinya bahwa penampakan ini tidaklah pantas bagi para penempuh jalan ini, dan bahwa hari-hari jahiliyyahnya telah berlalu, dan telah ganti serta berubah terhadapnya pandangan musuh-musuh Allah dengan sekedar nampaknya beberapa helai jenggot di wajahnya, atau dengan kedekatan dia dari sebagian pengusung gerakan jihad serta hubungan dia dengan mereka; maka ia menganggap nasehatmu tidak layak dan ia menganggap itu aneh serta ia tidak menyadarinya, kecuali setelah nasi menjadi bubur, dan bisa saja dia menuduhnya sebagai sikap takut dan kepengecutan, serta dia berkata tidak usah berlebih-lebihan karena urusannya biasa saja …, kemudian bila dia ditangkap dan diberi cobaan dengan sebab &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;tafrithnya&lt;/b&gt; ini, maka urusannya bagi dia tidak lagi biasa dan bahkan tidak pula (otomatis), akan tetapi biasanya macam orang seperti ini berbalik setelah cobaan ini ke sisi &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;ifrath&lt;/b&gt; yang lalu, di mana engkau melihatnya ketakutan dari bayangannya lagi &lt;i style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;down&lt;/i&gt; di hadapan teknologi modern lagi trauma dari kemampuan musuh-musuh Allah yang dasyat dan badan-badan intelejen mereka yang mengerikan yang bisa membongkar senjata-senjata dan bom-bom dia yang nampak terbuka….!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 45pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Ia silau oleh musuh-musuh Allah dan ia membesar-besarkan kemampuan aparat keamanan mereka dengan cara menyandarkan keterjatuhan dia kepada kelihaian musuh-musuh Allah, kebusukan mereka dan kekuatan intelejen mereka, tidak kepada kedunguannya dan petantang-petentengnya serta keteledorannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; padding-top: 5px; padding-right: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; font: normal normal normal 12px/19px Verdana; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: 45pt; "&gt;&lt;span lang="IN" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; font-size: 10pt; font-family: Georgia, serif; "&gt;Sedangkan Al haq itu tidak bersama &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;tafrith&lt;/b&gt; dia sebelumnya dan tidak pula bersama &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;ifrathnya&lt;/b&gt; setelahnya, akan tetapi bersama pertengahan dalam hal itu semua, maka sudah sepatutnya orang-orang yang meniti jalan ini meningkatkan diri pada level jihadnya yang agung dan menguasai pengetahuan mengenai tipu daya musuh-musuhnya, serta menggunakan sebab-sebab kehati-hatian, kesiap-siagaan, keamanan dan&lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;kitman&lt;/b&gt; tanpa &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;ifrath&lt;/b&gt; dan tanpa &lt;b style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;tafrith&lt;/b&gt;, saya memohon kepada Allah ta’ala untuk menolong wali-wali-Nya dan menghinakan musuh-musuh-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>