<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487688099942728617</id><updated>2024-10-07T11:30:29.343+07:00</updated><category term="Renungan Harian"/><category term="Cerita"/><category term="Jokes"/><category term="EN - Daily Devotional"/><category term="Kesaksian"/><category term="Cinta / Kasih"/><category term="Hidup"/><category term="Keluarga"/><category term="Renungan Lainnya"/><category term="Doa"/><category term="Bersyukur"/><category term="Weekly Scripture"/><category term="Motivasi"/><category term="SlideShow"/><category term="EN - Reflection"/><category term="Natal"/><category term="Iman"/><category term="EN - Inspiring Story"/><category term="Persahabatan"/><category term="Buku"/><category term="Gambar"/><category term="News"/><category term="Video"/><category term="Berkat"/><category term="Pertobatan"/><category term="Tips"/><category term="Event"/><category term="Puisi"/><category term="Aborsi"/><category term="Animasi Flash"/><category term="Generasi Penuntas"/><category term="Lirik"/><category term="Pengetahuan"/><category term="Paskah"/><category term="Tokoh"/><category term="EN - Christmas"/><category term="Opini"/><category term="Pasangan Hidup"/><category term="CIBFest"/><category term="Go Greens"/><category term="Kesabaran"/><category term="Kesehatan"/><category term="Tips Karir"/><category term="Film"/><category term="Kuis"/><category term="Kejujuran"/><category term="Lowongan Kerja"/><category term="eBook"/><title type="text">Rumah Renungan - House Of Reflection</title><subtitle type="html">Kumpulan renungan harian kristen, kesaksian dan cerita-cerita yang memberi inspirasi dalam hidup kita. A Collection of reflections, testimonies, strories that inspiring our lives.</subtitle><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/feeds/posts/default" rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/7487688099942728617/posts/default?redirect=false" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/" rel="alternate" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/7487688099942728617/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false" rel="next" type="application/atom+xml"/><author><name>Peak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08500302008738124323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><generator uri="http://www.blogger.com" version="7.00">Blogger</generator><openSearch:totalResults>2060</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487688099942728617.post-7356913304514748492</id><published>2012-06-08T11:20:00.001+07:00</published><updated>2012-06-08T11:20:58.297+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita"/><title type="text">Rencana Tuhan</title><content type="html">&lt;p align="justify"&gt;Aku (A): Tuhan, bolehkah aku bertanya PadaMU?   &lt;br /&gt;Tuhan (T): Tentu, hambaku. Silahkan    &lt;br /&gt;A: Tapi janji ya, Engkau takkan marah.    &lt;br /&gt;T: Ya, AKU janji.    &lt;br /&gt;A: Knapa KAU izinkan banyak HAL BURUK t'jadi padaku hari ini?    &lt;br /&gt;T: Apa Maksudmu?    &lt;br /&gt;A: Aku bangun terlambat.    &lt;br /&gt;T: Ya., Trus,    &lt;br /&gt;A: Mobilku mogok &amp;amp; butuh waktu lama tuk menyala.    &lt;br /&gt;T: Oke. Trus,    &lt;br /&gt;A: Roti yg kupesan dibuat tak seperti pesananku, hingga kumalas memakannya.    &lt;br /&gt;T: Hmm. Trus,    &lt;br /&gt;A: Dijalan pulang, HPku tiba2 mati saat aku b'bicara bisnis besar.    &lt;br /&gt;T: Benar. Trus,    &lt;br /&gt;A: Dan akhirnya, saat kusampai rumah, aku hanya ingin sedikit b'santai dg mesin pijat refleksi yg baru kubeli, tapi MATI! Knapa Tak ada yg LANCAR hari ini?    &lt;br /&gt;T: Biar KUperjelas HambaKU, ada malaikat kematian pagi tadi, dan AKU mengirimkan malaikatKU tuk b'perang melawannya agar tak ada hal buruk t'jadi padamu. KUbiarkan terTIDUR disaat itu.    &lt;br /&gt;A: Oh, tapi...    &lt;br /&gt;T: AKU tak biarkan mobilmu menyala TEPAT WAKTU karna ada pengemudi mabuk lewat didepan jalan &amp;amp; akan MENABRAKmu.    &lt;br /&gt;A: (merunduk)    &lt;br /&gt;T: Pembuat burgermu sedang sakit, AKU tak ingin kau tertular, oleh karenanya KUbuatnya salah bekerja.    &lt;br /&gt;A: (tarik nafas)    &lt;br /&gt;T: HPmu KUbuat mati karna mereka PENIPU, KUtak mungkin biarkanmu tertipu. Lagipula kan kacaukan KONSENTRASImu dlm mengemudi bila ada yg menghubungimu kala HP menyala.    &lt;br /&gt;A: (mataku berkaca-kaca) aku mengerti Tuhan    &lt;br /&gt;T: Soal mesin pijat refleksi, KUtau kau blm sempat beli voucher listrik, bila mesin itu nyalakan maka ambil banyak listrikmu, KU yakin kamu tak ingin berada dlm kegelapan.    &lt;br /&gt;A: (menangis tersedu) Maafkanku Tuhan.    &lt;br /&gt;T: Tak apa, tak perlu meminta maaf. Belajarlah tuk percaya PADAKU.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;RencanaKU padamu lebih baik dari rencanamu sendiri.   &lt;br /&gt;Yakinlah bahwa Tuhan selalu baik    &lt;br /&gt;Yakinlah sgala Usahamu PASTI Sampai    &lt;br /&gt;Belajarlah tuk slalu bersyukur atas APAPUN yg terjadi,    &lt;br /&gt;Karna Smua Kan INDAH Pada Waktunya. Amin..&lt;/p&gt;  </content><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/feeds/7356913304514748492/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/2012/06/rencana-tuhan.html#comment-form" rel="replies" title="0 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/7487688099942728617/posts/default/7356913304514748492" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/7487688099942728617/posts/default/7356913304514748492" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/2012/06/rencana-tuhan.html" rel="alternate" title="Rencana Tuhan" type="text/html"/><author><name>Peak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08500302008738124323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487688099942728617.post-5455775105338242115</id><published>2012-05-23T09:55:00.001+07:00</published><updated>2012-05-23T09:55:01.348+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Renungan Harian"/><title type="text">Indahnya Ujian</title><content type="html">&lt;p align="justify"&gt;Bacaan Setahun : &lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/pop/?p=Mazmur+108-110" target="_blank"&gt;Mazmur 108-110&lt;/a&gt;    &lt;br /&gt;Nats : &amp;quot;Sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.&amp;quot; (&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/pop/?p=Yakobus+1%3A3" target="_blank"&gt;Yakobus 1:3&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bacaan : &lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/pop/?p=Yakobus+1%3A2-8" target="_blank"&gt;Yakobus 1:2-8&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dalam bukunya God's Power to Change Your Life, Rick Warren menuturkan kisah dirinya saat masih muda. Ketika itu, ia begitu rindu memiliki buah roh kesabaran seperti dalam Galatia 5. Suatu pagi, ia berdoa supaya Tuhan menolongnya untuk menghasilkan buah roh tersebut. Siang harinya, sewaktu ia sedang makan di kampus, datanglah seseorang yang terkenal jahil. Orang tersebut dengan sengaja menumpahkan makanan ke badan Rick sampai bajunya berlepotan. Hati Rick pun panas. Namun, sewaktu ia ingin marah, tiba-tiba ia diingatkan oleh doanya tadi pagi. Ia disadarkan bahwa justru inilah ujian yang Tuhan izinkan terjadi supaya ia mengembangkan kesabaran. Ia pun mengurungkan niatnya untuk membalas.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ada banyak sarana dalam kehidupan yang dapat Tuhan pakai untuk menumbuhkan kehidupan rohani kita. Salah satunya adalah tatkala Dia mengizinkan &amp;quot;gangguan&amp;quot; atau ujian yang tak mengenakkan kita. Penulis kitab Ibrani menjelaskan alasannya, yaitu supaya kita dapat melatih dan mengasah karakter menjadi lebih sempurna di tengah tantangan (ayat 4). Juga, agar kesabaran kita memperoleh kesempatan untuk bertumbuh (ayat 3 FAYH). Itu sebabnya, kita patut berbahagia apabila mengalami kesukaran (ayat 2). Tentu saja, saat kita mengalami ujian, kita kerap kali bimbang, tidak tahu harus berbuat dan bersikap seperti apa. Itu sebabnya, Firman Tuhan mengingatkan kita untuk tidak ragu meminta hikmat dari Tuhan (ayat 5-7). Hikmat dari Tuhan akan membuat kita lebih tenang dalam menghadapi ujian (ayat 8).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Anda mengalami ujian yang tidak menyenangkan? Ujian dari Tuhan sesungguhnya menempa karakter kita. Berdoalah supaya kita terus berhikmat dalam menjalani ujian ini. --JIM&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;&amp;quot;TUHAN MENGUJI SUPAYA KELAK DIA MEMAHKOTAI KITA.&amp;quot;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="left"&gt;Sabda.org&lt;/p&gt;  </content><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/feeds/5455775105338242115/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/2012/05/indahnya-ujian.html#comment-form" rel="replies" title="0 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/7487688099942728617/posts/default/5455775105338242115" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/7487688099942728617/posts/default/5455775105338242115" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/2012/05/indahnya-ujian.html" rel="alternate" title="Indahnya Ujian" type="text/html"/><author><name>Peak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08500302008738124323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487688099942728617.post-8530667598832730775</id><published>2012-05-23T09:45:00.001+07:00</published><updated>2012-05-23T09:45:58.938+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita"/><title type="text">Kebiasaan Yang Baik</title><content type="html">&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Suatu hari rakyat bersorak-sorai menyaksikan kehebatan keahlian memanah seorang panglima yang luar biasa. 100 kali anak panah dilepas, 100 anak panah tepat mengenai sasaran. Di antara kata-kata pujian yang diucapkan oleh banyak orang, tiba-tiba seorang tua penjual minyak menyelutuk, “Panglima memang pemanah hebat! Tetapi, itu hanya keahlian yang diperoleh dari kebiasaan yang terlatih.” Panglima dan seluruh yang hadir memandang dengan tercengang dan bertanya-tanya, apa maksud perkataan orang tua penjual minyak itu. Tukang minyak menjawab, “tunggu sebentar!” Sambil beranjak dari tempatnya, dia mengambil sebuah koin Tiongkok kuno yang berlubang di tengahnya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Koin itu diletakkan di atas mulut botol guci minyak yang kosong. Dengan penuh keyakinan, si penjual minyak mengambil gayung penuh berisi minyak, dan kemudian menuangkan dari atas melalui lubang kecil di tengah koin tadi sampai botol guci terisi penuh. Hebatnya, tidak ada setetes pun minyak yang mengenai permukaan koin tsb. Panglima dan rakyat tercengang. Mereka bersorak-sorai menyaksikan demonstrasi keahlian si penjual minyak. Dengan penuh kerendahan hati dan hormat, tukang minyak di hadapan panglima sambil mengucapkan kalimat bijaknya, “Itu hanya keahlian yang diperoleh dari kebiasaan yang terlatih! Kebiasaan yang diulang terus menerus akan melahirkan keahlian.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dalam kisah ini kita dapat belajar bahwa betapa luar biasanya kekuatan kebiasaan. Habit is a Power!&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Hasil dari kebiasaan yang terlatih dapat membuat sesuatu yang sulit menjadi mudah dan apa yang tidak mugkin menjadi mungkin. Demikian pula, untuk memperoleh kesuksesan dalam kehidupan, kita membutuhkan karakter sukses. Dan karakter sukses itu hanya bisa dibentuk melalui kebiasaan-kebiasaan seperti: berpikir positif, antusias, optimis, disiplin, integritas, tanggung jawab, dan terlebih lagi : keintiman kita dengan Tuhan setiap saat…&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Keunggulan terjadi berkat sebuah kebiasaan dan disiplin kegigihan. God Bless You All.&lt;/p&gt;  </content><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/feeds/8530667598832730775/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/2012/05/kebiasaan-yang-baik.html#comment-form" rel="replies" title="0 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/7487688099942728617/posts/default/8530667598832730775" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/7487688099942728617/posts/default/8530667598832730775" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/2012/05/kebiasaan-yang-baik.html" rel="alternate" title="Kebiasaan Yang Baik" type="text/html"/><author><name>Peak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08500302008738124323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487688099942728617.post-4985655597811281774</id><published>2012-04-28T07:59:00.001+07:00</published><updated>2012-04-28T07:59:28.185+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Doa"/><title type="text">Lima Jari Berdoa</title><content type="html">&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/-o1btuabu5do/T5tA5AqY60I/AAAAAAAACUE/A0Gcd5ET8ug/s1600-h/images%252520%2525281%252529%25255B3%25255D.jpg"&gt;&lt;img style="border-bottom: 0px; border-left: 0px; margin: 0px 5px 0px 0px; display: inline; border-top: 0px; border-right: 0px" title="images (1)" border="0" alt="images (1)" align="left" src="http://lh6.ggpht.com/-AqWP4mUxB1E/T5tA7M46pVI/AAAAAAAACUM/588UJ_sI-Hg/images%252520%2525281%252529_thumb%25255B1%25255D.jpg?imgmax=800" width="204" height="244" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;JARI JEMPOL&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jari ini adalah yang paling dekat dengan Anda, ketika Anda sedang melipat tangan dan berdoa. Jadi, mulailah berdoa bagi orang-orang yang sangat akrab dan dekat dengan Anda. Sebutkan nama-nama mereka yang Anda kenal dengan baik. Bagi CS. Lewis, mendoakan orang-orang yang kita kasihi adalah &amp;quot;a sweet duty.&amp;quot;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;JARI TELUNJUK&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jari berikutnya adalah si telunjuk. Doakan bagi mereka yang mengajar. Ini termasuk hamba-hamba Tuhan, guru, dokter, dan para pendidik lainnya. Mereka butuh dukungan dan hikmat, agar dapat menunjukkan arah yang tepat bagi mereka yang membutuhkan jasa mereka. Doakan mereka selalu.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;JARI TENGAH&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ini jari yang paling tinggi, berarti kita harus ingat pada para pemimpin bangsa. Doakan presiden hingga para pejabat dibawahnya. Doakan para pemimpin organisasi sosial maupun bisnis. Mereka sering mempengaruhi bangsa kita dan membimbing opini publik. Mereka sangat butuh bantuan dariNya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;JARI MANIS&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jari keempat adalah jari yang paling lemah. Nah, guru piano pun biasanya cukup kebingungan ketika berhadapan dengan si jari yang lemah ini. Oleh sebab itu, mari kita doakan bagi saudara-saudara kita yang lemah, kena musibah, dan lain-lain. Kita doakan bagi mereka yang dianggap sebagai sampah masyarakat. Mereka sangat membutuhkan doa-doa Anda, baik siang maupun malam. Tapi, bukan cuma doa, lho !&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;JARI KELINGKING&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jari terakhir ini adalah yang paling kecil diantara jari- jari manusia. Inilah jari yang menggambarkan sikap kita yang seharusnya rendah hati saat berhubungan dengan Tuhan dan sesama. Jadi, jangan lupakan berdoa bagi diri sendiri, agar memiliki buah roh dan meneladani kehidupan Kristus Yesus, Tuhan kita.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saran saya yang terakhir, Saat Anda berdoa bagi keempat kelompok diatas, Anda harus menaruh kebutuhan pribadi Anda dalam perspektif yang tepat, agar Anda bisa mendoakan diri Anda sendiri dengan lebih efektif lagi.&amp;quot;&lt;/p&gt;  </content><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/feeds/4985655597811281774/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/2012/04/lima-jari-berdoa.html#comment-form" rel="replies" title="0 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/7487688099942728617/posts/default/4985655597811281774" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/7487688099942728617/posts/default/4985655597811281774" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/2012/04/lima-jari-berdoa.html" rel="alternate" title="Lima Jari Berdoa" type="text/html"/><author><name>Peak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08500302008738124323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="http://lh6.ggpht.com/-AqWP4mUxB1E/T5tA7M46pVI/AAAAAAAACUM/588UJ_sI-Hg/s72-c/images%252520%2525281%252529_thumb%25255B1%25255D.jpg?imgmax=800" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487688099942728617.post-1302733923854925182</id><published>2012-04-28T07:47:00.001+07:00</published><updated>2012-04-28T07:47:24.709+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Renungan Harian"/><title type="text">Apa Pertanyaannya?</title><content type="html">&lt;p align="justify"&gt;Bacaan Setahun : &lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/pop/?p=1+Tawarikh+7-10" target="_blank"&gt;1 Tawarikh 7-10&lt;/a&gt;    &lt;br /&gt;Nats : Sebab ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat barang-barang pujaanmu, aku menjumpai juga sebuah mezbah dengan tulisan: Kepada Allah yang tidak dikenal. Apa yang kamu sembah tanpa mengena (&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/pop/?p=Kisah+Para+Rasul+17%3A23" target="_blank"&gt;Kisah Para Rasul 17:23&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bacaan : &lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/pop/?p=Kisah+Para+Rasul+17%3A16-34" target="_blank"&gt;Kisah Para Rasul 17:16-34&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mengapa orang terkadang menolak berita Injil yang kita sampaikan? Adakah yang keliru dengan berita yang kita sampaikan? Ataukah ada yang salah dengan cara penyampaian kita?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dalam suatu perjalanan penginjilan, Paulus sampai di Atena. Kota Atena adalah pusat kebudayaan dan filsafat Yunani. Banyak kuil dan patung dewa-dewi Yunani berdiri megah. Peradaban maju; ilmu pengetahuan berkembang. Karena itu, berita teranyar ialah satu-satunya bahan percakapan yang mau mereka katakan dan dengar (ayat 21). Sebab itu, memberitakan pesan penting dengan kemasan biasa serta nada menggurui kepada komunitas seperti itu tentu bisa berakibat penolakan. Paulus menyadari realitas ini. Maka, ia mengontekstualisasikan berita Injil sedemikian rupa sehing-ga bisa dimengerti. Isinya tetap sama, yaitu tentang karya keselamatan Allah melalui Yesus Kristus. Cara yang ia pakai saat mewartakan Injil kepada orang Yahudi tentu berbeda dengan saat ia ada di Atena. Ia mulai dari sebuah tempat di mana terdapat mezbah dengan tulisan: &amp;quot;Kepada Allah yang tidak dikenal&amp;quot; (ayat 23). Ia memulainya dari tradisi yang berkembang dan mengakar di tempat itu. Itu menjadi sarana yang efektif. Dari situlah pintu masuk berita Injil.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Negeri kita, Indonesia, memiliki bermacam budaya, tradisi, dan kearifan lokal. Mempelajarinya adalah sesuatu yang baik. Pemahaman akan konteks budaya lokal adalah jembatan yang baik. Kemudian, disertai hikmat yang kita pinta dari Allah, kita dapat memilih dan memilah mana yang baik-mana yang tidak baik untuk digunakan sebagai pintu masuk bagi pekabaran Injil. --ALS&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;    &lt;p align="center"&gt;KABARKAN INJIL DENGAN HATI DAN TELINGA, BUKAN HANYA DENGAN MULUT.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;/p&gt; Sabda.org  </content><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/feeds/1302733923854925182/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/2012/04/apa-pertanyaannya.html#comment-form" rel="replies" title="0 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/7487688099942728617/posts/default/1302733923854925182" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/7487688099942728617/posts/default/1302733923854925182" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/2012/04/apa-pertanyaannya.html" rel="alternate" title="Apa Pertanyaannya?" type="text/html"/><author><name>Peak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08500302008738124323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487688099942728617.post-7726110674193547149</id><published>2012-04-26T07:45:00.001+07:00</published><updated>2012-04-26T07:45:43.883+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Renungan Harian"/><title type="text">Penghalang Cinta</title><content type="html">&lt;p&gt;Bacaan Setahun : &lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/pop/?p=1+Tawarikh+6" target="_blank"&gt;1 Tawarikh 6&lt;/a&gt;    &lt;br /&gt;Nats : Lalu mulailah Petrus berbicara, &amp;quot;Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang.&amp;quot; (&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/pop/?p=Kisah+Para+Rasul+10%3A34" target="_blank"&gt;Kisah Para Rasul 10:34&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bacaan : &lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/pop/?p=Kisah+Para+Rasul+10%3A1-48" target="_blank"&gt;Kisah Para Rasul 10:1-48&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Konflik horizontal, baik yang berlatar belakang agama atau suku di berbagai tempat, menyisakan banyak cerita pilu dan menyedihkan. Luka-luka batin menggores hati dan perasaan pihak-pihak yang berseteru. Dan, luka yang muncul tidak mudah untuk dipulihkan. Tidak jarang kemudian muncul kebencian yang mendalam terhadap kelompok lain. Kalaupun tidak ingin membalas dendam, paling tidak mereka tidak akan lagi mau bersentuhan dengan kelompok yang mereka anggap sebagai musuh.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Allah bermaksud mengutus Petrus untuk menyampaikan Injil kepada Kornelius, seorang non-Yahudi yang takut akan Allah. Petrus pernah menerima pesan Tuhan Yesus untuk menjadikan segala bangsa murid-Nya. Namun, ketika kesempatan untuk menjangkau bangsa lain itu ada di depan mata, Petrus memiliki keberatan pribadi. Darah Yahudi dan rasa bangga yang salah membuat ia sulit untuk mengasihi orang-orang non-Yahudi. Kendati Petrus tahu Kornelius sangat membutuhkan Injil, hatinya belum mampu menuruti keyakinannya itu. Maka melalui penglihatan, Allah membenahi konsep Petrus. Allah ingin menggarisbawahi Amanat Agung-Nya dengan memperlihatkan kasih dan kepedulian-Nya kepada segala bangsa.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Apakah kendala kita memberitakan Injil? Apakah kita punya daftar orang-orang yang tidak kita sukai dan karenanya kita anggap &amp;quot;tidak layak&amp;quot; mendengar Injil? Ataukah kita merasa ada sekelompok orang yang &amp;quot;lebih pantas&amp;quot; didahulukan untuk diselamatkan? Kalau kita percaya bahwa Injil diperuntukkan bagi semua orang, mari buktikan dengan memberikan cinta yang sama kepada setiap manusia, siapa pun mereka. --PBS&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;    &lt;p align="center"&gt;BUKALAH MATA, SADARILAH BAHWA SETIAP JIWA DI SEKELILING KITA,     &lt;br /&gt;SIAPA PUN MEREKA, AMATLAH BERHARGA.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;/p&gt; Sabda.org  </content><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/feeds/7726110674193547149/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/2012/04/penghalang-cinta.html#comment-form" rel="replies" title="0 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/7487688099942728617/posts/default/7726110674193547149" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/7487688099942728617/posts/default/7726110674193547149" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/2012/04/penghalang-cinta.html" rel="alternate" title="Penghalang Cinta" type="text/html"/><author><name>Peak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08500302008738124323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487688099942728617.post-8712114866605775082</id><published>2012-04-25T08:03:00.001+07:00</published><updated>2012-04-25T08:03:41.111+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Renungan Harian"/><title type="text">Penyesalan Yang Benar</title><content type="html">&lt;p align="justify"&gt;Bacaan Setahun : &lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/pop/?p=Mazmur+73%2C+77-78" target="_blank"&gt;Mazmur 73, 77-78&lt;/a&gt;    &lt;br /&gt;Nats : Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia ... lalu pergi dari situ dan menggantung diri. (&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/pop/?p=Matius+27%3A3%2C5" target="_blank"&gt;Matius 27:3,5&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bacaan : &lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/pop/?p=Matius+27%3A1-10" target="_blank"&gt;Matius 27:1-10&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pernahkah Anda merasa bersalah dan menyesal setengah mati setelah melakukan sesuatu? Saya cukup sering mengalaminya. Seringkali rasa sesal itu begitu kuat mencengkeram saya sehingga sepanjang hari saya tidak bisa melakukan hal lain. Saya malu dan marah pada diri sendiri dan biasanya tidak ingin bertemu dengan siapa pun. Bahkan, pernah berpikir ingin lenyap dari dunia ini.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saya pikir, itulah yang juga dirasakan Yudas setelah menjual Yesus (ayat 3). Menyesal. Akan tetapi, rupanya menyesal (Yunani: metamellomai) tidak menjamin adanya pertobatan. Tenggelam dalam penyesalannya, Yudas pergi menggantung diri (ayat 5). Mungkin ia terlalu malu untuk kembali dan mengakui kesalahannya kepada murid-murid yang lain. Ia kehilangan kesempatan menerima pengampunan Tuhan. Kontras dengan Petrus yang menangisi dosanya, tetapi kemudian kembali mengikut Tuhan (lihat pasal 26:75, Yohanes 21). Dalam bagian Alkitab yang lain dukacita Yudas disebut sebagai dukacita dari dunia (lihat 2 Korintus 7:10). Pusatnya adalah diri sendiri. Sementara, dukacita yang menurut kehendak Allah &amp;quot;menghasilkan pertobatan&amp;quot;. Kata pertobatan dalam bahasa Yunani adalah metanoia, yang artinya berubah pikiran atau berbalik dari dosa.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sungguh baik jika kita menyadari kesalahan kita dan menyesal. Namun, jangan biarkan penyesalan membuat kita tidak bisa melanjutkan hidup seperti Yudas. Datanglah kepada Tuhan dalam pengakuan yang jujur. Carilah rekan yang dewasa rohani untuk mendampingi dalam proses tersebut. Metanoia. Tinggalkanlah dosa dan mulailah babak baru bersama Tuhan. --ELS&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;    &lt;p align="center"&gt;MENYESAL SAJA MEMBAWA DUKA.     &lt;br /&gt;MENYESAL DAN BERUBAH MEMBAWA KEMENANGAN.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;/p&gt; Sabda.org  </content><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/feeds/8712114866605775082/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/2012/04/penyesalan-yang-benar.html#comment-form" rel="replies" title="0 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/7487688099942728617/posts/default/8712114866605775082" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/7487688099942728617/posts/default/8712114866605775082" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/2012/04/penyesalan-yang-benar.html" rel="alternate" title="Penyesalan Yang Benar" type="text/html"/><author><name>Peak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08500302008738124323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487688099942728617.post-541137724996245645</id><published>2012-04-25T08:00:00.001+07:00</published><updated>2012-04-25T08:00:22.581+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivasi"/><title type="text">Lebih Mudah Mana?</title><content type="html">&lt;h4 align="center"&gt;Ketika aku berpikir negatif pada seseorang.&lt;/h4&gt;  &lt;h4 align="center"&gt;Tanpa sadar, aku telah menghakimi orang itu.&lt;/h4&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/-vOfw0K-QJn0/T5dMnV1wJ9I/AAAAAAAACS8/ftkN7DrXqY8/s1600-h/running-shoe-rahmen%25255B2%25255D.jpg"&gt;&lt;img style="border-bottom: 0px; border-left: 0px; display: inline; border-top: 0px; border-right: 0px" title="running-shoe-rahmen" border="0" alt="running-shoe-rahmen" src="http://lh3.ggpht.com/-Hcc4BsVISgg/T5dMpHcDuXI/AAAAAAAACTE/OjjEW-kYi8Y/running-shoe-rahmen_thumb.jpg?imgmax=800" width="244" height="230" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Lebih mudah mana?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;Berusaha menyingkirkan semua kerikil tajam di setiap jalanan,&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;atau memakai sepatu agar kaki kita tidak terluka.&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Lebih mungkin mana?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;Berusaha mensteril semua tempat agar tak ada kuman&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;atau memperkuat daya tahan tubuh kita sendiri..?&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Lebih mudah mana?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;Berusaha mencegah setiap mulut agar tak bicara sembarangan&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;atau menjaga hati kita sendiri agar tak mudah tersinggung?&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Lebih penting mana?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;Berusaha menguasai orang lain&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;atau belajar menguasai diri sendiri?&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;Yang penting bukan bagaimana orang harus baik padaku,&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;melainkan bagaimana aku berusaha baik pada orang lain.&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;Bukan orang lain yang bikin aku bahagia,&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;melainkan sikap diriku sendiri-lah yang menentukan,&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;aku bahagia atau tidak.&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;Setiap waktu yang telah kita habiskan dalam hidup ini,&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;tidak akan terulang kembali.&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;Namun ada satu hal yang masih tetap bisa kita lakukan,&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;yaitu BELAJAR&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;dari masa lalu untuk hari esok yang lebih baik.&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Hidup&lt;/strong&gt; adalah &lt;strong&gt;proses&lt;/strong&gt;,&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Hidup&lt;/strong&gt; adalah &lt;strong&gt;belajar&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;Tanpa ada batas umur&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;Tanpa ada kata tua.&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;JATUH&lt;/strong&gt;, berdiri lagi ..&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;KALAH&lt;/strong&gt;, mencoba lagi ..&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;GAGAL&lt;/strong&gt;, bangkit lagi ..&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;Tetap semangat!&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;Tuhan memberkati kita semua.&lt;/p&gt;  </content><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/feeds/541137724996245645/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/2012/04/lebih-mudah-mana.html#comment-form" rel="replies" title="0 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/7487688099942728617/posts/default/541137724996245645" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/7487688099942728617/posts/default/541137724996245645" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/2012/04/lebih-mudah-mana.html" rel="alternate" title="Lebih Mudah Mana?" type="text/html"/><author><name>Peak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08500302008738124323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="http://lh3.ggpht.com/-Hcc4BsVISgg/T5dMpHcDuXI/AAAAAAAACTE/OjjEW-kYi8Y/s72-c/running-shoe-rahmen_thumb.jpg?imgmax=800" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487688099942728617.post-1653260843892474052</id><published>2012-04-23T18:40:00.001+07:00</published><updated>2012-04-23T18:40:35.418+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Renungan Harian"/><title type="text">Mempersembahkan Hidup</title><content type="html">&lt;p align="justify"&gt;Bacaan Setahun : &lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/pop/?p=Mazmur+43-45%2C+49%2C+84-85%2C+87" target="_blank"&gt;Mazmur 43-45, 49, 84-85, 87&lt;/a&gt;    &lt;br /&gt;Nats : &amp;quot;Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan seluruh nafkah yang dimilikinya.&amp;quot; (&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/pop/?p=Lukas+21%3A4" target="_blank"&gt;Lukas 21:4&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bacaan : &lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/pop/?p=Lukas+21%3A1-4" target="_blank"&gt;Lukas 21:1-4&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kita terkadang bingung jika ditanya tentang persembahan. Sepersepuluh dari penghasilankah? Atau, berapa nominal persembahan yang menyukakan-Nya? Sebuah pelajaran penting bisa kita dapat dari kisah janda miskin yang menghaturkan persembahan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jika saat itu kita ada di Bait Allah, kita akan melihat pemandangan yang kontras: di antara orang-orang kaya yang memasukkan persembahan ke dalam peti persembahan, ada janda miskin yang memasukkan &amp;quot;hanya&amp;quot; dua uang tembaga-pecahan uang paling kecil (ayat 2)! Manakah dari kedua persembahan itu yang Tuhan apresiasi? Tak disangka, persembahan si janda miskin me-nyukakan hati-Nya. Meski jumlahnya sangat tak bernilai untuk dipuji, tetapi di mata Tuhan Yesus, persembahannya lebih bernilai dibandingkan persembahan orang-orang kaya (ayat 3). Tuhan melihat arti uang sejumlah itu bagi si janda miskin. Itu jumlah uang yang ia miliki untuk melanjutkan hidupnya-nafkahnya (ayat 4). Dalam soal memberi kepada Allah, janda miskin tak perhitungan. Ia memberikan seluruh miliknya. Kemiskinan bukan alasan baginya untuk tak memberi persembahan kepada Allah! Ia percaya Allah memelihara hidupnya. Ia meletakkan kepercayaannya kepada Allah, bukan pada uang yang ia miliki! Inilah persembahan yang menyukakan Tuhan!&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Randy Alcorn, dalam Prinsip Harta, menulis: &amp;quot;Selama saya memiliki sesuatu, saya meyakini bahwa sayalah pemiliknya. Namun, saat saya memberikannya, saya melepaskan kendali, kekuasaan, dan harga diri yang mengiringi kekayaan ... saya menyadari bahwa Allah-lah Sang Pemilik.&amp;quot; Sudahkah kita menghaturkan persembahan dengan diiringi keyakinan bahwa Dialah pemilik harta kita? Selamat mempersembahkan yang terbaik. --ENO&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;    &lt;p align="center"&gt;PERSEMBAHKAN HIDUP ANDA KEPADA TUHAN, ITULAH IBADAH YANG SEJATI&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;/p&gt; Sabda.org  </content><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/feeds/1653260843892474052/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/2012/04/mempersembahkan-hidup.html#comment-form" rel="replies" title="0 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/7487688099942728617/posts/default/1653260843892474052" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/7487688099942728617/posts/default/1653260843892474052" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/2012/04/mempersembahkan-hidup.html" rel="alternate" title="Mempersembahkan Hidup" type="text/html"/><author><name>Peak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08500302008738124323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487688099942728617.post-2395368752362153477</id><published>2012-04-18T07:52:00.001+07:00</published><updated>2012-04-18T07:52:06.566+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Renungan Harian"/><title type="text">Neraka</title><content type="html">&lt;p align="justify"&gt;Bacaan Setahun : &lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/pop/?p=1+Samuel+28-31%3B+Mazmur+18" target="_blank"&gt;1 Samuel 28-31; Mazmur 18&lt;/a&gt;    &lt;br /&gt;Nats : Mereka ini akan menjalani hukuman kebinasaan selama-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatan-Nya (&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/pop/?p=2+Tesalonika+1%3A9" target="_blank"&gt;2 Tesalonika 1:9&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bacaan : &lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/pop/?p=2+Tesalonika+1%3A1-12" target="_blank"&gt;2 Tesalonika 1:1-12&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Salah satu topik gurauan yang cukup sering dibuat oleh orang Kristiani adalah tentang neraka. Banyak cerita lucu atau tidak serius mengenainya sehingga bisa sampai kepada kesimpulan: &amp;quot;tidak ada yang perlu ditakuti dengan neraka.&amp;quot; Ini ibarat seorang penjinak bom yang sedang menjinakkan bom berbahaya sambil bergurau dengan temannya. Ia sedang menyepelekan sesuatu yang bisa merenggut nyawanya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sebagaimana surga, Alkitab juga menandaskan kepastian adanya neraka. Alkitab di beberapa tempat menggambarkan sekilas mengenai tempat ini dan mereka yang akan menghuninya. Neraka dalam banyak hal dikontraskan dengan surga. Ia adalah tempat di mana tidak akan pernah dirasakan kehadiran Allah. Mereka yang dihukum di sana akan mengalami penderitaan fisik dan tentu juga batin. Dan, penghukuman tersebut akan tidak berkesudahan. Di tempat ini, pertobatan dan penyelesalan sudah tidak ada gunanya. Ini bukanlah bentuk kekejaman Allah, melainkan lebih merupakan konsekuensi bagi mereka yang menolak dan memberontak terhadap Dia. Neraka adalah tempat terjadinya keterpisahan dan keterasingan antara manusia dan Allah selama-lamanya (ayat 9).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Neraka sungguh ada karena Allah mengatakannya. Tentu kita tidak akan pernah berharap untuk berada di sana. Namun, mungkin saja kita akan terkejut karena menjumpai sesuatu yang tidak pernah kita harapkan. Kemudian kalau kita juga peduli supaya tidak banyak orang yang menghuninya, jangan bergurau tentangnya. Ceritakan fakta sebenarnya tentang neraka agar semua orang mencari tahu jalan untuk menghindarinya. Sudahkah Anda melakukannya? --PBS&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;    &lt;p align="center"&gt;NERAKA ADALAH TEMPAT MENGERIKAN YANG TIDAK PANTAS DIJADIKAN GURAUAN.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;/p&gt; Sabda.org  </content><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/feeds/2395368752362153477/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/2012/04/neraka.html#comment-form" rel="replies" title="0 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/7487688099942728617/posts/default/2395368752362153477" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/7487688099942728617/posts/default/2395368752362153477" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/2012/04/neraka.html" rel="alternate" title="Neraka" type="text/html"/><author><name>Peak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08500302008738124323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487688099942728617.post-5524397032581185854</id><published>2012-04-12T07:59:00.001+07:00</published><updated>2012-04-12T07:59:22.731+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita"/><title type="text">Penjual Apel</title><content type="html">&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/-QYcAK0VCWF0/T4Yo4QZ5fxI/AAAAAAAACPw/SmA7ZeHYb2o/s1600-h/CDocuments-and-SettingsUserDesktopapple-1%25255B8%25255D.jpg"&gt;&lt;img style="border-bottom: 0px; border-left: 0px; margin: 0px 5px 0px 0px; display: inline; border-top: 0px; border-right: 0px" title="CDocuments-and-SettingsUserDesktopapple-1" border="0" alt="CDocuments-and-SettingsUserDesktopapple-1" align="left" src="http://lh5.ggpht.com/-Zed9SDxuhZo/T4Yo571LelI/AAAAAAAACP4/NCei_9b6NZQ/CDocuments-and-SettingsUserDesktopapple-1_thumb%25255B9%25255D.jpg?imgmax=800" width="184" height="180" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Beberapa tahun lalu sebuah grup salesman menghadiri sebuah konfrensi di Chicago. Mereka telah berjanji kepada istri masing-masing akan tiba di rumah pada hari Jumat malam untuk makan malam bersama. Hal ini membuat mereka terburu-buru mengejar pesawat mereka sambil membawa koper-kopernya. Namun saat menuju tempat boarding pass tanpa sengaja salah seorang salesman itu menyenggol sekotak apel yang dijajakan. Apel-apel itu berhamburan kemana-mana. Namun para salesman itu tetap bergegas mengejar pesawat mereka, karena jika tidak maka mereka akan terlambat. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tapi satu orang diantara mereka berhenti. Dia berhenti sejenak dan mengambil nafas dalam-dalam, dia mencoba mendengarkan suara hatinya, dan ia merasakan belas kasihan pada gadis yang menjual apel-apel itu. Dia segera memberitahu teman-temannya untuk berangkat tanpa dirinya, dia meminta salah satu dari mereka untuk menghubungi istrinya bahwa ia akan terlambat pulang. Pria itu kemudian kembali ke terminal dimana apel-apel tadi berhamburan ke lantai. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pria itu bersyukur telah membuat keputusan yang benar. Gadis penjual apel itu ternyata buta! Gadis itu menangis, dan rasa frustasi terlihat jelas diwajahnya. Dia mencoba meraba-raba mencari apel-apelnya. Ia berseru meminta pertolongan untuk mengumpulkan barang dagangannya, namun tidak seorang pun yang peduli. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Salesman itu berlutut memunguti apel itu bersama gadis itu, setelah mengumpulkannya, ia membantu menatanya kembali di meja. Saat ia melihat banyak diantara apel itu yang rusak, ia memisahkannya. Saat telah selesai, ia berkata kepada gadis itu, “Ini uang 40 dolar, tolong ambil ini untuk mengganti kerusakan yang terjadi. Apakah kamu baik-baik saja?” &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Gadis itu menghapus air matanya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pria itu kemudian berkata, “Aku harap apa yang kami lakukan tidak merusak harimu sedemikian buruk.” &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ketika pria itu hendak pergi meninggalkan gadis buta itu, gadis itu memanggilnya kembali. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;”Tuan..” Pria itu berbalik menatap gadis itu. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;”Apakah engkau Yesus?” tanya gadis itu. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pria itu hanya tertegun dan tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Perlahan dia pergi ke arah penjual tiket untuk pulang kerumahnya dengan pesawat selanjutnya. Namun pertanyaan gadis itu terus terdengar di telinganya, “Apakah engkau Yesus?” &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Banyak orang di dunia ini seperti gadis itu, mereka dalam keadaan buta dan membutuhkan pertolongan. Namun kita yang telah dicelikkan oleh Yesus Kristus jarang yang mau berhenti sejenak dan menolong mereka. Jika kita menyatakan mengenal Yesus, seharusnya kita berjalan dan hidup sebagaimana Yesus hidup. Sehingga ketika kehidupan seseorang bersentuhan dengan hidup kita, dia dapat merasakan kasih Yesus itu. Sudahkah hidup kita mencerminkan kehidupan Yesus?&lt;/p&gt;  </content><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/feeds/5524397032581185854/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/2012/04/penjual-apel.html#comment-form" rel="replies" title="0 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/7487688099942728617/posts/default/5524397032581185854" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/7487688099942728617/posts/default/5524397032581185854" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/2012/04/penjual-apel.html" rel="alternate" title="Penjual Apel" type="text/html"/><author><name>Peak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08500302008738124323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="http://lh5.ggpht.com/-Zed9SDxuhZo/T4Yo571LelI/AAAAAAAACP4/NCei_9b6NZQ/s72-c/CDocuments-and-SettingsUserDesktopapple-1_thumb%25255B9%25255D.jpg?imgmax=800" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487688099942728617.post-4127474025096055723</id><published>2012-04-12T07:48:00.001+07:00</published><updated>2012-04-12T07:48:28.844+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Renungan Harian"/><title type="text">Agar Doa Tak Terhalang</title><content type="html">&lt;p align="justify"&gt;Bacaan Setahun : &lt;a href="http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2012/04/12/#SABDAweb"&gt;1 Samuel 18-20; Mazmur 11, 59&lt;/a&gt;    &lt;br /&gt;Nats : &amp;quot;Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat.&amp;quot; (&lt;a href="http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2012/04/12/#SABDAweb"&gt;1 Petrus 3:12&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bacaan : &lt;a href="http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2012/04/12/#SABDAweb"&gt;1 Petrus 3:8-12&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pernahkah Anda merasa begitu sulit untuk berdoa? Saya pernah. Dan hari-hari itu mengerikan. Saya bisa kelihatan sedang berdoa, berusaha merangkai kalimat-kalimat doa, tetapi sebenarnya saya tidak sedang terhubung dengan Tuhan. Firman Tuhan sebenarnya sudah memperingatkan kita tentang hal ini.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Persis sebelum bagian yang kita baca, Petrus mengingatkan para suami untuk mengasihi dan menghormati istrinya agar doanya tidak terhalang. Lalu, Petrus meneruskan nasihatnya kepada seluruh jemaat agar mereka hidup dalam kasih dan damai, menjauhi yang jahat, karena Tuhan tidak akan mendengarkan permohonan orang-orang jahat (ayat 12). Jika kita meneruskan hingga 1 Petrus 4:7, sekali lagi kita akan menemukan bahwa Petrus menasihati jemaat untuk menguasai diri dan menjadi tenang supaya dapat berdoa. Dapatkah Anda melihat kesamaannya? Ada cara hidup yang menghalangi doa, ada cara hidup yang menolong kita memiliki kehidupan doa yang baik. Pesan ini diulang-ulang Petrus dalam suratnya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bayangkan Tuhan mendengar saya berdoa mohon damai sejahtera, tetapi tiap hari mengisi pikiran dan hati saya dengan kekecewaan dan kepahitan. Saya mohon hubungan yang penuh kasih, sementara saya sendiri tidak mau mengasihi. Menggelikan bukan? Bagaimana saya bisa menuntut Tuhan mendengar doa saya, sementara hidup saya menunjukkan bahwa saya tidak serius dengan apa yang saya doakan? Tuhan memanggil anak-anak-Nya untuk hidup dalam kebenaran. Adakah hal-hal yang harus Anda bereskan di tengah keluarga, rekan kerja, persekutuan orang percaya, supaya doa Anda tidak terhalang? --ELS&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;    &lt;p align="center"&gt;JIKA SERIUS DENGAN TUHAN, KITA AKAN SERIUS DALAM DOA;     &lt;br /&gt;JIKA SERIUS DENGAN DOA, KITA AKAN SERIUS DALAM CARA KITA HIDUP.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;/p&gt; Sabda.org  </content><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/feeds/4127474025096055723/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/2012/04/agar-doa-tak-terhalang.html#comment-form" rel="replies" title="0 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/7487688099942728617/posts/default/4127474025096055723" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/7487688099942728617/posts/default/4127474025096055723" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/2012/04/agar-doa-tak-terhalang.html" rel="alternate" title="Agar Doa Tak Terhalang" type="text/html"/><author><name>Peak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08500302008738124323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487688099942728617.post-2025926090246854047</id><published>2012-04-10T08:01:00.001+07:00</published><updated>2012-04-10T08:01:21.999+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jokes"/><title type="text">Tikus Sombong</title><content type="html">&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tikus 1: “Kamu tahu nggak, perangkap tikus tuh sering aku mainin kalo lagi iseng.”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tikus 2: “Hadeuhhh… gitu aja kamu udah sombong! Lihat aku… racun tikus aja kalo buat aku cuma untuk mabuk-mabukan.”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tikus 3 diam and pergi meninggalkan teman-temannya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tikus 1 dan 2 nanya: “Hey…..Mau kemana kamu?”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tikus 3 menjawab: “Cabut dulu bro, gue ada kencan ama kucing…”﻿&lt;/p&gt;  </content><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/feeds/2025926090246854047/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/2012/04/tikus-sombong.html#comment-form" rel="replies" title="0 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/7487688099942728617/posts/default/2025926090246854047" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/7487688099942728617/posts/default/2025926090246854047" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/2012/04/tikus-sombong.html" rel="alternate" title="Tikus Sombong" type="text/html"/><author><name>Peak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08500302008738124323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487688099942728617.post-7729635573355527645</id><published>2012-04-10T07:58:00.001+07:00</published><updated>2012-04-10T07:58:41.733+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Renungan Harian"/><title type="text">Mengapa Tuhan?</title><content type="html">&lt;p align="justify"&gt;Bacaan Setahun : &lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/pop/?p=1+Samuel+13-14" target="_blank"&gt;1 Samuel 13-14&lt;/a&gt;    &lt;br /&gt;Nats : &amp;quot;Kamu akan mengetahui ... bahwa Aku ini, Tuhan adalah Allahmu dan tidak ada yang lain ...&amp;quot; (&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/pop/?p=Yoel+2%3A27" target="_blank"&gt;Yoel 2:27&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bacaan : &lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/pop/?p=Yoel+2%3A18-27" target="_blank"&gt;Yoel 2:18-27&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kitab Yoel adalah kitab yang menarik sekaligus menggentarkan hati karena sarat dengan berita penghukuman. Kita dapat membaginya dalam dua bagian besar. Pasal 1-2 berbicara tentang bagaimana Israel akan dihukum, supaya mereka menaruh hormat hanya kepada Tuhan. Pasal 3 menggambarkan bagaimana bangsa-bangsa yang menolak untuk menghormati Tuhan juga akan dihukum.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Apa alasannya Tuhan mendatangkan hukuman kepada umatnya sendiri? Sejak pasal 1:1 hingga 2:11, Yoel hanya menggambarkan bahwa hukuman Tuhan itu dahsyat, seperti wabah belalang yang menghabiskan segala hasil ladang, demikian musuh akan menghancurkan negeri itu. Namun, mengapa? Jelas bukan karena benci, karena di ayat 12-14, Tuhan berkata: &amp;quot;Berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, ...&amp;quot; Tuhan masih sayang kepada umat-Nya. Yang Dia inginkan adalah segenap hati mereka. Bacaan hari ini menegaskan maksud Tuhan. Tuhan tak mau umat-Nya mendua hati (ayat 18). Penghukuman itu diizinkan Tuhan agar umat-Nya belajar bahwa hanya Tuhan satu-satunya yang patut disembah (ayat 17).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ketika hati kita mulai berpaling dari Tuhan, Dia akan bertindak untuk membawa kita pada pertobatan. Mungkin kita mulai mengandalkan diri sendiri dan doa rasanya tidak perlu lagi, lalu Tuhan mulai mengizinkan masalah datang. Hubungan-hubungan rusak. Kita frustrasi, kehilangan damai di hati. Jika Anda mengalaminya, inilah saat untuk kembali. Tuhan menghendaki hati kita 100%. Dia tak ingin menjadi Tuhan hanya untuk hari Minggu, hanya ketika kita akan makan atau bangun tidur, tetapi dalam keseluruhan hidup kita. -ELS&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;    &lt;p align="center"&gt;PENGHUKUMAN TUHAN BUKAN UNTUK MENGHANCURKAN ANAK-ANAK-NYA,     &lt;br /&gt;TETAPI MENGHANCURKAN HATI MEREKA AGAR BERBALIK PADA -NYA.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;/p&gt; Sabda.org  </content><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/feeds/7729635573355527645/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/2012/04/mengapa-tuhan.html#comment-form" rel="replies" title="0 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/7487688099942728617/posts/default/7729635573355527645" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/7487688099942728617/posts/default/7729635573355527645" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/2012/04/mengapa-tuhan.html" rel="alternate" title="Mengapa Tuhan?" type="text/html"/><author><name>Peak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08500302008738124323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487688099942728617.post-4899327493590732967</id><published>2012-04-07T11:32:00.001+07:00</published><updated>2012-04-07T11:32:46.367+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita"/><title type="text">Berikan Aku Waktu 1 Jam Saja</title><content type="html">&lt;p align="justify"&gt;Los Felidas adalah nama sebuah jalan di ibu kota sebuah negara di Amerika Selatan, yang terletak di kawasan terkumuh diseluruh kota.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ada sebuah kisah yang menyebabkan jalan itu begitu dikenang orang, dan itu dimulai dari kisah seorang pengemis wanita yang juga ibu seorang gadis kecil. Tidak seorangpun yang tahu nama aslinya, tapi beberapa orang tahu sedikit masa lalunya, yaitu bahwa ia bukan penduduk asli disitu, melainkan dibawa oleh suaminya dari kampung halamannya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Seperti kebanyakan kota besar di dunia ini, kehidupan masyarakat kota terlalu berat untuk mereka, dan belum setahun mereka di kota itu, mereka kehabisan seluruh uangnya, dan pada suatu pagi mereka sadar bahwa mereka tidak tahu dimana mereka tidur malam nanti dan tidak sepeserpun uang ada dikantong.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Padahal mereka sedang menggendong bayi mereka yang berumur 1 tahun. Dalam keadaan panik dan putus asa, mereka berjalan dari satu jalan ke jalan lainnya, dan akhirnya tiba di sebuah jalan sepi dimana puing-puing sebuah toko seperti memberi mereka sedikit tempat untuk berteduh.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saat itu angin Desember bertiup kencang, membawa titik-titik air yang dingin. Ketika mereka beristirahat dibawah atap toko itu, sang suami berkata: &amp;quot;Saya harus meninggalkan kalian sekarang. Saya harus mendapatkan pekerjaan, apapun, kalau tidak malam nanti kita akan tidur disini.&amp;quot; Setelah mencium bayinya ia pergi. Dan ia tidak pernah kembali.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tak seorangpun yang tahu pasti kemana pria itu pergi, tapi beberapa orang seperti melihatnya menumpang kapal yang menuju ke Afrika. Selama beberapa hari berikutnya sang ibu yang malang terus menunggu kedatangan suami nya, dan bila malam tidur di emperan toko itu.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pada hari ketiga, ketika mereka sudah kehabisan susu,orang-orang yang lewat mulai memberi mereka uang kecil, dan jadilah mereka pengemis di sana selama 6 bulan berikutnya. Pada suatu hari, tergerak oleh semangat untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, ibu itu bangkit dan memutuskan untuk bekerja.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Masalahnya adalah di mana ia harus menitipkan anaknya, yang kini sudah hampir 2 tahun, dan tampak amat cantik jelita. Tampaknya tidak ada jalan lain kecuali meninggalkan anak itu disitu dan berharap agar nasib tidak memperburuk keadaan mereka. Suatu pagi ia berpesan pada anak gadisnya, agar ia tidak kemana-mana, tidak ikut siapapun yang mengajaknya pergi atau menawarkan gula-gula.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pendek kata, gadis kecil itu tidak boleh berhubungan dengan siapapun selama ibunya tidak ditempat. &amp;quot;Dalam beberapa hari mama akan mendapatkan cukup uang untuk menyewa kamar kecil yang berpintu, dan kita tidak lagi tidur dengan angin di rambut kita.&amp;quot; Gadis itu mematuhi pesan ibunya dengan penuh kesungguhan. Maka sang ibu mengatur kotak kardus dimana mereka tinggal selama 7 bulan agar tampak kosong, dan membaringkan anak nya dengan hati-hati di dalamnya. Di sebelahnya ia meletakkan sepotong roti. Kemudian, dengan mata basah ibu itu menuju kepabrik sepatu, di mana ia bekerja sebagai pemotong kulit.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Begitulah kehidupan mereka selama beberapa hari, hingga di kantong sang Ibu kini terdapat cukup uang untuk menyewa sebuah kamar berpintu di daerah kumuh. Dengan suka cita ia menuju ke penginapan orang-orang miskin itu, dan membayar uang muka sewa kamarnya. Tapi siang itu juga sepasang suami istri pengemis yang moralnya amat rendah menculik gadis cilik itu dengan paksa, dan membawanya sejauh 300 kilometer ke pusat kota.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Di situ mereka mendandani gadis cilik itu dengan baju baru, membedaki wajahnya, menyisir rambutnya dan membawanya ke sebuah rumah mewah di pusat kota. Di situ gadis cilik itu dijual. Pembelinya adalah pasangan suami istri dokter yang kaya, yang tidak pernah bisa punya anak sendiri walaupun mereka telah menikah selama 18 tahun.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mereka memberi nama anak gadis itu Serrafona, dan mereka memanjakannya dengan amat sangat. Di tengah-tengah kemewahan istana itulah gadis kecil itu tumbuh dewasa. Ia belajar kebiasaan-kebiasaan orang terpelajar seperti merangkai bunga, menulis puisi dan bermain piano. Ia bergabung dengan kalangan-kalangan kelas atas, dan mengendarai Mercedes Benz kemanapun ia pergi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Satu hal yang baru terjadi menyusul hal lainnya, dan bumi terus berputar tanpa kenal istirahat. Pada umurnya yang ke-24, Serrafona dikenal sebagai anak gadis Gubernur yang amat jelita, yang pandai bermain piano, yang aktif di gereja, dan yang sedang menyelesaikan gelar dokternya. Ia adalah figur gadis yang menjadi impian tiap pemuda, tapi cintanya direbut oleh seorang dokter muda yang welas asih, yang bernama Geraldo.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Setahun setelah perkimpoian mereka, ayahnya wafat, dan Serrafona beserta suaminya mewarisi beberapa perusahaan dan sebuah real-estate sebesar 14 hektar yang diisi dengan taman bunga dan istana yang paling megah di kota itu. Menjelang hari ulang tahunnya yang ke-27, sesuatu terjadi yang merubah kehidupan wanita itu. Pagi itu Serrafona sedang membersihkan kamar mendiang ayahnya yang sudah tidak pernah dipakai lagi, dan di laci meja kerja ayah nya ia melihat selembar foto seorang anak bayi yang digendong sepasang suami istri. Selimut yang dipakai untuk menggendong bayi itu lusuh, dan bayi itu sendiri tampak tidak terurus, karena walaupun wajahnya dilapisi bedak tetapi rambutnya tetap kusam.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sesuatu di telinga kiri bayi itu membuat jantungnya berdegup kencang. Ia mengambil kaca pembesar dan mengkonsentrasikan pandangannya pada telinga kiri itu. Kemudian ia membuka lemarinya sendiri, dan mengeluarkan sebuah kotak kayu mahoni. Di dalam kotak yang berukiran indah itu dia menyimpan seluruh barang-barang pribadinya, dari kalung-kalung berlian hingga surat-surat pribadi. Tapi diantara benda-benda mewah itu terdapat sesuatu terbungkus kapas kecil, sebentuk anting-anting melingkar yang amat sederhana, ringan dan bukan emas murni.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ibunya almarhum memberinya benda itu sambil berpesan untuk tidak kehilangan benda itu. Ia sempat bertanya, kalau itu anting-anting, di mana satunya. Ibunya menjawab bahwa hanya itu yang ia punya. Serrafona menaruh anting-anting itu di dekat foto.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sekali lagi ia mengerahkan seluruh kemampuan melihatnya dan perlahan-lahan air matanya berlinang . Kini tak ada keragu-raguan lagi bahwa bayi itu adalah dirinya sendiri. Tapi kedua pria wanita yang menggendongnya, yang tersenyum dibuat-buat, belum penah dilihatnya sama sekali. Foto itu seolah membuka pintu lebar-lebar pada ruangan yang selama ini mengungkungi pertanyaan-pertanya annya, misalnya: kenapa bentuk wajahnya berbeda dengan wajah kedua orang tuanya, kenapa ia tidak menuruni golongan darah ayahnya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saat itulah, sepotong ingatan yang sudah seperempat abad terpendam, berkilat di benaknya, bayangan seorang wanita membelai kepalanya dan mendekapnya di dada. Di ruangan itu mendadak Serrafona merasakan betapa dinginnya sekelilingnya tetapi ia juga merasa betapa hangatnya kasih sayang dan rasa aman yang dipancarkan dari dada wanita itu. Ia seolah merasakan dan mendengar lewat dekapan itu bahwa daripada berpisah lebih baik mereka mati bersama.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Matanya basah ketika ia keluar dari kamar dan menghampiri suaminya yang sedang membaca koran: &amp;quot;Geraldo, saya adalah anak seorang pengemis, dan mungkinkah ibu saya masih ada di jalan sekarang setelah 25 tahun?&amp;quot;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Itu adalah awal dari kegiatan baru mereka mencari masa lalu Serrafonna. Foto hitam-putih yang kabur itu diperbanyak puluhan ribu lembar dan disebar ke seluruh jaringan kepolisian diseluruh negeri. Sebagai anak satu-satunya dari bekas pejabat yang cukup berpengaruh di kota itu, Serrafonna mendapatkan dukungan dari seluruh kantor kearsipan, kantor surat kabar dan kantor catatan sipil.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ia membentuk yayasan-yayasan untuk mendapatkan data dari seluruh panti-panti orang jompo dan badan-badan sosial di seluruh negeri dan mencari data tentang seorang wanita.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bulan demi bulan lewat, tapi tak ada perkembangan apapun dari usahanya. Mencari seorang wanita yang mengemis 25 tahun yang lalu di negeri dengan populasi 90 juta bukan sesuatu yang mudah. Tapi Serrafona tidak punya pikiran untuk menyerah. Dibantu suaminya yang begitu penuh pengertian, mereka terus menerus meningkatkan pencarian mereka. Kini, tiap kali bermobil, mereka sengaja memilih daerah-daerah kumuh, sekedar untuk lebih akrab dengan nasib baik. Terkadang ia berharap agar ibunya sudah almarhum sehingga ia tidak terlalu menanggung dosa mengabaikannya selama seperempat abad.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tetapi ia tahu, entah bagaimana, bahwa ibunya masih ada, dan sedang menantinya sekarang. Ia memberitahu suaminya keyakinan itu berkali-kali, dan suaminya mengangguk-angguk penuh pengertian.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pagi, siang dan sore ia berdoa: &amp;quot;Tuhan, ijinkan saya untuk satu permintaan terbesar dalam hidup saya temukan saya dengan ibu saya.&amp;quot; Suatu sore mereka menerima kabar bahwa ada seorang wanita yang mungkin bisa membantu mereka menemukan ibunya. Tanpa membuang waktu, mereka terbang ke tempat itu, sebuah rumah kumuh di daerah lampu merah, 600 km dari kota mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sekali melihat, mereka tahu bahwa wanita yang separoh buta itu, yang kini terbaring sekarat, adalah wanita di dalam foto. Dengan suara putus-putus, wanita itu mengakui bahwa ia memang pernah mencuri seorang gadis kecil ditepi jalan, sekitar 25 tahun yang lalu.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tidak banyak yang diingatnya, tapi diluar dugaan ia masih ingat kota dan bahkan potongan jalan dimana ia mengincar gadis kecil itu dan kemudian menculiknya. Serrafona memberi anak perempuan yang menjaga wanita itu sejumlah uang, dan malam itu juga mereka mengunjungi kota di mana Serrafonna diculik.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mereka tinggal di sebuah hotel mewah dan mengerahkan orang-orang mereka untuk mencari nama jalan itu. Semalaman Serrafona tidak bisa tidur. Untuk kesekian kalinya ia bertanya-tanya kenapa ia begitu yakin bahwa ibunya masih hidup sekarang, dan sedang menunggunya, dan ia tetap tidak tahu jawabannya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dua hari lewat tanpa kabar. Pada hari ketiga, pukul 18:00 senja, mereka menerima telepon dari salah seorang staff mereka. &amp;quot;Kami mungkin telah menemukan Ibu Nyonya. Hanya cepat sedikit, waktunya mungkin tidak banyak lagi.&amp;quot;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mobil mereka memasuki sebuah jalanan yang sepi, dipinggiran kota yang kumuh dan banyak angin. Rumah-rumah di sepanjang jalan itu tua-tua dan kusam. Satu, dua anak kecil tanpa baju bermain-main ditepi jalan. Dari jalanan pertama, mobil berbelok lagi kejalanan yang lebih kecil, kemudian masih belok lagi ke jalanan berikutnya yang lebih kecil lagi. Semakin lama mereka masuk dalam lingkungan yang semakin menunjukkan kemiskinan. Tubuh Serrrafona gemetar, ia seolah bisa mendengar panggilan itu. Ia mulai berdoa &amp;quot;Tuhan, beri saya setahun untuk melayani mama. Saya akan melakukan apa saja.&amp;quot;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ketika mobil berbelok memasuki jalan yang lebih kecil, dan ia bisa membaui kemiskinan yang amat sangat, ia berdoa: &amp;quot;Tuhan beri saya sebulan saja.&amp;quot; Mobil belok lagi kejalanan yang lebih kecil, dan angin yang penuh derita bertiup, berebut masuk melewati celah jendela mobil yang terbuka. Ia mendengar lagi panggilan mamanya, dan ia mulai menangis: &amp;quot;Tuhan, kalau sebulan terlalu banyak, cukup beri kami seminggu untuk saling memanjakan.&amp;quot; Ketika mereka masuk belokan terakhir, tubuhnya menggigil begitu hebat sehingga Geraldo memeluknya erat-erat.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jalan itu bernama Los Felidas. Panjangnya sekitar 180 meter dan hanya kekumuhan yang tampak dari sisi ke sisi, dari ujung keujung. Di tengah-tengah jalan itu, di depan puing-puing sebuah toko, tampak onggokan sampah dan kantong-kantong plastik, dan ditengah-tengahnya, terbaring seorang wanita tua dengan pakaian sehitam jelaga, tidak bergerak-gerak.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mobil mereka berhenti diantara 4 mobil mewah lainnya dan 3 mobil polisi. Di belakang mereka sebuah ambulans berhenti, diikuti empat mobil rumah sakit lain. Dari kanan kiri muncul pengemis- pengemis yang segera memenuhi tempat itu. &amp;quot;Belum bergerak dari tadi,&amp;quot; lapor salah seorang. Pandangan Serrafona gelap tapi ia menguatkan dirinya untuk meraih kesadarannya dan turun.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Suaminya dengan sigap sudah meloncat keluar, memburu ibu mertuanya. &amp;quot;Serrafona, kemari cepat! Ibumu masih hidup, tapi kau harus menguatkan hatimu.&amp;quot;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Serrafona memandang tembok di hadapannya dan ingat saat ia menyandarkan kepalanya ke situ. Ia memandang lantai di kaki nya dan ingat ketika ia belajar berjalan. Ia membaui bau jalanan yang busuk, tapi mengingatkan nya pada masa kecilnya. Air matanya mengalir keluar ketika ia melihat suaminya menyuntikkan sesuatu ke tangan wanita yang terbaring itu dan memberinya isyarat untuk mendekat.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Tuhan, ia meminta dengan seluruh jiwa raganya,beri kami sehari... Tuhan, biarlah saya membiarkan mama mendekap saya dan memberitahunya bahwa selama 25 tahun ini hidup saya amat bahagia...Jadi mama tidak menyia-nyia kan saya.&amp;quot;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ia berlutut dan meraih kepala wanita itu kedadanya. Wanita tua itu perlahan membuka matanya dan memandang keliling, ke arah kerumunan orang-orang berbaju mewah dan perlente, ke arah mobil-mobil yang mengkilat dan ke arah wajah penuh air mata yang tampak seperti wajahnya sendiri ketika ia masih muda.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Mama.....&amp;quot;, ia mendengar suara itu, dan ia tahu bahwa apa yang ditunggunya tiap malam antara waras dan tidak dan tiap hari antara sadar dan tidak kini menjadi kenyataan. Ia tersenyum, dan dengan seluruh kekuatannya menarik lagi jiwanya yang akan lepas.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Perlahan ia membuka genggaman tangannya, tampak sebentuk anting-anting yang sudah menghitam. Serrafona mengangguk, dan tanpa perduli sekelilingnya ia berbaring di atas jalanan itu dan merebahkan kepalanya di dada mamanya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Mama, saya tinggal di istana dan makan enak tiap hari. Mama jangan pergi dulu. Apapun yang mama mau bisa kita lakukan bersama-sama. Mama ingin makan, ingin tidur, ingin bertamasya, apapun bisa kita bicarakan. Mama jangan pergi dulu... Mama...&amp;quot;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ketika telinganya menangkap detak jantung yang melemah, ia berdoa lagi kepada Tuhan: &amp;quot;Tuhan maha pengasih dan pemberi, Tuhan..... satu jam saja.....satu jam saja.....&amp;quot;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tapi dada yang didengarnya kini sunyi, sesunyi senja dan puluhan orang yang membisu. Hanya senyum itu, yang menandakan bahwa penantiannya selama seperempat abad tidak berakhir sia-sia.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mungkin saat ini kita sedang beruntung. Hidup di tengah kemewahan dan kondisi berkecukupan. Mungkin kita mendapatkannya dari hasil keringat sendiri tanpa bantuan orang tua kita. Namun yang perlu kita sadari, bahwa orang tua kita senantiasa berdoa untuk kita, meski itu hanya di peraduan.&lt;/p&gt;  </content><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/feeds/4899327493590732967/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/2012/04/berikan-aku-waktu-1-jam-saja.html#comment-form" rel="replies" title="1 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/7487688099942728617/posts/default/4899327493590732967" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/7487688099942728617/posts/default/4899327493590732967" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/2012/04/berikan-aku-waktu-1-jam-saja.html" rel="alternate" title="Berikan Aku Waktu 1 Jam Saja" type="text/html"/><author><name>Peak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08500302008738124323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487688099942728617.post-5638197655725807989</id><published>2012-04-07T08:16:00.001+07:00</published><updated>2012-04-07T08:16:46.994+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Renungan Harian"/><title type="text">Berani Ambil Resiko</title><content type="html">&lt;p&gt;Bacaan Setahun : &lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/pop/?p=1+Samuel+1-3" target="_blank"&gt;1 Samuel 1-3&lt;/a&gt;    &lt;br /&gt;Nats : Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus. Sesudah menurunkan mayat itu, ia mengafani-Nya dengan kain lenan, lalu membaringkan-Nya di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu, di mana belu (&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/pop/?p=Lukas+23%3A52-53" target="_blank"&gt;Lukas 23:52-53&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bacaan : &lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/pop/?p=Lukas+23%3A50-56" target="_blank"&gt;Lukas 23:50-56&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dalam dunia bisnis ada pepatah &amp;quot;High risk high gain&amp;quot;, makin besar risiko yang diambil, makin besar pula hasil yang diperoleh. Dalam pengambilan keputusan, ada orang yang bertipe &amp;quot;risk taker&amp;quot; [pengambil risiko], ada pula yang &amp;quot;safety player&amp;quot; [pemain aman]. Hal yang sama rupanya bisa dijumpai juga dalam menyatakan iman. Ada yang memilih bermain aman, tetapi ada pula yang berani mengambil risiko.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Yusuf dari Arimatea termasuk orang beriman yang berani ambil risiko. Perhatikan apa yang ia lakukan: ia mengurus segala sesuatu agar Yesus menerima penguburan yang layak (ayat 52-53). Sebelum peristiwa ini, nama Yusuf dari Arimatea tidak pernah disebutkan, apalagi dinyatakan se-bagai pengikut Kristus. Ia adalah anggota Majelis Besar (ayat 50), sutradara di balik drama penyaliban Yesus. Bertentangan dengan putusan Majelis yang membuat Yesus tampak sebagai penjahat, Yusuf memperlakukan Yesus sebagai Pribadi terhormat. Tindakannya memperlihatkan iman, kasih, dan keberpihakan pada Yesus di tengah komunitas yang membenci-Nya. Tidakkah itu berisiko merusak reputasi dan kedudukannya?&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dipandang dari keseluruhan kisah, peran Yusuf dari Arimatea tampak kecil dan sederhana. Namun, bandingkanlah sikapnya dengan murid-murid lain yang justru bersembunyi karena takut di-sangkutpautkan dengan Yesus (lihat Matius 26:56). Iman membuat Yusuf berani mengambil risiko dalam bertindak. Apabila iman kita membuat kita harus mempertaruhkan nama baik, harga diri, ja-batan, bahkan nyawa kita, beranikah kita mengambil sikap seperti murid Yesus ini? Selamat beriman! --ENO&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;    &lt;p align="center"&gt;APA YANG KITA YAKINI MENDATANGKAN KEBERANIAN DALAM BERSIKAP.     &lt;br /&gt;APA YANG ANDA YAKINI TENTANG YESUS?&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;/p&gt; Sabda.org  </content><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/feeds/5638197655725807989/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/2012/04/berani-ambil-resiko.html#comment-form" rel="replies" title="0 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/7487688099942728617/posts/default/5638197655725807989" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/7487688099942728617/posts/default/5638197655725807989" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/2012/04/berani-ambil-resiko.html" rel="alternate" title="Berani Ambil Resiko" type="text/html"/><author><name>Peak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08500302008738124323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487688099942728617.post-2511230812214313804</id><published>2012-04-03T07:47:00.001+07:00</published><updated>2012-04-03T07:47:11.200+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Renungan Harian"/><title type="text">Tak Ingin Dikenali</title><content type="html">&lt;p align="justify"&gt;Bacaan Setahun : &lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/pop/?p=Hakim-Hakim+13-15" target="_blank"&gt;Hakim-Hakim 13-15&lt;/a&gt;    &lt;br /&gt;Nats : &amp;quot;Mengapa engkau menanyai Aku? Tanyailah mereka, yang telah mendengar apa yang Kukatakan kepada mereka; sungguh, mereka tahu apa yang telah Kukatakan.&amp;quot; (&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/pop/?p=Yohanes+18%3A21" target="_blank"&gt;Yohanes 18:21&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bacaan : &lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/pop/?p=Yohanes+18%3A12-27" target="_blank"&gt;Yohanes 18:12-27&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Apakah Anda murid Yesus? Sebenarnya, apa sih yang diajarkan Yesus? Jika Anda ditanyai seperti itu, akankah Anda menjawab dengan gembira, ataukah uhm ... Anda mendadak gagap, bingung harus menjawab apa agar orang tak menilai Anda terlalu ekstrem dan mungkin memusuhi Anda?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Petrus juga pernah ditanyai tentang statusnya sebagai murid Yesus di halaman istana Imam Besar (ayat 17). Sementara itu, di dalam istana, Yesus sedang menyatakan bahwa diri-Nya tak bersalah; tidak ada yang memalukan atau menyesatkan dari ajaran-Nya sehingga tidak ada yang perlu ditu-tupi, murid-murid-Nya adalah saksi (ayat 19-21). Tanggapan Petrus? Ia tidak ingin dikenali sebagai murid Yesus, apalagi tahu-menahu tentang ajaran-Nya (ayat 17, 25-26). Menarik memperhatikan bagaimana Yohanes merangkai kedua peristiwa ini. Penyangkalan Petrus di halaman istana dibandingkan dengan pernyataan Yesus di dalam istana. Harapan Yesus agar murid-murid-Nya bersaksi tentang Dia sungguh kontras dengan reaksi yang diberikan Petrus.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sebagian orang pada masa kini juga tak ingin dikenal sebagai murid Kristus. Alasannya, nanti dianggap tidak toleran. Padahal, toleransi sejati adalah menerima dan menghargai perbedaan, bu-kan menghindari atau mengaburkan perbedaan. Mungkin alasan sebenarnya, kita tidak terlalu jelas tentang siapa Yesus. Kita perlu sungguh-sungguh mencari tahu kebenaran, bukan hanya menerima begitu saja dari orang lain. Kenali Yesus dan ajaran-Nya dengan bertekun membaca Alkitab. Ketika kita yakin betul siapa Yesus dan apa ajaran-Nya, kita takkan berusaha mengaburkan status kita sebagai murid-Nya. --ELS&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;    &lt;p align="center"&gt;JIKA SAYA BENAR ADALAH MURID YESUS,     &lt;br /&gt;PERKATAAN DAN TINDAKAN SAYA AKAN MENCERMINKAN HAL ITU.&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sabda.org&lt;/p&gt;  </content><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/feeds/2511230812214313804/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/2012/04/tak-ingin-dikenali.html#comment-form" rel="replies" title="0 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/7487688099942728617/posts/default/2511230812214313804" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/7487688099942728617/posts/default/2511230812214313804" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/2012/04/tak-ingin-dikenali.html" rel="alternate" title="Tak Ingin Dikenali" type="text/html"/><author><name>Peak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08500302008738124323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487688099942728617.post-2260645685547462101</id><published>2012-04-02T09:27:00.001+07:00</published><updated>2012-04-02T09:27:37.112+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Renungan Harian"/><title type="text">Bapa, Muliakanlah Nama-Mu!</title><content type="html">&lt;p align="justify"&gt;Bacaan Setahun : &lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/pop/?p=Hakim-Hakim+10-12" target="_blank"&gt;Hakim-Hakim 10-12&lt;/a&gt;    &lt;br /&gt;Nats : &amp;quot;Sekarang jiwa-Ku terharu dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini. Bapa, muliakanlah nama-Mu!&amp;quot; (&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/pop/?p=Yohanes+12%3A27-28a" target="_blank"&gt;Yohanes 12:27-28a&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bacaan : &lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/pop/?p=Yohanes+12%3A20-36" target="_blank"&gt;Yohanes 12:20-36&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pernahkah Anda dicekam ketakutan yang sangat, hati gundah-gelisah, rasanya sangat ingin berteriak? Kurang lebih seperti itulah pergolakan emosi Tuhan Yesus menjelang hari ia disalib, yang diterjemahkan: &amp;quot;hati-Ku cemas&amp;quot; (BIS), &amp;quot;I am storm-tossed [badai menerjangku]&amp;quot; (The Message), &amp;quot;My soul is deeply troubled [jiwaku sangatlah gelisah]&amp;quot; (NLT).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Yesus tahu &amp;quot;telah tiba saatnya&amp;quot; Bapa akan menyatakan kemuliaan-Nya (ayat 23), dengan mengalahkan penguasa dunia, yaitu setan (ayat 31), dan membawa semua orang datang kepada-Nya (ayat 32). Namun, itu artinya Dia harus menderita dan mati disalib (ayat 33). Apa yang akan Anda doakan jika berada dalam posisi Yesus? Minta kekuatan ekstra? Mukjizat dari surga? Yesus tahu persis untuk apa Dia diutus ke dunia, mempermuliakan Bapa dengan jalan menyerahkan nyawa-Nya. Dan, Dia taat sampai mati. Doa-Nya, bukan minta dibebaskan dari situasi sulit, bahkan bukan kekuatan ekstra untuk bertahan, melainkan supaya Bapa mempermuliakan diri-Nya sendiri melalui ketaatan-Nya , itulah yang berkenan kepada Bapa (ayat 27-28).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Seperti Bapa telah mengutus-Nya, demikian pula Yesus telah mengutus kita yang telah diselamatkan-Nya ke dalam dunia ini (lihat Yohanes 17:18-20). Setan tak berdaya dan dunia tak dapat berdalih ketika keberadaan anak-anak Tuhan membuat-Nya makin dikenal dan dipuji. Bagaimana orang dapat melihat kemuliaan Tuhan melalui: konflik dalam rumah tangga, pekerjaan yang berat, tabungan yang menipis, dan berbagai situasi sulit yang Dia izinkan terjadi dalam kehidupan kita saat ini? --ELS&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;TUHAN DIMULIAKAN MELALUI KETAATAN DALAM HARI TERKELAM.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sabda.org&lt;/p&gt;  </content><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/feeds/2260645685547462101/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/2012/04/bapa-muliakanlah-nama-mu.html#comment-form" rel="replies" title="0 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/7487688099942728617/posts/default/2260645685547462101" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/7487688099942728617/posts/default/2260645685547462101" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/2012/04/bapa-muliakanlah-nama-mu.html" rel="alternate" title="Bapa, Muliakanlah Nama-Mu!" type="text/html"/><author><name>Peak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08500302008738124323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487688099942728617.post-4990556552423762729</id><published>2012-03-14T08:08:00.001+07:00</published><updated>2012-03-14T08:08:53.600+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bersyukur"/><title type="text">Cermin</title><content type="html">&lt;p align="justify"&gt;Seringkali orang merasa bahwa kesuksesan seseorang diukur dari kemantapan segi luarnya. Orang-orang yang tidak diperhitungkan oleh dunia malah memberikan kontribusi yang luar biasa. Demikianlah, orang menjadi terkejut karenanya. Dalam keluarga, jika ada salah satu anggota keluarga mengalami cacat mental atau cacat badan, malah dicintai secara ekstra oleh kedua orang tuanya. Dalam permenungan selanjutnya, ada seorang ibu yang berdoa demikian, “Tuhan, terima kasih atas kemurahan tangan-Mu, Engkau memberikan seorang anak yang cacat mental, sehingga kami menjadi lebih sabar dan peka terhadap kebutuhan anak kami.”&amp;#160; Seorang anak – bagaimanapun juga – adalah titipan Tuhan untuk keluarga tersebut. Memperhatikan seorang anak yang mempunyai kekurangan, berarti pula secara tidak langsung sebagai ibadah.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dalam sejarah Inggris pernah tercuat kisah Pangeran Johnnie. Tahun 1910, salah satu dinasti yang paling berkuasa di seluruh dunia, berpusat di Kerajaan Inggris lahirlah pangeran Johnnie. Anak yang penuh kasih, pengertian dan humoris. Johnnie telah menjadi saksi mata dalam beberapa kejadian yang sangat berharga dalam sejarah. Sewaktu bayi, dia kelilingi oleh pemimpin hebat Raja Edward ke VII dan Ratu Alexandra pada puncak kekuasaan imperialis Inggris. Tetapi saat perang besar datang, ayahnya&amp;#160; yang baru bertahta, George V dan ibunya Ratu Mary terlibat dalam dunia perselingkuhan dan tidak sempat melihat anaknya bertumbuh kembang. Ahli medis menyatakan bahwa dia mengidap sakit ayan dan keterbelakangan mental dan hal ini merupakan aib bagi keluarga.&amp;#160; Saat daratan Eropa berubah untuk selamanya, Johnnie dipelihara oleh Lala, seorang juru rawat yang setia dalam rumah pertanian yang terletak jauh di pedalaman di kawasan Sandringhan. Ia mendedikasikan hidupnya kepada anak ini dan dia mencoba untuk mengingatkan kerajaan Inggris bahwa Johnnie dari hati yang terdalam adalah pangeran yang sejati.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kisah tersebut di atas hendak memberikan pelajaran kepada kita bahwa apa pun yang terjadi dalam kehidupan manusia itu mempunyai arti. Tidak ada sesuatu ciptaan di dunia ini yang tidak memiliki tujuan. Bahkan planton di samodra yang keberadaannya tidak diketahui oleh manusia dan hidupnya amat pendek juga memiliki tujuan hidup. Manusia, meskipun memiliki ketidaksempurnaan, bisa menjadi penyempurna bagi yang lain. Demikianlah orang tidak boleh merasa diri sebagai superman, karena setiap manusia pasti memiliki sisi gelapnya.&amp;#160; Dalam dunia pewayangan sangat nyata. Para ksatria adalah orang-orang yang tampan, pandai berperang bahkan boleh dikatakan mewakili kesempurnaan. Tetapi di dalam pengembaraannya di dunia, ada pendamping yang disebut sebagai ponokawan yang artinya kawan-kawan yang bisa&amp;#160; memahami. Mereka adalah orang-orang yang jelek, kampungan, bicara apa adanya dan mewakili kaum rendahan.&amp;#160; Tetapi di situlah sebenarnya, para ponokawan yakni Semar, Gareng, Petruk dan Bagong adalah lentera dan penerang ketika para ksatria masuk di dalam alas gung liwang-liwung, hutan yang penuh dengan jebakan dan kompleks. Problem solver atau pemecah masalah ada dalam diri para ponokawan, yang tidak dilirik oleh dunia sekitar.&amp;#160; Pendamping setia yang tidak kelihatan itu ada dalam diri kita sendiri yang nyata dalam bentuk hati nurani. Kisah Pinoccio melukiskan bahwa hati nurani itu berwujud dalam bentuk jangkrik. Jangkrik kecil yang tidak mempunyai arti apa-apa, ternyata menjadi kemudi dalam mengendalikan Pinoccio untuk mencapai kesempurnaan. Tanpa jangkrik&amp;#160; -&amp;#160; si pembisik itu - maka tidak akan ada perubahan dalam hidup. Pedamping untuk menuju kesempurnaan tidak harus nampak hebat dan luar biasa, tetapi sederhana dan barangkali malah tidak kelihatan (belakang layar).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Orang-orang yang terbuang, tidak seyogianya kita singkirkan, melainkan bisa kita jadikan cermin. Orang yang terbuang&amp;#160; biasanya akan mendapat simpati bagi banyak orang. Lihat saja bagaimana Lady Diana mendapat simpati dari pelbagai pihak lalu&amp;#160; mendapat gelar Ratu di hati masyarakat. Sang Putri dibuang oleh Ibu Suri dan diceraikan oleh Pangeran Charles, sehingga dunia menerimanya sebagai pribadi yang memesona. Kematiannya yang tragis menumbuhkan ratap tangis dunia dan ucapan bela sungkawa tidak terhitung banyaknya mengalir ke Istana. Batu sendi yang dibuang oleh tukang bangunan kini menjadi batu penjuru. Dengan melihat mereka berarti pula kita bisa berefleksi diri. Thomas Levinas, melukiskan bahwa wajah-wajah orang lain yang kita jumpai itu sebenarnya adalah mereka yang membutuhkan pertolongan kita. Lewat bahasa tubuh&amp;#160; dan keluhan-keluhan&amp;#160; tentang ketidakadilan, dapat dipastikan bahwa mereka menjadi cermin bagi kehidupan kaum the haves (orang kaya raya)&amp;#160; atau stakeholder (pemegang kebijakan).&amp;#160; Kaum marginal, bagaimana pun juga sebagai pribadi yang yang harus diakui eksistensinya. Suara serta jeritan mereka yang kadang tidak terdengar&amp;#160; adalah suara kejujuran yang bisa menjadi cerminan bagi golongan kaum berada. Manusia diciptakan untuk hidup dalam keseimbangan. Kalau manusia memutuskan salah satu tali keseimbangan tersebut, maka akan terjadi bencana. Cermin dipakai untuk berefleksi, apakah selama ini kehidupan telah berjalan seimbang dan&amp;#160; tanpa merugikan orang lain.&lt;/p&gt;  </content><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/feeds/4990556552423762729/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/2012/03/cermin.html#comment-form" rel="replies" title="0 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/7487688099942728617/posts/default/4990556552423762729" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/7487688099942728617/posts/default/4990556552423762729" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/2012/03/cermin.html" rel="alternate" title="Cermin" type="text/html"/><author><name>Peak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08500302008738124323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487688099942728617.post-5812533764149656696</id><published>2012-03-14T07:50:00.001+07:00</published><updated>2012-03-14T07:50:40.256+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Renungan Harian"/><title type="text">Layak Dipercaya</title><content type="html">&lt;p align="justify"&gt;Bacaan Setahun : &lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/pop/?p=Ulangan+11-13" target="_blank"&gt;Ulangan 11-13&lt;/a&gt;    &lt;br /&gt;Nats : Sebab itu kepala penjara mempercayakan semua tahanan dalam penjara itu kepada Yusuf, dan segala pekerjaan yang harus dilakukan di situ, dialah yang mengurusnya (&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/pop/?p=Kejadian+39%3A22" target="_blank"&gt;Kejadian 39:22&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bacaan : &lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/pop/?p=Kejadian+39%3A1-23" target="_blank"&gt;Kejadian 39:1-23&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saya mengenal sebuah persekutuan gereja-gereja mengusung tema tahunan: &amp;quot;Komunitas yang Layak Dipercaya&amp;quot;. Gereja ini sadar bahwa kesaksian hidup umat kristen secara utuh mesti sedemikian mantap hingga membuat siapa pun yang berurusan dengannya juga merasa mantap, nyaman, tenteram, dan aman. Namun, dalam tempat atau situasi tertentu, bisa jadi praktiknya tidak mudah.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Perbedaan tempat, perbedaan situasi tidaklah meredupkan kualitas hidup Yusuf. Di mana pun ia berada, orang percaya kepadanya dan memercayakan pekerjaan penting kepadanya. Di rumah Potifar yang mewah, maupun dalam penjara yang keras (ayat 4, 22). Mengapa bisa demikian? Karena Yusuf pintar dan terampil dalam hal manajemen? Bisa jadi. Namun bagi penulis kitab Kejadian, alasan utamanya adalah karena &amp;quot;Tuhan menyertai Yusuf dan membuat apa yang dikerjakannya berhasil&amp;quot; (ayat 2, 23). Yusuf menyadari hal itu. Ia tahu Tuhan memperhatikan pilihan-pilihan yang ia ambil saat bekerja (ayat 9), karena itu tentu ia senantiasa melakukan yang terbaik sebagai wujud penghormatan dan kasihnya pada Tuhan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Semua orang tentu ingin disertai Tuhan seperti Yusuf dan berhasil. Namun, apakah kita juga sungguh menyertakan Tuhan dalam apa yang kita kerjakan? Menyertakan Tuhan berarti peduli pada pilihan-pilihan yang selaras dengan Firman-Nya, apa pun situasinya. Pilihan-pilihan yang demikian dapat dipercaya. Sudah seharusnya orang-orang yang bersentuhan hidup dengan kita merasa mantap dan aman, karena tahu mereka berurusan dengan anak-anak Tuhan yang selalu menyertakan Tuhan dalam segala perkara. --DKL&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;    &lt;p align="center"&gt;KETIKA TUHAN MENYERTAI, KITA PUN HARUS MAU DIAJARI     &lt;br /&gt;BAGAIMANA MEMBUAT PILIHAN YANG SELARAS DENGAN KEHENDAK-NYA&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;/p&gt; Sabda.org  </content><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/feeds/5812533764149656696/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/2012/03/layak-dipercaya.html#comment-form" rel="replies" title="0 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/7487688099942728617/posts/default/5812533764149656696" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/7487688099942728617/posts/default/5812533764149656696" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/2012/03/layak-dipercaya.html" rel="alternate" title="Layak Dipercaya" type="text/html"/><author><name>Peak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08500302008738124323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487688099942728617.post-5290532090553733609</id><published>2012-03-09T07:50:00.001+07:00</published><updated>2012-03-09T07:50:06.067+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Renungan Harian"/><title type="text">Pengenalan Yang Menghangatkan</title><content type="html">&lt;p align="justify"&gt;Bacaan Setahun : &lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/pop/?p=Bilangan+35-36" target="_blank"&gt;Bilangan 35-36&lt;/a&gt;    &lt;br /&gt;Nats : Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa mencari orang-orang yang menyembah Dia secara demikian (&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/pop/?p=Yohanes+4%3A23" target="_blank"&gt;Yohanes 4:23&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bacaan : &lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/pop/?p=Yohanes+4%3A1-24" target="_blank"&gt;Yohanes 4:1-24&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Seorang perempuan Samaria yang kemungkinan besar adalah pelacur terlibat percakapan dengan Tuhan Yesus. Uniknya ia menunjukkan ketertarikan akan perkara-perkara rohani dengan menanyakan tentang tempat penyembahan yang benar (ayat 20). Entah hanya karena iseng atau hal tersebut sudah lama ada di benaknya, percakapan tersebut membawanya kepada pengetahuan yang benar akan Allah.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Yesus tidak menyebutkan tempat tertentu. Dia lebih tertarik mengajar tentang penyembahan yang benar, yaitu penyembahan dalam roh dan kebenaran (ayat 23-24 ). Yesus lalu menjelaskan maksud-Nya. Kita menyembah dalam roh, karena Allah adalah Roh. Roh kita diciptakan untuk bergaul dengan Penciptanya, sehingga hubungan kita dengan Tuhan itu lebih penting daripada sekadar ritual atau liturgi; lebih penting daripada soal tempat, waktu atau hal-hal fisik. Kita juga harus menyembah dalam kebenaran. Kita harus belajar dari Firman Tuhan tentang siapa dan seperti apa Allah yang kita sembah, bukan membuat gambaran Allah seturut apa yang kita inginkan sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Seringkali kita lebih suka berada di salah satu kubu. Entah di kubu yang menekankan kehangatan hubungan dengan Tuhan, tetapi mendefinisikan Tuhan menurut pengertian sendiri, atau di kubu yang menekankan pentingnya pengenalan akan Allah tanpa pernah membangun kehangatan hubungan dengan-Nya. Biarlah kekariban bersama Allah mendorong kita untuk semakin mengenal Dia. Dan, biarlah pemahaman kita yang makin dalam akan Allah menghangatkan terus persahabatan kita dengan-Nya. --PBS&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;    &lt;p align="center"&gt;MAKIN KENAL, MAKIN KITA BERGAIRAH MENYEMBAH TUHAN;     &lt;br /&gt;MAKIN MENYEMBAH, MAKIN BERHASRAT KITA MENGENAL-NYA.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;/p&gt; Sabda.org  </content><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/feeds/5290532090553733609/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/2012/03/pengenalan-yang-menghangatkan.html#comment-form" rel="replies" title="0 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/7487688099942728617/posts/default/5290532090553733609" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/7487688099942728617/posts/default/5290532090553733609" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/2012/03/pengenalan-yang-menghangatkan.html" rel="alternate" title="Pengenalan Yang Menghangatkan" type="text/html"/><author><name>Peak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08500302008738124323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487688099942728617.post-2982756944977006942</id><published>2012-03-08T08:09:00.001+07:00</published><updated>2012-03-08T08:09:16.755+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Renungan Harian"/><title type="text">Doa VS Mantra</title><content type="html">&lt;p align="justify"&gt;Bacaan Setahun : &lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/pop/?p=Bilangan+33-34" target="_blank"&gt;Bilangan 33-34&lt;/a&gt;    &lt;br /&gt;Nats : Jadi, jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di surga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya (&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/pop/?p=Matius+7%3A11" target="_blank"&gt;Matius 7:11&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bacaan : &lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/pop/?p=Matius+7%3A7-11" target="_blank"&gt;Matius 7:7-11&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dalam hikayat 1001 Malam dikisahkan tentang Alibaba yang menjadi kaya gara-gara menemukan mantra untuk membuka gua berisi harta yang disimpan para penyamun. Siapapun orangnya, yang penting ia mengucapkan mantra dengan benar, akan dapat membuka atau menutup gua tersebut, dan tentunya menikmati harta yang tersimpan di dalamnya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ketika Yesus mengajar para murid-Nya, &amp;quot;Mintalah, maka akan diberikan kepadamu, &amp;quot; apakah Dia juga sedang mengajarkan bahwa doa itu bekerja seperti mantra? (ayat 7-8). Ayat 9-11 memberitahukan bahwa poin sebenarnya adalah Yesus sedang mendorong dan menolong setiap orang percaya untuk berdoa secara benar. Pertama, kita berdoa karena kita ini anak-anak Allah. Doa merupakan sarana berkomunikasi dan sarana meminta kepada Bapa di Surga. Yesus mendorong kita untuk berani menyapa dan meminta. Kedua, kita berdoa karena Allah sendiri yang meminta kita berdoa. Dia selalu mendengar dan menjawab doa. Tidak selalu jawaban-Nya itu tepat seperti yang kita minta, tapi kasih-Nya yang sempurna menjamin pemberian terbaik untuk anak-anak-Nya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kita hidup di zaman yang serba mudah dan cepat, tetapi doa sama sekali bukan mantra yang menjamin terkabulnya semua keinginan kita. Mari bertekun melakukan bagian kita: meminta, mencari, mengetuk. Katakan kepada Allah segala kebutuhan maupun isi hati kita (bandingkan: Filipi 4:6; Mazmur 62:9). Di dalam keinginan untuk memuliakan Allah, mungkin kita keliru meminta batu atau ular. Namun di dalam hikmat-Nya selalu roti dan ikan yang diberikan-Nya! --ICW&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;MANTRA KABULKAN HAL BAIK MAUPUN BURUK YANG KITA MINTA.     &lt;br /&gt;DOA MENJAMIN HANYA HAL-HAL TERBAIK KITA TERIMA DARI BAPA.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sabda.org&lt;/p&gt;  </content><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/feeds/2982756944977006942/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/2012/03/doa-vs-mantra.html#comment-form" rel="replies" title="1 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/7487688099942728617/posts/default/2982756944977006942" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/7487688099942728617/posts/default/2982756944977006942" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/2012/03/doa-vs-mantra.html" rel="alternate" title="Doa VS Mantra" type="text/html"/><author><name>Peak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08500302008738124323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487688099942728617.post-668576707171407488</id><published>2012-03-07T07:55:00.001+07:00</published><updated>2012-03-07T07:55:30.217+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Renungan Harian"/><title type="text">Blind Spot</title><content type="html">&lt;p align="justify"&gt;Bacaan Setahun : &lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/pop/?p=Bilangan+31-32" target="_blank"&gt;Bilangan 31-32&lt;/a&gt;    &lt;br /&gt;Nats : Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala milikku adalah milikmu (&lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/pop/?p=Lukas+15%3A31" target="_blank"&gt;Lukas 15:31&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bacaan : &lt;a href="http://sabdaweb.sabda.org/pop/?p=Lukas+15%3A11-32" target="_blank"&gt;Lukas 15:11-32&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kaca spion menolong kita melihat kendaraan lain di belakang tanpa perlu menoleh. Namun, ada area da­lam jarak tertentu yang tak bisa dili­hat lewat kaca spion-disebut &amp;quot;titik-buta&amp;quot; (blindspot). Satu-satunya cara untuk melihatnya hanyalah dengan menoleh. Sesuatu di area &amp;quot;titik-buta&amp;quot; harus selalu kita tengok dengan sadar, bersengaja, dan waspada. Baru kita bisa melihatnya ada.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jarak yang dekat seyogianya mem­buat sesuatu lebih mudah dilihat. Na­­mun, nyatanya tak selalu demikian. Sesuatu yang dekat kadang kala justru menjadi &amp;quot;titik buta&amp;quot; yang kerap luput dari pengamatan. Hal itu pu­la yang dialami oleh si anak sulung dalam perumpamaan Tuhan Yesus. Kedekat­an si sulung dengan sang ayah tak lantas membuatnya sanggup &amp;quot;melihat&amp;quot; kasih dan kebaikan hati sang bapa (ayat 29-30). Ia adalah anak-yang juga memiliki apa yang dimiliki sang bapa (ayat 31), tetapi ia punya &amp;quot;titik buta&amp;quot; akan kebaikan bapanya. Ia pun terkejut saat kebaikan itu dilimpahkan kepada si adik yang pulang dari ketersesatannya (ayat 30). Padahal kebaikan yang sama telah tersedia baginya tiap hari-begitu dekat.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Apakah tanpa sadar kita menjadi seperti si sulung-mengalami anugerah dan berkat dalam keseharian: udara sejuk, panca indera yang berfungsi normal, orangtua, saudara, anak, tempat tinggal, tenaga dan kendaraan untuk bekerja, kesempatan bersekolah, rasa kantuk dan tempat tidur, tetapi lupa melihat dan mensyukuri Sang Pemberi. Mungkin saja Dia yang begitu dekat tak lagi kita rasakan kehadiran-Nya. Lalu penyertaan-Nya kita anggap bukan lagi hal yang istimewa. Sadari dan nikmatilah waktu-waktu Anda di dekat-Nya-dan bersyukurlah. --PAD&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;    &lt;p align="center"&gt;TUHAN HADIR BEGITU DEKAT; LIHAT DAN NIKMATILAH KESEMPATAN BERSAMA-NYA TANPA TERLEWAT.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;/p&gt; Sabda.org  </content><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/feeds/668576707171407488/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/2012/03/blind-spot.html#comment-form" rel="replies" title="0 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/7487688099942728617/posts/default/668576707171407488" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/7487688099942728617/posts/default/668576707171407488" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/2012/03/blind-spot.html" rel="alternate" title="Blind Spot" type="text/html"/><author><name>Peak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08500302008738124323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487688099942728617.post-1230511745514030004</id><published>2012-03-07T07:52:00.001+07:00</published><updated>2012-03-07T07:52:00.851+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="News"/><title type="text">Kekristenan Karismatik di Amerika Serikat</title><content type="html">&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Gereja-gereja karismatik semakin berkembang di Amerika Serikat, namun banyak orang Amerika masih memiliki asumsi kurang tepat mengenai jenis keKristenan yang satu ini, menurut sebuah survei yang yang pernah dilakukan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Menurut studi terbaru yang dilakukan kelompok Barna, masih banyak yang percaya ke-Kristenan karismatik secara eksklusif adalah fenomena Kristiani, namun riset menunjukkan bahwa sepertiga dari umat Katolik di AS (36 persen) cocok dengan klasifikasi karismatik. Dan hampir seperempat dari karismatik di AS (22 persen) adalah Katolik.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dalam studi itu Kristiani karismatik didefinisikan sebagai mereka yang menyatakan telah &amp;quot;dipenuhi dengan Roh Kudus&amp;quot; dan percaya bahwa &amp;quot;karunia karismatik, seperti bahasa lidah dan penyembuhan, masih absah dan aktif saat ini.&amp;quot;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kesalahpahaman lain bahwa gereja-gereja karismatik adalah milik kelompok-kelompok denominasi yang terpisah. Kenyataannya, gereja-gereja karismatik telah melewati batasan denominasi dalam beberapa tahun terakhir. Sebuah survei Barna terhadap pendeta-pendeta senior mengungkapkan bahwa tujuh persen dari gereja-gereja Southern Baptist dan enam persen dari gereja-gereja aliran utama adalah karismatik.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Selain itu terdapat kepercayaan yang luas bahwa gereja-gereja karismatik cenderung kecil, secara relatif bersahaja dan lebih sering dipimpin pendeta wanita. Akan tetapi, penelitian mengemukakan bahwa jemaat mereka hampir sama besarnya dengan gereja-gereja Protestan non karismatik dan sebenarnya lebih banyak menggunakan aplikasi teknologi - termasuk sistem proyeksi layar besar - demikian evaluasi studi tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Selain itu, gereja-gereja Protestan karismatik dan non-karismatik memiliki porsi yang sama dalam hal kepemimpinan pendeta senior wanita (sembilan persen).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Beberapa dekade terakhir, Kristiani karismatik dan Pentakosta berkembang dari 30 persen menjadi 36 persen, atau sekitar 80 juta orang. Satu dari setiap empat gereja-gereja Protestan di Amerika Serikat (23 persen) adalah jemaat Karismatik.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kepala riset, George Barna, berkomentar bahwa pertumbuhan dalam gerakan karismatik dan Pentakosta tidak mengejutkan karena sesuai dengan tren budaya yang berlaku dalam masyarakat saat ini.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Kebebasan ekspresi emosional dan spiritual khas karismatik paralel dengan tren budaya terhadap ekspresi pribadi, penerimaan berbagai emosi dan kebebasan orang untuk mengintepretasikan pengalaman-pengalam an dalam cara-cara yang masuk akal bagi mereka,&amp;quot; jelas Barna. &amp;quot;Tidak mengejutkan kalau komunitas Pentakosta di Amerika bertumbuh.&amp;quot;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ia menambahkan bahwa ia berharap ke-Kristenan karismatik akan terus bertumbuh.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Kita bergerak menuju masa depan dimana perpecahan karismatik-fundamen talis akan menjadi catatan kaki bersejarah daripada garis pemisah diantara tubuh orang percaya,&amp;quot; Barna memperkirakan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Secara khusus, anak muda Kristiani, memiliki energi yang sedikit untuk argumen-argumen yang secara tradisional telah memisahkan karismatik dan non karismatik. Semakin banyak orang menyadari bahwa ada arena-arena signifikan lain untuk menginvestasikan sumber mereka.&amp;quot;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Untuk sebagian, profil jemaat khas karismatik hampir sama seperti gereja-gereja injili, fundamentalis atau Protestan garis utama. Empat dari lima (80 persen) memiliki pendeta penuh waktu, paruh waktu, pendeta senior rata-rata berusia 52 tahun (sama dengan gereja-gereja Prostestan lainnya); dan jumlah kehadiran per minggu hampir sama dengan tubuh Protestan lainnya (82 orang dewasa pada pertemuan Pentakosta dibandingkan 85 orang dewasa di semua gereja-gereja Protestan).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Namun, ada perbedaan signifikan antara jemaat karismatik dan non karismatik.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jemaat non karismatik cenderung mempunyai anggaran operasional tahunan yang lebih besar, $149,000, dibanding anggaran pelayanan Pentakostal sebesar $136,000. Hampir sama, gereja-gereja non karismatik pada umumnya menghabiskan lebih banyak untuk pendeta senior mereka, rata-rata $47,000 per tahun, daripada pendeta-pendeta karismatik yang menerima kompensasi berkisar pada $42,000.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Namun perbedaan terbesar diantara keduanya mungkin terletak pada tingkat pendidikan pendetanya. Mayoritas pendeta senior di gereja non karismatik (70 persen) adalah lulusan seminari. Tapi tidak lebih dari setengah (49 persen) pendeta karismatik yang mempunyai gelar seminari.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Laporan itu diambil dari survei telepon nasional yang dilakukan Barna dari 1.005 sampel random orang dewasa, usia 18 keatas, pada Desember 2007. Studi itu juga mengandung informasi dari survei telepon nasional diantara sampel random dari 1.220 pendeta senior gereja Protestan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jennifer Riley&lt;/p&gt;  </content><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/feeds/1230511745514030004/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/2012/03/kekristenan-karismatik-di-amerika.html#comment-form" rel="replies" title="0 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/7487688099942728617/posts/default/1230511745514030004" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/7487688099942728617/posts/default/1230511745514030004" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/2012/03/kekristenan-karismatik-di-amerika.html" rel="alternate" title="Kekristenan Karismatik di Amerika Serikat" type="text/html"/><author><name>Peak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08500302008738124323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7487688099942728617.post-6500057404554119284</id><published>2012-02-28T07:52:00.001+07:00</published><updated>2012-02-28T07:52:21.686+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Renungan Harian"/><title type="text">Generasi Rohani</title><content type="html">&lt;p align="justify"&gt;Bacaan Setahun : &lt;a href="http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2012/02/28/#SABDAweb"&gt;Bilangan 11-13&lt;/a&gt;    &lt;br /&gt;Nats : Apa yang telah engkau dengar dariku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga pandai mengajar orang lain (&lt;a href="http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2012/02/28/#SABDAweb"&gt;2 Timotius 2:2&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bacaan : &lt;a href="http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2012/02/28/#SABDAweb"&gt;2 Timotius 2:1-13&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Banyak teman saya yang menjadi dokter. Kebanyakan di antara mereka berasal dari keluarga dokter, dan memang sudah dipersiapkan untuk menjadi seorang dokter. Terlepas dari apa yang menjadi motivasi orangtua mereka dalam hal itu, saya kagum dengan keseriusan mereka mempersiapkan anak-anak mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Paulus juga secara khusus mempersiapkan orang-orang yang akan meneruskan pelayanannya. Ia tahu hidup nya terbatas (pasal 4:6), dan kebenaran Tuhan tidak boleh berhenti diberita kan ketika ia mati. Sebab itu, Paulus (generasi I) telah secara khusus mengajar Timotius (gen. II), sedemikian supaya ia dapat meneruskan pengajaran itu kepada orang lain (gen. III), yang juga pandai mengajar orang lain (gen. IV). Jelas ini bukan pengajaran sekali tatap muka. Timotius telah cukup lama menjadi anak rohani Paulus hingga ia dapat dipercaya untuk meneruskan pelayanannya. Paulus ingin Timotius melakukan hal yang sama bagi orang lain.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Seberapa besar energi yang Anda curahkan untuk menolong orang bertumbuh dewasa dalam Kristus, supaya mereka juga dapat melakukan hal yang sama bagi orang lain? Sekadarnya, kalau sempat, atau penuh intensionalitas seperti Paulus? Seseorang pernah menghitung. Jika selama hidup Anda punya 12 anak rohani, dan tiap anak juga punya 12 anak rohani, dan berlipatganda demikian selama 5 generasi, maka Anda akan punya 248.832 keturunan rohani! Betapa besar dampaknya, jika kita tidak hanya sibuk dengan banyak kegiatan rohani, tapi mulai berfokus menghasilkan anak-anak rohani yang akan membawa kebenaran Tuhan dari generasi ke generasi. --ELS&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;    &lt;p align="center"&gt;PERIKSA FOKUS PELAYANAN KITA:     &lt;br /&gt;MENGADAKAN KEGIATAN ROHANI ATAU MENGHASILKAN GENERASI ROHANI?&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sabda.org&lt;/p&gt;  </content><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/feeds/6500057404554119284/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/2012/02/generasi-rohani.html#comment-form" rel="replies" title="0 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/7487688099942728617/posts/default/6500057404554119284" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/7487688099942728617/posts/default/6500057404554119284" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://rumahrenungan.blogspot.com/2012/02/generasi-rohani.html" rel="alternate" title="Generasi Rohani" type="text/html"/><author><name>Peak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08500302008738124323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>