<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Selamatkan Islam dari bahaya ekstremisme</title>
	<atom:link href="https://muslimmoderat.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://muslimmoderat.wordpress.com</link>
	<description>jadilah muslim yang moderat, antara salafi dan liberal</description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 Aug 2010 11:36:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='muslimmoderat.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>https://secure.gravatar.com/blavatar/637f4d37964849d395b6a58474cfab46c06c30d0e72838d467d3348340b45158?s=96&#038;d=https%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Selamatkan Islam dari bahaya ekstremisme</title>
		<link>https://muslimmoderat.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="https://muslimmoderat.wordpress.com/osd.xml" title="Selamatkan Islam dari bahaya ekstremisme" />
	<atom:link rel='hub' href='https://muslimmoderat.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
	<item>
		<title>Tolong! Muslim Pakistan Dilanda Bencana Terburuk</title>
		<link>https://muslimmoderat.wordpress.com/2010/08/21/tolong-muslim-pakistan-dilanda-bencana-terburuk/</link>
					<comments>https://muslimmoderat.wordpress.com/2010/08/21/tolong-muslim-pakistan-dilanda-bencana-terburuk/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Prof. Idiot]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Aug 2010 11:07:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Selamatkan Islam dari bahaya ekstremisme!]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Islam ala M Shodiq Mustika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimmoderat.wordpress.com/?p=384</guid>

					<description><![CDATA[Muhammadiyah meminta warga muslim Indonesia menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu korban banjir di Pakistan, yang hampir semuanya beragama Islam. Hal ini sebagai bentuk solidaritas antar kaum muslim di dunia. &#8220;Saya imbau umat muslim untuk menunjukkan solidaritasnya,&#8221; ujar Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, di Kantor PP Muhammadiyah, Jl. Menteng Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (21/8/2010). Din&#160;&#8230; <a href="https://muslimmoderat.wordpress.com/2010/08/21/tolong-muslim-pakistan-dilanda-bencana-terburuk/">Baca lebih lanjut <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Muhammadiyah meminta warga muslim Indonesia menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu korban banjir di Pakistan, yang hampir semuanya beragama Islam. Hal ini sebagai bentuk solidaritas antar kaum muslim di dunia. &#8220;Saya imbau umat muslim untuk menunjukkan solidaritasnya,&#8221; ujar Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, di Kantor PP Muhammadiyah, Jl. Menteng Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (21/8/2010). Din menambahkan, kaum muslim bisa menyalurkan bantuan korban banjir Pakistan melalui rekening BCA, Syariah Mandiri, dan BRI dalam bentuk Zakat. &#8220;Untuk BCA, nomor rekeningnya 878.004.0077, Syariah Mandiri 009.0066.666, dan BRI 230.01.001403.30.9,&#8221; sebutnya.</p>
<p><img data-attachment-id="385" data-permalink="https://muslimmoderat.wordpress.com/2010/08/21/tolong-muslim-pakistan-dilanda-bencana-terburuk/wo-ab963_pakflo_g_20100802175451/" data-orig-file="https://muslimmoderat.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/08/wo-ab963_pakflo_g_20100802175451.jpg" data-orig-size="553,369" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="bantuan untuk korban banjir di Pakistan" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://muslimmoderat.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/08/wo-ab963_pakflo_g_20100802175451.jpg?w=300" data-large-file="https://muslimmoderat.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/08/wo-ab963_pakflo_g_20100802175451.jpg?w=553" src="https://muslimmoderat.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/08/wo-ab963_pakflo_g_20100802175451.jpg?w=640" alt="bantuan untuk korban banjir di Pakistan" title="bantuan untuk korban banjir di Pakistan"   class="aligncenter size-full wp-image-385" srcset="https://muslimmoderat.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/08/wo-ab963_pakflo_g_20100802175451.jpg 553w, https://muslimmoderat.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/08/wo-ab963_pakflo_g_20100802175451.jpg?w=150&amp;h=100 150w, https://muslimmoderat.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/08/wo-ab963_pakflo_g_20100802175451.jpg?w=300&amp;h=200 300w" sizes="(max-width: 553px) 100vw, 553px" /></p>
<p>Untuk melihat gambar-gambar lain mengenai bencana banjir ini, silakan lihat artikel &#8220;<a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2010/08/21/slideshow-foto-bencana-banjir-besar-di-pakistan/">Slideshow: Foto Bencana Banjir Besar di Pakistan</a>&#8220;. Berikut ini berita terkini dari tribunnews.com:</p>
<p>TRIBUNNEWS.COM, PAKISTAN &#8212; Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon menilai banjir yang terjadi di Pakistan merupakan bencana terburuk yang pernah dia saksikan.</p>
<p>Karena itu, Bang Ki berseru kepada masyarakat internasional untuk segera memberi bantuan yang cukup bagi sekitar 20 juta orang di Pakistan yang kehilangan tempat tinggal dan lahan penghidupan setelah dilanda banjir bandang.</p>
<p>&#8220;Ini adalah hari yang paling memilukan bagi saya,&#8221; kata Ban kepada Presiden Pakistan, Asif Ali Zardari.</p>
<p>Menurutnya, apa yang dilihat saat ini merupakan bencana terburuk. &#8220;Saya tidak akan pernah melupakan kehancuran dan penderitaan yang saya saksikan saat ini. Saya pernah melihat banyak bencana alam di penjuru dunia, namun tidak ada yang seperti ini,&#8221; lanjut Ban, saat meninjau para pengungsi korban banjir di Provinsi Punjab, Minggu 15 Agustus 2010.</p>
<p>Koresponden stasiun televisi CBS mengungkapkan bahwa banjir di Pakistan berlangsung sejak lebih dari dua pekan lalu dan telah menerjang seperempat negeri itu.</p>
<p>Bencana itu memakan korban sedikitnya 1.500 jiwa dan puluhan juta warga yang selamat kehilangan tempat tinggal dan lahan penghidupan.</p>
<p>Mereka yang selamat terpaksa tinggal di kamp pengungsi. Namun kondisi tempat mereka tinggal sangat memprihatinkan karena tidak didukung sanitasi yang layak.</p>
<p>Itulah sebabnya, kalangan pegiat kemanusiaan dan media massa di Pakistan khawatir bahwa wabah kolera bisa terjadi dengan cepat dan merenggut banyak nyawa lagi.</p>
<p>Wabah kolera sudah dideteksi Sabtu pekan lalu, 14 Agustus 2010, di Pakistan bagian barat laut. Penemuan itu terjadi saat banjir baru melanda kawasan selatan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muslimmoderat.wordpress.com/2010/08/21/tolong-muslim-pakistan-dilanda-bencana-terburuk/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>7</slash:comments>
		
		
		
		<media:thumbnail url="https://muslimmoderat.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/08/wo-ab963_pakflo_g_20100802175451.jpg" />
		<media:content url="https://muslimmoderat.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/08/wo-ab963_pakflo_g_20100802175451.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bantuan untuk korban banjir di Pakistan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/e1968088d7ad544319abb0b763ff1caad7a72a3ae9cd24da8152ec287fc09bfa?s=96&#38;d=https%3A%2F%2F2.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://muslimmoderat.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/08/wo-ab963_pakflo_g_20100802175451.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bantuan untuk korban banjir di Pakistan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aneh! Di Arab Saudi, fatwa ulama harus seizin Raja</title>
		<link>https://muslimmoderat.wordpress.com/2010/08/14/aneh-di-arab-saudi-fatwa-ulama-harus-seizin-raja/</link>
					<comments>https://muslimmoderat.wordpress.com/2010/08/14/aneh-di-arab-saudi-fatwa-ulama-harus-seizin-raja/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Prof. Idiot]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Aug 2010 00:41:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Islam ala M Shodiq Mustika]]></category>
		<category><![CDATA[Selamatkan Islam dari bahaya ekstremisme!]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimmoderat.wordpress.com/?p=379</guid>

					<description><![CDATA[Raja Arab Saudi Abdullah telah mengeluarkan ketetapan bahwa hanya anggota Majelis Ulama Senior dan ulama-ulama lain yang disetujui oleh mereka yang berhak mengeluarkan fatwa publik. Raja Abdullah memperingatkan bahwa siapapun yang melanggar perintahnya akan dihukum. Namun, keputusan itu tidak membatasi wewenang para ulama Saudi untuk mengeluarkan fatwa pribadi bagi orang-orang yang meminta nasihat mengenai masalah-masalah&#160;&#8230; <a href="https://muslimmoderat.wordpress.com/2010/08/14/aneh-di-arab-saudi-fatwa-ulama-harus-seizin-raja/">Baca lebih lanjut <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Raja Arab Saudi Abdullah telah mengeluarkan ketetapan bahwa hanya anggota Majelis Ulama Senior dan ulama-ulama lain yang disetujui oleh mereka yang berhak mengeluarkan fatwa publik. Raja Abdullah memperingatkan bahwa siapapun yang melanggar perintahnya akan dihukum. Namun, keputusan itu tidak membatasi wewenang para ulama Saudi untuk mengeluarkan fatwa pribadi bagi orang-orang yang meminta nasihat mengenai masalah-masalah pribadi.</p>
<p>Aneh! Apakah para ulama senior merasa khawatir kalau-kalau tersaingi oleh fatwa ulama junior? Apakah suara senior pasti lebih benar daripada yang junior? Ataukah malah Raja Arab Saudi hendak mengukuhkan suatu &#8220;lembaga kepausan&#8221; (Majelis Ulama Senior) supaya suara Ulama Senior dipandang sama dengan suara Tuhan?</p>
<p><span id="more-379"></span>Keputusan Raja Abdullah itu menguatkan <a href="https://muslimmoderat.wordpress.com/2010/08/14/selamatkan-islam-dari-bahaya-ekstremisme/">pandangan Abou El Fadl</a> bahwa ada kolusi antara keluarga kerajaan Saudi dan aliran Salafi-Wahhabi tertentu:</p>
<blockquote><p>Di wilayah-wilayah yang jatuh ke dalam kekuasaan mereka, kaum Wahhabi memperkenalkan praktik yang secara luar biasa memperluas kekuasaan intrusif negara kepada para pelaksana hukum yang mendefinisikan aturan dan tata perilaku secara sempit, yang menurut mereka dipandang sebagai satu-satunya Islam yang benar. &#8230; Kekuasaan intrusif yang baru [ini] sungguh-sungguh membatasi kebebasan individu dan memaksa orang yang menentang untuk menaati tata perilaku yang sangat spesifik&#8211;semuanya dilakukan dengan alasan untuk memperkuat hukum Tuhan. (<a href="https://muslimmoderat.wordpress.com/2010/08/14/selamatkan-islam-dari-bahaya-ekstremisme/">Selamatkan Islam dari Muslim Puritan</a>, hlm. 85)</p></blockquote>
<p>Kalau begitu, bagaimana kita bisa percaya bahwa fatwa ulama pilihan Raja itu objektif dan tidak subjektif?</p>
<p>Untunglah kita tinggal di Indonesia. Di sini, siapa pun boleh berfatwa tanpa seizin Majelis Ulama atau pun Pemerintah. (Adapun apakah fatwa itu dipatuhi oleh umat ataukah ditolak, itu soal lain.)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muslimmoderat.wordpress.com/2010/08/14/aneh-di-arab-saudi-fatwa-ulama-harus-seizin-raja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>4</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/e1968088d7ad544319abb0b763ff1caad7a72a3ae9cd24da8152ec287fc09bfa?s=96&#38;d=https%3A%2F%2F2.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Selamatkan Islam dari bahaya ekstremisme!</title>
		<link>https://muslimmoderat.wordpress.com/2010/08/14/selamatkan-islam-dari-bahaya-ekstremisme/</link>
					<comments>https://muslimmoderat.wordpress.com/2010/08/14/selamatkan-islam-dari-bahaya-ekstremisme/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Prof. Idiot]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Aug 2010 18:23:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Islam ala M Shodiq Mustika]]></category>
		<category><![CDATA[Selamatkan Islam dari bahaya ekstremisme!]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimmoderat.wordpress.com/?p=373</guid>

					<description><![CDATA[Sesudah buku mengenai &#8220;sahabat iblis yang sok alim&#8220;, buku kedua karya Khaled Abou El Fadl yang kubaca adalah &#8220;Selamatkan Islam Dari Muslim Puritan!&#8221; Buku kedua ini berhasil menyadarkan diriku mengenai sebuah bahaya serius yang sedang melanda kaum mukminin (umat Islam). Di buku ini, Abou El Fadl menunjuk bahwa bahaya yang sedang melanda kita adalah kaum&#160;&#8230; <a href="https://muslimmoderat.wordpress.com/2010/08/14/selamatkan-islam-dari-bahaya-ekstremisme/">Baca lebih lanjut <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sesudah buku mengenai &#8220;<a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2008/03/29/sahabat-iblis-yang-sok-alim/">sahabat iblis yang sok alim</a>&#8220;, buku kedua karya Khaled Abou El Fadl yang kubaca adalah &#8220;Selamatkan Islam Dari Muslim Puritan!&#8221; Buku kedua ini berhasil menyadarkan diriku mengenai sebuah bahaya serius yang sedang melanda kaum mukminin (umat Islam). </p>
<p>Di buku ini, Abou El Fadl menunjuk bahwa bahaya yang sedang melanda kita adalah kaum Salafi-Wahhabi. Namun menurutku, yang berbahaya adalah paham ekstremisme-nya, bukan orangnya. Karena itu, aku mengubah seruannya menjadi: <strong>Selamatkan Islam dari bahaya ekstremisme!</strong>.</p>
<p><span id="more-373"></span>Berikut ini review buku tersebut dari penerbitnya:</p>
<h3>Selamatkan Islam Dari Muslim Puritan!</h3>
<p><a href="http://id.serambi.co.id/modules.php?name=Katalog&amp;op=tampilbuku&amp;bid=233"><img alt="buku Selamatkan Islam dari Muslim Puritan" src="https://i0.wp.com/id.serambi.co.id/modules/Katalog/images/cover/buku_selamatkan_islam_dri_m.gif" title="buku Selamatkan Islam dari Muslim Puritan" class="alignleft" width="150" height="236" /></a>Di bawah serbuan gencar modernitas, muslim puritan dan muslim moderat saling berebut klaim “kebenaran iman Islam”. Masalahnya, muslim puritan tak peduli pada “Islam yang hidup” di masa kini maupun dalam sejarah. Mereka malah menggandrungi “Islam yang dibayangkan”, baik sebagai mitologi masa silam maupun utopia masa datang. Mereka agresif, bersuara lantang, dan didanai dengan baik. Yang terburuk dari semua itu, mereka berhasil melakukan aksi kekerasan mengerikan sehingga menyentak kesadaran semua orang, termasuk nonmuslim.</p>
<p>Buku ini menyeru mayoritas-diam untuk mengakhiri kebungkaman. Tradisi moral Islam telah dicuri dan dihancurkan oleh minoritas-bersuara-lantang. Tak pelak, muslim moderat harus merebut hati dan pikiran muslim dan nonmuslim seluruh dunia. Mereka mesti memandang diri dalam kondisi jihad-defensif: melindungi Islam dari serangan misinterpretasi dan disinformasi kaum puritan. Jika kaum puritan berbicara lantang disertai kekerasan, maka <strong>kaum moderat harus berbicara lebih lantang diiringi tindakan damai</strong>.</p>
<p>Bagi Abou El Fadl, Islam dan umat Islam mesti menjadi sarana perwujudan rahmat dan kasih sayang Tuhan bagi semua manusia. Kasih sayang dan moderasi yang menjadi nilai dasar Islam harus diingat dan dibiakkan dalam hati umat Islam. Agar ekstremisme tak punya tempat. Agar kebersamaan semua manusia dalam menegakkan nilai-nilai kebertuhanan sungguh-sungguh mendulang kemajuan. Tak ada pilihan lain. Melintasi momen transformatif dengan latar era global, Islam saat ini ditandai dengan pergulatan keras antara dua paradigma pemikiran: moderat dan puritan. Saat terjadi kekosongan otoritas keagamaan dalam dunia Islam modern, keduanya saling berebut klaim untuk mendefinisikan makna kebenaran Islam.</p>
<p>Khaled Abou El Fadl memberikan peta cukup komprehensif mengenai kedua gugus pemikiran yang akan banyak berperan dalam menentukan masa depan Islam itu. Dimulai dengan latar besar yang menjadi medan pergulatan keduanya dalam menafsirkan berbagai segi ajaran Islam, buku ini secara khusus menyoroti sejarah kelahiran muslim puritan modern yang berbiak dalam ideologi Wahhabisme dan menyebar dengan bendera Salafisme. Abou El Fadl lalu membandingkan dan memperhadapkan pandangan kaum moderat dan puritan seputar isu-isu kunci yang tak hanya mencerminkan ketegangan kritis di dalam Islam, tetapi juga sering menjadi inti persoalan yang sehari-hari harus diatasi oleh umat Islam dan seluruh umat manusia.</p>
<p>Dengan mengupas tema-tema seperti demokrasi dan hak asasi, peran kaum perempuan, interaksi dengan nonmuslim, hingga soal jihad dan terorisme, Abou El Fadl membangun visi Islam moderat yang amat diperlukan saat ini untuk merebut kembali tradisi moral Islam. Buku ini adalah semacam jihad-tandingan untuk menyelamatkan Islam dari ekstremisme dan bid&#8217;ah kaum puritan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muslimmoderat.wordpress.com/2010/08/14/selamatkan-islam-dari-bahaya-ekstremisme/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/e1968088d7ad544319abb0b763ff1caad7a72a3ae9cd24da8152ec287fc09bfa?s=96&#38;d=https%3A%2F%2F2.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://id.serambi.co.id/modules/Katalog/images/cover/buku_selamatkan_islam_dri_m.gif" medium="image">
			<media:title type="html">buku Selamatkan Islam dari Muslim Puritan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Potret Wanita Muslimah di Amerika Serikat</title>
		<link>https://muslimmoderat.wordpress.com/2010/05/05/potret-wanita-muslimah-di-amerika-serikat/</link>
					<comments>https://muslimmoderat.wordpress.com/2010/05/05/potret-wanita-muslimah-di-amerika-serikat/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Prof. Idiot]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 May 2010 11:39:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gambar Muslim-ah]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[Anak-anak]]></category>
		<category><![CDATA[busana wanita]]></category>
		<category><![CDATA[Fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimmoderat.wordpress.com/?p=320</guid>

					<description><![CDATA[Sumber: www.time.com Fotografer: Ziyah Gafic]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<a href='https://muslimmoderat.wordpress.com/2010/05/05/potret-wanita-muslimah-di-amerika-serikat/muslims_america_01-sarah-mussa/'><img width="150" height="150" src="https://muslimmoderat.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/05/muslims_america_01-sarah-mussa.jpg?w=150" class="attachment-thumbnail size-thumbnail" alt="Fashion Designer" decoding="async" srcset="https://muslimmoderat.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/05/muslims_america_01-sarah-mussa.jpg?w=150 150w, https://muslimmoderat.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/05/muslims_america_01-sarah-mussa.jpg?w=300 300w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" data-attachment-id="321" data-permalink="https://muslimmoderat.wordpress.com/2010/05/05/potret-wanita-muslimah-di-amerika-serikat/muslims_america_01-sarah-mussa/" data-orig-file="https://muslimmoderat.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/05/muslims_america_01-sarah-mussa.jpg" data-orig-size="403,404" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="muslims_america_01 sarah mussa" data-image-description="&lt;p&gt;American-born Sarah Mussa, 23, is of Palestinian and South Korean descent. She is currently pursuing a degree in fashion at the Fashion Institute of Technology in N.Y.&lt;/p&gt;
" data-image-caption="&lt;p&gt;Fashion Designer&lt;/p&gt;
" data-medium-file="https://muslimmoderat.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/05/muslims_america_01-sarah-mussa.jpg?w=300" data-large-file="https://muslimmoderat.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/05/muslims_america_01-sarah-mussa.jpg?w=403" /></a>
<a href='https://muslimmoderat.wordpress.com/2010/05/05/potret-wanita-muslimah-di-amerika-serikat/muslims_america_05/'><img width="150" height="150" src="https://muslimmoderat.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/05/muslims_america_05.jpg?w=150" class="attachment-thumbnail size-thumbnail" alt="On Time" decoding="async" srcset="https://muslimmoderat.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/05/muslims_america_05.jpg?w=150 150w, https://muslimmoderat.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/05/muslims_america_05.jpg?w=300 300w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" data-attachment-id="322" data-permalink="https://muslimmoderat.wordpress.com/2010/05/05/potret-wanita-muslimah-di-amerika-serikat/muslims_america_05/" data-orig-file="https://muslimmoderat.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/05/muslims_america_05.jpg" data-orig-size="403,404" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="muslims_america_05 On Time" data-image-description="" data-image-caption="&lt;p&gt;Prayer, the second pillar of Islam, should be completed without delay. Laying out a clean sheet and facing towards Mecca, women pray after dinner at Ricardo&#8217;s restaurant in Queens.&lt;/p&gt;
" data-medium-file="https://muslimmoderat.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/05/muslims_america_05.jpg?w=300" data-large-file="https://muslimmoderat.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/05/muslims_america_05.jpg?w=403" /></a>
<a href='https://muslimmoderat.wordpress.com/2010/05/05/potret-wanita-muslimah-di-amerika-serikat/muslims_america_08/'><img width="150" height="150" src="https://muslimmoderat.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/05/muslims_america_08.jpg?w=150" class="attachment-thumbnail size-thumbnail" alt="Bridesmaids" decoding="async" srcset="https://muslimmoderat.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/05/muslims_america_08.jpg?w=150 150w, https://muslimmoderat.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/05/muslims_america_08.jpg?w=300 300w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" data-attachment-id="323" data-permalink="https://muslimmoderat.wordpress.com/2010/05/05/potret-wanita-muslimah-di-amerika-serikat/muslims_america_08/" data-orig-file="https://muslimmoderat.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/05/muslims_america_08.jpg" data-orig-size="403,404" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="muslims_america_08 Bridesmaids" data-image-description="" data-image-caption="&lt;p&gt;Little girls play during a Muslim wedding between a Serbian bride and Turkish groom at the Sufi-oriented Jarrahi Order Mosque in Spring Valley, New York.&lt;/p&gt;
" data-medium-file="https://muslimmoderat.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/05/muslims_america_08.jpg?w=300" data-large-file="https://muslimmoderat.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/05/muslims_america_08.jpg?w=403" /></a>
<a href='https://muslimmoderat.wordpress.com/2010/05/05/potret-wanita-muslimah-di-amerika-serikat/muslims_america_09/'><img width="150" height="150" src="https://muslimmoderat.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/05/muslims_america_09.jpg?w=150" class="attachment-thumbnail size-thumbnail" alt="at school" decoding="async" srcset="https://muslimmoderat.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/05/muslims_america_09.jpg?w=150 150w, https://muslimmoderat.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/05/muslims_america_09.jpg?w=300 300w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" data-attachment-id="324" data-permalink="https://muslimmoderat.wordpress.com/2010/05/05/potret-wanita-muslimah-di-amerika-serikat/muslims_america_09/" data-orig-file="https://muslimmoderat.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/05/muslims_america_09.jpg" data-orig-size="403,404" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="muslims_america_09 at school" data-image-description="" data-image-caption="&lt;p&gt;A student sits in class at the Albanian Islamic Cultural Center in Staten Island. The center offers a complete American curriculum alongside Islamic studies.&lt;/p&gt;
" data-medium-file="https://muslimmoderat.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/05/muslims_america_09.jpg?w=300" data-large-file="https://muslimmoderat.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/05/muslims_america_09.jpg?w=403" /></a>
<a href='https://muslimmoderat.wordpress.com/2010/05/05/potret-wanita-muslimah-di-amerika-serikat/muslims_america_12/'><img width="150" height="150" src="https://muslimmoderat.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/05/muslims_america_12.jpg?w=150" class="attachment-thumbnail size-thumbnail" alt="In the Light" decoding="async" srcset="https://muslimmoderat.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/05/muslims_america_12.jpg?w=150 150w, https://muslimmoderat.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/05/muslims_america_12.jpg?w=300 300w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" data-attachment-id="325" data-permalink="https://muslimmoderat.wordpress.com/2010/05/05/potret-wanita-muslimah-di-amerika-serikat/muslims_america_12/" data-orig-file="https://muslimmoderat.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/05/muslims_america_12.jpg" data-orig-size="402,404" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="muslims_america_12 In the Light" data-image-description="" data-image-caption="&lt;p&gt;A young girl sits in the Bosnian mosque Ali Pasha in Queens, N.Y.  Read more: http://www.time.com/time/photogallery/0,29307,1725413_1554979,00.html#ixzz0n3Osd5w4&lt;/p&gt;
" data-medium-file="https://muslimmoderat.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/05/muslims_america_12.jpg?w=300" data-large-file="https://muslimmoderat.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/05/muslims_america_12.jpg?w=402" /></a>
<a href='https://muslimmoderat.wordpress.com/2010/05/05/potret-wanita-muslimah-di-amerika-serikat/muslims_america_14/'><img width="150" height="150" src="https://muslimmoderat.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/05/muslims_america_14.jpg?w=150" class="attachment-thumbnail size-thumbnail" alt="Hanging Out" decoding="async" srcset="https://muslimmoderat.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/05/muslims_america_14.jpg?w=150 150w, https://muslimmoderat.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/05/muslims_america_14.jpg?w=300 300w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" data-attachment-id="326" data-permalink="https://muslimmoderat.wordpress.com/2010/05/05/potret-wanita-muslimah-di-amerika-serikat/muslims_america_14/" data-orig-file="https://muslimmoderat.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/05/muslims_america_14.jpg" data-orig-size="403,404" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="muslims_america_14 Hanging Out" data-image-description="" data-image-caption="&lt;p&gt;IT analyst Aaisha Shaikh (left), immigration paralegal Liz Nettleton (center) and special education teacher Labinsky Roach Falah (right), gather together after a Sunday brunch in the Village.&lt;/p&gt;
" data-medium-file="https://muslimmoderat.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/05/muslims_america_14.jpg?w=300" data-large-file="https://muslimmoderat.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/05/muslims_america_14.jpg?w=403" /></a>

<p>Sumber: <a href="http://www.time.com/time/photogallery/0,29307,1725413,00.html">www.time.com</a><br />
Fotografer: <strong>Ziyah Gafic</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muslimmoderat.wordpress.com/2010/05/05/potret-wanita-muslimah-di-amerika-serikat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
		
		<media:thumbnail url="https://muslimmoderat.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/05/muslims_america_14.jpg" />
		<media:content url="https://muslimmoderat.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/05/muslims_america_14.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">muslims_america_14 Hanging Out</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/e1968088d7ad544319abb0b763ff1caad7a72a3ae9cd24da8152ec287fc09bfa?s=96&#38;d=https%3A%2F%2F2.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Detik-detik Terakhir Gus Dur</title>
		<link>https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/12/31/detik-detik-terakhir-gus-dur/</link>
					<comments>https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/12/31/detik-detik-terakhir-gus-dur/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Prof. Idiot]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 22:38:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gambar Muslim-ah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimmoderat.wordpress.com/?p=313</guid>

					<description><![CDATA[Gus Dur Titipkan Pesan Terakhir Soal Fundamentalisme Rabu, 30 Desember 2009 21:52 WIB Jakarta (ANTARA News) &#8211; Menjelang akhir-akhir hidupnya, kepedulian mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid semasa hidupnya terhadap persoalan toleransi dan kerukunan umat beragama, tetaplah besar sehingga menitipkan pesan pada tokoh Katolik untuk memperlakukan kaum fundamentalis secara lebih bijak. Hal itu disampaikan Romo Benny&#160;&#8230; <a href="https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/12/31/detik-detik-terakhir-gus-dur/">Baca lebih lanjut <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img alt="gus dur sakit" src="https://teguhtimur.files.wordpress.com/2009/10/dsc07265.jpg?w=800&#038;h=449" title="gus dur sakit" class="aligncenter" width="800" height="449" /><span id="more-313"></span><br />
<b>Gus Dur Titipkan Pesan Terakhir Soal Fundamentalisme</b><br />
Rabu, 30 Desember 2009 21:52 WIB</p>
<p>Jakarta (ANTARA News) &#8211; Menjelang akhir-akhir hidupnya, kepedulian mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid semasa hidupnya terhadap persoalan toleransi dan kerukunan umat beragama, tetaplah besar sehingga menitipkan pesan pada tokoh Katolik untuk memperlakukan kaum fundamentalis secara lebih bijak.</p>
<p>Hal itu disampaikan Romo Benny Susetyo, di Jakarta, Rabu malam, merujuk pada pertemuan antara Ketua Dewan Kepausan untuk Dialog antar Agama Vatikan Kardinal Jean Louis Tauran dengan KH. Abdurrahman Wahid pada November 2009.</p>
<p>&#8220;Saat itu Gus Dur berpesan agar kaum fundamentalis jangan dijauhi tetapi harus dicintai,&#8221; katanya mengutip salah satu pesan Gus Dur.</p>
<p>Menurut Romo Benny, Gus Dur adalah tokoh besar bagi bangsa Indonesia. Ia sangat memperhatikan isu-isu pluralisme dan mementingkan arti dari kejujuran. Selama hidupnya, Gus Dur dikenal sebagai sosok yang sangat mendedikasikan jiwa dan raganya untuk bangsa Indonesia.</p>
<p>&#8220;Menurut saya, hidup Gus Dur semata-mata untuk bangsa dan negara. Beliau meninggalkan kepentingan pribadinya untuk bangsa, orang yang mencintai bangsa dan menyediakan waktu untuk bangsa,&#8221; kata Romo Benny yang merupakan teman dekat dari almarhum Gus Dur.</p>
<p>Gus Dur juga dikenal sebagai sosok yang hangat dan tidak pernah lepas dari guyonan-guyonan yang menyegarkan. Guyonan itulah menjadi ciri khas Gus Dur yang selalu diingat.</p>
<p>Lebih lanjut Romo Benny mengatakan, meski didera sakit, Gus Dur masih sempat mengucapkan Selamat Natal padanya melalui telepon pada 25 Desember 2009.</p>
<p>&#8220;Pada 25 Desember, beliau menghubungi saya untuk mengucapkan Selamat Natal. Saat itu Gus Dur sempat mengeluh karena sakit gigi, tapi tetap saja Gus Dur bilang masih sehat,&#8221; katanya.</p>
<p>Dalam perbincangan tersebut, Romo Benny mengaku menerima pesan dari Gus Dur yaitu untuk menjaga Shinta Nuriyah Wahid, istri Gus Dur.</p>
<p>&#8220;Beliau bilang titip ibu (Shinta Nuriyah Wahid),&#8221; katanya.</p>
<p>Mantan Presiden Abdurrahman Wahid meninggal dunia pada usia 69 tahun karena sakit di RSCM Jakarta, Rabu pukul 18.40 WIB.</p>
<p>Abdurrahman Wahid menjabat Presiden RI keempat mulai 20 Oktober 1999 hingga 24 Juli 2001. Putra pertama dari enam bersaudara itu lahir di Desa Denanyar, Jombang, Jawa Timur, pada 4 Agustus 1940.</p>
<p>Ayah Gus Dur adalah seorang pendiri organisasi besar Nahdlatul Ulama, KH Wahid Hasyim dan Ibunya bernama Hj Sholehah adalah putri pendiri Pesantren Denanyar Jombang, KH Bisri Syamsuri.</p>
<p>Gus Dur menikah dengan Shinta Nuriyah dan dikaruniai empat putri yaitu Alissa Qotrunnada Munawaroh, Zannuba Arifah Chafsoh (Yenni), Annita Hayatunnufus, dan Inayah Wulandari.(*)</p>
<p>COPYRIGHT © 2009</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/12/31/detik-detik-terakhir-gus-dur/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>3</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/e1968088d7ad544319abb0b763ff1caad7a72a3ae9cd24da8152ec287fc09bfa?s=96&#38;d=https%3A%2F%2F2.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://teguhtimur.files.wordpress.com/2009/10/dsc07265.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gus dur sakit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Di Indonesia, Facebook sebabkan banyak perselingkuhan?</title>
		<link>https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/12/21/di-indonesia-facebook-sebabkan-banyak-perselingkuhan/</link>
					<comments>https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/12/21/di-indonesia-facebook-sebabkan-banyak-perselingkuhan/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Prof. Idiot]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 04:59:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kata Orang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimmoderat.wordpress.com/?p=273</guid>

					<description><![CDATA[Siapa tidak kenal Facebook: situs web jejaring sosial, ajang pertemuan kawan-kawan lama dan teman baru. Ternyata, Facebook juga berperan besar dalam perselingkuhan. Lewat Facebook, pengguna internet bisa terhubung dengan bekas pacar sewaktu sekolah menengah atau kuliah, ujar Irna Minauli, psikolog pada Universitas Medan Area. ”Cinta-cinta lama dengan teman-teman lama barangkali bisa terkoneksi atau terhubung kembali.&#160;&#8230; <a href="https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/12/21/di-indonesia-facebook-sebabkan-banyak-perselingkuhan/">Baca lebih lanjut <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Siapa tidak kenal Facebook: situs web jejaring sosial, ajang pertemuan kawan-kawan lama dan teman baru. Ternyata, Facebook juga berperan besar dalam perselingkuhan.</strong></p>
<p>Lewat Facebook, pengguna internet bisa terhubung dengan bekas pacar sewaktu sekolah menengah atau kuliah, ujar Irna Minauli, psikolog pada Universitas Medan Area.</p>
<p><em>”Cinta-cinta lama dengan teman-teman lama barangkali bisa terkoneksi atau terhubung kembali. Dengan maraknya Facebook, kelihatannya kasus perselingkuhan di Indonesia semakin bertambah.”</em></p>
<p>Ini sebetulnya semacam trend dari tahun-ke tahun.</p>
<p>Di tahun 1980an ada ORARI, atau breaker pecinta radio amatir. Mereka terhubung satu sama lain dan biasanya saling tidak kenal. Akhirnya mereka berjanji bertemu di dunia nyata, atau copy darat. Itu juga sering menjadi ajang perselingkuhan.</p>
<h3>Masa lalu</h3>
<p><em>”Kalau di Facebook fenomenanya seringkali terhubung bukan dengan orang baru, tetapi biasanya dengan orang-orang lama. Orang-orang dari masa lalu.”</em></p>
<p>Lalu bagaimana bisa menghindari terjadinya perselingkuhan?</p>
<p>Memperkuat hubungan antara suami-isteri serta komunikasi dan kedekatan sangat penting antara pasangan, jelas Irna Minauli.</p>
<h3>Kehidupan pribadi</h3>
<p><em>“Kadangkala, misalnya mereka yang sangat menjaga privacy masing-masing, sehingga menganggap masing-masing boleh punya kehidupan pribadi yang tidak boleh diganggu. Tetapi apakah itu bisa mengendalikan bahwa tidak akan terjadi hal-hal yang melenceng?”</em></p>
<p>Pasangan banyak melakukan kegiatan bersama lebih bertahan dibanding pasangan yang melakukan kegiatan sendiri-sendiri. Kemudian faktor spiritualitas atau agama juga penting dalam memperkuat hubungan suami-isteri.</p>
<p>Sebuah penelitian di Amerika menunjukkan pasangan sering ke gereja bersama, angka perceraian jauh lebih kecil dibandingkan dengan mereka yang jarang pergi ke gereja bersama.</p>
<h3>Faktor agama</h3>
<p><em>”Kalau di Indonesia, misalnya suami-isteri yang sering melakukan sholat berjamaah perkawinannya juga akan jauh lebih stabil dibandingkan pasangan yang jarang sholat berjamaah bersama. Jadi artinya faktor agama juga menjadi salah satu penghindar terjadinya perselingkuhan itu sendiri.”</em></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?ref=name&amp;id=1541166332" target="_blank"><img data-attachment-id="275" data-permalink="https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/12/21/di-indonesia-facebook-sebabkan-banyak-perselingkuhan/my-facebook-558x395/" data-orig-file="https://muslimmoderat.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/12/my-facebook-558x395.gif" data-orig-size="558,395" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="my facebook 558&#215;395" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://muslimmoderat.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/12/my-facebook-558x395.gif?w=300" data-large-file="https://muslimmoderat.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/12/my-facebook-558x395.gif?w=558" src="https://muslimmoderat.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/12/my-facebook-558x395.gif?w=640" alt="my facebook" title="my facebook 558x395"   class="aligncenter size-full wp-image-275" srcset="https://muslimmoderat.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/12/my-facebook-558x395.gif 558w, https://muslimmoderat.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/12/my-facebook-558x395.gif?w=150&amp;h=106 150w, https://muslimmoderat.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/12/my-facebook-558x395.gif?w=300&amp;h=212 300w" sizes="(max-width: 558px) 100vw, 558px" /></a></p>
<p>Juga keterbukaan faktor penting mempertahankan hubungan pasangan. Irna Minauli menganjurkan supaya tetap usahakan berbagi perasaan dengan pasangan.</p>
<p>Daripada berbagi cerita dengan orang lain, mengapa tidak berbagi cerita dengan pasangan sendiri. Usahakan meluangkan lebih banyak waktu, perhatian dan energi untuk pasangan, kata psikolog dari Universitas Medan Area ini.</p>
<h3>Tiga komponen</h3>
<p><em>”Pertanyaan-pertanyaan kecil seperti misalnya ‘Yang, kamu sudah makan?’ itu kita berikan dalam bentuk perhatian kepada orang lain. Kenapa pertanyaan sama tidak kita kasih kepada pasangan sendiri?”</em></p>
<p>Dalam konteks psikologi, kebahagiaan perkawinan terdiri dari tiga komponen, yakni gairah, komitmen dan keterikatan. Tiga komponen sebaiknya dibina bersama pasangan. Daripada gairah terbangkitkan orang lain, bangkitkanlah perasaan itu bersama pasangan, kata Irna Minauli. Itu lebih aman.</p>
<p>Apakah orang pernah berselingkuh kemungkinan besar akan mengulang perbuatan sama? Menurut Irna Minauli itu tergantung dari bagaimana konsekuensi perselingkuhan itu.<br />
<em><br />
“Kalau ternyata dia mendapatkan kepuasan, dia akan mengulangi. Tapi kalau misalnya kemudian gara-gara perselingkuhan itu dia jadi berantem, dia jadi susah, misalnya isterinya minta cerai, anak-anaknya menjadi berantakan, kemungkinan orang tidak akan mengulangi itu.”</em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/12/21/di-indonesia-facebook-sebabkan-banyak-perselingkuhan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>4</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/e1968088d7ad544319abb0b763ff1caad7a72a3ae9cd24da8152ec287fc09bfa?s=96&#38;d=https%3A%2F%2F2.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://muslimmoderat.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/12/my-facebook-558x395.gif" medium="image">
			<media:title type="html">my facebook 558x395</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teroris Bertampang Mirip Tamara Bleszynski</title>
		<link>https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/12/18/teroris-bertampang-mirip-tamara-bleszynski/</link>
					<comments>https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/12/18/teroris-bertampang-mirip-tamara-bleszynski/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Prof. Idiot]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Dec 2009 01:52:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gambar Muslim-ah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimmoderat.wordpress.com/?p=267</guid>

					<description><![CDATA[Ya, tampang teroris itu seringkali di luar dugaan. Tampangnya bisa saja sedap dipandang mata seperti Tamara Bleszynski. Bahkan, siapa pun kita, bisa saja menjadi teroris. Demikian menurut seorang tokoh Muhammadiyah berikut ini. Abdul Mu’ti : Siapapun Kita Bisa Menjadi Teroris Jakarta – Sekertaris Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah, Dr. Abdul Mu’ti, menyatakan bahwa seorang teroris tidak&#160;&#8230; <a href="https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/12/18/teroris-bertampang-mirip-tamara-bleszynski/">Baca lebih lanjut <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ya, tampang teroris itu seringkali di luar dugaan. Tampangnya bisa saja sedap dipandang mata seperti Tamara Bleszynski. Bahkan, siapa pun kita, bisa saja menjadi teroris. Demikian menurut seorang tokoh Muhammadiyah berikut ini.</p>
<p><img alt="tamara bleszynski" src="https://i0.wp.com/1.bp.blogspot.com/_Jlsniua1uVs/SSLTjJM8wrI/AAAAAAAAAlw/5i-4GGMmrK8/s400/Tamara-Bleszynski.jpg" title="tamara bleszynski" class="aligncenter" width="400" height="300" /><span id="more-267"></span><br />
<strong><br />
<a href="http://www.muhammadiyah.or.id/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=1796&amp;Itemid=2">Abdul Mu’ti : Siapapun Kita Bisa Menjadi Teroris</a></strong></p>
<p><strong>Jakarta</strong> – Sekertaris Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah, Dr. Abdul Mu’ti, menyatakan bahwa seorang teroris tidak bisa diidentikkan seperti yang terjadi saat ini. “Seorang teroris kedepan bisa jadi bukan seorang yang bercadar , mungkin bisa tampil sebagai sosok seperti Tamara Belzinski” kata Mu’ti pada peluncuran buku “Demi Allah, Aku Jadi Teroris” di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jl Menteng Raya 62, Jakarta Pusat , Kamis (17/12/2009).</p>
<p><a href="http://noveldaajt.blogspot.com/2009/10/novel-demi-allah-aku-jadi-teroris-novel.html"><img alt="teroris" src="https://i0.wp.com/1.bp.blogspot.com/_99ogqfsBje4/StVg09VaBxI/AAAAAAAAAAM/WcYQra9XKMM/S220/cover-novel-DAAJT.jpg" title="aku jadi teroris" class="alignleft" width="156" height="220" /></a>Mu’ti menambahkan bahwa siapapun kita bisa terekrut menjadi seorang teroris, apapun alasannya. “Sehingga terorisme ini menjadi tantangan yang besar bagi kita semua” terangnya.</p>
<p>Menanggapi masalah bagaimana menangani keluarga tersangka teroris yang biasanya bermasalah karena sulit diterima oleh masyarakat, Mu’ti menyatakan bahwa salah satu yang perlu direvisi adalah istilah deradikalisasi yang selama ini. “Sepertinya kok istilah itu terlalu keras, kita perlu mencari istilah lain yang membuat para keluarga pelaku teroris yang menjadi target program tidak merasa seperti orang cacat” lanjutnya.  </p>
<p>Lebih lanjut Mu’ti menyatakan bahwa masalahnya adalah masyarakat kita kadang menghukum orang berdasar kesalahan orang lain. “Yang salah bapaknya, yang ikut dihukum anak dan istrinya” terangnya.</p>
<p>Dalam kajian tentang penanganan keluarga pelaku teroris, Brigjen (Purn) Surya Dharma, Mantan Komandan Densusu 88, menyatakan bahwa selama ini tindakan yang dilakukan adalah dengan merangkul keluarga pelaku teroris dengan mendekatinya sejak penangkapan hingga keluarnya dari tahanan. “Selama ini tidak ada siapapun dan organisasi manapun yang memperhatikan mereka.” Terang Surya Dharma. “Hingga sekarang yang kami lakukan hanya inisiatif kami sendiri, tidak diatur dalam kewajiban dalam kepolisian ketika menangkap mereka”lanjut Surya. “Jadi setiap kami menangkap, keluarga mereka menjadi keluarga kami” tambahnya.</p>
<p>Menanggapi pernyataan Surya Dharma, Budayawan Mohammad Sobari menyatakan bahwa penanganan keluarga teroris atau yang terkenal dengan istilah deradikalisasi itu malah menjadi bermasalah karena tidak ada desain besarnya . “Karena apa yang dilakukan Pak Surya Dharma hanya tergantung aktor, kalau aktornya pension, tindakan berhenti” terangnya.</p>
<p>Sobari sempat menyatakan bahwa sebenarnya pekerjaan mendekati keluarga pelaku teroris agar tidak mengalami masalah sosial atau malah menjadi teroris juga adalah pekerjaan kebudayaan bukan pekerjaan structural. “Saat inilah Densus 88 harus bekerjasama dengan Muhammadiyah atau NU “ sarang Sobari.  </p>
<p>Acara Peluncuran buku karya Damien Demantra ini diprakarsai oleh Ma’arif Institute dan Penerbit Gramedia yang dipandu oleh Andrie Jarot, Presenter TV One. (arif)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/12/18/teroris-bertampang-mirip-tamara-bleszynski/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>35</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/e1968088d7ad544319abb0b763ff1caad7a72a3ae9cd24da8152ec287fc09bfa?s=96&#38;d=https%3A%2F%2F2.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://1.bp.blogspot.com/_Jlsniua1uVs/SSLTjJM8wrI/AAAAAAAAAlw/5i-4GGMmrK8/s400/Tamara-Bleszynski.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tamara bleszynski</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://1.bp.blogspot.com/_99ogqfsBje4/StVg09VaBxI/AAAAAAAAAAM/WcYQra9XKMM/S220/cover-novel-DAAJT.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">aku jadi teroris</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengoreksi Kesalahpahaman tentang Hipnotis</title>
		<link>https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/12/11/mengoreksi-kesalahpahaman-tentang-hipnotis/</link>
					<comments>https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/12/11/mengoreksi-kesalahpahaman-tentang-hipnotis/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Prof. Idiot]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 23:18:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kata Orang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimmoderat.wordpress.com/?p=262</guid>

					<description><![CDATA[T: Apakah belajar Hipnotis itu memakai doa2, isian, ruwat, ritual atau hal hal yang berhubungan dengan spiritual? J: Tidak, ilmu hipnotis tidak ada hubungannya dengan magic atau hal hal yang berbau klenik lainnya, melainkan suatu ilmu psikologi yang berdasarkan phenomena kerja otak manusia, dalam dunia medis sendiri (terutama psikolog dan psikiater) juga diajarkan hipnotis untuk&#160;&#8230; <a href="https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/12/11/mengoreksi-kesalahpahaman-tentang-hipnotis/">Baca lebih lanjut <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>T: Apakah belajar Hipnotis itu memakai doa2, isian, ruwat, ritual atau hal hal yang berhubungan dengan spiritual?</strong></p>
<p>J: Tidak, ilmu hipnotis tidak ada hubungannya dengan magic atau hal hal yang berbau klenik lainnya, melainkan suatu ilmu psikologi yang berdasarkan phenomena kerja otak manusia, dalam dunia medis sendiri (terutama psikolog dan psikiater) juga diajarkan hipnotis untuk tujuan psikoterapi.</p>
<p><strong>T: Apakah belajar Hipnotis bertentangan dengan ajaran agama?</strong></p>
<p>J: Sama sekali tidak, karena yang dipelajari disini adalah ilmu pengetahuan, sama seperti orang yang mempelajari akupunktur sebagai pengobatan alternatif, ilmiah dan sederhana tapi dengan hasil yang luar biasa (menakjubkan).</p>
<p><strong>T: Apakah belajar Hipnotis atau di Hipnotis itu berbahaya?</strong> </p>
<p>J: Sama sekali tidak, ketika seseorang di hipnotis, maka orang itu ada dalam keadaan trance, trance adalah suatu fenomena yang alami, setiap orang minimal 20 kali masuk kedalam trance dalam sehari, misalkan ketika terjebak macet di jalan, di dalam lift, sedang membaca buku yang asyik, nonton drama TV sampai menangis, keasyikan kerja di depan komputer, dansa di diskotek, mendengar cerita yang seru, ketika tidur tidur ayam. Jadi Hipnotis mempergunakan fenomena ini secara metodik dan ilmiah untuk melakukan pemograman pikiran bawah sadar untuk hal hal yang berguna.</p>
<p><strong>T: Apakah Hipnotis sama dengan tindak kejahatan dan penipuan yang biasa diberitakan di media?</strong></p>
<p>J: Sama sekali tidak sama, Hipnotis adalah suatu ilmu pengetahuan ilmiah, jadi tidak bisa melawan hukum hukum alam (dengan Hipnotis manusia tidak bisa dibikin terbang, menghilang, memindahkan sesuatu secara gaib, atau menyuruh orang melakukan sesuatu yang berlawanan dengan kehendak dan nalarnya). Banyak media massa menyamakan kasus kasus kejahatan tersebut dengan hipnotis karena kurangnya pengetahuan mereka tentang Hipnotis, ibaratnya seorang atlit yang diminta untuk menjelaskan tentang suatu karya seni, tentu tidak akan objektif dan rancu bukan?. Saya yakin pendapat mereka akan jauh berbeda jika sudah pernah belajar tentang Hipnotis. Dan itu merupakan tugas kami untuk membenarkan persepsi yang rancu itu kepada masyarakat umum. Di luar negeri Hipnotis sudah diakui secara medis dan praktek sebagai seorang Hypnotherapist merupakan suatu profesi yang legal dan resmi.</p>
<p><strong>T: Apakah semua orang bisa belajar Hipnotis? Apa syarat syaratnya?</strong></p>
<p>J: Ya, semua orang bisa saja mempelajari Hipnotis, untuk belajar hipnotis tidak butuh persyaratan khusus, cukup dengan pikiran terbuka untuk menerima sesuatu yang baru saja.</p>
<p><img alt="Romy Rafael" src="https://i0.wp.com/www.rujakmanis.com/gallery2/d/14722-1/Romy%2BRafael.jpg" title="Romy Rafael" class="alignright" width="227" height="340" /><strong>T: Apa yang bisa dicapai dengan Hipnotis?</strong></p>
<p>J: Aplikasi Hipnotis itu bermacam macam: </p>
<p>1. Untuk terapi (Hypnotherapy) untuk mengatasi stress, trauma, phobia, susah tidur, membuang kebiasaan buruk seperti berhenti merokok, makan berlebihan, kecanduan obat2an dll.</p>
<p>2. Dalam penyelidikan kriminal, mis untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut dari saksi dan korban kejahatan. (Forensik Hipnotis).</p>
<p>3. Untuk pertunjukkan (Stage Hipnotis), seperti acara mas Romy di TV.</p>
<p>4. Untuk mengeluarkan potensi diri seseorang secara maksimum misalkan dalam sport, pendidikan, pekerjaan, bisnis, dan juga pengembangan diri (meningkatkan kepercayaan diri, mempercepat proses pembelajaran suatu keterampilan baru).</p>
<p>5. Dalam dunia kedokteran, misalkan untuk pasien dokter gigi (menghilangkan rasa takut dan rasa sakit), pembedahan tanpa obat bius, mempercepat penyembuhan suatu penyakit, meningkatkan efisiensi kerja obat dokter, menghilangkan rasa sakit para pasien kanker tingkat lanjut (tapi bukan penyembuhan, melainkan meringankan penderitaan pasien kanker yang kesakitan dimana obat anti sakit sudah tidak lagi bekerja efektif) dll.</p>
<p>&#8212;&#8211;<br />
Tulisan di atas merupakan kutipan selektif dari <a href="http://www.klinikhipnotis.com/kho/forum/archive/index.php?t-7.html">KlinikHipnotis.com</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/12/11/mengoreksi-kesalahpahaman-tentang-hipnotis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>16</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/e1968088d7ad544319abb0b763ff1caad7a72a3ae9cd24da8152ec287fc09bfa?s=96&#38;d=https%3A%2F%2F2.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.rujakmanis.com/gallery2/d/14722-1/Romy+Rafael.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Romy Rafael</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pembagian Warisan: Pilih mengikuti hukum Islam ataukah mengikuti suara mayoritas ahli waris?</title>
		<link>https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/12/03/pembagian-warisan-pilih-mengikuti-hukum-islam-ataukah-mengikuti-suara-mayoritas-ahli-waris/</link>
					<comments>https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/12/03/pembagian-warisan-pilih-mengikuti-hukum-islam-ataukah-mengikuti-suara-mayoritas-ahli-waris/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Prof. Idiot]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 16:31:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Lengkap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimmoderat.wordpress.com/?p=216</guid>

					<description><![CDATA[Aku sering menjumpai kasus pembagian warisan di kalangan &#8220;kaum santri&#8221; sebagai berikut. Seorang ahli waris menghendaki pembagian menurut hukum Islam, sedangkan para ahli waris lainnya menghendaki pembagian secara &#8220;kekeluargaan&#8221; atas dasar &#8220;musyawarah&#8221; (atau &#8220;demokrasi&#8221;). Kepada pihak mana kita berpihak? Kalau aku sih memilih berpihak kepada hukum Islam meskipun akibatnya adalah bahwa diriku menjadi tidak disukai&#160;&#8230; <a href="https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/12/03/pembagian-warisan-pilih-mengikuti-hukum-islam-ataukah-mengikuti-suara-mayoritas-ahli-waris/">Baca lebih lanjut <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Aku sering menjumpai kasus pembagian warisan di kalangan &#8220;kaum santri&#8221; sebagai berikut. Seorang ahli waris menghendaki pembagian menurut hukum Islam, sedangkan para ahli waris lainnya menghendaki pembagian secara &#8220;kekeluargaan&#8221; atas dasar &#8220;musyawarah&#8221; (atau &#8220;demokrasi&#8221;). Kepada pihak mana kita berpihak? Kalau aku sih memilih berpihak kepada hukum Islam meskipun akibatnya adalah bahwa diriku menjadi tidak disukai atau bahkan dibenci oleh banyak orang.</p>
<p>Bagiku sendiri, &#8220;kaum santri&#8221; yang tidak mau berpegang kepada hukum Islam itu &#8220;munafiq&#8221;. Penyingkiran hukum Islam dari ranah kehidupan kita itu merupakan kemungkaran. Kalau bisa, aku ingin melawannya dengan &#8220;tangan&#8221; (kekuatan), tapi aku kekurangan daya. Ingin pula aku menentangnya dengan &#8220;lidah&#8221; (kata-kata), tapi aku tak fasih berkata-kata di depan mereka. Namun setidak-tidaknya aku dapat menyikapinya dengan &#8220;hati&#8221; (doa).</p>
<p>Aku sendiri menghargai perbedaan pendapat dalam penerapan hukum Islam. Aku menghargai hasil ijtihad yang berbeda-beda. Namun, aku kurang bisa menghargai pandangan yang dilandasi hawa nafsu. Yang aku lihat, &#8220;kaum santri munafiq&#8221; tersebut tidak menyatakan diri bersikap berdasarkan ijtihad. Padahal, kalau bukan berdasarkan ijtihad, lantas berlandaskan apa? Berdasarkan nafsu &#8220;ingin menjaga nama baik keluarga&#8221;?</p>
<p>Ada &#8220;santri munafiq&#8221; yang beralasan bahwa mereka tidak berpaling dari hukum Islam. Mereka berniat baik hendak menjaga ukhuwah, katanya. Dengan menjaga ukhuwah itu, mereka berarti menjalankan tuntunan Islam.</p>
<p>Kalau begitu, pertanyaanku:<br />
Mengapa Islam mengajarkan pembagian warisan secara eksak dan rinci?<br />
Kalau memang kehendak menjaga ukhuwah itu berada di atas segala pertimbangan lain, bukankah Islam tidak perlu mengajarkan hukum pembagian warisan secara eksak dan rinci?<br />
Kalau memang kehendak menjaga ukhuwah itu berada di atas segala pertimbangan lain, tidakkah mestinya Allah itu cukup memerintahkan kita untuk bermusyawarah saja mengenai bagaimana pembagiannya?<br />
Apakah tidak bisa diartikan bahwa justru berpegang kepada hukum Islamlah yang lebih menjamin ukhuwah islamiyah dan bukan &#8220;ukhuwah jahiliyah&#8221;?</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/12/03/pembagian-warisan-pilih-mengikuti-hukum-islam-ataukah-mengikuti-suara-mayoritas-ahli-waris/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>4</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/e1968088d7ad544319abb0b763ff1caad7a72a3ae9cd24da8152ec287fc09bfa?s=96&#38;d=https%3A%2F%2F2.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sepeda Motor Diharamkan untuk Pawai Idul Adha</title>
		<link>https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/11/26/sepeda-motor-diharamkan-untuk-pawai-idul-adha/</link>
					<comments>https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/11/26/sepeda-motor-diharamkan-untuk-pawai-idul-adha/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Prof. Idiot]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 05:06:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Lengkap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimmoderat.wordpress.com/?p=214</guid>

					<description><![CDATA[Di sejumlah daerah di Indonesia, Idul Adha dirayakan dengan lebih meriah daripada Idul Fitri. Kemeriahannya antara lain terlihat dalam pawai takbir keliling dengan menggunakan kendaraan bermotor. Namun tentunya, perayaan itu tidak boleh berlebihan. Sebagaimana pada pawai jalanan seperti pada kampanye pemilu, lalu lintas kita perlu lebih diatur demi keamanan dan ketertiban bersama. Karena itu, aku&#160;&#8230; <a href="https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/11/26/sepeda-motor-diharamkan-untuk-pawai-idul-adha/">Baca lebih lanjut <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Di sejumlah daerah di Indonesia, Idul Adha dirayakan dengan lebih meriah daripada Idul Fitri. Kemeriahannya antara lain terlihat dalam pawai takbir keliling dengan menggunakan kendaraan bermotor. Namun tentunya, perayaan itu tidak boleh berlebihan. Sebagaimana pada pawai jalanan seperti pada kampanye pemilu, lalu lintas kita perlu lebih diatur demi keamanan dan ketertiban bersama. Karena itu, aku mendukung keputusan Pemerintah Kota Batam yang &#8220;mengharamkan&#8221; alias melarang sepeda motor mengikuti pawai keliling pada malam takbir Idul Adha 1430 H:</p>
<p><span id="more-214"></span></p>
<blockquote><p>Sepeda Motor Dilarang Ikut Pawai Idul Adha<br />
By Republika Newsroom<br />
Kamis, 26 November 2009 pukul 10:13:00</p>
<p>BATAM&#8211;Pemerintah Kota Batam melarang pengendara sepeda motor mengikuti pawai keliling pada malam takbir Idul Adha 1430 H, Jumat (27/11). Takbir keliling hanya boleh diikuti kendaraan roda empat.</p>
<p>&#8220;Berdasarkan rapat koordinasi antara Panitia Hari Besar Islam Kota Batam dengan Sat Lantas Poltabes Barelang, kendaraan roda dua tidak diperbolehkan ikut pawai keliling,&#8221; kata Kabag Humas Pemkot Batam, Yusfa Hendri di Batam, Rabu (25/11).</p>
<p>Menurut Yusfa, larangan tersebut untuk menghindari kecelakaan yang biasa terjadi dalam pawai. &#8220;Selain untuk menghindari kecelakaan lalu lintas dan kemacetan arus lalu lintas di jalan raya, juga agar syiar merayakan Idul Adha diperingati tidak dengan ugal-ugalan oleh pengendara roda dua,&#8221; kata Yusfa.</p>
<p>Ia mengatakan, pawai keliling Idul Adha akan diikuti perwakilan 12 kecamatan yang ada di Batam dan organisasi masyarakat.<br />
Seperti tahun-tahun sebelumnya, pemerintah kota Batam memperlombakan kendaraan yang ikut pawai keliling, kata dia.</p>
<p>Pawai keliling, kata dia, akan melalui rute Masjid Raya melewati Simpang Kabil, Simpang Jam, Simpang Baloi Centre, Tanjung Uma, Nantongga, Polsek Batu Ampar, Seraya Atas, Simpang Ramco, Simpang Kuda Atas, Simpang Sei Panas, Simpang Bundaran Regata dan finish di Masjid Raya.</p>
<p>Sementara itu, Kantor perwakilan Departemen Agama di Batam menetapkan 364 lokasi Shalat Idul Adha 1430H.</p>
<p>Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan direncanakan menunaikan Shalat Idul Adha di Masjid Raya, Batam Centre. Khatib di Masjid Raya adalah Jamaluddin Noor dan imam Muslim Ahmad, serta bilal M Hasyim.</p>
<p>Pemerintah Kota Batam menyumbang 11 ekor sapi dan 15 ekor kambing dalam pelaksanaan idul kurban. Hewan potong disebar di beberapa pusat pemotongan hewan kurban di Kota Batam. &#8220;Kegiatan pemotongan hewan lembu tidak hanya dipusatkan di Masjid Raya Betam Centre, tapi juga ditempat-tempat yang masyarakatnya sangat membutuhkann bantuan daging qurban tersebut,&#8221; kata Yusfa. ant/rin
</p></blockquote>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/11/26/sepeda-motor-diharamkan-untuk-pawai-idul-adha/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/e1968088d7ad544319abb0b763ff1caad7a72a3ae9cd24da8152ec287fc09bfa?s=96&#38;d=https%3A%2F%2F2.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apakah kita ini hamba Allah ataukah hamba internet?</title>
		<link>https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/11/09/apakah-kita-ini-hamba-allah-ataukah-hamba-internet/</link>
					<comments>https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/11/09/apakah-kita-ini-hamba-allah-ataukah-hamba-internet/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Prof. Idiot]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 15:15:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Singkat]]></category>
		<category><![CDATA[Tasawuf]]></category>
		<category><![CDATA[hamba Allah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimmoderat.wordpress.com/?p=260</guid>

					<description><![CDATA[Dalam daftar penyumbang, misalnya untuk membantu korban gempa atau pun lainnya, tak jarang kita jumpai bahwa penyumbangnya ialah Hamba Allah. Semoga mereka itu benar-benar hamba Allah. Semoga pula kita terdorong untuk juga menjadi Allah. Aku sendiri takut menjuluki diriku Hamba Allah. Aku malu kepada-Nya. Di benakku seolah-olah terdengar suara-Nya, &#8220;Hai, Shodiq! Benarkah kamu hamba-Ku? Tidakkah&#160;&#8230; <a href="https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/11/09/apakah-kita-ini-hamba-allah-ataukah-hamba-internet/">Baca lebih lanjut <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam daftar penyumbang, misalnya untuk membantu korban gempa atau pun lainnya, tak jarang kita jumpai bahwa penyumbangnya ialah Hamba Allah. Semoga mereka itu benar-benar hamba Allah. Semoga pula kita terdorong untuk juga menjadi Allah.</p>
<p>Aku sendiri takut menjuluki diriku Hamba Allah. Aku malu kepada-Nya. Di benakku seolah-olah terdengar suara-Nya, &#8220;Hai, Shodiq! Benarkah kamu hamba-Ku? Tidakkah kamu adalah hamba internet? Bukankah kamu keasyikan ngakses internet berjam-jam setiap hari? Bukankah untuk menyembah Diriku melalui shalat, kamu melakukannya hanya beberapa menit setiap harinya?&#8221;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/11/09/apakah-kita-ini-hamba-allah-ataukah-hamba-internet/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>6</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/e1968088d7ad544319abb0b763ff1caad7a72a3ae9cd24da8152ec287fc09bfa?s=96&#38;d=https%3A%2F%2F2.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hukum Berjabat Tangan Seusai Shalat</title>
		<link>https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/11/08/hukum-berjabat-tangan-seusai-shalat/</link>
					<comments>https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/11/08/hukum-berjabat-tangan-seusai-shalat/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Prof. Idiot]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 14:58:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kata Orang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimmoderat.wordpress.com/?p=257</guid>

					<description><![CDATA[aq 5u nanya nich hukumnya berjabat tangan sesudah salat gmn?mkch Jawaban M Shodiq Mustika: Bila jabat tangan seusai shalat berjamaah itu diperlakukan sebagai ritual (dalam rangka penyempurnaan ibadah shalat), maka menurutku itu tergolong bid&#8217;ah yang terlarang. Namun bila jabat tangan tersebut diperlakukan sebagai muamalah (dalam rangka mempererat tali silaturrahim), maka insya&#8217;Allah itu tergolong amal yang&#160;&#8230; <a href="https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/11/08/hukum-berjabat-tangan-seusai-shalat/">Baca lebih lanjut <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>aq 5u nanya nich hukumnya berjabat tangan sesudah salat gmn?mkch</p></blockquote>
<p>Jawaban M Shodiq Mustika:</p>
<p>Bila jabat tangan seusai shalat berjamaah itu diperlakukan sebagai ritual (dalam rangka penyempurnaan ibadah shalat), maka menurutku itu tergolong bid&#8217;ah yang terlarang. Namun bila jabat tangan tersebut diperlakukan sebagai muamalah (dalam rangka mempererat tali silaturrahim), maka insya&#8217;Allah itu tergolong amal yang berpahala, terutama bila kedua orang yang berjabat tangan itu belum bertemu sebelum shalat.</p>
<p><span id="more-257"></span>Untuk lebih memahami persoalan ini, silakan perhatikan dua kutipan berikut ini.</p>
<blockquote><p><a href="http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&amp;menu=news_view&amp;news_id=9787">Berjabat Tangan Usai Sholat</a><br />
<a href="http://www.nu.or.id/" rel="nofollow">http://www.nu.or.id/</a><br />
24/07/2007</p>
<p>Sudah berlaku di masyarakat kita, setelah selesai sholat berjama’ah, satu sama lain saling bersalaman. Apakah itu ada dasar hukumnya, lantas apa faedahnya?</p>
<p>Bersalaman antar sesama muslim memang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Hal itu dimaksudkan agar persaudaraan semakin kuat, persatuan semakin kokoh. Salah satu bentuknya adalah anjuran untuk bersalaman ketika bertemu. Bahkan jika ada saudara muslim yang datang dari bepergian jauh, misalnya habis melaksanakan ibadah haji, maka disunnahkan juga saling berangkulan (mu’anaqah).</p>
<p>Diriwayatkan dari Al-Barra’ bin Azib, Rasulullah SAW bersabda bahwa dua orang yang bertemu dan bersalaman akan diampuni dosa mereka sebelum berpisah. (HR Ibnu Majah)</p>
<p>Berdasarkan hadits inilah ulama Syafi’iyyah mengatakan bahwa bersalaman setelah sholat hukumnya sunnah. Kalaupun perbuatan itu dikatakan bid’ah (hal baru) karena tidak ada penjelasan mengenai keutamaan bersalaman usai sholat, maka bid’ah yang dimaksud di sini adalah bid’ah mubahah, yang diperbolehkan. </p>
<p>Imam Nawawi menyatakan, bersalaman sangat baik dilakukan. Sempat ditanyakan, bagaimana dengan bersalaman yang dilakukan usai shalat? Menurut Imam Nawawi, salaman usai shalat adalah bid’ah mubahah dengan rincian hukum sebagai berikut: Jika dua orang yang bersalaman sudah bertemu sebelum shalat maka hukum bersalamannya mubah saja, dianjurkan saja, namun jika keduanya berlum bertemu sebelum shalat berjamaah hukum bersalamannya menjadi sunnah, sangat dianjurkan. (Dalam <em>Fatâwî al-Imâm an-Nawâwî</em>)</p>
<p>Bahkan sebagian ulama mengatakan, orang yang sholat itu sama saja dengan orang yang ghaib alias tidak ada di tempat karena bepergian atau lainnya. Setelah sholat, seakan-akan dia baru datang dan bertemu dengan saudaranya. Maka ketika itu dianjurkan untuk berjabat tangan. Keterangan ini diperoleh dari kitab <em>Bughyatul Muytarsyidîn</em>.</p>
<p>Jadi bisa disimpulkan, hukum bersalaman usai shalat adalah mubah atau boleh, bahkan menjadi sunnah jika sebelum shalat kedua orang yang bersalaman belum bertemu.</p>
<p>KH. Muhyiddin Abdusshomad<br />
<em>Ketua PCNU Jember, Jawa Timur</em></p></blockquote>
<blockquote><p> Berjabat Tangan setelah Shalat<br />
<a href="http://bincang.net/forum/archive/index.php/t-53235.html">http://bincang.net/forum/archive/index.php/t-53235.html</a></p>
<p>Tidak diketahui ada seorang shahabat dan satu pun ulama’ salaf Rahimahullah &#8216;Alihim jika seusai shalat, mereka menoleh ke arah kanan dan arah kiri sambil bersalaman dengan orang-orang yang berada di sekitarnya. Seandainya mereka memang melakukan hal itu, pasti kita akan menukil berita tersebut dari mereka sekalipun dengan sanad yang dha’if. Begitu juga dengan para ulama’ yang menyelami lautan ‘ilmu, pasti akan dinukilkan berita itu untuk kita. Jika memang riwayat itu ada, pasti mereka semua akan memunculkan banyak sekali hukum tentang masalah ini. (Tamaam al Kalaam fii Bid’ah al Mushaafahah Ba’d al Salaam hal. 24-25 dan di dalam kitab al Masjiid fii al Islaam hal. 225).</p>
<p>Al Muhaddits Syaikh Muhammad Nashirudiin Al Albani berkata di dalam al Silsilah al Shahihah (I/23) sebagai berikut: “Adapun berjabat tangan selepas shalat maka dianggap sebagai sesuatu bid’ah. Kecuali bagi kedua orang yang sebelumnya sama sekali belum bertemu, maka dianggap sebagai perbuatan sunnah.” Al Kanawi berkata: “Selain itu para ulama’ bermadzhab Hanafi, Syafi’i dan Maliki menganggap berjabat tangan seusai shalat sebagai perbuatan makruh dan sebagai bid’ah. Dikatakan dalam kitab al Multaqath: “Berjabat tangan seusai shalat merupakan sesuatu yang dimakruhkan dalam kondisi apapun. Karena para shabat tidak pernah berjabat tangan setelah shalat. Selain itu berjabat tangan seusai shalat termasuk kebiasaan yang dikerjakan oleh orang-orang Rafidhah (syi’ah –pen.).” Dari kalangan madzhab Syafi’i, al Hafidz Ibn Hajar al Atsqalani berkata: “Berjabat tangan yang dikerjakan orang seusai shalat lima waktu merupakan hal yang dimakruhkan. Karena perbuatan itu tidak memiliki dasar dalam syari’at Islam.” (al Si’aayah fii al Kasyf ‘ammaa fii Syarh al Wiqaayah hal. 264).</p>
<p>Sesuatu yang masih diperselisihkan statusnya antara makruh ataukah sunnah, maka dianggap sebagai sesuatu yang tidak boleh dikerjakan. Karena menolak kemudharatan itu lebih diutamakan ketimbang menarik kemaslahatan.</p>
<p>Padahal berjabat tangan (seusai shalat) disangka oleh orang-orang jaman sekarang sebagai sesuatu yang terpuji. Bahkan mereka akan mencela orang yang mencegah perbuatan tersebut.</p>
<p>Mereka tetap saja melakukan hal itu meskipun diingatkan berkali-kali. Padahal mengerjakan sesuatu yang hukumnya sunah secara kontinu bisa mengakibatkan makruh. Bagaimana jika mengerjakan perbuatan bid’ah dan tidak memiliki dasar dalam syari’at secara kontinu? Jika demikian, maka tidak perlu disangsikan lagi bahwa berjabat tangan seusai shalat hukumnya makruh. Inilah tujuan orang yang memfatwakannya sebagai sebuah perbuatan yang dibenci. Padahal sebenarnya hukum makruh ini telah dinukil dari dari para ulama’ pendahulu.</p>
<p>Syaikh Masyhur bin Hasan Salman berkata: “Yang perlu aku peringatkan bahwa seorang muslim tidak boleh memotong atau menghen-tikan tasbih saudaranya sesama muslim kecuali karena ada sebab syar’i. Pada-hal yang banyak kami saksikan dewasa ini, banyak sekali kaum muslimin yang memutus dzikir-dzikir yang disunahkan dibaca saudaranya setelah shalat dengan cara mengulurkan tangan kepada mereka untuk berjabat tangan. Padahal dengan mengajak mereka berjabat tangan berarti telah memutus hubungan tasbih dan dzikir yang sedang dijalin dengan Allah Ta’aala.</p>
<p>Jika memang seseorang pertama kali berjumpa, maka hendaknya kedua-nya saling berjabat tangan dengan lembut dan penuh kasih. Dengan demi-kian sekarang menjadi jelas mengapa berjabat tangan bisa berubah statusnya menjadi sesuatu yang bid’ah. Berapa banyak orang yang pandai memberikan mau’idzah dan ahli memberikan nasehat, namun dia tetap mengerjakan hal yang melanggar sunah ini. (Tamaam al Kalaam fii Bid’ah al Mushaafahah Ba’d al Salaam hal. 23).</p>
<p>Wallahu A’lam Bishshawab</p>
<p>Rujukan:</p>
<p>   1.      Quthuf minasy Syamailil Muhammadiyati wal Akhlaqin Nabawiyati wal Adabil Islamiyah (terjemahan) Karya Muhammad bin Jamil Zainu.<br />
   2.      Al Qawl al Mubiin fii Akhtaa al Mushalliin (terjemahan) Karya Abu ‘Ubaidah Mashur bin Hasan bin Salman.</p>
<p>(kedua-dua penulis tersebut adlh murid kpd Imam Al-Albani Rahimahullah)</p></blockquote>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/11/08/hukum-berjabat-tangan-seusai-shalat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>4</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/e1968088d7ad544319abb0b763ff1caad7a72a3ae9cd24da8152ec287fc09bfa?s=96&#38;d=https%3A%2F%2F2.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Takwil Mimpi: Bertemu &#8220;Rasulullah&#8221; yang sedang menenggelamkan umat yang maksiat</title>
		<link>https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/07/11/takwil-mimpi-bertemu-rasulullah-yang-sedang-menenggelamkan-umat-yang-maksiat/</link>
					<comments>https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/07/11/takwil-mimpi-bertemu-rasulullah-yang-sedang-menenggelamkan-umat-yang-maksiat/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Prof. Idiot]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Jul 2009 14:55:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kata Orang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimmoderat.wordpress.com/?p=255</guid>

					<description><![CDATA[Ass,,Ustad saya mau tanya ttg tafsir mimpi saya dulu sya waktu smp pernah mimpi bertemu rosululoh saw disuatu pemerintahan kerajaan di pemerintahan itu ada rakyat yang banyak melakukan maksiat pada saat saya melihat rosullulloh ketika itu rosulluloh memercikan sedikit air pada masyarakat tersebut kemudian terjadilah banjir yg amat besar dan saya memanggil dan berkata pada&#160;&#8230; <a href="https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/07/11/takwil-mimpi-bertemu-rasulullah-yang-sedang-menenggelamkan-umat-yang-maksiat/">Baca lebih lanjut <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Ass,,Ustad saya mau tanya ttg tafsir mimpi saya dulu sya waktu smp pernah mimpi bertemu rosululoh saw disuatu pemerintahan kerajaan di pemerintahan itu ada rakyat yang banyak melakukan maksiat pada saat saya melihat rosullulloh ketika itu rosulluloh memercikan sedikit air pada masyarakat tersebut kemudian terjadilah banjir yg amat besar dan saya memanggil dan berkata pada rosul sebelum memercikkan air tersebut ”jangan ya rosullulloh” tetapi rosullulloh tetap memercikkan air tersebut kemudian terjadilah banjir yang banyak menenggelamkan rakyat tersebut, kemudian rosull berlahan lahan menjauh dan hilang sambil saya terus memanggil rosulluloh rosululoh.. ustad mohon ditafsirkan mimpi sya karena sya pensran ktnya yng mimpi bertemu rosull itu emang benar……..</p></blockquote>
<p>Tanggapan M Shodiq Mustika: </p>
<p>Ada banyak orang yang salah sangka bahwa bila mimpi bertemu Nabi Muhammad saw maka pastilah &#8220;itu emang benar&#8221;. Mereka menggunakan dalil:</p>
<p>”Barangsiapa yang melihatku di saat tidur maka seakan-akan dia melihatku pada saat terjaga; dan setan tidaklah dapat menyerupaiku.” (HR. Bukhari)</p>
<p>Masalahnya: Benarkah dalam mimpimu itu dirimu bertemu dengan Rasulullah saw? Bagaimana bisa yakin bahwa itulah Rasulullah sedangkan kita tidak mengenal wajah Rasulullah?</p>
<p><span id="more-255"></span>Kita bisa mengeveluasinya dengan sifat-sifat Rasulullah saw sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur&#8217;an dan Al-Hadits. Apabila sifat &#8220;rasulullah&#8221; di dalam mimpi itu sesuai dengan sifat Rasulullah saw sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur&#8217;an dan Al-Hadits, maka mungkin saja dirimu memang bertemu Rasulullah saw dalam mimpi tersebut. Namun kalau sifat &#8220;rasulullah&#8221; di dalam mimpi itu tidak sesuai dengan sifat Rasulullah saw sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur&#8217;an dan Al-Hadits, maka mungkin itu adalah setan yang mengaku-aku sebagai beliau.</p>
<p>Karena itu, marilah sekarang kita kaji apakah Rasulullah saw. suka membasmi umat yang maksiat. Mari kita perhatikan hadits-hadits shahih berikut ini.</p>
<blockquote><p>Dari Ummu Habibah r.a. berkata bahwa Nabi Muhammad saw. bersabda, &#8220;Telah ditunjukkan kepadaku apa-apa yang akan terjadi pada umatku. Mereka saling membunuh, sehingga aku bersedih karenanya; dan begitu jugalah umat-umat sebelum mereka. Maka aku memohon kepada Allah agar memberikan hak syafa&#8217;at kepada umatku pada hari kiamat, dan Allah mengabulkannya.&#8221; (HR Baihaqi, Hakim, Ibnu Abi &#8216;Ashim dan yang lainnya. Lihat <em>ash-Shahihah</em> 1440.)</p></blockquote>
<blockquote><p>Dari &#8216;Abdurrahman bin &#8216;Uqail r.a. berkata, &#8220;&#8230; Seorang diantara kami berkata, &#8216;Wahai Rasulullah! Mengapa engkau tidak meminta kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman?&#8217; Beliau tertawa seraya bersabda, &#8216;Mungkin sahabatmu ini [yaitu Nabi Muhammad] mempunyai sesuatu yang lebih baik daripada kerajaan Nabi Sulaiman a.s.. Sesungguhnya Allah tidak mengutus seorang Nabi, kecuali pasti Allah memberinya satu doa mustajab. Diantara mereka ada yang meminta kenikmatan dunia, mereka pun mendapatkannya. Ada yang meminta pembasmian umatnya [yang membangkang], maka umat itu pun binasa karenanya. Begitu pula, sesungguhnya Allah telah memberiku [kesempatan untuk] satu doa [yang pasti mustajab], tetapi aku menyimpannya di sisi Allah sebagai syafaat untuk umatku pada hari kiamat nanti.'&#8221; (HR Thabrani, Bazzar, dengan sanad bagus. Syaikh al-albani menshahihkannya. Lihat <em>Takhrij as-Sunnah</em> 724)</p></blockquote>
<blockquote><p>Dari Abdullah bin Amr bin Ash r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, &#8220;Ada sebagian dari umat ini yang akan masuk neraka dan tidak ada yang tahu berapa jumlahnya selain Allah, hal itu dikarenakan oleh kemaksiatan mereka kepada Allah, keberanian mereka untuk berbuat maksiat kepada Allah dan keluarnya mereka dari ketaatan kepada-Nya, tetapi kemudian aku diberi izin untuk memberi syafaat, maka aku segera memuji-Nya sambil berdiri, kemudian dikatakan kepadaku, &#8216;Angkatlah kepalamu. Mintalah, engkau akan diberi. Dan berilah syafaat, engkau akan diberi [hak] syafa&#8217;at.'&#8221; (HR Ahmad. Syaikh al-Albani menshahihkannya dalam <em>Shahih at-Targhib wa at-Tarhib</em> 3639.)</p></blockquote>
<p>Hadits-hadits shahih tersebut menunjukkan bahwa membinasakan umat yang maksiat bukanlah sifat Nabi Muhammad saw. Jadi, di mimpi tersebut kamu tidak benar-benar berjumpa dengan beliau. Aku menduga, itu adalah setan yang mengaku-aku sebagai beliau dan hendak menjerumuskan dirimu. Mungkin saja setan menampilkan diri dalam sosok yang begitu agung, sehingga kau menyangka dia Rasulullah. Karena itu, berlindunglah kepada Allah dari segala godaan setan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/07/11/takwil-mimpi-bertemu-rasulullah-yang-sedang-menenggelamkan-umat-yang-maksiat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>9</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/e1968088d7ad544319abb0b763ff1caad7a72a3ae9cd24da8152ec287fc09bfa?s=96&#38;d=https%3A%2F%2F2.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Takwil Mimpi Bertemu Wanita Cantik Berjilbab</title>
		<link>https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/07/04/takwil-mimpi-bertemu-wanita-cantik-berjilbab/</link>
					<comments>https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/07/04/takwil-mimpi-bertemu-wanita-cantik-berjilbab/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Prof. Idiot]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Jul 2009 14:53:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kata Orang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimmoderat.wordpress.com/?p=250</guid>

					<description><![CDATA[Pak Shodiq, sebelumnya saya mau berterimakasih pada bapak karena sudah banyak memberikan jalan keluar pada saya atas masalah2 saya sebelumnya. Pak Shodiq minggu lalu saya pernah bermimpi kalau saya melihat seorang wanita berjilbab berjualan dengan usia sekitar 30 – 40 tahun, saya membeli sesuatu darinya tapi subhanallah wajahnya sangat mirip sekali dengan saya, bhkan saya&#160;&#8230; <a href="https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/07/04/takwil-mimpi-bertemu-wanita-cantik-berjilbab/">Baca lebih lanjut <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Pak Shodiq, sebelumnya saya mau berterimakasih pada bapak karena sudah banyak memberikan jalan keluar pada saya atas masalah2 saya sebelumnya. Pak Shodiq minggu lalu saya pernah bermimpi kalau saya melihat seorang wanita berjilbab berjualan dengan usia sekitar 30 – 40 tahun, saya membeli sesuatu darinya tapi subhanallah wajahnya sangat mirip sekali dengan saya, bhkan saya sempat berpikir dalam mimpi saya kalau saya mungkin akan seperti wanita tersebut ketika saya sudah seumur itu. Wanita itu tersenyum melihat saya karena saya sangat kaget saat melihat kemiripan kami,tapi subhanallah pak ada yang sangat jauh berbeda di antara kami. Wanita tersebut adalah wanita yang tersenyum pada saya dengan begitu indahnya,saya seolah melihat ketulusan,keikhlasan &amp; kesabaran di dalam dirinya, saya seolah melihat kemuliaan akhlak wanita itu. Saya bahkan sempat seperti mendengar ada seorang laki2 yg memanggilnya dari dalam rumahnya, sepertinya laki2 itu sedang sakit tapi saya tdk tau apakah laki2 itu bapaknya atau suaminya, dan saya terbangun pukul 2.30 pagi hati saya merasa sangat sedih sekali karena seolah saya rindu melihat wajah yg indah itu, saya sangat ingin sekali punya kesempatan untuk bertemu lagi dengannya. Sampai sekarang wajah wanita itu masih mengganggu pikiran saya karena begitu indahnya Allah menciptakan dia, jika mengingat hal itu hati saya selalu merasa gemetar dalam kesedihan &amp; kegelisahan. Saya sudah berusaha menceritakan hal ini pada teman2 saya tp tanggapan mereka tetap belum bisa menenangkan hati saya jika mengingatnya lagi. Untuk itu saya sangat berharap agar pak Shodiq mau membantu saya untuk mengartikan mimpi saya tersebut, karena mimpi tersebut seperti menyimpan sesuatu yang sangat berarti bagi saya.</p></blockquote>
<p>Tanggapan M Shodiq Mustika: <span id="more-250"></span></p>
<p>Subhaanallaah&#8230; Aku merasa iri mengetahui kamu bermimpi sebagus itu. </p>
<p>Aku yakin, gambaran &#8220;wanita berjilbab&#8221; tersebut merupakan perlambang buah dari amal shalihmu. Insya&#8217;Allah dia akan kau jumpai kelak di akhirat sebagai pelayan atau sahabatmu. Untuk itu, kau perlu &#8220;menjual&#8221; dirimu kepada Allah SWT dengan tulus-ikhlas dan penuh kesabaran. </p>
<p>&#8220;Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu&#8217;min diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. Janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur&#8217;an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.&#8221; (QS at-Tawbah [9]: 111)</p>
<p>Selain itu, mimpi tersebut merupakan petunjuk agar kau bertaubat sepenuhnya, bukan setengah-setengah. Dengan kata lain, berserah-dirilah kepada-Nya seutuhnya.</p>
<p>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu. Tetapi, jika kamu menyimpang (dari jalan Allah) sesudah datang kepadamu bukti-bukti kebenaran, maka ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa dan Maha Bijaksana.&#8221; (QS al-Baqarah [2]: 208-209)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/07/04/takwil-mimpi-bertemu-wanita-cantik-berjilbab/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/e1968088d7ad544319abb0b763ff1caad7a72a3ae9cd24da8152ec287fc09bfa?s=96&#38;d=https%3A%2F%2F2.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sudahkah kita mendalami Islam, khususnya mengenai pra-nikah?</title>
		<link>https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/06/27/sudahkah-kita-mendalami-islam-khususnya-mengenai-pra-nikah/</link>
					<comments>https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/06/27/sudahkah-kita-mendalami-islam-khususnya-mengenai-pra-nikah/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Prof. Idiot]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2009 13:50:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kata Orang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimmoderat.wordpress.com/?p=248</guid>

					<description><![CDATA[Saya mau tanya bagaimana cara mencari seorang pendamping hidup yang soleh? dulu saya pernah punya pacar, tapi setelah saya lebih mendalami tentang Islam saya jadi tau bahwa di Islam itu tidak ada yang namanya pacaran, dan sudah 4 tahun saya tidak punya pacar dan usia saya sudah 21 tahun. ibu saya selalu bertanya mana pacarnya?&#160;&#8230; <a href="https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/06/27/sudahkah-kita-mendalami-islam-khususnya-mengenai-pra-nikah/">Baca lebih lanjut <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Saya mau tanya bagaimana cara mencari seorang pendamping hidup yang soleh? dulu saya pernah punya pacar, tapi setelah saya lebih mendalami tentang Islam saya jadi tau bahwa di Islam itu tidak ada yang namanya pacaran, dan sudah 4 tahun saya tidak punya pacar dan usia saya sudah 21 tahun. ibu saya selalu bertanya mana pacarnya? terkadang saya sedih kalau ditanya seperti itu, dan kalaupun saya punya pacar saya takut akan berbuat zina. bagaimana solusinya?</p></blockquote>
<p>Jawaban M Shodiq Mustika:</p>
<p>Benarkah kamu &#8220;<strong>lebih</strong> mendalami tentang Islam&#8221;? Maaf, aku meragukan pernyataanmu. Sebab, orang yang benar-benar sudah mendalami Islam tentu akan menyadari betapa dia belum banyak tahu tentang Islam. Lain halnya dengan orang yang baru mempelajari Islam sebatas &#8220;kulit&#8221;-nya saja. Ia mengira sudah tahu, padahal banyak hal yang belum diketahuinya.</p>
<p>Pernyataanmu bahwa kamu &#8220;jadi tau bahwa di Islam itu tidak ada yang namanya pacaran&#8221; itu menunjukkan bahwa kamu belum memahami ilmu ushul fiqih. Kamu tampaknya belum tahu bahwa menurut kaidah dari ushul fiqih, semua hubungan antarmanusia (termasuk pacaran) itu boleh, kecuali yang terlarang secara qath&#8217;i. (Dalam kaitannya dengan pacaran, yang terlarang secara qath&#8217;i adalah mendekati zina. Jadi, selama tidak mendekati zina, pacaran itu tidak terlarang.)</p>
<p>Kalau sekarang kamu mau mengakui bahwa kamu belum begitu mendalami ajaran Islam tentang pranikah, sehingga mau mempelajarinya lagi dan lagi, aku persilakan dirimu menyimak &#8220;<a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2008/03/01/konsep-mencari-jodoh-secara-islami/">konsep mencari jodoh secara islami</a>&#8221; dan postingan-postingan di sini yang ber-tag &#8220;pacaran islami&#8221;: <a href="http://muslimromantis.wordpress.com/tag/pacaran-islami/">http://muslimromantis.wordpress.com/tag/pacaran-islami/</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/06/27/sudahkah-kita-mendalami-islam-khususnya-mengenai-pra-nikah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>4</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/e1968088d7ad544319abb0b763ff1caad7a72a3ae9cd24da8152ec287fc09bfa?s=96&#38;d=https%3A%2F%2F2.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dalam menjalani Islam, utamakanlah yang mudah/ringan!</title>
		<link>https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/06/26/dalam-menjalani-islam-utamakanlah-yang-mudahringan/</link>
					<comments>https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/06/26/dalam-menjalani-islam-utamakanlah-yang-mudahringan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Prof. Idiot]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2009 13:41:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Lengkap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimmoderat.wordpress.com/?p=244</guid>

					<description><![CDATA[MEMPRIORITASKAN PERSOALAN YANG RINGAN DAN MUDAH ATAS PERSOALAN YANG BERAT DAN SULIT DI ANTARA prioritas yang sangat dianjurkan di sini, khususnya dalam bidang pemberian fatwa dan da&#8217;wah ialah prioritas terhadap persoalan yang ringan dan mudah atas persoalan yang berat dan sulit. Berbagai nash yang ada di dalam al-Qur&#8217;an dan Sunnah Nabi saw menunjukkan bahwa yang&#160;&#8230; <a href="https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/06/26/dalam-menjalani-islam-utamakanlah-yang-mudahringan/">Baca lebih lanjut <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>MEMPRIORITASKAN PERSOALAN YANG RINGAN DAN MUDAH<br />
ATAS PERSOALAN YANG BERAT DAN SULIT</p>
<p>DI ANTARA prioritas yang sangat dianjurkan di sini,  khususnya<br />
dalam  bidang  pemberian  fatwa  dan  da&#8217;wah  ialah  prioritas<br />
terhadap persoalan yang ringan dan mudah atas  persoalan  yang<br />
berat dan sulit.</p>
<p>Berbagai  nash yang ada di dalam al-Qur&#8217;an dan Sunnah Nabi saw<br />
menunjukkan bahwa yang mudah dan  ringan  itu  lebih  dicintai<br />
oleh Allah dan rasul-Nya.</p>
<p><span id="more-244"></span>Allah SWT berfirman:</p>
<p>   &#8220;&#8230; Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak<br />
   menghendaki kesukaran bagimu&#8230;&#8221; (al-Baqarah: 185)</p>
<p>   &#8220;Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan<br />
   manusia dijadikan bersifat lemah.&#8221; (an-Nisa&#8217;: 28)</p>
<p>   &#8220;&#8230; Allah tidak hendak menyulitkan kamu&#8230;&#8221;<br />
   (al-Maidah: 6)</p>
<p>Rasulullah saw yang mulia bersabda,</p>
<p>   &#8220;Sebaik-baik agamamu ialah yang paling mudah<br />
   darinya.&#8221;1</p>
<p>   &#8220;Agama yang paling dicintai oleh Allah ialah yang<br />
   benar dan toleran.&#8221;2</p>
<p>&#8216;Aisyah berkata,</p>
<p>   &#8220;Rasulullah saw tidak diberi pilihan terkadap dua<br />
   perkara kecuali dia mengambil yang paling mudah di<br />
   antara keduanya selama hal itu tidak berdosa. Jika hal<br />
   itu termasuk dosa maka ia adalah orang yang paling<br />
   awal menjauhinya.&#8221;3</p>
<p>Nabi saw bersabda,</p>
<p>   &#8220;Sesungguhnya Allah menyukai bila keringanan yang<br />
   diberikan oleh-Nya dilaksanakan, sebagaimana Dia<br />
   membenci kemaksiatan kepada-Nya.&#8221;4</p>
<p>Keringanan (rukhshah) itu mesti dilakukan, dan kemudahan  yang<br />
diberikan  oleh  Allah  SWT harus dipilih, apabila ada kondisi<br />
yang memungkinkannya  untuk  melakukan  itu;  misalnya  karena<br />
tubuh  yang  sangat  lemah, sakit, tua, atau ketika menghadapi<br />
kesulitan, dan lain-lain alasan yang dapat diterima.</p>
<p>Jabir bin Abdullah meriwayatkan bahwa dia  melihat  Rasulullah<br />
saw sedang dalam suatu perjalanan, kemudian beliau menyaksikan<br />
orang  ramai  mengerumuni  seorang  lelaki   yang   dipayungi,<br />
kemudian  beliau  bersabda,  &#8220;Apa  ini?&#8221; Mereka menjawab: &#8220;Dia<br />
berpuasa.&#8221; Beliau kemudian bersabda,</p>
<p>   &#8220;Tidak baik berpuasa dalam perjalanan.&#8221;5</p>
<p>Yakni di dalam perjalanan yang amat menyulitkan ini.</p>
<p>Dan jika perjalanan itu  tidak  menyulitkan,  maka  dia  boleh<br />
melakukan  puasa;  berdasarkan  dalil  yang  diriwayatkan oleh<br />
&#8216;Aisyah bahwa Hamzah bin Amr al-Aslami pernah  berkata  kepada<br />
Nabi  saw:  &#8220;Apakah  aku boleh puasa dalam perjalanan?&#8221; Hamzah<br />
adalah orang yang sering melaksanakan  puasa.  Karenanya  Nabi<br />
saw  bersabda, &#8220;Jika kamu mau, maka berpuasalah, dan jika kamu<br />
mau berbukalah.&#8221;6</p>
<p>Khalifah Umar bin Abd al-Aziz pernah  berkata  mengenai  puasa<br />
dan  berbuka  di  dalam  perjalanan,  juga  tentang  perbedaan<br />
pendapat yang terjadi di kalangan fuqaha,  manakah  di  antara<br />
kedua hal itu yang paling baik. Dia berkata, &#8220;Yang paling baik<br />
ialah yang paling mudah di antara keduanya.&#8221; Hal ini merupakan<br />
pendapat  yang  boleh  diterima.  Di  antara  manusia ada yang<br />
melaksanakan puasa itu lebih mudah daripada dia harus membayar<br />
hutang  puasa  itu  ketika  orang-orang  sedang tidak berpuasa<br />
semua. Tetapi ada  orang  yang  berlawanan  dengan  itu.  Oleh<br />
karena  itu,  yang  paling  mudah  adalah menjadi sesuatu yang<br />
paling baik.</p>
<p>Nabi saw menganjurkan umatnya untuk bersegera  melakukan  buka<br />
puasa  dan  mengakhirkan  sahur,  dengan  tujuan untuk memberi<br />
kemudahan kepada orang yang melaksanakan puasa.</p>
<p>Kita juga banyak menemukan fuqaha yang memutuskan  hukum  yang<br />
paling  mudah  untuk  dilakukan oleh manusia terhadap sebagian<br />
hukum  yang  memiliki  berbagai  pandangan;   khususnya   yang<br />
berkaitan  dengan  masalah  muamalah. Ada ungkapan yang sangat<br />
terkenal dari mereka: &#8220;Keputusan  hukum  ini  lebih  mengasihi<br />
manusia.&#8221;</p>
<p>Saya bersyukur kepada Allah karena saya dapat menerapkan jalan<br />
kemudahan dalam memberikan  fatwa,  dan  menyampaikan  sesuatu<br />
yang  menggembirakan  dalam  melakukan  da&#8217;wah,  sebagai upaya<br />
meniti jalan yang  pernah  dilakukan  oleh  Nabi  saw.  Beliau<br />
pernah mengutus Abu Musa dan Mu&#8217;adz ke Yaman sambil memberikan<br />
wasiat kepada mereka,</p>
<p>   &#8220;Permudahlah dan jangan mempersulit; berilah sesuatu<br />
   yang menggembirakan dan jangan membuat mereka lari;<br />
   berbuatlah sesuatu yang baik.&#8221;7</p>
<p>Diriwayatkan dari Anas bahwasanya Rasulullah saw bersabda,</p>
<p>   &#8220;Permudahlah dan jangan mempersulit; berilah sesuatu<br />
   yang menggembirakan dan jangan membuat mereka lari.&#8221;8</p>
<p>Pada suatu kesempatan saya pernah menjawab berbagai pertanyaan<br />
setelah saya menyampaikan satu kuliah: &#8220;Apabila saya mendapati<br />
dua pendapat yang sama-sama baik atau hampir sama  dalam  satu<br />
masalah    agama;   yang   pertama   lebih   mengarah   kepada<br />
kehati-hatian dan yang  kedua  lebih  mudah,  maka  saya  akan<br />
memberikan  fatwa kepada orang awam dengan pendapat yang lebih<br />
mudah,  yang  lebih  saya  utamakan  daripada  pendapat   yang<br />
pertama.&#8221;</p>
<p>Sebagian kawan yang hadir dalam kuliah itu berkata, &#8220;Apa dalil<br />
anda untuk lebih mengemukakan pendapat yang paling mudah  atas<br />
pendapat yang lebih hati-hati?&#8221;</p>
<p>Saya  jawab,  &#8220;Dalil  saya  ialah  petunjuk  Nabi  saw,  yaitu<br />
manakala beliau dihadapkan kepada  dua  pilihan,  maka  beliau<br />
tidak  akan  memilih  kecuali  pendapat yang paling mudah; dan<br />
perintahnya kepada para imam shalat jamaah  untuk  meringankan<br />
ma&#8217;mumnya, karena di antara mereka ada orang yang lemah, orang<br />
tua, dan orang yang  hendak  melaksanakan  kepentingan  mereka<br />
setelah itu.&#8221;</p>
<p>Kadangkala  seorang ulama memberikan fatwa dengan sesuatu yang<br />
lebih hati-hati kepada sebagian orang yang  mempunyai  kemauan<br />
keras, dan orang-orang wara&#8217; yang dapat menjauhkan diri mereka<br />
dari kemaksiatan. Adapun untuk  orang-orang  awam,  maka  yang<br />
lebih utama adalah pendapat yang paling mudah.</p>
<p>Zaman   kita  sekarang  ini  lebih  banyak  memerlukan  kepada<br />
penyebaran hal yang lebih mudah daripada hal yang sukar, lebih<br />
senang  menerima berita gembira daripada ditakut-takuti hingga<br />
lari. Apalagi bagi orang yang baru  masuk  Islam,  atau  untuk<br />
orang yang baru bertobat.</p>
<p>Persoalan  ini sangat jelas dalam petunjuk yang diberikan oleh<br />
Nabi saw ketika mengajarkan Islam kepada orang-orang yang baru<br />
memasukinya. Beliau tidak memperbanyak kewajiban atas dirinya,<br />
dan tidak memberikan beban perintah  dan  larangan.  Jika  ada<br />
orang  yang bertanya kepadanya mengenai Islam, maka dia merasa<br />
cukup  untuk  memberikan  definisi   yang   berkaitan   dengan<br />
fardhu-fardhu   yang   utama,   dan  tidak  mengemukakan  yang<br />
sunat-sunat. Dan apabila ada  orang  yang  berkata  kepadanya:<br />
&#8220;Aku  tidak  menambah dan mengurangi kewajiban itu.&#8221; Maka Nabi<br />
saw bersabda, &#8220;Dia akan mendapatkan  keberuntungan  kalau  apa<br />
yang  dia katakan itu benar.&#8221; Atau, &#8220;Dia akan masuk surga bila<br />
apa yang dia katakan benar.&#8221;</p>
<p>Bahkan kita melihat Rasulullah saw sangat mengecam orang  yang<br />
memberatkan kepada manusia, tidak memperhatikan kondisi mereka<br />
yang berbeda-beda; sebagaimana dilakukan oleh sebagian sahabat<br />
yang   menjadi   imam   shalat   jamaah  orang  ramai.  Mereka<br />
memanjangkan bacaan di dalam shalat, sehingga sebagian  ma&#8217;mum<br />
mengadukan hal itu kepada Rasulullah saw.</p>
<p>Nabi saw berpesan kepada Mu&#8217;adz bahwa beliau sangat tidak suka<br />
bila Mu&#8217;adz memanjangkan bacaan itu sambil berkata  kepadanya:<br />
&#8220;Apakah engkau ingin menjadi tumpuan fitnah hai Mu&#8217;adz? Apakah<br />
engkau ingin menjadi tumpuan fitnah hai Mu&#8217;adz? Apakah  engkau<br />
ingin menjadi tumpuan fitnah hai Mu&#8217;adz?&#8221; 9</p>
<p>Diriwayatkan  dari  Abu  Mas&#8217;ud  al-Anshari,  ia berkata, &#8220;Ada<br />
seorang laki-laki berkata kepada Rasulullah saw:  &#8216;Demi  Allah<br />
wahai  Rasulullah,  sesungguhnya aku selalu memperlambat untuk<br />
melakukan shalat Subuh dengan  berjamaah  karena  Fulan,  yang<br />
selalu  memanjangkan  bacaannya  untuk kami.&#8217; Aku tidak pernah<br />
melihat Rasulullah saw memberikan nasihat dengan sangat  marah<br />
kecuali  pada  hari  itu.  Kemudian  Rasulullah  saw bersabda,<br />
&#8216;Sesungguhnya ada di  antara  kamu  yang  membuat  orang-orang<br />
lain.  Siapapun  di antara kamu yang menjadi imam orang ramai,<br />
maka hendaklah dia meringankan  bacaannya,  karena  di  antara<br />
mereka  ada  orang  yang lemah, tua, dan mempunyai kepentingan<br />
yang hendak dikerjakan.&#8221; 10</p>
<p>Saya juga pernah menyebutkan  bahwa  orang  yang  memanjangkan<br />
bacaan  shalat  jamaah dengan orang banyak ini adalah Ubai bin<br />
Ka&#8217;ab, yang memiliki ilmu dan keutamaan, serta  menjadi  salah<br />
seorang   yang   mengumpulkan   al-Qur&#8217;an   .   Akan   tetapi,<br />
bagaimanapun kedudukannya tidak berarti bahwa  Rasulullah  saw<br />
tidak   memungkirinya,   sebagaimana   dia  memberikan  wasiat<br />
mengenai hal inl kepada Mu&#8217;adz, walaupun dia  merupakan  orang<br />
yang sangat dicintai dan dipuji oleh Nabi saw.</p>
<p>Sahabat  sekaligus  pembantu  beliau, Anas r.a., berkata, &#8220;Aku<br />
tidak pernah shalat di belakang imam satu kalipun  yang  lebih<br />
ringan,  dan lebih sempurna shalatnya dibandingkan dengan Nabi<br />
saw. Jika  beliau  mendengarkan  suara  tangisan  anak  kecil,<br />
beliau  meringankan  shalat  itu, karena khawatir ibu anak itu<br />
akan terkena fitnah.&#8221; 11</p>
<p>Diriwayatkan dari Anas bahwa Rasulullah saw bersabda,</p>
<p>   &#8220;Sesungguhnya ketika aku sudah memulai shalat, aku<br />
   ingin memanjangkan bacannnya, kemudian aku<br />
   mendengarkan suara tangisan anak kecil, maka aku<br />
   percepat shalatku, karena aku mengetahui susahnya sang<br />
   ibu bila anaknya menangis.&#8221; 12</p>
<p>Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi saw bersabda,</p>
<p>   &#8220;Apabila salah seorang di antara kamu menjadi imam<br />
   shalat maka hendaklah ia memperingan bacaan shalatnya,<br />
   karena di antara mereka ada orang yang sakit, lemah,<br />
   dan tua. Namun bila dia shalat sendirian, maka<br />
   hendaklah dia memperpanjang shalatnya sesuai dengan<br />
   kemauannya.&#8221; 13</p>
<p>Nabi saw sangat mengecam  terhadap  hal-hal  yang  memberatkan<br />
apabila  hal itu dianggap mengganggu kepentingan orang banyak,<br />
dan bukan sekadar untuk kepentingan pribadi satu  orang  saja.<br />
Begitulah yang kita perhatikan dalam tindakan beliau ketika ia<br />
mengetahui  tiga  orang  sahabatnya  yang  mengambil   langkah<br />
beribadah yang tidak selayaknya dilakukan, walaupun sebenarnya<br />
mereka tidak menginginkan kecuali kebaikan dan pendekatan diri<br />
kepada Allah SWT.</p>
<p>Diriwayatkan  dari  Anas  r.a.  berkata,  &#8220;Ada tiga orang yang<br />
mendatangi rumah tiga orang istri Nabi saw  menanyakan  ibadah<br />
yang  dilakukan  oleh  Nabi  saw.  Ketika mereka diberitahukan<br />
mengenai hal itu, seakan-akan mereka  menganggap  sedikit  apa<br />
yang  telah  mereka  lakukan,  sambil berkata, &#8216;Di mana posisi<br />
kita dari Nabi saw, padahal beliau telah diampuni dosa-dosanya<br />
yang  terdahulu dan yang akan datang?&#8217; Salah seorang di antara<br />
mereka juga berkata, &#8216;Oleh  karena  itu  saya  akan  melakukan<br />
shalat  malam  selamanya.&#8217;  Orang yang kedua pun berkata, &#8216;Aku<br />
akan berpuasa selamanya dan tidak akan meninggalkannya.&#8217; Orang<br />
yang ketiga berkata, &#8216;Sedanglan aku akan mengucilkan diri dari<br />
wanita  dan  tidak  akan   kawin   selama-lamanya.&#8217;   Kemudian<br />
Rasulullah  saw  datang  kepada  mereka  sambil berkata, &#8216;Kamu<br />
semua telah mengatakan begini  dan  begitu.  Demi  Allah,  aku<br />
adalah  orang  yang  paling  takut  kepada  Allah  dan  paling<br />
bertakwa kepada-Nya, akan tetapi aku berpuasa dan berbuka, aku<br />
shalat  dan  aku  juga  tidur,  aku  mengawini perempuan. Maka<br />
barangsiapa yang tidak suka dengan sunnahhu,  maka  dia  tidak<br />
termasuk golonganku.&#8221; 14</p>
<p>Diriwayatkan   dari   Ibn  Mas&#8217;ud  r.a.  bahwasanya  Nabi  saw<br />
bersabda, &#8220;Celakalah  orang-orang  yang  berlebih-lebihan  itu<br />
(al-mutanaththi&#8217;un).&#8221;   Beliau  mengucapkannya  sebanyak  tiga<br />
kali.</p>
<p>Yang  dimaksudkan  dengan  orang-orang  yang  berlebih-lebihan<br />
(al-mutanaththi&#8217;un) ialah &#8220;orang-orang yang mengambil tindakan<br />
keras dan berat, tetapi tidak pada tempatnya.&#8221;</p>
<p>Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi saw bersabda,</p>
<p>   &#8220;Sesungguhnya agama ini mudah, dan orang yang<br />
   mengambil yang berat- berat dari agama ini pasti akan<br />
   dikalahkan olehnya. Ambillah tindakan yang benar,<br />
   dekatkan diri kepada Allah, berilah kabar gembira, dan<br />
   mohonlah pertolongan kepada-Nya pada pagi dan petang<br />
   hari, dan juga pada akhir malam.&#8221; 15</p>
<p>Maksud perkataan Rasulullah saw &#8220;kecuali dia  akan  dikalahkan<br />
olehnya&#8221;  ialah bahwa orang itu akan dikalahkan oleh agama dan<br />
orang yang mengambil hal-hal yang berat itu tidak  akan  mampu<br />
melaksanakan  semua  yang  ada  pada  agama ini karena terlalu<br />
banyak jalan yang harus dilaluinya.</p>
<p>Apa  yang  disampaikan  oleh  Rasulullah  saw  ini  sebenarnya<br />
merupakan  kiasan  yang  artinya: &#8220;Mohonlah pertolongan kepada<br />
Allah  untuk  taat  kepada-Nya,  melakukan  amal  kebaikan  di<br />
tengah-tengah  kegiatanmu  dan  ketika hatimu lapang, sehingga<br />
kamu  merasa  senang  melakukan   ibadah   dan   tidak   bosan<br />
melakukannya;  dan  dengan demikian kamu dapat mencapai maksud<br />
dan tujuan kamu.&#8221; Sebagaimana yang dilakukan oleh musafir yang<br />
pintar,  dia  berjalan pada waktu-waktu tertentu, kemudian dia<br />
dan kendaraannya beristirahat pada saat  yang  lain,  sehingga<br />
dia  sampai kepada tujuannya dan tidak mengalami kepenatan dan<br />
kejenuhan. Wallah a&#8217;lam.</p>
<p>Saya sangat terkejut kala  saya  membaca  berita  dalam  surat<br />
kabar:</p>
<p>   &#8220;Sesungguhnya pihak berwenang yang mengurus jamaah<br />
   haji di kerajaan Arab Saudi mengumumkan kematian dua<br />
   ratus tujuh puluh orang jamaah haji ketika melempar<br />
   jumrah. Mereka meninggal karena terinjak kaki orang<br />
   ramai yang berdesak-desakan untuk melakukan lemparan<br />
   selepas tergelincirnya matahari.&#8221;</p>
<p>Walaupun telah ada korban  yang  begitu  banyak,  tetapi  para<br />
ulama  masih  saja  memberikan  fatwa  ketidakbolehan melempar<br />
jumrah  sebelum  tergelincirnya  matahari,  padahal  Nabi  saw<br />
memudahkan  urusan  dalam melaksanakan ibadah haji; dan ketika<br />
beliau  ditanya  tentang  amalan  yang  boleh  dimajukan   dan<br />
diakhirkan,  beliau  menjawabnya,  &#8220;Lakukan  saja,  dan  tidak<br />
mengapa.&#8221; Para fuqaha  sendiri  mempermudah  cara  pelaksanaan<br />
pelemparan jumrah sehingga mereka memperbolehkan kepada jamaah<br />
haji untuk melakukan lemparan pada  hari  terakhir,  dan  juga<br />
boleh  mewakilkan kepada orang lain ketika seseorang mempunyai<br />
uzur; yang boleh dilakukan setelah melakukan tahallul terakhir<br />
dari ihram.</p>
<p>Pelemparan  jumrah  itu,  menurut tiga orang imam besar, boleh<br />
dilakukan sebelum tergelincirnya matahari; yaitu oleh  seorang<br />
ahli   fiqh   manasik   (&#8216;Atha,),  ahli  fiqh  Yaman  (Thawus)<br />
&#8211;keduanya  merupakan  sahabat  Ibn  Abbas&#8211;  dan  Abu  Ja&#8217;far<br />
al-Baqir,  Muhammad  bin Ali bin al-Husain, salah seorang ahli<br />
fiqh Ahl al-Bait.</p>
<p>Jika para ahli fiqh tidak membenarkan  lemparan  seperti  itu,<br />
maka  kita  dapat  memberlakukan  fiqh darurat yang mewajibkan<br />
kepada  kita  untuk  mempermudah  ibadah  kepada  Allah,  yang<br />
membolehkan  kepada  kita  untuk melakukan lemparan selama dua<br />
puluh  empat  jam,  sehingga  kita  tidak  menjerumuskan  kaum<br />
Muslimin kepada kehancuran.</p>
<p>Semoga Allah memberikan pahala kepada Syaikh Abdullah bin Zaid<br />
al-Mahmud, yang telah memberikan fatwa lebih  dari  tiga  abad<br />
yang  lalu,  yang  membolehkan lemparan sebelum tergelincirnya<br />
matahari, yang termuat di dalam bukunya, Yusr al-Islam  (Islam<br />
yang Mudah).</p>
<p>Catatan Kaki:</p>
<p> 1 Diriwayatkan oleh Ahmad dan Bukhari dalam al-Adab<br />
   al-Mufrad; dan Thabrani dari Mahjan bin al-Adra&#8217;; dan juga<br />
   diriwayatkan oleh Thabrani dari Imran bin Hushain dalam<br />
   al-Awsath; dan Ibn Adiy dan al-Dhiya&#8217; dari Anash (Lihat<br />
   al-Jami&#8217; as-Shaghir, 3309)</p>
<p> 2 Diriwayatkan oleh Ahmad dan Bukhari dalam al-Adab<br />
   al-Mufrad; dan Thabrani dari Ibn Abbas. (Ibid., h. 160)</p>
<p> 3 Muttafaq &#8216;Alaih, sebagaimana yang dimuat dalam al-Lu&#8217;lu&#8217; wa<br />
   al-Marjan (1502).</p>
<p> 4 Diriwayatkan oleh Ahmad, Ibn Hibban, dan Baihaqi di dalam<br />
   as-Syu&#8217;ab dari Ibn Umar (Shahih al-Jami&#8217; as-Shaghir, 1886)</p>
<p> 5 Muttafaq &#8216;Alaih, al-Lu&#8217;lu&#8217; wa al-Marjan (681).</p>
<p> 6 Muttafaq Alaih, ibid . 684</p>
<p> 7 Muttafaq Alaih dari Abu Burdah, ibid 1130</p>
<p> 8 Muttafaq Alaih ibid., 1131</p>
<p> 9 Diriwayatkan oleh Bukhari.</p>
<p>10 Muttafaq &#8216;Alaih lihat al-Lu&#8217;lu&#8217; wal-Marjan, 267.</p>
<p>11 Muttafaq &#8216;Alaih, lihat al-Lu&#8217;lu&#8217; wal-Marjan, 270.</p>
<p>12 Muttafaq &#8216;Alaih, lihat al-Lu&#8217;lu&#8217; wal-Marjan, 168.</p>
<p>15 Diriwayatkan oleh Bukhari dan Nashai (Shahih al-Jami&#8217;<br />
   as-Shaghir, 1611)</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
FIQH PRIORITAS<br />
Sebuah Kajian Baru Berdasarkan Al-Qur&#8217;an dan As-Sunnah<br />
Dr. Yusuf Al Qardhawy<br />
Robbani Press, Jakarta<br />
Cetakan pertama, Rajab 1416H/Desember 1996M</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/06/26/dalam-menjalani-islam-utamakanlah-yang-mudahringan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/e1968088d7ad544319abb0b763ff1caad7a72a3ae9cd24da8152ec287fc09bfa?s=96&#38;d=https%3A%2F%2F2.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Benarkah Adam-Hawa diusir dari surga? Benarkah penyebabnya ialah Hawa?</title>
		<link>https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/06/19/benarkah-adam-hawa-diusir-dari-surga-benarkah-penyebabnya-ialah-hawa/</link>
					<comments>https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/06/19/benarkah-adam-hawa-diusir-dari-surga-benarkah-penyebabnya-ialah-hawa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Prof. Idiot]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2009 13:36:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Lengkap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimmoderat.wordpress.com/?p=242</guid>

					<description><![CDATA[PERANAN HAWA DALAM PENGUSIRAN ADAM DARI SURGA Dr. Yusuf Qardhawi PERTANYAAN Ada pendapat yang mengatakan bahwa ibu kita, Hawa, merupakan penyebab diusirnya bapak kita, Adam, dari surga. Dialah yang mendorong Adam untuk memakan buah terlarang, sehingga mereka terusir dari surga dan menyebabkan penderitaan bagi kita (anak cucunya) di dunia. Pendapat ini dijadikan sandaran untuk merendahkan&#160;&#8230; <a href="https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/06/19/benarkah-adam-hawa-diusir-dari-surga-benarkah-penyebabnya-ialah-hawa/">Baca lebih lanjut <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>PERANAN HAWA DALAM PENGUSIRAN ADAM DARI SURGA<br />
Dr. Yusuf Qardhawi</p>
<p>PERTANYAAN</p>
<p>Ada pendapat yang mengatakan bahwa ibu kita, Hawa, merupakan<br />
penyebab diusirnya bapak kita, Adam, dari surga. Dialah yang<br />
mendorong Adam untuk memakan buah terlarang, sehingga mereka<br />
terusir  dari  surga  dan  menyebabkan penderitaan bagi kita<br />
(anak cucunya) di dunia.</p>
<p>Pendapat ini dijadikan sandaran untuk merendahkan  kedudukan<br />
kaum  wanita. Berlandaskan peristiwa tersebut, wanita sering<br />
dituding sebagai cikal bakal datangnya segala  musibah  yang<br />
terjadi  di  dunia,  baik  pada  orang-orang  dahulu  maupun<br />
sekarang.</p>
<p>Pertanyaan saya, apakah benar semua pendapat di atas? Adakah<br />
dalam   Islam   dalil   yang   menunjukkan   hal  itu,  atau<br />
kebalikannya?</p>
<p>Kami harap  Ustadz  berkenan  menjelaskannya.  Semoga  Allah<br />
memberikan pahala kepada Ustadz dan menolong Ustadz.</p>
<p>JAWABAN</p>
<p><span id="more-242"></span>Pendapat  yang  ditanyakan  saudara  penanya,  tentang  kaum<br />
wanita -seperti ibu kita Hawa &#8211; yang harus bertanggung jawab<br />
atas  kesengsaraan  hidup  manusia,  dengan mengatakan bahwa<br />
Hawa yang menjerurnuskan Adam untuk memakan  buah  terlarang<br />
&#8230;  dan  seterusnya,  tidak  diragukan lagi adalah pendapat<br />
yang tidak islami.</p>
<p>Sumber pendapat ini ialah Kitabb Taurat dengan segala bagian<br />
dan  tambahannya.  Ini  merupakan pendapat yang diimani oleh<br />
kaum  Yahudi  dan  Nasrani,  serta  sering   menjadi   bahan<br />
referensi  bagi  para  pemikir, penyair, dan penulis mereka.<br />
Bahkan tidak sedikit (dan ini  sangat  disayangkan)  penulis<br />
muslim yang bertaklid buta dengan pendapat tersebut.</p>
<p>Namun,  bagi  orang  yang membaca kisah Adam dalam Al-Qur&#8217;an<br />
yang ayat-ayatnya (mengenai kisah tersebut) terhimpun  dalam<br />
beberapa  surat,  tidak  akan bertaklid buta seperti itu. Ia<br />
akan menangkap secara jelas fakta-fakta seperti berikut ini.</p>
<p>1. Taklif ilahi untuk tidak memakan buah terlarang itu<br />
   ditujukan kepada Adam dan Hawa (bukan Adam saja). Allah<br />
   berfirman:</p>
<p>   &#8220;Dan Kami berfirman, &#8216;Hai Adam, diamilah oleh kamu dan<br />
   istrimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang<br />
   banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah<br />
   kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk<br />
   orang-orang zalim.'&#8221; (al-Baqarah: 35)</p>
<p>2. Bahwa <strong>yang mendorong keduanya dan menyesatkan keduanya<br />
   dengan tipu daya, bujuk rayu, dan sumpah palsu ialah setan</strong>,<br />
   sebagaimana difirmankan Allah:</p>
<p>   &#8220;Lalu keduanya digelincirkan oleh setan dari surga itu dan<br />
   dikeluarkan dari keadaan semula &#8230;&#8221; (al-Baqarah: 36)</p>
<p>   Dalam surat lain terdapat keterangan yang rinci mengenai<br />
   tipu daya dan bujuk rayu setan:</p>
<p>   &#8220;Maka setan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk<br />
   menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup bagi mereka<br />
   yaitu auratnya, dan setan berkata, Tuhan kamu tidak<br />
   melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu<br />
   berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orangyang<br />
   kekal (dalam surga).&#8217; Dan dia (setan) bersumpah kepada<br />
   keduanya, &#8216;Sesungguhnya saya termasuk orangyang memberi<br />
   nasihat kepada kamu berdua.&#8217; Maka setan membujuk keduanya<br />
   (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya<br />
   telah merasakan buah kayu itu, tampaklah bagi keduanya<br />
   aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan<br />
   daun-daun surga. Kemudian Tuhan rnereka menyeru mereka,<br />
   &#8216;Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu<br />
   berdua?&#8217; Keduanya berkata, &#8216;Ya Tuhan kami, kami telah<br />
   menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak<br />
   mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami<br />
   termasuk orang-orangyang merugi.'&#8221; (al-A&#8217;raf: 20-23)</p>
<p>   Dalam surat Thaha diceritakan bahwa Adam a.s. yang pertama<br />
   kali diminta pertanggungjawaban tentang pelanggaran itu,<br />
   bukan Hawa. Karena itu, peringatan dari Allah tersebut<br />
   ditujukan kepada Adam, sebagai prinsip dan secara khusus.<br />
   Kekurangan itu dinisbatkan kepada Adam, dan yang<br />
   dipersalahkan &#8211; karena pelanggaran itu &#8211; pun adalah Adam.<br />
   Meskipun istrinya bersama-sama dengannya ikut melakukan<br />
   pelanggaran, namun petunjuk ayat-ayat itu mengatakan bahwa<br />
   peranan Hawa tidak seperti peranan Adam, dan seakan-akan<br />
   Hawa makan dan melanggar itu karena mengikuti Adam.</p>
<p>   Allah berfirman:</p>
<p>   &#8220;Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu,<br />
   maka ia lupa (akan perintah itu), dan tidak Kami dapati<br />
   padanya kemauan yang kuat. Dan (ingatlah) ketika Kami<br />
   berkata kepada malaikat, &#8216;Sujudlah kamu kepada Adam,&#8217; maka<br />
   mereka sujud kecuali iblis. Ia membangkang. Maka kami<br />
   berkata, &#8216;Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh<br />
   bagimu dan bagõ istrimu, maka sekali-kali janganlah sampai<br />
   ia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan<br />
   kamu menjadi celaka. Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan<br />
   didalamnya dan tidak akan telanjang, dan sesungguhnya kamu<br />
   tidak akan merasa dahaga dan tidak (pula) akan ditimpa panas<br />
   matahari didalamnya. &#8216;Kemudian setan membisikkan pikiran<br />
   jahat kepadanya (Adam) dengan berkata, &#8216;Hai Adam, maukah<br />
   saya tunjukkan kepadamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak<br />
   akan binasa?&#8217; Maka keduanya memakan dari buah pohon itu,<br />
   lalu tampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah<br />
   keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga,<br />
   dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesalah ia. Kemudian<br />
   Tuhannya memilihnya. Maka dia menerima tobatnya dan<br />
   memberinya petunjuk.&#8221; (Thaha: 115-122)</p>
<p>3. Al-Qur&#8217;an telah menegaskan bahwa <strong>Adam diciptakan oleh<br />
   Allah untuk suatu tugas yang sudah ditentukan sebelum<br />
   diciptakannya</strong>. Para malaikat pada waktu itu sangat ingin<br />
   mengetahui tugas tersebut, bahkan mereka mengira bahwa<br />
   mereka lebih layak mengemban itu daripada Adam. Hal ini<br />
   telah disebutkan dalam beberapa ayat surat al-Baqarah yang<br />
   disebutkan Allah SWT sebelum menyebutkan ayat-ayat yang<br />
   membicarakan bertempat tinggalnya Adam dalam surga dan<br />
   memakan buah terlarang.</p>
<p>   Firman Allah:</p>
<p>   &#8220;Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat,<br />
   &#8216;Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka<br />
   bumi.&#8217; Mereka berkata, &#8216;Mengapa Engkau hendak menjadikan<br />
   (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan<br />
   padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa<br />
   bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?&#8217; Tuhan<br />
   befirman, &#8216;Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu<br />
   ketahui.&#8217; Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda)<br />
   seluruhnya kemudian mengemukakannya kepada para malaikat<br />
   lalu berfirman, &#8216;Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu<br />
   jika kamu memang orang-orang yang benar?&#8217; Mereka menjawab,<br />
   &#8216;Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari<br />
   apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya<br />
   Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.&#8217; Allah<br />
   berfirman, &#8216;Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama<br />
   benda ini.&#8217; Maka setelah diberitahukannya kepada mereka<br />
   nama-nama benda itu, Allah berfirman, &#8216;Bukankah sudah<br />
   Kukatakan kepadamu bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia<br />
   langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan<br />
   apa yang kamu sembunyikan?'&#8221; (al-Baqarah: 30-33)</p>
<p>   Disebutkan pula dalam hadits sahih bahwa Adam dan Musa a.s.<br />
   bertemu di alam gaib. Musa hendak menimpakan kesalahan<br />
   kepada Adam berkenaan dengan beban yang ditanggung manusia<br />
   karena kesalahan Adam yang memakan buah terlarang itu<br />
   (lantas dikeluarkan dari surga dan diturunkan ke bumi<br />
   sehingga menanggung beban kehidupan seperti yang mereka<br />
   alami; penj.) . Kemudian Adam membantah Musa dan mematahkan<br />
   argumentasinya dengan mengatakan bahwa apa yang terjadi itu<br />
   sudah merupakan ketentuan ilahi sebelum ia diciptakan, untuk<br />
   memakmurkan bumi, dan bahwa Musa juga mendapati ketentuan<br />
   ini tercantum dalam Taurat.</p>
<p>   Hadits ini memberikan dua pengertian kepada kita. Pertama,<br />
   bahwa Musa menghadapkan celaan itu kepada Adam, bukan kepada<br />
   Hawa. Hal ini menunjukkan bahwa apa yang disebutkan dalam<br />
   Taurat (sekarang) bahwa Hawa yang merayu Adam untuk memakan<br />
   buah terlarang itu tidak benar. Itu adalah perubahan yang<br />
   dimasukkan orang ke dalam Taurat.</p>
<p>   Kedua, bahwa diturunkannya Adam dan anak cucunya ke bumi<br />
   sudah merupakan ketentuan ilahi dalam takdir-Nya yang luhur<br />
   dan telah ditulis oleh kalam ilahi dalam Ummul Kitab (Lauh<br />
   al-Mahfuzh), untuk melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan<br />
   melalui risalah-Nya di atas planet ini, sebagaimana yang<br />
   dikehendaki Allah, sedangkan apa yang dikehendaki Allah<br />
   pasti terjadi.</p>
<p>4. Bahwa surga (jannah), tempat Adam diperintahkan untuk<br />
   berdiam di dalamnya dan memakan buah-buahannya, kecuali satu<br />
   pohon, dan disuruh hengkang dari sana karena melanggar<br />
   larangan (memakan buah tersebut), tidak dapat dipastikan<br />
   bahwa surga tersebut adalah surga yang disediakan Allah<br />
   untuk orang-orang muttaqin di akhirat kelak. Surga yang<br />
   dimaksud belum tentu surga yang di dalamnya Allah<br />
   menciptakan sesuatu (kenikmatan-kenikmatan) yang belum<br />
   pernah dilihat mata, belum pernah didengar telinga, dan<br />
   tidak seperti yang terlintas dalam hati manusia.</p>
<p>   Para ulama berbeda pendapat mengenai &#8220;surga&#8221; Adam ini,<br />
   apakah merupakan surga yang dijanjikan kepada orang-orang<br />
   mukmin sebagai pahala mereka, ataukah sebuah &#8220;jannah&#8221;<br />
   (taman/kebun) dari kebun-kebun dunia, seperti firman Allah:</p>
<p>   &#8220;Sesungguhnya Kami telah menguji mereka (musyrikin Mekah)<br />
   sebagaimana Kami telah menguji pemilik-pemilik kebun<br />
   (jannah), ketika mereka bersumpah bahwa mereka<br />
   sungguh-sungguh akan memetik (hasil)-nya di pagi hari.&#8221;<br />
   (al-Qalam: 17)</p>
<p>   Dalam surat lain Allah berfirman:</p>
<p>   &#8220;Dan berikanlah kepada mereka sebuah perumpamaan dua orang<br />
   laki-laki. Kami jadikan bagi seorang diantara keduanya (yang<br />
   kafir) dua buah kebun (jannatain) anggur dan Kami kelilingi<br />
   kedua kebun itu dengan pohon-pohon kurma dan diantara kedua<br />
   kebun itu Kami buatkan ladang. Kedua buah kebun itu<br />
   menghasilkan buahnya, dan kebun itu tiada kurang buahnya<br />
   sedikit pun, dan Kami alirkan sungai di celah-celah kedua<br />
   kebun itu.&#8221; (al-Kahfi: 32-33)</p>
<p>   Ibnul Qayyim menyebutkan kedua pendapat tersebut dengan<br />
   dalil-dalilnya masing-masing dalam kitabnya Miftahu Daaris<br />
   Sa&#8217;adah. Silakan membacanya siapa yang ingin mengetahui<br />
   lebih jauh masalah ini. Wallahu a&#8217;lam.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
Fatwa-fatwa Kontemporer<br />
Dr. Yusuf Qardhawi<br />
Gema Insani Press<br />
Jln. Kalibata Utara II No. 84 Jakarta 12740<br />
Telp. (021) 7984391-7984392-7988593<br />
Fax. (021) 7984388<br />
ISBN 979-561-276-X</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/06/19/benarkah-adam-hawa-diusir-dari-surga-benarkah-penyebabnya-ialah-hawa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/e1968088d7ad544319abb0b763ff1caad7a72a3ae9cd24da8152ec287fc09bfa?s=96&#38;d=https%3A%2F%2F2.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketua Organisasi Dakwah Mau Pacaran Secara Islami</title>
		<link>https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/05/16/ketua-organisasi-dakwah-mau-pacaran-secara-islami/</link>
					<comments>https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/05/16/ketua-organisasi-dakwah-mau-pacaran-secara-islami/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Prof. Idiot]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 May 2009 07:49:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Studi Islam]]></category>
		<category><![CDATA[aktivis dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[metode dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran islami]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimmoderat.wordpress.com/?p=210</guid>

					<description><![CDATA[saya boleh berbincang dengan bapak kan mengenai masalah agama? karena saya merasa bertanggungjawab sebagai ketua di organisasi [dakwah] yang saya tempati sekarang utk bisa membimbing khususnya diri saya dalam beragama umumnya utk umat muslim siapa tahu saya bisa menjadi mubaligh juga seperti bapak hehehehe&#8230;. [1] pak, mengawali perbincangan kita, saya ingin berdiskusi dengan bapak mengenai&#160;&#8230; <a href="https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/05/16/ketua-organisasi-dakwah-mau-pacaran-secara-islami/">Baca lebih lanjut <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>saya boleh berbincang dengan bapak kan mengenai masalah agama? karena saya merasa bertanggungjawab sebagai ketua di organisasi [dakwah] yang saya tempati sekarang utk bisa membimbing khususnya diri saya dalam beragama umumnya utk umat muslim siapa tahu saya bisa menjadi mubaligh juga seperti bapak hehehehe&#8230;.</p>
<p>[1] pak, mengawali perbincangan kita, saya ingin berdiskusi dengan bapak mengenai realita kehidupan yang saya saksikan yaitu mengenai &#8220;pacaran&#8221;, saya sudah membaca banyak artikel bapak mengenai &#8220;<a href="http://muslimromantis.wordpress.com/tag/pacaran-islami/">pacaran islami</a>&#8221; dan saya mendukung sekali apa yang bapak paparkan karena saya merasa bahwa cinta merupakan anugrah dimana kita sebagai manusia sah-sah saja kalau memiliki rasa terhadap lawan jenis&#8230;.</p>
<p>[2] tetapi sepertinya pak saya tdk bisa pacaran utk sementara ini dikarenakan lingkungan organisasi saya sepertinya sangat melarang yang namanya &#8220;pacaran&#8221; jadi mungkin saya sbg ketua sekarang bingung mengambil sikap saya takut kalau saya pacaran orang akan menganggap jelek organisasi saya yg notabene organisasi &#8220;dakwah islam&#8221;&#8230;..</p>
<p>[3] tetapi menurut ego saya pribadi yang tentunya didasarkan pada pemahaman saya islam bahwa pacaran itu tdk apa2 selama tdk melakukan hal yg dilarang kan pak? </p>
<p>[4] jujur skrg saya sedang jatuh cinta dgn seorang wanita tetapi dia sudah punya pacar namun saya tdk tau mengapa hati saya ini kayaknya mentok sama dia apa mungkin ini jodoh ya pak? wallahu &#8216;alam&#8230;</p>
<p>[5] tapi yang saya masih tdk mengerti mengapa rata2 org sekarang yang mengatasnamakan dakwah islam sepertinya selalu radikal yang menjalankan agama islam secara berlebihan dimana menurut saya itu terlalu memberatkan kepada diri saya padahal nabi Muhammad saja dalam haditsnya bersabda &#8220;permudah jangan persulit&#8221; bener ga pak?</p>
<p>[6] saya makin bingung kadang saya merasa berdosa jika tdk melakukan hal yang menurut &#8220;mereka&#8221; ini adalah islam yg sesungguhnya tetapi menurut saya islam tdk seperti itu gimana menurut bapak? </p>
<p>[7] mungkin menurut saya ulama yang berani berijtihad dan mewakili hati nurani saya di Indonesia baru pak Quraish shihab dan bapak M shodiq mustika dalam menetapkan hukum atau memberi penjelasan tentang islam karena bahasan2nya relevan dgn kehidupan sehari2 dan flexible dgn perkembangan zaman namun tetap mengacu pada Qur&#8217;an dan Sunnah Rasul&#8230;&#8230;</p>
<p>[8] Pak, bisa rekomendasikan saya dimana tempat PW Muhammadiyah di bandung siapa tahu saya bisa berbincang dengan ulama disana dan sukur2 kalo beliau bisa menjadi guru juga di organisasi saya utk lebih memantapkan dakwah islam yang juga bisa mengajarkan bahasa arab pada teman2 mahasiswa, supaya kegiatan organisasi ini dapat disukai oleh orang banyak dimana kenyataan sekarang org2 ga mau kalo mengaji dalam artian mengkaji perihal masalah kehidupan dalam sudut pandang agama menurut mereka &#8220;ga gaul&#8221; padahal sebenarnya jika mereka ikut sangat bermanfaat&#8230;..</p>
<p>[9] maaf ya pak saya sudah berani merepotkan bapak tapi maksud saya insya Allah baik, saya ingin mencoba belajar berdakwah dalam kepengurusan saya sekarang karena saya sadar ilmu saya belum seberapa&#8230;&#8230;trimakasih sebelumnya.</p></blockquote>
<p>Jawaban M Shodiq Mustika: <span id="more-210"></span></p>
<p>Pertanyaanmu padat. Jawabanku kuusahakan padat juga, ya!</p>
<p>0) Ya, aku senang berdiskusi denganmu mengenai masalah agama. Untuk itu, kau bisa mengirim eMail pribadi kepada diriku. Namun, supaya lebih afdol, jawabanku kusampaikan pula kepada publik. Tentu saja, untuk menjaga kehormatan dirimu, identitasmu kurahasiakan.</p>
<p>1) Alhamdulillaah&#8230; terima kasih atas dukunganmu. Aku pun bersyukur, semakin banyak orang yang (secara diam-diam atau pun terang-terangan) menerima keberadaan <a href="http://muslimromantis.wordpress.com/tag/pacaran-islami/">pacaran islami</a>.</p>
<p>2) Ya, mengingat posisimu adalah ketua organisasi dakwah, saranku berbeda dengan yang kusampaikan di &#8220;<a href="http://muslimromantis.wordpress.com/2009/02/23/konsultasi-dilema-hubungan-tanpa-status-antar-aktivis-dakwah/">Konsultasi: Dilema Hubungan Tanpa Status antar Aktivis Dakwah</a>&#8220;. Dalam posisi ini, sebaiknya kau memang lebih mengutamakan citra organisasi dakwah daripada memenuhi kebutuhan pribadi tersebut. </p>
<p>3) Memang benar, pacaran itu halal, asalkan tidak melanggar larangan syar&#8217;i. Namun, Islam itu bukan hanya mengenal istilah halal, melainkan juga “halalan wa thayyiban”. (Halal bermakna “boleh”; thayyib berarti “baik, patut, indah, dan sebagainya”.) Meskipun halal, dirimu kurang thayyib bila <em>secara terbuka</em> (demonstratif) melakukan pacaran islami, mengingat posisimu sebagai ketua organisasi dakwah.</p>
<p>4) Menurutku, dia mungkin bukan jodoh terbaikmu. Bolehjadi ada yang lain yang lebih tepat bagi dirimu. Keyakinanmu bahwa hatimu sudah mentok pada dirinya mengisyaratkan bahwa jangan-jangan hatimu ini sedang dirayu oleh pasukan iblis. Sebab, Allah berkuasa membolak-balik hati siapa saja. Kalau kita tidak mau hati kita dibolak-balik oleh-Nya, bukankah itu pertanda syetanlah yang menguasai hati kita?</p>
<p>5a) Pada beberapa tahun terakhir ini, aktivis Islam radikal (atau agak radikal) tampak giat menggarap dakwah di kalangan generasi muda, seperti mahasiswa dan remaja masjid. Mereka yang radikal atau agak radikal itu cenderung lebih vokal daripada yang moderat (atau agak moderat), sehingga seolah-olah semuanya begitu. Padahal, dalam pengamatanku, yang moderat itu jauh lebih banyak. Kalau belum yakin, cobalah keluar dari masjid ke masjid (seperti yang ditradisikan oleh Jamaah Tabligh), masuk ke pelosok-pelosok kampung, dari desa ke desa, pesantren-pesantren, dan sebagainya.</p>
<p>5b) Ya, Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p>يَسِّرُوا وَلاَ تُعَسِّرُوا، بَشِّرُوا وَلاَ تُنَفِّرُوا</p>
<p>“Permudah dan jangan kalian persulit. Gembirakan, dan jangan kalian membuat (mereka) lari.” (HR. Al-Bukhari no. 69)</p>
<p>6) Yang perlu lebih kita takuti daripada penilaian dari orang lain adalah penilaian dari Allah. Padahal, apabila hasil ijtihad itu benar dalam pandangan Allah, maka pahalanya dua. Sedangkan kalau hasil ijtihad itu salah dalam pandangan Allah, maka pahalanya satu. Jadi, dosanya tidak ada. Karena itu, kita tidak perlu takut berdosa bila mengikuti hasil ijtihad ulama terpercaya.</p>
<p>7) Terima kasih atas pernghargaanmu terhadap diriku. Aku memang banyak terpengaruh oleh Pak Quraish Shihab. Beliau itu ulama (yang berilmu) dan sekaligus muballigh (yang menyampaikan). Aku sendiri tidak pernah berpandangan bahwa diriku adalah ulama. Aku hanyalah muballigh biasa.</p>
<p>8) Ya, aku pun melihat kebanyakan aktivis dakwah di zaman sekarang ini banyak mempelajari hasil kajian fiqih yang itu-itu melulu, tetapi kurang mendalami ilmu-ilmu &#8220;alat&#8221;, seperti ushul fiqih, bahasa Arab, dll. Padahal, kalau mau lebih memahami Islam, ilmu-ilmu &#8220;alat&#8221; tersebut mutlak diperlukan. Sayangnya, ada banyak diantara mereka yang belum mendalami ilmu-ilmu &#8220;alat&#8221; tersebut berani menyalah-nyalahkan ulama yang sudah menguasai ilmu-ilmu &#8220;alat&#8221;. Karena itu, aku mendukung upayamu untuk lebih menggiatkan kajian ilmu-ilmu &#8220;alat&#8221; di kalangan aktivis dakwah di organisasimu. Untuk tempat PWM Muhammadiyah, coba ke Mesjid Mujahidin / PWM Jabar, Jl. Sancang. No. 6. Kalau kesulitan mencari alamat ini, coba tanya Pak Lukman di Lembaga Haji Muhammadiyah, Tlp. 0227301329.</p>
<p>9) Ya, sama-sama. Dengan begini, kita sama-sama belajar. Wallau a&#8217;lam.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/05/16/ketua-organisasi-dakwah-mau-pacaran-secara-islami/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/e1968088d7ad544319abb0b763ff1caad7a72a3ae9cd24da8152ec287fc09bfa?s=96&#38;d=https%3A%2F%2F2.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Haramkah bekerja di perbankan?</title>
		<link>https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/05/09/haramkah-bekerja-di-perbankan/</link>
					<comments>https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/05/09/haramkah-bekerja-di-perbankan/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Prof. Idiot]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 May 2009 20:25:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[fatwa ulama]]></category>
		<category><![CDATA[halal haram]]></category>
		<category><![CDATA[meniti karir]]></category>
		<category><![CDATA[perbankan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimmoderat.wordpress.com/?p=208</guid>

					<description><![CDATA[Sejak beberapa pekan belakangan ini, kami telah menyajikan beberapa kali lowongan kerja di dunia perbankan. Melihat itu, beberapa pengunjung situs ini bertanya-tanya: Apakah bekerja di perbankan itu tidak haram? Tidakkah bunga bank itu tergolong riba, sehingga haram hukumnya? Untuk menjawab pertanyaan semacam itu, di bawah ini kami sampaikan dua buah kutipan terkait. Pertama, dari Dr.&#160;&#8230; <a href="https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/05/09/haramkah-bekerja-di-perbankan/">Baca lebih lanjut <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak beberapa pekan belakangan ini, kami telah menyajikan beberapa kali <a href="http://lowongankerjainfoterbaru.wordpress.com/">lowongan kerja</a> di dunia perbankan. Melihat itu, beberapa pengunjung <a href="http://muhshodiq.wordpress.com/">situs ini</a> bertanya-tanya: Apakah bekerja di perbankan itu tidak haram? Tidakkah bunga bank itu tergolong riba, sehingga haram hukumnya?</p>
<p>Untuk menjawab pertanyaan semacam itu, di bawah ini kami sampaikan dua buah kutipan terkait. Pertama, dari Dr. Zulkarnaini Abdullah M.A. (Rektor STAIN Cot Kala / Dosen Fakultas Syari&#8217;ah IAIN Ar Raniry) dalam &#8220;<a href="http://pkh-online.net/index.php?action=konsultasi.detail&amp;id=30&amp;PHPSESSID=0dce8ed8c109443c0df7eacdf6a41c97">hukum bank konvensional</a>&#8220;: <span id="more-208"></span></p>
<blockquote><p>Melihat pada kenyataan bahwa perbankan (konvensional khususnya) telah merupakan bagian dari sistem perekonomian dunia dan telah merupakan lembaga yang bekerja secara profesional dengan peraturan-peraturan yang jelas dan transparan, saya menganggap hukum perbankan itu tidak dapat disamaratakan semuanya dan dinilai secara hitam putih. Perbankan, meskipun dianggap memiliki sisi-sisi yang memudaratkan nasabah, juga memiliki banyak maslahat dan keuntungan-keuntungan. Bank memang didirikan sebagai sebuah lembaga usaha untuk mencari keuntungan dari pekerjaannya memberikan pelayanan dalam bentuk simpan pinjam dan produk-produk lainnya. Mengambil keuntungan dari pekerjaan memberikan pelayanan (<em>service</em>) adalah sah-sah saja, sesuai dengan kesepakatan. Kalau memang tidak disepakati, tidak usah diteruskan (artinya tidak usah berurusan dengan bank).</p>
<p>Di sisi lain, melihat pada prinsip dasar muamalah dalam ajaran Islam, di mana tidak boleh ada transaksi yang menimbulkan penganiayaan terhadap pihak-pihak tertentu, maka pertanyaannya: apakah transaksi-transaksi perbankan mengandung unsur penganiayaan terhadap pihak-pihak tertentu? Jika tidak merasa teraniaya (atau mungkin merasa dapat menguntungkan), maka silakan berhubungan dengan bank. Jadi menabung di bank konvensional menurut hemat saya, tidak ada masalah; bank tidak pernah teraniaya dengan memberikan bunga kepada nasabah, karena bank bekerja secara profesional dan dengan perhitungan yang jelas dan terukur.</p>
<p>Selanjutnya, menurut hemat saya pengharaman riba tidak dapat disamakan dengan pengharaman daging babi. Daging babi memang diharamkan zatnya untuk dikonsumsikan, sedangkan riba diharamkan karena karakteristiknya yang mengandung unsur menyakiti di antara sesama manusia. Pada saat ayat-ayat riba diturunkan, orang-orang Arab yang menjadi sasaran kritik Quran itu adalah mereka yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Kesulitan ekonomi yang dialami oleh orang-orang lemah dimanfaatkan oleh sebagian orang kaya sebagai kesempatan untuk memeras. Karena itu diharamkanlah riba, artinya diharamkan mengambil lebih dari uang pokok yang dipinjamkan. Konteks larangan Quran itu menurut pemahaman saya tidak sama dengan konteks pendirian lembaga perbankan hari ini. Ketidaksamaan itulah menurut saya yang menjadi alasan tidak tepat penyamaan bunga bank dengan riba. Jadi kalau orang bekerja di bank (atau bank itu sendiri didirikan) untuk memeras rakyat, itu hukumnya haram. Kalau memang lembaga perbankan dapat mengadakan produk-produk yang dapat membantu atau memberikan kemudahan kepada rakyat, saya kira itu tidak dilarang, bahkan dianjurkan.</p>
<p>Namun, ini bukan berarti saya tidak mengkritik perbankan. Banyak hal menurut hemat saya yang perlu dibenahi dari sisi sistem perbankan, tetapi saya tidak akan membahasnya di sini. Cukup dikatakan bahwa pemerintah perlu membuat peraturan lebih ketat soal perbankan dalam bentuk yang lebih memihak pada kepentingan rakyat kecil.</p></blockquote>
<p>Kedua, dari Dr. Muhammad Zuhri, <strong><a href="http://amir-bisa.blog.friendster.com/2009/03/07/riba-dalam-al-quran-dan-perbankan/">Riba dalam al-Qur&#8217;an dan Perbankan: Sebuah Tilikan Antisipatif</a></strong> (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1996):</p>
<blockquote><p>Riba disebutkan dalam al-Qur’an di beberapa tempat secara berkelompok, yaitu surat al-Rum: 39, al-Nisa: 160-161, Ali ‘Imran: 130, dan surat al-Baqarah: 275-280. Para ulama fiqih membicarakan riba dalam <em>Fiqh Mu’amalat</em>. Untuk menjelaskan pengertian riba dan hukumnya, mereka menjadikan surat Ali ‘Imran: 130 dan surat al-Baqarah: 278-279 sebagai dasar pijakan. Sebab, di kedua surat itu ditegaskan hukum riba. Riba yang dibicarakan dalam al-Qur’an ini disebut <em>riba nasi’ah</em> (riba yang dilarang).<a href="http://amir-bisa.blog.friendster.com/2009/03/07/riba-dalam-al-quran-dan-perbankan/#_ftn1">[1]</a></p>
<p>Dari ayat-ayat tersebut para ulama membuat rumusan riba, dan dari rumusan itu kegiatan ekonomi diidentifikasi, dapat dimasukkan ke dalam kategori riba atau tidak. Dalam menetapkan hukum, para ulama biasanya mengambil langkah, yang dalam ushul fiqh, <em>ta’lil</em> (mencari <em>‘illat</em>). Hukum suatu peristiwa atau keadaan itu sama dengan hukum peristiwa atau keadaan lain yang disebut oleh <em>nas</em> apabila sama <em>‘illat</em>-nya.<a href="http://amir-bisa.blog.friendster.com/2009/03/07/riba-dalam-al-quran-dan-perbankan/#_ftn2">[2]</a></p>
<p>Kata kunci yang dipergunakan para ulama untuk menerangkan dan mengembangkan pengertian riba dalam al-Qur’an adalah لكم رؤوس أموالكم (hakmu adalah menerima sejumlah modal yang kamu pinjamkan). <a href="http://amir-bisa.blog.friendster.com/2009/03/07/riba-dalam-al-quran-dan-perbankan/#_ftn3">[3]</a> Dari kata kunci kemudian dipahami bahwa pemberi pinjaman hanya berhak menerima pelunasan sejumlah pinjaman. Kelebihan atas jumlah pinjaman disebut riba. Abdurrahman al-Jaziri mengatakan, para ulama sependapat bahwa tambahan atas sejumlah pinjaman ketika pinjamna itu dibayar dalam tenggang waktu tertentu tanpa adanya <em>‘iwad</em> (pengganti/imbalan) adalah riba. Kelihatannya <em>‘illat riba</em> – <em>nasi’ah</em> – yang ditemukan para ulama adalah:</p>
<p>1.Kesamaan sifat benda yang ditransaksikan dalam hal ukuran, timbangan dan takaran.</p>
<p>2.Adanya tambahan karena tenggang waktu tanpa adanya <em>‘iwad</em>.</p>
<p>Dalam kriteria tersebut, di masa Rasul hingga Fuqoha, terdapat relevansi antara “pengembalian sejumlah pinjaman (رأس مال)” dengan akibat yang timbul, yaitu “tidak ada pihak yang dirugikan (غير ظلم)”.</p>
<p>Tetapi dalam perkembangan ekonomi belakangan telah muncul fenomena lain. Di Indonesia, misalnya, dari tahun ke tahun nilai tukar rupiah mengalami perubahan. Uang satu juta rupiah pada tahun 1990 tidak sama nilai tukarnya dengan satu juta rupiah pada tahun berikutnya. Bila pada awal tahun 1990 dipinjam sejumlah uang, kemudian tahun berikutnya dikembalikan sejumlah pinjaman maka pihak pemberi pinjaman – secara ekonomi – dirugikan. Fenomena ini menggambarkan tidak relevannya hubungan “pengembalian رأس مال” (jumlah utang) dengan “tidak adanya ظلم”.</p>
<p>Dalam kondisi seperti ini, agar tidak ada pihak yang dirugikan, pengembalian utang harus disertai tambahan untuk kompensasi perubahan nilai tukar rupiah. Tetapi langkah ini tentu akan dikatakan sebagai menjalankan riba berdasarkan kategori di atas.</p>
<p>Persoalan baru dalam Fiqh Mu’amalat muncul ketika pengertian riba dihadapkan pada persoalan perbankan. Di satu pihak bunga bank terperangkap dalam kriteria riba, tetapi di sisi lain bank mempunyai fungsi sosial yang besar, bahkan dapat dikatakan, tanpa bank suatu negara akan hancur.</p>
<p>Bunga bank telah menimbulkan polemik pro dan kontra di kalangan ummat Islam, khususnya di Indonesia. Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), ormas Islam terbesar di Indonesia, tidak menyatakan halalnya bunga bank.<a href="http://amir-bisa.blog.friendster.com/2009/03/07/riba-dalam-al-quran-dan-perbankan/#_ftn4">[4]</a> Tetapi terdapat kelompok orang tertentu, baik di kalangan NU dan Muhammadiyah, yang belakangan mengelola badan pemodal semacam ini, kendati tidak sejalan dengan keputusan mereka.</p>
<p>Terdapat beberapa tokoh yang membolehkan menfaat bunga bank.</p>
<p>1. Hatta berpendapat, bunga bank untuk kepentingan produktif bukan riba, tetapi untuk kepentingan konsumtif riba.</p>
<p>2. Kasman Singodimedjo dan Syafruddin Prawiranegara berpendapat, sistem perbankan modern diperbolehkan karena tidak mengandung unsur eksploitasi yang dzalim; oleh karenanya tidak perlu didirikan bank tanpa bunga.<a href="http://amir-bisa.blog.friendster.com/2009/03/07/riba-dalam-al-quran-dan-perbankan/#_ftn5">[5]</a></p>
<p>3. Hasan Bangil, tokoh Persatuan Islam (PERSIS), secara tegas menyatakan bunga bank itu halal karena tidak ada unsur lipat gandanya.<a href="http://amir-bisa.blog.friendster.com/2009/03/07/riba-dalam-al-quran-dan-perbankan/#_ftn6">[6]</a></p>
<hr />
<p><a href="http://amir-bisa.blog.friendster.com/2009/03/07/riba-dalam-al-quran-dan-perbankan/#_ftnref1">[1]</a> Dalam fiqh dikenal riba <em>fadl</em> dan riba <em>nasi’ah</em>. Lihat, misalnya, uraian Wahbah al-Zuhaili, <em>al-Fiqh al-Islami wa adillatuh</em> (Beirut: Dar al-Fikr, 1985), hlm. 671-4</p>
<p><a href="http://amir-bisa.blog.friendster.com/2009/03/07/riba-dalam-al-quran-dan-perbankan/#_ftnref2">[2]</a> Fathi al-Daraini, <em>Al-Fiqh al-Islami al-Muqarin ma’a al-Mazahib</em> (Dimasyqa: Jami’ah Dimasyqa, 1979) hlm. 49-54.</p>
<p><a href="http://amir-bisa.blog.friendster.com/2009/03/07/riba-dalam-al-quran-dan-perbankan/#_ftnref3">[3]</a> Surat al-Baqarah: 279</p>
<p><a href="http://amir-bisa.blog.friendster.com/2009/03/07/riba-dalam-al-quran-dan-perbankan/#_ftnref4">[4]</a> Dalam kongresnya tahun 1957, NU melarang perusahaan bisnis pinjam uang ke bank. Muhammadiyah dalam keputusan Majlis Tarjih-nya tahun 1968 berkesimpulan, bunga bank termasuk <em>syubhat</em>, berarti harus disingkirkan. Lihat Muhammad Kamal Hasan, <em>Muslim Intellectual Responses to “New Order” Modernization in Indonesia</em> (Kuala Lumpur: 1982), hlm. 76-9.</p>
<p><a href="http://amir-bisa.blog.friendster.com/2009/03/07/riba-dalam-al-quran-dan-perbankan/#_ftnref5">[5]</a> Lihat Kasman Singodimedjo, <em>Bunga itu tidak Riba, dan Bank itu tidak Haram</em> (Bandung: 1972), hlm. 14. Tulisan Syafruddin dapat dilihat dalam <em>Polemik Reaktualisasi Ajaran Islam </em>(Jakarta: Pustaka Panjimas, 1988), hlm. 36-41.</p>
<p><a href="http://amir-bisa.blog.friendster.com/2009/03/07/riba-dalam-al-quran-dan-perbankan/#_ftnref6">[6]</a> Kamal Hasan, <em>op. cit</em>., hlm. 30</p></blockquote>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/05/09/haramkah-bekerja-di-perbankan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/e1968088d7ad544319abb0b763ff1caad7a72a3ae9cd24da8152ec287fc09bfa?s=96&#38;d=https%3A%2F%2F2.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nikah siri eh, Dakwah siri, yuk!!</title>
		<link>https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/04/22/nikah-siri-dakwah-siri-yuk/</link>
					<comments>https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/04/22/nikah-siri-dakwah-siri-yuk/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Prof. Idiot]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2009 00:32:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[nikah siri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimmoderat.wordpress.com/?p=186</guid>

					<description><![CDATA[Sirri = rahasia, diam-diam, tidak memberitahukan, tidak mengumumkan. Pada mulanya, nikah sirri bermakna &#8220;pernikahan yang memenuhi unsur-unsur atau rukun-rukun perkawinan dan syaratnya menurut syari’at, &#8230;, hanya saja si saksi diminta untuk merahasiakan atau tidak memberitahukan terjadinya pernikahan tersebut kepada khalayak ramai.&#8221; Kini, masyarakat memaknai nikah siri sebagai &#8220;pernikahan yang dilakukan oleh wali atau wakil wali&#160;&#8230; <a href="https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/04/22/nikah-siri-dakwah-siri-yuk/">Baca lebih lanjut <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sirri = rahasia, diam-diam, tidak memberitahukan, tidak mengumumkan. Pada mulanya, nikah sirri bermakna &#8220;pernikahan yang memenuhi unsur-unsur atau rukun-rukun perkawinan dan syaratnya menurut syari’at, &#8230;, hanya saja si saksi diminta untuk merahasiakan atau tidak memberitahukan terjadinya pernikahan tersebut kepada khalayak ramai.&#8221; Kini, masyarakat memaknai nikah siri sebagai &#8220;pernikahan yang dilakukan oleh wali atau wakil wali dan disaksikan oleh para saksi, tetapi tidak dilakukan di hadapan Petugas Pencatat Nikah sebagai aparat resmi pemerintah&#8221;.</p>
<p>Menurut hukum negara, nikah siri itu <a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2009/02/28/poligami-nikah-siri-dan-kawin-kontrak-itu-kriminal/">kriminal</a>. Menurut hukum Islam, nikah sirri itu <a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2009/04/22/muhammadiyah-hukum-nikah-sirri-haram/">haram</a>. Karena itu, daripada nikah siri, kita <strong>dakwah sirri</strong> aja, yuk! <span id="more-186"></span></p>
<p>Berbeda dengan nikah sirri, dakwah sirri tidaklah selalu haram, tetapi bergantung pada apa yang kita maksud dengan &#8220;dakwah sirri&#8221;. Bila yang dimaksud dengan dakwah sirri itu merahasiakan siapa saja ustadz kita, merahasiakan kitab apa saja yang menjadi rujukan kita, melakukan gerakan &#8220;bawah-tanah&#8221; ketika di masyarakat terdapat kebebasan berpendapat, maka dakwah sirri dalam pengertian seperti itu bisa menjadi haram. (Lihat &#8220;<a href="http://miiugm.blogsome.com/2008/07/16/dawah-sirriyah/">Dakwah Sirriyah</a>&#8220;.)</p>
<p>Hanya saja, bila yang dimaksudkan dengan dakwah siri ini agak mirip dengan pengertian nikah siri di masyarakat pada zaman sekarang, yakni <strong>tidak melaporkannya ke aparat pemerintah</strong>, maka dakwah siri dalam pengertian ini tidaklah haram. </p>
<p>Secara demikian, walaupun kita tidak tercatat sebagai mubalig/ustadz oleh pemerintah, kita tetap dapat berdakwah. Bahkan, walaupun masyarakat tidak menganggap kita sebagai mubalig/ustadz, kita pun tetap bisa berdakwah! Pengertian inilah yang aku maksudkan ketika mengajakmu, &#8220;<del>Nikah siri</del> Dakwah siri, yuk!!&#8221;</p>
<p>Mengapa dakwah siri? Salah satu sebabnya, <a href="http://www.mail-archive.com/mencintai-islam@yahoogroups.com/msg05014.html">seorang ustadz menerangkan</a>:</p>
<blockquote><p>&#8230; hilangkan dan jauhkan anggapan bahwa dakwah itu hanya patut disampaikan oleh orang &#8211; orang yang berprofesi sebagai juru dakwah seperti yang kita sebut ustadz / ustadzah, atau yang kita sebut da&#8217;i atau kiyai, guru agama Islam, atau siapa saja yang pernah mondok dipesantren, atau seorang yang kita sebut mubaligh dari sarjana-sarjana Agama Islam, atau lulusan perguruan tinggi Islam baik luar maupun dalam Negri. &#8230;</p>
<p>Padahal Allah SWT berfirman dalam Al &#8211; Qur’an Surat Luqman [31] : 17-19 </p>
<p>&#8220;Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)”.</p>
<p>&#8230; Jadi wahai saudaraku berdasarkan firman Alloh tersebut diatas, Dakwah merupakan kewajiban setiap orang yang disebut Muslim atau Muslimah, apapun profesi dan keahliannya kita memiliki kewajiban yang sama sebagai juru dan menjadi juru dakwah atau menyeru kepada kebaikan, dan mencegah terjadinya kehancuran.</p>
<p>Sebagaimana yang disabdakan oleh baginda Rasulullah SAW, &#8220;Sampaikanlah dariku, walaupun hanya satu ayat.&#8221;</p></blockquote>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muslimmoderat.wordpress.com/2009/04/22/nikah-siri-dakwah-siri-yuk/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/e1968088d7ad544319abb0b763ff1caad7a72a3ae9cd24da8152ec287fc09bfa?s=96&#38;d=https%3A%2F%2F2.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
