<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>Islamkah ini? » shalat</title>
	
	<link>http://salatsmart.wordpress.com</link>
	<description>marilah belajar dan terus belajar tentang seluk-beluk Islam</description>
	<lastBuildDate>Sat, 26 Dec 2009 23:26:03 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain="salatsmart.wordpress.com" port="80" path="/?rsscloud=notify" registerProcedure="" protocol="http-post" />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/ae266adc607463f3dfe6e360aaaaf863?s=96&amp;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Islamkah ini? » shalat</title>
		<link>http://salatsmart.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://salatsmart.wordpress.com/osd.xml" title="Islamkah ini?" />
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/SalatSmart" /><feedburner:info uri="salatsmart" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com" /><feedburner:emailServiceId>SalatSmart</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item>
		<title>Dapatkah mengembalikan rasa cintanya dengan shalat tahajud?</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/SalatSmart/~3/Mezpv8hKhFk/</link>
		<comments>http://salatsmart.wordpress.com/2009/05/30/dapatkah-mengembalikan-rasa-cintanya-dengan-shalat-tahajud/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 May 2009 18:49:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[shalat]]></category>
		<category><![CDATA[5 - Tebarkan hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salatsmart.wordpress.com/?p=161</guid>
		<description><![CDATA[Pak ustadz yang baik, Saya seperti mimpi dengan kejadian yang telah menimpa saya, ini semua kesalahan yang tidak saya sengaja. ketika itu setelah selesai orang tua saya dengan orang tuanya saling berkenalan, keesokannya kami berdua jalan-jalan, di dalam mobil kami ngobrol dan tiba2 terjadi perdebatan dan mulai adu mulut tanpa saya sadari saya EMOSI saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salatsmart.wordpress.com&blog=635105&post=161&subd=salatsmart&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p>Pak ustadz yang baik, Saya seperti mimpi dengan kejadian yang telah menimpa saya, ini semua kesalahan yang tidak saya sengaja. ketika itu setelah selesai orang tua saya dengan orang tuanya saling berkenalan, keesokannya kami berdua jalan-jalan, di dalam mobil kami ngobrol dan tiba2 terjadi perdebatan dan mulai adu mulut tanpa saya sadari saya EMOSI saya meledak dan saya melempar barang di hadapannya,dan akhirnya saya minta maaf saya khilaf karan pada saat itu pikiran saya lagi bingung dgn status pasangan saya yang duda tapi belum saya katakan pada orang tua saya (pada saat itu)</p>
<p>Kejadian di mobil itu pangkal permasalhan pasangan saya, dan tadi malam dia baru berterus terang kepada saya kalau selama setahun ini perasaan dia hambar kepada saya karna saya telah membetaknya secara emosional waktu di dalam mobil,sebenarnya pada saat kejadian itu dia langsung hilang perasaannya kepada saya dia sudah berusaha menbangun dengan terus datang kerumah saya pokoknya terus komunikasi tapi tetap dia tdk bisa mengembalikan persaannya yang dulu lagi,dia bilang sifat dia yang seperti ini sebenarnya menjadi momok buat dia, dia minta bantuan saya untuk berobat ke psikiater, dia tau saya khilaf dan dia sudah memaafkan, tapi yang dia bingung kenapa kok sifat &#8221; yang langsung hilang perasaannya&#8221; tidak bisa hilang semenjak dia smp, jadi kalau pacaran lantas dia di bentak secara emosi rasa cintanya langsung hilang, sewaktu dia menikah sebernarnya istrinya seperti iti tetapi karana sudah menikah jadi dia berusaha untuk mempertahankan sampai istrinya tutup usia.</p>
<p>Dia minta bantuan saya untuk ke psikologi karana dia ingin tau kenapa hanya dengan masalh sepele seperti itu persaannya bisa langsung hilang, dia sedang berjuang untuk melawan ini semua, karana bukan dengan saya pun takutnya seperti ini lagi. Saya senang dia punya itikad baik untuk mengakui kelemahannya,tapi di lain sisi jiwa saya terguncang karna seperti di bohongi, dan dia tau itu.</p>
<p>Dia akan segera ke psikolog, karana dia tau ini penyakit lamanya dan dia minta bantuan saya, lantas saya tanya kenapa dulu bisa menikah padahal kejadian seperti itu pernah terjadi? dia bilang wkt pacaran dia singkat sehinnga dia mengalami hal itu wkt sudah berumah tangga jadi dia berusaha untuk selalu menjaganya sampai akhirnya maut memisahkan.</p>
<p>Pak ustadz waktu saya pertama kali bertemu dengannya saya juga tidak mencintainya,tetapi dengan seiringnya waktu saya mulai mencintainya sampai detik ini perasaan ini terus berkembang, saya mulai bisa menerima segala kekurangannya,saya sedih usia saya sudah 34 tahun kenapa ALLah masih juga belum berkenan memberikan saya pasangan,pastinya saya sudah berdoa setiap saya putus denagn pacar, saya selalu berdoa untuk minta yang terbaik sampai akhirnya saya bertemu dangan mas P (inisial nama kekasih saya yang sekarang) saya bahagia sekali kami cocok secara pandangan, hanya kesalahan itu saja yang saya tidak di sengaja dan tidak pernah terulang lagi, ternyata sudah menghancurkarkan semua harapan saya.</p>
<p>Kenapa Pak ustadz ALLAH seperti itu kepada saya? saya pikir mas P adalah jawaban dari semua doa2 saya siang dan malam, di waktu sholat hajat dan sholat 5 waktu,kenapa jodoh saya jauh sekali ..? bisakah dengan TAHAJUD ALLAH MENGEMBALIKAN HATINYA DAN MENYEMBUHKAN SEMUA KELEMAHANNYA? DZKIR APA YANG HARUS SAYA BACA UNTUK MENGEMBALIKAN RASA CINTANYA KEPADA SAYA, saya senang dia mau berusaha terus datang tidak pernah absent karna dia sungguh ingin membangun rasa yang dulu lagi.</p>
<p>Apa ini jawaban dari ALLAH dari dari semua doa2 saya? atau ini ujian dari ALLAH untuk menguji kesabran saya untuk menolong dia?<br />
Tolong pak saya minta doa dan dzikir yang tepat untuk masalah ini. Boleh kah saya sholat HAJAT lagi untuk minta jodoh walaupun saya masih mencintainya, dan boleh kah pak kalau dalam SHOLAT HAJAT saya sekalian meminta kesembuhan untuk mas P (2 permintaan dalam sholat hajat) dan masih bolehkah saya sholat ISTIQARAH lagi untu meminta petunjuk untuk masalah ini.</p>
<p>Terima kasih </p></blockquote>
<p>Tanggapan M Shodiq Mustika: <span id="more-161"></span></p>
<p>Pertama, aku mohon maaf karena baru sekarang dapat menyempatkan diri menjawab pertanyaanmu. Aku hanya berharap bahwa sebagaimana kamu bisa bersabar menghadapi kasus ini, bisa pula kau bersabar menunggu jawabanku.</p>
<p>Salah satu alasan mengapa aku tidak segera menjawab pertanyaanmu adalah adanya kasus-kasus lain yang dikonsultasikan kepadaku. Kasus-kasus lain itu menurutku lebih berat dan lebih mendesak untuk segera diselesaikan. Harap maklum, ya!</p>
<p>Sebelum menyampaikan jawabanku terhadap pertanyaanmu, aku hendak menyampaikan saran lebih dulu. Boleh, ya?</p>
<p>Saranku yang utama untuk mengatasi kasus kalian itu adalah bahwa kalian tidak perlu banyak berharap bahwa hati si P akan &#8220;kembali seperti dulu&#8221;. Yang aku sarankan adalah hendaknya kalian memulai lagi dari nol (bahkan &#8220;minus&#8221;) untuk membangun hubungan &#8220;baru&#8221;, sedikit demi sedikit, sehingga pada suatu waktu nanti rasa cintanya kepadamu LEBIH BAIK DARIPADA YANG DULU. </p>
<p>Dulu, sebagai &#8220;wanita sempurna&#8221; kamu dicintai mas P. Aku berharap, kelak dia bisa mencintaimu &#8220;apa adanya&#8221;. </p>
<p>Mencintai seseorang yang dipandang &#8220;sempurna&#8221; bukanlah cinta sejati. Sebab, takkan ada manusia yang sempurna. Kesempurnaan hanyalah milik Tuhan. Cinta sejati antarlawanjenis adalah mencintai &#8220;apa adanya&#8221;, dengan segala kelebihan dan kekurangannya.</p>
<p>Tentu saja, itu bukan berarti bahwa kita bisa mencintai kekurangan kekasih. Namun, dengan rasa cintalah kita dapat &#8220;menerima&#8221; keadaan kekasih yang kurang sempurna, untuk kemudian <strong>berusaha bersama-sama berkembang, sehingga kekurangan masing-masing menjadi semakin sedikit, sedangkan kelebihan masing-masing menjadi bertambah</strong>.</p>
<p>Untuk menyertakan Allah dalam upaya perubahan (perkembangan) seperti itu, yang lebih dianjurkan kepada kita bukanlah shalat hajat, melainkan istikharah. </p>
<p>Shalat sunnah yang mana pun, termasuk shalat Tahajud, dapat berfungi pula sebagai shalat istikharah (asalkan disertai dengan doa istikharah). Muhyiddin an-Nawawi menerangkan, &#8220;Shalat istikharah bisa dilakukan dengan dua rakaat shalat sunah rawatib yang mana pun. Bahkan, juga shalat sunah <em>tahiyatul masjid</em> dan shalat sunah lainnya.&#8221; (<em>al-Adzkar</em>, 112) </p>
<p>Untuk penjelasan lebih lanjut, silakan simak buku karyaku dkk, <a href="http://shodiq.com/2008/01/29/cara-cerdas-mendapatkan-jodoh-ideal/">Istikharah Cinta</a>. Adapun untuk lafal-lafal zikir yang relevan dengan persoalanmu, silakan simak buku <a href="http://shodiq.com/2008/06/11/cara-dzikir-untuk-atasi-segala-masalah-cinta/">Doa &amp; Zikir Cinta</a>.</p>
<p>Demikianlah jawabanku, wallaahu a&#8217;lam.</p>
Posted in shalat Tagged: 5 - Tebarkan hikmah <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salatsmart.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salatsmart.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salatsmart.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salatsmart.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salatsmart.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salatsmart.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salatsmart.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salatsmart.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salatsmart.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salatsmart.wordpress.com/161/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salatsmart.wordpress.com&blog=635105&post=161&subd=salatsmart&ref=&feed=1" /></div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SalatSmart/~4/Mezpv8hKhFk" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salatsmart.wordpress.com/2009/05/30/dapatkah-mengembalikan-rasa-cintanya-dengan-shalat-tahajud/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://salatsmart.wordpress.com/2009/05/30/dapatkah-mengembalikan-rasa-cintanya-dengan-shalat-tahajud/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Bershalat Sambil Memegang Mushhaf Al-Qur’an</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/SalatSmart/~3/p3IjBPWK5_c/</link>
		<comments>http://salatsmart.wordpress.com/2009/05/01/bershalat-sambil-memegang-mushhaf-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2009 21:29:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[shalat]]></category>
		<category><![CDATA[2 - Mantapkan wujud]]></category>
		<category><![CDATA[fatwa ulama]]></category>
		<category><![CDATA[halal haram]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[mushhaf Al-Qur’an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salatsmart.wordpress.com/?p=159</guid>
		<description><![CDATA[saya sudah membaca buku anda. bagus, itu saja yang bisa saya katakan. tapi bukan masalah bagusnya. seperti saran anda, kalo mau praktek disesuaikan dengan kepribadian kita. kayaknya yang cocok dengan saya yach yang arungi makna salat. karena saya orang kuper, susah ngomong, telmi. tapi saya yakin, dengan praktek salat smart ini bisa meningkatkan taraf hidup [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salatsmart.wordpress.com&blog=635105&post=159&subd=salatsmart&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p>saya sudah membaca <a href="http://shodiq.com/2009/04/07/hebatnya-nu-cara-shalat-muhammadiyah-pun-disambut-hangat/">buku anda</a>. bagus, itu saja yang bisa saya katakan. tapi bukan masalah bagusnya. seperti saran anda, kalo mau praktek disesuaikan dengan kepribadian kita. kayaknya yang cocok dengan saya yach yang <a href="http://shodiq.com/2007/04/09/sistematiskan-pikiran-di-dalam-shalat/">arungi makna salat</a>. karena saya orang kuper, susah ngomong, telmi. tapi saya yakin, dengan praktek salat smart ini bisa meningkatkan taraf hidup saya dan kecerdasan saya.<br />
yang menarik dari buku ini adalah tentang membaca mushaf dalam salat. saya termasuk susah kalo harus hapalan surat apalagi saya cuma hapal 10 surat saja. jd yg sy bc ya hanya itu2 aja. cuma sya ini berkcmata tebal. jd apa boleh mushaf dipegang ketika berdiri dlm solat.tp saya jga menerapkan bc 2x, 8x mengingat.<br />
sy ini agak budeg jd agak ksulitan mendengar azan dari masjid. apa boleh mjawab azan di tv?sy tdk pernah kmasjid kcuali ramadhan.<br />
terus saya ini cewek muslim ktp, baru satu tahun ini salat. skr 27 thn. dan saya mulai solat karena saya ingin kaya. dari situ saya merasa salat sy bukn krn allah. tp stelah mbc buku anda, sy mengerti meski agak takut2 jg salat saya gak dterma.<br />
sy cm mau mengucapkan syukron krn anda dah menulis <a href="http://salatsmart.wordpress.com/2008/08/26/buku-panduan-lengkap-praktis-shalat-yang-mencerdaskan/">buku hebat ini</a>.<br />
tolong ptanyan saya djwb.</p></blockquote>
<p>Tanggapan M Shodiq Mustika:</p>
<p>Terima kasih atas pujiannya. Jawabanku: <strong>sebagian besar ulama membolehkan kita untuk bershalat sambil memegang mushhaf Al-Qur&#8217;an</strong>, terutama dalam shalat sunnah. Sebagian kecil ulama melarangnya. Aku berpegang pada yang membolehkannya. Sungguhpun demikian, yang aku kutip di bawah ini tidak hanya  pandangan yang membolehkan, tetapi juga yang melarangnya. <span id="more-159"></span></p>
<p>Jawaban dari <a href="http://syariahonline.com/kajian.php?lihat=detil&amp;kajian_id=321">SyariahOnline.com</a>:</p>
<blockquote><p>Para ulama telah menyusun hal-hal yang membatalkan shalat seseorang. Bila kita cermati semua hal yang membatalkan shalat, maka tidak kita dapati nash yang jelas berkaitan dengan tidak bolehnya seseorang memegang mushaf Al-Quran) untuk membaca ayat-ayat.</p>
<p>Mazhab Syafi‘i berpendapat bahwa melakukan gerakan (di luar ketentuan shalat) lebih dari tiga kali berturut-turut membatalkan shalat. Namun bukan berarti memegang mushaf Al-Quran bisa dikategorikan melakukan gerakan tiga kali berturut-turut.</p>
<p>Selain itu banyak riwayat dari Rasulullah SAW yang menceritakan bolehnya orang shalat sambil menggendong anak, atau melangkah ke depan untuk mengisi shaf yang kosong atau menggerakkan/menjulurkan tangan mencegah orang yang akan lewat di depannya.</p>
<p>Bahkan Rasulullah perintahkan untuk membunuh ular dan kalajengking yang lewat di depannya. (HR Ahmad dan Ashhabus Sunan yang empat orang).</p>
<p>Dalam hadits riwayat Ahmad dari Aisyah diceritakan bahwa Aisyah RA. Minta dibukakan pintu sedangkan Rasulullah SAW sedang shalat, maka beliau berjalan membukakan pintu hingga terbuka.</p>
<p>Dalam shalat khauf kita diperintahkan untuk mengawasi gerak gerik musuh. Karena itu para ulama membolehkan seseorang memegang mushaf AL-Quran dan membaca saat shalat, sebagaiman yang sering kita lihat dalam shalat terawaih dari masjidil Al-Haram di Makkah dan Madinah.</p></blockquote>
<p>Jawaban dari <a href="http://www.pesantrenvirtual.com/tanya/077.shtml">PesantrenVirtual</a>.com:</p>
<blockquote><p>Saat salat tarawih sambil membaca mushaf menjadi perbedaan pendapat:<br />
sebagian besar ulama membolehkan (Malikiyah, Syafi&#8217;iyah, Hanbaliyah) dalam salat sunat (terutama dalam Ramadhan, termasuk tarawih); Malikiyah dan Hanbaliyah memakruhkan dalam salat fardhu; Hanafiyah dan Dzahiriyah tidak membolehkan baik dalam sunat atau fardhu; Zaidiyah membolehkan asal tidak lebih dari membaca dengan melihat saja (tidak memegang dan membolak-balik mushaf). [Lihat, misalnya, Kumpulan Fatwa-nya Syeikh Gad el-Haq hal 181].</p>
<p>Timbulnya perbedaan ini bermula dari perbedaan pendapat : pekerjaan membaca itu termasuk membatalkan salat (karena ia termasuk pekerjaan yang panjang yang bisa merusak kekhusyukan salat) dan tidak membatalkan (karena membaca mushaf tidak merusak salat).</p>
<p>Menurut saya, orang yang sekiranya mampu tetap khusyuk sambil membaca/melihat mushaf, silahkan saja melakukan hal itu. Namun, jika sekiranya mengurangi kekhusyukannya, maka sebaiknya membaca apa yang dihafalnya saja.
</p></blockquote>
<p>Jawaban dari <a href="http://www.almanhaj.or.id/content/1961/slash/0">Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz &amp; Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin</a>:</p>
<blockquote><p>TIDAK MENGAPA MEMBACA AL-QUR’AN DENGAN MEMBACA MUSHAF KETIKA SHALAT TARAWIH RAMADHAN</p>
<p>Oleh<br />
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz</p>
<p>Pertanyaan<br />
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Saya melihat ketika bulan ramadhan di Mansharim –ini adalah untuk pertama kalinya saya shalat tarawih di Manthiqah Ha’il- ketika itu imam memegang mushaf dan membacanya, kemudian dia meletakkan di sampingnya dan mengulang-ngulang hal itu hingga selesai shalat tarawih, sebagaimana yang dia lakukan pula ketika shalat malam di sepuluh terakhir ramadhan. Pemandangan ini mengherankan saya karena kebiasaan itu tersebar di hampir seluruh masjid-masjid di Ha’il, padahal aku tidak pernah mendapatkannya di Madinah Al-Munawarah misalnya ketika saya shalat tahun yang lalu sebelum ini.</p>
<p>Yang menjadi ganjalan saya, apakah amal tersebut pernah dikerjakan pada zaman Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ? Jika tidak berarti termasuk bid’ah yang diada-adakan yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun di antara sahabat maupun tabi’in. Lagi pula bukankah lebih utama membaca surat pendek yang dihafal imam daripada membaca dengan melihar mushaf dengan target supaya dapat menghatamkan bersamaan dengan habisnya bulan, karena imam membaca setia harinya satu juz? Jika perbuatan tersebut diperbolehkan manakah dalil dari Kitabullah dan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam?</p>
<p>Jawaban<br />
Tidak mengapa seorang imam membaca dengan melihat mushaf pada saat tarawih, agar para makmum kedapatan pernah mendengar seluruh (ayat) Al-Qur’an. Dalil-dalil syar’i dari Al-Kitab dan As-Sunnah telah menunjukkan disyariatkannya membaca Al-Qur’an ketika shalat, hal ini berlaku umum baik membaca dengan melihat mushaf ataupun dengan hafalan. Telah disebutkan pula dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha bahwa beliau memerintahkan budaknya Dzakwan untuk mengimaminya ketika shalat tarawih, ketika itu Dzakwan membaca dengan melihar mushaf. Riwayat ini disebutkan oleh Al-Bukhari rahimahullah di dalam shahihnya secara mu’allaq dan beliau memastikan</p>
<p>[Disalin dari kitab Al-Fatawa Juz Awwal, Edisi Indonesia Fatawa bin Baaz, Penulis Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, Penerjemah Abu Umar Abdillaj, Penerbit At-Tibyan Solo]</p>
<p>HUKUM MEMBAWA AL-QUR’AN BAGI MAKMUM DALAM SHALAT TARAWIH</p>
<p>Oleh<br />
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin</p>
<p>Pertanyaan<br />
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apa hukum membawa Al-Qur’an bagi makmum dalam shalat tarawih di bulan Ramadhan dengan dalil untuk mengikuti bacaan imam?</p>
<p>Jawaban<br />
Membawa mushaf dengan tujuan ini, menyelisihi sunnah berdasar beberapa hal yaitu :</p>
<p>Pertama : Hal ini menjadikan seseorang tidak meletakkan tangan kanannya di atas tangan kirinya.</p>
<p>Kedua : Menjadikan seseorang harus banyak bergerak seperti membuka mushaf, menutupnya, meletakannya di ketiak atau di saku dan sebagainya.</p>
<p>Ketiga : Menyibukkan orang tadi dengan gerakan-gerakan tersebut dalam shalat.</p>
<p>Keempat : Menghilangkan kesempatan untuk melihat ke arah tempat sujud, padahal sebagian besar ulama memandang bahwa melihat ke tempat sujud termasuk sunnah dan keutamaan.</p>
<p>Kelima : Orang ini mungkin tidak merasakan bahwa ia sedang shalat bila hatinya sedang tidak konsentrasi. Berbeda jika ia shalat dengan khudhu&#8217; dan tawadhu&#8217; dengan meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri, dengan kepala menunduk melihat tempat sujud. Hal ini lebih dekat kepada hadirnya perasaan bahwa ia sedang shalat di belakang imam.</p></blockquote>
<p>Jawaban dari <a href="http://groups.yahoo.com/group/mualafindonesia/message/1233">Ahmad Sarwat, Lc.</a>:</p>
<blockquote><p>Para ulama berbeda pendapat tentang hukum yang anda tanyakan. Sebagian membolehkannya dan sebagian lainnya mengatakan bahwa hal itu membatalkan shalat.</p>
<p>1. Kalangan yang Membolehkan</p>
<p>Di antara yang membolehkan shalat sambil memegang dan membaca dari<br />
mushaf adalah Al-Imam Malik, Al-Imam As-Syafi&#8217;i dan Al-Imam Ahmad bin<br />
Hanbal, Abu Yusuf dan Muhammad serta yang lainnya rahimahumullah.</p>
<p>Namun meski mereka memandang bahwa shalat sambil membaca mushaf Al-Quran bukanlah hal yang terlarang, namun lebih dikhususkan untuk shalat sunnah atau nafilah dan bukan shalat wajib.</p>
<p>Selain itu mereka tetap mensyaratkan agar tidak terlalu banyak gerakan<br />
yang akan mengakibatkan batalnya shalat. Hal itu mengingat bahwa dalam pandangan para ulama syafi&#8217;i misalnya, tiga kali gerakan yang berturut-turut tanpa jeda sudah dianggap membatalkan shalat. Meski membolehkan, namun mereka tetap mengatakan bahwa shalat dengan menghafal langsung tanpa membaca dari mushaf tetaplah lebih utama dan lebih baik.</p>
<p>Dalil-dalil yang Membolehkan</p>
<p>a. Zakwan mengimami Aisyah ra. dengan melihat mushaf</p>
<p>Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi bahwa sahaya Ummul Mukminin Aisyah<br />
radhiyallahu &#8216;anha yang bernama Zakwan telah shalat menjadi imam bagi<br />
Aisyah ra. di bulan Ramadhan. Dia menjadi imam sambil membaca Al-Quran dari mushaf. Hal yang sama juga dalam shalat nafilah (sunnah) yang lain.</p>
<p>Riwayat ini sampai kepada kita lewat hadits yang dikeluarkan oleh<br />
Al-Baihaqi (2/253).</p>
<p>b. Nabi SAW shalat sambil menggendong anak</p>
<p>Diriwayatkan secara shahih sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Bukhari (494) dan Muslim (543) dari Abi Qatadah bahwa Rasulullah SAW shalat sambil menggendong anak (cucu beliau).</p>
<p>Dengan penjelasan itu, maka logikanya adalah kalau menggendong anak<br />
tidak membatalkan shalat, apalagi bila sekedar memegang mushaf. Padaha memegang mushaf itu punya manfaat tersendiri agar tidak salah bacaan, serta bermanfaat buat yang belum hafal Quran dari ingin membaca lebih banyak di dalam shalat.</p>
<p>c. Nabi SAW Terganggu Shalatnya tapi tetap meneruskan</p>
<p>Bahkan dalam hadits lain disebutkan bahwa Rasulullah merasa terganggu<br />
konsentrasi shalatnya ketika melihat al-khamishah (kain empat persegi<br />
terbuat dari wol), namun tidak ada keterangan bahwa beliau mengulangi<br />
shalatnya.</p>
<p>&#8220;Benda itu melalaikanku dari shalatku.&#8221; (HR Bukhari 366 dan Muslim 556)</p>
<p>Teranggunya shalat tidaklah membatalkannya. Karena tidak ada keterangan beliau mengulangi shalatnya. Maka demikian juga dengan memegang mushaf, meski barangkali agak mengganggu namun tidak lantas membatalkan shalat.</p>
<p>d. Pendapat para ulama</p>
<p>Al-Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu&#8217; Syarah Al-Muhazzab menyebutkan:</p>
<p>Bila seseorang membaca dari mushaf, maka shalatnya tidak batal. Baik dia hafal atau tidak hafal. Bahwa wajib membaca dari mushaf bila tidak hafal surat Al-Fatihah. Meski sesekali membolak-balik halaman, tidak membatalkan.</p>
<p>2. Pendapat yang Mengatakan Batalnya Shalat</p>
<p>Namun ada pendapat yang tidak membolehkannya secara mutlak, yaitu<br />
pendapat kalangan mazhab Al-Hanafiyah dan Az-Dzahiriyah.</p>
<p>Pendapat mereka didasari oleh beberapa hal, di antaranya:</p>
<p>a. Hadits Ibnu Abbas ra.</p>
<p>Dalam kitab Al-Mashahif, Imam Ibnu Abi Daud meriwayatkan bahwa Ibnu<br />
Abbas ra. berkata, &#8220;Amirul Mukminin melarang kami untuk menjadi imam<br />
shalat di depan orang-orang sambil melihat ke mushaf.&#8221;</p>
<p>b. Melihat mushaf sama dengan berbicara dengan orang lain</p>
<p>Selain dengan hadits di atas, larangan membaca dari mushaf yang mereka pegang beralasan bahwa membaca dari mushaf sama kedudukannya dengan talqin (dibacakan oleh orang lain).</p>
<p>Dan talqin itu sama dengan berbicara dengan orang di luar shalat.<br />
Sedangkan berbicara dengan orang lain yang tidak ikut shalat itu<br />
membatalkan shalat.</p>
<p>c. Selain itu, alasan pelarangannya karena membaca dari mushaf itu<br />
umumnya dilakukan sepanjang bacaan shalat. Ini berbeda dengan kasus imam yang lupa bacaan quran dan diingatkan oleh makmum. Dalam kasus itu, meski seolah ada &#8216;pembicaraan&#8217; antar imam dan makmum, namun yang terjadi hanya sesekali saja, tidak sepanjang shalat.</p>
<p>Sedangkan membaca dari mushaf didudukkan seperti imam berbicara dengan orang lain, meski hanya lewat tulisan saja.</p>
<p>Mushaf Khusus, Mengapa Tidak?</p>
<p>Bila kita cenderung kepada pendapat yang membolehkan, tetap harus<br />
berhati-hati dengan gerakan yang berlebihan. Dan untuk itu boleh juga<br />
dipikirkan untuk tidak memegang mushaf dengan tangan, melainkan cukup diletakkan di depan orang yang shalat, tentunya dengan huruf yang besar dan tidak di atas tanah. Adapun bila hanya matanya saja yang membaca tulisan dari mushaf, tidak mengapa.</p>
<p>Dan sekarang ini di banyak tempat sudah terbit mushaf yang cocok untuk hal itu. Selain ukuran hurufnya besar juga halamannya lebar, sehingga tidak perlu membolak-balik halaman lagi. Satu halaman mushaf itu sebanding dengan 2 halaman di mushaf lain. Produsennya barangkali paham bahwa sebagian ulama agak ketat dalam masalah tidak boleh terlalu banyak bergerak dalam shalat.</p>
<p>Namun karena masalah ini memang khilaf di kalangan para ulama, di mana<br />
sebagian membolehkannya dan sebagian melarangnya, maka yang dibutuhkan sekarang ini adalah sikap bijak dan toleran. Alangkah baiknya bila kita tidak saling menyalahkan, apalagi sampai menghujat dan menuduh shalatnya saudara kita itu batal dan tidak sah.</p>
<p>Selama suatu masalah masih terjadi khilaf, yang terbaik adalah bersikap<br />
bijak dan berlaku adil.</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam bishshawab, wassalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabarakatuh.</p></blockquote>
Posted in shalat Tagged: 2 - Mantapkan wujud, fatwa ulama, halal haram, Islam, mushhaf Al-Qur’an <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salatsmart.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salatsmart.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salatsmart.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salatsmart.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salatsmart.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salatsmart.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salatsmart.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salatsmart.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salatsmart.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salatsmart.wordpress.com/159/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salatsmart.wordpress.com&blog=635105&post=159&subd=salatsmart&ref=&feed=1" /></div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SalatSmart/~4/p3IjBPWK5_c" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salatsmart.wordpress.com/2009/05/01/bershalat-sambil-memegang-mushhaf-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://salatsmart.wordpress.com/2009/05/01/bershalat-sambil-memegang-mushhaf-al-quran/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Hebatnya NU: Cara Shalat Muhammadiyah Pun Disambut Hangat</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/SalatSmart/~3/aFHR8EmJCTA/</link>
		<comments>http://salatsmart.wordpress.com/2009/04/07/hebatnya-nu-cara-shalat-muhammadiyah-pun-disambut-hangat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2009 15:00:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[shalat]]></category>
		<category><![CDATA[5 - Tebarkan hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[cara shalat]]></category>
		<category><![CDATA[muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[NU]]></category>
		<category><![CDATA[toleransi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salatsmart.wordpress.com/?p=151</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillaah&#8230; Tadi saat berkunjung ke situs resmi Nahdlatul Ulama (NU), aku jumpai sebuah fakta yang sangat menarik: Ternyata, sebuah buku karya seorang dosen Universitas Muhammadiyah mengenai cara shalat diterima keberadaannya di situs resmi NU ini. Bahkan, boleh dibilang bahwa keberadaannya disambut hangat. Sebab, apresiasi terhadap buku tersebut muncul di rubrik resensi buku. Gambar kover bukunya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salatsmart.wordpress.com&blog=635105&post=151&subd=salatsmart&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Alhamdulillaah&#8230; Tadi saat berkunjung ke <a href="http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&amp;menu=news_view&amp;news_id=16848" target="_blank">situs resmi Nahdlatul Ulama (NU)</a>, aku jumpai sebuah fakta yang sangat menarik: Ternyata, <a href="http://salatsmart.wordpress.com/2008/08/26/buku-panduan-lengkap-praktis-shalat-yang-mencerdaskan/" target="_blank">sebuah buku karya seorang dosen Universitas Muhammadiyah mengenai cara shalat</a> diterima keberadaannya di situs resmi NU ini. Bahkan, boleh dibilang bahwa keberadaannya disambut hangat. Sebab, apresiasi terhadap buku tersebut muncul di rubrik resensi buku. Gambar kover bukunya pun tertayang di <em>sidebar</em> setiap halaman. Bagiku, apresiasi dan toleransi seperti itu luar biasa dan patut diteladani oleh kelompok-kelompok Islam lainnya. <span id="more-151"></span></p>
<p><a href="http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&amp;menu=news_view&amp;news_id=16848" target="_blank"><img class="alignright size-full wp-image-2316" title="resensi-buku-shalat-di-situs-resmi-nu-595x444" src="http://muhshodiq.files.wordpress.com/2009/04/resensi-buku-shalat-di-situs-resmi-nu-595x444.jpg?w=595&#038;h=444" alt="resensi-buku-shalat-di-situs-resmi-nu-595x444" width="595" height="444" /></a></p>
Posted in shalat Tagged: 5 - Tebarkan hikmah, cara shalat, muhammadiyah, NU, toleransi <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salatsmart.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salatsmart.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salatsmart.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salatsmart.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salatsmart.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salatsmart.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salatsmart.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salatsmart.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salatsmart.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salatsmart.wordpress.com/151/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salatsmart.wordpress.com&blog=635105&post=151&subd=salatsmart&ref=&feed=1" /></div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SalatSmart/~4/aFHR8EmJCTA" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salatsmart.wordpress.com/2009/04/07/hebatnya-nu-cara-shalat-muhammadiyah-pun-disambut-hangat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muhshodiq.files.wordpress.com/2009/04/resensi-buku-shalat-di-situs-resmi-nu-595x444.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">resensi-buku-shalat-di-situs-resmi-nu-595x444</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://salatsmart.wordpress.com/2009/04/07/hebatnya-nu-cara-shalat-muhammadiyah-pun-disambut-hangat/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Wajibkah Penyeragaman Cara Shalat?</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/SalatSmart/~3/_Uoufzf4h0Q/</link>
		<comments>http://salatsmart.wordpress.com/2009/03/16/wajibkah-penyeragaman-cara-shalat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2009 15:16:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[shalat]]></category>
		<category><![CDATA[2 - Mantapkan wujud]]></category>
		<category><![CDATA[cara shalat]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah nabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salatsmart.wordpress.com/?p=153</guid>
		<description><![CDATA[Saat kutempuh latihan ujian praktek shalat sewaktu SMP, mulanya aku menggunakan cara shalat ala Muhammadiyah. Namun oleh guruku, yang kebetulan beraliran NU, cara shalatku dinilai salah. Aku diminta mengulangi shalatku. Berhubung aku ingin lulus, ya kupenuhi saja permintaannya, tapi khusus untuk latihan dan ujian itu saja. Dalam praktek sehari-hari, aku tetap menggunakan cara Muhammadiyah.
Saat ini, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salatsmart.wordpress.com&blog=635105&post=153&subd=salatsmart&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Saat kutempuh latihan ujian praktek shalat sewaktu SMP, mulanya aku menggunakan cara shalat ala Muhammadiyah. Namun oleh guruku, yang kebetulan beraliran NU, cara shalatku dinilai salah. Aku diminta mengulangi shalatku. Berhubung aku ingin lulus, ya kupenuhi saja permintaannya, tapi khusus untuk latihan dan ujian itu saja. Dalam praktek sehari-hari, aku tetap menggunakan cara Muhammadiyah.</p>
<p>Saat ini, kecenderungan untuk menyeragamkan cara shalat mungkin masih berlangsung di sekolah-sekolah oleh guru-guru yang bersangkutan. Aku merasakannya ketika putri sulungku, kelas 3 SD, mengkritik salah satu cara shalatku. <span id="more-153"></span></p>
<p>Syifa, putriku itu, sekolahnya di SD Islam Al-Azhar 28 Solo Baru. Sekolah ini berada di bawah naungan Yayasan Pesantren Islam Al-Azhar. Walaupun salah seorang pendirinya ialah Buya Hamka, seorang tokoh Muhammadiyah, ada beberapa perbedaan kecil antara cara shalat Al-Azhar dan Muhammadiyah. </p>
<p>Selama ini, aku kenal Al-Azhar sebagai lembaga pendidikan Islam yang moderat. Jadilah aku agak heran ketika mendapat kritik dari putriku itu. Apakah di sekolahnya diajarkan penyeragaman cara shalat? Apakah guru-gurunya tidak mengajarkan bahwa <strong>cara shalat yang benar itu ada banyak</strong>?</p>
<p>Kritikan putriku itu mengingatkanku pada seorang pemuda Madura di Jogja yang bertanya-tanya, &#8220;Shalat kita beda???&#8221;. Persoalan yang dia angkat ini sudah aku bahas di artikel &#8220;<a href="http://salatsmart.wordpress.com/2008/09/02/mengapa-cara-shalat-kita-beda/">Mengapa cara shalat kita beda?</a>&#8221; Di antara hikmahnya, aku tegaskan bahwa untuk ibadah mahdhoh (seperti shalat), segalanya terlarang, kecuali ada tuntunannya. Karena itu, <strong>penyeragaman cara shalat pun hukumnya haram</strong> karena tidak dituntunkan oleh Rasulullah saw. </p>
<p>Jadi, seharusnya para guru agama Islam itu tidak mengharuskan satu cara saja untuk bershalat, apa pun alirannya. Mestinya mereka mengajarkan bahwa cara shalat yang benar itu ada banyak. (Bahkan, meskipun makmum harus mengikuti gerak imam dalam shalat jamaah, cara shalat diantara makmum dan imam pun tidak harus sama persis.)</p>
Posted in shalat Tagged: 2 - Mantapkan wujud, cara shalat, sunnah nabi <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salatsmart.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salatsmart.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salatsmart.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salatsmart.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salatsmart.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salatsmart.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salatsmart.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salatsmart.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salatsmart.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salatsmart.wordpress.com/153/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salatsmart.wordpress.com&blog=635105&post=153&subd=salatsmart&ref=&feed=1" /></div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SalatSmart/~4/_Uoufzf4h0Q" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salatsmart.wordpress.com/2009/03/16/wajibkah-penyeragaman-cara-shalat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://salatsmart.wordpress.com/2009/03/16/wajibkah-penyeragaman-cara-shalat/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Teks &amp; Terjemah Doa Istikharah</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/SalatSmart/~3/yskmvdEbH4c/</link>
		<comments>http://salatsmart.wordpress.com/2009/03/04/teks-terjemah-doa-istikharah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Mar 2009 04:41:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[shalat]]></category>
		<category><![CDATA[2 - Mantapkan wujud]]></category>
		<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan shalat]]></category>
		<category><![CDATA[istikharah]]></category>
		<category><![CDATA[shalat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[teks doa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salatsmart.wordpress.com/?p=146</guid>
		<description><![CDATA[Teks doa istikharah:

Allaahumma, innii astakhiiruka bi’ilmika, wa astaqdiruka biqudratik. 

Wa as-aluka min fadhlikal ‘azhiimi, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyuub.

Allaahumma, in kunta ta’lamu anna haadzal amra khairul lii fii diinii wa ma’aasyii wa ‘aaqibati amrii, faqdurhu lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiih.

Wa in kunta [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salatsmart.wordpress.com&blog=635105&post=146&subd=salatsmart&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Teks doa istikharah</strong>:</p>
<div style="text-align:center;"><a href="http://shodiq.com/2008/01/29/cara-cerdas-mendapatkan-jodoh-ideal/" target="_blank"><img src="http://i42.tinypic.com/2r55b1t.jpg" border="0" alt="teks arab doa istikharah 1"></a></div>
<p>Allaahumma, innii astakhiiruka bi’ilmika, wa astaqdiruka biqudratik. <span id="more-146"></span></p>
<div style="text-align:center;"><a href="http://shodiq.com/2008/01/29/cara-cerdas-mendapatkan-jodoh-ideal/" target="_blank"><img src="http://i44.tinypic.com/2rhwab6.jpg" border="0" alt="teks arab doa istikharah 2"></a></div>
<p>Wa as-aluka min fadhlikal ‘azhiimi, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyuub.</p>
<div style="text-align:center;"><a href="http://shodiq.com/2008/01/29/cara-cerdas-mendapatkan-jodoh-ideal/" target="_blank"><img src="http://i44.tinypic.com/egracw.jpg" border="0" alt="teks arab doa istikharah 3"></a></div>
<p>Allaahumma, in kunta ta’lamu anna haadzal amra khairul lii fii diinii wa ma’aasyii wa ‘aaqibati amrii, faqdurhu lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiih.</p>
<div style="text-align:center;"><a href="http://shodiq.com/2008/01/29/cara-cerdas-mendapatkan-jodoh-ideal/" target="_blank"><img src="http://i44.tinypic.com/2eyw9sn.jpg" border="0" alt="teks arab doa istikharah 4"></a></div>
<p>Wa in kunta ta’lamu anna haadzal amra syarrul lii fii diinii wa ma’aasyii wa ‘aaqibati amrii, fashrifhu ‘annii, washrifnii ‘anhu, waqdur liyal khaira haitsu kaana, tsumma radhdhinnii bih.</p>
<p><strong>Terjemah doa istikharah</strong>:</p>
<p>Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan [yang tepat] kepada Engkau dengan ilmu [yang ada pada]-Mu, dan aku memohon kekuasaan-Mu [untuk menyelesaikan urusanku] dengan kodrat-Mu.</p>
<p>Dan aku memohon kepada-Mu sebagian karunia-Mu yang agung, karena sesungguhnya Engkau Mahakuasa sedangkan aku tidak berkuasa, dan Engkau Mahatahu sedangkan aku tidak tahu, dan Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib.</p>
<p>Ya Allah, sekiranya Engkau tahu bahwa urusan ini lebih baik untuk diriku, agamaku, dan kehidupanku, serta [lebih baik pula] akibatnya [di dunia dan akhirat], maka takdirkanlah dan mudahkanlah urusan ini bagiku, kemudian berkahilah aku dalam urusan ini.</p>
<p>Dan sekiranya Engkau tahu bahwa urusan ini lebih buruk untuk diriku, agamaku, dan kehidupanku, serta [lebih buruk pula] akibatnya [di dunia dan akhirat], maka jauhkanlah urusan ini dariku, dan jauhkanlah aku dari urusan ini, dan takdirkanlah kebaikan untukku di mana pun, kemudian jadikanlah aku ridha menerimanya.</p>
Posted in shalat Tagged: 2 - Mantapkan wujud, 3 - Arungi makna, bacaan shalat, istikharah, shalat sunnah, teks doa <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salatsmart.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salatsmart.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salatsmart.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salatsmart.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salatsmart.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salatsmart.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salatsmart.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salatsmart.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salatsmart.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salatsmart.wordpress.com/146/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salatsmart.wordpress.com&blog=635105&post=146&subd=salatsmart&ref=&feed=1" /></div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SalatSmart/~4/yskmvdEbH4c" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salatsmart.wordpress.com/2009/03/04/teks-terjemah-doa-istikharah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i42.tinypic.com/2r55b1t.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">teks arab doa istikharah 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i44.tinypic.com/2rhwab6.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">teks arab doa istikharah 2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i44.tinypic.com/egracw.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">teks arab doa istikharah 3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i44.tinypic.com/2eyw9sn.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">teks arab doa istikharah 4</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://salatsmart.wordpress.com/2009/03/04/teks-terjemah-doa-istikharah/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Jika ini Sholat Terakhirku…</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/SalatSmart/~3/bgaH_xsOVL0/</link>
		<comments>http://salatsmart.wordpress.com/2009/02/26/jika-ini-sholat-terakhirku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Feb 2009 12:17:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aZti aRlina</dc:creator>
				<category><![CDATA[shalat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salatsmart.wordpress.com/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[Bulan februari ini bagi saya, banyak sekali hikmah. sangat banyak. kadang pun saya tidak sempat hanya untuk sekedar berbagi kisah itu dengan rekan-rekan. beberapa waktu kedepan saya agendakan untuk kembali mendalami sholat. melalui chating dengan teman-teman yg OL, saya bertukar informasi tentang sholat. baik info dari buku (Pedoman Sholat : th.1951), website (www.salatsmart.wordpress.com), dan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salatsmart.wordpress.com&blog=635105&post=132&subd=salatsmart&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Bulan februari ini bagi saya, banyak sekali hikmah. sangat banyak. kadang pun saya tidak sempat hanya untuk sekedar berbagi kisah itu dengan rekan-rekan. beberapa waktu kedepan saya agendakan untuk kembali mendalami sholat. melalui chating dengan teman-teman yg OL, saya bertukar informasi tentang sholat. baik info dari buku (Pedoman Sholat : th.1951), website (<a href="../">www.salatsmart.wordpress.com</a>), dan yang tidak kalah lagi lagu-lagu (<a href="http://kumpulan-lirik-lagu-indonesia.blogspot.com/2008/08/lirik-lagu-sandaran-hati-letto.html">Letto &#8211; Sandaran Hati</a>) <span id="more-132"></span>saya berpikir; belajar itu bisa dari mana saja. berikut salah satu hikmah bulan februari ini, merupakan <a href="http://www.facebook.com/s.php?q=azhar+annas&amp;init=q&amp;sid=065c4fc5fce242484e086c4089889e46#/note.php?note_id=52045114331">note dari fesbuk teman</a> yg langsung copast aja:</p>
<div class="note_title" style="font-weight:bold;"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-size:large;">Kapan Giliran Saya Tiba ?</span></span></div>
<p><span style="color:#0000ff;">Gila&#8230;.. untuk kesekian kalinya saya telat nge-lab. Padahal hari itu, jam tiga pagi saya sudah bangun. Cuci muka, terus jungkat-jungkit sekedar menjaga agar catatan muhasabah harian tidak bolong. Menjelang subuh sekitar jam empat, masih saya sempatkan buka laptop teman menyelesaikan entry data kependudukan Jakarta. Subuh datang, teman-teman di kontrakan kami bangun. Beberapa sudah mandi, kami pun bareng pergi ke masjid terdekat. Ba&#8217;da subuh, saya sempatkan lihat catatan.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Oh &#8230; ada titipan salah seorang karyawan di Lab Mektan. Pak Yun namanya &#8230; beliau minta dibawakan buku tuntunan sholat. Saya sendiri baru belakangan ini sering ngobrol dengan beliau. Mungkin karena Pak Yun lebih banyak berada di lapangan daripada di lab. Orangnya hangat dan bersahaja. Tidak pernah beliau mengeluhkan pekerjaannya. Tidak juga dalam aksi ngomongin orang lain.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Kemarin, kami bertemu di lab. Agak sore. Seperti biasa, hari itu, saya membawa buku bacaan. Kali ini Nashaihul Ibad karya Imam Nawawi Al Bantani. Siapa tahu, kalau sewaktu-waktu semangat saya sedang kumat, bisa lah buku ini dibaca di waktu istirahat atau sambil menunggu Bis Kuning.<br />
Sambil bercerita tentang pengalaman beliau melakukan penyelidikan tanah di Papua, Pak Yun merapikan “koleksi” buku yang berserakan di meja saya. Ada satu yang menarik perhatian beliau, judulnya saya lupa. Tentang tuntunan sholat.<br />
Dengan semangat, Pak Yun bermaksud meminjamnya. “Nas, minjem buku yang ini ya! Saya pengen belajar lagi nih, tentang sholat”<br />
Saya putar rekaman ingatan di otak. Ternyata itu buku pinjaman, bukan punya saya, “Itu punya Parlan, Pak. Kalau mau besok coba saya bawakan yang serupa punya saya”<br />
“Ya, boleh-boleh. Jangan lupa ya!” Beliau pun pamit pulang</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">“Waduh &#8230; di mana nyarinya?”. Sudah lama saya nggak baca buku. Apalagi yang “begituan”. Saya sangat yakin dengan cara sholat yang selama ini saya lakukan. Bongkar-bongkar tumpukan buku di rak dan kardus sebentar. Wah, tidak ketemu. Akhirnya saya putuskan, “Ah, besok saja lah. Toh, hari Jumat besok Pak Yun masuk Lab”</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Sarapan, menunggu giliran kamar mandi, saya tidur leyeh-leyeh. Bablas&#8230;. Bangun jam 8.30 saya panik. Mandi kucing lima menit, berpakaian sekenanya saya berangkat.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Sampai di lab, saya heran. Pintu-pintu lab terkunci. Ruangan gelap. Belum sempat bertanya ke petugas jaga. Mata saya menangkap selembar pengumuman sebesar A1 tertempel di kaca pintu utama.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Innalillahi Wa inna ilaihi rajiun<br />
Telah berpulang ke rahmatullah Sdr/rekan kita<br />
Bapak Maryunardi (Pak Yuyun)<br />
karyawan Laboratorium Mekanika Tanah&#8230;.<br />
&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Duh Gusti, lemas lutut saya.<br />
Bukankah beliau kemarin sehat.<br />
Bukankah beliau kemarin semangat untuk belajar sholat.<br />
Bukankah kemarin bermaksud meminjam buku dan tidak saya berikan.<br />
Bukankah saya tidak terlalu serius menunaikan amanah mencari buku serupa.<br />
Bukankah besok, bisa saja tiba giliran saya&#8230;..</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Depok, 20 Februari 2009</span></p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p><span style="color:#003366;">aku menghela nafas panjang setelah membaca tulisan tersebut di blog seorang <a href="http://fighter495.multiply.com/journal/item/139/Sama-sama_Mengantri...?replies_read=5">sahabat</a>. terdiam lama memandangi kolom &#8216;komentar&#8217; yang ingin kutulis.</span></p>
<p><span style="color:#003366;">&#8220;Allah&#8230;.&#8221; bisikku.</span></p>
<p><span style="color:#003366;">adzan maghrib berkumandang. semakin terdengar jelas di telinga menyusup ke seluruh persendianku. aku tau, ada yang mengganjal di hati ini. tiba-tiba aku jadi merasa amat rindu pada-Nya&#8230;</span></p>
<p><span style="color:#003366;">sajadah terbentang ke arah kiblat. mukena putih membalut seluruh auratku. ya, aku akan bertemu-Nya. aku akan menghadap-Nya&#8230;</span></p>
<p><span style="color:#003366;"><em>takbir.. </em></span></p>
<p><span style="color:#003366;"><em>rukuk.. </em></span></p>
<p><span style="color:#003366;"><em>sujud.. </em></span></p>
<p><span style="color:#003366;">ya, aku sedang menghadap-Nya.</span></p>
<p><span style="color:#003366;">hingga salam menutup shalatku..tiba-tiba dada ini sesak..</span></p>
<p><span style="color:#003366;">ku angkat tangan hendak ingin bermunajat..</span></p>
<p><span style="color:#003366;">dan tak sadar hati telah berucap :<br />
</span></p>
<p><span style="color:#003366;"><em>&#8220;Allah.. bagaimana jika ini shalat terakhir ku..?</em></span></p>
<p><span style="color:#003366;">***</span></p>
Posted in shalat  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salatsmart.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salatsmart.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salatsmart.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salatsmart.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salatsmart.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salatsmart.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salatsmart.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salatsmart.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salatsmart.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salatsmart.wordpress.com/132/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salatsmart.wordpress.com&blog=635105&post=132&subd=salatsmart&ref=&feed=1" /></div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SalatSmart/~4/bgaH_xsOVL0" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salatsmart.wordpress.com/2009/02/26/jika-ini-sholat-terakhirku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">azti</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://salatsmart.wordpress.com/2009/02/26/jika-ini-sholat-terakhirku/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Murtadkah bila meninggalkan tiga kali shalat Jum’at berturut-turut?</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/SalatSmart/~3/c6k3o5kTKrE/</link>
		<comments>http://salatsmart.wordpress.com/2009/02/18/murtadkah-bila-meninggalkan-tiga-kali-shalat-jum%e2%80%99at-berturut-turut/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Feb 2009 03:07:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[shalat]]></category>
		<category><![CDATA[1 - Siagakan pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[kafir]]></category>
		<category><![CDATA[munafik]]></category>
		<category><![CDATA[murtad]]></category>
		<category><![CDATA[shalat jumat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salatsmart.wordpress.com/?p=128</guid>
		<description><![CDATA[Jumat kemaren aku dengerin radio, siang2 gitu jam 11an. Mbak2 penyiarnya blg gini : &#8220;Ayo pada siap2 jumat&#8217;an&#8230; katanya kalo 3x bolos jumat&#8217;an itu udah dianggap kafir loh&#8230;&#8221; jadi penasaran&#8230; emg ada yah hadist ato quran yg bilang begini? kalo gitu, sebenernya byk donk umat islam yg udh &#8220;gak diakui&#8221; oleh Allah? gw jg pegang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salatsmart.wordpress.com&blog=635105&post=128&subd=salatsmart&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p>Jumat kemaren aku dengerin radio, siang2 gitu jam 11an. Mbak2 penyiarnya blg gini : &#8220;Ayo pada siap2 jumat&#8217;an&#8230; katanya kalo 3x bolos jumat&#8217;an itu udah dianggap kafir loh&#8230;&#8221; jadi penasaran&#8230; emg ada yah hadist ato quran yg bilang begini? kalo gitu, sebenernya byk donk umat islam yg udh &#8220;gak diakui&#8221; oleh Allah? gw jg pegang terus konten hadits ini, tp apakah bener sperti itu p. Ustadz?</p></blockquote>
<p>Jawaban M Shodiq Mustika: <span id="more-128"></span></p>
<p>Yang menyatakan &#8220;kafir&#8221; bila meninggalkan tiga kali shalat Jum’at berturut-turut itu bukan Rasulullah saw., melainkan salah seorang sahabat dekat beliau, yaitu Ibnu &#8216;Abbas r.a.: “<em>Barangsiapa meninggalkan tiga kali shalat Jum’at berturut-turut, sungguh dia telah mencampakkan Islam ke belakang punggungnya (kafir).</em>” (HR Abu Ya&#8217;la, dishahihkan oleh al-Albani dalam <em>Shahiih at-Targhiib</em> no. 732)</p>
<p>Ibnu Abbas itu adalah seorang sahabat yang terkenal &#8220;lunak&#8221; dalam berislam. Tidak ada bukti-bukti empiris yang menunjukkan bahwa dia memperlakukan orang yang meninggalkan tiga kali shalat Jum’at berturut-turut sebagai orang yang telah murtad. Penggunaan kiasan &#8220;telah mencampakkan Islam ke belakang punggungnya&#8221; (bukan kata-kata qath&#8217;i seperti &#8220;telah menjadi orang kafir&#8221;) pun menunjukkan bahwa &#8220;kafir&#8221; yang dimaksud itu bukan dalam dataran hukum, melainkan pendidikan. Itu untuk menekankan kerasnya larangan meninggalkan shalat Jumat.</p>
<p>Secara bahasa, &#8220;kafir&#8221; berasal dari kata &#8220;kufur&#8221; yang artinya menutupi kebenaran, melanggar kebenaran yang telah diketahui dan tidak berterima kasih. Kata jamak dari &#8220;kafir&#8221; adalah &#8220;kaafiruun&#8221; atau &#8220;kuffaar&#8221;. Kata kafir dan derivasinya (kata turunannya) disebutkan sebanyak 525 kali dalam Al Qur’an. Semuanya mengacu pada perbuatan mengingkari Allah swt., seperti mengingkari nikmat-nikmat Allah (Q.S. An-Nahl 16: 44, Ar-Rum 30: 34), lari dari tanggung jawab (Q.S. Ibrahim 14:22), membangkang hukum-hukum Allah (Q.S. Al Maidah 5: 44), meninggalkan amal shaleh yang diperintahkan Allah swt. (Q.S. Ar-Rum 30: 44), dll. Arti &#8220;kafir&#8221; yang paling dominan disebutkan dalam Al Qur’an adalah pengingkaran terhadap Allah dan Rasul-Nya, khususnya Muhammad saw. dengan ajaran-ajaran yang dibawanya. Istilah kafir dalam pengertian yang terakhir ini pertama kali digunakan dalam Al Qur’an untuk menyebut para orang kafir Mekah (Q.S. Al-Mudatstsir 74: 10) Jadi, orang kafir adalah mereka yang menolak, menentang, mendustakan, mengingkari, dan bahkan anti kebenaran. Seseorang disebut kafir apabila melihat sinar kebenaran, ia akan memejamkan matanya. Apabila mendengar ajakan kebenaran, ia menutupi telinganya. Ia tidak mau mempertimbangkan dalil apa pun yang disampaikan padanya dan tidak bersedia tunduk pada sebuah argumen meski telah mengusik nuraninya.</p>
<p>Mengenai orang yang meninggalkan tiga kali shalat Jum’at berturut-turut tanpa alasan yang sah, Rasulullah saw. tidak menyebutnya &#8220;kafir&#8221;. Sungguhpun demikian, beliau pun menggunakan istilah yang &#8220;keras&#8221;, yaitu &#8220;<strong>munafik</strong>&#8220;.</p>
<p>Dari Usamah bin Zaid r.a. dari Nabi saw., beliau bersabda, &#8220;<em>Barangsiapa yang meninggalkan tiga kali shalat Jum&#8217;at tanpa udzur (alasan yang sah), niscaya dia tercatat dalam golongan orang-orang munafik.</em>&#8221; (Hadits shahih, termuat dalam <em>Shahihul Jami&#8217;us Shaghir</em> no: 6144 dan Thabrani dalam <em>al-Kabir</em> I: 170 no: 422).</p>
<p>Selain &#8220;munafik&#8221;, beliau pun menggunakan istilah lain yang juga &#8220;keras&#8221;, yaitu &#8220;<strong>Allah menutupi hatinya</strong>&#8221; dan &#8220;<strong>lalai</strong>&#8220;. Dari Ibnu Umar dan Abu Hurairah r.a. bahwa keduanya pernah mendengar Rasulullah saw.  bersabda sedang beliau bersandar pada tongkat di atas mimbarnya, &#8220;<em>Hendaklah orang-orang itu benar-benar berhenti dari meninggalkan shalat Jum&#8217;at, atau Allah benar-benar menutup rapat hati mereka, kemudian mereka benar-benar akan menjadi orang-orang yang lalai.</em>&#8221; (Hadits shahih dalam <em>Shahih Shahihul Jami&#8217;us Shaghir</em> hal 142 not 5 no: 548, Muslim II: 591 no: 865, Nasa&#8217;i III: 88)</p>
Posted in shalat Tagged: 1 - Siagakan pelaku, kafir, munafik, murtad, shalat jumat <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salatsmart.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salatsmart.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salatsmart.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salatsmart.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salatsmart.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salatsmart.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salatsmart.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salatsmart.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salatsmart.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salatsmart.wordpress.com/128/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salatsmart.wordpress.com&blog=635105&post=128&subd=salatsmart&ref=&feed=1" /></div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SalatSmart/~4/c6k3o5kTKrE" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salatsmart.wordpress.com/2009/02/18/murtadkah-bila-meninggalkan-tiga-kali-shalat-jum%e2%80%99at-berturut-turut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://salatsmart.wordpress.com/2009/02/18/murtadkah-bila-meninggalkan-tiga-kali-shalat-jum%e2%80%99at-berturut-turut/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Shalat Sunnah Tidak Perlukah Perhitungan?</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/SalatSmart/~3/4rLY2gG4PlE/</link>
		<comments>http://salatsmart.wordpress.com/2009/01/23/shalat-sunnah-tidak-perlukah-perhitungan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jan 2009 20:39:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[shalat]]></category>
		<category><![CDATA[2 - Mantapkan wujud]]></category>
		<category><![CDATA[4 - Rengkuh ruh]]></category>
		<category><![CDATA[shalat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah nabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salatsmart.wordpress.com/?p=118</guid>
		<description><![CDATA[Saat blogwalking tadi, kujumpai sebuah tanya-jawab yang menarik. Pertanyaannya: &#8220;Ustadz, saya mohon penjelasan mengenai hukum melaksanakan shalat sunnah awal &#38; akhir tahun serta shalat sunnah rajab, karena di tempat saya shalat itu marak dilaksanakan. Saya sendiri dulunya termasuk orang yg melaksanakan, kemudian saya mendapat keterangan dari teman saya yg mesantren di beberapa pesantren di Garut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salatsmart.wordpress.com&blog=635105&post=118&subd=salatsmart&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Saat blogwalking tadi, kujumpai sebuah tanya-jawab yang menarik. Pertanyaannya: &#8220;Ustadz, saya mohon penjelasan mengenai hukum melaksanakan shalat sunnah awal &amp; akhir tahun serta shalat sunnah rajab, karena di tempat saya shalat itu marak dilaksanakan. Saya sendiri dulunya termasuk orang yg melaksanakan, kemudian saya mendapat keterangan dari teman saya yg mesantren di beberapa pesantren di Garut dan Sukabumi serta Cianjur bahwa hukum hadistnya maudlu&#8217; ( sangat dhoif ) sehingga tidak boleh dipakai menjadi dasar hukum dia juga memperlihatkan referensi dari dua kitab yaitu Fathl Mu&#8217;in dan Kifayatul Akhyar yang setahu saya itu kitab fiqh yg mu&#8217;tabar. Itu menjadi konflik di hati saya karena selama ini saya melaksanakan berdasarkan kitab tasawwuf ( qhoniyyah /ghunyah dan khozinatul asror ), menurut ustadz pendapat mana yg harus saya ikuti&#8230;?&#8221;</p>
<p>
<span id="more-118"></span>Pertanyaan itu aku jumpai di situs BuntetPesantren.org. Terhadap pertanyaan itu, sang ustadz menyampaikan jawaban yang sangat bagus. Kalau mau tahu jawaban lengkapnya, silakan baca &#8220;<a href="http://buntetpesantren.org/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=837&amp;Itemid=45">Shalat Sunnah kok Perhitungan</a>&#8220;. Di bawah ini, aku kutipkan sebagian saja, yang menurutku paling menarik, untuk kemudian aku komentari sedikit. </p>
<p>
Di situ disebutkan:
</p>
<blockquote><p>sebuah hadits terkenal contohnya ini saya ambil dari kitab shoheh Bukhari no. Hadits 44. Hampir di semua kitab hadits ada termasuk dalam Kitab Muwatto Ibnu Malik.: </p>
<p>&#8230;جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ أَهْلِ نَجْدٍ&#8230;..  هُوَ يَسْأَلُ عَنْ الْإِسْلَامِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَمْسُ صَلَوَاتٍ فِي الْيَوْمِ وَاللَّيْلَةِ فَقَالَ هَلْ عَلَيَّ غَيْرُهَا قَالَ لَا إِلَّا أَنْ تَطَوَّعَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَصِيَامُ رَمَضَانَ قَالَ هَلْ عَلَيَّ غَيْرُهُ قَالَ لَا إِلَّا أَنْ تَطَوَّعَ قَالَ وَذَكَرَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الزَّكَاةَ قَالَ هَلْ عَلَيَّ غَيْرُهَا قَالَ لَا إِلَّا أَنْ تَطَوَّعَ قَالَ فَأَدْبَرَ الرَّجُلُ وَهُوَ يَقُولُ وَاللَّهِ لَا أَزِيدُ عَلَى هَذَا وَلَا أَنْقُصُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَفْلَحَ إِنْ صَدَقَ</p>
<p>&#8220;Artinya: seorang laki-laki dari Najd bertanya tentang Islam kepada Rasulullah saw lalu dijawab: “Ada lima sholat sehari semalam.”<br />
“Adakah lagikah selain sholat lima waktu buatku?”<br />
“Tidak ada! Kecuali salat tatowwu’ ”<br />
“Lalu berpuasa Ramadhan” Lanjut sabda Nabi Saw yang mulia.<br />
“Ada lagikah selain puasa ramadhan buatku?”<br />
“Tidak ada! Kecuali tatowwu’ ”<br />
“Kemudian berzakat” Sabda Nabi Saw yang mulia.<br />
“Ada lagikah selain berzakat buatku?”<br />
“Tidak ada! Kecuali tatowwu’ ”<br />
“Demi Allah, saya tidak akan menambah dan menguranginya.” Sahut lelaki itu sambil berlalu.<br />
“Baguslah jika benar (adanya).”</p>
<p>&#8230; Jadi shalat [sunnah] yang dikerjakan itu masuk kategori shalat TATOWWU&#8217; sebuah shalat yang dianjurkan ditambah oleh nabi dengan ungkapan Tatowwu&#8217;&#8230; Bahkan tatowwu&#8217; ini bukan shalat saja, sedekah tatowwu&#8217;, puasa tatowwu&#8217; termasuk puasa rajab dan lain-lain. </p>
<p>Namanya tatowwu&#8217; adalah tambahan &#8230; Di buntet pesantren di Rumah Kyai Izzuddin (alm) dilakukan shalat sunnah awal dan akhir tahun. Di tempat kyai lain tidak dikerjakan secara bareng2.  Mungkin kyai lain mengerjakan secara sendiri mungkin juga tidak. Apa pasal, karena sifatnya sunnah, boleh dikerjakan boleh juga tidak. Jadi di Buntet saja berbeda, apalagi di pesantren lain. </p>
<p>Tetapi jangan kemudian masalah sunnah ini &#8220;diharamkan&#8221; apalagi diumumkan ketidak sukaanya. &#8230; dan hayo jangan perhitungan kalau mau mengerjakan shalat sunnah, seperti juga jangan perhitungan kalau mau sedekah dan puasa karena Nabi menggaransi dengan istilah TATOWWU&#8217; untuk tambahan amalan-amalan wajib.  Afwan, Wallhu a&#8217;lam.</p></blockquote>
<p>Komentar singkatku: </p>
<p>Ya, aku setuju bahwa kita tak perlu &#8220;perhitungan&#8221; dalam melakukan amalan sunnah itu, asalkan kita menempatkannya sebagai TAMBAHAN terhadap amalan wajib. Jangan sampai kita memperlakukannya sebagai amalan utama yang lebih diutamakan daripada amalan wajib. Jangan pula kita mengamalkannya secara berlebihan.</p>
<p>Dari Anas bin Malik r.a., ia berkata, ”Datanglah tiga golongan yang mendatangi rumah isteri-isteri Rasulullah secara diam-diam dan menanyakan tentang ibadah beliau. Setelah mereka diberikan lalu mereka membicarakannya dan berkata di mana posisi kita dibanding dengan Rasulullah, padahal beliau telah diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang. Salah satu di antara mereka berkata, ”Saya akan selalu shalat malam terus menerus.” Yang lain berkata, ”Saya akan berpuasa terus menerus sepanjang tahun.” dan yang lain lagi berkata, ”Saya akan menjauhi wanita dan tidak akan menikah selamanya.”</p>
<p>Kemudian Rasulullah mendatangi mereka seraya berkata, ”Apakah kalian yang mengatakan begini dan begitu? Ketahuilah, demi Allah, sesungguhnya akulah orang yang paling takut kepada Allah dan paling bertaqwa kepada-Nya, tetapi aku berpuasa dan berbuka, aku bershalat [malam] dan [juga] tidur serta menikahi wanita. Barangsiapa yang membenci sunnahku maka bukan golonganku. (HR. Mutafaqun ’alaihi)</p>
<p>Aisyah bercerita, ”Ketika Rasulullah saw. masuk ke rumahku, pada saat itu saya sedang duduk bersama seorang wanita lalu beliau bertanya, &#8216;Siapakah orang ini?&#8217; &#8216;Ini adalah fulanah yang berkenalan dengan shalatnya,&#8217; jawabku. Kemudian beliau bersabda, &#8216;Kerjakanlah sesuai dengan kemampuanmu. Demi Allah, Allah tidak akan bosan sampai kamu merasa bosan. Sesungguhnya amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang terus menerus sekalipun sedikit.&#8217;” (HR. Mutafaqun ’alaihi).</p>
Posted in shalat Tagged: 2 - Mantapkan wujud, 4 - Rengkuh ruh, shalat sunnah, sunnah nabi <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salatsmart.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salatsmart.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salatsmart.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salatsmart.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salatsmart.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salatsmart.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salatsmart.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salatsmart.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salatsmart.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salatsmart.wordpress.com/118/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salatsmart.wordpress.com&blog=635105&post=118&subd=salatsmart&ref=&feed=1" /></div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SalatSmart/~4/4rLY2gG4PlE" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salatsmart.wordpress.com/2009/01/23/shalat-sunnah-tidak-perlukah-perhitungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://salatsmart.wordpress.com/2009/01/23/shalat-sunnah-tidak-perlukah-perhitungan/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Bacaan shalat yang menyentuh hati</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/SalatSmart/~3/0YHXCTgBTRc/</link>
		<comments>http://salatsmart.wordpress.com/2008/12/19/bacaan-shalat-yang-menyentuh-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Dec 2008 23:47:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[shalat]]></category>
		<category><![CDATA[4 - Rengkuh ruh]]></category>
		<category><![CDATA[khusyuk]]></category>
		<category><![CDATA[menangis]]></category>
		<category><![CDATA[shalat jumat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salatsmart.wordpress.com/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[Subagio IN, seorang wartawan senior, menuliskan pengalamannya menjadi makmum ketika KH Mas Mansur menjadi imam shalat Jumat. Dalam buku KH Mas Mansur: Pembaharu Islam di Indonesia yang ditulisnya, Subagijo mengaku: “Tidak mungkin saya dapat melupakan hari itu”. Subagijo sedang [ber]shalat Jumat di sekolah Muallimin Muhammadiyah Yogya pada 1940-an. Imam dan khatibnya ketua PP Muhammadiyah, KH [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salatsmart.wordpress.com&blog=635105&post=115&subd=salatsmart&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Subagio IN, seorang wartawan senior, menuliskan pengalamannya menjadi makmum ketika KH Mas Mansur menjadi imam shalat Jumat. Dalam buku <em>KH Mas Mansur: Pembaharu Islam di Indonesia</em> yang ditulisnya, Subagijo mengaku: “Tidak mungkin saya dapat melupakan hari itu”. Subagijo sedang [ber]shalat Jumat di sekolah Muallimin Muhammadiyah Yogya pada 1940-an. Imam dan khatibnya ketua PP Muhammadiyah, KH Mas Mansur. Tempat shalat sudah penuh. Dia dan banyak orang lain yang tidak kebagian tempat harus [ber]shalat dan mendengarkan khutbah di luar di bawah terik sinar matahari yang menyengat kulit. </p>
<p><span id="more-115"></span>“Pada waktu Mas Mansur membaca surat al-Fatihah, tanpa saya sadari air mata saya mulai meleleh di pipi. Saya terus menangis tersedu-sedu. Suaranya mengalun, sungguh menyentuh perasaan, menusuk jantung rongga dada. Saya menangis terisak-isak. Terisak-isak. Padahal waktu itu matahari sedang panas memancar&#8230;”</p>
<p>Berhari-hari peristiwa itu terbawa perasaan Subagijo. “Peristiwanya sungguh mengesankan. Mengesankan sekali”, tuturnya.  Hatinya terus bertanya mengapa bacaan shalat dapat demikian menyentuh hati padahal di bawah terik matahari? </p>
<p>Suatu hari, ketika pulang kampung, dia ceritakan [hal itu] kepada ayahnya. Menurut ayahnya, itu terjadi karena pembacanya <strong>hatinya bersih</strong>. Kalam Ilahi jika dibaca oleh orang yang hatinya bersih bisa memantulkan kekuatan dan kedamaian bagi pendengarnya. Apalagi jika yang mendengar khusyu’ pula.</p>
<p>“Keluhuran budi dan kebersihan hati Mas Mansur tidak diragukan lagi. Tiap orang entah pelajar, orang pergerakan, pejabat maupun orang awam tahu itu” kata Subagijo. Mas Mansur seorang pemimpin tidak ambisius, seorang yang polos, alim, organisator dari pesantren yang mampu bergerak di kalangan terpelajar, katanya lagi. </p>
<p>&#8212;&#8212;-<br />
Kutipan dari &#8220;<a href="http://pwmjatim.org/BERITA/Bacaan%20Shalat.htm">Bacaan Shalat Mas Mansur</a>&#8220;</p>
Posted in shalat Tagged: 4 - Rengkuh ruh, khusyuk, menangis, shalat jumat <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salatsmart.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salatsmart.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salatsmart.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salatsmart.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salatsmart.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salatsmart.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salatsmart.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salatsmart.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salatsmart.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salatsmart.wordpress.com/115/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salatsmart.wordpress.com&blog=635105&post=115&subd=salatsmart&ref=&feed=1" /></div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SalatSmart/~4/0YHXCTgBTRc" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salatsmart.wordpress.com/2008/12/19/bacaan-shalat-yang-menyentuh-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://salatsmart.wordpress.com/2008/12/19/bacaan-shalat-yang-menyentuh-hati/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Usai onani, haruskah mandi besar?</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/SalatSmart/~3/U_gXt76E1Mo/</link>
		<comments>http://salatsmart.wordpress.com/2008/11/05/usai-onani-haruskah-mandi-besar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Nov 2008 16:03:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[shalat]]></category>
		<category><![CDATA[1 - Siagakan pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[hadats besar]]></category>
		<category><![CDATA[mandi besar]]></category>
		<category><![CDATA[mani]]></category>
		<category><![CDATA[onani]]></category>
		<category><![CDATA[syahwat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salatsmart.wordpress.com/?p=155</guid>
		<description><![CDATA[Seorang pembaca artikel &#8220;Kecanduan masturbasi: Cara mengatasinya&#8221; bertanya, &#8220;apakah onani/masturbasi merupakan hadats besar yang apabila setelah melakukakannya harus mandi besar? atau cukup berwudhu saja?&#8221;
Jawaban M Shodiq Mustika:
Dalam kitab Sayyid Sabiq, Fiqh Sunnah juz 1, diterangkan bahwa menurut fukaha pada umumnya, yang mewajibkan mandi itu lima perkara:


Keluar mani yang disertai syahwat

Hubungan kelamin

Terhentinya haidh atau pun nifas

Mati

Bila [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salatsmart.wordpress.com&blog=635105&post=155&subd=salatsmart&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Seorang pembaca artikel &#8220;<a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/09/03/kecanduan-masturbasi-cara-mengatasinya/#comment-3354">Kecanduan masturbasi: Cara mengatasinya</a>&#8221; bertanya, &#8220;apakah onani/masturbasi merupakan hadats besar yang apabila setelah melakukakannya harus mandi besar? atau cukup berwudhu saja?&#8221;</p>
<p>Jawaban M Shodiq Mustika:</p>
<p><span id="more-155"></span>Dalam kitab Sayyid Sabiq, <a href="http://www.muslimdiary.com/downloads/Feqhus%20Sunnah%20Jilid%201%20-%20Syeikh%20Syed%20Sabiq.pdf"><em>Fiqh Sunnah</em> juz 1</a>, diterangkan bahwa menurut fukaha pada umumnya, yang mewajibkan mandi itu lima perkara:</p>
<ol>
<li>
Keluar mani yang disertai syahwat</li>
<li>
Hubungan kelamin</li>
<li>
Terhentinya haidh atau pun nifas</li>
<li>
Mati</li>
<li>
Bila orang kafir masuk islam</li>
</ol>
<p>Onani atau masturbasi itu bukan tergolong hubungan kelamin, tetapi ada kemungkinan <em>keluar mani yang disertai syahwat</em>. Jadi, kalau onani/masturbasi itu sampai keluar mani, maka wajiblah &#8220;mandi besar&#8221; (meratakan air ke seluruh tubuh).</p>
<p>Namun bila seseorang merasakan hendak keluar mani sewaktu syahwat, tetapi ia menahannya sehingga maninya tidak jadi keluar, maka tidaklah ia wajib mandi.</p>
<p>Dalilnya antara lain:</p>
<p>Sabda Rasulullah saw, &#8220;<em>Air itu disebabkan oleh air.</em>&#8221; (HR Muslim)</p>
<p>Demikian jawabanku. Sudah cukup jelas, bukan?</p>
Posted in shalat Tagged: 1 - Siagakan pelaku, hadats besar, mandi besar, mani, onani, syahwat <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salatsmart.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salatsmart.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salatsmart.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salatsmart.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salatsmart.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salatsmart.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salatsmart.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salatsmart.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salatsmart.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salatsmart.wordpress.com/155/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salatsmart.wordpress.com&blog=635105&post=155&subd=salatsmart&ref=&feed=1" /></div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SalatSmart/~4/U_gXt76E1Mo" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salatsmart.wordpress.com/2008/11/05/usai-onani-haruskah-mandi-besar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://salatsmart.wordpress.com/2008/11/05/usai-onani-haruskah-mandi-besar/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Mengapa mendoakan Nabi</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/SalatSmart/~3/uKFnpThHWu8/</link>
		<comments>http://salatsmart.wordpress.com/2008/09/18/mengapa-mendoakan-nabi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 16:05:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[shalat]]></category>
		<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>
		<category><![CDATA[akhirat]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[keselamatan]]></category>
		<category><![CDATA[nabi muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[shalawat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salatsmart.wordpress.com/?p=157</guid>
		<description><![CDATA[Saat browsing tadi, kujumpai satu pertanyaan menarik: &#8220;temanku non muslim bilang Nabi Muhammad belum selamat di akhirat, maka beliau minta seluruh umatnya mengirimi shalawat kepadanya. &#8230; Bagaimana menjawabnya?&#8221;
Dengan browsing pula, kujumpai berbagai macam jawaban atas pertanyaan tersebut. Namun yang menurutku paling bagus adalah yang tertayang di laros.heavenforum.com sebagai berikut:
Secara harfiyah, ucapan “Allahumma Shalli wa Sallim [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salatsmart.wordpress.com&blog=635105&post=157&subd=salatsmart&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Saat <em>browsing</em> tadi, kujumpai satu pertanyaan menarik: &#8220;temanku non muslim bilang Nabi Muhammad belum selamat di akhirat, maka beliau minta seluruh umatnya mengirimi shalawat kepadanya. &#8230; Bagaimana menjawabnya?&#8221;</p>
<p><span id="more-157"></span>Dengan browsing pula, kujumpai berbagai macam jawaban atas pertanyaan tersebut. Namun yang menurutku paling bagus adalah <a href="http://laros.heavenforum.com/diskusi-dan-belajar-f7/shalawat-dan-salam-kepada-rasulullah-saw-t462.htm">yang tertayang di laros.heavenforum.com</a> sebagai berikut:</p>
<blockquote><p>Secara harfiyah, ucapan “Allahumma Shalli wa Sallim ‘ala <del datetime="00">Saydina</del> Muhammad” adalah kalimat doa yang memiliki ma’na; Ya Allah, berilah shalawat dan keselamatan kepada Nabi Muhammad. Bila ditilik secara rasio yang terbatas, kita bisa saja mengatakan, untuk apa kita harus bershalawat kepada Rasulullah dan mendoakan keselamatan untuk beliau? Bukankah beliau adalah semulia-mulianya mahluk pilihan dan telah beroleh jaminan keselamatan dari Allah?</p>
<p>Dalam kitab Tuhfatul Mariid ‘ala Jauharatit Tauhid, Imam Al-Baijuri (Burhanuddin Ibrahim Al-Baijuri) membahas dengan jelas mengenai permasalahan ini. Dalam ulasan beliau tentang masalah ini, beliau menukilkan dua pendapat para ulama seputar permasalahan, apakah shalawat itu memberi arti dan manfaat bagi Nabi?</p>
<p>Pendapat pertama mengatakan, doa apapun akan memberi manfaat bagi Nabi. Alasan bahwa segala kesempurnaan dan kemapanan telah dimiliki Nabi, terbantahkan dengan dalih, bahwa tidak ada kesempurnaan mutlak selain milik Allah yang Maha sempurna. Sehingga sekalipun secara zahir pengetahuan kita bahwa Rasulullah adalah sesemprna-sempurnanya mahluk pilihan Allah, namun bukan alasan untuk tak perlu lagi berbanyak-banyak mengucapkan shalawat bagi kepada beliau. Sebab shalawat yang kita senantiasa kirimkan sebagai wujud pemuliaan serta pengagungan kita kepada Rasulullah, dan manfaatnya akan menambah derajat kemuliaan Rasulullah di sisi Allah SWT.</p>
<p>Pendapat kedua mengatakan, bahwa manfaat dan faidah shalawat semata akan kembali kepada kita, sang pengucap shalawat. Paling tidak, ada beberapa dalil yang menguatkan hal ini;</p>
<p>Pertama, Rasulullah telah mencapai derajat kesempurnaan kemuliaan, kebaikan, dan keselamatan. Ketika kita mendoakan kebaikan untuk beliau, seolah-olah tak ada tempat lagi bagi Rasulullah untuk menempatkan manfaat dari doa kita. Ibarat sebuah wadah yang sudah penuh air, ketika kita tambahkan lagi air ke dalamnya, yang akan terjadi adalah air itu akan meluap.</p>
<p>Posisi Rasulullah dibanding kita manusia biasa, ibarat sebuah wadah sangat besar, terisi penuh oleh air yang sangat bersih, yang terletak di tempat yang sangat tinggi. Sementara kita, ibarat wadah-wadah kecil yang terisi oleh air yang keruh. Ketika kita bershalawat kepada Rasulullah, seolah-olah kita mengisikan air keruh di wadah kita ke dalam wadah Rasulullah. Hasilnya, karena wadah Rasulullah sudah penuh, tak ada tempat lagi untuk menampung air yang kita tambahkan sehingga meluaplah dan kembali kepada kita. Keistimewaannya, air sedikit milik kita yang tadinya keruh, ketika bercampur dan berbaur dengan air jernih milik Rasulullah, ketika meluap dan kembali kepada kita, telah berubah menjadi lebih jernih dari sebelumnya. Seakan-akan, terjadi proses sterilisasi dan penjernihan di sana. Kesimpulannya, semakin banyak kita mengisikan air milik kita ke wadah Rasulullah, akan semakin jernih pula air tersebut meluap kembali kepada kita. Maka shalawat pun demikian adanya. Semakin banyak kita memohonkan shalawat dan keselamatan kepada Rasulullah, semakin banyak pula faidah keselamatan yang akan kita dapatkan.</p>
<p>Dalil kedua tentang kembalinya faidah shalawat kepada sang pengucap shalawat. Dikuatkan oleh hadits Rasulullah, Barang siapa yang mendoakan kebaikan kepada orang lain, maka malaikat akan berucap: “Dan bagimu juga sebagaimana yang engkau doakan untuk saudaramu.” Sehingga, semakin banyak kita bershalawat kepada Rasulullah dan memohon keselamatan untuk beliau, semakin banyak pula malaikat mendoakan untuk kita sebagaimana yang kita mohonkan kepada Allah untuk Rasulullah.</p>
<p>Dan bila ditambah dengan menyimak kembali hadits-hadits tentang fadhilah dan keutamaan shalawat kepada Rasulullah, insya Allah kita akan terpacu untuk semakin rajin mengirimkan shalawat dan salam kepada Rasulullah, Sang Junjungan. Sebab, semua bentuk faidah dan manfaat Shalawat itu akan kembali kepada kita. Mungkin kita tak bisa langsung merasakannya di dunia. Namun janji Allah tentang balasan di akhirat, itu pasti adanya.</p></blockquote>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
Artikel terkait:<br />
<a href="http://salatsmart.wordpress.com/2008/09/18/mengapa-hanya-menyebut-nama-muhammad-dan-ibrahim-dalam-shalawat/">Mengapa hanya menyebut nama Muhammad dan Ibrahim dalam shalawat</a></p>
Posted in shalat Tagged: 3 - Arungi makna, akhirat, Islam, keselamatan, nabi muhammad, shalawat <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salatsmart.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salatsmart.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salatsmart.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salatsmart.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salatsmart.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salatsmart.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salatsmart.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salatsmart.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salatsmart.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salatsmart.wordpress.com/157/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salatsmart.wordpress.com&blog=635105&post=157&subd=salatsmart&ref=&feed=1" /></div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SalatSmart/~4/uKFnpThHWu8" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salatsmart.wordpress.com/2008/09/18/mengapa-mendoakan-nabi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://salatsmart.wordpress.com/2008/09/18/mengapa-mendoakan-nabi/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Mengapa hanya menyebut nama Muhammad dan Ibrahim dalam shalawat</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/SalatSmart/~3/uc-UdmSvVSc/</link>
		<comments>http://salatsmart.wordpress.com/2008/09/18/mengapa-hanya-menyebut-nama-muhammad-dan-ibrahim-dalam-shalawat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 13:43:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[shalat]]></category>
		<category><![CDATA[2 - Mantapkan wujud]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan shalat]]></category>
		<category><![CDATA[ibrahim]]></category>
		<category><![CDATA[muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[shalawat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salatsmart.wordpress.com/?p=112</guid>
		<description><![CDATA[“Ya, Allah curahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah curahkan shalawat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, curahkanlah barakah kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah curahkan barakah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.” (HR. Al Bukhari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salatsmart.wordpress.com&blog=635105&post=112&subd=salatsmart&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>“Ya, Allah curahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah curahkan shalawat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, curahkanlah barakah kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah curahkan barakah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)</p>
<p><span id="more-112"></span>Teks Arabnya:</p>
<p>اللّهُمَّ صّلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ ، اللهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ</p>
<p>Demikianlah satu diantara bacaan-bacaan shalawat yang telah dituntunkan oleh Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wassalam kepada umatnya. Dan masih ada banyak lagi bacaan shalawat yang dituntunkan oleh Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wassallam.<br />
 </p>
<blockquote><p>tolong kasih tahu tentang kenapa [shalawat yang dituntunkan] dalam bacaan shalat hanya menyebutkan nama nabi muhammad dan nabi ibrahim saja</p></blockquote>
<p>Sebab, sebagaimana disebutkan oleh al-Albani dalam kitab <em>Sifat Shalat Nabi</em>, yang dituntunkan kepada kita adalah &#8220;<strong>berdoa dengan kata-kata yang pendek, tetapi isinya sangat luas.</strong>&#8220;</p>
<p>Bayangkanlah betapa terlalu panjangnya doa shalawat kita seandainya mesti menyebut nama nabi (dan nama orang-orang saleh lainnya) dalam shalawat: “Ya, Allah curahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah curahkan shalawat kepada Nabi Adam dan keluarganya, Nabi Idris dan keluarganya, Nabi Nuh dan keluarganya, &#8230; [sebut satu demi satu sampai], Nabi Isa dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, curahkanlah barakah kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah curahkan barakah kepada Nabi Adam dan keluarganya, Nabi Idris dan keluarganya, Nabi Nuh dan keluarganya, &#8230; [sebut satu demi satu sampai], Nabi Isa dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.”</p>
<blockquote><p>Mengapa kita melantunkan doa shalawat <em>terhadap Nabi Muhammad</em>?</p></blockquote>
<p>Sebab, Allah Ta&#8217;ala berfirman :</p>
<p>إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا</p>
<p>(artinya): “<strong>Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian kepada Nabi dan ucapkanlah salam kepadanya</strong>.” (Al Ahzab: 56)</p>
<p>Selain itu, Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wassallam bersabda (artinya): “<strong>Barangsiapa bershalawat kepadaku sekali saja, niscaya Allah akan membalasnya dengan shalawat sepuluh kali lipat</strong>.” (H.R. Al Hakim dan Ibnu Sunni, dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani dalam <em>Shahihul Jami’</em>)</p>
<blockquote><p>Lantas, mengapa nama nabi yang disebutkan bersama dengan Muhammad itu ialah Ibrahim, bukan Nuh, Musa, Isa, atau yang lainnya?</p></blockquote>
<p>Dalam hal ini, perlu kita perhatikan bahwa penyebutan nama Ibrahim dalam shalawat itu tidak sendirian, tetapi menyertakan keluarganya. Kita tahu, keluarga Ibrahim itu sudah menerima shalawat dan barakah yang luar biasa dari Allah Ta&#8217;ala. Bahkan, dapatlah kita katakan bahwa keluarga Ibrahim itu lebih utama daripada segala keluarga lainnya.</p>
<blockquote><p>Benarkah keluarga Ibrahim merupakan keluarga yang paling utama di segala zaman?</p></blockquote>
<p>Ya, keluarga nabi Ibrahim adalah keluarga yang istimewa yang kisahnya digelar oleh seluruh kitab suci dari masa ke masa. Keistimewaan keluarga Ibrahim &#8211;&#8217;Alaihis salam&#8211; membuatnya terpilih oleh Allah Ta&#8217;ala di antara sekian banyak keluarga manusia di segala zaman seperti tersebut di dalam surah Ali Imran [3]: 33, &#8220;<strong>Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga &#8216;Imran [melebihi segala ummat] di alam semesta.</strong>&#8220;</p>
<p>Jadi, keluarga yang paling utama ialah keluarga Ibrahim, kemudian keluarga Imran. Sementara itu, keluarga Imran itu sendiri merupakan keturunan dari keluarga Ibrahim. Dengan demikian, dalam penyebutan &#8220;keluarga Ibrahim&#8221; itu, &#8220;keluarga Imran&#8221; pun sudah tercakup. Oleh karena itu, tepatlah penyebutan &#8220;keluarga Ibrahim&#8221; dalam shalawat.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salatsmart.wordpress.com/112/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salatsmart.wordpress.com/112/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salatsmart.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salatsmart.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salatsmart.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salatsmart.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salatsmart.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salatsmart.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salatsmart.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salatsmart.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salatsmart.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salatsmart.wordpress.com/112/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salatsmart.wordpress.com&blog=635105&post=112&subd=salatsmart&ref=&feed=1" /></div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SalatSmart/~4/uc-UdmSvVSc" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salatsmart.wordpress.com/2008/09/18/mengapa-hanya-menyebut-nama-muhammad-dan-ibrahim-dalam-shalawat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://salatsmart.wordpress.com/2008/09/18/mengapa-hanya-menyebut-nama-muhammad-dan-ibrahim-dalam-shalawat/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Pedoman Shalat Berjamaah by M Muchlas Abror</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/SalatSmart/~3/KUtszknMEx8/</link>
		<comments>http://salatsmart.wordpress.com/2008/09/07/pedoman-shalat-berjamaah-by-m-muchlas-abror/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Sep 2008 18:35:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[shalat]]></category>
		<category><![CDATA[5 - Tebarkan hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[masjid]]></category>
		<category><![CDATA[shalat berjamaah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salatsmart.wordpress.com/?p=110</guid>
		<description><![CDATA[Shalat sangat diutamakan dilaksanakan secara berjamaah bahkan ada yang berpendapat wajib. Shalat berjamaah yang dilakukan secara sungguh-sungguh, khusyu’, thuma’ninah, dan dihayati di dalamnya mengandung nilai-nilai akhlak mulia lagi terpuji, yang seharusnya membentuk pribadi dan dimiliki oleh setiap pelakunya. Beberapa nilai akhlak mulia lagi terpuji dalam shalat berjamaah di antaranya sebagai berikut:
Pertama, persamaan. Dalam shalat berjamaah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salatsmart.wordpress.com&blog=635105&post=110&subd=salatsmart&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Shalat sangat diutamakan dilaksanakan secara berjamaah bahkan ada yang berpendapat wajib. Shalat berjamaah yang dilakukan secara sungguh-sungguh, khusyu’, thuma’ninah, dan dihayati di dalamnya mengandung nilai-nilai akhlak mulia lagi terpuji, yang seharusnya membentuk pribadi dan dimiliki oleh setiap pelakunya. Beberapa nilai akhlak mulia lagi terpuji dalam shalat berjamaah di antaranya sebagai berikut:</p>
<p><span id="more-110"></span>Pertama, <strong>persamaan</strong>. Dalam shalat berjamaah kita mendapatkan pendidikan persamaan. Siapa yang datang terlebih dahulu di masjid berhak menempati shaf depan. Shaf depan bukan terbatas untuk kalangan tertentu. Dalam shalat berjama’ah terlihat biasa, jika antara bahu pejabat berpangkat berhimpitan dengan rakyat melarat. Demikian pula antara jenderal dan kopral, <em>aghniya</em> [orang kaya] dan <em>fuqara</em> [orang fakir] tidak terasa aneh sama-sama berdampingan. Karena, dalam pandangan Allah semua manusia sama, yang membedakan antara satu dengan lainnya adalah ketakwaannya.</p>
<p>Kedua, <strong>kebersihan dan kerapian</strong>. Shalat harus dilakukan dalam keadaan suci dari hadats kecil dan besar, bersih dari kotoran, serta berpakaian rapi. Apalagi kalau shalat dilakukan secara berjamaah. Tentu siapa pun dalam shalat berjamaah harus lebih dapat menjaga kebersihan dan kerapian diri.</p>
<p>Ketiga, <strong>ketertiban dan keteraturan</strong>. Terutama dalam shalat berjamaah mestilah harus dilakukan dengan ketertiban dan keteraturan. Barisan shaf harus lurus dan rapat. Gerakan rukun shalat harus dilakukan dengan tertib dan thuma’ninah. Dalam melakukannya tidak boleh asal-asalan atau sembarangan.</p>
<p>Keempat, <strong>kedisiplinan</strong>. Shalat adalah kewajiban bagi setiap mukmin yang telah ditentukan waktunya. Shalat lima waktu (Shubuh, Zhuhur, Ashr, Maghrib, dan Isya) masing-masing telah memiliki waktunya sendiri. Dan shalat secara umum memang harus dilakukan pada waktunya. Artinya, shalat mendidik kepada kita memiliki kedisiplinan.</p>
<p>Kelima, <strong>kejujuran</strong>. Dalam shalat berjamaah pasti ada imam dan ada pula yang disebut makmum. Sewaktu kita melakukan shalat bukan mustahil batal wudlu. Itu bisa terjadi pada imam maupun makmum. Jika hal itu memang betul terjadi, meski tidak ada orang lain yang tahu, maka ia harus jujur bahwa dirinya telah batal. Ia dengan tertib dan tenang segera meninggalkan jamaah. Salah seorang makmum di shaf terdepan di belakang imam yang batal itu segera maju ke depan untuk menggantikannya. Ia yang batal wudlu setelah selesai berwudlu bisa bergabung lagi melakukan shalat berjamaah.</p>
<p>Keenam, <strong>ketaatan</strong>. Imam dalam shalat berjamaah untuk diikuti serta ditaati makmum dan bukan sebaliknya. Perpindahan dari satu gerak ke gerak berikutnya, makmum harus mengikuti imam. Tidak dibenarkan gerak makmum dilakukan bersamaan, apalagi sampai mendahului imam.</p>
<p>Ketujuh, <strong>koreksi dari makmum terhadap imam</strong>. Shalat berjamaah mencerminkan hubungan imam dan makmum. Namun, dalam shalat berjamaah bukan hanya imam yang memiliki peran. Makmum pun memiliki peran penting yang harus dilakukan. Ketika, imam berbuat kesalahan, makmum wajib mengoreksi untuk membetulkannya. Makmum tidak boleh mendiamkan dan membiarkan kesalahan imam terus berlangsung.</p>
<p>======<br />
Sumber: Kutipan dari <a href="http://suara-muhammadiyah.com/?p=462">AKHLAk SHALAT BERJAMA’AH</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salatsmart.wordpress.com/110/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salatsmart.wordpress.com/110/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salatsmart.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salatsmart.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salatsmart.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salatsmart.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salatsmart.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salatsmart.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salatsmart.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salatsmart.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salatsmart.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salatsmart.wordpress.com/110/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salatsmart.wordpress.com&blog=635105&post=110&subd=salatsmart&ref=&feed=1" /></div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SalatSmart/~4/KUtszknMEx8" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salatsmart.wordpress.com/2008/09/07/pedoman-shalat-berjamaah-by-m-muchlas-abror/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://salatsmart.wordpress.com/2008/09/07/pedoman-shalat-berjamaah-by-m-muchlas-abror/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Mengapa cara shalat kita beda?</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/SalatSmart/~3/a8mRVE0ymwE/</link>
		<comments>http://salatsmart.wordpress.com/2008/09/02/mengapa-cara-shalat-kita-beda/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 06:40:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[shalat]]></category>
		<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>
		<category><![CDATA[al-albani]]></category>
		<category><![CDATA[cara shalat]]></category>
		<category><![CDATA[madzhab]]></category>
		<category><![CDATA[muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[NU]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah nabi]]></category>
		<category><![CDATA[takbir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salatsmart.wordpress.com/?p=108</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah, seorang pemuda Madura datang ke Yogyakarta. Ia menempuh studi lanjut, berkuliah di kota pelajar ini. Dijumpainya, cara shalat teman-temannya berlainan. Kenyataan ini agak mengejutkan baginya. Di kampung asalnya, semua orang bersholat dengan cara yang &#8220;sama&#8221;, patuh mengikuti petunjuk sang kyai. 
Tapi di Jogja, cara salat kyai (ulama) tidak sepenuhnya diikuti oleh umatnya. Selain itu, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salatsmart.wordpress.com&blog=635105&post=108&subd=salatsmart&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Alkisah, seorang pemuda Madura datang ke Yogyakarta. Ia menempuh studi lanjut, berkuliah di kota pelajar ini. Dijumpainya, cara shalat teman-temannya berlainan. Kenyataan ini agak mengejutkan baginya. Di kampung asalnya, semua orang bersholat dengan cara yang &#8220;sama&#8221;, patuh mengikuti petunjuk sang kyai. </p>
<p>Tapi di Jogja, <span id="more-108"></span>cara salat kyai (ulama) tidak sepenuhnya diikuti oleh umatnya. Selain itu, kyai-nya pun macam-macam. Bukan hanya dari NU, melainkan juga Muhammadiyah, Tarbiyah (PKS), HTI, Syiah, Ahmadiyah, dan masih banyak lagi yang lainnya. Jadilah sang pemuda Madura menjumpai aneka macam cara shalat di Jogja. Ia pun bertanya-tanya: <a href="http://habibillah.blogdetik.com/2007/03/08/shalat-kita-beda/">Shalat kita beda???</a></p>
<p>Ia mempertanyakan cara shalat yang diajarkan oleh empat madzhab utama (Hanafi, Hanbali, Maliki, Syafi&#8217;i), juga Muhammadiyah dan NU serta lainnya. Ia bertanya-tanya: Bagaimana dengan saudara-saudara kita yang hidup sebelum munculnya berbagai mazhab atau aliran itu? Salahkah?</p>
<p>Lantas, sang pemuda menyarankan kita untuk menjadikan buku Muhammad Nashiruddin al-Albani, <em>Sifat Shalat Nabi</em>, sebagai satu-satunya rujukan. Dengan demikianlah menurut dia, shalat kita akan menjadi benar dan tidak beda lagi. Begitulah katanya.</p>
<p>Tanggapan M Shodiq Mustika:</p>
<p>Aku juga merekomendasikan buku al-Albani tersebut. Kualitasnya luar biasa. Namun aku juga merekomendasikan buku-buku lain yang juga berkualitas.</p>
<p>Aku memahami kerinduan sang pemuda yang menginginkan cara shalat kita sama persis (disamping benar). Hanya saja, apakah Allah dan Rasul-Nya mengharapkan kita bershalat dengan cara yang sama persis?</p>
<p>Nabi saw. bersabda, &#8220;Bershalatlah kalian <strong>sebagaimana kalian melihat</strong> aku bersahalat!&#8221;</p>
<p>Perhatikanlah bahwa yang disabdakan bukanlah bershalatlah &#8220;sebagaimana Nabi bershalat&#8221;, melainkan &#8220;sebagaimana kalian melihat&#8221; Nabi bershalat. Nah, apabila cara lihat (atau sudut pandang) kita berbeda dalam melihat cara Nabi bershalat, bukankah ini akan menghasilkan cara shalat yang berlainan pula diantara kita?</p>
<p>Kalau pun cara lihat kita sama persis, cara shalat kita pun belum tentu sama persis. Untuk contoh penjelas, marilah kita gunakan sudut pandang al-Albani terhadap cara shalatnya Nabi saw. Satu contoh saja dulu, ya!</p>
<p><a href="http://www.flickr.com/photos/28333112@N07/2820087583/sizes/l/"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3288/2820087583_0e76936164_d.jpg" alt="klik di sini untuk melihat gambar lebih besar" class="alignleft" /></a>Satu contoh: Bagaimanakah Nabi mengangkat tangan dalam kaitannya dengan takbir? Menurut sudut pandang al-Albani di buku tersebut, &#8220;Terkadang Nabi mengangkat kedua tangannya bersamaan dengan ucapan takbir, terkadang sesudah ucapan takbir, dan terkadang pula sebelum ucapan takbir.&#8221;</p>
<p>Nah, satu contoh saja sudah menunjukkan adanya tiga cara yang berlainan dalam shalat kita, bahkan walaupun sudut pandangnya sama, apalagi bila berbeda. Itu baru satu unsur shalat. Belum lagi unsur-unsur lainnya. (Pada unsur-unsur lainnya, al-Albani juga mengemukakan berbagai perbedaan cara shalat Nabi.)</p>
<p>Oleh karena itu, seharusnya kita tidak perlu memaksakan diri atau pun orang lain untuk bershalat dengan cara yang sama persis alias seragam. Marilah kita terima kenyataan bahwa perbedaan cara shalat kita itu sah, sama-sama islami, asalkan sama-sama sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw. Oke?</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salatsmart.wordpress.com/108/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salatsmart.wordpress.com/108/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salatsmart.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salatsmart.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salatsmart.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salatsmart.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salatsmart.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salatsmart.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salatsmart.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salatsmart.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salatsmart.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salatsmart.wordpress.com/108/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salatsmart.wordpress.com&blog=635105&post=108&subd=salatsmart&ref=&feed=1" /></div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SalatSmart/~4/a8mRVE0ymwE" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salatsmart.wordpress.com/2008/09/02/mengapa-cara-shalat-kita-beda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm4.static.flickr.com/3288/2820087583_0e76936164_d.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">klik di sini untuk melihat gambar lebih besar</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://salatsmart.wordpress.com/2008/09/02/mengapa-cara-shalat-kita-beda/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Panduan Lengkap &amp; Praktis Shalat yang Mencerdaskan</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/SalatSmart/~3/CkTurLd2c7U/</link>
		<comments>http://salatsmart.wordpress.com/2008/08/26/buku-panduan-lengkap-praktis-shalat-yang-mencerdaskan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Aug 2008 13:54:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[shalat]]></category>
		<category><![CDATA[1 - Siagakan pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[kecerdasan]]></category>
		<category><![CDATA[kecerdasan majemuk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salatsmart.wordpress.com/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[Anda sering menunaikan shalat, bukan? Pagi-sore, siang-malam, bertahun-tahun, Anda sudah mengerjakannya. Jutaan kali telah Anda tundukkan badan dalam ruku’ dan sujud. Jutaan kali pula telah Anda baca bermacam-macam dzikir dan doa di dalam shalat. Hanya saja, bagaimana kualitas shalat Anda? Dalam perhitungan atau perkiraan Anda sendiri, seberapa besar bagian dari shalat Anda yang memberikan pengaruh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salatsmart.wordpress.com&blog=635105&post=98&subd=salatsmart&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Anda sering menunaikan shalat, bukan? Pagi-sore, siang-malam, bertahun-tahun, Anda sudah mengerjakannya. Jutaan kali telah Anda tundukkan badan dalam ruku’ dan sujud. Jutaan kali pula telah Anda baca bermacam-macam dzikir dan doa di dalam shalat. Hanya saja, bagaimana kualitas shalat Anda? Dalam perhitungan atau perkiraan Anda sendiri, seberapa besar bagian dari shalat Anda yang memberikan pengaruh positif pada kehidupan Anda?</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://divapress-online.com/index.php/buku/detail/279"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3004/2799557476_52f0dd665e_o_d.jpg" alt="mengenai buku ini di Penerbit Diva Press" /></a></p>
<p><span id="more-98"></span>Anda pun pasti telah tahu besarnya manfaat shalat terhadap diri Anda sendiri. Bahkan kendati di dalam ibadah ini Anda hanya menggerakkan badan bagai robot, kegiatan ini pun sudah berguna. Sekurang-kurangnya, menyehatkan raga. Begitu pula jika Anda perlakukan shalat sebagai semacam meditasi. Sekurang-kurangnya, menyehatkan jiwa.</p>
<p>Tetapi, shalat secara hakiki tidak sekadar bermanfaat menyehatkan jiwa-raga (fisik, emosional, dan spiritual). Tahukah Anda bahwa dengan menunaikan shalat yang berkualitas, Anda akan mencapai beragam jenis kecerdasan? Bukan hanya kecerdasan pikiran (intelegensia/IQ), tetapi sekaligus kecerdasan emosional (EQ), kecerdasan spiritual (SQ), dan kecerdasan sosial.</p>
<p>Bagaimana semua jenis kecerdasan tersebut bisa direngkuh melalui shalat? Buku ini sangat berbeda dengan buku-buku tentang hikmah shalat yang telah beredar, karena secara metodologis buku ini fokus pada kajian bagaimana terciptanya hubungan antara shalat sebagai ibadah dengan kecerdasan manusia sebagai kekuatan pikiran dan jiwa. Di samping itu, kekuatan buku ini juga terletak pada ditampilkannya rangkaian panduan praktis guna menjalankan shalat yang mampu melejitkan semua jenis kecerdasan manusia (shalat SMART). Karena itu, buku ini sangat aplikatif, metodis, dan dapat langsung Anda terapkan untuk meningkatkan mutu shalat dan sekaligus kecerdasan Anda!</p>
<p>Buku ini baru saja terbit. Kita dapat membelinya  di toko-toko buku atau secara online <a href="http://divapress-online.com/index.php/buku/detail/279"><strong>melalui situs penerbit: Diva Press</strong></a>.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salatsmart.wordpress.com/98/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salatsmart.wordpress.com/98/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salatsmart.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salatsmart.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salatsmart.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salatsmart.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salatsmart.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salatsmart.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salatsmart.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salatsmart.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salatsmart.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salatsmart.wordpress.com/98/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salatsmart.wordpress.com&blog=635105&post=98&subd=salatsmart&ref=&feed=1" /></div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SalatSmart/~4/CkTurLd2c7U" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salatsmart.wordpress.com/2008/08/26/buku-panduan-lengkap-praktis-shalat-yang-mencerdaskan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm4.static.flickr.com/3004/2799557476_52f0dd665e_o_d.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mengenai buku ini di Penerbit Diva Press</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://salatsmart.wordpress.com/2008/08/26/buku-panduan-lengkap-praktis-shalat-yang-mencerdaskan/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Shubuh Yang Terlupakan !</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/SalatSmart/~3/4U8ZpC66pfs/</link>
		<comments>http://salatsmart.wordpress.com/2008/08/06/shubuh-yang-terlupakan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 11:49:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agorsiloku</dc:creator>
				<category><![CDATA[shalat]]></category>
		<category><![CDATA[2 - Mantapkan wujud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salatsmart.wordpress.com/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[Sudah lebih dari sebulan ini kelelahan begitu mencekam.  Kerja sampai larut dan perjalanan menyita beban, sehingga entahlah, sudah berapa kali sholat shubuh di kamar hotel, atau di rumah.  Mata yang mulai terpejam ketika sebagian orang-orang terbangun untuk melaksanakan sholat tak lagi dirasakan.
Ya Allah, aku terlambat lagi !.  Waktu sudah jam 04.50 pagi, suara adzan tentu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salatsmart.wordpress.com&blog=635105&post=91&subd=salatsmart&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sudah lebih dari sebulan ini kelelahan begitu mencekam.  Kerja sampai larut dan perjalanan menyita beban, sehingga entahlah, sudah berapa kali sholat shubuh di kamar hotel, atau di rumah.  Mata yang mulai terpejam ketika sebagian orang-orang terbangun untuk melaksanakan sholat tak lagi dirasakan.<span id="more-91"></span></p>
<p>Ya Allah, aku terlambat lagi !.  Waktu sudah jam 04.50 pagi, <a title="Adzan Shubuh" href="http://www.pitutur.net/sunnah-yang-telah-dilupakan-1-adzan-shubuh.jsp" target="_blank">suara adzan tentu sudah lewat</a>.  Mata terasa begitu pedih karena tidur satu dua jam saja tak cukup untuk menyehatkan kembali raga.</p>
<p>&#8220;Lalu, mengapa aku terbangun !&#8221;</p>
<p>&#8220;Tidur lagi, masih ada waktu untuk beristirahat !&#8221;</p>
<p>&#8220;Yah&#8230; mata tak cukup kuat untuk bangun.  Aku tertidur lagi&#8221;.  Pagi lebih segar dari biasa, baru sejam kemudian terbangun.  Buru-buru mandi dan berkemas, lalu sholat dan segera berangkat.</p>
<p>&#8220;Hari ini engkau menang.  Menang untuk kesekian kalinya&#8221;.  Hatiku berbisik.  Benar-benar menjengkelkan.  &#8220;Kamu menang terus, kamu mengalahkan aku hah !&#8221;.</p>
<p>&#8220;Kamu menangkan aku dengan tugas-tugas dunia, untuk uang, untuk kesejahteraan, untuk mengumpulkan harta agar aku bisa ibadah lebih tenang !.  Namun, nyatanya, kembali aku lelah dan melewatkan shubuh ini !&#8221;</p>
<p>&#8220;Perang kata dalam hati berakhir ketika tiba di kantor&#8221;.</p>
<p>Aku berjanji dan mohon Allah kuatkan untuk melewati perang ini.  &#8220;Alhamdulillah !, hari ini, shubuh kembali datang dan bergegas kembali, bertemu teman-teman lama yang telah sebulan ini ditinggal pergi !&#8221;.</p>
<p>&#8220;Kemana saja ?, sapa mereka&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku tersenyum. Tidak menjawab&#8221;</p>
<p>Namun, hatiku menjawab : &#8220;Hari ini aku menang perang, besok akan berperang lagi&#8221;.  Ya Allah, berikan kekuatan dan hidayahMu, Engkaulah pemberi hidayah dan hikmah, Engkaulah Yang Maha mendengar dan maha memberi pertolongan !&#8221;.</p>
<p>&#8220;Jangan biarkan hambamu yang penuh salah ini kalah dalam setiap peperangan&#8221;.</p>
<p>Suara angin pagi terdengar semilir, seperti kemarin pula, namun hari ini adalah hari kemenanganku.</p>
<p>Aku ingin bersyukur untuk kemenangan yang bagiku teramat besar.</p>
<p><strong>Alhamdulillah.</strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salatsmart.wordpress.com/91/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salatsmart.wordpress.com/91/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salatsmart.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salatsmart.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salatsmart.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salatsmart.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salatsmart.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salatsmart.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salatsmart.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salatsmart.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salatsmart.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salatsmart.wordpress.com/91/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salatsmart.wordpress.com&blog=635105&post=91&subd=salatsmart&ref=&feed=1" /></div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SalatSmart/~4/4U8ZpC66pfs" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salatsmart.wordpress.com/2008/08/06/shubuh-yang-terlupakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">agorsiloku</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://salatsmart.wordpress.com/2008/08/06/shubuh-yang-terlupakan/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Shalat istikharah yang efektif menurut sunnah Nabi</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/SalatSmart/~3/Wk3lPSIjakM/</link>
		<comments>http://salatsmart.wordpress.com/2008/07/17/shalat-istikharah-yang-efektif-menurut-sunnah-nabi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 18:47:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[shalat]]></category>
		<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>
		<category><![CDATA[istikharah]]></category>
		<category><![CDATA[salat smart]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah nabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salatsmart.wordpress.com/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[Selama ini, saya lihat ada dua jenis wacana tentang salat istikharah yang mendominasi umat. Pertama, &#8220;cara praktis&#8221; meminta petunjuk Allah melalui salat istikharah. Kedua, cara salat istikharah &#8220;menurut sunnah Nabi&#8221;. Namun, keduanya sama-sama mengandung kelemahan.
Pada jenis yang pertama, kesesuaian dengan sunnah Nabi cenderung kurang diperhatikan. Contohnya, sebuah kitab mengajarkan bahwa seusai mengucap doa istikharah, &#8220;kocoklah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salatsmart.wordpress.com&blog=635105&post=81&subd=salatsmart&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Selama ini, saya lihat ada dua jenis wacana tentang salat istikharah yang mendominasi umat. Pertama, &#8220;cara praktis&#8221; meminta petunjuk Allah melalui salat istikharah. Kedua, cara salat istikharah &#8220;menurut sunnah Nabi&#8221;. Namun, keduanya sama-sama mengandung kelemahan.</p>
<p><span id="more-81"></span>Pada jenis yang pertama, kesesuaian dengan sunnah Nabi cenderung kurang diperhatikan. Contohnya, sebuah kitab mengajarkan bahwa seusai mengucap doa istikharah, &#8220;kocoklah (undilah) keenam lembaran kertas itu dengan tanganmu dan keluarkanlah satu per satu. Jika secara berturut-turut yang keluar adalah tiga lembar kertas yang bertulisan &#8216;lakukanlah&#8217;, maka lakukanlah urusan yang engkau ingin lakukan. ….&#8221; Dampaknya, walaupun memperoleh isyarat yang jelas, bisa-bisa kita terjerumus ke lembah bid&#8217;ah yang sesat dan menyesatkan.</p>
<p>Sedangkan pada jenis yang kedua, efektivitas (atau kepraktisan) salat istikharah kita sendiri kurang disoroti. Segi-segi lahiriah sunnah Nabi dalam bersalat istikharah diterangkan (khususnya tentang pengucapan doa istikharah), tetapi aspek-aspek batiniah dan akliah pelaku salat (misalnya: bagaimana menghidupkan hati dan mengaktifkan akal untuk menghayati dan memahami doa istikharah) cenderung tidak disinggung sama sekali. Akibatnya, bisa-bisa salat istikharah kita kurang efektif atau bahkan sia-sia belaka.</p>
<p>Oleh karena itu, kita membutuhkan cara salat istikharah yang efektif dan sekaligus sesuai dengan sunnah Nabi. Untuk contoh pembahasan rinci, silakan baca buku <a href="http://muslimromantis.wordpress.com/2008/01/29/cara-cerdas-mendapatkan-jodoh-ideal/">Istikharah Cinta</a>.</p>
<p>Untuk penjelasan sekarang, marilah kita simak ciri-ciri istikharah yang sesuai dengan sunnah Nabi sebagaimana diungkapkan oleh Abu Umar Abdullah Al Hammadi, <em>Misteri Shalat Istikharah</em>, Edisi Revisi (Solo: Pustaka Ar Rayyan, 2006), hlm. 27-97:</p>
<p>Istikharah = memohon agar dipalingkan perhatian kepada apa yang dipilih Allah Swt.</p>
<p>Boleh memohon pilihan kepada Allah Swt dalam urusan besar atau pun kecil. Namun, utamakanlah perkara yang lebih penting.</p>
<p>Ketika Zainab mendapat lamaran dari Rasulullah saw melalui Zaid, Zainab menjawab, &#8220;Aku tidak akan melakukan apa pun sebelum aku bermusyawarah dengan Tuhanku [dengan istikharah].&#8221; (HR Muslim)</p>
<p>Bagi yang berhalangan (misalnya lantaran haid), istikharahnya cukup dengan baca doa istikharah tanpa salat.</p>
<p>Salat istikharah adalah salat sunnah dua rekaat yang dapat dilakukan secara tersendiri atau pun menyatu dengan salat sunnah lain (rawatib, tahiyyatul masjid, dll.). Kalau menyatu, harus ada niat bahwa dengan salat sunnah lain itu hendak dilakukan salat istikharah sekaligus.</p>
<p>Bebas memilih bacaan ayat Qur&#8217;an seusai Al-Fatihah. Tidak ada dalil kuat yang mengkhususkan bacaan ayat Qur&#8217;an dalam salat istikharah. Yang khusus hanyalah doa istikharah.</p>
<p>Teks doa istikharah:<br />
Allaahumma, innii astakhiiruka bi&#8217;ilmika, wa astaqdiruka biqudratik.<br />
Wa as-aluka min fadhlikal &#8216;azhiimi, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta&#8217;lamu wa laa a&#8217;lamu, wa anta &#8216;allaamul ghuyuub.<br />
Allaahumma, in kunta ta&#8217;lamu anna haadzal amra khairul lii fii diinii wa ma&#8217;aasyii wa &#8216;aaqibati amrii, faqdurhu lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiih.<br />
Wa in kunta ta&#8217;lamu anna haadzal amra syarrul lii fii diinii wa ma&#8217;aasyii wa &#8216;aaqibati amrii, fashrifhu &#8216;annii, washrifnii &#8216;anhu, waqdur liyal khaira haitsu kaana, tsumma radhdhinnii bih.</p>
<p>Terjemah doa istikharah:<br />
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan [yang tepat] kepada Engkau dengan ilmu [yang ada pada]-Mu, dan aku memohon kekuasaan-Mu [untuk menyelesaikan urusanku] dengan kodrat-Mu.<br />
Dan aku memohon kepada-Mu sebagian karunia-Mu yang agung, karena sesungguhnya Engkau Mahakuasa sedangkan aku tidak berkuasa, dan Engkau Mahatahu sedangkan aku tidak tahu, dan Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib.<br />
Ya Allah, sekiranya Engkau tahu bahwa urusan ini lebih baik untuk diriku, agamaku, dan kehidupanku, serta [lebih baik pula] akibatnya [di dunia dan akhirat], maka takdirkanlah dan mudahkanlah urusan ini bagiku, kemudian berkahilah aku dalam urusan ini.<br />
Dan sekiranya Engkau tahu bahwa urusan ini lebih buruk untuk diriku, agamaku, dan kehidupanku, serta [lebih buruk pula] akibatnya [di dunia dan akhirat], maka jauhkanlah urusan ini dariku, dan jauhkanlah aku dari urusan ini, dan takdirkanlah kebaikan untukku di mana pun, kemudian jadikanlah aku ridha menerimanya.</p>
<p>Doa istikharah itu boleh diucapkan secara hafalan atau pun dari lembaran kertas. Doa itu dapat dibaca di dalam salat atau pun sesudah salat.</p>
<p>Seusai istikharah, kerjakan pilihan sesuai kecenderungan hati sanubari [atau akal sehat]. Tidak perlu menanti mimpi. Bila kurang mantap, lakukan istikharah lagi. </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salatsmart.wordpress.com/81/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salatsmart.wordpress.com/81/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salatsmart.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salatsmart.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salatsmart.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salatsmart.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salatsmart.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salatsmart.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salatsmart.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salatsmart.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salatsmart.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salatsmart.wordpress.com/81/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salatsmart.wordpress.com&blog=635105&post=81&subd=salatsmart&ref=&feed=1" /></div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SalatSmart/~4/Wk3lPSIjakM" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salatsmart.wordpress.com/2008/07/17/shalat-istikharah-yang-efektif-menurut-sunnah-nabi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>35</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://salatsmart.wordpress.com/2008/07/17/shalat-istikharah-yang-efektif-menurut-sunnah-nabi/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Konsultasi: Melarang Istri Ke Masjid</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/SalatSmart/~3/9AZHK2LsmeE/</link>
		<comments>http://salatsmart.wordpress.com/2008/07/06/konsultasi-melarang-istri-ke-masjid/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 08:51:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[shalat]]></category>
		<category><![CDATA[5 - Tebarkan hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salatsmart.wordpress.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[Saya sudah menikah lebih kurang 20 tahun dan istri saya tersebut mau mendengar perintah dan larangan saya sebagai suaminya. Tapi satu larangan saya yang istri saya tidak mau tinggalkan adalah shalat berjamaah di masjid. Dia tidak mendengar larangan saya, padahal kaum wanita lebih baik shalat di rumah daripada shalat di masjid.
Yang ingin saya tanyakan:

Bagaimana hukum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salatsmart.wordpress.com&blog=635105&post=73&subd=salatsmart&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p><span style="color:#000000;">Saya sudah menikah lebih kurang 20 tahun dan istri saya tersebut mau mendengar perintah dan larangan saya sebagai suaminya. Tapi satu larangan saya yang istri saya tidak mau tinggalkan adalah shalat berjamaah di masjid. Dia tidak mendengar larangan saya, padahal kaum wanita lebih baik shalat di rumah daripada shalat di masjid.</span></p></blockquote>
<blockquote><p><span style="color:#000000;">Yang ingin saya tanyakan:</span></p>
<ol>
<li><span style="color:#000000;">Bagaimana hukum saya melarang istri saya shalat berjamaah di masjid?</span></li>
<li><span style="color:#000000;">Bagaimana hukum istri saya karena melanggar larangan suaminya untuk tetap shalat berjamaah?</span></li>
<li><span style="color:#000000;">Bagaimana hukum saya menceraikan istri saya karena alasan tersebut di atas?</span></li>
</ol>
</blockquote>
<p><span style="color:#000000;"><strong><a href="http://ruslihasbi.wordpress.com/tanya-jawab/ba-bz/bi/">Jawaban Ustadz Dr. Rusli Hasbi, MA</a>:</strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Pada zaman Rasulullah, <span id="more-73"></span>perempuan tidak pernah dilarang untuk shalat di masjid. Rasulullah SAW bahkan bersabda yang artinya: “Janganlah kalian menghalangi hamba-hamba Allah yang perempuan (pergi) ke masjid-masjid Allah!” (HR Bukhari) </span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;">Larangan tersebut datang pada masa sahabat (setelah zaman Rasulullah SAW) karena kepergian mereka ke masjid dinilai menimbulkan fitnah. Di antara sahabat Nabi yang melarang perempuan pergi ke masjid adalah Umar bin Khattab. Tetapi, istri beliau sendiri (Atikah, atau ‘Antiqah) justru tidak mau mendengar larangan suaminya. Alasan Atikah adalah bahwa Rasulullah saja tidak melarangnya. Kesimpulannya: suami tidak boleh melarang istrinya pergi ke masjid selama tidak timbul fitnah karenanya. Kalau kepergiannya menimbulkan fitnah, maka dia harus melarangnya tidak hanya ke masjid tapi ke manapun.</span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Hadis yang mengatakan bahwa shalat di rumah bagi perempuan lebih baik daripada shalat di masjid harus dilihat dalam konteks adanya fitnah. Demikian pula hadis bahwa sebaik-baik tempat shalat bagi kaum wanita adalah bagian paling dalam (tersembunyi) dari rumahnya. Kita harus melihatnya dalam wacana terjadinya fitnah, baik fitnah yang berkaitan dengan tingkah laku, suara, pakaian, dan lain-lain. Selama tidak ada fitnah, perempuan lebih utama shalat fardhu di masjid-masjid daripada di rumah-rumah. </span></p>
<p><span style="color:#000000;">Jadi, istri Anda bukan melanggar larangan suaminya, tetapi dia mengikuti ajaran Rasulullah untuk shalat berjamaah di masjid.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Aneh bin ajaib, istri dilarang pergi ke masjid sedangkan mereka tidak dilarang ke mal, ke undangan, ke rumah tetangga, dan sebagainya yang berpotensi menimbulkan fitnah yang lebih besar daripada fitnah karena kepergian mereka ke masjid.  </span></p>
<p><span style="color:#000000;">Menceraikan istri karena melanggar larangan pergi ke masjid tidak diperbolehkan. Sahabat Rasulullah SAW tidak ada yang menceraikan istri mereka karena mereka (istri-istri) tetap ke masjid walaupun dilarang. Wallahu Ta’ala a’lam. </span></p>
<p><span style="color:#000000;">Rusli Hasbi</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#000000;">***</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Pertanyaan lanjutan:</strong></span></p>
<blockquote><p><span style="color:#000000;">Saya mau melanjutkan pertanyaan. Di masjid tempat istri saya melakukan shalat, cara shalatnya menurut saya salah. Alasannya, di masjid tersebut proses pelaksanaan shalatnya cepat (tidak khusyu’). Proses pelaksanaan shalat Jumat juga salah. Waktu khutbah sampai 30 menit sedangkan shalat Jumatnya lebih kurang 5 (lima) menit. </span></p>
<p><span style="color:#000000;">1. Apakah larangan saya ke istri saya untuk ke masjid tetap salah (dilarang)?<br />
2. Apakah hukumnya terhadap istri saya apabila dia tetap melanggar perintah saya?</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Terima kasih banyak atas jawaban yang ustadz berikan.</span></p></blockquote>
<p><span style="color:#000000;"><strong><span style="color:#000000;"><strong><span style="color:#000000;"><strong><a href="http://ruslihasbi.wordpress.com/tanya-jawab/ba-bz/bi/">Jawaban Ustadz Dr. Rusli Hasbi, MA</a>:</strong></span></strong></span></strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Melarang istri pergi ke masjid bertentangan dengan agama karena Rasulullah sudah melarang kita melakukannya (melarang perempuan pergi ke masjid). Istri yang melanggar larangan suaminya ke masjid tidak berdosa selama dia semata-mata melakukannya untuk mengamalkan perintah Allah dan rasul-Nya, seperti shalat berjamaah, taklim, dan lain-lain. Kalau kondisi shalat di masjid tersebut adalah yang seperti yang Anda jelaskan, maka yang harus dilakukan adalah menghidupkan taklim di masjid tersebut atau di tempat lain agar pengurus dan jamaahnya memahami pelaksanaan shalat yang benar.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Dengan kata lain, kalau Anda melihat pelaksanaan shalat di masjid “salah”, maka langkah yang diambil bukan melarang istri ke masjid tetapi berdakwah untuk menyelamatkan semua jamaah termasuk istri Anda. Wallahu Ta’ala a’lam.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Rusli Hasbi</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salatsmart.wordpress.com/73/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salatsmart.wordpress.com/73/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salatsmart.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salatsmart.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salatsmart.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salatsmart.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salatsmart.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salatsmart.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salatsmart.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salatsmart.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salatsmart.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salatsmart.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salatsmart.wordpress.com&blog=635105&post=73&subd=salatsmart&ref=&feed=1" /></div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SalatSmart/~4/9AZHK2LsmeE" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salatsmart.wordpress.com/2008/07/06/konsultasi-melarang-istri-ke-masjid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://salatsmart.wordpress.com/2008/07/06/konsultasi-melarang-istri-ke-masjid/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Ajaklah Anakmu Shalat !</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/SalatSmart/~3/fAp3gOZaA_E/</link>
		<comments>http://salatsmart.wordpress.com/2008/02/02/ajaklah-anakmu-shalat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Feb 2008 04:29:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aZti aRlina</dc:creator>
				<category><![CDATA[shalat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salatsmart.wordpress.com/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah, Abu Bakar As-Shidiq Radhiyalllahu’anhu hendak berangkat menuju masjid untuk menjadi imam shalat. Ketika melewati rumah putranya Abdullah, ia mendengar suara candaan mesra Abdullah dengan istrinya Atikah, seorang wanita yang cantik sholihah, yang baru saja dinikahi anaknya beberapa waktu lalu. Abu Bakar berlalu saja menuju masjid, dengan harapan sang anak akan segera menyusul bersama orang-orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salatsmart.wordpress.com&blog=635105&post=71&subd=salatsmart&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span class="gen"><span>Alkisah, Abu Bakar As-Shidiq <i>Radhiyalllahu’anhu</i> hendak berangkat menuju masjid untuk menjadi imam shalat. Ketika melewati rumah putranya Abdullah, ia mendengar suara candaan mesra Abdullah dengan istrinya Atikah, seorang wanita yang cantik sholihah, yang baru saja dinikahi anaknya beberapa waktu lalu. Abu Bakar berlalu saja menuju masjid, dengan harapan sang anak akan segera menyusul bersama orang-orang beriman lainnya untuk melaksanakan sholat fardhu berjama’ah.</span></span><span id="more-71"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span class="gen"><span>Begitu selesai mengimami sholat, yang pertama kali dicari Abu Bakar dari jamaahnya adalah anaknya,Abdullah. namun Abdullah tidak ada diantara para jamaah lainnya. Ketika pulang, Abu Bakar<span>  </span>melewati rumah anaknya kembali, masih terdengar suara canda mesra penuh kebahagiaan dari sepasang pengantin baru. Abu Bakar beristighfar berkali-kali, dengan pelan ia ketuk pintu rumah anaknya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span class="gen"><span>Abdullah begitu terpengarah melihat yang datang adalah ayahnya. Begitupun Atikah. Kepada Abdullah, Abu Bakar berkata : “Wahai anakku, kamu dapatkan kebahagiaan duniawi bersama istrimu, tapi engkau lalaikan perintah Allah, engkau lalaikan sholat berjama’ah”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span class="gen"><span>“dan kau Atikah, engkau tidak bisa membahagiakan anakku. Kecantikamu, keikhlasanmu untuk berbakti kepada suami, telah menyebabkan suamimu lalai dalam mengerjakan shalat berjamaah”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span class="gen"><span>“maka hari ini..” kata Abu Bakar kepada Abdullah, “ceraikanlah istrimu! pisahkan dia dari tempat tinggalmu. Talak dia! Dan anggap dia seperti wanita yang lain juga” ujar Abu Bakar tegas. Kedua pasangan itu pun pucat pasi. Abdullah pun akhirnya menceraikan Atikah.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span class="gen"><span>Waktu berjalan. Abu Bakar melihat perubahan pada anaknya. Abu Bakar melihat penderitaan seorang suami yang terpaksa menceraikan istri yang sangat dicintainya. Sampai suatu hari, Abu Bakar mengizinkan Abdullah untuk rujuk kepada Atikah. Melainkan dengan syarat, jadikan ini pelajaran. “Jadikan ini sebagai pelajaran kecintaan kepada jihad fi sabilillah diatas kecintaanmu kepada siapa saja, termasuk kepada istrimu Atikah”.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span class="gen"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span class="gen"><b><span>Peran Orang Tua<br />
</span></b><span>Cuplikan cerita diatas merupakan pelajaran yang bisa direnungi bersama, betapa para sahabat menjadikan sholat berjama’ah sebagai prioritas utama di atas apapun. Dan yang tak terlupakan dari siratan cerita tersebut adalah peran Abu Bakar. Peran seorang ayah dalam mendidik anaknya untuk sholat. Begitu perhatiannya hingga ia tidak lepas tanggung jawab meskipun sang anak sudah beranjak dewasa. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span>Hal tersebut juga sudah dicontohkan oleh Bapak para Anbiya, Ibrahim as. Ketika ia diperintahkan Allah untuk meninggalkan anak dan istrinya di Makkah, ia berdo’a “ <span class="gen">Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat&#8230;.” (Qs: Ibrahim : 37). </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span class="gen"><span>Dari sana terlihat bagaimana peran seorang Ibrahim dalam pendidikan terhadap anaknya. Langkah awal yang Ibrahim lakukan dalam pendidikan anaknya adalah mencarikan lingkungan yang dekat dengan masjid. Karena dari sanalah akan tebentuk anak-anak yang cinta masjid, dan terbentuk di lingkungan yang islami. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span class="gen"><span>Dalam surah Ibrahim ayat 40 juga dipertegas bagaimana Ibrahim mendoakan anak cucunya agar senantiasa mendirikan sholat. Hal ini menekankan bahwa memang sholat adalah hal yang harus dilakukan di setiap masa, bukan hanya pada zaman ibrahim, melainkan cucu dan keturuannya. Sholat merupakan pembeda antar muslim dengan kafir, pembeda antara umat Muhammad dengan umat yang lainnya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span class="gen"><span>Rasulluah dalam haditsnya juga memerintahkan kepada orang tua untuk mengajarkan anaknya sholat ketika usia 7 tahun, dan jika pada usia 10 tahun belum mengerjakan sholat, orang tua diperbolehkan untuk memukulnya. Ini menunjukkan bahwa mendidik sholat bukanlah hal yang mudah. Bahkan harus dimulai sejak usia dini, bukan baligh. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><img src="http://mtamim.files.wordpress.com/2007/09/kids.jpg?w=241&#038;h=158" align="left" height="158" width="241" /><span class="gen"><span>Dalam ilmu pendidikan anak, seorang anak usia 0-5 tahun merupakan ‘peniru’ yang baik. Hendaknya orang tua peka dan menjadikan ini kesempatan untuk memberikan tauladan yang bisa ditiru oleh anak-anak mereka. Termasuk dalam masalah sholat. <span> </span>Rasulullah pun mencontohkan hal yang sama, dalam hadits dari Abu Qatadah disebutkan “Rasulullah sholat bersama kami sambil menggendong Umamah binti Zainab. Jika ia sujud, diletakkanya Umamah. Dan bila ia berdiri digendongnya”. Sungguh sebuah tauladan yang sempurna, bagaimana menanamkan positive feeling<span>  </span>tentang sholat pada anak di usia dini.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span class="gen"><span>Sehingga ketika anak berusia 7 tahun, orang tua tidak lagi sulit memerintahkan anaknya, karena memang sang anak sudah mendapatkan tauladan yang biasa ia lihat sehari-hari. Namun yang memprihatinkan sekarang, ternyata masih banyak orang tua yang tidak mengerti akan hal tersebut. Anak hanya diperlihatkan akan kesibukan orang tuanya, yang berangkat kerja sebelum subuh, dan pulang setelah isya. Lalu, kapan anak melihat orang tuanya sholat? <span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><img src="http://a.wordpress.com/avatar/puspahanandhita-48.jpg" alt="wirianingsih" align="left" height="101" width="101" /><span class="gen"><span>Keluarga Wirianingsih nampaknya patut dijadikan contoh. Ibu dari sepuluh anak penghafal al-Qur’an ini juga menceritakan, masa-masa ketika pertama ia dan suami mendidik anak-anaknya untuk sholat berjama’ah. “ Langkah awalnya adalah memberikan tauladan” ujar wiwi, sapaan akrab wirrianingsih, “dan ini tak lepas dari peran bapaknya anak-anak”.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span class="gen"><span>Keberhasilan Wiwi dalam mendidik anak-anaknya memang sempat menjadi perhatian para ibu. Bagaimana tidak, anak-anak dari Istri Mutammimul Ula, anggota komisi II DPR dari fraksi PKS ini, senantiasa dekat dengan masjid. Bahkan ketika SC bersilaturahmi ke rumahnya -di komplk DPR Kali Bata-menjelang maghrib, anaknya yang sedang asyik bermain sepeda pun bergegas siap-siap untuk sholat maghrib berjamaah di masjid. “Alhamdulillah, mereka tidak sulit lagi disuruh. Kalo sedang main komputer siang-siang misalnya, kemudian terdengar adzan, dengan refleks mereka langsung mematikan komputer dan bergegas ke masjid” ujar aktivis Persatuan Muslimah ini. <span> </span>Maka tak heran jika anak-anaknya hafal siapa saja anggota DPR yang biasa sholat subuh di masjid dan yang tidak.<span></span><br />
Namun Wiwi mengelak<span>  </span>jika semua itu adalah<span>  </span>hasil dari jerih payahnya sendiri dalam mendidik anak. “Pendidikan anak adalah integrated orang tua” kata Wiwi. Dan hal ini ia pertegas lagi dalam kata pengantar yang ia tulis, di sebuah<span>  </span>buku bertema keluarga, disana ia menjelaskan bahwa struktur pendidikan rumah tangganya dibangun dari setting pendidikan sang suami. “Yang membentuk anak-anak, termasuk saya, adalah Bapaknya. Saya pelaksananya saja. Ibarat membangun bangunan, suami saya membuat kerangkanya, dan saya yang mengisinya” jelas Wiwi.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span class="gen"><span>Terlebih dalam mendidik anak untuk sholat berjama’ah di masjid. Wiwi mengaku suaminyalah yang paling berperan disini. “sholat di masjid itukan sunah yang utama bagi laki-laki, jadi Bapaknya yang lebih berperan. Saya hanya mengkondisikannya saja” kata wiwi .</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span class="gen"><span>Hal tersebut juga diakui oleh Muatammimul Ula, sejak anak pertamanya sudah dibiasakan dibangunkan subuh hari. Dan ketika anak-anak sudah bisa disiplin dalam hal ‘ngompol’, ia selalu mengajaknya ke masjid. “Biasanya saya bangunkan, kalo susah saya <i>gendong</i> ke kamar mandi untuk di wudhukan, pokoknya bagaimana caranya agar mereka harus sholat di masjid” ujar pria yang akrab disapa Tamim ini. Wiwi pun demikian, ia perlu menyiapkan kokoh dan gamis baru agar anak-anaknya semangat bangun untuk sholat di masjid, ” Biasanya anak-anak senang kalo pake kokoh baru, atau pakai gamis. Suasananya jadi ada dan mereka jadi semangat ” kata Wiwi menjelaskan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span class="gen"><span>Mendidik anak untuk istiqamah dalam sholat juga bukanlah hal yang mudah, hal ini terlihat dari bagaimana cerita Abu Bakar mendidik anaknya Abdullah. Begitupun bagi kedua pasangan ini. Tamim yang sibuk dengan pekerjaannya di bangku DPR, dan Wiwi yang sering mendapat undangan untuk mengisi acara di beberapa tempat ini, <span> </span>selalu berusaha untuk tetap mengkontrol aktifitas anaknya meskipun hanya melalui telepon.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span class="gen"><span>Orang tua memang mempunyai tugas yang berat dalam hal ini. Namun semuanya akan lebih mudah ketika orang tua sadar bahwa anak adalah titipan/ amanah dari Allah Swt. Sehingga sudah menjadi kewajiban orang tualah mendidik anak untuk mencintai Allah. Sebagaimana Alqur’an menyiratkan sebuah pesan kepada para orang tua, tentang bagaimana Ayah dambaan Alqur’an ini, Luqman, menasihati anaknya, </span></span><i><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">”Ya Bunayya laa tusyrik billah. Inna syirka ladzulmun ’adzhim.”</span></i><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span><span class="gen">&#8220;Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.&#8221; Kini, sudahkah hal demikian kita lakukan?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span class="gen">*</span>Azti, Pernah di muat di SC Megazine</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salatsmart.wordpress.com/71/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salatsmart.wordpress.com/71/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salatsmart.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salatsmart.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salatsmart.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salatsmart.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salatsmart.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salatsmart.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salatsmart.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salatsmart.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salatsmart.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salatsmart.wordpress.com/71/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salatsmart.wordpress.com&blog=635105&post=71&subd=salatsmart&ref=&feed=1" /></div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SalatSmart/~4/fAp3gOZaA_E" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salatsmart.wordpress.com/2008/02/02/ajaklah-anakmu-shalat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">azti</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mtamim.files.wordpress.com/2007/09/kids.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/puspahanandhita-48.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">wirianingsih</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://salatsmart.wordpress.com/2008/02/02/ajaklah-anakmu-shalat/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Shalatlah Seperti Rerumputan</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/SalatSmart/~3/YooQbu1ke3c/</link>
		<comments>http://salatsmart.wordpress.com/2008/02/02/shalatlah-seperti-rerumputan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Feb 2008 03:35:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aZti aRlina</dc:creator>
				<category><![CDATA[shalat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salatsmart.wordpress.com/2008/02/02/shalatlah-seperti-rerumputan/</guid>
		<description><![CDATA[Shalatlah seperti Rumputan, begitulah pesan seorang sastrawan muslim, Ahmadun Yosi Herfanda, yang tertuang dalam puisinya “Sembahyang ku Sembahyang Rumputan”. Dalam kelelahan spiritualitasnya, ketika rakaat demi rakaatnya berhari-hari, berbulan-bulan, bertahun-tahun, seperti sia-sia; ia menghanyutkan diri dalam lautan tahajud. Mengantarkan dia pada permukaan untuk bertemu pada tuhan. Pertemuan yang begitu indah, hingga tangannya menuntun pena menuliskan bait [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salatsmart.wordpress.com&blog=635105&post=70&subd=salatsmart&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><span>Shalatlah seperti Rumputan, begitulah pesan seorang sastrawan muslim, Ahmadun Yosi Herfanda, yang tertuang dalam puisinya “Sembahyang ku Sembahyang Rumputan”. Dalam kelelahan spiritualitasnya, ketika rakaat demi rakaatnya berhari-hari, berbulan-bulan, bertahun-tahun, seperti sia-sia; ia menghanyutkan diri dalam lautan tahajud. Mengantarkan dia pada permukaan untuk bertemu pada tuhan. Pertemuan yang begitu indah, hingga tangannya menuntun pena menuliskan bait sajak..</span><span id="more-70"></span><br />
<i><b><span>Sembahyang ku sembahyang rumputan</span></b></i><img src="http://www.fnal.gov/pub/about/campus/ecology/images/nature.jpg" alt="ilalang" align="right" height="202" width="202" /></p>
<p class="MsoNormal"><i><b><span>Sembahyang penyerahan jiwa dan badan</span></b></i></p>
<p class="MsoNormal"><i><b><span>Yang rindu berbaring di pangkuan tuhan</span></b></i></p>
<p class="MsoNormal"><i><b><span> </span></b></i></p>
<p class="MsoNormal"><i><b><span>Sembahyang ku sembahyang rumputan</span></b></i></p>
<p class="MsoNormal"><i><b><span>Sembahyang penyerahan habis-habisan</span></b></i></p>
<p class="MsoNormal"><i><b><span> </span></b></i></p>
<p class="MsoNormal"><i><b><span>Walau kau tebang aku</span></b></i></p>
<p class="MsoNormal"><i><b><span>Akan tumbuh sebagai rumput baru</span></b></i></p>
<p class="MsoNormal"><i><b><span>Walau kau bakar daun-daun ku</span></b></i></p>
<p class="MsoNormal"><i><b><span>Akan bersemi melebih dulu</span></b></i></p>
<p class="MsoNormal"><i><b><span> </span></b></i></p>
<p class="MsoNormal"><i><b><span>Aku rumputan</span></b></i></p>
<p class="MsoNormal"><i><b><span>Tak pernah lupa sembahyang</span></b></i></p>
<p class="MsoNormal"><i><b><span><span>            </span>: Sesungguhnya shalatku dan ibadahku</span></b></i></p>
<p class="MsoNormal"><i><b><span><span>            </span><span>  </span>Hidupku dan matiku hanyalah</span></b></i></p>
<p class="MsoNormal"><b><i><span><span>            </span><span>  </span>Bagi Allah, tuhan sekalian alam</span></i><i><span></span></i></b></p>
<p class="MsoNormal"><span> Begitulah rumputan, yang memberikan simbol kerendahan-hatian, kebersahajaan, kefanaa, dan ketakberartian<span>  </span>umat manusia di hadapan Sang Pencipta. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Rerumputan juga menyimbolkan keteguhan dan semangat yang tak pernah padam.Coba saja rerumputan itu di bakar atau di tebang, maka ia akan tumbuh kembali dengan rerumputan baru yang hijau dan segar..<br />
Gerakan rerumputan yang tunduk tertiup angin, menggambarkan semangat berjamaah dalam tunduk kepada-Nya..</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><i><b>Kini, sudahkah kita bisa seperti rerumputan itu ?</b></i></span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span>(di olah dari berbagai sumber)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salatsmart.wordpress.com/70/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salatsmart.wordpress.com/70/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salatsmart.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salatsmart.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salatsmart.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salatsmart.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salatsmart.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salatsmart.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salatsmart.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salatsmart.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salatsmart.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salatsmart.wordpress.com/70/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salatsmart.wordpress.com&blog=635105&post=70&subd=salatsmart&ref=&feed=1" /></div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SalatSmart/~4/YooQbu1ke3c" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salatsmart.wordpress.com/2008/02/02/shalatlah-seperti-rerumputan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">azti</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.fnal.gov/pub/about/campus/ecology/images/nature.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ilalang</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://salatsmart.wordpress.com/2008/02/02/shalatlah-seperti-rerumputan/</feedburner:origLink></item>
	</channel>
</rss>
