<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" gd:etag="W/&quot;A0QFQnk6fCp7ImA9WhRaE0o.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4593603631605386337</id><updated>2012-02-16T15:01:53.714+07:00</updated><category term="Puisi" /><category term="Lain-lain" /><category term="Sebuah Permenungan" /><category term="Bedah Buku" /><category term="Jajanan Tradisional" /><category term="Riwayat Hidup" /><category term="Sekedar Catatan" /><category term="Peluang Usaha" /><category term="Seputar Dunia Maya" /><category term="Tehnologi" /><category term="Galeri Foto" /><category term="Pulang Kampung" /><category term="Oleh-oleh Khas Samarinda" /><category term="Makanan Tradisional" /><category term="Humor Pilihan" /><category term="Etalase Toko" /><category term="Kisahku Hidupku" /><title>Samarinda Online</title><subtitle type="html">color my life beautiful</subtitle><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://samarindaonline.blogspot.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://samarindaonline.blogspot.com/" /><link rel="next" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4593603631605386337/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false&amp;v=2" /><author><name>ANTON C. ARSEN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="30" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SfKGDodSqHI/AAAAAAAAA20/c7prcbAO-3k/S220/me_01A.jpg" /></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>149</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/atom+xml" href="http://feeds.feedburner.com/SamarindaOnline" /><feedburner:info uri="samarindaonline" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><entry gd:etag="W/&quot;AkEFRXY4eSp7ImA9WhRSEU0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4593603631605386337.post-5863132009527927813</id><published>2011-11-11T16:12:00.001+07:00</published><updated>2011-11-12T21:36:54.831+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-12T21:36:54.831+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kisahku Hidupku" /><title>Setiap Orang Bicara Tentang 11-11-11</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/-LqmeV96F7gM/Tr11a9MCJAI/AAAAAAAAA-4/y-mqnmrbcyU/Setiap%252520Orang%252520Bicara%252520Tentang%25252011-11-11_img_1.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 0em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img height="252px" src="http://lh3.ggpht.com/-LqmeV96F7gM/Tr11a9MCJAI/AAAAAAAAA-4/y-mqnmrbcyU/Setiap%252520Orang%252520Bicara%252520Tentang%25252011-11-11_img_1.jpg" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt;" width="320px" /&gt;&lt;/a&gt;Apakah hari ini memang begitu spesial? Hari ini 11 November 2011 atau lebih sering ditulis menjadi 11-11-11 atau 11/11/11 atau 11.11.11, atau apapun; tapi intinya semua ingin menyampaikan bahwa ini adalah deret angka yang unik, karena sama atau kembar. Bahkan, saat ini di Hollywood sedang dibuat filmnya!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada banyak orang memanfaatkan hari ini untuk menikah dan melahirkan anak (secara paksa), agar bisa dicatat bahwa mereka menikah atau anaknya lahir pada 11-11-11 11:11:11. Istilah di kampungku: "bepaksaan". Di sisi lain, banyak paranormal dan ahli Feng Shui berpendapat bahwa 11-11-11 bukanlah hari yang baik! Tapi, siapa peduli!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Baik atau buruk, yang jelas penulisan angka tanggal, bulan dan tahun seperti ini akan berulang setiap 100 tahun, yaitu 11 November 2111/2211/2311... dan seterusnya. Atau, 1000 tahun lagi, yaitu 3011. Lalu, apakah ini sesuatu yang aneh? Justru aku penasaran, apakah ada yang punya dokumen, catatan atau tulisan masa lalu yang dibuat pada 11-11-1111? Foto pasti belum ada, karena kamera belum ditemukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahun depan, kita akan mengalami 12-12-12. Setelah itu bersiaplah, menyambut "kiamat" yang akan terjadi pada 21-12-12 sebagaimana yang ramai diramalkan oleh beberapa pakar sejarah, novelis dan seniman Hollywood atas akhir dari penanggalan suku Maya! Hi hi hi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari ini masih merangkak pergi, sama seperti hari lainnya....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Foto diambil dari grumpymanwithtoomuchtimeonhishands.blogspot.com&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4593603631605386337-5863132009527927813?l=samarindaonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SamarindaOnline/~4/OVB8BU33hkk" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://samarindaonline.blogspot.com/feeds/5863132009527927813/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4593603631605386337&amp;postID=5863132009527927813" title="5 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4593603631605386337/posts/default/5863132009527927813?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4593603631605386337/posts/default/5863132009527927813?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/SamarindaOnline/~3/OVB8BU33hkk/setiap-orang-bicara-11-11-11.html" title="Setiap Orang Bicara Tentang 11-11-11" /><author><name>ANTON C. ARSEN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="30" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SfKGDodSqHI/AAAAAAAAA20/c7prcbAO-3k/S220/me_01A.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://lh3.ggpht.com/-LqmeV96F7gM/Tr11a9MCJAI/AAAAAAAAA-4/y-mqnmrbcyU/s72-c/Setiap%252520Orang%252520Bicara%252520Tentang%25252011-11-11_img_1.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>5</thr:total><feedburner:origLink>http://samarindaonline.blogspot.com/2011/11/setiap-orang-bicara-11-11-11.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkECQHc7fSp7ImA9WhdWF0s.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4593603631605386337.post-4116361546374813815</id><published>2011-09-12T00:59:00.002+07:00</published><updated>2011-09-12T01:11:01.905+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-09-12T01:11:01.905+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kisahku Hidupku" /><title>Ada Helikopter-becak di Samarinda</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
Bagaimana rasanya naik helikopter yang digabung dengan becak? Ini bukan guyonan lho! Tapi kendaraan ini benar-benar pernah ada di Samarinda dan Jakarta! Namanya HELICAK. Jangan tanya bagaimana rasanya naik helicak, mungkin sebagian besar dari kita bahkan tidak tahu bagaimana wujudnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku termasuk beruntung karena beberapa kali pernah melihat helicak di Samarinda (1972/1973). Tidak sering memang, karena waktu itu mungkin hanya ada dua atau tiga unit di Samarinda, dan warnanya kuning, aku masih ingat betul. Struktur helicak dan becak hampir sama, yakni tempat duduk penumpang di bagian depan, sedangkan pengemudi di belakang. Bedanya, helicak pakai mesin dan tempat duduk penumpang dirancang selayaknya kokpit helikopter. Kalau masih penasaran dengan bentuknya, cari saja fotonya di Google.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Bagaimana kisahnya sampai muncul kendaraan aneh tersebut di Samarinda? Aneh lebih pada kemunculan helicak tersebut ketimbang wujud helicak itu sendiri. Sebagai anak-anak, kesanku waktu itu melihat helicak seperti melihat piring terbang atau UFO. Langka! He he he... Kalau tidak salah ingat, waktu itu ada rencana menggantikan becak (dengkul) dengan helicak (mesin), menyusul rencana penghapusan becak di Samarinda 1 Januari 1975, oleh Walikota saat itu, H. Kadrie Oening. Rupanya rencana penggantian becak dengan helicak ini tidak berjalan mulus, bagai layu sebelum berkembang, akhirnya helicak pun hilang dari Samarinda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Harian Kompas yang terbit Senin, 18 Juni 2001, helicak masih ada di Jakarta, dan tinggal satu-satunya! Helicak ini dimiliki oleh seorang kakek bernama Risman. Walau &lt;i&gt;body &lt;/i&gt;sudah tidak mulus lagi, tapi mesin masih tokcer. Helicak aslinya bikinan Italia, dengan mesin bermerek Lambreta. Waktu itu (1971) diimpor dari Italia sebanyak 400 unit, sebagian besar beroperasi di Jakarta&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau sebagai salah satu saksi mata keberadaan helicak di Samarinda waktu itu, tapi aku tidak sempat naik helicak! :'O&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4593603631605386337-4116361546374813815?l=samarindaonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SamarindaOnline/~4/OOIlI8cPtzY" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://samarindaonline.blogspot.com/feeds/4116361546374813815/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4593603631605386337&amp;postID=4116361546374813815" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4593603631605386337/posts/default/4116361546374813815?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4593603631605386337/posts/default/4116361546374813815?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/SamarindaOnline/~3/OOIlI8cPtzY/ada-helikopter-becak-di-samarinda.html" title="Ada Helikopter-becak di Samarinda" /><author><name>ANTON C. ARSEN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="30" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SfKGDodSqHI/AAAAAAAAA20/c7prcbAO-3k/S220/me_01A.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://samarindaonline.blogspot.com/2011/09/ada-helikopter-becak-di-samarinda.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0MCQ3k5cCp7ImA9WhZbFks.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4593603631605386337.post-3067662377455402517</id><published>2011-06-21T21:23:00.001+07:00</published><updated>2011-06-21T22:17:42.728+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-06-21T22:17:42.728+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Seputar Dunia Maya" /><title>Blogaway</title><content type="html">&lt;br&gt;&lt;img src="http://lh6.ggpht.com/-lZSuC1ZU2ZM/TgCpXyEO30I/AAAAAAAAA94/tk_dX57JtQg/Blogaway_img_1.png"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Aku baru mau coba aplikasi &lt;b&gt;Blogaway&lt;/b&gt; dari &lt;i&gt;handphone&lt;/i&gt; Android, sebuah aplikasi kecil untuk &lt;i&gt;blogging&lt;/i&gt;&amp;#160; yang tentunya mudah dibawa-bawa. Tampilan mukanya lebih menarik dan lebih baik dibandingkan aplikasi serupa yang pernah aku coba, seperti Blogger-droid dan Bloggeroid.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Pemformatan teks seperti &lt;b&gt;bold&lt;/b&gt;, &lt;i&gt;italic&lt;/i&gt;, &lt;u&gt;underline&lt;/u&gt;, dan &lt;font color ="#ff0000"&gt;pe&lt;/font&gt;&lt;font color ="#ff0000"&gt;&lt;font color ="#06ff00"&gt;w&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;font color ="#ff0000"&gt;&lt;font color ="#ff0000"&gt;&lt;font color ="#06ff00"&gt;arna&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;font color ="#ff0000"&gt;&lt;font color ="#0012ff"&gt;an&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;font color ="#0012ff"&gt; &lt;/font&gt;dapat dilakukan. Tidak ketinggalan tombol &lt;i&gt;undo&lt;/i&gt;. Aplikasi ini juga bisa menangani &lt;i&gt;&lt;i&gt;mult&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;iple a&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;ccounts&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;, walau terbatas hanya pada akun Blogger. Jadi, tidak dapat digunakan untuk &lt;i&gt;blogging&lt;/i&gt; di akun Multiply, WordPress, dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Blogaway juga dapat mengedit postingan yang sudah ada di blog kita. Juga, kemampuannya untuk menambahkan tautan (&lt;a href="http://www.bekatul-dr-liem.blogspot.com"&gt;link&lt;/a&gt;), gambar dan video ke dalam artikel kita. Kelihatannya sangat menarik untuk dicoba semua kemampuannya. Jika tertarik unduh saja dari Android Market langsung dari ponselmu.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;Beginilah hasilnya!&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;&lt;font size="1"&gt;Posted via Blogaway&lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4593603631605386337-3067662377455402517?l=samarindaonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SamarindaOnline/~4/PAS_Jh8alp4" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://samarindaonline.blogspot.com/feeds/3067662377455402517/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4593603631605386337&amp;postID=3067662377455402517" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4593603631605386337/posts/default/3067662377455402517?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4593603631605386337/posts/default/3067662377455402517?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/SamarindaOnline/~3/PAS_Jh8alp4/blogaway.html" title="Blogaway" /><author><name>ANTON C. ARSEN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="30" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SfKGDodSqHI/AAAAAAAAA20/c7prcbAO-3k/S220/me_01A.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://lh6.ggpht.com/-lZSuC1ZU2ZM/TgCpXyEO30I/AAAAAAAAA94/tk_dX57JtQg/s72-c/Blogaway_img_1.png" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://samarindaonline.blogspot.com/2011/06/blogaway.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DE8NQXg4fip7ImA9WhdWF0g.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4593603631605386337.post-1731342730347732134</id><published>2011-05-01T22:04:00.004+07:00</published><updated>2011-09-11T23:01:30.636+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-09-11T23:01:30.636+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kisahku Hidupku" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tehnologi" /><title>Telepon Dulu Sekarang dan Akan Datang</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
Tiga puluh delapan tahun yang lalu, ketika aku masih anak-anak, tidak terbayangkan bahwa saat ini dengan mudah orang menenteng-nenteng pesawat telepon, bahkan dua atau tiga nomor sekaligus! Alat komunikasi ini telah mengalami revolusi menjadi semakin kecil dan tanpa kabel, yaitu menjadi suatu alat yang kita kenal sekarang sebagai &lt;i&gt;handphone&lt;/i&gt;, ponsel, &lt;i&gt;smartphone&lt;/i&gt;, dan lain-lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku ingat sewaktu kecil ketika papa ditanya orang berapa nomor telepon toko kami, papa menjawab, "205." Bila kalian jauh lebih muda dari usiaku pastilah bingung, "Kok nomor telepon hanya segitu digitnya?" He he... Saat itu 1972/1973 telepon mungkin merupakan barang mewah. Rumah kami tidak memiliki telepon, hanya ada di toko. Dan, 205 itu memang nomor telepon toko kami waktu itu! Jadi bisa ditebak saat itu belum ada 1000 sambungan telepon di Samarinda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Aku masih ingat bagaimana dulu kalau mau menelepon. Aku mendengar papa atau teman papa berkata, "Selamat siang, Non.. Tolong sambungkan ke nomor 313." Penelepon harus menghubungi operator telepon dulu, dan menunggu untuk disambungkan. Untuk interlokal, sama saja. Bedanya, setelah minta disambungkan ke nomor tertentu di kota tertentu, kita menutup telepon. Operator telepon akan menyambungkan permintaan kita, setelah tersambung baru operator telepon akan menelepon kita dan mempersilakan kita mulai bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian berkembang era warnet sekitar tahun 80-an. Mulai dari warnet di kantor Telkom, kemudian menjamur kemana-mana, ke pelosok kota hingga pedesaan. Dengan mudah kita bisa menelepon dan menghubungi orang-orang yang ingin kita hubungi, bahkan diluar pulau sekalipun. Kita tinggal masuk ke bilik telepon dan memutar atau memencet sendiri nomor telepon tujuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di antara dua era tersebut, telegram masih merupakan alat komunikasi yang penting, dan paling diminati untuk urusan penyampaian berita yang cepat. Kemudian pamor telegram lambat-laun memudar sejalan dengan perkembangan tehnologi pesan singkat (SMS) yang dibawa oleh telepon seluler, yang mulai berkembang di Indonesia pada pertengahan tahun 90-an. Pada era 90-an ini &lt;i&gt;facsimile &lt;/i&gt;sempat menjadi primadona komunikasi, terutama di warnet dan di perusahaan-perusahaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiga puluh delapan tahun yang lalu tidak terbayangkan melihat hampir semua orang bisa memiliki telepon dan bisa dibawa kemana-mana. Semua orang, semua profesi, entah dia seorang dewasa atau anak-anak; seorang guru, murid, dokter, pejabat, tukang ojek atau pembantu rumah tangga.. semua punya &lt;i&gt;handphone!&lt;/i&gt; Wah, hebat ya...! Tapi, ada seseorang yang sangat kukenal yang sampai saat ini tidak pakai &lt;i&gt;handphone!&lt;/i&gt; Bukan karena dia tidak mampu, tapi karena dia ingin membuktikan bahwa dia dapat hidup tanpa &lt;i&gt;handphone!&lt;/i&gt; Dia adalah Kho Sau Long, teman sekelasku di SMPK dan SMAK dulu. Walau usianya kini sudah hampir setengah abad, dan dia seorang pengusaha sukses, dia tetap tidak mau pakai &lt;i&gt;handphone&lt;/i&gt;. Walau aneh, tapi diam-diam aku salut juga dengan prinsip dia seperti itu, mungkin hidup akan lebih santai, tenang dan bahagia tanpa &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;handphone&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;!&lt;/i&gt; Ha ha ha ha...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana alat atau sistem komunikasi kita 10 tahun ke depan? Sepuluh tahun ke depan kita mungkin tidak membawa alat apa-apa lagi, karena seluruh keperluan komunikasi kita sudah ditanam atau diimplan di dalam kepala kita, dalam mulut (gusi), telinga dan mata! Hmmm.....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4593603631605386337-1731342730347732134?l=samarindaonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SamarindaOnline/~4/nH_VDvpS8Pc" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://samarindaonline.blogspot.com/feeds/1731342730347732134/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4593603631605386337&amp;postID=1731342730347732134" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4593603631605386337/posts/default/1731342730347732134?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4593603631605386337/posts/default/1731342730347732134?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/SamarindaOnline/~3/nH_VDvpS8Pc/telepon-dulu-sekarang-dan-akan-datang.html" title="Telepon Dulu Sekarang dan Akan Datang" /><author><name>ANTON C. ARSEN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="30" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SfKGDodSqHI/AAAAAAAAA20/c7prcbAO-3k/S220/me_01A.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://samarindaonline.blogspot.com/2011/05/telepon-dulu-sekarang-dan-akan-datang.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEMHQXk4eCp7ImA9WhZSEUg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4593603631605386337.post-5883433818556884177</id><published>2011-03-26T22:55:00.003+07:00</published><updated>2011-03-26T23:20:30.730+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-03-26T23:20:30.730+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kisahku Hidupku" /><title>Perama Ferama atau Apa</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
Ada yang tahu apa itu perama atau ferama? Mungkin juga prama atau frama. Aku sudah coba bertanya pada Om Google, tapi tidak mendapat jawaban seperti arti yang dimaksud. Juga tidak ada dalam Kamu Bahasa Banjar yang pernah aku unduh dari internet beberapa tahun lalu. Mungkin saja kata ini hanya ciptaan yang sifatnya lokal, dan dipakai di Samarinda saja "jaman itu", karena aku yakin kata ini sudah tidak pernah terdengar lagi diucapkan oleh orang-orang Samarinda dua atau tiga dasawarsa belakangan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah mana kata yang benar, tapi perama yang dimaksud adalah selebaran atau &lt;i&gt;flyer &lt;/i&gt;atau poster. Khususnya, selebaran atau poster film bioskop. Bentuknya bisa selebaran satu warna dari hasil sablonan atau benar-benar poster warna yang terbuat dari bahan dan cetakan yang sangat bagus. Nah, perama yang bagus, yang &lt;i&gt;full&lt;/i&gt; &lt;i&gt;colour&lt;/i&gt; ini kemudian menjadi barang koleksi!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Jaman itu, untuk mengiklankan film yang sedang main di bioskop, pengusaha bioskop menggunakan gambar besar yang diarak dengan menggunakan mobil yang dilengkapi dengan &lt;i&gt;speaker &lt;/i&gt;besar. Duduk disamping sopir ada seseorang yang tugasnya cuap-cuap di mikrofon, dan seorang lagi yang duduk dekat jendela yang tugasnya melempar-lemparkan (menghamburkan, menyebarkan) perama. Tentu saja ini menjadi rebutan kami yang saat itu masih anak-anak. Jadi waktu kami kecil dulu, yang dikejar-kejar bukan hanya layangan putus, tapi juga perama!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sendiri bukan seorang anak yang punya kemampuan hebat untuk mengejar layangan putus, tapi untuk mendapatkan perama bukan hal yang sulit. Memang untuk perama-perama yang bagus, penyebarannya tidak sebanyak perama sablonan. Jadi ini yang membuatnya jadi ekslusif. Sedikit bangga juga kalau punya perama yang bagus yang tidak dimiliki teman-teman lain. Dalam hal ini, ada satu temanku dulu (tetangga) adalah jagonya mengejar perama, hingga dia punya koleksi perama-perama yang langka dari film-film yang pernah main di bioskop.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perama-perama yang bagus biasanya dari film-film silat dan Kung Fu Hongkong yang laris manis pada masa itu, dengan pemain-pemain legendaris seperti: David Chiang Da-wei, Ti Lung, Lo Lieh, Chen Kuan Tai, Wang Yu, Fu Sheng, Bruce Lee, Chen Pei Pei, Li Ching, dan lain-lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang tidak ada lagi yang namanya perama. Cara beriklan sudah berubah total. Sekarang ini, untuk mengetahui film-film bioskop yang sedang main kita cukup buka koran atau lihat di internet. Tidak ada kejar-kejaran lagi seperti dulu. Jaman sudah berubah. Duh, puluhan tahun telah berlalu bagai sekejap... :(&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4593603631605386337-5883433818556884177?l=samarindaonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SamarindaOnline/~4/T2lsV1S0W40" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://samarindaonline.blogspot.com/feeds/5883433818556884177/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4593603631605386337&amp;postID=5883433818556884177" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4593603631605386337/posts/default/5883433818556884177?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4593603631605386337/posts/default/5883433818556884177?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/SamarindaOnline/~3/T2lsV1S0W40/perama-ferama-atau-apa.html" title="Perama Ferama atau Apa" /><author><name>ANTON C. ARSEN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="30" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SfKGDodSqHI/AAAAAAAAA20/c7prcbAO-3k/S220/me_01A.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://samarindaonline.blogspot.com/2011/03/perama-ferama-atau-apa.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEEEQX86fip7ImA9WhZTGEQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4593603631605386337.post-6564689194870350452</id><published>2011-03-18T21:08:00.005+07:00</published><updated>2011-03-23T23:10:00.116+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-03-23T23:10:00.116+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kisahku Hidupku" /><title>Cerita Dari Tokyo</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
Kita semua tahu, Jumat Siang seminggu yang lalu, tepatnya 11 Maret 2011, Jepang dihantam gempa dan tsunami yang hebat. Dahsyatnya gempa di Jepang hampir sekuat gempa di Aceh tahun 2004 lalu. Hampir seluruh pantai Timur Jepang porak-poranda. Gempa bumi kemudian memicu kebocoran radiasi di sejumlah area pembangkit listrik tenaga nuklir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku kemudian mengirim e-mail ke Junko, sahabatku di Tokyo, untuk mengetahui keadaan dia dan keluarga di Jepang. Sehari kemudian baru aku menerima balasannya yang sangat singkat mengabarkan bahwa dia dan keluarga selamat dan baik-baik saja, dan dia belum bisa cerita banyak. Sementara itu media elektronik terus-menerus menayangkan dahsyatnya kerusakan akibat gempa dan tsunami tersebut, terutama pada beberapa reaktor nuklir yang ada di prefektur Fukushima.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Pagi ini aku menerima e-mail dari Junko lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Hai, Anton.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terima kasih atas perhatiannya. Sudah seminggu berlalu setelah gempa dasyat dan tsunami melanda negara kami. Setelah itu masih ada ancaman kebocoran radiasi di PLTN Fukushima. Setiap hari di sini juga kami masih terasa gempa susulan yang besar dan kecil, Anton. Sungguh kami terpukul oleh semua itu...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi semua itu kami rakyat Jepang  harus hadapi dan atasi dengan sekuat tenagga. Walaupun situasi di lokasi-lokasi pasca gempa dan tsunami masih dalam keadaan sulit untuk memulihkan infrastruktur dan juga memulihkan hati orang-orang yang terluka, tapi sejauh ini orang-orang sana masih tetap bertahan bahkan terlihat membangkit kembali dengan cara yang apa adanya. Kebanyakan orang yang mengungsi di tempat evakuasi adalah orang-orang yang sudah tidak punya rumah lagi, kehilangan keluarganya, temannya, saudaranya dan sebagainya. Tapi mereka sudah mulai bergotong-royong dengan tetangga-tetangganya dan bergerak untuk menolong orang lain yang lebih sengsara. Sepanjang hari saya mengawasi kondisi mereka lewat berita di TV. Juga kondisi PLTN Fukushima.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan kondisi di Tokyo pun masih tetap dalam keadaan tidak stabil. Misalnya setiap hari dilakukan mati lampu dari purusahaan listrik. Namun itu dilakukan secara teratur (jam-jam mati lampu itu ditentukan di setiap wilayahnya). Jadi dalam hal ini, syukurlah boleh dikatakan sama sekali tidak menimbulkan kepanikan warga selama ini. Tapi karena bahan pokok seperti beras hampir tidak dapat beli di toko-toko di sini, kemarin saya dikirim beras oleh ibu saya yang di Saitama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, toilet paper, tissu, dan makanan tertentu hilang total dari setiap pertokohan. Mungkin penyebabnya adalah tersendatnya sistem transportasi di kawasan kami, orang-orang takut kehabisan barang-barang sehari-hari sehingga banyak yang membeli melebihi batas kebutuhannya. Saya juga kemarin hanya untuk cari toilet-paper yang mau habis di rumah, ternyata harus lari ke 4 supermarket dan akhirnya berhasil beli satu pak. Itu juga terbatas, Anton.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi ...ketika kami ingat orang-orang yang di sana, tidak bisa ngomong apa-apa. Daerah Tokyo masih beruntung, karena kebanyakan bagunan-bangunan di Tokyo tidak roboh saat gempa. Tapi, seperti Anton tahu, saat itu saya berada di perusahaan di mana tempat kerja saya. Apa lagi itu berlokasi di pusat kota, Ropponggi. Eeehhhh, coba bayangkan mereka berada di lantai 23. Waaa.. pas gempa terjadi, lantai itu bergoyang-goyang seperti di dalam ayunan atau perahu, Anton. Saya sepintas berpikir saya akan mati di sini. Melarikan diri? Oh, tidak bisa... berdiri saja nggak bisa tanpa memegang di tiang atau pintu yang di sekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang gempa kali ini adalah gempa terbesar yang saya alami seumur hidup, Anton. Semua elevator tidak berfungsi lagi, jadi kami semua evakuasi lewat tangga darurat. Pada saat kami turun tangga, bangunan yang cukup raksasa itu goyang kanan kiri dan dinding mulai retak dan berjatuhan!! Sungguh menakutkan! Saya membayangkan apa yang terjadi di World Traid Center di New York dulu. Atau, film 2012 yang memgambarkan hari kiamat. Memang apa yang saya lihat persis adegan seperti itu...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kami berhasil keluar, saya memcoba melihat ke atas gedung kami tadi, eeehhh.. ternyata ujung gedung raksasa itu  masih goyang pelahan-pelahan, Anton. Rasanya bermimpi saja... Selama ini saya tidak pernah lihat pemandangan seperti itu. Dan waktu itu saking goyangnya saya sampai merasa mual. Dan hari itu semua sarana transportasi di Tokyo stop total sampai hari esoknya. Semua jalan macet. Saya berusaha untuk menanggap taksi dan menunggu satu jam lebih ,tapi tidak ada satu taksi pun yang berhenti... dan karena kedinginan berdiri terus di jalan, akhirnya saya pergi dan menginap di gereja yang untung lokasinya berdekatan dengan Ropponggi. Jadi saya rasa masih termasuk sangat beruntung ....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya.. sudah panjang berceritanya ya, Anton. Pokoknya negara Jepang sedang berusaha untuk mengatasi bencana kali ini! Jadi Anton tetap berdoa ya buat kami. Jangan bersedih lagi! Pasti cahaya akan datang!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekian dulu Anton, terima kasih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Junko&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;          &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4593603631605386337-6564689194870350452?l=samarindaonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SamarindaOnline/~4/ygcBZX5-bUk" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://samarindaonline.blogspot.com/feeds/6564689194870350452/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4593603631605386337&amp;postID=6564689194870350452" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4593603631605386337/posts/default/6564689194870350452?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4593603631605386337/posts/default/6564689194870350452?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/SamarindaOnline/~3/ygcBZX5-bUk/cerita-dari-tokyo.html" title="Cerita Dari Tokyo" /><author><name>ANTON C. ARSEN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="30" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SfKGDodSqHI/AAAAAAAAA20/c7prcbAO-3k/S220/me_01A.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://samarindaonline.blogspot.com/2011/03/cerita-dari-tokyo.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkcAQ3s9fip7ImA9WhZTEUw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4593603631605386337.post-936770506460759974</id><published>2011-03-14T00:01:00.051+07:00</published><updated>2011-03-14T21:47:22.566+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-03-14T21:47:22.566+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kisahku Hidupku" /><title>I LOVE MONDAY</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh4.googleusercontent.com/-s1COhQYb1cI/TX1ntI6WS8I/AAAAAAAAA9c/XQBpEkOHbXE/s1600/Senin.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 0em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://lh4.googleusercontent.com/-s1COhQYb1cI/TX1ntI6WS8I/AAAAAAAAA9c/XQBpEkOHbXE/s200/Senin.jpg" width="189" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Mungkin aneh bila aku suka hari Senin. Keponakanku, Sherly, bahkan bilang aku punya kelainan. He he.. Tapi aku yakin, aku tidak sendirian, masih cukup banyak orang yang suka, bahkan cinta, hari Senin. Walau mungkin lebih banyak yang benci, tidak masalah. &lt;i&gt;It's up to you lah...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila tiap Senin kamu menemukan status Facebook-ku bertulisankan &lt;i&gt;I LOVE MONDAY&lt;/i&gt;, itu bukan mengada-ada. Aku menyukai hari Senin sejak aku di SMA. Tapi diantara periode di SMA dan sekarang, memang ada suatu masa ketika aku juga benci hari Senin, yaitu ketika aku bekerja dengan orang!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Masuk sekolah dan kembali berkumpul dengan teman-teman sekolah merupakan kesenanganku, mungkin kata kebahagiaan terlalu berlebihan untuk dipakai. Tiap Minggu sore aku selalu merasa tak sabar lagi menunggu datangnya Senin pagi. Ya, itulah kegembiraanku. Bahkan bersama satu-dua orang teman kami sering janjian untuk tiba di sekolah lebih awal, lebih pagi, ketika suasana sekolah masih sepi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak dipungkiri sekolah adalah saat terindah dalam hidup kita. Sekarang ketika tahun-tahun berlalu, puluhan tahun pun telah lewat, kamu pun rindu untuk bertemu dengan teman-teman sekolahmu dulu, kemudian diwujudkan dalam temu kangen atau reuni. Walau, kenyataannya, waktu sekolah dulu kamu sering bolos, suka berantem dan benci hari Senin! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang ini Senin lebih dari sekedar hari biasa bagiku. Senin memberi harapan baru, ketika Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu kehidupan terasa mulai bergerak turun. Berharap Senin mengawali minggu yang baru dengan peluang baru, kesempatan baru, pengalaman baru, kenalan baru dan banyak &lt;i&gt;order &lt;/i&gt;baru, tentunya. Ha ha ha! Maka dari itu Senin perlu disambut dengan kata-kata manis seperti &lt;i&gt;I LOVE MONDAY&lt;/i&gt;, agar energi positifnya masuk ke dalam hati dan pikiranmu, sikapmu, semangatmu, rumahmu, tokomu, karyamu, penugasanmu, dan lain-lain. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti aku bilang tadi bahwa aku juga pernah benci dengan hari Senin. Ya, ketika aku masih bekerja dengan orang. Problem terbesar ketika kamu bekerja dengan perusahaan bukan milikmu adalah godaan hari libur! Kamu pasti sering melihat kalender untuk mengetahui bulan ini ada berapa hari libur, dan kapan liburnya. Kamu juga berharap, kalau bisa, tiap hari liburnya selalu jatuh pada hari Jumat atau Senin! Kemudian kamu kecewa ketika tahu bulan ini tidak ada hari libur khusus selain Sabtu dan Minggu, atau hari libur nasional jatuh pada hari Sabtu atau Minggu. Hiks! Tapi, sebenarnya kamu sudah beruntung bila Sabtu libur. Bagaimana dengan mereka yang Sabtu harus masuk kerja?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;TGIM vs TGIF&lt;/i&gt;. Lagi-lagi, &lt;i&gt;it's up to you&lt;/i&gt;. Tapi aku sangat yakin kalau kamu seorang bawahan atau karyawan sebuah perusahaan, pasti kamu selalu bersyukur bila hari sudah Jumat. &lt;i&gt;Thanks, God! It's Friday! &lt;/i&gt;Kenapa apa aku tahu? Ya, iyalah, karena dulu aku seorang karyawan juga! &lt;i&gt;Boss&lt;/i&gt;-ku berkata, "Kamu harus merasa memiliki perusahaan agar kamu rajin dan betah kerja," memang benar sih. Tapi, apa &lt;i&gt;boss &lt;/i&gt;merasa "memiliki" kita? Itu persoalannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Thanks, God! It's Monday!&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4593603631605386337-936770506460759974?l=samarindaonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SamarindaOnline/~4/sGXPSjJfSdU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://samarindaonline.blogspot.com/feeds/936770506460759974/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4593603631605386337&amp;postID=936770506460759974" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4593603631605386337/posts/default/936770506460759974?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4593603631605386337/posts/default/936770506460759974?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/SamarindaOnline/~3/sGXPSjJfSdU/i-love-monday.html" title="I LOVE MONDAY" /><author><name>ANTON C. ARSEN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="30" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SfKGDodSqHI/AAAAAAAAA20/c7prcbAO-3k/S220/me_01A.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://lh4.googleusercontent.com/-s1COhQYb1cI/TX1ntI6WS8I/AAAAAAAAA9c/XQBpEkOHbXE/s72-c/Senin.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://samarindaonline.blogspot.com/2011/03/i-love-monday.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ck8DSXw-eip7ImA9WhZREkU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4593603631605386337.post-4582262033916348817</id><published>2011-03-13T01:12:00.003+07:00</published><updated>2011-04-08T23:41:18.252+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-04-08T23:41:18.252+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kisahku Hidupku" /><title>Permainan Semasa Kecil</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
Aku coba mengingat-ingat permainan-permainan semasa aku kecil dulu yang  sudah sangat jarang, atau hampir tidak pernah kutemui lagi dimainkan  anak-anak jaman sekarang. Ada kerinduan untuk kembali mengenang ke  masa-masa kecil dulu...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jaman sekarang anak-anak lebih senang main video game, dimulai dari  Nintendo, kemudian Sega, PlayStation, PSP, XBox, Wii, dan sebagainya.  Mainan-mainan tradisional seperti jaman aku kecil dulu hampir tidak  mereka kenal. Ada berapa anak-anak di kota sekarang yang masih mau main  kelereng?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Di bawah ini ada beberapa permainan yang aku dan teman-temanku mainkan semasa kecil dulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pedang-pedangan dari Kayu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Aku dan teman-teman membuat pedang-pedangan dari kayu. Kayu didapat dari  tulang atau rangka bagian tengah gulungan atau bal kain. Kayu ini mudah kami  dapat karena papa dulu pedagang kain. Permainan pedang-pedangan ini  diinspirasi oleh film seri Ivanhoe yang ditayangkan TVRI, stasiun TV  satu-satunya waktu ini dan belum berwarna!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pistol atau Senapan dari Kayu &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pistol atau senapan kayu mungkin masih dimainkan anak-anak sekarang yang tinggal di desa atau pinggir kota. Tapi satu hal yang beda dan unik adalah pelurunya yang berasal dari suatu tanaman semak, yang aku&amp;nbsp; sendiri tidak tahu namanya. Bentuknya bulat lonjong berupa biji yang keras dengan tangkai (ekor) yang panjang. Sekarang tanaman itu hampir tidak pernah terlihat lagi. Adakah yang tahu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kelereng atau Gundu (Bhs. Jawa)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kami di Samarinda menyebutnya keleker. Setiap pemain selalu punya  keleker favorit atau keleker jimat untuk dimainkan. Setiap pemain  berusaha mengenai keleker lawan dengan cara mengeker&amp;nbsp; (membidik) dan mengetek (menyentil dengan jari)  keleker sendiri ke arah keleker lawan, bila kena maka lawan harus membayar kita  dengan satu keleker. Aku ingat, suatu waktu aku dan adik-adikku sampai punya beberapa blek keleker!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Lompat Tali Karet&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Lompat tali biasa dimainkan baik laki-laki maupun perempuan. Tali terbuat  dari karet gelang yang dirangkai menjadi tali yang panjang. Para pemain harus bisa melompat melewati tali yang dipegang oleh dua  orang yang gagal melompat sebelumnya; dimulai dari ketinggian selutut, kemudian sepaha,  sepinggang, sedada, sekepala, sekilan di atas kepala dan lebih tinggi  lagi. Intinya, permainan ini adalah untuk adu lompat ketinggian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Wayang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Anak-anak di Jawa menyebutnya Gambar. Wayang adalah gambar-gambar yang  berisi cerita. Biasanya satu lembar Wayang terdiri dari 50 wayang-wayang  (gambar-gambar) kecil. Wayang dipotong kecil-kecil sesuai besar gambar, dan dimainkan dengan cara dilempar ke udara. Wayang yang terbuka ketika jatuh ke tanah, menang. Seperti keleker, para  pemain wayang juga punya wayang jimat sebagai jagoannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Bungkus Rokok&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Bungkus rokok dimainkan sebagai alat pembayaran atau uang dalam permainan  kartu. Bungkus rokok yang laku adalah bungkus rokok kretek, yang berupa  lembaran kertas, bukan kotak. Makin langka rokoknya makin mahal nilai  bungkusnya. Kalau dipikir-pikir aku bingung juga bagaimana waktu itu kami menentukan nilai bungkus rokok sebagai alat pembayar dan kami semua bisa sepakat!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kasti&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Walau dimainkan dengan menggunakan bola tenis, tapi dalam kasti ia lebih dikenal sebagai bola kasti.  Dimainkan secara grup, dua grup pastinya, yaitu grup jaga dan grup main.  Permainan ini mirip dengan permainan baseball. Salah satu bedanya, di baseball bola cukup disentuhkan ke badan lawan; sedangkan di kasti dengan cara dilempar ke badan lawan secara pelan maupun keras, istilahnya "digebok". Aku ingat teman-teman sering main dengan bola buta! Bola buta adalah bola tanpa angin di dalam. Hmm.. kalau kena gebok, rasain nyawa! Aku pasti tidak ikut karena takut, sewaktu SD badanku kecil dan kerempeng. He he he...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Gasing atau Yoyo&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Umumnya terbuat dari kayu. Ini adalah permainan ketangkasan. Sampai hari  ini yoyo tetap ada, walau kebanyakan sudah terbuat dari bahan plastik keras dan  diberi lampu kinetik warna-warni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Halma dan Ular Tangga.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sekarang, walau masih ada, tapi sudah jarang dimainkan oleh anak-anak  masa kini. Mungkin kalah menarik dibanding dengan game-game RPG.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kwartet&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kwartet adalah permainan kartu bergambar, dimainkan oleh dua sampai dengan empat  orang. Pemain yang menang adalah pemain yang berhasil mengumpulkan satu seri kartu (empat kartu dengan judul yang sama) sebanyak mungkin. Kwartet favoritku adalah kwartet Godam-Gundala. Sayang sudah tidak ada lagi sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Layang-layang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Siapa yang tidak tahu permainan ini. Dulu, layang-layang erat dengan  benang gelasan. Adu layang-layang adalah tujuan utama, istilah keren  anak-anak Samarinda "betegangan". Membuat layang-layang sendiri juga sudah biasa, sampai mewarnai dan menghiasinya dengan (ke)sumba warna-warni. Lalu  menggelas benang dengan bahan baku kaca bekas botol (pepaci), kancur,  putih telur atau kanji. Benang yang bagus namanya benang godang, yang  besar diameternya. &lt;i&gt;Menyasah kelayangan limbung, hi-ih jua&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Lempar Koin&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Lempar koin sebenarnya judi kecil-kecilan. Baru sadar sekarang. He he  he... Pemain berusaha melempar koin sedekat mungkin dengan koin lawan, dan bila  jaraknya masuk dalam sekilan (selebar bukanan jari tangan), maka  koin lawan menjadi miliknya. Permainan ini dapat dimainkan berdua atau  banyak orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kapal-kapalan dari Kaleng&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kapal-kapalan dari kaleng ini sungguh-sungguh dapat berjalan di atas air  dengan bantuan uap dan panas dari dian kecil yang dipasang di dalamnya.  Sekali-sekali masih terlihat ada yang menjualnya, tapi anak-anakku sama  sekali tidak tertarik. He he..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Atari&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Atari mungkin merupakan cikal bakal video game masa kini. Beberapa game  yang sangat menarik waktu itu adalah pingpong, tenis dan &lt;i&gt;space  invader&lt;/i&gt;. Semua tampil dengan grafik yang sangat sederhana dan hitam-putih, kemudian tampil dengan warna sederhana. Tidak ada Atari mungkin tidak ada Nintendo, dan kawan-kawan.  Nintendo, menurutku, merupakan perintis game modern yang ada saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Karombol&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Aku ingat sewaktu SMP sering main karombol di rumah teman, sepulang  sekolah. Karombol mempunyai empat buah lubang di masing-masin sudutnya,  dan biasanya dimainkan empat orang pemain. Pemain berusaha memasukkan banyak biji karombol dalam lubang dengan cara dijentik (&lt;i&gt;diketek&lt;/i&gt;) langsung atau dipantulkan, tapi jangan sampai biji karombol warna merah (raja) keluar dari lingkaran tengah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Renang di Sungai&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Aku bisa berenang karena belajar renang di Sungai Karang Mumus, anak Sungai Mahakam. Kata orang kalau  tidak bisa berenang, bukan orang Kalimantan. Renang di sungai menurutku paling asyik, karena banyak  permainan yang bisa dimainkan, seperti: Sembunyi-sembunyian (petak umpet),  jarum-jaruman (berebut potongan batang eceng gondok yang pelan-pelan timbul, yang sebelumnya  ditenggelamkan di dasar sungai), terjun dari jembatan, belarut  (mengikuti arus sungai), begayut di kapal/perahu yang sedang jalan;  mancing, naik perahu, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Permainan Lain&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Masih banyak permainan lain yang menarik semasa aku kecil, seperti: Asin naga, petak umpet, sepatu roda, ketekan karet, ketapel, sumpit, karet gelang yang dibikin menjadi pola-pola tertentu di jari tangan, dua bola dari plastik keras yang diantukkan ke atas dan ke bawah, dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;(Terima kasih atas masukan dari teman-teman masa kecilku, Ruddy Soehartono dan Ryanto Salim).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4593603631605386337-4582262033916348817?l=samarindaonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SamarindaOnline/~4/rzQaWU0aDHM" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://samarindaonline.blogspot.com/feeds/4582262033916348817/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4593603631605386337&amp;postID=4582262033916348817" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4593603631605386337/posts/default/4582262033916348817?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4593603631605386337/posts/default/4582262033916348817?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/SamarindaOnline/~3/rzQaWU0aDHM/permainan-semasa-kecil.html" title="Permainan Semasa Kecil" /><author><name>ANTON C. ARSEN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="30" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SfKGDodSqHI/AAAAAAAAA20/c7prcbAO-3k/S220/me_01A.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://samarindaonline.blogspot.com/2011/03/permainan-semasa-kecil.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C08BSH48fCp7ImA9Wx9XFEQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4593603631605386337.post-8591994558958667144</id><published>2011-01-08T00:01:00.018+07:00</published><updated>2011-01-08T20:04:19.074+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-01-08T20:04:19.074+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kisahku Hidupku" /><title>Wanita itu bernama Junko</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
Hari ini genap setahun sudah aku mengenal Junko. Seorang wanita Jepang yang tinggal di Tokyo. Bahasa Indonesia yang dipakai Junko dalam &lt;i&gt;e-mail&lt;/i&gt; menyelamatkan &lt;i&gt;e-mail&lt;/i&gt;nya dari tong sampah. Hampir saja aku menekan tombol Del!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan aneh lagi kalau akun &lt;i&gt;e-mail &lt;/i&gt;kita sering dibanjiri &lt;i&gt;junk mail&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;spam&lt;/i&gt;, walau akun-akun &lt;i&gt;e-mail &lt;/i&gt;itu bisa otomatis menyortir &lt;i&gt;e-mail&lt;/i&gt; yang bersifat &lt;i&gt;spam&lt;/i&gt;, tapi beberapa ada juga yang bisa lolos dan masuk ke &lt;i&gt;inbox &lt;/i&gt;kita. Bayangkan, aku pernah mendapat &lt;i&gt;e-mail &lt;/i&gt;dari seorang pengacara di Inggris yang mengatakan bahwa aku mendapatkan wasiat dari kakekku yang kaya raya yang dua bulan lalu meninggal! Warisan sekian juta &lt;i&gt;Pound Sterling&lt;/i&gt;! Wow! Hebat sekali aku punya kakek orang bule... hanya gara-gara nama belakangku Chris Arsen! Wakkakakakakkk...! Belum lagi &lt;i&gt;e-mail&lt;/i&gt; yang aneh-aneh lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Kembali ke Junko. Kami tetap berteman hingga saat ini, dan banyak cerita yang sudah kami bagi bersama walau cuma lewat &lt;i&gt;e-mail&lt;/i&gt;. Dari seluruh kisah hidup Junko ada dua hal yang aku kagumi dari dia, yaitu kegigihannya melawan "sakit rematik yang aneh" yang dideritanya sudah 10 tahun lebih hingga saat ini dan kegigihannya dalam belajar Bahasa Indonesia! Di bawah ini sebagian dari isi &lt;i&gt;e-mail&lt;/i&gt; Junko yang pertama kepadaku, &lt;i&gt;e-mail&lt;/i&gt; selengkapnya cukup panjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Halo, Mas Antonius. Apa kabar? Maaf, kalau e-mail saya yg.mendadak ini mengganggu Anda. Tapi jangan kaget ya...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nama saya "Junko Lawson".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya seorang warga Jepang yg tinggal di Tokyo yg kebetulan baca situs anda. Bukan melewati Google Translate, saya baca situs asli anda. Di dalamnya  saya sangat tertarik pada prinsip anda yg satu ini yaitu usahakan untuk menulis dalam Bahasa Indonesia yg benar, dan  pendapat anda yg ada di dalam situs  terutama mengenai &lt;a href="http://samarindaonline.blogspot.com/2009/02/peng-indonesia-nama-dan-merek-dagang.html"&gt;"Peng-indonesia-an Nama dan Merek Dagang"&lt;/a&gt; itu pun sangat menarik buat saya. Saya yakin pasti anda merasa heran, kok kenapa orang Jepang bisa tertarik pada topik seperti itu. Iya kan? Dan kenapa saya bisa menulis dalam Bahasa Indonesia? Walaupun bahasanya tidak sebagus penutur asli, tapi saya mencoba untuk mengungkapkan perasaan saya dalam Bahasa Indonesia  semaksimal mungkin ya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begini ya ceritanya, pada sekitar tahun 1989-1995 saya tinggal di negara anda. Waktu itu saya bekerja di Jakarta. Di samping itu juga saya belajar Bahasa Indonesia pada waktu itu  tanpa bersekolah. Saya memang suka belajar Bahasa Indonesia  pada saat itu, entah kenapa ya saya sendiri pun bingung. Tapi yg jelas Bahasa Indonesia itu memiliki keindahan atau keunikan tersendiri  baik dalam nadanya maupun dalam kata-katanya. Sehingga dalam proses  mempelajarinya, seorang pelajar asing bisa tertarik dan terpesona. Apa ini hanya dialami saya saja? Oh, tentu tidak. Buktinya banyak orang Jepang yg sependapat dengan saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi saya, belajar itu sebuah kesenangan dan sama sekali tidak ada rasa berat. Apa lagi bagi saya semua orang Indonesia yg telah berada di dekat saya adalah guru Bahasa Indonesia semua. Saya sampai sekarang sangat sangat berterima kasih atas bantuan dan dukungan mereka yg benar-benar mendorong saya utk mencoba hidup di negara orang yg penuh dengan tantangan. Pokoknya...bagi saya Bahasa Indonesia itu sesuatu yg spesial benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, sedangkan setelah saya kembali lagi ke Jepang, memang sempat saya bekerja sebagai interpreter selama 2 tahun di sebuah perusahaan mobil. Tapi setelah kontrakan itu selesai, ilmu saya yg saya kumpulkan di Indonesia selama itu, saya tinggalkan begitu saja dan hampir tidak pernah dipakai lagi. Sudah lebih dari 10 tahun saya abaikan dengan alasan di sini tidak ada teman yg berbahasa Indonesia. Walaupun saya kadang-kadang kangen sekali sama Indonesia dan sedih... Namun baru-baru ini, tiba- tiba saja keinginan saya untuk belajar kembali timbul di dada saya, itu adalah jadi seperti inspirasi saya yg baru dan  sudah  3 bulan ini saya tiap hari menjalankannya. Sedangkan untuk menjalankan itu, Internet menjadi semakin dekat bagi saya, karena pc adalah suatu sarana yg cukup  praktis, gampang untuk mengambil bahan belajar dari situ....&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat  ini Junko bekerja sebagai penerjemah lepas  (&lt;i&gt;freelance&lt;/i&gt;) bagi beberapa perusahaan Jepang yang mempunyai hubungan dan  kegiatan di Indonesia, dan dia sudah mengantongi sertifikat kelulusan tingkat B untuk ujian Bahasa Indonesia  yang diselenggarakan oleh Himpunan Penyelenggara Ujian Bahasa  Indonesia (HIPUBI) di Jepang, yang bekerja sama dengan Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia. Walau gagal di ujian tingkat A (tingkat tertinggi) baru-baru ini dengan selisih nilai yang sangat tipis, Junko tetap bersemangat dan dia akan mencoba lagi. Sudah pasti aku yakin dia akan berhasil nanti!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang membanggakan, Junko meraih juara satu dalam &lt;i&gt;"Indonesian Language  Speach Contest"&lt;/i&gt; yang diadakan di Nagoya, Jepang, pada tanggal 21 November 2010 lalu! Kontes diselenggarakan oleh sebuah universitas  swasta Jepang yang mempunyai fakultas bahasa asing, termasuk Bahasa  Indonesia. Junko meraih juara satu untuk kategori lomba puisi. Mengenai nama keluarga &lt;i&gt;"Lawson"&lt;/i&gt;, itu karena suaminya berasal dari negara Benin (Afrika barat).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Douzo Yoroshiku. Benkyou ganbatte kudasai ne.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4593603631605386337-8591994558958667144?l=samarindaonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SamarindaOnline/~4/6VJLi5k8N7U" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://samarindaonline.blogspot.com/feeds/8591994558958667144/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4593603631605386337&amp;postID=8591994558958667144" title="2 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4593603631605386337/posts/default/8591994558958667144?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4593603631605386337/posts/default/8591994558958667144?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/SamarindaOnline/~3/6VJLi5k8N7U/wanita-itu-bernama-junko.html" title="Wanita itu bernama Junko" /><author><name>ANTON C. ARSEN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="30" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SfKGDodSqHI/AAAAAAAAA20/c7prcbAO-3k/S220/me_01A.jpg" /></author><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://samarindaonline.blogspot.com/2011/01/wanita-itu-bernama-junko.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0ENSHc6fip7ImA9Wx9XFE8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4593603631605386337.post-5384138272391520343</id><published>2010-10-22T13:51:00.010+07:00</published><updated>2011-01-08T01:41:39.916+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-01-08T01:41:39.916+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi" /><title>Rinduku Baliku Sepi</title><content type="html">&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 12pt; font-weight: normal;"&gt;&lt;br /&gt;
Cobalah berlibur di Bali di kala Nyepi..&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
Nikmati alunan hati dalam keheningan dan sepi.. &lt;br /&gt;
Tanpa api, tanpa bunyi dan tanpa polusi..&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
Keesokan hari kala mentari merekah, kehidupan bak lahir kembali.. &lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 12pt; font-weight: normal;"&gt;Sembilan Nyepi berlalu tanpa sekalipun aku meninggalkan Bali.. &lt;br /&gt;
Tiap tahun aku merindukan Nyepi di Bali sampai detik ini.. &lt;br /&gt;
Karena tiada tempat lain di dunia ini yang sama dengan Bali di kala Nyepi.. &lt;br /&gt;
Bali, aku merindukanmu dalam sunyi, hening dan sepi..&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4593603631605386337-5384138272391520343?l=samarindaonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SamarindaOnline/~4/8gD2OGjQ4sc" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://samarindaonline.blogspot.com/feeds/5384138272391520343/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4593603631605386337&amp;postID=5384138272391520343" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4593603631605386337/posts/default/5384138272391520343?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4593603631605386337/posts/default/5384138272391520343?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/SamarindaOnline/~3/8gD2OGjQ4sc/rinduku-baliku-sepi.html" title="Rinduku Baliku Sepi" /><author><name>ANTON C. ARSEN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="30" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SfKGDodSqHI/AAAAAAAAA20/c7prcbAO-3k/S220/me_01A.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://samarindaonline.blogspot.com/2010/10/rinduku-baliku-sepi.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkYAQn0_fCp7ImA9WxBRFU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4593603631605386337.post-2540965413395651618</id><published>2010-01-03T20:08:00.000+07:00</published><updated>2010-01-03T20:09:03.344+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-01-03T20:09:03.344+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sebuah Permenungan" /><title>Hukum Truk Sampah</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari saya naik sebuah taxi dan menuju ke Bandara. Kami melaju pada jalur yang benar ketika tiba-tiba sebuah mobil hitam melompat keluar dari tempat parkir tepat di depan kami. Supir taxi menginjak pedal rem dalam-dalam hingga ban mobil berdecit dan berhenti hanya beberapa centimeter dari mobil tersebut. Pengemudi mobil hitam tersebut mengeluarkan kepalanya dan mulai menjerit ke arah kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supir taxi hanya tersenyum dan melambai pada orang tersebut. Saya benar-benar heran dengan sikapnya yang bersahabat. Maka saya bertanya, "Mengapa anda melakukannya? Orang itu hampir merusak mobil anda dan dapat saja mengirim kita ke rumah sakit!" Saat itulah saya belajar dari supir taxi tersebut mengenai apa yang kemudian saya sebut "Hukum Truk Sampah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ia menjelaskan bahwa banyak orang seperti truk sampah. Mereka berjalan keliling membawa sampah, seperti: frustrasi, kemarahan, dan kekecewaan. Seiring dengan semakin penuh kapasitasnya, semakin mereka membutuhkan tempat untuk membuangnya dan seringkali mereka membuangnya kepada anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan ambil hati, tersenyum saja, lambaikan tangan, berkati mereka, lalu lanjutkan hidup. Jangan ambil sampah mereka untuk kembali membuangnya kepada orang lain yang anda temui, di tempat kerja, di rumah atau dalam perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, orang yang sukses adalah orang yang tidak membiarkan "truk sampah" mengambil alih hari-hari mereka dengan merusak suasana hati kita. Hidup ini terlalu singkat untuk bangun di pagi hari dengan penyesalan, maka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasihilah orang yang memperlakukan anda dengan benar, berdoalah bagi yang tidak. Hidup itu 10% mengenai apa yang kau buat dengannya dan 90% tentang bagaimana kamu menghadapinya. Hidup bukan mengenai menunggu badai berlalu, tapi tentang bagaimana belajar menari dalam hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat menikmati hidup yang diberkati... dan bebas dari "sampah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Sumber: Milis BSD Society)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4593603631605386337-2540965413395651618?l=samarindaonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SamarindaOnline/~4/Om18tJFzGy8" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://samarindaonline.blogspot.com/feeds/2540965413395651618/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4593603631605386337&amp;postID=2540965413395651618" title="4 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4593603631605386337/posts/default/2540965413395651618?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4593603631605386337/posts/default/2540965413395651618?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/SamarindaOnline/~3/Om18tJFzGy8/hukum-truk-sampah.html" title="Hukum Truk Sampah" /><author><name>ANTON C. ARSEN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="30" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SfKGDodSqHI/AAAAAAAAA20/c7prcbAO-3k/S220/me_01A.jpg" /></author><thr:total>4</thr:total><feedburner:origLink>http://samarindaonline.blogspot.com/2010/01/hukum-truk-sampah.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CU4DRX0zeSp7ImA9WxBRFU4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4593603631605386337.post-5256088358806746756</id><published>2009-12-31T16:16:00.007+07:00</published><updated>2010-01-03T22:52:54.381+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-01-03T22:52:54.381+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Lain-lain" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Humor Pilihan" /><title>Gitu Aja Kok Repot - Mengenang Kelucuan Gus Dur</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Akhir tahun 2009 ditutup dengan berita duka wafatnya KH Abdurrahman Wahid atau yang biasa disapa dengan Gus Dur.  Bangsa dan negara ini kehilangan seorang tokoh besar, seorang Putera Terbaik, Bapak dan Guru Bangsa, serta Presiden Republik Indonesia ke-4. Semoga amal ibadah serta baktinya pada nusa dan bangsa diterima oleh Allah Yang Maha Kuasa. Amin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Dur dan humor tak bisa dipisahkan. Bisa jadi, dia adalah satu-satunya presiden di dunia yang sangat humoris. Di tahun 1999 sampai 2001, saat Gus Dur duduk di kursi RI-1, banyak sekali kisah lucu yang dituturkan orang dekatnya. Istilah "Gitu Aja Kok Repot" sangat terkenal saat itu. Inilah rekamannya yang disampaikan sejumlah orang, dan dikutip dari berbagai sumber.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SINDIR POLISI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menurut Gus Dur di negeri ini hanya ada tiga polisi yang jujur. "Pertama, patung polisi. Kedua, polisi tidur. Ketiga, polisi Hoegeng (bekas Kapolri)." Lainnya? Gus Dur hanya tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MUSNAHKAN PORNOAKSI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gus Dur kurang sependapat dengan tuntutan "Musnahkan pornoaksi dan pornografi di negeri ini karena tidak sesuai dengan syariat Islam." Saat menjawab interview dengan Jaringan Islam Liberal, Gus Dur menyebut kita Raudlatul Mu'aththar sebagai korban tentang kesalahan memandang pengertian porno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anda tahu, kitab Raudlatul Mu'aththar (The Perfumed Garden, Kebun Wewangian) itu merupakan kitab Bahasa Arab yang isinya tata cara bersetubuh dengan 189 gaya, hahaha... Nah, kalau gitu, kitab itu cabul dong?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;GUYONAN CHE GUEVARA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saat berkunjung ke Kuba, Gus Dur bertemu dengan pemimpin Kuba, Fidel Castro. Castro yang mendatangi hotel tempat Gus Dur dan rombongannya menginap. Mereka pun terlibat pembicaraan hangat, menjurus serius. Agar tidak terlalu membosankan, Gus Dur mengeluarkan jurus guyonan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya, ada tiga orang tahanan dalam satu sel. Para tahanan itu saling memberi tahu bagaimana mereka bisa sampai ada di situ. Tahanan pertama, "Saya dipenjara karena saya anti dengan Che Guevara." Che Guevara adalah pemimpin perjuangan kaum sosialis di Kuba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahanan kedua geram, "Oh, kalau saya dipenjara karena saya pengikut Che Guevara!" Lalu mereka berdua terlibat perang mulut. Tetapi, mereka segera teringat tahanan ketiga belum ditanya. "Kalau kamu kenapa sampai dipenjara di sini?" Tahanan ketiga menjawab dengan berat hati, "Karena saya Che Guevara..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fidel Castro pun tertawa tergelak-gelak mendengar guyoan Gus Dur tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PRESIDEN DAN PENYAKIT GILA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang ini, masih humor Gus Dur di depan Fidel Castro. Gus Dur bilang semua presiden Indonesia punya penyakit gila. Presiden pertama Bung Karno, gila wanita. Presiden kedua, Soeharto gila harta dan presiden ketiga Habibie benar-benar gila ilmu. Sedangkan Gus Dur sebagai presiden keempat sering membuat orang gila karena yang memilihnya juga orang-orang gila. Castro pun meledak ketawanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum tawa Castro reda, Gus Dur bertanya, "Yang Mulia Presiden Castro termasuk yang mana?" Castro menjawab sambil tetap tertawa, "Saya termasuk yang ketiga dan keempat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa selesai sampai di situ? Tidak. Ketika mengunjungi Habibie di Jerman, oleh orang dekat Habibie, Gus Dur diminta mengulangi cerita lucunya dengan Castro itu. Merasa tidak enak untuk menyebut Habibie dengan kata-kata gila, Gus Dur memodifikasi ceritanya. Kepada Habibie, Gus Dur mengatakan telah bercerita dengan Castro bahwa presiden Indonesia hebat-hebat. Kata Gus Dur, Presiden Soekarno negarawan, Presiden Soeharto seorang hartawan, Presiden Habibie ilmuwan, sedangkan Gus Dur wisatawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah merupakan pernyataan Gus Dur yang bersahabat termasuk mengkritik dirinya sendiri sebagai presiden yang banyak bepergian ke luar negeri seperti berwisata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MADURA BANYAK AKAL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saat menjadi presiden, Gus Dur pernah bercerita kepada Menteri Pertahanan saat itu, Mahfud MD tentang orang Madura yang katanya banyak akal dan cerdik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya ada seorang tukang becak asal Madura yang dipergoki polisi melanggar rambu "Becak Dilarang Masuk". Tukang becak itu masuk ke jalan yang ada rambu gambar becak disilang dengan garis hitam, yang berarti jalan itu tidak boleh dimasuki becak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa kamu tidak melihat gambar itu? Itu kan gambar becak tak boleh masuk jalan ini," bentak pak polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh, saya melihat, Pak. Tapi itu kan gambarnya becak kosong, tidak ada pengemudinya. Tidak kosong, berarti boleh masuk," jawab si tukang becak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bodoh, apa kamu tidak bisa baca? Di bawah gambar itu kan ada tulisan bahwa becak dilarang masuk," bentak pak polisi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak, Pak. Saya tidak bisa baca. Kalau saya bisa membaca, maka saya akan jadi polisi seperti sampeyan, bukan jadi tukang becak seperti ini," jawab si tukang becak sambil cengengesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;RADIO ISLAMI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya, ada orang Indonesia yang baru pulang menunaikan ibadah haji terlihat marah-marah. "Lho kang, ngopo (kenapa) ngamuk-ngamuk mbanting radio?" tanya kawannya penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pembohong! Gombal!" ujarnya geram. Temannya terpaku kebingungan. "Radio ini di Mekkah ngaji Al-Qur'an terus. Tapi di sini, isinya lagu dangdut tok. Radio gini kok dibilang radio Islami."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sampeyan tahu ini radio Islami dari mana?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lha... Itu bacaannya Al-transistor, pakai "Al".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;NEGARA FEDERAL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1999 terjadi kontroversi mengenai wacana negara kesatuan dan negara federal. Ketika itu Amien Rais berwacana memikirkan kemungkinan Indonesia menjadi negara federal. Menurut Amien, negara federal bisa lebih demokratis diterapkan di negara sebesar Indonesia. Ajakan itu mendapat tanggapan panas. Amien diserang habis lawan politik karena dianggap mau merusak keutuhan dan persatuan bangsa dan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ditanyai kontroversi itu, Gus Dur mengatakan, negara federal baik karena menjamin lebih demokratis, sedangkan negara kesatuan baik karena lebih menjamin keutuhan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau saya begini saja, namanya tetap negara kesatuan, tapi isinya pakai negara federal. Gitu aja kok repot," kata Gus Dur dalam wawancara eksklusif dengan sebuah stasiun televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TAK PUNYA LATAR BELAKANG PRESIDEN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD dalam interview salah satu televisi swasta mengatakan, "Waktu itu saya hampir menolak penunjukan diri saya sebagai Menteri Pertahanan. Alasan saya, karena saya tidak memiliki latar belakang soal TNI/Polri atau Pertahanan," ujar Mahfud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak dinyana, jawaban Gus Dur waktu itu tak kalah cerdiknya. "Pak Mahfud, harus bisa. Saya saja menjadi presiden tidak perlu memiliki latar belakang presiden kok," ujar Gus Dur santai. Karuan saja Mahfud MD pun tidak berkutik. "Gus Dur memang aneh. Kalau ngga aneh, pasti nggak akan memilih saya sebagai Menhan," kelakar Mahfud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;AIRPORT ABDURRAHMAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir April 2000, Gus Dur sempat ke Malang, dan mendarat di Bandara Abdurrahman Saleh. Waktu itu Gus Dur bersama antara lain Almarhum Jaksa Agung Sukarton Marmosujono. Sebagaimana lazimnya untuk rombongan orang penting, mereka pun disambut oleh pasukan Banser NU. Ketika rombongan sudah berangkat ke Selorejo, sekitar 60 kilometer dari bandara, petugas Banser melapor pada poskonya melalui handy talky. "Halo, halo, rojer," kata Mas Banser. "Lapor: Abdurrahman Saleh sudah mendarat di airport Abdurrahman Wahid!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yah, kebalik," kata Gus Dur terkekeh-kekeh.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;(Sumber: Rakyat Merdeka, Kamis, 31 Desember 2009)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;"SELAMAT JALAN, GUS DUR....&lt;br /&gt;TERIMA KASIH...."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4593603631605386337-5256088358806746756?l=samarindaonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SamarindaOnline/~4/Q3EYHsTpwFw" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://samarindaonline.blogspot.com/feeds/5256088358806746756/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4593603631605386337&amp;postID=5256088358806746756" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4593603631605386337/posts/default/5256088358806746756?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4593603631605386337/posts/default/5256088358806746756?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/SamarindaOnline/~3/Q3EYHsTpwFw/gitu-aja-kok-repot-mengenang-kelucuan.html" title="Gitu Aja Kok Repot - Mengenang Kelucuan Gus Dur" /><author><name>ANTON C. ARSEN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="30" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SfKGDodSqHI/AAAAAAAAA20/c7prcbAO-3k/S220/me_01A.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://samarindaonline.blogspot.com/2009/12/gitu-aja-kok-repot-mengenang-kelucuan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUMGR38_eip7ImA9WxBREE8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4593603631605386337.post-5228767000505489763</id><published>2009-12-28T20:33:00.002+07:00</published><updated>2009-12-29T01:03:46.142+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-12-29T01:03:46.142+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kisahku Hidupku" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Etalase Toko" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Peluang Usaha" /><title>Aku, Asma dan Bekatul</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/Szjy2Age-sI/AAAAAAAAA58/N8-9W4UM_40/s1600-h/Bungkus+Bekatul+-+480+SO.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 142px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/Szjy2Age-sI/AAAAAAAAA58/N8-9W4UM_40/s320/Bungkus+Bekatul+-+480+SO.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420349161203497666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Awalnya aku ditawari seorang teman untuk mencoba bekatul dr. Liem yang dijualnya, dan iseng-iseng aku membeli 10 bungkus yang katanya bagus untuk mengobati beberapa penyakit seperti kencing manis (diabetes mellitus), sakit jantung, hipertensi, hiperkolesterol, gondok, kegemukan, sembelit dan ASMA!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut mama asma yang aku derita dimulai sejak aku berumur 10-11 tahun, yaitu setelah kebakaran besar di Samarinda tahun 1973, yang meludeskan rumah dan toko kami di Jalan Pelabuhan. Kami menyelamatkan diri dari kebakaran tanpa sempat membawa barang apapun, selain pakaian tidur yang melekat di badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kehilangan harta benda dan tempat tinggal membuat kami benar-benar jatuh miskin. Beruntung seorang kenalan papa yang murah hati memberi kami tumpangan gratis berupa sebuah rumah kayu kecil yang berkamar dua di Jalan Dermaga Gang Beringin. Persoalan lain mulai muncul, semenjak tinggal di rumah itu aku sering sakit-sakitan. Sakit Asma. Padahal, menurut mama, sebelumnya aku tidak pernah asma. Aku ingat betul selama satu tahun sekolah, aku ijin sakit sampai ada enam bulan. Tetapi aku selalu dapat mengejar ketertinggalanku dalam pelajaran, dan naik kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut orang pintar, seorang teman papa yang sering berkunjung ke rumah kami, rumah yang kami tempati itu katanya berenergi "buruk" karena ada "sesuatu" tersembunyi di atap rumah itu, dan beliau menasihati kami untuk segera pindah dari rumah tersebut. Tapi menurut aku sih mungkin karena rumah itu dibangun di atas tanah rawa sehingga memberi pengaruh buruk bagi kesehatan penghuninya. Karena, selain aku, adikku pun sering sakit walau tidak separah aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah sudah berapa banyak dokter yang merawat aku sedari kecil, dokter umum sampai dokter spesialis paru; dan entah berapa banyak pengobatan alternatif yang sudah pernah aku coba, tradisional sampai akupuntur; dan entah sudah berapa ratus jenis obat asma yang pernah aku konsumsi, obat resep dokter, ramuan, suntikan dan inhaler. Opname di rumah sakit pun sudah pernah aku alami. Intinya kata dokter asma tidak dapat sembuh total! Jadi sampai tua pun aku tetap harus mengonsumsi obat-obatan dan inhaler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini membuat aku takut dan berpikir, mengonsumsi obat-obatan terus sampai tua sepertinya bukan sebuah solusi yang baik. Sementara tubuh makin lemah dan renta, tubuh terus dipaksa untuk "mencerna" obat-obatan yang keras yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;notabene&lt;/span&gt;-nya terbuat dari bahan-bahan kimiawi. Belum lagi faktor biaya pengobatan yang makin hari makin mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak lima bulan lalu ketika pertama kali aku mengonsumsi bekatul dr. Liem, aku merasakan ada suatu perubahan dalam tubuhku. Tubuh terasa lebih &lt;span&gt;fit&lt;/span&gt;. Dan... asmaku hampir tidak pernah kambuh! Dua-tiga kali memang mau kambuh, tetapi serangannya sangat ringan dan tak lama kemudian menghilang sendiri, atau menghilang tak lama setelah aku meminum bekatul. Sekarang aku tidak lagi mengonsumsi obat asma apapun atau memakai inhaler! Bagiku ini benar-benar sebuah anugerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang bukan hanya terus mengonsumsi bekatul, aku coba mengenalkan bekatul kepada teman-teman, keluarga dan banyak orang. Bekatul benar-benar merupakan anugerah Tuhan yang seharusnya melekat bersama nasi yang kita makan setiap hari. Tetapi kita condong memilih beras yang putih, bersih dan nampaknya enak untuk dimakan, dan kemudian dicuci bersih-bersih ketika hendak dimasak. Tetapi, tanpa kita sadari kita telah kehilangan sesuatu yang sangat beharga, yaitu BEKATUL yang sesungguhnya mempunyai nilai gizi dan kandungan vitamin, mineral dan serat yang sangat tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sharing &lt;/span&gt;ini bermanfaat. Salam sehat selalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4593603631605386337-5228767000505489763?l=samarindaonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SamarindaOnline/~4/m68tV-OqSMQ" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://samarindaonline.blogspot.com/feeds/5228767000505489763/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4593603631605386337&amp;postID=5228767000505489763" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4593603631605386337/posts/default/5228767000505489763?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4593603631605386337/posts/default/5228767000505489763?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/SamarindaOnline/~3/m68tV-OqSMQ/aku-asma-dan-bekatul.html" title="Aku, Asma dan Bekatul" /><author><name>ANTON C. ARSEN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="30" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SfKGDodSqHI/AAAAAAAAA20/c7prcbAO-3k/S220/me_01A.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/Szjy2Age-sI/AAAAAAAAA58/N8-9W4UM_40/s72-c/Bungkus+Bekatul+-+480+SO.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://samarindaonline.blogspot.com/2009/12/aku-asma-dan-bekatul.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0QCQHg5fyp7ImA9WxNXEUg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4593603631605386337.post-7568283774864305526</id><published>2009-09-28T20:58:00.002+07:00</published><updated>2009-09-28T22:22:41.627+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-09-28T22:22:41.627+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Lain-lain" /><title>Jaman Wis Kewolak-kewalik?</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pak Yan FT Xelo adalah seorang penulis aktif dan kreatif di milis BSD Society, sekaligus seorang yang sangat misterius. Tulisannya banyak digemari anggota milis, termasuk aku, tetapi jangan harap Pak Yan FT Xelo mau "menampakkan" diri. Sekarang beliau lebih senang menggunakan nama pena Yan Jastis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan di bawah ini adalah salah satu tulisan beliau yang menanggapi artikel tentang bekatul yang aku kirim ke forum BSD Society. Mau dibuang sayang. Mau disimpan terus mubazir.  Sudah minta ijin ke beliau untuk dimuat di blog ini tapi tidak dibalas.... Tetapi mudah-mudahan Pak Yan tidak keberatan, karena aku benar-benar sangat menghargai tulisan dan wawasan beliau. Selanjutnya, silakan simak sendiri tulisan Pak Yan di bawah ini, seperti apa adanya, tanpa ditambah atau dikurangi. Salam pembuka dan penutupnya sudah merupakan ciri khas atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;trademark&lt;/span&gt; dari Pak Yan FT Xelo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hai, apakabar? Sudah makan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bener. Bekatul memang bernasib sangat malang dan inferior, cuma layak jadi pakan ternak. Tidak hanya ayam dan bebek, tapi juga ternak sedang dan besar. Tidak hanya bekatulnya saja, tapi juga dedek-nya sekalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya, jaman dulu ayam kampung yang dikasih makan bekatul itu lebih sehat-sehat walafiat. Ndak gampang kena flu. Beda ama sekarang, dikasih makannya pelet seragam untuk masyarakat ayam secara masal pula. Sekali kena kontaminasi virus, langsung kena sakit semua: kompak-kampik seluruh masyarakat awam, eh, ayam di peternakan. Lha, pelet itu katanya sih pan untuk supaya si ayam lebih cepat gemuk, supaya cepet laik jual dengan cepat dan menghasilkan.... &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cwan&lt;/span&gt;, jeh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asosiasi orang, bekatul &lt;span style="font-style: italic;"&gt;is identical to chicken feed&lt;/span&gt;. Ini sudah berlaku turun-temurun bergenerasi. Jadi memang sulit dirubah. Padahal itu pakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;is good for human, too.&lt;/span&gt; Orang makin kaya, katanya makin pengen makan nasi yang putih, kinclong, mulus. Jadi beras dipoles habis lapisan kulit ari-nya. Bekatulnya dibuang percuma, sekarang dikomersilkan sebagai 'obat' sehat, bisa berharga mahal karena mata rantai perdagangannya terpaksa jadi manjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebalikannya, dulu limbah pemrosesan singkong yang biasa disebut onggok, cuma laik sebagai pakan ternak, sekarang naik ke meja makan dan masuk ke dalam mangkuk bakso: saus tomat dan sambal memakai subalan onggok karena teksturnya yang mirip-mirip bahan aslinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dengan pakan sapi dan bahan spiritus: tetes tebu. Karena sifatnya yang sama dengan gula merah, maka sekarang kecap juga dibuat dari tetes tebu. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Waste &lt;/span&gt;dari proses pembuatan gula dari tebu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Thanks to&lt;/span&gt; para pakar teknologi pangan: menemukan teknologi yang melulu menekankan sisi ekonomis dan praktisnya semata. Dampak kesehatan bagi tubuh manusia dalam jangka panjang, kadang terpaksa dikalahkan dulu. Sebaik-baiknya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;waste&lt;/span&gt;, tentu saja lebih baik bahan baku sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaman memang sudah terbalik-balik tak puguh (menentu), yang baik bagi manusia, justru diberikan kepada ternak. Yang mestinya buat ternak, sekarang dijadikan pakan orang. Orang bersaing dengan ternak, tentu saja ternak yang kalah. Tidak diselidiki dulu, mengapa ternak bisa hidup dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;waste&lt;/span&gt;, mungkin saja sistem pencernaan mereka beda toh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang senang tentu saja ternak di Amrik sono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabarnya, sekitar 60-70% produk kedele di sana, dijadikan pakan ternak: sapi dan domba. Lha, mereka memang semulajadi menanam kedele untuk pakan ternak sih. Manusia cuma kebagian 30-40% dan dari sisa itu, hampir semuanya dibeli oleh orang Asia, termasuk Indonesia untuk dijadikan bubur - tahu, dan dibusukkan (fermentasi) - tempe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabarnya sekarang masyarakat Amrik mulai menggemari pakan yang dibuat dari kedele, selain &lt;span style="font-style: italic;"&gt;soy bean cake aka&lt;/span&gt; tofu dan tempeh (pakai H, entah mengapa mereka mesti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;spell&lt;/span&gt; begitu) juga &lt;span style="font-style: italic;"&gt;soy bean milk &lt;/span&gt;(susu sari dele). Itu pun, katanya konsumen-nya banyakan orang Asia yang mukim di sono. Penduduk asli sih sama sikapnya: ogah makan pakan ternak, jeh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, ndak apa sih sebenernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayam dan sapi yang dikasih pakan orang itu, jadi sehat. Lantas mereka pada gilirannya pan ya jadi pakan orang. Ihwal bekatul yang secara alami ada menempel di beras, mungkin ada baiknya anda biasakan makan beras yang 'soklat' - &lt;span style="font-style: italic;"&gt;brown rice&lt;/span&gt;. Harganya, mestinya lebih murah dari yang dipoles kinclong. Walau mungkin penampakan jadi agak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;inferior&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Brown rice&lt;/span&gt; adalah beras yang tidak atau sedikit dipoles saja. Itu kandungan bekatulnya masih banyak. Hanya saja, katanya sih beras dengan banyak lapisan bekatul tidak tahan lama. Begitu juga dengan bekatulnya. Kalau sampai ada campur tangan teknologi tangan orang untuk bikin bekatul lebih tahan lama, lalu bagaimana khasiatnya ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wis ah, ngomongin makanan terus, jadi kempong maning (laper lagi), jeh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam makan enak dan sehat,&lt;br /&gt;Yan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4593603631605386337-7568283774864305526?l=samarindaonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SamarindaOnline/~4/fIRzAaCRDjA" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://samarindaonline.blogspot.com/feeds/7568283774864305526/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4593603631605386337&amp;postID=7568283774864305526" title="1 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4593603631605386337/posts/default/7568283774864305526?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4593603631605386337/posts/default/7568283774864305526?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/SamarindaOnline/~3/fIRzAaCRDjA/jaman-wis-kewolak-kewalik.html" title="Jaman Wis Kewolak-kewalik?" /><author><name>ANTON C. ARSEN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="30" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SfKGDodSqHI/AAAAAAAAA20/c7prcbAO-3k/S220/me_01A.jpg" /></author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://samarindaonline.blogspot.com/2009/09/jaman-wis-kewolak-kewalik.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUIHQX06eCp7ImA9WxBREE8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4593603631605386337.post-2194471396594252431</id><published>2009-08-08T21:52:00.011+07:00</published><updated>2009-12-29T01:05:30.310+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-12-29T01:05:30.310+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Etalase Toko" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Peluang Usaha" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bedah Buku" /><title>Bekatul: Makanan yang Menyehatkan</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SoGie5CLZ-I/AAAAAAAAA5E/O9ezp9YoL28/s1600-h/Bungkus+Bekatul+-+480+SO.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SoGmjAKdx-I/AAAAAAAAA5c/K3419YZNm64/s1600-h/Buku+Bekatul+-+480+SO.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 212px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SoGmjAKdx-I/AAAAAAAAA5c/K3419YZNm64/s320/Buku+Bekatul+-+480+SO.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368755351071868898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Salah satu bahan yang melimpah di negeri kita tetapi jarang ada yang tahu manfaatnya yang begitu besar untuk membantu penyembuhan beberapa penyakit berbahaya yang banyak ditemui di negeri kita. Berikut ini ringkasan hasil penelitian dan tulisan dari Letkol TNI (Purn) dr. Yusuf Nursalim (dr. Liem) dalam buku berjudul: BEKATUL Makanan yang Menyehatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kandungan tinggi pada bekatul adalah vitamin B15. Vitamin ini sanggup mengoptimalkan kerja aneka organ tubuh. Gangguan jantung, kelenjar gondok, darah tinggi, dan sejumlah penyakit lain pun bisa diatasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Vitamin B15 memang belum dikenal masyarakat. Padahal, senyawa yang juga disebut &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pangamic acid&lt;/span&gt; ini memiliki banyak khasiat. Struktur kimia vitamin B15 adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Glucono-dimethy-lamino-acetic-acid&lt;/span&gt;, ditemukan oleh Dr. Ernest T. Krebs, ahli biokimia dari San Francisco, Amerika Serikat, pada tahun 1952.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski awalnya temuan tersebut ditentang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Food &amp;amp; Drug Administration (FDA)&lt;/span&gt; AS, Krebs dan teman-teman berhasil mengembangkannya secara diam-diam di Uni Soviet, selama lebih dari 10 tahun. Di Uni Soviet, saat itu vitamin B15 dikonsumsi secara luas dan untuk mengobati penyakit yang belum diketahui penyebabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit yang diobati dengan vitamin B15, diantaranya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;diabetes melitus (DM)&lt;/span&gt;, hipertensi, kolesterol tinggi, serta &lt;span style="font-style: italic;"&gt;arteriosklerosis &lt;/span&gt;(perkapuran pembuluh darah). Vitamin B15 juga dimanfaatkan untuk mengatasi serangan jantung karena sumbatan pembuluh darah jantung, gangguan aliran pembuluh darah jantung, asma (bengek) dan penyakit hati (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sirosis&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 153, 153);"&gt;Penyakit Kota&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertarik oleh data pharmaco physiologic effect vitamin B15, saya mencoba bekatul sebagai makanan tambahan dalam mengobati penyakit tertentu. Pertimbangan utamanya, vitamin B15 terdapat dalam jumlah melimpah di Indonesia dan murah harganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekatul sejak dulu telah dikenal luas, terutama oleh masyarakat di pedesaan yang terbiasa mengonsumsi beras tumbuk, yang masih mengandung 50 persen bekatul. Bahkan, bekatul sering dikonsumsi sebagai makanan tambahan yang sehat karena mengandung banyak vitamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, masyarakat di pedesaan yang telah berumur 60-70 tahun pun masih kuat mencangkul. Jarang ada penyakit DM, kolesterol, darah tinggi, atau jantung, yang biasa disebut penyakit orang kota. Sekarang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit tersebut telah merambah hingga ke desa-desa. Menurut keyakinan saya, penyebab utamanya modernisasi telah masuk ke pelosok desa, sehingga penggilingan padi mini tersebar di mana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang penyebaran penggilingan padi mini ini, saya pernah melontarkan kritik kepada pemerintah dalam tulisan di sebuah harian di Bandung pada tahun 1977. Apakah modernisasi tidak akan membawa akibat buruk kepada rakyat desa di kemudian hari? Saya yakin hal itu telah terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 153, 153);"&gt;Mencoba Sendiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semula saya mencoba bekatul sebagai makanan tambahan selama satu bulan dengan dosis 30 gram atau 2 sendok makan penuh, setiap hari. Manfaat yang saya rasakan, buang air besar (BAB) lancar, badan lebih fit, dan tidak lekas lelah saat berolahraga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun 1976 itu saya masih aktif sebagai dokter militer di Sekolah Calon Perwira (Secapa). Dengan seizin komandan Secapa, saya diperbolehkan memberikan makanan tambahan itu kepada para siswa. Hasilnya, mereka lebih sehat saat proses seleksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah siswa Secapa waktu itu kurang lebih 200 orang. Namun, saya hanya memberi makanan tambahan, dengan dosis 30 gram, kepada 1 pleton siswa (30 orang) untuk uji coba. Kesehatan ke-30 siswa itu diawasi oleh dr. Kuswaji dibantu oleh stafnya, dr. Alfred Tan dan dr. Darsono, dari bagian biokimia Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum diberi makanan tambahan, tekanan darah sistolis mereka antara 100-170 mmHg, dengan angka rata-rata 100-130 (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sistolis&lt;/span&gt;). Setelah tiga bulan, lebih dari 50 persen siswa menunjukkan penurunan sampai 20 (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sistolis &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;diastolis&lt;/span&gt;) angka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari 25 persen di antaranya turun sampai 90/60, tetapi tidak ada yang mengeluh pusing, malahan mereka merasa lebih fit. Melihat hasil tersebut, pemberian makanan tambahan dilanjutkan sampai 8 bulan. Hasilnya, tekanan darah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sistolis &lt;/span&gt;tertinggi adalah 125.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Muchsin Doewes dari Departemen Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Solo, pada 1979, meminta bekatul dari saya untuk diujicobakan pada tikus. Judul percobannya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Preventive Action of Rice Bran in Experimental Fatty Infiltration of the Liver&lt;/span&gt;, dengan hasil yang sangat mendukung konsumsi bekatul untuk kesehatan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Muchsin menyatakan bahwa bekatul lebih baik dari vitamin B15 sintetis. Hal ini mungkin disebabkan masih ada zat-zat lain dalam bekatul yang menghasilkan efek lebih baik dalam percobaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekatul mengandung karbohidrat, protein, mineral, lemak, vitamin B kompleks (B1, B2, B3, B5, B6 dan B15) dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dietary fiber&lt;/span&gt; (serat pencernaan). Konsentrasi vitamin B15 per 100 gram bahan: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;rice bran&lt;/span&gt; (beras) 200 mg, jagung 150 mg, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;havermut &lt;/span&gt;100 mg, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wheat bran&lt;/span&gt; (dedak gandum) 30 mg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berbagai penjelasan ilmiah tentang vitamin B15, yang paling penting cara bekerjanya, yaitu menyempurnakan metabolisme di dalam tubuh. DM, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Basedov &lt;/span&gt;(gondok), kolesterol tinggi, merupakan penyakit akibat terganggunya proses metabolisme tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada DM yang tergantung insulin, pemberian bekatul tidak berpengaruh. Namun, ada 2 kasus dengan reaksi positif, yaitu insulin yang dipakai tiap hari berkurang, dari 40 jadi hanya 20 unit. Saya yakin, bekatul dapat merangsang sel-sel &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Langerhans &lt;/span&gt;di dalam panrkeas untuk membentuk insulin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mana kita bisa mendapatkan vitamin B15? Dr. Krebs, telah mengisolasinya dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;rice bran&lt;/span&gt; (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Merck Index Seventh Edition&lt;/span&gt; hal 1099). Di Rusia, Jerman, Perancis, Jepang, Spanyol, dan Yugoslavia, ekstrak vitamin B15 itu telah beredar. Umumnya dalam bentuk garam sebagai kalsium (obat paten produksi pabrik farmasi) dengan harga mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vitamin B15 itu memang tidak beredar di Indonesia, tetapi mudah dijumpai di seluruh pelosok Indonesia dalam jumlah berlimpah, yaitu dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;rice bran&lt;/span&gt; atau dedak halus alias bekatul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 153); font-weight: bold;"&gt;Cara Pemakaian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini cara pemakaian bekatul berdasar pengalaman penulis selama lebih dari 25 tahun mengonsumsinya:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;   Untuk menjaga kesehatan atau stamina: 30 gram sehari (15 gram di pagi dan sore hari) atau sekaligus 30 gram pagi. Campur dengan 1 gelas air panas atau air termos. Agar lebih enak, tambahkan gula merah, gula putih, gula obat (bagi penderita DM), susu, cokelat, sup, bubur kacang hijau, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;havermut&lt;/span&gt;, mi instan, santan kelapa, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk mengobati penyakit, dosis yang dianjurkan 2x1 sdm tiap pagi dan sore. Bila perlu dosis dapat ditambah 3x1 sdm tiap pagi, siang dan sore atau 2x2 sdm tiap pagi dan sore, atau 3x2 sdm tiap pagi, siang dan sore. Saya mengonsumsi 2x 2 sdm untuk kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat, obat-obatan dari dokter harap terus diasup, Setelah 1-2 minggu, konsultasikan dengan dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Vitamin B15 yang diproduksi oleh pabrik farmasi, 50 mg per tablet. Dosis vitamin B15 untuk pengobatan berkisar 100-300 mg per hari.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 153); font-weight: bold;"&gt;Pengalaman Mengobati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;   &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Penyakit Asma (Bengek)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam menangani penyakit asma, saya meresepkan obat-obatan yang umum diresepkan oleh rekan sejawat sambil menambahkan bekatul. Hasilnya sangat memuaskan. Mereka yang mengonsumsi bekatul secara teratur, penyakit asmanya tidak pernah kambuh atau bila kambuh hanya ringan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Penyakit Basedov/Hipertiroid (Gondok)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seorangibu datang berobat lima tahun lalu karena penyakit gondok (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;basedov&lt;/span&gt;) yang dideritanya. Kelenjar tiroidnya sangat besar. saya konsultasikan dengan internis, yang memberikan pengobatan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;propil thio uracil (PTU)&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;neomercasol&lt;/span&gt;. Nyatanya, sudah 2 bulan pengobatan, tumornya tetap saja besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski disarankan untuk operasi, pasien menolak karena takut. Untunglah ia mau mengasup bekatul selama beberapa bulan. Ternyata tumornya hilang total. Internis tersebut terperanjat saat melihat tumor si pasien hilang total.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kejadian yang membuat saya terheran-heran itu, saya mengobati 2-3 pasien penyakit &lt;span style="font-style: italic;"&gt;basedov &lt;/span&gt;(T3-T4 tinggi) dengan bekatul dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;PTU &lt;/span&gt;(obat murah), lambat laun tumor mereka makin kecil dan hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Diabetes Melitus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seorang pasien pria datang dengan berat badan turun drastis dan kadar gula darah swaktu 400 mg%. Dia sudah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;impoten &lt;/span&gt;dan hanya punya satu anak. Saya meresepkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Glibenclamid &lt;/span&gt;1 tablet sehari ditambah bekatul 3x1 sdm, disertai diet. Syukurlah kadar gulanya berangsur-angsur turun dan impotensinya sembuh, bahkan memperoleh satu anak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Obesitas (Kegemukan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bekatul berkalori rendah dan berserat tinggi, Untuk mengurangi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;obesitas&lt;/span&gt;, ikuti petunjuk berikut ini. Makan bekatul 3x1 sdm penuh per hari,. Setelah Anda bisa menyesuaikan diri, dosis boleh ditingkatkan. Pagi 3 sdm penuh, Anda sudah akan merasa kenyang. Siang makan nasi sedikit saja, kalau masih lapar, konsumsi buah-buahan dan sayur-mayur, boleh juga ditambahkan 2 sdm bekatul. Malam hari jangan makan nasi, makan saja buah-buahan atau ditambahkan 2 sdm bekatul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kista Ovarium&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sambil menunggu operasi dan mendapat obat dari dokter kandungan, boleh mencoba bekatul 3x1 sdm. Ada beberapa penderita kista (masih kecil, sebesar bola pingpong), setelah makan bekatul hilang total dalam beberapa minggu, termasuk anak saya yang kemudian bisa hamil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 153, 153);"&gt;Efek Samping&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;   Kadang-kadang terjadi diare pada permulaan konsumsi bekatul, tetapi selanjutnya akan biasa lagi. Kalau masih diare, kurangi dosisnya, misalnya setengah sdm tiap sore untuk penyesuaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kadang-kadang susah buang air besar (sangat jarang terjadi), disarankan makan pepaya atau campur bekatul dengan agar-agar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kadang-kadang muncul rasa mual pada penderita maag. Kepada mereka disarankan mengasup bekatul yang lebih encer dan jangan sekaligus, misalnya 1 sdm dicampur dengan 1 gelas air minum atau agar-agar. Dengan cara ini sakit maag akan berkurang, bahkan berangsur-angsur sembuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 153, 153);"&gt;Sumber&lt;/span&gt;: BEKATUL Makanan yang Menyehatkan, Letkol TNI (Purn) dr. Yusuf Nursalim (dr. Liem) &amp;amp; dra. Zalni Yetti Razali, MPd.    Penerbit: AgroMedia Pustaka, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemesanan  BEKATUL dr. Liem, hubungi: ANTON 08179757737 &amp;amp; 021 - 53160494 (jam kerja)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4593603631605386337-2194471396594252431?l=samarindaonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SamarindaOnline/~4/1OX5jlACgUk" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://samarindaonline.blogspot.com/feeds/2194471396594252431/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4593603631605386337&amp;postID=2194471396594252431" title="1 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4593603631605386337/posts/default/2194471396594252431?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4593603631605386337/posts/default/2194471396594252431?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/SamarindaOnline/~3/1OX5jlACgUk/bekatul-makanan-yang-menyehatkan.html" title="Bekatul: Makanan yang Menyehatkan" /><author><name>ANTON C. ARSEN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="30" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SfKGDodSqHI/AAAAAAAAA20/c7prcbAO-3k/S220/me_01A.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SoGmjAKdx-I/AAAAAAAAA5c/K3419YZNm64/s72-c/Buku+Bekatul+-+480+SO.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://samarindaonline.blogspot.com/2009/08/bekatul-makanan-yang-menyehatkan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUcERHk8fip7ImA9WxJUGE4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4593603631605386337.post-6279024606212260829</id><published>2009-07-17T19:49:00.001+07:00</published><updated>2009-07-17T20:23:25.776+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-07-17T20:23:25.776+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Humor Pilihan" /><title>Other Jokes From USA</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(153, 153, 153);font-size:130%;" &gt;1. Oh, woman...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A middle-aged woman had a heart attack and was taken to the hospital. While on the operating table, she had a near death experience. Seeing God, she asked, "Is my time up?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;God said, "No, you have another 43 years, two months and eight days to live."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upon recovery, the woman decided to stay in the hospital and have a face-lift, liposuction and tummy tuck. Since she had so much more time to live, she figured she might as well look even nicer. After her last operation, she was released from the hospital. While crossing the street on her way home, an ambulance killed her.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arriving in front of God, she demanded, "I thought you said I had another 40 years? Why didn't you pull me out of the path of that ambulance?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;God replied, "Girl, I didn't recognize you...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(153, 153, 153);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Mama's Bible&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Four brothers left home for college, and they became successful doctors and lawyers, and prospered.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Some years later, they chatted after having dinner together. They discussed the gifts they were able to give their elderly mother who &gt;lived far away in another city.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The first said, "I had a big house built for Mama."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The second said, " I had a hundred thousand dollar theater built in the house."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The third said, "I had my Mercedes dealer deliver an SL600 to her."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The fourth said, "You know how Mamma loved reading the Bible and you know she can't read anymore because she can't see very well. I met this preacher who told me about a parrot that can recite the entire Bible. It took twenty preachers 12 years to teach him. I had to pledge to contribute $100,000 a year for twenty years to the church, but it was worth it. Mamma just has to name the chapter and verse and the parrot will recite it." The other brothers were impressed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;After the holidays Mom sent out her Thank You notes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;She wrote: "Milton, the house you built is so huge I live in only one room, but I have to clean the whole house. Thanks anyway."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Marvin, I am too old to travel. I stay home, I have my groceries delivered, so I never use the Mercedes. The thought was good. Thanks."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Michael, you gave me an expensive theater with Dolby sound, it could hold 50 people, but all of my friends are dead, I've lost my hearing and I'm nearly blind. I'll never use it. Thank you for the gesture just the same."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dearest Melvin, you were the only son to have the good sense to give a little thought to your gift. The chicken was delicious. Thank you."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luv Ya, Mama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;(Kiriman Ruddy Soehartono, USA)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4593603631605386337-6279024606212260829?l=samarindaonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SamarindaOnline/~4/H3o3itasp2g" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://samarindaonline.blogspot.com/feeds/6279024606212260829/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4593603631605386337&amp;postID=6279024606212260829" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4593603631605386337/posts/default/6279024606212260829?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4593603631605386337/posts/default/6279024606212260829?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/SamarindaOnline/~3/H3o3itasp2g/other-jokes-from-usa.html" title="Other Jokes From USA" /><author><name>ANTON C. ARSEN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="30" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SfKGDodSqHI/AAAAAAAAA20/c7prcbAO-3k/S220/me_01A.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://samarindaonline.blogspot.com/2009/07/other-jokes-from-usa.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0EDQn06eyp7ImA9WxJWFUQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4593603631605386337.post-7051990033209982421</id><published>2009-06-21T20:29:00.003+07:00</published><updated>2009-06-21T20:41:13.313+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-06-21T20:41:13.313+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Humor Pilihan" /><title>On The Plane</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(102, 102, 102);font-size:130%;" &gt;1. Air Force One&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bill, Hillary and Vice President Gore were on their way back to Washington on Air Force One, when Bill said, "I'd like to drop a $100 bill out of the plane and make one person very happy".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hillary thought for a moment then replied, "I’d rather drop ten, $10 bills out and make ten people very happy".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To which Vice President Gore said, "I would drop a hundred $1 bills out and make a hundred people very happy".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The pilot then spoke up and said, "Why don't all three of you jump out and make 250 million people very happy?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(102, 102, 102);font-size:130%;" &gt;2. Smartest Man in the World&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A doctor, a lawyer, a little boy and a priest were out for a Sunday afternoon flight on a small private plane. Suddenly, the plane developed engine trouble. In spite of the best efforts of the pilot, the plane started to go down. Finally, the pilot grabbed a parachute, yelled to the passengers that they had better jump, and bailed out.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unfortunately, there were only three parachutes remaining. The doctor grabbed one and said "I'm a doctor, I save lives, so I must live," and jumped out.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The lawyer then said, "I'm a lawyer and lawyers are the smartest people in the world. I deserve to live." He also grabbed a parachute and jumped.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The priest looked at the little boy and said, "My son, I've lived a long and full life. You are young and have your whole life ahead of you. Take the last parachute and live in peace."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The little boy handed the parachute back to the priest and said, "Not to worry, Father. The 'smartest man in the world' just took off with my backpack."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;(Kiriman Ruddy Soehartono, USA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4593603631605386337-7051990033209982421?l=samarindaonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SamarindaOnline/~4/TDNRWAL7h_w" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://samarindaonline.blogspot.com/feeds/7051990033209982421/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4593603631605386337&amp;postID=7051990033209982421" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4593603631605386337/posts/default/7051990033209982421?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4593603631605386337/posts/default/7051990033209982421?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/SamarindaOnline/~3/TDNRWAL7h_w/on-plane.html" title="On The Plane" /><author><name>ANTON C. ARSEN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="30" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SfKGDodSqHI/AAAAAAAAA20/c7prcbAO-3k/S220/me_01A.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://samarindaonline.blogspot.com/2009/06/on-plane.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DE4NRHc_cCp7ImA9WxJXEUQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4593603631605386337.post-3128982756440308198</id><published>2009-06-05T17:12:00.000+07:00</published><updated>2009-06-05T17:16:35.948+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-06-05T17:16:35.948+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sebuah Permenungan" /><title>Semangkuk Bakmi Goreng</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pada malam itu Ana bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tidak mempunyai uang. Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata, "Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"Ya, tetapi, aku tidak membawa uang," jawab Ana dengan malu-malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu," jawab si pemilik kedai, "silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi. Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada apa, nona?" tanya si pemilik kedai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak apa-apa. Aku hanya terharu,” jawab Ana sambil mengeringkan air matanya. "Bahkan seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi! Tetapi, ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah. Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri," katanya kepada pemilik kedai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang dan berkata, "Nona mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ana terhenyak mendengar hal tersebut. "Mengapa aku tidak berpikir tentang hal tersebut? Untuk semangkuk bakmi dari orang yang baru  kukenal, aku begitu berterima kasih, tetapi kepada ibuku yang memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ana segera menghabiskan bakminya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yang harus diucapkan kepada ibunya. Begitu sampai di ambang &lt;span&gt;pintu rumah&lt;/span&gt;, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas. Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah: "Ana, kau sudah pulang, cepat masuklah, aku telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau tidak memakannya sekarang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu Ana tidak dapat menahan tangisnya dan ia menangis di hadapan ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(kiriman Ruddy Soehartono, USA)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4593603631605386337-3128982756440308198?l=samarindaonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SamarindaOnline/~4/wl-2kdc3ZIU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://samarindaonline.blogspot.com/feeds/3128982756440308198/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4593603631605386337&amp;postID=3128982756440308198" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4593603631605386337/posts/default/3128982756440308198?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4593603631605386337/posts/default/3128982756440308198?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/SamarindaOnline/~3/wl-2kdc3ZIU/semangkuk-bakmi-goreng.html" title="Semangkuk Bakmi Goreng" /><author><name>ANTON C. ARSEN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="30" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SfKGDodSqHI/AAAAAAAAA20/c7prcbAO-3k/S220/me_01A.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://samarindaonline.blogspot.com/2009/06/semangkuk-bakmi-goreng.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEMMQ3s6cSp7ImA9WxJQGEs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4593603631605386337.post-3931828294170836691</id><published>2009-05-24T16:17:00.003+07:00</published><updated>2009-06-01T21:28:02.519+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-06-01T21:28:02.519+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kisahku Hidupku" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Etalase Toko" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bedah Buku" /><title>Autograph Collector</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/ShkrEiD9EnI/AAAAAAAAA38/PzKkedw_UP0/s1600-h/auto-collector.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 222px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/ShkrEiD9EnI/AAAAAAAAA38/PzKkedw_UP0/s320/auto-collector.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5339346190087295602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Autograph Collector&lt;/span&gt; apa itu? Jujur saja aku baru mengenal istilah ini beberapa bulan lalu dari seorang teman yang baru kukenal di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Facebook&lt;/span&gt;, namanya Debby Lukito Goeyardi. Dari alamat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;website &lt;/span&gt;yang ada di profilnya aku mengetahui bahwa Debby telah menulis sebuah buku yang sangat menarik berjudul &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Autograph Collector&lt;/span&gt;. Setelah mencari tahu dari sana-sini akhirnya aku tahu kalau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Autograph Collector&lt;/span&gt; itu adalah kolektor foto dengan tanda tangan atau tulisan dari orang-orang terkenal. Sebuah hobi yang langka!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku teringat kembali ke masa lalu sewaktu duduk di bangku SMP ketika suatu hari aku menerima sebuah foto berbentuk kartu pos dari seorang artis penyanyi remaja yang sangat terkenal waktu itu, Dina Mariana. Di belakang foto Dina menuliskan beberapa kalimat perkenalan dan tentu disertai dengan tanda tangannya. Wah, ternyata dulu aku sudah menjadi seorang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;autograph collector&lt;/span&gt; juga ya? Ha ha ha! Kira-kira sebulan sebelumnya aku dan beberapa teman sekelas menulis surat ke Dina Mariana untuk meminta fotonya, alamat Dina kami peroleh dari sebuah majalah remaja, dan waktu itu kami semua memperoleh &lt;span style="font-style: italic;"&gt;autograph &lt;/span&gt;dari Dina Mariana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tetapi apa yang dilakukan Debby ini sangat unik. Dia tidak mengoleksi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;autograph &lt;/span&gt;dari para artis penyanyi, bintang film atau selebriti lain di dunia hiburan, tetapi justru sasarannya adalah para negarawan dan petinggi negara di seluruh dunia, antara lain: Soeharto, Gloria Macapagal-Arroyo, Tony Blair, Paus Yohanes Paulus II, Dalai Lama, Bill Clinton, Hillary Clinton, Angela Merkel, &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jacques Chirac, Ratu Elizabeth II, Chen Shui-bian, dan lain-lain. Total  ada 150 lebih autograph tokoh dunia dan pejabat penting yang menjadi koleksi Debby hingga saat ini. Mengagumkan!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tentu menarik untuk mengetahui bagaimana Debby kecil yang waktu itu berusia sembilan tahun dan masih duduk di bangku SD sampai bisa menekuni hobi mengumpulkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;autograph &lt;/span&gt;seperti ini. Berawal ketika ayahnya yang seorang akuntan menunjukkan sebuah berita di koran lokal di Solo mengenai dua orang anak yang mendapatkan sepeda mini dari Presiden Soeharto setelah mereka menulis surat kepada Beliau. Apakah Debby juga mendapatkan sepeda seperti kedua anak tersebut? Sikap dan semangat yang pantang menyerah adalah nilai positif yang patut kita dan anak-anak kita pelajari dari seorang Debby.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku ini Debby juga mengungkapkan banyak hal, seperti: trip dan trik kapan waktu yang tepat mengirim surat dan bagaimana menulis surat yang baik, menarik dan sopan; cara merawat koleksi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;autograph&lt;/span&gt;; pengalaman pribadi Debby terutama menghadapi penolakan-penolakan; dan yang paling penting adalah koleksi alamat-alamat para negarawan dunia&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;, tanggal lahir, dan tanggal mulai menjabat&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;. Juga tak kalah penting, sambil menekuni hobi ini kita juga belajar berkorespondensi dalam bahasa Inggris yang baik dan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memiliki lima buah buku &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Autograph Collector&lt;/span&gt;, yang sudah ditandatangani Debby, yang ingin aku &lt;span style="font-style: italic;"&gt;share &lt;/span&gt;dengan teman-teman yang berminat. Sudah pasti buku ini akan menjadi koleksi yang berharga, karena menjadi buku referensi pertama dan satu-satunya yang ada di Indonesia saat ini.  Harga Rp 30.000,- (belum termasuk ongkos kirim). Tentu saja, siapa cepat dia dapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4593603631605386337-3931828294170836691?l=samarindaonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SamarindaOnline/~4/LSxXRxeJ0Zk" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://samarindaonline.blogspot.com/feeds/3931828294170836691/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4593603631605386337&amp;postID=3931828294170836691" title="1 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4593603631605386337/posts/default/3931828294170836691?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4593603631605386337/posts/default/3931828294170836691?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/SamarindaOnline/~3/LSxXRxeJ0Zk/autograph-collector.html" title="Autograph Collector" /><author><name>ANTON C. ARSEN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="30" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SfKGDodSqHI/AAAAAAAAA20/c7prcbAO-3k/S220/me_01A.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/ShkrEiD9EnI/AAAAAAAAA38/PzKkedw_UP0/s72-c/auto-collector.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://samarindaonline.blogspot.com/2009/05/autograph-collector.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0cDQX87eSp7ImA9WxJSF0g.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4593603631605386337.post-337170008327205188</id><published>2009-05-07T20:33:00.002+07:00</published><updated>2009-05-08T09:51:10.101+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-05-08T09:51:10.101+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kisahku Hidupku" /><title>Pindah Rumah Lagi</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Walau ini bukan pengalamanan yang baru lagi, tetapi pindah rumah merupakan pekerjaan yang menguras pikiran dan tenaga. Memikirkannya saja dapat mengundang stres. Untung kali ini ada dua orang pembantu yang membantu kami untuk mengepak barang-barang rumah tangga. Pindah rumah yang kami alami di waktu lalu hampir seluruhnya kami kerjakan sendiri, kecuali saat diangkut ke rumah baru. Tiba-tiba muncul dalam pikiranku, "Berapa kali sudah aku mengalami pindah rumah sejak aku anak-anak hingga sekarang?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hitung-hitung ternyata aku sudah mengalami pindah rumah sebanyak 14 kali di lima kota yang berbeda! Rekorku dalam hal pindah rumah tidaklah menakjubkan dibandingkan dengan rekor mantan Presiden Amerika Serikat George Bush senior yang telah mengalami pindah rumah sebanyak 80 kali lebih, di lebih dari 33 kota yang berbeda, sepanjang hidupnya! Pastilah rekor ini sangat menakjubkan. Ha ha ha!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu ini kami harus pindah. Kami akan pindah ke ruko di blok sebelah, masih dalam kompleks ruko yang sama. Karena ruko tempat kami tinggal dan usaha sekarang ini akan dikontrak oleh Bank BNI. Istilah kerennya terjadi tukar guling. Tengat waktu satu bulan yang diberikan Bank BNI sudah habis, dan kami sudah minta tambahan waktu seminggu lagi, karena pekerjaan renovasi di ruko 'baru' yang akan kami tempati belum selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kecil hingga aku keluar dari Samarinda di tahun 1985 aku sudah mengalami pindah rumah sebanyak lima kali. Beberapa kali menjadi korban kebakaran besar di Samarinda benar-benar meludeskan harta milik kami dan membuat keluarga kami &lt;span style="font-style: italic;"&gt;homeless&lt;/span&gt;, kami berubah menjadi kontraktor abadi (kontrak sana-kontrak sini). Di Surabaya, setelah aku sendiri berkeluarga, kami dua kali pindah rumah. Di Cirebon, tiga kali. Di Denpasar, dua kali. Dan di BSD City, hingga yang sekarang, dua kali. Jadi total 14 kali pindah rumah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang selalu membangkitkan semangat kami dan membuat kami dapat mengalahkan perasaan berat dan stres kami sewaktu pindah rumah adalah pengalaman baru, lingkungan baru, suasana baru dan teman-teman baru yang akan kami dapat dan kami alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEMANGAT!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4593603631605386337-337170008327205188?l=samarindaonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SamarindaOnline/~4/-60D5eV3Xmw" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://samarindaonline.blogspot.com/feeds/337170008327205188/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4593603631605386337&amp;postID=337170008327205188" title="3 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4593603631605386337/posts/default/337170008327205188?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4593603631605386337/posts/default/337170008327205188?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/SamarindaOnline/~3/-60D5eV3Xmw/pindah-rumah-lagi.html" title="Pindah Rumah Lagi" /><author><name>ANTON C. ARSEN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="30" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SfKGDodSqHI/AAAAAAAAA20/c7prcbAO-3k/S220/me_01A.jpg" /></author><thr:total>3</thr:total><feedburner:origLink>http://samarindaonline.blogspot.com/2009/05/pindah-rumah-lagi.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUAARXg4eyp7ImA9WxJSEU0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4593603631605386337.post-2160592127171191672</id><published>2009-04-30T20:54:00.003+07:00</published><updated>2009-04-30T23:09:04.633+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-30T23:09:04.633+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Humor Pilihan" /><title>Humor  Para Dokter</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 153, 153); font-style: italic;font-size:130%;" &gt;MoU Dukun Ponari dan Dokter Agus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kabar dari beberapa orang yang pernah berobat ke Ponari bahwa di depan rumah tempat Ponari melakukan praktik penyembuhan di Jombang, terdapat sebilah papan bertuliskan: BILA SAKIT BERLANJUT SEGERA HUBUNGI DOKTER AGUS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, di tempat praktik dokter Agus di Tangerang ada tulisan yang serupa berbunyi: BILA SAKIT BERLANJUT SEGERA HUBUNGI PONARI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 153); font-weight: bold; font-style: italic;font-size:130%;" &gt;Ingatan Dokter Kandungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang dokter ahli kebidanan dan penyakit kandungan sedang berjalan-jalan di sebuah mal, ketika seorang wanita muda menyapanya. Dengan wajah heran sang dokter ahli kandungan mengangguk dan nyonya muda itu memperkenalkan diri, "Saya Ny. Anu, pasien dokter."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari Ny. Anu datang untuk memeriksakan diri kepada dokter ahli tadi. Ny. Anu kemudian disuruh berbaring di tempat tidur dan membuka semua pakaiannya.  Ketika dokter ahli tadi melihat bagian yang menjadi keahliannya, langsung saja ia bilang, "Ny. Anu ya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, wah, wah, rupanya dokter kandungan tidak bisa mengenali pasien dari wajah-wajah pasiennya, tetapi....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 153, 153); font-style: italic;font-size:130%;" &gt;Gara-Gara Viagra&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang wanita setengah baya mengunjungi seorang dokter. "Dok," katanya, "anunya suami saya payah, tidak bisa 'ereksi' sama sekali." Dokter balik bertanya, "Sudahkah suami anda mencoba Viagra?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh.. belum, pasalnya suami saya selalu menolak dan bilang dia tidak perlu minum apapun, dia masih mampu. Tapi, Dok, saya rasa dia benar-benar membutuhkan obat itu," kata wanita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baiklah, kalau begitu saya berikan anda sebotol pil ini. Agar suami anda tidak tahu, masukkan saja satu pil ini ke dalam kopi atau minumannya, dan tunggu saja apa yang akan terjadi," kata dokter itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari berselang, wanita itu datang lagi dan berteriak. "Dok, saya kembalikan barang berbahaya ini," katanya sambil melemparkan botol Viagra tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho, kenapa? Saya pikir ini yang anda butuhkan," kata sang dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, tentu saja saya membutuhkan hubungan intim, dan pil ini sudah saya masukkan ke dalam kopinya, setelah diminum kira-kira 15 menit kemudian dia langsung menelentangkan saya di meja makan, lalu melepaskan pakaian saya dan memcumbui saya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nah, kalau begitu kan bagus," timpal dokter. "Apa yang salah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masalahnya piring-piring, gelas-gelas dan semua makanan yang ada di atas meja makan beterbangan hingga pecah, petugas restoran kemudian menahan kami, dan menyerah kami kepada yang berwajib!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4593603631605386337-2160592127171191672?l=samarindaonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SamarindaOnline/~4/Q2ZZUSy2ecU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://samarindaonline.blogspot.com/feeds/2160592127171191672/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4593603631605386337&amp;postID=2160592127171191672" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4593603631605386337/posts/default/2160592127171191672?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4593603631605386337/posts/default/2160592127171191672?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/SamarindaOnline/~3/Q2ZZUSy2ecU/humor-para-dokter.html" title="Humor  Para Dokter" /><author><name>ANTON C. ARSEN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="30" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SfKGDodSqHI/AAAAAAAAA20/c7prcbAO-3k/S220/me_01A.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://samarindaonline.blogspot.com/2009/04/humor-para-dokter.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0AGQ3s5fCp7ImA9WxJTF0s.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4593603631605386337.post-3068318215631526273</id><published>2009-04-26T20:21:00.006+07:00</published><updated>2009-04-26T23:02:02.524+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-26T23:02:02.524+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kisahku Hidupku" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pulang Kampung" /><title>Mencari Sahabat Lama</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pagi di hari ketiga aku di Samarinda, tepatnya tanggal 25 Maret 2009 yang lalu, aku berjalan kaki menuju ke Pasar Segiri. Dari tempat tinggalku di Jalan Tantina Pasar Segiri sangatlah dekat. Tujuan utamaku satu, yakni mencari info tentang sahabat lamaku &lt;a href="http://samarindaonline.blogspot.com/2008/10/sang-ketua-kelas.html"&gt;Muhammad Helpani&lt;/a&gt;. Muhammad atau Amad adalah temanku sekelas sewaktu di SMAK WR Soepratman, Samarinda, dulu (1979-1982).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Aku berjalan memasuki Jalan Perniagaan  mendekati jembatan kayu dimana dulu rumah Muhammad Helpani berada tak jauh darinya. Aku coba memasuki sebuah toko yang menjual bahan bangunan dan bertanya mengenai keberadaan sahabatku itu. Namun, dengan ketus si ibu penjaga toko mengatakan tidak kenal. Aku kaget dengan jawaban yang tidak ramah itu. Namun aku tetap dengan sopan pamit dan mengucapkan terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat di depan dimana rumah Amad dulu berada, dengan kondisi sekarang yang sama sekali berbeda, aku mendekati dua orang ibu yang sedang berdiri mengobrol. Awalnya kedua ibu seperti tidak serius menanggapi pertanyaanku, mereka hanya menjawab pendek-pendek saja seperti, "Tidak tahu" atau "Tidak kenal". Seorang dari ibu itu kemudian pergi meninggalkan kami, tinggallah ibu satunya yang hampir meninggalkanku juga. Namun tiba-tiba aku seperti tersadar dari kesalahanku, segera aku melemparkan pertanyaan lain tetapi dengan cara yang berbeda, "Tapi sudah lawas kah pian tinggal di sini, bu?" Serta-merta si ibu itu berbalik ke arahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata jurusku berhasil dengan baik, ibu itu sampai ngomong panjang lebar denganku hampir selama 20 menit. Sampai-sampai dia beri tahuku umurnya sudah berapa, 42 tahun! Dari ceritanya akhirnya aku mengerti bahwa daerah sekitar itu pernah mengalami kebakaran hebat pada tahun 1990, hingga beberapa warga yang tadinya tinggal di sana sudah pindah kemana tidak ada yang tahu. Ibu ini tadinya tinggal di ujung barat dekat sungai, tetapi setelah kebakaran dia pindah ke rumah di dekat kami berdiri ngobrol, yakni di sebelah rumah Amad dulu berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kemudian melanjutkan perjalananku ke Pasar Segiri, sambil mengingat-ingat kembali kesalahanku. Bukan satu, tapi dua. Di dalam hati aku berkata pada diriku sendiri, "Di sini berlaku hukum bahasa Banjar, wal ai... Ikam sekarang di Samarinda, lain di Jawa." Dan seperti yang pernah kupelajari di dunia marketing, memang benar orang senang bila kita ingin tahu (tentu yang baik) tentang diri mereka.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Aku tersenyum sambil terus melanjutkan langkahku ke Pasar Segiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4593603631605386337-3068318215631526273?l=samarindaonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SamarindaOnline/~4/xIL1o4zeyv4" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://samarindaonline.blogspot.com/feeds/3068318215631526273/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4593603631605386337&amp;postID=3068318215631526273" title="2 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4593603631605386337/posts/default/3068318215631526273?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4593603631605386337/posts/default/3068318215631526273?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/SamarindaOnline/~3/xIL1o4zeyv4/mencari-sahabat-lama.html" title="Mencari Sahabat Lama" /><author><name>ANTON C. ARSEN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="30" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SfKGDodSqHI/AAAAAAAAA20/c7prcbAO-3k/S220/me_01A.jpg" /></author><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://samarindaonline.blogspot.com/2009/04/mencari-sahabat-lama.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkUGRnY7eyp7ImA9WxJTEko.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4593603631605386337.post-304206283283844655</id><published>2009-04-20T14:55:00.010+07:00</published><updated>2009-04-21T08:43:47.803+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-21T08:43:47.803+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kisahku Hidupku" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pulang Kampung" /><title>Samarinda Banjir Besar Lagi 2</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Hari ini adikku, Frans, berulang tahun. Tidak seperti ulang tahun yang lalu-lalu, kali ini hadiahnya sangat istimewa, yakni.... &lt;a href="http://samarindaonline.blogspot.com/2008/11/samarinda-banjir-lagi.html"&gt;BANJIR BESAR&lt;/a&gt;. Frans dan keluarga kembali harus mengungsi dan menginap di kantor sejak 17 April malam, karena banjir kembali merendam rumahnya yang ada di Perum Rapak Benuang. Banjir memang sudah menjadi sesuatu yang rutin dan bukan hal yang aneh lagi bagi masyarakat Samarinda. Hujan kecil saja sudah membuat beberapa ruas jalan di Samarinda tergenang air, seperti yang kusaksikan tiga minggu lalu ketika aku berada di Samarinda selama dua minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Selama di Samarinda aku tiap hari membaca koran, namun tidak melihat berita-berita mengenai apa yang sedang dan telah dilakukan Pemda atau Pemkot untuk mengatasi banjir. Kolom di koran tiap hari dipenuhi dengan berita-berita dan iklan-iklan tentang Pemilu, caleg, dan seputar  masalah itu. Apa ini menandakan Pemkot tidak dapat berbuat apa-apa lagi untuk mengatasi masalah banjir ini dan berharap musim hujan segera berlalu, hingga kritik-kritik dan jeritan masyarakat juga berlalu dengan sendirinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu pemandangan yang mengherankan terjadi di Jalan Mayjend Sutoyo dan beberapa tempat di daerah Pemuda dan Sempaja, jalan-jalan atau daerah-daerah sekitar itu selalu tergenang air walau tidak ada hujan, dan anehnya sementara itu ketinggian air di Sungai Karang Mumus turun (surut). Apa masalahnya? Tentu masalahnya air yang menggenang tidak menemukan jalan keluar ke sungai! Mungkin, memang berat bagi Pemerintah Daerah atau Kota bekerja sendiri, maka dari itu Pemda dan Pemkot harus bekerja sama dengan masyarakat, dengan bekerja bakti masal memperbaiki saluran air dan membersihkan sampah-sampah yang memenuhi sungai, kali dan got, seperti yang banyak terlihat. Banjir tidak akan menunggu proyek-proyek besar untuk penanganan banjir yang membutuhkan waktu yang lama. Sementara ada yang bisa segera dilakukan untuk mengurangi besarnya bencana banjir ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa foto di bawah ini kuambil dengan kamera &lt;span style="font-style: italic;"&gt;handphone &lt;/span&gt;pada tanggal 28 dan 29 Maret lalu ketika aku berada di Samarinda, menunjukkan sampah-sampah yang menumpuk di kali dan jalanan yang tergenang air walau hujan turun hanya sebentar. Semoga segera ada penanganan, jangan berharap musim hujan akan segera berlalu. Lakukan sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang teman di Samarinda baru saja mengirim pesan SMS kepadaku, mengatakan bahwa banjir kali lebih besar dari banjir tahun 1998. Seandainya itu betul, maka akan ada banjir yang lebih besar lagi dari tahun ini... andai tidak ditangani dengan serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeyHRVHIprI/AAAAAAAAA2s/xA9Cx25mfh8/s1600-h/Sampah+di+Kali.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 160px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeyHRVHIprI/AAAAAAAAA2s/xA9Cx25mfh8/s200/Sampah+di+Kali.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5326781191067051698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeyHRfS9z-I/AAAAAAAAA2k/xsQ8K22kGI4/s1600-h/Jalan+Mayjend+Sutoyo.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 160px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeyHRfS9z-I/AAAAAAAAA2k/xsQ8K22kGI4/s200/Jalan+Mayjend+Sutoyo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5326781193801027554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sampah menumpuk di kali &amp;amp; Jl. Mayjend Sutoyo yang selalu tergenang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeyHRJfhogI/AAAAAAAAA2U/U3vMLQlYB00/s1600-h/Jalan+A+Yani.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 160px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeyHRJfhogI/AAAAAAAAA2U/U3vMLQlYB00/s200/Jalan+A+Yani.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5326781187948126722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeyHREP3A1I/AAAAAAAAA2c/FvCaU5G6GsU/s1600-h/Jln+A+Yani.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 160px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeyHREP3A1I/AAAAAAAAA2c/FvCaU5G6GsU/s200/Jln+A+Yani.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5326781186540241746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jalan Jendral Ahmad Yani&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4593603631605386337-304206283283844655?l=samarindaonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SamarindaOnline/~4/oPD7bKXq8FU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://samarindaonline.blogspot.com/feeds/304206283283844655/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4593603631605386337&amp;postID=304206283283844655" title="4 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4593603631605386337/posts/default/304206283283844655?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4593603631605386337/posts/default/304206283283844655?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/SamarindaOnline/~3/oPD7bKXq8FU/samarinda-banjir-besar-lagi-2.html" title="Samarinda Banjir Besar Lagi 2" /><author><name>ANTON C. ARSEN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="30" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SfKGDodSqHI/AAAAAAAAA20/c7prcbAO-3k/S220/me_01A.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeyHRVHIprI/AAAAAAAAA2s/xA9Cx25mfh8/s72-c/Sampah+di+Kali.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>4</thr:total><feedburner:origLink>http://samarindaonline.blogspot.com/2009/04/samarinda-banjir-besar-lagi-2.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0MDRXo5eSp7ImA9WxJTEUg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4593603631605386337.post-2919176462080710044</id><published>2009-04-19T21:23:00.006+07:00</published><updated>2009-04-19T23:44:34.421+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-19T23:44:34.421+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kisahku Hidupku" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pulang Kampung" /><title>Perjalanan Balikpapan - Samarinda</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang sudah direncanakan, kepulanganku ke Samarinda 23 Maret kemarin tidak melewati jalan raya Balikpapan - Samarinda, atau umumnya disebut Jalan Kilo. Albert menjemputku di Bandara Sepinggan dan kami langsung menuju ke arah Pantai Manggar dan terus ke arah utara menuju ke Samarinda melalui Samboja, Senipah, Muarajawa, Sanga Sanga, Palaran, dan Samarinda Seberang. Aku ingin mengalami kembali sensasi masa lalu ketika jalan raya Samarinda - Balikpapan belum ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kami mampir di Pantai manggar. Pantai Manggar kini telah dibangun dan ditata dengan rapi. Bentuk aslinya telah hilang. Tentu saja kini lebih bagus dan bersih. Karena kami tiba hari Senin yang merupakan hari kerja, maka pantai tampak sepi. Kemudian kami melanjutkan perjalanan ke arah Senipah. Desa-desa yang kami lalui begitu damai dan asri. Ingin rasanya aku tinggal di sana. Jauh dari deru dan debu layaknya di kota-kota besar.  Kami terus ke utara lagi menuju ke Muarajawa. Kami berhenti sebentar di jembatan besar yang melintasi sungai yang cukup lebar ini. Panjang jembatan ini melebihi panjang Jembatan Mahakam yang ada di Samarinda. Aku mengambil beberapa foto sekitar sungai dan jembatan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami kemudian melanjutkan perjalanan ke Sanga-sanga. Sebuah kota yang kecil tempat eksplorasi minyak Pertamina. Kami masuk ke kota Sanga Sanga dengan tujuan ingin mencari Gereja Katolik yang dulu pernah aku datangi bersama Tante Indriati di tahun 1975. Adikku, Albert, juga pernah misa di gereja itu pada tahun 1990. Aku dan Albert ingat gereja tersebut berdekatan dengan kilang minyak satu-satunya yang ada di tengah kota Sanga Sanga. Tidak sulit mencari kilang tersebut, namun setelah kami mengelilingi kilang itu kami tidak menemukan gereja tersebut. Satu-satunya gereja katolik yang ada di Sanga Sanga adalah Gereja Katolik Santo Paulus, yang dibangun tahun 1999. Menurut keterangan orang yang kebetulan kami ketemui, gereja ini merupakan pengganti gereja katolik yang dulu ada di dekat kilang minyak tersebut. Kemudian kami makan siang ayam penyet di sebuah warung yang kami temui di Sanga Sanga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Palaran kami memasuki Samarinda Seberang. Kami sengaja melewati Masjid Shiratal Mustaqiem yang merupakan masjid tertua di Samarinda dan telah menjadi salah satu benda cagar budaya nasional. Masjid ini berdiri sejak 1901, terletak di Jalan Pangeran Bendahara, Kecamatan Samarinda Seberang. Daerah sekitar Mesjid tersebut merupakan sentra industri kain sarung Samarinda yang sangat terkenal itu.  Setelah melewati Jembatan Mahakam sampailah aku ke tempat tujuanku... KOTA SAMARINDA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutku, perjalanan dari Balikpapan ke Samarinda melalui jalan sepanjang pesisir pantai ini sangatlah menarik dan menyenangkan. Jalannya lebih mendatar ketimbang jalan raya Balikpapan - Samarinda yang bergunung-gunung. Memang di beberapa tempat terdapat jalan yang rusak dan berlubang, terutama di ruas Muarajawa dan Sanga Sanga.  Bila diperbaiki, maka jalan ini akan menjadi jalan alternatif yang paling menyenangkan untuk ditempuh. Walau sensasi masa lalu sudah tidak tercium lagi, tapi aku puas karena masih punya kesempatan melewati jalan ini lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4593603631605386337-2919176462080710044?l=samarindaonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SamarindaOnline/~4/5Nvglz0jEmk" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://samarindaonline.blogspot.com/feeds/2919176462080710044/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4593603631605386337&amp;postID=2919176462080710044" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4593603631605386337/posts/default/2919176462080710044?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4593603631605386337/posts/default/2919176462080710044?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/SamarindaOnline/~3/5Nvglz0jEmk/perjalanan-balikpapan-samarinda.html" title="Perjalanan Balikpapan - Samarinda" /><author><name>ANTON C. ARSEN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="30" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SfKGDodSqHI/AAAAAAAAA20/c7prcbAO-3k/S220/me_01A.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://samarindaonline.blogspot.com/2009/04/perjalanan-balikpapan-samarinda.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUMDR3w6fip7ImA9WxVaFkQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4593603631605386337.post-6465523133210733181</id><published>2009-04-13T07:51:00.014+07:00</published><updated>2009-04-14T14:17:56.216+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-14T14:17:56.216+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Galeri Foto" /><title>Perjalanan 23 Mar - 08 Apr 2009</title><content type="html">&lt;span xmlns=""&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;center&gt;&lt;br /&gt;&lt;table style="border-collapse: collapse; width: 429px; height: 586px;" border="0"&gt;&lt;colgroup&gt;&lt;col style="width: 156px;"&gt;&lt;col style="width: 144px;"&gt;&lt;col style="width: 144px;"&gt;&lt;/colgroup&gt;&lt;tbody valign="top"&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="padding-left: 7px; padding-right: 7px;" valign="middle"&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeKNXr3zTCI/AAAAAAAAAxM/BvZl_JB9hzY/s1600-h/Manggar+01.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeKNXr3zTCI/AAAAAAAAAxM/BvZl_JB9hzY/s200/Manggar+01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323973147558628386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="padding-left: 7px; padding-right: 7px;" valign="middle"&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeKNXyr4HmI/AAAAAAAAAxU/eIJXLlFvB5k/s1600-h/Manggar+02.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeKNXyr4HmI/AAAAAAAAAxU/eIJXLlFvB5k/s200/Manggar+02.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323973149387660898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; text-align: center;" valign="middle"&gt; Pantai Manggar 01&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SPsLEmahF2I/AAAAAAAAASE/exUeufot7o4/s1600-h/Samarinda+-+640.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; text-align: center;" valign="middle"&gt;  Pantai Manggar 02&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SPsMOssubCI/AAAAAAAAASM/xOTS3TcQ3fk/s1600-h/3209361.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="padding-left: 7px; padding-right: 7px;" valign="middle"&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SPsLEmahF2I/AAAAAAAAASE/exUeufot7o4/s1600-h/Samarinda+-+640.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="padding-left: 7px; padding-right: 7px;" valign="middle"&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SPsLEmahF2I/AAAAAAAAASE/exUeufot7o4/s1600-h/Samarinda+-+640.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="padding-left: 7px; padding-right: 7px;" valign="middle"&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeKNYNCwGVI/AAAAAAAAAxc/lyt6ZxpOVFo/s1600-h/Muara+Jawa+Ilir+01.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeKNYNCwGVI/AAAAAAAAAxc/lyt6ZxpOVFo/s200/Muara+Jawa+Ilir+01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323973156462926162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="padding-left: 7px; padding-right: 7px;" valign="middle"&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeKNYPOylBI/AAAAAAAAAxk/RSo4xuLq_p8/s1600-h/Muara+Jawa+Ilir+02.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeKNYPOylBI/AAAAAAAAAxk/RSo4xuLq_p8/s200/Muara+Jawa+Ilir+02.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323973157050291218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; text-align: center;" valign="middle"&gt; Muarajawa 01&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; text-align: center;" valign="middle"&gt; Muarajawa 02&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="padding-left: 7px; padding-right: 7px;" valign="middle"&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SPsLEmahF2I/AAAAAAAAASE/exUeufot7o4/s1600-h/Samarinda+-+640.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="padding-left: 7px; padding-right: 7px;" valign="middle"&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SPsLEmahF2I/AAAAAAAAASE/exUeufot7o4/s1600-h/Samarinda+-+640.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="padding-left: 7px; padding-right: 7px;" valign="middle"&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeKNYW4sZcI/AAAAAAAAAxs/nKXkjY6-7BA/s1600-h/Muara+Jawa+Ilir+03.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeKNYW4sZcI/AAAAAAAAAxs/nKXkjY6-7BA/s200/Muara+Jawa+Ilir+03.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323973159105095106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="padding-left: 7px; padding-right: 7px;" valign="middle"&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeKN7j5d3NI/AAAAAAAAAx0/J6X5-DEaUqY/s1600-h/Jembatan+Mahakam.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeKN7j5d3NI/AAAAAAAAAx0/J6X5-DEaUqY/s200/Jembatan+Mahakam.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323973763893419218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; text-align: center;" valign="middle"&gt; Jembatan Muarajawa&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SPsM2gzdRzI/AAAAAAAAASU/n8EjT06jqJ4/s1600-h/3211917.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; text-align: center;" valign="middle"&gt; Jembatan Mahakam&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SPsSyPUKXFI/AAAAAAAAAS0/g7yj30LDJbU/s1600-h/Sungai+Siring.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeKN7zZdGbI/AAAAAAAAAx8/nWRRXnL0vCs/s1600-h/Sungai+Kunjang.jpg"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeKN8n8GboI/AAAAAAAAAyU/bCad8TMLmZM/s1600-h/Islamic+Center+02.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeKN8n8GboI/AAAAAAAAAyU/bCad8TMLmZM/s200/Islamic+Center+02.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323973782158077570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeQw9nEELMI/AAAAAAAAA10/4_x_CztmjA0/s1600-h/Islamic+Center+01.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeQw9nEELMI/AAAAAAAAA10/4_x_CztmjA0/s200/Islamic+Center+01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324434494474955970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;Islamic Center 01&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top; text-align: center;"&gt;Islamic Center 02&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeKN8n8GboI/AAAAAAAAAyU/bCad8TMLmZM/s1600-h/Islamic+Center+02.jpg"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeKN7zZdGbI/AAAAAAAAAx8/nWRRXnL0vCs/s1600-h/Sungai+Kunjang.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeKN7zZdGbI/AAAAAAAAAx8/nWRRXnL0vCs/s200/Sungai+Kunjang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323973768054118834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeKPs9z_qpI/AAAAAAAAAyc/R9bSNJYyXNI/s1600-h/Dermaga+Kontener.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeKPs9z_qpI/AAAAAAAAAyc/R9bSNJYyXNI/s200/Dermaga+Kontener.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323975712175008402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="vertical-align: top; text-align: center;"&gt;Sungai Kunjang&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top; text-align: center;"&gt;Dermaga Kontener&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;center&gt;&lt;table style="border-collapse: collapse; width: 429px; height: 586px;" border="0"&gt;&lt;colgroup&gt;&lt;col style="width: 156px;"&gt;&lt;col style="width: 144px;"&gt;&lt;col style="width: 144px;"&gt;&lt;/colgroup&gt;&lt;tbody valign="top"&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="padding-left: 7px; padding-right: 7px;" valign="middle"&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeQw9_DhfvI/AAAAAAAAA18/qYhFRDoJMCg/s1600-h/Karang+Mumus+01.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeQw9_DhfvI/AAAAAAAAA18/qYhFRDoJMCg/s200/Karang+Mumus+01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324434500915134194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="padding-left: 7px; padding-right: 7px;" valign="middle"&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeKRuQDHy0I/AAAAAAAAAy0/RU9QPkqF-zk/s1600-h/Karang+Mumus+03.jpg"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeKRuDqp-iI/AAAAAAAAAys/t1y32StYrbg/s1600-h/Karang+Mumus+02.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeKRuDqp-iI/AAAAAAAAAys/t1y32StYrbg/s200/Karang+Mumus+02.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323977929949575714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; text-align: center;" valign="middle"&gt;  Sungai Karang Mumus 01&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SPsLEmahF2I/AAAAAAAAASE/exUeufot7o4/s1600-h/Samarinda+-+640.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; text-align: center;" valign="middle"&gt;   Sungai Karang Mumus 02&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SPsMOssubCI/AAAAAAAAASM/xOTS3TcQ3fk/s1600-h/3209361.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="padding-left: 7px; padding-right: 7px;" valign="middle"&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SPsLEmahF2I/AAAAAAAAASE/exUeufot7o4/s1600-h/Samarinda+-+640.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="padding-left: 7px; padding-right: 7px;" valign="middle"&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SPsLEmahF2I/AAAAAAAAASE/exUeufot7o4/s1600-h/Samarinda+-+640.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="padding-left: 7px; padding-right: 7px;" valign="middle"&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeKRuDqp-iI/AAAAAAAAAys/t1y32StYrbg/s1600-h/Karang+Mumus+02.jpg"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeKRuQDHy0I/AAAAAAAAAy0/RU9QPkqF-zk/s1600-h/Karang+Mumus+03.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeKRuQDHy0I/AAAAAAAAAy0/RU9QPkqF-zk/s200/Karang+Mumus+03.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323977933273418562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="padding-left: 7px; padding-right: 7px;" valign="middle"&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeKTwUKzllI/AAAAAAAAAzM/MVmMAPPEipI/s1600-h/Segiri.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeKTwUKzllI/AAAAAAAAAzM/MVmMAPPEipI/s200/Segiri.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323980167762384466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; text-align: center;" valign="middle"&gt; Sungai Karang Mumus 03&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; text-align: center;" valign="middle"&gt; Sungai Karang Mumus 04&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="padding-left: 7px; padding-right: 7px;" valign="middle"&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SPsLEmahF2I/AAAAAAAAASE/exUeufot7o4/s1600-h/Samarinda+-+640.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="padding-left: 7px; padding-right: 7px;" valign="middle"&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SPsLEmahF2I/AAAAAAAAASE/exUeufot7o4/s1600-h/Samarinda+-+640.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="padding-left: 7px; padding-right: 7px;" valign="middle"&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeKRuUy8FjI/AAAAAAAAAy8/8bq5cFZGifk/s1600-h/Muara+Karang+Mumus.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeKRuUy8FjI/AAAAAAAAAy8/8bq5cFZGifk/s200/Muara+Karang+Mumus.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323977934547719730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="padding-left: 7px; padding-right: 7px;" valign="middle"&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeKRumDSu3I/AAAAAAAAAzE/OnJwXo06EZc/s1600-h/Muara+Karang+Mumus+02.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeKRumDSu3I/AAAAAAAAAzE/OnJwXo06EZc/s200/Muara+Karang+Mumus+02.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323977939179715442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; text-align: center;" valign="middle"&gt; Muara Karang Mumus 01&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SPsM2gzdRzI/AAAAAAAAASU/n8EjT06jqJ4/s1600-h/3211917.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; text-align: center;" valign="middle"&gt; Muara Karang Mumus 02&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SPsSyPUKXFI/AAAAAAAAAS0/g7yj30LDJbU/s1600-h/Sungai+Siring.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeKTw6JmP1I/AAAAAAAAAzs/6PRDmvEQUbo/s1600-h/Pasar+Pagi+01.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeKTw6JmP1I/AAAAAAAAAzs/6PRDmvEQUbo/s200/Pasar+Pagi+01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323980177957863250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeLzOyTEVsI/AAAAAAAAA1c/1FH7E4ALuTc/s1600-h/Pasar+Pagi+02.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeLzOyTEVsI/AAAAAAAAA1c/1FH7E4ALuTc/s200/Pasar+Pagi+02.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324085144850814658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;Pasar Pagi 01&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top; text-align: center;"&gt;Pasar Pagi 02&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeKTws6Tu8I/AAAAAAAAAzc/Rihh7jU-oII/s1600-h/Mal+Lembuswana.jpg"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeKTwltAXFI/AAAAAAAAAzk/NbsOm41Xrqk/s1600-h/Pasar+Segiri+01.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeKTwltAXFI/AAAAAAAAAzk/NbsOm41Xrqk/s200/Pasar+Segiri+01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323980172469230674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeLxC-PsHfI/AAAAAAAAA1M/--tVmIgKYFA/s1600-h/Pasar+Segiri+03.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeLxC-PsHfI/AAAAAAAAA1M/--tVmIgKYFA/s200/Pasar+Segiri+03.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324082742876184050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;       &lt;td style="vertical-align: top; text-align: center;"&gt;Pasar Segiri 01&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td style="vertical-align: top; text-align: center;"&gt;Pasar Segiri 02&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;center&gt;&lt;table style="border-collapse: collapse; width: 429px; height: 586px;" border="0"&gt;&lt;colgroup&gt;&lt;col style="width: 156px;"&gt;&lt;col style="width: 144px;"&gt;&lt;col style="width: 144px;"&gt;&lt;/colgroup&gt;&lt;tbody valign="top"&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="padding-left: 7px; padding-right: 7px;" valign="middle"&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeKWrQTBofI/AAAAAAAAAz8/loEgvgotzjM/s1600-h/Kathedral.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeKWrQTBofI/AAAAAAAAAz8/loEgvgotzjM/s200/Kathedral.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323983379358654962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="padding-left: 7px; padding-right: 7px;" valign="middle"&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeKWrSHm5BI/AAAAAAAAAz0/jGMzGzp8rW8/s1600-h/Gereja+St+Lukas.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeKWrSHm5BI/AAAAAAAAAz0/jGMzGzp8rW8/s200/Gereja+St+Lukas.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323983379847635986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; text-align: center;" valign="middle"&gt; Katedral St. Maria&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SPsLEmahF2I/AAAAAAAAASE/exUeufot7o4/s1600-h/Samarinda+-+640.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; text-align: center;" valign="middle"&gt;  Gereja St. Lukas&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SPsMOssubCI/AAAAAAAAASM/xOTS3TcQ3fk/s1600-h/3209361.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="padding-left: 7px; padding-right: 7px;" valign="middle"&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SPsLEmahF2I/AAAAAAAAASE/exUeufot7o4/s1600-h/Samarinda+-+640.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="padding-left: 7px; padding-right: 7px;" valign="middle"&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SPsLEmahF2I/AAAAAAAAASE/exUeufot7o4/s1600-h/Samarinda+-+640.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="padding-left: 7px; padding-right: 7px;" valign="middle"&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeKaSmnicCI/AAAAAAAAA0c/wNpshi4qDA0/s1600-h/Masjid+Shiratal+Mustaqiem.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeKaSmnicCI/AAAAAAAAA0c/wNpshi4qDA0/s200/Masjid+Shiratal+Mustaqiem.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323987353900052514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="padding-left: 7px; padding-right: 7px;" valign="middle"&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeKWr6CbWaI/AAAAAAAAA0M/lIpWyw1Ff44/s1600-h/Masjid+Al+Ma%27ruf.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeKWr6CbWaI/AAAAAAAAA0M/lIpWyw1Ff44/s200/Masjid+Al+Ma%27ruf.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323983390563326370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; text-align: center;" valign="middle"&gt; Mesjid Shiratal Mustaqiem&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; text-align: center;" valign="middle"&gt; Mesjid Al Ma'ruf&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="padding-left: 7px; padding-right: 7px;" valign="middle"&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SPsLEmahF2I/AAAAAAAAASE/exUeufot7o4/s1600-h/Samarinda+-+640.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="padding-left: 7px; padding-right: 7px;" valign="middle"&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SPsLEmahF2I/AAAAAAAAASE/exUeufot7o4/s1600-h/Samarinda+-+640.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="padding-left: 7px; padding-right: 7px;" valign="middle"&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeKWrjhnOmI/AAAAAAAAA0E/C76V819cqM4/s1600-h/Kelenteng.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeKWrjhnOmI/AAAAAAAAA0E/C76V819cqM4/s200/Kelenteng.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323983384520112738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="padding-left: 7px; padding-right: 7px;" valign="middle"&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeQyuH3gziI/AAAAAAAAA2M/0UnDoxiq2Dc/s1600-h/Panca+Pandawa.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeQyuH3gziI/AAAAAAAAA2M/0UnDoxiq2Dc/s200/Panca+Pandawa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324436427426024994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; text-align: center;" valign="middle"&gt; Kelenteng Thian Gie Kiong&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SPsM2gzdRzI/AAAAAAAAASU/n8EjT06jqJ4/s1600-h/3211917.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="padding-left: 7px; padding-right: 7px; text-align: center;" valign="middle"&gt; Pandawa Lima&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SPsSyPUKXFI/AAAAAAAAAS0/g7yj30LDJbU/s1600-h/Sungai+Siring.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeKTws6Tu8I/AAAAAAAAAzc/Rihh7jU-oII/s1600-h/Mal+Lembuswana.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeKTws6Tu8I/AAAAAAAAAzc/Rihh7jU-oII/s200/Mal+Lembuswana.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323980174404074434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeKTwc0r0PI/AAAAAAAAAzU/N1IimX7ENco/s1600-h/SCP.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeKTwc0r0PI/AAAAAAAAAzU/N1IimX7ENco/s200/SCP.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323980170085519602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="vertical-align: top; text-align: center;"&gt;Mal Lembuswana&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top; text-align: center;"&gt;Samarinda Central Plaza&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeLxC5tfu3I/AAAAAAAAA1U/zIWWUgHW-UY/s1600-h/Perempatan+Lembuswana.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeLxC5tfu3I/AAAAAAAAA1U/zIWWUgHW-UY/s200/Perempatan+Lembuswana.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324082741659024242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeKaS-qMKgI/AAAAAAAAA0k/pkpc4fh02z4/s1600-h/Bandara+Temindung.jpg"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeLxCcGd9qI/AAAAAAAAA00/OwvIsORa5kw/s1600-h/Mal+Mesra.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeLxCcGd9qI/AAAAAAAAA00/OwvIsORa5kw/s200/Mal+Mesra.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324082733710702242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;Perempatan Lembuswana&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top; text-align: center;"&gt;Mal Mesra indah&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeKN7zZdGbI/AAAAAAAAAx8/nWRRXnL0vCs/s1600-h/Sungai+Kunjang.jpg"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeKWr7Yln6I/AAAAAAAAA0U/YKsSRHoKa1c/s1600-h/Kantor+Gubernur.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeKWr7Yln6I/AAAAAAAAA0U/YKsSRHoKa1c/s200/Kantor+Gubernur.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323983390924709794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeLxCSpJv6I/AAAAAAAAA08/OXv4z5pF2HQ/s1600-h/Old+House+01.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeLxCSpJv6I/AAAAAAAAA08/OXv4z5pF2HQ/s200/Old+House+01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324082731171823522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="vertical-align: top; text-align: center;"&gt;Kantor Gubernur&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top; text-align: center;"&gt;Rumah Bahari&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeQyuJ1sLsI/AAAAAAAAA2E/9qZCuntheaI/s1600-h/Villa+Tamara.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeQyuJ1sLsI/AAAAAAAAA2E/9qZCuntheaI/s200/Villa+Tamara.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324436427955252930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeKaS-qMKgI/AAAAAAAAA0k/pkpc4fh02z4/s1600-h/Bandara+Temindung.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeKaS-qMKgI/AAAAAAAAA0k/pkpc4fh02z4/s200/Bandara+Temindung.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323987360353626626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="vertical-align: top; text-align: center;"&gt;Villa Tamara&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top; text-align: center;"&gt;Bandara Temindung&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4593603631605386337-6465523133210733181?l=samarindaonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/SamarindaOnline/~4/gsCIsq-LTcs" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://samarindaonline.blogspot.com/feeds/6465523133210733181/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4593603631605386337&amp;postID=6465523133210733181" title="9 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4593603631605386337/posts/default/6465523133210733181?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4593603631605386337/posts/default/6465523133210733181?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/SamarindaOnline/~3/gsCIsq-LTcs/perjalanan-23-mar-08-apr-2009.html" title="Perjalanan 23 Mar - 08 Apr 2009" /><author><name>ANTON C. ARSEN</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="30" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SfKGDodSqHI/AAAAAAAAA20/c7prcbAO-3k/S220/me_01A.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_xXhRqqrnVPo/SeKNXr3zTCI/AAAAAAAAAxM/BvZl_JB9hzY/s72-c/Manggar+01.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>9</thr:total><feedburner:origLink>http://samarindaonline.blogspot.com/2009/04/perjalanan-23-mar-08-apr-2009.html</feedburner:origLink></entry></feed>

