<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1009966523848013763</id><updated>2018-09-17T12:17:47.016+07:00</updated><category term="Teknik Sipil - Beton"/><category term="Teknik Sipil - Civil Engineering"/><category term="Pendidikan"/><category term="Teknik Sipil - Baja"/><category term="Bimbingan dan Konseling"/><category term="Motivasi Diri"/><category term="Arsitektur"/><category term="Statistika"/><category term="Survey dan Pemetaan"/><category term="Teknik Sipil - Jalan Raya"/><category term="Teknik Sipil - Mekanika Tanah"/><category term="Teknik Sipil - Pondasi"/><category term="Filsafat Ilmu"/><category term="Kisah"/><category term="Teknik Sipil - Drainase"/><category term="Teknik Sipil - Kayu"/><category term="Teknik Sipil - Manajemen Konstruksi"/><category term="Tutorial Blog"/><category term="Psikologi"/><category term="Teknik Sipil - Jembatan"/><category term="Kesehatan"/><category term="Teknik Sipil - K3"/><category term="Teknik Sipil - Pemindahan Tanah Mekanis"/><category term="Teknik Sipil - RAB"/><category term="Teknik Sipil - Utilitas Bangunan"/><title type='text'>Kumpulan Info Teknik, Unik dan Menarik</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.intekunik.tk/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1009966523848013763/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.intekunik.tk/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1009966523848013763/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>Listiyono Budi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hEh7FruUtEs/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAhI/ZtX-MOdN4TU/s512-c/photo.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>218</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1009966523848013763.post-6739556352903005837</id><published>2017-11-02T16:42:00.000+07:00</published><updated>2017-11-14T11:06:05.034+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Teknik Sipil - Manajemen Konstruksi"/><title type='text'>Jenis-jenis Kontrak dalam Proyek Konstruksi</title><content type='html'>Pemilihan kontrak yang sesuai untuk suatu proyek konstruksi lebih didasarkan pada karakteristik dan kondisi proyek itu sendiri. Ditinjau dari sudut pandang pemilik proyek (owner), hal ini erat kaitannya dengan antisipasi dan penanganan risiko yang ada pada proyek tersebut. Dalam kontrak juga harus disebutkan dengan jelas jangka waktu penyelesaian proyek tersebut dan kewajiban yang harus dipenuhi kontraktor jika terjadi keterlambatan.&lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;A.  Jenis Kontrak Berdasarkan Metode Pembayaran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan metode pembayaran, jenis kontrak dapat dibedakan menjadi: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;a) Kontrak Harga Satuan (Unit price Contract)&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penilaian harga setiap unit pekerjaan dilakukan sebelum konstruksi dimulai. Penentuan besarnya harga satuan harus mengakomodasi seluruh biaya yang mungkin terjadi (seperti biaya overhead, keuntungan, biaya tak terduga, dan biaya untuk mengantisipasi risiko). Perikatan terjadi terhadap harga satuan setiap jenis/item pekerjaan, sehingga kontraktor hanya perlu menentukan harga satuan yang akan ditawar untuk setiap item dalam kontrak. Kelemahan kontrak jenis ini, pemilik proyek tidak dapat mengetahui secara pasti biaya aktual proyek hingga proyek selesai. Oleh sebab itu pemilik perlu melakukan pengukuran sendiri dan perhitungan kuantitas tiap unit perlu dilakukan secara akurat. Jenis kontrak ini sesuai untuk proyek dengan estimasi kuantitas yang tidak dapat dilakukan dengan akurat, seperti pekerjaan tanah, jalan raya, pemasangan pipa dan sebagainya. Kontraktor banyak menggunakan metoda tidak seimbang (unbalanced), yaitu metoda dimana kontraktor mengajukan penawaran harga satuan tanpa mengubah harga keseluruhan untuk memperoleh keuntungan dalam proyek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;b) Kontrak Biaya Plus Jasa (Cost Plus Fee Contract) &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontraktor akan menerima sejumlah pembayaran atas pengeluarannya ditambah sejumlah biaya overhead dan keuntungan yang umumnya didasarkan kepada persentase biaya yang dikeluarkan. Kontrak jenis ini umumnya digunakan jika biaya aktual dari proyek sulit diestimasi secara akurat, dikarenakan perencanaan belum selesai tetapi proyek harus diselesaikan dalam waktu singkat (emergency). Pada kondisi yang seperti itu maka ditunjuklah kontraktor yang mampu merancang dan melaksanakan perbaikan yang diperlukan dengan segera, penetapan biaya perancangan dan perbaikan dapat dihitung langsung ditambah fee untuk kontraktor/perancang. Kekurangan jenis kontrak ini, pemilik kurang dapat mengetahui biaya aktual proyek yang akan terjadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penentuan fee untuk kontraktor pada jenis kontrak ini dapat dilakukan dengan cara:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;gt;&amp;gt; Jumlah tetap (cost plus fixed fee) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pembayaran kepada kontraktor berupa biaya nyata (actual cost) yang telah dikeluarkan oleh kontraktor ditambah biaya umum (overhead cost) dan sejumlah keuntungan tetap (fixed fee). Kontrak semacam ini digunakan untuk pekerjaan yang sangat mendesak yang tidak &lt;br /&gt;memungkinkan mempersiapkan gambar rencana. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;gt;&amp;gt; Persentase biaya (cost plus percentage) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kontraktor akan menerima kembali/ganti semua biaya nyata (actual cost) yang telah dikeluarkan dan kompensasi yang besarnya didasarkan persentase biaya nyata sesuai kesepakatan bersama dengan pemilik proyek. Kontrak jenis ini juga digunakan untuk pekerjaan mendesak yang tidak memungkinkan mempersiapkan gambar rencana, tetapi ada kecenderungan kontraktor memperlambat pekerjaannya untuk memperbesar biaya nyata agar kompensasi yang diterima menjadi lebih banyak. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;gt;&amp;gt; Jaminan biaya maksimum (cost plus fee with maximum guaranteed price) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kontraktor akan menerima kembali semua biaya yang telah dikeluarkan ditambah dengan kompensasi yang besarnya berdasarkan persentase yang telah disepakati bersama dan dibatasi dalam jumlah maksimum tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;c) Kontrak Biaya Menyeluruh (Lump Sum Contract) &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontrak jenis ini digunakan pada kondisi kontraktor akan membangun sebuah proyek sesuai rancangan yang ditetapkan pada suatu biaya tertentu. Jika terjadi perubahan yang menyebabkan terjadinya perubahan biaya, dilakukan negosiasi antara pemilik dan kontraktor untuk menetapkan pembayaran yang akan diberikan kepada kontraktor.  Persyaratan utama untuk mengaplikasikan kontak jenis ini adalah perencanaan benar-benar telah selesai sehingga kontraktor dapat melakukan estimasi kuantitas secara akurat. Jika anggaran biaya yang ada terbatas, maka kontrak jenis ini menjadi pilihan yang tepat. Pekerjaan konstruksi yang tepat untuk jenis kontrak ini antara lain pembangunan gedung.  Kelemahan pemakaian kontrak jenis ini adalah proses konstruksi yang akan tertunda karena menunggu selesainya perencanaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;d) Guaranteed Maximum Price Contract (GMP) &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontrak antara pemilik proyek dengan kontraktor yang diikat oleh suatu harga maksimum tertentu untuk menyelesaikan seluruh lingkup pekerjaan yang dipersyaratkan oleh pemilik proyek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;---------------------------------------------------------------------------------&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;B. Jenis Kontrak Berdasarkan Aspek Pembagian Tugas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis kontrak berdasarkan aspek pembagian tugas, antara lain adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;a) Kontrak Rancang Bangun (Design and Build contract) &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik hanya menentukan persyaratan-persyaratan yang diinginkan dalam KAK/TOR kepada kontraktor utama untuk nantinya dikembangkan dan dirinci. Kontraktor boleh menunjuk konsultan perencana yang lebih ahli, namun tanggung jawab sepenuhnya tetap pada kontraktor. Sistem kontrak ini dapat meperkecil resiko kesalahan perhitungan harga karena keterlibatan kontraktor dalam proses perencanaan cukup kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;b) Kontrak Turnkey (Contractor’s Full Prefinancing Contract) &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontraktor bertanggung jawab untuk membiayai seluruh biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek. Pembayaran kepada kontraktor akan dilakukan setelah bangunan diserahkan dan siap dioperasikan oleh pemilik. Sebagai jaminan pembayaran, kontraktor menerima surat jaminan bank senilai biaya pembangunan. Surat jaminan bank tersebut dapat dicairkan oleh kontraktor apabila pemilik gagal membayar pada waktu yang telah disepakati dan kewajiban kontraktor sudah dipenuhi semua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;c) Engineering Procurement and Construction Contract (EPC) &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem kontrak yang mencakup lingkup tanggung jawab  Engeneering (perekayasaan), procurement (pengadaan), construction (konstruksi) dan commissioning (uji-coba operasi) sampai menghasilkan sistem yang mampu berproduksi, misalnya pada proyek pembangunan pabrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;---------------------------------------------------------------------------------&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(Sumber Referensi : Buku Struktur Bangunan untuk SMK, Jilid 1. Karya Dian Ariestadi. Tahun 2008.)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;---------------------------------------------------------------------------------&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Jangan lupa, berikan komentar ya jika ada saran atau masukan dan jika artikel ini bisa memberikan manfaat untuk Anda”&lt;/i&gt;...... :)</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.intekunik.tk/feeds/6739556352903005837/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.intekunik.tk/2011/09/jenis-jenis-kontrak-dalam-proyek.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1009966523848013763/posts/default/6739556352903005837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1009966523848013763/posts/default/6739556352903005837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.intekunik.tk/2011/09/jenis-jenis-kontrak-dalam-proyek.html' title='Jenis-jenis Kontrak dalam Proyek Konstruksi'/><author><name>Listiyono Budi</name><uri>https://plus.google.com/110402636316798837304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hEh7FruUtEs/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAhI/ZtX-MOdN4TU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1009966523848013763.post-9173680115792172803</id><published>2017-11-01T14:39:00.000+07:00</published><updated>2017-11-14T11:04:33.768+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Arsitektur"/><title type='text'>Perpaduan Warna Cat Rumah</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;Apabila anda sedang mencari artikel mengenai Perpaduan Warna Cat Rumah di sinilah tempatnya. Sebab kami akan menjabarkan sedikit informasi mengenai&amp;nbsp; Perpaduan Warna Cat Rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips Untuk Memilih Warna Cat Rumah Yang Baik dan Bagus Untuk mendapatkan sebuah warna cat yang sesuai dengan kepribadian serta kebutuhan, maka anda perlu mencermati tips memilih warna cat rumah pilihan yang berikut ini:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Anda sebelumnya perlu menentukan fungsi ruangan, yakni yang pertama tentunya ialah menentukan sebuah warna cat yang sesuai dengan fungsi ruangan, dan setelah mengetahui fungsi ruangan maka kemudian carilah sebuah ide ataupun tema ruangan tersebut. Tinggal anda pilih ingin bernuansa klasik ataupun modern. Tentukan sebuah kesan serta suasana yang ingin anda dapatkan dari ruangan tersebut seperti dingin ataupun hangat, Formal ataupun informal, Sempit ataupun luas. Maka anda dapat menggunakan warna-warna sesuai suhunya serta tingkat kecerahannya untuk menciptakan sebuah suasana yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya tentukan daftar barang yang ingin diaplikasikan ke dalam ruangan tersebut. Jangan lupa untuk menyesesuaikan warna barang tersebut dengan warna interior rumah yang sudah tersedia seperti halnya lantai, dinding dan juga plafon. Dan anda dapat memilih paduan warna cat rumah yang sesuai dengan selera anda. Untuk membantu menemukan warna favorit anda maka anda perlu membuka crayon dan pilih crayon pertama yang menarik mata anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Perpaduan Warna Cat Rumah dengan Warna yang ceria, dan penuh kehangatan serta energi biasanya identik dengan sebuah warna kuning dan orange. Akan tetapi pada Warna hijau atau biru serta degradasi warna sejenisnya memberikan sebuah kesan sejuk, yang cocok untuk ruangan sering terkena matahari sebab bisa membantu meredam panas. Rumah merupakan tempat dimana kita merasa nyaman serta bebas. Maka untuk mendapatkan kenyamanan yang diperlukan adalah pengolahan arsitektur dan juga penataan interior yang baik dan sesuai. Menggunakan paduan sebuah warna rumah adalah salah satu cara untuk memberikan kesan yang sejuk dan nyaman untuk rumah yang akan anda huni atau anda tempati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian artikel dari kami tentang Tips Untuk Perpaduan Warna Cat Rumah yang mungkin dapat bermanfaat dan berguna untuk anda semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Sumber Referensi : http://inidesainrumah.com&quot;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.intekunik.tk/feeds/9173680115792172803/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.intekunik.tk/2013/12/perpaduan-warna-cat-rumah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1009966523848013763/posts/default/9173680115792172803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1009966523848013763/posts/default/9173680115792172803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.intekunik.tk/2013/12/perpaduan-warna-cat-rumah.html' title='Perpaduan Warna Cat Rumah'/><author><name>Listiyono Budi</name><uri>https://plus.google.com/110402636316798837304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hEh7FruUtEs/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAhI/ZtX-MOdN4TU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1009966523848013763.post-3964709103581509318</id><published>2017-10-20T20:37:00.000+07:00</published><updated>2017-11-14T11:05:28.868+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Teknik Sipil - Beton"/><title type='text'>Perhitungan Desain Penulangan Plat Lantai</title><content type='html'>Artikel ini saya posting bagi rekan-rekan yang sedang mencari contoh perhitungan plat lantai. Perhitungan plat lantai yang saya posting sudah saya sesuaikan dengan SNI 03-2847-2002. Untuk data perencanaannya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup beton (pb) = 20 mm&lt;br /&gt;Tebal plat (h) = 120 mm&lt;br /&gt;Mutu beton (fc) = 14,525 MPa&lt;br /&gt;Mutu baja (fy) = 240 MPa&lt;br /&gt;Tulangan pokok, D = 10 mm&lt;br /&gt;Tinggi manfaat tulangan plat--&amp;gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Arah lapangan x = arah tumpuan x = dx&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;dx = h – pb – 0,5D&lt;br /&gt;= 120 – 20 – 0,5.10 = 95 mm&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Arah lapangan y = arah tumpuan y = dy&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;dy = h – pb – D - 0,5D&lt;br /&gt;= 120 – 20 – 10 - 0,5.10 = 85 mm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beban ultimate (Qu) = 6,536 kN/m2&lt;br /&gt;Sisi terpendek = Lx = 3,00 m&lt;br /&gt;Sisi terpanjang = Ly = 3,50 m&lt;br /&gt;Ly/Lx = 3,50 / 3,00 = 1,167 ≈ 1,2&lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk proses perhitungannya, sudah saya buat dalam format pdf. Silahkan klik link dibawah ini untuk mendownload........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.ziddu.com/download/16924324/PerencanaanPlatLantai.pdf.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;b&gt;Perhitungan Plat Lantai&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau silahkan klik link di bawah ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://listiyonobudi.blogspot.com/p/download.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;b&gt;Perencanaan Plat Lantai&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;---------------------------------------------------------------------------------&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Jangan lupa, berikan komentar ya jika ada saran atau masukan dan jika artikel ini bisa memberikan manfaat untuk Anda”&lt;/i&gt;...... :)</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.intekunik.tk/feeds/3964709103581509318/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.intekunik.tk/2011/10/contoh-perhitungan-plat-lantai.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1009966523848013763/posts/default/3964709103581509318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1009966523848013763/posts/default/3964709103581509318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.intekunik.tk/2011/10/contoh-perhitungan-plat-lantai.html' title='Perhitungan Desain Penulangan Plat Lantai'/><author><name>Listiyono Budi</name><uri>https://plus.google.com/110402636316798837304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hEh7FruUtEs/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAhI/ZtX-MOdN4TU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1009966523848013763.post-5803532258738013484</id><published>2017-10-19T21:12:00.000+07:00</published><updated>2017-11-14T16:00:19.449+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Teknik Sipil - Beton"/><title type='text'>Perhitungan Desain Penulangan Pondasi Footplat</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;Artikel ini saya posting bagi rekan-rekan yang sedang mencari contoh perhitungan pondasi footplat. Perhitungan pondasi yang saya posting sudah saya sesuaikan dengan SNI 03-2847-2002. Untuk data perencanaannya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;γ beton = 24 kN/m3&lt;br /&gt;γ tanah = 18 kN/m3&lt;br /&gt;σ ijin tanah = 2,0 kg/cm2 = 200 kN/m2 &lt;br /&gt;fc = 14,525 MPa&lt;br /&gt;fy = 240 MPa&lt;br /&gt;B = 1,25 m&lt;br /&gt;L = 1,25 m&lt;br /&gt;b = 0,25 m&lt;br /&gt;h = 0,25 m&lt;br /&gt;ht = 0,30 m (syarat ≥ 150 mm)&lt;br /&gt;ha = 1,70 m &lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;d’ = 0,075 m (tebal selimut beton)&lt;br /&gt;D = 12 mm = 0,012 m (diameter tulangan)&lt;br /&gt;Pu = 61,666 kN (data dari SAP)&lt;br /&gt;Mu = 5,2623 kNm (data dari SAP)&lt;br /&gt;αs = 20 (kolom sudut)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk proses perhitungannya, sudah saya buat daklam format pdf. Silahkan klik link dibawah ini untuk mendownload........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.ziddu.com/download/16911841/PerencanaanPondasiFootplat.pdf.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;b&gt;Perhitungan Pondasi Footplat&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau klik link di bawah ini......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://listiyonobudi.blogspot.com/p/download.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;b&gt;Perhitungan Pondasi Footplat&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;---------------------------------------------------------------------------------&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Jangan lupa, berikan komentar ya jika ada saran atau masukan dan jika artikel ini bisa memberikan manfaat untuk Anda”&lt;/i&gt;...... :)&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.intekunik.tk/feeds/5803532258738013484/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.intekunik.tk/2011/10/contoh-perhitungan-pondasi-footplat.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1009966523848013763/posts/default/5803532258738013484'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1009966523848013763/posts/default/5803532258738013484'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.intekunik.tk/2011/10/contoh-perhitungan-pondasi-footplat.html' title='Perhitungan Desain Penulangan Pondasi Footplat'/><author><name>Listiyono Budi</name><uri>https://plus.google.com/110402636316798837304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hEh7FruUtEs/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAhI/ZtX-MOdN4TU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1009966523848013763.post-1202365832175792720</id><published>2017-10-19T09:43:00.000+07:00</published><updated>2017-11-15T09:50:28.948+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Teknik Sipil - Mekanika Tanah"/><title type='text'>Uji Berat Volume Tanah</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;Berat isi tanah berbutir halus SNI 03-3637-1994 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;A. PENDAHULUAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dalam ilmu mekanika tanah, biasanya tanah disederhanakan menjadi model untuk memahami perilakunya. Tanah tersusun atas butiran padat dan rongga pori (void). Rongga pori sendiri dapat berupa air atau udara atau kedua-duanya. Bila tanah dalam kondisi jenuh air, rongga pori seluruhnya akan terisi oleh air. Dalam ilustrasi berikut ini akan disajikan bagian-bagian tanah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-tWl5flR5CzY/Tk3NpGhBqoI/AAAAAAAAAT0/UJaSveq1Mw0/s1600/gambar%2B1.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;154&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-tWl5flR5CzY/Tk3NpGhBqoI/AAAAAAAAAT0/UJaSveq1Mw0/s400/gambar%2B1.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Prinsip yang harus dipahami terlebih dahulu adalah :&lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;W   = Ww + Ws &lt;br /&gt;V    = Va + Vw + Vs &lt;br /&gt;Vv   = Va + Vw&lt;br /&gt;dengan, &lt;br /&gt;W   = berat tanah total (gr)   &lt;br /&gt;Ww   = berat air (gr)  &lt;br /&gt;Ws   = berat butiran padat (gr) &lt;br /&gt;V  = volume tanah total (cm3) &lt;br /&gt;Va   = volume udara (cm3) &lt;br /&gt;Vw   = volume air (cm3) &lt;br /&gt;Vs     = volume butiran padat (cm3) &lt;br /&gt;Vv  = volume rongga pori (cm3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan volume  yang biasa digunakan dalam mekanika tanah adalah angka pori (void ratio), porositas (porosity) dan derajat kejenuhan (degree of saturation).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Angka Pori (e) = Vv/Vs&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Porositas (n) = Vv/V&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Derajat Kejenuhan (Sr) = Vw/Vv x 100%&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan hubungan berat yang biasa digunakan adalah kadar air (moisture content), &lt;br /&gt;dan berat volume (unit weight).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kadar Air (w) =  Ww/Ws x 100%&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Berat Volume Basah (γb) = W/V&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Berat Volume Kering (γd) = Ws/V&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika berat volume butiran padat (γs) = Ws / Vs (gr/cm3), maka perbandingan antara berat volume butiran padat (γs) dengan berat volume air (γw) pada temperatur tertentu adalah berat jenis &lt;i&gt;(spesific gravity)&lt;/i&gt; :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Gs= γs/γw&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;B. TUJUAN PRAKTIKUM&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pengujian ini dimaksudkan untuk mengetahui berat isi, angka pori, derajat kejenuhan suatu sampel tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;C. PERALATAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1. Ring berat isi&lt;br /&gt;2. Jangka sorong&lt;br /&gt;3. Timbangan&lt;br /&gt;4. Oven&lt;br /&gt;5. Desicator&lt;br /&gt;6. Pan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;D.  PROSEDUR PENGUJIAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1. Bersihkan ring berat isi yang akan dipakai.&lt;br /&gt;2. Ukur diameter dalam dan tingginya dengan menggunakan jangka sorong, hitung volumenya.&lt;br /&gt;3. Timbang ring tersebut dengan ketelitian 0,01 gram.&lt;br /&gt;4. Masukkan sampel tanah ke dalam ring langsung dari tabung sampel dengan menggunakan sampel extruder.&lt;br /&gt;5. Ratakan permukaan tanah di kedua timbang kembali berikut pan.&lt;br /&gt;6. Bersihkan bagian luar ring kemudian timbang kembali berikut pan.&lt;br /&gt;7. Masukkan ring yang berisi sampel tanah dan tanah tadi ke dalam oven dengan suhu 110ºC selama 24 jam.&lt;br /&gt;8. Masukkan ke dalam desikator sampai dingin lalu timbang kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;E. HASIL PRAKTIKUM&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Physical Properties Of Soil&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Judul Pekerjaan    : Praktikum Mektan&lt;br /&gt;Lokasi Pekerjaan   : Lab. Mektan Jurusan Teknik Sipil Ft Unnes&lt;br /&gt;Nomor Boring       : BH1&lt;br /&gt;Kedalaman    : -1.00 M&lt;br /&gt;Jenis Sampel    : Sampel Terganggu     &lt;br /&gt;Tanggal Pengujian  : 01 Oktober 2010&lt;br /&gt;Diuji Oleh    : Kelompok 05 Rombel 03&lt;br /&gt;&lt;style type=&quot;text/css&quot;&gt;table.tableizer-table {border: 1px solid #CCC; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px;} .tableizer-table td {padding: 4px; margin: 3px; border: 1px solid #ccc;} .tableizer-table th {background-color: #104E8B; color: #FFF; font-weight: bold;} &lt;/style&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table class=&quot;tableizer-table&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr class=&quot;tableizer-firstrow&quot;&gt;&lt;th&gt;LANGKAH PENGUJIAN&lt;/th&gt;&lt;th&gt;PERHITUNGAN&lt;/th&gt;&lt;th&gt;SATUAN&lt;/th&gt;&lt;th&gt;HASIL&lt;/th&gt;&lt;th&gt;KISARAN&lt;/th&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;BERAT RING    &lt;/td&gt;&lt;td&gt;W1&lt;/td&gt;&lt;td&gt;gr&lt;/td&gt;&lt;td&gt;58,7&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;BERAT CAWAN&lt;/td&gt;&lt;td&gt;W2&lt;/td&gt;&lt;td&gt;gr&lt;/td&gt;&lt;td&gt;0&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;BERAT RING + CAWAN + TANAH BASAH&lt;/td&gt;&lt;td&gt;W3&lt;/td&gt;&lt;td&gt;gr&lt;/td&gt;&lt;td&gt;132,23&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;BERAT TANAH BASAH &lt;/td&gt;&lt;td&gt;W = W3 – W1 – W2&lt;/td&gt;&lt;td&gt;gr&lt;/td&gt;&lt;td&gt;73,53&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;VOLUME RING (VOLUME TANAH BASAH)&lt;/td&gt;&lt;td&gt;V&lt;/td&gt;&lt;td&gt;cm3&lt;/td&gt;&lt;td&gt;49,854&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;BERAT VOLUME TANAH BASAH &lt;/td&gt;&lt;td&gt;γb = W / V&lt;/td&gt;&lt;td&gt;gr/ cm3&lt;/td&gt;&lt;td&gt;1,475&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;BERAT RING + CAWAN + TANAH KERING&lt;/td&gt;&lt;td&gt;W4&lt;/td&gt;&lt;td&gt;gr&lt;/td&gt;&lt;td&gt;112,99&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;BERAT TANAH KERING &lt;/td&gt;&lt;td&gt;WS = W4 – W1 – W2&lt;/td&gt;&lt;td&gt;gr&lt;/td&gt;&lt;td&gt;54,29&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;BERAT AIR &lt;/td&gt;&lt;td&gt;WW = W – WS&lt;/td&gt;&lt;td&gt;gr&lt;/td&gt;&lt;td&gt;19,24&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;KADAR AIR &lt;/td&gt;&lt;td&gt;w = WW / WS x 100%&lt;/td&gt;&lt;td&gt;%&lt;/td&gt;&lt;td&gt;35,44&lt;/td&gt;&lt;td&gt;0 &amp;lt; w &amp;lt; ~&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;BERAT VOLUME TANAH KERING &lt;/td&gt;&lt;td&gt;γd = γb / (1 + w)&lt;/td&gt;&lt;td&gt;gr/ cm3&lt;/td&gt;&lt;td&gt;1,089&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;HASIL PENGUJIAN BERAT JENIS &lt;/td&gt;&lt;td&gt;Gs&lt;/td&gt;&lt;td&gt;-&lt;/td&gt;&lt;td&gt;2,62&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;VOLUME TANAH KERING &lt;/td&gt;&lt;td&gt;VS = WS / Gs &lt;/td&gt;&lt;td&gt;cm3&lt;/td&gt;&lt;td&gt;20,72&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;VOLUME PORI &lt;/td&gt;&lt;td&gt;VV = V – VS&lt;/td&gt;&lt;td&gt;cm3&lt;/td&gt;&lt;td&gt;29,13&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;DERAJAT KEJENUHAN &lt;/td&gt;&lt;td&gt;VW = WW  / γw &lt;/td&gt;&lt;td&gt;cm3&lt;/td&gt;&lt;td&gt;19,24&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Sr = VW / VV  x 100%&lt;/td&gt;&lt;td&gt;%&lt;/td&gt;&lt;td&gt;66,04&lt;/td&gt;&lt;td&gt;0 ≤ Sr ≤ 100&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;POROSITAS &lt;/td&gt;&lt;td&gt;n = VV / V x 100%&lt;/td&gt;&lt;td&gt;%&lt;/td&gt;&lt;td&gt;58,44&lt;/td&gt;&lt;td&gt;0 &amp;lt; n &amp;lt; 100&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;ANGKA PORI&lt;/td&gt;&lt;td&gt;e = VV / VS&lt;/td&gt;&lt;td&gt;-&lt;/td&gt;&lt;td&gt;1,41&lt;/td&gt;&lt;td&gt;0 &amp;lt; e &amp;lt; ~&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Langkah Perhitungan : &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;a. Perhitungan Berat Volume Tanah Basah&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Rumus mencari berat volume tanah basah:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;γb = W / V&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dengan,&lt;br /&gt;γb = Berat volume tanah basah (gram/cm3)&lt;br /&gt;W = Berat tanah basah (gram)&lt;br /&gt;V = Volume tanah basah (cm3)&lt;br /&gt;Sampel tanah :&lt;br /&gt;W = 73,53 gram&lt;br /&gt;V = 49,854 cm3&lt;br /&gt;γb  = W / V&lt;br /&gt;= 73,53 / 49,854 = 1,475 gram/cm3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;b. Perhitungan Kadar Air&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Rumus mencari kadar air:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;w = WW / WS x 100%&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dengan,&lt;br /&gt;w = Kadar air (%)&lt;br /&gt;Ww = Berat air (gram)&lt;br /&gt;Ws = Berat tanah kering (gram)&lt;br /&gt;Sampel tanah :&lt;br /&gt;Ww = 19,24 gram&lt;br /&gt;Ws = 54,29 gram&lt;br /&gt;w  =(WW / WS) x 100%&lt;br /&gt;= (19,24 / 54,29) x 100% = 35,44%&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;c. Perhitungan Berat Volume Tanah Kering&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Rumus mencari berat volume tanah kering:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;γd = γb / (1 + w) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dengan, &lt;br /&gt;γd = Berat volume tanah kering (gram/cm3)&lt;br /&gt;γb = Berat volume tanah basah (gram/cm3)&lt;br /&gt;w = Kadar air (%)&lt;br /&gt;Sampel tanah :&lt;br /&gt;γb = 1,475 gram/cm3&lt;br /&gt;w = 35,44%&lt;br /&gt;γd  = γb / (1 + w)&lt;br /&gt;= 1,475 / (1+ 0,354) = 1,089 gram/cm3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;d. Perhitungan Derajat Kejenuhan&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Rumus mencari derajat kejenuhan:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sr = VW / VV  x 100%&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dengan,&lt;br /&gt;Sr = Derajat kejenuhan (%)&lt;br /&gt;Vw = Volume air (cm3), dapat dicari dengan rumus VW = WW /γw, dengan:&lt;br /&gt;Vw : Volume air (cm3)&lt;br /&gt;Ww : Berat air (gram)&lt;br /&gt;γw : Berat jenis air (γw = 1)&lt;br /&gt;Vv = Volume pori (cm3)&lt;br /&gt;Sampel tanah,&lt;br /&gt;Vw = 19,24 cm3&lt;br /&gt;Vv = 29,13 cm3&lt;br /&gt;Sr  = VW / VV  x 100%&lt;br /&gt;= (19,24 / 29,13) x 100% = 66,04%&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;e. Perhitungan Porositas&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Rumus mencari porositas:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;n = VV / V x 100%&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dengan,&lt;br /&gt;n = Porositas (%)&lt;br /&gt;Vv = Volume pori (cm3)&lt;br /&gt;V = Volume tanah basah (cm3)&lt;br /&gt;Sampel tanah,&lt;br /&gt;Vv = 29,13 cm3&lt;br /&gt;V = 49,854 cm3&lt;br /&gt;n  = VV / V x 100%&lt;br /&gt;= (29,13 / 49,854) x 100% = 58,44%&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;f. Perhitungan Angka Pori&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Rumus mencari angka pori:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;e = VV / VS&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dengan,&lt;br /&gt;e = Angka pori&lt;br /&gt;Vv = Volume pori (cm3)&lt;br /&gt;Vs = Volume tanah kering (cm3)&lt;br /&gt;Sampel tanah:&lt;br /&gt;Vv = 29,13 cm3&lt;br /&gt;Vs = 20,72 cm3&lt;br /&gt;e  = VV / VS&lt;br /&gt;= 29,13 / 20,72 = 1,41&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;F. PEMBAHASAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dari kegiatan praktikum yang telah dilaksanakan, didapatkan hasil sebagai berikut :&lt;br /&gt;Derajat kejenuhan (Sr) = 66,04%&lt;br /&gt;Porositas (n)  = 58,44%&lt;br /&gt;Angka pori  = 1,41&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Derajat kejenuhan menunjukkan perbandingan antara volume air yang terkandung dalam tanah dengan volume pori tanah tersebut. Hasil praktikum menunjukkan derajat kejenuhan sebesar 66,04%. Hal tersebut berarti 66,04% dari volume pori tanah tersebut berisi air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Porositas menunjukkan perbandingan antara volume pori yang terdapat dalam tanah dengan volume tanah secara keseluruhan. Hasil praktikum menunjukkan porositas sebesar 58,44%. Hal tersebut 58,44% dari volume tanah terdiri dari pori. Pori tanah itu sendiri adalah sebuah rongga di dalam tanah yang terdiri dari air dan udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angka pori menunjukkan perbandingan antara volume pori yang terdapat dalam tanah dengan volume butir tanah. Hasil praktikum menunjukkan angka pori sebesar 1,41. Hal tersebut berarti perbandingan antara volume pori dengan volume butir tanah adalah 1,41 : 1 atau volume pori yang terdapat di dalam tanah tersebut 141% lebih banyak dibandingkan dengan volume butir tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;---------------------------------------------------------------------------------&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Jangan lupa, berikan komentar ya jika artikel ini bermanfaat untuk Anda”&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.intekunik.tk/feeds/1202365832175792720/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.intekunik.tk/2011/08/uji-berat-volume-tanah.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1009966523848013763/posts/default/1202365832175792720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1009966523848013763/posts/default/1202365832175792720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.intekunik.tk/2011/08/uji-berat-volume-tanah.html' title='Uji Berat Volume Tanah'/><author><name>Listiyono Budi</name><uri>https://plus.google.com/110402636316798837304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hEh7FruUtEs/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAhI/ZtX-MOdN4TU/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://1.bp.blogspot.com/-tWl5flR5CzY/Tk3NpGhBqoI/AAAAAAAAAT0/UJaSveq1Mw0/s72-c/gambar%2B1.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1009966523848013763.post-7114162369527713939</id><published>2017-10-14T13:16:00.000+07:00</published><updated>2017-11-15T10:08:03.561+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Teknik Sipil - Beton"/><title type='text'>Kuat Tekan &amp; Kuat Tarik Mortar</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;b&gt;A. Kuat Tekan Mortar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuat tekan adalah kemampuan mortar untuk menahan gaya luar yang datang pada arah sejajar serat yang menekan mortar. Mortar yang digunakan untuk bahan bangunan harus mempunyai kekuatan terutama untuk pasangan dinding batu bata, pasangan dinding batako atau pasangan dinding yang lainnya (Anni Susilowati dkk 1996, dalam Taufiq Bintang (2005:10)). Pasangan dinding menerima beban tekan yang diakibatkan oleh pengaruh dari atas, angin, atau gaya samping lainnya. Di Indonesia sampai sekarang belum ada persyaratan yang mengisyaratkan kekuatan adukan mortar, hanya untuk kondisi tertentu dianjurkan menggunakan jenis campuran tertentu pula. Beberapa negara sudah memiliki standar yang mencantumkan kekuatan adukan mortar. ASTM C 270 mencantumkan persyaratan mortar sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;1)  Adukan tipe M&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Adukan tipe M adalah adukan dengan kuat tekan yang tinggi, dipakai untuk dinding bata bertulang, dinding dekat tanah, pasangan pondasi, adukan pasangan pipa air kotor, adukan dinding penahan dan adukan untuk jalan. Kuat tekan minimumnya adalah 175 kg/cm2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;2)  Adukan tipe N&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Adukan tipe N adalah adukan dengan kuat tekan sedang, dipakai bila tidak disyaratkan menggunakan tipe M, tetapi diperlukan daya rekat tinggi serta adanya gaya samping. Kuat tekan minimum 124 kg/cm2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;3)  Adukan tipe S&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Adukan tipe S adalah adukan dengan kuat tekan sedang, dipakai untuk pasangan terbuka diatas tanah. Kuat tekan minimum 52,5 kg/cm2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;4)  Adukan tipe O&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Adukan tipe O adalah jenis adukan dengan kuat tekan rendah, dipakai untuk konstruksi dinding yang tidak menahan beban yang tidak lebih dari 7 kg/cm2 dan gangguan cuaca tidak berat. Kuat tekan minimumnya adalah 24,5 kg/cm2. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;5)  Adukan tipe K&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Adukan tipe K adalah adukan dengan kuat tekan rendah, dipakai untuk pasangan dinding terlindung dan tidak menahan beban, serta tidak ada persyaratan mengenai kekuatan. Kekuatan minimum 5,25 kg/cm2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;A. Kuat Tarik Mortar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuat tarik adalah ukuran kuat mortar yang diakibatkan oleh suatu gaya yang cenderung untuk memisahkan sebagian mortar akibat tarikan. Untuk mengetahui mutu mortar biasanya dilakukan pengujian. Uji kuat tarik dilakukan dengan membuat mortar dalam bentuk seperti angka delapan. Benda uji ini setelah keras kemudian ditarik dengan uji cemen briquettes. Nilai kuat tarik yang diperoleh dihitung dari besar beban tarik maksimum (N) dibagi dengan luas penampang yang terkecil (mm2) Tjokrodimuljo (1996:126).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Soroushian dan Bayashi, (1987 dalam Sudarmoko (2000:4)) kelemahan struktur berbahan dasar beton/mortar adalah kuat tarik yang rendah sehingga akan segera retak jika mendapat tegangan tarik. Beberapa peneliti terdahulu telah mengadakan percobaan-percobaan untuk memperbaiki sifat kurang baik, yaitu kuat tarik dan lentur yang rendah dengan cara penambahan bahan tambah, baik yang bersifat kimiawi maupun fisikal pada adukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penambahan bahan kimiawi pada umumnya bersifat menambah kemampatan dengan cara mempertinggi workabilitas sehingga rongga-rongga yang berisi udara dapat dieliminir sekecil mungkin. Kecuali penambahan bahan kimiawi, peningkatan kualitas dapat dilakukan secara fisikal, yaitu dengan penambahan serat yang diharapkan dapat menambah kekuatan dalam segala arah sehingga dapat meningkatkan kuat lentur. Ide dasar penambahan serat ini adalah memberi tulangan pada adukan beton/mortar dengan serat yang disebarkan secara merata dengan orientasi random, sehingga dapat mencegah retakan-retakan yang terlalu dini akibat pembebanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;---------------------------------------------------------------------------------&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Jangan lupa, berikan komentar ya jika ada saran atau masukan dan jika artikel ini bisa memberikan manfaat untuk Anda”&lt;/i&gt;...... :)&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.intekunik.tk/feeds/7114162369527713939/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.intekunik.tk/2011/10/kuat-tekan-mortar-kuat-tarik-mortar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1009966523848013763/posts/default/7114162369527713939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1009966523848013763/posts/default/7114162369527713939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.intekunik.tk/2011/10/kuat-tekan-mortar-kuat-tarik-mortar.html' title='Kuat Tekan &amp; Kuat Tarik Mortar'/><author><name>Listiyono Budi</name><uri>https://plus.google.com/110402636316798837304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hEh7FruUtEs/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAhI/ZtX-MOdN4TU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1009966523848013763.post-2849053671170251334</id><published>2017-10-11T18:41:00.000+07:00</published><updated>2017-11-14T16:01:12.750+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Teknik Sipil - Pondasi"/><title type='text'>Pondasi Rakit (Raft Foundation)</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;Pondasi rakit (raft foundation) adalah pelat beton yang berbentuk rakit melebar keseluruh bagian dasar bangunan, yang digunakan untuk meneruskan beban bangunan ke lapisan tanah dasar atau batu-batuan di bawahnya. Sebuah pondasi rakit bisa digunakan untuk menopang tangki-tangki penyimpanan atau digunakan untuk menopang beberapa bagian peralatan industri. Pondasi rakit biasa¬nya digunakan di bawah kelompok silo, cerobong, dan berbagai konstruksi bangunan.&lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pondasi rakit bisa digunakan di mana tanah dasar mempunyai daya dukung yang rendah dan/atau beban kolom yang begitu besar, sehingga lebih dari 50 % dari luas bangunan diperlukan untuk  pondasi telapak sebar konvensional agar dapat mendukung pondasi. Disarankan penggunaan pondasi rakit sebab lebih ekonomis karena dapat menghemat biaya penggalian dan penulangan beton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pondasi rakit biasanya juga dipakai untuk ruang-ruang bawah tanah (basement) yang dalam, baik untuk menyebarkan beban kolom menjadi distribusi tekanan yang lebih seragam dan untuk memberikan lantai buat ruang bawah-tanah. Keuntungan khusus untuk ruang bawah-tanah yang berada pada atau di bawah MAT (Muka Air Tanah) ialah karena merupakan penyekat air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangunan bawah tanah yang lantainya terletak beberapa meter di bawah tanah, dibangun dengan cara menggali tanah sampai kedalaman dasar pondasi. Berat tanah yang digali untuk ruang tanah ini, untuk setiap pengurangan tekanan per satuan luas sebesar 0,5 kg/cm2 (50 kN/m2) kira-kira setara dengan bangunan kantor berlantai 3 sampai 4. Jadi bangunan sebesar ini dapat didukung oleh ruang bawah tanah yang tanah dasarnya berupa lempung sangat lunak dan muda mampat, yang secara teoritis beban tersebut tidak akan mengakibatkan penurunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pondasi rakit bisa ditopang oleh tiang-pancang, di dalam keadaan seperti air tanah yang tinggi (untuk mengontrol gaya apung) atau di mana tanah dasar mudah ter¬pengaruh oleh penurunan yang besar. Perencana harus memperhatikan bahwa sebagian dari tegangan sentuh pondasi telapak yang akan menembus tanah ke kedalaman yang lebih besar, atau mempunyai intensitas yang lebih besar pada kedalaman yang lebih dangkal. Pondasi rakit terbagi lagi dalam beberapa jenis yang lazim atau sering digunakan, yaitu:&lt;br /&gt;a) Plat rata&lt;br /&gt;b) Pelat yang ditebalkan di bawah kolom&lt;br /&gt;c) Balok dan plat&lt;br /&gt;d) Plat dengan kaki tiang&lt;br /&gt;e) Dinding ruang bawah tanah sebagai bagian pondasi telapak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-QowLkbbJ9ZA/TpQrUEyoDPI/AAAAAAAAAYo/knBjfEQnyXw/s1600/1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;295&quot; src=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-QowLkbbJ9ZA/TpQrUEyoDPI/AAAAAAAAAYo/knBjfEQnyXw/s400/1.jpg&quot; width=&quot;396&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pada gambar pondasi rakit di atas menggambarkan pondasi rakit yang mungkin dapat dibuat. Perancangan rakit yang paling lazim terdiri dari sebuah pelat beton rata dengan tebal 0,75 - 2 m, dan dengan alas serta dengan penulangan dua arah atas dan bawah yang menerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;---------------------------------------------------------------------------------&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(Sumber Referensi : http://prima-mangiri.blogspot.com/2011/07/pondasi-rakit.html)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;---------------------------------------------------------------------------------&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Jangan lupa, berikan komentar ya jika ada saran atau masukan dan jika artikel ini bisa memberikan manfaat untuk Anda”&lt;/i&gt;...... :)&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.intekunik.tk/feeds/2849053671170251334/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.intekunik.tk/2011/10/pondasi-rakit-raft-foundation.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1009966523848013763/posts/default/2849053671170251334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1009966523848013763/posts/default/2849053671170251334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.intekunik.tk/2011/10/pondasi-rakit-raft-foundation.html' title='Pondasi Rakit (Raft Foundation)'/><author><name>Listiyono Budi</name><uri>https://plus.google.com/110402636316798837304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hEh7FruUtEs/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAhI/ZtX-MOdN4TU/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://3.bp.blogspot.com/-QowLkbbJ9ZA/TpQrUEyoDPI/AAAAAAAAAYo/knBjfEQnyXw/s72-c/1.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1009966523848013763.post-2137115010285059746</id><published>2017-08-25T23:12:00.000+07:00</published><updated>2017-11-15T09:52:08.285+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Teknik Sipil - Baja"/><title type='text'>Jenis-jenis Sambungan Las</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;Jenis sambungan tergantung pada faktor-faktor seperti ukuran dan profil batang yang bertemu di sambungan, jenis pembebanan, besarnya luas sambungan yang tersedia untuk pengelasan, dan biaya relatif dari berbagai jenis las. Sambungan las terdiri dari lima jenis dasar dengan berbagai macam variasi dan kombinasi yang banyak jumlahnya. Kelima jenis dasar ini adalah sambungan sebidang (butt), lewatan (lap), tegak (T), sudut, dan sisi, seperti yang diperlihatkan pada Gambar 6.16.&lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-c0P6Z676ZHY/TYy-pD7xEfI/AAAAAAAAAF0/k_tDzSB4qik/s1600/Gambar%2B1.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;232&quot; src=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-c0P6Z676ZHY/TYy-pD7xEfI/AAAAAAAAAF0/k_tDzSB4qik/s400/Gambar%2B1.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1) Sambungan Sebidang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambungan sebidang dipakai terutama untuk menyambung ujung-ujung plat datar dengan ketebalan yang sama atau hampir sarna. Keuntungan utama jenis sambungan ini ialah menghilangkan eksentrisitas yang timbul pada sambungan lewatan tunggal seperti dalam Gambar 6.16(b). Bila digunakan bersama dengan las tumpul penetrasi sempurna (full penetration groove weld), sambungan sebidang menghasilkan ukuran sambungan minimum dan biasanya lebih estetis dari pada sambungan bersusun. Kerugian utamanya ialah ujung yang akan disambung biasanya harus disiapkan secara khusus (diratakan atau dimiringkan) dan dipertemukan secara hati-hati sebelum dilas. Hanya sedikit penyesuaian dapat dilakukan, dan potongan yang akan disambung harus diperinci dan dibuat secara teliti. Akibatnya, kebanyakan sambungan sebidang dibuat di bengkel yang dapat mengontrol proses pengelasan dengan akurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2) Sambungan Lewatan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambungan lewatan pada Gambar 6.17 merupakan jenis yang paling umum. Sambungan ini mempunyai dua keuntungan utama: &lt;br /&gt;− Mudah disesuaikan. Potongan yang akan disambung tidak memerlukan ketepatan dalam pembuatannya bila dibanding dengan jenis sambungan lain. Potongan tersebut dapat digeser untuk mengakomodasi kesalahan kecil dalam pembuatan atau untuk penyesuaian panjang. &lt;br /&gt;− Mudah disambung.  Tepi potongan yang akan disambung tidak memerlukan persiapan khusus dan biasanya dipotong dengan nyala (api) atau geseran. Sambungan lewatan menggunakan las sudut sehingga sesuai baik untuk pengelasan di bengkel maupun di lapangan. Potongan yang akan disambung dalam banyak hal hanya dijepit (diklem) tanpa menggunakan alat pemegang khusus. Kadang-kadang potongan-potongan diletakkan ke posisinya dengan beberapa baut pemasangan yang dapat ditinggalkan atau dibuka kembali setelah dilas. &lt;br /&gt;− Keuntungan lain sambungan lewatan adalah mudah digunakan untuk menyambung plat yang tebalnya berlainan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3) Sambungan Tegak&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis sambungan ini dipakai untuk membuat penampang bentukan (built-up) seperti profil T, profil 1, gelagar plat (plat girder), pengaku tumpuan atau penguat samping (bearing stiffener), penggantung, konsol (bracket). Umumnya potongan yang disambung membentuk sudut tegak lurus seperti pada Gambar 6.16(c). Jenis sambungan ini terutama bermanfaat dalam pembuatan penampang yang dibentuk dari plat datar yang disambung dengan las sudut maupun las tumpul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4) Sambungan Sudut&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambungan sudut dipakai terutama untuk membuat penampang berbentuk boks segi empat seperti yang digunakan untuk kolom dan balok yang memikul momen puntir yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5) Sambungan Sisi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambungan sisi umumnya tidak struktural tetapi paling sering dipakai untuk menjaga agar dua atau lebih plat tetap pada bidang tertentu atau untuk mempertahankan kesejajaran (alignment) awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang dapat disimpulkan dari pembahasan di muka, variasi dan kombinasi kelima jenis sambungan las dasar sebenarriya sangat banyak. Karena biasanya terdapat lebih dari satu cara untuk menyambung sebuah batang struktural dengan lainnya, perencana harus dapat memilih sambungan (atau kombinasi sambungan) terbaik dalam setiap persoalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-6O71lBN2rqM/TYy-pfA9aMI/AAAAAAAAAF8/nPRnthMyEZk/s1600/Gambar%2B2.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-6O71lBN2rqM/TYy-pfA9aMI/AAAAAAAAAF8/nPRnthMyEZk/s400/Gambar%2B2.JPG&quot; width=&quot;346&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;(Sumber Referensi : Buku Teknik Struktur Bangunan Jilid 3, untuk SMK. Karya Dian Ariestadi. Tahun 2008)&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.intekunik.tk/feeds/2137115010285059746/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.intekunik.tk/2011/03/jenis-jenis-sambungan-las_25.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1009966523848013763/posts/default/2137115010285059746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1009966523848013763/posts/default/2137115010285059746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.intekunik.tk/2011/03/jenis-jenis-sambungan-las_25.html' title='Jenis-jenis Sambungan Las'/><author><name>Listiyono Budi</name><uri>https://plus.google.com/110402636316798837304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hEh7FruUtEs/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAhI/ZtX-MOdN4TU/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://4.bp.blogspot.com/-c0P6Z676ZHY/TYy-pD7xEfI/AAAAAAAAAF0/k_tDzSB4qik/s72-c/Gambar%2B1.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1009966523848013763.post-8902120819704811002</id><published>2017-07-14T09:35:00.000+07:00</published><updated>2017-11-15T10:04:09.764+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Teknik Sipil - Beton"/><title type='text'>Acuan dan Bekisting / Formwork / Bekisting</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;b&gt;A. Pengertian&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acuan dan perancah (Bekisting) adalah suatu konstruksi yang bersifat sementara pada praktik kerja beton sesuai dengan bentuk dan ukuran yang diinginkan. Dari namanya acuan dan perancah, terbagi menjadi dua fungsi, yaitu fungsi acuan dan fungsi perancah. Acuan yang dimaksud adalah sebagai cetakan atau patokan untuk ukuran maupun bentuk beton yang diinginkan, sedangkan perancah adalah sebagai penyokong tegak dan lurusnya acuan tersebut. Acuan dan perancah harus kuat memikul beban sendiri, berat beton basah, beban hidup, dan beban peralatan kerja selama proses pengecoran.&lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu konstruksi acuan dan perancah harus dapat memungkinkan melakukan kegiatan-kegiatan:&lt;br /&gt;1. Memasang atau merangkai tulangan beton.&lt;br /&gt;2. Mengecat adukan beton.&lt;br /&gt;3. Mudah melepaskan cetakan sehingga beton tidak rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah bangunan tidak dapat berdiri dengan kuat ataupun kokoh tanpa pembuatan bekisting yang sesuai aturan. Berikut ini adalah penjelasan tentang pedoman perancanagan dan pembuatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;B. Syarat-Syarat Acuan dan Perancah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perencanaan acuan dan perancah harus dapat memenuhi persyaratan aspek bisnis dan teknologi. Agar konstruksi dapat berfungsi dengan baik harus memenuhi:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;a) Kualitas&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1. Ukuran sesuai dengan yang diinginkan, &lt;br /&gt;2. Hasil akhir permukaan beton harus baik dan benar,&lt;br /&gt;3. Posisi atau letak acuan dan perancah harus sesuai dengan yang direncanakan.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;b) Keamanan&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1. Harus stabil tidak goyah,&lt;br /&gt;2. Acuan dan perancah harus kuat menahan beban,&lt;br /&gt;3. Acuan dan perancah harus kaku.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;c) Ekonomis&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1. Mudah dikerjakan dengan tidak banyak membutuhkan tenaga kerja,&lt;br /&gt;2. Mudah dipasang untuk menghemat waktu,&lt;br /&gt;3. Mudah dibongkar dengan tidak merusak beton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;C. Tipe-Tipe Acuan dan Perancah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesatnya perkembangan dan banyaknya tuntutan yang harus dipenuhi agar hasil dari suatu konstruksi baik dan ekonomis, maka saat ini tipe-tipr formwork berkembang menjadi tiga, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;a) Formwork Konvensial/Tradisional&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;• Bahan dasarnya dikerjakan secara tradisional.&lt;br /&gt;• Bahan acuan adalah papan.&lt;br /&gt;• Bahan perancahnya adalah dolken (kayu hutan), kasau, dan bambU.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;b) Formwork Semi Sistem&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;• Bahan dasarnya dibuat dengan sistem pabrikasi yang ukurannya sesuai dengan bentuk beton yang diinginkan.&lt;br /&gt;• Bahan acuan adalah multiplek dan plat.&lt;br /&gt;• Bahan perancahnya adalah scaffolding atau baja yang dipabrikasi.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;c) Formwork Full Sistem&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;• Bersifat full universal, digunakan secara berulang kali.&lt;br /&gt;• Bahan acuan dan bahan perancah dirangkai secara pabrikasi.&lt;br /&gt;Jenis bekisting sistem ini sudah dikenal di Indonesia, sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;d) Formwork Pearl&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dibuat dari kayu plywood dan profil baja. Pada selasarnya, panel formwork ini dipakai untuk semua jenis struktur beton (kolom, dinding, plat, dan balok).&lt;br /&gt;Komponennya terdiri dari:&lt;br /&gt; Balok penahan,&lt;br /&gt; Plywood,&lt;br /&gt; Pengikat melintang dari profil baja.&lt;br /&gt;Keuntungan penggunaan bekisting pearl:&lt;br /&gt; Singkatnya masa konstruksi.&lt;br /&gt; Mutu permukaan beton cukup baik.&lt;br /&gt; Kebersihan proyek dapat dijaga.&lt;br /&gt; Tingkat pengulangan bahan bekinting cukup tinggi.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;e) Formwork Doka&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya sama dengan pearl, bedanya pada balok penahannya berupa profil tersusun. Dua-duanya mengandalkan kekuatan lem khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;---------------------------------------------------------------------------------&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Jangan lupa, berikan komentar ya jika ada saran atau masukan dan jika artikel ini bisa memberikan manfaat untuk Anda”&lt;/i&gt;...... :)&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.intekunik.tk/feeds/8902120819704811002/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.intekunik.tk/2012/01/acuan-dan-bekisting-formwork-bekisting.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1009966523848013763/posts/default/8902120819704811002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1009966523848013763/posts/default/8902120819704811002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.intekunik.tk/2012/01/acuan-dan-bekisting-formwork-bekisting.html' title='Acuan dan Bekisting / Formwork / Bekisting'/><author><name>Listiyono Budi</name><uri>https://plus.google.com/110402636316798837304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hEh7FruUtEs/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAhI/ZtX-MOdN4TU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1009966523848013763.post-5672537227026167297</id><published>2017-06-13T21:05:00.000+07:00</published><updated>2017-11-15T10:10:01.973+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Teknik Sipil - Beton"/><title type='text'>Jenis-jenis dan Sifat Mortar</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;Mortar (sering disebut juga mortel atau spesi) adalah campuran yang terdiri dari pasir, bahan perekat serta air, dan diaduk sampai homogen. Pasir sebagai bahan bangunan dasar harus direkatkan dengan bahan perekat. Bahan perekat yang digunakan dapat bermacam-macam, yaitu dapat berupa tanah liat, kapur, semen merah (bata merah yang dihaluskan), maupun semen potland. (Tjokrodimuljo 1996:125).&lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;A. Jenis Mortar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tjokrodimuljo (1996:125) membagi mortar berdasarkan jenis bahan ikatnya menjadi empat jenis, yaitu mortar lempung/lumpur, mortar kapur, mortar semen dan mortar khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;1) Mortar Lumpur&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Mortar lumpur diperoleh dari campuran pasir, lumpur/tanah liat dengan air. Pasir, tanah liat dan air tersebut dicampur sampai rata dan mempunyai kelecakan yang cukup baik. Jumlah pasir harus diberikan secara tepat untuk memperoleh adukan yang baik. Terlalu sedikit pasir menghasilkan mortar yang retak-retak setelah mengeras sebagai akibat besarnya susutan pengeringan. Terlalu banyak pasir menyebabkan adukan kurang dapat melekat dengan baik. Mortar jenis ini digunakan sebagai bahan tembok atau tungku api di pedesaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;2) Mortar Kapur&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Mortar kapur dibuat dari campuran pasir, kapur, semen merah dan air. Kapur dan pasir mula-mula dicampur dalam keadaan kering kemudian ditambahkan air. Air diberikan secukupnya untuk memperoleh adukan dengan kelecakan yang baik. Selama proses pelekatan kapur mengalami susutan sehingga jumlah pasir yang umum digunakan adalah tiga kali volume kapur. Kapur yang dapat digunakan adalah fat lime dan hydraulic lime.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;3) Mortar Semen&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Mortar semen merupakan campuran semen, pasir dan air pada proporsi yang sesuai. Perbandingan volume semen dan pasir bekisar pada 1 : 2 sampai dengan 1 : 6 atau lebih tergantung penggunaannya. Mortar semen lebih kuat dari jenis mortar lain, sehingga mortar semen sering digunakan untuk tembok, pilar, kolom atau bagian-bagian lain yang menahan beban. Karena mortar ini rapat air, maka juga sering digunakan untuk bagian luar dan yang berada di bawah tanah. Dalam adukan beton atau mortar, air dan semen membentuk pasta yang disebut pasta semen. Pasta semen ini selain mengisi pori-pori diantara butir-butir agregat halus, juga bersifat sebagai perekat atau pengikat dalam proses pengerasan, sehingga butiran-butiran agregat saling terikat dengan kuat dan terbentuklah suatu massa yang kompak atau padat (Tjokrodimuljo 1996:5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;4) Mortar Khusus&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Mortar khusus dibuat dengan menambahkan bahan khusus pada mortar kapur dan mortar semen dengan tujuan tertentu. Mortar ringan diperoleh dengan menambahkan asbestos fibres, jutes fibres (serat alami), butir – butir kayu, serbuk gergaji kayu, serbuk kaca dan lain sebagainya. Mortar khusus digunakan dengan tujuan dan maksud tertentu, contohnya mortar tahan api diperoleh dengan penambahan serbuk bata merah dengan alum inous cement, dengan perbandingan satu aluminous cement dan dua serbuk batu api. Mortar ini biasanya di pakai untuk tungku api dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;B. Sifat-sifat Mortar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Menurut Tjokrodimuljo (1996:126) mortar yang baik harus mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. Murah.&lt;br /&gt;b. Tahan lama.&lt;br /&gt;c. Mudah dikerjakan (diaduk, diangkat, dipasang dan diratakan).&lt;br /&gt;d. Melekat dengan baik dengan bata, batu dan sebagainya.&lt;br /&gt;e. Cepat kering dan mengeras.&lt;br /&gt;f. Tahan terhadap rembesan air.&lt;br /&gt;g. Tidak timbul retak-retak setelah dipasang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemakaian mortar pada kondisi bangunan tertentu disyaratkan untuk memenuhi mutu adukan yang tertentu pula. Sebagai contoh untuk bangunan gedung bertingkat banyak diisyaratkan menggunakan mortar yang kuat tekan minimumnya 3,0 Mpa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;---------------------------------------------------------------------------------&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Jangan lupa, berikan komentar ya jika ada saran atau masukan dan jika artikel ini bisa memberikan manfaat untuk Anda”&lt;/i&gt;...... :)&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.intekunik.tk/feeds/5672537227026167297/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.intekunik.tk/2011/10/jenis-jenis-dan-sifat-mortar.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1009966523848013763/posts/default/5672537227026167297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1009966523848013763/posts/default/5672537227026167297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.intekunik.tk/2011/10/jenis-jenis-dan-sifat-mortar.html' title='Jenis-jenis dan Sifat Mortar'/><author><name>Listiyono Budi</name><uri>https://plus.google.com/110402636316798837304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hEh7FruUtEs/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAhI/ZtX-MOdN4TU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1009966523848013763.post-2988477619403652156</id><published>2017-04-16T08:32:00.000+07:00</published><updated>2017-11-15T09:55:37.053+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Teknik Sipil - Jalan Raya"/><title type='text'>Definisi dan Jenis-jenis Aspal</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;b&gt;Definisi Aspal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspal ialah bahan hidro karbon yang bersifat melekat (adhesive), berwarna hitam kecoklatan, tahan terhadap air, dan visoelastis. Aspal sering juga disebut bitumen merupakan bahan pengikat pada campuran beraspal yang dimanfaatkan sebagai lapis permukaan lapis perkerasan lentur. Aspal berasal dari aspal alam (aspal buton} atau aspal minyak (aspal yang berasal dari minyak bumi). Berdasarkan konsistensinya, aspal dapat diklasifikasikan menjadi aspal padat, dan aspal cair.&lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspal atau bitumen adalah suatu cairan kental yang merupakan senyawa hidrokarbon dengan sedikit mengandung sulfur, oksigen, dan klor. Aspal sebagai bahan pengikat dalam perkerasan lentur mempunyai sifat viskoelastis. Aspal akan bersifat padat pada suhu ruang dan bersifat cair bila dipanaskan. Aspal merupakan bahan yang sangat kompleks dan secara kimia belum dikarakterisasi dengan baik. Kandungan utama aspal adalah senyawa karbon jenuh dan tak jenuh, alifatik dan aromatic yang mempunyai atom karbon sampai 150 per molekul. Atom-atom selain hidrogen dan karbon yang juga menyusun aspal adalah nitrogen, oksigen, belerang, dan beberapa atom lain. Secara kuantitatif, biasanya 80% massa aspal adalah karbon, 10% hydrogen, 6% belerang, dan sisanya oksigen dan nitrogen, serta sejumlah renik besi, nikel, dan vanadium. Senyawa-senyawa ini sering dikelaskan atas aspalten (yang massa molekulnya kecil) dan malten (yang massa molekulnya besar). Biasanya aspal mengandung 5 sampai 25% aspalten. Sebagian besar senyawa di aspal adalah senyawa polar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Fungsi Aspal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi aspal antara lain adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;a.) Untuk mengikat batuan agar tidak lepas dari permukaan jalan akibat lalu lintas (water proofing, protect terhadap erosi)&lt;br /&gt;b.) Sebagai bahan pelapis dan perekat agregat.&lt;br /&gt;c.) Lapis resap pengikat (prime coat) adalah lapisan tipis aspal cair yang diletakan di atas lapis pondasi sebelum lapis berikutnya.&lt;br /&gt;d.) Lapis pengikat (tack coat) adalah lapis aspal cair yang diletakan di atas jalan yang telah beraspal sebelum lapis berikutnya dihampar, berfungsi pengikat di antara keduanya.&lt;br /&gt;e.) Sebagai pengisi ruang yang kosong antara agregat kasar, agregat halus, dan filler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jenis Aspal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspal yang digunakan sebagai bahan untuk jalan pembuatan terbagi atas dua jenis yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; 1. Aspal Alam&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut sifat kekerasannya dapat berupa:&lt;br /&gt;a. Batuan = asbuton&lt;br /&gt;b. Plastis = trinidad&lt;br /&gt;c. Cair = bermuda&lt;br /&gt;Menurut kemurniannya terdiri dari :&lt;br /&gt;a. Murni = bermuda&lt;br /&gt;b. Tercampur dengan mineral = asbuton + Trinidad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;2. Aspal buatan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis aspal ini dibuat dari proses pengolahan minya bumi, jadi bahan baku yang dibuat untuk aspal pada umumnya adalah minyak bumi yang banyak mengandung aspal. Jenis dari aspal buatan antara lain adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;--&amp;gt; Aspal Keras&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspal keras igunakan untuk bahan pembuatan AC. Aspal yang digunakan dapat berupa aspal keras penetrasi 60 atau penetrasi 80 yang memenuhi persyaratan aspal keras. Jenis-jenisnya :&lt;br /&gt;1. Aspal penetrasi rendah 40 / 55, digunakan untuk kasus: Jalan dengan volume lalu lintas tinggi, dan daerah dengan cuaca iklim panas.&lt;br /&gt;2. Aspal penetrasi rendah 60 / 70, digunakan untuk kasus : Jalan dengan volume lalu lintas sedang atau tinggi, dan daerah dengan cuaca iklim panas.&lt;br /&gt;3. Aspal penetrasi tinggi 80 / 100, digunakan untuk kasus : Jalan dengan volume lalu lintas sedang / rendah, dan daerah dengan cuaca iklim dingin.&lt;br /&gt;4. Aspal penetrasi tinggi 100 / 110, digunakan untuk kasus : Jalan dengan volume lalu lintas rendah, dan daerah dengan cuaca iklim dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;--&amp;gt; Aspal Cair&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspal cair digunakan untuk keperluan lapis resap pengikat (prime coat) digunakan aspal cair jenis MC – 30, MC – 70, MC – 250 atau aspal emulsi jenis CMS, MS. Untuk keperluan lapis pengikat (tack coat) digunakan aspal cair jenis RC – 70, RC – 250 atau aspal emulsi jenis CRS, RS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;3. Aspal emulsi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aspal cair yang dihasilkan dengan cara mendispersikan aspal keras ke dalam air atau sebaliknya dengan bantuan bahan pengemulsi sehingga diperoleh partikel aspal yang bermuatan listrik positif (kationik), negatif (anionik) atau tidak bermuatan listrik (nonionik). Jenis-jenisnya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;--&amp;gt; Aspal emulsi anionik&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspal cair yang dihasilkan dengan cara mendispersikan aspal keras ke dalam air atau sebaliknya dengan bantuan bahan pengemulsi anionik sehingga partikel-partikel aspal bermuatan ion-negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;--&amp;gt; Aspal emulsi anionik mengikat cepat (Rapid setting, RS) &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aspal emulsi bermuatan negatif yang aspalnya mengikat agregat secara cepat setelah kontak dengan agregat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;--&amp;gt; Aspal emulsi anionik mengikat lebih cepat (Quick setting, QS) &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspal emulsi bermuatan negatif yang aspalnya mengikat agregat secara lebih cepat setelah kontak dengan agregat. Meliputi : QS-1h (quick setting-1): Mengikat lebih cepat-1 keras (Pen 40-90).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;--&amp;gt; Aspal emulsi jenis mantap sedang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspal emulsi yang butir-butir aspalnya bermuatan listrik positip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;--&amp;gt; Aspal emulsi kationik&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspal cair yang dihasilkan dengan cara mendispersikan aspal keras ke dalam air atau sebaliknya dengan bantuan bahan pengemulsi jenis kationik sehingga partikel-partikel aspal bermuatan ion positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;--&amp;gt; Aspal emulsi kationik mengikat cepat (CRS) &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Aspal emulsi bermuatan positif yang aspalnya memisah dari air secara cepat setelah kontak dengan agregat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;--&amp;gt; Aspal emulsi kationik mengikat lambat (CSS) &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspal emulsi bermuatan positif yang aspalnya memisah dari air secara lambat setelah kontak dengan agregat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;--&amp;gt; Aspal emulsi kationik mengikat lebih cepat (CQS) &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Aspal emulsi bermuatan positif yang aspalnya memisah dari air secara lebih cepat setelah kontak dengan agregat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;--&amp;gt; Aspal emulsi kationik mengikat sedang (CMS) &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Aspal emulsi bermuatan positif yang aspalnya memisah dari air secara sedang setelah kontak dengan agregat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;--&amp;gt; Aspal emulsi mantap cepat (Cationic Rapid Setting - CRS) &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Aspal emulsi kationik yang partikel aspalnya memisah cepat dari air setelah kontak dengan aggregat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;--&amp;gt; Aspal emulsi mantap cepat (cationic rapid setting, CRS) &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Aspal emulsi kationik yang partikel aspalnya memisah cepat dari air setelah kontak dengan aggregate aspal emulsi jenis kationik yang partikel aspalnya memisah dengan cepat dari air setelah kontak dengan udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;4. Ter&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.intekunik.tk/feeds/2988477619403652156/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.intekunik.tk/2011/04/definisi-dan-jenis-jenis-aspal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1009966523848013763/posts/default/2988477619403652156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1009966523848013763/posts/default/2988477619403652156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.intekunik.tk/2011/04/definisi-dan-jenis-jenis-aspal.html' title='Definisi dan Jenis-jenis Aspal'/><author><name>Listiyono Budi</name><uri>https://plus.google.com/110402636316798837304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hEh7FruUtEs/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAhI/ZtX-MOdN4TU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1009966523848013763.post-3875473976639722442</id><published>2017-03-11T18:35:00.000+07:00</published><updated>2017-11-15T10:11:42.987+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Teknik Sipil - Pondasi"/><title type='text'>Pondasi Tiang Pancang</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;Pondasi tiang pancang adalah bagian dari struktur yang digunakan untuk menerima dan mentransfer (menyalurkan) beban dari struktur atas ke tanah penunjang yang terletak pada kedalaman tertentu. Tiang pancang pada dasarnya sama dengan bore pile, hanya saja yang membedakan adalah bahan dasarnya.&lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-mCnhKsz_TjI/TpQp7WpKPQI/AAAAAAAAAYc/nMWROmS3KFk/s1600/1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;242&quot; src=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-mCnhKsz_TjI/TpQp7WpKPQI/AAAAAAAAAYc/nMWROmS3KFk/s400/1.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tiang pancang menggunakan beton jadi yang langsung ditancapkan langsung ke tanah dengan menggunakan mesin pemancang. Karena ujung tiang pancang lancip menyerupai paku, oleh karena itu tiang pancang tidak memerlukan proses pengeboran. Pondasi ini diaplikasikan ketika apabila:&lt;br /&gt;a) Kondisi di sekitarnya tidak ada aktifitas pembebanan sebelumnya.&lt;br /&gt;b) Waktu pengerjaan yang terbatas&lt;br /&gt;c) Tanah berawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiang pancang bentuknya panjang dan langsing yang menyalurkan beban ke tanah yang lebih dalam. Bahan utama dari tiang adalah kayu, baja (steel), dan beton. Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan dari masing-masing bahan tersebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;a) Kayu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Di daerah yang mempunyai sumber alam berupa hutan maka banyak pondasi memakai kayu.Keuntungan memakai pondasi kayu adalah:&lt;br /&gt; Ringan &lt;br /&gt; Harga murah&lt;br /&gt; Cocok untuk beban yang ringan &lt;br /&gt;Sedangkan kerugian adalah: &lt;br /&gt; Ukuran terbatas, (Panjang dan luas penampang)&lt;br /&gt; Mudah lapuk kalau tidak terendam air&lt;br /&gt; Kekuatan lemah&lt;br /&gt; Sulit didapat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;b) Baja&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tiang pancang dari baja banyak dipakai untuk pondasi. Keuntungannya : &lt;br /&gt; Kuat menahan beban&lt;br /&gt; Ukuran tidak terbatas (panjang, luas penampang)&lt;br /&gt; Bentuk tiang bermacam-macam. &lt;br /&gt;Kekurangan : &lt;br /&gt; Harga mahal&lt;br /&gt; Berat&lt;br /&gt; Titik penyambungan harus diperhatikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;c) Beton&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tiang pancang dari beton banyak dipakai untuk pondasi. Keuntungannya : &lt;br /&gt; Kuat menahan beban&lt;br /&gt; Ukuran tidak terbatas (panjang, luas penampang)&lt;br /&gt; Bentuk tiang bermacam-macam. &lt;br /&gt;Kekurangan : &lt;br /&gt; Harga mahal&lt;br /&gt; Berat&lt;br /&gt; Titik penyambungan harus diperhatikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiang pancang yang terbuat dari bahan ini adalah dipukul, di bor atau di dongkrak ke dalam tanah dan dihubungkan dengan Pile cap (poer). Tergantung juga pada tipe tanah, material dan karakteistik penyebaran beban tiang pancang di klasifikasikan berbeda-beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;---------------------------------------------------------------------------------&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Jangan lupa, berikan komentar ya jika ada saran atau masukan dan jika artikel ini bisa memberikan manfaat untuk Anda”&lt;/i&gt;...... :)&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.intekunik.tk/feeds/3875473976639722442/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.intekunik.tk/2011/10/pondasi-tiang-pancang.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1009966523848013763/posts/default/3875473976639722442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1009966523848013763/posts/default/3875473976639722442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.intekunik.tk/2011/10/pondasi-tiang-pancang.html' title='Pondasi Tiang Pancang'/><author><name>Listiyono Budi</name><uri>https://plus.google.com/110402636316798837304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hEh7FruUtEs/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAhI/ZtX-MOdN4TU/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://2.bp.blogspot.com/-mCnhKsz_TjI/TpQp7WpKPQI/AAAAAAAAAYc/nMWROmS3KFk/s72-c/1.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1009966523848013763.post-3774080971908393053</id><published>2017-01-14T09:46:00.000+07:00</published><updated>2017-11-15T10:12:57.158+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Teknik Sipil - Utilitas Bangunan"/><title type='text'>Sistem Instalasi Penyediaan Air Bersih</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;Dewasa ini sistem penyediaan air bersih yang banyak digunakan dapat dikelompokkan sebagai berikut :&lt;br /&gt;1) Sistem Sambungan Langsung&lt;br /&gt;2) Sistem Tangki Atap&lt;br /&gt;3) Sistem Tangki Tekan&lt;br /&gt;4) Sistem Tanpa Tangki (Booster System)&lt;br /&gt;Berikut adalah penjelasan dari masing-masing sistem tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1) Sistem Sambungan Langsung&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sistem ini pipa distribusi dalam gedung langsung dengan pipa utama penyediaan air bersih (misalnya: pipa utama di bawah jalan dari perusahaan air minum). Karena terbatasnya tekanan dalam pipa utama dan dibatasinya ukuran pipa, cabang dari pipa utama tersebut, maka sistem ini terutama dapat diterapkan untuk perumahan dan gedung-gedung kecil dan rendah. Ukuran pipa cabang biasnya diatur/ditetapkan oleh perusahaan air minum. Tangki pemanas air biasanya tidak disambung langsung kepada pipa distribusi, dan dibeberapa daerah tidak diizinkan memasang katup gelontor (flush valve).&lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2) Sistem Tangki Atap&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila sistem sambungan langsung oleh berbagai alasan tidak dapat diterapkan, sebagai gantinya banyak sekali digunakan sistem tangki atap, terutama di negara Amerika Serikat dan Jepang. Dalam sistem ini, air ditampung lebih dahulu dalam tangki bawah (dipasang pada lantai terendah bangunan atau dibawah muka tanah) kemudian dipompakan ke suatu tangki atas yang biasanya dipasang diatas atap atau diatas lantai tertinggi bangunan. Dari tangki atap ini diterapkan seringkali dengan alasan-alasan berikut:&lt;br /&gt;a. Selama air digunakan, perubahan tekanan yang terjadi pada alat plambing hampir tidak terjadi, perubahan tekanan ini hanyalah akibat muka air dalam tangki atap.&lt;br /&gt;b. Sistem pompa yang dinaikkan air tangki atap bekerja otomatis dengan cara yang sangat sederhana sehingga kecil sekali kemungkinan timbulnya kesulitan. Pompa biasanya dijalankan dan dimatikan oleh alat yang mendeteksi muka dalam tangki atap.&lt;br /&gt;c. Perawatan tangki atap sangat sederhana jika dibandingkan dengan tangki tekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GAMBAR 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bangunan-bangunan yang cukup besar, sebaiknya disediakan pompa cadangan untuk menaikkan air ke tangki atap. Pompa cadangan ini dalam keadaan normal biasanya dijalankan bergantian dengan pompa utama, untuk menjaga agar kalau ada kerusakan atau kesulitan maka dapat segera diketahui. Apabila tekanan air dalam pipa utama cukup besar, air dapat langsung dialirkan ke dalam tangki atap tanpa disimpan dalam tangki bawah dan dipompa. Dalam keadaan demikian ketinggian lantai atas yang dapat dilayani akan tergantung pada besarnya tekanan air dalam pipa utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal terpenting dalam sistem tangki atap ini adalah menentukan letak “tangki atap” tersebut apakah dipasang di dalam langit-langit, atau di atas atap (misalnya untuk atap dari beton) atau dengan suatu kontruksi menara yang khusus. Penentuan ini harus didasarkan pada jenis alat plambing yang dipasang pada lantai tertinggi bangunan dan tekanan kerja yang tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3) Sistem Tangki Tekan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem tangki tekan diterapkan dalam keadaan dimana suatu kondisi tidak dapat digunakan sistem sambungan langsung. Prinsip kerja sistem ini adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air yang telah ditampung dalam tangki bawah, dipompakan ke dalam suatu bejana (tangki) tertutup sehingga udara di dalamnya terkompresi. Air dalam tangki tersebut dialirkan ke dalam suatu distribusi bangunan. Pompa bekerja secara otomatis yang diatur oleh suatu detektor tekanan, yang menutup/membuka saklar motor listrik penggerak pompa. Pompa berhenti bekerja kalau tekanan tangki telah mencapai suatu batas minimum yang ditetapkan, daerah fluktuasi tekanan ini biasanya ditetapkan antara 1,0 sampai 1,5 kg/cm2. Daerah yang makin lebar biasanya baik bagi pompa karena memberikan waktu lebih lama untuk berhenti, tetapi seringkali menimbulkan efek yang negatif pada peralatan plambing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GAMBAR 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sistem ini udara yang terkompresi akan menekan air ke dalam sistem distribusi dan setelah berulang kali mengembang dan terkompresi lama kelamaan akan berkurang, karena larut dalam air atau ikut terbawa keluar tangki. Sistem tangki tekan biasanya dirancang agar volume udara tidak lebih dari 30% terhadap volume tangki dan 70% volume tangki berisi air. Bila mula-mula seluruh tangki berisi udara pada tekanan atmosfer, dan bila fluktuasi tekanan antara 1,0 sampai dengan 1,5 kg/cm2, maka sebenarnya volume efektif air yang mengalir hanyalah sekitar 10% dari volume tangki. Untuk melayani kebutuhan air yang besar maka akan diperlukan tangki tekan yang besar. Untuk mengatasi hal ini maka tekanan awal udara dalam tangki dibuat lebih besar dari tekanan atmosfer (dengan memasukkan udara kempa ke dalam tangki). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan sistem tangki tekan yaitu :&lt;br /&gt;a. Lebih menguntungkan dari segi estetika karena tidak terlalu mencolok dibandingkan dengan tangki atap.&lt;br /&gt;b. Mudah perawatannya karena dapat dipasang dalam ruang mesin bersama pompa-pompa lainya.&lt;br /&gt;c. Harga awal lebih rendah dibandingkan dengan tangki yang harus dipasang di atas menara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan kekurangannya yaitu :&lt;br /&gt;a. Daerah fluktuasi tekanan sebesar 1,0 kg/cm2 sangat besar dibandingkan dengan sistem tangki atap yang hampir tidak ada fluktuasinya. Fluktuasi yang besar ini dapat menimbulkan fluktuasi aliran air yang cukup berarti pada alat plambing, dan pada alat pemanas gas dapat menghasilkan air dengan temperatur yang berubah-ubah.&lt;br /&gt;b. Dengan berkurangnya udara dalam tangki tekan, maka setiap beberapa hari sekali harus ditambahkan udara kempa dengan kompresor atau dengan menguras seluruh air dalam tangki tekan.&lt;br /&gt;c. Sistem tangki tekan dapat dianggap sebagai suatu sistem pengaturan otomatik pompa penyediaan air saja dan bukan sebagai sistem penyimpanan air seperti tangki atap.&lt;br /&gt;d. Karena jumlah air yang efektif tersimpan dalam tangki tekan relatif sedikit, maka pompa akan sering bekerja sehingga menyebabkan keausan pada saklar yang lebih cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4) Sistem Tanpa Tangki (Booster System)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sistem ini tidak digunakan tangki apapun, baik tangki bawah, tangki tekan, ataupun tangki atap. Air dipompakan langsung ke sistem distribusi bangunan dan pompa penghisap air langsung dari pipa utama (misalnya pipa utama perusahaan air minum). Ada 2 macam pelaksanaan sistem ini, dikaitkan dengan kecepatan putaran pompa :  &lt;br /&gt;a. Sistem kecepatan putaran konstan&lt;br /&gt;Sistem ini menerapkan sambungan paralel beberapa pompa identik yang bekerja pada kecepatan putaran konstan. Satu pompa selalu dalam keadaan bekerja, sedangkan pompa-pompa lainnya akan ikut bekerja yang diatur secara otomatis oleh suatu alat pendeteksi tekanan atau laju aliran air keluar dari sistem pompa ini.&lt;br /&gt;b. Sistem kecepatan putaran  variabel &lt;br /&gt;Pada sistem ini laju aliran air yang dihasilkan oleh pompa diatur dengan mengubah kecepatan putaran pompa secara otomatis oleh suatu alat yang mendeteksi tekanan atau laju air keluar dari pompa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-ciri sistem tanpa tangki (booster system) antara lain adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. Mengurangi kemungkinan pencemaran air minum&lt;br /&gt;b. Mengurangi kemungkinan terjadinya karat&lt;br /&gt;c. Untuk bangunan tinggi, dapat mengurangi beban struktur&lt;br /&gt;d. Untuk perumahan dapat menggantikan menara air&lt;br /&gt;e. Penyediaan air tergantung pada sumber daya&lt;br /&gt;f. Pemakaian daya besar dibanding sistem tangki atap&lt;br /&gt;g. Biaya awal tinggi karena harga sistem pengaturannya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;---------------------------------------------------------------------------------&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Jangan lupa, berikan komentar ya jika ada saran atau masukan dan jika artikel ini bisa memberikan manfaat untuk Anda”&lt;/i&gt;...... :)&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.intekunik.tk/feeds/3774080971908393053/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.intekunik.tk/2012/01/sistem-instalasi-penyediaan-air-bersih.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1009966523848013763/posts/default/3774080971908393053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1009966523848013763/posts/default/3774080971908393053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.intekunik.tk/2012/01/sistem-instalasi-penyediaan-air-bersih.html' title='Sistem Instalasi Penyediaan Air Bersih'/><author><name>Listiyono Budi</name><uri>https://plus.google.com/110402636316798837304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hEh7FruUtEs/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAhI/ZtX-MOdN4TU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1009966523848013763.post-7770583223381137837</id><published>2016-12-10T17:43:00.000+07:00</published><updated>2017-11-15T10:10:52.314+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Teknik Sipil - Pemindahan Tanah Mekanis"/><title type='text'>Pembagian Traktor Berdasarkan Penggerak Utama</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;Pembagian alat berat berdasarkan penggerak utamanya, dapat digolongkan  menjadi dua  yakni traktor roda kelabang (Crawler Tractor) dan traktor yang menggunakan roda ban (wheel tractor). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Traktor Roda Kelabang (Crawler Tractor)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Crawler Tractor dibutuhkan jika antara roda dan permukaan tanah dikehendaki gesekan  yang besar, serta mendapatkan tenaga maksimum pada waktu kerja, sebab Crawler Tractor tidak bisa selip, tetapi kecepatannya sangat rendah; kecepatan maksimum Crawler Tractor hanya sekitar 4,5 km/jam. Umumnya Crawler Tractor digunakan untuk menggusur tanah, contoh Crawler Tractor terdapat pada Gambar: 1.1&lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegunaan Crawler Tractor  terutama sebagai: &lt;br /&gt;- Tenaga penggerak untuk mendorong, misalnya: Buldoser, Loader. &lt;br /&gt;- Tenaga penggerak untuk penarik, misalnya: Scrapper, Sheep foot roller. &lt;br /&gt;- Tenaga penggerak alat angkut, misalnya: truck. &lt;br /&gt;- Tempat duduknya alat-alat berat lain, misalnya: Crane&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-jK6sZ2G7pQM/TpbABz3BMTI/AAAAAAAAAY0/RY-15xqfpCU/s1600/1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;262&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-jK6sZ2G7pQM/TpbABz3BMTI/AAAAAAAAAY0/RY-15xqfpCU/s400/1.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Traktor Roda Ban (Wheel Tractor)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wheel Tractor menggunakan ban karet yang dipompa (Gambar: 1.2), dan penggunaannya  dimaksudkan untuk memperoleh kecepatan yang lebih besar dari Crawler Tractor,  tetapi Wheel Tractor memiliki daya tarik yang lebih kecil dari Crawler Tractor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-7M2b5MNC0aI/TpbAOs9huaI/AAAAAAAAAZA/4HsrxEaTHaE/s1600/2.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;304&quot; src=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-7M2b5MNC0aI/TpbAOs9huaI/AAAAAAAAAZA/4HsrxEaTHaE/s400/2.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tipe Wheel Tractor ada dua yaitu, Wheel Tractor roda dua dan Wheel Tractor roda empat. Jika dibandingkan dengan yang menggunakan roda empat Wheel Tractor roda dua  mempunyak kemungkinan selip yang lebih besar, tetapi sebaliknya Wheel Tractor roda  dua memiliki kemampuan menarik yang lebih besar, sebab seluruh beratnya dilimpahkan pada dua roda saja. Selain itu pemeliharaan Wheel Tractor dengan roda dua lebih  murah karena jumlah rodanya lebih sedikit; tetapi karena rodanya lebih sedikit  itulah maka Wheel Tractor mempunyai ketahanan gelinding yang lebih kecil. Wheel Tractor roda empat lebih nyaman dikemudikan; pada kondisi kerja jalan yang sangat jelek lebih stabil sehingga kemungkinan berjalan pada kecepatan yang lebih tinggi lebih besar. Traktor jenis ini jika dilepas dapat bekerja sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel I.1 Perbedaan Crawler Tractor dan wheel tractor.&lt;br /&gt;&lt;style type=&quot;text/css&quot;&gt;table.tableizer-table {border: 1px solid #CCC; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px;} .tableizer-table td {padding: 4px; margin: 3px; border: 1px solid #ccc;} .tableizer-table th {background-color: #104E8B; color: #FFF; font-weight: bold;} &lt;/style&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table class=&quot;tableizer-table&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr class=&quot;tableizer-firstrow&quot;&gt;&lt;th&gt;Crawler Tractor&lt;/th&gt;&lt;th&gt;Wheel Tractor&lt;/th&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;Memiliki kemampuan tarik yang besar&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Kemampuan tarik lebih kecil&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;Kecepatannya relatif kecil&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Kecepatan relatif besar&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;Luas bidang singgung antara roda dengan tanah lebih besar&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Luas bidang singgung antara roda dengan tanah lebih kecil&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;Dapat bekerja pada kondisi tanah yang buruk&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Efektivitas kerja dipengaruhi oleh kondisi tanah di lapangan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;Kemungkinan selip tidak ada&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Mungkin terjadi selip&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;---------------------------------------------------------------------------------&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber Pustaka :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Wedhanto, Sonny. 2009. &lt;i&gt;Alat  Berat dan Pemindahan Tanah Mekanis (Diktat Kuliah Untuk Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Universitas Negeri Malang (UM).&lt;/i&gt; Malang : Jurusan Teknik Sipil, Faklutas Teknik, Universitas Negeri Malang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;---------------------------------------------------------------------------------&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Jangan lupa, berikan komentar ya jika ada saran atau masukan dan jika artikel ini bisa memberikan manfaat untuk Anda”&lt;/i&gt;...... :)&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.intekunik.tk/feeds/7770583223381137837/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.intekunik.tk/2011/10/pembagian-traktor-berdasarkan-penggerak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1009966523848013763/posts/default/7770583223381137837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1009966523848013763/posts/default/7770583223381137837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.intekunik.tk/2011/10/pembagian-traktor-berdasarkan-penggerak.html' title='Pembagian Traktor Berdasarkan Penggerak Utama'/><author><name>Listiyono Budi</name><uri>https://plus.google.com/110402636316798837304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hEh7FruUtEs/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAhI/ZtX-MOdN4TU/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://1.bp.blogspot.com/-jK6sZ2G7pQM/TpbABz3BMTI/AAAAAAAAAY0/RY-15xqfpCU/s72-c/1.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1009966523848013763.post-3219714534777046918</id><published>2016-10-04T06:08:00.000+07:00</published><updated>2017-11-15T10:12:17.479+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Teknik Sipil - Civil Engineering"/><title type='text'>Dinding Partisi</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;Sesuai dengan namanya dinding partisi memang dikhususkan untuk sekat antar ruang. Karena di desain sebagai sekat antara ruang satu dan yang lain, dinding ini memiliki desain konstruksi yang lebih praktis dan ringan dibanding dengan konstruksi dinding yang lain. Bahan partisi untuk dinding jenis ini termasuk bagus dan murah. Sayangnya dinding ini tidak bisa digunakan untuk dinding luar (eksterior). Ini disebabkan sifat bahannya yang kurang menjamin faktor keamanan dari gangguan luar. Disamping tidak cocok untuk konstruksi terbuka, dinding jenis ini juga tidak dirancang untuk memikul beban yang berat. Dinding macam ini banyak digunakan sebagai bahan penyekat ruangan, terutama di perkantoran. &lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan yang dipakai umumnya terdiri dari lembaran multiplek atau papan gipsum dengan ketebalan 9-12 mm. Bahan lain yang bagus untuk partisi adalah papan semen fiber glass. Bahan tersebut terbuat dari campuran semen dan fiber glass sehingga sangat kuat. Pemasangan ke rangka (kayu atau hollow) menggunakan sekrup. Bahannya mudah dipotong hanya menggunakan gergaji. Ketebalannya beragam mulai dari 4 mm, 6 mm, 9 mm, 12 mm, dan 15 mm. Panjang dan lebarnya sama dengan ukuran lembaran tripleks, yaitu 122 cm x 244 cm. Dari segi beban terhadap bangunan, dinding partisi dapat diabaikan. Untuk dinding partisi yang memakai bahan multiplek bisa dikatakan kurang aman, mengingat bahan mudah terbakar dan mudah mengelupas bila sering terkena air. Secara umum pemakaian partisi selalu dibuat dua lapis, untuk luar dan dalam. Bila dana terbatas, gunakan bahan partisi ini untuk pembatas ruangan. Jenis bahan disesuaikan dengan selera dan besarnya biaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-GRziagORy6o/TopAHptvmVI/AAAAAAAAAX8/D380KJVK7X4/s1600/gambar%2B1.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;314&quot; src=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-GRziagORy6o/TopAHptvmVI/AAAAAAAAAX8/D380KJVK7X4/s400/gambar%2B1.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini penggunaan dinding partisi semakin meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan perumahan dan perkantoran yang tidak hanya mempertimbangkan faktor biaya dan waktu yang dihabiskan dalam membangun suatu bangunan. Dinding partisi ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat di sektor real. Sementara ini dinding partisi merupakan hasil dari pengembangan teknologi yang tepat guna. Dimana perkembangan teknologinya selalu meningkat sejalan dengan inovasi produsen dinding partisi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-Ita7NGv9JUc/TopAOTwqnBI/AAAAAAAAAYE/nQXrJeKWokE/s1600/gambar%2B2.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-Ita7NGv9JUc/TopAOTwqnBI/AAAAAAAAAYE/nQXrJeKWokE/s400/gambar%2B2.JPG&quot; width=&quot;350&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-zW1H1kHqKzY/TopATruo_LI/AAAAAAAAAYM/mr2v7qb5NfY/s1600/gambar%2B3.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;274&quot; src=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-zW1H1kHqKzY/TopATruo_LI/AAAAAAAAAYM/mr2v7qb5NfY/s400/gambar%2B3.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-sH8uoRk6Yw8/TopAYsxZxTI/AAAAAAAAAYU/V_c56-5zaxc/s1600/gambar%2B4.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-sH8uoRk6Yw8/TopAYsxZxTI/AAAAAAAAAYU/V_c56-5zaxc/s400/gambar%2B4.JPG&quot; width=&quot;393&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;”Sumber Referensi : Buku Teknik Konstruksi Bangunan Gedung untuk SMK, Jilid 1. Karya A. G. Thamrin. Tahun 2008.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;---------------------------------------------------------------------------------&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Jangan lupa, berikan komentar ya jika ada saran atau masukan dan jika artikel ini bisa memberikan manfaat untuk Anda”&lt;/i&gt;...... :)&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.intekunik.tk/feeds/3219714534777046918/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.intekunik.tk/2011/10/dinding-partisi.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1009966523848013763/posts/default/3219714534777046918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1009966523848013763/posts/default/3219714534777046918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.intekunik.tk/2011/10/dinding-partisi.html' title='Dinding Partisi'/><author><name>Listiyono Budi</name><uri>https://plus.google.com/110402636316798837304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hEh7FruUtEs/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAhI/ZtX-MOdN4TU/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://2.bp.blogspot.com/-GRziagORy6o/TopAHptvmVI/AAAAAAAAAX8/D380KJVK7X4/s72-c/gambar%2B1.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1009966523848013763.post-8705840009036865722</id><published>2016-09-23T11:44:00.000+07:00</published><updated>2017-11-15T10:13:41.333+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Teknik Sipil - Civil Engineering"/><title type='text'>Dinding Bata Kapur dan Dinding Bata Hebel (Celcon)</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;b&gt;A. Dinding Bata Kapur&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukuran dinding bata kapur 8 cm x 17 cm x 30 cm. Dinding ini banyak digunakan pada rumah-rumah di pedesaan, perumahan rakyat, pagar pembatas tanah, atau rumah sederhana. Dinding bata kapur terbuat dari campuran tanah liat dengan kapur gunung. Macam-macam tipe campuran antara lain:&lt;br /&gt;a. Campuran bahan : tanah liat + tanah kapur + kapur-bubuk + semen.&lt;br /&gt;b. Campuran bahan : tras + kapur &lt;br /&gt;c. Campuran bahan : tanah liat + pasir + kapur bubuk + pc. Harganya sangat murah. Waktu pemasangan pun cepat dan sedikit pemakaian adukan semen-pasir. Bila telah terpasang dan diplester serta diaci dinding ini tidak akan terlihat dari tanah dan kapur. Dinding ini memerlukan kolom pengaku (kolom praktis) setiap 2,5 m.&lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-GU7kKynKeb8/TnwN2t3tWHI/AAAAAAAAAXU/OwA87wDSn44/s1600/gambar%2B1.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;249&quot; src=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-GU7kKynKeb8/TnwN2t3tWHI/AAAAAAAAAXU/OwA87wDSn44/s400/gambar%2B1.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;A. Dinding Bata Hebel (Celcon)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinding bata hebel atau celcon adalah bahan bangunan pembentuk dinding dengan mutu yang relatif tinggi. Penjualan bata jenis inipun tidak diretail pada setiap agen atau toko material. Pembelian biasanya harus dengan memesan terlebih dahulu. umumnya berukuran 10 cm x 19 cm x 59 cm. Bahannya terbuat dari pasir silika. Bata jenis ini harganya lebih mahal kurang lebih 16,5 % dari harga dinding bata merah untuk setiap 1 m2 terpasang. Dinding jenis ini sering digunakan pada &lt;br /&gt;rumah-rumah mewah, hotel,  apartemen, monumen dan gedung-gedung mewah yang lain.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan yang dimiliki dinding ini adalah cepatnya proses pemasangan, mudah dalam pemotongan karena hanya menggunakan gergaji, bahannya tahan api dan air serta kedap suara. Dinding jenis ini bisa saja tidak diplester, cukup diaci saja karena permukaannya yang sudah relatif rata dan permukaan batu yang lebar. Hanya saja ketebalan kusennya harus disesuaikan. Selain itu, dalam praktik pemasangan sangat sedikit bahan yang terbuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-rN1WYWC1V6M/TnwOH38DnwI/AAAAAAAAAXc/CuJm114m38A/s1600/gambar%2B2.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;241&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-rN1WYWC1V6M/TnwOH38DnwI/AAAAAAAAAXc/CuJm114m38A/s400/gambar%2B2.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Jarak pemasangan kolom penguat sama dengan yang disyaratkan pada bata merah. Pemesanan tidak dilakukan secara unit, melainkan dalam ukuran 1 m3. Untuk 1 m3 bata jenis ini bisa digunakan untuk pasangan dinding seluas 11,5 m2. Namun hal ini tergantung juga dengan ketebalan dinding, bisa saja kurang dari 11,5 m2 bila ketebalannya lebih besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-isqmP7Z3KUk/TnwORVTQhyI/AAAAAAAAAXk/EblOfruVwTA/s1600/gambar%2B3.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;177&quot; src=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-isqmP7Z3KUk/TnwORVTQhyI/AAAAAAAAAXk/EblOfruVwTA/s400/gambar%2B3.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-c-AhkV9KYs4/TnwOY6TuC2I/AAAAAAAAAXs/MrsWUCxuTmA/s1600/gambar%2B4.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;319&quot; src=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-c-AhkV9KYs4/TnwOY6TuC2I/AAAAAAAAAXs/MrsWUCxuTmA/s400/gambar%2B4.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-fWb6H0378c8/TnwOfuC9buI/AAAAAAAAAX0/F7o4_i45tRQ/s1600/gambar%2B5.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;298&quot; src=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-fWb6H0378c8/TnwOfuC9buI/AAAAAAAAAX0/F7o4_i45tRQ/s400/gambar%2B5.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;---------------------------------------------------------------------------------&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;”Sumber Referensi : Buku Teknik Konstruksi Bangunan Gedung untuk SMK, Jilid 1. Karya A. G. Thamrin. Tahun 2008.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;---------------------------------------------------------------------------------&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Jangan lupa, berikan komentar ya jika ada saran atau masukan dan jika artikel ini bisa memberikan manfaat untuk Anda”&lt;/i&gt;...... :)&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.intekunik.tk/feeds/8705840009036865722/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.intekunik.tk/2011/09/dinding-bata-kapur-dan-dinding-bata.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1009966523848013763/posts/default/8705840009036865722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1009966523848013763/posts/default/8705840009036865722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.intekunik.tk/2011/09/dinding-bata-kapur-dan-dinding-bata.html' title='Dinding Bata Kapur dan Dinding Bata Hebel (Celcon)'/><author><name>Listiyono Budi</name><uri>https://plus.google.com/110402636316798837304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hEh7FruUtEs/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAhI/ZtX-MOdN4TU/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://2.bp.blogspot.com/-GU7kKynKeb8/TnwN2t3tWHI/AAAAAAAAAXU/OwA87wDSn44/s72-c/gambar%2B1.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1009966523848013763.post-4707741037390936733</id><published>2016-09-23T09:56:00.000+07:00</published><updated>2017-11-15T10:14:24.204+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Teknik Sipil - Civil Engineering"/><title type='text'>Dinding Bangunan</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;Dinding adalah bagian bangunan yang sangat penting perannya bagi suatu konstruksi bangunan. Dinding membentuk dan melindungi isi bangunan baik dari segi konstruksi maupun penampilan artistik dari bangunan. Ditinjau dari bahan mentah yang dipakai, dinding bangunan dapat dibedakan atas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Bata cetak/bata kapur,&lt;/b&gt; adalah batu buatan yang dibuat dari campuran beberapa bahan dengan perbandingan tertentu, Umumnya digunakan pada rumah-rumah sederhana di perkampungan, pagar pembatas tanah dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Bata celcon atau hebel,&lt;/b&gt; terbuat dari pasir silika. Harganya lebih mahal dari pada bata merah. Ukuran umumnya 10 cm x 19 cm x 59 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Dinding Partisi,&lt;/b&gt; bahan yang dipakai umumnya terdiri dari lembaran multiplek atau papan gipsum dengan ketebalan 9-12 mm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Batako dan blok beton,&lt;/b&gt; adalah batu buatan yang dibuat dari campuran bahan mentah: tras+ kapur + pasir dengan perbandingan tertentu. Batu buatan jenis ini bentuknya berlubang, model dan lubangnya dibuat bermacam variasi model. Blok beton, adalah batu buatan yang dibuat dari campuran bahan mentah: semen + pasir dengan perbandingan tertentu, sama juga dengan bataco, blok beton ini juga berlubang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Batu bata (bata merah),&lt;/b&gt; pada umurnnya merupakan prisma tegak (balok) dengan penampang empat persegi panjang, ada juga batu bata yang berlubang-lubang, batu bata semacam ini kebanyakan digunakan untuk pasangan dinding peredam suara. Ukuran batu bata di berbagai tempat dan daerah tidak sama besamya disebabkan oleh karena belum ada keseragaman ukuran dan teknik pengolahan. Ukuran batu bata umumnya berkisar 22 x 10,5 x 4,8 cm sampai 24 x 11,5 x 5,5 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;---------------------------------------------------------------------------------&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;”Sumber Referensi : Buku Teknik Konstruksi Bangunan Gedung untuk SMK, Jilid 1. Karya A. G. Thamrin. Tahun 2008.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;---------------------------------------------------------------------------------&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Jangan lupa, berikan komentar ya jika ada saran atau masukan dan jika artikel ini bisa memberikan manfaat untuk Anda”&lt;/i&gt;...... :)&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.intekunik.tk/feeds/4707741037390936733/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.intekunik.tk/2011/09/dinding-bangunan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1009966523848013763/posts/default/4707741037390936733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1009966523848013763/posts/default/4707741037390936733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.intekunik.tk/2011/09/dinding-bangunan.html' title='Dinding Bangunan'/><author><name>Listiyono Budi</name><uri>https://plus.google.com/110402636316798837304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hEh7FruUtEs/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAhI/ZtX-MOdN4TU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1009966523848013763.post-8938014816546833632</id><published>2016-09-10T09:19:00.000+07:00</published><updated>2017-11-15T10:17:47.211+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Teknik Sipil - Manajemen Konstruksi"/><title type='text'>Manajemen Pelaksanaan Konstruksi</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;Proyek adalah sekumpulan aktifitas yang saling berhubungan dari awal hingga akhir untuk suatu hasil tertentu. Proyek merupakan aktivitas sementara dari personil, material ataupun sarana untuk mewujudkan sasaran-sasaran  dalam kurun waktu tertentu yang kemudian akan berakhir. Seluruh kegiatan yang mendukung pelaksanaan proyek memerlukan suatu manajemen yang biasanya disebut Manajemen Proyek. Manajemen proyek adalah suatu usaha untuk mengelola dan mengorganisasikan beragam sumber daya selama masa pelaksanaan proyek, dengan tujuan untuk mewujudkan sasaran proyek yang meliputi kualitas, waktu dan biaya sesuai yang telah ditentukan dalam perencanaan. &lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elemen utama dalam manajemen proyek: &lt;br /&gt;1) &lt;b&gt;Manajer proyek,&lt;/b&gt; dengan tugas dan tanggung jawab antara lain: &lt;br /&gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt; Menetapkan dan menjelaskan cara mencapai sasaran, serta menentukan personil yang tepat sesuai kewenangannya.&lt;br /&gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt; Menunjukkan kepemimpinan (leadership) serta memberi motivasi kepada seluruh staf.&lt;br /&gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt; Melakukan evaluasi atas kemajuan pelaksanaan dan mengambil tindakan yang tepat bila terjadi penyimpangan-penyimpangan.&lt;br /&gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt; Bertanggung jawab mengintegrasikan kegiatan dari berbagai fungsi untuk mencapai sasaran yang spesifik. &lt;br /&gt;2) &lt;b&gt;Tim Proyek,&lt;/b&gt; adalah sekelompok orang dari berbagai fungsi organisasi, disiplin ilmu dan keahlian yang dipimpin oleh manajer proyek. Tim akan memilih dan menunjuk sumber daya yang akan digunakan, meliputi: sub-kontraktor, mandor, dan  suplier material, alat dan jasa. Tim akan berperan aktif dalam menjalankan proyek untuk memenuhi target mutu, waktu dan biaya yang telah ditetapkan.&lt;br /&gt;3) &lt;b&gt;Sistem Manajemen Proyek,&lt;/b&gt; yang terdiri dari struktur organisasi dan sistem informasi. Organisasi yang ditetapkan umumnya bersifat fungsional yang berarti struktur organisasi dikelompokan menurut fungsi-fungsi yang spesifik. Sistem ini juga menyediakan sistem untuk mengintegrasikan perencanaan dengan pengendalian atau kontrol serta akumulasi informasi berupa pelaporan yang berkaitan dengan hasil atau kinerja, biaya, sumber daya yang digunakan, jadwal, dan biaya untuk menyelesaikan proyek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;---------------------------------------------------------------------------------&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(Sumber Referensi : Buku Struktur Bangunan untuk SMK, Jilid 1. Karya Dian Ariestadi. Tahun 2008.)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;---------------------------------------------------------------------------------&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Jangan lupa, berikan komentar ya jika ada saran atau masukan dan jika artikel ini bisa memberikan manfaat untuk Anda”&lt;/i&gt;...... :)&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.intekunik.tk/feeds/8938014816546833632/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.intekunik.tk/2011/09/manajemen-pelaksanaan-konstruksi.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1009966523848013763/posts/default/8938014816546833632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1009966523848013763/posts/default/8938014816546833632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.intekunik.tk/2011/09/manajemen-pelaksanaan-konstruksi.html' title='Manajemen Pelaksanaan Konstruksi'/><author><name>Listiyono Budi</name><uri>https://plus.google.com/110402636316798837304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hEh7FruUtEs/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAhI/ZtX-MOdN4TU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1009966523848013763.post-4375739794318902644</id><published>2015-12-19T14:35:00.000+07:00</published><updated>2017-11-15T10:24:34.785+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Arsitektur"/><title type='text'>Tips Menata Desain Furniture Apartemen Minimalis</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Apabila anda ingin menata Desain Furniture apartemen minimalis Dengan Praktis maka di sinilah tempatnya. Kami akan membagikan tips untuk anda cara menata Desain Furniture apartemen minimalis Dengan Praktis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut tips Desain Furniture apartemen minimalis Dengan Praktis yang mungkin dapat membantu Anda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Anda perlu mengetahui terlebih dahulu siapa saja yang akan tinggal di dalam apartemen minimalis tersebut. Bukan hanya jumlah, tetapi juga usia. Dengan adanya sebuah informasi yang rinci mengenai hal ini maka akan berpengaruh pada solusi desain setiap ruang serta pengelompokkan kegiatan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;2. Pilih satu tema untuk desain. Dengan semakin banyak tema maka akan semakin banyak pula biaya serta tenaga yang Anda keluarkan. Dengan banyaknya tema maka hal ini biasanya akan membuat ruangan menjadi kehilangan fokus.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;3. Anda dapat mengatur ruangan yang ada pada apartemen minimalis anda sesuai dengan kebutuhan anda. Jangan menambahkan ruangan yang nantinya tidak anda pergunakan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;4. Lakukan pergantian lantai apabila lantai apartemen Anda mulai rusak. Bila masih bagus maka anda dapat mempertahankannya. Bila anda merasa perlu Anda mengganti lantai, maka Anda perlu menanyakan sebuah prosedur pembongkaran lantai tersebut ke pengelola.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;5. Optimalkan bagian sudut. Dengan adanya ruang sisa pada sudut tertentu maka anda dapat menggunakannya sebagai wadah penyimpanan barang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;6. Buatlah aksen warna. Hal ini juga cukup penting untuk Desain Furniture apartemen minimalis yang terutama bila dinding ruangan sudah terasa monoton.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;7. Jangan lupakan cermin. Cermin bisa menciptakan ruang sempit berkesan menjadi lebih longgar. Anda bisa melengkapi cermin dengan frame, lis, ataupun panel kayu supaya rapi dan indah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;8. Hindari banyak sekat. Sebuah sekat akan membuat ruangan terlihat padat dan menghambat aliran udara serta cahaya. Bila anda terpaksa menggunakan sekat, maka Anda bisa memilih kaca ataupun rak tembus pandang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;9. Hindarilah permainan plafon yang berlebihan. Untuk plafon yang rata akan lebih mudah dibangun bila dibandingkan dengan drop ceiling ataupun up ceiling. Dan selain itu, membangun sebuah plafon ”naik turun” akan memerlukan biaya tambahan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;10. Olah dinding menjadi lebih berkarakter. Anda dapat mencoba mengaplikasikan wallcover, kaca, panel, dan bahkan batu alam. Untuk dinding panel bisa diganti dengan headboard yang bisa digunakan sebagai ranjang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&quot;Sumber Referensi : http://inidesainrumah.com&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.intekunik.tk/feeds/4375739794318902644/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.intekunik.tk/2013/12/tips-menata-desain-furniture-apartemen.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1009966523848013763/posts/default/4375739794318902644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1009966523848013763/posts/default/4375739794318902644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.intekunik.tk/2013/12/tips-menata-desain-furniture-apartemen.html' title='Tips Menata Desain Furniture Apartemen Minimalis'/><author><name>Listiyono Budi</name><uri>https://plus.google.com/110402636316798837304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hEh7FruUtEs/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAhI/ZtX-MOdN4TU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1009966523848013763.post-163280396551553014</id><published>2015-12-15T16:34:00.000+07:00</published><updated>2017-11-15T10:20:24.468+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Teknik Sipil - Kayu"/><title type='text'>Bentuk dan Kegunaan Kayu dalam Konstruksi</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;Struktur kayu merupakan suatu struktur yang elemen susunannya adalah kayu. Dalam  perkembangannya, struktur kayu banyak digunakan sebagai alternatif dalam perencanaan  pekerjaan-pekerjaan sipil, diantaranya adalah: rangka kuda-kuda, rangka dan gelagar jembatan, struktur perancah, kolom, dan balok lantai bangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya kayu merupakan bahan alam yang banyak memiliki kelemahan struktural, sehingga pengunaan kayu sebagai bahan struktur perlu memperhatikan sifat-sifat tersebut. Oleh sebab itu, maka struktur kayu kurang populer dibandingkan dengan beton dan baja. Akibatnya saat ini terdapat kecenderungan beralihnya peran kayu dari bahan struktur menjadi bahan pemerindah (dekoratif).&lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Namun demikian pada kondisi tertentu (misalnya: pada daerah tertentu, dimana secara ekonomis kayu lebih menguntungkan dari pada penggunaan bahan yang lain) peranan kayu sebagai bahan struktur masih digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bahan struktur kayu mempunyai berbagai kekuatan, khususnya dalam : &lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Menahan Tarikan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan terbesar yang dapat ditahan oleh kayu adalah sejajar arah serat, sedangkan kekuatan tarikan tegak lurus arah serat lebih kecil dari pada sejajar serat. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Menahan Tekanan (Desak) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kayu juga dapat menahan beban desak, baik tekanan sejajar serat maupun tegak lurus serat, misalnya sebagai bantalan kereta  api. Daya tahan desak tegak lurus serat lebih kecil bila dibandingkan dengan sejajar serat. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Menahan Lenturan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Besarnya daya tahan kayu terhadap lenturan tergantung pada jenis kayu, besarnya penampang kayu, berat badan, lebar bentangan, sehingga dengan dapatnya kayu menaan lenturan maka dapat menahan beban tetap maupun beban kejut/pukulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bahan struktur kayu biasanya diperdagangkan dengan ukuran tertentu dan dipakai dalam bentuk balok, papan, atau bentangan bulat, (berdasarkan SK-SNI-03-2445-1991). Berikut ini adalah dimensi-dimensi kayu yang ada di pasaran.&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Dimensi Balok &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;a) Untuk kuda-kuda / batang struktur (cm) : 8 x (8, 10, 12, 15, 18); dan 10 x (10, 12, 15, 18). &lt;br /&gt;b) Balok antar tiang (cm): 4 x (6, 8); 6 x (8, 12, 15); dan 8 x (12, 15, 18), 10 x (12, 15). &lt;br /&gt;c) Untuk kusen pintu dan jendela (cm): 6 x (10, 12, 13, 15); dan 8 x (10, 12, 15). &lt;br /&gt;d) Balok langit (cm): 8 x (12, 15, 18, 20); dan 10 x (15, 18, 20). &lt;br /&gt;e) Tiang balok (cm): 8 x (8, 10, 12); 10 x (10, 12); dan 12 x (12, 15).&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Dimensi Reng dan Kaso&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;a) 2 x 3;&lt;br /&gt;b) 2,5 x (3,4,6,8, 10, 12);&lt;br /&gt;c) 3,5 x (3,4,6,8,10,12,15);&lt;br /&gt;d) 5 x (7,8,10,12,13,15,18,20,22,25)&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Dimensi Lis dan Jalusi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;a) 1 x (1,3,4,5, 6, 8)&lt;br /&gt;b) 1,5 x (3,4,5,6,8,10,12,15,18,20,22)&lt;br /&gt;c) 2 x (4, 5,6,8, 10, 12)&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Dimensi Papan kayu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;a) 2 x (15, 18,20,22,25) &lt;br /&gt;b) 3 x (18,20,22,25,30) &lt;br /&gt;c) 4 x (18,20,22,25)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;---------------------------------------------------------------------------------&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Jangan lupa, berikan komentar ya jika ada saran atau masukan dan jika artikel ini bisa memberikan manfaat untuk Anda”&lt;/i&gt;...... :)&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.intekunik.tk/feeds/163280396551553014/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.intekunik.tk/2011/09/bentuk-dan-kegunaan-kayu-dalam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1009966523848013763/posts/default/163280396551553014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1009966523848013763/posts/default/163280396551553014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.intekunik.tk/2011/09/bentuk-dan-kegunaan-kayu-dalam.html' title='Bentuk dan Kegunaan Kayu dalam Konstruksi'/><author><name>Listiyono Budi</name><uri>https://plus.google.com/110402636316798837304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hEh7FruUtEs/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAhI/ZtX-MOdN4TU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1009966523848013763.post-4122776695755791117</id><published>2015-09-16T09:50:00.000+07:00</published><updated>2017-11-15T10:19:15.397+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Teknik Sipil - Kayu"/><title type='text'>Cara Meningkatkan Keawetan Kayu</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;Upaya meningkatkan keawetan kayu telah lama dilakukan, tujuannnya adalah untuk meni ngkatkan ketahanan kayu terhadap serangan-serangan serangga (rayap, bubuk, dll.) agar memperpanjang umur kayu. Lembaga Penelitian Hasil Hutan (LPPH), membagi keawetan kayu menjadi lima kelas awet. Pembagian kelas awet tersebut didasarkan pada kriteria yang terdapat dalam Tabel 1.2.&lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tabel 1.2.&lt;/b&gt; Kelas Awet Kayu Berdasarkan Umurnya.&lt;br /&gt;&lt;style type=&quot;text/css&quot;&gt;table.tableizer-table {border: 1px solid #CCC; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px;} .tableizer-table td {padding: 6px; margin: 3px; border: 1px solid #ccc;} .tableizer-table th {background-color: #104E8B; color: #FFF; font-weight: bold;} &lt;/style&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table class=&quot;tableizer-table&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr class=&quot;tableizer-firstrow&quot;&gt;&lt;th&gt;Kelas Awet&lt;/th&gt;&lt;th&gt;I&lt;/th&gt;&lt;th&gt;II&lt;/th&gt;&lt;th&gt;III&lt;/th&gt;&lt;th&gt;IV&lt;/th&gt;&lt;th&gt;V&lt;/th&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;Selalu berhungan dengan tanah lembab.&lt;/td&gt;&lt;td&gt;8 tahun&lt;/td&gt;&lt;td&gt;5 tahun&lt;/td&gt;&lt;td&gt;3 tahun&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Sangat pendek&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Sangat pendek&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;Kayu tidak terlindung terhadap angin dan iklim, tetapi di lindungi terhadap air.&lt;/td&gt;&lt;td&gt;20 tahun&lt;/td&gt;&lt;td&gt;15 tahun&lt;/td&gt;&lt;td&gt;10 tahun&lt;/td&gt;&lt;td&gt;beberapa tahun&lt;/td&gt;&lt;td&gt;sangat pendek&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;Kayu ditempatkan di tempat terlindung.&lt;/td&gt;&lt;td&gt;tidak terbatas&lt;/td&gt;&lt;td&gt;tidak terbatas&lt;/td&gt;&lt;td&gt;sangat lama&lt;/td&gt;&lt;td&gt;beberapa tahun&lt;/td&gt;&lt;td&gt;pendek&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;Kayu ditempatkan di tempat terlindung tapi dirawat, dicat, dsb.&lt;/td&gt;&lt;td&gt;tidak terbatas&lt;/td&gt;&lt;td&gt;tidak terbatas&lt;/td&gt;&lt;td&gt;tidak terbatas&lt;/td&gt;&lt;td&gt;20 tahun&lt;/td&gt;&lt;td&gt;tahun&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;Kayu termakan/terserang rayap&lt;/td&gt;&lt;td&gt;tidak&lt;/td&gt;&lt;td&gt;jarang&lt;/td&gt;&lt;td&gt;agak cepat&lt;/td&gt;&lt;td&gt;sangat cepat&lt;/td&gt;&lt;td&gt;sangat cepat&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;Kayu termakan oleh bubuk kayu, rayap dan serangga lain&lt;/td&gt;&lt;td&gt;tidak&lt;/td&gt;&lt;td&gt;tidak&lt;/td&gt;&lt;td&gt;hampir tidak&lt;/td&gt;&lt;td&gt;tidak seberapa&lt;/td&gt;&lt;td&gt;sangat cepat&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa cara untuk meningkatkan keawetan kayu, diantaranya adalah : &lt;br /&gt;&lt;b&gt;1.  Membakar Kayu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Salah satu cara untuk menambah ketahanan kayu adalah dengan membakar lapisan luar kayu tersebut. Bagian luar yang berlapis arang tidak akan mudah termakan rayap. Cara ini biasanya dipakai  untuk  tiang-tiang  yang  sebagian  tertanam  dalam  tanah. Cara ini tidak baik sebab kayu akan retak, sehingga bubuk/rayap akan mudah masuk dalam retak-retak itu dan akan menyebabkan rusaknya kayu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Mengetir&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Biasanya dipakai pada tiang pagar dan rangka atap dari kayu muda. Ada dua macam tir yang sering dipakai yaitu: “kolter” dan “sweedsteer” warnanya coklat muda dan cair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Penggunaan Karbolium&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Karbolium lebih baik dari pada tir, sebab pori-pori kayu tidak tertutup dan getahnya masih bisa keluar. Biasanya digunakan pada bangunan air dan umum, misalnya untuk tiang jembatan dalam laut, perahu, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Penggunaan Minyak Kreosoot&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kayu yang akan di-kreosoot dimasukan ke dalam ketel. Kemudian disalurkan  uap air, agar getah kayu keluar. Air panas yang tercampur getah dan angin dipompa keluar. Lewat saluran pipa lain minyak kreosoot yang telah dipanasi sampai 60oC dimasukan,lalu diproses sampai 10 atmosfir.  Penggunaan minyak ini juga bisa disapukan atau dicatkan di bagian luar seperti mengetir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Proses Burnett&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Proses ini sama dengan proses minyak kreosoot, hanya bahannya yang  berbeda yaitu Zn Cl2 berbusa dan tak berwarna. Cara ini tidak dapat  digunakan untuk struktur yang terendam air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6. Penggunaan Kopervitriool (Prusi) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pada proses ini digunakan dua bejana (tangki) khusus. Tangki bagian atas  diisi campuran kopervitriool dan air, kayu dimasukan ke dalam tangki  bagian bawah, sehingga kopervitriool bercampur air akan mengalir dan mengisi pori-pori kayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;7. Proses Kijan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kayu direndam dalam air yang sudah dicampur bahan pengawet Hg Cl2 (zat cair putih yang beracun sangat berbisa dan tak berwarna) selama 5 - 14 hari, kemudian ditumpuk pada tempat yang berangin. Kayu yang sudah  diobati tidak berbau dan berwarna, setelah kering bisa di cat. Cara ini  tidak baik jika digunakan pada struktur yang berlengas, juga tidak baik dipadukan (komposit) dengan besi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;8. Proses Wolman&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Proses ini menggunakan garam wolman, yaitu bahan pengawet yang terdiri dari Na Fe di tambah dini trophenol dan bichromat kers. dijual dalam  bentuk bubuk. Kayu yang akan diawetkan harus dikeringkan terlebih dahulu, kemudian direndam dalam air yang sudah dicampur garam wolman selama 7 hari dan kemudian dikeringkan.&lt;br /&gt;---------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Berdasarkan SK-SNI 03-3233-1998, tentang Tata Cara Pengawetan Kayu Untuk Bangunan Rumah dan Gedung sebagai berikut : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengawetan adalah suatu proses memasukkan bahan pengawet ke dalam kayu dengan tujuan untuk memperpanjang masa pakai kayu. Kayu yang harus diawetkan untuk bangunan rumah dan gedung adalah kayu yang mempunyai keawetan alami rendah (kelas awet III, IV, V dan kayu gubal kelas I dan II), dan semua kayu yang tidak jelas jenisnya. Bahan  kayu yang akan  diawetkan harus melalui proses vakum tekan, proses rendaman, permukaan kayu harus bersih dan siap pakai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peralatan yang digunakan dalam pengawetan dengan proses vakum tekan  adalah tangki pengawet, tangki pengukus, tangki persediaan, tangki  pencampur, pompa vacum, pompa tekan hidrolik, bejana vakum, pompa  pemindah larutan, kompresor, manometer, termometer, hidrometer, gelas  ukur 100 mL dan timbangan. Untuk proses, rendaman diperlukan peralatan  yaitu bak pencampur, tangki persediaan, bak pengawet, pompa pemindah  larutan, gelas  ukur, hidrometer termometer, timbangan, dan manometer. Sedangkan untuk rendaman panas dingin digunakan peralatan yang sama  seperti rendaman dingin tanpa timbangan dan ditambah tungku panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara pengawetan sebagai berikut: Pembuatan bahan larutan, dan persiapan kayu yang akan diawetkan. Pelaksanaan pengawetan dengan cara vacum tekan, rendaman dingin atau rendaman panas-dingin. Setelah kayu diawetkan maka  kayu disusun secara teratur dengan menggunakan ganjal yang seragam (1,5 - 2,0) x (2,5 - 3,0) cm, dan lindungi kayu dari pengaruh hujan dan matahari secara langsung sampai kering udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;---------------------------------------------------------------------------------&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Jangan lupa, berikan komentar ya jika ada saran atau masukan dan jika artikel ini bisa memberikan manfaat untuk Anda”&lt;/i&gt;...... :)&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.intekunik.tk/feeds/4122776695755791117/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.intekunik.tk/2011/09/cara-meningkatkan-keawetan-kayu.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1009966523848013763/posts/default/4122776695755791117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1009966523848013763/posts/default/4122776695755791117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.intekunik.tk/2011/09/cara-meningkatkan-keawetan-kayu.html' title='Cara Meningkatkan Keawetan Kayu'/><author><name>Listiyono Budi</name><uri>https://plus.google.com/110402636316798837304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hEh7FruUtEs/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAhI/ZtX-MOdN4TU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1009966523848013763.post-2356081203038136702</id><published>2014-09-15T08:53:00.000+07:00</published><updated>2017-11-15T10:25:55.360+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Teknik Sipil - Beton"/><title type='text'>Berat Jenis dan Modulus Elastisitas Beton</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;b&gt;Berat Jenis Beton&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beton bersifat getas, sehingga mempunyai kuat tekan tinggi namun kuat tariknya rendah. Kuat tekan beton biasanya berhubungan dengan sifat-sifat lain, maksudnya bila kuat tekannya tinggi, umumnya sifat-sifat yang lain juga baik. Berdasarkan kuat tekannya beton dapat dibagi menjadi beberapa jenis (lihat Tabel 16.1. di bawah ini).&lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tabel 16.1.&lt;/b&gt; Beberapa jenis beton menurut kuat tekannya&lt;br /&gt;&lt;style type=&quot;text/css&quot;&gt;table.tableizer-table {border: 1px solid #CCC; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px;} .tableizer-table td {padding: 4px; margin: 3px; border: 1px solid #ccc;} .tableizer-table th {background-color: #104E8B; color: #FFF; font-weight: bold;} &lt;/style&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table class=&quot;tableizer-table&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr class=&quot;tableizer-firstrow&quot;&gt;&lt;th&gt;Jenis beton&lt;/th&gt;&lt;th&gt;Kuat tekan (MPa)&lt;/th&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;Beton sederhana (plain concrete)&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Sampai 10 MPa&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;Beton normal (beton biasa)&lt;/td&gt;&lt;td&gt;15 – 30 MPa&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;Beton pra tegang&lt;/td&gt;&lt;td&gt;30 – 40 MPa&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;Beton kuat tekan tinggi&lt;/td&gt;&lt;td&gt;40 – 80 MPa&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;Beton kuat tekan sangat tinggi&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&amp;gt; 80 MPa&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Modulus Elastisitas Beton&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modulus elastisitas beton didefinisikan sebagai kemiringan garis singgung (slope dari garis lurus yang ditarik) dari kondisi tegangan nol ke kondisi tegangan 25-50% dari f’c pada kurva tegangan-regangan beton. Modulus elastisitas beton tergantung pada modulus elastisitas agregat dan pastanya. Dalam perhitungan struktur boleh diambil modulus elastisitas beton sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ec = (Wc)1,5 x 0,043 √fc untuk Wc = 1,5 – 2,5&lt;br /&gt;Ec = 4700 √fc   untuk beton normal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dengan,&lt;br /&gt;Ec = modulus elastisitas beton, MPa&lt;br /&gt;Wc = berat jenis beton&lt;br /&gt;fc = kuat tekan beton, Mpa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tabel 16.2.&lt;/b&gt; Beberapa jenis beton menurut berat jenisnya&lt;br /&gt;&lt;style type=&quot;text/css&quot;&gt;table.tableizer-table {border: 1px solid #CCC; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px;} .tableizer-table td {padding: 4px; margin: 3px; border: 1px solid #ccc;} .tableizer-table th {background-color: #104E8B; color: #FFF; font-weight: bold;} &lt;/style&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table class=&quot;tableizer-table&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr class=&quot;tableizer-firstrow&quot;&gt;&lt;th&gt;Jenis beton&lt;/th&gt;&lt;th&gt;Berat jenis&lt;/th&gt;&lt;th&gt;Pemakaian&lt;/th&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;Beton sangat ringan&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&amp;lt; 1,00&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Non struktur&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;Beton ringan&lt;/td&gt;&lt;td&gt;1,00 – 2,00&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Struktur ringan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;Beton normal (biasa)&lt;/td&gt;&lt;td&gt;2,30 – 2,40&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Struktur&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;Beton berat&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&amp;gt; 3,00&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Perisai sinar X&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;---------------------------------------------------------------------------------&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Jangan lupa, berikan komentar ya jika ada saran atau masukan dan jika artikel ini bisa memberikan manfaat untuk Anda”&lt;/i&gt;...... :)&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.intekunik.tk/feeds/2356081203038136702/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.intekunik.tk/2011/09/berat-jenis-dan-modulus-elastisitas.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1009966523848013763/posts/default/2356081203038136702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1009966523848013763/posts/default/2356081203038136702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.intekunik.tk/2011/09/berat-jenis-dan-modulus-elastisitas.html' title='Berat Jenis dan Modulus Elastisitas Beton'/><author><name>Listiyono Budi</name><uri>https://plus.google.com/110402636316798837304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hEh7FruUtEs/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAhI/ZtX-MOdN4TU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1009966523848013763.post-6184548668572442959</id><published>2014-09-13T08:09:00.000+07:00</published><updated>2017-11-15T10:25:25.686+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Teknik Sipil - Civil Engineering"/><title type='text'>Persyaratan Umum Bangunan</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;Persyaratan umum bangunan pada dasarnya harus memenuhi persyaratan administratif dan persyaratan teknis sesuai dengan fungsi bangunan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;A.  Persyaratan Administratif&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persyaratan administratif bangunan gedung meliputi: &lt;br /&gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt; status hak atas tanah, dan/atau ijin pemanfaatan dari pemegang hak atas tanah; &lt;br /&gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt; status kepemilikan bangunan gedung;  &lt;br /&gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt; ijin mendirikan bangunan gedung.&lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap bangunan gedung harus didirikan pada tanah yang status kepemilikannya jelas, baik milik sendiri maupun milik pihak lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ijin mendirikan bangunan  diberikan oleh pemerintah daerah, kecuali bangunan dengan fungsi khusus oleh Pemerintah Pusat. IMB diberikan melalui proses permohonan. Selanjutnya IMB diatur dalam PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 24/PRT/M/2007 TANGGAL 9 AGUSTUS 2007 TENTANG PEDOMAN TEKNIS IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN GEDUNG. Secara umum prosedur dan tata cara IMB seperti pada gambar 1.16.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permohonan ijin mendirikan bangunan harus dilengkapi dengan: &lt;br /&gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt; tanda bukti status kepemilikan hak atas tanah atau tanda bukti perjanjian pemanfaatan tanah &lt;br /&gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt; data pemilik bangunan gedung; &lt;br /&gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt; rencana teknis bangunan gedung; dan &lt;br /&gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt; hasil analisis mengenai dampak lingkungan bagi bangunan gedung yang menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-8zIVU9ibUq0/Tm6tJvd-zJI/AAAAAAAAAW8/1tnT6IdD8TU/s1600/gambar%2B1.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;288&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-8zIVU9ibUq0/Tm6tJvd-zJI/AAAAAAAAAW8/1tnT6IdD8TU/s400/gambar%2B1.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ijin mendirikan bangunan diberikan apabila rencana bangunan telah memenuhi persyaratan tata bangunan  sesuai rencana tata kota dan daerah (RTRW) kabupaten maupun kota, RDTRKP, dan/atau RTBL), yang tertuang dalam Advis Planning (AP) oleh dinas/lembaga tata kota/daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)&lt;/i&gt; kabupaten atau kota adalah hasil perencanaan tata ruang wilayah kabupaten/kota yang telah ditetapkan dengan peraturan daerah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Perkotaan (RDTRKP)&lt;/i&gt; adalah penjabaran dari Rencana Tata Ruang Wilayah kabupaten/kota ke dalam rencana pemanfaatan kawa-san perkotaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL)&lt;/i&gt; adalah panduan rancang bangun suatu kawasan untuk mengendalikan pemanfaatan ruang yang memuat rencana program bangunan dan lingkungan, rencana umum dan panduan rancangan, rencana investasi, ketentuan pengendalian rencana, dan pedoman pengendalian pelaksanaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;B.  Persyaratan Teknis&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persyaratan bangunan gedung berkaitan dengan permasalahan teknis, meliputi: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Persyaratan tata bangunan,&lt;/b&gt; yaitu Persyaratan peruntukan dan intensitas bangunan gedung tentang  persyaratan peruntukan lokasi, kepadatan, ketinggian, dan jarak bebas bangunan gedung yang ditetapkan untuk lokasi yang bersangkutan oleh Pemerintah Daerah setempat melalui rencana tata bangunan dan lingkungan (RTBL). &lt;br /&gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt; &lt;i&gt;Koefisien Dasar Bangunan (KDB)&lt;/i&gt; adalah angka persentase perbandingan antara luas seluruh lantai dasar bangunan gedung dan luas yang dikuasai sesuai rencana tata ruang dan rencana tata bangunan dan lingkungan. &lt;br /&gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt; &lt;i&gt;Koefisien Lantai Bangunan (KLB)&lt;/i&gt; adalah angka persentase perbandingan antara luas seluruh lantai bangunan gedung dan luas tanah yang dikuasai sesuai rencana tata ruang dan rencana tata bangunan dan lingkungan. &lt;br /&gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt; &lt;i&gt;Koefisien Daerah Hijau (KDH)&lt;/i&gt; adalah angka persentase perbandingan antara luas seluruh ruang terbuka di luar bangunan gedung yang diperuntukkan bagi pertamanan/penghijauan dan luas tanah yang dikuasai sesuai rencana tata ruang dan rencana tata bangunan dan lingkungan. &lt;br /&gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt; &lt;i&gt;Koefisien Tapak Basemen (KTB)&lt;/i&gt; adalah angka persentase perbandingan antara luas tapak basemen dan luas lahan yang dikuasai sesuai rencana tata ruang dan rencana tata bangunan dan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Persyaratan jarak bebas&lt;/b&gt; bangunan gedung meliputi  &lt;br /&gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt; garis sempadan bangunan gedung dengan as jalan, tepi sungai, tepi pantai, jalan kereta api, dan/atau jaringan tegangan tinggi; &lt;br /&gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt; jarak antara bangunan gedung dengan batas-batas persil, dan jarak antara as jalan dan pagar halaman yang diijinkan pada lokasi yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garis sempadan adalah garis yang membatasi jarak bebas minimum dari bidang terluar suatu massa bangunan gedung terhadap batas lahan yang dikuasai, antar massa bangunan lainnya, batas tepi sungai/pantai, jalan kereta api, rencana saluran, dan/atau jaringan listrik tegangan tinggi. Penetapan garis sempadan bangunan gedung oleh Pemerintah Daerah dengan mempertimbangkan aspek keamanan, kesehatan, kenyamanan, kemudahan, serta keseimbangan dan keserasian dengan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Persyaratan arsitektur&lt;/b&gt; bangunan meliputi:  &lt;br /&gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt; Persyaratan penampilan bangunan gedung harus memperhatikanbentuk dan karakteristik arsitektur dan lingkungan yang ada disekitarnya. &lt;br /&gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt; Persyaratan tata ruang dalam bangunan harus memperhatikanfungsi ruang, arsitektur bangunan, dan keandalan bangunan. &lt;br /&gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt; Persyaratan keseimbangan, keserasian, dan keselarasan bangunan gedung dengan lingkungannya harus mempertimbangkanterciptanya ruang luar bangunan gedung, ruang terbuka hijau yangseimbang, serasi, dan selaras dengan lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Persyaratan pengendalian dampak lingkungan&lt;/b&gt;  yang hanya berlaku bagi bangunan gedung yang dapat menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan. Dampak penting adalah perubahan yang sangat mendasar pada suatu lingkungan yang diakibatkan oleh suatu kegiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Persyaratan keandalan bangunan&lt;/b&gt; meliputi:  &lt;br /&gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt; Persyaratan keselamatan bangunan gedung meliputi persyaratan kemampuan bangunan gedung untuk mendukung beban muatan, serta kemampuan bangunan gedung dalam mencegah dan menanggulangi bahaya kebakaran dan bahaya petir. &lt;br /&gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt; Persyaratan kesehatan bangunan gedung meliputi persyaratan sistem penghawaan, pencahayaan, sanitasi, dan penggunaan bahan bangunan gedung. &lt;br /&gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt; Persyaratan kenyamanan bangunan gedung meliputi kenyamanan ruang gerak dan hubungan antarruang, kondisi udara dalam ruang, pandangan, serta tingkat getaran dan tingkat kebisingan. &lt;br /&gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt; Persyaratan kemudahan meliputi kemudahan hubungan ke, dari, dan di dalam bangunan gedung, serta kelengkapan prasarana dan sarana dalam pemanfaatan bangunan gedung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;---------------------------------------------------------------------------------&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(Sumber Referensi : Buku Struktur Bangunan untuk SMK, Jilid 1. Karya Dian Ariestadi. Tahun 2008.)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;---------------------------------------------------------------------------------&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Jangan lupa, berikan komentar ya jika ada saran atau masukan dan jika artikel ini bisa memberikan manfaat untuk Anda”&lt;/i&gt;...... :)&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.intekunik.tk/feeds/6184548668572442959/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.intekunik.tk/2011/09/persyaratan-umum-bangunan.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1009966523848013763/posts/default/6184548668572442959'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1009966523848013763/posts/default/6184548668572442959'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.intekunik.tk/2011/09/persyaratan-umum-bangunan.html' title='Persyaratan Umum Bangunan'/><author><name>Listiyono Budi</name><uri>https://plus.google.com/110402636316798837304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hEh7FruUtEs/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAhI/ZtX-MOdN4TU/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://1.bp.blogspot.com/-8zIVU9ibUq0/Tm6tJvd-zJI/AAAAAAAAAW8/1tnT6IdD8TU/s72-c/gambar%2B1.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1009966523848013763.post-5785434324657276990</id><published>2014-07-21T20:47:00.000+07:00</published><updated>2017-11-15T10:26:45.689+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Teknik Sipil - Manajemen Konstruksi"/><title type='text'>Prosedur Pendirian Perusahaan di Bidang Jasa Konstruksi</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;Berikut ini adalah bagan prosedur pendirian perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-s4FOABryQ1Q/TnnpsmF6E-I/AAAAAAAAAXE/-8mnpfIIEuM/s1600/gambar%2B1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;358&quot; src=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-s4FOABryQ1Q/TnnpsmF6E-I/AAAAAAAAAXE/-8mnpfIIEuM/s400/gambar%2B1.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-cmsdWwD3ZxE/Tnnp4jsixcI/AAAAAAAAAXM/_jFiMyobkbg/s1600/gambar%2B2.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-cmsdWwD3ZxE/Tnnp4jsixcI/AAAAAAAAAXM/_jFiMyobkbg/s400/gambar%2B2.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Adapun penjelasan dari bagan di atas adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;A. Persiapan &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan terdiri dari :&lt;br /&gt;1) Konsultasi , yang berguna untuk : mengetahui ruang lingkup pendirian perusahaan, mengetahui biaya administrasi dan cara pembayarannya, dan mengetahui prosedur dan persyaratan pendirian perusahaan &lt;br /&gt;2) Pengisian Formulir &lt;br /&gt;3) Pengisian Surat Kuasa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;B. Pengajuan Nama Perusahaan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di daftarkan oleh notaris melalui SISMINBAKUM dengan persyaratan :&lt;br /&gt;1) Melampirkan asli formulir dan pendirian surat kuasa &lt;br /&gt;2) Melampirkan copy KTP para pendirinya dan para pengurus   perusahaan &lt;br /&gt;3) Melampirkan copy KK pimpinan perusahaan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;C. Persetujuan Nama dan Pendaftaran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pendaftaran dilakukan oleh notaris untuk mendapatkan persetujuan dari instansi terkait (menteri Hukum dan HAM RI) sesuai dengan UU no. 40 tahun 2007 tentang perseroan terbatas (PT) dan peraturan pemerintah no.26 tahun 1998 tentang pemakaian perseroan terbatas &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;D. Pembuatan Akta&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembuatan akta pendirian dilakukan oleh notaris yang berwenang diseluruh wilayah negara Indonesia untuk selanjutnya mendapatkan pesetujuan dari menteri kehakiman dan HAM RI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;E. Surat Keterangan Domisili&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permohonan surat keterangan domisili diajukan kepada kantor kelurahan setempat sesuai dengan alamat kantor perusahaan tersebut berada sebagai bukti keterangan / keberadaan alamat perusahaan. Lama proses adalah 2 hari kerja. Persyaratan lain yang dibutuhkan adalah : copy bukti PBB tahun terakhir atau bukti PPN atas sewa atau kontrak tempat usaha bagi yang berdomisili di gedung perkantoran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;F. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permohonan pendaftaran nomor pokok wajib pajak diajukan kepada Kepala Kantor Pelayanan Pajak sesuai dengan keberadaan domisili perusahaan. Lama proses 2 hari kerja. Persyaratan lain yang dibutuhkan :&lt;br /&gt;1) &lt;b&gt;Untuk wajib pajak perseorangan:&lt;/b&gt; FC KTP bagi WNI atau FC paspor bagi WNA, surat keterangan tempat tinggal dari instansi yang berwenang bagi orang asing minimal lurah atau kepala desa, surat keterangan tempat kegiatan usaha atau pekerjaan dari instansi yang berwenang.&lt;br /&gt;2) &lt;b&gt;Untuk wajib pajak badan usaha:&lt;/b&gt; FC akta pendirian dan perubahan terakhir, FC KTP bagi WNI atau FC paspor bagi WNA ditambah surat keterangan tempat tinggal dari instansi yang berwenang bagi orang asing minimal lurah atau kepala desa, surat keterangan tempat kegiatan usaha dari instansi yang berwenang minimal lurah atau kepala desa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;G. Pengesahan Menteri Kehakiman dan HAM RI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permohonan ini diajukan kepada Menteri Kehakiman dan HAM RI untuk mendapatkan pengesahan Anggaran Dasar Perseroan (Akta Pendirian) sebagai badan hukum PT sesuai dengan UU no. 40 tahun 2007 tentang perseroaan terbatas. Lama proses 25 hari kerja setelah permohonan diajukan. Persyaratan lain yang dibutuhkan adalah :&lt;br /&gt;1) Bukti setor bank senilai modal disetor dalam akta pendirian &lt;br /&gt;2) Bukti PNBP sebagai pembayaran berita acara negara &lt;br /&gt;3) Asli akta pendirian &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;H. SIUP (Surat Ijin Usaha Perdagangan)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permohonan SIUP diajukan kepada Dinas Perdagangan Kota/Kabupaten/Propinsi sesuai dengan keberadaan domisili Perusahaan. Lama proses adalah 10 hari kerja. Penggolongan SIUP terdiri dari SIUP Besar, Menengah dan Kecil dengan ketentuan sebagai berikut : &lt;br /&gt;1) SIUP Besar untuk Modal disetor diatas 500 Juta,&lt;br /&gt;2) SIUP Menengah untuk Modal disetor diatas 200 juta s.d 500 juta. &lt;br /&gt;3) SIUP Kecil untuk Modal disetor s.d 200 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosedur permohonan SIUP :&lt;br /&gt;1) Perusahaan mengambil formulir, mengisi dan mengajukan permohona  SIUP beserta persyaratan melalui kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan kota atau wilayah sesuai domisili perusahaan untuk permohonan SIUP menengah dan SIUP kecil &lt;br /&gt;2) sedangkan permohonan SIUP besar diajukan melalui Kanwil Perindutrian dan Perdagangan kota atau propinsi sesuai domisili perusahaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;I. TDP (Tanda Daftar Perusahaan)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permohonan pendaftaran dajukan kepada kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan kota atau kabupaten terkait sesuai dengan domisili perusahaan. Bagi perusahaan yang telah terdaftar akan diberikan sertifikat TANDA DAFTAR PERUSAHAAN sebagai bukti bahwa perusahaan / badan usaha telah melakukan wajib daftar prusahaan sesuai dengan peratran Menteri Perdagangan RI no.37 / m-DnG / DER / 9 / 2007 tentang penyelenggaraan pendaftaran perusahaan. &lt;br /&gt;Persyaratan yang dibutuhkan :&lt;br /&gt;1) FC izin persetujuan investasi dari BKPM untuk PMA / PMDN (asli diperlihatkan) &lt;br /&gt;2) FC akta pendirian dan perubahannya (asli ditunjukan)&lt;br /&gt;3) Asli SK Menteri Hukum dan HAM RI dan laporan perubahan akta &lt;br /&gt;4) FC surat keterangan domisili perusahaan, SIUP / SIUJPT / SIUPA / ijin operasional lainnya (asli ditunjukan)&lt;br /&gt;5) FC KTP pengurus (direksi dan komisaris) atau paspor jika pengurus adalah WNA. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;J. Pengumuman dalam Berita Acara Negara Republik Indonesia&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah perusahaan melakukan wajib daftar perusahaan dan telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Kehakiman dan HAM RI, maka harus di umumkan dalam berita negara dari perusahaan yang telah diumumkan dalam berita negara, maka perusahaan telah sempurna statusnya sebagai badan hukum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;K. SKT (Surat Keterangan Tenaga Teknis)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan bukti kompetensi dan kemampuan proses keterampilan kerja bidang jasa pelaksana konstruksi yang harus dimiliki tenaga kerja / ahli perusahaan untuk dapat ditetapkan sebagai penanggung jawab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;L. KTA (Kartu Tanda Anggota)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kartu tanda anggota ini merupakan tanda anggota asosiasi perusahaan untuk mendaftarkan sebagai anggota asosiasi, terlebih dahulu harus mempunyai sertifikat ketrampilan contohnya KTA pada kontraktor adalah KTA GAPENSI, GAPINDO, DAN GAPEKNAS. &lt;br /&gt;Untuk permohonan KTA pada GAPENSI:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penerimaan dan pendaftaran berkas:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;a. Verifikasi/ validasi berkas&lt;br /&gt;b. Permohonan registrasi KTA&lt;br /&gt;c. Persetujuan registrasi KTA&lt;br /&gt;d. Cetak KTA &lt;br /&gt;e. Tanda tangan ketua umum&lt;br /&gt;f. Penyerahan KTA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persyaratan:&lt;br /&gt;a. Akta pendiri dan perubahannya, serta pengesahan mentri kehakiman atau pendaftaran pengadilan dalam negeri &lt;br /&gt;b. Domisili badan usaha&lt;br /&gt;c. Neraca keunagnan perusahaan&lt;br /&gt;d. Bukti pembayaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;M. SBU (Surat Badan Usaha)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah pembuatan SBU adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1) Persiapan permohonan&lt;br /&gt;2) Menentukan sub bidang, dan bidang yang ingin diajukan&lt;br /&gt;3) Tentukan kwalisifikasi dari setiap sub bidang yang dimiliki&lt;br /&gt;4) Menentukan asosiasi&lt;br /&gt;5) Siapkan daftar tenaga ahli dan tetapkan seorang tenaga ahli sebagai penanggung jawab&lt;br /&gt;6) Siapkan persyaratan dan kelengkapan data &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;N. SIUJK (Surat Ijin Usaha Jasa Konstruksi)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persyaratan utama untuk dapat mengajukan permohonan SIUJK adalah  setiap perusahaan harus memiliki sertifikat badan usaha terlebih dahulu yang dikeluarkan badan sertifikasi asosiasi terakreditasi (LPJK).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;---------------------------------------------------------------------------------&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Jangan lupa, berikan komentar ya jika ada saran atau masukan dan jika artikel ini bisa memberikan manfaat untuk Anda”&lt;/i&gt;...... :)&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.intekunik.tk/feeds/5785434324657276990/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.intekunik.tk/2011/09/prosedur-pendirian-perusahaan-di-bidang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1009966523848013763/posts/default/5785434324657276990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1009966523848013763/posts/default/5785434324657276990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.intekunik.tk/2011/09/prosedur-pendirian-perusahaan-di-bidang.html' title='Prosedur Pendirian Perusahaan di Bidang Jasa Konstruksi'/><author><name>Listiyono Budi</name><uri>https://plus.google.com/110402636316798837304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hEh7FruUtEs/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAhI/ZtX-MOdN4TU/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://4.bp.blogspot.com/-s4FOABryQ1Q/TnnpsmF6E-I/AAAAAAAAAXE/-8mnpfIIEuM/s72-c/gambar%2B1.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1009966523848013763.post-4285945434282425487</id><published>2013-03-23T09:40:00.000+07:00</published><updated>2017-11-15T10:28:50.804+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivasi Diri"/><title type='text'>Kumpulan Kata-kata Bijak (4)</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style=&quot;margin-top: 0cm;&quot; type=&quot;disc&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Amatlah sedikit yang diperlukan      untuk membuat suatu kehidupan yang membahagiakan, semuanya ada di dalam      diri Anda, yaitu di dalam cara berpikir dan bersikap (Fred Corbett)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Kesalahan terbesar yang dibuat      manusia dalam kehidupannya adalah terus-menerus merasa takut bahwa mereka      akan melakukan kesalahan (Elbert Hubbad)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Kata yang paling indah di bibir      umat manusia adalah kata “Ibu”, dan panggilan yang paling indah adalah      “ibuku”. Ini adalah kata yang penuh harapan dan cinta, kata manis dan baik      yang keluar dari kedalaman hati. (Kahlil Gibran)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Sahabatmu adalah kebutuhan jiwamu      yang terpenuhi. Dialah ladang hatimu, yang dengan kasih kau taburi dan kau      pungut buahnya penuh rasa terima kasih. Kau menghampirinya di kala hati      gersang kelaparan, dan mencarinya di kala jiwa membutuhkan kedamaian.      Janganlah ada tujuan lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya jiwa      (Kahlil Gibran)&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Seorang pecundang tak tahu apa      yang dilakukannya bila kalah, tapi sesumbar apa yang dilakukannya bila      menang. Sedangkan pemenang tak berbicara apa yang akan dilakukannya bila      ia menang, tetapi tahu apa yang dilakukannya bila ia kalah (Eric Berne)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Seekor burung hantu yang bijaksana      duduk di sebatang dahan. Semakin banyak ia melihat, semakin sedikit ia      berbicara. Semakin sedikit ia berbicara, semakin banyak ia mendengar.      Mengapa kita tidak seperti burung hantu yang bijaksana itu? (Edward Hersey      Richards)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Pandanglah hari ini, kemarin sudah      jadi mimpi. Dan esok hanyalah sebuah visi. Tetapi, hari ini yang sungguh      nyata, menjadikan kemarin sebagai mimpi kebahagiaan, dan setiap hari esok      adalah visi harapan (Alexander Pope)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Jadikan deritaku sebagai      kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena      kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan di atas segalanya      adalah kekuatan Yang Maha Esa (Bung Karno)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Ia akan datang, dan pergi. Seorang      penguasa, pengemis atau pertapa – setiap orang yang lahir pasti mati.      Menghembuskan nafas terakhir di atas tahta, atau diseret ke dalam kubur      dengan tangan dan kaki terikat, apa bedanya? (Kabir)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Dalam masalah hati nurani, pikiran      pertama lah yang terbaik. Dalam masalah kebijaksanaan, pemikiran      terakhirlah yang terbaik (Robert Hall)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Cara untuk menjadi di depan adalah      memulai sekarang. Jika memulai sekarang, tahun depan Anda akan tahu banyak      hal yang sekarang tidak diketahui, dan Anda tidak akan mengetahui masa      depan jika Anda menunggu (William Feather)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Pahlawan bukanlah orang yang      berani menetakkan pedangnya ke pundak lawan, tetapi pahlawan yang      sebenarnya ialah orang yang sanggup menguasai dirinya ketika ia marah      (Nabi Muhammad Saw.)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Ancaman nyata sebenarnya bukan      pada saat komputer mulai bisa berfikir seperti manusia, tetapi ketika      manusia mulai berfikir seperti komputer (Sydney Harris)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Orang-orang yang berhasil akan      mengambil manfaat dari kesalahan-kesalahan yang ia lakukan, dan akan      mencoba kembali untuk melakukan dengan cara yang berbeda (Dale Carnegie)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Hati yang penuh syukur bukan saja      merupakan kebajikan yang terbesar, melainkan merupakan induk dari segala      kebajikan yang lain (Cicero)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Semua yang dimulai dengan rasa      marah, akan berakhir dengan rasa malu (Benjamin Franklin)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Kita harus saling memaafkan dan      kemudian melupakan apa yang telah kita maafkan (Andrew Jackson)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Kebencian atau dendam tidak      menyakiti orang yang tidak Anda sukai. Tetapi setiap hari dan setiap malam      dalam kehidupan Anda, perasaan itu menggerogoti Anda (Norman Vincent      Peale)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Jangan pernah berpisah tanpa      ungkapan kasih sayang untuk dikenang. Mungkin saja perpisahan itu ternyata      untuk selamanya (Jean Paul Reatcher)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Maut bukanlah kehilangan terbesar      dalam hidup. Kehilangan terbesar adalah apa yang mati dalam sanubari      sementara kita masih hidup (Norman Cousins)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Ada yang mengukur hidup mereka      dari hari dan tahun. Yang lain dengan denyut jantung, gairah dan air mata.      Tetapi ukuran sejati di bawah mentari adalah apa yang telah engkau lakukan      dalam hidup ini untuk orang lain (Confusius)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Kita adalah apa yang kita kerjakan      berulang kali. Dengan demikian, kecemerlangan bukan tindakan, tetapi      kebiasaan (Aristoteles)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.intekunik.tk/feeds/4285945434282425487/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.intekunik.tk/2012/03/kumpulan-kata-kata-bijak-5.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1009966523848013763/posts/default/4285945434282425487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1009966523848013763/posts/default/4285945434282425487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.intekunik.tk/2012/03/kumpulan-kata-kata-bijak-5.html' title='Kumpulan Kata-kata Bijak (4)'/><author><name>Listiyono Budi</name><uri>https://plus.google.com/110402636316798837304</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-hEh7FruUtEs/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAhI/ZtX-MOdN4TU/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry></feed>